Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 46
Page 1
Nomor Surat LMW/CSF/X-063/23
Nama Emiten Lionmesh Prima Tbk
Kode Emiten LMSH
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Lionmesh Prima Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. Lionmesh
Prima Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas Lionmesh Prima Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas LMSH Entity code
Nomor identifikasi entitas AA092 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor B. Basic Materials Sector
Subsektor B1. Basic Materials Subsector
Industri B14. Metals & Minerals Industry
Subindustri B144. Iron & Steel Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Foreign Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pemantauan Khusus / Watchlist
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
17,751,512,205 19,418,900,739
equivalents
Dana yang dibatasi Current restricted funds
14,472,750,974 14,324,788,882
penggunaannya lancar
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
14,805,703,384 13,255,094,740
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 23,074,864,076 29,448,678,120 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
423,370,505 44,538,005
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
181,962,450 5,142,000
lainnya advances
Jumlah aset lancar 70,710,163,594 76,497,142,486 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Piutang dari pihak berelasi Receivables from related
74,500,001 40,000,000
parties
Aset pajak tangguhan 1,341,237,304 1,273,200,035 Deferred tax assets
Properti investasi 10,214,228,535 10,599,269,235 Investment properties
Aset tetap Property, plant, and
42,042,113,660 43,989,255,991
equipment
Jumlah aset tidak lancar 53,672,079,500 55,901,725,261 Total non-current assets
Jumlah aset 124,382,243,094 132,398,867,747 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
4,660,544,801 6,761,903,823
ketiga third parties
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
pendek
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
658,813,608 2,145,107,669
pendek pihak third parties
ketiga
Utang dividen 589,948,790 589,948,790 Dividends payable
Beban akrual jangka Current accrued
178,779,822 354,838,784
pendek expenses
Liabilitas imbalan Short-term
pasca kerja jangka 1,297,225,519 1,482,775,919 post-employment
pendek benefit obligations
Utang pajak 776,444,192 456,194,664 Taxes payable
Pendapatan diterima Current unearned
540,000,000 378,000,000
dimuka jangka pendek revenue
Jumlah liabilitas Total current
8,701,756,732 12,168,769,649
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
Page 5
panjang
Utang pihak berelasi Non-current due to
1,414,924,815 1,414,924,815
jangka panjang related parties
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 7,248,065,316 7,248,065,316 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
8,662,990,131 8,662,990,131
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 17,364,746,863 20,831,759,780 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 9,600,000,000 9,600,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
164,137,360 164,137,360
disetor capital
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 1,132,200,000 1,132,200,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 96,121,158,871 100,670,770,607 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
107,017,496,231 111,567,107,967
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 107,017,496,231 111,567,107,967 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
124,382,243,094 132,398,867,747
ekuitas
Page 6
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
78,839,034,578 134,813,543,946
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 76,792,849,340 ) ( 131,626,670,208 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 2,046,185,238 3,186,873,738 Total gross profit
Beban penjualan ( 1,585,281,132 ) ( 1,545,374,599 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 5,929,463,487 ) ( 5,845,443,259 )
expenses
Pendapatan keuangan 458,483,855 198,559,787 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 75,000,000 ) ( 286,572,225 ) Interest and finance costs
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
( 175,998,805 ) 717,895,136
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Pendapatan lainnya 643,425,326 575,368,127 Other income
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 4,617,649,005 ) ( 2,998,693,295 )
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak 68,037,269 ( 64,385,616 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 4,549,611,736 ) ( 3,063,078,911 )
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 4,549,611,736 ) ( 3,063,078,911 ) Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif ( 4,549,611,736 ) ( 3,063,078,911 ) Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 4,549,611,736 ) ( 3,063,078,911 )
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 4,549,611,736 ) ( 3,063,078,911 ) attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang ( 47 ) ( 32 ) share from continuing
dilanjutkan operations
Page 7
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal
Saham biasa ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Additional paid-in Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Equity
capital earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning of
9,600,000,000 164,137,360 1,132,200,000 100,670,770,607 111,567,107,967 111,567,107,967
kembali period
Posisi ekuitas, awal periode 9,600,000,000 164,137,360 1,132,200,000 100,670,770,607 111,567,107,967 111,567,107,967 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 4,549,611,736 ) ( 4,549,611,736 ) ( 4,549,611,736 ) Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 9,600,000,000 164,137,360 1,132,200,000 96,121,158,871 107,017,496,231 107,017,496,231 Equity position, end of the period
Page 8
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal
Saham biasa ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Additional paid-in Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Equity
capital earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning of
9,600,000,000 164,137,360 1,132,200,000 104,669,961,640 115,566,299,000 115,566,299,000
kembali period
Posisi ekuitas, awal periode 9,600,000,000 164,137,360 1,132,200,000 104,669,961,640 115,566,299,000 115,566,299,000 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 3,063,078,911 ) ( 3,063,078,911 ) ( 3,063,078,911 ) Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 9,600,000,000 164,137,360 1,132,200,000 101,606,882,729 112,503,220,089 112,503,220,089 Equity position, end of the period
Page 9
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
75,945,560,951 136,294,436,319
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 71,038,223,980 ) ( 111,033,818,637 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 7,271,474,062 ) ( 17,293,915,026 )
tunjangan allowances
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
( 2,364,137,091 ) 7,966,702,656
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
458,483,855 198,559,787
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 75,000,000 ) ( 286,572,225 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas 770,925,325 19,243,128 from operating activities
operasi
Arus kas sebelum Net cash flows received
perubahan dalam aset dan from (used in) operating
liabilitas yang diperoleh ( 1,209,727,911 ) 7,897,933,346 activities before changes in
dari (digunakan untuk) assets and liabilities
aktivitas operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 1,209,727,911 ) 7,897,933,346
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 133,699,726 )
aset tetap property, plant and equipment
Pencairan (penempatan) Withdrawal (placement) of
dana yang dibatasi restricted funds from investing
( 147,962,092 ) ( 119,735,802 )
penggunaannya dari aktivitas activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 281,661,818 ) ( 119,735,802 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Pembayaran pinjaman bank ( 5,000,000,000 ) Payments of bank loans
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
0 ( 5,000,000,000 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 1,491,389,729 ) 2,778,197,544
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
19,418,900,739 18,614,524,726
awal periode flows, beginning of the period
Page 10
Kenaikan (penurunan) kas dan ( 175,998,805 ) 717,895,136 Other increase (decrease) in
setara kas lainnya cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
17,751,512,205 22,110,617,406
akhir periode cash flows, end of the period
Page 11
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan PT Lionmesh Prima Tbk disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Indonesia (SAK), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi statements
Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di
bawah pengawasannya.Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, kecuali bagi penerapan
beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan
keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1
Januari 2022.Perseroan telah menyusun laporan keuangan dengan dasar bahwa Perseroan akan terus
mempertahankan kelangsungan usaha.Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun
berdasarkan dasar akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun
tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi
masing-masing akun tersebut.Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung
dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.Mata uang
pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan
mata uang fungsional Perseroan.Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, dibulatkan dan disajikan
dalam Rupiah (?Rp?), kecuali dinyatakan lain. Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga
mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan
akuntansi Perseroan. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi
atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan
diungkapkan di Catatan 3.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito yang dapat segera dikonversikan menjadi kas Cash and cash equivalents
dalam jumlah yang dapat yang ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan dan
tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman serta tidak dibatasi penggunaannya.
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi Inventories
bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata,
kecuali untuk bahan baku dan suku cadang yang harga perolehannya ditentukan dengan metode
?masuk pertama, keluar pertama? (first-in, first-out). Penyisihan persediaan usang ditetapkan
berdasarkan penelaahan keadaan fisik persediaan pada akhir tahun. Nilai realisasi bersih adalah
taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan
taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Properti investasi Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi Investment property
penyusutan dan penurunan nilai, jika ada, kecuali tanah yang tidak disusutkan. Jumlah tercatat
termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika
Page 12
kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti
investasi.Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama umur manfaat
ekonomis properti investasi sebagai berikut:Bangunan 20 tahunProperti investasi dihentikan
pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara
permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui
dalam laporan laba rugi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.Transfer ke
properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya
pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika,
terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau
dimulainya pengembangan untuk dijual.Untuk transfer dari properti investasi ke properti yang
digunakan sendiri, biaya yang diperhitungkan untuk akuntansi selanjutnya adalah nilai wajar pada
tanggal perubahan penggunaan.. Jika properti yang digunakan sendiri oleh Perseroan menjadi properti
investasi, Perseroan mencatat properti tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan
saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya.
Aset tetap Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. Fixed assets
Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika
memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya
inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian
jika memenuhi kriteria pengakuan. Biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria
pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya. Penyusutan dihitung
dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama umur manfaat aset tetap yang
diestimasi sebagai berikut: TahunBangunan 20 Mesin 20 Instalasi listrik 20 Peralatan pabrik 15
Kendaraan bermotor 5 Peralatan kantor 5 Tanah dinyatakan berdasarkan harga perolehan dan tidak
diamortisasi. Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
bagian dari biaya perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak
atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur
ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.Perseroan menganalisis fakta dan keadaan untuk
masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas
tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi
ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset
pendasar kepada Perseroan, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar,
Perseroan menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
73, ?Sewa?. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Perseroan
menerapkan PSAK 16, ?Aset Tetap?.Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat
dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaannya.
Ketika aset tetap dijual atau dihentikan, biaya perolehan, beban akumulasi penyusutan dan kerugian
penurunan nilai dieliminasi dari akun. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian
pengakuan aset diakui dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah dan disesuaikan, pada
akhir periode pelaporan, jika diperlukan.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Perseroan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset Impairment of non-financial assets
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan
penurunan nilai aset diperlukan, maka Perseroan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut.Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya,
Page 13
kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset
atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset
tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai
terpulihkannya dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi, kecuali aset tersebut disajikan
pada jumlah revaluasian, di mana kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan
revaluasi.Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai
kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar
terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat
transaksi tersebut, Perseroan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai
wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar
yang tersedia.Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain
goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka
entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.Kerugian penurunan nilai yang telah diakui
dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan
asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang
telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, kecuali aset yang bersangkutan disajikan pada
jumlah revaluasian, dalam hal ini pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai kenaikan
revaluasi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang
untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang
sistematis selama sisa umur manfaatnya.
Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Perseroan perkirakan menjadi haknya dalam kontrak Revenue and expense recognition
dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Perseroan
mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada
pelanggan.Penjualan barang Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan
diperoleh Perseroan dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar
pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Pendapatan dari penjualan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan dan pendapatan
dari penjualan ekspor diakui pada saat penyerahan barang dari gudang pelabuhan ke kapal (FOB
shipping point). Uang muka yang diterima dari pelanggan dicatat di akun ?Uang muka pelanggan?.
BebanBeban diakui pada saat terjadinya.
Transaksi dengan pihak berelasi Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perseroan:a. Orang atau anggota Transactions with related parties
keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Perseroan jika orang tersebut: (i) memiliki
pengendalian atau pengendalian bersama atas Perseroan; (ii) memiliki pengaruh signifikan atas
Perseroan; atau (iii) personil manajemen kunci Perseroan atau entitas induk Perseroan.b. Suatu entitas
berelasi dengan Perseroan jika memenuhi salah satu hal berikut: (i) entitas dan Perseroan adalah
anggota dari Perseroan yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya
saling berelasi dengan entitas lainnya). (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama
dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu
Perseroan, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). (iii) kedua entitas tersebut adalah
ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. (iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas
ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. (v) entitas tersebut adalah suatu
Page 14
program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Perseroan atau entitas yang terkait dengan
Perseroan. (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf a). (vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a) i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). (viii)entitas, atau
anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan
jasa personil manajemen kunci kepada Perseroan atau kepada entitas induk dari Perseroan.Transaksi
signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan
yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan.
Pajak penghasilan Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali Income taxes
untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui di luar laba atau rugi, baik dalam
penghasilan komprehensif lain atau langsung pada ekuitas.Beban pajak kini dihitung dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan ditetapkan berdasarkan
taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang
dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak
yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan
jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak. Pajak Kini Kekurangan atau kelebihan
pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak kini dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain.Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat
ketetapan pajak diterima. Jika Perseroan mengajukan keberatan, Perseroan mempertimbangkan
apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan
dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Perseroan.Pajak Tangguhan Pajak tangguhan diukur
dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak untuk
aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak
tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset
pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila
terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai
untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan
dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah tercatat jika kemungkinan besar
laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasi sebagian atau
seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap
akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan
memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset direalisasikan atau liabilitas
tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku secara substantif
pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan
semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, untuk
transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Aset dan
liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara
hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan dan
liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Perseroan bermaksud
untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Imbalan kerja karyawan Pada bulan April 2022, DSAK-IAI menerbitkan materi penjelasan melalui siaran pers atas persyaratan Employee benefits
pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang diadopsi dari IAS 19
Employee Benefits. Materi penjelasan tersebut menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari
program pensiun berbasis Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini
memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS Interpretation
Committee (?IFRIC?) Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service (IAS 19).Perusahaan
Page 15
telah menerapkan materi penjelasan tersebut dan, dengan demikian, mengubah kebijakan akuntansi
mengenai atribusi imbalan kerja pada periode jasa. Penerapan ini tidak berdampak material terhadap
jumlah yang dilaporkan pada periode keuangan sebelumnya. Imbalan Kerja Jangka Pendek Imbalan
kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan
setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya.
Kewajiban diakui ketika karyawan memberikan jasa kepada Perseroan dimana semua perubahan pada
nilai bawaan dari kewajiban diakui pada laba rugi.Imbalan Imbalan Pasti Perseroan mengakui liabilitas
imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003
tertanggal 25 Maret 2003 dan sesuai dengan Peraturan Perseroan (Perjanjian Kerja Bersama) yang
masih berlaku sampai tanggal 31 Desember 2022, dan Perseroan belum menerapkan pengaturan
Perppu No. 2/2022 tentang Cipta Kerja pada tahun 2022. Beban pensiun berdasarkan program dana
pensiun manfaat pasti Perseroan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan
menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas
aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.Pengukuran kembali, terdiri dari
keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil
atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan
yang dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain periode terjadinya untuk
mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui dalam
penghasilan komprehensif lain tercermin sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di
ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih
dulu antara ketika amendemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan
hubungan kerja diakui. Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas
atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:? Biaya jasa (termasuk
biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian)? Beban
atau pendapatan bunga neto? Pengukuran kembali Perseroan menyajikan dua komponen pertama dari
biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa
lalu.Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau
surplus aktual dalam program imbalan pasti Perseroan. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini
terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program
dan pengurangan iuran masa depan atas program.
Laba per saham Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan dengan rata-rata Earnings per share
tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan.
Pelaporan segmen Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perseroan yang Segment reporting
secara reguler direviu oleh ?pengambil keputusan operasional? dalam rangka mengalokasikan sumber
daya dan menilai kinerja segmen operasi.Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:a. yang
terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);b.
yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; danc. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.Informasi yang
digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian
kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas
Page 16
segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta
hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen
ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Perseroan dieliminasi sebagai bagian dari proses.
Penerapan standar akutansi baru Dalam tahun berjalan, Perseroan telah menerapkan sejumlah amendemen/ penyesuaian PSAK yang The implementation of new statements of
relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 accounting standards
Januari 2022. Penerapan atas PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi
Perseroan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan
atau tahun-tahun sebelumnya. - PSAK 73 (Amendemen), ?Sewa?: Konsensi sewa terkait Covid-19
setelah 30 Juni 2021Amendemen tersebut memperpanjang kebijakan praktis konsesi sewa terkait
Covid-19 dimana segala bentuk pengurangan pembayaran sewa hanya memengaruhi pembayaran
sewa pada atau sebelum tanggal 30 Juni 2022.- PSAK 71 (Penyesuaian Tahunan 2020), ?Instrumen
Keuangan? PSAK 71 (Penyesuaian 2020) mengklarifikasi fee (imbalan) yang diakui oleh peminjam
terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan. Dalam menentukan fee (imbalan) yang dibayarkan
setelah dikurangi fee (imbalan) yang diterima, peminjam hanya memasukkan fee (imbalan) yang
dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman, termasuk fee (imbalan) yang dibayar
atau diterima baik peminjam atau pemberi pinjaman atas nama pihak lain.- PSAK 73 (Penyesuaian
Tahunan 2020), ?Sewa?PSAK 73 (Penyesuaian Tahunan 2020) menghilangkan dari contoh ilustrasi
penggantian biaya properti sewaan dari pesewa untuk mengatasi potensi kebingungan terkait
perlakuan insentif sewa yang mungkin timbul karena bagaimana insentif sewa diilustrasikan dalam
contoh tersebut.
Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar Determination of fair value
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur di antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas akan terjadi: 1. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau; 2. jika
tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.Perseroan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.Nilai
wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan
kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam
penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.Perseroan menggunakan
teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur
nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai
wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki
nilai wajar, berdasarkan level input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran,
sebagai berikut:1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau
liabilitas yang identik;2. Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung; 3.
Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar tidak dapat diobservasi. Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang
dalam laporan keuangan, maka Perseroan menentukan apakah telah terjadi transfer di antara tingkat
hirarki nilai wajar dengan cara menilai kembali pengkategorian tingkat nilai wajar pada setiap akhir
periode pelaporan.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan adalah Rupiah, yang juga merupakan Foreign currency transactions and balances
Page 17
mata uang fungsional setiap entitas dalam Perseroan.Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam
Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli
yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk periode yang
bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi periode
yang bersangkutan.Kurs yang digunakan untuk menjabarkan ke mata uang Rupiah, pada periode
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, adalah sebagai berikut: 30 September 2023 31
Desember 2022 1 Dolar Amerika Serikat 15.487 15.731 Nilai tukar diatas dihitung berdasarkan
rata-rata kurs beli dan jual uang kertas asing dan/atau kurs transaksi terakhir yang dipublikasikan oleh
Bank Indonesia pada akhir tahun.
Properti investasi Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi Investment properties
penyusutan dan penurunan nilai, jika ada, kecuali tanah yang tidak disusutkan. Jumlah tercatat
termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika
kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti
investasi.Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama umur manfaat
ekonomis properti investasi sebagai berikut: Bangunan 20 tahunProperti investasi dihentikan
pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara
permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui
dalam laporan laba rugi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.Transfer ke
properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya
pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika,
terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau
dimulainya pengembangan untuk dijual.Untuk transfer dari properti investasi ke properti yang
digunakan sendiri, biaya yang diperhitungkan untuk akuntansi selanjutnya adalah nilai wajar pada
tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan sendiri oleh Perseroan menjadi properti
investasi, Perseroan mencatat properti tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan
saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya.
Modal saham Kepemilikan saham Perseroan pada periode 30 September 2023 dan periode 31 Desember 2022 Share capital
berdasarkan laporan PT Raya Saham Registra, biro administrasi efek, adalah sebagai berikut: 30
September 2023 dan 31 Desember 2022 Total Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang
Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Total Pengurus Jusuf Sutrisno (Presiden Komisaris) 9.940.000
10,35% 994.000.000 Lawer Supendi (Presiden Direktur) 9.883.000 10,29% 988.300.000 Bukan
Pengurus Lion Holdings Pte. Ltd., Singapura 24.527.000 25,55% 2.452.700.000 Trinidad Investment
Pte. Ltd., Singapura 6.400.000 6,67% 640.000.000 Lain-lain (masing-masing di bawah 5%) 45.250.000
47,14% 4.525.000.000 Total 96.000.000 100,0% 9.600.000.000 Dalam Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2023, yang di Akta notariskan dengan
Akta Notaris No. 76 tanggal 27 Juni 2023 oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, para Pemegang
Saham memutuskan untuk tidak ada pembagian dividen kas dan tidak ada penetapan penggunaan
laba perseroan untuk tahun buku 2022 karena mengalami kerugian pada tahun 2022.Dalam Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2022, yang di Akta
notariskan dengan Akta Notaris No. 19 tanggal 15 Juli 2022 oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di
Jakarta, para Pemegang Saham memutuskan untuk tidak ada pembagian dividen kas dan tidak ada
penetapan penggunaan laba perseroan untuk tahun buku 2021 karena mengalami kerugian pada
tahun 2021.
Page 18
Instrumen keuangan Perseroan mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan. Financial instruments
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. Klasifikasii. Aset keuanganAset keuangan
diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya perolehan
diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui PKL (?FVTOCI?), dan (iii) nilai wajar melalui laba rugi
(?FVTPL?).Perseroan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi
berikut dipenuhi:? Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan? Persyaratan kontraktual dari aset
keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok
dan bunga dari jumlah pokok terutang.Aset keuangan Perseroan terdiri dari kas dan setara kas,
deposito berjangka, piutang usaha-neto dan pinjaman karyawan diklasifikasikan sebagai pinjaman
yang diberikan dan piutang diklasifikasikan sebagai aset yang diukur dengan biaya diamortisasi.
Perseroan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain. ii. Liabilitas keuanganPerseroan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai
(i) liabilitas keuangan diukur pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi. Liabilitas keuangan Perseroan terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, biaya
yang masih harus dibayar, utang dividen dan utang lain-lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perseroan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada
FVTPL.2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. Instrumen Keuangan
(lanjutan)Pengakuan dan Pengukuran i. Aset keuangan Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan
awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Perseroan
dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen
pendanaan yang signifikan dan atau saat Perseroan menerapkan panduan praktis, pada saat
pengakuan awal Perseroan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset
keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki
komponen pendanaan yang signifikan atau ketika Perseroan menerapkan panduan praktis, diukur
sesuai harga transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72. Pembelian atau penjualan aset
keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan
atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu
tanggal Perseroan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut. Pengukuran aset
keuangan tergantung pada klasifikasinya. Semua aset keuangan Perseroan diklasifikasikan sebagai
aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang).Aset keuangan diukur pada
biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan metode suku bunga efektif
dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset
dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Perhitungan tersebut
mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan
biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.ii. Liabilitas keuangan
Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Perseroan
untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika
liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri
yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan. Seluruh liabilitas keuangan Perseroan diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perseroan tidak memiliki liabilitas
keuangan yang diklasifikasikan sebagai FVTPL. Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan
kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain hingga liabilitas dihentikan
pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Biaya perolehan
Page 19
dimortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini umumnya berlaku untuk pinjaman berbunga dan pinjaman lainnya.2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. Instrumen Keuangan (lanjutan)Metode Suku Bunga Efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih pada saat pengakuan awal.Saling Hapus dari Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.Penurunan Nilai Aset KeuanganPerseroan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (?ECL?) untuk seluruh instrumen utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perseroan, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah ECL 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur ECL).Karena piutang usaha dan aset kontrak tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Perseroan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Perseroan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Perseroan membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. Instrumen Keuangan (lanjutan)Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) Perseroan mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perseroan juga dapat menganggap aset keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perseroan tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.Penghentian Pengakuani. Aset keuanganSuatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:(a) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau(b) Perseroan mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut,
Page 20
atau (ii) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan
tersebut.Ketika Perseroan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass through arrangement), dan secara substansial tidak
mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun mentransfer
pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Perseroan terhadap
aset keuangan tersebut.Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang
ditransfer diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari
pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali.Dalam hal ini, Perseroan juga
mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas terkait diukur dengan dasar yang
mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Perseroan. Pada penghentian pengkuan aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara nilai tercatat aset dan
jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Selain itu, pada penghentian
pengakuan investasi dalam instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai FVOCI, keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, direklasifikasi ke
laba rugi. Sebaliknya, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah
dipilih Perseroan pada pengakuan awal untuk diukur di FVOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif
yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi,
tetapi dipindahkan ke saldo labaii. Liabilitas keuanganLiabilitas keuangan dihentikan pengakuannya
ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Selisih
antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan
dan utang diakui dalam laba rugi.Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari
pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi
secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau
modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas
keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Perseroan Events after reporting period
pada periode pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa
setelah periode pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material
terhadap laporan keuangan.
Penerapan standar akuntansi baru Dalam tahun berjalan, Perseroan telah menerapkan sejumlah amendemen/ penyesuaian PSAK yang Adoption of new accounting standards
relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1
Januari 2022. Penerapan atas PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi
Perseroan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan
atau tahun-tahun sebelumnya. - PSAK 73 (Amendemen), ?Sewa?: Konsensi sewa terkait Covid-19
setelah 30 Juni 2021Amendemen tersebut memperpanjang kebijakan praktis konsesi sewa terkait
Covid-19 dimana segala bentuk pengurangan pembayaran sewa hanya memengaruhi pembayaran
sewa pada atau sebelum tanggal 30 Juni 2022.- PSAK 71 (Penyesuaian Tahunan 2020), ?Instrumen
Keuangan? PSAK 71 (Penyesuaian 2020) mengklarifikasi fee (imbalan) yang diakui oleh peminjam
terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan. Dalam menentukan fee (imbalan) yang dibayarkan
setelah dikurangi fee (imbalan) yang diterima, peminjam hanya memasukkan fee (imbalan) yang
dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman, termasuk fee (imbalan) yang dibayar
atau diterima baik peminjam atau pemberi pinjaman atas nama pihak lain.- PSAK 73 (Penyesuaian
Tahunan 2020), ?Sewa?PSAK 73 (Penyesuaian Tahunan 2020) menghilangkan dari contoh ilustrasi
Page 21
penggantian biaya properti sewaan dari pesewa untuk mengatasi potensi kebingungan terkait
perlakuan insentif sewa yang mungkin timbul karena bagaimana insentif sewa diilustrasikan dalam
contoh tersebut.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Pada tanggal persetujuan laporan keuangan, standar dan amendemen-amendemen atas PSAK yang Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif relevan bagi Perseroan, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini effective
diijinkan, adalah sebagai berikut:Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari
2023? PSAK 1 (Amendemen), ?Penyajian Laporan Keuangan?: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka PanjangAmendemen PSAK 1, ?Penyajian Laporan Keuangan? mengklarifikasi
bahwa kewajiban diklasifikasikan sebagai jangka pendek atau jangka panjang, berdasarkan pada hak
yang ada pada akhir periode pelaporan. Klasifikasi tidak terpengaruh oleh ekspektasi entitas atau
peristiwa setelah tanggal pelaporan (misalnya penerimaan waiver atau pelanggaran perjanjian).
Amendemen tersebut juga mengklarifikasi apa yang dimaksud PSAK 1 perihal 'penyelesaian'
liabilitas.Amendemen tersebut dapat memengaruhi klasifikasi liabilitas, terutama untuk entitas yang
sebelumnya mempertimbangkan intensi manajemen untuk menentukan klasifikasi dan untuk beberapa
liabilitas yang dapat dikonversi menjadi ekuitas.? PSAK 1 (Amendemen), ?Penyajian Laporan
Keuangan?: Pengungkapan Kebijakan AkuntansiAmendemen ini memberikan panduan dan contoh
untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan
akuntansi. Amendemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan
kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan
kebijakan akuntansi 'signifikan entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi
'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep
materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi.? PSAK 16
(Amendemen), ?Aset Tetap?: Hasil Sebelum Penggunaan yang DiintensikanAmendemen tersebut
melarang entitas untuk mengurangi biaya perolehan aset tetap dari penerimaan dari penjualan yang
dihasilkan oleh aset tetap sebelum penggunaan yang diintensikan. Penerimaan atas penjualan
memenuhi definisi pendapatan dan oleh karena itu harus diakui dalam laba rugi.? PSAK 46
(Amendemen), ?Pajak Penghasilan?: Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari
Transaksi TunggalAmendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak
tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi
perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.Efektif untuk periode
yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024? PSAK 1 (Amendemen), ?Penyajian Laporan
Keuangan?: Liabilitas Jangka Panjang dengan KovenanDalam amendemen ini liabilitas jangka panjang
dengan kovenan disajikan sebagai liabilitas jangka pendek atau panjang bergantung pada ada atau
tidaknya hak untuk menunda penyelesaian liabilitas. Kovenan dalam hal ini dibagi menjadi kovenan
yang memengaruhi dan tidak memengaruhi hak untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya 12
bulan setelah periode pelaporan.? PSAK 73 (Amendemen), ?Sewa?: Liabilitas Sewa dalam Jual dan
Sewa BalikAmendemen ini memberikan penegasan atas pengukuran selanjutnya untuk aset hak-guna
dan liabilitas sewa dari transaksi jual dan sewa-balik. Penjual-penyewa (seller-lessee) mengukur
liabilitas sewa dengan suatu cara sehingga tidak akan mengakui jumlah keuntungan atau kerugian
yang terkait dengan hak guna atas aset yang masih dipertahankannya.Sampai dengan tanggal
penerbitan laporan keuangan, dampak dari penerapan standar dan amendemen tersebut terhadap
laporan keuangan tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen.
Page 22
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 17,525,176,479 17,525,176,479 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
12,731,748,840 133,699,726 12,865,448,566
dimiliki langsung improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
53,662,003,849 53,662,003,849
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
1,070,318,412 1,070,318,412
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
1,976,698,342 1,976,698,342
langsung
Lainnya, dimiliki langsung 4,338,535,456 4,338,535,456 Others, directly owned
Dimiliki langsung 91,304,481,378 133,699,726 91,438,181,104 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
91,304,481,378 133,699,726 91,438,181,104
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, accumulated
4,409,825,871 433,540,800 4,843,366,671
dimiliki langsung improvement, directly owned depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
37,726,091,262 1,492,308,000 39,218,399,262
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
1,048,317,129 22,001,283 1,070,318,412
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
1,954,919,368 21,778,974 1,976,698,342
langsung
Lainnya, dimiliki langsung 2,176,071,757 111,213,000 2,287,284,757 Others, directly owned
Dimiliki langsung 47,315,225,387 2,080,842,057 49,396,067,444 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
47,315,225,387 2,080,842,057 49,396,067,444
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
43,989,255,991 42,042,113,660
equipment
Page 23
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 17,525,176,479 17,525,176,479 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
12,731,748,840 12,731,748,840
dimiliki langsung improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
53,662,003,849 53,662,003,849
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
1,070,318,412 1,070,318,412
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
1,976,698,342 1,976,698,342
langsung
Lainnya, dimiliki langsung 4,338,535,456 4,338,535,456 Others, directly owned
Dimiliki langsung 91,304,481,378 91,304,481,378 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
91,304,481,378 91,304,481,378
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, accumulated
3,831,771,780 578,054,091 4,409,825,871
dimiliki langsung improvement, directly owned depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
35,649,613,531 2,076,477,731 37,726,091,262
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
986,527,921 61,789,208 1,048,317,129
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
1,931,671,435 23,247,933 1,954,919,368
langsung
Lainnya, dimiliki langsung 2,027,788,532 148,283,225 2,176,071,757 Others, directly owned
Dimiliki langsung 44,427,373,199 2,887,852,188 47,315,225,387 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
44,427,373,199 2,887,852,188 47,315,225,387
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
46,877,108,179 43,989,255,991
equipment
Page 24
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Penyusutan dibebankan pada akun berikut:30 September 2023 31 Desember 2022 Beban pokok Disclosure of notes for property, plant and
penjualan Beban penjualan (Catatan 17) 2.037.061.800 2.802.815.047 Beban usaha (Catatan 18): equipment
Penjualan 21.778.974 23.247.933 Umum dan administrasi 22.001.283 61.789.208 Total 2.080.842.057
2.887.852.188 Seluruh aset tetap kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko
lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp
33.000.000.000 dan AS$ 4.770.000 pada periode 2023 dan 2022. Manajemen berpendapat bahwa
nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian akibat kebakaran dan risiko
lainnya.Perseroan memiliki tanah atas lokasi pabrik di Jakarta dan Sidoarjo. Hak Guna Bangunan
(HGB) atas masing-masing tanah tersebut berakhir antara tahun 2027 dan 2046. Manajemen
berkeyakinan bahwa kepemilikan hak atas tanah tersebut dapat diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat semua aset tetap dapat terealisasi seluruhnya, dan oleh
karena itu, tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai aset.
Page 25
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
Page 26
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
Page 27
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Page 28
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Penjualan neto merupakan pendapatan dari penjualan weldmesh sebesar Rp 78.839.034.578 pada 30 Disclosure of notes for revenue
September 2023 dan Rp 134.813.543.946 pada 30 September 2022. Pada periode 30 September
2023 terdapat penjualan kepada PT Dantosan Precon Perkasa sejumlah Rp 13.014.751.400 atau
sebesar 16,51% dan 30 September 2022 penjualan kepada PT Bonna Indonesia sebesar Rp
16.607.467.500 atau 12,32% dari total penjualan.
Page 29
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari produk Product revenue 1
78,839,034,578 134,813,543,946
1
Pendapatan dari Product revenue
78,839,034,578 134,813,543,946
produk
Page 30
[1618000] Notes to the financial statements - Revenue By Source - General
Industry
Catatan untuk sumber pendapatan Notes for revenue by source
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari Domestic revenue 1
78,839,034,578 134,813,543,946
domestik 1
Pendapatan domestik 78,839,034,578 134,813,543,946 Domestic revenue
Sumber pendapatan 78,839,034,578 134,813,543,946 Source of revenue
Page 31
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan Penyisihan penurunan
Piutang usaha, kotor Piutang usaha Piutang usaha, kotor Piutang usaha
nilai piutang usaha nilai piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 18,077,681,114 16,527,072,470 IDR Third party
Mata uang 18,077,681,114 ( 3,271,977,730 ) 14,805,703,384 16,527,072,470 ( 3,271,977,730 ) 13,255,094,740 Currency
Page 32
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan Penyisihan penurunan
Piutang usaha, kotor Piutang usaha Piutang usaha, kotor Piutang usaha
nilai piutang usaha nilai piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Belum jatuh Umur Aging Not yet due
8,674,816,643 8,359,405,774
tempo
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 4,361,681,266 3,832,538,360 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 2,452,465,049 1,562,286,018 31 - 60 days
61 - 90 hari 286,493,121 61 - 90 days
91 - 120 hari 2,588,718,156 2,486,349,197 91 - 120 days
Umur 9,402,864,471 8,167,666,696 Aging
Jatuh tempo Umur 18,077,681,114 ( 3,271,977,730 ) 14,805,703,384 16,527,072,470 ( 3,271,977,730 ) 13,255,094,740 Aging Due status
Page 33
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha 30 September 2023 31 Desember 2022 Distributor 6.893.611.439 10.416.318.590 Pedagang eceran Disclosure of notes for trade receivables
6.505.710.572 3.428.788.530 Kontraktor 4.678.359.103 2.681.965.350 Total 1 8.077.681.114
16.527.072.470 Penyisihan atas kerugian kredit ekspetasian (3.271.977.730 ) (3.271.977.730 )Total -
neto 14.805.703.384 13.255.094.740 Cadangan kerugian kredit untuk piutang usaha telah diukur
sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang usaha diestimasi berdasarkan matriks provisi
dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur di masa lalu dan analisis posisi keuangan
debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum
industri dimana debitur beroperasi. Cadangan ECL untuk piutang usaha berdasarkan matriks provisi
Jatuh tempo 30 September 2023 Belum jatuh 31 ? 60 61 ? 90 > 90 tempo < 30 hari hari Hari hari
Jumlah Tingkat kerugian kredit ekspektasian 3,63% 11,26% 12,69% 0,00% 83,24% Estimasi jumlah
tercatat bruto pada saat gagal bayar 8.674.816.644 4.361.681.266 2.452.465.049 0 2.588.718.156
18.077.681.114 ECL sepanjang umur (314.826.312 ) (491.158.587 ) (311.196.265 ) 0 (2.154.796.566 )
(3.271.977.730 ) Jumlah 14.805.703.384 Jatuh tempo 31 Desember 2022 Belum jatuh 31 ? 60 61 ? 90
> 90 tempo < 30 hari hari Hari hari Jumlah Tingkat kerugian kredit ekspektasian 3,77% 7,21% 19,92%
74,95% 86,67% Estimasi jumlah tercatat bruto pada saat gagal bayar 8.359.405.774 3.832.538.360
1.562.286.018 286.493.121 2.486.349.197 16.527.072.470 ECL sepanjang umur (314.826.312 )
(276.421.724 ) (311.196.265 ) (214.736.863 ) (2.154.796.566 ) (3.271.977.730 ) Jumlah
13.255.094.740 Mutasi penyisihan atas ECL piutang usaha adalah sebagai berikut: 30 September
2023 31 Desember 2022 Pada awal tahun 3.271.977.730 3.331.565.696 Pembalikan penyisihan tahun
berjalan - (59.587.966 ) Pada akhir periode 3.271.977.730 3.271.977.730 Manajemen berkeyakinan
bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang tersebut cukup untuk menutupi kerugian dari tidak
tertagihnya piutang usaha.Piutang usaha - pihak ketiga digunakan sebagai jaminan atas fasilitas
pinjaman utang bank (Catatan 10).
Page 34
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 September 2023 31 December 2022
Barang jadi 15,656,183,165 21,998,357,323 Finished goods
Barang dalam proses 1,882,432,154 1,266,179,871 Work in process
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
3,471,676,381 4,256,936,191
pembantu
Suku cadang 2,064,572,376 1,927,204,735 Spareparts
Persediaan, kotor 23,074,864,076 29,448,678,120 Inventories, gross
Persediaan 23,074,864,076 29,448,678,120 Inventories
Persediaan lancar 23,074,864,076 29,448,678,120 Current inventories
Page 35
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Persediaan diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis Disclosure of notes for inventories
dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 20.265.000.000 pada periode 30 September
2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup
untuk menutupi kemungkinan kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya atas aset yang
dipertanggungkan.Berdasarkan penelaahan atas kondisi persediaan pada akhir tahun, manajemen
berkeyakinan bahwa persediaan dapat direalisasikan pada nilai tercatatnya, dan tidak diperlukan
adanya penyisihan untuk persediaan barang usang.Persediaan digunakan sebagai jaminan atas
fasilitas pinjaman utang bank (Catatan 10).
Page 36
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 September 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 4,660,544,801 6,761,903,823 IDR Third party
Mata uang 4,660,544,801 6,761,903,823 Currency
Page 37
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Page 38
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Utang usaha merupakan liabilitas atas pembelian bahan baku produksi dan bahan pendukung kepada Disclosure of notes for trade payables
para pemasok sebagai berikut: 30 September 2023 31 Desember 2022 Pihak ketiga PT Master Steel
4.353.127.208 4.952.944.010 PT Kingdom Indah - 1.671.347.993 Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp 100 juta) 307.417.593 137.611.820 Total 4.660.544.801 6.761.903.823 Pada tanggal 30 September
2023 dan 31 Desember 2022, seluruh nilai tercatat utang usaha berdenominasi Rupiah
Page 39
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 September 2023 30 September 2022
Persediaan bahan baku awal 4,256,936,191 10,114,291,163 Beginning raw inventory
Pembelian bahan baku 59,680,743,900 114,257,822,049 Purchased raw inventory
Persediaan bahan baku akhir 3,471,676,381 6,520,781,141 Ending raw inventory
Bahan baku yang digunakan 60,466,003,710 117,851,332,071 Raw inventory used
Upah, tenaga kerja langsung 5,023,512,067 5,512,940,711 Wages and direct labor
Depresiasi 2,037,061,800 2,802,815,047 Depreciation
Biaya pabrikasi lainya 3,540,349,888 3,097,057,194 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 71,066,927,465 129,264,145,023 Total production cost
Barang setengah jadi awal 1,266,179,871 2,797,648,741 Beginning wip inventory
Barang setengah jadi akhir 1,882,432,154 2,257,486,231 Ending wip inventory
Harga pokok produksi 70,450,675,182 129,804,307,533 Cost of goods manufactured
Barang jadi awal 21,998,357,323 24,128,992,182 Beginning finish goods inventory
Barang jadi akhir 15,656,183,165 22,306,629,507 Ending finish goods inventory
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
76,792,849,340 131,626,670,208
pendapatan
Page 40
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Terdapat pembelian dari pemasok-pemasok pihak ketiga tertentu yang melebihi 10% dari penjualan Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan neto dengan rincian sebagai berikut: Persentase dari Total penjualan neto 30 September 2023 30
September 2022 30 September 2023 30 September 2022 Pembelian PT Master Steel 40.323.633.913
70.819.879.788 51% 52% PT Royal Indah Perkasa - 24.755.186.049 - 18% PT Kingdom Indah
8.753.646.830 - 11% - PT Ispat Indo 9.069.024.450 10.249.090.543 12% 8% Total 58.146.305.193
105.824.156.380 74% 78%
Page 41
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 42
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 43
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Page 44
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 45
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 46
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.