Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 43
Page 1
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
Page 2
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 3
Laporan Perubahan Ekuitas 4
Laporan Arus Kas 5
Catatan atas Laporan Keuangan 6
Page 3
Page 4
Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Epiwalk Office Suites 7th Floor Unit B 708, Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940
Tel : +62 21 299 122 72 , +62 21 299 124 73
E-mail : mgnainggolan@kapmgn.co.id , kapmgn@gmail.com
Web : www.kapmgn.co.id
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Nomor: 00018/2.1104/AU.1/04/0147-1/1/III/2026
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (‘’Perusahaan‘’), yang terdiri
dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2025, serta laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut, serta catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi material.
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan sesuai dengan Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia, sebagaimana berlaku untuk audit atas laporan keuangan dengan akuntabilitas publik di Indonesia.
Kami juga telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa
bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit
kami.
Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling
signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan dalam konteks
audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan
keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.
Berikut adalah uraian atas hal audit utama yang kami identifikasi dalam audit kami.
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Registered Public Accountants
License : KMK No. 300/KM.1/2017
Page 5
Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
Lihat catatan 2d (Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan - Instrumen Keuangan) dan Catatan 5 (Piutang
Usaha) atas laporan keuangan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 piutang usaha bruto sebesar Rp 4.682.650.630, yang mencakup 6,32% dari
total aset Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025. Perusahaan telah membentuk penyisihan kerugian
penurunan nilai sebesar (Rp 44.338.085) 31 Desember 2025.
Sesuai dengan PSAK 109 Instrumen Keuangan, Perusahaan menentukan penyisihan penurunan nilai piutang
usaha yang dihitung secara kolektif dengan menggunakan model yang dipengaruhi oleh sejumlah input yang
dapat diobservasi oleh manajemen. Asumsi dan parameter yang digunakan dalam perhitungan didasarkan
pada data historis dan data kredit pelanggan saat ini, dan termasuk tunggakan pelanggan yang tercermin
dalam skedul umur piutang.
Tingkat kerugian historis kemudian disesuaikan untuk mencerminkan informasi saat ini dan informasi yang
bersifat perkiraan masa depan (forward looking) dari faktor-faktor ekonomi makro yang dapat memengaruhi
pelunasan piutang pelanggan. Penilaian ini melibatkan estimasi manajemen yang signifikan.
Respon kami atas Hal Audit Utama:
• Kami memperoleh pemahaman dan melaksanakan prosedur untuk mengevaluasi desain dan
implementasi dari pengendalian internal manajemen yang relevan sehubungan dengan penyisihan
kredit ekspektasian atas piutang usaha;
• Kami mengevaluasi kesesuaian model kerugian kredit ekspektasian yang digunakan dan menguji
kewajaran asumsi utama yaitu definisi gagal bayar, pengelompokkan berbagai segmen pelanggan,
karakteristik risiko kredit dan informasi masa depan (forward looking) yang digunakan oleh manajemen
untuk mengestimasi cadangan kerugian kredit ekpektasian;
• Kami melakukan perhitungan kembali kerugian kredit ekspektasian secara independen dengan
menggunakan pengelompokkan umur piutang dan menggunakan tingkat suku bunga utang bank milik
Perusahaan pada tahun berjalan;
• Kami menilai apakah asumsi yang digunakan oleh manajemen didukung oleh data industri yang
tersedia, data historis dan data tingkat kerugian aktual;
• Kami menilai kecukupan pengungkapan terkait penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha
dalam konteks persyaratan pengungkapan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Kami yakin
bahwa pengungkapan yang tepat telah dilakukan.
Informasi Lain
Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam
Laporan Tahunan 2025 (“Laporan Tahunan”), tetapi tidak mencantumkan laporan keuangan dan laporan
auditor kami. Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini.
Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan
bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.
Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk membaca
Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan apakah Laporan
Tahunan mengandung ketidakkonsistenan material dengan laporan keuangan atau pemahaman yang kami
peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Page 6
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian
material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan
Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya,
hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha,
kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak
memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan Perusahaan.
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai
merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal
tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisme profesional selama audit. Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, merancang dan melaksanakan prosedur audit yang
responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang
disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat
melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian
pengendalian internal.
• Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan
opini atas efektivitas pengendalian internal Perusahaan.
• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
• Menyimpulkan ketepatan pengguna basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa
terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor
kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak
memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan
pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan audit auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi
masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi transaksi dan peristiwa yang
mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi
signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.
Page 7
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, langkah yang diambil untuk menghilangkan ancaman atau pengamanan yang diterapkan. Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya manjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut. Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan Maurice Ganda Nainggolan Izin Akuntan Publik No. AP.0147 Jakarta, 27 Maret 2026
Page 8
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Bank 4 13.673.037.126 20.154.384.359
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 5 4.638.312.545 5.881.606.318
Piutang Lain-lain dari Pihak Ketiga 6 77.975.000 141.444.000
Persediaan 7 14.352.384.211 10.428.941.865
Biaya Dibayar Dimuka 8 114.517.787 63.242.000
Uang Muka 9 396.404.870 416.909.585
Pajak Dibayar Dimuka 16a 20.141.609 -
Jumlah Aset Lancar 33.272.773.148 37.086.528.127
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 10 30.513.151.932 27.649.545.697
Aset Hak-Guna 11 27.134.193 92.256.256
Aset Pajak Tangguhan 16c 78.935.537 76.374.522
Uang Muka 9 9.542.238.625 10.586.788.625
Jumlah Aset Tidak Lancar 40.161.460.287 38.404.965.100
JUMLAH ASET 73.434.233.435 75.491.493.227
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 12 1.862.398.248 3.362.546.819
Utang Lain-lain kepada Pihak Ketiga 13 1.876.567.900 -
Utang Bank Jangka Pendek 14 - 2.550.000.000
Beban Akrual 15 49.060.511 187.250.427
Utang Pajak 16a 53.590.448 63.779.731
Bagian Lancar dari Pinjaman
Jangka Panjang
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 17 - 43.750.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 3.841.617.107 6.207.326.977
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman Jangka Panjang Setelah
Dikurangi Bagian Lancar
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 17 - 27.746.663
Liabilitas Imbalan Pascakerja 18 341.594.000 268.119.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 341.594.000 295.865.663
JUMLAH LIABILITAS 4.183.211.107 6.503.192.640
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-1-
Page 9
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
EKUITAS
Modal Saham - Nilai nominal
Rp 50 per Saham
Modal Dasar 2.000.000.000 Saham
Modal Ditempatkan dan Disetor
1.006.080.721 saham 19a 50.304.036.050 50.304.036.050
Tambahan Modal Disetor 19c 16.065.728.840 16.065.728.840
Penghasilan Komprehensif Lain 25 52.779.480 49.474.620
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 19b 450.000.000 400.000.000
Tidak Ditentukan Penggunaannya 19b 2.378.477.958 2.169.061.077
JUMLAH EKUITAS 69.251.022.328 68.988.300.587
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 73.434.233.435 75.491.493.227
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-2-
Page 10
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
LAPORAN LABA RUGI dan PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
PENJUALAN 20 25.879.044.954 28.718.255.655
BEBAN POKOK PENJUALAN 21 (19.627.326.597) (22.072.715.365)
LABA BRUTO 6.251.718.357 6.645.540.290
Beban Umum dan Administrasi 22 (5.794.772.964) (5.449.809.600)
Pendapatan Lain-lain - Bersih 23 245.824.984 209.409.999
Beban Bunga dan Keuangan 24 (78.591.059) (121.573.444)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 624.179.318 1.283.567.245
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan:
Pajak Kini 16b (368.255.592) (308.922.984)
Pajak Tangguhan 16c 3.493.155 57.341.529
LABA TAHUN BERJALAN 259.416.881 1.031.985.790
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 18, 25 4.237.000 8.361.000
Pajak Penghasilan Terkait 25 (932.140) (1.839.420)
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 262.721.741 1.038.507.370
LABA PER SAHAM 26 0,26 1,03
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-3-
Page 11
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba
Penghasilan Tidak
Tambahan Komprehensif Ditentukan Ditentukan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Lain Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2024 50.300.000.000 16.062.500.000 42.953.040 350.000.000 1.187.075.287 67.942.528.327
Cadangan Wajib 19b - - - 50.000.000 (50.000.000) -
Laba Tahun Berjalan - - - - 1.031.985.790 1.031.985.790
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 17, 24 - - 6.521.580 - - 6.521.580
Pelaksanaan Waran 19c 4.036.050 - - - - 4.036.050
Tambahan Modal Disetor dari Pelaksanaan Waran 19c - 3.228.840 - - - 3.228.840
Saldo per 31 Desember 2024 50.304.036.050 16.065.728.840 49.474.620 400.000.000 2.169.061.077 68.988.300.587
Cadangan Wajib 19b - - - 50.000.000 (50.000.000) -
Laba Tahun Berjalan - - - - 259.416.881 259.416.881
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 17, 24 - - 3.304.860 - - 3.304.860
Saldo per 31 Desember 2024 50.304.036.050 16.065.728.840 52.779.480 450.000.000 2.378.477.958 69.251.022.328
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-4-
Page 12
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 5,19 27.122.338.727 27.954.310.546
7,9,12
Pembayaran Kas Kepada Pemasok 20,21 (18.762.059.901) (16.004.835.646)
6,8,9
Pembayaran Beban Operasional Lainnya 11,16,22 (2.662.710.400) (1.941.360.373)
Pembayaran Kas Kepada Karyawan 17,20,21 (4.453.818.737) (4.435.207.422)
Pembayaran Pajak Penghasilan 16a (368.057.342) (316.569.180)
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan 24 (78.591.059) (121.573.444)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 797.101.288 5.134.764.481
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap 10 (4.656.951.858) (8.876.623.579)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (4.656.951.858) (8.876.623.579)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Utang Bank 12 300.000.000 -
Pembayaran Utang Bank 12 (2.850.000.000) (50.000.000)
Pembayaran Liabilitas Sewa kepada
Pihak Berelasi 17 (71.496.663) (75.000.000)
Penerimaan Setoran Modal Melalui
Pelaksanaan Waran 19a - 4.036.050
Penerimaan Agio Saham Sehubungan dengan
Pelaksanaan Waran 19c - 3.228.840
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (2.621.496.663) (117.735.110)
Kenaikan Bersih Kas dan Bank (6.481.347.233) (3.859.594.208)
SALDO KAS DAN BANK AWAL TAHUN 20.154.384.359 24.013.978.567
SALDO KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 13.673.037.126 20.154.384.359
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-5-
Page 13
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 10 September
2015, berdasarkan Akta No.28 dari Suhartono Hakim Djajadiputra Jasin,S.H Notaris di Kota
Cirebon. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-2455763.AH.01.01. Tahun 2015
tertanggal 11 September 2015. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan. Perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 132 tanggal
21 Oktober 2024 dari dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn, Notaris di Kota Jakarta
Selatan mengenai pelaksanaan konversi waran. Akta Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0229680.AH.01.11 tahun 2024 tanggal 25 Oktober 2024.
Perusahaan berdomisili di Cirebon, beralamat di Jalan Nasional 1 No.134, Losari Kidul,
Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah di bidang industri pengolahan dan perdagangan besar dan eceran, reparasi, perawatan
mobil dan sepeda motor.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015. Saat ini kegiatan utama
Perusahaan bergerak dalam bidang usaha industri suku cadang dan aksesoris kendaraan
bermotor roda empat atau lebih, dengan Merek “AEGIS”.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek, Perusahaan
mendaftarkan perlindungan hak atas merek (AEGIS) tersebut dengan nomor pendaftaran
IDM000765959 yang diberikan untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan pada
12 Juli 2017 sampai dengan 12 Juli 2027. AEGIS merupakan barang jadi berupa filter oli untuk
mesin, filter solar untuk mesin, dan filter udara untuk mesin yang siap dijual.
Jumlah karyawan tetap Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
adalah 42 dan 46 orang. (Tidak Diaudit)
1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai
berikut:
2025 dan 2024
Dewan Komisaris
Komisaris : dr. Josephat Suwanta Sinarya
Komisaris Independen : Hendra
Dewan Direksi
Direktur Utama : Oey Johan Sinatra Sumawi
Direktur : Jeihan Sumawi Putra
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk
No. 02/VII-ASS/2024 tanggal 5 Juli 2024, Perusahaan mengangkat Komite Audit adalah sebagai
berikut:
2025 dan 2024
Komite Audit
Ketua : Hendra
Anggota : Wandira Ayu Lestari
Anggota : Siti Khoirunnisa
Pengendali terakhir Perusahaan adalah dr. Josephat Suwanta Sinarya.
-6-
Page 14
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
1.c. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 31 Agustus 2023 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan suratnya No. S-225/D.04/2023 untuk
melakukan penawaran umum perdana 400.000.000 saham kepada masyarakat. Pada tanggal
11 September 2023, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada tanggal 11 September 2023, 606.000.000 saham milik Pemegang saham pendiri telah
tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
1.d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang
telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 27 Maret 2026.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
2.a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan Keuangan Perusahaan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.
2.b. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan
Laporan keuangan Perusahaan, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual
dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan
atas laporan keuangan yang relevan.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran
kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah yang merupakan
mata uang fungsional Perusahaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini disajikan dalam
Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.
2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Standar akuntani revisian berikut berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025 relevan untuk
Perusahaan, tetapi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan.
- Amandemen PSAK 221 “Pengaruh Ketertukaran/ Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kurs
Valuta Asing terkait Kekurangan.
Amandemen berikut yang relevan untuk Perusahaan akan efektif untuk tahun buku yang
dimulai pada:
1 Januari 2026
- Amandemen PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran
Instrumen Keuangan.
- Amandemen PSAK 109 ”Instrumen Keuangan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan.
- Amandemen PSAK 107 ”Kontrak yang Mengacu pada Listrik Bergantung Alam”.
- Amandemen PSAK 110 ”Laporan Keuangan”.
- Amandemen PSAK 207 “Laporan Arus Kas“.
- Amandemen PSAK 338 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
-7-
Page 15
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
1 Januari 2027
- PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”
Pada tanggal pengesahan laporan keuangan Perusahaan sedang mempertimbangkan implikasi
dari penerapan standar-standar tersebut terhadap laporan keuangan.
2.d. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
(i) Aset Keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas
kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak
bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain. Aset
keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika
tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi. Kerugian
yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi Perusahaan terdiri dari kas dan
bank, piutang usaha dan piutang lain-lain.
-8-
Page 16
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi atau penghasilan
komprehensif lain. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain.
Penghentian Pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1) Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2) Perusahaan telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa
penundaan yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “passthrough”, dan salah
satu diantara:
a) Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari aset,
atau
b) Perusahaan tidak mentransfer atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut.
(ii) Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah berakhir.
(iii) Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan
secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan. Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di masa
yang akan datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan
dalam keadaan lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak
lawan.
-9-
Page 17
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2.e. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara material sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian,
Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan
usia instrumen keuangan. Perusahaan menerapkan pendekatan umum PSAK 109 untuk
mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian
sepanjang umurnya untuk semua piutang dagang dan aset keuangan lainnya.
Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan
terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
2.f. Transaksi Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, sebagaimana yang diuraikan dalam
PSAK 224 ”Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan 28 atas
laporan keuangan.
2.g. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan bank yang tidak dijadikan sebagai
jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.
2.h. Transaksi dan Penjabaran dalam Mata Uang Asing
Perusahaan menyelenggarakan pembukuannya dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi
dalam mata uang asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada saat terjadinya transaksi yang bersangkutan. Keuntungan atau kerugian yang
timbul sebagai akibat dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dicatat
pada laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 kurs yang digunakan adalah kurs tengah dari Bank
Indonesia adalah sebagai berikut:
2025 2024
Dolar Amerika Serikat (USD) 16.782 16.162
2.i. Persediaan
Berdasarkan PSAK 202 ”Persediaan” dinyatakan menurut nilai terendah antara harga perolehan
dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan
masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
- 10 -
Page 18
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2.j. Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya
perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan agar
aset siap digunakan.
Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap
diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
penurunan nilai (jika ada).
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di
masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut
dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya
pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan
pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun Persentase
Bangunan 20 5%
Mesin 8-16 6,25 %-12,5%
Kendaraan 8 12,5%
Peralatan Kantor 4 25%
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi. Ketika
aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
Nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun finansial
dan disesuaikan secara prospektif jika diperlukan.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan yang mencakup kapitalisasi
biaya pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap
dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun ”Aset
Tetap” yang bersangkutan pada aset tetap tersebut telah selesai dan siap digunakan. Aset
dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.
2.k. Aset Hak-Guna
Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, aset hak-guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset hak-guna diukur
pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya langsung
awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai
dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar dan memindahkan
aset pendasar.
- 11 -
Page 19
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana aset
hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Hak – Guna Masa Manfaat
Tanah Pabrik 10 Tahun
Bangunan Ruko 5 Tahun
Liabilitas Sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.
Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku
bunga pinjaman modal kerja pada tanggal dimulainya sewa. Setelah tanggal dimulainya, jumlah
kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk
pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat kewajiban sewa diukur kembali jika
ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa.
Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang
terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan sewa
yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk dalam pendapatan
dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
2.l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali.
Penurunan nilai diakui untuk jumlah dimana jumlah tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk
menjual atau nilai pakai.
Untuk tujuan pengujian terhadap penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang
dapat teridentifikasi dalam menghasilkan arus kas terpisah (unit penghasil kas). Aset non-
keuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan pemulihan dari
penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
2.m. Imbalan Kerja
Perusahaan menyelenggarakan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk semua karyawan
tetapnya sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020. Perusahaan telah
menerapkan panduan dalam siaran pers dan klarifikasi pengatribusian imbalan pada periode
jasa untuk program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan atau undang- undang
cipta kerja beserta peraturan pelaksanaan (UU Ketenagakerjaan) sesuai dengan yang
diterbitkan oleh DSAK-IAI pada April 2022. Perusahaan telah menerapkan panduan dalam
siaran pers dan menerapkan perubahan yang diperlukan atas kebijakan akuntansi secara
prospektif. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan
imbalan pascakerja ini.
- 12 -
Page 20
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan PSAK 219, “Imbalan Kerja”, imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang diukur
dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada
Perusahaan dalam suatu periode akuntansi, liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan
teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan
Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:
a. Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal, atau
b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri
secara sukarela.
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit
dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas
atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang
tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan dalam
penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam
penghasilan komprehensif lain tercermin segera sebagai pos terpisah pada penghasilan
komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui
dalam laba rugi pada periode amendemen program.
Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti
dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
• Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
kurtailmen dan penyelesaian).
• Beban atau pendapatan bunga neto.
• Pengukuran kembali.
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi.
Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu. Liabilitas imbalan pensiun
yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau surplus aktual dalam program
imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini
manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan
iuran masa depan ke program.
2.n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan melakukan penerapan PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan
harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
a. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan.
c. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu
jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan
tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja
jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
- 13 -
Page 21
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
d. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
e. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih
ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui
karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas
kontrak disajikan dalam "Pendapatan tangguhan”.
Penjualan Barang
Perusahaan mengakui pendapatan ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan
dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset
dialihkan ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas aset tersebut.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
2.o. Pajak Penghasilan
Pajak saat terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan
pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat
dikurangkan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan
yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas
dalam laporan keuangan Perusahaan dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam
perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh
perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena
pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak
tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (bukan kombinasi
bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau
laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul
dari pengakuan awal goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang
diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan
tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada
akhir periode pelaporan.
- 14 -
Page 22
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi
jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah
yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak
kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan yang
berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi,
kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui,
diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul dari akuntansi
awal untuk kombinasi bisnis. Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam
akuntansi kombinasi bisnis.
2.p. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang dari
saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham
biasa yang dibeli kembali.
2.q. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada
publik dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun
tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, yang dijelaskan dalam Catatan 2, direksi
diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda
dari estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada
periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode tersebut.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
pertimbangan kritis yang memiliki dampak material pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan,
selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:
- 15 -
Page 23
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Penurunan Nilai Aset
Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari
penggunaan aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang sesuai
untuk menentukan nilai sekarang.
Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan
keuangan dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan
berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya kerugian
penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset
Perusahaan.
Imbalan Kerja
Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan
basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan
biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji dimasa datang. Setiap
perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas kewajiban imbalan pensiun.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji dimasa datang yang sesuai pada
akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang
dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
terkait. Dalam menentukan tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data
historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikan dengan perencanaan bisnis masa
mendatang.
Asumsi kunci lainnya untuk kewajiban pensiun sebagai dasar pada kondisi pasar saat ini, informasi
tambahan diungkapkan dalam Catatan 18.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 216 dan PSAK 116, masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna
Perusahaan ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut.
Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa
manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila perkiraan berbeda dengan
estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan
lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang
dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang
diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat mempengaruhi jumlah beban
penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna.
Nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna diungkapkan dalam Catatan 10 dan 11.
- 16 -
Page 24
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK
2025 2024
Kas 22.850.500 40.226.236
Bank
Rupiah
Bank IBK Indonesia 11.015.091.111 17.770.725.525
Bank Central Asia 1.508.873.838 2.236.516.777
Bank Maybank 1.027.552.511 -
Bank Mandiri 83.619.543 52.610.551
Bank CIMB Niaga 2.485.778 1.391.690
Sub Jumlah 13.637.622.781 20.061.244.543
Dolar Amerika Serikat
Bank CIMB Niaga 10.885.645 52.913.580
Bank Maybank 1.678.200 -
Sub Jumlah 12.563.845 52.913.580
Jumlah Kas dan Bank 13.673.037.126 20.154.384.359
Seluruh saldo kas dan bank ditempatkan pada pihak ketiga dan tidak dijaminkan.
5. PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA - BERSIH
2025 2024
CV Fiteru Astha Sukses 1.219.348.875 1.446.934.950
PT FSCM Manufacturing Indonesia 949.138.696 1.897.046.258
Tuan Abdul Aif 610.041.262 365.724.961
PT Supraindo Multi Sejahtera 316.406.146 411.406.146
Tuan Eddo Charano 126.267.270 120.277.591
Tuan Alexander Yos Sudarto 108.465.273 108.465.273
PT Variasi Berkah Manunggal 96.571.776 163.751.631
Toko Sinar Pagi - 503.409.163
Lainnya (Masing-masing dibawah Rp 50.000.000) 1.256.411.332 964.387.857
Sub Jumlah 4.682.650.630 5.981.403.830
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (44.338.085) (99.797.512)
Jumlah Bersih 4.638.312.545 5.881.606.318
Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
2025 2024
Belum Jatuh tempo: 36.739.670 1.700.000
Jatuh Tempo:
0-30 hari 1.270.334.856 1.880.742.167
31-60 hari 1.935.972.672 1.874.636.647
61-90 hari 913.394.994 1.446.654.127
>90 hari 526.208.438 777.670.889
Jumlah 4.682.650.630 5.981.403.830
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (44.338.085) (99.797.512)
Jumlah Bersih 4.638.312.545 5.881.606.318
- 17 -
Page 25
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Mutasi Cadangan Penurunan Nilai:
2025 2024
Saldo Awal 99.797.512 72.794.623
Penambahan (Pemulihan) Pencadangan (Catatan 23) (55.459.427) 27.002.889
Jumlah 44.338.085 99.797.512
Perusahaan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kerugian kredit ekspektasian
dengan menelaah kolektibilitas saldo piutang secara kolektif dan mempertimbangkan informasi makro
ekonomi yang berorientasi ke masa depan dan relevan.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai untuk
menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya plutang usaha.
Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan dan
dicatat sebagai pendapatan lain-lain.
6. PIUTANG LAIN-LAIN DARI PIHAK KETIGA
2025 2024
Karyawan 77.975.000 141.444.000
Jumlah 77.975.000 141.444.000
Piutang karyawan merupakan pinjaman karyawan Perusahaan yang dilakukan tanpa bunga dan
berjangka waktu kurang dari 12 bulan.
7. PERSEDIAAN
2025 2024
Barang Jadi 6.904.797.167 4.157.551.240
Bahan Baku 5.488.135.112 4.433.356.123
Barang Dalam Proses 1.959.451.932 1.838.034.502
Jumlah 14.352.384.211 10.428.941.865
Persediaan bahan baku merupakan persediaan berupa plate, bubuk pewarna, paper roll dan seal.
Persediaan diasuransikan kepada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia terhadap risiko kebakaran,
dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 10.500.000.000 dan Rp 9.000.000.000 pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024.
Berdasarkan penelaahan terhadap persediaan pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa
tidak perlu dilakukan penurunan nilai persediaan.
8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2025 2024
Asuransi 114.517.787 63.242.000
Jumlah 114.517.787 63.242.000
Asuransi dibayar dimuka diasuransikan yang berupa berupa bangunan, mesin dan Kendaraan
diasuransikan kepada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia terhadap risiko kebakaran.
- 18 -
Page 26
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
9. UANG MUKA
2025 2024
Uang Muka Pembelian 9.938.643.495 11.003.698.210
Jumlah 9.938.643.495 11.003.698.210
Dikurangi Bagian Lancar
Uang Muka Pembelian (396.404.870) (416.909.585)
Sub Jumlah (396.404.870) (416.909.585)
Uang Muka Bagian Tidak Lancar
Uang Muka Pembelian 9.542.238.625 10.586.788.625
Jumlah 9.542.238.625 10.586.788.625
Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama penyediaan suku cadang kendaraan bermotor dengan
CV Mandiri Tenang Selalu pada tanggal 8 Desember 2023 berdasarkan Purchase Order dengan
jangka waktu selama lima (5) tahun dan uang muka pembelian sebesar Rp 11.000.000.000 serta
pembayaran dilakukan dengan cara mengurangi uang muka pembelian.
10. ASET TETAP
2025
Saldo Awal Penambahan Reklasifikasi Saldo Akhir/
Biaya Perolehan
Tanah 11.129.500.000 - - 11.129.500.000
Bangunan 3.128.813.119 1.229.282.527 414.855.000 4.772.950.646
Peralatan Mesin 21.816.651.413 3.412.792.971 1.635.000.000 26.864.444.384
Kendaraan 2.849.649.800 - - 2.849.649.800
Peralatan Kantor 213.381.040 14.876.360 - 228.257.400
Jumlah 39.137.995.372 4.656.951.858 2.049.855.000 45.844.802.230
Aset Dalam Penyelesaian 2.049.855.000 - (2.049.855.000) -
Jumlah 41.187.850.372 4.656.951.858 - 45.844.802.230
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 1.128.436.119 164.082.894 - 1.292.519.013
Peralatan Mesin 10.042.218.603 1.356.061.276 - 11.398.279.879
Kendaraan 2.225.170.633 244.525.000 - 2.469.695.633
Peralatan Kantor 142.479.320 28.676.453 - 171.155.773
Jumlah 13.538.304.675 1.793.345.623 - 15.331.650.298
Nilai Buku-Bersih 27.649.545.697 30.513.151.932
2024
Saldo Awal Penambahan Reklasifikasi Saldo Akhir/
Biaya Perolehan
Tanah - - 11.129.500.000 11.129.500.000
Bangunan 3.128.813.119 - - 3.128.813.119
Peralatan Mesin 21.397.579.834 35.411.579 383.660.000 21.816.651.413
Kendaraan 2.849.649.800 - - 2.849.649.800
Peralatan Kantor 192.985.040 20.396.000 - 213.381.040
Jumlah 27.569.027.793 55.807.579 11.513.160.000 39.137.995.372
Aset Dalam Penyelesaian 4.742.199.000 8.820.816.000 (11.513.160.000) 2.049.855.000
Jumlah 32.311.226.793 8.876.623.579 - 41.187.850.372
- 19 -
Page 27
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2024
Saldo Awal Penambahan Reklasifikasi Saldo Akhir/
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 971.995.463 156.440.656 - 1.128.436.119
Peralatan Mesin 8.705.378.163 1.336.840.440 - 10.042.218.603
Kendaraan 1.932.724.302 292.446.331 - 2.225.170.633
Peralatan Kantor 115.394.831 27.084.489 - 142.479.320
Jumlah 11.725.492.759 1.812.811.916 - 13.538.304.675
Nilai Buku-Bersih 20.585.734.034 27.649.545.697
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
Beban Pokok Penjualan (Catatan 21) 1.356.061.276 1.336.840.440
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 22) 437.284.347 475.971.476
Jumlah 1.793.345.623 1.812.811.916
Berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai terhadap aset tetap.
Pada bulan Desember 2024, PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk telah melakukan akuisisi aset
tetap berupa tiga bidang tanah dengan total luas 5.344 m² (Lima ribu tiga ratus empat pupuh empat
meter persegi) yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Desa Losari Kidul, Kabupaten Cirebon, Jawa
Barat. Transaksi ini dilakukan dengan pihak penjual Ny. Sani Sumawi Suwanta melalui Akta Jual Beli
(AJB) Nomor 138, 139, dan 140 yang dibuat di hadapan Notaris/PPAT Indro Manggolo, S.H., M.Kn.,
dengan total nilai perolehan sebesar Rp 10.307.500.000. Masa berlaku HGB (Hak Guna Bangunan)
tersebut berakhir pada tanggal 23 Desember 2054.
Aset milik Perusahaan berupa bangunan, mesin dan perlengkapan kantor diasuransikan kepada
PT Asuransi Allianz Utama Indonesia terhadap risiko kebakaran, dengan jumlah pertanggungan
masing-masing sebesar Rp 12.000.000.000 pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Aset berupa kendaraan diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kecelakaan dan risiko kerugian
lainnya pada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dengan total nilai pertanggungan sebesar
Rp 1.513.000.000 dan Rp 613.000.000 pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Perusahaan mempunyai aset tetap yang telah disusutkan penuh tetapi masih digunakan dengan
rincian sebagai berikut:
2025 2024
Peralatan Mesin 210.800.000 210.800.000
Kendaraan 1.018.449.800 868.449.800
Peralatan Kantor 73.421.150 62.971.150
Jumlah 1.302.670.950 1.142.220.950
Tidak terdapat aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai
tersedia untuk dijual.
- 20 -
Page 28
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET HAK-GUNA
2025 2024
Harga perolehan 325.610.315 325.610.315
Akumulasi Penyusutan (298.476.122) (233.354.059)
Jumlah 27.134.193 92.256.256
• Perusahaan mengadakan perjanjian sewa-menyewa tanah dengan Nyonya Dra. Sani Sumawi
Suwanta pada tanggal 17 September 2015 atas tanah yang terletak di Jalan Soekarno
No. 134, RT 007 RW 003, Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa
Barat. Sewa tersebut untuk periode 10 tahun sejak 17 September 2015 sampai dengan
16 September 2025 dengan total nilai sewa sebesar Rp 1.400.000.000.
Pada 31 Desember 2024 Perusahaan telah mengakuisisi aset berupa tanah, hal ini sesuai dengan
rencana penggunaan dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham
Perusahaan (IPO).
• Perusahaan mengadakan perjanjian sewa-menyewa ruko dengan Nyonya Dra. Sani Sumawi
Suwanta pada tanggal 1 Juni 2021 atas ruko yang terletak di Ruko CBS Mall Orange Blossom
7 Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 26 Cirebon, Jawa Barat. Sewa tersebut untuk periode 5 tahun sejak
1 Juni 2021 sampai dengan 31 Mei 2026 dengan total nilai sewa sebesar Rp 375.000.000.
Beban penyusutan aset hak-guna pada 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 65.122.063 dan
Rp 193.455.396 dialokasikan pada akun Beban Pokok Penjualan (Catatan 21).
12. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA
2025 2024
PT Era Baja Mandiri 967.090.053 1.779.947.500
PT Tunas Citra Pandawa 338.457.177 398.084.138
PT FSCM Manufacturing Indonesia 116.129.532 104.451.000
PT Sumber Mujur Abadi 104.223.561 -
PT San Central Indah 88.213.920 150.704.700
PT Paperojasa Alam Cemerlang 67.766.976 32.404.132
PT Star Chemical Industry 55.777.500 55.777.500
PT Surabaya Kencana Anugrah 27.208.600 48.593.580
CV Mujur Jaya Abadi - 430.055.292
PT Indojapan Steel Center - 70.512.195
Lainnya (Masing-masing dibawah Rp 50.000.000) 97.530.929 292.016.782
Jumlah 1.862.398.248 3.362.546.819
Rincian umur utang usaha adalah sebagai berikut:
2025 2024
Belum Jatuh Tempo 8.200.211 72.624.320
Jatuh tempo:
0-30 Hari 1.167.687.194 960.059.415
31-60 Hari 669.092.829 1.531.379.403
61-90 Hari 12.889.214 513.274.074
>90 Hari 4.528.800 285.209.607
Jumlah 1.862.398.248 3.362.546.819
- 21 -
Page 29
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG LAIN-LAIN KEPADA PIHAK KETIGA
2025 2024
C & K Co., Ltd 1.856.567.900 -
Toko Multi Tunggal Bersama Sinergy 20.000.000 -
Jumlah 1.876.567.900 -
Utang lain-lain kepada pihak ketiga merupakan utang atas pembelian aset tetap mesin.
14. UTANG BANK JANGKA PENDEK
2025 2024
Bank Mandiri - 2.550.000.000
Jumlah - 2.550.000.000
Tingkat suku bunga - 3,65%
Bank Mandiri
a) Berdasarkan Surat Keterangan Lunas (SKL) NoR06.Ar/CRN/SME.2719/2025 tanggal 1 Oktober
2025 yang diterbitkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bahwa Fasilitas Kredit Modal Kerja
berupa Kredit Agunan Surat Berharga (KASB) telah dinyatakan lunas pada tanggal 26 September
2025 dan rekening tersebut telah ditutup.
b) Berdasarkan Addendum III Perjanjian Kredit Nomor RCO.CRN/001/KSB/2022 tanggal
24 Desember 2024.
Limit Kredit : Rp 2.850.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Agunan Surat Berharga (KASB).
Sifat Kredit : Revolving.
Jangka Waktu Kredit : 12 bulan
Suku Bunga : 1,4% p.a di atas tingkat suku bunga deposit/ORI/SUKUK yang
menjadi agunan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai
dengan ketentuan yang berlaku di PT Bank Mandiri ketentuan
yang berlaku di Bank Mandiri.
Provisi : 0,10% p.a dari maksimum kredit.
Agunan Kredit : Bilyet Deposito Berjangka Bank Mandiri No. AF 413084
No. Rekening 1340204483787 a/n Dr. J. Suwanta Sinarya
nominal Rp 3.000.000.000,- (Tiga Miliar Rupiah) jangka waktu
1 (satu) bulan (ARO). Agunan yang diserahkan telah diikat
secara gadai No.BOC.CRN/0049/GADAI/KSB/2024 tanggal
27 Desember 2024 dan diblokir sampai dengan fasilitas kredit
dinyatakan lunas.
Selama fasilitas kredit belum lunas, debitur tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu maka
Perusahaan tidak diperkenankan melakukan hal sebagai berikut:
1. Menerima pinjaman dari pihak lain manapun juga;
2. Menjadi penjamin terhadap pihak ketiga;
3. Mengadakan penyertaan baru dalam perusahaan-perusahaan lain dan atau turut membiayai
perusahaan-perusahaan lain;
4. Membagikan bonus dan atau dividen;
5. Membayar hutang kepada para pemegang saham/pemilik perusahaan sendiri (sub ordinate
loan);
6. Menjaminkan perusahaannya kepada pihak lain;
- 22 -
Page 30
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
7. Mengadakan merger, akuisisi, menjual aset, mengadakan atau memanggil rapat umum
tahunan atau rapat umum luar biasa para pemegang saham dengan cara mengubah
permodalan dan atau mengubah nama pengurus (direksi maupun pemegang saham) serta
mencatat penyerahan/pemindahan saham;
8. Mengadakan transaksi dengan orang atau pihak lain termasuk tetapi tidak terbatas pada
perusahaan affiliasinya di luar praktek-praktek dan kebiasaan dalam dagang yang ada dan
melakukan pembelian lebih mahal dari harga pasar atau menjual di bawah harga pasar;
9. Mengadakan ekspansi usaha dan atau investasi baru.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit Nomor 6.Ar/CRN/SME.2808/2022 tanggal 27 Desember 2022.
Pihak Bank Mandiri selama perjanjian kredit berlaku Perusahaan dapat diperkenankan melakukan
hal-hal yang tertuang pada Syarat-Syarat Umum Perjanjian Kredit Bab IX pasal 17 sebagai berikut:
1. Mengadakan penyertaan baru dalam Perusahaan-Perusahaan lain dan atau turut membiayai
Perusahaan - Perusahaan lain;
2. Membagikan bonus dan atau dividen;
3. Mengadakan merger, akuisisi, menjual aset, mengadakan atau memanggil rapat umum
tahunan atau rapat umum luar biasa para pemegang saham dengan cara mengubah
permodalan dan atau mengubah nama pengurus (direksi maupun pemegang saham) serta
mencatat penyerahan/pemindahan saham;
4. Mengadakan transaksi dengan orang atau pihak lain termasuk tetapi tidak terbatas pada
perusahaan affiliasinya di luar praktek-praktek dan kebiasaan dalam dagang yang ada dan
melakukan pembelian lebih mahal dari harga pasar atau menjual di bawah harga pasar;
5. Mengadakan ekspansi usaha dan atau investasi baru.
15. BEBAN AKRUAL
2025 2024
Jaminan Sosial 24.579.446 59.565.004
Utilitas 24.481.065 127.685.423
Jumlah 49.060.511 187.250.427
16. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
2025 2024
Pajak Pertambahan Nilai-Bersih 20.141.609 -
Jumlah 20.141.609 -
b. Utang Pajak
2025 2024
Pajak Pertambahan Nilai-Bersih - 36.975.485
Pajak Penghasilan:
Pasal 21 26.712.500 198.500
Pasal 23 80.000 6.048
Pasal 25 25.760.576 23.635.887
Pajak Kini Pasal 29
Tahun 2025 1.037.372 -
Tahun 2024 - 2.963.811
Jumlah 53.590.448 63.779.731
- 23 -
Page 31
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
c. Pajak Penghasilan Badan
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain dengan laba fiskal adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi: 624.179.318 1.283.567.245
Koreksi Fiskal:
Beda Temporer:
Beban Imbalan Pascakerja 92.212.000 3.342.000
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai Piutang (55.459.427) 27.002.889
Beban Sewa (6.374.600) (3.034.909)
Beda Tetap:
Pendapatan Jasa Giro (142.991.640) (216.579.846)
Denda Pajak 1.676.326 43.332.885
Sumbangan 146.420.900 120.984.400
Jamuan 40.363.664 32.606.062
Lain-lain 1.144.965.963 241.025.343
Jumlah Koreksi Fiskal-Bersih 1.220.813.186 248.678.824
Laba Kena Pajak 1.844.992.504 1.532.246.069
Laba Kena Pajak (Pembulatan) 1.844.992.000 1.532.246.000
Penghasilan Kena Pajak
Fasilitas 342.205.890 256.101.237
Non-Fasilitas 1.502.786.110 1.276.144.763
PPh Terutang
Beban Pajak Kini
Fasilitas 37.642.648 28.171.136
Non-Fasilitas 330.612.944 280.751.848
Taksiran Beban Pajak Kini 368.255.592 308.922.984
Dikurangi pajak penghasilan dibayar dimuka:
Pasal 22 (64.465.375) (28.586.725)
Pasal 25 (302.752.845) (277.372.448)
Jumlah (367.218.220) (305.959.173)
Taksiran Utang Pajak Kini 1.037.372 2.963.811
Penyusunan SPT tahun Desember 2025 dan 2024 berdasarkan penghasilan kena pajak menurut
laporan auditan.
d. Liabilitas Pajak Tangguhan
Dikreditkan
1 Januari (dibebankan) 31 Desember
2025 ke laba rugi 2025
Liabilitas Imbalan Pascakerja 58.986.180 16.164.500 75.150.680
Cadangan Kerugian Piutang
Usaha 21.955.453 (12.201.074) 9.754.379
Aset Hak-Guna (4.567.111) (1.402.411) (5.969.522)
Jumlah Aset Pajak Tangguhan 76.374.522 2.561.015 78.935.537
- 24 -
Page 32
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Dikreditkan
1 Januari (dibebankan) 31 Desember
2024 ke laba rugi 2024
Liabilitas Imbalan Pascakerja 60.090.360 (1.104.180) 58.986.180
Cadangan Kerugian Piutang
Usaha 16.014.817 5.940.636 21.955.453
Aset Hak-Guna (55.232.764) 50.665.653 (4.567.111)
Jumlah Aset Pajak Tangguhan 20.872.413 55.502.109 76.374.522
e. Surat Tagihan Pajak
Pada tahun 2025, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (STP) dan Surat Permintaan
Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) dengan rincian sebagai berikut:
No. Surat Pajak Nomor Keterangan Periode Jumlah
1. 00047/199/25/457/CT/25 PPh Final Maret 2025 313.153
2. 00069/107/25/457/CT/25 PPh PPN Januari 2025 500.000
Januari -
3. 00051/106/22/457/25 PPh Pasal 25 Desember 2022 26.896.170
4. 00050/107/21/457/25 PPh PPN Desember 2021 16.603.466
Januari -
5. 00054/106/21/457/25 PPh Pasal 25 Desember 2021 15.120.424
6. 00070/101/21/457/25 PPh Pasal 21 Desember 2021 276.892
7. 00037/106/24/457/25 PPh Pasal 25 November 2024 233.995
8. S-69/P2DK/KPP.2218/2025 SP2DK 2022 142.600.343
9. S-54/P2DK/KPP.2218/2025 SP2DK 2021 140.728.531
Jumlah 343.272.974
Pada tahun 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (STP) dengan rincian sebagai
berikut:
No. Surat Pajak Nomor Keterangan Periode Jumlah
1. STP 00141/101/24/457/24 PPh Pasal 21 Maret 2024 86.353
2. STP 00072/106/24/457/24 PPh Pasal 25 Maret 2023 214.091
3. STP 00241/106/23/457/23 PPh Pasal 25 Desember 2023 1.026.740
Jumlah 1.327.184
17. LIABILITAS SEWA KEPADA PIHAK BERELASI
2025 2024
Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun:
2021 – 2024 300.000.000 300.000.000
2025 – 2026 75.000.000 75.000.000
Jumlah Pembayaran Minimum Sewa 375.000.000 375.000.000
Dikurangi:
Pokok (325.610.315) (254.113.652)
Bunga (49.389.685) (49.389.685)
Nilai Kini Pembayaran Minimum Sewa - 71.496.663
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun: - (43.750.000)
Bagian Jangka Panjang - 27.746.663
- 25 -
Page 33
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Berikut ini merupakan biaya bunga terkait sewa lahan dan gudang:
2025 2024
Bunga Sewa Ruko (Catatan 23) 3.503.337 6.843.028
Jumlah 3.503.337 6.843.028
Liabilitas sewa merupakan liabilitas kepada dra. Sani Sumawi Suwanta, sehubungan perolehan aset
hak-guna terkait sewa lahan yang berlokasi di Ruko CBS Mall Orange Blossom 7 Jl. Dr. Cipto
Mangunkusumo 26 Cirebon, Jawa Barat, Indonesia dengan jangka waktu selama 5 (lima) tahun dari
tanggal 01 Juni 2021 sampai dengan 31 Mei 2026 dengan pembayaran sewa dilakukan setiap tahun
dan tingkat suku bunga inkremental sebesar 4,90%, dengan harga sewa sebesar Rp 75.000.000
pertahun.
18. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Besarnya imbalan kerja jangka panjang dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-
Undang No. 11 tahun 2020 tentang “Cipta Kerja”. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan
sehubungan dengan imbalan kerja jangka panjang tersebut.
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Steven
dan Mourits untuk tanggal 31 Desember 2025 dengan Nomor laporan No. 1171/ST-NM-PSAK219-
ASSA/III/2026 tertanggal 13 Maret 2026.
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Steven
dan Mourits untuk tanggal 31 Desember 2024 dengan Nomor laporan No. 0901/ST-NM-PSAK219-
ASSA/II/2025 tertanggal 28 Februari 2025.
Jumlah karyawan Perusahaan berhak atas imbalan pascakerja tersebut pada 31 Desember 2025
adalah 42 serta 31 Desember 2024 adalah 31.
Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti
risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup, dan risiko gaji.
Risiko Tingkat Bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Harapan Hidup
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu. Beban
imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
- 26 -
Page 34
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
Biaya Jasa
Biaya jasa kini 42.506.000 36.997.000
Biaya bunga 20.746.000 13.841.000
Biaya jasa lalu atas perubahan imbalan 25.141.000 -
Provisi 3.819.000 -
Biaya jasa lalu atas kurtailmen - (47.496.000)
Komponen dari biaya imbalan pasti
yang diakui dalam laba rugi 92.212.000 3.342.000
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti-neto:
Kerugian (keuntungan) aktuarial yang
timbul dari perubahan asumsi keuangan 20.785.000 (9.791.000)
Kerugian (keuntungan) aktuarial yang timbul
dari penyesuaian atas pengalaman (25.022.000) 1.430.000
Komponen beban (keuntungan) imbalan pasti yang diakui
dalam penghasilan komprehensif lain (4.237.000) (8.361.000)
Jumlah 87.975.000 (5.019.000)
Beban imbalan pascakerja dialokasikan sebagai beban umum dan administrasi sebesar
Rp 92.212.000 dan Rp 50.838.000 untuk tahun 2025 dan 2024 (Catatan 22).
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti pada tahun berjalan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Liabilitas imbalan pasti-awal 268.119.000 273.138.000
Biaya jasa kini 42.506.000 36.997.000
Biaya bunga 20.746.000 13.841.000
Biaya jasa lalu atas perubahan imbalan 25.141.000 -
Provisi untuk pembayaran imbalan
di luar provisi yang dihitung 3.819.000 -
Biaya jasa lalu atas kurtailmen - (47.496.000)
Pembayaran Imbalan (14.500.000) -
Pengukuran kembali
Keuntungan (kerugian):
Keuntungan (kerugian) aktuarial yang
timbul dari asumsi keuangan 20.785.000 (9.791.000)
Keuntungan (kerugian) aktuarial yang
timbul dari penyesuaian atas pengalaman (25.022.000) 1.430.000
Liabilitas imbalan pasti-akhir 341.594.000 268.119.000
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Steven
& Mourits untuk tahun 2025 dan 2024. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian
aktuarial adalah sebagai berikut:
2025 2024
Tingkat diskonto per tahun 6,85% 7,15%
Tingkat kenaikan gaji per tahun 5,00% 5,00%
Tingkat pensiun normal 65 Tahun 65 Tahun
Tabel mortalitas TMI IV 2019 TMI IV 2019
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas.
- 27 -
Page 35
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis
sensitivitas dari tahun sebelumnya.
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas
imbalan kerja dan biaya jasa kini:
2025 2024
Kenaikan 1%
NKKIP dengan tingkat bunga 273.114.000 243.621.000
Penurunan 1%
NKKIP dengan tingkat bunga 328.279.000 296.324.000
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas
imbalan kerja dan biaya jasa kini:
2025 2024
Kenaikan 1%
NKKIP dengan tingkat kenaikan upah 377.482.000 298.240.000
Penurunan 1%
NKKIP dengan tingkat kenaikan upah 310.016.000 241.637.000
19. MODAL SAHAM
a) Modal Saham
Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan catatan yang
dibuat oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek adalah sebagai berikut:
2025 dan 2024
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan (%) Disetor
dr. Josephat Suwanta Sinarya 555.649.980 55,23% 27.782.499.000
Oey Johan Sinatra Sumawi 25.350.010 2,52% 1.267.500.500
Jeihan Sumawi Putra 25.000.010 2,48% 1.250.000.500
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%) 400.080.721 39,77% 20.004.036.050
Jumlah 1.006.080.721 100,00% 50.304.036.050
Berdasarkan Akta No. 132 tanggal 21 Oktober 2024 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn,
Notaris di Kota Jakarta Selatan yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0229680.AH.01.11 tahun 2024 tanggal
25 Oktober 2024, diputuskan beberapa hal sebagai berikut:
a. Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh PT Bima Registra pada tanggal 12 September 2024
terdapat pelaksanaan konversi waran sejumlah 80.721 lembar saham dengan nominal
Rp 50,-
b. Modal dasar perseroan telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 1.006.080.721 lembar
saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 50.304.036.050.
b) Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya
Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas mengharuskan
setiap Perusahaan untuk membentuk cadangan wajib dari laba bersih sampai cadangan mencapai
paling sedikit 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Tidak terdapat batas
waktu yang ditetapkan atas pemenuhan kewajiban tersebut. Perusahaan telah membentuk
Cadangan wajib sampai dengan 31 Desember 2024 sebesar Rp 400.000.000 atau 0,80% dari
modal saham disetor.
- 28 -
Page 36
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 03/XII-ASS/2025 tanggal 19 Desember 2025,
Perusahaan meningkatkan cadangan wajib menjadi Rp 450.000.000 atau 0,89% dari modal saham
disetor.
Tidak Ditentukan Penggunaannya.
Merupakan Saldo Laba yang belum ditentukan penggunaannya oleh Perusahaan.
2025 2024
Saldo Laba 2.378.477.958 2.169.061.077
c) Tambahan Modal Disetor
2025 2024
Agio Saham
Penawaran Perdana Saham Sebesar 400.000.000
Saham dengan nilai nominal Rp 50 yang
Ditawarkan Rp 100 20.000.000.000 20.000.000.000
Pelaksanaan 80.721 waran seri I saham dengan
nilai nominal Rp 50 per waran yang ditawarkan
Rp 90 per waran 3.228.840 3.228.840
Dikurangi dengan Biaya Emisi Saham (3.937.500.000) (3.937.500.000)
Jumlah Bersih 16.065.728.840 16.065.728.840
20. PENJUALAN
2025 2024
Penjualan
Lokal 25.273.184.463 27.718.648.082
Ekspor 605.860.491 999.607.573
Jumlah 25.879.044.954 28.718.255.655
Berdasarkan Pelanggan:
Penjualan Lokal
PT FSCM Manufacturing Indonesia 9.843.180.223 11.621.652.107
CV Fiteru Astha Sukses 4.393.817.250 6.097.396.000
Tuan Abdul Aif 1.993.425.133 1.731.101.721
Tuan Gunawan 1.569.051.036 -
Tuan Eddo 673.916.450 508.044.000
Tuan Purwanto 543.025.500 -
Tuan Suprapto 403.602.605 518.569.953
PT Variasi Berkah Manunggal 145.604.600 -
PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk - 104.000.000
Lain-lain Dibawah Rp 100.000.000 5.707.561.666 7.137.884.301
Sub Jumlah 25.273.184.463 27.718.648.082
Penjualan Ekspor
Mitramor Lubricant Unipesal, Lda 605.860.491 999.607.573
Sub Jumlah 605.860.491 999.607.573
Jumlah 25.879.044.954 28.718.255.655
- 29 -
Page 37
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Rincian penjualan dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun-tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 sebagai berikut:
2025 2024
PT FSCM Manufacturing Indonesia 9.843.180.223 11.621.652.107
CV Fiteru Astha Sukses 4.393.817.250 6.097.396.000
Jumlah 14.236.997.473 17.719.048.107
Rincian penjualan dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun-tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 sebagai berikut:
2025 2024
PT FSCM Manufacturing Indonesia 34% 40%
CV Fiteru Astha Sukses 15% 21%
Jumlah 49% 61%
21. BEBAN POKOK PENJUALAN
2025 2024
Persediaan Awal Bahan Baku 4.433.356.123 4.336.092.671
Pembelian Bahan Baku 19.285.296.155 17.622.181.011
Bahan Baku Siap Digunakan
dalam Proses Produksi 23.718.652.278 21.958.273.682
Persediaan Akhir Bahan Baku (5.488.135.112) (4.433.356.123)
Bahan Digunakan dalam Proses Produksi 18.230.517.166 17.524.917.559
Upah Langsung 1.701.835.691 1.760.076.854
Biaya Pabrikasi
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 10) 1.356.061.276 1.336.840.440
Perbaikan dan Pemeliharaan 481.989.286 423.399.557
Listrik Pabrik 349.158.103 446.824.847
Pengiriman Barang 311.306.369 347.171.181
Penyusutan Aset Hak-Guna (Catatan 11) 65.122.063 193.455.396
Beban Pokok Produksi 22.495.989.954 22.032.685.834
Persediaan Awal Barang Dalam Proses 1.838.034.502 2.007.388.659
Persediaan Akhir Barang Dalam Proses (1.959.451.932) (1.838.034.502)
Persediaan Awal Barang Jadi 4.157.551.240 4.028.226.614
Persediaan Akhir Barang Jadi (6.904.797.167) (4.157.551.240)
Beban Pokok Penjualan 19.627.326.597 22.072.715.365
Rincian pembelian dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun-tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 sebagai berikut:
2025 2024
PT Era Baja Mandiri 6.314.290.845 6.807.987.935
PT Tunas Citra Pandawa 3.789.996.426 2.216.993.272
Jumlah 10.104.287.271 9.024.981.207
- 30 -
Page 38
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Rincian pembelian dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun-tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 sebagai berikut:
2025 2024
PT Era Baja Mandiri 36% 39%
PT Tunas Citra Pandawa 22% 13%
Jumlah 57% 52%
22. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2025 2024
Gaji dan Tunjangan 2.751.983.046 2.802.185.568
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 10) 437.284.347 475.971.476
Ijin dan Pengurusan 321.808.511 365.786.093
Pajak 343.272.974 24.389.600
Kantor 326.147.068 310.270.043
BPJS 240.641.906 211.006.635
Asuransi 219.250.653 199.003.987
Sumbangan dan Jamuan 186.784.564 153.590.462
Jasa Profesional 168.151.665 261.688.150
Transportasi 138.113.188 64.072.432
Imbalan Pascakerja (Catatan 18) 92.212.000 50.838.000
Perbaikan dan Pemeliharaan 63.715.635 71.658.050
Utilitas 23.111.980 22.403.216
Alat Tulis Kantor 10.046.500 11.200.000
Keamanan dan Kebersihan 6.000.000 5.010.000
Lain-lain 466.248.927 420.735.888
Total 5.794.772.964 5.449.809.600
23. PENDAPATAN LAIN-LAIN - BERSIH
2025 2024
Pendapatan Jasa Giro 141.315.314 173.246.961
Laba (Rugi) Selisih Kurs 63.430.022 268.948.524
Pemulihan Cadangan Kerugian Penurunan
Nilai Piutang (Catatan 5) 55.459.427 -
Beban Lain-lain-Bersih (10.876.442) (198.939.569)
Bunga Terkait Liabilitas Sewa (Catatan 17) (3.503.337) (6.843.028)
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Piutang (Catatan 5) - (27.002.889)
Jumlah 245.824.984 209.409.999
24. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN
2025 2024
Bunga dan Keuangan 62.013.857 110.971.456
Administrasi Bank 16.577.202 10.601.988
Jumlah 78.591.059 121.573.444
- 31 -
Page 39
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
25. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
2025 2024
Saldo Awal 49.474.620 42.953.040
Pengukuran Kembali atas
Kewajiban Imbalan Pasti (Catatan 18) 4.237.000 8.361.000
Pajak Terkait Kewajiban Imbalan Pasti (932.140) (1.839.420)
Saldo Akhir 52.779.480 49.474.620
26. LABA PER SAHAM
2025 2024
Laba untuk Perhitungan Laba Per Saham 259.416.881 1.031.985.790
Jumlah Saham Lembar Lembar
Jumlah Saham untuk per saham perhitungan laba 1.006.080.721 1.006.031.900
X
Laba Per Saham Dasar 0,26 1,03
27. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Saldo Awal Arus Kas (untuk) dari Saldo Akhir
1 Januari Aktivitas Pendanaan 31 Desember
2025 Penerimaan Pembayaran 2025
Utang Bank 2.550.000.000 300.000.000 (2.850.000.000) -
Jumlah 2.550.000.000 300.000.000 (2.850.000.000) -
Saldo Awal Arus Kas (untuk) dari Saldo Akhir
1 Januari Aktivitas Pendanaan 31 Desember
2024 Penerimaan Pembayaran 2024
Utang Bank 2.600.000.000 500.000.000 (550.000.000) 2.550.000.000
Jumlah 2.600.000.000 500.000.000 (550.000.000) 2.550.000.000
28. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi yang dilakukan
pada tingkat harga dan persyaratan tertentu.
Sifat dari transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Sifat Transaksi
Dra. Sani Sumawi Suwanta Anggota Keluarga Dekat Pemegang Saham Liabilitas Sewa
Rincian akun yang terkait dengan transaksi Pihak Berelasi:
2025 2024
Liabilitas Sewa - 71.496.663
Jumlah - 71.496.663
- 32 -
Page 40
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perusahaan menyediakan remunerasi kepada Dewan Komisaris dan Dewan Direksi untuk periode
31 Desember 2025 dan 2024 sebagai berikut:
2025 2024
Dewan Direksi 702.000.000 702.000.000
Dewan Komisaris 481.000.000 481.000.000
Jumlah 1.183.000.000 1.183.000.000
29. KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN
Biaya Perolehan
Diamortisasi
31 Desember 2025
Aset Keuangan Lancar
Kas dan Bank 13.673.037.126
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga-Bersih 4.638.312.545
Jumlah Aset Keuangan 18.311.349.671
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 1.862.398.248
Jumlah Liabilitas Keuangan 1.862.398.248
Biaya Perolehan
Diamortisasi
31 Desember 2024
Aset Keuangan Lancar
Kas dan Bank 20.154.384.359
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga-Bersih 5.881.606.318
Jumlah Aset Keuangan 26.035.990.677
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 3.362.546.819
Jumlah Liabilitas Keuangan 3.362.546.819
30. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
a. Manajemen Risiko Modal
Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk
melanjutkan kelangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham
melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Perusahaan terdiri dari kas dan bank
(Catatan 4) dan ekuitas yang terdiri dari modal yang ditempatkan (Catatan 19).
b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa
sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta
untuk mengelola risiko mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas. Perusahaan beroperasi
dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
- 33 -
Page 41
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
i. Manajemen Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Risiko kredit yang dihadapi Perusahaan berasal dari tagihan kepada para pelanggan. Risiko ini
dikelola dari umur tagihan secara rutin dan menjalankan secara konsisten prosedur serta
pengendalian yang telah ditetapkan oleh Perusahaan terkait dengan manajemen piutang.
Perusahaan tidak memiliki agunan sebagai jaminan atas piutang.
Piutang usaha berasal dari para debitur yang memiliki catatan pembayaran kredit yang baik.
Kas dan setara kas serta uang jaminan ditempatkan pada bank terpercaya atau perusahaan
yang memiliki peringkat kredit yang baik dan tidak memiliki riwayat gagal bayar.
Perusahaan memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang
berkelanjutan dengan meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit.
Karena itu, Perusahaan memiliki kebijakan untuk memastikan transaksi dilakukan dengan
pelanggan yang memiliki sejarah dan reputasi kredit yang baik. Manajemen melakukan
pengawasan secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit.
Nilai tercatat aset keuangan pada laporan keuangan setelah dikurangi dengan penyisihan
untuk kerugian mencerminkan eksposur Perusahaan terhadap risiko kredit.
ii. Manajemen Risiko Likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
membentuk kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen
likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perusahaan.
Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan dan fasilitas
bank dengan terus-menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan profil
jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Tabel Risiko Likuiditas dan Suku Bunga
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
periode pembayaran yang disepakati Perusahaan. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas
yang didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Perusahaan
dapat diminta untuk membayar. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal di mana
Perusahaan mungkin akan diminta untuk membayar.
2025
Tingkat Bunga
Efektif Rata- Kurang dari Lebih dari-
rata Tertimbang Satu Tahun 1 - 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Tanpa Bunga
Utang Usaha
kepada
Pihak Ketiga - 1.862.398.248 - - 1.862.398.248
Beban Akrual - 49.060.511 - - 49.060.511
Jumlah 1.911.458.759 - - 1.911.458.759
- 34 -
Page 42
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2024
Tingkat Bunga
Efektif Rata-
rata Kurang dari Lebih dari-
Tertimbang Satu Tahun 1 - 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Tanpa Bunga
Utang Usaha
kepada
Pihak Ketiga - 3.362.546.819 - - 3.362.546.819
Beban Akrual - 187.250.427 - - 187.250.427
Dengan Bunga
Utang Bank 3,65% 2.550.000.000 - - 2.550.000.000
Jumlah 6.099.797.246 - - 6.099.797.246
iii. Manajemen Risiko Mata Uang Asing
Risiko mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Eksposur Perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar terutama terkait dengan aset dan liabilitas
dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Setara dengan Setara dengan
Rupiah Dolar Rupiah Dolar
Aset
Bank 12.563.845 748,65 52.913.580 3,274
Jumlah 12.563.845 748,65 52.913.580 3,274
c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang dicatat sebesar
biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh
tempo dalam jangka pendek atau menggunakan tingkat suku bunga pasar.
31. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan kewajiban keuangan
Perusahaan berdasarkan sisa periode sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024:
2025
Tidak
Mempunyai
Tanggal
< 1 tahun 1 – 2 tahun 2 – 3 tahun >3 tahun jatuh tempo Jumlah
Aset Keuangan
Kas dan Bank - - - 13.673.037.126 13.673.037.126
Piutang Usaha
Pihak Ketiga - bersih 4.638.312.545 - - - - 4.638.312.545
Jumlah 4.638.312.545 - - - 13.673.037.126 18.311.349.671
Liabilitas
Utang Usaha
Kepada
Pihak Ketiga (1.862.398.248) - - - - (1.862.398.248)
Utang Bank - - - - - -
Utang Pajak (53.590.448) - - - - (53.590.448)
Beban Akrual (49.060.511) - - - - (49.060.511)
Jumlah (1.857.868.311) - - - - (1.857.868.311)
- 35 -
Page 43
PT ANUGERAH SPAREPARTS SEJAHTERA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2024
Tidak
Mempunyai
Tanggal
< 1 tahun 1 – 2 tahun 2 – 3 tahun >3 tahun jatuh tempo Jumlah
Aset Keuangan
Kas dan Bank - - - - 20.154.384.359 20.154.384.359
Piutang Usaha
Pihak Ketiga - bersih 5.881.606.318 - - - - 5.881.606.318
Jumlah 5.881.606.318 - - - 20.154.384.359 26.035.990.677
Liabilitas
Utang Usaha
Kepada
Pihak Ketiga (3.362.546.819) - - - - (3.362.546.819)
Utang Bank (2.550.000.000) - - - - (2.550.000.000)
Utang Pajak (63.779.731) - - - - (63.779.731)
Beban Akrual (187.250.427) - - - - (187.250.427)
Jumlah (6.163.576.977) - - - - (6.163.576.977)
32. IKATAN
• Perjanjian Kerja Sama Pengangkutan Limbah
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Sama-Pengangkutan Limbah pada tanggal 1 September 2025
antara PT Prasadha Pamunah Limbah Industri dengan PT Anugerah Spareparts Sejahtera, para
pihak sepakat untuk melakukan kerja sama untuk pengangkutan limbah B3 dengan jangka waktu
satu (1) tahun dimulai sejak tanggal penandatanganan perjanjian sampai dengan 31 Agustus 2026
sebesar Rp 4.000.000 setiap pengangkutan limbah.
• Perjanjian Kerja Sama Penjualan Filter Kendaraan Bermotor
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Sama-Penjualan Filter Kendaraan Bermotor pada tanggal
10 Oktober 2022 antara CV Fiteru Astha Sukses dengan PT Anugerah Spareparts Sejahtera, para
pihak sepakat untuk melakukan kerja sama penjualan filter kendaraan bermotor yang dilakukan
secara reguler berdasarkan Purchase Order dengan jangka waktu tiga (3) tahun.
• Perjanjian Kerja Sama Penyedia Komponen Filter Otomotif
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Sama-Penyedia Komponen Filter Otomotif pada tanggal
18 Juli 2023 antara PT FSCM Manufacturing Indonesia dengan PT Anugerah Spareparts
Sejahtera, para pihak sepakat untuk melakukan kerja sama penyedia komponen filter otomotif
berdasarkan Purchase Order dengan jangka waktu satu (1) tahun dimulai sejak tanggal
penandatanganan perjanjian. Perjanjian ini akan diperpanjang dengan jangka waktu yang sama
dalam hal tidak ada pemberitahuan tertulis mengenai berakhirnya perjanjian.
• Perjanjian Sewa-Menyewa Tanah dan Ruko
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa-Menyewa pada tanggal 1 Juni 2021 antara Nyonya Dra. Sani
Sumawi Suwanta dengan PT Anugerah Spareparts Sejahtera, para pihak sepakat untuk melakukan
sewa tanah dan Ruko yang berlokasi di Ruko CSB Mall Orange Blossom 7 Jl. Dr. Cipto
Mangunkusumo 26 Cirebon, Jawa Barat, Indonesia, dengan jangka waktu selama lima (5) tahun
dan harga sewa sebesar Rp 75.000.000 per tahun.
• Perjanjian Sewa-Menyewa Tanah dan Pabrik
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa-Menyewa pada tanggal 17 September 2015 antara Nyonya
Dra. Sani Sumawi Suwanta dengan PT Anugerah Spareparts Sejahtera, para pihak sepakat untuk
melakukan sewa tanah dan pabrik yang berlokasi di Jalan Soekarno No. 134, RT.007 RW.003,
Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, dengan jangka
waktu selama sepuluh (10) tahun dan harga sewa sebesar Rp 1.400.000.000.
- 36 -
Names mentioned 49 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan
p.4 ×2
unresolved
org
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
p.4
unresolved
person
Suhartono Hakim Djajadiputra Jasin
p.13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×3
unresolved
person
Rosida Rajagukguk Siregar
p.13 ×2
unresolved
person
dr. Josephat Suwanta Sinarya
p.13 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.17
unresolved
org
Bank Rupiah Bank IBK Indonesia
p.24
unresolved
org
PT FSCM Manufacturing Indonesia
p.24 ×6
unresolved
person
Abdul Aif
p.24 ×2
unresolved
org
PT Supraindo Multi Sejahtera
p.24
unresolved
person
Eddo Charano
p.24
unresolved
person
Alexander Yos Sudarto
p.24
unresolved
org
PT Variasi Berkah Manunggal
p.24 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Allianz Utama Indonesia
p.25 ×4
unresolved
person
Sani Sumawi Suwanta
p.27 ×9
unresolved
person
PPAT Indro Manggolo
p.27
unresolved
person
Dr. Cipto Mangunkusumo
p.28 ×3
unresolved
org
PT Era Baja Mandiri
p.28 ×3
unresolved
org
PT Tunas Citra Pandawa
p.28 ×3
unresolved
org
PT Sumber Mujur Abadi
p.28
unresolved
org
PT San Central Indah
p.28
unresolved
org
PT Paperojasa Alam Cemerlang
p.28
unresolved
org
PT Star Chemical Industry
p.28
unresolved
org
PT Surabaya Kencana Anugrah
p.28
unresolved
org
PT Indojapan Steel Center
p.28
unresolved
org
Bank Mandiri. Provisi
p.29
unresolved
org
Bank Mandiri No. AF
p.29
unresolved
person
Dr. J. Suwanta Sinarya
p.29
unresolved
org
Rekonsiliasi
p.31
unresolved
org
PT Bima Registra
p.35 ×2
unresolved
—
Oey Johan Sinatra Sumawi
p.35 ×3
unresolved
—
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%)
p.35
unresolved
person
Eddo
p.36
unresolved
org
PT Prasadha Pamunah Limbah Industri
p.43
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.