Back to announcement
20260331_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32056570_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 33
Page 1
Nomor : S-0742/DIR/SMF/III/2026 Jakarta, 31 Maret 2026 Lampiran : 1 set Kepada Yth. Direksi PT Bursa Efek Indonesia Stock Exchange Building, Tower I Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190 U.P : Bapak I Gede Nyoman Yetna Setia, Direktur Penilaian Perusahaan Perihal : Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN06 Periode yang berakhir 31 Desember 2025 Berdasarkan Ketentuan III.1.1.5.1. Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi yang mengatur batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Interim, bersama ini kami sampaikan: 1. Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN06 periode yang berakhir 31 Desember 2025. 2. Copy bukti publikasi Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN06 periode yang berakhir 31 Desember 2025 yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret 2026 di harian berskala nasional Investor Daily. Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ditandatangani secara elektronik oleh : Heliantopo Harya Narendra Direktur Bisnis Kepala Divisi Manajemen Kredit "Layanan Pengaduan Pemangku Kepentingan dan Whistle Blowing System: Apabila terdapat pegawai SMF yang menerima/meminta gratifikasi dan suap dapat dilaporkan melalui https://wbs.smf-indonesia.co.id/ dan/atau terdapat keluhan dapat disampaikan melalui surat elektronik stakeholder.care@smf-indonesia.co.id."
Page 2
EFEK BERAGUN ASET
BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
BANK TABUNGAN NEGARA 06
(EBA-SP SMF-BTN06)
Laporan keuangan
Per 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024
Page 3
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
Daftar isi
Halaman
Surat Pernyataan Penerbit (PT Sarana Multigriya Finansial (Persero))
Surat Pernyataan Bank Kustodian (PT Bank Mandiri Tbk)
Laporan Auditor Independen
Laporan keuangan
Per 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan atas Laporan Keuangan 5
Page 4
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Aset
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 2.g, 3, 19, 20 43.569.475.232 45.416.395.544
Rekening Titipan 2.c, 2.g, 4, 19, 20 2.027.282.391 1.539.196.661
Piutang Kredit Pemilikan
Rumah 2.c, 2.g, 5, 19, 20 114.548.684.953 174.264.760.185
Piutang Bunga 2.c, 2.g, 6, 19, 20 - 80.156.712
Piutang Lain-lain 2.c, 2.g, 7, 19 263.226.653 125.607.414
Pajak Dibayar di Muka 2.f,18.a - 546.569.577
Aset Pajak Tangguhan 2.c, 2.f, 18.d 285.893.247 240.228.004
Jumlah Aset 160.694.562.476 222.212.914.097
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas
Utang Bunga Kelas A 2.c, 2.g, 8, 19, 20 451.442.815 835.690.768
Utang Pajak 2.c, 2.f, 18.b 802.160.694 1.477.780.820
Biaya yang Masih Harus
Dibayar 2.c, 2.g, 9, 19, 20 839.524.702 1.041.111.280
Utang Sertifikat EBA-SP
Kelas A 2.c, 2.g, 10, 19, 20 71.437.104.132 132.241.176.448
Utang Lain-lain 2.c, 2.g, 11, 19, 20 2.027.282.391 3.044.788.990
Jumlah Liabilitas 75.557.514.734 138.640.548.306
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 2.c, 2.g, 12, 19 54.266.543.015 54.266.543.015
Saldo Laba 30.870.504.727 29.305.822.776
Jumlah Aset Bersih 85.137.047.742 83.572.365.791
Jumlah Liabilitas dan
Aset Bersih 160.694.562.476 222.212.914.097
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan
1
Page 5
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Pendapatan Investasi
Pendapatan Bunga 2.e, 2.g, 13, 20 22.193.432.416 32.605.414.769
Pendapatan Denda Keterlambatan 2.e, 2.g, 13, 20 432.395.137 565.361.505
Jumlah Pendapatan Investasi 22.625.827.553 33.170.776.274
Beban Investasi
Beban Bunga Kelas A 2.e, 2.g, 14, 20 6.790.973.558 11.449.555.456
Beban Jasa Penunjang 2.e, 2.g, 15, 20 6.258.600.104 9.117.982.042
Lain-lain 2.e, 2.g, 17, 20 160.242.254 246.595.431
Jumlah Beban Investasi 13.209.815.916 20.814.132.929
(Pendapatan)/Beban Lain-lain
(Pendapatan)/Beban Penyisihan Piutang 2.e, 2.h, 16, 20 207.569.288 273.345.631
Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain 207.569.288 273.345.631
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 9.208.442.349 12.083.297.714
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak Kini 2.f, 18.c (1.790.194.328) (2.431.114.958)
Pajak Tangguhan 2.f, 18.d 45.665.243 60.136.039
Jumlah Beban Pajak Penghasilan (1.744.529.085) (2.370.978.919)
Laba Tahun Berjalan 7.463.913.264 9.712.318.795
Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 7.463.913.264 9.712.318.795
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan
2
Page 6
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sertifikat EBA-SP Jumlah Aset
Kelas B Saldo Laba Bersih
Saldo Per 1 Januari 2024 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Dividen/Bunga Sertifikat
Kelas B (Catatan 12) - (6.952.279.197) (6.952.279.197)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 9.712.318.795 9.712.318.795
Saldo Per 31 Desember 2024 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791
Saldo Per 1 Januari 2025 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791
Dividen/Bunga Sertifikat -
Kelas B (Catatan 12) - (5.899.231.313) (5.899.231.313)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 7.463.913.264 7.463.913.264
Saldo Per 31 Desember 2025 54.266.543.015 30.870.504.727 85.137.047.742
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan
3
Page 7
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 59.508.505.944 75.398.362.723
Penerimaan bunga dan denda KPR 21.747.284.550 33.302.795.716
Penerimaan bunga jasa giro dan deposito 821.080.476 1.090.167.944
Penerimaan restitusi pajak 546.569.577 -
Pembayaran jasa penunjang (6.460.186.682) (9.596.771.111)
Pembayaran pajak (2.465.814.454) (1.271.112.184)
Pembayaran lain-lain (160.242.254) (246.595.431)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 73.537.197.157 98.676.847.657
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas A (60.804.072.316) (81.847.229.108)
Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (7.175.221.511) (11.966.784.474)
Pembagian dividen EBA-SP Kelas B (5.899.231.313) (6.952.279.197)
Penambahan (penggunaan) dana titipan (1.505.592.329) 1.505.592.329
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (75.384.117.469) (99.260.700.450)
Penurunan Bersih Kas dan
Setara Kas (1.846.920.312) (583.852.793)
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 45.416.395.544 46.000.248.337
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 43.569.475.232 45.416.395.544
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan
4
Page 8
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Tabungan
Negara 06 (EBA-SP SMF-BTN06), yang selanjutnya disebut "Entitas" diterbitkan oleh Penerbit,
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) - SMF, berdasarkan akta perjanjian penerbitan
EBA-SP SMF-BTN06 No. 62 tanggal 30 November 2020 antara PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie
Handari Adi Warsito, SH. Notaris di Jakarta. EBA-SP SMF-BTN06 merupakan efek hasil
sekuritisasi atas kumpulan tagihan dari portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terpilih
(Kumpulan Tagihan) yang dibeli dari Bank Tabungan Negara (Kreditur Asal) sejumlah
Rp631.000.543.015 (enam ratus tiga puluh satu miliar lima ratus empat puluh tiga ribu lima
belas Rupiah) yang bersama-sama diwakili oleh Wali Amanat dan Penerbit serta
ditatausahakan oleh Bank Kustodian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
EBA-SP SMF-BTN06 diterbitkan dalam 2 (dua) kelas yaitu EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A
dengan total nilai nominal sebesar Rp576.734.000.000 (lima ratus tujuh puluh enam miliar tujuh
ratus tiga puluh empat juta Rupiah) mewakili nilai 91,40% (sembilan puluh satu koma empat
nol persen) dari keseluruhan Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal
Cut-Off Final Holding Period dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,50% (enam koma lima nol
persen) per tahun dan EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B dengan total nominal sebesar
Rp54.266.543.015 (lima puluh empat miliar dua ratus enam puluh enam juta lima ratus empat
puluh tiga ribu lima belas Rupiah) mewakili 8,60% (delapan koma enam nol persen) dari
keseluruhan Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final
Holding Period. Tanggal Jatuh Tempo Final EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A jatuh pada tanggal
7 Juli 2032, namun diperkirakan akan lunas lebih awal karena Kumpulan Tagihan mempunyai
rata-rata tertimbang jatuh tempo (weighted average life) adalah 6,08 (enam koma nol delapan)
tahun. Pemegang EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A berhak untuk mendapatkan pembayaran
bunga setiap 3 (tiga) bulan sekali pada Tanggal Pembayaran. Bersamaan dengan itu dilakukan
juga pembayaran pokok atas EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A sesuai dengan Urutan Prioritas
Pembayaran.
EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A diklasifikasikan sebagai Efek bersifat utang berarus kas tetap,
sedangkan Kelas B diklasifikasikan sebagai Efek bersifat ekuitas berarus kas tidak tetap. EBA-
SP SMF-BTN06 Kelas A dan EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B dapat dipindahtangankan. Hanya
EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A yang akan ditawarkan kepada publik, dan dicatatkan pada Bursa
Efek Indonesia. EBA-SP SMF-BTN06 dikeluarkan dalam satuan nominal pokok terutang Rp1
(satu Rupiah) sebagai bukti hak milik bersama secara proporsional yang tidak terbagi atas
Kumpulan Tagihan.
EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A telah mendapatkan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Eksekutif OJK S-1328/PM.21/2020
tanggal 29 Desember 2020 untuk ditawarkan kepada publik. EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A
merupakan sertifikat tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo EBA Kelas A yang diterbitkan atas
nama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti kepesertaan untuk kepentingan
pemegang EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A.
Entitas memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan nomor 96.722.682.0-064.000.
5
Page 9
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
2. a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan Entitas telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar dan Interpretasi yang
diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI),
serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) untuk entitas yang berada di bawah
pengawasannya dan ketentuan akuntansi lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
2. b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan
laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing
akun tersebut.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, dibulatkan dan
disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp), yang juga sebagai mata uang fungsional Entitas,
kecuali bila dinyatakan secara khusus.
2. c. Instrumen Keuangan
Entitas mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas
keuangan berdasarkan PSAK 109. PSAK 109 membahas klasifikasi, pengukuran dan
penghentian pengakuan dari aset dan liabilitas keuangan, memperkenalkan aturan baru untuk
akuntansi lindung nilai dan model penurunan nilai baru untuk aset keuangan.
1) Aset Keuangan
Pengukuran aset keuangan diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: biaya perolehan yang
diamortisasi, diukur pada nilai wajar melalui laba rugi/Fair Value Through Profit or Loss
(FVTPL), dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain/Fair Value
through Other Comprehensive Income (FVOCI). Klasifikasi aset keuangan tersebut
berdasarkan model bisnis dan karakteristik arus kas kontraktualnya.
Aset keuangan dapat diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi jika dimiliki
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual (hold to collect) dan menghasilkan arus
kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang (Solely Payments of Principal and Interest – SPPI). Jumlah pokok adalah
nilai wajar dari aset keuangan saat pengakuan awal, sedangkan bunga merupakan
imbalan untuk nilai waktu atas uang, risiko kredit terkait jumlah pokok terutang pada
periode waktu tertentu, dan risiko serta biaya peminjaman standar dan marjin laba.
Kategori aset tersebut membutuhkan penilaian persyaratan kontraktual pada saat
pengakuan awal untuk menentukan apakah kontrak mengandung persyaratan yang dapat
mengubah waktu atau jumlah dari arus kas yang tidak konsisten dengan persyaratan SPPI.
Penilaian persyaratan kontraktual mempertimbangkan:
• Kejadian kontinjensi yang akan mengubah jumlah dan waktu arus kas
• Fitur leverage
• Persyaratan pelunasan dipercepat atau perpanjangan fasilitas
6
Page 10
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset dapat dijual dari portofolio hold to collect ketika terjadi peningkatan risiko kredit.
Penghentian dengan alasan lain diperkenankan dengan frekuensi penjualan yang tidak
signifikan.
Aset keuangan berupa instrumen utang dimana tujuan model bisnis dicapai dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset (hold to collect and sell) dan memiliki
arus kas SPPI, diklasifikasikan sebagai FVOCI. Laba rugi yang belum direalisasi
ditangguhkan pada pendapatan komprehensif lain sampai aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
Penurunan Nilai
Dalam mengestimasi kerugian akibat penurunan nilai, Entitas telah menerapkan PSAK 109
dengan menggunakan model Expected Credit Loss (ECL). Model ECL berlaku untuk
instrumen keuangan yang tidak diukur dengan FVTPL, yaitu:
• Aset keuangan yang merupakan instrumen utang
• Kontrak jaminan yang diberikan
• Komitmen pinjaman yang diberikan
Terdapat dua cara pengukuran estimasi menurut model ECL yaitu secara lifetime atau
selama 12 bulan. Estimasi kerugian penurunan nilai Debitur atau kelompok Debitur
dihitung menggunakan model ECL lifetime. Kondisi tertentu yang dihitung menggunakan
model ECL 12 bulan yaitu:
• Efek investasi utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan
• Instrumen keuangan lain (selain piutang sewa guna usaha) yang risiko kreditnya tidak
meningkat signifikan sejak penerbitan awal
Pinjaman yang dikategorikan mengalami penurunan nilai adalah pinjaman yang memiliki
hari tunggakan lebih dari 180 hari dan pinjaman yang direstrukturisasi. Suatu instrumen
dianggap tidak lagi mengalami gagal bayar jika tidak lagi memenuhi kriteria gagal bayar
tersebut. Estimasi membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan terjadinya
wanprestasi, dari rasio kerugian yang terkait dan koreksi gagal bayar antar pihak. Entitas
mengukur risiko kredit menggunakan Probability of Default (PD), Loss Given Default
(LGD), dan Exposure at Default (EAD).
ECL ditentukan dengan memproyeksikan PD, LGD, dan EAD untuk setiap bulan ke depan
dan untuk setiap eksposur individu atau segmen kolektif. Ketiga komponen dikalikan
dengan kemungkinan eksposur selama lifetime, yang kemudian didiskontokan kembali ke
tanggal pelaporan dan dijumlahkan. Tingkat diskonto yang digunakan adalah suku bunga
efektif atau rata-rata suku bunga efektif.
PD lifetime ditentukan dengan mempertimbangkan profil jatuh tempo dari titik pengakuan
awal sampai sepanjang umur pinjaman. Profil jatuh tempo didasarkan pada data historis
yang diamati dan diasumsikan sama untuk semua aset dalam suatu portofolio dan
peringkat kreditnya. EAD 12 bulan dan lifetime ditentukan berdasarkan profil pembayaran
yang diharapkan, yang bervariasi berdasarkan jenis produk.
Aset Keuangan yang dicatat pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi, Entitas pertama kali menentukan secara individual apakah terdapat bukti
objektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang signifikan secara individual
atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
7
Page 11
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Jika Entitas menentukan tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai atas aset
keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau
tidak, maka Entitas memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang
memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok
tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk
itu kerugian penurunan nilai diakui atau terus diakui, tidak termasuk dalam penilaian
penurunan nilai secara kolektif.
2) Liabilitas Keuangan
Pengakuan Awal dan Pengukuran
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau
utang dan pinjaman. Entitas menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat
pengakuan awal.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dicatat pada nilai wajar, dalam hal utang dan
pinjaman, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pada
tanggal laporan posisi keuangan, Entitas memiliki liabilitas keuangan.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Utang dan pinjaman diukur setelah pengakuan awal dengan metode harga perolehan
diamortisasi menggunakan tingkat bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas yang ditetapkan
dalam kontrak tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dan pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda atau bila
persyaratan dan liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi.
3) Lainnya
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan
dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas
keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian yang di izinkan oleh PSAK 113 seperti dengan mengacu
pada transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arm's length transaction);
8
Page 12
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
mengacu kepada nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama; analisa
arus kas yang didiskonto atau model penilaian lainnya.
2.d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas mencakup kas, bank, dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo
dalam waktu tiga bulan atau kurang.
2.e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari Kredit Pemilikan Rumah dan penempatan pada deposito diakui
secara akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang berlaku yang
memperhitungkan hasil efektif aset tersebut.
Pendapatan denda keterlambatan diakui pada saat diterima oleh Entitas dan beban diakui
pada saat terjadinya secara akrual.
2.f. Pajak Penghasilan
EBA berbentuk surat partisipasi adalah subjek pajak yang diperlakukan sebagai persekutuan,
kongsi atau firma. Objek pajak penghasilan Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur
Jenderal Pajak No. KEP-147/PJ/2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas
penghasilan yang diterima atau diperoleh Entitas dan para investornya, serta ketentuan pajak
yang berlaku. Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh
Entitas. Sedangkan pembayaran imbal hasil yang dibayarkan Entitas kepada Pemegang EBA
dengan arus kas tetap merupakan objek pajak penghasilan final.
Perhitungan pajak penghasilan Entitas mengikuti ketentuan pajak penghasilan badan.
Sementara imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang EBA dengan arus kas tidak
tetap bukan merupakan objek pajak.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh
dikurangi dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan pada
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan tidak diakui karena tidak terdapat perbedaan temporer yang berdampak
terhadap pengakuan aset atau liabilitas tangguhan.
Beban pajak penghasilan terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak final yang dicatat dalam
laporan laba rugi. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto dari aktivitas
operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
yang berlaku.
Pajak penghasilan final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam
perhitungan laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer
sehingga tidak diakui adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
berbeda dengan dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai
aset atau liabilitas pajak tangguhan.
9
Page 13
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pajak penghasilan tidak final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan
dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer
boleh dikurangkan serta rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar kemungkinan
dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan
diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku
pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (apabila ada) disajikan di dalam laporan posisi keuangan
atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
2.g. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai
adalah sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 224 "Pengungkapan pihak-pihak berelasi".
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Entitas (sebagai entitas
pelapor), yang meliputi:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor
jika orang tersebut:
I. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
II. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
III. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
I. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama
(artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan
entitas lain).
II. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu
kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
III. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
IV. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
V. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor.
Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut,
maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
VI. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam huruf (a); atau
VII. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas
entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2014 pasal 13, diatur bahwa Penerbit dilarang
memiliki hubungan berelasi dengan Kreditur Asal, Bank Kustodian, dan/atau Wali Amanat,
10
Page 14
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
serta Kreditur Asal dilarang memiliki hubungan berelasi dengan Bank Kustodian dan/atau Wali
Amanat, kecuali hubungan berelasi yang terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal
Pemerintah, baik langsung maupun tidak langsung.
Semua transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, apakah yang
dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi normal yang sama dengan pihak
yang tidak berelasi, diungkapkan dalam laporan keuangan.
2.h. Sumber Estimasi Ketidakpastian dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
Penyusunan laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN06 mengharuskan Penerbit dan Bank
Kustodian untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah
yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas
kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi
tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan
liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai
tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. EBA-SP
SMF-BTN06 mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat
laporan keuangan disusun. Asumsi utama berkaitan dengan masa mendatang serta sumber
utama ketidakpastian estimasi lain pada tanggal laporan posisi keuangan, yang memiliki risiko
signifikan menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada
tahun buku berikutnya.
1. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan
badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya
adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. EBA-SP SMF-BTN06 mengakui
liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat
tambahan pajak penghasilan badan.
Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi
keuangan tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai
teknik penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk
model ini berasal dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia.
Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan Penerbit dan
Bank Kustodian diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Pertimbangan tersebut
mencakup pertimbangan likuiditas dan masukan model seperti volatilitas untuk
transaksi derivatif yang berjangka waktu panjang dan tingkat diskonto, tingkat
pelunasan dipercepat, dan asumsi tingkat gagal bayar.
2. Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh Penerbit dan Bank Kustodian dalam rangka
penerapan kebijakan akuntansi EBA-SP SMF-BTN06 yang memiliki pengaruh paling
signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
11
Page 15
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan
dan liabilitas. Berdasarkan PSAK 109 yang sesuai dengan kebijakan akuntansi
EBA-SP SMF-BTN06 seperti diungkapkan pada Catatan 2.c.
3. Kas dan Setara Kas
Akun ini merupakan rekening giro yang terdapat di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang dikelola oleh Bank Kustodian per 31 Desember 2025
dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Bank
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Rekening koleksi 6.286.511.389 7.177.555.843
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rekening pokok 4.990.058.744 6.243.824.825
Rekening bunga 32.292.905.099 10.495.014.876
43.569.475.232 23.916.395.544
Deposito Berjangka
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Rekening bunga - 20.000.000.000
Rekening cadangan - 1.500.000.000
- 21.500.000.000
Jumlah 43.569.475.232 45.416.395.544
Deposito berjangka waktu satu bulan dan dapat diperpanjang otomatis (ARO) serta memiliki
tingkat bunga rata-rata tahunan sebagai berikut:
2025 2024
Deposito berjangka - 6,25% - 6,30%
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
4. Rekening Titipan
Rekening Titipan merupakan rekening-rekening yang terdapat di PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk yang dibentuk oleh pihak Pendukung Kredit dan Kreditur Asal. Rekening titipan per 31
Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rekening dana cadangan 1.780.124.414 1.293.297.317
Rekening dana transisi penyedia jasa 247.157.977 245.899.344
Jumlah 2.027.282.391 1.539.196.661
12
Page 16
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rekening dana cadangan adalah jumlah dana yang tersedia di dalam rekening koran. Apabila
terdapat perbedaan dengan nilai dana cadangan di utang lain-lain (Catatan 11), maka selisih
tersebut adalah jumlah dana cadangan yang belum dipulihkan kembali ke rekening dana
cadangan.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
5. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah (Piutang KPR) merupakan aset Kredit Pemilikan Rumah yang
dibeli dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan Akta Jual Beli No. 63 tanggal
30 November 2020 dan yang dibeli dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan
Akta Jual Beli No. 64 tanggal 30 November 2020.
Jumlah piutang secara terus menerus akan menurun sesuai dengan pelunasan pokok utang
dari Kredit Pemilikan Rumah yang dilakukan oleh para Debitur, saldo piutang kredit pemilikan
rumah per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Piutang kredit pemilikan rumah 115.848.199.713 175.356.705.657
Dikurangi:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (1.299.514.760) (1.091.945.472)
Jumlah - Bersih 114.548.684.953 174.264.760.185
Rincian Piutang KPR berdasarkan tingkat kolektibilitas yaitu:
2025 2024
Kolektabilitas 1 (lancar) 87.530.714.226 141.298.830.994
Kolektabilitas 2 (1-90 hari) 10.276.791.987 15.712.642.186
Kolektabilitas 3 (91-120 hari) 1.041.052.628 1.433.327.798
Kolektabilitas 4 (121-180 hari) 1.592.279.103 2.023.285.543
Kolektabilitas 5 (>180 hari) 15.407.361.769 14.888.619.136
115.848.199.713 175.356.705.657
Dikurangi:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (1.299.514.760) (1.091.945.472)
Jumlah - Bersih 114.548.684.953 174.264.760.185
13
Page 17
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian Piutang KPR berdasarkan jangka waktu dari tanggal cut-off KPR sampai dengan
tanggal jatuh tempo (remained term of maturity) KPR yaitu:
2025 2024
Hingga 1 tahun 5.351.490.632 5.384.001.693
1 - 2 tahun 34.518.782.193 11.931.923.104
2 - 3 tahun 63.976.443.006 51.871.676.154
3 - 4 tahun 5.235.049.817 91.080.983.581
4 - 5 tahun 5.357.301.275 5.484.830.482
Lebih dari 5 tahun 1.409.132.790 9.603.290.643
115.848.199.713 175.356.705.657
Dikurangi:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (1.299.514.760) (1.091.945.472)
Jumlah - Bersih 114.548.684.953 174.264.760.185
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian yang dibentuk telah
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang KPR.
Perubahan cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang kredit pemilikan rumah adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Saldo Awal 1.091.945.472 818.599.841
Penambahan (Penurunan) 207.569.288 273.345.631
Saldo Akhir 1.299.514.760 1.091.945.472
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
6. Piutang Bunga
Piutang bunga merupakan pendapatan bunga KPR yang masih harus diterima oleh
EBA-SP SMF-BTN06 dan bunga deposito per 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
sebesar Nihil dan Rp80.156.712.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
14
Page 18
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
7. Piutang Lain-Lain
Piutang Lain-lain per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Piutang lain-lain (pokok dan bunga KPR) 263.226.653 125.607.414
Jumlah 263.226.653 125.607.414
Piutang Lain-lain merupakan piutang pokok dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dari
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
8. Utang Bunga Kelas A
Utang bunga merupakan bunga terutang kepada Pemegang Sertifikat Efek Beragun Aset
Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A per 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar
Rp451.442.815 dan Rp835.690.768.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
9. Biaya yang Masih Harus Dibayar
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan
rincian sebagai berikut:
2025 2024
Utang Biaya Penyedia Jasa 691.623.141 884.042.163
Utang Biaya Audit 100.000.000 100.000.000
Utang Biaya Kustodian 18.870.000 18.870.000
Utang Pendukung Kredit 10.830.072 16.068.677
Utang Wali Amanat 9.023.226 12.051.508
Utang Biaya Penerbit (Manajemen) 8.122.556 9.023.226
Utang Biaya Agen Pembayar 1.055.707 1.055.706
Jumlah 839.524.702 1.041.111.280
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
10. Utang Sertifikat EBA-SP
Utang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank
Tabungan Negara 06 kelas A merupakan instrumen keuangan bersifat liabilitas kepada
pemegang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial
Bank Tabungan Negara 06 kelas A. Utang ini dikenakan bunga sebesar 6,50% (enam koma
lima nol persen) per tahun untuk pemegang sertifikat kelas A.
15
Page 19
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian utang sertifikat EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
PT Sarana Multigriya Finansial 30.220.650.089 55.943.117.646
Aset BP Tapera S/A Modal Awal Operasional 12.386.490.849 22.929.318.620
Dana Pensiun BRI 12.386.490.849 22.929.318.620
DPLK Bank Rakyat Indonesia - Pendapatan Tetap 12.386.490.849 22.929.318.620
Perorangan 1.579.683.327 2.924.239.218
Dana Pensiun BTN 1.238.649.085 2.292.931.862
Dana Pensiun Pegadaian 619.324.542 1.146.465.931
Yayasan Bina Sejahtera Warga Bulog 619.324.542 1.146.465.931
Jumlah 71.437.104.132 132.241.176.448
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
11. Utang Lain-Lain
Utang lain-lain merupakan akun yang digunakan untuk mencatat dana cadangan dari
Pendukung Kredit dan dana transisi penyedia jasa dari Penyedia Jasa per 31 Desember 2025
dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Dana cadangan - pendukung kredit 1.780.124.414 2.798.889.646
Dana transisi - penyedia jasa 247.157.977 245.899.344
Jumlah 2.027.282.391 3.044.788.990
Apabila terdapat selisih perbedaan dengan rekening Cadangan (Catatan 4), maka selisih
tersebut Adalah piutang bunga dan pengelolaan Cadangan yang ditempatkan di deposito.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
12. Sertifikat EBA-SP Kelas B
Sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B merupakan instrumen bersifat
ekuitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B,
dimana pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Menutup kekurangan, bila ada, untuk keperluan pajak, biaya-biaya senior atau jasa
pendukung, imbalan jasa penyedia jasa, dan bunga EBA-SP SMF-BTN06 kelas A.
b. Pokok EBA-SP SMF-BTN06 kelas A sampai dibayar penuh seluruhnya.
c. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sesuai dengan jumlah maksimum ambang
batas rekening cadangan.
16
Page 20
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian setoran Sertifikat EBA-SP SMF-BTN06 per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk 50.000.000.000 50.000.000.000
PT Asuransi Binagriya Upakara 4.266.543.015 4.266.543.015
Jumlah 54.266.543.015 54.266.543.015
Bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B dibayarkan kepada pemegang
sertifikat B yang pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Pajak.
b. Biaya-biaya senior.
c. Imbalan jasa penyedia jasa.
d. Bunga EBA-SP SMF-BTN06 kelas A.
e. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang
batas rekening cadangan.
f. Transfer ke rekening koleksi pokok dalam urutan prioritas berikut ini untuk menutup:
1) Tiap tagihan dalam kumpulan tagihan yang menjadi tagihan tertunggak selama 3
(tiga) periode koleksi sebelumnya.
2) Tiap tagihan tertunggak yang belum tergantikan.
g. Menutup tagihan yang tertunggak selama 3 (tiga) periode dan tagihan tertunggak yang
belum tergantikan.
h. Pembayaran kembali ke dalam rekening koleksi pokok yang dibayarkan untuk menutup
kekurangan pembayaran bunga.
i. Imbalan jasa pendukung kredit.
j. Membayar ke rekening dana transisi penyedia jasa atas hasil investasi dana dalam
rekening dana transisi penyedia jasa.
k. Membayar kepada Pendukung Kredit atas setiap jumlah yang dikeluarkan dari rekening
cadangan karena melebihi jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan.
l. Biaya-biaya junior yang dibayarkan secara pari passu dan pro-rata di antara mereka, dan
m. Jumlah tersisa dibayarkan kepada pemegang EBA-SP SMF-BTN06 kelas B.
Pemegang EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B hanya berhak atas arus kas tersisa dari rekening
Koleksi Bunga sesuai dengan urutan prioritas pembayaran untuk setiap periode bunga. Bunga
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas B atau distribusi kepada pemegang
EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp5.899.231.313 dan Rp6.952.279.197.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
17
Page 21
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
13. Pendapatan Investasi
Pendapatan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Pendapatan Bunga
Bunga KPR 21.452.508.652 31.435.090.113
Bunga Jasa Giro-Rekening Bunga 563.810.065 597.667.121
Bunga Deposito 177.113.699 572.657.535
Jumlah Pendapatan Bunga 22.193.432.416 32.605.414.769
Pendapatan Denda Keterlambatan KPR 432.395.137 565.361.505
Jumlah 22.625.827.553 33.170.776.274
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
14. Beban Bunga
Beban bunga Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi A untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing sebesar Rp6.790.973.558 dan
Rp11.449.555.456.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
15. Beban Jasa Penunjang
Beban jasa penunjang untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Jasa Penyedia Jasa 4.486.488.986 5.960.634.196
Jasa Pemulihan Penyedia Jasa 844.410.753 2.095.885.088
Jasa Kustodian 199.800.000 201.616.012
Jasa Pemeringkat 166.500.000 166.500.000
Jasa Pendukung Kredit 141.633.124 205.410.361
Jasa Penerbit 106.224.843 154.057.768
Jasa Audit 150.000.000 150.000.000
Jasa Wali Amanat 93.240.000 93.240.000
Jasa Listing BEI 36.696.926 57.033.151
Jasa Iklan 22.505.472 22.505.472
Jasa Agen Pembayar 11.100.000 11.099.994
Jumlah Beban Jasa Penunjang 6.258.600.104 9.117.982.042
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
18
Page 22
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
16. (Pendapatan)/Beban Penyisihan Piutang
Akun ini merupakan (pendapatan)/beban penyisihan piutang kredit pemilikan rumah untuk
tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar
Rp207.569.288 dan Rp273.345.631
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
17. Beban Investasi Lain-lain
Beban Investasi lain-lain untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Beban Pajak 148.184.753 234.064.931
Beban Tahunan 11.100.000 11.100.000
Beban Transfer 957.501 1.430.500
Jumlah Beban Investasi Lain-lain 160.242.254 246.595.431
Beban pajak merupakan pajak final atas jasa giro dan bunga deposito.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
18. Perpajakan
a. Pajak Dibayar di Muka
Pajak dibayar di muka per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
PPh Pasal 28A - 2023 - 546.569.577
Jumlah - 546.569.577
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pajak No. KEP-00089/KP-CT/KPP.3005/2025
tentang Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak tahun 2023 senilai Rp546.569.577
dengan kompensasi utang pajak melalui pemotongan SPMKP pada tanggal 21 Mei 2025 senilai
Rp2.846.318, sehingga Entitas menerima pengembalian kelebihan pembayaran pajak atas
pajak penghasilan tahun 2023 sebesar Rp543.723.159 pada tanggal 3 Juni 2025.
19
Page 23
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Utang Pajak
Akun ini merupakan utang pajak yang terdiri atas utang pajak PPh Pasal 25 dan PPh Pasal 29
per 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar:
2025 2024
PPh Pasal 25 123.148.402 -
PPh Pasal 29 679.012.292 1.477.780.820
Jumlah 802.160.694 1.477.780.820
c. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersial
dengan taksiran laba fiskal adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba bersih sebelum pajak penghasilan 9.208.442.349 12.083.297.714
Beda temporer:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian 207.569.288 273.345.631
Beda tetap:
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (740.923.764) (1.170.324.656)
Biaya mendapat, menagih, memelihara
penghasilan yang pajaknya bersifat final 427.726.805 726.101.819
Laba kena pajak 9.102.814.678 11.912.420.508
Laba kena pajak - dibulatkan 9.102.814.000 11.912.420.000
Beban pajak penghasilan
Dengan fasilitas 212.424.751 189.617.443
Tanpa fasilitas 1.577.769.577 2.241.497.515
1.790.194.328 2.431.114.958
Dikurangi:
Kredit pajak penghasilan (1.108.335.618) (953.334.138)
Kompensasi lebih bayar (2.846.418) -
Taksiran Kurang/(Lebih) Bayar Pajak Badan 679.012.292 1.477.780.820
20
Page 24
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan
Rincian dari aset pajak tangguhan per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
Dikreditkan ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 240.228.004 45.665.243 285.893.247
Jumlah Aset Pajak
Tangguhan 240.228.004 45.665.243 285.893.247
2024
Dikreditkan ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 180.091.965 60.136.039 240.228.004
Jumlah Aset Pajak
Tangguhan 180.091.965 60.136.039 240.228.004
19. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Kepemilikan : EBA-SP SMF-BTN06 berelasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk. Namun secara aktivitas operasional masing-
masing pihak bebas mandiri (independen)
Pemegang : PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan PT Bank Tabungan
Sertifikat Negara (Persero) Tbk
EBA-SP SMF-
BTN06 Kelas
A dan B
Jenis : Pihak Berelasi Sifat Hubungan
Transaksi
PT Bank Tabungan Negara sebagai penyedia jasa
(Persero) Tbk
PT Sarana Multigriya Finansial sebagai penerbit dan
(Persero) pendukung kredit
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai wali amanat
21
Page 25
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo akun-akun pada laporan posisi keuangan per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan pihak
berelasi adalah sebagai berikut:
2025 2024
Kas dan setara kas 43.569.475.232 43.916.395.544
Rekening titipan 2.027.282.391 1.539.196.661
Piutang kredit pemilikan rumah 114.548.684.953 174.264.760.185
Piutang bunga - 80.156.712
Piutang lain-lain 263.226.653 125.607.414
Biaya yang masih harus dibayar 708.768.923 921.185.574
Utang bunga kelas A 190.977.721 353.529.424
Utang lain-lain 2.027.282.391 3.044.788.990
Utang sertifikat EBA-SP kelas A 30.220.650.089 90.567.652.076
Sertifikat EBA-SP kelas B 50.000.000.000 50.000.000.000
Dividen/Bunga Sertifikat EBA kelas B 5.427.292.808 6.952.279.197
Jumlah transaksi dengan pihak berelasi untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025
dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pendapatan investasi - bunga 22.193.432.416 32.605.414.769
Pendapatan investasi - denda keterlambatan 432.395.137 565.361.505
Beban investasi - bunga EBA-SP kelas A 2.872.843.716 4.843.603.521
Beban investasi - jasa penunjang 5.530.364.582 8.360.850.203
Beban Investasi - Biaya lain-lain 957.501 1.430.500
Pembayaran Pokok Utang Sertifikat EBA Kelas A 25.722.467.557 34.624.534.430
Pembayaran Bunga Utang Sertifikat EBA Kelas A 2.681.865.994 4.490.074.097
Pembayaran Jasa Penunjang 6.239.133.505 9.282.035.777
20. Manajemen Risiko Keuangan
a. Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang terjadi karena tidak terbayarnya kewajiban
pokok dan bunga yang menjadi hak pemegang EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A. Kumpulan
Tagihan yang disekuritisasi merupakan portofolio tagihan kredit perumahan, sehingga
terdapat potensi kerugian apabila terjadi kegagalan pembayaran angsuran dari Debitur
KPR. Dengan demikian sumber utama dari risiko kredit adalah kemauan dan kemampuan
dari debitur KPR untuk memenuhi kewajibannya. Dalam hal telah terjadi tagihan macet,
maka terdapat potensi kerugian yang mungkin timbul karena hasil likuidasi properti
dibiayai tidak dapat memenuhi sisa liabilitas terutang Debitur.
EBA-SP SMF-BTN06 melakukan perhitungan cadangan kerugian kredit ekspektasian
menggunakan model Expected Credit Loss (ECL) yang diambil dari total outstanding
tunggakan dikalikan dengan tingkat kerugian atau Loss Given Default (LGD) dan
Probability Default (PD). Probability of Default (PD) diambil dari rata-rata persentase Net
Performing Loan (NPL), sedangkan Loss Given Default (LGD) diambil dari perkalian
antara total outstanding dengan nilai kini estimasi kerugian. Pinjaman yang dikategorikan
22
Page 26
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
mengalami penurunan nilai adalah pinjaman yang memiliki hari tunggakan lebih dari 180
hari dan pinjaman yang direstrukturisasi.
b. Konsentrasi Geografis atas Properti Dibiayai
Risiko ini terjadi apabila properti dibiayai terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu.
Apabila daerah tersebut mengalami bencana alam atau perubahan kondisi geografis
yang menyebabkan penurunan nilai ekonomis dari properti dibiayai, maka terdapat
potensi kerugian apabila Debitur KPR wanprestasi dan hasil likuidasi penjualan properti
dibiayai tidak mencukupi sisa kewajiban terutang.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang terjadi karena ketidakmampuan melakukan
penjualan kembali EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A di pasar sekunder. Selain itu, risiko
likuiditas bagi Entitas adalah risiko kerugian yang timbul karena Entitas tidak memiliki
arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.
Rasio likuiditas Entitas per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 451.442.815 835.690.768
Utang Lain-Lain 2.027.282.391 3.044.788.990
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 71.437.104.132 132.241.176.448
Biaya yang Masih Harus Dibayar 839.524.702 1.041.111.280
74.755.354.040 137.162.767.486
2025 2024
Aset keuangan
Kas dan Setara Kas 43.569.475.232 45.416.395.544
Rekening Titipan 2.027.282.391 1.539.196.661
Piutang kredit pemilikan rumah 114.548.684.953 174.264.760.185
Piutang lain-lain 263.226.653 125.607.414
Piutang Bunga - 80.156.712
160.408.669.229 221.426.116.516
Surplus 85.653.315.189 84.263.349.030
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah potensi kerugian yang terjadi karena perubahan harga EBA-SP
SMF-BTN06 Kelas A dalam perdagangan di pasar sekunder. Besarnya kerugian risiko
pasar direalisasikan pada saat terjadi penjualan oleh pemegang EBA-SP SMF-BTN06
Kelas A atau pada periode penutupan tahun buku.
e. Risiko Pelunasan Dipercepat (Prepayment)
Prepayment risk atau risiko pelunasan lebih awal adalah potensi pemegang EBA-SP
SMF-BTN06 Kelas A kehilangan kesempatan mendapatkan pendapatan bunga karena
23
Page 27
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
pembayaran pokok yang dipercepat oleh Debitur KPR, dan pelaksanaan opsi Clean-up
Call oleh penyedia jasa.
f. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah potensi kerugian yang terjadi karena kelemahan aspek-aspek
yuridis di dalam perjanjian, pelaksanaan likuidasi jaminan dan penatausahaan Entitas,
termasuk sehubungan adanya perselisihan di antara para pihak yang terlibat dalam
transaksi sekuritisasi EBA-SP SMF-BTN06.
g. Risiko Operasional
Risiko Operasional adalah potensi kerugian yang terjadi karena kegagalan ataupun
kesalahan sistem dan prosedur dalam melakukan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN06
yang dilakukan oleh Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian, dan Penyedia Jasa.
21. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan yang tercatat per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 43.569.475.232 43.569.475.232
Rekening titipan 2.027.282.391 2.027.282.391
Piutang kredit pemilikan rumah 114.548.684.953 114.548.684.953
Piutang lain-lain 263.226.653 263.226.653
Liabilitas Keuangan
Utang bunga Kelas A 451.442.815 451.442.815
Biaya yang masih harus dibayar 839.524.702 839.524.702
Utang sertifikat EBA-SP kelas A 71.437.104.132 71.923.412.933
Utang lain-lain 2.027.282.391 2.027.282.391
2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 45.416.395.544 45.416.395.544
Rekening titipan 1.539.196.661 1.539.196.661
Piutang kredit pemilikan rumah 174.264.760.185 174.264.760.185
Piutang bunga 80.156.712 80.156.712
Piutang lain-lain 125.607.414 125.607.414
Liabilitas Keuangan
Utang bunga Kelas A 835.690.768 835.690.768
Biaya yang masih harus dibayar 1.041.111.280 1.041.111.280
Utang sertifikat EBA-SP kelas A 132.241.176.448 131.396.729.257
Utang lain-lain 3.044.788.990 3.044.788.990
24
Page 28
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dan
setiap golongan instrumen keuangan Entitas:
a. Kas dan Setara Kas serta Rekening Titipan
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
b. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang kredit pemilikan rumah dilakukan penilaian kembali atas nilai wajarnya
menggunakan pendekatan pendapatan, dimana terdapat penurunan nilai dan nilai tercatat.
Penurunan nilai yang tercatat per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing
sebesar Rp114.548.684.953 dan Rp174.264.760.185.
c. Piutang Bunga, Piutang Lain-lain
Piutang bunga dan piutang lain-lain merupakan piutang yang akan jatuh tempo dalam
waktu 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
d. Utang Bunga, Biaya yang Masih Harus Dibayar, dan Utang Lain-Lain
Seluruh kewajiban keuangan diatas merupakan kewajiban jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dari liabilitas keuangan tersebut.
e. Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A dan M
Utang sertifikat efek beragun aset berbentuk surat partisipasi kelas A dinilai dengan
menggunakan model penilaian yang dilakukan oleh lembaga penilai surat berharga
independen, dengan harga bersih per 31 Desember 2025 adalah sebesar 100,68% dan
per 31 Desember 2024 adalah sebesar 99,36%.
22. Perjanjian dan Kejadian Penting
a. Perjanjian Induk Sekuritisasi Nomor: 182/PIS/EBA-SP-SMF-BTN06/XI/2020 dibuat pada
tanggal 30 November 2020, oleh dan antara:
1) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Kreditur Asal dan Penyedia Jasa;
2) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penerbit dan Pendukung Kredit,
dan;
3) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian,
selanjutnya bersama-sama disebut Para Pihak.
EBA-SP SMF-BTN06 akan diterbitkan menurut Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-
BTN06 dalam bentuk satu Sertifikat Jumbo EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A dan Sertifikat
25
Page 29
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B, pada Tanggal Penutupan, setelah syarat-syarat
pendahuluan telah dipenuhi. EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A ditawarkan kepada umum
melalui penawaran umum, sedangkan EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B tidak ditawarkan
kepada umum.
b. Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN06 Nomor: 62 tanggal 30 November 2020
menerangkan penunjukan Wali Amanat dan Bank Kustodian kepada PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. Tugas pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan pemegang EBA-
SP SMF-BTN06 berdasarkan perjanjian penerbitan EBA-SP SMF-BTN06 ini dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, dan tugas-tugas lainnya.
Tugas pokok Bank Kustodian adalah bertindak untuk kepentingan pemegang EBA-SP
MF-BTN06 sebagai pemilik Bersama atas Kumpulan Tagihan, menyimpan Hasil Koleksi,
dan mendistribusikan Hasil Koleksi berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-
BTN06 ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tugas-tugas lainnya.
c. Perjanjian Penyedia Jasa Nomor: 11/PKS/IBD/XI/2020 tanggal 30 November 2020 antara
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Wali Amanat dan PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk selaku Penyedia Jasa menerangkan bahwa peran PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk sebagai Penyedia Jasa dalam transaksi EBA-SP SMF-BTN06
antara lain:
1) Menyimpan dan memelihara Dokumentasi Kredit termasuk berkas Utang.
2) Mengatur atau mengurus penagihan harian dan akumulasi hasil koleksi, termasuk
menagih pembayaran yang telah lewat waktu dari Debitur, menurut prosedur penagihan
yang umum berlaku terhadap Penyedia Jasa.
3) Menyimpan hasil koleksi dalam suatu rekening pada Penyedia Jasa yang wajib dibuka
paling lambat pada tanggal cut-off final yang diberi nama Rekening EBA-SP
SMF-BTN06, terpisah dari semua dana milik Penyedia Jasa.
4) Memindahkan hasil koleksi sejak tanggal cut-off final holding period sampai dengan
tanggal penutupan ke dalam Rekening EBA-SP SMF-BTN06, paling lambat 5 (lima)
hari kerja setelah tanggal penutupan.
5) Melaksanakan eksekusi Properti Dibiayai sesuai dengan prosedur umum Penyedia
Jasa.
6) Memelihara catatan harian dari hasil koleksi dalam sistem komputer Penyedia Jasa
sehingga jumlah hasil koleksi dapat diidentifikasikan setiap waktu.
7) Sesudah tanggal cut-off final holding period, mentransfer hasil koleksi sampai dengan
hari terakhir dari tiap periode koleksi sebelumnya ke Rekening Koleksi yang dibuka atas
nama Wali Amanat untuk kepentingan para pemegang EBA-SP SMF-BTN06.
8) Memelihara kelangsungan polis asuransi kebakaran mengenai Properti Dibiayai dan
asuransi jiwa para Debitur.
9) Melakukan segala upaya terbaik yang diperlukan untuk menjaga kualitas kredit dari
para Debiturnya, dan
10) Tugas-tugas lain yang akan ditentukan di kemudian hari (bila ada) atas kesepakatan
Bersama.
26
Page 30
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Perjanjian Pendukung Kredit Nomor: 183/PPK/EBA-SP-SMF-BTN06/XI/2020 pada tanggal
30 November 2020 antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat
atau Bank Kustodian, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bertindak sebagai
Pendukung Kredit menerangkan bahwa:
1) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bersedia untuk menyediakan dana tidak
kurang dari jumlah Maksimum Ambang Batas Rekening Cadangan ke dalam Rekening
Cadangan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF
BTN06.
2) Dana tidak kurang dari jumlah Maksimum Rekening Cadangan Tambahan ke dalam
Rekening Cadangan Tambahan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan
EBA-SP SMF-BTN06
Dana tersebut wajib disetorkan oleh Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan
paling lambat pada Tanggal Penutupan. Kelebihan dana di atas Jumlah Maksimum
Ambang Batas Rekening Cadangan yang berubah sehubungan dengan pembayaran-
pembayaran pada tiap Tanggal Pembayaran wajib dikembalikan kepada Pendukung Kredit
sesuai dengan Urutan Prioritas Pembayaran. Pendukung Kredit menyadari dan memahami
risiko tidak diterimanya pengembalian secara penuh dari Bank Kustodian atas nama EBA-
SP SMF-BTN06 atas dana yang disetorkan Pendukung Kredit ke dalam Rekening
Cadangan dalam hal terjadinya kegagalan pembayaran oleh para Debitur atas Kumpulan
Tagihan. Pendukung Kredit dengan ini membebaskan Bank Kustodian dari segala
tanggung jawab sehubungan dengan risiko tersebut.
Perjanjian Pendaftaran EBA-SP SMF-BTN06 di KSEI Nomor: SP-001/EBASP/KSEI/0820
dibuat pada tanggal 20 November 2020 antara PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
dengan PT Sarana Multigriya Finansial sebagai Penerbit Efek yang selanjutnya disebut
Para Pihak. Para pihak menerangkan bahwa KSEI adalah perseroan yang menjalankan
kegiatan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Selanjutnya,
Penerbit Efek bermaksud untuk mendaftarkan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat
Partisipan yang akan didaftarkan di KSEI.
e. Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: 39 tanggal 20 November 2020 antara PT Kustodian
Sentral Efek Indonesia dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Wali Amanat
menerangkan bahwa sesuai dengan Peraturan KSEI yang mengatur ketentuan layanan
jasa custodian sentral ditetapkan bahwa pelaksanaan pembayaran penghasilan, bunga,
pokok dan hak-hak lain berupa dana dilaksanakan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran.
f. Perjanjian Pengelolaan Administrasi Nomor: SP-001/PA-EBASP/KSEI/0820 tanggal
20 November 2020 antara PT Kustodian Sentral Efek dengan PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk selaku Bank Kustodian menerangkan bahwa Bank Kustodian ditunjuk untuk
mengadministrasikan EBA-SP SMF-BTN06 oleh Penerbit Efek, sehingga Bank Kustodian
wajib membuat perjanjian dengan KSEI terkait dengan pelaksanaan administrasi EBA-SP
SMF-BTN06 yang disimpan dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya sehubungan
dengan kewajiban Bank Kustodian antara lain untuk melakukan menyelenggarakan
administrasi dan pembukuan dalam rangka penitipan dan penatausahaan terkait EBA-SP
SMF-BTN06 yang terdaftar di KSEI, maka Bank Kustodian wajib memenuhi ketentuan,
persyaratan, dan prosedur yang ditetapkan oleh KSEI
27
Page 31
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
g. Perjanjian Pendahuluan Pencatatan EBA-SP SMF-BTN06 Nomor: SP-00004/BEI.PP3/11-
2020 tanggal 30 November 2020 antara PT Bursa Efek Indonesia dengan PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) menerangkan bahwa PT Sarana Multigriya Finansial
bermaksud untuk mencatatkan EBA-SP SMF-BTN06 di Bursa Efek Indonesia.
h. Perjanjian Pemberian Porsi Pemulihan Tagihan EBA-SP SMF-BTN06 Nomor:
184/PPT/EBA-SP-SMF-BTN06/XI/2020 tanggal 30 November 2020 antara PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penerbit, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai
Wali Amanat dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Penyedia Jasa.
Penerbit, Wali Amanat dan Penyedia Jasa menerangkan bahwa untuk mengapresiasi
usaha dan prestasi Penyedia Jasa dalam melakukan pembinaan, pengurusan dan
pengelolaan Kumpulan Tagihan sehingga mendukung diperolehnya imbal hasil yang
diharapkan Pemegang EBA-SP SMF-BTN06 kelas B, maka Pemegang EBA-SM SMF-
BTN06 kelas B dalam hal ini diwakili oleh Wali Amanat dan Penerbit sepakat untuk
memberikan penghargaan (reward) bagi Penyedia Jasa berupa Porsi Pemulihan Tagihan.
i. Akta Jual Beli Nomor: 63 tanggal 30 November 2020 menjelaskan bahwa PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penjual dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai
Bank Kustodian dan Wali Amanat yang bertindak untuk mewakili kepentingan para
Pemegang EBA-SP SMF-BTN06 untuk selanjutnya disebut Pembeli. Selanjutnya Penjual
dan Pembeli bersama-sama akan disebut Para Pihak. Para Pihak menerangkan bahwa:
1) Penjual membeli dan menerima pengalihan Kumpulan Tagihan dari PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk selaku Kreditur Asal melalui Akta Jual Beli (Tahap 1) tertanggal
27 Desember 2019 Nomor 64.
2) Kumpulan Tagihan termasuk dokumen-dokumen Surat Kuasa Membebankan Hak
Tanggungan (SKMHT), Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan Sertifikat Hak
Tanggungan (SHT) tidak diperiksa secara keseluruhan, tetapi hanya berdasarkan
pemeriksaan atas sejumlah sampel Dokumentasi Pembiayaan sebagaimana
dinyatakan dalam Laporah Hasil Uji Tuntas dari Segi Hukum tertanggal 30 November
2020.
3) Bahwa untuk melaksanakan jual beli atas Kumpulan Tagihan, para pihak telah sepakat
untuk menandatangani Akta Jual Beli ini
j. Akta Jual Beli Nomor: 64 tanggal 30 November 2020 menjelaskan bahwa PT Bank
Tabungan Negara (Persero) sebagai Penjual, dan PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) sebagai Pembeli (selanjutnya Penjual dan Pembeli bersama-sama akan disebut
Para Pihak) telah dibuat Perjanjian KPR dalam bentuk standar perjanjian yang memenuhi
Kriteria Seleksi
Berdasarkan Perjanjian Induk dan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN06, Penjual
telah sepakat menjual Kumpulan Tagihan kepada Pembeli sesuai dengan format Akta Jual
Beli yang dilampirkan pada Lampiran 3 Perjanjian Induk. Kumpulan Tagihan, termasuk
dokumen-dokumen SKMHT, Akta Pemberian Hak Tanggungan, dan Sertifikat Hak
Tanggungan, tidak diperiksa secara keseluruhan, tetapi hanya berdasarkan pemeriksaan
atas sejumlah sampel Dokumentasi Pembiayaan sebagaimana dinyatakan dalam Laporan
28
Page 32
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Hasil Uji Tuntas dari Segi Hukum tertanggal 30 November 2020. Selanjutnya untuk
melaksanakan jual beli atas Kumpulan Tagihan, Para Pihak sepakat untuk
menandatangani Akta Jual Beli ini.
23. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan, tidak terdapat peristiwa setelah tanggal
pelaporan yang signifikan.
24. Tanggung Jawab dan Penerbitan Laporan Keuangan
Penerbit dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan
keuangan yang diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 17 Maret 2026.
29
Page 33
8 IKLAN
SELASA, 31 MARET 2026
EFEK BERAGUN ASET SYARIAH BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK SYARIAH INDONESIA 01 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 04
(EBAS-SP SMF-BRIS01) (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
(Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 12.195.685.549 16.307.067.419 Pendapatan Imbal Hasil 21.376.401.220 28.664.978.135 Kas dan Setara Kas 10.576.331.508 14.848.233.629 Bunga 22.067.066.906 40.904.774.870
Rekening Titipan 693.345.391 1.434.007.492 Denda Keterlambatan 1.398.709.370 2.346.517.418
Rekening Titipan 6.614.542.066 7.375.422.301 Jumlah Pendapatan Investasi 21.376.401.220 28.664.978.135
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 111.365.295.105 196.593.923.013 Jumlah Pendapatan Investasi 23.465.776.276 43.251.292.288
Piutang Pembiayaan Pemilikan Rumah 144.430.812.375 192.473.491.630 Beban Investasi Piutang Bunga 513.850.573 254.552.137 Beban Investasi
Pajak Dibayar di Muka 95.983.396 - Beban Imbal Hasil 10.749.398.885 15.204.899.304 Pajak Dibayar di Muka 1.641.490.003 781.587.138 Bunga EBA Kelas A 885.586.563 9.693.556.009
Aset Pajak Tangguhan 20.839.995 3.697.056 Beban Jasa Penunjang 4.884.250.160 6.504.765.112 Aset Pajak Tangguhan 732.681.037 1.914.175.060 Jasa Penunjang 7.089.439.754 11.407.627.648
Jumlah Aset 163.357.863.381 216.159.678.406 Beban Lain-lain 23.177.674 23.335.570 Jumlah Aset 125.522.993.617 215.826.478.469 Lain-lain 23.509.272 23.524.772
Jumlah Beban Investasi 15.656.826.719 21.732.999.986 Jumlah Beban Investasi 7.998.535.589 21.124.708.429
Liabilitas dan Aset Bersih Liabilitas dan Aset Bersih
(Pendapatan)/Beban Lain-lain Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Liabilitas Liabilitas
Penyisihan Piutang KPR (5.370.427.379) 2.107.504.945
Utang Imbal Hasil 833.166.212 1.171.072.401 Penyisihan Piutang PPR 77.922.450 16.804.802 Biaya yang Masih Harus Dibayar 549.973.081 765.534.613
Jumlah Pendapatan/(Beban)
Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain 77.922.450 16.804.802 Utang Bunga - 31.924.488
Utang Pajak - 909.474.607 Lain-lain - Bersih (5.370.427.379) 2.107.504.945
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A - 38.309.385.349
Biaya yang Masih Harus Dibayar 853.779.834 1.078.861.046 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 5.641.652.051 6.915.173.347 Laba sebelum Pajak Penghasilan 20.837.668.066 20.019.078.914
Utang Pajak - 430.914.165
Utang Sertifikat EBAS-SP Kelas A 126.025.141.157 177.137.001.674 (Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan Utang Lain-lain 693.345.391 1.434.007.492 (Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan
Utang Lain-lain 6.626.397.053 7.375.422.301 Pajak Kini 1.117.155.458 (1.381.503.847) Jumlah Liabilitas 1.243.318.472 40.971.766.107 Pajak Kini 3.007.341.224 4.474.784.973
Jumlah Liabilitas 134.338.484.256 187.671.832.029 Pajak Tangguhan (17.142.939) 3.697.056 Pajak Tangguhan 1.181.494.023 (463.651.088)
Aset Bersih
Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak
Aset Bersih Sertifikat EBA-SP Kelas B 120.702.688.476 176.000.000.000
Penghasilan 1.100.012.519 (1.377.806.791) Penghasilan 4.188.835.247 4.011.133.885
Sertifikat EBAS-SP Kelas B 27.300.884.636 27.300.884.636 Saldo Laba 3.576.986.669 (1.145.287.638)
Laba Periode Berjalan 4.541.639.532 5.537.366.556 Laba Tahun Berjalan 16.648.832.819 16.007.945.029
Saldo Laba 1.718.494.489 1.186.961.741 Jumlah Aset Bersih 124.279.675.145 174.854.712.362
Jumlah Aset Bersih 29.019.379.125 28.487.846.377 Penghasilan Komprehensif Lain - - Penghasilan Komprehensif Lain - -
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 163.357.863.381 216.159.678.406 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 4.541.639.532 5.537.366.556 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 125.522.993.617 215.826.478.469 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 16.648.832.819 16.007.945.029
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024 Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024
Saldo Laba Saldo Laba
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2024 27.300.884.636 1.701.222.096 29.002.106.732 Penerimaan piutang pembiayaan Saldo Per 1 Januari 2024 176.000.000.000 873.090.433 176.873.090.433 Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 90.599.055.287 142.321.998.977
pemilikan rumah 47.964.756.805 67.995.024.535 Penerimaan Bunga dan Denda KPR 22.965.384.224 49.469.240.001
Distribusi EBAS-SP Bunga Sertifikat
Penerimaan imbal hasil dan denda PPR 21.376.401.220 28.664.978.135 Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 241.093.616 592.666.661
EBA-SP Kelas B (Catatan 11 - (18.026.323.100) (18.026.323.100)
Kelas B (Catatan 11) - (6.051.626.911) (6.051.626.911) Pembayaran jasa penunjang (5.109.331.372) (7.208.054.116) Penerimaan Restitusi Pajak 781.587.138 138.036.693
Pembayaran pajak (2.122.613.461) (1.180.073.096) Laba Komprehensif Pembayaran Jasa Penunjang (7.305.001.286) (12.648.928.493)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 16.007.945.029 16.007.945.029 Pembayaran Pajak (5.079.745.392) (5.284.839.488)
Pembayaran lain-lain (23.177.674) (23.335.570)
Periode Berjalan - 5.537.366.556 5.537.366.556 Pembayaran Lain-lain (23.509.272) (2.131.029.717)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Saldo Per 31 Desember 2024 176.000.000.000 (1.145.287.638) 174.854.712.362 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 62.086.035.518 88.248.539.888 Aktivitas Operasi 102.178.864.315 172.457.144.634
Saldo Per 31 Desember 2024 27.300.884.636 1.186.961.741 28.487.846.377
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran pokok utang EBAS-SP Kelas A (51.111.860.517) (69.756.781.589) Saldo Per 1 Januari 2025 176.000.000.000 (1.145.287.638) 174.854.712.362 Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A (38.309.385.349) (160.531.355.159)
Saldo Per 1 Januari 2025 27.300.884.636 1.186.961.741 28.487.846.377 Pembayaran imbal hasil EBA-SP Kelas A (11.087.305.074) (15.666.069.136) Pembayaran Pokok EBA Kelas B Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (917.511.051) (9.827.332.138)
Pembayaran dividen EBA-SP Kelas B (4.010.106.784) (6.051.626.911) (Catatan 11) (55.297.311.524) - (55.297.311.524) Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (11.926.558.512) (18.026.323.100)
Distribusi EBAS-SP Pembayaran Pokok EBA Kelas B (55.297.311.524) -
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Kelas B (Catatan 11) - (4.010.106.784) (4.010.106.784) Aktivitas Pendanaan (66.197.417.388) (91.474.477.636) Bunga Sertifikat Pembayaran/(Penerimaan) Utang Lain-lain - (4.688.514.598)
EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (11.926.558.512) (11.926.558.512) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Laba Komprehensif Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (4.111.381.870) (3.225.937.748) Aktivitas Pendanaan (106.450.766.436) (193.073.524.995)
Laba Komprehensif
Tahun Berjalan - 4.541.639.532 4.541.639.532 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 16.307.067.419 19.533.005.167 Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (4.271.902.121) (20.616.380.361)
Tahun Berjalan - 16.648.832.819 16.648.832.819
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 14.848.233.629 35.464.613.990
Saldo Per 31 Desember 2025 27.300.884.636 1.718.494.489 29.019.379.125 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 12.195.685.549 16.307.067.419 Saldo Per 31 Desember 2025 120.702.688.476 3.576.986.669 124.279.675.145 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 10.576.331.508 14.848.233.629
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Syariah Sarana Multigriya Finansial Bank Syariah Indonesia Nomor 1 (“EBAS-SP Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
SMF-BRIS01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBAS-SP SMF-BRIS01 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk Nomor 04 (“EBA-SP SMF-BTN04”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN04 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 31 Maret 2026 Jakarta, 31 Maret 2026
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Arie Sus Miyanti
Direktur Executive Vice President Direktur Executive Vice President
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 05
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 06
(EBA-SP SMF-BTN05)
(EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
(Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 24.113.508.951 29.328.399.463 Bunga 90.459.456.347 119.917.051.381 Kas dan Setara Kas 43.569.475.232 45.416.395.544 Pendapatan Bunga 22.193.432.416 32.605.414.769
Rekening Titipan 5.449.927.122 12.154.558.024 Denda Keterlambatan 1.302.457.662 1.645.114.571 Rekening Titipan 2.027.282.391 1.539.196.661 Pendapatan Denda Keterlambatan 432.395.137 565.361.505
Piutang Kredit Jumlah Pendapatan Investasi 91.761.914.009 121.562.165.952 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 114.548.684.953 174.264.760.185 Jumlah Pendapatan Investasi 22.625.827.553 33.170.776.274
Pemilikan rumah 552.792.105.937 742.512.296.821 Beban Investasi Piutang Bunga - 80.156.712
Piutang Bunga 856.321.977 501.361.451 Bunga EBA Kelas A 36.089.690.055 54.605.915.386 Beban Investasi
Piutang Lain-lain 263.226.653 125.607.414
Piutang Lain-lain 284.000.853 1.420.004.265 Bunga EBA Kelas M 2.530.666.665 2.537.600.001 Beban Bunga Kelas A 6.790.973.558 11.449.555.456
Pajak Dibayar di Muka - 546.569.577
Pajak Dibayar di Muka 1.698.449.992 538.705.585 Jasa Penunjang 17.778.679.540 22.953.594.824 Beban Jasa Penunjang 6.258.600.104 9.117.982.042
Aset Pajak Tangguhan 285.893.247 240.228.004
Aset Pajak Tangguhan 2.117.159.945 1.306.938.013 Lain-lain 23.798.672 24.071.572 Lain-lain 160.242.254 246.595.431
Jumlah Aset 587.311.474.777 787.762.263.622 Jumlah Beban Investasi 56.422.834.932 80.121.181.783 Jumlah Aset 160.694.562.476 222.212.914.097
Jumlah Beban Investasi 13.209.815.916 20.814.132.929
Liabilitas dan Aset Bersih Beban/(Pendapatan) Lain-lain Liabilitas dan Aset Bersih
(Pendapatan)/Beban Lain-lain
Liabilitas Penyisihan Piutang KPR 3.682.826.965 814.039.400 Liabilitas
Utang Bunga Kelas A 451.442.815 835.690.768 (Pendapatan)/Beban Penyisihan Piutang 207.569.288 273.345.631
Utang Sertifikat EBA-SP 316.569.102.829 505.389.253.884 Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain 3.682.826.965 814.039.400
Utang Pajak - 894.050.079 Utang Pajak 802.160.694 1.477.780.820 Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain 207.569.288 273.345.631
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 31.656.252.112 40.626.944.769
Utang Bunga 312.175.514 495.750.663 Biaya yang Masih Harus Dibayar 839.524.702 1.041.111.280 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 9.208.442.349 12.083.297.714
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.366.783.318 1.582.348.749 Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 71.437.104.132 132.241.176.448
Pajak Kini 7.631.783.280 8.896.562.620 Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Utang Lain-lain 6.205.329.837 12.909.960.739 Utang Lain-lain 2.027.282.391 3.044.788.990
Pajak Tangguhan (810.221.932) (179.088.668) Pajak Kini (1.790.194.328) (2.431.114.958)
Jumlah Liabilitas 324.453.391.498 521.271.364.114 Jumlah Liabilitas 75.557.514.734 138.640.548.306
Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak Tangguhan 45.665.243 60.136.039
Aset Bersih Pajak Penghasilan 6.821.561.348 8.717.473.952 Aset Bersih Jumlah Beban Pajak Penghasilan (1.744.529.085) (2.370.978.919)
Sertifikat EBA-SP Kelas B 260.000.000.000 260.000.000.000 Laba Tahun Berjalan 24.834.690.764 31.909.470.817 Sertifikat EBA-SP Kelas B 54.266.543.015 54.266.543.015
Saldo Laba 2.858.083.279 6.490.899.508 Laba Tahun Berjalan 7.463.913.264 9.712.318.795
Penghasilan Komprehensif Lain - - Saldo Laba 30.870.504.727 29.305.822.776
Jumlah Aset Bersih 262.858.083.279 266.490.899.508 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif Jumlah Aset Bersih 85.137.047.742 83.572.365.791
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 587.311.474.777 787.762.263.622 Periode Berjalan 24.834.690.764 31.909.470.817 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 160.694.562.476 222.212.914.097 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 7.463.913.264 9.712.318.795
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024 Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset 2025 2024
Saldo Laba
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas Operasi: Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2024 260.000.000.000 7.908.643.564 267.908.643.564 Penerimaan Piutang KPR 187.173.367.331 213.704.339.175 Saldo Per 1 Januari 2024 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 59.508.505.944 75.398.362.723
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 90.756.545.263 125.564.053.281 Penerimaan bunga dan denda KPR 21.747.284.550 33.302.795.716
Dividen/Bunga Sertifikat Penerimaan Jasa Giro dan Bunga Deposito 650.408.220 1.003.588.578 Dividen/Bunga Sertifikat
Penerimaan bunga jasa giro dan deposito 821.080.476 1.090.167.944
EBA-SP Kelas B (Catatan 12) - (33.327.214.873) (33.327.214.873) Pembayaran Jasa Penunjang (17.994.244.971) (24.077.561.903) Kelas B (Catatan 12) - (6.952.279.197) (6.952.279.197) Penerimaan restitusi pajak 546.569.577 -
Pembayaran Pajak (9.685.577.766) (8.042.674.895)
Pembayaran jasa penunjang (6.460.186.682) (9.596.771.111)
Pembayaran Lain-Lain (23.798.672) (24.071.572)
Laba Komprehensif Laba Komprehensif Pembayaran pajak (2.465.814.454) (1.271.112.184)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh Pembayaran lain-lain (160.242.254) (246.595.431)
Periode Berjalan - 31.909.470.817 31.909.470.817 dari Aktivitas Operasi 250.876.699.405 308.127.672.664 Tahun Berjalan - 9.712.318.795 9.712.318.795
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Saldo Per 31 Desember 2024 260.000.000.000 6.490.899.508 266.490.899.508 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: Saldo Per 31 Desember 2024 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791 Aktivitas Operasi 73.537.197.157 98.676.847.657
Pembayaran Pokok Utang
EBA-SP Kelas A (188.820.151.055) (231.114.952.651) Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (36.273.265.203) (54.828.882.226) Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas A (60.804.072.316) (81.847.229.108)
Saldo Per 1 Januari 2025 260.000.000.000 6.490.899.508 266.490.899.508 Saldo Per 1 Januari 2025 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791 Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (7.175.221.511) (11.966.784.474)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas M (2.530.666.665) (2.537.600.000)
Pembayaran Dividen EBA-SP Kelas B (28.467.506.994) (33.327.214.871) Pembagian dividen EBA-SP Kelas B (5.899.231.313) (6.952.279.197)
Dividen/Bunga Sertifikat Dividen/Bunga Sertifikat Penambahan (penggunaan) dana titipan (1.505.592.329) 1.505.592.329
Arus Kas Bersih yang Digunakan
EBA-SP Kelas B (Catatan 12) - (28.467.506.994) (28.467.506.994) untuk Aktivitas Pendanaan (256.091.589.917) (321.808.649.748) Kelas B (Catatan 12) - (5.899.231.313) (5.899.231.313) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (75.384.117.469) (99.260.700.450)
Laba Komprehensif Kenaikan (Penurunan) Bersih Laba Komprehensif
Kas dan Setara Kas (5.214.890.512) (13.680.977.084) Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.846.920.312) (583.852.793)
Periode Berjalan - 24.834.690.764 24.834.690.764 Tahun Berjalan - 7.463.913.264 7.463.913.264
Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 29.328.399.463 43.009.376.547 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 45.416.395.544 46.000.248.337
Saldo Per 31 Desember 2025 260.000.000.000 2.858.083.278 262.858.083.278 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 24.113.508.951 29.328.399.463 Saldo Per 31 Desember 2025 54.266.543.015 30.870.504.727 85.137.047.742 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 43.569.475.232 45.416.395.544
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor 06
Nomor 05 (“EBA-SP SMF-BTN05”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN05 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan (“EBA-SP SMF-BTN06”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN06 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus
dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 31 Maret 2026 Jakarta, 31 Maret 2026
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Tjandraningrum
Direktur Executive Vice President Direktur Vice President
Names mentioned 25 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna Setia
p.1
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.8 ×2
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.8
unresolved
org
Dana Pensiun BTN
p.19
unresolved
org
Dana Pensiun Pegadaian
p.19
unresolved
org
Yayasan Bina Sejahtera Warga Bulog
p.19
unresolved
org
PT Asuransi Binagriya Upakara
p.20
unresolved
org
PT Bank Tabungan Sertifikat
p.24
unresolved
org
Negara (Persero) Tbk
p.24
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.30 ×3
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek
p.30
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Arif
p.33 ×4
unresolved
org
Bank Tabungan Negara SMF-BRIS
p.33
unresolved
person
Executive Vice
· Direktur
p.33 ×5
unresolved
person
Vice
· Direktur
p.33
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.