Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Tanya Jawab Public Expose
Jakarta, 15 Desember 2023
1. Anonymous User
Pertanyaan:
Berapa target marketing sales SCS & new contract NRC 2024?
Jawaban:
Wilson Effendy – SSIA : Tahun depan target kita sekitar 62 hektar, dimana sekitar 45 hektar
untuk industrial estate kemudian sisa 17 hektar nya untuk tanah dijual ke jalan tol Subang
Patimban.
Edi Wikanta – SSIA : Tahun 2024 new contract dari Nusa Raya Cipta adalah sebesar 2.6 triliun
Erlin Budiman – SSIA : Pertanyaan berikutnya untuk Bapak Jok Tung, target revenue 2024
seperti apa?
The Jok Tung – SSIA : Kalau kita bicara revenue, off course kita harapkan tahun depan akan
lebih baik. Kita lihat hotel, tadi kita bilang konstruksi mungkin ada pertambahan revenue
sekitar 10% an dibandingin tahun ini. Hotel juga sama, kita harapkan Umana akan memberikan
konstribusi yang lebih besar tapi on the other hand kita juga rencana untuk melakukan
renovasi di Melia Bali, overall kita masih harapkan ada pertumbuhan di segi hospitality. Yang
menarik mengenai industrial estate, seperti tadi Pak Wilson bilang, kita sangat optimis karena
Subang merupakan area baru untuk kita. Kalau dilihat dari performance Q3 itu, accounting
sales kita baru 3 hektar, untuk tahun ini kita ada masuk lagi dari data center, tahun ini kita end
up sekitar 20 hektar ya untuk sales nya, tahun depan tadi Pak Wilson bilang target nya 60 ha
jadi kalau ngomong dari sana ya mestinya revenue nya akan tumbuhnya lumayan besar. Kalau
profit, wah itu lebih susah lagi itu, mendingan kita ngomong revenue saja.
Page 2
2. Heri – Fortune IDN Pertanyaan: Bagaimana proses Pembangunan Subang Smartpolitan sampai akhir tahun ini? Apakah sesuai target beroperasi di Q3 2024? Erlin Budiman – SSIA : Mungkin Pak Wilson bisa membantu Wilson Effendy – SSIA : Makasih Pak Heri. Proses pembangunannya on schedule kita sesuaikan. kita selaraskan dengan pembangunan jalan tol, jadi tahun depan kita mulai melakukan pembangunan infrastruktur, untuk pembangunan jalan, tipping, water, jadi cut and fill sudah selesai, as of today hampir 400 hectares sudah ready, tinggal cut and fill, tinggal pembangunan jalan, tipping dan semua diselaraskan dengan jalan tol. Jadi rencana kita Q2 2024 salah satu tenant kami akan mulai beroperasi. Erlin Budiman – SSIA : Marketing sales Subang smartpolitan sampai akhir tahun ini? Dan tenant di sektor mana saja yang sudah join? Wilson Effendy – SSIA : Tahun ini, sebetulnya penjualan Subang kita baru mulai tahun lalu dan kita memang lakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru karena kita baru melakukan cut and fill, tahun lalu kita jualan 2 hektar, tahun ini kita juga jualan 2 hektar dan yang masuk related dengan auto dan high-tech dan prospek ke depannya kita lihat banyak industri yang support untuk auto dan high-tech. The Jok Tung – SSIA : Kalau boleh saya tambahkan, kendala yang kita hadapi sampai hari ini mengenai akses road, yang masih belum tersedia dengan baik dan karena itu sejalan dengan pembangunan akses tol patimban. Jalan tol ini sekarang dalam tahap land acquisition, kita harapkan Q1 tahun depan sudah bisa berjalan, at least kalau ada pembangunan fisik kita harapkan keyakinan calon pembeli itu ada bahwa ini akan dibangun, dengan hal seperti itu seperti yang Pak Wilson bilang kita optimis target kita sekitar 40 an hektar ya untuk tahun depan marketing salesnya. 3. Pulina Nitya – Kontan Pertanyaan: Erlin Budiman – SSIA : Ada proyek on going apa saja dari SSIA di tahun 2024?
Page 3
The Jok Tung – SSIA : Tadi saya sudah sebut, kita ada rencana untuk melakukan renovasi di Melia Bali, itu akan terjadi sekitar Oktober tahun depan. Diluar dari itu tidak ada project lagi yang significant karena kita masih fokus di development di Subang ini yang memakan waktu dan tenaga yang cukup besar dari kita. Erlin Budiman – SSIA : Pertanyaan tentang proyek biasanya berhubungan dengan capex, berapa anggaran capex di tahun 2024? Saya coba bantu jawab: Untuk capex di 2024 kita sudah sepakat menganggarkan 1.3 triliun, dimana mainly 1 triliun kita anggarkan untuk Subang land development dan juga land acquisition, sisanya untuk hospitality 250 miliar dan juga ada Nusa Raya dan others. Ini pertanyaan nya, berasal dari mana ini Pak untuk pendanaan tahun depan? The Jok Tung – SSIA : Tadi belum disebut tapi bulan lalu kita sudah melakukan refinancing untuk utang kita ke IFC digantikan dari lokal bank BCA dan SMI dan amount nya itu basically bertambah dari sekitar 1 T menjadi 1.5 T, jadi dari sana kita ada fresh fund sekitar diatas 500 miliar, plus sisa nya off course dari internal. Kalau untuk renovasi Melia Bali, kita akan mengandalkan bank loan, Melia Bali dibawah PT SAI dan PT SAI hari ini udah hampir tidak ada utang, jadi masih ada kemampuan untuk mendapatkan utang lagi. Erlin Budiman – SSIA : Ini ada pertanyaan menarik, jadi sebenarnya sentiment apa saja yang akan mempengaruhi kinerja SSIA di 2024? The Jok Tung – SSIA : Yang utama sudah pasti keadaan macro economy, baik global maupun Indonesia. Kemarin kita dengar The Fed akan mulai menurunkan suku bunga tahun depan jadi mestinya good news untuk semua nya baik global maupun Indonesia, locally kita kan ada acara pemilu di Februari tahun depan, hopefully ini tidak akan menjadi kendala yang berarti untuk ekonomi dan keliatan nya memang engga dan mudah-mudahan dengan adanya pergantian pemerintahan yang teratur ini akan mensupport perkembangan di ekonomi nya sendiri, diluar dari itu seperti yang kita tahu kan terjadi sedikit perang dagang antara Amerika dan China, kita sebagai negara di Southeast Asia kita mengharapkan ada spill over investasi dari China masuk ke Indonesia dan itu sudah kita lihat lumayan ada beberapa yang bisa jadi potensial customer kita untuk Subang lah jadi kita harapkan tahun depan bisa menjadi lebih baik lagi.
Page 4
4. Patricia – Katadata Pertanyaan: Erlin Budiman – SSIA : Untuk Travelio, ada dengar kabar soal IPO anak Perusahaan SSIA yaitu Travelio. Bagaimana update nya? The Jok Tung – SSIA : Ini adalah satu hal pemikiran saja yang belum ada kepastiannya, yang pasti tidak dalam waktu dekat. Erlin Budiman – SSIA : Pertanyaan berikut ada hubungannya dengan Nusa Raya, proyek- proyek apa yang ada dalam waktu dekat di tahun 2024 kalau kita bicara dari sisi construction business? Eddy Wikanta – SSIA : Proyek yang akan dikerjakan di tahun 2024 adalah sebagai berikut : Proyek yang baru diperoleh, diantaranya : Plant Package 1 & 2 PT Akebono Brake Astra Indonesia (AAIJ) Karawang, Capital Cove BSD Tangerang, Nava Park BSD Tangerang, Power H2O2 Chemical Karawang, PM3 (Brawn Paper) & Warehouse Karawang, BCTMP Main Building Karawang, East Vara BSD Tangerang, RS Dirgahayu Samarinda, Museum Budaya, Sains, & Teknologi Surakarta, Luxury Hotel Labuhan Bajo, Infrastruktur Subang Smartpolitan, and DP Mall Expansion Semarang. Proyek masih berjalan, di antaranya : Pakuwon Bekasi Mixed Use, Luxury Hotel Labuhan Bajo, PT Smelter Gresik, JHL Office S8 Gading Serpong, Hotel Aston Serang, Gedung 2 Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi Surabaya, Apartement B Residence Grogol, Morrissey Ext Jakarta Pusat, Pabrik Ferron Cikarang, Silo Agri First, Biodegradable IKPP Serang, Pindodeli Extension, Subang Smartpolitan, Indigo Hotel Dago Pakar Resort Bandung, Toll Serbaraja (Serpong- Balaraja) seksi 1-B, Buin Batu School Sumbawa, Tower Ekki PGV Cimanggis, Subang Smartpolitan, Hartono Elektronika Jawa Timur, Art Gallery Jimbaran Bali, Struktur Office Apsara Solo, dll. Erlin Budiman – SSIA : I think this would be last question, Ini ada pertanyaan tambahan saya bantu jawab juga ditanyakan inquiry untuk Subang dan Karawang. Tentunya, kita menetapkan marketing sales tahun depan juga berdasarkan dari inquiry yang masuk. Kalau kita lihat inquiry di Subang itu cukup significant saat ini, bisa dibilang 100 hektar totalnya, memang ada yang
Page 5
besar dan ada juga yang kecil-kecil. Karawang sendiri ada 60 hectares inquiries yang masuk.
Ini merupakan the last question, saya kembalikan ke Ruth.
-----
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.