Skip to content
Back to announcement

20260402_BUAH_Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_32057129_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review BUAH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 85

Page 1
     LAPORAN STUDI KELAYAKAN
   PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

 PERDAGANGAN BESAR DAGING AYAM DAN DAGING
          AYAM OLAHAN (KBLI 46322)
PERDAGANGAN BESAR DAGING DAN DAGING OLAHAN
             LAINNYA (KBLI 46323)
PERDAGANGAN BESAR HASIL PERIKANAN DAN OLAHAN
             TERKAIT (KBLI 46324)


  PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK

 No. 00003/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
             Tanggal: 1 April 2026
Page 2
     LAPORAN STUDI KELAYAKAN
   PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

 PERDAGANGAN BESAR DAGING AYAM DAN DAGING
          AYAM OLAHAN (KBLI 46322)
PERDAGANGAN BESAR DAGING DAN DAGING OLAHAN
             LAINNYA (KBLI 46323)
PERDAGANGAN BESAR HASIL PERIKANAN DAN OLAHAN
             TERKAIT (KBLI 46324)


  PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK

 No. 00003/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
             Tanggal: 1 April 2026
Page 3
No. 00003/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026                        Bekasi, 1 April 2026
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Jalan Cakung Cilincing Raya 188
Cakung Barat, Kecamatan Cakung
Kota Jakarta Timur


Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha


Dengan hormat,

PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0026/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal
13 Maret 2026, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) yang
bergerak di bidang usaha perdagangan besar buah-buahan dan daging unggas beku, telah
menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai Independen untuk menyusun
Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322
yaitu Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu
Perdagangan Besar Daging dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan
Besar Hasil Perikanan dan Olahan Terkait.


TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.


IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:


Nama Perusahaan      :   PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Bidang Usaha         :   Perdagangan besar buah-buahan dan daging unggas beku
Alamat               :   Jalan Cakung Cilincing Raya 188, Cakung Barat, Kecamatan
                         Cakung, Kota Jakarta Timur, 13910
Telepon              :   0214603125
Website              :   www.sk-indonesia.com
Email                :   corporate.secretary@sk-indonesia.com

MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar Daging
Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging dan Daging
Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan

                                                                                          i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      Terkait, serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
      Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan
      Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan
      lainnya.

      PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
      oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.

      INDEPENDENSI PENILAI
      Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
      dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
      pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
      dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak mana pun. Imbalan
      yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
      tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0026/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal
      13 Maret 2026.

      RUANG LINGKUP PENUGASAN
      Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
      melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
      sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan,
      KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324
      yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan Terkait.


      Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
      Profesional, paling sedikit meliputi:
      1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
      2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
           dan
      3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.

      ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
      Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
      adalah:
      a.   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b.   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
           studi kelayakan.

                                                                                              ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      c.   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
           kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
           dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
           kami anggap relevan.
      d.   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya
           (fiduciary duty).
      e.   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan.
      f.   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
           rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      g.   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      h.   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
           pemberi tugas.

      KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
      tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
      periode tersebut.




                                                                                              iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      KESIMPULAN
      Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
      Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar Daging
      Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging dan Daging
      Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan
      Terkait adalah layak.


      Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
      Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.


      PENUTUP
      Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
      dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
      pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
      kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
      implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
      dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
      proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.


      Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
      terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
      selanjutnya.


      Hormat kami,
      KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




      Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)                  Digitally signed by Endang Sunardi
      Rekan
                                                                 DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
                                                                 Endang dan Rekan,
      MAPPI                   : No. 09-S-02341                   email=syarifendangdanrekan@gmail.com

      Izin Penilai Publik     : No. B-1.12.00340
      Klasifikasi Izin        : Penilaian Bisnis
      Register                : No. RMK-2017.00303
      STTD OJK                : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
      STTD IKNB               : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                                              iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                         PERNYATAAN PENILAI

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
      di bawah ini menerangkan bahwa:
      1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
          pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
          Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
          kerugian pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
          dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
          kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
          Kerja (SPK) No. 0026/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal 13 Maret 2026;
      2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
          Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan data
          yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025;
      4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
          pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
          sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
          No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
          ("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
          Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
      6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
          Laporan Studi Kelayakan ini;
      7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
          serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
          Sumber     Data    diperoleh      dari   berbagai   sumber    yang    diyakini   dapat
          dipertanggungjawabkan;
      8. Laporan    ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan               yang
          mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
      9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
      10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
          dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
      11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
          Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
          pada Laporan Penilaian ini;
      12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
          profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
      13. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.


                                                                                                v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
      penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
      penilaian yang baik.


      No.   Nama                                                     Tugas             Tanda Tangan




       1.   Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)          Penanggung Jawab (.......................)
            MAPPI              : No. 09-S-02341
            Izin Penilai       : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi Izin   : Penilaian Bisnis
            Register           : No. RMK-2017.00303
            STTD OJK           : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
            STTD IKNB          : No. 173/NB.122/STTD-P/2019


       2.   Meilindra Indriani, S.Si.                               Reviewer         (........................)
            MAPPI              : No. 14-T-05006
            Register           : No. RMK-2017.01002




       3.   Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.                         Staf Penilai      (........................)
            MAPPI              : No. 09-P-02398
            Register           : No. RMK-2021.03694




       4.   Kamaludin, S.Pd                                     Tenaga Inspeksi      (........................)
            MAPPI              : No. 17-A-07843




                                                                                                           vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                                               DAFTAR ISI

      SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
      PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
      DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
      DAFTAR TABEL ................................................................................................................. x
      DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ xi
      1         PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
      1.1       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
      1.2       Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
      1.3       Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
      1.4       Latar Belakang...................................................................................................... 1
      1.5       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
      1.6       Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
      1.7       Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
      1.8       Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 3
      1.9       Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 3
      1.10      Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
      1.11      Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 4
      2         INFORMASI UMUM ................................................................................................ 5
      2.1       Profil Perseroan .................................................................................................... 5
      2.1.1     Bidang Usaha ....................................................................................................... 5
      2.1.2     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 5
      2.1.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 6
      2.1.4     Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 6
      2.2       Kinerja Keuangan ................................................................................................. 6
      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 6
      2.2.2     Kinerja Laba Rugi ............................................................................................... 11
      2.2.3     Rasio Keuangan.................................................................................................. 16
      2.3       Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 18
      2.4       Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 20
      2.5       Pasar yang Dituju ............................................................................................... 20
      2.6       Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 20
      2.7       Pola Bisnis .......................................................................................................... 21
      2.8       Strategi Pemasaran............................................................................................. 21
      2.9       Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 22
      2.10      Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 22
      2.11      Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 22
      2.12      Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 23
      2.13      Aspek Lingkungan ............................................................................................. 23
      2.14      Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 23
      2.15      Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 23
      3         KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 25
      3.1       Kondisi Pasar ..................................................................................................... 25

                                                                                                                                        vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      3.1.1   Perkembangan Ekonomi Global .......................................................................... 25
      3.1.2   Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia .................................................................... 25
      3.2     Pangsa Pasar ...................................................................................................... 29
      3.3     Kesinambungan ................................................................................................. 30
      3.4     Potensi Pasar ...................................................................................................... 32
      3.5     Sasaran .............................................................................................................. 34
      3.6     Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 35
      3.7     Pesaing Usaha .................................................................................................... 35
      3.8     Strategi Pemasaran............................................................................................. 35
      4       KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 37
      4.1     Kapasitas ........................................................................................................... 37
      4.2     Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 37
      4.3     Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 38
      5       KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 39
      5.1     Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 39
      5.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 39
      5.3     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 40
      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 41
      6.1     Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 41
      6.2     Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 41
      6.3     Manajemen Risiko .............................................................................................. 41
      6.4     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 42
      6.5     Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 42
      7       KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 44
      7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 44
      7.2     Modal Kerja ........................................................................................................ 44
      7.3     Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 44
      7.4     Biaya Operasional ............................................................................................... 45
      7.5     Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 45
      7.6     Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 45
      7.7     Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 47
      7.8     Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 48
      7.9     Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 49
      7.10    Analisis Titik Impas ............................................................................................ 49
      7.11    Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 50
      7.12    Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 52
      7.13    Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 52
      7.14    Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 55
      7.15    Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 59
      8       KESIMPULAN ....................................................................................................... 62
      8.1     Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 62
      8.2     Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 62
      8.3     Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 63
      8.4     Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 64

                                                                                                                                    viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      8.5     Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 64
      8.6     Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 65




                                                                                                                          ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                                        DAFTAR TABEL

      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 5
      Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000).......................................................... 7
      Tabel 3 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000).................................................................. 11
      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 16
      Tabel 5 Produk Buah-buahan .......................................................................................... 18
      Tabel 6 Produk Sayur-sayuran ......................................................................................... 19
      Tabel 7 Produk Daging Unggas........................................................................................ 20
      Tabel 8 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ........................................................ 20
      Tabel 9 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 25
      Tabel 10 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............. 26
      Tabel 11 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ...... 26
      Tabel 12 Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................................... 27
      Tabel 13 Rata-rata Konsumsi Kalori (kkal) dan Protein (gram) per Kapita Sehari Menurut
                    Kelompok Makanan, Tahun 2024 dan 2025 .................................................... 30
      Tabel 14 Perkembangan Pangsa Pengeluaran Nominal dan Riil Kelompok Bahan Makanan,
                    Tahun 2024—2025 (Rp/Kapita/Bulan) ............................................................. 33
      Tabel 15 Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Komoditas Makanan dan Bukan
                    Makanan menurut Provinsi, Maret 2025 .......................................................... 33
      Tabel 16 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ...................................................... 35
      Tabel 17 Kapasitas Cold Storage ..................................................................................... 37
      Tabel 18 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 44
      Tabel 19 Biaya Operasional (Rp.000) ............................................................................... 45
      Tabel 20 Proyeksi Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 46
      Tabel 21 Struktur Beban Usaha (% Growth) ...................................................................... 46
      Tabel 22 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 47
      Tabel 23 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 48
      Tabel 24 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 49
      Tabel 25 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 50
      Tabel 26 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 50
      Tabel 27 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 51
      Tabel 28 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 51
      Tabel 29 Return on Investment (ROI) .............................................................................. 52
      Tabel 30 Surat Utang Negara ........................................................................................... 54
      Tabel 31 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 55
      Tabel 32 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 55
      Tabel 33 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 56
      Tabel 34 Perhitungan IRR ................................................................................................ 56
      Tabel 35 Perhitungan PI ................................................................................................... 57
      Tabel 36 Perhitungan PP .................................................................................................. 58
      Tabel 37 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 58
      Tabel 38 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 59


                                                                                                                                  x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                                    DAFTAR GAMBAR

      Gambar 1 Indeks Rupiah Terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara Berkembang . 28
      Gambar 2 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 29
      Gambar 3 Grafik Perkembangan Persentase Pengeluaran Penduduk Indonesia untuk
                   Makanan dan Bukan Makanan .......................................................................... 30
      Gambar 4 Persentase Konsumsi Kalori Penduduk Indonesia, Tahun 2024 dan 2025 ....... 31
      Gambar 5 Persentase Konsumsi Protein Penduduk Indonesia .......................................... 32
      Gambar 6 Persentase Pengeluaran Bahan Pangan Menurut Jenis ...................................... 32
      Gambar 7 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................... 38
      Gambar 8 Struktur Organisasi Perseroan ......................................................................... 43
      Gambar 9 Grafik Analisis Sensitivitas ............................................................................... 60




                                                                                                                           xi
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      1     PENDAHULUAN


      1.1   Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


            Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Segar
            Kumala Indonesia Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) berdasarkan Surat
            Perjanjian Kerja (SPK) No. 0026/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal 13 Maret 2026,
            sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar
            Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging
            dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan
            dan Olahan Terkait.


      1.2   Tanggal Penilaian


            Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.


      1.3   Identitas Pemberi Tugas


            Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:


            Nama Perusahaan       :   PT Segar Kumala Indonesia Tbk
            Bidang Usaha          :   Perdagangan besar buah-buahan dan daging unggas beku
            Alamat                :   Jalan Cakung Cilincing Raya 188, Cakung Barat, Kecamatan
                                      Cakung, Kota Jakarta Timur, 13910
            Telepon               :   0214603125
            Website               :   www.sk-indonesia.com
            Email                 :   corporate.secretary@sk-indonesia.com


      1.4   Latar Belakang


            PT Segar Kumala Indonesia Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
            perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha perdagangan besar buah‐buahan dan
            daging unggas beku. Seiring dengan perkembangan kegiatan usaha serta
            meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk pangan yang lebih beragam,
            Perseroan berencana menambah kegiatan usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu
            Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu
            Perdagangan Besar Daging dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu
            Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan Terkait. Penambahan kegiatan usaha
            tersebut juga didukung oleh infrastruktur distribusi serta jaringan konsumen yang
            telah dimiliki Perseroan dari kegiatan usaha yang telah berjalan. Melalui penambahan
            kegiatan usaha ini, Perseroan diharapkan dapat memperluas portofolio produk yang



                                                                                              1
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




            diperdagangkan, menyediakan pilihan produk yang lebih lengkap kepada pelanggan,
            serta meningkatkan daya saing Perseroan di industri distribusi produk pangan.


      1.5   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan


            Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar
            Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging
            dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan
            dan Olahan Terkait, serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa
            Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
            Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
            perbankan ataupun kepentingan lainnya.


      1.6   Data dan Informasi yang Digunakan


            Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
            dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
             1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2021, 2020, dan 2019, No. 00850/2.1051/AU.1/05/1029-
                3/1/VI/2022, tanggal 20 Juni 2022 yang telah diaudit oleh Juninho Widjaja, CPA
                dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan
                dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2022, No. 00254/2.1051/AU.1/05/1741-1/1/III/2023, tanggal
                28 Maret 2023 yang telah diaudit oleh Silvana Devi, CPA dari Kantor Akuntan
                Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan opini wajar tanpa
                modifikasian;
             3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2023, No. 00044/3.0478/AU.1/05/1741-2/1/III/2024, tanggal
                21 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Silvana Devi dari Kantor Akuntan Publik
                Mirawati Sensi Idris dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2024, No. 00108/2.0853/AU.1/05/0168-1/1/III/2025, tanggal
                24 Maret 2025 yang telah diaudit oleh Junarto Tjahjadi dari Kantor Akuntan
                Publik Tjahjadi & Tamara dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2025, No. 00081/2.0853/AU.1/05/0168-2/1/III/2026, tanggal
                13 Maret 2026 yang telah diaudit oleh Junarto Tjahjadi dari Kantor Akuntan
                Publik Tjahjadi & Tamara dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             6. Legalitas Umum Perseroan;
             7. Proyeksi Keuangan Perseroan untuk tahun 2026 sampai dengan 2030;
             8. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
                penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha:

                                                                                            2
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                • Ibu Renny Lauren sebagai Direktur Utama Perseroan;
                • Ibu Vianita Januarini sebagai Direktur Perseroan; dan
                • Ibu Reda Siskia sebagai Sekretaris Perusahaan.
             9. Representation Letter No. 052/III/SKI/2026, tanggal 31 Maret 2026, sehubungan
                dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.


      1.7   Prosedur yang Digunakan


            Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
            Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
            dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
            Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
            Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
            yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
            Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
            1. Kajian Kelayakan Pasar,
            2. Kajian Kelayakan Teknis,
            3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
            4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
            5. Kajian Kelayakan Keuangan.


      1.8   Ruang Lingkup Penugasan


            Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
            untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
            Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar Daging Ayam dan
            Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging dan Daging Olahan
            Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan Terkait.


            Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
            Profesional, paling sedikit meliputi:
            1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
            2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
                Profesional; dan
            3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.


      1.9   Asumsi dan Kondisi Pembatas


            Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
            adalah:
            •   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
            •   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                dalam studi kelayakan.



                                                                                                 3
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




            •   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
                dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
                diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
                penelitian yang kami anggap relevan.
            •   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
                dengan     mencerminkan      kewajaran    proyeksi    keuangan   dan   kemampuan
                pencapaiannya (fiduciary duty).
            •   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
                proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
            •   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
            •   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
                dihasilkan.
            •   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
                pemberi tugas.


      1.10 Kualifikasi Penilai

            Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
            berdasarkan        Keputusan    Menteri   Keuangan       No. 1498/KM.1/2012,   tanggal
            28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
            dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.


            Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
            Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:


            MAPPI                             : No. 09-S-02341
            Izin Penilai Publik               : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi izin                  : Penilaian Bisnis
            Register                          : No. RMK-2017.00303
            STTD OJK                          : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
            STTD IKNB                         : No. 173/NB.122/STTD-P/2019

      1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

            Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai
            dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
            terjadi selama periode tersebut.




                                                                                                4
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      2       INFORMASI UMUM


      2.1     Profil Perseroan


              PT Segar Kumala Indonesia Tbk (atau selanjutnya disebut "Perseroan") didirikan
              berdasarkan Akta Notaris P. Sutrisno A. Tampubolon, S.H. No. 14, tanggal 10 Juni
              2017. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
              Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0026545.AH.01.01.Tahun
              2017, tanggal 12 Juni 2017 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
              Indonesia No. 61, Tambahan No. 3485, tanggal 12 Juni 2017.


              Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
              dengan Akta Notaris Yulia, S.H. No. 17, tanggal 06 Oktober 2025, mengenai
              perubahan modal Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
              Sistem Administrasi Badan Hukum berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0241084,
              tanggal 7 Oktober 2025.


              Kantor Perseroan berlokasi di Jalan Cakung Cilincing Raya 188, Cakung Barat,
              Cakung, Jakarta Timur.


              Hendro Susilo merupakan pihak pengendali Perseroan.


      2.1.1   Bidang Usaha


              Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasarnya, Perseroan memiliki ruang lingkup
              kegiatan dalam bidang perdagangan dan pengangkutan. Pada saat ini, kegiatan
              usaha yang dilakukan Perseroan adalah di bidang perdagangan buah-buahan dan
              ayam beku. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 2017.


      2.1.2   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan


              Sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek
              Perusahaan (PT Adimitra Jasa Corpora), susunan pemegang saham Perseroan pada
              tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.


                                  Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                               Persentase
                    Pemegang Saham          Jumlah Saham                           Jumlah
                                                              Kepemilikan
               Hendro Susillo                 730.000.000            36,50%     18.250.000.000
               Micheal Iksan Susilo           480.000.000            24,00%     12.000.000.000
               PT Tebar Jala Korpora          111.753.000             5,59%      2.793.825.000
               Ng Sin Seng                     80.000.000             4,00%      2.000.000.000
               Sutomo                          85.320.600             4,27%      2.133.015.000



                                                                                             5
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                                                   Persentase
                       Pemegang Saham          Jumlah Saham                             Jumlah
                                                                  Kepemilikan
                  Lay Vina                        89.509.800                 4,48%    2.237.745.000
                  Fabian Mardi                    89.583.000                 4,48%    2.239.575.000
                  Farrel Nobel                    89.528.400                 4,48%    2.238.210.000
                  Renny Lauren                    20.906.000                 1,05%     522.650.000
                  Masyarakat                     223.399.200                11,17%    5.584.980.000
                             Jumlah            2.000.000.000               100,00%   50.000.000.000
              Sumber: Biro Administrasi Efek (PT Adimitra Jasa Korpora)


      2.1.3   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi


              Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025
              adalah sebagai berikut.


              Dewan Komisaris
              Komisaris Utama                        : Micheal Iksan Susilo
              Komisaris                              : Hendro Susilo
              Komisaris Independen                   : Bagus Abimanyu Lulu, CA


              Direksi
              Direktur Utama                         : Renny Lauren
              Direktur                               : Vianita Januarini


      2.1.4   Legalitas dan Izin Operasional


              Dalam menjalankan kegiatan operasional, Perseroan telah memiliki izin‐izin yang
              dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:


              •     Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120005783103;
              •     Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 824128318048000;
              •     Surat Keterangan Terdaftar (SKT) No. S‐30/KT/KPP.2109/2024 tanggal 8 Juli
                    2024; dan
              •     Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) No. S-25/PKP/KPP.2109/2024
                    tanggal 8 juli 2024.


      2.2     Kinerja Keuangan


      2.2.1   Kinerja Posisi Keuangan


              Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama 31 Desember 2021 sampai dengan
              31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.




                                                                                                  6
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
                   Keterangan                 2025           2024          2023            2022           2021


       ASET
       Aset Lancar
          Kas dan bank                     104.216.393     85.260.530    126.566.104    125.087.128     95.828.078
          Piutang usaha
              Pihak ketiga                 127.295.862    119.862.658     89.397.817     74.281.012     78.940.202
              Pihak berelasi                12.941.619      4.584.097      8.235.696     17.348.616     13.471.941
          Piutang lain-lain                    431.078        250.122        317.383        113.392              -
          Persediaan
              Buah-buahan                  129.062.926     82.114.989     62.670.350     83.897.596     24.167.532
              Ayam beku                      4.937.022      7.659.130      4.375.140      2.771.429      1.270.044
              cadangan kerugian
                penurunan nilai             (1.606.878)    (1.050.640)    (1.338.018)     (274.448)        (39.168)
          Uang muka dan biaya dibayar
              dimuka                        48.606.087     44.504.072      8.091.248     11.487.673     19.886.113
          Pajak dibayar di muka                318.515        232.887        221.370        137.430              -
          Tagihan restitusi pajak
              penghasilan                            -              -              -      6.591.665              -


          Total Aset Lancar                426.202.624    343.417.846    298.537.090    321.441.494    233.524.742


       Aset Tidak Lancar
          Aset tetap
          Biaya perolehan
              Bangunan                       2.803.900              -              -              -              -
              Mesin pendingin               18.242.552     16.682.529     13.973.552      5.233.708              -
              Perlengkapan kantor            3.806.675      3.324.320      2.822.471      1.820.717      2.813.132
              Kendaraan                     33.202.315     27.175.290     14.081.326     11.218.230      6.735.807
              Aset dalam penyelesaian        5.594.400              -              -              -              -
          Jumlah nilai perolehan            63.649.843     47.182.139     30.877.349     18.272.654      9.548.939

          Akumulasi penyusutan
              Bangunan                        (137.563)             -              -              -              -
              Mesin pendingin               (6.002.035)    (4.047.329)    (1.997.397)     (705.001)              -
              Perlengkapan kantor           (2.677.703)    (1.761.940)    (1.244.544)     (810.992)      (824.965)
              Kendaraan                    (10.920.371)    (7.008.493)    (4.275.058)    (2.700.458)    (1.503.897)
          Jumlah akumulasi penyusutan      (19.737.671)   (12.817.762)    (7.516.999)    (4.216.451)    (2.328.862)


          Nilai Buku                        43.912.171     34.364.377     23.360.350     14.056.203      7.220.077


          Aset hak-guna
          Biaya perolehan
              Bangunan                      13.982.405     12.850.745     14.244.289     13.394.289      8.046.850

          Akumulasi penyusutan
              Bangunan                      (7.919.062)    (4.988.952)    (8.914.799)    (5.391.570)    (2.923.109)


          Nilai Buku                         6.063.343      7.861.794      5.329.490      8.002.719      5.123.741


          Taksiran tagihan restitusi
              pajak penghasilan              8.280.405      4.967.561     10.638.393              -              -



                                                                                                            7
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                   Keterangan                  2025          2024         2023           2022         2021

          Beban ditangguhkan                          -             -            -              -      451.000
          Aset pajak tangguhan                3.138.418     3.426.363     2.877.834     2.139.279     1.396.339
          Setoran jaminan                       50.000        50.000        30.000        20.000        20.000


          Total Aset Tidak Lancar            61.444.338    50.670.095    42.236.067    24.218.201    14.211.158


       TOTAL ASET                           487.646.961   394.087.941   340.773.157   345.659.695   247.735.899


       LIABILITAS DAN EKUITAS
       LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha
             Pihak ketiga                   139.153.122    71.987.115    64.845.178    45.433.266    10.488.317
             Pihak berelasi                 124.486.865   110.319.898    81.276.188   131.532.184   150.729.779
          Utang lain-lain
             Pihak ketiga                      116.938      1.859.850      814.816              -             -
             Pihak berelasi                           -      914.376      1.657.270     1.270.709             -
          Beban akrual                        1.032.252      797.739       180.494       198.494       450.000
          Utang pajak                          642.978       276.665       492.194       143.915     10.349.002
          Uang muka dari pelanggan            8.922.507      280.216       132.849       158.590     13.162.751
          Liabilitas sewa yang jatuh
            tempo satu tahun                  1.147.603     1.040.592     2.121.808     2.943.702     1.061.464


          Total Liabilitas Jangka Pendek    275.502.265   187.476.451   151.520.796   181.680.859   186.241.313


       LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas sewa - dikurangi
            bagian jatuh tempo dalam
            satu tahun                        1.563.484     2.481.230      703.758      2.825.566     1.555.263
          Liabilitas imbalan pascakerja      11.508.512    13.752.728    10.161.243     7.226.814     4.555.351


          Total Liabilitas Jangka Panjang    13.071.996    16.233.958    10.865.000    10.052.380     6.110.614


          TOTAL LIABILITAS                  288.574.261   203.710.409   162.385.796   191.733.239   192.351.927


       EKUITAS
          Modal saham                        50.000.000    50.000.000    50.000.000    50.000.000    40.000.000
             Hendro Susilo                   18.250.000    18.000.000    18.000.000    18.000.000    18.000.000
             Micheal Iksan Susilo            12.000.000    12.000.000    12.000.000    12.000.000    12.000.000
             PT Tebar Jala Korpora            2.793.825     2.793.825     2.793.825     2.793.825             -
             Fabian Mardi                     2.239.575     2.239.575     2.000.000     2.000.000     2.000.000
             Farrel Nobel                     2.238.210     2.238.210     2.000.000     2.000.000     2.000.000
             Lay Vina                         2.237.745     2.237.745     2.000.000     2.000.000     2.000.000
             Sutomo                           2.133.015     2.136.640     2.136.875     2.087.970     2.000.000
             Ng Sin Seng                      2.000.000     2.000.000     2.000.000     2.005.000     2.000.000
             Renny Lauren                      522.650       522.650       486.020       486.020              -
             Toni Soegiarto                           -      256.400       256.400       256.400              -
             Masyarakat                       5.584.980     5.574.955     6.326.880     6.370.785             -
          Tambahan modal disetor             63.844.160    63.844.160    63.844.160    63.844.160             -
          Saldo laba
             Telah ditentukan
                 penggunaannya               10.000.000    10.000.000    10.000.000     8.000.000             -




                                                                                                         8
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                 Keterangan              2025          2024         2023           2022         2021

            Belum ditentukan
              penggunaannya            75.228.540    66.533.372    54.543.201    32.082.296    15.383.973


          TOTAL EKUITAS               199.072.700   190.377.532   178.387.361   153.926.456    55.383.973


       TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS   487.646.961   394.087.941   340.773.157   345.659.695   247.735.899
      Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Aset


              Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, total aset Perseroan
              tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:


             •    Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp247,74
                  miliar, yang terdiri atas aset lancar sebesar Rp233,53 miliar dan aset tidak
                  lancar sebesar Rp14,21 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp345,66
                  miliar, meningkat 39,53% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021. Total
                  aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp321,44 miliar dan aset tidak
                  lancar sebesar Rp24,22 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi
                  oleh kenaikan persediaan buah-buahan yang meningkat sebesar 247,15%
                  dibandingkan tahun sebelumnya.
             •    Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp340,77
                  miliar, menurun 1,41% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022. Total aset
                  tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp289,54 miliar dan aset tidak lancar
                  sebesar Rp42,24 miliar. Penurunan total aset terutama dipengaruhi oleh
                  penurunan persediaan buah-buahan sebesar 25,30% dibandingkan tahun
                  sebelumnya.
             •    Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp394,09
                  miliar, meningkat 15,65% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023. Total
                  aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp343,42 miliar dan aset tidak
                  lancar sebesar Rp50,67 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi
                  oleh kenaikan uang muka dan biaya dibayar di muka yang meningkat sebesar
                  450,03% dibandingkan tahun sebelumnya.
             •    Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp487,65
                  miliar, meningkat 23,74% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024. Total
                  aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp426,20 miliar dan aset tidak
                  lancar sebesar Rp61,44 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi
                  oleh kenaikan persediaan buah-buahan yang meningkat sebesar 57,17%
                  dibandingkan tahun sebelumnya.




                                                                                                   9
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




              Liabilitas


              Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, liabilitas Perseroan
              tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut.


             •    Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp192,35
                  miliar, yang terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp186,24 miliar dan
                  liabilitas jangka panjang sebesar Rp6,11 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp191,73
                  miliar, atau menurun 0,32% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021. Total
                  liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp181,68 miliar
                  dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp10,05 miliar. Penurunan liabilitas pada
                  periode ini terutama dipengaruhi oleh penurunan utang usaha kepada pihak
                  ketiga sebesar 12,74% dibandingkan tahun sebelumnya.
             •    Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp162,39
                  miliar, menurun 15,31% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022. Total
                  liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp151,52 miliar
                  dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp10,87 miliar. Penurunan liabilitas pada
                  periode ini terutama dipengaruhi oleh penurunan utang usaha kepada pihak
                  berelasi sebesar 38,21% dibandingkan tahun sebelumnya.
             •    Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp203,71
                  miliar, meningkat 25,45% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023. Total
                  liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp187,48 miliar
                  dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp16,23 miliar. Peningkatan liabilitas
                  pada periode ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan utang usaha kepada pihak
                  berelasi sebesar 35,73% dibandingkan tahun sebelumnya.
             •    Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp288,57
                  miliar, meningkat 41,66% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024. Total
                  liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp275,50 miliar
                  dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp13,07 miliar. Peningkatan liabilitas
                  pada periode ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan utang usaha kepada pihak
                  ketiga sebesar 93,30% dibandingkan tahun sebelumnya.


              Ekuitas


              Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan
              tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:


             •    Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp55,38
                  miliar, yang terdiri atas modal saham dan saldo laba.
             •    Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp153,93
                  miliar, meningkat 177,93% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021.




                                                                                                10
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                      Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh tambahan
                      modal disetor sebesar Rp63,84 miliar yang dicatat pada tahun 2022.
                •     Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp178,39
                      miliar, meningkat 15,89% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022.
                      Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
                      saldo laba yang tercatat menjadi sebesar Rp64,54 miliar pada tahun 2023.
                •     Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp190,38
                      miliar, meningkat 6,72% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023.
                      Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
                      saldo laba yang tercatat menjadi sebesar Rp76,53 miliar.
                •     Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp199,07
                      miliar, meningkat 4,57% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024.
                      Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
                      saldo laba yang tercatat menjadi sebesar Rp85,23 miliar.


      2.2.2     Kinerja Laba Rugi


                Kinerja Laba Rugi Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah
                sebagai berikut:


                                         Tabel 3 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000)
           Keterangan                  2025             2024              2023              2022              2021


   PENJUALAN                       3.272.974.838     2.215.577.108     1.783.282.051     1.386.125.210    1.021.412.026
     Buah-buahan                   3.225.994.535     2.186.602.742     1.772.517.583     1.387.631.078    1.016.072.065
     Ayam beku                        65.602.815        42.960.901        27.703.965        10.578.045      10.567.412
     Potongan penjualan              (18.622.513)      (13.986.535)      (16.939.498)      (12.083.913)     (5.227.451)


   BEBAN POKOK PENJUALAN         (3.048.590.702)    (2.042.742.152)   (1.630.874.808)   (1.267.071.035)   (929.980.563)
     Persediaan awal tahun           (89.774.119)      (67.045.490)      (86.669.026)      (25.437.576)    (29.847.470)
     Pembelian:
       Pihak ketiga              (2.398.062.557)    (1.349.228.735)    (934.261.913)     (694.607.460)    (455.207.683)
       Pihak berelasi               (617.214.270)    (673.076.388)     (656.037.609)     (616.411.454)    (451.573.662)
     Biaya angkut pembelian          (99.609.699)      (60.524.133)      (46.656.371)      (32.703.546)    (20.887.644)
     Potongan pembelian               22.069.995        17.358.475        25.704.621        15.419.976       2.098.319
     Barang tersedia untuk       (3.182.590.650)    (2.132.516.271)   (1.697.920.297)   (1.353.740.061)   (955.418.140)
       dijual
     Persediaan akhir tahun          133.999.948        89.774.119        67.045.490        86.669.026      25.437.576


   LABA BRUTO                        224.384.136       172.834.956       152.407.243       119.054.175      91.431.463

   BEBAN USAHA                      (158.061.489)    (126.384.740)     (104.211.977)       (84.154.526)    (44.741.436)
     Beban Penjualan dan
       Pemasaran                     (27.482.328)      (22.454.774)      (19.256.611)      (17.080.889)    (12.212.517)
       Penjualan                     (18.096.524)      (15.383.477)      (12.871.397)      (15.495.805)    (11.485.919)
       Pemasaran                      (8.891.591)       (6.674.879)       (4.732.708)                -                -
       Pengangkutan                     (472.311)         (381.050)       (1.640.060)       (1.575.583)       (721.034)
       Lain-lain                         (21.902)          (15.368)          (12.447)           (9.500)          (5.565)



                                                                                                            11
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




           Keterangan                 2025            2024          2023           2022            2021


     Beban Umum dan
       Administrasi                (128.812.586)   (102.713.795)   (85.124.611)   (67.073.637)   (32.528.919)
        Gaji dan tunjangan          (67.066.829)    (51.656.966)   (43.350.742)   (32.131.554)   (15.760.361)
        Perjalanan dinas             (9.754.817)     (7.997.371)    (5.355.531)    (3.753.405)    (2.290.677)
        Listrik, air dan telepon     (8.814.536)     (7.765.575)    (6.108.499)    (5.064.687)    (2.999.418)
        Jasa penitipan barang        (9.965.310)     (5.666.804)    (2.526.354)    (2.435.970)    (2.351.354)
        Penyusutan aset tetap        (6.924.314)     (5.303.367)    (3.300.548)    (1.887.589)    (1.116.189)
        Beban pajak                  (4.442.525)     (4.301.577)    (4.107.567)    (3.536.395)    (1.127.561)
        Penyusutan aset hak-
          guna                       (3.111.450)     (4.086.480)    (3.523.230)    (2.468.461)    (1.736.501)
        Honorarium tenaga ahli       (2.208.931)     (3.517.466)    (2.586.533)    (4.418.540)    (1.149.132)
        Imbalan pasca kerja          (4.071.672)     (3.404.984)    (2.749.634)    (1.183.610)    (1.057.861)
        Sewa                         (2.591.554)     (2.752.831)    (6.185.305)    (5.988.667)      (523.331)
        Perbaikan dan
          pemeliharaan               (3.049.462)     (2.525.144)    (2.012.208)    (1.649.657)    (1.079.592)
        Perlengkapan kantor          (2.635.203)     (2.285.966)    (1.189.284)      (805.733)      (705.582)
        Jamuan dan
          representasi                 (977.191)       (761.951)      (658.193)      (427.016)      (220.165)
        Kerugian kredit
          ekspektasian piutang
          usaha:
            Penyisihan               (1.212.876)       (715.839)    (1.146.730)             -               -
            Pemulihan                   715.839       1.146.730      1.800.558              -               -
        Kerugian penurunan
          nilai persediaan:
            Penyisihan               (1.606.878)     (1.050.640)    (1.338.018)             -               -
            Pemulihan                 1.050.640       1.338.018        274.448              -               -
        Lain-lain                    (2.145.516)     (1.405.583)    (1.061.241)    (1.322.353)      (411.196)

     Pendapatan (beban)
       operasi                       (1.766.575)     (1.216.171)       169.245              -               -


   LABA USAHA                        66.322.646      46.450.216     48.195.267     34.899.650     46.690.026


   PENDAPATAN (BEBAN)
     KEUANGAN LAIN-LAIN                 838.228         902.730      2.149.791        116.441      1.450.391
     Pendapatan keuangan              1.127.119       1.197.181      2.486.127      2.326.275      2.910.195
     Biaya keuangan                    (288.891)       (294.452)      (336.337)    (2.209.834)    (1.459.804)


   LABA SEBELUM PAJAK                67.160.874      47.352.946     50.345.057     35.016.091     48.140.418


   Beban Pajak Penghasilan          (16.800.203)    (12.070.229)   (11.577.432)    (8.400.165)   (10.404.816)


   LABA TAHUN BERJALAN               50.360.672      35.282.717     38.767.625     26.615.926     37.735.602


   PENGHASILAN (RUGI)
     KOMPREHENSIF LAIN                4.334.497        (292.546)     (306.721)     (1.917.602)       (38.248)
     Pengukuran kembali
       program imbalan pasti          5.557.048        (375.059)      (393.232)    (2.458.464)       (49.035)
     Pajak penghasilan terkait       (1.222.550)         82.513         86.511        540.862          10.788




                                                                                                  12
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




           Keterangan              2025           2024          2023            2022          2021

   LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
     TAHUN BERJALAN               54.695.169      34.990.171    38.460.904     24.698.324    37.697.354
  Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Penjualan Bersih


              Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, penjualan Perseroan tercatat mengalami
              perkembangan sebagai berikut.


              •    Pada tahun 2021, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,02 triliun.
                   Penjualan tersebut terutama berasal dari produk buah-buahan yang mencapai
                   99,48% dari total penjualan.
              •    Pada tahun 2022, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,39 triliun,
                   meningkat 35,71% dibandingkan tahun 2021. Peningkatan ini terutama
                   didorong oleh penjualan buah-buahan yang mencapai Rp1,39 triliun,
                   meningkat 36,57% dibandingkan Rp1,02 triliun pada tahun 2021. Sementara
                   itu, penjualan ayam beku tercatat meningkat tipis sebesar 0,10% dibandingkan
                   tahun sebelumnya.
              •    Pada tahun 2023, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,78 triliun,
                   meningkat 28,65% dibandingkan tahun 2022. Penjualan produk buah-buahan
                   tercatat sebesar Rp1,77 triliun, meningkat 27,74% dibandingkan Rp1,39 triliun
                   pada tahun sebelumnya. Selain itu, penjualan ayam beku mengalami
                   peningkatan signifikan sebesar 161,90% dibandingkan tahun sebelumnya.
              •    Pada tahun 2024, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp2,22 triliun,
                   atau meningkat 24,24% dibandingkan tahun 2023. Penjualan produk buah-
                   buahan mencapai Rp2,19 triliun, meningkat 23,36% dibandingkan Rp1,77
                   triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ayam beku juga
                   mencatat pertumbuhan sebesar 55,07% dibandingkan tahun sebelumnya.
              •    Pada tahun 2025, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp3,27 triliun,
                   atau meningkat 47,73% dibandingkan tahun 2024. Penjualan produk buah-
                   buahan mencapai Rp3,23 triliun, meningkat 47,53% dibandingkan Rp2,19
                   triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ayam beku juga
                   mencatat pertumbuhan sebesar 52,70% dibandingkan tahun sebelumnya.


              Beban Pokok Penjualan dan Laba kotor


              Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Beban Pokok Penjualan dan Laba kotor
              Perseroan tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut.


              •    Pada tahun 2021, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar
                   Rp929,98 miliar, sehingga Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp91,43
                   miliar.


                                                                                             13
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             •    Pada tahun 2022, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp1,27
                  triliun, meningkat 36,25% dibandingkan tahun 2021. Peningkatan tersebut
                  terutama dipengaruhi oleh kenaikan volume pembelian produk buah-buahan
                  serta peningkatan aktivitas penjualan Perseroan. Sejalan dengan hal tersebut,
                  laba kotor Perseroan meningkat 30,21% menjadi Rp119,05 miliar dari Rp91,43
                  miliar pada tahun 2021.
             •    Pada tahun 2023, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp1,63
                  triliun, meningkat 28,71% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan tersebut
                  terutama dipengaruhi oleh kenaikan volume pembelian produk buah-buahan
                  serta peningkatan aktivitas penjualan Perseroan. Seiring dengan peningkatan
                  tersebut, laba kotor Perseroan juga meningkat 28,02% menjadi Rp152,41 miliar
                  dari Rp119,05 miliar pada tahun 2022.
             •    Pada tahun 2024, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp2,04
                  triliun, meningkat 25,25% dibandingkan tahun 2023. Peningkatan tersebut
                  terutama dipengaruhi oleh kenaikan volume pembelian produk buah-buahan
                  serta peningkatan aktivitas penjualan Perseroan. Laba kotor Perseroan
                  meningkat 13,40% menjadi Rp172,84 miliar dari Rp152,41 miliar pada tahun
                  sebelumnya.
             •    Pada tahun 2025, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp3,05
                  triliun, meningkat 49,24% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan tersebut
                  terutama dipengaruhi oleh kenaikan volume pembelian produk buah-buahan
                  serta peningkatan aktivitas penjualan Perseroan. Laba kotor Perseroan
                  meningkat 29,83% menjadi Rp224,38 miliar dari Rp172,84 miliar pada tahun
                  sebelumnya.


              Beban Usaha dan Laba Usaha


              Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Beban Usaha dan Laba Usaha Perseroan
              tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:


             •    Pada tahun 2021, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp44,74 miliar, yang
                  terdiri atas beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp12,21 miliar serta beban
                  umum dan administrasi sebesar Rp32,53 miliar. Dengan beban usaha tersebut,
                  Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp46,69 miliar.
             •    Pada tahun 2022, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp84,15 miliar,
                  meningkat 88,09% dibandingkan Rp44,74 miliar pada tahun 2021. Peningkatan
                  ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban umum dan administrasi,
                  khususnya pada akun gaji dan tunjangan. Sejalan dengan peningkatan beban
                  usaha tersebut, laba usaha Perseroan menurun sebesar 25,25% menjadi
                  Rp34,90 miliar dari Rp46,69 miliar pada tahun 2021.
             •    Pada tahun 2023, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp104,21 miliar,
                  meningkat 23,83% dibandingkan Rp84,15 miliar pada tahun 2022. Peningkatan
                  ini juga terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban gaji dan tunjangan.



                                                                                            14
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                  Meskipun beban usaha meningkat, laba usaha Perseroan meningkat sebesar
                  38,10% menjadi Rp48,20 miliar dari Rp34,90 miliar pada tahun 2022, yang
                  didorong oleh peningkatan laba kotor Perseroan.
             •    Pada tahun 2024, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp126,38 miliar,
                  meningkat    21,28%   dibandingkan   Rp104,21     miliar   pada   tahun   2023.
                  Peningkatan tersebut juga terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban gaji dan
                  tunjangan. Dengan kenaikan tersebut, laba usaha Perseroan menurun sebesar
                  3,62% menjadi Rp46,45 miliar dari Rp48,20 miliar pada tahun 2023.
             •    Pada tahun 2025, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp158,06 miliar,
                  meningkat    25,06%   dibandingkan   Rp126,38     miliar   pada   tahun   2024.
                  Peningkatan tersebut juga terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban gaji dan
                  tunjangan. Dengan kenaikan tersebut, laba usaha Perseroan naik sebesar
                  42,78% menjadi Rp66,32 miliar dari Rp46,45 miliar pada tahun 2024.


              Laba Tahun Berjalan dan Laba Komprehensif Tahun Berjalan


              Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Laba Tahun Berjalan dan Laba
              Komprehensif Tahun Berjalan Perseroan tercatat mengalami perkembangan sebagai
              berikut:


             •    Pada tahun 2021, Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp37,74
                  miliar dan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp37,70 miliar. Selisih
                  tersebut dipengaruhi oleh rugi komprehensif lain sebesar rp38,25 juta yang
                  terutama berasal dari pengukuran kembali program imbalan pasti.
             •    Pada tahun 2022, laba tahun berjalan menurun 29,47% menjadi Rp26,62 miliar
                  dari Rp37,74 miliar pada tahun 2021, sedangkan laba komprehensif tahun
                  berjalan menurun 34,48% menjadi Rp24,70 miliar dari Rp37,70 miliar.
                  Penurunan ini turut dipengaruhi oleh rugi komprehensif lain sebesar Rp1,92
                  miliar.
             •    Pada tahun 2023, laba tahun berjalan meningkat 45,66% menjadi Rp38,77
                  miliar dari Rp26,62 miliar pada tahun 2022, dan laba komprehensif tahun
                  berjalan meningkat 55,72% menjadi Rp38,46 miliar dari Rp24,70 miliar. Selisih
                  antara keduanya dipengaruhi oleh rugi komprehensif lain sebesar Rp306,72
                  juta.
             •    Pada tahun 2024, laba tahun berjalan menurun 8,99% menjadi Rp35,28 miliar
                  dari Rp38,77 miliar pada tahun 2023, sedangkan laba komprehensif tahun
                  berjalan menurun 9,02% menjadi Rp34,99 miliar dari Rp38,46 miliar, dengan
                  rugi komprehensif lain sebesar Rp292,55 juta.
             •    Pada tahun 2025, laba tahun berjalan meningkat 42,73% menjadi Rp50,36
                  miliar dari Rp35,28 miliar pada tahun 2024, dan laba komprehensif tahun
                  berjalan meningkat 56,32% menjadi Rp54,70 miliar dari Rp34,99 miliar.
                  Peningkatan laba komprehensif terutama dipengaruhi oleh penghasilan
                  komprehensif lain sebesar Rp4,33 miliar.



                                                                                              15
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      2.2.3   Rasio Keuangan

              Berdasarkan atas kinerja keuangan Perseroan per 31 Desember 2021 sampai
              dengan 31 Desember 2025, diperoleh hasil analisis rasio sebagai berikut.

                                       Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                          Keterangan              2025     2024      2023      2022        2021     Rerata


               LIQUIDITY (%)
               Current Ratio                     154,70%   183,18%   197,03%   176,93%    125,39%   167,44%
               Quick Ratio                        88,73%   111,86%   147,97%   119,28%    101,07%   113,78%
               Working Capital to Total Assets    30,90%    39,57%    43,14%    40,43%     19,09%    34,63%


               ACTIVITY (X)
               Total Assets Turnover (X)            6,71      5,62      5,23       4,01      4,12      5,14
               Inventory Turnover (X)              23,03     23,02     24,82     14,67      36,62     24,43
               Average Day's Inventory (Day)         16        16        15         25        10         16
               Account Receivable Turnover (X)     23,34     17,80     18,27     15,13      11,05     17,12
               Average Collection Period (Day)       16        21        20         24        33         23
               Working Capital Turnover (X)        21,72     14,21     12,13       9,92     21,60     15,92


               SOLVABILITY(%)
               Total Debt to Equity Ratio        144,96%   107,00%    91,03%   124,56%    347,31%   162,97%
               Total Debt to Asset Ratio          59,18%    51,69%    47,65%    55,47%     77,64%    58,33%
               Long Term Debt to Equity Ratio      6,57%     8,53%     6,09%     6,53%     11,03%     7,75%


               RENTABILITY (%)
               Gross Profit Margin                 6,86%     7,80%     8,55%     8,59%      8,95%     8,15%
               Operating Profit Margin             2,03%     2,10%     2,70%     2,52%      4,57%     2,78%
               Net Profit Margin                   1,54%     1,59%     2,17%     1,92%      3,69%     2,18%
               Rate of Return on Investment       10,33%     8,95%    11,38%     7,70%     15,23%    10,72%
               Rate of Return on Equity           25,30%    18,53%    21,73%    17,29%     68,13%    30,20%
              Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Rasio Likuiditas


              Rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio sebesar 167,44% dan quick
              ratio sebesar 113,78%, sedangkan working capital to total assets ratio memiliki
              rata-rata sebesar 34,63%. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki aset
              lancar yang memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Tingkat quick
              ratio yang berada di atas 100,00% menunjukkan bahwa kewajiban jangka pendek
              Perseroan pada umumnya dapat dipenuhi hanya dengan kas dan piutang usaha
              tanpa harus mengandalkan pencairan persediaan, sehingga mencerminkan tingkat
              likuiditas yang relatif baik.




                                                                                                    16
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             Rasio Aktivitas


             Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset
             untuk menghasilkan pendapatan. Rata-rata total assets turnover tercatat sebesar
             5,14 kali, yang mengindikasikan bahwa aset Perseroan telah digunakan secara
             optimal untuk mendukung kegiatan operasional dan menghasilkan pendapatan.
             Inventory turnover berada pada rata-rata 24,43 kali atau setara dengan average
             days inventory sekitar 16 hari, yang menunjukkan bahwa persediaan dapat berputar
             dengan cukup cepat. Sementara itu, account receivable turnover rata-rata sebesar
             17,12 kali, yang tercermin dari average collection period sekitar 23 hari,
             menandakan bahwa penagihan piutang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
             Selain itu, working capital turnover sebesar 15,92 kali menunjukkan bahwa modal
             kerja dimanfaatkan secara cukup efisien dalam mendukung aktivitas operasional
             Perseroan.


             Rasio Solvabilitas


             Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi
             kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Rata-rata debt to equity ratio
             (DER) tercatat sebesar 162,97%, yang menunjukkan bahwa struktur permodalan
             Perseroan relatif lebih banyak didukung oleh utang dibandingkan ekuitas.
             Sementara itu, debt to asset ratio (DAR) berada pada rata-rata 58,33%, yang
             menunjukkan bahwa lebih dari separuh aset Perseroan dibiayai melalui liabilitas.
             Adapun long term debt to equity ratio rata-rata sebesar 7,75%, yang mencerminkan
             bahwa porsi utang jangka panjang relatif kecil dibandingkan total ekuitas.


             Rasio Rentabilitas


             Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
             dari kegiatan operasionalnya. Rata-rata gross profit margin sebesar 8,15%, yang
             menunjukkan bahwa sebagian kecil pendapatan masih tersisa setelah dikurangi
             beban pokok penjualan, mencerminkan karakteristik usaha perdagangan dengan
             margin yang relatif tipis. Selanjutnya, operating profit margin berada pada rata-rata
             2,78%, sedangkan net profit margin rata-rata sebesar 2,18%, yang menunjukkan
             bahwa setelah memperhitungkan beban operasional, bunga, dan pajak, Perseroan
             masih mampu menghasilkan laba meskipun pada tingkat margin yang relatif
             terbatas.


              Rata-rata rate of return on investment (ROI) sebesar 10,72%, yang menunjukkan
              bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba dari total investasi yang dilakukan.
              Selain itu, rate of return on equity (ROE) rata-rata sebesar 30,20%, yang
              menunjukkan bahwa Perseroan cukup efektif dalam menghasilkan laba bagi
              pemegang saham dari modal yang diinvestasikan.



                                                                                               17
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      2.3     Produk dan Layanan Perseroan


             Perseroan menjalankan usaha di bidang perdagangan besar buah-buahan dan
             sayuran yang dipasok dari berbagai sumber, baik domestik maupun internasional,
             untuk kemudian didistribusikan kepada pelanggan.


                                             Tabel 5 Produk Buah-buahan
               No.                     Jenis Produk                       Asal Negara
                1    Apel Fuji China                                        China
                2    Apel Rosy Blush China                                  China
                3    Apel Granny Smith China                                China
                4    Apel Gala China                                        China
                5    Apel Red Delicious USA                                  USA
                6    Apel Granny Smith USA                                   USA
                7    Apel Gala USA                                           USA
                8    Apel Granny Smith Afrika                               Afrika
                9    Shatang China                                          China
               10    Mashui China                                           China
               11    Ponkam China                                           China
               12    Wokam China                                            China
               13    Murcott Argentina                                     Argentina
               14    Royal Honey Murcot Australia                          Australia
               15    Forelle Australia                                     Australia
               16    Navel China                                            China
               17    Navel Afrika                                           Afrika
               18    Valencia Afrika                                        Afrika
               19    Navel Australia                                       Australia
               20    Valencia Australia                                    Australia
               21    Lemon China                                            China
               22    Lemon Australia                                       Australia
               23    Lemon Afrika                                           Afrika
               24    Pear Century China                                     China
               25    Pear Yalie China                                       China
               26    Sweet Pear China                                       China
               27    Pear Golden China                                      China
               28    Pear Singo China                                       China
               29    Pear Sianglie China                                    China
               30    Pear Packham Afrika                                    Afrika
               31    Red Globe China                                        China
               32    Autumn Black China                                     China
               33    Thompson China                                         China
               34    Sapphire China                                         China
               35    Red Globe Australia                                   Australia
               36    Autumn Black Australia                                Australia
               37    Thompson Australia                                    Australia
               38    Sapphire Australia                                    Australia
               39    Melody Australia                                      Australia



                                                                                        18
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




               No.                     Jenis Produk                         Asal Negara
               40    Crimson Australia                                       Australia
               41    Autumn Royal USA                                          USA
               42    Sapphire USA                                              USA
               43    Sweet Globe USA                                           USA
               44    Sweet Favor Afrika                                       Afrika
               45    Sweet Globe Afrika                                       Afrika
               46    Autumn Royal Afrika                                      Afrika
               47    Strawberry Korea                                         Korea
               48    Strawberry USA                                            USA
               49    Peach USA                                                 USA
               50    Nectarine USA                                             USA
               51    Peach Australia                                         Australia
               52    Nectarine Australia                                     Australia
               53    Peach China                                              China
               54    Nectarine China                                          China
               55    Lychee China                                             China
               56    Pomelo                                                  Indonesia
               57    Melon                                                   Indonesia
               58    Alpukat                                                 Indonesia
               59    Pisang Cavendish                                        Indonesia
               60    Semangka                                                Indonesia
               61    Jeruk Medan                                             Indonesia
               62    Jeruk Pontianak                                         Indonesia


                                             Tabel 6 Produk Sayur-sayuran
               No.                     Jenis Produk                         Asal Negara
                1    Lobak                                                   Indonesia
                2    Paprika                                                 Indonesia
                3    Brokoli                                                  China
                4    Kentang                                                 Indonesia
                5    Jamur Shimeji                                            China
                6    Jamur Enoki                                              China
                7    Wortel                                                  Indonesia
                8    Edamame                                                 Indonesia
                9    Ubi                                                     Indonesia
               10    Petai                                                   Indonesia
               11    Kol                                                     Indonesia
               12    Seledri                                                 Indonesia
               13    Selada                                                  Indonesia
               14    Bawang                                                  Indonesia


             Selain itu, Perseroan juga menjalankan usaha perdagangan daging unggas beku,
             dimana Perseroan bekerja sama dengan RPH (Rumah Potong Hewan) yang
             menyuplai kepada Perseroan kemudian dijual Kembali ke pelanggan Perseroan.




                                                                                          19
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                            Tabel 7 Produk Daging Unggas
               No.                   Jenis Produk                          Asal Negara
                1    Ayam Karkas                                            Indonesia
                2    Boneless Dada                                          Indonesia
                3    Boneless Paha                                          Indonesia
                4    Paha Bawah                                             Indonesia
                5    Sayap                                                  Indonesia
                6    Bebek Peking                                           Indonesia


      2.4     Teknologi yang Digunakan


              Teknologi yang digunakan oleh Perseroan dalam kegiatan usahanya terutama
              berkaitan dengan sistem penyimpanan dan distribusi produk, yaitu melalui
              pemanfaatan fasilitas gudang berpendingin untuk menjaga suhu penyimpanan agar
              kualitas dan kesegaran produk tetap terjaga sebelum didistribusikan, serta
              penggunaan kendaraan berpendingin dalam proses pengiriman sehingga produk
              tetap berada pada suhu yang terkontrol selama proses distribusi hingga sampai
              kepada pelanggan dalam kondisi yang baik.


      2.5     Pasar yang Dituju


              Pasar yang dituju oleh Perseroan adalah konsumen bisnis yang membutuhkan
              pasokan produk pangan segar, khususnya di kota-kota besar di Indonesia yang
              memiliki tingkat permintaan tinggi terhadap produk Perseroan. Segmen pasar
              utama Perseroan meliputi ritel modern seperti supermarket dan hypermarket, serta
              pedagang pasar tradisional.


      2.6     Pesaing dan Persaingan


             Industri perdagangan besar produk pangan, merupakan industri yang memiliki
             tingkat persaingan yang cukup tinggi. Persaingan berasal dari berbagai pelaku
             usaha, yang memasok produk serupa kepada pasar ritel modern maupun pasar
             tradisional.


             Beberapa pesaing yang mungkin memiliki potensi persaingan dengan produk yang
             dipasarkan oleh Perseroan, dan produknya telah beredar di pasar, antara lain:


                              Tabel 8 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
               No.                   Pesaing                               Produk
                1    PT Laris Manis Utama                  Ayam, Olahan Daging, Ikan
                2    PT Sinar Boga Indotama                Ayam, Olahan Daging
                3    PT Percaya Prima Protein              Ayam
                4    CV Satu Tiga Berjaya                  Ayam, Olahan Daging, Ikan
                5    PT Pangan Nusantara Jaya              Ayam, Olahan Daging, Daging


                                                                                             20
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                 No.                     Pesaing                            Produk
                 6      PT Berkat Amandeus Sukses Sentosa   Ayam, Olahan Daging, Daging
                 7      PT Berkah Hasil Pangan              Ayam, Olahan Daging, Daging
                 8      PT Andi Nugraha Nusantara           Ayam, Olahan Daging, Daging
                 9      PT Charoen Phopan Indonesia         Ayam, Olahan Daging
                 10     PT Ciomas Adisatwa                  Ayam, Olahan Daging, Daging
             Sumber: Manajemen Perseroan


      2.7     Pola Bisnis


             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan berperan sebagai pedagang
             besar buah-buahan serta daging unggas beku. Dalam memperoleh pasokan produk
             tersebut, selain lokal, Perseroan juga melakukan impor dari berbagai kawasan
             seperti Asia, Amerika, Afrika dan Australia. Kegiatan distribusi Perseroan didukung
             oleh tiga jalur distribusi utama yang berpusat di kota-kota besar yaitu Medan,
             Jakarta, dan Surabaya. Produk buah yang diimpor oleh Perseroan akan tiba di tiga
             pelabuhan utama tersebut untuk kemudian didistribusikan ke gudang penyimpanan
             cold storage milik Perseroan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Hingga
             saat ini, Perseroan telah memiliki 18 cabang cold storage yang juga berfungsi
             sebagai pusat pemasaran dan distribusi di berbagai daerah. Untuk buah-buahan
             yang memiliki daya simpan sangat pendek, Perseroan menerapkan sistem penjualan
             sebelum barang tiba (preselling), sehingga pada saat barang tiba di Indonesia
             produk dapat langsung dikirimkan kepada pelanggan guna menjaga kualitas dan
             kesegarannya. Sementara itu, untuk jenis buah lainnya, produk akan terlebih dahulu
             didistribusikan ke cabang distribusi Perseroan untuk disimpan sebelum kemudian
             dipasarkan kepada mitra usaha Perseroan yang tersebar di berbagai wilayah
             Indonesia.


      2.8     Strategi Pemasaran

             Perseroan terus memperkuat posisinya dalam industri distribusi buah-buahan segar
             di Indonesia melalui berbagai strategi pemasaran. Peningkatan kesadaran
             masyarakat terhadap pola makan sehat dan permintaan akan produk segar
             memberikan peluang bagi Perseroan untuk terus berkembang.
             •        Ekspansi jaringan distribusi dengan membuka cabang baru guna memperluas
                      jangkauan pasar Perseroan.
             •        Pemanfaatan teknologi dan e-commerce seiring dengan meningkatnya tren
                      belanja daring, sehingga memungkinkan Perseroan menjangkau konsumen
                      yang lebih luas.
             •        Diversifikasi produk dengan memperluas jenis buah yang ditawarkan, termasuk
                      produk organik dan buah lokal, sehingga Perseroan dapat menyediakan pilihan
                      produk yang lebih beragam bagi konsumen.




                                                                                              21
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             •    Peningkatan kualitas produk dan layanan melalui pengelolaan rantai pasok yang
                  lebih efisien serta pemeliharaan fasilitas penyimpanan yang optimal. Selain itu,
                  Perseroan juga berfokus pada pelatihan dan pengembangan sumber daya
                  manusia agar karyawan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan
                  bisnis dan mampu memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.


      2.9     Kebutuhan Produksi atau Operasi


             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan membutuhkan dukungan sarana
             operasional berupa fasilitas penyimpanan dan armada distribusi yang memadai.
             Fasilitas penyimpanan berupa gudang berpendingin diperlukan untuk menjaga
             kualitas dan kesegaran produk sebelum didistribusikan kepada pelanggan. Selain
             itu, Perseroan juga membutuhkan kendaraan berpendingin sebagai sarana utama
             dalam proses pengiriman produk ke berbagai wilayah pemasaran. Dukungan
             fasilitas operasional tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produk
             selama proses penyimpanan dan distribusi serta memastikan kelancaran kegiatan
             operasional Perseroan.


      2.10    Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan
             tambahan manajemen maupun sumber daya manusia baru. Kebutuhan operasional
             akan dipenuhi dengan memanfaatkan serta mengalokasikan sumber daya manusia
             yang telah dimiliki oleh Perseroan saat ini. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan
             usaha tersebut dapat didukung oleh struktur organisasi dan tenaga kerja yang
             sudah ada.


      2.11    Hak Atas Kekayaan Intelektual


             Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
             diperoleh informasi Hak Atas Kekayaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
             Perseroan.


              1. PT   Segar   Kumala   Indonesia   Tbk,   terdaftar   dengan   Nomor    Registrasi
                 IDM001386693 pada Kelas 35 atas nama PT Segar Kumala Indonesia Tbk,
                 diajukan pada 10 April 2025, dan berlaku hingga 10 April 2035.
              2. SK dan Logo, terdaftar dengan Nomor Registrasi IDM001387129 pada kelas 35
                 atas nama PT Segar Kumala Indonesia Tbk, diajukan pada 11 April 2025, dan
                 berlaku hingga 11 April 2035.
              3. SK dan Logo, terdaftar dengan Nomor Registrasi IDM001387127 pada kelas 39
                 atas nama PT Segar Kumala Indonesia Tbk, diajukan pada 11 April 2025, dan
                 berlaku hingga 11 April 2035.




                                                                                               22
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      2.12    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait


              Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait antara lain adalah:
             1.   POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
                  Kegiatan Usaha.
             2.   POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
                  Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
             3.   Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
                  Indonesia.
             4.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
                  Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


      2.13    Aspek Lingkungan


              Perseroan berkomitmen untuk menjalankan kegiatan bisnis yang bertanggung
              jawab dengan menekan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.
              Perseroan memastikan operasionalnya tidak merusak ekosistem dan tidak
              mencemari lingkungan yang dapat merugikan masyarakat sekitar. Untuk mencegah
              hal tersebut, Perseroan menerapkan manajemen dampak lingkungan yang terdiri
              dari pencegahan, penanganan, hingga pengendalian. Bagi Perseroan, penerapan
              proses bisnis yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dapat berkontribusi penuh
              pada terciptanya kualitas hidup yang semakin meningkat di masa mendatang.


      2.14    Faktor Risiko Utama


              Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan melakukan impor berbagai jenis
              buah-buahan dari luar negeri untuk dipasarkan di Indonesia. Buah-buahan tersebut
              berasal dari negara-negara di Asia, Amerika, Afrika dan Australia yang secara rutin
              menjadi pemasok untuk jenis buah tertentu dan memiliki periode musim panen
              yang berbeda-beda. Kondisi tersebut menimbulkan risiko apabila terjadi gangguan
              pasokan,   misalnya   akibat   gagal   panen   di   negara   pemasok,   yang   dapat
              mempengaruhi kelancaran ketersediaan produk bagi Perseroan. Gangguan pada
              pasokan buah dari mancanegara tersebut berpotensi berdampak pada penurunan
              laba Perseroan dan pada akhirnya dapat mengganggu kinerja Perseroan ke depan,
              mengingat sebagian besar pendapatan Perseroan berasal dari penjualan buah-
              buahan impor.


      2.15    Persyaratan Modal dan Strategi Finansial


              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak
              memerlukan biaya pendirian maupun biaya investasi (capex), mengingat kegiatan
              usaha yang akan dijalankan memiliki karakteristik operasional yang serupa dengan
              kegiatan usaha Perseroan yang telah berjalan saat ini. Infrastruktur operasional,


                                                                                               23
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




              jaringan distribusi, serta sistem logistik yang dimiliki Perseroan saat ini dinilai telah
              memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha tersebut. Adapun
              Perseroan memperkirakan modal kerja untuk kegiatan usaha tersebut adalah
              sebesar Rp25.000.000.000,- (Dua Puluh Lima Miliar Rupiah).




                                                                                                    24
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      3       KELAYAKAN PASAR

      3.1     Kondisi Pasar

      3.1.1   Perkembangan Ekonomi Global


              Prospek perekonomian global masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian
              yang meningkat. Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan sedikit lebih
              rendah menjadi sebesar 3,2% dibandingkan dengan capaian 2025 sebesar 3,3%.
              Pertumbuhan yang lebih rendah tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak
              lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan kerentanan rantai pasok global,
              meskipun prospek perekonomian AS membaik didorong investasi sektor teknologi
              termasuk artificial intelligence (AI) dan stimulus fiskal pengurangan pajak.
              Sementara itu, prospek pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada
              2026 melambat akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor di tengah
              investasi AI yang juga meningkat. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan
              penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari
              rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.


                                       Tabel 9 Pertumbuhan PDB Dunia
                          Negara            2021    2022    2023       2024    2025*     2026*
               Dunia                          6,3     3,5        3,3     3,3       3,3      3,2
               Negara Maju                    5,6     2,6        1,7     1,8       1,7      1,8
                 Amerika Serikat              5,9     1,9        2,9     2,8       2,1      2,3
                 Kawasan Eropa                5,6     3,4        0,4     0,9       1,3      1,3
                 Jepang                       2,2     1,0        1,5     0,1       1,1      0,8
               Negara Berkembang              6,9     4,1        4,4     4,3       4,3      4,1
                 Tiongkok                     8,4     3,0        5,2     5,0       5,0      4,4
                 India                        8,3     6,8        7,7     6,5       7,4      6,6
                 ASEAN-5                      4,0     5,5        4,0     4,6       4,4      4,3
                 Amerika Latin                7,4     4,2        2,4     2,4       2,2      2,2
                 Negara Berkembang
                 Eropa                        7,3     1,2        3,3     3,4       2,2      2,4
                 Timur Tengah & Asia
                       Tengah                 4,3     5,4        2,0     2,4       3,5      3,8
              Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia


      3.1.2   Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia


              Pertumbuhan Ekonomi Indonesia


              Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,7-5,5%.
              Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9-5,7%,
              ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai kebijakan
              Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan Bank Indonesia
              untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.


                                                                                             25
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                   Efektivitas berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat
                   untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Investasi
                   juga diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas
                   Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan
                   makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian. Bank
                   Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan
                   moneter, makro prudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan
                   kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan
                   yang lebih tinggi dan berdaya tahan.


                       Tabel 10 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
                                                             2023                                                   2024                                        2025
             Komponen            2022                                                2023                                                2024
                                               I       II           III      IV                    I           II          III     IV                  I          II      III
   Konsumsi Swasta                4,96    4,57        5,30          5,08     4,78    4,94      5,33        5,05            5,06   5,01    5,11    4,91           5,04    4,87
   Konsumsi Rumah Tangga          4,94    4,53        5,22          5,05     4,47    4,82      4,91        4,93            4,91   4,98    4,94    4,95           4,97    4,89
   Konsumsi Lembaga
      Nonprofit yang Melayani     5,66    6,29        8,78           6,4     18,4      10      24,1        9,79            11,5   6,06    12,5    7,82           7,82    4,28
      Rumah Tangga
   Konsumsi Pemerintah           -4,42    3,33       -3,86          10,5     2,94    3,02      20,4        4,62            2,03   4,17    6,61   -1,37          -0,33    5,49
   Investasi (PMTDB)              3,87    1,53        5,08          4,05     4,32    3,76      3,78        5,16            4,42   5,03    4,61    6,99           6,99    5,04
   Investasi Bangunan             0,91    0,08        6,31          3,32     6,42    4,04      5,46        6,02            5,31   5,26    5,51    4,89           4,89    3,02
   Investasi Nonbangunan          12,5         5,7    2,05           6,1    -0,78    3,03     -0,78        2,96            1,97    4,4    2,23    12,9           12,9   10,34
   Ekspor                         16,2    11,7       -3,91         -2,84     1,66    1,34      1,48        8,13            8,79   7,63    6,51    6,46           10,7    9,91
   Impor                         15,00    4,12       -3,25         -6,82     0,14     -1,6         1,5     11,9            7,79   10,4    7,95    4,17           11,7    1,18
   PDB                            5,31    5,04        4,94          5,17     5,04    5,05      5,11        5,05            4,95   5,02    5,03    4,87           5,12    5,04

  Sumber: Bank Indonesia


                   Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
                   Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan
                   kinerja positif.


                   Tabel 11 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
                                                            2023                                                2024                                            2025
         Komponen               2022                                                2023                                                 2024
                                           I          II           III      IV                 I          II           III        IV               I             II      III
Pertanian, Kehutanan, dan
                                 2,25     0,44        2,03         1,49     1,13     1,31    -3,54        3,25        1,69        0,71   0,67    10,52          1,65     4,93
  Perikanan
Pertambangan dan
                                 4,38     4,92        5,01         6,95     7,46     6,12     9,31        3,17        3,46        3,95    4,9    -1,23          2,03    -1,98
  Penggalian
Industri Pengolahan              4,89     4,43        4,88         5,19     4,07     4,54     4,13        3,95        4,72        4,89   4,43     4,55          5,68     5,54
Pengadaan Listrik dan Gas        6,61     2,67        3,15         5,06     8,68     4,91     5,35        5,39        5,02        3,42   4,77     5,11           0,9     2,86
Pengadaan Air, Pengelolaan
  Sampah, Limbah dan             3,23      5,7        4,78         4,49     4,66      4,9     4,44        0,84        0,03        1,06   1,56     0,18          0,82     3,32
  Daur Ulang
Konstruksi                       2,01     0,32        5,23         6,39     7,68     4,91     7,59        7,29        7,48        5,81   7,02     2,18          4,98     4,21
Perdagangan Besar dan
  Eceran Reparasi Mobil          5,53     4,94         5,3          5,1     4,09     4,85     4,58        4,85        4,82        5,19   4,86     5,03          5,37     5,49
  dan Sepeda Motor
Transportasi dan
                                19,87    15,93       15,28     14,74       10,33    13,96     8,66        9,56        8,64        7,92   8,69     9,01          8,52     8,62
  Pergudangan
Penyediaan Akomodasi dan
                                11,94    11,54        9,91     10,93        7,88      10      9,34       10,15        8,32        6,61   8,56     5,75          8,04     8,41
  Makan Minum
Informasi dan Komunikasi         7,73     7,11        8,03         8,51     6,74     7,59     8,41        7,66        6,82        7,45   7,57     7,72          7,92     9,65




                                                                                                                                                           26
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                                                 2023                                                               2024                                                       2025
           Komponen               2022                                                        2023                                                                    2024
                                               I           II           III          IV                            I           II               III           IV                      I           II         III
 Jasa Keuangan dan Asuransi       1,93        4,45         2,86         5,24         6,56         4,77            3,93          7,9         5,49             1,74      4,74       3,98            3,2       0,77
 Real Estat                       1,72        0,37         0,96         2,21         2,18         1,43            2,54         2,16         2,32             2,97       2,5       2,94          3,71        3,95
 Jasa Perusahaan                  8,77        6,37         9,59         9,37         7,62         8,24            9,63         7,96         7,93             8,08      8,38       9,27          9,31        9,94
 Administrasi Pemerintahan,
   Pertahanan dan Jaminan         2,52        2,13         8,18        -6,24         1,63         1,51        18,89            2,81         3,94             1,16       6,4       4,79          4,69        4,33
   Sosial Wajib
 Jasa Pendidikan                  0,55        1,02         5,42        -2,09         2,63         1,77            7,43         2,44         2,56             2,95      3,75       5,04            1,4      10,59
 Jasa Kesehatan dan
                                  2,75        4,77         8,27         2,92         3,09         4,67        11,65            8,57         7,65              5,2      8,11       5,78            3,8       6,83
   Kegiatan Sosial
 Jasa lainnya                     9,47         8,9        11,89        11,14        10,15     10,52               8,92         8,85         9,95            11,36       9,8       9,84         11,31        9,92
 PDB                              5,31        5,04         5,17         4,94         5,04         5,05            5,11         5,05         4,95             5,02      5,03       4,87          5,12        5,04

Sumber: Bank Indonesia


                    Neraca Pembayaran Indonesia

                    NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik ditopang neraca perdagangan yang pada
                    November 2025 kembali mencatat surplus sebesar 2,7 miliar US$ didukung oleh
                    ekspor       nonmigas               berbasis              sumber          daya            alam             seperti                 logam           mulia          dan
                    perhiasan/permata, nikel dan barang dari padanya, serta bahan bakar mineral.
                    Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama ditopang
                    kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari penerbitan
                    global bond, setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November 2025 tercatat
                    rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi. Posisi cadangan
                    devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar 156,5 miliar US$,
                    setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran
                    utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional
                    sekitar 3 bulan impor.


                                                          Tabel 12 Neraca Pembayaran Indonesia
                                                            2023                                                                    2024*                                                  2025
       Komponen (Miliar US$)
                                     I             II           III           IV      Total              I               II           III              IV           Total        I*            II**       III**
   Transaksi Berjalan                2,9           -2,3     -1,3          -1,4               -2      -2,4                 -3            -2             -1,3           -8,7       -0,2          -2,7        40,5
   A. Barang 1)                     14,8            10      10,2          11,4             46,3          9,3              10           9,2             11,3           39,8        13           10,6        16,1
       - Ekspor, FOB                66,8           61,6     63,5          65,9            257,7      61,9               62,3         67,5              71,3         263,1        65,9            68        73,9
       - Impor, FOB                -52,1      -51,6        -53,3        -54,5         -211,4        -52,6              -52,3        -58,3              -60         -223,3        -53       -57,4          -57,8
         a. Nonmigas                     19        15,2           16      17,7             67,8      15,1               15,2         14,7              17,8           62,7       18,8          15,7        20,9
         b. Migas                   -3,9           -4,7     -5,4          -5,9            -19,9      -5,5               -4,6         -4,4              -5,1         -19,6        -4,7          -4,2        -4,8
   B. Jasa - jasa                   -4,5           -4,5     -3,9          -4,8            -17,7      -4,2                 -5         -4,2              -5,2         -18,6        -5,5          -5,2        -4,3
   C. Pendapatan Primer             -8,8           -9,2     -8,8          -9,3              -36      -8,8               -9,4         -8,5               -9          -35,9        -9,3          -9,8        -9,4
   D. Pendapatan Sekunder            1,4            1,4          1,3          1,3           5,4          1,3             1,4           1,5              1,7                 6     1,6           1,7         1,7
   Transaksi Modal & Finansial            4        -4,5     -0,5          10,8              9,8      -2,4                2,6                8           9,4           17,6       -0,4          -3,5        -8,1
       1. Investasi Langsung         4,4            3,9          2,7          3,4          14,4          4,9             2,3           5,1              3,4           15,7        2,5           3,5         2,5
       2. Investasi Portofolio            3        -2,6           -3          4,9           2,2      -2,1                3,2           9,8             -2,5            8,3            1        -8,1        -7,1
       3. Investasi Lainnya         -3,6           -5,6     -0,1              2,4          -6,9      -4,8               -3,3         -7,2               8,5           -6,7       -4,2                 1    -3,4
   Neraca Keseluruhan                6,5           -7,4     -1,5              8,6           6,3              -6         -0,6           5,9              7,9            7,2       -0,8          -6,7        -6,4
   - Cadangan Devisa               145,2      137,5        134,9        146,4             146,4     140,4              140,2        149,9             155,7         155,7       157,1      152,6          148,7




                                                                                                                                                                                          27
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                               2023                                    2024*                           2025
   Komponen (Miliar US$)
                                I     II       III       IV     Total     I     II     III     IV     Total    I*          II**   III**
 Dalam Bulan Impor dan
 Pembayaran Utang Luar          6,2        6         6    6,5      6,5    6,2    6,1    6,4     6,5      6,5    6,5         6,2       6
 Negeri Pemerintah
 - Transaksi Berjalan (% PDB)   0,9   -0,7     -0,4      -0,4     -0,1   -0,7   -0,9   -0,6    -0,3     -0,6   -0,1        -0,8     1,1

Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara


                  Nilai Tukar Rupiah


                  Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per US$,
                  melemah 1,53% (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025.
                  Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat
                  meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain                           itu, kenaikan
                  permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan
                  ekonomi turut memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar
                  Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi
                  di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
                  kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
                  dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.


                         Gambar 1 Indeks Rupiah Terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara
                                                                Berkembang




                  Sumber: Bank Indonesia


                  Inflasi


                  Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi
                  yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan
                  moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya


                                                                                                                      28
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             dan imported     inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered
             prices (AP)    terjaga     rendah   sebesar   1,93%   (yoy).   Sementara   itu,   inflasi
             kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang
             terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat
             gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.


                                      Gambar 2 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                      Sumber: Bank Indonesia


      3.2    Pangsa Pasar


             Berdasarkan data SUSENAS, struktur pengeluaran rumah tangga Indonesia dalam
             periode 2015 hingga 2025 menunjukkan dinamika yang relatif stabil. Pengeluaran
             penduduk Indonesia per bulan untuk makanan dan bukan makanan selama tahun
             2015 hingga 2024 menunjukkan adanya fluktuasi pergeseran pangsa pengeluaran.
             Pada periode 2015 hingga 2016, pengeluaran rumah tangga didominasi oleh
             kelompok non makanan. Porsi pengeluaran untuk makanan sempat mendominasi
             dan mencapai titik tertinggi pada tahun 2017 sebesar 50,94%. Kondisi ini diduga
             dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan harga pada komoditas pangan yang
             mendorong porsi pengeluaran untuk kebutuhan pokok menjadi lebih besar.


             Pangsa pengeluaran untuk makanan cenderung lebih kecil dibandingkan pangsa
             pengeluaran untuk bukan makanan pada periode 2015 hingga 2024 kecuali pada
             tahun 2017, 2022 dan 2024. Tahun 2025 pangsa pengeluaran per bulan untuk
             makanan sebesar 49,42% dan bukan makanan sebesar 50,58%. Besarnya rata-rata
             pengeluaran per kapita per bulan tahun 2025 untuk bahan makanan sebesar
             Rp775.516,- dan bukan makanan sebesar Rp793.572,-.




                                                                                                   29
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                Gambar 3 Grafik Perkembangan Persentase Pengeluaran Penduduk Indonesia
                                         untuk Makanan dan Bukan Makanan




                     Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian


      3.3    Kesinambungan

             Kesinambungan pasar bagi kegiatan usaha ini dinilai memiliki prospek yang baik
             mengingat produk tersebut merupakan salah satu sumber utama protein bagi
             masyarakat. Produk seperti daging ayam, daging merah, serta ikan mengandung
             protein yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, sehingga
             permintaannya cenderung stabil dan berkelanjutan. Seiring dengan meningkatnya
             kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi seimbang, konsumsi produk pangan
             yang kaya protein juga menunjukkan kecenderungan meningkat.


               Tabel 13 Rata-Rata Konsumsi Kalori (kkal) dan Protein (gram) per Kapita Sehari
                              Menurut Kelompok Makanan, Tahun 2024 dan 2025
                                                 Kalori (kkal/kapita/hari)          Protein (gram/kapita/hari)
               No.      Kelompok Barang
                                               2024      2025       Perubahan       2024    2025     Perubahan
                 1   Padi-padian               819,78    814,62          -5,16       19,3   19,18        -0,12
                 2   Umbi-umbian                37,03      41,88             4,85    0,36      0,4        0,04
                 3   Ikan                        51,9      54,52             2,62    9,38    9,66         0,28
                 4   Daging                     80,65      80,09         -0,56       4,88    5,03         0,15
                 5   Telur dan susu             54,38      55,72             1,34    3,17    3,34         0,17
                 6   Sayur-sayuran              38,55      42,84             4,29    2,37    2,56         0,19
                 7   Kacang-kacangan            50,25      51,27             1,02    4,99    5,11         0,12
                 8   Buah-buahan                 51,1      56,31             5,21    0,62    0,64         0,02
                 9   Minyak dan Kelapa          266,7    275,83              9,13    0,17    0,16        -0,01
                10   Bahan minuman              83,67      82,44         -1,23       0,81      0,8       -0,01
                11   Bumbu-bumbuan              10,12      10,29             0,17    0,43    0,43                0
                12   Bahan makanan lainnya      56,05      55,85             -0,2    1,11      1,1       -0,01



                                                                                                            30
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                                  Kalori (kkal/kapita/hari)          Protein (gram/kapita/hari)
               No.      Kelompok Barang
                                               2024       2025       Perubahan       2024    2025     Perubahan
                13   Makanan & minuman jadi    451,35     451,76              0,41   14,13   14,37         0,24
                     Jumlah                   2.051,54   2.073,43         21,89       61,7   62,78         1,08
             Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian


             Konsumsi kalori dan protein per kapita per hari penduduk Indonesia tahun 2025
             berdasarkan data SUSENAS naik dibandingkan tahun 2024. Rata-rata konsumsi kalori
             penduduk Indonesia pada tahun 2025 sebesar 2.073,43 kkal naik sebesar 21,89 kkal
             (1,07%) dibandingkan tahun 2024. Demikian juga konsumsi protein naik 1,08 gram
             menjadi 62,78 gram (1,75%) di tahun 2025. Sementara jika dilihat per kelompok
             barang, beberapa komoditas mengalami penurunan baik konsumsi kalori maupun
             proteinnya, walaupun secara total meningkat.


             Sumber utama konsumsi kalori penduduk Indonesia adalah dari kelompok padi-
             padian yang mencapai 39,96% di tahun 2024, diikuti oleh kelompok makanan dan
             minuman jadi sebesar 22,0%. Selanjutnya, kelompok padi-padian yang mencapai
             39,29% di tahun 2025, serta kelompok makanan dan minuman menjadi sebesar
             21,79%.


              Gambar 4 Persentase Konsumsi Kalori Penduduk Indonesia, Tahun 2024 dan 2025




             Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian


             Sumber protein hewani dan nabati pada pola konsumsi protein penduduk Indonesia
             tahun 2025 dari kelompok ikan, kacang-kacangan, daging serta telur dan susu
             sebesar 15,39%, 8,14%, 8,01% dan 5,32%. Namun secara total, konsumsi protein juga
             disumbang dari kelompok padi-padian sebesar 30,55%.


             Pada tahun 2025, pengeluaran kelompok buah-buahan meningkat menjadi 2,72%
             dari tahun 2024. Sementara untuk konsumsi protein, tercatat sebagian besar pangsa
             kelompok barang sumber protein mengalami peningkatan. Dimana pangsa ikan
             sebagai sumber protein naik menjadi 15,39%, demikian juga pangsa daging naik dari


                                                                                                             31
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             7,91% menjadi 8,01% dari tahun sebelumnya. Pangsa protein dari minyak dan kelapa
             juga turun menjadi 0,25% dibandingkan tahun sebelumnya.


                         Gambar 5 Persentase Konsumsi Protein Penduduk Indonesia




             Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian


      3.4    Potensi Pasar


             Pengeluaran penduduk Indonesia untuk makanan tahun 2025 sebagian besar
             dialokasikan untuk makanan dan minuman jadi yang mencapai 32,04% sedikit naik
             dibandingkan tahun 2024. Pangsa terbesar kedua adalah pengeluaran untuk rokok
             dan tembakau sebesar 11,83% kemudian padi-padian sebesar 11,51% yang juga
             turun dari tahun 2024. Pangsa pengeluaran lainnya yang cukup besar yaitu untuk
             sayuran 8,32% dan ikan 7,87%, keduanya naik dibandingkan tahun 2024. Jika
             dicermati, pangsa pengeluaran untuk pangan dominan naik dibandingkan dengan
             tahun 2023 kecuali padi-padian dan rokok tembakau.


                        Gambar 6 Persentase Pengeluaran Bahan Pangan Menurut Jenis




             Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian




                                                                                         32
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




              Perkembangan pengeluaran nominal bahan makanan per kapita per bulan tahun
              2025 mengalami kenaikan sebesar 3,16%. Apabila ditinjau menurut kelompok
              barang, pengeluaran per kapita sebulan meningkat relatif tinggi adalah minyak dan
              kelapa sebesar 13,50%. Sementara itu, pengeluaran per kapita sebulan untuk daging
              meningkat 3,51%, sayur-sayuran sebesar 7,61%, dan buah-buahan sebesar 9,43%.


                     Tabel 14 Perkembangan Pangsa Pengeluaran Nominal dan Riil Kelompok Bahan
                                      Makanan, Tahun 2024—2025 (Rp/Kapita/Bulan)

                                                         2024                              2025                     Pertumbuhan (%)
        No.      Kelompok Barang
                                            Nominal       IHK        Riil     Nominal       IHK         Riil        Nominal       Riil
        1     Padi-padian                       94.641   109,01     86.815      89.278     111,98      79.729          -5,67      -8,16
        2     Umbi-umbian                        8.542   109,01      7.836       9.389     111,98       8.385              9,92    7,01
        3     Ikan                              57.665   109,01     52.897      61.063     111,98      54.532              5,89    3,09
        4     Daging                            36.488   109,01     33.471      37.769     111,98      33.729              3,51    0,77
        5     Telur dan susu                    37.776   109,01     34.652      39.939     111,98      35.667              5,73    2,93
        6     Sayur-sayuran                     59.988   109,01     55.028      64.556     111,98      57.651              7,61    4,77
        7     Kacang-kacangan                   14.716   109,01     13.499      15.383     111,98      13.738              4,53    1,77
        8     Buah-buahan                       40.667   109,01     37.304      44.501     111,98      39.741              9,43    6,53
        9     Minyak dan Kelapa                 18.283   109,01     16.771      20.752     111,98      18.532          13,50      10,50
        10    Bahan minuman                     21.071   109,01     19.329      23.101     111,98      20.630              9,63    6,73
        11    Bumbu-bumbuan                     15.174   109,01     13.919      15.979     111,98      14.270              5,31    2,52
        12    Konsumsi lainnya                  13.402   109,01     12.294      13.599     111,98      12.144              1,47   -1,21
        13    Makanan & minuman jadi        238.902      109,01    219.148     248.501     111,98     221.922              4,02    1,27
        14    Rokok dan Tembakau                94.476   115,45     81.831      91.708     119,80      76.552          -2,93      -6,45
        15    Makanan, Minuman &            751.789      121,60    618.235     775.516     121,60     637.747              3,16    3,16
              Tembakau
      Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian


              Berdasarkan data SUSENAS, Provinsi DKI Jakarta memiliki rata-rata pengeluaran per
              kapita sebulan paling besar dibanding provinsi lain yaitu sebesar Rp2.794.485,-,
              selanjutnya adalah Kepulauan Riau sebesar Rp2.109.071,-.


               Tabel 15 Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Komoditas Makanan dan Bukan
                                            Makanan menurut Provinsi, Maret 2025

                                                                             Pengeluaran
                                                                                                                Proporsi
                No.                  Provinsi                                  Bukan
                                                                Makanan                       Total            Makanan (%)
                                                                              Makanan
                     1   Aceh                                     741.980       557.776     1.299.756                57,09
                     2   Sumatera Utara                           765.842       632.045     1.397.887                54,79
                     3   Sumatera Barat                           821.552       720.558     1.542.109                53,27
                     4   Riau                                     844.678       765.749     1.610.427                52,45
                     5   Jambi                                    775.092       702.013     1.477.104                52,47
                     6   Sumatera Selatan                         691.256       592.283     1.283.538                53,86
                     7   Bengkulu                                 740.786       757.958     1.498.744                49,43
                     8   Lampung                                  663.740       575.873     1.239.613                53,54
                     9   Kep, Bangka Belitung                     915.697       849.854     1.765.551                51,86




                                                                                                                       33
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                                              Pengeluaran
                                                                                         Proporsi
               No.                  Provinsi                    Bukan
                                                  Makanan                    Total      Makanan (%)
                                                               Makanan
                10   Kepulauan Riau               1.063.897    1.404.422    2.468.319          43,1
                11   DKI Jakarta                  1.153.404    1.809.008    2.962.412         38,93
                12   Jawa Barat                     832.486      891.881    1.724.367         48,28
                13   Jawa Tengah                    667.536      669.491    1.337.028         49,93
                14   DI Yogyakarta                  766.284    1.076.928    1.843.212         41,57
                15   Jawa Timur                     715.989      703.152    1.419.140         50,45
                16   Banten                         870.648      879.898    1.750.546         49,74
                17   Bali                           827.210    1.137.408    1.964.618         42,11
                18   Nusa Tenggara Barat            762.911      639.207    1.402.118         54,41
                19   Nusa Tenggara Timur            559.895      468.980    1.028.875         54,42
                20   Kalimantan Barat               779.641      690.293    1.469.934         53,04
                21   Kalimantan Tengah              849.309      746.856    1.596.165         53,21
                22   Kalimantan Selatan             827.593      775.909    1.603.501         51,61
                23   Kalimantan Timur               956.141    1.161.212    2.117.354         45,16
                24   Kalimantan Utara               838.916      887.535    1.726.451         48,59
                25   Sulawesi Utara                 718.423      692.081    1.410.504         50,93
                26   Sulawesi Tengah                648.896      607.498    1.256.394         51,65
                27   Sulawesi Selatan               664.456      694.365    1.358.821          48,9
                28   Sulawesi Tenggara              650.919      674.166    1.325.085         49,12
                29   Gorontalo                      650.308      665.429    1.315.738         49,43
                30   Sulawesi Barat                 575.436      493.877    1.069.314         53,81
                31   Maluku                         679.006      719.492    1.398.498         48,55
                32   Maluku Utara                   749.636      742.896    1.492.532         50,23
                33   Papua Barat                    878.045      827.294    1.705.338         51,49
                34   Papua Barat Daya               857.182      959.693    1.816.875         47,18
                35   Papua                          830.864      979.903    1.810.767         45,88
                36   Papua Selatan                  805.371      712.047    1.517.419         53,08
                37   Papua Tengah                   874.847      584.240    1.459.088         59,96
                38   Papua Pegunungan             1.256.747      685.250    1.941.997         64,71
                              Indonesia             775.516      793.572    1.569.088         49,42
             Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian


      3.5    Sasaran


             Pasar yang dituju oleh Perseroan adalah konsumen bisnis yang membutuhkan
             pasokan produk pangan segar, khususnya di kota-kota besar di Indonesia yang
             memiliki tingkat permintaan yang relatif tinggi. Segmen pasar utama Perseroan
             meliputi ritel modern seperti supermarket dan hypermarket, serta pedagang pasar
             tradisional yang memerlukan pasokan produk secara berkelanjutan.


             Saat ini, Perseroan telah memiliki fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage)
             di sejumlah wilayah strategis untuk mendukung kegiatan distribusi dan menjaga
             kualitas produk. Beberapa cabang Perseroan yang memiliki fasilitas cold storage
             yang dapat digunakan untuk penyimpanan produk dalam penambahan kegiatan



                                                                                                34
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             usaha antara lain Jakarta, Surabaya, Samarinda, Palu, Makassar, Kendari, Manado,
             Ambon, dan Ternate.


      3.6    Potensi Nilai Pasar


              Potensi nilai pasar dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dinilai cukup prospektif
              dengan mempertimbangkan tren peningkatan kebutuhan terhadap produk pangan.
              Dengan dukungan fasilitas serta jaringan distribusi yang telah dimiliki, Perseroan
              memiliki posisi yang strategis untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar
              tersebut.


              Berdasarkan hasil proyeksi keuangan yang telah disusun, Penambahan Kegiatan
              Usaha ini diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja
              keuangan Perseroan. Pendapatan yang berasal dari penjualan ayam beku, daging,
              dan ikan diproyeksikan meningkat setiap tahunnya, yaitu sebesar Rp69,54 miliar
              pada tahun 2026, Rp73,71 miliar pada tahun 2027, Rp78,13 miliar pada tahun
              2028, Rp82,82 miliar pada tahun 2029, dan Rp87,79 miliar pada tahun 2030.


      3.7    Pesaing Usaha


             Beberapa pesaing yang mungkin memiliki potensi persaingan dengan produk yang
             dipasarkan oleh Perseroan, dan produknya telah beredar di pasar, antara lain:


                             Tabel 16 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
               No.                 Pesaing                               Produk
                1    PT Laris Manis Utama                Ayam, Olahan Daging, Ikan
                2    PT Sinar Boga Indotama              Ayam, Olahan Daging
                3    PT Percaya Prima Protein            Ayam
                4    CV Satu Tiga Berjaya                Ayam, Olahan Daging, Ikan
                5    PT Pangan Nusantara Jaya            Ayam, Olahan Daging, Daging
                6    PT Berkat Amandeus Sukses Sentosa   Ayam, Olahan Daging, Daging
                7    PT Berkah Hasil Pangan              Ayam, Olahan Daging, Daging
                8    PT Andi Nugraha Nusantara           Ayam, Olahan Daging, Daging
                9    PT Charoen Phopan Indonesia         Ayam, Olahan Daging
               10    PT Ciomas Adisatwa                  Ayam, Olahan Daging, Daging
             Sumber: Manajemen Perseroan


      3.8    Strategi Pemasaran


             Strategi pemasaran yang dijalankan oleh Perseroan adalah:
             - Bekerja sama dengan supplier untuk melakukan distribusi lebih banyak lagi
                varian buah-buahan baru dari berbagai mancanegara.




                                                                                             35
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             - Mendorong performa dari cabang – cabang, terutama untuk cabang–cabang yang
                baru dibuka oleh Perseroan.
             - Memanfaatkan setiap event panen buah-buahan di setiap musimnya.
             - Memanfaatkan momen hari raya besar (Tahun Baru, Imlek, Idul Fitri, Galungan,
                dll) untuk mendorong penjualan.
             - Membuka cabang-cabang untuk lebih mempermudah rantai distribusi dan
                memperluas lini bisnis dan menjangkau lebih banyak pelanggan.




                                                                                        36
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      4       KELAYAKAN TEKNIS

      4.1    Kapasitas


              Perseroan memiliki 18 cabang cold storage yang juga bertindak sebagai pusat
              pemasaran dan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia.


                                        Tabel 17 Kapasitas Cold Storage
                                                   Total Kapasitas   Buah-buahan       Daging
                No.                Cabang
                                                        (ton)             (ton)          (ton)
                 1     Aceh                              85                85             -
                 2     Medan                             51                51             -
                 3     Pekanbaru                        250               250             -
                 4     Palembang                        200               200             -
                 5     Bangka                           100               100             -
                 6     Jakarta                         2.250            2.000            250
                 7     Yogyakarta                       119               119             -
                 8     Surabaya & Margomulyo           2.942            2.792            150
                 9     Denpasar                         204               204             -
                10     Balikpapan                        75                75             -
                11     Samarinda                        150               110            40
                12     Palu                             300               270            30
                13     Makassar                         500               460            40
                14     Kendari                          389               359            30
                15     Manado                           170               130            40
                16     Ambon                            120                80            40
                17     Ternate                          200               160            40
                18     Jayapura                         300               300             -
             Sumber: Manajemen Perseroan


              Dalam rencana Penambahan Kegiatan Usaha, produk yang diperdagangkan meliputi
              daging ayam yang telah berjalan saat ini, serta daging dan ikan. Dalam
              pelaksanaannya, hanya beberapa cabang Perseroan yang memiliki fasilitas cold
              storage yang dapat digunakan untuk penyimpanan produk tersebut dengan suhu
              operasional sekitar -18ºC guna menjaga kualitas produk. Cabang-cabang yang
              telah dilengkapi dengan fasilitas cold storage tersebut antara lain Jakarta, Surabaya,
              Samarinda, Palu, Makassar, Kendari, Manado, Ambon, dan Ternate.


      4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

              Bahan Baku Mentah


              Dalam kegiatan usahanya, Perseroan tidak menggunakan bahan baku mentah dalam
              proses    produksi,     melainkan   memperoleh     produk     dari   pemasok       untuk


                                                                                                   37
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




              diperdagangkan kembali. Produk-produk tersebut diperoleh dalam bentuk segar
              yang siap untuk didistribusikan kepada pelanggan.


              Pekerja


              Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025,
              Perseroan memiliki 466 orang karyawan. Perseroan berkomitmen untuk terus
              meningkatkan keterampilan para karyawan dengan berbagai program pelatihan
              yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang dilakukan. Hal ini untuk
              memastikan     karyawan     dilengkapi   dengan   kemampuan     yang    baik   dalam
              melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi, kualitas dan
              kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.


              Tenaga Ahli

             Dalam rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perseroan tidak memerlukan
             tenaga ahli khusus, mengingat kegiatan usaha yang dijalankan merupakan
             perdagangan besar yang tidak melibatkan proses produksi. Pelaksanaan kegiatan
             usaha akan didukung oleh sumber daya manusia yang telah dimiliki Perseroan saat
             ini.


      4.3    Proses Produksi dan/atau Operasional


             Proses operasional Perseroan digambarkan dalam alur sebagai berikut:


                                 Gambar 7 Alur Operasional Kegiatan Perseroan


                                                   Melakukan QC
         Kedatangan         Produk dikirim ke
                                                     kemudian               Produk             Produk sampai
         Produk dari            gudang
                                                   didistribusikan      didistribusikan       kepada customer
           Supplier           penyimpanan
                                                  kepada customer


        Sumber: Manajemen Perseroan


             1.     Perseroan menerima produk yang dikirim dari supplier.
             2.     Produk dikirim ke gudang penyimpanan dengan menggunakan container.
             3.     Perseroan melakukan pemeriksaan kualitas (QC) untuk memastikan produk
                    memenuhi standar sebelum distribusi lebih lanjut.
             4.     Produk dikirim menggunakan armada kendaraan berpendingin untuk menjaga
                    kesegaran selama pengiriman ke pelanggan.
             5.     Produk didistribusikan, termasuk ke supermarket/ hypermarket serta pasar
                    tradisional, sehingga menjangkau konsumen akhir secara luas.




                                                                                               38
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




         5      KELAYAKAN POLA BISNIS

         5.1    Keunggulan Kompetitif


                Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang mendukung keberhasilan
                pelaksanaan Penambahan Kegiatan Usaha. Keunggulan tersebut antara lain
                didukung oleh kepemilikan fasilitas cold storage yang memungkinkan produk
                disimpan pada suhu yang sesuai sehingga kualitas dan kesegaran produk tetap
                terjaga sebelum didistribusikan kepada pelanggan.


                Selain itu, Perseroan memiliki jaringan distribusi yang telah berjalan dengan
                dukungan kendaraan berpendingin, sehingga kualitas produk tetap terjaga selama
                proses pengiriman hingga sampai kepada pelanggan.


                Perseroan juga memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan pemasok serta
                basis pelanggan yang telah terbentuk, termasuk ritel modern dan pedagang pasar
                tradisional. Hubungan yang telah terjalin dalam jangka panjang menjadi faktor
                penting dalam menjaga kestabilan pasokan serta meningkatkan kepercayaan
                pelanggan terhadap Perseroan.


                Dengan pengalaman operasional yang dimiliki serta dukungan infrastruktur yang
                memadai, Perseroan memiliki posisi yang kompetitif untuk dalam menjalankan
                kegiatan usaha.


         5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk


                Kemampuan pesaing untuk meniru produk yang dipasarkan oleh Perseroan pada
                dasarnya terbuka, mengingat produk pangan segar merupakan komoditas yang
                tersedia di pasar dan dapat dipasarkan oleh pelaku usaha lain. Namun demikian,
                mengingat kegiatan usaha Perseroan tidak hanya bergantung pada jenis produk
                yang dipasarkan, tetapi juga pada sistem penyimpanan dan distribusi yang
                terintegrasi. Kepemilikan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) serta
                dukungan armada kendaraan berpendingin memerlukan investasi awal yang relatif
                besar, sehingga menjadi salah satu hambatan bagi pelaku usaha baru untuk
                memasuki industri yang sama. Selain itu, keberhasilan operasional usaha ini
                memerlukan pengalaman dalam pengelolaan produk yang mudah rusak serta
                penerapan standar pengendalian kualitas yang konsisten.


                Di sisi lain, hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan pemasok dan
                pelanggan juga menjadi faktor penting yang relatif sulit untuk dimiliki dalam waktu
                singkat. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, kemampuan pesaing
                untuk meniru model bisnis Perseroan secara menyeluruh dinilai memerlukan waktu,
                investasi, dan sumber daya yang signifikan.



                                                                                                39
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai


              Penambahan      kegiatan   usaha   memberikan    peluang   bagi    Perseroan   untuk
              menciptakan nilai melalui pengembangan lini produk. Kemampuan Perseroan dalam
              menciptakan nilai dari kegiatan usaha ini antara lain didukung oleh beberapa aspek
              sebagai berikut:


             1. Diversifikasi lini produk


                 Diversifikasi produk memberikan peluang bagi Perseroan untuk mengurangi
                 ketergantungan terhadap salah satu jenis produk serta meningkatkan stabilitas
                 pendapatan dalam menghadapi fluktuasi permintaan pasar terhadap produk
                 tertentu.


             2. Peningkatan nilai transaksi


                 Perseroan memiliki basis pelanggan yang telah terbentuk. Penambahan kegiatan
                 usaha memberikan peluang bagi Perseroan untuk menawarkan produk
                 tambahan kepada pelanggan yang sama, sehingga berpotensi meningkatkan
                 nilai transaksi serta memperkuat hubungan bisnis dalam jangka panjang.


             3. Peningkatan efisiensi distribusi


                 Perseroan memiliki kemampuan untuk mengelola proses penyimpanan dan
                 pengiriman produk. Integrasi distribusi produk diharapkan dapat meningkatkan
                 efisiensi operasional serta menekan biaya distribusi secara keseluruhan.


             4. Peningkatan daya saing


                 Melalui pengembangan kegiatan usaha, Perseroan memiliki peluang untuk
                 memperluas jangkauan pasar. Sinergi antara distribusi produk diharapkan dapat
                 meningkatkan daya saing Perseroan di industri distribusi produk pangan segar.


              Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, Perseroan memiliki kemampuan yang
              memadai untuk menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Sinergi antara lini
              produk yang telah ada dengan kegiatan usaha baru diharapkan dapat meningkatkan
              efisiensi   operasional,   memperluas   sumber   pendapatan,      serta   memberikan
              kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja usaha Perseroan.




                                                                                               40
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja


              Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025,
              Perseroan memiliki 466 orang karyawan yang tersebar di kantor pusat dan cabang.
              Jumlah tenaga kerja tersebut dinilai memadai untuk mendukung kegiatan
              operasional Perseroan, termasuk dalam rangka pelaksanaan Penambahan Kegiatan
              Usaha. Dalam pelaksanaannya, Perseroan tidak memerlukan tenaga kerja dengan
              keahlian khusus, sehingga dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang telah
              ada. Apabila diperlukan, Perseroan juga memiliki fleksibilitas untuk melakukan
              penambahan tenaga kerja guna mendukung peningkatan volume kegiatan usaha.


      6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual


             Perseroan memiliki dan mengelola kekayaan intelektual berupa merek dagang dan
             logo yang digunakan dalam kegiatan usaha, antara lain merek “SK” yang telah
             didaftarkan atas nama Perseroan. Merek tersebut terdaftar dalam beberapa kelas,
             termasuk kelas 35 yang mencakup kegiatan perdagangan dan distribusi, serta kelas
             39 yang mencakup kegiatan logistik dan transportasi, sehingga mendukung seluruh
             lini kegiatan usaha Perseroan.


      6.3    Manajemen Risiko

             Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan mungkin menghadapi beberapa
             risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko yang mungkin dihadapi
             Perseroan adalah sebagai berikut:


              1. Risiko ketersediaan pasokan


                 Risiko ini berkaitan dengan ketergantungan terhadap pemasok             dalam
                 penyediaan produk Gangguan pasokan dapat memengaruhi ketersediaan
                 barang dagangan. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menjalin kerja
                 sama dengan berbagai pemasok, baik domestik maupun internasional, untuk
                 menjaga    diversifikasi   sumber   pasokan   serta   memastikan   kontinuitas
                 ketersediaan produk.


              2. Risiko Kualitas dan Kesegaran Produk


                 Produk yang diperdagangkan merupakan produk pangan yang rentan terhadap
                 penurunan kualitas apabila tidak ditangani dengan baik. Untuk memitigasi risiko
                 tersebut, Perseroan menggunakan fasilitas cold storage dengan suhu yang
                 sesuai dengan tipe produk, serta menggunakan kendaraan berpendingin dalam
                 proses distribusi guna menjaga kualitas produk hingga sampai ke pelanggan.



                                                                                             41
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




              3. Risiko Distribusi dan Operasional


                 Risiko ini mencakup keterlambatan pengiriman, serta gangguan logistik, yang
                 dapat memengaruhi pelayanan kepada pelanggan. Untuk memitigasi risiko
                 tersebut, Perseroan melakukan perencanaan operasional yang terstruktur, serta
                 memastikan     kesiapan    armada   distribusi   untuk   mendukung   kelancaran
                 pengiriman.


              4. Risiko Persaingan Usaha


                 Perseroan menghadapi persaingan dari pelaku usaha lain dalam industri
                 perdagangan produk pangan yang dapat memengaruhi pangsa pasar dan
                 margin usaha. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menerapkan strategi
                 harga yang kompetitif, menjaga kualitas produk, serta memperkuat hubungan
                 dengan pelanggan dan pemasok.


              5. Risiko Fluktuasi Harga


                 Harga produk pangan dapat berfluktuasi akibat kondisi pasar, musim, maupun
                 faktor eksternal lainnya. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan
                 pengelolaan pembelian secara selektif, menjaga hubungan dengan pemasok,
                 serta menyesuaikan strategi penetapan harga sesuai kondisi pasar.


      6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen


              Manajemen Perseroan memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai dalam
              menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar produk pangan. Sejak
              didirikan pada tahun 2017, Perseroan telah mengembangkan kompetensi dalam
              pengelolaan rantai pasok, pengadaan produk, penyimpanan, serta distribusi kepada
              berbagai segmen pelanggan, baik ritel modern maupun pasar tradisional.


              Dalam rangka Penambahan Kegiatan Usaha, manajemen Perseroan dinilai memiliki
              kemampuan yang memadai, mengingat karakteristik operasionalnya yang serupa
              dengan kegiatan usaha yang telah berjalan. Selain itu, Perseroan juga didukung oleh
              infrastruktur, serta jaringan yang telah terbentuk, sehingga memudahkan dalam
              proses implementasi kegiatan usaha baru.


      6.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen


              Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak
              melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.




                                                                                              42
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                            Gambar 8 Struktur Organisasi Perseroan




    Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                     43
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




         7       KELAYAKAN KEUANGAN

                 Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
                 ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunya sehingga didapatkan
                 suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan ataupun tidak.


                 Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal seperti kebutuhan
                 investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
                 investasi, dan analisis sensitivitas.

         7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs)

                 Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak
                 memerlukan biaya pendirian maupun biaya investasi (capex). Adapun Perseroan
                 memperkirakan modal kerja untuk kegiatan usaha tersebut adalah sebesar
                 Rp25.000.000.000,- (Dua Puluh Lima Miliar Rupiah).


         7.2     Modal Kerja


                 Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut.
                 Perputaran persediaan                      : 20 hari
                 Perputaran piutang usaha                   : 20 hari
                 Perputaran utang usaha                     : 25 hari


                 Proyeksi Modal Kerja Perseroan tahun 2026—2030 adalah sebagai berikut.


                                             Tabel 18 Modal Kerja (Rp.000)
                Keterangan           2026            2027               2028           2029            2030

          Aset Lancar              379.050.161      401.576.532    425.138.766       450.010.828     476.545.642
          Utang Lancar            (228.354.415)   (239.552.877)   (253.720.058)     (268.667.660)   (284.610.814)
          Modal Kerja              150.695.746      162.023.656    171.418.708       181.343.168     191.934.828
          Perubahan Modal Kerja    104.211.780       11.327.910         9.395.052      9.924.460      10.591.660
         Sumber: Proyeksi Keuangan


                 Berdasarkan proyeksi keuangan, modal kerja yang dibutuhkan pada tahun 2026
                 sampai dengan tahun 2030 berturut-turut adalah sebesar Rp150,70 miliar,
                 Rp162,02 miliar, Rp171,42 miliar, Rp181,34 miliar, dan Rp191,93 miliar.


         7.3     Sumber Pembiayaan


                 Sumber pembiayaan modal kerja terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha
                 adalah berasal dari kas Perseroan.




                                                                                                          44
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      7.4       Biaya Operasional

                Biaya operasional pada tahun 2026—2030 diproyeksikan seperti tabel di bawah ini:


                                            Tabel 19 Biaya Operasional (Rp.000)
                        Uraian                  2026          2027          2028          2029          2030

         Gaji dan tunjangan                    71.050.849    72.614.195    76.244.905    78.532.252    80.954.459
         Pemasaran                              9.336.171     9.522.894     9.903.810    10.200.924    10.404.943
         Pengangkutan                            495.926       505.845       526.078       541.861       552.698
         Lain-lain                                22.997        23.457        24.630        25.368        25.876
         Jasa penitipan persediaan barang      10.509.805    10.720.001    11.256.001    11.593.681    11.825.555
         Perjalanan dinas                      10.242.558    10.447.409    10.865.305    11.082.612    11.304.264
         Listrik, air dan telepon               8.515.329     8.685.636     9.033.061     9.213.723     9.397.997
         Penyusutan aset tetap                  8.903.295    10.650.795    12.471.762    13.761.460    15.497.460
         Beban pajak                            2.990.074     3.049.875     3.202.369     3.298.440     3.364.409
         Penyusutan aset hak guna                699.120       699.120       699.120       699.120       699.120
         Perbaikan dan pemeliharaan             3.199.450     3.263.439     3.393.976     3.461.856     3.531.093
         Perlengkapan kantor                    2.766.963     2.822.302     2.935.195     2.993.898     3.053.776
         Sewa                                   2.972.442     3.031.891     3.153.167     3.216.230     3.280.555
         Honorarium tenaga ahli                 2.620.885     2.673.302     2.780.234     2.835.839     2.892.556
         Jamuan dan representasi                1.024.506     1.044.996     1.086.796     1.108.532     1.130.702
         Lain-lain                              2.539.453     2.590.242     2.677.433     2.572.237     2.623.682
                            Total             137.889.822   142.345.400   150.253.843   155.138.033   160.539.144
        Sumber: Proyeksi Keuangan

                Pada tahun 2026, beban operasional Perseroan diproyeksikan sebesar Rp137,89
                miliar. Beban tersebut diproyeksikan meningkat setiap tahunnya hingga mencapai
                Rp160,54 miliar pada tahun 2030.

      7.5       Biaya Bahan Baku Mentah

                Perseroan tidak memerlukan bahan baku mentah dalam kegiatan usahanya,
                sehingga tidak terdapat biaya yang terkait dengan pengadaan bahan baku mentah.


      7.6       Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan


                Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan.


                Waktu Operasional


                Periode proyeksi disusun untuk jangka waktu tahun 2026 hingga tahun 2030.
                Jumlah hari operasional diasumsikan sebesar 264 hari per tahun dari total 365 hari
                kalender, dan asumsi jumlah hari operasional tersebut dianggap konstan selama
                periode proyeksi.




                                                                                                         45
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




               Struktur Pendapatan


               Proyeksi pendapatan untuk periode tahun 2026—2030 disajikan pada tabel berikut.


                                                 Tabel 20 Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
           Keterangan                2026                 2027                 2028                 2029                2030
       Buah-buahan               3.419.554.207        3.624.727.460      3.842.211.107        4.072.743.774          4.317.108.400
         Sales Discount            (24.763.658)         (23.452.438)         (24.953.919)       (27.432.076)          (28.349.484)
       Total Buah-buahan         3.394.790.549        3.601.275.021      3.817.257.188        4.045.311.698          4.288.758.916


        Ayam Beku                   68.148.204           72.237.097           76.571.323            81.165.602         86.035.538
        Daging                           695.390            737.113              781.340                828.220           877.914
        Ikan                             695.390            737.113              781.340                828.220           877.914
       Total Ayam Beku,
         Daging, Ikan               69.538.984           73.711.323           78.134.003            82.822.043         87.791.365


       Total Penjualan           3.464.329.533        3.674.986.344      3.895.391.191        4.128.133.741          4.376.550.281
      Sumber: Proyeksi Keuangan


               Struktur Biaya


               a.   Beban Pokok Penjualan
                    Beban pokok penjualan terhadap penjualan diasumsikan sebesar 93,00%, dan
                    diasumsikan tetap sampai akhir masa proyeksi.


               b.   Beban Usaha
                    Beban penjualan diasumsikan sebesar 0,60% dari penjualan dan diasumsikan
                    tetap sampai akhir masa proyeksi.


                    Selanjutnya, beban administrasi dan umum untuk periode tahun 2026—2030
                    diproyeksikan sebagaimana disajikan pada tabel berikut:


                                            Tabel 21 Struktur Beban Usaha (% Growth)
                                        Uraian                    2026         2027          2028          2029        2030

                     Gaji dan tunjangan                             6,00%        2,20%         5,00%        3,00%        3,08%
                     Pemasaran                                      5,00%        2,00%         4,00%        3,00%        2,00%
                     Pengangkutan                                   5,00%        2,00%         4,00%        3,00%        2,00%
                     Lain-lain                                      5,00%        2,00%         5,00%        3,00%        2,00%
                     Jasa penitipan persediaan barang               5,46%        2,00%         5,00%        3,00%        2,00%
                     Perjalanan dinas                               5,00%        2,00%         4,00%        2,00%        2,00%
                     Listrik, air dan telepon                       5,00%        2,00%         4,00%        2,00%        2,00%
                     Penyusutan aset tetap                       Tarif D/A    Tarif D/A     Tarif D/A    Tarif D/A    Tarif D/A
                     Beban pajak                                    5,00%        2,00%         5,00%        3,00%        2,00%
                     Penyusutan aset hak guna                    Tarif D/A    Tarif D/A     Tarif D/A    Tarif D/A    Tarif D/A
                     Perbaikan dan pemeliharaan                     5,00%        2,00%         4,00%        2,00%        2,00%
                     Perlengkapan kantor                            5,00%        2,00%         4,00%        2,00%        2,00%




                                                                                                                        46
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                      Uraian                     2026         2027          2028        2029           2030

                      Sewa                                        5,00%        2,00%         4,00%          2,00%       2,00%
                      Honorarium tenaga ahli                      5,00%        2,00%         4,00%          2,00%       2,00%
                      Jamuan dan representasi                     5,00%        2,00%         4,00%          2,00%       2,00%
                      Lain-lain                                   5,00%        2,00%         3,37%       -3,93%         2,00%
                   Sumber: Proyeksi Keuangan


                   Beban Penyusutan dilaksanakan dengan metode garis lurus dengan tarif
                   penyusutan atas perolehan aset sebagai berikut:
                   − Bangunan                                 : 5,00% per tahun
                   − Mesin pendingin                          : 10,00% per tahun
                   − Perlengkapan kantor                      : 20,00% per tahun
                   − Kendaraan                                : 12,50% per tahun
                   − Aset hak guna                            : 5,00% per tahun


               Tarif Pajak


               Pajak penghasilan badan (PPh Badan) diproyeksikan sebesar 22,00% dan
               diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


               Perputaran


               Selama periode proyeksi, persediaan diasumsikan berputar setiap 20 hari, piutang
               usaha tertagih setiap 20 hari, dan utang usaha dilunasi setiap 25 hari.


      7.7    Proyeksi Posisi Keuangan


             Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel
             berikut ini.


                                         Tabel 22 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
                      Keterangan                  2026            2027               2028            2029             2030

               ASET
               Aset Lancar                      409.862.597    452.567.450     499.137.050         552.259.643      611.492.823
               Aset Tidak Lancar                 65.441.127      69.091.212     71.920.330          73.459.750       73.263.171
               TOTAL ASET                       475.303.724    521.658.662     571.057.381         625.719.394      684.755.993


               LIABILITAS & EKUITAS
               Liabilitas Jangka Lancar         228.354.415    239.552.877     253.720.058         268.667.660      284.610.814
               Liabilitas Tidak Lancar           17.509.803      18.138.195     18.963.405          19.679.320       20.286.056
               Ekuitas                          229.439.505    263.967.590     298.373.917         337.372.413      379.859.123
               TOTAL LIABILITAS & EKUITAS       475.303.724    521.658.662     571.057.381         625.719.394      684.755.993
             Sumber: Proyeksi Keuangan




                                                                                                                       47
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                 Selama periode proyeksi tahun 2026—2030, total aset Perseroan diproyeksikan
                 mengalami peningkatan secara bertahap, dari sebesar Rp475,30 miliar pada tahun
                 2026 menjadi sebesar Rp684,76 miliar pada tahun 2030.


                 Pada periode yang sama, total liabilitas Perseroan juga diproyeksikan mengalami
                 peningkatan, yaitu dari sebesar Rp245,86 miliar pada tahun 2026 menjadi sebesar
                 Rp304,90 miliar pada tahun 2030.


                 Sejalan    dengan     pertumbuhan       aset    dan    liabilitas,   total    ekuitas   Perseroan
                 diproyeksikan meningkat setiap tahunnya, dari sebesar Rp229,44 miliar pada tahun
                 2026 menjadi sebesar Rp379,86 miliar pada tahun 2030.


      7.8        Proyeksi Laba (Rugi)


                 Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut.


                                          Tabel 23 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)

               Keterangan               2026              2027              2028                 2029             2030

       Penjualan                     3.464.329.533     3.674.986.344     3.895.391.191        4.128.133.741    4.376.550.281
       Beban Pokok Penjualan     (3.221.826.466)      (3.417.737.300)   (3.622.713.807)   (3.839.164.379)     (4.070.191.761)
       Laba (Rugi) Kotor               242.503.067       257.249.044       272.677.383         288.969.362       306.358.520
       Beban Usaha                    (149.073.385)     (153.045.403)     (160.455.308)       (165.446.256)    (170.601.866)
       Laba (Rugi) Usaha -
         EBITDA                         93.429.683       104.203.641       112.222.076         123.523.106       135.756.654
       Beban Penyusutan &
         Amortisasi                     (9.602.415)      (11.349.915)      (13.170.882)        (14.460.580)     (16.196.580)
       Pendapatan (Beban)
         Lain-lain                        (162.875)        1.250.532         1.661.933           2.202.228         2.941.878
       Laba (Rugi) Sebelum
         Pajak                          83.664.393        94.104.258       100.713.126         111.264.754       122.501.952
       Pajak                           (18.406.166)      (20.702.937)      (22.156.888)        (24.478.246)     (26.950.429)
       Laba (Rugi) Bersih               65.258.226        73.401.322        78.556.239          86.786.508        95.551.522
      Sumber: Proyeksi Keuangan


                 Selama     periode     proyeksi      tahun     2026—2030,       total    penjualan      Perseroan
                 diproyeksikan mengalami peningkatan secara bertahap, dari sebesar Rp3,46 triliun
                 pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp4,38 triliun pada tahun 2030.


                 Setelah memperhitungkan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
                 serta pajak, Perseroan diproyeksikan mencatatkan laba bersih yang meningkat
                 setiap tahunnya, yaitu sebesar Rp65,26 miliar pada tahun 2026, Rp73,40 miliar
                 pada tahun 2027, Rp78,56 miliar pada tahun 2028, Rp86,79 miliar pada tahun
                 2029, dan Rp95,55 miliar pada tahun 2030.




                                                                                                                  48
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      7.9     Proyeksi Arus Kas


              Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini.


                                        Tabel 24 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)

                    Keterangan                  2026           2027           2028          2029         2030

       Arus Kas Neto Diperoleh dari (untuk)
         Aktivitas Operasi                    (23.512.535)    74.051.718     83.157.278   92.038.544 101.763.178
       Arus Kas Neto Diperoleh dari (untuk)
         Aktivitas Investasi                  (15.000.000)   (15.000.000)   (16.000.000) (16.000.000) (16.000.000)
       Arus Kas Neto Diperoleh dari (untuk)
         Aktivitas Pendanaan                  (34.891.421)   (38.873.236)   (44.149.912) (47.788.012) (53.064.813)
       Kenaikan (Penurunan) Kas               (73.403.957)    20.178.482     23.007.367   28.250.531   32.698.365
       Kas Awal Tahun                         104.216.393     30.812.436     50.990.918   73.998.284 102.248.816
       Kas Akhir Tahun                         30.812.436     50.990.918     73.998.284 102.248.816 134.947.181
      Sumber: Proyeksi Keuangan


              Arus kas Perseroan diproyeksikan menunjukkan tren peningkatan selama periode
              proyeksi tahun 2026—2030. Saldo kas dan setara kas pada awal periode tahun 2026
              sebesar Rp30,81 miliar diproyeksikan meningkat secara bertahap hingga mencapai
              sebesar Rp134,95 miliar pada akhir periode proyeksi tahun 2030, yang
              mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan arus kas dari aktivitas
              operasional.


      7.10    Analisis Titik Impas


              Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
              memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
              dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
              apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.


              BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:



                                                        Total Biaya Tetap
                                        BEP   =
                                                   (1- (Total Biaya Variabel))
                                                             Penjualan


              Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh nilai BEP untuk masing-
              masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP tersebut mencerminkan
              pendapatan minimal yang harus dicapai agar Perseroan mencapai titik impas.
              Perhitungan BEP dalam Rupiah selama periode proyeksi disajikan pada tabel berikut:




                                                                                                            49
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                Tabel 25 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)

                   Tahun           Penjualan            Variable Cost        Fixed Cost         BEP

                   2026           3.464.329.533         3.221.826.466        158.675.799   2.266.797.134
                   2027           3.674.986.344         3.417.737.300        164.395.318   2.348.504.538
                   2028           3.895.391.191         3.622.713.807        173.626.190   2.480.374.140
                   2029           4.128.133.741         3.839.164.379        179.906.835   2.570.097.650
                   2030           4.376.550.281         4.070.191.761        186.798.446   2.668.549.224
                                            BEP Rata-rata                                  2.466.864.537
                                         BEP Rata-rata (%)                                        63,25%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Berdasarkan hasil perhitungan BEP, agar Perseroan dapat mencatatkan keuntungan,
             maka penjualan minimal yang harus dicapai adalah sebesar Rp2,27 triliun pada
             tahun 2026, Rp2,35 triliun pada tahun 2027, Rp2,48 triliun pada tahun 2028,
             Rp2,57 triliun pada tahun 2029, dan Rp2,67 triliun pada tahun 2030. Dengan
             demikian, rata-rata BEP Perseroan selama periode proyeksi adalah sebesar Rp2,47
             triliun atau sebesar 63,25% dari rata-rata penjualan.


      7.11   Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas


             Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
             rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
             kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.


                                            Tabel 26 Analisis Likuiditas
                                                                                      Working Capital to
                      Tahun                 Current Ratio           Quick Ratio
                                                                                      Total Assets Ratio
                       2026                   179,49%                   96,62%             38,19%
                       2027                   188,92%                   105,35%            40,83%
                       2028                   196,73%                   113,29%            42,98%
                       2029                   205,55%                   122,25%            45,32%
                       2030                   214,85%                   131,67%            47,74%
                      Average                 197,11%                   113,84%            43,01%


             Peningkatan rasio likuiditas tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan
             dalam memenuhi kewajiban jangka pendek diproyeksikan semakin baik dari tahun
             ke tahun. Rata-rata Current Ratio sebesar 197,11% dan Quick Ratio sebesar 113,84%
             mengindikasikan bahwa Perseroan memiliki aset lancar dan aset lancar paling likuid
             (kas dan piutang usaha) yang memadai untuk menutup liabilitas jangka pendek
             selama periode proyeksi.




                                                                                                      50
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
             dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
             Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.


                                            Tabel 27 Analisis Solvabilitas
                               Tahun             Debt to Equity Ratio         Debt to Assets Ratio
                               2026                    107,16%                      51,73%
                               2027                     97,62%                      49,40%
                               2028                     91,39%                      47,75%
                               2029                     85,47%                      46,08%
                               2030                     80,27%                      44,53%
                            Average                     92,38%                      47,90%


             Berdasarkan tabel di atas, rasio solvabilitas Perseroan menunjukkan tren penurunan
             selama periode proyeksi tahun 2026—2030. Debt to Equity Ratio menurun dari
             107,16% pada tahun 2026 menjadi 80,27% pada tahun 2030, sementara Debt to
             Assets Ratio menurun dari 51,73% menjadi 44,53% pada periode yang sama.
             Penurunan rasio solvabilitas tersebut menunjukkan adanya perbaikan struktur
             permodalan Perseroan yang disebabkan oleh penurunan proporsi liabilitas terhadap
             ekuitas dan total aset.


             Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
             dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
             penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
             besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
             gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
             usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini:


                                        Tabel 28 Analisis Profitabilitas
                                             Gross Profit        Operating Profit            Net Profit
                       Tahun
                                               Margin                Margin                   Margin
                        2026                   7,00%                  2,42%                   1,88%
                        2027                   7,00%                  2,53%                   2,00%
                        2028                   7,00%                  2,54%                   2,02%
                        2029                   7,00%                  2,64%                   2,10%
                        2030                   7,00%                  2,73%                   2,18%
                      Average                  7,00%                  2,57%                   2,04%


             Dari tabel di atas diketahui bahwa rasio profitabilitas Perseroan menunjukkan tren
             peningkatan selama periode proyeksi tahun 2026—2030. Gross Profit Margin
             diproyeksikan stabil pada tingkat 7,00% setiap tahunnya. Sementara itu, Operating
             Profit Margin meningkat dari 2,42% pada tahun 2026 menjadi 2,73% pada tahun
             2030, dan Net Profit Margin meningkat dari 1,88% pada tahun 2026 menjadi 2,18%




                                                                                                          51
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             pada tahun 2030. Peningkatan rasio profitabilitas tersebut menunjukkan bahwa
             kinerja operasional Perseroan diproyeksikan semakin efisien dalam menghasilkan
             laba dari kegiatan usahanya.


      7.12   Tingkat Imbal Balik Investasi


             Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aset
             yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
             Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aset yang dikendalikan dengan
             mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
             seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aset untuk kegiatan operasional
             dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.


             Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Kegiatan Usaha Perseroan:


                                     Tabel 29 Return on Investment (ROI)
                                        Laba Bersih        Total Aset
                         Tahun                                                   ROI
                                            (Rp.000)        (Rp.000)
                         2026                65.258.226     475.303.724                13,73%
                         2027                73.401.322     521.658.662                14,07%
                         2028                78.556.239     571.057.381                13,76%
                         2029                86.786.508     625.719.394                13,87%
                         2030                95.551.522     684.755.993                13,95%
                                             Average                                   13,88%


             Rasio ROI Perseroan pada tahun 2026—2030 diproyeksikan sebesar 13,73% pada
             tahun 2026, meningkat menjadi 14,07% pada tahun 2027, kemudian sedikit
             menurun menjadi 13,76% pada tahun 2028, dan kembali meningkat menjadi 13,87%
             pada tahun 2029 serta 13,95% pada tahun 2030. Kondisi tersebut menunjukkan
             bahwa Perseroan diproyeksikan mampu mempertahankan tingkat pengembalian
             atas investasi seiring dengan peningkatan laba bersih dan total aset selama periode
             proyeksi.


      7.13   Penetapan Tingkat Diskonto


             Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
             dihitung dengan rumus sebagai berikut:


                                  WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)


              Keterangan:
             WACC        = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
                            modal)
             Kd             Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)



                                                                                                52
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             Ke          = The required rate of return (biaya ekuitas)
             T           = Tax rate (tarif pajak)
             % Debt      = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
                            struktur kapital)
             % Equity    = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
                            struktur kapital)


             Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
             akan digunakan dalam Penilaian.


             Cost of Debt (tingkat biaya hutang)

             Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:

             • Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
                  yang akan digunakan yaitu sebesar 8,59%.

             • Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
                  korporasi di Indonesia     (Undang-undang No. 7 Tahun 2021 - Harmonisasi
                  Peraturan Perpajakan).

             Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
             debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

             Kd = i x ((1-T)

             Kd = 8,59% x (1-22,00%) = 6,70%


             Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)

             Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
             (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
             bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
             sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:


                                             Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
                                                Ke = Rf + (Rp x β) + Rs


             Keterangan:
             Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
             Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
             Rp       = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
             β        = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                        responsivitas      pengembalian       perusahaan   terhadap   pergerakan
                        pengembalian portofolio pasar



                                                                                               53
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             Rs      = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan


             Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:


             Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
             dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
             instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
             (most active government bond). Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang
             Negara dengan rata-rata yield adalah sebesar 6,51%. Angka tersebut akan
             digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).


                                            Tabel 30 Surat Utang Negara
                            Bond                         Maturity                  Yield
                          FR0108                       15-Apr-36                           6,1097%
                          FR0106                       15-Aug-40                           6,4290%
                          FR0107                       15-Aug-45                           6,5390%
                          FR0102                        15-Jul-54                          6,7094%
                          FR0105                        15-Jul-64                          6,7535%
                                       Rata-rata                                           6,5081%
             Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian
                      Keuangan RI, 16 Desember 2025


             Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
             risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.


             Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
             pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging. Berdasarkan penelitian
             yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2026, diprediksi market risk
             premium adalah sebesar 6,69%.

             Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
             dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
             Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
             Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
             dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Food Wholesalers per Januari 2026
             yaitu rata-rata sebesar 0,64.


             Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
             Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
             mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
             suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini dan rencana usaha yang diproyeksikan




                                                                                                54
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             oleh Perseroan, maka kami berpendapat tidak perlu ditambahkan adanya premi
             risiko.


             Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:


                                            Tabel 31 Biaya Modal untuk Ekuitas

                                         Keterangan                     Biaya Modal untuk Ekuitas

                       Biaya Modal untuk Ekuitas
                       a. Risk Free Rate ( Rf )                                              6,51%
                       b. Risk Premium Ekuitas ( Rm )                                        6,69%
                       c.   β (Beta)                                                          0,64
                       c.   Specific Risk                                                    0,00%
                       Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM                                       10,80%
                       Credit Default Spread                                                 1,62%
                       Biaya Modal untuk Ekuitas                                             9,19%


             Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
             memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
             yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
             spread sebesar 1,62%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
             penilaian Perseroan menjadi 9,19%.


             Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
             yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
             sebesar 8,08% seperti pada tabel berikut:


                                       Tabel 32 Weighted Average Cost of Capital

                              Jenis Modal                      Biaya Modal       Bobot       Tertimbang

              Cost of Debt ( Kd = i x (1-T))                          6,70%       44,47%              2,98%
              Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta             9,19%       55,53%              5,10%
                              Weighted Average Cost of Capital (WACC)                                 8,08%


      7.14   Analisis Kelayakan Proyek


              a. Net Present Value (NPV)
                 NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
                 setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
                 tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
                 investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
                 akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
                 menghasilkan          NPV    positif   maka   proyek   ini   layak   dikerjakan    apabila
                 menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.




                                                                                                        55
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk



                                                         𝑇
                                                                𝐶𝐹𝑡
                                             𝑁𝑃𝑉 = ∑                   − 𝐶𝐹0
                                                              (1 + 𝑟)𝑡
                                                        𝑡−1

                    NPV         :    Net Present Value
                    CFt         :    arus kas pada periode t
                    CF0         :    arus kas investasi awal pada periode 0
                    r           :    tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan NPV dari kegiatan usaha Perseroan:


                                       Tabel 33 Perhitungan NPV (Rp.000)

                                     Keterangan                           FCFF               PV FCFF

                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                     2026                                               (94.163.777)        (87.123.836)
                     2027                                                57.172.795           48.943.572
                     2028                                                64.670.135           51.222.778
                     2029                                                73.120.401           53.585.963
                     2030                                               145.409.707           98.595.931
                   NPV                                                                      165.224.407
                 Discount Factor = 8,08%

              b. Internal Rate of Return (IRR)
                 IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
                 sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
                 pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
                 Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
                 dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
                 layak dikerjakan.




                    IRR         :    Internal Rate of Return
                    CFt         :    arus kas pada periode t
                    CF0         :    arus kas investasi awal pada periode 0
                    r           :    tingkat diskonto


                                                 Tabel 34 Perhitungan IRR
                                                                     FCFF              PV FCFF
                                    Keterangan
                                                                    (Rp.000)           (Rp.000)
                    Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                      2026                                         (94.163.777)   (57.031.895)
                      2027                                          57.172.795         20.972.842




                                                                                                       56
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                                                         FCFF       PV FCFF
                                        Keterangan
                                                                       (Rp.000)     (Rp.000)
                          2028                                         64.670.135   14.368.306
                          2029                                         73.120.401    9.839.528
                          2030                                        145.409.707   11.851.219
                          NPV                                                                  0
                   IRR = 65,11%

              c. Profitability Index (PI)
                 PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
                 investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
                 didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
                 pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
                 berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
                 (satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
                 apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
                 proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
                 lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
                 tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
                 suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).



                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
                                                        𝑃𝐼 =
                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )

                        PI          :     Profitability Index
                        CFI         :     nilai kini seluruh arus kas masuk
                        CFo         :     nilai kini seluruh arus kas keluar


                 Berikut adalah perhitungan PI dari kegiatan usaha Perseroan:


                                                   Tabel 35 Perhitungan PI
                                                                                      PV FCFF
                                                 Keterangan
                                                                                      (Rp.000)
                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                        Arus kas masuk                                               489.960.322
                        Arus kas keluar                                             (324.735.914)
                   PI                                                                     1,50880


              d. Payback Period (PP)
                 Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
                 investasi.




                                                                                                    57
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                                   Tabel 36 Perhitungan PP
                                           NCF
                           No.                                      Tahun                  Faktor
                                         (Rp.000)
                           1           (94.163.777)                 2025                       1,00
                           2           (36.990.983)                 2026                       1,00
                           3             27.679.153                 2027                       0,57
                                                     Total                                     2,57
                                              Payback Period                          2 Tahun 6 Bulan


               Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap kegiatan usaha
               Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:


                                     Tabel 37 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
                                                    2026            2027           2028               2029          2030
          Keterangan             TOTAL
                                                    1,00            2,00           3,00               4,00          5,00
 EBITDA                        632.330.303        93.429.683     104.203.641    112.222.076     123.523.106      198.951.797


 CASH OUT FLOW
 - Tax                      (112.694.666)        (18.406.166)    (20.702.937)   (22.156.888)    (24.478.246)     (26.950.429)
 - Interest ( i x T )                     0                  0              0             0                  0             0
 - Investment Outlays          (78.000.000)      (15.000.000)    (15.000.000)   (16.000.000)    (16.000.000)     (16.000.000)
 - CAPEX                       (49.975.514)      (49.975.514)               0             0                  0             0
 +/- Working Capital        (145.450.862)     (104.211.780)      (11.327.910)    (9.395.052)     (9.924.460)     (10.591.660)
 TOTAL                      (386.121.042)     (187.593.460)      (47.030.847)   (47.551.940)    (50.402.706)     (53.542.090)


 NET CASH FLOW                 246.209.260       (94.163.777)     57.172.795     64.670.135      73.120.401      145.409.707
 Discount factor (8,08%)                             0,92524         0,85606        0,79206           0,73285        0,67806
 DISCOUNTED CASH FLOW          165.224.407       (87.123.836)     48.943.572     51.222.778      53.585.963       98.595.931


 PROCEED                                         (94.163.777)    (36.990.983)    27.679.153     100.799.553      246.209.260


 PRESENT VALUE KAS
   MASUK                       489.960.322        86.444.625      89.204.987     88.886.878      90.523.363      134.900.469
 PRESENT VALUE KAS
   KELUAR                   (324.735.914)     (173.568.461)      (40.261.415)   (37.664.100)    (36.937.400)     (36.304.538)


 NET PRESENT VALUE, NPV     165.224.407
 INTERNAL RATE OF
   RETURN, IRR              65,11%
 PROFITABILITY INDEX, PI    1,50880
 PAYBACK PERIOD, PP         2 Tahun 6 bulan


               Analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa Kegiatan Usaha Perseroan
               memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:


               • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                   NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp165.224.407.000,-. Dengan demikian,
                   hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
                   dikerjakan karena memberikan keuntungan.



                                                                                                                   58
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




               • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                    IRR yang dihasilkan adalah sebesar 65,11%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                    discount rate yang sebesar 8,08%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                    bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                    (cost of capital) yang diasumsikan.


               • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                    PI yang diperoleh adalah sebesar 1,50880. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                    dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                    keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.


               • Payback Period (PP)
                    PP yang diperoleh adalah 2 tahun dan 6 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                    mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 2 tahun
                    dan 6 bulan.


      7.15     Analisis Sensitivitas


               Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
               maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:


               −     Penjualan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%, 5,00%,
                     7,50%, dan 10,00%.
               −     Biaya investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                     7,50%, dan 10,00%.
               −     Biaya operasional naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%,
                     5,00%, 7,50%, dan 10,00%.
               −     Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                     7,50%, dan 10,00%.


                                   Tabel 38 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
                                              Kondisi                           Perubahan Kondisi
                    Keterangan
                                              Normal           2,50%          5,00%          7,50%          10,00%
        1.   PENJUALAN TURUN
             Net Present Value (NPV)         165.224.407     150.060.954    134.897.501    119.734.048    104.570.596
             Internal Rate of Return (IRR)       65,11%          59,67%          54,29%        48,97%         43,69%
             Return On Investment (ROI)          13,88%          13,48%          13,07%        12,62%         12,14%
             Profitability Index (PI)           1,50880         1,47606        1,44129        1,40428        1,36481
             Payback Period (PP)               2 Th 6 Bln      2 Th 8 Bln    2 Th 10 Bln     3 Th 0 Bln     3 Th 2 Bln
             BEP:                            2.466.864.5     2.458.490.5    2.450.116.4    2.441.742.4    2.433.368.4
             a. Rp.000                                  37             13             88             63              38
             b. % terhadap pendapatan            63,25%          64,65%          66,13%        67,68%         69,32%
        2.   BIAYA INVESTASI NAIK
             Net Present Value (NPV)         165.224.407     163.721.463    162.218.519    160.715.575    159.212.630
             Internal Rate of Return (IRR)       65,11%          63,84%          62,62%        61,42%         60,26%
             Return On Investment (ROI)          13,88%          13,88%          13,88%        13,88%         13,88%




                                                                                                              59
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




                                               Kondisi                           Perubahan Kondisi
                    Keterangan
                                               Normal           2,50%          5,00%          7,50%          10,00%
             Profitability Index (PI)            1,50880         1,50185        1,49496        1,48813        1,48137
             Payback Period (PP)                2 Th 6 Bln      2 Th 7 Bln     2 Th 7 Bln     2 Th 7 Bln     2 Th 8 Bln
             BEP:                             2.466.864.5     2.466.864.5    2.466.864.5    2.466.864.5    2.466.864.5
             a. Rp.000                                   37             37             37             37              37
             b. % terhadap pendapatan             63,25%          63,25%         63,25%          63,25%        63,25%
        3.   BIAYA OPERASIONAL NAIK
             Net Present Value (NPV)          165.224.407     154.686.953    144.149.499    133.612.045    123.074.591
             Internal Rate of Return (IRR)        65,11%          60,46%         56,00%          51,72%        47,61%
             Return On Investment (ROI)           13,88%          13,59%         13,29%          12,99%        12,67%
             Profitability Index (PI)            1,50880         1,48075        1,45217        1,42306        1,39340
             Payback Period (PP)                2 Th 6 Bln      2 Th 8 Bln     2 Th 9 Bln    2 Th 11 Bln     3 Th 0 Bln
             BEP:                             2.466.864.5     2.515.534.9    2.564.205.3    2.612.875.7    2.661.546.2
             a. Rp.000                                   37             57             76             95              14
             b. % terhadap pendapatan             63,25%          64,50%         65,75%          67,00%        68,25%
        4.   DISCOUNT RATE NAIK
             Net Present Value (NPV)          165.224.407     163.603.325    161.998.684    160.410.287    158.837.941
             Internal Rate of Return (IRR)        65,11%          65,11%         65,11%          65,11%        65,11%
             Return On Investment (ROI)           13,88%          13,88%         13,88%          13,88%        13,88%
             Profitability Index (PI)            1,50880         1,50582        1,50286        1,49991        1,49698
             Payback Period (PP)                2 Th 6 Bln      2 Th 6 Bln     2 Th 6 Bln     2 Th 6 Bln     2 Th 6 Bln
             BEP:                             2.466.864.5     2.466.864.5    2.466.864.5    2.466.864.5    2.466.864.5
             a. Rp.000                                   37             37             37             37              37
             b. % terhadap pendapatan             63,25%          63,25%         63,25%          63,25%        63,25%


               Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
               terlihat seperti pada grafik di bawah ini.


                                             Gambar 9 Grafik Analisis Sensitivitas




               Sumber: Proyeksi Keuangan


               Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, pada kondisi normal diperoleh nilai NPV
               sebesar Rp165,22 miliar. Apabila terjadi penurunan penjualan hingga 10,00%, nilai
               NPV diproyeksikan menurun menjadi sebesar Rp104,57 miliar. Sementara itu,
               apabila biaya investasi meningkat hingga 10,00%, nilai NPV diproyeksikan menjadi
               sebesar Rp159,21 miliar. Selanjutnya, apabila biaya operasional meningkat hingga
               10,00%, nilai NPV diproyeksikan menurun menjadi sebesar Rp123,07 miliar. Adapun




                                                                                                               60
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             apabila terjadi kenaikan discount rate hingga 10,00%, nilai NPV diproyeksikan
             menjadi sebesar Rp158,84 miliar.


             Dari analisis sensitivitas di atas, penurunan penjualan merupakan faktor yang paling
             sensitif terhadap kelayakan usaha.




                                                                                              61
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      8       KESIMPULAN

      8.1    Kajian Kelayakan Pasar


             Dari Kajian Kelayakan Pasar, permintaan terhadap produk pangan segar, termasuk
             buah, sayur, daging, dan ikan, menunjukkan kondisi yang stabil dan memiliki
             prospek pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data SUSENAS, struktur pengeluaran
             rumah tangga Indonesia pada periode 2015 hingga 2025 menunjukkan pola yang
             relatif stabil dengan pangsa pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan yang
             cenderung seimbang. Pada tahun 2025, pangsa pengeluaran untuk makanan tercatat
             sebesar 49,42% dan bukan makanan sebesar 50,58%, dengan rata-rata pengeluaran
             per kapita per bulan untuk bahan makanan sebesar Rp775.516,-. Hal ini
             menunjukkan bahwa kebutuhan pangan tetap menjadi komponen penting dalam
             struktur pengeluaran masyarakat


             Dari sisi kesinambungan dan potensi pasar, konsumsi kalori dan protein masyarakat
             Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat pada tahun 2025 dibandingkan
             tahun sebelumnya, dengan konsumsi protein mencapai 62,78 gram per kapita per
             hari. Sumber protein hewani seperti ikan, daging, telur, dan susu memberikan
             kontribusi yang signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat. Selain itu,
             pengeluaran masyarakat untuk komoditas pangan seperti daging, sayur-sayuran, dan
             buah-buahan juga mengalami pertumbuhan, masing-masing sebesar 3,51%, 7,61%,
             dan 9,43% pada tahun 2025, yang mencerminkan adanya peluang pertumbuhan
             permintaan terhadap produk pangan segar. Sejalan dengan kondisi tersebut, Dengan
             dukungan fasilitas cold storage yang telah tersedia di berbagai kota di Indonesia,
             Perseroan menargetkan konsumen seperti supermarket dan hypermarket serta
             pedagang pasar tradisional di berbagai wilayah di Indonesia.


             Dengan didukung oleh permintaan pasar yang relatif stabil, kesinambungan
             konsumsi pangan masyarakat, serta potensi pertumbuhan pasar yang positif, maka
             dapat kami simpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan
             pasar adalah layak.


      8.2    Kajian Kelayakan Teknis


              Dari Kajian Kelayakan Teknis, Perseroan memiliki kesiapan infrastruktur dan
              sumber daya yang memadai untuk mendukung rencana penambahan kegiatan
              usaha. Perseroan saat ini telah memiliki 18 cabang cold storage yang juga bertindak
              sebagai pusat pemasaran dan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia.
              Ketersediaan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kapasitas
              penyimpanan yang memadai untuk menunjang kegiatan distribusi produk secara
              optimal.




                                                                                              62
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




              Dari sisi sumber daya, Perseroan telah memiliki jumlah tenaga kerja yang cukup.
              Mengingat kegiatan usaha yang dijalankan merupakan perdagangan besar tanpa
              proses produksi, Perseroan tidak memerlukan tenaga ahli khusus, sehingga
              kegiatan operasional dapat dijalankan dengan memanfaatkan sumber daya manusia
              yang telah dimiliki saat ini.


              Dari sisi proses operasional, Perseroan telah memiliki alur distribusi yang
              terstruktur mulai dari penerimaan produk dari pemasok, penyimpanan dalam cold
              storage, pemeriksaan kualitas, hingga distribusi kepada pelanggan menggunakan
              armada kendaraan berpendingin.


             Dengan adanya sistem operasional yang telah berjalan serta dukungan infrastruktur
             dan sumber daya yang memadai, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.


      8.3    Kajian Kelayakan Pola Bisnis


             Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki model bisnis yang didukung
             oleh keunggulan kompetitif yang memadai, terutama melalui kepemilikan fasilitas
             cold storage, jaringan distribusi yang terintegrasi, serta hubungan kerja sama yang
             telah    terjalin    dengan    pemasok    dan   pelanggan.    Dukungan   infrastruktur
             penyimpanan dan armada kendaraan berpendingin menjadi faktor penting dalam
             menjaga kualitas produk serta mendukung kelancaran distribusi, yang pada
             akhirnya memperkuat posisi Perseroan dalam industri distribusi produk pangan
             segar.


              Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, yang
              mana produk yang dipasarkan oleh Perseroan pada dasarnya dapat dipasarkan oleh
              pelaku usaha lain. Namun, kemampuan pesaing untuk meniru model bisnis
              Perseroan secara menyeluruh dinilai memerlukan waktu, investasi, serta sumber
              daya yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan investasi yang relatif besar
              dalam pembangunan fasilitas cold storage, pengadaan armada kendaraan
              berpendingin, serta pentingnya pengalaman operasional dalam pengelolaan produk
              yang mudah rusak dan penerapan standar pengendalian kualitas secara konsisten.


              Penambahan         kegiatan   usaha   memberikan   peluang   bagi   Perseroan   untuk
              menciptakan nilai tambah melalui diversifikasi lini produk, peningkatan nilai
              transaksi dari pelanggan yang telah ada, peningkatan efisiensi distribusi, serta
              penguatan daya saing di pasar.


              Dengan adanya sinergi antara kegiatan usaha yang telah berjalan dengan kegiatan
              usaha baru, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
              aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.



                                                                                                63
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




      8.4    Kajian Kelayakan Model Manajemen


              Dari kelayakan model manajemen, Perseroan memiliki kapasitas dan pengalaman
              yang memadai dalam menjalankan kegiatan usaha. Jumlah tenaga kerja yang
              dimiliki Perseroan dinilai cukup untuk menunjang kegiatan operasional. Selain itu,
              Perseroan juga memiliki kekayaan intelektual berupa merek dagang yang telah
              terdaftar dan mendukung kegiatan perdagangan dan distribusi yang dijalankan.


              Dari sisi pengelolaan risiko, Perseroan telah mengidentifikasi berbagai risiko yang
              berpotensi memengaruhi kegiatan usaha, antara lain risiko ketersediaan pasokan,
              kualitas dan kesegaran produk, distribusi dan operasional, persaingan usaha, serta
              fluktuasi harga. Upaya mitigasi risiko telah dirancang melalui diversifikasi pemasok,
              penggunaan fasilitas cold storage dan armada berpendingin, perencanaan
              operasional yang terstruktur, serta penerapan strategi harga dan hubungan bisnis
              yang baik dengan pelanggan dan pemasok.


              Dengan didukung oleh kesiapan sumber daya manusia, manajemen organisasi yang
              sudah berjalan, serta kemampuan pengelolaan risiko, maka dapat kami simpulkan
              bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen
              adalah layak.


      8.5    Kajian Kelayakan Keuangan


              Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
              Kegiatan Usaha Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel
              sebagai berikut:


             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp165.224.407.000,-. Dengan demikian,
                hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
                dikerjakan karena memberikan keuntungan.


             • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                IRR yang dihasilkan adalah sebesar 65,11%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                discount rate yang sebesar 8,08%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                (cost of capital) yang diasumsikan.


             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 1,50880. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.




                                                                                                64
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk




             • Payback Period (PP)
                PP yang diperoleh adalah 2 tahun dan 6 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 2 tahun
                dan 6 bulan.


             Kemudian, dari analisis sensitivitas, penurunan penjualan merupakan faktor yang
             paling sensitif terhadap kelayakan usaha.


             Berdasarkan hasil analisis keuangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan
             usaha Perseroan pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.


      8.6    Kesimpulan Studi Kelayakan


             Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
             Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar
             Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging
             dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil
             Perikanan dan Olahan Terkait adalah layak.




                                                                                             65
Page 79
    LAMPIRAN
PROYEKSI KEUANGAN
Page 80
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI                                                                                                       Lampiran 1
ASUMSI

               Keterangan                                 2025            2026             2027             2028             2029             2030
                                                                          1,00             2,00             3,00             4,00             5,00

UMUM
  Jumlah Hari Dalam Setahun                   Hari               365             365              365              365              365              365
  Jumlah Hari Operasional Dalam Setahun       Hari                 0             264              264              264              264              264
  Jumlah Bulan Operasional Dalam Setahun     Bulan                                12               12               12               12               12

STRUKTUR PENDAPATAN
  Penjualan
   Buah-buahan                              Rp.000     3.225.994.535   3.419.554.207    3.624.727.460    3.842.211.107    4.072.743.774    4.317.108.400
      Sales Discount                        Rp.000       -18.622.513     -24.763.658      -23.452.438      -24.953.919      -27.432.076      -28.349.484
   Total Buah-buahan                        Rp.000     3.207.372.022   3.394.790.549    3.601.275.021    3.817.257.188    4.045.311.698    4.288.758.916

   Ayam Beku                                Rp.000       65.602.815      68.148.204       72.237.097       76.571.323       81.165.602       86.035.538
   Daging                                   Rp.000                          695.390          737.113          781.340          828.220          877.914
   Ikan                                     Rp.000                          695.390          737.113          781.340          828.220          877.914
      Sales Discount                        Rp.000                0               0                0                0                0                0
   Total Ayam Beku, Daging, Ikan            Rp.000       65.602.815      69.538.984       73.711.323       78.134.003       82.822.043       87.791.365

   Total Penjualan                          Rp.000     3.272.974.838   3.464.329.533    3.674.986.344    3.895.391.191    4.128.133.741    4.376.550.281

    Pertumbuhan
       Buah-buahan                          Growth                            6,00%            6,00%            6,00%            6,00%            6,00%
       Ayam Beku                            Growth                            3,88%            6,00%            6,00%            6,00%            6,00%
       Daging                               Growth                                             6,00%            6,00%            6,00%            6,00%
       Ikan                                 Growth                                             6,00%            6,00%            6,00%            6,00%

   Sales Discount
      Buah-buahan                           To Sales                          0,72%            0,65%            0,65%            0,67%            0,66%

STRUKTUR BIAYA
  Biaya Pokok
     Beban Pokok Penjualan                  To Sales                         93,00%           93,00%           93,00%           93,00%           93,00%

  Beban Usaha
    Beban Penjualan                         To Sales                          0,60%            0,60%            0,60%            0,60%            0,60%
    Beban Administrasi dan Umum
    Beban
     Gaji danAdministrasi
                tunjangandan Umum           Growth                            6,00%            2,20%            5,00%            3,00%            3,08%
    Beban
     Pemasaran
             Administrasi dan Umum          Growth                            5,00%            2,00%            4,00%            3,00%            2,00%
    Beban
     Pengangkutan
             Administrasi dan Umum          Growth                            5,00%            2,00%            4,00%            3,00%            2,00%
    Beban
     Lain-lain
             Administrasi dan Umum          Growth                            5,00%            2,00%            5,00%            3,00%            2,00%
    Beban
     Jasa penitipan
             Administrasi
                       persediaan
                           dan Umumbarang   Growth                            5,46%            2,00%            5,00%            3,00%            2,00%
    Beban
     Perjalanan
             Administrasi
                   dinas dan Umum           Growth                            5,00%            2,00%            4,00%            2,00%            2,00%
    Beban
     Listrik,Administrasi
              air dan telepon
                           dan Umum         Growth                            5,00%            2,00%            4,00%            2,00%            2,00%
    Beban
     Penyusutan
             Administrasi
                    aset tetap
                           dan Umum                                         Tarif D/A        Tarif D/A        Tarif D/A        Tarif D/A        Tarif D/A
    Beban
     BebanAdministrasi
              pajak        dan Umum         Growth                            5,00%            2,00%            5,00%            3,00%            2,00%
    Beban
     Penyusutan
             Administrasi
                    aset hak
                           danguna
                                Umum                                        Tarif D/A        Tarif D/A        Tarif D/A        Tarif D/A        Tarif D/A
    Beban
     Perbaikan
             Administrasi
                   dan pemeliharaan
                           dan Umum         Growth                            5,00%            2,00%            4,00%            2,00%            2,00%
    Beban
     Perlengkapan
             Administrasi
                      kantor
                           dan Umum         Growth                            5,00%            2,00%            4,00%            2,00%            2,00%
    Beban
     Sewa Administrasi dan Umum             Growth                            5,00%            2,00%            4,00%            2,00%            2,00%
    Beban
     Honorarium
             Administrasi
                    tenagadan
                            ahliUmum        Growth                            5,00%            2,00%            4,00%            2,00%            2,00%
    Beban
     Jamuan  Administrasi
                dan representasi
                           dan Umum         Growth                            5,00%            2,00%            4,00%            2,00%            2,00%
    Beban
     Lain-lain
             Administrasi dan Umum          Growth                            5,00%            2,00%            3,37%           -3,93%            2,00%

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
   Interest income                          To Sales                          0,04%            0,05%            0,06%            0,06%            0,07%
   Interest expenses                        To Sales                         -0,01%           -0,01%           -0,01%           -0,01%           -0,01%
   Allowance                                To Sales                          0,00%            0,00%            0,00%            0,00%            0,00%
   Others                                   To Sales                         -0,03%           -0,03%           -0,03%           -0,02%           -0,02%
   Total other income/expenses              To Sales                          0,00%            0,02%            0,02%            0,03%            0,03%

TINGKAT BUNGA
   KI                                         p.a.                            8,59%            8,59%            8,59%            8,59%            8,59%
   KMK                                        p.a.                            8,22%            8,22%            8,22%            8,22%            8,22%

TARIF PAJAK
   PPh Badan                                To EBT                           22,00%           22,00%           22,00%           22,00%           22,00%

TURNOVER
  Persediaan                                  Hari                                20               20               20               20               20
  Piutang Usaha                               Hari                                20               20               20               20               20
  Hutang Usaha                                Hari                                25               25               25               25               25
Page 81
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI POSISI KEUANGAN                                                                                                                                Lampiran 2
IDR.000

                            Keterangan                                             2025          2026          2027          2028          2029          2030
                                                                                  Audited         1,00          2,00          3,00          4,00          5,00

ASET
Aset Lancar
    Kas & Setara Kas                                                              104.216.393    30.812.436    50.990.918    73.998.284   102.248.816   134.947.181
    Piutang Usaha                                                                 140.237.481   189.826.276   201.369.115   213.446.093   226.199.109   239.810.974
    Piutang lain-lain                                                                 431.078       113.392       113.392       113.392       113.392       113.392
    Persediaan                                                                    132.393.070   176.538.437   187.273.277   198.504.866   210.365.171   223.024.206
    Pajak dibayar di muka                                                             318.515       137.430       137.430       137.430       137.430       137.430
    Uang muka dan biaya dibayar di muka                                            48.606.087    12.434.627    12.683.319    12.936.986    13.195.725    13.459.640
Total Aset Lancar                                                                 426.202.624   409.862.597   452.567.450   499.137.050   552.259.643   611.492.823

Aset Tidak Lancar
   Aset Tetap
   Harga Perolehan                                                                 63.649.843    78.649.843    93.649.843   109.649.843   125.649.843   141.649.843
   Akumulasi Penyusutan                                                           -19.737.671   -28.640.966   -39.291.761   -51.763.522   -65.524.982   -81.022.442
   Nilai Buku                                                                      43.912.171    50.008.877    54.358.082    57.886.320    60.124.861    60.627.401

    Aset Hak Guna
    Harga Perolehan                                                                13.982.405    13.982.405    13.982.405    13.982.405    13.982.405    13.982.405
    Akumulasi Penyusutan                                                           -7.919.062    -8.618.182    -9.317.302   -10.016.422   -10.715.543   -11.414.663
    Nilai Buku                                                                      6.063.343     5.364.223     4.665.103     3.965.982     3.266.862     2.567.742

    Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan                                    8.280.405     6.591.665     6.591.665     6.591.665     6.591.665     6.591.665
    Aset pajak tangguhan                                                            3.138.418     3.426.363     3.426.363     3.426.363     3.426.363     3.426.363
    Setoran jaminan                                                                    50.000        50.000        50.000        50.000        50.000        50.000

Total Aset Tidak Lancar                                                            61.444.338    65.441.127    69.091.212    71.920.330    73.459.750    73.263.171

TOTAL ASET                                                                        487.646.961   475.303.724   521.658.662   571.057.381   625.719.394   684.755.993

LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Lancar
    Hutang Usaha                                                                  263.639.987   223.696.701   234.826.859   248.900.370   263.768.814   279.647.315
    Utang lain-lain                                                                   116.938     2.774.226     2.774.226     2.774.226     2.774.226     2.774.226
    Beban akrual                                                                    1.032.252       744.585       759.476       774.666       790.159       805.962
    Utang pajak                                                                       642.978       405.112       413.215       421.479       429.908       438.507
    Uang muka dari pelanggan                                                        8.922.507       280.216       280.216       280.216       280.216       280.216
    Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                         1.147.603       453.575       498.885       569.102       624.337       664.589
Total Liabilitas Lancar                                                           275.502.265   228.354.415   239.552.877   253.720.058   268.667.660   284.610.814

Liabilitas Tidak Lancar
    Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satutahun     1.563.484     3.482.021     3.829.857     4.368.900     4.792.925     5.101.933
    Liabilitas imbalan pascakerja                                                  11.508.512    14.027.783    14.308.339    14.594.505    14.886.395    15.184.123
Total Liabilitas Tidak Lancar                                                      13.071.996    17.509.803    18.138.195    18.963.405    19.679.320    20.286.056

Total Liabilitas                                                                  288.574.261   245.864.219   257.691.072   272.683.463   288.346.980   304.896.870

Ekuitas
   Modal Disetor                                                                   50.000.000    50.000.000    50.000.000    50.000.000    50.000.000    50.000.000
   Tambahan modal disetor                                                          63.844.160    63.844.160    63.844.160    63.844.160    63.844.160    63.844.160
   Saldo laba
      Telah ditentukan penggunaannya                                               10.000.000    10.000.000    10.000.000    10.000.000    10.000.000    10.000.000
      Belum ditentukan penggunaannya                                               75.228.540   105.595.345   140.123.430   174.529.757   213.528.253   256.014.963
   Total Ekuitas                                                                  199.072.700   229.439.505   263.967.590   298.373.917   337.372.413   379.859.123

TOTAL LIABILITAS & EKUITAS                                                        487.646.961   475.303.724   521.658.662   571.057.381   625.719.394   684.755.993
Page 82
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI LABA RUGI                                                                                   Lampiran 3
IDR.000

        Keterangan                     2026            2027            2028            2029            2030
                                        1,00            2,00            3,00            4,00            5,00

PENJUALAN                          3.464.329.533    3.674.986.344   3.895.391.191   4.128.133.741   4.376.550.281

BEBAN POKOK PENJUALAN              -3.221.826.466 -3.417.737.300 -3.622.713.807 -3.839.164.379 -4.070.191.761
   % To Sales                             93,00%         93,00%         93,00%         93,00%         93,00%
LABA (RUGI) KOTOR                     242.503.067    257.249.044    272.677.383    288.969.362    306.358.520
   Gross Profit Margin                     7,00%          7,00%          7,00%          7,00%          7,00%
BEBAN USAHA                          -149.073.385   -153.045.403   -160.455.308   -165.446.256   -170.601.866
   % To Sales                              4,30%          4,16%          4,12%          4,01%          3,90%
LABA (RUGI) USAHA - EBITDA             93.429.683    104.203.641    112.222.076    123.523.106    135.756.654
   Operating Profit Margin                 2,70%          2,84%          2,88%          2,99%          3,10%
BEBAN PENYUSUTAN & AMORTISASI          -9.602.415    -11.349.915    -13.170.882    -14.460.580    -16.196.580

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
   Interest income                      1.213.732       1.949.922       2.201.317       2.507.408       2.903.428
   Interest expenses                     -295.170        -324.656        -370.350        -406.295        -432.489
   Others                              -1.000.000      -1.000.000      -1.000.000      -1.000.000      -1.000.000
   Total other income/expenses            -81.438         625.266         830.966       1.101.114       1.470.939
TOTAL                                    -162.875       1.250.532       1.661.933       2.202.228       2.941.878

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK             83.664.393       94.104.258    100.713.126     111.264.754     122.501.952
   % To Sales                             2,42%            2,56%          2,59%           2,70%           2,80%
PPh Badan                            -18.406.166      -20.702.937    -22.156.888     -24.478.246     -26.950.429

LABA (RUGI) BERSIH                     65.258.226      73.401.322      78.556.239      86.786.508      95.551.522
   Net Profit Margin                       1,88%           2,00%           2,02%           2,10%           2,18%
SALDO LABA (RUGI) AWAL TAHUN          85.228.540     115.595.345     150.123.430     184.529.757     223.528.253
   Adjustment                         -34.891.421     -38.873.236     -44.149.912     -47.788.012     -53.064.813
SALDO LABA (RUGI) AKHIR TAHUN        115.595.345     150.123.430     184.529.757     223.528.253     266.014.963
Page 83
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI ARUS KAS                                                                                                                     Lampiran 4
IDR.000

                       Keterangan                                  2026             2027             2028             2029             2030
                                                                    1,00             2,00             3,00             4,00             5,00

I. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
   Penerimaan Usaha                                              3.274.503.258    3.473.617.230    3.681.945.098    3.901.934.632    4.136.739.307
   Penerimaan Piutang                                              140.237.481      189.826.276      201.369.115      213.446.093      226.199.109
   Pembayaran Kepada Supplier                                   -3.305.915.119   -3.417.341.982   -3.619.871.886   -3.836.156.240   -4.066.972.295
   Penerimaan dari (pembayaran untuk) operasi lainnya               35.141.396        1.698.535        2.327.147        2.738.561        3.349.352
   Biaya Operasional                                              -149.073.385     -153.045.403     -160.455.308     -165.446.256     -170.601.866
   Pajak Badan                                                     -18.406.166      -20.702.937      -22.156.888      -24.478.246      -26.950.429
   ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI          -23.512.535       74.051.718       83.157.278       92.038.544      101.763.178

II. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
    Capital Expenditures, CAPEX                                   -15.000.000      -15.000.000      -16.000.000      -16.000.000      -16.000.000

   ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI       -15.000.000      -15.000.000      -16.000.000      -16.000.000      -16.000.000

III. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
     Pembayaran Dividen                                           -34.891.421      -38.873.236      -44.149.912      -47.788.012      -53.064.813
     ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN     -34.891.421      -38.873.236      -44.149.912      -47.788.012      -53.064.813

IV. KENAIKAN (PENURUNAN) KAS                                      -73.403.957       20.178.482       23.007.367       28.250.531       32.698.365

V. KAS AWAL TAHUN                                                 104.216.393       30.812.436       50.990.918       73.998.284      102.248.816

VI. KAS AKHIR TAHUN                                                30.812.436       50.990.918       73.998.284      102.248.816      134.947.181
Page 84
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI RATIO KEUANGAN                                                                                       Lampiran 5


         Keterangan                               2026        2027        2028        2029        2030         Average
                                                   1,00        2,00        3,00        4,00        5,00

I. RATIO LIKUIDITAS
   Current Ratio                                  179,49%     188,92%     196,73%     205,55%     214,85%         197,11%
   Quick (Acid Test) Ratio                         96,62%     105,35%     113,29%     122,25%     131,67%         113,84%
   Working Capital To Total Assets Ratio           38,19%      40,83%      42,98%      45,32%      47,74%          43,01%

II. RATIO LEVERAGE
    Total Debt To Equity Ratio         DER        107,16%       97,62%      91,39%      85,47%      80,27%        92,38%
    Total Debt To Total Assets Ratio   DAR         51,73%       49,40%      47,75%      46,08%      44,53%        47,90%
    Time Interest Earned Ratio          Kali       316,53       320,97      303,02      304,02      313,90        311,69

III. RATIO AKTIVITAS
     Total Assets Turnover                 Kali       7,29        7,04        6,82        6,60        6,39          6,83
     Receivables Turnover                  Kali       18,25       18,25       18,25       18,25       18,25        18,25
     Collection Period                     Hari          20          20          20          20          20           20
     Payable Turnover                      Kali       14,6        14,6        14,6        14,6        14,6         14,60
     Collection Period                     Hari          25          25          25          25          25           25
     Inventory Turnover( Total )           Kali       18,25       18,25       18,25       18,25       18,25        18,25
     Average Day'a Inventory               Hari          20          20          20          20          20           20
     Working Capital Turnover              Kali       19,09       17,25       15,87       14,56       13,39        16,03

IV. RATIO KEUANGAN
    Gross Profit Margin                              7,00%       7,00%       7,00%       7,00%       7,00%         7,00%
    Operating Profit Margin                          2,42%       2,53%       2,54%       2,64%       2,73%         2,57%
    Net Profit Margin                                1,88%       2,00%       2,02%       2,10%       2,18%         2,04%
    Return On Investment, ROI                       13,73%      14,07%      13,76%      13,87%      13,95%        13,88%
    Return On Equity, ROE                           26,80%      26,38%      25,10%      24,64%      24,19%        25,42%
Page 85
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
ANALISA KELAYAKAN PROYEK                                                                                                Lampiran 6
IDR.000

        Keterangan                        TOTAL            2026            2027            2028           2029            2030
                                                           1,00            2,00            3,00           4,00            5,00

EBITDA                                    632.330.303     93.429.683     104.203.641     112.222.076     123.523.106     198.951.797

CASH OUT FLOW
 - Tax                                    -112.694.666    -18.406.166     -20.702.937     -22.156.888     -24.478.246     -26.950.429
 - Interest ( i x T )           22,00%               0              0               0               0               0               0
 - Investment Outlays                      -78.000.000    -15.000.000     -15.000.000     -16.000.000     -16.000.000     -16.000.000
 - Capital Expenditure, CAPEX              -49.975.514    -49.975.514               0               0               0               0
+ / - Working Capital                     -145.450.862   -104.211.780     -11.327.910      -9.395.052      -9.924.460     -10.591.660
TOTAL                                     -386.121.042   -187.593.460     -47.030.847     -47.551.940     -50.402.706     -53.542.090

NET CASH FLOW                             246.209.260     -94.163.777     57.172.795      64.670.135      73.120.401     145.409.707
   Terminal Value               3,00%                               0              0               0               0               0
   Discount Factor              8,08%                        0,92524        0,85606         0,79206         0,73285         0,67806
DISCOUNTED CASH FLOW                      165.224.407     -87.123.836     48.943.572      51.222.778      53.585.963      98.595.931

PROCEED                                                   -94.163.777     -36.990.983     27.679.153     100.799.553     246.209.260

PRESENT VALUE KAS MASUK                    489.960.322     86.444.625      89.204.987      88.886.878      90.523.363    134.900.469
PRESENT VALUE KAS KELUAR                  -324.735.914   -173.568.461     -40.261.415     -37.664.100     -36.937.400    -36.304.538

INTERNAL RATE OF RETURN, IRR                  65,11%
NET PRESENT VALUE, NPV                    165.224.407
PROFITABILITY INDEX, PI                      1,50880
PAYBACK PERIOD, PP                                  2      Tahun                   6      Bulan

BREAK EVEN POINT, BEP
   Penjualan                                           3.464.329.533    3.674.986.344   3.895.391.191   4.128.133.741   4.376.550.281
   Variable Cost                                       3.221.826.466    3.417.737.300   3.622.713.807   3.839.164.379   4.070.191.761
   Fixed Cost                                            158.675.799      164.395.318     173.626.190     179.906.835     186.798.446
BEP                                                    2.266.797.134    2.348.504.538   2.480.374.140   2.570.097.650   2.668.549.224
BEP Rata-rata ( Rp.000 )                 2.466.864.537       65,43%           63,91%          63,67%          62,26%          60,97%
BEP Rata-rata ( % )                            63,25%

PERHITUNGAN MODAL KERJA
      Aset Lancar                          321.986.231    379.050.161     401.576.532     425.138.766     450.010.828     476.545.642
      Hutang Lancar                       -275.502.265   -228.354.415    -239.552.877    -253.720.058    -268.667.660    -284.610.814
TOTAL                                       46.483.966    150.695.746     162.023.656     171.418.708     181.343.168     191.934.828
+ / - Working Capital                       46.483.966    104.211.780      11.327.910       9.395.052       9.924.460      10.591.660
Rounded                                                                    11.328.000

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.36 MB
Published2 Apr 2026
Pages85
Characters263,523
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SEGAR KUMALA INDONESIA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×280
linked org Negara Maju p.13 ×3
linked person Renny Lauren · Direktur Utama p.16 ×4
linked person Vianita Januarini · Direktur p.16 ×2
linked person Reda Siskia · Sekretaris Perusahaan p.16
linked org Hendro Susilo p.18 ×3
linked person Hendro Susillo p.18
linked org Micheal Iksan Susilo p.18 ×3
linked org PT Tebar Jala Korpora p.18 ×3
linked — Ng Sin Seng p.18 ×2
linked — Lay Vina p.19 ×2
linked person Fabian Mardi p.19 ×2
linked — Farrel Nobel p.19 ×2
linked person Bagus Abimanyu Lulu p.19
linked person Toni Soegiarto p.21
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×4
possible person Juninho Widjaja p.15
possible person Junarto Tjahjadi p.15 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.18
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.36
unresolved org KJPP Syarif p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved org ENDANG & REKAN p.6 ×2
unresolved org REKAN Endang Sunardi p.6
unresolved org KJPP Syarif Endang dan Rekan p.6
unresolved org KJPP Syarif Endang p.6
unresolved person Endang Sunardi p.8
unresolved person Meilindra Indriani p.8
unresolved person Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. p.8 ×2
unresolved person Kamaludin, S.Pd p.8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.14 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Kosasih p.15
unresolved org Tjahjo & Rekan p.15 ×2
unresolved person Silvana Devi p.15
unresolved org Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris p.15
unresolved org Endang dan Rekan p.17
unresolved org KJPP p.17
unresolved person Akta Notaris P. Sutrisno A. Tampubolon p.18
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved person Akta Notaris Yulia p.18
unresolved org PT Adimitra Jasa Corpora p.18
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.19
unresolved org PT Laris Manis Utama p.33 ×2
unresolved org PT Sinar Boga Indotama p.33 ×2
unresolved org PT Percaya Prima Protein p.33 ×2
unresolved org PT Pangan Nusantara Jaya p.33 ×2
unresolved org PT Berkat Amandeus Sukses Sentosa p.34 ×2
unresolved org PT Berkah Hasil Pangan p.34 ×2
unresolved org PT Andi Nugraha Nusantara p.34 ×2
unresolved org PT Charoen Phopan Indonesia p.34 ×2
unresolved org PT Ciomas Adisatwa p.34 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.38 ×10
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia NPI p.40
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Inflasi p.41
unresolved org Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko p.67
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.67

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 11327 ms 12 Sep 2026 22:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result