Skip to content
Back to announcement

20260331_FIMP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32056512_lamp1.pdf

Financial statement Text extracted FIMP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 34

Page 1
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk


LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT




d1/
Page 2
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
DAFTAR ISI


                                                       Halaman



Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Laporan Keuangan

 Laporan Posisi Keuangan                                  1

 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain      2

 Laporan Perubahan Ekuitas                                3

 Laporan Arus Kas                                         4

 Catatan atas Laporan Keuangan                            5
Page 3

          
Page 4
                                                                                 Kantor Akuntan Publik
                                                                      Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
                                                               Epiwalk Office Suites 7th Floor Unit B 708, Komplek Rasuna Epicentrum
                                                                                  Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940
                                                                                             Tel : +62 21 299 122 72 , +62 21 299 124 73
                                                                          E-mail : mgnainggolan@kapmgn.co.id , kapmgn@gmail.com
                                                                                                               Web : www.kapmgn.co.id




                                  LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN


Nomor: 00025/2.1104/AU.1/03/1686-2/1/III/2026

Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Fimperkasa Utama Tbk


Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Fimperkasa Utama Tbk (“Perusahaan”), yang terdiri dari laporan
posisi keuangan tanggal 31 Desember 2025, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,
laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta
catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi material.

Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.

Basis Opini

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan sesuai dengan Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia, sebagaimana berlaku untuk audit atas laporan keuangan entitas dengan akuntabilitas publik di
Indonesia. Kami juga telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami
yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi
opini audit kami.

Hal Audit Utama

Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling
signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal tersebut disampaikan dalam konteks audit
kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan
terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.

Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut:

1. Piutang Usaha Bernilai Signifikan Melebihi Jumlah Penjualan Tahun Berjalan 2025.

   Perusahaan mengakui Piutang Usaha pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 10.593.195.794 yang nilainya
   melebihi pendapatan tahun berjalan sebesar Rp 4.000.000.000. Hal ini disebabkan karena ada piutang
   dari pihak ketiga sebesar Rp 6.153.195.794 yang sudah berumur lebih dari 365 hari (1 tahun) dan piutang
   dari pihak ketiga yang berasal dari pendapatan tahun berjalan sebesar Rp 4.000.000.000.




                                                                      Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
                                                                                              Registered Public Accountants
                                                                                          License : KMK No. 300/KM.1/2017
Page 5
   Respon kami atas Hal Audit Utama:

   • Kami memahami dan mengevaluasi perjanjian jasa konstruksi antara Perusahaan dengan PT Sarana
     Jasa Konstruksi;
   • Kami memperoleh Berita Acara Penyelesaian Proyek yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak
     dan memastikan bahwa pengakuan pendapatan jasa konstruksi oleh Perusahaan sudah sesuai dengan
     progres pekerjaan yang tertuang dalam Berita Acara tersebut;
   • Kami telah mengunjungi seluruh proyek untuk memastikan keberadaan proyek dan progresnya.
     Pendapatan usaha yang diakui telah didukung oleh bukti yang cukup dan tepat;
   • Kami melakukan prosedur konfirmasi dan memperoleh jawaban konfirmasi dari para pelanggan atas
     Piutang Usaha per 31 Desember 2025;
   • Kami memeriksa ketepatan perlakuan akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapan pada
     Catatan 5 atas laporan keuangan.

2. Utang Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

   Pada 31 Desember 2025, Perusahaan mencatat utang pajak PPN dan pajak penghasilan final pasal 4 ayat
   (2) masing-masing sebesar Rp 3.858.427.858 dan Rp 822.124.966 dengan total Rp 4.680.552.824 atau
   setara dengan 86,62% dari jumlah liabilitas dalam laporan posisi keuangan. Sampai dengan tanggal
   laporan auditor independen, utang pajak tersebut belum dibayarkan.

   Respon kami atas Hal Audit Utama:

   • Kami melakukan prosedur pemeriksaan dan pengecekan dokumen perpajakan seperti faktur pajak,
     Surat Pemberitahuan Pajak (SPT), Bukti pelaporan dan Bukti pembayaran atas pajak tersebut dan
     ditemukan bahwa pajak tersebut belum dibayarkan;
   • Kami memperoleh status dan perkembangan ketetapan pajak selama tahun berjalan dan berdiskusi
     dengan manajemen tentang status utang pajak tersebut;
   • Kami membaca dan memahami syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan utama Undang-Undang
     perpajakan yang berlaku atas utang pajak tersebut;
   • Kami memeriksa ketepatan perlakuan akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapan pada
     Catatan 11 atas laporan keuangan.

Informasi Lain

Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam
Laporan Tahunan 2025 (”Laporan Tahunan”), tetapi tidak mencantumkan laporan keuangan dan laporan
auditor kami. Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini.

Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan
bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.

Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk membaca
Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan apakah Laporan
Tahunan mengandung ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan atau pemahaman yang kami
peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.

Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Page 6
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian
material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan dalam
mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang
berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali
manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang
realistis selain melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk mengawasi proses pelaporan keuangan Perusahaan.

Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan

Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai
merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal
tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:

•   Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
    disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang
    responsive terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
    menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang
    disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat
    melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian
    pengendalian internal.
•   Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
    merancang prosedur audit yang tepat sesuai kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini
    atas efektivitas pengendalian internal Perusahaan.
•   Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
    pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
•   Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
    berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
    dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
    Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa
    terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor
    kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak
    memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan
    pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi
    masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
•   Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
    pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
    mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
Page 7
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi
signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.

Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh
hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan jika
relevan, langkah yang diambil untuk menghilangkan ancaman atau pengamanan yang diterapkan.

Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan
hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya
manjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama tersebut dalam laporan auditor independen kami,
kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal audit utama tersebut atau
ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal audit utama tidak boleh
dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi yang merugikan dari mengomunikasikan hal
tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.


Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan




Linda Wahyuni Wijaya
Izin Akuntan Publik No. AP.1686

Jakarta, 30 Maret 2026
Page 8
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                    Catatan            2025                   2024
ASET
ASET LANCAR
Kas di Bank                                              4         1.003.457.621          1.730.454.198
Piutang Usaha-Bersih
  Pihak Berelasi                                         5                     -            49.359.284
  Pihak Ketiga                                           5         9.111.266.040        12.283.070.886
Tagihan Bruto                                            6        15.499.261.382        16.509.689.703
Jumlah Aset Lancar                                                25.613.985.043        30.572.574.071
ASET TIDAK LANCAR
Aset Hak-Guna                                            7           145.073.405              8.204.880
Aset Tetap                                               8           888.481.372          5.069.309.716
Jumlah Aset Tidak Lancar                                           1.033.554.777          5.077.514.596

JUMLAH ASET                                                       26.647.539.820        35.650.088.667
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                         9             98.657.915             85.756.302
Beban Akrual                                           10              3.599.960             14.926.742
Utang Pajak                                            11a         4.680.552.824          4.120.552.823
Liabilitas Sewa Jangka Pendek
kepada Pihak Berelasi                                  12              31.598.015                         -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    4.814.408.714          4.221.235.867

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Sewa Jangka Panjang
kepada Pihak Berelasi                                  12            150.190.633                      -
Liabilitas Imbalan Pascakerja                          13            439.049.856            406.053.951
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     589.240.489            406.053.951
JUMLAH LIABILITAS                                                  5.403.649.203          4.627.289.818
EKUITAS
Modal Saham - Nilai nominal Rp 50 per saham
 Modal Dasar 800.000.000 saham
 Modal Ditempatkan dan Disetor
 400.000.975 saham                                     14         20.000.048.750        20.000.048.750
Tambahan Modal Disetor-Bersih                          15         10.030.217.958        10.030.217.958
Penghasilan Komprehensif Lain                          16            190.986.813           166.120.374
Saldo Laba (Defisit)                                   17         (8.977.362.904)          826.411.767
JUMLAH EKUITAS                                                    21.243.890.617        31.022.798.849

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     26.647.539.820        35.650.088.667




     Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                   -1-
Page 9
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                     Catatan            2025                  2024

PENDAPATAN USAHA                                         18        4.000.000.000          5.866.000.000

BEBAN LANGSUNG                                           19        (5.932.198.872)       (4.376.737.479)

LABA (RUGI) BRUTO                                                  (1.932.198.872)        1.489.262.521

Beban Umum dan Administrasi                              20          (711.784.687)         (646.423.627)
Beban Pajak Final                                        21          (120.000.000)         (175.980.000)
Beban Lain-lain - Bersih                                 22        (7.039.791.112)         (356.785.475)

LABA (RUGI) USAHA                                                  (9.803.774.671)          310.073.419

Beban Pajak Penghasilan                                                           -                       -

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                         (9.803.774.671)          310.073.419

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
POS YANG TIDAK AKAN
DIREKLASIFIKASI KE LABA RUGI
Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti                 16            24.866.439            25.440.211

JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN                                                     (9.778.908.232)          335.513.630

LABA (RUGI) PER SAHAM                                    23                 (24,51)                  0,78




     Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                   -2-
Page 10
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                                       Penghasilan            Saldo Laba
                                                                                 Tambahan             Komprehensif         Tidak Ditentukan
                                             Catatan      Modal Saham           Modal Disetor             Lain             Penggunaannya       Jumlah Ekuitas

Saldo 1 Januari 2024                                      20.000.048.750        10.030.217.958            140.680.163           516.338.348    30.687.285.219

Laba Tahun Berjalan                                                                                                             310.073.419       310.073.419
Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti        16                         -                     -         25.440.211                     -        25.440.211
Saldo 31 Desember 2024                                    20.000.048.750        10.030.217.958            166.120.374           826.411.767    31.022.798.849

Rugi Tahun Berjalan                                                                                                          (9.803.774.671)    (9.803.774.671)
Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti        16                         -                     -         24.866.439                     -         24.866.439
Saldo 31 Desember 2025                                    20.000.048.750        10.030.217.958            190.986.813        (8.977.362.904)   21.243.890.617




                                Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                                               -3-
Page 11
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                        Catatan            2025                2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan                             5, 18       7.221.164.130       2.944.646.384
Pembayaran Kas kepada Pemasok                         6, 7, 10, 21   (6.654.103.146)       (708.357.415)
Pembayaran Kas kepada Karyawan                           15, 21      (1.256.838.000)       (404.400.000)
Kas dihasilkan dari operasi                                            (689.777.016)      1.831.888.969
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk)
Aktivitas Operasi                                                      (689.777.016)      1.831.888.969

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI                                                   -                     -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Liabilitas Sewa                               7, 20          (37.219.561)        (164.097.828)
Utang Pemegang Saham
 Penerimaan                                                                         -        479.800.000
 Pembayaran                                                                         -       (479.800.000)
Kas Bersih Digunakan Untuk
Aktivitas Pendanaan                                                     (37.219.561)        (164.097.828)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DI BANK                                (726.996.577)      1.667.791.141

KAS DI BANK AWAL TAHUN                                                1.730.454.198           62.663.057

KAS DI BANK AKHIR TAHUN                                               1.003.457.621       1.730.454.198




     Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                   -4-
Page 12
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

1.   UMUM

     1.a. Pendirian dan Informasi Umum

          PT Fimperkasa Utama Tbk (“Perusahaan“) didirikan di Jakarta berdasarkan Akta No. 41 tanggal
          8 Februari 1993 dibuat di hadapan Adam Kasdarmadji. S.H. Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini
          telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
          Surat Keputusan No. C2-1025 HT.01.01.TH.94 tahun 1994. tanggal 24 Januari 1994. serta
          diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 3357 tahun 1996. Berita
          Negara Republik Indonesia No. 28 tanggal 4 April 1996. Anggaran dasar Perusahaan telah
          mengalami beberapa kali perubahan. terakhir Akta No. 92 tanggal 17 Maret 2020 dari Rosida
          Rajagukguk Siregar. S.H. M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan. mengenai maksud dan tujuan
          Perusahaan. susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. dan menegaskan kembali alamat
          lengkap Perusahaan. Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0054605.AH.01.11 Tahun 2020
          tanggal 18 Maret 2020.

          Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan meliputi
          bidang usaha Konstruksi, Gedung, Tempat Tinggal, Perkantoran, Industri, Perbelanjaan,
          Kesehatan, Pendidikan, Penginapan, Tempat Hiburan dan Olahraga, Konstruksi Jalan Raya,
          Jembatan Layang, Konstruksi Komunikasi, Pemasangan Bangunan Prapabrikasi dan Penyiapan
          Lahan.

          Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1996.

          Perusahaan berdomisili di Jakarta beralamat di Jl.Teuku Cik Ditiro No. 37 Kelurahan Menteng,
          Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

          Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah usaha dalam bidang pengurukan tanah dan
          konstruksi.

          Pengendali terakhir perusahaan adalah Mohamad Mulky Thalib.

          Jumlah karyawan per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebanyak
          8 orang.

     1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

          Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai
          berikut:

          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama             : Faried Thalib
          Komisaris                   : Idrus. M.Sc
          Komisaris Independen        : Yahya Attamimi

          Dewan Direksi
          Direktur Utama              : Mohammad Mulky Thalib
          Direktur                    : Cholid Wuryanto




                                                 -5-
Page 13
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

     1.c. Penawaran Umum Saham Perusahaan

          Pada tanggal 31 Maret 2021 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Dewan
          Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan suratnya No. S-49/D.04/2021 untuk
          melakukan penawaran umum perdana saham sebanyak 160.000.000 lembar saham kepada
          masyarakat. Pada tanggal 9 April 2021, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek
          Indonesia.

          Pada tanggal 9 April 2021, 240.000.000 saham milik pemegang saham pendiri dan 31 Desember
          2022 telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia sejumlah 400.000.975 saham telah tercatat pada
          Bursa Efek Indonesia.

     1.d. Penyelesaian Laporan Keuangan

          Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang telah
          diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 30 Maret 2026.


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     2.a. Pernyataan Kepatuhan

           Laporan Keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
           Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
           Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
           Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI). dan peraturan pasar modal antara
           lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
           (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
           Emiten atau Perusahaan Publik.

     2.b. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan

           Laporan keuangan Perusahaan kecuali laporan arus kas disusun berdasarkan konsep akrual
           dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan
           atas laporan keuangan yang relevan.

           Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran
           kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

           Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah yang merupakan
           mata uang fungsional Perusahaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini disajikan dalam
           Rupiah penuh. kecuali bila dinyatakan lain.

     2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK)

           Standar akuntansi revisian berikut berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025 relevan untuk
           Perusahaan, tetapi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan:

           • Amandemen PSAK 221 “Pengaruh Ketertukaran/ Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kurs Valuta
             Asing terkait Kekurangan Ketertukaran.




                                                 -6-
Page 14
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

           Amandemen berikut yang relevan untuk Perusahaan akan efektif untuk tahun buku yang dimulai
           pada:

           1 Januari 2026

           • Amandemen PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran
             Instrumen Keuangan”.
           • Amandemen PSAK 109 ”Instrumen Keuangan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
             Keuangan”.
           • Penyesuaian Tahunan PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
           • Penyesuaian Tahunan PSAK 109 “Instrumen Keuangan”.
           • Penyesuaian Tahunan PSAK 207 “Laporan Arus Kas“.

           1 Januari 2027

           • PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.

           Pada tanggal pengesahan laporan keuangan, Perusahaan sedang mempertimbangkan implikasi
           dari penerapan standar-standar tersebut terhadap laporan keuangan Perusahaan.

     2.d. Instrumen Keuangan

           Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
           liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.

            i.   Aset Keuangan

                 Pengakuan awal

                 Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus
                 kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

                 Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
                 1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
                 2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                    komprehensif lain.

                 Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan
                 tidak bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.

                 Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
                 biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.

                 Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain,
                 dan uang jaminan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo
                 dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak
                 lancar.

                 Pengukuran setelah pengakuan awal

                 Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
                 berikut:

                 1) Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

                     Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan
                     menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
                     dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
                     memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
                     bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi.



                                                  -7-
Page 15
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

                      Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.

                      Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Perusahaan terdiri
                      dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan uang jaminan.

                  2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                     komprehensif lain.

                      Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                      komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
                      wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi atau penghasilan
                      komprehensif lain.

                      Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
                      atau melalui penghasilan komprehensif lain.

                 Penghentian pengakuan

                 Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
                 kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
                 1) Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
                 2) Perusahaan telah mengalihkan hak kontraktual mereka untuk menerima arus kas yang
                     berasal dari aset keuangan atau memiliki hak kontraktual untuk menerima arus kas
                     yang berasal dari aset keuangan, tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk
                     membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima.

           ii.   Liabilitas Keuangan

                 Pengakuan awal

                 Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
                 1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
                 2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
                      penghasilan komprehensif lain.

                 Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.

                 Pengukuran setelah pengakuan awal

                 Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
                 mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
                 menggunakan metode suku bunga efektif.

                 Penghentian pengakuan

                 Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau
                 dibatalkan atau kadaluarsa.

                 Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari
                 pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau
                 modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau
                 modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan
                 pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui
                 dalam laporan laba rugi.




                                                    -8-
Page 16
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

           iii.   Instrumen Keuangan Disalinghapus

                  Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
                  laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
                  saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan
                  secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
                  Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di masa yang akan
                  datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan dalam keadaan
                  lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak lawan.

           iv.    Nilai Wajar Instrumen Keuangan

                  Perusahaan menilai instrumen keuangan, sebesar nilai wajar pada setiap tanggal laporan
                  posisi keuangan. Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau
                  harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara
                  pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa
                  transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:

                  •    Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
                  •    Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
                      liabilitas tersebut.

                  Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.

                  Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
                  pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
                  pasar utamanya bertindak untuk kepentingan ekonomi terbaik mereka.

                  Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku
                  pasar dalam menghasilkan manfaat ekonomi tertinggi dalam penggunaan aset atau dengan
                  menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut secara
                  maksimal.

                  Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan dimana data
                  memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang
                  dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input relevan yang tidak
                  dapat diobservasi.

                  Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan
                  keuangan dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, sebagaimana dijelaskan di
                  bawah ini, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar
                  secara keseluruhan:

                  •    Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
                       yang identik;
                  •    Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana input level terendah yang signifikan terhadap
                       pengukuran nilai wajar yang dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak
                       langsung;
                  •    Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana input level terendah yang signifikan terhadap
                       pengukuran yang tidak dapat diobservasi.

                  Untuk aset dan liabilitas yang diakui sebesar nilai wajar dalam laporan keuangan secara
                  berulang, Perusahaan menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam hierarki
                  dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan
                  dalam pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada setiap akhir tahun pelaporan.

                  Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Perusahaan telah menentukan kategori aset dan
                  liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko dari aset atau liabilitas tersebut, dan level
                  hierarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.


                                                       -9-
Page 17
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

                  Penyesuaian risiko kredit

                  Perusahaan melakukan penyesuaian harga dalam kondisi pasar yang lebih menguntungkan
                  untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit di pihak lawan antara instrumen yang
                  diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang sedang dinilai untuk posisi aset
                  keuangan. Dalam menentukan nilai wajar liabilitas keuangan, risiko kredit Perusahaan
                  terkait dengan instrumen harus diperhitungkan.

     2.e. Penurunan Nilai Aset Keuangan

            Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen
            keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian.
            Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan
            usia instrumen keuangan.

            Perusahaan menerapkan pendekatan umum PSAK 109 untuk mengukur kerugian kredit
            ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk
            semua piutang usaha.

            Dalam melakukan penilaian. Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi
            atas instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi
            atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
            ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan
            terkait dengan kejadian masa lalu. kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
            depan. yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.

     2.f.   Transaksi Pihak Berelasi

            Berdasarkan PSAK 224, ”Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, entitas atau individu yang
            dikategorikan sebagai pihak berelasi memenuhi syarat sebagai berikut:

            Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 24
            atas Laporan Keuangan.

     2.g. Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja

            Tagihan bruto kepada pemberi kerja merupakan tagihan Perusahaan yang berasal dari
            pekerjaan kontrak konstruksi yang dilakukan namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam
            pelaksanaan. Tagihan bruto disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah laba
            yang diakui dikurangi dengan kerugian yang diakui dan termin. Tagihan bruto kepada pemberi
            kerja diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang
            dinyatakan dalam berita acara penyelesaian pekerjaan, dimana faktur belum dapat ditagihkan
            karena perbedaan antara tanggal berita acara kemajuan (progress) fisik dengan pengajuan
            penagihan pada tanggal laporan posisi keuangan.

     2.h. Aset Tetap

            Berdasarkan PSAK 216. “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya
            perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
            diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan.

            Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap
            diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
            penurunan nilai (jika ada).

            Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
            yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di
            masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut
            dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya
            pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan
            pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.



                                                 - 10 -
Page 18
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

            Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
            selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:

                              Jenis Aset Tetap                        Masa Manfaat
            Mesin dan Alat Berat                                          8 tahun
            Kendaraan                                                   4 - 8 tahun
            Peralatan Kantor                                              4 tahun

            Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain pada saat terjadinya. renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi. Ketika
            aset tidak digunakan lagi atau dilepas. biaya dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
            kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam laporan laba rugi dan
            penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.

            Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
            masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
            dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
            pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.

     2.i.   Aset Hak-Guna

            Aset Hak-Guna

            Berdasarkan PSAK 116. “Sewa”, aset-hak guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu.
            tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset-hak guna diukur
            pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa. biaya langsung
            awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai
            dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar dan memindahkan
            aset pendasar.

            Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana aset
            hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
            kerugian penurunan nilai.

            Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
            selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:

               Jenis Aset Hak – Guna                   Masa Manfaat
                   Gedung Kantor                            5 Tahun

            Liabilitas Sewa

            Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
            dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.

            Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku
            bunga pinjaman modal kerja pada tanggal dimulainya sewa. Setelah tanggal dimulainya, jumlah
            kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk
            pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat kewajiban sewa diukur kembali jika
            ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa.

            Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah

            Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
            memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
            mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
            aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.



                                                   - 11 -
Page 19
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

            Perusahaan sebagai Pesewa

            Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
            yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan
            sewa yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk dalam
            pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.

     2.j.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

            Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
            keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali.
            Penurunan nilai diakui untuk jumlah dimana jumlah tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya.
            Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk
            menjual atau nilai pakai.

            Untuk tujuan pengujian terhadap penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang
            dapat teridentifikasi dalam menghasilkan arus kas terpisah (unit penghasil kas). Aset non-
            keuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan pemulihan dari
            penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

     2.k. Imbalan Pascakerja

            Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. Perusahaan mencatat
            liabilitas imbalan Pascakerja yang tidak didanakan berdasarkan Undang-Undang Republik
            Indonesia No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja tanggal 2 November 2020 dan Peraturan
            Pemerintah Republik Indonesia No. 35 tahun 2021 tentang PKWT. Alih Daya. Waktu Kerja dan
            Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja tanggal 2 Februari 2021.

            Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Perusahaan mencatat liabilitas
            imbalan kerja jangka panjang sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang
            Ketenagakerjaan.

            Berdasarkan PSAK 219, “Imbalan Kerja”, imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang diukur
            dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada
            Perusahaan dalam suatu periode akuntansi, liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan
            teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan
            Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas. imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan
            metode Projected Unit Credit.

            Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:

            a.    Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal, atau
            b.    Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri
                  secara sukarela.

     2.l.   Pengakuan Pendapatan dan Beban

            Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

            Perusahaan melakukan penerapan PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan
            harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:

            1.    Identifikasi kontrak dengan pelanggan.

            2.    Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
                  janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
                  berbeda ke pelanggan.




                                                  - 12 -
Page 20
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

           3.   Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
                diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
                dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu
                jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan
                tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
                atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja
                jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.

           4.   Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
                harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
                kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
                diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.

           5.   Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
                menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan ketika pelanggan telah
                memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut.

           Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara. yakni:

           1.   Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
           2.   Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan. Untuk
                kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu. Perusahaan memilih
                ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui
                karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

           Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
           penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
           Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
           pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas
           kontrak disajikan dalam "Pendapatan tangguhan”.

           Beban

           Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

     2.m. Pajak Final

           Beban pajak akhir diakui secara proporsional dengan jumlah pendapatan sesuai dengan
           akuntansi yang diakui pada tahun berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan akhir yang
           dibayarkan dan jumlah yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
           lainnya diakui sebagai pajak prabayar atau pajak yang harus dibayarkan. Jika penghasilan telah
           dikenakan pajak penghasilan akhir, perbedaan antara jumlah pengangkutan aset dan kewajiban
           dan basis pajak mereka tidak diakui sebagai aset dan kewajiban yang ditangguhkan.

           Pajak penghasilan dari aktivitas jasa konstruksi dihitung berdasarkan Peraturan Pemerintah
           (PP) No.40 tahun 2009 mengenai perubahan atas PP No. 51 tahun 2008 tentang pajak
           penghasilan atas penghasilan dari usaha jasa konstruksi yang berlaku efektif mulai tanggal
           1 Agustus 2008, dimana perlakuan pengenaan pajak final dikenakan atas kontrak sebesar 3%
           yang diperoleh mulai tanggal 1 Agustus 2008.

           Pajak penghasilan final disajikan diluar beban pajak penghasilan pada laba rugi.

           Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
           dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.




                                                 - 13 -
Page 21
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

     2.n. Laba Per Saham

           Berdasarkan PSAK 223, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
           laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang
           dari saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah
           saham biasa yang dibeli kembali.

           Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada
           pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan
           dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.

     2.o. Biaya Emisi Saham

           Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada
           publik dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun
           tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

     Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, yang dijelaskan dalam Catatan 2. direksi
     diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
     liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
     pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan, Hasil aktualnya mungkin berbeda
     dari estimasi tersebut.

     Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
     dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada
     periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode tersebut.

     Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi

     Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
     pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
     selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:

     Sumber Estimasi Ketidakpastian

     Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
     periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
     jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:

     Penurunan Nilai Aset

     Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
     pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari
     penggunaan aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang sesuai
     untuk menentukan nilai sekarang.

     Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan
     keuangan dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan
     berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya kerugian
     penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.

     Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset Perusahaan.




                                                 - 14 -
Page 22
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

     Imbalan Kerja

     Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan
     basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan
     biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji dimasa datang. Setiap
     perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas kewajiban imbalan pensiun.

     Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji dimasa datang yang sesuai pada
     akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
     mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang
     dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
     terkait. Dalam menentukan tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data
     historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikan dengan perencanaan bisnis masa
     mendatang.

     Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Hak-Guna dan Aset Tetap

     Berdasarkan PSAK 216 dan 116. masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Perusahaan
     ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini
     ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat
     setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila perkiraan berbeda dengan estimasi
     sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas
     pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat
     dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang
     diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.

     Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan yang diakui dan
     penurunan nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna.

     Nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna masing-masing diungkapkan dalam Catatan 8 dan 7.


4.   KAS DI BANK

                                                                       2025                 2024
     Bank Central Asia                                             1.003.457.621         1.729.600.616
     Bank Rakyat Indonesia                                                     -               792.761
     Bank Permata                                                              -                60.821
     Jumlah                                                        1.003.457.621         1.730.454.198


5.   PIUTANG USAHA-BERSIH

                                                                       2025                 2024
     Pihak Berelasi
     PT Property Prioritas Utama                                                 -          56.575.170
     Cadangan Kerugian Penurunan Nilai                                           -          (7.215.886)
     Sub Jumlah Pihak Berelasi - Bersih                                          -          49.359.284
     Pihak Ketiga
     PT Sarana Jasa Kontruksi                                     10.593.195.794       13.205.740.000
     Cadangan Kerugian Penurunan Nilai                            (1.481.929.754)        (922.669.114)
     Sub Jumlah Pihak Ketiga - Bersih                              9.111.266.040       12.283.070.886
     Jumlah Piutang                                                9.111.266.040       12.332.430.170




                                                - 15 -
Page 23
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

     Rincian umur piutang usaha sebagai berikut:

                                                                     2025                 2024
     Belum Jatuh Tempo                                                          -      2.910.642.000
     Jatuh tempo:
       1-30 hari                                                              -        3.600.618.000
       31-60 hari                                                             -                    -
       61-90 hari                                                             -                    -
       ≥ 120 hari                                                10.593.195.794        6.751.055.170
     Jumlah                                                      10.593.195.794       13.262.315.170

     Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai:

                                                                     2025                 2024
     Saldo Awal                                                     929.884.100          589.978.614
     Penambahan Pencadangan                                         559.260.640          339.906.386
     Pemulihan Pencadangan                                           (7.215.886)                   -
     Jumlah                                                       1.481.928.854          929.885.000

     Perusahaan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kerugian kredit ekspektasian
     dengan menelaah kolektibilitas saldo piutang secara kolektif dan mempertimbangkan informasi makro
     ekonomi yang berorientasi ke masa depan dan relevan.

     Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode
     pelaporan. manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai untuk
     menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

     Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan dan
     dicatat sebagai pendapatan lain-lain.


6.   TAGIHAN BRUTO

                                                                     2025                 2024
     Proyek Dalam Pelaksanaan                                    21.977.979.596       16.509.689.703
     Dikurangi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai                 (6.478.718.214)                   -
     Jumlah                                                      15.499.261.382       16.509.689.703

     Proyek Dalam Pelaksanaan terdiri dari:

                                                                     2025                 2024
     Casa Bintaro Residence                                      15.499.261.382       10.030.971.489
     Ciangsana Residence:
       Tanah dan Bangunan                                                      -       6.478.718.214
     Jumlah                                                      15.499.261.382       16.509.689.703

     Mutasi cadangan penurunan nilai:

                                                                     2025                 2024
     Saldo Awal                                                               -                     -
     Penambahan Pencadangan (Note 22)                             6.478.718.214                     -
     Jumlah                                                       6.478.718.214                     -



                                               - 16 -
Page 24
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

     Proyek Dalam Pelaksanaan Casa Bintaro Residence merupakan biaya perolehan bangunan rumah
     tinggal sebanyak 15 unit yang masih dalam proses konstruksi berdasarkan persentase penyelesaian
     proyek yang berlokasi atas pekerjaan pembangunan rumah yang berlokasi di Jl. AMD V
     No.70B. RT.07/RW.001. Sawah Lama. Kec. Ciputat. Kota Tangerang Selatan. Banten.

     Berdasarkan Surat Keputusan Pengakhiran Perjanjian Kerjasama antara Perusahan dan PT Properti
     Prioritas Utama yang di tandatangani di Jakarta pada tanggal 8 Desember 2025, para Pihak
     bersepakat:

     1. Mengakhiri Perjanjian Kerjasama No.21/PPU/Ciangsana/01/2021, tanggal 04 Januari 2021 tentang
        Perjanjian Pekerjaan Pembangunan Rumah Tinggal, Ruko, serta Pengelolaan Kebersihan dan
        Keamanan, yang dibuat ditandatangani oleh Para Pihak pada tanggal 04 Januari 2021
        (“Perjanjian”) sebelum jangka waktu berakhir. Dikarenakan terjadinya perubahan kebijakan dan
        atau strategi bisnis dari salah satu pihak akibat Pandemi Covid-19 yang berdampak pada
        kelanjutan proyek;

     2. Seluruh hak dan kewajiban diantara Para Pihak yang timbul akibat dari Perjanjian baik yang telah
        jatuh tempo maupun yang belum jatuh tempo tidak lagi mengikat Para Pihak;

     3. Dengan ditandatangani berita acara ini, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa
        penghentian pekerjaan secara musyawarah dan tidak terdapat tuntutan atau klaim di kemudian
        hari dari masing-masing pihak terkait penghentian proyek tersebut.

     Proyek dalam pelaksanaan Perumahan Ciangsana Resindence merupakan pembangunan perumahan
     yang berlokasi di Ciangsana Gunung Putri Bogor.

     Proyek Dalam Pelaksanaan Al-Mabrukh Residence merupakan biaya perolehan bangunan rumah
     tinggal sebanyak 3 unit yang masih dalam proses konstruksi berdasarkan persentase penyelesaian
     proyek yang berlokasi di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

     Berdasarkan penelaahan atas status masing- masing tagihan bruto pada akhir tahun, manajemen
     memutuskan bahwa Cadangan kerugian penurunan nilai atas tagihan bruto adalah cukup karena tidak
     terdapat perubahan signifikan terhadap kualitas kredit dan jumlah tersebut masih dapat ditagih.


7.   ASET HAK-GUNA

                                                                       2025                 2024
     Ruang Kantor                                                    174.088.086           164.097.828
     Akumulasi Penyusutan                                            (29.014.681)        (155.892.948)
     Jumlah                                                          145.073.405             8.204.880

     Beban penyusutan Aset Hak-Guna tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 37.219.561 dan
     Rp 32.819.568 dialokasikan ke beban administrasi dan umum (Catatan 20).

     Perusahaan mengadakan perjanjian sewa ruang kantor dengan Tn. Ichsan Thalib berdasarkan
     perjanjian nomor 001 tanggal 25 Februarai 2025. dengan jangka waktu sewa 5 tahun terhitung mulai
     tanggal 4 Maret 2025 dan akan berakhir pada tanggal 3 Maret 2030. Nilai sewa untuk jangka waktu 5
     tahun adalah sebesar Rp 200.000.000.- (dua ratus juta rupiah) yang akan dibayar oleh pihak kedua
     kepada pihak pertama secara bertahap setiap tahun sekali yaitu sebesar Rp 40.000.000.

     Perusahaan mengadakan perjanjian sewa ruang kantor dengan Tn. Fikri Thalib berdasarkan perjanjian
     nomor 003 tanggal 8 Maret 2015. dengan jangka waktu sewa 10 tahun. terhitung mulai tanggal
     2 Maret 2015 dan akan berakhir pada tanggal 3 Maret 2025. Nilai sewa untuk jangka waktu 10 tahun
     adalah sebesar Rp 400.000.000.- (empat ratus juta rupiah) yang akan dibayar oleh pihak kedua
     kepada pihak pertama secara bertahap setiap tahun sekali yaitu sebesar Rp 40.000.000.




                                                - 17 -
Page 25
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

8.   ASET TETAP

                                                                       2025
                                   Saldo Awal             Penambahan       Pengurangan         Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
      Kendaraan                    20.612.683.333                      -                   -   20.612.683.333
      Mesin dan Alat Berat         12.929.663.429                      -                   -   12.929.663.429
      Peralatan Kantor                 34.679.100                      -                   -       34.679.100
     Jumlah                        33.577.025.862                      -                   -   33.577.025.862
     Akumulasi Penyusutan
      Kendaraan                    18.044.016.654         2.568.666.660                    -   20.612.683.314
      Mesin dan Alat Berat         10.429.020.392         1.612.161.684                    -   12.041.182.076
      Peralatan Kantor                 34.679.100                                          -       34.679.100
     Jumlah                        28.507.716.146         4.180.828.344                    -   32.688.544.490
     Nilai Buku                     5.069.309.716                                                888.481.372

                                                                       2024
                                   Saldo Awal             Penambahan       Pengurangan         Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
      Kendaraan                    20.612.683.333                      -                   -   20.612.683.333
      Mesin dan Alat Berat         12.929.663.429                      -                   -   12.929.663.429
      Peralatan Kantor                 34.679.100                      -                   -       34.679.100
     Jumlah                        33.577.025.862                      -                   -   33.577.025.862
     Akumulasi Penyusutan
      Kendaraan                    15.475.349.994         2.568.666.660                    -   18.044.016.654
      Mesin dan Alat Berat          8.816.858.708         1.612.161.684                    -   10.429.020.392
      Peralatan Kantor                 34.679.100                     -                    -       34.679.100
     Jumlah                        24.326.887.802         4.180.828.344                    -   28.507.716.146
     Nilai Buku                     9.250.138.060                                               5.069.309.716

     Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

                                                                             2025                2024
     Beban Langsung (Catatan 19)                                           4.180.828.340       4.180.828.344
     Jumlah                                                                4.180.828.340       4.180.828.344

     Berdasarkan penelaahan manajemen. tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
     mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.


9.   UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA

                                                                             2025                2024
     Toko Bangunan Raja                                                      98.657.915          85.756.302
     Jumlah                                                                  98.657.915          85.756.302

     Rincian umur utang usaha sebagai berikut:

                                                                             2025                2024
     Jatuh tempo:
       31 - 60 hari                                                                   -          85.756.302
       > 120 hari                                                            98.657.915
     Jumlah                                                                  98.657.915          85.756.302




                                                 - 18 -
Page 26
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

10.   BEBAN AKRUAL

                                                                      2025                 2024
      Utilitas                                                          3.599.959           3.926.742
      Jasa Profesional                                                          -          11.000.000
      Jumlah                                                           3.599.959           14.926.742


11.   PERPAJAKAN

                                                                      2025                 2024
      a. Utang Pajak
        Pajak Pertambahan Nilai-Bersih                             3.858.427.858        3.418.427.858
        Pajak Penghasilan Final:
          Pasal 4 (2):
           Tahun 2025                                                120.000.000                    -
           Tahun 2024                                                175.980.000          175.980.000
           Tahun 2023                                                147.000.000          147.000.000
           Tahun 2022                                                196.363.636          196.363.636
           Tahun 2021                                                182.781.330          182.781.330
        Jumlah                                                     4.680.552.824        4.120.552.824

                                                                      2025                 2024
      b. Pajak Final
        3% x 4.000.000.000 Tahun 2025                                120.000.000                    -
        3% x 5.866.000.000 Tahun 2024                                          -          175.980.000
        Jumlah                                                       120.000.000          175.980.000
        Dikurangi Pajak Penghasilan Dibayar Dimuka:
           PPh Pasal 4 (2)                                                       -                      -
        Utang Pajak PPh Final Pasal 4 (2)                            120.000.000          175.980.000


12.   LIABILITAS SEWA KEPADA PIHAK BERELASI

                                                                      2025                 2024
      Liabilitas Sewa Kantor                                         200.000.000          177.748.589
      Dikurangi beban bunga yang jatuh tempo
       dalam waktu satu tahun:                                        (7.700.562)        (35.902.172)
      Nilai Sekarang Atas Pembayaran
      Minimum Utang Sewa Kantor (Catatan 26)                         181.788.648          164.097.828
      Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo
       dalam Waktu Satu Tahun                                        (31.598.015)       (164.097.828)
      Bagian Jangka Panjang Liabilitas Sewa                          150.190.633                    -

      Liabilitas sewa merupakan liabilitas sehubungan perolehan aset hak-guna yang belum dibayarkan
      pada 31 Desember 2025 (Catatan 7).


13.   LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

      Besarnya imbalan kerja jangka panjang dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-
      Undang No. 11 tahun 2020 tentang “Cipta Kerja”. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan
      sehubungan dengan imbalan kerja jangka panjang tersebut.


                                                - 19 -
Page 27
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

     Perhitungan aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang untuk Perusahaan dilakukan
     oleh Kantor Konsultan Aktuaria Independen Muh Imam Basuki dan Rekan dengan Laporan
     No. 154/PSA-MIB/LA/III/2026 tanggal 26 Maret 2026 dan No. 051/PSA-MIB/LA/II/2025 tanggal
     24 Januari 2025.

     Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pascakerja tersebut masing-masing adalah 8 karyawan
     pada tahun 2025 dan 2024.

     Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti
     risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup. dan risiko gaji.

     Risiko Tingkat Bunga

     Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.

     Risiko Harapan Hidup

     Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
     peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
     akan meningkatkan liabilitas program.

     Risiko Gaji

     Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
     Dengan demikian. kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

     Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
     sebagai berikut:

                                                                    2025                 2024
     Diakui pada Laba Rugi
       Biaya Jasa Kini                                               28.951.302           23.386.067
       Biaya Bunga Neto                                              28.911.042           26.228.992
     Sub Jumlah                                                      57.862.344           49.615.059
      Diakui pada penghasilan komprehensif lain
        keuntungan dan (kerugian) aktuarial                        (24.866.439)         (25.440.211)
     Sub Jumlah                                                    (24.866.439)         (25.440.211)
     Jumlah                                                          32.995.905           24.174.848

     Beban imbalan pascakerja dialokasikan ke beban umum dan administrasi masing-masing sebesar
     Rp 57.862.343 dan 49.615.059 pada tahun 2025 dan 2024 (Catatan 20).

                                                                      2025                 2024
     Saldo Awal
     Kewajiban imbalan pasti – awal                                  406.053.951          381.879.103
     Biaya bunga                                                       28.911.042           26.228.992
     Biaya jasa kini                                                   28.951.302           23.386.067
     Penghasilan komprehensif lain                                   (24.866.439)         (25.440.211)
     Kewajiban Imbalan Pasti - Akhir                                 439.049.856          406.053.951




                                                  - 20 -
Page 28
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

      Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Muh Imam Basuki dan Rekan
      untuk tahun 2025 dan 2024. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial
      adalah sebagai berikut:

                                                                        2025                 2024
      Tingkat Diskonto
      Per Tahun                                                             6.81%                7.12%
      Tingkat Kenaikan Gaji
      Per Tahun                                                             7.00%                7.00%
      Umur Pensiun Normal                                                55 Tahun             55 Tahun
      Jumlah Karyawan                                                           8                    8

      Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
      kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas. Sensitivitas analisis di bawah ini ini ditentukan
      berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan.
      dengan semua asumsi lain konstan.

      •   Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 1%. kewajiban imbalan pasti akan berkurang
          menjadi Rp 425.329.857 (meningkat menjadi Rp 455.329.857).
      •   Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 1%. kewajiban imbalan pasti akan
          naik menjadi sebesar Rp 453.530.500 (turun menjadi sebesar Rp 426.435.775).

      Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
      kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
      karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.


14.   MODAL SAHAM

      Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan catatan yang
      dibuat oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

                                                              31 Desember 2025 dan 2024
                                                     Jumlah         Persentase      Jumlah Modal
             Nama Pemegang Saham                     Saham         Pemilikan (%)       Disetor
      PT Bangun Bumi Utama                           55.300.000            13.82%        2.765.000.000
      PT Karya Berkah Investama                      40.300.000            10.07%        2.015.000.000
      Ferry Teja                                     23.595.100             5.13%        1.179.755.000
      Herry Wibowo                                   20.504.300             5.90%        1.025.215.000
      Faried Thalib                                  12.200.000             3.05%          610.000.000
      Mohamad Mulky Thalib                           12.200.000             3.05%          610.000.000
      Masyarakat (masing-masing
      dibawah 5%)                                   235.901.575            58.98%       11.795.078.750
      Jumlah                                        400.000.975              100%       20.000.048.750

      Berdasarkan Akta Notaris No. 221 tanggal 31 Oktober 2022 dari Rosida Rajagukguk Siregar. S.H
      M.Kn. para pemegang saham sepakat untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang
      semula Rp 20.000.038.750 menjadi Rp 20.000.048.750. yang terbagi atas 400.000.975 saham. Akta
      tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
      Keputusannya No. AHU-AH.01.09-0079328 tertanggal 24 November 2022.




                                                 - 21 -
Page 29
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

15.   TAMBAHAN MODAL DISETOR-BERSIH

                                                                    2025                2024
      Agio Saham
      Penawaran Perdana Saham
      Sebesar 160.000.000 saham
      Dengan nilai nominal Rp 50 yang ditawarkan Rp 125         12.000.000.000      12.000.000.000
      Pelaksanaan Waran                                                  97.500              97.500
      Biaya Emisi Saham                                         (1.969.879.542)     (1.969.879.542)
      Jumlah                                                    10.030.217.958      10.030.217.958

      Agio saham merupakan kelebihan jumlah yang diterima dan/atau nilai tercatat saham atas nilai
      nominal saham yang dikeluarkan setelah dikurangi semua biaya emisi saham.


16.   PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

                                                                    2025                2024
      Saldo Awal                                                   166.120.374         140.680.163
      Ditambah:
        Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti                    24.866.439          25.440.211
      Saldo Akhir                                                  190.986.813         166.120.374

      Pada tahun 2025. Perusahaan memperoleh penghasilan komprehensif lain atas pengukuran imbalan
      pasti.


17.   SALDO LABA (DEFISIT)

                                                                    2025                2024
      Saldo Awal Tahun                                             826.411.767         516.338.348
      Penambahan:
       Laba (Rugi) Bersih                                       (9.803.774.671)        310.073.419
      Saldo Akhir Tahun                                         (8.977.362.904)        826.411.767


18.   PENDAPATAN USAHA

      Pendapatan usaha Perusahaan merupakan pendapatan atas pekerjaan pembangunan perumahan
      Casa Bintaro Resindence sebanyak 5 unit dan 9 unit atas pekerjaan pembangunan rumah yang
      berlokasi di Jl. AMD V No.70B. RT.07/RW.001, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
      Banten pada tahun 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:

                                                                     2025                2024
      Pendapatan Usaha:
       Pekerjaan Proyek                                          4.000.000.000       5.866.000.000
      Jumlah                                                     4.000.000.000       5.866.000.000

      Rincian pendapatan usaha berdasarkan pelanggan untuk tahun 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
      sebagai berikut:

                                                                    2025                2024
      Pihak Ketiga
      PT Sarana Jasa Konstruksi                                  4.000.000.000       5.866.000.000
      Jumlah                                                     4.000.000.000       5.866.000.000


                                               - 22 -
Page 30
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

19.   BEBAN LANGSUNG

                                                                   2025            2024
      Penyusutan Kendaraan
      Mesin dan Alat Berat (Catatan 8)                          4.180.828.344   4.180.828.344
      Gaji Pekerja Proyek                                         843.013.000      51.220.000
      Material                                                    651.427.528     115.789.135
      Perbaikan dan Pemeliharaan                                  199.992.043      10.400.000
      Beban Retribusi                                              38.150.000               -
      Bahan Bakar                                                  13.233.000       8.700.000
      Listrik. Air dan Telepon                                      5.124.957       9.800.000
      Beban Makan Pegawai                                             500.000               -
      Jumlah                                                    5.932.268.872   4.376.737.479


20.   BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

                                                                   2025            2024
      Gaji dan Tunjangan Karyawan                                 413.825.000     353.180.000
      Legalitas dan Perijinan                                     106.636.703      68.330.002
      Imbalan Pascakerja (Catatan 13)                              57.862.343      49.615.059
      Beban BPJS TK                                                53.297.282      16.244.998
      Penyusutan Aset Hak-Guna (Catatan 7)                         37.219.561      32.819.568
      Listrik. Air & Telepon                                       13.067.312      12.011.289
      Perangkat Lunak                                              12.453.000      14.037.000
      Beban Pajak                                                   7.554.000               -
      Peralatan Kantor                                              7.000.987      10.100.000
      Makan Pegawai                                                 2.868.499       8.764.998
      Jasa Profesional                                                      -      81.320.713
      Jumlah                                                      711.784.687     646.423.627


21.   BEBAN PAJAK FINAL

      Laba kena pajak hasil rekonsiliasi tahun menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan Pajak
      Penghasilan Badan. Beban pajak final sehubungan dengan pemberian jasa pengerjaan tanah.

                                                                 2025             2024
      Pendapatan Usaha                                         4.000.000.000    5.866.000.000
      Beban Pajak Final-3% (Catatan 11)                          120.000.000      175.980.000


22.   PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH

                                                                 2025             2024

      Pemulihan Cadangan Penurunan Nilai Piutang Usaha              7.215.886     110.074.482
      Cadangan Penurunan Nilai Tagihan Bruto                  (6.478.718.214)                -
      Cadangan Penurunan Nilai Piutang Usaha                    (559.260.640)   (449.980.868)
      Beban Bunga Liabilitas Sewa                                 (7.700.562)                -
      Beban Administrasi Bank                                     (1.327.582)      (2.996.770)
      Pajak Jasa Giro                                                       -    (13.882.319)
      Jumlah                                                  (7.039.791.113)   (356.785.475)




                                             - 23 -
Page 31
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

23.   LABA PER SAHAM

                                                                       2025                      2024
      Laba untuk Perhitungan Laba (Rugi) Per Saham                  (9.768.863.704)          310.073.419

      Jumlah Saham                                                    Lembar                Lembar
      Jumlah Saham untuk perhitungan laba                              400.000.975           400.000.975
      Laba (Rugi) Per Saham                                                 (24,42)                     0,78


24.   TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

      Dalam kegiatan usaha. Perusahaan melakukan beberapa transaksi dengan pihak berelasi yang
      dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan transaksi-transaksi dengan pihak ketiga.

      Saldo dan transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

                                                                        2025                     2024

      Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi                            181.788.648                         -
      Jumlah                                                           181.788.648                         -
      Persentase terhadap Total Liabilitas                                     3,36%                     0%

      Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

          Pihak-pihak Berelasi               Sifat Pihak Berelasi                 Sifat Transaksi
      PT Property Prioritas Utama    Personil Kunci                     Piutang Usaha
      Fikri Thalib                   Keluarga Dekat Pemegang            Liabilitas Sewa kepada
                                     Saham                              Pihak Berelasi

      Perusahaan menyediakan remunerasi kepada Dewan Direksi untuk periode 31 Desember 2025 dan
      2024 adalah sebagai berikut:

                                                                        2025                     2024
      Dewan Direksi                                                   180.000.000            180.000.000
      Jumlah                                                          180.000.000            180.000.000


25.   IKATAN


      a. Perjanjian Kerjasama dengan PT Sarana Jasa Kontruksi

          Berdasarkan Adendum Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPPP) Nomor 003/SJK-FPU/V/2025
          tanggal 15 April 2025. Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Sarana Jasa
          Kontruksi. untuk pekerjaan pembangunan 24 unit rumah tinggal Jl. AMD V No.70B.
          RT.07/RW.001. Sawah Lama. Kec. Ciputat. Kota Tangerang Selatan. Banten. Harga pekerjaan
          dalam pelaksanakan perjanjian ini adalah sebesar Rp 20.000.000.000 (belum termasuk PPN
          11%). dan menyelesaikan pekerjaan sejak tanggal 17 April 2025 dan berakhir pada tanggal
          16 April 2027.




                                                    - 24 -
Page 32
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

         Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPPP) Nomor 005/SJK-FPU/IV/2023
         tanggal 10 April 2023. Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Sarana Jasa
         Kontruksi. untuk pekerjaan pembangunan 15 unit rumah tinggal Jl. AMD V No.70B.
         RT.07/RW.001. Sawah Lama. Kec. Ciputat. Kota Tangerang Selatan. Banten. Harga pekerjaan
         dalam pelaksanakan perjanjian ini adalah sebesar Rp 20.000.000.000 (belum termasuk PPN
         11%). dan menyelesaikan pekerjaan sejak tanggal 17 April 2023 dan berakhir pada tanggal
         16 April 2025.

         Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPPP) Nomor 005/SJK-FPU/XII/2020
         tanggal 2 Desember 2020. Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Sarana
         Jasa Kontruksi, untuk pekerjaan pembangunan 21 unit rumah tinggal serta pengelolaan
         kebersihan dan keamanan di Jl. Masjid Almabrukkh III/No 16. Balekambang. Condet. Jakarta
         Timur. Perjanjian ini mengalami perubahan, terakhir berdasarkan addendum kedua Nomor
         006/SJK-FPU/VII/2021 tanggal 26 Juli 2021 terdapat perubahan harga pekerjaan dalam
         pelaksanakan perjanjian ini adalah sebesar Rp 15.300.000.000 (termasuk PPN 10%).
         Perusahaan harus melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sejak tanggal 5 Januari 2021
         dan berakhir pada tanggal 5 Januari 2023.

      b. Perjanjian Kerjasama dengan PT Property Prioritas Utama

         Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPPP) Nomor 21/PPU/Ciangsana
         /01/2021 tanggal 4 Januari 2021. Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan
         PT Property Prioritas Utama untuk Pekerjaan Pembangunan Perumahan Ciangsana Resindence.
         yang beralamat di Kp. Pabuaran Wetan RT.002 RW 019 Ciangsana. Gunung Putri. Bogor.
         Perusahaan harus melaksanakan sejak tanggal 31 Januari 2021 dan berakhir pada tanggal
         31 Desember 2025. Harga pekerjaan dalam pelaksanakan perjanjian ini adalah sebesar
         Rp 39.400.000.000 (belum termasuk PPN 10%).

      c. Perjanjian Kerjasama Sewa-Menyewa

         Perusahaan mengadakan perjanjian sewa ruang kantor dengan Mohamad Mulky Thalib
         berdasarkan perjanjian Nomor 001 tanggal 25 Februari 2025, dengan jangka waktu 5 tahun
         terhitung mulai tanggal 4 Maret 2025 dan akan berakhir pada tanggal 3 Maret 2030. Nilai sewa
         untuk jangka waktu 5 (lima) tahun adalah sebesar Rp 200.000.000.- (dua ratus juta rupiah) yang
         akan dibayar oleh Perusahaan secara bertahap setiap tahun sekali yaitu sebesar Rp 40.000.000.-
         (empat puluh juta rupiah).


26.   INSTRUMEN KEUANGAN

                                                                     2025                2024
      Akun
      Aset Keuangan
      Kas dan Bank                                               1.003.457.621       1.730.454.198
      Piutang Usaha
        Pihak Berelasi                                                       -          49.359.284
        Pihak Ketiga                                             9.111.266.040      12.283.070.886
      Jumlah Aset Keuangan                                      10.114.723.661      14.062.884.368

                                                                     2025                2024
      Liabilitas Keuangan
      Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                               98.657.915           85.756.302
      Beban Akrual                                                  14.926.743           14.926.742
      Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi                        181.788.648                    -
      Jumlah Liabilitas Keuangan                                   295.373.306         100.683.044




                                                - 25 -
Page 33
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

      Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
      instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

      Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek.

      Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu (1) tahun atau kurang (kas di bank,
      piutang usaha, utang usaha, utang kepada pemegang saham, liabilitas sewa, utang bank dan beban
      akrual). Instrumen keuangan ini sangat mendekati nilai tercatat mereka karena jatuh tempo mereka
      dalam jangka pendek.


27.   MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

      Perusahaan memiliki beberapa eksposur risiko terhadap instrumen keuangan dalam bentuk risiko
      kredit. risiko tingkat suku bunga. dan risiko likuiditas.

      Kebijakan manajemen terhadap risiko keuangan dimaksudkan untuk meminimalisir potensi dan
      dampak keuangan merugikan yang mungkin timbul adalah sebagai berikut:

      a. Risiko Kredit

         Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
         memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.

         Risiko kredit yang dihadapi Perusahaan berasal dari tagihan kepada para pelanggan. Risiko ini
         dikelola dan umur tagihan secara rutin dan menjalankan secara konsisten prosedur serta
         pengendalian yang telah ditetapkan oleh Perusahaan terkait dengan manajemen piutang.
         Perusahaan tidak memiliki agunan sebagai jaminan atas piutang.

         Piutang usaha berasal dari para debitur yang memiliki catatan pembayaran kredit yang baik. Kas di
         Bank ditempatkan pada bank terpercaya atau Perusahaan yang memiliki peringkat kredit yang baik
         dan tidak memiliki riwayat gagal bayar.

      b. Risiko Tingkat Suku Bunga

         Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana arus kas masa yang akan datang dari suatu
         instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur atas risiko ini
         terutama terkait dengan utang bank jangka panjang.

         Risiko ini dikelola melalui profil optimal antara pinjaman dengan suku bunga tetap dan
         mengambang, terus-menerus memonitor pergerakan suku bunga pasar dan kondisi ekonomi
         makro, baik nasional maupun regional.

      c. Risiko Likuiditas

         Risiko likuiditas (risiko pendanaan) adalah risiko di mana Perusahaan akan mengalami kesulitan
         dalam memperoleh dana guna memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan.

         Pengelolaan terhadap risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara
         aset dan liabilitas keuangan, penerimaan tagihan yang tepat waktu, manajemen kas yang
         mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun ke depan serta memastikan
         ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas kredit.




                                                 - 26 -
Page 34
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

         Tabel dibawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan
         pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

                                                                  2025
                                            Kurang dari        Lebih dari
                                             1 Tahun            1 Tahun            Jumlah
        Tanpa Bunga
         Utang Usaha kepada
         Pihak Ketiga                                     -       87.331.132        87.331.132
        Jumlah                                            -       87.331.132        87.331.132

                                                                  2024
                                            Kurang dari        Lebih dari
                                             1 Tahun            1 Tahun            Jumlah
        Tanpa Bunga
         Utang Usaha kepada
         Pihak Ketiga                          85.756.302                   -       85.756.302
        Jumlah                                 85.756.302                   -       85.756.302




                                             - 27 -

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.74 MB
Published31 Mar 2026
Pages34
Characters104,289
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 37 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org FIMPERKASA UTAMA Tbk p.1 ×95
linked person Maurice Ganda Nainggolan p.4 ×3
linked person Menteng, Jakarta Pusat. p.12
linked person Mohamad Mulky Thalib. p.12 ×4
linked person Faried Thalib p.12 ×2
linked org Bank Central Asia p.22
linked org Bank Permata p.22
linked org PT Bangun Bumi Utama p.28
linked org Karya Berkah p.28
linked — Ferry Teja p.28
linked — Herry Wibowo p.28
possible org Negara Republik Indonesia p.12 ×2
possible person Yahya Attamimi p.12
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.13 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.13 ×3
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.19
possible org Bank Rakyat Indonesia p.22
possible person Ichsan Thalib p.24
possible org Pembangunan Perumahan p.32
unresolved org Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan p.4 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan p.4 ×2
unresolved org Maurice Ganda Nainggolan & Rekan p.4
unresolved org PT Sarana Jasa Konstruksi p.5 ×2
unresolved person Adam Kasdarmadji. S.H. · Notaris p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×3
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.13
unresolved org Bapepam-LK p.13 ×2
unresolved org PT Property Prioritas Utama p.22 ×3
unresolved org PT Sarana Jasa Kontruksi p.22 ×4
unresolved person Fikri Thalib p.24
unresolved org Kantor Konsultan Aktuaria Independen Muh Imam Basuki dan Rekan p.27
unresolved org Muh Imam Basuki dan Rekan p.28
unresolved org PT Bima Registra p.28
unresolved org PT Bangun Bumi p.28
unresolved org PT Karya Berkah Investama p.28
unresolved org PT Sarana Jasa Kontruksi Berdasarkan Adendum Perjanjian Pemborongan p.31
unresolved org PT Property Prioritas Utama Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan p.32

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result