Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
No: 072/EXT/CS/OJK/IDX/PPRE/XII/2024 Jakarta, 22 Desember 2023
Kepada Yth.
Direksi PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190
Perihal : Laporan Hasil Public Expose Tahun 2023 PT PP Presisi Tbk
Dengan hormat,
Menunjuk Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00066/BEI/09-2022 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-E butir V tentang
Kewajiban Penyampaian Informasi I-E, serta Surat Perseroan Nomor : 66/EXT/CS/OJK/IDX/PPRE/XI/2023 tanggal 22 November
2023 perihal Pemberitahuan Rencana Penyelenggaraan Public Expose Tahunan 2023 PT PP Presisi Tbk, maka bersama ini kami
sampaikan bahwa Perseroan telah menyelenggarakan Paparan Publik atau Public Expose Tahunan dengan rincian sebagai berikut :
PELAKSANAAN :
Hari/tanggal : Rabu, 20 Desember 2023
Waktu : Pukul 13.30 – 14.40 WIB
Tempat : Dilakukan secara online melalui zoom meeting
Agenda : 1. Pemaparan Company Performance
2. Strategi Bisnis
3. Tanya jawab
Moderator : Woro Endah Waraswati
Pihak Manajemen yang hadir : 1. I Gede Upeksa Negara (Direktur Utama)
2. M. Arif Iswahyudi (Direktur Keuangan, Manrisk & Legal)
3. Yudi Setiawan (Direktur Perencanaan Bisnis & HCM)
4. Rebimun (Direktur Operasi)
Susunan Acara : Jam 13.30-13.40 Video Profile PT PP Presisi Tbk
Jam 13.40-13.43 Pembukaan oleh Moderator
Jam 13.43-14.10 Sesi I : Pemaparan Company Performance
Jam 14.10-14.30 Sesi II : Tanya Jawab
Jam 14.30-14.35 Closing Statement
Jam 14.35-14.40 Closing Moderator
SESI I : PEMAPARAN COMPANY PERFORMANCE
Presentasi Public Expose disampaikan oleh Direksi Perseroan. Dalam acara tersebut secara garis besar diuraikan hal-hal sebagai
berikut :
1. PPRE in a Glance
2. Performance Highlight
3. New Contract Highlight
4. Financial Highlight
5. Investment Highlight
6. Company Strategy
Page 2
SESI II : TANYA JAWAB PUBEX Ringkasan pertanyaan dan jawaban yang diajukan selama public expose adalah sebagai berikut : Pertanyaan 1 : dari Bpk. Randhya dari Individu Mohon penjelasannya terkait penurunan gross profit margin PPRE pada 9M23 ke angka around 15.7%. Bagaimana strategi dari Perusahaan untuk melakukan improvement atas GPM tersebut? terima kasih. Jawaban : Adanya strategi yang diterapkan sedikit berubah dari tahun-tahun sebelumnya, dimana kebijakan PP Presisi adalah profit margin tersebut didapatkan dari pengurangan antara pendapatan dengan biaya operasional. Seperti diketahui biaya operasional PP Presisi didominasi oleh alat-alat berat, saat ini strategi Perusahaan semua alat-alat berat yang ada disusutkan maksimal hanya 4 tahun, jadi dalam artian jika Perusahaan memiliki kontrak 4 tahun, maka alat tersebut akan habis selama 4 tahun sehingga tidak menyisakan nilai buku diakhir project. Dengan prinsip-prinsip itu maka terjadi peningkatan biaya di alat, sehingga hal itu menekan biaya profit margin. Namun penurunan profit margin masih dalam kondisi yang wajar & aman dan investasi Perusahaan selanjutnya juga akan bisa dikembalikan dengan baik karena disusutkan sepanjang masa project tersebut. Pertanyaan 2 : dari Bpk. Yohanes Yudhatama – Succor AM Utang Bank PP Presisi yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun sebesar Rp1,2 triliun. Bagaimana strategi perusahaan untuk menghadapi hal tersebut? Apakah akan refinancing utang tersebut? terima kasih Jawaban : Hutang jatuh tempo saat ini memang kebanyakan berupa hutang jangka pendek, jika dilihat structure pada 2024 dengan nilai kontrak yang sudah diperoleh saat ini dan juga dengan nilai rencana order book di tahun depan kurang lebih Rp 8triliun, sehingga Perusahaan memiliki order book sekitar Rp15triliun, dengan revenue kurang lebih di Rp5,8triliun dengan total cash in kurang lebih di Rp3,8triliun, dan kewajiban Perusahaan setahun Rp1,2triliun, maka optimis dapat Perusahaan selesaikan dengan baik. Kemudian Perusahaan juga berencana untuk memindahkan hutang-hutang jangka pendek menjadi hutang jangka panjang, dengan menerbitkan obligasi senilai Rp800miliar dengan jangka waktu 5 tahun, sehingga dari sisi operasi Perusahaan sangat yakin dapat menghasilkan cash in yang cukup baik dan investasi baru juga didanai dari hutang obligasi jangka panjang. Kemudian dari sisi bisnis, PP Presisi akan fokus pada core bisnis di mining dan civil work. Tambahan kembali dari Bapak I Gede upeksa Negara – Direktur Utama PP Presisi di awal tahun masuk ke kontraktor mining operation dengan kondisi belum full support alat-alat yang dibutuhkan disana, sehingga dari sisi kinerja masih belum maksimal karena masih proses melengkapi peralatan, namun di akhir tahun 2023 ini SDM sudah lengkap dan alat-alat juga sudah lengkap sehingga bulan November dan Desember kinerja di sektor mining sudah mulai membaik. Pertanyaan 3 : dari Bpk. Zomi Wijaya – Private Company Seiring strategi perusahaan fokus pada core business Mining Services dan Civil Work. Bagaimana dengan segmen bisnis lainnya? Apakah untuk aset-aset pada segmen lainnya akan didivestasikan? Jawaban : Terkait bisnis lain PP Presisi, Perusahaan sudah mulai melakukan program divestasi seperti alat-alat structure formwork kemudian dilanjutkan dengan special unit juga akan lakukan divestasi, karena jika alat special unit tersebut utilisasinya tidak dapat penuh dalam setahun itu dapat berakibat menggorogoti Perusahaan, sehingga Perusahaan memutuskan tidak melanjutkan bisnis tersebut, otomatis alat-alat yang Perusahaan punya akan dilakukan divestasi. Tentunya divestasi yang dilakukan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku karena selain kita merupakan Perusahaan terbuka, kita juga merupakan anak Perusahaan BUMN. Tambahan jawaban dari Bapak Yudi Setiawan - Direktur Perencanaan Bisnis & HCM Selain itu PP Presisi juga terus melakukan improvement dalam hal Tata Kelola Perusahaan. Pada bulan Desember 2023 ini Perusahaan sudah melakukan single system untuk ERP. Dimana untuk proses bisnis Perusahaan akan lebih clean dan efisien, sudah ditunjuk 2 project mining selaku pilot project, harapannya diawal tahun 2024 single system ini sudah dapat diterapkan di seluruh project di PP Presisi.
Page 3
Pertanyaan 4 : dari Bapak Diki – Reporter Kontan 1. Bagaimana prospek bisnis tahun depan? 2. Berapa target kontrak di lini pertambangan pada tahun depan? 3. Berapa Target penjualan tahun depan? Jawaban : Kita ketahui bahwa apabila PP Presisi masih bergerak hanya di bisnis Infrastruktur kemudian masih mengandalkan APBN akan sangat-sangat dipengaruhi oleh tahun politik. Dengan PP Presisi beralih ke sektor mining otomatis tidak berimbas pada tahun politik, karna smelter telah dibangun. Produksinya juga pasti membutuhkan ore dan PP Presisi merupakan kontraktor mining yang memproduce ore getting, sehingga PP Presisi optimis dengan masuk ke industry mining bisnisnya bisa terjaga dengan baik. Kemudian kontrak yang ditargetkan di tahun depan mencapai Rp8triliun dan Rp5,2triliun berasal dari sektor mining. Tahun depan Perusahaan menargetkan penjualan dari order book tahun ini dan perolehan kontrak baru di tahun depan kurang lebih di Rp5,9triliun, terdiri dari Rp4,3 triliun dari project-project carry over tahun 2023 dan Rp1,5 triliun dari project-project kita di tahun 2024. Pertanyaan 5 : dari Bpk. Ghafur – Investor Daily 1. Target capex 2024, untuk apa saja dan bersumber dari mana? 2. Target kontrak baru 2024 dan komposisinya seperti apa ? Jawaban : Perusahaan menargetkan capex di tahun 2024 Rp920miliar dimana sebagian besar akan digunakan untuk alat-alat mining, sehingga komposisi alat-alat mining akan diinvestasikan sebesar Rp880miliar dan sisanya sebagian kecil untuk mendukung pekerjaan civil work kurang lebih Rp85Miliar, dan juga Perusahaan akan membangun system IT di kantor pusat PP Presisi maupun di unit-unit equipment akan dilengkapi dengan system IT agar mudah melakukan control dan juga lebih safety. Kemudian untuk sumber Capex sebesar dari 900miliar sumbernya dari obligasi sebesar kurang lebih Rp800miliar. Obligasi tersebut merupakan obligasi berkelanjutan tahap 1 yang sudah diluncurkan di tahun 2022. Sehingga secara perijinan dan secara dokumentasi sudah siap untuk diterbitkan di tahun depan dengan target perolehan sekitar Rp800miliar, sisanya berasal dari penjualan PP Presisi Rp5,9triliun yang dapat menghasilkan cash in di sekitar kurang lebih Rp3,8 – Rp4triliun. Pertanyaan 6 : dari Bpk. Wiliam Siregar – Individu Bagaimana cara perusahaan untuk menyelesaikan problem piutang tidak tertagih yg pada 9M23 tercatat meningkat secara drastis, terutama yg berusia >90 hari? Apakah kerugian ini sudah dicadangkan? Jawaban : Treatment terhadap piutang yang lebih dari 90hari, Perusahaan membagi beberapa klaster dan ada beberapa project yang sedang dilakukan final account sehingga masih ada yang menggantung di piutang. Kemudian ada juga yang memang dikategorikan piutangnya sulit untuk tertagih dengan beberapa macam kondisi, seperti ada yang mengalami pailit dan proses pailit. Ada beberapa strategi yang Perusahaan lakukan baik itu secara persuasif maupun tindakan-tindakan hukum kepada owner yang masih memiliki piutang. Dan untuk kategori di piutang sulit ini Perusahaan juga sudah melakukan impairment yang telah disesuaikan dengan prinsip- prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia.
Page 4
Pertanyaan 7 : dari Bpk. Andre – Retail
Bagaimana strategi PP Presisi terutama upaya apa yang dilakukan untuk perkuatan atau emansipasi keuangan dalam menghadapi
kondisi ekonomi global saat ini yang tidak menentu?
Jawaban :
Tadi memang sudah disampaikan bahwa kondisi saat ini sangat dipengaruhi oleh issue-issue global, banyak terjadi konflik geopolitik,
kemudian di Indonesia juga mengalami tahun politik, maka dari sisi keuangan Perusahaan akan mengubah kewajiban jangka pendek
menjadi jangka panjang, kemudian yang kedua Perusahaan juga sudah memikirkan kenapa Perusahaan masuk ke sektor mining
karna dengan adanya smelter yang dibangun di Indonesia juga akan lebih stabil dalam kebutuhan produksinya sehingga kebutuhan
akan ore akan lebih meningkat sehingga menjamin keberlangsungkan project-project secara continue terlepas dari pengaruh sektor
global maupun didalam negeri yang sifatnya 5 tahun.
Kemudian dengan adanya lini bisnis mining ini juga bisa menghasilkan profit yang lebih baik daripada di bisnis konstruksi, selain itu
juga untuk mendukung perbaikan keuangan, dengan adanya perubahan ke mining Perusahaan juga bisa memaksimalkan kinerja
dari alat-alat yang dimiliki, kemudian juga burning rate kontrak yang Perusahaan miliki cukup banyak yang bisa menghasilkan cash
in dengan lebih cepat.
Tambahan Jawaban:
Berkaitan dengan PP Presisi yang bergerak dibidang Mining, PP Presisi juga cukup selektif dalam memilih owner mining yang
dilaksanakan di sector tambang. Untuk memperkuat kapasitas keuangan PP Presisi juga melakukan program divestasi yang sudah
direncanakan di tahun 2024 yang akan dikawal prosesnya agar dapat tercapai sesuai dengan yang ditargetkan.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.
Hormat kami.
Dyah Novian Tri Hadini
Corporate Secretary
Tembusan :
- Arsip
Page 5
DAFTAR HADIR ONLINE
Peserta Virtual Public Expose dihadiri sebanyak 80 peserta
DOKUMENTASI KEGIATAN PUBLIC EXPOSE
Page 6
Page 7
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.