Skip to content
Back to announcement

LK Audit GRPH_2025.pdf

Financial statement Text extracted GRPH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 43

Page 1
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk

LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
Page 2
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
DAFTAR ISI


                                                       Halaman


Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Laporan Keuangan

 Laporan Posisi Keuangan                                  1

 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain      3

 Laporan Perubahan Ekuitas                                4

 Laporan Arus Kas                                         5

 Catatan atas Laporan Keuangan                            6
Page 3

          
Page 4
                                                                                 Kantor Akuntan Publik
                                                                      Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
                                                               Epiwalk Office Suites 7th Floor Unit B 708, Komplek Rasuna Epicentrum
                                                                                  Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940
                                                                                             Tel : +62 21 299 122 72 , +62 21 299 124 73
                                                                          E-mail : mgnainggolan@kapmgn.co.id , kapmgn@gmail.com
                                                                                                               Web : www.kapmgn.co.id




                                  LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN


Nomor: 00013/2.1104/AU.1/05/1292-3/1/III/2026

Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Griptha Putra Persada Tbk


Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Griptha Putra Persada Tbk (”Perusahaan”), yang terdiri dari
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2025, serta Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain,
Laporan Perubahan Ekuitas, dan Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta
catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi material.

Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.

Basis Opini

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan sesuai dengan Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia, sebagaimana berlaku untuk audit atas laporan keuangan entitas dengan akuntabilitas publik di
Indonesia. Kami juga telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami
yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi
opini audit kami.

Hal Audit Utama

Hal audit utama adalah hal-hal yang menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling
signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal tersebut disampaikan dalam konteks audit
kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan
terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.

Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut:

Pertanggungan Asuransi Bangunan dan Persediaan

Pada tanggal 31 Desember 2025, Perusahaan mencatat nilai bangunan dan prasarana sebesar
Rp 46.238.596.620 serta persediaan sebesar Rp 2.882.539.558. Perusahaan memiliki perlindungan asuransi
atas bangunan sebesar Rp 7.500.000.000, yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai tercatat aset
tersebut. Selain itu, persediaan Perusahaan belum diasuransikan.




                                                                      Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
                                                                                              Registered Public Accountants
                                                                                          License : KMK No. 300/KM.1/2017
Page 5
Respon kami atas Hal Audit Utama:

 • Kami memperoleh pemahaman atas kebijakan Perusahaan terkait perlindungan asuransi atas aset tetap
   dan persediaan;
 • Kami menelaah polis asuransi dan nilai pertanggungan atas bangunan;
 • Kami membandingkan nilai pertanggungan asuransi dengan nilai tercatat aset terkait;
 • Kami mengevaluasi pertimbangan manajemen terkait tidak adanya asuransi atas persediaan; dan
 • Kami menilai kecukupan pengungkapan dalam laporan keuangan terkait perlindungan asuransi serta
   risiko yang melekat.

Informasi Lain

Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam
Laporan Tahunan 2025 (“Laporan Tahunan”), tetapi tidak mencantumkan laporan keuangan dan laporan
auditor kami. Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini.

Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan
bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.

Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk membaca
Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan apakah Laporan
Tahunan mengandung ketidakkonsistenan material dengan laporan keuangan atau pemahaman yang kami
peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.

Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dan mengambil tindakan tepat berdasarkan standar Audit yang ditetapkan oleh Institut
Akuntan Publik Indonesia.

Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian
material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan
Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya,
hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha,
kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak
memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan Perusahaan.

Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan

Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai
merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal
tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.
Page 6
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:

•   Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
    disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, merancang dan melaksanakan prosedur audit yang
    responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
    menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang
    disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat
    melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian
    pengendalian internal.
•   Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
    merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi untuk tujuan menyatakan opini
    atas efektivitas pengendalian internal Perusahaan.
•   Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
    pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
•   Menyimpulkan ketepatan pengguna basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
    berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
    dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
    Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa
    terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor
    kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak
    memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan
    pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa
    depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
•   Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
    pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
    mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.

Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi
signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.

Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh
hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika
relevan, langkah yang diambil untuk menghilangkan ancaman atau pengamanan yang diterapkan.

Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan
hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya
menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan
perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang
sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami
karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar
melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.


Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan




Prof. Dr. Ahalik, Ak, CPA, CPSAK, CPMA, SAS, CA
Izin Akuntan Publik No. AP.1292
Jakarta, 27 Maret 2026
Page 7
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                       Catatan              2025                   2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Bank                                               4              380.807.118          3.604.180.842
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                            5              202.199.984            176.331.912
Persediaan                                                 6            1.586.341.848          1.379.082.594
Uang Muka                                                  7              801.908.224            943.786.014
Aset Lancar Lainnya                                        8              223.571.561            385.265.334
Jumlah Aset Lancar                                                      3.194.828.735          6.488.646.696
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                                  6           1.296.197.710          1.170.037.156
Aset Tetap                                                  9          91.955.551.693         85.000.286.285
Aset Hak-Guna                                              10           4.058.469.328          3.178.010.492
Jumlah Aset Tidak Lancar                                               97.310.218.731         89.348.333.933
JUMLAH ASET                                                           100.505.047.466         95.836.980.629




       Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                     -1-
Page 8
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                      Catatan             2025                   2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                           11             451.029.950           737.760.729
Pendapatan Diterima Dimuka                                12             497.847.920           806.725.702
Utang Pajak                                              13a             830.172.488           526.745.157
Beban Akrual                                              14             369.199.424           334.370.456
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
  Utang Bank                                              15           3.225.885.714         3.826.954.346
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        5.374.135.496         6.232.556.390
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Dikurangi
Bagian Lancar
  Utang Bank                                             15           14.164.862.611        12.198.966.281
Liabilitas Imbalan Pascakerja                            16            1.903.017.555         1.740.154.304
Liabilitas Pajak Tangguhan                               13c           1.532.837.108         1.369.138.316
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                      17.600.717.274        15.308.258.901
JUMLAH LIABILITAS                                                     22.974.852.770        21.540.815.291
EKUITAS
Modal Saham - Nilai Nominal
Rp 25,- Per Saham
  Modal Dasar 1.000.000.000 Saham,
  Pada 31 Desember 2025 dan 2024
  Modal Disetor dan Ditempatkan
  Pada 31 Desember 2025 dan 2024
  sebesar 1.000.000.000 Saham                            17a          25.000.000.000        25.000.000.000
Tambahan Modal Disetor                                    18          13.318.507.863        13.318.507.863
Penghasilan Komprehensif Lain                             19          32.693.576.435        32.601.704.070
Saldo Laba
  Ditentukan Penggunannya                                17b              30.000.000            30.000.000
  Tidak Ditentukan Penggunaannya                         17b           6.488.110.398         3.345.953.405
JUMLAH EKUITAS                                                        77.530.194.696        74.296.165.338
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       100.505.047.466         95.836.980.629




      Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                    -2-
Page 9
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                    Catatan              2025                    2024

PENDAPATAN USAHA                                       20            34.483.225.173          29.069.027.670

BEBAN LANGSUNG                                         21           (17.726.825.242)        (15.318.281.918)

LABA BRUTO                                                           16.756.399.931          13.750.745.752

Beban Umum dan Administrasi                            22           (11.103.991.927)         (9.669.504.685)
Pendapatan (Beban) Lain-Lain - Bersih                  23                50.047.034             284.653.933

LABA USAHA                                                            5.702.455.038           4.365.895.000

Beban Bunga dan Keuangan                               24            (1.621.281.271)           (904.869.815)

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                        4.081.173.767           3.461.025.185

Beban Pajak Penghasilan:
  Beban Pajak Kini                                     13b             (801.230.700)           (627.256.072)
  Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan                      13c             (137.786.074)            390.598.295

Beban Pajak Penghasilan - Bersih                                       (939.016.774)           (236.657.777)

LABA TAHUN BERJALAN                                                   3.142.156.993           3.224.367.408

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
  Pengukuran Kembali Imbalan Pasti                     16               117.785.083              (19.931.106)
  Pajak Penghasilan Terkait                            13c              (25.912.718)              (4.384.843)

LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                      3.234.029.358           3.200.051.459

LABA PER SAHAM                                         25                        3,14                      3,25




      Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                    -3-
Page 10
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                                            Saldo Laba
                                                                      Tambahan             Penghasilan            Ditentukan       Tidak Ditentukan
                                               Modal Saham           Modal Disetor       Komprehensif Lain      Penggunaannya       Penggunaannya        Jumlah Ekuitas

Saldo per 1 Januari 2024                        20.000.000.000                       -      32.626.020.019                       -       151.585.997      52.777.606.016
Cadangan Umum                                                  -                     -                     -           30.000.000         (30.000.000)                 -
Laba Tahun Berjalan                                            -                     -                     -                    -       3.224.367.408      3.224.367.408
Setoran Modal Melalui Penawaran
Umum Perdana Saham                               5.000.000.000                       -                     -                     -                  -      5.000.000.000
Penerimaan Agio Saham Sehubungan
dengan Penawaran Umum Perdana Saham                            -      15.600.000.000                      -                      -                  -     15.600.000.000
Biaya Emisi Saham                                              -      (2.281.492.137)                     -                      -                  -     (2.281.492.137)
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti                               -                   -            (24.315.949)                     -                  -        (24.315.949)
Saldo per 31 Desember 2024                      25.000.000.000        13.318.507.863        32.601.704.070             30.000.000       3.345.953.405     74.296.165.338

Laba Tahun Berjalan                                            -                     -                   -                       -      3.142.156.993      3.142.156.993
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti                               -                     -          91.872.365                       -                  -         91.872.365
Saldo per 31 Desember 2025                      25.000.000.000        13.318.507.863        32.693.576.435             30.000.000       6.488.110.398     77.530.194.696




                                   Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                                                 -4-
Page 11
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                      Catatan             2025                   2024

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan                          5,12,20       34.148.479.319         28.235.480.217
Pembayaran Kas kepada Karyawan                       8,19,21,22      (5.838.457.002)        (4.797.739.265)
                                                      6,7,9,10,
Pembayaran Kas kepada Pemasok                       11,14,19,21       (4.682.240.436)      (12.761.069.292)
Pembayaran Kas untuk Beban                            8,13,19,
Operasional Lainnya                                     22,23         (7.554.125.631)       (5.945.273.626)

Kas Dihasilkan dari Operasi                                          16.073.656.250          4.731.398.034
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan                       24         (1.621.281.271)          (904.869.815)
Pembayaran Pajak Penghasilan                              13            (51.243.288)          (665.125.411)
Kas Bersih Diperoleh dari
Aktivitas Operasi                                                    14.401.131.691          3.161.402.808

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap                                      9         (18.989.333.113)       (20.240.388.197)
Kas Bersih Digunakan Untuk
Aktivitas Investasi                                                 (18.989.333.113)       (20.240.388.197)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Pinjaman Bank                                   15          6.000.000.000         5.000.000.000
Pembayaran Pinjaman Bank                                   15         (4.635.172.302)       (3.241.915.148)
Setoran Modal                                             17a                      -         5.000.000.000
Penerimaan atas Agio Saham sehubungan
Penawaran Umum Perdana Saham                              18                         -      15.600.000.000
Pembayaran Biaya Emisi Saham                              18                         -      (2.281.492.137)

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas
Pendanaan                                                             1.364.827.698         20.076.592.715

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN BANK                                                          (3.223.373.724)        2.997.607.326

KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                               3.604.180.842            606.573.516

KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                                 380.807.118         3.604.180.842




      Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                    -5-
Page 12
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM

     1.a. Pendirian dan Informasi Umum

          PT Griptha Putra Persada Tbk (“Perusahaan“) didirikan di Jakarta berdasarkan akta No. 26
          tanggal 14 April 2010 dari Drs. Ika Slamet Riyono S.H., Notaris di Kudus. Akta pendirian ini
          telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
          Surat Keputusan No. AHU-33984.AH.01.01.Tahun 2010, tanggal 7 Juli 2010.

          Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir Akta No. 47
          tanggal 29 Mei 2024 dari Rini Yulianti S.H., Notaris di Kota Jakarta Timur, mengenai perubahan
          susunan Direksi perseroan, serta persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan
          disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.04/2016 tentang
          Laporan Tahunan Emiten. Akta Perubahan ini telah disetujui Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0129667
          Tahun 2024 tanggal 3 Juni 2024.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan maksud dan tujuan Perusahaan adalah
          bidang perdagangan dan jasa. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perusahaan
          melaksanakan kegiatan usaha yaitu Hotel Bintang, Restoran dan MICE. Perusahaan mulai
          beroperasi secara komersial sejak 1 Juli 2015 dengan menggunakan nama Hotel Griptha yang
          berlokasi di Kudus, Jawa Tengah.

          Perusahaan adalah pemilik dan pengelola Hotel Griptha yang berdomisili di Kudus dengan
          kantor beralamat di Jl. R. AKBP Agil Kusumadya, Jati Wetan, Kec. Jati, Kab. Kudus, Jawa
          Tengah.

          Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perhotelan
          yaitu mengelola Hotel Griptha dan yang berlokasi di Jl. R. AKBP Agil Kusumadya 100, Kudus,
          Jawa Tengah.

          Jumlah karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
          adalah 65 dan 70 (Tidak Diaudit).

          Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Mulia Jaya Palma, dengan Tn. Samuel
          Jeffrey Christiawan Soegeng sebagai pengendali terakhir.

     1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

          Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
          berikut:

                                                                         2025 dan 2024
           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                              :   Antanius Feliks Santoso
           Komisaris Independen                         :   Ivarianie Virgiana
           Komisaris                                    :   Wira Tjahaja

           Dewan Direksi
           Direktur Utama                               :   Oei, Aqulia Jemmy Priyanto
           Direktur                                     :   Oei, Selima Ivena Wijaya

          Pada Akta terakhir No.47 tanggal 29 Mei 2024 dari Rini Yulianti S.H., Notaris di Kota Jakarta
          Timur. Dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0129667 Tahun 2024 tanggal 3 Juni 2024
          terdapat perubahan susunan Direksi Perusahaan.




                                                -6-
Page 13
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

          Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Griptha Putra Persada Tbk
          No. 001/GPP/KOM/SPen/IX/2023 tanggal 27 September 2023, Perusahaan mengangkat
          Komite Audit adalah sebagai berikut:

          Komite Audit

          Ketua Komite Audit        : Ivarianie Virgiana
          Anggota Komite Audit      : Rossy Ronita
          Anggota Komite Audit      : Feliks Kurniawan

          Berdasarkan       Surat   Keputusan      Direksi   PT     Griptha     Putra     Persada    Tbk
          No. 005/GPP/DIR/SPen/IX/2023 tanggal 27 September 2023, Perusahaan mengangkat Herlin
          Listiyani sebagai Kepala Unit Audit Internal Perusahaan, efektif sejak tanggal Surat Keputusan
          Direksi tersebut.

          Berdasarkan     Surat   Keputusan     Direksi   PT     Griptha    Putra   Persada    Tbk
          No. 194/GPP/DIR/SPb/III/2024 tanggal 01 Maret 2024, Perusahaan mengangkat Fransiska
          Bella Yunita sebagai Sekretaris Perusahaan, efektif sejak tanggal Surat Keputusan Direksi
          tersebut.

          Manajemen Kunci Perusahaan meliputi jabatan Direksi.

     1.c. Penawaran Umum Pemegang Saham

          Pada tanggal 10 Januari 2024 Perusahaan memeroleh pernyataan efektif dari Ketua Dewan
          Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan suratnya No. S-4/D.04/2024 untuk
          melakukan penawaran umum perdana 200.000.000 saham kepada masyarakat. Pada tanggal
          18 Januari 2024, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

          Pada tanggal 18 Januari 2024, 800.000.000 saham milik Pemegang Saham pendiri telah
          tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

     1.d. Penyelesaian Laporan Keuangan

          Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang
          telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal
          27 Maret 2026.


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     2.a. Pernyataan Kepatuhan

          Laporan Keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
          Keuangan Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
          Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
          Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), dan peraturan pasar modal antara
          lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
          (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
          Emiten atau Perusahaan Publik.

     2.b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

          Laporan keuangan Perusahaan, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual
          dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan
          atas laporan keuangan yang relevan.

          Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran
          kas dan bank yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.


                                                -7-
Page 14
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

          Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah yang merupakan
          mata uang fungsional Perusahaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini disajikan dalam
          Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.

     2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

          Standar akuntansi revisian berikut berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025 relevan untuk
          Perusahaan, tetapi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan:

           -   Amandemen PSAK 21 ”Pengaruh Ketertukaran/Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kurs Valuta
               Asing terkait Kekurangan.

          Amendemen berikut yang relevan untuk Perusahaan akan efektif untuk tahun buku yang dimulai
          pada:

          1 Januari 2026

           -   Amandemen PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi dan
               Pengukuran Instrumen Keuangan.
           -   Amandemen PSAK 109 ”Instrumen Keuangan”: Klasifikasi dan Pengukuran”: Instrumen
               Keuangan.
           -   Amandemen PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Keuntungan atau
               Kerugian dari Penghentian Pengakuan.
           -   Amandemen Panduan Implementasi PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”:
               Pendahuluan; Pengungkapan Risiko Kredit; dan Pengungkapan selisih ditangguhkan
               antara nilai wajar dan harga transaksi.
           -   Amandemen PSAK 109 ”Instrumen Keuangan”: Penghentian Pengakuan Liabilitas Sewa;
               dan Harga Transaksi.
           -   Amandemen PSAK 110 ”Laporan Keuangan Konsolidasian”: Penentuan ’Agen De Facto’.
           -   Amandemen PSAK 207 “Laporan Arus Kas“: Laporan arus kas untuk investasi pada
               anak perusahaan, asosiasi, dan ventura bersama yang menggunakan metode biaya
               perolehan.

           1 Januari 2027

           -   PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.

           Penerapan dari amandemen dan interpretasi di atas tidak menimbulkan perubahan substansial
           atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap Laporan
           Keuangan pada periode berjalan atau tahun sebelumnya.

     2.d. Instrumen Keuangan

          Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
          liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.

          (i). Aset Keuangan

               Pengakuan awal

               Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas
               kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

               Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
               1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
               2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                   komprehensif lain.

               Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak
               bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.

                                                 -8-
Page 15
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

              Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
              biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.

              Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank dan piutang usaha dari pihak ketiga.

              Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan,
              jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

              Pengukuran setelah pengakuan awal

              Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
              berikut:

              1)   Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

                   Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan
                   menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
                   dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
                   memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
                   bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi.
                   Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.

                   Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi Perusahaan terdiri dari kas dan
                   bank, dan piutang usaha.

              2)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                   komprehensif lain.

                   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                   komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
                   wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi atau penghasilan
                   komprehensif lain.

                   Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
                   atau melalui penghasilan komprehensif lain.

                   Penghentian pengakuan

                   Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan
                   biaya-biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.

                    1)   Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
                    2)   Perusahaan telah mengalihkan hal kontraktual mereka untuk menerima arus kas
                         yang berasal dari aset keuangan atau memiliki hak kontraktual untuk menerima arus
                         kas yang berasal dari asset keuangan, tetapi juga menanggung kewajiban
                         kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih
                         pihak penerima.

          (ii). Liabilitas Keuangan

              Pengakuan awal

              Tidak terdapat perubahan dalam klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan.

              Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai berikut:

              1)   Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
              2)   Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.



                                                  -9-
Page 16
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

               Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.

               Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan
               yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

               Pengukuran setelah pengakuan awal

               Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
               mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
               menggunakan metode suku bunga efektif.

               Penghentian pengakuan

               Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah berakhir.

            (iii). Instrumen Keuangan Disalinghapus

                Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
                laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
                hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara
                neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

                Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di masa yang akan datang
                dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan dalam keadaan lalai,
                tidak dapat membayar atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak lawan.

     2.e. Transaksi Pihak Berelasi

            Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, sebagaimana yang diuraikan dalam
            PSAK 224: ”Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”.

            Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 27
            atas Laporan Keuangan.

     2.f.   Dana Cadangan Untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel

            Pemasukan yang diperoleh dari hasil pengelolaan hotel harus diambil sebagian terlebih dahulu
            untuk dimasukkan sebagai Dana Cadangan yang diperlukan untuk penggantian, penambahan
            perabotan dan semua perlengkapan yang tidak dapat digunakan lagi dalam pengelolaan hotel.

            Besar Dana Cadangan tersebut adalah 1% dari Pendapatan Total (Total Revenue).

            Dana Cadangan secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam
            rekening bank.

            Dana Cadangan yang tidak digunakan dalam tahun-tahun yang bersangkutan dapat digunakan
            pada tahun-tahun berikutnya.

            Dana secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam rekening bank.
            Bunga yang diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari dana cadangan.

            Beban penggantian dan penambahan perabotan dan perlengkapan hotel mengurangi saldo
            dana cadangan.

     2.g. Persediaan

            Berdasarkan PSAK 202, ”Persediaan”, persediaan dinyatakan menurut nilai terendah antara
            harga perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
            tertimbang.


                                                  - 10 -
Page 17
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

            Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi
            biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.

            Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan,
            masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.

     2.h. Kas dan Bank

            Kas dan bank terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan bank yang tidak dijadikan sebagai
            jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.

     2.i.   Aset Tetap

            Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya
            perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
            diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan.

            Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap
            selain tanah dan bangunan diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
            dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada). Tanah dan bangunan dicatat menggunakan
            model revaluasi yang nilai wajarnya diukur secara andal pada jumlah revaluasian, yaitu nilai
            wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
            nilai setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup regular
            untuk memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan jumlah yang ditentukan
            dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.

            Frekuensi revaluasi bergantung pada perubahan nilai wajar dari aset tetap yang direvaluasi.
            Aset tetap yang mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif perlu
            direvaluasi secara tahunan. Revaluasi tahunan tersebut tidak perlu dilakukan untuk aset tetap
            yang perubahan nilai wajarnya tidak signifikan. Sebaliknya aset tetap tersebut mungkin perlu
            direvaluasi tiga atau lima tahun sekali.

            Tanah dan bangunan disajikan sebesar nilai wajar berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh
            penilai independen eksternal yang terdaftar di OJK, dan disusutkan (Model Revaluasi). Model
            revaluasi pada tanah dan bangunan baru berlaku sejak 31 Juli 2023. Revaluasi dilakukan
            5 tahun sekali untuk memastikan bahwa nilai wajar aset yang direvaluasi tidak berbeda secara
            material dengan jumlah tercatatnya. Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi dikreditkan
            pada surplus revaluasi aset tetap sebagai bagian dari penghasilan komprehensif lain. Jika aset
            yang direvaluasi dijual, jumlah yang dicatat didalam ekuitas dipindahkan ke saldo laba.

            Jika jumlah tercatat aset tanah dan bangunan meningkat akibat revaluasi, maka kenaikan
            tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada
            bagian surplus revaluasi. Akan tetapi, kenaikan tersebut diakui dalam laba rugi hingga sebesar
            jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam
            laba rugi.

            Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
            yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di
            masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut
            dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya
            pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan
            pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

            Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
            selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                                                Tahun          Persentase
             Bangunan dan Prasarana                                              40               2,5%
             Peralatan Hotel                                                   4 dan 8        25 dan 12,5%
             Peralatan Kantor                                                     4               25%
                                                   - 11 -
Page 18
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

            Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi. Ketika
            aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
            kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam laporan laba rugi dan
            penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.

            Perusahaan memiliki keyakinan masa manfaat bangunan hotel dapat mencapai 40 tahun
            sehubungan dengan perawatan gedung, sarana dan prasarana hotel dilakukan secara rutin.

            Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
            masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
            dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
            pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.

     2.j.   Aset Hak-Guna

            Berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, aset hak- guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
            tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset hak-guna diukur
            pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya langsung
            awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai
            dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar dan memindahkan
            aset pendasar.

            Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana aset
            hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
            kerugian penuruan nilai.

            Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
            selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                       Jenis Aset Hak-Guna                        Masa Manfaat
                              Kantor                                4 Tahun
                              Gudang                                4 Tahun

            Liabilitas Sewa

            Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
            dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.

            Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku
            bunga pinjaman modal kerja pada tanggal dimulainya sewa. Setelah tanggal dimulainya, jumlah
            kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk
            pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat kewajiban sewa diukur kembali jika
            ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa.

            Setelah tanggal dimulainya, jumlah kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
            pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai
            tercatat kewajiban sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
            perubahan pembayaran sewa.

            Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah

            Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
            memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
            mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
            aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.




                                                  - 12 -
Page 19
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

            Perusahaan sebagai Pesewa

            Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang
            terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan sewa
            yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk dalam pendapatan
            dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.

     2.k. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

            Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan
            untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan
            nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan
            tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
            terpulihkan atas suatu aset individual, Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit
            penghasil kas atas aset.

            Estimasi jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan
            dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai
            kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
            dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan
            belum disesuaikan.

            Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya,
            nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi
            penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.

            Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3.

     2.l.   Imbalan Pascakerja

            Perusahaan mencatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai dengan Undang-Undang
            No. 6 Tahun 2023 terkait Cipta Kerja.

            Imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto
            ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada Perusahaan dalam suatu periode akuntansi,
            liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas
            konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan
            harus didiskontokan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.

            Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:

            a. Memberhentikan seorang atau sekolompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal, atau
            b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara
               sukarela.

            Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi.
            Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.

            Liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau
            surplus aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari
            perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk
            pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan ke program.




                                                   - 13 -
Page 20
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

     2.m. Biaya Pinjaman

          Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau
          pembuatan aset kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar
          siap untuk digunakan atau dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut, sampai
          dengan saat selesainya aset secara substansial siap untuk digunakan atau dijual.

          Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik
          belum digunakan untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang
          dikapitalisasi.
          Semua biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya.

          Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan
          aset agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset tersebut dan
          biaya pinjaman telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara
          substansial yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan
          sesuai dengan maksudnya.

     2.n. Pengakuan Pendapatan dan Beban

          Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

          Perusahaan menerapkan PSAK 115 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”.
          Berdasarkan PSAK ini, pengakuan pendapatan dapat dilakukan secara bertahap sepanjang
          umur kontrak (overtime) atau pada waktu tertentu (at a point in time).

          Perusahaan mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas memenuhi kewajiban
          pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada
          pelanggan. Aset dialihkan ketika (atau selama) pelanggan memeroleh pengendalian atas aset
          tersebut.

          Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:

           1. Pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang disediakan dari
              pelaksanaan entitas selama entitas melaksanakan kewajiban pelaksanaannya;
           2. Pelaksanaan entitas menimbulkan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan
              selama aset tersebut ditimbulkan atau ditingkatkan; atau
           3. Pelaksanaan entitas tidak menimbulkan suatu aset dengan penggunaan alternatif bagi
              entitas dan entitas memiliki hak atas pembayaran yang dapat dipaksakan atas pelaksanaan
              yang telah diselesakan sampai saat ini.

          Jika suatu kewajiban pelaksanaan tidak memenuhi kriteria tersebut, maka entitas memenuhi
          kewajiban pelaksanaan pada suatu waktu tertentu (at a point in time) dimana pelanggan
          memeroleh pengendalian atas aset yang dijanjikan dan entitas memenuhi kewajiban
          pelaksanaan dengan mempertimbangkan indikator pengalihan pengendalian antara lain:

          1.   Entitas memiliki hak kini atas pembayaran aset.
          2.   Pelanggan memiliki hak kepemilikan legal atas aset.
          3.   Entitas telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset.
          4.   Pelanggan memilliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset.
          5.   Pelanggan telah menerima aset.

          Beban

          Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).




                                                - 14 -
Page 21
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

     2.o. Pendapatan Diterima Dimuka

          Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, pendapatan diterima dimuka yang diklasifikasikan
          sebagai liabilitas jangka pendek merupakan uang muka tamu, uang muka event atau agen
          travel.

     2.p. Pajak Penghasilan

          Pajak saat terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
          dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan
          pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat
          dikurangkan.

          Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan
          yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

          Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam
          laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba
          kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena
          pajak.

          Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat
          dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga
          perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika
          perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (bukan kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas
          suatu transaksi yang tidak memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu,
          liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal
          goodwill.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang
          diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan
          tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada
          akhir periode pelaporan.

          Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi
          jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah
          yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
          tersebut.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
          dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak
          kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
          penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan yang
          berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.

          Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi,
          kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui,
          diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di
          ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul dari akuntansi
          awal untuk kombinasi bisnis. Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam
          akuntansi kombinasi bisnis.

     2.q. Laba Per Saham

          Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
          laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang dari
          saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham
          biasa yang dibeli kembali.


                                                - 15 -
Page 22
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

     2.r. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

            Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan
            informasi mengenai posisi keuangan Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan
            (Peristiwa Penyesuaian), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-peristiwa
            yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (Peristiwa Non
            Penyesuaian), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan.

     2.s. Biaya Emisi Saham

            Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada
            publik dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun
            tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.

     2.t.   Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka

            Uang muka disajikan sebesar nilai harga perolehannya dan biaya dibayar dimuka diamortisasi
            dan dibebankan selama masa manfaat masing-masing beban dengan menggunakan metode
            garis lurus.


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG MATERIAL

      Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, yang dijelaskan dalam Catatan 2, direksi
      diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
      liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
      pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda
      dari estimasi tersebut.

      Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
      dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya memengaruhi periode itu, atau pada
      periode revisi dan periode masa depan jika revisi memengaruhi kedua periode tersebut.

      Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi

      Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
      pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan
      keuangan, selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:

      Sumber Estimasi Ketidakpastian

      Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
      periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material
      terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah
      ini:

      Penurunan Nilai Aset

      Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
      pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari
      penggunaan aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang sesuai
      untuk menentukan nilai sekarang.

      Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan
      keuangan dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan
      berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya kerugian
      penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.

      Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset
      Perusahaan.

                                                 - 16 -
Page 23
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      Imbalan Kerja

      Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan
      basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan
      biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji dimasa datang. Setiap
      perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas kewajiban imbalan pensiun.
      Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji dimasa datang yang sesuai pada
      akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
      mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang
      dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
      terkait. Dalam menentukan tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data
      historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikan dengan perencanaan bisnis masa
      mendatang.

      Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna

      Berdasarkan PSAK 216 dan PSAK 116, masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna
      Perusahaan ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut.
      Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa
      manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila perkiraan berbeda dengan
      estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan
      lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang
      dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban
      yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.

      Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat memengaruhi jumlah beban
      penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna.

      Nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna diungkapkan dalam Catatan 9 dan 10.


4.   KAS DAN BANK

                                                                          2025               2024
      Kas                                                               134.763.111         155.052.586
      Bank
       Bank Mandiri                                                     251.637.439       1.503.402.083
       Bank Rakyat Indonesia                                            160.361.893       2.219.513.227
       Bank CIMB Niaga                                                   30.471.270           6.402.460
       Bank Negara Indonesia                                             16.176.303
       Bank Central Asia                                                  8.658.301          80.159.949
       Bank BPD Jawa Tengah                                               2.091.300           2.391.300
       Bank Maybank Indonesia                                               219.062          22.524.571
      Jumlah                                                            604.378.679       3.989.446.176
      Dana cadangan untuk Penggantian Perabotan dan
      Perlengkapan Hotel (Catatan 8)                                  (223.571.561)       (385.265.334)
      Bersih                                                            380.807.118       3.604.180.842

     Dana cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel merupakan dana yang secara
     khusus disisihkan untuk pembelian perabotan dan perlengkapan hotel. Dana ini dicatat sebagai aset
     lancar lainnya (Catatan 8).

     Perusahaan membentuk cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel dengan
     persentase sebesar 1% dari pendapatan hotel yang kemudian dikurangi oleh pembelian peralatan
     dan perlengkapan operasional hotel pada tahun berjalan.

     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 saldo kas dan bank ditempatkan pada pihak ketiga dan
     tidak dijaminkan.

                                                - 17 -
Page 24
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

5.   PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA

                                                                     2025               2024
      Korporasi                                                     101.399.615        60.564.981
      Biro Perjalanan                                                68.141.375        24.106.900
      Mesin EDC                                                      32.658.994        71.803.280
      Banquet                                                                 -        19.856.751
      Jumlah Piutang Usaha                                          202.199.984       176.331.912

     Rincian Pihak Ketiga sebagai berikut:

                                                                     2025               2024
      PT Trinusa Travelindo (Traveloka)                              40.058.153        19.375.800
      PT Djarum                                                      30.150.000        20.198.730
      Savoria Catering                                               28.749.615        24.906.946
      Agoda Company Pte. Ltd (Agoda)                                 21.077.322                 -
      PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia                   18.400.000         8.680.000
      PT Karya Cipta Solusi Internasional                            14.487.500                 -
      Travel Singapore Pte. Ltd (Trip.com)                                    -         4.215.500
      PT Nojorono Tobacco International                                       -        20.650.000
      GBI Rock                                                                -        12.975.000
      PT Bukit Muria Jaya                                                     -         8.774.810
      PT Sucofindo                                                            -         5.000.001
      PT Hartono Istana Teknologi                                             -         3.623.200
      PT Haryono                                                              -         2.750.000
      PT Pura                                                                 -         1.700.000
      Lain-lain dibawah Rp 10.000.000                                49.277.394        43.481.925
      Jumlah Piutang Usaha                                         202.199.984        176.331.912

     Rincian Umur Piutang Usaha sebagai berikut:

                                                                     2025               2024
      Berdasarkan Umur:
      Belum Jatuh Tempo                                            155.278.875        123.849.598
      Jatuh Tempo:
      1-30 Hari                                                     46.921.109         47.908.593
      31-60 Hari                                                             -          4.573.721
      Jumlah                                                       202.199.984        176.331.912

     Penurunan nilai piutang Perusahaan menggunakan model kerugian kredit ekspektasian, yang
     menggantikan model kerugian kredit yang terjadi, untuk mengukur penyisihan penurunan nilai
     piutang usaha.

     Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan
     dan dicatat sebagai penghasilan lain-lain.




                                             - 18 -
Page 25
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

6.   PERSEDIAAN

                                                                       2025             2024
      Jangka Pendek
       Perlengkapan Operasional Hotel                               1.117.736.553    1.087.912.141
       Bahan Baku                                                     468.605.295      291.170.453
      Sub Jumlah                                                    1.586.341.848    1.379.082.594
      Jangka Panjang
       Peralatan Operasional Hotel                                  1.311.079.338    1.180.037.156
       Kerugian Penurunan Nilai                                       (14.881.628)     (10.000.000)
      Sub Jumlah                                                    1.296.197.710    1.170.037.156
      Jumlah                                                        2.882.539.558    2.549.119.750

     Mutasi Cadangan Penurunan Nilai:

                                                                       2025             2024
      Saldo Awal                                                     (10.000.000)                 -
      Pencadangan Selama Tahun Berjalan (Catatan 23)                  (4.881.628)     (10.000.000)
      Saldo Akhir                                                    (14.881.628)     (10.000.000)

     Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai persediaan jangka
     panjang di atas adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas berkurangnya tamu hotel
     yang menginap.

     Persediaan yang diakui sebagai beban adalah sebagai berikut:

                                                                       2025             2024
      Beban Langsung (Catatan 21)                                   8.457.828.798    7.419.114.151
      Jumlah                                                        8.457.828.798    7.419.114.151

     Persediaan perlengkapan operasional hotel merupakan persediaan berupa linen dan barang pecah
     belah serta perangkat pendukung operasional hotel lainnya.

     Persediaan bahan baku merupakan persediaan berupa bahan baku yang digunakan untuk
     operasional restoran.

     Berdasarkan penelaahan pada akhir tahun berjalan, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua
     jenis persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.


7.   UANG MUKA

                                                                       2025             2024
      Pembelian Perlengkapan                                         635.508.224      621.221.906
      Sewa                                                           125.000.000      261.453.100
      Lain-lain dibawah Rp 50.000.000                                 41.400.000       61.111.008
      Jumlah                                                         801.908.224      943.786.014

     Uang muka pembelian pada 31 Desember 2025 adalah uang muka yang digunakan untuk pembelian
     perlengkapan operasional hotel seperti fasilitas pendukung dalam kamar hotel, dan fasilitas
     pendukung operasional hotel lainnya.




                                              - 19 -
Page 26
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

     Uang muka sewa 31 Desember 2025 merupakan uang muka yang digunakan untuk sewa peralatan
     katering dan restoran.

     Uang muka lain - lain pada 31 Desember 2025 merupakan uang muka atas uang jaminan deposit
     untuk pembukaan tenant di foodcourt Ciputra Mall Semarang dan security deposit Queen City.


8.   ASET LANCAR LAINNYA

     Aset lancar lainnya berupa dana cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel
     merupakan dana yang secara khusus disisihkan untuk pembelian perabotan dan perlengkapan hotel.

     Perusahaan membentuk cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel dengan
     persentase sebesar 1% dari pendapatan hotel yang kemudian dikurangi oleh pembelian peralatan
     dan perlengkapan operasional hotel tahun berjalan.

     Dana secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam rekening
     bank. Bunga yang diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari dana cadangan
     (Catatan 4).

                                                                         2025                2024
      Saldo Awal                                                        385.265.334         263.845.680
      Pembentukan Dana Cadangan                                      344.832.252            290.690.277
      Penggunaan Dana Cadangan                                     (506.526.025)          (169.270.623)
      Saldo Akhir                                                       223.571.561         385.265.334


9.   ASET TETAP

                                                           31 Desember 2025
                                       Saldo Awal      Penambahan   Pengurangan           Saldo Akhir
      Biaya Perolehan
      Tanah                           37.092.000.000                -                 -   37.092.000.000
      Bangunan dan Prasarana          39.863.819.703    6.374.776.917                 -   46.238.596.620
      Peralatan Hotel                 11.458.948.369    3.080.050.814                 -   14.538.999.183
      Peralatan Kantor                   257.003.273      166.565.012                 -      423.568.285
      Kendaraan                                    -      475.000.000                 -      475.000.000
      Sub Jumlah                      88.671.771.345   10.096.392.743                 -   98.768.164.088
      Aset Dalam Penyelesaian          6.619.920.951    8.892.940.370 8.516.254.707        6.996.606.614
      Jumlah                          95.291.692.296   18.989.333.113 8.516.254.707 105.764.770.702
      Akumulasi Penyusutan
      Bangunan dan Prasarana           4.318.884.027      956.744.690                 -    5.275.628.717
      Peralatan Hotel                  5.750.585.193    2.459.314.303                 -    8.209.899.496
      Peralatan Kantor                   221.936.791       57.222.755                 -      279.159.546
      Kendaraan                                    -       44.531.250                 -       44.531.250
      Sub Jumlah                      10.291.406.011    3.517.812.998                 -   13.809.219.009
      Nilai Buku                      85.000.286.285                                      91.955.551.693




                                             - 20 -
Page 27
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                                       31 Desember 2024
                                          Saldo Awal               Penambahan   Pengurangan              Saldo Akhir
      Biaya Perolehan
      Tanah                              37.092.000.000                         -                    -   37.092.000.000
      Bangunan dan Prasarana             30.286.307.525             9.577.512.178                    -   39.863.819.703
      Peralatan Hotel                     7.422.403.403             4.036.544.966                    -   11.458.948.369
      Peralatan Kantor                      250.593.171                 6.410.102                    -      257.003.273
      Sub Jumlah                         75.051.304.099            13.620.467.246                    -   88.671.771.345
      Aset Dalam Penyelesaian                                -      6.619.920.951                    -    6.619.920.951
      Jumlah                             75.051.304.099            20.240.388.197                    -   95.291.692.296
      Akumulasi Penyusutan
      Bangunan dan Prasarana              3.446.335.858               872.548.169                    -    4.318.884.027
      Peralatan Hotel                     4.174.386.720             1.576.198.473                    -    5.750.585.193
      Peralatan Kantor                      170.298.474                51.638.317                    -      221.936.791
      Sub Jumlah                          7.791.021.052             2.500.384.959                    -   10.291.406.011
      Nilai Buku                         67.260.283.047                                                  85.000.286.285

     Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

                                                                                      2025                   2024
      Beban Langsung (Catatan 21)                                                    956.744.690           872.548.169
      Beban Umum dan Administrasi (Catatan 22)                                     2.561.068.308         1.627.836.790
      Jumlah                                                                       3.517.812.998         2.500.384.959

     Perusahaan memiliki sebidang tanah dan bangunan dengan kepemilikan berupa Hak Guna-
     Bangunan (HGB) No. 00065, seluas 8.620 m 2 yang berlokasi di Kel. Jati Wetan, Kec. Jati, Kab. Kudus,
     Jawa Tengah dengan masa berlaku selama 30 tahun yang akan berakhir pada tahun 2045. Pada
     tanah tersebut didirikan bangunan yang digunakan sebagai hotel dan tanah tersebut atas nama
     perusahaan.

     Aset milik Perusahaan berupa bangunan dan prasarana diasuransikan kepada PT BRI Asuransi
     Indonesia terhadap risiko kerusakan material dengan jumlah pertanggungan sebesar
     Rp 7.500.000.000 dan Rp 29.670.114.795 pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

     Bangunan Hotel yang berada di Jl. R. AKBP Agil Kusumadya 100, Kudus, Jawa Tengah diasuransikan
     kepada BRI Insurance terhadap risiko kerusakan dan risiko lainya dengan jumlah pertanggungan
     sebesar Rp 7.500.000.000 pada tanggal 1 November 2025 sampai dengan 1 November 2026.

     Pada tahun 2023, penilaian atas nilai wajar tanah dan bangunan milik Perusahaan dilakukan oleh
     Kantor Jasa Penilai Publik Kusno Raharjo dan Rekan dengan nama penilai Kusno Raharjo berlaku
     efektif untuk periode laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2023 sesuai dengan laporannya
     Nomor: 02106/2.0167-00/PI/09/0002/1/VIII/2023 tertanggal 4 Agustus 2023 dengan rincian sebagai
     berikut:

                                                                                                             Surplus
          Nomor Sertiifikat     Lokasi    Luas (m²)                Nilai Buku          Nilai Wajar          Revaluasi
      I. Tanah
         SHGB No. 65            Kudus    8.620 m²                8.346.529.000        37.092.000.000      28.745.471.000
      II. Bangunan dan
          Prasarana
          648/559/2001          Kudus    1.210,43 m²
          644/73/15.04/2023     Kudus    561,00 m²
          644/93/15.04/2023     Kudus    2.065,15 m²             21.502.003.658       26.278.000.000       4.775.996.342
          644.1/72/15.04/2023   Kudus    68,42 m²
          644/17/15.04/2023     Kudus    368,00 m²
      Total                                                       29.848.532.658       63.370.000.000      33.521.467.342



                                                    - 21 -
Page 28
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      Jika tanah dan bangunan dicatat sebesar nilai buku, nilai tercatatnya adalah Rp 29.848.532.658.
      Perusahaan menggunakan model revaluasian pada tanah dan bangunan dengan mencatat nilai
      tanah dan bangunan pada jumlah revaluasian, yaitu sebesar nilai wajar pada tanggal revaluasian
      dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal
      revaluasi. Metode penilaian yang digunakan adalah metode pendekatan pasar dan metode
      pendekatan pendapatan, tidak ada perpindahan level selama periode berjalan.

      Menurut manajemen tidak terdapat perubahan signifikan terhadap nilai wajar aset tetap berupa tanah
      dan bangunan pada tahun 2025, sehingga tidak dilakukan penilaian nilai wajar pada aset tersebut di
      tahun 2025.


10.   ASET HAK-GUNA

                                                                         2025                2024
      Harga Perolehan                                               5.269.050.846        4.178.161.017
      Akumulasi Amortisasi                                        (1.210.581.518)       (1.000.150.525)
      Jumlah                                                        4.058.469.328        3.178.010.492

      Perusahaan mengadakan perjanjian sewa-menyewa pada tanggal 1 Juli 2015 dengan Tn. Samuel
      Jeffrey Christiawan Soegeng atas 10 bidang tanah dengan luas masing-masing sebesar 293 m2 dan
      bangunan dengan Sertipikat Hak Milik (SHM) N0. 3354, 556, 1838, 139, 1911, 1857, 1835, 1837,
      1836, 1839 yang digunakan sebagai hotel dan kantor operasional, yang terletak di Desa Jati Wetan,
      Kudus, Jawa Tengah. Sewa tersebut untuk periode 30 tahun dengan total nilai sewa sebesar
      Rp 3.000.000.000 (Catatan 28). Dalam kegiatan sewa-menyewa antara Tn Samuel Jeffrey Christian
      Soegeng dengan Persero terdapat persyaratan penting yaitu:
       - Perseroan tidak diperbolehkan untuk mengoper hak sewanya atau menyewakan lagi kepada
           pihak lain, kecuali mendapatkan persetujuan tertulis dari Tn. Samuel Jeffrey Christian Soegeng.
       - Perseroan tidak diperbolehkan meninggalkan tanah dan bangunan selama 6 bulan berturut-turut
           tanpa ada suatu pemberitahuan kepada pihak kedua.

      Berdasarkan pasal 4 pada perjanjian tersebut yang menyatakan bahwa:
      - Perseroan wajib atas biayanya sendiri memelihara Tanah dan Bangunan dan memperbaiki
         segala kerusakan yang menurut hukum.
      - Jika perjanjian telah berakhir, Perseroan wajib mengembalikan Tanah dan Bangunan dalam
         keadaan utuh dan berfungsi.
      - Perseroan diperbolehkan untuk melakukan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan
         yang bersifat perbaikan maupun menambah fungsi bangunan atas Tanah dan Bangunan.
      - Perseroan diperbolehkan untuk melakukan penambahan daya listrik.

      Rincian tanah yang digunakan sebagai aset hak-guna adalah sebagai berikut:

            Nomor              Nama                           Harga                         Nilai Saldo
           Sertifikat          Objek           Luas         Perolehan     Amortisasi    31 Desember 2024
             3354              Tanah          293 M2       526.905.085    121.058.152      405.846.933
             556               Tanah          293 M2       526.905.085    121.058.152      405.846.933
             1838              Tanah          293 M2       526.905.085    121.058.152      405.846.933
             139               Tanah          293 M2       526.905.085    121.058.152      405.846.933
             1911              Tanah          293 M2       526.905.085    121.058.152      405.846.933
             1857              Tanah          293 M2       526.905.085    121.058.152      405.846.933
             1835              Tanah          293 M2       526.905.085    121.058.152      405.846.933
             1837              Tanah          293 M2       526.905.085    121.058.152      405.846.933
             1836              Tanah          293 M2       526.905.085    121.058.152      405.846.933
             1893              Tanah          293 M2       526.905.085    121.058.152      405.846.933
                        Total Nilai Sewa                  5.269.050.846 1.210.581.518     4.058.469.328




                                                 - 22 -
Page 29
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

11.   UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA

                                                                        2025               2024
      Toko Ibu Siti                                                   151.231.601        229.458.950
      Toko Morodadi                                                    62.003.429         97.181.320
      Toko Lestari Jaya                                                50.302.274         55.343.451
      Toko Anugrah Semarang                                            39.312.000         37.845.000
      Toko Al Fiil                                                     37.746.000         41.737.000
      Toko Buah "ABC"                                                  22.794.735         27.704.736
      Toko Omah Sabun                                                  20.742.000         17.829.000
      PT Java Energi Semesta                                                    -         29.555.220
      Toko Sakura Krakatau                                                      -         19.132.750
      Toko Best One                                                             -         17.940.002
      PT Sinar Sosro                                                            -         16.640.519
      Toko Prayogo Utama                                                        -         16.459.000
      Toko Bu Giarto                                                            -         15.662.000
      Lain-Lain dibawah Rp10.000.000                                   66.897.911        115.271.781
      Jumlah                                                          451.029.950        737.760.729

      Utang usaha di atas tidak dikenakan bunga. Utang usaha lain-lain merupakan utang pembelian bahan
      baku restoran. Tidak ada surat jaminan yang diberikan maupun diterima untuk utang usaha.

      Rincian umur utang usaha sebagai berikut:

                                                                        2025               2024
      Belum Jatuh Tempo                                               395.114.783        634.640.504
      Jatuh Tempo:
        1-30 Hari                                                      55.915.167         67.438.517
        31-60 Hari                                                              -         35.681.708
      Jumlah Bersih                                                   451.029.950        737.760.729


12.   PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA

                                                                        2025               2024
      Deposit Agen Perjalanan                                         221.466.519        464.131.719
      Sewa Ruangan                                                    156.592.906        104.434.533
      Kamar                                                            72.959.881         58.014.420
      Restoran                                                         46.828.614        180.145.030
      Jumlah                                                          497.847.920        806.725.702


13.   PERPAJAKAN

      a. Utang Pajak

                                                                       2025               2024
         Pajak Penghasilan:
          Pasal 4 Ayat 2                                                        -          1.951.920
          Pasal 21                                                      6.175.000         13.984.100
          Pasal 23                                                        869.463          1.092.874
          Pasal 25                                                     50.373.825         36.017.371
          Pasal 29
            2025                                                      226.336.072                  -
            2024                                                      206.412.675        206.412.675
         Pajak Hotel dan Restoran                                     340.005.453        267.286.217
         Jumlah                                                       830.172.488        526.745.157

                                                  - 23 -
Page 30
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

        Sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan, Perusahaan telah merealisasikan pembayaran
        atas seluruh utang pajak tahun pajak 2024 pada tanggal 25 Maret 2026 sebesar Rp 206.412.674.
        Saldo utang pajak tersebut telah disajikan sebagai liabilitas pada laporan posisi keuangan tanggal
        31 Desember 2024. Pembayaran tersebut tidak mempengaruhi jumlah yang diakui dalam laporan
        keuangan tahun berjalan.

     b. Pajak Penghasilan Badan

                                                                               2025                  2024
         Laba sebelum Pajak
         menurut laporan laba rugi:                                         4.081.173.767         3.461.025.185
         Koreksi Fiskal:
         Beda Temporer:
          Beban Imbalan Pascakerja                                            280.648.330           237.177.531
          Penyusutan Aset Tetap                                             (809.094.690)         (724.898.176)
         Beda Tetap:
          Sumbangan                                                           38.602.052            30.855.820
          Lain-lain                                                          323.066.662           103.586.194
         Jumlah Koreksi Fiskal Bersih                                       (166.777.646)         (353.278.631)
         Laba Kena Pajak                                                    3.914.396.122         3.107.746.554
         Pembulatan Laba Kena Pajak                                         3.914.396.000         3.107.746.000
         Beban Pajak:
         Dengan Fasilitas                                                     59.936.421            56.448.049
         Non Fasilitas                                                       741.294.279           570.808.023
         Taksiran Beban Pajak Kini                                           801.230.700           627.256.072
         Dikurangi Pajak Penghasilan
         Dibayar Dimuka:
         Pasal 23                                                             13.478.090            22.770.169
         Pasal 25                                                            561.416.538           398.073.228
         Jumlah                                                              574.894.628           420.843.397
         Taksiran Utang Pajak Kini                                           226.336.072           206.412.675

        Laba kena pajak hasil rekonsiliasi pada tahun 2025 dan 2024 menjadi dasar dalam pengisian SPT
        Tahunan Pajak Penghasilan Badan dan tidak terdapat sengketa atau permasalahan terkait
        perpajakan yang memiliki dampak terhadap laporan keuangan.

     c. Liabilitas Pajak Tangguhan

                                                                               Dikreditkan
                                                                              (Dibebankan)
                                                         Dikreditkan         ke Penghasilan
                                                        (Dibebankan)         Komprehensif          31 Desember
                                  1 Januari 2025         ke laba rugi             Lain                 2025

         Penyusutan Aset Tetap      (909.550.736)           (178.000.832)                     -   (1.087.551.568)
         Liabilitas Imbalan
         Pascakerja                  382.833.947              35.829.915                      -      418.663.862
         Penghasilan
         Komprehensif Lain dari
         Revaluasi Aset Tetap       (838.036.684)                       -                     -     (838.036.684)
         Penghasilan
         Komprehensif Lain dari
         Imbalan Pascakerja            (4.384.843)             4.384.843         (25.912.718)        (25.912.718)
         Jumlah Aset Pajak
         Tangguhan                (1.369.138.316)           (137.786.074)        (25.912.718)     (1.532.837.108)


                                                   - 24 -
Page 31
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                 Dikreditkan
                                                                                (Dibebankan)
                                                         Dikreditkan           ke Penghasilan
                                                        (Dibebankan)           Komprehensif           31 Desember
                                  1 Januari 2024         ke laba rugi               Lain                  2024
         Aset Hak-Guna             (474.833.333)              474.833.333                       -                 -
         Penyusutan Aset Tetap     (112.686.746)            (796.863.990)                       -     (909.550.736)
         Liabilitas Imbalan
         Pascakerja                (326.270.047)             709.103.994                        -      382.833.947
         Penghasilan
         Komprehensif Lain dari
         Revaluasi Aset Tetap      (838.036.684)                        -                       -     (838.036.684)
         Penghasilan
         Komprehensif Lain dari
         Imbalan Pascakerja          (3.524.958)               3.524.958            (4.384.843)         (4.384.843)
         Jumlah Aset Pajak
         Tangguhan                (1.755.351.768)            390.598.295            (4.384.843)      (1.369.138.316)


14.   BEBAN AKRUAL

                                                                                 2025                   2024
      Binatu                                                                   203.319.875            171.070.592
      Listrik                                                                  165.879.549            163.299.864
      Jumlah                                                                   369.199.424            334.370.456


15.   UTANG BANK

                                                                                2025                    2024
      Bank Rakyat Indonesia Refinancing                                      9.998.800.000           5.000.000.000
      Bank Rakyat Indonesia                                                  7.391.948.325           9.045.548.325
      Bank KB Bukopin                                                                    -           1.980.372.302
      Sub Jumlah                                                            17.390.748.325          16.025.920.627
      Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam
      Waktu Satu Tahun
      Bank Rakyat Indonesia                                                  1.653.600.000           1.653.600.000
      Bank Rakyat Indonesia Refinancing                                      1.572.285.714           1.459.068.632
      Bank KB Bukopin                                                                    -             714.285.714
      Utang Bank Jangka Panjang                                             14.164.862.611          12.198.966.281

      Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 rincian angsuran di masa mendatang atas utang jangka
      panjang dari bank adalah sebagai berikut:

                                                                                2025                    2024
      Jatuh tempo dalam tahun:
        2025                                                                             -           3.826.954.346
        2026                                                                 3.225.885.714           2.367.885.714
        2027                                                                 3.225.885.714           2.367.885.714
        2028                                                                 3.225.885.714           2.367.885.714
        2029                                                                 2.194.485.714           1.336.485.714
        2030                                                                 1.572.285.714             714.285.714
        2031                                                                 1.280.285.714             714.285.714
      Jumlah                                                                14.724.714.284          13.695.668.630




                                                   - 25 -
Page 32
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

        Bank Rakyat Indonesia

        Berdasarkan akta kredit No. 32 tanggal 23 Desember 2024 dihadapan Haji Sugeng Budiman, SH,
        M.Kn notaris di Kota Semarang dengan ini diberitahukan bahwa permohonan kredit tersebut telah
        diputus/disetujui Fasilitas Baru KI Refinancing PT Griptha Putra Persada sebesar Rp 5.000.000.000
        (Lima Miliar Rupiah). Dengan Tipe, Struktur dan Syarat Kredit sebagai berikut:

        A. Subjek Kredit:

             Nama Peminjam        : PT Griptha Putra Persada.
             Penjamin             : 1. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng.
                                    2. Yohana Astri Winarto (Istri Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng).

        B. Tipe dan Struktur Kredit

             Jumlah Fasilitas     :   Rp 5.000.000.000 (Lima Miliar Rupiah).
             Jenis Kredit         :   KI Refinancing.
             Keperluan            :   Refinancing Hotel Griptha yang terdiri dari SHM Nomor 3354, 556,
                                      1838, 139, 1911, 1857, 1835, 1836, 1837 dan 1839 An. Samuel
                                      Jeffrey Christiawan Soegeng untuk membiayai kembali Renovasi
                                      Hotel.
             Bentuk Kredit        :   KI Dinamis dengan Co. Menurun.
             Jangka Waktu         :   84 (delapan puluh empat) bulan sejak akad kredit .
             Suku Bunga           :   Batas terendah 10,20%/Tahun.
                                      Batas tertinggi 12,00%/Tahun.
             Provisi              :   Rp 12.500.000 (Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dibayar
                                      sekaligus lunas sebelum akad perjanjian kredit ditandatangani.
             Penalty              :   50% dari suku bunga yang berlaku atas tunggakan bunga dan atau
                                      tunggakan pokok.

        Agunan yang diserahkan:

        1. Agunan Pokok dan Pengikatan
           Tanah dan Bangunan atas SHM No.3354, 556, 1838, 139, 1911, 1857, 1835, 1837, 1836 dan
           1839 An. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng di Jl. AKBP R Agil Kusumadya No. 100 Kudus
           diikat HT I No.00416/2024 sebesar Rp 5.000.000.000.

        2. Agunan Kerugian
           Bangunan di atas SHM No.3354, 556, 1838, 139, 1911, 1857, 1835, 1837, 1836 dan 1839 An.
           Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng di Jl. AKBP R Agil Kusumadya No. 100 Kudus diasuransikan
           minimal sebesar Rp 19.527.000.000.

    •     Hal – hal yang tidak boleh dilakukan (Negative Covenants) :
          Tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan dari bank, Perusahaan tidak diperkenankan antara
          lain tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
          a. Mengikatkan diri sebagai penjamin kepada pihak lain dan atau menjaminkan kekayaan
               perusahaan kepada pihak lain, terkecuali telah disetujui oleh bank.
          b. Menerima pinjaman/kredit baru dari bank lain atau lembaga keuangan lainnya kecuali yang
               sudah saat ini.
          c. Mengadakan transaksi dengan seseorang atau sesuatu pihak, dengan cara – cara yang
               berada diluar praktek dan kebiasaan yang wajar dan melakukan pembelian yang lebih mahal
               dan melakukan penjualan lebih murah dari harga pasar.
          d. Mengajukan permohonan pernyataan pailit kepada Pengadilan Niaga untuk menyatakan pailit
               diri nasabah sendiri.
          e. Menyewakan aset yang diagunkan di BRI kepada pihak lain.




                                                 - 26 -
Page 33
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

     Berdasarkan Akta Kredit No. 63 tanggal 17 April 2013 yang dibuat dihadapan Haji Sugeng Budiman,
     S.H., Sp.N., M.H., Notaris di Kota Semarang, Perusahaan memperoleh Kredit Investasi dari Bank
     Rakyat Indonesia (BRI). Sebagaimana diubah menjadi perjanjian terakhir berdasarkan Adendum
     Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 86 tanggal 25 September 2023 sebagai berikut:

         Plafon Kredit             :   Rp 11.155.000.000
         Bentuk Kredit             :   Kredit Investasi
         Jangka Waktu              :   84 Bulan s/d 29 Juni 2030
         Suku Bunga                :   11,5% p.a

     Agunan yang diserahkan:

     •     Sebidang tanah dengan Sertipikat Hak-Guna Bangunan (SHGB) No. 00065/Jati Wetan yang
           berlokasi di Kel. Jati Wetan, Kec. Jati, Kab. Kudus, Jawa Tengah atas nama PT Griptha Putra
           Persada Tbk.
     •     10 (Sepuluh) bidang tanah dengan Sertipikat Hak Milik (SHM) No. 3354, 556,1838, 139, 1911,
           1857, 1835, 1837, 1836, 1839 yang berlokasi di Kel. Jati Wetan, Kec. Jati, Kab. Kudus, Jawa
           Tengah atas nama Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng.

     Berikut syarat dan ketentuan covenant:

     •     Hal-hal yang harus dilaksanakan (Affirmative Covenants):

           a. Debitur wajib menyalurkan minimal sebesar 50% dari seluruh transaksi keuangan usaha
              melalui rekening di Bank, dan menggunakan jasa-jasa perbankan Bank antara lain SMS
              banking, SMS notification, mobile banking, internet banking dan produk e-channel Bank;
           b. Debitur wajib menyerahkan laporan keuangan tahunan diserahkan kepada Bank selambat-
              lambatnya 90 hari setelah tutup tahun buku yang bersangkutan; dan laporan keuangan
              (neraca dan rugi/laba) bulanan, yang diserahkan kepada Bank selambat-lambatnya 30 hari
              setelah tanggal akhir triwulan yang bersangkutan;
           c. Secara berkala Bank akan melaksanakan pemeriksaan lapangan minimal 3 (tiga) bulan sekali
              dan setiap saat Debitur bersedia untuk dilakukan pemeriksaan terhadap administrasi
              pembukuan serta kondisi perusahaan oleh Bank atau pihak lain yang ditunjuk oleh Bank;
           d. Debitur harus sudah memenuhi peraturan-peraturan pemerintah termasuk ijin-ijin yang harus
              dimiliki dan disampaikan kepada Bank sebelum akta perjanjian kredit dan pengakuan hutang
              ditandatangani;
           e. Debitur wajib membayar kewajiban pajak dan biaya-biaya yang relevan dalam rangka
              pemberian kredit ini;
           f. Debitur harus segera memberitahu Bank mengenai sengketa dengan pemerintah dan atau
              pihak lainnya, tuntutan atas kerusakan yang diderita, dan tuntutan hukum terhadap debitur
              atau penjamin.

     •     Hal-hal yang tidak boleh dilakukan (Negative Covenants):

           Tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan dari bank, Perusahaan tidak diperkenankan antara
           lain tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:

           a) Mengajukan permohonan pernyataan pailit kepada Pengadilan Niaga untuk menyatakan
              pailit dari pihak Debitur;
           b) Mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak lain, dan atau menjaminkan
              kekayaannya/kekayaan perusahaan kepada pihak lain, kecuali yang sudah ada saat ini;
           c) Melakukan perubahan anggaran dasar atau merubah susunan pengurus, perubahan/
              pengalihan kepemilikan saham dan komposisi permodalan;
           d) Melunasi dan atau membayar hutang kepada pemegang saham atau pihak ketiga lainnya
              sebelum hutang di pihak Bank dilunasi terlebih dahulu;
           e) Memberikan piutang kepada pemegang saham dengan alasan apapun;
           f) Mengadakan transaksi dengan seseorang atau sesuatu pihak, termasuk tetapi tidak terbatas
              pada perusahaan afiliasinya, dengan cara-cara yang berada di luar praktek-praktek dan
              kebiasaan yang wajar dan melakukan pembelian yang lebih mahal dan melakukan penjualan
              lebih murah dari harga pasar;
                                                 - 27 -
Page 34
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

         g) Melakukan pembayaran atas bunga pinjaman kepada pemegang saham;
         h) Menerima pinjaman/kredit baru dari Bank lain atau lembaga keuangan lainnya, kecuali
            transaksi dagang yang lazim dan fasilitas Bank lain yang sudah ada saat ini;
         i) Menyewakan aset yang diagunkan di pihak Bank kepada pihak lain tanpa persetujuan dari
            Bank;
         j) Melakukan penyertaan saham ke anak perusahaan atau perusahaan lain, kecuali yang
            sudah ada saat ini, dan sepanjang cash flow tidak terganggu serta Nett Working Capital
            (NWC) masih positif;
         k) Menjual mulai jumlah Rp 100.000.000 atau ekuivalennya/menggadaikan dan/atau
            menjaminkan harta kekayaan debitur baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak
            kepada pihak lainnya, terkecuali yang telah disetujui Bank;
         l) Melakukan investasi, perluasan usaha dan penjualan aset debitur melebihi
            Rp 10.000.000.000 dalam 1 tahun;
         m) Melunasi dan/atau membayar hutang kepada pemegang saham sebelum hutang di Bank
            dilunasi terlebih dahulu;
         n) Jika terjadi penurunan usaha dan kemampuan menyelesaikan hutang jangka pendek mulai
            terganggu, maka debitur wajib memprioritaskan pembayaran hutang-hutang kepada Bank
            dibandingkan melunasi hutang pihak ke-3 (tiga) sebelum kredit kepada Bank lunas;
         o) Memberikan pinjaman kepada pemegang saham dan melakukan penyertaan saham kepada
            Perusahaan lain melebihi Rp 5.000.000.000.

     Perusahaan telah memeroleh persetujuan dari Bank Rakyat Indonesia melalui surat No. B.351/KC-
     VIII/ADK/09/2023 tanggal 27 September 2023, sehubungan dengan persetujuan perubahan status
     Perusahaan menjadi Perusahaan Terbuka dan untuk selanjutnya Perseroan hanya wajib melaporkan
     kepada Bank Rakyat Indonesia apabila terdapat perubahan kepengurusan, struktur permodalan,
     pembagian deviden kepada para pemegang saham selama terdapat perjanjian kredit dengan Bank
     Rakyat Indonesia, perubahan pemegang saham, pengambilan prive serta melakukan penyertaan
     modal pada Perusahaan lain. Dengan demikian, Perseroan tidak memerlukan persetujuan Bank
     Rakyat Indonesia apabila terdapat perubahan-perubahan tersebut, serta persetujuan mengenai
     Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).

     Bank KB Bukopin

     Berdasarkan Surat Keterangan Pelunasan Fasilitas Kredit atas nama PT Griptha Putra Persada
     tertanggal 13 Maret 2025, dinyatakan bahwa seluruh pinjaman kepada PT Bank KB Bukopin telah
     dilunasi pada tanggal 13 Maret 2025. Dengan demikian, seluruh kewajiban yang timbul dari fasilitas
     kredit tersebut telah berakhir, perjanjian kredit dinyatakan selesai, dan seluruh jaminan yang terkait
     dengan fasilitas kredit tersebut telah dilepaskan.

     Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit dengan memakai jaminan Nomor 30 tanggal 27 Juni 2019 yang
     dibuat dihadapan Sugiyanto S.H., Notaris di Pati, Perusahaan memeroleh Kredit Investasi dari Bank
     KB Bukopin. Sebagaimana diubah menjadi perjanjian terakhir berdasarkan Adendum Perjanjian
     Kredit No. LI/038/KB BUKI – BA JKT KGD/ ADD-PK – RESTRUKTUR-1/VII/2021 dan No. LI/039/KB
     BUKI – BA JKT KGD/ ADD-PK – RESTRUKTUR-1/VII/2021 antara Perusahaan dengan Bank KB
     Bukopin tanggal 8 Juli 2021 sebagai berikut:

     Fasilitas Kredit Investasi 1

       Plafon                    :   Rp 3.476.500.992
       Bentuk Kredit             :   Kredit Investasi.
       Jangka Waktu              :   60 bulan sejak tanggal restrukturisasi sampai dengan 27 Mei 2026.
       Suku Bunga                :   12 % p.a

     Fasilitas Kredit Investasi 2

       Plafon                    :   Rp 1.943.485.171
       Bentuk Kredit             :   Kredit Investasi.
       Jangka Waktu              :   60 bulan sejak tanggal restrukturisasi sampai dengan 27 Mei 2026.
       Suku Bunga                :   12 % p.a efektif.


                                                 - 28 -
Page 35
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      Agunan yang diserahkan:

      Berdasarkan Perjanjian Kredit dengan nilai jaminan tanah Rp 9.345.000.000,- dengan rincian agunan
      sebagai berikut:

      1. Sertifikat Hak Milik (“SHM”) No. 00362/Sokokulon, terletak di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten
         Pati yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pati tanggal
         03 November 2014 terdaftar atas nama Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng seluas 2.631
         m2 (dua ribu enam ratus tiga puluh satu meter persegi) sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur
         No. 00890/2014 tanggal 16 Oktober 2014;
      2. SHM No. 00443/Sokokulon, terletak di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pati seluas 3.359 m2
         (tiga ribu tiga ratus lima puluh sembilan meter persegi) sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur
         No. 00891/2014 tanggal 16 Oktober 2014 terdaftar atas nama Tn. Samuel Jeffrey Christiawan
         Soegeng;
      3. SHM No. 00444/Sokokulon, terletak di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pati seluas 2.732 m2
         (dua ribu tujuh ratus tiga puluh dua meter persegi) sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur
         No. 00889/2014 tanggal 16 Oktober 2014 atas nama Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng.

      Berikut syarat dan ketentuan covenant:

      1.   Menyerahkan seluruh asli Sertifikat Hak Kepemilikan Atas Tanah dan dilakukan pengecekkan
           sertifikat terlebih dahulu pada Kantor Pertanahan setempat. Asli Sertipikat Hak Kepemilikan Atas
           Tanah disimpan di Bank KB Bukopin sampai dengan fasilitas kredit selesai.
      2.   Sepanjang sertifikat obyek dapat langsung dibebani dengan Hak Tanggungan Peringkat Kedua
           untuk kepentingan Bank.
      3.   Dilakukan taksasi/penilaian jaminan sesuai ketentuan. Akan tetapi apabila akan diberikan
           fasilitas kredit dengan plafond dimana jaminan dilakukan penilaian oleh Perusahaan Appraisal
           lndependen, rekanan Bank, disarankan agar terhadap fisik obyek tetap dilakukan pengecekkan
           fisik ke lapangan serta dilakukan wawancara dengan pemilik jaminan oleh Cl Internal Bank.
      4.   Menyerahkan ljin Mendirikan Bangunan apabila terdapat bangunan di atas tanah.
      5.   Obyek bangunan (apabila terdapat bangunan di atas tanah) diasuransikan secara Banker's
           Clause Bank melalui perusahaan asuransi rekanan Bank (selama jangka waktu fasilitas kredit).
      6.   Menyerahkan copy Akta Nikah, Kartu Keluarga dan KTP Pemilik Jaminan dan pasangan kawin.
      7.   Pemilik jaminan hadir bersama dengan pasangan kawin saat menandatangani dokumen
           pembebanan jaminan dengan membawa asli KTP, KK dan Akta Nikah.

      Perusahaan telah memeroleh persetujuan dari Bank KB Bukopin melalui surat No. 387/BUKI-
      KGD/XII/2022 tanggal 6 Desember 2022, sehubungan dengan persetujuan perubahan Perusahaan
      menjadi Perusahaan Terbuka dan serta persetujuan anggaran dasar Perusahaan yang meliputi
      perubahan modal, susuan pengurus dan pemegang saham, serta persetujuan mengenai Penawaran
      Umum Perdana Saham (IPO).


16.   LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

      Besarnya imbalan kerja jangka panjang dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-
      Undang No. 6 tahun 2023 tentang “Cipta Kerja”. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan
      sehubungan dengan imbalan kerja jangka panjang tersebut.

      Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Azwir
      Arifin dan Rekan untuk tanggal 31 Desember 2025 dengan nomor laporan 260442/LAA-AAR/III/2026
      tanggal 3 Maret 2026.

      Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Azwir
      Arifin dan Rekan untuk tanggal 31 Desember 2024 dengan nomor laporan 250191/LAA-AAR/I/2025
      tanggal 23 Januari 2025.

      Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pascakerja tersebut adalah 65 dan 70 karyawan pada
      tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.


                                                 - 29 -
Page 36
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

     Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti
     risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup, dan risiko gaji.

     Risiko Tingkat Bunga

     Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.

     Risiko Harapan Hidup

     Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
     peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
     akan meningkatkan liabilitas program.

     Risiko Gaji

     Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
     Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

     Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
     sebagai berikut:

                                                                         2025                 2024
      Saldo Awal                                                     1.740.154.304        1.483.045.667
      Biaya Jasa Kini                                                  189.025.497          200.367.272
      Biaya Bunga                                                       91.622.837           76.672.471
      Jumlah yang diakui di Laba Rugi                                2.020.802.638        1.760.085.410
      Jumlah yang Diakui di Penghasilan
      Komprehensif Lain                                                117.785.083          (19.931.106)
      Liabilitas Imbalan Pasti - Akhir                               1.903.017.555        1.740.154.304

     Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                 2024
      Tingkat diskonto per tahun                                    4,81% - 7,06%       6,88% - 7,14%
      Tingkat kenaikan gaji per tahun                                  8,00%                8,00%
      Tingkat pensiun normal                                          55 Tahun             55 Tahun
      Tabel mortalitas                                              TMI IV / 2019        TMI IV / 2019

     Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
     kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas.


     Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis
     sensitivitas dari tahun sebelumnya.

     Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas imbalan
     kerja dan biaya jasa kini:

                                                                         2025                 2024
      Kenaikan 1%
      Nilai kini                                                     1.780.294.237         1.629.609.044
      Penurunan 1%
      Nilai kini                                                     2.044.929.242         1.868.012.555




                                                - 30 -
Page 37
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas
      imbalan kerja dan biaya jasa kini:

                                                                             2025                 2024
      Kenaikan 1%
      Nilai kini                                                           2.061.170.306       1.865.157.344
      Penurunan 1%
      Nilai kini                                                           1.763.926.094       1.629.928.717


17.   MODAL SAHAM DAN SALDO LABA

      a) Modal Saham

         Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan catatan yang
         dibuat oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

                                                                           31 Desember 2025
                                                                    Nilai Nominal Rp 25,- Per Saham
                                                             Jumlah          Persentase         Jumlah Modal
                  Nama Pemegang Saham                        Saham          Pemilikan (%)          Disetor
           PT Mulia Jaya Palma                               701.856.900         70,19%        17.546.422.500
           Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng              5.000.000          0,50%           125.000.000
           Masyarakat                                        293.143.100         29,31%         7.328.577.500
           Jumlah                                        1.000.000.000              100%       25.000.000.000

          Berdasarkan Laporan Perubahan Kepemilikan Saham PT Griptha Putra Persada Tbk
          No.001/MJP/SK/VIII/2025 tanggal 28 Agustus 2025, PT Mulia Jaya Palma tercatat kepemilikan
          saham sebanyak 796.000.000 dan memutuskan menjual saham pada tanggal yang sama
          sebanyak 27.300.000 saham. Dengan demikian, jumlah kepemilikan saham PT Mulia Jaya Palma
          menjadi 768.700.000 saham.

          Berdasarkan Laporan Perubahan Kepemilikan Saham PT Griptha Putra Persada Tbk
          No.002/MJP/SK/IX/2025 tanggal 4 September 2025, PT Mulia Jaya Palma tercatat kepemilikan
          saham sebanyak 768.700.000 dan memutuskan menjual saham pada tanggal yang sama
          sebanyak 49.468.600 saham. Dengan demikian, jumlah kepemilikan saham PT Mulia Jaya Palma
          menjadi 719.231.400 saham.

          Berdasarkan Laporan Perubahan Kepemilikan Saham PT Griptha Putra Persada Tbk
          No.003/MJP/SK/X/2025 tanggal 27 Oktober 2025, PT Mulia Jaya Palma tercatat kepemilikan
          saham sebanyak 719.231.400 dan memutuskan menjual saham pada tanggal yang sama
          sebanyak 9.658.800 saham. Dengan demikian, jumlah kepemilikan saham PT Mulia Jaya Palma
          menjadi 709.572.600 saham.

          Berdasarkan Laporan Perubahan Kepemilikan Saham PT Griptha Putra Persada Tbk No.
          009/MJP/SK/XI/2025 tanggal 30 November 2025, PT Mulia Jaya Palma tercatat kepemilikan
          saham sebanyak 709.572.600 dan memutuskan menjual saham pada tanggal yang sama
          sebanyak 7.715.700 saham. Dengan demikian, jumlah kepemilikan saham PT Mulia Jaya Palma
          menjadi 701.856.900 saham.

                                                                           31 Desember 2024
                                                                    Nilai Nominal Rp 25,- Per Saham
                                                             Jumlah          Persentase         Jumlah Modal
                  Nama Pemegang Saham                        Saham          Pemilikan (%)          Disetor
           PT Mulia Jaya Palma                               796.000.000         79,60%        19.900.000.000
           Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng              5.000.000          0,50%           125.000.000
           Masyarakat                                        199.000.000         19,90%         4.975.000.000
           Jumlah                                        1.000.000.000              100%       25.000.000.000




                                                    - 31 -
Page 38
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

          Berdasarkan Akta No. 10 tanggal 18 Januari 2024 dari Notaris Rini Yulianti S.H., Notaris di Jakarta
          Timur, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          No. AHU-AH.01.03-0017139. Akta ini mengenai perubahan-perubahan sebagai berikut:

          •   Menyetujui perubahan permodalan, terdiri dari peningkatan modal ditempatkan dan disetor
              Perusahaan melalui pengeluaran saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perusahaan
              yaitu sebesar Rp 200.000.000 dengan nilai nominal saham Rp 25,- yang akan ditawarkan
              kepada masyarakat melalui penawaran umum.
          •   Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor perseroan dari sebesar
              Rp 20.000.000.000 menjadi sebesar Rp 25.000.000.000.

      b) Saldo Laba

         Ditentukan Penggunaannya

         Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas mengharuskan
         setiap Perusahaan untuk membentuk cadangan wajib dari laba bersih sampai cadangan mencapai
         paling sedikit 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Tidak terdapat batas
         waktu yang ditetapkan atas pemenuhan kewajiban tersebut. Perusahaan telah membentuk
         cadangan wajib sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar Rp 30.000.000.

         Berdasarkan Akta Rapat Umum Pemegang Saham Nomor 46 tanggal 29 Mei 2024 yang dibuat
         oleh Notaris Rini Yulianti, S.H bahwa rapat tersebut memutuskan dan memberikan persetujuan
         penggunaan laba bersih Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023
         sebesar Rp 1.270.559.523, dipergunakan sebagai berikut:
          1. Mengalokasikan laba bersih sebesar Rp 30.000.000 sebagai cadangan umum sesuai dengan
              ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan.
          2. Sisanya laba bersih tahun 2023 digunakan untuk kegiatan usaha perusahaan dan dicatat
              sebagai saldo laba.

         Tidak Ditentukan Penggunaannya

         Merupakan Saldo Laba yang belum ditentukan penggunaannya oleh Perusahaan

                                                                           2025                 2024
          Saldo Laba                                                   6.488.110.398         3.345.953.405


18.   TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                                           2025                 2024
       Tambahan Modal Disetor dari Initial Public Offering (IPO)
       Penawaran Perdana Saham Sebesar 200.000.000
       Saham dengan Nilai Nominal Rp 25 yang ditawarkan
       Rp 103                                                         15.600.000.000       15.600.000.000
       Dikurangi dengan Biaya Emisi Saham                             (2.281.492.137)      (2.281.492.137)
       Jumlah                                                         13.318.507.863        13.318.507.863


19.   PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

                                                                           2025                 2024
       Saldo Awal                                                     32.601.704.070        32.626.020.019
       Pengukuran Kembali atas Kewajiban Imbalan Pascakerja
       (Catatan 16)                                                      117.785.083           (19.931.106)
       Pajak Penghasilan                                                 (25.912.718)           (4.384.843)
       Jumlah                                                         32.693.576.435        32.601.704.070

      Pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025, Perusahaan mengalami keuntungan
      komprehensif atas pengukuran imbalan pasti.
                                              - 32 -
Page 39
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

20.   PENDAPATAN USAHA

                                                                        2025                  2024
      Kamar                                                         16.835.434.647        13.981.908.294
      Restoran                                                      13.434.406.385        11.953.177.338
      Sewa Ruangan                                                   4.213.384.141         3.128.217.038
      Lain-Lain                                                                  -             5.725.000
      Jumlah                                                        34.483.225.173        29.069.027.670

      Pendapatan usaha lain-lain merupakan pendapatan atas denda kerusakan dan kehilangan yang
      diakibatkan oleh pengunjung hotel yang harus dibayarkan kepada manajemen.

      Tidak ada transaksi penjualan dari satu pelanggan yang penjualan kumulatifnya melebihi 10% dari
      penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

      Tidak terdapat penjualan dan pendapatan usaha yang diperoleh dari pihak berelasi.


21.   BEBAN LANGSUNG

                                                                        2025                  2024
      Bahan Baku (Catatan 6)                                         8.457.828.798         7.419.114.151
      Keperluan Hotel                                                3.785.504.473         3.093.188.070
      Gaji dan Tunjangan                                             2.242.547.401         1.920.720.000
      Listrik                                                        1.504.277.106         1.448.681.204
      Penyusutan Bangunan (Catatan 9)                                  956.744.690           872.548.169
      Keperluan Gedung                                                 569.491.781           405.546.466
      Biaya Amortisasi Aset Hak-Guna (Catatan 10)                      210.430.993           158.483.858
      Jumlah                                                        17.726.825.242        15.318.281.918

      Tidak ada transaksi pembelian dari satu suplier yang pembelian kumulatifnya melebihi 10% dari total
      beban langsung untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.


22.   BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

                                                                        2025                  2024
      Gaji dan Tunjangan                                             3.595.909.601         3.637.122.000
      Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9)                              2.561.068.308         1.627.836.790
      Pemeliharaan                                                     927.465.592           968.393.257
      Utilitas                                                         755.922.039           759.219.472
      BPJS                                                             518.258.929           474.385.902
      Iklan dan Pemasaran                                              419.847.868           209.034.458
      Sewa                                                             391.702.660           442.133.279
      Jasa Profesional                                                 354.274.074           297.095.319
      Alat Tulis dan Perlengkapan                                      336.066.131           280.025.276
      Perjalanan Dinas                                                 288.920.853           259.170.609
      Imbalan Pascakerja (Catatan 16)                                  280.648.330           237.177.531
      Biaya Pajak                                                      100.254.942           121.717.708
      Sumbangan                                                         38.602.052            30.855.820
      Lain-Lain (dibawah Rp 30.000.000)                                535.050.548           325.337.264
      Jumlah                                                        11.103.991.927         9.669.504.685




                                                - 33 -
Page 40
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

23.   PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN

                                                                              2025                  2024
      Pendapatan Lain                                                       150.751.716           367.607.322
      Beban Administrasi Bank                                               (95.823.054)          (72.953.389)
      Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Persediaan
      (Catatan 6)                                                             (4.881.628)         (10.000.000)
      Jumlah                                                                  50.047.034          284.653.933

      Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan atas penjualan barang bekas, member fitness dan
      renang, mini market pool, salon dan tiket renang harian.


24.   BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN

                                                                              2025                  2024
      Pendapatan Bunga                                                      3.348.413               28.131.514
      Biaya Bunga Pinjaman Bank                                       (1.624.629.684)            (933.001.329)
      Jumlah                                                          (1.621.281.271)            (904.869.815)


25.   LABA PER SAHAM

                                                                              2025                  2024
      Laba untuk Perhitungan
      Laba Per Saham                                                    3.142.156.993            3.224.367.408
      Jumlah Saham                                                          Lembar                Lembar
      Jumlah Saham untuk perhitungan Laba
      per Saham                                                         1.000.000.000             992.876.712
      Laba per saham                                                                 3,14                  3,25


26.   REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN

                                          Arus Kas (untuk) dari Aktivitas
                                                   Pendanaan

                                                                                  Perubahan        Saldo Akhir
                           Saldo Awal                                           Transaksi Non-     31 Desember
                         1 Januari 2025   Penerimaan        Pembayaran               Kas               2025
      Utang Bank         16.025.920.627   6.000.000.000     (4.635.172.325)                  -     17.390.748.325
      Jumlah             16.025.920.627   6.000.000.000     (4.635.172.325)                  -     17.390.748.325

                                          Arus Kas (untuk) dari Aktivitas
                                                   Pendanaan

                                                                                  Perubahan        Saldo Akhir
                           Saldo Awal                                           Transaksi Non-     31 Desember
                         1 Januari 2024   Penerimaan        Pembayaran               Kas               2024
      Utang Bank         14.267.835.775   5.000.000.000     (3.241.915.148)                  -     16.025.920.627
      Jumlah             14.267.835.775   5.000.000.000     (3.241.915.148)                  -     16.025.920.627



27.   SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI

      Perusahaan melakukan transaksi usaha kepada pihak-pihak berelasi dimana menurut manajemen
      dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak
      ketiga.

                                               - 34 -
Page 41
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

      Saldo dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

               Pihak Berelasi           Sifat Pihak Berelasi                 Sifat Transaksi
       Tn. Samuel Jeffrey Christiawan    Pemegang Saham                       Liabilitas Sewa


28.   IKATAN

      a. PT Djarum

          Perjanjian kontrak Nomor 004/MKT-CR/HG/I/2025 tanggal 1 Januari 2024 antara Perseroan
          dengan PT Djarum, dimana Hotel Griptha menyediakan kamar bagi Djarum sesuai dengan harga
          yang telah disepakati oleh para pihak. Perjanjian ini berlaku mulai 1 Januari 2024 sampai dengan
          31 Desember 2025.

      b. PT Bukit Muria Jaya

          Perjanjian kontrak Nomor 007/MKT-CR/HG/I/2025 tanggal 1 Januari 2024 Perseroan dengan
          Polytron Kudus, dimana Hotel Griptha menyediakan kamar bagi Polytron sesuai dengan harga
          yang telah disepakati oleh Para Pihak. Perjanjian ini berlaku mulai 1 Januari 2024 sampai dengan
          31 Desember 2025.

      c. Rumah Sakit Mardi Rahayu

          Perjanjian kontrak Nomor 002/MKT-CR/HG/I/2025 tanggal 1 Januari 2024 antara Perseroan
          dengan Rumah Sakit Mardi Rahayu, dimana Hotel Griptha menyediakan kamar bagi tamu sesuai
          dengan harga yang telah disepakati oleh Para Pihak. Perjanjian ini berlaku mulai 1 Januari 2024
          sampai dengan 30 Juni 2025.

      d. Perjanjian Sewa - Menyewa

          Perjanjian Sewa-Menyewa tanggal 1 Juni 2024 oleh dan antara CV Anugerah Karya Abadi
          dengan Oei Aqulia Jemmy Priyanto selaku Direktur PT Griptha Putra Persada Tbk dengan obyek
          sewa berupa bangunan ruko Kompleks Aksara Kudus yang berdiri diatasnya yang terletak di
          Jl. Kend. Ahmad Yani, Krajan, Panjunan, Kudus, Jawa Tengah. Perjanjian ini berlaku sah untuk
          jangka waktu 1 tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juni 2024 sampai dengan tanggal 31 Mei 2025
          dengan harga sewa ruko Rp 77.000.000 untuk jangka waktu 1 tahun.

          Perjanjian Sewa-Menyewa tanggal 20 September 2024 oleh dan antara CV Anugerah Karya
          Abadi dengan Oei Aqulia Jemmy Priyanto selaku Direktur PT Griptha Putra Persada Tbk dengan
          obyek sewa berupa bangunan ruko B yang berdiri diatasnya yang terletak di Jl. Pawiyatan Luhur,
          Semarang. Perjanjian ini berlaku sah untuk jangka waktu 1 tahun, terhitung sejak tanggal
          1 Oktober 2024 sampai dengan tanggal 30 September 2025 dengan harga sewa ruko
          Rp 177.310.800 untuk jangka waktu 1 tahun.

          Perjanjian Sewa-Menyewa tanggal 16 Maret 2024 oleh PT Sriratu Megahtama dengan objek
          sewa berupa ruangan di Queen City Mall yang beralamat di Jalan Pemuda, Semarang. Perjanjian
          ini berlaku untuk jangka waktu 1 tahun dengan total harga sewa Rp 194.328.000.

      e. Perjanjian Fasilitas Pinjaman

          Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor 001/GPP/DIR/VIII/2017 tanggal 1 Agustus 2017 antara
          Perseroan dengan Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng dimana Perseroan memerlukan
          tambahan dana untuk modal kerja dan investasi dan bermaksud untuk meminjam sejumlah dana
          kepada Tn. Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng yang merupakan pemegang saham Perseroan.
          Jangka waktu perjanjian dimulai pada 1 Agustus 2017 sampai 1 Agustus 2027. Perjanjian ini telah
          dilunasi pada 14 Juni 2023.




                                                 - 35 -
Page 42
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

29.   KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN

                                                                                        Biaya
                                                                                      Perolehan
                                                                                     Diamortisasi
                                                                                  31 Desember 2025
       Aset Keuangan Lancar
       Kas dan Bank                                                                       604.378.679
       Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                                                    202.199.984
       Jumlah Aset Keuangan                                                               806.578.663

       Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
       Utang Bank                                                                       3.225.885.714
       Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                                                    451.029.950
       Beban Akrual                                                                       369.199.424
       Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
       Utang Bank                                                                      14.164.862.611
       Jumlah Liabilitas Keuangan                                                      18.210.977.699

                                                                                        Biaya
                                                                                      Perolehan
                                                                                     Diamortisasi
                                                                                  31 Desember 2024
       Aset Keuangan Lancar
       Kas dan Bank                                                                     3.989.446.176
       Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                                                    176.331.912
       Jumlah Aset Keuangan                                                             4.165.778.088

       Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
       Utang Bank                                                                       3.826.954.346
       Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                                                    737.760.729
       Beban Akrual                                                                       334.370.456
       Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
       Utang Bank                                                                      12.198.966.281
       Jumlah Liabilitas Keuangan                                                      17.098.051.812


30.   INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL

      a. Manajemen Risiko Modal

         Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk
         melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham
         melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas.

         Struktur modal Perusahaan terdiri dari kas dan bank dan ekuitas yang terdiri dari modal
         ditempatkan dan disetor. Direksi Perusahaan secara berkala akan melakukan reviu struktur
         permodalan Perusahaan. Sebagai bagian dari reviu ini, Direksi akan mempertimbangkan biaya
         permodalan dan risiko yang berhubungan.

         Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

         Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa
         sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta
         untuk mengelola risiko kredit Perusahaan beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh
         Dewan Direksi.

                                               - 36 -
Page 43
PT GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

     b. Manajemen Risiko Likuiditas

         Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
         membentuk kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen
         likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perusahaan.
         Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan
         fasilitas simpan pinjam dengan terus - menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan
         mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

         Tabel Risiko Likuiditas dan Suku Bunga

         Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
         periode pembayaran yang disepakati Perusahaan. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas
         yang tidak didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana
         Perusahaan dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup arus kas bunga dan pokok.
         Sepanjang arus bunga tingkat mengambang jumlah tidak didiskontokan berasal dari kurva suku
         bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal
         dimana Perusahaan mungkin akan diminta untuk membayar.

                                                                   31 Desember 2025
                                                  Kurang dari          Lebih dari
                                                   1 Tahun              1 Tahun          Jumlah
          Tanpa Bunga
            Beban Akrual                             369.199.424                   -      369.199.424
          Dengan Bunga
           Utang Bank                              3.225.885.714      14.164.862.611   17.390.748.325
          Jumlah                                   3.595.085.138      14.164.862.611   17.759.947.749

                                                                   31 Desember 2024
                                                  Kurang dari          Lebih dari
                                                   1 Tahun              1 Tahun          Jumlah
          Tanpa Bunga
            Beban Akrual                             334.370.456                   -      334.370.456
          Dengan Bunga
           Utang Bank                              3.826.954.346      12.198.966.281   16.025.920.627
          Jumlah                                   4.161.324.802      12.198.966.281   16.360.291.083

     c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan

         Direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui dalam
         laporan keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau
         menggunakan tingkat bunga pasar.




                                              - 37 -

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.21 MB
Published30 Mar 2026
Pages43
Characters149,653
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org GRIPTHA PUTRA PERSADA Tbk p.1 ×156
linked person Maurice Ganda Nainggolan p.4 ×3
linked org PT Mulia Jaya Palma p.12 ×22
linked org Bank Mandiri p.23
linked org Bank CIMB Niaga p.23
linked org Bank Central Asia p.23
linked org Bank KB Bukopin p.31 ×13
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.13 ×2
possible org Bank Bank Mandiri p.23
possible org Bank Rakyat Indonesia p.23 ×19
possible person Sugiyanto S.H. · Notaris p.34
possible person Ahmad Yani p.41
unresolved org Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan p.4 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan p.4 ×2
unresolved org Maurice Ganda Nainggolan & Rekan p.4
unresolved org Rekan Prof. Dr. Ahalik p.6
unresolved person Prof. Dr. Ahalik p.6
unresolved person SAS p.6
unresolved person Drs. Ika Slamet Riyono S.H. p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×2
unresolved — Herlin Listiyani · Kepala Unit Audit Internal p.13
unresolved — Fransiska Bella Yunita · Sekretaris Perusahaan p.13
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.13
unresolved org Bapepam-LK p.13 ×2
unresolved org Bank BPD Jawa Tengah p.23
unresolved org PT Trinusa Travelindo p.24
unresolved org PT Djarum p.24 ×2
unresolved org Agoda Company Pte. Ltd p.24
unresolved org PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia p.24
unresolved org PT Karya Cipta Solusi Internasional p.24
unresolved org Travel Singapore Pte. Ltd p.24
unresolved org PT Nojorono Tobacco International p.24
unresolved org PT Bukit Muria Jaya p.24
unresolved org PT Sucofindo p.24
unresolved org PT Hartono Istana Teknologi p.24
unresolved org PT Haryono p.24
unresolved org PT Pura p.24
unresolved org PT BRI Asuransi Indonesia p.27
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Kusno Raharjo dan Rekan p.27
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Kusno Raharjo p.27
unresolved person Samuel Jeffrey Christian Soegeng. p.28
unresolved person Siti p.29
unresolved org PT Java Energi Semesta p.29
unresolved org PT Sinar Sosro p.29
unresolved org Bank Rakyat Indonesia Refinancing p.31 ×2
unresolved person Haji Sugeng Budiman · Notaris p.32 ×2
unresolved org PT Griptha Putra Persada. Penjamin p.32
unresolved org Bank KB Bukopin Berdasarkan Surat Keterangan Pelunasan Fasilitas p.34
unresolved org Bank KB Bukopin. Sebagaimana p.34
unresolved person Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng. Berikut p.35 ×29
unresolved org Kantor Konsultan Aktuaria Azwir Arifin dan Rekan p.35 ×2
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.37
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH. p.38
unresolved person Rini Yulianti p.38
unresolved org PT Djarum Perjanjian p.41
unresolved org PT Bukit Muria Jaya Perjanjian p.41
unresolved — Oei Aqulia Jemmy Priyanto · Direktur p.41 ×2
unresolved org PT Sriratu Megahtama p.41

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result