Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
Laporan Keuangan
Beserta Laporan Auditor Independen
Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Page 2
DAFTAR ISI
Halaman
Surat pernyataan direksi
Laporan auditor independen
Laporan posisi keuangan 1-3
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 4
Laporan perubahan ekuitas 5
Laporan arus kas 6-7
Catatan atas laporan keuangan 8 - 48
Page 3
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS
LAPORAN KEUANGAN
PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2025 dan 2024
Kami yang bertanda tangan dibawah ini:
1. Nama : Irsyad Hanif
Alamat Kantor : Ruko Cibubur Times Square C1 No. 23 Jalan alternatif Cibubur (Transyogi) Jatikarya,
Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat
Alamat Domisili : Sudirman Hill Jl. Karet Pasar Baru Barat 5 No. 92 RT. 013 RW. 003 Kel. Karet Tengsin
Kec. Tanah Abang DKI Jakarta
Jabatan : Direktur Utama
Telepon : (021) 22816962
2. Nama : Dillon Sutandar
Alamat Kantor : Ruko Cibubur Times Square C1 No. 23 Jalan alternatif Cibubur (Transyogi) Jatikarya,
Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat
Alamat Domisili : Raffles Hill Blok I-5 No. 29 RT. 009 RW. 025 Desa Sukatani, Tapos Depok, Jawa barat
Jabatan : Direktur
Telepon : (021) 22816962
Menyatakan bahwa:
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk;
2. Laporan keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia;
3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk telah dimuat secara lengkap
dan benar;
b. Laporan keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk tidak mengandung informasi atau fakta material yang
tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
4. Kami bertanggung jawab atas pengendalian dalam PT Paperocks Indonesia Tbk.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Bekasi, 31 Maret 2026
Irsyad Hanif Dillon Sutandar
Direktur Utama Direktur
Page 4
JONNARDI, JAMALUDIN, SUKIMTO & REKAN
Registered Public Accountants
Head Office License No. 249/MK/SK/2025
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Laporan No. 00031/2.1524/AU.1/05/1959-1/1/lll/2026
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Paperocks Indonesia Tbk
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk ("Perusahaan"), yang
terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2025, serta laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi
kebijakan akuntansi material.
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal
yang material, posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan
dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh lnstitut
Akuntan Publik Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut
dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan
kami. Kami independen terhadap Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam
audit kami atas laporan keuangan di Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika
lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh
adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.
Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal
yang paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut
disampaikan dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam
merumuskan opini kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini
terpisah atas hal audit utama tersebut.
Head Office Perkantoran Sentra Kramat Blok A 11, JI. Kramat Raya No. 7-9, Kramat, Senen, Central Jakarta 10450- lndonesla
Phone: +62 213910600, +62 213910580
Branch Office Batam - Kepulauan Riau I Tabet-Jakarta Selatan
Page 5
JONNARDI, JAMALUDIN, SUKIMTO & REKAN
Registered Public Accountants
Head Office License No . 249/MK/SK/2025
(I 11 rl if tr~ f
•
Pengakuan pendapatan
Pendapatan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar
Rp154.882.194.364, yang terutama berasal dari penjualan produk kemasan makanan dan
minuman yang dicatat ketika kendali atas barang tersebut dialihkan ke pelanggan pada jumlah
yang mencerminkan imbalan yang diharapkan Perusahaan dapat diperoleh sebagai pertukaran
atas barang tersebut.
Pendapatan mungkin diakui secara tidak tepat untuk meningkatkan hasil usaha dan mencapai
pertumbuhan pendapatan sejalan dengan tujuan Perusahaan, sehingga meningkatkan risiko
salah saji material. Karena signifikansi keuangannya, kesalahan atas penyajian atas
pendapatan memiliki dampak substansial pada laporan keuangan secara keseluruhan dan
keputusan yang dibuat oleh para pemangku kepentingan. Oleh karena itu pengakuan
pendapatan merupakan hal audit utama bagi kami. Catatan 2m dan 23 pada laporan keuangan
terlampir menyajikan pengungkapan atas pendapatan Perusahaan.
Bagaimana Kami Merespons Hal Audit Utama:
• Kami mengevaluasi dan menguji rancangan dan efektivitas kendali utama atas proses
pendapatan;
• Kami melakukan pengujian secara uji petik atas transaksi pendapatan dengan melakukan
verifikasi ke dokumen pendukungnya untuk memastikan keterjadian atas pendapatan serta
telah diakui sesuai standar akuntansi yang berlaku dan dicatat pada periode yang tepat;
• Kami melakukan pengujian pisah batas untuk memastikan bahwa pendapatan diakui pada
periode yang tepat;
• Kami juga mengevaluasi kepatutan dan kecukupan penyajian dan pengungkapan yang
relevan dalam catatan atas laporan keuangan terlampir.
Hal Lain
Laporan keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan laporan audit
No. 00016/3.0301/AU.1/05/1752-1/1/lll/2025 yang menyatakan opini tanpa modifikasian atas
laporan keuangan tersebut tanggal 17 Maret 2025.
lnformasi Lain
Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. lnformasi lain terdiri dari informasi yang
tercantum dalam Laporan Tahunan, tetapi tidak termasuk laporan keuangan dan laporan auditor
kami. Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini.
Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami
tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun atas informasi lain tersebut.
Head Office Perkantoran Sentra Kramat Blok A 11, JI. Kramat Raya No. 7-9, Kramat, Senen, Central Jakarta l 0450- lndonesla
Phone: +62 213910 600, +62 213910 580
Branch Office Batam - Ke p ulauan Riau I Tebet- Jakart a Selatan
Page 6
JONNARDI, JAMALUDIN, SUKIMTO & REKAN
Reg i stered Public Accountants
Head Office License No. 249/MK/SK/2025
,u 1rfittr,
•
~t
Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk
membaca informasi lain yang teridentifikasi di atas, ketika tersedia, dalam melaksanakannya,
mempertimbangkan apakah informasi lain mengandung ketidakkonsistenan material dengan
laporan keuangan atau pemahaman yang kami peroleh selama audit, atau mengandung
kesalahan penyajian material.
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu
kesalahan penyajian material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal
tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan tepat
yang akan dilakukan berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh lnstitut Akuntan Publik
Indonesia
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola
terhadap Laporan Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian
internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan
keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk rnenilai
kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan,
sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan
menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk
melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis
selain melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses
pelaporan keuangan Perusahaan.
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan
secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini
kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan
suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu
mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara
individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi
keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut
Head Office Perkantoran Sentra Kramat Blok A 11. JI. Kram at Raya No. 7-9, Kram at. Senen, Central Jakarta 10450- lndonesla
Phone:+622 1 3910600.+62213910580
Branch Office Batam - Kepulauan Riau I Tebet - Jakarta Selatan
Page 7
JONNARDI, JAMALUDIN, SUKIMTO & REKAN
Registered Public Accountants
Head Office License No. 249/MK/SK/2025
(! 11 rl if try~f
•
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan
profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama auctit. Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan,
baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan
prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang
cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya
kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang
disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan,
penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal.
• Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit
untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk
tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan.
• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi
akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
• Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh
manajemen dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu
ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyeoabkan
keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan
usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami
diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait
dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus
menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada
bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau
kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan
kelangsungan usaha.
• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa
yang mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
• Memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait informasi keuangan entitas atau aktivitas
bisnis dalam Perusahaan untuk menyatakan opini atas laporan keuangan. Kami
bertanggung jawab atas arahan, supervisi, dan pelaksanaan audit Perusahaan. Kami tetap
bertanggung jawab sepenuhnya atas opini audit kami.
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai,
antara lain, ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan,
termasuk setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami
selama audit.
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan
mengomunikasikan seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara · wajar
berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, pengamanan terkait.
Head Office Perkantoran Sentra Kramat Blok A 11, JI. Kramat Raya No. 7-9. Kramat, Senen, Central Jakarta l 0450- Indonesia
Phone: +62 21 3910 600, +62 21 3910 580
Branch Office Batam - Kepulauan Riau I Tebet-Jakarta Selatan
Page 8
JONNARDI, JAMALUDIN, SUKIMTO & REKAN
Registered Public Accountants
Head Office License No . 249/MK/SK/2025
a1uiittr, ~t
•
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami
menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode
kini dan oleh karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam
laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik
tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan
bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi
merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi
manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.
rdi, Jamaludin, Sukimto & Rekan
Registrasi Al<untan Publik No. AP.1959
Jakarta, 31 Maret 2026
Head Office Perkantoran Sentra Kramat Blok A 11. JI. Kramat Raya No. 7-9, Kramat, Senen, Central Jakarta 10450- lndonesla
Phone: +62 2 1 3910 600, +62 21 3910 580
Branch Office Batam-Kepulauan Riau I Tabet -Jakarta Selatan
Page 9
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 4 8.760.520.250 2.826.287.141
Deposito berjangka 5 23.667.500.000 33.667.500.000
Piutang usaha 6
Pihak ketiga 21.350.806.113 26.215.585.695
Pihak berelasi 31 - 390.257.304
Persediaan 7 8.665.540.225 8.937.826.163
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 8 438.676.013 264.188.737
Pajak dibayar dimuka 12a 48.126.275 1.373.659.980
Total Aset Lancar 62.931.168.876 73.675.305.020
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 9 45.522.728.813 33.213.809.618
Aset hak-guna 10 146.485.014 192.743.571
Aset pajak tangguhan 12d 576.924.565 674.211.428
Uang jaminan 11 12.500.000.000 13.500.000.000
Total Aset Tidak Lancar 58.746.138.392 47.580.764.617
TOTAL ASET 121.677.307.268 121.256.069.637
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 10
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 15a 33.621 424.781
Utang usaha 13
Pihak ketiga 6.382.732.055 5.741.227.599
Pihak berelasi 31 2.408.331.568 10.274.329.876
Beban akrual 158.131.933 512.495.681
Utang pajak 12b 314.019.742 2.240.343.626
Uang muka pelanggan 14 281.263.214 29.263.214
Utang jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang bank 15b 2.601.044.860 1.394.966.584
Pembiayaan konsumen 16 136.633.219 244.259.913
Liabilitas sewa 17 19.288.257 8.440.443
Total Liabilitas Jangka Pendek 12.301.478.469 20.445.751.717
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Utang bank 15b 10.067.789.139 3.487.500.000
Pembiayaan konsumen 16 157.299.435 293.932.654
Liabilitas sewa 17 131.292.283 131.292.283
Liabilitas imbalan kerja karyawan 18 1.839.315.691 1.565.178.840
Total Liabilitas Jangka Panjang 12.195.696.548 5.477.903.777
Total Liabilitas 24.497.175.017 25.923.655.494
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 11
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2025 31 Desember 2024
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp50 per saham
Modal dasar - 2.000.000 lembar
Modal ditempatkan dan disetor -
1.075.027.288 lembar saham 19 53.751.364.400 53.751.364.400
Tambahan modal disetor 20 24.440.201.533 24.440.201.533
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 160.000.000 120.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 12.653.841.083 10.855.824.175
Surplus revaluasi 6.244.865.000 6.244.865.000
Rugi komprehensif lain (70.139.765) (79.840.965)
Total Ekuitas 97.180.132.251 95.332.414.143
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 121.677.307.268 121.256.069.637
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 12
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
PENJUALAN 23 154.882.194.364 147.652.702.130
BEBAN POKOK PENJUALAN 24 (131.161.550.441) (123.973.878.795)
LABA BRUTO 23.720.643.923 23.678.823.335
Beban penjualan 25 (6.003.740.257) (6.533.737.040)
Beban umum dan administrasi 26 (13.121.708.496) (11.609.035.684)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 27 (135.898.504) 24.305.830
Penghasilan keuangan 28 849.376.069 975.994.418
Beban keuangan 29 (1.167.825.942) (638.698.550)
LABA SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN 4.140.846.793 5.897.652.309
Beban pajak penghasilan - neto 12c (1.177.405.384) (1.395.813.109)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 2.963.441.409 4.501.839.200
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Pengukuran kembali atas
liabilitas imbalan kerja 18 12.437.436 39.051.629
Beban pajak terkait 12d (2.736.236) (8.591.358)
Total Penghasilan Komprehensif Lain 9.701.200 30.460.271
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 2.973.142.609 4.532.299.471
Laba per Saham Dasar 30 2,76 4,95
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 13
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Modal Saham Tambahan Saldo Laba
Ditempatkan dan Modal Ditentukan Belum Ditentukan Rugi Surplus
Disetor Penuh Disetor Penggunaannya Penggunaannya Komprehensif Lain Revaluasi Total Ekuitas
Saldo 1 Januari 2024 53.750.000.000 24.436.108.333 80.000.000 6.393.984.975 (110.301.236) 6.244.865.000 90.794.657.072
Setoran modal dari
pelaksanaan waran 1.364.400 4.093.200 - - - - 5.457.600
Pembentukan cadangan umum
(Catatan 21) - - 40.000.000 (40.000.000) - - -
Laba neto tahun berjalan - - - 4.501.839.200 - - 4.501.839.200
Penghasilan komprehensif lain - - - - 30.460.271 - 30.460.271
Saldo 31 Desember 2024 53.751.364.400 24.440.201.533 120.000.000 10.855.824.175 (79.840.965) 6.244.865.000 95.332.414.143
Pembentukan cadangan umum
(Catatan 21) - - 40.000.000 (40.000.000) - - -
Dividen (Catatan 22) - - - (1.125.424.501) - - (1.125.424.501)
Laba neto tahun berjalan - - - 2.963.441.409 - - 2.963.441.409
Penghasilan komprehensif lain - - - - 9.701.200 - 9.701.200
Saldo 31 Desember 2025 53.751.364.400 24.440.201.533 160.000.000 12.653.841.083 (70.139.765) 6.244.865.000 97.180.132.251
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 14
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 160.389.231.250 141.065.318.725
Pembayaran ke pemasok (137.113.758.355) (120.756.318.155)
Pembayaran ke karyawan (7.853.533.335) (7.103.716.672)
Pembayaran beban operasional lainnya (10.288.581.582) (8.541.175.974)
Penerimaan penghasilan keuangan 28 849.376.069 975.994.418
Pembayaran beban keuangan 29 (1.156.978.128) (630.258.109)
Pembayaran pajak penghasilan 12 (1.641.805.524) (1.299.828.328)
Arus Kas Neto Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 3.183.950.395 3.710.015.905
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 9 (13.666.009.127) (10.461.226.428)
Penerimaan kas dari pelepasan aset tetap 9 - 97.000.000
Penurunan deposito 5 10.000.000.000 5.000.000.000
Arus Kas Neto Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (3.666.009.127) (5.364.226.428)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank 15 (2.213.632.585) (2.092.061.559)
Penerimaan utang bank 15 10.000.000.000 -
Pembayaran pembiayaan konsumen 16 (244.259.913) (243.838.927)
Pembayaran dividen 22 (1.125.424.501) -
Pembayaran liabilitas sewa 17 - (100.000.000)
Penerimaan dari pelaksanaan waran 20 - 5.457.600
Arus Kas Neto Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 6.416.683.001 (2.430.442.886)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO
KAS DAN BANK DAN CERUKAN 5.934.624.269 (4.084.653.409)
KAS DAN BANK DAN CERUKAN PADA
AWAL TAHUN 2.825.862.360 6.910.515.769
KAS DAN BANK DAN CERUKAN PADA
AKHIR TAHUN 8.760.486.629 2.825.862.360
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
6
Page 15
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kas dan bank dan cerukan terdiri dari:
Catatan 2025 2024
Kas dan bank 4 8.760.520.250 2.826.287.141
Cerukan 15a (33.621) (424.781)
Total 8.760.486.629 2.825.862.360
Informasi tambahan atas transaksi nonkas disajikan pada Catatan 35.
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
7
Page 16
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Paperocks Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta No. 65 tanggal 14 Februari
2011 yang dibuat oleh Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta Pusat. Akta Pendirian
tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-10842.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 03 Maret 2011 dan diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 62 tanggal 3 Agustus 2012, Tambahan No. 31605/2012.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta
No. 53 tanggal 29 April 2025 oleh Yulia, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, mengenai peningkatan modal
ditempatkan/ disetor. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan ini telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan surat No. AHU-AH.01.03-0119283 tanggal 2 Mei 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan saat ini
meliputi perdagangan besar barang dari kertas dan karton, angkutan bermotor untuk barang umum,
dan pergudangan dan penyimpanan. Kegiatan usaha utama yang saat ini sedang dijalankan oleh
Perusahaan adalah perdagangan kemasan makanan dan minuman.
Perusahaan berlokasi di Ruko Cibubur Times Square Blok C1 No. 23, Jl. Alternatif Cibubur (Transyogi),
RT.001/RW.010, Kel. Jatikarya, Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat 17435. Perusahaan
memulai kegiatan operasinya pada bulan Mei 2011.
Philip Sumali adalah pemegang saham pengendali Perusahaan.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 31 Juli 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan surat No. S-200/D.04/2023 untuk melakukan penawaran
umum perdana saham kepada masyarakat sebanyak 275.000.000 saham dengan nilai nominal Rp50
per saham dan harga penawaran Rp140 per saham dan 165.000.000 Waran Seri I yang menyertai
saham biasa atas nama yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum dengan harga pelaksanaan
sebesar Rp200. Pada tanggal 8 Agustus 2023, saham dan Waran Seri I tersebut telah dicatatkan pada
Bursa Efek Indonesia.
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, dan Karyawan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 26 tanggal 13 Oktober 2025 oleh Yulia, S.H.,
Notaris di Jakarta Selatan yang telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.09-0349867 tanggal
14 Oktober 2025, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024 adalah sebagai berikut:
8
Page 17
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Independen Frezi Majesty Frederick Rompas
Komisaris Utama Philip Sumali Philip Sumali
Komisaris Budi Aditya Erna Mulyanto -
Dewan Direksi
Direktur Utama Irsyad Hanif Catur Jatiwaluyo
Direktur Catur Jatiwaluyo Dillon Sutandar
Direktur Dillon Sutandar -
Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris No. 001/SK.KOM/X/2025 dan 002/SK.KOM/X/2025 tanggal
30 Oktober 2025 dan 31 Oktober 2025, susunan Komite Audit dan Komite Nominasi dan Remunerasi
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Komite Audit
Ketua Frezi Majesty Frederick Rompas
Anggota Andryana, SE Wito
Anggota Martin Sitorus Aries Murdyana
Komite Nominasi dan Remunerasi
Ketua Frezi Majesty Frederick Rompas
Anggota Khadijatul Khaira Zayatri Novlesia
Anggota Jehan Prima Winda Aryuningsih
Perusahaan memiliki karyawan tetap masing-masing sebanyak 34 dan 28 karyawan pada
31 Desember 2025 dan 2024 (tidak diaudit).
d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini yang telah
disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 31 Maret 2026.
9
Page 18
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan pada penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah, yang juga
merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
b. Amandemen pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
Standar akuntansi berikut berlaku efektif sejak 1 Januari 2025 tetapi tidak memiliki pengaruh signifikan
terhadap laporan keuangan Perusahaan:
Amendemen PSAK 221 "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing".
Amendemen PSAK 117 "Kontrak Asuransi".
Berikut ini adalah standar baru dan revisi yang telah diterbitkan serta relevan dengan Perusahaan yang
akan berlaku efektif pada tahun 2026-2027:
Amendemen PSAK 107 "Instrumen Keuangan : Pengungkapan, tentang Klasifikasi dan
Pengukuran Instrumen Keuangan".
Amendemen PSAK 109 "Instrumen Keuangan, tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan".
PSAK 118 "Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan".
Pada tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, Perusahaan sedang mempelajari dampak uang
mungkin timbul dari penerapan standar baru, amandemen dan revisi pada laporan keuangan
Perusahaan.
c. Kas dan bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan bank yang tidak digunakan sebagai jaminan dan dibatasi
penggunaannya.
d. Deposito berjangka
Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari tiga bulan disajikan sebagai “Deposito Berjangka”
dalam laporan posisi keuangan.
10
Page 19
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
e. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
Nilai realisasi neto merupakan estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi
biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
f. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka dibebankan pada laba rugi tahun berjalan sesuai masa manfaat masing-masing
biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
g. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. Setelah pengukuran awal, aset tetap
dicatat pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran
asset tetapnya kecuali untuk tanah dinyatakan sebesar nilai revaluasi. Penyusutan aset tetap selain
tanah dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis
aset, sebagai berikut
Taksiran
Masa Manfaat Persentase
Bangunan 20 Tahun 5%
Kendaraan 5 Tahun 20%
Peralatan kantor 3 - 10 Tahun 10% - 33%
Pada tahun 2022, Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas tanah didalam
pengukuran setelah pengakuan awal dari model biaya menjadi model revaluasi. Perusahaan
menetapkan untuk melakukan revaluasi maksimal 5 tahun sekali.
Tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (“HGB”)
ketika tanah diperoleh pertama kali dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena
manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat
diperbaharui/diperpanjang pada saat masa berlakunya selesai.
Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi tanah dicatat sebagai “Surplus Revaluasi”. Penurunan
nilai tercatat yang timbul dari revaluasi dicatat sebagai beban pada tahun berjalan. Apabila aset
tersebut memiliki saldo “Keuntungan Revaluasi Aset Tetap” yang disajikan sebagai “Penghasilan
Komprehensif Lain”, maka selisih penurunan nilai tercatat tersebut dibebankan terhadap “Keuntungan
Revaluasi Aset Tetap” dan sisanya diakui sebagai beban tahun berjalan.
11
Page 20
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Surplus revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada
saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang
bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset
tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap
seperti diungkapkan di atas.
Nilai sisa, masa manfaat dan metode penyusutan dikaji pada tiap akhir periode pelaporan, dan
disesuaikan secara prospektif, sesuai dengan keadaan.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya; biaya pergantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi
pada saat terjadinya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan
aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
h. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Berdasarkan PSAK 236 “Penurunan Nilai Aset”, pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menilai
apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka
Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit
penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai
pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, jumlah tercatat aset
harus diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam
laba rugi.
i. Sewa
Perusahaan melakukan penerapan PSAK 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa
sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai “sewa operasi”. Pada tanggal
insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu komponen sewa,
Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan
harga tersendiri relatif dari komponen sewa.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi:
a) Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi;
b) Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada suatu indeks atau suku bunga, yang pada
awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
c) Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual; dan
d) Harga eksekusi opsi beli dimana Perusahaan cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut,
pembayaran sewa dalam periode perpanjangan opsional jika Perusahaan cukup pasti untuk
mengeksekusi opsi perpanjangan, dan penalti untuk penghentian dini dari sewa kecuali jika
Perusahaan cukup pasti untuk tidak mengakhiri lebih dini.
12
Page 21
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna
awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas sewa
disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan estimasi biaya untuk membongkar dan
memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar atau tempat di mana aset berada,
dikurangi insentif sewa yang diterima.
Setelah tanggal permulaan, aset hak-guna diukur dengan model biaya. Aset hak-guna selanjutnya
disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih
awal antara akhir masa manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa. Selain itu, aset hak-guna secara
berkala dikurangi dengan kerugian penurunan nilai, jika ada, dan disesuaikan dengan pengukuran
kembali liabilitas sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini atas pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau, jika suku bunga
tersebut tidak dapat ditentukan, digunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan. Umumnya,
Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai suku bunga diskonto.
Liabilitas sewa diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
Liabilitas sewa diukur kembali ketika ada perubahan pembayaran sewa masa depan yang timbul dari
perubahan indeks atau suku bunga, jika ada perubahan estimasi Perusahaan atas jumlah yang
diperkirakan akan dibayar dalam jaminan nilai residual, atau jika Perusahaan mengubah penilaiannya
apakah akan mengeksekusi opsi beli, perpanjangan atau penghentian.
Ketika liabilitas sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap jumlah
tercatat aset hak-guna, atau dicatat dalam laba rugi jika jumlah tercatat aset hak-guna telah berkurang
menjadi nol.
j. Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan
Perusahaan mencatat liabilitas Imbalan pasca kerja karyawan seperti pensiun, uang pisah dan uang
penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja dan
Peraturan Pemerintah No. 35/2021. Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja
2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor
91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya Perppu ini, Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Perppu Cipta Kerja 2/2022 telah ditetapkan menjadi Undang-
Undang pada tanggal 31 Maret 2023 berdasarkan Undang Undang No. 6 Tahun 2023., PSAK 219
mensyaratkan Perusahaan menggunakan metode “Projected Unit Credit” untuk menentukan nilai kini
kewajiban imbalan pasti, biaya jasa kini terkait, dan biaya jasa lalu.
Perusahaan mengakui seluruh keuntungan atau kerugian aktuarial melalui penghasilan komprehensif
lain. Keuntungan dan kerugian aktuaria pada periode di mana keuntungan dan kerugian aktuaria
terjadi, diakui sebagai penghasilan komprehensif lain dan disajikan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
13
Page 22
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Biaya jasa lalu diakui secara langsung dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,
kecuali perubahan terhadap program pensiun tersebut mengharuskan karyawan tersebut tetap bekerja
selama periode waktu tertentu untuk mendapatkan hak tersebut (period vesting). Dalam hal ini, biaya
jasa lalu diamortisasi secara garis lurus sepanjang periode vesting. Biaya jasa kini diakui sebagai
beban periode berjalan.
Perusahaan mengakui keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program
imbalan pasti ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi. Keuntungan atau kerugian atas
kurtailmen atau penyelesaian terdiri dari perubahan yang terjadi dalam nilai kini liabilitas imbalan pasti
dan biaya jasa lalu yang belum diakui sebelumnya.
k. Laba Per Saham Dasar
Sesuai dengan PSAK 233, mengenai “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan
membagi laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa Perusahaan dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham Perusahaan yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama periode berjalan dan untuk semua
periode yang disajikan harus disesuaikan untuk kejadian selain konversi dari saham biasa potensial,
yang telah mengubah jumlah saham biasa yang beredar, tanpa perubahan sumber daya yang terkait.
Ketika Perusahaan mengeluarkan saham baru melalui pembagian saham bonus atau dividen saham
selama periode tersebut, pengaruhnya hanya meningkatkan jumlah saham yang beredar setelah
penerbitan. Tidak ada efek pada pendapatan karena tidak ada arus keluar dana sebagai akibat dari
peristiwa ini. Akibatnya, peningkatan jumlah saham yang beredar harus diperlakukan seolah-olah
terjadi pada permulaan dari periode sajian paling awal.
Dalam pemecahan saham, saham biasa diterbitkan kepada pemegang saham yang ada tanpa imbalan
tambahan. Oleh karena itu, jumlah saham biasa yang beredar meningkat tanpa disertai peningkatan
sumber daya. Jumlah saham biasa yang beredar sebelum peristiwa tersebut disesuaikan dengan
perubahan proporsional atas jumlah beredar seolah olah peristiwa tersebut terjadi pada permulaan dari
periode sajian paling awal.
l. Segmen Operasi
Perusahaan menerapkan PSAK 108 “Segmen Operasi”. Segmen adalah komponen dari Perusahaan
yang dapat dibedakan yang terlibat dalam penyediaan produk-produk tertentu (segmen usaha), atau
dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki
risiko dan manfaat yang berbeda dari segmen lainnya.
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan menerapkan PSAK 115 “Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan”. Berdasarkan PSAK
ini, pengakuan pendapatan dapat dilakukan secara bertahap sepanjang umur kontrak (sepanjang
waktu) atau pada waktu tertentu (pada suatu waktu tertentu).
14
Page 23
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Entitas mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan
mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset dialihkan ketika
(atau selama) pelanggan memperoleh pengendalian atas aset tersebut.
Pendapatan diakui sepanjang waktu, jika satu dari kriteria berikut ini terpenuhi:
1. Pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang disediakan dari
pelaksanaan entitas selama entitas melaksanakan kewajiban pelaksanaannya;
2. Pelaksanaan entitas menimbulkan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan selama
aset tersebut ditimbulkan atau ditingkatkan; atau
3. Pelaksanaan entitas tidak menimbulkan suatu aset dengan penggunaan alternatif bagi entitas dan
entitas memiliki hak atas pembayaran yang dapat dipaksakan atas pelaksanaan yang telah
diselesaikan sampai saat ini.
Jika suatu kewajiban pelaksanaan tidak memenuhi kriteria tersebut, maka entitas memenuhi kewajiban
pelaksanaan pada suatu waktu tertentu dimana pelanggan memperoleh pengendalian atas aset yang
dijanjikan dan entitas memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mempertimbangkan indikator
pengalihan pengendalian antara lain:
1. Entitas memiliki hak kini atas pembayaran aset.
2. Pelanggan memiliki hak kepemilikan legal atas aset.
3. Entitas telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset.
4. Pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset.
5. Pelanggan telah menerima aset
Beban diakui pada saat terjadinya, dengan menggunakan dasar akrual.
n. Instrumen Keuangan
Perusahaan menerapkan PSAK 109 “Instrumen Keuangan”. Perusahaan mengakui aset dan liabilitas
keuangan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan menjadi salah satu pihak
dalam ketentuan kontraktual instrumen keuangan tersebut.
1. Aset Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori berikut ini:
diukur pada biaya perolehan diamortisasi; dan
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau diukur melalui laba rugi.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Perusahaan dan persyaratan kontraktual arus kas.
a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dalam model bisnis dimiliki untuk
mendapatkan arus kas dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria “semata-mata dari
pembayaran pokok dan bunga”.
15
Page 24
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Pada pengakuan awal, piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang
signifikan, diakui sebesar harga transaksi. Aset keuangan lainnya awalnya diakui sebesar nilai
wajar dikurangi biaya transaksi yang terkait. Aset keuangan ini selanjutnya diukur sebesar
biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau
kerugian pada penghentian atau modifikasi aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi diakui pada laba rugi.
b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(i) Instrumen utang yang dikelola dengan model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual dan dimana arus
kasnya memenuhi kriteria “semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga”.
Perubahan nilai wajar aset keuangan ini dicatat pada penghasilan komprehensif lain,
kecuali pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, penghasilan bunga
(termasuk biaya transaksi menggunakan metode suku bunga efektif), keuntungan atau
kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan, serta keuntungan atau kerugian dari
selisih kurs diakui pada laba rugi.
Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian nilai wajar
kumulatif yang sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain direklasifikasi pada
laba rugi.
(ii) Investasi ekuitas dimana Perusahaan telah memilih secara takterbatalkan untuk
menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari revaluasi pada penghasilan
komprehensif lain.
Pilihan dapat didasarkan pada investasi individu, namun, tidak berlaku pada investasi
ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dari
revaluasi investasi ekuitas, termasuk komponen selisih kurs, diakui pada penghasilan
komprehensif lain. Ketika investasi ekuitas dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
kerugian nilai wajar yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain tidak
direklasifikasi pada laba rugi. Deviden diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima
pembayaran telah ditetapkan.
c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut ini, dimana dalam semua kasus, biaya
transaksi dibebankan pada laba rugi:
(i) Instrumen utang yang tidak memiliki kriteria biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya
akan dicatat pada laba rugi.
(ii) Investasi ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan atau dimana pilihan penghasilan
komprehensif lain tidak berlaku. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dan penghasilan
dividen terkait diakui pada laba rugi.
16
Page 25
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak kontraktual atas arus kas dari aset keuangan
tersebut telah berakhir atau telah ditransfer dan Perusahaan telah mentransfer secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Pada saat penghentian pengakuan aset
keuangan, selisih antara jumlah tercatat dengan imbalan yang diterima diakui dalam laba rugi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Penelaahan kerugian kredit ekspektasian masa depan diharuskan untuk: instrumen utang yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, piutang usaha yang tidak memberi hak tanpa syarat untuk menerima imbalan.
Perusahaan mengakui provisi atas kerugian penurunan nilai untuk kerugian kredit ekspektasian
atas aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Provisi atas kerugian
penurunan nilai piutang usaha diukur dengan jumlah yang sama dengan kerugian kredit
ekspektasian sepanjang umurnya. Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya adalah
kerugian kredit ekspektasian yang dihasilkan dari semua kemungkinan kejadian gagal bayar
sepanjang umur yang diharapkan dari suatu instrumen keuangan.
Ketika menentukan apakah risiko kredit dari suatu aset keuangan telah meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal dan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian, Perusahaan
mempertimbangkan informasi relevan yang wajar dan dapat dibuktikan dan tersedia tanpa biaya
atau usaha yang tidak semestinya. Ini mencakup informasi dan analisis kuantitatif dan kualitatif,
berdasarkan pengalaman historis Perusahaan dan penilaian kredit dan termasuk informasi masa
depan.
Perusahaan menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pelanggan tidak mampu membayar
kewajiban kreditnya kepada Perusahaan secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan
ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana
Perusahaan terekspos terhadap risiko kredit.
Kerugian kredit ekspektasian adalah perkiraan probabilitas-tertimbang dari kerugian kredit.
Kerugian kredit diukur sebagai nilai sekarang dari semua kekurangan penerimaan kas (yaitu
perbedaan antara arus kas terutang dari suatu entitas berdasarkan kontrak dan arus kas yang
Perusahaan harapkan untuk diterima). Kerugian kredit ekspektasian didiskontokan pada tingkat
bunga efektif dari aset keuangan tersebut.
2. Liabilitas Keuangan
Pada saat pengakuan awal, Perusahaan mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar ditambah
atau dikurangi, biaya transaksi yang terkait langsung dengan perolehan atau penerbitan liabilitas
keuangan. Perusahaan mengklasifikasikan semua liabilitas keuangannya ke dalam kategori
liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
17
Page 26
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba
rugi ketika liabilitas keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai,
dan melalui proses amortisasi.
Perusahaan mengeluarkan liabilitas keuangan dari laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika,
kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Selisih
antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang berakhir atau yang dialihkan ke pihak lain, dan
imbalan yang dibayarkan, termasuk aset nonkas yang dialihkan atau liabilitas yang ditanggung
diakui dalam laba rugi.
3. Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan dalam laporan
posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat niat untuk menyelesaikannya
secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
o. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK
224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan
keuangannya (entitas pelapor).
1) Orang atau anggota keluarga terdekatnya dikatakan memiliki relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:
a. Memiliki pengendalian ataupun pengendalian bersama terhadap entitas pelapor;
b. Memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor, atau
c. Merupakan personil manajemen kunci dari entitas pelapor ataupun entitas induk dari entitas
pelapor.
2) Suatu entitas dikatakan memiliki relasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu dari hal
berikut ini:
a. Entitas tersebut dengan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama.
b. Merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama tersebut merupakan anggota suatu Perusahaan di mana entitas adalah
anggota dari Perusahaan p tersebut).
c. Entitas tersebut dengan entitas lainnya adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
d. Satu entitas yang merupakan ventura bersama dari pihak ketiga serta entitas lain yang
merupakan entitas asosiasi dari entitas ketiga.
e. Entitas yang merupakan suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari entitas
pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah
penyelenggara program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
18
Page 27
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
angka (1) di atas.
g. Orang yang diidentifikasi dalam angka (1) (a) memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas
atau personil manajemen kunci dari entitas tersebut.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi dan telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan.
p. Perpajakan
Perusahaan menerapkan PSAK 212, mengenai “Pajak Penghasilan”, yang mengharuskan Perusahaan
untuk memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan pajak masa depan atas pemulihan di masa depan
(penyelesaian) dari jumlah tercatat aset (liabilitas) yang diakui dalam laporan posisi keuangan, dan
transaksi-transaksi serta peristiwa lain yang terjadi dalam tahun berjalan yang diakui dalam laporan
keuangan.
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset dan
liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan
komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang,
juga diakui sejauh realisasi atas manfaat pajak tersebut dimungkinkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada
tahun ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi
keuangan.
Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif
pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
manajemen untuk membuat pertimbangan dan estimasi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang
dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam
membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah
estimasi yang dibuat.
Perusahaan mendasarkan pertimbangan dan estimasinya pada parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan disusun. Situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan
pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam pertimbangan terkait
pada saat terjadinya.
19
Page 28
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Pertimbangan dan estimasi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan
akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan:
Penyusutan Aset Tetap
Manajemen Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat aset tetap berdasarkan faktor-
faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan.
Manajemen akan menyesuaikan beban penyusutan jika masa manfaatnya berbeda dari estimasi
sebelumnya atau manajemen akan menghapusbukukan atau melakukan penurunan nilai atas aset yang
secara teknis telah usang atau aset non-strategis yang dihentikan penggunaannya atau dijual.
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap adalah 3 - 20
tahun. Umur masa manfaat ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana
Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan
mungkin direvisi.
Liabilitas Imbalan Pascakerja
Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan dengan
menggunakan asumsi aktuaria. Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya bersih untuk pensiun
termasuk tingkat diskonto yang relevan. Setiap perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai
tercatat liabilitas imbalan kerja.
Asumsi penting lainnya untuk liabilitas imbalan kerja sebagian didasarkan pada kondisi pasar saat ini.
Pengukuran Nilai Wajar
Sejumlah aset dan kewajiban yang termasuk ke dalam laporan keuangan Perusahaan memerlukan
pengukuran, dan/ atau pengungkapan atas nilai wajar.
Pengukuran nilai wajar aset dan kewajiban keuangan dan non-keuangan Perusahaan memanfaatkan pasar
input dan data yang dapat diobservasi sedapat mungkin. Input yang digunakan dalam menentukan
pengukuran nilai wajar dikategorikan ke dalam level yang berbeda berdasarkan pada bagaimana input
dapat diobservasi yang digunakan dalam teknik penilaian yang digunakan (hirarki nilai wajar):
- Level 1: Harga kuotasi di pasar aktif untuk item yang serupa (tidak disesuaikan).
- Level 2: Teknik penilaian untuk input yang dapat diamati langsung atau tidak langsung selain input
level 1.
- Level 3: Teknik penilaian untuk input yang tidak dapat diobservasi (yaitu tidak berasal dari data pasar).
20
Page 29
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Klasifikasi item menjadi level di atas didasarkan pada tingkat terendah dari input yang digunakan yang
memiliki efek signifikan pada pengukuran nilai wajar item tersebut. Transfer item antar level diakui pada
periode saat terjadinya.
Hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
Perpajakan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha
normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan
terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah
yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan penyisihan pajak
tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan.
4. KAS DAN BANK
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Kas 20.000.000 15.000.000
Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 8.149.138.478 2.077.798.125
PT Bank CIMB Niaga Tbk 299.682.014 116.416.279
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 159.601.865 306.419.575
PT Bank OCBC NISP Tbk 132.097.893 310.653.162
Subtotal 8.740.520.250 2.811.287.141
Total 8.760.520.250 2.826.287.141
Seluruh kas dibank dan bank ditempatkan pada pihak ketiga.
Kas dan bank tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.
21
Page 30
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. DEPOSITO BERJANGKA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Rupiah
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 23.667.500.000 28.667.500.000
PT Bank OCBC NISP Tbk - 5.000.000.000
Total 23.667.500.000 33.667.500.000
Perusahaan memiliki deposito berjangka dengan jatuh tempo di atas tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu
tahun sejak penempatannya dengan tingkat suku bunga tahunan 3,25% - 4,00%.
Seluruh deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.
6. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
PT Bumi Citra Jaya 2.425.290.060 -
PT Fastfood Indonesia 1.823.556.381 1.420.623.423
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 1.706.577.825 7.130.075.463
PT Circleka Indonesia Utama 1.405.554.372 2.649.194.598
PT Indomarco Prismatama 1.288.020.135 3.833.851.197
PT Sriboga Marugame Indonesia 1.094.789.071 789.210.153
PT Inti Idola Anugerah 639.693.000 360.337.080
PT Aeon Indonesia 572.995.320 366.685.170
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 562.275.939 260.561.400
PT Ceria Jusindo Nusantara 537.066.840 259.967.550
PT Fumakilla Indonesia 511.586.790 534.370.650
PT Reska Multi Usaha 506.122.260 268.473.036
PT Inti Cakrawala Citra 308.884.140 743.424.442
Lain-lain (dibawah Rp500Juta) 8.170.203.319 7.800.620.872
Cadangan penurunan nilai (201.809.339) (201.809.339)
Total pihak ketiga - neto 21.350.806.113 26.215.585.695
Pihak berelasi (Catatan 31) - 390.257.304
Total 21.350.806.113 26.605.842.999
22
Page 31
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Lancar 15.967.755.785 15.282.134.300
Telah jatuh tempo:
1-30 hari 4.177.855.417 9.028.080.150
31-60 hari 1.217.349.375 1.630.250.229
61-90 hari 131.481.887 447.817.351
Lebih dari 90 hari 58.172.988 419.370.308
Subtotal 21.552.615.452 26.807.652.338
Cadangan penurunan nilai (201.809.339) (201.809.339)
Total 21.350.806.113 26.605.842.999
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 201.809.339 201.809.339
Penambahan - -
Saldo Akhir 201.809.339 201.809.339
Seluruh piutang usaha dalam mata uang Rupiah.
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan atas penurunan nilai adalah cukup untuk menutup kerugian
atas piutang usaha yang tidak tertagih.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak ada piutang usaha yang dijadikan sebagai jaminan.
7. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Cups, Bowl dan Lids 5.046.598.556 4.543.417.246
Box, Cartoon dan Wrap 2.108.756.679 2.997.522.091
Tray dan Bag 1.143.575.212 844.325.927
23
Page 32
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN (Lanjutan)
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Bottle 270.839.105 450.332.105
Stirrer 72.783.969 76.895.569
Lain-lain 22.986.704 25.333.225
Total 8.665.540.225 8.937.826.163
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, persediaan yang diakui dalam
beban pokok penjualan masing-masing adalah sebesar Rp131.161.550.441 dan Rp123.973.878.795
(Catatan 24).
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan mengasuransikan persediaan kepada
PT Asuransi Umum BCA dan PT Great Eastern General Insurance Indonesia, pihak ketiga, terhadap
semua resiko dengan total nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp4.107.970.000 dan AS$500.000
(setara dengan Rp8.081.000.000). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah
cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin dialami Perusahaan di kemudian hari.
Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan
berpendapat bahwa tidak ada penyisihan untuk persediaan usang dan tidak terdapat penurunan nilai
persediaan pada akhir tahun.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak terdapat persediaan yang dijaminkan.
8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Uang Muka
Operasional 228.043.539 138.854.940
Pembelian persediaan 87.553.889 14.050.000
Subtotal 315.597.428 152.904.940
Biaya Dibayar Dimuka
Keanggotaan 40.000.000 35.000.000
Asuransi 27.523.029 24.869.366
Lain-lain 55.555.556 51.414.431
Subtotal 123.078.585 111.283.797
Total 438.676.013 264.188.737
24
Page 33
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP
Saldo Saldo
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2025
Harga Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 22.674.577.495 - - - 22.674.577.495
Bangunan 12.557.187.575 13.042.724.811 - 310.125.000 25.910.037.386
Kendaraan 3.195.681.759 - - - 3.195.681.759
Peralatan kantor 1.256.855.137 623.284.316 - - 1.880.139.453
Aset dalam penyelesaian 310.125.000 - - (310.125.000) -
Total Harga Perolehan 39.994.426.966 13.666.009.127 - 53.660.436.093
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 3.822.701.363 794.770.001 - - 4.617.471.364
Kendaraan 1.962.617.073 160.502.783 - - 2.123.119.856
Peralatan kantor 995.298.912 401.817.148 - - 1.397.116.060
Total Akumulasi Penyusutan 6.780.617.348 1.357.089.932 - - 8.137.707.280
Nilai Buku Neto 33.213.809.618 45.522.728.813
Saldo Saldo
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2024
Harga Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 12.874.577.495 9.800.000.000 - - 22.674.577.495
Bangunan 12.557.187.575 - - - 12.557.187.575
Kendaraan 2.703.454.561 693.558.685 (201.331.487) - 3.195.681.759
Peralatan kantor 1.115.211.449 141.643.688 - - 1.256.855.137
Aset dalam penyelesaian - 310.125.000 - - 310.125.000
Total Harga Perolehan 29.250.431.080 10.945.327.373 (201.331.487) - 39.994.426.966
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 3.194.841.984 627.859.379 - - 3.822.701.363
Kendaraan 1.776.790.706 387.157.854 (201.331.487) - 1.962.617.073
Peralatan kantor 905.172.851 90.126.061 - - 995.298.912
Total Akumulasi Penyusutan 5.876.805.541 1.105.143.294 (201.331.487) - 6.780.617.348
Nilai Buku Neto 23.373.625.539 33.213.809.618
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
Beban umum dan administrasi (Catatan 26) 1.357.089.932 1.105.143.294
25
Page 34
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (Lanjutan)
Rincian laba atas pelepasan aset tetap adalah sebagai berikut:
2025 2024
Biaya perolehan - 201.331.487
Akumulasi penyusutan - (201.331.487)
Nilai buku neto - -
Penerimaan dari pelepasan
aset tetap - 97.000.000
Laba atas pelepasan
aset tetap (Catatan 27) - 97.000.000
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan mengasuransikan aset tetapnya berupa bangunan
dan kendaraan kepada PT Asuransi Simas Insurtech, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, PT Sompo
Insurance Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Umum Mega Unit Usaha Syariah, PT Asuransi
Total Bersama, PT Zurich General Takaful Indonesia dan PT Asuransi Umum BCA, pihak ketiga, terhadap
risiko kerugian atau kerusakan dengan total keseluruhan nilai pertanggungan masing-masing sebesar
Rp10.281.411.000 dan Rp10.078.271.000. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut
adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih digunakan masing-masing sebesar Rp1.557.519.058 dan Rp1.610.434.039.
Aset dalam pembangunan berupa bangunan berlokasi di Cikarang. Pada 31 Desember 2025, aset dalam
pembangunan telah selesai.
Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Cibubur dan Cikarang dengan luas
keseluruhan sebesar 2.832 m2. Hak Guna Bangunan (HGB) berjangka waktu 28 (dua puluh delapan) tahun
sampai dengan 50 (lima puluh) tahun. Manajemen Perusahaan berpendapat tidak terdapat masalah
dengan perpanjangan HGB karena tanah tersebut diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
pemilikan yang memadai.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tanah dan bangunan digunakan sebagai jaminan untuk utang
bank (Catatan 15).
Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
26
Page 35
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET HAK-GUNA
Saldo Saldo
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2025
Harga Perolehan
Bangunan 231.292.285 - - 231.292.285
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 38.548.714 46.258.557 - 84.807.271
Nilai Buku Neto 192.743.571 146.485.014
Saldo Saldo
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2024
Harga Perolehan
Bangunan - 231.292.285 - 231.292.285
Akumulasi Penyusutan
Bangunan - 38.548.714 - 38.548.714
Nilai Buku Neto - 192.743.571
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
Beban umum dan administrasi (Catatan 26) 46.258.557 38.548.714
Aset hak-guna berupa bangunan yang diperuntukkan sebagai kantor.
11. UANG JAMINAN
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 31) 12.500.000.000 13.500.000.000
Pada tanggal 12 Desember 2024, Perusahaan dan PT Glopac Indonesia (”GI”), pihak berelasi
menandatangani perjanjian kerja sama secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan
dalam menjalankan kegiatan usahanya. Perusahaan setuju untuk membayarkan uang jaminan sebesar
Rp3.500.000.000. Perjanjian ini berlaku selama 2 tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan
kedua belah pihak.
27
Page 36
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. UANG JAMINAN (Lanjutan)
Pada tanggal 16 September 2022, Perusahaan dan PT Glopac Indonesia (”GI”), pihak berelasi,
menandatangani perjanjian kerja sama, dimana GI memberikan jaminan penyediaan kemasan dari plastik
dan karton (packaging) secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan dalam menjalankan
kegiatan usahanya. Perusahaan setuju untuk membayarkan uang jaminan sebesar Rp10.000.000.000.
Perjanjian ini berlaku selama 5 tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, uang jaminan yang telah dikembalikan masing-masing sebesar
Rp1.000.000.000 dan nihil.
12. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pajak Pertambahan Nilai - 1.341.736.184
Pajak penghasilan
Pasal 21 48.126.275 31.923.796
Total 48.126.275 1.373.659.980
b. Utang Pajak
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pajak Pertambahan Nilai 249.566.843 1.616.342.836
Pajak penghasilan
Pasal 23 9.486.294 9.587.924
Pasal 25 - 157.728.361
Pasal 29 54.966.605 456.189.011
Pasal 4(2) - 495.494
Total 314.019.742 2.240.343.626
c. Beban Pajak Penghasilan
2025 2024
Kini 1.082.854.757 1.607.360.413
Tangguhan 94.550.627 (211.547.304)
Total 1.177.405.384 1.395.813.109
28
Page 37
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan, sebagaimana disajikan dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain dan taksiran laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain 4.140.846.793 5.897.652.309
Beda permanen
Beban yang tidak dapat dikurangkan 1.251.243.988 446.952.730
Penghasilan dikenakan pajak final (849.376.069) -
Beda temporer
Provisi bonus karyawan (47.574.833) 486.702.778
Imbalan kerja karyawan 286.574.287 364.737.287
Beban depresiasi 140.352.912 110.138.591
Laba kena pajak 4.922.067.078 7.306.183.695
Beban pajak kini 1.082.854.757 1.607.360.413
Dikurangi pajak dibayar dimuka:
Pasal 23 (25.970.330) (16.484.324)
Pasal 25 (1.001.917.822) (1.134.687.078)
Kurang bayar pajak penghasilan
tahun berjalan 54.966.605 456.189.011
Dalam laporan keuangan ini, jumlah penghasilan kena pajak dan beban pajak penghasilan kini
Perusahaan seperti yang disebutkan di atas dan utang pajak penghasilan terkait merupakan dasar
penyusunan SPT oleh Perusahaan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”).
d. Aset Pajak Tangguhan
Dibebankan ke
Penghasilan
Saldo Dikreditkan ke Komprehensif Saldo
1 Januari 2025 Laba Rugi Penyesuaian Lain 31 Desember 2025
Perusahaan
Liabilitas imbalan kerja 344.339.345 63.046.343 - (2.736.236) 404.649.452
Provisi bonus karyawan 210.474.611 (85.074.611) (103.400.000) - 22.000.000
Cadangan penurunan nilai
piutang usaha 44.398.055 - - - 44.398.055
Aset tetap 74.999.417 30.877.641 - - 105.877.058
Total 674.211.428 8.849.373 (103.400.000) (2.736.236) 576.924.565
29
Page 38
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Dibebankan ke
Penghasilan
Saldo Dikreditkan ke Komprehensif Saldo
1 Januari 2024 Laba Rugi Penyesuaian Lain 31 Desember 2024
Perusahaan
Liabilitas imbalan kerja 272.688.500 80.242.203 - (8.591.358) 344.339.345
Provisi bonus karyawan 103.400.000 107.074.611 - - 210.474.611
Cadangan penurunan nilai
piutang usaha 44.398.055 - - - 44.398.055
Aset tetap 50.768.927 24.230.490 - - 74.999.417
Total 471.255.482 211.547.304 - (8.591.358) 674.211.428
e. Administrasi
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan melaporkan SPT Tahunan berdasarkan
perhitungan sendiri. Otoritas Pajak dapat menilai atau mengubah besarnya liabilitas pajak dalam waktu
lima tahun sejak tanggal terutangnya pajak.
Apabila ada kewajiban perpajakan lainnya, akan diselesaikan oleh Perusahaan pada saat jatuh
temponya.
13. UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
PT Wijaya Inti Packindo 2.090.509.620 1.362.487.260
PT Tekarindo Sejahtera 835.745.751 430.014.888
CV Bungur Jaya 755.111.688 510.369.120
PT Pradaya Sinar Abadi 642.133.890 522.748.950
PT Kevin Persada Mandiri 536.500.185 108.178.779
PT Ekstrindo Laminasi 335.042.400 237.169.260
PT Putra Kemas Makmur 46.573.380 953.390.988
Lain-lain (dibawah Rp300Juta) 1.141.115.141 1.616.868.354
Subtotal 6.382.732.055 5.741.227.599
Pihak berelasi (Catatan 31) 2.408.331.568 10.274.329.876
Total 8.791.063.623 16.015.557.475
Seluruh utang usaha dalam mata uang Rupiah.
30
Page 39
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA (Lanjutan)
Rincian umur utang usaha adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Lancar 5.780.126.615 12.627.092.264
Telah jatuh tempo:
1-30 hari 2.162.543.337 2.844.781.020
31-60 hari 848.393.671 543.684.191
61-90 hari - -
Lebih dari 90 hari - -
Total 8.791.063.623 16.015.557.475
14. UANG MUKA PELANGGAN
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga 281.263.214 29.263.214
15. UTANG BANK
a. Jangka pendek
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pinjaman Rekening Koran (Cerukan)
PT Bank CIMB Niaga Tbk 33.621 424.781
b. Jangka Panjang
31 Desember 2025 31 Desember 2024
PT Bank Central Asia 9.181.367.415 -
PT Bank CIMB Niaga Tbk 3.487.466.584 4.882.466.584
Subtotal 12.668.833.999 4.882.466.584
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (2.601.044.860) (1.394.966.584)
Bagian Jangka Panjang 10.067.789.139 3.487.500.000
31
Page 40
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK (Lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”)
Pada tanggal 10 Februari 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas Multi dari BCA, dengan jumlah plafon
tidak melebihi Rp10.000.000.001 yang terdiri dari sublimit Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran), dan
sublimit fasilitas Kredit Investasi dengan ketentuan sebagai berikut :
- Sublimit fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) maksimal sebesar Rp1. Fasilitas dikenakan bunga
sebesar 7,88% per tahun dan akan jatuh tempo pada 10 Februari 2026.
- Sublimit fasilitas Kredit Investasi maksimal sebesar Rp10.000.000.000. Fasilitas dikenakan bunga
sebesar 7,88% per tahun dan akan jatuh tempo pada 10 Februari 2030.
Fasilitas Kredit tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan gudang yang akan digunakan
untuk perluasan gudang Perusahaan.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kelurahan Sukasari,
Kecamatan Serang baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Perjanjian mencakup hal-hal yang tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan tertulis kepada BCA adalah
sebagai berikut:
- memperoleh pinjaman uang/kredit baru dari pihak lain dan/atau mengikatkan diri sebagai
penanggung/penjamin dalam bentuk dan dengan nama apa pun dan/atau mengagunkan harta
kekayaan kepada pihak lain;
- meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali dalam
rangka menjalankan usaha sehari-hari;
- melakukan investasi, penyertaan atau membuka usaha baru di luar bisnis inti;
- apabila berbentuk badan:
- melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan, pembubaran/likuidasi;
- mengubah status kelembagaan, anggaran dasar, susunan Direksi dan Dewan Komisaris serta para
pemegang saham cukup diberitahukan kepada BCA;
- melakukan pembagian dividen.
Tidak terdapat pembatasan atas rasio keuangan yang diberikan oleh BCA.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut.
PT Bank CIMB Niaga Tbk (”CIMB”)
Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Multi dari CIMB sebagai berikut:
- Fasilitas pembiayaan Rekening Koran iB Musyawarah Mutanaqisah dengan plafond Rp5.000.000.000.
Fasilitas dikenakan bunga sebesar 8,0% per tahun dan akan jatuh tempo pada 27 Juni 2024.
- Fasilitas pembiayaan Transaksi Khusus Musyawarah Mutanaqisah-1 dengan plafond Rp906.148.333.
Fasilitas dikenakan bunga sebesar 7,5% per tahun (fix 5 tahun) dan akan jatuh tempo pada 15 Agustus
2025.
- Fasilitas pembiayaan Transaksi Khusus Musyawarah Mutanaqisah-2 dengan plafond
Rp6.975.000.000. Fasilitas dikenakan bunga sebesar 7,5% per tahun (fix 5 tahun) dan akan jatuh
tempo pada 27 Juni 2028.
32
Page 41
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK (Lanjutan)
Perjanjian ini telah mengalami perubahan, berdasarkan surat No. 090/OL/EBB/MTM/JKTB4/V/2024 tanggal
21 Mei 2024, CIMB menyetujui fasilitas kredit sebagai berikut:
- Fasilitas pembiayaan Rekening Koran iB Musyawarah Mutanaqisah dengan plafond Rp6.000.000.000.
Fasilitas dikenakan bunga sebesar 8,25% per tahun dan akan jatuh tempo pada 27 Juni 2026.
- Fasilitas pembiayaan Transaksi Khusus Musyawarah Mutanaqisah-1 dengan plafond Rp906.148.333.
Fasilitas dikenakan bunga sebesar 7,5% per tahun (fix 5 tahun) dan akan jatuh tempo pada 15 Agustus
2025.
- Fasilitas pembiayaan Transaksi Khusus Musyawarah Mutanaqisah-2 dengan plafond
Rp6.975.000.000. Fasilitas dikenakan bunga sebesar 7,5% per tahun (fix 5 tahun) dan akan jatuh
tempo pada 27 Juni 2028.
Fasilitas pembiayaan transaksi khusus digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan aset MMQ
nasabah atas tanah dan bangunan berupa ruko.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
- Tanah dan bangunan sebanyak lima (5) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di Desa
Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
- Tanah dan bangunan sebanyak dua (2) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kelurahan
Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
Perjanjian mencakup hal-hal yang tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan tertulis kepada CIMB adalah
sebagai berikut:
- menjual dan/atau dengan cara lain mengalihkan hak milik atau menyewakan/menyerahkan pemakaian
seluruh atau sebagian kekayaan milik baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak;
- mengagunkan dengan cara bagaimanapun kekayaan kepada pihak lain;
- mengadakan perjanjian yang dapat menimbulkan kewajiban membayar kepada pihak lain;
- memberikan pembiayaan/pinjaman kepada pihak lain;
- mengadakan perubahan atas maksud, tujuan dan kegiatan usaha;
- mengubah susunan Direksi, Dewan Komisaris dan pemegang saham atau pengurus atau pihak yang
setara lainnya;
- mengumumkan dan membagikan dividen dan/atau bentuk keuntungan usaha lainnya kepada
pemegang saham dan/atau pihak yang setara lainnya;
- melakukan perubahan terhadap struktur permodalan perusahaan antara lain penggabungan,
peleburan, pengambilalihan, dan pemisahan.
- membayar atau membayar kembali tagihan atau piutang berupa apapun juga yang sekarang dan/atau
dikemudian hari akan diberikan oleh para pemegang saham atau pihak yang setara lainnya dalam
perusahaan baik berupa hutang/kewajiban pokok, Imbalan dan lain-lain jumlah uang yang wajib
dibayar.
Tidak terdapat pembatasan atas rasio keuangan yang diberikan oleh CIMB.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut.
33
Page 42
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PEMBIAYAAN KONSUMEN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
PT BCA Finance 318.674.872 589.370.776
Dikurangi bunga yang
belum jatuh tempo (24.742.218) (51.178.209)
Nilai kini utang pembiayaan konsumen 293.932.654 538.192.567
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (136.633.219) (244.259.913)
Bagian Jangka Panjang 157.299.435 293.932.654
Perusahaan menandatangani beberapa perjanjian pembiayaan konsumen dengan PT BCA Finance yang
digunakan untuk membiayai pembelian beberapa kendaraan. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan
kendaraan tersebut dan akan jatuh tempo pada bulan-bulan tertentu hingga 2028 dengan tingkat suku
bunga tetap yang berkisar antara 5,53% sampai 7,09%.
17. LIABILITAS SEWA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Sewa 160.125.000 160.125.000
Dikurangi: bunga masa depan (9.544.460) (20.392.274)
Nilai kini utang liabilitas sewa 150.580.540 139.732.726
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (19.288.257) (8.440.443)
Bagian Jangka Panjang 131.292.283 131.292.283
Di bawah ini adalah jumlah tercatat liabilitas sewa sehubungan dengan aset hak-guna dan mutasi selama
tahun berjalan:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 139.732.726 -
Penambahan - 231.292.283
Beban bunga 10.847.814 8.440.443
Pembayaran - (100.000.000)
Saldo akhir 150.580.540 139.732.726
34
Page 43
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. LIABILITAS SEWA (Lanjutan)
Pada tanggal 29 Januari 2024, Perusahaan dan Djunardi Purnomo mengadakan perjanjian sewa menyewa
berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 11. Perusahaan menyewa bangunan yang berlokasi di
Cibubur Times Square Blok C1 No. 25 - Bekasi dengan jangka waktu sewa 25 Februari 2024 - 24 Februari
2029. Perhitungan liabilitas sewa menggunakan tingkat diskonto inkremental dengan suku bunga 7,5%.
18. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Perusahaan mencatat penyisihan imbalan kerja untuk memenuhi imbalan minimum yang diwajibkan untuk
dibayar kepada karyawan yang memenuhi persyaratan sesuai dengan Undang Undang No. 6 Tahun 2023.
Perhitungan imbalan kerja dihitung oleh aktuaris independen KKA Riana & Rekan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dalam laporannya masing-masing
No. 515/LAP/KKA/II/26 tertanggal 20 Februari 2026 dan No. 516/LAP/KKA/III/25 tertanggal 3 Maret 2025,
dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit” dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Tingkat diskonto 6,50% - 5,25% 7,00%
Tingkat kenaikan gaji 8,00% 8,00%
Tingkat kematian TMI 4 TMI 4
Tingkat kecacatan 5% x TMI 4 5% x TMI 4
Usia pensiun normal 57 tahun 56 tahun
Mutasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 1.565.178.840 1.239.493.182
Beban berjalan (Catatan 26) 311.364.287 367.737.287
Pembayaran imbalan kerja (24.790.000) (3.000.000)
Penghasilan komprehensif lain (12.437.436) (39.051.629)
Saldo Akhir 1.839.315.691 1.565.178.840
Rincian liabilitas imbalan kerja yang diakui dalam laba rugi adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Beban jasa kini 301.813.877 283.364.224
Biaya jasa lalu (98.888.071) 84.233.259
Beban bunga 108.438.481
Pengukuran kembali liabilitas imbalan
pasti neto atas penghargaan masa kerja - 139.804
Total 311.364.287 367.737.287
35
Page 44
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (Lanjutan)
Rincian liabilitas imbalan kerja yang diakui pada rugi komprehensif lain adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Keuntungan aktuarial yang timbul dari:
Perubahan asumsi keuangan 72.236.228 (31.617.492)
Penyesuaian pengalaman (84.673.664) (7.434.137)
Total (12.437.436) (39.051.629)
Sensitivitas liabilitas imbalan pasti terhadap asumsi utama adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Perubahan asumsi tingkat diskonto
Penurunan 1% 1.993.159.694 1.694.911.309
Peningkatan 1% 1.696.729.544 1.445.018.412
Perubahan asumsi tingkat kenaikan gaji
Penurunan 1% 1.692.138.844 1.441.280.194
Peningkatan 1% 1.995.343.466 1.696.689.011
19. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
31 Desember 2025
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Total
Philip Sumali 280.000.000 26,05% 14.000.000.000
Dillon Sutandar 215.000.000 20,00% 10.750.000.000
Irsyad Hanif 181.806.200 16,91% 9.090.310.000
Budi Aditya Erna Mulyanto 147.171.500 13,69% 7.358.575.000
Masyarakat (dengan kepemilikan
masing-masing kurang dari 5%) 251.049.588 23,35% 12.552.479.400
Total 1.075.027.288 100,00% 53.751.364.400
36
Page 45
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. MODAL SAHAM (Lanjutan)
31 Desember 2024
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Total
Philip Sumali 280.000.000 26,05% 14.000.000.000
Dillon Sutandar 215.000.000 20,00% 10.750.000.000
Catur Jatiwaluyo 140.000.000 13,02% 7.000.000.000
Masyarakat (dengan kepemilikan
masing-masing kurang dari 5%) 440.027.288 40,93% 22.001.364.400
Total 1.075.027.288 100,00% 53.751.364.400
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 26 tanggal 13 Oktober 2025 oleh Yulia, S.H., Notaris
di Jakarta Selatan yang telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.09-0349867 tanggal 14 Oktober 2025, para
pemegang saham menegaskan susunan pemegang saham sesuai dengan daftar yang dikeluarkan Biro
Administrasi Efek per tanggal 18 September 2025 sebagai berikut:
a. Philip Sumali sebanyak 280.000.000 saham.
b. Dillon Sutandar sebanyak 215.000.000 saham.
c. Irsyad Hanif sebanyak 192.806.200 saham.
d. Budi Aditya Erna Mulyanto sebanyak 146.671.500 saham.
e. Masyarakat 240.549.588 saham.
20. TAMBAHAN MODAL DI SETOR
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Tambahan modal disetor 3.406.000.000 3.406.000.000
Agio saham dari penawaran umum
saham perdana 24.750.000.000 24.750.000.000
Biaya emisi saham (3.719.891.667) (3.719.891.667)
Agio atas pelaksanaan waran 4.093.200 4.093.200
Total 24.440.201.533 24.440.201.533
37
Page 46
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PEMBENTUKAN CADANGAN UMUM
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang dituangkan pada Akta Berita Acara Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan No. 19 tanggal 7 Mei 2025 oleh Yulia, S.H., Notaris di Jakarta Selatan,
para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk menyisihkan cadangan umum atas saldo laba
yang telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp40.000.000 dan sisanya, akan menambah saldo laba
untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha Perusahaan.
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti Keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam Akta No. 18 tanggal 19 Juni 2024 oleh Roza, S.H.,
Notaris di Kabupaten Bekasi, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk menyisihkan
cadangan umum atas saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp40.000.000 dan
sisanya, akan menambah saldo laba untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha
Perusahaan.
22. DIVIDEN
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang dituangkan pada Akta Berita Acara Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan No. 19 tanggal 7 Mei 2025 oleh Yulia, S.H., Notaris di Jakarta Selatan,
pemegang saham menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp1.125.459.800 yang berasal dari laba
bersih tahun 2024 kepada para pemegang saham. Pada tanggal 5 Juni 2025, Perusahaan telah membayar
sebesar Rp1.125.424.501.
23. PENJUALAN
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
Cups, Bowl dan Lids 92.023.781.685 74.695.361.145
Box, Cartoon dan Wrap 42.281.869.718 51.190.062.126
Tray dan Bag 14.767.327.067 11.630.792.637
Bottle 5.473.120.281 6.988.858.458
Stirrer 20.229.900 25.598.050
Lain-lain 1.296.173.525 3.240.285.800
Subtotal 155.862.502.176 147.770.958.216
Potongan penjualan (980.307.812) (118.256.086)
Total 154.882.194.364 147.652.702.130
38
Page 47
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENJUALAN (Lanjutan)
Transaksi kumulatif dengan pelanggan individual yang melebihi 10% dari total penjualan adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Pihak ketiga
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 37.236.431.520 13.178.848.500
24. BEBAN POKOK PENJUALAN
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
Cups, Bowl dan Lids 79.835.310.087 63.349.641.660
Box, Cartoon dan Wrap 34.314.837.339 43.206.451.155
Tray dan Bag 11.481.452.018 9.023.639.375
Bottle 4.452.678.000 5.668.442.996
Stirrer 15.039.860 20.211.150
Lain-lain 1.062.233.137 2.705.492.459
Total 131.161.550.441 123.973.878.795
Mutasi dari beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Saldo awal 8.937.826.163 7.534.372.630
Pembelian 130.889.264.503 125.377.332.328
Tersedia untuk dijual 139.827.090.666 132.911.704.958
Saldo akhir (8.665.540.225) (8.937.826.163)
Beban Pokok Penjualan 131.161.550.441 123.973.878.795
Rincian pihak pemasok dengan nilai pembelian yang melebihi 10% dari penjualan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pihak berelasi (Catatan 31)
PT Glopac Indonesia 98.608.781.075 94.116.458.167
39
Page 48
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN PENJUALAN
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
Pengiriman 2.956.210.954 2.842.270.828
Bahan bakar, parkir dan tol 1.382.662.741 1.248.307.181
Insentif 655.193.507 814.907.265
Representasi dan hiburan 322.059.178 510.183.518
Perlengkapan 175.366.374 535.625.952
Perjalanan dinas 85.890.166 175.311.170
Lain-lain 426.357.337 407.131.126
Total 6.003.740.257 6.533.737.040
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
Gaji dan tunjangan 7.828.743.335 7.100.716.672
Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 1.357.089.932 1.105.143.294
Sewa kendaraan 833.215.455 520.175.396
Pajak 800.364.926 617.991.487
Jasa tenaga ahli 581.277.500 428.858.122
Imbalan kerja karyawan (Catatan 18) 311.364.287 367.737.287
Utilitas 237.995.345 282.348.929
Perlengkapan kantor 213.713.397 233.284.359
Sewa 147.925.625 107.813.842
Keanggotaan 147.550.000 102.979.838
Asuransi 66.284.815 60.241.177
Penyusutan aset hak-guna (Catatan 10) 46.258.557 38.548.714
Transportasi dan perjalanan dinas 44.651.979 41.963.250
Lain-lain 505.273.343 601.233.317
Total 13.121.708.496 11.609.035.684
40
Page 49
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. BEBAN LAIN-LAIN - NETO
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
Denda pajak (630.184) (200.000)
Laba atas pelepasan aset tetap
(Catatan 9) - 97.000.000
Lain-lain (135.268.320) (72.494.170)
Total (135.898.504) 24.305.830
28. PENGHASILAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
Deposito berjangka 837.747.718 942.448.670
Jasa giro 11.628.351 33.545.748
Total 849.376.069 975.994.418
29. BEBAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
Bunga pinjaman
Utang bank 931.539.441 454.951.796
Pembiayaan konsumen 26.447.798 23.581.471
Liabilitas sewa 10.847.814 8.440.443
Administrasi bank 98.990.889 116.724.840
Provisi 100.000.000 35.000.000
Total 1.167.825.942 638.698.550
41
Page 50
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. LABA PER SAHAM DASAR
Rincian perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba neto tahun berjalan 2.963.441.409 4.501.839.200
Rata-rata tertimbang jumlah
saham biasa yang beredar 1.075.027.288 910.000.000
Laba per Saham Dasar 2,76 4,95
31. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Transaksi-
transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Piutang usaha (Catatan 6)
PT Glopac Indonesia - 390.257.304
Persentase terhadap total aset 0,00% 0,32%
Uang jaminan (Catatan 11)
PT Glopac Indonesia 12.500.000.000 13.500.000.000
Persentase terhadap total aset 10,27% 11,09%
Utang usaha (Catatan 13)
PT Glopac Indonesia 2.408.331.568 10.274.329.876
Persentase terhadap total liabilitas 9,29% 39,63%
2025 2024
Pembelian (Catatan 24)
PT Glopac Indonesia 98.608.781.075 94.116.458.167
Persentase terhadap total penjualan 63,67% 63,74%
Total remunerasi dari Dewan Komisaris dan Dewan Direksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp1.871.000.000 dan Rp1.560.000.000.
42
Page 51
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
Ringkasan sifat hubungan dan transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi tersebut adalah
sebagai berikut:
Pihak berelasi Sifat hubungan Transaksi
PT Glopac Indonesia Entitas sepengendali Piutang usaha, uang jaminan, utang usaha,
dan pembelian.
32. SEGMEN OPERASI
Informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk
mengevaluasi kinerja setiap segmen usaha dan di dalam mengalokasikan sumber daya. Tabel berikut ini
menyajikan informasi pendapatan dan laba dan aset dan liabilitas sehubungan dengan segmen usaha
Perusahaan.
31 Desember 2025
Jawa Luar Jawa Total
Penjualan 129.466.424.898 25.415.769.466 154.882.194.364
Beban pokok penjualan (109.573.401.163) (21.588.149.278) (131.161.550.441)
Laba segmen 23.720.643.923
Beban penjualan (6.003.740.257)
Beban umum dan administrasi (13.121.708.496)
Beban lain-lain - neto (135.898.504)
Penghasilan keuangan 849.376.069
Beban keuangan (1.167.825.942)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 4.140.846.793
Beban pajak penghasilan - neto (1.177.405.384)
Laba neto tahun berjalan 2.963.441.409
Penghasilan komprehensif lain - neto 9.701.200
Laba komprehensif neto 2.973.142.609
Aset segmen 121.677.307.268
Liabilitas segmen 24.497.175.017
43
Page 52
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. SEGMEN OPERASI (Lanjutan)
31 Desember 2024
Jawa Luar Jawa Total
Penjualan 66.896.183.187 80.756.518.943 147.652.702.130
Beban pokok penjualan (57.824.530.007) (66.149.348.788) (123.973.878.795)
Laba segmen 23.678.823.335
Beban penjualan (6.533.737.040)
Beban umum dan administrasi (11.609.035.684)
Beban lain-lain - neto 24.305.830
Penghasilan keuangan 975.994.418
Beban keuangan (638.698.550)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 5.897.652.309
Beban pajak penghasilan - neto (1.395.813.109)
Laba neto tahun berjalan 4.501.839.200
Penghasilan komprehensif lain - neto 30.460.271
Laba komprehensif neto 4.532.299.471
Aset segmen 121.256.069.637
Liabilitas segmen 25.923.655.494
33. INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan yang dicatat
laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024:
31 Desember 2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan bank 8.760.520.250 8.760.520.250
Deposito berjangka 23.667.500.000 23.667.500.000
Piutang usaha 21.350.806.113 21.350.806.113
Uang jaminan 12.500.000.000 12.500.000.000
Total Aset Keuangan 66.278.826.363 66.278.826.363
44
Page 53
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
31 Desember 2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Liabilitas Keuangan
Utang bank jangka pendek 33.621 33.621
Utang usaha 8.791.063.623 8.791.063.623
Beban akrual 158.131.933 158.131.933
Utang bank 12.668.833.999 12.668.833.999
Pembiayaan konsumen 293.932.654 293.932.654
Liabilitas sewa 150.580.540 150.580.540
Total Liabilitas Keuangan 22.062.542.749 22.062.542.749
31 Desember 2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan bank 2.826.287.141 2.826.287.141
Deposito berjangka 33.667.500.000 33.667.500.000
Piutang usaha 26.605.842.999 26.605.842.999
Uang jaminan 13.500.000.000 13.500.000.000
Total Aset Keuangan 76.599.630.140 76.599.630.140
Liabilitas Keuangan
Utang bank jangka pendek 424.781 424.781
Utang usaha 16.015.557.475 16.015.557.475
Beban akrual 512.495.681 512.495.681
Utang bank 4.882.466.584 4.882.466.584
Pembiayaan konsumen 538.192.567 538.192.567
Liabilitas sewa 139.732.726 139.732.726
Total Liabilitas Keuangan 22.088.445.033 22.088.445.033
34. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan dipengaruhi oleh berbagai risiko keuangan, termasuk risiko likuiditas. Tujuan manajemen risiko
Perusahaan secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengendalikan risiko-risiko ini dan
meminimalisasi pengaruh merugikan yang dapat terjadi terhadap kinerja keuangan Perusahaan.
Manajemen mereviu dan menyetujui kebijakan untuk mengendalikan setiap risiko.
45
Page 54
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Kebijakan manajemen risiko keuangan yang dijalankan oleh Perusahaan dalam menghadapi risiko tersebut
adalah sebagai berikut:
a) Risiko tingkat suku bunga
Risiko tingkat suku bunga Perusahaan terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan investasi.
Pinjaman pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada
Perusahaan. Tidak terdapat pinjaman bank Perusahaan yang dikenakan suku bunga tetap.
Saat ini, Perusahaan tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga.
b) Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana pihak yang berhubungan dengan Perusahaan terkait dengan
instrumen keuangan atau kontrak pelanggan tidak akan memenuhi kewajibannya sehingga
menyebabkan kerugian keuangan. Risiko kredit Perusahaan terutama berasal dari piutang usaha.
Untuk aset keuangan lainnya (termasuk kas dan bank serta deposito berjangka), Perusahaan
meminimalkan risiko kredit dengan berurusan secara khusus dengan pihak yang mempunyai
kredibilitas tinggi.
Tujuan Perusahaan adalah meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian yang timbul dari
peningkatan risiko kredit. Transaksi Perusahaan hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel
serta menggunakan prosedur verifikasi kredit untuk semua transaksi dengan pelanggan secara kredit.
Selain itu, saldo piutang dimonitor secara terus-menerus sehingga piutang tak tertagih Perusahaan
tidak signifikan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, maksimum eksposur Perusahaan untuk risiko kredit
disajikan sebesar nilai tercatat setiap aset keuangan yang diakui dalam laporan posisi keuangan.
c) Risiko likuiditas
Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan melunasi utang yang
jatuh tempo dengan menyediakan kas dan bank yang cukup, dan ketersediaan pendanaan melalui
kecukupan jumlah fasilitas kredit yang diterima. Perusahaan secara teratur mengevaluasi informasi
arus kas proyeksi dan aktual dan terus-menerus memantau kondisi pasar keuangan untuk
mengidentifikasikan kesempatan melakukan penggalangan dana yang mencakup utang bank. Tabel di
bawah ini merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan, berdasarkan arus kas
kontraktual yang tidak terdiskonto:
46
Page 55
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
31 Desember 2025
Kurang dari Lebih dari
1 tahun 1 tahun Total
Utang usaha 8.791.063.623 - 8.791.063.623
Beban akrual 158.131.933 - 158.131.933
Utang bank 2.601.078.481 10.067.789.139 12.668.867.620
Pembiayaan konsumen 136.633.219 157.299.435 293.932.654
Liabilitas sewa 19.288.257 131.292.283 150.580.540
31 Desember 2024
Kurang dari Lebih dari
1 tahun 1 tahun Total
Utang usaha 16.015.557.475 - 16.015.557.475
Beban akrual 512.495.681 - 512.495.681
Utang bank 1.395.391.365 3.487.500.000 4.882.891.365
Pembiayaan konsumen 244.259.913 293.932.654 538.192.567
Liabilitas sewa 8.440.443 131.292.283 139.732.726
35. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Informasi tambahan aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:
2025 2024
Penambahan aset tetap melalui pembiayaan konsumen - 254.048.368
Penambahan aset hak-guna melalui liabilitas sewa - 231.292.283
36. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN
Utang Bank
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Perpanjangan (SPPJ) No. 00032/MIL/SPPJS/2026 tanggal
10 Maret 2026, BCA menyetujui perpanjangan fasilitas pinjaman rekening koran (PRK) maksimal sebesar
Rp1. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 12% per tahun dan jatuh tempo pada 11 Februari 2027.
47
Page 56
PT PAPEROCKS INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. REKLASIFIKASI AKUN
Akun dalam laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2024 telah direklasifikasi sesuai dengan
penyajian laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2025 untuk tujuan perbandingan:
31 Desember 2024
Sebelum Sesudah
Reklasifikasi Reklasifikasi
ASET LANCAR
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 1.605.924.921 264.188.737
Pajak dibayar dimuka - 1.373.659.980
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 33.406.553.189 33.213.809.618
Aset hak-guna - 192.743.571
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek - 424.781
Utang pajak 2.208.419.830 2.240.343.626
Utang bank 424.781 1.394.966.584
Pembiayaan konsumen - 244.259.913
Liabilitas sewa 243.870.247 8.440.443
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank 4.882.466.584 3.487.500.000
Pembiayaan konsumen - 293.932.654
Liabilitas sewa 434.055.046 131.292.283
48
Names mentioned 60 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
SUKIMTO & REKAN
p.4 ×6
unresolved
person
Buntario Tigris
· Notaris
p.16
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16
unresolved
person
Yulia
· Notaris
p.16 ×9
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16 ×3
unresolved
—
Frederick Romp
· Komisaris Utama
p.17 ×3
unresolved
org
PT Bumi Citra Jaya
p.30
unresolved
org
PT Fastfood Indonesia
p.30
unresolved
org
PT Circleka Indonesia Utama
p.30
unresolved
org
PT Indomarco Prismatama
p.30
unresolved
org
PT Sriboga Marugame Indonesia
p.30
unresolved
org
PT Inti Idola Anugerah
p.30
unresolved
org
PT Aeon Indonesia
p.30
unresolved
org
PT Ceria Jusindo Nusantara
p.30
unresolved
org
PT Fumakilla Indonesia
p.30
unresolved
org
PT Reska Multi
p.30
unresolved
org
PT Inti Cakrawala Citra
p.30
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA
p.32 ×2
unresolved
org
PT Great Eastern General Insurance Indonesia
p.32
unresolved
org
PT Asuransi Simas Insurtech
p.34
unresolved
org
PT Sompo Insurance Indonesia
p.34
unresolved
org
PT Asuransi Sinar Mas
p.34
unresolved
org
PT Asuransi Umum Mega Unit Usaha Syariah
p.34
unresolved
org
PT Zurich General Takaful Indonesia
p.34
unresolved
org
PT Glopac Indonesia
p.35 ×8
unresolved
org
PT Wijaya Inti Packindo
p.38
unresolved
org
PT Tekarindo Sejahtera
p.38
unresolved
org
PT Pradaya Sinar Abadi
p.38
unresolved
org
PT Kevin Persada Mandiri
p.38
unresolved
org
PT Ekstrindo Laminasi
p.38
unresolved
org
PT Putra Kemas Makmur
p.38
unresolved
org
PT BCA Finance
p.42 ×2
unresolved
org
KKA Riana & Rekan
p.43
unresolved
—
masing-masing kurang dari 5%)
p.44 ×2
unresolved
person
Roza
· Notaris
p.46
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.