Skip to content
Back to announcement

20231204_TGRA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31544967.pdf

Other Text extracted TGRA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
Go To English Page

 Nomor Surat                         030/TGRA-BEI/XII/2023

 Nama Perusahaan                     PT Terregra Asia Energy

 Kode Emiten                         TGRA

 Lampiran                            1

 Perihal                             Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa


Permintaan Penjelasan Bursa

Berdasarkan Surat Permintaan Penjelasan No.: S-10467/BEI.PP1/11-2023, kami akan menjelaskan sebagai berikut,


1. Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 September 2023, pendapatan Perseroan per 30 September
2023 sama dengan pendapatan per 30 Juni 2023. Sehingga hal tersebut menandakan bahwa Perseroan tidak
membukukan pendapatan pada periode Juli-September 2023. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta
penjelasan Perseroan terkait:


  a.       Latar belakang Perseroan tidak membukukan pendapatan pada periode tersebut
Penjelasan Perseroan:
Pendapatan pada periode Januari-Juni 2023 berasal dari jasa pemeliharaan dan pengadaan material untuk
Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT PLN (Persero), pendapatan tersebut bukan berasal dari kegiatan usaha utama
Perseroan. Tidak adanya pendapatan pada periode Juli-September 2023 karena kegiatan tersebut tidak dilakukan
Perseroan.


   b.      Strategi Perseroan agar dapat membukukan pendapatan yang berkesinambungan di masa mendatang.
Penjelasan Perseroan:
Kegiatan utama Perseroan adalah penyediaan tenaga listrik yang bersumber dari tenaga air, dimana proyek-proyek
tersebut masih dalam proses fundraising untuk pembiayaan pembangunan. Apabila proyek-proyek tersebut telah
beroperasi, maka sumber pendapatan Perseroan akan berasal dari penghasilan proyek-proyek tersebut.
Sambil menunggu beroperasinya proyek-proyek hydropower plant Perseroan, manajemen sedang mengurus kontrak
KSO pengadaan solar panel untuk proyek PLTS milik PT PLN (Persero) dan menjajaki proyek pengolahan sampah
di DKI Jakarta.


   c.      Selama kuartal IV 2023, apakah Perseroan telah membukukan pendapatan? Jika ada mohon perincian
atas pendapatan dimaksud.


Penjelasan Perseroan:
Sampai surat ini dibuat, Perseroan belum membukukan pendapatan karena kontrak KSO pengadaan solar panel
masih dalam proses. Ditargetkan minggu ketiga dan keempat bulan ini, pengadaan solar panel dapat terlaksana.


2. Berdasarkan CALK 4 Kas dan Setara Kas, per 30 September 2023 Perseroan hanya memiliki kas sebesar Rp70,
5 juta dan deposito yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp16,3 miliar yang digunakan sebagai jaminan fasilitas
Bank Garansi. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait:


  a.       Kecukupan modal kerja Perseroan mengingat saldo kas hanya sebesar Rp70,5 juta.
Penjelasan Perseroan:
Page 2
Kecukupan modal kerja Perseroan didukung oleh Pemegang Saham Pengendali Perseroan. Dan saat ini Perseroan
sedang berproses dengan PT Bahana Sekuritas (Persero) untuk fundraising pembiayaan proyek-proyek serta untuk
penambahan modal kerja dengan target paling lambat triwulan I tahun 2024 sudah terealisasi.


 b.      Jangka waktu deposito milik Perseroan dibatasi penggunaannya.
Penjelasan Perseroan:
Deposito tersebut jangka waktunya disesuaikan dengan jangka waktu jaminan pelaksanaan (Bank Garansi) dalam
rangka Pembangunan proyek-proyek PLTM milik Perseroan. Beneficiary bank garansi tersebut PT PLN (Persero)
UID Sumatera Utara. Terdapat bank garansi dapat dicairkan oleh Perseroan dalam 6 bulan ke depan yaitu bagi
proyek yang mencapai financing close (FC) dan sisanya dapat dicairkan dalam 24 bulan ke depan setelah proyek-
proyek mencapai commercial on date (COD).


 c.      Strategi Perseroan dalam pengelolaan modal kerja agar kelancaran operasional tidak tergganggu.
Penjelasan Perseroan:
Sebagaimana penjelasan Perseroan pada butir 2a di atas, sambil menunggu terealisasi nya fundraising pembiayaan
investasi dan modal kerja dari perbankan, Perseroan ditopang likuiditas nya oleh Pemegang Saham Pengendali.


3. Berdasarkan CALK 5 Piutang Usaha Pihak Ketiga, Perseroan memiliki piutang usaha sebesar Rp10,5 miliar per
30 September 2023, dimana semuanya dikategorikan belum jatuh tempo. Sedangkan per 31 Desember 2022
piutang usaha Perseroan sebesar Rp21,6 miliar. Mengingat perseroan hanya membukukan pendapatan sebesar
Rp976 juta per 30 September 2023, dan tidak membukukan pendapatan pada periode Juli-September 2023, mohon
penjelasan Perseroan terkait:


 a.      Jangka waktu jatuh tempo untuk setiap invoice yang ditagihkan oleh Perseroan.
Penjelasan Perseroan:
Jangka waktu invoice rata-rata 90 hari.


 b.      Latar belakang Perseroan menyatakan bahwa seluruh piutang usaha dikategorikan belum jatuh tempo,
mengingat periode Juli-September 2023 seharusnya tidak ada penambahan piutang usaha oleh karena Perseroan
tidak membukukan pendapatan pada periode tersebut.
Penjelasan Perseroan:
Piutang usaha sebesar Rp10,5 miliar tersebut merupakan saldo piutang dari transaksi tahun 2022, dimana debitur
meminta untuk perpanjangan jangka waktu pembayaran sehingga Perseroan mengkategorikan invoice tersebut
belum jatuh tempo.


 c.      Bursa meminta Perseroan melakukan validasi kembali atas Laporan Keuangan Perseroan.
Penjelasan Perseroan:
Perseroan telah melakukan validasi terhadap Laporan Keuangan posisi 30 September 2023.


4. Berdasarkan CALK 9 Utang Bank, Perseroan memiliki utang bank sebesar Rp9 miliar kepada PT Bank Central
Asia Tbk, yang akan jatuh tempo pada 9 November 2023. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta
penjelasan Perseroan terkait:


 a.      Status atas pelunasan utang bank saat ini.
Penjelasan Perseroan:
Page 3
Saat ini Perseroan telah melakukan perpanjangan pembayaran yang akan jatuh tempo pada tanggal 4 Mei 2024.


  b.    Dalam hal belum dilunasi, apakah terdapat restrukturisasi atas utang bank yang telah jatuh tempo tersebut.
Penjelasan Perseroan:
Perseroan tidak memohon restrukturisasi, tetapi fasilitas pinjaman tersebut mendapatkan perpanjangan dari PT
Bank Central Asia Tbk, karena jumlah terbesar dari pinjaman tersebut adalah time loan revolving (Rp7 miliar).


  c.    Kesiapan sumber dana pelunasan utang bank tersebut.
Penjelasan Perseroan:
Perseroan akan menyiapkan sumber dana bagi pelunasan utang tersebut jika diperlukan, mengingat fasilitas
pinjaman tersebut adalah pinjaman modal kerja untuk mendukung transaksi KSO dengan PT PLN (Persero).


5. Berdasarkan CALK 25 Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi, tidak diungkapkan seluruh kompensasi yang
diberikan kepada masing-masing anggota dan kelompok Direksi, Komisaris, pemegang saham utama yang juga
sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya. Sedangkan berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-347/BL/2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik menyatakan sebagaimana berikut


 c)     Emiten atau Perusahaan Publik wajib mengungkapkan seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-
masing anggota atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan
manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut:
(1)     Imbalan kerja jangka pendek;
(2)     Imbalan pascakerja;
(3)     Imbalan kerja jangka panjang lainnya;
(4)     Pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(5)     Pembayaran berbasis saham.
Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta Perseroan melakukan revisi atas Laporan Keuangan tersebut
agar sesuai dengan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-
347/BL/2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Penjelasan Perseroan:
Perseroan akan merevisi Laporan Keuangan Tidak Diaudit periode 30 September 2023.


6. Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2023, terdapat akun Piutang Lain-lain Pihak Ketiga, Aset
Lancar Lainnya, Aset Tidak Lancar Lainnya, Utang Lain-lain Pihak Ketiga, dan Beban Akrual yang tidak dirincikan
dalam CALK. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait:
  a.    Latar belakang Perseroan tidak mengungkapkan atas akun-akun tersebut dalam CALK.
Penjelasan Perseroan:
Perseroan tidak mengungkapkan akun-akun tersebut karena nominalnya tidak material untuk akun Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga, Aset Lancar Lainnya, Aset Tidak Lancar Lainnya dan Utang Lain-lain Pihak Ketiga.
Untuk akun Beban Akrual Perseroan akan mengungkapkan di Laporan Keuangan periode berikutnya.


  b.    Nature masing-masing akun tersebut.
Penjelasan Perseroan:
Piutang Lain-lain Pihak Ketiga adalah piutang kepada karyawan atau pihak ketiga lainnya.
Aset Lancar Lainnya adalah uang muka pembayaran untuk pembelian barang atau jasa.
Page 4
Aset Tidak Lancar Lainnya adalah piutang anak Perseroan kepada Perusahaan Induk. Akun ini dibedakan karena
nature-nya berbeda dengan piutang pihak berelasi yang general.
Utang Lain-lain Pihak Ketiga adalah utang dari pihak ketiga yang tidak ada hubungannya dengan usaha utama
Perseroan.
Beban Akrual adalah semua biaya yang masih harus dibayarkan.


  c.      Perincian dan informasi atas masing-masing akun tersebut.
Penjelasan Perseroan:
Piutang Lain-lain Pihak Ketiga merupakan piutang pada anak Perseroan kepada mantan karyawan sebesar Rp240jt.


Aset Lancar Lainnya merupakan saldo uang muka yang belum terselesaikan sebesar Rp841 juta.


Aset Tidak Lancar Lainnya merupakan saldo piutang dari anak Perseroan kepada Perusahaan Induk sebesar Rp1,4
miliar.


Utang Lain-lain Pihak Ketiga merupakan saldo utang kepada pihak ketiga yang tidak terkait dengan bisnis utama
Perseroan, sebesar Rp837 juta.


Beban Akrual merupakan biaya-biaya yang masih harus dibayar, yaitu:
Feasibility study sebesar Rp7.701.288.067;
Gaji dan tunjangan sebesar Rp4.403.246.158;
Pembelian barang jadi sebesar Rp2.745.985.296;
Jasa profesional sebesar Rp1.049.293.225;
BPJS sebesar Rp722.409.858;
Utilities sebesar Rp680.911.339;
Lainnya sebesar Rp205.354.772.


7. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan yang
belum diungkapkan kepada publik (jika ada).
Penjelasan Perseroan:
Tidak ada


Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih




 Demikian untuk diketahui.


 Hormat Kami,
 PT Terregra Asia Energy




 Daniel Tagu Dedo

 CFO
Page 5
PT Terregra Asia Energy
Lippo Puri Tower @St. Moritz unit 905
Telepon : (021) 3049 7777, Fax : (021) 3049 7778, www.terregra.com



Nama Pengirim                      Daniel Tagu Dedo

Jabatan                            CFO
Tanggal dan Waktu                  04-12-2023 15:56

Lampiran                          1. Tanggapan TGRA atas S-10467_TGRA_PP1_.pdf


  Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Terregra Asia Energy yang tidak memerlukan tanda tangan karena
 dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik. PT Terregra Asia Energy bertanggung jawab penuh
                                  atas informasi yang tertera didalam dokumen ini.
Page 6
Go To Indonesian Page

Letter / Announcement No.          030/TGRA-BEI/XII/2023

Issuer Name                        PT Terregra Asia Energy

Issuer Code                        TGRA

Attachment                         1

Subject                            Explanation for Request for Explanation Of Indonesia Stock Exchange


Request for Explanation from the Exchange

Berdasarkan Surat Permintaan Penjelasan No.: S-10467/BEI.PP1/11-2023, kami akan menjelaskan sebagai berikut,


1. Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 September 2023, pendapatan Perseroan per 30 September
2023 sama dengan pendapatan per 30 Juni 2023. Sehingga hal tersebut menandakan bahwa Perseroan tidak
membukukan pendapatan pada periode Juli-September 2023. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta
penjelasan Perseroan terkait:


  a.      Latar belakang Perseroan tidak membukukan pendapatan pada periode tersebut
Penjelasan Perseroan:
Pendapatan pada periode Januari-Juni 2023 berasal dari jasa pemeliharaan dan pengadaan material untuk
Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT PLN (Persero), pendapatan tersebut bukan berasal dari kegiatan usaha utama
Perseroan. Tidak adanya pendapatan pada periode Juli-September 2023 karena kegiatan tersebut tidak dilakukan
Perseroan.


  b.      Strategi Perseroan agar dapat membukukan pendapatan yang berkesinambungan di masa mendatang.
Penjelasan Perseroan:
Kegiatan utama Perseroan adalah penyediaan tenaga listrik yang bersumber dari tenaga air, dimana proyek-proyek
tersebut masih dalam proses fundraising untuk pembiayaan pembangunan. Apabila proyek-proyek tersebut telah
beroperasi, maka sumber pendapatan Perseroan akan berasal dari penghasilan proyek-proyek tersebut.
Sambil menunggu beroperasinya proyek-proyek hydropower plant Perseroan, manajemen sedang mengurus kontrak
KSO pengadaan solar panel untuk proyek PLTS milik PT PLN (Persero) dan menjajaki proyek pengolahan sampah
di DKI Jakarta.


  c.      Selama kuartal IV 2023, apakah Perseroan telah membukukan pendapatan? Jika ada mohon perincian
atas pendapatan dimaksud.


Penjelasan Perseroan:
Sampai surat ini dibuat, Perseroan belum membukukan pendapatan karena kontrak KSO pengadaan solar panel
masih dalam proses. Ditargetkan minggu ketiga dan keempat bulan ini, pengadaan solar panel dapat terlaksana.


2. Berdasarkan CALK 4 Kas dan Setara Kas, per 30 September 2023 Perseroan hanya memiliki kas sebesar Rp70,
5 juta dan deposito yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp16,3 miliar yang digunakan sebagai jaminan fasilitas
Bank Garansi. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait:


  a.      Kecukupan modal kerja Perseroan mengingat saldo kas hanya sebesar Rp70,5 juta.
Penjelasan Perseroan:
Page 7
Kecukupan modal kerja Perseroan didukung oleh Pemegang Saham Pengendali Perseroan. Dan saat ini Perseroan
sedang berproses dengan PT Bahana Sekuritas (Persero) untuk fundraising pembiayaan proyek-proyek serta untuk
penambahan modal kerja dengan target paling lambat triwulan I tahun 2024 sudah terealisasi.


 b.      Jangka waktu deposito milik Perseroan dibatasi penggunaannya.
Penjelasan Perseroan:
Deposito tersebut jangka waktunya disesuaikan dengan jangka waktu jaminan pelaksanaan (Bank Garansi) dalam
rangka Pembangunan proyek-proyek PLTM milik Perseroan. Beneficiary bank garansi tersebut PT PLN (Persero)
UID Sumatera Utara. Terdapat bank garansi dapat dicairkan oleh Perseroan dalam 6 bulan ke depan yaitu bagi
proyek yang mencapai financing close (FC) dan sisanya dapat dicairkan dalam 24 bulan ke depan setelah proyek-
proyek mencapai commercial on date (COD).


 c.      Strategi Perseroan dalam pengelolaan modal kerja agar kelancaran operasional tidak tergganggu.
Penjelasan Perseroan:
Sebagaimana penjelasan Perseroan pada butir 2a di atas, sambil menunggu terealisasi nya fundraising pembiayaan
investasi dan modal kerja dari perbankan, Perseroan ditopang likuiditas nya oleh Pemegang Saham Pengendali.


3. Berdasarkan CALK 5 Piutang Usaha Pihak Ketiga, Perseroan memiliki piutang usaha sebesar Rp10,5 miliar per
30 September 2023, dimana semuanya dikategorikan belum jatuh tempo. Sedangkan per 31 Desember 2022
piutang usaha Perseroan sebesar Rp21,6 miliar. Mengingat perseroan hanya membukukan pendapatan sebesar
Rp976 juta per 30 September 2023, dan tidak membukukan pendapatan pada periode Juli-September 2023, mohon
penjelasan Perseroan terkait:


 a.      Jangka waktu jatuh tempo untuk setiap invoice yang ditagihkan oleh Perseroan.
Penjelasan Perseroan:
Jangka waktu invoice rata-rata 90 hari.


 b.      Latar belakang Perseroan menyatakan bahwa seluruh piutang usaha dikategorikan belum jatuh tempo,
mengingat periode Juli-September 2023 seharusnya tidak ada penambahan piutang usaha oleh karena Perseroan
tidak membukukan pendapatan pada periode tersebut.
Penjelasan Perseroan:
Piutang usaha sebesar Rp10,5 miliar tersebut merupakan saldo piutang dari transaksi tahun 2022, dimana debitur
meminta untuk perpanjangan jangka waktu pembayaran sehingga Perseroan mengkategorikan invoice tersebut
belum jatuh tempo.


 c.      Bursa meminta Perseroan melakukan validasi kembali atas Laporan Keuangan Perseroan.
Penjelasan Perseroan:
Perseroan telah melakukan validasi terhadap Laporan Keuangan posisi 30 September 2023.


4. Berdasarkan CALK 9 Utang Bank, Perseroan memiliki utang bank sebesar Rp9 miliar kepada PT Bank Central
Asia Tbk, yang akan jatuh tempo pada 9 November 2023. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta
penjelasan Perseroan terkait:


 a.      Status atas pelunasan utang bank saat ini.
Penjelasan Perseroan:
Page 8
Saat ini Perseroan telah melakukan perpanjangan pembayaran yang akan jatuh tempo pada tanggal 4 Mei 2024.


  b.    Dalam hal belum dilunasi, apakah terdapat restrukturisasi atas utang bank yang telah jatuh tempo tersebut.
Penjelasan Perseroan:
Perseroan tidak memohon restrukturisasi, tetapi fasilitas pinjaman tersebut mendapatkan perpanjangan dari PT
Bank Central Asia Tbk, karena jumlah terbesar dari pinjaman tersebut adalah time loan revolving (Rp7 miliar).


  c.    Kesiapan sumber dana pelunasan utang bank tersebut.
Penjelasan Perseroan:
Perseroan akan menyiapkan sumber dana bagi pelunasan utang tersebut jika diperlukan, mengingat fasilitas
pinjaman tersebut adalah pinjaman modal kerja untuk mendukung transaksi KSO dengan PT PLN (Persero).


5. Berdasarkan CALK 25 Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi, tidak diungkapkan seluruh kompensasi yang
diberikan kepada masing-masing anggota dan kelompok Direksi, Komisaris, pemegang saham utama yang juga
sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya. Sedangkan berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-347/BL/2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik menyatakan sebagaimana berikut


 c)     Emiten atau Perusahaan Publik wajib mengungkapkan seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-
masing anggota atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan
manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut:
(1)     Imbalan kerja jangka pendek;
(2)     Imbalan pascakerja;
(3)     Imbalan kerja jangka panjang lainnya;
(4)     Pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(5)     Pembayaran berbasis saham.
Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta Perseroan melakukan revisi atas Laporan Keuangan tersebut
agar sesuai dengan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-
347/BL/2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Penjelasan Perseroan:
Perseroan akan merevisi Laporan Keuangan Tidak Diaudit periode 30 September 2023.


6. Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2023, terdapat akun Piutang Lain-lain Pihak Ketiga, Aset
Lancar Lainnya, Aset Tidak Lancar Lainnya, Utang Lain-lain Pihak Ketiga, dan Beban Akrual yang tidak dirincikan
dalam CALK. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa meminta penjelasan Perseroan terkait:
  a.    Latar belakang Perseroan tidak mengungkapkan atas akun-akun tersebut dalam CALK.
Penjelasan Perseroan:
Perseroan tidak mengungkapkan akun-akun tersebut karena nominalnya tidak material untuk akun Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga, Aset Lancar Lainnya, Aset Tidak Lancar Lainnya dan Utang Lain-lain Pihak Ketiga.
Untuk akun Beban Akrual Perseroan akan mengungkapkan di Laporan Keuangan periode berikutnya.


  b.    Nature masing-masing akun tersebut.
Penjelasan Perseroan:
Piutang Lain-lain Pihak Ketiga adalah piutang kepada karyawan atau pihak ketiga lainnya.
Aset Lancar Lainnya adalah uang muka pembayaran untuk pembelian barang atau jasa.
Page 9
Aset Tidak Lancar Lainnya adalah piutang anak Perseroan kepada Perusahaan Induk. Akun ini dibedakan karena
nature-nya berbeda dengan piutang pihak berelasi yang general.
Utang Lain-lain Pihak Ketiga adalah utang dari pihak ketiga yang tidak ada hubungannya dengan usaha utama
Perseroan.
Beban Akrual adalah semua biaya yang masih harus dibayarkan.


  c.      Perincian dan informasi atas masing-masing akun tersebut.
Penjelasan Perseroan:
Piutang Lain-lain Pihak Ketiga merupakan piutang pada anak Perseroan kepada mantan karyawan sebesar Rp240jt.


Aset Lancar Lainnya merupakan saldo uang muka yang belum terselesaikan sebesar Rp841 juta.


Aset Tidak Lancar Lainnya merupakan saldo piutang dari anak Perseroan kepada Perusahaan Induk sebesar Rp1,4
miliar.


Utang Lain-lain Pihak Ketiga merupakan saldo utang kepada pihak ketiga yang tidak terkait dengan bisnis utama
Perseroan, sebesar Rp837 juta.


Beban Akrual merupakan biaya-biaya yang masih harus dibayar, yaitu:
Feasibility study sebesar Rp7.701.288.067;
Gaji dan tunjangan sebesar Rp4.403.246.158;
Pembelian barang jadi sebesar Rp2.745.985.296;
Jasa profesional sebesar Rp1.049.293.225;
BPJS sebesar Rp722.409.858;
Utilities sebesar Rp680.911.339;
Lainnya sebesar Rp205.354.772.


7. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan yang
belum diungkapkan kepada publik (jika ada).
Penjelasan Perseroan:
Tidak ada


Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih




Thus to be informed accordingly.


Respectfully,
PT Terregra Asia Energy




 Daniel Tagu Dedo

 CFO
Page 10
PT Terregra Asia Energy
Lippo Puri Tower @St. Moritz unit 905
Phone : (021) 3049 7777, Fax : (021) 3049 7778, www.terregra.com



Sender Name                         Daniel Tagu Dedo

Function                            CFO

Date and Time                       04-12-2023 15:56

Attachment                         1. Tanggapan TGRA atas S-10467_TGRA_PP1_.pdf


   This is an official document of PT Terregra Asia Energy that does not require a signature as it was generated
  electronically by the electronic reporting system. PT Terregra Asia Energy is fully responsible for the information
                                             contained within this document.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.02 MB
Published4 Dec 2023
Pages10
Characters21,794
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result