Back to announcement
GA Report PT IIA Tbk 31 Des 2025 - IDEA.pdf
Financial statement Text extracted IDEASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 54
Page 1
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
d1/
Page 2
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1–2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 - 46
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 4 6.381.341.567 1.531.890.163
Piutang usaha 5 5.243.972.460 3.898.098.171
Piutang lain-lain 6 57.361.780 58.926.798
Persediaan 7 109.971.518 111.055.170
Pajak dibayar dimuka 16a 77.815 -
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 8 - 50.000.000
Jumlah Aset Lancar 11.792.725.140 5.649.970.302
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - bersih 9 63.571.934.120 68.155.922.347
Aset takberwujud 10 472.504.831 719.029.090
Aset pajak tangguhan 16c 175.104.470 78.310.907
Jumlah Aset Tidak Lancar 64.219.543.421 68.953.262.344
JUMLAH ASET 76.012.268.561 74.603.232.646
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 1
Page 10
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (LANJUTAN)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 11 66.976.683 77.382.127
Utang bank jangka pendek 12 2.613.048.918 2.865.147.736
Biaya yang masih harus dibayar 13 403.024.591 327.422.569
Utang lain-lain 14 153.417.167 137.787.800
Pendapatan diterima dimuka 15 2.113.334 14.899.333
Utang pajak 16b 794.062.538 367.924.469
Bagian lancar dari pinjaman
jangka panjang:
Utang pembiayaan konsumen 17 118.427.954 131.362.822
Utang bank 18 1.490.780.761 2.373.626.376
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5.641.851.946 6.295.553.232
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja 19 40.699.772 9.000.448
Pinjaman jangka panjang setelah
dikurangi bagian lancar:
Utang pembiayaan konsumen 17 - 155.442.632
Utang bank 18 7.521.198.362 6.725.274.714
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 7.561.898.134 6.889.717.794
JUMLAH LIABILITAS 13.203.750.080 13.185.271.026
EKUITAS
Modal saham - modal dasar,
3.399.800.000 lembar saham
dengan nilai nominal Rp 40,-
ditempatkan dan disetor 1.062.437.500
Saham dengan Nilai Nominal Rp 40,- per Saham. 20 42.497.500.000 42.497.500.000
Tambahan modal disetor 21 17.707.968.529 17.707.968.529
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 22 250.000.000 200.000.000
Tidak ditentukan penggunaannya 2.341.853.116 1.002.963.752
Penghasilan komprehensif Lain 31 8.063.368 7.540.783
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 62.805.385.013 61.415.973.064
Kepentingan non-pengendali 24 3.133.468 1.988.556
JUMLAH EKUITAS 62.808.518.481 61.417.961.620
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 76.012.268.561 74.603.232.646
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 2
Page 11
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
PENDAPATAN 25 25.303.912.553 22.345.047.806
BEBAN POKOK PENDAPATAN 26 (10.758.972.180) (10.716.347.501)
LABA BRUTO 14.544.940.373 11.628.700.305
Beban penjualan 27 (2.833.194.899) (2.302.321.838)
Beban umum dan administrasi 28 (6.516.245.109) (6.941.231.221)
Pendapatan (beban) Lain-lain - Bersih 29 (371.188.653) (653.236)
Beban bunga keuangan 30 (1.402.271.934) (1.330.772.358)
Sub Jumlah (11.122.900.595) (10.574.978.653)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 3.422.039.778 1.053.721.652
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan:
Pajak kini 16b (748.904.640) (280.840.267)
pajak tangguhan 16c 96.940.958 63.316.084
Jumlah Beban Pajak - Bersih (651.963.682) (217.524.183)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 2.770.076.096 836.197.469
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke Laba Rugi:
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 31 669.980 (670.602)
Pajak Penghasilan Terkait 31 (147.395) 147.532
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
LAIN TAHUN BERJALAN 2.770.598.681 835.674.399
LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 2.768.931.184 836.025.380
Kepentingan non-pengendali 24 1.144.912 172.089
JUMLAH 2.770.076.096 836.197.469
LABA KOMPREHENSIF YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 2.769.453.769 835.502.285
Kepentingan non-pengendali 24 1.144.912 172.114
JUMLAH 2.770.598.681 835.674.399
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 3
Page 12
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas yang
Saldo laba dapat diatribusikan
Tambahan Ditentukan Tidak Ditentukan Penghasilan kepada pemilik Kepentingan Jumlah
Catatan Modal saham modal disetor Penggunaannya Penggunaannya komprehensif lain entitas induk non-pengendali ekuitas
Saldo per 1 Januari 2024 42.497.500.000 17.707.968.529 1.699.674.967 100.000.000 8.063.853 62.013.207.349 1.816.467 62.015.023.816
Dana Cadangan 22 - - (100.000.000) 100.000.000 - - - -
Dividen 23 - - (1.432.736.595) - - (1.432.736.595) - (1.432.736.595)
Laba bersih tahun berjalan - - 836.025.380 - - 836.025.380 172.089 836.197.469
Pengukuran kembali program
imbalan pasti 31 - - - - (523.070) (523.070) - (523.070)
Saldo per 31 Desember 2024 42.497.500.000 17.707.968.529 1.002.963.752 200.000.000 7.540.783 61.415.973.064 1.988.556 61.417.961.620
Dana Cadangan 22 - - (50.000.000) 50.000.000 - - - -
Dividen 23 - - (1.380.041.820) - - (1.380.041.820) - (1.380.041.820)
Laba bersih tahun berjalan - - 2.768.931.184 - - 2.768.931.184 1.144.912 2.770.076.096
Pengukuran kembali program
imbalan pasti 31 - - - - 522.585 522.585 - 522.585
Saldo per 31 Desember 2025 42.497.500.000 17.707.968.529 2.341.853.116 250.000.000 8.063.368 62.805.385.013 3.133.468 62.808.518.481
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 4
Page 13
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 23.958.038.264 20.725.292.892
Pembayaran kepada pemasok dan beban operasi lain (12.504.810.836) (11.680.188.536)
Pembayaran kepada karyawan (4.033.466.654) (4.899.683.924)
Pembayaran pajak penghasilan (367.924.469) (280.840.267)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 7.051.836.305 3.864.580.165
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset tetap (557.012.908) (1.412.316.376)
Penerimaan pembayaran piutang lain-lain 1.565.018 -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (555.447.890) (1.412.316.376)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman bank 11.638.809.843 -
Pembayaran pinjaman bank (11.618.899.580) (2.373.626.376)
Penerimaan pinjaman jangka panjang - 3.688.824
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (286.805.454) (164.897.300)
Pembayaran dividen (1.380.041.820) (1.432.736.595)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (1.646.937.011) (3.967.571.447)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 4.849.451.404 (1.515.307.658)
SALDO KAS DAN BANK AWAL TAHUN 1.531.890.163 3.047.197.821
SALDO KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 6.381.341.567 1.531.890.163
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 5
Page 14
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum
PT Idea Indonesia Akademi Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan akta No. 24, tanggal 13
Agustus 2019 dari Panji Kresna, SH., M.Kn., Notaris di Kota Bekasi. Anggaran Dasar
Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-0039874.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 13
Agustus 2019, serta diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.
24541 tahun 2019, Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 23 Agustus 2019.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 03
tanggal 03 Juni 2025, dari Rini Yulianti S.H., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan, Perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0288579.Tahun
2025 tanggal 4 Juni 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi
Pendidikan lainnya swasta, Konsultasi Manajemen lainnya dan Penyediaan akomodasi
lainnya. Selain kegiatan usaha utama, Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha
pendukung untuk melakukan segala kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mendukung
terlaksananya kegiatan usaha utama Perusahaan.
Perusahaan berdomisili di Jakarta Selatan di Jl. Wr. Sila No.1, RT.1/RW.5 Cipedak,
Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perusahaan
beroperasi secara komersial pada tahun 2019.
b. Penawaran Umum Perdana Saham
Pada tanggal 31 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. S-154/D.04/2021 untuk melakukan Penawaran
Umum Perdana (Initial Public Offering / IPO). Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari
212.487.500 (dua ratus dua belas juta empat ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus) Saham
Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp40 (empat puluh rupiah) setiap saham dan harga
penawaran Rp140 (seratus empat puluh rupiah) per saham. Penawaran Umum Perdana
tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 September 2021.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah
masing-masing 1.062.437.500 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
c. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi dan Karyawan
Berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 3 Juni 2025 oleh notaris Rini Yulianti, SH, susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Komisaris
Komisaris Utama : Dody Arifianto Teuku Chairul Wisal
Komisaris Independen : Wendy Isnandar Wendy Isnandar
Dewan Direksi
Direktur Utama : Eko Desriyanto Eko Desriyanto
Direktur : Qonita Qonita
Yusuf Nur Fauzan Muhammad Rino Alpassa
Jumlah karyawan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebanyak
83 orang dan 71 orang karyawan kontrak dan tetap (tidak diaudit).
6
Page 15
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
d. Entitas Anak
Pada 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki lebih dari 50% saham entitas anak sebagai
berikut:
Jumlah Aset Persentase Tahun
Entitas Anak Domisili Sebelum Eliminasi Kepemilikan Operasi
PT Aidia Indonesia Propertindo Indonesia 47.732.261.348 99,99% 2019
PT Idea Hospitality Management Indonesia 841.027.397 99,80% 2023
PT Aidia Indonesia Propertindo (”AIP”)
PT Aidia Indonesia Propertindo didirikan di Kota Metro Lampung berdasarkan Akta Notaris
No. 48, tanggal 20 Agustus 2019 dibuat oleh Panji Kresna, SH., M.Kn. Akta pendirian tersebut
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan No.AHU0041950.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 23 Agustus 2019 dan diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 70 Tambahan No.26358 tanggal 30 Agustus
2019.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar AIP, ruang lingkup kegiatan AIP adalah berusaha
dalam bidang jasa hotel bintang lima, hotel bintang empat, hotel bintang tiga, hotel bintang
dua, hotel bintang satu, apartemen hotel, penyedia akomodasi dan penyedia akomodasi
jangka pendek. AIP mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2019.
PT Idea Hospitality Management (“IHM”)
PT Idea Hospitality Management, didirikan pada tanggal 15 September 2020 di Kota Metro
berdasarkan akta notaris No. 03 dari Karamia Dwi Monica, S.H.,M.Kn. Anggaran Dasar
tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusannya No.AHU-0047135.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 17
September 2020.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar IHM, ruang lingkup kegiatan IHM dalam bidang
aktivitas profesional, ilmiah dan teknis. IHM mulai melakukan kegiatan usaha secara komersil
pada tahun 2023.
e. Persetujuan Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
Dewan Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan
keuangan konsolidasian Grup, yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh
Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Maret 2026.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
(“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), termasuk beberapa standar baru atau yang
direvisi, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025.
7
Page 16
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan (historical
cost) menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. Beberapa akun
disajikan dengan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi
masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
adalah mata uang Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Grup.
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas
yang dikendalikan oleh Perusahaan. Pengendalian tercapai dimana Perusahaan memiliki
kekuasaan atas investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya
dengan investee; dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk
mempengaruhi jumlah imbal hasil investor
Perusahaan menilai kembali apakah entitas tersebut adalah investee jika fakta dan keadaan
yang mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen
pengendalian yang disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki kurang dari hak suara mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan
atas investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk
mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak.
Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai
apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan Perusahaan kekuasaan, termasuk (i)
ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan
pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan, pemegang suara
lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta
dan keadaan tambahan apapun mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki, atau tidak
memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang relevan pada saat keputusan
perlu dibuat, termasuk pola suara pemilikan dalam RUPS sebelumnya.
Konsolidasi entitas anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas
anak dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak.
Secara khusus, pendapatan dan beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan
termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain dari
tanggal diperolehnya pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti
untuk mengendalikan entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dan untuk kepentingan non-pengendali. Perusahaan juga mengatribusikan total
laba komprehensif entitas anak kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali
meskipun hal, tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar
kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh
Grup
8
Page 17
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi (lanjutan)
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra kelompok usaha, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus
kas yang berkaitan dengan transaksi dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada
saat konsolidasi.
Kepentingan non-pengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan
dalam ekuitas. Kepentingan non-pengendali pemegang saham awalnya diukur baik pada nilai
wajar ataupun pada proporsi pemilikan kepentingan non-pengendali dari nilai wajar aset neto
yang dapat diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dilakukan pada akuisisi
dengan dasar akuisisi. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non-pengendali adalah
jumlah kepemilikan pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan non-pengendali dari
perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada
kepentingan non-pengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non-pengendali
mempunyai saldo defisit.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Grup dan
kepentingan non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian
kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan non-
pengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara
langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas induk.
Ketika Grup kehilangan pengendalian pada entitas anak, keuntungan atau kerugian diakui
dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang
diterima dan nilai wajar sisa kepemilikan (retained interest) dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya
dari aset (termasuk goodwill), dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan non-
pengendali.
Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait
dengan entitas anak yang dicatat seolah-olah Grup telah melepaskan secara langsung aset
atau liabilitas terkait entitas anak (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke kategori
lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan/diizinkan oleh standar akuntansi yang berlaku). Nilai
wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian
dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk akuntansi berikutnya dalam
PSAK 109, “Instrumen Keuangan”: Pengakuan dan Pengukuran atau, ketika berlaku, biaya
perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura
bersama.
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam
suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari
nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui
oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang
diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya
terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui
pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar
yang relevan.
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah
setiap kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi
(jika ada) atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil
alih pada tanggal akuisisi.
9
Page 18
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi (lanjutan)
Jika, setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih pada tanggal akuisisi melebihi jumlah imbalan yang dialihkan, jumlah dari
setiap kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi
(jika ada), selisih lebih diakui segera dalam laba rugi sebagai pembelian dengan diskon.
Kepentingan non-pengendali yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan mereka
hak atas bagian proposional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi pada awalnya
diukur baik pada nilai wajar ataupun pada bagian proporsional kepemilikan kepentingan non-
pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan dasar pengukuran
dilakukan atas dasar transaksi. Kepentingan non-pengendali jenis lain diukur pada nilai wajar
atau, jika berlaku, pada dasar pengukuran lain yang ditentukan oleh standar akuntansi lain
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau
liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration
arrangement), imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan
termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis
Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat sebagai
penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait
terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari
informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu
tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat
sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen
tersebut diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur
kembali pada tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam
ekuitas. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah
tanggal pelaporan sesuai dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui
keuntungan atau kerugian terkait dalam laba rugi atau dalam penghasilan komprehensif lain
(OCI).
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak
terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau
kerugiannya, jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum
tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya
dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak
pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan
informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan,
jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
10
Page 19
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)
Penerapan dari standar baru dan amendemen standar yang berlaku efektif mulai 1 Januari
2025, yang relevan dengan operasi Grup, namun tidak menimbulkan perubahan substansial
terhadap kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki efek yang material atas jumlah yang
dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya adalah sebagai berikut:
• Amendemen PSAK 221 “Pengaruh perubahan kurs valuta asing” terkait kekurangan
ketertukaran untuk menilai ketertukaran mata uang saat ekonomi memburuk akibat
hiperinflasi dan kurs yang digunakan.;
Amendemen standar yang telah diterbitkan, yang relevan dengan operasi Grup, namun belum
berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025 adalah
sebagai berikut:
Efektif 1 Januari 2026
• Amendemen PSAK 109 “Instrumen keuangan” dan PSAK 107 “Instrumen keuangan:
pengungkapan” tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan.
• Penyesuaian tahunan 2024 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
Penerapan dari amendemen dan interpretasi di atas tidak menimbulkan perubahan
substansial atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap
Laporan keuangan konsolidasian pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
e. Penjabaran Mata Uang Asing
Manajemen Grup menentukan mata uang fungsional adalah Rupiah dan memilih
menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uang penyajian laporan keuangan.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia
pada tanggal laporan posisi keuangan (Dolar AS 1 = Rp16.788 dan Rp16.162, masing-masing
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024). Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul
dari transaksi dalam mata uang asing dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing, diakui pada laporan laba rugi.
f. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak
berelasi berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
g. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan bank yang tidak dijadikan sebagai
jaminan.
11
Page 20
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan menurut nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi
biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan,
masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
i. Dana Cadangan Untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel
Pemasukan yang diperoleh dari hasil pengelolaan hotel harus diambil sebagian terlebih dahulu
untuk dimasukkan sebagai Dana Cadangan yang diperlukan untuk penggantian, penambahan
perabotan dan semua perlengkapan yang tidak dapat digunakan lagi dalam pengelolaan hotel.
Dana Cadangan secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam
rekening bank.
Dana Cadangan yang tidak digunakan dalam tahun-tahun yang bersangkutan dapat digunakan
pada tahun-tahun berikutnya.
Bunga yang diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari dana cadangan.
Beban penggantian dan penambahan perabotan dan perlengkapan hotel mengurangi saldo
dana cadangan.
j. Piutang Usaha
Piutang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, dan kemudian diukur dalam nilai yang
diamortisasi setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai piutang. Perusahaan
menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang
mengharuskan penggunaan provisi kerugian ekspektasian seumur hidup untuk semua piutang
usaha.
Piutang dihapusbukukan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih.
k. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar di muka dibebankan selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
l. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan (pengakuan awal) setelah dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi penurunan nilai aset. Biaya perolehan awal aset tetap meliputi
harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan
biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
12
Page 21
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Aset Tetap (lanjutan)
Setelah pengakuan awal, aset tetap diukur dengan model biaya.
Nilai residu, estimasi umur ekonomis dan metode penyusutan aset tetap ditelaah dan
disesuaikan jika lebih tepat, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, untuk memastikan
bahwa nilai sisa, estimasi umur ekonomis dan metode penyusutan tersebut telah
mencerminkan manfaat ekonomi yang diharapkan dari aset tersebut.
Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya
perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan.
Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap
selain tanah dan bangunan diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada). Tanah dan bangunan dicatat menggunakan
model revaluasi yang nilai wajarnya diukur secara andal pada jumlah revaluasian, yaitu nilai
wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
nilai setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler
untuk memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan jumlah yang
ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di
masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut
dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikanpengakuannya
pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan
pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Aset tetap disusutkan sejak aset mulai atau siap digunakan, dengan menggunakan metode
garis lurus berdasarkan estimasi umur masa manfaat ekonomis sebagai berikut:
Masa Manfaat
Bangunan dan prasarana 20
Perlengkapan dan perabot 4-8
Kendaraan 4
Peralatan kantor 4–8
Tanah dinyatakan pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk
mendapatkan hak legal dan biaya terkait dengan pembaruan hak atas tanah diakui sebagai
bagian biaya akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Perusahaan
menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan
dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah
tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan, melainkan
mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Perusahaan menerapkan perlakuan
akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116 “Sewa”. Jika hak atas
tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Perusahaan menerapkan PSAK
216 “Aset tetap”.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif tahun
berjalan; sedangkan renovasi dan penambahan yang jumlahnya signifikan dan
memperpanjang masa manfaat dikapitalisasi ke aset tetap yang bersangkutan. Nilai tercatat
serta akumulasi penyusutan atas aset tetap yang tidak digunakan lagi atau yang dijual,
dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan, dan keuntungan atau kerugian yang
terjadi diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
13
Page 22
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Aset Tetap (lanjutan)
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi
penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan, dan keuntungan atau kerugian yang
terjadi diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
Aset tetap yang dimiliki oleh Perusahaan digunakan seluruhnya untuk operasional Perusahaan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara
jumlah neto hasil pelepasan dan nilai tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi
pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Perubahan Estimasi Masa Manfaat Ekonomis
Pada akhir periode pelaporan, Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat
ekonomis aset, nilai sisa aset, metode penyusutan dan sisa umur pemakaian berdasarkan
kondisi teknis.
m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Perusahaan mengakui rugi penurunan nilai aset apabila taksiran jumlah yang dapat diperoleh
kembali (recoverable amount) dari suatu aset lebih rendah dari nilai tercatatnya. Pada setiap
tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan
apakah terdapat indikasi pemulihan penurunan nilai. Pemulihan penurunan nilai diakui sebagai
laba pada periode terjadinya pemulihan.
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan mengakui pendapatan dari rental mobil sesuai dengan PSAK 115, “Pendapatan
dari Kontrak dengan Pelanggan”, dengan melakukan analisa transaksi melalui metode lima
langkah pengakuan pendapatan sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan.
3. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan dengan
menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
diharapkan ditambah marjin;
4. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah
yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut
sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa
yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang
akan dibayarkan selama periode kontrak.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut
(pada suatu waktu tertentu atau sepanjang waktu).
14
Page 23
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih
ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui
karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Kriteria lainnya
Pendapatan diakui ketika Perusahaan telah memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan
mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan
memperoleh pengendalian atas barang atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat
dipenuhi pada suatu waktu tertentu atau dari sepanjang waktu. Jumlah pendapatan yang diakui
adalah jumlah yang dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat kepemilikan aset dialihkan
kepada pelanggan, umumnya pada saat penyerahan aset kepada pelanggan. Uang muka yang
diperoleh dari pelanggan diakui sebagai liabilitas kontrak.
Beban diakui pada saat terjadinya.
o. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan di laba rugi karena tidak memperhitungkan
penghasilan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun berbeda dan tidak
memperhitungkan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan.
Liabilitas Perusahaan untuk pajak kini dihitung berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada
akhir periode pelaporan.
Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak pasti, tetapi kemungkinan besar akan
mengangkibatkan arus keluar dana kepada otoritas pajak. Provisi diukur sebesar estimasi
terbaik atas jumlah ekspektasian yang terhutang. Penilaian berdasarkan pada pertimbangan
profesional pajak dalam Perusahaan yang didukung dengan pengalaman lalu atas aktivitas
tersebut dan dalam kasus tertentu berdasarkan saran pakar pajak independen.
Pajak Tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi
pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas
menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap
tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak
tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal,
sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi
rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penghasilan kena pajak pada masa
depan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode
pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi
sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode
pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui.
Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar
kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya.
15
Page 24
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Tangguhan (lanjutan)
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara
substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas
pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha tahun
berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau
dikreditkan ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam
laporan posisi keuangan, sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
p. Aset Keuangan
(i) Klasifikasi
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya berdasarkan kategori sebagai berikut
pada saat pengakuan awal:
• Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
• Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain;
• Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika memenuhi kondisi sebagai
berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI)
dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
memenuhi kondisi sebagai berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memenuhi kriteria SPPI.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai
aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi.
(ii) Pengakuan Awal
a. Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam
kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan kebiasaan yang berlaku di pasar
(pembelian secara reguler) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.
b. Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan tidak
diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut
ditambah/dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
perolehan atau penerbitan aset keuangan.
16
Page 25
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
p. Aset Keuangan (lanjutan)
(iii) Pengakuan Awal (lanjutan)
Perusahaan, pada pengakuan awal, dapat menetapkan aset keuangan tertentu sebagai
nilai wajar melalui laba rugi (opsi nilai wajar). Opsi nilai wajar dapat digunakan hanya bila
memenuhi ketetapan sebagai berikut:
• Penetapan sebagai opsi nilai wajar mengurangi atau mengeliminasi ketidakkonsistenan
pengukuran dan pengakuan (accounting mismatch) yang dapat timbul; atau
• Aset keuangan merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang risikonya
dikelola dan dilaporkan kepada manajemen kunci berdasarkan nilai wajar; atau
• Aset keuangan terdiri dari kontrak utama dan derivatif melekat yang harus dipisahkan,
tetapi tidak dapat mengukur derivatif melekat secara terpisah.
(iv) Pengukuran Setelah Pengakuan Awal
Aset keuangan dalam kelompok aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dan aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi diukur pada nilai wajarnya.
Aset keuangan kelompok biaya perolehan diamortisasi dan liabilitas keuangan lainnya
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif.
(v) Penghentian Pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika:
• Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
• Perusahaan telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
tersebut atau menanggung liabilitas untuk membayarkan arus kas yang diterima
tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga di bawah
kesepakatan pelepasan, dan antara (a) Perusahaan telah mentransfer secara
substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Perusahaan tidak mentransfer
maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi
telah mentransfer kendali atas aset.
Ketika Perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah
memasuki kesepakatan pelepasan dan tidak mentransfer serta tidak mempertahankan
secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset atau tidak mentransfer kendali
atas aset, aset diakui sebesar keterlibatan Perusahaan yang berkelanjutan atas aset
tersebut.
Pinjaman yang diberikan dihapusbukukan ketika tidak terdapat prospek yang realistis
mengenai pengembalian pinjaman atau hubungan normal antara Perusahaan dan debitur
telah berakhir. Pinjaman yang tidak dapat dilunasi tersebut dihapusbukukan dengan
mendebit cadangan kerugian penurunan nilai.
17
Page 26
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
p. Aset Keuangan (lanjutan)
(vi) Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
a. Pendapatan dan beban bunga atas aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain serta aset keuangan yang dicatat berdasarkan biaya
perolehan diamortisasi, diakui pada laporan laba rugi dengan menggunakan metode
suku bunga efektif.
Jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi aset
keuangan sebelum disesuaikan dengan cadangan penurunan nilai.
Jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi aset
keuangan sebelum disesuaikan dengan cadangan penurunan nilai.
Dalam menghitung pendapatan dan beban bunga, tingkat bunga efektif diterapkan pada
jumlah tercatat bruto aset (ketika aset tersebut bukan aset keuangan memburuk) atau
terhadap biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas.
Untuk aset keuangan yang memburuk setelah pengakuan awal, pendapatan bunga
dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan
diamortisasi dari aset keuangan tersebut. Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka
perhitungan pendapatan bunga akan dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif
terhadap nilai tercatat bruto dari aset keuangan tersebut.
Untuk aset keuangan yang telah memburuk pada saat pengakuan awal, pendapatan
bunga dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan
diamortisasi dari aset keuangan tersebut. Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka
perhitungan pendapatan bunga akan tetap dihitung dengan menerapkan tingkat bunga
efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut.
b. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar atas aset keuangan
yang diklasifikasikan dalam kelompok nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
diakui secara langsung dalam laporan laba rugi komprehensif (merupakan bagian dari
ekuitas) sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau adanya
penurunan nilai, kecuali keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar untuk
instrumen utang.
Pada saat aset keuangan dihentikan pengakuannya atau dilakukan penurunan nilai,
keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui
pada laporan laba rugi.
(vii) Reklasifikasi aset keuangan
Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan jika dan hanya jika, model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan berubah.
Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi biaya perolehan yang diamortisasi ke klasifikasi
nilai wajar melalui laba rugi dicatat sebesar nilai wajarnya. Selisih antara nilai tercatat
dengan nilai wajar diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada laba rugi.
Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi biaya perolehan yang diamortisasi ke klasifikasi
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dicatat sebesar nilai wajarnya.
18
Page 27
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
p. Aset Keuangan (lanjutan)
(vii) Reklasifikasi aset keuangan (lanjutan)
Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain ke klasifikasi nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada wajar. Keuntungan atau kerugian
yang belum direalisasi direklasifikasi ke laba rugi.
Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain ke klasifikasi biaya perolehan yang diamortisasi dicatat pada nilai tercatat. Keuntungan
atau kerugian yang belum direalisasi dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai
wajar.
(v) Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi nilai wajar melalui laba rugi ke klasifikasi biaya
perolehan yang diamortisasi dicatat pada wajar.
• Perusahaan mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian pada instrumen
keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
• Tidak ada penyisihan kerugian kredit ekspektasian pada investasi instrumen ekuitas;
• Perusahaan mengukur cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya, kecuali untuk hal berikut, diukur sejumlah kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan;
• Instrumen utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan; dan
• Instrumen keuangan lainnya yang risiko kreditnya tidak meningkat secara signifikan
Perusahaan menganggap instrumen utang memiliki risiko kredit yang rendah ketika
peringkat risiko kreditnya setara dengan definisi investment grade yang dipahami secara
global.
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya yang merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul
dari peristiwa gagal bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan
setelah tanggal pelaporan.
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian.
Kerugian kredit ekspektasian adalah estimasi probabilitas tertimbang dari kerugian kredit
yang diukur sebagai berikut:
• Aset keuangan yang tidak memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit
ekspektasian diukur sebesar selisih antara nilai kini dari seluruh kekurangan kas (yaitu
selisih antara arus kas yang terutang kepada Perusahaan sesuai dengan kontrak dan
arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh Perusahaan);
• Aset keuangan yang memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian
diukur sebesar selisih antara jumlah tercatat bruto dan nilai kini arus kas masa depan
yang diestimasi;
• Komitmen pinjaman yang belum ditarik, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar
selisih antara nilai kini jumlah arus kas jika komitmen ditarik dan arus kas yang
diperkirakan akan diterima oleh Perusahaan;
• Kontrak jaminan keuangan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara
pembayaran yang diperkirakan untuk mengganti pemegang atas kerugian kredit yang
terjadi dikurangi jumlah yang diperkirakan dapat dipulihkan.
19
Page 28
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
p. Aset Keuangan (lanjutan)
(vii) Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan)
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai
berikut:
• Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penyisihan kerugian
kredit ekspektasian disajikan sebagai pengurang dari jumlah tercatat bruto aset;
• Komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, penyisihan kerugian kredit
ekspektasian disajikan sebagai provisi;
• Instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
penyisihan kerugian kredit ekspektasian tidak diakui dalam laporan posisi keuangan
karena jumlah tercatat dari aset-aset ini adalah nilai wajarnya. Namun demikian
penyisihan kerugian kredit ekspektasian diungkapkan dan diakui dalam penghasilan
komprehensif lain.
Penerimaan Kembali atas Aset Keuangan yang Telah Dihapusbukukan
Penerimaan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan pada tahun berjalan
dikreditkan dengan menyesuaikan akun cadangan kerugian penurunan nilai. Penerimaan
kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan pada tahun sebelumnya dicatat
sebagai pendapatan operasional selain pendapatan bunga.
Penerimaan Kembali atas Aset Keuangan yang Telah Dihapusbukukan (lanjutan)
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan mengevaluasi apakah
terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan yang tidak dicatat pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi telah mengalami penurunan nilai. Aset keuangan mengalami
penurunan nilai jika bukti obyektif menunjukkan bahwa peristiwa yang merugikan telah
terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa tersebut berdampak pada
arus kas masa datang atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.
q. Liabilitas Keuangan
(i) Klasifikasi
mengklasifikasikan liabilitas keuangannya berdasarkan kategori sebagai berikut pada
saat pengakuan awal:
• Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang memiliki
2 (dua) sub-klasifikasi, yaitu liabilitas keuangan yang ditetapkan demikian pada saat
pengakuan awal dan liabilitas keuangan yang telah diklasifikasikan dalam kelompok
diperdagangkan;
• Liabilitas keuangan lain
Liabilitas keuangan lainnya merupakan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk
dijual atau ditentukan sebagai nilai wajar melalui laba rugi saat pengakuan liabilitas.
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
20
Page 29
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Liabilitas Keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi (lanjutan)
Kelompok liabilitas diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
keuangan dimiliki untuk diperdagangkan yang diperoleh atau dimiliki Perusahaan
terutama untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu dekat, atau dimiliki sebagai bagian dari
portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama untuk memperoleh laba
jangka pendek atau position taking.
Derivatif juga dikategorikan dalam kelompok ini, kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai efektif. Liabilitas dalam kelompok ini dicatat pada nilai wajar dalam
laporan posisi keuangan dengan keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba
rugi.
(ii) Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan lain
Derivatif juga dikategorikan dalam kelompok ini, kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai efektif. Liabilitas dalam kelompok ini dicatat pada nilai wajar dalam
laporan posisi keuangan dengan keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba
rugi.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas yang ditetapkan dalam
kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas yang lain oleh
pemberi pinjaman yang sama pada keadaan yang secara substansial berbeda, atau
berdasarkan suatu liabilitas yang ada yang secara substansial telah diubah, maka
pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan
liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan perbedaan nilai tercatat masing-masing
diakui dalam laporan laba rugi.
r. Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika dan hanya jika,
• Saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang telah diakui tersebut; dan
• Berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
s. Imbalan Kerja
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tidak terdiskonto sebagai liabilitas
pada laporan posisi keuangan setelah dikurangi jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban
dalam laba rugi.
21
Page 30
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
s. Imbalan Kerja (lanjutan)
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan manfaat pasti yang dibentuk dengan
pendanaan khusus melalui program dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah
penghasilan karyawan pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit
Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak
akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan
pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan
Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan
Pasal 185 (b) UU No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan
lapangan kerja yang seluas-luasnya.
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30
Desember 2022 yang merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020.
Dengan berlakunya Perppu ini, UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku. Perppu Cipta Kerja 2/2022 telah ditetapkan menjadi Undang-Undang pada
tanggal 31 Maret 2023 berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 2023.
t. Distribusi Dividen
Distribusi dividen kepada pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan
keuangan konsolidasian dalam periode saat dividen tersebut disetujui oleh pemegang saham
Grup.
u. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang
secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi
sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Grup.
v. Laba per Saham
Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang
dari saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah
saham biasa yang dibeli kembali.
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa.
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada
publik dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun
tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.
22
Page 31
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI MANAJEMEN
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2
pada laporan keuangan, manajemen harus membuat pertimbangan, estimasi, dan asumsi atas nilai
tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi
tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
a. Pertimbangan dan Sumber Utama Ketidakpastian
1. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan dan mengukur aset keuangannya dengan
mempertimbangkan model bisnis Perusahaan di mana aset tersebut dikelola dan
karakteristik arus kasnya seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan.
2. Penyisihan penurunan nilai piutang usaha
Perusahaan mengevaluasi kerugian penurunan nilai piutang berdasarkan identifikasi akun
tertentu apakah terdapat bukti objektif bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
memenuhi kewajiban keuangannya.
Dalam hal tersebut Perusahaan mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang
tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan
dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar
yang telah diketahui, untuk mencatat cadangan spesifik atas piutang pelanggan guna
mengurangi piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan.
3. Pajak penghasilan
Perusahaan selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara selfassessment
berdasarkan pada peraturan yang berlaku. Perhitungan tersebut dianggap benar selama
belum terdapat ketetapan dari Direktur Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau
ketika sampai dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluwarsa pajak) tidak terdapat
ketetapan pajak yang diterbitkan.
Perbedaan jumlah pajak penghasilan yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal
seperti pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi
antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan
hasil aktual dan jumlah tercatat tersebut dapat mempengaruhi jumlah tagihan pajak, utang
pajak, beban pajak dan aset pajak tangguhan.
b. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah
akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut tercermin
dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang
melekat dalam membuat estimasi, hasil aktual yang dilaporkan di masa mendatang dapat
berbeda dengan hasil estimasi yang dilaporkan tersebut.
23
Page 32
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI MANAJEMEN (lanjutan)
b. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting (lanjutan)
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini.
1. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan
liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan
penggunaan estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan
berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga),
sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena
penggunaan metode penilaian yang berbeda.
2. Estimasi Masa Manfaat dan Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat
ekonomis aset tetap antara 4 tahun sampai dengan 20 tahun, yang merupakan umur yang
secara umum diharapkan dalam industri yang sama dan pengalaman aset yang sejenis.
Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa
manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin
direvisi.
3. Estimasi Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung
pada pemilihan asumsi yang digunakan dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.
Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto tingkat kenaikan gaji tahunan tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan tingkat kecacatan umur pension dan tingkat kematian.
Realisasi yang berbeda dari asumsi Perusahaan dibebankan atau dikreditkan pada ekuitas
didalam pendapatan komprehensif lainnya diperiode dimana biaya ini timbul.
Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai
perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang
ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas
pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih.
24
Page 33
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
4. KAS DAN BANK
2025 2024
Kas 30.020.763 137.199.844
Bank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3.586.359.725 55.404.494
PT Bank Central Asia Tbk 2.542.003.511 1.308.005.275
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 141.460.072 8.418.299
PT Bank Mega Tbk 58.986.636 -
PT Bank CIMB Niaga Tbk 15.332.817 15.837.374
PT Bank Pembangunan Daerah Lampung 6.602.912 7.024.877
PT Bank Ganesha Tbk 575.132 -
Sub Jumlah 6.351.320.804 1.394.690.319
Jumlah 6.381.341.567 1.531.890.163
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 saldo kas dan bank ditempatkan pada pihak ketiga dan
tidak dijaminkan.
5. PIUTANG USAHA
Berdasarkan segmen:
2025 2024
Pihak ketiga
Piutang program pelatihan 5.818.301.487 4.079.949.333
Kamar, makanan, minuman dan lain-lain 150.756.514 165.107.056
Sub Jumlah Bruto 5.969.058.001 4.245.056.389
Cadangan kerugian penurunan nilai (725.085.541) (346.958.218)
Jumlah Bersih 5.243.972.460 3.898.098.171
Berdasarkan analisis umur piutang usaha:
2025 2024
Berdasarkan umur:
Belum jatuh tempo 2.396.918.930 1.358.718.682
Jatuh tempo:
1 - 30 Hari 2.233.811.233 2.753.077.717
31 - 60 Hari 1.151.896.964 82.589.990
61 - 90 Hari 3.847.874 -
>90 Hari 182.583.000 50.670.000
Sub Jumlah 5.969.058.001 4.245.056.389
Cadangan kerugian penurunan nilai (725.085.541) (346.958.218)
Jumlah Bersih 5.243.972.460 3.898.098.171
25
Page 34
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang:
2025 2024
Mutasi cadangan penurunan nilai:
Saldo awal 346.958.218 80.925.640
Pemulihan pencadangan (Catatan 29) (346.958.218) -
Penambahan pencadangan (Catatan 29) 725.085.541 266.032.578
Jumlah 725.085.541 346.958.218
Grup membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kerugian kredit ekspektasian
dengan menelaah kolektibilitas saldo piutang secara kolektif dan mempertimbangkan informasi yang
berorientasi ke masa depan dan relevan.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai
untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan
dan dicatat sebagai pendapatan lain-lain.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
2025 2024
Piutang ketiga
Karyawan 57.361.780 58.926.798
Jumlah 57.361.780 58.926.798
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang lain-lain masing-masing pihak pada akhir periode
pelaporan, manajemen berkeyakinan tidak terdapat indikasi penurunan nilai piutang lain-lain pada
akhir periode sehingga Perusahaan tidak melakukan cadangan penurunan nilai atas piutang lain-
lain.
7. PERSEDIAAN
2025 2024
Makanan dan minuman 62.397.028 38.994.762
Perlengkapan 39.961.747 54.801.590
Peralatan dapur 7.612.743 17.258.818
Jumlah 109.971.518 111.055.170
Persediaan perlengkapan operasional hotel merupakan persediaan berupa linen dan barang pecah
belah serta perangkat pendukung operasional hotel lainnya.
Persediaan bahan baku merupakan persediaan berupa bahan baku yang digunakan untuk
operasional restoran.
26
Page 35
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
7. PERSEDIAAN (lanjutan)
Berdasarkan penelaahan pada akhir tahun berjalan, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua
jenis persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.
8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2025 2024
Uang muka
Sewa - 50.000.000
Jumlah - 50.000.000
9. ASET TETAP
2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 12.315.263.667 - - 12.315.263.667
Bangunan dan prasarana 57.672.525.347 227.838.740 - 57.900.364.087
Kendaraan 1.143.520.000 - - 1.143.520.000
Peralatan kantor 2.009.506.430 38.084.500 - 2.047.590.930
Perlengkapan perabot 12.958.491.950 291.089.668 - 13.249.581.618
Jumlah 86.099.307.394 557.012.908 - 86.656.320.302
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan dan prasarana 9.056.589.382 2.979.640.119 - 12.036.229.501
Kendaraan 313.177.919 117.462.502 - 430.640.421
Peralatan kantor 1.376.024.892 246.366.307 - 1.622.391.199
Perlengkapan perabot 7.197.592.854 1.797.532.206 - 8.995.125.060
Jumlah 17.943.385.047 5.141.001.135 - 23.084.386.182
Nilai Buku 68.155.922.347 63.571.934.120
27
Page 36
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 12.315.263.667 - - 12.315.263.667
Bangunan dan prasarana 56.414.644.180 1.257.881.167 - 57.672.525.347
Kendaraan 1.143.520.000 - - 1.143.520.000
Peralatan kantor 1.890.693.221 118.813.209 - 2.009.506.430
Perlengkapan perabot 12.922.869.950 35.622.000 - 12.958.491.950
Jumlah 84.686.991.018 1.412.316.376 - 86.099.307.394
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan dan prasarana 6.139.599.296 2.916.990.086 - 9.056.589.382
Kendaraan 155.237.919 157.940.000 - 313.177.919
Peralatan kantor 1.091.019.756 285.005.136 - 1.376.024.892
Perlengkapan perabot 5.437.572.145 1.760.020.709 - 7.197.592.854
Jumlah 12.823.429.116 5.119.955.931 - 17.943.385.047
Nilai Buku 71.863.561.902 68.155.922.347
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
Beban pokok penjualan (Catatan 26) 2.979.640.119 2.916.990.086
Beban umum dan administrasi (Catatan 28) 2.161.361.016 2.202.965.845
Jumlah 5.141.001.135 5.119.955.931
Tanah merupakan hak atas tanah Perusahaan dan entitas anak yang sebagaimana ternyata dalam
Sertifikat Hak Guna Bangunan Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1057-1060 yang berlaku sampai
tanggal 20 November 2039, Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1062-1070 yang berlaku sampai
tanggal 18 Mei 2040 dan Hak Guna Bangunan (HGB) No.1110/Metro yang berlaku sampai tanggal
26 Agustus 2040.
Pada tanggal 31 Desember 2025, Grup mengasuransikan aset tetapnya berupa bangunan kepada
PT Asuransi Umum Mega, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp26.447.955.000
Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup mengasuransikan aset tetapnya berupa bangunan kepada
PT Asuransi Dayin Mitra Tbk, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp25.241.500.000
Tanah dan bangunan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit dari PT Bank Mega Tbk.
Manajemen telah melakukan evaluasi atas kemungkinan dampak kejadian tersebut dan
berpendapat bahwa pada saat ini belum terdapat indikasi penurunan nilai yang signifikan. Namun
demikian, hasil akhir dari proses hukum tersebut dapat berdampak pada nilai tercatat aset di masa
yang akan datang.
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap
sehingga Perusahaan tidak melakukan penyisihan penurunan nilai untuk aset tetap
28
Page 37
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
10. ASET TAKBERWUJUD
2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
System 986.097.037 - - 986.097.037
Jumlah 986.097.037 - - 986.097.037
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
System 267.067.947 246.524.260 - 513.592.207
Jumlah 267.067.947 246.524.260 - 513.592.207
Nilai Buku 719.029.090 472.504.831
2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
System 986.097.037 - - 986.097.037
Jumlah 986.097.037 - - 986.097.037
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
System 20.543.688 246.524.259 - 267.067.947
Jumlah 20.543.688 246.524.259 - 267.067.947
Nilai Buku 965.553.349 719.029.090
2025 2024
Beban pokok penjualan (Catatan 26) 246.524.260 246.524.260
Jumlah 246.524.260 246.524.260
11. UTANG USAHA
Berdasarkan segmen:
2025 2024
Pihak ketiga
Supplier 65.926.683 75.082.127
Refund program 1.050.000 2.300.000
Jumlah 66.976.683 77.382.127
29
Page 38
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. UTANG USAHA (lanjutan)
Berdasarkan analisis umur utang usaha :
2025 2024
Berdasarkan umur:
Jatuh Tempo:
1 - 30 Hari 65.566.683 75.082.127
31 - 60 Hari 869.401 2.300.000
61 - 90 Hari - -
>90 Hari 540.599 -
Jumlah 66.976.683 77.382.127
12. UTANG BANK JANGKA PENDEK
2025 2024
PT Bank Mega Tbk 2.613.048.918 -
PT Bank Ganesha Tbk - 2.865.147.736
Jumlah 2.613.048.918 2.865.147.736
- Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit nomor 012/CBC-JKT2/SPPK/2025
tanggal 10 Februari 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk rekening koran
dari PT Bank Mega Tbk dengan plafon sebesar Rp2.900.000.000 dengan tingkat bunga 9,75%
per tahun dengan jangka waktu 12 bulan, yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Februari
2026.
- Berdasarkan Perjanjian Perpanjangan Kredit No. 015/PJPK/KRD/KCU/2024 Pada tanggal 6
Maret 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk pinjaman rekening koran dari
PT Bank Ganesa Tbk dengan plafon sebesar Rp 2.900.000.000 dengan tingkat bunga 10%
pertahun dengan jangka waktu 12 bulan, yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2025.
Jaminan atas fasilitas kredit ini sama dengan utang bank jangka panjang (catatan 18).
13. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
2025 2024
Jasa layanan 104.039.897 129.774.071
Jasa profesional 77.000.000 114.350.000
Listrik, air dan telepon 62.250.989 61.496.838
Laundry - 12.441.678
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp5.000.000) 159.733.705 9.359.982
Jumlah 403.024.591 327.422.569
30
Page 39
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
14. UTANG LAIN-LAIN
2025 2024
Pihak Ketiga
Deposit tamu 128.350.101 137.787.800
Cadangan penggantian perabotan hotel 25.067.066 -
Jumlah 153.417.167 137.787.800
15. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
2025 2024
Program pelatihan siswa 2.113.334 14.899.333
Jumlah 2.113.334 14.899.333
Pendapatan diterima dimuka merupakan pendapatan dari program pelatihan siswa yang belum
diakui dan akan diakui sebagai pendapatan selama program pelatihan sampai dengan selesai.
16. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
2025 2024
Entitas Anak
Pajak penghasilan:
Pasal 21 77.815 -
Jumlah 77.815 -
b. Utang Pajak
2025 2024
Entitas Induk
Pajak penghasilan:
Pasal 23 69.400 1.720.000
Pasal 29 697.948.790 151.632.967
Entitas Anak
Pajak penghasilan:
Pasal 23 1.340.000 431.621
Pasal 29 Tahun 2025 50.955.850 122.709.346
Pajak restoran - PB1 43.748.498 91.430.535
Jumlah 794.062.538 367.924.469
31
Page 40
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Pajak Kini
Rekonsiliasi laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dengan taksiran laba fiskal yang dihitung oleh Entitas untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
Entitas Induk
Laba sebelum pajak menurut laporan
laba rugi konsolidasian 3.422.039.778 1.053.721.652
Dikurangi: Laba sebelum taksiran
pajak penghasilan Entitas Anak (160.715.773) (563.498.533)
Eliminasi konsolidasian - 432.940.087
Laba sebelum pajak penghasilan entitas induk 3.261.324.005 923.163.206
Koreksi Fiskal:
Beda Temporer:
Imbalan pascakerja 24.631.306 (1.448.526)
Cadangan kerugian penurunan nilai piutang 682.002.541 266.032.578
Pemulihan cadangan penurunan nilai piutang (346.958.218)
Beda Permanen:
Laba anak usaha (432.940.088)
Pajak 4.901.851 8.181.250
Jamuan dan sumbangan 26.168.896 24.120.471
Pendapatan final atas pendapatan bunga (2.512.062) (1.378.114)
Beban lainnya 12.083.114 45.998.073
Jumlah Koreksi Fiskal Bersih 400.317.429 (91.434.356)
Estimasi Laba Kena Pajak 3.661.641.434 831.728.850
Pembulatan 3.661.641.000 831.728.000
PPh Terutang
a. PPh Terutang dari Penghasilan Kena Pajak dari
bagian peredaran bruto yang memperoleh
fasilitas: 107.612.230 30.736.355
b. PPh Terutang dari Penghasilan Kena Pajak dari
bagian peredara bruto yang tidak memperoleh
fasilitas: 590.336.560 121.507.638
Taksiran Beban Pajak Kini 697.948.790 152.243.993
Dikurangi pajak penghasilan
dibayar dimuka:
Jumlah - -
Taksiran Utang Pajak Kini 697.948.790 152.243.993
32
Page 41
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Pajak Kini (lanjutan)
2025 2024
Entitas Anak
Laba sebelum pajak menurut laporan
laba rugi konsolidasian 160.715.773 130.558.446
Koreksi Fiskal:
Beda Temporer:
Imbalan pascakerja 29.136.501 (2.941.907)
Cadangan kerugian penurunan nilai 43.083.000 -
Beda Permanen:
Pajak 53.098.578 192.878.228
Administrasi bank 360.000 -
Jamuan dan sumbangan 23.846.582 8.261.009
Pendapatan final atas pendapatan bunga (43.860) 26.946.553
Jumlah Koreksi Fiskal Bersih 149.480.801 225.143.883
Estimasi Laba Kena Pajak 310.196.574 355.702.329
Pembulatan 310.196.000 355.702.000
PPh Terutang
a. PPh Terutang dari Penghasilan Kena Pajak dari
bagian peredaran bruto yang memperoleh
fasilitas: 17.285.730 36.274.920
b. PPh Terutang dari Penghasilan Kena Pajak dari
bagian peredara bruto yang tidak memperoleh
fasilitas: 33.670.120 85.350.540
Taksiran Beban Pajak Kini 50.955.850 121.625.460
Dikurangi pajak penghasilan
dibayar dimuka:
Jumlah - -
Taksiran Utang Pajak Kini 50.955.850 121.625.460
33
Page 42
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Pajak Tangguhan
2025
Dikreditkan Dikreditkan Ke
(Dibebankan) Penghasilan
Saldo Awal ke Laba Rugi Komperehensif Lain Ending Balance
Entitas Induk
Cadangan kerugian piutang usaha 54.529.899 155.326.404 - 209.856.303
Imbalan kerja 23.285.013 (74.273.736) (138.248) (51.126.971)
Sub Jumlah 77.814.912 81.052.668 (138.248) 158.729.332
Entitas Anak 495.995 15.888.290 (9.147) 16.375.138
Aset Pajak Tangguhan - Bersih 78.310.907 96.940.958 (147.395) 175.104.470
2024
Dikreditkan Dikreditkan Ke
(Dibebankan) Penghasilan
Saldo Awal ke Laba Rugi Komperehensif Lain Ending Balance
Entitas Induk
Cadangan kerugian piutang usaha (3.997.268) 58.527.167 - 54.529.899
Imbalan kerja 17.803.641 5.481.372 - 23.285.013
Sub Jumlah 13.806.373 64.008.539 - 77.814.912
Entitas Anak 1.040.918 (692.455) 147.532 495.995
Aset Pajak Tangguhan - Bersih 14.847.291 63.316.084 147.532 78.310.907
17. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
2025 2024
Rincian Utang Pembiayaan Berdasarkan Jatuh
Tempo Tidak Lebih dari Satu Tahun 118.427.954 352.740.000
Lebih dari Satu Tahun dan Kurang dari Lima Tahun - (65.934.546)
Nilai sekarang atas pembayaran
minimum Utang Pembiayaan 118.427.954 286.805.454
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun (118.427.954) (131.362.822)
Bagian Jangka Panjang - 155.442.632
Pada tahun 2023, Perusahaan memperoleh dua Fasilitas Pembiayaan Multiguna 1 unit kendaraan
Wuling dari PT Mandiri Tunas Finance dengan keseluruhan nilai aset yang diperoleh sebesar
Rp197.000.000, di mana total nilai yang dibiayai oleh fasilitas ini adalah sebesar Rp 146.800.000,
dengan jangka waktu 48 bulan dengan tingkat bunga sebesar 8,57% per tahun.
Pada tahun 2022, Perusahaan memperoleh dua Fasilitas Pembiayaan Multiguna 3 unit kendaraan
Wuling dari PT Mandiri Tunas Finance dengan keseluruhan nilai aset yang diperoleh sebesar
Rp587.640.000, di mana total nilai yang dibiayai oleh fasilitas ini adalah masing-masing sebesar
Rp512.640.000 dengan jangka waktu 48 bulan dengan tingkat bunga sebesar 8,53% per tahun.
34
Page 43
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG
2025 2024
Entitas anak
PT Bank Ganesha Tbk
Kredit investasi I - 4.549.450.545
Kredit investasi II - 4.549.450.545
PT Bank Mega Tbk
Kredit investasi I 9.011.979.123 -
Sub Jumlah 9.011.979.123 9.098.901.090
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun (1.490.780.761) (2.373.626.376)
Bagian Jangka Panjang 7.521.198.362 6.725.274.714
2025 2024
Jatuh tempo dalam tahun:
2025 - 2.373.626.376
2026 1.490.780.761 2.373.626.376
2027 - 2035 7.521.198.362 4.351.648.338
Jumlah 9.011.979.123 9.098.901.090
PT Bank Mega Tbk
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) nomor 012/CBC-JKT2/SPPK/2025
tanggal 10 Februari 2025, PT Aidia Indonesia Propertindo memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk
rekening koran dengan plafon sebesar Rp2.900.000.000 dan fasilitas kredit investasi 1 untuk take
over 2 fasilitas kredit investasi di Bank Ganesha sejumlah Rp9.500.000.000 dari Bank Mega.
Dengan tipe, struktur, dan syarat kredit sebagai berikut:
Fasilitas Kredit Investasi 1 (untuk take over 2 fasilitas KI di Bank Ganesha)
Plafon : Rp9.500.000.000
Bentuk kredit : Kredit investasi
Jangka waktu : 120 bulan sejak akad kredit
Suku bunga : 9,75%
PT Bank Ganesha Tbk
Berdasarkan akta perjanjian kredit No. 16, 17, dan 18 tanggal 20 Maret 2020 dan Surat
Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) nomor 057/KCU-ADK/III/2020, PT Aidia Indonesia
Propertindo memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk rekening koran dan kredit investasi 1 dan 2.
Fasilitas Kredit Investasi 1
Plafon : Rp9.000.000.000
Bentuk kredit : Kredit investasi
Jangka waktu : 96 bulan sejak akad kredit
Suku bunga : 10,75%
35
Page 44
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
Fasilitas Kredit Investasi 2
Plafon : Rp16.750.000.000
Bentuk kredit : Kredit investasi
Jangka waktu : 96 bulan sejak akad kredit
Suku bunga : 10,75%
Agunan yang diserahkan:
1. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1066/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02011/2020, seluas 484 m2 atas nama PT Aidia
Indonesia Propertindo;
2. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1063/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02016/2020, seluas 496 m2 atas nama PT Aidia
Indonesia Propertindo;
3. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1070/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02013/2020, seluas 474 m2 atas nama PT Aidia
Indonesia Propertindo;
4. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1067/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02017/2020, seluas 1.471 m2 atas nama PT
Aidia Indonesia Propertindo;
5. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1064/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02015/2020, seluas 963 m2 atas nama PT Aidia
Indonesia Propertindo;
6. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1065/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02018/2020, seluas 2.973 m2 atas nama PT
Aidia Indonesia Propertindo;
7. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1069/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02012/2020, seluas 236 m2 atas nama PT Aidia
Indonesia Propertindo;
8. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1062/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02019/2020, seluas 239 m2 atas nama PT Aidia
Indonesia Propertindo;
9. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1068/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02014/2020, seluas 1.689 m2 atas nama PT
Aidia Indonesia Propertindo;
10. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1057/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01926/2019, seluas 195 m2 atas nama
PT Aidia Indonesia Propertindo;
11. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1058/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01929/2019, seluas 188 m2 atas nama
PT Aidia Indonesia Propertindo;
12. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1059/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01928/2019, seluas 242 m2 atas nama
PT Aidia Indonesia Propertindo;
13. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1060/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01927/2019, seluas 200 m2 atas nama
PT Aidia Indonesia Propertindo;
14. Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1110/Metro,
diurai dalam surat ukur tanggal 24 Agustus 2020, No.02102/2020, seluas 974 m2, terletak di
Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro,
Provinsi Lampung, tertulis atas nama PT Idea Indonesia Akademi.
36
Page 45
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
Berikut syarat dan ketentuan covenant
a. PT Aidia Indonesia Propertindo wajib menggunakan fasilitas pinjaman sesuai dengan tujuannya
dan tidak untuk keperluan lain;
b. PT Aidia Indonesia Propertindo wajib membuka rekening koran atau rekening tabungan dan
mengaktifkan transaksi keuangan usahanya melalui rekening yang dibuka pada bank;
c. PT Aidia Indonesia Propertindo wajib mengizinkan bank atau karyawannya atau wakilnya masuk
ke kantor dan tempat usaha debitur, dan kunjungan tersebut bukan merupakan suatu tindakan
memasuki pekarangan tanpa hak;
d. PT Aidia Indonesia Propertindo wajib segera memberitahu bank apabila terjadi perselisihan,
sengketa, atau perkara dimana debitur menjadi pihak atau terlibat yang menyangkut sejumlah
uang atau berdampak terhadap kemampuan debitur dalam melaksanakan kewajibannya.
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan (Negative Covenants)
a. Melakukan atau menyebabkan dilakukannya penarikan modal disetor;
b. Mengadakan RUPS yang menyebabkan perubahan anggaran dasar, struktur modal, susunan
pemegang saham atau susunan anggota direksi dan komisaris;
c. Melakukan perubahan bidang atau jenis kegiatan;
d. Mengajukan permohonan kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran utang
e. Memberikan pinjaman kepada pihak lain termasuk pemegang saham, perusahaan anak, dan
perusahaan afiliasinya, kecuali pinjaman kepada karyawan;
f. Memperoleh pinjaman baru atau menyebabkan terjadinya utang baru;
g. Menggadaikan, menjaminkan, mengalihkan saham;
h. Menjual dan menyewakan aset kecuali dalam rangka kegiatan usaha dan operasional
perusahaan debitur
Corporate guarantee atas nama PT Idea Indonesia Akademi Tbk.
19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Liabilitas imbalan kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.6 tahun 2023
sesuai PSAK 219 dengan pendekatan IFRIC, yang antara lain mengatur kembali uang pesangon
dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima
karyawan dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja.
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Budi
Ramdani untuk tanggal 31 Desember 2025 dengan Nomor laporan No. 1467/PSAK/KKA-BR/III/2026
tertanggal 26 Maret 2026, dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit" dengan asumsi-
asumsi utama sebagai berikut:
37
Page 46
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
2025 2024
Tingkat Diskonto 7,00% 7,00%
Tingkat kenaikan Gaji 5,00% 5,00%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat Cacat 10% dari TMI IV 10% dari TMI IV
Tingkat Pensiun Normal 55 Tahun 55 Tahun
Tabel Mortalitas TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat Pengunduran diri
17 - 29 Tahun 10% 10%
30 - 39 Tahun 5% 5%
40 - 44 Tahun 3% 3%
45 - 49 Tahun 2% 2%
50 - 54 Tahun 1% 1%
Lebih dari 55 Tahun 0% 0%
Mutasi estimasi liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut:
2025 2024
Saldo awal tahun 9.000.448 9.778.372
Beban (pendapatan) tahun berjalan 32.369.304 (1.448.526)
Pengukuran kembali yang dicatat pada OCI (669.980) 670.602
Saldo akhir tahun 40.699.772 9.000.448
Beban imbalan pascakerja
2025 2024
Beban jasa kini 10.576.807 4.590.038
Biaya bunga 642.353 -
Pengakuan segera dari biaya jasa lalu yang vested 21.150.144 4.410.410
Dampak kurtailmen/ penyelesaian - (10.448.974)
Beban (pendapatan) yang diakui dalam laba rugi 32.369.304 (1.448.526)
20. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.H.,M.Kn., No. 111 tanggal 14 September
2021, modal dasar Perusahaan adalah sebesar Rp 135.992.000.000, terdiri dari 3.399.800.000
lembar saham dengan nilai nominal Rp 40 per lembar saham. Dari modal dasar tersebut telah
ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp42.497.500.000 oleh para pemegang saham, terdiri dari
1.062.437.500 lembar saham dengan nilai nominal Rp 40.
Susunan pemegang saham Entitas pada tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan daftar yang
dikeluarkan oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
38
Page 47
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
20. MODAL SAHAM (lanjutan)
Jumlah Saham Persentase
Ditempatkan Dan Pemilikan Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Disetor Penuh (%) Disetor
PT Idea Asia Investama 428.873.700 41% 17.154.948.000
Eko Desriyanto 402.818.600 39% 16.112.744.000
Masyarakat 230.745.200 20% 9.229.808.000
Jumlah 1.062.437.500 100% 42.497.500.000
Susunan pemegang saham Entitas pada tanggal 31 Desember 2024 berdasarkan daftar yang
dikeluarkan oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase
Ditempatkan Dan Pemilikan Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Disetor Penuh (%) Disetor
PT Idea Asia Investama 434.549.100 41% 17.381.964.000
Eko Desriyanto 411.746.400 39% 16.469.856.000
Masyarakat 216.142.000 20% 8.645.680.000
Jumlah 1.062.437.500 100% 42.497.500.000
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
2025 2024
Tambahan modal disetor saat
penawaran umum perdana saham 21.248.750.000 21.248.750.000
Biaya emisi (3.271.122.780) (3.271.122.780)
Selisih nilai transaksi kombinasi
bisnis entitas sepengendali (269.658.691) (269.658.691)
Jumlah 17.707.968.529 17.707.968.529
22. DANA CADANGAN
Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas mengharuskan
setiap Perusahaan untuk membentuk cadangan wajib dari laba bersih sampai cadangan mencapai
paling sedikit 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Tidak terdapat batas waktu
yang ditetapkan atas pemenuhan kewajiban tersebut. Perusahaan telah membentuk cadangan
umum sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar Rp 250.000.000.
23. DIVIDEN
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Akta No. 03, tanggal 03 Juni
2025, pemegang saham menyetujui menetapkan pembagian dividen tunai kepada pemegang
saham sebesar Rp849.950.000 atau Rp0,80 per saham untuk dividen interim dan sebesar
Rp531.218.750 atau Rp0,5 per saham dan dibayarkan secara tunai pada tanggal 4 Juli 2025.
Berdasarkan Surat Keputusan Sirkuler Direksi No. 01.251/AG/SK/IIA/XI/2024, tanggal 14 November
2024 yang sudah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris berdasarkan Surat Keputusan
Sirkuler Dewan Komisaris No. 003/SK.KOM/XI/2024, tanggal 15 November 2024 memutuskan dan
menyetujui membagi dividen interim sebesar Rp 903.071.875 atau Rp 0,85 per lembar saham dan
akan dibayarkan secara tunai pada tanggal 18 Desember 2024.
39
Page 48
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
23. DIVIDEN (lanjutan)
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Akta No. 55, tanggal 30 Mei
2024, Pemegang saham menyetujui menetapkan pembagian dividen tunai kepada pemegang
saham sebesar Rp531.218.750 atau sebesar Rp 0,5 per saham dan dibayarkan secara tunai pada
tanggal 3 Juli 2024.
24. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Bagian Laba 31 Desember
Entitas Anak 1 Januari 2025 Entitas Anak 2025
PT Aidia Indonesia Propertindo 941.605 1.117.020 2.058.625
PT Idea Hospitality Management 1.046.951 27.892 1.074.843
Jumlah 1.988.556 1.144.912 3.133.468
Bagian Laba 31 Desember
Entitas Anak 1 Januari 2024 Entitas Anak 2024
PT Aidia Indonesia Propertindo 917.029 24.576 941.605
PT Idea Hospitality Management 899.438 147.513 1.046.951
Jumlah 1.816.467 172.089 1.988.556
25. PENDAPATAN
2025 2024
Program siswa 17.965.857.560 13.588.983.109
Makanan dan minuman 3.330.516.940 4.327.910.152
Sewa kamar 3.875.315.722 4.220.716.489
Lain-lain 132.222.331 207.438.056
Jumlah 25.303.912.553 22.345.047.806
26. BEBAN POKOK PENDAPATAN
2025 2024
Bahan dan perlengkapan 3.082.440.091 3.374.926.607
Penyusutan bangunan (Catatan 9) 2.979.640.119 2.916.990.086
Gaji dan tunjangan 1.308.124.789 1.398.791.914
Makanan dan minuman 1.264.528.214 1.306.408.676
Listrik dan air 852.044.180 853.609.891
Amortisasi (Catatan 10) 246.524.260 246.524.259
Pendaftaran/ pelayanan 156.850.000 97.036.118
Tranportasi 109.187.456 45.777.120
Hotel 39.707.251 22.749.849
Perbaikan dan pemeliharaan - 10.128.547
Lain-lain 719.925.820 443.404.434
Jumlah 10.758.972.180 10.716.347.501
40
Page 49
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
27. BEBAN PENJUALAN
2025 2024
Gaji dan tunjangan 1.529.925.855 1.143.241.246
Promosi dan iklan 486.072.670 594.483.291
Perjalanan dinas 414.653.757 397.761.255
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp100.000.000) 402.542.617 166.836.046
Jumlah 2.833.194.899 2.302.321.838
28. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2025 2024
Gaji dan tunjangan 2.437.612.786 2.357.650.764
Penyusutan 2.161.361.016 2.202.965.845
Listrik, telepon dan air 363.277.608 376.200.999
Jasa profesional 348.401.473 422.139.850
Perbaikan dan pemeliharaan 262.896.099 201.768.974
Transportasi 250.818.904 135.613.420
Jamuan dan sumbangan 188.697.091 50.459.036
Perjalan dinas 105.012.033 240.306.381
Biaya kantor 100.045.223 479.212.455
Perijinan 87.818.000 237.619.430
Pajak 57.991.658 201.059.478
Imbalan kerja 32.369.304 -
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp20.000.000) 119.943.914 36.234.589
Jumlah 6.516.245.109 6.941.231.221
29. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH
2025 2024
Pemulihan pencadangan (Catatan 5) 346.958.218 -
Toko idea 60.276.070 42.727.323
Pendapatan jasa giro 2.555.921 1.378.114
Pengelolaan gedung - 227.631.543
Keuntungan aktuarial - 1.448.526
Lain-lain 163.995.708 62.063.067
Sub Jumlah 573.785.917 335.248.573
Zakat (26.399.183) (34.031.531)
Cadangan kerugian penurunan nilai (Catatan 5) (725.085.541) (266.032.578)
Lain-lain (193.489.846) (35.837.700)
Sub Jumlah (944.974.570) (335.901.809)
Jumlah (371.188.653) (653.236)
41
Page 50
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
30. BEBAN BUNGA KEUANGAN
2025 2024
Beban Bunga dan Keuangan
Bunga pinjaman 1.124.305.431 1.313.045.620
Provisi pinjaman bank 240.138.999
Administrasi bank 37.827.504 17.726.738
Jumlah 1.402.271.934 1.330.772.358
31. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
2025 2024
Saldo awal 7.540.783 8.063.853
Pengukuran kembali imbalan pasti 669.980 (670.602)
Pajak penghasilan terkait (147.395) 147.532
Jumlah 8.063.368 7.540.783
32. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi yang dilakukan
pada tingkat harga dan persyaratan tertentu.
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah merupakan personal manajemen kunci
Perusahaan melakukan pembayaran remunerasi kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan
dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Dewan komisaris 887.586.466 243.461.538
Dewan direksi 321.538.462 559.000.000
Jumlah 1.209.124.928 802.461.538
42
Page 51
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
33. INFORMASI SEGMEN
Grup melaporkan segmen operasi berdasarkan PSAK 108 segmen usaha dan segmen operasi.
Pada 31 Desember 2025 dan 2024 segmen operasi disajikan sebagai berikut:.
31 Desember 2025
Lembaga
Pendidikan Hotel Jasa Manajemen Eliminasi Jumlah
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
Pendapatan usaha 17.965.857.560 10.005.801.057 31.800.000 (2.699.546.064) 25.303.912.553
Beban pokok penjualan (7.798.881.473) (5.659.636.771) - 2.699.546.064 (10.758.972.180)
Laba bruto 10.166.976.087 4.346.164.286 31.800.000 - 14.544.940.373
Beban usaha (7.312.491.183) (2.746.494.366) (15.540.000) - (10.074.525.549)
Penghasilan (beban) neto 406.839.102 (1.454.664.236) (549.911) - (1.048.375.045)
Laba sebelum pajak 3.261.324.007 145.005.684 15.710.089 - 3.422.039.779
Pajak kini (697.948.790) (49.192.000) (1.763.850) - (748.904.640)
Pajak tangguhan 81.052.668 15.888.290 - - 96.940.958
Laba tahun berjalan 2.644.427.884 111.701.974 13.946.239 - 2.770.076.097
Laporan posisi keuangan
konsolidasian
Aset segmen dilaporkan 64.862.258.107 47.732.261.347 841.027.397 (37.423.278.289) 76.012.268.562
Liabilitas segmen dilaporkan 2.181.408.825 12.818.857.118 303.605.180 (2.100.121.043) 13.203.750.080
31 Desember 2024
Lembaga
Pendidikan Hotel Jasa Manajemen Eliminasi Jumlah
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
Pendapatan usaha 13.588.983.109 10.446.888.700 109.175.997 (1.800.000.000) 22.345.047.806
Beban pokok penjualan (6.609.468.898) (5.831.222.137) (76.172.783) 1.800.000.000 (10.716.863.818)
Laba bruto 6.979.514.211 4.615.666.563 33.003.214 - 11.628.183.988
Beban usaha (6.503.945.440) (2.813.935.861) (132.779.336) - (9.450.660.637)
Penghasilan (beban) neto 447.078.132 (1.368.070.481) 229.614.436 (432.423.785) (1.123.801.699)
Laba sebelum pajak 922.646.903 433.660.221 129.838.314 (432.423.785) 1.053.721.652
Pajak kini (151.632.967) (121.625.000) (7.582.300) (280.840.267)
Pajak tangguhan 64.008.539 (162.184) (530.271) 63.316.084
Laba tahun berjalan 835.022.475 311.873.037 121.725.743 836.197.469
Laporan posisi keuangan
konsolidasian
Aset segmen dilaporkan 62.054.428.441 49.135.233.730 841.352.308 (37.427.781.834) 74.603.232.645
Liabilitas segmen dilaporkan 638.971.678 14.333.563.906 317.876.330 (2.105.140.891) 13.185.271.023
43
Page 52
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
34. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Dalam aktivitasnya Grup dipengaruhi oleh berbagai risiko keuangan, termasuk risiko kredit dan risiko
likuiditas.
Tujuan manajemen risiko Grup secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengendalikan
risiko-risiko ini dan meminimalkan pengaruh merugikan yang dapat terjadi terhadap kinerja
keuangan. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengendalikan setiap risiko yang
dirangkum di bawah ini, dan juga memantau harga pasar semua instrumen keuangan.
Risiko Suku Bunga
Grup memiliki risiko suku bunga yang signifikan, terutama karena sebagian pinjaman bank dilakukan
dengan menggunakan suku bunga mengambang. Perusahaan melakukan pengawasan terhadap
tingkat suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif yang mungkin timbul.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak
lawan akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Perusahaan mengendalikan risiko kredit
dengan cara melakukan hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan
kebijakan verifikasi dan otorisasi kredit, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk
mengurangi jumlah piutang tak tertagih.
Berikut adalah eksposur laporan posisi keuangan yang terkait risiko kredit pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024:
2025 2024
Aset
Kas dan bank 6.381.341.567 1.531.890.163
Piutang usaha 5.243.972.460 3.898.098.171
Piutang lain-lain 57.361.780 58.926.798
Jumlah 11.682.675.807 5.488.915.132
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang timbul dari kemungkinan Grup mengalami kesulitan pendanaan
untuk memenuhi komitmen dan liabilitas Grup kepada pihak kreditur pada saat jatuh tempo
pembayaran.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas
yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi
arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual,
termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan
untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.
Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Grup yang dikelompokkan berdasarkan periode
yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel
merupakan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan:
44
Page 53
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
34. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
31 Desember 2025
Kurang dari Antara Lebih dari
1 Tahun 1 dan 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Utang usaha 66.976.683 - - 66.976.683
Utang bank jangka pendek 2.613.048.918 - - 2.613.048.918
Utang lain-lain 153.417.167 - - 153.417.167
Biaya yang masih harus dibayar 403.024.591 - - 403.024.591
Utang pembiayaan konsumen 118.427.954 - - 118.427.954
Utang bank jangka panjang 1.490.780.761 1.490.780.761 6.030.417.601 9.011.979.123
Jumlah 4.845.676.074 1.490.780.761 6.030.417.601 12.366.874.436
31 Desember 2024
Kurang dari Antara Lebih dari
1 Tahun 1 dan 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Utang usaha 133.930.959 - - 133.930.959
Utang bank jangka pendek 2.861.458.912 - - 2.861.458.912
Utang lain-lain 1.634.692.043 - - 1.634.692.043
Biaya yang masih harus dibayar 297.181.167 - - 297.181.167
Utang pembiayaan konsumen 131.362.822 320.339.932 - 451.702.754
Utang bank jangka panjang 2.373.626.376 2.373.626.376 4.301.648.338 9.048.901.090
Jumlah 7.432.252.279 2.693.966.308 4.301.648.338 14.427.866.925
35. REKLASIFIKASI AKUN
Laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2024 telah direklasifikasi agar sesuai
dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2025. Reklasifikasi
tersebut adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Sebelum Setelah
Reklasifikasi Reklasifikasi Reklasifikasi
Beban penyusutan bangunan - beban
umum dan administrasi 2.916.990.086 (2.916.990.086) -
Beban penyusutan bangunan - beban
pokok pendapatan - 2.916.990.086 2.916.990.086
Beban amortisasi aset takberwujud -
beban umum dan administrasi 246.524.260 (246.524.260) -
Beban amortisasi aset takberwujud -
beban pokok pendapatan - 246.524.260 246.524.260
45
Page 54
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)
36. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA
Entitas Anak - PT Idea Hospitality Management
Berdasarkan Akta No. 01 tertanggal 03 Maret 2026 mengenai perubahan anggaran dasar
Perusahaan dari Karamia Dwi Monica, S.H., M.Kn Notaris di Kota Metro, yang telah telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-0058114.AH.01.11.Tahun 2026 tanggal 16 Maret 2026, para pemegang saham telah
menyetujui perubahan sebagai berikut:
a. Perubahan susunan Direksi dan Komisaris Perusahaan:
Komisaris
Komisaris : Dody Arifianto
Dewan Direksi
Direktur : Eko Desriyanto
b. Perubahan nama Perusahaan yang semula “PT Idea Hospitality Management” menjadi “PT Idea
Skill Academy”
c. Perubahan anggaran dasar pasal 3 mengenai maksud dan tujuan, perubahan maksud dan
tujuan dalam bidang usaha sebagai berikut:
- Holding;
- Konsultasi manajemen;
- Pelatihan kerja pariwisata dan perhotelan swasta;
- Pelatihan kerja swasta lainnya;
46
Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Panji Kresna
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.14
unresolved
person
Rini Yulianti
p.14
unresolved
org
PT Aidia Indonesia Propertindo
p.15 ×24
unresolved
org
PT Idea Hospitality Management
p.15 ×6
unresolved
person
Karamia Dwi Monica
p.15 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
p.33
unresolved
org
Bank Ganesa Tbk
p.38 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.46
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.46 ×2
unresolved
person
Sirkuler
· Komisaris
p.47
unresolved
org
PT Idea Hospitality Management Berdasarkan Akta
p.54
unresolved
org
PT Idea Skill Academy
p.54
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.