Back to announcement
20231204_TGRA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31544967.pdf
Other Text extracted TGRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 10
Page 1
Go To English Page Nomor Surat 030/TGRA-BEI/XII/2023 Nama Perusahaan PT Terregra Asia Energy Kode Emiten TGRA Lampiran 1 Perihal Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa Permintaan Penjelasan Bursa Berdasarkan Surat Permintaan Penjelasan No.: S-10467/BEI.PP1/11-2023, kami akan menjelaskan sebagai berikut, 1. Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 September 2023, pendapatan Perseroan per 30 September 2023 sama dengan pendapatan per 30 Juni 2023. Sehingga hal tersebut menandakan bahwa Perseroan tidak membukukan pendapatan pada periode Juli-September 2023. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait: a. Latar belakang Perseroan tidak membukukan pendapatan pada periode tersebut Penjelasan Perseroan: Pendapatan pada periode Januari-Juni 2023 berasal dari jasa pemeliharaan dan pengadaan material untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT PLN (Persero), pendapatan tersebut bukan berasal dari kegiatan usaha utama Perseroan. Tidak adanya pendapatan pada periode Juli-September 2023 karena kegiatan tersebut tidak dilakukan Perseroan. b. Strategi Perseroan agar dapat membukukan pendapatan yang berkesinambungan di masa mendatang. Penjelasan Perseroan: Kegiatan utama Perseroan adalah penyediaan tenaga listrik yang bersumber dari tenaga air, dimana proyek-proyek tersebut masih dalam proses fundraising untuk pembiayaan pembangunan. Apabila proyek-proyek tersebut telah beroperasi, maka sumber pendapatan Perseroan akan berasal dari penghasilan proyek-proyek tersebut. Sambil menunggu beroperasinya proyek-proyek hydropower plant Perseroan, manajemen sedang mengurus kontrak KSO pengadaan solar panel untuk proyek PLTS milik PT PLN (Persero) dan menjajaki proyek pengolahan sampah di DKI Jakarta. c. Selama kuartal IV 2023, apakah Perseroan telah membukukan pendapatan? Jika ada mohon perincian atas pendapatan dimaksud. Penjelasan Perseroan: Sampai surat ini dibuat, Perseroan belum membukukan pendapatan karena kontrak KSO pengadaan solar panel masih dalam proses. Ditargetkan minggu ketiga dan keempat bulan ini, pengadaan solar panel dapat terlaksana. 2. Berdasarkan CALK 4 Kas dan Setara Kas, per 30 September 2023 Perseroan hanya memiliki kas sebesar Rp70, 5 juta dan deposito yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp16,3 miliar yang digunakan sebagai jaminan fasilitas Bank Garansi. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait: a. Kecukupan modal kerja Perseroan mengingat saldo kas hanya sebesar Rp70,5 juta. Penjelasan Perseroan:
Page 2
Kecukupan modal kerja Perseroan didukung oleh Pemegang Saham Pengendali Perseroan. Dan saat ini Perseroan sedang berproses dengan PT Bahana Sekuritas (Persero) untuk fundraising pembiayaan proyek-proyek serta untuk penambahan modal kerja dengan target paling lambat triwulan I tahun 2024 sudah terealisasi. b. Jangka waktu deposito milik Perseroan dibatasi penggunaannya. Penjelasan Perseroan: Deposito tersebut jangka waktunya disesuaikan dengan jangka waktu jaminan pelaksanaan (Bank Garansi) dalam rangka Pembangunan proyek-proyek PLTM milik Perseroan. Beneficiary bank garansi tersebut PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara. Terdapat bank garansi dapat dicairkan oleh Perseroan dalam 6 bulan ke depan yaitu bagi proyek yang mencapai financing close (FC) dan sisanya dapat dicairkan dalam 24 bulan ke depan setelah proyek- proyek mencapai commercial on date (COD). c. Strategi Perseroan dalam pengelolaan modal kerja agar kelancaran operasional tidak tergganggu. Penjelasan Perseroan: Sebagaimana penjelasan Perseroan pada butir 2a di atas, sambil menunggu terealisasi nya fundraising pembiayaan investasi dan modal kerja dari perbankan, Perseroan ditopang likuiditas nya oleh Pemegang Saham Pengendali. 3. Berdasarkan CALK 5 Piutang Usaha Pihak Ketiga, Perseroan memiliki piutang usaha sebesar Rp10,5 miliar per 30 September 2023, dimana semuanya dikategorikan belum jatuh tempo. Sedangkan per 31 Desember 2022 piutang usaha Perseroan sebesar Rp21,6 miliar. Mengingat perseroan hanya membukukan pendapatan sebesar Rp976 juta per 30 September 2023, dan tidak membukukan pendapatan pada periode Juli-September 2023, mohon penjelasan Perseroan terkait: a. Jangka waktu jatuh tempo untuk setiap invoice yang ditagihkan oleh Perseroan. Penjelasan Perseroan: Jangka waktu invoice rata-rata 90 hari. b. Latar belakang Perseroan menyatakan bahwa seluruh piutang usaha dikategorikan belum jatuh tempo, mengingat periode Juli-September 2023 seharusnya tidak ada penambahan piutang usaha oleh karena Perseroan tidak membukukan pendapatan pada periode tersebut. Penjelasan Perseroan: Piutang usaha sebesar Rp10,5 miliar tersebut merupakan saldo piutang dari transaksi tahun 2022, dimana debitur meminta untuk perpanjangan jangka waktu pembayaran sehingga Perseroan mengkategorikan invoice tersebut belum jatuh tempo. c. Bursa meminta Perseroan melakukan validasi kembali atas Laporan Keuangan Perseroan. Penjelasan Perseroan: Perseroan telah melakukan validasi terhadap Laporan Keuangan posisi 30 September 2023. 4. Berdasarkan CALK 9 Utang Bank, Perseroan memiliki utang bank sebesar Rp9 miliar kepada PT Bank Central Asia Tbk, yang akan jatuh tempo pada 9 November 2023. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait: a. Status atas pelunasan utang bank saat ini. Penjelasan Perseroan:
Page 3
Saat ini Perseroan telah melakukan perpanjangan pembayaran yang akan jatuh tempo pada tanggal 4 Mei 2024. b. Dalam hal belum dilunasi, apakah terdapat restrukturisasi atas utang bank yang telah jatuh tempo tersebut. Penjelasan Perseroan: Perseroan tidak memohon restrukturisasi, tetapi fasilitas pinjaman tersebut mendapatkan perpanjangan dari PT Bank Central Asia Tbk, karena jumlah terbesar dari pinjaman tersebut adalah time loan revolving (Rp7 miliar). c. Kesiapan sumber dana pelunasan utang bank tersebut. Penjelasan Perseroan: Perseroan akan menyiapkan sumber dana bagi pelunasan utang tersebut jika diperlukan, mengingat fasilitas pinjaman tersebut adalah pinjaman modal kerja untuk mendukung transaksi KSO dengan PT PLN (Persero). 5. Berdasarkan CALK 25 Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi, tidak diungkapkan seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota dan kelompok Direksi, Komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya. Sedangkan berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-347/BL/2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik menyatakan sebagaimana berikut c) Emiten atau Perusahaan Publik wajib mengungkapkan seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing- masing anggota atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut: (1) Imbalan kerja jangka pendek; (2) Imbalan pascakerja; (3) Imbalan kerja jangka panjang lainnya; (4) Pesangon pemutusan kontrak kerja; dan (5) Pembayaran berbasis saham. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta Perseroan melakukan revisi atas Laporan Keuangan tersebut agar sesuai dengan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP- 347/BL/2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Penjelasan Perseroan: Perseroan akan merevisi Laporan Keuangan Tidak Diaudit periode 30 September 2023. 6. Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2023, terdapat akun Piutang Lain-lain Pihak Ketiga, Aset Lancar Lainnya, Aset Tidak Lancar Lainnya, Utang Lain-lain Pihak Ketiga, dan Beban Akrual yang tidak dirincikan dalam CALK. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait: a. Latar belakang Perseroan tidak mengungkapkan atas akun-akun tersebut dalam CALK. Penjelasan Perseroan: Perseroan tidak mengungkapkan akun-akun tersebut karena nominalnya tidak material untuk akun Piutang Lain-lain Pihak Ketiga, Aset Lancar Lainnya, Aset Tidak Lancar Lainnya dan Utang Lain-lain Pihak Ketiga. Untuk akun Beban Akrual Perseroan akan mengungkapkan di Laporan Keuangan periode berikutnya. b. Nature masing-masing akun tersebut. Penjelasan Perseroan: Piutang Lain-lain Pihak Ketiga adalah piutang kepada karyawan atau pihak ketiga lainnya. Aset Lancar Lainnya adalah uang muka pembayaran untuk pembelian barang atau jasa.
Page 4
Aset Tidak Lancar Lainnya adalah piutang anak Perseroan kepada Perusahaan Induk. Akun ini dibedakan karena nature-nya berbeda dengan piutang pihak berelasi yang general. Utang Lain-lain Pihak Ketiga adalah utang dari pihak ketiga yang tidak ada hubungannya dengan usaha utama Perseroan. Beban Akrual adalah semua biaya yang masih harus dibayarkan. c. Perincian dan informasi atas masing-masing akun tersebut. Penjelasan Perseroan: Piutang Lain-lain Pihak Ketiga merupakan piutang pada anak Perseroan kepada mantan karyawan sebesar Rp240jt. Aset Lancar Lainnya merupakan saldo uang muka yang belum terselesaikan sebesar Rp841 juta. Aset Tidak Lancar Lainnya merupakan saldo piutang dari anak Perseroan kepada Perusahaan Induk sebesar Rp1,4 miliar. Utang Lain-lain Pihak Ketiga merupakan saldo utang kepada pihak ketiga yang tidak terkait dengan bisnis utama Perseroan, sebesar Rp837 juta. Beban Akrual merupakan biaya-biaya yang masih harus dibayar, yaitu: Feasibility study sebesar Rp7.701.288.067; Gaji dan tunjangan sebesar Rp4.403.246.158; Pembelian barang jadi sebesar Rp2.745.985.296; Jasa profesional sebesar Rp1.049.293.225; BPJS sebesar Rp722.409.858; Utilities sebesar Rp680.911.339; Lainnya sebesar Rp205.354.772. 7. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik (jika ada). Penjelasan Perseroan: Tidak ada Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih Demikian untuk diketahui. Hormat Kami, PT Terregra Asia Energy Daniel Tagu Dedo CFO
Page 5
PT Terregra Asia Energy
Lippo Puri Tower @St. Moritz unit 905
Telepon : (021) 3049 7777, Fax : (021) 3049 7778, www.terregra.com
Nama Pengirim Daniel Tagu Dedo
Jabatan CFO
Tanggal dan Waktu 04-12-2023 15:56
Lampiran 1. Tanggapan TGRA atas S-10467_TGRA_PP1_.pdf
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Terregra Asia Energy yang tidak memerlukan tanda tangan karena
dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik. PT Terregra Asia Energy bertanggung jawab penuh
atas informasi yang tertera didalam dokumen ini.
Page 6
Go To Indonesian Page Letter / Announcement No. 030/TGRA-BEI/XII/2023 Issuer Name PT Terregra Asia Energy Issuer Code TGRA Attachment 1 Subject Explanation for Request for Explanation Of Indonesia Stock Exchange Request for Explanation from the Exchange Berdasarkan Surat Permintaan Penjelasan No.: S-10467/BEI.PP1/11-2023, kami akan menjelaskan sebagai berikut, 1. Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 September 2023, pendapatan Perseroan per 30 September 2023 sama dengan pendapatan per 30 Juni 2023. Sehingga hal tersebut menandakan bahwa Perseroan tidak membukukan pendapatan pada periode Juli-September 2023. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait: a. Latar belakang Perseroan tidak membukukan pendapatan pada periode tersebut Penjelasan Perseroan: Pendapatan pada periode Januari-Juni 2023 berasal dari jasa pemeliharaan dan pengadaan material untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT PLN (Persero), pendapatan tersebut bukan berasal dari kegiatan usaha utama Perseroan. Tidak adanya pendapatan pada periode Juli-September 2023 karena kegiatan tersebut tidak dilakukan Perseroan. b. Strategi Perseroan agar dapat membukukan pendapatan yang berkesinambungan di masa mendatang. Penjelasan Perseroan: Kegiatan utama Perseroan adalah penyediaan tenaga listrik yang bersumber dari tenaga air, dimana proyek-proyek tersebut masih dalam proses fundraising untuk pembiayaan pembangunan. Apabila proyek-proyek tersebut telah beroperasi, maka sumber pendapatan Perseroan akan berasal dari penghasilan proyek-proyek tersebut. Sambil menunggu beroperasinya proyek-proyek hydropower plant Perseroan, manajemen sedang mengurus kontrak KSO pengadaan solar panel untuk proyek PLTS milik PT PLN (Persero) dan menjajaki proyek pengolahan sampah di DKI Jakarta. c. Selama kuartal IV 2023, apakah Perseroan telah membukukan pendapatan? Jika ada mohon perincian atas pendapatan dimaksud. Penjelasan Perseroan: Sampai surat ini dibuat, Perseroan belum membukukan pendapatan karena kontrak KSO pengadaan solar panel masih dalam proses. Ditargetkan minggu ketiga dan keempat bulan ini, pengadaan solar panel dapat terlaksana. 2. Berdasarkan CALK 4 Kas dan Setara Kas, per 30 September 2023 Perseroan hanya memiliki kas sebesar Rp70, 5 juta dan deposito yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp16,3 miliar yang digunakan sebagai jaminan fasilitas Bank Garansi. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait: a. Kecukupan modal kerja Perseroan mengingat saldo kas hanya sebesar Rp70,5 juta. Penjelasan Perseroan:
Page 7
Kecukupan modal kerja Perseroan didukung oleh Pemegang Saham Pengendali Perseroan. Dan saat ini Perseroan sedang berproses dengan PT Bahana Sekuritas (Persero) untuk fundraising pembiayaan proyek-proyek serta untuk penambahan modal kerja dengan target paling lambat triwulan I tahun 2024 sudah terealisasi. b. Jangka waktu deposito milik Perseroan dibatasi penggunaannya. Penjelasan Perseroan: Deposito tersebut jangka waktunya disesuaikan dengan jangka waktu jaminan pelaksanaan (Bank Garansi) dalam rangka Pembangunan proyek-proyek PLTM milik Perseroan. Beneficiary bank garansi tersebut PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara. Terdapat bank garansi dapat dicairkan oleh Perseroan dalam 6 bulan ke depan yaitu bagi proyek yang mencapai financing close (FC) dan sisanya dapat dicairkan dalam 24 bulan ke depan setelah proyek- proyek mencapai commercial on date (COD). c. Strategi Perseroan dalam pengelolaan modal kerja agar kelancaran operasional tidak tergganggu. Penjelasan Perseroan: Sebagaimana penjelasan Perseroan pada butir 2a di atas, sambil menunggu terealisasi nya fundraising pembiayaan investasi dan modal kerja dari perbankan, Perseroan ditopang likuiditas nya oleh Pemegang Saham Pengendali. 3. Berdasarkan CALK 5 Piutang Usaha Pihak Ketiga, Perseroan memiliki piutang usaha sebesar Rp10,5 miliar per 30 September 2023, dimana semuanya dikategorikan belum jatuh tempo. Sedangkan per 31 Desember 2022 piutang usaha Perseroan sebesar Rp21,6 miliar. Mengingat perseroan hanya membukukan pendapatan sebesar Rp976 juta per 30 September 2023, dan tidak membukukan pendapatan pada periode Juli-September 2023, mohon penjelasan Perseroan terkait: a. Jangka waktu jatuh tempo untuk setiap invoice yang ditagihkan oleh Perseroan. Penjelasan Perseroan: Jangka waktu invoice rata-rata 90 hari. b. Latar belakang Perseroan menyatakan bahwa seluruh piutang usaha dikategorikan belum jatuh tempo, mengingat periode Juli-September 2023 seharusnya tidak ada penambahan piutang usaha oleh karena Perseroan tidak membukukan pendapatan pada periode tersebut. Penjelasan Perseroan: Piutang usaha sebesar Rp10,5 miliar tersebut merupakan saldo piutang dari transaksi tahun 2022, dimana debitur meminta untuk perpanjangan jangka waktu pembayaran sehingga Perseroan mengkategorikan invoice tersebut belum jatuh tempo. c. Bursa meminta Perseroan melakukan validasi kembali atas Laporan Keuangan Perseroan. Penjelasan Perseroan: Perseroan telah melakukan validasi terhadap Laporan Keuangan posisi 30 September 2023. 4. Berdasarkan CALK 9 Utang Bank, Perseroan memiliki utang bank sebesar Rp9 miliar kepada PT Bank Central Asia Tbk, yang akan jatuh tempo pada 9 November 2023. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait: a. Status atas pelunasan utang bank saat ini. Penjelasan Perseroan:
Page 8
Saat ini Perseroan telah melakukan perpanjangan pembayaran yang akan jatuh tempo pada tanggal 4 Mei 2024. b. Dalam hal belum dilunasi, apakah terdapat restrukturisasi atas utang bank yang telah jatuh tempo tersebut. Penjelasan Perseroan: Perseroan tidak memohon restrukturisasi, tetapi fasilitas pinjaman tersebut mendapatkan perpanjangan dari PT Bank Central Asia Tbk, karena jumlah terbesar dari pinjaman tersebut adalah time loan revolving (Rp7 miliar). c. Kesiapan sumber dana pelunasan utang bank tersebut. Penjelasan Perseroan: Perseroan akan menyiapkan sumber dana bagi pelunasan utang tersebut jika diperlukan, mengingat fasilitas pinjaman tersebut adalah pinjaman modal kerja untuk mendukung transaksi KSO dengan PT PLN (Persero). 5. Berdasarkan CALK 25 Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi, tidak diungkapkan seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota dan kelompok Direksi, Komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya. Sedangkan berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-347/BL/2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik menyatakan sebagaimana berikut c) Emiten atau Perusahaan Publik wajib mengungkapkan seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing- masing anggota atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut: (1) Imbalan kerja jangka pendek; (2) Imbalan pascakerja; (3) Imbalan kerja jangka panjang lainnya; (4) Pesangon pemutusan kontrak kerja; dan (5) Pembayaran berbasis saham. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta Perseroan melakukan revisi atas Laporan Keuangan tersebut agar sesuai dengan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP- 347/BL/2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Penjelasan Perseroan: Perseroan akan merevisi Laporan Keuangan Tidak Diaudit periode 30 September 2023. 6. Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2023, terdapat akun Piutang Lain-lain Pihak Ketiga, Aset Lancar Lainnya, Aset Tidak Lancar Lainnya, Utang Lain-lain Pihak Ketiga, dan Beban Akrual yang tidak dirincikan dalam CALK. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait: a. Latar belakang Perseroan tidak mengungkapkan atas akun-akun tersebut dalam CALK. Penjelasan Perseroan: Perseroan tidak mengungkapkan akun-akun tersebut karena nominalnya tidak material untuk akun Piutang Lain-lain Pihak Ketiga, Aset Lancar Lainnya, Aset Tidak Lancar Lainnya dan Utang Lain-lain Pihak Ketiga. Untuk akun Beban Akrual Perseroan akan mengungkapkan di Laporan Keuangan periode berikutnya. b. Nature masing-masing akun tersebut. Penjelasan Perseroan: Piutang Lain-lain Pihak Ketiga adalah piutang kepada karyawan atau pihak ketiga lainnya. Aset Lancar Lainnya adalah uang muka pembayaran untuk pembelian barang atau jasa.
Page 9
Aset Tidak Lancar Lainnya adalah piutang anak Perseroan kepada Perusahaan Induk. Akun ini dibedakan karena nature-nya berbeda dengan piutang pihak berelasi yang general. Utang Lain-lain Pihak Ketiga adalah utang dari pihak ketiga yang tidak ada hubungannya dengan usaha utama Perseroan. Beban Akrual adalah semua biaya yang masih harus dibayarkan. c. Perincian dan informasi atas masing-masing akun tersebut. Penjelasan Perseroan: Piutang Lain-lain Pihak Ketiga merupakan piutang pada anak Perseroan kepada mantan karyawan sebesar Rp240jt. Aset Lancar Lainnya merupakan saldo uang muka yang belum terselesaikan sebesar Rp841 juta. Aset Tidak Lancar Lainnya merupakan saldo piutang dari anak Perseroan kepada Perusahaan Induk sebesar Rp1,4 miliar. Utang Lain-lain Pihak Ketiga merupakan saldo utang kepada pihak ketiga yang tidak terkait dengan bisnis utama Perseroan, sebesar Rp837 juta. Beban Akrual merupakan biaya-biaya yang masih harus dibayar, yaitu: Feasibility study sebesar Rp7.701.288.067; Gaji dan tunjangan sebesar Rp4.403.246.158; Pembelian barang jadi sebesar Rp2.745.985.296; Jasa profesional sebesar Rp1.049.293.225; BPJS sebesar Rp722.409.858; Utilities sebesar Rp680.911.339; Lainnya sebesar Rp205.354.772. 7. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik (jika ada). Penjelasan Perseroan: Tidak ada Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih Thus to be informed accordingly. Respectfully, PT Terregra Asia Energy Daniel Tagu Dedo CFO
Page 10
PT Terregra Asia Energy
Lippo Puri Tower @St. Moritz unit 905
Phone : (021) 3049 7777, Fax : (021) 3049 7778, www.terregra.com
Sender Name Daniel Tagu Dedo
Function CFO
Date and Time 04-12-2023 15:56
Attachment 1. Tanggapan TGRA atas S-10467_TGRA_PP1_.pdf
This is an official document of PT Terregra Asia Energy that does not require a signature as it was generated
electronically by the electronic reporting system. PT Terregra Asia Energy is fully responsible for the information
contained within this document.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.