Skip to content
Back to announcement

Final Audit Report MEDS - 31 Des 2025.pdf

Financial statement Text extracted MEDS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 50

Page 1
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK

Laporan Keuangan
Tanggal 31 Desember 2025
Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
Beserta Laporan Auditor Independen
Page 2
                                  PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                                            Laporan Keuangan
                                        Tanggal 31 Desember 2025
                           Dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
                                   Beserta Laporan Auditor Independen



                                                DAFTAR ISI



                                                                                        Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Laporan Posisi Keuangan .............…….……………….……………..…………….………........                     1-2

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain ….……………………........……….                     3

Laporan Perubahan Ekuitas ..................………………………………….…….........…………..                     4

Laporan Arus Kas    ..............……………………………………………………...........................               5

Catatan atas Laporan Keuangan ..............……………………………….................................   6 - 44
Page 3

          
Page 4
Laporan No. 00356/2.0459/AU.1/04/1664-5/1/III/2026


                                   LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk

Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (“Perusahaan”), yang terdiri dari
laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2025, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta
catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi material.

Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.

Basis Opini

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan sesuai dengan Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia, sebagaimana berlaku untuk audit atas laporan keuangan entitas dengan akuntabilitas publik di
Indonesia. Kami juga telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami
yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi
opini audit kami.

Hal Audit Utama

Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling
signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan dalam konteks
audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan
keuangan terkait, dan kami tidak menyatakan sautu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.

Kecukupan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas Persediaan

Pada tanggal 31 Desember 2025, saldo persediaan Perusahaan sebelum penyisihan kerugian penurunan
nilai sebesar Rp 13.560.635.993, dan sebesar Rp 1.314.955.833 telah dicadangkan untuk penyisihan
kerugian penurunan nilai persediaan.

Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya
perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto adalah harga penjualan dalam
kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan. Persediaan
yang tidak lagi memiliki nilai ekonomis, berdasarkan evaluasi manajemen, dihapuskan dan dibebankan pada
operasi tahun berjalan.

Kami menganggap ini sebagai hal audit utama karena pertimbangan dan estimasi yang terlibat dalam
mengukur kerugian penurunan nilai persediaan.

Pengungkapan yang berkaitan dengan penyisihan kerugian penurunan nilai atas persediaan disajikan dalam
Catatan 7 atas laporan keuangan.
Page 5
Tanggapan Audit

•   Kami mengevaluasi metodologi dan model penilaian yang digunakan oleh manajemen untuk memastikan
    bahwa ini telah diterapkan secara konsisten oleh manajemen;
•   Kami melakukan observasi untuk menilai dan mempertimbangkan kewajaran informasi dan kondisi fisik
    persediaan.
•   Kami menilai dan mempertimbangkan pertimbangan dan estimasi yang terlibat dalam pengukuran nilai
    realisasi neto persediaan serta menganalisa persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran
    yang lambat.
•   Kami mengevaluasi kecukupan pengungkapan yang disajikan dalam laporan keuangan Perusahaan.

Informasi Lainnya

Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam
Laporan Tahunan 2025 (“Laporan Tahunan”). Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah
tanggal laporan auditor independen ini.

Opini audit kami atas laporan keuangan terlampir tidak mencakup Laporan Tahunan, dan oleh karena itu,
kami tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.

Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan terlampir, tanggung jawab kami adalah untuk
membaca Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam melaksanaannya, mempertimbangkan apakah
Laporan Tahunan mengandung ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan terlampir atau
pemahaman yang kami peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.

Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian
material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan
Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya,
hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan
usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau
tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan Perusahaan.

Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan

Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai
merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal
tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
Page 6
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan (Lanjutan)

•   Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
    disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, merancang dan melaksanakan prosedur audit yang
    responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
    menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang
    disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan
    dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian
    atas pengendalian internal.

•   Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
    merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan
    opini atas efektivitas pengendalian internal Perusahaan.

•   Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
    pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.

•   Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
    berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
    dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
    Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa
    terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor
    kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak
    memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan
    pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi
    masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.

•   Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
    pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
    mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.

Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain,
ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit yang signifikan, termasuk setiap
defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.

Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh
hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika
relevan, langkah yang diambil untuk menghilangkan ancaman atau pengamanan yang diterapkan.

Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan
hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya
menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan
perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang
sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami
karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar
melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.



KANTOR AKUNTAN PUBLIK
HELIANTONO & REKAN




Andiek Nugroho, SE., Ak., M.Ak., CA., CPA
Registrasi Akuntan Publik No. AP. 1664
Jakarta, 26 Maret 2026
Page 7
                                   PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                                       LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                         Tanggal 31 Desember 2025
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                          Catatan              2025                     2024

ASET

ASET LANCAR
Kas dan bank                             2,4,30,31               779.023.813               232.087.437
Piutang usaha - neto                     2,5,30,31               942.207.805             3.944.082.707
Piutang lain-lain                        2,6,30,31               338.500.000               783.500.000
Persediaan - neto                           2,7               12.245.680.160            11.256.165.044
Pajak dibayar di muka                       15a                   60.894.535                         -
Biaya dibayar di muka                       2,9                  123.827.647               230.915.602

Jumlah Aset Lancar                                            14.490.133.960            16.446.750.790

ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - neto                2,15d                 488.157.453               219.911.233
Aset tetap – neto                           2,10              44.418.774.804            47.270.520.875
Properti investasi                          2,11               1.293.191.111             1.369.261.178
Uang Muka                                     8                1.081.081.081                         -

Jumlah Aset Tidak Lancar                                      47.281.204.449            48.859.693.286

JUMLAH ASET                                                   61.771.338.409            65.306.444.076




                        Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                          tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                     1
Page 8
                                PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                               LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
                                      Tanggal 31 Desember 2025
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                      Catatan               2025                    2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek             2,12,30,31             3.889.087.954                       -
Utang usaha                          2,13,30,31               913.720.930             837.674.810
                                     2,14,29,30,
Utang lain-lain                           31                2.378.952.609              641.036.283
Utang pajak                              15b                   43.406.378              183.058.657
Pendapatan diterima di muka             2,16                1.737.745.431            1.428.929.898
Bagian utang jangka panjang yang
 jatuh tempo dalam satu tahun:
 Utang pembiayaan konsumen           2,17,30,31                         -              236.619.893
 Utang sewa                          2,18,30,31               778.129.026                        -
 Utang bank                          2,19,30,31             2.622.623.237            2.390.269.337

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                            12.363.665.565            5.717.588.878

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja           2,20                  399.199.079             405.122.957
Bagian utang jangka panjang
  setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang sewa                         2,18,30,31               710.390.751                        -
  Utang bank                         2,19,30,31                         -            2.566.984.675

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            1.109.589.830            2.972.107.632

JUMLAH LIABILITAS                                          13.473.255.395            8.689.696.510

EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp20
 per saham
Modal dasar – 5.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
 penuh – 1.562.500.000 saham             21                31.250.000.000           31.250.000.000
Tambahan modal disetor                   22                29.867.355.456           29.867.355.456
Saldo laba (Defisit)                     23
 Ditentukan penggunaannya                                   1.000.000.000            1.000.000.000
 Belum ditentukan penggunaannya                           (13.522.236.743 )         (5.176.192.333 )
Rugi komprehensif lain                                       (297.035.699 )           (324.415.557 )

JUMLAH EKUITAS                                             48.298.083.014           56.616.747.566

JUMLAH LIABILITAS DAN
  EKUITAS                                                  61.771.338.409           65.306.444.076




                    Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                      tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                   2
Page 9
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                 LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                   Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                      Catatan              2025                     2024

PENJUALAN                               2,24               6.629.087.667            6.391.014.240

BEBAN POKOK PENJUALAN                  2,25               (6.028.654.181 )          (5.540.481.038 )

LABA KOTOR                                                   600.433.486              850.533.202

Beban penjualan                        2,26               (1.217.352.820 )          (1.303.925.634 )
Beban umum dan administrasi            2,27               (7.653.559.879 )          (8.220.174.256 )

RUGI USAHA                                                (8.270.479.213 )          (8.673.566.688 )

Penghasilan keuangan                     2                   253.501.501                  816.486
Beban keuangan                           2                  (672.711.269 )           (482.402.179 )
Lain-lain – neto                         2                   121.745.516              881.547.802

RUGI SEBELUM PAJAK
  PENGHASILAN                                             (8.567.943.465 )          (8.273.604.579 )

PAJAK PENGHASILAN                        2
Pajak kini                              15c                  (54.069.689 )           (430.473.694 )
Manfaat pajak tangguhan                 15d                  275.968.744              170.526.988

MANFAAT (BEBAN) PAJAK
  PENGHASILAN - NETO                                         221.899.055             (259.946.706 )

RUGI TAHUN BERJALAN                                       (8.346.044.410 )          (8.533.551.285 )

PENGHASILAN (RUGI)
  KOMPREHENSIF LAIN

Pos yang tidak akan
  direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali atas imbalan
  pascakerja                             2,20                 35.102.382                (7.037.939)
Pajak penghasilan terkait               2,15d                 (7.722.524 )               1.548.347

PENGHASILAN (RUGI)
 KOMPREHENSIF LAIN - NETO
 SETELAH PAJAK                                                27.379.858                (5.489.592)

JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
 TAHUN BERJALAN                                           (8.318.664.552 )          (8.539.040.877)

RUGI PER SAHAM                          2,28                        (5,34)                   (5,46)




                    Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                      tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                 3
Page 10
                                                      PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                                                         LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                                            Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025
                                                 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                         Saldo laba (Defisit)

                                                                                                                               Rugi
                                                           Tambahan                 Ditentukan        Belum ditentukan      komprehensif
                                        Modal saham       modal disetor           penggunaannya       penggunaannya             lain           Jumlah ekuitas

Saldo 1 Januari 2024                    31.250.000.000    29.867.355.456            1.000.000.000         3.357.358.952       (318.925.965 )    65.155.788.443
Rugi tahun berjalan                                   -                   -                       -      (8.533.551.285 )                  -    (8.533.551.285 )
Rugi komprehensif lain tahun berjalan                 -                   -                       -                    -        (5.489.592 )        (5.489.592 )

Saldo 31 Desember 2024                  31.250.000.000    29.867.355.456            1.000.000.000        (5.176.192.333 )     (324.415.557 )    56.616.747.566
Rugi tahun berjalan                                   -                   -                       -      (8.346.044.410 )                  -    (8.346.044.410 )
Penghasilan komprehensif lain tahun
  berjalan                                            -                   -                       -                    -       27.379.858          27.379.858

Saldo 31 Desember 2025                  31.250.000.000    29.867.355.456            1.000.000.000       (13.522.236.743 )     (297.035.699 )    48.298.083.014




                                            Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                                              tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                                              4
Page 11
                               PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                                        LAPORAN ARUS KAS
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                             Catatan           2025                   2024

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                 9.939.778.102          7.475.882.639
Pembayaran kepada pemasok                                    (7.801.577.165 )       (8.720.255.382 )
Penerimaan pengembalian uang muka dari
  pemasok                                                                 -          5.023.955.990
Pembayaran untuk beban operasional lainnya                   (3.140.047.740)        (3.355.364.093 )
Penerimaan penghasilan keuangan                                 253.501.501                816.486
Pembayaran beban keuangan                                      (672.711.269)          (482.402.179 )
Penerimaan restitusi pajak penghasilan         15a                        -          2.299.954.047
Pembayaran pajak penghasilan                                    (54.069.689)           (12.590.976 )

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Operasi                                          (1.475.126.260 )       2.229.996.532

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap                           10               144.144.144           636.936.938
Perolehan aset tetap                          10,34            (175.031.407 )        (275.843.289 )
Pembayaran uang muka perolehan aset             8            (1.081.081.081 )                   -

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Investasi                                        (1.111.968.344 )         361.093.649

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang bank                          12             3.900.000.000                      -
Pembayaran utang bank                         12,19          (2.345.542.821 )       (2.225.203.089 )
Pembayaran utang pembiayaan konsumen          17,34            (236.619.893 )         (551.869.352 )
Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain –
  pihak berelasi                              14,29           1.816.193.694          (247.500.000 )

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Pendanaan                                         3.134.030.980         (3.024.572.441 )

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN
  BANK                                                          546.936.376          (433.482.260 )

KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                         232.087.437           665.569.697

KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                        4               779.023.813           232.087.437




                    Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                      tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                 5
Page 12
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM

     Pendirian Perusahaan

     PT Hetzer Medical Indonesia Tbk ("Perusahaan") didirikan tanggal 31 Desember 2010 berdasarkan
     Akta Notaris No. 12 yang dibuat oleh Cahya Suryana, S.H., Notaris di Bandung. Akta Pendirian
     Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
     Surat Keputusan No. AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 8 Februari 2011.

     Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
     No. 05 tanggal 30 April 2025, dibuat oleh Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H., tentang perubahan susunan
     pengurus perseroan. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri
     Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan
     Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0238384 tanggal 14 Mei 2025.

     Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama
     bergerak di bidang industri pengolahan dan di bidang perdagangan besar dan eceran dengan kegiatan
     usaha utama yaitu industri barang plastik lainnya, industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi
     serta perlengkapan lainnya, perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran
     untuk manusia.

     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 kegiatan usaha utama yang dijalankan Perusahaan adalah
     di bidang perdagangan dan industri masker dan peralatan kedokteran.

     Perusahaan berkedudukan di Kota Cimahi.

     Perusahaan tidak memiliki Entitas Induk.

     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan

     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
     sebagai berikut:

                                                2025                                   2024
     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama         :   Jemmy Kurniawan                        Jemmy Kurniawan
     Komisaris               :   Alvi Hadi Sugondo                      Alvi Hadi Sugondo

     Komisaris Independen    :   Alexander Tjandana Martjaputra         Tato Suprapto Basir
                                 Koentoro

     Direksi
     Direktur Utama          :   dr. Yenny Marlina                      dr. Yenny Marlina
     Direktur                :   Herry                                  Herry
                                 Fancy Marsiana                         Fancy Marsiana

     Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Komisaris dan Direksi. Manajemen
     kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
     mengendalikan aktivitas Perusahaan.

     Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 01/HMI/DIR/II/2024 tanggal 12 Februari 2024, Dewan Direksi
     mengangkat dr. Yenny Marlina sebagai Sekretaris Perusahaan.

     Perusahaan telah membentuk komite audit berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan
     No. 001/HMI/KOM/V/2025 tanggal 2 Mei 2025 dengan susunan anggota sebagai berikut:




                                                     6
Page 13
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan (lanjutan)

     Komite Audit
     Ketua                                               :   Alexander Tjandana Martjaputra Koentoro
     Anggota 1                                           :   Aam Rahmani SE.,Ak.,CA
     Anggota 2                                           :   Drs. Widjaja Muliadi, MM., MBA

     Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 13/HMI/BS/IV/2022 tanggal 14 April 2022, Dewan Direksi
     mengangkat Dera Susanty Herman sebagai Kepala Unit Audit Internal.

     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 Perusahaan masing-masing memiliki 16 dan 18 karyawan
     tetap (tidak diaudit).

     Penawaran Umum Saham Perdana

     Pada tanggal 29 Juli 2022, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
     (OJK) dengan Surat No. S-159/D.04/2022 untuk melakukan penawaran umum perdana 312.500.000
     saham dengan nilai nominal Rp20 per saham, dengan harga penawaran Rp125 per saham. Pada
     tanggal 10 Agustus 2022, seluruh saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

     Penawaran Umum Saham Perdana tersebut disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan
     dituangkan dalam Akta Notaris No. 64 oleh Sugih Haryati, S.H., M.Kn., tanggal 19 Oktober 2022.

     Penerbitan Laporan Keuangan

     Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
     bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal
     26 Maret 2026.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

     Laporan keuangan Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
     meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
     Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan
     Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang
     Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

     Dasar Penyajian Laporan Keuangan

     Laporan keuangan, kecuali laporan arus kas, telah disusun secara akrual dengan menggunakan konsep
     biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur berdasarkan basis lain
     seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.

     Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam
     aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

     Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan yang
     digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
     2024, kecuali untuk penerapan amendemen PSAK yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2025
     seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.

     Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Perusahaan adalah Rupiah.



                                                    7
Page 14
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Dasar Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan)

     Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan manajemen untuk
     membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan
     jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
     berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini,
     hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan
     pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi adalah
     signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan.

     Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi

     Perusahaan telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2025:
     - Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - Kekurangan Ketertukaran
     - PSAK 117: Kontrak Asuransi
     - Amendemen PSAK 117: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109 -
        Informasi Komparatif

     Penerapan standar yang baru dan revisi tersebut tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap
     kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan
     untuk tahun berjalan atau tahun sebelumnya.

     Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

     Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah (“Rp”), yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
     Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
     berlaku pada tanggal transaksi.

     Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
     dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan
     nilai historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan
     penjabaran kembali pos-pos moneter diakui pada laba rugi.

     Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

     Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan definisi yang diuraikan pada
     PSAK 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

     Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang
     mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak -pihak yang tidak berelasi.
     Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 29 atas laporan
     keuangan.

     Instrumen Keuangan

     Aset Keuangan

     Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
     diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan nilai wajar melalui laba rugi.




                                                     8
Page 15
                               PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset
     keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk
     piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan
     menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset keuangan pada
     nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya
     transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan atau ketika
     Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang telah ditentukan
     berdasarkan PSAK 115.

     Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
     melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari
     pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai Solely
     Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.

     Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Perusahaan
     mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas
     akan dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

     Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

     i)    Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

           Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
           terpenuhi: (1) aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
           keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan (2) persyaratan kontraktual dari
           aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok
           dan bunga dari jumlah pokok terutang.

           Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortiasi setelah pengakuan awal diukur
           dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
           dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan
           memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian
           integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi. Kerugian yang timbul
           dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.

           Aset keuangan Perusahaan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi meliputi kas dan bank,
           piutang usaha dan piutang lain-lain.

     ii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

           Instrumen utang

           Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
           kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya
           akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan (2)
           Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas
           arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

           Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
           pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui
           dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan
           biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui dalam OCI. Ketika aset
           keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui
           dalam pendapatan komprehensif lainnya direklasifikasi ke laba rugi.


                                                     9
Page 16
                                PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
            Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Aset Keuangan (lanjutan)

     ii)    Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (lanjutan)

            Instrumen ekuitas

            Saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
            menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam instrumen
            ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 109 dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas
            dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan berdasarkan level instrumen per instrumen.

            Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laba rugi. Dividen diakui
            sebagai laba rugi pada saat hak untuk menerima pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika
            Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya
            perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen
            ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai.

     iii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

            Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
            diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui
            laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan
            sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
            dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan
            sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang
            efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga
            diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya.
            Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan
            diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat
            ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan,
            atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.

            Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan
            posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan laba
            rugi.

            Perusahaan tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai aset
            keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

     Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
     dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan tersebut
     ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

     Liabilitas Keuangan

     Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
     nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai
     instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

     Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai: liabilitas keuangan yang diukur dengan
     biaya perolehan diamortisasi; dan liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

     Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, untuk pinjaman, sebesar
     pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.


                                                       10
Page 17
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Instrumen Keuangan (lanjutan)

   Liabilitas Keuangan (lanjutan)

   Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain-lain, utang pembiayaan konsumen,
   dan utang bank. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo
   melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12
   bulan.

   Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

   i)    Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

         Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
         dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
         di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi.

   ii)   Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

         Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
         keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan
         awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

         Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
         untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen
         keuangan derivatif yang diambil Perusahaan yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai
         dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 109. Derivatif melekat yang
         dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan
         sebagai instrumen lindung nilai efektif.

         Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
         laba rugi.

   Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban kontraktual untuk membayar
   dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.

   Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
   pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
   substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
   diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
   antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi.

   Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

   Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
   dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.

   Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Perusahaan
   mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
   tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Perusahaan juga
   mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
   apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
   perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.

   Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
   panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
   aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

                                                    11
Page 18
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

     Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
     tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
     nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
     nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif
     lain diakui pada laporan laba rugi.

     Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
     langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar derivatif - neto".

     Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan

     Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
     keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
     melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
     neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

     Kerugian kredit ekspektasian

     Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang
     yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
     ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan
     kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan menggunakan
     perkiraan suku bunga efektif awal,

     Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang
     tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian
     dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen
     keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
     dilakukan untuk kerugian kredit ekspektasian selama sisa umurnya, terlepas dari waktu gagal bayar
     (sepanjang umurnya),

     Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Perusahaan menerapkan panduan praktis dalam menghitung
     kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam
     risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
     sepanjang umur. Perusahaan telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
     kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu kondisi
     pelanggan dan lingkungan ekonomi.

     Penentuan Nilai Wajar

     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
     untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
     pengukuran.

     Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
     terjadi:
     i)   di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
     ii) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
          untuk aset atau liabilitas tersebut.

     Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut.



                                                      12
Page 19
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)

     Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
     pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
     bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

     Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
     menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
     terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
     menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

     Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
     memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
     diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

     Hirarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
     pengukuran nilai wajar, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap
     pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
     a) Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
          yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran;
     b) Level 2 - teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
          nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung atau tidak langsung;
     c) Level 3 - teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
          nilai wajar tidak dapat diobservasi, baik secara langsung atau tidak langsung.

     Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan menentukan
     apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan
     input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

     Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset
     dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.

     Kas dan setara kas

     Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank, dan deposito jangka pendek yang sangat likuid dengan
     jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi menjadi uang tunai dalam jumlah yang
     diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan dan tidak digunakan sebagai jaminan
     ataupun dibatasi penggunaannya.

     Persediaan

     Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
     Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam
     kondisi dan lokasi saat ini, di mana ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
     Biaya barang jadi terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lain dan biaya
     tidak langsung yang terkait dengan produksi (berdasarkan kapasitas operasi normal). Nilai realisasi neto
     adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya yang diperlukan
     untuk melakukan penjualan.

     Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di mana
     pendapatan terkait diakui.




                                                     13
Page 20
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Persediaan (lanjutan)

     Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya
     perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan
     untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke
     nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai
     atau kerugian terjadi. Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai persediaan karena kenaikan
     nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah persediaan yang diakui sebagai beban
     pada periode terjadinya pemulihan tersebut.

     Biaya Dibayar di Muka

     Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat setiap biaya dengan menggunakan metode
     garis lurus.

     Aset Tetap

     Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian,
     biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
     lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya
     di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
     akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada).

     Biaya pengurusan legal awal untuk hak atas tanah diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
     dan biaya ini tidak disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan perpanjangan hak atas tanah diakui
     sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau manfaat ekonomis
     tanah, mana yang lebih pendek.

     Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
     terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan
     berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara
     andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti, dihentikan pengakuannya pada tahun di mana
     penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba
     rugi.

     Penyusutan dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis
     lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan dengan rincian
     sebagai berikut:
                                                                          Tahun      Persentase
     Bangunan                                                               20           5%
     Mesin                                                                 8–16     6,25%-12,5%
     Kendaraan                                                               8         12,5%
     Peralatan                                                              4–8      12,5%-25%
     Inventaris                                                              4          25%
     Furnitur                                                               4–8      12,5%-25%

     Masa manfaat ekonomi, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun dan
     pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.

     Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
     yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
     pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat
     dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.




                                                    14
Page 21
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Properti Investasi

     Properti investasi yang merupakan properti yang dimiliki untuk penghasilan sewa jangka panjang
     dan/atau untuk peningkatan modal, pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya
     dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
     Biaya perolehan juga termasuk biaya penggantian bagian properti investasi, jika memenuhi kriteria
     pengakuan. Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui
     dalam laba rugi pada saat terjadinya.

     Properti investasi Perusahaan terdiri dari bangunan dan disusutkan menggunakan metode garis lurus
     (straight-line method) sesuai dengan taksiran masa manfaat ekonomis selama 20 tahun.

     Transfer ke atau dari properti investasi dilakukan pada saat terdapat perubahan penggunaan.

     Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

     Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
     setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
     mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
     apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
     diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
     terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi
     biaya penjualan dengan nilai pakai.

     Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
     kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non keuangan yang mengalami penurunan nilai
     ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

     Sewa

      Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu
     jika kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
     tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing
     masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Perusahaan cukup yakin untuk melaksanakan opsi
     perpanjangan kontrak.

     Perusahaan sebagai penyewa

     Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
     untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa untuk
     melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
     pendasar.

     Aset hak guna

      Perusahaan mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset pendasar
     tersedia untuk digunakan). Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi
     dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset
     hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya
     restorasi dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi
     insentif sewa yang diterima.

     Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa. Jika
     kepemilikan aset pendasar sewa beralih ke Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya perolehan
     aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan mengeksekusi opsi beli, maka penyusutan aset hak-
     guna dihitung menggunakan estimasi masa manfaat aset.


                                                    15
Page 22
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Sewa (lanjutan)

     Liabilitas sewa

     Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
     pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa.

     Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang secara wajar pasti
     dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika masa sewa
     merefleksikan adanya opsi dapat mengakhiri sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung
     pada indeks atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang memicu
     terjadinya pembayaran tersebut.

     Perusahaan menggunakan Suku Bunga Pinjaman Inkremental (“SBPI”) pada tanggal permulaan sewa
     karena suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat langsung ditentukan. Setelah tanggal permulaan,
     jumlah kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan akresi bunga (atas efek diskonto) dan
     dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali
     jika terdapat modifikasi, perubahan masa sewa, perubahan pembayaran sewa, atau perubahan
     penilaian atas opsi untuk membeli aset pendasar.

     Sewa jangka pendek dan sewa dengan aset bernilai rendah

     Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah, serta
     elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip
     pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi.
     Perusahaan akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa
     dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

     Liabilitas Imbalan Kerja

     Perusahaan menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan
     Pemerintah No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta
     Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang
     Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor
     2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.

     Liabilitas neto Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan
     pascakerja pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan
     liabilitas imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam
     perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

     Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain
     meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah
     yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, dan c) setiap perubahan
     dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset)
     imbalan pasti neto. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang diakui sebagai
     penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.

     Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah
     terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat
     perubahan atau kurtailmen atas program.




                                                     16
Page 23
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Liabilitas Imbalan Kerja (lanjutan)
     Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
     dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
     liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.
     Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada
     saat penyelesaian terjadi. keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai
     kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga
     penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan
     secara langsung oleh Perusahaan sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

     Perusahaan mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap
     keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi
     pada saat terjadinya.

     Pengakuan Pendapatan dan Beban

     Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

     Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
     i)   Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
     ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
          dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
          pelanggan.
     iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
          suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
          pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
          variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
          diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
          dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode
          kontrak.
     iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
          berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
          dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya
          yang diharapkan ditambah marjin.
     v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
          barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
          barang atau jasa tersebut).

     Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
     - Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
     - Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
       pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Perusahaan memilih ukuran penyelesaian
       yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
       kewajiban pelaksanaan.

     Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
     penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban
     kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang
     telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam
     "Pendapatan diterima di muka".

     Penjualan barang

     Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan
     telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan
     telah menerima barang tersebut.



                                                      17
Page 24
                               PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

     Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

     Laba per Saham

     Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang
     jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut.

     Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa
     yang bersifat dilutif.

     Pajak Penghasilan

     Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan.
     Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
     penghasilan komprehensif lain, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan transaksi atau
     kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas dimana pajak penghasilannya diakui secara langsung
     di ekuitas.

     i)    Pajak Kini

           Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
           keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen
           secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”)
           sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika
           perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
           otoritas pajak.

           Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada,
           dicatat sebagai beban operasi dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain karena
           tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

           Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”)
           diakui sebagai bagian dari “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan
           penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian
           selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP
           ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

     ii)   Pajak Tangguhan

           Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar
           pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan
           keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan
           beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
           dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak
           pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.

           Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
           jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
           memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak
           tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui
           sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak
           tangguhan tersedia untuk dipulihkan.




                                                    18
Page 25
                               PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Pajak Penghasilan (lanjutan)

     ii)   Pajak Tangguhan (lanjutan)

           Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode
           saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak
           yang berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh
           pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun
           berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya
           telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

           Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan
           secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak
           tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau
           Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau
           merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa
           depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk
           dipulihkan atau diselesaikan.

     Segmen operasi

     Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
     (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu
     (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

     Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan
     langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
     kepada segmen tersebut.

     Provisi

     Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
     konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
     mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal
     mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

     Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

      Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
     lancar dan tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
      • akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
      • untuk diperdagangkan; atau
      • akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
      • kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
        suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

     Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

     Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
     • akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
     • untuk diperdagangkan;
     • akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
     • tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah
         tanggal pelaporan.




                                                     19
Page 26
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

      Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
     menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap klasifikasi
     liabilitas tersebut.

     Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

     Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.


3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI SIGNIFIKAN

     Penyusunan        laporan    keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat
     pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan
     liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada setiap akhir periode
     pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
     asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
     dan liabilitas pada tahun berikutnya. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi yang mempunyai pengaruh
     signifikan terhadap jumlah tercatat atas aset dan liabilitas diungkapkan dibawah ini.

     Penyisihan Pajak Penghasilan Badan

     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan.
     Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam
     kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
     estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan
     berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak
     penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan.

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar
     kemungkinan bahwa laba fiskal akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat
     dikompensasikan. Penentuan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan
     waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama dengan strategi perencanaan pajak
     masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.

     Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

     Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya bergantung pada model bisnis untuk mengelola aset
     keuangan tersebut dan apakah persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut semata-mata
     pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan
     dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2
     atas laporan keuangan.

     Sewa

     Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung unsur sewa membutuhkan pertimbangan yang cermat
     untuk menilai apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial
     seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian dan hak untuk mengarahkan penggunaan
     aset identifikasian, bahkan jika hak tersebut tidak dijabarkan secara eksplisit di perjanjian. Dalam
     menentukan jangka waktu sewa, Perusahaan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
     menimbulkan insentif ekonomi untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi
     penghentian. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian kontrak kerja) hanya termasuk
     dalam jangka waktu sewa jika cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).




                                                      20
Page 27
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Sewa (lanjutan)

     Karena Perusahaan tidak dapat langsung menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan
     suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang
     perlu dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, yang banyak di antaranya
     memerlukan pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan untuk
     mencapai tingkat diskonto akhir. Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Perusahaan
     mempertimbangkan faktor-faktor utama berikut: risiko kredit korporat Perusahaan, jangka waktu sewa,
     jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan ekonomi, waktu di mana sewa dimulai, dan mata uang di
     mana pembayaran sewa ditentukan.

     Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain-Lain

     Perusahaan menghitung KKE piutang. Tingkat provisi adalah berdasarkan hari jatuh tempo atas
     kelompok segmen pelanggan yang mempunyai karakteristik risiko kredit yang serupa.

     Perusahaan menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan infomasi forward-looking.
     Sebagai contoh, jika prakiraan atas kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan, yang
     dapat menyebabkan meningkatnya jumlah gagal bayar, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada
     setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar historis diperbaharui dan perubahan estimasi forward-
     looking dianalisis.

     Penilaian atas korelasi antara tingkat gagal bayar historis yang diobservasi, prakiraan atas kondisi
     ekonomi dan KKE merupakan estimasi yang signifikan. Jumlah KKE paling dipengaruhi oleh perubahan
     keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan prakiraan
     kondisi ekonomi juga mungkin tidak menggambarkan gagal bayar aktual pelanggan di masa yang akan
     datang.

     Penurunan Nilai Persediaan

     Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
     membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
     yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
     realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
     kondisi pasar saat ini.

     Mengestimasi Masa Manfaat Properti Investasi dan Aset Tetap

     Biaya perolehan properti investasi dan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
     berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis
     properti investasi dan aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya
     diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
     teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya
     penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi.

     Penurunan Nilai Aset Non-keuangan

     Penurunan nilai aset non-keuangan ditelaah apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
     mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Nilai yang dapat
     diperoleh kembali suatu aset atau unit penghasil kas ditentukan berdasarkan yang lebih tinggi antara
     harga jual dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai, yang dihitung berdasarkan asumsi dan estimasi
     manajemen. Perubahan asumsi penting, termasuk asumsi tingkat diskonto atau tingkat pertumbuhan
     dalam proyeksi arus kas dan asumsi harga, dapat memengaruhi perhitungan nilai yang dapat diperoleh
     kembali secara material.




                                                     21
Page 28
                               PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
           Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan

     Penentuan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Perusahaan bergantung pada pemilihan
     asumsi aktuarial yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
     kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun
     dan tingkat kematian.

     Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut adalah wajar dan sesuai.
     Perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
     Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan dan
     beban imbalan kerja karyawan.

     Pajak Penghasilan

     Perusahaan selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment
     berdasarkan pada peraturan pajak yang berlaku. Perhitungan tersebut dianggap benar selama belum
     terdapat ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai
     dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang
     diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti
     pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen
     dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat
     tersebut dapat mempengaruhi jumlah tagihan pajak, utang pajak, aset pajak tangguhan dan beban
     pajak.


4.   KAS DAN BANK

     Akun ini terdiri dari :
                                                             2025                         2024

     Kas                                                         29.176.572                 162.408.280
     Bank – Rupiah
       PT Bank Central Asia Tbk                                 686.633.180                   68.215.084
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                      -                    1.000.000
       PT Bank Pembangunan Daerah Jawa
          Barat dan Banten Tbk                                            -                      464.073
       PT BPR Karyajatnika Sadaya                                63.214.061                            -

        Sub-jumlah                                              749.847.241                   69.679.157

     Jumlah                                                     779.023.813                 232.087.437


     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak terdapat saldo kas dan bank yang ditempatkan kepada
     pihak berelasi.


5.   PIUTANG USAHA

     Akun ini terdiri dari :
                                                             2025                         2024

     Pihak ketiga – Rupiah
        PT Buana Inti Prima                                     603.336.000                 603.336.000
        PT Alexa Medika                                          62.437.500                 177.058.000

     Jumlah (dipindahkan)                                       665.773.500                 780.394.000

                                                    22
Page 29
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

                                                           2025                      2024

     Pihak ketiga – Rupiah (lanjutan)
        Jumlah (pindahan)                                    665.773.500                780.394.000
        PT Cipta sukses Medika                                33.000.000              2.749.880.000
        Lain-lain (masing-masing di bawah
           Rp100.000.000)                                    284.390.382                552.780.422

     Sub-jumlah                                              983.163.882              4.083.054.422
     Dikurangi cadangan kerugian penurunan
        nilai                                                 (40.956.077 )            (138.971.715 )

     Jumlah – neto                                           942.207.805              3.944.082.707

     Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:

                                                           2025                      2024

     Belum jatuh tempo                                       126.921.068                241.364.033
     Telah jatuh tempo:
        1 – 30 hari                                               35.100                 89.444.949
        31 – 60 hari                                                   -                 12.019.000
        61 – 90 hari                                                   -                  3.216.440
        > 90 hari                                            856.207.714              3.737.010.000

     Jumlah                                                  983.163.882              4.083.054.422


     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian
     penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.


6.   PIUTANG LAIN-LAIN

     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, akun ini merupakan piutang karyawan dengan saldo
     masing-masing sebesar Rp338.500.000 dan Rp783.500.000. Piutang ini merupakan penghargaan
     kepada karyawan yang berprestasi dan telah memiliki masa kerja yang lama. Manajemen berkeyakinan
     bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian
     penurunan nilai atas piutang lain-lain.


7.   PERSEDIAAN

     Akun ini terdiri dari :
                                                           2025                      2024

     Barang jadi                                           7.970.413.368              6.539.679.500
     Bahan baku                                            4.823.811.678              4.224.403.503
     Kemasan                                                 766.410.947                947.583.887

     Sub-jumlah                                           13.560.635.993             11.711.666.890
     Dikurangi cadangan penurunan nilai
        persediaan                                         (1.314.955.833 )            (455.501.846 )

     Jumlah - neto                                        12.245.680.160             11.256.165.044




                                                  23
Page 30
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
         Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.   PERSEDIAAN (lanjutan)

     Mutasi persediaan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
                                                           2025                        2024

     Bahan baku dan kemasan
     Saldo awal                                             5.171.987.390              3.517.758.117
     Pembelian bahan baku dan kemasan                       4.382.173.911              5.381.197.508
     Pemakaian bahan baku dan kemasan
       untuk produksi (Catatan 25)                         (3.963.938.676 )           (3.726.968.235 )

     Saldo akhir                                            5.590.222.625              5.171.987.390

     Barang Jadi
     Saldo awal                                             6.539.679.500              5.051.838.744
     Beban pokok produksi                                   7.459.388.049              7.028.321.794
     Beban pokok penjualan (Catatan 25)                    (6.028.654.181 )           (5.540.481.038 )

     Saldo akhir                                            7.970.413.368              6.539.679.500

     Sub-jumlah                                            13.560.635.993             11.711.666.890
     Dikurangi cadangan kerugian penurunan
       nilai                                               (1.314.955.833 )             (455.501.846 )

     Jumlah - neto                                         12.245.680.160             11.256.165.044


     Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga pasar dan kondisi fisik dari persediaan pada tanggal
     pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup
     kemungkinan kerugian dari keusangan dan penurunan nilai atas persediaan.

     Pada tahun 2025, persediaan telah diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia terhadap
     risiko kerugian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp8.948.248.244 yang menurut pendapat
     manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

     Pada tahun 2024, persediaan telah diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia terhadap
     risiko kerugian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp10.182.390.251 yang menurut pendapat
     manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.


8.   UANG MUKA

     Pada tanggal 31 Desember 2025, akun ini merupakan uang muka pembelian mesin kepada PT Presisi
     Manufaktur Indonesia sebesar Rp1.081.081.081 (Catatan 35).


9.   BIAYA DIBAYAR DI MUKA

     Akun ini terdiri dari :
                                                           2025                       2024

     Asuransi                                                  30.272.322                 55.353.127
     Sewa                                                       2.721.982                  4.147.466
     Lain-lain                                                 90.833.343                171.415.009

     Jumlah                                                   123.827.647                230.915.602




                                                  24
Page 31
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP
   Akun ini terdiri dari:
                                                                2025

                                                Penambahan/            Pengurangan/
                               Saldo Awal       Reklasifikasi          Reklasifikasi   Saldo Akhir
   Biaya Perolehan
   Kepemilikan langsung
     Tanah                    12.865.025.000                   -                   -   12.865.025.000
     Bangunan                 20.100.244.479                   -                   -   20.100.244.479
     Mesin                    16.676.113.176          83.775.840                   -   16.759.889.016
     Kendaraan                 3.768.307.899                   -         800.000.000    2.968.307.899
     Peralatan                 2.820.591.732          87.867.137                   -    2.908.458.869
     Inventaris                1.906.051.991           3.388.434                   -    1.909.440.425
     Furnitur                  2.865.054.560                   -                   -    2.865.054.560
   Aset hak guna
     Bangunan                  1.100.000.000        1.488.519.777                  -    2.588.519.777

   Jumlah Biaya Perolehan     62.101.388.833        1.663.551.188        800.000.000   62.964.940.021
   Akumulasi Penyusutan
   Kepemilikan langsung
     Bangunan                  2.535.277.625        1.005.012.117                  -    3.540.289.742
     Mesin                     5.891.093.529        1.409.176.529                  -    7.300.270.058
     Kendaraan                 2.003.731.422          255.066.067        524.999.979    1.733.797.510
     Peralatan                 1.110.655.536          624.413.886                  -    1.735.069.422
     Inventaris                1.308.362.799          256.949.557                  -    1.565.312.356
     Furnitur                  1.278.969.281          323.012.423                  -    1.601.981.704
   Aset hak guna
     Bangunan                    702.777.766         366.666.659                   -    1.069.444.425
   Jumlah Akumulasi
     Penyusutan               14.830.867.958        4.240.297.418        524.999.979   18.546.165.217
   Nilai Buku                 47.270.520.875                                           44.418.774.804

                                                                    2024

                                                Penambahan/            Pengurangan/
                               Saldo Awal       Reklasifikasi          Reklasifikasi   Saldo Akhir
   Biaya Perolehan
   Kepemilikan langsung
     Tanah                    12.865.025.000                   -                   -   12.865.025.000
     Bangunan                 20.100.244.479                   -                   -   20.100.244.479
     Mesin                    16.676.113.176                   -                   -   16.676.113.176
     Kendaraan                 4.646.269.399         131.000.000       1.008.961.500    3.768.307.899
     Peralatan                 2.692.158.043         128.433.689                   -    2.820.591.732
     Inventaris                1.889.642.391          16.409.600                   -    1.906.051.991
     Furnitur                  2.861.279.560           3.775.000                   -    2.865.054.560
   Aset hak guna
     Bangunan                  1.995.000.000                    -        895.000.000    1.100.000.000

   Jumlah Biaya Perolehan     63.725.732.044         279.618.289       1.903.961.500   62.101.388.833
   Akumulasi Penyusutan
   Kepemilikan langsung
     Bangunan                  1.530.265.493        1.005.012.132                  -    2.535.277.625
     Mesin                     4.473.994.231        1.417.099.298                  -    5.891.093.529
     Kendaraan                 1.959.081.557          425.590.487        380.940.622    2.003.731.422
     Peralatan                   484.249.851          626.405.685                  -    1.110.655.536
     Inventaris                  989.801.725          318.561.074                  -    1.308.362.799
     Furnitur                    945.760.807          333.208.474                  -    1.278.969.281

     Jumlah (dipindahkan)     10.383.153.664        4.125.877.150        380.940.622   14.128.090.192



                                               25
Page 32
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP (lanjutan)
                                                                         2024 (lanjutan)

                                                     Penambahan/         Pengurangan/
                                   Saldo Awal        Reklasifikasi       Reklasifikasi      Saldo Akhir

    Akumulasi Penyusutan
      (lanjutan)
    Kepemilikan langsung
      Jumlah (pindahan)            10.383.153.664        4.125.877.150      380.940.622     14.128.090.192
    Aset hak guna
      Bangunan                      1.231.111.105         366.666.661       895.000.000        702.777.766

    Jumlah Akumulasi
      Penyusutan                   11.614.264.769        4.492.543.811    1.275.940.622     14.830.867.958

    Nilai Buku                     52.111.467.275                                           47.270.520.875


    Aset tetap berupa tanah dan bangunan dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman bank yang diterima
    Perusahaan (lihat Catatan 12 dan 19).

    Beban penyusutan aset tetap dialokasikan pada:

                                                              2025                         2024

    Beban pokok penjualan (Catatan 25)                         2.239.119.948               2.249.951.184
    Beban penjualan (Catatan 26)                                  68.602.370                 107.622.073
    Beban umum dan administrasi
      (Catatan 27)                                             1.932.575.099               2.134.970.554

    Jumlah                                                     4.240.297.418               4.492.543.811


    Perhitungan laba penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                              2025                         2024

    Hasil penjualan                                              144.144.144                 636.936.938
    Nilai buku                                                   275.000.021                 628.020.878

    Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap                            (130.855.877 )                    8.916.060


    Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan terjadinya
    penurunan nilai atas nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

    Pada tahun 2025, aset tetap berupa mesin-mesin berikut instalasinya dan kendaraan telah
    diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia, BCA Insurance dan beberapa perusahaan
    asuransi lainnya terhadap risiko kerugian dengan nilai pertanggungan seluruhnya sebesar
    Rp24.736.425.248 yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
    atas risiko tersebut.

    Pada tahun 2024, aset tetap berupa mesin-mesin berikut instalasinya dan kendaraan telah
    diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia, BCA Insurance dan beberapa perusahaan
    asuransi lainnya terhadap risiko kerugian dengan nilai pertanggungan seluruhnya sebesar
    Rp27.366.001.968 yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
    atas risiko tersebut.




                                                    26
Page 33
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP (lanjutan)

    Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 nilai perolehan aset tetap Perusahaan yang telah disusutkan
    penuh namun masih digunakan masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                            2025                            2024

    Mesin                                                   1.529.773.425                   1.394.238.800
    Kendaraan                                                 372.818.856                     372.818.856
    Peralatan                                                 322.341.020                     281.801.020
    Inventaris                                                823.160.800                     625.784.900
    Furnitur                                                  138.416.400                     112.814.600

    Jumlah                                                  3.186.510.501                   2.787.458.176


11. PROPERTI INVESTASI

    Akun ini terdiri dari:
                                                                     2025

                                                     Penambahan/            Pengurangan/
                                   Saldo Awal        Reklasifikasi          Reklasifikasi    Saldo Akhir
    Biaya Perolehan
      Bangunan                      1.521.401.307                    -                  -     1.521.401.307
    Akumulasi Penyusutan
      Bangunan                       152.140.129         76.070.067                     -       228.210.196
    Nilai Buku                      1.369.261.178                                              1.293.191.111


                                                                     2024

                                                     Penambahan/            Pengurangan/
                                   Saldo Awal        Reklasifikasi          Reklasifikasi    Saldo Akhir
    Biaya Perolehan
      Bangunan                      1.521.401.307                    -                  -     1.521.401.307
    Akumulasi Penyusutan
      Bangunan                        76.070.065         76.070.064                     -       152.140.129
    Nilai Buku                      1.445.331.242                                             1.369.261.178

    Properti investasi merupakan bangunan di Jl. Mekar Utama, Kel. Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul,
    Bandung, Jawa Barat.

    Beban penyusutan untuk tahun 2025 dan 2024 seluruhnya dibebankan dalam beban umum dan
    administrasi.

    Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan terjadinya
    penurunan nilai atas nilai tercatat properti investasi pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.


12. UTANG BANK JANGKA PENDEK

    Saldo pada tanggal 31 Desember 2025 merupakan utang kepada PT BPR Karyajatnika Sadaya
    (‘’BPR KS’’).

    Berdasarkan Perjanjian Kredit No. KB SME/KS/25/-06/65901965 tanggal 5 Juni 2025, Perusahaan
    memperoleh Fasilitas Kredit Berjangka dari BPR KS senilai Rp2.000.000.000. Fasilitas Kredit tersebut
    memiliki jangka waktu 12 bulan dan dikenakan bunga sebesar 11% per tahun.



                                                    27
Page 34
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

   Perusahaan juga memperoleh Fasilitas Kredit Fleksibel dari BPR KS senilai Rp2.000.000.000 dengan
   Surat Perjanjian Kredit No. KB SME/KS/25-06/3003201367 tanggal 5 Juni 2025, Fasilitas Kredit
   tersebut memiliki jangka waktu 12 bulan dan dikenakan bunga sebesar 11% per tahun.

   Fasilitas Kredit tersebut digunakan untuk modal kerja dan pembiayaan biaya operasional Perusahaan.

   Agunan atas Fasilitas Kredit Berjangka dan Fasilitas Kredit Fleksibel adalah:

   a. 1 (satu) sertifikat asli SHGB No. 2375, dengan tanggal berakhirnya hak 24-09-2034, yang terletak
      di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, dengan
      tanah seluas 253m2 sesuai Surat Ukur No 00453/Mekarwangi/2021 tgl 25-06-2021 atas nama
      PT Hetzer Medical Indonesia yang berkedudukan di kota Cimahi berikut bangunan dan atau segala
      sesuatu yg berdiri di atasnya.
   b. 1 (satu) sertifikat asli SHGB No 2376 dengan tanggal berakhirnya hak 24-09-2034 yang terletak di
      Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, dengan
      tanah seluas 251m2 sesuai Surat Ukur 0045/Mekarwangi/2021 tgl 25-06-2021 atas nama Jemmy
      Kurniawan dan Yenny Marlina berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri di atasnya.
   c. Personal Guarantee atas nama Jemmy Kurniawan.

   Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:

   a. Menyampaikan laporan keuangan audited tahunan kepada BPR KS paling lambat diterima 30 Juni
      2026.
   b. Menyampaikan laporan keuangan inhouse per 6 bulan kepada BPR KS paling lambat 3 bulan
      setelah akhir periode (periode Januari – Juni pada tanggal 30 September dan periode Juli –
      Desember pada tanggal 31 Maret).
   c. Menggunakan fasilitas kredit sesuai dengan penggunaan kredit dan melampirkan mutasi rekening
      atas nama debitur setiap 6 bulan berturut turut sejak akad kredit atau sesuai permintaan BPR KS.
   d. Menyalurkan aktivitas/transaksi keuangan perusahaan melalui BPR KS secara proporsional serta
      menggunakan dan memanfaatkan produk dan layanan dari BPR KS.
   e. Mengijinkan BPR KS atau pihak lain yang ditunjuk untuk sewaktu-waktu melakukan pemeriksaan
      terhadap obyek jaminan dan atau lokasi usaha.

   Hal-hal yang tidak boleh dilakukan Perusahaan selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
   persetujuan tertulis dari BPR KS adalah sebagai berikut:

   a. Mengalihkan/menyerahkan kepada pihak lain sebagian atau seluruhnya atas hak dan kewajiban
      yang timbul berkaitan dengan fasilitas kredit.
   b. Tidak diperkenankan mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta
      perusahaan kepada pihak lain.
   c. Jaminan tidak boleh disewakan dan atau dipindahkan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis
      dari BPR KS.
   d. Memperoleh fasilitas kredit baru atau pinjaman lain dari pihak lain atau Lembaga Keuangan lain
      harus dengan persetujuan pihak BPR KS.
   e. Tidak diperkenankan untuk melakukan upaya hukum seperti Penundaan Kewajiban Pembayaran
      Utang (PKPU) atau mempailitkan diri tanpa persetujuan dari BPR KS.

   Selama jangka waktu kredit dan kredit belum Lunas, Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis
   kepada BPR KS:
   a. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk di dalamnya pemegang saham, permodalan,
       pengurus dan nilai nominal saham serta mengadakan merger atau akuisisi
   b. Melaporkan perubahan lokasi kantor / lokasi tempat usaha / nomor telephone, maka debitur wajib
       melaporkan dan memberitahukan kepada BPR KS




                                                   28
Page 35
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. UTANG USAHA

   Akun ini terdiri dari:
                                                        2025                        2024

   Pihak ketiga – Rupiah
      PT Multi Spunindo Jaya                               273.433.380                114.402.533
      PT Surya Sukses Mekar Makmur                         219.776.300                 19.056.000
      Sugiharto                                            209.134.060                143.944.319
      PT Teska Kenko Indonesia                             171.354.087                315.904.725
      PT Venindo Imperia                                             -                159.584.700
      Lain-lain (masing-masing dibawah
         Rp100.000.000)                                     40.023.103                 84.782.533

   Jumlah                                                  913.720.930                837.674.810


14. UTANG LAIN-LAIN

   Akun ini terdiri dari:
                                                        2025                        2024

   Pihak ketiga                                             85.258.915                163.536.283
   Pihak berelasi (Catatan 29)                           2.293.693.694                477.500.000

   Jumlah                                                2.378.952.609                641.036.283



15. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka

      Pada tanggal 31 Desember 2025, akun ini merupakan Pajak Pertambahan Nilai sebesar
      Rp60.894.535.

      Pada tahun 2024 pajak penghasilan badan tahun 2022 telah dinyatakan rampung oleh Direktur
      Jendral Pajak dengan lebih bayar sebesar Rp2.299.954.047 sedangkan menurut catatan
      Perusahaan adalah lebih bayar sebesar Rp2.730.427.741. Perbedaan sebesar Rp430.473.694
      dicatat sebagai bagian dari “Pajak Penghasilan Kini” dalam laporan laba rugi dan perubahan
      komprehensif lain tahun 2024 (Catatan 15c). Lebih bayar yang disetujui sebesar Rp2.299.954.047
      telah diterima oleh Perusahaan di tahun 2024.


   b. Utang pajak

      Akun ini terdiri dari:
                                                          2025                       2024

      Pajak Penghasilan:
         Pasal 21                                              42.696.371                43.524.527
         Pasal 23                                                 710.007                 1.600.784
      Pajak Pertambahan Nilai                                           -               137.933.346

      Jumlah                                                   43.406.378               183.058.657




                                               29
Page 36
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Pajak penghasilan kini

      Perhitungan taksiran akumulasi rugi fiskal dan pajak penghasilan kini Perusahaan adalah sebagai
      berikut:

                                                           2025                         2024

      Rugi sebelum pajak penghasilan menurut
        laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain                                  (8.567.943.465 )             (8.273.604.579 )

      Beda temporer:
        Imbalan pascakerja karyawan                            62.178.504                 109.147.164
        Cadangan kerugian penurunan nilai
            piutang                                           (98.015.638 )                (20.714.704 )
        Cadangan kerugian penurunan nilai
            persediaan                                        859.453.988                 376.001.423

      Beda tetap:
        Pendapatan jasa giro                                   (1.195.195 )                  (816.486 )
        Sumbangan dan jamuan                                   22.466.905                  57.113.485
        Pajak penghasilan                                      12.552.332                   4.313.366
        Pajak lainnya                                          22.012.036                  71.827.231
        Lainnya yang tidak diakui secara
            pajak                                              22.028.046                  23.377.796

      Taksiran rugi fiskal                                 (7.666.462.487 )             (7.653.355.304 )
      Saldo rugi fiskal tahun sebelumnya                  (10.594.401.660 )             (2.941.046.356 )

      Akumulasi rugi fiskal                               (18.260.864.147 )           (10.594.401.660 )

      Pajak Penghasilan Kini:
      Pajak penghasilan badan tahun berjalan                              -                           -
      Penyesuaian tahun sebelumnya (Catatan
         15e/15a)                                              54.069.689                 430.473.694

      Jumlah pajak penghasilan kini                            54.069.689                 430.473.694

      Taksiran rugi fiskal hasil rekonsiliasi di atas menjadi dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan
      Tahunan Pajak Penghasilan Badan Perusahaan.

      Berdasarkan undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung dan
      membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat
      menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya
      pajak.




                                                 30
Page 37
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Aset pajak tangguhan
                                                                                 2025
                                                                                        Dikreditkan ke
                                                                                         penghasilan
                                                                Dikreditkan ke          komprehensif
                                              Saldo awal           laba rugi                 lain             Saldo akhir

      Imbalan pascakerja karyawan                89.127.050           6.419.271                (7.722.524 )       87.823.797
       Cadangan kerugian penurunan nilai
         piutang                                 30.573.777          (21.563.440)                        -         9.010.337
      Cadangan kerugian penurunan nilai
         persediaan                             100.210.406         189.079.877                          -       289.290.283
      Liabilitas sewa                                     -          46.525.649                          -        46.525.649
      Utang lain-lain – pihak berelasi                    -          55.507.387                          -        55.507.387
      Rugi fiskal                             2.330.768.365       1.686.621.487                          -     4.017.389.852

      Jumlah                                  2.550.679.598       1.962.590.231                (7.722.524 )    4.505.547.305
      Penyisihan penurunan nilai aset pajak
         tangguhan                            (2.330.768.365)     (1.686.621.487)                        -    (4.017.389.852)

      Aset pajak tangguhan - neto               219.911.233         275.968.744                (7.722.524 )      488.157.453


                                                                                 2024
                                                                                        Dikreditkan ke
                                                                                         penghasilan
                                                                Dikreditkan ke          komprehensif
                                              Saldo awal           laba rugi                 lain             Saldo akhir

      Imbalan pascakerja karyawan                72.469.948          15.108.755                1.548.347          89.127.050
      Cadangan kerugian penurunan nilai
         piutang                                 35.131.012           (4.557.235)                        -        30.573.777
      Cadangan kerugian penurunan nilai
         persediaan                                       -         100.210.406                          -       100.210.406
      Liabilitas sewa                                     -                   -                          -                 -
      Utang pemegang saham                                -                   -                          -                 -
      Rugi fiskal                               647.030.198       1.683.738.167                          -     2.330.768.365
      Penyusutan aset tetap                     (59.765.062)         59.765.062                          -                 -

      Jumlah                                    694.866.096       1.854.265.155                1.548.347       2.550.679.598
      Penyisihan penurunan nilai aset pajak
         tangguhan                             (647.030.198)      (1.683.738.167)                        -    (2.330.768.365)

      Aset pajak tangguhan - neto                47.835.898         170.526.988                1.548.347         219.911.233


      Pada tahun 2025 dan 2024, Perusahaan tidak mengakui aset pajak tangguhan atas kerugian fiskal
      yang dapat dikurangkan yang disebabkan oleh ketidakpastian signifikan dalam menghasilkan
      pendapatan kena pajak di masa yang akan datang.

   e. Tagihan dan Pemeriksaan Pajak
      Pada tahun 2025, Perusahaan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
      dan Surat Tagihan Pajak (STP) dengan rincian sebagai berikut:

      1.   Pajak Penghasilan pasal 25/29 Badan atas Tahun Pajak 2020 sebesar Rp41.946.116
      2.   Pajak Penghasilan pasal 25/29 Badan atas Tahun Pajak 2021 sebesar Rp12.123.573
      3.   Pajak Penghasilan pasal 21 atas Masa Pajak Desember 2021 sebesar Rp11.855.775
      4.   Pajak Penghasilan pasal 23 atas Masa Pajak Desember 2021 sebesar Rp615.842

      Perusahaan telah membayar seluruh SKPKB dan STP tersebut di tahun 2025 dan kurang bayar
      pajak penghasilan badan tahun 2020 dan 2021 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp54.069.689
      dicatat sebagai bagian dari pajak penghasilan kini tahun 2025 (Catatan 15c).



                                                           31
Page 38
                          PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
      Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA

   Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, akun ini merupakan pendapatan diterima di muka atas
   penjualan:
                                                     2025                      2024

   Masker                                                 1.086.436.872                 625.148.108
   Stetoskop dan tensimeter                                 651.308.559                 803.781.790

   Jumlah                                                 1.737.745.431               1.428.929.898



17. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN

   Saldo pada tanggal 31 Desember 2024 merupakan utang atas pembelian kendaraan dengan rincian
   sebagai berikut:
                                                    2025                      2024
   PT BCA Finance                                                      -                236.619.893
   Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
      satu tahun                                                       -              (236.619.893)

   Bagian jangka panjang                                               -                           -


   Utang pembiayaan konsumen kepada PT BCA Finance diangsur secara bulanan dan dikenakan bunga
   berkisar antara 3,55% - 7,09% per tahun dan telah dilunasi seluruhnya pada tanggal 1 Desember 2025.


18. UTANG SEWA

   Pada tanggal 31 Desember 2025, akun ini merupakan utang atas perolehan aset hak guna – bangunan
   dengan rincian sebagai berikut:

                                                          2025                       2024
   Supardi Kurniawan                                      1.488.519.777                            -
   Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
      satu tahun                                           (778.129.026)                           -

   Bagian jangka panjang                                    710.390.751                            -



19. UTANG BANK JANGKA PANJANG

   Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 akun ini terdiri dari:

                                                          2025                       2024
   PT Bank Central Asia Tbk                               2.622.623.237               4.957.254.012
   Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
      satu tahun                                         (2.622.623.237)             (2.390.269.337)

   Bagian jangka panjang                                               -              2.566.984.675




                                                 32
Page 39
                          PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
      Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 3327/7770/21 tanggal 2 Desember 2021 dan Perubahan Perjanjian
   Kredit No. 0068/3327/7770/22 tanggal 13 Januari 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit
   Investasi dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan pagu kredit tidak melebihi Rp11.200.000.000.
   Fasilitas Kredit tersebut digunakan untuk pembelian gudang di Komplek Pergudangan Blue Sky
   Industrial Estate No. 9. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun dan dikenakan bunga
   sebesar 7% per tahun.

   Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah sebidang tanah dan bangunan sebagaimana diuraikan dalam
   SHGB No. 01839/Kelurahan Leuwigajah, terletak di Kota Cimahi Blok Kubang, Kecamatan Cimahi
   Selatan, Kelurahan Leuwigajah, Jawa Barat atas nama Jemmy Kurniawan dan Fransciscus Rijadi (lihat
   Catatan 10).

   Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
   a. Mentaati semua undang-undang, peraturan pemerintah, kebijakan pemerintah, petunjuk atau
       instruksi dari pemerintah yang berlaku terhadap Perusahaan.
   b. Segera memberitahukan kepada BCA secara tertulis tentang adanya setiap perkara yang
       menyangkut Perusahaan, baik perdata, tata usaha negara, tuntutan pajak, penyidikan maupun
       perkara pidana yang akan mempengaruhi usaha maupun harta kekayaan Perusahaan.
   c. Segera memberitahukan kepada BCA secara tertulis dengan melampirkan dokumen pendukung
       setiap kali terjadi perubahan anggaran dasar serta perubahan susunan Direksi, Komisaris dan/atau
       pemegang saham mayoritas Perusahaan.
   d. Membayar semua biaya yang timbul dan berhubungan dengan pemberian Fasilitas Kredit serta
       pelaksanaan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Perjanjian Kredit meskipun Fasilitas Kredit
       tidak digunakan dan/atau Perjanjian Kredit dibatalkan.
   e. Memberikan segala keterangan yang diminta oleh BCA yang berhubungan dengan pemberian
       Fasilitas Kredit dan Agunan.
   f. Mempertahankan Hak atas Kekayaan Intelektual, antara lain hak cipta, paten dan merek yang telah
       atau akan dimiliki oleh Perusahaan.
   g. Wajib menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Terdaftar
       setiap 1 tahun sekali selambat-lambatnya 6 bulan setelah berakhir tahun buku.
   h. Tetap memusatkan aktivitas keuangan usaha pada rekening BCA.
   i. Menyerahkan Laporan Keuangan Audited Maksimal 1 tahun setelah realisasi.

   Hal-hal yang tidak boleh dilakukan Perusahaan selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
   persetujuan tertulis dari PT Bank Central Asia Tbk adalah sebagai berikut:
   a. Memperoleh pinjaman uang/kredit baru dari pihak lain dan/atau mengikatkan diri sebagai
       penanggung/penjamin dalam bentuk dan dengan nama apa pun dan/atau mengagunkan harta
       kekayaan Perusahaan kepada pihak lain.
   b. Meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali dalam
       rangka menjalankan usaha sehari-hari.
   c. Melakukan investasi, penyertaan atau membuka usaha baru di luar bisnis inti Perusahaan.
   d. Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan pembubaran/likuidasi, spin-off.

   Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan telah memenuhi seluruh pembatasan dan
   kewajiban yang diwajibkan oleh bank.


20. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

   Perusahaan memiliki program pensiun manfaat pasti yang sepenuhnya tidak didanai untuk mencakup
   seluruh karyawan tetap. Perusahaan mencadangkan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai
   dengan Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
   (Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi
   Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti
   Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Liabilitas imbalan
   kerja pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 didasarkan pada laporan Kantor Konsultan Aktuaria
   Muh Imam Basuki dan Rekan, aktuaris independen, tanggal 2 Februari 2026.

                                                 33
Page 40
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)

   Liabilitas tersebut dihitung menggunakan metode “Projected Unit Credit”, dengan asumsi-asumsi utama
   sebagai berikut:

                                                           2025                         2024

   Tingkat diskonto                                        6,69%                       7,09%
   Kenaikan gaji                                        4% per tahun                4% per tahun
   Umur pensiun normal                                    55 tahun                    55 tahun
   Tingkat mortalitas                                   TMI IV 2019                 TMI IV 2019
   Tingkat kecacatan                                 0,01% dari Tingkat          0,01% dari Tingkat
                                                         Kematian                    Kematian
    Tingkat pengunduran diri                          2% pada usia 20             2% pada usia 20
                                                    tahun dan menurun           tahun dan menurun
                                                    secara linier sampai        secara linier sampai
                                                   dengan 0% pada usia         dengan 0% pada usia
                                                         55 tahun.                   55 tahun.

   Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti dan jumlah yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain adalah sebagai berikut:

                                                           2025                         2024

   Saldo awal                                                 405.122.957                  329.408.854
   Beban yang diakui dalam laba rugi
      Biaya jasa kini                                          33.455.286                   48.265.022
      Biaya bunga                                              28.723.218                   22.531.566
      Biaya jasa lalu                                                   -                   38.350.576

      Sub-total (Catatan 27)                                   62.178.504                  109.147.164

    Pengukuran kembali yang diakui dalam
      penghasilan komprehensif lain                           (35.102.382 )                  7.037.939
    Pembayaran imbalan kerja                                  (33.000.000 )                (40.471.000 )

   Saldo akhir                                                399.199.079                  405.122.957

   Analisis sensitivitas kuantitatif untuk asumsi yang signifikan pada tahun yang berakhir tanggal
   31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Desember 2025

                                                       1% Kenaikan                 1% Penurunan

   Tingkat kenaikan gaji: 4%
   Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
      karyawan                                                 37.330.224                   30.042.060
   Tingkat diskonto: 6,69%
   Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
      karyawan                                                 30.010.424                   37.451.341




                                                  34
Page 41
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
                                                                                        31 Desember 2024

                                                                        1% Kenaikan                           1% Penurunan

   Tingkat kenaikan gaji: 4%
   Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
      karyawan                                                                      35.876.226                           (32.103.116 )
   Tingkat diskonto: 7,09%
   Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
      karyawan                                                                     (32.407.196 )                          36.987.050

   Analisis sensitivitas di atas telah ditentukan berdasarkan suatu metode yang mengekstrapolasi dampak
   pada kewajiban imbalan pasti sebagai akibat dari perubahan yang wajar atas asumsi utama yang terjadi
   pada akhir periode pelaporan. Analisis sensitivitas didasarkan pada perubahan asumsi yang signifikan,
   dengan menjaga agar semua asumsi lainnya tetap konstan. Analisis sensitivitas mungkin tidak mewakili
   perubahan aktual dalam kewajiban imbalan pasti karena kecil kemungkinannya bahwa perubahan
   asumsi akan terjadi secara terpisah satu sama lain.

   Perkiraan jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun yang tidak terdiskonto adalah sebagai
   berikut:
                                                        2025                        2024

   0 – 1 tahun                                                                    75.530.000                             75.530.000
   >1 – 2 tahun                                                                            -                                      -
   >2 – 5 tahun                                                                            -                                      -
   >5 tahun                                                                    2.712.542.122                          2.762.178.374

   Jumlah                                                                      2.788.072.122                          2.837.708.374



21. MODAL SAHAM

   Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
   berikut:
                                             2025
   _____________________________________________________________________________________________________________________________ __________
                                                   Jumlah Saham
                                                  Ditempatkan dan                    Persentase
         Pemegang Saham                            Disetor Penuh                    Pemilikan (%)                     Jumlah
   Jemmy Kurniawan                                      994.000.000                       63,62                       19.880.000.000
   Fancy Marsiana                                        56.800.000                        3,64                        1.136.000.000
   Masyarakat                                           511.700.000                       32,75                       10.234.000.000
   Jumlah                                              1.562.500.000                     100,00                       31.250.000.000

                                                                     2024
   _____________________________________________________________________________________________________________________________ __________
                                                   Jumlah Saham
                                                  Ditempatkan dan                    Persentase
         Pemegang Saham                            Disetor Penuh                    Pemilikan (%)                     Jumlah
   Jemmy Kurniawan                                     1.062.500.000                      68,00                       21.250.000.000
   Fancy Marsiana                                         62.500.000                       4,00                        1.250.000.000
   Masyarakat                                           437.500.000                       28,00                        8.750.000.000
   Jumlah                                              1.562.500.000                     100,00                       31.250.000.000




                                                                  35
Page 42
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. TAMBAHAN MODAL DISETOR

   Akun ini terdiri dari:
                                                        2025                        2024

   Agio saham setelah penawaran umum                    32.812.500.000             32.812.500.000
   Dikurang biaya emisi saham                           (2.945.144.544 )           (2.945.144.544 )

   Jumlah                                               29.867.355.456             29.867.355.456



23. SALDO LABA (DEFISIT)

   Akun ini terdiri dari:
                                                        2025                        2024
   Ditentukan penggunaannya
   Saldo awal                                            1.000.000.000              1.000.000.000
   Sub-jumlah                                            1.000.000.000              1.000.000.000
   Belum ditentukan penggunaannya
   Saldo awal                                           (5.176.192.333 )             3.357.358.952
   Rugi bersih tahun berjalan                           (8.346.044.410 )            (8.533.551.285 )
    Sub-jumlah                                         (13.522.236.743 )            (5.176.192.333 )
   Jumlah                                              (12.522.236.743 )            (4.176.192.333 )


24. PENJUALAN

   Rincian penjualan adalah sebagai berikut:
                                                        2025                        2024

   Masker                                                2.898.934.154              2.060.994.775
   Masker plus                                           2.446.167.018              3.233.405.444
   Bouffant cap                                            749.210.974                268.918.587
   Stetoskop                                               361.923.677                441.024.619
   Tensimeter                                              165.500.493                384.164.399
   Antiseptic                                                7.351.351                  2.506.416

   Jumlah                                                6.629.087.667              6.391.014.240

   Pada tahun 2025 dan 2024, pelanggan dengan nilai transaksi yang melebihi 10% dari total penjualan
   adalah sebagai berikut :
                                                        2025                      2024

    PT Alexa Medika                                      1.419.866.568                673.526.486
    PT Citra Jaya Agung Lestari                            923.495.020                 49.256.497
    PT Karya Pratama                                                 -              2.185.507.000
    PT Buana Intiprima Usaha                                         -              1.841.666.667




                                                36
Page 43
                          PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
      Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. BEBAN POKOK PENJUALAN

   Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
                                                           2025                  2024

   Persediaan bahan baku dan kemasan
     awal tahun                                             5.171.987.390         3.517.758.117
   Pembelian                                                4.382.173.911         5.381.197.508

   Tersedia untuk produksi                                  9.554.161.301         8.898.955.625
   Persediaan bahan baku dan kemasan
     akhir tahun (Catatan 7)                               (5.590.222.625 )      (5.171.987.390 )

   Pemakaian bahan baku dan kemasan                         3.963.938.676         3.726.968.235
   Penyusutan (Catatan 10)                                  2.239.119.948         2.249.951.184
   Upah bagian produksi                                       860.952.500           723.494.604
   Listrik                                                    214.171.114           163.444.351
   Operasional pabrik                                         158.235.033           100.989.465
   Impor                                                       22.970.778            63.473.955

   Beban pokok produksi                                     7.459.388.049         7.028.321.794
   Persediaan barang jadi awal tahun                        6.539.679.500         5.051.838.744

   Tersedia untuk dijual                                   13.999.067.549        12.080.160.538
   Persediaan barang jadi akhir tahun
     (Catatan 7)                                           (7.970.413.368 )      (6.539.679.500 )

   Beban pokok penjualan                                    6.028.654.181         5.540.481.038

   Pada tahun 2025 dan 2024 pemasok dengan nilai transaksi yang melebihi 10% dari total pembelian
   adalah sebagai berikut:
                                                           2025                  2024

   PT Multi Spunindo                                       1.197.900.358            448.850.419
   Whenzou                                                             -          1.429.608.998


26. BEBAN PENJUALAN

   Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
                                                           2025                  2024

   Gaji, upah dan komisi                                     464.233.504           474.756.743
   Pemasaran                                                 354.062.334           331.252.260
   Pengiriman                                                 70.658.206            70.641.107
   Penyusutan (Catatan 10)                                    68.602.370           107.622.073
   Lain-lain                                                 259.796.406           319.653.451

   Jumlah                                                   1.217.352.820         1.303.925.634




                                                37
Page 44
                          PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
      Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
                                                       2025                           2024

   Gaji dan tunjangan                                      2.779.163.828               2.877.094.994
   Penyusutan (lihat Catatan 10)                           1.932.575.099               2.134.970.554
   Cadangan penurunan nilai persediaan
      (lihat Catatan 7)                                      859.453.988                 376.001.422
   Kesejahteraan karyawan                                    372.111.252                 411.751.108
   Kebersihan dan keamanan                                   303.816.164                 377.089.623
   Perbaikan dan pemeliharaan                                232.416.764                 325.231.098
   Transportasi                                              192.494.571                 161.584.291
   Asuransi                                                   69.802.038                 153.515.302
   Perijinan                                                  67.439.078                  62.870.000
   Imbalan pascakerja karyawan (lihat
      Catatan 20)                                             62.178.504                 109.147.164
   Telekomunikasi                                             45.257.508                  57.052.106
   Sewa                                                       32.806.765                  32.163.295
   Sumbangan dan jamuan                                       22.036.205                  56.098.485
   Perjalanan dinas                                           18.382.225                 120.505.534
   Pemulihan cadangan penurunan nilai
      piutang (lihat Catatan 5)                              (98.015.638 )               (20.714.704 )
   Lain-lain                                                 761.641.528                 985.813.984

   Jumlah                                                  7.653.559.879               8.220.174.256



28. RUGI PER SAHAM

   Rugi per saham dihitung dengan membagi rugi bersih tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang
   jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang beredar pada tahun bersangkutan sebagai berikut:

                                                          2025                        2024

   Jumlah rugi bersih tahun berjalan                      (8.346.044.410 )            (8.533.551.285 )
   Rata-rata tertimbang jumlah lembar saham
     beredar                                               1.562.500.000               1.562.500.000

   Rugi per saham                                                   (5,34 )                     (5,46 )



29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   Berikut ini transaksi signifikan antara Perusahaan dan pihak berelasi sesuai dengan persyaratan yang
   ditetapkan antara pihak-pihak terkait:
                                                          2025                        2024

   Utang lain-lain (Catatan 14)
      Jemmy Kurniawan                                      2.293.693.694                 477.500.000

   Persentase terhadap jumlah liabilitas                         17,02%                        5,50%


   Utang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2024 merupakan utang kepada Jemmy Kurniawan,
   pemegang saham dan Komisaris Utama Perusahaan sebesar Rp477.500.000 yang telah dibayar lunas
   pada bulan Agustus 2025.



                                                 38
Page 45
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   Utang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2025 merupakan utang jangka pendek kepada Jemmy
   Kurniawan dengan jumlah nominal sebesar Rp2.546.000.000 yang tidak dikenai bunga dan akan
   dilunasi paling lambat pada tanggal 31 Desember 2026. Tingkat diskonto yang digunakan dalam
   menghitung nilai wajar utang lain-lain adalah 11% per tahun.

   Pada tahun 2025 dan 2024, imbalan kerja jangka pendek untuk manajemen kunci Perusahaan masing-
   masing sebesar Rp1.300.000.000 dan Rp1.230.000.000.


30. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN

   Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam
   transaksi jangka pendek antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai
   melalui suatu transaksi yang wajar, selain di dalam penjualan terpaksa atau penjualan likuidasi.

   Instrumen keuangan yang disajikan dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
   disajikan dalam jumlah tercatat, baik karena jumlah tersebut mendekati nilai wajarnya atau karena nilai
   wajarnya tidak dapat diukur secara andal.

   Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun, termasuk kas
   dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain jangka pendek, dan utang sewa
   diperkirakan mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek. Nilai tercatat utang lain-lain dan
   utang sewa dengan jatuh tempo lebih dari 1 tahun ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa
   depan dengan menggunakan tingkat suku bunga pasar untuk instrumen dengan syarat, risiko kredit dan
   jatuh tempo yang serupa. Nilai tercatat utang bank dan utang pembiayaan konsumen mendekati nilai
   wajarnya karena telah dikenakan suku bunga pasar.


31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Perusahaan memiliki beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas.
   Manajemen senantiasa memonitor proses manajemen risiko Perusahaan guna memastikan kesesuaian
   antara risiko dan pengendalian terhadap risiko tersebut. Kebijakan dan sistem manajemen risiko secara
   rutin dikaji untuk mengantisipasi perubahan dari kondisi pasar dan aktivitas Perusahaan.

   a. Risiko kredit

       Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak yang terikat dalam kontrak atas instrumen
       keuangan gagal memenuhi liabilitasnya sehingga menyebabkan pihak lain mengalami kerugian
       keuangan. Eksposur risiko kredit yang dihadapi Perusahaan terutama terkait dengan penempatan
       di bank dan piutang.

       Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Perusahaan hanya akan
       menempatkan dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen juga
       senantiasa memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam
       Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

       Selain itu, Perusahaan hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan
       kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Perusahaan bahwa semua pelanggan harus melalui
       prosedur verifikasi. Lebih jauh, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa
       eksposur atas piutang tak tertagih tidak siginifikan.




                                                  39
Page 46
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
        Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   b. Risiko likuiditas

        Risiko likuiditas adalah risiko di mana Perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban
        keuangan yang harus diselesaikan dengan penyerahan kas atau aset keuangan lainnya.

        Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan bank yang mencukupi
        dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal Perusahaan dan secara rutin
        mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan
        liabilitas keuangan.

        Tabel di bawah berikut merupakan profil liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan kontrak
        pembayaran pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024:

                                                                    2025
                                          < 1 tahun             1 – 5 tahun               Total
        Liabilitas keuangan
        Utang bank jangka pendek            3.889.087.954                       -         3.889.087.954
        Utang usaha                           913.720.930                       -           913.720.930
        Utang lain-lain                     2.378.952.609                      -          2.378.952.609
        Utang sewa                            778.129.026            710.390.751          1.488.519.777
        Bagian utang bank jangka
         panjang yang jatuh
         tempo dalam satu tahun             2.622.623.237                       -         2.622.623.237

        Jumlah                             10.582.513.756            710.390.751         11.292.904.507

                                                                    2024
                                          < 1 tahun             1 – 5 tahun               Total
        Liabilitas keuangan
        Utang usaha                           837.674.810                       -           837.674.810
        Utang lain-lain                       641.036.283                       -           641.036.283
        Utang pembiayaan
         konsumen                             236.619.893                      -            236.619.893
        Utang bank                          2.390.269.337          2.566.984.675          4.957.254.012

        Jumlah                              4.105.600.323          2.566.984.675          6.672.584.998

   c.   Risiko suku bunga

        Risiko suku bunga adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa datang atas instrumen
        keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.

        Perusahaan terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama diakibatkan dari utang bank
        dan utang pembiayaan.

        Manajemen selalu memantau fluktuasi suku bunga pasar sehingga dapat mengambil tindakan-
        tindakan yang dianggap paling menguntungkan Perusahaan.

        Tidak terdapat eksposur signifikan atas risiko suku bunga karena perubahannya tidak material.




                                                  40
Page 47
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
       Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   d. Risiko mata uang asing

       Risiko mata uang asing adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa datang atas instrumen
       keuangan akan berfluktuasi karena perubahan nilai tukar mata uang asing.

       Mata uang penyajian Perusahaan adalah Rupiah dan hamper seluruh transaksi Perusahaan
       dilakukan dalam mata uang Rupiah, oleh karenanya tidak terdapat eksposur signifikan atas risiko
       mata uang asing karena perubahannya tidak material.


32. MANAJEMEN RISIKO MODAL

   Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit
   yang baik dan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan nilai pemegang
   saham.

   Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
   kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
   menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang
   saham atau menerbitkan saham baru. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan atau proses selama
   tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

   Perusahaan mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit. Kebijakan Perusahaan
   adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan untuk
   mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.

   Rasio utang terhadap modal dihitung sebagai hutang bersih dibagi dengan total modal. Hutang bersih
   dihitung berdasarkan jumlah liabilitas dikurangi kas dan setara kas. Total modal dihitung sebagai jumlah
   ekuitas.

   Perhitungan rasio utang terhadap modal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                            2025                         2024

   Jumlah liabilitas                                        13.473.255.395                8.689.696.510
   Dikurangi: kas dan bank                                     779.023.813                  232.087.437

   Utang neto                                               12.694.231.582                8.457.609.073

   Total ekuitas                                            48.298.083.014               56.616.747.566

   Rasio utang terhadap modal                                          0,26                         0,15




                                                   41
Page 48
                              PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
          Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

33. SEGMEN OPERASI

    Dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, Perusahaan digolongkan menjadi unit usaha
    berdasarkan segmentasi produksi.

    Segmen operasi Perusahaan berdasarkan segmentasi produksi adalah sebagai berikut:

                                                                           2025

                        Masker            Masker Plus       Bouffant Cap          Tensimeter       Stetoskop         Lain-lain          Jumlah
Penjualan             2.898.934.154       2.446.167.018      749.210.974           165.500.493      361.923.677       7.351.351       6.629.087.667
Beban pokok
  penjualan           (2.636.361.500 )   (2.224.604.013 )   (681.350.753 )        (150.510.190 )    (329.142.228 )   (6.685.497 )    (6.028.654.181 )
Laba bruto               262.572.654        221.563.005       67.860.221            14.990.304        32.781.448        665.854         600.433.486
Beban penjualan                                                                                                                      (1.217.352.820 )
Beban umum dan
  administrasi                                                                                                                       (7.653.559.879 )
Penghasilan
  keuangan                                                                                                                              253.501.501
Beban keuangan                                                                                                                         (672.711.269 )
Beban lain-lain –
  neto                                                                                                                                 121.745.516
Rugi sebelum
  pajak
  penghasilan                                                                                                                        (8.567.943.465 )
Pajak penghasilan -
  neto                                                                                                                                 221.899.055
Rugi bersih tahun
  berjalan                                                                                                                           (8.346.044.410 )

Aset segmen           5.830.663.096      12.627.869.018      198.280.900      1.985.005.283        3.619.719.851     72.376.587      24.333.914.735
Aset yang tidak
  dapat
  dialokasikan                                                                                                                       37.437.423.674
Jumlah aset                                                                                                                          61.771.338.409

Liabilitas segmen     1.086.436.873                     -              -           651.308.559                 -                 -    1.737.745.432
Liabilitas yang
  tidak dapat
  dialokasikan                                                                                                                       11.735.509.963
Jumlah liabilitas                                                                                                                    13.473.255.395

                                                                           2024

                        Masker            Masker Plus       Bouffant Cap          Tensimeter       Stetoskop         Lain-lain          Jumlah
Penjualan             2.060.994.775       3.233.405.444      268.918.587           384.164.399      441.024.619       2.506.416       6.391.014.240
Beban pokok
  penjualan           (1.786.712.100 )   (2.803.095.233 )   (233.130.185 )        (333.038.777 )    (382.331.888 )   (2.172.855 )    (5.540.481.038 )
Laba bruto               274.282.675        430.310.211       35.788.402            51.125.622        58.692.731        333.561         850.533.202
Beban penjualan                                                                                                                      (1.303.925.634 )
Beban umum dan
  administrasi                                                                                                                       (8.220.174.256 )
Penghasilan
  keuangan                                                                                                                                  816.486
Beban keuangan                                                                                                                         (482.402.179 )
Beban lain-lain –
  neto                                                                                                                                 881.547.802
Rugi sebelum
  pajak
  penghasilan                                                                                                                        (8.273.604.579 )
Beban pajak
  penghasilan -neto                                                                                                                    (259.946.706 )
Rugi bersih tahun
  berjalan                                                                                                                           (8.533.551.285 )

Aset segmen           1.045.003.533      11.039.037.936      205.243.649      1.990.230.434        3.136.286.535     65.638.930      17.481.441.017
Aset yang tidak
  dapat
  dialokasikan                                                                                                                       47.825.003.059
Jumlah aset                                                                                                                          65.306.444.076

Liabilitas segmen       625.148.108                     -              -           803.781.790                 -                 -    1.428.929.898
Liabilitas yang
  tidak dapat
  dialokasikan                                                                                                                        7.260.766.612
Jumlah liabilitas                                                                                                                     8.689.696.510




                                                                     42
Page 49
                          PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
      Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS

   Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:

                                                          2025                      2024

   Perolehan aset tetap melalui realisasi
     uang muka pembelian                                              -                    3.775.000
   Perolehan aset tetap melalui utang sewa                1.488.519.777                            -


35. PERJANJIAN PENTING

   Pada tanggal 8 Desember 2025, Perusahaan telah melakukan perjanjian jual beli dengan PT Presisi
   Manufaktur Indonesia untuk membeli 10 unit mesin baru TPM-C400K dengan harga keseluruhan
   sebesar Rp6.000.000.000, termasuk PPN. Sesuai dengan perjanjian tersebut, pembayaran pembelian
   akan dilakukan sebagai berikut:
   • Setelah uji coba mesin tersebut cocok dan berjalan lancar maka Perusahaan akan membayar uang
       muka sebesat 20% atau sebesar Rp1.200.000.000 termasuk PPN;
   • Setelah Bill of Lading terbit, Perusahaan akan membayar sisa uang muka sebesar 10% atau
       sebesar Rp600.000.000 termasuk PPN;
   • Sisa pembayaran akan diangsur 12 kali secara bulanan sebesar Rp350.000.000 termasuk PPN.

   Satu unit mesin untuk dilakukan uji coba telah diterima oleh Perusahaan pada bulan Desember 2025
   dan Sembilan mesin sisanya telah diterima oleh Perusahaan pada bulan Februari 2026.

   Sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perusahaan telah melakukan pembayaran uang muka
   pembelian mesin sebesar Rp1.081.081.081 (Catatan 8).


36. KELANGSUNGAN USAHA

   Perusahaan telah mencatat rugi bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
   sebesar Rp8.346.044.410, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Desember
   2025 sebesar Rp13.522.236.743.

   Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan
   dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
   a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;
   b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;
   c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus;
      dan
   d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.

   Perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi
   guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026.

   Selain itu, Perusahaan juga telah memperoleh surat dukungan dari Pemegang Saham Pengendali
   sekaligus sebagai Komisaris Utama, yang memberikan konfirmasi bahwa akan terus memberikan
   dukungan finansial bagi Perusahaan agar Perusahaan mampu mempertahankan kelangsungan
   usahanya dan untuk dapat memenuhi kewajiban Perusahaan.




                                                 43
Page 50
                          PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
      Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU

  DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan PSAK baru yang akan berlaku efektif untuk laporan
  keuangan dengan periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal berikut:

  1 Januari 2026:
  - Amendemen PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan - Klasifikasi dan Pengungkapan
      Instrumen Keuangan
  - Amendemen PSAK 109: Instrumen Keuangan - Klasifikasi dan Pengungkapan Instrumen Keuangan
  - Amandemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
      Kontrak yang Mengacu pada Listrik Bergantung Alam
  - Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas - Metode Biaya Perolehan

  1 Januari 2027:
  - PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan

  Perusahaan masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan PSAK baru di atas dan belum dapat
  menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut terhadap laporan keuangan secara
  keseluruhan.




                                            44

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.31 MB
Published30 Mar 2026
Pages50
Characters169,869
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 44 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org HETZER MEDICAL INDONESIA TBK p.1 ×148
linked person Jemmy Kurniawan p.12 ×11
linked person Alvi Hadi Sugondo p.12 ×2
linked person Alexander Tjandana p.12 ×2
linked person Tato Suprapto Basir p.12
linked person Fancy Marsiana p.12 ×5
linked person Drs. Widjaja Muliadi p.13 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.28 ×11
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.28 ×2
linked org PT Multi Spunindo Jaya p.35
possible person dr. Yenny Marlina · Sekretaris Perusahaan p.12 ×6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.13
possible org Bursa Efek Indonesia p.13
possible org Pertimbangan p.26
possible org Perusahaan. p.36
unresolved org KANTOR AKUNTAN PUBLIK HELIANTONO & REKAN p.6
unresolved org REKAN Andiek Nugroho p.6
unresolved person Cahya Suryana · Notaris p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×2
unresolved person Dr. Erny Kencanawati p.12 ×2
unresolved person Aam Rahmani SE. p.13
unresolved — Dera Susanty Herman · Kepala Unit Audit Internal p.13
unresolved person Sugih Haryati p.13
unresolved org BAPEPAM-LK p.13 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.28 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.28
unresolved org Banten Tbk p.28
unresolved org PT BPR Karyajatnika Sadaya p.28 ×2
unresolved org PT Buana Inti Prima p.28
unresolved org PT Alexa Medika p.28 ×2
unresolved org PT Cipta p.29
unresolved org PT China Taiping Insurance Indonesia p.30 ×4
unresolved org PT Presisi Manufaktur Indonesia p.30 ×2
unresolved org PT Surya Sukses Mekar Makmur p.35
unresolved org PT Teska Kenko Indonesia p.35
unresolved org PT Venindo Imperia p.35
unresolved org PT BCA Finance p.38 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik p.39
unresolved org Kantor Konsultan Aktuaria Muh Imam Basuki dan Rekan p.39
unresolved org PT Citra Jaya Agung Lestari p.42
unresolved org PT Karya Pratama p.42
unresolved org PT Buana Intiprima p.42
unresolved org PT Multi Spunindo p.43

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 8

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result