Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-MEGA-att4.pdf

Other Text extracted MEGA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 120

Page 1

          
Page 2
               Pernyataan
    Laporan Keberlanjutan ini berisi pernyataan-
 pernyataan mengenai kinerja ekonomi, lingkungan,
     sosial, dan tata kelola serta informasi terkait
 rencana, proyeksi, strategi, dan tujuan Perusahaan
 yang merupakan pernyataan ke depan, kecuali hal-
  hal yang bersifat historis. Pernyataan-pernyataan
mengenai masa depan memiliki risiko ketidakpastian,
dan tidak ada jaminan bahwa hasil yang diindikasikan
       dan diantisipasi melalui pernyataan akan
  tercapai. Laporan Keberlanjutan ini memuat kata
  “Perusahaan”, “Bank Mega”, “Bank”, dan “Kami”
   yang didefinisikan sebagai PT Bank Mega Tbk.
Page 3
                 Mendorong Keberlanjutan
                Melalui Kolaborasi Ekosistem
Memasuki tahun 2025, perjalanan keberlanjutan Bank Mega memasuki tahap yang semakin
kolaboratif. Setelah beberapa tahun berfokus pada penguatan fondasi keuangan berkelanjutan,
pengembangan portofolio Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), serta penguatan tata kelola
Environmental, Social, and Governance (ESG), Bank Mega memandang bahwa percepatan transisi
menuju ekonomi hijau membutuhkan keterlibatan yang lebih luas dari seluruh pemangku kepentingan.

Tema “Mendorong Keberlanjutan Melalui Kolaborasi Ekosistem” mencerminkan komitmen
Bank Mega untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari nasabah, mitra
usaha dalam ekosistem PT CT Corpora, regulator, hingga komunitas. Melalui kolaborasi
ini, Bank Mega berupaya memperluas implementasi praktik keuangan berkelanjutan serta
mendorong transisi menuju kegiatan usaha yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Kolaborasi ekosistem juga tercermin dalam penguatan tata kelola pengelolaan energi dan peningkatan
kualitas pengungkapan kinerja lingkungan Perseroan. Bank Mega secara bertahap menyelaraskan
metode pengumpulan dan pelaporan data energi di seluruh jaringan operasional guna memastikan
konsistensi, akurasi, dan keterbandingan data antar periode. Perkembangan ini mencerminkan
komitmen Bank Mega untuk terus meningkatkan transparansi pelaporan sekaligus memperkuat
pengelolaan energi yang lebih efisien dan terintegrasi di seluruh jaringan operasional Perseroan.

Melalui pendekatan ini, Bank Mega berkomitmen untuk terus berperan sebagai mitra strategis dalam
memperkuat ekosistem keuangan yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi masyarakat,
lingkungan, serta perekonomian nasional.
Page 4
            Strategi              Tentang          Penjelasan            Tata Kelola
            Keberlanjutan         Bank Mega        Direksi               Keberlanjutan




    Daftar
    Isi

     Strategi Keberlanjutan                    5     Kinerja Sosial                                        64

     Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan      7     Menguatkan Talenta, Memperluas                        64
                                                     Manfaat bagi Masyarakat
     Tentang Bank Mega                        12     Kesejahteraan Pegawai                                  71

     Penjelasan Direksi                       22     Jejak Perempuan dalam Transformasi                    72
                                                     dan Kemajuan Bank Mega
     Tata Kelola Keberlanjutan                26     Manajemen K3 dan Kesiapsiagaan                        75
                                                     Tanggap Darurat
     Kinerja Keberlanjutan                    44     Dari Peduli ke Berbagi: Jejak
                                                     Kontribusi Sosial Bank Mega                            81
     Kinerja Ekonomi                          46
                                                     Literasi Keuangan                                     89
     Membangun Akses Keuangan yang            46
     Inklusif dan Berkelanjutan                      Kegiatan Tanggung Jawab Sosial
                                                     Lingkungan (TJSL) yang Selaras                         91
     Pelibatan Pihak Lokal dalam Rantai       48     dengan Dukungan Terhadap Tujuan
     Pasok                                           Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
     Kinerja Keuangan Berkelanjutan           49     Melindungi Nasabah, Sepenuh Hati                      94

     Kinerja Lingkungan                       51     Privasi dan Keamanan Data Nasabah                     99

     Jejak Hijau yang Bertanggung Jawab       51     Tentang Laporan                                      109
     Kontribusi terhadap Pelestarian Alam     55
     dan Keanekaragaman Hayati                       Lembar Umpan Balik                                    112

     Transisi Energi sebagai Strategi                Daftar Pengungkapan Sesuai
     Pengurangan Emisi                        59     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
                                                     Nomor 51/ POJK.03/2017 tentang                        113
     Pengelolaan Limbah                       60     Penerapan Keuangan Berkelanjutan
                                                     bagi Lembaga Jasa Keuangan,
                                                     Emiten, dan Perusahaan Publik
                                                     GRI Indeks                                            115




4   PT Bank Mega Tbk                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 5
             Kinerja                     Kinerja                   Kinerja                   Kinerja
             Keberlanjutan Kami          Ekonomi                   Lingkungan                Sosial




  Strategi
  Keberlanjutan                         [A.1][2-22, 2-23, 2-24]




  Strategi keberlanjutan Bank Mega disusun sebagai kerangka           Bank juga berpartisipasi dalam pilot project Taksonomi
  yang menyeluruh dan terpadu, yang mengintegrasikan visi             Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) OJK dengan
  “Menjadi Kebanggaan Bangsa” dengan agenda nasional                  melakukan assessment terhadap portofolio pada sektor
  keuangan berkelanjutan, termasuk implementasi POJK                  Energy, Construction and Real Estate (C&RE), Transportation
  Keuangan Berkelanjutan, Taksonomi untuk Keuangan                    and Storage, serta Agriculture, Forestry and Other Land Uses
  Berkelanjutan Indonesia atau TKBI, serta pengembangan               (AFOLU). Klasifikasi portofolio ke dalam kategori Hijau,
  pendanaan hijau. Seluruh arah strategis ini dituangkan dalam        Transisi, dan Tidak Memenuhi Klasifikasi menjadi dasar bagi
  Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) jangka panjang           Bank dalam menentukan prioritas ekspansi kepada debitur
  2024-2028 yang menjadi dasar penyusunan target tahunan              hijau sekaligus menyusun strategi transisi bagi debitur yang
  yang mengikat seluruh unit bisnis, risiko, dan operasional.         berada pada kategori transisi maupun yang belum memenuhi
  Dengan struktur tersebut, RAKB tidak hanya menjadi dokumen          klasifikasi.
  rencana lima tahunan, tetapi juga kerangka pengendali yang
  memastikan bahwa implementasi tahun berjalan selalu sejalan         Pendekatan taksonomi dan pendanaan hijau tersebut
  dengan sasaran jangka panjang. Melalui pendekatan ini,              diperkuat oleh manajemen risiko iklim yang terstruktur. Bank
  Bank Mega berupaya menyeimbangkan tujuan profitabilitas             Mega mengembangkan metodologi Climate Risk Stress Testing
  dengan penciptaan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan          (CRST) untuk tiga jenis risiko utama, yaitu risiko operasional,
  lingkungan, sambil memberikan kontribusi terhadap transisi          risiko kredit, dan risiko surat berharga. Untuk risiko operasional,
  Indonesia menuju Net Zero Emission Indonesia 2060.                  bank memetakan aset yang berada di wilayah dengan risiko
                                                                      banjir dan kebakaran tinggi berdasarkan peta Indeks Risiko
  Dalam aspek pendanaan hijau, Bank Mega memperkuat                   Bencana Indonesia (IRBI), memproyeksikan potensi kerugian,
  proses penyaluran kredit ke sektor dan proyek yang                  dan menghitung kebutuhan tambahan biaya asuransi serta
  termasuk dalam Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan. Per           santunan bagi karyawan yang terdampak. Untuk risiko kredit,
  31 Desember 2025, pembiayaan berkelanjutan bank telah               stress test dilakukan terhadap seluruh portofolio kredit
  tersebar pada berbagai kategori, mulai dari energi terbarukan,      dengan skenario transisi menuju Net Zero Emission Indonesia
  efisiensi energi, pengelolaan sumber daya alam hayati dan           2060 serta risiko fisik jangka panjang, untuk mengestimasi
  lahan, transportasi ramah lingkungan, produk yang dapat             dampaknya terhadap rasio NPL, CKPN, pendapatan bunga,
  mengurangi penggunaan sumber daya dan menghasilkan                  modal, dan ATMR kredit. Temuan ini digunakan sebagai
  lebih sedikit polusi (Eco-efficient), bangunan berwawasan           dasar penetapan batas eksposur sektor, penyesuaian harga
  lingkungan, kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang              risiko, dan strategi engagement dengan debitur beremisi
  berwawasan lingkungan hidup lainnya, hingga pembiayaan              tinggi. Sementara itu, risiko surat berharga diuji melalui CRST
  UMKM, dengan total tercatat mencapai Rp21,9 triliun. Bank           untuk menilai dampak perubahan kebijakan iklim global dan
  menargetkan pertumbuhan penyaluran dana yang memenuhi               dinamika pasar terhadap instrumen Fair Value Through Profit
  kriteria keuangan berkelanjutan minimal 5% per tahunnya,            and Loss maupun Fair Value Other Comprehensive Income.
  sebagai upaya memperkuat komposisi portofolio kredit yang
  semakin berorientasi pada pembiayaan hijau.


Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                              PT Bank Mega Tbk    5
Page 6
            Strategi                    Tentang                  Penjelasan                 Tata Kelola
            Keberlanjutan               Bank Mega                Direksi                    Keberlanjutan




                 Pendekatan taksonomi dan pendanaan hijau tersebut
                 diperkuat oleh manajemen risiko iklim yang terstruktur. Bank
                 Mega mengembangkan metodologi Climate Risk Stress Testing
                 (CRST) untuk tiga jenis risiko utama, yaitu risiko operasional,
                 risiko kredit, dan risiko surat berharga.




    Pada aspek pengelolaan emisi, Bank Mega tidak hanya
    mengukur emisi operasional yang mencakup Cakupan 1 dan
    Cakupan 2 pada Kantor Pusat dan seluruh jaringan kantor,
    tetapi juga mulai melakukan estimasi emisi yang berasal
    dari portofolio pembiayaan sebagai bagian dari financed
    emissions (Cakupan 3). Pada tahun 2025, total emisi
    operasional Bank Mega tercatat sebesar 6.391,59 ton CO₂e,
    menurun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 6.975,93 ton
    CO₂e. Penurunan ini mencerminkan upaya Perseroan dalam
    meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat pengelolaan
    konsumsi sumber daya di seluruh jaringan operasional.

    Selain itu, Bank Mega juga mulai mengembangkan metodologi     Sejalan dengan hal tersebut, strategi keberlanjutan bank
    untuk mengestimasi emisi dari portofolio kredit sebagai       mencakup efisiensi operasional melalui digitalisasi proses,
    bagian dari pengukuran financed emissions, guna memperoleh    pengurangan penggunaan kertas, optimalisasi jaringan
    gambaran yang lebih komprehensif atas jejak karbon yang       kantor, mitigasi risiko lingkungan sosial dan tata kelola, serta
    terkait dengan aktivitas pembiayaan. Informasi tersebut       implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
    menjadi salah satu dasar bagi Bank Mega dalam menetapkan      (TJSL) melalui Mega Peduli dan Mega Berbagi, dengan target
    indikator efisiensi dan langkah pengelolaan lingkungan ke     pertumbuhan realisasi minimal 2,5% per tahun.
    depan, termasuk target penurunan konsumsi listrik secara
    bertahap serta upaya pengurangan penggunaan kertas dalam      Dari sisi tata kelola, seluruh strategi ini selaras dengan visi,
    kegiatan operasional.                                         misi, dan tujuan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
                                                                  yang menekankan stabilitas ekonomi, inklusi keuangan, dan
    Strategi keberlanjutan Bank Mega juga tercermin dalam         tanggung jawab sosial. Target jangka panjang yang tercantum
    pengembangan produk dan penghimpunan dana. Tabungan           dalam tabel Rencana Jangka Panjang RAKB, termasuk
    Mega Berbagi diposisikan sebagai produk ritel yang            pertumbuhan kredit berkelanjutan, pertumbuhan dana
    menghubungkan dana pihak ketiga dengan program sosial         berkelanjutan, indikator efisiensi energi, dan hasil pengujian
    dan pendidikan, dengan target pertumbuhan dana lebih          CRST, dipantau melalui pelaporan berkala kepada Direksi,
    dari 10% per tahun. Melalui ajakan pembukaan rekening,        Komite terkait, dan OJK. Dengan pendekatan ini, strategi
    kampanye digital melalui media sosial seperti Instagram,      keberlanjutan Bank Mega tidak hanya berfungsi sebagai
    Facebook, email blast dan push notification M-Smile, serta    pemenuhan regulasi, tetapi menjadi fondasi pendanaan
    edukasi keberlanjutan, bank mendorong partisipasi nasabah     hijau dan manajemen risiko iklim yang terintegrasi, yang
    dalam pendanaan kegiatan sosial dan pendidikan, sekaligus     memperkuat ketahanan model bisnis bank sekaligus
    memperkuat citra ESG bank di segmen ritel.                    memberikan kontribusi nyata terhadap transisi menuju
                                                                  ekonomi rendah karbon di Indonesia.




6   PT Bank Mega Tbk                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
             Kinerja                            Kinerja                     Kinerja               Kinerja
             Keberlanjutan Kami                 Ekonomi                     Lingkungan            Sosial




  Ikhtisar Kinerja
  Aspek Keberlanjutan

              Pendapatan                                     Pendapatan                                         Laba atau
              Bunga Bersih                                   Selain Bunga                                       (Rugi) Bersih
              (Rp Triliun)                                   (Rp Triliun)                                       (Rp Triliun)

    2025                                              2025                                              2025


                             4,93                                             2,79                                             3,36
    2024                                              2024                                              2024
                                         5,10                                            1,82                                             2,63
    2023                                              2023                                              2023
                                     5,53                                                2,29                                             3,51




                                                          Aspek Ekonomi
                                                                                                                Nominal Produk/Jasa
  Persentase Total Kredit                                                                                       yang Memenuhi Kriteria
  Pembiayaan Berkelanjutan                                                                                      Kredit Kategori Kegiatan
  terhadap Total Kredit                                                                                         Usaha Berkelanjutan
  (%)                                                                                                           (KKUB) (Rp Triliun)
    2025                                                                                                         2025


                       33                                                                                                  21,92
    2024                                                                                                         2024
                             43                                                                                                          27,51
    2023                                                                                                         2023
                             38                                                                                                          24,90




               Jumlah             2025                                         2025
               Pemasok                                                                                                         Kredit
               Lokal
               (Vendor)
                                                             24                                    539                         UMKM
                                                                                                                           (Rp Miliar)

                                  2024               2023                      2024              2023
                                                27               24                        397                 46




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                      PT Bank Mega Tbk   7
Page 8
            Strategi                          Tentang                        Penjelasan                     Tata Kelola
            Keberlanjutan                     Bank Mega                      Direksi                        Keberlanjutan




                                                    Aspek Lingkungan

               Pelestarian
               Keanekaragaman Hayati                              Penggunaan                                              Limbah
               Bibit Bambu yang Ditanam                           Air                                                     Kertas
               (Bibit)                                            (m3)                                                    (Ton)

     2025                                              2025                                                 2025


                               100                            173.366,17                                                              13,26
     2024                                              2024                                                 2024
                                     100                                    194.636,32                                                        10,49
     2023                                              2023                                                 2023
                                      100                                     212.513,94                                                       15,05
                                                                                                            *)
                                                                                                                 Perhitungan Limbah Kertas berasal
                                                                                                                 dari Gudang Arsip Setu


                            Emisi                                                                         Penggunaan
                            yang Dihasilkan                                                               Energi
                            (tCO₂)                                                                        (GJ)

                  2025                                                                         2025


                             6.391,59                                                               127.948,96
                                                                                               2024
                  2024
                                           6.975,93                                                                    139.004,97
                                                                                               2023
                  2023
                                          3.932,66*                                                                     78.425,59*
                *Terdapat perbedaan cakupan perhitungan data dengan tahun 2024 dan 2025, tahun 2023 hanya mencakup data Kantor Pusat saja.




8   PT Bank Mega Tbk                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 9
             Kinerja                      Kinerja                    Kinerja                Kinerja
             Keberlanjutan Kami           Ekonomi                    Lingkungan             Sosial




                                          Aspek Sosial

              Persentase Jumlah
              Pegawai Perempuan                             Realisasi Biaya CSR                           Realisasi Biaya CSR
              dibanding Total Pegawai                       Mega Berbagi                                  Mega Peduli
              (%)                                           (Rp miliar)                                   (Rp miliar)

    2025                                            2025                                        2025


                      53,26                                               6,30                                          0,13
    2024                                            2024                                        2024
                                  54,08                                       10,56                                            2,48
    2023                                            2023                                        2023
                                  54,31                                           7,72                                         3,09


      Bank Mega menyalurkan dana sosial secara berkelanjutan melalui program Mega Peduli dan donasi dari tabungan Mega
      Berbagi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat yang memerlukan.
      Inisiatif ini mencakup kegiatan ajar-mengajar di daerah terpencil, memberikan bantuan sosial, Di bidang literasi dan inklusi
      keuangan, Bank Mega melaksanakan kegiatan edukasi keuangan secara tatap muka maupun kanal digital guna meningkatkan
      pemahaman masyarakat atas produk dan layanan perbankan, perlindungan konsumen, serta risiko keuangan. Upaya ini
      mendorong perilaku keuangan yang lebih bijak dan bertanggung jawab sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap
      layanan perbankan formal.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                              PT Bank Mega Tbk   9
Page 10
             Strategi                         Tentang                       Penjelasan                Tata Kelola
             Keberlanjutan                    Bank Mega                     Direksi                   Keberlanjutan




     Penghargaan
     dan Sertifikasi




                Infobank 500 Most Outstanding Women 2025                            Katadata ESG Index Awards - Green Economy Winner
                       - Infobank (Ibu Indivara Erni)                                       (Finance - Bank Sector) - Katadata




                                       Stellar Workplace Award 2025 - Kontan Business & Investment
                                       Media bersama GML Performance Consulting:
                                       1. Stellar Workplace Recognition in Employee Commitment
                                       2. 2025 Stellar Workplace Recognition in Employee Satisfaction




       Indonesia Most Powerful Woman Awards 2025 - Indonesia Most                             WFIS 2025 Indonesia Award
       Powerful Women 2025 in Improving Financial Inclusion through                           Marketing Leader of The Year
       Digitalization and Strategic Collaboration - Indivara Erni - Wakil                          Tradepassglobal
                       Direktur Utama PT Bank Mega Tbk



10   PT Bank Mega Tbk                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 11
             Kinerja                   Kinerja                 Kinerja                Kinerja
             Keberlanjutan Kami        Ekonomi                 Lingkungan             Sosial




                   Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris
    Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega, Tbk
        Kami segenap Dewan Komisaris menyatakan bahwa seluruh informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Mega Tbk
         tahun 2025 telah dimuat secara lengkap dan sesuai dengan peraturan, serta Kami bertanggung jawab atas kebenaran
                                               isi Laporan Keberlanjutan Perusahaan.

                                       Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
                                                     Jakarta, Maret 2026




                                                        Chairul Tanjung
                                                       Komisaris Utama




              Achjadi Ranuwisastra                  Lambock V. Nahattands                            Hizbullah
              Komisaris Independen                  Komisaris Independen                        Komisaris Independen




                        Surat Pernyataan Anggota Direksi
    Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Mega, Tbk
           Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Keberlanjutan PT Bank Mega Tbk tahun buku
                2025 telah disampaikan sesuai dengan peraturan dan Kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran
                                               isi Laporan Keberlanjutan Perusahaan.

                                       Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
                                                     Jakarta, Maret 2026




                                                       Kostaman Thayib
                                                        Direktur Utama




                 Indivara Erni                           Yuni Lastianto                       Madi Darmadi Lazuardi
              Wakil Direktur Utama                    Direktur Compliance                  Direktur Wholesale Banking
                                                        & Human Capital




                 Martin Mulwanto                         Y.B. Hariantono                            Heriwan Gazali
                Direktur Treasury                     Direktur Operations                       Direktur Retail Banking
             & International Banking               & Information Technology

Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                       PT Bank Mega Tbk   11
Page 12
Tentang
Bank Mega
Page 13

          
Page 14
             Strategi                        Tentang                  Penjelasan             Tata Kelola
             Keberlanjutan                   Bank Mega                Direksi                Keberlanjutan




     Profil
     Perusahaan

     Alamat Perusahaan & Kontak [C.2][2-1]

     Nama Perusahaan                              Bidang Usaha                             Tahun Awal Beroperasi
     PT Bank Mega Tbk                             Layanan Perbankan                        1969


     Badan Hukum                                  Izin Usaha                               Media Sosial
     Perseroan Terbatas, tercatat di Bursa        PT Bank Karman No. 32 tanggal 15 April
     Efek Indonesia (kode saham MEGA)             1969 jo. Akta Perubahan No. 47 tanggal      @bankmegaid
                                                  26 November 1969                            BankMegaID
                                                                                              @BankMegaID
     Alamat Kantor Pusat                          Izin Bank Umum
     Menara Bank Mega                             SK Menteri Keuangan RI No. D15.6.5.48       Bank Mega Indonesia
     Jl. Kapten Tendean No. 12–14 A,              tanggal 14 Agustus 1969
                                                                                              @bankmega
     Jakarta 12790, Indonesia
                                                  Izin Bank Devisa
         (+6221) 7917 5000                        SK Deputi Gubernur Senior BI No. 3/1/
         (+6221) 7918 7100                        KEP/DGS/2001 tanggal 31 Januari 2001
         www.bankmega.com
                                                  Izin Wali Amanat
         corsec@bankmega.com                      SK Bapepam LK No. 20/STTDWA/
                                                  PM/2000 tanggal 2 Agustus 2000

     Nama Pemegang Saham
     dan Persentase Kepemilikan Saham


                                         58,02%
                                         PT Mega Corpora




     41,98%
     Masyarakat




14   PT Bank Mega Tbk                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15
             Kinerja                        Kinerja                 Kinerja                    Kinerja
             Keberlanjutan Kami             Ekonomi                 Lingkungan                 Sosial




  Visi, Misi, dan
  Nilai Keberlanjutan Perusahaan                                                       [C.1]




                                                                                                         Misi
                                                                    Mewujudkan hubungan baik yang berkesinambungan dengan
                                                                  nasabah melalui layanan perbankan inovatif dan sinergi dengan
                     Visi                                       didukung oleh ekosistem yang terintegrasi, sumber daya manusia
                                                               yang profesional serta kemampuan kinerja organisasi terbaik untuk
        Menjadi Kebanggaan                                          memberikan nilai tambah yang tinggi bagi seluruh pemangku
                                                                                                    kepentingan (Stakeholder).
              Bangsa




                  Nilai
            Perusahaan


                   Dynamic            D
           Terbuka terhadap
    perubahan, adaptif & gesit


     Entrepreneurship
    Menciptakan peluang bisnis
   dan perbaikan terus menerus
                                          E
      untuk mencapai performa
      perusahaan yang optimal

                                  Trust
       Menjunjung tinggi kepercayaan
                                               T
             dan bersikap profesional


                                      Ethics
                Sikap dan perilaku Menegakkan
                                                       E
               Norma & Nilai-Nilai yang berlaku

                                      Commitment
                         Kemauan dan tekad kuat untuk
                                                                C
                     memenuhi janji secara konsisten guna
                          memberikan kontribusi terbaik
                                                            Synergy              S
                                              Melakukan kolaborasi untuk
                                               menghasilkan nilai tambah
                                          gabungan yang jauh lebih tinggi



Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                          PT Bank Mega Tbk   15
Page 16
             Strategi                              Tentang                            Penjelasan                       Tata Kelola
             Keberlanjutan                         Bank Mega                          Direksi                          Keberlanjutan




     Skala
     Usaha              [C.3][2-7]




                                                                      Jumlah Karyawan



                   Pegawai                                            Pegawai                                                 Total
                   Laki-laki                                          Perempuan                                               Pegawai Tetap
                   (Orang)                                            (Orang)                                                 (Orang)

          2025                                                2025                                                  2025


                               1.855                                             2.076                                                  3.931
          2024                                                2024                                                  2024
                                            2.010                                              2.406                                                  4.416
          2023                                                2023                                                  2023
                                            2.176                                              2.553                                                  4.729


                                                                      Kinerja Keuangan



                    Pendapatan                                        Laba                                                    Total
                    Bunga Bersih                                      Bersih                                                  Liabilitas
                    (Rp trilliun)                                     (Rp trilliun)                                           (Rp trilliun)

          2025                                                2025                                                  2025


                                    4,93                                               3,36                                          115,75
          2024                                                2024                                                  2024
                                             5,10                                                  2,63                                               113,73
          2023                                                2023                                                  2023
                                             5,53                                                  3,51                                              110,29


                                              Total                                                 Total
                                              Ekuitas                                               Aset
                                              (Rp trilliun)                                         (Rp trilliun)

                                     2025                                               2025


                                                       25,08                                           140,83
                                     2024                                               2024
                                                                     21,18                                                 134,92
                                     2023                                               2023
                                                                     21,76                                                 132,05




16   PT Bank Mega Tbk                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 17
             Kinerja                       Kinerja               Kinerja                   Kinerja
             Keberlanjutan Kami            Ekonomi               Lingkungan                Sosial




  Wilayah
  Operasional                     [C.3]




  Wilayah operasional Bank Mega dirancang untuk mendekatkan layanan perbankan
  kepada nasabah di seluruh Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi                   Wilayah (Area)
  daerah. Melalui jaringan 8 Kantor Wilayah yang tersebar di berbagai pusat pertumbuhan         per 31 Desember 2025
  nasional, Bank Mega hadir di wilayah-wilayah strategis dari Sumatra hingga Kawasan            1. Medan: Sumatera, Bangka Belitung, dan
  Timur Indonesia. Jaringan ini diperkuat oleh Kantor Pusat di Jakarta, 55 Kantor                  Kep. Riau (kecuali Aceh dan Lampung)
  Cabang, dan 300 Kantor Cabang Pembantu, yang bersama-sama memastikan layanan                  2. Jakarta 1: DKI Jakarta (kecuali Jakarta
  komprehensif bagi segmen ritel, komersial, dan korporasi.                                        Selatan), Bekasi, Karawang
                                                                                                3. Jakarta 2: Jakarta Selatan, Bogor,
  Sepanjang periode pelaporan, Bank Mega terus mengoptimalkan jaringan fisik                       Depok, Tangerang, Banten, Lampung
  dan elektronik untuk meningkatkan kemudahan akses dan kenyamanan nasabah.                     4. Bandung: Jawa Barat (kecuali Bogor,
  Pengelolaan kantor dilakukan secara hati-hati dan terukur dengan mempertimbangkan                Depok, Bekasi, dan Karawang)
  kebutuhan bisnis dan efisiensi, sementara jaringan ATM ditempatkan di lokasi strategis        5. Semarang: Jawa Tengah dan DI
  yang menunjang mobilitas masyarakat dan ekosistem ritel yang menjadi salah satu                  Yogyakarta
  keunggulan Bank Mega.                                                                         6. Surabaya: Jawa Timur, NTB, NTT, Bali
                                                                                                7. Makassar: Sulawesi, Maluku, Papua
  Selain menjalankan fungsi layanan, jaringan kantor wilayah juga berperan sebagai              8. Banjarmasin: Kalimantan
  simpul koordinasi pengembangan bisnis lokal, pengelolaan risiko, dan pelaksanaan
  program tanggung jawab sosial di berbagai daerah. Dengan demikian, kehadiran Bank
  Mega tidak hanya memperluas inklusi keuangan tetapi juga memberikan nilai tambah
                                                                                                               Total ATM
  sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
                                                                                                               Bank Mega 2025

  Jaringan Kantor dan ATM Bank Mega
   Uraian
   Kantor Pusat
                                          2025
                                           1
                                                         2024
                                                           1
                                                                              2023
                                                                               1
                                                                                                               463
   Kantor Wilayah                          8               8                   8                               Total
   Kantor Cabang                           55              55                  55                              Kantor 2025


                                                                                                               364
   Kantor Cabang Pembantu                 300             306                 312
   Kantor Fungsional                       0               2                   3
   Total Kantor                           364             372                 379
   ATM Bank Mega                          463             528                 582




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                             PT Bank Mega Tbk   17
Page 18
             Strategi                  Tentang     Penjelasan                 Tata Kelola
             Keberlanjutan             Bank Mega   Direksi                    Keberlanjutan




     Produk dan Layanan serta
     Kegiatan Usaha yang Dijalankan                                    [C.4][2-6]




                                                    Bank Mega menyediakan beragam produk dan layanan
                                                    perbankan untuk nasabah individu maupun institusi, mulai
                                                    dari kebutuhan transaksi harian hingga pembiayaan bisnis
                                                    dengan kompleksitas yang lebih tinggi. Portofolio layanan
                                                    mencakup produk simpanan, pinjaman, trade finance, transaksi
                                                    internasional, tresuri, serta berbagai solusi transaksi berbasis
                                                    kartu dan elektronik seperti Mega Pass, M-Money, dan layanan
                                                    safe deposit box. Keseluruhan layanan ini dirancang untuk
                                                    mendukung ekosistem ritel dan korporasi secara terintegrasi.

                                                    Sepanjang tahun 2025, Bank memperkuat agenda
                                                    keberlanjutan melalui inovasi sistem pembayaran dan layanan
                                                    digital yang semakin inklusif, efisien, dan bertanggung jawab,
                                                    guna menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih cepat,
                                                    aman, dan relevan bagi nasabah. Berbagai inisiatif seperti
                                                    pengembangan layanan berbasis QRIS, penguatan kapabilitas
                                                    transaksi nirsentuh (NFC), serta penyempurnaan fitur
                                                    pada aplikasi M-Smile menunjukkan komitmen Bank dalam
                                                    menciptakan nilai jangka panjang sekaligus memperkuat
                                                    kepercayaan pemangku kepentingan.

                                                    Di sisi lain, Bank Mega meningkatkan penguatan infrastruktur
                                                    keamanan siber dan edukasi nasabah terkait transaksi aman.
                                                    Dengan demikian, peningkatan volume dan nilai transaksi
                                                    sepanjang 2025 diharapkan dapat berjalan selaras dengan
                                                    upaya perlindungan konsumen dan mendukung pertumbuhan
                                                    bisnis yang berkelanjutan.




         Informasi lengkap terkait
         produk dan layanan dapat
         diakses melalui situs
         Perusahaan:
         • https://bankmega.com/
           id/personal/simpanan-
           individual/
         • https://bankmega. com/id/
           bisnis/simpanan-bisnis/

         serta Laporan Tahunan 2025
         • https://bankmega.com/id/
           tentang-kami/hubungan-
           investor-new/




18   PT Bank Mega Tbk                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 19
             Kinerja                        Kinerja                        Kinerja                         Kinerja
             Keberlanjutan Kami             Ekonomi                        Lingkungan                      Sosial




  Transaksi Layanan Perbankan
  Layanan Transaksi
   Jenis Layanan                                        Satuan                          2025                         2024                       2023
   Mega ATM                         Nasabah                                                    53.987                        87.673                    111.642
                                    Nilai (Rp miliar)                                              1.526                      1.951                     2.358
   Mega Pass                        Jumlah Kartu                                             229.455                        216.032                    228.918
                                    Nilai (Rp miliar)                                             347,6                        460                       411,0
   Internet Banking                 Nasabah                                                       20.152                     21.585                     23.101
                                    Nilai (Rp miliar)                                          52.937                       56.044                     47.982
   Mobile Banking                   Nasabah                                                  1.163.197                      971.531                    784.118
                                    Nilai (Rp miliar)                                             78.154                    49.908                     36.339
   Uang Elektronik                  Jumlah Kartu (juta)                                              4,2                        4,2                        4,8
                                    Nilai (Rp miliar)                                              0,08                        0,4                         0,7
   Safe Deposit Box                 Box                                                           7.886                       7.331                     7.690
                                    Nilai (Rp miliar)                                                5,6                        5,3                        5,5


                                                            Kuantitas Produk Simpanan


                             2025                                367.980                              2025                                        104,13

                             2024                   356.358                                           2024                              91,68

                             2023           332.136                                                   2023                            89,45
      Nasabah (Orang)                                                       Nilai (Rp Trilliun)




  Treasuri
   Produk/Layanan                                Satuan                          2025                          2024                            2023
   Foreign Exchange Transactions    Nasabah (orang)                                        6.170                         5.286                          5.053
   (Today, Tom & Spot)
                                    Frekuensi transaksi                                   32.739                        28.633                         30.667
                                    Volume transaksi (Rp miliar)                          71.502                        74.674                          52.727
   Derivative Transactions          Nasabah (orang)                                         2.116                            822                           89
   (Forward, DNDF, Swap, Option
                                    Frekuensi transaksi                                    19.129                        10.931                          7.297
   & IRS)
                                    Volume transaksi (Rp miliar)                        603.646                        386.188                        289.076
   Money Market Transactions        Nasabah (orang)                                            77                              71                          74
                                    Frekuensi transaksi                                    5.250                            4.701                        3.518
                                    Volume transaksi (Rp miliar)                        956.544                        735.963                        485.867
   Bonds Trading Transactions       Nasabah (orang)                                         2.138                           1.793                       5.670
                                    Frekuensi transaksi                                    11.688                           6.212                       13.589
                                    Volume transaksi (Rp miliar)                         204.150                        85.260                         104.431
   Jumlah                           Nasabah (orang)                                       10.501                            7.972                      10.886
                                    Frekuensi transaksi                                  68.806                         50.477                          55.071
                                    Volume transaksi (Rp miliar)                        1.835.841                     1.282.085                        932.101




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                                    PT Bank Mega Tbk   19
Page 20
             Strategi                      Tentang                  Penjelasan                    Tata Kelola
             Keberlanjutan                 Bank Mega                Direksi                       Keberlanjutan




     Inovasi atas Produk, Layanan dan Aktivitas
     yang Telah Direalisasikan Tahun 2025
     Sepanjang tahun 2025, Bank memperkuat                        Produk/Layanan/
     agenda keberlanjutan melalui transformasi sistem       No.                           Keterangan
                                                                  Aktivitas
     pembayaran yang semakin inklusif, efisien, dan          1    APMK-Contactless        1. Bank telah merealisasikan penyelenggaraan
     bertanggung jawab, dengan menghadirkan inovasi               Debit Card                 produk Contactless Debit Card pada tanggal 9
     yang tidak hanya menjawab kebutuhan nasabah,                                            September 2025
     tetapi juga mendorong praktik transaksi yang lebih                                   2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
                                                                                             kepada pihak Regulator pada bulan
     tertib dan aman. Realisasi APMK Contactless Debit                                       September 2025
     Card, Kartu Kredit Gen Z (BLIV), serta pengembangan
                                                            2     QRIS Cross Border       1. Bank telah merealisasikan layanan QRIS
     M-Smile dengan fitur proteksi Mega Ultima Shield             [Jepang]                   CrossBorder Jepang pada tanggal 18 Agustus
     menjadi bagian dari strategi memperluas akses                                           2025
     layanan keuangan modern yang lebih relevan bagi                                      2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
     segmen digital, sekaligus memperkuat kepercayaan                                        kepada pihak Regulator pada bulan Agustus
                                                                                             2025
     nasabah melalui pengalaman layanan yang semakin
     sederhana, cepat, dan terlindungi.                     3     Pengembangan            1. Bank telah merealisasikan layanan MUS pada
                                                                  Layanan M-Smile            10 November 2025
                                                                  dengan fitur Asuransi   2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
     Di sisi ekosistem pembayaran, implementasi                   - Mega Ultima Shield       kepada OJK pada bulan November 2025
     QRIS Tap (NFC) dan QRIS Tap In Tap Out (NFC)                 M-Smile
     menegaskan kontribusi Bank dalam mempercepat           4     APMK-Kartu Kredit       1. Bank telah merealisasikan produk Kartu Kredit
     pergeseran menuju transaksi nontunai yang lebih              Gen Z (BLIV)               BLIV pada tanggal 16 Desember 2025
     praktis dan aman, termasuk untuk kebutuhan                                           2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
                                                                                             kepada kepada pihak Regulator pada bulan
     mobilitas seperti transportasi publik dan layanan
                                                                                             Desember 2025
     parkir. Perluasan kapabilitas melalui QRIS Cross
                                                            5     Fitur Transaksi QRIS    1. Bank telah merealisasikan penyelenggaraan
     Border Jepang juga membuka ruang manfaat yang
                                                                  Tap (NFC)                  layanan QRIS Tap (NFC) pada tanggal 14
     lebih luas bagi nasabah dalam bertransaksi di luar                                      Maret 2025
     negeri secara nyaman, dengan transparansi kurs                                       2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
     secara real time melalui mekanisme settlement yang                                      kepada pihak Regulator pada bulan Maret
                                                                                             2025
     terkelola. Seluruh inisiatif ini menunjukkan bahwa
     inovasi Bank diarahkan untuk menciptakan nilai         6     Fitur Transaksi QRIS    1. Bank telah merealisasikan layanan QRIS Tap In
     jangka panjang, dengan tata kelola yang adaptif              Tap In Tap Out (NFC)       Tap Out pada tanggal 30 Oktober 2025
                                                                                          2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
     melalui evaluasi berkala atas keberlanjutan layanan,                                    kepada pihak Regulator pada bulan
     Bank juga melakukan pengembangan sistem dalam                                           November 2025
     proses kredit dengan plafon maksimal Rp 25 Milliar,     7    LPD - Kerjasama         1. Bank telah merealisasikan layanan QRIS Tap In
     yaitu memakai aplikasi dalam bentuk Workflow                 Transaksi Tap To Pay       Tap Out pada tanggal 12 Juli 2025
     Proses Kredit. Saat ini proses pengembangan sistem           (NFC)                   2. Bank telah melaporkan realisasi tersebut
     tersebut dalam tahap Piloting/Testing. Diperkirakan                                     kepada pihak Regulator pada bulan Juli 2025
                                                                                          3. Bank sampai saat ini masih mengevaluasi
     dapat diimplementasikan pada Q2 - 2026. Dengan                                          kembali layanan produk Tap to Pay melalui
     adanya sistem ini, diharapkan dapat mengurangi                                          smartwatch Garmin Pay
     penggunaan media kertas dan mobilitas dalam
     sirkulasi proses kredit.




20   PT Bank Mega Tbk                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 21
             Kinerja                    Kinerja                     Kinerja                   Kinerja
             Keberlanjutan Kami         Ekonomi                     Lingkungan                Sosial




  Keanggotaan
  pada Asosiasi                        [C.5][2-28]




                             Nama Organisasi dan Peran Bank Mega Sebagai Anggota




    Forum Komunikasi Direktur      Ikatan Bankir Indonesia (IBI)               Lembaga Alternatif          Asosiasi Emiten Indonesia
      Operasional Perbankan                                               Penyelesaian Sengketa Sektor               (AEI)
            (FKDOP)                                                        Jasa Keuangan (LAPS-SJK)




     Perhimpunan Bank Umum              Association Cambiste                Forum Komunikasi Direktur    Asosiasi Kartu Kredit Indonesia
        Nasional (Perbanas)            Internationale Financial           Kepatuhan Perbankan (FKDKP)                (AKKI)
                                    Markets Association (ACI FMA)
                                              Indonesia




    Himpunan Pedagang Surat       Asosiasi Pasar Uang dan Valuta Asing      Asosiasi Sistem Pembayaran      International Chamber of
    Utang Negara (HIMDASUN)              Indonesia (APUVINDO)                    Indonesia (ASPI)                Commerce (ICC)




  Perubahan Emiten
  dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan                                                                                   [C.6]




  Selama tahun 2025, Bank Mega mengalami perubahan                       susunan Direksi yaitu Berdasarkan Rapat Umum Pemegang
  signifikan, berupa penyesuaian jaringan kantor melalui                 Saham (RUPS) Tahunan tanggal 27 Maret 2025, pemegang
  penutupan 6 Kantor Cabang Pembantu, yaitu KCP Manado                   saham telah menyetujui pengunduran diri Wakil Direktur
  Transmart Kawanua, KCP Medan Cirebon, KCP Pontianak                    Utama Perseoran, Saudari Lay Diza Larentie, pengunduran
  Transmart, KCP Bogor Transmart Yasmin, KCP Palembang                   diri Direktur Perseroan, Saudara Guntur C Yudianto, serta
  Transmart, dan KCP Jember Transmart, serta 2 Kantor                    menyetujui pengangkatan Saudara Heriwan Gazali sebagai
  Fungsional, yaitu KF Medan dan KF Jakarta. Kebijakan ini               anggota Direksi Perseroan dan efektif berlaku tanggal 13
  merupakan bagian dari strategi transformasi berkelanjutan              Agustus 2025 sesuai surat Perseroan No.101/COAF/25.
  yang dijalankan untuk memastikan efektivitas operasional,
  peningkatan kualitas layanan, serta dukungan terhadap                  Subsequent events
  prinsip keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.                 Pemberhentian dengan hormat Sdr. Yuni Lastianto sebagai
                                                                         Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan, yang akan
  Penyesuaian jaringan kantor tersebut dilakukan dengan                  diajukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang
  mempertimbangkan perkembangan kebutuhan nasabah,                       akan diselenggarakan pada tanggal 31 Maret 2026. Pergantian
  perubahan perilaku layanan menuju kanal digital, serta                 ini telah diajukan dan dicatat dalam administrasi pengawasan
  optimalisasi pemanfaatan sumber daya perusahaan.                       Otoritas Jasa Keuangan sesuai dengan surat OJK nomor S-97/
  Seluruh proses dilaksanakan secara terencana dan bertahap              PB.32/2026 tanggal 17 Maret 2026. Pengakhiran jabatan Sdri.
  dengan tetap memperhatikan kepentingan para pemangku                   Indivara Erni sebagai Wakil Direktur Utama sehubungan dengan
  kepentingan, termasuk karyawan, nasabah, dan regulator.                penugasannya ke PT Mega Corpora. Pengakhiran jabatan ini
                                                                         akan berlaku efektif setelah Direktur yang ditunjuk sebagai
  Selain itu selama tahun 2025, terdapat penyesuaian                     Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan pada Rapat
  struktur organisasi yang tertuang dalam Surat Keputusan                Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan diselenggarakan
  No.SK.037/DIRBM/25 tanggal 31 Juli 2025 tentang Struktur               pada tanggal 31 Maret 2026 mendapat persetujuan Penilaian
  Organisasi PT Bank Mega Tbk. Serta terdapat perubahan                  Kemampuan dan Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                             PT Bank Mega Tbk    21
Page 22
             Strategi           Tentang     Penjelasan   Tata Kelola
             Keberlanjutan      Bank Mega   Direksi      Keberlanjutan




     Penjelasan
     Direksi            [D.1]




                                                         Kostaman Thayib
                                                                           Direktur Utama




22   PT Bank Mega Tbk                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 23
             Kinerja                    Kinerja                   Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami         Ekonomi                   Lingkungan              Sosial




                                  Tahun 2025 menjadi momentum bagi
                                  Bank Mega dalam memperkuat praktik
                                  keberlanjutan. Bank Mega semakin
                                  menekankan bahwa kualitas pengungkapan,
                                  konsistensi data, serta keterukuran dampak,
                                  merupakan elemen yang semakin penting,
                                  seiring dengan meningkatnya ekspektasi
                                  regulator dan para pemangku kepentingan.


  Para Pemegang Saham dan Pemangku                                   Kebijakan untuk Merespons
  Kepentingan yang kami hormati,                                     Tantangan dalam Pemenuhan Strategi
  Di tengah dinamika ekonomi global dan percepatan transformasi      Keberlanjutan
  industri jasa keuangan, Bank Mega memandang keberlanjutan
  bukan sekadar kewajiban pelaporan, melainkan fondasi untuk         Respon terhadap Isu Keuangan Berkelanjutan
  memastikan ketahanan bisnis, peningkatan kepercayaan, serta        Kegiatan usaha Bank Mega dilaksanakan dengan berlandaskan
  relevansi Bank dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang            prinsip keberlanjutan yang terintegrasi dalam visi dan misi
  terus berkembang. Bagi Bank Mega, keberlanjutan adalah cara        Perusahaan. Prinsip tersebut diterapkan secara konsisten
  Bank membangun nilai jangka panjang melalui keseimbangan           dalam kebijakan, proses bisnis, serta budaya kerja di seluruh
  antara kinerja ekonomi, tanggung jawab sosial, dan kepedulian      organisasi.
  terhadap lingkungan, yang sejalan dengan visi Bank Mega
  yaitu “Menjadi Kebanggaan Bangsa.”                                 Pada tahun 2025, Bank Mega melanjutkan penguatan
                                                                     transformasi digital, peningkatan efisiensi operasional, dan
  Sebagai bentuk komitmen tersebut, Bank Mega terus                  optimalisasi kualitas layanan guna menciptakan pengalaman
  memperkuat penerapan Keuangan Berkelanjutan secara                 perbankan yang semakin berorientasi kepada nasabah.
  terintegrasi dengan agenda nasional dan kebijakan regulator,       Kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, tetap menjadi
  termasuk implementasi POJK 51/2017, penguatan praktik              landasan utama dalam setiap aktivitas usaha.
  tata kelola, serta pengembangan portofolio pembiayaan
  yang semakin selaras dengan prinsip Lingkungan, Sosial, dan        Bank memperkuat agenda keberlanjutan melalui inovasi sistem
  Tata kelola (LST). Arah strategis ini telah dituangkan secara      pembayaran dan layanan digital yang semakin inklusif, efisien,
  konsisten dalam Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan                dan bertanggung jawab, guna menghadirkan pengalaman
  (RAKB) Tahun 2025, sehingga seluruh target keberlanjutan           transaksi yang lebih cepat, aman, dan relevan bagi nasabah.
  Bank selaras dan terintegrasi dengan pengendalian strategi         Berbagai inisiatif seperti pengembangan layanan berbasis
  bisnis yang terukur.                                               QRIS, penguatan kapabilitas transaksi nirsentuh (NFC), serta
                                                                     penyempurnaan fitur pada aplikasi M-Smile menunjukkan
                                                                     komitmen Bank dalam menciptakan nilai jangka panjang
                                                                     sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                         PT Bank Mega Tbk   23
Page 24
             Strategi                      Tentang                   Penjelasan                 Tata Kelola
             Keberlanjutan                 Bank Mega                 Direksi                    Keberlanjutan




     Seiring meningkatnya kompleksitas risiko lingkungan dan          Tantangan Penerapan Keuangan Berkelanjutan
     sosial, termasuk risiko perubahan iklim, Bank Mega memandang     Bank Mega menyadari bahwa penerapan prinsip keuangan
     penting penguatan pemahaman debitur terhadap aspek               berkelanjutan di sektor perbankan menghadapi berbagai
     keberlanjutan. Dalam merespons hal tersebut, Bank Mega           tantangan, antara lain perkembangan regulasi, dinamika isu
     terus mengintegrasikan prinsip keuangan berkelanjutan dalam      perubahan iklim, serta kebutuhan untuk mengintegrasikan
     proses penyaluran kredit, termasuk melalui pengembangan          aspek keberlanjutan ke dalam strategi dan proses bisnis secara
     portfolio yang selaras dengan prinsip pembiayaan hijau.          menyeluruh. Selain itu, meningkatnya kebutuhan dan kualitas
     Pendekatan ini dilakukan secara menyeluruh guna memastikan       pengungkapan, serta keselarasan terminologi dan penguatan
     bahwa penyaluran kredit tidak hanya memenuhi prinsip             narasi dampak juga menjadi perhatian penting. Untuk itu,
     kehati-hatian tetapi juga mendukung praktik keuangan yang        Bank Mega terus memperkuat kapasitas internal, mendorong
     berkelanjutan.                                                   inovasi, serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai
                                                                      pemangku kepentingan guna merespons tantangan tersebut
     Bank Mega secara berkala melakukan evaluasi atas kinerja         sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
     LST debitur, sebagai bagian dari penguatan manajemen risiko
     keberlanjutan. Bank Mega juga telah melakukan pemetaan           Di sisi eksternal, pesatnya perkembangan teknologi digital,
     dan simulasi risiko perubahan iklim melalui Climate Risk         termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial
     Management & Scenario Analysis (CRMS) dan Climate Risk           intelligence/AI), menghadirkan peluang sekaligus tantangan
     Stress Test (CRST). Integrasi risiko LST dalam strategi usaha    bagi industri perbankan, khususnya dalam menjaga keamanan
     dan pengembangan produk terus diperkuat sebagai bagian           dan perlindungan data nasabah. Dalam keuangan berkelanjutan,
     dari upaya Bank dalam mengimplementasikan prinsip                pengelolaan data yang andal dan sistem keamanan informasi
     keuangan berkelanjutan.                                          yang kuat menjadi elemen penting dalam memperkuat tata
                                                                      kelola dan menjaga kepercayaan nasabah. Oleh karena itu,
     Di sisi lain, Bank Mega juga terus mendorong inovasi layanan     Bank Mega terus memperkuat sistem keamanan informasi
     digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan     serta pengelolaan dan perlindungan data nasabah sebagai
     kualitas layanan kepada nasabah. Salah satu inovasi yang         bagian dari komitmen dalam menerapkan praktik perbankan
     dikembangkan adalah fitur Tap to Pay, yang menghadirkan          yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
     metode pembayaran contactless melalui kartu kredit virtual
     pada perangkat Android. Sepanjang tahun 2025, fitur ini
                                                                      Penerapan Keuangan Berkelanjutan
     memberikan kontribusi positif terhadap performa M-Smile
     sekaligus memperkuat pemanfaatan layanan digital bagi
     nasabah.                                                         Pencapaian Kinerja Keberlanjutan Dibanding Target

     Komitmen dalam Penerapan Keuangan Berkelanjutan                  Kinerja Pengelolaan Lingkungan
     Bank Mega berkomitmen untuk aktif mendukung program              Pada tahun 2025, Bank Mega melaksanakan berbagai program
     Keuangan Berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah     untuk mendukung pengelolaan dampak lingkungan dari
     melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui RAKB, Bank         kegiatan operasional. Inisiatif efisiensi energi dan pengurangan
     berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif             penggunaan kertas terus dilakukan di seluruh jaringan kantor.
     dan stabil, sekaligus menggerakkan perekonomian nasional         Perhitungan emisi diperluas dibandingkan tahun sebelumnya.
     dengan menjaga keselarasan antara aspek ekonomi, sosial,         Total emisi operasional dari Cakupan 1 meliputi konsumsi
     dan lingkungan hidup.                                            Bahan Bakar Minyak (BBM), Kertas HVS, dan Kertas Koran serta
                                                                      Cakupan 2 meliputi konsumsi listrik, air PAM, dan penggunaan
     Selain itu, Bank Mega terus memperkuat komitmennya               taksi daring tercatat sebesar 6.391,59 tonCO₂e.
     dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan sebagai
     bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap           Pengembangan layanan digital menjadi salah satu strategi
     layanan keuangan formal. Melalui berbagai kegiatan edukasi       Bank Mega dalam mendukung efisiensi operasional sekaligus
     keuangan yang dilaksanakan secara tatap muka maupun              mengurangi dampak lingkungan, khususnya melalui
     melalui kanal digital, Bank Mega berupaya meningkatkan           pengurangan penggunaan kertas. Pembukaan rekening
     pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan                 tabungan sudah mulai aktif dilakukan melalui channel digital
     perbankan, perlindungan konsumen, serta pengelolaan risiko       sejak tahun 2021. Hingga akhir tahun 2025, pembukaan
     keuangan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong masyarakat        rekening melalui aplikasi M-Smile tercatat mencapai 119.193
     untuk semakin bijak dalam mengelola keuangan sekaligus           akun, sementara penerapan e-statement untuk kartu kredit
     memperluas pemanfaatan layanan perbankan oleh berbagai           telah mencakup 947,71 ribu akun dari 1,02 juta akun. Inisiatif
     lapisan masyarakat.                                              digital ini turut berkontribusi dalam mendorong operasional
                                                                      yang lebih efisien dan mendukung praktik perbankan yang
     Bank juga berkomitmen mendukung transisi Indonesia menuju        lebih ramah lingkungan.
     Net Zero Emission Indonesia 2060, sejalan dengan komitmen
     nasional dan agenda keberlanjutan global.




24   PT Bank Mega Tbk                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 25
             Kinerja                    Kinerja                   Kinerja                  Kinerja
             Keberlanjutan Kami         Ekonomi                   Lingkungan               Sosial




  Implementasi berbagai program digital di Bank Mega turut           Kinerja Ekonomi dan Keuangan Berkelanjutan
  memberikan kontribusi terhadap efisiensi penggunaan                Pada tahun 2025, Bank Mega menunjukkan kinerja yang
  kertas sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi                 solid di tengah perubahan kondisi perekonomian dengan
  karbon. Sebagai dampak dari digitaliasi Bank Mega berhasil         membukukan laba bersih (Profit After Tax) tercatat mencapai
  mengurangi penggunaan kertas sebanyak 12,11 juta lembar            Rp3,36 triliun, tumbuh sebesar 28% dibandingkan periode
  meningkat 8,42% dibandingkan tahun 2024 sebesar 11,17 juta         sebelumnya yang sebesar Rp2,63 triliun serta pendapatan
  lembar, yang diperkirakan mengurangi penebangan pohon              bunga sebesar Rp10,20 triliun. Sementara itu, kredit Kategori
  sekitar 1.055 pohon atau meningkat 8,87% dibandingkan 969          Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) tercatat sebesar Rp
  pohon pada tahun sebelumnya. Pengurangan penebangan                21,92 triliun. Bank Mega terus memperluas dukungan kredit
  pohon tersebut memberikan kontribusi terhadap penyerapan           pada sektor KKUB sebagai bagian dari upaya mendorong
  karbon sebesar 14,84 ton CO₂ serta potensi produksi oksigen        realisasi proyek-proyek ramah lingkungan dan mencapai
  sekitar 463,66 ton O₂. Selain itu, pengurangan penggunaan          target keberlanjutan yang telah ditetapkan.
  kertas juga berkontribusi pada pengurangan emisi sebesar
  52,48 ton CO₂, sehingga secara keseluruhan menghasilkan            Tata Kelola
  total potensi pengurangan emisi sebesar 67,29 ton CO₂.             Dari sisi Tata kelola, strategi keberlanjutan Bank Mega tidak
                                                                     hanya berfungsi sebagai pemenuhan regulasi, tetapi menjadi
  Sebagai dukungan terhadap transisi energi menuju ekonomi           fondasi untuk mencapai visi, misi, dan tujuan RAKB yang
  rendah karbon, Bank Mega mengoperasikan 5 (lima) unit              menekankan pada stabilitas ekonomi, inklusi keuangan, dan
  Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan            tanggung jawab sosial.
  fasilitas ultra fast charging di Menara Bank Mega. Penyediaan
  infrastruktur ini merupakan bagian dari kontribusi Bank dalam      Bank telah melakukan penilaian penerapan Good Corporate
  mendukung pengembangan ekosistem mobilitas rendah emisi            Governance (GCG) dengan metode penilaian sendiri (self-
  serta mendorong penggunaan transportasi yang lebih ramah           assessment) yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, dan
  lingkungan.                                                        Pejabat Eksekutif. Bank berkomitmen untuk menerapkan
                                                                     praktik Tata Kelola terbaik dan senantiasa melakukan perbaikan
  Karyawan dan Masyarakat                                            dan penyempurnaan GCG guna memastikan keberlangsungan
  Bank Mega berkomitmen untuk membangun sumber daya                  usaha yang sehat, transparan, dan beretika.
  manusia yang unggul sebagai fondasi dalam memberikan
  layanan yang optimal kepada nasabah. Sepanjang tahun               Dalam periode pelaporan ini, Bank Mega mendapatkan
  2025, berbagai program pelatihan dan pengembangan                  apresiasi atas konsistensinya dalam menyelaraskan tata kelola
  dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan                perusahaan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan yang berlaku
  kompetensi, profesionalisme, serta kapabilitas pegawai dalam       di sektor keuangan. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya
  menghadapi dinamika industri perbankan. Komitmen tersebut          penghargaan Green Economy Winner (Finance - Bank Sector)
  turut tercermin dari diraihnya 2 (dua) penghargaan Stellar         dalam ajang Katadata ESG Index Awards. Penghargaan ini
  Workplace Award 2025 yang diselenggarakan oleh Kontan              merupakan bentuk pengakuan pihak eksternal terhadap
  Business & Investment Media, yaitu 2025 Stellar Workplace          upaya Bank dalam memantau dan melaporkan kinerja aspek
  Recognition in Employee Commitment dan 2025 Stellar                Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) secara transparan
  Workplace Recognition in Employee Satisfaction, sebagai            kepada para pemangku kepentingan.
  pengakuan atas upaya Bank dalam membangun lingkungan
  kerja yang positif dan mendukung keterlibatan serta kepuasan
                                                                     Strategi Pencapaian Target
  pegawai.
                                                                     Pengelolaan Risiko Keberlanjutan (Ekonomi, Lingkungan,
  Dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
                                                                     Sosial)
  (TJSL), Bank menjalankan program Mega Berbagi dan Mega
                                                                     Bank Mega terus mengembangkan kerangka kerja pengelolaan
  Peduli, sekaligus mendukung literasi dan inklusi keuangan.
                                                                     risiko yang mencakup aspek LST, termasuk risiko perubahan
  Pada tahun 2025, realisasi biaya program Mega Peduli
                                                                     iklim. Kerangka ini menjadi dasar dalam merancang arah
  mencapai Rp 134 juta, sementara donasi dari Tabungan Mega
                                                                     strategis jangka pendek maupun jangka panjang, sekaligus
  Berbagi disalurkan sebesar Rp 6,30 miliar untuk meningkatkan
                                                                     menetapkan target-target yang spesifik terkait pengelolaan
  kapasitas tenaga pendidik, memperkuat literasi siswa di
                                                                     risiko iklim dan pembiayaan hijau. Pengelolaan risiko dilakukan
  wilayah terpencil, serta membangun dan merenovasi fasilitas
                                                                     melalui identifikasi, evaluasi, dan mitigasi potensi dampak yang
  pendidikan di berbagai daerah. Inisiatif ini mencerminkan
                                                                     dapat memengaruhi kinerja operasional, kualitas portofolio,
  komitmen Bank Mega dalam menciptakan dampak sosial yang
                                                                     serta reputasi Bank.
  berkelanjutan, selaras dengan upaya mendukung pertumbuhan
  inklusif dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                           PT Bank Mega Tbk   25
Page 26
             Strategi                       Tentang                    Penjelasan                Tata Kelola
             Keberlanjutan                  Bank Mega                  Direksi                   Keberlanjutan




     Sejalan dengan perkembangan regulasi, Bank Mega                    Pemanfaatan Peluang dan Prospek Usaha
     menerapkan metodologi Climate Risk Management &                    Bank Mega melihat peluang pertumbuhan pada peningkatan
     Scenario Analysis (CRMS) dan melakukan pemetaan risiko             permintaan terhadap layanan keuangan yang lebih
     iklim pada sektor-sektor prioritas. Pemetaan ini dilengkapi        bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi masa
     dengan kebijakan, prosedur, dan metodologi untuk mengukur,         depan. Strategi ini diwujudkan melalui penguatan portofolio
     memantau, dan mengendalikan risiko secara terintegrasi             pembiayaan berkelanjutan yang berjalan beriringan dengan
     dalam proses bisnis.                                               akselerasi efisiensi operasional.

     Melalui pendekatan ini, Bank Mega meningkatkan                     Dengan mengoptimalkan kerja sama dengan berbagai mitra
     kapabilitas internal untuk menghadapi persaingan usaha             usaha di bawah naungan CT Corp dan juga mitra usaha
     dan memanfaatkan peluang pembiayaan berwawasan LST.                lainnya, dan dengan didukung oleh pelayanan di seluruh
     Strategi pengelolaan risiko keberlanjutan tersebut mendukung       jaringan kantor, inovasi digitalisasi secara menyeluruh, serta
     pencapaian target-target strategis Bank, memastikan                pengembangan produk dan tata kelola yang baik, Bank Mega
     portofolio tetap sehat, serta memperkuat kontribusi Bank           berkomitmen menciptakan proses bisnis yang lebih efektif dan
     terhadap pembangunan berkelanjutan dan transisi energi di          memberikan dampak nyata, serta menjadi peluang strategis
     Indonesia.                                                         untuk memperkuat kesiapan Bank dalam pengembangan
                                                                        portofolio yang semakin terarah dan berbasis klasifikasi
     Situasi    Eksternal    yang     Berpotensi      Mempengaruhi      taksonomi.
     Keberlanjutan
     Bank Mega juga memperhatikan berbagai dinamika eksternal           Penutup
     yang dapat memengaruhi kinerja usaha serta implementasi            Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
     strategi keberlanjutan. Dampak perubahan iklim, seperti            seluruh pemangku kepentingan, termasuk regulator, nasabah,
     meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem dan bencana alam,             pemegang saham, mitra usaha, serta seluruh insan Bank Mega
     berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi serta profil risiko       yang telah berkontribusi dalam perjalanan keberlanjutan ini.
     sektor-sektor yang dibiayai oleh Bank. Selain itu, meningkatnya
     preferensi masyarakat terhadap produk dan layanan yang lebih       Ke depan, Bank Mega akan terus memperkuat implementasi
     ramah lingkungan serta berkembangnya standar dan praktik           Keuangan Berkelanjutan secara konsisten dan berdampak,
     keberlanjutan di tingkat global turut mendorong Bank untuk         dengan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, disiplin
     terus menyesuaikan pendekatan bisnisnya. Dalam merespons           manajemen risiko, dan penciptaan manfaat yang nyata bagi
     dinamika tersebut, Bank Mega terus memperkuat pengelolaan          masyarakat dan lingkungan. Dengan semangat tersebut,
     risiko serta memanfaatkan peluang yang selaras dengan              kami berharap Laporan Keberlanjutan 2025 ini dapat menjadi
     prinsip keuangan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan             cerminan akuntabilitas dan komitmen Bank Mega dalam
     kapasitas adaptasi melalui inovasi produk dan layanan serta        membangun masa depan yang lebih inklusif, bertanggung
     penguatan tata kelola guna menjaga ketahanan usaha di              jawab, dan berkelanjutan.
     tengah perubahan yang terus berkembang.




                                                            Jakarta, Maret 2026
                                                             Atas nama Direksi,




                                                           Kostaman Thayib
                                                               Direktur Utama




26   PT Bank Mega Tbk                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 27
             Kinerja                          Kinerja              Kinerja                    Kinerja
             Keberlanjutan Kami               Ekonomi              Lingkungan                 Sosial




  Tata Kelola
  Keberlanjutan




  Struktur Tata Kelola
  Keberlanjutan [2–9] [2–10] [2–11] [2–12]                                        ORGAN-ORGAN UTAMA
  [2–13] [2–14] [2–15] [2–18] [2–20] [2–21]

                                                                            Rapat Umum Pemegang Saham
  Struktur tata kelola Bank Mega dibangun
  berdasarkan      Undang-Undang         Perseroan
                                                                                        Dewan Komisaris
  Terbatas dan Anggaran Dasar PT Bank Mega
  Tbk, yang menetapkan Rapat Umum Pemegang
  Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi                                                Direksi
  sebagai organ utama dalam pengambilan
  keputusan strategis, fungsi pengawasan, serta
  pengelolaan operasional Bank. Ketiga organ
  ini didukung oleh berbagai organ pendukung                                    ORGAN-ORGAN PENDUKUNG
  yang memastikan efektivitas penerapan prinsip
  tata kelola, yakni Komite Dewan Komisaris,                  Komite Dewan Komisaris                      Komite Direksi
  Komite Direksi, Audit Intern, fungsi Compliance,
  Manajemen Risiko, Anti-Money Laundering
  & Counter-Terrorism Financing (AML–CTF),                     Internal                                            Risk
                                                                                         Compliance
  Fraud Banking, serta Corporate Affairs. Seluruh               Audit                                           Management
  mekanisme tata kelola tersebut diterapkan
  sesuai ketentuan POJK No.17/2023 dan SEOJK                  Anti Money                  Corporate                Fraud
  No.14/SEOJK.03/2025, sehingga memastikan                    Laundering                   Affairs                Banking
  praktik GCG Bank Mega berjalan selaras dengan
  standar regulasi dan prinsip kehati-hatian.


  Keberagaman Manajemen dan Independensi [G-01]
                                                  Laki-laki                     Perempuan                   Pihak Independen
   Komisaris                                            4                          0                               3
   Direksi                                              6                           1                              7


Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                             PT Bank Mega Tbk   27
Page 28
             Strategi                       Tentang                      Penjelasan                 Tata Kelola
             Keberlanjutan                  Bank Mega                    Direksi                    Keberlanjutan




     Integrasi Keberlanjutan
     dalam Tata Kelola Bank                                           [E.1]




     Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan

     Melalui Surat Keputusan Direksi No.071/DIRBM/25 tanggal 14 Oktober 2025 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan, Bank
     Mega menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh proses bisnis, pengelolaan risiko,
     serta pengambilan keputusan strategis. Kebijakan ini memastikan bahwa aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) diterapkan
     secara konsisten di setiap lini operasional Bank, sehingga tercipta keseimbangan antara pencapaian nilai ekonomi jangka pendek
     dan keberlanjutan jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

     Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) ditetapkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan
     dari Rencana Bisnis Bank. Melalui RAKB, Direksi menunjukkan komitmen untuk mendukung agenda keuangan berkelanjutan
     pemerintah, termasuk transisi menuju Net Zero Emission Indonesia 2060. Sejalan dengan itu, Bank telah membentuk Tim Keuangan
     Berkelanjutan yang tercantum di dalam Surat Keputusan Direksi SK. 103/DIRBM/24 tanggal 26 September 2024 termasuk menunjuk
     unit-unit kerja yang bertanggung jawab dalam penerapan keuangan berkelanjutan.

     Selanjutnya struktur yang bertanggung jawab dalam pengawasan risiko iklim saat ini dilakukan oleh Satuan Kerja Manajemen
     Risiko. Pengelolaan Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS) berpedoman pada Panduan Climate Risk Management
     & Scenario Analysis (CRMS) Perbankan dan POJK No. 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum yang
     mewajibkan bank untuk mengintegrasikan aspek-aspek utama manajemen risiko iklim (Tata Kelola, Strategi, Manajemen Risiko,
     serta Metrik dan Target) ke dalam kerangka manajemen risiko Bank, sehingga risiko iklim dapat diidentifikasi, diukur, dimitigasi, dan
     dimonitor melalui proses yang terstruktur dan terdokumentasi.

     Kebijakan untuk mendukung penerapan keuangan berkelanjutan
     a. Kebijakan Strategi anti fraud (termasuk anti korupsi dan sistem manajemen anti penyuapan).
     b. Kebijakan Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah
        Massal (APU,PPT dan PPPSPM).

     Peraturan Perusahaan yang antara lain mengatur:

       •   Kebijakan terkait pelecehan seksual dan/atau non diskriminasi.

       •   Kebijakan hak dan kewajiban pegawai.

       •   Jaminan Sosial Dan Kesejahteraan Pegawai termasuk kebijakan Kesehatan dan keselamatan kerja.

       •   Kebijakan pekerja anak dan/atau pekerja paksa.

       •   Kebijakan penilaian kinerja Direksi dan Dewan Komisaris.

       •   Kebijakan pelatihan Direksi, Dewan Komisaris dan Pegawai.

       •   Panduan Komitmen Integritas dan Deklarasi Anti Fraud (termasuk Kode etik).

       •   Kebijakan mengenai perlakukan adil terhadap pemegang saham.

       •   Kebijakan Transaksi Afiliasi, Transaksi Benturan Kepentingan dan Transaksi Material (termasuk Kebijakan konflik
           kepentingan Direksi dan Dewan Komisaris).




28   PT Bank Mega Tbk                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 29
             Kinerja                       Kinerja                    Kinerja                  Kinerja
             Keberlanjutan Kami            Ekonomi                    Lingkungan               Sosial




  Peran Direksi dan Dewan Komisaris dalam Keuangan                       Unit pendukung lain seperti Corporate Affairs, Financial
  Berkelanjutan dan Risiko Iklim [E.1]                                   Control, Human Capital, Compliance & GCG, Credit Risk
  1. Memastikan strategi keberlanjutan selaras dengan strategi           Management, Credit Business, Process Management & Internal
     bisnis Bank, termasuk integrasi pengelolaan risiko sosial,          Control, Procurement & General Services, Centralized Credit
     lingkungan, dan iklim ke dalam kerangka manajemen risiko            Operations, Business Performance Management & Analytics,
     serta pengambilan keputusan strategis, dengan membentuk             Treasury & International Banking Business Support, Treasury
     tim keberlanjutan.                                                  & Financial Institution, dan IT Infrastructure Services &
  2. Menetapkan dan menyetujui kebijakan serta prosedur                  Operations turut berkontribusi sesuai fungsi masing-masing,
     yang mendukung penerapan keberlanjutan dan keuangan                 mulai dari dukungan data, penguatan proses, pengelolaan
     berkelanjutan.                                                      risiko, hingga pengembangan infrastruktur digital untuk
  3. Meninjau dan memberikan persetujuan atas Rencana                    mendukung implementasi RAKB.
     Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) serta memastikan
     pelaksanaan RAKB secara konsisten setelah memperoleh                Dalam konteks manajemen risiko iklim sebagaimana diatur
     persetujuan dari Dewan Komisaris.                                   dalam CRMS, Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) menjadi
  4. Mengevaluasi kinerja keberlanjutan dan keuangan                     pengembang utama Climate Risk Scenario Testing (CRST).
     berkelanjutan secara berkala, termasuk menelaah hasil               Melalui unit-unit terkait (Credit Risk Management, Market
     pengukuran risiko iklim yang disampaikan melalui Rapat              & Liquidity Integrated Risk Management, dan Operational
     Komite Manajemen Risiko maupun mekanisme pelaporan                  Risk Management), SKMR mengoordinasikan pengumpulan
     Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS).                 data makroekonomi dalam menyusun metodologi stress
  5. Memastikan penerapan tata kelola yang efektif melalui               testing untuk risiko transisi dan risiko fisik, serta menganalisis
     prinsip tiga lini pertahanan, sehingga pengelolaan risiko           dampaknya terhadap NPL, PD, LGD, CKPN, pendapatan bunga,
     sosial dan lingkungan dapat dilaksanakan secara akurat,             ATMR, likuiditas, dan permodalan. Hasil analisis tersebut
     komprehensif, dan mendukung keberlanjutan usaha Bank.               menjadi masukan bagi Tim Keuangan Berkelanjutan dalam
  6. Mendorong peningkatan kapasitas organisasi secara                   penyempurnaan RAKB serta strategi portofolio KKUB ke
     berkelanjutan agar Bank mampu merespons perkembangan                depan.
     risiko sosial, lingkungan, dan iklim secara adaptif dan
     berkelanjutan melalui komite remunerasi dan nominasi                Dengan struktur kolaboratif ini, Bank Mega memastikan bahwa
                                                                         penerapan keuangan berkelanjutan tidak hanya menjadi
  Sepanjang tahun 2025, Dewan Komisaris melaksanakan                     inisiatif kepatuhan, melainkan bagian integral dari tata kelola
  penuh fungsi pengawasannya, antara lain menganalisis,                  risiko, strategi bisnis, dan upaya menciptakan nilai jangka
  memberi masukan, dan menyetujui Rencana Aksi Keuangan                  panjang bagi para pemangku kepentingan.
  Berkelanjutan (RAKB) tahun 2026 dan realisasi RAKB tahun
  2025 untuk disampaikan kepada OJK

  Peran Tim Keuangan Berkelanjutan [E.1]
                                                                         RAKB 2026
  Untuk memastikan koordinasi yang efektif, Bank Mega
  membentuk Tim Keuangan Berkelanjutan, yang dibentuk                    RAKB 2026 Bank Mega merupakan rencana aksi tahunan
  melalui SK No.053/DIRBM/19 dan diperbarui melalui SK                   yang berada dalam kerangka lima tahunan RAKB 2024–
  No.103/DIRBM/24. Tim ini bertanggung jawab menyusun                    2028. Dokumen ini menurunkan kewajiban POJK 51/2017 ke
  RAKB, menyiapkan Laporan Keberlanjutan, mengoordinasikan               dalam target dan program yang lebih operasional, mencakup
  rencana kegiatan keberlanjutan, serta melaporkan kinerja               pengembangan portofolio berkelanjutan, pengukuran emisi,
  keberlanjutan secara berkala kepada Direktur Compliance &              efisiensi energi, climate risk stress testing, hingga penguatan
  Human Capital dan selanjutnya kepada Direktur Utama.                   program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
                                                                         RAKB 2026 juga menjadi penghubung antara strategi
  Tim Keuangan Berkelanjutan berperan mengonsolidasikan                  bisnis Bank, implementasi pilot project Taksonomi untuk
  kontribusi seluruh unit kerja yang terlibat, termasuk Strategic &      Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), serta agenda
  Business Development sebagai Ketua Keuangan Berkelanjutan.             Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) yang
  Peran penting Tim Keberlanjutan meliputi penyusunan RAKB,              dipersyaratkan OJK.
  komunikasi kepada OJK, pemegang saham, dan seluruh lini
  organisasi, penyusunan rencana pengembangan kapasitas
  internal, serta perencanaan aktivitas yang mendukung
  pengembangan produk dan portofolio keuangan berkelanjutan
  maupun kegiatan TJSL.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                PT Bank Mega Tbk    29
Page 30
             Strategi                        Tentang                    Penjelasan                   Tata Kelola
             Keberlanjutan                   Bank Mega                  Direksi                      Keberlanjutan




     Portofolio KKUB dan Integrasi TKBI                                  Partisipasi Bank Mega dalam Pilot
     Per 31 Desember 2025, portofolio kredit berkelanjutan Bank
     Mega mencapai Rp21,9 triliun, mencakup kategori energi              Project Taksonomi Keuangan
     terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan sumber daya alam          Berkelanjutan Indonesia (TKBI)
     hayati dan lahan, transportasi ramah lingkungan, produk
     yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan
                                                                         Sebagai bagian dari komitmen memperkuat keuangan
     menghasilkan lebih sedikit polusi (Eco-efficient), bangunan
                                                                         berkelanjutan, Bank Mega turut berpartisipasi dalam pilot
     berwawasan lingkungan, kegiatan usaha dan/atau kegiatan
                                                                         project Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia
     lain yang berwawasan lingkungan hidup lainnya, dan
                                                                         (TKBI) yang diselenggarakan oleh OJK. Melalui pelaporan
     pembiayaan UMKM. RAKB 2026 melanjutkan pertumbuhan
                                                                         posisi September 2025, Bank melakukan asesmen klasifikasi
     dengan menargetkan kenaikan 5% di atas capaian 2025,
                                                                         kegiatan usaha terhadap minimal 20% debitur non-UMKM,
     sekaligus memperkuat penerapan TKBI untuk sektor Energy,
                                                                         10% debitur UMKM–Menengah, dan 10% debitur konsumtif
     Construction & Real Estate (C&RE), Transportation and Storage,
                                                                         dari empat sektor prioritas, yaitu Energy, Construction & Real
     dan Agriculture, Forestry and Other Land Uses (AFOLU)
                                                                         Estate (C&RE), Transportation & Storage (TS), serta Agriculture,
     sebagai bagian dari integrasi klasifikasi berkelanjutan dalam
                                                                         Forestry and Other Land Uses (AFOLU).
     proses perkreditan Bank.

                                                                         Berdasarkan data RAKB 2026 per 30 September 2025, hasil
     Pengelolaan Emisi, Efisiensi Energi, dan Digitalisasi
                                                                         klasifikasi per sektor memberikan gambaran awal struktur
     RAKB 2026 menegaskan keberlanjutan komitmen Bank Mega
                                                                         portofolio Bank berdasarkan standar taksonomi nasional.
     dalam mengukur dan mengelola emisi karbon, mencakup Scope
                                                                         Di sektor energi, mayoritas debitur belum memenuhi
     1 dan 2 dari operasional serta Scope 3 dari portofolio kredit.
                                                                         klasifikasi (18 debitur; Rp3,83 triliun). Pada sektor C&RE,
     Perhitungan emisi hingga September 2025 menunjukkan
                                                                         portofolio menunjukkan kombinasi kategori, mulai dari
     penurunan emisi operasional yang signifikan dibandingkan
                                                                         tidak memenuhi, transisi, hingga hijau (42 debitur; Rp4,18
     Desember 2024. Untuk menjaga momentum tersebut, Bank
                                                                         triliun). Sektor transportasi dan pergudangan mencatat satu
     menargetkan efisiensi konsumsi listrik minimal 2% di seluruh
                                                                         debitur hijau dengan outstanding signifikan sekitar Rp3,33
     jaringan kantor, disertai percepatan digitalisasi proses seperti
                                                                         triliun, sementara sektor AFOLU mencatat satu debitur hijau
     workflow kredit dan peningkatan penggunaan M-Smile serta
                                                                         dengan outstanding Rp561 miliar. Distribusi ini menunjukkan
     e-channel guna mengurangi penggunaan kertas. Pendekatan
                                                                         bahwa sebagian besar portofolio berada pada tahap awal
     ini tidak hanya mendukung pengendalian emisi, tetapi juga
                                                                         transformasi, namun terdapat peluang untuk peningkatan
     meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
                                                                         klasifikasi melalui pendampingan transisi dan penguatan
                                                                         kriteria pembiayaan hijau.
     Untuk emisi tidak langsung yang berasal dari portofolio
     kredit (Scope 3 Financed Emission), Bank Mega menerapkan
                                                                         Temuan dalam pilot project TKBI menjadi referensi strategis bagi
     pendekatan bertingkat sesuai panduan CRMS OJK.
                                                                         Bank Mega dalam memetakan area prioritas untuk de-risking,
     Pengumpulan data dilakukan melalui empat metode/cara:
                                                                         pengembangan portofolio berkelanjutan, serta penyelarasan
     meminta informasi/data langsung kepada debitur melalui
                                                                         proses kredit dengan standar taksonomi nasional. Hasil ini juga
     kuesioner (tier 1), data emisi dari laporan publik perusahaan
                                                                         memperkuat integrasi antara RAKB, pengembangan produk
     (tier 2), penghitungan berbasis data aktivitas menggunakan
                                                                         keuangan berkelanjutan, dan penerapan CRMS, sehingga Bank
     kalkulator karbon (tier 3), serta melakukan proxy terhadap
                                                                         dapat memperkuat peran dalam mendukung transisi ekonomi
     perusahaan serupa yang telah memiliki data emisi (tier 4).
                                                                         Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.
     Untuk portofolio Joint Financing kendaraan bermotor, Bank
     menggunakan pendekatan khusus berbasis jarak tempuh
                                                                         Climate Risk Stress Testing dan Penguatan Manajemen Risiko
     rata-rata kendaraan yang dikonversi menjadi emisi, sehingga
                                                                         Iklim
     menghasilkan estimasi financed emissions yang lebih presisi.
                                                                         Selaras dengan CRMS OJK, RAKB 2026 mewajibkan
                                                                         pelaksanaan climate risk stress testing terhadap risiko
     TJSL dan Produk Penghimpunan Dana Berkelanjutan
                                                                         operasional, risiko likuiditas, risiko kredit, dan risiko pasar surat
     RAKB 2026 memperkuat sinergi antara keuangan
                                                                         berharga. Untuk risiko kredit, pengujian dilakukan terhadap
     berkelanjutan, TJSL, dan produk Bank. Mega Peduli ditargetkan
                                                                         100% portofolio menggunakan kombinasi analisis individual
     meningkat 2,5% menjadi Rp30,75 juta untuk mendukung
                                                                         (untuk debitur besar) dan pendekatan portofolio (untuk
     kegiatan sosial dan kesehatan, sementara Mega Berbagi
                                                                         debitur joint financing dan kredit konsumtif) guna mengukur
     ditargetkan naik 43,6% menjadi Rp7,66 miliar untuk menopang
                                                                         dampak risiko fisik dan transisi terhadap NPL, PD, LGD, CKPN,
     tiga pilar sosial Bank: pendidikan (fokus utama), kebencanaan/
                                                                         pendapatan bunga, ATMR, dan permodalan. Untuk surat
     pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan. Melalui skema ini,
                                                                         berharga, stress testing pada government bonds dan corporate
     Bank Mega melanjutkan komitmen untuk memberikan dampak
                                                                         bonds yang berdampak langsung terhadap posisi laba/rugi dan
     nyata melalui pembangunan dan renovasi sekolah, pengiriman
                                                                         kecukupan modal Bank. Sedangkan untuk risiko operasional,
     guru muda relawan, serta bantuan kebutuhan dasar bagi
                                                                         stress testing dilakukan terhadap aset fisik (gedung) yang
     masyarakat sekitar kantor Bank.
                                                                         dimiliki Bank dengan melakukan perhitungan kerugian untuk
                                                                         setiap aset yang berlokasi di daerah yang memiliki risiko
                                                                         iklim (banjir dan kebakaran) tinggi jika diasumsikan bahwa di
                                                                         daerah tersebut terjadi risiko iklim secara serentak selama satu
                                                                         tahun pengamatan.

30   PT Bank Mega Tbk                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 31
             Kinerja                         Kinerja                     Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami              Ekonomi                     Lingkungan              Sosial




  Integrasi Manajemen Risiko Iklim melalui Tiga Lini Pertahanan
  Bank Mega mengintegrasikan keuangan berkelanjutan dan risiko iklim ke dalam tata kelola serta kerangka manajemen risiko,
  dengan mengacu pada POJK 51/POJK.03/2017 dan POJK Nomor 17/2023. Integrasi ini dilaksanakan melalui penerapan kerangka
  CRMS yang mencakup aspek governance, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target; serta diperkuat oleh mekanisme
  tiga lini pertahanan yang memastikan proses pengelolaan risiko berjalan komprehensif, konsisten, dan efektif. Penerapan tiga lini
  pertahanan di Bank Mega:




    Lini pertama terdiri dari unit-                 Lini kedua dijalankan oleh Satuan            Lini ketiga, yaitu audit internal,
    unit bisnis dan operasional                     Kerja Manajemen Risiko, Kepatuhan,           memastikan seluruh proses berjalan
    yang berinteraksi langsung                      dan Tim Keuangan Berkelanjutan.              efektif dan sesuai ketentuan. Fungsi
    dengan nasabah dan aset Bank.                   Fungsi ini mengembangkan                     ini melakukan penilaian independen
    Fungsi ini bertanggung jawab                    metodologi CRST, mengintegrasikan            atas kecukupan kebijakan,
    mengimplementasikan prinsip                     data makroekonomi, emisi debitur,            pengendalian internal, kualitas data,
    keuangan berkelanjutan dalam                    serta data risiko internal, dan              serta efektivitas implementasi tiga
    proses origination dan monitoring,              menilai dampak risiko transisi               lini pertahanan dalam pengelolaan
    termasuk klasifikasi kredit untuk               maupun fisik terhadap parameter              risiko iklim. Rekomendasi dari
    KKUB, pengumpulan data emisi                    risiko kredit, likuiditas, pasar, dan        lini ketiga disampaikan kepada
    dan informasi transisi debitur, serta           operasional. Selain itu, lini kedua          Direksi dan Dewan Komisaris untuk
    penyediaan data lokasi agunan untuk             mengoordinasikan penyusunan RAKB,            memperkuat keandalan proses,
    pemetaan risiko fisik seperti banjir            pengukuran emisi Scope 1, 2, dan 3,          memastikan integrasi risiko iklim
    atau kebakaran. Kualitas data pada              serta pelaporan kinerja keberlanjutan        berlangsung komprehensif, akurat,
    lini pertama menjadi fondasi bagi               dan risiko iklim kepada Manajemen            dan berkelanjutan.
    analisis risiko iklim di tingkat Bank.          Bank. Temuan dari CRST dan
                                                    inventarisasi emisi digunakan untuk
                                                    memperkuat kebijakan perkreditan,
                                                    dan mengarahkan pengembangan
                                                    portofolio KKUB.



  Penerapan Climate Risk Scenario Testing (CRST) [201-2][FS11]
  Bank Mega mengembangkan Climate Risk Scenario Testing                     Pada risiko fisik, analisis CRST diterapkan pada portofolio
  secara mandiri untuk menilai potensi dampak perubahan iklim               kredit, dana pihak ketiga, dan operasional dengan
  terhadap risiko kredit, pasar, likuiditas, dan operasional. Analisis      memanfaatkan data risiko bencana nasional yang bersumber
  dilakukan melalui pendekatan individual untuk debitur besar               dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk
  serta pendekatan portofolio untuk segmen pembiayaan bersama               mengidentifikasi agunan dan area operasional yang berada
  dan kredit konsumtif. Dalam proses ini, Bank mengintegrasikan             di lokasi rawan banjir dan kebakaran, sehingga Bank dapat
  berbagai variabel yang terdampak oleh risiko transisi, seperti            memperkirakan dampaknya terhadap nilai jaminan, kerugian
  harga energi, harga karbon, kondisi makroekonomi, serta data              akibat gagal bayar, kerugian operasional, dan kebutuhan
  emisi debitur, guna menilai kemampuan debitur menjaga kinerja             pencadangan.
  keuangan dan kemampuan bayar dalam jangka panjang.
                                                                            Hasil CRST kemudian digabungkan ke dalam proyeksi
  Hasil CRST menunjukkan bahwa dalam skenario transisi yang                 permodalan Bank untuk memastikan bahwa profil risiko
  lebih ketat, termasuk skenario Net Zero Emission Indonesia                masih berada dalam batas toleransi yang ditetapkan. Proses
  2060, sejumlah sektor berpotensi mengalami tekanan akibat                 ini memberikan dasar analitis bagi manajemen dalam
  peningkatan biaya energi dan karbon yang berdampak pada                   mengevaluasi ketahanan Bank terhadap risiko iklim serta
  penurunan kemampuan bayar debitur. Hal ini tercermin dari                 menyesuaikan kebijakan dan praktik manajemen risiko,
  potensi peningkatan risiko kredit serta kebutuhan pencadangan             sehingga Bank dapat terus meningkatkan kesiapan dalam
  yang lebih tinggi.                                                        menghadapi dinamika risiko iklim dan menjaga nilai bagi
                                                                            pemangku kepentingan.
  Dalam risiko pasar, CRST digunakan untuk menilai dampak
  risiko transisi terhadap nilai wajar surat berharga pemerintah            Meskipun demikian, kapasitas permodalan Bank tetap berada
  dan korporasi melalui perubahan suku bunga dan credit spread.             pada level yang kuat, di mana proyeksi rasio kecukupan modal
  Analisis ini berfokus pada potensi perubahan nilai portofolio             (CAR) terendah mencapai 15,88% pada tahun 2040 dalam
  investasi serta kebutuhan modal risiko pasar. Untuk risiko                skenario Net Zero Emission Indonesia 2060, yang masih berada
  likuiditas, Bank menilai kembali kekuatan aset likuid dan arus            di atas threshold internal. Kondisi ini mencerminkan ketahanan
  kas dengan memasukkan asumsi perilaku dana pihak ketiga                   modal Bank dalam menghadapi perubahan iklim dan menjadi
  berdasarkan tingkat risiko bencana di masing-masing wilayah,              landasan penting untuk penyesuaian strategi manajemen risiko
  sehingga menghasilkan estimasi rasio likuiditas yang lebih                ke depan.
  konservatif dalam situasi stress.

Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                PT Bank Mega Tbk   31
Page 32
             Strategi                          Tentang                   Penjelasan                Tata Kelola
             Keberlanjutan                     Bank Mega                 Direksi                   Keberlanjutan




     Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan [E.3][2-25][FS2][FS9]
     Bank Mega mengintegrasikan risiko Lingkungan, Sosial, dan Tata kelola (LST) termasuk risiko iklim (risiko fisik dan risiko transisi)
     ke dalam kerangka manajemen risiko terpadu yang selaras dengan prinsip International Financial Reporting Standards (IFRS)
     dan International Sustainability Standards Board (ISSB) serta ketentuan CRMS OJK. Integrasi ini memastikan bahwa aspek LST
     dipertimbangkan sejak tahap perencanaan bisnis, penyusunan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan, hingga pengukuran
     dampaknya terhadap kualitas aset, profitabilitas, dan permodalan melalui Climate Risk Stress Testing (CRST).

     Dalam kegiatan perkreditan, Bank Mega telah menjalankan proses manajemen risiko terkait keuangan berkelanjutan, di antaranya:


                    01
                  Identifikasi Risiko LST

        Pada tahap awal proses kredit, unit bisnis dan analis melakukan identifikasi aktivitas usaha debitur yang memiliki eksposur
        terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola. Contohnya adalah potensi kerusakan sosial dan lingkungan hidup dari kegiatan
        usaha debitur seperti penggunaan lahan skala besar, kegiatan industri dengan emisi tinggi, atau lokasi usaha/agunan yang
        berada di area rawan bencana berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia.

        Selain itu, analisis keuangan berkelanjutan yang dimuat dalam Memorandum Analisa Kredit mencakup kepatuhan terhadap
        peraturan lingkungan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
        (UKL-UPL), dan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), sertifikasi keberlanjutan seperti Indonesian
        Sustainable Palm Oil (ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), atau Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), praktik
        ketenagakerjaan, hubungan dengan masyarakat, serta aspek tata kelola dan kepatuhan hukum. Analisis ini menilai bagaimana
        aktivitas usaha debitur memenuhi prinsip dan kriteria keuangan berkelanjutan, mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas
        penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, mencegah/membatasi/mengurangi/memperbaiki kerusakan lingkungan
        dan kesenjangan sosial, atau memberikan solusi bagi masyarakat yang menghadapi dampak perubahan iklim.



                    02                                            03                                          04
                  Pengukuran Risiko LST                         Pemantauan Risiko LST                       Pengendalian Risiko LST

       Berdasarkan hasil identifikasi, Bank           Setelah kredit berjalan, pemantauan         Pengendalian terhadap risiko LST
       menilai tingkat materialitas risiko            dilakukan secara berkala melalui            dilakukan dengan menetapkan
       fisik seperti banjir dan kebakaran             Call Report, analisis laporan               limit kredit per sektor ekonomi
       terhadap lokasi usaha atau agunan              keuangan, kunjungan lapangan,               untuk mengelola konsentrasi
       debitur serta risiko transisi seperti          kecukupan agunan, dan pembaruan             portofolio kredit termasuk pada
       perubahan regulasi, penerapan                  dokumen perizinan. Pemantauan               sektor dengan potensi dampak
       pajak karbon, dan pergeseran                   terhadap risiko LST juga dilakukan          LST yang tinggi, memiliki dan
       teknologi      terhadap       kinerja          dengan instrumen utama berupa               mengkinikan secara berkala
       keuangan dan kemampuan bayar                   laporan sosial dan lingkungan hidup         kebijakan     yang     mengatur
       debitur. Perubahan nilai agunan                seperti Sustainability Report (SR)          tentang diperlukannya analisis
       dan/atau      kemampuan        bayar           serta kepatuhan terhadap standar            keuangan berkelanjutan dan
       debitur ini akan mempengaruhi                  pengelolaan sosial dan lingkungan           dokumen terkait LST yang
       parameter risiko kredit berupa                 hidup seperti AMDAL, dan/atau               harus dipenuhi debitur, serta
       penyesuaian probabilitas gagal                 UKL/UPL.      Apabila      ditemukan        menetapkan covenant terkait
       bayar, tingkat kerugian, dan rasio             penurunan kinerja LST atau kejadian         kepatuhan terhadap aspek tata
       Non-Performing Loan (NPL) Bank,                bencana yang berdampak pada                 kelola.
       parameter      profitabilitas   yang           aset temuan tersebut dilaporkan
       dipengaruhi oleh pendapatan                    kepada Satuan Kerja Manajemen
       bunga kredit, serta parameter                  Risiko untuk menilai dampaknya
       permodalan berupa perubahan                    terhadap kualitas aset, kebutuhan
       modal dan Aktiva Tertimbang                    pembentukan Cadangan Kerugian
       Menurut Risiko (ATMR) kredit.                  Penurunan Nilai (CKPN), dan
                                                      langkah mitigasi lanjutan.




32   PT Bank Mega Tbk                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 33
             Kinerja                     Kinerja                   Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami          Ekonomi                   Lingkungan              Sosial




  Sedangkan proses manajemen risiko operasional terkait               Untuk risiko pasar, terkait Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola
  keuangan berkelanjutan, yaitu dengan melakukan hal sebagai          (LST) dilakukan sebagai berikut:
  berikut :                                                           1. Bank melakukan identifikasi jenis-jenis surat berharga yang
  1. Identifikasi yang dilakukan terkait risiko operasional pada         terekspos risiko perubahan iklim.
      CRST mengacu pada Buku Panduan CRMS OJK. Pada                   2. Sumber data dan metode pengumpulan data yang
      risiko transisi untuk risiko operasional menggunakan               digunakan dalam Climate Risk Stress Test Risiko Transisi
      data rencana penggantian kendaraan operasional direksi             pada Risiko Pasar mengacu pada panduan serta data
      dan komisaris menjadi kendaraan listrik dan penggantian            sekunder yang disampaikan oleh OJK dalam Buku 3, 4, dan
      lampu di kantor regional dan cabang Bank menjadi lampu             5 Panduan CRMS OJK 2025.
      LED. Sedangkan pada risiko fisik untuk risiko operasional       3. Sedangkan untuk risiko transisi, Bank menggunakan data
      menggunakan data pemetaan aset Bank yang berlokasi                 proyeksi makroekonomi (Suku Bunga Acuan) di masing-
      di daerah yang memiliki risiko banjir dan/atau kebakaran           masing skenario sesuai Buku 4 Data Makroekonomi CRMS
      tinggi berdasarkan IRBI, data historis kerugian bencana            OJK 2025.
      banjir dan kebakaran, data inflasi, data biaya asuransi         4. Bank melakukan proyeksi terhadap perubahan nilai surat
      bangunan Bank yang berpotensi tinggi terdampak bencana             berharga dengan asumsi adanya perubahan suku bunga
      banjir/kebakaran dan data historis biaya bantuan kepada            acuan atau perubahan asumsi makroekonomi lainnya
      karyawan yang terdampak bencana alam banjir dan/atau               berdasarkan skenario data Network for Greening the
      kebakaran.                                                         Financial System (NGFS) yang mengakibatkan perubahan
  2. Metodologi pengumpulan data dan perhitungan untuk                   yield pada Surat Berharga Pemerintah dan Korporasi
      risiko transisi mengacu pada Buku 2 Panduan Teknis                 sehingga terjadi perubahan juga terhadap harga pasar
      CRMS. Terkait risiko transisi Bank dapat menggunakan               surat berharga tersebut saat dilakukan marked-to-market.
      data perencanaan yang diambil sebagai kebijakan untuk              Hal tersebut selanjutnya mengakibatkan adanya unrealized
      mendukung implementasi Net Zero Emission, antara lain              gain/loss pada portfolio surat berharga Available for Sale
      berupa penggantian kendaraan operasional direksi dan               (AFS) yang pada akhirnya mempengaruhi permodalan
      komisaris menjadi kendaraan listrik dan penggantian                bank.
      lampu di kantor regional dan cabang Bank menjadi lampu          5. Selanjutnya, perhitungan ATMR Risiko Pasar yang
      LED.                                                               digunakan juga menggunakan pendekatan standar yang
  3. Sedangkan untuk risiko fisik, Bank melakukan                        merupakan penjumlahan dari 3 (tiga) komponen yaitu
      pengelompokkan lokasi aset Bank berdasarkan pemetaan               perhitungan beban modal dengan metode sensitivities-
      lndeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) dari BNPB. Terkait           based, perhitungan beban modal untuk risiko gagal bayar/
      dengan adanya wilayah yang tidak tersedia data bencana             default risk capital (DRC), dan tambahan risiko residual/
      berdasarkan jenis bencana banjir dan/atau kebakaran                residual risk add-on (RRAO).
      secara spesifik Bank melakukan pendekatan dengan                   • Sensitivities-Based Method untuk Kelas Risiko General
      menggunakan nilai indeks bencana secara umum yang                      Interest Rate Risk (GIRR) diasumsikan mengacu pada
      dikeluarkan oleh IRBI (tidak spesifik untuk jenis bencana              skenario makroekonomi pada NGFS yaitu perubahan
      banjir dan kebakaran). Setelah aset dipetakan berdasarkan              suku bunga acuan yang akan mengubah dimensi
      daerah kerawanan bencana, Bank menghitung kerugian                     kurva risk-free rate. Sementara untuk dimensi tenor
      yang ditanggung (tidak ditanggung oleh asuransi)                       diasumsikan tidak berubah meskipun CRST dilakukan
      menggunakan data historis biaya kerugian yang disebabkan               untuk periode jangka panjang dan jangka waktu
      karena bencana alam (banjir dan kebakaran).                            maturitas surat berharga mengacu pada titik waktu
  4. Untuk kondisi stress Bank menggunakan pendekatan                        implementasi CRST dilakukan (n-1).
      data historis kerugian yang tertinggi. Untuk risiko                • Kelas Risiko Credit Spread Risk (CSR) non-sekuritisasi
      kebakaran yang tidak memiliki data historis kerugian                   dimana instrumen Surat Berharga yang diperhitungkan
      Bank menggunakan data pembayaran premi asuransi                        adalah Surat Berharga Pemerintah dan Korporasi
      dari seluruh lokasi aset Bank yang dipetakan pada daerah               yang tidak dalam posisi sekuritisasi. Kelas risiko ini
      tinggi bencana kebakaran. Untuk melakukan proyeksi                     diasumsikan terjadi perubahan kualitas aset dari
      kerugian Bank menggunakan data inflasi berdasarkan                     Investment Grade (IG) (bucket berapapun) menjadi
      Panduan BUKU 4 Data Makroekonomi. Terkait dengan                       High Yield (HY) & Non-Rated (bucket sesuai dengan
      biaya bantuan kepada karyawan yang terdampak bencana                   sektornya) dan High Yield (HY) & Non-Rated menjadi
      alam (banjir dan/atau kebakaran), Bank menggunakan                     Sektor Lainnya sehingga terdapat penyesuaian bobot
      data biaya bantuan kepada karyawan (data historis), untuk              risiko.
      kondisi stress diambil data pada tahun biaya tertinggi.            • Perhitungan Beban Modal untuk Default Risk Capital
                                                                             (DRC) atau risiko jump to default (JTD) dimana Bank
                                                                             memproyeksikan market value dari surat berharga
                                                                             berdasarkan asumsi skenario iklim yang ditetapkan.
                                                                         • Credit Valuation Adjustment (CVA) diasumsikan
                                                                             adanya perubahan kualitas kredit dari pihak lawan
                                                                             akibat adanya dampak risiko iklim. Sebagaimana pada
                                                                             asumsi perubahan bucket kelas risiko credit spread,
                                                                             Bank mengasumsikan perubahan kualitas aset dari IG
                                                                             menjadi High Yield (HY) & Non-Rated (bucket sesuai
                                                                             dengan sektornya).
Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                           PT Bank Mega Tbk   33
Page 34
             Strategi                        Tentang                    Penjelasan                Tata Kelola
             Keberlanjutan                   Bank Mega                  Direksi                   Keberlanjutan




     Sedangkan pada risiko likuiditas, proses manajemen risiko           b. Stress testing risiko fisik pada risiko likuiditas
     dilakukan melalui stress testing pada risiko transisi dan risiko       1. Sedangkan stress testing risiko fisik untuk risiko
     fisik yaitu sebagai berikut :                                              likuiditas terkait Climate Risk, dilakukan perhitungan
     a. Stress testing risiko transisi pada risiko likuiditas                   pada komponen Cash Outflow khususnya pada
          1. Dalam melakukan stress testing risiko transisi untuk               portofolio Dana Pihak Ketiga. Sumber data yang
              risiko likuiditas terkait Climate Risk, dilakukan                 digunakan mengacu pada data yang disampaikan
              perhitungan pada 2 (dua) komponen pada Liquidity                  dalam Buku 5 Panduan Teknis CRMS OJK 2025 yaitu
              Coverage Ratio (LCR), yaitu komponan High Quality                 Data Bencana CRMS.
              Liquid Assets (HQLA) dan komponen Cash Inflow. Pada               • Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI)
              komponen HQLA, khususnya portfolio surat berharga,                • Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI)
              menggunakan data makroekonomi (Suku Bunga                     2. Bank menggunakan data BNPB untuk mendapatkan
              Acuan) dari Buku 4 Data Makroekonomi CRMS OJK                     run-off rate kondisi stress, yakni IRBI dan DIBI pada
              2025. Sedangkan untuk komponen Cash Inflow pada                   setiap masing-masing bencana (banjir dan kebakaran).
              portfolio kredit (angsuran kredit), sumber data yang              Terkait dengan adanya wilayah yang tidak tersedia
              digunakan sesuai dengan data perhitungan portfolio                data bencananya, Bank melakukan pendekatan data
              kredit bagian risiko kredit.                                      dengan rata-rata provinsi terkait dalam tahun yang
          2. Berdasarkan Panduan Teknis CRMS OJK 2025 pada                      sama, atau dapat juga menggunakan rata-rata se-
              Buku 2, Bank memetakan jumlah HQLA yang mungkin                   Indonesia dalam tahun yang sama. Data bencana pada
              terdampak oleh risiko transisi. Cakupan pada risiko               setiap wilayah kemudian diklasifikasikan ke dalam
              likuiditas untuk HQLA berfokus pada portofolio surat              tiga tingkatan risiko, yaitu risiko tinggi yang memiliki
              berharga pemerintah (Level 1) dan surat berharga                  bobot risiko 100%, risiko sedang yang memiliki bobot
              korporasi non-keuangan (Level 2A dan 2B). Bank                    risiko 50%, dan risiko rendah yang memiliki bobot 0%.
              menggunakan nilai pasar sesuai dengan asumsi yang                 Pengklasifikasian tersebut ditetapkan menggunakan
              digunakan pada perhitungan Risiko Pasar (V.1.b),                  persentil, sehingga mendapatkan score untuk range
              dengan menggunakan RBB.                                           antar tingkat risiko tersebut. Pengklasifikasian ini
          3. Selain itu, untuk cash inflow terkait dengan portofolio            diterapkan pada data IRBI dan DIBI di masing-masing
              kredit (angsuran kredit), asumsi yang digunakan adalah            wilayah, sehingga pada akhirnya membentuk bobot
              terdapat gangguan repayment capacity debitur yang                 risiko masing-masing wilayah, dimana bobot risiko
              dipengaruhi dari risiko transisi yang menyebabkan                 tersebut digunakan pada perhitungan run-off rate LCR
              meningkatnya gagal bayar pada debitur dan                         di skenario stress.
              berdampak pada penurunan arus kas masuk angsuran
              kredit.                                                    Seluruh skenario dan perhitungan pada risiko kredit,
                                                                         operasional, pasar, dan likuiditas, akan disusun secara
                                                                         komprehensif dalam Laporan Climate Risk Management &
                                                                         Scenario Analysis (CRMS). Laporan ini akan melalui proses
                                                                         review mendalam dan dibahas dalam rapat Komite Manajemen
                                                                         Risiko (KMR), yang melibatkan Direksi dan pihak terkait
                                                                         lainnya. Setelah dilakukan evaluasi dan persetujuan, hasil
                                                                         analisis dan laporan CRMS tersebut akan disampaikan kepada
                                                                         Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meskipun pelaporan ini belum
                                                                         bersifat rutin, laporan CRMS akan disampaikan minimal satu
                                                                         kali dalam setahun untuk memastikan bahwa pengelolaan
                                                                         risiko iklim dan keberlanjutan Bank Mega tetap sesuai dengan
                                                                         panduan dari regulator. Laporan ini menjadi bagian integral
                                                                         dalam transparansi dan akuntabilitas pengelolaan risiko yang
                                                                         terkait dengan risiko iklim di Bank Mega.




34   PT Bank Mega Tbk                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 35
             Kinerja                      Kinerja                Kinerja                   Kinerja
             Keberlanjutan Kami           Ekonomi                Lingkungan                Sosial




  Kriteria Penilaian LST dan Kewajiban Debitur
  Untuk memastikan risiko LST dikelola secara komprehensif dan selaras dengan prinsip IFRS/ISSB, Bank Mega menerapkan penilaian
  LST yang tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga pada kualitas penerapan praktik keberlanjutan debitur.
  Penilaian ini menjadi bagian penting dalam analisis keuangan berkelanjutan di Memorandum Analisa Kredit (MAK) dan memengaruhi
  keputusan kredit, struktur pembiayaan, covenant, serta intensitas pemantauan.



                   Aspek Lingkungan                                        Aspek Sosial
                   Dalam aspek lingkungan, Bank                            Aspek sosial dinilai untuk memahami sejauh mana
                   mengevaluasi bukan hanya                                aktivitas debitur dapat menimbulkan dampak sosial
                   keberadaan dokumen wajib, tetapi                        atau risiko terhadap keberlangsungan usaha. Ruang
                   juga efektivitas implementasinya.                       lingkup penilaian meliputi:
                   Penilaian mencakup:

                                                             •    Praktik ketenagakerjaan
     •   AMDAL atau UKL-UPL
                                                                  Kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan, larangan
         Menilai kecukupan dokumen identifikasi
                                                                  pekerja anak dan kerja paksa, kebijakan anti-diskriminasi,
         dampak lingkungan, status persetujuan/
                                                                  serta penerapan K3.
         pengesahan otoritas, dan pelaksanaan
                                                             •    Hubungan dengan masyarakat
         pemantauan dan pengelolaan lingkungan
                                                                  Evaluasi mencakup upaya yang dilakukan debitur untuk
         beserta tindak lanjutnya. Temuan dari inspeksi
                                                                  mengurangi dampak sosial dengan cara yang sesuai
         pemerintah juga menjadi pertimbangan.
                                                                  dengan situasi dan kondisi di wilayah tersebut, program
     •   Kinerja PROPER
                                                                  pengembangan sosial, serta catatan konflik sosial atau
         Debitur korporasi disyaratkan untuk memiliki
                                                                  penolakan masyarakat yang berpotensi mengganggu
         peringkat Emas/Hijau/Biru. Tren peringkat
                                                                  operasional dan arus kas debitur.
         PROPER (misalnya perbaikan ke Hijau/Emas
         atau penurunan dari Biru ke Merah) dinilai
                                                                  Contoh konflik sosial yang dapat terjadi antara lain
         untuk memahami potensi risiko operasional,
                                                                  pembebasan lahan/penggusuran/pemindahan pemukiman
         sanksi, atau gangguan aktivitas usaha.
                                                                  untuk kegiatan usaha, dampak usaha terhadap mata
     •   Perizinan dan Sertifikasi keberlanjutan
                                                                  pencaharian dan masyarakat adat sekitar, dan lokasi usaha
         a. Surat Izin Pemanfaatan Air Tanah (SIPA)
                                                                  yang bersinggungan/dekat dengan cagar budaya.
         b. ISPO dan/atau RSPO untuk sektor
             perkebunan dan industri kelapa sawit
         c. Sistem Verfikasi Legalitas Kayu (SVLK),
             untuk sektor kehutanan dan industri kayu
         d. Dokumen lain terkait dampak usaha                              Aspek Tata Kelola
             terhadap lingkungan sesuai peraturan                          Penilaian tata kelola dilakukan secara menyeluruh
             yang berlaku secara sektoral                                  untuk memastikan integritas, kapasitas manajerial,
                                                                           dan kepatuhan hukum debitur. Fokus utama
                                                                           mencakup:

                                                             •    Legalitas dan kepatuhan dasar
                                                                  Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan
                                                                  usaha tidak termasuk dalam usaha yang dihindari oleh Bank
                                                                  maupun merupakan kegiatan ilegal di Indonesia. Pemeriksaan
                                                                  tersebut mencakup keabsahan dan kelengkapan dokumen
                                                                  usaha seperti Akta Pendirian Usaha berikut perubahannya
                                                                  dan bukti pendaftaran/pengesahan dari instansi yang
                                                                  berwenang, NIB berbasis risiko dan lampirannya, izin usaha/
                                                                  sertifikat standar sesuai klasifikasi risiko usaha debitur, serta
                                                                  kepatuhan terhadap peraturan sektor.
                                                             •    Struktur kepemilikan dan beneficial ownership
                                                                  Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi risiko pengendalian
                                                                  tersembunyi, konflik kepentingan, atau rekam jejak hukum
                                                                  pemegang saham pengendali.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                            PT Bank Mega Tbk   35
Page 36
             Strategi                      Tentang                    Penjelasan                  Tata Kelola
             Keberlanjutan                 Bank Mega                  Direksi                     Keberlanjutan




     Integrasi Risiko Iklim Sesuai Pendekatan IFRS/ISSB

     Bank Mega mengintegrasikan risiko iklim ke dalam kerangka             CVA. Semua hasil proyeksi diintegrasikan dengan ATMR
     manajemen risiko dan pelaporan dengan Kerangka Climate                pasar untuk menilai ketahanan modal.
     Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) menjadi
     instrumen utama dalam menilai tingkat keterpaparan risiko         3. Risiko Likuiditas dan Proyeksi LCR Berbasis Skenario
     iklim dan potensi dampaknya terhadap portofolio kredit,              Iklim
     instrumen pasar, likuiditas, serta risiko operasional Bank.          Dalam risiko likuiditas, Bank menilai dampak risiko transisi
     1. Risiko Kredit dan Implikasi terhadap Kualitas Aset dan            dan fisik terhadap komponen High Quality Liquid Assets
         Permodalan                                                       (HQLA) serta arus kas masuk/keluar pada Liquidity
         Untuk risiko kredit, Bank melaksanakan CRST terhadap             Coverage Ratio (LCR). Nilai HQLA disesuaikan dengan
         100% outstanding portofolio kredit yang terpapar risiko          proyeksi suku bunga dan yield, sementara cash inflow
         iklim (di luar kredit konsumtif kepemilikan properti untuk       disesuaikan dengan penurunan angsuran kredit akibat
         risiko transisi) sesuai ketentuan OJK dan Buku Panduan           debitur yang masuk NPL. Cash outflow dikalibrasi ulang
         CRMS. Debitur besar dinilai secara individual, sedangkan         berdasarkan run-off rate Dana Pihak Ketiga dengan
         portofolio joint financing dan kredit konsumtif dianalisis       mempertimbangkan risiko bencana pada wilayah nasabah
         secara portofolio dengan model regresi berbasis variabel         (IRBI dan DIBI). Hasil simulasi menunjukkan rasio LCR tetap
         makroekonomi.                                                    berada di atas 100% untuk seluruh horizon 2025–2027,
                                                                          yang mengindikasikan ketahanan likuiditas Bank terhadap
        Bank menggunakan skenario NGFS Phase 5 (Net Zero                  guncangan iklim.
        Emission Indonesia 2060, Delayed Transition, dan
        Current Policies) dengan horizon jangka pendek (2025           4. Risiko Operasional, Kerugian Fisik, dan Biaya Transisi
        –2027) dan jangka panjang (2030, 2040, 2050). Variabel            Bank memetakan 376 aset gedung dan fasilitas berdasarkan
        makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, harga energi,           risiko bencana (IRBI) dan menggabungkannya dengan data
        harga karbon, dan PDB dikombinasikan dengan estimasi              historis kerugian banjir dan kebakaran, premi asuransi, serta
        emisi debitur (tier 1–4) untuk memproyeksikan arus kas,           biaya bantuan karyawan terdampak. Risiko fisik dianalisis
        beban energi dan karbon, serta rasio Debt Service Coverage        dengan memproyeksikan kerusakan aset dan gangguan
        (DSCR). Debitur yang mengalami penurunan DSCR                     operasional dalam skenario cuaca ekstrem, sedangkan
        hingga di bawah 1 diasumsikan memburuk menjadi NPL.               risiko transisi memperhitungkan biaya efisiensi energi dan
        Dampaknya diterjemahkan ke proyeksi PD, LGD, CKPN,                program dekarbonisasi internal. Kombinasi risiko fisik dan
        pendapatan bunga, ATMR kredit, dan rasio CAR, sehingga            transisi menghasilkan estimasi kerugian operasional sekitar
        ketahanan kualitas aset dan modal terhadap risiko iklim           Rp26,21 miliar. Temuan ini digunakan untuk mengevaluasi
        dapat dinilai secara kuantitatif sesuai IFRS 9 dan IFRS S2.       kecukupan buffer modal, cakupan asuransi, dan rencana
                                                                          penguatan infrastruktur.
     2. Risiko Pasar dan Dampaknya terhadap Nilai Wajar dan
        Modal                                                              Hingga akhir 2025, Bank Mega telah menyelesaikan siklus
        Dalam risiko pasar, Bank mengukur dampak skenario                  CRMS dan CRST 2025 dan menyampaikan hasilnya kepada
        iklim terhadap nilai wajar surat berharga pemerintah dan           OJK. Pengukuran emisi gas rumah kaca mencakup emisi
        korporasi (kategori FVPL dan FVOCI) melalui penyesuaian            operasional Bank (scope 1 dan 2) serta financed emissions
        suku bunga acuan, kurva yield, dan credit spread.                  menggunakan pendekatan tier 1–4.
        Pendekatan sensitivities-based, Default Risk Capital (DRC),
        Residual Risk Add-On (RRAO), serta Credit Valuation                Hasil CRST menunjukkan bahwa skenario Net Zero Emission
        Adjustment (CVA) digunakan untuk menghitung kebutuhan              Indonesia 2060 pada horizon 2040 memberikan tekanan
        modal risiko pasar yang meningkat akibat memburuknya               terbesar terhadap kualitas aset dan permodalan Bank.
        kualitas kredit sektor beremisi tinggi. Perubahan nilai            Kenaikan biaya energi, pajak karbon, serta kebutuhan
        wajar instrumen keuangan kemudian tercatat sebagai                 investasi transisi menyebabkan penurunan DSCR debitur
        unrealized gain/loss dan diintegrasikan ke ATMR pasar dan          dan mendorong kenaikan PD, LGD, CKPN, ATMR kredit,
        perhitungan CAR, sehingga pengaruh risiko iklim terhadap           serta menurunkan pendapatan bunga. Dampak ini
        modal Bank dapat diungkap secara transparan.                       menyebabkan penurunan rasio CAR, meskipun masih
                                                                           berada di atas ketentuan minimum regulasi maupun risk
        Pengelolaan risiko pasar juga memasukkan variabel LST              tolerance Bank. Pada risiko pasar, nilai wajar surat berharga
        yang mempengaruhi sentimen dan harga pasar, seperti                menurun akibat perubahan suku bunga dan pelebaran
        perubahan preferensi investor terhadap instrumen hijau,            credit spread sektor beremisi tinggi. Namun demikian, rasio
        pergeseran teknologi energi, serta kebijakan transisi.             LCR tetap terjaga di atas 100%. Di sisi risiko fisik, pemetaan
        Dalam CRST, Bank memproyeksikan perubahan nilai wajar              IRBI dan DIBI menunjukkan konsentrasi eksposur pada
        surat berharga melalui skenario NGFS dan mengukur                  wilayah rentan banjir dan kebakaran, yang berpotensi
        dampaknya terhadap risiko suku bunga dan risiko spread             menurunkan nilai agunan dan meningkatkan kerugian
        kredit. Eksposur pada penerbit beremisi tinggi diasumsikan         operasional.
        mengalami pelebaran spread yang meningkatkan DRC dan



36   PT Bank Mega Tbk                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 37
             Kinerja                         Kinerja             Kinerja                       Kinerja
             Keberlanjutan Kami              Ekonomi             Lingkungan                    Sosial




  Ketahanan Operasional dalam Menghadapi Bencana


                       Dengan koordinasi yang cepat dan tata kelola yang handal, Bank Mega
                       memastikan operasional tetap berjalan dan pemulihan dapat dilakukan
                       secara efektif saat bencana terjadi.


  Dalam pengelolaan risiko operasional terkait penanggulangan       pelaporan penutupan kantor yang disampaikan oleh unit kerja
  bencana, Direksi dan Dewan Komisaris berperan aktif dalam         Procurement and General Services (PRGS), serta pelaporan
  memastikan kesiapan Bank Mega menjaga kesinambungan               gangguan teknologi informasi yang dilaksanakan oleh unit
  layanan, khususnya pada cabang atau titik operasional             kerja IT Security.
  yang terdampak bencana. Peran ini dijalankan melalui
  fungsi pengawasan dan arahan sebagai steering committee,          Untuk memastikan ketahanan operasional dalam menghadapi
  termasuk dalam pengambilan keputusan strategis terkait            risiko bencana, Bank menerapkan Business Continuity
  pengalihan operasional serta pemantauan kondisi cabang            Management melalui koordinasi intensif antara cabang
  terdampak. Direksi juga terlibat langsung dalam memantau          terdampak dan Steering Committee BCM. Koordinasi
  proses pemulihan cabang hingga operasional kembali normal,        mencakup pemetaan dampak bencana, penyusunan laporan
  serta memastikan aspek keselamatan dan dukungan terhadap          kepada regulator (BI/OJK), serta persiapan recovery plan
  karyawan yang terdampak bencana tetap menjadi prioritas.          untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana
                                                                    operasional. Langkah pemulihan dilakukan secara praktis dan
  Saat ini, Bank Mega belum memiliki kebijakan dan kerangka         terarah, antara lain dengan menyiapkan pasokan bahan bakar
  kerja manajemen risiko bencana yang secara khusus                 untuk genset sebagai sumber listrik darurat, memastikan
  terintegrasi dengan kerangka ESG. Namun demikian, Bank            kesiapan jaringan dan infrastruktur IT agar layanan seperti
  telah menjalankan mekanisme yang jelas dalam pelaporan            ATM dan sistem perbankan tetap dapat digunakan, serta
  dan eskalasi insiden bencana, baik kepada manajemen               membuka jam layanan terbatas sesuai arahan regulator. Dalam
  puncak maupun regulator. Pelaporan internal dilakukan             kondisi tertentu, Bank juga menambah pengamanan dengan
  melalui grup Business Continuity Management (BCM) dan             dukungan TNI dan atau Polri apabila diperlukan. Sebagai
  Steering Committee sesuai dengan kebijakan call tree yang         bagian dari respons yang menyeluruh, Bank turut melakukan
  berlaku. Sementara itu, pelaporan kepada regulator dilakukan      pendataan dan penyaluran bantuan bagi karyawan yang
  oleh unit kerja terkait sesuai kewenangannya, misalnya            terdampak bencana.




                                                                      Gambar 2. Perbaikan Infrastruktur TI (Jaringan Internet)    Gambar 3. Pemulihan ATM




   Gambar 1. Cabang Bank Mega yang Terdampak Bencana                  Gambar 4. Penambahan Satuan Kemanan dari TNI



Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                       PT Bank Mega Tbk     37
Page 38
              Strategi                            Tentang                        Penjelasan                     Tata Kelola
              Keberlanjutan                       Bank Mega                      Direksi                        Keberlanjutan




     Hubungan dengan Pemangku Kepentingan [E.4] [2-29]
     Bank Mega berkomitmen membangun hubungan yang terbuka dan konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan yang
     berperan dalam keberlanjutan perusahaan. Untuk itu, Bank melakukan pemetaan pemangku kepentingan guna mengidentifikasi
     pihak-pihak yang memiliki pengaruh terhadap kinerja Bank maupun yang terdampak oleh aktivitas operasional. Proses ini
     memastikan setiap kelompok mendapatkan perhatian dan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

     Melalui pemetaan tersebut, Bank menetapkan kelompok pemangku kepentingan utama seperti investor dan pemegang saham,
     nasabah, regulator, pegawai, mitra bisnis/vendor, serta media. Setiap kelompok memiliki kebutuhan informasi yang berbeda,
     sehingga Bank menyediakan berbagai bentuk pelibatan seperti pertemuan rutin, forum dialog, survei kepuasan, edukasi, serta
     kanal komunikasi digital dan layanan pengaduan. Pendekatan ini dirancang agar masukan dan harapan pemangku kepentingan
     dapat diterima secara tepat waktu dan ditindaklanjuti secara efektif.

     Hasil pelibatan pemangku kepentingan menjadi masukan penting dalam penyusunan strategi keberlanjutan, peningkatan kualitas
     layanan, dan penguatan tata kelola Bank. Dengan melibatkan pemangku kepentingan secara aktif, Bank Mega memastikan bahwa
     keputusan dan kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan mereka, sekaligus mendukung pencapaian tujuan keberlanjutan
     jangka panjang perusahaan.


      Pemangku
                          Sarana Pelibatan & Frekuensi            Topik Penting & Kebutuhan                     Respons Bank Mega (2025)
      Kepentingan

      Investor &        • Rapat Umum Pemegang Saham           • Kinerja finansial                    • Menyelenggarakan RUPS dan paparan publik
      Pemegang            (RUPS): setahun sekali              • Kinerja keberlanjutan                • Transparansi kinerja keuangan & keberlanjutan
      Saham             • Rapat Umum Pemegang Saham           • Strategi risiko iklim & portofolio   • Penyampaian CRMS, stress testing, KKUB, dan
                          Luar Biasa (RUPSLB): apabila                                                 financed emissions
                          diperlukan                                                                 • Keterbukaan Informasi
                        • Laporan Triwulanan
                        • Laporan Tahunan &
                          Keberlanjutan
      Nasabah           • Aktivitas perbankan harian          • Layanan cepat & aman                 • Menyediakan kanal pengaduan layanan 24 jam
                        • Mega Call layanan 24 jam            • Privasi & keamanan data              • Pengembangan layanan digital & keamanan
                        • Website, aplikasi M-Smile, media    • Solusi keluhan                         data
                          sosial                              • Literasi & inklusi keuangan          • Survei kepuasan dan peningkatan kualitas
                        • Survei kepuasan: tahunan                                                     layanan
                                                                                                     • Program literasi & inklusi keuangan
      Regulator         • Penyampaian laporan kepatuhan       • Kepatuhan regulasi                   • Pelaporan CRMS, financed emissions, RAKB
                        • Laporan RAKB, CRMS, APU-PPT-        • Tata kelola risiko (termasuk         • Penyampaian hasil analisis risiko & stress testing
                          PPPSPM                                risiko iklim)                        • Implementasi APU-PPT-PPPSPM & WBS
                        • Pertemuan koordinasi (OJK,          • Perlindungan konsumen                • Partisipasi Satgas PASTI/IASC
                          PPATK, BI)                                                                 • Penyusunan Laporan Tahunan dan Laporan
                        • Penyampaian Laporan RUPS dan                                                 Keberlanjutan
                          Laporan Keuangan
      Pegawai           • Media internal & rapat koordinasi   • Hubungan industrial                  • Pelatihan kompetensi (anti fraud, APU-PPT, data
                        • Pelatihan & e-learning              • Pengembangan karier &                  security, risiko iklim)
                        • Saluran whistleblowing                kompetensi                           • Penghargaan kinerja, promosi, rotasi
                        • Fasilitas kesehatan &               • Kesehatan & keamanan kerja           • Penyediaan saluran whistleblowing
                          keselamatan                         • Kepastian hak & kewajiban            • Program kesehatan & keselamatan kerja



      Mitra Bisnis /    • Pertemuan & komunikasi berkala      • Kontrak yang adil & transparan       • Menjalankan proses pengadaan transparan
      Vendor            • Kode etik vendor                    • Pembayaran tepat waktu               • Sosialisasi kode etik vendor
                        • Proses pengadaan transparan         • Kepatuhan terhadap standar           • Pembayaran tepat waktu
                                                                keamanan & etika                     • Penguatan due diligence pemasok




      Media             • Siaran pers                         • Transparansi informasi               • Menyediakan informasi akurat & tepat waktu
                        • Media briefing                        perusahaan                           • Publikasi terkait inovasi, keberlanjutan, dan
                        • Penyampaian informasi               • Akses data produk, layanan, dan        kinerja Bank
                          korporasi                             aksi korporasi




38   PT Bank Mega Tbk                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 39
             Kinerja                        Kinerja                     Kinerja                     Kinerja
             Keberlanjutan Kami             Ekonomi                     Lingkungan                  Sosial




  Permasalahan Terhadap
  Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                            [E.5]




  Bank Mega menyadari bahwa penerapan keuangan berkelanjutan dan pengelolaan risiko iklim masih menghadapi berbagai
  tantangan internal dan eksternal yang mempengaruhi kecepatan, kedalaman, serta konsistensi integrasinya dalam strategi bisnis
  dan manajemen risiko. Tantangan tersebut berkaitan dengan kesiapan organisasi, ketersediaan data, serta tingkat kematangan
  debitur dalam merespons agenda keberlanjutan.




                   Tantangan Eksternal                                      Upaya Eksternal

     Dalam penerapan keuangan berkelanjutan, Bank menghadapi                Untuk mendukung pencapaian target implementasi keuangan
     sejumlah tantangan yang berasal dari dinamika eksternal. Kondisi       berkelanjutan, Bank terus melakukan berbagai upaya yang
     perekonomian global dan domestik yang masih dipengaruhi oleh           berfokus pada penguatan hubungan dengan nasabah dan
     ketidakpastian geopolitik mendorong Bank untuk melakukan               debitur. Dalam mendorong pertumbuhan Tabungan Mega Berbagi
     asesmen calon debitur secara lebih selektif dan prudent.               sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, Bank melakukan
                                                                            optimalisasi penetrasi produk kepada nasabah eksisting melalui
     Di sisi penghimpunan dana, persaingan likuiditas antarbank             kegiatan kampanye dan komunikasi aktif di berbagai kanal
     yang semakin ketat, terutama karena nasabah cenderung                  digital seperti Instagram, Facebook, email blast, WhatsApp blast,
     mengalihkan dana ke instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi          serta push notification pada aplikasi M-Smile. Selain itu, Bank
     seperti deposito. Penurunan suku bunga acuan juga semakin              juga mendorong pembukaan rekening baru melalui kemudahan
     meningkatkan kompetisi antarbank dalam menarik dana pihak              layanan digital pada aplikasi M-Smile serta melakukan program
     ketiga melalui berbagai penawaran produk dan suku bunga yang           deepening dan cross-selling melalui sales force di seluruh jaringan
     lebih kompetitif.                                                      kantor cabang.

     Selain itu, tantangan juga muncul dalam pengumpulan data               Dalam mendukung pengukuran emisi karbon pada portofolio
     emisi dari debitur. Sebagian debitur masih memiliki keterbatasan       pembiayaan (Scope 3), Bank juga meningkatkan literasi dan
     kesadaran maupun kapasitas dalam mengukur dan melaporkan               edukasi kepada debitur melalui Relationship Manager terkait
     emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan usahanya. Hal ini           pentingnya pengelolaan risiko iklim, termasuk kemampuan
     berdampak pada ketersediaan dan kualitas data yang dibutuhkan          dalam menghitung dan melaporkan emisi karbon dari kegiatan
     untuk mendukung pengukuran risiko iklim dan implementasi               usahanya. Selain itu, Bank Mega memperkuat engagement
     pembiayaan berkelanjutan.                                              dengan debitur melalui kuesioner risiko iklim yang mencakup
                                                                            perkembangan penerapan prinsip keberlanjutan dan kesiapan
     Ekspektasi pemangku kepentingan terhadap transparansi dan              transisi, serta melakukan pemantauan berkala atas kinerja
     kualitas pengungkapan keberlanjutan yang semakin tinggi.               keberlanjutan debitur agar tetap sesuai dengan persyaratan Bank.
     Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi digital, termasuk          Untuk mengatasi keterbatasan data emisi yang masih dihadapi
     pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI),            sebagian debitur, Bank terus menyempurnakan pendekatan
     juga menghadirkan tantangan baru bagi industri perbankan,              metodologi proxy dengan memperluas referensi pembanding dari
     khususnya dalam menjaga keamanan informasi dan perlindungan            perusahaan sejenis yang telah memiliki data emisi terverifikasi
     data nasabah.                                                          serta menggunakan faktor emisi yang bersumber dari referensi
                                                                            resmi dan kredibel.




                   Tantangan Internal

     Di sisi internal, dalam implementasi keuangan juga masih berkaitan dengan proses operasional dan pengembangan metodologi.
     Penggunaan kertas masih diperlukan karena beberapa dokumen perbankan membutuhkan pencetakan dan pengesahan melalui tanda
     tangan basah dari nasabah atau debitur.

     Dalam aspek pengelolaan lingkungan operasional, upaya efisiensi energi juga masih menghadapi beberapa kendala, seperti penggunaan
     listrik pada area yang jarang digunakan, pengaturan suhu pendingin ruangan yang belum optimal, serta monitoring implementasi
     kebijakan efisiensi listrik dan air yang masih perlu diperkuat di seluruh jaringan kantor.

     Pemahaman terkait keuangan berkelanjutan, aspek lingkungan - sosial - tata kelola (LST), serta kerangka Climate Risk Management &
     Scenario Analysis (CRMS) belum merata di seluruh three lines of defense antar unit bisnis. Integrasi risiko LST termasuk risiko iklim ke
     dalam strategi bisnis dan proses manajemen risiko secara keseluruhan juga masih dalam tahap penguatan, sehingga keputusan bisnis
     berbasis risiko LST belum berjalan optimal di seluruh unit.

     Dalam pengembangan pengukuran CRST, Bank menghadapi keterbatasan data dan metodologi, termasuk keterbatasan data emisi
     debitur, peta risiko bencana, serta data keuangan jangka panjang yang memengaruhi akurasi analisis skenario risiko iklim. Tantangan
     juga muncul dalam melakukan proyeksi dampak risiko transisi jangka panjang hingga tahun 2050, serta dalam mengukur risiko
     pada segmen Retail yang memiliki jumlah debitur besar namun dengan ketersediaan data yang lebih terbatas dibandingkan segmen
     Korporasi dan Komersial. Selain itu, metodologi perhitungan emisi karbon untuk kredit pada sektor kepemilikan properti masih dalam
     tahap pengkajian dan pengembangan.


Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                       PT Bank Mega Tbk   39
Page 40
             Strategi                         Tentang                       Penjelasan                  Tata Kelola
             Keberlanjutan                    Bank Mega                     Direksi                     Keberlanjutan




                    Upaya Internal

        Di sisi internal, Bank melakukan berbagai langkah untuk memperkuat implementasi praktik keberlanjutan dalam operasional
        dan pengelolaan risiko. Dalam upaya pengukuran dan pengelolaan emisi karbon operasional (Scope 1 dan Scope 2), Bank terus
        mengidentifikasi dan mengembangkan indikator efisiensi dari berbagai aspek operasional, termasuk memperkuat penerapan kebijakan
        efisiensi di lapangan serta meningkatkan monitoring atas implementasi kebijakan tersebut di seluruh jaringan kantor. Langkah ini
        dilakukan secara terstruktur dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan operasional dan produktivitas karyawan agar program
        efisiensi dapat berjalan secara efektif tanpa menghambat kegiatan bisnis Bank.

        Bank terus memperkuat kapasitas dalam melakukan Climate Risk Stress Testing (CRST) sebagai bagian dari penguatan manajemen
        risiko terkait perubahan iklim dengan mengacu pada pedoman OJK serta mengembangkan metodologi internal agar hasil pengukuran
        semakin relevan dan akurat. Upaya ini mencakup penyempurnaan analisis skenario, pemanfaatan data makroekonomi dan risiko
        bencana, serta pengembangan metode pengukuran untuk risiko fisik dan transisi, termasuk pada portofolio surat berharga. Selain itu,
        Bank juga mendorong digitalisasi dokumen investasi dan penggunaan media promosi digital guna mengurangi penggunaan kertas.

        Sejalan dengan itu, Bank meningkatkan awareness dan komunikasi internal terkait keuangan berkelanjutan melalui sosialisasi berkala
        dan penerbitan pedoman implementasi (Surat Edaran), serta memperkuat kapasitas internal melalui pengembangan kebijakan berbasis
        ESG, peningkatan kompetensi SDM, dan penguatan sistem pengelolaan data. Bank juga terus meningkatkan kualitas pengungkapan
        dan penyelarasan terminologi dalam pelaporan keberlanjutan, serta memperkuat keamanan informasi dan perlindungan data nasabah
        guna menjaga kepercayaan.

        Untuk mendukung implementasi yang konsisten, Bank memperkuat koordinasi oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko serta meningkatkan
        kapabilitas SDM dalam memahami keuangan berkelanjutan dan kerangka CRMS. Selain itu, Bank mengembangkan pendekatan portofolio
        dalam memproyeksikan dampak risiko iklim pada segmen Retail agar lebih representatif di tengah keterbatasan data individual debitur.




     Kegiatan Membangun
     Budaya Keberlanjutan                                           [F.1]




                                                                                             Bank Mega terus membangun budaya
                                                                                             keberlanjutan yang diterapkan secara nyata
                                                                                             dalam kegiatan sehari-hari. Budaya ini tidak hanya
                                                                                             tertulis dalam kebijakan, tetapi juga dijalankan
                                                                                             oleh seluruh insan Mega dalam cara bekerja,
                                                                                             mengambil keputusan, dan melayani nasabah.
                                                                                             Nilai-nilai perusahaan DETECS (Dynamic,
                                                                                             Entrepreneurship, Trust, Ethics, Commitment,
                                                                                             dan Synergy) menjadi pedoman utama dalam
                                                                                             menjalankan bisnis, serta membangun hubungan
                                                                                             yang baik antar karyawan dan juga nasabah.

                                                                                             Melalui penerapan nilai DETECS, Bank Mega
                                                                                             mendorong praktik bisnis yang lebih etis,
                                                                                             bertanggung jawab secara sosial, dan peduli
                                                                                             terhadap lingkungan. Pendekatan ini juga
                                                                                             membantu meningkatkan efisiensi kerja serta
                                                                                             memperkuat daya saing perusahaan dalam
                                                                                             jangka panjang. Budaya keberlanjutan tersebut
                                                                                             menjadi dasar dalam pelaksanaan Rencana
                                                                                             Aksi Keuangan Berkelanjutan, dengan tujuan
                                                                                             menyeimbangkan kinerja ekonomi dengan
                                                                                             dampak sosial dan lingkungan. Bank Mega
                                                                                             meyakini bahwa pemahaman keberlanjutan yang
                                                                                             kuat akan memperkuat pengelolaan risiko LST,
                                                                                             meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga
                                                                                             kepercayaan regulator, investor, dan masyarakat.



40   PT Bank Mega Tbk                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 41
             Kinerja                     Kinerja                   Kinerja              Kinerja
             Keberlanjutan Kami          Ekonomi                   Lingkungan           Sosial




  Untuk memastikan seluruh pegawai memahami nilai dan tujuan ini, Bank Mega secara          Sosialisasi DETECS melalui
  rutin melakukan sosialisasi budaya perusahaan. Informasi dan panduan disampaikan               majalah internal
  melalui berbagai kanal dan program internal seperti MegaWeb dan program NEIP
  (New Employee Induction Program) disertai dengan contoh penerapan nilai DETECS
  dalam aktivitas sehari-hari. Melalui cara ini, setiap pegawai dapat memahami peran
  mereka dalam mendukung keberlanjutan perusahaan.

  Upaya lainnya adalah Bank Mega juga menyampaikan pesan keberlanjutan melalui
  majalah internal perusahaan yakni PRIDE dan berbagai rubrik lainnya, seperti pesan
  Direksi, salam redaksi, dan artikel tematik yang menghadirkan inspirasi tentang
  gaya hidup berkelanjutan, penghematan energi, pengurangan penggunaan kertas,
  dan kepedulian sosial. Media ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku
  positif, baik di kantor maupun dalam kehidupan sehari-hari.

  Penerapan budaya perusahaan di Bank Mega tercermin dalam praktik kerja sehari-
  hari melalui nilai-nilai DETECS yang dijalankan secara konsisten. Nilai Dynamic dan
  Entrepreneurship diwujudkan melalui pemanfaatan digitalisasi, seperti penerapan
  paperless office, e-statement, dan sistem kerja elektronik yang meningkatkan
  efisiensi sekaligus mengurangi penggunaan kertas dan energi. Nilai Trust dan
  Ethics diterapkan melalui prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap ketentuan,
  serta pengambilan keputusan pembiayaan yang bertanggung jawab, termasuk
  dukungan selektif kepada UMKM yang memberikan dampak sosial positif.
  Sementara itu, nilai Commitment dan Synergy tercermin dari keterlibatan aktif
  karyawan dalam program sosial dan lingkungan seperti Mega Berbagi dan Mega
  Peduli, yang memperkuat kolaborasi internal dan kepedulian terhadap masyarakat.
  Melalui penerapan nilai-nilai tersebut, Bank Mega telah memastikan membangun
  pondasi budaya keberlanjutan yang mendukung kinerja jangka panjang secara
  seimbang dan bertanggung jawab.

  Seluruh upaya ini dikoordinasikan oleh unit kerja Corporate Communication &
  Culture dibawah pengawasan unit kerja Corporate Affairs melalui perannya dalam
  menjaga konsistensi pesan, menyusun kampanye, dan menghadirkan konten
  edukatif tentang keberlanjutan. Dengan budaya keberlanjutan yang semakin
  kuat, Bank Mega optimistis dapat terus menjaga kepercayaan para pemangku
  kepentingan sekaligus mencapai kinerja keuangan dan nonkeuangan yang sejalan
  dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.


Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                      PT Bank Mega Tbk   41
Page 42
             Strategi                        Tentang                     Penjelasan                 Tata Kelola
             Keberlanjutan                   Bank Mega                   Direksi                    Keberlanjutan




     Dukungan Perusahaan
     terhadap Antikorupsi                                       [205-1] [205-2] [205-3]




     Bank Mega memiliki komitmen kuat dalam mencegah dan                   Proses penilaian dilakukan melalui metodologi risk assessment
     memberantas praktik korupsi melalui penerapan kebijakan               berbasis self-assessment yang dilengkapi dengan evaluasi
     Anti Fraud dan Anti Korupsi yang berlaku bagi seluruh insan           independen oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko, Unit
     Bank, termasuk Direksi dan Dewan Komisaris. Kebijakan ini             Kepatuhan, dan Unit Audit Internal, dengan koordinasi komite
     menegaskan bahwa Bank tidak mentoleransi segala bentuk                terkait.
     korupsi, gratifikasi yang dilarang, penyalahgunaan kewenangan,
     benturan kepentingan, maupun tindakan menyimpang lainnya              Hasil penilaian digunakan sebagai dasar untuk memperbarui
     yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi atau               sistem pengendalian internal dan memperkuat langkah
     kelompok.                                                             mitigasi risiko. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat area
                                                                           dengan tingkat risiko tinggi yang belum dimitigasi, dan Audit
     Komitmen tersebut terintegrasi dalam Strategi Anti Fraud              Internal menyimpulkan bahwa mekanisme pengawasan telah
     Bank yang mencakup empat pilar utama, yaitu pencegahan,               berjalan secara efektif.
     deteksi, investigasi dan pemberian sanksi, serta pemantauan
     dan evaluasi berkelanjutan. Strategi ini menjadi bagian dari
                                                                           Pelatihan dan Sosialisasi Anti Fraud
     penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate
     Governance/GCG) di seluruh aktivitas operasional Bank.                dan Antikorupsi [GRI 205-2]

     Kebijakan Kode Etik dan Antikorupsi [G-                               Bank Mega secara berkelanjutan melakukan sosialisasi dan
     07]                                                                   pelatihan kebijakan antikorupsi kepada seluruh pegawai
                                                                           serta pemangku kepentingan terkait. Program sosialisasi dan
                                                                           pelatihan dilaksanakan melalui berbagai metode, antara lain:
     Sebagai bagian dari penguatan budaya integritas, Bank Mega
                                                                           • pelatihan tatap muka dan kelas internal,
     telah memiliki dan menerapkan Kode Etik serta Kebijakan
                                                                           • modul e-learning wajib,
     Anti Korupsi dan Anti Fraud yang disosialisasikan secara
                                                                           • panduan komitmen integritas, serta
     menyeluruh dan wajib dipatuhi oleh seluruh pegawai dan
                                                                           • program pengembangan berkelanjutan yang mencakup
     manajemen. Kebijakan tersebut diatur dalam antara lain
                                                                               APU PPT dan PPPSPM, keamanan siber, perlindungan data
     SK.101/DIRBM/24 tentang Komitmen Integritas dan SE.102/
                                                                               pribadi, serta etika penagihan.
     DIRBM/24 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud.
                                                                           Melalui program tersebut, seluruh pegawai dibekali
     Kebijakan ini mengatur larangan pemberian dan penerimaan
                                                                           pemahaman mengenai larangan dan kewajiban dalam
     gratifikasi, pengelolaan benturan kepentingan, serta mekanisme
                                                                           pencegahan korupsi, indikator awal terjadinya fraud, serta
     pelaporan dugaan pelanggaran melalui Whistleblowing
                                                                           mekanisme pelaporan pelanggaran baik melalui atasan
     System (WBS) yang dikelola secara independen dan menjamin
                                                                           langsung maupun Whistleblowing System. Sistem pelaporan
     kerahasiaan identitas pelapor.
                                                                           ini dikelola secara independen dan memberikan perlindungan
                                                                           terhadap pelapor dari segala bentuk intimidasi atau tindakan
     Penilaian Risiko Korupsi dan Fraud                                    pembalasan.


     Sebagai wujud implementasi kebijakan, Bank Mega secara                Mitigasi Risiko dan Pengendalian
     berkala melakukan penilaian risiko korupsi dan fraud secara
                                                                           Internal
     menyeluruh di seluruh lini operasional. Pada tahun pelaporan
     2025, seluruh unit kerja atau 100% unit telah berpartisipasi
     dalam proses penilaian risiko untuk mengidentifikasi area             Sebagai tindak lanjut atas hasil penilaian risiko, Bank Mega
     rawan serta menilai kecukupan pengendalian internal yang              menerapkan berbagai langkah mitigasi dan penguatan
     telah diterapkan.                                                     pengendalian internal, antara lain:
                                                                           • penguatan segregasi tugas serta pembatasan kewenangan
     Penilaian risiko mencakup area-area kritis, antara lain:                 dan otorisasi,
     • fungsi pengadaan barang dan jasa,                                   • peningkatan pengendalian pada proses kredit dan
     • fungsi operasional dan layanan nasabah,                                pengadaan,
     • fungsi perkreditan dan pembiayaan, serta                            • penerapan pemantauan berlapis (layered monitoring)
     • fungsi teknologi informasi dan keamanan sistem.                        pada transaksi tertentu, serta
                                                                           • peningkatan proses verifikasi dan validasi dokumen serta
                                                                              data pendukung.


42   PT Bank Mega Tbk                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 43
             Kinerja                     Kinerja                   Kinerja                   Kinerja
             Keberlanjutan Kami          Ekonomi                   Lingkungan                Sosial




  Langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan pencegahan           Pelatihan dan Sosialisasi Anti Fraud dan Antikorupsi [205-2]
  risiko dilakukan secara preventif sekaligus mendukung
  efektivitas pengawasan internal.                                     Kategori                         2025       2024       2023
                                                                       E-Learning Strategy Anti                7      261      4.407
  Kasus dan Penanganan Dugaan                                          Fraud

  Korupsi [GRI 205-3]                                                  New Employee Induction             1.618     1.599       1.911
                                                                       Program (NEIP) – termasuk
                                                                       materi Anti Fraud
  Sepanjang tahun 2025, Bank Mega tidak menghadapi kasus                                                    112      142             3
                                                                       Training Off-House terkait
  hukum maupun sanksi terkait dugaan korupsi. Kondisi ini
                                                                       Anti Fraud
  mencerminkan efektivitas kebijakan pencegahan, pengendalian
                                                                       Training In-House terkait Anti    1.457      5.292       287
  internal, serta mekanisme pelaporan yang didukung oleh
                                                                       Fraud
  budaya integritas yang terus diperkuat di seluruh organisasi.
                                                                       Total                             3.194      7.294      6.608
  Apabila di kemudian hari terdapat indikasi atau dugaan korupsi
                                                                      Sosialisasi Kebijakan dan Pelatihan Anti Korupsi Bagi
  maupun fraud, Bank Mega akan menindaklanjuti sesuai dengan
                                                                      Karyawan
  ketentuan internal dan peraturan perundang-undangan yang
  berlaku. Proses penanganan mencakup investigasi independen
                                                                       Uraian                           2025       2024       2023
  oleh Unit Crime & Fraud Investigation, pengamanan bukti dan
  dokumentasi secara memadai, serta penerapan sanksi disiplin          Direksi                                 1          8          1
  sesuai tingkat pelanggaran.                                          Pejabat Eksekutif                    23        137        110
                                                                       Pegawai Lain                      2.570      7.149      6.497
  Dalam hal pelanggaran mengandung unsur pidana, Bank akan
                                                                       Subtotal                          2.594      7.294      6.608
  bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan regulator
  untuk memastikan proses hukum berjalan secara transparan             Mitra / Tenaga Alih Daya (TAD)     600             -          -
  dan akuntabel. Selain itu, Bank akan melakukan evaluasi atas         Total                             3.194      7.294      6.608
  efektivitas pengendalian internal, memperbarui prosedur
  yang relevan, serta memberikan pelatihan tambahan guna
  mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.



Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                           PT Bank Mega Tbk    43
Page 44
             Strategi        Tentang     Penjelasan   Tata Kelola
             Keberlanjutan   Bank Mega   Direksi      Keberlanjutan




        Kinerja
        Keberlanjutan




44   PT Bank Mega Tbk                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 45
             Kinerja              Kinerja   Kinerja      Kinerja
             Keberlanjutan Kami   Ekonomi   Lingkungan   Sosial




Laporan Keberlanjutan 2025                                         PT Bank Mega Tbk   45
Page 46
               Strategi                         Tentang               Penjelasan                     Tata Kelola
               Keberlanjutan                    Bank Mega             Direksi                        Keberlanjutan




     Membangun Akses Keuangan
     yang Inklusif dan Berkelanjutan




     Kinerja Ekonomi
     Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega tercatat              Total aset tumbuh 4% menjadi Rp140,83 triliun, dengan
     meningkat sebesar 28% dari periode yang sama tahun                penyaluran kredit meningkat 4% menjadi Rp67,23 triliun dan
     sebelumnya. Profit Before Tax (PBT) menjadi Rp4,16 triliun        Dana Pihak Ketiga naik 14% menjadi Rp104,13 triliun, seiring
     atau tumbuh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya          dengan pertumbuhan saldo CASA yang memperkuat struktur
     sebesar Rp3,26 triliun.                                           pendanaan Bank.


     Sementara Profit After Tax (PAT) menjadi Rp3,36 triliun           Dari sisi fundamental dan profil risiko, Bank Mega
     atau naik sebesar 28% dari posisi periode yang sama tahun         mempertahankan rasio keuangan pada level yang sehat, yang
     sebelumnya sebesar Rp2,63 triliun.                                terdapat pada halaman 47. Manajemen menilai capaian ini
                                                                       mencerminkan ketahanan permodalan, kualitas aset yang
     Perolehan laba Bank Mega ini dikontribusikan melalui kenaikan     terjaga, serta efektivitas pengelolaan operasional di tengah
     Fee Based Income sebesar 54% menjadi Rp2,79 Triliun dari          kondisi perekonomian dan industri perbankan yang masih
     posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp1,82 Triliun,       menantang, sekaligus menjadi landasan untuk menjaga
     dan langkah efisiensi yang dijalankan secara disiplin.            pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan bagi seluruh
                                                                       pemangku kepentingan. Selama tahun 2025, Bank Mega tidak
                                                                       menerima bantuan finansial dari Pemerintah. [201-4]


     Nilai Ekonomi Langsung Dihasilkan dan Didistribusikan (Rp miliar) [201-1]
      Uraian                                                                       2025                 2024                       2023
      Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan
      Pendapatan Bunga                                                                10.197,20             10.289,31                  10.217,53
      Pendapatan Operasional Lainnya                                                  2.788,53                 1.815,36                2.288,03
      Penghasilan (Beban) Komprehensif Lain                                           4.946,56                 1.884,18                3.958,58
      Jumlah Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan (A)                               17.932,29            13.988,85                   16.464,14
      Nilai Ekonomi Langsung yang Didistribusikan
      Beban Operasional                                                               5.268,59               5.189,57                  4.685,39
      Upah dan Tunjangan untuk Pegawai & Direktur                                         1.318,30             1.399,21                 1.463,39
      Pembayaran Dividen                                                              1.052,40              2.457,42                   2.836,82
      Pembayaran kepada Pemerintah (pajak, retribusi, dll.)                                 796,11             625,85                     832,06
      Biaya Kegiatan Tanggung Jawab Sosial                                                   6,37                13,40                     10,82
      Jumlah Nilai Ekonomi yang Didistribusikan (B)                                   8.441,77              9.685,45                   9.828,48
      Jumlah Nilai Ekonomi yang Ditahan (A – B)                                       9.490,52             4.303,40                    6.635,66


46   PT Bank Mega Tbk                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 47
             Kinerja                           Kinerja                  Kinerja                   Kinerja
             Keberlanjutan Kami                Ekonomi                  Lingkungan                Sosial




  Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio,
  Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi [F.2]
  Pendapatan Operasional Bersih & Laba Bersih (Rp Triliun)
   Uraian                                                                                         2025            2024           2023
   Pendapatan Operasional Bersih – Target                                                          3,46           3,36            5,52
   Pendapatan Operasional Bersih – Realisasi                                                       4,04           3,23            4,33
   Laba (Rugi) Bersih – Target                                                                     2,81           2,73            4,46
   Laba (Rugi) Bersih – Realisasi                                                                  3,36           2,63            3,51

  Rasio Keuangan (%)
   Uraian                                                                                         2025            2024           2023
   Rasio Kecukupan Modal Minimum (CAR)                                                            30,49           25,77           26,17
   Aset produktif & non-produktif bermasalah terhadap total aset produktif & non-produktif         1,55           2,07            1,58
   Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif                                         0,98            1,01           0,99
   CKPN terhadap aset produktif                                                                    0,68           0,60            0,56
   NPL Gross                                                                                       1,65           1,69            1,57
   NPL Net                                                                                         1,07            1,22           1,18
   Return on Asset (ROA)                                                                           3,10           2,56            3,47
   Return on Equity (ROE)                                                                         15,54           13,62           17,62
   Net Interest Margin (NIM)                                                                       4,18           4,64            5,21
   Rasio Efisiensi (BOPO)                                                                         69,12           73,61          65,60
   Loan to Deposit Ratio (LDR)                                                                    64,48           70,34          74,03




  Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan,
  atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek
  yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan [3-3] [F.3]

                                                                                  Bank Mega terus mengintegrasikan prinsip keuangan
                                                                                  berkelanjutan ke dalam kegiatan intermediasi dan
                                                                                  portofolio pembiayaan di seluruh segmen usaha sebagai
                                                                                  bagian dari dukungan terhadap transisi menuju ekonomi
                                                                                  rendah karbon dan pertumbuhan yang inklusif. Seluruh
                                                                                  proses penyaluran dana diarahkan agar sejalan dengan
                                                                                  Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) serta
                                                                                  taksonomi dan kebijakan regulator, sehingga pembiayaan
                                                                                  yang diberikan tidak hanya mendorong pertumbuhan
                                                                                  bisnis, tetapi juga memberikan nilai sosial dan lingkungan
                                                                                  yang positif.

                                                                                  Bank Mega menetapkan target pertumbuhan tahunan
                                                                                  minimal 5% untuk portofolio yang memenuhi kriteria
                                                                                  KKUB. Target ini dirumuskan dalam Rencana Aksi
                                                                                  Keuangan Berkelanjutan (RAKB) dan diintegrasikan
                                                                                  langsung ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), sehingga
                                                                                  menjadi pedoman bagi unit bisnis dalam merancang
                                                                                  produk, menyusun prioritas pembiayaan, dan melakukan
                                                                                  pengelolaan risiko lingkungan serta sosial. Pemantauan
                                                                                  realisasi target dilakukan secara berkala melalui forum
                                                                                  manajemen risiko, komite bisnis, serta mekanisme tata
                                                                                  kelola Bank, memastikan adanya ruang penyesuaian
                                                                                  kebijakan apabila terjadi dinamika ekonomi, perubahan
                                                                                  regulasi, maupun pergeseran risiko sektor pembiayaan.

Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                  PT Bank Mega Tbk   47
Page 48
              Strategi                        Tentang                   Penjelasan                       Tata Kelola
              Keberlanjutan                   Bank Mega                 Direksi                          Keberlanjutan




     Pelibatan Pihak Lokal dalam Rantai                                   jejak dan reputasi, pengalaman kerja, kesehatan keuangan,
                                                                          kapasitas operasional, serta kesesuaian dengan kebijakan
     Pasok                                                                keberlanjutan dan kepatuhan Bank Mega.

     Bank Mega memandang pengelolaan rantai pasok sebagai                 Proses verifikasi kredibilitas pemasok dilakukan secara cermat
     bagian penting dalam penerapan praktik bisnis berkelanjutan.         dan sistematis. Bank Mega terlebih dahulu mengidentifikasi
     Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa operasional,                kebutuhan barang atau jasa dan menetapkan spesifikasi serta
     Bank Mega mengutamakan penggunaan pemasok lokal.                     kriteria pemasok yang diperlukan. Setelah itu, calon pemasok
     Sepanjang 2025, seluruh kebutuhan tersebut dipenuhi oleh             diminta melengkapi dokumen legalitas, referensi pengalaman,
     pemasok lokal sehingga porsinya mencapai 100%, dengan                dan laporan keuangan dalam bentuk cetak maupun digital.
     jumlah 24 vendor. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat              Tahap berikutnya adalah kunjungan langsung ke lokasi
     perekonomian daerah, tetapi juga memperpendek jarak                  pemasok untuk memastikan keberadaan usaha, menilai fasilitas
     rantai pasok sehingga mendorong efisiensi dan menurunkan             yang tersedia, memeriksa jumlah dan kompetensi karyawan,
     jejak emisi. Selain itu, kedekatan geografis dengan pemasok          serta meninjau tata kelola operasional bersama penanggung
     memudahkan koordinasi, pemantauan mutu, dan pemenuhan                jawab perusahaan. Melalui rangkaian proses tersebut, Bank
     kebutuhan layanan di seluruh jaringan kantor Bank Mega.              Mega berupaya membangun kemitraan jangka panjang yang
                                                                          saling menguntungkan, transparan, dan selaras dengan nilai
     Untuk memastikan setiap pemasok memenuhi prinsip kehati              keberlanjutan yang menjadi prinsip perusahaan.
     hatian, integritas, dan profesionalisme, Bank Mega menerapkan
                                                                                                 Jumlah Pemasok [204-1]
     standar kualifikasi yang tertuang dalam Surat Keputusan
     Nomor 078/DIRBM/24 tanggal 25 Juli 2024 tentang Kualifikasi,          Tahun     Pemasok Lokal/Nasional             Pemasok Internasional
     Verifikasi, dan Evaluasi Vendor. Dokumen ini menjadi
                                                                            2025                  24                                0
     pedoman utama dalam proses seleksi dan pengelolaan mitra.
     Pelaksanaannya dilakukan oleh unit kerja Procurement and               2024                  27                                0
     General Services yang bertanggung jawab atas penilaian                 2023                  24                                0
     awal, evaluasi kinerja secara berkala, dan pembaruan daftar           Kategori Lokal: Vendor yang beroperasi di wilayah Indonesia
     vendor. Kriteria penilaian meliputi legalitas perusahaan, rekam




           01                       02                       03                             04                            05

           Identifikasi Kebutuhan    Seleksi Spesifikasi &   Calon Pemasok Melengkapi       Identifikasi Kebutuhan              Pengambilan
                Barang/Jasa         Kriteria Calon Pemasok       Dokumen Legalitas               Barang/Jasa                     Keputusan




48   PT Bank Mega Tbk                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 49
             Kinerja                            Kinerja                      Kinerja                            Kinerja
             Keberlanjutan Kami                 Ekonomi                      Lingkungan                         Sosial




  Kinerja
  Keuangan Berkelanjutan
  Pada tahun 2025, total pembiayaan yang memenuhi kriteria keuangan berkelanjutan tercatat sebesar Rp21.915 miliar, dibandingkan
  tahun 2024 sebesar Rp27.519 miliar. Meskipun terjadi penurunan secara nominal, Perseroan tetap berkomitmen untuk menyalurkan
  pembiayaan berkelanjutan secara selektif dan prudent, dengan memperhatikan kualitas aset, keberlanjutan proyek yang dibiayai,
  serta keselarasan dengan kebijakan internal dan ketentuan regulator.

  Ke depan, Bank Mega berkomitmen meningkatkan porsi dan kualitas portofolio berkelanjutan dengan tetap mengedepankan
  prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang kuat. Prioritas diarahkan pada ekspansi pembiayaan di sektor hijau dan sosial yang
  prospektif, peningkatan kapasitas internal dalam menilai risiko lingkungan dan sosial, serta penguatan sistem pelaporan. Dengan
  pendekatan ini, Bank Mega memastikan bahwa pengelolaan keuangan berkelanjutan tidak hanya menghasilkan kinerja portofolio
  yang solid, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketahanan iklim nasional.

  Realisasi Total Pembiayaan Keuangan Berkelanjutan [F.3] [FS7] [FS8] [FS11]
   Uraian                                                                                                 2025                                  2024
   a. Penghimpunan Dana                                                                                 NoA          Rp Miliar               NoA           Rp Miliar
                                                                                                    17.204                  535            19.381*                614
   b. Penyaluran Dana                                                                                   CIF          Rp Miliar                CIF          Rp Miliar
                                                                                                        973               21.916              592            27.519
   Total Aset Produktif Kegiatan Usaha Berkelanjutan (Rp)                                                                 21.916                             27.519
   a. Total Kredit Pembiayaan Usaha Berkelanjutan (Rp)                                                                    21.916                             27.519
   b. Total Non-Kredit/Pembiayaan Non-Kegiatan Usaha Berkelanjutan (Rp)                                                   45.241                             36.974
   Persentase total kredit/pembiayaan kegiatan usaha berkelanjutan terhadap total                                           33%                                43%
   kredit/pembiayaan bank (%)
   Jumlah dan kualitas kredit/pembiayaan berdasarkan kategori kegiatan                            Rp Miliar          NPL (%)           Rp Miliar           NPL (%)
   usaha berkelanjutan
   Energi Terbarukan                                                                                     91                 0,00              231              0,00
   Efisiensi Energi                                                                                  1.439                  0,00            1.002              0,00
   Pencegahan dan Pengendalian Polusi                                                                       -               0,00                 -             0,00
   Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan                       4.436                  0,00            5.184              0,00
   Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air                                                           -               0,00                 -             0,00
   Transportasi Ramah Lingkungan                                                                        606                 0,00             603               0,00
   Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan                                                        -               0,00                 -             0,00
   Adaptasi Perubahan Iklim                                                                                 -               0,00                 -             0,00
   Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan Menghasilkan                              1.408                  0,00            2.339              0,00
   Lebih Sedikit Polusi (Eco-efficient)
   Bangunan Berwawasan Lingkungan yang Memenuhi Standar atau Sertifikasi yang                        4.790                  0,06            5.276             0,07*
   diakui Secara Nasional/Regional/Internasional
   Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lainnya yang Berwawasan Lingkungan                               8.607                  0,02           12.487             0,03*
   Kegiatan UMKM                                                                                        539                 0,01              397              0,00
   *Terdapat penyajian kembali (restatement) atas data tahun 2024 sehubungan dengan penyempurnaan metode perhitungan.


  Penyaluran Kredit per Segmen [FS6] [FS7]
                                                                                           2025                           2024                        2023
   Uraian
                                                                                   Rp Miliar        %           Rp Miliar          %        Rp Miliar         %
   Portofolio Kredit Korporasi                                                       20.685        94,39          26.340           95,71      24.370          97,87
   Portofolio Kredit Komersial                                                          673          3,07            765           2,78              471        1,89
   Portofolio Kredit Retail (UMKM & Konsumer)                                            413         1,88            235           0,86              59        0,24
   Portofolio Kredit Indirect Channel                                                    145        0,66              179          0,65               0        0,00
   Jumlah                                                                             21.916      100,00           27.519        100,00       24.900         100,00


Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                                       PT Bank Mega Tbk       49
Page 50
             Strategi                      Tentang                    Penjelasan                Tata Kelola
             Keberlanjutan                 Bank Mega                  Direksi                   Keberlanjutan




     Pembiayaan pada Sektor Kegiatan                                   Pembiayaan pada Sektor Ramah
     Usaha dan/atau Kegiatan Lain yang                                 Lingkungan Lainnya
     Berwawasan Lingkungan Lainnya
                                                                       Selain pembiayaan pada kategori kegiatan usaha berwawasan
                                                                       lingkungan lainnya dan sektor sumber daya alam hayati
     Pada tahun 2025, pembiayaan Bank Mega untuk sektor
                                                                       berkelanjutan, Bank Mega juga menyalurkan pembiayaan
     kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan
                                                                       signifikan pada berbagai sektor ramah lingkungan yang
     lingkungan lainnya menjadi salah satu kontributor terbesar
                                                                       mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Pada
     dalam portofolio Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan
                                                                       tahun 2025, total pembiayaan pada kelompok ini mencapai
     (KKUB). Total pembiayaan tahun 2025 pada kategori ini
                                                                       Rp2.135 miliar, mencakup beberapa kategori utama yang
     tercatat sebesar Rp8.607 miliar, dibandingkan tahun 2024
                                                                       berkontribusi langsung pada pengurangan emisi dan
     sebesar Rp12.487 miliar. Penurunan tersebut terutama
                                                                       peningkatan efisiensi sumber daya.
     disebabkan oleh semakin terdiversifikasinya arah penyaluran
     kredit ke sektor-sektor KKUB lainnya, seiring dengan
                                                                       Pembiayaan tersebut dialokasikan untuk sektor energi
     perluasan cakupan debitur yang memenuhi kriteria keuangan
                                                                       terbarukan, seperti proyek pembangkit listrik rendah emisi;
     berkelanjutan dan penguatan proses seleksi berbasis risiko.
                                                                       efisiensi energi, termasuk modernisasi peralatan dan teknologi
     Meskipun demikian, kategori ini tetap berperan penting dalam
                                                                       hemat energi; serta transportasi ramah lingkungan yang
     mendukung kegiatan yang memiliki dampak positif bagi
                                                                       mendorong pergeseran menuju moda transportasi yang lebih
     lingkungan, khususnya proyek yang berkaitan dengan efisiensi
                                                                       bersih. Selain itu, Bank juga membiayai bangunan berwawasan
     sumber daya, pengelolaan lingkungan, dan pengurangan emisi
                                                                       lingkungan yang memenuhi standar atau sertifikasi nasional
     di berbagai wilayah operasional.
                                                                       maupun internasional, serta produk-produk eco-efficient yang
                                                                       berfungsi mengurangi penggunaan sumber daya alam dan
     Pembiayaan pada Sektor Sumber Daya                                menghasilkan polusi yang lebih rendah selama siklus hidupnya.
     Alam Hayati Berkelanjutan [FS10]                                  Penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor ini mencerminkan
                                                                       komitmen Bank Mega untuk memperluas kontribusi terhadap
     Dalam kategori sumber daya alam hayati dan penggunaan             pencapaian target pembangunan berkelanjutan, mendukung
     lahan berkelanjutan, Bank Mega menyalurkan pembiayaan             agenda mitigasi perubahan iklim nasional, serta menerapkan
     kepada 50 debitur pada tahun 2025, termasuk dari sektor           prinsip keuangan berkelanjutan secara konsisten melalui
     perkebunan kelapa sawit dan pengelolaan sumber daya               seleksi portofolio yang berdampak positif bagi lingkungan dan
     alam lainnya yang dinilai memenuhi prinsip keberlanjutan.         masyarakat.
     Tahun 2025, terdapat 10 debitur yang memenuhi prinsip
     keberlanjutan tersebut, jumlah ini menurun dibandingkan           Selain itu, sebagai bagian dari komitmen Kami dalam
     dengan tahun 2024 yang sebesar 14 debitur. Penyaluran             mendukung Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (TPB
     pembiayaan pada sektor ini dilakukan secara selektif dengan       8), Bank Mega menetapkan target penyaluran pembiayaan
     menerapkan prinsip kehati-hatian serta integrasi risiko           kepada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
     lingkungan dan sosial ke dalam proses analisis kredit.            pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
                                                                       tahun 2025 sebesar Rp417 miliar. Target ini ditujukan untuk
     Untuk sektor kelapa sawit, Bank mewajibkan debitur memiliki       memperluas akses pembiayaan, memperkuat kapasitas usaha,
     sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan/atau       serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan
     Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), atau minimal           berkelanjutan.
     menunjukkan progres pemenuhan sertifikasi tersebut.
     Persyaratan ini merupakan bagian dari komitmen Bank untuk         Hingga akhir tahun 2025, realisasi pembiayaan UMKM pada
     memastikan bahwa aktivitas operasional debitur dilakukan          KKUB tercatat mencapai Rp539 miliar. Capaian ini melampaui
     sesuai praktik pengelolaan lahan yang legal, transparan,          target yang telah ditetapkan, mencerminkan tingginya
     dan bertanggung jawab, termasuk dalam aspek konservasi            permintaan pembiayaan produktif serta efektivitas strategi
     keanekaragaman hayati, pemenuhan hak tenaga kerja, serta          Bank dalam menyalurkan kredit kepada pelaku usaha. Melalui
     pencegahan pembukaan lahan yang merusak lingkungan.               dukungan pembiayaan tersebut, Bank Mega berkontribusi
     Melalui pendekatan ini, pembiayaan sektor sumber daya alam        dalam mendorong keberlangsungan usaha, penciptaan
     hayati yang diberikan Bank tidak hanya berorientasi pada nilai    lapangan kerja, serta penguatan struktur ekonomi nasional.
     ekonomi, tetapi juga pada pengurangan risiko dan penciptaan
     dampak keberlanjutan jangka panjang.




50   PT Bank Mega Tbk                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 51
             Kinerja                    Kinerja                  Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami         Ekonomi                  Lingkungan              Sosial




  Jejak Hijau
  yang Bertanggung Jawab                                              [3-3]




  Penggunaan Material Ramah                                         operasional dan komitmen terhadap keberlanjutan berjalan
                                                                    seiring, tanpa mengorbankan salah satu di antaranya.
  Lingkungan [F.5]
  Bank Mega menyadari bahwa transisi menuju operasi                 Dalam praktiknya, Bank menerapkan pengelolaan energi
  berkelanjutan tidak hanya bergantung pada efisiensi energi        yang berbasis keseimbangan: menyediakan energi yang
  dan digitalisasi, tetapi juga pada pendekatan yang lebih          cukup untuk mendukung kegiatan bisnis dan layanan
  bertanggung jawab dalam penggunaan material. Hingga               perbankan digital yang terus berkembang, namun pada saat
  akhir tahun 2025, Bank belum menggunakan material daur            yang sama menekan konsumsi energi yang tidak diperlukan
  ulang dalam operasional kantor. Meskipun demikian, upaya          serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi
  pengurangan material sekali pakai terus diperkuat sebagai         konvensional yang tidak terbarukan. Strategi ini memperkuat
  bagian dari komitmen lingkungan Bank.                             posisi Bank sebagai institusi jasa keuangan yang bertanggung
                                                                    jawab, dengan orientasi terhadap efisiensi, mitigasi emisi, dan
  Penerapan lampu LED hemat energi di seluruh jaringan kantor,      peningkatan kinerja lingkungan secara bertahap dari tahun ke
  pembatasan penggunaan AC dan printer, serta prioritas             tahun.
  penggunaan aplikasi dan dokumen digital telah menjadi
  fondasi dalam peralihan menuju operasi yang lebih rendah          Pada tahun 2024, total konsumsi energi Bank Mega mencapai
  jejak material. Ke depan, Bank Mega akan terus mengevaluasi       139.004,97 GJ, angka ini dapat menjadi dasar perhitungan
  peluang penggunaan material ramah lingkungan dalam                yang terdiri dari penggunaan listrik dan bahan bakar minyak
  operasional kantor, termasuk kemungkinan pemanfaatan              (BBM) di Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor Cabang.
  material daur ulang serta penerapan pengadaan barang dengan       Dengan pendekatan ini, kinerja energi dapat dievaluasi bukan
  pertimbangan lingkungan. Langkah ini diarahkan sebagai            hanya berdasarkan volume konsumsi, tetapi juga berdasarkan
  bagian dari penguatan praktik kerja yang bertanggung jawab        produktivitas energi dalam mendukung kegiatan operasional.
  dan mengurangi timbulan limbah, sejalan dengan komitmen           Sementara itu, di tahun 2025, total konsumsi energi tercatat
  keberlanjutan perusahaan.                                         sebesar 127.948,96 GJ, yang menunjukkan adanya penurunan
                                                                    konsumsi energi serta peningkatan efisiensi dalam operasional
  Pengelolaan Energi [F.6][302-1][302-3][302-4][E-03]               Bank.

  Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan                       Sebagai bagian dari manajemen ketahanan layanan, Bank
  Bank Mega memandang energi sebagai sumber daya strategis          mengoperasikan genset sebagai sumber energi cadangan
  yang menentukan keberlangsungan layanan perbankan                 untuk memastikan zero downtime ketika terjadi pemadaman
  sekaligus berpengaruh langsung terhadap jejak karbon              listrik. Namun demikian, pengoperasian genset dilakukan secara
  operasional perusahaan. Oleh karena itu, pengelolaan energi       terukur untuk menjaga agar penggunaan BBM tidak meningkat
  tidak hanya diarahkan pada ketersediaan pasokan untuk             secara tidak proporsional dan tidak memberi kontribusi
  menjamin kenyamanan dan produktivitas karyawan, tetapi            berlebihan terhadap emisi operasional. Dengan kata lain,
  juga pada efisiensi pemakaian dan pengendalian emisi yang         keberlanjutan tidak diperoleh dengan mengorbankan stabilitas
  menyertainya. Pendekatan ini memastikan bahwa stabilitas          layanan, melainkan dicapai melalui keseimbangan antara
                                                                    keandalan operasional dan pengendalian sumber energi.

Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                         PT Bank Mega Tbk   51
Page 52
              Strategi                        Tentang                     Penjelasan                   Tata Kelola
              Keberlanjutan                   Bank Mega                   Direksi                      Keberlanjutan




     Pengendalian konsumsi BBM & listrik
     Strategi efisiensi BBM di Bank Mega diarahkan untuk                    penurunan pada 2025 menjadi 97.272 liter, setara efisiensi
     memastikan mobilitas operasional tetap berjalan optimal                sekitar 24%. Di Kantor Wilayah dan Cabang, konsumsi pada
     dengan konsumsi bahan bakar yang semakin rendah dari                   2024 sebesar 821.218 liter dan ditargetkan turun menjadi
     tahun ke tahun. Pendekatan ini dilakukan melalui pengaturan            754.359,42 liter pada 2025, atau efisiensi sekitar 8–9%. Hingga
     penggunaan kendaraan dinas dan penerapan pola perjalanan               Desember 2025, konsumsi BBM tercatat sebesar 99.362 liter
     yang lebih terkendali serta berbasis prioritas operasional.            di Kantor Pusat dan 755.473 liter di Kantor Wilayah & Cabang,
                                                                            sehingga Perseroan merealisasikan efisiensi konsumsi BBM
     Perjalanan dinas hanya dilakukan apabila diperlukan, sementara         sebesar 22,44% di Kantor Pusat dan 8,01% di Kantor Wilayah &
     sebagian kebutuhan mobilitas telah dialihkan ke layanan                Cabang, atau 9,95% secara total dibandingkan konsumsi BBM
     transportasi daring yang penggunaannya dapat dimonitor secara          tahun 2024.
     kuantitatif untuk memastikan akuntabilitas konsumsi dan biaya.
     Untuk kendaraan dinas yang tetap beroperasi, Bank menerapkan           Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian mobilitas bukan
     standar lingkungan melalui kewajiban uji emisi secara berkala          hanya efektif dalam menekan biaya operasional, tetapi juga
     guna menjamin bahwa armada yang digunakan memenuhi                     menjadi kontributor signifikan terhadap pengurangan emisi
     kriteria efisiensi dan kepatuhan terhadap kualitas udara.              karbon dari sumber energi fosil di seluruh jaringan kantor
                                                                            Bank Mega.
     Penerapan strategi tersebut telah memberikan dampak
     pengendalian konsumsi BBM yang terukur. Di Kantor Pusat,
     konsumsi BBM pada 2024 mencapai 128.114 liter, dengan target




                                                                        Konsumsi
                                                                        Energi BBM


         BBM Kantor Pusat (Liter)                                              BBM Kantor Pusat (GJ)

                                     99.362                                                                3.398,18
       2025                                                                  2025
                                              128.114                                                               4.381,50
      2024                                                                   2024
                                                             160.084                                                              5.474,87
      2023                                                                   2023


         BBM Kantor Wilayah dan Cabang (Liter)                                 BBM Kantor Wilayah dan Cabang (GJ)

                                                  755.473                                                               25.837,18
       2025                                                                  2025
                                                            821.218                                                             28.085,66
      2024                                                                   2024
                                                              823.186                                                               28.152,96
      2023                                                                   2023


         Total (Liter)                                                         Total (GJ)

                                           854.835                                                                29.235,36
       2025                                                                  2025
                                                        949.332                                                                32.467,16
      2024                                                                   2024
                                                             983.270                                                                33.627,83
      2023                                                                   2023




52   PT Bank Mega Tbk                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
Page 53
               Kinerja                          Kinerja                       Kinerja                       Kinerja
               Keberlanjutan Kami               Ekonomi                       Lingkungan                    Sosial




  Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan                             Di Kantor Wilayah dan Cabang, konsumsi listrik berada
  Energi Terbarukan [F.7][302-4]                                                   pada kisaran 17 juta kWh pada 2024 dan diperkirakan relatif
  Penggunaan listrik merupakan komponen terbesar dalam                             stabil mengingat adanya perluasan aktivitas operasional dan
  konsumsi energi Bank Mega, sehingga efisiensi listrik menjadi                    pembukaan cabang baru. Menghadapi kondisi tersebut, Bank
  prioritas utama dalam pengelolaan energi operasional. Bank                       memindahkan fokus pengendalian dari pengurangan angka
  menerapkan manajemen listrik yang disiplin dan menyeluruh                        absolut konsumsi listrik menjadi pengendalian intensitas
  melalui pengaturan suhu pendingin ruangan, pembatasan                            energi, yaitu energi yang digunakan per meter persegi luas
  aktivitas pada jam Waktu Beban Puncak (WBP), kewajiban                           gedung atau per pegawai. Pendekatan ini memastikan
  mematikan perangkat di area yang tidak digunakan, serta                          pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan ekspansi jaringan
  penerapan lampu LED hemat energi di seluruh jaringan kantor.                     kantor tidak secara otomatis diikuti dengan peningkatan
                                                                                   konsumsi listrik yang proporsional.
  Langkah efisiensi ini menunjukkan dampak yang terukur.
  Di Kantor Pusat, konsumsi listrik pada tahun 2024 tercatat                       Dengan demikian, strategi efisiensi listrik Bank Mega
  sebesar 12,58 juta kWh. Melalui penerapan praktik efisiensi                      tidak hanya berorientasi pada pengurangan pemakaian
  yang lebih konsisten dan berbasis monitoring pemakaian per                       semata, tetapi pada peningkatan produktivitas energi yang
  lantai, Bank menargetkan penurunan konsumsi menjadi 11,52                        menghasilkan nilai operasional yang lebih besar dengan
  juta kWh pada 2025, setara dengan peningkatan efisiensi                          sumber daya energi yang lebih efisien.
  sekitar 8,4% dibandingkan tahun 2024.

  Konsumsi Listrik [E-03]
                                                            2025                                 2024                                2023
   Wilayah/Cakupan
                                                  Kwh                 GJ                Kwh                 GJ                 Kwh                GJ
   Listrik Kantor Pusat                           11.680.252          42.048,9          12.578.588          45.282,9       12.443.820,0            44.797,8
   Listrik Kantor Wilayah dan Cabang              15.740.183          56.664,7          17.015.249           61.254,9                 -                   -
   Total                                         27.420.435            98.713,6        29.593.837          106.537,8       12.443.820,0            44.797,8


  Total Konsumsi Energi Dalam Organisasi [F.6][302-1, 302-3]
   Uraian                                        Satuan                    2025                           2024                            2023*
   BBM                                             GJ                             29.235,36                       32.467,15                       33.627,83
   Listrik                                         GJ                              98.713,60                     106.537,81                       44.797,75
   Total                                           GJ                             127.948,96                     139.004,97                       78.425,59
   Luas operasional                                m2                             312.943,42                     314.466,42                               -
   Intensitas penggunaan energi                  GJ/m   2
                                                                                        0,41                            0,44                              -
  *Terdapat perbedaan cakupan perhitungan data dengan tahun 2024 dan 2025, tahun 2023 hanya mencakup data Kantor Pusat saja.



                             1.  Optimalisasi penggunaan kendaraan dinas melalui pengaturan perjalanan dinas, penyesuaian jam
                                 kerja, serta monitoring jarak tempuh untuk memastikan efisiensi bahan bakar dan penurunan emisi.
                             2. Peralihan sebagian perjalanan dinas ke transportasi daring sebagai moda mobilitas yang lebih efisien
                                 dan terukur dalam konsumsi bahan bakar dan biaya operasional.
                             3. Penerapan standar lingkungan pada kendaraan dinas dengan kewajiban lulus uji emisi secara berkala
                                 untuk menjaga kualitas operasional yang ramah lingkungan.
                             4. Pengendalian penggunaan kertas dengan penerapan batas maksimal pencetakan pada mesin printer/
                                 fotokopi, termasuk kontrol pembelian kertas dan penghentian langganan koran serta majalah fisik.
                             5. Akselerasi digitalisasi proses kerja melalui formulir digital, penyimpanan dokumen elektronik, dan
                                 e-Statement untuk menekan konsumsi kertas, mempercepat proses, dan mengurangi limbah.
                             6. Pengurangan pemakaian listrik dengan mematikan perangkat di area yang tidak digunakan dan
     Langkah Hijau               mengoptimalkan jadwal aktivitas untuk menghindari beban pada jam Waktu Beban Puncak (WBP).
     Bank Mega [F.7]         7. Pengaturan penggunaan pendingin ruangan secara bijak dengan standar suhu yang konsisten dan
             [302-4]
                                 hemat energi di seluruh area kantor.
                             8. Penerapan lampu hemat energi di seluruh jaringan kantor untuk mengurangi konsumsi listrik pada
                                 area operasional jangka panjang.
                             9. Penghentian penggunaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) gelas dan botol sekali pakai di seluruh
                                 area kantor, digantikan dengan dispenser dan wadah guna ulang untuk menekan limbah plastik.
                             10. Pengoperasian lima unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ultra fast charging di
                                 Menara Bank Mega sebagai dukungan bagi adopsi kendaraan listrik oleh karyawan dan pengunjung.
                             11. Penggantian beberapa kendaraan operasional Direksi dan Dewan Komisaris menjadi kendaraan listrik




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                                PT Bank Mega Tbk    53
Page 54
             Strategi                       Tentang                    Penjelasan                Tata Kelola
             Keberlanjutan                  Bank Mega                  Direksi                   Keberlanjutan




     Pengelolaan Air [F.8][303-1][303-3][303-5]                         Pengelolaan air dilakukan secara preventif maupun korektif,
                                                                        dengan mencakup beberapa komponen utama:
     Bank Mega memandang air sebagai bagian dari sumber                 • Pengecekan kondisi jaringan distribusi air dan peralatan
     daya pendukung operasional yang penting bagi kenyamanan               sanitasi secara berkala,
     lingkungan kerja serta kesehatan karyawan dan nasabah.             • Perbaikan segera terhadap kebocoran untuk mencegah
     Sejalan dengan prinsip operasional berkelanjutan, penggunaan          pemborosan,
     air dikelola dengan pendekatan efisiensi, pengendalian             • Kampanye penggunaan air secara bijak bagi seluruh
     konsumsi, dan pencegahan pemborosan, untuk memastikan                 karyawan,
     ketersediaan air tetap terjaga dan dampak lingkungan dari          • Pemantauan volume pemakaian secara periodik sebagai
     operasional Bank tetap minimal.                                       dasar evaluasi dan pembentukan target efisiensi tahunan.


     Bank Mega memperoleh pasokan air bersih melalui                    Pendekatan ini memastikan bahwa efisiensi air bukan hanya
     Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh jaringan             menjadi aktivitas teknis, tetapi terintegrasi dalam perilaku
     kantor. Bank tidak melakukan pengambilan air dari sumber air       operasional sehari-hari. Bank juga terus meningkatkan kualitas
     tanah maupun wilayah dengan risiko water stress, sehingga          pelaporan penggunaan air melalui ekspansi cakupan data dan
     pemenuhan kebutuhan air tidak memberikan tekanan                   integrasi pemantauan pemakaian air di lebih banyak lokasi.
     tambahan terhadap sumber daya air lokal. Air digunakan untuk
     kebutuhan aktivitas operasional kantor, sanitasi, kebersihan       Melalui upaya ini, Bank Mega memastikan bahwa pengelolaan
     fasilitas, dan pemeliharaan lingkungan di Kantor Pusat hingga      air mendukung operasional yang nyaman dan produktif,
     Kantor Cabang.                                                     sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan untuk
                                                                        mengurangi dampak lingkungan dan berkontribusi pada
     Pada 2025, total penggunaan air di seluruh jaringan kantor Bank    praktik bisnis berkelanjutan dalam jangka panjang.
     Mega mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor
     Cabang tercatat sebesar 173.366,17 m³ jumlah ini menurun
     dari total penggunaan air tahun 2024 yang sebesar 194.636,32                                  Penggunaan Air [F.8][E-04]
     m³. mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor
     Cabang. Penurunan ini disebabkan berkurangnya kebutuhan
                                                                                                      173.366,17 m         3



     air yang secara langsung dapat menurunkan konsumsi air di
                                                                                                    2024                 2023
     semua kantor. Pelaporan data air pada tahun 2024 menjadi
     dasar untuk penetapan cakupan untuk perhitungan baseline                                 194.636,32 m    3
                                                                                                                   212.513,94 m3
     dan intensitas pemakaian air per karyawan maupun per luas
     bangunan pada periode pelaporan berikutnya.
                                                                        Selama tiga tahun terakhir, Bank Mega mencatat tren penurunan
                                                                        penggunaan air yang konsisten sebagai bagian dari penguatan
                                                                        efisiensi operasional dan penerapan praktik kerja yang lebih
                                                                        bertanggung jawab terhadap sumber daya. Penurunan bertahap
                                                                        ini mencerminkan semakin efektifnya upaya pengendalian
                                                                        konsumsi air di seluruh jaringan kantor, baik di Kantor Pusat,
                                                                        Kantor Wilayah, maupun Kantor Cabang.




54   PT Bank Mega Tbk                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 55
             Kinerja                       Kinerja                      Kinerja                     Kinerja
             Keberlanjutan Kami            Ekonomi                      Lingkungan                  Sosial




  Kontribusi terhadap Pelestarian Alam
  dan Keanekaragaman Hayati                                                           [F.4][F.9][F.10][304-1][304-2]




  Usaha Konservasi
  Keanekaragaman Hayati
  Bank Mega menjalankan berbagai kontribusi pelestarian
  lingkungan sebagai bagian dari peran sektor perbankan
  dalam pembangunan berkelanjutan. Meski aktivitas
  operasional Bank tidak berdampak langsung terhadap
  keanekaragaman hayati atau tidak berada dekat dengan
  daerah konservasi, Bank tetap mengambil peran melalui
  program konservasi yang dijalankan secara kolaboratif
  bersama pemangku kepentingan nasional. Pendekatan ini
  memperluas nilai tanggung jawab sosial Bank, sekaligus
  memperkuat ketahanan ekosistem dan manfaat sosial–
  ekonomi bagi masyarakat.

  Sejak tahun 2022, Bank Mega turut mendukung program
  konservasi bambu di Desa Ngargoretno, Magelang,
  Jawa Tengah, yang diprakarsai Forum Komunikasi
  Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) bersama
  Yayasan KEHATI, PPATK, serta sembilan bank nasional.
  Penanaman simbolis 100 bibit bambu yang diikuti Bank                  Biaya Lingkungan Hidup [F.4]
  Mega merupakan bagian dari target penanaman ±15.875                   Sepanjang tahun 2025, Bank Mega telah mengeluarkan
  bibit di lahan seluas sekitar 27 hektar di Kawasan Bukit              Biaya lingkungan hidup sebesar Rp14.500.000,-.
  Menoreh, yang merupakan wilayah rentan longsor dan
  kekeringan akibat kontur tanah miring.


                      Konservasi bambu di Desa Ngargoretno tidak hanya difokuskan pada penanaman, melainkan membangun
                                   sistem sosial–ekologis berbasis bambu, dengan beberapa aspek utama berikut:

              Mitigasi Bencana                                                       Ekonomi Hijau
              Sistem perakaran bambu memperkuat struktur tanah dan                   Produk turunan bambu, wisata edukasi, dan agrowisata
              mencegah erosi; warga mengembangkan sistem peringatan                  (termasuk madu hutan) meningkatkan pendapatan
              dini longsor (EWS) sederhana menggunakan bilah bambu                   masyarakat.
              dan lonceng sebagai indikator pergerakan tanah.


              Pemanfaatan Lokal                                                      Pelestarian Spesies Endemik
              Bambu digunakan sebagai material konstruksi rumah tahan                Desa Ngargoretno melestarikan varietas bambu seperti
              gempa dan pergerakan tanah, serta sebagai bahan baku                   petung, ori, apel, dan wulung.
              kerajinan.




              Pemilihan bambu sebagai spesies konservasi dilakukan bukan tanpa alasan. Bambu memiliki
              kemampuan ekologis penting, antara lain menyerap air dalam jumlah besar untuk menjaga kelembapan
              tanah dan mengurangi potensi kekeringan; memperkuat struktur tanah melalui sistem perakaran yang
              rapat sehingga mampu mencegah erosi dan longsor; berpotensi menghasilkan oksigen dan menyerap
              karbon dalam jumlah signifikan karena laju pertumbuhannya yang cepat dibandingkan tanaman lainnya;
              serta memiliki siklus pertumbuhan yang pendek sehingga dapat pulih dan berkembang optimal dalam
              waktu singkat. Kombinasi manfaat ini menjadikan bambu sebagai spesies konservasi yang efektif untuk
              memulihkan ekosistem perbukitan dan meningkatkan kualitas daerah tangkapan air.



Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                    PT Bank Mega Tbk   55
Page 56
             Strategi                      Tentang                   Penjelasan                 Tata Kelola
             Keberlanjutan                 Bank Mega                 Direksi                    Keberlanjutan




     Dampak dari Wilayah Operasional                                  Pengendalian Emisi [305-1, 305-2, 305-3][E-01][E-06]
     yang Dekat atau Berada di                                        [E-07][F.11]

     Daerah Konservasi atau Memiliki
                                                                      Bank Mega berkomitmen mengelola dan menurunkan emisi
     Keanekaragaman Hayati                                            Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai bagian dari kontribusi
                                                                      sektor jasa keuangan terhadap agenda transisi menuju
     Dampak positif dari program ini meliputi penguatan struktur      ekonomi rendah karbon dan pencapaian Net Zero Emission
     tanah dan pengurangan risiko longsor melalui sistem perakaran    (NZE) Indonesia 2060. Sejalan dengan hal tersebut, Bank
     bambu, peningkatan daya serap air dan kualitas daerah            telah mengintegrasikan inventarisasi emisi ke dalam proses
     tangkapan air, serta kontribusi terhadap penyerapan karbon.      pelaporan tahunan dan perencanaan strategis Rencana Aksi
     Dari sisi sosial–ekonomi, konservasi bambu mendukung             Keuangan Berkelanjutan (RAKB), sehingga pengendalian
     pemanfaatan lokal sebagai material konstruksi tahan bencana,     emisi bukan hanya proses pelaporan kepatuhan, melainkan
     pengembangan produk kerajinan dan wisata edukasi, serta          bagian dari manajemen risiko operasional dan keberlanjutan
     peningkatan pendapatan masyarakat melalui ekonomi hijau.         bisnis.
     Program ini juga berkontribusi pada pelestarian spesies
     bambu lokal dan penguatan kesadaran lingkungan melalui           Pengurangan emisi dilakukan melalui inisiatif efisiensi sumber
     praktik budaya dan pelatihan masyarakat.                         daya yang mencakup penghematan listrik, pengendalian
                                                                      penggunaan BBM kendaraan operasional, digitalisasi untuk
     Dampak negatif dan keterbatasan yang disadari Bank antara        menekan konsumsi kertas, pengurangan pemakaian air,
     lain keterbatasan skala dampak karena program tidak berlokasi    serta optimalisasi penggunaan transportasi daring untuk
     di wilayah operasional langsung Bank, ketergantungan pada        perjalanan dinas. Seluruh upaya ini dikelola secara terukur
     keberlanjutan partisipasi masyarakat dan mitra, serta risiko     untuk memastikan bahwa efisiensi operasional menghasilkan
     bahwa manfaat ekologis memerlukan waktu jangka panjang           dampak langsung terhadap penurunan emisi dari tahun ke
     untuk terukur secara kuantitatif. Selain itu, kontribusi Bank    tahun.
     bersifat tidak langsung sehingga hasil konservasi sangat
     dipengaruhi oleh faktor alam dan tata kelola lokal.              Untuk mendukung transparansi dan keselarasan dengan
                                                                      praktik pelaporan keberlanjutan, Bank Mega secara bertahap
     Dukungan program konservasi bambu di Desa Ngargoretno            telah menerapkan inventarisasi emisi GRK berdasarkan
     terus dilaksanakan secara konsisten oleh Bank Mega melalui       cakupan perhitungan sebagai berikut:
     penanaman 100 bibit bambu dan alokasi biaya lingkungan
     hidup tahunan sebesar Rp14.500.000,- hingga tahun 2027.           Cakupan                                      Status
                                                                                           Sumber Utama
     Langkah ini memastikan keberlanjutan inisiatif konservasi         Perhitungan Emisi                            Perhitungan
     dalam memperkuat ketahanan ekosistem dan pengembangan             Scope 1             BBM kendaraan            Sudah dihitung
     kawasan edukasi dan geowisata Menoreh. Bagi Bank Mega,                                operasional, konsumsi
                                                                                           BBM genset, kertas HVS
     inisiatif ini menjadi sarana untuk:
                                                                                           dan koran
     • Menunjukkan peran sektor perbankan dalam pelestarian
          lingkungan,                                                  Scope 2             Listrik, air PAM,        Sudah dihitung
                                                                                           transportasi daring
     • Memperkuat kesadaran dan budaya peduli lingkungan bagi                              (taksi online)
          insan Bank,
                                                                       Scope 3             Portofolio kredit        Dalam tahap
     • Mempererat hubungan dengan komunitas melalui                                        dan instrumen surat      pengembangan
          konservasi berbasis masyarakat,                                                  berharga                 bertahap
     • Mendukung transformasi ekonomi pedesaan menuju
          ekonomi hijau.

56   PT Bank Mega Tbk                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 57
             Kinerja                    Kinerja                   Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami         Ekonomi                   Lingkungan              Sosial




  Pada tahun 2025, total emisi scope 1 yang tercatat adalah          Saat ini, perhitungan Scope 3 yang mencakup emisi tidak
  sebesar 1.391,55 ton CO₂e, nilai ini menurun apabila               langsung dari portofolio Bank belum sepenuhnya dilakukan.
  dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar               Meskipun demikian, Bank telah menetapkan roadmap
  1.552,93 ton CO₂e. Penurunan ini terutama berasal dari             yang jelas untuk memperluas cakupan inventarisasi ke
  pengendalian mobilitas kendaraan dinas dan akselerasi              Scope 3 secara bertahap, selaras dengan kesiapan data dan
  digitalisasi dokumen sehingga mengurangi konsumsi kertas           pedoman regulator. Pengembangan pengukuran Scope 3 ini
  fisik. Perhitungan dilakukan melalui konversi data konsumsi        menjadi bagian dari prioritas RAKB 2024–2028, mencakup
  BBM (liter/km) serta volume kertas (lembar/ton) dan dihitung       pengumpulan data emisi debitur, penggunaan proksi intensitas
  menggunakan kalkulator DPNP OJK.                                   emisi untuk sektor prioritas, dan penyelarasan metodologi
                                                                     pelaporan dengan pendekatan nasional dan internasional.
  Sementara itu, emisi Scope 2 yang tercatat tahun 2025 sebesar
  5.000,04 ton CO₂e, nilai ini menurun apabila dibandingkan          Secara keseluruhan, pendekatan pengendalian emisi di Bank
  dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 5.422,99 ton CO₂e.         Mega tidak hanya berfokus pada penurunan emisi tahunan,
  Angka ini dihitung berdasarkan konsumsi listrik dan air PAM        tetapi pada pembangunan sistem manajemen emisi yang
  yang dikonversi menggunakan kalkulator DPNP OJK. Tingkat           semakin komprehensif dari tahun ke tahun. Hal ini mencakup
  emisi ini menjadi dasar operasional untuk mengukur dampak          penguatan integrasi antara pengukuran emisi, efisiensi energi
  efisiensi energi dan penurunan intensitas energi pada periode      dan sumber daya, stress testing risiko iklim, serta perencanaan
  pelaporan selanjutnya.                                             strategis keuangan berkelanjutan.


  Jumlah Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya [305-1, 305-2]
   Sumber emisi                                                          Satuan          2025            2024                2023
   BBM Kantor Pusat                                                                          159,35         205,45              256,72
   BBM Kantor Wilayah dan Cabang                                                            1.211,55       1.316,98            1.320,14
   Kertas HVS Kantor Pusat                                                                       8,12           11,28             10,27
                                                                         TonCO₂
   Kertas HVS Kantor Wilayah & Cabang                                                         12,45           18,98               16,03
   Kertas koran Kantor Pusat                                                                    0,08            0,09                0,12
   Kertas koran Kantor Cabang                                                                   0,00             0,15               0,38
   Total Emisi Cakupan 1                                                 TonCO₂            1.391,55        1.552,93           1.603,66
   Listrik Kantor Pusat                                                                    2.098,31        2.259,70           2.235,48
   Listrik Kantor Wilayah & Cabang                                                         2.827,67        3.056,73                 N/A
   Air PAM Kantor Pusat                                                  TonCO₂               12,90             14,01            14,54
   Air PAM Kantor Wilayah & Cabang                                                              17,90        20,38               23,00
   Penggunaan taksi online                                                                   43,26              72,18            55,98
   Total Emisi Cakupan 2                                                 TonCO₂           5.000,04        5.423,00            2.329,00
   Total Emisi Cakupan 1 & 2                                             TonCO₂           6.391,59        6.975,93            3.932,66




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                              PT Bank Mega Tbk   57
Page 58
              Strategi                         Tentang                     Penjelasan                   Tata Kelola
              Keberlanjutan                    Bank Mega                   Direksi                      Keberlanjutan




     Intensitas Emisi & Upaya Reduksi Emisi [305-4, 305-5] [F.11][F.12][E-02]




     Bank Mega mengendalikan intensitas emisi sebagai bagian dari            sumber daya lainnya. Dengan demikian, penurunan intensitas
     upaya sistematis untuk menurunkan jejak karbon operasional              emisi bukan hanya mencerminkan penghematan energi, tetapi
     tanpa mengurangi kapasitas layanan dan produktivitas bisnis.            merupakan representasi langsung dari keberhasilan Bank
     Pendekatan ini berfokus pada penurunan emisi per satuan                 dalam mengembangkan operasi yang semakin rendah emisi
     aktivitas operasional, misalnya per luas kantor, per pegawai,           dari tahun ke tahun.
     atau per penggunaan energi, sehingga kinerja lingkungan
     dapat diukur secara objektif, tidak hanya berdasarkan total             Kombinasi keempat inisiatif memperkuat transformasi
     angka emisi.                                                            pengendalian emisi berbasis intensitas, tidak hanya menekan
                                                                             emisi absolut, tetapi memastikan bahwa setiap unit energi
     Sejalan dengan peningkatan kualitas inventarisasi emisi,                dan BBM yang digunakan menghasilkan output operasional
     perhitungan intensitas emisi digunakan sebagai indikator                yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Pendekatan
     kinerja utama untuk memantau efektivitas program efisiensi              ini menjadikan efisiensi, digitalisasi, dan transisi energi sebagai
     energi, mobilitas operasional, digitalisasi proses, dan konservasi      pilar utama operasional Bank yang berketahanan iklim.

     Intensitas Emisi [E-02]
      Indikator                                                                Satuan                   2025                       2024
      Jumlah emisi                                                             tonCO₂                          6.391,59                   6.975,93
      Jumlah pegawai                                                            orang                             5.287                      5.701
      Jumlah pendapatan operasional neto                                       Rp Miliar                       4.039,79                   3.231,22
      Intensitas emisi per-pegawai                                          tonCO₂/orang                            1,21                      1,22
      Intensitas emisi per-pendapatan operasional neto                    tonCO₂/pendapatan                        1,58                       2,16
                                                                            operasional neto




58   PT Bank Mega Tbk                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 59
             Kinerja                        Kinerja                   Kinerja                    Kinerja
             Keberlanjutan Kami             Ekonomi                   Lingkungan                 Sosial




                                           Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan:

                Penggunaan BBM beroktan tinggi RON 95                           Pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
                untuk kendaraan operasional Regional Head guna                  (SPKLU) guna mendukung percepatan adopsi kendaraan
                mendukung pembakaran yang lebih sempurna dan                    listrik dan mengurangi emisi dari sektor mobilitas internal.
                mengurangi faktor emisi dari kendaraan berbahan
                bakar fosil.

                Kewajiban uji emisi kendaraan dinas secara berkala              Efisiensi listrik di seluruh kantor Bank Mega melalui
                untuk seluruh kendaraan operasional di Kantor Pusat             pengaturan suhu pendingin ruangan, pembatasan
                dan Cabang Jabodetabek, dengan seluruh kendaraan                pemakaian listrik pada area yang tidak digunakan,
                dinyatakan lulus standar uji emisi.                             penggunaan lampu LED hemat energi, dan optimalisasi
                                                                                jadwal kerja untuk menghindari beban pada jam Waktu
                                                                                Beban Puncak.




  Transisi Energi sebagai Strategi Pengurangan Emisi [F.7, F.12] [302-4]

  Bank Mega memandang penurunan emisi sebagai bagian                     Selain mendukung penurunan jejak karbon dalam jangka
  esensial dari transformasi operasional menuju layanan                  panjang, infrastruktur SPKLU memperkuat posisi Bank
  perbankan yang semakin rendah karbon. Karena itu, strategi             Mega sebagai perusahaan jasa keuangan yang aktif
  pengelolaan energi tidak hanya ditujukan untuk memastikan              mendukung agenda transisi energi nasional. Implementasi
  ketersediaan pasokan dan efisiensi pemakaian listrik maupun            ini juga mencerminkan komitmen berkelanjutan Bank untuk
  bahan bakar, tetapi juga diarahkan pada perubahan pola                 menghadirkan layanan perbankan yang tidak hanya andal dan
  konsumsi energi jangka panjang menuju opsi yang lebih bersih           produktif, tetapi juga ramah lingkungan serta selaras dengan
  dan rendah emisi.                                                      target Net Zero Emission Indonesia 2060 yang dicanangkan
                                                                         Indonesia.
  Sejak 2024, Bank Mega mulai memasuki fase transisi energi
  dengan mengadopsi infrastruktur berbasis kendaraan listrik.            Dengan demikian, strategi energi Bank Mega kini bergerak
  Hingga akhir 2025, kolaborasi dengan PT PLN (Persero) telah            pada dua dimensi yang saling melengkapi:
  menghadirkan 5 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik                • efisiensi pemakaian energi untuk menurunkan konsumsi
  Umum (SPKLU) ultra fast charging di Menara Bank Mega                      listrik dan bahan bakar secara internal, dan
  sebagai fasilitas pengisian daya yang dapat digunakan oleh             • transformasi sumber energi melalui penyediaan opsi
  karyawan, mitra bisnis, maupun pengunjung. Keberadaan                     mobilitas berbasis listrik untuk mendukung ekosistem
  SPKLU ini memberikan alternatif nyata bagi mobilitas                      transportasi rendah karbon.
  operasional berbasis energi bersih, sekaligus mengurangi
  ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar fosil.                Pendekatan berlapis ini memastikan bahwa upaya
                                                                         pengurangan emisi Bank Mega bukan sekadar respon jangka
  Hadirnya SPKLU menjadi tonggak penting dalam evolusi                   pendek terhadap tuntutan efisiensi, tetapi menjadi bagian dari
  pengelolaan energi di Bank Mega. Pendekatan efisiensi kini             perubahan struktural menuju operasi perbankan yang semakin
  tidak hanya dilakukan melalui penghematan pemakaian listrik,           hijau dan berkelanjutan di masa mendatang.
  pengaturan suhu AC, atau pengendalian penggunaan BBM,
  tetapi diperluas dengan penyediaan infrastruktur energi bersih
  sebagai pilihan baru dalam mobilitas internal perusahaan.
  Dengan menyediakan akses langsung terhadap pengisian daya
  kendaraan listrik, Bank Mega membangun fondasi pengurangan
  emisi tidak langsung dari sektor transportasi internal, terutama
  dari aktivitas perjalanan dinas dan penggunaan kendaraan
  operasional.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                    PT Bank Mega Tbk   59
Page 60
             Strategi                             Tentang               Penjelasan                Tata Kelola
             Keberlanjutan                        Bank Mega             Direksi                   Keberlanjutan




     Pengelolaan
     Limbah                  [306-1][306-2][306-3] [F.13][F.14][E-05]




     Mekanisme Pengelolaan Limbah                                        Transformasi Digital sebagai Pengungkit
                                                                         Pengurangan Limbah Kertas
     Limbah kertas masih menjadi komponen terbesar dari total
     limbah operasional Bank Mega, sejalan dengan karakteristik
     industri perbankan yang erat dengan aktivitas dokumentasi,          Digitalisasi menjadi salah satu pilar strategis Bank Mega dalam
     korespondensi, dan pelaporan. Pengelolaan limbah dilakukan          mendorong operasional yang lebih efisien, rendah limbah,
     melalui pendekatan reduce–reuse–recycle, dengan prioritas           dan rendah emisi. Pengembangan layanan berbasis teknologi
     pada pencegahan terbentuknya limbah di sumbernya sebelum            tidak hanya ditujukan untuk mempercepat proses bisnis dan
     penanganan akhir dilakukan. Bank Mega hanya bekerja sama            meningkatkan pengalaman nasabah, tetapi juga menjadi
     dengan pihak ketiga berizin dalam pengumpulan, pemindahan,          langkah nyata Bank dalam mengurangi ketergantungan
     dan pemrosesan limbah untuk memastikan kepatuhan                    pada dokumen fisik, formulir kertas, serta materi komunikasi
     lingkungan secara menyeluruh.                                       tercetak. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya
                                                                         menciptakan layanan yang lebih mudah, cepat, dan aman,
     Pada tahun 2025, volume limbah kertas yang dihasilkan               tetapi juga memberikan dampak lingkungan yang terukur
     tercatat sebesar 13,26 ton, dibandingkan tahun 2024 sebesar         melalui penurunan timbulan limbah kertas yang secara umum
     10,49 ton. Hal ini mencerminkan proses inventarisasi yang lebih     menjadi salah satu sumber limbah terbesar pada aktivitas
     detail dan menyeluruh terhadap limbah penggunaan kertas di          perkantoran di industri perbankan.
     berbagai unit kerja, baik di KPNO, Regional, maupun Cabang.
     Pemantauan limbah dilakukan oleh unit kerja Procurement             Untuk menjaga kesinambungan hasil, digitalisasi tidak
     and General Services melalui pencatatan volume limbah per           hanya dilakukan pada proses layanan nasabah, tetapi
     periode, pengecekan kepatuhan vendor pengelolaan limbah,            juga diintegrasikan dalam aktivitas internal melalui sistem
     serta evaluasi internal atas area kerja dengan intensitas           administrasi, pengelolaan data, pembelajaran, serta
     pencetakan tinggi.                                                  pengendalian dokumen dan kebijakan. Sejumlah layanan dan
                                                                         teknologi yang berkontribusi langsung pada pengurangan
     Pengelolaan dan pengendalian penggunaan kertas dilakukan            penggunaan kertas antara lain:
     melalui beberapa inisiatif utama, antara lain:
     • Penerapan batas maksimal pencetakan pada mesin printer/              •   M-Smile
        fotokopi di seluruh kantor,                                         •   E-Learning
     • Kontrol pembelian kertas dan penghentian langganan                   •   Mobile Onboarding
        koran dan majalah fisik,                                            •   Card Initiation System
     • Perluasan penggunaan formulir digital dan penyimpanan                •   Web Policy & Procedure Management System
        dokumen elektronik,                                                 •   Content Management
     • Peningkatan penggunaan e-Statement dan kanal digital                 •   E-Doc
        untuk layanan nasabah,                                              •   Enterprise Data Warehouse
     • Kampanye budaya kerja tanpa kertas dan default digital-              •   MEMo
        first untuk proses administrasi internal.

     Dengan kombinasi pencegahan pemborosan dan optimalisasi
     sistem digital, pengelolaan limbah tidak hanya menghasilkan
     efisiensi biaya, tetapi juga berperan langsung dalam
     pengurangan emisi karbon. Setiap pengurangan volume limbah
     kertas berkontribusi pada penurunan emisi dari penggunaan
     sumber daya, proses produksi kertas, dan transportasi limbah.


           Jumlah Limbah Kertas yang Dihasilkan [F.13][E-05]

                                     Jumlah limbah kertas

                                         13,26 Ton
                                 2024                    2023

                               10,49 Ton              15,05 Ton


60   PT Bank Mega Tbk                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 61
             Kinerja                             Kinerja                      Kinerja                    Kinerja
             Keberlanjutan Kami                  Ekonomi                      Lingkungan                 Sosial




  Kombinasi berbagai inisiatif tersebut membentuk mekanisme paperless operations yang menekan penggunaan kertas sejak awal
  (pencegahan limbah), bukan sekadar mengelola limbah di tahap akhir. Pendekatan ini juga memperkuat efisiensi biaya operasional
  serta mendukung pencapaian agenda keberlanjutan Bank, khususnya terkait efisiensi sumber daya dan kontribusi pada pengurangan
  emisi. Pada tahun 2025, Bank Mega melanjutkan dan memperkuat agenda transformasi digital melalui pengembangan layanan
  Kartu Kredit, termasuk peluncuran BLIV Card. Proses pengajuan kartu kredit ini dapat dilakukan melalui kanal digital dan terintegrasi
  dengan aplikasi M-Smile, sehingga membantu mengurangi kebutuhan interaksi fisik serta meningkatkan efisiensi layanan bagi
  nasabah.

  Sejalan dengan hal tersebut, melalui pemanfaatan e-statement pada layanan kartu kredit, termasuk BLIV Card, Bank juga mendorong
  pengurangan penggunaan kertas dan mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.


  Dampak Efisiensi Kertas dari Program Digital

  Sepanjang tahun 2025, berbagai layanan digital Bank Mega menunjukkan dampak positif yang signifikan melalui penghematan
  kertas dalam skala besar, sekaligus menghasilkan manfaat lingkungan yang dapat dihitung. Berikut ringkasan capaian penghematan
  kertas dari program digital utama:

                             Penghematan                               Penyerapan          Potensi Produksi    Pengurangan        Total Pengurangan
    Program Digital                              Efisiensi Pohon
                                Kertas                                  (Ton CO₂)              (Ton O₂)       Emisi (Ton CO₂)      Emisi (Ton CO₂)
   M-Smile                   429.094 lembar             37 pohon                  0,54                16,66              2,02                  2,56
   E-Statement           9.246.395 lembar             805 pohon                    11,3                 353             39,94                  51,21
   Aplikasi Kartu        2.435.927 lembar              213 pohon                     3                  94               10,52                 13,52
   Kredit Digital
   TOTAL                     12.111.416 lembar       1.055 pohon                 14,84              463,66              52,48                 67,29




  M-Smile: Inovasi Paperless Onboarding

  Peningkatan adopsi layanan pembukaan rekening tabungan secara digital melalui M-Smile menjadi salah satu bukti nyata bagaimana
  inovasi layanan dapat menghasilkan dampak lingkungan dan ekonomi sekaligus. Hingga 31 Desember 2025, pembukaan rekening
  tabungan melalui kanal digital mencapai 119.193 rekening, yang turut mendorong peralihan dari formulir fisik menjadi proses digital.
  Bank melakukan simulasi untuk menghitung efisiensi ekonomi dan dampak lingkungan dari konversi tersebut.

  Simulasi Efisiensi Kertas dari Pembukaan Rekening Digital (2025)
   Keterangan                              Penghematan Kertas (lembar)              Efisiensi Ekonomi (Rp)         Dampak Lingkungan (Σ pohon)
   Form                                                            286.064                            33.183.368                25 pohon
   Salinan Dokumen                                                  143.031                           10.918.984                12 pohon
   Total                                                           429.094                            44.102.352                37 pohon


  Dari simulasi tersebut, pembukaan rekening digital pada tahun 2025 diperkirakan berkontribusi pada pengurangan penggunaan
  kertas hingga 429.094 lembar, efisiensi biaya sekitar Rp44.102.352, serta penyelamatan sekitar 37 pohon. Selain itu, efisiensi
  tersebut juga diasosiasikan dengan kontribusi lingkungan berupa potensi produksi oksigen dan penurunan emisi karbon sesuai
  kalkulasi yang digunakan Bank.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                           PT Bank Mega Tbk   61
Page 62
              Strategi                         Tentang                     Penjelasan                     Tata Kelola
              Keberlanjutan                    Bank Mega                   Direksi                        Keberlanjutan




     Digitalisasi Kartu Kredit: E-Statement dan Pengajuan Kartu Kredit Digital
     Dalam rangka mendukung implementasi keuangan berkelanjutan, segmen kartu kredit Bank Mega juga menjalankan inisiatif
     digitalisasi proses dan pengurangan penggunaan kertas. Salah satu langkah yang dijalankan adalah penerapan e-statement bagi
     pengguna kartu kredit.

     Hingga 31 Desember 2025, jumlah pengguna kartu kredit yang telah menggunakan e-statement tercatat mencapai 947.707
     account. Melalui inisiatif ini, Bank Mega berhasil menghemat 9.246.395 lembar kertas, yang setara dengan efisiensi 805 pohon,
     serta berkontribusi pada pengurangan emisi sebesar 39.956 kg CO₂e.


                                              Efisiensi Kertas dari E-Statement Kartu Kredit 2025


                                     Penghematan Kertas          Efisiensi Pohon                Pengurangan Emisi

                                   9.246.395 Lembar               805 pohon                    39.956 kg CO e    2




     Selain e-statement, Bank Mega juga menerapkan digitalisasi pada proses pengajuan kartu kredit, antara lain melalui penggunaan
     tablet untuk direct sales dan kanal digital Bank. Hingga 31 Desember 2025, inisiatif ini menghasilkan efisiensi penggunaan kertas
     sebesar 2.435.927 lembar, setara dengan 213 pohon, serta pengurangan emisi sebesar 10.526 kg CO₂e.

     Efisiensi Kertas dari Pengajuan Kartu Kredit Digital 2025
      Program/Inisiatif                         Penghematan Kertas (lembar)             Efisiensi Pohon         Pengurangan Emisi (kg CO₂e)
      Pengajuan KK melalui sales direct                             1.874.848                             164                              8.102
      Pengajuan KK melalui aplikasi digital                            561.079                            49                              2.425
      Total                                                        2.435.927                              213                            10.526


     Metodologi Perhitungan (Asumsi & Referensi)
     Agar perhitungan efisiensi dapat disajikan secara konsisten                 Asumsi berat kartu kredit ± 5 gram (mengacu ISO/IEC
     dan transparan, Bank Mega menggunakan pendekatan simulasi                   7810).
     berbasis asumsi dan referensi berikut:                                      Emisi produksi PVC + manufaktur: 3,25 kg CO₂e per 1 kg
     A. Konversi kertas → pohon                                                  PVC (rujukan: PlasticsEurope, EcoInvent Database).
        1 pohon = 23 rim kertas                                                  Estimasi emisi rata-rata 1 kartu plastik (energi, tinta,
        (1 rim = 500 lembar; sehingga 1 pohon ≈ 11.500 lembar)                   transportasi, kemasan): 0,15–0,25 kg CO₂e/kartu
        Sumber: tirto.id (artikel “mitos dan fakta tentang kertas”).             (rujukan: Mastercard Carbon Footprint Study; Elliptic Labs,
     B. Estimasi dampak lingkungan pohon                                         2021).
        Produksi oksigen (O₂): 1 pohon = 1,2 kg/hari                             Catatan: rentang dipakai sebagai benchmark; hasil aktual
        Serapan karbon (CO₂): 1 pohon = 14 kg/tahun                              bergantung material, pemasok, dan rantai pasok.
        Sumber: beritasatu.com (artikel “tanam 1 pohon…”).                    E. Asumsi ekonomi (untuk simulasi efisiensi biaya kertas)
        Catatan: angka ini digunakan sebagai proksi dan dapat                    Perhitungan didasarkan pada penggunaan kertas dalam 1
        berbeda tergantung jenis/usia pohon dan lokasi.                          tahun.
     C. Faktor emisi kertas                                                      Harga 1 rim kertas = Rp38.170 (1 rim = 500 lembar).
        1 lembar kertas A4 menghasilkan rata-rata 4,32 g CO₂e                    1 formulir fisik pembukaan rekening = 2 lembar kertas.
        pada tahap produksi.                                                     Biaya 1 formulir fisik pembukaan rekening = Rp232,1 (sesuai
        Sumber: Environmental Paper Network (EPN).                               data internal/perhitungan Bank).
     D. Faktor emisi kartu (jika digunakan untuk analisis kartu)              F. Metode perhitungan emisi (CO₂e)
        Jejak karbon per kartu (carbon footprint): 15 gram CO₂                   Perhitungan emisi (kg CO₂e) mengacu pada Kalkulator
        (asumsi variabel per produksi kartu)                                     DPNP OJK.
        Sumber: thalesgroup.com (Eco-friendly credit card/carbon
        neutrality).




62   PT Bank Mega Tbk                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 63
             Kinerja                         Kinerja                      Kinerja                         Kinerja
             Keberlanjutan Kami              Ekonomi                      Lingkungan                      Sosial




  Efisiensi Penggunaan Kertas Koran di Kantor Pusat

  Koran masih tersedia di Kantor Pusat Bank Mega sebagai                        Dengan menggunakan rata-rata pemakaian bulanan, hingga
  sumber informasi untuk kebutuhan analisis pasar, pembaruan                    akhir Desember 2025 diperkirakan mencapai 19.200 lembar
  kondisi ekonomi dan pasar modal, serta monitoring kolom                       atau 0,091 ton, dengan biaya Rp28.860.000 dan emisi 87,41
  pembaca yang berkaitan dengan layanan dan masukan                             kg CO2e.
  dari pelanggan. Sejalan dengan agenda efisiensi dan upaya
  pengurangan penggunaan kertas, Bank Mega melakukan                            Secara keseluruhan, sampai akhir 2025 menunjukkan terdapat
  pemantauan atas konsumsi koran secara berkala, termasuk                       efisiensi penggunaan koran di Kantor Pusat sebesar 11.928
  perhitungan dampak ekonomi dan lingkungan.                                    lembar, atau setara 0,01 ton, dengan efisiensi biaya sebesar
                                                                                Rp9.137.637, serta potensi pengurangan emisi sebesar 3,64 kg
  Berdasarkan realisasi tahun 2024, penggunaan koran tercatat                   CO2e. Dengan asumsi 1 pohon menghasilkan 23 rim (±11.500
  sebesar 31.128 lembar dengan nilai pengeluaran Rp37.997.637                   lembar kertas), maka efisiensi ini setara dengan kontribusi
  atau setara 0,100 ton, serta menghasilkan emisi karbon                        menjaga kelestarian sekitar 2 pohon. Kontribusi tersebut juga
  sebesar 91,05 kg CO2e. Hingga akhir tahun 2025, penggunaan                    menghasilkan 876 kg O2 per tahun serta menyerap 28 kg
  koran tercatat 19.200 lembar atau setara 0,091 ton, dengan                    CO2 per tahun, berdasarkan asumsi kapasitas pohon dalam
  biaya sebesar Rp28.860.000 dan emisi sebesar 87,41 kg CO2e.                   menghasilkan oksigen dan menyerap karbon.



   Deskripsi                               2025                          2024                           Efisiensi                          %
   Lembar                                           19.200                             31.128                        (11.928)                   (38,32%)
   Ton                                                  0,091                          0,100                             (0,01)                  (9,33%)
   Biaya (Rp)                                 28.860.000                        37.997.637                     (9.137.637)                      (24,05%)
   Kg CO2e                                              87,41                          91,05                             (3,64)                  (3,99%)


  Kontribusi (O2) sampai dengan 31 Desember 2025                           Kontribusi penyerapan (CO2) sampai dengan 31 Desember 2025
     Jumlah                                                                     Jumlah          CO2 /                             CO2 /
                   O2 / hari      Satuan    O2 / tahun          Satuan                                        Satuan                           Satuan
     Pohon                                                                      Pohon           tahun                             tahun
         2            1,2          kg             876            kg                2             14                 kg             28           kg



  Perubahan Perilaku sebagai Fondasi Keberlanjutan
  Keberhasilan digitalisasi dalam menekan penggunaan kertas
  tidak hanya ditentukan oleh sistem dan aplikasi, tetapi juga                         Dengan pendekatan ini, digitalisasi
  oleh perubahan perilaku baik dari karyawan maupun nasabah.                           menjadi budaya kerja, bukan hanya
  Untuk itu, Bank Mega secara konsisten menjalankan edukasi
                                                                                       solusi teknologi. Hal ini memastikan
  dan sosialisasi untuk meningkatkan literasi digital, di antaranya:
  • Penggunaan aplikasi digital sebagai kanal utama transaksi,                         bahwa penurunan limbah kertas
  • Pemahaman manfaat lingkungan dari paperless,                                       tidak bersifat sementara, melainkan
  • Kebiasaan memilih e-Statement dibandingkan cetak fisik,
                                                                                       berkelanjutan dari tahun ke tahun.
  • Pengurangan kebutuhan salinan dokumen dalam transaksi
      harian.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                                PT Bank Mega Tbk   63
Page 64
             Strategi                      Tentang                    Penjelasan              Tata Kelola
             Keberlanjutan                 Bank Mega                  Direksi                 Keberlanjutan




     Pengaduan Lingkungan Hidup [F.15, F. 16]

     Operasional Bank Mega berada pada sektor jasa keuangan            Ke depan, Bank Mega tetap berkomitmen untuk menjaga
     yang tidak secara langsung menimbulkan dampak fisik               indikator ini melalui:
     terhadap lingkungan hidup. Kendati demikian, Bank tetap           • Pemantauan berkelanjutan atas kepatuhan lingkungan di
     menerapkan prinsip kehati-hatian dan memastikan seluruh               seluruh kantor,
     kegiatan perkantoran berjalan sesuai ketentuan lingkungan         • Transparansi pelaporan jika terdapat keluhan lingkungan
     yang berlaku.                                                         dari pihak eksternal, dan
                                                                       • Peningkatan kesadaran lingkungan bagi seluruh insan Bank
     Komitmen Bank terhadap operasional yang bersih dan                    sebagai bagian dari budaya keberlanjutan perusahaan.
     minim risiko tercermin dari kinerja lingkungan sepanjang
     tahun 2025. Sepanjang periode pelaporan, tidak terdapat
     insiden tumpahan, kebocoran, atau peristiwa lain yang
     berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan maupun                   Dengan pendekatan tersebut, Bank
     mengganggu operasional kantor. Selain itu, Bank Mega tidak            Mega berupaya menjaga keseimbangan
     menerima pengaduan apa pun dari masyarakat terkait dugaan             antara operasional bisnis dan pelestarian
     gangguan atau pencemaran lingkungan yang berasal dari                 lingkungan, serta memastikan kehadiran
     aktivitas operasional Bank. Hasil ini mencerminkan konsistensi
     penerapan standar operasional kantor yang berwawasan
                                                                           Bank tidak menimbulkan gangguan
     lingkungan, termasuk pengelolaan sumber daya, pengurangan             terhadap masyarakat dan ekosistem di
     limbah, serta langkah-langkah efisiensi yang dibangun dalam           sekitar lokasi operasional.
     kerangka responsible consumption.




     Menguatkan Talenta,
     Memperluas Manfaat bagi Masyarakat




64   PT Bank Mega Tbk                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 65
             Kinerja                     Kinerja                   Kinerja                        Kinerja
             Keberlanjutan Kami          Ekonomi                   Lingkungan                     Sosial




  Membangun Talenta Unggul                                            Komitmen terhadap HAM dan
  dan Inklusif untuk Pertumbuhan                                      Lingkungan Kerja yang Setara [F.18][F.19][S-
  Berkelanjutan [S-08][S-09][S-10][3-3][2-30][2-7][405-1]             07, S-08, S-09, S-10]

  [406-1]
                                                                      Kesetaraan Kesempatan Bekerja & Tidak Adanya Tenaga
                                                                      Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
  Pegawai merupakan pilar utama keberhasilan Bank Mega dalam
                                                                      Sepanjang tahun 2025, Bank Mega tidak terdapat indikasi
  mendorong transformasi bisnis dan menjaga keberlanjutan
                                                                      kasus pelanggaran hak asasi manusia maupun diskriminasi
  operasi di tengah dinamika industri jasa keuangan. Karena itu,
                                                                      di lingkungan kerja. Meskipun tidak terdapat insiden yang
  pengelolaan sumber daya manusia dilakukan secara strategis
                                                                      dilaporkan, Bank menyadari bahwa perlindungan HAM
  dan berkesinambungan, dengan menempatkan penghormatan
                                                                      merupakan proses yang harus dijaga secara berkelanjutan.
  terhadap hak asasi manusia, kesetaraan kesempatan, dan
                                                                      Oleh karena itu, Bank terus memperkuat budaya saling
  lingkungan kerja yang aman sebagai prinsip fundamental.
                                                                      menghormati dan perilaku profesional di seluruh tingkatan
                                                                      organisasi. Prinsip non-diskriminasi, pelecehan seksual & non
  Seluruh pengaturan mengenai hak, kewajiban, dan tata kelola
                                                                      seksual, kesetaraan kesempatan, serta pelarangan pekerja
  kepegawaian dituangkan dalam Peraturan Perusahaan (PP),
                                                                      anak dan kerja paksa telah diterapkan secara konsisten dalam
  yang menjadi pedoman hubungan industrial antara Bank dan
                                                                      seluruh tahapan hubungan kerja, mulai dari proses rekrutmen,
  seluruh insan Mega. Pelaksanaannya dievaluasi secara berkala
                                                                      penempatan tugas, pengembangan karier, hingga pemutusan
  oleh Unit Kerja Human Capital, yang secara rutin melaporkan
                                                                      hubungan kerja. Penerapan ini berlandaskan pada berbagai
  perkembangan ketenagakerjaan kepada Direksi. Pendekatan
                                                                      kebijakan internal, antara lain:
  ini memastikan bahwa setiap kebijakan SDM diterapkan
                                                                      • Peraturan Perusahaan, termasuk ketentuan mengenai
  secara konsisten, transparan, dan selaras dengan nilai-nilai
                                                                          Hak Asasi Manusia yang tercantum dalam Pasal 1 tentang
  keberlanjutan yang dianut Bank.
                                                                          Tujuan Peraturan Perusahaan, Pasal 5 tentang Penempatan
                                                                          dan Pemindahan Pegawai Pasal 15 tentang pelanggaran
  Dengan tata kelola SDM yang kuat dan berorientasi masa
                                                                          tata tertib kerja, Pasal 59 dan Pasal 60 tentang Komunikasi
  depan, Bank Mega membangun fondasi talenta yang
                                                                          dan Penyelesaian Keluhan Pengaduan Pegawai.
  kompeten, berintegritas, dan inklusif sehingga mampu
                                                                      • Surat Keputusan No. 083/DIRBM/21 tentang Rekrutmen
  mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat
                                                                          dan Seleksi Pegawai, yang mengatur prinsip kesetaraan
  ketahanan organisasi dalam jangka panjang.
                                                                          kesempatan serta larangan pekerja anak dan kerja paksa.
                                                                      • Surat Edaran No. 007/DIRBM-PMIC/25 dan 151/DIRBM-
                                                                          PMIC/25, yang memastikan proses rekrutmen berjalan
                                                                          sesuai ketentuan pemerintah mengenai usia kerja minimum
                                                                          dan persyaratan ketenagakerjaan lainnya.

                                                                      Pendekatan ini diperkuat melalui sosialisasi kebijakan secara
                                                                      berkala, pembinaan etika kerja, serta peningkatan pemahaman
                                                                      pegawai mengenai perilaku yang menghormati hak setiap
                                                                      individu. Bank juga melakukan pemantauan berkelanjutan
                                                                      untuk memastikan potensi risiko dapat terdeteksi lebih awal
                                                                      dan ditindaklanjuti secara tepat. Dengan demikian, komitmen
                                                                      terhadap HAM tidak hanya tercermin dari tidak ditemukannya
                                                                      kasus, tetapi juga dari upaya pencegahan yang sistematis
                                                                      dan budaya kerja yang aman, inklusif, serta menghargai
                                                                      keberagaman.


                                                                                              Jumlah Kejadian Pelanggaran
                                                                                              Hak Asasi Manusia [S-07]

                                                                                              Tidak ada pelanggaran HAM
                                                                                              dalam tahun pelaporan




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                              PT Bank Mega Tbk   65
Page 66
             Strategi                        Tentang                      Penjelasan                        Tata Kelola
             Keberlanjutan                   Bank Mega                    Direksi                           Keberlanjutan




     Bank Mega memiliki kebijakan yang mengatur pencegahan                      Selain itu, Bank Mega secara tegas melarang praktik pekerja
     pelecehan seksual dan praktik non-diskriminasi di lingkungan               anak dan pekerja paksa. Ketentuan ini dituangkan dalam
     kerja. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Perusahaan                Surat Edaran No. 007/DIRBM-PMIC/25 dan Surat Edaran
     Pasal 15 ayat 6 huruf q, yang menegaskan komitmen Perseroan                No. 151/DIRBM-PMIC/25, sebagai bagian dari komitmen
     dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, saling                       Perseroan untuk memastikan praktik ketenagakerjaan yang
     menghormati, dan berkeadilan bagi seluruh karyawan. [S-08]                 patuh terhadap peraturan perundang-undangan dan prinsip
                                                                                keberlanjutan. [S-10]
     Komitmen Bank Mega terhadap penghormatan hak asasi
     manusia juga diatur dalam Peraturan Perusahaan Pasal 15                    Dengan total 5.287 pegawai pada tahun 2025, Bank Mega
     ayat 6 huruf d, h, dan q, serta Pasal 59 dan Pasal 60, yang                memiliki komposisi tenaga kerja yang beragam dari berbagai
     menjadi pedoman dalam hubungan kerja, perlindungan hak                     daerah di Indonesia. Keragaman ini tercermin dalam proporsi
     karyawan, serta penerapan standar perilaku yang menjunjung                 gender yang seimbang, yaitu 47% laki-laki dan 53% perempuan,
     nilai kemanusiaan. [S-09]                                                  yang konsisten terjaga dari tahun ke tahun. Keseimbangan
                                                                                tersebut menunjukkan bahwa Bank Mega berkomitmen untuk
                                                                                menyediakan ruang kerja yang inklusif dan memastikan setiap
                                                                                individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

     Pegawai Berdasarkan Status Ketenagakerjaan [2-8]
      Status                                               2025                                 2024                              2023
                             Jenis Kelamin
      Ketenagakerjaan                           Jumlah             %                 Jumlah             %              Jumlah              %
      Pegawai Tetap          Laki-laki               1.855             35,09              2.010              35,26             2.176           34,85
                             Perempuan              2.076              39,27              2.406             42,20            2.553             40,89
                             Jumlah                  3.931             74,35              4.416              77,46          4.729               75,74
      Pegawai Kontrak        Laki-laki                   616            11,65                 608            10,66              677             10,84
                             Perempuan                   740           14,00                  677             11,88             838             13,42
                             Jumlah                  1.356             25,65               1.285             22,54             1.515            24,26
      Total Pegawai          Jumlah                        5.287                                5.701                             6.244

     Pegawai Berdasarkan Wilayah Penempatan [2-7]
      Wilayah                                             2025                                 2024                              2023
                             Jenis Kelamin
      Penempatan                                Jumlah             %                 Jumlah             %             Jumlah              %
      Kantor Pusat           Laki-laki               1.518             28,71              1.687             29,59           1.920             30,75
                             Perempuan                   951           17,99               1.110            19,47           1.210              19,38
                             Jumlah                 2.469              46,70             2.797              49,06           3.130              50,13
      Kantor Regional &      Laki-laki                   953           18,03                  931           16,33            933              14,94
      Cabang
                             Perempuan               1.865             35,28              1.973             34,61           2.181             34,93
                             Jumlah                  2.818             53,30             2.904              50,94           3.114             49,87
      Total Pegawai          Jumlah                       5.287                                5.701                             6.244

     Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia
                                                          2025                                 2024                              2023
      Kelompok Usia          Jenis Kelamin
                                                Jumlah             %                 Jumlah             %             Jumlah              %
      20 – 24 Tahun          Laki-laki                   115            2,18                  125            2,19              162             2,59
                             Perempuan                   248            4,69                  278            4,88            387               6,20
                             Jumlah                      363            6,87               403               7,07            549               8,79
      25 – 29 Tahun          Laki-laki                   473            8,95               506               8,88            505               8,09
                             Perempuan                   785           14,85               858              15,05            989              15,84
                             Jumlah                  1.258             23,79              1.364             23,93           1.494             23,93
      30 – 34 Tahun          Laki-laki                   399            7,55               453               7,95            490                7,85
                             Perempuan                   581           10,99               646               11,33             661            10,59
                             Jumlah                   980              18,54              1.099             19,28            1.151            18,43
      35 – 39 Tahun          Laki-laki                   443            8,38               486               8,52            580               9,29
                             Perempuan                   467            8,83                  581            10,19           635               10,17
                             Jumlah                      910            17,21             1.067             18,72           1.215             19,46


66   PT Bank Mega Tbk                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 67
              Kinerja                              Kinerja                          Kinerja                           Kinerja
              Keberlanjutan Kami                   Ekonomi                          Lingkungan                        Sosial




                                                                2025                                       2024                                    2023
   Kelompok Usia               Jenis Kelamin
                                                     Jumlah                    %                 Jumlah                %               Jumlah                  %
   40 – 44 Tahun               Laki-laki                      469                   8,87               489                  8,58              544                      8,71
                               Perempuan                      382                   7,23                  373               6,54              380                   6,09
                               Jumlah                         851                  16,10               862                  15,12             924                  14,80
   45 – 49 Tahun               Laki-laki                      315                   5,96               289                  5,07              284                    4,55
                               Perempuan                      188                   3,56                  170               2,98                  161                2,58
                               Jumlah                         503                   9,51               459                  8,05              445                      7,13
   50 – 54 Tahun               Laki-laki                      198                   3,75                  210               3,68              240                    3,84
                               Perempuan                      130                   2,46                  147               2,58                152                  2,43
                               Jumlah                         328                  6,20                   357               6,26              392                    6,28
   55 – 59 Tahun               Laki-laki                        43                  0,81                  47                0,82                  38                 0,61
                               Perempuan                        30                  0,57                  26                0,46                  24                 0,38
                               Jumlah                           73                  1,38                   73               1,28                  62                0,99
   > 60 Tahun                  Laki-laki                        16                 0,30                    13               0,23                  10                   0,16
                               Perempuan                         5                 0,09                    4                0,07                   2                0,03
                               Jumlah                           21                 0,40                    17               0,30                  12                   0,19
   Total Pegawai               Jumlah                           5.287                                      5.701                                   6.244

  Jumlah level pegawai yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan berdasarkan kelompok umur [S-02]
                                                                          Level Jabatan
   Rentang
                                                                                                                                                             Jumlah
   Usia                        Entry-level                   Mid-level                          Senior-level                    Executive-level
                                                                                                                                                             Pegawai
   (tahun)
                   Laki-Laki         Perempuan      Laki-Laki        Perempuan         Laki-Laki       Perempuan           Laki-Laki    Perempuan
   18-25                 69                  198       20                34                26                   16              -             -                363
   25-35                 367               806        256                395               245              160                 4            5                2.238
   35-45                 149               120         411               404               293              277                 59           48                1.761
   45-55                 64                  12        160               73                221                  177             68           56                831
   >55                    2                   -         1                 -                17                   11              39           24                94


  Mayoritas pegawai Bank Mega berada pada kelompok usia produktif 25–39 tahun, yang memberikan Bank basis talenta kuat dalam
  menghadapi transformasi digital dan dinamika industri perbankan. Struktur demografis ini menjadi modal penting bagi organisasi
  untuk terus berinovasi, mempercepat adaptasi, dan memperkuat pipeline kepemimpinan masa depan. Dengan pendekatan yang
  menempatkan keragaman, kesetaraan, dan meritokrasi sebagai prinsip utama, Bank Mega terus membangun organisasi yang lebih
  tangguh, responsif, dan siap menjawab tantangan berkelanjutan di masa mendatang.

  Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan
                                                                2025                                       2024                                    2023
   Tingkat Pendidikan          Jenis Kelamin
                                                     Jumlah                    %                 Jumlah                %               Jumlah                  %
   Strata 2 & Strata 3         Laki-laki                        97                  1,83                  115               2,02                  111                  1,78
                               Perempuan                        66                  1,25                  80                1,40                  78                   1,25
                               Jumlah                         163                   3,08                  195               3,42                189                  3,03
   Strata 1                    Laki-laki                     1.933                 36,56             2.045                 35,87             2.178                 34,88
                               Perempuan                     2.281                 43,14              2.457                43,10            2.697                  43,19
                               Jumlah                        4.214                 79,70             4.502                 78,97            4.875                  78,07
   Diploma 3                   Laki-laki                      294                   5,56                  310               5,44                374                  5,99
                               Perempuan                      428                   8,10                  510               8,95                576                  9,22
                               Jumlah                         722                  13,66               820                 14,38              950                    15,21
   Diploma 1 & 2               Laki-laki                         9                  0,17                   11               0,19                  14                 0,22
                               Perempuan                        10                  0,19                   12               0,21                  12                   0,19
                               Jumlah                           19                  0,36                  23               0,40                   26                 0,42




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                                              PT Bank Mega Tbk      67
Page 68
                Strategi                          Tentang                               Penjelasan                       Tata Kelola
                Keberlanjutan                     Bank Mega                             Direksi                          Keberlanjutan




                                                                     2025                                 2024                                      2023
      Tingkat Pendidikan        Jenis Kelamin
                                                      Jumlah                    %              Jumlah                %                    Jumlah            %
      Sekolah Menengah          Laki-laki                       138                  2,61               137               2,40                     176           2,82
      Umum
                                Perempuan                        31                  0,59                24               0,42                     28            0,45
                                Jumlah                          169                  3,20               161               2,82                 204               3,27
      Total Pegawai             Jumlah                               5.287                                5.701                                     6.244

     Pegawai Berdasarkan Posisi/Jabatan
                                                                     2025                                 2024                                      2023
      Posisi / Jabatan          Jenis Kelamin
                                                      Jumlah                    %              Jumlah                %                    Jumlah            %
      Vice President            Laki-laki                       170                  3,22               180               3,16                     182            2,91
                                Perempuan                       133                  2,52                131              2,30                     135            2,16
                                Jumlah                         303                   5,73                311              5,46                     317           5,08
      Manager                   Laki-laki                      802                   15,17             776                13,61                    725            11,61
                                Perempuan                       641                  12,12             620               10,88                 569                 9,11
                                Jumlah                        1.443                 27,29             1.396              24,49                1.294             20,72
      Officer                   Laki-laki                      848                  16,04              984               17,26                 1.170             18,74
                                Perempuan                      906                   17,14             1.102             19,33                1.242             19,89
                                Jumlah                        1.754                 33,18             2.086              36,59                2.412             38,63
      Administrasi              Laki-laki                       651                  12,31             678               11,89                 776               12,43
                                Perempuan                      1.136                21,49             1.230              21,58                1.445              23,14
                                Jumlah                        1.787                 33,80             1.908              33,47                2.221             35,57
      Total Pegawai             Jumlah                               5.287                                5.701                                     6.244

      Kesetaraan Gender [S-01]
                                                              Laki-Laki                                                           Perempuan
      Level Jabatan
                                            Jumlah pegawai                  Persentase pegawai                 Jumlah pegawai                Persentase pegawai
      Entry-level                                             651                            12,31%                               1.136                      21,49%
      Mid-level                                               848                            16,04%                               906                           17,14%
      Senior-level                                            802                            15,17%                                641                          12,12%
      Executive-level                                         170                             3,22%                                133                          2,52%
      Total Pegawai                                          2.471                           46,74%                               2.816                      53,26%


     Komitmen terhadap kesetaraan tidak hanya berhenti
     pada komposisi tenaga kerja, tetapi juga tercermin
     dalam partisipasi perempuan pada posisi strategis.
     Sekitar 14,6% pegawai perempuan kini menempati
     posisi Senior dan Executive level, menandakan
     bahwa jalur karir di Bank Mega terbuka bagi semua
     pegawai tanpa memandang gender, latar belakang,
     maupun identitas lainnya. Hal ini menjadi indikator
     kuat bahwa meritokrasi dan transparansi telah
     menjadi prinsip yang mengarahkan pengembangan
     talenta di seluruh lini organisasi.

     Sejalan dengan itu, Bank Mega memastikan bahwa
     setiap pegawai memiliki akses yang setara terhadap
     peluang peningkatan kapasitas melalui berbagai
     program pelatihan, sertifikasi, hingga bimbingan
     karier. Mekanisme penempatan jabatan dan promosi
     dilakukan berdasarkan kinerja, kompetensi, serta
     kebutuhan organisasi, sehingga menciptakan
     lingkungan kerja yang mendorong motivasi dan
     pertumbuhan profesional.


68   PT Bank Mega Tbk                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
             Kinerja                          Kinerja                Kinerja                         Kinerja
             Keberlanjutan Kami               Ekonomi                Lingkungan                      Sosial




  Pekerja Alih Daya, Pegawai Sementara,                                 Selanjutnya, Bank senantiasa memberikan kesempatan
                                                                        penyerapan     pemagangan    tenaga   kerja  secara
  dan Dinamika Ketenagakerjaan                                          berkesinambungan dan berkelanjutan sesuai dengan
                                                                        ketentuan yang berlaku.
  Untuk memastikan kelancaran operasional di seluruh jaringan
  kantor, Bank Mega menerapkan pengelolaan tenaga kerja                 Pekerja Alih Daya
  melalui struktur yang mencakup pegawai tetap serta dukungan           Untuk mendukung fungsi operasional non-inti yang
  tenaga kerja non-organik dari pihak ketiga. Pendekatan ini            membutuhkan fleksibilitas, Bank Mega memanfaatkan pekerja
  memungkinkan Bank menjaga efisiensi sekaligus memastikan              alih daya yang disediakan oleh mitra pihak ketiga. Tugas-
  kualitas layanan tetap konsisten di seluruh unit operasional.         tugas yang bersifat administratif, pendukung teknologi, atau
                                                                        layanan operasional tertentu dikelola melalui skema ini. Pada
  Pegawai Sementara [2-8][S-04]                                         tahun 2025, terdapat 3.131 pekerja alih daya yang terlibat
  Selama periode pelaporan, Bank Mega tidak mempekerjakan               dalam mendukung operasional Bank Mega. Seluruh kewajiban
  pegawai sementara yang berada di bawah kontrak langsung               terkait ketenagakerjaan, keselamatan, dan kenyamanan
  Bank. Seluruh kebutuhan tenaga kerja tambahan di luar                 kerja dipenuhi oleh penyedia jasa sesuai dengan ketentuan
  struktur pegawai tetap dipenuhi melalui kerja sama dengan             kontraktual, sementara Bank Mega memastikan pengawasan
  perusahaan kontraktor atau konsultan yang telah memenuhi              dan koordinasi yang diperlukan agar standar layanan dan
  ketentuan legal, administratif, serta standar ketenagakerjaan         kepatuhan tetap terjaga.
  yang berlaku. Dengan demikian, Bank Mega memastikan bahwa
  setiap tenaga kerja non-organik memperoleh perlindungan               Rekrutmen yang Beretika dan Transparan, Serta Memastikan
  dan pemenuhan hak melalui penyedia jasa yang menaunginya              Tidak Adanya Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
  sesuai perjanjian kerja bersama.                                      [F.19][S-10] [2-30, 401-1]
                                                                        Bank Mega melaksanakan rekrutmen secara bertanggung
  Sejalan dengan asta cita Pemerintah RI, Bank Mega juga                jawab dan beretika sebagaimana diatur dalam Surat Edaran
  turut andil dalam program pemagangan yang digencarkan                 No. 007/DIRBM-PMIC/25 dan 151/DIRBM-PMIC/25. Proses ini
  Pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran                        memastikan bahwa setiap calon pegawai direkrut berdasarkan
  angkatan kerja produktif dengan memberikan kesempatan                 kompetensi dan kesesuaian dengan kebutuhan organisasi,
  melalui program pemagangan sesuai alokasi yang diatur oleh            tanpa adanya praktik diskriminasi, pekerja anak, maupun kerja
  Kemnaker RI. Melalui program tersebut, peserta pemagangan             paksa. Seluruh ketentuan ketenagakerjaan seperti batas usia
  dapat meningkatkan wawasan maupun keahlian yang relevan               minimum, waktu kerja, dan aspek keselamatan kerja diikuti
  dengan kebutuhan industri sehingga peluang untuk diserap              dengan ketat sebagai bagian dari komitmen Bank terhadap
  sebagai tenaga kerja semakin potensial dan diharapkan                 perlindungan tenaga kerja.
  memberikan dampak positif dalam mendorong pertumbuhan
  ekonomi nasional.                                                     Dinamika Turnover dan Pertumbuhan Talenta Baru [S-03]
                                                                        Pada tahun 2025, Bank Mega mencatat 1.861 pegawai yang
  Pada tahun 2025, tenaga kerja yang telah diserap oleh Bank            meninggalkan organisasi melalui pengunduran diri, masa
  Mega melalui beberapa program magang yaitu sebagai berikut:           pensiun, dan alasan pribadi lainnya. Tingkat turnover pada
                                                                        tahun 2025 tercatat sebesar 34,13%, lebih rendah dibandingkan
   Jenis Program
                             Jenjang Pendidikan
                                                   Jumlah
                                                             Total
                                                                        40,32% pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, Bank Mega terus
   Magang                                          Peserta              memperkuat kapasitas organisasi melalui perekrutan talenta
   Pemagangan                Diploma III                 1      57      baru. Sepanjang 2025, Bank 1.447 pegawai baru yang terdiri
   Mahasiswa                                                            dari 567 laki-laki dan 790 perempuan. Kehadiran talenta baru
                             Diploma IV                  7
                                                                        ini tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga
                             Sarjana S-1                48
                                                                        memberikan energi segar bagi upaya inovasi, digitalisasi, dan
                             Sarjana S-2                 1              peningkatan kualitas layanan Bank.
   MagangHub                 Diploma III                 1      46
                                                                        Jumlah Pegawai Baru Berdasarkan Gender
                             Diploma IV                  -
                                                                         Jenis Kelamin               2025           2024                2023
                             Sarjana S-1                45
                                                                         Laki-laki                          657            836                 905
                             Sarjana S-2                 -
                                                                         Perempuan                          790        1.054                 1.297
   Magang Vokasi             SLTA atau sederajat        12      52
                                                                         Jumlah                          1.447         1.890                2.202
                             Diploma II                  1
                             Diploma III                 4              Jumlah Pegawai Baru Berdasarkan Kelompok Usia
                             Diploma IV                  4               Kelompok
                                                                                                     2025           2024                2023
                             Sarjana S-1                31               Usia (tahun)

                             Sarjana S-2                 -               <30                             1.065             1.310            1.664

   Jumlah Keseluruhan                                          155       30–50                              370            570                 530
                                                                         >50                                   12            10                  8
                                                                         Jumlah                          1.447         1.890                2.202


Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                         PT Bank Mega Tbk   69
Page 70
                  Strategi                          Tentang                       Penjelasan             Tata Kelola
                  Keberlanjutan                     Bank Mega                     Direksi                Keberlanjutan




     Jumlah Pegawai Baru Berdasarkan Wilayah                                       Jumlah Pegawai Mengundurkan Diri Berdasarkan Wilayah
      Wilayah                 2025                2024            2023              Wilayah                2025           2024             2023
      Jakarta                              541            773              989      Jakarta                       691         885                 916
      Luar Jakarta                        906             1.117           1.213     Luar Jakarta              1.170         1.548             1.173
      Jumlah                              1.447       1.890              2.202      Jumlah                    1.861         2.433            2.089


     Jumlah Pegawai Mengundurkan Diri Berdasarkan Gender
      Jenis Kelamin           2025                2024            2023                                    Tingkat Perputaran Pegawai
      Laki-laki                   795             1.070            913
                                                                                                                        34,13%
      Perempuan               1.066               1.363           1.176
      Jumlah                      1.861           2.433           2.089                                     2024                    2023

                                                                                                           40,32%                39,71%
     Jumlah Pegawai Mengundurkan Diri Berdasarkan Kelompok
     Usia
      Kelompok
                              2025                2024            2023
      Usia (tahun)
      <30                                  969            1.311           1.203
      30–50                               800         1.047                819
      >50                                   92             75               67
      Jumlah                              1.861       2.433              2.089




70   PT Bank Mega Tbk                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
             Kinerja                    Kinerja                   Kinerja                   Kinerja
             Keberlanjutan Kami         Ekonomi                   Lingkungan                Sosial




  Kesejahteraan Pegawai

  Remunerasi dan Penghargaan atas Kinerja [2-19][F.20][202-1]        Cuti Melahirkan [401-3]
  Bank Mega berkomitmen memberikan imbal jasa yang adil,             Bank Mega menerapkan kebijakan cuti melahirkan yang
  kompetitif, dan sepadan dengan kontribusi setiap pegawai.          mendukung prinsip kesetaraan gender serta menjaga
  Struktur remunerasi ditetapkan berdasarkan tingkatan jabatan,      kesejahteraan pegawai pada masa penting dalam kehidupan
  pencapaian kinerja, serta tanggung jawab yang diemban,             keluarga. Kebijakan ini memberikan hak cuti melahirkan bagi
  tanpa membedakan gender, suku, agama, ras, maupun latar            pegawai perempuan paling singkat 3 (tiga) bulan pertama
  belakang lainnya. Pendekatan ini memastikan seluruh insan          dan dapat diperpanjang paling lama 3 (tiga) bulan berikutnya
  Mega memperoleh penghargaan yang proporsional dan                  jika terdapat kondisi khusus yang dibuktikan dengan surat
  mencerminkan prinsip kesetaraan yang dijunjung Bank.               keterangan resmi dokter dan/atau fasilitas kesehatan yang
                                                                     merawat, sedangkan pegawai laki-laki memperoleh hak cuti
  Bank Mega juga memastikan kepatuhan terhadap ketentuan             khusus selama 2 hari ketika istrinya melahirkan dan paling
  Upah Minimum Regional (UMR) dan Upah Minimum Provinsi              lama 3 (tiga) hari dengan melampirkan Surat Keterangan
  di seluruh wilayah operasional. Seluruh pegawai menerima           Dokter atas kondisi khusus istri/anak. Ketentuan tersebut
  remunerasi paling sedikit setara 1:1 dengan ketentuan upah         diatur dalam Peraturan Perusahaan periode 2025–2027 Pasal
  minimum yang berlaku, sehingga 100% pegawai memperoleh             40 dan diberlakukan secara konsisten di seluruh unit kerja.
  imbal jasa di atas standar minimum yang ditetapkan
  pemerintah. Kebijakan remunerasi ini ditetapkan dan diawasi        Sepanjang periode pelaporan tahun 2025, sebanyak 129
  oleh Komite Sumber Daya Manusia berdasarkan Surat                  pegawai perempuan memanfaatkan hak cuti melahirkan,
  Keputusan Nomor 062/DIRBM/23 tentang Komite Sumber                 sementara 99 pegawai laki-laki mengambil cuti kelahiran
  Daya Manusia, sehingga pengambilan keputusan terkait               anak. Seluruh pegawai kembali bekerja pada posisi semula
  kompensasi dilakukan secara objektif dan terukur.                  setelah masa cuti berakhir, sehingga memastikan tidak adanya
                                                                     hambatan terhadap kesinambungan karier maupun peluang
  Tunjangan dan Fasilitas Kesejahteraan [201-3] [401-2]              pengembangan lebih lanjut.
  Selain gaji pokok, Bank Mega menyediakan berbagai bentuk
  tunjangan dan fasilitas kesejahteraan guna mendukung               Penerapan kebijakan ini mencerminkan komitmen Bank Mega
  kenyamanan serta keamanan kerja pegawai. Baik pegawai              untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, mendukung
  tetap, pegawai kontrak, maupun pekerja alih daya menerima          kesejahteraan keluarga, serta memberikan jaminan bagi
  komponen kesejahteraan tertentu sesuai ketentuan, antara           pegawai agar dapat menyeimbangkan tanggung jawab
  lain:                                                              profesional dan pribadi tanpa risiko diskriminasi ataupun
  • Tunjangan Hari Raya (THR)                                        kehilangan kesempatan karier.
  • Tunjangan jabatan bagi posisi dengan tanggung jawab
      struktural                                                                   Informasi terkait jumlah karyawan
  • Insentif kehadiran                                                          yang memanfaatkan hak cuti melahirkan
  • Asuransi kesehatan yang mencakup pegawai dan keluarga                                                                2025
      inti sesuai ketentuan                                           Uraian
                                                                                                             Laki-laki      Perempuan
  • Asuransi Jiwa
                                                                      Jumlah karyawan yang berhak               99              129
  • Program imbalan pensiun bagi pegawai yang memasuki
                                                                      mendapatkan cuti melahirkan
      masa purnabakti
  • Fasilitas tahunan dan kompensasi tambahan sesuai                  Jumlah karyawan yang kembali              99              107
      kebijakan internal                                              bekerja

                                                                      Total jumlah karyawan yang kembali        99              107
                                                                      bekerja setelah cuti melahirkan
                                                                      berakhir, yang masih dipekerjakan 12
                             Jumlah Karyawan yang
                                                                      bulan setelah kembali bekerja
                             Memasuki Masa Pensiun

                                    68
                             2024             2023

                              62               54




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                               PT Bank Mega Tbk   71
Page 72
             Strategi                       Tentang                    Penjelasan               Tata Kelola
             Keberlanjutan                  Bank Mega                  Direksi                  Keberlanjutan




     Jejak Perempuan dalam Transformasi
     dan Kemajuan Bank Mega




     She Inspires, She Leads                                            Anggun Berkebaya, Hebat Berkarya

     Penghargaan Powerful Women 2025 dan Infobank Top                   Setiap tanggal 21 April, Bank Mega merayakan Hari Kartini
     500 Most Outstanding Women 2025 yang diterima Wakil                dengan cara yang istimewa, dengan menghadirkan suasana
     Direktur Utama Bank Mega, Ibu Indivara Erni, menjadi simbol        kantor yang penuh warna, energi positif, dan kebanggaan akan
     penting atas kuatnya peran perempuan dalam memajukan               identitas perempuan Indonesia. Para pegawai perempuan
     dunia keuangan. Pengakuan ini mencerminkan kualitas                tampil anggun dengan kebaya yang mencerminkan keindahan,
     kepemimpinan, keteguhan visi, serta kontribusi nyata beliau        kepercayaan diri, dan kekuatan perempuan modern. Bagi
     dalam membawa Perseroan terus berkembang. Melalui                  banyak karyawan perempuan, mengenakan kebaya bukan
     pencapaian tersebut, Bank Mega menunjukkan komitmennya             sekadar berbusana, tetapi bentuk penghormatan terhadap
     dalam menciptakan ruang yang menghargai keberagaman                semangat Kartini dan jati diri perempuan Indonesia.
     kapasitas, di mana perempuan diberdayakan untuk berperan
     aktif dan memimpin dengan keyakinan.                               Perayaan ini juga menjadi momentum untuk mengapresiasi
                                                                        kontribusi besar perempuan di lingkungan Bank Mega. Di
     Prestasi ini sekaligus menghadirkan inspirasi baru bagi seluruh    balik senyum dan keanggunan mereka, hadir sosok-sosok
     insan Bank Mega. Pesan yang disampaikan Ibu Erni mengajak          profesional yang cerdas, tangguh, dan berani mengambil
     seluruh perempuan untuk percaya pada potensi diri, terus           peran strategis dalam kemajuan perusahaan.
     melangkah, dan mengambil peran penting dalam perjalanan
     transformasi perusahaan. Dengan semakin banyaknya figur
     perempuan yang tampil sebagai penggerak perubahan, Bank
     Mega berharap dapat memperkuat budaya kepemimpinan yang
                                                                            Wakil Direktur Utama Bank Mega, Ibu Indivara
     inklusif, menciptakan nilai berkelanjutan, serta memberikan
                                                                            Erni, menegaskan pentingnya mendorong lebih
     dampak positif yang lebih luas bagi industri dan masyarakat.
                                                                            banyak perempuan untuk mengambil posisi
                                                                            kepemimpinan dan menghapus pandangan
                                                                            bahwa kepemimpinan hanya identik dengan
                                                                            laki-laki. Menurutnya, perempuan membawa
                                                                            perspektif berbeda yang sangat dibutuhkan
                                                                            dalam dunia kerja modern.


72   PT Bank Mega Tbk                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
             Kinerja                                               Kinerja   Kinerja                      Kinerja
             Keberlanjutan Kami                                    Ekonomi   Lingkungan                   Sosial




                   Warta Ekonomi proudly honors:


                   Indivara Erni
                    

                   




                   
                             
                      
                   

                    
                   


                   
                       




                    
                             




  Bank Mega menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan
  dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari penerapan                      Di bawah arahannya, Bank Mega berhasil meningkatkan
  prinsip keberlanjutan. Wakil Direktur Utama Bank Mega,                        kualitas komunikasi digital secara konsisten dan mendorong
  Ibu Indivara Erni, turut menyampaikan pentingnya peran                        meaningful financial engagement yang memperkuat hubungan
  perempuan untuk terus berkembang, berdaya saing, serta                        jangka panjang dengan nasabah. Pencapaian ini tidak
  berkontribusi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan,                  hanya menjadi bentuk apresiasi atas inovasi dan kolaborasi
  termasuk di lingkungan kerja.                                                 internal, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemberdayaan
                                                                                perempuan dapat menghadirkan nilai tambah bagi industri
  Bank Mega memandang keberagaman dan partisipasi aktif                         keuangan dan membuka akses literasi keuangan yang lebih
  perempuan sebagai salah satu faktor pendukung pertumbuhan                     inklusif. Dengan penghargaan ini, Bank Mega menegaskan
  perusahaan. Oleh karena itu, peringatan Hari Kartini tidak                    bahwa keberhasilan transformasi digital tidak lepas dari peran
  hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga                       perempuan, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan
  sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan                     untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, setara,
  lingkungan kerja yang inklusif, setara, dan memberikan ruang                  dan mendukung potensi perempuan untuk berkembang.
  bagi perempuan untuk berkembang dan berkarya.
                                                                                Lingkungan Bekerja yang Layak dan
  Kiprah Perempuan dalam Mendorong                                              Aman [F.21][S-11][403-1][403-3][403-4][403-5][403-6][403-7][403-
  Inovasi                                                                       8][403-9][403-10][S-06]
  Prestasi Bank Mega pada ajang World Financial Innovation
  Series (WFIS) 2025 menjadi momentum penting dalam                             Bank Mega menempatkan aspek Keselamatan dan Kesehatan
  memperkuat komitmen Perseroan terhadap Tujuan                                 Kerja (K3) sebagai prioritas utama dalam mewujudkan
  Pembangunan Berkelanjutan 5: Kesetaraan Gender.                               lingkungan kerja yang layak, aman, dan mendukung
  Penghargaan Marketing Leader of The Year for Elevating                        produktivitas pegawai. Komitmen ini diwujudkan melalui
  Digital Communication and Driving Meaningful Financial                        upaya berkelanjutan untuk mengidentifikasi, mengelola,
  Engagement yang diterima oleh Caroline Setiabudi, Digital                     dan memitigasi potensi risiko yang dapat memengaruhi
  Marketing Communication Head, menegaskan peran sentral                        keselamatan maupun kesehatan pegawai, baik di Kantor Pusat
  perempuan dalam memimpin inovasi digital di Bank Mega. Di                     maupun jaringan kantor lainnya.
  tengah kompleksitas industri keuangan, Caroline menunjukkan
  bahwa kepemimpinan perempuan mampu melahirkan strategi                        Sebagai bagian dari pengelolaan K3, Bank Mega bekerja sama
  komunikasi yang relevan, adaptif, dan berdampak bagi                          dengan pengelola gedung untuk memastikan seluruh fasilitas
  nasabah. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen Bank                         dan aktivitas operasional memenuhi standar yang berlaku. Unit
  Mega dalam menyediakan ruang dan kesempatan yang setara                       Kerja Procurement and General Services melakukan evaluasi
  bagi perempuan untuk berkontribusi dan memimpin pada                          rutin terhadap implementasi K3, yang hasilnya digunakan untuk
  posisi strategis.                                                             penyempurnaan kebijakan dan program secara berkelanjutan.

Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                      PT Bank Mega Tbk   73
Page 74
               Strategi                        Tentang                    Penjelasan                  Tata Kelola
               Keberlanjutan                   Bank Mega                  Direksi                     Keberlanjutan




                 Inisiatif
                 K3



 Berbagai inisiatif K3 yang telah
 dilaksanakan tahun 2025 mencakup:
 1. Pelatihan dan simulasi tanggap
     darurat, termasuk bencana alam
     dan situasi force majeure, untuk
     meningkatkan kesiapsiagaan pegawai
     serta mendukung efektivitas Business
     Continuity Management (BCM).
 2. Uji kesiapan infrastruktur dan
     jaringan teknologi informasi melalui
     pelaksanaan Disaster Recovery Plan
     (DRP) yang dikoordinasikan oleh
     Recovery Team.
 3. Kampanye risiko (Risk Campaign)
     melalui penyebaran informasi dan
     panduan tanggap darurat terhadap
     risiko eksternal, seperti gempa bumi,
     potensi gangguan operasional, serta
     mitigasi risiko gempa megathrust.
 4. Penyediaan fasilitas penunjang
     kesehatan, seperti layanan P3K,
     asuransi kesehatan, dan kepesertaan
     BPJS Kesehatan bagi pegawai beserta
     keluarga sesuai ketentuan.                   Mengasah Respons Darurat untuk Lingkungan Kerja yang Lebih Aman [403-4]
 5. Pemeriksaan kesehatan gratis,                 Tim K3 Menara Bank Mega melaksanakan simulasi kebakaran sebagai upaya
     termasuk IVA Test, Pap Smear,                meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh karyawan terhadap potensi
     konsultasi psikolog, dan pemeriksaan         bencana, khususnya kebakaran. Kegiatan ini melibatkan seluruh penghuni Menara
     tekanan darah serta gula darah.              Bank Mega – Jakarta, yang diwajibkan melakukan evakuasi menyeluruh sesuai skenario
 6. Mini Medical Check Up (MMCU) bagi             darurat yang dirancang secara realistis. Latihan ini penting mengingat kebakaran
     pegawai tertentu melalui kerja sama          merupakan risiko yang dapat terjadi secara cepat dan berdampak besar terhadap
     dengan Asuransi Umum Mega.                   keselamatan jiwa maupun aset perusahaan, terutama di lingkungan perkantoran
 7. Webinar Health Talk sebagai sarana            yang rentan terhadap korsleting listrik dan penggunaan peralatan elektronik.
     edukasi kesehatan dan peningkatan
     kesadaran pegawai.                           Simulasi diawali dengan sirine peringatan yang mengharuskan floor captain
 8. Sosialisasi protokol kesehatan melalui        mengarahkan karyawan menuju tangga darurat dan berkumpul di safety zone. Waktu
     email dan portal internal MegaWeb            evakuasi dicatat oleh tim K3 untuk menilai efektivitas respons karyawan, keteraturan
     untuk memastikan pemahaman yang              jalur evakuasi, serta kesiapan individu dalam menghadapi kondisi darurat. Di area luar
     merata di seluruh unit kerja.                gedung, petugas tanggap darurat mengatur barisan peserta simulasi agar tertib dan
 9. Kerja sama layanan kesehatan dengan           memastikan jalur evakuasi tetap terbuka bagi mobil pemadam kebakaran. Evaluasi
     Klinik Pratama Trans Medical dan BPJS        menyeluruh dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kendala teknis maupun
     guna menyediakan layanan medis               operasional yang mungkin terjadi saat situasi nyata.
     bagi pegawai Kantor Pusat maupun
     masyarakat sekitar.                          Simulasi kebakaran ini akan dilaksanakan kembali secara berkala dan dengan
 10. Pelatihan K3 tahunan yang memuat             waktu yang tidak ditentukan guna membentuk budaya keselamatan yang kuat
     prosedur evakuasi gedung,                    dan memastikan seluruh karyawan memahami prosedur darurat, bukan hanya
     penanganan kebakaran, dan                    untuk memenuhi standar regulasi. Pelatihan rutin ini diharapkan dapat mengurangi
     kesiapsiagaan menghadapi gempa               risiko kepanikan, meningkatkan koordinasi antar departemen, serta memberikan
     serta situasi darurat lainnya.               pemahaman yang tepat bagi karyawan baru. Melalui komitmen berkelanjutan
 11. Penyediaan peralatan keselamatan,            terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan, Bank Mega berupaya menciptakan
     seperti APAR, hidran, Alat Pelindung         lingkungan kerja yang tangguh, waspada, dan peduli terhadap keselamatan seluruh
     Diri (APD), serta berbagai safety tools      insan perusahaan.
     pendukung lainnya.




74    PT Bank Mega Tbk                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 75
             Kinerja                        Kinerja                         Kinerja                  Kinerja
             Keberlanjutan Kami             Ekonomi                         Lingkungan               Sosial




  Manajemen K3 dan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat [403-1, 403-2]

  Sistem Manajemen K3 dan Keselamatan Kebakaran Gedung                         sebagai penanggung jawab operasional untuk membentuk
  Bank Mega memastikan penerapan keselamatan dan                               dan menjalankan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung
  kesehatan kerja (K3) dilaksanakan secara formal melalui                      (MKKG), termasuk memastikan struktur organisasi tanggap
  sistem manajemen K3 gedung yang mengacu pada regulasi                        darurat berjalan sesuai perannya.
  Pemerintah. Penerapan ini mencakup pengelolaan keselamatan
  operasional di Gedung Menara Bank Mega, termasuk sistem                      Struktur tanggap darurat tersebut dirancang untuk memastikan
  proteksi kebakaran, kesiapsiagaan darurat, serta program                     koordinasi yang cepat, peran yang jelas, serta kesiapan personel
  inspeksi rutin untuk menjaga lingkungan kerja yang aman dan                  dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk kebakaran dan
  andal.                                                                       situasi risiko lain di area gedung.

  Regulasi utama yang menjadi rujukan antara lain Permen                       Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Inspeksi Berkala
  PUPR No. 26/PRT/M/2008 tentang persyaratan sistem                            Dalam mendukung pencegahan insiden, Bank Mega melakukan
  proteksi kebakaran pada bangunan gedung, Kepmenaker No.                      identifikasi bahaya dan penilaian risiko K3 secara terjadwal
  186/MEN/1999 mengenai pembentukan unit penanggulangan                        setiap bulan, disertai inspeksi rutin terhadap area dan sistem
  kebakaran di tempat kerja, serta ketentuan Manajemen                         keselamatan. Potensi risiko yang dipetakan mencakup aspek
  Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) di DKI Jakarta yang                      keselamatan kebakaran, kelistrikan, kondisi area kerja, hingga
  mengacu pada Pergub DKI Jakarta No. 143 Tahun 2016.                          risiko kesehatan dan kenyamanan kerja.

  Penanggung Jawab dan Struktur Organisasi K3 (MKKG)                           Hasil identifikasi risiko menjadi dasar penetapan langkah
  Pengelolaan K3 Gedung Menara Bank Mega berada di bawah                       pencegahan, peningkatan fasilitas keselamatan (misalnya
  tanggung jawab pimpinan tertinggi PT Jasa Swadaya Utama                      APAR, detektor asap/gas, safety sign), serta penguatan
  sebagai pengelola gedung. Melalui surat penunjukan Direksi,                  pelatihan dan pengawasan untuk memastikan risiko tetap
  Perseroan menetapkan Fire Safety Manager (FSM) bersertifikat                 terkendali.



  Ringkasan Risiko Utama dan Upaya Pencegahan
                                  Jumlah     Tingkat
   Risiko/Bahaya Utama                                                                    Upaya Pencegahan Utama
                                  Insiden   Keparahan
   Percikan api saat memasak        0         Tinggi      APAR, ventilasi/exhaust, inspeksi detektor asap, pelatihan APAR, safety sign
   Kebocoran tabung gas             0         Tinggi      Detektor gas, ventilasi memadai, inspeksi rutin, SOP evakuasi, larangan merokok
   Korsleting listrik               0         Tinggi      Perawatan listrik berkala, penggantian instalasi tidak layak, pelatihan K3 kelistrikan
   Overload listrik                 0         Tinggi      Pengaturan beban listrik, inspeksi & maintenance, peralatan berstandar SNI
   Bahan mudah terbakar             0         Tinggi      Housekeeping, pemusnahan arsip, ruang penyimpanan khusus, sistem kebakaran &
   (arsip/kertas)                                         APAR
   Lantai licin/basah               0         Sedang      Wet floor sign, material anti slip, penjadwalan pembersihan
   Pencahayaan kurang               0         Sedang       Penggantian lampu, pengukuran Lux Meter, penambahan titik lampu
   Ventilasi buruk                  0         Sedang       Perawatan AC/ducting, pembersihan filter, inspeksi kualitas udara
   Ergonomi kerja (duduk            0         Sedang       Edukasi ergonomi, stretching rutin, aturan 20-20-20
   tidak ideal, komputer lama)
   Serangga/tikus                   0         Sedang       Pest control berkala, SOP pengendalian hama, inspeksi dan edukasi kebersihan




                                        Jumlah Kecelakaan Kerja S-06 [403-9]
                                                                                    Selama tahun 2025, Bank Mega tidak adanya

                                        0     Frekuensi kecelakaan
                                              kerja dari total pegawai
                                                                                    kecelakaan kerja pada seluruh pegawai. Capaian
                                                                                    ini mencerminkan konsistensi penerapan
                                                                                    standar keselamatan kerja serta efektivitas

                                        0     Persentase kerja serius
                                              yang berakibat cedera
                                              serius dan fatal dari total
                                                                                    langkah pencegahan dan pengawasan K3 di
                                                                                    lingkungan kerja Bank.
                                              pegawai (%)




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                        PT Bank Mega Tbk   75
Page 76
               Strategi                      Tentang                     Penjelasan               Tata Kelola
               Keberlanjutan                 Bank Mega                   Direksi                  Keberlanjutan




     Pelatihan K3 dan Simulasi Darurat [403-8]           Pelatihan K3 & Tanggap Darurat
     Bank Mega melaksanakan pelatihan K3 dan                                                                       Jumlah          Cakupan
                                                         Jenis Pelatihan              Peserta     Frekuensi
     simulasi tanggap darurat sebagai bagian dari                                                                  Peserta           (%)
     upaya membangun kesiapsiagaan dan budaya             Training APAR Tenant         Tenant     Tahunan         20 orang           80%
     keselamatan di lingkungan kerja. Peserta             Foodcourt 1
     pelatihan mencakup seluruh pegawai/staf di           Training Evacuation Drill   Pegawai     Tahunan         120 orang           5%
     Gedung Menara Bank Mega, dengan capaian
                                                          Training Evacuation Drill   Pegawai     Tahunan         120 orang           5%
     partisipasi pelatihan sebesar 90%.



     Layanan Kesehatan Kerja [403-3]
     Selain aspek keselamatan, Bank Mega juga menyediakan layanan kesehatan kerja melalui berbagai program kesehatan yang
     mendukung pencegahan risiko kesehatan dan peningkatan produktivitas. Program kesehatan bersifat sukarela dan dilakukan setiap
     tahun, dengan tingkat pemanfaatan sekitar 80%.



     Partisipasi, Konsultasi, dan Komunikasi K3          Forum K3 dan Komunikasi
     [403-4]                                             Kegiatan/Forum               Frekuensi     Jumlah Peserta           Jenis Peserta
     Bank Mega memastikan penerapan K3
                                                          Meeting koordinasi          Mingguan          10 orang          Pimpinan divisi,
     didukung melalui mekanisme komunikasi dan            operasional Jayatama                                           supervisor/leader
     koordinasi rutin, baik untuk operasional internal
                                                          Meeting divisi Facility &   Mingguan          4 orang               Tim Facility &
     maupun pengawasan pekerjaan vendor.                  Safety                                                                 Safety
     Forum K3 ini menjadi sarana penting untuk
                                                          Meeting koordinasi Bank     Bulanan           15 orang               Unit terkait
     menjaga konsistensi implementasi prosedur            Mega
     keselamatan, memastikan kepatuhan di area
                                                          Toolbox meeting              Harian           10 orang              Tim gondola
     kerja, serta memperkuat kesiapan respons.
                                                          Monitoring pekerjaan         Harian           15 orang              Tim vendor &
                                                          vendor & engineering                                                 engineering
                                                          Inspeksi alat kerja          3 bulan          3 orang                Tim K3 &
                                                                                                                              engineering
                                                          Inspeksi APAR, Hydrant,     Bulanan           3 orang               Tim Facility &
                                                          Safety Box, Emergency                                                  Safety
                                                          Exit
                                                          Inspeksi Pesawat Alat       Tahunan           3 orang                   PJK3
                                                          Angkut (PAA)




76   PT Bank Mega Tbk                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 77
              Kinerja                            Kinerja                    Kinerja                     Kinerja
              Keberlanjutan Kami                 Ekonomi                    Lingkungan                  Sosial




  Promosi Kesehatan Kerja dari Unit Human Capital Tahun 2025 [403-6]
   Program
                   Target
   Promosi                                           Jenis Program                             Frekuensi                   Jumlah Peserta
                   Peserta
   Kesehatan
   Mini MCU             450       Pemeriksaan darah sewaktu untuk kolesterol, gula       3 kali dalam setahun     150 per event
                                  dan asam urat
   Olahraga            1.200      Olahraga bersama yang diikuti oleh karyawan dan        24 kali dalam setahun    50 per event
   Bersama                        dipandu instruktur tersertifikasi


   Health Talk         1.200      Pemaparan materi kesehatan oleh Dokter Specialist      12 kali dalam setahun    100 per event
   via zoom
   Health Fair          400       Pemerikasan kesehatan (screening) seperti: Mini        1 kali dalam setahun     400
                                  MCU, Skin Check, Health Talk, Game Battle, dll


   Pap Smear                 50   Pemeriksaan pap smear/iva tes untuk pegawai            1 kali dalam setahun     50
                                  wanita
   Konseling                 16   Konsultasi psikolog secara offline                     4 kali dalam setahun     4 pegawai per kunjungan psikolog
   Psikolog


  Mekanisme Umpan Balik & Improvement
  Untuk memastikan proses K3 terus meningkat, Bank Mega juga menjalankan evaluasi berkala melalui inspeksi terjadwal, pelaporan
  internal, serta forum koordinasi rutin. Mekanisme ini memungkinkan penguatan tindakan pencegahan, peningkatan fasilitas
  keselamatan, serta penyempurnaan prosedur tanggap darurat dari waktu ke waktu.



  Inisiatif Pengembangan Talenta [404-1]
  Bank Mega berkomitmen menyediakan kesempatan yang                             Seluruh program pelatihan berada di bawah pengelolaan
  setara bagi seluruh karyawan untuk mengikuti program                          Direktur Compliance & Human Capital, yang memastikan
  pelatihan dan pengembangan yang dirancang secara                              bahwa pengembangan talenta dilaksanakan secara terstruktur,
  berkelanjutan. Pelatihan diselenggarakan melalui beragam                      terukur, dan selaras dengan kebutuhan strategis Bank Mega.
  metode, termasuk kelas tatap muka, pelatihan daring, dan                      Pendekatan ini menjadi landasan penting dalam membangun
  pemanfaatan platform e-learning, guna memastikan proses                       sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan mampu
  pembelajaran dapat diakses secara fleksibel dan relevan                       memberikan kontribusi optimal terhadap keberlanjutan
  dengan tuntutan bisnis yang terus berkembang. Inisiatif ini                   pertumbuhan perusahaan.
  bertujuan untuk memperkuat kompetensi pegawai sekaligus
  mendukung percepatan transformasi digital di seluruh lini
  operasional perusahaan.




  Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai [S-05] [E.2][F.22] [FS4]
  Bank Mega berkomitmen untuk terus meningkatkan                                Sebagai bagian dari transformasi digital, Bank Mega terus
  kualitas dan produktivitas sumber daya manusia melalui                        memperluas pendekatan pembelajaran berbasis teknologi
  penyelenggaraan program pelatihan dan pengembangan                            melalui platform e-learning. Fasilitas ini memberikan
  kompetensi yang berkesinambungan. Setiap program                              fleksibilitas bagi seluruh pegawai untuk mengakses materi
  dirancang agar relevan dengan kebutuhan bisnis serta mampu                    pelatihan secara efisien, sekaligus memperluas jangkauan
  memperkuat kemampuan pegawai dalam memberikan                                 pembelajaran hingga ke seluruh jaringan cabang. Sepanjang
  kinerja optimal, sejalan dengan upaya Perseroan mewujudkan                    tahun 2025, Bank menyediakan 28 modul e-learning aktif
  pertumbuhan yang berkelanjutan. Pelatihan diselenggarakan                     (tidak termasuk online test) yang mencakup materi regulasi,
  oleh unit internal maupun melalui kolaborasi dengan lembaga                   product knowledge perbankan, dan manajemen risiko, dengan
  eksternal yang memiliki keahlian khusus, sehingga memastikan                  lebih dari 42.600 partisipasi dan estimasi waktu pembelajaran
  kualitas materi dan efektivitas pembelajaran.                                 setara 2 jam untuk setiap modul. Penguatan kompetensi
                                                                                berbasis digital ini secara langsung mendukung peningkatan
                                                                                kualitas pelayanan, ketepatan analisis, serta keamanan
                                                                                operasional melalui pemahaman yang lebih baik mengenai
                                                                                prosedur dan regulasi.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                          PT Bank Mega Tbk   77
Page 78
                Strategi                     Tentang                          Penjelasan                  Tata Kelola
                Keberlanjutan                Bank Mega                        Direksi                     Keberlanjutan




     Kegiatan     pelatihan    yang     dilakukan
     juga terus beradaptasi dan fokus                                          Pelatihan dan Pengembangan Pegawai [S-05] [404-1]
     terhadap      perkembangan          teknologi
     seperti peningkatan kompetensi teknis                                  Rata-rata Jam Pelatihan per
     bidang kecerdasan buatan, technology                                 Pegawai dalam tahun Pelaporan
     enablement, digitalisasi proses bisnis,
                                                                                61,88 Jam/Pegawai
     maupun program implementif lainnya                                                                                   Persentase jumlah
     sehingga dapat memberikan added-value                                                                                pegawai yang ikut
     bagi pegawai dalam pengembangan inovasi                              Jumlah Pegawai yang ikut serta                serta dalam pelatihan
     dan produktivitas. Selain itu, kegiatan yang                           dalam program pelatihan
     menjadi standar pengembangan pegawai
                                                                                                                            99,43%
     terus berlanjut agar tata kelola perusahaan
                                                                                      5.257
     berjalan optimal.


                                           Pengembangan Kompetensi terkait Keberlanjutan [2-17]
      Tingkatan                 Jumlah Peserta           Jam Pelatihan            Rata-rata Jam Pelatihan per Peserta          Jumlah Kegiatan
      Direksi                                    7                       17                                         2,43                          7
      Komisaris                                   1                       5                                        4,50                           1

      Pejabat Eksekutif                          15                      62                                         4,13                         12
      Pegawai Lainnya                         804                    1.669                                         2,08                          26
      Total                                   827                    1.753                                         13,14                         46


     Sebagai kelanjutan dari peningkatan kapasitas SDM, Bank                   Bank Mega tidak hanya berupaya meningkatkan kapabiltas
     Mega juga memperkuat kompetensi pegawai dalam bidang                      pegawai namun juga turut mendorong pegawai dalam pola
     keuangan berkelanjutan, sebuah aspek yang semakin penting                 hidup sehat melalui beberapa program edukasi [TPB 3]
     dalam operasional perbankan modern. Sejak tahun 2021, Bank                dalam bentuk Health Talk yang berkolaborasi dengan institusi
     menyediakan modul e-learning Pengenalan Aksi Keuangan                     eksternal bidang kesehatan. Pada tahun 2025, lebih dari 500
     Berkelanjutan yang dapat diakses seluruh pegawai tanpa                    peserta mengikuti program tersebut.
     batasan waktu dan lokasi. Pada tahun 2025, pembelajaran
     ini difokuskan untuk pegawai baru guna membangun fondasi                  Selain program internal, Bank Mega mendorong pegawai untuk
     pemahaman mengenai prinsip keuangan berkelanjutan,                        mengikuti pelatihan eksternal yang memperluas perspektif
     ketentuan regulasi, risiko iklim, serta peran sektor perbankan            dan membangun jejaring profesional di bidang keberlanjutan.
     dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.                    Topik yang diikuti mencakup pemahaman iklim dalam
     Sepanjang periode pelaporan, lebih dari seratus peserta telah             institusi keuangan, emisi karbon, kejahatan dalam keuangan
     menyelesaikan modul pelatihan elearning tersebut, lebih                   berkelanjutan, pelaporan teknis dan non-teknis CRST, dasar-
     dari seratus peserta telah menyelesaikan modul pelatihan                  dasar LST, Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia
     elearning tersebut.                                                       (TKBI), hingga pencegahan greenwashing. Pengetahuan ini
                                                                               memperkuat kemampuan pegawai dalam mengidentifikasi
                                                                               risiko finansial maupun non-finansial, melakukan due diligence
                                                                               yang lebih akurat, serta melindungi pelanggan dari potensi
                                                                               kerugian atau praktik yang tidak bertanggung jawab.

                                                                               Bank Mega juga terus mengembangkan kombinasi
                                                                               pembelajaran digital, peningkatan kompetensi keberlanjutan,
                                                                               serta integrasi pelatihan internal dan eksternal. Upaya tersebut
                                                                               guna memastikan bahwa seluruh pegawai memiliki kapasitas
                                                                               untuk memberikan pelayanan yang lebih berkualitas, menjaga
                                                                               keamanan pelanggan, serta mendukung praktik perbankan
                                                                               yang bertanggung jawab. Dengan demikian, pengembangan
                                                                               kompetensi menjadi pondasi utama dalam memperkuat tata
                                                                               kelola, meningkatkan kepercayaan nasabah, dan memastikan
                                                                               keberlanjutan pertumbuhan Bank Mega dalam jangka
                                                                               panjang termasuk yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan
                                                                               Berkelanjutan (TPB). [E.2]




78   PT Bank Mega Tbk                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 79
             Kinerja                         Kinerja                     Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami              Ekonomi                     Lingkungan              Sosial




  Topik Pelatihan Eksternal yang Diikuti Pegawai [404-2]
                                                                                              Durasi Pelatihan     Jumlah
    No    Nama Program Pelatihan                                                                                                Manhours
                                                                                                  (Jam)            Peserta
     1    HEALTH TALK - Gagal Ginjal Usia Muda                                                      1,50             138         207,00
     2    HEALTH TALK - Kunci Kesehatan Mental Menjelang Usia Pensiun                               1,00             82           82,00
     3    HEALTH TALK - Autoimun vs Produktivitas                                                  2,50              71           177,50
     4    HEALTH TALK - Olahraga Tepat Jantung Sehat                                                1,00             75           75,00
     5    HEALTH TALK - Edukasi Kesehatan & Kolesterol                                             2,00              134         268,00
     6    ACMF-ISSB Technical Training on IFRS Sustainability Disclosures Standards for            2,00              6            12,00
          Corporate Preparers
     7    Bedah Buku: Diorama Keuangan Berkelanjutan Indonesia                                     3,00               1           3,00
     8    CEO Forum 2025 - Banking Beyond Growth: Powering a Sustainable and Inclusive             3,00               1           3,00
          Economy for 2025 Onward
     9    CNBC Indonesia ESG Sustainability Forum 2025: ESG Dan Pembiayaan Hijau Untuk             6,50              2            6,50
          Ekonomi RI Yang Inklusif Dan Berkelanjutan
    10    CNN Indonesia Leading Women 2025: Leading with Purpose, Inspiring the Future             3,00               1           3,00
     11   Coal Trans Asia 2025: Power, Policy and Progress: Coals Geopolitical and Economic        18,00             2            36,00
          Influence in the Global Landscape
    12    ESG Talk Series: IFRS S2 Governance & The Strategic Role of ESG Committees               2,50              3             7,50
    13    Diskusi Publik: Persiapan Adopsi Standar Pengungkapan Keberlanjutan bagi Pelaku          3,50              5            17,50
          Usaha Sektor Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik
    14    FIN EXPO 2025: Inklusi Keuangan Untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju            16,00             2            16,00
    15    Implementasi Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) serta               9,00              9            58,00
          Rencana Digitalisasi Laporan Keberlanjutan (SR) dan Rencana Aksi Keuangan
          Berkelanjutan (RAKB)
    16    Inaugurasi Certified Risk Management (CEM) BSMR dan Seminar Nasional Kesiapan             1,00              1            1,00
          Industri Perbankan Dalam Merespon Eskalasi Climate Risk & Cyber Risk 2025
    17    Indonesia Stock Exchange Workshop on IFRS Sustainability Standards                       3,00               1           3,00
    18    Inspirasi Kartini: Perempuan Cerdas, Berdaya dan Berintegritas Menuju Indonesia          4,00               1           4,00
          Emas
    19    Katadata SAFE (Sustainability Action for The Future Economy) 2025: Green for             14,00              1           14,00
          Resilience
    20    Konsinyering Percepatan Pengentasan Kemiskinan Melalui Program Corporate Social           1,00              1            1,00
          Responsibility (CSR) Perbankan
    21    Lokakarya Risiko Terkait Iklim–Alam dan Kerangka Uji Tuntas                              4,00              2            8,00
    22    Sharing Session: Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS)                      3,00              2            6,00
    23    SIRD Seri ke-77: Mother Earth, Our Mother - Womens Role and Contribution to              2,00               1           2,00
          Sustainability
    24    Sosialisasi ESG Reporting                                                                3,50               1           3,50
    25    Sosialisasi Program Pelatihan IDX Net Zero Incubator                                     2,00              5            10,00
    26    Webinar AEI: GRI 102 & GRI 103 - Climate Change and Energy Topic Standards               2,00              6            12,00
    27    Webinar: Building the Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem                       3,00              3            9,00
    28    Webinar: Implementasi dan Peran Industri Keuangan dalam Bisnis dan HAM                   3,00              4            12,00
    29    Webinar: Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis Nasional:         3,00               1           3,00
          Pembangunan 3 Juta Rumah
    30    Webinar: Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Mendorong Pengembangan             3,00              69          207,00
          Ekonomi Daerah
    31    Webinar: Sustainability Accounting and Reporting in the Financial Services               3,00              73          219,00
    32    Women Leadership Forum - AI: A Dual-Edged Sword - Unmanageable Technical Debt            4,00               1           4,00
          or the Future of Inclusive Leadership?
    33    Workshop Green Company - A Gateway to Strengthen Competitiveness for The                 7,00              3            21,00
          Global Market
    34    Aksi Keuangan Berkelanjutan                                                              2,00              119           238
                                                                                                           Total    827           1.750




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                   PT Bank Mega Tbk   79
Page 80
               Strategi                          Tentang                      Penjelasan                   Tata Kelola
               Keberlanjutan                     Bank Mega                    Direksi                      Keberlanjutan




     Evaluasi dan Penilaian Kinerja [404-3]                                     Bagi pemangku kepentingan, penerapan penilaian kinerja
                                                                                secara digital dan terstandardisasi ini memberikan nilai
     Bank Mega memandang bahwa kinerja setiap individu                          strategis karena memperkuat kualitas tata kelola SDM,
     merupakan fondasi dari kinerja organisasi secara keseluruhan.              meningkatkan keandalan proses manajerial, dan menjaga
     Oleh karena itu, Perseroan menerapkan sistem evaluasi kinerja              kesinambungan standar layanan Bank Mega di seluruh jaringan
     yang komprehensif, terstruktur, dan berbasis tata kelola                   operasional. Dengan evaluasi yang lebih terukur, Bank dapat
     untuk memastikan bahwa kontribusi seluruh pegawai selaras                  mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi
     dengan strategi bisnis, target keberlanjutan, serta ekspektasi             dan memastikan bahwa pegawai yang berinteraksi langsung
     pemangku kepentingan.                                                      dengan nasabah memiliki kapasitas untuk memberikan
                                                                                pelayanan yang aman, responsif, dan berorientasi risiko.
     Penilaian kinerja dilakukan secara periodik melalui sistem
     Sasaran Kerja Individu (SKI) yang diakses secara digital melalui           Hasil penilaian kinerja menjadi dasar pengambilan keputusan
     laptop maupun smartphone, sehingga memberikan fleksibilitas,               dalam pengembangan karir, termasuk promosi jabatan sesuai
     transparansi, dan akuntabilitas dalam proses evaluasi. Sistem              Surat Keputusan No. 079/DIRBM-HCRO/21 tentang Promosi
     ini dirancang tidak hanya untuk mengukur pencapaian target,                Pegawai. Selama tahun 2025, sebanyak 40 pegawai menerima
     tetapi juga mengevaluasi pengembangan diri, kompetensi, dan                pengembangan karir untuk promosi jabatan, menunjukkan
     tingkat kepuasan kerja, merupakan komponen yang berperan                   komitmen Bank dalam memberikan peluang pertumbuhan
     penting dalam menjaga produktivitas dan kualitas layanan                   bagi karyawan berprestasi. Proses ini memperkuat budaya
     kepada nasabah.                                                            meritokrasi, meningkatkan retensi talenta, dan memastikan
                                                                                kesinambungan kepemimpinan di seluruh jenjang organisasi.
     Proses penilaian diawali dengan self-assessment, di mana                   Ketiga aspek ini menjadi indikator penting bagi investor,
     pegawai menilai pencapaian dan tantangan mereka secara                     regulator, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menilai
     objektif. Selanjutnya dilakukan penilaian oleh atasan langsung             kesehatan organisasi, stabilitas operasional, serta kesiapan
     dan difinalisasi oleh atasan dari atasan langsung, sehingga                Bank Mega menghadapi dinamika industri perbankan.
     proses evaluasi berlangsung secara berlapis, obyektif, dan
     bebas konflik kepentingan. Pendekatan ini memastikan bahwa                 Melalui penerapan pendekatan evaluasi kinerja yang sistematis,
     rekomendasi kinerja memiliki dasar yang kuat serta konsisten               inklusif, dan didukung oleh pemanfaatan teknologi, Bank
     di seluruh satuan kerja. Sistem ini seluruhnya dilaksanakan                Mega memastikan bahwa pengembangan dan peningkatan
     berdasarkan Surat Keputusan No. 085/DIRBM/21 tentang                       kapasitas pegawai dilaksanakan secara berkelanjutan, sejalan
     Penilaian Kinerja Pegawai.                                                 dengan penciptaan nilai tambah bagi nasabah, penguatan
                                                                                stabilitas operasional, serta keberlanjutan kinerja jangka
                                                                                panjang Perseroan.



     Komposisi dan Persentase Pegawai yang Menerima Promosi, Rotasi, dan Mutasi
                                                                      2025                          2024                         2023
      Uraian                      Jenis Kelamin
                                                             Jumlah           %            Jumlah           %          Jumlah             %
      Promosi Jabatan                Laki-laki                38             5,76            75            10,85           59            7,38
                                   Perempuan                   53            8,03           92             13,31           74            9,26
                                     Jumlah                    91            13,79          167            24,17           133           16,65
      Promosi Pangkat                Laki-laki                89             13,48          58             8,39            62            7,76
                                   Perempuan                  92             13,94          80             11,58           105           13,14
                                     Jumlah                   181            27,42          138            19,97           167          20,90
      Rotasi/Mutasi                  Laki-laki                188            28,48          200            28,94           285           35,67
                                   Perempuan                  200            30,30          186            26,92           214          26,78
                                     Jumlah                   388            58,78          386            55,86           499          62,45
      Total Pegawai yang Mengalami Perubahan Karir                    660                           691                          799




80   PT Bank Mega Tbk                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 81
             Kinerja                       Kinerja                    Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami            Ekonomi                    Lingkungan              Sosial




  Dari Peduli ke Berbagi:
  Jejak Kontribusi Sosial Bank Mega                                                              [F.23][F.25]




       Dampak Operasional Bank terhadap Masyarakat Sekitar [F.23]

  Dampak Positif                                                         Dampak Negatif
  Kegiatan operasional Bank Mega di kantor pusat, kantor                 Di sisi lain, operasional perkantoran Bank Mega menimbulkan
  wilayah, kantor cabang, dan kantor cabang pembantu                     dampak lingkungan berupa konsumsi energi listrik, air, dan
  memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar,             kertas yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca,
  antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan             timbulan limbah, serta tekanan terhadap sumber daya alam.
  pendapatan tenaga kerja lokal, penggunaan jasa dan                     Aktivitas operasional juga berpotensi menimbulkan gangguan
  pemasok setempat, serta perputaran ekonomi di sekitar lokasi           terbatas bagi lingkungan sekitar, seperti peningkatan lalu
  operasional. Kehadiran jaringan kantor Bank juga memperluas            lintas di sekitar kantor, khususnya pada jam operasional.
  akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal yang
  aman, meningkatkan inklusi keuangan, dan memperkuat                    Pada aspek sosial, terdapat potensi dampak negatif berupa
  kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.                      kesenjangan pemahaman masyarakat terhadap produk
                                                                         keuangan, risiko kesalahpahaman informasi, serta potensi
  Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan                   kerentanan masyarakat terhadap produk keuangan yang
  (TJSL), Bank Mega menghasilkan dampak sosial positif berupa            tidak sesuai dengan kebutuhan atau kemampuan finansialnya,
  peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan penguatan                 apabila edukasi dan komunikasi tidak dilakukan secara
  ketahanan sosial masyarakat. Program Mega Peduli dan                   memadai.
  penyaluran donasi tabungan Mega Berbagi berkontribusi pada
  perbaikan fasilitas pendidikan, peningkatan literasi dan kualitas      Untuk memitigasi dampak negatif tersebut, Bank menerapkan
  pembelajaran di daerah terpencil, serta peningkatan layanan            program efisiensi energi dengan target penurunan konsumsi
  kesehatan masyarakat antara lain melalui kegiatan donor                listrik minimal 2% per tahun, pengurangan penggunaan kertas
  darah dan pemeriksaan kesehatan gigi gratis, serta dukungan            melalui proses digitalisasi, serta penguatan program literasi
  sosial bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung.                 keuangan yang menekankan prinsip kehati-hatian, kesesuaian
                                                                         produk, dan perlindungan konsumen.
  Program literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan di
  berbagai wilayah juga memberikan dampak positif berupa
  peningkatan pemahaman pelajar dan masyarakat terhadap
  produk dan layanan keuangan, peningkatan kemampuan
  pengelolaan keuangan, serta peningkatan kesadaran akan
  perlindungan konsumen dan risiko penipuan keuangan.

Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                             PT Bank Mega Tbk   81
Page 82
             Strategi                     Tentang                    Penjelasan     Tata Kelola
             Keberlanjutan                Bank Mega                  Direksi        Keberlanjutan




     Mega Peduli

     Mega Peduli adalah program CSR Bank Mega yang merupakan wujud kepedulian
     Bank Mega untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan baik                       Biaya Kegiatan
     dari aspek kesehatan, sosial, pendidikan serta upaya pelestarian lingkungan.            Mega Peduli (Rp Miliar)

     Sepanjang tahun 2025, kegiatan Mega Peduli mencakup pemeriksaan kesehatan               0,13
     dan gigi gratis, mini medical check-up (MCU). Selain itu Bank bersama FKDKP
     (Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan) melaksanakan penanaman bambu
                                                                                     2024                 2023
     di Desa Ngargoretno, Magelang, Jawa Tengah, untuk mitigasi bencana dan
     menjaga lingkungan.                                                             2,48                3,09

     Kegiatan Mega Peduli juga mencakup pemberian bantuan kepada sesama insan
     Bank Mega yang terdampak bencana di Sibolga dan Medan Sumatera Utara.
     Dari Aspek pendidikan, Bank menghibahkan peralatan kantor berupa meja dan
     kursi yang masih layak pakai kepada sekolah SMA Unggulan CT Arsa Foundation.
     Dengan aksi ini Bank menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas
     dan prasarana pendidikan.

     Melalui keterlibatan aktif karyawan dalam berbagai program ini, Bank Mega
     menanamkan nilai empati sekaligus memperluas pemahaman mereka terhadap
     kebutuhan dan tantangan sosial di sekitar lingkungan kerja. Perspektif ini
     menjadi penting untuk mendorong pengambilan keputusan bisnis yang lebih
     inklusif dan berorientasi pada dampak sosial jangka panjang, sejalan dengan
     komitmen keberlanjutan Bank Mega.




82   PT Bank Mega Tbk                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 83
             Kinerja                   Kinerja                  Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami        Ekonomi                  Lingkungan              Sosial




  Aksi Sehat Bank Mega:
  Semangat Kebaikan untuk Dampak Berkelanjutan

  Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis HUT 56              Partisipasi aktif pimpinan Bank Mega dalam kegiatan donor
  Sebagai bagian dari komitmen menciptakan nilai sosial yang       darah dan pemeriksaan kesehatan menegaskan bahwa budaya
  berkelanjutan, Bank Mega menyelenggarakan program Aksi           kepedulian dan tanggung jawab sosial hidup dalam setiap level
  Sehat Bersama secara rutin. Pada tahun 2025 dalam rangka         organisasi. Kehadiran jajaran manajemen juga memperkuat
  memperingati ulang tahun ke-56, Bank Mega mengadakan             pesan bahwa kesehatan karyawan dan masyarakat merupakan
  kegiatan Donor Darah dan Mini Medical Check Up (MMCU)            fondasi penting bagi keberlanjutan operasional dan
  gratis. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan simbolis,      pertumbuhan Bank Mega.
  tetapi juga bentuk nyata kontribusi Bank dalam memperluas
  akses kesehatan bagi karyawan CT Corp dan masyarakat             Inisiatif ini diselenggarakan secara serentak di seluruh kantor
  umum. Melalui penyediaan 500 kantong darah dan layanan           Regional Bank Mega, menjadikan Aksi Sehat sebagai gerakan
  pemeriksaan kesehatan dasar hingga retina mata, Bank             yang inklusif dan berdampak luas. Melalui kegiatan ini, Bank
  Mega berupaya mendukung ketahanan kesehatan komunitas            Mega memperkuat perannya dalam mendukung tujuan
  sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya                 pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait kesehatan
  pencegahan penyakit sejak dini.                                  yang baik dan kesejahteraan (TPB 3), serta membangun
                                                                   hubungan harmonis dengan komunitas sekitar. Aksi Sehat
  Khusus kantor pusat, selain di Menara Bank Mega Tendean,         Bersama menjadi bukti bahwa keberlanjutan tidak hanya
  kegiatan Donor Darah dan Mini Medical Check Up ini juga          diwujudkan melalui inovasi produk dan praktik bisnis, tetapi
  dilakukan secara rutin di Menara Bank Mega Kuningan untuk        juga melalui aksi nyata yang meningkatkan kualitas hidup dan
  mengakomodir para pegawai divisi kartu kredit yang memiliki      memperkuat resiliensi sosial masyarakat.
  sifat pekerjaan harus selalu ditempat.

  Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi erat
  dengan Palang Merah Indonesia (PMI), yang memastikan                                  Biaya untuk kegiatan ini sebesar
  seluruh proses berlangsung aman, profesional, dan sesuai                              Rp22.750.000,-
  standar layanan kesehatan.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                        PT Bank Mega Tbk   83
Page 84
             Strategi                         Tentang     Penjelasan              Tata Kelola
             Keberlanjutan                    Bank Mega   Direksi                 Keberlanjutan




                                                                       Aksi Sehat
                                                                       untuk Komunitas:
                                                                       Sehat Bersama,
                                                                       Tumbuh Bersama
                                                                       Sebagai bagian dari rangkaian perayaan
                                                                       Hari Ulang Tahun ke-56, Bank Mega
                                                                       menyelenggarakan        program    pemeriksaan
                                                                       kesehatan dan pengobatan gigi gratis bagi
                                                                       masyarakat prasejahtera di Bekasi dan siswa
                                                                       siswi SMP & SMA YPPI Baleendah Bandung
                                                                       sebagai wujud komitmen untuk memperluas
                                                                       dampak sosial positif bagi masyarakat. Kegiatan
                                                                       ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat
                                                                       untuk peduli terhadap kesehatan gigi. Hal ini
                                                                       dilakukan dengan pertimbangan masih banyak
                                                                       masyarakat yang mengabaikan kesehatan gigi.
                                                                       Langkah ini sekaligus memberikan edukasi
                                                                       kesehatan gigi yang memadai. Melalui alokasi
                                                                       biaya tanggung jawab sosial perusahaan, Bank
                                                                       Mega menghadirkan layanan kesehatan preventif
                                                                       yang terjangkau, mudah diakses, dan memiliki
                                                                       manfaat langsung bagi komunitas.

                                                                       Melalui kolaborasi dengan CT ARSA Foundation,
                                                                       kegiatan dilaksanakan menggunakan fasilitas
                                                                       Mobil Sehat yang berfungsi sebagai klinik gigi
                                                                       mini bergerak. Pelaksanaan program di Kampung
                                                                       Cikiwul, Bantar Gebang Bekasi, dan di SMP dan
                                                                       SMA YPPI Baleendah Bandung menunjukkan
                                                                       upaya Bank Mega menjangkau kelompok
                                                                       penerima manfaat yang beragam, mulai dari
                                                                       masyarakat umum hingga pelajar.



     Secara keseluruhan, program ini
     memberikan manfaat langsung bagi
     ratusan peserta yang mengikuti
     pemeriksaan kesehatan umum dan
     gigi secara cuma-cuma. Dana yang
     dialokasikan Bank Mega digunakan
     untuk penyediaan tenaga medis,
     peralatan klinis, obat-obatan dasar,
     fasilitas mobil sehat, serta logistik
     pendukung         kegiatan.    Melalui
     inisiatif ini, Bank Mega memperkuat
     kontribusinya terhadap pencapaian
     TPB      3,    sekaligus   menegaskan
     peran Perseroan sebagai institusi
     yang berkomitmen menghadirkan
     nilai tambah jangka panjang bagi
     masyarakat dan lingkungan sekitar.


                Biaya untuk kegiatan ini
                sebesar
                Rp24.100.000,-


84   PT Bank Mega Tbk                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 85
             Kinerja                      Kinerja                 Kinerja              Kinerja
             Keberlanjutan Kami           Ekonomi                 Lingkungan           Sosial




  Menyalakan Harapan di Hari Raya: Mega Berbagi untuk Masyarakat
  Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2025, PT Bank Mega Tbk melaksanakan kegiatan penyaluran 15.000 paket sembako kepada
  masyarakat yang membutuhkan di sekitar jaringan kantor Bank Mega di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan membantu
  pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya dalam menyambut hari besar keagamaan, serta memperkuat solidaritas
  sosial di lingkungan operasional Bank Mega. Seluruh bantuan merupakan bagian dari penyaluran donasi produk Tabungan Mega
  Berbagi, yang dikelola berdasarkan tiga pilar utama yaitu Pendidikan yang menjadi fokus utama, Kesehatan, serta Pemberdayaan
  Masyarakat dan Kebencanaan.

  Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Menara Bank Mega, Jakarta
  oleh jajaran Direksi Bank Mega kepada 8 (delapan) perwakilan yayasan dan
                                                                                             Biaya untuk kegiatan
  masjid di wilayah Jakarta sebelum didistribusikan ke berbagai daerah. Melalui              ini sebesar
  kegiatan ini, Bank Mega terus memperkuat komitmennya untuk berkontribusi
  pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung terciptanya                      Rp1.475.672.831,-
  dampak sosial yang berkelanjutan.




  Aksi Hijau untuk Lingkungan
  Bank Mega bersama LJK lainnya bersama-sama
  mendukung pelestarian lingkungan yang digagas
  oleh FKDKP (Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan
  Perbankan) melalui program konservasi bambu di
  Desa Ngargoretno, Magelang, Jawa Tengah. Hingga
  tahun 2025, Bank Mega telah konsisten menanam
  100 bibit bambu setiap tahun sebagai bagian dari
  target rehabilitasi kawasan Bukit Menoreh, dengan
  biaya sebesar Rp14.500.000 setiap tahunnya hingga
  2027 untuk memastikan keberlanjutan program.
  Konservasi ini berkontribusi pada pengurangan risiko
  longsor, penguatan ekosistem, serta pemberdayaan
  ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bambu
  secara produktif. Inisiatif ini menjadi bukti komitmen
  Bank Mega dalam mendukung pelestarian alam dan
  keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.



Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                     PT Bank Mega Tbk   85
Page 86
             Strategi                        Tentang                Penjelasan                  Tata Kelola
             Keberlanjutan                   Bank Mega              Direksi                     Keberlanjutan




                             Biaya untuk kegiatan ini sebesar

                             Rp72.628.225,-



     Bantuan Kepada Pegawai Terdampak Bencana Banjir Bandang
     di Sibolga dan Medan
     Bank berpendapat bahwa karyawan adalah aset yang penting untuk masa depan, oleh karena itu bank menempatkan keselamatan
     dan kesejahteraan karyawan sebagai prioritas utama. Pada tahun 2025 terjadi bencana banjir bandang di Sibolga dan Medan yang
     juga menimpa 60 pegawai Bank Mega. Sebagai bentuk dukungan kepada karyawan beserta keluarganya Bank memberikan bantuan
     berupa paket sembako dan sejumlah dana untuk membantu biaya perbaikan rumah. Bantuan ini diharapkan dapat membantu
     karyawan dalam proses pemulihan pasca bencana.




     Mega Berbagi
     Mega Berbagi merupakan inisiatif sosial Bank Mega yang          Hingga akhir Desember 2025 terdapat 90 sekolah di berbagai
     dijalankan untuk mengakomodir para nasabah yang memiliki        wilayah Indonesia yang telah dibantu dengan total realisasi
     jiwa sosial. Berdasarkan ketentuan dalam SE No.180/DIRBM-       biaya mencapai Rp129,28 miliar, dimana pada tahun 2025
     PMIC/23 mengenai Tabungan Mega Berbagi, para nasabah            donasi yang telah disalurkan sebesar Rp6,30 miliar. Upaya
     dapat menabung sekaligus berdonasi dalam kegiatan sosial        ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Bank
     khususnya dalam bidang pendidikan. Donasi tabungan Mega         Mega dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan
     Berbagi bersumber dari penyisihan minimal 1% bunga yang         mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman,
     seharusnya diterima nasabah, yang kemudian dilipatgandakan      nyaman, dan berkualitas bagi generasi muda.
     melalui tambahan 1% kontribusi dari Bank Mega.
                                                                                        Biaya Kegiatan Mega Berbagi
     Dengan demikian Bank Mega dan nasabah bersama-sama                Akumulasi sampai                             Penerima Manfaat
                                                                                              Biaya (Rp Miliar)
     menyalurkan donasi tersebut untuk berbagai kegiatan sosial            Tahun                                        Sekolah
     dengan 3 pilar yaitu pilar pendidikan yang merupakan fokus                  2025               6,30                    13
     utama, pilar kesehatan dan pilar pemberdayaan masyarakat
                                                                                 2024              10,56                    15
     dan kebencanaan. Sejak 2008, Bank Mega telah menyalurkan
                                                                                 2023               7,72                     8
     donasi untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah serta
     mengirim relawan guru muda ke berbagai daerah di pelosok.




86   PT Bank Mega Tbk                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 87
             Kinerja                    Kinerja                 Kinerja                  Kinerja
             Keberlanjutan Kami         Ekonomi                 Lingkungan               Sosial




                                                                                               Menyalakan Harapan
                                                                                               Pendidikan di Daerah
                                                                                               Terpencil bersama
                                                                                               Program PIJAR




  Sebagai wujud komitmen dalam mendukung peningkatan               Mega turut mendukung penugasan guru muda di 4 (empat)
  kualitas pendidikan di Indonesia, Bank Mega kembali              sekolah penerima manfaat, yakni SDK Gayak Filial Nobo dan
  berkontribusi dalam Program PIJAR (Pergi Mengajar), sebuah       SD Inpres Hamahena di Nusa Tenggara Timur, SD Negeri 16
  inisiatif CT Arsa Foundation yang menghadirkan guru-guru         Siparayo di Sumatera Barat, serta SMP Swasta Islam Terpadu
  muda berkualitas ke berbagai daerah terpencil. Kerja sama        Al Munawar di Tapanuli Tengah. Inisiatif ini menjadi bagian dari
  ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman            upaya kolaboratif untuk memutus rantai kemiskinan melalui
  antara Founder CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung,      peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kapasitas
  dan Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, yang              generasi muda di daerah.
  dilaksanakan bertepatan dengan acara Penyematan Guru
  Muda PIJAR Batch 5 di Menara Mega Syariah. Momentum ini          Melalui program ini, Bank Mega berharap dapat terus menjadi
  memperkuat kolaborasi yang telah terjalin sejak 2022 dalam       bagian dari gerakan besar untuk menghadirkan pendidikan
  upaya menciptakan akses pendidikan yang lebih merata.            berkualitas dan kesempatan yang lebih setara bagi anak-
                                                                   anak di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi
  Program PIJAR mengemban misi “Pergi Mengajar” dengan             Perseroan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan,
  menugaskan relawan guru muda ke sekolah-sekolah di wilayah       khususnya TPB 4: Pendidikan Berkualitas.
  pelosok. Melalui dukungan Tabungan Mega Berbagi, Bank


                SMP Swasta Islam Terpadu Al Munawar                           SMK VIP Maaruf NU Kemiri Purworejo




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                         PT Bank Mega Tbk   87
Page 88
             Strategi                      Tentang                    Penjelasan               Tata Kelola
             Keberlanjutan                 Bank Mega                  Direksi                  Keberlanjutan




     Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat
     Bank Mega terus memperkuat kontribusinya dalam                    (51–79 tahun), masyarakat berpendidikan maksimal SMP, serta
     peningkatan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari     pekerja sektor informal seperti petani, nelayan, ibu rumah
     komitmen mendukung pembangunan ekonomi nasional yang              tangga, dan pelajar. Temuan ini menjadi landasan bagi Bank
     berkelanjutan. Program literasi keuangan Bank dirancang           Mega untuk memfokuskan edukasi pada segmen tersebut
     untuk membantu masyarakat memahami karakteristik produk           melalui materi, pendekatan, dan kanal yang lebih relevan.
     dan layanan keuangan, hak dan kewajiban konsumen, serta
     risiko yang melekat, sehingga mereka mampu mengambil              Pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan berada
     keputusan finansial dengan lebih bijak dan aman. Upaya            di bawah Unit Corporate Affairs yang bertanggung jawab
     ini berjalan seiring dengan inisiatif inklusi keuangan yang       kepada Direktur Compliance & Human Capital. Sebagai upaya
     ditujukan untuk memperluas akses layanan perbankan formal         memperkecil kesenjangan literasi & inklusi keuangan, Bank
     bagi berbagai segmen masyarakat, termasuk kelompok rentan         Mega memberikan prioritas pada edukasi yang aplikatif
     sejalan dengan mandat OJK dan agenda Dewan Nasional               dan mudah dipahami. Materi mencakup pengenalan jasa
     Keuangan Inklusif.                                                keuangan khususnya perbankan konvensional beserta produk
                                                                       dan layanannya, pengelolaan keuangan pribadi, penggunaan
     Perkembangan indikator nasional menjadi rujukan penting           produk simpanan dan pembayaran non-tunai yang aman,
     dalam penyusunan strategi edukasi Bank. Hasil Survei              tips-tips menggunakan kartu kredit, hingga pengenalan dasar
     Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat      keuangan berkelanjutan. Pendekatan disesuaikan dengan profil
     peningkatan indeks literasi keuangan Indonesia menjadi            peserta, misalnya modul produk dasar untuk pelajar dan ibu
     66,46% dan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%, naik          rumah tangga, atau pengelolaan keuangan bagi masyarakat
     dari capaian 2024. Meskipun terjadi peningkatan, masih            umum. Dengan pendekatan ini, Bank Mega berupaya
     terdapat kesenjangan literasi & inklusi keuangan serta selisih    memastikan bahwa edukasi tidak hanya meningkatkan
     dengan target inklusi pemerintah sebesar 90%. Tantangan           pemahaman, tetapi juga mendorong penggunaan layanan
     terbesar terdapat pada kelompok perempuan, masyarakat             keuangan yang bertanggung jawab dan inklusif, sehingga
     pedesaan, generasi muda (15–17 tahun), kelompok usia lanjut       memperkuat peran sektor perbankan dalam meningkatkan
                                                                       indeks literasi dan inklusi keuangan nasional.




88   PT Bank Mega Tbk                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 89
             Kinerja                     Kinerja                   Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami          Ekonomi                   Lingkungan              Sosial




  Literasi Keuangan

  Edukasi Keuangan melalui Media Sosial Bank                          2. Financial Expo (FinExpo). Selaras dengan agenda Bulan
  Untuk menjangkau masyarakat lebih luas, Bank Mega                      Inklusi Keuangan OJK, Bank Mega turut berpartisipasi
  melaksanakan program edukasi keuangan melalui berbagai                 pada acara Puncak Bulan Inklusi Keuangan FinExpo di
  kanal media sosial. Selain itu Bank juga melakukan edukasi             Surabaya dan Bandung, Kegiatan ini menjangkau lebih
  pelindungan konsumen melalui Gerakan Bersama Edukasi                   dari 50 peserta dari kelompok yang beragam pelajar,
  Perlindungan Konsumen (GEBER PK) yang diprakarsai oleh                 mahasiswa, dan masyarakat umum. Melalui edukasi yang
  Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan, serta                   aplikatif dan mudah dipahami, Bank Mega mendorong
  ratusan mitra kerja yang tergabung dalam asosiasi industri             masyarakat untuk mulai memiliki tujuan finansial dan
  jasa keuangan. Melalui kampanye digital ini, Bank Mega                 perencanaan keuangannya, diharapkan masyarakat dapat
  telah menayangkan lebih dari 4.000.000 tayangan, dengan                merencanakan masa depannya dengan lebih baik lagi.
  penyampaian materi edukatif yang mudah dipahami dan                 3. LPS Financial Festival 2025. Bank Mega menunjukkan
  relevan dengan kebutuhan masyarakat.                                   komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi
                                                                         keuangan nasional melalui keterlibatan aktif pada LPS
  Konten edukasi yang disampaikan mencakup topik-topik                   Financial Festival 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di
  penting seperti perlindungan data pribadi, pengenalan                  dua kota besar, Surabaya dan Medan. Festival ini dirancang
  produk dan layanan perbankan, kewaspadaan terhadap                     khusus untuk generasi muda dengan pendekatan edukasi
  modus pencurian data dan kejahatan digital, bahaya judi                yang kreatif dan menghibur, menggabungkan business talk,
  online, serta tips keamanan dalam menggunakan produk dan               inspirational speech, educational class, serta pertunjukan
  layanan perbankan. Melalui pendekatan berbasis digital, Bank           musik untuk menciptakan suasana pembelajaran yang
  Mega berupaya memperluas jangkauan dan menumbuhkan                     menarik bagi ribuan peserta dari kalangan pelajar dan
  pemahaman finansial sekaligus meningkatkan kesadaran                   mahasiswa. Dalam kegiatan ini, Bank Mega berperan
  masyarakat terhadap risiko penggunaan layanan keuangan di              sebagai mitra literasi dan inklusi keuangan, bersama unit
  era digital.                                                           bisnis di bawah PT Mega Corpora.

  Edukasi melalui Website blog.bankmega.com                              Kontribusi utama Bank diwujudkan melalui Educational
  Selain media sosial, Bank Mega juga memperluas jangkauan               Class yang memberikan edukasi pengelolaan keuangan
  edukasi keuangan melalui artikel-artikel informatif di website         dengan topik “Jalan Ninja Cari Cuan dari AI” (Surabaya)
  blog.bankmega.com. Hingga tahun pelaporan, edukasi melalui             bersama KOL Daud Karunia, serta “Jurus Cuan Maksimal
  kanal ini telah dilihat oleh lebih dari 41 ribu pengunjung,            dari Saham & Level Up Keuanganmu!” (Medan) yang
  mencakup materi mengenai pengenalan produk dan jasa                    dibawakan oleh Michael Yeoh dan Caroline Setiabudi,
  keuangan, tips keamanan produk dan layanan perbankan                   Digital & Marketing Communication Head Bank Mega.
  serta pengelolaan keuangan pribadi. Artikel disajikan dengan           Edukasi ini dirancang untuk membantu generasi muda
  bahasa sederhana agar dapat diakses oleh berbagai kelompok             memahami dasar pengelolaan keuangan, pemanfaatan
  masyarakat, termasuk yang baru memulai perjalanan literasi             teknologi secara bijak, serta pengenalan risiko finansial.
  keuangan.                                                              Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 1000 peserta yang
                                                                         terdiri dari pelajar/mahasiswa dan masyarakat umum.
  Melalui kombinasi media sosial dan blog edukatif, Bank Mega
  memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi                     Untuk memperluas inklusi keuangan, Bank Mega dan
  keuangan nasional dan mendukung masyarakat agar lebih                  unit bisnis PT Mega Corpora juga menghadirkan booth
  siap, bijak, dan aman dalam menggunakan layanan keuangan.              interaktif yang memberikan akses informasi tentang produk
                                                                         tabungan, investasi, serta edukasi perlindungan dana oleh
  Mewujudkan Masyarakat yang Cerdas Finansial                            LPS. Berbagai aktivitas seperti kuis dan konsultasi ringan
  Bank Mega terus memperluas jangkauan literasi keuangan                 disediakan untuk mendorong peserta untuk memahami
  melalui sosialisasi tatap muka yang menyasar berbagai                  dan menggunakan produk serta layanan perbankan.
  kelompok masyarakat, mulai dari pelajar hingga komunitas
  umum. Melalui Program Ayo ke Bank, Bank Mega                           Keterlibatan Bank Mega dalam festival ini selaras dengan
  memperkenalkan dasar-dasar layanan perbankan, cara                     agenda OJK terkait Hari Indonesia Menabung, sekaligus
  menabung, serta pentingnya pengelolaan keuangan kepada                 mencerminkan komitmen perusahaan dalam mencetak
  anak-anak usia sekolah. Sepanjang tahun 2025, Bank Mega                generasi yang melek finansial, memahami hak dan
  melakukan kegiatan Literasi Keuangan sebagai berikut:                  perlindungan keuangannya, serta percaya diri menghadapi
  1. Ayo ke Bank. Program ini dilaksanakan di Jawa Barat dan             tantangan ekonomi. Bank Mega meyakini bahwa masa
      NTT, dan diikuti oleh 218 peserta. Edukasi ini tidak hanya         depan finansial Indonesia akan semakin kuat jika
      bertujuan mengajarkan konsep keuangan sejak dini, tetapi           masyarakat dibekali kemampuan pengelolaan keuangan
      juga menumbuhkan perilaku menabung dan pemahaman                   yang baik sejak dini.
      keuangan yang menjadi fondasi kemandirian finansial di
      masa depan.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                          PT Bank Mega Tbk   89
Page 90
              Strategi                        Tentang                     Penjelasan                Tata Kelola
              Keberlanjutan                   Bank Mega                   Direksi                   Keberlanjutan




     Bank Mega memperluas inklusi keuangan nasional melalui                Partisipasi Bank Mega dalam FinExpo dan rangkaian BIK
     partisipasi aktif pada Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang        2025 mencerminkan dukungan perusahaan terhadap upaya
     puncaknya diselenggarakan bersamaan dengan Financial                  regulator dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan
     Expo (FinExpo) 2025 di Tunjungan Plaza Surabaya pada 23–26            nasional, termasuk kampanye Hari Indonesia Menabung. Melalui
     Oktober 2025. Kegiatan yang digagas OJK ini dilaksanakan              pendekatan yang kolaboratif, edukatif, dan memberdayakan,
     serentak di berbagai daerah dan bertujuan membuka                     Bank Mega terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis
     akses layanan keuangan bagi masyarakat, meningkatkan                  pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang semakin
     pemahaman produk dan layanan keuangan, serta memperkuat               cerdas finansial, berdaya, dan siap menghadapi tantangan
     budaya menabung sebagai fondasi literasi keuangan yang                ekonomi di masa mendatang.
     sehat. Kehadiran Bank Mega baik di tingkat nasional maupun
     wilayah, termasuk di Bandung, menjadi bagian dari dukungan            Selain kegiatan Edukasi Keuangan untuk meningkatkan tingkat
     perusahaan terhadap perluasan akses keuangan yang inklusif,           Literasi Keuangan, Bank juga melaksanakan kegiatan inklusi
     aman, dan merata.                                                     keuangan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan Produk
                                                                           dan layanan Bank, melalui kegiatan:
     Sebagai peserta aktif FinExpo 2025, Bank Mega menghadirkan            1. Sosialiasi Program Meriah Bareng Mega, yang mengajak
     berbagai kegiatan interaktif untuk mendorong literasi keuangan            masyarakat untuk menabung dan berkesempatan
     masyarakat. Melalui Papan Dream List, pengunjung diajak                   memenangkan hadiah undian serta memberikan edukasi
     menuliskan impian finansial mereka dan memahami langkah                   mengenai layanan jasa keuangan digital di berbagai kota
     perencanaannya melalui produk Tabungan Mega Rencana.                      besar seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Samarinda, Makassar,
     Selain itu, Financial Literacy Class yang dibawakan oleh                  Surabaya dan Bandung
     Corporate Affairs Head, Christiana M. Damanik, memberikan             2. Melakukan edukasi kepada pemegang kartu kredit tentang
     pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan,                          cara bijak menggunakan kartu kredit
     pentingnya menabung, dan manfaat produk keuangan formal.              3. Mengajak masyarakat menabung melalui kegiatan-
     Kegiatan edukasi ditutup dengan Challenge #BiarJadi, yang                 kegiatan promosi offline di berbagai kota seperti Jakarta,
     mendorong peserta untuk berbagi cara mewujudkan impian                    Bali, Tangerang, Tangerang Selatan, Surabaya, Medan,
     finansial mereka, sehingga materi literasi menjadi lebih aplikatif        Samarinda, Makassar dan Balikpapan
     dan menarik.                                                          4. Memperkenalkan produk dan layanan perbankan kepada
                                                                               masyarakat pada event FEKDI yang diinisiasi oleh Bank
                                                                               Indonesia
                                                                           5. Kampanye Ajakan untuk Menggunakan QRIS secara digital
                                                                               melalui Media Sosial Instagram Bank dan notifikasi Mobile
                                                                               Banking M-Smile, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka
                                                                               Pekan QRIS Nasional yang di inisiasi oleh Bank Indonesia.




90   PT Bank Mega Tbk                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 91
             Kinerja                       Kinerja                  Kinerja                    Kinerja
             Keberlanjutan Kami            Ekonomi                  Lingkungan                 Sosial




  Pengaduan Masyarakat [F.24]
  Bank Mega memastikan bahwa setiap aktivitas operasional dijalankan dengan memperhatikan potensi dampak lingkungan dan
  sosial, termasuk penyediaan mekanisme pengaduan masyarakat sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan tata
  kelola keberlanjutan. Sistem pengaduan disiapkan melalui berbagai kanal resmi seperti kantor cabang, MegaCall, dan saluran
  komunikasi tertulis, sehingga masyarakat dapat menyampaikan masukan maupun keluhan secara mudah dan terbuka.

  Sepanjang tahun 2025, Bank Mega tidak menerima pengaduan dari masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan, gangguan
  operasional, maupun dampak sosial lainnya.




  Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang Selaras dengan
  Dukungan Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) [F.25]

  Strategi keberlanjutan Bank Mega yang mencakup pendanaan              pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, TPB 9 tentang
  hijau, penerapan taksonomi keuangan berkelanjutan,                    industri dan inovasi, TPB 12 tentang konsumsi dan produksi
  pengelolaan risiko iklim, serta penguatan aspek sosial                yang bertanggung jawab, serta TPB 16 tentang kelembagaan
  dan tata kelola, diselaraskan secara jelas dengan Tujuan              yang tangguh dan berintegritas. Kontribusi ini diwujudkan
  Pembangunan Berkelanjutan Indonesia 2030. Melalui Rencana             melalui perpaduan program internal, seperti kesehatan dan
  Aksi Keuangan Berkelanjutan dan berbagai program prioritas,           keselamatan kerja, pengembangan kompetensi pegawai,
  seperti pembiayaan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan,             dan penguatan tata kelola, serta program eksternal, seperti
  pengembangan UMKM, efisiensi operasional dan pengurangan              pembiayaan UMKM, perluasan akses layanan keuangan digital,
  emisi, serta program TJSL Mega Peduli dan Mega Berbagi, Bank          pengelolaan limbah, pencegahan korupsi, dan perlindungan
  Mega memastikan bahwa setiap inisiatif strategis memberikan           konsumen.
  kontribusi nyata terhadap target TPB yang relevan.
                                                                        Dengan pendekatan tersebut, strategi keberlanjutan Bank
  Pemetaan yang disusun bersama Kementerian Perencanaan                 Mega tidak hanya memperkuat ketahanan dan daya saing
  Pembangunan Nasional menunjukkan bahwa kegiatan Bank                  bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap
  Mega mendukung sejumlah TPB kunci, antara lain TPB 3 tentang          agenda pembangunan nasional sekaligus mendukung
  kehidupan sehat dan sejahtera, TPB 4 tentang pendidikan               komitmen global terhadap pencapaian SDGs.
  berkualitas, TPB 5 tentang kesetaraan gender, TPB 8 tentang



           Kehidupan Sehat dan Sejahtera


     Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas                   Capaian 2025
     3.4 Meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan.    • Melaksanakan kegiatan Mini Medical Check-Up (MMCU) dengan total
     (3.4.1; 3.4.1.(b))                                        peserta 150 pegawai pada setiap kegiatan (3x dalam setahun) dan Pap
     3.8 Meningkatkan kesehatan. (3.8.1*; 3.8.2.(a))           Smear dengan total peserta 50 pegawai pada setiap kegiatan.
                                                             • Meningkatkan awareness pegawai akan pentingnya kesehatan melalui
     Target TPB                                                Health Talk via Zoom dengan diikuti oleh 100 peserta pada setiap kegiatan
     Kehidupan Sehat dan Sejahtera                             (12x dalam setahun) dan Health Fair dengan diikuti oleh 400 pegawai.
                                                             • Seluruh pegawai telah menerapkan standar kesehatan dan keselamatan
     Target 2025                                               kerja.
     • Meningkatkan derajat kesehatan karyawan Bank Mega.    • Menyertakan seluruh pegawai dalam Program Jaminan Sosial Tenaga
     • Menyediakan lingkungan kerja yang sehat, layak, dan     Kerja (BPJS Ketenagakerjaan) yang mencakup asuransi kecelakaan kerja,
       aman untuk seluruh pegawai.                             jaminan hari tua dan kematian kepada seluruh pegawai.
     • Memberikan jaminan kesehatan menyeluruh kepada        • Melaksanakan olahraga bersama yang diikuti oleh kurang lebih 50 pegawai
       seluruh pegawai.                                        pada setiap kegiatan dan juga konsultasi psikologi gratis untuk pegawai.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                 PT Bank Mega Tbk   91
Page 92
             Strategi                          Tentang                    Penjelasan                    Tata Kelola
             Keberlanjutan                     Bank Mega                  Direksi                       Keberlanjutan




             Pendidikan Berkualitas


       Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas                      Capaian 2025
       4.a Membangun dan meningkatkan fasilitas pendidikan        • Memberikan bantuan pendidikan melalui program PIJAR berupa
       yang ramah anak. (4.a.1*)                                    pendampingan literasi dan numerasi kepada para murid dan pendamping
       4.c Meningkatkan pasokan guru yang berkualitas. (4.c.1*)     penyesuaian kurikulum baru kepada para guru di daerah dengan
                                                                    mengirimkan relawan guru ke 4 sekolah, yaitu NTT 2 sekolah, Sumatera
       Target TPB                                                   Barat 1 sekolah, dan di Tapanuli Tengah 1 sekolah.
       Pendidikan Berkualitas                                     • Mengikutsertakan 5.257 pegawai pada program peningkatan kapasitas,
                                                                    baik melalui e-learning maupun tatap muka (non e-learning).
       Target 2025                                                • Selama tahun 2025, sebanyak 827 pegawai telah berpartisipasi dalam
       • Memberikan pendidikan berkualitas tidak hanya              pelatihan terkait keberlanjutan.
         bagi pegawai Bank tetapi juga masyarakat yang            • Pelatihan bagi Komisaris dan Direksi mengenai keberlanjutan telah diikuti
         membutuhkan.                                               oleh 8 peserta, dengan total 22 jam pelatihan.
       • Melaksanakan pelatihan Keuangan Berkelanjutan bagi
         seluruh pegawai melalui platform e-learning.
       • Memberikan sertifikasi dan pelatihan sesuai dengan
         materi terkini dan berdasarkan ketentuan regulator.
       • Mengembangkan modul E-learning Pengenalan Aksi
         Keuangan Berkelanjutan.
       • Mengembangkan materi Pengenalan Aksi Keuangan
         Berkelanjutan dalam Kurikulum Development Program.




             Kesetaraan Gender


       Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas                      Capaian 2025
       5.1 Mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap kaum    • Bank Mega memiliki Peraturan Perusahaan (PP) yang mengatur hak dan
       perempuan. (5.1.1*)                                          kewajiban antara Perusahaan dan pegawai.
       5.5 Menjamin partisipasi dan kesempatan yang sama bagi     • Jumlah pegawai perempuan sebanyak 2.816 pegawai atau setara 53,27%
       perempuan untuk memimpin. (5.5.2*)                           dari total pegawai.
                                                                  • Sebanyak 1 perempuan atau 14% menjabat sebagai Direktur.
       Target TPB                                                 • Menerapkan kebijakan kesetaraan bagi seluruh pegawai, baik dari
       Kesetaraan Gender                                            perekrutan pegawai maupun dalam pengembangan karir dan menduduki
                                                                    posisi pejabat eksekutif.
       Target 2025
       Perusahaan mendukung adanya kesetaraan gender dan
       mendukung partisipasi perempuan dalam posisi/jabatan
       manajemen.




             Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi


       Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas                      Capaian 2025
       8.3 Mendorong formalisasi dan pertumbuhan usaha            • Melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui program TJSL.
       mikro, kecil, dan menengah. (8.3.1(a))                     • Menerapkan program peningkatan kesejahteraan pegawai dengan
       8.7 Memberantas kerja paksa dan tenaga kerja anak.           mempertimbangkan hasil evaluasi kinerja dan kondisi Bank.
       (8.7.1(a))                                                 • Memberikan pembiayaan kredit kepada UMKM sebesar Rp539 miliar.
       8.8 Melindungi hak-hak tenaga kerja dan menjamin           • Memberikan pembiayaan kepada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan
       lingkungan kerja yang aman bagi semua pekerja.               (KKUB) sebesar Rp21,9 triliun.
       (8.8.1(a))                                                 • Meningkatkan kesadaran dan penerapan prinsip K3 bagi pegawai di
                                                                    tempat kerja dengan ikut berpartisipasi pada peringatan Bulan K3
       Target TPB                                                   Nasional.
       Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

       Target 2025
       • Mendukung dan membantu kemandirian UMKM dan
         menjamin akses ke layanan keuangan.
       • Tidak ada pekerja di bawah umur di dalam rantai pasok
         perusahaan.
       • Meningkatkan kesejahteraan pegawai.
       • Meningkatkan perekonomian masyarakat




92   PT Bank Mega Tbk                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 93
             Kinerja                              Kinerja           Kinerja                    Kinerja
             Keberlanjutan Kami                   Ekonomi           Lingkungan                 Sosial




           Industri, Inovasi, dan Infrastruktur


     Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas                    Capaian 2025
     9.3 Meningkatkan akses industri dan perusahaan skala     • Memberikan pinjaman/kredit UMKM senilai Rp539 miliar.
     kecil terhadap jasa keuangan. (9.3.2*) 9.b Mendukung     • Memberikan pelatihan digitalisasi dalam operasional perbankan.
     pengembangan teknologi. (9.b.1)                          • Melakukan inovasi pengembangan produk dan/atau jasa perbankan yang
                                                                memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan layanan kepada
     Target TPB                                                 Nasabah.
     Industri, Inovasi, dan Infrastruktur                     • Memberikan pembiayaan kepada sektor kegiatan usaha dan/atau kegiatan
                                                                lainnya yang berwawasan lingkungan dan ramah lingkungan.
     Target 2025                                              • Menyediakan sarana bagi nasabah untuk memberikan kemudahan bagi
     • Memberikan akses keuangan kepada industri kecil.         para Nasabah dalam melakukan transaksi perbankan secara digital.
     • Optimalisasi layanan keuangan berbasis digital.        • Meningkatkan kualitas perlindungan data Nasabah untuk mengakses
     • Membangun infrastruktur digital.                         produk dan layanan perbankan secara digital.
     • Menjaga keamanan data seluruh nasabah dan seluruh
       pemangku kepentingan lainnya.




           Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab


     Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas                    Capaian 2025
     12.5 Mengurangi produksi limbah melalui pencegahan,      Limbah kertas pada tahun 2025 sebesar 13,26 ton.
     pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali.
     (12.5.1(a))

     Target TPB
     Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

     Target 2025
     • Mengurangi timbulan limbah dengan menerapkan pola
       hidup berkelanjutan.
     • Efisiensi penggunaan energi dan air.




           Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh


     Metadata TPB Kementerian PPN/Bappenas                    Capaian 2025
     16.10 Menjamin akses publik terhadap informasi dan       • Tidak ada kasus suap dan korupsi yang terjadi di tahun 2025.
     melindungi kebebasan mendasar. (16.10.1(b))              • Bank memproses, menyelesaikan, dan melakukan analisis atas seluruh
     16.5 Secara substansial mengurangi korupsi dan             tindak pelanggaran yang terjadi sesuai aturan yang berlaku.
     penyuapan dalam segala bentuknya. (16.5.1(a))            • Tersedianya mekanisme pengaduan nasabah (Customer Care) yang dapat
                                                                diakses melalui berbagai kanal dan penanganan secara cepat, adil, dan
     Target TPB                                                 konsisten.
     Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh

     Target 2025
     • Mencegah adanya perilaku suap dan korupsi di seluruh
       operasional perbankan.
     • Menjalankan program pencegahan terkait pelanggaran
       praktik ketenagakerjaan dan HAM.
     • Seluruh pengaduan nasabah dapat ditangani dengan
       baik.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                               PT Bank Mega Tbk   93
Page 94
             Strategi                     Tentang                   Penjelasan                Tata Kelola
             Keberlanjutan                Bank Mega                 Direksi                   Keberlanjutan




     Melindungi Nasabah,
     Sepenuh Hati




     Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk
     dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen [F.17][3-3]
     Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau          Layanan Inklusif bagi Nasabah Disabilitas dan Lanjut Usia
     Jasa yang Setara kepada Konsumen [F.17]                         Sebagai bagian dari komitmen inklusi keuangan, Bank Mega
     Kepercayaan nasabah merupakan fondasi keberlanjutan Bank        memastikan bahwa nasabah penyandang disabilitas dan
     Mega, sehingga Perseroan berkomitmen untuk menyediakan          lanjut usia memperoleh akses Layanan atas Produk dan/atau
     layanan yang adil, inklusif, aman, dan mudah diakses oleh       Jasa yang setara. Bank menyediakan saluran layanan yang
     seluruh segmen nasabah. Komitmen ini diwujudkan melalui         ramah pengguna, pendampingan petugas di cabang, serta
     inovasi layanan digital, peningkatan akses bagi kelompok        komunikasi yang mudah dipahami. Upaya ini bertujuan untuk
     rentan, serta penyediaan solusi pembayaran yang efisien guna    menghilangkan hambatan akses dan memastikan seluruh
     mendukung aktivitas keuangan harian masyarakat.                 nasabah dapat menggunakan layanan perbankan secara aman
                                                                     dan nyaman. Implementasi ini mengacu pada Surat Edaran
     Layanan Transfer BI-Fast Tanpa Biaya                            No. 188 tentang Pelayanan terhadap Nasabah dan/atau Calon
     Untuk memberikan nilai tambah dan efisiensi biaya, Bank Mega    Nasabah Berkebutuhan Khusus (disabilitas) dan lanjut usia.
     menghadirkan layanan transfer antar bank melalui BI-Fast di
     aplikasi M-Smile dengan biaya Rp0 (tanpa syarat dan tanpa       Layanan Tap To Pay untuk Transaksi Digital
     batas kuota) selama bank tujuan tergabung dalam jaringan BI-    Untuk mendukung pengalaman transaksi non-tunai yang
     Fast. Fitur ini memungkinkan nasabah melakukan transfer real    cepat dan aman, Bank Mega menghadirkan fitur Tap To Pay
     time selama 24 jam dengan berbagai opsi identifikasi (nomor     pada aplikasi M-Smile. Fitur ini memungkinkan pembayaran
     rekening, nomor ponsel, atau alamat proxy lainnya), sehingga    menggunakan kartu kredit virtual secara contactless melalui
     mempermudah pengelolaan keuangan dan meningkatkan               ponsel berfitur NFC di mesin EDC. Nasabah cukup memilih kartu
     kenyamanan dalam bertransaksi.                                  kredit sebagai sumber dana dalam aplikasi dan menempelkan
                                                                     ponsel pada EDC untuk menyelesaikan transaksi. Dengan
                                                                     demikian, Tap To Pay tidak hanya meningkatkan kenyamanan,
                                                                     tetapi juga mengurangi ketergantungan pada kartu fisik dan
                                                                     memperkuat adopsi pembayaran digital.

94   PT Bank Mega Tbk                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 95
             Kinerja                     Kinerja                   Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami          Ekonomi                   Lingkungan              Sosial




  Digitalisasi dan Inovasi Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan [F.26]

  Pada 2025, Bank Mega melanjutkan agenda digitalisasi dan            akurasi data, serta memungkinkan alokasi tenaga kerja
  inovasi layanan dengan memastikan seluruh pengembangan              pada fungsi yang lebih strategis. Penguatan juga dilakukan
  kanal dan produk berbasis teknologi tercantum dalam                 pada reconciliation system dan credit management system
  Rencana Penyelenggaraan Produk Bank (RPPB) serta selaras            sehingga integrasi data antar aplikasi core banking, treasury,
  dengan ketentuan OJK, khususnya terkait layanan digital dan         dan kanal front-end lebih real time, terstandarisasi, dan dapat
  keuangan berkelanjutan. Inovasi diarahkan tidak hanya untuk         mendukung pemantauan risiko serta kualitas portofolio secara
  meningkatkan kenyamanan nasabah, tetapi juga memperkuat             lebih komprehensif.
  efisiensi operasional, mengurangi jejak lingkungan, dan
  mendukung pencapaian target keuangan berkelanjutan Bank.            Untuk mendorong arsitektur digital yang lebih terbuka, Bank
                                                                      mengembangkan open API sehingga integrasi dengan mitra
  Peningkatan signifikan terjadi pada pemanfaatan kanal digital,      eksternal, termasuk e-commerce, payment gateway, dan
  terutama M-Smile. Hingga 31 Desember 2025, pembukaan                platform digital lainnya untuk dapat dilakukan secara aman dan
  rekening tabungan melalui kanal digital mencapai 119.193            terkontrol. Di lingkungan internal, sistem manajemen seperti
  rekening tabungan melalui channel digital menghemat sekitar         human capital, policy & procedure management, content
  429.094 lembar kertas, setara dengan penyelamatan 37                management, E-Doc, dan enterprise data warehouse terus
  pohon dan efisiensi biaya lebih dari Rp44 juta. Pada segmen         diperkuat agar seluruh dokumen operasional, kebijakan, dan
  kartu kredit, adopsi e-statement dan digital onboarding terus       data tersimpan secara terpusat dan terdigitalisasi. Langkah ini
  meningkat, menghasilkan penghematan sekitar 9,2 juta lembar         meningkatkan konsistensi tata kelola, memperkuat kapabilitas
  kertas dari e-statement serta lebih dari 2,4 juta lembar dari       analitik, serta mempercepat pengambilan keputusan.
  digital submission kartu kredit. Total penghematan tersebut
  setara dengan lebih dari 1.055 pohon dan pengurangan emisi          Pada layanan pembayaran, Bank Mega memperluas adopsi
  karbon dalam jumlah signifikan.                                     solusi cashless payment seperti Tap To Pay berbasis kartu
                                                                      kredit virtual di M-Smile, QRIS, dan kanal nirsentuh lainnya
  Dari sisi infrastruktur dan proses internal, Bank Mega              guna mendukung pengalaman transaksi yang cepat, aman,
  memperluas pemanfaatan Robotic Process Automation                   dan praktis. Perluasan ini sejalan dengan pilar “innovation &
  (RPA) pada berbagai aktivitas back-office seperti rekonsiliasi      infrastructure” dalam RAKB 2024–2028 dan berkontribusi
  transaksi, pemrosesan data kredit, dan proses pelaporan.            langsung terhadap SDGs melalui pengurangan penggunaan
  Inisiatif ini mempercepat waktu pemrosesan, meningkatkan            kertas, efisiensi energi operasional, serta peningkatan inklusi
                                                                      dan akses layanan keuangan digital bagi masyarakat.



  M-Smile Memimpin Inovasi QRIS TAP
  di Indonesia
  Bank Mega melalui aplikasi M-Smile menjadi salah satu first mover
  dalam implementasi QRIS Tanpa Pindai (QRIS TAP), inovasi pembayaran
  digital berbasis Near Field Communication (NFC) yang diluncurkan Bank
  Indonesia. Bersama 18 penyedia jasa pembayaran dan infrastruktur sistem
  pembayaran lainnya, Bank Mega turut melakukan simulasi penggunaan
  QRIS TAP di Stasiun MRT dan armada Damri, yang dihadiri oleh Direktur
  Utama Bapak Kostaman Thayib dan Direktur IT Bapak Y. B. Hariantono.
  Melalui fitur ini, nasabah cukup memilih menu QRIS Tap di M-Smile,
  menentukan sumber dana, memasukkan PIN, lalu mendekatkan ponsel
  ke perangkat pembayaran tanpa perlu memindai kode QR. Inovasi ini
  semakin mempermudah transaksi harian di sektor transportasi publik,
  ritel, dan layanan masyarakat.

  Hadirnya QRIS TAP melalui M-Smile memperkuat posisi Bank Mega
  sebagai pelaku utama transformasi pembayaran digital nasional. Selain
  meningkatkan kenyamanan dan kecepatan transaksi nirsentuh, fitur ini
  juga mendukung perluasan inklusi keuangan serta penggunaan layanan
  digital yang lebih ramah lingkungan. Hingga akhir 2025, frekuensi
  transaksi melalui M-Smile meningkat 45% dibanding 2024, mencerminkan
  tingginya kepercayaan dan adopsi nasabah terhadap layanan digital
  Bank Mega. Ke depan, Bank Mega berkomitmen untuk terus berinovasi
  menghadirkan solusi pembayaran yang aman, mudah diakses, dan relevan
  dengan kebutuhan masyarakat modern.

Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                           PT Bank Mega Tbk   95
Page 96
              Strategi                          Tentang                      Penjelasan                   Tata Kelola
              Keberlanjutan                     Bank Mega                    Direksi                      Keberlanjutan




     Inovasi Peningkatan Literasi Keuangan melalui Financial Dashboard

     Bank Mega terus menghadirkan inovasi layanan digital yang                 Menjaga Stabilitas Arus Kas UMKM melalui Real-Time
     mendukung peningkatan literasi keuangan nasabah. Salah                    Settlement QRIS
     satu inisiatif tersebut adalah fitur Financial Dashboard, yang            Bagi pelaku UMKM, stabilitas arus kas merupakan faktor
     berperan sebagai sarana praktis untuk membantu nasabah                    penting dalam menjaga kelangsungan usaha, terutama untuk
     memahami kondisi keuangan secara lebih terstruktur dan                    memenuhi kebutuhan operasional harian seperti pembelian
     komprehensif. Melalui visualisasi data yang mudah dipahami,               bahan baku, pembayaran tenaga kerja, hingga pengelolaan
     nasabah dapat memantau arus kas, alokasi aset, serta tren                 stok. Dalam konteks tersebut, penerapan Real-Time Settlement
     pengeluaran secara lebih objektif, sehingga mampu mengambil               QRIS menjadi solusi yang membantu mempercepat penerimaan
     keputusan finansial yang lebih terukur.                                   dana transaksi, sehingga pelaku usaha tidak perlu menunggu
                                                                               pencairan dalam beberapa hari kerja.
     Fitur Financial Dashboard dapat diakses dengan mudah
     melalui aplikasi M-Smile (Mega Smart Mobile), sehingga                    Pada tahun 2025, Bank Mega menjadi salah satu bank yang
     nasabah dapat memantau kondisi keuangan kapan saja dan                    telah mengimplementasikan Real-Time Settlement QRIS untuk
     di mana saja. Kehadiran fitur ini diharapkan dapat mendorong              merchant UMKM dengan kategori UMI (Usaha Mikro). Inisiatif ini
     peningkatan literasi keuangan bagi seluruh segmen nasabah                 merupakan bentuk dukungan Bank Mega dalam memperkuat
     Bank Mega, sekaligus mendukung agenda literasi dan inklusi                kebutuhan operasional pelaku usaha mikro, sekaligus sejalan
     keuangan yang dijalankan oleh Bank Indonesia dan Otoritas                 dengan ketentuan dan program Bank Indonesia terkait
     Jasa Keuangan (OJK).                                                      penguatan ekosistem transaksi QRIS.



     Digitalisasi dan Efisiensi Proses Bank Mega
      Program                                                                                                   Dimensi Efisiensi
      E-Learning – Metode pembelajaran digital untuk pelatihan dan sosialisasi SDM                              Biaya, SDM, Kertas
      Mobile Onboarding – Mendukung proses onboarding nasabah yang efektif dan efisien                          Biaya, SDM, Kertas
      Card Initiation System – Mendukung proses customer origination bagi nasabah kartu kredit                  SDM, Kertas
      Proses Automation dan Digitalisasi – Mendukung efisiensi proses untuk hasil yang lebih optimal            Biaya operasional, SDM
      Tangible Monitoring System – Pengelolaan barang dan aset cabang untuk mendukung perencanaan               Biaya operasional, SDM
      pengadaan & penggantian aset
      QR Payment – Mendukung proses pembayaran menjadi lebih efisien                                            Biaya operasional
      Web Policy & Procedure Management System – Mendukung dokumen kebijakan dan prosedur secara                SDM, Kertas
      paperless
      Content Management dan E-Doc – Mendukung pengelolaan data profil dan rekening nasabah secara              SDM, Kertas
      paperless
      Enterprise Data Warehouse – Mendukung pelaporan secara paperless                                          SDM, Kertas
      Chatbot – Mendukung pelayanan nasabah yang lebih efisien                                                  Biaya operasional, SDM
      Collection System – Mendukung proses penagihan menggunakan mobile apps untuk meningkatkan efisiensi       Biaya operasional, SDM, Kertas
      Mobile Appraisal – Mendukung appraisal dengan mobile apps menjadi lebih efisien                           Biaya operasional, SDM, Kertas
      Mega Employee Mobile (MeMo) – Mendukung aktivitas operasional SDM secara paperless                        Biaya operasional, SDM, Kertas
      Branch Delivery System (BDS) – Mendukung aktivitas customer service secara paperless                      Biaya operasional
      BI-Fast – Mendukung transaksi real-time dengan biaya lebih ekonomis                                       Biaya operasional
      Open API – Mendukung koneksi berbagai aplikasi antara Bank dan mitra secara efisien                       Biaya operasional, SDM, Kertas
      Payment Gateway – Mendukung transaksi finansial antara merchant dan partner Bank Mega                     Biaya operasional, SDM, Kertas
      Reconciliation System – Mendukung efisiensi rekonsiliasi                                                  Biaya operasional
      HC-Employee Self Service (penambahan modul) – Mendukung efisiensi proses layanan HC secara paperless      Biaya operasional, SDM, Kertas
      Update HC System (penambahan modul) – Mendukung efisiensi & kecepatan proses kerja HC                     Biaya operasional, SDM, Kertas
      Virtual Card (Kartu Kredit & Debit) – Mendukung efisiensi proses dan biaya pencetakan/penerbitan kartu    Biaya operasional, Fisik Kartu
      fisik




96   PT Bank Mega Tbk                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 97
             Kinerja                       Kinerja                     Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami            Ekonomi                     Lingkungan              Sosial




  Sepanjang tahun 2025, Bank Mega melanjutkan agenda                      Selain pertumbuhan yang kuat pada kanal M-Smile, Bank
  transformasi digital sebagai bagian dari upaya memperkuat               Mega juga mencatat dinamika penggunaan kanal transaksi
  kapabilitas layanan, meningkatkan kenyamanan nasabah, serta             lainnya. Sepanjang 2025, aktivitas transaksi melalui Internet
  mendorong efisiensi operasional. Untuk indikator peningkatan            Banking dan ATM menunjukkan pergeseran seiring semakin
  jumlah pengguna aktif layanan digital (misalnya M-Smile                 dominannya kebutuhan nasabah terhadap layanan yang
  dan Mega Internet), Bank Mega belum menetapkan target                   lebih cepat, praktis, dan terintegrasi dalam satu aplikasi.
  kuantitatif yang spesifik pada periode pelaporan, sehingga              Perkembangan ini memperkuat arah strategi Bank dalam
  informasi target tidak dapat disajikan. Sebagai gantinya,               mendorong adopsi kanal digital, khususnya melalui M-Smile
  Bank Mega menyajikan posisi dan capaian aktual hingga                   serta layanan pembayaran berbasis QRIS yang semakin luas
  31 Desember 2025 sebagai realisasi kinerja layanan digital,             digunakan. Di sisi lain, transaksi pada produk Uang Elektronik
  yang digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengembangan                  juga mengalami penyesuaian sejalan dengan optimalisasi
  berkelanjutan di periode berikutnya.                                    ekosistem pembayaran digital Bank. Secara keseluruhan,
                                                                          perubahan pola transaksi tersebut mencerminkan akselerasi
  Dalam rangka memperkuat pengembangan kanal digital                      transformasi digital Bank Mega, sekaligus menjadi dasar
  ke depan, Bank Mega merancang peningkatan layanan                       penguatan inovasi layanan dan pengembangan fitur digital
  melalui kemitraan ekosistem digital dengan memanfaatkan                 yang lebih relevan dengan kebutuhan nasabah.
  rangkaian produk Bank yang telah tersedia melalui konsep
  Banking as a Service (BaaS) untuk penggunaan yang lebih                 Dari sisi keamanan informasi, hingga akhir tahun 2025 tidak
  luas, khususnya pada segmen ritel dan mikro. Bank Mega                  terdapat insiden keamanan data material yang teridentifikasi
  juga merencanakan pengembangan fitur dan produk digital                 maupun dilaporkan yang berdampak signifikan terhadap
  yang lebih komprehensif untuk memperluas basis nasabah,                 nasabah atau operasional Bank. Bank Mega berkomitmen
  meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan                    untuk menjadikan keamanan informasi sebagai bagian integral
  pendapatan berbasis komisi (fee based income) dan transaksi             dalam seluruh proses pengembangan dan transformasi digital,
  non-tunai.                                                              serta secara berkala melakukan pemantauan dan peningkatan
                                                                          efektivitas pengendalian keamanan.
  Pada layanan Mobile Banking M-Smile, pengembangan
  direncanakan mencakup fitur seperti Tap to Pay, QRIS Cross              Selama tahun 2025, Bank Mega juga mencatat berbagai
  Border dengan penambahan negara tujuan baru, layanan                    pengembangan yang dapat dikaitkan dengan aspek
  transfer luar negeri (remittance), Cashline digital, Click to Pay,      keberlanjutan, khususnya melalui penguatan ekosistem
  serta penguatan Fitur Lifestyle untuk memudahkan pembelian              pembayaran digital. Pengembangan fitur contactless pada
  tiket, voucher, dan belanja. Bank juga merencanakan                     transaksi kartu debit serta layanan QRIS (termasuk dalam
  penambahan fitur kantong dana (Zaku) untuk membantu                     aplikasi M-Smile) mendukung efisiensi transaksi, mengurangi
  pengelolaan keuangan, pengembangan loyalty & coupon                     ketergantungan pada uang tunai dan penggunaan kertas,
  digital. Sejalan dengan rencana pengembangan tersebut,                  serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna.
  Bank Mega senantiasa berupaya memperkuat keamanan siber                 Penambahan negara pada implementasi QRIS Cross Border
  dengan terus beradaptasi terhadap dinamika industri dan                 turut memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara,
  perkembangan teknologi.                                                 mendorong inklusi keuangan, dan mendukung aktivitas
                                                                          ekonomi yang lebih efisien.
  Kinerja layanan transaksi digital Bank Mega sepanjang tahun
  2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid pada kanal                      Selain itu, pengembangan layanan API berstandar SNAP
  M-Smile, baik dari sisi volume maupun frekuensi transaksi.              berkontribusi pada interoperabilitas sistem pembayaran,
  Volume transaksi M-Smile meningkat menjadi Rp78,15 triliun              efisiensi integrasi, dan peningkatan skalabilitas layanan
  pada tahun 2025, dibandingkan Rp49,91 triliun pada tahun                digital, sehingga mendukung terbentuknya ekosistem
  2024, atau tumbuh sebesar 57%. Sejalan dengan itu, frekuensi            pembayaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Bank
  transaksi M-Smile juga meningkat sebesar 45%, dari 11,71 juta           juga telah mengimplementasikan QRIS Real-Time Settlement
  transaksi pada tahun 2024 menjadi 16,93 juta transaksi pada             untuk mendukung percepatan transaksi, serta melakukan
  tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan adopsi yang                    enhancement pada chatbot MILA guna memperkuat layanan
  semakin kuat terhadap kanal mobile, sejalan dengan strategi             mandiri nasabah melalui akses informasi yang lebih cepat
  Bank Mega untuk menempatkan M-Smile sebagai kanal                       dan responsif. Inisiatif tersebut juga membantu mengurangi
  transaksi utama bagi nasabah ritel.                                     kebutuhan proses manual dan kunjungan fisik ke cabang,
                                                                          sehingga berkontribusi pada efisiensi penggunaan sumber
                                                                          daya dan jejak operasional yang lebih rendah.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                              PT Bank Mega Tbk   97
Page 98
             Strategi                        Tentang                    Penjelasan                 Tata Kelola
             Keberlanjutan                   Bank Mega                  Direksi                    Keberlanjutan




     Think Customer: Bank Mega Hadir Lebih Dekat

     Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar perayaan tahunan,             Dalam memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam,
     tetapi momen penting bagi Bank Mega untuk memperkuat                Bank Mega terus memperluas kanal layanan, mulai dari kantor
     hubungan emosional dengan para nasabah. Mengusung tema              cabang, ATM, Mega Call, hingga chatbot WhatsApp MILA.
     “Think Customer” pada 2025, Bank Mega menegaskan kembali            Penguatan inovasi digital juga diwujudkan melalui fitur-fitur
     komitmen untuk menghadirkan layanan yang berpusat pada              unggulan di aplikasi M-Smile, termasuk QRIS Tap, teknologi
     kebutuhan dan pengalaman nasabah. Sebagai wujud apresiasi,          pembayaran nirsentuh berbasis NFC, dan QRIS Cross Border,
     Direktur Utama Bapak Kostaman Thayib bersama jajaran                yang memungkinkan transaksi lintas negara dalam Rupiah di
     manajemen turun langsung menyapa nasabah di Kantor                  berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan
     Cabang Utama Jakarta–Tendean, mendengarkan aspirasi                 Jepang. Inovasi ini menjadi bukti komitmen Bank Mega untuk
     mereka, dan memastikan layanan Bank tetap relevan dengan            menyediakan layanan yang modern, praktis, dan aman.
     ekspektasi nasabah masa kini.
                                                                         Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bahwa
     Suasana perayaan juga terasa di seluruh jaringan kantor Bank        keberhasilan sebuah institusi keuangan tidak hanya ditentukan
     Mega yang dihias dengan dekorasi tematik, disertai partisipasi      oleh pertumbuhan aset dan kinerja finansial, tetapi juga oleh
     pegawai yang mengenakan kostum kreatif di luar seragam              kualitas hubungan yang dibangun dengan para nasabah.
     resmi. Inisiatif ini menciptakan atmosfer yang lebih hangat         Dengan prinsip pelayanan yang penuh empati dan ketulusan,
     dan bersahabat, memperkuat kedekatan antara pegawai dan             Bank Mega berkomitmen untuk terus tumbuh bersama
     nasabah. Meski demikian, inti dari peringatan Hari Pelanggan        nasabah dan menjadi bagian dari setiap perjalanan finansial
     Nasional tetap terletak pada semangat melayani dengan hati          mereka, baik hari ini maupun di masa depan.
     bahwa kesuksesan Bank Mega dibangun di atas kepercayaan
     dan loyalitas para nasabah.




     Evaluasi Keamanan Produk dan/atau Layanan serta Penarikan Produk [F.27, F.28, F.29]


     Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi                  Bank Umum. Seluruh tahapan evaluasi dilaksanakan secara
     Pelanggan                                                           lintas fungsi oleh unit Teknologi Informasi, Manajemen Risiko,
     Untuk memastikan seluruh produk dan layanan aman digunakan          Kepatuhan, dan Legal, sehingga hanya produk dan layanan
     oleh nasabah serta memenuhi standar kualitas, keamanan, dan         yang telah memenuhi persyaratan keamanan, kelayakan
     kepatuhan yang berlaku, Bank Mega mewajibkan 100% produk            operasional, dan kualitas yang dapat ditawarkan kepada
     dan layanan baru melalui proses evaluasi keamanan sebelum           nasabah.
     diluncurkan ke publik. Evaluasi ini merupakan bagian integral
     dari tata kelola pengembangan produk dan dilakukan secara           Sebagai bagian dari penguatan keamanan yang berkelanjutan,
     menyeluruh sejak tahap perancangan hingga persetujuan               Bank Mega terus meningkatkan kapabilitas sistem teknologi
     akhir peluncuran.                                                   informasi melalui penerapan pengendalian akses yang ketat,
                                                                         pemantauan keamanan siber secara real time, serta mekanisme
     Proses evaluasi keamanan mencakup uji kesiapan teknologi            deteksi dini terhadap potensi serangan digital dan risiko fraud.
     informasi, penilaian risiko operasional dan risiko siber, kajian    Bank juga secara aktif meningkatkan kesadaran dan literasi
     kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,                    keamanan bagi pegawai dan nasabah melalui berbagai kanal
     serta penilaian aspek hukum dan perlindungan konsumen.              komunikasi, termasuk email internal, wallpaper desktop,
     Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang               newsletter, platform komunikasi internal, serta webinar
     berlaku, antara lain Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998              sosialisasi terkait risiko social engineering. Sepanjang tahun
     tentang Perbankan, POJK Nomor 6 Tahun 2022 tentang                  2025, kegiatan edukasi ini diikuti oleh pegawai di kantor pusat,
     Perlindungan Konsumen, POJK Nomor 11 Tahun 2022 tentang             cabang, dan regional, dengan fokus pada praktik bertransaksi
     Penyelenggaraan Teknologi Informasi, POJK Nomor 13 Tahun            aman, pengenalan modus penipuan digital, serta perlindungan
     2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum, serta                data pribadi dan kredensial perbankan.
     POJK Nomor 21 Tahun 2023 tentang Layanan Digital oleh




98   PT Bank Mega Tbk                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 99
             Kinerja                      Kinerja                    Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami           Ekonomi                    Lingkungan              Sosial




  Privasi dan Keamanan Data Nasabah [3-3] [418-1]

  Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi digital             informasi dan siber. Kebijakan tersebut mengatur hak dan
  dalam layanan perbankan, Bank Mega menyadari bahwa                    kewajiban Nasabah, prinsip pengelolaan data pribadi,
  kemudahan bertransaksi yang dirasakan Nasabah juga                    pengendalian akses informasi, serta mekanisme identifikasi,
  diiringi oleh meningkatnya risiko kejahatan siber, seperti            pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko TI dan siber
  malware, peretasan, penipuan daring, dan penyalahgunaan               di seluruh unit kerja.
  data pribadi. Oleh karena itu, pelindungan data Nasabah dan
  keamanan informasi merupakan prioritas strategis Bank Mega            Selain kebijakan internal, Bank Mega juga menerbitkan
  sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan untuk menjaga              berbagai ketentuan dan surat edaran internal yang memperkuat
  kepercayaan pemangku kepentingan serta mendukung                      pengelolaan privasi, keamanan data, dan ketahanan siber,
  stabilitas operasional dan sistem keuangan dalam jangka               termasuk pengelolaan data nasabah (Customer Information
  panjang.                                                              File) dan pelindungan aset serta data konsumen. Seluruh
                                                                        kebijakan dan ketentuan tersebut ditinjau dan diperbarui
  Bank Mega menerapkan pelindungan data Nasabah dan                     secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan
  keamanan informasi secara menyeluruh, yang mencakup                   teknologi, dinamika ancaman siber, serta kebutuhan bisnis
  kebijakan, proses operasional, penguatan infrastruktur                Bank.
  teknologi, serta peningkatan kesadaran seluruh karyawan
  Bank terhadap risiko teknologi dan siber.                             Kerangka kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan
                                                                        selaras dengan regulasi eksternal yang berlaku, termasuk
  Kerangka Kebijakan Privasi dan Keamanan Data Bank Mega                ketentuan Bank Indonesia terkait keamanan sistem informasi
  Komitmen Bank Mega dalam melindungi data Nasabah                      dan ketahanan siber. Melalui kepatuhan terhadap regulasi
  diwujudkan melalui kerangka kebijakan internal yang                   dan penguatan tata kelola keamanan informasi, Bank Mega
  komprehensif dan terintegrasi, antara lain kebijakan terkait          memastikan bahwa sistem teknologi informasi yang digunakan
  perlindungan konsumen, privasi dan pelindungan data                   tetap andal, aman, dan mampu melindungi data Nasabah dari
  pribadi, keamanan informasi, serta manajemen risiko teknologi         potensi ancaman digital.



  Penerapan Perlindungan Data Pribadi dalam Mendukung Keberlanjutan [2-27]


  Bank Mega berkomitmen menjaga privasi dan keamanan data               Pencapaian ini merupakan tonggak penting bagi Bank Mega
  nasabah melalui penerapan Perlindungan Data Pribadi (PDP)             dalam memperkuat tata kelola keamanan informasi, sekaligus
  yang terstruktur dan selaras dengan peraturan perundang-              memastikan bahwa proses pengelolaan data dan privasi
  undangan. Untuk memastikan pengelolaan data pribadi                   nasabah dilakukan sesuai standar internasional yang diakui
  dilakukan secara patuh, efektif, dan bertanggung jawab, Bank          secara global. Implementasi ISO 27001:2022 dan ISO 27701:2019
  Mega membentuk Divisi Personal Data Protection (PEDP)                 menjadi bukti bahwa seluruh mekanisme perlindungan data
  yang berperan sebagai pengendali dan pengawas utama                   di Bank Mega telah memenuhi persyaratan ketat dalam hal
  dalam pelaksanaan PDP di seluruh unit kerja. Divisi ini bertugas      kontrol keamanan, manajemen risiko, serta pengelolaan data
  memberikan informasi dan advis kepada unit terkait mengenai           pribadi secara aman dan bertanggung jawab.
  kewajiban pemenuhan Undang-Undang Perlindungan Data
  Pribadi, memantau tingkat kepatuhan Bank, serta bertindak             Selain mencerminkan praktik terbaik (best practices) di
  sebagai narahubung dalam isu-isu pemrosesan data pribadi,             bidang keamanan siber dan privasi, keberhasilan ini juga
  baik internal maupun terhadap regulator.                              menunjukkan pemenuhan kewajiban regulator dari berbagai
                                                                        lembaga, termasuk OJK, Bank Indonesia, Kementerian
  Bank Mega Raih Sertifikasi ISO 27001:2022 dan ISO                     Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara
  27701:2019                                                            (BSSN), Kementerian Dalam Negeri, serta Undang-Undang
  Bank Mega kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga                Perlindungan Data Pribadi. Dengan pencapaian ini, Bank Mega
  keamanan informasi dan perlindungan data pribadi dengan               semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan
  berhasil meraih Sertifikasi ISO 27001:2022 untuk Sistem               yang terpercaya dan siap menghadapi tantangan keamanan
  Manajemen Keamanan Informasi dan ISO 27701:2019 untuk                 digital di era ekonomi modern.
  Sistem Manajemen Informasi Privasi. Sertifikasi ini diserahkan
  di Jakarta oleh Presiden Direktur PT Defender Nusa Semesta,
  Toto A. Atmojo, bersama Direktur CBQA Global Indonesia,
  Anwar Siregar, dan diterima langsung oleh Direktur Utama
  Bank Mega, Kostaman Thayib, didampingi Wakil Direktur
  Utama, Indivara Erni, serta Direktur IT, YB. Hariantono.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                            PT Bank Mega Tbk   99
Page 100
              Strategi                      Tentang                   Penjelasan                Tata Kelola
              Keberlanjutan                 Bank Mega                 Direksi                   Keberlanjutan




      Dampak dan Kontribusi Personal Data Protection (PDP)             Perlindungan Data Pribadi melalui Pelatihan Manajemen
      Framework terhadap Keberlanjutan (LST)                           Risiko Privasi
      Keberadaan Personal Data Protection (PDP) Framework              Di era digital yang semakin kompleks, pengelolaan data
      di Bank Mega menjadi fondasi penting dalam memastikan            pribadi menjadi tanggung jawab strategis bagi Bank Mega,
      seluruh program Perlindungan Data Pribadi berjalan efektif       terutama dalam menjaga kepercayaan nasabah dan memenuhi
      dan berkontribusi nyata terhadap keberlanjutan perusahaan.       ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU
      Dalam aspek lingkungan, Bank mulai menerapkan pendekatan         PDP). Menyadari peningkatan ancaman siber dan risiko
      yang lebih ramah lingkungan dalam pengumpulan,                   kebocoran data, Bank Mega menyelenggarakan pelatihan
      pemrosesan, dan penyimpanan data, termasuk mendorong             intensif Manajemen Risiko Privasi pada April 2025 sebagai
      digitalisasi layanan seperti M-Smile, M-Auto, serta Mega         bagian dari upaya memperkuat budaya sadar privasi di seluruh
      Career Website untuk proses rekrutmen. Transformasi digital      organisasi.
      ini membantu mengurangi penggunaan kertas, menekan               Pelatihan yang dibuka oleh Direktur Compliance & Human
      limbah, dan mendukung pengurangan deforestasi. Selain itu,       Capital, Bapak Yuni Lastianto, ini berlangsung tatap muka
      penerapan prinsip data minimization dan kebijakan retensi        dalam empat batch dan diikuti perwakilan dari berbagai
      data mendorong pengelolaan data yang lebih efisien, sehingga     departemen. Sesi dimulai dengan pemaparan mengenai
      dapat menurunkan kebutuhan kapasitas data center dan             perkembangan regulasi, termasuk UU PDP, GDPR, dan
      konsumsi energi digital yang selama ini cukup besar karena       kebijakan internal Bank Mega terkait privasi dan keamanan
      banyaknya data sensitif yang diproses Bank.                      informasi, sehingga peserta memiliki landasan kuat sebelum
                                                                       mendalami aspek teknis manajemen risiko privasi.
      Dalam aspek sosial, penerapan Perlindungan Data Pribadi
      memperkuat hubungan kepercayaan antara Bank dengan               Materi pelatihan mencakup pengenalan NIST Privacy
      nasabah, pegawai, dan seluruh subjek data. Komitmen ini          Framework, standar ISO 27005, serta metode penilaian
      diwujudkan melalui pengelolaan Data Pribadi yang adil,           risiko seperti DPIA, LIA, TIA, dan Third-Party Privacy Risk
      transparan, dan bebas diskriminasi, sekaligus memastikan         Assessment. Melalui studi kasus dan diskusi interaktif, peserta
      pemenuhan hak-hak subjek data sesuai regulasi yang berlaku.      dilatih mengidentifikasi ancaman, kerentanan, dan dampaknya
      Nasabah juga difasilitasi untuk mengakses hak mereka dengan      terhadap perlindungan data pribadi, serta memahami langkah
      mudah melalui MegaCall atau kantor cabang Bank Mega. Bank        pengendalian yang relevan untuk diterapkan di unit kerja
      terus meningkatkan upaya pencegahan penyalahgunaan Data          masing-masing.
      Pribadi melalui penguatan keamanan siber dan mitigasi risiko,
      guna mencegah kerugian material maupun non-material yang         Pelatihan ini menegaskan komitmen Bank Mega untuk
      dapat timbul akibat ancaman digital.                             memperkuat tata kelola perlindungan data pribadi,
                                                                       meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan, dan memastikan
      Pada aspek tata kelola, PDP Framework memperkuat struktur        kesiapan organisasi dalam menghadapi risiko privasi. Dengan
      governance Bank Mega dengan memastikan bahwa seluruh             membekali pegawai dengan kompetensi yang tepat, Bank
      aktivitas pemrosesan Data Pribadi dilakukan secara patuh,        Mega terus menjaga kepercayaan nasabah dan memperkuat
      konsisten, dan aman. Pendekatan ini mencerminkan komitmen        posisinya sebagai lembaga keuangan yang bertanggung
      Bank dalam memenuhi regulasi yang terus berkembang serta         jawab dan berintegritas.
      meminimalkan risiko yang dapat muncul dari ketidaksesuaian
      pengelolaan data. Sepanjang tahun 2025, Bank telah menyusun      Personal Data Protection Workshop Series: Efektivitas
      dan memperbaharui sejumlah kebijakan penting, termasuk           Pengelolaan RoPA melalui Mega Privacy
      Kebijakan Pemberitahuan Privasi, Kebijakan Data Protection       Bank Mega terus memperkuat tata kelola Perlindungan Data
      Advisory, Kebijakan Record of Processing Activity (RoPA),        Pribadi dengan menyelenggarakan Workshop Record of
      serta kebijakan penilaian risiko Data Pribadi seperti DPIA,      Processing Activities (RoPA) pada 10, 11, 17, dan 19 Juni 2025.
      LIA, Third-Party Privacy Risk Assessment, dan TIA. Bank juga     Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan
      menyusun kebijakan penanganan insiden pelanggaran data           Bank untuk memastikan kepatuhan terhadap Undang-Undang
      serta kebijakan Data Subject Request (DSR) sebagai bagian        No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP)
      dari komitmen meningkatkan akuntabilitas dan kepatuhan.          sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan risiko privasi.
      Secara berkala, Bank melakukan sosialisasi kepada pegawai        RoPA berfungsi sebagai instrumen penting yang memberikan
      agar seluruh kebijakan tersebut terinternalisasi dengan baik,    visibilitas penuh atas seluruh siklus pemrosesan data, mulai
      mendukung mitigasi risiko, dan memastikan setiap insan Bank      dari jenis data yang dikelola, tujuan pemrosesan, dasar hukum,
      memahami perannya dalam menjaga keamanan dan integritas          lokasi penyimpanan, hingga mekanisme pengamanan yang
      Data Pribadi.                                                    diterapkan.




100   PT Bank Mega Tbk                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101
             Kinerja                       Kinerja                       Kinerja                   Kinerja
             Keberlanjutan Kami            Ekonomi                       Lingkungan                Sosial




  Workshop yang dibuka oleh Direktur Compliance & Human                     unit kerja. Bank telah menyusun Personal Data Protection
  Capital, Bapak Yuni Lastianto, ini dilaksanakan secara tatap              (PDP) Framework sebagai kerangka kerja yang menjadi
  muka dalam empat gelombang dan diikuti perwakilan dari                    acuan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi
  seluruh departemen Bank. Keterlibatan lintas fungsi ini                   seluruh aktivitas terkait pengelolaan Data Pribadi, termasuk
  mencerminkan kesadaran organisasi bahwa pengelolaan                       aspek governance, manajemen risiko, kontrol operasional,
  Data Pribadi merupakan tanggung jawab kolektif. Di dalam                  serta mekanisme pelaporan dan eskalasi. Kerangka kerja ini
  sesi, peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai                     didukung oleh berbagai kebijakan internal dan pelatihan yang
  peran RoPA sebagai dasar tata kelola Perlindungan Data                    bertujuan meningkatkan pemahaman pegawai atas kewajiban
  Pribadi, yang diwajibkan oleh UU PDP dan menjadi elemen                   perlindungan data, sehingga seluruh proses pemrosesan Data
  esensial untuk memastikan akuntabilitas atas seluruh aktivitas            Pribadi dilakukan secara aman, transparan, dan bertanggung
  pemrosesan data di Bank Mega.                                             jawab. Upaya ini memperkuat keberlanjutan operasional Bank
                                                                            serta meningkatkan kepercayaan nasabah. Informasi lebih
  Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan RoPA, Bank                     lanjut terkait kebijakan privasi Bank dapat diakses melalui
  Mega memperkenalkan Mega Privacy, sebuah sistem                           laman: https://bankmega.com/id/privacy-policy/.
  digital yang dikembangkan khusus untuk mengotomasi,
  menyederhanakan, dan menstandarkan pencatatan aktivitas
  pemrosesan Data Pribadi di seluruh unit kerja. Sistem
  ini memungkinkan pemantauan yang lebih terstruktur,
  meminimalkan inkonsistensi pencatatan, serta meningkatkan
  kemampuan Bank dalam mengidentifikasi potensi risiko privasi
  secara dini.

  Melalui rangkaian workshop dan implementasi Mega Privacy,
  Bank Mega menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak
  hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga proaktif dalam
  membangun tata kelola Perlindungan Data Pribadi yang
  kuat. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa Data
  Pribadi merupakan aset strategis yang harus dikelola dengan
  integritas, akuntabilitas, dan standar keamanan tertinggi demi
  menjaga kepercayaan nasabah dan keberlanjutan operasional
  Bank.

  Bank Mega berkomitmen untuk melindungi setiap Data Pribadi
  yang diproses sesuai ketentuan Undang-Undang Perlindungan
  Data Pribadi di Indonesia, dengan menerapkan kebijakan
  dan prinsip perlindungan data secara konsisten di seluruh


    BANK MEGA DATA PROTECTION FRAMEWORK

                                                                    GOVERN

                                          Privacy Management                Structuring Privacy Teams




                 ASSES                          PROTECT                               SUSTAIN                       RESPOND
           Privacy Assessment         Information Security Practices        Privacy Monitoring Program         Data Subject Request
                                                                                                                   Management
      Record of Processing Activity     Privacy Security Controls             Privacy Culture Program
                 (RoPA)                                                                                      Data Breach Management &
                                      Third Party Privacy Management       Privacy Training & Awareness              Recovery
       Privacy Impact Assessment
             (DPIA, LIA, TIA)          Privacy by Design & Default                 Privacy Audit
          Physical Assessment
                                      Privacy Enhancement Technologies

       Privacy Control Assessment
                                             Privacy Policies

                                        Privacy Management Tools




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                 PT Bank Mega Tbk   101
Page 102
                     Strategi                          Tentang                        Penjelasan                  Tata Kelola
                     Keberlanjutan                     Bank Mega                      Direksi                     Keberlanjutan




      Program Pelatihan Perlindungan Data Pribadi
                                                                                                                              Jumlah          Jumlah Jam
           No      Tanggal Pelatihan            Judul Pelatihan
                                                                                                                              Peserta         Pelatihan
           1       Januari – Desember 2025      Perlindungan Data Pribadi – NEIP Program                                           1.620              1.215
           2       Januari – Desember 2025      E-Learning Awareness Perlindungan Data Pribadi                                     5.713             11.426
           3       4, 6, 11, 13 Februari 2025   Training Awareness Program untuk Pegawai Alih Daya Bank Mega                        915              1.830
           4       16, 24 April 2025            Training Manajemen Risiko Privasi                                                       89             623
           5       10, 19 Juni 2025             Workshop Implementasi Sistem Mega Privacy untuk Modul RoPA                              110            550
           6       16, 17 Juli 2025             Training Anonimisasi Data (Data Anonymisation)                                          39             234
           7       13, 14 Agustus 2025          Training Refreshment Kebijakan PDP kepada Pegawai Kantor Cabang                     396                792
           8       3 September 2025             Training for Credit Loan Officer (CLO) Regional Jakarta 1                               58              116
           9       10 Oktober 2025              Training for CLO Seluruh Regional                                                   768                768
           10      14, 16 Oktober 2025          Training Managing Data Subject Rights Request for Business and Human                    36             180
                                                Resources
           11      13, 18 November 2025         Training Managing Data Subject Rights Request for Call Centre Operation – 4             90             630
                                                Batch
           12      2 Desember 2025              Training Awareness Pelindungan Data Pribadi untuk Mega Prima (Frontliner                54             108
                                                Internship Program)
           13      16, 17 Desember 2025         Personal Data Protection for Third Parties (Vendor)                                     41             287
           14      18 Desember 2025             Perlindungan Data Pribadi – OSDP Program                                                14              28
                                                                  Jumlah                                                          9.943              18.787


      Serangan Siber dan Upaya Perlindungan                                                 dipantau secara berkala untuk memastikan bahwa tingkat
      Dalam menghadapi kompleksitas ancaman siber di sektor                                 risiko berada dalam batas toleransi dan selaras dengan risk
      keuangan, Bank Mega menerapkan pendekatan keamanan                                    appetite yang telah ditetapkan manajemen.
      berlapis dan berbasis risiko untuk menjaga kerahasiaan,
      integritas, dan ketersediaan sistem serta data Nasabah.                               Selain penguatan pengendalian, Bank Mega secara
      Pendekatan ini mencakup tata kelola dan kepatuhan,                                    konsisten memberikan edukasi dan informasi kepada
      penguatan kesadaran sumber daya manusia, pengamanan                                   nasabah dan pegawai mengenai keamanan bertransaksi,
      fisik, serta perlindungan infrastruktur teknologi dan aplikasi                        pencegahan kejahatan berbasis teknologi, serta pentingnya
      perbankan.                                                                            kewaspadaan terhadap potensi ancaman siber. Edukasi ini
                                                                                            disampaikan melalui berbagai media komunikasi internal
      1.        Sistem Pertahanan Siber Berlapis                                            guna membangun budaya sadar risiko dan mendukung
                Penguatan keamanan dilakukan melalui penerapan                              ketahanan siber Bank secara berkelanjutan.
                berbagai kontrol pengamanan yang dirancang untuk
                mencegah, mendeteksi, dan merespons potensi serangan                    3. Pelindungan Data Pribadi
                siber, baik yang berasal dari internal maupun eksternal.                   Bank Mega memastikan bahwa pengelolaan data pribadi
                Pendekatan berlapis ini memastikan bahwa perlindungan                      Nasabah dilakukan sesuai dengan prinsip pelindungan data,
                tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga didukung                  termasuk pembatasan akses berdasarkan kewenangan,
                oleh proses, kebijakan, dan perilaku sumber daya manusia                   penggunaan data untuk tujuan yang sah, serta penerapan
                yang sadar risiko.                                                         pengamanan yang memadai sepanjang siklus hidup data.
                                                                                           Upaya ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan
      2. Manajemen Risiko TI dan Siber                                                     data, menjaga kerahasiaan informasi, serta melindungi
         Pengelolaan risiko teknologi informasi dan siber di Bank                          aset keuangan dan sistem informasi Bank.
         Mega dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi
         dengan kerangka manajemen risiko Bank. Proses ini                                  Pelindungan data pribadi merupakan bagian penting
         mencakup identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko                     dari komitmen Bank Mega dalam menjaga kepercayaan
         secara berkelanjutan, termasuk risiko yang berasal dari                            Nasabah dan reputasi Bank sebagai institusi keuangan
         penggunaan pihak ketiga.                                                           yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

                Dalam penerapannya, Bank Mega mengacu pada standar                      4. Respons dan Penanganan Insiden
                dan praktik terbaik yang diakui secara internasional, seperti              Bank Mega memiliki mekanisme respons dan penanganan
                ISO 27001 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi,                     insiden keamanan informasi yang mencakup proses
                ISO 31000 tentang Manajemen Risiko, serta kerangka kerja                   pelaporan, identifikasi dan investigasi, penanganan
                National Institute of Standards and Technology (NIST)                      sumber insiden, pembatasan dampak, pemulihan layanan,
                Cybersecurity Framework. Risiko yang teridentifikasi




102   PT Bank Mega Tbk                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
             Kinerja                     Kinerja                    Kinerja                  Kinerja
             Keberlanjutan Kami          Ekonomi                    Lingkungan               Sosial




      serta evaluasi dan pembelajaran pasca insiden. Mekanisme         bagi Bank Mega untuk terus meningkatkan pengawasan,
      ini dirancang untuk memastikan respons yang cepat,               evaluasi keamanan, serta penguatan tata kelola kerja sama
      terkoordinasi, dan efektif dalam meminimalkan potensi            dengan pihak ketiga, khususnya terkait pelindungan data dan
      dampak terhadap operasional Bank dan Nasabah.                    keamanan informasi.

  Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas respons, Bank
  Mega mengembangkan ChatBot Cyber Assistant (SIREN) yang
  dapat diakses oleh pegawai melalui platform internal. Layanan
  ini memfasilitasi pelaporan indikasi insiden siber secara cepat
  sekaligus menjadi sarana edukasi keamanan informasi dan
  siber secara real-time. Hasil evaluasi pasca insiden digunakan
  sebagai dasar peningkatan berkelanjutan terhadap sistem
  pengendalian, deteksi, dan respons keamanan siber Bank.

  Status Insiden Keamanan Data
  Selama tahun 2025, Bank Mega mengalami percobaan
  penyalahgunaan dalam penyelenggaraan teknologi informasi
  yang berasal dari aktivitas pengujian keamanan terhadap
  sistem milik pihak ketiga yang bekerja sama dengan Bank.
  Aktivitas tersebut dilakukan oleh pihak yang berperan sebagai
  peneliti keamanan (security researcher atau bug hunter) dan
  berpotensi mengakses data atau informasi Nasabah Bank.

  Atas kejadian tersebut, Bank Mega telah melakukan langkah-
  langkah pengendalian sesuai dengan ketentuan internal dan
  regulasi yang berlaku, termasuk koordinasi dengan pihak
  terkait serta penguatan pengelolaan risiko pihak ketiga. Tidak
  terdapat dampak material terhadap operasional Bank maupun
  kerugian finansial bagi nasabah. Pengalaman ini menjadi dasar



  Implementasi Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme,
  dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM)
  untuk Menjaga Integritas Sistem Keuangan Bank Mega

  Bank Mega menerapkan program APU, PPT, dan PPPSPM                    batasan wewenang yang jelas, pemeriksaan independen
  secara komprehensif melalui penguatan tata kelola,                   oleh audit internal, serta tindak lanjut sistematis atas seluruh
  manajemen risiko, pengendalian internal, dan infrastruktur           temuan audit dan hasil review kepatuhan. Dalam aspek sistem,
  sistem untuk memastikan Bank tidak dimanfaatkan sebagai              Bank Mega membangun AML Data Management System
  sarana TPPU, TPPT, maupun PPSPM. Seluruh penerapan ini               untuk meningkatkan kemampuan pemantauan transaksi dan
  dilakukan selaras dengan POJK 8/2023 dan didukung dengan             profiling nasabah, serta mengembangkan aplikasi Beneficial
  pengembangan kompetensi pegawai agar pemahaman terkait               Owner (BO), Walk-in Customer (WIC), aplikasi internal goAML
  kepatuhan, keamanan data, dan perlindungan nasabah selalu            PPATK, dan interface goAML untuk memastikan identifikasi,
  terjaga. Dalam aspek tata kelola, Bank Mega melaksanakan             pencatatan, dan pelaporan kepada otoritas dapat dilakukan
  penilaian risiko TPPU, TPPT, dan PPSPM (Individual Risk              lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi.
  Assessment) dengan pendekatan berbasis risiko sehingga
  profil risiko nasabah, produk, kanal, dan wilayah menjadi dasar      Upaya penguatan ini turut dilengkapi dengan program
  pelaksanaan due diligence dan pemantauan berkelanjutan.              pengembangan kompetensi yang terstruktur. Hingga akhir
  Direksi dan Dewan Komisaris menjalankan pengawasan aktif             tahun 2025, pelatihan APU, PPT, dan PPPSPM telah diikuti oleh
  melalui penetapan unit penanggung jawab, persetujuan                 2.871 peserta dengan total 3.788 jam pelatihan. Materi pelatihan
  kebijakan, evaluasi efektivitas penerapan program, serta             mencakup kewajiban pelaporan, prinsip mengenal nasabah,
  pembahasan isu kunci dalam forum manajemen.                          pencegahan penyalahgunaan produk Bank, keamanan siber,
                                                                       perlindungan data pribadi, etika penagihan, serta penanganan
  Di tingkat operasional, Divisi Anti Money Laundering (AMLA)          pengaduan nasabah. Dengan demikian, aspek kepatuhan dan
  menyusun dan meninjau kebijakan serta prosedur secara                perlindungan konsumen tidak hanya menjadi persyaratan
  berkala untuk memastikan keselarasan dengan regulasi terkini.        regulasi, tetapi juga tertanam dalam budaya risiko dan layanan
  Pengendalian internal diperkuat melalui pemisahan tugas,             Bank Mega secara menyeluruh.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                             PT Bank Mega Tbk   103
Page 104
              Strategi                      Tentang                    Penjelasan                Tata Kelola
              Keberlanjutan                 Bank Mega                  Direksi                   Keberlanjutan




      Dampak Produk dan Jasa Keuangan Berkelanjutan [F.28]




                         Bank Mega menyadari bahwa setiap aktivitas operasional serta produk dan jasa
                         keuangan yang disalurkan menimbulkan dampak positif sekaligus potensi dampak
                         negatif terhadap masyarakat, lingkungan, dan perekonomian. Oleh karena itu, Bank
                         tidak hanya berfokus pada optimalisasi manfaat, tetapi juga pada pengelolaan risiko
                         dan mitigasi dampak negatif secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.



      Dampak Positif                                                    Dampak Negatif
      Produk dan jasa keuangan Bank Mega, khususnya pembiayaan          Meskipun demikian, penyaluran pembiayaan berpotensi
      dalam Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB),               menimbulkan dampak lingkungan dan sosial negatif melalui
      memberikan dampak positif melalui dukungan terhadap               aktivitas usaha debitur, termasuk emisi gas rumah kaca dari
      aktivitas usaha yang ramah lingkungan dan inklusif secara         sektor energi dan transportasi, perubahan tata guna lahan dan
      sosial. Portofolio KKUB senilai sekitar Rp21,915 triliun per      risiko terhadap keanekaragaman hayati, serta potensi dampak
      31 Desember 2025 mendukung pengembangan energi                    sosial terkait ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan
      terbarukan, peningkatan efisiensi energi, pengelolaan sumber      kerja, serta hubungan dengan masyarakat lokal.
      daya alam secara berkelanjutan, transportasi rendah emisi,
      bangunan hijau, produk eco-efficient, serta penguatan UMKM.       Produk keuangan juga berpotensi menimbulkan risiko sosial
                                                                        berupa ketergantungan pembiayaan, atau tekanan finansial
      Dampak positif yang dihasilkan antara lain pengurangan emisi      bagi nasabah apabila produk tidak digunakan secara bijak
      dan polusi, peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya,         atau tidak sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial
      penciptaan lapangan kerja yang lebih inklusif, peningkatan        nasabah. Untuk mengelola dan memitigasi dampak negatif
      daya saing usaha debitur, serta kontribusi terhadap pencapaian    tersebut, Bank Mega menerapkan analisis risiko lingkungan,
      Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan agenda transisi              sosial, dan tata kelola (LST) dalam proses perkreditan dengan
      Indonesia menuju Net Zero Emission Indonesia 2060.                mengacu pada CRMS dan CRST OJK, mewajibkan kepatuhan
                                                                        debitur terhadap perizinan dan standar lingkungan yang
      Produk sosial seperti Tabungan Mega Berbagi memberikan            berlaku, melakukan klasifikasi Taksonomi untuk Keuangan
      dampak positif dengan memungkinkan nasabah berkontribusi          Berkelanjutan Indonesia (TKBI), serta memantau kinerja LST
      langsung pada pendanaan program pendidikan, kesehatan,            debitur secara berkala, termasuk pengukuran emisi portofolio
      pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan bencana               pembiayaan dan pelaksanaan climate risk stress testing. Di sisi
      secara terstruktur dan akuntabel.                                 nasabah ritel dan digital, Bank memperkuat prinsip kesesuaian
                                                                        produk, edukasi nasabah, sistem keamanan informasi, serta
      Digitalisasi produk dan layanan menghasilkan dampak               mekanisme pengaduan dan penanganan insiden untuk
      lingkungan positif berupa pengurangan signifikan penggunaan       melindungi kepentingan nasabah dan masyarakat.
      kertas, penurunan limbah operasional, serta pengurangan emisi
      tidak langsung dari aktivitas perkantoran dan transaksi fisik.

104   PT Bank Mega Tbk                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
             Kinerja                       Kinerja                    Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami            Ekonomi                    Lingkungan              Sosial




  Jumlah Produk yang Ditarik Kembali [F.29]

  Selama tahun pelaporan 2025, tidak terdapat produk atau                Pada periode yang sama, Bank Mega juga tidak menerima
  layanan Bank Mega yang ditarik kembali setelah peluncuran,             sanksi hukum maupun denda finansial yang berkaitan dengan
  baik yang disebabkan oleh isu keamanan, ketidakpatuhan                 ketidakpatuhan dalam penyampaian informasi produk dan
  terhadap regulasi, maupun kendala teknis lainnya. Tidak                layanan kepada konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa
  adanya penarikan produk mencerminkan efektivitas proses                mekanisme evaluasi keamanan produk, pengendalian risiko,
  evaluasi keamanan, pengujian kelayakan, serta pengawasan               serta perlindungan konsumen yang diterapkan telah berjalan
  kepatuhan yang diterapkan secara konsisten sejak tahap                 secara efektif dan sesuai dengan ketentuan regulator.
  perancangan produk hingga pemantauan pasca peluncuran.




  Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk
  dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan [F.30]

  Bank Mega memiliki mekanisme evaluasi kepuasan nasabah                 Berdasarkan hasil survei kepuasan nasabah, Net Promoter
  yang terstruktur dan berkelanjutan untuk menjamin kualitas             Score (NPS) pada berbagai produk dan layanan berada
  produk dan layanan yang diberikan kepada nasabah. Pada                 pada tingkat yang positif. Customer Satisfaction Index (CSI)
  tahun 2025, survei kepuasan nasabah telah mencakup layanan             menunjukkan tingkat kepuasan yang baik pada layanan kantor
  Kartu Kredit, M-Smile, tabungan, MegaFirst, kantor cabang,             cabang, serta tingkat kepuasan yang wajar pada layanan
  serta penanganan pengaduan (complaint handling). Survei                penanganan pengaduan (complaint handling) sesuai dengan
  dilaksanakan secara rutin setiap kuartal (3 bulanan) dan               karakteristik layanan tersebut. Sehingga secara keseluruhan,
  dikelola oleh unit Market and Consumer Insight di bawah Digital        persepsi nasabah terhadap produk dan layanan Bank Mega
  and Marketing Communications sebagai unit independen yang              berada pada kategori baik.
  bertanggung jawab atas pelaksanaan survei, pengolahan data,
  dan penyusunan laporan.                                                Hasil survei kepuasan nasabah dibahas bersama unit terkait
                                                                         hingga ke forum manajemen dan tingkat Direksi, sebagai dasar
  Dalam pelaksanaannya, Bank Mega menggunakan metode Net                 evaluasi kualitas layanan dan tindak lanjut perbaikan. Bank
  Promoter Score (NPS) dan Customer Satisfaction Index (CSI)             Mega berkomitmen untuk terus menyempurnakan mekanisme
  sebagai sarana evaluasi kepuasan nasabah. Survei dirancang             evaluasi kepuasan nasabah serta meningkatkan transparansi
  pada tingkat produk dan layanan untuk memudahkan                       penyampaian hasil survei sebagai bagian dari akuntabilitas
  identifikasi isu secara lebih spesifik serta memastikan relevansi      kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk melalui
  pertanyaan dengan pengalaman nasabah. Sehingga survei                  pelaporan pada laporan tahunan sesuai dengan ketentuan
  menjadi lebih efektif melalui durasi pengisian yang lebih singkat      yang berlaku.
  namun tetap mampu menangkap masukan dan keluhan secara
  detail pada setiap produk dan layanan, dengan cakupan yang
  luas di seluruh jaringan layanan Bank Mega.



  Customer Well-Being: Layanan Kesehatan Premium Bersama IHH Healthcare

  Bank Mega memahami bahwa kesehatan merupakan aset                      Sebagai bagian dari rangkaian acara, Bank Mega
  paling berharga bagi para nasabah, sehingga menghadirkan               menyelenggarakan Health Talk bersama Dr. Edgar Tay,
  kolaborasi strategis dengan IHH Healthcare Singapore. Jaringan         kardiolog ternama dari RS Mount Elizabeth Singapura. Sesi ini
  rumah sakit internasional terkemuka untuk menyediakan                  berlangsung interaktif, di mana nasabah antusias mengajukan
  layanan kesehatan premium bagi Nasabah MegaFirst. Acara                pertanyaan seputar kesehatan jantung. Kehadiran interpreter
  peluncuran kerja sama ini berlangsung hangat di Menara                 medis membuat diskusi berjalan lancar dan inklusif. Melalui
  Bank Mega, diawali dengan sesi makan siang bersama yang                kerja sama ini, Nasabah MegaFirst memperoleh berbagai
  mempertemukan nasabah, manajemen Bank Mega, dan                        manfaat eksklusif, termasuk diskon layanan rawat inap,
  perwakilan IHH dalam suasana akrab. Penandatanganan                    potongan biaya Executive Health Screening, layanan Concierge
  perjanjian dilakukan oleh Wakil Direktur Utama Bank Mega, Ibu          Medis Prioritas, serta beragam keuntungan tambahan dari
  Diza Larentie, dan Chief Commercial Officer IHH Healthcare             Bank Mega seperti nilai tukar kompetitif, fasilitas airport
  Singapore, Jeffrey Law, sebagai bentuk komitmen kedua                  lounge, diskon tiket pesawat, dan opsi pembayaran fleksibel
  institusi dalam menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia.            untuk layanan medis menggunakan Kartu Kredit Bank Mega.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                             PT Bank Mega Tbk   105
Page 106
              Strategi                       Tentang                    Penjelasan                 Tata Kelola
              Keberlanjutan                  Bank Mega                  Direksi                    Keberlanjutan




      Kolaborasi ini menggambarkan komitmen Bank Mega dalam              menjadi nilai tambah yang memperkuat manfaat program ini.
      menghadirkan solusi yang melampaui layanan finansial               Dengan menghadirkan pengalaman kesehatan premium yang
      tradisional, dengan memperhatikan kesejahteraan dan                terintegrasi dengan layanan finansial, Bank Mega menegaskan
      kualitas hidup nasabah. Jaringan rumah sakit IHH yang telah        posisinya sebagai institusi yang customer-centric dengan
      mengadopsi teknologi medis mutakhir, mulai dari diagnostik         memastikan bahwa setiap layanan memberikan dampak
      berbasis AI hingga bedah robotik dan terapi kanker lanjutan,       positif bagi nasabah.




      Whistleblowing System dan Penguatan Peran Bank Mega
      dalam Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal
      Bank Mega terus memperkuat integritas organisasi dan               Kontribusi Aktif dalam Satgas PASTI dan Indonesia Anti-
      perlindungan konsumen melalui penerapan Whistleblowing             Scam Center (IASC)
      System (WBS) yang transparan dan akuntabel, serta partisipasi      Sebagai bagian dari komitmen industri perbankan terhadap
      aktif dalam Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan          perlindungan nasabah dan stabilitas sistem keuangan, Unit
      Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Center (IASC)        Crime & Fraud Investigation Bank Mega berperan aktif
      yang dikoordinasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).            sebagai anggota Satgas PASTI, yang dibentuk oleh OJK untuk
                                                                         mengoordinasikan penanganan aktivitas keuangan ilegal lintas
      Pendekatan ini menempatkan Bank Mega tidak hanya sebagai           regulator, aparat penegak hukum, dan pelaku industri jasa
      institusi yang efektif dalam menangani laporan internal, tetapi    keuangan.
      juga sebagai bagian dari upaya nasional dalam memerangi
      penipuan, kejahatan siber, social engineering, serta berbagai      Dalam kerangka tersebut, Bank Mega juga berpartisipasi
      bentuk aktivitas keuangan ilegal lainnya.                          dalam Indonesia Anti-Scam Center (IASC), yang berfungsi
                                                                         sebagai pusat koordinasi nasional dalam penanganan
      Whistleblowing System yang Aman, Independen, dan                   penipuan transaksi keuangan. Melalui IASC, laporan dugaan
      Berpihak Pada Integritas                                           scam yang diterima dapat ditindaklanjuti secara cepat melalui
      Bank Mega menyediakan Whistleblowing System (WBS)                  proses verifikasi, pemblokiran rekening tujuan, serta koordinasi
      sebagai kanal pelaporan yang dapat dimanfaatkan oleh               lanjutan dengan bank lain, penyedia jasa pembayaran, dan
      karyawan, mitra usaha, maupun masyarakat umum untuk                aparat penegak hukum.
      menyampaikan dugaan pelanggaran, termasuk fraud, korupsi,
      pelanggaran kode etik, diskriminasi, pelecehan seksual, serta      Keterlibatan aktif Bank Mega dalam IASC berkontribusi dalam
      penyimpangan lainnya.                                              menekan potensi kerugian masyarakat, mempercepat respons
                                                                         industri terhadap berbagai modus kejahatan siber dan social
      WBS dirancang sebagai sistem yang aman, independen, dan            engineering, serta meningkatkan kesiapsiagaan perbankan
      mudah diakses, dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor,       nasional dalam menghadapi risiko fraud yang semakin
      opsi pelaporan secara anonim, serta perlindungan terhadap          kompleks
      tindakan pembalasan. Setiap laporan yang diterima ditangani
      secara objektif dan profesional sesuai dengan ketentuan            Penguatan Tata Kelola dan Sistem Perlindungan Konsumen
      internal Bank.                                                     Sinergi antara penerapan Whistleblowing System dan peran
                                                                         aktif Bank Mega dalam Satgas PASTI serta Indonesia Anti-
      Sepanjang tahun 2025, Bank Mega menerima 80 laporan terkait        Scam Center (IASC) memperluas kemampuan Bank dalam
      dugaan fraud dan pelanggaran lainnya, yang seluruhnya telah        mendeteksi dan merespons berbagai bentuk fraud, tindak
      ditindaklanjuti oleh Unit Kerja Crime & Fraud Investigation        pidana pencucian uang (TPPU), tindak pidana pendanaan
      melalui proses investigasi yang komprehensif. Proses tersebut      terorisme (TPPT), serta aktivitas keuangan ilegal lainnya.
      mencakup pengumpulan, pengujian, dan verifikasi bukti,
      penilaian tingkat pelanggaran, serta penetapan tindakan            Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat mekanisme
      korektif dan sanksi yang sesuai.                                   penanganan insiden internal, tetapi juga memastikan Bank
                                                                         Mega berkontribusi secara nyata dalam upaya nasional
      Seluruh penanganan laporan dilakukan dengan menjunjung             menjaga integritas industri jasa keuangan. Inisiatif tersebut
      tinggi prinsip fairness, independensi, dan akuntabilitas           sekaligus melengkapi penerapan program APU PPT dan
      dokumentasi. Dengan mekanisme ini, WBS berfungsi                   PPPSPM sesuai POJK Nomor 8 Tahun 2023, sehingga Bank
      secara efektif sebagai alat deteksi dini dalam mencegah,           memiliki kerangka pengendalian yang lebih komprehensif
      mengidentifikasi, dan memitigasi risiko fraud di lingkungan        dan terintegrasi, mulai dari tata kelola, pengendalian internal,
      Bank, sekaligus memperkuat budaya integritas dan                   hingga perlindungan konsumen.
      kepercayaan para pemangku kepentingan.
                                                                         Dengan penguatan tersebut, Bank Mega dapat meningkatkan
                                                                         keandalan sistem, memperkuat kepercayaan nasabah, serta
                                                                         mendukung terciptanya stabilitas dan keamanan ekosistem
                                                                         perbankan nasional secara berkelanjutan.

106   PT Bank Mega Tbk                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
             Kinerja                         Kinerja                  Kinerja                      Kinerja
             Keberlanjutan Kami              Ekonomi                  Lingkungan                   Sosial




                                                    Alur Mekanisme Whistleblowing System


                                                           Jika hasil analisa tidak ditemukan
                                                           adanya unsur fraud, maka laporan                  Akses Whistleblowing System
                                                           disampaikan kembali ke Pelapor                    Bank Mega
                                                           (Whistleblower) bahwa laporan tidak
                                                           memenuhi unsur fraud
                                                                                                             • Website:
                                                                                                                https://bankmega.com/
                                                                                                                id/tentang-kami/tata-
                                                                                                                kelola-perusahaan-new/
                                                           Jika hasil laporan menyangkut unsur                  whistleblowing-system
                                                           kode etik, maka akan ditelusurkan                 • Email:
                                                           kepada unit kerja yang menanganinya                  fbi@bankmega.com
     Pelapor                                               (contoh: Unit Kerja Human Capital
     (Whistleblower)                                       Reward Operation & Services)
                                                                                                             • Telepon (Fixed Line):
     melaporkan                                                                                                 +6221-7915000 (ext. 15.112,
                                  Pengaduan
     adanya dugaan                                                                                              15.115, 15.212, 15.215)
                                  masuk dilakukan
     tindakan                                                                                                • Telepon/SMS/WhatsApp:
                                  verifikasi dan
     pelanggaran/
                                  analisa laporan                                                               0822-0822-0500 /
     fraud melalui
     sarana yang                                           Jika hasil analisa ditemukan adanya                  0822-0822-1999
     tersedia                                              salah satu unsur tindakan fraud, dan/             • Alamat:
                                                           atau unsur pidana, maka Crime & Fraud                Unit Kerja Crime & Fraud
                                                           Investigation Head menginstruksikan
                                                           dilakukan proses investigasi
                                                                                                                Investigation (CFIN),




                                                           Hasil Investigasi disampaikan kepada               Pengenaan sanksi sesuai
                                                           DIrektur Utama dan Direktur terkait                peraturan perusahaan
                                                           dengan tembusan kepada Komisaris                   dan ketentuan hukum
                                                           Utama/Dewan Komisaris                              yang berlaku




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                     PT Bank Mega Tbk   107
Page 108
              Strategi                      Tentang                          Penjelasan                         Tata Kelola
              Keberlanjutan                 Bank Mega                        Direksi                            Keberlanjutan




      Mekanisme Penanganan Pengaduan Nasabah

      Untuk menjaga standar kualitas layanan, Bank Mega                        aspek layanan, lingkungan, sosial, maupun tata kelola.
      menerapkan ketentuan dan pedoman yang mengacu pada                       Kanal tersebut mencakup kantor cabang, MegaCall, aplikasi
      regulasi yang berlaku serta kebijakan internal terkait layanan           M-Smile, situs web Bank Mega, serta saluran eksternal seperti
      pengaduan. Pelaksanaan layanan pengaduan mengacu pada                    media massa, regulator, dan LAPS. Setiap pengaduan yang
      POJK No. 18/POJK.07/2018 tentang Layanan Pengaduan                       masuk dicatat dalam sistem penanganan pengaduan untuk
      Konsumen di Sektor Jasa Keuangan, POJK No. 22 Tahun 2023                 memastikan seluruh laporan ditangani secara terstruktur dan
      tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa               terdokumentasi.
      Keuangan, serta PBI No. 3 Tahun 2023 tentang Pelindungan
      Konsumen Bank Indonesia. Bank juga memperkuat                            Melalui sistem ini, Bank Mega melakukan klasifikasi jenis
      implementasi melalui ketentuan internal, antara lain SE No.              pengaduan, memberikan nomor tiket, serta menetapkan
      192/DIRBM-PMIC/24 tentang Proses Layanan Pengaduan,                      Service Level Agreement (SLA) sebagai acuan waktu
      sehingga seluruh proses penanganan pengaduan berjalan                    penyelesaian. Pengaduan kemudian diteruskan kepada unit
      konsisten, terukur, dan sesuai standar perlindungan konsumen.            kerja terkait untuk dilakukan investigasi, analisis penyebab,
                                                                               serta penyusunan langkah penyelesaian. Hasil penyelesaian
      Bank Mega menyediakan berbagai kanal pengaduan yang                      disampaikan kembali kepada nasabah atau pihak pelapor
      dapat digunakan oleh nasabah maupun non-nasabah                          melalui media komunikasi yang tersedia.
      untuk menyampaikan keluhan, masukan, atau kritik terkait



                                                                                                             Sistem
         Nasabah, masyarakat, maupun              Nasabah atau
                                                                                 Channel                   Penanganan                   Unit Kerja
                                                  Non Nasabah
         pemangku kepentingan lainnya                                                                      Pengaduan
         dapat menyampaikan keluhan
         melalui:                                                                                                               • Investigasi
                                                                              Kantor Cabang                                     • Penyelesaian
         • Customer Service di seluruh                                                                                          • Closing Case
            kantor cabang Bank Mega                                                                                             • Input hasil
                                                                                                                                  penyelesaian
         • MegaCall: 08041500010                                                                                                  di Sistem
            atau +6221 2960 1600 (dari                                           Megacall               • Melakukan               Penanganan
                                                                                                                                  Pengaduan
            luar negeri)                                                                                  klasifikasi
                                                   Pengaduan                                              pengaduan             • Hasil
         • Aplikasi Mobile Banking                                                                      • No. Tiket               penyelesaian
            Bank Mega (M-Smile)                                            • Aplikasi M-Smile           • SLA                     pengaduan
                                                                           • Web Bank Mega                                        diberitahukan
            melalui formulir pengaduan                                                                                            kepada
         • Website Bank Mega (www.                                                                                                Nasabah dan
                                                                                                                                  Non Nasabah
            bankmega.com) melalui                                          • Media Massa                                          melalui media
            formulir keluhan nasabah                                       • Regulator                                            komunikasi
                                                                           • LAPS                                                 yang tersedia


                                                                                                Input




      Sepanjang tahun 2025, Bank Mega menerima                                               Jumlah Pengaduan Nasabah
      11.915 laporan pengaduan terkait produk dan              Kategori Pengaduan                               2025            2024                 2023
      layanan, terutama mengenai Kartu Kredit dan
                                                               Pengaduan yang Diterima                          11.915          7.110                6.554
      aplikasi M-Smile. Seluruh pengaduan tersebut
      (100%) telah ditindaklanjuti oleh Bank Mega              Pengaduan yang Ditindaklanjuti                   11.915          7.110                6.554
      sesuai prosedur dan standar layanan yang berlaku,        Pengaduan yang Telah Selesai                    10.188*          7.110                6.554
      mencerminkan komitmen kami dalam memastikan              *Status data per 31/12/2025
      kepuasan dan perlindungan nasabah.



      Kepuasan Nasabah atas Penanganan Pengaduan
      Sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas layanan, Bank Mega secara konsisten melakukan pengukuran tingkat kepuasan
      nasabah atas penyelesaian pengaduan. Setiap pengaduan yang telah ditangani dan dinyatakan selesai akan ditindaklanjuti dengan
      pengiriman tautan survei kepada nasabah maupun non-nasabah untuk memperoleh umpan balik atas kualitas layanan pengaduan.
      Masukan ini digunakan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar proses penanganan pengaduan semakin responsif,
      jelas, dan sesuai harapan pemangku kepentingan.

108   PT Bank Mega Tbk                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
             Kinerja                     Kinerja                   Kinerja                 Kinerja
             Keberlanjutan Kami          Ekonomi                   Lingkungan              Sosial




  Tentang Laporan [G.1] [2-2] [2-3] [2-4] [2-5] [3-1]




  Tujuan dan Prinsip Penyusunan Laporan                               Metodologi Pelaporan dan Penentuan Informasi Material
  Laporan Keberlanjutan PT Bank Mega Tbk disusun sebagai              Penyusunan laporan dilakukan melalui koordinasi lintas unit
  bentuk transparansi atas kinerja ekonomi, sosial, lingkungan,       kerja dengan mengacu pada hasil penilaian materialitas,
  dan tata kelola kepada seluruh pemangku kepentingan.                memperhitungkan dampak signifikan Bank serta ekspektasi
  Laporan ini mencakup periode 1 Januari–31 Desember 2025             pemangku kepentingan. Proses ini didukung kajian regulasi,
  dan dipublikasikan melalui situs resmi Perseroan, meneruskan        pemetaan risiko, serta evaluasi atas isu keberlanjutan nasional
  publikasi laporan sebelumnya pada 26 Maret 2025. Penyusunan         dan global yang relevan. Laporan memperoleh persetujuan
  laporan berlandaskan prinsip pelaporan internasional, yaitu         dari Direktur Compliance & Human Capital yang bertanggung
  akurat, seimbang, jelas, dapat dibandingkan, lengkap, relevan       jawab atas penerapan keuangan berkelanjutan, memastikan
  terhadap konteks keberlanjutan, tepat waktu, dan dapat              bahwa seluruh informasi yang disajikan selaras dengan strategi
  diverifikasi; sehingga laporan tidak hanya berfungsi sebagai        dan tata kelola keberlanjutan Perseroan.
  sarana pertanggungjawaban, tetapi juga sebagai referensi
  strategis bagi investor, regulator, dan pemangku kepentingan        Kepatuhan terhadap Regulasi dan Standar Pelaporan
  lainnya dalam menilai arah keberlanjutan Perseroan.                 Penyusunan laporan ini berpedoman pada berbagai peraturan
                                                                      dan standar nasional maupun internasional yang relevan,
  Cakupan Pelaporan dan Integritas Data                               termasuk:
  Cakupan laporan mengikuti lingkup entitas yang sama dengan          • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.51/
  laporan keuangan konsolidasian, meliputi kantor pusat                  POJK.03/2017.
  dan seluruh kantor cabang Bank Mega. Data ekonomi dan               • Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 16/
  sebagian besar data sosial menggunakan data konsolidasian              SEOJK.04/2021.
  yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP), sementara           • Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021 dengan
  data lingkungan mencakup konsumsi air dan BBM secara                   kesesuaian: “merujuk pada Standar GRI” dan Sektor
  konsolidasian serta konsumsi listrik yang saat ini masih               Indikator untuk jenis keuangan (GRI Financial Services
  terbatas pada kantor pusat. Setiap perbedaan cakupan                   Sector Supplement).
  dijelaskan secara transparan untuk menjaga akuntabilitas            • Pelaporan ESG yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia
  pelaporan. Pada periode ini, Bank Mega tidak memiliki anak             (BEI).
  perusahaan, sehingga tidak terdapat entitas material yang
  dikecualikan, dan apabila terdapat penyajian kembali data dari      Dengan landasan tersebut, laporan ini memenuhi kebutuhan
  periode sebelumnya.                                                 informasi regulator, pemegang saham, analis ESG, serta
                                                                      pemangku kepentingan lainnya secara komprehensif.




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                           PT Bank Mega Tbk   109
Page 110
              Strategi                        Tentang                     Penjelasan                  Tata Kelola
              Keberlanjutan                   Bank Mega                   Direksi                     Keberlanjutan




      Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen [G.1][2-5]
      Hingga periode pelaporan ini, Bank Mega belum menjalani assurance eksternal atas laporan keberlanjutan, namun seluruh informasi
      yang disajikan telah melalui proses peninjauan berlapis di tingkat internal. Setiap data dikumpulkan, diverifikasi, dan direkonsiliasi
      dengan dokumen pendukung oleh unit terkait, kemudian ditelaah kembali oleh pimpinan Perseroan untuk memastikan akurasi
      dan konsistensi narasi dengan kebijakan serta kinerja aktual. Data keuangan merujuk pada laporan yang telah diaudit oleh Kantor
      Akuntan Publik (KAP), sehingga memastikan reliabilitas dan keselarasan angka yang dipublikasikan dalam laporan ini.




            Tanggapan Terhadap Umpan Balik
            Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya [G.3]

            Kami berterima kasih atas masukan dan evaluasi yang diberikan oleh regulator, pemegang saham, dan pemangku
            kepentingan lainnya terhadap Laporan Keberlanjutan 2024. Hingga akhir 2025, salah satu umpan balik utama berasal
            dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menekankan pentingnya penyempurnaan aspek tata kelola keberlanjutan,
            khususnya terkait penjelasan Direksi dalam merespons tantangan penerapan keuangan berkelanjutan serta penjabaran
            peran pengawasan Dewan Komisaris dalam penilaian risiko keberlanjutan.

            Menanggapi hal tersebut, Bank Mega telah melakukan
            beberapa tindak lanjut, antara lain:
            1. Memperkuat Penjelasan Direksi dalam Laporan
               Keberlanjutan
            2. Memperjelas Peran Pengawasan Dewan Komisaris dan
               Direksi atas Risiko Keberlanjutan

            Melalui serangkaian tindakan ini, Bank Mega memastikan
            bahwa penyempurnaan laporan tidak hanya bersifat
            kepatuhan, tetapi juga mencerminkan keseriusan Perseroan
            dalam meningkatkan transparansi, tata kelola keberlanjutan,
            dan akuntabilitas kepada seluruh pemangku kepentingan.



                                                          Kontak terkait Laporan [2-3]
                                                                Sekretaris Perusahaan
                                                            Christiana Maria Damanik
                                                       Email: corsec@bankmega.com
                                                 Telepon: (62-21) 7917 5000 (hunting)




110   PT Bank Mega Tbk                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 111
             Kinerja                       Kinerja                     Kinerja                     Kinerja
             Keberlanjutan Kami            Ekonomi                     Lingkungan                  Sosial




  Identifikasi Topik Material dan Isu Keberlanjutan [GRI 3-1, 3-2]
  Bank Mega menetapkan topik material melalui proses prioritisasi isu keberlanjutan yang dilakukan pada tahun pelaporan. Proses ini
  difasilitasi oleh pihak independen untuk memastikan objektivitas dan keselarasan dengan standar pelaporan yang berlaku.

  Melalui diskusi dan analisis terstruktur, teridentifikasi tujuh topik material yang paling relevan dengan dampak bisnis serta
  kepentingan pemangku kepentingan. Seluruh topik tersebut telah diselaraskan dengan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan
  Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

  Hasil identifikasi ini menjadi dasar dalam penyusunan strategi, kebijakan, dan pengungkapan kinerja keberlanjutan Bank Mega.
  Pada Laporan Keberlanjutan 2025, tidak terdapat perubahan maupun penambahan topik material baru.

  Jumlah Pengaduan Nasabah
   No     Topik Material               Isu Keberlanjutan
   1      Produk dan Layanan           1. Realisasi penyaluran dana (kredit) pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan melampaui target
          Keuangan Berkelanjutan          RAKB 2024-2028, terutama didorong oleh segmen Korporasi melalui kredit baru dan peningkatan
                                          utilisasi fasilitas yang ada.
                                       2. Integrasi prinsip keuangan berkelanjutan dalam kriteria penilaian usaha penerima kredit.
                                       3. Penguatan ketahanan kinerja ekonomi secara berkelanjutan.
                                       4. Optimalisasi efisiensi biaya operasional.
                                       5. Pengelolaan pertumbuhan kredit secara sehat dan terukur.
                                       6. Peningkatan portofolio pembiayaan pada KKUB.
   2      Keamanan dan Privasi Data    1. Penguatan sistem keamanan informasi dan perlindungan transaksi nasabah.
                                       2. Kepatuhan terhadap regulasi serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam pengelolaan
                                          data.


   3      Etika Bisnis dan Kepatuhan   1. Implementasi kebijakan Anti Fraud dan Anti Korupsi, serta penguatan program Anti Pencucian Uang
                                          dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT).
                                       2. Konsistensi dalam memenuhi ketentuan regulasi dan prinsip tata kelola perusahaan.


   4      Digitalisasi dan Inovasi     1. Pengembangan dan penerapan inovasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi
          Teknologi                       operasional.
                                       2. Pelaksanaan transformasi teknologi yang tetap selaras dengan regulasi dan tata kelola perusahaan.



   5      Berinvestasi pada Talenta    1. Penyelenggaraan pelatihan keuangan berkelanjutan bagi karyawan.
                                       2. Program peningkatan kompetensi dan pengembangan jenjang karier.
                                       3. Edukasi dan pelatihan peningkatan kapasitas bagi nasabah dan masyarakat.


   6      Kualitas Layanan             1. Pemeliharaan dan peningkatan tingkat kepuasan nasabah secara berkelanjutan.
                                       2. Penanganan masukan, saran, dan pengaduan secara adil, responsif, dan konsisten.



   7      Literasi dan Inklusi         Pelaksanaan program edukasi untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
          Keuangan




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                     PT Bank Mega Tbk   111
Page 112
               Strategi                           Tentang                      Penjelasan      Tata Kelola
               Keberlanjutan                      Bank Mega                    Direksi         Keberlanjutan




      Lembar
      Umpan Balik                             [G.2]




      Laporan Keberlanjutan PT Bank Mega Tbk Tahun 2025 telah memberikan gambaran kinerja keuangan dan keberlanjutan. Kami
      mengharapkan masukan, kritik, dan saran dari Bapak/Ibu/Saudara atas penyajian laporan keberlanjutan 2025 ini melalui kontak
      atau email di bagian bawah lembar ini.

      Profil Anda
      Nama (bila berkenan)           : ……………………….………………………
      Institusi/Perusahaan           : ……………………….………………………
      Surel                          : ……………………….………………………
      Telp/Hp                        : ……………………….………………………

      Golongan Pemangku Kepentingan
         Pemegang Saham                   Media
         Pelanggan                        Mitra Usaha
         Pegawai                          Masyarakat dan Komunitas
         Pemerintah                       Lain-lain, mohon sebutkan: …………

      Mohon pilih jawaban berikut yang paling sesuai dengan pertanyaan di bawah

                                                                                                               Ya          Tidak
       Laporan ini mudah dimengerti
       Laporan ini bermanfaat bagi Anda
       Laporan ini sudah menggambarkan kinerja Perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan


      Mohon berikan penilaian topik material yang paling penting menurut anda bagi keberlanjutan PT Bank Mega Tbk
      (nilai 1 = paling tidak penting s/d 7 = paling penting)

       Skala Prioritas   Topik Material
         (        )      Produk dan Layanan Keuangan Berkelanjutan
         (        )      Keamanan dan Privasi Data
         (        )      Etika Bisnis dan Kepatuhan
         (        )      Digitalisasi dan Inovasi Teknologi
         (        )      Berinvestasi pada Talenta
         (        )      Kualitas Layanan
         (        )      Literasi dan Inklusi Keuangan


      Saran atau kritik terkait laporan:
      ………………………………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………………..............................
      ………………………………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………………..............................
      ………………………………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………………..............................

      Terima kasih atas masukan anda. Mohon lembar umpan balik dapat dikirim melalui surat elektronik kepada kontak yang tertera di
      laporan ini.

      Sekretaris Perusahaan
      PT Bank Mega Tbk
      Menara Bank Mega                                        Telepon: (+62 21) 7917 5000
      Jl. Kapten P. Tendean, No.12-14A                        Website: www.bankmega.com
      Jakarta 12790, Indonesia.                               Email: corsec@bankmega.com




112   PT Bank Mega Tbk                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 113
             Kinerja                             Kinerja                  Kinerja                     Kinerja
             Keberlanjutan Kami                  Ekonomi                  Lingkungan                  Sosial




  Referensi Peraturan POJK No. 51/POJK.03/2017 &
  Surat Edaran OJK No. 16/SEOJK.04/2021                                                                                     [G.4]




          Uraian                                                                                                                        Halaman
   No
          Description                                                                                                                   Page
   STRATEGI KEBERLANJUTAN                                                                                                                    5
   IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN
     B     B.1.     Aspek Ekonomi                                                                                                            7
           B.2      Aspek Lingkungan Hidup                                                                                                   8
           B.3.     Aspek Sosial                                                                                                             9
   PROFIL PERUSAHAAN
     C     C.1.     Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                                                                                      15
           C.2.     Alamat dan Sejarah Singkat Perusahaan                                                                                    14
           C.3.     Skala Usaha                                                                                                            16, 17
           C.4.     Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha                                                                                       18
           C.5.     Keanggotaan Asosiasi                                                                                                     21
           C.6.     Perubahan Signifikan                                                                                                     21
   PENJELASAN DIREKSI
    D      D.1.     Kebijakan Merespon Tantangan Dalam Strategi Keberlanjutan                                                                23
           D.2.     Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                                        24
           D.3.     Strategi Pencapaian Target                                                                                              25
   TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
     E    E.1.      Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                      27-28
          E.2.      Pengembangan Kompetensi Keuangan Berkelanjutan                                                                         77-78
          E.3.      Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                   32
          E.4.      Hubungan dengan Pemangku Kepentingan                                                                                    38
          E.5.      Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                  39
   KINERJA KEBERLANJUTAN
     F      F.1.    Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan                                                                                 40
   Kinerja Ekonomi
           F.2.     Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba            47
                    Rugi.
           F.3.     Perbandingan Target dan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan. Kinerja Portofolio, Target              47
                    Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan
   Kinerja Lingkungan Hidup
           F.4.     Biaya Lingkungan Hidup                                                                                                 51, 55
   Aspek Material
           F.5.     Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                                                                51
   Aspek Energi
           F.6.     Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan                                                                            51, 53
           F.7.     Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan                                                 53, 59
   Aspek Air
           F.8.     Penggunaan Air                                                                                                          54
   Aspek Keanekaragaman Hayati
           F.9.     Dampak Wilayah Operasi Terhadap Daerah Konservasi/Keanekaragaman Hayati                                                 55
           F.10.    Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati                                                                                  55



Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                          PT Bank Mega Tbk   113
Page 114
               Strategi                             Tentang                     Penjelasan                  Tata Kelola
               Keberlanjutan                        Bank Mega                   Direksi                     Keberlanjutan




             Uraian                                                                                                                    Halaman
       No
             Description                                                                                                               Page
       Aspek Emisi
               F.11.    Jumlah dan Intensitas Emisi                                                                                       56, 58
              F.12.     Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi                                                                            58-59
       Aspek Limbah dan Efluen
              F.13.     Jumlah Limbah dan Efluen                                                                                           60
              F.14.     Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen                                                                            60
              F.15.     Tumpahan yang Terjadi (jika ada)                                                                                   64
       Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
              F.16.     Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup                                                                       64
       Kinerja Sosial
               F.17.    Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen                            94
       Aspek Ketenagakerjaan
              F.18.     Kesetaraan Kesempatan Kerja                                                                                        65
              F.19.     Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa                                                                          65, 69
              F.20.     Upah Minimum Regional                                                                                               71
              F.21.     Lingkungan Kerja yang Layak dan Aman                                                                                73
              F.22.     Pelatihan dan Pengembangan                                                                                          77
       Aspek Masyarakat
              F.23.     Dampak Operasi terhadap masyarakat Sekitar                                                                          81
              F.24.     Mekanisme dan Jumlah Pengaduan Masyarakat                                                                           91
              F.25.     TJSL terhadap SDGs                                                                                                91-93
       Tanggung Jawab Pengembangan Produk
              F.26.     Inovasi dan Pengembangan                                                                                           95
              F.27.     Jumlah dan Persentase Evaluasi Produk yang Dievaluasi                                                              98
              F.28.     Dampak Produk dan Mitigasi Penanggulangan                                                                        98, 104
              F.29.     Jumlah produk yang ditarik Kembali                                                                               98, 105
              F.30.     Survei Kepuasan Pelanggan                                                                                          105
       Lain-lain
        G      G.1.     Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)                                                             109-110
              G.2.      Lembar Umpan Balik                                                                                                 112
              G.3.      Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya                                              110
              G.4.      Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017                                  113




114   PT Bank Mega Tbk                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 115
             Kinerja                          Kinerja                      Kinerja                  Kinerja
             Keberlanjutan Kami               Ekonomi                      Lingkungan               Sosial




  GRI
  Content Index

   Statement of use                  PT Bank Mega Tbk has reported the information cited in this GRI content index for the period January 01,
                                     2025 – December 31,2025 with reference to the GRI Standards.
   GRI 1 used                        GRI 1: Foundation 2021




   GRI STANDARD       DISCLOSURE                                                                                                  LOCATION
   GRI 2: General       2-1   Organizational details                                                                                   14
   Disclosures
                       2-2    Entities included in the organization’s sustainability reporting                                        109
   2021
                       2-3    Reporting period, frequency and contact point                                                           109
                       2-4    Restatements of information                                                                             109
                       2-5    External assurance                                                                                       110
                       2-6    Activities, value chain and other business relationships                                                 18
                       2-7    Employees                                                                                            16, 66-68
                       2-8    Workers who are not employees                                                                          66, 69
                       2-9    Governance structure and composition                                                                     27
                       2-10   Nomination and selection of the highest governance body                                                  27
                       2-11   Chair of the highest governance body                                                                     27
                       2-12   Role of the highest governance body in overseeing the management of impacts                              27
                       2-13   Delegation of responsibility for managing impacts                                                        27
                       2-14   Role of the highest governance body in sustainability reporting                                          27
                       2-15   Conflicts of interest                                                                                    27
                       2-16   Communication of critical concerns                                                               In Annual Report
                       2-17   Collective knowledge of the highest governance body                                                      78
                       2-18   Evaluation of the performance of the highest governance body                                             27
                       2-19   Remuneration policies                                                                            In Annual Report
                       2-20   Process to determine remuneration                                                                        27
                       2-21   Annual total compensation ratio                                                                          27
                       2-22   Statement on sustainable development strategy                                                             5
                       2-23   Policy commitments                                                                                        5
                       2-24   Embedding policy commitments                                                                              5
                       2-25   Processes to remediate negative impacts                                                                 N/A
                       2-26   Mechanisms for seeking advice and raising concerns                                                      N/A
                       2-27   Compliance with laws and regulations                                                                     99
                       2-28   Membership associations                                                                                  21
                       2-29   Approach to stakeholder engagement                                                                       38
                       2-30   Collective bargaining agreements                                                                         69
   GRI 3: Material      3-1   Process to determine material topics                                                                     111
   Topics 2021
                       3-2    List of material topics                                                                                  111
                       3-3    Management of material topics                                                                     47, 51, 65, 94, 99




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                       PT Bank Mega Tbk    115
Page 116
               Strategi                         Tentang                          Penjelasan                   Tata Kelola
               Keberlanjutan                    Bank Mega                        Direksi                      Keberlanjutan




       GRI STANDARD      DISCLOSURE                                                                                                     LOCATION
       GRI 201:           201-1   Direct economic value generated and distributed                                                           46
       Economic
                         201-2    Financial implications and other risks and opportunities due to climate change                            31
       Performance
       2016              201-3    Defined benefit plan obligations and other retirement plans                                               71
                         201-4    Financial assistance received from government                                                             46
       GRI 202:          202-1    Ratios of standard entry level wage by gender compared to local minimum wage                              71
       Market
       Presence 2016
       GRI 204:          204-1    Proportion of spending on local suppliers                                                                 48
       Procurement
       Practices 2016
       GRI 205: Anti-    205-1    Operations assessed for risks related to corruption                                                       42
       corruption
                         205-2    Communication and training about anti-corruption policies and procedures                                42-43
       2016
                         205-3    Confirmed incidents of corruption and actions taken                                                     42-43
       GRI 303: Water    303-1    Interactions with water as a shared resource                                                              54
       and Effluents
                         303-2    Management of water discharge-related impacts                                                            N/A
       2018
                         303-3    Water withdrawal                                                                                          54
                         303-4    Water discharge                                                                                          N/A
                         303-5    Water consumption                                                                                         54
       GRI 304:          304-1    Operational sites owned, leased, managed in, or adjacent to, protected areas and areas of high            55
       Biodiversity               biodiversity value outside protected areas
       2016
                         304-2    Significant impacts of activities, products and services on biodiversity                                  55
                         304-3    Habitats protected or restored                                                                           N/A
                         304-4    IUCN Red List species and national conservation list species with habitats in areas affected by          N/A
                                  operations
       GRI 305:          305-1    Direct (Scope 1) GHG emissions                                                                          56-57
       Emissions 2016
                         305-2    Energy indirect (Scope 2) GHG emissions                                                                 56-57
                         305-3    Other indirect (Scope 3) GHG emissions                                                                   N/A
                         305-4    GHG emissions intensity                                                                                   58
                         305-5    Reduction of GHG emissions                                                                              58-59
                         305-6    Emissions of ozone-depleting substances (ODS)                                                            N/A
                         305-7    Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other significant air emissions                          N/A
       GRI 302:          302-1    Energy consumption within the organization                                                              51-52
       Energy 2016
                         302-2    Energy consumption outside of the organization                                                           N/A
                         302-3    Energy intensity                                                                                          53
                         302-4    Reduction of energy consumption                                                                       52-53, 59
                         302-5    Reductions in energy requirements of products and services                                               N/A
       GRI 306: Waste    306-1    Waste generation and significant waste-related impacts                                                    60
       2020
                         306-2    Management of significant waste-related impacts                                                           60
                         306-3    Waste generated                                                                                           60
                         306-4    Waste diverted from disposal                                                                             N/A
                         306-5    Waste directed to disposal                                                                               N/A
       GRI 306: Waste    306-1    Waste generation and significant waste-related impacts                                                    60
       2020
                         306-2    Management of significant waste-related impacts                                                           60
                         306-3    Waste generated                                                                                           60
                         306-4    Waste diverted from disposal                                                                             N/A
                         306-5    Waste directed to disposal                                                                               N/A




116   PT Bank Mega Tbk                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 117
             Kinerja                            Kinerja                    Kinerja                    Kinerja
             Keberlanjutan Kami                 Ekonomi                    Lingkungan                 Sosial




   GRI STANDARD      DISCLOSURE                                                                                                   LOCATION
   GRI 401:            401-1   New employee hires and employee turnover                                                               69
   Employment
                      401-2    Benefits provided to full-time employees that are not provided to temporary or part-time               71
   2016
                               employees
                      401-3    Parental leave                                                                                         71
   GRI 403:           403-1    Occupational health and safety management system                                                      73-75
   Occupational
                      403-2    Hazard identification, risk assessment, and incident investigation                                     75
   Health and
   Safety 2018        403-3    Occupational health services                                                                         74, 76
                      403-4    Worker participation, consultation, and communication on occupational health and safety              74, 76
                      403-5    Worker training on occupational health and safety                                                     74-76
                      403-6    Promotion of worker health                                                                          74, 76-77
                      403-7    Prevention and mitigation of occupational health and safety impacts directly linked by business       73-74
                               relationships
                      403-8    Workers covered by an occupational health and safety management system                                 76
                      403-9    Work-related injuries                                                                                  75
                      403-10   Work-related ill health                                                                               N/A
   GRI 404:           404-1    Average hours of training per year per employee                                                        77
   Training and
                      404-2    Programs for upgrading employee skills and transition assistance programs                              79
   Education 2016
                      404-3    Percentage of employees receiving regular performance and career development reviews                   80
   GRI 405:           405-1    Diversity of governance bodies and employees                                                           65
   Diversity
   and Equal
   Opportunity
   2016
   GRI 406: Non-      406-1    Incidents of discrimination and corrective actions taken                                               65
   discrimination
   2016
   GRI 418:            418-1   Substantiated complaints concerning breaches of customer privacy and losses of customer                99
   Customer                    data
   Privacy 2016




Laporan Keberlanjutan 2025                                                                                                       PT Bank Mega Tbk   117
Page 118

          
Page 119

          
Page 120
2025
Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
PT Bank Mega Tbk




                                PT BANK MEGA Tbk
                                    Menara Bank Mega
                        Jl. Kapten Tendean 12-14A, Jakarta 12970
                              Telp. 021 7917 5000 (hunting)
                                    Fax. 021 7918 7100

                                      Mega Call
                                     08041500010

                                 www.bankmega.com

File

File Open PDF
Source IDX
Size10.28 MB
Published30 Mar 2026
Pages120
Characters548,136
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Mega Tbk. p.2 ×1201
linked person Indivara Erni · Wakil Direktur Utama p.10 ×9
linked person Chairul Tanjung p.11
linked person Achjadi Ranuwisastra p.11
linked person Lambock V. Nahattands p.11
linked person Kostaman Thayib p.11 ×5
linked person Yuni Lastianto · Direktur p.11 ×4
linked person Madi Darmadi Lazuardi p.11
linked person Martin Mulwanto p.11
linked person Heriwan Gazali p.11 ×2
linked person Lay Diza Larentie p.21
linked org Pemerintah RI p.69
linked org Asuransi Umum Mega. p.74
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×8
possible org Bank Bank Mega p.5 ×2
possible org PT Mega Corpora p.14 ×2
possible org Bank Mega. Bank Mega p.48 ×2
possible person Erni p.72
possible org Bank Mega. Bank p.100
unresolved org PT CT Corpora p.3
unresolved org Bank Mega Tata Kelola Keberlanjutan p.4
unresolved org PT Bank Karman p.14
unresolved org Bank Umum Menara Bank Mega p.14
unresolved org Menteri Keuangan RI No. D p.14
unresolved org Bank Mega Indonesia p.14
unresolved org Bank Devisa p.14
unresolved org Bapepam p.14 ×2
unresolved org Bank Mega Uraian Kantor Pusat p.17
unresolved person Forum Komunikasi · Direktur p.21 ×2
unresolved person Ikatan Bankir · Direktur p.21
unresolved person Guntur C Yudianto p.21
unresolved org PT Mega Corpora. Pengakhiran p.21
unresolved org Bank Mega. Penyediaan p.25
unresolved org CT Corp p.26 ×2
unresolved org Nasional Penanggulangan Bencana p.31
unresolved org Bank Mega. Penerapan p.52
unresolved org Yayasan KEHATI p.55
unresolved org PT PLN (Persero) p.59
unresolved org Bank Mega. Pendekatan p.59
unresolved org Bank Mega. Seluruh p.69 ×2
unresolved org Bank Mega She Inspires p.72
unresolved org Bank Mega. Di Prestasi p.72
unresolved org Bank Mega. Pesan p.72
unresolved person Indivara p.72
unresolved org Bank Mega. Di p.73
unresolved org PT Jasa Swadaya Utama p.75
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.79
unresolved org Bank Mega Tendean p.83
unresolved org Bank Mega Kuningan p.83
unresolved org Bank Mega. Sebagai p.86
unresolved org Bank Mega. Biaya Kegiatan Mega Berbagi p.86
unresolved org Bank SMP Swasta Islam Terpadu Al Munawar p.87
unresolved org Bank Indonesia p.90 ×5
unresolved org Kementerian PPN p.92 ×3
unresolved org Bank Mega Kepercayaan p.94
unresolved org Bank Mega Program p.96
unresolved org Bank Mega Hadir Lebih Dekat Hari Pelanggan Nasional p.98
unresolved org Bank Promoter Score p.105
unresolved org Bank Mega. Customer Well-Being p.105
unresolved person Dr. Edgar Tay p.105
unresolved person Kapten P. Tendean, No.12-14A p.112

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result