Skip to content
Back to announcement

20231123_CLEO_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31531951_lamp8.pdf

Asset transaction Needs review CLEO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 55

Page 1
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA

      Laporan Keuangan Interim
         Tanggal 30 Juni 2023
    Dan Untuk Periode Enam Bulan
 Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
 Beserta Laporan Auditor Independen
    (Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 2
SPD
Page 3
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                           DAFTAR ISI


                                                                                     Halaman

Laporan Auditor Independen

Laporan Posisi Keuangan Interim .............…………………………......…........………………………….          1-2

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Interim ................……………………………       3

Laporan Perubahan Ekuitas Interim ................…………………………………………………………….                    4

Laporan Arus Kas Interim .................………………...……………………………………………………..                     5

Catatan atas Laporan Keuangan Interim …............……………………………………………………….                 6 - 49




                                    ***************************
Page 4
                                  LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN


Laporan No. 00375/2.0851/AU.1/05/1114-2/1/XI/2023


Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Sentralsari Primasentosa

Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan interim PT Sentralsari Primasentosa (“Perusahaan”), yang terdiri dari
laporan posisi keuangan interim tanggal 30 Juni 2023, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
interim, laporan perubahan ekuitas interim, dan laporan arus kas interim untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan interim, termasuk informasi kebijakan
akuntansi material.

Menurut opini kami, laporan keuangan interim terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan interim Perusahaan tanggal 30 Juni 2023, serta kinerja keuangan interim dan arus kas
interimnya untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia.

Basis Opini

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Interim pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan interim di
Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin
bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini
audit kami.

Hal Lain

Informasi komparatif untuk laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim, laporan perubahan
ekuitas interim dan laporan arus kas interim dan catatan atas laporan keuangan interim terkait untuk periode
enam bulan yang berakhir 30 Juni 2022 tidak diaudit atau direviu.

Kami sebelumnya telah menerbitkan Laporan Auditor Independen No. 00355/2.0851/AU.1/05/1114-
2/1/IX/2023 tertanggal 4 September 2023 atas laporan keuangan Perusahaan tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, sebelum penerbitan kembali laporan keuangan
Perusahaan di bawah ini. Sehubungan dengan penelaahan Otoritas Jasa Keuangan, Perusahaan menerbitkan
kembali laporan keuangan tersebut di atas dengan pengungkapan tambahan tertentu.

Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan Interim

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan interim tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan interim yang bebas dari kesalahan penyajian
material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Page 5
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan Interim (lanjutan)

Dalam penyusunan laporan keuangan interim, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan
Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-
hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali
manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki
alternatif yang realistis selain melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan
Perusahaan.

Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Interim

Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan interim secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan,
dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu
tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan
Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian
dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun
secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh
pengguna berdasarkan laporan keuangan interim tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:

• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan interim, baik
  yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang
  responsif terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan
  basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh
  kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi,
  pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal.

• Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk mendesain
  prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas
  keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan.

• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
  pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.

• Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
  berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan
  peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk
  mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian
  material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait
  dalam laporan keuangan interim atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah
  perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga
  tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan
  tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.

• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan interim secara keseluruhan, termasuk
  pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan interim mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
  mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
Page 6
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Interim (lanjutan)

Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi
signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.



Kantor Akuntan Publik
TERAMIHARDJA, PRADHONO & CHANDRA




Novida Winata, CPA
Izin Akuntan Publik No. AP.1114


21 November 2023
Page 7
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                         Catatan                30 Juni 2023       31 Desember 2022
ASET

ASET LANCAR
Kas dan bank                                              2d, 2e, 4             40.136.021.631        13.358.133.611
Piutang usaha                                                 2d, 2f
    Pihak berelasi                                         2l, 5, 23               282.663.997         1.724.724.213
    Pihak ketiga - neto                                            5            73.902.027.889        62.052.799.575
Piutang lain-lain                                                 2d
    Pihak berelasi                                         2l, 6, 23             1.638.459.004         1.513.003.525
    Pihak ketiga                                                   6               271.004.638           529.420.759
Persediaan - neto                                              2g, 7            39.305.547.573        30.998.565.855
Biaya dibayar di muka                                          2h, 8            10.490.305.663         4.482.658.762
Jumlah Aset Lancar                                                            166.026.030.395        114.659.306.300

ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian aset tetap                                   10                         -          7.898.224.999
Uang jaminan pemasok                                  2d, 2l, 9, 23            29.502.509.568         29.529.579.568
Aset tetap - neto                                        2i, 2j, 10           190.846.645.359        160.113.938.234
                                                        2j, 2k, 2l,
Aset hak-guna - neto                                        11, 23              14.971.634.513        14.273.802.097
Taksiran klaim pajak penghasilan                            2n, 13               1.710.722.064         1.710.722.064
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                      237.031.511.504        213.526.266.962
JUMLAH ASET                                                                   403.057.541.899        328.185.573.262




                           Catatan atas Laporan Keuangan Interim terlampir merupakan bagian yang
                             tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim secara keseluruhan.


                                                            1
Page 8
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (lanjutan)
TANGGAL 30 JUNI 2023
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                          Catatan                30 Juni 2023       31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                       2d
    Pihak berelasi                                        2l, 12, 23           243.018.986.267        186.349.148.030
    Pihak ketiga                                                  12               822.861.000                      -
Utang pajak                                                   2n, 13             4.423.442.455          2.830.298.776
Biaya masih harus dibayar                                     2d, 14             3.846.252.287            870.228.623
Utang lain-lain                                                   2d                 7.885.000             20.996.111
Utang jangka panjang yang jatuh
    tempo dalam waktu satu tahun                                  2d
    Utang sewa pembiayaan                                     2k, 15             29.972.849.695        26.533.076.210
    Utang pembiayaan konsumen                                     15              8.496.701.735         6.033.156.792
    Liabilitas sewa                                   2k, 2l, 11, 23              2.975.757.128         4.125.363.930
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                293.564.735.567        226.762.268.472

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi
    bagian yang jatuh tempo dalam waktu
    satu tahun                                              2d
    Utang sewa pembiayaan                               2k, 15                   24.681.096.395        29.979.589.333
    Utang pembiayaan konsumen                               15                   12.270.700.773         7.306.634.915
    Liabilitas sewa                             2k, 2l, 11, 23                    2.630.820.209         2.797.784.704
Uang jaminan pelanggan - Pihak ketiga                   2d, 16                   21.038.808.580        19.092.281.237
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan         2o, 17                    5.407.715.238         5.188.845.013
Liabilitas pajak tangguhan - neto                       2n, 13                    4.875.092.222         3.745.732.933
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                 70.904.233.417        68.110.868.135
JUMLAH LIABILITAS                                                              364.468.968.984        294.873.136.607

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
    Rp 1.000.000 per saham
    Modal dasar - 80.000 saham
    Modal ditempatkan dan disetor
        penuh - 25.000 saham                                       18            25.000.000.000        25.000.000.000
Tambahan modal disetor                                                            1.000.000.000         1.000.000.000
Saldo laba - belum ditentukan penggunaannya                                      12.588.572.915         7.312.436.655
JUMLAH EKUITAS                                                                   38.588.572.915        33.312.436.655
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                  403.057.541.899        328.185.573.262




                            Catatan atas Laporan Keuangan Interim terlampir merupakan bagian yang
                              tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim secara keseluruhan.


                                                             2
Page 9
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                              Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                                    pada Tanggal 30 Juni
                                                                                                         2022
                                                        Catatan                     2023            (Tidak diaudit)
PENJUALAN BERSIH                                    2l, 2m, 19, 23            968.346.462.531       780.364.623.796

BEBAN POKOK PENJUALAN                               2l, 2m, 20, 23           (742.820.459.581 )     (629.831.597.049)
LABA BRUTO                                                                    225.526.002.950       150.533.026.747
Beban penjualan                                     2l, 2m, 21, 23           (197.571.264.090 )     (128.326.764.874)
Beban umum dan administrasi                         2l, 2m, 22, 23            (16.510.506.257 )      (10.557.601.795)
Beban keuangan                                                 2m              (3.659.529.773 )       (2.219.838.222)
Lain-lain - bersih                                             2m                (579.076.659 )            3.167.700
LABA SEBELUM BEBAN
   PAJAK PENGHASILAN                                                             7.205.626.171         9.431.989.556
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                      2n, 13
Pajak kini                                                                      (1.173.819.240 )      (1.311.432.320)
Pajak tangguhan                                                                 (1.047.147.793 )        (998.808.873)
Beban Pajak Penghasilan                                                         (2.220.967.033 )      (2.310.241.193)
LABA PERIODE BERJALAN                                                            4.984.659.138         7.121.748.363
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi
    ke Laba Rugi
Laba (rugi) aktuarial dari liabilitas
    atas imbalan kerja karyawan                              2o, 17                 373.688.618         (119.048.917)
Pajak penghasilan terkait                                    2n, 13                 (82.211.496 )         26.190.762
Laba (rugi) komprehensif lain - setelah pajak                                       291.477.122          (92.858.155)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
   PERIODE BERJALAN                                                              5.276.136.260         7.028.890.208


Laba per Saham Dasar                                         2p, 25                       199.386            284.870




                           Catatan atas Laporan Keuangan Interim terlampir merupakan bagian yang
                             tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim secara keseluruhan.


                                                            3
Page 10
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


                                                                                                  Saldo Laba -
                                                                           Tambahan             Belum Ditentukan
                                                  Modal Saham             Modal Disetor          Penggunaannya         Jumlah Ekuitas

Saldo 31 Desember 2021                             25.000.000.000            1.000.000.000           4.313.796.556       30.313.796.556


Laba periode berjalan                                            -                        -          7.121.748.363        7.121.748.363

Rugi komprehensif lain -
      setelah pajak                                              -                        -            (92.858.155 )        (92.858.155 )

Saldo 30 Juni 2022 (tidak diaudit)                 25.000.000.000            1.000.000.000          11.342.686.764       37.342.686.764


Saldo 31 Desember 2022                             25.000.000.000            1.000.000.000           7.312.436.655       33.312.436.655

Laba periode berjalan                                            -                        -          4.984.659.138        4.984.659.138

Laba komprehensif lain -
     setelah pajak                                               -                        -            291.477.122         291.477.122

Saldo 30 Juni 2023                                 25.000.000.000            1.000.000.000          12.588.572.915       38.588.572.915




                                     Catatan atas Laporan Keuangan Interim terlampir merupakan bagian yang
                                       tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim secara keseluruhan.


                                                                      4
Page 11
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN ARUS KAS INTERIM
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                             Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                                   pada Tanggal 30 Juni
                                                                                                       2022
                                                      Catatan                      2023           (Tidak diaudit)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                             5, 6, 19           959.885.821.776       753.409.362.014
Pembayaran kas kepada pemasok                         7, 9, 12, 20          (693.607.672.062 )    (580.838.260.769)
Pembayaran kas kepada karyawan                                               (42.060.884.456 )     (26.438.896.040)
Pembayaran beban usaha                                                      (155.138.574.315 )    (101.453.135.897)
Kas yang diperoleh dari operasi                                                69.078.690.943       44.679.069.308
Pembayaran beban keuangan                                        14            (3.664.392.485 )     (2.219.838.222)
Penerimaan pajak penghasilan
   dan pajak pertambahan nilai                                                     419.324.439         301.263.924
Kas Bersih yang Diperoleh dari
   Aktivitas Operasi                                                           65.833.622.897       42.760.495.010

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                        10, 28            (13.130.542.849 )     (2.769.299.549)
Hasil penjualan aset tetap                                      10                174.374.076                    -
Uang muka pembelian aset tetap                              10, 28                          -      (15.690.279.941)
Kas Bersih yang Digunakan untuk
   Aktivitas Investasi                                                        (12.956.168.773 )    (18.459.579.490)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang sewa pembiayaan                            15, 28            (14.227.759.453 )    (10.909.997.205)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen                        15, 28             (4.468.349.199 )     (3.418.130.580)
Pembayaran liabilitas sewa                                      11             (7.403.457.452 )     (4.583.722.346)
Kas Bersih yang Digunakan untuk
   Aktivitas Pendanaan                                                        (26.099.566.104 )    (18.911.850.131)
KENAIKAN BERSIH KAS DAN BANK                                                   26.777.888.020        5.389.065.389

KAS DAN BANK AWAL PERIODE                                                      13.358.133.611       12.397.426.691
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                                                     40.136.021.631       17.786.492.080




                          Catatan atas Laporan Keuangan Interim terlampir merupakan bagian yang
                            tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim secara keseluruhan.


                                                           5
Page 12
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

1. UMUM

   a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum

      PT Sentralsari Primasentosa (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Sentralsari Primasentosa
      berdasarkan akta Notaris A. V. Chitranadi, S.H., No. 13 tanggal 21 Oktober 1994 dan telah
      disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
      No.C2-1.570.HT.01.01-TH.95 tanggal 2 Februari 1995.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
      Notaris Happy Herawati Chandra, S.H., No. 54 tanggal 27 September 2022, mengenai perubahan
      maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar ini telah
      mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
      Surat Keputusan No. AHU-0072182.AH.01.02.TAHUN 2022 Tanggal 6 Oktober 2022.

      Perusahaan berdomisili di Sidoarjo, dengan kantor pusat berlokasi di Jalan Raya Ahmad Yani
      No. 41 - 43, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan memulai kegiatan operasi
      komersialnya sejak tahun 2008.

      Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
      bergerak dalam bidang perdagangan besar bukan mobil dan sepeda motor, perdagangan eceran,
      bukan mobil dan motor, dan pergudangan dan aktivitas penunjang angkutan.

      Kegiatan usaha Perusahaan saat ini masuk dalam kategori distributor makanan dan minuman.

      Entitas induk langsung Perusahaan adalah PT Tancorp Global Sentosa, yang didirikan dan
      berdomisili di Indonesia.

   b. Komisaris, Dewan Direksi dan Karyawan

      Susunan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
      2022 adalah sebagai berikut:

      Komisaris
      Komisaris       :   Belinda Natalia

      Dewan Direksi
      Direktur Utama :    Melisa Patricia
      Direktur       :    Toto Sucartono

      Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah karyawan tetap Perusahaan, masing-
      masing sejumlah 125 orang dan 124 orang (tidak diaudit).

   c. Penyelesaian Laporan Keuangan Interim

      Laporan keuangan interim telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan
      pada tanggal 21 November 2023.


2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

   a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Interim

      Laporan keuangan interim telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
      Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan
      oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia.




                                                 6
Page 13
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Interim (lanjutan)

      Laporan keuangan disusun sesuai dengan PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” dan PSAK
      No. 3, “Laporan Keuangan Interim”.

      Laporan keuangan interim disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas interim,
      dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas
      laporan keuangan interim yang relevan.

      Laporan arus kas interim disusun dengan menggunakan metode langsung                     dengan
      mengelompokkan arus kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

      Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan interim adalah Rupiah, yang
      merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

   b. Perubahan Kebijakan Akuntansi

      Perusahaan telah menerapkan sejumlah amendemen dan penyesuaian standar akuntansi yang
      relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau
      setelah 1 Januari 2023 sebagai berikut:
      •      Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang pengungkapan Kebijakan
             Akuntansi;
      •      Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai
             Jangka Pendek atau Jangka Panjang;
      •      Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
             tentang Definisi Estimasi Akuntansi;
      •      Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas
             yang timbul dari Transaksi Tunggal.

      Dampak atas penerapan standar baru dan penyesuaian atau amendemen lainnya tidak material
      terhadap laporan keuangan interim.

   c. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

      Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
      lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

      i. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
      ii. untuk diperdagangkan,
      iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali
           yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
           paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

      Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:

      i.     akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
      ii.    untuk diperdagangkan,
      iii.   akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
      iv.    tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
             setelah tanggal pelaporan.

      Liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.


                                                       7
Page 14
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   d. Instrumen Keuangan

      Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
      liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.

      1. Aset Keuangan

         Pengakuan dan Pengukuran Awal

         Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang
         diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
         melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya
         perolehan diamortisasi.

         Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan
         uang jaminan pemasok, diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
         diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
         laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim.

         Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu
         model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
         kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).

         Pengujian SPPI

         Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
         keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.

         Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan
         pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada
         pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).

         Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas
         nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan
         menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang
         dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.

         Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
         risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan
         pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus
         seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss
         (“FVTPL”).

         Penilaian Model Bisnis

         Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
         bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan
         bisnisnya.




                                                8
Page 15
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   d. Instrumen Keuangan (lanjutan)

      1. Aset Keuangan (lanjutan)

         Penilaian Model Bisnis (lanjutan)

         Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
         tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang
         dapat diamati seperti:

         •   Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
             tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
         •   Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam
             model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
         •   Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada
             nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
         •   Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting
             dari penilaian Perusahaan.

         Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
         mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan
         awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan tidak
         mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi
         memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru
         atau yang baru dibeli selanjutnya.

         Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola
         dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan
         arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal
         tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari
         jumlah pokok terutang.

         Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
         diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
         perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

         Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
         dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim dan diakui sebagai
         “Pendapatan Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui
         sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan
         interim sebagai “Kerugian penurunan nilai”.

         Penurunan Nilai Aset Keuangan

         Perusahaan mengakui penyisihan untuk kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk seluruh
         instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada
         selisih antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan seluruh arus
         kas yang diperkirakan akan diterima Perusahaan, didiskontokan dengan SBE awal. Arus kas
         ekspektasian akan mencakup arus kas dari penjualan agunan atau perbaikan risiko kredit lain
         yang merupakan bagian dari persyaratan kontraktual.




                                                9
Page 16
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   d. Instrumen Keuangan (lanjutan)

      1. Aset Keuangan (lanjutan)

         Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)

         ECL diakui dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit
         yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan
         oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan).
         Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak
         pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan
         selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu gagal bayar (ECL sepanjang umur).

         Untuk piutang usaha, Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam
         menghitung ECL. Oleh karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit,
         tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umur pada setiap tanggal
         pelaporan. Perusahaan telah menyusun matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian
         kredit historisnya, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik bagi
         debitur dan lingkungan ekonomi.

         Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika
         informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima
         jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap perbaikan
         risiko-kredit yang dimiliki oleh Perusahaan. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada
         ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.

      2. Liabilitas Keuangan

         Pengakuan dan Pengukuran Awal

         Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
         melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan
         menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

         Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat
         diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan
         yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar
         liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat
         diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
         wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.

         Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang
         lain-lain, utang sewa pembiayaan, utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa dan uang
         jaminan pelanggan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
         diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
         melalui laba rugi.

         Pengukuran Selanjutnya

         Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
         perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”).




                                                10
Page 17
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   d. Instrumen Keuangan (lanjutan)

      2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

         Pengukuran Selanjutnya (lanjutan)

         Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
         terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam
         laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi
         SBE.

         Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas
         perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
         Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.

         Penghentian Pengakuan

         Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan
         dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

         Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
         pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan
         dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
         persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
         pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
         keuangan tersebut diakui pada laba rugi.

      3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan

         Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
         jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan
         tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.

         Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
         operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
         Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak
         eksternal.

         Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan
         dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
         pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset
         keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.

      4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan

         Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
         laporan posisi keuangan interim jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
         hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
         menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
         secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas
         terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam
         situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.


                                                 11
Page 18
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   e. Kas dan Setara Kas

        Kas dan setara kas meliputi kas dan bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo
        kurang dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan serta
        tidak dibatasi penggunaannya.

   f.   Piutang Usaha

        Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai
        piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam
        Catatan 2d.

   g. Persediaan

        Persediaan dinyatakan pada nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya
        perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan penurunan
        nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir
        tahun, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.

   h. Biaya Dibayar di Muka

        Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang
        bersangkutan.

   i.   Aset Tetap

        Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan
        biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
        kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.

        Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
        penyusutan dan kerugian penurunan nilai.

        Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan maksud
        penggunaannya. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line
        method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

                                                                     Tahun                 Tarif
        Bangunan                                                       20                   5%
        Kendaraan                                                       8                 12,5%
        Peralatan kantor                                              4-8               25% - 12,5%

        Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
        berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang
        pada saat jatuh tempo.

        Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain interim pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang
        memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis
        dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari
        kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba
        rugi dan penghasilan komprehensif lain interim pada periode yang bersangkutan.

        Pada setiap akhir periode buku, umur manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu, dan
        jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.


                                                   12
Page 19
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   i.   Aset Tetap (lanjutan)

        Aset tetap dalam penyelesaian mencerminkan akumulasi biaya material dan biaya-biaya lain
        berkaitan dengan pembangunan aset. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian
        tersebut akan dialihkan ke akun aset tetap yang bersangkutan apabila telah selesai dan siap untuk
        digunakan.

   j.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
        mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi
        untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual,
        maka Perusahaan menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset
        tercakup (aset dari UPK).

        Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih
        tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat
        aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan
        nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.

        Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini
        dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
        dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

        Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar
        terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
        penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan
        oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. Kerugian penurunan nilai, jika
        ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset
        yang diturunkan nilainya.

        Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
        penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada
        lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah
        terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
        untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
        menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.

        Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
        maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui
        untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba
        rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan
        di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai
        sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

   k. Sewa

        Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya,
        jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset teridentifikasi untuk suatu
        periode waktu sebagai imbalan untuk imbalan.




                                                     13
Page 20
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   k. Sewa (lanjutan)

      Sebagai Penyewa

      Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa,
      kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas
      sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang memberikan hak untuk
      menggunakan aset pendasarnya.

      Aset Hak-Guna

      Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu pada tanggal aset
      pendasar tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan dikurangi
      akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran
      kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna meliputi jumlah liabilitas sewa yang
      diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau
      sebelum tanggal permulaan, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.

      Aset hak-guna didepresiasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang lebih pendek
      antara masa sewa dan estimasi umur manfaat aset.

      Jika kepemilikan aset sewa beralih kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya
      perolehan merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, depresiasi dihitung dengan
      menggunakan estimasi umur manfaat aset. Aset hak-guna juga diuji penurunan nilainya sesuai
      dengan PSAK 48 “Penurunan Nilai Aset”.

      Liabilitas Sewa

      Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
      pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
      pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
      sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang
      diharapkan akan dibayar di bawah jaminan nilai sisa. Pembayaran sewa juga mencakup harga
      pelaksanaan dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan
      dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa mencerminkan Perusahaan
      melaksanakan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada
      indeks atau tarif diakui sebagai beban (kecuali terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada
      periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.

      Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
      inkremental pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat bunga implisit dalam sewa tidak dapat
      segera ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
      mencerminkan penambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan.
      Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu
      sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat
      perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan penilaian
      opsi untuk membeli aset yang mendasarinya.

      Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai-Rendah

      Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-
      pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai-rendah.
      Perusahaan mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar
      garis lurus selama masa sewa.

                                                   14
Page 21
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   k. Sewa (lanjutan)

        Sebagai Pemberi Sewa

        Pada saat aset disewakan sebagai sewa keuangan, maka nilai kini dari pembayaran sewa diakui
        sebagai piutang. Perbedaan antara piutang kotor dan nilai kini dari piutang diakui sebagai
        pendapatan keuangan yang belum direalisasikan.

        Metode untuk mengalokasikan penerimaan kotor ke periode akuntansi disebut sebagai “metode
        aktuarial”. Metode aktuarial mengalokasikan sewa antara pendapatan keuangan dan pembayaran
        kembali dari modal di setiap periode akuntansi dimana pendapatan keuangan akan muncul
        sebagai tingkat imbal balik tetap pada investasi bersih penyewa di dalam suatu sewa.

   l.   Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

        Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan
        dalam PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

        Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
        catatan atas laporan keuangan interim.

   m. Pengakuan Pendapatan dan Beban

        Perusahaan menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang
        mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:

        1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
        2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
           janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
           ke pelanggan.
        3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
           pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
           diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
        4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
           jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika
           tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan
           biaya yang diharapkan ditambah marjin.
        5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
           barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
           barang atau jasa tersebut).

        Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui,
        pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).

        Pengakuan Beban

        Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

   n. Perpajakan

        Pajak Final

        Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi,
        dan tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Pajak
        final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46: Pajak Penghasilan.


                                                     15
Page 22
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   n. Perpajakan (lanjutan)

      Pajak Kini

      Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
      direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
      digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif
      telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan beroperasi dan menghasilkan
      pendapatan kena pajak.

      Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak
      dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

      Pajak Tangguhan

      Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara
      dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan
      keuangan.

      Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak, kecuali:

      i.    Liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari pengakuan awal goodwill atau dari aset atau
            liabilitas dari transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis, dan pada waktu transaksi tidak
            mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak atau rugi kena pajak;

      ii.   Dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat
            pembalikannya dapat dikendalikan dan besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu
            tidak akan dibalik dalam waktu dekat.

      Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
      akumulasi rugi pajak belum dikompensasi, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia
      sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut, dan rugi pajak belum di kompensasi,
      dapat dimanfaatkan, kecuali:

      i.    Jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi
            yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba
            kena pajak atau rugi kena pajak/rugi pajak; atau

      ii. Dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada entitas anak, aset
          pajak tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak
          akan dibalik dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat di kompensasi dengan beda
          temporer tersebut.

      Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
      diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
      memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi.
      Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak
      diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba
      kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.

      Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
      akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak
      dan peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal
      pelaporan.

                                                    16
Page 23
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   n. Perpajakan (lanjutan)

      Pajak Tangguhan (lanjutan)

      Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan
      secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau
      aset dan liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan
      otoritas perpajakan yang sama, atau Perusahaan yang bermaksud untuk merealisasikan aset dan
      menyelesaikan liabilitas lancar berdasarkan jumlah neto.

      Pajak Pertambahan Nilai

      Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN“)
      kecuali:

      •   PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor
          pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai
          bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
      •   Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

      Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai
      bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan interim.

   o. Imbalan Kerja Karyawan

      Pada bulan April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK
      IAI”) mengeluarkan siaran pers mengenai “Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa” sebagai
      bahan penjelasan terhadap persyaratan yang relevan dari PSAK 24, “Imbalan kerja”, yang secara
      khusus menjelaskan cara mengatribusikan imbalan pensiun pada periode jasa program pensiun
      dengan pola tertentu berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

      Setiap perubahan kewajiban imbalan pascakerja setelah penerapan atribusi imbalan sebagaimana
      dijelaskan dalam siaran pers ini dianggap sebagai perubahan kebijakan akuntansi. Berdasarkan
      siaran pers, setiap Perusahaan perlu menilai waktu yang wajar untuk mengubah kebijakan
      akuntansinya terkait hal ini, yang dampaknya harus diperhitungkan secara retrospektif pada saldo
      awal periode komparatif paling awal, jika material.

      Perusahaan telah menerapkan persyaratan dari siaran pers dan telah melakukan perikatan
      dengan aktuaris independen untuk menghitung dampak dari perubahan kebijakan akuntansi ini
      sejak awal periode komparatif yang disajikan material.

      Dampak terhadap laporan posisi keuangan 31 Desember 2021, 1 Januari 2021 serta pada laporan
      laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah tidak signifikan. Sehingga dampak ini diakui
      dalam laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2022 dan laporan laba rugi dan penghasilan
      komprehensif lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022.

      Imbalan Kerja Jangka Pendek

      Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan
      dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa
      tersebut diberikan.



                                                17
Page 24
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   o. Imbalan Kerja Karyawan (lanjutan)

        Imbalan Pascakerja

        Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan menerapkan Perpu Nomor 2
        Tahun 2022 sebagai pengganti Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK).

        Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 24 “Imbalan Kerja”. Penyisihan tersebut diestimasi
        dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode “Project Unit Credit”.

        Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan
        posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
        penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
        ke laba rugi periode berikutnya.

        Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
        i) ketika program amendemen atau kurtailmen terjadi; atau
        ii) ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.

        Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas
        imbalan kerja. Perusahaan mengakui perubahan berikut pada akun “Beban Penjualan” pada
        laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
        i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas
            penyelesaian (curtailment) tidak rutin dan
        ii) beban atau penghasilan bunga neto.

   p. Laba per Saham

        Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022. Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa
        yang bersifat dilutif, oleh karena itu, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada
        laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

        Berdasarkan PSAK 56, “Laba per Saham“, laba per saham dihitung dengan membagi laba yang
        dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk periode berjalan dengan total rata-rata tertimbang
        saham yang beredar dalam periode yang bersangkutan.

        Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023
        dan 2022, masing-masing sejumlah 25.000 saham (Catatan 25).

   q. Informasi Segmen

        Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat dalam menyediakan jasa (segmen
        usaha), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

        Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
        secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dialokasikan dengan dasar yang
        memadai untuk segmen tersebut.

   r.   Provisi

        Provisi diakui jika Perusahaan memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
        konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
        mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
        andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.




                                                    18
Page 25
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   r.   Provisi (lanjutan)

        Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
        estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung
        manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.

   s. Pengukuran Nilai Wajar

        Perusahaan mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang
        diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit
        penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (Fair Value Less
        Cost of Disposal atau “FVLCD”), dan piutang yang tidak dikenakan bunga pada nilai wajar.

        Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
        untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
        pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
        mengalihkan liabilitas terjadi:

        i)     Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
        ii)    Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan     untuk   aset   atau
               liabilitas tersebut.

        Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh
        Perusahaan.

        Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan
        pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
        pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

        Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
        untuk menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi
        dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
        tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

        Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
        tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati
        (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati
        (unobservable).

        Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
        dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang
        signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:

        i)     Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
               identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
        ii)    Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah
               yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara
               langsung atau tidak langsung.
        iii)   Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah
               yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik
               secara langsung atau tidak langsung.



                                                     19
Page 26
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   s. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)

        Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
        menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
        ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
        terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.

   t.   Peristiwa Setelah Tanggal Pelaporan

        Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi
        keuangan Perusahaan pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuaian), jika ada, dicerminkan
        dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang bukan peristiwa penyesuaian
        diungkapkan dalam Catatan atas laporan keuangan, jika material.


3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG MATERIAL

   Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
   manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan
   dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat
   estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah
   estimasi yang dibuat.

   Pertimbangan

   Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
   Perusahaan yang memiliki pengaruh paling material atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:

   Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

   Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
   liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi.
   Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
   Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2d.

   Sewa

   Perusahaan menerapkan PSAK 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan
   dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'Sewa Operasi'.

   Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau
   mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
   memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu
   untuk dipertukarkan dengan imbalan.

   Estimasi dan Asumsi

   Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
   pelaporan yang memiliki risiko material bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
   dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan
   asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan
   situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi
   diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
   terjadinya.


                                                 20
Page 27
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG MATERIAL (lanjutan)

   Estimasi dan Asumsi (lanjutan)

   Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha

   Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi
   didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang
   memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati
   Perusahaan secara historis. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan
   pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi
   ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah
   default di sektor usaha Perusahaan, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
   pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke
   depan dianalisa kembali.

   Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi
   dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
   taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi
   ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.

   Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan

   Penyisihan penurunan nilai persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia,
   termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
   estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi
   kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang
   diestimasi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.

   Imbalan Kerja

   Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
   oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
   lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat kecacatan, tingkat kematian dan usia
   pensiun. Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai. Penjelasan lebih
   rinci diungkapkan dalam Catatan 17.

   Penyusutan Aset Tetap

   Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method)
   berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis antara 4 - 20 tahun. Ini adalah umur secara umum
   diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian
   dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan
   karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
   Catatan 10.

   Penyusutan Aset Hak-Guna

   Biaya perolehan aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
   manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak-guna antara
   2 - 5 tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan
   menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
   mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa
   depan mungkin direvisi.




                                                  21
Page 28
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG MATERIAL (lanjutan)
   Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
   Pajak Penghasilan
   Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
   transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
   kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
   estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
   Instrumen Keuangan
   Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
   penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar
   ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat
   berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar
   aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi
   Perusahaan.
   Nilai tercatat dari aset keuangan pada nilai wajar dalam laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 2023
   dan 31 Desember 2022, diungkapkan dalam Catatan 27.

4. KAS DAN BANK
   Akun ini terdiri dari:
                                                               30 Juni 2023        31 Desember 2022
   Kas - Rupiah                                                  3.116.252.059         1.936.571.786
   Bank - Rupiah
      PT Bank Central Asia Tbk                                  24.235.860.170         7.056.004.542
      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                    11.531.928.451         3.532.833.211
      PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                638.917.451           119.630.093
      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                       511.222.780           581.261.257
      PT Bank Mega Tbk                                              53.085.343           101.133.437
      PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                 48.755.377            30.699.285
   Jumlah Kas dan Bank                                          40.136.021.631        13.358.133.611

   Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang
   dibatasi penggunaannya, dijaminkan atau ditempatkan pada pihak berelasi.

5. PIUTANG USAHA
   Piutang usaha terdiri dari:
                                                               30 Juni 2023        31 Desember 2022
   Pihak ketiga - Rupiah                                        76.313.430.200        64.223.185.808
   Dikurangi penyisihan penurunan nilai
       piutang usaha                                            (2.411.402.311 )       (2.170.386.233)
   Jumlah piutang pihak ketiga - neto                           73.902.027.889        62.052.799.575
   Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 23)                            282.663.997         1.724.724.213
   Piutang Usaha - Neto                                         74.184.691.886        63.777.523.788



                                                 22
Page 29
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

5. PIUTANG USAHA (lanjutan)

   Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
   sebagai berikut:

                                                               30 Juni 2023         31 Desember 2022
   Belum jatuh tempo                                              5.161.869.078         3.597.005.208
   Lewat jatuh tempo:
       1 - 30 hari                                              42.079.880.485         36.665.855.458
       31 - 60 hari                                             21.866.445.859         17.769.025.281
       61 - 90 hari                                              3.695.699.165          3.194.226.201
       > 90 hari                                                 3.792.199.610          4.721.797.873
   Jumlah                                                       76.596.094.197         65.947.910.021
   Dikurangi penyisihan penurunan nilai
       piutang usaha                                             (2.411.402.311 )       (2.170.386.233)
   Piutang Usaha - Neto                                         74.184.691.886         63.777.523.788


   Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                               30 Juni 2023         31 Desember 2022
   Saldo awal                                                     2.170.386.233         1.802.149.046
   Perubahan selama periode berjalan                                241.016.078           368.237.187
   Saldo akhir                                                    2.411.402.311         2.170.386.233


   Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk
   menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang usaha.


6. PIUTANG LAIN-LAIN

   Piutang lain-lain terdiri dari:

                                                               30 Juni 2023         31 Desember 2022
   Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 23)                           1.638.459.004         1.513.003.525
   Pihak ketiga - Rupiah                                            271.004.638           529.420.759
   Jumlah                                                         1.909.463.642         2.042.424.284


7. PERSEDIAAN

   Persediaan terdiri dari:

                                                               30 Juni 2023         31 Desember 2022
   Barang jadi                                                  39.219.777.684         30.618.016.759
   Lain-lain                                                       324.763.486            558.111.964
   Jumlah                                                       39.544.541.170         31.176.128.723
   Penyisihan penurunan nilai persediaan                           (238.993.597 )        (177.562.868)
   Bersih                                                       39.305.547.573         30.998.565.855


                                                 23
Page 30
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

7. PERSEDIAAN (lanjutan)

   Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:

                                                               30 Juni 2023       31 Desember 2022
   Saldo awal                                                      177.562.868          286.988.327
   Perubahan selama periode berjalan                                61.430.729         (109.425.459)
   Saldo akhir                                                     238.993.597          177.562.868


   Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk
   menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.

   Jumlah beban persediaan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
   2022, masing-masing adalah sebesar Rp 191.751.434 dan Rp 203.965.124.

   Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan tersebut tidak diasuransikan terhadap
   risiko kebakaran dan risiko lainnya.


8. BIAYA DIBAYAR DI MUKA

   Akun ini terdiri dari:

                                                               30 Juni 2023       31 Desember 2022
   Tunjangan hari raya                                            6.017.544.488                   -
   Pajak kendaraan                                                2.203.466.243       2.165.818.036
   Sewa                                                           1.435.723.312       1.234.974.600
   Asuransi                                                         508.981.724         590.475.418
   Lain-lain                                                        324.589.896         491.390.708
   Jumlah                                                       10.490.305.663        4.482.658.762



9. UANG JAMINAN PEMASOK

                                                               30 Juni 2023       31 Desember 2022
   Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 23)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                   29.502.509.568       29.529.579.568


   Uang jaminan pemasok merupakan uang jaminan atas galon isi ulang, yang diberikan kepada
   PT Sariguna Primatirta Tbk, pihak berelasi (Catatan 23).




                                                 24
Page 31
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

10. ASET TETAP

   Akun ini terdiri dari:

                                                                   30 Juni 2023

                              Saldo Awal       Penambahan          Pengurangan        Reklasifikasi       Saldo Akhir

   Harga Perolehan
   Pemilikan Langsung
   Tanah                       7.394.545.500                 -                   -                  -       7.394.545.500
   Bangunan                   11.680.940.410                 -                   -        182.650.000      11.863.590.410
   Kendaraan                  64.189.377.137    30.065.515.907         140.112.535                  -      94.114.780.509
   Peralatan kantor           14.607.934.654     1.069.916.087                   -                  -      15.677.850.741

   Sub-jumlah                 97.872.797.701    31.135.431.994         140.112.535        182.650.000     129.050.767.160

   Aset Dalam Penyelesaian
   Bangunan                    1.914.967.500      410.956.459                     -      (182.650.000 )     2.143.273.959

   Aset Sewa Pembiayaan
   Kendaraan                 131.676.551.428    13.747.379.395         108.425.909                    -   145.315.504.914

   Jumlah Harga Perolehan    231.464.316.629    45.293.767.848         248.538.444                    -   276.509.546.033

   Akumulasi Penyusutan
   Pemilikan Langsung
   Bangunan                    2.699.038.113       294.306.642                   -                    -     2.993.344.755
   Kendaraan                  27.338.437.429     4.301.172.882          42.325.674                    -    31.597.284.637
   Peralatan kantor            8.055.720.101     1.303.040.476                   -                    -     9.358.760.577

   Sub-jumlah                 38.093.195.643     5.898.520.000          42.325.674                    -    43.949.389.969

   Aset Sewa Pembiayaan
   Kendaraan                  33.257.182.752     8.509.411.492          53.083.539                    -    41.713.510.705

   Jumlah Akumulasi
      Penyusutan              71.350.378.395    14.407.931.492          95.409.213                    -    85.662.900.674

   Nilai Buku                160.113.938.234                                                              190.846.645.359


                                                                 31 Desember 2022

                              Saldo Awal       Penambahan          Pengurangan        Reklasifikasi       Saldo Akhir

   Harga Perolehan
   Pemilikan Langsung
   Tanah                       7.394.545.500                 -                    -                 -       7.394.545.500
   Bangunan                   10.795.940.410       360.000.000                    -       525.000.000      11.680.940.410
   Kendaraan                  47.392.082.130    16.797.295.007                    -                 -      64.189.377.137
   Peralatan kantor            9.830.691.599     4.777.243.055                    -                 -      14.607.934.654

   Sub-jumlah                 75.413.259.639    21.934.538.062                    -       525.000.000      97.872.797.701

   Aset Dalam Penyelesaian
   Bangunan                    1.903.943.750      536.023.750                     -      (525.000.000 )     1.914.967.500

   Aset Sewa Pembiayaan
   Kendaraan                  88.984.949.998    42.691.601.430                    -                   -   131.676.551.428

   Jumlah Harga Perolehan    166.302.153.387    65.162.163.242                    -                   -   231.464.316.629

   Akumulasi Penyusutan
   Pemilikan Langsung
   Bangunan                    2.137.303.580       561.734.533                    -                   -     2.699.038.113
   Kendaraan                  21.034.694.420     6.303.743.009                    -                   -    27.338.437.429
   Peralatan kantor            5.901.269.370     2.154.450.731                    -                   -     8.055.720.101

   Sub-jumlah                 29.073.267.370     9.019.928.273                    -                   -    38.093.195.643

   Aset Sewa Pembiayaan
   Kendaraan                  19.642.593.926    13.614.588.826                    -                   -    33.257.182.752

   Jumlah Akumulasi
      Penyusutan              48.715.861.296    22.634.517.099                    -                   -    71.350.378.395

   Nilai Buku                117.586.292.091                                                              160.113.938.234




                                                          25
Page 32
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

10. ASET TETAP (lanjutan)
   Beban penyusutan aset tetap untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
   2022, masing-masing adalah sebesar Rp 14.407.931.492 dan Rp 9.443.297.552, yang dibebankan
   sebagai berikut:
                                                                Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                      pada Tanggal 30 Juni
                                                                                           2022
                                                                    2023              (Tidak diaudit)
   Beban penjualan (Catatan 21)                                  12.810.584.374          8.226.001.536
   Beban umum dan administrasi (Catatan 22)                       1.597.347.118          1.217.296.016
   Jumlah                                                        14.407.931.492          9.443.297.552

   Rincian pelepasan aset tetap untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
   adalah sebagai berikut:
                                                                                       30 Juni 2023
   Harga perolehan                                                                         248.538.444
   Akumulasi penyusutan                                                                    (95.409.213)
   Nilai buku                                                                              153.129.231
   Harga jual                                                                              174.374.076
   Laba pelepasan aset tetap                                                                21.244.845

   Laba pelepasan aset tetap disajikan dalam “lain-lain - bersih” pada laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain interim.
   Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset tetap Perusahaan tersebut dapat
   dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai atas aset tetap tersebut.

   Persentase penyelesaian aset dalam penyelesaian sekitar 94%, dipandang dari sudut keuangan pada
   tanggal 30 Juni 2023. Estimasi penyelesaian aset dalam penyelesaian tersebut adalah pada bulan
   Desember 2023.
   Pada tanggal 30 Juni 2023, nilai perolehan aset tetap Perusahaan yang telah disusutkan penuh
   namun masih digunakan adalah sebesar Rp 9.850.787.343, yang terdiri dari kendaraan dan peralatan
   kantor.
   Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai
   sementara.
   Pada tanggal 31 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat aset tetap yang dihentikan dari
   penggunaan aktif.
   Pada tanggal 30 Juni 2023, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran
   dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar Rp 154 miliar. Manajemen
   berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas
   risiko tersebut.
   Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, beberapa aset kendaraan milik Perusahaan
   dijadikan jaminan atas utang lembaga keuangan (Catatan 15).




                                                  26
Page 33
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

10. ASET TETAP (lanjutan)

   Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan tidak memiliki uang muka pembelian aset tetap dan pada
   tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset tetap sebesar
   Rp 7.898.224.999 yang disajikan sebagai “Uang Muka Pembelian Aset Tetap” dalam laporan posisi
   keuangan.


11. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA

   Rekonsiliasi aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                                                   30 Juni 2023
                                         Saldo Awal       Penambahan       Pengurangan       Saldo Akhir
   Harga Perolehan
   Bangunan                             31.822.804.321     6.151.904.520      65.018.365    37.909.690.476
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                             17.549.002.224     5.454.072.104      65.018.365    22.938.055.963
   Nilai Buku                           14.273.802.097                                      14.971.634.513

                                                                31 Desember 2022
                                         Saldo Awal       Penambahan       Pengurangan       Saldo Akhir
   Harga Perolehan
   Bangunan                             21.814.271.308    10.008.533.013               -    31.822.804.321
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                             10.991.588.641     6.557.413.583               -    17.549.002.224
   Nilai Buku                           10.822.682.667                                      14.273.802.097


   Beban penyusutan aset hak-guna untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2023 dan 2022, masing-masing adalah sebesar Rp 5.454.072.104 dan Rp 3.278.706.791,
   yang dibebankan dalam Beban Penjualan (Catatan 21).

   Rincian aset hak-guna - neto berdasarkan sifat hubungan adalah sebagai berikut:

                                                                  30 Juni 2023       31 Desember 2022
   Pihak ketiga                                                    14.240.407.278          13.671.003.640
   Pihak berelasi (Catatan 23)                                        731.227.235             602.798.457
   Jumlah                                                          14.971.634.513          14.273.802.097


   Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                                  30 Juni 2023       31 Desember 2022
   Liabilitas sewa
   Jangka pendek                                                    2.975.757.128           4.125.363.930
   Jangka panjang                                                   2.630.820.209           2.797.784.704
   Jumlah                                                           5.606.577.337           6.923.148.634




                                                     27
Page 34
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

11. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)

   Rincian liabilitas sewa berdasarkan sifat hubungan adalah sebagai berikut:

                                                                 30 Juni 2023       31 Desember 2022
   Pihak ketiga                                                    4.800.575.464         6.659.536.311
   Pihak berelasi (Catatan 23)                                       806.001.873           263.612.323
   Jumlah                                                          5.606.577.337         6.923.148.634


   Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim adalah sebagai
   berikut:

                                                                Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                      pada Tanggal 30 Juni
                                                                                           2022
                                                                     2023             (Tidak diaudit)
   Beban penyusutan aset hak-guna (Catatan 21)                     5.454.072.104         3.278.706.791
   Bunga atas liabilitas sewa                                        727.903.653           152.785.138
   Jumlah                                                          6.181.975.757         3.431.491.929


   Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas interim adalah sebagai berikut:

                                                                Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                      pada Tanggal 30 Juni
                                                                                           2022
                                                                     2023             (Tidak diaudit)
   Jumlah kas keluar untuk:
      pembayaran liabilitas sewa                                   7.403.457.452         4.583.722.346
      pembayaran bunga                                               727.903.653           152.785.138
   Jumlah                                                          8.131.361.105         4.736.507.484


   Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:

                                                                 30 Juni 2023       31 Desember 2022
   Saldo awal                                                      6.923.148.634         6.082.060.315
   Penambahan                                                      6.151.904.520        10.008.533.013
   Pembayaran                                                     (7.403.457.452)       (9.167.444.694)
   Pemutusan kontrak                                                 (65.018.365)                    -
   Jumlah                                                          5.606.577.337         6.923.148.634




                                                  28
Page 35
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

12. UTANG USAHA

   Akun ini terdiri dari:

                                                            30 Juni 2023        31 Desember 2022
   Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 23)                     243.018.986.267       186.349.148.030
   Pihak ketiga - Rupiah                                        822.861.000                     -
   Jumlah                                                   243.841.847.267       186.349.148.030



13. PERPAJAKAN
   a. Utang Pajak
       Utang pajak terdiri dari:
                                                            30 Juni 2023        31 Desember 2022
       Pajak Penghasilan:
           Pasal 21                                             122.067.909            94.948.331
           Pasal 23                                              92.565.475            36.133.135
           Pasal 25                                              21.301.111           440.376.591
           Pasal 29                                             574.893.075                     -
           Pasal 4 ayat 2                                       110.308.700           138.025.178
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
           Keluaran - Bersih                                  3.502.306.185         2.120.815.541
       Jumlah                                                 4.423.442.455         2.830.298.776

   b. Beban Pajak Penghasilan

       Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
       penghasilan komprehensif lain interim dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk periode
       enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:

                                                            Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                  pada Tanggal 30 Juni
                                                                                      2022
                                                               2023              (Tidak diaudit)
       Laba sebelum beban pajak penghasilan
          menurut laporan laba rugi dan
          penghasilan komprehensif lain interim               7.205.626.171         9.431.989.556
       Beda temporer:
       Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan
           - bersih                                             467.103.364          (350.284.386)
       Penyisihan penurunan nilai piutang usaha                 241.016.078                     -
       Penyisihan penurunan nilai persediaan                    191.751.434           203.965.124
       Angsuran sewa pembiayaan                             (14.490.678.033 )     (12.957.521.509)
       Penyusutan aset sewa pembiayaan                        8.456.327.953         6.807.294.467
       Transaksi sewa                                           379.581.739           270.037.465




                                                   29
Page 36
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   b. Beban Pajak Penghasilan (lanjutan)

                                                             Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                   pada Tanggal 30 Juni
                                                                                       2022
                                                                 2023             (Tidak diaudit)
      Beda tetap:
      Beban pajak                                              2.504.508.235                      -
      Kesejahteraan karyawan                                               -          2.237.038.594
      Pendapatan yang telah dikenakan pajak
         penghasilan final dan lain-lain - bersih                380.305.837           318.537.058
      Taksiran penghasilan kena pajak -
         periode berjalan                                      5.335.542.778          5.961.056.369


      Sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, pajak penghasilan badan dihitung secara
      tahunan untuk Perusahaan sebagai entitas hukum yang terpisah. Laporan keuangan interim tidak
      dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan badan tahunan.

      Dalam laporan keuangan interim ini, jumlah taksiran penghasilan kena pajak untuk periode enam
      bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, didasarkan atas perhitungan sementara.
      Jumlah tersebut mungkin berbeda dari taksiran penghasilan kena pajak yang dilaporkan dalam
      Surat Pemberitahuan (“SPT”) pajak penghasilan badan.

      Beban pajak penghasilan (periode berjalan) dan perhitungan taksiran utang pajak penghasilan
      adalah sebagai berikut:

                                                             Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                   pada Tanggal 30 Juni
                                                                                       2022
                                                                 2023             (Tidak diaudit)
      Taksiran penghasilan kena pajak (dibulatkan)             5.335.542.000          5.961.056.000
      Beban pajak penghasilan - periode berjalan               1.173.819.240          1.311.432.320
      Dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka
          Pasal 22                                                 2.309.015             7.705.709
          Pasal 23                                                   265.940            29.946.671
          Pasal 25                                               596.351.210           737.983.554
      Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka                   598.926.165           775.635.934
      Taksiran utang pajak penghasilan
         - periode berjalan                                      574.893.075           535.796.386

      Taksiran klaim pajak penghasilan
         - tahun 2022                                          1.710.722.064                        -




                                                    30
Page 37
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   b. Beban Pajak Penghasilan (lanjutan)

      Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang
      berlaku dari laba sebelum beban pajak penghasilan dengan beban pajak penghasilan seperti yang
      tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim untuk periode enam
      bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:

                                                                                   Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                                         pada Tanggal 30 Juni
                                                                                                                        2022
                                                                                        2023                       (Tidak diaudit)
      Laba sebelum beban pajak penghasilan
         menurut laporan laba rugi dan
         penghasilan komprehensif lain interim                                         7.205.626.171                  9.431.989.556
      Beban pajak penghasilan dengan tarif pajak
         yang berlaku                                                               (1.585.237.587 )                 (2.075.037.621)
         Pengaruh pajak atas beda tetap:
         Beban pajak                                                                    (550.991.812 )                            -
         Penyesuaian pajak tangguhan                                                      (1.070.350 )                  327.023.072
         Kesejahteraan karyawan                                                                    -                   (492.148.491)
         Pengaruh pajak atas beda tetap:
         Pendapatan yang telah dikenakan pajak
             penghasilan final dan lain-lain - bersih                                    (83.667.284 )                  (70.078.153)
      Beban pajak penghasilan menurut laporan
         laba rugi dan penghasilan komprehensif
         lain interim                                                               (2.220.967.033 )                 (2.310.241.193)


   c. Liabilitas Pajak Tangguhan - Neto

      Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan
      komersial dan pajak adalah sebagai berikut:

                                                                              30 Juni 2023
                                                                   Dikreditkan               Dibebankan
                                                                  (Dibebankan)                pada rugi
                                          Saldo Awal              pada laba rugi           komprehensif lain            Saldo Akhir

      Estimasi liabilitas atas
            imbalan kerja karyawan         1.141.545.903              130.362.945                 (82.211.496 )            1.189.697.352
      Penyisihan penurunan nilai
            piutang usaha                   477.484.973                53.023.537                              -            530.508.510
      Penyisihan penurunan nilai
            persediaan                        39.063.832                13.514.760                             -              52.578.592
      Sewa pembiayaan                     (5.682.671.850 )          (1.327.557.018 )                           -          (7.010.228.868 )
      Transaksi sewa                         253.573.340                83.507.983                             -             337.081.323
      Lain-lain                               25.270.869                         -                             -              25.270.869

      Liabilitas pajak tangguhan - neto   (3.745.732.933 )          (1.047.147.793 )              (82.211.496 )           (4.875.092.222 )




                                                             31
Page 38
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Liabilitas Pajak Tangguhan - Neto (lanjutan)

                                                                           31 Desember 2022
                                                                   Dikreditkan           Dibebankan
                                                                  (Dibebankan)            pada rugi
                                          Saldo Awal              pada laba rugi       komprehensif lain       Saldo Akhir

      Estimasi liabilitas atas
            imbalan kerja karyawan          778.771.254               386.704.632             (23.929.983 )       1.141.545.903
      Penyisihan penurunan nilai
            piutang usaha                   396.472.792                81.012.181                          -       477.484.973
      Penyisihan penurunan nilai
            persediaan                        63.137.433               (24.073.601 )                       -         39.063.832
      Sewa pembiayaan                     (2.976.571.952 )          (2.706.099.898 )                       -     (5.682.671.850 )
      Transaksi sewa                         134.756.855               118.816.485                         -        253.573.340
      Lain-lain                               25.270.869                         -                         -         25.270.869

      Liabilitas pajak tangguhan - neto   (1.578.162.749 )          (2.143.640.201 )          (23.929.983 )      (3.745.732.933 )



   d. Administrasi

      Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan
      membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak
      (DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak
      saat terutangnya pajak.

      Pada tanggal 29 Oktober 2021, Presiden Republik Indonesia menandatangani UU No.7/2021
      tentang ”Harmonisasi Peraturan Perpajakan”, yang menerapkan, antara lain, tarif pajak
      penghasilan badan sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun 2022 (sebelumnya 20% yang
      diatur dalam Perppu No.1 Tahun 2020 tertanggal 31 Maret 2020).

      Selain itu, Pemerintah menetapkan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari semula
      10% menjadi 11% mulai tanggal 1 April 2022 dan 12% mulai tanggal 1 Januari 2025.

   e. Surat Ketetapan Pajak dan Surat Tagihan Pajak

      Pada bulan Juni 2022, Perusahaan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
      (SKPKB) dari Direktorat Jendral Pajak Kantor Pelayanan Pajak Madya Sidoarjo, atas pajak
      penghasilan pasal 21, 23, 4 ayat 2, 29 dan pajak pertambahan nilai untuk masa pajak 2017,
      masing-masing sebesar Rp 213.331.107, Rp 26.151.292, Rp 159.148.503, Rp 44.429.807 dan
      Rp 18.360.863, dicatat sebagai bagian dalam akun “Beban Umum dan Administrasi” dalam
      laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim untuk periode enam bulan yang
      berakhir pada tanggal 30 Juni 2022.

      Pada bulan Maret dan April 2023, Perusahaan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang
      Bayar (“SKPKB”) atas Pajak Penghasilan (PPh), di antaranya PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 dan
      PPh badan tahun 2018 dengan jumlah sebesar Rp 1.307.457.702. Kemudian di bulan Juni 2023,
      Perusahaan menerima SKPKB atas PPh Pasal 21 dan PPh badan tahun 2019 dengan jumlah
      sebesar Rp 1.197.050.533. Selain itu, Perusahaan juga menerima Surat Tagihan Pajak (“STP”)
      atas PPN tahun 2020, PPh Pasal 21 tahun 2019 dan PPh Pasal 25 tahun 2022 dan 2023 dengan
      jumlah sebesar Rp 343.254.580.




                                                             32
Page 39
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

14. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

   Akun ini terdiri dari:

                                                                30 Juni 2023         31 Desember 2022
   SKPKB tahun 2019                                              1.197.050.533                       -
   Asuransi BPJS karyawan                                        1.004.567.478                       -
   Bunga                                                           232.453.283             227.590.571
   Pengangkutan                                                     85.279.738             271.642.493
   Lain-lain                                                     1.326.901.255             370.995.559
   Jumlah                                                        3.846.252.287             870.228.623



15. UTANG LEMBAGA KEUANGAN

   Akun ini terdiri dari:

   a. Utang sewa pembiayaan

       Perusahaan sewa pembiayaan          Jenis Aset           30 Juni 2023          31 Desember 2022
       PT Astra Sedaya Finance             Kendaraan             54.653.946.090           56.418.457.787
       PT Hino Finance Indonesia           Kendaraan                          -               94.207.756
       Jumlah                                                    54.653.946.090           56.512.665.543
       Dikurangi bagian yang jatuh tempo
           dalam satu tahun                                      (29.972.849.695 )       (26.533.076.210)
       Bagian jangka panjang                                     24.681.096.395           29.979.589.333


       PT Astra Sedaya Finance

       Pada tanggal 24 April 2018, 27 April 2018, 4 Desember 2018 dan 5 Desember 2018, Perusahaan
       memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dari PT Astra Sedaya Finance
       dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 8.329.867.253. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki
       jangka waktu selama 48 (empat puluh delapan) bulan dan dikenakan bunga tetap per tahun
       berkisar antara 4,55% - 4,95%.

       Pada tanggal 23 Januari 2019, 1 Februari 2019, 2 Februari 2019 dan 30 September 2019,
       Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dari PT Astra
       Sedaya Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 18.202.360.000. Fasilitas
       pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 48 (empat puluh delapan) bulan dan dikenakan
       bunga tetap per tahun berkisar antara 4,68% - 5,18%.

       Pada tahun 2022, beberapa fasilitas utang sewa pembiayaan dari PT Astra Sedaya Finance telah
       dilunasi.

       Pada tanggal 25 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata
       uang Rupiah dari PT Astra Sedaya Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
       Rp 37.819.202.019. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 36 (tiga puluh
       enam) bulan dan dikenakan bunga tetap per tahun berkisar antara 3,51% - 4,15%.




                                                 33
Page 40
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

15. UTANG LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

   a. Utang sewa pembiayaan (lanjutan)

      PT Astra Sedaya Finance (lanjutan)

      Pada tanggal 21 dan 25 April 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam
      mata uang Rupiah dari PT Astra Sedaya Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
      Rp 37.682.660.040. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 36 (tiga puluh
      enam) bulan dan dikenakan bunga tetap per tahun berkisar 4,00%.

      Pada tanggal 29 April dan 2 Mei 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam
      mata uang Rupiah dari PT Astra Sedaya Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
      Rp 12.369.040.000. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 36 (tiga puluh
      enam) bulan dan dikenakan bunga tetap per tahun berkisar 3,91%.

      PT Hino Finance Indonesia

      Pada tanggal 24 Januari 2019, 18 Februari 2019, 12 April 2019, 30 April 2019 dan 3 Mei 2019,
      Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dari
      PT Hino Finance Indonesia dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 2.926.720.000.
      Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 48 (empat puluh delapan) bulan dan
      dikenakan bunga tetap per tahun berkisar 5,01%.

      Pada tahun 2023, saldo fasilitas utang sewa pembiayaan dari PT Hino Finance Indonesia telah
      dilunasi.

      Pembayaran sewa minimum masa datang sesuai perjanjian sewa pembiayaan pada tanggal
      30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

                                                             30 Juni 2023        31 Desember 2022
      Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun
         2023                                                16.845.819.144         29.978.461.706
         2024                                                29.838.520.301         25.239.160.301
         2025                                                10.888.397.441          6.289.037.441
         2026                                                 1.479.780.000                      -
      Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan              59.052.516.886         61.506.659.448
      Bunga                                                  (4.398.570.796 )       (4.993.993.905)
      Nilai tunai pembayaran minimum
          sewa pembiayaan                                    54.653.946.090         56.512.665.543
      Bagian yang jatuh tempo dalam waktu
          satu tahun                                         (29.972.849.695 )      (26.533.076.210)
      Bagian jangka panjang                                  24.681.096.395         29.979.589.333


      Utang sewa pembiayaan tersebut dijamin dengan aset tetap yang bersangkutan (Catatan 10).




                                               34
Page 41
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

15. UTANG LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

   b. Utang pembiayaan konsumen

                                                                 30 Juni 2023        31 Desember 2022
       PT Toyota Astra Financial Services                        20.767.402.508          13.339.791.707
       Dikurangi bagian yang jatuh tempo
           dalam waktu satu tahun                                 (8.496.701.735 )       (6.033.156.792)
       Bagian jangka panjang                                     12.270.700.773           7.306.634.915


       Utang pembiayaan konsumen tersebut dijamin dengan aset tetap yang bersangkutan
       (Catatan 10).


16. UANG JAMINAN PELANGGAN

   Uang jaminan pelanggan terdiri dari:

                                                                 30 Juni 2023        31 Desember 2022
   Pihak ketiga - Rupiah
   Lokal                                                         21.038.808.580          19.092.281.237


   Uang jaminan pelanggan merupakan uang jaminan atas galon isi ulang.


17. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

   Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 Juni 2023 dan
   31 Desember 2022, berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh KKA Riana dan Rekan,
   aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal 16 Agustus 2023 dan 17 April 2023, dengan
   menggunakan metode “Projected Unit Credit”.

   Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                 30 Juni 2023        31 Desember 2022
   Tingkat diskonto (per tahun)                                           6,75%                  7,25%
   Tingkat kenaikan gaji tahunan                                          6,00%                  6,00%
   Usia pensiun (tahun)                                                       60                     60
   Tabel mortalitas                                                       TMI IV                 TMI IV
   Tingkat kecacatan                                              5% dari tingkat        5% dari tingkat
                                                                      mortalitas             mortalitas

   Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas
   atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 30 Juni 2023 dan
   31 Desember 2022, dan beban imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi dan
   penghasilan komprehensif lain untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
   dan 2022, adalah sebagai berikut:




                                                  35
Page 42
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

17. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)

   a. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan

                                                                 30 Juni 2023        31 Desember 2022
      Nilai kini liabilitas imbalan kerja                          5.407.715.238          5.188.845.013
      Nilai bersih liabilitas yang diakui dalam
          laporan posisi keuangan                                  5.407.715.238          5.188.845.013


   b. Beban imbalan kerja karyawan

                                                                Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                      pada Tanggal 30 Juni
                                                                                            2022
                                                                    2023               (Tidak diaudit)
      Biaya jasa
          Biaya jasa kini                                           289.859.454             216.588.456
          Biaya jasa sebelumnya                                               -            (340.778.551)
      Biaya bunga                                                   177.243.910             102.063.499
      Penyesuaian atas perubahan
          metode pengatribusian                                                 -          (328.157.791)
      Beban yang diakui pada periode berjalan                       467.103.364            (350.284.387)


   c. Mutasi nilai bersih atas liabilitas imbalan kerja karyawan

                                                                 30 Juni 2023        31 Desember 2022
      Saldo awal liabilitas bersih                                 5.188.845.013          3.539.869.336
      Efek mutasi karyawan                                           125.455.479          1.513.003.525
      Beban imbalan kerja karyawan
          periode berjalan                                           467.103.364            244.744.802
      Laba komprehensif lain                                        (373.688.618 )         (108.772.650)
      Saldo akhir liabilitas bersih                                5.407.715.238          5.188.845.013


   Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan
   yang berlaku.

   Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan
   variabel lain dianggap tetap, terhadap liabilitas imbalan pascakerja dan biaya jasa kini pada tanggal
   30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:

                                                                 30 Juni 2023        31 Desember 2022
   Kenaikan suku bunga dalam 1 poin persentase
      Liabilitas imbalan pascakerja                                4.920.774.497          4.710.523.089
      Biaya jasa kini                                                261.605.628            507.601.268

   Penurunan suku bunga dalam 1 poin persentase
      Liabilitas imbalan pascakerja                                5.958.533.839          5.731.634.563
      Biaya jasa kini                                                322.247.687            630.415.933


                                                  36
Page 43
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

18. MODAL SAHAM

   Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
   sebagai berikut:

                                                                    Persentase
   Pemegang Saham                             Jumlah Saham          Kepemilikan          Jumlah
   PT Tancorp Global Sentosa                           23.900             95,60%       23.900.000.000
   Belinda Natalia                                      1.100              4,40%        1.100.000.000
   Jumlah                                              25.000             100,00%      25.000.000.000


   Pengelolaan Modal

   Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal
   yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

   Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk
   menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai
   dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan
   permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum
   Pemegang Saham (RUPS) tahunan berikutnya.

   Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan
   kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
   menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
   mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak terdapat perubahan atas tujuan,
   kebijakan maupun proses dalam manajemen modal untuk periode enam bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

   Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan
   akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan
   menggunakan debt to equity ratio dan gearing ratio.


19. PENJUALAN BERSIH

   Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:

                                                                Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                      pada Tanggal 30 Juni
                                                                                         2022
                                                                   2023             (Tidak diaudit)
   Pihak ketiga
   Air minum dalam kemasan:
     Botol                                                      509.288.797.742     366.553.426.051
     Bukan botol                                                442.364.374.684     398.510.094.766
   Lain-lain                                                     15.731.442.315      13.186.424.476
   Jumlah - Pihak ketiga                                        967.384.614.741     778.249.945.293




                                                  37
Page 44
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

19. PENJUALAN BERSIH (lanjutan)

                                                             Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                   pada Tanggal 30 Juni
                                                                                       2022
                                                                 2023             (Tidak diaudit)
   Pihak berelasi (Catatan 23)
   Air minum dalam kemasan:
     Botol                                                       333.331.817            741.452.205
     Bukan botol                                                 559.636.623          1.368.845.127
   Lain-lain                                                      68.879.350              4.381.171
   Jumlah - Pihak berelasi                                       961.847.790          2.114.678.503
   Jumlah Penjualan bersih
   Air minum dalam kemasan:
     Botol                                                   509.622.129.559       367.294.878.256
     Bukan botol                                             442.924.011.307       399.878.939.893
   Lain-lain                                                  15.800.321.665        13.190.805.647
   Jumlah                                                    968.346.462.531       780.364.623.796


   Jumlah penjualan sebesar 0,10% dan 0,27%, masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir
   pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 23).

   Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, tidak terdapat
   penjualan kepada pihak ketiga dengan jumlah penjualan melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih.


20. BEBAN POKOK PENJUALAN

   Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:

                                                             Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                   pada Tanggal 30 Juni
                                                                                       2022
                                                                 2023             (Tidak diaudit)
   Persediaan awal (Catatan 7)                                31.176.128.723        20.048.853.101
   Pembelian                                                 751.188.872.028       639.469.057.201
   Barang tersedia untuk dijual                              782.365.000.751       659.517.910.302
   Persediaan akhir (Catatan 7)                              (39.544.541.170 )     (29.686.313.253)
   Beban pokok penjualan                                     742.820.459.581       629.831.597.049


   Jumlah pembelian sebesar 99,16% dan 100,00%, masing-masing untuk periode enam bulan yang
   berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 23).




                                                 38
Page 45
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

21. BEBAN PENJUALAN

   Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:

                                                                 Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                       pada Tanggal 30 Juni
                                                                                        2022
                                                                    2023           (Tidak diaudit)
   Distribusi dan bahan bakar (Catatan 24)                   110.556.551.850         76.583.308.467
   Gaji, upah dan tunjangan karyawan                          42.653.443.299         27.601.615.179
   Promosi                                                    15.194.394.646          5.801.284.386
   Penyusutan aset tetap (Catatan 10)                         12.810.584.374          8.226.001.536
   Penyusutan aset hak-guna (Catatan 11 dan 23)                5.454.072.104          3.278.706.791
   Perbaikan dan pemeliharaan                                  4.689.786.840          2.850.749.603
   Sewa (Catatan 23 dan 24)                                    1.583.053.800          1.104.874.250
   Imbalan kerja karyawan (Catatan 17)                           467.103.364           (350.284.387)
   Lain-lain                                                   4.162.273.813          3.230.509.049
   Jumlah                                                    197.571.264.090        128.326.764.874



22. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                                 Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                       pada Tanggal 30 Juni
                                                                                        2022
                                                                    2023           (Tidak diaudit)
   Jasa manajemen (Catatan 24)                                    2.649.023.112       1.860.296.632
   Pajak                                                          2.523.824.259          21.702.972
   Keperluan kantor                                               2.376.392.222       1.816.113.354
   Penyusutan aset tetap (Catatan 10)                             1.597.347.118       1.217.296.016
   Transportasi dan bahan bakar                                   1.596.318.190         975.688.564
   Perjalanan dinas                                               1.429.364.546         910.384.810
   Listrik, air dan telepon                                       1.308.207.724         910.569.821
   Perbaikan dan pemeliharaan                                       908.437.216         396.455.389
   Keamanan dan kebersihan                                          536.424.503         464.404.540
   Sewa                                                             408.026.461       1.168.787.595
   Perizinan                                                         41.684.000          58.451.100
   Lain-lain                                                      1.135.456.906         757.451.002
   Jumlah                                                        16.510.506.257      10.557.601.795



23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

   Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan
   pihak-pihak berelasi.




                                                  39
Page 46
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

   Rincian saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

                                                                 30 Juni 2023        31 Desember 2022
   Piutang usaha (Catatan 5)
   PT De Vasa Indonesia                                             101.045.787            103.095.401
   PT Avia Avian Tbk                                                 90.596.700             49.003.486
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                        73.311.610          1.557.690.826
   PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk                                  6.539.250              4.972.100
   PT Tanrise Indonesia                                               6.416.700              5.286.000
   PT Voda Indonesia                                                  4.753.950              4.676.400
   Jumlah                                                           282.663.997          1.724.724.213

   Persentase terhadap jumlah aset                                        0,07%                 0,53%

   Uang jaminan pemasok (Catatan 9)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                    29.502.509.568         29.529.579.568

   Persentase terhadap jumlah aset                                        7,32%                 8,99%

   Piutang lain-lain (Catatan 6)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                     1.638.459.004          1.513.003.525

   Persentase terhadap jumlah aset                                        0,41%                 0,46%

   Aset hak-guna - neto (Catatan 11)
   PT Tanrise Jaya Indonesia                                        408.580.532             59.929.176
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                       322.646.703            542.869.281
   Jumlah                                                           731.227.235            602.798.457

   Persentase terhadap jumlah aset                                        0,18%                 0,18%


                                                                 30 Juni 2023        31 Desember 2022
   Utang usaha (Catatan 12)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                   243.018.986.267        186.349.148.030

   Persentase terhadap jumlah liabilitas                                 66,68%                63,20%

   Liabilitas sewa (Catatan 11)
   PT Tanrise Jaya Indonesia                                        662.560.306                      -
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                       143.441.567            263.612.323
   Jumlah                                                           806.001.873            263.612.323

   Persentase terhadap jumlah liabilitas                                  0,22%                 0,09%




                                                  40
Page 47
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

                                                               Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                     pada Tanggal 30 Juni
                                                                                           2022
                                                                   2023               (Tidak diaudit)
   Penjualan (Catatan 19)
   PT De Vasa Indonesia                                            326.738.946              240.984.786
   PT Tirta Kencana Tata Warna                                     221.623.315               41.486.217
   PT Avia Avian Tbk                                               218.386.610              219.110.577
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                      122.118.018            1.560.120.273
   PT Voda Indonesia                                                27.368.108               27.788.804
   PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk                                24.657.207               24.588.747
   PT Tanrise Indonesia                                             20.955.586                  599.099
   Jumlah                                                          961.847.790            2.114.678.503

   Persentase terhadap jumlah penjualan                                   0,10%                       0,27%

   Pembelian (Catatan 20)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                  744.886.548.832         639.469.057.201

   Persentase terhadap jumlah pembelian                                 99,16%                  100,00%

   Beban sewa (Catatan 22)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                      337.500.000              339.166.667

   Persentase terhadap jumlah beban penjualan                             0,17%                       0,26%

   Penyusutan aset hak-guna (Catatan 22)
   PT Tanrise Jaya Indonesia                                       249.925.144              229.165.562
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                      220.222.578              210.792.311
   PT Berkat Sukses Makmur Sentosa                                           -               51.474.183
   PT Solaris Indonesia                                                      -               30.330.182
   Jumlah                                                          470.147.722              521.762.238

   Persentase terhadap jumlah beban umum
      dan administrasi                                                    2,85%                       4,94%


   Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

            Pihak-pihak berelasi              Sifat hubungan                       Jenis transaksi
   PT Sariguna Primatirta Tbk          Entitas sepengendali                Transaksi usaha dan sewa
   PT Avia Avian Tbk                   Entitas sepengendali                Transaksi usaha
   PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk   Entitas sepengendali                Transaksi usaha
   PT Voda Indonesia                   Entitas sepengendali                Transaksi usaha
   PT De Vasa Indonesia                Entitas sepengendali                Transaksi usaha
   PT Tanrise Indonesia                Entitas sepengendali                Transaksi usaha
   PT Tirta Kencana Tata Warna         Entitas sepengendali                Transaksi usaha
   PT Tanrise Jaya Indonesia           Entitas sepengendali                Transaksi sewa
   PT Berkat Sukses Makmur Sentosa     Entitas sepengendali                Transaksi sewa
   PT Solaris Indonesia                Entitas sepengendali                Transaksi sewa




                                                   41
Page 48
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

   Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang disepakati
   kedua belah pihak yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
   tidak berelasi.

   Manajemen kunci Perusahaan terdiri dari semua anggota komisaris dan direksi.

   Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, jumlah beban
   yang diakui Perusahaan sehubungan dengan kompensasi bruto bagi manajemen kunci Perusahaan
   adalah sebagai berikut:
                                                                Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                      pada Tanggal 30 Juni
                                                                                         2022
                                                                   2023             (Tidak diaudit)
   Imbalan kerja jangka pendek (dalam jutaan Rupiah)                       945                     945

   Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama periode pelaporan
   sehubungan dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.

24. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING

   Perjanjian distribusi

   PT Sariguna Primatirta Tbk (“SGP”) (pihak berelasi)

   Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan SGP untuk mendistribusikan dan menjual
   produk SGP. Perjanjian ini memiliki jangka waktu selama 1 (satu) tahun dan dengan sendirinya dapat
   diperpanjang setiap tahun kecuali bila diakhiri oleh salah satu pihak dengan pemberitahuan 3 (tiga)
   bulan di muka sebelum tanggal berakhirnya perjanjian. Sesuai perjanjian, Perusahaan tidak
   diperkenankan untuk menjual produk SGP di luar wilayah yang telah disepakati, tanpa adanya
   persetujuan tertulis terlebih dahulu dari SGP.

   PT Belitang Panen Raya (“BPR”) (pihak ketiga)

   Pada tanggal 21 Desember 2022, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan BPR untuk
   menjual, memasarkan dan mendistribusikan produk BPR. Perjanjian ini memiliki jangka waktu selama
   1 (satu) tahun dan berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2023 sampai dengan tanggal 31 Desember
   2023. Sesuai perjanjian, Perusahaan tidak diperkenankan untuk menjual produk BPR di luar wilayah
   yang telah disepakati, tanpa adanya persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BPR.

   Perjanjian mitra distribusi

   Pada bulan Agustus 2018, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan Koperasi Sukses
   Prima Sejahtera Jawa Timur (“KSPSJT”) (pihak ketiga) untuk melakukan distribusi penjualan
   persediaan Perusahaan. Perjanjian ini memiliki jangka waktu sampai dengan tanggal
   31 Desember 2018. Terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 31 Desember 2023.
   Sesuai perjanjian, Perusahaan akan membayarkan antara lain:
   1. Biaya pengganti upah tenaga kerja
   2. Biaya pengganti Iuran BPJS kesehatan dan ketenaga kerjaan
   3. Biaya pengganti insentif tenaga kerja
   4. Biaya jasa manajemen (management fee) sebesar 4% yang dihitung dari biaya pengganti
       upah tenaga kerja yang melaksanakan jasa distribusi.
   5. Tunjangan Hari Raya (THR), dalam hal ini diajukan terpisah setiap 1 (satu) tahun sekali.


                                                   42
Page 49
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

24. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)

   Perjanjian mitra distribusi (lanjutan)

   Jumlah biaya pengganti upah tenaga kerja, BPJS kesehatan dan ketenaga kerjaan dan iuran pensiun
   yang dibebankan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022,
   masing-masing sebesar Rp 79.591.812.108 dan Rp 57.043.610.388, yang disajikan sebagai bagian
   dari akun “Distribusi dan bahan bakar” dalam beban penjualan pada laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain interim (Catatan 21).

   Jumlah jasa manajemen yang dibebankan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp 2.649.023.112 dan Rp 1.860.296.632, disajikan
   pada akun “Jasa manajemen” pada beban umum dan administrasi pada laporan laba rugi dan
   penghasilan komprehensif lain interim (Catatan 22).

   Perjanjian sewa menyewa

   Berdasarkan perjanjian sewa menyewa yang dibuat pada tanggal 7 Februari 2022, Perusahaan
   menyewa sejumlah dispenser air minum milik PT Baja Putih (pihak ketiga) dengan masa sewa selama
   12 (dua belas) bulan dan terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 6 Februari 2024.

   Berdasarkan perjanjian sewa menyewa, Perusahaan menyewa tanah dan bangunan milik
   SGP dengan masa sewa selama 12 (dua belas) bulan dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan
   kedua belah pihak.

   Pengalihan uang jaminan pemasok

   Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan dan SGP, mengadakan kesepakatan atas pengalihan
   uang jaminan pemasok sehubungan dengan pengalihan pelanggan SGP kepada Perusahaan dengan
   data cut off per 31 Desember 2022.


25. LABA PER SAHAM

   Perhitungan laba per saham adalah sebagai berikut:

                                                                Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                      pada Tanggal 30 Juni
                                                                                         2022
                                                                   2023             (Tidak diaudit)
   Laba periode berjalan                                         4.984.659.138         7.121.748.363
   Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar                         25.000               25.000
   Laba per Saham Dasar                                                199.386               284.870



26. INFORMASI SEGMEN

   Informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen
   untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen usaha dan mengalokasikan sumber daya.




                                                 43
Page 50
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

   Segmen Usaha
                                                                         30 Juni 2023

                                              Botol            Bukan botol            Lain-lain           Jumlah

   Penjualan bersih                      509.622.129.559      442.924.011.307      15.800.321.665     968.346.462.531

   Beban pokok penjualan                 (399.998.594.056 )   (329.323.404.395 )   (13.498.461.130)   (742.820.459.581 )

   Hasil segmen (laba bruto)             109.623.535.503      113.600.606.912       2.301.860.535     225.526.002.950

   Beban penjualan tidak
        dapat dialokasikan                                                                            (197.571.264.090 )
   Beban umum dan administrasi
        tidak dapat dialokasikan                                                                       (16.510.506.257 )
   Beban keuangan                                                                                       (3.659.529.773 )
   Lain-lain - bersih                                                                                     (579.076.659 )

   Laba sebelum beban
       pajak penghasilan                                                                                 7.205.626.171

   Beban pajak penghasilan                                                                              (2.220.967.033 )

   Laba periode berjalan                                                                                 4.984.659.138

   Laba komprehensif lain
       - setelah pajak                                                                                    291.477.122

   Laba komprehensif
       periode berjalan                                                                                  5.276.136.260

   Aset Segmen
   Persediaan barang jadi                 29.353.306.131         8.902.844.359          963.627.194    39.219.777.684
   Aset tidak dapat dialokasi                                                                         363.837.764.215

   Jumlah Aset                                                                                        403.057.541.899

   Liabilitas tidak dapat dialokasikan                                                                364.468.968.984

   Jumlah Liabilitas                                                                                  364.468.968.984

   Penambahan aset tetap                                                                               45.293.767.848

   Penyusutan                                                                                          14.407.931.492


                                                                  30 Juni 2022 (Tidak diaudit)

                                              Botol            Bukan botol            Lain-lain           Jumlah

   Penjualan bersih                      367.294.878.256      399.878.939.893      13.190.805.647     780.364.623.796

   Beban pokok penjualan                 (303.837.923.068 )   (314.934.280.890 )   (11.059.393.091)   (629.831.597.049 )

   Hasil segmen (laba bruto)              63.456.955.188       84.944.659.003        2.131.412.556    150.533.026.747

   Beban penjualan tidak
        dapat dialokasikan                                                                            (128.326.764.874 )
   Beban umum dan administrasi
        tidak dapat dialokasikan                                                                       (10.557.601.795 )
   Beban keuangan                                                                                       (2.219.838.222 )
   Lain-lain - bersih                                                                                        3.167.700




                                                      44
Page 51
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

   Segmen Usaha (lanjutan)

                                                            30 Juni 2022 (Tidak diaudit)

                                            Botol         Bukan botol           Lain-lain         Jumlah

   Laba sebelum beban
       pajak penghasilan                                                                          9.431.989.556

   Beban pajak penghasilan                                                                       (2.310.241.193 )

   Laba periode berjalan                                                                          7.121.748.363

   Rugi komprehensif lain
       - setelah pajak                                                                              (92.858.155 )

   Laba komprehensif
       periode berjalan                                                                           7.028.890.208

   Aset Segmen
   Persediaan barang jadi                21.151.458.454    7.934.510.950                    -    29.085.969.404
   Aset tidak dapat dialokasi                                                                   258.840.805.381

   Jumlah Aset                                                                                  287.926.774.785

   Liabilitas tidak dapat
        dialokasikan                                                                            250.584.088.021

   Jumlah Liabilitas                                                                            250.584.088.021

   Penambahan aset tetap                                                                          2.769.299.548

   Penyusutan                                                                                     9.443.297.552




27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO

   Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko pasar (termasuk risiko tingkat bunga)
   dan risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dimaksudkan untuk
   mengurangi dampak keuangan dari fluktuasi tingkat bunga serta meminimalisir potensi kerugian yang
   dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.

   Faktor-faktor Risiko Keuangan

   a. Risiko Pasar

        •    Risiko Tingkat Bunga

             Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan
             berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan
             tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.

             Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga dan
             senantiasa menjaga komposisi pendanaan dengan sesuai kebutuhan untuk mengelola risiko
             suku bunga.




                                                    45
Page 52
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)

   Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)

   b. Risiko Kredit

        Perusahaan tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan memiliki
        kebijakan untuk memastikan keseluruhan penyerahan barang dagangan dilakukan kepada
        pelanggan dengan reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan senantiasa
        melakukan penelaahan berkala atas kredit pelanggan yang ada.

   c.   Risiko Likuiditas

        Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan bank yang memadai
        untuk memenuhi kebutuhan modal operasional.

        Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana
        kas dan bank yang memadai dan ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.
        Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan
        likuiditas Perusahaan berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan
        pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang
        dianggap perlu.

   Nilai Wajar Instrumen Keuangan

   Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan
   posisi keuangan tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2023
                                                               Nilai tercatat           Nilai wajar
   Aset Keuangan Lancar
   Kas dan bank                                                40.136.021.631         40.136.021.631
   Piutang usaha - neto                                        74.184.691.886         74.184.691.886
   Piutang lain-lain                                            1.909.463.642          1.909.463.642
   Jumlah aset keuangan lancar                                116.230.177.159       116.230.177.159
   Aset Keuangan Tidak Lancar
   Uang jaminan pemasok                                        29.502.509.568         29.502.509.568
   Jumlah Aset Keuangan                                       145.732.686.727       145.732.686.727

   Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
   Utang usaha                                                243.841.847.267       243.841.847.267
   Biaya masih harus dibayar                                    3.846.252.287         3.846.252.287
   Utang lain-lain                                                  7.885.000             7.885.000
   Utang jangka panjang yang jatuh tempo
       dalam waktu satu tahun
       Utang sewa pembiayaan                                   29.972.849.695         29.972.849.695
       Utang pembiayaan konsumen                                8.496.701.735          8.496.701.735
       Liabilitas sewa                                          2.975.757.128          2.975.757.128
   Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek                   289.141.293.112       289.141.293.112




                                                 46
Page 53
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)

   Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

                                                           30 Juni 2023 (lanjutan)
                                                       Nilai tercatat        Nilai wajar
   Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
   Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
       yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
       Utang sewa pembiayaan                           24.681.096.395       24.681.096.395
       Utang pembiayaan konsumen                       12.270.700.773       12.270.700.773
       Liabilitas sewa                                  2.630.820.209        2.630.820.209
   Uang jaminan pelanggan - Pihak ketiga               21.038.808.580       21.038.808.580
   Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang           60.621.425.957       60.621.425.957
   Jumlah Liabilitas Keuangan                         349.762.719.069      349.762.719.069


                                                              31 Desember 2022
                                                       Nilai tercatat        Nilai wajar
   Aset Keuangan Lancar
   Kas dan bank                                        13.358.133.611       13.358.133.611
   Piutang usaha                                       63.777.523.788       63.777.523.788
   Piutang lain-lain                                    2.042.424.284        2.042.424.284
   Jumlah aset keuangan lancar                         79.178.081.683       79.178.081.683
   Aset Keuangan Tidak Lancar
   Uang jaminan pemasok                                29.529.579.568       29.529.579.568
   Jumlah Aset Keuangan                               108.707.661.251      108.707.661.251

   Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
   Utang usaha - Pihak berelasi                       186.349.148.030      186.349.148.030
   Biaya masih harus dibayar                              870.228.623          870.228.623
   Utang lain-lain                                         20.996.111           20.996.111
   Utang jangka panjang yang jatuh tempo
       dalam waktu satu tahun
       Utang sewa pembiayaan                           26.533.076.210       26.533.076.210
       Utang pembiayaan konsumen                        6.033.156.792        6.033.156.792
       Liabilitas sewa                                  4.125.363.930        4.125.363.930
   Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek           223.931.969.696      223.931.969.696
   Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
   Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
       yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
       Utang sewa pembiayaan                           29.979.589.333       29.979.589.333
       Utang pembiayaan konsumen                        7.306.634.915        7.306.634.915
       Liabilitas sewa                                  2.797.784.704        2.797.784.704
   Uang jaminan pelanggan - Pihak ketiga               19.092.281.237       19.092.281.237
   Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang           59.176.290.189       59.176.290.189
   Jumlah Liabilitas Keuangan                         283.108.259.885      283.108.259.885


                                                 47
Page 54
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)

   Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

   Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut
   dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan
   bukan merupakan pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi.

   Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
   disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
   atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.

   Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
   instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

   Nilai tercatat dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, biaya masih harus
   dibayar, utang lain-lain, utang sewa pembiayaan, utang pembiayaan konsumen dan liabilitas sewa
   jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun mendekati nilai wajarnya karena bersifat
   jangka pendek.

   Jumlah tercatat dari utang sewa pembiayaan, utang pembiayaan konsumen dan liabilitas sewa jangka
   panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dengan suku bunga
   tetap, mendekati nilai wajarnya karena selalu dinilai ulang secara berkala.

   Uang jaminan pemasok dan uang jaminan pelanggan dicatat sebesar biaya perolehan yang
   diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.


28. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS

   a. Aktivitas non-kas

                                                                                   Periode Enam Bulan yang Berakhir
                                                                                         pada Tanggal 30 Juni
                                                                                                                           2022
                                                                                         2023                         (Tidak diaudit)
       Perolehan aset tetap melalui
          utang sewa pembiayaan                                                     12.369.040.000                                        -
       Perolehan aset tetap melalui
          utang pembiayaan konsumen                                                 11.895.960.000                                        -
       Perolehan aset tetap melalui
          uang muka pembelian aset tetap                                              7.898.224.999                                       -
       Perolehan aset hak-guna melalui
          liabilitas sewa                                                             6.151.904.520                      5.004.266.506

   b. Rekonsiliasi utang neto
                                                                             30 Juni 2023

                                   1 Januari 2023      Arus kas           Pemutusan kontrak      Transaksi non-kas         30 Juni 2023

       Utang sewa pembiayaan         56.512.665.543   (14.227.759.453 )                    -         12.369.040.000           54.653.946.090
       Utang pembiayaan konsumen     13.339.791.707    (4.468.349.199 )                    -         11.895.960.000           20.767.402.508
       Liabilitas sewa                6.923.148.634    (7.403.457.452 )          (65.018.365 )        6.151.904.520            5.606.577.337




                                                               48
Page 55
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

28. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS (lanjutan)

   b. Rekonsiliasi utang neto (lanjutan)
                                                                             31 Desember 2022

                                   1 Januari 2022        Arus kas           Pemutusan kontrak   Transaksi non-kas    31 Desember 2022

       Utang sewa pembiayaan           44.476.907.948   (25.646.902.445 )                   -       37.682.660.040        56.512.665.543
       Utang pembiayaan konsumen        7.309.171.138    (8.178.579.410 )                   -       14.209.199.979        13.339.791.707
       Liabilitas sewa                  6.082.060.315    (9.167.444.694 )                   -       10.008.533.013         6.923.148.634



29. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF

   Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan interim
   Perusahaan namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk
   menerapkan standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan pada saat efektif.

   Berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025

   -   PSAK 74 “Kontak Asuransi”.

   -   Amendemen PSAK 74 "Kontrak Asuransi" tentang penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71 -
       informasi komparatif.

   Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan interim, dampak dari penerapan amendemen
   atas PSAK terhadap laporan keuangan interim tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen.


30. PERISTIWA PENTING SETELAH PERIODE PELAPORAN

   Perubahan Susunan Aggota Dewan Komisaris dan Direksi

   Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 22, tanggal 31 Juli 2023
   yang dibuat dihadapan Happy Herawati Chandra, S.H., Notaris di Sidoarjo yang isinya mengenai
   persetujuan perubahan susunan pengurus Perusahaan.

   Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan menjadi:

   Dewan Komisaris
   Komisaris Utama                 :    Sanderawati Joesoef
   Komisaris                       :    Belinda Natalia

   Dewan Direksi
   Direktur Utama                  :    Melisa Patricia
   Direktur                        :    Toto Sucartono
   Direktur                        :    Lukas Setio Wongso Wong

   Perubahan ini telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia dalam Surat Penerimaan No. AHU-AH.01.09-0146646 tanggal 1 Agustus 2023.


31. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN

   Sehubungan dengan penelaahan Otoritas Jasa Keuangan, Perusahaan telah menerbitkan kembali
   laporan keuangan tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode enam bulan yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (tidak diaudit), disertai dengan beberapa
   tambahan pengungkapan dan perubahan lainnya (pada Catatan 1a, 2a, 2i, 2p, 2q, 7, 10, 19, 23 dan
   26 atas Laporan Keuangan).



                                                                 49

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.72 MB
Published23 Nov 2023
Pages55
Characters172,166
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 10200 ms 12 Sep 2026 21:53
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result