Skip to content
Back to announcement

20231201_TOWR_Public Expose_31544271_lamp3.pdf

Other Text extracted TOWR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 2

Page 1
                                          Lampiran 2

                             RINGKASAN PERTANYAAN & JAWABAN
                                        PUBEX 2023
                       PT SARANA MENARA NUSANTARA TBK (“Perseroan”)

1. Eko Budi Prasetyo

 Pertanyaan: Bagaimana visi manajemen dalam melihat prospek pertumbuhan segmen FTTT?
             Kontribusi revenue segmen ini 23% dari total revenue, apakah manajemen
             memandang segmen ini akan mampu menopang revenue ke depannya sehingga
             kontribusinya bisa mengimbangi segmen menara?

 Jawaban:     Sebagaimana disampaikan pada pemaparan sebelumnya, fokus belanja modal
              (capex) Perseroan adalah berdasarkan mekanisme “Built to Suit” sesuai dengan
              permintaan dari operator. Untuk sektor menara sendiri, saat ini permintaan banyak
              didominasi untuk kebutuhan relokasi, penguatan jaringan (untuk lokasi-lokasi yang
              padat) serta pembangunan menara di daerah luar jawa. Bisnis FTTT juga dijalankan
              dengan mekanisme “Built to Suit” berdasarkan permintaan dari operator dan
              kebutuhan industri. Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari para operator,
              sekitar 60% dari menara telekomunikasi yang mereka gunakan sudah tersambung
              dengan fiber optic (FTTT) dan Perseroan menilai dapat terus memberikan kontribusi
              dalam proses fiberisasi ini. Lebih lanjut, Perseroan melihat bahwa dengan adanya
              permintaan traffic data yang lebih tinggi, maka jumlah tower yang difiberisasi juga
              akan meningkat. Hal ini dapat dilihat juga dengan pertumbuhan bisnis tower saat ini
              yang mencapai sekitar 8%, sedangkan bisnis non-tower (fiber) tumbuh di atas 10-
              20%. Perseroan menilai ke depannya pertumbuhan segmen non-tower dapat
              tumbuh lebih cepat dibandingkan segmen tower.



2. Anonim

 Pertanyaan: Apa perbedaan FTTT dan FTTH? bagaimana outlook kedepan terkait kebutuhan
             FTTH?

 Jawaban:     FTTT adalah fiber to the tower, yakni fiber yang dibangun antar tower dimana data
              traffic dari perangkat telekomunasi ke peralatan di tower ditransmisikan
              menggunakan fiber ke tower berikutnya sampai ke Network Operating Centre milik
              operator.

              FTTH adalah infrastruktur telekomunikasi yang kami sewakan kepada operator agar
              jaringan/layanan operator dapat mencapai lokasi-lokasi perumahan dari pelanggan-
              pelanggan mereka.

              Secara umum, topologi jaringan fiber antara FTTT dan FTTH berbeda, namun
              keduanya tetap dibangun dengan mekanisme “Built to Suit” (BTS).
Page 2
3. Anonim

 Pertanyaan: Apakah mergernya perusahaan telekomunikasi menjadi sentimen buruk untuk
             TOWR dan perusahaan menara telekomunikasi secara keseluruhan ?

 Jawaban:    Perseroan melihat konsolidasi perusahaan telekomunikasi adalah perubahan
             industri yang disokong oleh Pemerintah dengan kerangka hukum yang jelas. Dengan
             konsolidasi ini, bisnis operator semakin sehat dan dapat fokus pada peningkatan
             kualitas jaringan. Dilihat dari pertumbuhan bisnis jangka menengah dan panjang,
             konsolidasi di industri telekomunikasi merupakan tren yang positif dan Perseroan
             merupakan bagian dari pertumbuhan yang positif ini.

             Melalui konsolidasi industri, revenue dari industri telekomunikasi tumbuh dengan
             normal dengan jumlah operator menjadi lebih efisien. Perseroan melayani seluruh
             operator yang ada sehingga memperoleh benefit langsung dari konsolidasi tersebut.
             Dengan demikian, secara keseluruhan konsolidasi merupakan hal yang positif bagi
             konsumen dan Perseroan.



4. Anonim

 Pertanyaan: Bagaimana rencana belanja modal dan deep level maintenance secara jangka
             panjang?

 Jawaban:    Untuk tahun 2023, Perseroan memperkirakan capex sebesar 5-6 Triliun Rupiah.
             Untuk rencana capex di tahun 2024 masih disiapkan oleh Perseroan dan akan
             dipublikasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Secara umum, capex akan tetap
             signifikan, terutama karena masih terdapat kebutuhan untuk relokasi tower dan
             fiberisasi.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.21 MB
Published1 Dec 2023
Pages2
Characters4,352
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result