Back to announcement
20260402_BUAH_Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_32057129_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review BUAHSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 85
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PERDAGANGAN BESAR DAGING AYAM DAN DAGING
AYAM OLAHAN (KBLI 46322)
PERDAGANGAN BESAR DAGING DAN DAGING OLAHAN
LAINNYA (KBLI 46323)
PERDAGANGAN BESAR HASIL PERIKANAN DAN OLAHAN
TERKAIT (KBLI 46324)
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK
No. 00003/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
Tanggal: 1 April 2026
Page 2
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PERDAGANGAN BESAR DAGING AYAM DAN DAGING
AYAM OLAHAN (KBLI 46322)
PERDAGANGAN BESAR DAGING DAN DAGING OLAHAN
LAINNYA (KBLI 46323)
PERDAGANGAN BESAR HASIL PERIKANAN DAN OLAHAN
TERKAIT (KBLI 46324)
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK
No. 00003/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
Tanggal: 1 April 2026
Page 3
No. 00003/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026 Bekasi, 1 April 2026
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Jalan Cakung Cilincing Raya 188
Cakung Barat, Kecamatan Cakung
Kota Jakarta Timur
Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0026/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal
13 Maret 2026, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) yang
bergerak di bidang usaha perdagangan besar buah-buahan dan daging unggas beku, telah
menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai Independen untuk menyusun
Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322
yaitu Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu
Perdagangan Besar Daging dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan
Besar Hasil Perikanan dan Olahan Terkait.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.
IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Bidang Usaha : Perdagangan besar buah-buahan dan daging unggas beku
Alamat : Jalan Cakung Cilincing Raya 188, Cakung Barat, Kecamatan
Cakung, Kota Jakarta Timur, 13910
Telepon : 0214603125
Website : www.sk-indonesia.com
Email : corporate.secretary@sk-indonesia.com
MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar Daging
Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging dan Daging
Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan
i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Terkait, serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan
Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan
lainnya.
PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak mana pun. Imbalan
yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0026/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal
13 Maret 2026.
RUANG LINGKUP PENUGASAN
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan,
KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324
yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan Terkait.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
studi kelayakan.
ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
kami anggap relevan.
d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
periode tersebut.
iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar Daging
Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging dan Daging
Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan
Terkait adalah layak.
Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.
PENUTUP
Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
selanjutnya.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Digitally signed by Endang Sunardi
Rekan
DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
Endang dan Rekan,
MAPPI : No. 09-S-02341 email=syarifendangdanrekan@gmail.com
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
Kerja (SPK) No. 0026/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal 13 Maret 2026;
2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan data
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025;
4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
Laporan Studi Kelayakan ini;
7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
dipertanggungjawabkan;
8. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
pada Laporan Penilaian ini;
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
13. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert) Penanggung Jawab (.......................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
2. Meilindra Indriani, S.Si. Reviewer (........................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. Staf Penilai (........................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Kamaludin, S.Pd Tenaga Inspeksi (........................)
MAPPI : No. 17-A-07843
vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................. x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ xi
1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
1.2 Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
1.4 Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
1.7 Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
1.8 Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 3
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 3
1.10 Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 4
2 INFORMASI UMUM ................................................................................................ 5
2.1 Profil Perseroan .................................................................................................... 5
2.1.1 Bidang Usaha ....................................................................................................... 5
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 5
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 6
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 6
2.2 Kinerja Keuangan ................................................................................................. 6
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 6
2.2.2 Kinerja Laba Rugi ............................................................................................... 11
2.2.3 Rasio Keuangan.................................................................................................. 16
2.3 Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 18
2.4 Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 20
2.5 Pasar yang Dituju ............................................................................................... 20
2.6 Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 20
2.7 Pola Bisnis .......................................................................................................... 21
2.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 21
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 22
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 22
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 22
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 23
2.13 Aspek Lingkungan ............................................................................................. 23
2.14 Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 23
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 23
3 KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 25
3.1 Kondisi Pasar ..................................................................................................... 25
vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
3.1.1 Perkembangan Ekonomi Global .......................................................................... 25
3.1.2 Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia .................................................................... 25
3.2 Pangsa Pasar ...................................................................................................... 29
3.3 Kesinambungan ................................................................................................. 30
3.4 Potensi Pasar ...................................................................................................... 32
3.5 Sasaran .............................................................................................................. 34
3.6 Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 35
3.7 Pesaing Usaha .................................................................................................... 35
3.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 35
4 KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 37
4.1 Kapasitas ........................................................................................................... 37
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 37
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 38
5 KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 39
5.1 Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 39
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 39
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 40
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 41
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 41
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 41
6.3 Manajemen Risiko .............................................................................................. 41
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 42
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 42
7 KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 44
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 44
7.2 Modal Kerja ........................................................................................................ 44
7.3 Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 44
7.4 Biaya Operasional ............................................................................................... 45
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 45
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 45
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 47
7.8 Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 48
7.9 Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 49
7.10 Analisis Titik Impas ............................................................................................ 49
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 50
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 52
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 52
7.14 Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 55
7.15 Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 59
8 KESIMPULAN ....................................................................................................... 62
8.1 Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 62
8.2 Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 62
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 63
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 64
viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 64
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 65
ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 5
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000).......................................................... 7
Tabel 3 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000).................................................................. 11
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 16
Tabel 5 Produk Buah-buahan .......................................................................................... 18
Tabel 6 Produk Sayur-sayuran ......................................................................................... 19
Tabel 7 Produk Daging Unggas........................................................................................ 20
Tabel 8 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ........................................................ 20
Tabel 9 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 25
Tabel 10 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............. 26
Tabel 11 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ...... 26
Tabel 12 Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................................... 27
Tabel 13 Rata-rata Konsumsi Kalori (kkal) dan Protein (gram) per Kapita Sehari Menurut
Kelompok Makanan, Tahun 2024 dan 2025 .................................................... 30
Tabel 14 Perkembangan Pangsa Pengeluaran Nominal dan Riil Kelompok Bahan Makanan,
Tahun 2024—2025 (Rp/Kapita/Bulan) ............................................................. 33
Tabel 15 Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Komoditas Makanan dan Bukan
Makanan menurut Provinsi, Maret 2025 .......................................................... 33
Tabel 16 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ...................................................... 35
Tabel 17 Kapasitas Cold Storage ..................................................................................... 37
Tabel 18 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 44
Tabel 19 Biaya Operasional (Rp.000) ............................................................................... 45
Tabel 20 Proyeksi Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 46
Tabel 21 Struktur Beban Usaha (% Growth) ...................................................................... 46
Tabel 22 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 47
Tabel 23 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 48
Tabel 24 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 49
Tabel 25 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 50
Tabel 26 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 50
Tabel 27 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 51
Tabel 28 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 51
Tabel 29 Return on Investment (ROI) .............................................................................. 52
Tabel 30 Surat Utang Negara ........................................................................................... 54
Tabel 31 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 55
Tabel 32 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 55
Tabel 33 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 56
Tabel 34 Perhitungan IRR ................................................................................................ 56
Tabel 35 Perhitungan PI ................................................................................................... 57
Tabel 36 Perhitungan PP .................................................................................................. 58
Tabel 37 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 58
Tabel 38 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 59
x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Indeks Rupiah Terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara Berkembang . 28
Gambar 2 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 29
Gambar 3 Grafik Perkembangan Persentase Pengeluaran Penduduk Indonesia untuk
Makanan dan Bukan Makanan .......................................................................... 30
Gambar 4 Persentase Konsumsi Kalori Penduduk Indonesia, Tahun 2024 dan 2025 ....... 31
Gambar 5 Persentase Konsumsi Protein Penduduk Indonesia .......................................... 32
Gambar 6 Persentase Pengeluaran Bahan Pangan Menurut Jenis ...................................... 32
Gambar 7 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................... 38
Gambar 8 Struktur Organisasi Perseroan ......................................................................... 43
Gambar 9 Grafik Analisis Sensitivitas ............................................................................... 60
xi
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Segar
Kumala Indonesia Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) berdasarkan Surat
Perjanjian Kerja (SPK) No. 0026/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal 13 Maret 2026,
sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar
Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging
dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan
dan Olahan Terkait.
1.2 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Bidang Usaha : Perdagangan besar buah-buahan dan daging unggas beku
Alamat : Jalan Cakung Cilincing Raya 188, Cakung Barat, Kecamatan
Cakung, Kota Jakarta Timur, 13910
Telepon : 0214603125
Website : www.sk-indonesia.com
Email : corporate.secretary@sk-indonesia.com
1.4 Latar Belakang
PT Segar Kumala Indonesia Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha perdagangan besar buah‐buahan dan
daging unggas beku. Seiring dengan perkembangan kegiatan usaha serta
meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk pangan yang lebih beragam,
Perseroan berencana menambah kegiatan usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu
Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu
Perdagangan Besar Daging dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu
Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan Terkait. Penambahan kegiatan usaha
tersebut juga didukung oleh infrastruktur distribusi serta jaringan konsumen yang
telah dimiliki Perseroan dari kegiatan usaha yang telah berjalan. Melalui penambahan
kegiatan usaha ini, Perseroan diharapkan dapat memperluas portofolio produk yang
1
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
diperdagangkan, menyediakan pilihan produk yang lebih lengkap kepada pelanggan,
serta meningkatkan daya saing Perseroan di industri distribusi produk pangan.
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar
Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging
dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan
dan Olahan Terkait, serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
perbankan ataupun kepentingan lainnya.
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021, 2020, dan 2019, No. 00850/2.1051/AU.1/05/1029-
3/1/VI/2022, tanggal 20 Juni 2022 yang telah diaudit oleh Juninho Widjaja, CPA
dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan
dengan opini wajar tanpa modifikasian;
2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022, No. 00254/2.1051/AU.1/05/1741-1/1/III/2023, tanggal
28 Maret 2023 yang telah diaudit oleh Silvana Devi, CPA dari Kantor Akuntan
Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan opini wajar tanpa
modifikasian;
3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023, No. 00044/3.0478/AU.1/05/1741-2/1/III/2024, tanggal
21 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Silvana Devi dari Kantor Akuntan Publik
Mirawati Sensi Idris dengan opini wajar tanpa modifikasian;
4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024, No. 00108/2.0853/AU.1/05/0168-1/1/III/2025, tanggal
24 Maret 2025 yang telah diaudit oleh Junarto Tjahjadi dari Kantor Akuntan
Publik Tjahjadi & Tamara dengan opini wajar tanpa modifikasian;
5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, No. 00081/2.0853/AU.1/05/0168-2/1/III/2026, tanggal
13 Maret 2026 yang telah diaudit oleh Junarto Tjahjadi dari Kantor Akuntan
Publik Tjahjadi & Tamara dengan opini wajar tanpa modifikasian;
6. Legalitas Umum Perseroan;
7. Proyeksi Keuangan Perseroan untuk tahun 2026 sampai dengan 2030;
8. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha:
2
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
• Ibu Renny Lauren sebagai Direktur Utama Perseroan;
• Ibu Vianita Januarini sebagai Direktur Perseroan; dan
• Ibu Reda Siskia sebagai Sekretaris Perusahaan.
9. Representation Letter No. 052/III/SKI/2026, tanggal 31 Maret 2026, sehubungan
dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
1.7 Prosedur yang Digunakan
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
1. Kajian Kelayakan Pasar,
2. Kajian Kelayakan Teknis,
3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
5. Kajian Kelayakan Keuangan.
1.8 Ruang Lingkup Penugasan
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar Daging Ayam dan
Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging dan Daging Olahan
Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan Terkait.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
Profesional; dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
• Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam studi kelayakan.
3
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
• Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
1.10 Kualifikasi Penilai
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
terjadi selama periode tersebut.
4
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
2 INFORMASI UMUM
2.1 Profil Perseroan
PT Segar Kumala Indonesia Tbk (atau selanjutnya disebut "Perseroan") didirikan
berdasarkan Akta Notaris P. Sutrisno A. Tampubolon, S.H. No. 14, tanggal 10 Juni
2017. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0026545.AH.01.01.Tahun
2017, tanggal 12 Juni 2017 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 61, Tambahan No. 3485, tanggal 12 Juni 2017.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta Notaris Yulia, S.H. No. 17, tanggal 06 Oktober 2025, mengenai
perubahan modal Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0241084,
tanggal 7 Oktober 2025.
Kantor Perseroan berlokasi di Jalan Cakung Cilincing Raya 188, Cakung Barat,
Cakung, Jakarta Timur.
Hendro Susilo merupakan pihak pengendali Perseroan.
2.1.1 Bidang Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasarnya, Perseroan memiliki ruang lingkup
kegiatan dalam bidang perdagangan dan pengangkutan. Pada saat ini, kegiatan
usaha yang dilakukan Perseroan adalah di bidang perdagangan buah-buahan dan
ayam beku. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 2017.
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
Sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek
Perusahaan (PT Adimitra Jasa Corpora), susunan pemegang saham Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah
Kepemilikan
Hendro Susillo 730.000.000 36,50% 18.250.000.000
Micheal Iksan Susilo 480.000.000 24,00% 12.000.000.000
PT Tebar Jala Korpora 111.753.000 5,59% 2.793.825.000
Ng Sin Seng 80.000.000 4,00% 2.000.000.000
Sutomo 85.320.600 4,27% 2.133.015.000
5
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah
Kepemilikan
Lay Vina 89.509.800 4,48% 2.237.745.000
Fabian Mardi 89.583.000 4,48% 2.239.575.000
Farrel Nobel 89.528.400 4,48% 2.238.210.000
Renny Lauren 20.906.000 1,05% 522.650.000
Masyarakat 223.399.200 11,17% 5.584.980.000
Jumlah 2.000.000.000 100,00% 50.000.000.000
Sumber: Biro Administrasi Efek (PT Adimitra Jasa Korpora)
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut.
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Micheal Iksan Susilo
Komisaris : Hendro Susilo
Komisaris Independen : Bagus Abimanyu Lulu, CA
Direksi
Direktur Utama : Renny Lauren
Direktur : Vianita Januarini
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional
Dalam menjalankan kegiatan operasional, Perseroan telah memiliki izin‐izin yang
dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:
• Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120005783103;
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 824128318048000;
• Surat Keterangan Terdaftar (SKT) No. S‐30/KT/KPP.2109/2024 tanggal 8 Juli
2024; dan
• Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) No. S-25/PKP/KPP.2109/2024
tanggal 8 juli 2024.
2.2 Kinerja Keuangan
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan
Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.
6
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 104.216.393 85.260.530 126.566.104 125.087.128 95.828.078
Piutang usaha
Pihak ketiga 127.295.862 119.862.658 89.397.817 74.281.012 78.940.202
Pihak berelasi 12.941.619 4.584.097 8.235.696 17.348.616 13.471.941
Piutang lain-lain 431.078 250.122 317.383 113.392 -
Persediaan
Buah-buahan 129.062.926 82.114.989 62.670.350 83.897.596 24.167.532
Ayam beku 4.937.022 7.659.130 4.375.140 2.771.429 1.270.044
cadangan kerugian
penurunan nilai (1.606.878) (1.050.640) (1.338.018) (274.448) (39.168)
Uang muka dan biaya dibayar
dimuka 48.606.087 44.504.072 8.091.248 11.487.673 19.886.113
Pajak dibayar di muka 318.515 232.887 221.370 137.430 -
Tagihan restitusi pajak
penghasilan - - - 6.591.665 -
Total Aset Lancar 426.202.624 343.417.846 298.537.090 321.441.494 233.524.742
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Biaya perolehan
Bangunan 2.803.900 - - - -
Mesin pendingin 18.242.552 16.682.529 13.973.552 5.233.708 -
Perlengkapan kantor 3.806.675 3.324.320 2.822.471 1.820.717 2.813.132
Kendaraan 33.202.315 27.175.290 14.081.326 11.218.230 6.735.807
Aset dalam penyelesaian 5.594.400 - - - -
Jumlah nilai perolehan 63.649.843 47.182.139 30.877.349 18.272.654 9.548.939
Akumulasi penyusutan
Bangunan (137.563) - - - -
Mesin pendingin (6.002.035) (4.047.329) (1.997.397) (705.001) -
Perlengkapan kantor (2.677.703) (1.761.940) (1.244.544) (810.992) (824.965)
Kendaraan (10.920.371) (7.008.493) (4.275.058) (2.700.458) (1.503.897)
Jumlah akumulasi penyusutan (19.737.671) (12.817.762) (7.516.999) (4.216.451) (2.328.862)
Nilai Buku 43.912.171 34.364.377 23.360.350 14.056.203 7.220.077
Aset hak-guna
Biaya perolehan
Bangunan 13.982.405 12.850.745 14.244.289 13.394.289 8.046.850
Akumulasi penyusutan
Bangunan (7.919.062) (4.988.952) (8.914.799) (5.391.570) (2.923.109)
Nilai Buku 6.063.343 7.861.794 5.329.490 8.002.719 5.123.741
Taksiran tagihan restitusi
pajak penghasilan 8.280.405 4.967.561 10.638.393 - -
7
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021
Beban ditangguhkan - - - - 451.000
Aset pajak tangguhan 3.138.418 3.426.363 2.877.834 2.139.279 1.396.339
Setoran jaminan 50.000 50.000 30.000 20.000 20.000
Total Aset Tidak Lancar 61.444.338 50.670.095 42.236.067 24.218.201 14.211.158
TOTAL ASET 487.646.961 394.087.941 340.773.157 345.659.695 247.735.899
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 139.153.122 71.987.115 64.845.178 45.433.266 10.488.317
Pihak berelasi 124.486.865 110.319.898 81.276.188 131.532.184 150.729.779
Utang lain-lain
Pihak ketiga 116.938 1.859.850 814.816 - -
Pihak berelasi - 914.376 1.657.270 1.270.709 -
Beban akrual 1.032.252 797.739 180.494 198.494 450.000
Utang pajak 642.978 276.665 492.194 143.915 10.349.002
Uang muka dari pelanggan 8.922.507 280.216 132.849 158.590 13.162.751
Liabilitas sewa yang jatuh
tempo satu tahun 1.147.603 1.040.592 2.121.808 2.943.702 1.061.464
Total Liabilitas Jangka Pendek 275.502.265 187.476.451 151.520.796 181.680.859 186.241.313
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - dikurangi
bagian jatuh tempo dalam
satu tahun 1.563.484 2.481.230 703.758 2.825.566 1.555.263
Liabilitas imbalan pascakerja 11.508.512 13.752.728 10.161.243 7.226.814 4.555.351
Total Liabilitas Jangka Panjang 13.071.996 16.233.958 10.865.000 10.052.380 6.110.614
TOTAL LIABILITAS 288.574.261 203.710.409 162.385.796 191.733.239 192.351.927
EKUITAS
Modal saham 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000 40.000.000
Hendro Susilo 18.250.000 18.000.000 18.000.000 18.000.000 18.000.000
Micheal Iksan Susilo 12.000.000 12.000.000 12.000.000 12.000.000 12.000.000
PT Tebar Jala Korpora 2.793.825 2.793.825 2.793.825 2.793.825 -
Fabian Mardi 2.239.575 2.239.575 2.000.000 2.000.000 2.000.000
Farrel Nobel 2.238.210 2.238.210 2.000.000 2.000.000 2.000.000
Lay Vina 2.237.745 2.237.745 2.000.000 2.000.000 2.000.000
Sutomo 2.133.015 2.136.640 2.136.875 2.087.970 2.000.000
Ng Sin Seng 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.005.000 2.000.000
Renny Lauren 522.650 522.650 486.020 486.020 -
Toni Soegiarto - 256.400 256.400 256.400 -
Masyarakat 5.584.980 5.574.955 6.326.880 6.370.785 -
Tambahan modal disetor 63.844.160 63.844.160 63.844.160 63.844.160 -
Saldo laba
Telah ditentukan
penggunaannya 10.000.000 10.000.000 10.000.000 8.000.000 -
8
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021
Belum ditentukan
penggunaannya 75.228.540 66.533.372 54.543.201 32.082.296 15.383.973
TOTAL EKUITAS 199.072.700 190.377.532 178.387.361 153.926.456 55.383.973
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 487.646.961 394.087.941 340.773.157 345.659.695 247.735.899
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Aset
Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, total aset Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
• Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp247,74
miliar, yang terdiri atas aset lancar sebesar Rp233,53 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp14,21 miliar.
• Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp345,66
miliar, meningkat 39,53% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021. Total
aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp321,44 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp24,22 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi
oleh kenaikan persediaan buah-buahan yang meningkat sebesar 247,15%
dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp340,77
miliar, menurun 1,41% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022. Total aset
tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp289,54 miliar dan aset tidak lancar
sebesar Rp42,24 miliar. Penurunan total aset terutama dipengaruhi oleh
penurunan persediaan buah-buahan sebesar 25,30% dibandingkan tahun
sebelumnya.
• Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp394,09
miliar, meningkat 15,65% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023. Total
aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp343,42 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp50,67 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi
oleh kenaikan uang muka dan biaya dibayar di muka yang meningkat sebesar
450,03% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp487,65
miliar, meningkat 23,74% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024. Total
aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp426,20 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp61,44 miliar. Peningkatan total aset terutama dipengaruhi
oleh kenaikan persediaan buah-buahan yang meningkat sebesar 57,17%
dibandingkan tahun sebelumnya.
9
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Liabilitas
Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, liabilitas Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut.
• Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp192,35
miliar, yang terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp186,24 miliar dan
liabilitas jangka panjang sebesar Rp6,11 miliar.
• Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp191,73
miliar, atau menurun 0,32% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021. Total
liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp181,68 miliar
dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp10,05 miliar. Penurunan liabilitas pada
periode ini terutama dipengaruhi oleh penurunan utang usaha kepada pihak
ketiga sebesar 12,74% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp162,39
miliar, menurun 15,31% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022. Total
liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp151,52 miliar
dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp10,87 miliar. Penurunan liabilitas pada
periode ini terutama dipengaruhi oleh penurunan utang usaha kepada pihak
berelasi sebesar 38,21% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp203,71
miliar, meningkat 25,45% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023. Total
liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp187,48 miliar
dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp16,23 miliar. Peningkatan liabilitas
pada periode ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan utang usaha kepada pihak
berelasi sebesar 35,73% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp288,57
miliar, meningkat 41,66% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024. Total
liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp275,50 miliar
dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp13,07 miliar. Peningkatan liabilitas
pada periode ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan utang usaha kepada pihak
ketiga sebesar 93,30% dibandingkan tahun sebelumnya.
Ekuitas
Pada 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
• Pada 31 Desember 2021, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp55,38
miliar, yang terdiri atas modal saham dan saldo laba.
• Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp153,93
miliar, meningkat 177,93% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021.
10
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh tambahan
modal disetor sebesar Rp63,84 miliar yang dicatat pada tahun 2022.
• Pada 31 Desember 2023, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp178,39
miliar, meningkat 15,89% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022.
Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
saldo laba yang tercatat menjadi sebesar Rp64,54 miliar pada tahun 2023.
• Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp190,38
miliar, meningkat 6,72% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2023.
Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
saldo laba yang tercatat menjadi sebesar Rp76,53 miliar.
• Pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat total ekuitas sebesar Rp199,07
miliar, meningkat 4,57% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024.
Peningkatan ekuitas pada periode ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan
saldo laba yang tercatat menjadi sebesar Rp85,23 miliar.
2.2.2 Kinerja Laba Rugi
Kinerja Laba Rugi Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah
sebagai berikut:
Tabel 3 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000)
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021
PENJUALAN 3.272.974.838 2.215.577.108 1.783.282.051 1.386.125.210 1.021.412.026
Buah-buahan 3.225.994.535 2.186.602.742 1.772.517.583 1.387.631.078 1.016.072.065
Ayam beku 65.602.815 42.960.901 27.703.965 10.578.045 10.567.412
Potongan penjualan (18.622.513) (13.986.535) (16.939.498) (12.083.913) (5.227.451)
BEBAN POKOK PENJUALAN (3.048.590.702) (2.042.742.152) (1.630.874.808) (1.267.071.035) (929.980.563)
Persediaan awal tahun (89.774.119) (67.045.490) (86.669.026) (25.437.576) (29.847.470)
Pembelian:
Pihak ketiga (2.398.062.557) (1.349.228.735) (934.261.913) (694.607.460) (455.207.683)
Pihak berelasi (617.214.270) (673.076.388) (656.037.609) (616.411.454) (451.573.662)
Biaya angkut pembelian (99.609.699) (60.524.133) (46.656.371) (32.703.546) (20.887.644)
Potongan pembelian 22.069.995 17.358.475 25.704.621 15.419.976 2.098.319
Barang tersedia untuk (3.182.590.650) (2.132.516.271) (1.697.920.297) (1.353.740.061) (955.418.140)
dijual
Persediaan akhir tahun 133.999.948 89.774.119 67.045.490 86.669.026 25.437.576
LABA BRUTO 224.384.136 172.834.956 152.407.243 119.054.175 91.431.463
BEBAN USAHA (158.061.489) (126.384.740) (104.211.977) (84.154.526) (44.741.436)
Beban Penjualan dan
Pemasaran (27.482.328) (22.454.774) (19.256.611) (17.080.889) (12.212.517)
Penjualan (18.096.524) (15.383.477) (12.871.397) (15.495.805) (11.485.919)
Pemasaran (8.891.591) (6.674.879) (4.732.708) - -
Pengangkutan (472.311) (381.050) (1.640.060) (1.575.583) (721.034)
Lain-lain (21.902) (15.368) (12.447) (9.500) (5.565)
11
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021
Beban Umum dan
Administrasi (128.812.586) (102.713.795) (85.124.611) (67.073.637) (32.528.919)
Gaji dan tunjangan (67.066.829) (51.656.966) (43.350.742) (32.131.554) (15.760.361)
Perjalanan dinas (9.754.817) (7.997.371) (5.355.531) (3.753.405) (2.290.677)
Listrik, air dan telepon (8.814.536) (7.765.575) (6.108.499) (5.064.687) (2.999.418)
Jasa penitipan barang (9.965.310) (5.666.804) (2.526.354) (2.435.970) (2.351.354)
Penyusutan aset tetap (6.924.314) (5.303.367) (3.300.548) (1.887.589) (1.116.189)
Beban pajak (4.442.525) (4.301.577) (4.107.567) (3.536.395) (1.127.561)
Penyusutan aset hak-
guna (3.111.450) (4.086.480) (3.523.230) (2.468.461) (1.736.501)
Honorarium tenaga ahli (2.208.931) (3.517.466) (2.586.533) (4.418.540) (1.149.132)
Imbalan pasca kerja (4.071.672) (3.404.984) (2.749.634) (1.183.610) (1.057.861)
Sewa (2.591.554) (2.752.831) (6.185.305) (5.988.667) (523.331)
Perbaikan dan
pemeliharaan (3.049.462) (2.525.144) (2.012.208) (1.649.657) (1.079.592)
Perlengkapan kantor (2.635.203) (2.285.966) (1.189.284) (805.733) (705.582)
Jamuan dan
representasi (977.191) (761.951) (658.193) (427.016) (220.165)
Kerugian kredit
ekspektasian piutang
usaha:
Penyisihan (1.212.876) (715.839) (1.146.730) - -
Pemulihan 715.839 1.146.730 1.800.558 - -
Kerugian penurunan
nilai persediaan:
Penyisihan (1.606.878) (1.050.640) (1.338.018) - -
Pemulihan 1.050.640 1.338.018 274.448 - -
Lain-lain (2.145.516) (1.405.583) (1.061.241) (1.322.353) (411.196)
Pendapatan (beban)
operasi (1.766.575) (1.216.171) 169.245 - -
LABA USAHA 66.322.646 46.450.216 48.195.267 34.899.650 46.690.026
PENDAPATAN (BEBAN)
KEUANGAN LAIN-LAIN 838.228 902.730 2.149.791 116.441 1.450.391
Pendapatan keuangan 1.127.119 1.197.181 2.486.127 2.326.275 2.910.195
Biaya keuangan (288.891) (294.452) (336.337) (2.209.834) (1.459.804)
LABA SEBELUM PAJAK 67.160.874 47.352.946 50.345.057 35.016.091 48.140.418
Beban Pajak Penghasilan (16.800.203) (12.070.229) (11.577.432) (8.400.165) (10.404.816)
LABA TAHUN BERJALAN 50.360.672 35.282.717 38.767.625 26.615.926 37.735.602
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN 4.334.497 (292.546) (306.721) (1.917.602) (38.248)
Pengukuran kembali
program imbalan pasti 5.557.048 (375.059) (393.232) (2.458.464) (49.035)
Pajak penghasilan terkait (1.222.550) 82.513 86.511 540.862 10.788
12
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 54.695.169 34.990.171 38.460.904 24.698.324 37.697.354
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Penjualan Bersih
Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, penjualan Perseroan tercatat mengalami
perkembangan sebagai berikut.
• Pada tahun 2021, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,02 triliun.
Penjualan tersebut terutama berasal dari produk buah-buahan yang mencapai
99,48% dari total penjualan.
• Pada tahun 2022, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,39 triliun,
meningkat 35,71% dibandingkan tahun 2021. Peningkatan ini terutama
didorong oleh penjualan buah-buahan yang mencapai Rp1,39 triliun,
meningkat 36,57% dibandingkan Rp1,02 triliun pada tahun 2021. Sementara
itu, penjualan ayam beku tercatat meningkat tipis sebesar 0,10% dibandingkan
tahun sebelumnya.
• Pada tahun 2023, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,78 triliun,
meningkat 28,65% dibandingkan tahun 2022. Penjualan produk buah-buahan
tercatat sebesar Rp1,77 triliun, meningkat 27,74% dibandingkan Rp1,39 triliun
pada tahun sebelumnya. Selain itu, penjualan ayam beku mengalami
peningkatan signifikan sebesar 161,90% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada tahun 2024, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp2,22 triliun,
atau meningkat 24,24% dibandingkan tahun 2023. Penjualan produk buah-
buahan mencapai Rp2,19 triliun, meningkat 23,36% dibandingkan Rp1,77
triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ayam beku juga
mencatat pertumbuhan sebesar 55,07% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Pada tahun 2025, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp3,27 triliun,
atau meningkat 47,73% dibandingkan tahun 2024. Penjualan produk buah-
buahan mencapai Rp3,23 triliun, meningkat 47,53% dibandingkan Rp2,19
triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ayam beku juga
mencatat pertumbuhan sebesar 52,70% dibandingkan tahun sebelumnya.
Beban Pokok Penjualan dan Laba kotor
Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Beban Pokok Penjualan dan Laba kotor
Perseroan tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut.
• Pada tahun 2021, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar
Rp929,98 miliar, sehingga Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp91,43
miliar.
13
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
• Pada tahun 2022, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp1,27
triliun, meningkat 36,25% dibandingkan tahun 2021. Peningkatan tersebut
terutama dipengaruhi oleh kenaikan volume pembelian produk buah-buahan
serta peningkatan aktivitas penjualan Perseroan. Sejalan dengan hal tersebut,
laba kotor Perseroan meningkat 30,21% menjadi Rp119,05 miliar dari Rp91,43
miliar pada tahun 2021.
• Pada tahun 2023, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp1,63
triliun, meningkat 28,71% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan tersebut
terutama dipengaruhi oleh kenaikan volume pembelian produk buah-buahan
serta peningkatan aktivitas penjualan Perseroan. Seiring dengan peningkatan
tersebut, laba kotor Perseroan juga meningkat 28,02% menjadi Rp152,41 miliar
dari Rp119,05 miliar pada tahun 2022.
• Pada tahun 2024, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp2,04
triliun, meningkat 25,25% dibandingkan tahun 2023. Peningkatan tersebut
terutama dipengaruhi oleh kenaikan volume pembelian produk buah-buahan
serta peningkatan aktivitas penjualan Perseroan. Laba kotor Perseroan
meningkat 13,40% menjadi Rp172,84 miliar dari Rp152,41 miliar pada tahun
sebelumnya.
• Pada tahun 2025, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp3,05
triliun, meningkat 49,24% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan tersebut
terutama dipengaruhi oleh kenaikan volume pembelian produk buah-buahan
serta peningkatan aktivitas penjualan Perseroan. Laba kotor Perseroan
meningkat 29,83% menjadi Rp224,38 miliar dari Rp172,84 miliar pada tahun
sebelumnya.
Beban Usaha dan Laba Usaha
Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Beban Usaha dan Laba Usaha Perseroan
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
• Pada tahun 2021, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp44,74 miliar, yang
terdiri atas beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp12,21 miliar serta beban
umum dan administrasi sebesar Rp32,53 miliar. Dengan beban usaha tersebut,
Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp46,69 miliar.
• Pada tahun 2022, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp84,15 miliar,
meningkat 88,09% dibandingkan Rp44,74 miliar pada tahun 2021. Peningkatan
ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban umum dan administrasi,
khususnya pada akun gaji dan tunjangan. Sejalan dengan peningkatan beban
usaha tersebut, laba usaha Perseroan menurun sebesar 25,25% menjadi
Rp34,90 miliar dari Rp46,69 miliar pada tahun 2021.
• Pada tahun 2023, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp104,21 miliar,
meningkat 23,83% dibandingkan Rp84,15 miliar pada tahun 2022. Peningkatan
ini juga terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban gaji dan tunjangan.
14
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Meskipun beban usaha meningkat, laba usaha Perseroan meningkat sebesar
38,10% menjadi Rp48,20 miliar dari Rp34,90 miliar pada tahun 2022, yang
didorong oleh peningkatan laba kotor Perseroan.
• Pada tahun 2024, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp126,38 miliar,
meningkat 21,28% dibandingkan Rp104,21 miliar pada tahun 2023.
Peningkatan tersebut juga terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban gaji dan
tunjangan. Dengan kenaikan tersebut, laba usaha Perseroan menurun sebesar
3,62% menjadi Rp46,45 miliar dari Rp48,20 miliar pada tahun 2023.
• Pada tahun 2025, beban usaha Perseroan tercatat sebesar Rp158,06 miliar,
meningkat 25,06% dibandingkan Rp126,38 miliar pada tahun 2024.
Peningkatan tersebut juga terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban gaji dan
tunjangan. Dengan kenaikan tersebut, laba usaha Perseroan naik sebesar
42,78% menjadi Rp66,32 miliar dari Rp46,45 miliar pada tahun 2024.
Laba Tahun Berjalan dan Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Selama tahun 2021 sampai tahun 2025, Laba Tahun Berjalan dan Laba
Komprehensif Tahun Berjalan Perseroan tercatat mengalami perkembangan sebagai
berikut:
• Pada tahun 2021, Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp37,74
miliar dan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp37,70 miliar. Selisih
tersebut dipengaruhi oleh rugi komprehensif lain sebesar rp38,25 juta yang
terutama berasal dari pengukuran kembali program imbalan pasti.
• Pada tahun 2022, laba tahun berjalan menurun 29,47% menjadi Rp26,62 miliar
dari Rp37,74 miliar pada tahun 2021, sedangkan laba komprehensif tahun
berjalan menurun 34,48% menjadi Rp24,70 miliar dari Rp37,70 miliar.
Penurunan ini turut dipengaruhi oleh rugi komprehensif lain sebesar Rp1,92
miliar.
• Pada tahun 2023, laba tahun berjalan meningkat 45,66% menjadi Rp38,77
miliar dari Rp26,62 miliar pada tahun 2022, dan laba komprehensif tahun
berjalan meningkat 55,72% menjadi Rp38,46 miliar dari Rp24,70 miliar. Selisih
antara keduanya dipengaruhi oleh rugi komprehensif lain sebesar Rp306,72
juta.
• Pada tahun 2024, laba tahun berjalan menurun 8,99% menjadi Rp35,28 miliar
dari Rp38,77 miliar pada tahun 2023, sedangkan laba komprehensif tahun
berjalan menurun 9,02% menjadi Rp34,99 miliar dari Rp38,46 miliar, dengan
rugi komprehensif lain sebesar Rp292,55 juta.
• Pada tahun 2025, laba tahun berjalan meningkat 42,73% menjadi Rp50,36
miliar dari Rp35,28 miliar pada tahun 2024, dan laba komprehensif tahun
berjalan meningkat 56,32% menjadi Rp54,70 miliar dari Rp34,99 miliar.
Peningkatan laba komprehensif terutama dipengaruhi oleh penghasilan
komprehensif lain sebesar Rp4,33 miliar.
15
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
2.2.3 Rasio Keuangan
Berdasarkan atas kinerja keuangan Perseroan per 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025, diperoleh hasil analisis rasio sebagai berikut.
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021 Rerata
LIQUIDITY (%)
Current Ratio 154,70% 183,18% 197,03% 176,93% 125,39% 167,44%
Quick Ratio 88,73% 111,86% 147,97% 119,28% 101,07% 113,78%
Working Capital to Total Assets 30,90% 39,57% 43,14% 40,43% 19,09% 34,63%
ACTIVITY (X)
Total Assets Turnover (X) 6,71 5,62 5,23 4,01 4,12 5,14
Inventory Turnover (X) 23,03 23,02 24,82 14,67 36,62 24,43
Average Day's Inventory (Day) 16 16 15 25 10 16
Account Receivable Turnover (X) 23,34 17,80 18,27 15,13 11,05 17,12
Average Collection Period (Day) 16 21 20 24 33 23
Working Capital Turnover (X) 21,72 14,21 12,13 9,92 21,60 15,92
SOLVABILITY(%)
Total Debt to Equity Ratio 144,96% 107,00% 91,03% 124,56% 347,31% 162,97%
Total Debt to Asset Ratio 59,18% 51,69% 47,65% 55,47% 77,64% 58,33%
Long Term Debt to Equity Ratio 6,57% 8,53% 6,09% 6,53% 11,03% 7,75%
RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 6,86% 7,80% 8,55% 8,59% 8,95% 8,15%
Operating Profit Margin 2,03% 2,10% 2,70% 2,52% 4,57% 2,78%
Net Profit Margin 1,54% 1,59% 2,17% 1,92% 3,69% 2,18%
Rate of Return on Investment 10,33% 8,95% 11,38% 7,70% 15,23% 10,72%
Rate of Return on Equity 25,30% 18,53% 21,73% 17,29% 68,13% 30,20%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio sebesar 167,44% dan quick
ratio sebesar 113,78%, sedangkan working capital to total assets ratio memiliki
rata-rata sebesar 34,63%. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki aset
lancar yang memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Tingkat quick
ratio yang berada di atas 100,00% menunjukkan bahwa kewajiban jangka pendek
Perseroan pada umumnya dapat dipenuhi hanya dengan kas dan piutang usaha
tanpa harus mengandalkan pencairan persediaan, sehingga mencerminkan tingkat
likuiditas yang relatif baik.
16
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset
untuk menghasilkan pendapatan. Rata-rata total assets turnover tercatat sebesar
5,14 kali, yang mengindikasikan bahwa aset Perseroan telah digunakan secara
optimal untuk mendukung kegiatan operasional dan menghasilkan pendapatan.
Inventory turnover berada pada rata-rata 24,43 kali atau setara dengan average
days inventory sekitar 16 hari, yang menunjukkan bahwa persediaan dapat berputar
dengan cukup cepat. Sementara itu, account receivable turnover rata-rata sebesar
17,12 kali, yang tercermin dari average collection period sekitar 23 hari,
menandakan bahwa penagihan piutang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
Selain itu, working capital turnover sebesar 15,92 kali menunjukkan bahwa modal
kerja dimanfaatkan secara cukup efisien dalam mendukung aktivitas operasional
Perseroan.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Rata-rata debt to equity ratio
(DER) tercatat sebesar 162,97%, yang menunjukkan bahwa struktur permodalan
Perseroan relatif lebih banyak didukung oleh utang dibandingkan ekuitas.
Sementara itu, debt to asset ratio (DAR) berada pada rata-rata 58,33%, yang
menunjukkan bahwa lebih dari separuh aset Perseroan dibiayai melalui liabilitas.
Adapun long term debt to equity ratio rata-rata sebesar 7,75%, yang mencerminkan
bahwa porsi utang jangka panjang relatif kecil dibandingkan total ekuitas.
Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
dari kegiatan operasionalnya. Rata-rata gross profit margin sebesar 8,15%, yang
menunjukkan bahwa sebagian kecil pendapatan masih tersisa setelah dikurangi
beban pokok penjualan, mencerminkan karakteristik usaha perdagangan dengan
margin yang relatif tipis. Selanjutnya, operating profit margin berada pada rata-rata
2,78%, sedangkan net profit margin rata-rata sebesar 2,18%, yang menunjukkan
bahwa setelah memperhitungkan beban operasional, bunga, dan pajak, Perseroan
masih mampu menghasilkan laba meskipun pada tingkat margin yang relatif
terbatas.
Rata-rata rate of return on investment (ROI) sebesar 10,72%, yang menunjukkan
bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba dari total investasi yang dilakukan.
Selain itu, rate of return on equity (ROE) rata-rata sebesar 30,20%, yang
menunjukkan bahwa Perseroan cukup efektif dalam menghasilkan laba bagi
pemegang saham dari modal yang diinvestasikan.
17
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
2.3 Produk dan Layanan Perseroan
Perseroan menjalankan usaha di bidang perdagangan besar buah-buahan dan
sayuran yang dipasok dari berbagai sumber, baik domestik maupun internasional,
untuk kemudian didistribusikan kepada pelanggan.
Tabel 5 Produk Buah-buahan
No. Jenis Produk Asal Negara
1 Apel Fuji China China
2 Apel Rosy Blush China China
3 Apel Granny Smith China China
4 Apel Gala China China
5 Apel Red Delicious USA USA
6 Apel Granny Smith USA USA
7 Apel Gala USA USA
8 Apel Granny Smith Afrika Afrika
9 Shatang China China
10 Mashui China China
11 Ponkam China China
12 Wokam China China
13 Murcott Argentina Argentina
14 Royal Honey Murcot Australia Australia
15 Forelle Australia Australia
16 Navel China China
17 Navel Afrika Afrika
18 Valencia Afrika Afrika
19 Navel Australia Australia
20 Valencia Australia Australia
21 Lemon China China
22 Lemon Australia Australia
23 Lemon Afrika Afrika
24 Pear Century China China
25 Pear Yalie China China
26 Sweet Pear China China
27 Pear Golden China China
28 Pear Singo China China
29 Pear Sianglie China China
30 Pear Packham Afrika Afrika
31 Red Globe China China
32 Autumn Black China China
33 Thompson China China
34 Sapphire China China
35 Red Globe Australia Australia
36 Autumn Black Australia Australia
37 Thompson Australia Australia
38 Sapphire Australia Australia
39 Melody Australia Australia
18
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
No. Jenis Produk Asal Negara
40 Crimson Australia Australia
41 Autumn Royal USA USA
42 Sapphire USA USA
43 Sweet Globe USA USA
44 Sweet Favor Afrika Afrika
45 Sweet Globe Afrika Afrika
46 Autumn Royal Afrika Afrika
47 Strawberry Korea Korea
48 Strawberry USA USA
49 Peach USA USA
50 Nectarine USA USA
51 Peach Australia Australia
52 Nectarine Australia Australia
53 Peach China China
54 Nectarine China China
55 Lychee China China
56 Pomelo Indonesia
57 Melon Indonesia
58 Alpukat Indonesia
59 Pisang Cavendish Indonesia
60 Semangka Indonesia
61 Jeruk Medan Indonesia
62 Jeruk Pontianak Indonesia
Tabel 6 Produk Sayur-sayuran
No. Jenis Produk Asal Negara
1 Lobak Indonesia
2 Paprika Indonesia
3 Brokoli China
4 Kentang Indonesia
5 Jamur Shimeji China
6 Jamur Enoki China
7 Wortel Indonesia
8 Edamame Indonesia
9 Ubi Indonesia
10 Petai Indonesia
11 Kol Indonesia
12 Seledri Indonesia
13 Selada Indonesia
14 Bawang Indonesia
Selain itu, Perseroan juga menjalankan usaha perdagangan daging unggas beku,
dimana Perseroan bekerja sama dengan RPH (Rumah Potong Hewan) yang
menyuplai kepada Perseroan kemudian dijual Kembali ke pelanggan Perseroan.
19
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Tabel 7 Produk Daging Unggas
No. Jenis Produk Asal Negara
1 Ayam Karkas Indonesia
2 Boneless Dada Indonesia
3 Boneless Paha Indonesia
4 Paha Bawah Indonesia
5 Sayap Indonesia
6 Bebek Peking Indonesia
2.4 Teknologi yang Digunakan
Teknologi yang digunakan oleh Perseroan dalam kegiatan usahanya terutama
berkaitan dengan sistem penyimpanan dan distribusi produk, yaitu melalui
pemanfaatan fasilitas gudang berpendingin untuk menjaga suhu penyimpanan agar
kualitas dan kesegaran produk tetap terjaga sebelum didistribusikan, serta
penggunaan kendaraan berpendingin dalam proses pengiriman sehingga produk
tetap berada pada suhu yang terkontrol selama proses distribusi hingga sampai
kepada pelanggan dalam kondisi yang baik.
2.5 Pasar yang Dituju
Pasar yang dituju oleh Perseroan adalah konsumen bisnis yang membutuhkan
pasokan produk pangan segar, khususnya di kota-kota besar di Indonesia yang
memiliki tingkat permintaan tinggi terhadap produk Perseroan. Segmen pasar
utama Perseroan meliputi ritel modern seperti supermarket dan hypermarket, serta
pedagang pasar tradisional.
2.6 Pesaing dan Persaingan
Industri perdagangan besar produk pangan, merupakan industri yang memiliki
tingkat persaingan yang cukup tinggi. Persaingan berasal dari berbagai pelaku
usaha, yang memasok produk serupa kepada pasar ritel modern maupun pasar
tradisional.
Beberapa pesaing yang mungkin memiliki potensi persaingan dengan produk yang
dipasarkan oleh Perseroan, dan produknya telah beredar di pasar, antara lain:
Tabel 8 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
No. Pesaing Produk
1 PT Laris Manis Utama Ayam, Olahan Daging, Ikan
2 PT Sinar Boga Indotama Ayam, Olahan Daging
3 PT Percaya Prima Protein Ayam
4 CV Satu Tiga Berjaya Ayam, Olahan Daging, Ikan
5 PT Pangan Nusantara Jaya Ayam, Olahan Daging, Daging
20
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
No. Pesaing Produk
6 PT Berkat Amandeus Sukses Sentosa Ayam, Olahan Daging, Daging
7 PT Berkah Hasil Pangan Ayam, Olahan Daging, Daging
8 PT Andi Nugraha Nusantara Ayam, Olahan Daging, Daging
9 PT Charoen Phopan Indonesia Ayam, Olahan Daging
10 PT Ciomas Adisatwa Ayam, Olahan Daging, Daging
Sumber: Manajemen Perseroan
2.7 Pola Bisnis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan berperan sebagai pedagang
besar buah-buahan serta daging unggas beku. Dalam memperoleh pasokan produk
tersebut, selain lokal, Perseroan juga melakukan impor dari berbagai kawasan
seperti Asia, Amerika, Afrika dan Australia. Kegiatan distribusi Perseroan didukung
oleh tiga jalur distribusi utama yang berpusat di kota-kota besar yaitu Medan,
Jakarta, dan Surabaya. Produk buah yang diimpor oleh Perseroan akan tiba di tiga
pelabuhan utama tersebut untuk kemudian didistribusikan ke gudang penyimpanan
cold storage milik Perseroan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Hingga
saat ini, Perseroan telah memiliki 18 cabang cold storage yang juga berfungsi
sebagai pusat pemasaran dan distribusi di berbagai daerah. Untuk buah-buahan
yang memiliki daya simpan sangat pendek, Perseroan menerapkan sistem penjualan
sebelum barang tiba (preselling), sehingga pada saat barang tiba di Indonesia
produk dapat langsung dikirimkan kepada pelanggan guna menjaga kualitas dan
kesegarannya. Sementara itu, untuk jenis buah lainnya, produk akan terlebih dahulu
didistribusikan ke cabang distribusi Perseroan untuk disimpan sebelum kemudian
dipasarkan kepada mitra usaha Perseroan yang tersebar di berbagai wilayah
Indonesia.
2.8 Strategi Pemasaran
Perseroan terus memperkuat posisinya dalam industri distribusi buah-buahan segar
di Indonesia melalui berbagai strategi pemasaran. Peningkatan kesadaran
masyarakat terhadap pola makan sehat dan permintaan akan produk segar
memberikan peluang bagi Perseroan untuk terus berkembang.
• Ekspansi jaringan distribusi dengan membuka cabang baru guna memperluas
jangkauan pasar Perseroan.
• Pemanfaatan teknologi dan e-commerce seiring dengan meningkatnya tren
belanja daring, sehingga memungkinkan Perseroan menjangkau konsumen
yang lebih luas.
• Diversifikasi produk dengan memperluas jenis buah yang ditawarkan, termasuk
produk organik dan buah lokal, sehingga Perseroan dapat menyediakan pilihan
produk yang lebih beragam bagi konsumen.
21
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
• Peningkatan kualitas produk dan layanan melalui pengelolaan rantai pasok yang
lebih efisien serta pemeliharaan fasilitas penyimpanan yang optimal. Selain itu,
Perseroan juga berfokus pada pelatihan dan pengembangan sumber daya
manusia agar karyawan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan
bisnis dan mampu memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan membutuhkan dukungan sarana
operasional berupa fasilitas penyimpanan dan armada distribusi yang memadai.
Fasilitas penyimpanan berupa gudang berpendingin diperlukan untuk menjaga
kualitas dan kesegaran produk sebelum didistribusikan kepada pelanggan. Selain
itu, Perseroan juga membutuhkan kendaraan berpendingin sebagai sarana utama
dalam proses pengiriman produk ke berbagai wilayah pemasaran. Dukungan
fasilitas operasional tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produk
selama proses penyimpanan dan distribusi serta memastikan kelancaran kegiatan
operasional Perseroan.
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan
tambahan manajemen maupun sumber daya manusia baru. Kebutuhan operasional
akan dipenuhi dengan memanfaatkan serta mengalokasikan sumber daya manusia
yang telah dimiliki oleh Perseroan saat ini. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan
usaha tersebut dapat didukung oleh struktur organisasi dan tenaga kerja yang
sudah ada.
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual
Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
diperoleh informasi Hak Atas Kekayaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
Perseroan.
1. PT Segar Kumala Indonesia Tbk, terdaftar dengan Nomor Registrasi
IDM001386693 pada Kelas 35 atas nama PT Segar Kumala Indonesia Tbk,
diajukan pada 10 April 2025, dan berlaku hingga 10 April 2035.
2. SK dan Logo, terdaftar dengan Nomor Registrasi IDM001387129 pada kelas 35
atas nama PT Segar Kumala Indonesia Tbk, diajukan pada 11 April 2025, dan
berlaku hingga 11 April 2035.
3. SK dan Logo, terdaftar dengan Nomor Registrasi IDM001387127 pada kelas 39
atas nama PT Segar Kumala Indonesia Tbk, diajukan pada 11 April 2025, dan
berlaku hingga 11 April 2035.
22
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait antara lain adalah:
1. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
Kegiatan Usaha.
2. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
3. Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
2.13 Aspek Lingkungan
Perseroan berkomitmen untuk menjalankan kegiatan bisnis yang bertanggung
jawab dengan menekan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.
Perseroan memastikan operasionalnya tidak merusak ekosistem dan tidak
mencemari lingkungan yang dapat merugikan masyarakat sekitar. Untuk mencegah
hal tersebut, Perseroan menerapkan manajemen dampak lingkungan yang terdiri
dari pencegahan, penanganan, hingga pengendalian. Bagi Perseroan, penerapan
proses bisnis yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dapat berkontribusi penuh
pada terciptanya kualitas hidup yang semakin meningkat di masa mendatang.
2.14 Faktor Risiko Utama
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan melakukan impor berbagai jenis
buah-buahan dari luar negeri untuk dipasarkan di Indonesia. Buah-buahan tersebut
berasal dari negara-negara di Asia, Amerika, Afrika dan Australia yang secara rutin
menjadi pemasok untuk jenis buah tertentu dan memiliki periode musim panen
yang berbeda-beda. Kondisi tersebut menimbulkan risiko apabila terjadi gangguan
pasokan, misalnya akibat gagal panen di negara pemasok, yang dapat
mempengaruhi kelancaran ketersediaan produk bagi Perseroan. Gangguan pada
pasokan buah dari mancanegara tersebut berpotensi berdampak pada penurunan
laba Perseroan dan pada akhirnya dapat mengganggu kinerja Perseroan ke depan,
mengingat sebagian besar pendapatan Perseroan berasal dari penjualan buah-
buahan impor.
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak
memerlukan biaya pendirian maupun biaya investasi (capex), mengingat kegiatan
usaha yang akan dijalankan memiliki karakteristik operasional yang serupa dengan
kegiatan usaha Perseroan yang telah berjalan saat ini. Infrastruktur operasional,
23
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
jaringan distribusi, serta sistem logistik yang dimiliki Perseroan saat ini dinilai telah
memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha tersebut. Adapun
Perseroan memperkirakan modal kerja untuk kegiatan usaha tersebut adalah
sebesar Rp25.000.000.000,- (Dua Puluh Lima Miliar Rupiah).
24
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
3 KELAYAKAN PASAR
3.1 Kondisi Pasar
3.1.1 Perkembangan Ekonomi Global
Prospek perekonomian global masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian
yang meningkat. Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan sedikit lebih
rendah menjadi sebesar 3,2% dibandingkan dengan capaian 2025 sebesar 3,3%.
Pertumbuhan yang lebih rendah tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak
lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan kerentanan rantai pasok global,
meskipun prospek perekonomian AS membaik didorong investasi sektor teknologi
termasuk artificial intelligence (AI) dan stimulus fiskal pengurangan pajak.
Sementara itu, prospek pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada
2026 melambat akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor di tengah
investasi AI yang juga meningkat. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan
penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari
rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.
Tabel 9 Pertumbuhan PDB Dunia
Negara 2021 2022 2023 2024 2025* 2026*
Dunia 6,3 3,5 3,3 3,3 3,3 3,2
Negara Maju 5,6 2,6 1,7 1,8 1,7 1,8
Amerika Serikat 5,9 1,9 2,9 2,8 2,1 2,3
Kawasan Eropa 5,6 3,4 0,4 0,9 1,3 1,3
Jepang 2,2 1,0 1,5 0,1 1,1 0,8
Negara Berkembang 6,9 4,1 4,4 4,3 4,3 4,1
Tiongkok 8,4 3,0 5,2 5,0 5,0 4,4
India 8,3 6,8 7,7 6,5 7,4 6,6
ASEAN-5 4,0 5,5 4,0 4,6 4,4 4,3
Amerika Latin 7,4 4,2 2,4 2,4 2,2 2,2
Negara Berkembang
Eropa 7,3 1,2 3,3 3,4 2,2 2,4
Timur Tengah & Asia
Tengah 4,3 5,4 2,0 2,4 3,5 3,8
Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia
3.1.2 Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,7-5,5%.
Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9-5,7%,
ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai kebijakan
Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan Bank Indonesia
untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
25
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Efektivitas berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat
untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Investasi
juga diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas
Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan
makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian. Bank
Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan
moneter, makro prudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan
kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan
yang lebih tinggi dan berdaya tahan.
Tabel 10 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
2023 2024 2025
Komponen 2022 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Konsumsi Swasta 4,96 4,57 5,30 5,08 4,78 4,94 5,33 5,05 5,06 5,01 5,11 4,91 5,04 4,87
Konsumsi Rumah Tangga 4,94 4,53 5,22 5,05 4,47 4,82 4,91 4,93 4,91 4,98 4,94 4,95 4,97 4,89
Konsumsi Lembaga
Nonprofit yang Melayani 5,66 6,29 8,78 6,4 18,4 10 24,1 9,79 11,5 6,06 12,5 7,82 7,82 4,28
Rumah Tangga
Konsumsi Pemerintah -4,42 3,33 -3,86 10,5 2,94 3,02 20,4 4,62 2,03 4,17 6,61 -1,37 -0,33 5,49
Investasi (PMTDB) 3,87 1,53 5,08 4,05 4,32 3,76 3,78 5,16 4,42 5,03 4,61 6,99 6,99 5,04
Investasi Bangunan 0,91 0,08 6,31 3,32 6,42 4,04 5,46 6,02 5,31 5,26 5,51 4,89 4,89 3,02
Investasi Nonbangunan 12,5 5,7 2,05 6,1 -0,78 3,03 -0,78 2,96 1,97 4,4 2,23 12,9 12,9 10,34
Ekspor 16,2 11,7 -3,91 -2,84 1,66 1,34 1,48 8,13 8,79 7,63 6,51 6,46 10,7 9,91
Impor 15,00 4,12 -3,25 -6,82 0,14 -1,6 1,5 11,9 7,79 10,4 7,95 4,17 11,7 1,18
PDB 5,31 5,04 4,94 5,17 5,04 5,05 5,11 5,05 4,95 5,02 5,03 4,87 5,12 5,04
Sumber: Bank Indonesia
Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan
kinerja positif.
Tabel 11 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
2023 2024 2025
Komponen 2022 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Pertanian, Kehutanan, dan
2,25 0,44 2,03 1,49 1,13 1,31 -3,54 3,25 1,69 0,71 0,67 10,52 1,65 4,93
Perikanan
Pertambangan dan
4,38 4,92 5,01 6,95 7,46 6,12 9,31 3,17 3,46 3,95 4,9 -1,23 2,03 -1,98
Penggalian
Industri Pengolahan 4,89 4,43 4,88 5,19 4,07 4,54 4,13 3,95 4,72 4,89 4,43 4,55 5,68 5,54
Pengadaan Listrik dan Gas 6,61 2,67 3,15 5,06 8,68 4,91 5,35 5,39 5,02 3,42 4,77 5,11 0,9 2,86
Pengadaan Air, Pengelolaan
Sampah, Limbah dan 3,23 5,7 4,78 4,49 4,66 4,9 4,44 0,84 0,03 1,06 1,56 0,18 0,82 3,32
Daur Ulang
Konstruksi 2,01 0,32 5,23 6,39 7,68 4,91 7,59 7,29 7,48 5,81 7,02 2,18 4,98 4,21
Perdagangan Besar dan
Eceran Reparasi Mobil 5,53 4,94 5,3 5,1 4,09 4,85 4,58 4,85 4,82 5,19 4,86 5,03 5,37 5,49
dan Sepeda Motor
Transportasi dan
19,87 15,93 15,28 14,74 10,33 13,96 8,66 9,56 8,64 7,92 8,69 9,01 8,52 8,62
Pergudangan
Penyediaan Akomodasi dan
11,94 11,54 9,91 10,93 7,88 10 9,34 10,15 8,32 6,61 8,56 5,75 8,04 8,41
Makan Minum
Informasi dan Komunikasi 7,73 7,11 8,03 8,51 6,74 7,59 8,41 7,66 6,82 7,45 7,57 7,72 7,92 9,65
26
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
2023 2024 2025
Komponen 2022 2023 2024
I II III IV I II III IV I II III
Jasa Keuangan dan Asuransi 1,93 4,45 2,86 5,24 6,56 4,77 3,93 7,9 5,49 1,74 4,74 3,98 3,2 0,77
Real Estat 1,72 0,37 0,96 2,21 2,18 1,43 2,54 2,16 2,32 2,97 2,5 2,94 3,71 3,95
Jasa Perusahaan 8,77 6,37 9,59 9,37 7,62 8,24 9,63 7,96 7,93 8,08 8,38 9,27 9,31 9,94
Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan 2,52 2,13 8,18 -6,24 1,63 1,51 18,89 2,81 3,94 1,16 6,4 4,79 4,69 4,33
Sosial Wajib
Jasa Pendidikan 0,55 1,02 5,42 -2,09 2,63 1,77 7,43 2,44 2,56 2,95 3,75 5,04 1,4 10,59
Jasa Kesehatan dan
2,75 4,77 8,27 2,92 3,09 4,67 11,65 8,57 7,65 5,2 8,11 5,78 3,8 6,83
Kegiatan Sosial
Jasa lainnya 9,47 8,9 11,89 11,14 10,15 10,52 8,92 8,85 9,95 11,36 9,8 9,84 11,31 9,92
PDB 5,31 5,04 5,17 4,94 5,04 5,05 5,11 5,05 4,95 5,02 5,03 4,87 5,12 5,04
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik ditopang neraca perdagangan yang pada
November 2025 kembali mencatat surplus sebesar 2,7 miliar US$ didukung oleh
ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan
perhiasan/permata, nikel dan barang dari padanya, serta bahan bakar mineral.
Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama ditopang
kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari penerbitan
global bond, setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November 2025 tercatat
rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi. Posisi cadangan
devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar 156,5 miliar US$,
setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional
sekitar 3 bulan impor.
Tabel 12 Neraca Pembayaran Indonesia
2023 2024* 2025
Komponen (Miliar US$)
I II III IV Total I II III IV Total I* II** III**
Transaksi Berjalan 2,9 -2,3 -1,3 -1,4 -2 -2,4 -3 -2 -1,3 -8,7 -0,2 -2,7 40,5
A. Barang 1) 14,8 10 10,2 11,4 46,3 9,3 10 9,2 11,3 39,8 13 10,6 16,1
- Ekspor, FOB 66,8 61,6 63,5 65,9 257,7 61,9 62,3 67,5 71,3 263,1 65,9 68 73,9
- Impor, FOB -52,1 -51,6 -53,3 -54,5 -211,4 -52,6 -52,3 -58,3 -60 -223,3 -53 -57,4 -57,8
a. Nonmigas 19 15,2 16 17,7 67,8 15,1 15,2 14,7 17,8 62,7 18,8 15,7 20,9
b. Migas -3,9 -4,7 -5,4 -5,9 -19,9 -5,5 -4,6 -4,4 -5,1 -19,6 -4,7 -4,2 -4,8
B. Jasa - jasa -4,5 -4,5 -3,9 -4,8 -17,7 -4,2 -5 -4,2 -5,2 -18,6 -5,5 -5,2 -4,3
C. Pendapatan Primer -8,8 -9,2 -8,8 -9,3 -36 -8,8 -9,4 -8,5 -9 -35,9 -9,3 -9,8 -9,4
D. Pendapatan Sekunder 1,4 1,4 1,3 1,3 5,4 1,3 1,4 1,5 1,7 6 1,6 1,7 1,7
Transaksi Modal & Finansial 4 -4,5 -0,5 10,8 9,8 -2,4 2,6 8 9,4 17,6 -0,4 -3,5 -8,1
1. Investasi Langsung 4,4 3,9 2,7 3,4 14,4 4,9 2,3 5,1 3,4 15,7 2,5 3,5 2,5
2. Investasi Portofolio 3 -2,6 -3 4,9 2,2 -2,1 3,2 9,8 -2,5 8,3 1 -8,1 -7,1
3. Investasi Lainnya -3,6 -5,6 -0,1 2,4 -6,9 -4,8 -3,3 -7,2 8,5 -6,7 -4,2 1 -3,4
Neraca Keseluruhan 6,5 -7,4 -1,5 8,6 6,3 -6 -0,6 5,9 7,9 7,2 -0,8 -6,7 -6,4
- Cadangan Devisa 145,2 137,5 134,9 146,4 146,4 140,4 140,2 149,9 155,7 155,7 157,1 152,6 148,7
27
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
2023 2024* 2025
Komponen (Miliar US$)
I II III IV Total I II III IV Total I* II** III**
Dalam Bulan Impor dan
Pembayaran Utang Luar 6,2 6 6 6,5 6,5 6,2 6,1 6,4 6,5 6,5 6,5 6,2 6
Negeri Pemerintah
- Transaksi Berjalan (% PDB) 0,9 -0,7 -0,4 -0,4 -0,1 -0,7 -0,9 -0,6 -0,3 -0,6 -0,1 -0,8 1,1
Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per US$,
melemah 1,53% (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025.
Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat
meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan
permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan
ekonomi turut memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar
Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi
di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.
Gambar 1 Indeks Rupiah Terhadap US$, Negara Maju Kecuali AS & Negara
Berkembang
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi
Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi
yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan
moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya
28
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered
prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi
kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang
terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat
gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
Gambar 2 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
3.2 Pangsa Pasar
Berdasarkan data SUSENAS, struktur pengeluaran rumah tangga Indonesia dalam
periode 2015 hingga 2025 menunjukkan dinamika yang relatif stabil. Pengeluaran
penduduk Indonesia per bulan untuk makanan dan bukan makanan selama tahun
2015 hingga 2024 menunjukkan adanya fluktuasi pergeseran pangsa pengeluaran.
Pada periode 2015 hingga 2016, pengeluaran rumah tangga didominasi oleh
kelompok non makanan. Porsi pengeluaran untuk makanan sempat mendominasi
dan mencapai titik tertinggi pada tahun 2017 sebesar 50,94%. Kondisi ini diduga
dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan harga pada komoditas pangan yang
mendorong porsi pengeluaran untuk kebutuhan pokok menjadi lebih besar.
Pangsa pengeluaran untuk makanan cenderung lebih kecil dibandingkan pangsa
pengeluaran untuk bukan makanan pada periode 2015 hingga 2024 kecuali pada
tahun 2017, 2022 dan 2024. Tahun 2025 pangsa pengeluaran per bulan untuk
makanan sebesar 49,42% dan bukan makanan sebesar 50,58%. Besarnya rata-rata
pengeluaran per kapita per bulan tahun 2025 untuk bahan makanan sebesar
Rp775.516,- dan bukan makanan sebesar Rp793.572,-.
29
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Gambar 3 Grafik Perkembangan Persentase Pengeluaran Penduduk Indonesia
untuk Makanan dan Bukan Makanan
Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
3.3 Kesinambungan
Kesinambungan pasar bagi kegiatan usaha ini dinilai memiliki prospek yang baik
mengingat produk tersebut merupakan salah satu sumber utama protein bagi
masyarakat. Produk seperti daging ayam, daging merah, serta ikan mengandung
protein yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, sehingga
permintaannya cenderung stabil dan berkelanjutan. Seiring dengan meningkatnya
kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi seimbang, konsumsi produk pangan
yang kaya protein juga menunjukkan kecenderungan meningkat.
Tabel 13 Rata-Rata Konsumsi Kalori (kkal) dan Protein (gram) per Kapita Sehari
Menurut Kelompok Makanan, Tahun 2024 dan 2025
Kalori (kkal/kapita/hari) Protein (gram/kapita/hari)
No. Kelompok Barang
2024 2025 Perubahan 2024 2025 Perubahan
1 Padi-padian 819,78 814,62 -5,16 19,3 19,18 -0,12
2 Umbi-umbian 37,03 41,88 4,85 0,36 0,4 0,04
3 Ikan 51,9 54,52 2,62 9,38 9,66 0,28
4 Daging 80,65 80,09 -0,56 4,88 5,03 0,15
5 Telur dan susu 54,38 55,72 1,34 3,17 3,34 0,17
6 Sayur-sayuran 38,55 42,84 4,29 2,37 2,56 0,19
7 Kacang-kacangan 50,25 51,27 1,02 4,99 5,11 0,12
8 Buah-buahan 51,1 56,31 5,21 0,62 0,64 0,02
9 Minyak dan Kelapa 266,7 275,83 9,13 0,17 0,16 -0,01
10 Bahan minuman 83,67 82,44 -1,23 0,81 0,8 -0,01
11 Bumbu-bumbuan 10,12 10,29 0,17 0,43 0,43 0
12 Bahan makanan lainnya 56,05 55,85 -0,2 1,11 1,1 -0,01
30
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Kalori (kkal/kapita/hari) Protein (gram/kapita/hari)
No. Kelompok Barang
2024 2025 Perubahan 2024 2025 Perubahan
13 Makanan & minuman jadi 451,35 451,76 0,41 14,13 14,37 0,24
Jumlah 2.051,54 2.073,43 21,89 61,7 62,78 1,08
Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Konsumsi kalori dan protein per kapita per hari penduduk Indonesia tahun 2025
berdasarkan data SUSENAS naik dibandingkan tahun 2024. Rata-rata konsumsi kalori
penduduk Indonesia pada tahun 2025 sebesar 2.073,43 kkal naik sebesar 21,89 kkal
(1,07%) dibandingkan tahun 2024. Demikian juga konsumsi protein naik 1,08 gram
menjadi 62,78 gram (1,75%) di tahun 2025. Sementara jika dilihat per kelompok
barang, beberapa komoditas mengalami penurunan baik konsumsi kalori maupun
proteinnya, walaupun secara total meningkat.
Sumber utama konsumsi kalori penduduk Indonesia adalah dari kelompok padi-
padian yang mencapai 39,96% di tahun 2024, diikuti oleh kelompok makanan dan
minuman jadi sebesar 22,0%. Selanjutnya, kelompok padi-padian yang mencapai
39,29% di tahun 2025, serta kelompok makanan dan minuman menjadi sebesar
21,79%.
Gambar 4 Persentase Konsumsi Kalori Penduduk Indonesia, Tahun 2024 dan 2025
Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Sumber protein hewani dan nabati pada pola konsumsi protein penduduk Indonesia
tahun 2025 dari kelompok ikan, kacang-kacangan, daging serta telur dan susu
sebesar 15,39%, 8,14%, 8,01% dan 5,32%. Namun secara total, konsumsi protein juga
disumbang dari kelompok padi-padian sebesar 30,55%.
Pada tahun 2025, pengeluaran kelompok buah-buahan meningkat menjadi 2,72%
dari tahun 2024. Sementara untuk konsumsi protein, tercatat sebagian besar pangsa
kelompok barang sumber protein mengalami peningkatan. Dimana pangsa ikan
sebagai sumber protein naik menjadi 15,39%, demikian juga pangsa daging naik dari
31
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
7,91% menjadi 8,01% dari tahun sebelumnya. Pangsa protein dari minyak dan kelapa
juga turun menjadi 0,25% dibandingkan tahun sebelumnya.
Gambar 5 Persentase Konsumsi Protein Penduduk Indonesia
Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
3.4 Potensi Pasar
Pengeluaran penduduk Indonesia untuk makanan tahun 2025 sebagian besar
dialokasikan untuk makanan dan minuman jadi yang mencapai 32,04% sedikit naik
dibandingkan tahun 2024. Pangsa terbesar kedua adalah pengeluaran untuk rokok
dan tembakau sebesar 11,83% kemudian padi-padian sebesar 11,51% yang juga
turun dari tahun 2024. Pangsa pengeluaran lainnya yang cukup besar yaitu untuk
sayuran 8,32% dan ikan 7,87%, keduanya naik dibandingkan tahun 2024. Jika
dicermati, pangsa pengeluaran untuk pangan dominan naik dibandingkan dengan
tahun 2023 kecuali padi-padian dan rokok tembakau.
Gambar 6 Persentase Pengeluaran Bahan Pangan Menurut Jenis
Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
32
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Perkembangan pengeluaran nominal bahan makanan per kapita per bulan tahun
2025 mengalami kenaikan sebesar 3,16%. Apabila ditinjau menurut kelompok
barang, pengeluaran per kapita sebulan meningkat relatif tinggi adalah minyak dan
kelapa sebesar 13,50%. Sementara itu, pengeluaran per kapita sebulan untuk daging
meningkat 3,51%, sayur-sayuran sebesar 7,61%, dan buah-buahan sebesar 9,43%.
Tabel 14 Perkembangan Pangsa Pengeluaran Nominal dan Riil Kelompok Bahan
Makanan, Tahun 2024—2025 (Rp/Kapita/Bulan)
2024 2025 Pertumbuhan (%)
No. Kelompok Barang
Nominal IHK Riil Nominal IHK Riil Nominal Riil
1 Padi-padian 94.641 109,01 86.815 89.278 111,98 79.729 -5,67 -8,16
2 Umbi-umbian 8.542 109,01 7.836 9.389 111,98 8.385 9,92 7,01
3 Ikan 57.665 109,01 52.897 61.063 111,98 54.532 5,89 3,09
4 Daging 36.488 109,01 33.471 37.769 111,98 33.729 3,51 0,77
5 Telur dan susu 37.776 109,01 34.652 39.939 111,98 35.667 5,73 2,93
6 Sayur-sayuran 59.988 109,01 55.028 64.556 111,98 57.651 7,61 4,77
7 Kacang-kacangan 14.716 109,01 13.499 15.383 111,98 13.738 4,53 1,77
8 Buah-buahan 40.667 109,01 37.304 44.501 111,98 39.741 9,43 6,53
9 Minyak dan Kelapa 18.283 109,01 16.771 20.752 111,98 18.532 13,50 10,50
10 Bahan minuman 21.071 109,01 19.329 23.101 111,98 20.630 9,63 6,73
11 Bumbu-bumbuan 15.174 109,01 13.919 15.979 111,98 14.270 5,31 2,52
12 Konsumsi lainnya 13.402 109,01 12.294 13.599 111,98 12.144 1,47 -1,21
13 Makanan & minuman jadi 238.902 109,01 219.148 248.501 111,98 221.922 4,02 1,27
14 Rokok dan Tembakau 94.476 115,45 81.831 91.708 119,80 76.552 -2,93 -6,45
15 Makanan, Minuman & 751.789 121,60 618.235 775.516 121,60 637.747 3,16 3,16
Tembakau
Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Berdasarkan data SUSENAS, Provinsi DKI Jakarta memiliki rata-rata pengeluaran per
kapita sebulan paling besar dibanding provinsi lain yaitu sebesar Rp2.794.485,-,
selanjutnya adalah Kepulauan Riau sebesar Rp2.109.071,-.
Tabel 15 Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Komoditas Makanan dan Bukan
Makanan menurut Provinsi, Maret 2025
Pengeluaran
Proporsi
No. Provinsi Bukan
Makanan Total Makanan (%)
Makanan
1 Aceh 741.980 557.776 1.299.756 57,09
2 Sumatera Utara 765.842 632.045 1.397.887 54,79
3 Sumatera Barat 821.552 720.558 1.542.109 53,27
4 Riau 844.678 765.749 1.610.427 52,45
5 Jambi 775.092 702.013 1.477.104 52,47
6 Sumatera Selatan 691.256 592.283 1.283.538 53,86
7 Bengkulu 740.786 757.958 1.498.744 49,43
8 Lampung 663.740 575.873 1.239.613 53,54
9 Kep, Bangka Belitung 915.697 849.854 1.765.551 51,86
33
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Pengeluaran
Proporsi
No. Provinsi Bukan
Makanan Total Makanan (%)
Makanan
10 Kepulauan Riau 1.063.897 1.404.422 2.468.319 43,1
11 DKI Jakarta 1.153.404 1.809.008 2.962.412 38,93
12 Jawa Barat 832.486 891.881 1.724.367 48,28
13 Jawa Tengah 667.536 669.491 1.337.028 49,93
14 DI Yogyakarta 766.284 1.076.928 1.843.212 41,57
15 Jawa Timur 715.989 703.152 1.419.140 50,45
16 Banten 870.648 879.898 1.750.546 49,74
17 Bali 827.210 1.137.408 1.964.618 42,11
18 Nusa Tenggara Barat 762.911 639.207 1.402.118 54,41
19 Nusa Tenggara Timur 559.895 468.980 1.028.875 54,42
20 Kalimantan Barat 779.641 690.293 1.469.934 53,04
21 Kalimantan Tengah 849.309 746.856 1.596.165 53,21
22 Kalimantan Selatan 827.593 775.909 1.603.501 51,61
23 Kalimantan Timur 956.141 1.161.212 2.117.354 45,16
24 Kalimantan Utara 838.916 887.535 1.726.451 48,59
25 Sulawesi Utara 718.423 692.081 1.410.504 50,93
26 Sulawesi Tengah 648.896 607.498 1.256.394 51,65
27 Sulawesi Selatan 664.456 694.365 1.358.821 48,9
28 Sulawesi Tenggara 650.919 674.166 1.325.085 49,12
29 Gorontalo 650.308 665.429 1.315.738 49,43
30 Sulawesi Barat 575.436 493.877 1.069.314 53,81
31 Maluku 679.006 719.492 1.398.498 48,55
32 Maluku Utara 749.636 742.896 1.492.532 50,23
33 Papua Barat 878.045 827.294 1.705.338 51,49
34 Papua Barat Daya 857.182 959.693 1.816.875 47,18
35 Papua 830.864 979.903 1.810.767 45,88
36 Papua Selatan 805.371 712.047 1.517.419 53,08
37 Papua Tengah 874.847 584.240 1.459.088 59,96
38 Papua Pegunungan 1.256.747 685.250 1.941.997 64,71
Indonesia 775.516 793.572 1.569.088 49,42
Sumber: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
3.5 Sasaran
Pasar yang dituju oleh Perseroan adalah konsumen bisnis yang membutuhkan
pasokan produk pangan segar, khususnya di kota-kota besar di Indonesia yang
memiliki tingkat permintaan yang relatif tinggi. Segmen pasar utama Perseroan
meliputi ritel modern seperti supermarket dan hypermarket, serta pedagang pasar
tradisional yang memerlukan pasokan produk secara berkelanjutan.
Saat ini, Perseroan telah memiliki fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage)
di sejumlah wilayah strategis untuk mendukung kegiatan distribusi dan menjaga
kualitas produk. Beberapa cabang Perseroan yang memiliki fasilitas cold storage
yang dapat digunakan untuk penyimpanan produk dalam penambahan kegiatan
34
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
usaha antara lain Jakarta, Surabaya, Samarinda, Palu, Makassar, Kendari, Manado,
Ambon, dan Ternate.
3.6 Potensi Nilai Pasar
Potensi nilai pasar dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dinilai cukup prospektif
dengan mempertimbangkan tren peningkatan kebutuhan terhadap produk pangan.
Dengan dukungan fasilitas serta jaringan distribusi yang telah dimiliki, Perseroan
memiliki posisi yang strategis untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar
tersebut.
Berdasarkan hasil proyeksi keuangan yang telah disusun, Penambahan Kegiatan
Usaha ini diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja
keuangan Perseroan. Pendapatan yang berasal dari penjualan ayam beku, daging,
dan ikan diproyeksikan meningkat setiap tahunnya, yaitu sebesar Rp69,54 miliar
pada tahun 2026, Rp73,71 miliar pada tahun 2027, Rp78,13 miliar pada tahun
2028, Rp82,82 miliar pada tahun 2029, dan Rp87,79 miliar pada tahun 2030.
3.7 Pesaing Usaha
Beberapa pesaing yang mungkin memiliki potensi persaingan dengan produk yang
dipasarkan oleh Perseroan, dan produknya telah beredar di pasar, antara lain:
Tabel 16 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
No. Pesaing Produk
1 PT Laris Manis Utama Ayam, Olahan Daging, Ikan
2 PT Sinar Boga Indotama Ayam, Olahan Daging
3 PT Percaya Prima Protein Ayam
4 CV Satu Tiga Berjaya Ayam, Olahan Daging, Ikan
5 PT Pangan Nusantara Jaya Ayam, Olahan Daging, Daging
6 PT Berkat Amandeus Sukses Sentosa Ayam, Olahan Daging, Daging
7 PT Berkah Hasil Pangan Ayam, Olahan Daging, Daging
8 PT Andi Nugraha Nusantara Ayam, Olahan Daging, Daging
9 PT Charoen Phopan Indonesia Ayam, Olahan Daging
10 PT Ciomas Adisatwa Ayam, Olahan Daging, Daging
Sumber: Manajemen Perseroan
3.8 Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang dijalankan oleh Perseroan adalah:
- Bekerja sama dengan supplier untuk melakukan distribusi lebih banyak lagi
varian buah-buahan baru dari berbagai mancanegara.
35
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
- Mendorong performa dari cabang – cabang, terutama untuk cabang–cabang yang
baru dibuka oleh Perseroan.
- Memanfaatkan setiap event panen buah-buahan di setiap musimnya.
- Memanfaatkan momen hari raya besar (Tahun Baru, Imlek, Idul Fitri, Galungan,
dll) untuk mendorong penjualan.
- Membuka cabang-cabang untuk lebih mempermudah rantai distribusi dan
memperluas lini bisnis dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
36
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
4 KELAYAKAN TEKNIS
4.1 Kapasitas
Perseroan memiliki 18 cabang cold storage yang juga bertindak sebagai pusat
pemasaran dan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tabel 17 Kapasitas Cold Storage
Total Kapasitas Buah-buahan Daging
No. Cabang
(ton) (ton) (ton)
1 Aceh 85 85 -
2 Medan 51 51 -
3 Pekanbaru 250 250 -
4 Palembang 200 200 -
5 Bangka 100 100 -
6 Jakarta 2.250 2.000 250
7 Yogyakarta 119 119 -
8 Surabaya & Margomulyo 2.942 2.792 150
9 Denpasar 204 204 -
10 Balikpapan 75 75 -
11 Samarinda 150 110 40
12 Palu 300 270 30
13 Makassar 500 460 40
14 Kendari 389 359 30
15 Manado 170 130 40
16 Ambon 120 80 40
17 Ternate 200 160 40
18 Jayapura 300 300 -
Sumber: Manajemen Perseroan
Dalam rencana Penambahan Kegiatan Usaha, produk yang diperdagangkan meliputi
daging ayam yang telah berjalan saat ini, serta daging dan ikan. Dalam
pelaksanaannya, hanya beberapa cabang Perseroan yang memiliki fasilitas cold
storage yang dapat digunakan untuk penyimpanan produk tersebut dengan suhu
operasional sekitar -18ºC guna menjaga kualitas produk. Cabang-cabang yang
telah dilengkapi dengan fasilitas cold storage tersebut antara lain Jakarta, Surabaya,
Samarinda, Palu, Makassar, Kendari, Manado, Ambon, dan Ternate.
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Bahan Baku Mentah
Dalam kegiatan usahanya, Perseroan tidak menggunakan bahan baku mentah dalam
proses produksi, melainkan memperoleh produk dari pemasok untuk
37
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
diperdagangkan kembali. Produk-produk tersebut diperoleh dalam bentuk segar
yang siap untuk didistribusikan kepada pelanggan.
Pekerja
Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025,
Perseroan memiliki 466 orang karyawan. Perseroan berkomitmen untuk terus
meningkatkan keterampilan para karyawan dengan berbagai program pelatihan
yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang dilakukan. Hal ini untuk
memastikan karyawan dilengkapi dengan kemampuan yang baik dalam
melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi, kualitas dan
kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.
Tenaga Ahli
Dalam rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perseroan tidak memerlukan
tenaga ahli khusus, mengingat kegiatan usaha yang dijalankan merupakan
perdagangan besar yang tidak melibatkan proses produksi. Pelaksanaan kegiatan
usaha akan didukung oleh sumber daya manusia yang telah dimiliki Perseroan saat
ini.
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional
Proses operasional Perseroan digambarkan dalam alur sebagai berikut:
Gambar 7 Alur Operasional Kegiatan Perseroan
Melakukan QC
Kedatangan Produk dikirim ke
kemudian Produk Produk sampai
Produk dari gudang
didistribusikan didistribusikan kepada customer
Supplier penyimpanan
kepada customer
Sumber: Manajemen Perseroan
1. Perseroan menerima produk yang dikirim dari supplier.
2. Produk dikirim ke gudang penyimpanan dengan menggunakan container.
3. Perseroan melakukan pemeriksaan kualitas (QC) untuk memastikan produk
memenuhi standar sebelum distribusi lebih lanjut.
4. Produk dikirim menggunakan armada kendaraan berpendingin untuk menjaga
kesegaran selama pengiriman ke pelanggan.
5. Produk didistribusikan, termasuk ke supermarket/ hypermarket serta pasar
tradisional, sehingga menjangkau konsumen akhir secara luas.
38
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
5 KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1 Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang mendukung keberhasilan
pelaksanaan Penambahan Kegiatan Usaha. Keunggulan tersebut antara lain
didukung oleh kepemilikan fasilitas cold storage yang memungkinkan produk
disimpan pada suhu yang sesuai sehingga kualitas dan kesegaran produk tetap
terjaga sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
Selain itu, Perseroan memiliki jaringan distribusi yang telah berjalan dengan
dukungan kendaraan berpendingin, sehingga kualitas produk tetap terjaga selama
proses pengiriman hingga sampai kepada pelanggan.
Perseroan juga memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan pemasok serta
basis pelanggan yang telah terbentuk, termasuk ritel modern dan pedagang pasar
tradisional. Hubungan yang telah terjalin dalam jangka panjang menjadi faktor
penting dalam menjaga kestabilan pasokan serta meningkatkan kepercayaan
pelanggan terhadap Perseroan.
Dengan pengalaman operasional yang dimiliki serta dukungan infrastruktur yang
memadai, Perseroan memiliki posisi yang kompetitif untuk dalam menjalankan
kegiatan usaha.
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Kemampuan pesaing untuk meniru produk yang dipasarkan oleh Perseroan pada
dasarnya terbuka, mengingat produk pangan segar merupakan komoditas yang
tersedia di pasar dan dapat dipasarkan oleh pelaku usaha lain. Namun demikian,
mengingat kegiatan usaha Perseroan tidak hanya bergantung pada jenis produk
yang dipasarkan, tetapi juga pada sistem penyimpanan dan distribusi yang
terintegrasi. Kepemilikan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) serta
dukungan armada kendaraan berpendingin memerlukan investasi awal yang relatif
besar, sehingga menjadi salah satu hambatan bagi pelaku usaha baru untuk
memasuki industri yang sama. Selain itu, keberhasilan operasional usaha ini
memerlukan pengalaman dalam pengelolaan produk yang mudah rusak serta
penerapan standar pengendalian kualitas yang konsisten.
Di sisi lain, hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan pemasok dan
pelanggan juga menjadi faktor penting yang relatif sulit untuk dimiliki dalam waktu
singkat. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, kemampuan pesaing
untuk meniru model bisnis Perseroan secara menyeluruh dinilai memerlukan waktu,
investasi, dan sumber daya yang signifikan.
39
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Penambahan kegiatan usaha memberikan peluang bagi Perseroan untuk
menciptakan nilai melalui pengembangan lini produk. Kemampuan Perseroan dalam
menciptakan nilai dari kegiatan usaha ini antara lain didukung oleh beberapa aspek
sebagai berikut:
1. Diversifikasi lini produk
Diversifikasi produk memberikan peluang bagi Perseroan untuk mengurangi
ketergantungan terhadap salah satu jenis produk serta meningkatkan stabilitas
pendapatan dalam menghadapi fluktuasi permintaan pasar terhadap produk
tertentu.
2. Peningkatan nilai transaksi
Perseroan memiliki basis pelanggan yang telah terbentuk. Penambahan kegiatan
usaha memberikan peluang bagi Perseroan untuk menawarkan produk
tambahan kepada pelanggan yang sama, sehingga berpotensi meningkatkan
nilai transaksi serta memperkuat hubungan bisnis dalam jangka panjang.
3. Peningkatan efisiensi distribusi
Perseroan memiliki kemampuan untuk mengelola proses penyimpanan dan
pengiriman produk. Integrasi distribusi produk diharapkan dapat meningkatkan
efisiensi operasional serta menekan biaya distribusi secara keseluruhan.
4. Peningkatan daya saing
Melalui pengembangan kegiatan usaha, Perseroan memiliki peluang untuk
memperluas jangkauan pasar. Sinergi antara distribusi produk diharapkan dapat
meningkatkan daya saing Perseroan di industri distribusi produk pangan segar.
Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, Perseroan memiliki kemampuan yang
memadai untuk menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Sinergi antara lini
produk yang telah ada dengan kegiatan usaha baru diharapkan dapat meningkatkan
efisiensi operasional, memperluas sumber pendapatan, serta memberikan
kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja usaha Perseroan.
40
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025,
Perseroan memiliki 466 orang karyawan yang tersebar di kantor pusat dan cabang.
Jumlah tenaga kerja tersebut dinilai memadai untuk mendukung kegiatan
operasional Perseroan, termasuk dalam rangka pelaksanaan Penambahan Kegiatan
Usaha. Dalam pelaksanaannya, Perseroan tidak memerlukan tenaga kerja dengan
keahlian khusus, sehingga dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang telah
ada. Apabila diperlukan, Perseroan juga memiliki fleksibilitas untuk melakukan
penambahan tenaga kerja guna mendukung peningkatan volume kegiatan usaha.
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
Perseroan memiliki dan mengelola kekayaan intelektual berupa merek dagang dan
logo yang digunakan dalam kegiatan usaha, antara lain merek “SK” yang telah
didaftarkan atas nama Perseroan. Merek tersebut terdaftar dalam beberapa kelas,
termasuk kelas 35 yang mencakup kegiatan perdagangan dan distribusi, serta kelas
39 yang mencakup kegiatan logistik dan transportasi, sehingga mendukung seluruh
lini kegiatan usaha Perseroan.
6.3 Manajemen Risiko
Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan mungkin menghadapi beberapa
risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko yang mungkin dihadapi
Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Risiko ketersediaan pasokan
Risiko ini berkaitan dengan ketergantungan terhadap pemasok dalam
penyediaan produk Gangguan pasokan dapat memengaruhi ketersediaan
barang dagangan. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menjalin kerja
sama dengan berbagai pemasok, baik domestik maupun internasional, untuk
menjaga diversifikasi sumber pasokan serta memastikan kontinuitas
ketersediaan produk.
2. Risiko Kualitas dan Kesegaran Produk
Produk yang diperdagangkan merupakan produk pangan yang rentan terhadap
penurunan kualitas apabila tidak ditangani dengan baik. Untuk memitigasi risiko
tersebut, Perseroan menggunakan fasilitas cold storage dengan suhu yang
sesuai dengan tipe produk, serta menggunakan kendaraan berpendingin dalam
proses distribusi guna menjaga kualitas produk hingga sampai ke pelanggan.
41
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
3. Risiko Distribusi dan Operasional
Risiko ini mencakup keterlambatan pengiriman, serta gangguan logistik, yang
dapat memengaruhi pelayanan kepada pelanggan. Untuk memitigasi risiko
tersebut, Perseroan melakukan perencanaan operasional yang terstruktur, serta
memastikan kesiapan armada distribusi untuk mendukung kelancaran
pengiriman.
4. Risiko Persaingan Usaha
Perseroan menghadapi persaingan dari pelaku usaha lain dalam industri
perdagangan produk pangan yang dapat memengaruhi pangsa pasar dan
margin usaha. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menerapkan strategi
harga yang kompetitif, menjaga kualitas produk, serta memperkuat hubungan
dengan pelanggan dan pemasok.
5. Risiko Fluktuasi Harga
Harga produk pangan dapat berfluktuasi akibat kondisi pasar, musim, maupun
faktor eksternal lainnya. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan
pengelolaan pembelian secara selektif, menjaga hubungan dengan pemasok,
serta menyesuaikan strategi penetapan harga sesuai kondisi pasar.
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Manajemen Perseroan memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai dalam
menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar produk pangan. Sejak
didirikan pada tahun 2017, Perseroan telah mengembangkan kompetensi dalam
pengelolaan rantai pasok, pengadaan produk, penyimpanan, serta distribusi kepada
berbagai segmen pelanggan, baik ritel modern maupun pasar tradisional.
Dalam rangka Penambahan Kegiatan Usaha, manajemen Perseroan dinilai memiliki
kemampuan yang memadai, mengingat karakteristik operasionalnya yang serupa
dengan kegiatan usaha yang telah berjalan. Selain itu, Perseroan juga didukung oleh
infrastruktur, serta jaringan yang telah terbentuk, sehingga memudahkan dalam
proses implementasi kegiatan usaha baru.
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak
melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.
42
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Gambar 8 Struktur Organisasi Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan
43
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
7 KELAYAKAN KEUANGAN
Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunya sehingga didapatkan
suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan ataupun tidak.
Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal seperti kebutuhan
investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
investasi, dan analisis sensitivitas.
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs)
Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak
memerlukan biaya pendirian maupun biaya investasi (capex). Adapun Perseroan
memperkirakan modal kerja untuk kegiatan usaha tersebut adalah sebesar
Rp25.000.000.000,- (Dua Puluh Lima Miliar Rupiah).
7.2 Modal Kerja
Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut.
Perputaran persediaan : 20 hari
Perputaran piutang usaha : 20 hari
Perputaran utang usaha : 25 hari
Proyeksi Modal Kerja Perseroan tahun 2026—2030 adalah sebagai berikut.
Tabel 18 Modal Kerja (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Aset Lancar 379.050.161 401.576.532 425.138.766 450.010.828 476.545.642
Utang Lancar (228.354.415) (239.552.877) (253.720.058) (268.667.660) (284.610.814)
Modal Kerja 150.695.746 162.023.656 171.418.708 181.343.168 191.934.828
Perubahan Modal Kerja 104.211.780 11.327.910 9.395.052 9.924.460 10.591.660
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan, modal kerja yang dibutuhkan pada tahun 2026
sampai dengan tahun 2030 berturut-turut adalah sebesar Rp150,70 miliar,
Rp162,02 miliar, Rp171,42 miliar, Rp181,34 miliar, dan Rp191,93 miliar.
7.3 Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan modal kerja terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha
adalah berasal dari kas Perseroan.
44
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
7.4 Biaya Operasional
Biaya operasional pada tahun 2026—2030 diproyeksikan seperti tabel di bawah ini:
Tabel 19 Biaya Operasional (Rp.000)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030
Gaji dan tunjangan 71.050.849 72.614.195 76.244.905 78.532.252 80.954.459
Pemasaran 9.336.171 9.522.894 9.903.810 10.200.924 10.404.943
Pengangkutan 495.926 505.845 526.078 541.861 552.698
Lain-lain 22.997 23.457 24.630 25.368 25.876
Jasa penitipan persediaan barang 10.509.805 10.720.001 11.256.001 11.593.681 11.825.555
Perjalanan dinas 10.242.558 10.447.409 10.865.305 11.082.612 11.304.264
Listrik, air dan telepon 8.515.329 8.685.636 9.033.061 9.213.723 9.397.997
Penyusutan aset tetap 8.903.295 10.650.795 12.471.762 13.761.460 15.497.460
Beban pajak 2.990.074 3.049.875 3.202.369 3.298.440 3.364.409
Penyusutan aset hak guna 699.120 699.120 699.120 699.120 699.120
Perbaikan dan pemeliharaan 3.199.450 3.263.439 3.393.976 3.461.856 3.531.093
Perlengkapan kantor 2.766.963 2.822.302 2.935.195 2.993.898 3.053.776
Sewa 2.972.442 3.031.891 3.153.167 3.216.230 3.280.555
Honorarium tenaga ahli 2.620.885 2.673.302 2.780.234 2.835.839 2.892.556
Jamuan dan representasi 1.024.506 1.044.996 1.086.796 1.108.532 1.130.702
Lain-lain 2.539.453 2.590.242 2.677.433 2.572.237 2.623.682
Total 137.889.822 142.345.400 150.253.843 155.138.033 160.539.144
Sumber: Proyeksi Keuangan
Pada tahun 2026, beban operasional Perseroan diproyeksikan sebesar Rp137,89
miliar. Beban tersebut diproyeksikan meningkat setiap tahunnya hingga mencapai
Rp160,54 miliar pada tahun 2030.
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah
Perseroan tidak memerlukan bahan baku mentah dalam kegiatan usahanya,
sehingga tidak terdapat biaya yang terkait dengan pengadaan bahan baku mentah.
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan
Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan.
Waktu Operasional
Periode proyeksi disusun untuk jangka waktu tahun 2026 hingga tahun 2030.
Jumlah hari operasional diasumsikan sebesar 264 hari per tahun dari total 365 hari
kalender, dan asumsi jumlah hari operasional tersebut dianggap konstan selama
periode proyeksi.
45
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Struktur Pendapatan
Proyeksi pendapatan untuk periode tahun 2026—2030 disajikan pada tabel berikut.
Tabel 20 Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Buah-buahan 3.419.554.207 3.624.727.460 3.842.211.107 4.072.743.774 4.317.108.400
Sales Discount (24.763.658) (23.452.438) (24.953.919) (27.432.076) (28.349.484)
Total Buah-buahan 3.394.790.549 3.601.275.021 3.817.257.188 4.045.311.698 4.288.758.916
Ayam Beku 68.148.204 72.237.097 76.571.323 81.165.602 86.035.538
Daging 695.390 737.113 781.340 828.220 877.914
Ikan 695.390 737.113 781.340 828.220 877.914
Total Ayam Beku,
Daging, Ikan 69.538.984 73.711.323 78.134.003 82.822.043 87.791.365
Total Penjualan 3.464.329.533 3.674.986.344 3.895.391.191 4.128.133.741 4.376.550.281
Sumber: Proyeksi Keuangan
Struktur Biaya
a. Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan terhadap penjualan diasumsikan sebesar 93,00%, dan
diasumsikan tetap sampai akhir masa proyeksi.
b. Beban Usaha
Beban penjualan diasumsikan sebesar 0,60% dari penjualan dan diasumsikan
tetap sampai akhir masa proyeksi.
Selanjutnya, beban administrasi dan umum untuk periode tahun 2026—2030
diproyeksikan sebagaimana disajikan pada tabel berikut:
Tabel 21 Struktur Beban Usaha (% Growth)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030
Gaji dan tunjangan 6,00% 2,20% 5,00% 3,00% 3,08%
Pemasaran 5,00% 2,00% 4,00% 3,00% 2,00%
Pengangkutan 5,00% 2,00% 4,00% 3,00% 2,00%
Lain-lain 5,00% 2,00% 5,00% 3,00% 2,00%
Jasa penitipan persediaan barang 5,46% 2,00% 5,00% 3,00% 2,00%
Perjalanan dinas 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Listrik, air dan telepon 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Penyusutan aset tetap Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A
Beban pajak 5,00% 2,00% 5,00% 3,00% 2,00%
Penyusutan aset hak guna Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A
Perbaikan dan pemeliharaan 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Perlengkapan kantor 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
46
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030
Sewa 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Honorarium tenaga ahli 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Jamuan dan representasi 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Lain-lain 5,00% 2,00% 3,37% -3,93% 2,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Beban Penyusutan dilaksanakan dengan metode garis lurus dengan tarif
penyusutan atas perolehan aset sebagai berikut:
− Bangunan : 5,00% per tahun
− Mesin pendingin : 10,00% per tahun
− Perlengkapan kantor : 20,00% per tahun
− Kendaraan : 12,50% per tahun
− Aset hak guna : 5,00% per tahun
Tarif Pajak
Pajak penghasilan badan (PPh Badan) diproyeksikan sebesar 22,00% dan
diasumsikan tetap selama masa proyeksi.
Perputaran
Selama periode proyeksi, persediaan diasumsikan berputar setiap 20 hari, piutang
usaha tertagih setiap 20 hari, dan utang usaha dilunasi setiap 25 hari.
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel
berikut ini.
Tabel 22 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar 409.862.597 452.567.450 499.137.050 552.259.643 611.492.823
Aset Tidak Lancar 65.441.127 69.091.212 71.920.330 73.459.750 73.263.171
TOTAL ASET 475.303.724 521.658.662 571.057.381 625.719.394 684.755.993
LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Jangka Lancar 228.354.415 239.552.877 253.720.058 268.667.660 284.610.814
Liabilitas Tidak Lancar 17.509.803 18.138.195 18.963.405 19.679.320 20.286.056
Ekuitas 229.439.505 263.967.590 298.373.917 337.372.413 379.859.123
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 475.303.724 521.658.662 571.057.381 625.719.394 684.755.993
Sumber: Proyeksi Keuangan
47
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Selama periode proyeksi tahun 2026—2030, total aset Perseroan diproyeksikan
mengalami peningkatan secara bertahap, dari sebesar Rp475,30 miliar pada tahun
2026 menjadi sebesar Rp684,76 miliar pada tahun 2030.
Pada periode yang sama, total liabilitas Perseroan juga diproyeksikan mengalami
peningkatan, yaitu dari sebesar Rp245,86 miliar pada tahun 2026 menjadi sebesar
Rp304,90 miliar pada tahun 2030.
Sejalan dengan pertumbuhan aset dan liabilitas, total ekuitas Perseroan
diproyeksikan meningkat setiap tahunnya, dari sebesar Rp229,44 miliar pada tahun
2026 menjadi sebesar Rp379,86 miliar pada tahun 2030.
7.8 Proyeksi Laba (Rugi)
Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 23 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Penjualan 3.464.329.533 3.674.986.344 3.895.391.191 4.128.133.741 4.376.550.281
Beban Pokok Penjualan (3.221.826.466) (3.417.737.300) (3.622.713.807) (3.839.164.379) (4.070.191.761)
Laba (Rugi) Kotor 242.503.067 257.249.044 272.677.383 288.969.362 306.358.520
Beban Usaha (149.073.385) (153.045.403) (160.455.308) (165.446.256) (170.601.866)
Laba (Rugi) Usaha -
EBITDA 93.429.683 104.203.641 112.222.076 123.523.106 135.756.654
Beban Penyusutan &
Amortisasi (9.602.415) (11.349.915) (13.170.882) (14.460.580) (16.196.580)
Pendapatan (Beban)
Lain-lain (162.875) 1.250.532 1.661.933 2.202.228 2.941.878
Laba (Rugi) Sebelum
Pajak 83.664.393 94.104.258 100.713.126 111.264.754 122.501.952
Pajak (18.406.166) (20.702.937) (22.156.888) (24.478.246) (26.950.429)
Laba (Rugi) Bersih 65.258.226 73.401.322 78.556.239 86.786.508 95.551.522
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama periode proyeksi tahun 2026—2030, total penjualan Perseroan
diproyeksikan mengalami peningkatan secara bertahap, dari sebesar Rp3,46 triliun
pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp4,38 triliun pada tahun 2030.
Setelah memperhitungkan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
serta pajak, Perseroan diproyeksikan mencatatkan laba bersih yang meningkat
setiap tahunnya, yaitu sebesar Rp65,26 miliar pada tahun 2026, Rp73,40 miliar
pada tahun 2027, Rp78,56 miliar pada tahun 2028, Rp86,79 miliar pada tahun
2029, dan Rp95,55 miliar pada tahun 2030.
48
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
7.9 Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 24 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Arus Kas Neto Diperoleh dari (untuk)
Aktivitas Operasi (23.512.535) 74.051.718 83.157.278 92.038.544 101.763.178
Arus Kas Neto Diperoleh dari (untuk)
Aktivitas Investasi (15.000.000) (15.000.000) (16.000.000) (16.000.000) (16.000.000)
Arus Kas Neto Diperoleh dari (untuk)
Aktivitas Pendanaan (34.891.421) (38.873.236) (44.149.912) (47.788.012) (53.064.813)
Kenaikan (Penurunan) Kas (73.403.957) 20.178.482 23.007.367 28.250.531 32.698.365
Kas Awal Tahun 104.216.393 30.812.436 50.990.918 73.998.284 102.248.816
Kas Akhir Tahun 30.812.436 50.990.918 73.998.284 102.248.816 134.947.181
Sumber: Proyeksi Keuangan
Arus kas Perseroan diproyeksikan menunjukkan tren peningkatan selama periode
proyeksi tahun 2026—2030. Saldo kas dan setara kas pada awal periode tahun 2026
sebesar Rp30,81 miliar diproyeksikan meningkat secara bertahap hingga mencapai
sebesar Rp134,95 miliar pada akhir periode proyeksi tahun 2030, yang
mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan arus kas dari aktivitas
operasional.
7.10 Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
Total Biaya Tetap
BEP =
(1- (Total Biaya Variabel))
Penjualan
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh nilai BEP untuk masing-
masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP tersebut mencerminkan
pendapatan minimal yang harus dicapai agar Perseroan mencapai titik impas.
Perhitungan BEP dalam Rupiah selama periode proyeksi disajikan pada tabel berikut:
49
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Tabel 25 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
Tahun Penjualan Variable Cost Fixed Cost BEP
2026 3.464.329.533 3.221.826.466 158.675.799 2.266.797.134
2027 3.674.986.344 3.417.737.300 164.395.318 2.348.504.538
2028 3.895.391.191 3.622.713.807 173.626.190 2.480.374.140
2029 4.128.133.741 3.839.164.379 179.906.835 2.570.097.650
2030 4.376.550.281 4.070.191.761 186.798.446 2.668.549.224
BEP Rata-rata 2.466.864.537
BEP Rata-rata (%) 63,25%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan hasil perhitungan BEP, agar Perseroan dapat mencatatkan keuntungan,
maka penjualan minimal yang harus dicapai adalah sebesar Rp2,27 triliun pada
tahun 2026, Rp2,35 triliun pada tahun 2027, Rp2,48 triliun pada tahun 2028,
Rp2,57 triliun pada tahun 2029, dan Rp2,67 triliun pada tahun 2030. Dengan
demikian, rata-rata BEP Perseroan selama periode proyeksi adalah sebesar Rp2,47
triliun atau sebesar 63,25% dari rata-rata penjualan.
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas
Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.
Tabel 26 Analisis Likuiditas
Working Capital to
Tahun Current Ratio Quick Ratio
Total Assets Ratio
2026 179,49% 96,62% 38,19%
2027 188,92% 105,35% 40,83%
2028 196,73% 113,29% 42,98%
2029 205,55% 122,25% 45,32%
2030 214,85% 131,67% 47,74%
Average 197,11% 113,84% 43,01%
Peningkatan rasio likuiditas tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendek diproyeksikan semakin baik dari tahun
ke tahun. Rata-rata Current Ratio sebesar 197,11% dan Quick Ratio sebesar 113,84%
mengindikasikan bahwa Perseroan memiliki aset lancar dan aset lancar paling likuid
(kas dan piutang usaha) yang memadai untuk menutup liabilitas jangka pendek
selama periode proyeksi.
50
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.
Tabel 27 Analisis Solvabilitas
Tahun Debt to Equity Ratio Debt to Assets Ratio
2026 107,16% 51,73%
2027 97,62% 49,40%
2028 91,39% 47,75%
2029 85,47% 46,08%
2030 80,27% 44,53%
Average 92,38% 47,90%
Berdasarkan tabel di atas, rasio solvabilitas Perseroan menunjukkan tren penurunan
selama periode proyeksi tahun 2026—2030. Debt to Equity Ratio menurun dari
107,16% pada tahun 2026 menjadi 80,27% pada tahun 2030, sementara Debt to
Assets Ratio menurun dari 51,73% menjadi 44,53% pada periode yang sama.
Penurunan rasio solvabilitas tersebut menunjukkan adanya perbaikan struktur
permodalan Perseroan yang disebabkan oleh penurunan proporsi liabilitas terhadap
ekuitas dan total aset.
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini:
Tabel 28 Analisis Profitabilitas
Gross Profit Operating Profit Net Profit
Tahun
Margin Margin Margin
2026 7,00% 2,42% 1,88%
2027 7,00% 2,53% 2,00%
2028 7,00% 2,54% 2,02%
2029 7,00% 2,64% 2,10%
2030 7,00% 2,73% 2,18%
Average 7,00% 2,57% 2,04%
Dari tabel di atas diketahui bahwa rasio profitabilitas Perseroan menunjukkan tren
peningkatan selama periode proyeksi tahun 2026—2030. Gross Profit Margin
diproyeksikan stabil pada tingkat 7,00% setiap tahunnya. Sementara itu, Operating
Profit Margin meningkat dari 2,42% pada tahun 2026 menjadi 2,73% pada tahun
2030, dan Net Profit Margin meningkat dari 1,88% pada tahun 2026 menjadi 2,18%
51
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
pada tahun 2030. Peningkatan rasio profitabilitas tersebut menunjukkan bahwa
kinerja operasional Perseroan diproyeksikan semakin efisien dalam menghasilkan
laba dari kegiatan usahanya.
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi
Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aset
yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aset yang dikendalikan dengan
mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aset untuk kegiatan operasional
dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.
Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Kegiatan Usaha Perseroan:
Tabel 29 Return on Investment (ROI)
Laba Bersih Total Aset
Tahun ROI
(Rp.000) (Rp.000)
2026 65.258.226 475.303.724 13,73%
2027 73.401.322 521.658.662 14,07%
2028 78.556.239 571.057.381 13,76%
2029 86.786.508 625.719.394 13,87%
2030 95.551.522 684.755.993 13,95%
Average 13,88%
Rasio ROI Perseroan pada tahun 2026—2030 diproyeksikan sebesar 13,73% pada
tahun 2026, meningkat menjadi 14,07% pada tahun 2027, kemudian sedikit
menurun menjadi 13,76% pada tahun 2028, dan kembali meningkat menjadi 13,87%
pada tahun 2029 serta 13,95% pada tahun 2030. Kondisi tersebut menunjukkan
bahwa Perseroan diproyeksikan mampu mempertahankan tingkat pengembalian
atas investasi seiring dengan peningkatan laba bersih dan total aset selama periode
proyeksi.
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto
Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)
Keterangan:
WACC = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
modal)
Kd Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
52
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Ke = The required rate of return (biaya ekuitas)
T = Tax rate (tarif pajak)
% Debt = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
struktur kapital)
% Equity = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
struktur kapital)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
akan digunakan dalam Penilaian.
Cost of Debt (tingkat biaya hutang)
Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
• Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
yang akan digunakan yaitu sebesar 8,59%.
• Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
korporasi di Indonesia (Undang-undang No. 7 Tahun 2021 - Harmonisasi
Peraturan Perpajakan).
Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
Kd = i x ((1-T)
Kd = 8,59% x (1-22,00%) = 6,70%
Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
(Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
Ke = Rf + (Rp x β) + Rs
Keterangan:
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar
53
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Rs = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan
Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
(most active government bond). Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang
Negara dengan rata-rata yield adalah sebesar 6,51%. Angka tersebut akan
digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Tabel 30 Surat Utang Negara
Bond Maturity Yield
FR0108 15-Apr-36 6,1097%
FR0106 15-Aug-40 6,4290%
FR0107 15-Aug-45 6,5390%
FR0102 15-Jul-54 6,7094%
FR0105 15-Jul-64 6,7535%
Rata-rata 6,5081%
Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian
Keuangan RI, 16 Desember 2025
Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.
Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging. Berdasarkan penelitian
yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2026, diprediksi market risk
premium adalah sebesar 6,69%.
Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Food Wholesalers per Januari 2026
yaitu rata-rata sebesar 0,64.
Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini dan rencana usaha yang diproyeksikan
54
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
oleh Perseroan, maka kami berpendapat tidak perlu ditambahkan adanya premi
risiko.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:
Tabel 31 Biaya Modal untuk Ekuitas
Keterangan Biaya Modal untuk Ekuitas
Biaya Modal untuk Ekuitas
a. Risk Free Rate ( Rf ) 6,51%
b. Risk Premium Ekuitas ( Rm ) 6,69%
c. β (Beta) 0,64
c. Specific Risk 0,00%
Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM 10,80%
Credit Default Spread 1,62%
Biaya Modal untuk Ekuitas 9,19%
Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
spread sebesar 1,62%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
penilaian Perseroan menjadi 9,19%.
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
sebesar 8,08% seperti pada tabel berikut:
Tabel 32 Weighted Average Cost of Capital
Jenis Modal Biaya Modal Bobot Tertimbang
Cost of Debt ( Kd = i x (1-T)) 6,70% 44,47% 2,98%
Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta 9,19% 55,53% 5,10%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 8,08%
7.14 Analisis Kelayakan Proyek
a. Net Present Value (NPV)
NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
menghasilkan NPV positif maka proyek ini layak dikerjakan apabila
menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.
55
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
𝑇
𝐶𝐹𝑡
𝑁𝑃𝑉 = ∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝑟)𝑡
𝑡−1
NPV : Net Present Value
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Berikut adalah perhitungan NPV dari kegiatan usaha Perseroan:
Tabel 33 Perhitungan NPV (Rp.000)
Keterangan FCFF PV FCFF
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
2026 (94.163.777) (87.123.836)
2027 57.172.795 48.943.572
2028 64.670.135 51.222.778
2029 73.120.401 53.585.963
2030 145.409.707 98.595.931
NPV 165.224.407
Discount Factor = 8,08%
b. Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
layak dikerjakan.
IRR : Internal Rate of Return
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Tabel 34 Perhitungan IRR
FCFF PV FCFF
Keterangan
(Rp.000) (Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
2026 (94.163.777) (57.031.895)
2027 57.172.795 20.972.842
56
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
FCFF PV FCFF
Keterangan
(Rp.000) (Rp.000)
2028 64.670.135 14.368.306
2029 73.120.401 9.839.528
2030 145.409.707 11.851.219
NPV 0
IRR = 65,11%
c. Profitability Index (PI)
PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
(satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
𝑃𝐼 =
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )
PI : Profitability Index
CFI : nilai kini seluruh arus kas masuk
CFo : nilai kini seluruh arus kas keluar
Berikut adalah perhitungan PI dari kegiatan usaha Perseroan:
Tabel 35 Perhitungan PI
PV FCFF
Keterangan
(Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
Arus kas masuk 489.960.322
Arus kas keluar (324.735.914)
PI 1,50880
d. Payback Period (PP)
Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
investasi.
57
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Tabel 36 Perhitungan PP
NCF
No. Tahun Faktor
(Rp.000)
1 (94.163.777) 2025 1,00
2 (36.990.983) 2026 1,00
3 27.679.153 2027 0,57
Total 2,57
Payback Period 2 Tahun 6 Bulan
Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap kegiatan usaha
Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Tabel 37 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan TOTAL
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
EBITDA 632.330.303 93.429.683 104.203.641 112.222.076 123.523.106 198.951.797
CASH OUT FLOW
- Tax (112.694.666) (18.406.166) (20.702.937) (22.156.888) (24.478.246) (26.950.429)
- Interest ( i x T ) 0 0 0 0 0 0
- Investment Outlays (78.000.000) (15.000.000) (15.000.000) (16.000.000) (16.000.000) (16.000.000)
- CAPEX (49.975.514) (49.975.514) 0 0 0 0
+/- Working Capital (145.450.862) (104.211.780) (11.327.910) (9.395.052) (9.924.460) (10.591.660)
TOTAL (386.121.042) (187.593.460) (47.030.847) (47.551.940) (50.402.706) (53.542.090)
NET CASH FLOW 246.209.260 (94.163.777) 57.172.795 64.670.135 73.120.401 145.409.707
Discount factor (8,08%) 0,92524 0,85606 0,79206 0,73285 0,67806
DISCOUNTED CASH FLOW 165.224.407 (87.123.836) 48.943.572 51.222.778 53.585.963 98.595.931
PROCEED (94.163.777) (36.990.983) 27.679.153 100.799.553 246.209.260
PRESENT VALUE KAS
MASUK 489.960.322 86.444.625 89.204.987 88.886.878 90.523.363 134.900.469
PRESENT VALUE KAS
KELUAR (324.735.914) (173.568.461) (40.261.415) (37.664.100) (36.937.400) (36.304.538)
NET PRESENT VALUE, NPV 165.224.407
INTERNAL RATE OF
RETURN, IRR 65,11%
PROFITABILITY INDEX, PI 1,50880
PAYBACK PERIOD, PP 2 Tahun 6 bulan
Analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa Kegiatan Usaha Perseroan
memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp165.224.407.000,-. Dengan demikian,
hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena memberikan keuntungan.
58
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 65,11%. Hasil IRR berada di atas tingkat
discount rate yang sebesar 8,08%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
(cost of capital) yang diasumsikan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,50880. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 2 tahun dan 6 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 2 tahun
dan 6 bulan.
7.15 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:
− Penjualan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Biaya investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Biaya operasional naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%,
5,00%, 7,50%, dan 10,00%.
− Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
Tabel 38 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
Kondisi Perubahan Kondisi
Keterangan
Normal 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
1. PENJUALAN TURUN
Net Present Value (NPV) 165.224.407 150.060.954 134.897.501 119.734.048 104.570.596
Internal Rate of Return (IRR) 65,11% 59,67% 54,29% 48,97% 43,69%
Return On Investment (ROI) 13,88% 13,48% 13,07% 12,62% 12,14%
Profitability Index (PI) 1,50880 1,47606 1,44129 1,40428 1,36481
Payback Period (PP) 2 Th 6 Bln 2 Th 8 Bln 2 Th 10 Bln 3 Th 0 Bln 3 Th 2 Bln
BEP: 2.466.864.5 2.458.490.5 2.450.116.4 2.441.742.4 2.433.368.4
a. Rp.000 37 13 88 63 38
b. % terhadap pendapatan 63,25% 64,65% 66,13% 67,68% 69,32%
2. BIAYA INVESTASI NAIK
Net Present Value (NPV) 165.224.407 163.721.463 162.218.519 160.715.575 159.212.630
Internal Rate of Return (IRR) 65,11% 63,84% 62,62% 61,42% 60,26%
Return On Investment (ROI) 13,88% 13,88% 13,88% 13,88% 13,88%
59
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Kondisi Perubahan Kondisi
Keterangan
Normal 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
Profitability Index (PI) 1,50880 1,50185 1,49496 1,48813 1,48137
Payback Period (PP) 2 Th 6 Bln 2 Th 7 Bln 2 Th 7 Bln 2 Th 7 Bln 2 Th 8 Bln
BEP: 2.466.864.5 2.466.864.5 2.466.864.5 2.466.864.5 2.466.864.5
a. Rp.000 37 37 37 37 37
b. % terhadap pendapatan 63,25% 63,25% 63,25% 63,25% 63,25%
3. BIAYA OPERASIONAL NAIK
Net Present Value (NPV) 165.224.407 154.686.953 144.149.499 133.612.045 123.074.591
Internal Rate of Return (IRR) 65,11% 60,46% 56,00% 51,72% 47,61%
Return On Investment (ROI) 13,88% 13,59% 13,29% 12,99% 12,67%
Profitability Index (PI) 1,50880 1,48075 1,45217 1,42306 1,39340
Payback Period (PP) 2 Th 6 Bln 2 Th 8 Bln 2 Th 9 Bln 2 Th 11 Bln 3 Th 0 Bln
BEP: 2.466.864.5 2.515.534.9 2.564.205.3 2.612.875.7 2.661.546.2
a. Rp.000 37 57 76 95 14
b. % terhadap pendapatan 63,25% 64,50% 65,75% 67,00% 68,25%
4. DISCOUNT RATE NAIK
Net Present Value (NPV) 165.224.407 163.603.325 161.998.684 160.410.287 158.837.941
Internal Rate of Return (IRR) 65,11% 65,11% 65,11% 65,11% 65,11%
Return On Investment (ROI) 13,88% 13,88% 13,88% 13,88% 13,88%
Profitability Index (PI) 1,50880 1,50582 1,50286 1,49991 1,49698
Payback Period (PP) 2 Th 6 Bln 2 Th 6 Bln 2 Th 6 Bln 2 Th 6 Bln 2 Th 6 Bln
BEP: 2.466.864.5 2.466.864.5 2.466.864.5 2.466.864.5 2.466.864.5
a. Rp.000 37 37 37 37 37
b. % terhadap pendapatan 63,25% 63,25% 63,25% 63,25% 63,25%
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
terlihat seperti pada grafik di bawah ini.
Gambar 9 Grafik Analisis Sensitivitas
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, pada kondisi normal diperoleh nilai NPV
sebesar Rp165,22 miliar. Apabila terjadi penurunan penjualan hingga 10,00%, nilai
NPV diproyeksikan menurun menjadi sebesar Rp104,57 miliar. Sementara itu,
apabila biaya investasi meningkat hingga 10,00%, nilai NPV diproyeksikan menjadi
sebesar Rp159,21 miliar. Selanjutnya, apabila biaya operasional meningkat hingga
10,00%, nilai NPV diproyeksikan menurun menjadi sebesar Rp123,07 miliar. Adapun
60
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
apabila terjadi kenaikan discount rate hingga 10,00%, nilai NPV diproyeksikan
menjadi sebesar Rp158,84 miliar.
Dari analisis sensitivitas di atas, penurunan penjualan merupakan faktor yang paling
sensitif terhadap kelayakan usaha.
61
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
8 KESIMPULAN
8.1 Kajian Kelayakan Pasar
Dari Kajian Kelayakan Pasar, permintaan terhadap produk pangan segar, termasuk
buah, sayur, daging, dan ikan, menunjukkan kondisi yang stabil dan memiliki
prospek pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data SUSENAS, struktur pengeluaran
rumah tangga Indonesia pada periode 2015 hingga 2025 menunjukkan pola yang
relatif stabil dengan pangsa pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan yang
cenderung seimbang. Pada tahun 2025, pangsa pengeluaran untuk makanan tercatat
sebesar 49,42% dan bukan makanan sebesar 50,58%, dengan rata-rata pengeluaran
per kapita per bulan untuk bahan makanan sebesar Rp775.516,-. Hal ini
menunjukkan bahwa kebutuhan pangan tetap menjadi komponen penting dalam
struktur pengeluaran masyarakat
Dari sisi kesinambungan dan potensi pasar, konsumsi kalori dan protein masyarakat
Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat pada tahun 2025 dibandingkan
tahun sebelumnya, dengan konsumsi protein mencapai 62,78 gram per kapita per
hari. Sumber protein hewani seperti ikan, daging, telur, dan susu memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat. Selain itu,
pengeluaran masyarakat untuk komoditas pangan seperti daging, sayur-sayuran, dan
buah-buahan juga mengalami pertumbuhan, masing-masing sebesar 3,51%, 7,61%,
dan 9,43% pada tahun 2025, yang mencerminkan adanya peluang pertumbuhan
permintaan terhadap produk pangan segar. Sejalan dengan kondisi tersebut, Dengan
dukungan fasilitas cold storage yang telah tersedia di berbagai kota di Indonesia,
Perseroan menargetkan konsumen seperti supermarket dan hypermarket serta
pedagang pasar tradisional di berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan didukung oleh permintaan pasar yang relatif stabil, kesinambungan
konsumsi pangan masyarakat, serta potensi pertumbuhan pasar yang positif, maka
dapat kami simpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan
pasar adalah layak.
8.2 Kajian Kelayakan Teknis
Dari Kajian Kelayakan Teknis, Perseroan memiliki kesiapan infrastruktur dan
sumber daya yang memadai untuk mendukung rencana penambahan kegiatan
usaha. Perseroan saat ini telah memiliki 18 cabang cold storage yang juga bertindak
sebagai pusat pemasaran dan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ketersediaan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kapasitas
penyimpanan yang memadai untuk menunjang kegiatan distribusi produk secara
optimal.
62
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
Dari sisi sumber daya, Perseroan telah memiliki jumlah tenaga kerja yang cukup.
Mengingat kegiatan usaha yang dijalankan merupakan perdagangan besar tanpa
proses produksi, Perseroan tidak memerlukan tenaga ahli khusus, sehingga
kegiatan operasional dapat dijalankan dengan memanfaatkan sumber daya manusia
yang telah dimiliki saat ini.
Dari sisi proses operasional, Perseroan telah memiliki alur distribusi yang
terstruktur mulai dari penerimaan produk dari pemasok, penyimpanan dalam cold
storage, pemeriksaan kualitas, hingga distribusi kepada pelanggan menggunakan
armada kendaraan berpendingin.
Dengan adanya sistem operasional yang telah berjalan serta dukungan infrastruktur
dan sumber daya yang memadai, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis
Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki model bisnis yang didukung
oleh keunggulan kompetitif yang memadai, terutama melalui kepemilikan fasilitas
cold storage, jaringan distribusi yang terintegrasi, serta hubungan kerja sama yang
telah terjalin dengan pemasok dan pelanggan. Dukungan infrastruktur
penyimpanan dan armada kendaraan berpendingin menjadi faktor penting dalam
menjaga kualitas produk serta mendukung kelancaran distribusi, yang pada
akhirnya memperkuat posisi Perseroan dalam industri distribusi produk pangan
segar.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, yang
mana produk yang dipasarkan oleh Perseroan pada dasarnya dapat dipasarkan oleh
pelaku usaha lain. Namun, kemampuan pesaing untuk meniru model bisnis
Perseroan secara menyeluruh dinilai memerlukan waktu, investasi, serta sumber
daya yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan investasi yang relatif besar
dalam pembangunan fasilitas cold storage, pengadaan armada kendaraan
berpendingin, serta pentingnya pengalaman operasional dalam pengelolaan produk
yang mudah rusak dan penerapan standar pengendalian kualitas secara konsisten.
Penambahan kegiatan usaha memberikan peluang bagi Perseroan untuk
menciptakan nilai tambah melalui diversifikasi lini produk, peningkatan nilai
transaksi dari pelanggan yang telah ada, peningkatan efisiensi distribusi, serta
penguatan daya saing di pasar.
Dengan adanya sinergi antara kegiatan usaha yang telah berjalan dengan kegiatan
usaha baru, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.
63
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen
Dari kelayakan model manajemen, Perseroan memiliki kapasitas dan pengalaman
yang memadai dalam menjalankan kegiatan usaha. Jumlah tenaga kerja yang
dimiliki Perseroan dinilai cukup untuk menunjang kegiatan operasional. Selain itu,
Perseroan juga memiliki kekayaan intelektual berupa merek dagang yang telah
terdaftar dan mendukung kegiatan perdagangan dan distribusi yang dijalankan.
Dari sisi pengelolaan risiko, Perseroan telah mengidentifikasi berbagai risiko yang
berpotensi memengaruhi kegiatan usaha, antara lain risiko ketersediaan pasokan,
kualitas dan kesegaran produk, distribusi dan operasional, persaingan usaha, serta
fluktuasi harga. Upaya mitigasi risiko telah dirancang melalui diversifikasi pemasok,
penggunaan fasilitas cold storage dan armada berpendingin, perencanaan
operasional yang terstruktur, serta penerapan strategi harga dan hubungan bisnis
yang baik dengan pelanggan dan pemasok.
Dengan didukung oleh kesiapan sumber daya manusia, manajemen organisasi yang
sudah berjalan, serta kemampuan pengelolaan risiko, maka dapat kami simpulkan
bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen
adalah layak.
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
Kegiatan Usaha Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel
sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp165.224.407.000,-. Dengan demikian,
hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 65,11%. Hasil IRR berada di atas tingkat
discount rate yang sebesar 8,08%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
(cost of capital) yang diasumsikan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,50880. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
64
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Segar Kumala Indonesia Tbk
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 2 tahun dan 6 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 2 tahun
dan 6 bulan.
Kemudian, dari analisis sensitivitas, penurunan penjualan merupakan faktor yang
paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
Berdasarkan hasil analisis keuangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan
usaha Perseroan pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan
Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46322 yaitu Perdagangan Besar
Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan, KBLI 46323 yaitu Perdagangan Besar Daging
dan Daging Olahan Lainnya, dan KBLI 46324 yaitu Perdagangan Besar Hasil
Perikanan dan Olahan Terkait adalah layak.
65
Page 79
LAMPIRAN PROYEKSI KEUANGAN
Page 80
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI Lampiran 1
ASUMSI
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
UMUM
Jumlah Hari Dalam Setahun Hari 365 365 365 365 365 365
Jumlah Hari Operasional Dalam Setahun Hari 0 264 264 264 264 264
Jumlah Bulan Operasional Dalam Setahun Bulan 12 12 12 12 12
STRUKTUR PENDAPATAN
Penjualan
Buah-buahan Rp.000 3.225.994.535 3.419.554.207 3.624.727.460 3.842.211.107 4.072.743.774 4.317.108.400
Sales Discount Rp.000 -18.622.513 -24.763.658 -23.452.438 -24.953.919 -27.432.076 -28.349.484
Total Buah-buahan Rp.000 3.207.372.022 3.394.790.549 3.601.275.021 3.817.257.188 4.045.311.698 4.288.758.916
Ayam Beku Rp.000 65.602.815 68.148.204 72.237.097 76.571.323 81.165.602 86.035.538
Daging Rp.000 695.390 737.113 781.340 828.220 877.914
Ikan Rp.000 695.390 737.113 781.340 828.220 877.914
Sales Discount Rp.000 0 0 0 0 0 0
Total Ayam Beku, Daging, Ikan Rp.000 65.602.815 69.538.984 73.711.323 78.134.003 82.822.043 87.791.365
Total Penjualan Rp.000 3.272.974.838 3.464.329.533 3.674.986.344 3.895.391.191 4.128.133.741 4.376.550.281
Pertumbuhan
Buah-buahan Growth 6,00% 6,00% 6,00% 6,00% 6,00%
Ayam Beku Growth 3,88% 6,00% 6,00% 6,00% 6,00%
Daging Growth 6,00% 6,00% 6,00% 6,00%
Ikan Growth 6,00% 6,00% 6,00% 6,00%
Sales Discount
Buah-buahan To Sales 0,72% 0,65% 0,65% 0,67% 0,66%
STRUKTUR BIAYA
Biaya Pokok
Beban Pokok Penjualan To Sales 93,00% 93,00% 93,00% 93,00% 93,00%
Beban Usaha
Beban Penjualan To Sales 0,60% 0,60% 0,60% 0,60% 0,60%
Beban Administrasi dan Umum
Beban
Gaji danAdministrasi
tunjangandan Umum Growth 6,00% 2,20% 5,00% 3,00% 3,08%
Beban
Pemasaran
Administrasi dan Umum Growth 5,00% 2,00% 4,00% 3,00% 2,00%
Beban
Pengangkutan
Administrasi dan Umum Growth 5,00% 2,00% 4,00% 3,00% 2,00%
Beban
Lain-lain
Administrasi dan Umum Growth 5,00% 2,00% 5,00% 3,00% 2,00%
Beban
Jasa penitipan
Administrasi
persediaan
dan Umumbarang Growth 5,46% 2,00% 5,00% 3,00% 2,00%
Beban
Perjalanan
Administrasi
dinas dan Umum Growth 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Beban
Listrik,Administrasi
air dan telepon
dan Umum Growth 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Beban
Penyusutan
Administrasi
aset tetap
dan Umum Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A
Beban
BebanAdministrasi
pajak dan Umum Growth 5,00% 2,00% 5,00% 3,00% 2,00%
Beban
Penyusutan
Administrasi
aset hak
danguna
Umum Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A
Beban
Perbaikan
Administrasi
dan pemeliharaan
dan Umum Growth 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Beban
Perlengkapan
Administrasi
kantor
dan Umum Growth 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Beban
Sewa Administrasi dan Umum Growth 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Beban
Honorarium
Administrasi
tenagadan
ahliUmum Growth 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Beban
Jamuan Administrasi
dan representasi
dan Umum Growth 5,00% 2,00% 4,00% 2,00% 2,00%
Beban
Lain-lain
Administrasi dan Umum Growth 5,00% 2,00% 3,37% -3,93% 2,00%
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Interest income To Sales 0,04% 0,05% 0,06% 0,06% 0,07%
Interest expenses To Sales -0,01% -0,01% -0,01% -0,01% -0,01%
Allowance To Sales 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Others To Sales -0,03% -0,03% -0,03% -0,02% -0,02%
Total other income/expenses To Sales 0,00% 0,02% 0,02% 0,03% 0,03%
TINGKAT BUNGA
KI p.a. 8,59% 8,59% 8,59% 8,59% 8,59%
KMK p.a. 8,22% 8,22% 8,22% 8,22% 8,22%
TARIF PAJAK
PPh Badan To EBT 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
TURNOVER
Persediaan Hari 20 20 20 20 20
Piutang Usaha Hari 20 20 20 20 20
Hutang Usaha Hari 25 25 25 25 25
Page 81
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI POSISI KEUANGAN Lampiran 2
IDR.000
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Audited 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
ASET
Aset Lancar
Kas & Setara Kas 104.216.393 30.812.436 50.990.918 73.998.284 102.248.816 134.947.181
Piutang Usaha 140.237.481 189.826.276 201.369.115 213.446.093 226.199.109 239.810.974
Piutang lain-lain 431.078 113.392 113.392 113.392 113.392 113.392
Persediaan 132.393.070 176.538.437 187.273.277 198.504.866 210.365.171 223.024.206
Pajak dibayar di muka 318.515 137.430 137.430 137.430 137.430 137.430
Uang muka dan biaya dibayar di muka 48.606.087 12.434.627 12.683.319 12.936.986 13.195.725 13.459.640
Total Aset Lancar 426.202.624 409.862.597 452.567.450 499.137.050 552.259.643 611.492.823
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap
Harga Perolehan 63.649.843 78.649.843 93.649.843 109.649.843 125.649.843 141.649.843
Akumulasi Penyusutan -19.737.671 -28.640.966 -39.291.761 -51.763.522 -65.524.982 -81.022.442
Nilai Buku 43.912.171 50.008.877 54.358.082 57.886.320 60.124.861 60.627.401
Aset Hak Guna
Harga Perolehan 13.982.405 13.982.405 13.982.405 13.982.405 13.982.405 13.982.405
Akumulasi Penyusutan -7.919.062 -8.618.182 -9.317.302 -10.016.422 -10.715.543 -11.414.663
Nilai Buku 6.063.343 5.364.223 4.665.103 3.965.982 3.266.862 2.567.742
Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan 8.280.405 6.591.665 6.591.665 6.591.665 6.591.665 6.591.665
Aset pajak tangguhan 3.138.418 3.426.363 3.426.363 3.426.363 3.426.363 3.426.363
Setoran jaminan 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000
Total Aset Tidak Lancar 61.444.338 65.441.127 69.091.212 71.920.330 73.459.750 73.263.171
TOTAL ASET 487.646.961 475.303.724 521.658.662 571.057.381 625.719.394 684.755.993
LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Lancar
Hutang Usaha 263.639.987 223.696.701 234.826.859 248.900.370 263.768.814 279.647.315
Utang lain-lain 116.938 2.774.226 2.774.226 2.774.226 2.774.226 2.774.226
Beban akrual 1.032.252 744.585 759.476 774.666 790.159 805.962
Utang pajak 642.978 405.112 413.215 421.479 429.908 438.507
Uang muka dari pelanggan 8.922.507 280.216 280.216 280.216 280.216 280.216
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 1.147.603 453.575 498.885 569.102 624.337 664.589
Total Liabilitas Lancar 275.502.265 228.354.415 239.552.877 253.720.058 268.667.660 284.610.814
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satutahun 1.563.484 3.482.021 3.829.857 4.368.900 4.792.925 5.101.933
Liabilitas imbalan pascakerja 11.508.512 14.027.783 14.308.339 14.594.505 14.886.395 15.184.123
Total Liabilitas Tidak Lancar 13.071.996 17.509.803 18.138.195 18.963.405 19.679.320 20.286.056
Total Liabilitas 288.574.261 245.864.219 257.691.072 272.683.463 288.346.980 304.896.870
Ekuitas
Modal Disetor 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000
Tambahan modal disetor 63.844.160 63.844.160 63.844.160 63.844.160 63.844.160 63.844.160
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 75.228.540 105.595.345 140.123.430 174.529.757 213.528.253 256.014.963
Total Ekuitas 199.072.700 229.439.505 263.967.590 298.373.917 337.372.413 379.859.123
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 487.646.961 475.303.724 521.658.662 571.057.381 625.719.394 684.755.993
Page 82
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI LABA RUGI Lampiran 3
IDR.000
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
PENJUALAN 3.464.329.533 3.674.986.344 3.895.391.191 4.128.133.741 4.376.550.281
BEBAN POKOK PENJUALAN -3.221.826.466 -3.417.737.300 -3.622.713.807 -3.839.164.379 -4.070.191.761
% To Sales 93,00% 93,00% 93,00% 93,00% 93,00%
LABA (RUGI) KOTOR 242.503.067 257.249.044 272.677.383 288.969.362 306.358.520
Gross Profit Margin 7,00% 7,00% 7,00% 7,00% 7,00%
BEBAN USAHA -149.073.385 -153.045.403 -160.455.308 -165.446.256 -170.601.866
% To Sales 4,30% 4,16% 4,12% 4,01% 3,90%
LABA (RUGI) USAHA - EBITDA 93.429.683 104.203.641 112.222.076 123.523.106 135.756.654
Operating Profit Margin 2,70% 2,84% 2,88% 2,99% 3,10%
BEBAN PENYUSUTAN & AMORTISASI -9.602.415 -11.349.915 -13.170.882 -14.460.580 -16.196.580
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Interest income 1.213.732 1.949.922 2.201.317 2.507.408 2.903.428
Interest expenses -295.170 -324.656 -370.350 -406.295 -432.489
Others -1.000.000 -1.000.000 -1.000.000 -1.000.000 -1.000.000
Total other income/expenses -81.438 625.266 830.966 1.101.114 1.470.939
TOTAL -162.875 1.250.532 1.661.933 2.202.228 2.941.878
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 83.664.393 94.104.258 100.713.126 111.264.754 122.501.952
% To Sales 2,42% 2,56% 2,59% 2,70% 2,80%
PPh Badan -18.406.166 -20.702.937 -22.156.888 -24.478.246 -26.950.429
LABA (RUGI) BERSIH 65.258.226 73.401.322 78.556.239 86.786.508 95.551.522
Net Profit Margin 1,88% 2,00% 2,02% 2,10% 2,18%
SALDO LABA (RUGI) AWAL TAHUN 85.228.540 115.595.345 150.123.430 184.529.757 223.528.253
Adjustment -34.891.421 -38.873.236 -44.149.912 -47.788.012 -53.064.813
SALDO LABA (RUGI) AKHIR TAHUN 115.595.345 150.123.430 184.529.757 223.528.253 266.014.963
Page 83
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI ARUS KAS Lampiran 4
IDR.000
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
I. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Usaha 3.274.503.258 3.473.617.230 3.681.945.098 3.901.934.632 4.136.739.307
Penerimaan Piutang 140.237.481 189.826.276 201.369.115 213.446.093 226.199.109
Pembayaran Kepada Supplier -3.305.915.119 -3.417.341.982 -3.619.871.886 -3.836.156.240 -4.066.972.295
Penerimaan dari (pembayaran untuk) operasi lainnya 35.141.396 1.698.535 2.327.147 2.738.561 3.349.352
Biaya Operasional -149.073.385 -153.045.403 -160.455.308 -165.446.256 -170.601.866
Pajak Badan -18.406.166 -20.702.937 -22.156.888 -24.478.246 -26.950.429
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI -23.512.535 74.051.718 83.157.278 92.038.544 101.763.178
II. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Capital Expenditures, CAPEX -15.000.000 -15.000.000 -16.000.000 -16.000.000 -16.000.000
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI -15.000.000 -15.000.000 -16.000.000 -16.000.000 -16.000.000
III. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Dividen -34.891.421 -38.873.236 -44.149.912 -47.788.012 -53.064.813
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN -34.891.421 -38.873.236 -44.149.912 -47.788.012 -53.064.813
IV. KENAIKAN (PENURUNAN) KAS -73.403.957 20.178.482 23.007.367 28.250.531 32.698.365
V. KAS AWAL TAHUN 104.216.393 30.812.436 50.990.918 73.998.284 102.248.816
VI. KAS AKHIR TAHUN 30.812.436 50.990.918 73.998.284 102.248.816 134.947.181
Page 84
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI RATIO KEUANGAN Lampiran 5
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Average
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
I. RATIO LIKUIDITAS
Current Ratio 179,49% 188,92% 196,73% 205,55% 214,85% 197,11%
Quick (Acid Test) Ratio 96,62% 105,35% 113,29% 122,25% 131,67% 113,84%
Working Capital To Total Assets Ratio 38,19% 40,83% 42,98% 45,32% 47,74% 43,01%
II. RATIO LEVERAGE
Total Debt To Equity Ratio DER 107,16% 97,62% 91,39% 85,47% 80,27% 92,38%
Total Debt To Total Assets Ratio DAR 51,73% 49,40% 47,75% 46,08% 44,53% 47,90%
Time Interest Earned Ratio Kali 316,53 320,97 303,02 304,02 313,90 311,69
III. RATIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover Kali 7,29 7,04 6,82 6,60 6,39 6,83
Receivables Turnover Kali 18,25 18,25 18,25 18,25 18,25 18,25
Collection Period Hari 20 20 20 20 20 20
Payable Turnover Kali 14,6 14,6 14,6 14,6 14,6 14,60
Collection Period Hari 25 25 25 25 25 25
Inventory Turnover( Total ) Kali 18,25 18,25 18,25 18,25 18,25 18,25
Average Day'a Inventory Hari 20 20 20 20 20 20
Working Capital Turnover Kali 19,09 17,25 15,87 14,56 13,39 16,03
IV. RATIO KEUANGAN
Gross Profit Margin 7,00% 7,00% 7,00% 7,00% 7,00% 7,00%
Operating Profit Margin 2,42% 2,53% 2,54% 2,64% 2,73% 2,57%
Net Profit Margin 1,88% 2,00% 2,02% 2,10% 2,18% 2,04%
Return On Investment, ROI 13,73% 14,07% 13,76% 13,87% 13,95% 13,88%
Return On Equity, ROE 26,80% 26,38% 25,10% 24,64% 24,19% 25,42%
Page 85
PT SEGAR KUMALA INDONESIA TBK.
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR BUAH-BUAHAN DAN DAGING UNGGAS BEKU
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
ANALISA KELAYAKAN PROYEK Lampiran 6
IDR.000
Keterangan TOTAL 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
EBITDA 632.330.303 93.429.683 104.203.641 112.222.076 123.523.106 198.951.797
CASH OUT FLOW
- Tax -112.694.666 -18.406.166 -20.702.937 -22.156.888 -24.478.246 -26.950.429
- Interest ( i x T ) 22,00% 0 0 0 0 0 0
- Investment Outlays -78.000.000 -15.000.000 -15.000.000 -16.000.000 -16.000.000 -16.000.000
- Capital Expenditure, CAPEX -49.975.514 -49.975.514 0 0 0 0
+ / - Working Capital -145.450.862 -104.211.780 -11.327.910 -9.395.052 -9.924.460 -10.591.660
TOTAL -386.121.042 -187.593.460 -47.030.847 -47.551.940 -50.402.706 -53.542.090
NET CASH FLOW 246.209.260 -94.163.777 57.172.795 64.670.135 73.120.401 145.409.707
Terminal Value 3,00% 0 0 0 0 0
Discount Factor 8,08% 0,92524 0,85606 0,79206 0,73285 0,67806
DISCOUNTED CASH FLOW 165.224.407 -87.123.836 48.943.572 51.222.778 53.585.963 98.595.931
PROCEED -94.163.777 -36.990.983 27.679.153 100.799.553 246.209.260
PRESENT VALUE KAS MASUK 489.960.322 86.444.625 89.204.987 88.886.878 90.523.363 134.900.469
PRESENT VALUE KAS KELUAR -324.735.914 -173.568.461 -40.261.415 -37.664.100 -36.937.400 -36.304.538
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 65,11%
NET PRESENT VALUE, NPV 165.224.407
PROFITABILITY INDEX, PI 1,50880
PAYBACK PERIOD, PP 2 Tahun 6 Bulan
BREAK EVEN POINT, BEP
Penjualan 3.464.329.533 3.674.986.344 3.895.391.191 4.128.133.741 4.376.550.281
Variable Cost 3.221.826.466 3.417.737.300 3.622.713.807 3.839.164.379 4.070.191.761
Fixed Cost 158.675.799 164.395.318 173.626.190 179.906.835 186.798.446
BEP 2.266.797.134 2.348.504.538 2.480.374.140 2.570.097.650 2.668.549.224
BEP Rata-rata ( Rp.000 ) 2.466.864.537 65,43% 63,91% 63,67% 62,26% 60,97%
BEP Rata-rata ( % ) 63,25%
PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar 321.986.231 379.050.161 401.576.532 425.138.766 450.010.828 476.545.642
Hutang Lancar -275.502.265 -228.354.415 -239.552.877 -253.720.058 -268.667.660 -284.610.814
TOTAL 46.483.966 150.695.746 162.023.656 171.418.708 181.343.168 191.934.828
+ / - Working Capital 46.483.966 104.211.780 11.327.910 9.395.052 9.924.460 10.591.660
Rounded 11.328.000
Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×2
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.3
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
ENDANG & REKAN
p.6 ×2
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.6
unresolved
org
KJPP Syarif Endang dan Rekan
p.6
unresolved
org
KJPP Syarif Endang
p.6
unresolved
person
Endang Sunardi
p.8
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.8
unresolved
person
Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.
p.8 ×2
unresolved
person
Kamaludin, S.Pd
p.8
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.14 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Kosasih
p.15
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.15 ×2
unresolved
person
Silvana Devi
p.15
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris
p.15
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.17
unresolved
org
KJPP
p.17
unresolved
person
Akta Notaris P. Sutrisno A. Tampubolon
p.18
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.18
unresolved
person
Akta Notaris Yulia
p.18
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Corpora
p.18
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.19
unresolved
org
PT Laris Manis Utama
p.33 ×2
unresolved
org
PT Sinar Boga Indotama
p.33 ×2
unresolved
org
PT Percaya Prima Protein
p.33 ×2
unresolved
org
PT Pangan Nusantara Jaya
p.33 ×2
unresolved
org
PT Berkat Amandeus Sukses Sentosa
p.34 ×2
unresolved
org
PT Berkah Hasil Pangan
p.34 ×2
unresolved
org
PT Andi Nugraha Nusantara
p.34 ×2
unresolved
org
PT Charoen Phopan Indonesia
p.34 ×2
unresolved
org
PT Ciomas Adisatwa
p.34 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.38 ×10
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia NPI
p.40
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Inflasi
p.41
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
p.67
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.67
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
11327 ms
12 Sep 2026 22:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}