Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN
Public Expose Tahun 2023
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk.
A. Pelaksanaan (dilakukan secara daring melalui webinar)
Hari/Tanggal : Selasa, 31 Oktober 2023
Waktu : Pukul 11.00 s/d 12.00
Tempat : Kantor Representatif bank bjb Jakarta
Jl. Gatot Subroto No. 93, Jakarta
Peserta : 91 peserta
B. Manajemen yang Hadir
1. Bapak Yuddy Renaldi : Direktur Utama
2. Bapak Cecep Trisna : Direktur Kepatuhan
3. Ibu Nia Kania : Direktur Keuangan
4. Ibu Suartini : Direktur Konsumer & Ritel
5. Ibu Nancy Adistyasari : Direktur Komersial & UMKM
6. Bapak Rio Lanasier : Direktur IT, Treasury, & International Banking
7. Bapak Tedi Setiawan : Direktur Operasional
C. Susunan Acara
1. Pembukaan
2. Pemaparan Kinerja
3. Tanya Jawab
4. Penutupan
D. Sesi Tanya Jawab
1. Pertanyaan dari Ananda Sandika (Umum)
Sekarang valuasi bjbr sudah dibawah murah, PBV dibawah 1, apakah ada rencana untuk
buyback?
Jawaban:
Kami melihat pergerakan di bursa saat ini masih dipenuhi dengan berbagai sentimen
negatif, dari outlook suku bunga acuan “higher for longer”, pergerakan nilai tukar rupiah
yang sempat mencapai 16.000 per USD serta situasi geopolitik yang juga lagi memanas,
menjadi tantangan bagi seluruh emiten di Indonesia, bukan hanya untuk perbankan.
Kami meyakini fundamental Indonesia masih cukup kuat dalam menghadapi tantangan
tersebut serta juga kita berharap situasi geopolitik tidak terjadi eskalasi dan dapat
terselesaikan dengan baik.
Untuk rencana buyback sendiri saat ini masih belum akan kami lakukan, walaupun kami
meyakini harga saham BJBR saat ini adalah undervalue, yang belum mencerminkan
harga wajar dari fundamental bank bjb dan menjadi sebuah peluang untuk mulai dapat
berinvestasi pada saham bank bjb. Kami melihat dengan bisnis kinerja secara quarter on
quarter (QoQ) bank bjb yang mudah memunculkan tanda-tanda recovery serta outlook
penurunan suku bunga acuan di semester 2 tahun 2024 nanti akan menjadi sentiment
positif bagi perbankan terutama bagi bank bjb serta akan mendorong pertumbuhan
harga saham bank bjb menuju harga wajarnya.
Page 2
2. Pertanyaan dari Raden Sukma Ayu & Aurelia Rencana dividen yang diberikan untuk tahun depan? Apakah ada kemungkinan pembagian dividen secara interim? Jawaban: Bank bjb berkomitmen untuk membayar dividen secara rutin per tahun. Mengenai penentuan dividen sendiri merupakan kewenangan dari RUPS dengan mempertimbangkan rencana ekspansi ke depan disesuaikan kinerja perseroan serta kondisi permodalan terkini sehingga belum dapat disampaikan di kesempataan saat ini. Namun sebagai informasi, secara historis, 5 tahun terakhir dividen payout bank bjb berkisar diantara 49%-60% dengan dividen per share tahun lalu sebesar 104,55 per lembar saham. Untuk dividen interim sendiri saat ini belum akan dilakukan oleh bank bjb. 3. Pertanyaan dari Anonim (tidak mencantumkan nama) Apa program yang bank bjb lakukan untuk pengembangan layanan digital? Ada rencana untuk menggunakan AI? Jawaban: Saat ini kami sedang melakukan pengembangan platform Digi Mobile kami dengan konsep “Smart Mobile Banking/SMB” dengan tujuan meningkatkan kemudahan dan user experience nasabah dengan penambahan fitur utama antara lain penggabungan Digi dan DigiCash dalam 1 platform, fitur-fitur pengembangan terkait Laku Pandai, penerapan Konsep Open Banking, Multi Source of Funds dimana dimungkinkannya rekening bank bjb dan saldo Digicash dijadikan sumber dana baik secara penuh maupun kombinasi dari saldo rekening bank bjb dan saldo Digicash serta Customer on Boarding, dimana dapat melakukan pembukaan rekening tabungan secara online. Kami juga akan menambahan fungsi Artificial Intelligence (machine learning), yang menjalankan fungsi Analytic Behaviour, Suggestion dan Push Notification sehingga dapat mendorong dan memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi di mobile apps bank bjb. Selain itu, fungsi AI ini juga akan diterapkan pada aktifitas operasional bank bjb sehingga dapat meningkatkan SLA layanan bank bjb. SMB ini sedang dalam proses perizinan kepada Regulator. 4. Pertanyaan dari Reni Susanti - Kompas Berapa target pertumbuhan kredit di tahun ini? dan kira-kira apa yang dapat menjadi faktor pendorongnya? Jawaban: Sampai dengan akhir tahun 2023 ini kami masih memiliki optimisme dapat tumbuh di kisaran 9%-11% secara year on year, yang didorong dari pertumbuhan di seluruh segmen kredit. Untuk segmen konsumer sendiri, bank bjb mendapatkan sentiment positif dan pelaksanaan UU ASN yang mendorong pengalihan status dari tenaga honorer menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Penyaluran kepada PPPK sendiri merupakan salah satu sumber pertumbuhan kredit konsumer bank bjb, dimana per September 2023, kredit konsumer bank bjb tumbuh +6,2% year on year menjadi Rp 68.3 triliun, lebih baik dibandingkan pertumbuhan di kuartal sebelumnya, Juni 2023, yang sebesar 5,6% year on year. Di sektor produktif, pada segmen korporasi dan komersial, kami mendorong melalui ekspansi kredit melalui anchor client kami, yaitu kepada BUMN atau grup BUMN, private
Page 3
corporate yang memiliki rating investment grade atau top tier company serta penyaluran government related project yang didukung feasibility study yang baik. Untuk penyaluran di segmen UMKM, dilakukan bank bjb menggunakan 2 skema, yaitu penyaluran langsung kepada pelaku UMKM baik melalui produk bank sendiri ataupun kredit program seperti KUR yang telah kami salurkan sebanyak Rp 1,5 triliun di tahun 2023 ini, serta secara linkage kepada Lembaga pembiayaan. 5. Pertanyaan dari Sandy Ferdiana - Republika Apakah KUB dengan Bank Bengkulu sudah efektif? Ada berapa banyak BPD yang akan diambil oleh bank bjb? Apakah nantinya akan dikonsolidasikan dengan bank bjb? Jawaban: Saat ini proses Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan bank Bengkulu berada ada tahap akhir, yaitu dalam proses pengajuan ke OJK untuk Fit and Proper Test bank bjb sebagai pemegang saham pengendali bersama Pemprov Bengkulu. Secara dokumen pengajuan sudah dilengkapi dan kami tinggal menunggu proses lebih lanjutnya. Skema KUB yang kami lakukan mengarahkan kepada konsolidasian laporan keuangan sehingga menjadi salah satu sumber pertumbuhan anorganik, tentunya apabila telah mendapatkan izin dari regulator. Kami juga mendorong kepada BPD besar lainnya yang memadai dari sisi permodalan dan likuiditas untuk berbagi peran dan menjadi induk bagi BPD lainnya yang membutuhkan sinergi permodalan. Saat ini sudah 3 BPD yang sudah menandatangani MoU/LOI KUB, yaitu Bank Bengkulu, Bank Sultra dan terbaru Bank Maluku Malut. Selain 3 BPD tersebut pun masih terdapat beberapa BPD dengan kinerja sehat yang sedang berkomunikasi dan secara informal sudah menyatakan minat untuk menjadi anggota KUB bank bjb, namun belum dapat kami publikasikan. 6. Pertanyaan dari Anonim (tidak mencantumkan nama) Apakah ada rencana right issue lagi di tahun 2024? Jawaban: Kami melihat saat ini kondisi permodalan bank bjb dengan CAR per September 2023 sebesar 19.6% masih cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan ekspansi perseroan, setidaknya sampai tahun depan sehingga belum ada rencana program penambahan modal kembali di tahun 2024. 7. Pertanyaan dari Arlina Laras - Bisnis Indonesia Faktor apa yang mendorong laba bank bjb mengalami penurunan? Jawaban : Kinerja bisnis bank bjb per September 2023 ini sebenarnya masih mampu tumbuh dengan baik, namun kenaikan suku bunga acuan yang berdampak terhadap peningkatan beban bunga menjadi faktor yang memberikan tekanan terhadap laba bank bjb. Tekanan beban bunga ini juga dirasakan oleh sebagian besar perbankan lainnya, tidak hanya bank bjb sendiri. Selain beban bunga, sebenarnya indikator bisnis bank bjb selain terkait beban bunga mengalami pertumbuhan yang cukup baik, dimana kredit mampu tumbuh +10.1% year on year, pendapatan bunga tumbuh +6.4% year on year, fee-based income tumbuh +10.7% year on year dengan NPL yang terjaga di 1.26%.
Page 4
Ke depannya, kami akan terus mengelola biaya dana tersebut melalui pengelolaan aset dan liabilitas yang efisien, 8. Pertanyaan dari Wage - Bisnis Indonesia Sejauh ini bagaimana performa layanan pinjaman daerah ? Jawaban : Saat ini bank bjb sudah menyalurkan Pinjaman Daerah kepada beberapa Pemerintah Daerah dengan tenor yang bervariatif, dimana sebagian besar untuk tenor jangka pendek dan jangka menengah. Kami melihat seluruh pihak yang terlibat di skema Pinjaman Daerah, dari Pemerintah Daerah terkait, Kemendagri, Kemenkeu dan pihak- pihak lainnya memiliki komitmen yang kuat untuk dapat menjaga kualitas kredit ini agar dapat terjaga dengan baik.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.