Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 120
Page 1
Page 2
Pernyataan
Laporan Keberlanjutan ini berisi pernyataan-
pernyataan mengenai kinerja ekonomi, lingkungan,
sosial, dan tata kelola serta informasi terkait
rencana, proyeksi, strategi, dan tujuan Perusahaan
yang merupakan pernyataan ke depan, kecuali hal-
hal yang bersifat historis. Pernyataan-pernyataan
mengenai masa depan memiliki risiko ketidakpastian,
dan tidak ada jaminan bahwa hasil yang diindikasikan
dan diantisipasi melalui pernyataan akan
tercapai. Laporan Keberlanjutan ini memuat kata
“Perusahaan”, “Bank Mega”, “Bank”, dan “Kami”
yang didefinisikan sebagai PT Bank Mega Tbk.
Page 3
Mendorong Keberlanjutan
Melalui Kolaborasi Ekosistem
Memasuki tahun 2025, perjalanan keberlanjutan Bank Mega memasuki tahap yang semakin
kolaboratif. Setelah beberapa tahun berfokus pada penguatan fondasi keuangan berkelanjutan,
pengembangan portofolio Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), serta penguatan tata kelola
Environmental, Social, and Governance (ESG), Bank Mega memandang bahwa percepatan transisi
menuju ekonomi hijau membutuhkan keterlibatan yang lebih luas dari seluruh pemangku kepentingan.
Tema “Mendorong Keberlanjutan Melalui Kolaborasi Ekosistem” mencerminkan komitmen
Bank Mega untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari nasabah, mitra
usaha dalam ekosistem PT CT Corpora, regulator, hingga komunitas. Melalui kolaborasi
ini, Bank Mega berupaya memperluas implementasi praktik keuangan berkelanjutan serta
mendorong transisi menuju kegiatan usaha yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi ekosistem juga tercermin dalam penguatan tata kelola pengelolaan energi dan peningkatan
kualitas pengungkapan kinerja lingkungan Perseroan. Bank Mega secara bertahap menyelaraskan
metode pengumpulan dan pelaporan data energi di seluruh jaringan operasional guna memastikan
konsistensi, akurasi, dan keterbandingan data antar periode. Perkembangan ini mencerminkan
komitmen Bank Mega untuk terus meningkatkan transparansi pelaporan sekaligus memperkuat
pengelolaan energi yang lebih efisien dan terintegrasi di seluruh jaringan operasional Perseroan.
Melalui pendekatan ini, Bank Mega berkomitmen untuk terus berperan sebagai mitra strategis dalam
memperkuat ekosistem keuangan yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi masyarakat,
lingkungan, serta perekonomian nasional.
Page 4
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Daftar
Isi
Strategi Keberlanjutan 5 Kinerja Sosial 64
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan 7 Menguatkan Talenta, Memperluas 64
Manfaat bagi Masyarakat
Tentang Bank Mega 12 Kesejahteraan Pegawai 71
Penjelasan Direksi 22 Jejak Perempuan dalam Transformasi 72
dan Kemajuan Bank Mega
Tata Kelola Keberlanjutan 26 Manajemen K3 dan Kesiapsiagaan 75
Tanggap Darurat
Kinerja Keberlanjutan 44 Dari Peduli ke Berbagi: Jejak
Kontribusi Sosial Bank Mega 81
Kinerja Ekonomi 46
Literasi Keuangan 89
Membangun Akses Keuangan yang 46
Inklusif dan Berkelanjutan Kegiatan Tanggung Jawab Sosial
Lingkungan (TJSL) yang Selaras 91
Pelibatan Pihak Lokal dalam Rantai 48 dengan Dukungan Terhadap Tujuan
Pasok Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
Kinerja Keuangan Berkelanjutan 49 Melindungi Nasabah, Sepenuh Hati 94
Kinerja Lingkungan 51 Privasi dan Keamanan Data Nasabah 99
Jejak Hijau yang Bertanggung Jawab 51 Tentang Laporan 109
Kontribusi terhadap Pelestarian Alam 55
dan Keanekaragaman Hayati Lembar Umpan Balik 112
Transisi Energi sebagai Strategi Daftar Pengungkapan Sesuai
Pengurangan Emisi 59 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 51/ POJK.03/2017 tentang 113
Pengelolaan Limbah 60 Penerapan Keuangan Berkelanjutan
bagi Lembaga Jasa Keuangan,
Emiten, dan Perusahaan Publik
GRI Indeks 115
4 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 5
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Strategi
Keberlanjutan [A.1][2-22, 2-23, 2-24]
Strategi keberlanjutan Bank Mega disusun sebagai kerangka Bank juga berpartisipasi dalam pilot project Taksonomi
yang menyeluruh dan terpadu, yang mengintegrasikan visi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) OJK dengan
“Menjadi Kebanggaan Bangsa” dengan agenda nasional melakukan assessment terhadap portofolio pada sektor
keuangan berkelanjutan, termasuk implementasi POJK Energy, Construction and Real Estate (C&RE), Transportation
Keuangan Berkelanjutan, Taksonomi untuk Keuangan and Storage, serta Agriculture, Forestry and Other Land Uses
Berkelanjutan Indonesia atau TKBI, serta pengembangan (AFOLU). Klasifikasi portofolio ke dalam kategori Hijau,
pendanaan hijau. Seluruh arah strategis ini dituangkan dalam Transisi, dan Tidak Memenuhi Klasifikasi menjadi dasar bagi
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) jangka panjang Bank dalam menentukan prioritas ekspansi kepada debitur
2024-2028 yang menjadi dasar penyusunan target tahunan hijau sekaligus menyusun strategi transisi bagi debitur yang
yang mengikat seluruh unit bisnis, risiko, dan operasional. berada pada kategori transisi maupun yang belum memenuhi
Dengan struktur tersebut, RAKB tidak hanya menjadi dokumen klasifikasi.
rencana lima tahunan, tetapi juga kerangka pengendali yang
memastikan bahwa implementasi tahun berjalan selalu sejalan Pendekatan taksonomi dan pendanaan hijau tersebut
dengan sasaran jangka panjang. Melalui pendekatan ini, diperkuat oleh manajemen risiko iklim yang terstruktur. Bank
Bank Mega berupaya menyeimbangkan tujuan profitabilitas Mega mengembangkan metodologi Climate Risk Stress Testing
dengan penciptaan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan (CRST) untuk tiga jenis risiko utama, yaitu risiko operasional,
lingkungan, sambil memberikan kontribusi terhadap transisi risiko kredit, dan risiko surat berharga. Untuk risiko operasional,
Indonesia menuju Net Zero Emission Indonesia 2060. bank memetakan aset yang berada di wilayah dengan risiko
banjir dan kebakaran tinggi berdasarkan peta Indeks Risiko
Dalam aspek pendanaan hijau, Bank Mega memperkuat Bencana Indonesia (IRBI), memproyeksikan potensi kerugian,
proses penyaluran kredit ke sektor dan proyek yang dan menghitung kebutuhan tambahan biaya asuransi serta
termasuk dalam Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan. Per santunan bagi karyawan yang terdampak. Untuk risiko kredit,
31 Desember 2025, pembiayaan berkelanjutan bank telah stress test dilakukan terhadap seluruh portofolio kredit
tersebar pada berbagai kategori, mulai dari energi terbarukan, dengan skenario transisi menuju Net Zero Emission Indonesia
efisiensi energi, pengelolaan sumber daya alam hayati dan 2060 serta risiko fisik jangka panjang, untuk mengestimasi
lahan, transportasi ramah lingkungan, produk yang dapat dampaknya terhadap rasio NPL, CKPN, pendapatan bunga,
mengurangi penggunaan sumber daya dan menghasilkan modal, dan ATMR kredit. Temuan ini digunakan sebagai
lebih sedikit polusi (Eco-efficient), bangunan berwawasan dasar penetapan batas eksposur sektor, penyesuaian harga
lingkungan, kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang risiko, dan strategi engagement dengan debitur beremisi
berwawasan lingkungan hidup lainnya, hingga pembiayaan tinggi. Sementara itu, risiko surat berharga diuji melalui CRST
UMKM, dengan total tercatat mencapai Rp21,9 triliun. Bank untuk menilai dampak perubahan kebijakan iklim global dan
menargetkan pertumbuhan penyaluran dana yang memenuhi dinamika pasar terhadap instrumen Fair Value Through Profit
kriteria keuangan berkelanjutan minimal 5% per tahunnya, and Loss maupun Fair Value Other Comprehensive Income.
sebagai upaya memperkuat komposisi portofolio kredit yang
semakin berorientasi pada pembiayaan hijau.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 5
Page 6
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Pendekatan taksonomi dan pendanaan hijau tersebut
diperkuat oleh manajemen risiko iklim yang terstruktur. Bank
Mega mengembangkan metodologi Climate Risk Stress Testing
(CRST) untuk tiga jenis risiko utama, yaitu risiko operasional,
risiko kredit, dan risiko surat berharga.
Pada aspek pengelolaan emisi, Bank Mega tidak hanya
mengukur emisi operasional yang mencakup Cakupan 1 dan
Cakupan 2 pada Kantor Pusat dan seluruh jaringan kantor,
tetapi juga mulai melakukan estimasi emisi yang berasal
dari portofolio pembiayaan sebagai bagian dari financed
emissions (Cakupan 3). Pada tahun 2025, total emisi
operasional Bank Mega tercatat sebesar 6.391,59 ton CO₂e,
menurun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 6.975,93 ton
CO₂e. Penurunan ini mencerminkan upaya Perseroan dalam
meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat pengelolaan
konsumsi sumber daya di seluruh jaringan operasional.
Selain itu, Bank Mega juga mulai mengembangkan metodologi Sejalan dengan hal tersebut, strategi keberlanjutan bank
untuk mengestimasi emisi dari portofolio kredit sebagai mencakup efisiensi operasional melalui digitalisasi proses,
bagian dari pengukuran financed emissions, guna memperoleh pengurangan penggunaan kertas, optimalisasi jaringan
gambaran yang lebih komprehensif atas jejak karbon yang kantor, mitigasi risiko lingkungan sosial dan tata kelola, serta
terkait dengan aktivitas pembiayaan. Informasi tersebut implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
menjadi salah satu dasar bagi Bank Mega dalam menetapkan (TJSL) melalui Mega Peduli dan Mega Berbagi, dengan target
indikator efisiensi dan langkah pengelolaan lingkungan ke pertumbuhan realisasi minimal 2,5% per tahun.
depan, termasuk target penurunan konsumsi listrik secara
bertahap serta upaya pengurangan penggunaan kertas dalam Dari sisi tata kelola, seluruh strategi ini selaras dengan visi,
kegiatan operasional. misi, dan tujuan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
yang menekankan stabilitas ekonomi, inklusi keuangan, dan
Strategi keberlanjutan Bank Mega juga tercermin dalam tanggung jawab sosial. Target jangka panjang yang tercantum
pengembangan produk dan penghimpunan dana. Tabungan dalam tabel Rencana Jangka Panjang RAKB, termasuk
Mega Berbagi diposisikan sebagai produk ritel yang pertumbuhan kredit berkelanjutan, pertumbuhan dana
menghubungkan dana pihak ketiga dengan program sosial berkelanjutan, indikator efisiensi energi, dan hasil pengujian
dan pendidikan, dengan target pertumbuhan dana lebih CRST, dipantau melalui pelaporan berkala kepada Direksi,
dari 10% per tahun. Melalui ajakan pembukaan rekening, Komite terkait, dan OJK. Dengan pendekatan ini, strategi
kampanye digital melalui media sosial seperti Instagram, keberlanjutan Bank Mega tidak hanya berfungsi sebagai
Facebook, email blast dan push notification M-Smile, serta pemenuhan regulasi, tetapi menjadi fondasi pendanaan
edukasi keberlanjutan, bank mendorong partisipasi nasabah hijau dan manajemen risiko iklim yang terintegrasi, yang
dalam pendanaan kegiatan sosial dan pendidikan, sekaligus memperkuat ketahanan model bisnis bank sekaligus
memperkuat citra ESG bank di segmen ritel. memberikan kontribusi nyata terhadap transisi menuju
ekonomi rendah karbon di Indonesia.
6 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Ikhtisar Kinerja
Aspek Keberlanjutan
Pendapatan Pendapatan Laba atau
Bunga Bersih Selain Bunga (Rugi) Bersih
(Rp Triliun) (Rp Triliun) (Rp Triliun)
2025 2025 2025
4,93 2,79 3,36
2024 2024 2024
5,10 1,82 2,63
2023 2023 2023
5,53 2,29 3,51
Aspek Ekonomi
Nominal Produk/Jasa
Persentase Total Kredit yang Memenuhi Kriteria
Pembiayaan Berkelanjutan Kredit Kategori Kegiatan
terhadap Total Kredit Usaha Berkelanjutan
(%) (KKUB) (Rp Triliun)
2025 2025
33 21,92
2024 2024
43 27,51
2023 2023
38 24,90
Jumlah 2025 2025
Pemasok Kredit
Lokal
(Vendor)
24 539 UMKM
(Rp Miliar)
2024 2023 2024 2023
27 24 397 46
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 7
Page 8
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Aspek Lingkungan
Pelestarian
Keanekaragaman Hayati Penggunaan Limbah
Bibit Bambu yang Ditanam Air Kertas
(Bibit) (m3) (Ton)
2025 2025 2025
100 173.366,17 13,26
2024 2024 2024
100 194.636,32 10,49
2023 2023 2023
100 212.513,94 15,05
*)
Perhitungan Limbah Kertas berasal
dari Gudang Arsip Setu
Emisi Penggunaan
yang Dihasilkan Energi
(tCO₂) (GJ)
2025 2025
6.391,59 127.948,96
2024
2024
6.975,93 139.004,97
2023
2023
3.932,66* 78.425,59*
*Terdapat perbedaan cakupan perhitungan data dengan tahun 2024 dan 2025, tahun 2023 hanya mencakup data Kantor Pusat saja.
8 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 9
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Aspek Sosial
Persentase Jumlah
Pegawai Perempuan Realisasi Biaya CSR Realisasi Biaya CSR
dibanding Total Pegawai Mega Berbagi Mega Peduli
(%) (Rp miliar) (Rp miliar)
2025 2025 2025
53,26 6,30 0,13
2024 2024 2024
54,08 10,56 2,48
2023 2023 2023
54,31 7,72 3,09
Bank Mega menyalurkan dana sosial secara berkelanjutan melalui program Mega Peduli dan donasi dari tabungan Mega
Berbagi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat yang memerlukan.
Inisiatif ini mencakup kegiatan ajar-mengajar di daerah terpencil, memberikan bantuan sosial, Di bidang literasi dan inklusi
keuangan, Bank Mega melaksanakan kegiatan edukasi keuangan secara tatap muka maupun kanal digital guna meningkatkan
pemahaman masyarakat atas produk dan layanan perbankan, perlindungan konsumen, serta risiko keuangan. Upaya ini
mendorong perilaku keuangan yang lebih bijak dan bertanggung jawab sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap
layanan perbankan formal.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 9
Page 10
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Penghargaan
dan Sertifikasi
Infobank 500 Most Outstanding Women 2025 Katadata ESG Index Awards - Green Economy Winner
- Infobank (Ibu Indivara Erni) (Finance - Bank Sector) - Katadata
Stellar Workplace Award 2025 - Kontan Business & Investment
Media bersama GML Performance Consulting:
1. Stellar Workplace Recognition in Employee Commitment
2. 2025 Stellar Workplace Recognition in Employee Satisfaction
Indonesia Most Powerful Woman Awards 2025 - Indonesia Most WFIS 2025 Indonesia Award
Powerful Women 2025 in Improving Financial Inclusion through Marketing Leader of The Year
Digitalization and Strategic Collaboration - Indivara Erni - Wakil Tradepassglobal
Direktur Utama PT Bank Mega Tbk
10 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 11
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris
Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega, Tbk
Kami segenap Dewan Komisaris menyatakan bahwa seluruh informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Mega Tbk
tahun 2025 telah dimuat secara lengkap dan sesuai dengan peraturan, serta Kami bertanggung jawab atas kebenaran
isi Laporan Keberlanjutan Perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, Maret 2026
Chairul Tanjung
Komisaris Utama
Achjadi Ranuwisastra Lambock V. Nahattands Hizbullah
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Surat Pernyataan Anggota Direksi
Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega, Tbk
Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Keberlanjutan PT Bank Mega Tbk tahun buku
2025 telah disampaikan sesuai dengan peraturan dan Kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran
isi Laporan Keberlanjutan Perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, Maret 2026
Kostaman Thayib
Direktur Utama
Indivara Erni Yuni Lastianto Madi Darmadi Lazuardi
Wakil Direktur Utama Direktur Compliance Direktur Wholesale Banking
& Human Capital
Martin Mulwanto Y.B. Hariantono Heriwan Gazali
Direktur Treasury Direktur Operations Direktur Retail Banking
& International Banking & Information Technology
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 11
Page 12
Tentang Bank Mega
Page 13
Page 14
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Profil
Perusahaan
Alamat Perusahaan & Kontak [C.2][2-1]
Nama Perusahaan Bidang Usaha Tahun Awal Beroperasi
PT Bank Mega Tbk Layanan Perbankan 1969
Badan Hukum Izin Usaha Media Sosial
Perseroan Terbatas, tercatat di Bursa PT Bank Karman No. 32 tanggal 15 April
Efek Indonesia (kode saham MEGA) 1969 jo. Akta Perubahan No. 47 tanggal @bankmegaid
26 November 1969 BankMegaID
@BankMegaID
Alamat Kantor Pusat Izin Bank Umum
Menara Bank Mega SK Menteri Keuangan RI No. D15.6.5.48 Bank Mega Indonesia
Jl. Kapten Tendean No. 12–14 A, tanggal 14 Agustus 1969
@bankmega
Jakarta 12790, Indonesia
Izin Bank Devisa
(+6221) 7917 5000 SK Deputi Gubernur Senior BI No. 3/1/
(+6221) 7918 7100 KEP/DGS/2001 tanggal 31 Januari 2001
www.bankmega.com
Izin Wali Amanat
corsec@bankmega.com SK Bapepam LK No. 20/STTDWA/
PM/2000 tanggal 2 Agustus 2000
Nama Pemegang Saham
dan Persentase Kepemilikan Saham
58,02%
PT Mega Corpora
41,98%
Masyarakat
14 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Visi, Misi, dan
Nilai Keberlanjutan Perusahaan [C.1]
Misi
Mewujudkan hubungan baik yang berkesinambungan dengan
nasabah melalui layanan perbankan inovatif dan sinergi dengan
Visi didukung oleh ekosistem yang terintegrasi, sumber daya manusia
yang profesional serta kemampuan kinerja organisasi terbaik untuk
Menjadi Kebanggaan memberikan nilai tambah yang tinggi bagi seluruh pemangku
kepentingan (Stakeholder).
Bangsa
Nilai
Perusahaan
Dynamic D
Terbuka terhadap
perubahan, adaptif & gesit
Entrepreneurship
Menciptakan peluang bisnis
dan perbaikan terus menerus
E
untuk mencapai performa
perusahaan yang optimal
Trust
Menjunjung tinggi kepercayaan
T
dan bersikap profesional
Ethics
Sikap dan perilaku Menegakkan
E
Norma & Nilai-Nilai yang berlaku
Commitment
Kemauan dan tekad kuat untuk
C
memenuhi janji secara konsisten guna
memberikan kontribusi terbaik
Synergy S
Melakukan kolaborasi untuk
menghasilkan nilai tambah
gabungan yang jauh lebih tinggi
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 15
Page 16
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Skala
Usaha [C.3][2-7]
Jumlah Karyawan
Pegawai Pegawai Total
Laki-laki Perempuan Pegawai Tetap
(Orang) (Orang) (Orang)
2025 2025 2025
1.855 2.076 3.931
2024 2024 2024
2.010 2.406 4.416
2023 2023 2023
2.176 2.553 4.729
Kinerja Keuangan
Pendapatan Laba Total
Bunga Bersih Bersih Liabilitas
(Rp trilliun) (Rp trilliun) (Rp trilliun)
2025 2025 2025
4,93 3,36 115,75
2024 2024 2024
5,10 2,63 113,73
2023 2023 2023
5,53 3,51 110,29
Total Total
Ekuitas Aset
(Rp trilliun) (Rp trilliun)
2025 2025
25,08 140,83
2024 2024
21,18 134,92
2023 2023
21,76 132,05
16 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 17
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Wilayah
Operasional [C.3]
Wilayah operasional Bank Mega dirancang untuk mendekatkan layanan perbankan
kepada nasabah di seluruh Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Wilayah (Area)
daerah. Melalui jaringan 8 Kantor Wilayah yang tersebar di berbagai pusat pertumbuhan per 31 Desember 2025
nasional, Bank Mega hadir di wilayah-wilayah strategis dari Sumatra hingga Kawasan 1. Medan: Sumatera, Bangka Belitung, dan
Timur Indonesia. Jaringan ini diperkuat oleh Kantor Pusat di Jakarta, 55 Kantor Kep. Riau (kecuali Aceh dan Lampung)
Cabang, dan 300 Kantor Cabang Pembantu, yang bersama-sama memastikan layanan 2. Jakarta 1: DKI Jakarta (kecuali Jakarta
komprehensif bagi segmen ritel, komersial, dan korporasi. Selatan), Bekasi, Karawang
3. Jakarta 2: Jakarta Selatan, Bogor,
Sepanjang periode pelaporan, Bank Mega terus mengoptimalkan jaringan fisik Depok, Tangerang, Banten, Lampung
dan elektronik untuk meningkatkan kemudahan akses dan kenyamanan nasabah. 4. Bandung: Jawa Barat (kecuali Bogor,
Pengelolaan kantor dilakukan secara hati-hati dan terukur dengan mempertimbangkan Depok, Bekasi, dan Karawang)
kebutuhan bisnis dan efisiensi, sementara jaringan ATM ditempatkan di lokasi strategis 5. Semarang: Jawa Tengah dan DI
yang menunjang mobilitas masyarakat dan ekosistem ritel yang menjadi salah satu Yogyakarta
keunggulan Bank Mega. 6. Surabaya: Jawa Timur, NTB, NTT, Bali
7. Makassar: Sulawesi, Maluku, Papua
Selain menjalankan fungsi layanan, jaringan kantor wilayah juga berperan sebagai 8. Banjarmasin: Kalimantan
simpul koordinasi pengembangan bisnis lokal, pengelolaan risiko, dan pelaksanaan
program tanggung jawab sosial di berbagai daerah. Dengan demikian, kehadiran Bank
Mega tidak hanya memperluas inklusi keuangan tetapi juga memberikan nilai tambah
Total ATM
sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Bank Mega 2025
Jaringan Kantor dan ATM Bank Mega
Uraian
Kantor Pusat
2025
1
2024
1
2023
1
463
Kantor Wilayah 8 8 8 Total
Kantor Cabang 55 55 55 Kantor 2025
364
Kantor Cabang Pembantu 300 306 312
Kantor Fungsional 0 2 3
Total Kantor 364 372 379
ATM Bank Mega 463 528 582
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 17
Page 18
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Produk dan Layanan serta
Kegiatan Usaha yang Dijalankan [C.4][2-6]
Bank Mega menyediakan beragam produk dan layanan
perbankan untuk nasabah individu maupun institusi, mulai
dari kebutuhan transaksi harian hingga pembiayaan bisnis
dengan kompleksitas yang lebih tinggi. Portofolio layanan
mencakup produk simpanan, pinjaman, trade finance, transaksi
internasional, tresuri, serta berbagai solusi transaksi berbasis
kartu dan elektronik seperti Mega Pass, M-Money, dan layanan
safe deposit box. Keseluruhan layanan ini dirancang untuk
mendukung ekosistem ritel dan korporasi secara terintegrasi.
Sepanjang tahun 2025, Bank memperkuat agenda
keberlanjutan melalui inovasi sistem pembayaran dan layanan
digital yang semakin inklusif, efisien, dan bertanggung jawab,
guna menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih cepat,
aman, dan relevan bagi nasabah. Berbagai inisiatif seperti
pengembangan layanan berbasis QRIS, penguatan kapabilitas
transaksi nirsentuh (NFC), serta penyempurnaan fitur
pada aplikasi M-Smile menunjukkan komitmen Bank dalam
menciptakan nilai jangka panjang sekaligus memperkuat
kepercayaan pemangku kepentingan.
Di sisi lain, Bank Mega meningkatkan penguatan infrastruktur
keamanan siber dan edukasi nasabah terkait transaksi aman.
Dengan demikian, peningkatan volume dan nilai transaksi
sepanjang 2025 diharapkan dapat berjalan selaras dengan
upaya perlindungan konsumen dan mendukung pertumbuhan
bisnis yang berkelanjutan.
Informasi lengkap terkait
produk dan layanan dapat
diakses melalui situs
Perusahaan:
• https://bankmega.com/
id/personal/simpanan-
individual/
• https://bankmega. com/id/
bisnis/simpanan-bisnis/
serta Laporan Tahunan 2025
• https://bankmega.com/id/
tentang-kami/hubungan-
investor-new/
18 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 19
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Transaksi Layanan Perbankan
Layanan Transaksi
Jenis Layanan Satuan 2025 2024 2023
Mega ATM Nasabah 53.987 87.673 111.642
Nilai (Rp miliar) 1.526 1.951 2.358
Mega Pass Jumlah Kartu 229.455 216.032 228.918
Nilai (Rp miliar) 347,6 460 411,0
Internet Banking Nasabah 20.152 21.585 23.101
Nilai (Rp miliar) 52.937 56.044 47.982
Mobile Banking Nasabah 1.163.197 971.531 784.118
Nilai (Rp miliar) 78.154 49.908 36.339
Uang Elektronik Jumlah Kartu (juta) 4,2 4,2 4,8
Nilai (Rp miliar) 0,08 0,4 0,7
Safe Deposit Box Box 7.886 7.331 7.690
Nilai (Rp miliar) 5,6 5,3 5,5
Kuantitas Produk Simpanan
2025 367.980 2025 104,13
2024 356.358 2024 91,68
2023 332.136 2023 89,45
Nasabah (Orang) Nilai (Rp Trilliun)
Treasuri
Produk/Layanan Satuan 2025 2024 2023
Foreign Exchange Transactions Nasabah (orang) 6.170 5.286 5.053
(Today, Tom & Spot)
Frekuensi transaksi 32.739 28.633 30.667
Volume transaksi (Rp miliar) 71.502 74.674 52.727
Derivative Transactions Nasabah (orang) 2.116 822 89
(Forward, DNDF, Swap, Option
Frekuensi transaksi 19.129 10.931 7.297
& IRS)
Volume transaksi (Rp miliar) 603.646 386.188 289.076
Money Market Transactions Nasabah (orang) 77 71 74
Frekuensi transaksi 5.250 4.701 3.518
Volume transaksi (Rp miliar) 956.544 735.963 485.867
Bonds Trading Transactions Nasabah (orang) 2.138 1.793 5.670
Frekuensi transaksi 11.688 6.212 13.589
Volume transaksi (Rp miliar) 204.150 85.260 104.431
Jumlah Nasabah (orang) 10.501 7.972 10.886
Frekuensi transaksi 68.806 50.477 55.071
Volume transaksi (Rp miliar) 1.835.841 1.282.085 932.101
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 19
Page 20
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Inovasi atas Produk, Layanan dan Aktivitas
yang Telah Direalisasikan Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, Bank memperkuat Produk/Layanan/
agenda keberlanjutan melalui transformasi sistem No. Keterangan
Aktivitas
pembayaran yang semakin inklusif, efisien, dan 1 APMK-Contactless 1. Bank telah merealisasikan penyelenggaraan
bertanggung jawab, dengan menghadirkan inovasi Debit Card produk Contactless Debit Card pada tanggal 9
yang tidak hanya menjawab kebutuhan nasabah, September 2025
tetapi juga mendorong praktik transaksi yang lebih 2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
kepada pihak Regulator pada bulan
tertib dan aman. Realisasi APMK Contactless Debit September 2025
Card, Kartu Kredit Gen Z (BLIV), serta pengembangan
2 QRIS Cross Border 1. Bank telah merealisasikan layanan QRIS
M-Smile dengan fitur proteksi Mega Ultima Shield [Jepang] CrossBorder Jepang pada tanggal 18 Agustus
menjadi bagian dari strategi memperluas akses 2025
layanan keuangan modern yang lebih relevan bagi 2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
segmen digital, sekaligus memperkuat kepercayaan kepada pihak Regulator pada bulan Agustus
2025
nasabah melalui pengalaman layanan yang semakin
sederhana, cepat, dan terlindungi. 3 Pengembangan 1. Bank telah merealisasikan layanan MUS pada
Layanan M-Smile 10 November 2025
dengan fitur Asuransi 2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
Di sisi ekosistem pembayaran, implementasi - Mega Ultima Shield kepada OJK pada bulan November 2025
QRIS Tap (NFC) dan QRIS Tap In Tap Out (NFC) M-Smile
menegaskan kontribusi Bank dalam mempercepat 4 APMK-Kartu Kredit 1. Bank telah merealisasikan produk Kartu Kredit
pergeseran menuju transaksi nontunai yang lebih Gen Z (BLIV) BLIV pada tanggal 16 Desember 2025
praktis dan aman, termasuk untuk kebutuhan 2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
kepada kepada pihak Regulator pada bulan
mobilitas seperti transportasi publik dan layanan
Desember 2025
parkir. Perluasan kapabilitas melalui QRIS Cross
5 Fitur Transaksi QRIS 1. Bank telah merealisasikan penyelenggaraan
Border Jepang juga membuka ruang manfaat yang
Tap (NFC) layanan QRIS Tap (NFC) pada tanggal 14
lebih luas bagi nasabah dalam bertransaksi di luar Maret 2025
negeri secara nyaman, dengan transparansi kurs 2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
secara real time melalui mekanisme settlement yang kepada pihak Regulator pada bulan Maret
2025
terkelola. Seluruh inisiatif ini menunjukkan bahwa
inovasi Bank diarahkan untuk menciptakan nilai 6 Fitur Transaksi QRIS 1. Bank telah merealisasikan layanan QRIS Tap In
jangka panjang, dengan tata kelola yang adaptif Tap In Tap Out (NFC) Tap Out pada tanggal 30 Oktober 2025
2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
melalui evaluasi berkala atas keberlanjutan layanan, kepada pihak Regulator pada bulan
Bank juga melakukan pengembangan sistem dalam November 2025
proses kredit dengan plafon maksimal Rp 25 Milliar, 7 LPD - Kerjasama 1. Bank telah merealisasikan layanan QRIS Tap In
yaitu memakai aplikasi dalam bentuk Workflow Transaksi Tap To Pay Tap Out pada tanggal 12 Juli 2025
Proses Kredit. Saat ini proses pengembangan sistem (NFC) 2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
tersebut dalam tahap Piloting/Testing. Diperkirakan kepada pihak Regulator pada bulan Juli 2025
3. Bank sampai saat ini masih mengevaluasi
dapat diimplementasikan pada Q2 - 2026. Dengan kembali layanan produk Tap to Pay melalui
adanya sistem ini, diharapkan dapat mengurangi smartwatch Garmin Pay
penggunaan media kertas dan mobilitas dalam
sirkulasi proses kredit.
20 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 21
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Keanggotaan
pada Asosiasi [C.5][2-28]
Nama Organisasi dan Peran Bank Mega Sebagai Anggota
Forum Komunikasi Direktur Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Lembaga Alternatif Asosiasi Emiten Indonesia
Operasional Perbankan Penyelesaian Sengketa Sektor (AEI)
(FKDOP) Jasa Keuangan (LAPS-SJK)
Perhimpunan Bank Umum Association Cambiste Forum Komunikasi Direktur Asosiasi Kartu Kredit Indonesia
Nasional (Perbanas) Internationale Financial Kepatuhan Perbankan (FKDKP) (AKKI)
Markets Association (ACI FMA)
Indonesia
Himpunan Pedagang Surat Asosiasi Pasar Uang dan Valuta Asing Asosiasi Sistem Pembayaran International Chamber of
Utang Negara (HIMDASUN) Indonesia (APUVINDO) Indonesia (ASPI) Commerce (ICC)
Perubahan Emiten
dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan [C.6]
Selama tahun 2025, Bank Mega mengalami perubahan susunan Direksi yaitu Berdasarkan Rapat Umum Pemegang
signifikan, berupa penyesuaian jaringan kantor melalui Saham (RUPS) Tahunan tanggal 27 Maret 2025, pemegang
penutupan 6 Kantor Cabang Pembantu, yaitu KCP Manado saham telah menyetujui pengunduran diri Wakil Direktur
Transmart Kawanua, KCP Medan Cirebon, KCP Pontianak Utama Perseoran, Saudari Lay Diza Larentie, pengunduran
Transmart, KCP Bogor Transmart Yasmin, KCP Palembang diri Direktur Perseroan, Saudara Guntur C Yudianto, serta
Transmart, dan KCP Jember Transmart, serta 2 Kantor menyetujui pengangkatan Saudara Heriwan Gazali sebagai
Fungsional, yaitu KF Medan dan KF Jakarta. Kebijakan ini anggota Direksi Perseroan dan efektif berlaku tanggal 13
merupakan bagian dari strategi transformasi berkelanjutan Agustus 2025 sesuai surat Perseroan No.101/COAF/25.
yang dijalankan untuk memastikan efektivitas operasional,
peningkatan kualitas layanan, serta dukungan terhadap Subsequent events
prinsip keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pemberhentian dengan hormat Sdr. Yuni Lastianto sebagai
Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan, yang akan
Penyesuaian jaringan kantor tersebut dilakukan dengan diajukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang
mempertimbangkan perkembangan kebutuhan nasabah, akan diselenggarakan pada tanggal 31 Maret 2026. Pergantian
perubahan perilaku layanan menuju kanal digital, serta ini telah diajukan dan dicatat dalam administrasi pengawasan
optimalisasi pemanfaatan sumber daya perusahaan. Otoritas Jasa Keuangan sesuai dengan surat OJK nomor S-97/
Seluruh proses dilaksanakan secara terencana dan bertahap PB.32/2026 tanggal 17 Maret 2026. Pengakhiran jabatan Sdri.
dengan tetap memperhatikan kepentingan para pemangku Indivara Erni sebagai Wakil Direktur Utama sehubungan dengan
kepentingan, termasuk karyawan, nasabah, dan regulator. penugasannya ke PT Mega Corpora. Pengakhiran jabatan ini
akan berlaku efektif setelah Direktur yang ditunjuk sebagai
Selain itu selama tahun 2025, terdapat penyesuaian Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan pada Rapat
struktur organisasi yang tertuang dalam Surat Keputusan Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan diselenggarakan
No.SK.037/DIRBM/25 tanggal 31 Juli 2025 tentang Struktur pada tanggal 31 Maret 2026 mendapat persetujuan Penilaian
Organisasi PT Bank Mega Tbk. Serta terdapat perubahan Kemampuan dan Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 21
Page 22
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Penjelasan
Direksi [D.1]
Kostaman Thayib
Direktur Utama
22 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 23
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Tahun 2025 menjadi momentum bagi
Bank Mega dalam memperkuat praktik
keberlanjutan. Bank Mega semakin
menekankan bahwa kualitas pengungkapan,
konsistensi data, serta keterukuran dampak,
merupakan elemen yang semakin penting,
seiring dengan meningkatnya ekspektasi
regulator dan para pemangku kepentingan.
Para Pemegang Saham dan Pemangku Kebijakan untuk Merespons
Kepentingan yang kami hormati, Tantangan dalam Pemenuhan Strategi
Di tengah dinamika ekonomi global dan percepatan transformasi Keberlanjutan
industri jasa keuangan, Bank Mega memandang keberlanjutan
bukan sekadar kewajiban pelaporan, melainkan fondasi untuk Respon terhadap Isu Keuangan Berkelanjutan
memastikan ketahanan bisnis, peningkatan kepercayaan, serta Kegiatan usaha Bank Mega dilaksanakan dengan berlandaskan
relevansi Bank dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang prinsip keberlanjutan yang terintegrasi dalam visi dan misi
terus berkembang. Bagi Bank Mega, keberlanjutan adalah cara Perusahaan. Prinsip tersebut diterapkan secara konsisten
Bank membangun nilai jangka panjang melalui keseimbangan dalam kebijakan, proses bisnis, serta budaya kerja di seluruh
antara kinerja ekonomi, tanggung jawab sosial, dan kepedulian organisasi.
terhadap lingkungan, yang sejalan dengan visi Bank Mega
yaitu “Menjadi Kebanggaan Bangsa.” Pada tahun 2025, Bank Mega melanjutkan penguatan
transformasi digital, peningkatan efisiensi operasional, dan
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Bank Mega terus optimalisasi kualitas layanan guna menciptakan pengalaman
memperkuat penerapan Keuangan Berkelanjutan secara perbankan yang semakin berorientasi kepada nasabah.
terintegrasi dengan agenda nasional dan kebijakan regulator, Kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, tetap menjadi
termasuk implementasi POJK 51/2017, penguatan praktik landasan utama dalam setiap aktivitas usaha.
tata kelola, serta pengembangan portofolio pembiayaan
yang semakin selaras dengan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Bank memperkuat agenda keberlanjutan melalui inovasi sistem
Tata kelola (LST). Arah strategis ini telah dituangkan secara pembayaran dan layanan digital yang semakin inklusif, efisien,
konsisten dalam Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan dan bertanggung jawab, guna menghadirkan pengalaman
(RAKB) Tahun 2025, sehingga seluruh target keberlanjutan transaksi yang lebih cepat, aman, dan relevan bagi nasabah.
Bank selaras dan terintegrasi dengan pengendalian strategi Berbagai inisiatif seperti pengembangan layanan berbasis
bisnis yang terukur. QRIS, penguatan kapabilitas transaksi nirsentuh (NFC), serta
penyempurnaan fitur pada aplikasi M-Smile menunjukkan
komitmen Bank dalam menciptakan nilai jangka panjang
sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 23
Page 24
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Seiring meningkatnya kompleksitas risiko lingkungan dan Tantangan Penerapan Keuangan Berkelanjutan
sosial, termasuk risiko perubahan iklim, Bank Mega memandang Bank Mega menyadari bahwa penerapan prinsip keuangan
penting penguatan pemahaman debitur terhadap aspek berkelanjutan di sektor perbankan menghadapi berbagai
keberlanjutan. Dalam merespons hal tersebut, Bank Mega tantangan, antara lain perkembangan regulasi, dinamika isu
terus mengintegrasikan prinsip keuangan berkelanjutan dalam perubahan iklim, serta kebutuhan untuk mengintegrasikan
proses penyaluran kredit, termasuk melalui pengembangan aspek keberlanjutan ke dalam strategi dan proses bisnis secara
portfolio yang selaras dengan prinsip pembiayaan hijau. menyeluruh. Selain itu, meningkatnya kebutuhan dan kualitas
Pendekatan ini dilakukan secara menyeluruh guna memastikan pengungkapan, serta keselarasan terminologi dan penguatan
bahwa penyaluran kredit tidak hanya memenuhi prinsip narasi dampak juga menjadi perhatian penting. Untuk itu,
kehati-hatian tetapi juga mendukung praktik keuangan yang Bank Mega terus memperkuat kapasitas internal, mendorong
berkelanjutan. inovasi, serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai
pemangku kepentingan guna merespons tantangan tersebut
Bank Mega secara berkala melakukan evaluasi atas kinerja sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
LST debitur, sebagai bagian dari penguatan manajemen risiko
keberlanjutan. Bank Mega juga telah melakukan pemetaan Di sisi eksternal, pesatnya perkembangan teknologi digital,
dan simulasi risiko perubahan iklim melalui Climate Risk termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial
Management & Scenario Analysis (CRMS) dan Climate Risk intelligence/AI), menghadirkan peluang sekaligus tantangan
Stress Test (CRST). Integrasi risiko LST dalam strategi usaha bagi industri perbankan, khususnya dalam menjaga keamanan
dan pengembangan produk terus diperkuat sebagai bagian dan perlindungan data nasabah. Dalam keuangan berkelanjutan,
dari upaya Bank dalam mengimplementasikan prinsip pengelolaan data yang andal dan sistem keamanan informasi
keuangan berkelanjutan. yang kuat menjadi elemen penting dalam memperkuat tata
kelola dan menjaga kepercayaan nasabah. Oleh karena itu,
Di sisi lain, Bank Mega juga terus mendorong inovasi layanan Bank Mega terus memperkuat sistem keamanan informasi
digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan serta pengelolaan dan perlindungan data nasabah sebagai
kualitas layanan kepada nasabah. Salah satu inovasi yang bagian dari komitmen dalam menerapkan praktik perbankan
dikembangkan adalah fitur Tap to Pay, yang menghadirkan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
metode pembayaran contactless melalui kartu kredit virtual
pada perangkat Android. Sepanjang tahun 2025, fitur ini
Penerapan Keuangan Berkelanjutan
memberikan kontribusi positif terhadap performa M-Smile
sekaligus memperkuat pemanfaatan layanan digital bagi
nasabah. Pencapaian Kinerja Keberlanjutan Dibanding Target
Komitmen dalam Penerapan Keuangan Berkelanjutan Kinerja Pengelolaan Lingkungan
Bank Mega berkomitmen untuk aktif mendukung program Pada tahun 2025, Bank Mega melaksanakan berbagai program
Keuangan Berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk mendukung pengelolaan dampak lingkungan dari
melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui RAKB, Bank kegiatan operasional. Inisiatif efisiensi energi dan pengurangan
berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif penggunaan kertas terus dilakukan di seluruh jaringan kantor.
dan stabil, sekaligus menggerakkan perekonomian nasional Perhitungan emisi diperluas dibandingkan tahun sebelumnya.
dengan menjaga keselarasan antara aspek ekonomi, sosial, Total emisi operasional dari Cakupan 1 meliputi konsumsi
dan lingkungan hidup. Bahan Bakar Minyak (BBM), Kertas HVS, dan Kertas Koran serta
Cakupan 2 meliputi konsumsi listrik, air PAM, dan penggunaan
Selain itu, Bank Mega terus memperkuat komitmennya taksi daring tercatat sebesar 6.391,59 tonCO₂e.
dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan sebagai
bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap Pengembangan layanan digital menjadi salah satu strategi
layanan keuangan formal. Melalui berbagai kegiatan edukasi Bank Mega dalam mendukung efisiensi operasional sekaligus
keuangan yang dilaksanakan secara tatap muka maupun mengurangi dampak lingkungan, khususnya melalui
melalui kanal digital, Bank Mega berupaya meningkatkan pengurangan penggunaan kertas. Pembukaan rekening
pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan tabungan sudah mulai aktif dilakukan melalui channel digital
perbankan, perlindungan konsumen, serta pengelolaan risiko sejak tahun 2021. Hingga akhir tahun 2025, pembukaan
keuangan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong masyarakat rekening melalui aplikasi M-Smile tercatat mencapai 119.193
untuk semakin bijak dalam mengelola keuangan sekaligus akun, sementara penerapan e-statement untuk kartu kredit
memperluas pemanfaatan layanan perbankan oleh berbagai telah mencakup 947,71 ribu akun dari 1,02 juta akun. Inisiatif
lapisan masyarakat. digital ini turut berkontribusi dalam mendorong operasional
yang lebih efisien dan mendukung praktik perbankan yang
Bank juga berkomitmen mendukung transisi Indonesia menuju lebih ramah lingkungan.
Net Zero Emission Indonesia 2060, sejalan dengan komitmen
nasional dan agenda keberlanjutan global.
24 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 25
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Implementasi berbagai program digital di Bank Mega turut Kinerja Ekonomi dan Keuangan Berkelanjutan
memberikan kontribusi terhadap efisiensi penggunaan Pada tahun 2025, Bank Mega menunjukkan kinerja yang
kertas sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi solid di tengah perubahan kondisi perekonomian dengan
karbon. Sebagai dampak dari digitaliasi Bank Mega berhasil membukukan laba bersih (Profit After Tax) tercatat mencapai
mengurangi penggunaan kertas sebanyak 12,11 juta lembar Rp3,36 triliun, tumbuh sebesar 28% dibandingkan periode
meningkat 8,42% dibandingkan tahun 2024 sebesar 11,17 juta sebelumnya yang sebesar Rp2,63 triliun serta pendapatan
lembar, yang diperkirakan mengurangi penebangan pohon bunga sebesar Rp10,20 triliun. Sementara itu, kredit Kategori
sekitar 1.055 pohon atau meningkat 8,87% dibandingkan 969 Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) tercatat sebesar Rp
pohon pada tahun sebelumnya. Pengurangan penebangan 21,92 triliun. Bank Mega terus memperluas dukungan kredit
pohon tersebut memberikan kontribusi terhadap penyerapan pada sektor KKUB sebagai bagian dari upaya mendorong
karbon sebesar 14,84 ton CO₂ serta potensi produksi oksigen realisasi proyek-proyek ramah lingkungan dan mencapai
sekitar 463,66 ton O₂. Selain itu, pengurangan penggunaan target keberlanjutan yang telah ditetapkan.
kertas juga berkontribusi pada pengurangan emisi sebesar
52,48 ton CO₂, sehingga secara keseluruhan menghasilkan Tata Kelola
total potensi pengurangan emisi sebesar 67,29 ton CO₂. Dari sisi Tata kelola, strategi keberlanjutan Bank Mega tidak
hanya berfungsi sebagai pemenuhan regulasi, tetapi menjadi
Sebagai dukungan terhadap transisi energi menuju ekonomi fondasi untuk mencapai visi, misi, dan tujuan RAKB yang
rendah karbon, Bank Mega mengoperasikan 5 (lima) unit menekankan pada stabilitas ekonomi, inklusi keuangan, dan
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan tanggung jawab sosial.
fasilitas ultra fast charging di Menara Bank Mega. Penyediaan
infrastruktur ini merupakan bagian dari kontribusi Bank dalam Bank telah melakukan penilaian penerapan Good Corporate
mendukung pengembangan ekosistem mobilitas rendah emisi Governance (GCG) dengan metode penilaian sendiri (self-
serta mendorong penggunaan transportasi yang lebih ramah assessment) yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, dan
lingkungan. Pejabat Eksekutif. Bank berkomitmen untuk menerapkan
praktik Tata Kelola terbaik dan senantiasa melakukan perbaikan
Karyawan dan Masyarakat dan penyempurnaan GCG guna memastikan keberlangsungan
Bank Mega berkomitmen untuk membangun sumber daya usaha yang sehat, transparan, dan beretika.
manusia yang unggul sebagai fondasi dalam memberikan
layanan yang optimal kepada nasabah. Sepanjang tahun Dalam periode pelaporan ini, Bank Mega mendapatkan
2025, berbagai program pelatihan dan pengembangan apresiasi atas konsistensinya dalam menyelaraskan tata kelola
dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan perusahaan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan yang berlaku
kompetensi, profesionalisme, serta kapabilitas pegawai dalam di sektor keuangan. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya
menghadapi dinamika industri perbankan. Komitmen tersebut penghargaan Green Economy Winner (Finance - Bank Sector)
turut tercermin dari diraihnya 2 (dua) penghargaan Stellar dalam ajang Katadata ESG Index Awards. Penghargaan ini
Workplace Award 2025 yang diselenggarakan oleh Kontan merupakan bentuk pengakuan pihak eksternal terhadap
Business & Investment Media, yaitu 2025 Stellar Workplace upaya Bank dalam memantau dan melaporkan kinerja aspek
Recognition in Employee Commitment dan 2025 Stellar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) secara transparan
Workplace Recognition in Employee Satisfaction, sebagai kepada para pemangku kepentingan.
pengakuan atas upaya Bank dalam membangun lingkungan
kerja yang positif dan mendukung keterlibatan serta kepuasan
Strategi Pencapaian Target
pegawai.
Pengelolaan Risiko Keberlanjutan (Ekonomi, Lingkungan,
Dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Sosial)
(TJSL), Bank menjalankan program Mega Berbagi dan Mega
Bank Mega terus mengembangkan kerangka kerja pengelolaan
Peduli, sekaligus mendukung literasi dan inklusi keuangan.
risiko yang mencakup aspek LST, termasuk risiko perubahan
Pada tahun 2025, realisasi biaya program Mega Peduli
iklim. Kerangka ini menjadi dasar dalam merancang arah
mencapai Rp 134 juta, sementara donasi dari Tabungan Mega
strategis jangka pendek maupun jangka panjang, sekaligus
Berbagi disalurkan sebesar Rp 6,30 miliar untuk meningkatkan
menetapkan target-target yang spesifik terkait pengelolaan
kapasitas tenaga pendidik, memperkuat literasi siswa di
risiko iklim dan pembiayaan hijau. Pengelolaan risiko dilakukan
wilayah terpencil, serta membangun dan merenovasi fasilitas
melalui identifikasi, evaluasi, dan mitigasi potensi dampak yang
pendidikan di berbagai daerah. Inisiatif ini mencerminkan
dapat memengaruhi kinerja operasional, kualitas portofolio,
komitmen Bank Mega dalam menciptakan dampak sosial yang
serta reputasi Bank.
berkelanjutan, selaras dengan upaya mendukung pertumbuhan
inklusif dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 25
Page 26
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Sejalan dengan perkembangan regulasi, Bank Mega Pemanfaatan Peluang dan Prospek Usaha
menerapkan metodologi Climate Risk Management & Bank Mega melihat peluang pertumbuhan pada peningkatan
Scenario Analysis (CRMS) dan melakukan pemetaan risiko permintaan terhadap layanan keuangan yang lebih
iklim pada sektor-sektor prioritas. Pemetaan ini dilengkapi bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi masa
dengan kebijakan, prosedur, dan metodologi untuk mengukur, depan. Strategi ini diwujudkan melalui penguatan portofolio
memantau, dan mengendalikan risiko secara terintegrasi pembiayaan berkelanjutan yang berjalan beriringan dengan
dalam proses bisnis. akselerasi efisiensi operasional.
Melalui pendekatan ini, Bank Mega meningkatkan Dengan mengoptimalkan kerja sama dengan berbagai mitra
kapabilitas internal untuk menghadapi persaingan usaha usaha di bawah naungan CT Corp dan juga mitra usaha
dan memanfaatkan peluang pembiayaan berwawasan LST. lainnya, dan dengan didukung oleh pelayanan di seluruh
Strategi pengelolaan risiko keberlanjutan tersebut mendukung jaringan kantor, inovasi digitalisasi secara menyeluruh, serta
pencapaian target-target strategis Bank, memastikan pengembangan produk dan tata kelola yang baik, Bank Mega
portofolio tetap sehat, serta memperkuat kontribusi Bank berkomitmen menciptakan proses bisnis yang lebih efektif dan
terhadap pembangunan berkelanjutan dan transisi energi di memberikan dampak nyata, serta menjadi peluang strategis
Indonesia. untuk memperkuat kesiapan Bank dalam pengembangan
portofolio yang semakin terarah dan berbasis klasifikasi
Situasi Eksternal yang Berpotensi Mempengaruhi taksonomi.
Keberlanjutan
Bank Mega juga memperhatikan berbagai dinamika eksternal Penutup
yang dapat memengaruhi kinerja usaha serta implementasi Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
strategi keberlanjutan. Dampak perubahan iklim, seperti seluruh pemangku kepentingan, termasuk regulator, nasabah,
meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem dan bencana alam, pemegang saham, mitra usaha, serta seluruh insan Bank Mega
berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi serta profil risiko yang telah berkontribusi dalam perjalanan keberlanjutan ini.
sektor-sektor yang dibiayai oleh Bank. Selain itu, meningkatnya
preferensi masyarakat terhadap produk dan layanan yang lebih Ke depan, Bank Mega akan terus memperkuat implementasi
ramah lingkungan serta berkembangnya standar dan praktik Keuangan Berkelanjutan secara konsisten dan berdampak,
keberlanjutan di tingkat global turut mendorong Bank untuk dengan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, disiplin
terus menyesuaikan pendekatan bisnisnya. Dalam merespons manajemen risiko, dan penciptaan manfaat yang nyata bagi
dinamika tersebut, Bank Mega terus memperkuat pengelolaan masyarakat dan lingkungan. Dengan semangat tersebut,
risiko serta memanfaatkan peluang yang selaras dengan kami berharap Laporan Keberlanjutan 2025 ini dapat menjadi
prinsip keuangan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan cerminan akuntabilitas dan komitmen Bank Mega dalam
kapasitas adaptasi melalui inovasi produk dan layanan serta membangun masa depan yang lebih inklusif, bertanggung
penguatan tata kelola guna menjaga ketahanan usaha di jawab, dan berkelanjutan.
tengah perubahan yang terus berkembang.
Jakarta, Maret 2026
Atas nama Direksi,
Kostaman Thayib
Direktur Utama
26 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 27
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Tata Kelola
Keberlanjutan
Struktur Tata Kelola
Keberlanjutan [2–9] [2–10] [2–11] [2–12] ORGAN-ORGAN UTAMA
[2–13] [2–14] [2–15] [2–18] [2–20] [2–21]
Rapat Umum Pemegang Saham
Struktur tata kelola Bank Mega dibangun
berdasarkan Undang-Undang Perseroan
Dewan Komisaris
Terbatas dan Anggaran Dasar PT Bank Mega
Tbk, yang menetapkan Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi Direksi
sebagai organ utama dalam pengambilan
keputusan strategis, fungsi pengawasan, serta
pengelolaan operasional Bank. Ketiga organ
ini didukung oleh berbagai organ pendukung ORGAN-ORGAN PENDUKUNG
yang memastikan efektivitas penerapan prinsip
tata kelola, yakni Komite Dewan Komisaris, Komite Dewan Komisaris Komite Direksi
Komite Direksi, Audit Intern, fungsi Compliance,
Manajemen Risiko, Anti-Money Laundering
& Counter-Terrorism Financing (AML–CTF), Internal Risk
Compliance
Fraud Banking, serta Corporate Affairs. Seluruh Audit Management
mekanisme tata kelola tersebut diterapkan
sesuai ketentuan POJK No.17/2023 dan SEOJK Anti Money Corporate Fraud
No.14/SEOJK.03/2025, sehingga memastikan Laundering Affairs Banking
praktik GCG Bank Mega berjalan selaras dengan
standar regulasi dan prinsip kehati-hatian.
Keberagaman Manajemen dan Independensi [G-01]
Laki-laki Perempuan Pihak Independen
Komisaris 4 0 3
Direksi 6 1 7
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 27
Page 28
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Integrasi Keberlanjutan
dalam Tata Kelola Bank [E.1]
Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
Melalui Surat Keputusan Direksi No.071/DIRBM/25 tanggal 14 Oktober 2025 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan, Bank
Mega menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh proses bisnis, pengelolaan risiko,
serta pengambilan keputusan strategis. Kebijakan ini memastikan bahwa aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) diterapkan
secara konsisten di setiap lini operasional Bank, sehingga tercipta keseimbangan antara pencapaian nilai ekonomi jangka pendek
dan keberlanjutan jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) ditetapkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan
dari Rencana Bisnis Bank. Melalui RAKB, Direksi menunjukkan komitmen untuk mendukung agenda keuangan berkelanjutan
pemerintah, termasuk transisi menuju Net Zero Emission Indonesia 2060. Sejalan dengan itu, Bank telah membentuk Tim Keuangan
Berkelanjutan yang tercantum di dalam Surat Keputusan Direksi SK. 103/DIRBM/24 tanggal 26 September 2024 termasuk menunjuk
unit-unit kerja yang bertanggung jawab dalam penerapan keuangan berkelanjutan.
Selanjutnya struktur yang bertanggung jawab dalam pengawasan risiko iklim saat ini dilakukan oleh Satuan Kerja Manajemen
Risiko. Pengelolaan Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS) berpedoman pada Panduan Climate Risk Management
& Scenario Analysis (CRMS) Perbankan dan POJK No. 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum yang
mewajibkan bank untuk mengintegrasikan aspek-aspek utama manajemen risiko iklim (Tata Kelola, Strategi, Manajemen Risiko,
serta Metrik dan Target) ke dalam kerangka manajemen risiko Bank, sehingga risiko iklim dapat diidentifikasi, diukur, dimitigasi, dan
dimonitor melalui proses yang terstruktur dan terdokumentasi.
Kebijakan untuk mendukung penerapan keuangan berkelanjutan
a. Kebijakan Strategi anti fraud (termasuk anti korupsi dan sistem manajemen anti penyuapan).
b. Kebijakan Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah
Massal (APU,PPT dan PPPSPM).
Peraturan Perusahaan yang antara lain mengatur:
• Kebijakan terkait pelecehan seksual dan/atau non diskriminasi.
• Kebijakan hak dan kewajiban pegawai.
• Jaminan Sosial Dan Kesejahteraan Pegawai termasuk kebijakan Kesehatan dan keselamatan kerja.
• Kebijakan pekerja anak dan/atau pekerja paksa.
• Kebijakan penilaian kinerja Direksi dan Dewan Komisaris.
• Kebijakan pelatihan Direksi, Dewan Komisaris dan Pegawai.
• Panduan Komitmen Integritas dan Deklarasi Anti Fraud (termasuk Kode etik).
• Kebijakan mengenai perlakukan adil terhadap pemegang saham.
• Kebijakan Transaksi Afiliasi, Transaksi Benturan Kepentingan dan Transaksi Material (termasuk Kebijakan konflik
kepentingan Direksi dan Dewan Komisaris).
28 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 29
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Peran Direksi dan Dewan Komisaris dalam Keuangan Unit pendukung lain seperti Corporate Affairs, Financial
Berkelanjutan dan Risiko Iklim [E.1] Control, Human Capital, Compliance & GCG, Credit Risk
1. Memastikan strategi keberlanjutan selaras dengan strategi Management, Credit Business, Process Management & Internal
bisnis Bank, termasuk integrasi pengelolaan risiko sosial, Control, Procurement & General Services, Centralized Credit
lingkungan, dan iklim ke dalam kerangka manajemen risiko Operations, Business Performance Management & Analytics,
serta pengambilan keputusan strategis, dengan membentuk Treasury & International Banking Business Support, Treasury
tim keberlanjutan. & Financial Institution, dan IT Infrastructure Services &
2. Menetapkan dan menyetujui kebijakan serta prosedur Operations turut berkontribusi sesuai fungsi masing-masing,
yang mendukung penerapan keberlanjutan dan keuangan mulai dari dukungan data, penguatan proses, pengelolaan
berkelanjutan. risiko, hingga pengembangan infrastruktur digital untuk
3. Meninjau dan memberikan persetujuan atas Rencana mendukung implementasi RAKB.
Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) serta memastikan
pelaksanaan RAKB secara konsisten setelah memperoleh Dalam konteks manajemen risiko iklim sebagaimana diatur
persetujuan dari Dewan Komisaris. dalam CRMS, Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) menjadi
4. Mengevaluasi kinerja keberlanjutan dan keuangan pengembang utama Climate Risk Scenario Testing (CRST).
berkelanjutan secara berkala, termasuk menelaah hasil Melalui unit-unit terkait (Credit Risk Management, Market
pengukuran risiko iklim yang disampaikan melalui Rapat & Liquidity Integrated Risk Management, dan Operational
Komite Manajemen Risiko maupun mekanisme pelaporan Risk Management), SKMR mengoordinasikan pengumpulan
Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS). data makroekonomi dalam menyusun metodologi stress
5. Memastikan penerapan tata kelola yang efektif melalui testing untuk risiko transisi dan risiko fisik, serta menganalisis
prinsip tiga lini pertahanan, sehingga pengelolaan risiko dampaknya terhadap NPL, PD, LGD, CKPN, pendapatan bunga,
sosial dan lingkungan dapat dilaksanakan secara akurat, ATMR, likuiditas, dan permodalan. Hasil analisis tersebut
komprehensif, dan mendukung keberlanjutan usaha Bank. menjadi masukan bagi Tim Keuangan Berkelanjutan dalam
6. Mendorong peningkatan kapasitas organisasi secara penyempurnaan RAKB serta strategi portofolio KKUB ke
berkelanjutan agar Bank mampu merespons perkembangan depan.
risiko sosial, lingkungan, dan iklim secara adaptif dan
berkelanjutan melalui komite remunerasi dan nominasi Dengan struktur kolaboratif ini, Bank Mega memastikan bahwa
penerapan keuangan berkelanjutan tidak hanya menjadi
Sepanjang tahun 2025, Dewan Komisaris melaksanakan inisiatif kepatuhan, melainkan bagian integral dari tata kelola
penuh fungsi pengawasannya, antara lain menganalisis, risiko, strategi bisnis, dan upaya menciptakan nilai jangka
memberi masukan, dan menyetujui Rencana Aksi Keuangan panjang bagi para pemangku kepentingan.
Berkelanjutan (RAKB) tahun 2026 dan realisasi RAKB tahun
2025 untuk disampaikan kepada OJK
Peran Tim Keuangan Berkelanjutan [E.1]
RAKB 2026
Untuk memastikan koordinasi yang efektif, Bank Mega
membentuk Tim Keuangan Berkelanjutan, yang dibentuk RAKB 2026 Bank Mega merupakan rencana aksi tahunan
melalui SK No.053/DIRBM/19 dan diperbarui melalui SK yang berada dalam kerangka lima tahunan RAKB 2024–
No.103/DIRBM/24. Tim ini bertanggung jawab menyusun 2028. Dokumen ini menurunkan kewajiban POJK 51/2017 ke
RAKB, menyiapkan Laporan Keberlanjutan, mengoordinasikan dalam target dan program yang lebih operasional, mencakup
rencana kegiatan keberlanjutan, serta melaporkan kinerja pengembangan portofolio berkelanjutan, pengukuran emisi,
keberlanjutan secara berkala kepada Direktur Compliance & efisiensi energi, climate risk stress testing, hingga penguatan
Human Capital dan selanjutnya kepada Direktur Utama. program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
RAKB 2026 juga menjadi penghubung antara strategi
Tim Keuangan Berkelanjutan berperan mengonsolidasikan bisnis Bank, implementasi pilot project Taksonomi untuk
kontribusi seluruh unit kerja yang terlibat, termasuk Strategic & Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), serta agenda
Business Development sebagai Ketua Keuangan Berkelanjutan. Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) yang
Peran penting Tim Keberlanjutan meliputi penyusunan RAKB, dipersyaratkan OJK.
komunikasi kepada OJK, pemegang saham, dan seluruh lini
organisasi, penyusunan rencana pengembangan kapasitas
internal, serta perencanaan aktivitas yang mendukung
pengembangan produk dan portofolio keuangan berkelanjutan
maupun kegiatan TJSL.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 29
Page 30
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Portofolio KKUB dan Integrasi TKBI Partisipasi Bank Mega dalam Pilot
Per 31 Desember 2025, portofolio kredit berkelanjutan Bank
Mega mencapai Rp21,9 triliun, mencakup kategori energi Project Taksonomi Keuangan
terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan sumber daya alam Berkelanjutan Indonesia (TKBI)
hayati dan lahan, transportasi ramah lingkungan, produk
yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan
Sebagai bagian dari komitmen memperkuat keuangan
menghasilkan lebih sedikit polusi (Eco-efficient), bangunan
berkelanjutan, Bank Mega turut berpartisipasi dalam pilot
berwawasan lingkungan, kegiatan usaha dan/atau kegiatan
project Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia
lain yang berwawasan lingkungan hidup lainnya, dan
(TKBI) yang diselenggarakan oleh OJK. Melalui pelaporan
pembiayaan UMKM. RAKB 2026 melanjutkan pertumbuhan
posisi September 2025, Bank melakukan asesmen klasifikasi
dengan menargetkan kenaikan 5% di atas capaian 2025,
kegiatan usaha terhadap minimal 20% debitur non-UMKM,
sekaligus memperkuat penerapan TKBI untuk sektor Energy,
10% debitur UMKM–Menengah, dan 10% debitur konsumtif
Construction & Real Estate (C&RE), Transportation and Storage,
dari empat sektor prioritas, yaitu Energy, Construction & Real
dan Agriculture, Forestry and Other Land Uses (AFOLU)
Estate (C&RE), Transportation & Storage (TS), serta Agriculture,
sebagai bagian dari integrasi klasifikasi berkelanjutan dalam
Forestry and Other Land Uses (AFOLU).
proses perkreditan Bank.
Berdasarkan data RAKB 2026 per 30 September 2025, hasil
Pengelolaan Emisi, Efisiensi Energi, dan Digitalisasi
klasifikasi per sektor memberikan gambaran awal struktur
RAKB 2026 menegaskan keberlanjutan komitmen Bank Mega
portofolio Bank berdasarkan standar taksonomi nasional.
dalam mengukur dan mengelola emisi karbon, mencakup Scope
Di sektor energi, mayoritas debitur belum memenuhi
1 dan 2 dari operasional serta Scope 3 dari portofolio kredit.
klasifikasi (18 debitur; Rp3,83 triliun). Pada sektor C&RE,
Perhitungan emisi hingga September 2025 menunjukkan
portofolio menunjukkan kombinasi kategori, mulai dari
penurunan emisi operasional yang signifikan dibandingkan
tidak memenuhi, transisi, hingga hijau (42 debitur; Rp4,18
Desember 2024. Untuk menjaga momentum tersebut, Bank
triliun). Sektor transportasi dan pergudangan mencatat satu
menargetkan efisiensi konsumsi listrik minimal 2% di seluruh
debitur hijau dengan outstanding signifikan sekitar Rp3,33
jaringan kantor, disertai percepatan digitalisasi proses seperti
triliun, sementara sektor AFOLU mencatat satu debitur hijau
workflow kredit dan peningkatan penggunaan M-Smile serta
dengan outstanding Rp561 miliar. Distribusi ini menunjukkan
e-channel guna mengurangi penggunaan kertas. Pendekatan
bahwa sebagian besar portofolio berada pada tahap awal
ini tidak hanya mendukung pengendalian emisi, tetapi juga
transformasi, namun terdapat peluang untuk peningkatan
meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
klasifikasi melalui pendampingan transisi dan penguatan
kriteria pembiayaan hijau.
Untuk emisi tidak langsung yang berasal dari portofolio
kredit (Scope 3 Financed Emission), Bank Mega menerapkan
Temuan dalam pilot project TKBI menjadi referensi strategis bagi
pendekatan bertingkat sesuai panduan CRMS OJK.
Bank Mega dalam memetakan area prioritas untuk de-risking,
Pengumpulan data dilakukan melalui empat metode/cara:
pengembangan portofolio berkelanjutan, serta penyelarasan
meminta informasi/data langsung kepada debitur melalui
proses kredit dengan standar taksonomi nasional. Hasil ini juga
kuesioner (tier 1), data emisi dari laporan publik perusahaan
memperkuat integrasi antara RAKB, pengembangan produk
(tier 2), penghitungan berbasis data aktivitas menggunakan
keuangan berkelanjutan, dan penerapan CRMS, sehingga Bank
kalkulator karbon (tier 3), serta melakukan proxy terhadap
dapat memperkuat peran dalam mendukung transisi ekonomi
perusahaan serupa yang telah memiliki data emisi (tier 4).
Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.
Untuk portofolio Joint Financing kendaraan bermotor, Bank
menggunakan pendekatan khusus berbasis jarak tempuh
Climate Risk Stress Testing dan Penguatan Manajemen Risiko
rata-rata kendaraan yang dikonversi menjadi emisi, sehingga
Iklim
menghasilkan estimasi financed emissions yang lebih presisi.
Selaras dengan CRMS OJK, RAKB 2026 mewajibkan
pelaksanaan climate risk stress testing terhadap risiko
TJSL dan Produk Penghimpunan Dana Berkelanjutan
operasional, risiko likuiditas, risiko kredit, dan risiko pasar surat
RAKB 2026 memperkuat sinergi antara keuangan
berharga. Untuk risiko kredit, pengujian dilakukan terhadap
berkelanjutan, TJSL, dan produk Bank. Mega Peduli ditargetkan
100% portofolio menggunakan kombinasi analisis individual
meningkat 2,5% menjadi Rp30,75 juta untuk mendukung
(untuk debitur besar) dan pendekatan portofolio (untuk
kegiatan sosial dan kesehatan, sementara Mega Berbagi
debitur joint financing dan kredit konsumtif) guna mengukur
ditargetkan naik 43,6% menjadi Rp7,66 miliar untuk menopang
dampak risiko fisik dan transisi terhadap NPL, PD, LGD, CKPN,
tiga pilar sosial Bank: pendidikan (fokus utama), kebencanaan/
pendapatan bunga, ATMR, dan permodalan. Untuk surat
pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan. Melalui skema ini,
berharga, stress testing pada government bonds dan corporate
Bank Mega melanjutkan komitmen untuk memberikan dampak
bonds yang berdampak langsung terhadap posisi laba/rugi dan
nyata melalui pembangunan dan renovasi sekolah, pengiriman
kecukupan modal Bank. Sedangkan untuk risiko operasional,
guru muda relawan, serta bantuan kebutuhan dasar bagi
stress testing dilakukan terhadap aset fisik (gedung) yang
masyarakat sekitar kantor Bank.
dimiliki Bank dengan melakukan perhitungan kerugian untuk
setiap aset yang berlokasi di daerah yang memiliki risiko
iklim (banjir dan kebakaran) tinggi jika diasumsikan bahwa di
daerah tersebut terjadi risiko iklim secara serentak selama satu
tahun pengamatan.
30 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 31
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Integrasi Manajemen Risiko Iklim melalui Tiga Lini Pertahanan
Bank Mega mengintegrasikan keuangan berkelanjutan dan risiko iklim ke dalam tata kelola serta kerangka manajemen risiko,
dengan mengacu pada POJK 51/POJK.03/2017 dan POJK Nomor 17/2023. Integrasi ini dilaksanakan melalui penerapan kerangka
CRMS yang mencakup aspek governance, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target; serta diperkuat oleh mekanisme
tiga lini pertahanan yang memastikan proses pengelolaan risiko berjalan komprehensif, konsisten, dan efektif. Penerapan tiga lini
pertahanan di Bank Mega:
Lini pertama terdiri dari unit- Lini kedua dijalankan oleh Satuan Lini ketiga, yaitu audit internal,
unit bisnis dan operasional Kerja Manajemen Risiko, Kepatuhan, memastikan seluruh proses berjalan
yang berinteraksi langsung dan Tim Keuangan Berkelanjutan. efektif dan sesuai ketentuan. Fungsi
dengan nasabah dan aset Bank. Fungsi ini mengembangkan ini melakukan penilaian independen
Fungsi ini bertanggung jawab metodologi CRST, mengintegrasikan atas kecukupan kebijakan,
mengimplementasikan prinsip data makroekonomi, emisi debitur, pengendalian internal, kualitas data,
keuangan berkelanjutan dalam serta data risiko internal, dan serta efektivitas implementasi tiga
proses origination dan monitoring, menilai dampak risiko transisi lini pertahanan dalam pengelolaan
termasuk klasifikasi kredit untuk maupun fisik terhadap parameter risiko iklim. Rekomendasi dari
KKUB, pengumpulan data emisi risiko kredit, likuiditas, pasar, dan lini ketiga disampaikan kepada
dan informasi transisi debitur, serta operasional. Selain itu, lini kedua Direksi dan Dewan Komisaris untuk
penyediaan data lokasi agunan untuk mengoordinasikan penyusunan RAKB, memperkuat keandalan proses,
pemetaan risiko fisik seperti banjir pengukuran emisi Scope 1, 2, dan 3, memastikan integrasi risiko iklim
atau kebakaran. Kualitas data pada serta pelaporan kinerja keberlanjutan berlangsung komprehensif, akurat,
lini pertama menjadi fondasi bagi dan risiko iklim kepada Manajemen dan berkelanjutan.
analisis risiko iklim di tingkat Bank. Bank. Temuan dari CRST dan
inventarisasi emisi digunakan untuk
memperkuat kebijakan perkreditan,
dan mengarahkan pengembangan
portofolio KKUB.
Penerapan Climate Risk Scenario Testing (CRST) [201-2][FS11]
Bank Mega mengembangkan Climate Risk Scenario Testing Pada risiko fisik, analisis CRST diterapkan pada portofolio
secara mandiri untuk menilai potensi dampak perubahan iklim kredit, dana pihak ketiga, dan operasional dengan
terhadap risiko kredit, pasar, likuiditas, dan operasional. Analisis memanfaatkan data risiko bencana nasional yang bersumber
dilakukan melalui pendekatan individual untuk debitur besar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk
serta pendekatan portofolio untuk segmen pembiayaan bersama mengidentifikasi agunan dan area operasional yang berada
dan kredit konsumtif. Dalam proses ini, Bank mengintegrasikan di lokasi rawan banjir dan kebakaran, sehingga Bank dapat
berbagai variabel yang terdampak oleh risiko transisi, seperti memperkirakan dampaknya terhadap nilai jaminan, kerugian
harga energi, harga karbon, kondisi makroekonomi, serta data akibat gagal bayar, kerugian operasional, dan kebutuhan
emisi debitur, guna menilai kemampuan debitur menjaga kinerja pencadangan.
keuangan dan kemampuan bayar dalam jangka panjang.
Hasil CRST kemudian digabungkan ke dalam proyeksi
Hasil CRST menunjukkan bahwa dalam skenario transisi yang permodalan Bank untuk memastikan bahwa profil risiko
lebih ketat, termasuk skenario Net Zero Emission Indonesia masih berada dalam batas toleransi yang ditetapkan. Proses
2060, sejumlah sektor berpotensi mengalami tekanan akibat ini memberikan dasar analitis bagi manajemen dalam
peningkatan biaya energi dan karbon yang berdampak pada mengevaluasi ketahanan Bank terhadap risiko iklim serta
penurunan kemampuan bayar debitur. Hal ini tercermin dari menyesuaikan kebijakan dan praktik manajemen risiko,
potensi peningkatan risiko kredit serta kebutuhan pencadangan sehingga Bank dapat terus meningkatkan kesiapan dalam
yang lebih tinggi. menghadapi dinamika risiko iklim dan menjaga nilai bagi
pemangku kepentingan.
Dalam risiko pasar, CRST digunakan untuk menilai dampak
risiko transisi terhadap nilai wajar surat berharga pemerintah Meskipun demikian, kapasitas permodalan Bank tetap berada
dan korporasi melalui perubahan suku bunga dan credit spread. pada level yang kuat, di mana proyeksi rasio kecukupan modal
Analisis ini berfokus pada potensi perubahan nilai portofolio (CAR) terendah mencapai 15,88% pada tahun 2040 dalam
investasi serta kebutuhan modal risiko pasar. Untuk risiko skenario Net Zero Emission Indonesia 2060, yang masih berada
likuiditas, Bank menilai kembali kekuatan aset likuid dan arus di atas threshold internal. Kondisi ini mencerminkan ketahanan
kas dengan memasukkan asumsi perilaku dana pihak ketiga modal Bank dalam menghadapi perubahan iklim dan menjadi
berdasarkan tingkat risiko bencana di masing-masing wilayah, landasan penting untuk penyesuaian strategi manajemen risiko
sehingga menghasilkan estimasi rasio likuiditas yang lebih ke depan.
konservatif dalam situasi stress.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 31
Page 32
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan [E.3][2-25][FS2][FS9]
Bank Mega mengintegrasikan risiko Lingkungan, Sosial, dan Tata kelola (LST) termasuk risiko iklim (risiko fisik dan risiko transisi)
ke dalam kerangka manajemen risiko terpadu yang selaras dengan prinsip International Financial Reporting Standards (IFRS)
dan International Sustainability Standards Board (ISSB) serta ketentuan CRMS OJK. Integrasi ini memastikan bahwa aspek LST
dipertimbangkan sejak tahap perencanaan bisnis, penyusunan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan, hingga pengukuran
dampaknya terhadap kualitas aset, profitabilitas, dan permodalan melalui Climate Risk Stress Testing (CRST).
Dalam kegiatan perkreditan, Bank Mega telah menjalankan proses manajemen risiko terkait keuangan berkelanjutan, di antaranya:
01
Identifikasi Risiko LST
Pada tahap awal proses kredit, unit bisnis dan analis melakukan identifikasi aktivitas usaha debitur yang memiliki eksposur
terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola. Contohnya adalah potensi kerusakan sosial dan lingkungan hidup dari kegiatan
usaha debitur seperti penggunaan lahan skala besar, kegiatan industri dengan emisi tinggi, atau lokasi usaha/agunan yang
berada di area rawan bencana berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia.
Selain itu, analisis keuangan berkelanjutan yang dimuat dalam Memorandum Analisa Kredit mencakup kepatuhan terhadap
peraturan lingkungan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
(UKL-UPL), dan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), sertifikasi keberlanjutan seperti Indonesian
Sustainable Palm Oil (ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), atau Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), praktik
ketenagakerjaan, hubungan dengan masyarakat, serta aspek tata kelola dan kepatuhan hukum. Analisis ini menilai bagaimana
aktivitas usaha debitur memenuhi prinsip dan kriteria keuangan berkelanjutan, mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas
penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, mencegah/membatasi/mengurangi/memperbaiki kerusakan lingkungan
dan kesenjangan sosial, atau memberikan solusi bagi masyarakat yang menghadapi dampak perubahan iklim.
02 03 04
Pengukuran Risiko LST Pemantauan Risiko LST Pengendalian Risiko LST
Berdasarkan hasil identifikasi, Bank Setelah kredit berjalan, pemantauan Pengendalian terhadap risiko LST
menilai tingkat materialitas risiko dilakukan secara berkala melalui dilakukan dengan menetapkan
fisik seperti banjir dan kebakaran Call Report, analisis laporan limit kredit per sektor ekonomi
terhadap lokasi usaha atau agunan keuangan, kunjungan lapangan, untuk mengelola konsentrasi
debitur serta risiko transisi seperti kecukupan agunan, dan pembaruan portofolio kredit termasuk pada
perubahan regulasi, penerapan dokumen perizinan. Pemantauan sektor dengan potensi dampak
pajak karbon, dan pergeseran terhadap risiko LST juga dilakukan LST yang tinggi, memiliki dan
teknologi terhadap kinerja dengan instrumen utama berupa mengkinikan secara berkala
keuangan dan kemampuan bayar laporan sosial dan lingkungan hidup kebijakan yang mengatur
debitur. Perubahan nilai agunan seperti Sustainability Report (SR) tentang diperlukannya analisis
dan/atau kemampuan bayar serta kepatuhan terhadap standar keuangan berkelanjutan dan
debitur ini akan mempengaruhi pengelolaan sosial dan lingkungan dokumen terkait LST yang
parameter risiko kredit berupa hidup seperti AMDAL, dan/atau harus dipenuhi debitur, serta
penyesuaian probabilitas gagal UKL/UPL. Apabila ditemukan menetapkan covenant terkait
bayar, tingkat kerugian, dan rasio penurunan kinerja LST atau kejadian kepatuhan terhadap aspek tata
Non-Performing Loan (NPL) Bank, bencana yang berdampak pada kelola.
parameter profitabilitas yang aset temuan tersebut dilaporkan
dipengaruhi oleh pendapatan kepada Satuan Kerja Manajemen
bunga kredit, serta parameter Risiko untuk menilai dampaknya
permodalan berupa perubahan terhadap kualitas aset, kebutuhan
modal dan Aktiva Tertimbang pembentukan Cadangan Kerugian
Menurut Risiko (ATMR) kredit. Penurunan Nilai (CKPN), dan
langkah mitigasi lanjutan.
32 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 33
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Sedangkan proses manajemen risiko operasional terkait Untuk risiko pasar, terkait Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola
keuangan berkelanjutan, yaitu dengan melakukan hal sebagai (LST) dilakukan sebagai berikut:
berikut : 1. Bank melakukan identifikasi jenis-jenis surat berharga yang
1. Identifikasi yang dilakukan terkait risiko operasional pada terekspos risiko perubahan iklim.
CRST mengacu pada Buku Panduan CRMS OJK. Pada 2. Sumber data dan metode pengumpulan data yang
risiko transisi untuk risiko operasional menggunakan digunakan dalam Climate Risk Stress Test Risiko Transisi
data rencana penggantian kendaraan operasional direksi pada Risiko Pasar mengacu pada panduan serta data
dan komisaris menjadi kendaraan listrik dan penggantian sekunder yang disampaikan oleh OJK dalam Buku 3, 4, dan
lampu di kantor regional dan cabang Bank menjadi lampu 5 Panduan CRMS OJK 2025.
LED. Sedangkan pada risiko fisik untuk risiko operasional 3. Sedangkan untuk risiko transisi, Bank menggunakan data
menggunakan data pemetaan aset Bank yang berlokasi proyeksi makroekonomi (Suku Bunga Acuan) di masing-
di daerah yang memiliki risiko banjir dan/atau kebakaran masing skenario sesuai Buku 4 Data Makroekonomi CRMS
tinggi berdasarkan IRBI, data historis kerugian bencana OJK 2025.
banjir dan kebakaran, data inflasi, data biaya asuransi 4. Bank melakukan proyeksi terhadap perubahan nilai surat
bangunan Bank yang berpotensi tinggi terdampak bencana berharga dengan asumsi adanya perubahan suku bunga
banjir/kebakaran dan data historis biaya bantuan kepada acuan atau perubahan asumsi makroekonomi lainnya
karyawan yang terdampak bencana alam banjir dan/atau berdasarkan skenario data Network for Greening the
kebakaran. Financial System (NGFS) yang mengakibatkan perubahan
2. Metodologi pengumpulan data dan perhitungan untuk yield pada Surat Berharga Pemerintah dan Korporasi
risiko transisi mengacu pada Buku 2 Panduan Teknis sehingga terjadi perubahan juga terhadap harga pasar
CRMS. Terkait risiko transisi Bank dapat menggunakan surat berharga tersebut saat dilakukan marked-to-market.
data perencanaan yang diambil sebagai kebijakan untuk Hal tersebut selanjutnya mengakibatkan adanya unrealized
mendukung implementasi Net Zero Emission, antara lain gain/loss pada portfolio surat berharga Available for Sale
berupa penggantian kendaraan operasional direksi dan (AFS) yang pada akhirnya mempengaruhi permodalan
komisaris menjadi kendaraan listrik dan penggantian bank.
lampu di kantor regional dan cabang Bank menjadi lampu 5. Selanjutnya, perhitungan ATMR Risiko Pasar yang
LED. digunakan juga menggunakan pendekatan standar yang
3. Sedangkan untuk risiko fisik, Bank melakukan merupakan penjumlahan dari 3 (tiga) komponen yaitu
pengelompokkan lokasi aset Bank berdasarkan pemetaan perhitungan beban modal dengan metode sensitivities-
lndeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) dari BNPB. Terkait based, perhitungan beban modal untuk risiko gagal bayar/
dengan adanya wilayah yang tidak tersedia data bencana default risk capital (DRC), dan tambahan risiko residual/
berdasarkan jenis bencana banjir dan/atau kebakaran residual risk add-on (RRAO).
secara spesifik Bank melakukan pendekatan dengan • Sensitivities-Based Method untuk Kelas Risiko General
menggunakan nilai indeks bencana secara umum yang Interest Rate Risk (GIRR) diasumsikan mengacu pada
dikeluarkan oleh IRBI (tidak spesifik untuk jenis bencana skenario makroekonomi pada NGFS yaitu perubahan
banjir dan kebakaran). Setelah aset dipetakan berdasarkan suku bunga acuan yang akan mengubah dimensi
daerah kerawanan bencana, Bank menghitung kerugian kurva risk-free rate. Sementara untuk dimensi tenor
yang ditanggung (tidak ditanggung oleh asuransi) diasumsikan tidak berubah meskipun CRST dilakukan
menggunakan data historis biaya kerugian yang disebabkan untuk periode jangka panjang dan jangka waktu
karena bencana alam (banjir dan kebakaran). maturitas surat berharga mengacu pada titik waktu
4. Untuk kondisi stress Bank menggunakan pendekatan implementasi CRST dilakukan (n-1).
data historis kerugian yang tertinggi. Untuk risiko • Kelas Risiko Credit Spread Risk (CSR) non-sekuritisasi
kebakaran yang tidak memiliki data historis kerugian dimana instrumen Surat Berharga yang diperhitungkan
Bank menggunakan data pembayaran premi asuransi adalah Surat Berharga Pemerintah dan Korporasi
dari seluruh lokasi aset Bank yang dipetakan pada daerah yang tidak dalam posisi sekuritisasi. Kelas risiko ini
tinggi bencana kebakaran. Untuk melakukan proyeksi diasumsikan terjadi perubahan kualitas aset dari
kerugian Bank menggunakan data inflasi berdasarkan Investment Grade (IG) (bucket berapapun) menjadi
Panduan BUKU 4 Data Makroekonomi. Terkait dengan High Yield (HY) & Non-Rated (bucket sesuai dengan
biaya bantuan kepada karyawan yang terdampak bencana sektornya) dan High Yield (HY) & Non-Rated menjadi
alam (banjir dan/atau kebakaran), Bank menggunakan Sektor Lainnya sehingga terdapat penyesuaian bobot
data biaya bantuan kepada karyawan (data historis), untuk risiko.
kondisi stress diambil data pada tahun biaya tertinggi. • Perhitungan Beban Modal untuk Default Risk Capital
(DRC) atau risiko jump to default (JTD) dimana Bank
memproyeksikan market value dari surat berharga
berdasarkan asumsi skenario iklim yang ditetapkan.
• Credit Valuation Adjustment (CVA) diasumsikan
adanya perubahan kualitas kredit dari pihak lawan
akibat adanya dampak risiko iklim. Sebagaimana pada
asumsi perubahan bucket kelas risiko credit spread,
Bank mengasumsikan perubahan kualitas aset dari IG
menjadi High Yield (HY) & Non-Rated (bucket sesuai
dengan sektornya).
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 33
Page 34
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Sedangkan pada risiko likuiditas, proses manajemen risiko b. Stress testing risiko fisik pada risiko likuiditas
dilakukan melalui stress testing pada risiko transisi dan risiko 1. Sedangkan stress testing risiko fisik untuk risiko
fisik yaitu sebagai berikut : likuiditas terkait Climate Risk, dilakukan perhitungan
a. Stress testing risiko transisi pada risiko likuiditas pada komponen Cash Outflow khususnya pada
1. Dalam melakukan stress testing risiko transisi untuk portofolio Dana Pihak Ketiga. Sumber data yang
risiko likuiditas terkait Climate Risk, dilakukan digunakan mengacu pada data yang disampaikan
perhitungan pada 2 (dua) komponen pada Liquidity dalam Buku 5 Panduan Teknis CRMS OJK 2025 yaitu
Coverage Ratio (LCR), yaitu komponan High Quality Data Bencana CRMS.
Liquid Assets (HQLA) dan komponen Cash Inflow. Pada • Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI)
komponen HQLA, khususnya portfolio surat berharga, • Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI)
menggunakan data makroekonomi (Suku Bunga 2. Bank menggunakan data BNPB untuk mendapatkan
Acuan) dari Buku 4 Data Makroekonomi CRMS OJK run-off rate kondisi stress, yakni IRBI dan DIBI pada
2025. Sedangkan untuk komponen Cash Inflow pada setiap masing-masing bencana (banjir dan kebakaran).
portfolio kredit (angsuran kredit), sumber data yang Terkait dengan adanya wilayah yang tidak tersedia
digunakan sesuai dengan data perhitungan portfolio data bencananya, Bank melakukan pendekatan data
kredit bagian risiko kredit. dengan rata-rata provinsi terkait dalam tahun yang
2. Berdasarkan Panduan Teknis CRMS OJK 2025 pada sama, atau dapat juga menggunakan rata-rata se-
Buku 2, Bank memetakan jumlah HQLA yang mungkin Indonesia dalam tahun yang sama. Data bencana pada
terdampak oleh risiko transisi. Cakupan pada risiko setiap wilayah kemudian diklasifikasikan ke dalam
likuiditas untuk HQLA berfokus pada portofolio surat tiga tingkatan risiko, yaitu risiko tinggi yang memiliki
berharga pemerintah (Level 1) dan surat berharga bobot risiko 100%, risiko sedang yang memiliki bobot
korporasi non-keuangan (Level 2A dan 2B). Bank risiko 50%, dan risiko rendah yang memiliki bobot 0%.
menggunakan nilai pasar sesuai dengan asumsi yang Pengklasifikasian tersebut ditetapkan menggunakan
digunakan pada perhitungan Risiko Pasar (V.1.b), persentil, sehingga mendapatkan score untuk range
dengan menggunakan RBB. antar tingkat risiko tersebut. Pengklasifikasian ini
3. Selain itu, untuk cash inflow terkait dengan portofolio diterapkan pada data IRBI dan DIBI di masing-masing
kredit (angsuran kredit), asumsi yang digunakan adalah wilayah, sehingga pada akhirnya membentuk bobot
terdapat gangguan repayment capacity debitur yang risiko masing-masing wilayah, dimana bobot risiko
dipengaruhi dari risiko transisi yang menyebabkan tersebut digunakan pada perhitungan run-off rate LCR
meningkatnya gagal bayar pada debitur dan di skenario stress.
berdampak pada penurunan arus kas masuk angsuran
kredit. Seluruh skenario dan perhitungan pada risiko kredit,
operasional, pasar, dan likuiditas, akan disusun secara
komprehensif dalam Laporan Climate Risk Management &
Scenario Analysis (CRMS). Laporan ini akan melalui proses
review mendalam dan dibahas dalam rapat Komite Manajemen
Risiko (KMR), yang melibatkan Direksi dan pihak terkait
lainnya. Setelah dilakukan evaluasi dan persetujuan, hasil
analisis dan laporan CRMS tersebut akan disampaikan kepada
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meskipun pelaporan ini belum
bersifat rutin, laporan CRMS akan disampaikan minimal satu
kali dalam setahun untuk memastikan bahwa pengelolaan
risiko iklim dan keberlanjutan Bank Mega tetap sesuai dengan
panduan dari regulator. Laporan ini menjadi bagian integral
dalam transparansi dan akuntabilitas pengelolaan risiko yang
terkait dengan risiko iklim di Bank Mega.
34 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 35
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Kriteria Penilaian LST dan Kewajiban Debitur
Untuk memastikan risiko LST dikelola secara komprehensif dan selaras dengan prinsip IFRS/ISSB, Bank Mega menerapkan penilaian
LST yang tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga pada kualitas penerapan praktik keberlanjutan debitur.
Penilaian ini menjadi bagian penting dalam analisis keuangan berkelanjutan di Memorandum Analisa Kredit (MAK) dan memengaruhi
keputusan kredit, struktur pembiayaan, covenant, serta intensitas pemantauan.
Aspek Lingkungan Aspek Sosial
Dalam aspek lingkungan, Bank Aspek sosial dinilai untuk memahami sejauh mana
mengevaluasi bukan hanya aktivitas debitur dapat menimbulkan dampak sosial
keberadaan dokumen wajib, tetapi atau risiko terhadap keberlangsungan usaha. Ruang
juga efektivitas implementasinya. lingkup penilaian meliputi:
Penilaian mencakup:
• Praktik ketenagakerjaan
• AMDAL atau UKL-UPL
Kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan, larangan
Menilai kecukupan dokumen identifikasi
pekerja anak dan kerja paksa, kebijakan anti-diskriminasi,
dampak lingkungan, status persetujuan/
serta penerapan K3.
pengesahan otoritas, dan pelaksanaan
• Hubungan dengan masyarakat
pemantauan dan pengelolaan lingkungan
Evaluasi mencakup upaya yang dilakukan debitur untuk
beserta tindak lanjutnya. Temuan dari inspeksi
mengurangi dampak sosial dengan cara yang sesuai
pemerintah juga menjadi pertimbangan.
dengan situasi dan kondisi di wilayah tersebut, program
• Kinerja PROPER
pengembangan sosial, serta catatan konflik sosial atau
Debitur korporasi disyaratkan untuk memiliki
penolakan masyarakat yang berpotensi mengganggu
peringkat Emas/Hijau/Biru. Tren peringkat
operasional dan arus kas debitur.
PROPER (misalnya perbaikan ke Hijau/Emas
atau penurunan dari Biru ke Merah) dinilai
Contoh konflik sosial yang dapat terjadi antara lain
untuk memahami potensi risiko operasional,
pembebasan lahan/penggusuran/pemindahan pemukiman
sanksi, atau gangguan aktivitas usaha.
untuk kegiatan usaha, dampak usaha terhadap mata
• Perizinan dan Sertifikasi keberlanjutan
pencaharian dan masyarakat adat sekitar, dan lokasi usaha
a. Surat Izin Pemanfaatan Air Tanah (SIPA)
yang bersinggungan/dekat dengan cagar budaya.
b. ISPO dan/atau RSPO untuk sektor
perkebunan dan industri kelapa sawit
c. Sistem Verfikasi Legalitas Kayu (SVLK),
untuk sektor kehutanan dan industri kayu
d. Dokumen lain terkait dampak usaha Aspek Tata Kelola
terhadap lingkungan sesuai peraturan Penilaian tata kelola dilakukan secara menyeluruh
yang berlaku secara sektoral untuk memastikan integritas, kapasitas manajerial,
dan kepatuhan hukum debitur. Fokus utama
mencakup:
• Legalitas dan kepatuhan dasar
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan
usaha tidak termasuk dalam usaha yang dihindari oleh Bank
maupun merupakan kegiatan ilegal di Indonesia. Pemeriksaan
tersebut mencakup keabsahan dan kelengkapan dokumen
usaha seperti Akta Pendirian Usaha berikut perubahannya
dan bukti pendaftaran/pengesahan dari instansi yang
berwenang, NIB berbasis risiko dan lampirannya, izin usaha/
sertifikat standar sesuai klasifikasi risiko usaha debitur, serta
kepatuhan terhadap peraturan sektor.
• Struktur kepemilikan dan beneficial ownership
Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi risiko pengendalian
tersembunyi, konflik kepentingan, atau rekam jejak hukum
pemegang saham pengendali.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 35
Page 36
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Integrasi Risiko Iklim Sesuai Pendekatan IFRS/ISSB
Bank Mega mengintegrasikan risiko iklim ke dalam kerangka CVA. Semua hasil proyeksi diintegrasikan dengan ATMR
manajemen risiko dan pelaporan dengan Kerangka Climate pasar untuk menilai ketahanan modal.
Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) menjadi
instrumen utama dalam menilai tingkat keterpaparan risiko 3. Risiko Likuiditas dan Proyeksi LCR Berbasis Skenario
iklim dan potensi dampaknya terhadap portofolio kredit, Iklim
instrumen pasar, likuiditas, serta risiko operasional Bank. Dalam risiko likuiditas, Bank menilai dampak risiko transisi
1. Risiko Kredit dan Implikasi terhadap Kualitas Aset dan dan fisik terhadap komponen High Quality Liquid Assets
Permodalan (HQLA) serta arus kas masuk/keluar pada Liquidity
Untuk risiko kredit, Bank melaksanakan CRST terhadap Coverage Ratio (LCR). Nilai HQLA disesuaikan dengan
100% outstanding portofolio kredit yang terpapar risiko proyeksi suku bunga dan yield, sementara cash inflow
iklim (di luar kredit konsumtif kepemilikan properti untuk disesuaikan dengan penurunan angsuran kredit akibat
risiko transisi) sesuai ketentuan OJK dan Buku Panduan debitur yang masuk NPL. Cash outflow dikalibrasi ulang
CRMS. Debitur besar dinilai secara individual, sedangkan berdasarkan run-off rate Dana Pihak Ketiga dengan
portofolio joint financing dan kredit konsumtif dianalisis mempertimbangkan risiko bencana pada wilayah nasabah
secara portofolio dengan model regresi berbasis variabel (IRBI dan DIBI). Hasil simulasi menunjukkan rasio LCR tetap
makroekonomi. berada di atas 100% untuk seluruh horizon 2025–2027,
yang mengindikasikan ketahanan likuiditas Bank terhadap
Bank menggunakan skenario NGFS Phase 5 (Net Zero guncangan iklim.
Emission Indonesia 2060, Delayed Transition, dan
Current Policies) dengan horizon jangka pendek (2025 4. Risiko Operasional, Kerugian Fisik, dan Biaya Transisi
–2027) dan jangka panjang (2030, 2040, 2050). Variabel Bank memetakan 376 aset gedung dan fasilitas berdasarkan
makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, harga energi, risiko bencana (IRBI) dan menggabungkannya dengan data
harga karbon, dan PDB dikombinasikan dengan estimasi historis kerugian banjir dan kebakaran, premi asuransi, serta
emisi debitur (tier 1–4) untuk memproyeksikan arus kas, biaya bantuan karyawan terdampak. Risiko fisik dianalisis
beban energi dan karbon, serta rasio Debt Service Coverage dengan memproyeksikan kerusakan aset dan gangguan
(DSCR). Debitur yang mengalami penurunan DSCR operasional dalam skenario cuaca ekstrem, sedangkan
hingga di bawah 1 diasumsikan memburuk menjadi NPL. risiko transisi memperhitungkan biaya efisiensi energi dan
Dampaknya diterjemahkan ke proyeksi PD, LGD, CKPN, program dekarbonisasi internal. Kombinasi risiko fisik dan
pendapatan bunga, ATMR kredit, dan rasio CAR, sehingga transisi menghasilkan estimasi kerugian operasional sekitar
ketahanan kualitas aset dan modal terhadap risiko iklim Rp26,21 miliar. Temuan ini digunakan untuk mengevaluasi
dapat dinilai secara kuantitatif sesuai IFRS 9 dan IFRS S2. kecukupan buffer modal, cakupan asuransi, dan rencana
penguatan infrastruktur.
2. Risiko Pasar dan Dampaknya terhadap Nilai Wajar dan
Modal Hingga akhir 2025, Bank Mega telah menyelesaikan siklus
Dalam risiko pasar, Bank mengukur dampak skenario CRMS dan CRST 2025 dan menyampaikan hasilnya kepada
iklim terhadap nilai wajar surat berharga pemerintah dan OJK. Pengukuran emisi gas rumah kaca mencakup emisi
korporasi (kategori FVPL dan FVOCI) melalui penyesuaian operasional Bank (scope 1 dan 2) serta financed emissions
suku bunga acuan, kurva yield, dan credit spread. menggunakan pendekatan tier 1–4.
Pendekatan sensitivities-based, Default Risk Capital (DRC),
Residual Risk Add-On (RRAO), serta Credit Valuation Hasil CRST menunjukkan bahwa skenario Net Zero Emission
Adjustment (CVA) digunakan untuk menghitung kebutuhan Indonesia 2060 pada horizon 2040 memberikan tekanan
modal risiko pasar yang meningkat akibat memburuknya terbesar terhadap kualitas aset dan permodalan Bank.
kualitas kredit sektor beremisi tinggi. Perubahan nilai Kenaikan biaya energi, pajak karbon, serta kebutuhan
wajar instrumen keuangan kemudian tercatat sebagai investasi transisi menyebabkan penurunan DSCR debitur
unrealized gain/loss dan diintegrasikan ke ATMR pasar dan dan mendorong kenaikan PD, LGD, CKPN, ATMR kredit,
perhitungan CAR, sehingga pengaruh risiko iklim terhadap serta menurunkan pendapatan bunga. Dampak ini
modal Bank dapat diungkap secara transparan. menyebabkan penurunan rasio CAR, meskipun masih
berada di atas ketentuan minimum regulasi maupun risk
Pengelolaan risiko pasar juga memasukkan variabel LST tolerance Bank. Pada risiko pasar, nilai wajar surat berharga
yang mempengaruhi sentimen dan harga pasar, seperti menurun akibat perubahan suku bunga dan pelebaran
perubahan preferensi investor terhadap instrumen hijau, credit spread sektor beremisi tinggi. Namun demikian, rasio
pergeseran teknologi energi, serta kebijakan transisi. LCR tetap terjaga di atas 100%. Di sisi risiko fisik, pemetaan
Dalam CRST, Bank memproyeksikan perubahan nilai wajar IRBI dan DIBI menunjukkan konsentrasi eksposur pada
surat berharga melalui skenario NGFS dan mengukur wilayah rentan banjir dan kebakaran, yang berpotensi
dampaknya terhadap risiko suku bunga dan risiko spread menurunkan nilai agunan dan meningkatkan kerugian
kredit. Eksposur pada penerbit beremisi tinggi diasumsikan operasional.
mengalami pelebaran spread yang meningkatkan DRC dan
36 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 37
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Ketahanan Operasional dalam Menghadapi Bencana
Dengan koordinasi yang cepat dan tata kelola yang handal, Bank Mega
memastikan operasional tetap berjalan dan pemulihan dapat dilakukan
secara efektif saat bencana terjadi.
Dalam pengelolaan risiko operasional terkait penanggulangan pelaporan penutupan kantor yang disampaikan oleh unit kerja
bencana, Direksi dan Dewan Komisaris berperan aktif dalam Procurement and General Services (PRGS), serta pelaporan
memastikan kesiapan Bank Mega menjaga kesinambungan gangguan teknologi informasi yang dilaksanakan oleh unit
layanan, khususnya pada cabang atau titik operasional kerja IT Security.
yang terdampak bencana. Peran ini dijalankan melalui
fungsi pengawasan dan arahan sebagai steering committee, Untuk memastikan ketahanan operasional dalam menghadapi
termasuk dalam pengambilan keputusan strategis terkait risiko bencana, Bank menerapkan Business Continuity
pengalihan operasional serta pemantauan kondisi cabang Management melalui koordinasi intensif antara cabang
terdampak. Direksi juga terlibat langsung dalam memantau terdampak dan Steering Committee BCM. Koordinasi
proses pemulihan cabang hingga operasional kembali normal, mencakup pemetaan dampak bencana, penyusunan laporan
serta memastikan aspek keselamatan dan dukungan terhadap kepada regulator (BI/OJK), serta persiapan recovery plan
karyawan yang terdampak bencana tetap menjadi prioritas. untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana
operasional. Langkah pemulihan dilakukan secara praktis dan
Saat ini, Bank Mega belum memiliki kebijakan dan kerangka terarah, antara lain dengan menyiapkan pasokan bahan bakar
kerja manajemen risiko bencana yang secara khusus untuk genset sebagai sumber listrik darurat, memastikan
terintegrasi dengan kerangka ESG. Namun demikian, Bank kesiapan jaringan dan infrastruktur IT agar layanan seperti
telah menjalankan mekanisme yang jelas dalam pelaporan ATM dan sistem perbankan tetap dapat digunakan, serta
dan eskalasi insiden bencana, baik kepada manajemen membuka jam layanan terbatas sesuai arahan regulator. Dalam
puncak maupun regulator. Pelaporan internal dilakukan kondisi tertentu, Bank juga menambah pengamanan dengan
melalui grup Business Continuity Management (BCM) dan dukungan TNI dan atau Polri apabila diperlukan. Sebagai
Steering Committee sesuai dengan kebijakan call tree yang bagian dari respons yang menyeluruh, Bank turut melakukan
berlaku. Sementara itu, pelaporan kepada regulator dilakukan pendataan dan penyaluran bantuan bagi karyawan yang
oleh unit kerja terkait sesuai kewenangannya, misalnya terdampak bencana.
Gambar 2. Perbaikan Infrastruktur TI (Jaringan Internet) Gambar 3. Pemulihan ATM
Gambar 1. Cabang Bank Mega yang Terdampak Bencana Gambar 4. Penambahan Satuan Kemanan dari TNI
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 37
Page 38
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Hubungan dengan Pemangku Kepentingan [E.4] [2-29]
Bank Mega berkomitmen membangun hubungan yang terbuka dan konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan yang
berperan dalam keberlanjutan perusahaan. Untuk itu, Bank melakukan pemetaan pemangku kepentingan guna mengidentifikasi
pihak-pihak yang memiliki pengaruh terhadap kinerja Bank maupun yang terdampak oleh aktivitas operasional. Proses ini
memastikan setiap kelompok mendapatkan perhatian dan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Melalui pemetaan tersebut, Bank menetapkan kelompok pemangku kepentingan utama seperti investor dan pemegang saham,
nasabah, regulator, pegawai, mitra bisnis/vendor, serta media. Setiap kelompok memiliki kebutuhan informasi yang berbeda,
sehingga Bank menyediakan berbagai bentuk pelibatan seperti pertemuan rutin, forum dialog, survei kepuasan, edukasi, serta
kanal komunikasi digital dan layanan pengaduan. Pendekatan ini dirancang agar masukan dan harapan pemangku kepentingan
dapat diterima secara tepat waktu dan ditindaklanjuti secara efektif.
Hasil pelibatan pemangku kepentingan menjadi masukan penting dalam penyusunan strategi keberlanjutan, peningkatan kualitas
layanan, dan penguatan tata kelola Bank. Dengan melibatkan pemangku kepentingan secara aktif, Bank Mega memastikan bahwa
keputusan dan kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan mereka, sekaligus mendukung pencapaian tujuan keberlanjutan
jangka panjang perusahaan.
Pemangku
Sarana Pelibatan & Frekuensi Topik Penting & Kebutuhan Respons Bank Mega (2025)
Kepentingan
Investor & • Rapat Umum Pemegang Saham • Kinerja finansial • Menyelenggarakan RUPS dan paparan publik
Pemegang (RUPS): setahun sekali • Kinerja keberlanjutan • Transparansi kinerja keuangan & keberlanjutan
Saham • Rapat Umum Pemegang Saham • Strategi risiko iklim & portofolio • Penyampaian CRMS, stress testing, KKUB, dan
Luar Biasa (RUPSLB): apabila financed emissions
diperlukan • Keterbukaan Informasi
• Laporan Triwulanan
• Laporan Tahunan &
Keberlanjutan
Nasabah • Aktivitas perbankan harian • Layanan cepat & aman • Menyediakan kanal pengaduan layanan 24 jam
• Mega Call layanan 24 jam • Privasi & keamanan data • Pengembangan layanan digital & keamanan
• Website, aplikasi M-Smile, media • Solusi keluhan data
sosial • Literasi & inklusi keuangan • Survei kepuasan dan peningkatan kualitas
• Survei kepuasan: tahunan layanan
• Program literasi & inklusi keuangan
Regulator • Penyampaian laporan kepatuhan • Kepatuhan regulasi • Pelaporan CRMS, financed emissions, RAKB
• Laporan RAKB, CRMS, APU-PPT- • Tata kelola risiko (termasuk • Penyampaian hasil analisis risiko & stress testing
PPPSPM risiko iklim) • Implementasi APU-PPT-PPPSPM & WBS
• Pertemuan koordinasi (OJK, • Perlindungan konsumen • Partisipasi Satgas PASTI/IASC
PPATK, BI) • Penyusunan Laporan Tahunan dan Laporan
• Penyampaian Laporan RUPS dan Keberlanjutan
Laporan Keuangan
Pegawai • Media internal & rapat koordinasi • Hubungan industrial • Pelatihan kompetensi (anti fraud, APU-PPT, data
• Pelatihan & e-learning • Pengembangan karier & security, risiko iklim)
• Saluran whistleblowing kompetensi • Penghargaan kinerja, promosi, rotasi
• Fasilitas kesehatan & • Kesehatan & keamanan kerja • Penyediaan saluran whistleblowing
keselamatan • Kepastian hak & kewajiban • Program kesehatan & keselamatan kerja
Mitra Bisnis / • Pertemuan & komunikasi berkala • Kontrak yang adil & transparan • Menjalankan proses pengadaan transparan
Vendor • Kode etik vendor • Pembayaran tepat waktu • Sosialisasi kode etik vendor
• Proses pengadaan transparan • Kepatuhan terhadap standar • Pembayaran tepat waktu
keamanan & etika • Penguatan due diligence pemasok
Media • Siaran pers • Transparansi informasi • Menyediakan informasi akurat & tepat waktu
• Media briefing perusahaan • Publikasi terkait inovasi, keberlanjutan, dan
• Penyampaian informasi • Akses data produk, layanan, dan kinerja Bank
korporasi aksi korporasi
38 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 39
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Permasalahan Terhadap
Penerapan Keuangan Berkelanjutan [E.5]
Bank Mega menyadari bahwa penerapan keuangan berkelanjutan dan pengelolaan risiko iklim masih menghadapi berbagai
tantangan internal dan eksternal yang mempengaruhi kecepatan, kedalaman, serta konsistensi integrasinya dalam strategi bisnis
dan manajemen risiko. Tantangan tersebut berkaitan dengan kesiapan organisasi, ketersediaan data, serta tingkat kematangan
debitur dalam merespons agenda keberlanjutan.
Tantangan Eksternal Upaya Eksternal
Dalam penerapan keuangan berkelanjutan, Bank menghadapi Untuk mendukung pencapaian target implementasi keuangan
sejumlah tantangan yang berasal dari dinamika eksternal. Kondisi berkelanjutan, Bank terus melakukan berbagai upaya yang
perekonomian global dan domestik yang masih dipengaruhi oleh berfokus pada penguatan hubungan dengan nasabah dan
ketidakpastian geopolitik mendorong Bank untuk melakukan debitur. Dalam mendorong pertumbuhan Tabungan Mega Berbagi
asesmen calon debitur secara lebih selektif dan prudent. sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, Bank melakukan
optimalisasi penetrasi produk kepada nasabah eksisting melalui
Di sisi penghimpunan dana, persaingan likuiditas antarbank kegiatan kampanye dan komunikasi aktif di berbagai kanal
yang semakin ketat, terutama karena nasabah cenderung digital seperti Instagram, Facebook, email blast, WhatsApp blast,
mengalihkan dana ke instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi serta push notification pada aplikasi M-Smile. Selain itu, Bank
seperti deposito. Penurunan suku bunga acuan juga semakin juga mendorong pembukaan rekening baru melalui kemudahan
meningkatkan kompetisi antarbank dalam menarik dana pihak layanan digital pada aplikasi M-Smile serta melakukan program
ketiga melalui berbagai penawaran produk dan suku bunga yang deepening dan cross-selling melalui sales force di seluruh jaringan
lebih kompetitif. kantor cabang.
Selain itu, tantangan juga muncul dalam pengumpulan data Dalam mendukung pengukuran emisi karbon pada portofolio
emisi dari debitur. Sebagian debitur masih memiliki keterbatasan pembiayaan (Scope 3), Bank juga meningkatkan literasi dan
kesadaran maupun kapasitas dalam mengukur dan melaporkan edukasi kepada debitur melalui Relationship Manager terkait
emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan usahanya. Hal ini pentingnya pengelolaan risiko iklim, termasuk kemampuan
berdampak pada ketersediaan dan kualitas data yang dibutuhkan dalam menghitung dan melaporkan emisi karbon dari kegiatan
untuk mendukung pengukuran risiko iklim dan implementasi usahanya. Selain itu, Bank Mega memperkuat engagement
pembiayaan berkelanjutan. dengan debitur melalui kuesioner risiko iklim yang mencakup
perkembangan penerapan prinsip keberlanjutan dan kesiapan
Ekspektasi pemangku kepentingan terhadap transparansi dan transisi, serta melakukan pemantauan berkala atas kinerja
kualitas pengungkapan keberlanjutan yang semakin tinggi. keberlanjutan debitur agar tetap sesuai dengan persyaratan Bank.
Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi digital, termasuk Untuk mengatasi keterbatasan data emisi yang masih dihadapi
pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sebagian debitur, Bank terus menyempurnakan pendekatan
juga menghadirkan tantangan baru bagi industri perbankan, metodologi proxy dengan memperluas referensi pembanding dari
khususnya dalam menjaga keamanan informasi dan perlindungan perusahaan sejenis yang telah memiliki data emisi terverifikasi
data nasabah. serta menggunakan faktor emisi yang bersumber dari referensi
resmi dan kredibel.
Tantangan Internal
Di sisi internal, dalam implementasi keuangan juga masih berkaitan dengan proses operasional dan pengembangan metodologi.
Penggunaan kertas masih diperlukan karena beberapa dokumen perbankan membutuhkan pencetakan dan pengesahan melalui tanda
tangan basah dari nasabah atau debitur.
Dalam aspek pengelolaan lingkungan operasional, upaya efisiensi energi juga masih menghadapi beberapa kendala, seperti penggunaan
listrik pada area yang jarang digunakan, pengaturan suhu pendingin ruangan yang belum optimal, serta monitoring implementasi
kebijakan efisiensi listrik dan air yang masih perlu diperkuat di seluruh jaringan kantor.
Pemahaman terkait keuangan berkelanjutan, aspek lingkungan - sosial - tata kelola (LST), serta kerangka Climate Risk Management &
Scenario Analysis (CRMS) belum merata di seluruh three lines of defense antar unit bisnis. Integrasi risiko LST termasuk risiko iklim ke
dalam strategi bisnis dan proses manajemen risiko secara keseluruhan juga masih dalam tahap penguatan, sehingga keputusan bisnis
berbasis risiko LST belum berjalan optimal di seluruh unit.
Dalam pengembangan pengukuran CRST, Bank menghadapi keterbatasan data dan metodologi, termasuk keterbatasan data emisi
debitur, peta risiko bencana, serta data keuangan jangka panjang yang memengaruhi akurasi analisis skenario risiko iklim. Tantangan
juga muncul dalam melakukan proyeksi dampak risiko transisi jangka panjang hingga tahun 2050, serta dalam mengukur risiko
pada segmen Retail yang memiliki jumlah debitur besar namun dengan ketersediaan data yang lebih terbatas dibandingkan segmen
Korporasi dan Komersial. Selain itu, metodologi perhitungan emisi karbon untuk kredit pada sektor kepemilikan properti masih dalam
tahap pengkajian dan pengembangan.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 39
Page 40
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Upaya Internal
Di sisi internal, Bank melakukan berbagai langkah untuk memperkuat implementasi praktik keberlanjutan dalam operasional
dan pengelolaan risiko. Dalam upaya pengukuran dan pengelolaan emisi karbon operasional (Scope 1 dan Scope 2), Bank terus
mengidentifikasi dan mengembangkan indikator efisiensi dari berbagai aspek operasional, termasuk memperkuat penerapan kebijakan
efisiensi di lapangan serta meningkatkan monitoring atas implementasi kebijakan tersebut di seluruh jaringan kantor. Langkah ini
dilakukan secara terstruktur dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan operasional dan produktivitas karyawan agar program
efisiensi dapat berjalan secara efektif tanpa menghambat kegiatan bisnis Bank.
Bank terus memperkuat kapasitas dalam melakukan Climate Risk Stress Testing (CRST) sebagai bagian dari penguatan manajemen
risiko terkait perubahan iklim dengan mengacu pada pedoman OJK serta mengembangkan metodologi internal agar hasil pengukuran
semakin relevan dan akurat. Upaya ini mencakup penyempurnaan analisis skenario, pemanfaatan data makroekonomi dan risiko
bencana, serta pengembangan metode pengukuran untuk risiko fisik dan transisi, termasuk pada portofolio surat berharga. Selain itu,
Bank juga mendorong digitalisasi dokumen investasi dan penggunaan media promosi digital guna mengurangi penggunaan kertas.
Sejalan dengan itu, Bank meningkatkan awareness dan komunikasi internal terkait keuangan berkelanjutan melalui sosialisasi berkala
dan penerbitan pedoman implementasi (Surat Edaran), serta memperkuat kapasitas internal melalui pengembangan kebijakan berbasis
ESG, peningkatan kompetensi SDM, dan penguatan sistem pengelolaan data. Bank juga terus meningkatkan kualitas pengungkapan
dan penyelarasan terminologi dalam pelaporan keberlanjutan, serta memperkuat keamanan informasi dan perlindungan data nasabah
guna menjaga kepercayaan.
Untuk mendukung implementasi yang konsisten, Bank memperkuat koordinasi oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko serta meningkatkan
kapabilitas SDM dalam memahami keuangan berkelanjutan dan kerangka CRMS. Selain itu, Bank mengembangkan pendekatan portofolio
dalam memproyeksikan dampak risiko iklim pada segmen Retail agar lebih representatif di tengah keterbatasan data individual debitur.
Kegiatan Membangun
Budaya Keberlanjutan [F.1]
Bank Mega terus membangun budaya
keberlanjutan yang diterapkan secara nyata
dalam kegiatan sehari-hari. Budaya ini tidak hanya
tertulis dalam kebijakan, tetapi juga dijalankan
oleh seluruh insan Mega dalam cara bekerja,
mengambil keputusan, dan melayani nasabah.
Nilai-nilai perusahaan DETECS (Dynamic,
Entrepreneurship, Trust, Ethics, Commitment,
dan Synergy) menjadi pedoman utama dalam
menjalankan bisnis, serta membangun hubungan
yang baik antar karyawan dan juga nasabah.
Melalui penerapan nilai DETECS, Bank Mega
mendorong praktik bisnis yang lebih etis,
bertanggung jawab secara sosial, dan peduli
terhadap lingkungan. Pendekatan ini juga
membantu meningkatkan efisiensi kerja serta
memperkuat daya saing perusahaan dalam
jangka panjang. Budaya keberlanjutan tersebut
menjadi dasar dalam pelaksanaan Rencana
Aksi Keuangan Berkelanjutan, dengan tujuan
menyeimbangkan kinerja ekonomi dengan
dampak sosial dan lingkungan. Bank Mega
meyakini bahwa pemahaman keberlanjutan yang
kuat akan memperkuat pengelolaan risiko LST,
meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga
kepercayaan regulator, investor, dan masyarakat.
40 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 41
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Untuk memastikan seluruh pegawai memahami nilai dan tujuan ini, Bank Mega secara Sosialisasi DETECS melalui
rutin melakukan sosialisasi budaya perusahaan. Informasi dan panduan disampaikan majalah internal
melalui berbagai kanal dan program internal seperti MegaWeb dan program NEIP
(New Employee Induction Program) disertai dengan contoh penerapan nilai DETECS
dalam aktivitas sehari-hari. Melalui cara ini, setiap pegawai dapat memahami peran
mereka dalam mendukung keberlanjutan perusahaan.
Upaya lainnya adalah Bank Mega juga menyampaikan pesan keberlanjutan melalui
majalah internal perusahaan yakni PRIDE dan berbagai rubrik lainnya, seperti pesan
Direksi, salam redaksi, dan artikel tematik yang menghadirkan inspirasi tentang
gaya hidup berkelanjutan, penghematan energi, pengurangan penggunaan kertas,
dan kepedulian sosial. Media ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku
positif, baik di kantor maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan budaya perusahaan di Bank Mega tercermin dalam praktik kerja sehari-
hari melalui nilai-nilai DETECS yang dijalankan secara konsisten. Nilai Dynamic dan
Entrepreneurship diwujudkan melalui pemanfaatan digitalisasi, seperti penerapan
paperless office, e-statement, dan sistem kerja elektronik yang meningkatkan
efisiensi sekaligus mengurangi penggunaan kertas dan energi. Nilai Trust dan
Ethics diterapkan melalui prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap ketentuan,
serta pengambilan keputusan pembiayaan yang bertanggung jawab, termasuk
dukungan selektif kepada UMKM yang memberikan dampak sosial positif.
Sementara itu, nilai Commitment dan Synergy tercermin dari keterlibatan aktif
karyawan dalam program sosial dan lingkungan seperti Mega Berbagi dan Mega
Peduli, yang memperkuat kolaborasi internal dan kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui penerapan nilai-nilai tersebut, Bank Mega telah memastikan membangun
pondasi budaya keberlanjutan yang mendukung kinerja jangka panjang secara
seimbang dan bertanggung jawab.
Seluruh upaya ini dikoordinasikan oleh unit kerja Corporate Communication &
Culture dibawah pengawasan unit kerja Corporate Affairs melalui perannya dalam
menjaga konsistensi pesan, menyusun kampanye, dan menghadirkan konten
edukatif tentang keberlanjutan. Dengan budaya keberlanjutan yang semakin
kuat, Bank Mega optimistis dapat terus menjaga kepercayaan para pemangku
kepentingan sekaligus mencapai kinerja keuangan dan nonkeuangan yang sejalan
dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 41
Page 42
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Dukungan Perusahaan
terhadap Antikorupsi [205-1] [205-2] [205-3]
Bank Mega memiliki komitmen kuat dalam mencegah dan Proses penilaian dilakukan melalui metodologi risk assessment
memberantas praktik korupsi melalui penerapan kebijakan berbasis self-assessment yang dilengkapi dengan evaluasi
Anti Fraud dan Anti Korupsi yang berlaku bagi seluruh insan independen oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko, Unit
Bank, termasuk Direksi dan Dewan Komisaris. Kebijakan ini Kepatuhan, dan Unit Audit Internal, dengan koordinasi komite
menegaskan bahwa Bank tidak mentoleransi segala bentuk terkait.
korupsi, gratifikasi yang dilarang, penyalahgunaan kewenangan,
benturan kepentingan, maupun tindakan menyimpang lainnya Hasil penilaian digunakan sebagai dasar untuk memperbarui
yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi atau sistem pengendalian internal dan memperkuat langkah
kelompok. mitigasi risiko. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat area
dengan tingkat risiko tinggi yang belum dimitigasi, dan Audit
Komitmen tersebut terintegrasi dalam Strategi Anti Fraud Internal menyimpulkan bahwa mekanisme pengawasan telah
Bank yang mencakup empat pilar utama, yaitu pencegahan, berjalan secara efektif.
deteksi, investigasi dan pemberian sanksi, serta pemantauan
dan evaluasi berkelanjutan. Strategi ini menjadi bagian dari
Pelatihan dan Sosialisasi Anti Fraud
penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate
Governance/GCG) di seluruh aktivitas operasional Bank. dan Antikorupsi [GRI 205-2]
Kebijakan Kode Etik dan Antikorupsi [G- Bank Mega secara berkelanjutan melakukan sosialisasi dan
07] pelatihan kebijakan antikorupsi kepada seluruh pegawai
serta pemangku kepentingan terkait. Program sosialisasi dan
pelatihan dilaksanakan melalui berbagai metode, antara lain:
Sebagai bagian dari penguatan budaya integritas, Bank Mega
• pelatihan tatap muka dan kelas internal,
telah memiliki dan menerapkan Kode Etik serta Kebijakan
• modul e-learning wajib,
Anti Korupsi dan Anti Fraud yang disosialisasikan secara
• panduan komitmen integritas, serta
menyeluruh dan wajib dipatuhi oleh seluruh pegawai dan
• program pengembangan berkelanjutan yang mencakup
manajemen. Kebijakan tersebut diatur dalam antara lain
APU PPT dan PPPSPM, keamanan siber, perlindungan data
SK.101/DIRBM/24 tentang Komitmen Integritas dan SE.102/
pribadi, serta etika penagihan.
DIRBM/24 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud.
Melalui program tersebut, seluruh pegawai dibekali
Kebijakan ini mengatur larangan pemberian dan penerimaan
pemahaman mengenai larangan dan kewajiban dalam
gratifikasi, pengelolaan benturan kepentingan, serta mekanisme
pencegahan korupsi, indikator awal terjadinya fraud, serta
pelaporan dugaan pelanggaran melalui Whistleblowing
mekanisme pelaporan pelanggaran baik melalui atasan
System (WBS) yang dikelola secara independen dan menjamin
langsung maupun Whistleblowing System. Sistem pelaporan
kerahasiaan identitas pelapor.
ini dikelola secara independen dan memberikan perlindungan
terhadap pelapor dari segala bentuk intimidasi atau tindakan
Penilaian Risiko Korupsi dan Fraud pembalasan.
Sebagai wujud implementasi kebijakan, Bank Mega secara Mitigasi Risiko dan Pengendalian
berkala melakukan penilaian risiko korupsi dan fraud secara
Internal
menyeluruh di seluruh lini operasional. Pada tahun pelaporan
2025, seluruh unit kerja atau 100% unit telah berpartisipasi
dalam proses penilaian risiko untuk mengidentifikasi area Sebagai tindak lanjut atas hasil penilaian risiko, Bank Mega
rawan serta menilai kecukupan pengendalian internal yang menerapkan berbagai langkah mitigasi dan penguatan
telah diterapkan. pengendalian internal, antara lain:
• penguatan segregasi tugas serta pembatasan kewenangan
Penilaian risiko mencakup area-area kritis, antara lain: dan otorisasi,
• fungsi pengadaan barang dan jasa, • peningkatan pengendalian pada proses kredit dan
• fungsi operasional dan layanan nasabah, pengadaan,
• fungsi perkreditan dan pembiayaan, serta • penerapan pemantauan berlapis (layered monitoring)
• fungsi teknologi informasi dan keamanan sistem. pada transaksi tertentu, serta
• peningkatan proses verifikasi dan validasi dokumen serta
data pendukung.
42 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 43
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan pencegahan Pelatihan dan Sosialisasi Anti Fraud dan Antikorupsi [205-2]
risiko dilakukan secara preventif sekaligus mendukung
efektivitas pengawasan internal. Kategori 2025 2024 2023
E-Learning Strategy Anti 7 261 4.407
Kasus dan Penanganan Dugaan Fraud
Korupsi [GRI 205-3] New Employee Induction 1.618 1.599 1.911
Program (NEIP) – termasuk
materi Anti Fraud
Sepanjang tahun 2025, Bank Mega tidak menghadapi kasus 112 142 3
Training Off-House terkait
hukum maupun sanksi terkait dugaan korupsi. Kondisi ini
Anti Fraud
mencerminkan efektivitas kebijakan pencegahan, pengendalian
Training In-House terkait Anti 1.457 5.292 287
internal, serta mekanisme pelaporan yang didukung oleh
Fraud
budaya integritas yang terus diperkuat di seluruh organisasi.
Total 3.194 7.294 6.608
Apabila di kemudian hari terdapat indikasi atau dugaan korupsi
Sosialisasi Kebijakan dan Pelatihan Anti Korupsi Bagi
maupun fraud, Bank Mega akan menindaklanjuti sesuai dengan
Karyawan
ketentuan internal dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Proses penanganan mencakup investigasi independen
Uraian 2025 2024 2023
oleh Unit Crime & Fraud Investigation, pengamanan bukti dan
dokumentasi secara memadai, serta penerapan sanksi disiplin Direksi 1 8 1
sesuai tingkat pelanggaran. Pejabat Eksekutif 23 137 110
Pegawai Lain 2.570 7.149 6.497
Dalam hal pelanggaran mengandung unsur pidana, Bank akan
Subtotal 2.594 7.294 6.608
bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan regulator
untuk memastikan proses hukum berjalan secara transparan Mitra / Tenaga Alih Daya (TAD) 600 - -
dan akuntabel. Selain itu, Bank akan melakukan evaluasi atas Total 3.194 7.294 6.608
efektivitas pengendalian internal, memperbarui prosedur
yang relevan, serta memberikan pelatihan tambahan guna
mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 43
Page 44
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Kinerja
Keberlanjutan
44 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 45
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 45
Page 46
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Membangun Akses Keuangan
yang Inklusif dan Berkelanjutan
Kinerja Ekonomi
Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega tercatat Total aset tumbuh 4% menjadi Rp140,83 triliun, dengan
meningkat sebesar 28% dari periode yang sama tahun penyaluran kredit meningkat 4% menjadi Rp67,23 triliun dan
sebelumnya. Profit Before Tax (PBT) menjadi Rp4,16 triliun Dana Pihak Ketiga naik 14% menjadi Rp104,13 triliun, seiring
atau tumbuh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dengan pertumbuhan saldo CASA yang memperkuat struktur
sebesar Rp3,26 triliun. pendanaan Bank.
Sementara Profit After Tax (PAT) menjadi Rp3,36 triliun Dari sisi fundamental dan profil risiko, Bank Mega
atau naik sebesar 28% dari posisi periode yang sama tahun mempertahankan rasio keuangan pada level yang sehat, yang
sebelumnya sebesar Rp2,63 triliun. terdapat pada halaman 47. Manajemen menilai capaian ini
mencerminkan ketahanan permodalan, kualitas aset yang
Perolehan laba Bank Mega ini dikontribusikan melalui kenaikan terjaga, serta efektivitas pengelolaan operasional di tengah
Fee Based Income sebesar 54% menjadi Rp2,79 Triliun dari kondisi perekonomian dan industri perbankan yang masih
posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp1,82 Triliun, menantang, sekaligus menjadi landasan untuk menjaga
dan langkah efisiensi yang dijalankan secara disiplin. pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan bagi seluruh
pemangku kepentingan. Selama tahun 2025, Bank Mega tidak
menerima bantuan finansial dari Pemerintah. [201-4]
Nilai Ekonomi Langsung Dihasilkan dan Didistribusikan (Rp miliar) [201-1]
Uraian 2025 2024 2023
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan
Pendapatan Bunga 10.197,20 10.289,31 10.217,53
Pendapatan Operasional Lainnya 2.788,53 1.815,36 2.288,03
Penghasilan (Beban) Komprehensif Lain 4.946,56 1.884,18 3.958,58
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan (A) 17.932,29 13.988,85 16.464,14
Nilai Ekonomi Langsung yang Didistribusikan
Beban Operasional 5.268,59 5.189,57 4.685,39
Upah dan Tunjangan untuk Pegawai & Direktur 1.318,30 1.399,21 1.463,39
Pembayaran Dividen 1.052,40 2.457,42 2.836,82
Pembayaran kepada Pemerintah (pajak, retribusi, dll.) 796,11 625,85 832,06
Biaya Kegiatan Tanggung Jawab Sosial 6,37 13,40 10,82
Jumlah Nilai Ekonomi yang Didistribusikan (B) 8.441,77 9.685,45 9.828,48
Jumlah Nilai Ekonomi yang Ditahan (A – B) 9.490,52 4.303,40 6.635,66
46 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 47
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio,
Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi [F.2]
Pendapatan Operasional Bersih & Laba Bersih (Rp Triliun)
Uraian 2025 2024 2023
Pendapatan Operasional Bersih – Target 3,46 3,36 5,52
Pendapatan Operasional Bersih – Realisasi 4,04 3,23 4,33
Laba (Rugi) Bersih – Target 2,81 2,73 4,46
Laba (Rugi) Bersih – Realisasi 3,36 2,63 3,51
Rasio Keuangan (%)
Uraian 2025 2024 2023
Rasio Kecukupan Modal Minimum (CAR) 30,49 25,77 26,17
Aset produktif & non-produktif bermasalah terhadap total aset produktif & non-produktif 1,55 2,07 1,58
Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 0,98 1,01 0,99
CKPN terhadap aset produktif 0,68 0,60 0,56
NPL Gross 1,65 1,69 1,57
NPL Net 1,07 1,22 1,18
Return on Asset (ROA) 3,10 2,56 3,47
Return on Equity (ROE) 15,54 13,62 17,62
Net Interest Margin (NIM) 4,18 4,64 5,21
Rasio Efisiensi (BOPO) 69,12 73,61 65,60
Loan to Deposit Ratio (LDR) 64,48 70,34 74,03
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan,
atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek
yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan [3-3] [F.3]
Bank Mega terus mengintegrasikan prinsip keuangan
berkelanjutan ke dalam kegiatan intermediasi dan
portofolio pembiayaan di seluruh segmen usaha sebagai
bagian dari dukungan terhadap transisi menuju ekonomi
rendah karbon dan pertumbuhan yang inklusif. Seluruh
proses penyaluran dana diarahkan agar sejalan dengan
Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) serta
taksonomi dan kebijakan regulator, sehingga pembiayaan
yang diberikan tidak hanya mendorong pertumbuhan
bisnis, tetapi juga memberikan nilai sosial dan lingkungan
yang positif.
Bank Mega menetapkan target pertumbuhan tahunan
minimal 5% untuk portofolio yang memenuhi kriteria
KKUB. Target ini dirumuskan dalam Rencana Aksi
Keuangan Berkelanjutan (RAKB) dan diintegrasikan
langsung ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), sehingga
menjadi pedoman bagi unit bisnis dalam merancang
produk, menyusun prioritas pembiayaan, dan melakukan
pengelolaan risiko lingkungan serta sosial. Pemantauan
realisasi target dilakukan secara berkala melalui forum
manajemen risiko, komite bisnis, serta mekanisme tata
kelola Bank, memastikan adanya ruang penyesuaian
kebijakan apabila terjadi dinamika ekonomi, perubahan
regulasi, maupun pergeseran risiko sektor pembiayaan.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 47
Page 48
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Pelibatan Pihak Lokal dalam Rantai jejak dan reputasi, pengalaman kerja, kesehatan keuangan,
kapasitas operasional, serta kesesuaian dengan kebijakan
Pasok keberlanjutan dan kepatuhan Bank Mega.
Bank Mega memandang pengelolaan rantai pasok sebagai Proses verifikasi kredibilitas pemasok dilakukan secara cermat
bagian penting dalam penerapan praktik bisnis berkelanjutan. dan sistematis. Bank Mega terlebih dahulu mengidentifikasi
Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa operasional, kebutuhan barang atau jasa dan menetapkan spesifikasi serta
Bank Mega mengutamakan penggunaan pemasok lokal. kriteria pemasok yang diperlukan. Setelah itu, calon pemasok
Sepanjang 2025, seluruh kebutuhan tersebut dipenuhi oleh diminta melengkapi dokumen legalitas, referensi pengalaman,
pemasok lokal sehingga porsinya mencapai 100%, dengan dan laporan keuangan dalam bentuk cetak maupun digital.
jumlah 24 vendor. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat Tahap berikutnya adalah kunjungan langsung ke lokasi
perekonomian daerah, tetapi juga memperpendek jarak pemasok untuk memastikan keberadaan usaha, menilai fasilitas
rantai pasok sehingga mendorong efisiensi dan menurunkan yang tersedia, memeriksa jumlah dan kompetensi karyawan,
jejak emisi. Selain itu, kedekatan geografis dengan pemasok serta meninjau tata kelola operasional bersama penanggung
memudahkan koordinasi, pemantauan mutu, dan pemenuhan jawab perusahaan. Melalui rangkaian proses tersebut, Bank
kebutuhan layanan di seluruh jaringan kantor Bank Mega. Mega berupaya membangun kemitraan jangka panjang yang
saling menguntungkan, transparan, dan selaras dengan nilai
Untuk memastikan setiap pemasok memenuhi prinsip kehati keberlanjutan yang menjadi prinsip perusahaan.
hatian, integritas, dan profesionalisme, Bank Mega menerapkan
Jumlah Pemasok [204-1]
standar kualifikasi yang tertuang dalam Surat Keputusan
Nomor 078/DIRBM/24 tanggal 25 Juli 2024 tentang Kualifikasi, Tahun Pemasok Lokal/Nasional Pemasok Internasional
Verifikasi, dan Evaluasi Vendor. Dokumen ini menjadi
2025 24 0
pedoman utama dalam proses seleksi dan pengelolaan mitra.
Pelaksanaannya dilakukan oleh unit kerja Procurement and 2024 27 0
General Services yang bertanggung jawab atas penilaian 2023 24 0
awal, evaluasi kinerja secara berkala, dan pembaruan daftar Kategori Lokal: Vendor yang beroperasi di wilayah Indonesia
vendor. Kriteria penilaian meliputi legalitas perusahaan, rekam
01 02 03 04 05
Identifikasi Kebutuhan Seleksi Spesifikasi & Calon Pemasok Melengkapi Identifikasi Kebutuhan Pengambilan
Barang/Jasa Kriteria Calon Pemasok Dokumen Legalitas Barang/Jasa Keputusan
48 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 49
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Kinerja
Keuangan Berkelanjutan
Pada tahun 2025, total pembiayaan yang memenuhi kriteria keuangan berkelanjutan tercatat sebesar Rp21.915 miliar, dibandingkan
tahun 2024 sebesar Rp27.519 miliar. Meskipun terjadi penurunan secara nominal, Perseroan tetap berkomitmen untuk menyalurkan
pembiayaan berkelanjutan secara selektif dan prudent, dengan memperhatikan kualitas aset, keberlanjutan proyek yang dibiayai,
serta keselarasan dengan kebijakan internal dan ketentuan regulator.
Ke depan, Bank Mega berkomitmen meningkatkan porsi dan kualitas portofolio berkelanjutan dengan tetap mengedepankan
prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang kuat. Prioritas diarahkan pada ekspansi pembiayaan di sektor hijau dan sosial yang
prospektif, peningkatan kapasitas internal dalam menilai risiko lingkungan dan sosial, serta penguatan sistem pelaporan. Dengan
pendekatan ini, Bank Mega memastikan bahwa pengelolaan keuangan berkelanjutan tidak hanya menghasilkan kinerja portofolio
yang solid, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketahanan iklim nasional.
Realisasi Total Pembiayaan Keuangan Berkelanjutan [F.3] [FS7] [FS8] [FS11]
Uraian 2025 2024
a. Penghimpunan Dana NoA Rp Miliar NoA Rp Miliar
17.204 535 19.381* 614
b. Penyaluran Dana CIF Rp Miliar CIF Rp Miliar
973 21.916 592 27.519
Total Aset Produktif Kegiatan Usaha Berkelanjutan (Rp) 21.916 27.519
a. Total Kredit Pembiayaan Usaha Berkelanjutan (Rp) 21.916 27.519
b. Total Non-Kredit/Pembiayaan Non-Kegiatan Usaha Berkelanjutan (Rp) 45.241 36.974
Persentase total kredit/pembiayaan kegiatan usaha berkelanjutan terhadap total 33% 43%
kredit/pembiayaan bank (%)
Jumlah dan kualitas kredit/pembiayaan berdasarkan kategori kegiatan Rp Miliar NPL (%) Rp Miliar NPL (%)
usaha berkelanjutan
Energi Terbarukan 91 0,00 231 0,00
Efisiensi Energi 1.439 0,00 1.002 0,00
Pencegahan dan Pengendalian Polusi - 0,00 - 0,00
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan 4.436 0,00 5.184 0,00
Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air - 0,00 - 0,00
Transportasi Ramah Lingkungan 606 0,00 603 0,00
Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan - 0,00 - 0,00
Adaptasi Perubahan Iklim - 0,00 - 0,00
Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan Menghasilkan 1.408 0,00 2.339 0,00
Lebih Sedikit Polusi (Eco-efficient)
Bangunan Berwawasan Lingkungan yang Memenuhi Standar atau Sertifikasi yang 4.790 0,06 5.276 0,07*
diakui Secara Nasional/Regional/Internasional
Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lainnya yang Berwawasan Lingkungan 8.607 0,02 12.487 0,03*
Kegiatan UMKM 539 0,01 397 0,00
*Terdapat penyajian kembali (restatement) atas data tahun 2024 sehubungan dengan penyempurnaan metode perhitungan.
Penyaluran Kredit per Segmen [FS6] [FS7]
2025 2024 2023
Uraian
Rp Miliar % Rp Miliar % Rp Miliar %
Portofolio Kredit Korporasi 20.685 94,39 26.340 95,71 24.370 97,87
Portofolio Kredit Komersial 673 3,07 765 2,78 471 1,89
Portofolio Kredit Retail (UMKM & Konsumer) 413 1,88 235 0,86 59 0,24
Portofolio Kredit Indirect Channel 145 0,66 179 0,65 0 0,00
Jumlah 21.916 100,00 27.519 100,00 24.900 100,00
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 49
Page 50
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Pembiayaan pada Sektor Kegiatan Pembiayaan pada Sektor Ramah
Usaha dan/atau Kegiatan Lain yang Lingkungan Lainnya
Berwawasan Lingkungan Lainnya
Selain pembiayaan pada kategori kegiatan usaha berwawasan
lingkungan lainnya dan sektor sumber daya alam hayati
Pada tahun 2025, pembiayaan Bank Mega untuk sektor
berkelanjutan, Bank Mega juga menyalurkan pembiayaan
kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan
signifikan pada berbagai sektor ramah lingkungan yang
lingkungan lainnya menjadi salah satu kontributor terbesar
mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Pada
dalam portofolio Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan
tahun 2025, total pembiayaan pada kelompok ini mencapai
(KKUB). Total pembiayaan tahun 2025 pada kategori ini
Rp2.135 miliar, mencakup beberapa kategori utama yang
tercatat sebesar Rp8.607 miliar, dibandingkan tahun 2024
berkontribusi langsung pada pengurangan emisi dan
sebesar Rp12.487 miliar. Penurunan tersebut terutama
peningkatan efisiensi sumber daya.
disebabkan oleh semakin terdiversifikasinya arah penyaluran
kredit ke sektor-sektor KKUB lainnya, seiring dengan
Pembiayaan tersebut dialokasikan untuk sektor energi
perluasan cakupan debitur yang memenuhi kriteria keuangan
terbarukan, seperti proyek pembangkit listrik rendah emisi;
berkelanjutan dan penguatan proses seleksi berbasis risiko.
efisiensi energi, termasuk modernisasi peralatan dan teknologi
Meskipun demikian, kategori ini tetap berperan penting dalam
hemat energi; serta transportasi ramah lingkungan yang
mendukung kegiatan yang memiliki dampak positif bagi
mendorong pergeseran menuju moda transportasi yang lebih
lingkungan, khususnya proyek yang berkaitan dengan efisiensi
bersih. Selain itu, Bank juga membiayai bangunan berwawasan
sumber daya, pengelolaan lingkungan, dan pengurangan emisi
lingkungan yang memenuhi standar atau sertifikasi nasional
di berbagai wilayah operasional.
maupun internasional, serta produk-produk eco-efficient yang
berfungsi mengurangi penggunaan sumber daya alam dan
Pembiayaan pada Sektor Sumber Daya menghasilkan polusi yang lebih rendah selama siklus hidupnya.
Alam Hayati Berkelanjutan [FS10] Penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor ini mencerminkan
komitmen Bank Mega untuk memperluas kontribusi terhadap
Dalam kategori sumber daya alam hayati dan penggunaan pencapaian target pembangunan berkelanjutan, mendukung
lahan berkelanjutan, Bank Mega menyalurkan pembiayaan agenda mitigasi perubahan iklim nasional, serta menerapkan
kepada 50 debitur pada tahun 2025, termasuk dari sektor prinsip keuangan berkelanjutan secara konsisten melalui
perkebunan kelapa sawit dan pengelolaan sumber daya seleksi portofolio yang berdampak positif bagi lingkungan dan
alam lainnya yang dinilai memenuhi prinsip keberlanjutan. masyarakat.
Tahun 2025, terdapat 10 debitur yang memenuhi prinsip
keberlanjutan tersebut, jumlah ini menurun dibandingkan Selain itu, sebagai bagian dari komitmen Kami dalam
dengan tahun 2024 yang sebesar 14 debitur. Penyaluran mendukung Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (TPB
pembiayaan pada sektor ini dilakukan secara selektif dengan 8), Bank Mega menetapkan target penyaluran pembiayaan
menerapkan prinsip kehati-hatian serta integrasi risiko kepada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
lingkungan dan sosial ke dalam proses analisis kredit. pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
tahun 2025 sebesar Rp417 miliar. Target ini ditujukan untuk
Untuk sektor kelapa sawit, Bank mewajibkan debitur memiliki memperluas akses pembiayaan, memperkuat kapasitas usaha,
sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan/atau serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), atau minimal berkelanjutan.
menunjukkan progres pemenuhan sertifikasi tersebut.
Persyaratan ini merupakan bagian dari komitmen Bank untuk Hingga akhir tahun 2025, realisasi pembiayaan UMKM pada
memastikan bahwa aktivitas operasional debitur dilakukan KKUB tercatat mencapai Rp539 miliar. Capaian ini melampaui
sesuai praktik pengelolaan lahan yang legal, transparan, target yang telah ditetapkan, mencerminkan tingginya
dan bertanggung jawab, termasuk dalam aspek konservasi permintaan pembiayaan produktif serta efektivitas strategi
keanekaragaman hayati, pemenuhan hak tenaga kerja, serta Bank dalam menyalurkan kredit kepada pelaku usaha. Melalui
pencegahan pembukaan lahan yang merusak lingkungan. dukungan pembiayaan tersebut, Bank Mega berkontribusi
Melalui pendekatan ini, pembiayaan sektor sumber daya alam dalam mendorong keberlangsungan usaha, penciptaan
hayati yang diberikan Bank tidak hanya berorientasi pada nilai lapangan kerja, serta penguatan struktur ekonomi nasional.
ekonomi, tetapi juga pada pengurangan risiko dan penciptaan
dampak keberlanjutan jangka panjang.
50 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 51
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Jejak Hijau
yang Bertanggung Jawab [3-3]
Penggunaan Material Ramah operasional dan komitmen terhadap keberlanjutan berjalan
seiring, tanpa mengorbankan salah satu di antaranya.
Lingkungan [F.5]
Bank Mega menyadari bahwa transisi menuju operasi Dalam praktiknya, Bank menerapkan pengelolaan energi
berkelanjutan tidak hanya bergantung pada efisiensi energi yang berbasis keseimbangan: menyediakan energi yang
dan digitalisasi, tetapi juga pada pendekatan yang lebih cukup untuk mendukung kegiatan bisnis dan layanan
bertanggung jawab dalam penggunaan material. Hingga perbankan digital yang terus berkembang, namun pada saat
akhir tahun 2025, Bank belum menggunakan material daur yang sama menekan konsumsi energi yang tidak diperlukan
ulang dalam operasional kantor. Meskipun demikian, upaya serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi
pengurangan material sekali pakai terus diperkuat sebagai konvensional yang tidak terbarukan. Strategi ini memperkuat
bagian dari komitmen lingkungan Bank. posisi Bank sebagai institusi jasa keuangan yang bertanggung
jawab, dengan orientasi terhadap efisiensi, mitigasi emisi, dan
Penerapan lampu LED hemat energi di seluruh jaringan kantor, peningkatan kinerja lingkungan secara bertahap dari tahun ke
pembatasan penggunaan AC dan printer, serta prioritas tahun.
penggunaan aplikasi dan dokumen digital telah menjadi
fondasi dalam peralihan menuju operasi yang lebih rendah Pada tahun 2024, total konsumsi energi Bank Mega mencapai
jejak material. Ke depan, Bank Mega akan terus mengevaluasi 139.004,97 GJ, angka ini dapat menjadi dasar perhitungan
peluang penggunaan material ramah lingkungan dalam yang terdiri dari penggunaan listrik dan bahan bakar minyak
operasional kantor, termasuk kemungkinan pemanfaatan (BBM) di Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor Cabang.
material daur ulang serta penerapan pengadaan barang dengan Dengan pendekatan ini, kinerja energi dapat dievaluasi bukan
pertimbangan lingkungan. Langkah ini diarahkan sebagai hanya berdasarkan volume konsumsi, tetapi juga berdasarkan
bagian dari penguatan praktik kerja yang bertanggung jawab produktivitas energi dalam mendukung kegiatan operasional.
dan mengurangi timbulan limbah, sejalan dengan komitmen Sementara itu, di tahun 2025, total konsumsi energi tercatat
keberlanjutan perusahaan. sebesar 127.948,96 GJ, yang menunjukkan adanya penurunan
konsumsi energi serta peningkatan efisiensi dalam operasional
Pengelolaan Energi [F.6][302-1][302-3][302-4][E-03] Bank.
Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan Sebagai bagian dari manajemen ketahanan layanan, Bank
Bank Mega memandang energi sebagai sumber daya strategis mengoperasikan genset sebagai sumber energi cadangan
yang menentukan keberlangsungan layanan perbankan untuk memastikan zero downtime ketika terjadi pemadaman
sekaligus berpengaruh langsung terhadap jejak karbon listrik. Namun demikian, pengoperasian genset dilakukan secara
operasional perusahaan. Oleh karena itu, pengelolaan energi terukur untuk menjaga agar penggunaan BBM tidak meningkat
tidak hanya diarahkan pada ketersediaan pasokan untuk secara tidak proporsional dan tidak memberi kontribusi
menjamin kenyamanan dan produktivitas karyawan, tetapi berlebihan terhadap emisi operasional. Dengan kata lain,
juga pada efisiensi pemakaian dan pengendalian emisi yang keberlanjutan tidak diperoleh dengan mengorbankan stabilitas
menyertainya. Pendekatan ini memastikan bahwa stabilitas layanan, melainkan dicapai melalui keseimbangan antara
keandalan operasional dan pengendalian sumber energi.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 51
Page 52
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Pengendalian konsumsi BBM & listrik
Strategi efisiensi BBM di Bank Mega diarahkan untuk penurunan pada 2025 menjadi 97.272 liter, setara efisiensi
memastikan mobilitas operasional tetap berjalan optimal sekitar 24%. Di Kantor Wilayah dan Cabang, konsumsi pada
dengan konsumsi bahan bakar yang semakin rendah dari 2024 sebesar 821.218 liter dan ditargetkan turun menjadi
tahun ke tahun. Pendekatan ini dilakukan melalui pengaturan 754.359,42 liter pada 2025, atau efisiensi sekitar 8–9%. Hingga
penggunaan kendaraan dinas dan penerapan pola perjalanan Desember 2025, konsumsi BBM tercatat sebesar 99.362 liter
yang lebih terkendali serta berbasis prioritas operasional. di Kantor Pusat dan 755.473 liter di Kantor Wilayah & Cabang,
sehingga Perseroan merealisasikan efisiensi konsumsi BBM
Perjalanan dinas hanya dilakukan apabila diperlukan, sementara sebesar 22,44% di Kantor Pusat dan 8,01% di Kantor Wilayah &
sebagian kebutuhan mobilitas telah dialihkan ke layanan Cabang, atau 9,95% secara total dibandingkan konsumsi BBM
transportasi daring yang penggunaannya dapat dimonitor secara tahun 2024.
kuantitatif untuk memastikan akuntabilitas konsumsi dan biaya.
Untuk kendaraan dinas yang tetap beroperasi, Bank menerapkan Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian mobilitas bukan
standar lingkungan melalui kewajiban uji emisi secara berkala hanya efektif dalam menekan biaya operasional, tetapi juga
guna menjamin bahwa armada yang digunakan memenuhi menjadi kontributor signifikan terhadap pengurangan emisi
kriteria efisiensi dan kepatuhan terhadap kualitas udara. karbon dari sumber energi fosil di seluruh jaringan kantor
Bank Mega.
Penerapan strategi tersebut telah memberikan dampak
pengendalian konsumsi BBM yang terukur. Di Kantor Pusat,
konsumsi BBM pada 2024 mencapai 128.114 liter, dengan target
Konsumsi
Energi BBM
BBM Kantor Pusat (Liter) BBM Kantor Pusat (GJ)
99.362 3.398,18
2025 2025
128.114 4.381,50
2024 2024
160.084 5.474,87
2023 2023
BBM Kantor Wilayah dan Cabang (Liter) BBM Kantor Wilayah dan Cabang (GJ)
755.473 25.837,18
2025 2025
821.218 28.085,66
2024 2024
823.186 28.152,96
2023 2023
Total (Liter) Total (GJ)
854.835 29.235,36
2025 2025
949.332 32.467,16
2024 2024
983.270 33.627,83
2023 2023
52 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 53
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Di Kantor Wilayah dan Cabang, konsumsi listrik berada
Energi Terbarukan [F.7][302-4] pada kisaran 17 juta kWh pada 2024 dan diperkirakan relatif
Penggunaan listrik merupakan komponen terbesar dalam stabil mengingat adanya perluasan aktivitas operasional dan
konsumsi energi Bank Mega, sehingga efisiensi listrik menjadi pembukaan cabang baru. Menghadapi kondisi tersebut, Bank
prioritas utama dalam pengelolaan energi operasional. Bank memindahkan fokus pengendalian dari pengurangan angka
menerapkan manajemen listrik yang disiplin dan menyeluruh absolut konsumsi listrik menjadi pengendalian intensitas
melalui pengaturan suhu pendingin ruangan, pembatasan energi, yaitu energi yang digunakan per meter persegi luas
aktivitas pada jam Waktu Beban Puncak (WBP), kewajiban gedung atau per pegawai. Pendekatan ini memastikan
mematikan perangkat di area yang tidak digunakan, serta pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan ekspansi jaringan
penerapan lampu LED hemat energi di seluruh jaringan kantor. kantor tidak secara otomatis diikuti dengan peningkatan
konsumsi listrik yang proporsional.
Langkah efisiensi ini menunjukkan dampak yang terukur.
Di Kantor Pusat, konsumsi listrik pada tahun 2024 tercatat Dengan demikian, strategi efisiensi listrik Bank Mega
sebesar 12,58 juta kWh. Melalui penerapan praktik efisiensi tidak hanya berorientasi pada pengurangan pemakaian
yang lebih konsisten dan berbasis monitoring pemakaian per semata, tetapi pada peningkatan produktivitas energi yang
lantai, Bank menargetkan penurunan konsumsi menjadi 11,52 menghasilkan nilai operasional yang lebih besar dengan
juta kWh pada 2025, setara dengan peningkatan efisiensi sumber daya energi yang lebih efisien.
sekitar 8,4% dibandingkan tahun 2024.
Konsumsi Listrik [E-03]
2025 2024 2023
Wilayah/Cakupan
Kwh GJ Kwh GJ Kwh GJ
Listrik Kantor Pusat 11.680.252 42.048,9 12.578.588 45.282,9 12.443.820,0 44.797,8
Listrik Kantor Wilayah dan Cabang 15.740.183 56.664,7 17.015.249 61.254,9 - -
Total 27.420.435 98.713,6 29.593.837 106.537,8 12.443.820,0 44.797,8
Total Konsumsi Energi Dalam Organisasi [F.6][302-1, 302-3]
Uraian Satuan 2025 2024 2023*
BBM GJ 29.235,36 32.467,15 33.627,83
Listrik GJ 98.713,60 106.537,81 44.797,75
Total GJ 127.948,96 139.004,97 78.425,59
Luas operasional m2 312.943,42 314.466,42 -
Intensitas penggunaan energi GJ/m 2
0,41 0,44 -
*Terdapat perbedaan cakupan perhitungan data dengan tahun 2024 dan 2025, tahun 2023 hanya mencakup data Kantor Pusat saja.
1. Optimalisasi penggunaan kendaraan dinas melalui pengaturan perjalanan dinas, penyesuaian jam
kerja, serta monitoring jarak tempuh untuk memastikan efisiensi bahan bakar dan penurunan emisi.
2. Peralihan sebagian perjalanan dinas ke transportasi daring sebagai moda mobilitas yang lebih efisien
dan terukur dalam konsumsi bahan bakar dan biaya operasional.
3. Penerapan standar lingkungan pada kendaraan dinas dengan kewajiban lulus uji emisi secara berkala
untuk menjaga kualitas operasional yang ramah lingkungan.
4. Pengendalian penggunaan kertas dengan penerapan batas maksimal pencetakan pada mesin printer/
fotokopi, termasuk kontrol pembelian kertas dan penghentian langganan koran serta majalah fisik.
5. Akselerasi digitalisasi proses kerja melalui formulir digital, penyimpanan dokumen elektronik, dan
e-Statement untuk menekan konsumsi kertas, mempercepat proses, dan mengurangi limbah.
6. Pengurangan pemakaian listrik dengan mematikan perangkat di area yang tidak digunakan dan
Langkah Hijau mengoptimalkan jadwal aktivitas untuk menghindari beban pada jam Waktu Beban Puncak (WBP).
Bank Mega [F.7] 7. Pengaturan penggunaan pendingin ruangan secara bijak dengan standar suhu yang konsisten dan
[302-4]
hemat energi di seluruh area kantor.
8. Penerapan lampu hemat energi di seluruh jaringan kantor untuk mengurangi konsumsi listrik pada
area operasional jangka panjang.
9. Penghentian penggunaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) gelas dan botol sekali pakai di seluruh
area kantor, digantikan dengan dispenser dan wadah guna ulang untuk menekan limbah plastik.
10. Pengoperasian lima unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ultra fast charging di
Menara Bank Mega sebagai dukungan bagi adopsi kendaraan listrik oleh karyawan dan pengunjung.
11. Penggantian beberapa kendaraan operasional Direksi dan Dewan Komisaris menjadi kendaraan listrik
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 53
Page 54
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Pengelolaan Air [F.8][303-1][303-3][303-5] Pengelolaan air dilakukan secara preventif maupun korektif,
dengan mencakup beberapa komponen utama:
Bank Mega memandang air sebagai bagian dari sumber • Pengecekan kondisi jaringan distribusi air dan peralatan
daya pendukung operasional yang penting bagi kenyamanan sanitasi secara berkala,
lingkungan kerja serta kesehatan karyawan dan nasabah. • Perbaikan segera terhadap kebocoran untuk mencegah
Sejalan dengan prinsip operasional berkelanjutan, penggunaan pemborosan,
air dikelola dengan pendekatan efisiensi, pengendalian • Kampanye penggunaan air secara bijak bagi seluruh
konsumsi, dan pencegahan pemborosan, untuk memastikan karyawan,
ketersediaan air tetap terjaga dan dampak lingkungan dari • Pemantauan volume pemakaian secara periodik sebagai
operasional Bank tetap minimal. dasar evaluasi dan pembentukan target efisiensi tahunan.
Bank Mega memperoleh pasokan air bersih melalui Pendekatan ini memastikan bahwa efisiensi air bukan hanya
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh jaringan menjadi aktivitas teknis, tetapi terintegrasi dalam perilaku
kantor. Bank tidak melakukan pengambilan air dari sumber air operasional sehari-hari. Bank juga terus meningkatkan kualitas
tanah maupun wilayah dengan risiko water stress, sehingga pelaporan penggunaan air melalui ekspansi cakupan data dan
pemenuhan kebutuhan air tidak memberikan tekanan integrasi pemantauan pemakaian air di lebih banyak lokasi.
tambahan terhadap sumber daya air lokal. Air digunakan untuk
kebutuhan aktivitas operasional kantor, sanitasi, kebersihan Melalui upaya ini, Bank Mega memastikan bahwa pengelolaan
fasilitas, dan pemeliharaan lingkungan di Kantor Pusat hingga air mendukung operasional yang nyaman dan produktif,
Kantor Cabang. sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan untuk
mengurangi dampak lingkungan dan berkontribusi pada
Pada 2025, total penggunaan air di seluruh jaringan kantor Bank praktik bisnis berkelanjutan dalam jangka panjang.
Mega mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor
Cabang tercatat sebesar 173.366,17 m³ jumlah ini menurun
dari total penggunaan air tahun 2024 yang sebesar 194.636,32 Penggunaan Air [F.8][E-04]
m³. mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor
Cabang. Penurunan ini disebabkan berkurangnya kebutuhan
173.366,17 m 3
air yang secara langsung dapat menurunkan konsumsi air di
2024 2023
semua kantor. Pelaporan data air pada tahun 2024 menjadi
dasar untuk penetapan cakupan untuk perhitungan baseline 194.636,32 m 3
212.513,94 m3
dan intensitas pemakaian air per karyawan maupun per luas
bangunan pada periode pelaporan berikutnya.
Selama tiga tahun terakhir, Bank Mega mencatat tren penurunan
penggunaan air yang konsisten sebagai bagian dari penguatan
efisiensi operasional dan penerapan praktik kerja yang lebih
bertanggung jawab terhadap sumber daya. Penurunan bertahap
ini mencerminkan semakin efektifnya upaya pengendalian
konsumsi air di seluruh jaringan kantor, baik di Kantor Pusat,
Kantor Wilayah, maupun Kantor Cabang.
54 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 55
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Kontribusi terhadap Pelestarian Alam
dan Keanekaragaman Hayati [F.4][F.9][F.10][304-1][304-2]
Usaha Konservasi
Keanekaragaman Hayati
Bank Mega menjalankan berbagai kontribusi pelestarian
lingkungan sebagai bagian dari peran sektor perbankan
dalam pembangunan berkelanjutan. Meski aktivitas
operasional Bank tidak berdampak langsung terhadap
keanekaragaman hayati atau tidak berada dekat dengan
daerah konservasi, Bank tetap mengambil peran melalui
program konservasi yang dijalankan secara kolaboratif
bersama pemangku kepentingan nasional. Pendekatan ini
memperluas nilai tanggung jawab sosial Bank, sekaligus
memperkuat ketahanan ekosistem dan manfaat sosial–
ekonomi bagi masyarakat.
Sejak tahun 2022, Bank Mega turut mendukung program
konservasi bambu di Desa Ngargoretno, Magelang,
Jawa Tengah, yang diprakarsai Forum Komunikasi
Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) bersama
Yayasan KEHATI, PPATK, serta sembilan bank nasional.
Penanaman simbolis 100 bibit bambu yang diikuti Bank Biaya Lingkungan Hidup [F.4]
Mega merupakan bagian dari target penanaman ±15.875 Sepanjang tahun 2025, Bank Mega telah mengeluarkan
bibit di lahan seluas sekitar 27 hektar di Kawasan Bukit Biaya lingkungan hidup sebesar Rp14.500.000,-.
Menoreh, yang merupakan wilayah rentan longsor dan
kekeringan akibat kontur tanah miring.
Konservasi bambu di Desa Ngargoretno tidak hanya difokuskan pada penanaman, melainkan membangun
sistem sosial–ekologis berbasis bambu, dengan beberapa aspek utama berikut:
Mitigasi Bencana Ekonomi Hijau
Sistem perakaran bambu memperkuat struktur tanah dan Produk turunan bambu, wisata edukasi, dan agrowisata
mencegah erosi; warga mengembangkan sistem peringatan (termasuk madu hutan) meningkatkan pendapatan
dini longsor (EWS) sederhana menggunakan bilah bambu masyarakat.
dan lonceng sebagai indikator pergerakan tanah.
Pemanfaatan Lokal Pelestarian Spesies Endemik
Bambu digunakan sebagai material konstruksi rumah tahan Desa Ngargoretno melestarikan varietas bambu seperti
gempa dan pergerakan tanah, serta sebagai bahan baku petung, ori, apel, dan wulung.
kerajinan.
Pemilihan bambu sebagai spesies konservasi dilakukan bukan tanpa alasan. Bambu memiliki
kemampuan ekologis penting, antara lain menyerap air dalam jumlah besar untuk menjaga kelembapan
tanah dan mengurangi potensi kekeringan; memperkuat struktur tanah melalui sistem perakaran yang
rapat sehingga mampu mencegah erosi dan longsor; berpotensi menghasilkan oksigen dan menyerap
karbon dalam jumlah signifikan karena laju pertumbuhannya yang cepat dibandingkan tanaman lainnya;
serta memiliki siklus pertumbuhan yang pendek sehingga dapat pulih dan berkembang optimal dalam
waktu singkat. Kombinasi manfaat ini menjadikan bambu sebagai spesies konservasi yang efektif untuk
memulihkan ekosistem perbukitan dan meningkatkan kualitas daerah tangkapan air.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 55
Page 56
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Dampak dari Wilayah Operasional Pengendalian Emisi [305-1, 305-2, 305-3][E-01][E-06]
yang Dekat atau Berada di [E-07][F.11]
Daerah Konservasi atau Memiliki
Bank Mega berkomitmen mengelola dan menurunkan emisi
Keanekaragaman Hayati Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai bagian dari kontribusi
sektor jasa keuangan terhadap agenda transisi menuju
Dampak positif dari program ini meliputi penguatan struktur ekonomi rendah karbon dan pencapaian Net Zero Emission
tanah dan pengurangan risiko longsor melalui sistem perakaran (NZE) Indonesia 2060. Sejalan dengan hal tersebut, Bank
bambu, peningkatan daya serap air dan kualitas daerah telah mengintegrasikan inventarisasi emisi ke dalam proses
tangkapan air, serta kontribusi terhadap penyerapan karbon. pelaporan tahunan dan perencanaan strategis Rencana Aksi
Dari sisi sosial–ekonomi, konservasi bambu mendukung Keuangan Berkelanjutan (RAKB), sehingga pengendalian
pemanfaatan lokal sebagai material konstruksi tahan bencana, emisi bukan hanya proses pelaporan kepatuhan, melainkan
pengembangan produk kerajinan dan wisata edukasi, serta bagian dari manajemen risiko operasional dan keberlanjutan
peningkatan pendapatan masyarakat melalui ekonomi hijau. bisnis.
Program ini juga berkontribusi pada pelestarian spesies
bambu lokal dan penguatan kesadaran lingkungan melalui Pengurangan emisi dilakukan melalui inisiatif efisiensi sumber
praktik budaya dan pelatihan masyarakat. daya yang mencakup penghematan listrik, pengendalian
penggunaan BBM kendaraan operasional, digitalisasi untuk
Dampak negatif dan keterbatasan yang disadari Bank antara menekan konsumsi kertas, pengurangan pemakaian air,
lain keterbatasan skala dampak karena program tidak berlokasi serta optimalisasi penggunaan transportasi daring untuk
di wilayah operasional langsung Bank, ketergantungan pada perjalanan dinas. Seluruh upaya ini dikelola secara terukur
keberlanjutan partisipasi masyarakat dan mitra, serta risiko untuk memastikan bahwa efisiensi operasional menghasilkan
bahwa manfaat ekologis memerlukan waktu jangka panjang dampak langsung terhadap penurunan emisi dari tahun ke
untuk terukur secara kuantitatif. Selain itu, kontribusi Bank tahun.
bersifat tidak langsung sehingga hasil konservasi sangat
dipengaruhi oleh faktor alam dan tata kelola lokal. Untuk mendukung transparansi dan keselarasan dengan
praktik pelaporan keberlanjutan, Bank Mega secara bertahap
Dukungan program konservasi bambu di Desa Ngargoretno telah menerapkan inventarisasi emisi GRK berdasarkan
terus dilaksanakan secara konsisten oleh Bank Mega melalui cakupan perhitungan sebagai berikut:
penanaman 100 bibit bambu dan alokasi biaya lingkungan
hidup tahunan sebesar Rp14.500.000,- hingga tahun 2027. Cakupan Status
Sumber Utama
Langkah ini memastikan keberlanjutan inisiatif konservasi Perhitungan Emisi Perhitungan
dalam memperkuat ketahanan ekosistem dan pengembangan Scope 1 BBM kendaraan Sudah dihitung
kawasan edukasi dan geowisata Menoreh. Bagi Bank Mega, operasional, konsumsi
BBM genset, kertas HVS
inisiatif ini menjadi sarana untuk:
dan koran
• Menunjukkan peran sektor perbankan dalam pelestarian
lingkungan, Scope 2 Listrik, air PAM, Sudah dihitung
transportasi daring
• Memperkuat kesadaran dan budaya peduli lingkungan bagi (taksi online)
insan Bank,
Scope 3 Portofolio kredit Dalam tahap
• Mempererat hubungan dengan komunitas melalui dan instrumen surat pengembangan
konservasi berbasis masyarakat, berharga bertahap
• Mendukung transformasi ekonomi pedesaan menuju
ekonomi hijau.
56 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 57
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Pada tahun 2025, total emisi scope 1 yang tercatat adalah Saat ini, perhitungan Scope 3 yang mencakup emisi tidak
sebesar 1.391,55 ton CO₂e, nilai ini menurun apabila langsung dari portofolio Bank belum sepenuhnya dilakukan.
dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar Meskipun demikian, Bank telah menetapkan roadmap
1.552,93 ton CO₂e. Penurunan ini terutama berasal dari yang jelas untuk memperluas cakupan inventarisasi ke
pengendalian mobilitas kendaraan dinas dan akselerasi Scope 3 secara bertahap, selaras dengan kesiapan data dan
digitalisasi dokumen sehingga mengurangi konsumsi kertas pedoman regulator. Pengembangan pengukuran Scope 3 ini
fisik. Perhitungan dilakukan melalui konversi data konsumsi menjadi bagian dari prioritas RAKB 2024–2028, mencakup
BBM (liter/km) serta volume kertas (lembar/ton) dan dihitung pengumpulan data emisi debitur, penggunaan proksi intensitas
menggunakan kalkulator DPNP OJK. emisi untuk sektor prioritas, dan penyelarasan metodologi
pelaporan dengan pendekatan nasional dan internasional.
Sementara itu, emisi Scope 2 yang tercatat tahun 2025 sebesar
5.000,04 ton CO₂e, nilai ini menurun apabila dibandingkan Secara keseluruhan, pendekatan pengendalian emisi di Bank
dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 5.422,99 ton CO₂e. Mega tidak hanya berfokus pada penurunan emisi tahunan,
Angka ini dihitung berdasarkan konsumsi listrik dan air PAM tetapi pada pembangunan sistem manajemen emisi yang
yang dikonversi menggunakan kalkulator DPNP OJK. Tingkat semakin komprehensif dari tahun ke tahun. Hal ini mencakup
emisi ini menjadi dasar operasional untuk mengukur dampak penguatan integrasi antara pengukuran emisi, efisiensi energi
efisiensi energi dan penurunan intensitas energi pada periode dan sumber daya, stress testing risiko iklim, serta perencanaan
pelaporan selanjutnya. strategis keuangan berkelanjutan.
Jumlah Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya [305-1, 305-2]
Sumber emisi Satuan 2025 2024 2023
BBM Kantor Pusat 159,35 205,45 256,72
BBM Kantor Wilayah dan Cabang 1.211,55 1.316,98 1.320,14
Kertas HVS Kantor Pusat 8,12 11,28 10,27
TonCO₂
Kertas HVS Kantor Wilayah & Cabang 12,45 18,98 16,03
Kertas koran Kantor Pusat 0,08 0,09 0,12
Kertas koran Kantor Cabang 0,00 0,15 0,38
Total Emisi Cakupan 1 TonCO₂ 1.391,55 1.552,93 1.603,66
Listrik Kantor Pusat 2.098,31 2.259,70 2.235,48
Listrik Kantor Wilayah & Cabang 2.827,67 3.056,73 N/A
Air PAM Kantor Pusat TonCO₂ 12,90 14,01 14,54
Air PAM Kantor Wilayah & Cabang 17,90 20,38 23,00
Penggunaan taksi online 43,26 72,18 55,98
Total Emisi Cakupan 2 TonCO₂ 5.000,04 5.423,00 2.329,00
Total Emisi Cakupan 1 & 2 TonCO₂ 6.391,59 6.975,93 3.932,66
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 57
Page 58
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Intensitas Emisi & Upaya Reduksi Emisi [305-4, 305-5] [F.11][F.12][E-02]
Bank Mega mengendalikan intensitas emisi sebagai bagian dari sumber daya lainnya. Dengan demikian, penurunan intensitas
upaya sistematis untuk menurunkan jejak karbon operasional emisi bukan hanya mencerminkan penghematan energi, tetapi
tanpa mengurangi kapasitas layanan dan produktivitas bisnis. merupakan representasi langsung dari keberhasilan Bank
Pendekatan ini berfokus pada penurunan emisi per satuan dalam mengembangkan operasi yang semakin rendah emisi
aktivitas operasional, misalnya per luas kantor, per pegawai, dari tahun ke tahun.
atau per penggunaan energi, sehingga kinerja lingkungan
dapat diukur secara objektif, tidak hanya berdasarkan total Kombinasi keempat inisiatif memperkuat transformasi
angka emisi. pengendalian emisi berbasis intensitas, tidak hanya menekan
emisi absolut, tetapi memastikan bahwa setiap unit energi
Sejalan dengan peningkatan kualitas inventarisasi emisi, dan BBM yang digunakan menghasilkan output operasional
perhitungan intensitas emisi digunakan sebagai indikator yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Pendekatan
kinerja utama untuk memantau efektivitas program efisiensi ini menjadikan efisiensi, digitalisasi, dan transisi energi sebagai
energi, mobilitas operasional, digitalisasi proses, dan konservasi pilar utama operasional Bank yang berketahanan iklim.
Intensitas Emisi [E-02]
Indikator Satuan 2025 2024
Jumlah emisi tonCO₂ 6.391,59 6.975,93
Jumlah pegawai orang 5.287 5.701
Jumlah pendapatan operasional neto Rp Miliar 4.039,79 3.231,22
Intensitas emisi per-pegawai tonCO₂/orang 1,21 1,22
Intensitas emisi per-pendapatan operasional neto tonCO₂/pendapatan 1,58 2,16
operasional neto
58 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 59
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan:
Penggunaan BBM beroktan tinggi RON 95 Pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
untuk kendaraan operasional Regional Head guna (SPKLU) guna mendukung percepatan adopsi kendaraan
mendukung pembakaran yang lebih sempurna dan listrik dan mengurangi emisi dari sektor mobilitas internal.
mengurangi faktor emisi dari kendaraan berbahan
bakar fosil.
Kewajiban uji emisi kendaraan dinas secara berkala Efisiensi listrik di seluruh kantor Bank Mega melalui
untuk seluruh kendaraan operasional di Kantor Pusat pengaturan suhu pendingin ruangan, pembatasan
dan Cabang Jabodetabek, dengan seluruh kendaraan pemakaian listrik pada area yang tidak digunakan,
dinyatakan lulus standar uji emisi. penggunaan lampu LED hemat energi, dan optimalisasi
jadwal kerja untuk menghindari beban pada jam Waktu
Beban Puncak.
Transisi Energi sebagai Strategi Pengurangan Emisi [F.7, F.12] [302-4]
Bank Mega memandang penurunan emisi sebagai bagian Selain mendukung penurunan jejak karbon dalam jangka
esensial dari transformasi operasional menuju layanan panjang, infrastruktur SPKLU memperkuat posisi Bank
perbankan yang semakin rendah karbon. Karena itu, strategi Mega sebagai perusahaan jasa keuangan yang aktif
pengelolaan energi tidak hanya ditujukan untuk memastikan mendukung agenda transisi energi nasional. Implementasi
ketersediaan pasokan dan efisiensi pemakaian listrik maupun ini juga mencerminkan komitmen berkelanjutan Bank untuk
bahan bakar, tetapi juga diarahkan pada perubahan pola menghadirkan layanan perbankan yang tidak hanya andal dan
konsumsi energi jangka panjang menuju opsi yang lebih bersih produktif, tetapi juga ramah lingkungan serta selaras dengan
dan rendah emisi. target Net Zero Emission Indonesia 2060 yang dicanangkan
Indonesia.
Sejak 2024, Bank Mega mulai memasuki fase transisi energi
dengan mengadopsi infrastruktur berbasis kendaraan listrik. Dengan demikian, strategi energi Bank Mega kini bergerak
Hingga akhir 2025, kolaborasi dengan PT PLN (Persero) telah pada dua dimensi yang saling melengkapi:
menghadirkan 5 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik • efisiensi pemakaian energi untuk menurunkan konsumsi
Umum (SPKLU) ultra fast charging di Menara Bank Mega listrik dan bahan bakar secara internal, dan
sebagai fasilitas pengisian daya yang dapat digunakan oleh • transformasi sumber energi melalui penyediaan opsi
karyawan, mitra bisnis, maupun pengunjung. Keberadaan mobilitas berbasis listrik untuk mendukung ekosistem
SPKLU ini memberikan alternatif nyata bagi mobilitas transportasi rendah karbon.
operasional berbasis energi bersih, sekaligus mengurangi
ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar fosil. Pendekatan berlapis ini memastikan bahwa upaya
pengurangan emisi Bank Mega bukan sekadar respon jangka
Hadirnya SPKLU menjadi tonggak penting dalam evolusi pendek terhadap tuntutan efisiensi, tetapi menjadi bagian dari
pengelolaan energi di Bank Mega. Pendekatan efisiensi kini perubahan struktural menuju operasi perbankan yang semakin
tidak hanya dilakukan melalui penghematan pemakaian listrik, hijau dan berkelanjutan di masa mendatang.
pengaturan suhu AC, atau pengendalian penggunaan BBM,
tetapi diperluas dengan penyediaan infrastruktur energi bersih
sebagai pilihan baru dalam mobilitas internal perusahaan.
Dengan menyediakan akses langsung terhadap pengisian daya
kendaraan listrik, Bank Mega membangun fondasi pengurangan
emisi tidak langsung dari sektor transportasi internal, terutama
dari aktivitas perjalanan dinas dan penggunaan kendaraan
operasional.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 59
Page 60
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Pengelolaan
Limbah [306-1][306-2][306-3] [F.13][F.14][E-05]
Mekanisme Pengelolaan Limbah Transformasi Digital sebagai Pengungkit
Pengurangan Limbah Kertas
Limbah kertas masih menjadi komponen terbesar dari total
limbah operasional Bank Mega, sejalan dengan karakteristik
industri perbankan yang erat dengan aktivitas dokumentasi, Digitalisasi menjadi salah satu pilar strategis Bank Mega dalam
korespondensi, dan pelaporan. Pengelolaan limbah dilakukan mendorong operasional yang lebih efisien, rendah limbah,
melalui pendekatan reduce–reuse–recycle, dengan prioritas dan rendah emisi. Pengembangan layanan berbasis teknologi
pada pencegahan terbentuknya limbah di sumbernya sebelum tidak hanya ditujukan untuk mempercepat proses bisnis dan
penanganan akhir dilakukan. Bank Mega hanya bekerja sama meningkatkan pengalaman nasabah, tetapi juga menjadi
dengan pihak ketiga berizin dalam pengumpulan, pemindahan, langkah nyata Bank dalam mengurangi ketergantungan
dan pemrosesan limbah untuk memastikan kepatuhan pada dokumen fisik, formulir kertas, serta materi komunikasi
lingkungan secara menyeluruh. tercetak. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya
menciptakan layanan yang lebih mudah, cepat, dan aman,
Pada tahun 2025, volume limbah kertas yang dihasilkan tetapi juga memberikan dampak lingkungan yang terukur
tercatat sebesar 13,26 ton, dibandingkan tahun 2024 sebesar melalui penurunan timbulan limbah kertas yang secara umum
10,49 ton. Hal ini mencerminkan proses inventarisasi yang lebih menjadi salah satu sumber limbah terbesar pada aktivitas
detail dan menyeluruh terhadap limbah penggunaan kertas di perkantoran di industri perbankan.
berbagai unit kerja, baik di KPNO, Regional, maupun Cabang.
Pemantauan limbah dilakukan oleh unit kerja Procurement Untuk menjaga kesinambungan hasil, digitalisasi tidak
and General Services melalui pencatatan volume limbah per hanya dilakukan pada proses layanan nasabah, tetapi
periode, pengecekan kepatuhan vendor pengelolaan limbah, juga diintegrasikan dalam aktivitas internal melalui sistem
serta evaluasi internal atas area kerja dengan intensitas administrasi, pengelolaan data, pembelajaran, serta
pencetakan tinggi. pengendalian dokumen dan kebijakan. Sejumlah layanan dan
teknologi yang berkontribusi langsung pada pengurangan
Pengelolaan dan pengendalian penggunaan kertas dilakukan penggunaan kertas antara lain:
melalui beberapa inisiatif utama, antara lain:
• Penerapan batas maksimal pencetakan pada mesin printer/ • M-Smile
fotokopi di seluruh kantor, • E-Learning
• Kontrol pembelian kertas dan penghentian langganan • Mobile Onboarding
koran dan majalah fisik, • Card Initiation System
• Perluasan penggunaan formulir digital dan penyimpanan • Web Policy & Procedure Management System
dokumen elektronik, • Content Management
• Peningkatan penggunaan e-Statement dan kanal digital • E-Doc
untuk layanan nasabah, • Enterprise Data Warehouse
• Kampanye budaya kerja tanpa kertas dan default digital- • MEMo
first untuk proses administrasi internal.
Dengan kombinasi pencegahan pemborosan dan optimalisasi
sistem digital, pengelolaan limbah tidak hanya menghasilkan
efisiensi biaya, tetapi juga berperan langsung dalam
pengurangan emisi karbon. Setiap pengurangan volume limbah
kertas berkontribusi pada penurunan emisi dari penggunaan
sumber daya, proses produksi kertas, dan transportasi limbah.
Jumlah Limbah Kertas yang Dihasilkan [F.13][E-05]
Jumlah limbah kertas
13,26 Ton
2024 2023
10,49 Ton 15,05 Ton
60 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 61
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Kombinasi berbagai inisiatif tersebut membentuk mekanisme paperless operations yang menekan penggunaan kertas sejak awal
(pencegahan limbah), bukan sekadar mengelola limbah di tahap akhir. Pendekatan ini juga memperkuat efisiensi biaya operasional
serta mendukung pencapaian agenda keberlanjutan Bank, khususnya terkait efisiensi sumber daya dan kontribusi pada pengurangan
emisi. Pada tahun 2025, Bank Mega melanjutkan dan memperkuat agenda transformasi digital melalui pengembangan layanan
Kartu Kredit, termasuk peluncuran BLIV Card. Proses pengajuan kartu kredit ini dapat dilakukan melalui kanal digital dan terintegrasi
dengan aplikasi M-Smile, sehingga membantu mengurangi kebutuhan interaksi fisik serta meningkatkan efisiensi layanan bagi
nasabah.
Sejalan dengan hal tersebut, melalui pemanfaatan e-statement pada layanan kartu kredit, termasuk BLIV Card, Bank juga mendorong
pengurangan penggunaan kertas dan mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.
Dampak Efisiensi Kertas dari Program Digital
Sepanjang tahun 2025, berbagai layanan digital Bank Mega menunjukkan dampak positif yang signifikan melalui penghematan
kertas dalam skala besar, sekaligus menghasilkan manfaat lingkungan yang dapat dihitung. Berikut ringkasan capaian penghematan
kertas dari program digital utama:
Penghematan Penyerapan Potensi Produksi Pengurangan Total Pengurangan
Program Digital Efisiensi Pohon
Kertas (Ton CO₂) (Ton O₂) Emisi (Ton CO₂) Emisi (Ton CO₂)
M-Smile 429.094 lembar 37 pohon 0,54 16,66 2,02 2,56
E-Statement 9.246.395 lembar 805 pohon 11,3 353 39,94 51,21
Aplikasi Kartu 2.435.927 lembar 213 pohon 3 94 10,52 13,52
Kredit Digital
TOTAL 12.111.416 lembar 1.055 pohon 14,84 463,66 52,48 67,29
M-Smile: Inovasi Paperless Onboarding
Peningkatan adopsi layanan pembukaan rekening tabungan secara digital melalui M-Smile menjadi salah satu bukti nyata bagaimana
inovasi layanan dapat menghasilkan dampak lingkungan dan ekonomi sekaligus. Hingga 31 Desember 2025, pembukaan rekening
tabungan melalui kanal digital mencapai 119.193 rekening, yang turut mendorong peralihan dari formulir fisik menjadi proses digital.
Bank melakukan simulasi untuk menghitung efisiensi ekonomi dan dampak lingkungan dari konversi tersebut.
Simulasi Efisiensi Kertas dari Pembukaan Rekening Digital (2025)
Keterangan Penghematan Kertas (lembar) Efisiensi Ekonomi (Rp) Dampak Lingkungan (Σ pohon)
Form 286.064 33.183.368 25 pohon
Salinan Dokumen 143.031 10.918.984 12 pohon
Total 429.094 44.102.352 37 pohon
Dari simulasi tersebut, pembukaan rekening digital pada tahun 2025 diperkirakan berkontribusi pada pengurangan penggunaan
kertas hingga 429.094 lembar, efisiensi biaya sekitar Rp44.102.352, serta penyelamatan sekitar 37 pohon. Selain itu, efisiensi
tersebut juga diasosiasikan dengan kontribusi lingkungan berupa potensi produksi oksigen dan penurunan emisi karbon sesuai
kalkulasi yang digunakan Bank.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 61
Page 62
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Digitalisasi Kartu Kredit: E-Statement dan Pengajuan Kartu Kredit Digital
Dalam rangka mendukung implementasi keuangan berkelanjutan, segmen kartu kredit Bank Mega juga menjalankan inisiatif
digitalisasi proses dan pengurangan penggunaan kertas. Salah satu langkah yang dijalankan adalah penerapan e-statement bagi
pengguna kartu kredit.
Hingga 31 Desember 2025, jumlah pengguna kartu kredit yang telah menggunakan e-statement tercatat mencapai 947.707
account. Melalui inisiatif ini, Bank Mega berhasil menghemat 9.246.395 lembar kertas, yang setara dengan efisiensi 805 pohon,
serta berkontribusi pada pengurangan emisi sebesar 39.956 kg CO₂e.
Efisiensi Kertas dari E-Statement Kartu Kredit 2025
Penghematan Kertas Efisiensi Pohon Pengurangan Emisi
9.246.395 Lembar 805 pohon 39.956 kg CO e 2
Selain e-statement, Bank Mega juga menerapkan digitalisasi pada proses pengajuan kartu kredit, antara lain melalui penggunaan
tablet untuk direct sales dan kanal digital Bank. Hingga 31 Desember 2025, inisiatif ini menghasilkan efisiensi penggunaan kertas
sebesar 2.435.927 lembar, setara dengan 213 pohon, serta pengurangan emisi sebesar 10.526 kg CO₂e.
Efisiensi Kertas dari Pengajuan Kartu Kredit Digital 2025
Program/Inisiatif Penghematan Kertas (lembar) Efisiensi Pohon Pengurangan Emisi (kg CO₂e)
Pengajuan KK melalui sales direct 1.874.848 164 8.102
Pengajuan KK melalui aplikasi digital 561.079 49 2.425
Total 2.435.927 213 10.526
Metodologi Perhitungan (Asumsi & Referensi)
Agar perhitungan efisiensi dapat disajikan secara konsisten Asumsi berat kartu kredit ± 5 gram (mengacu ISO/IEC
dan transparan, Bank Mega menggunakan pendekatan simulasi 7810).
berbasis asumsi dan referensi berikut: Emisi produksi PVC + manufaktur: 3,25 kg CO₂e per 1 kg
A. Konversi kertas → pohon PVC (rujukan: PlasticsEurope, EcoInvent Database).
1 pohon = 23 rim kertas Estimasi emisi rata-rata 1 kartu plastik (energi, tinta,
(1 rim = 500 lembar; sehingga 1 pohon ≈ 11.500 lembar) transportasi, kemasan): 0,15–0,25 kg CO₂e/kartu
Sumber: tirto.id (artikel “mitos dan fakta tentang kertas”). (rujukan: Mastercard Carbon Footprint Study; Elliptic Labs,
B. Estimasi dampak lingkungan pohon 2021).
Produksi oksigen (O₂): 1 pohon = 1,2 kg/hari Catatan: rentang dipakai sebagai benchmark; hasil aktual
Serapan karbon (CO₂): 1 pohon = 14 kg/tahun bergantung material, pemasok, dan rantai pasok.
Sumber: beritasatu.com (artikel “tanam 1 pohon…”). E. Asumsi ekonomi (untuk simulasi efisiensi biaya kertas)
Catatan: angka ini digunakan sebagai proksi dan dapat Perhitungan didasarkan pada penggunaan kertas dalam 1
berbeda tergantung jenis/usia pohon dan lokasi. tahun.
C. Faktor emisi kertas Harga 1 rim kertas = Rp38.170 (1 rim = 500 lembar).
1 lembar kertas A4 menghasilkan rata-rata 4,32 g CO₂e 1 formulir fisik pembukaan rekening = 2 lembar kertas.
pada tahap produksi. Biaya 1 formulir fisik pembukaan rekening = Rp232,1 (sesuai
Sumber: Environmental Paper Network (EPN). data internal/perhitungan Bank).
D. Faktor emisi kartu (jika digunakan untuk analisis kartu) F. Metode perhitungan emisi (CO₂e)
Jejak karbon per kartu (carbon footprint): 15 gram CO₂ Perhitungan emisi (kg CO₂e) mengacu pada Kalkulator
(asumsi variabel per produksi kartu) DPNP OJK.
Sumber: thalesgroup.com (Eco-friendly credit card/carbon
neutrality).
62 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 63
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Efisiensi Penggunaan Kertas Koran di Kantor Pusat
Koran masih tersedia di Kantor Pusat Bank Mega sebagai Dengan menggunakan rata-rata pemakaian bulanan, hingga
sumber informasi untuk kebutuhan analisis pasar, pembaruan akhir Desember 2025 diperkirakan mencapai 19.200 lembar
kondisi ekonomi dan pasar modal, serta monitoring kolom atau 0,091 ton, dengan biaya Rp28.860.000 dan emisi 87,41
pembaca yang berkaitan dengan layanan dan masukan kg CO2e.
dari pelanggan. Sejalan dengan agenda efisiensi dan upaya
pengurangan penggunaan kertas, Bank Mega melakukan Secara keseluruhan, sampai akhir 2025 menunjukkan terdapat
pemantauan atas konsumsi koran secara berkala, termasuk efisiensi penggunaan koran di Kantor Pusat sebesar 11.928
perhitungan dampak ekonomi dan lingkungan. lembar, atau setara 0,01 ton, dengan efisiensi biaya sebesar
Rp9.137.637, serta potensi pengurangan emisi sebesar 3,64 kg
Berdasarkan realisasi tahun 2024, penggunaan koran tercatat CO2e. Dengan asumsi 1 pohon menghasilkan 23 rim (±11.500
sebesar 31.128 lembar dengan nilai pengeluaran Rp37.997.637 lembar kertas), maka efisiensi ini setara dengan kontribusi
atau setara 0,100 ton, serta menghasilkan emisi karbon menjaga kelestarian sekitar 2 pohon. Kontribusi tersebut juga
sebesar 91,05 kg CO2e. Hingga akhir tahun 2025, penggunaan menghasilkan 876 kg O2 per tahun serta menyerap 28 kg
koran tercatat 19.200 lembar atau setara 0,091 ton, dengan CO2 per tahun, berdasarkan asumsi kapasitas pohon dalam
biaya sebesar Rp28.860.000 dan emisi sebesar 87,41 kg CO2e. menghasilkan oksigen dan menyerap karbon.
Deskripsi 2025 2024 Efisiensi %
Lembar 19.200 31.128 (11.928) (38,32%)
Ton 0,091 0,100 (0,01) (9,33%)
Biaya (Rp) 28.860.000 37.997.637 (9.137.637) (24,05%)
Kg CO2e 87,41 91,05 (3,64) (3,99%)
Kontribusi (O2) sampai dengan 31 Desember 2025 Kontribusi penyerapan (CO2) sampai dengan 31 Desember 2025
Jumlah Jumlah CO2 / CO2 /
O2 / hari Satuan O2 / tahun Satuan Satuan Satuan
Pohon Pohon tahun tahun
2 1,2 kg 876 kg 2 14 kg 28 kg
Perubahan Perilaku sebagai Fondasi Keberlanjutan
Keberhasilan digitalisasi dalam menekan penggunaan kertas
tidak hanya ditentukan oleh sistem dan aplikasi, tetapi juga Dengan pendekatan ini, digitalisasi
oleh perubahan perilaku baik dari karyawan maupun nasabah. menjadi budaya kerja, bukan hanya
Untuk itu, Bank Mega secara konsisten menjalankan edukasi
solusi teknologi. Hal ini memastikan
dan sosialisasi untuk meningkatkan literasi digital, di antaranya:
• Penggunaan aplikasi digital sebagai kanal utama transaksi, bahwa penurunan limbah kertas
• Pemahaman manfaat lingkungan dari paperless, tidak bersifat sementara, melainkan
• Kebiasaan memilih e-Statement dibandingkan cetak fisik,
berkelanjutan dari tahun ke tahun.
• Pengurangan kebutuhan salinan dokumen dalam transaksi
harian.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 63
Page 64
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Pengaduan Lingkungan Hidup [F.15, F. 16]
Operasional Bank Mega berada pada sektor jasa keuangan Ke depan, Bank Mega tetap berkomitmen untuk menjaga
yang tidak secara langsung menimbulkan dampak fisik indikator ini melalui:
terhadap lingkungan hidup. Kendati demikian, Bank tetap • Pemantauan berkelanjutan atas kepatuhan lingkungan di
menerapkan prinsip kehati-hatian dan memastikan seluruh seluruh kantor,
kegiatan perkantoran berjalan sesuai ketentuan lingkungan • Transparansi pelaporan jika terdapat keluhan lingkungan
yang berlaku. dari pihak eksternal, dan
• Peningkatan kesadaran lingkungan bagi seluruh insan Bank
Komitmen Bank terhadap operasional yang bersih dan sebagai bagian dari budaya keberlanjutan perusahaan.
minim risiko tercermin dari kinerja lingkungan sepanjang
tahun 2025. Sepanjang periode pelaporan, tidak terdapat
insiden tumpahan, kebocoran, atau peristiwa lain yang
berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan maupun Dengan pendekatan tersebut, Bank
mengganggu operasional kantor. Selain itu, Bank Mega tidak Mega berupaya menjaga keseimbangan
menerima pengaduan apa pun dari masyarakat terkait dugaan antara operasional bisnis dan pelestarian
gangguan atau pencemaran lingkungan yang berasal dari lingkungan, serta memastikan kehadiran
aktivitas operasional Bank. Hasil ini mencerminkan konsistensi
penerapan standar operasional kantor yang berwawasan
Bank tidak menimbulkan gangguan
lingkungan, termasuk pengelolaan sumber daya, pengurangan terhadap masyarakat dan ekosistem di
limbah, serta langkah-langkah efisiensi yang dibangun dalam sekitar lokasi operasional.
kerangka responsible consumption.
Menguatkan Talenta,
Memperluas Manfaat bagi Masyarakat
64 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 65
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Membangun Talenta Unggul Komitmen terhadap HAM dan
dan Inklusif untuk Pertumbuhan Lingkungan Kerja yang Setara [F.18][F.19][S-
Berkelanjutan [S-08][S-09][S-10][3-3][2-30][2-7][405-1] 07, S-08, S-09, S-10]
[406-1]
Kesetaraan Kesempatan Bekerja & Tidak Adanya Tenaga
Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
Pegawai merupakan pilar utama keberhasilan Bank Mega dalam
Sepanjang tahun 2025, Bank Mega tidak terdapat indikasi
mendorong transformasi bisnis dan menjaga keberlanjutan
kasus pelanggaran hak asasi manusia maupun diskriminasi
operasi di tengah dinamika industri jasa keuangan. Karena itu,
di lingkungan kerja. Meskipun tidak terdapat insiden yang
pengelolaan sumber daya manusia dilakukan secara strategis
dilaporkan, Bank menyadari bahwa perlindungan HAM
dan berkesinambungan, dengan menempatkan penghormatan
merupakan proses yang harus dijaga secara berkelanjutan.
terhadap hak asasi manusia, kesetaraan kesempatan, dan
Oleh karena itu, Bank terus memperkuat budaya saling
lingkungan kerja yang aman sebagai prinsip fundamental.
menghormati dan perilaku profesional di seluruh tingkatan
organisasi. Prinsip non-diskriminasi, pelecehan seksual & non
Seluruh pengaturan mengenai hak, kewajiban, dan tata kelola
seksual, kesetaraan kesempatan, serta pelarangan pekerja
kepegawaian dituangkan dalam Peraturan Perusahaan (PP),
anak dan kerja paksa telah diterapkan secara konsisten dalam
yang menjadi pedoman hubungan industrial antara Bank dan
seluruh tahapan hubungan kerja, mulai dari proses rekrutmen,
seluruh insan Mega. Pelaksanaannya dievaluasi secara berkala
penempatan tugas, pengembangan karier, hingga pemutusan
oleh Unit Kerja Human Capital, yang secara rutin melaporkan
hubungan kerja. Penerapan ini berlandaskan pada berbagai
perkembangan ketenagakerjaan kepada Direksi. Pendekatan
kebijakan internal, antara lain:
ini memastikan bahwa setiap kebijakan SDM diterapkan
• Peraturan Perusahaan, termasuk ketentuan mengenai
secara konsisten, transparan, dan selaras dengan nilai-nilai
Hak Asasi Manusia yang tercantum dalam Pasal 1 tentang
keberlanjutan yang dianut Bank.
Tujuan Peraturan Perusahaan, Pasal 5 tentang Penempatan
dan Pemindahan Pegawai Pasal 15 tentang pelanggaran
Dengan tata kelola SDM yang kuat dan berorientasi masa
tata tertib kerja, Pasal 59 dan Pasal 60 tentang Komunikasi
depan, Bank Mega membangun fondasi talenta yang
dan Penyelesaian Keluhan Pengaduan Pegawai.
kompeten, berintegritas, dan inklusif sehingga mampu
• Surat Keputusan No. 083/DIRBM/21 tentang Rekrutmen
mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat
dan Seleksi Pegawai, yang mengatur prinsip kesetaraan
ketahanan organisasi dalam jangka panjang.
kesempatan serta larangan pekerja anak dan kerja paksa.
• Surat Edaran No. 007/DIRBM-PMIC/25 dan 151/DIRBM-
PMIC/25, yang memastikan proses rekrutmen berjalan
sesuai ketentuan pemerintah mengenai usia kerja minimum
dan persyaratan ketenagakerjaan lainnya.
Pendekatan ini diperkuat melalui sosialisasi kebijakan secara
berkala, pembinaan etika kerja, serta peningkatan pemahaman
pegawai mengenai perilaku yang menghormati hak setiap
individu. Bank juga melakukan pemantauan berkelanjutan
untuk memastikan potensi risiko dapat terdeteksi lebih awal
dan ditindaklanjuti secara tepat. Dengan demikian, komitmen
terhadap HAM tidak hanya tercermin dari tidak ditemukannya
kasus, tetapi juga dari upaya pencegahan yang sistematis
dan budaya kerja yang aman, inklusif, serta menghargai
keberagaman.
Jumlah Kejadian Pelanggaran
Hak Asasi Manusia [S-07]
Tidak ada pelanggaran HAM
dalam tahun pelaporan
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 65
Page 66
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Bank Mega memiliki kebijakan yang mengatur pencegahan Selain itu, Bank Mega secara tegas melarang praktik pekerja
pelecehan seksual dan praktik non-diskriminasi di lingkungan anak dan pekerja paksa. Ketentuan ini dituangkan dalam
kerja. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Perusahaan Surat Edaran No. 007/DIRBM-PMIC/25 dan Surat Edaran
Pasal 15 ayat 6 huruf q, yang menegaskan komitmen Perseroan No. 151/DIRBM-PMIC/25, sebagai bagian dari komitmen
dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, saling Perseroan untuk memastikan praktik ketenagakerjaan yang
menghormati, dan berkeadilan bagi seluruh karyawan. [S-08] patuh terhadap peraturan perundang-undangan dan prinsip
keberlanjutan. [S-10]
Komitmen Bank Mega terhadap penghormatan hak asasi
manusia juga diatur dalam Peraturan Perusahaan Pasal 15 Dengan total 5.287 pegawai pada tahun 2025, Bank Mega
ayat 6 huruf d, h, dan q, serta Pasal 59 dan Pasal 60, yang memiliki komposisi tenaga kerja yang beragam dari berbagai
menjadi pedoman dalam hubungan kerja, perlindungan hak daerah di Indonesia. Keragaman ini tercermin dalam proporsi
karyawan, serta penerapan standar perilaku yang menjunjung gender yang seimbang, yaitu 47% laki-laki dan 53% perempuan,
nilai kemanusiaan. [S-09] yang konsisten terjaga dari tahun ke tahun. Keseimbangan
tersebut menunjukkan bahwa Bank Mega berkomitmen untuk
menyediakan ruang kerja yang inklusif dan memastikan setiap
individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Pegawai Berdasarkan Status Ketenagakerjaan [2-8]
Status 2025 2024 2023
Jenis Kelamin
Ketenagakerjaan Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Pegawai Tetap Laki-laki 1.855 35,09 2.010 35,26 2.176 34,85
Perempuan 2.076 39,27 2.406 42,20 2.553 40,89
Jumlah 3.931 74,35 4.416 77,46 4.729 75,74
Pegawai Kontrak Laki-laki 616 11,65 608 10,66 677 10,84
Perempuan 740 14,00 677 11,88 838 13,42
Jumlah 1.356 25,65 1.285 22,54 1.515 24,26
Total Pegawai Jumlah 5.287 5.701 6.244
Pegawai Berdasarkan Wilayah Penempatan [2-7]
Wilayah 2025 2024 2023
Jenis Kelamin
Penempatan Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Kantor Pusat Laki-laki 1.518 28,71 1.687 29,59 1.920 30,75
Perempuan 951 17,99 1.110 19,47 1.210 19,38
Jumlah 2.469 46,70 2.797 49,06 3.130 50,13
Kantor Regional & Laki-laki 953 18,03 931 16,33 933 14,94
Cabang
Perempuan 1.865 35,28 1.973 34,61 2.181 34,93
Jumlah 2.818 53,30 2.904 50,94 3.114 49,87
Total Pegawai Jumlah 5.287 5.701 6.244
Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia
2025 2024 2023
Kelompok Usia Jenis Kelamin
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
20 – 24 Tahun Laki-laki 115 2,18 125 2,19 162 2,59
Perempuan 248 4,69 278 4,88 387 6,20
Jumlah 363 6,87 403 7,07 549 8,79
25 – 29 Tahun Laki-laki 473 8,95 506 8,88 505 8,09
Perempuan 785 14,85 858 15,05 989 15,84
Jumlah 1.258 23,79 1.364 23,93 1.494 23,93
30 – 34 Tahun Laki-laki 399 7,55 453 7,95 490 7,85
Perempuan 581 10,99 646 11,33 661 10,59
Jumlah 980 18,54 1.099 19,28 1.151 18,43
35 – 39 Tahun Laki-laki 443 8,38 486 8,52 580 9,29
Perempuan 467 8,83 581 10,19 635 10,17
Jumlah 910 17,21 1.067 18,72 1.215 19,46
66 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 67
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
2025 2024 2023
Kelompok Usia Jenis Kelamin
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
40 – 44 Tahun Laki-laki 469 8,87 489 8,58 544 8,71
Perempuan 382 7,23 373 6,54 380 6,09
Jumlah 851 16,10 862 15,12 924 14,80
45 – 49 Tahun Laki-laki 315 5,96 289 5,07 284 4,55
Perempuan 188 3,56 170 2,98 161 2,58
Jumlah 503 9,51 459 8,05 445 7,13
50 – 54 Tahun Laki-laki 198 3,75 210 3,68 240 3,84
Perempuan 130 2,46 147 2,58 152 2,43
Jumlah 328 6,20 357 6,26 392 6,28
55 – 59 Tahun Laki-laki 43 0,81 47 0,82 38 0,61
Perempuan 30 0,57 26 0,46 24 0,38
Jumlah 73 1,38 73 1,28 62 0,99
> 60 Tahun Laki-laki 16 0,30 13 0,23 10 0,16
Perempuan 5 0,09 4 0,07 2 0,03
Jumlah 21 0,40 17 0,30 12 0,19
Total Pegawai Jumlah 5.287 5.701 6.244
Jumlah level pegawai yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan berdasarkan kelompok umur [S-02]
Level Jabatan
Rentang
Jumlah
Usia Entry-level Mid-level Senior-level Executive-level
Pegawai
(tahun)
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
18-25 69 198 20 34 26 16 - - 363
25-35 367 806 256 395 245 160 4 5 2.238
35-45 149 120 411 404 293 277 59 48 1.761
45-55 64 12 160 73 221 177 68 56 831
>55 2 - 1 - 17 11 39 24 94
Mayoritas pegawai Bank Mega berada pada kelompok usia produktif 25–39 tahun, yang memberikan Bank basis talenta kuat dalam
menghadapi transformasi digital dan dinamika industri perbankan. Struktur demografis ini menjadi modal penting bagi organisasi
untuk terus berinovasi, mempercepat adaptasi, dan memperkuat pipeline kepemimpinan masa depan. Dengan pendekatan yang
menempatkan keragaman, kesetaraan, dan meritokrasi sebagai prinsip utama, Bank Mega terus membangun organisasi yang lebih
tangguh, responsif, dan siap menjawab tantangan berkelanjutan di masa mendatang.
Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan
2025 2024 2023
Tingkat Pendidikan Jenis Kelamin
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Strata 2 & Strata 3 Laki-laki 97 1,83 115 2,02 111 1,78
Perempuan 66 1,25 80 1,40 78 1,25
Jumlah 163 3,08 195 3,42 189 3,03
Strata 1 Laki-laki 1.933 36,56 2.045 35,87 2.178 34,88
Perempuan 2.281 43,14 2.457 43,10 2.697 43,19
Jumlah 4.214 79,70 4.502 78,97 4.875 78,07
Diploma 3 Laki-laki 294 5,56 310 5,44 374 5,99
Perempuan 428 8,10 510 8,95 576 9,22
Jumlah 722 13,66 820 14,38 950 15,21
Diploma 1 & 2 Laki-laki 9 0,17 11 0,19 14 0,22
Perempuan 10 0,19 12 0,21 12 0,19
Jumlah 19 0,36 23 0,40 26 0,42
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 67
Page 68
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
2025 2024 2023
Tingkat Pendidikan Jenis Kelamin
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Sekolah Menengah Laki-laki 138 2,61 137 2,40 176 2,82
Umum
Perempuan 31 0,59 24 0,42 28 0,45
Jumlah 169 3,20 161 2,82 204 3,27
Total Pegawai Jumlah 5.287 5.701 6.244
Pegawai Berdasarkan Posisi/Jabatan
2025 2024 2023
Posisi / Jabatan Jenis Kelamin
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Vice President Laki-laki 170 3,22 180 3,16 182 2,91
Perempuan 133 2,52 131 2,30 135 2,16
Jumlah 303 5,73 311 5,46 317 5,08
Manager Laki-laki 802 15,17 776 13,61 725 11,61
Perempuan 641 12,12 620 10,88 569 9,11
Jumlah 1.443 27,29 1.396 24,49 1.294 20,72
Officer Laki-laki 848 16,04 984 17,26 1.170 18,74
Perempuan 906 17,14 1.102 19,33 1.242 19,89
Jumlah 1.754 33,18 2.086 36,59 2.412 38,63
Administrasi Laki-laki 651 12,31 678 11,89 776 12,43
Perempuan 1.136 21,49 1.230 21,58 1.445 23,14
Jumlah 1.787 33,80 1.908 33,47 2.221 35,57
Total Pegawai Jumlah 5.287 5.701 6.244
Kesetaraan Gender [S-01]
Laki-Laki Perempuan
Level Jabatan
Jumlah pegawai Persentase pegawai Jumlah pegawai Persentase pegawai
Entry-level 651 12,31% 1.136 21,49%
Mid-level 848 16,04% 906 17,14%
Senior-level 802 15,17% 641 12,12%
Executive-level 170 3,22% 133 2,52%
Total Pegawai 2.471 46,74% 2.816 53,26%
Komitmen terhadap kesetaraan tidak hanya berhenti
pada komposisi tenaga kerja, tetapi juga tercermin
dalam partisipasi perempuan pada posisi strategis.
Sekitar 14,6% pegawai perempuan kini menempati
posisi Senior dan Executive level, menandakan
bahwa jalur karir di Bank Mega terbuka bagi semua
pegawai tanpa memandang gender, latar belakang,
maupun identitas lainnya. Hal ini menjadi indikator
kuat bahwa meritokrasi dan transparansi telah
menjadi prinsip yang mengarahkan pengembangan
talenta di seluruh lini organisasi.
Sejalan dengan itu, Bank Mega memastikan bahwa
setiap pegawai memiliki akses yang setara terhadap
peluang peningkatan kapasitas melalui berbagai
program pelatihan, sertifikasi, hingga bimbingan
karier. Mekanisme penempatan jabatan dan promosi
dilakukan berdasarkan kinerja, kompetensi, serta
kebutuhan organisasi, sehingga menciptakan
lingkungan kerja yang mendorong motivasi dan
pertumbuhan profesional.
68 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Pekerja Alih Daya, Pegawai Sementara, Selanjutnya, Bank senantiasa memberikan kesempatan
penyerapan pemagangan tenaga kerja secara
dan Dinamika Ketenagakerjaan berkesinambungan dan berkelanjutan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Untuk memastikan kelancaran operasional di seluruh jaringan
kantor, Bank Mega menerapkan pengelolaan tenaga kerja Pekerja Alih Daya
melalui struktur yang mencakup pegawai tetap serta dukungan Untuk mendukung fungsi operasional non-inti yang
tenaga kerja non-organik dari pihak ketiga. Pendekatan ini membutuhkan fleksibilitas, Bank Mega memanfaatkan pekerja
memungkinkan Bank menjaga efisiensi sekaligus memastikan alih daya yang disediakan oleh mitra pihak ketiga. Tugas-
kualitas layanan tetap konsisten di seluruh unit operasional. tugas yang bersifat administratif, pendukung teknologi, atau
layanan operasional tertentu dikelola melalui skema ini. Pada
Pegawai Sementara [2-8][S-04] tahun 2025, terdapat 3.131 pekerja alih daya yang terlibat
Selama periode pelaporan, Bank Mega tidak mempekerjakan dalam mendukung operasional Bank Mega. Seluruh kewajiban
pegawai sementara yang berada di bawah kontrak langsung terkait ketenagakerjaan, keselamatan, dan kenyamanan
Bank. Seluruh kebutuhan tenaga kerja tambahan di luar kerja dipenuhi oleh penyedia jasa sesuai dengan ketentuan
struktur pegawai tetap dipenuhi melalui kerja sama dengan kontraktual, sementara Bank Mega memastikan pengawasan
perusahaan kontraktor atau konsultan yang telah memenuhi dan koordinasi yang diperlukan agar standar layanan dan
ketentuan legal, administratif, serta standar ketenagakerjaan kepatuhan tetap terjaga.
yang berlaku. Dengan demikian, Bank Mega memastikan bahwa
setiap tenaga kerja non-organik memperoleh perlindungan Rekrutmen yang Beretika dan Transparan, Serta Memastikan
dan pemenuhan hak melalui penyedia jasa yang menaunginya Tidak Adanya Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
sesuai perjanjian kerja bersama. [F.19][S-10] [2-30, 401-1]
Bank Mega melaksanakan rekrutmen secara bertanggung
Sejalan dengan asta cita Pemerintah RI, Bank Mega juga jawab dan beretika sebagaimana diatur dalam Surat Edaran
turut andil dalam program pemagangan yang digencarkan No. 007/DIRBM-PMIC/25 dan 151/DIRBM-PMIC/25. Proses ini
Pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran memastikan bahwa setiap calon pegawai direkrut berdasarkan
angkatan kerja produktif dengan memberikan kesempatan kompetensi dan kesesuaian dengan kebutuhan organisasi,
melalui program pemagangan sesuai alokasi yang diatur oleh tanpa adanya praktik diskriminasi, pekerja anak, maupun kerja
Kemnaker RI. Melalui program tersebut, peserta pemagangan paksa. Seluruh ketentuan ketenagakerjaan seperti batas usia
dapat meningkatkan wawasan maupun keahlian yang relevan minimum, waktu kerja, dan aspek keselamatan kerja diikuti
dengan kebutuhan industri sehingga peluang untuk diserap dengan ketat sebagai bagian dari komitmen Bank terhadap
sebagai tenaga kerja semakin potensial dan diharapkan perlindungan tenaga kerja.
memberikan dampak positif dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi nasional. Dinamika Turnover dan Pertumbuhan Talenta Baru [S-03]
Pada tahun 2025, Bank Mega mencatat 1.861 pegawai yang
Pada tahun 2025, tenaga kerja yang telah diserap oleh Bank meninggalkan organisasi melalui pengunduran diri, masa
Mega melalui beberapa program magang yaitu sebagai berikut: pensiun, dan alasan pribadi lainnya. Tingkat turnover pada
tahun 2025 tercatat sebesar 34,13%, lebih rendah dibandingkan
Jenis Program
Jenjang Pendidikan
Jumlah
Total
40,32% pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, Bank Mega terus
Magang Peserta memperkuat kapasitas organisasi melalui perekrutan talenta
Pemagangan Diploma III 1 57 baru. Sepanjang 2025, Bank 1.447 pegawai baru yang terdiri
Mahasiswa dari 567 laki-laki dan 790 perempuan. Kehadiran talenta baru
Diploma IV 7
ini tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga
Sarjana S-1 48
memberikan energi segar bagi upaya inovasi, digitalisasi, dan
Sarjana S-2 1 peningkatan kualitas layanan Bank.
MagangHub Diploma III 1 46
Jumlah Pegawai Baru Berdasarkan Gender
Diploma IV -
Jenis Kelamin 2025 2024 2023
Sarjana S-1 45
Laki-laki 657 836 905
Sarjana S-2 -
Perempuan 790 1.054 1.297
Magang Vokasi SLTA atau sederajat 12 52
Jumlah 1.447 1.890 2.202
Diploma II 1
Diploma III 4 Jumlah Pegawai Baru Berdasarkan Kelompok Usia
Diploma IV 4 Kelompok
2025 2024 2023
Sarjana S-1 31 Usia (tahun)
Sarjana S-2 - <30 1.065 1.310 1.664
Jumlah Keseluruhan 155 30–50 370 570 530
>50 12 10 8
Jumlah 1.447 1.890 2.202
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 69
Page 70
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Jumlah Pegawai Baru Berdasarkan Wilayah Jumlah Pegawai Mengundurkan Diri Berdasarkan Wilayah
Wilayah 2025 2024 2023 Wilayah 2025 2024 2023
Jakarta 541 773 989 Jakarta 691 885 916
Luar Jakarta 906 1.117 1.213 Luar Jakarta 1.170 1.548 1.173
Jumlah 1.447 1.890 2.202 Jumlah 1.861 2.433 2.089
Jumlah Pegawai Mengundurkan Diri Berdasarkan Gender
Jenis Kelamin 2025 2024 2023 Tingkat Perputaran Pegawai
Laki-laki 795 1.070 913
34,13%
Perempuan 1.066 1.363 1.176
Jumlah 1.861 2.433 2.089 2024 2023
40,32% 39,71%
Jumlah Pegawai Mengundurkan Diri Berdasarkan Kelompok
Usia
Kelompok
2025 2024 2023
Usia (tahun)
<30 969 1.311 1.203
30–50 800 1.047 819
>50 92 75 67
Jumlah 1.861 2.433 2.089
70 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Kesejahteraan Pegawai
Remunerasi dan Penghargaan atas Kinerja [2-19][F.20][202-1] Cuti Melahirkan [401-3]
Bank Mega berkomitmen memberikan imbal jasa yang adil, Bank Mega menerapkan kebijakan cuti melahirkan yang
kompetitif, dan sepadan dengan kontribusi setiap pegawai. mendukung prinsip kesetaraan gender serta menjaga
Struktur remunerasi ditetapkan berdasarkan tingkatan jabatan, kesejahteraan pegawai pada masa penting dalam kehidupan
pencapaian kinerja, serta tanggung jawab yang diemban, keluarga. Kebijakan ini memberikan hak cuti melahirkan bagi
tanpa membedakan gender, suku, agama, ras, maupun latar pegawai perempuan paling singkat 3 (tiga) bulan pertama
belakang lainnya. Pendekatan ini memastikan seluruh insan dan dapat diperpanjang paling lama 3 (tiga) bulan berikutnya
Mega memperoleh penghargaan yang proporsional dan jika terdapat kondisi khusus yang dibuktikan dengan surat
mencerminkan prinsip kesetaraan yang dijunjung Bank. keterangan resmi dokter dan/atau fasilitas kesehatan yang
merawat, sedangkan pegawai laki-laki memperoleh hak cuti
Bank Mega juga memastikan kepatuhan terhadap ketentuan khusus selama 2 hari ketika istrinya melahirkan dan paling
Upah Minimum Regional (UMR) dan Upah Minimum Provinsi lama 3 (tiga) hari dengan melampirkan Surat Keterangan
di seluruh wilayah operasional. Seluruh pegawai menerima Dokter atas kondisi khusus istri/anak. Ketentuan tersebut
remunerasi paling sedikit setara 1:1 dengan ketentuan upah diatur dalam Peraturan Perusahaan periode 2025–2027 Pasal
minimum yang berlaku, sehingga 100% pegawai memperoleh 40 dan diberlakukan secara konsisten di seluruh unit kerja.
imbal jasa di atas standar minimum yang ditetapkan
pemerintah. Kebijakan remunerasi ini ditetapkan dan diawasi Sepanjang periode pelaporan tahun 2025, sebanyak 129
oleh Komite Sumber Daya Manusia berdasarkan Surat pegawai perempuan memanfaatkan hak cuti melahirkan,
Keputusan Nomor 062/DIRBM/23 tentang Komite Sumber sementara 99 pegawai laki-laki mengambil cuti kelahiran
Daya Manusia, sehingga pengambilan keputusan terkait anak. Seluruh pegawai kembali bekerja pada posisi semula
kompensasi dilakukan secara objektif dan terukur. setelah masa cuti berakhir, sehingga memastikan tidak adanya
hambatan terhadap kesinambungan karier maupun peluang
Tunjangan dan Fasilitas Kesejahteraan [201-3] [401-2] pengembangan lebih lanjut.
Selain gaji pokok, Bank Mega menyediakan berbagai bentuk
tunjangan dan fasilitas kesejahteraan guna mendukung Penerapan kebijakan ini mencerminkan komitmen Bank Mega
kenyamanan serta keamanan kerja pegawai. Baik pegawai untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, mendukung
tetap, pegawai kontrak, maupun pekerja alih daya menerima kesejahteraan keluarga, serta memberikan jaminan bagi
komponen kesejahteraan tertentu sesuai ketentuan, antara pegawai agar dapat menyeimbangkan tanggung jawab
lain: profesional dan pribadi tanpa risiko diskriminasi ataupun
• Tunjangan Hari Raya (THR) kehilangan kesempatan karier.
• Tunjangan jabatan bagi posisi dengan tanggung jawab
struktural Informasi terkait jumlah karyawan
• Insentif kehadiran yang memanfaatkan hak cuti melahirkan
• Asuransi kesehatan yang mencakup pegawai dan keluarga 2025
inti sesuai ketentuan Uraian
Laki-laki Perempuan
• Asuransi Jiwa
Jumlah karyawan yang berhak 99 129
• Program imbalan pensiun bagi pegawai yang memasuki
mendapatkan cuti melahirkan
masa purnabakti
• Fasilitas tahunan dan kompensasi tambahan sesuai Jumlah karyawan yang kembali 99 107
kebijakan internal bekerja
Total jumlah karyawan yang kembali 99 107
bekerja setelah cuti melahirkan
berakhir, yang masih dipekerjakan 12
Jumlah Karyawan yang
bulan setelah kembali bekerja
Memasuki Masa Pensiun
68
2024 2023
62 54
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 71
Page 72
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Jejak Perempuan dalam Transformasi
dan Kemajuan Bank Mega
She Inspires, She Leads Anggun Berkebaya, Hebat Berkarya
Penghargaan Powerful Women 2025 dan Infobank Top Setiap tanggal 21 April, Bank Mega merayakan Hari Kartini
500 Most Outstanding Women 2025 yang diterima Wakil dengan cara yang istimewa, dengan menghadirkan suasana
Direktur Utama Bank Mega, Ibu Indivara Erni, menjadi simbol kantor yang penuh warna, energi positif, dan kebanggaan akan
penting atas kuatnya peran perempuan dalam memajukan identitas perempuan Indonesia. Para pegawai perempuan
dunia keuangan. Pengakuan ini mencerminkan kualitas tampil anggun dengan kebaya yang mencerminkan keindahan,
kepemimpinan, keteguhan visi, serta kontribusi nyata beliau kepercayaan diri, dan kekuatan perempuan modern. Bagi
dalam membawa Perseroan terus berkembang. Melalui banyak karyawan perempuan, mengenakan kebaya bukan
pencapaian tersebut, Bank Mega menunjukkan komitmennya sekadar berbusana, tetapi bentuk penghormatan terhadap
dalam menciptakan ruang yang menghargai keberagaman semangat Kartini dan jati diri perempuan Indonesia.
kapasitas, di mana perempuan diberdayakan untuk berperan
aktif dan memimpin dengan keyakinan. Perayaan ini juga menjadi momentum untuk mengapresiasi
kontribusi besar perempuan di lingkungan Bank Mega. Di
Prestasi ini sekaligus menghadirkan inspirasi baru bagi seluruh balik senyum dan keanggunan mereka, hadir sosok-sosok
insan Bank Mega. Pesan yang disampaikan Ibu Erni mengajak profesional yang cerdas, tangguh, dan berani mengambil
seluruh perempuan untuk percaya pada potensi diri, terus peran strategis dalam kemajuan perusahaan.
melangkah, dan mengambil peran penting dalam perjalanan
transformasi perusahaan. Dengan semakin banyaknya figur
perempuan yang tampil sebagai penggerak perubahan, Bank
Mega berharap dapat memperkuat budaya kepemimpinan yang
Wakil Direktur Utama Bank Mega, Ibu Indivara
inklusif, menciptakan nilai berkelanjutan, serta memberikan
Erni, menegaskan pentingnya mendorong lebih
dampak positif yang lebih luas bagi industri dan masyarakat.
banyak perempuan untuk mengambil posisi
kepemimpinan dan menghapus pandangan
bahwa kepemimpinan hanya identik dengan
laki-laki. Menurutnya, perempuan membawa
perspektif berbeda yang sangat dibutuhkan
dalam dunia kerja modern.
72 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Warta Ekonomi proudly honors:
Indivara Erni
Bank Mega menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan
dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari penerapan Di bawah arahannya, Bank Mega berhasil meningkatkan
prinsip keberlanjutan. Wakil Direktur Utama Bank Mega, kualitas komunikasi digital secara konsisten dan mendorong
Ibu Indivara Erni, turut menyampaikan pentingnya peran meaningful financial engagement yang memperkuat hubungan
perempuan untuk terus berkembang, berdaya saing, serta jangka panjang dengan nasabah. Pencapaian ini tidak
berkontribusi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan, hanya menjadi bentuk apresiasi atas inovasi dan kolaborasi
termasuk di lingkungan kerja. internal, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemberdayaan
perempuan dapat menghadirkan nilai tambah bagi industri
Bank Mega memandang keberagaman dan partisipasi aktif keuangan dan membuka akses literasi keuangan yang lebih
perempuan sebagai salah satu faktor pendukung pertumbuhan inklusif. Dengan penghargaan ini, Bank Mega menegaskan
perusahaan. Oleh karena itu, peringatan Hari Kartini tidak bahwa keberhasilan transformasi digital tidak lepas dari peran
hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga perempuan, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan
sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, setara,
lingkungan kerja yang inklusif, setara, dan memberikan ruang dan mendukung potensi perempuan untuk berkembang.
bagi perempuan untuk berkembang dan berkarya.
Lingkungan Bekerja yang Layak dan
Kiprah Perempuan dalam Mendorong Aman [F.21][S-11][403-1][403-3][403-4][403-5][403-6][403-7][403-
Inovasi 8][403-9][403-10][S-06]
Prestasi Bank Mega pada ajang World Financial Innovation
Series (WFIS) 2025 menjadi momentum penting dalam Bank Mega menempatkan aspek Keselamatan dan Kesehatan
memperkuat komitmen Perseroan terhadap Tujuan Kerja (K3) sebagai prioritas utama dalam mewujudkan
Pembangunan Berkelanjutan 5: Kesetaraan Gender. lingkungan kerja yang layak, aman, dan mendukung
Penghargaan Marketing Leader of The Year for Elevating produktivitas pegawai. Komitmen ini diwujudkan melalui
Digital Communication and Driving Meaningful Financial upaya berkelanjutan untuk mengidentifikasi, mengelola,
Engagement yang diterima oleh Caroline Setiabudi, Digital dan memitigasi potensi risiko yang dapat memengaruhi
Marketing Communication Head, menegaskan peran sentral keselamatan maupun kesehatan pegawai, baik di Kantor Pusat
perempuan dalam memimpin inovasi digital di Bank Mega. Di maupun jaringan kantor lainnya.
tengah kompleksitas industri keuangan, Caroline menunjukkan
bahwa kepemimpinan perempuan mampu melahirkan strategi Sebagai bagian dari pengelolaan K3, Bank Mega bekerja sama
komunikasi yang relevan, adaptif, dan berdampak bagi dengan pengelola gedung untuk memastikan seluruh fasilitas
nasabah. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen Bank dan aktivitas operasional memenuhi standar yang berlaku. Unit
Mega dalam menyediakan ruang dan kesempatan yang setara Kerja Procurement and General Services melakukan evaluasi
bagi perempuan untuk berkontribusi dan memimpin pada rutin terhadap implementasi K3, yang hasilnya digunakan untuk
posisi strategis. penyempurnaan kebijakan dan program secara berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 73
Page 74
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Inisiatif
K3
Berbagai inisiatif K3 yang telah
dilaksanakan tahun 2025 mencakup:
1. Pelatihan dan simulasi tanggap
darurat, termasuk bencana alam
dan situasi force majeure, untuk
meningkatkan kesiapsiagaan pegawai
serta mendukung efektivitas Business
Continuity Management (BCM).
2. Uji kesiapan infrastruktur dan
jaringan teknologi informasi melalui
pelaksanaan Disaster Recovery Plan
(DRP) yang dikoordinasikan oleh
Recovery Team.
3. Kampanye risiko (Risk Campaign)
melalui penyebaran informasi dan
panduan tanggap darurat terhadap
risiko eksternal, seperti gempa bumi,
potensi gangguan operasional, serta
mitigasi risiko gempa megathrust.
4. Penyediaan fasilitas penunjang
kesehatan, seperti layanan P3K,
asuransi kesehatan, dan kepesertaan
BPJS Kesehatan bagi pegawai beserta
keluarga sesuai ketentuan. Mengasah Respons Darurat untuk Lingkungan Kerja yang Lebih Aman [403-4]
5. Pemeriksaan kesehatan gratis, Tim K3 Menara Bank Mega melaksanakan simulasi kebakaran sebagai upaya
termasuk IVA Test, Pap Smear, meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh karyawan terhadap potensi
konsultasi psikolog, dan pemeriksaan bencana, khususnya kebakaran. Kegiatan ini melibatkan seluruh penghuni Menara
tekanan darah serta gula darah. Bank Mega – Jakarta, yang diwajibkan melakukan evakuasi menyeluruh sesuai skenario
6. Mini Medical Check Up (MMCU) bagi darurat yang dirancang secara realistis. Latihan ini penting mengingat kebakaran
pegawai tertentu melalui kerja sama merupakan risiko yang dapat terjadi secara cepat dan berdampak besar terhadap
dengan Asuransi Umum Mega. keselamatan jiwa maupun aset perusahaan, terutama di lingkungan perkantoran
7. Webinar Health Talk sebagai sarana yang rentan terhadap korsleting listrik dan penggunaan peralatan elektronik.
edukasi kesehatan dan peningkatan
kesadaran pegawai. Simulasi diawali dengan sirine peringatan yang mengharuskan floor captain
8. Sosialisasi protokol kesehatan melalui mengarahkan karyawan menuju tangga darurat dan berkumpul di safety zone. Waktu
email dan portal internal MegaWeb evakuasi dicatat oleh tim K3 untuk menilai efektivitas respons karyawan, keteraturan
untuk memastikan pemahaman yang jalur evakuasi, serta kesiapan individu dalam menghadapi kondisi darurat. Di area luar
merata di seluruh unit kerja. gedung, petugas tanggap darurat mengatur barisan peserta simulasi agar tertib dan
9. Kerja sama layanan kesehatan dengan memastikan jalur evakuasi tetap terbuka bagi mobil pemadam kebakaran. Evaluasi
Klinik Pratama Trans Medical dan BPJS menyeluruh dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kendala teknis maupun
guna menyediakan layanan medis operasional yang mungkin terjadi saat situasi nyata.
bagi pegawai Kantor Pusat maupun
masyarakat sekitar. Simulasi kebakaran ini akan dilaksanakan kembali secara berkala dan dengan
10. Pelatihan K3 tahunan yang memuat waktu yang tidak ditentukan guna membentuk budaya keselamatan yang kuat
prosedur evakuasi gedung, dan memastikan seluruh karyawan memahami prosedur darurat, bukan hanya
penanganan kebakaran, dan untuk memenuhi standar regulasi. Pelatihan rutin ini diharapkan dapat mengurangi
kesiapsiagaan menghadapi gempa risiko kepanikan, meningkatkan koordinasi antar departemen, serta memberikan
serta situasi darurat lainnya. pemahaman yang tepat bagi karyawan baru. Melalui komitmen berkelanjutan
11. Penyediaan peralatan keselamatan, terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan, Bank Mega berupaya menciptakan
seperti APAR, hidran, Alat Pelindung lingkungan kerja yang tangguh, waspada, dan peduli terhadap keselamatan seluruh
Diri (APD), serta berbagai safety tools insan perusahaan.
pendukung lainnya.
74 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 75
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Manajemen K3 dan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat [403-1, 403-2]
Sistem Manajemen K3 dan Keselamatan Kebakaran Gedung sebagai penanggung jawab operasional untuk membentuk
Bank Mega memastikan penerapan keselamatan dan dan menjalankan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung
kesehatan kerja (K3) dilaksanakan secara formal melalui (MKKG), termasuk memastikan struktur organisasi tanggap
sistem manajemen K3 gedung yang mengacu pada regulasi darurat berjalan sesuai perannya.
Pemerintah. Penerapan ini mencakup pengelolaan keselamatan
operasional di Gedung Menara Bank Mega, termasuk sistem Struktur tanggap darurat tersebut dirancang untuk memastikan
proteksi kebakaran, kesiapsiagaan darurat, serta program koordinasi yang cepat, peran yang jelas, serta kesiapan personel
inspeksi rutin untuk menjaga lingkungan kerja yang aman dan dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk kebakaran dan
andal. situasi risiko lain di area gedung.
Regulasi utama yang menjadi rujukan antara lain Permen Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Inspeksi Berkala
PUPR No. 26/PRT/M/2008 tentang persyaratan sistem Dalam mendukung pencegahan insiden, Bank Mega melakukan
proteksi kebakaran pada bangunan gedung, Kepmenaker No. identifikasi bahaya dan penilaian risiko K3 secara terjadwal
186/MEN/1999 mengenai pembentukan unit penanggulangan setiap bulan, disertai inspeksi rutin terhadap area dan sistem
kebakaran di tempat kerja, serta ketentuan Manajemen keselamatan. Potensi risiko yang dipetakan mencakup aspek
Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) di DKI Jakarta yang keselamatan kebakaran, kelistrikan, kondisi area kerja, hingga
mengacu pada Pergub DKI Jakarta No. 143 Tahun 2016. risiko kesehatan dan kenyamanan kerja.
Penanggung Jawab dan Struktur Organisasi K3 (MKKG) Hasil identifikasi risiko menjadi dasar penetapan langkah
Pengelolaan K3 Gedung Menara Bank Mega berada di bawah pencegahan, peningkatan fasilitas keselamatan (misalnya
tanggung jawab pimpinan tertinggi PT Jasa Swadaya Utama APAR, detektor asap/gas, safety sign), serta penguatan
sebagai pengelola gedung. Melalui surat penunjukan Direksi, pelatihan dan pengawasan untuk memastikan risiko tetap
Perseroan menetapkan Fire Safety Manager (FSM) bersertifikat terkendali.
Ringkasan Risiko Utama dan Upaya Pencegahan
Jumlah Tingkat
Risiko/Bahaya Utama Upaya Pencegahan Utama
Insiden Keparahan
Percikan api saat memasak 0 Tinggi APAR, ventilasi/exhaust, inspeksi detektor asap, pelatihan APAR, safety sign
Kebocoran tabung gas 0 Tinggi Detektor gas, ventilasi memadai, inspeksi rutin, SOP evakuasi, larangan merokok
Korsleting listrik 0 Tinggi Perawatan listrik berkala, penggantian instalasi tidak layak, pelatihan K3 kelistrikan
Overload listrik 0 Tinggi Pengaturan beban listrik, inspeksi & maintenance, peralatan berstandar SNI
Bahan mudah terbakar 0 Tinggi Housekeeping, pemusnahan arsip, ruang penyimpanan khusus, sistem kebakaran &
(arsip/kertas) APAR
Lantai licin/basah 0 Sedang Wet floor sign, material anti slip, penjadwalan pembersihan
Pencahayaan kurang 0 Sedang Penggantian lampu, pengukuran Lux Meter, penambahan titik lampu
Ventilasi buruk 0 Sedang Perawatan AC/ducting, pembersihan filter, inspeksi kualitas udara
Ergonomi kerja (duduk 0 Sedang Edukasi ergonomi, stretching rutin, aturan 20-20-20
tidak ideal, komputer lama)
Serangga/tikus 0 Sedang Pest control berkala, SOP pengendalian hama, inspeksi dan edukasi kebersihan
Jumlah Kecelakaan Kerja S-06 [403-9]
Selama tahun 2025, Bank Mega tidak adanya
0 Frekuensi kecelakaan
kerja dari total pegawai
kecelakaan kerja pada seluruh pegawai. Capaian
ini mencerminkan konsistensi penerapan
standar keselamatan kerja serta efektivitas
0 Persentase kerja serius
yang berakibat cedera
serius dan fatal dari total
langkah pencegahan dan pengawasan K3 di
lingkungan kerja Bank.
pegawai (%)
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 75
Page 76
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Pelatihan K3 dan Simulasi Darurat [403-8] Pelatihan K3 & Tanggap Darurat
Bank Mega melaksanakan pelatihan K3 dan Jumlah Cakupan
Jenis Pelatihan Peserta Frekuensi
simulasi tanggap darurat sebagai bagian dari Peserta (%)
upaya membangun kesiapsiagaan dan budaya Training APAR Tenant Tenant Tahunan 20 orang 80%
keselamatan di lingkungan kerja. Peserta Foodcourt 1
pelatihan mencakup seluruh pegawai/staf di Training Evacuation Drill Pegawai Tahunan 120 orang 5%
Gedung Menara Bank Mega, dengan capaian
Training Evacuation Drill Pegawai Tahunan 120 orang 5%
partisipasi pelatihan sebesar 90%.
Layanan Kesehatan Kerja [403-3]
Selain aspek keselamatan, Bank Mega juga menyediakan layanan kesehatan kerja melalui berbagai program kesehatan yang
mendukung pencegahan risiko kesehatan dan peningkatan produktivitas. Program kesehatan bersifat sukarela dan dilakukan setiap
tahun, dengan tingkat pemanfaatan sekitar 80%.
Partisipasi, Konsultasi, dan Komunikasi K3 Forum K3 dan Komunikasi
[403-4] Kegiatan/Forum Frekuensi Jumlah Peserta Jenis Peserta
Bank Mega memastikan penerapan K3
Meeting koordinasi Mingguan 10 orang Pimpinan divisi,
didukung melalui mekanisme komunikasi dan operasional Jayatama supervisor/leader
koordinasi rutin, baik untuk operasional internal
Meeting divisi Facility & Mingguan 4 orang Tim Facility &
maupun pengawasan pekerjaan vendor. Safety Safety
Forum K3 ini menjadi sarana penting untuk
Meeting koordinasi Bank Bulanan 15 orang Unit terkait
menjaga konsistensi implementasi prosedur Mega
keselamatan, memastikan kepatuhan di area
Toolbox meeting Harian 10 orang Tim gondola
kerja, serta memperkuat kesiapan respons.
Monitoring pekerjaan Harian 15 orang Tim vendor &
vendor & engineering engineering
Inspeksi alat kerja 3 bulan 3 orang Tim K3 &
engineering
Inspeksi APAR, Hydrant, Bulanan 3 orang Tim Facility &
Safety Box, Emergency Safety
Exit
Inspeksi Pesawat Alat Tahunan 3 orang PJK3
Angkut (PAA)
76 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 77
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Promosi Kesehatan Kerja dari Unit Human Capital Tahun 2025 [403-6]
Program
Target
Promosi Jenis Program Frekuensi Jumlah Peserta
Peserta
Kesehatan
Mini MCU 450 Pemeriksaan darah sewaktu untuk kolesterol, gula 3 kali dalam setahun 150 per event
dan asam urat
Olahraga 1.200 Olahraga bersama yang diikuti oleh karyawan dan 24 kali dalam setahun 50 per event
Bersama dipandu instruktur tersertifikasi
Health Talk 1.200 Pemaparan materi kesehatan oleh Dokter Specialist 12 kali dalam setahun 100 per event
via zoom
Health Fair 400 Pemerikasan kesehatan (screening) seperti: Mini 1 kali dalam setahun 400
MCU, Skin Check, Health Talk, Game Battle, dll
Pap Smear 50 Pemeriksaan pap smear/iva tes untuk pegawai 1 kali dalam setahun 50
wanita
Konseling 16 Konsultasi psikolog secara offline 4 kali dalam setahun 4 pegawai per kunjungan psikolog
Psikolog
Mekanisme Umpan Balik & Improvement
Untuk memastikan proses K3 terus meningkat, Bank Mega juga menjalankan evaluasi berkala melalui inspeksi terjadwal, pelaporan
internal, serta forum koordinasi rutin. Mekanisme ini memungkinkan penguatan tindakan pencegahan, peningkatan fasilitas
keselamatan, serta penyempurnaan prosedur tanggap darurat dari waktu ke waktu.
Inisiatif Pengembangan Talenta [404-1]
Bank Mega berkomitmen menyediakan kesempatan yang Seluruh program pelatihan berada di bawah pengelolaan
setara bagi seluruh karyawan untuk mengikuti program Direktur Compliance & Human Capital, yang memastikan
pelatihan dan pengembangan yang dirancang secara bahwa pengembangan talenta dilaksanakan secara terstruktur,
berkelanjutan. Pelatihan diselenggarakan melalui beragam terukur, dan selaras dengan kebutuhan strategis Bank Mega.
metode, termasuk kelas tatap muka, pelatihan daring, dan Pendekatan ini menjadi landasan penting dalam membangun
pemanfaatan platform e-learning, guna memastikan proses sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan mampu
pembelajaran dapat diakses secara fleksibel dan relevan memberikan kontribusi optimal terhadap keberlanjutan
dengan tuntutan bisnis yang terus berkembang. Inisiatif ini pertumbuhan perusahaan.
bertujuan untuk memperkuat kompetensi pegawai sekaligus
mendukung percepatan transformasi digital di seluruh lini
operasional perusahaan.
Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai [S-05] [E.2][F.22] [FS4]
Bank Mega berkomitmen untuk terus meningkatkan Sebagai bagian dari transformasi digital, Bank Mega terus
kualitas dan produktivitas sumber daya manusia melalui memperluas pendekatan pembelajaran berbasis teknologi
penyelenggaraan program pelatihan dan pengembangan melalui platform e-learning. Fasilitas ini memberikan
kompetensi yang berkesinambungan. Setiap program fleksibilitas bagi seluruh pegawai untuk mengakses materi
dirancang agar relevan dengan kebutuhan bisnis serta mampu pelatihan secara efisien, sekaligus memperluas jangkauan
memperkuat kemampuan pegawai dalam memberikan pembelajaran hingga ke seluruh jaringan cabang. Sepanjang
kinerja optimal, sejalan dengan upaya Perseroan mewujudkan tahun 2025, Bank menyediakan 28 modul e-learning aktif
pertumbuhan yang berkelanjutan. Pelatihan diselenggarakan (tidak termasuk online test) yang mencakup materi regulasi,
oleh unit internal maupun melalui kolaborasi dengan lembaga product knowledge perbankan, dan manajemen risiko, dengan
eksternal yang memiliki keahlian khusus, sehingga memastikan lebih dari 42.600 partisipasi dan estimasi waktu pembelajaran
kualitas materi dan efektivitas pembelajaran. setara 2 jam untuk setiap modul. Penguatan kompetensi
berbasis digital ini secara langsung mendukung peningkatan
kualitas pelayanan, ketepatan analisis, serta keamanan
operasional melalui pemahaman yang lebih baik mengenai
prosedur dan regulasi.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 77
Page 78
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Kegiatan pelatihan yang dilakukan
juga terus beradaptasi dan fokus Pelatihan dan Pengembangan Pegawai [S-05] [404-1]
terhadap perkembangan teknologi
seperti peningkatan kompetensi teknis Rata-rata Jam Pelatihan per
bidang kecerdasan buatan, technology Pegawai dalam tahun Pelaporan
enablement, digitalisasi proses bisnis,
61,88 Jam/Pegawai
maupun program implementif lainnya Persentase jumlah
sehingga dapat memberikan added-value pegawai yang ikut
bagi pegawai dalam pengembangan inovasi Jumlah Pegawai yang ikut serta serta dalam pelatihan
dan produktivitas. Selain itu, kegiatan yang dalam program pelatihan
menjadi standar pengembangan pegawai
99,43%
terus berlanjut agar tata kelola perusahaan
5.257
berjalan optimal.
Pengembangan Kompetensi terkait Keberlanjutan [2-17]
Tingkatan Jumlah Peserta Jam Pelatihan Rata-rata Jam Pelatihan per Peserta Jumlah Kegiatan
Direksi 7 17 2,43 7
Komisaris 1 5 4,50 1
Pejabat Eksekutif 15 62 4,13 12
Pegawai Lainnya 804 1.669 2,08 26
Total 827 1.753 13,14 46
Sebagai kelanjutan dari peningkatan kapasitas SDM, Bank Bank Mega tidak hanya berupaya meningkatkan kapabiltas
Mega juga memperkuat kompetensi pegawai dalam bidang pegawai namun juga turut mendorong pegawai dalam pola
keuangan berkelanjutan, sebuah aspek yang semakin penting hidup sehat melalui beberapa program edukasi [TPB 3]
dalam operasional perbankan modern. Sejak tahun 2021, Bank dalam bentuk Health Talk yang berkolaborasi dengan institusi
menyediakan modul e-learning Pengenalan Aksi Keuangan eksternal bidang kesehatan. Pada tahun 2025, lebih dari 500
Berkelanjutan yang dapat diakses seluruh pegawai tanpa peserta mengikuti program tersebut.
batasan waktu dan lokasi. Pada tahun 2025, pembelajaran
ini difokuskan untuk pegawai baru guna membangun fondasi Selain program internal, Bank Mega mendorong pegawai untuk
pemahaman mengenai prinsip keuangan berkelanjutan, mengikuti pelatihan eksternal yang memperluas perspektif
ketentuan regulasi, risiko iklim, serta peran sektor perbankan dan membangun jejaring profesional di bidang keberlanjutan.
dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Topik yang diikuti mencakup pemahaman iklim dalam
Sepanjang periode pelaporan, lebih dari seratus peserta telah institusi keuangan, emisi karbon, kejahatan dalam keuangan
menyelesaikan modul pelatihan elearning tersebut, lebih berkelanjutan, pelaporan teknis dan non-teknis CRST, dasar-
dari seratus peserta telah menyelesaikan modul pelatihan dasar LST, Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia
elearning tersebut. (TKBI), hingga pencegahan greenwashing. Pengetahuan ini
memperkuat kemampuan pegawai dalam mengidentifikasi
risiko finansial maupun non-finansial, melakukan due diligence
yang lebih akurat, serta melindungi pelanggan dari potensi
kerugian atau praktik yang tidak bertanggung jawab.
Bank Mega juga terus mengembangkan kombinasi
pembelajaran digital, peningkatan kompetensi keberlanjutan,
serta integrasi pelatihan internal dan eksternal. Upaya tersebut
guna memastikan bahwa seluruh pegawai memiliki kapasitas
untuk memberikan pelayanan yang lebih berkualitas, menjaga
keamanan pelanggan, serta mendukung praktik perbankan
yang bertanggung jawab. Dengan demikian, pengembangan
kompetensi menjadi pondasi utama dalam memperkuat tata
kelola, meningkatkan kepercayaan nasabah, dan memastikan
keberlanjutan pertumbuhan Bank Mega dalam jangka
panjang termasuk yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (TPB). [E.2]
78 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 79
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Topik Pelatihan Eksternal yang Diikuti Pegawai [404-2]
Durasi Pelatihan Jumlah
No Nama Program Pelatihan Manhours
(Jam) Peserta
1 HEALTH TALK - Gagal Ginjal Usia Muda 1,50 138 207,00
2 HEALTH TALK - Kunci Kesehatan Mental Menjelang Usia Pensiun 1,00 82 82,00
3 HEALTH TALK - Autoimun vs Produktivitas 2,50 71 177,50
4 HEALTH TALK - Olahraga Tepat Jantung Sehat 1,00 75 75,00
5 HEALTH TALK - Edukasi Kesehatan & Kolesterol 2,00 134 268,00
6 ACMF-ISSB Technical Training on IFRS Sustainability Disclosures Standards for 2,00 6 12,00
Corporate Preparers
7 Bedah Buku: Diorama Keuangan Berkelanjutan Indonesia 3,00 1 3,00
8 CEO Forum 2025 - Banking Beyond Growth: Powering a Sustainable and Inclusive 3,00 1 3,00
Economy for 2025 Onward
9 CNBC Indonesia ESG Sustainability Forum 2025: ESG Dan Pembiayaan Hijau Untuk 6,50 2 6,50
Ekonomi RI Yang Inklusif Dan Berkelanjutan
10 CNN Indonesia Leading Women 2025: Leading with Purpose, Inspiring the Future 3,00 1 3,00
11 Coal Trans Asia 2025: Power, Policy and Progress: Coals Geopolitical and Economic 18,00 2 36,00
Influence in the Global Landscape
12 ESG Talk Series: IFRS S2 Governance & The Strategic Role of ESG Committees 2,50 3 7,50
13 Diskusi Publik: Persiapan Adopsi Standar Pengungkapan Keberlanjutan bagi Pelaku 3,50 5 17,50
Usaha Sektor Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik
14 FIN EXPO 2025: Inklusi Keuangan Untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju 16,00 2 16,00
15 Implementasi Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) serta 9,00 9 58,00
Rencana Digitalisasi Laporan Keberlanjutan (SR) dan Rencana Aksi Keuangan
Berkelanjutan (RAKB)
16 Inaugurasi Certified Risk Management (CEM) BSMR dan Seminar Nasional Kesiapan 1,00 1 1,00
Industri Perbankan Dalam Merespon Eskalasi Climate Risk & Cyber Risk 2025
17 Indonesia Stock Exchange Workshop on IFRS Sustainability Standards 3,00 1 3,00
18 Inspirasi Kartini: Perempuan Cerdas, Berdaya dan Berintegritas Menuju Indonesia 4,00 1 4,00
Emas
19 Katadata SAFE (Sustainability Action for The Future Economy) 2025: Green for 14,00 1 14,00
Resilience
20 Konsinyering Percepatan Pengentasan Kemiskinan Melalui Program Corporate Social 1,00 1 1,00
Responsibility (CSR) Perbankan
21 Lokakarya Risiko Terkait Iklim–Alam dan Kerangka Uji Tuntas 4,00 2 8,00
22 Sharing Session: Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) 3,00 2 6,00
23 SIRD Seri ke-77: Mother Earth, Our Mother - Womens Role and Contribution to 2,00 1 2,00
Sustainability
24 Sosialisasi ESG Reporting 3,50 1 3,50
25 Sosialisasi Program Pelatihan IDX Net Zero Incubator 2,00 5 10,00
26 Webinar AEI: GRI 102 & GRI 103 - Climate Change and Energy Topic Standards 2,00 6 12,00
27 Webinar: Building the Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem 3,00 3 9,00
28 Webinar: Implementasi dan Peran Industri Keuangan dalam Bisnis dan HAM 3,00 4 12,00
29 Webinar: Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis Nasional: 3,00 1 3,00
Pembangunan 3 Juta Rumah
30 Webinar: Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Mendorong Pengembangan 3,00 69 207,00
Ekonomi Daerah
31 Webinar: Sustainability Accounting and Reporting in the Financial Services 3,00 73 219,00
32 Women Leadership Forum - AI: A Dual-Edged Sword - Unmanageable Technical Debt 4,00 1 4,00
or the Future of Inclusive Leadership?
33 Workshop Green Company - A Gateway to Strengthen Competitiveness for The 7,00 3 21,00
Global Market
34 Aksi Keuangan Berkelanjutan 2,00 119 238
Total 827 1.750
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 79
Page 80
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Evaluasi dan Penilaian Kinerja [404-3] Bagi pemangku kepentingan, penerapan penilaian kinerja
secara digital dan terstandardisasi ini memberikan nilai
Bank Mega memandang bahwa kinerja setiap individu strategis karena memperkuat kualitas tata kelola SDM,
merupakan fondasi dari kinerja organisasi secara keseluruhan. meningkatkan keandalan proses manajerial, dan menjaga
Oleh karena itu, Perseroan menerapkan sistem evaluasi kinerja kesinambungan standar layanan Bank Mega di seluruh jaringan
yang komprehensif, terstruktur, dan berbasis tata kelola operasional. Dengan evaluasi yang lebih terukur, Bank dapat
untuk memastikan bahwa kontribusi seluruh pegawai selaras mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi
dengan strategi bisnis, target keberlanjutan, serta ekspektasi dan memastikan bahwa pegawai yang berinteraksi langsung
pemangku kepentingan. dengan nasabah memiliki kapasitas untuk memberikan
pelayanan yang aman, responsif, dan berorientasi risiko.
Penilaian kinerja dilakukan secara periodik melalui sistem
Sasaran Kerja Individu (SKI) yang diakses secara digital melalui Hasil penilaian kinerja menjadi dasar pengambilan keputusan
laptop maupun smartphone, sehingga memberikan fleksibilitas, dalam pengembangan karir, termasuk promosi jabatan sesuai
transparansi, dan akuntabilitas dalam proses evaluasi. Sistem Surat Keputusan No. 079/DIRBM-HCRO/21 tentang Promosi
ini dirancang tidak hanya untuk mengukur pencapaian target, Pegawai. Selama tahun 2025, sebanyak 40 pegawai menerima
tetapi juga mengevaluasi pengembangan diri, kompetensi, dan pengembangan karir untuk promosi jabatan, menunjukkan
tingkat kepuasan kerja, merupakan komponen yang berperan komitmen Bank dalam memberikan peluang pertumbuhan
penting dalam menjaga produktivitas dan kualitas layanan bagi karyawan berprestasi. Proses ini memperkuat budaya
kepada nasabah. meritokrasi, meningkatkan retensi talenta, dan memastikan
kesinambungan kepemimpinan di seluruh jenjang organisasi.
Proses penilaian diawali dengan self-assessment, di mana Ketiga aspek ini menjadi indikator penting bagi investor,
pegawai menilai pencapaian dan tantangan mereka secara regulator, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menilai
objektif. Selanjutnya dilakukan penilaian oleh atasan langsung kesehatan organisasi, stabilitas operasional, serta kesiapan
dan difinalisasi oleh atasan dari atasan langsung, sehingga Bank Mega menghadapi dinamika industri perbankan.
proses evaluasi berlangsung secara berlapis, obyektif, dan
bebas konflik kepentingan. Pendekatan ini memastikan bahwa Melalui penerapan pendekatan evaluasi kinerja yang sistematis,
rekomendasi kinerja memiliki dasar yang kuat serta konsisten inklusif, dan didukung oleh pemanfaatan teknologi, Bank
di seluruh satuan kerja. Sistem ini seluruhnya dilaksanakan Mega memastikan bahwa pengembangan dan peningkatan
berdasarkan Surat Keputusan No. 085/DIRBM/21 tentang kapasitas pegawai dilaksanakan secara berkelanjutan, sejalan
Penilaian Kinerja Pegawai. dengan penciptaan nilai tambah bagi nasabah, penguatan
stabilitas operasional, serta keberlanjutan kinerja jangka
panjang Perseroan.
Komposisi dan Persentase Pegawai yang Menerima Promosi, Rotasi, dan Mutasi
2025 2024 2023
Uraian Jenis Kelamin
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Promosi Jabatan Laki-laki 38 5,76 75 10,85 59 7,38
Perempuan 53 8,03 92 13,31 74 9,26
Jumlah 91 13,79 167 24,17 133 16,65
Promosi Pangkat Laki-laki 89 13,48 58 8,39 62 7,76
Perempuan 92 13,94 80 11,58 105 13,14
Jumlah 181 27,42 138 19,97 167 20,90
Rotasi/Mutasi Laki-laki 188 28,48 200 28,94 285 35,67
Perempuan 200 30,30 186 26,92 214 26,78
Jumlah 388 58,78 386 55,86 499 62,45
Total Pegawai yang Mengalami Perubahan Karir 660 691 799
80 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 81
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Dari Peduli ke Berbagi:
Jejak Kontribusi Sosial Bank Mega [F.23][F.25]
Dampak Operasional Bank terhadap Masyarakat Sekitar [F.23]
Dampak Positif Dampak Negatif
Kegiatan operasional Bank Mega di kantor pusat, kantor Di sisi lain, operasional perkantoran Bank Mega menimbulkan
wilayah, kantor cabang, dan kantor cabang pembantu dampak lingkungan berupa konsumsi energi listrik, air, dan
memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, kertas yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca,
antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan timbulan limbah, serta tekanan terhadap sumber daya alam.
pendapatan tenaga kerja lokal, penggunaan jasa dan Aktivitas operasional juga berpotensi menimbulkan gangguan
pemasok setempat, serta perputaran ekonomi di sekitar lokasi terbatas bagi lingkungan sekitar, seperti peningkatan lalu
operasional. Kehadiran jaringan kantor Bank juga memperluas lintas di sekitar kantor, khususnya pada jam operasional.
akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal yang
aman, meningkatkan inklusi keuangan, dan memperkuat Pada aspek sosial, terdapat potensi dampak negatif berupa
kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. kesenjangan pemahaman masyarakat terhadap produk
keuangan, risiko kesalahpahaman informasi, serta potensi
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan kerentanan masyarakat terhadap produk keuangan yang
(TJSL), Bank Mega menghasilkan dampak sosial positif berupa tidak sesuai dengan kebutuhan atau kemampuan finansialnya,
peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan penguatan apabila edukasi dan komunikasi tidak dilakukan secara
ketahanan sosial masyarakat. Program Mega Peduli dan memadai.
penyaluran donasi tabungan Mega Berbagi berkontribusi pada
perbaikan fasilitas pendidikan, peningkatan literasi dan kualitas Untuk memitigasi dampak negatif tersebut, Bank menerapkan
pembelajaran di daerah terpencil, serta peningkatan layanan program efisiensi energi dengan target penurunan konsumsi
kesehatan masyarakat antara lain melalui kegiatan donor listrik minimal 2% per tahun, pengurangan penggunaan kertas
darah dan pemeriksaan kesehatan gigi gratis, serta dukungan melalui proses digitalisasi, serta penguatan program literasi
sosial bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung. keuangan yang menekankan prinsip kehati-hatian, kesesuaian
produk, dan perlindungan konsumen.
Program literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan di
berbagai wilayah juga memberikan dampak positif berupa
peningkatan pemahaman pelajar dan masyarakat terhadap
produk dan layanan keuangan, peningkatan kemampuan
pengelolaan keuangan, serta peningkatan kesadaran akan
perlindungan konsumen dan risiko penipuan keuangan.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 81
Page 82
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Mega Peduli
Mega Peduli adalah program CSR Bank Mega yang merupakan wujud kepedulian
Bank Mega untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan baik Biaya Kegiatan
dari aspek kesehatan, sosial, pendidikan serta upaya pelestarian lingkungan. Mega Peduli (Rp Miliar)
Sepanjang tahun 2025, kegiatan Mega Peduli mencakup pemeriksaan kesehatan 0,13
dan gigi gratis, mini medical check-up (MCU). Selain itu Bank bersama FKDKP
(Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan) melaksanakan penanaman bambu
2024 2023
di Desa Ngargoretno, Magelang, Jawa Tengah, untuk mitigasi bencana dan
menjaga lingkungan. 2,48 3,09
Kegiatan Mega Peduli juga mencakup pemberian bantuan kepada sesama insan
Bank Mega yang terdampak bencana di Sibolga dan Medan Sumatera Utara.
Dari Aspek pendidikan, Bank menghibahkan peralatan kantor berupa meja dan
kursi yang masih layak pakai kepada sekolah SMA Unggulan CT Arsa Foundation.
Dengan aksi ini Bank menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas
dan prasarana pendidikan.
Melalui keterlibatan aktif karyawan dalam berbagai program ini, Bank Mega
menanamkan nilai empati sekaligus memperluas pemahaman mereka terhadap
kebutuhan dan tantangan sosial di sekitar lingkungan kerja. Perspektif ini
menjadi penting untuk mendorong pengambilan keputusan bisnis yang lebih
inklusif dan berorientasi pada dampak sosial jangka panjang, sejalan dengan
komitmen keberlanjutan Bank Mega.
82 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 83
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Aksi Sehat Bank Mega:
Semangat Kebaikan untuk Dampak Berkelanjutan
Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis HUT 56 Partisipasi aktif pimpinan Bank Mega dalam kegiatan donor
Sebagai bagian dari komitmen menciptakan nilai sosial yang darah dan pemeriksaan kesehatan menegaskan bahwa budaya
berkelanjutan, Bank Mega menyelenggarakan program Aksi kepedulian dan tanggung jawab sosial hidup dalam setiap level
Sehat Bersama secara rutin. Pada tahun 2025 dalam rangka organisasi. Kehadiran jajaran manajemen juga memperkuat
memperingati ulang tahun ke-56, Bank Mega mengadakan pesan bahwa kesehatan karyawan dan masyarakat merupakan
kegiatan Donor Darah dan Mini Medical Check Up (MMCU) fondasi penting bagi keberlanjutan operasional dan
gratis. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan simbolis, pertumbuhan Bank Mega.
tetapi juga bentuk nyata kontribusi Bank dalam memperluas
akses kesehatan bagi karyawan CT Corp dan masyarakat Inisiatif ini diselenggarakan secara serentak di seluruh kantor
umum. Melalui penyediaan 500 kantong darah dan layanan Regional Bank Mega, menjadikan Aksi Sehat sebagai gerakan
pemeriksaan kesehatan dasar hingga retina mata, Bank yang inklusif dan berdampak luas. Melalui kegiatan ini, Bank
Mega berupaya mendukung ketahanan kesehatan komunitas Mega memperkuat perannya dalam mendukung tujuan
sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait kesehatan
pencegahan penyakit sejak dini. yang baik dan kesejahteraan (TPB 3), serta membangun
hubungan harmonis dengan komunitas sekitar. Aksi Sehat
Khusus kantor pusat, selain di Menara Bank Mega Tendean, Bersama menjadi bukti bahwa keberlanjutan tidak hanya
kegiatan Donor Darah dan Mini Medical Check Up ini juga diwujudkan melalui inovasi produk dan praktik bisnis, tetapi
dilakukan secara rutin di Menara Bank Mega Kuningan untuk juga melalui aksi nyata yang meningkatkan kualitas hidup dan
mengakomodir para pegawai divisi kartu kredit yang memiliki memperkuat resiliensi sosial masyarakat.
sifat pekerjaan harus selalu ditempat.
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi erat
dengan Palang Merah Indonesia (PMI), yang memastikan Biaya untuk kegiatan ini sebesar
seluruh proses berlangsung aman, profesional, dan sesuai Rp22.750.000,-
standar layanan kesehatan.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 83
Page 84
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Aksi Sehat
untuk Komunitas:
Sehat Bersama,
Tumbuh Bersama
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan
Hari Ulang Tahun ke-56, Bank Mega
menyelenggarakan program pemeriksaan
kesehatan dan pengobatan gigi gratis bagi
masyarakat prasejahtera di Bekasi dan siswa
siswi SMP & SMA YPPI Baleendah Bandung
sebagai wujud komitmen untuk memperluas
dampak sosial positif bagi masyarakat. Kegiatan
ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat
untuk peduli terhadap kesehatan gigi. Hal ini
dilakukan dengan pertimbangan masih banyak
masyarakat yang mengabaikan kesehatan gigi.
Langkah ini sekaligus memberikan edukasi
kesehatan gigi yang memadai. Melalui alokasi
biaya tanggung jawab sosial perusahaan, Bank
Mega menghadirkan layanan kesehatan preventif
yang terjangkau, mudah diakses, dan memiliki
manfaat langsung bagi komunitas.
Melalui kolaborasi dengan CT ARSA Foundation,
kegiatan dilaksanakan menggunakan fasilitas
Mobil Sehat yang berfungsi sebagai klinik gigi
mini bergerak. Pelaksanaan program di Kampung
Cikiwul, Bantar Gebang Bekasi, dan di SMP dan
SMA YPPI Baleendah Bandung menunjukkan
upaya Bank Mega menjangkau kelompok
penerima manfaat yang beragam, mulai dari
masyarakat umum hingga pelajar.
Secara keseluruhan, program ini
memberikan manfaat langsung bagi
ratusan peserta yang mengikuti
pemeriksaan kesehatan umum dan
gigi secara cuma-cuma. Dana yang
dialokasikan Bank Mega digunakan
untuk penyediaan tenaga medis,
peralatan klinis, obat-obatan dasar,
fasilitas mobil sehat, serta logistik
pendukung kegiatan. Melalui
inisiatif ini, Bank Mega memperkuat
kontribusinya terhadap pencapaian
TPB 3, sekaligus menegaskan
peran Perseroan sebagai institusi
yang berkomitmen menghadirkan
nilai tambah jangka panjang bagi
masyarakat dan lingkungan sekitar.
Biaya untuk kegiatan ini
sebesar
Rp24.100.000,-
84 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 85
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Menyalakan Harapan di Hari Raya: Mega Berbagi untuk Masyarakat
Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2025, PT Bank Mega Tbk melaksanakan kegiatan penyaluran 15.000 paket sembako kepada
masyarakat yang membutuhkan di sekitar jaringan kantor Bank Mega di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan membantu
pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya dalam menyambut hari besar keagamaan, serta memperkuat solidaritas
sosial di lingkungan operasional Bank Mega. Seluruh bantuan merupakan bagian dari penyaluran donasi produk Tabungan Mega
Berbagi, yang dikelola berdasarkan tiga pilar utama yaitu Pendidikan yang menjadi fokus utama, Kesehatan, serta Pemberdayaan
Masyarakat dan Kebencanaan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Menara Bank Mega, Jakarta
oleh jajaran Direksi Bank Mega kepada 8 (delapan) perwakilan yayasan dan
Biaya untuk kegiatan
masjid di wilayah Jakarta sebelum didistribusikan ke berbagai daerah. Melalui ini sebesar
kegiatan ini, Bank Mega terus memperkuat komitmennya untuk berkontribusi
pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung terciptanya Rp1.475.672.831,-
dampak sosial yang berkelanjutan.
Aksi Hijau untuk Lingkungan
Bank Mega bersama LJK lainnya bersama-sama
mendukung pelestarian lingkungan yang digagas
oleh FKDKP (Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan
Perbankan) melalui program konservasi bambu di
Desa Ngargoretno, Magelang, Jawa Tengah. Hingga
tahun 2025, Bank Mega telah konsisten menanam
100 bibit bambu setiap tahun sebagai bagian dari
target rehabilitasi kawasan Bukit Menoreh, dengan
biaya sebesar Rp14.500.000 setiap tahunnya hingga
2027 untuk memastikan keberlanjutan program.
Konservasi ini berkontribusi pada pengurangan risiko
longsor, penguatan ekosistem, serta pemberdayaan
ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bambu
secara produktif. Inisiatif ini menjadi bukti komitmen
Bank Mega dalam mendukung pelestarian alam dan
keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 85
Page 86
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Biaya untuk kegiatan ini sebesar
Rp72.628.225,-
Bantuan Kepada Pegawai Terdampak Bencana Banjir Bandang
di Sibolga dan Medan
Bank berpendapat bahwa karyawan adalah aset yang penting untuk masa depan, oleh karena itu bank menempatkan keselamatan
dan kesejahteraan karyawan sebagai prioritas utama. Pada tahun 2025 terjadi bencana banjir bandang di Sibolga dan Medan yang
juga menimpa 60 pegawai Bank Mega. Sebagai bentuk dukungan kepada karyawan beserta keluarganya Bank memberikan bantuan
berupa paket sembako dan sejumlah dana untuk membantu biaya perbaikan rumah. Bantuan ini diharapkan dapat membantu
karyawan dalam proses pemulihan pasca bencana.
Mega Berbagi
Mega Berbagi merupakan inisiatif sosial Bank Mega yang Hingga akhir Desember 2025 terdapat 90 sekolah di berbagai
dijalankan untuk mengakomodir para nasabah yang memiliki wilayah Indonesia yang telah dibantu dengan total realisasi
jiwa sosial. Berdasarkan ketentuan dalam SE No.180/DIRBM- biaya mencapai Rp129,28 miliar, dimana pada tahun 2025
PMIC/23 mengenai Tabungan Mega Berbagi, para nasabah donasi yang telah disalurkan sebesar Rp6,30 miliar. Upaya
dapat menabung sekaligus berdonasi dalam kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Bank
khususnya dalam bidang pendidikan. Donasi tabungan Mega Mega dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan
Berbagi bersumber dari penyisihan minimal 1% bunga yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman,
seharusnya diterima nasabah, yang kemudian dilipatgandakan nyaman, dan berkualitas bagi generasi muda.
melalui tambahan 1% kontribusi dari Bank Mega.
Biaya Kegiatan Mega Berbagi
Dengan demikian Bank Mega dan nasabah bersama-sama Akumulasi sampai Penerima Manfaat
Biaya (Rp Miliar)
menyalurkan donasi tersebut untuk berbagai kegiatan sosial Tahun Sekolah
dengan 3 pilar yaitu pilar pendidikan yang merupakan fokus 2025 6,30 13
utama, pilar kesehatan dan pilar pemberdayaan masyarakat
2024 10,56 15
dan kebencanaan. Sejak 2008, Bank Mega telah menyalurkan
2023 7,72 8
donasi untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah serta
mengirim relawan guru muda ke berbagai daerah di pelosok.
86 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 87
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Menyalakan Harapan
Pendidikan di Daerah
Terpencil bersama
Program PIJAR
Sebagai wujud komitmen dalam mendukung peningkatan Mega turut mendukung penugasan guru muda di 4 (empat)
kualitas pendidikan di Indonesia, Bank Mega kembali sekolah penerima manfaat, yakni SDK Gayak Filial Nobo dan
berkontribusi dalam Program PIJAR (Pergi Mengajar), sebuah SD Inpres Hamahena di Nusa Tenggara Timur, SD Negeri 16
inisiatif CT Arsa Foundation yang menghadirkan guru-guru Siparayo di Sumatera Barat, serta SMP Swasta Islam Terpadu
muda berkualitas ke berbagai daerah terpencil. Kerja sama Al Munawar di Tapanuli Tengah. Inisiatif ini menjadi bagian dari
ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman upaya kolaboratif untuk memutus rantai kemiskinan melalui
antara Founder CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kapasitas
dan Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, yang generasi muda di daerah.
dilaksanakan bertepatan dengan acara Penyematan Guru
Muda PIJAR Batch 5 di Menara Mega Syariah. Momentum ini Melalui program ini, Bank Mega berharap dapat terus menjadi
memperkuat kolaborasi yang telah terjalin sejak 2022 dalam bagian dari gerakan besar untuk menghadirkan pendidikan
upaya menciptakan akses pendidikan yang lebih merata. berkualitas dan kesempatan yang lebih setara bagi anak-
anak di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi
Program PIJAR mengemban misi “Pergi Mengajar” dengan Perseroan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan,
menugaskan relawan guru muda ke sekolah-sekolah di wilayah khususnya TPB 4: Pendidikan Berkualitas.
pelosok. Melalui dukungan Tabungan Mega Berbagi, Bank
SMP Swasta Islam Terpadu Al Munawar SMK VIP Maaruf NU Kemiri Purworejo
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 87
Page 88
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat
Bank Mega terus memperkuat kontribusinya dalam (51–79 tahun), masyarakat berpendidikan maksimal SMP, serta
peningkatan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari pekerja sektor informal seperti petani, nelayan, ibu rumah
komitmen mendukung pembangunan ekonomi nasional yang tangga, dan pelajar. Temuan ini menjadi landasan bagi Bank
berkelanjutan. Program literasi keuangan Bank dirancang Mega untuk memfokuskan edukasi pada segmen tersebut
untuk membantu masyarakat memahami karakteristik produk melalui materi, pendekatan, dan kanal yang lebih relevan.
dan layanan keuangan, hak dan kewajiban konsumen, serta
risiko yang melekat, sehingga mereka mampu mengambil Pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan berada
keputusan finansial dengan lebih bijak dan aman. Upaya di bawah Unit Corporate Affairs yang bertanggung jawab
ini berjalan seiring dengan inisiatif inklusi keuangan yang kepada Direktur Compliance & Human Capital. Sebagai upaya
ditujukan untuk memperluas akses layanan perbankan formal memperkecil kesenjangan literasi & inklusi keuangan, Bank
bagi berbagai segmen masyarakat, termasuk kelompok rentan Mega memberikan prioritas pada edukasi yang aplikatif
sejalan dengan mandat OJK dan agenda Dewan Nasional dan mudah dipahami. Materi mencakup pengenalan jasa
Keuangan Inklusif. keuangan khususnya perbankan konvensional beserta produk
dan layanannya, pengelolaan keuangan pribadi, penggunaan
Perkembangan indikator nasional menjadi rujukan penting produk simpanan dan pembayaran non-tunai yang aman,
dalam penyusunan strategi edukasi Bank. Hasil Survei tips-tips menggunakan kartu kredit, hingga pengenalan dasar
Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat keuangan berkelanjutan. Pendekatan disesuaikan dengan profil
peningkatan indeks literasi keuangan Indonesia menjadi peserta, misalnya modul produk dasar untuk pelajar dan ibu
66,46% dan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%, naik rumah tangga, atau pengelolaan keuangan bagi masyarakat
dari capaian 2024. Meskipun terjadi peningkatan, masih umum. Dengan pendekatan ini, Bank Mega berupaya
terdapat kesenjangan literasi & inklusi keuangan serta selisih memastikan bahwa edukasi tidak hanya meningkatkan
dengan target inklusi pemerintah sebesar 90%. Tantangan pemahaman, tetapi juga mendorong penggunaan layanan
terbesar terdapat pada kelompok perempuan, masyarakat keuangan yang bertanggung jawab dan inklusif, sehingga
pedesaan, generasi muda (15–17 tahun), kelompok usia lanjut memperkuat peran sektor perbankan dalam meningkatkan
indeks literasi dan inklusi keuangan nasional.
88 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 89
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Literasi Keuangan
Edukasi Keuangan melalui Media Sosial Bank 2. Financial Expo (FinExpo). Selaras dengan agenda Bulan
Untuk menjangkau masyarakat lebih luas, Bank Mega Inklusi Keuangan OJK, Bank Mega turut berpartisipasi
melaksanakan program edukasi keuangan melalui berbagai pada acara Puncak Bulan Inklusi Keuangan FinExpo di
kanal media sosial. Selain itu Bank juga melakukan edukasi Surabaya dan Bandung, Kegiatan ini menjangkau lebih
pelindungan konsumen melalui Gerakan Bersama Edukasi dari 50 peserta dari kelompok yang beragam pelajar,
Perlindungan Konsumen (GEBER PK) yang diprakarsai oleh mahasiswa, dan masyarakat umum. Melalui edukasi yang
Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan, serta aplikatif dan mudah dipahami, Bank Mega mendorong
ratusan mitra kerja yang tergabung dalam asosiasi industri masyarakat untuk mulai memiliki tujuan finansial dan
jasa keuangan. Melalui kampanye digital ini, Bank Mega perencanaan keuangannya, diharapkan masyarakat dapat
telah menayangkan lebih dari 4.000.000 tayangan, dengan merencanakan masa depannya dengan lebih baik lagi.
penyampaian materi edukatif yang mudah dipahami dan 3. LPS Financial Festival 2025. Bank Mega menunjukkan
relevan dengan kebutuhan masyarakat. komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi
keuangan nasional melalui keterlibatan aktif pada LPS
Konten edukasi yang disampaikan mencakup topik-topik Financial Festival 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di
penting seperti perlindungan data pribadi, pengenalan dua kota besar, Surabaya dan Medan. Festival ini dirancang
produk dan layanan perbankan, kewaspadaan terhadap khusus untuk generasi muda dengan pendekatan edukasi
modus pencurian data dan kejahatan digital, bahaya judi yang kreatif dan menghibur, menggabungkan business talk,
online, serta tips keamanan dalam menggunakan produk dan inspirational speech, educational class, serta pertunjukan
layanan perbankan. Melalui pendekatan berbasis digital, Bank musik untuk menciptakan suasana pembelajaran yang
Mega berupaya memperluas jangkauan dan menumbuhkan menarik bagi ribuan peserta dari kalangan pelajar dan
pemahaman finansial sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa. Dalam kegiatan ini, Bank Mega berperan
masyarakat terhadap risiko penggunaan layanan keuangan di sebagai mitra literasi dan inklusi keuangan, bersama unit
era digital. bisnis di bawah PT Mega Corpora.
Edukasi melalui Website blog.bankmega.com Kontribusi utama Bank diwujudkan melalui Educational
Selain media sosial, Bank Mega juga memperluas jangkauan Class yang memberikan edukasi pengelolaan keuangan
edukasi keuangan melalui artikel-artikel informatif di website dengan topik “Jalan Ninja Cari Cuan dari AI” (Surabaya)
blog.bankmega.com. Hingga tahun pelaporan, edukasi melalui bersama KOL Daud Karunia, serta “Jurus Cuan Maksimal
kanal ini telah dilihat oleh lebih dari 41 ribu pengunjung, dari Saham & Level Up Keuanganmu!” (Medan) yang
mencakup materi mengenai pengenalan produk dan jasa dibawakan oleh Michael Yeoh dan Caroline Setiabudi,
keuangan, tips keamanan produk dan layanan perbankan Digital & Marketing Communication Head Bank Mega.
serta pengelolaan keuangan pribadi. Artikel disajikan dengan Edukasi ini dirancang untuk membantu generasi muda
bahasa sederhana agar dapat diakses oleh berbagai kelompok memahami dasar pengelolaan keuangan, pemanfaatan
masyarakat, termasuk yang baru memulai perjalanan literasi teknologi secara bijak, serta pengenalan risiko finansial.
keuangan. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 1000 peserta yang
terdiri dari pelajar/mahasiswa dan masyarakat umum.
Melalui kombinasi media sosial dan blog edukatif, Bank Mega
memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi Untuk memperluas inklusi keuangan, Bank Mega dan
keuangan nasional dan mendukung masyarakat agar lebih unit bisnis PT Mega Corpora juga menghadirkan booth
siap, bijak, dan aman dalam menggunakan layanan keuangan. interaktif yang memberikan akses informasi tentang produk
tabungan, investasi, serta edukasi perlindungan dana oleh
Mewujudkan Masyarakat yang Cerdas Finansial LPS. Berbagai aktivitas seperti kuis dan konsultasi ringan
Bank Mega terus memperluas jangkauan literasi keuangan disediakan untuk mendorong peserta untuk memahami
melalui sosialisasi tatap muka yang menyasar berbagai dan menggunakan produk serta layanan perbankan.
kelompok masyarakat, mulai dari pelajar hingga komunitas
umum. Melalui Program Ayo ke Bank, Bank Mega Keterlibatan Bank Mega dalam festival ini selaras dengan
memperkenalkan dasar-dasar layanan perbankan, cara agenda OJK terkait Hari Indonesia Menabung, sekaligus
menabung, serta pentingnya pengelolaan keuangan kepada mencerminkan komitmen perusahaan dalam mencetak
anak-anak usia sekolah. Sepanjang tahun 2025, Bank Mega generasi yang melek finansial, memahami hak dan
melakukan kegiatan Literasi Keuangan sebagai berikut: perlindungan keuangannya, serta percaya diri menghadapi
1. Ayo ke Bank. Program ini dilaksanakan di Jawa Barat dan tantangan ekonomi. Bank Mega meyakini bahwa masa
NTT, dan diikuti oleh 218 peserta. Edukasi ini tidak hanya depan finansial Indonesia akan semakin kuat jika
bertujuan mengajarkan konsep keuangan sejak dini, tetapi masyarakat dibekali kemampuan pengelolaan keuangan
juga menumbuhkan perilaku menabung dan pemahaman yang baik sejak dini.
keuangan yang menjadi fondasi kemandirian finansial di
masa depan.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 89
Page 90
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Bank Mega memperluas inklusi keuangan nasional melalui Partisipasi Bank Mega dalam FinExpo dan rangkaian BIK
partisipasi aktif pada Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang 2025 mencerminkan dukungan perusahaan terhadap upaya
puncaknya diselenggarakan bersamaan dengan Financial regulator dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan
Expo (FinExpo) 2025 di Tunjungan Plaza Surabaya pada 23–26 nasional, termasuk kampanye Hari Indonesia Menabung. Melalui
Oktober 2025. Kegiatan yang digagas OJK ini dilaksanakan pendekatan yang kolaboratif, edukatif, dan memberdayakan,
serentak di berbagai daerah dan bertujuan membuka Bank Mega terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis
akses layanan keuangan bagi masyarakat, meningkatkan pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang semakin
pemahaman produk dan layanan keuangan, serta memperkuat cerdas finansial, berdaya, dan siap menghadapi tantangan
budaya menabung sebagai fondasi literasi keuangan yang ekonomi di masa mendatang.
sehat. Kehadiran Bank Mega baik di tingkat nasional maupun
wilayah, termasuk di Bandung, menjadi bagian dari dukungan Selain kegiatan Edukasi Keuangan untuk meningkatkan tingkat
perusahaan terhadap perluasan akses keuangan yang inklusif, Literasi Keuangan, Bank juga melaksanakan kegiatan inklusi
aman, dan merata. keuangan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan Produk
dan layanan Bank, melalui kegiatan:
Sebagai peserta aktif FinExpo 2025, Bank Mega menghadirkan 1. Sosialiasi Program Meriah Bareng Mega, yang mengajak
berbagai kegiatan interaktif untuk mendorong literasi keuangan masyarakat untuk menabung dan berkesempatan
masyarakat. Melalui Papan Dream List, pengunjung diajak memenangkan hadiah undian serta memberikan edukasi
menuliskan impian finansial mereka dan memahami langkah mengenai layanan jasa keuangan digital di berbagai kota
perencanaannya melalui produk Tabungan Mega Rencana. besar seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Samarinda, Makassar,
Selain itu, Financial Literacy Class yang dibawakan oleh Surabaya dan Bandung
Corporate Affairs Head, Christiana M. Damanik, memberikan 2. Melakukan edukasi kepada pemegang kartu kredit tentang
pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan, cara bijak menggunakan kartu kredit
pentingnya menabung, dan manfaat produk keuangan formal. 3. Mengajak masyarakat menabung melalui kegiatan-
Kegiatan edukasi ditutup dengan Challenge #BiarJadi, yang kegiatan promosi offline di berbagai kota seperti Jakarta,
mendorong peserta untuk berbagi cara mewujudkan impian Bali, Tangerang, Tangerang Selatan, Surabaya, Medan,
finansial mereka, sehingga materi literasi menjadi lebih aplikatif Samarinda, Makassar dan Balikpapan
dan menarik. 4. Memperkenalkan produk dan layanan perbankan kepada
masyarakat pada event FEKDI yang diinisiasi oleh Bank
Indonesia
5. Kampanye Ajakan untuk Menggunakan QRIS secara digital
melalui Media Sosial Instagram Bank dan notifikasi Mobile
Banking M-Smile, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka
Pekan QRIS Nasional yang di inisiasi oleh Bank Indonesia.
90 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 91
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Pengaduan Masyarakat [F.24]
Bank Mega memastikan bahwa setiap aktivitas operasional dijalankan dengan memperhatikan potensi dampak lingkungan dan
sosial, termasuk penyediaan mekanisme pengaduan masyarakat sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan tata
kelola keberlanjutan. Sistem pengaduan disiapkan melalui berbagai kanal resmi seperti kantor cabang, MegaCall, dan saluran
komunikasi tertulis, sehingga masyarakat dapat menyampaikan masukan maupun keluhan secara mudah dan terbuka.
Sepanjang tahun 2025, Bank Mega tidak menerima pengaduan dari masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan, gangguan
operasional, maupun dampak sosial lainnya.
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang Selaras dengan
Dukungan Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) [F.25]
Strategi keberlanjutan Bank Mega yang mencakup pendanaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, TPB 9 tentang
hijau, penerapan taksonomi keuangan berkelanjutan, industri dan inovasi, TPB 12 tentang konsumsi dan produksi
pengelolaan risiko iklim, serta penguatan aspek sosial yang bertanggung jawab, serta TPB 16 tentang kelembagaan
dan tata kelola, diselaraskan secara jelas dengan Tujuan yang tangguh dan berintegritas. Kontribusi ini diwujudkan
Pembangunan Berkelanjutan Indonesia 2030. Melalui Rencana melalui perpaduan program internal, seperti kesehatan dan
Aksi Keuangan Berkelanjutan dan berbagai program prioritas, keselamatan kerja, pengembangan kompetensi pegawai,
seperti pembiayaan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan, dan penguatan tata kelola, serta program eksternal, seperti
pengembangan UMKM, efisiensi operasional dan pengurangan pembiayaan UMKM, perluasan akses layanan keuangan digital,
emisi, serta program TJSL Mega Peduli dan Mega Berbagi, Bank pengelolaan limbah, pencegahan korupsi, dan perlindungan
Mega memastikan bahwa setiap inisiatif strategis memberikan konsumen.
kontribusi nyata terhadap target TPB yang relevan.
Dengan pendekatan tersebut, strategi keberlanjutan Bank
Pemetaan yang disusun bersama Kementerian Perencanaan Mega tidak hanya memperkuat ketahanan dan daya saing
Pembangunan Nasional menunjukkan bahwa kegiatan Bank bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap
Mega mendukung sejumlah TPB kunci, antara lain TPB 3 tentang agenda pembangunan nasional sekaligus mendukung
kehidupan sehat dan sejahtera, TPB 4 tentang pendidikan komitmen global terhadap pencapaian SDGs.
berkualitas, TPB 5 tentang kesetaraan gender, TPB 8 tentang
Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas Capaian 2025
3.4 Meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan. • Melaksanakan kegiatan Mini Medical Check-Up (MMCU) dengan total
(3.4.1; 3.4.1.(b)) peserta 150 pegawai pada setiap kegiatan (3x dalam setahun) dan Pap
3.8 Meningkatkan kesehatan. (3.8.1*; 3.8.2.(a)) Smear dengan total peserta 50 pegawai pada setiap kegiatan.
• Meningkatkan awareness pegawai akan pentingnya kesehatan melalui
Target TPB Health Talk via Zoom dengan diikuti oleh 100 peserta pada setiap kegiatan
Kehidupan Sehat dan Sejahtera (12x dalam setahun) dan Health Fair dengan diikuti oleh 400 pegawai.
• Seluruh pegawai telah menerapkan standar kesehatan dan keselamatan
Target 2025 kerja.
• Meningkatkan derajat kesehatan karyawan Bank Mega. • Menyertakan seluruh pegawai dalam Program Jaminan Sosial Tenaga
• Menyediakan lingkungan kerja yang sehat, layak, dan Kerja (BPJS Ketenagakerjaan) yang mencakup asuransi kecelakaan kerja,
aman untuk seluruh pegawai. jaminan hari tua dan kematian kepada seluruh pegawai.
• Memberikan jaminan kesehatan menyeluruh kepada • Melaksanakan olahraga bersama yang diikuti oleh kurang lebih 50 pegawai
seluruh pegawai. pada setiap kegiatan dan juga konsultasi psikologi gratis untuk pegawai.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 91
Page 92
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Pendidikan Berkualitas
Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas Capaian 2025
4.a Membangun dan meningkatkan fasilitas pendidikan • Memberikan bantuan pendidikan melalui program PIJAR berupa
yang ramah anak. (4.a.1*) pendampingan literasi dan numerasi kepada para murid dan pendamping
4.c Meningkatkan pasokan guru yang berkualitas. (4.c.1*) penyesuaian kurikulum baru kepada para guru di daerah dengan
mengirimkan relawan guru ke 4 sekolah, yaitu NTT 2 sekolah, Sumatera
Target TPB Barat 1 sekolah, dan di Tapanuli Tengah 1 sekolah.
Pendidikan Berkualitas • Mengikutsertakan 5.257 pegawai pada program peningkatan kapasitas,
baik melalui e-learning maupun tatap muka (non e-learning).
Target 2025 • Selama tahun 2025, sebanyak 827 pegawai telah berpartisipasi dalam
• Memberikan pendidikan berkualitas tidak hanya pelatihan terkait keberlanjutan.
bagi pegawai Bank tetapi juga masyarakat yang • Pelatihan bagi Komisaris dan Direksi mengenai keberlanjutan telah diikuti
membutuhkan. oleh 8 peserta, dengan total 22 jam pelatihan.
• Melaksanakan pelatihan Keuangan Berkelanjutan bagi
seluruh pegawai melalui platform e-learning.
• Memberikan sertifikasi dan pelatihan sesuai dengan
materi terkini dan berdasarkan ketentuan regulator.
• Mengembangkan modul E-learning Pengenalan Aksi
Keuangan Berkelanjutan.
• Mengembangkan materi Pengenalan Aksi Keuangan
Berkelanjutan dalam Kurikulum Development Program.
Kesetaraan Gender
Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas Capaian 2025
5.1 Mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap kaum • Bank Mega memiliki Peraturan Perusahaan (PP) yang mengatur hak dan
perempuan. (5.1.1*) kewajiban antara Perusahaan dan pegawai.
5.5 Menjamin partisipasi dan kesempatan yang sama bagi • Jumlah pegawai perempuan sebanyak 2.816 pegawai atau setara 53,27%
perempuan untuk memimpin. (5.5.2*) dari total pegawai.
• Sebanyak 1 perempuan atau 14% menjabat sebagai Direktur.
Target TPB • Menerapkan kebijakan kesetaraan bagi seluruh pegawai, baik dari
Kesetaraan Gender perekrutan pegawai maupun dalam pengembangan karir dan menduduki
posisi pejabat eksekutif.
Target 2025
Perusahaan mendukung adanya kesetaraan gender dan
mendukung partisipasi perempuan dalam posisi/jabatan
manajemen.
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas Capaian 2025
8.3 Mendorong formalisasi dan pertumbuhan usaha • Melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui program TJSL.
mikro, kecil, dan menengah. (8.3.1(a)) • Menerapkan program peningkatan kesejahteraan pegawai dengan
8.7 Memberantas kerja paksa dan tenaga kerja anak. mempertimbangkan hasil evaluasi kinerja dan kondisi Bank.
(8.7.1(a)) • Memberikan pembiayaan kredit kepada UMKM sebesar Rp539 miliar.
8.8 Melindungi hak-hak tenaga kerja dan menjamin • Memberikan pembiayaan kepada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan
lingkungan kerja yang aman bagi semua pekerja. (KKUB) sebesar Rp21,9 triliun.
(8.8.1(a)) • Meningkatkan kesadaran dan penerapan prinsip K3 bagi pegawai di
tempat kerja dengan ikut berpartisipasi pada peringatan Bulan K3
Target TPB Nasional.
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Target 2025
• Mendukung dan membantu kemandirian UMKM dan
menjamin akses ke layanan keuangan.
• Tidak ada pekerja di bawah umur di dalam rantai pasok
perusahaan.
• Meningkatkan kesejahteraan pegawai.
• Meningkatkan perekonomian masyarakat
92 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 93
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas Capaian 2025
9.3 Meningkatkan akses industri dan perusahaan skala • Memberikan pinjaman/kredit UMKM senilai Rp539 miliar.
kecil terhadap jasa keuangan. (9.3.2*) 9.b Mendukung • Memberikan pelatihan digitalisasi dalam operasional perbankan.
pengembangan teknologi. (9.b.1) • Melakukan inovasi pengembangan produk dan/atau jasa perbankan yang
memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan layanan kepada
Target TPB Nasabah.
Industri, Inovasi, dan Infrastruktur • Memberikan pembiayaan kepada sektor kegiatan usaha dan/atau kegiatan
lainnya yang berwawasan lingkungan dan ramah lingkungan.
Target 2025 • Menyediakan sarana bagi nasabah untuk memberikan kemudahan bagi
• Memberikan akses keuangan kepada industri kecil. para Nasabah dalam melakukan transaksi perbankan secara digital.
• Optimalisasi layanan keuangan berbasis digital. • Meningkatkan kualitas perlindungan data Nasabah untuk mengakses
• Membangun infrastruktur digital. produk dan layanan perbankan secara digital.
• Menjaga keamanan data seluruh nasabah dan seluruh
pemangku kepentingan lainnya.
Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas Capaian 2025
12.5 Mengurangi produksi limbah melalui pencegahan, Limbah kertas pada tahun 2025 sebesar 13,26 ton.
pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali.
(12.5.1(a))
Target TPB
Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Target 2025
• Mengurangi timbulan limbah dengan menerapkan pola
hidup berkelanjutan.
• Efisiensi penggunaan energi dan air.
Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas Capaian 2025
16.10 Menjamin akses publik terhadap informasi dan • Tidak ada kasus suap dan korupsi yang terjadi di tahun 2025.
melindungi kebebasan mendasar. (16.10.1(b)) • Bank memproses, menyelesaikan, dan melakukan analisis atas seluruh
16.5 Secara substansial mengurangi korupsi dan tindak pelanggaran yang terjadi sesuai aturan yang berlaku.
penyuapan dalam segala bentuknya. (16.5.1(a)) • Tersedianya mekanisme pengaduan nasabah (Customer Care) yang dapat
diakses melalui berbagai kanal dan penanganan secara cepat, adil, dan
Target TPB konsisten.
Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Target 2025
• Mencegah adanya perilaku suap dan korupsi di seluruh
operasional perbankan.
• Menjalankan program pencegahan terkait pelanggaran
praktik ketenagakerjaan dan HAM.
• Seluruh pengaduan nasabah dapat ditangani dengan
baik.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 93
Page 94
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Melindungi Nasabah,
Sepenuh Hati
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk
dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen [F.17][3-3]
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Layanan Inklusif bagi Nasabah Disabilitas dan Lanjut Usia
Jasa yang Setara kepada Konsumen [F.17] Sebagai bagian dari komitmen inklusi keuangan, Bank Mega
Kepercayaan nasabah merupakan fondasi keberlanjutan Bank memastikan bahwa nasabah penyandang disabilitas dan
Mega, sehingga Perseroan berkomitmen untuk menyediakan lanjut usia memperoleh akses Layanan atas Produk dan/atau
layanan yang adil, inklusif, aman, dan mudah diakses oleh Jasa yang setara. Bank menyediakan saluran layanan yang
seluruh segmen nasabah. Komitmen ini diwujudkan melalui ramah pengguna, pendampingan petugas di cabang, serta
inovasi layanan digital, peningkatan akses bagi kelompok komunikasi yang mudah dipahami. Upaya ini bertujuan untuk
rentan, serta penyediaan solusi pembayaran yang efisien guna menghilangkan hambatan akses dan memastikan seluruh
mendukung aktivitas keuangan harian masyarakat. nasabah dapat menggunakan layanan perbankan secara aman
dan nyaman. Implementasi ini mengacu pada Surat Edaran
Layanan Transfer BI-Fast Tanpa Biaya No. 188 tentang Pelayanan terhadap Nasabah dan/atau Calon
Untuk memberikan nilai tambah dan efisiensi biaya, Bank Mega Nasabah Berkebutuhan Khusus (disabilitas) dan lanjut usia.
menghadirkan layanan transfer antar bank melalui BI-Fast di
aplikasi M-Smile dengan biaya Rp0 (tanpa syarat dan tanpa Layanan Tap To Pay untuk Transaksi Digital
batas kuota) selama bank tujuan tergabung dalam jaringan BI- Untuk mendukung pengalaman transaksi non-tunai yang
Fast. Fitur ini memungkinkan nasabah melakukan transfer real cepat dan aman, Bank Mega menghadirkan fitur Tap To Pay
time selama 24 jam dengan berbagai opsi identifikasi (nomor pada aplikasi M-Smile. Fitur ini memungkinkan pembayaran
rekening, nomor ponsel, atau alamat proxy lainnya), sehingga menggunakan kartu kredit virtual secara contactless melalui
mempermudah pengelolaan keuangan dan meningkatkan ponsel berfitur NFC di mesin EDC. Nasabah cukup memilih kartu
kenyamanan dalam bertransaksi. kredit sebagai sumber dana dalam aplikasi dan menempelkan
ponsel pada EDC untuk menyelesaikan transaksi. Dengan
demikian, Tap To Pay tidak hanya meningkatkan kenyamanan,
tetapi juga mengurangi ketergantungan pada kartu fisik dan
memperkuat adopsi pembayaran digital.
94 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 95
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Digitalisasi dan Inovasi Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan [F.26]
Pada 2025, Bank Mega melanjutkan agenda digitalisasi dan akurasi data, serta memungkinkan alokasi tenaga kerja
inovasi layanan dengan memastikan seluruh pengembangan pada fungsi yang lebih strategis. Penguatan juga dilakukan
kanal dan produk berbasis teknologi tercantum dalam pada reconciliation system dan credit management system
Rencana Penyelenggaraan Produk Bank (RPPB) serta selaras sehingga integrasi data antar aplikasi core banking, treasury,
dengan ketentuan OJK, khususnya terkait layanan digital dan dan kanal front-end lebih real time, terstandarisasi, dan dapat
keuangan berkelanjutan. Inovasi diarahkan tidak hanya untuk mendukung pemantauan risiko serta kualitas portofolio secara
meningkatkan kenyamanan nasabah, tetapi juga memperkuat lebih komprehensif.
efisiensi operasional, mengurangi jejak lingkungan, dan
mendukung pencapaian target keuangan berkelanjutan Bank. Untuk mendorong arsitektur digital yang lebih terbuka, Bank
mengembangkan open API sehingga integrasi dengan mitra
Peningkatan signifikan terjadi pada pemanfaatan kanal digital, eksternal, termasuk e-commerce, payment gateway, dan
terutama M-Smile. Hingga 31 Desember 2025, pembukaan platform digital lainnya untuk dapat dilakukan secara aman dan
rekening tabungan melalui kanal digital mencapai 119.193 terkontrol. Di lingkungan internal, sistem manajemen seperti
rekening tabungan melalui channel digital menghemat sekitar human capital, policy & procedure management, content
429.094 lembar kertas, setara dengan penyelamatan 37 management, E-Doc, dan enterprise data warehouse terus
pohon dan efisiensi biaya lebih dari Rp44 juta. Pada segmen diperkuat agar seluruh dokumen operasional, kebijakan, dan
kartu kredit, adopsi e-statement dan digital onboarding terus data tersimpan secara terpusat dan terdigitalisasi. Langkah ini
meningkat, menghasilkan penghematan sekitar 9,2 juta lembar meningkatkan konsistensi tata kelola, memperkuat kapabilitas
kertas dari e-statement serta lebih dari 2,4 juta lembar dari analitik, serta mempercepat pengambilan keputusan.
digital submission kartu kredit. Total penghematan tersebut
setara dengan lebih dari 1.055 pohon dan pengurangan emisi Pada layanan pembayaran, Bank Mega memperluas adopsi
karbon dalam jumlah signifikan. solusi cashless payment seperti Tap To Pay berbasis kartu
kredit virtual di M-Smile, QRIS, dan kanal nirsentuh lainnya
Dari sisi infrastruktur dan proses internal, Bank Mega guna mendukung pengalaman transaksi yang cepat, aman,
memperluas pemanfaatan Robotic Process Automation dan praktis. Perluasan ini sejalan dengan pilar “innovation &
(RPA) pada berbagai aktivitas back-office seperti rekonsiliasi infrastructure” dalam RAKB 2024–2028 dan berkontribusi
transaksi, pemrosesan data kredit, dan proses pelaporan. langsung terhadap SDGs melalui pengurangan penggunaan
Inisiatif ini mempercepat waktu pemrosesan, meningkatkan kertas, efisiensi energi operasional, serta peningkatan inklusi
dan akses layanan keuangan digital bagi masyarakat.
M-Smile Memimpin Inovasi QRIS TAP
di Indonesia
Bank Mega melalui aplikasi M-Smile menjadi salah satu first mover
dalam implementasi QRIS Tanpa Pindai (QRIS TAP), inovasi pembayaran
digital berbasis Near Field Communication (NFC) yang diluncurkan Bank
Indonesia. Bersama 18 penyedia jasa pembayaran dan infrastruktur sistem
pembayaran lainnya, Bank Mega turut melakukan simulasi penggunaan
QRIS TAP di Stasiun MRT dan armada Damri, yang dihadiri oleh Direktur
Utama Bapak Kostaman Thayib dan Direktur IT Bapak Y. B. Hariantono.
Melalui fitur ini, nasabah cukup memilih menu QRIS Tap di M-Smile,
menentukan sumber dana, memasukkan PIN, lalu mendekatkan ponsel
ke perangkat pembayaran tanpa perlu memindai kode QR. Inovasi ini
semakin mempermudah transaksi harian di sektor transportasi publik,
ritel, dan layanan masyarakat.
Hadirnya QRIS TAP melalui M-Smile memperkuat posisi Bank Mega
sebagai pelaku utama transformasi pembayaran digital nasional. Selain
meningkatkan kenyamanan dan kecepatan transaksi nirsentuh, fitur ini
juga mendukung perluasan inklusi keuangan serta penggunaan layanan
digital yang lebih ramah lingkungan. Hingga akhir 2025, frekuensi
transaksi melalui M-Smile meningkat 45% dibanding 2024, mencerminkan
tingginya kepercayaan dan adopsi nasabah terhadap layanan digital
Bank Mega. Ke depan, Bank Mega berkomitmen untuk terus berinovasi
menghadirkan solusi pembayaran yang aman, mudah diakses, dan relevan
dengan kebutuhan masyarakat modern.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 95
Page 96
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Inovasi Peningkatan Literasi Keuangan melalui Financial Dashboard
Bank Mega terus menghadirkan inovasi layanan digital yang Menjaga Stabilitas Arus Kas UMKM melalui Real-Time
mendukung peningkatan literasi keuangan nasabah. Salah Settlement QRIS
satu inisiatif tersebut adalah fitur Financial Dashboard, yang Bagi pelaku UMKM, stabilitas arus kas merupakan faktor
berperan sebagai sarana praktis untuk membantu nasabah penting dalam menjaga kelangsungan usaha, terutama untuk
memahami kondisi keuangan secara lebih terstruktur dan memenuhi kebutuhan operasional harian seperti pembelian
komprehensif. Melalui visualisasi data yang mudah dipahami, bahan baku, pembayaran tenaga kerja, hingga pengelolaan
nasabah dapat memantau arus kas, alokasi aset, serta tren stok. Dalam konteks tersebut, penerapan Real-Time Settlement
pengeluaran secara lebih objektif, sehingga mampu mengambil QRIS menjadi solusi yang membantu mempercepat penerimaan
keputusan finansial yang lebih terukur. dana transaksi, sehingga pelaku usaha tidak perlu menunggu
pencairan dalam beberapa hari kerja.
Fitur Financial Dashboard dapat diakses dengan mudah
melalui aplikasi M-Smile (Mega Smart Mobile), sehingga Pada tahun 2025, Bank Mega menjadi salah satu bank yang
nasabah dapat memantau kondisi keuangan kapan saja dan telah mengimplementasikan Real-Time Settlement QRIS untuk
di mana saja. Kehadiran fitur ini diharapkan dapat mendorong merchant UMKM dengan kategori UMI (Usaha Mikro). Inisiatif ini
peningkatan literasi keuangan bagi seluruh segmen nasabah merupakan bentuk dukungan Bank Mega dalam memperkuat
Bank Mega, sekaligus mendukung agenda literasi dan inklusi kebutuhan operasional pelaku usaha mikro, sekaligus sejalan
keuangan yang dijalankan oleh Bank Indonesia dan Otoritas dengan ketentuan dan program Bank Indonesia terkait
Jasa Keuangan (OJK). penguatan ekosistem transaksi QRIS.
Digitalisasi dan Efisiensi Proses Bank Mega
Program Dimensi Efisiensi
E-Learning – Metode pembelajaran digital untuk pelatihan dan sosialisasi SDM Biaya, SDM, Kertas
Mobile Onboarding – Mendukung proses onboarding nasabah yang efektif dan efisien Biaya, SDM, Kertas
Card Initiation System – Mendukung proses customer origination bagi nasabah kartu kredit SDM, Kertas
Proses Automation dan Digitalisasi – Mendukung efisiensi proses untuk hasil yang lebih optimal Biaya operasional, SDM
Tangible Monitoring System – Pengelolaan barang dan aset cabang untuk mendukung perencanaan Biaya operasional, SDM
pengadaan & penggantian aset
QR Payment – Mendukung proses pembayaran menjadi lebih efisien Biaya operasional
Web Policy & Procedure Management System – Mendukung dokumen kebijakan dan prosedur secara SDM, Kertas
paperless
Content Management dan E-Doc – Mendukung pengelolaan data profil dan rekening nasabah secara SDM, Kertas
paperless
Enterprise Data Warehouse – Mendukung pelaporan secara paperless SDM, Kertas
Chatbot – Mendukung pelayanan nasabah yang lebih efisien Biaya operasional, SDM
Collection System – Mendukung proses penagihan menggunakan mobile apps untuk meningkatkan efisiensi Biaya operasional, SDM, Kertas
Mobile Appraisal – Mendukung appraisal dengan mobile apps menjadi lebih efisien Biaya operasional, SDM, Kertas
Mega Employee Mobile (MeMo) – Mendukung aktivitas operasional SDM secara paperless Biaya operasional, SDM, Kertas
Branch Delivery System (BDS) – Mendukung aktivitas customer service secara paperless Biaya operasional
BI-Fast – Mendukung transaksi real-time dengan biaya lebih ekonomis Biaya operasional
Open API – Mendukung koneksi berbagai aplikasi antara Bank dan mitra secara efisien Biaya operasional, SDM, Kertas
Payment Gateway – Mendukung transaksi finansial antara merchant dan partner Bank Mega Biaya operasional, SDM, Kertas
Reconciliation System – Mendukung efisiensi rekonsiliasi Biaya operasional
HC-Employee Self Service (penambahan modul) – Mendukung efisiensi proses layanan HC secara paperless Biaya operasional, SDM, Kertas
Update HC System (penambahan modul) – Mendukung efisiensi & kecepatan proses kerja HC Biaya operasional, SDM, Kertas
Virtual Card (Kartu Kredit & Debit) – Mendukung efisiensi proses dan biaya pencetakan/penerbitan kartu Biaya operasional, Fisik Kartu
fisik
96 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 97
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Sepanjang tahun 2025, Bank Mega melanjutkan agenda Selain pertumbuhan yang kuat pada kanal M-Smile, Bank
transformasi digital sebagai bagian dari upaya memperkuat Mega juga mencatat dinamika penggunaan kanal transaksi
kapabilitas layanan, meningkatkan kenyamanan nasabah, serta lainnya. Sepanjang 2025, aktivitas transaksi melalui Internet
mendorong efisiensi operasional. Untuk indikator peningkatan Banking dan ATM menunjukkan pergeseran seiring semakin
jumlah pengguna aktif layanan digital (misalnya M-Smile dominannya kebutuhan nasabah terhadap layanan yang
dan Mega Internet), Bank Mega belum menetapkan target lebih cepat, praktis, dan terintegrasi dalam satu aplikasi.
kuantitatif yang spesifik pada periode pelaporan, sehingga Perkembangan ini memperkuat arah strategi Bank dalam
informasi target tidak dapat disajikan. Sebagai gantinya, mendorong adopsi kanal digital, khususnya melalui M-Smile
Bank Mega menyajikan posisi dan capaian aktual hingga serta layanan pembayaran berbasis QRIS yang semakin luas
31 Desember 2025 sebagai realisasi kinerja layanan digital, digunakan. Di sisi lain, transaksi pada produk Uang Elektronik
yang digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengembangan juga mengalami penyesuaian sejalan dengan optimalisasi
berkelanjutan di periode berikutnya. ekosistem pembayaran digital Bank. Secara keseluruhan,
perubahan pola transaksi tersebut mencerminkan akselerasi
Dalam rangka memperkuat pengembangan kanal digital transformasi digital Bank Mega, sekaligus menjadi dasar
ke depan, Bank Mega merancang peningkatan layanan penguatan inovasi layanan dan pengembangan fitur digital
melalui kemitraan ekosistem digital dengan memanfaatkan yang lebih relevan dengan kebutuhan nasabah.
rangkaian produk Bank yang telah tersedia melalui konsep
Banking as a Service (BaaS) untuk penggunaan yang lebih Dari sisi keamanan informasi, hingga akhir tahun 2025 tidak
luas, khususnya pada segmen ritel dan mikro. Bank Mega terdapat insiden keamanan data material yang teridentifikasi
juga merencanakan pengembangan fitur dan produk digital maupun dilaporkan yang berdampak signifikan terhadap
yang lebih komprehensif untuk memperluas basis nasabah, nasabah atau operasional Bank. Bank Mega berkomitmen
meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan untuk menjadikan keamanan informasi sebagai bagian integral
pendapatan berbasis komisi (fee based income) dan transaksi dalam seluruh proses pengembangan dan transformasi digital,
non-tunai. serta secara berkala melakukan pemantauan dan peningkatan
efektivitas pengendalian keamanan.
Pada layanan Mobile Banking M-Smile, pengembangan
direncanakan mencakup fitur seperti Tap to Pay, QRIS Cross Selama tahun 2025, Bank Mega juga mencatat berbagai
Border dengan penambahan negara tujuan baru, layanan pengembangan yang dapat dikaitkan dengan aspek
transfer luar negeri (remittance), Cashline digital, Click to Pay, keberlanjutan, khususnya melalui penguatan ekosistem
serta penguatan Fitur Lifestyle untuk memudahkan pembelian pembayaran digital. Pengembangan fitur contactless pada
tiket, voucher, dan belanja. Bank juga merencanakan transaksi kartu debit serta layanan QRIS (termasuk dalam
penambahan fitur kantong dana (Zaku) untuk membantu aplikasi M-Smile) mendukung efisiensi transaksi, mengurangi
pengelolaan keuangan, pengembangan loyalty & coupon ketergantungan pada uang tunai dan penggunaan kertas,
digital. Sejalan dengan rencana pengembangan tersebut, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna.
Bank Mega senantiasa berupaya memperkuat keamanan siber Penambahan negara pada implementasi QRIS Cross Border
dengan terus beradaptasi terhadap dinamika industri dan turut memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara,
perkembangan teknologi. mendorong inklusi keuangan, dan mendukung aktivitas
ekonomi yang lebih efisien.
Kinerja layanan transaksi digital Bank Mega sepanjang tahun
2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid pada kanal Selain itu, pengembangan layanan API berstandar SNAP
M-Smile, baik dari sisi volume maupun frekuensi transaksi. berkontribusi pada interoperabilitas sistem pembayaran,
Volume transaksi M-Smile meningkat menjadi Rp78,15 triliun efisiensi integrasi, dan peningkatan skalabilitas layanan
pada tahun 2025, dibandingkan Rp49,91 triliun pada tahun digital, sehingga mendukung terbentuknya ekosistem
2024, atau tumbuh sebesar 57%. Sejalan dengan itu, frekuensi pembayaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Bank
transaksi M-Smile juga meningkat sebesar 45%, dari 11,71 juta juga telah mengimplementasikan QRIS Real-Time Settlement
transaksi pada tahun 2024 menjadi 16,93 juta transaksi pada untuk mendukung percepatan transaksi, serta melakukan
tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan adopsi yang enhancement pada chatbot MILA guna memperkuat layanan
semakin kuat terhadap kanal mobile, sejalan dengan strategi mandiri nasabah melalui akses informasi yang lebih cepat
Bank Mega untuk menempatkan M-Smile sebagai kanal dan responsif. Inisiatif tersebut juga membantu mengurangi
transaksi utama bagi nasabah ritel. kebutuhan proses manual dan kunjungan fisik ke cabang,
sehingga berkontribusi pada efisiensi penggunaan sumber
daya dan jejak operasional yang lebih rendah.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 97
Page 98
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Think Customer: Bank Mega Hadir Lebih Dekat
Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, Dalam memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam,
tetapi momen penting bagi Bank Mega untuk memperkuat Bank Mega terus memperluas kanal layanan, mulai dari kantor
hubungan emosional dengan para nasabah. Mengusung tema cabang, ATM, Mega Call, hingga chatbot WhatsApp MILA.
“Think Customer” pada 2025, Bank Mega menegaskan kembali Penguatan inovasi digital juga diwujudkan melalui fitur-fitur
komitmen untuk menghadirkan layanan yang berpusat pada unggulan di aplikasi M-Smile, termasuk QRIS Tap, teknologi
kebutuhan dan pengalaman nasabah. Sebagai wujud apresiasi, pembayaran nirsentuh berbasis NFC, dan QRIS Cross Border,
Direktur Utama Bapak Kostaman Thayib bersama jajaran yang memungkinkan transaksi lintas negara dalam Rupiah di
manajemen turun langsung menyapa nasabah di Kantor berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan
Cabang Utama Jakarta–Tendean, mendengarkan aspirasi Jepang. Inovasi ini menjadi bukti komitmen Bank Mega untuk
mereka, dan memastikan layanan Bank tetap relevan dengan menyediakan layanan yang modern, praktis, dan aman.
ekspektasi nasabah masa kini.
Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bahwa
Suasana perayaan juga terasa di seluruh jaringan kantor Bank keberhasilan sebuah institusi keuangan tidak hanya ditentukan
Mega yang dihias dengan dekorasi tematik, disertai partisipasi oleh pertumbuhan aset dan kinerja finansial, tetapi juga oleh
pegawai yang mengenakan kostum kreatif di luar seragam kualitas hubungan yang dibangun dengan para nasabah.
resmi. Inisiatif ini menciptakan atmosfer yang lebih hangat Dengan prinsip pelayanan yang penuh empati dan ketulusan,
dan bersahabat, memperkuat kedekatan antara pegawai dan Bank Mega berkomitmen untuk terus tumbuh bersama
nasabah. Meski demikian, inti dari peringatan Hari Pelanggan nasabah dan menjadi bagian dari setiap perjalanan finansial
Nasional tetap terletak pada semangat melayani dengan hati mereka, baik hari ini maupun di masa depan.
bahwa kesuksesan Bank Mega dibangun di atas kepercayaan
dan loyalitas para nasabah.
Evaluasi Keamanan Produk dan/atau Layanan serta Penarikan Produk [F.27, F.28, F.29]
Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Bank Umum. Seluruh tahapan evaluasi dilaksanakan secara
Pelanggan lintas fungsi oleh unit Teknologi Informasi, Manajemen Risiko,
Untuk memastikan seluruh produk dan layanan aman digunakan Kepatuhan, dan Legal, sehingga hanya produk dan layanan
oleh nasabah serta memenuhi standar kualitas, keamanan, dan yang telah memenuhi persyaratan keamanan, kelayakan
kepatuhan yang berlaku, Bank Mega mewajibkan 100% produk operasional, dan kualitas yang dapat ditawarkan kepada
dan layanan baru melalui proses evaluasi keamanan sebelum nasabah.
diluncurkan ke publik. Evaluasi ini merupakan bagian integral
dari tata kelola pengembangan produk dan dilakukan secara Sebagai bagian dari penguatan keamanan yang berkelanjutan,
menyeluruh sejak tahap perancangan hingga persetujuan Bank Mega terus meningkatkan kapabilitas sistem teknologi
akhir peluncuran. informasi melalui penerapan pengendalian akses yang ketat,
pemantauan keamanan siber secara real time, serta mekanisme
Proses evaluasi keamanan mencakup uji kesiapan teknologi deteksi dini terhadap potensi serangan digital dan risiko fraud.
informasi, penilaian risiko operasional dan risiko siber, kajian Bank juga secara aktif meningkatkan kesadaran dan literasi
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, keamanan bagi pegawai dan nasabah melalui berbagai kanal
serta penilaian aspek hukum dan perlindungan konsumen. komunikasi, termasuk email internal, wallpaper desktop,
Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang newsletter, platform komunikasi internal, serta webinar
berlaku, antara lain Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 sosialisasi terkait risiko social engineering. Sepanjang tahun
tentang Perbankan, POJK Nomor 6 Tahun 2022 tentang 2025, kegiatan edukasi ini diikuti oleh pegawai di kantor pusat,
Perlindungan Konsumen, POJK Nomor 11 Tahun 2022 tentang cabang, dan regional, dengan fokus pada praktik bertransaksi
Penyelenggaraan Teknologi Informasi, POJK Nomor 13 Tahun aman, pengenalan modus penipuan digital, serta perlindungan
2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum, serta data pribadi dan kredensial perbankan.
POJK Nomor 21 Tahun 2023 tentang Layanan Digital oleh
98 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 99
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Privasi dan Keamanan Data Nasabah [3-3] [418-1]
Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi digital informasi dan siber. Kebijakan tersebut mengatur hak dan
dalam layanan perbankan, Bank Mega menyadari bahwa kewajiban Nasabah, prinsip pengelolaan data pribadi,
kemudahan bertransaksi yang dirasakan Nasabah juga pengendalian akses informasi, serta mekanisme identifikasi,
diiringi oleh meningkatnya risiko kejahatan siber, seperti pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko TI dan siber
malware, peretasan, penipuan daring, dan penyalahgunaan di seluruh unit kerja.
data pribadi. Oleh karena itu, pelindungan data Nasabah dan
keamanan informasi merupakan prioritas strategis Bank Mega Selain kebijakan internal, Bank Mega juga menerbitkan
sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan untuk menjaga berbagai ketentuan dan surat edaran internal yang memperkuat
kepercayaan pemangku kepentingan serta mendukung pengelolaan privasi, keamanan data, dan ketahanan siber,
stabilitas operasional dan sistem keuangan dalam jangka termasuk pengelolaan data nasabah (Customer Information
panjang. File) dan pelindungan aset serta data konsumen. Seluruh
kebijakan dan ketentuan tersebut ditinjau dan diperbarui
Bank Mega menerapkan pelindungan data Nasabah dan secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan
keamanan informasi secara menyeluruh, yang mencakup teknologi, dinamika ancaman siber, serta kebutuhan bisnis
kebijakan, proses operasional, penguatan infrastruktur Bank.
teknologi, serta peningkatan kesadaran seluruh karyawan
Bank terhadap risiko teknologi dan siber. Kerangka kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan
selaras dengan regulasi eksternal yang berlaku, termasuk
Kerangka Kebijakan Privasi dan Keamanan Data Bank Mega ketentuan Bank Indonesia terkait keamanan sistem informasi
Komitmen Bank Mega dalam melindungi data Nasabah dan ketahanan siber. Melalui kepatuhan terhadap regulasi
diwujudkan melalui kerangka kebijakan internal yang dan penguatan tata kelola keamanan informasi, Bank Mega
komprehensif dan terintegrasi, antara lain kebijakan terkait memastikan bahwa sistem teknologi informasi yang digunakan
perlindungan konsumen, privasi dan pelindungan data tetap andal, aman, dan mampu melindungi data Nasabah dari
pribadi, keamanan informasi, serta manajemen risiko teknologi potensi ancaman digital.
Penerapan Perlindungan Data Pribadi dalam Mendukung Keberlanjutan [2-27]
Bank Mega berkomitmen menjaga privasi dan keamanan data Pencapaian ini merupakan tonggak penting bagi Bank Mega
nasabah melalui penerapan Perlindungan Data Pribadi (PDP) dalam memperkuat tata kelola keamanan informasi, sekaligus
yang terstruktur dan selaras dengan peraturan perundang- memastikan bahwa proses pengelolaan data dan privasi
undangan. Untuk memastikan pengelolaan data pribadi nasabah dilakukan sesuai standar internasional yang diakui
dilakukan secara patuh, efektif, dan bertanggung jawab, Bank secara global. Implementasi ISO 27001:2022 dan ISO 27701:2019
Mega membentuk Divisi Personal Data Protection (PEDP) menjadi bukti bahwa seluruh mekanisme perlindungan data
yang berperan sebagai pengendali dan pengawas utama di Bank Mega telah memenuhi persyaratan ketat dalam hal
dalam pelaksanaan PDP di seluruh unit kerja. Divisi ini bertugas kontrol keamanan, manajemen risiko, serta pengelolaan data
memberikan informasi dan advis kepada unit terkait mengenai pribadi secara aman dan bertanggung jawab.
kewajiban pemenuhan Undang-Undang Perlindungan Data
Pribadi, memantau tingkat kepatuhan Bank, serta bertindak Selain mencerminkan praktik terbaik (best practices) di
sebagai narahubung dalam isu-isu pemrosesan data pribadi, bidang keamanan siber dan privasi, keberhasilan ini juga
baik internal maupun terhadap regulator. menunjukkan pemenuhan kewajiban regulator dari berbagai
lembaga, termasuk OJK, Bank Indonesia, Kementerian
Bank Mega Raih Sertifikasi ISO 27001:2022 dan ISO Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara
27701:2019 (BSSN), Kementerian Dalam Negeri, serta Undang-Undang
Bank Mega kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga Perlindungan Data Pribadi. Dengan pencapaian ini, Bank Mega
keamanan informasi dan perlindungan data pribadi dengan semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan
berhasil meraih Sertifikasi ISO 27001:2022 untuk Sistem yang terpercaya dan siap menghadapi tantangan keamanan
Manajemen Keamanan Informasi dan ISO 27701:2019 untuk digital di era ekonomi modern.
Sistem Manajemen Informasi Privasi. Sertifikasi ini diserahkan
di Jakarta oleh Presiden Direktur PT Defender Nusa Semesta,
Toto A. Atmojo, bersama Direktur CBQA Global Indonesia,
Anwar Siregar, dan diterima langsung oleh Direktur Utama
Bank Mega, Kostaman Thayib, didampingi Wakil Direktur
Utama, Indivara Erni, serta Direktur IT, YB. Hariantono.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 99
Page 100
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Dampak dan Kontribusi Personal Data Protection (PDP) Perlindungan Data Pribadi melalui Pelatihan Manajemen
Framework terhadap Keberlanjutan (LST) Risiko Privasi
Keberadaan Personal Data Protection (PDP) Framework Di era digital yang semakin kompleks, pengelolaan data
di Bank Mega menjadi fondasi penting dalam memastikan pribadi menjadi tanggung jawab strategis bagi Bank Mega,
seluruh program Perlindungan Data Pribadi berjalan efektif terutama dalam menjaga kepercayaan nasabah dan memenuhi
dan berkontribusi nyata terhadap keberlanjutan perusahaan. ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU
Dalam aspek lingkungan, Bank mulai menerapkan pendekatan PDP). Menyadari peningkatan ancaman siber dan risiko
yang lebih ramah lingkungan dalam pengumpulan, kebocoran data, Bank Mega menyelenggarakan pelatihan
pemrosesan, dan penyimpanan data, termasuk mendorong intensif Manajemen Risiko Privasi pada April 2025 sebagai
digitalisasi layanan seperti M-Smile, M-Auto, serta Mega bagian dari upaya memperkuat budaya sadar privasi di seluruh
Career Website untuk proses rekrutmen. Transformasi digital organisasi.
ini membantu mengurangi penggunaan kertas, menekan Pelatihan yang dibuka oleh Direktur Compliance & Human
limbah, dan mendukung pengurangan deforestasi. Selain itu, Capital, Bapak Yuni Lastianto, ini berlangsung tatap muka
penerapan prinsip data minimization dan kebijakan retensi dalam empat batch dan diikuti perwakilan dari berbagai
data mendorong pengelolaan data yang lebih efisien, sehingga departemen. Sesi dimulai dengan pemaparan mengenai
dapat menurunkan kebutuhan kapasitas data center dan perkembangan regulasi, termasuk UU PDP, GDPR, dan
konsumsi energi digital yang selama ini cukup besar karena kebijakan internal Bank Mega terkait privasi dan keamanan
banyaknya data sensitif yang diproses Bank. informasi, sehingga peserta memiliki landasan kuat sebelum
mendalami aspek teknis manajemen risiko privasi.
Dalam aspek sosial, penerapan Perlindungan Data Pribadi
memperkuat hubungan kepercayaan antara Bank dengan Materi pelatihan mencakup pengenalan NIST Privacy
nasabah, pegawai, dan seluruh subjek data. Komitmen ini Framework, standar ISO 27005, serta metode penilaian
diwujudkan melalui pengelolaan Data Pribadi yang adil, risiko seperti DPIA, LIA, TIA, dan Third-Party Privacy Risk
transparan, dan bebas diskriminasi, sekaligus memastikan Assessment. Melalui studi kasus dan diskusi interaktif, peserta
pemenuhan hak-hak subjek data sesuai regulasi yang berlaku. dilatih mengidentifikasi ancaman, kerentanan, dan dampaknya
Nasabah juga difasilitasi untuk mengakses hak mereka dengan terhadap perlindungan data pribadi, serta memahami langkah
mudah melalui MegaCall atau kantor cabang Bank Mega. Bank pengendalian yang relevan untuk diterapkan di unit kerja
terus meningkatkan upaya pencegahan penyalahgunaan Data masing-masing.
Pribadi melalui penguatan keamanan siber dan mitigasi risiko,
guna mencegah kerugian material maupun non-material yang Pelatihan ini menegaskan komitmen Bank Mega untuk
dapat timbul akibat ancaman digital. memperkuat tata kelola perlindungan data pribadi,
meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan, dan memastikan
Pada aspek tata kelola, PDP Framework memperkuat struktur kesiapan organisasi dalam menghadapi risiko privasi. Dengan
governance Bank Mega dengan memastikan bahwa seluruh membekali pegawai dengan kompetensi yang tepat, Bank
aktivitas pemrosesan Data Pribadi dilakukan secara patuh, Mega terus menjaga kepercayaan nasabah dan memperkuat
konsisten, dan aman. Pendekatan ini mencerminkan komitmen posisinya sebagai lembaga keuangan yang bertanggung
Bank dalam memenuhi regulasi yang terus berkembang serta jawab dan berintegritas.
meminimalkan risiko yang dapat muncul dari ketidaksesuaian
pengelolaan data. Sepanjang tahun 2025, Bank telah menyusun Personal Data Protection Workshop Series: Efektivitas
dan memperbaharui sejumlah kebijakan penting, termasuk Pengelolaan RoPA melalui Mega Privacy
Kebijakan Pemberitahuan Privasi, Kebijakan Data Protection Bank Mega terus memperkuat tata kelola Perlindungan Data
Advisory, Kebijakan Record of Processing Activity (RoPA), Pribadi dengan menyelenggarakan Workshop Record of
serta kebijakan penilaian risiko Data Pribadi seperti DPIA, Processing Activities (RoPA) pada 10, 11, 17, dan 19 Juni 2025.
LIA, Third-Party Privacy Risk Assessment, dan TIA. Bank juga Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan
menyusun kebijakan penanganan insiden pelanggaran data Bank untuk memastikan kepatuhan terhadap Undang-Undang
serta kebijakan Data Subject Request (DSR) sebagai bagian No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP)
dari komitmen meningkatkan akuntabilitas dan kepatuhan. sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan risiko privasi.
Secara berkala, Bank melakukan sosialisasi kepada pegawai RoPA berfungsi sebagai instrumen penting yang memberikan
agar seluruh kebijakan tersebut terinternalisasi dengan baik, visibilitas penuh atas seluruh siklus pemrosesan data, mulai
mendukung mitigasi risiko, dan memastikan setiap insan Bank dari jenis data yang dikelola, tujuan pemrosesan, dasar hukum,
memahami perannya dalam menjaga keamanan dan integritas lokasi penyimpanan, hingga mekanisme pengamanan yang
Data Pribadi. diterapkan.
100 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Workshop yang dibuka oleh Direktur Compliance & Human unit kerja. Bank telah menyusun Personal Data Protection
Capital, Bapak Yuni Lastianto, ini dilaksanakan secara tatap (PDP) Framework sebagai kerangka kerja yang menjadi
muka dalam empat gelombang dan diikuti perwakilan dari acuan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi
seluruh departemen Bank. Keterlibatan lintas fungsi ini seluruh aktivitas terkait pengelolaan Data Pribadi, termasuk
mencerminkan kesadaran organisasi bahwa pengelolaan aspek governance, manajemen risiko, kontrol operasional,
Data Pribadi merupakan tanggung jawab kolektif. Di dalam serta mekanisme pelaporan dan eskalasi. Kerangka kerja ini
sesi, peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai didukung oleh berbagai kebijakan internal dan pelatihan yang
peran RoPA sebagai dasar tata kelola Perlindungan Data bertujuan meningkatkan pemahaman pegawai atas kewajiban
Pribadi, yang diwajibkan oleh UU PDP dan menjadi elemen perlindungan data, sehingga seluruh proses pemrosesan Data
esensial untuk memastikan akuntabilitas atas seluruh aktivitas Pribadi dilakukan secara aman, transparan, dan bertanggung
pemrosesan data di Bank Mega. jawab. Upaya ini memperkuat keberlanjutan operasional Bank
serta meningkatkan kepercayaan nasabah. Informasi lebih
Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan RoPA, Bank lanjut terkait kebijakan privasi Bank dapat diakses melalui
Mega memperkenalkan Mega Privacy, sebuah sistem laman: https://bankmega.com/id/privacy-policy/.
digital yang dikembangkan khusus untuk mengotomasi,
menyederhanakan, dan menstandarkan pencatatan aktivitas
pemrosesan Data Pribadi di seluruh unit kerja. Sistem
ini memungkinkan pemantauan yang lebih terstruktur,
meminimalkan inkonsistensi pencatatan, serta meningkatkan
kemampuan Bank dalam mengidentifikasi potensi risiko privasi
secara dini.
Melalui rangkaian workshop dan implementasi Mega Privacy,
Bank Mega menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak
hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga proaktif dalam
membangun tata kelola Perlindungan Data Pribadi yang
kuat. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa Data
Pribadi merupakan aset strategis yang harus dikelola dengan
integritas, akuntabilitas, dan standar keamanan tertinggi demi
menjaga kepercayaan nasabah dan keberlanjutan operasional
Bank.
Bank Mega berkomitmen untuk melindungi setiap Data Pribadi
yang diproses sesuai ketentuan Undang-Undang Perlindungan
Data Pribadi di Indonesia, dengan menerapkan kebijakan
dan prinsip perlindungan data secara konsisten di seluruh
BANK MEGA DATA PROTECTION FRAMEWORK
GOVERN
Privacy Management Structuring Privacy Teams
ASSES PROTECT SUSTAIN RESPOND
Privacy Assessment Information Security Practices Privacy Monitoring Program Data Subject Request
Management
Record of Processing Activity Privacy Security Controls Privacy Culture Program
(RoPA) Data Breach Management &
Third Party Privacy Management Privacy Training & Awareness Recovery
Privacy Impact Assessment
(DPIA, LIA, TIA) Privacy by Design & Default Privacy Audit
Physical Assessment
Privacy Enhancement Technologies
Privacy Control Assessment
Privacy Policies
Privacy Management Tools
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 101
Page 102
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Program Pelatihan Perlindungan Data Pribadi
Jumlah Jumlah Jam
No Tanggal Pelatihan Judul Pelatihan
Peserta Pelatihan
1 Januari – Desember 2025 Perlindungan Data Pribadi – NEIP Program 1.620 1.215
2 Januari – Desember 2025 E-Learning Awareness Perlindungan Data Pribadi 5.713 11.426
3 4, 6, 11, 13 Februari 2025 Training Awareness Program untuk Pegawai Alih Daya Bank Mega 915 1.830
4 16, 24 April 2025 Training Manajemen Risiko Privasi 89 623
5 10, 19 Juni 2025 Workshop Implementasi Sistem Mega Privacy untuk Modul RoPA 110 550
6 16, 17 Juli 2025 Training Anonimisasi Data (Data Anonymisation) 39 234
7 13, 14 Agustus 2025 Training Refreshment Kebijakan PDP kepada Pegawai Kantor Cabang 396 792
8 3 September 2025 Training for Credit Loan Officer (CLO) Regional Jakarta 1 58 116
9 10 Oktober 2025 Training for CLO Seluruh Regional 768 768
10 14, 16 Oktober 2025 Training Managing Data Subject Rights Request for Business and Human 36 180
Resources
11 13, 18 November 2025 Training Managing Data Subject Rights Request for Call Centre Operation – 4 90 630
Batch
12 2 Desember 2025 Training Awareness Pelindungan Data Pribadi untuk Mega Prima (Frontliner 54 108
Internship Program)
13 16, 17 Desember 2025 Personal Data Protection for Third Parties (Vendor) 41 287
14 18 Desember 2025 Perlindungan Data Pribadi – OSDP Program 14 28
Jumlah 9.943 18.787
Serangan Siber dan Upaya Perlindungan dipantau secara berkala untuk memastikan bahwa tingkat
Dalam menghadapi kompleksitas ancaman siber di sektor risiko berada dalam batas toleransi dan selaras dengan risk
keuangan, Bank Mega menerapkan pendekatan keamanan appetite yang telah ditetapkan manajemen.
berlapis dan berbasis risiko untuk menjaga kerahasiaan,
integritas, dan ketersediaan sistem serta data Nasabah. Selain penguatan pengendalian, Bank Mega secara
Pendekatan ini mencakup tata kelola dan kepatuhan, konsisten memberikan edukasi dan informasi kepada
penguatan kesadaran sumber daya manusia, pengamanan nasabah dan pegawai mengenai keamanan bertransaksi,
fisik, serta perlindungan infrastruktur teknologi dan aplikasi pencegahan kejahatan berbasis teknologi, serta pentingnya
perbankan. kewaspadaan terhadap potensi ancaman siber. Edukasi ini
disampaikan melalui berbagai media komunikasi internal
1. Sistem Pertahanan Siber Berlapis guna membangun budaya sadar risiko dan mendukung
Penguatan keamanan dilakukan melalui penerapan ketahanan siber Bank secara berkelanjutan.
berbagai kontrol pengamanan yang dirancang untuk
mencegah, mendeteksi, dan merespons potensi serangan 3. Pelindungan Data Pribadi
siber, baik yang berasal dari internal maupun eksternal. Bank Mega memastikan bahwa pengelolaan data pribadi
Pendekatan berlapis ini memastikan bahwa perlindungan Nasabah dilakukan sesuai dengan prinsip pelindungan data,
tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga didukung termasuk pembatasan akses berdasarkan kewenangan,
oleh proses, kebijakan, dan perilaku sumber daya manusia penggunaan data untuk tujuan yang sah, serta penerapan
yang sadar risiko. pengamanan yang memadai sepanjang siklus hidup data.
Upaya ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan
2. Manajemen Risiko TI dan Siber data, menjaga kerahasiaan informasi, serta melindungi
Pengelolaan risiko teknologi informasi dan siber di Bank aset keuangan dan sistem informasi Bank.
Mega dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi
dengan kerangka manajemen risiko Bank. Proses ini Pelindungan data pribadi merupakan bagian penting
mencakup identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko dari komitmen Bank Mega dalam menjaga kepercayaan
secara berkelanjutan, termasuk risiko yang berasal dari Nasabah dan reputasi Bank sebagai institusi keuangan
penggunaan pihak ketiga. yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dalam penerapannya, Bank Mega mengacu pada standar 4. Respons dan Penanganan Insiden
dan praktik terbaik yang diakui secara internasional, seperti Bank Mega memiliki mekanisme respons dan penanganan
ISO 27001 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi, insiden keamanan informasi yang mencakup proses
ISO 31000 tentang Manajemen Risiko, serta kerangka kerja pelaporan, identifikasi dan investigasi, penanganan
National Institute of Standards and Technology (NIST) sumber insiden, pembatasan dampak, pemulihan layanan,
Cybersecurity Framework. Risiko yang teridentifikasi
102 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
serta evaluasi dan pembelajaran pasca insiden. Mekanisme bagi Bank Mega untuk terus meningkatkan pengawasan,
ini dirancang untuk memastikan respons yang cepat, evaluasi keamanan, serta penguatan tata kelola kerja sama
terkoordinasi, dan efektif dalam meminimalkan potensi dengan pihak ketiga, khususnya terkait pelindungan data dan
dampak terhadap operasional Bank dan Nasabah. keamanan informasi.
Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas respons, Bank
Mega mengembangkan ChatBot Cyber Assistant (SIREN) yang
dapat diakses oleh pegawai melalui platform internal. Layanan
ini memfasilitasi pelaporan indikasi insiden siber secara cepat
sekaligus menjadi sarana edukasi keamanan informasi dan
siber secara real-time. Hasil evaluasi pasca insiden digunakan
sebagai dasar peningkatan berkelanjutan terhadap sistem
pengendalian, deteksi, dan respons keamanan siber Bank.
Status Insiden Keamanan Data
Selama tahun 2025, Bank Mega mengalami percobaan
penyalahgunaan dalam penyelenggaraan teknologi informasi
yang berasal dari aktivitas pengujian keamanan terhadap
sistem milik pihak ketiga yang bekerja sama dengan Bank.
Aktivitas tersebut dilakukan oleh pihak yang berperan sebagai
peneliti keamanan (security researcher atau bug hunter) dan
berpotensi mengakses data atau informasi Nasabah Bank.
Atas kejadian tersebut, Bank Mega telah melakukan langkah-
langkah pengendalian sesuai dengan ketentuan internal dan
regulasi yang berlaku, termasuk koordinasi dengan pihak
terkait serta penguatan pengelolaan risiko pihak ketiga. Tidak
terdapat dampak material terhadap operasional Bank maupun
kerugian finansial bagi nasabah. Pengalaman ini menjadi dasar
Implementasi Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme,
dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM)
untuk Menjaga Integritas Sistem Keuangan Bank Mega
Bank Mega menerapkan program APU, PPT, dan PPPSPM batasan wewenang yang jelas, pemeriksaan independen
secara komprehensif melalui penguatan tata kelola, oleh audit internal, serta tindak lanjut sistematis atas seluruh
manajemen risiko, pengendalian internal, dan infrastruktur temuan audit dan hasil review kepatuhan. Dalam aspek sistem,
sistem untuk memastikan Bank tidak dimanfaatkan sebagai Bank Mega membangun AML Data Management System
sarana TPPU, TPPT, maupun PPSPM. Seluruh penerapan ini untuk meningkatkan kemampuan pemantauan transaksi dan
dilakukan selaras dengan POJK 8/2023 dan didukung dengan profiling nasabah, serta mengembangkan aplikasi Beneficial
pengembangan kompetensi pegawai agar pemahaman terkait Owner (BO), Walk-in Customer (WIC), aplikasi internal goAML
kepatuhan, keamanan data, dan perlindungan nasabah selalu PPATK, dan interface goAML untuk memastikan identifikasi,
terjaga. Dalam aspek tata kelola, Bank Mega melaksanakan pencatatan, dan pelaporan kepada otoritas dapat dilakukan
penilaian risiko TPPU, TPPT, dan PPSPM (Individual Risk lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi.
Assessment) dengan pendekatan berbasis risiko sehingga
profil risiko nasabah, produk, kanal, dan wilayah menjadi dasar Upaya penguatan ini turut dilengkapi dengan program
pelaksanaan due diligence dan pemantauan berkelanjutan. pengembangan kompetensi yang terstruktur. Hingga akhir
Direksi dan Dewan Komisaris menjalankan pengawasan aktif tahun 2025, pelatihan APU, PPT, dan PPPSPM telah diikuti oleh
melalui penetapan unit penanggung jawab, persetujuan 2.871 peserta dengan total 3.788 jam pelatihan. Materi pelatihan
kebijakan, evaluasi efektivitas penerapan program, serta mencakup kewajiban pelaporan, prinsip mengenal nasabah,
pembahasan isu kunci dalam forum manajemen. pencegahan penyalahgunaan produk Bank, keamanan siber,
perlindungan data pribadi, etika penagihan, serta penanganan
Di tingkat operasional, Divisi Anti Money Laundering (AMLA) pengaduan nasabah. Dengan demikian, aspek kepatuhan dan
menyusun dan meninjau kebijakan serta prosedur secara perlindungan konsumen tidak hanya menjadi persyaratan
berkala untuk memastikan keselarasan dengan regulasi terkini. regulasi, tetapi juga tertanam dalam budaya risiko dan layanan
Pengendalian internal diperkuat melalui pemisahan tugas, Bank Mega secara menyeluruh.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 103
Page 104
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Dampak Produk dan Jasa Keuangan Berkelanjutan [F.28]
Bank Mega menyadari bahwa setiap aktivitas operasional serta produk dan jasa
keuangan yang disalurkan menimbulkan dampak positif sekaligus potensi dampak
negatif terhadap masyarakat, lingkungan, dan perekonomian. Oleh karena itu, Bank
tidak hanya berfokus pada optimalisasi manfaat, tetapi juga pada pengelolaan risiko
dan mitigasi dampak negatif secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Dampak Positif Dampak Negatif
Produk dan jasa keuangan Bank Mega, khususnya pembiayaan Meskipun demikian, penyaluran pembiayaan berpotensi
dalam Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), menimbulkan dampak lingkungan dan sosial negatif melalui
memberikan dampak positif melalui dukungan terhadap aktivitas usaha debitur, termasuk emisi gas rumah kaca dari
aktivitas usaha yang ramah lingkungan dan inklusif secara sektor energi dan transportasi, perubahan tata guna lahan dan
sosial. Portofolio KKUB senilai sekitar Rp21,915 triliun per risiko terhadap keanekaragaman hayati, serta potensi dampak
31 Desember 2025 mendukung pengembangan energi sosial terkait ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan
terbarukan, peningkatan efisiensi energi, pengelolaan sumber kerja, serta hubungan dengan masyarakat lokal.
daya alam secara berkelanjutan, transportasi rendah emisi,
bangunan hijau, produk eco-efficient, serta penguatan UMKM. Produk keuangan juga berpotensi menimbulkan risiko sosial
berupa ketergantungan pembiayaan, atau tekanan finansial
Dampak positif yang dihasilkan antara lain pengurangan emisi bagi nasabah apabila produk tidak digunakan secara bijak
dan polusi, peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya, atau tidak sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial
penciptaan lapangan kerja yang lebih inklusif, peningkatan nasabah. Untuk mengelola dan memitigasi dampak negatif
daya saing usaha debitur, serta kontribusi terhadap pencapaian tersebut, Bank Mega menerapkan analisis risiko lingkungan,
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan agenda transisi sosial, dan tata kelola (LST) dalam proses perkreditan dengan
Indonesia menuju Net Zero Emission Indonesia 2060. mengacu pada CRMS dan CRST OJK, mewajibkan kepatuhan
debitur terhadap perizinan dan standar lingkungan yang
Produk sosial seperti Tabungan Mega Berbagi memberikan berlaku, melakukan klasifikasi Taksonomi untuk Keuangan
dampak positif dengan memungkinkan nasabah berkontribusi Berkelanjutan Indonesia (TKBI), serta memantau kinerja LST
langsung pada pendanaan program pendidikan, kesehatan, debitur secara berkala, termasuk pengukuran emisi portofolio
pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan bencana pembiayaan dan pelaksanaan climate risk stress testing. Di sisi
secara terstruktur dan akuntabel. nasabah ritel dan digital, Bank memperkuat prinsip kesesuaian
produk, edukasi nasabah, sistem keamanan informasi, serta
Digitalisasi produk dan layanan menghasilkan dampak mekanisme pengaduan dan penanganan insiden untuk
lingkungan positif berupa pengurangan signifikan penggunaan melindungi kepentingan nasabah dan masyarakat.
kertas, penurunan limbah operasional, serta pengurangan emisi
tidak langsung dari aktivitas perkantoran dan transaksi fisik.
104 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali [F.29]
Selama tahun pelaporan 2025, tidak terdapat produk atau Pada periode yang sama, Bank Mega juga tidak menerima
layanan Bank Mega yang ditarik kembali setelah peluncuran, sanksi hukum maupun denda finansial yang berkaitan dengan
baik yang disebabkan oleh isu keamanan, ketidakpatuhan ketidakpatuhan dalam penyampaian informasi produk dan
terhadap regulasi, maupun kendala teknis lainnya. Tidak layanan kepada konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa
adanya penarikan produk mencerminkan efektivitas proses mekanisme evaluasi keamanan produk, pengendalian risiko,
evaluasi keamanan, pengujian kelayakan, serta pengawasan serta perlindungan konsumen yang diterapkan telah berjalan
kepatuhan yang diterapkan secara konsisten sejak tahap secara efektif dan sesuai dengan ketentuan regulator.
perancangan produk hingga pemantauan pasca peluncuran.
Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk
dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan [F.30]
Bank Mega memiliki mekanisme evaluasi kepuasan nasabah Berdasarkan hasil survei kepuasan nasabah, Net Promoter
yang terstruktur dan berkelanjutan untuk menjamin kualitas Score (NPS) pada berbagai produk dan layanan berada
produk dan layanan yang diberikan kepada nasabah. Pada pada tingkat yang positif. Customer Satisfaction Index (CSI)
tahun 2025, survei kepuasan nasabah telah mencakup layanan menunjukkan tingkat kepuasan yang baik pada layanan kantor
Kartu Kredit, M-Smile, tabungan, MegaFirst, kantor cabang, cabang, serta tingkat kepuasan yang wajar pada layanan
serta penanganan pengaduan (complaint handling). Survei penanganan pengaduan (complaint handling) sesuai dengan
dilaksanakan secara rutin setiap kuartal (3 bulanan) dan karakteristik layanan tersebut. Sehingga secara keseluruhan,
dikelola oleh unit Market and Consumer Insight di bawah Digital persepsi nasabah terhadap produk dan layanan Bank Mega
and Marketing Communications sebagai unit independen yang berada pada kategori baik.
bertanggung jawab atas pelaksanaan survei, pengolahan data,
dan penyusunan laporan. Hasil survei kepuasan nasabah dibahas bersama unit terkait
hingga ke forum manajemen dan tingkat Direksi, sebagai dasar
Dalam pelaksanaannya, Bank Mega menggunakan metode Net evaluasi kualitas layanan dan tindak lanjut perbaikan. Bank
Promoter Score (NPS) dan Customer Satisfaction Index (CSI) Mega berkomitmen untuk terus menyempurnakan mekanisme
sebagai sarana evaluasi kepuasan nasabah. Survei dirancang evaluasi kepuasan nasabah serta meningkatkan transparansi
pada tingkat produk dan layanan untuk memudahkan penyampaian hasil survei sebagai bagian dari akuntabilitas
identifikasi isu secara lebih spesifik serta memastikan relevansi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk melalui
pertanyaan dengan pengalaman nasabah. Sehingga survei pelaporan pada laporan tahunan sesuai dengan ketentuan
menjadi lebih efektif melalui durasi pengisian yang lebih singkat yang berlaku.
namun tetap mampu menangkap masukan dan keluhan secara
detail pada setiap produk dan layanan, dengan cakupan yang
luas di seluruh jaringan layanan Bank Mega.
Customer Well-Being: Layanan Kesehatan Premium Bersama IHH Healthcare
Bank Mega memahami bahwa kesehatan merupakan aset Sebagai bagian dari rangkaian acara, Bank Mega
paling berharga bagi para nasabah, sehingga menghadirkan menyelenggarakan Health Talk bersama Dr. Edgar Tay,
kolaborasi strategis dengan IHH Healthcare Singapore. Jaringan kardiolog ternama dari RS Mount Elizabeth Singapura. Sesi ini
rumah sakit internasional terkemuka untuk menyediakan berlangsung interaktif, di mana nasabah antusias mengajukan
layanan kesehatan premium bagi Nasabah MegaFirst. Acara pertanyaan seputar kesehatan jantung. Kehadiran interpreter
peluncuran kerja sama ini berlangsung hangat di Menara medis membuat diskusi berjalan lancar dan inklusif. Melalui
Bank Mega, diawali dengan sesi makan siang bersama yang kerja sama ini, Nasabah MegaFirst memperoleh berbagai
mempertemukan nasabah, manajemen Bank Mega, dan manfaat eksklusif, termasuk diskon layanan rawat inap,
perwakilan IHH dalam suasana akrab. Penandatanganan potongan biaya Executive Health Screening, layanan Concierge
perjanjian dilakukan oleh Wakil Direktur Utama Bank Mega, Ibu Medis Prioritas, serta beragam keuntungan tambahan dari
Diza Larentie, dan Chief Commercial Officer IHH Healthcare Bank Mega seperti nilai tukar kompetitif, fasilitas airport
Singapore, Jeffrey Law, sebagai bentuk komitmen kedua lounge, diskon tiket pesawat, dan opsi pembayaran fleksibel
institusi dalam menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia. untuk layanan medis menggunakan Kartu Kredit Bank Mega.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 105
Page 106
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Kolaborasi ini menggambarkan komitmen Bank Mega dalam menjadi nilai tambah yang memperkuat manfaat program ini.
menghadirkan solusi yang melampaui layanan finansial Dengan menghadirkan pengalaman kesehatan premium yang
tradisional, dengan memperhatikan kesejahteraan dan terintegrasi dengan layanan finansial, Bank Mega menegaskan
kualitas hidup nasabah. Jaringan rumah sakit IHH yang telah posisinya sebagai institusi yang customer-centric dengan
mengadopsi teknologi medis mutakhir, mulai dari diagnostik memastikan bahwa setiap layanan memberikan dampak
berbasis AI hingga bedah robotik dan terapi kanker lanjutan, positif bagi nasabah.
Whistleblowing System dan Penguatan Peran Bank Mega
dalam Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal
Bank Mega terus memperkuat integritas organisasi dan Kontribusi Aktif dalam Satgas PASTI dan Indonesia Anti-
perlindungan konsumen melalui penerapan Whistleblowing Scam Center (IASC)
System (WBS) yang transparan dan akuntabel, serta partisipasi Sebagai bagian dari komitmen industri perbankan terhadap
aktif dalam Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan perlindungan nasabah dan stabilitas sistem keuangan, Unit
Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) Crime & Fraud Investigation Bank Mega berperan aktif
yang dikoordinasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). sebagai anggota Satgas PASTI, yang dibentuk oleh OJK untuk
mengoordinasikan penanganan aktivitas keuangan ilegal lintas
Pendekatan ini menempatkan Bank Mega tidak hanya sebagai regulator, aparat penegak hukum, dan pelaku industri jasa
institusi yang efektif dalam menangani laporan internal, tetapi keuangan.
juga sebagai bagian dari upaya nasional dalam memerangi
penipuan, kejahatan siber, social engineering, serta berbagai Dalam kerangka tersebut, Bank Mega juga berpartisipasi
bentuk aktivitas keuangan ilegal lainnya. dalam Indonesia Anti-Scam Center (IASC), yang berfungsi
sebagai pusat koordinasi nasional dalam penanganan
Whistleblowing System yang Aman, Independen, dan penipuan transaksi keuangan. Melalui IASC, laporan dugaan
Berpihak Pada Integritas scam yang diterima dapat ditindaklanjuti secara cepat melalui
Bank Mega menyediakan Whistleblowing System (WBS) proses verifikasi, pemblokiran rekening tujuan, serta koordinasi
sebagai kanal pelaporan yang dapat dimanfaatkan oleh lanjutan dengan bank lain, penyedia jasa pembayaran, dan
karyawan, mitra usaha, maupun masyarakat umum untuk aparat penegak hukum.
menyampaikan dugaan pelanggaran, termasuk fraud, korupsi,
pelanggaran kode etik, diskriminasi, pelecehan seksual, serta Keterlibatan aktif Bank Mega dalam IASC berkontribusi dalam
penyimpangan lainnya. menekan potensi kerugian masyarakat, mempercepat respons
industri terhadap berbagai modus kejahatan siber dan social
WBS dirancang sebagai sistem yang aman, independen, dan engineering, serta meningkatkan kesiapsiagaan perbankan
mudah diakses, dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor, nasional dalam menghadapi risiko fraud yang semakin
opsi pelaporan secara anonim, serta perlindungan terhadap kompleks
tindakan pembalasan. Setiap laporan yang diterima ditangani
secara objektif dan profesional sesuai dengan ketentuan Penguatan Tata Kelola dan Sistem Perlindungan Konsumen
internal Bank. Sinergi antara penerapan Whistleblowing System dan peran
aktif Bank Mega dalam Satgas PASTI serta Indonesia Anti-
Sepanjang tahun 2025, Bank Mega menerima 80 laporan terkait Scam Center (IASC) memperluas kemampuan Bank dalam
dugaan fraud dan pelanggaran lainnya, yang seluruhnya telah mendeteksi dan merespons berbagai bentuk fraud, tindak
ditindaklanjuti oleh Unit Kerja Crime & Fraud Investigation pidana pencucian uang (TPPU), tindak pidana pendanaan
melalui proses investigasi yang komprehensif. Proses tersebut terorisme (TPPT), serta aktivitas keuangan ilegal lainnya.
mencakup pengumpulan, pengujian, dan verifikasi bukti,
penilaian tingkat pelanggaran, serta penetapan tindakan Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat mekanisme
korektif dan sanksi yang sesuai. penanganan insiden internal, tetapi juga memastikan Bank
Mega berkontribusi secara nyata dalam upaya nasional
Seluruh penanganan laporan dilakukan dengan menjunjung menjaga integritas industri jasa keuangan. Inisiatif tersebut
tinggi prinsip fairness, independensi, dan akuntabilitas sekaligus melengkapi penerapan program APU PPT dan
dokumentasi. Dengan mekanisme ini, WBS berfungsi PPPSPM sesuai POJK Nomor 8 Tahun 2023, sehingga Bank
secara efektif sebagai alat deteksi dini dalam mencegah, memiliki kerangka pengendalian yang lebih komprehensif
mengidentifikasi, dan memitigasi risiko fraud di lingkungan dan terintegrasi, mulai dari tata kelola, pengendalian internal,
Bank, sekaligus memperkuat budaya integritas dan hingga perlindungan konsumen.
kepercayaan para pemangku kepentingan.
Dengan penguatan tersebut, Bank Mega dapat meningkatkan
keandalan sistem, memperkuat kepercayaan nasabah, serta
mendukung terciptanya stabilitas dan keamanan ekosistem
perbankan nasional secara berkelanjutan.
106 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Alur Mekanisme Whistleblowing System
Jika hasil analisa tidak ditemukan
adanya unsur fraud, maka laporan Akses Whistleblowing System
disampaikan kembali ke Pelapor Bank Mega
(Whistleblower) bahwa laporan tidak
memenuhi unsur fraud
• Website:
https://bankmega.com/
id/tentang-kami/tata-
kelola-perusahaan-new/
Jika hasil laporan menyangkut unsur whistleblowing-system
kode etik, maka akan ditelusurkan • Email:
kepada unit kerja yang menanganinya fbi@bankmega.com
Pelapor (contoh: Unit Kerja Human Capital
(Whistleblower) Reward Operation & Services)
• Telepon (Fixed Line):
melaporkan +6221-7915000 (ext. 15.112,
Pengaduan
adanya dugaan 15.115, 15.212, 15.215)
masuk dilakukan
tindakan • Telepon/SMS/WhatsApp:
verifikasi dan
pelanggaran/
analisa laporan 0822-0822-0500 /
fraud melalui
sarana yang Jika hasil analisa ditemukan adanya 0822-0822-1999
tersedia salah satu unsur tindakan fraud, dan/ • Alamat:
atau unsur pidana, maka Crime & Fraud Unit Kerja Crime & Fraud
Investigation Head menginstruksikan
dilakukan proses investigasi
Investigation (CFIN),
Hasil Investigasi disampaikan kepada Pengenaan sanksi sesuai
DIrektur Utama dan Direktur terkait peraturan perusahaan
dengan tembusan kepada Komisaris dan ketentuan hukum
Utama/Dewan Komisaris yang berlaku
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 107
Page 108
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Mekanisme Penanganan Pengaduan Nasabah
Untuk menjaga standar kualitas layanan, Bank Mega aspek layanan, lingkungan, sosial, maupun tata kelola.
menerapkan ketentuan dan pedoman yang mengacu pada Kanal tersebut mencakup kantor cabang, MegaCall, aplikasi
regulasi yang berlaku serta kebijakan internal terkait layanan M-Smile, situs web Bank Mega, serta saluran eksternal seperti
pengaduan. Pelaksanaan layanan pengaduan mengacu pada media massa, regulator, dan LAPS. Setiap pengaduan yang
POJK No. 18/POJK.07/2018 tentang Layanan Pengaduan masuk dicatat dalam sistem penanganan pengaduan untuk
Konsumen di Sektor Jasa Keuangan, POJK No. 22 Tahun 2023 memastikan seluruh laporan ditangani secara terstruktur dan
tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa terdokumentasi.
Keuangan, serta PBI No. 3 Tahun 2023 tentang Pelindungan
Konsumen Bank Indonesia. Bank juga memperkuat Melalui sistem ini, Bank Mega melakukan klasifikasi jenis
implementasi melalui ketentuan internal, antara lain SE No. pengaduan, memberikan nomor tiket, serta menetapkan
192/DIRBM-PMIC/24 tentang Proses Layanan Pengaduan, Service Level Agreement (SLA) sebagai acuan waktu
sehingga seluruh proses penanganan pengaduan berjalan penyelesaian. Pengaduan kemudian diteruskan kepada unit
konsisten, terukur, dan sesuai standar perlindungan konsumen. kerja terkait untuk dilakukan investigasi, analisis penyebab,
serta penyusunan langkah penyelesaian. Hasil penyelesaian
Bank Mega menyediakan berbagai kanal pengaduan yang disampaikan kembali kepada nasabah atau pihak pelapor
dapat digunakan oleh nasabah maupun non-nasabah melalui media komunikasi yang tersedia.
untuk menyampaikan keluhan, masukan, atau kritik terkait
Sistem
Nasabah, masyarakat, maupun Nasabah atau
Channel Penanganan Unit Kerja
Non Nasabah
pemangku kepentingan lainnya Pengaduan
dapat menyampaikan keluhan
melalui: • Investigasi
Kantor Cabang • Penyelesaian
• Customer Service di seluruh • Closing Case
kantor cabang Bank Mega • Input hasil
penyelesaian
• MegaCall: 08041500010 di Sistem
atau +6221 2960 1600 (dari Megacall • Melakukan Penanganan
Pengaduan
luar negeri) klasifikasi
Pengaduan pengaduan • Hasil
• Aplikasi Mobile Banking • No. Tiket penyelesaian
Bank Mega (M-Smile) • Aplikasi M-Smile • SLA pengaduan
• Web Bank Mega diberitahukan
melalui formulir pengaduan kepada
• Website Bank Mega (www. Nasabah dan
Non Nasabah
bankmega.com) melalui • Media Massa melalui media
formulir keluhan nasabah • Regulator komunikasi
• LAPS yang tersedia
Input
Sepanjang tahun 2025, Bank Mega menerima Jumlah Pengaduan Nasabah
11.915 laporan pengaduan terkait produk dan Kategori Pengaduan 2025 2024 2023
layanan, terutama mengenai Kartu Kredit dan
Pengaduan yang Diterima 11.915 7.110 6.554
aplikasi M-Smile. Seluruh pengaduan tersebut
(100%) telah ditindaklanjuti oleh Bank Mega Pengaduan yang Ditindaklanjuti 11.915 7.110 6.554
sesuai prosedur dan standar layanan yang berlaku, Pengaduan yang Telah Selesai 10.188* 7.110 6.554
mencerminkan komitmen kami dalam memastikan *Status data per 31/12/2025
kepuasan dan perlindungan nasabah.
Kepuasan Nasabah atas Penanganan Pengaduan
Sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas layanan, Bank Mega secara konsisten melakukan pengukuran tingkat kepuasan
nasabah atas penyelesaian pengaduan. Setiap pengaduan yang telah ditangani dan dinyatakan selesai akan ditindaklanjuti dengan
pengiriman tautan survei kepada nasabah maupun non-nasabah untuk memperoleh umpan balik atas kualitas layanan pengaduan.
Masukan ini digunakan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar proses penanganan pengaduan semakin responsif,
jelas, dan sesuai harapan pemangku kepentingan.
108 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Tentang Laporan [G.1] [2-2] [2-3] [2-4] [2-5] [3-1]
Tujuan dan Prinsip Penyusunan Laporan Metodologi Pelaporan dan Penentuan Informasi Material
Laporan Keberlanjutan PT Bank Mega Tbk disusun sebagai Penyusunan laporan dilakukan melalui koordinasi lintas unit
bentuk transparansi atas kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, kerja dengan mengacu pada hasil penilaian materialitas,
dan tata kelola kepada seluruh pemangku kepentingan. memperhitungkan dampak signifikan Bank serta ekspektasi
Laporan ini mencakup periode 1 Januari–31 Desember 2025 pemangku kepentingan. Proses ini didukung kajian regulasi,
dan dipublikasikan melalui situs resmi Perseroan, meneruskan pemetaan risiko, serta evaluasi atas isu keberlanjutan nasional
publikasi laporan sebelumnya pada 26 Maret 2025. Penyusunan dan global yang relevan. Laporan memperoleh persetujuan
laporan berlandaskan prinsip pelaporan internasional, yaitu dari Direktur Compliance & Human Capital yang bertanggung
akurat, seimbang, jelas, dapat dibandingkan, lengkap, relevan jawab atas penerapan keuangan berkelanjutan, memastikan
terhadap konteks keberlanjutan, tepat waktu, dan dapat bahwa seluruh informasi yang disajikan selaras dengan strategi
diverifikasi; sehingga laporan tidak hanya berfungsi sebagai dan tata kelola keberlanjutan Perseroan.
sarana pertanggungjawaban, tetapi juga sebagai referensi
strategis bagi investor, regulator, dan pemangku kepentingan Kepatuhan terhadap Regulasi dan Standar Pelaporan
lainnya dalam menilai arah keberlanjutan Perseroan. Penyusunan laporan ini berpedoman pada berbagai peraturan
dan standar nasional maupun internasional yang relevan,
Cakupan Pelaporan dan Integritas Data termasuk:
Cakupan laporan mengikuti lingkup entitas yang sama dengan • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.51/
laporan keuangan konsolidasian, meliputi kantor pusat POJK.03/2017.
dan seluruh kantor cabang Bank Mega. Data ekonomi dan • Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 16/
sebagian besar data sosial menggunakan data konsolidasian SEOJK.04/2021.
yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP), sementara • Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021 dengan
data lingkungan mencakup konsumsi air dan BBM secara kesesuaian: “merujuk pada Standar GRI” dan Sektor
konsolidasian serta konsumsi listrik yang saat ini masih Indikator untuk jenis keuangan (GRI Financial Services
terbatas pada kantor pusat. Setiap perbedaan cakupan Sector Supplement).
dijelaskan secara transparan untuk menjaga akuntabilitas • Pelaporan ESG yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia
pelaporan. Pada periode ini, Bank Mega tidak memiliki anak (BEI).
perusahaan, sehingga tidak terdapat entitas material yang
dikecualikan, dan apabila terdapat penyajian kembali data dari Dengan landasan tersebut, laporan ini memenuhi kebutuhan
periode sebelumnya. informasi regulator, pemegang saham, analis ESG, serta
pemangku kepentingan lainnya secara komprehensif.
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 109
Page 110
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen [G.1][2-5]
Hingga periode pelaporan ini, Bank Mega belum menjalani assurance eksternal atas laporan keberlanjutan, namun seluruh informasi
yang disajikan telah melalui proses peninjauan berlapis di tingkat internal. Setiap data dikumpulkan, diverifikasi, dan direkonsiliasi
dengan dokumen pendukung oleh unit terkait, kemudian ditelaah kembali oleh pimpinan Perseroan untuk memastikan akurasi
dan konsistensi narasi dengan kebijakan serta kinerja aktual. Data keuangan merujuk pada laporan yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP), sehingga memastikan reliabilitas dan keselarasan angka yang dipublikasikan dalam laporan ini.
Tanggapan Terhadap Umpan Balik
Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya [G.3]
Kami berterima kasih atas masukan dan evaluasi yang diberikan oleh regulator, pemegang saham, dan pemangku
kepentingan lainnya terhadap Laporan Keberlanjutan 2024. Hingga akhir 2025, salah satu umpan balik utama berasal
dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menekankan pentingnya penyempurnaan aspek tata kelola keberlanjutan,
khususnya terkait penjelasan Direksi dalam merespons tantangan penerapan keuangan berkelanjutan serta penjabaran
peran pengawasan Dewan Komisaris dalam penilaian risiko keberlanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Bank Mega telah melakukan
beberapa tindak lanjut, antara lain:
1. Memperkuat Penjelasan Direksi dalam Laporan
Keberlanjutan
2. Memperjelas Peran Pengawasan Dewan Komisaris dan
Direksi atas Risiko Keberlanjutan
Melalui serangkaian tindakan ini, Bank Mega memastikan
bahwa penyempurnaan laporan tidak hanya bersifat
kepatuhan, tetapi juga mencerminkan keseriusan Perseroan
dalam meningkatkan transparansi, tata kelola keberlanjutan,
dan akuntabilitas kepada seluruh pemangku kepentingan.
Kontak terkait Laporan [2-3]
Sekretaris Perusahaan
Christiana Maria Damanik
Email: corsec@bankmega.com
Telepon: (62-21) 7917 5000 (hunting)
110 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 111
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Identifikasi Topik Material dan Isu Keberlanjutan [GRI 3-1, 3-2]
Bank Mega menetapkan topik material melalui proses prioritisasi isu keberlanjutan yang dilakukan pada tahun pelaporan. Proses ini
difasilitasi oleh pihak independen untuk memastikan objektivitas dan keselarasan dengan standar pelaporan yang berlaku.
Melalui diskusi dan analisis terstruktur, teridentifikasi tujuh topik material yang paling relevan dengan dampak bisnis serta
kepentingan pemangku kepentingan. Seluruh topik tersebut telah diselaraskan dengan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (TPB).
Hasil identifikasi ini menjadi dasar dalam penyusunan strategi, kebijakan, dan pengungkapan kinerja keberlanjutan Bank Mega.
Pada Laporan Keberlanjutan 2025, tidak terdapat perubahan maupun penambahan topik material baru.
Jumlah Pengaduan Nasabah
No Topik Material Isu Keberlanjutan
1 Produk dan Layanan 1. Realisasi penyaluran dana (kredit) pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan melampaui target
Keuangan Berkelanjutan RAKB 2024-2028, terutama didorong oleh segmen Korporasi melalui kredit baru dan peningkatan
utilisasi fasilitas yang ada.
2. Integrasi prinsip keuangan berkelanjutan dalam kriteria penilaian usaha penerima kredit.
3. Penguatan ketahanan kinerja ekonomi secara berkelanjutan.
4. Optimalisasi efisiensi biaya operasional.
5. Pengelolaan pertumbuhan kredit secara sehat dan terukur.
6. Peningkatan portofolio pembiayaan pada KKUB.
2 Keamanan dan Privasi Data 1. Penguatan sistem keamanan informasi dan perlindungan transaksi nasabah.
2. Kepatuhan terhadap regulasi serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam pengelolaan
data.
3 Etika Bisnis dan Kepatuhan 1. Implementasi kebijakan Anti Fraud dan Anti Korupsi, serta penguatan program Anti Pencucian Uang
dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT).
2. Konsistensi dalam memenuhi ketentuan regulasi dan prinsip tata kelola perusahaan.
4 Digitalisasi dan Inovasi 1. Pengembangan dan penerapan inovasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi
Teknologi operasional.
2. Pelaksanaan transformasi teknologi yang tetap selaras dengan regulasi dan tata kelola perusahaan.
5 Berinvestasi pada Talenta 1. Penyelenggaraan pelatihan keuangan berkelanjutan bagi karyawan.
2. Program peningkatan kompetensi dan pengembangan jenjang karier.
3. Edukasi dan pelatihan peningkatan kapasitas bagi nasabah dan masyarakat.
6 Kualitas Layanan 1. Pemeliharaan dan peningkatan tingkat kepuasan nasabah secara berkelanjutan.
2. Penanganan masukan, saran, dan pengaduan secara adil, responsif, dan konsisten.
7 Literasi dan Inklusi Pelaksanaan program edukasi untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Keuangan
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 111
Page 112
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Lembar
Umpan Balik [G.2]
Laporan Keberlanjutan PT Bank Mega Tbk Tahun 2025 telah memberikan gambaran kinerja keuangan dan keberlanjutan. Kami
mengharapkan masukan, kritik, dan saran dari Bapak/Ibu/Saudara atas penyajian laporan keberlanjutan 2025 ini melalui kontak
atau email di bagian bawah lembar ini.
Profil Anda
Nama (bila berkenan) : ……………………….………………………
Institusi/Perusahaan : ……………………….………………………
Surel : ……………………….………………………
Telp/Hp : ……………………….………………………
Golongan Pemangku Kepentingan
Pemegang Saham Media
Pelanggan Mitra Usaha
Pegawai Masyarakat dan Komunitas
Pemerintah Lain-lain, mohon sebutkan: …………
Mohon pilih jawaban berikut yang paling sesuai dengan pertanyaan di bawah
Ya Tidak
Laporan ini mudah dimengerti
Laporan ini bermanfaat bagi Anda
Laporan ini sudah menggambarkan kinerja Perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan
Mohon berikan penilaian topik material yang paling penting menurut anda bagi keberlanjutan PT Bank Mega Tbk
(nilai 1 = paling tidak penting s/d 7 = paling penting)
Skala Prioritas Topik Material
( ) Produk dan Layanan Keuangan Berkelanjutan
( ) Keamanan dan Privasi Data
( ) Etika Bisnis dan Kepatuhan
( ) Digitalisasi dan Inovasi Teknologi
( ) Berinvestasi pada Talenta
( ) Kualitas Layanan
( ) Literasi dan Inklusi Keuangan
Saran atau kritik terkait laporan:
………………………………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………………..............................
………………………………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………………..............................
………………………………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………………..............................
Terima kasih atas masukan anda. Mohon lembar umpan balik dapat dikirim melalui surat elektronik kepada kontak yang tertera di
laporan ini.
Sekretaris Perusahaan
PT Bank Mega Tbk
Menara Bank Mega Telepon: (+62 21) 7917 5000
Jl. Kapten P. Tendean, No.12-14A Website: www.bankmega.com
Jakarta 12790, Indonesia. Email: corsec@bankmega.com
112 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 113
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
Referensi Peraturan POJK No. 51/POJK.03/2017 &
Surat Edaran OJK No. 16/SEOJK.04/2021 [G.4]
Uraian Halaman
No
Description Page
STRATEGI KEBERLANJUTAN 5
IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN
B B.1. Aspek Ekonomi 7
B.2 Aspek Lingkungan Hidup 8
B.3. Aspek Sosial 9
PROFIL PERUSAHAAN
C C.1. Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 15
C.2. Alamat dan Sejarah Singkat Perusahaan 14
C.3. Skala Usaha 16, 17
C.4. Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha 18
C.5. Keanggotaan Asosiasi 21
C.6. Perubahan Signifikan 21
PENJELASAN DIREKSI
D D.1. Kebijakan Merespon Tantangan Dalam Strategi Keberlanjutan 23
D.2. Penerapan Keuangan Berkelanjutan 24
D.3. Strategi Pencapaian Target 25
TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
E E.1. Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 27-28
E.2. Pengembangan Kompetensi Keuangan Berkelanjutan 77-78
E.3. Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 32
E.4. Hubungan dengan Pemangku Kepentingan 38
E.5. Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 39
KINERJA KEBERLANJUTAN
F F.1. Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 40
Kinerja Ekonomi
F.2. Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba 47
Rugi.
F.3. Perbandingan Target dan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan. Kinerja Portofolio, Target 47
Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan
Kinerja Lingkungan Hidup
F.4. Biaya Lingkungan Hidup 51, 55
Aspek Material
F.5. Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 51
Aspek Energi
F.6. Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 51, 53
F.7. Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 53, 59
Aspek Air
F.8. Penggunaan Air 54
Aspek Keanekaragaman Hayati
F.9. Dampak Wilayah Operasi Terhadap Daerah Konservasi/Keanekaragaman Hayati 55
F.10. Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 55
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 113
Page 114
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
Uraian Halaman
No
Description Page
Aspek Emisi
F.11. Jumlah dan Intensitas Emisi 56, 58
F.12. Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi 58-59
Aspek Limbah dan Efluen
F.13. Jumlah Limbah dan Efluen 60
F.14. Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 60
F.15. Tumpahan yang Terjadi (jika ada) 64
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
F.16. Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup 64
Kinerja Sosial
F.17. Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen 94
Aspek Ketenagakerjaan
F.18. Kesetaraan Kesempatan Kerja 65
F.19. Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 65, 69
F.20. Upah Minimum Regional 71
F.21. Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman 73
F.22. Pelatihan dan Pengembangan 77
Aspek Masyarakat
F.23. Dampak Operasi terhadap masyarakat Sekitar 81
F.24. Mekanisme dan Jumlah Pengaduan Masyarakat 91
F.25. TJSL terhadap SDGs 91-93
Tanggung Jawab Pengembangan Produk
F.26. Inovasi dan Pengembangan 95
F.27. Jumlah dan Persentase Evaluasi Produk yang Dievaluasi 98
F.28. Dampak Produk dan Mitigasi Penanggulangan 98, 104
F.29. Jumlah produk yang ditarik Kembali 98, 105
F.30. Survei Kepuasan Pelanggan 105
Lain-lain
G G.1. Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 109-110
G.2. Lembar Umpan Balik 112
G.3. Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 110
G.4. Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 113
114 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 115
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
GRI
Content Index
Statement of use PT Bank Mega Tbk has reported the information cited in this GRI content index for the period January 01,
2025 – December 31,2025 with reference to the GRI Standards.
GRI 1 used GRI 1: Foundation 2021
GRI STANDARD DISCLOSURE LOCATION
GRI 2: General 2-1 Organizational details 14
Disclosures
2-2 Entities included in the organization’s sustainability reporting 109
2021
2-3 Reporting period, frequency and contact point 109
2-4 Restatements of information 109
2-5 External assurance 110
2-6 Activities, value chain and other business relationships 18
2-7 Employees 16, 66-68
2-8 Workers who are not employees 66, 69
2-9 Governance structure and composition 27
2-10 Nomination and selection of the highest governance body 27
2-11 Chair of the highest governance body 27
2-12 Role of the highest governance body in overseeing the management of impacts 27
2-13 Delegation of responsibility for managing impacts 27
2-14 Role of the highest governance body in sustainability reporting 27
2-15 Conflicts of interest 27
2-16 Communication of critical concerns In Annual Report
2-17 Collective knowledge of the highest governance body 78
2-18 Evaluation of the performance of the highest governance body 27
2-19 Remuneration policies In Annual Report
2-20 Process to determine remuneration 27
2-21 Annual total compensation ratio 27
2-22 Statement on sustainable development strategy 5
2-23 Policy commitments 5
2-24 Embedding policy commitments 5
2-25 Processes to remediate negative impacts N/A
2-26 Mechanisms for seeking advice and raising concerns N/A
2-27 Compliance with laws and regulations 99
2-28 Membership associations 21
2-29 Approach to stakeholder engagement 38
2-30 Collective bargaining agreements 69
GRI 3: Material 3-1 Process to determine material topics 111
Topics 2021
3-2 List of material topics 111
3-3 Management of material topics 47, 51, 65, 94, 99
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 115
Page 116
Strategi Tentang Penjelasan Tata Kelola
Keberlanjutan Bank Mega Direksi Keberlanjutan
GRI STANDARD DISCLOSURE LOCATION
GRI 201: 201-1 Direct economic value generated and distributed 46
Economic
201-2 Financial implications and other risks and opportunities due to climate change 31
Performance
2016 201-3 Defined benefit plan obligations and other retirement plans 71
201-4 Financial assistance received from government 46
GRI 202: 202-1 Ratios of standard entry level wage by gender compared to local minimum wage 71
Market
Presence 2016
GRI 204: 204-1 Proportion of spending on local suppliers 48
Procurement
Practices 2016
GRI 205: Anti- 205-1 Operations assessed for risks related to corruption 42
corruption
205-2 Communication and training about anti-corruption policies and procedures 42-43
2016
205-3 Confirmed incidents of corruption and actions taken 42-43
GRI 303: Water 303-1 Interactions with water as a shared resource 54
and Effluents
303-2 Management of water discharge-related impacts N/A
2018
303-3 Water withdrawal 54
303-4 Water discharge N/A
303-5 Water consumption 54
GRI 304: 304-1 Operational sites owned, leased, managed in, or adjacent to, protected areas and areas of high 55
Biodiversity biodiversity value outside protected areas
2016
304-2 Significant impacts of activities, products and services on biodiversity 55
304-3 Habitats protected or restored N/A
304-4 IUCN Red List species and national conservation list species with habitats in areas affected by N/A
operations
GRI 305: 305-1 Direct (Scope 1) GHG emissions 56-57
Emissions 2016
305-2 Energy indirect (Scope 2) GHG emissions 56-57
305-3 Other indirect (Scope 3) GHG emissions N/A
305-4 GHG emissions intensity 58
305-5 Reduction of GHG emissions 58-59
305-6 Emissions of ozone-depleting substances (ODS) N/A
305-7 Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other significant air emissions N/A
GRI 302: 302-1 Energy consumption within the organization 51-52
Energy 2016
302-2 Energy consumption outside of the organization N/A
302-3 Energy intensity 53
302-4 Reduction of energy consumption 52-53, 59
302-5 Reductions in energy requirements of products and services N/A
GRI 306: Waste 306-1 Waste generation and significant waste-related impacts 60
2020
306-2 Management of significant waste-related impacts 60
306-3 Waste generated 60
306-4 Waste diverted from disposal N/A
306-5 Waste directed to disposal N/A
GRI 306: Waste 306-1 Waste generation and significant waste-related impacts 60
2020
306-2 Management of significant waste-related impacts 60
306-3 Waste generated 60
306-4 Waste diverted from disposal N/A
306-5 Waste directed to disposal N/A
116 PT Bank Mega Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 117
Kinerja Kinerja Kinerja Kinerja
Keberlanjutan Kami Ekonomi Lingkungan Sosial
GRI STANDARD DISCLOSURE LOCATION
GRI 401: 401-1 New employee hires and employee turnover 69
Employment
401-2 Benefits provided to full-time employees that are not provided to temporary or part-time 71
2016
employees
401-3 Parental leave 71
GRI 403: 403-1 Occupational health and safety management system 73-75
Occupational
403-2 Hazard identification, risk assessment, and incident investigation 75
Health and
Safety 2018 403-3 Occupational health services 74, 76
403-4 Worker participation, consultation, and communication on occupational health and safety 74, 76
403-5 Worker training on occupational health and safety 74-76
403-6 Promotion of worker health 74, 76-77
403-7 Prevention and mitigation of occupational health and safety impacts directly linked by business 73-74
relationships
403-8 Workers covered by an occupational health and safety management system 76
403-9 Work-related injuries 75
403-10 Work-related ill health N/A
GRI 404: 404-1 Average hours of training per year per employee 77
Training and
404-2 Programs for upgrading employee skills and transition assistance programs 79
Education 2016
404-3 Percentage of employees receiving regular performance and career development reviews 80
GRI 405: 405-1 Diversity of governance bodies and employees 65
Diversity
and Equal
Opportunity
2016
GRI 406: Non- 406-1 Incidents of discrimination and corrective actions taken 65
discrimination
2016
GRI 418: 418-1 Substantiated complaints concerning breaches of customer privacy and losses of customer 99
Customer data
Privacy 2016
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega Tbk 117
Page 118
Page 119
Page 120
2025
Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
PT Bank Mega Tbk
PT BANK MEGA Tbk
Menara Bank Mega
Jl. Kapten Tendean 12-14A, Jakarta 12970
Telp. 021 7917 5000 (hunting)
Fax. 021 7918 7100
Mega Call
08041500010
www.bankmega.com
Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT CT Corpora
p.3
unresolved
org
Bank Mega Tata Kelola Keberlanjutan
p.4
unresolved
org
PT Bank Karman
p.14
unresolved
org
Bank Umum Menara Bank Mega
p.14
unresolved
org
Menteri Keuangan RI No. D
p.14
unresolved
org
Bank Mega Indonesia
p.14
unresolved
org
Bank Devisa
p.14
unresolved
org
Bapepam
p.14 ×2
unresolved
org
Bank Mega Uraian Kantor Pusat
p.17
unresolved
person
Forum Komunikasi
· Direktur
p.21 ×2
unresolved
person
Ikatan Bankir
· Direktur
p.21
unresolved
person
Guntur C Yudianto
p.21
unresolved
org
PT Mega Corpora. Pengakhiran
p.21
unresolved
org
Bank Mega. Penyediaan
p.25
unresolved
org
CT Corp
p.26 ×2
unresolved
org
Nasional Penanggulangan Bencana
p.31
unresolved
org
Bank Mega. Penerapan
p.52
unresolved
org
Yayasan KEHATI
p.55
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.59
unresolved
org
Bank Mega. Pendekatan
p.59
unresolved
org
Bank Mega. Seluruh
p.69 ×2
unresolved
org
Bank Mega She Inspires
p.72
unresolved
org
Bank Mega. Di Prestasi
p.72
unresolved
org
Bank Mega. Pesan
p.72
unresolved
person
Indivara
p.72
unresolved
org
Bank Mega. Di
p.73
unresolved
org
PT Jasa Swadaya Utama
p.75
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.79
unresolved
org
Bank Mega Tendean
p.83
unresolved
org
Bank Mega Kuningan
p.83
unresolved
org
Bank Mega. Sebagai
p.86
unresolved
org
Bank Mega. Biaya Kegiatan Mega Berbagi
p.86
unresolved
org
Bank SMP Swasta Islam Terpadu Al Munawar
p.87
unresolved
org
Bank Indonesia
p.90 ×5
unresolved
org
Kementerian PPN
p.92 ×3
unresolved
org
Bank Mega Kepercayaan
p.94
unresolved
org
Bank Mega Program
p.96
unresolved
org
Bank Mega Hadir Lebih Dekat Hari Pelanggan Nasional
p.98
unresolved
org
Bank Promoter Score
p.105
unresolved
org
Bank Mega. Customer Well-Being
p.105
unresolved
person
Dr. Edgar Tay
p.105
unresolved
person
Kapten P. Tendean, No.12-14A
p.112
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.