Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 116
Page 1
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya Laporan keuangan konsolidasian tanggal 30 September 2023 (tidak diaudit) dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (tidak diaudit)
Page 2
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(TIDAK DIAUDIT)
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 2
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 3-4 -
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6-113
Page 3
Page 4
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas - bersih 3,32,37 25.905 31.947
Aset keuangan lancar lainnya - bersih 4,32,37 1.773 1.349
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
kerugian kredit ekspektasian
Pihak berelasi 5,32,37 1.682 1.620
Pihak ketiga 5,37 8.213 7.014
Aset kontrak - bersih 6,32,37 2.457 2.457
Piutang lain-lain - bersih 37 576 245
Persediaan - bersih 7 1.475 1.144
Aset tersedia untuk dijual 11b 6 6
Biaya kontrak 9 734 671
Pajak dibayar di muka 27a 2.784 1.464
Tagihan restitusi pajak 27b 1 380
Aset lancar lainnya 8,32 5.122 6.760
Jumlah Aset Lancar 50.728 55.057
ASET TIDAK LANCAR
Aset kontrak - bersih 6,32,37 14 34
Investasi jangka panjang 10,37 8.714 8.653
Biaya kontrak 9 1.519 1.741
Aset tetap 11,32,35a 176.438 173.329
Aset hak-guna 12 21.508 20.336
Aset takberwujud 14 8.023 8.302
Aset pajak tangguhan - bersih 27f 4.396 4.117
Aset tidak lancar lainnya 13,27,32,37 4.872 3.623
Jumlah Aset Tidak Lancar 225.484 220.135
JUMLAH ASET 276.212 275.192
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 15,32,37 472 431
Pihak ketiga 15,37 12.973 18.026
Liabilitas kontrak 17a,32 6.520 6.295
Utang lain-lain 37 477 463
Utang pajak 27c 4.803 5.372
Beban yang masih harus dibayar 16,32,37 13.044 15.445
Deposit pada pelanggan 32 2.944 2.382
Utang bank jangka pendek 18a,32,37 11.796 8.191
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 18b,32,37 11.977 8.858
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun 12,37 5.689 4.925
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 70.695 70.388
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 27f 1.051 1.023
Liabilitas kontrak 17b,32 2.532 1.561
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja 31 1.158 1.031
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan
pasca kerja lainnya 30 11.463 10.272
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya 19,32,37 26.345 27.331
Liabilitas sewa 12,37 13.192 13.736
Liabilitas lainnya 283 588
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 56.024 55.542
JUMLAH LIABILITAS 126.719 125.930
EKUITAS
Modal saham 21 4.953 4.953
Tambahan modal disetor 2.711 2.711
Komponen ekuitas lainnya 22 9.664 9.697
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 29 15.337 15.337
Belum ditentukan penggunaanya 98.028 96.560
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk - bersih 130.693 129.258
Kepentingan nonpengendali 20 18.800 20.004
JUMLAH EKUITAS 149.493 149.262
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 276.212 275.192
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
1
Page 5
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023 dan 2022 (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
Catatan 2023 2022
PENDAPATAN 23,32 111.238 108.874
BIAYA DAN BEBAN
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 25,32 (28.864) (27.167)
Beban penyusutan dan amortisasi 11,12,14 (24.081) (25.018)
Beban karyawan 24 (11.678) (11.155)
Beban umum dan administrasi 26,32 (4.520) (4.449)
Beban interkoneksi 32 (4.525) (3.865)
Beban pemasaran 32 (2.588) (2.779)
Kerugian yang belum direalisasi dari perubahan
nilai wajar atas investasi 10 (182) (3.084)
Penghasilan lain-lain - bersih 223 48
(Rugi) laba selisih kurs - bersih (41) 168
LABA USAHA 34.982 31.573
Penghasilan pendanaan 32 758 627
Biaya pendanaan 32 (3.462) (3.009)
Bagian laba investasi jangka panjang pada entitas asosiasi 10 4 6
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 32.282 29.197
(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN 27d
Pajak kini (6.897) (7.278)
Pajak tangguhan 4 897
(6.893) (6.381)
LABA PERIODE BERJALAN 25.389 22.816
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang akan
direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Selisih kurs penjabaran 22 (33) 201
Bagian penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi 10b - 1
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang tidak akan
direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Rugi aktuaria program manfaat pasti - bersih 30 (1.429) (1)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih (1.462) 201
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 23.927 23.017
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 19.499 16.581
Kepentingan nonpengendali 20 5.890 6.235
25.389 22.816
Jumlah laba komprehensif periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 18.037 16.782
Kepentingan nonpengendali 5.890 6.235
23.927 23.017
LABA PER SAHAM DASAR
(dalam jumlah penuh) 28
Laba bersih per saham 196,84 167,38
Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS) 19.683,59 16.737,97
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
2
Page 6
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023 dan 2022 (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Saldo laba
Tambahan Belum
Modal modal Komponen Ditentukan ditentukan Jumlah Kepentingan Jumlah
Uraian Catatan saham disetor ekuitas lainnya penggunaannya penggunaannya bersih nonpengendali ekuitas
Saldo, 1 Januari 2023 4.953 2.711 9.697 15.337 96.560 129.258 20.004 149.262
Penambahan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
entitas anak 1e - - - - - - 2.713 2.713
Penyesuaian kepentingan nonpengendali - - - - - - 13 13
Dividen kas 29 - - - - (16.602) (16.602) (9.802) (26.404)
Modal saham kepentingan nonpengendali
yang diperoleh kembali 1e - - - - - - (18) (18)
Laba periode berjalan 20 - - - - 19.499 19.499 5.890 25.389
Penghasilan komprehensif lain - bersih - - (33) - (1.429) (1.462) - (1.462)
Saldo, 30 September 2023 4.953 2.711 9.664 15.337 98.028 130.693 18.800 149.493
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
3
Page 7
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023 dan 2022 (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Saldo laba
Tambahan Belum
Modal modal Komponen Ditentukan ditentukan Jumlah Kepentingan Jumlah
Uraian Catatan saham disetor ekuitas lainnya penggunaannya penggunaannya bersih nonpengendali ekuitas
Saldo, 1 Januari 2022 4.953 2.711 9.395 15.337 89.250 121.646 23.753 145.399
Penambahan setoran modal dari nonpengendali entitas anak - - - - - - 45 45
Penyesuaian kepentingan nonpengendali - - - - - - 12 12
Dividen kas 29 - - - - (14.856) (14.856) (7.537) (22.393)
Modal saham yang diperoleh kembali 1e - - - - - - (681) (681)
Laba periode berjalan 20 - - - - 16.581 16.581 6.235 22.816
Penghasilan komprehensif lain - bersih - - 201 - - 201 - 201
Saldo, 30 September 2022 4.953 2.711 9.596 15.337 90.975 123.572 21.827 145.399
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
4
Page 8
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023 dan 2022 (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
Catatan 2023 2022
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain 111.475 107.580
Penerimaan dari pendapatan bunga 755 622
Penerimaan restitusi pajak 100 2.530
Pembayaran kas untuk beban (41.740) (34.063)
Pembayaran kas kepada karyawan (12.877) (11.457)
Pembayaran pajak penghasilan badan dan final (8.001) (6.893)
Pembayaran beban bunga (3.548) (3.066)
Pembayaran sewa jangka pendek dan bernilai rendah 12 (2.234) (2.371)
Pembayaran pajak pertambahan nilai - bersih (1.112) (1.941)
Pembayaran kas lainnya - bersih (41) (75)
Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi 42.777 50.866
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Hasil dari klaim asuransi 11 160 267
Hasil dari penjualan aset tetap 11 83 391
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi 10 14 10
Pembelian aset tetap 11,39 (22.733) (23.252)
Akuisisi menara telekomunikasi oleh anak perusahaan 1e (1.684) -
Pembelian aset takberwujud 14,39 (1.588) (1.762)
Penempatan pada aset keuangan lancar lainnya - bersih (427) (207)
Penambahan investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 10 (315) (1.190)
Penurunan (kenaikan) uang muka dan aset lainnya 13 228 (1.018)
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi (26.262) (26.761)
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya 18,19 32.196 31.564
Penerimaan setoran modal pada entitas anak dari pemegang
saham nonpengendali 1e 2.713 45
Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya 18,19 (26.448) (34.487)
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
Perusahaan 21 (16.602) (14.856)
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
nonpengendali entitas anak 20 (9.802) (7.537)
Pembayaran kewajiban sewa (4.556) (5.764)
Pembelian saham kembali pemegang saham
nonpengendali entitas anak 1e (18) -
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan (22.517) (31.035)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (6.002) (6.930)
DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN
SETARA KAS (39) 277
PENYISIHAN KERUGIAN KREDIT EKSPEKTASIAN (1) (1)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 3 31.947 38.311
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 3 25.905 31.657
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
5
Page 9
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan informasi umum
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya
merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan dan beroperasi secara komersial
pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal 27 Maret
1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.
Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah
menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah
Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) (Catatan 21).
Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H. No. 128 tanggal 24 September
1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan No. 210. Anggaran
Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, perubahan terakhir dilakukan sehubungan dengan
kebutuhan Perusahaan untuk melakukan penyesuaian kegiatan usaha dalam Anggaran Dasar
dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2020.
Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan di atas sebagaimana dituangkan dalam Akta Notaris
Ashoya Ratam, S.H., M.Kn. No. 37 tanggal 22 Juni 2022. Perubahan telah diterima dan disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Keputusan
Menkumham No. AHU-0044650.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 29 Juni 2022 tentang Persetujuan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
melakukan usaha di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta
optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan barang
dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan
guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha yang
secara umum meliputi:
i. Usaha utama:
(a) Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan,
memasarkan/menjual/menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika
dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan.
(b) Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual, dan meningkatkan
layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan.
(c) Melakukan investasi, termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan
dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.
ii. Usaha penunjang:
(a) Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan
telekomunikasi dan informatika.
(b) Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki
Perusahaan, antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem informasi,
fasilitas pendidikan dan pelatihan, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan.
(c) Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika,
komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, komunikasi
dan teknologi, sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.
6
Page 10
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
1. UMUM (lanjutan)
a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)
Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, beralamatkan di Jalan Japati
No. 1, Bandung.
Perusahaan memiliki beberapa izin penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa dari Pemerintah yang
berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada ketentuan
perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam
izin-izin tersebut. Untuk setiap izin yang diterbitkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika
(“Menkominfo”), evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun.
Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan
izin-izin tersebut di atas setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan
Informatika (“DJPPI”), sebelumnya adalah Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”).
Laporan tersebut meliputi beberapa informasi, seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian
standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi
pelayanan universal. Sementara, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik, jasa interkoneksi
internet, dan jasa akses internet, terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan, seperti kinerja
operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan bruto.
Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut:
Tanggal penetapan/
Izin No. Izin Jenis jasa perpanjangan
Izin penyelenggaraan jasa 127/KEP/DJPPI/ Jasa internet teleponi 30 Maret 2016
internet teleponi untuk KOMINFO/3/2016 untuk keperluan publik
keperluan publik
Izin penyelenggaraan jasa 2176/KEP/M.KOMINFO/ Jasa akses internet 30 Desember 2016
akses internet 12/2016
Izin penyelenggaraan jasa 1040/KEP/M.KOMINFO/ Jasa penyediaan konten 16 Mei 2017
penyediaan konten 16/2017
Izin penyelenggaraan jasa 1004/KEP/M.KOMINFO/ Jasa interkoneksi internet 26 Desember 2018
interkoneksi internet 2018
Izin penyelenggaraan jasa 046/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan sistem 3 Agustus 2020
sistem komunikasi data 02/2020 komunikasi data
Izin penyelenggaran jasa 022/KEP/M.KOMINFO/ Jasa multimedia layanan 25 Februari 2021
untuk kategori layanan 02/2021 IPTV
IPTV
Izin penerbit uang elektronik Izin Bank Indonesia Penerbit uang elektronik 1 Juli 2021
dan penyelenggara 23/587/DKSP/Srt/B dan penyelenggara
transfer dana transfer dana
Izin penyelenggaraan 073/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap 23 Agustus 2021
jaringan tetap sambungan 02/2021 sambungan
langsung jarak jauh langsung jarak jauh
Izin penyelenggaraan 082/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap 8 Oktober 2021
jaringan tetap sambungan 02/2021 sambungan
internasional internasional
Izin penyelenggaraan 094/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap tertutup 9 Desember 2021
jaringan tetap tertutup 02/2021
Izin penyelenggaran jaringan 095/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap lokal 9 Desember 2021
tetap lokal berbasis 02/2021 berbasis circuit
circuit switched switched dan packet
switched
7
Page 11
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
Karyawan
i. Dewan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 35 tanggal 23 Juni 2023
dan No. 34 tanggal 18 Juni 2021, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Komisaris Utama/ Bambang Permadi Bambang Permadi
HIDDEN_ROW
Komisaris Independen Soemantri Brojonegoro Soemantri Brojonegoro
Komisaris Independen Wawan Iriawan Wawan Iriawan
Komisaris Independen Bono Daru Adji Bono Daru Adji
Komisaris Independen Abdi Negara Nurdin Abdi Negara Nurdin
Komisaris Arya Mahendra Sinulingga Arya Mahendra Sinulingga
Komisaris Marcelino Rumambo Pandin Marcelino Rumambo Pandin
Komisaris Ismail Ismail
Komisaris Rizal Mallarangeng Rizal Mallarangeng
Komisaris Isa Rachmatarwata Isa Rachmatarwata
Komisaris Silmy Karim -
Direktur Utama Ririek Adriansyah Ririek Adriansyah
Direktur Enterprise & Business Service F.M. Venusiana R. F.M. Venusiana R.
Direktur Digital Business Muhamad Fajrin Rasyid Muhamad Fajrin Rasyid
Direktur Human Capital Management Afriwandi Afriwandi
Direktur Keuangan dan
Manajemen Risiko Heri Supriadi Heri Supriadi
Direktur Network & IT Solution Herlan Wijanarko Herlan Wijanarko
Direktur Strategic Portfolio Budi Setyawan Wijaya Budi Setyawan Wijaya
Direktur Wholesale &
International Services Bogi Witjaksono Bogi Witjaksono
Direktur Group Business Development Honesti Basyir -
Direktur Consumer Service - F.M. Venusiana R.
ii. Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit
Susunan Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Ketua Bono Daru Adji Bono Daru Adji
Anggota Bambang Permadi Bambang Permadi
Soemantri Brojonegoro Soemantri Brojonegoro
Anggota Wawan Iriawan Wawan Iriawan
Anggota Abdi Negara Nurdin Abdi Negara Nurdin
Anggota Emmanuel Bambang Suyitno Emmanuel Bambang Suyitno
Anggota Edy Sihotang Edy Sihotang
Corporate Secretary Edwin Julianus Sebayang R. Achmad Faisal
Internal Audit Daru Mulyawan Daru Mulyawan
iii. Karyawan
Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak (secara kolektif disebut “Grup”) pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing adalah 20.697 orang dan 20.951
orang.
8
Page 12
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Penawaran umum efek Perusahaan
Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering
atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A
Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah
menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham
Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dan
penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas
700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.
Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham
Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai
insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun
terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham
Seri B.
Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, pada
RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk
meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor
melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.666.640 lembar saham. Pembagian saham bonus
kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Pada tanggal 16
Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamendemen
dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku
efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tidak berdampak
terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-
Undang tersebut.
Pada bulan Desember 2001, Pemerintah menjual 1.200.000.000 saham atau 11,9% dari jumlah
saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham
atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.
Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris A. Partomuan Pohan,
S.H., LLM. No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan
saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Untuk 1 saham Seri A
Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai
nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Jumlah modal saham dasar
Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.999.999.999
saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B, dan jumlah
modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B.
Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.
Pada Rapat Umum Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2005
dan RUPST pada tanggal 29 Juni 2007, 20 Juni 2008, dan 19 Mei 2011, para pemegang saham
Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I, II, III, dan IV program Perusahaan untuk
membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan.
Selama periode 21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007, Perusahaan telah melakukan
pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I). Pada
tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut.
9
Page 13
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)
Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
M.Kn., No. 38 tanggal 19 April 2013, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
Perusahaan atas saham treasuri yang diakuisisi dalam tahap III. Berdasarkan keputusan RUPST
Perusahaan tanggal 19 April 2013 yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 tanggal 19 April 2013
oleh Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham
Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna
dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50
dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah
pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B menjadi 1
saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri B. Jumlah modal saham ditempatkan
Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B menjadi 1
saham Seri A Dwiwarna dan 100.799.996.399 saham Seri B. Setelah pemecahan saham, setiap ADS
mewakili 200 saham Seri B. Efektif tanggal 26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan rasio
Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham Seri
B (Catatan 21). Informasi laba bersih per ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lainnya konsolidasian telah disesuaikan dengan perubahan rasio ini.
Pada tanggal 16 Mei dan 5 Juni 2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada
Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE.
Pada tanggal 30 September 2023, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan
37.264.181 ADS telah dicatatkan pada NYSE (Catatan 21).
Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun
2015 masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun,
Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C
yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu
30 (tiga puluh) tahun dan masing-masing telah dicatatkan di BEI (Catatan 19b).
Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasuri tahap III.
Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan menjual saham treasuri tahap IV.
Pada RUPST tanggal 27 April 2018 yang diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn.,
No. 54, para pemegang saham menyetujui pembatalan 1.737.779.800 saham treasuri dengan
mengurangi modal saham Perseroan.
10
Page 14
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas anak
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah mengkonsolidasikan
laporan keuangan semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai
berikut (Catatan 2b dan 2d):
i. Entitas anak dengan kepemilikan langsung:
Tahun Jumlah aset sebelum
dimulainya Persentase kepemilikan* eliminasi
operasi 30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
Entitas anak Jenis usaha komersial 2023 2022 2023 2022
PT Telekomunikasi Jasa jaringan dan layanan 1995 70 65 104.172 100.991
Selular telekomunikasi seluler
(“Telkomsel”)
PT Dayamitra Penyewaan menara 1995 72 72 56.352 56.072
Telekomunikasi Tbk. telekomunikasi dan jasa
(“Mitratel”) telekomunikasi lainnya
PT Multimedia Jasa jaringan telekomunikasi 1998 100 100 19.136 18.710
Nusantara dan multimedia
(“Metra”)
PT Telekomunikasi Jasa telekomunikasi dan 1995 100 100 14.376 13.949
Indonesia informasi internasional
International
(“Telin”)
PT Sigma Cipta Jasa konsultasi piranti 1988 100 100 7.681 8.522
Caraka keras, piranti lunak
(“Sigma”) komputer, dan pusat
penyimpanan data
(data center)
PT Telkom Satelit Telekomunikasi - 1996 100 100 7.448 6.470
Indonesia menyediakan sistem
(“Telkomsat”) komunikasi satelit, jasa
dan sarana terkait
PT Graha Sarana Pembangunan, perdagangan, 1982 100 100 5.855 5.865
Duta jasa, dan pengangkutan
("GSD") darat
PT Telkom Akses Pembangunan, jasa dan 2013 100 100 4.568 5.308
(“Telkom Akses”) perdagangan bidang
telekomunikasi
PT Telkom Data Data center 1996 100 100 3.512 3.202
Ekosistem
(“TDE”)
PT Metra-Net Jasa portal multimedia 2009 100 100 1.952 1.731
(“Metra-Net”)
PT Infrastruktur Pembangunan, jasa dan 2014 100 100 1.336 1.360
Telekomunikasi perdagangan bidang
Indonesia telekomunikasi
(“Telkom Infra”)
PT PINS Indonesia Jasa dan pembangunan 1995 100 100 813 797
(“PINS”) telekomunikasi
PT Napsindo Primatel Telekomunikasi - 1999; 60 60 5 5
Internasional menyediakan Network, berhenti
(“Napsindo”) Access Point ("NAP"), beroperasi
Voice Over Data ("VOD"), pada
dan jasa terkait lainnya tanggal
13 Januari
2006
*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
Semua entitas anak dengan kepemilikan langsung berdomisili di Indonesia.
11
Page 15
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas anak (lanjutan)
ii. Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung:
Tahun Jumlah aset sebelum
dimulainya Persentase kepemilikan* eliminasi
operasi 30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
Entitas anak Jenis usaha komersial 2023 2022 2023 2022
PT Metra Digital Jasa perdagangan 2013 100 100 9.085 9.019
Investama informasi dan
(“MDI”) teknologi multimedia,
hiburan, dan
investasi
Telekomunikasi Telekomunikasi dan 2008 100 100 3.690 3.678
Indonesia jasa terkait
International Pte. Ltd.
("Telin Singapore"),
berdomisili di Singapura
Telekomunikasi Investasi dan layanan 2010 100 100 3.312 2.981
Indonesia telekomunikasi
International Ltd.
("Telin Hong Kong"),
berdomisili di Hong Kong
PT Infomedia Jasa layanan 1984 100 100 2.304 2.268
Nusantara contact center dan
(“Infomedia”) content directory
PT Telkom Landmark Jasa pengembangan 2012 55 55 2.045 2.100
Tower dan manajemen
(“TLT”) properti
PT Finnet Indonesia Jasa teknologi 2006 60 60 1.817 1.248
(“Finnet”) informatika
PT Persada Sokka Penyewaan menara 2008 100 100 1.672 1.401
Tama telekomunikasi dan
("PST") jasa telekomunikasi
lainnya
PT Nuon Digital Indonesia Jasa penjualan 2010 100 100 1.454 1.199
(“Nuon”) konten digital
Telekomunikasi Jasa telekomunikasi, 2012 100 100 934 836
Indonesia jaringan, mobile,
International internet, dan data
(TL) S.A.
("Telkomcel"),
berdomisili di Timor Leste
PT Telkomsel Mitra Jasa konsultan 2019 100 100 909 945
Inovasi manajemen bisnis
(“TMI”) dan investasi
PT Metra Digital Media Jasa informasi 2013 100 100 896 986
(“MD Media”) telekomunikasi dan
informasi lainnya
PT Telkomsel Ekosistem Informasi dan 2021 100 100 806 807
Digital teknologi terkait
("TED") jasa, multimedia,
hiburan, dan
investasi
PT Administrasi Jasa administrasi 2002 100 100 735 632
Medika asuransi kesehatan
(“Ad Medika”)
PT Swadharma Jasa pengisian kas 2001 51 51 433 458
Sarana Informatika dan pemeliharaan
(“SSI”) ATM
*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.
12
Page 16
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas anak (lanjutan)
ii. Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):
Tahun Jumlah aset sebelum
dimulainya Persentase kepemilikan* eliminasi
operasi 30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
Entitas anak Jenis usaha komersial 2023 2022 2023 2022
TS Global Jasa satelit 1996 70 70 420 566
Network Sdn. Bhd.
(“TSGN”),
berdomisili di Malaysia
PT Digital Aplikasi Solusi Jasa sistem 2014 100 100 330 384
("Digiserve") komunikasi
PT Nusantara Sukses Jasa dan 2014 100 100 301 301
Investasi perdagangan
(“NSI”)
PT Graha Yasa Selaras Jasa pariwisata 2012 51 51 285 285
(”GYS”)
PT Graha Telkomsigma Jasa pengelolaan 1999 100 100 220 190
("GTS") dan konsultasi
PT Nutech Integrasi Jasa penyedia sistem 2001 60 60 217 273
(“Nutech”) integrator
Telekomunikasi Jasa telekomunikasi 2014 100 100 200 294
Indonesia dan informasi
International Inc.
(“Telin USA”),
berdomisili di
Amerika Serikat
PT Collega Inti Pratama Perdagangan dan 2001 70 70 198 173
("CIP") jasa
PT Media Nusantara Jasa konsultasi 2012 55 55 176 116
Data Global
("MNDG")
Telekomunikasi Jasa telekomunikasi 2013 70 70 144 125
Indonesia Intl dan informasi
(Malaysia) Sdn. Bhd.
(”Telin Malaysia”),
berdomisili di Malaysia
PT Teknologi Data Jasa telekomunikasi 2013 100 100 112 7
Infrastruktur dan data center
(“TDI”)
Telekomunikasi Jasa telekomunikasi 2013 100 100 86 33
Indonesia dan informasi
International
(Australia) Pty. Ltd.
(“Telin Australia”),
berdomisili di Australia
PT Metra TV Jasa penyiaran 2013 100 100 46 34
("Metra TV") berlangganan
PT Bosnet Distribution Perdagangan dan 2012 60 60 37 36
Indonesia jasa konsultasi
("BDI")
PT Pojok Celebes Usaha pariwisata 2008 100 100 32 33
Mandiri
("PCM")
PT Metraplasa Jasa jaringan dan 2012 60 60 30 30
(“Metraplasa”) e-commerce
*Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.
13
Page 17
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Informasi penting lainnya
i. Perusahaan
Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan telah menandatangani Akta Pemisahan Segmen Usaha
IndiHome ke Telkomsel Nomor 140 yang telah disetujui melalui RUPST 2023 sesuai dengan Akta
Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 35 tanggal 23 Juni 2023. Nilai bisnis IndiHome yang
dipisahkan adalah Rp58.250 miliar. Bersamaan dengan pemisahan IndiHome tersebut, Singapore
Telecommunication Ltd. (“Singtel“) juga memutuskan untuk turut melakukan penyertaan modal
dengan melakukan setoran secara tunai kepada Telkomsel sebesar Rp2.713 miliar. Hal ini
menjadikan kepemilikan efektif Perusahaan di Telkomsel menjadi 69,9%, dan Singtel di Telkomsel
menjadi 30,1%, yang berlaku efektif pada tanggal 1 Juli 2023.
ii. Mitratel
Pada tanggal 2 Juni 2022, Mitratel mengumumkan untuk melakukan pembelian kembali saham
dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp1.000 miliar. Periode pembelian kembali saham Mitratel
adalah selama tiga bulan dari tanggal 2 Juni 2022 sampai dengan tanggal 2 September 2022.
Mitratel telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 885.200.000 lembar saham atau
setara dengan Rp681 miliar. Pada tanggal 6 Maret 2023, Mitratel kembali mengumumkan untuk
melakukan pembelian kembali saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp1.500 miliar.
Periode pembelian kembali saham Mitratel dimulai 14 April 2023. Mitratel telah melakukan
pembelian kembali saham pada tanggal 7 Juni 2023 sampai 30 September 2023 sebanyak
26.800.000 lembar saham atau setara dengan Rp18 miliar.
Pada tanggal 15 Februari 2023, berdasarkan Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional Sale
and Purchase Agreement (“CSPA”) Menara Telekomunikasi antara PT Indosat Tbk. (“Indosat”)
dengan Mitratel, untuk melakukan akuisisi 997 menara telekomunikasi milik Indosat senilai
Rp1.648 miliar. Mitratel dan Indosat juga menyepakati penyewaan kembali oleh Indosat atas slot
pada menara telekomunikasi yang dialihkan/diakuisisi kepada Mitratel sebanyak 983 site selama
10 tahun masa sewa. Selain itu, Indosat juga telah menyepakati untuk memberikan pesanan 3.500
kolokasi baru selama 3 tahun kedepan dengan Mitratel membayar kompensasi sebesar Rp473
miliar sebagai komitmen dan sampai tanggal 30 September 2023 Mitratel telah membayarkan
sebesar Rp406 miliar.
iii. Sigma
Berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn. No. 120 tanggal 19 April 2022, Perusahaan
melakukan transaksi pengambilalihan saham Sigma, sehingga kepemilikan langsung
Perusahaan pada Sigma menjadi 56,39% dan menyebabkan terdilusinya porsi kepemilikan Metra
menjadi 43,61%.
f. Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan
diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Oktober 2023.
14
Page 18
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (“SAK”) di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) di
Indonesia dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) di Indonesia yang dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012.
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan
dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali
untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan
yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan
perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
Rupiah (“Rp”) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam grup kecuali entitas
anak tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar Australia, dan Ringgit
Malaysia. Untuk angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung
nilai tetapi di bawah Rp1 miliar dan US$ 1 juta disajikan dengan angka nol.
Standar akuntansi baru
Pada tanggal 1 Januari 2023, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan interpretasi
yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun keuangan saat ini atau
sebelumnya:
i. Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan
ii. Amendemen PSAK 16: Aset Tetap
iii. Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
iv. Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan
Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
Berlaku efektif 1 Januari 2024:
i. Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan
Amendemen ini mengklarifikasi terkait liabilitas jangka panjang dengan kovenan dan klasifikasi
liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang.
ii. Amendemen PSAK 73: Sewa
Amendemen ini mengatur tentang liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.
15
Page 19
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
b. Prinsip konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak di mana
Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan
investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur, atau hak atas imbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil.
Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung
anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari
investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
Grup memiliki kuasa atas investee, termasuk:
i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.
Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi
sejak tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi
sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban entitas anak
yang diperoleh atau dilepaskan selama periode berjalan dimasukkan ke dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian.
Laba atau rugi dan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik
Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya
saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban, dan arus kas atas transaksi antar-Grup
dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.
Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
i. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai
tercatatnya ketika pengendalian hilang;
ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian;
iii. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan
yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
iv. mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
hilangnya pengendalian; dan
v. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan
laba rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada Grup.
16
Page 20
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c. Transaksi dengan pihak berelasi
Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan sesuai
dengan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No.KEP-
347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau entitas
yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.
Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tersebut, entitas berelasi dengan pemerintah
merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh
pemerintah. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang
merupakan pemegang saham dari entitas.
Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab
untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak
langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi
diperluas sampai dengan manajemen kunci dari entitas anak sampai dengan tingkatan mereka
mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan.
d. Kombinasi bisnis dan goodwill
Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan diukur sebesar nilai
wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih, dan
instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi.
Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi
kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Pilihan dasar
pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada
saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar
pada tanggal akuisisi.
Goodwill awalnya diukur pada harga perolehan, yang merupakan selisih lebih dari nilai agregat
imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan
ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan
yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil
alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai
yang harus diakui pada tanggal akuisisi. Jika hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan
selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka
keuntungan diakui pada laba atau rugi.
Saat penentuan imbalan dari kombinasi bisnis termasuk imbalan kontinjensi, imbalan kontinjensi ini
diukur pada nilai wajar saat tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas atau
liabilitas keuangan. Jumlah yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan selanjutnya diukur
kembali pada nilai wajar di mana perubahan pada nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi atau
ketika penyesuaian dicatat di luar periode pengukuran. Perubahan pada nilai wajar imbalan kontinjensi
yang memenuhi persyaratan sebagai penyesuaian periode pengukuran, disesuaikan secara
retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah
penyesuaian yang timbul dari informasi tambahan yang didapat selama periode pengukuran, yang
tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akusisi, tentang fakta dan kondisi yang ada pada saat
tanggal akuisisi.
17
Page 21
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d. Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan)
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasian. Selama periode pengukuran,
Grup menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
akuisisi dan, jika diketahui, telah berdampak pada pengukuran jumlah yang diakui pada tanggal
tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari
tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi
tambahan tidak dapat diperoleh. Namun demikian, periode pengukuran tidak boleh melebihi satu
tahun dari tanggal akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar saat tanggal
akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi.
Berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, pengalihan aset,
liabilitas, saham, dan instrumen kepemilikan lain antara entitas sepengendali tidak akan menghasilkan
suatu laba atau rugi bagi Perusahaan atau entitas individual yang berada dalam Grup yang sama.
Oleh karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi
atas kepemilikan aset, liabilitas, saham, atau instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau
liabilitas yang dialihkan harus dicatat berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan
kepentingan (pooling-of-interests).
Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama
restrukturisasi terjadi disajikan seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak awal periode
penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait
dengan nilai tercatat dari kepentingan yang diperoleh, setelah memperhitungkan dampak pajak
penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada
bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pada saat penerapan awal PSAK 38 (Revisi 2012), seluruh saldo Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali direklasifikasikan ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada
laporan posisi keuangan konsolidasian.
e. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan terdiri dari kas di tangan, kas dan bank, dan deposito
jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi
menjadi uang tunai dalam jumlah yang diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
signifikan.
Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri kas dan deposito jangka
pendek, sesuai definisi di atas, setelah dikurangi dengan saldo cerukan bank karena dianggap
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup.
Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai
“Aset keuangan lancar lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 2u).
18
Page 22
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
f. Investasi pada entitas asosiasi
Asosiasi adalah entitas di mana Grup (sebagai investor) memiliki pengaruh yang signifikan. Pengaruh
signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan terkait kebijakan keuangan dan
operasional investee, tetapi tidak termasuk kendali atau kendali bersama atas kebijakan operasional
tersebut.
Grup menghitung investasi pada entitas asosiasi dengan menggunakan metode ekuitas.
Berdasarkan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi pada awalnya diakui sebesar biaya
perolehan. Jumlah tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui perubahan dalam bagian investor
atas aset neto entitas asosiasi sejak tanggal akuisisi. Pada saat perolehan investasi, setiap selisih
antara biaya perolehan investasi dengan bagian investor atas nilai wajar neto aset dan liabilitas
teridentifikasi dari entitas asosiasi dicatat dengan cara sebagai berikut:
i. Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi, atau ventura bersama termasuk dalam nilai tercatat
investasi dan tidak diperkenankan diamortisasi ataupun pengujian penurunan nilai secara
individu, dan
ii. Setiap selisih lebih bagian investor atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari entitas
asosiasi terhadap biaya perolehan investasi dimasukkan sebagai penghasilan dalam menentukan
bagian investor atas laba rugi entitas asosiasi pada periode investasi diperoleh.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian Grup atas
hasil operasi entitas asosiasi. Setiap perubahan dalam penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi
akan disajikan sebagai bagian dari penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selanjutnya, jika ada
perubahan yang langsung diakui dalam ekuitas entitas asosiasi, maka Grup mengakui bagiannya atas
perubahan tersebut dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba dan rugi belum direalisasi
yang berasal dari transaksi antara Grup dan entitas asosiasi dieliminasi sejumlah porsi kepemilikan
atas entitas asosiasi.
Grup pada setiap akhir periode pelaporan menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa investasi
pada entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Apabila hal ini terjadi, Grup menghitung dan
mengakui nilai penurunan sebagai selisih antara nilai investasi di entitas asosiasi yang dapat
terpulihkan dan nilai tercatatnya.
Aset-aset ini termasuk dalam “Investasi jangka panjang” dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Untuk tujuan pelaporan investasi dengan menggunakan metode ekuitas tersebut, aset dan liabilitas
kedua perusahaan ini pada tanggal laporan posisi keuangan masing-masing dijabarkan ke dalam
Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan pendapatan dan
beban dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs rata-rata selama periode tersebut.
Selisih kurs akibat penjabaran diakui dan dilaporkan sebagai “Selisih kurs” karena penjabaran laporan
keuangan pada bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.
19
Page 23
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
g. Piutang usaha dan piutang lain-lain
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur
pada biaya perolehan diamortisasi, dikurangi penyisihan kerugian kredit ekspektasian yang dihitung
berdasarkan estimasi kerugian kredit ekspektasian seumur hidup pada setiap tanggal pelaporan. Grup
telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan nilai
historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual, disesuaikan dengan
faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan
ekonomi. Piutang dihapuskan pada tahun ditetapkan tidak tertagih (Catatan 2u).
h. Persediaan
Persediaan terdiri dari komponen mewakili terminal telepon, kabel, dan suku cadang lainnya.
Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”), pesawat telepon, modem
wireless broadband, dan voucer prabayar yang dibebankan pada saat dijual.
Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih ditentukan dengan mengestimasi harga jual, dikurangi estimasi biaya penjualan
atau menentukan biaya penggantian yang berlaku.
Biaya persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya
penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehannya.
Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
Jumlah penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban umum dan administrasi pada
periode terjadinya pemulihan tersebut.
Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada
masa depan.
i. Beban dibayar di muka
Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
lurus.
j. Aset tersedia untuk dijual
Aset (atau kelompok lepasan) diklasifikasikan sebagai aset tersedia untuk dijual ketika nilai
tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian
berlanjut dan penjualannya sangat mungkin terjadi. Aset ini dicatat pada nilai yang lebih rendah antara
jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Aset yang memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai aset tersedia untuk dijual direklasifikasi
dari aset tetap atau aset takberwujud serta penyusutan atau amortisasi atas aset tersebut dihentikan.
20
Page 24
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
k. Aset takberwujud
Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa
depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.
Aset takberwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
penurunan nilai, apabila ada. Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya.
Periode amortisasi dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah
setidaknya setiap akhir periode pelaporan. Apabila nilai tercatat aset takberwujud melebihi estimasi
jumlah terpulihkan, maka nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah
terpulihkan.
Aset takberwujud, kecuali goodwill, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut:
Tahun
Piranti lunak 3-6
Lisensi 3-20
Aset takberwujud lainnya 1-30
Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat
lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut.
Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
l. Aset tetap
Aset tetap dinyatakan pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
nilai, jika ada.
Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan, (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan
secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan, dan (c) estimasi awal
biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset
tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap
disusutkan secara terpisah.
Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 15-50
Renovasi bangunan sewa 2-15
Peralatan sentral telepon 3-15
Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data 5-15
Peralatan dan instalasi transmisi 3-40
Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 3-20
Jaringan kabel 5-25
Catu daya 3-20
Peralatan pengolahan data 3-20
Kendaraan 4-8
Peralatan telekomunikasi lainnya 5
Peralatan kantor 2-5
Peralatan lainnya 2-5
21
Page 25
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
l. Aset tetap (lanjutan)
Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama
masa sewa.
Metode penyusutan, umur manfaat, dan nilai residu dari suatu aset direviu paling tidak setiap akhir
tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Berdasarkan reviu umur manfaat aset tetap khususnya
menara di Indonesia mengalami perubahan dari tahun sebelumnya sejalan perkembangan teknologi
dan perubahan ekspektasi tingkat pemakaian. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat
diperoleh Grup dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah
mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.
Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter
dan non-moneter diukur pada nilai wajar kecuali, (i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi
komersial, atau (ii) nilai wajar aset yang diterima, dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara
andal.
Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari
12 bulan dicatat sebagai bagian dari aset tetap.
Ketika aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi
penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul
dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer
tertentu. Dalam kondisi tersebut, piranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari piranti keras
komputer. Jika piranti lunak komputer berdiri sendiri dari piranti keras komputernya, piranti lunak
komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan, dikapitalisasi
ke akun aset tetap yang terkait.
Aset dalam pembangunan diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai
(jika ada), hingga pembangunan selesai, yang kemudian direklasifikasi ke akun aset tetap yang terkait.
Selama masa pembangunan hingga aset tetap siap untuk digunakan/dijual, biaya pinjaman, yang
termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul atas pinjaman yang diperoleh untuk
membiayai pembangunan aset, dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi
pengeluaran selama periode tersebut sepanjang aset tetap tersebut memenuhi definisi aset
kualifikasian. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai, dan aset tetap siap
untuk digunakan atau dijual.
m. Sewa
Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika
kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-
masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi
perpanjangan kontrak.
22
Page 26
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
m. Sewa (lanjutan)
Grup memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman dalam PSAK 73, antara lain:
• penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
• akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan sebagai sewa jangka
pendek;
• pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna sebagai sewa jangka pendek;
• penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa di mana kontrak berisi opsi
untuk perpanjangan atau pemutusan masa sewa;
• tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup
menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
• untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa di mana aset dasar adalah
aset bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam
kondisi baru).
Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 73 untuk semua
kontrak sewa.
i. Grup sebagai lessee
Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk
melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
yang mendasarinya.
Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang
diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang
dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.
Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara
masa sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:
Tahun
Tanah 1-33
Bangunan 1-15
Peralatan dan instalasi transmisi 3-25
Kendaraan 4-8
Lain-lain 2-25
Jika kepemilikan aset sewaan dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya mencerminkan
pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa manfaat
ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 Penurunan
Nilai Aset.
Liabilitas sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk
harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti akan dilakukan oleh Grup dan pembayaran
penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Grup yang melaksanakan
opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs
diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran
terjadi.
23
Page 27
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
m. Sewa (lanjutan)
i. Grup sebagai lessee (lanjutan)
Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga
pinjaman inkremental karena tingkat suku bunga implisit sewa tidak dapat ditentukan dengan
mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah
tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang
mendasarinya.
Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah,
serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip
pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 73 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi. Grup
akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
ii. Grup sebagai lessor
Berdasarkan PSAK 73, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau
sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa di mana
Grup mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan
sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal insepsi dan dinilai kembali hanya jika
ada modifikasi sewa.
Pada tanggal dimulainya, Grup mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan
jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang sewa
pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk pembayaran
tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang
bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor oleh
lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti
akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu
sewa mencerminkan Grup yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.
Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 71, penyisihan kerugian kredit ekspektasian telah diakui
sebagai piutang sewa dan disajikan sebagai "Piutang lain-lain"
Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan
dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset tetap dan
diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi
diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.
Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan pendapatan
PSAK 72 dari kontrak dengan pelanggan untuk mengalokasikan pertimbangan dalam kontrak.
Pendapatan yang timbul dari sewa operasi dicatat sebagai Pendapatan dari transaksi lessor
(Catatan 2r).
n. Beban tangguhan - hak atas tanah
Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali
dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan
pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
24
Page 28
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
n. Beban tangguhan – hak atas tanah (lanjutan)
dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana
yang lebih pendek.
o. Utang usaha
Utang usaha adalah kewajiban membayar barang dan/atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan
usaha normal dari pemasok. Utang usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika
pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang tersebut disajikan
sebagai liabilitas jangka panjang.
Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
p. Pinjaman
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
bunga efektif.
Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk
jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.
q. Penjabaran valuta asing
Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada
saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas
moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan jual yang
diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian sebagai
berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
HIDDEN_ROW
Beli Jual Beli Jual
Dolar A.S. (“US$”) 1 15.451 15.461 15.567 15.571
Dolar Australia (“AU$”) 1 10.013 10.021 10.583 10.589
Dolar Singapura (“SGD”) 1 11.339 11.350 11.614 11.622
Dolar Taiwan Baru (“TWD”) 1 480,60 481,45 508,15 508,47
Euro (“EUR”) 1 16.389 16.406 16.623 16.635
Yen Jepang (“JPY”) 1 103,63 103,72 118,12 118,17
Ringgit Malaysia (“MYR”) 1 3.291 3.296 3.529 3.539
Dolar Hong Kong (“HKD”) 1 1.973 1.975 1.996 1.997
Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan
atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
berjalan, kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset
tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi, di mana pinjaman dapat diatribusikan terhadap
pembangunan aset tersebut (Catatan 2l).
25
Page 29
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
r. Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
PSAK 72 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan
berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal
untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan pada semua kontrak dengan
pelanggan. Standar ini juga memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu
untuk memperoleh dan/atau memenuhi kontrak yang akan dikapitalisasi dan diamortisasi secara
sistematis yang konsisten dengan pengalihan kepada pelanggan atas barang atau jasa yang terkait
dengan biaya yang dikapitalisasi.
Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
pendapatan:
i. Mobile
Pendapatan dari mobile terutama terdiri dari pendapatan dari layanan seluler yang antara lain:
layanan telepon, layanan interkoneksi, layanan internet dan data, dan layanan Short Messaging
Service (“SMS”). Layanan tersebut ditawarkan secara pascabayar atau prabayar.
Untuk layanan prabayar, penjualan paket perdana (juga dikenal sebagai kartu SIM dan voucer
perdana) dan voucer isi ulang pada awalnya diakui sebagai liabilitas kontrak. Grup mengakui aset
kontrak untuk penyediaan jasa dari pelanggan pascabayar yang belum ditagih.
Seluruh pendapatan layanan mobile diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan aktual
atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena pelanggan secara
bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup.
Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan untuk
kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk dan/atau
layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang berlaku jika
layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket bundel yang dijual
oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya terselesaikan selama periode waktu yang
sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak dipengaruhi oleh alokasi.
Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi yang terjual dan jumlah poin
yang dikeluarkan, dengan nilai yang dialokasikan ke poin yang setara dengan nilai wajarnya. Nilai
wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan saat poin tersebut
ditukarkan, berakhir masa berlakunya, atau pada saat program tersebut dihapus.
ii. Consumer
Pendapatan dari consumer terutama terdiri dari pendapatan telepon tidak bergerak dan layanan
Indihome. Pendapatan dari layanan telepon tidak bergerak berasal dari pelanggan yang hanya
berlangganan layanan telepon tidak bergerak. Sedangkan pendapatan dari layanan Indihome
berasal dari pelanggan yang berlangganan layanan internet atau paket layanan bundel kombinasi
layanan consumer (misal telepon, internet dan data, serta TV berbayar). Layanan tersebut
ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih pada bulan berikutnya. Pada tahun 2021, Grup
telah menerapkan syarat dan ketentuan baru bahwa kontrak dengan pelanggan adalah kontrak
terbuka dengan minimal 12 bulan dan penalti terminasi dini yang substantif. Periode kontrak
berdasarkan PSAK 72 selama 12 bulan dan selanjutnya kontrak bulanan.
Seluruh layanan consumer diakui menggunakan metode output berdasarkan penggunaan aktual
pelanggan atau waktu yang telah berlalu ketika pelanggan secara bersamaan menerima dan
mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup.
26
Page 30
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
r. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)
ii. Consumer (lanjutan)
Pelanggan mungkin diharuskan membayar biaya di muka pada saat dimulainya kontrak. Biaya di
muka dianggap sebagai hak material karena pelanggan tidak diharuskan membayar biaya di muka
ketika pelanggan memperbarui layanan di luar periode kontrak asli. Grup menilai opsi pembaruan
sebesar pembayaran yang diterima dari biaya di muka untuk layanan instalasi. Grup menangguhkan
nilai tersebut sebagai liabilitas kontrak dan mengakuinya sebagai pendapatan berdasarkan metode
garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan. Grup memperkirakan
jangka waktu hubungan dengan pelanggan berdasarkan informasi historis dan tren pelanggan serta
memperbarui evaluasi tersebut setiap tahun.
iii. Enterprise
Pendapatan dari pelanggan enterprise terutama terdiri atas pendapatan dari penyediaan jasa
telepon, data dan internet, teknologi informasi, dan jasa lainnya (misal manage service, call center,
e-health, e-payment, dan lain-lain). Beberapa kontrak dengan pelanggan perusahaan dengan
spesifikasi sesuai pesanan pelanggan.
Pendapatan dari pelanggan enterprise diakui sepanjang waktu menggunakan metode output
berdasarkan penggunaan aktual atau waktu yang telah berlalu jika penyediaan layanan tidak
tergantung pada penggunaan (yaitu menit suara, kilobyte data, dan lain-lain), kecuali untuk
penjualan barang yang diakui pada waktu tertentu, karena pelanggan secara bersamaan menerima
dan mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup. Pendapatan untuk kewajiban kinerja yang
dipenuhi pada waktu tertentu diakui ketika pengendalian barang dipindahkan ke pelanggan,
biasanya ketika pelanggan memiliki fisik barang.
Beberapa perjanjian dengan pelanggan enterprise ditawarkan sebagai produk bundel. Untuk
pengaturan yang dibundel, produk dan/atau jasa dalam kontrak dicatat sebagai kewajiban
pelaksanaan tersendiri ketika secara terpisah dapat diidentifikasi dari janji-janji lain dalam kontrak
dan pelanggan dapat mengambil manfaat dari produk/jasa itu sendiri. Total pembayaran
dialokasikan untuk masing-masing kewajiban pelaksanaan yang berbeda yang telah dimasukkan
dalam kontrak, berdasarkan harga jualnya yang berdiri sendiri. Harga jual yang berdiri sendiri
ditentukan berdasarkan harga yang dapat diobservasi di mana produk dan/atau jasa individual dijual
secara terpisah, disesuaikan dengan kondisi pasar dan diskon normal yang sesuai. Ketika harga
yang dapat diobservasi tidak tersedia, biaya yang diharapkan ditambah pendekatan margin
digunakan untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri.
Kontrak tertentu dengan pelanggan enterprise dapat menimbulkan imbalan variabel karena harga
kontrak tergantung pada peristiwa di masa mendatang (misal kontrak berbasis penggunaan atau
kontrak berbasis bagi hasil). Dalam memperkirakan imbalan variabel ini, Grup diharuskan untuk
menggunakan metode nilai yang diharapkan atau metode jumlah yang paling mungkin
berdasarkan metode yang lebih baik memprediksi jumlah pembayaran yang menjadi haknya. Grup
menentukan bahwa metode nilai yang paling diharapkan adalah metode yang tepat untuk
digunakan dalam memperkirakan imbalan variabel untuk satu kontrak dengan sejumlah besar
kemungkinan hasil.
Sebelum memasukkan jumlah imbalan variabel dalam harga transaksi, Grup mempertimbangkan
apakah jumlah imbalan variabel dibatasi. Grup menentukan bahwa taksiran imbalan variabel tidak
dibatasi berdasarkan pengalaman historisnya, estimasi bisnis, dan kondisi ekonomi saat ini dan
hanya mencakup imbalan variabel sepanjang kemungkinan besar pembalikan signifikan dalam
jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait dengan
imbalan variabel selanjutnya diselesaikan.
27
Page 31
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
r. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)
iii. Enterprise (lanjutan)
Ketika pihak lain terlibat dalam menyediakan produk dan/atau jasa kepada pelanggan, Grup
bertindak sebagai prinsipal jika Grup mengendalikan produk dan/atau jasa yang ditentukan
sebelum produk dan/atau jasa tersebut ditransfer ke pelanggan. Pendapatan dicatat pada jumlah
bersih yang diterima (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah yang dibayarkan
kepada pemasok), ketika, pada dasarnya, Grup telah bertindak sebagai agen dan mendapat komisi
dari pemasok produk dan/atau jasa yang dijual.
iv. Wholesale and International Business (“WIB”)
Pendapatan dari WIB terutama terdiri dari jasa interkoneksi untuk interkoneksi panggilan
pelanggan operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk) dan panggilan
antara pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit) dan jasa jaringan
dengan operator telekomunikasi lainnya. Semua jasa ini diakui berdasarkan metode output
menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut.
Aset kontrak
Aset kontrak awalnya diakui dari pendapatan atas pengalihan barang atau jasa karena penerimaan
imbalan masih bersyarat tahapan tertentu atau setelah penyelesaian proyek. Setelah penyelesaian
syarat tahapan tertentu atau proyek, jumlah yang diakui sebagai aset kontrak direklasifikasi ke piutang
usaha.
Aset kontrak dilakukan penilaian penurunan nilai.
Liabilitas kontrak
Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran telah jatuh tempo (mana yang
lebih awal) dari pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa. Liabilitas kontrak diakui
sebagai pendapatan ketika Grup melaksanakan kewajiban dalam kontrak (misal mengalihkan kendali
atas barang atau jasa kepada pelanggan).
Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan
Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya
terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian sebagai biaya kontrak. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara
sistematis yang konsisten dengan periode dan pola pengiriman produk atau jasa terkait ke pelanggan.
Biaya yang tidak memenuhi syarat sebagai biaya untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan
pelanggan dibebankan pada saat terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.
Setiap akhir tahun pelaporan, Grup melakukan evaluasi apakah terdapat indikasi bahwa biaya kontrak
yang dikapitalisasi mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat biaya
kontrak melebihi nilai yang diharapkan diterima dari pertukaran barang dan jasa. Ketika terjadi
penurunan nilai, rugi penurunan nilai diakui di laba atau rugi.
Pendapatan dari transaksi lessor
Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa operasi atas menara
telekomunikasi dan sewa lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama
masa sewa dan termasuk dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya.
28
Page 32
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
s. Imbalan kerja
i. Imbalan kerja jangka pendek
Seluruh imbalan kerja jangka pendek yang terdiri dari gaji dan imbalan terkait, tunjangan cuti,
insentif, dan imbalan kerja jangka pendek lain diakui sebagai biaya yang tidak didiskonto saat
karyawan telah memberikan jasa kepada Grup.
ii. Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain
Imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun imbalan pasti yang funded dan unfunded,
program pensiun iuran pasti, imbalan pasca kerja lainnya, program imbalan kesehatan pasca
kerja imbalan pasti, program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti, dan kewajiban
berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.
Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa
persiapan pensiun.
Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.
Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan
pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di
masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai
wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah,
yang didenominasi dalam mata uang di mana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca kerja
terkait. Obligasi pemerintah digunakan karena tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat
berkualitas tinggi.
Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program pensiun imbalan pasti dan imbalan
kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar
pada akhir periode pelaporan. Nilai wajar polis asuransi adalah jumlah yang sama dengan
kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi
tidak dapat diperoleh secara penuh).
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
(tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif lain
di periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak diklasifikasikan ke laba rugi di periode
selanjutnya.
Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
(a) ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi; dan
(b) ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat
diskonto.
Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah
karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat
perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, di mana bagian yang material
dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan imbalan, atau
memberikan imbalan yang lebih rendah.
29
Page 33
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
s. Imbalan kerja (lanjutan)
ii. Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain (lanjutan)
Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua
kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat
pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi
aktuaria).
Untuk program iuran pasti, Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya
berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan ketika
terutang.
Pada bulan April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
menerbitkan siaran pers atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK
24: Imbalan Kerja yang diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits. Siaran pers tersebut
menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari program pensiun berbasis undang-undang
ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang
ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS Intepretation Committee (“IFRIC”) Agenda Decision
Attributing Benefit to Periods of Service IAS 19. Grup telah menerapkan siaran pers tersebut dan
dengan demikian merubah kebijakan akuntansi terkait atribusi imbalan kerja pada periode jasa
dari kebijakan yang diterapkan sebelumnya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Grup mengatribusikan imbalan berdasarkan formula imbalan
program imbalan pasti berdasarkan masa kerja sejak tanggal pekerja memberikan jasa hingga
usia pensiun. Grup telah mengubah kebijakan akuntansinya untuk mengatribusikan imbalan
berdasarkan program tersebut, yaitu dari tanggal ketika jasa pekerja pertama kali menghasilkan
imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa pekerja selanjutnya tidak akan
menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program tersebut.
iii. Kompensasi berbasis saham
Perusahaan menjalankan program kompensasi berbasis saham dengan penyelesaian
menggunakan ekuitas. Nilai wajar dari jasa karyawan yang dikompensasikan dengan saham
Perusahaan diakui sebagai beban pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan mengkredit akun tambahan modal disetor pada tanggal pemberian
kompensasi.
t. Pajak
Pajak Penghasilan (“PPh”)
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan
transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas di mana pajak penghasilannya diakui
secara langsung di ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar
dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan atau secara substantif
ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak
yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi
di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan
provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak.
30
Page 34
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
t. Pajak (lanjutan)
Pemeriksaan pajak
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
(“SKP”) atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan
pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan
pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
memenuhi kriteria pengakuan aset.
Pajak tangguhan
Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga
mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan, seperti
kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
(probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap
penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi apabila
tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia untuk
mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan
bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Pengurangan
pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak
masa depan.
Pajak tangguhan suatu transaksi diakui di luar laba rugi, oleh karena itu pajak tangguhan atas
transaksi tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau diakui langsung di
ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
hapus aset dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau
entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan.
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
i. PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
item beban-beban yang diterapkan; dan
ii. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
31
Page 35
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
t. Pajak (lanjutan)
Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan
ISAK 34: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan menyatakan bahwa, pengakuan dan
pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan
ditentukan dengan mempertimbangkan apakah diperlakukan secara terpisah atau bersamaan,
penggunaan asumsi tentang pemeriksaan atas perlakuan pajak tidak pasti oleh otoritas perpajakan,
pertimbangan apakah besar kemungkinan Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti
dan penilaian kembali pertimbangan atau estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan
keadaan.
Jika penerimaan perlakuan pajak dimungkinkan oleh Otoritas Pajak, pengukuran tersebut sejalan
dengan pengisian pajak penghasilan. Jika penerimaan perlakuan pajak oleh Otoritas Pajak tidak
memungkinkan, Grup menggunakan jumlah pajak dengan menggunakan metode yang memberikan
prediksi resolusi yang lebih baik (yaitu jumlah yang paling mungkin atau nilai yang diharapkan).
Pajak final
Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak final atas jasa konstruksi dan sewa disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”.
u. Instrumen keuangan
Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
i. Aset keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai
wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau
saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur aset
keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang
telah ditentukan berdasarkan PSAK 72.
Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata
dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai
Solely Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola
aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan
dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
32
Page 36
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
u. Instrumen keuangan (lanjutan)
i. Aset keuangan (lanjutan)
Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan)
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
menjual aset tersebut.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan ke dalam
empat kategori:
(a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai.
Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi
kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset
tidak lancar lainnya.
(b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur
reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)
Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
kedua kondisi berikut dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai
diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur
pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada penghasilan
komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya
direklasifikasi ke laba rugi.
Grup tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif per
30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
33
Page 37
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
u. Instrumen keuangan (lanjutan)
i. Aset keuangan (lanjutan)
Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)
(c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur
reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen
ekuitas)
Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam
instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 71 dan yang bukan merupakan
instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan pada level instrumen
per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke
laba rugi. Dividen diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen telah
ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi.
Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak
terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi
investasi jangka panjang pada instrumen keuangan.
(d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola
untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai
wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika
perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk
derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan kecuali
derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan yang tidak
memenuhi SPPI testing diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan
diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai
wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat menghilangkan, atau
secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau pengakuan.
Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan diukur pada nilai wajarnya di mana
keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai wajar diakui dalam
laporan laba rugi. Aset keuangan Grup diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari
investasi jangka panjang pada instrumen keuangan dan aset keuangan lancar lainnya.
Kerugian kredit ekspektasian
Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang yang
tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai
dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan
menggunakan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima
tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya
yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan
yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran
penyisihan kerugian dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam 12 bulan. Untuk risiko
kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan
awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit ekspektasian selama sisa umurnya,
terlepas dari waktu gagal bayar (sepanjang umurnya).
34
Page 38
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
u. Instrumen keuangan (lanjutan)
i. Aset keuangan (lanjutan)
Kerugian kredit ekspektasian (lanjutan)
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko
kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umur. Grup telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu
kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi.
Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi gagal bayar ketika telah menunggak
lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
perluasan persyaratan kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan
untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan
telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.
ii. Liabilitas keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.
Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar
pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung.
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi atau (b) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar,
deposit pada pelanggan, pinjaman, dan liabilitas sewa. Pinjaman termasuk utang bank jangka
pendek, pinjaman penerusan, obligasi, utang bank jangka panjang dan pinjaman lainnya.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(a) Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan
untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli
kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan
sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan
efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.
Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam
PSAK 71 terpenuhi. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.
35
Page 39
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
u. Instrumen keuangan (lanjutan)
ii. Liabilitas keuangan (lanjutan)
Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)
(b) Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Grup. Setelah pengakuan awal, pinjaman
diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya
melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung
dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga
efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini secara umum
berlaku untuk pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat mengacu ke Catatan 19 Pinjaman
Jangka Panjang dan Pinjaman Lainnya.
iii. Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan
posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset
dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas
peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan
sebagai berikut:
(i) situasi bisnis yang normal;
(ii) peristiwa default; dan
(iii) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan.
iv. Penghentian pengakuan instrumen keuangan
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan
tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.
Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar
dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.
v. Modal saham yang diperoleh kembali
Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham
yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Harga pokok dari
penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata
tertimbang. Modal saham diperoleh kembali yang dialihkan dalam bentuk kepemilikan saham
karyawan dicatat sebesar nilai wajarnya. Selisih antara nilai tercatat dan nilai yang diperoleh kembali
dari penjualan kembali saham treasuri di masa mendatang, diakui sebagai bagian dari tambahan
modal disetor dalam ekuitas.
w. Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai liabilitas berdasarkan
keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris.
36
Page 40
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
x. Laba per saham dan laba per ADS
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah
lembar saham per ADS.
Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif.
y. Informasi segmen
Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi
adalah suatu komponen dari entitas:
i. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang
sama);
ii. hasil operasinya direviu secara reguler oleh Pengambil Keputusan Operasional (“PKO”) Grup,
misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
z. Provisi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi untuk kontrak yang merugi diakui ketika kontrak tersebut menjadi merugi sebesar mana yang
lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang dibayar jika
tidak memenuhi kontrak.
aa. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
non-keuangan mengalami penurunan nilai aset. Aset tersebut meliputi atas aset tetap, aset lancar,
dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset takberwujud. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah
terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas
(“UPK”) yang mana aset tercakup (“aset UPK”).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih
besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan
nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto
sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas
aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.
Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan
sebagai bagian dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
37
Page 41
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
aa. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi
atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka jumlah terpulihkan aset
tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset
selain goodwill, dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan
tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui
dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya
penurunan nilai. Penurunan nilai untuk goodwill ditentukan dengan menilai jumlah terpulihkan dari
UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah
dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
dipulihkan pada periode mendatang.
ab. Klasifikasi lancar dan tidak lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
klasifikasi lancar dan tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
ii. untuk diperdagangkan; atau
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
iv. kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
ii. untuk diperdagangkan;
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
setelah tanggal pelaporan.
Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap
klasifikasi liabilitas tersebut.
Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.
ac. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi,
pada akhir periode pelaporan.
Ketidakpastian tentang asumsi dan perkiraan ini dapat menghasilkan hasil yang memerlukan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode
mendatang.
38
Page 42
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ac. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
i. Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
Pajak penghasilan
Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak
dan jumlah dan timbulnya penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan
penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan
juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal.
Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi
apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah
dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode
ditentukannya hasil pajak tersebut.
ii. Estimasi dan asumsi
Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan faktor-
faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi
yang ada.
Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
menurut definisi, jarang yang sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi pada saat
tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di
bawah ini.
(a) Imbalan pasca kerja
Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
dengan dasar aktuaria berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan tingkat
pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas
imbalan pasca kerja.
Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat
diskonto tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai
kini dari estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan
tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan
yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
yang terkait.
Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat
bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material
terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.
Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan
kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 30 dan 31.
39
Page 43
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ac. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
(b) Umur manfaat aset tetap
Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh
Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa
depan, dan perilaku pasar. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah berdasarkan pada
penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan
pengalaman untuk aset yang sejenis.
Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode
pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya, yang
dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan kerusakan
fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas
penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh perubahan atas
faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset tetap merupakan
perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan laba rugi pada
periode perubahan dan periode mendatang.
Pada tahun 2021, Perusahaan melakukan percepatan penyusutan aset Multi-Service Access
Node (“MSAN”) sampai tahun 2022. Pada tahun 2022, Grup mengubah estimasi umur
manfaat menara di Indonesia (Catatan 11).
(c) Menentukan jangka waktu kontrak dengan opsi perpanjangan dan penghentian - Grup
sebagai lessee
Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat
dibatalkan, bersama dengan periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang masa
sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau periode yang dicakup oleh opsi untuk
menghentikan masa sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan.
Grup memiliki beberapa kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan dan penghentian.
Grup menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah akan menggunakan opsi
untuk memperbarui atau menghentikan sewa, mempertimbangkan semua faktor relevan
yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan perpanjangan atau penghentian.
Setelah tanggal dimulainya sewa, Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau
perubahan signifikan dalam kendali yang mempengaruhi kemampuan untuk melakukan atau
tidak opsi perpanjangan atau penghentian.
(d) Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam
risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit
ekspektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Grup telah membentuk
metodologi terkait penyisihan kerugian kredit ekspektasian yang didasarkan pada data
historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-
looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
Untuk deposito berjangka dan instrumen utang, risiko kredit nilai wajar melalui pendapatan
komprehensif lainnya, Grup menerapkan metode yang disederhanakan. Pada setiap tanggal
pelaporan, Grup mengevaluasi apakah instrumen utang dianggap memiliki risiko kredit
rendah dengan menggunakan semua informasi yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang
berlebihan. Dalam melakukan evaluasi tersebut, Grup menilai kembali peringkat kredit
internal dari instrumen utang. Selain itu, Grup mempertimbangkan bahwa telah terjadi
peningkatan risiko kredit yang signifikan ketika pembayaran kontrak lebih dari 30 hari
tunggakan.
40
Page 44
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ac. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
(d) Penyisihan kerugian kredit ekpektasian untuk aset keuangan (lanjutan)
Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa piutang lain-lain dan aset
keuangan mengalami penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Penyisihan
kerugian kredit ekspektasian atas nilai piutang dihitung berdasarkan kondisi terkini dan
tingkat ketertagihan historis piutang usaha. Penyisihan ini disesuaikan secara berkala untuk
mencerminkan hasil aktual dan taksiran. Rincian atas sifat dan jumlah tercatat terkait
penyisihan kerugian kredit ekspektasian diungkapkan pada Catatan 5.
Grup juga mengamati perubahan dari keserupaan karakterisik risiko dari piutang usaha
tertentu dengan mengevaluasi segmentasi portofolio pelanggan, di mana pelanggan
tersebut mungkin terlibat dalam industri bisnis, atau berlokasi di area, yang telah
terpengaruh, atau lebih rentan terhadap pandemi. Grup telah mengkaji ulang model yang
digunakan untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian berdasarkan informasi terkini
yang wajar dan terdukung untuk lebih mencerminkan perubahan kondisi saat ini. Metode
dan pendekatan akan terus dimonitor dan diperbaharui jika terdapat tambahan informasi
yang wajar, terdukung, dan tersedia; termasuk informasi yang bersifat perkiraan masa
depan (forward-looking) dan masukan lainnya.
(e) Pendapatan
(i) Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
pendapatan dan klasifikasi pendapatan
Grup menyediakan jasa teknologi informatika dengan spesifikasi sesuai pesanan
pelanggan. Produk sesuai pesanan pelanggan terdiri dari berbagai barang dan/atau
jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi
terintegrasi kepada pelanggan. Selain produk sesuai pesanan pelanggan, Grup juga
menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian dari solusi terintegrasi dalam
kontrak dengan pelanggan. Diperlukan pertimbangan yang signifikan dalam
menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan
dalam kontrak tersebut. Jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan akan menentukan
waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut.
Grup menelaah penentuan kewajiban pelaksanaan berdasarkan kontrak per kontrak.
Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dinilai memiliki
satu kewajiban pelaksanaan, Grup menerapkan metode tunggal untuk mengukur
tingkat penyelesaian kewajiban pelaksanaan berdasarkan metode pengukuran yang
paling menggambarkan ekonomi kontrak, yang dalam banyak kasus adalah
berdasarkan waktu.
Grup juga menyajikan klasifikasi pendapatan dengan menggunakan pendekatan yang
konsisten. Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dicatat
sebagai kewajiban pelaksanaan tersendiri, Grup menyajikan kewajiban pelaksanaan
dalam komponen laporan keuangan yang paling mewakili layanan utama Grup, yaitu
internet, data, dan jasa teknologi informatika.
(ii) Pertimbangan penting dalam menentukan harga jual yang berdiri sendiri
Grup menyediakan beragam produk yang berkaitan dengan telekomunikasi dan
teknologi. Untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri untuk barang dan/atau jasa
yang tidak dapat diamati, Grup menggunakan pendekatan margin biaya ditambah biaya
yang diharapkan. Grup menentukan margin yang sesuai berdasarkan data historis.
41
Page 45
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ac. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
(f) Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill
Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan
estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar
wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu
oleh Grup menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai
setiap tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.
Perhitungan arus kas masa depan dalam menentukan nilai wajar aset tetap dan aset tidak
lancar lainnya dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi melibatkan estimasi yang
signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat
dan memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi tersebut dapat
mempengaruhi secara material evaluasi atas nilai terpulihkan dan dapat menimbulkan
penurunan nilai sesuai PSAK 48: Penurunan Nilai Aset.
(g) Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan
Ketika nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan
posisi keuangan tidak dapat diukur pada harga kuotasian di pasar aktif, nilai wajar diukur
menggunakan teknik penilaian termasuk model arus kas diskonto. Input atas model ini
diambil dari pasar yang dapat diobservasi apabila memungkinkan, namun apabila tidak
tersedia, sejumlah pertimbangan diperlukan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan
mencakup input seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan asumsi yang
berkaitan dengan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar instrumen
keuangan yang dilaporkan.
(h) Akuisisi
Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai
akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset,
harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. Untuk
akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuntansi
untuk kombinasi bisnis atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada
nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal
akuisisi masing-masing.
Setiap kelebihan dari harga pembelian dibayar atas jumlah yang diakui untuk aset yang
diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi
akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi
satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku dari setiap transaksi untuk menentukan
apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan
untuk aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh
dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah satu
perkiraan biaya penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan
nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti
aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, dan masa
manfaat ekonomi dari aset. Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang
diperoleh, Grup memperkirakan tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus
kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan.
42
Page 46
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
3. KAS DAN SETARA KAS - BERSIH
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo Saldo
Mata uang Mata uang
Mata asing Setara asing Setara
uang (dalam jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
Kas Rp - 47 - 11
Bank
Pihak berelasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”) Rp - 4.014 - 6.413
US$ 42 645 49 758
EUR 2 36 2 34
HKD 2 4 3 5
JPY 6 1 6 1
AU$ 0 0 0 0
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”) Rp - 3.035 - 4.298
US$ 2 29 7 111
SGD 0 0 0 0
EUR 0 0 0 0
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ("BTN") Rp - 2.929 - 2.713
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”) Rp - 1.001 - 2.691
US$ 1 13 11 179
TWD 0 0 - -
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 47 - 230
US$ - - 0 0
Sub-jumlah 11.754 17.433
Pihak ketiga
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
("HSBC Hong Kong") US$ 55 855 55 861
HKD 26 51 5 10
PT Bank CIMB Niaga Tbk. (”Bank CIMB Niaga”) Rp - 860 - 1.379
US$ 1 8 0 5
PT Bank Central Asia Tbk. (“BCA”) Rp - 175 - 80
US$ 0 3 0 3
DBS Bank (Hong Kong) Ltd. ("DBS Hong Kong") US$ 20 308 - -
HKD 0 0 0 0
Standard Chartered Bank (“SCB”) US$ 8 120 16 245
SGD 7 80 5 53
Bank Pembangunan Daerah Tbk. ("BPD") Rp - 129 - 75
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 174 - 662
US$ 14 213 17 267
TWD 36 17 58 29
MYR 3 8 5 17
AU$ 2 19 2 23
MMK 352 3 386 3
SGD 2 21 2 29
EUR 0 0 0 0
Sub-jumlah 3.044 3.741
Jumlah bank 14.798 21.174
Deposito berjangka
Pihak berelasi
BTN Rp - 1.330 - 1.655
US$ 1 14 - -
BRI Rp - 1.058 - 845
US$ 16 240 21 319
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (“BSI”) Rp - 1.143 - 1.220
BNI Rp - 717 - 378
US$ 22 343 9 145
Bank Mandiri Rp - 233 - 844
US$ 11 174 31 489
Sub-jumlah 5.252 5.895
43
Page 47
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
3. KAS DAN SETARA KAS - BERSIH (lanjutan)
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo Saldo
Mata uang Mata uang
Mata asing Setara asing Setara
uang (dalam jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
Deposito berjangka (lanjutan)
Pihak ketiga
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten
Tbk. (“BJB”) Rp - 1.129 - 1.423
BPD Rp - 1.125 - 25
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank") Rp - 385 - 220
US$ 32 490 14 224
MYR - - 2 6
PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”) Rp - 809 - 1.986
US$ 5 78 12 181
Bank CIMB Niaga Rp - 704 - 122
US$ 2 31 11 168
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (“Bank Danamon”) Rp - 325 - 40
US$ 11 170 9 133
Rp - 200 - 295
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
US$ 2 26 - -
MYR 3 8 - -
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk.
("BTPN Syariah") Rp - 105 - -
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 116 - 45
US$ 7 108 - -
Sub-jumlah 5.809 4.868
Jumlah deposito berjangka 11.061 10.763
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (1) (1)
Jumlah 25.905 31.947
Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 1,95% - 6,50% 1,95% - 6,50%
Mata uang asing 2,50% - 5,05% 0,25% - 4,05%
Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik negara (pihak berelasi) karena
mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat
secara finansial karena dimiliki oleh negara.
44
Page 48
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
4. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo Saldo
Mata uang Mata uang
asing Setara asing Setara
Mata uang (dalam jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
Deposito berjangka
Pihak berelasi
BRI Rp - 317 - 50
BNI Rp - 159 - 80
Bank Mandiri Rp - 140 - 10
US$ 5 78 5 79
BSI Rp - 178 - 100
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 60 - -
Pihak ketiga
United Overseas Bank Limited Singapore
(“UOB Singapore”) US$ 13 187 12 182
Standard Chartered Bank (Singapore) Limited
(“SCB Singapore”) US$ 7 101 7 102
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - - - 18
US$ 2 32 2 32
Jumlah deposito berjangka 1.252 653
Rekening penampungan Rp - 214 - 383
US$ 1 11 2 30
Jumlah rekening penampungan 225 413
Reksa dana
Pihak berelasi
-
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp 84 - 81
Pihak ketiga
PT Henan Putihrai Asset Management
(“HPAM”) Rp - 212 - 200
Jumlah reksa dana 296 281
Lainnya (masing-masing di bawah Rp100 miliar) Rp - 0 - 0
US$ 0 0 0 2
MYR 0 0 0 0
Jumlah lainnya 0 2
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (0) (0)
Jumlah 1.773 1.349
Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 2,50% - 5,85% 2,50% - 5,00%
Mata uang asing 1,95% - 5,85% 1,95% - 5,06%
5.
45
Page 49
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
5. PIUTANG USAHA - BERSIH
Piutang usaha berhubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail, dengan
rincian sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
(i) Pihak berelasi
30 September 2023 31 Desember 2022
Badan Usaha Milik Negara ("BUMN") 2.006 1.985
PT Indonusa Telemedia ("Indonusa") 386 385
Indosat 310 175
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 183 156
Jumlah 2.885 2.701
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (1.203) (1.081)
Jumlah bersih 1.682 1.620
(ii) Pihak ketiga
30 September 2023 31 Desember 2022
Pelanggan individual dan bisnis 13.660 12.517
Penyelenggara jasa telekomunikasi luar negeri 1.154 984
Jumlah 14.814 13.501
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (6.601) (6.487)
Jumlah bersih 8.213 7.014
b. Berdasarkan umur
(i) Pihak berelasi
30 September 2023 31 Desember 2022
Sampai dengan 3 bulan 1.609 1.522
3 sampai dengan 6 bulan 211 183
Lebih dari 6 bulan 1.065 996
Jumlah 2.885 2.701
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (1.203) (1.081)
Jumlah bersih 1.682 1.620
(ii) Pihak ketiga
30 September 2023 31 Desember 2022
Sampai dengan 3 bulan 8.279 7.116
3 sampai dengan 6 bulan 1.115 481
Lebih dari 6 bulan 5.420 5.904
Jumlah 14.814 13.501
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (6.601) (6.487)
Jumlah bersih 8.213 7.014
(iii) Umur total piutang usaha
30 September 2023 31 Desember 2022
Penyisihan Tingkat Penyisihan Tingkat
Sebelum kerugian kredit kerugian kredit Sebelum kerugian kredit kerugian kredit
penyisihan ekspektasian ekspektasian penyisihan ekspektasian ekspektasian
Belum jatuh tempo 6.452 709 11,0% 6.964 399 5,7%
Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan 3.436 733 21,3% 1.674 349 20,8%
Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai
dengan 6 bulan 1.326 447 33,7% 664 222 33,4%
Jatuh tempo lebih dari 6 bulan 6.485 5.915 91,2% 6.900 6.598 95,6%
Jumlah 17.699 7.804 16.202 7.568
46
Page 50
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
5. PIUTANG USAHA - BERSIH (lanjutan)
b. Berdasarkan umur (lanjutan)
(iii) Umur total piutang usaha (lanjutan)
Grup telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan
nilai historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual, disesuaikan
dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan
lingkungan ekonomi. Grup tidak membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha
pihak ketiga dalam menilai jumlah yang jatuh tempo. Pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022, nilai tercatat piutang usaha Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak
diturunkan nilainya masing-masing sebesar Rp4.152 miliar dan Rp2.069 miliar. Manajemen
berpendapat bahwa piutang usaha yang telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya,
termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo dan juga tidak diturunkan nilainya, adalah
terutang dari para pelanggan dengan historis tingkat ketertagihan yang baik dan diharapkan dapat
terpulihkan.
c. Berdasarkan mata uang
(i) Pihak berelasi
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 2.880 2.694
Dolar A.S. 5 7
Jumlah 2.885 2.701
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (1.203) (1.081)
Jumlah bersih 1.682 1.620
(ii) Pihak ketiga
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 13.088 12.020
Dolar A.S. 1.539 1.352
Dolar Singapura 146 89
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 41 40
Jumlah 14.814 13.501
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (6.601) (6.487)
Jumlah bersih 8.213 7.014
d. Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 7.568 7.802
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 638 567
Penghapusbukuan piutang (402) (801)
Saldo akhir 7.804 7.568
Penghapusbukuan piutang merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak berelasi dan pihak
ketiga.
Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang usaha
sudah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, piutang usaha tertentu atas entitas anak
masing-masing sebesar Rp947 miliar dan Rp1.129 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian
pinjaman (Catatan 18a dan 19c).
47
Page 51
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
6. ASET KONTRAK - BERSIH
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset kontrak 2.638 2.610
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (167) (119)
Jumlah bersih 2.471 2.491
Lancar (2.457) (2.457)
Tidak Lancar 14 34
Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas aset kontrak sudah
cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak.
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
7. PERSEDIAAN - BERSIH
Persediaan diakui sebesar nilai realisasi bersih, terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Kartu SIM dan voucer prabayar 800 321
Komponen 482 588
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 253 294
Jumlah 1.535 1.203
Provisi atas persediaan usang (60) (59)
Jumlah bersih 1.475 1.144
Manajemen berpendapat saldo provisi atas persediaan usang cukup untuk menutup kerugian akibat dari
penurunan nilai persediaan karena usang.
Persediaan yang diakui sebagai beban termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan
jasa telekomunikasi pada tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp553 miliar
dan Rp539 miliar (Catatan 25).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak ada persediaan yang dijaminkan dalam
perjanjian pinjaman.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, modul (bagian dari aset tetap) dan komponen
dengan nilai buku masing-masing sebesar Rp86 miliar dan Rp94 miliar, yang dimiliki oleh Grup telah
diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, dan risiko lain. Total nilai pertanggungan pada
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp94 miliar dan Rp111
miliar.
Manajemen berkeyakinan nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan
kerugian atas persediaan yang muncul dari risiko yang ditanggung.
48
Page 52
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
8. ASET LANCAR LAINNYA
Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Izin penggunaan frekuensi
dibayar di muka - bagian jangka pendek (Catatan 35c.i) 2.676 5.289
Uang muka 1.207 679
Gaji dibayar di muka 402 218
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 837 574
Jumlah 5.122 6.760
9. BIAYA KONTRAK
Rincian dari biaya kontrak adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Biaya Biaya
perolehan pemenuhan Jumlah
kontrak kontrak
Saldo, 1 Januari 2023 1.554 858 2.412
Amortisasi selama periode berjalan (288) (250) (538)
Penambahan selama periode berjalan 335 44 379
Saldo, 30 September 2023 1.601 652 2.253
Lancar (380) (354) (734)
Tidak lancar 1.221 298 1.519
31 Desember 2022
Biaya Biaya
perolehan pemenuhan Jumlah
kontrak kontrak
Saldo, 1 Januari 2022 1.532 732 2.264
Amortisasi selama tahun berjalan (338) (514) (852)
Penambahan selama tahun berjalan 360 640 1.000
Saldo, 31 Desember 2022 1.554 858 2.412
Lancar (354) (317) (671)
Tidak lancar 1.200 541 1.741
Tidak ada penyisihan atas penurunan nilai biaya kontrak pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022.
49
Page 53
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
10. INVESTASI JANGKA PANJANG
Rincian dari investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Instrumen keuangan
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:
Ekuitas 7.616 7.624
Obligasi konversi 964 884
Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain:
Ekuitas 22 22
8.602 8.530
Entitas asosiasi
PT Jalin Pembayaran Nusantara ("Jalin") 104 115
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 8 8
112 123
Jumlah investasi jangka panjang 8.714 8.653
a. Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan
Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka
panjang dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi
dan teknologi. Grup tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan start-up tersebut.
Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk investasi pada:
(i) Investasi pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (“GOTO”) oleh Telkomsel. Per tanggal
30 September 2023, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO dengan menggunakan
nilai pasar saham GOTO sebesar Rp85 per saham. Jumlah rugi yang belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO pada tanggal 30 September 2023
adalah sebesar Rp142 miliar dan disajikan sebagai rugi yang belum direalisasi dari perubahan
nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi konsolidasian.
(ii) Investasi MDI pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan
teknologi. Penambahan investasi pada periode berjalan oleh MDI sebesar Rp213 miliar.
Investasi pada obligasi konversi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi
jangka panjang yang dimiliki oleh Telkomsel dan MDI dalam bentuk obligasi konversi pada berbagai
perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi, yang akan langsung dikonversi
menjadi saham ketika jatuh tempo.
b. Investasi jangka panjang pada entitas asosiasi
Investasi pada pada entitas asosiasi termasuk investasi pada:
(i) Jalin sebelumnya adalah entitas anak, pada tanggal 19 Juni 2019, Grup menjual 67,00%
kepemilikan sahamnya sehingga kepemilikan pada Jalin sebesar 33,00%.
(ii) PT Fintek Karya Nusantara (“Finarya”) sebesar 24,83%. Finarya sebelumnya adalah entitas
anak Telkomsel. Kemudian sejak tahun 2019, sehubungan dengan peningkatan modal
ditempatkan dan disetor pada Finarya oleh berbagai investor, maka Finarya menjadi entitas
asosiasi Telkomsel.
(iii) PT Omni Inovasi Indonesia Tbk. (“Omni Inovasi Indonesia”) (sebelumnya PT Tiphone Mobile
Indonesia Tbk.) sebesar 24,00%. Sejak tahun 2019 manajemen telah mengakui penurunan
nilai penuh atas investasi pada PT Omni Inovasi Indonesia Tbk.
Bagian kumulatif rugi atas investasi jangka panjang pada entitas asosiasi yang tidak diakui hingga
periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing
adalah sebesar Rp349 miliar dan Rp415 miliar.
50
Page 54
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
11. ASET TETAP
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
31 Desember Reklasifikasi/ 30 September
2022 Penambahan Pengurangan Translasi 2023
Harga perolehan:
Aset tetap pemilikan langsung
Tanah 1.838 27 - 76 1.941
Bangunan 18.947 231 (5) 443 19.616
Renovasi bangunan sewa 1.571 35 (16) (2) 1.588
Peralatan sentral telepon 20.083 314 (56) 650 20.991
Peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data 1.583 - - - 1.583
Peralatan dan instalasi transmisi 171.106 3.705 (1.895) 5.991 178.907
Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 10.804 55 - (20) 10.839
Jaringan kabel 74.695 3.418 (3) 1.213 79.323
Catu daya 23.276 423 (270) 280 23.709
Peralatan pengolahan data 20.954 464 (333) 830 21.915
Peralatan telekomunikasi lainnya 10.402 448 - 47 10.897
Peralatan kantor 2.625 45 (30) (92) 2.548
Kendaraan 605 47 (36) - 616
Peralatan lainnya 51 1 - 1 53
Aset dalam pembangunan 4.598 12.871 - (10.458) 7.011
Jumlah 363.138 22.084 (2.644) (1.041) 381.537
Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai:
Aset tetap pemilikan langsung
Bangunan 6.228 473 - (35) 6.666
Renovasi bangunan sewa 1.207 118 (16) (30) 1.279
Peralatan sentral telepon 14.100 1.500 (55) 145 15.690
Peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data 1.582 - - - 1.582
Peralatan dan instalasi transmisi 97.335 8.942 (1.707) (11) 104.559
Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 6.041 515 - (32) 6.524
Jaringan kabel 22.510 2.381 (3) 348 25.236
Catu daya 16.890 1.376 (261) (524) 17.481
Peralatan pengolahan data 15.490 1.506 (332) (260) 16.404
Peralatan telekomunikasi lainnya 6.067 1.269 - (24) 7.312
Peralatan kantor 2.073 204 (24) (194) 2.059
Kendaraan 242 39 (21) - 260
Peralatan lainnya 44 2 - 1 47
Jumlah 189.809 18.325 (2.419) (616) 205.099
Nilai buku bersih 173.329 176.438
51
Page 55
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember Reklasifikasi/ 31 Desember
2021 Penambahan Pengurangan Translasi 2022
Harga perolehan:
Aset tetap pemilikan langsung
Tanah 1.821 10 - 7 1.838
Bangunan 17.296 778 (1) 874 18.947
Renovasi bangunan sewa 1.477 80 (86) 100 1.571
Peralatan sentral telepon 18.324 1.066 (130) 823 20.083
Peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data 1.583 - - - 1.583
Peralatan dan instalasi transmisi 165.621 4.494 (9.501) 10.492 171.106
Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 10.528 155 (5) 126 10.804
Jaringan kabel 67.559 7.807 (9) (662) 74.695
Catu daya 22.035 433 (719) 1.527 23.276
Peralatan pengolahan data 19.258 877 (390) 1.209 20.954
Peralatan telekomunikasi lainnya 9.121 1.261 - 20 10.402
Peralatan kantor 2.352 157 (85) 201 2.625
Kendaraan 537 100 (165) 133 605
Peralatan lainnya 47 2 (3) 5 51
Aset dalam pembangunan 2.950 16.936 - (15.288) 4.598
Jumlah 340.509 34.156 (11.094) (433) 363.138
Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai:
Aset tetap pemilikan langsung
Bangunan 5.537 632 (1) 60 6.228
Renovasi bangunan sewa 1.163 130 (86) - 1.207
Peralatan sentral telepon 12.225 1.985 (127) 17 14.100
Peralatan telegraf, teleks, dan
komunikasi data 1.582 - - - 1.582
Peralatan dan instalasi transmisi 94.532 12.087 (9.362) 78 97.335
Satelit, stasiun bumi, dan peralatannya 5.199 830 (5) 17 6.041
Jaringan kabel 18.735 4.388 (9) (604) 22.510
Catu daya 15.874 1.699 (712) 29 16.890
Peralatan pengolahan data 14.130 1.806 (388) (58) 15.490
Peralatan telekomunikasi lainnya 4.330 1.717 - 20 6.067
Peralatan kantor 1.866 261 (79) 25 2.073
Kendaraan 270 38 (135) 69 242
Peralatan lainnya 40 3 (2) 3 44
Jumlah 175.483 25.576 (10.906) (344) 189.809
Nilai buku bersih 165.026 173.329
a. Laba dari penjualan aset tetap
2023 2022
Hasil penjualan aset tetap 83 391
Nilai buku bersih (21) (123)
Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap 62 268
b. Lain-lain
(i) Selama tahun 2022, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk adalah sambungan
nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi
penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2022.
(ii) Bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan sejumlah Rp95 miliar dan
Rp37 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2023 dan 2022. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi berkisar antara 2,50%-8,20% dan 5,49%-6,30%
masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023
dan 2022.
(iii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk periode
sembilan bulan pada tanggal 30 September 2023 dan tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022.
52
Page 56
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
b. Lain-lain (lanjutan)
(iv) Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022, Grup
telah mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan rusak masing-masing sebesar
Rp160 miliar dan Rp267 miliar dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selama periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022, nilai tercatat aset tetap
tersebut masing-masing sebesar Rp148 miliar dan Rp244 miliar, telah dibebankan dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
(v) Pada tahun 2022, umur manfaat menara yang dimiliki oleh Grup diubah dari 30 tahun menjadi
40 tahun. Dampak pengurangan beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 dan estimasi untuk tahun 2023 masing-masing adalah sebesar Rp93 miliar
dan Rp373 miliar. Menara disajikan sebagai bagian dari peralatan dan instalasi transmisi.
(vi) Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, peralatan Telkomsel dengan nilai
tercatat bersih masing-masing sebesar Rp6 miliar akan ditukarkan, dan oleh karenanya peralatan
tersebut direklasifikasi sebagai aset tersedia untuk dijual pada laporan posisi keuangan
konsolidasian. Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, peralatan Telkomsel dengan nilai tercatat
bersih masing-masing sebesar RpNihil dan Rp909 miliar telah ditukarkan dengan peralatan
PT ZTE Indonesia. Tidak ada penyisihan atas penurunan nilai aset tersedia untuk dijual pada
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
(vii) Di tahun 2021, Perusahaan memutuskan untuk menghentikan penggunaan aset MSAN dan
melakukan percepatan penyusutan aset MSAN yang telah terdepresiasi penuh pada tahun 2022.
Dampak percepatan penyusutan aset MSAN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 adalah sebesar Rp1.494 miliar. Aset MSAN disajikan sebagai bagian dari
jaringan kabel.
(viii) Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan
status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 8-50 tahun yang akan habis masa
berlakunya antara tahun 2023 sampai dengan tahun 2071. Manajemen berkeyakinan bahwa
tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak
tersebut.
(ix) Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset tetap milik Grup kecuali tanah,
dengan nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp168.072 miliar dan Rp172.112 miliar telah
diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk
gangguan bisnis, dengan jumlah keseluruhan pertanggungan masing-masing sebesar
Rp33.040 miliar dan Rp36.319 miliar, HKD10 juta, SGD373 juta, dan MYRNihil dan MYR54 juta
dan first loss basis masing-masing sebesar Rp2.750 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai
pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
yang dipertanggungkan.
(x) Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tingkat persentase penyelesaian aset
dalam pembangunan adalah masing-masing sekitar 85,23% dan 55,91% dari nilai kontrak
dengan perkiraan penyelesaian masing-masing sampai Desember 2025 dan Agustus 2025.
Saldo aset dalam pembangunan tersebut terutama terdiri dari bangunan, peralatan dan instalasi
transmisi, jaringan kabel, dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.
(xi) Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 seluruh aset yang dimiliki Perusahaan
telah dijaminkan dalam perjanjian obligasi (Catatan 19b). Aset tetap entitas anak tertentu dengan
biaya perolehan masing-masing sebesar Rp18.306 miliar dan Rp18.370 miliar telah dijaminkan
dalam beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18a dan 19c).
53
Page 57
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
b. Lain-lain (lanjutan)
(xii) Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah tercatat bruto dari setiap aset
tetap Grup yang telah disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah masing-masing
sebesar Rp82.585 miliar dan Rp67.979 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset
jaringan untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh.
(xiii) Pada tahun 2022, nilai wajar tanah dan bangunan Grup masing-masing sebesar Rp49.014 miliar.
12. ASET HAK-GUNA
Nilai tercatat aset hak-guna yang diakui dan mutasi selama periode berjalan:
Peralatan
dan instalasi
Tanah Bangunan transmisi Kendaraan Lain-lain Jumlah
Saldo, 1 Januari 2022 4.002 729 13.120 410 208 18.469
Penambahan 1.169 121 8.205 488 23 10.006
Pengurangan dan reklasifikasi (217) 17 (2.399) (197) 8 (2.788)
Beban penyusutan (867) (204) (4.067) (178) (35) (5.351)
Saldo, 31 Desember 2022 4.087 663 14.859 523 204 20.336
Penambahan 1.114 126 6.490 120 3 7.853
Pengurangan dan reklasifikasi (45) (16) (2.849) (16) (0) (2.926)
Beban penyusutan (724) (129) (2.717) (161) (24) (3.755)
Saldo, 30 September 2023 4.432 644 15.783 466 183 21.508
Nilai tercatat liabilitas sewa dan rincian mutasinya adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo, 1 Januari 18.661 16.387
Akrualisasi bunga 703 931
Penambahan (Catatan 39a) 7.853 10.006
Pengurangan (8.336) (8.663)
Saldo 18.881 18.661
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (5.689) (4.925)
Bagian jangka panjang 13.192 13.736
Jatuh tempo pembayaran liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Kurang dari 1 tahun 6.363
1-5 tahun 8.447
Lebih dari 5 tahun 6.664
Jumlah pembayaran sewa 21.474
Bunga (2.593)
Nilai kini atas pembayaran sewa 18.881
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (5.689)
Bagian jangka panjang 13.192
Grup menyewa beberapa aset termasuk tanah, bangunan, peralatan dan instalasi transmisi, kendaraan,
dan lain-lain yang digunakan dalam operasi, yang pada umumnya memiliki masa sewa antara 1 dan 33
tahun.
Grup juga memiliki sewa tertentu dengan jangka waktu dua belas bulan atau kurang dan nilai sewa
bernilai rendah. Grup menerapkan 'sewa jangka pendek' dan 'sewa aset bernilai rendah' sebagai
pengecualian untuk sewa ini. Tidak ada kontrak sewa dengan pembayaran sewa variabel.
54
Page 58
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
12. ASET HAK-GUNA (lanjutan)
Rincian beban terkait sewa selama periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2023 dan
2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Beban penyusutan 3.755 4.055
Beban sewa jangka pendek 2.202 2.327
Beban bunga sewa 703 666
Beban sewa aset bernilai rendah 32 44
13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah
dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 35c.i) 2.085 1.291
Beban dibayar di muka 1.017 446
Tagihan restitusi pajak - setelah dikurangi
bagian jangka pendek (Catatan 27b) 946 621
Uang muka 352 781
Uang jaminan 158 144
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 314 340
Jumlah 4.872 3.623
14. ASET TAKBERWUJUD
Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut:
Aset
takberwujud
Goodwill Piranti lunak Lisensi lainnya Jumlah
Nilai tercatat bruto:
Saldo, 1 Januari 2023 1.492 19.779 620 1.491 23.382
Penambahan - 1.691 26 4 1.721
Pengurangan - (546) (130) - (676)
Reklasifikasi/translasi - (16) (9) (3) (28)
Saldo, 30 September 2023 1.492 20.908 507 1.492 24.399
Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
Saldo, 1 Januari 2023 (402) (13.616) (152) (910) (15.080)
Beban amortisasi - (1.755) (42) (70) (1.867)
Pengurangan - 545 2 - 547
Reklasifikasi/translasi - 13 8 3 24
Saldo, 30 September 2023 (402) (14.813) (184) (977) (16.376)
Nilai buku bersih 1.090 6.095 323 515 8.023
Aset
takberwujud
Goodwill Piranti lunak Lisensi lainnya Jumlah
Nilai tercatat bruto:
Saldo, 1 Januari 2022 1.492 17.458 174 1.512 20.636
Penambahan - 2.527 440 49 3.016
Pengurangan - (175) - (70) (245)
Reklasifikasi/translasi - (31) 6 - (25)
Saldo, 31 Desember 2022 1.492 19.779 620 1.491 23.382
Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
Saldo, 1 Januari 2022 (402) (11.714) (125) (889) (13.130)
Beban amortisasi - (2.063) (26) (91) (2.180)
Pengurangan - 175 - 70 245
Reklasifikasi/translasi - (14) (1) - (15)
Saldo, 31 Desember 2022 (402) (13.616) (152) (910) (15.080)
Nilai buku bersih 1.090 6.163 468 581 8.302
55
Page 59
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
14. ASET TAKBERWUJUD (lanjutan)
(i) Goodwill timbul dari akuisisi Sigma (2008), Admedika (2010), data center PT Bina Data Mandiri
(“BDM”) (2012), Contact Centres Australia Pty. Ltd. (2014), MNDG (2015), Melon dan PT Griya
Silkindo Drajatmoerni (“GSDm”) (2016), TSGN dan Nutech (2017), SSI, CIP, dan Telin Malaysia
(2018), PST (2019), dan Digiserve (2021).
(ii) Sisa periode amortisasi dari aset takberwujud piranti lunak untuk periode yang berakhir pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-masing 1-6 tahun. Beban amortisasi
diakui sebagai bagian dari “Beban penyusutan dan amortisasi” dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
(iii) Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah tercatat bruto dari aset
takberwujud yang telah diamortisasi seluruhnya dan masih digunakan adalah masing-masing
sebesar Rp10.597 miliar dan Rp9.640 miliar.
15. UTANG USAHA
Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi
Pembelian peralatan, barang, dan jasa 217 262
Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya 255 169
Sub-jumlah 472 431
Pihak ketiga
Pembelian peralatan, barang, dan jasa 9.255 14.453
Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya 2.672 2.231
Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak
penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal
("KPU") 1.046 1.342
Sub-jumlah 12.973 18.026
Jumlah 13.445 18.457
Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 11.332 16.727
Dolar A.S. 2.041 1.636
Lain-lain 72 94
Jumlah 13.445 18.457
Syarat dan ketentuan atas utang usaha di atas:
a. Utang usaha tidak dikenakan bunga dan secara umum diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun.
b. Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi pihak berelasi.
c. Lihat Catatan 37b.v untuk manajemen risiko likuiditas Grup.
56
Page 60
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
16. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi 7.556 8.183
Umum, administrasi, dan pemasaran 2.758 3.067
Gaji dan tunjangan 2.513 4.014
Beban bunga dan administrasi bank 217 181
Jumlah 13.044 15.445
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
17. LIABILITAS KONTRAK
a. Liabilitas kontrak jangka pendek
30 September 2023 31 Desember 2022
Uang muka pelanggan Mobile 3.810 3.577
Uang muka pelanggan WIB 1.221 1.188
Uang muka pelanggan Enterprise 1.103 1.126
Uang muka pelanggan Consumer 240 233
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 146 171
Jumlah 6.520 6.295
b. Liabilitas kontrak jangka panjang
30 September 2023 31 Desember 2022
Uang muka pelanggan Mobile 910 -
Uang muka pelanggan WIB 788 700
Uang muka pelanggan Consumer 724 844
Uang muka pelanggan Enterprise 110 17
Jumlah 2.532 1.561
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
DALAM SATU TAHUN
a. Utang bank jangka pendek
Saldo terutang
Kreditur 30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi
Bank Mandiri 3.714 3.483
BNI 1.107 979
Sub-jumlah 4.821 4.462
Pihak ketiga
PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC") 3.121 1.836
MUFG Bank ("MUFG") 2.009 1.349
Bank of China 1.000 -
PT Bank DBS Indonesia ("DBS") 476 475
UOB Indonesia 350 -
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 19 69
Sub-jumlah 6.975 3.729
Jumlah 11.796 8.191
57
Page 61
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
DALAM SATU TAHUN (lanjutan)
a. Utang bank jangka pendek (lanjutan)
Beberapa informasi lain yang signifikan terkait utang bank jangka pendek pada tanggal 30 September
2023 adalah sebagai berikut:
Total
fasilitas Periode Tingkat suku
Mata (dalam Jatuh tempo pembayaran bunga
Peminjam uang miliar)* fasilitas pinjaman bunga per tahun Jaminan**
Mandiri
2021 - 2022 Nutech, Rp 3.100 26 Juli 2024 - Bulanan 5,85% - 9,00% Piutang
Mitratel 27 September 2024 usaha dan
aset tetap
2020 Finnet Rp 500 20 Oktober 2023 Bulanan 1 bulan Tidak ada
JIBOR + 1,30%
BNI
2014 - 2017 GSD, Sigmaa Rp 350 7 November 2023 - Bulanan 7,90% - 8,50% Piutang
9 Januari 2024 usaha dan
aset tetap
2017 - 2021 Metranet, Rp 1.135 18 Februari 2024 - Bulanan 1 bulan JIBOR + Piutang
Telkom Infra, 6 Juni 2024 1,75% - 2,50% usaha
Infomediab
HSBC
2014 - 2020 Perusahaan, Rp 1.400 17 November 2023 - Bulanan 5,00% - Piutang
Sigmac,f 31 Desember 2023 - Under BLR 7,40% usaha
2018 - 2019 Sigmad, Rp 2.553 31 Desember 2023 - Bulanan, 1 bulan Tidak ada
Metra, 12 Maret 2024 - Kuartalan JIBOR + 0,35%
PINS, 3 bulan
Metranet, JIBOR + 1,00%
Telkomsate,
GSD
MUFG Bank
2018 Telkomsel Rp 1.750 31 Oktober 2023 Bulanan 6,30% Tidak ada
2018 - 2019 Infomedia, Rp 1.430 31 Oktober 2023 Bulanan 1 bulan Tidak ada
Metra, GSD, JIBOR + 0,70%
Telkom Infra
Bank of China
2020 Perusahaan Rp 1.000 13 Oktober 2023 Kuartalan 3 bulan Tidak ada
JIBOR - 1,60%
DBS
2016 Sigma USD 0 31 Juli 2024 Bulanan 5,79% - 6,30% Piutang
usaha
2018 Telkom Infra, Rp 475 1 November 2023 Bulanan 1 bulan Tidak ada
Infomedia JIBOR + 1,20%
UOB Indonesia
2016 Finnet Rp 500 31 Oktober 2023 Bulanan 1 bulan Tidak ada
JIBOR + 1,75%
*
Disajikan dalam mata uang asal.
** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
a
Berdasarkan amendemen terakhir tanggal 28 Juli 2022 dan 6 Januari 2023.
b
Berdasarkan amendemen terakhir tanggal 28 Maret 2018 dan 6 Juli 2018.
c
Berdasarkan amendemen terakhir tanggal 16 Juli 2018, 17 November 2021 dan 7 November 2022.
d
Berdasarkan amendemen terakhir tanggal 23 April 2021.
e
Berdasarkan amendemen terakhir tanggal 10 Agustus 2023.
f
Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi.
Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
batasan seperti adanya batasan bahwa Perusahaan harus memiliki kepemilikan saham mayoritas
paling sedikit 51% terhadap anak perusahaan dan mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada
tanggal 30 September 2023, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut.
Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis usaha.
58
Page 62
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
DALAM SATU TAHUN (lanjutan)
b. Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
Pinjaman penerusan (two-step loans) 19a 91 118
Obligasi dan wesel bayar 19b 548 -
Utang bank 19c 10.856 7.788
Pinjaman lainnya 19d 482 952
Jumlah 11.977 8.858
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
Pinjaman penerusan (two-step loans) 19a 41 91
Obligasi dan wesel bayar 19b 4.794 4.793
Utang bank 19c 21.510 22.085
Pinjaman lainnya 19d - 362
Jumlah 26.345 27.331
Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 30 September 2023 adalah sebagai berikut:
Tahun
Catatan Jumlah 2024 2025 2026 2027 Selanjutnya
Pinjaman penerusan
(two-step loans) 19a 41 41 - - - -
Obligasi dan wesel bayar 19b 4.794 - 2.099 - - 2.695
Utang bank 19c 21.510 1.512 6.223 5.167 3.229 5.379
Pinjaman lainnya 19d - - - - - -
Jumlah 26.345 1.553 8.322 5.167 3.229 8.074
a. Pinjaman penerusan (two-step loans)
Pinjaman penerusan (two-step loans) adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah
yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan. Pinjaman yang diperoleh hingga bulan Juli 1994
dicatat dan terutang dalam Rupiah berdasarkan kurs pada tanggal penarikan pinjaman. Pinjaman
yang diperoleh setelah bulan Juli 1994 terutang dalam mata uang asalnya dan keuntungan atau
kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung oleh Perusahaan.
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo terutang Saldo terutang
Mata uang Mata uang
asing Setara asing Setara
Kreditur Mata uang (dalam jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
Bank luar negeri Yen 1.152 119 1.536 181
Rp - 13 - 28
Jumlah 132 209
Bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (Catatan 18b) (91) (118)
Bagian jangka panjang 41 91
Periode jadwal Pembayaran Tingkat bunga
Kreditur Mata uang pembayaran bunga per tahun
Bank luar negeri Yen Semesteran Semesteran 2,95%
Rp Semesteran Semesteran 7,125%
59
Page 63
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
a. Pinjaman penerusan (two-step loans) (lanjutan)
Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang
telekomunikasi. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada
berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.
Sejak 2008, Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode
penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.
Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
a. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi 1, 2:1 untuk pinjaman
penerusan yang berasal dari Bank Pembangunan Asia (“ADB”).
b. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan biaya pendanaan) harus melebihi
20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman penerusan yang
berasal dari ADB.
Pada tanggal 30 September 2023, Perusahaan telah memenuhi ketentuan rasio-rasio tersebut di atas.
b. Obligasi dan wesel bayar
Saldo terutang
Obligasi dan wesel bayar 30 September 2023 31 Desember 2022
Obligasi
2015
Seri A - 2.200
Seri B 2.100 2.100
Seri C 1.200 1.200
Seri D 1.500 1.500
Wesel bayar jangka menengah
(Medium Term Notes atau
“MTN”)
MTN Mitratel 2023 550 -
Jumlah 5.350 7.000
Biaya perolehan pinjaman yang belum
diamortisasi (8) (7)
Bagian jangka panjang 5.342 6.993
Bagian yang akan jatuh tempo dalam
satu tahun (Catatan 18b) (548) (2.200)
Bagian jangka panjang 4.794 4.793
i. Obligasi
Tahun 2015
Periode Tingkat
Pokok Tempat Tanggal pembayaran bunga per
Obligasi utang Penerbit pencatatan terbit Jatuh tempo bunga tahun
Seri A 2.200 Perusahaan BEI 23 Juni 2015 23 Juni 2022 Kuartalan 9,93%
Seri B 2.100 Perusahaan BEI 23 Juni 2015 23 Juni 2025 Kuartalan 10,25%
Seri C 1.200 Perusahaan BEI 23 Juni 2015 23 Juni 2030 Kuartalan 10,60%
Seri D 1.500 Perusahaan BEI 23 Juni 2015 23 Juni 2045 Kuartalan 11,00%
Total 7.000
Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus. tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak. baik yang telah ada maupun
yang akan ada dikemudian hari (Catatan 11b.xi). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi
obligasi ini adalah PT Bahana TCW Investment Management (“Bahana TCW”), PT BRI Danareksa
Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia. Tbk. Sedangkan bertindak
sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata. Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini
pada tanggal 23 Juni 2015.
60
Page 64
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
b. Obligasi dan wesel bayar (lanjutan)
i. Obligasi (lanjutan)
Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi,
seluruhnya akan dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro
network, regional metro junction, information technology application and support, dan akuisisi
beberapa perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional.
Pada tanggal 30 September 2023, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh Pefindo
adalah idAAA (Triple A).
Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati semua
pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1.
(b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1.
(c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.
Pada tanggal 30 September 2023, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
tersebut di atas.
ii. Wesel bayar
Pada tanggal 26 September 2023, Mitratel menerbitkan Surat Utang Jangka Menengah (MTN)
sebesar Rp550 miliar yang akan digunakan untuk mendukung penyediaan dana dalam rangka
refinancing kredit.
Jatuh tempo MTN tersebut adalah 370 hari kalender setelah tanggal penerbitan MTN dengan
bunga 6,20% per tahun yang akan dibayarkan setiap 3 bulan (triwulan). Pembayaran Bunga MTN
pertama akan dilakukan pada tanggal 26 Desember 2023, sedangkan pembayaran bunga MTN
terakhir sekaligus nilai pokok MTN akan dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2024.
Mitratel telah menunjuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebagai wali amanat yang akan menjadi
perantara perseroan dengan pemegang MTN. Penerbitan Surat Utang Jangka Menengah ini
memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan peringkat idAAA.
61
Page 65
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
c. Utang bank
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo terutang Saldo terutang
Mata uang Mata uang
asing Setara asing Setara
Kreditur Mata uang (dalam jutaan) Rupiah (dalam jutaan) Rupiah
Pihak berelasi
BNI Rp - 4.455 - 5.472
Bank Mandiri Rp - 3.560 - 4.381
BRI Rp - 1.136 - 1.409
BSI Rp - 512 - 22
Sub-jumlah 9.663 11.284
Pihak ketiga
BCA Rp - 10.948 - 9.757
Bank Sindikasi Rp - 2.500 - 680
USD 10 160 17 265
Bank CIMB Niaga Rp - 2.128 - 2.221
USD 4 60 4 61
DBS Rp - 1.500 - 1.500
Bank Permata Rp - 1.375 - 1.021
Bank of China Rp - 1.400 - 1.000
BJB Rp - 1.000 - -
HSBC Rp - 625 - 750
MUFG Bank Rp - 500 - 500
Bank Danamon Rp - 364 - 455
PT Bank ANZ Indonesia ("Bank ANZ") Rp - 132 - 198
UOB Singapore USD 4 62 13 205
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp100 miliar) Rp - 20 - 60
MYR 9 29 10 34
Sub-jumlah 22.803 18.707
Jumlah 32.466 29.991
Biaya perolehan pinjaman yang belum
diamortisasi (100) (118)
32.366 29.873
Utang bank yang jatuh tempo dalam satu
tahun (Catatan 18b) (10.856) (7.788)
Bagian jangka panjang 21.510 22.085
Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 30 September 2023 adalah sebagai
berikut:
Pembayaran
Total periode
fasilitas berjalan Periode
Mata (dalam (dalam Jadwal pembayaran Tingkat suku
Peminjam Uang miliar)* miliar)* pembayaran bunga bunga per tahun Jaminan**
BNI
2018 GSD Rp 182 5 2021 - 2024 Bulanan 8,50% Piutang
usaha
2013 - 2021 Perusahaan, Rp 9.625 1.010 2018 - 2033 Bulanan, 1 bulan Piutang
GSD, Kuartalan JIBOR + 2,25%; usaha dan
TLT, Sigma, 3 bulan JIBOR + aset
Mitratel 1,70% - 1,85% tetap
Bank Mandiri
2017 - 2023 Perusahaan, Rp 6.893 922 2019 - 2029 Kuartalan 3 bulan JIBOR + Tidak ada
GSD, 1,25% - 1,85%
Mitratel,
PST
BRI
2017 - 2019 Perusahaan Rp 2.500 227 2019 - 2026 Kuartalan 3 bulan JIBOR + Tidak ada
1,70% - 1,85%
BSI
2018 - 2021 SSI, Rp 1.055 509 2019 - 2024 Bulanan 5,15% - 7,50% Tidak ada
Telkomsel
62
Page 66
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
c. Utang bank (lanjutan)
Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 30 September 2023 adalah sebagai
berikut (lanjutan):
Pembayaran
Total periode
fasilitas berjalan Periode
Mata (dalam (dalam Jadwal pembayara Tingkat suku Jaminan*
Peminjam Uang miliar)* miliar)* pembayaran n bunga bunga per tahun *
BCA
2020 - 2022 Perusahaan, Rp 6.500 500 2022 - 2030 Bulanan, 6,05% - 6,75% Tidak ada
Telkomsel Kuartalan
2020 - 2022 Perusahaan, Rp 13.986 1.371 2020 - 2030 Kuartalan, 3 bulan JIBOR + Piutang
Mitratel, Semesteran 1,00% - 1,50% usaha
PST, GSD dan aset
tetap
Bank Sindikasi
2022 Mitratel Rp 2.500 2.000 2024 - 2030 Semesteran 7,68% Tidak ada
2018 Telin USD 0 0 2019 - 2025 Semesteran 6 bulan Tidak ada
SOFR + 1,55%
Bank CIMB
Niaga
2019 - 2022 PINS, Rp 2.300 53 2021 - 2029 Kuartalan 3 bulan JIBOR + Tidak ada
Mitratel 1,30% - 1,425%
2021 - 2022 Telin USD 0 - 2024 - 2030 Semesteran 6 bulan Tidak ada
SOFR + 1,82%
DBS
2021 Mitratel Rp 3.500 - 2023 - 2028 Semesteran 3 bulan Aset
JIBOR + 1,20% tetap
Bank Permata
2020 - 2022 Mitratel Rp 2.000 146 2021 - 2029 Semesteran 3 bulan Aset
JIBOR + 1,30% tetap
Bank of China
2019 Telkomsel Rp 1.400 2.000 2021 - 2023 Kuartalan 5,01% Tidak ada
BJB
2023 Telkomsel Rp 1.000 1.000 2023 - 2023 Bulanan 5,90% Tidak ada
HSBC
2021 Mitratel Rp 750 125 2023 - 2028 Semesteran 3 bulan Aset
JIBOR + 1,50% tetap
MUFG Bank
2021 Mitratel Rp 500 - 2022 - 2028 Kuartalan 3 bulan Tidak ada
JIBOR + 1,60%
Bank Danamon
2022 Mitratel Rp 636 91 2022 - 2025 Kuartalan 3 bulan Tidak ada
JIBOR + 1,50%
ANZ
2015 GSD, PINS Rp 440 66 2020 - 2025 Kuartalan 3 bulan JIBOR + Tidak ada
1,20% - 1,40%
UOB Singapore
2018 Telin USD 0 0 2019 - 2024 Semesteran 6 bulan Tidak ada
SOFR + 1,25%
* Disajikan dalam mata uang asal
** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
63
Page 67
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)
c. Utang bank (lanjutan)
Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
batasan seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan perolehan utang baru,
termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2022, Grup telah
memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman untuk tidak mensyaratkan pembayaran
sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk Metra, Sigma, GSD, dan TLT. Waiver dari
HSBC, Bank DBS, BNI, dan Bank Mandiri diterima masing-masing pada tanggal 19 Desember 2022,
22 Desember 2023, 23 Desember 2023, 29 Desember 2022, dan 26 Desember 2022. Pada tanggal
30 September 2023, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali
untuk Sigma dan GSD terkait debt service coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang
dipersyaratkan.
Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis
usaha dan keperluan investasi.
d. Pinjaman lainnya
Saldo terutang
Kreditur 30 September 2023 31 Desember 2022
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
("Sarana Multi Infrastruktur") 482 1.315
Biaya perolehan pinjaman yang belum
diamortisasi 0 (1)
Jumlah 482 1.314
Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu
tahun (Catatan 18b) (482) (952)
Bagian jangka panjang - 362
Informasi lain yang signifikan terkait pinjaman lainnya pada tanggal 30 September 2023 adalah
sebagai berikut:
Total Pembayaran
fasilitas periode
Mata (dalam berjalan Jadwal Tingkat suku
Peminjam Uang miliar) (dalam miliar) pembayaran bunga per tahun Jaminan
Sarana Multi
Infrastruktur
14 November 2018 Perusahaan Rp 1.000 110 Semesteran 3 bulan Tidak ada
(2019 - 2023) JIBOR + 1,75%
29 Maret 2019* Perusahaan Rp 2.836 700 Semesteran 3 bulan Tidak ada
(2020 - 2024) JIBOR + 1,75%
29 Maret 2019* Telkomsat Rp 164 24 Semesteran 3 bulan Tidak ada
(2020 - 2024) JIBOR + 1,75%
* Berdasarkan amendemen terakhir tanggal 15 Juni 2020.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan dan Telkomsat diharuskan memenuhi beberapa
persyaratan dan ketentuan, di antaranya mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
(a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1
(b) Net Debt to EBITDA tidak lebih dari 4:1
(c) Debt service coverage minimal 125%
Pada tanggal 30 September 2023, Perusahaan dan Telkomsat telah memenuhi ketentuan mengenai
rasio-rasio tersebut di atas.
64
Page 68
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak:
Telkomsel 9.444 10.535
Mitratel 8.945 9.038
Lain-lain 411 431
Jumlah 18.800 20.004
2023 2022
Kepentingan nonpengendali atas laba
periode berjalan entitas anak:
Telkomsel 5.464 5.876
Mitratel 403 345
Lain-lain 23 14
Jumlah 5.890 6.235
Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material
Kepemilikan kepentingan nonpengendali yang dianggap material oleh Perusahaan adalah kepemilikan
kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel. Pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022, kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel masing-masing adalah
sebesar 30,10% dan 35,00% dan Mitratel sebesar 27,09% dan 28,15%.
Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dan Mitratel disajikan berdasarkan nilai sebelum eliminasi
antar perusahaan.
Ringkasan laporan posisi keuangan:
Telkomsel Mitratel
30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
2023 2022 2023 2022
Aset lancar 14.055 16.290 5.182 7.886
Aset tidak lancar 90.117 84.701 51.171 48.185
Liabilitas jangka pendek (39.306) (32.241) (10.698) (10.200)
Liabilitas jangka panjang (39.797) (38.708) (12.196) (12.064)
Jumlah ekuitas 25.069 30.042 33.459 33.807
Yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 15.625 19.507 24.514 24.769
Kepentingan nonpengendali 9.444 10.535 8.945 9.038
65
Page 69
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan)
Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material (lanjutan)
Ringkasan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
Telkomsel Mitratel
2023 2022 2023 2022
Pendapatan 73.193 66.161 6.273 5.607
Beban operasi (50.480) (47.167) (3.614) (3.367)
Beban lain-lain - bersih (1.682) 1.991 (1.118) (540)
Laba sebelum pajak penghasilan 21.031 20.985 1.541 1.700
Beban pajak penghasilan - bersih (4.656) (4.195) (110) (473)
Laba periode berjalan 16.375 16.790 1.431 1.227
Penghasilan (rugi) komprehensif
lain - bersih - - - -
Jumlah laba komprehensif
periode berjalan 16.375 16.790 1.431 1.227
Diatribusikan kepada
kepentingan nonpengendali 5.464 5.876 403 345
Dividen yang dibayar kepada
kepentingan nonpengendali 9.267 7.218 484 272
Ringkasan laporan arus kas:
Telkomsel Mitratel
2023 2022 2023 2022
Kegiatan operasi 31.573 32.300 3.350 2.458
Kegiatan investasi (9.995) (4.599) (3.701) (10.058)
Kegiatan pendanaan (24.107) (21.828) (3.548) (6.103)
Kenaikan (penurunan) bersih
kas dan setara kas (2.529) 5.873 (3.899) (13.703)
21. MODAL SAHAM
30 September 2023
Persentase Jumlah modal
Keterangan Jumlah saham
kepemilikan disetor
Saham seri A Dwiwarna
Pemerintah 1 0 0
Saham seri B
Pemerintah 51.602.353.559 52,09 2.580
The Bank of New York Mellon Corporation* 3.726.418.080 3,77 187
Direksi (Catatan 1b):
Ririek Adriansyah 6.016.355 0 0
Bogi Witjaksono 4.130.400 0 0
Afriwandi 4.172.900 0 0
Heri Supriadi 4.170.400 0 0
FM Venusiana R 7.806.900 0 0
Herlan Wijanarko 4.172.900 0 0
Muhamad Fajrin Rasyid 4.130.400 0 0
Budi Setyawan Wijaya 4.585.400 0 0
Honesti Basyir 370.544 0 0
Komisaris (Catatan 1b):
Isa Rachmatarwata 1.968.000 0 0
Marcelino Rumambo Pandin 1.968.000 0 0
Ismail 1.968.000 0 0
Arya Mahendra Sinulingga 2.014.800 0 0
Rizal Mallarangeng 1.968.000 0 0
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 43.684.001.961 44,14 2.186
Jumlah 99.062.216.600 100,00 4.953
66
Page 70
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
31 Desember 2022
Jumlah modal
Keterangan Jumlah saham Persentase kepemilikan
disetor
Saham seri A Dwiwarna
Pemerintah 1 0 0
Saham seri B
Pemerintah 51.602.353.559 52,09 2.580
The Bank of New York Mellon Corporation* 3.889.668.580 3,93 194
Direksi (Catatan 1b):
Ririek Adriansyah 1.156.955 0 0
Budi Setyawan Wijaya 275.000 0 0
Afriwandi 42.500 0 0
Herlan Wijanarko 42.500 0 0
Heri Supriadi 40.000 0 0
Komisaris (Catatan 1b):
Arya Mahendra Sinulingga 87.500 0 0
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 43.568.550.005 43,98 2.179
Jumlah 99.062.216.600 100,00 4.953
*The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan.
Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah dan tidak dapat
dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS Perusahaan berkaitan dengan
pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan saham baru, serta perubahan
Anggaran Dasar Perusahaan.
22. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA
8.358
30 September 2023 31 Desember 2022
Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
nonpengendali pada entitas anak 8.358 8.358
Selisih kurs karena penjabaran 877 910
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi 386 386
Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang
tersedia untuk dijual 6 6
Komponen ekuitas lainnya 37 37
Jumlah 9.664 9.697
67
Page 71
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
23. PENDAPATAN
Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut:
2023 Mobile Consumer Enterprise WIB Lain-lain Pendapatan konsolidasian
Pendapatan telepon
Selular 7.324 - - 122 - 7.446
Telepon tidak bergerak - 332 447 87 - 866
Jumlah pendapatan telepon 7.324 332 447 209 - 8.312
Pendapatan interkoneksi 219 - - 6.408 - 6.627
Pendapatan data, internet, dan
jasa teknologi informatika
Internet dan data seluler 53.529 - - - - 53.529
Internet, komunikasi data, dan
jasa teknologi informatika - 76 5.624 1.651 - 7.351
SMS 2.484 - 19 - - 2.503
Lain-lain 47 - 1.499 784 157 2.487
Jumlah pendapatan data, internet,
dan jasa teknologi informatika 56.060 76 7.142 2.435 157 65.870
Pendapatan jaringan 3 - 847 937 - 1.787
Pendapatan Indihome - 19.309 2.476 - - 21.785
Layanan lainnya
Call center service - - 1.002 - - 1.002
Manage service dan terminal - - 597 11 - 608
E-health - - 554 - - 554
E-payment - - 445 - - 445
Lain-lain 182 24 1.077 241 636 2.160
Jumlah layanan lainnya 182 24 3.675 252 636 4.769
Jumlah pendapatan dari
kontrak dengan pelanggan 63.788 19.741 14.587 10.241 793 109.150
Pendapatan dari transaksi lessor - - - 2.088 - 2.088
Jumlah pendapatan 63.788 19.741 14.587 12.329 793 111.238
Penyesuaian dan eliminasi - 7 10 2 (501)
Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
di segmen operasi 63.788 19.748 14.597 12.331 292
2022 Mobile Consumer Enterprise WIB Lain-lain Pendapatan konsolidasian
Pendapatan telepon
Selular 9.112 - - 16 - 9.128
Telepon tidak bergerak - 579 458 136 - 1.173
Jumlah pendapatan telepon 9.112 579 458 152 - 10.301
Pendapatan interkoneksi 209 - - 5.939 - 6.148
Pendapatan data, internet, dan
jasa teknologi informatika
Internet dan data seluler 50.831 - - - - 50.831
Internet, komunikasi data, dan
jasa teknologi informatika - 252 5.715 1.657 - 7.624
SMS 3.326 - 35 - - 3.361
Lain-lain 1 - 1.236 634 145 2.016
Jumlah pendapatan data, internet,
dan jasa teknologi informatika 54.158 252 6.986 2.291 145 63.832
Pendapatan jaringan 3 - 960 665 - 1.628
Pendapatan Indihome - 18.810 2.079 - - 20.889
Layanan lainnya
Call center service - - 891 26 - 917
Manage service dan terminal - - 532 - - 532
E-health - - 481 5 - 486
E-payment 4 - 347 - - 351
Lain-lain 1 50 958 246 555 1.810
Jumlah layanan lainnya 5 50 3.209 277 555 4.096
Jumlah pendapatan dari
kontrak dengan pelanggan 63.487 19.691 13.692 9.324 700 106.894
Pendapatan dari transaksi lessor - - - 1.980 - 1.980
Jumlah pendapatan 63.487 19.691 13.692 11.304 700 108.874
Penyesuaian dan eliminasi - (11) 6 (1) (526)
Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
di segmen operasi 63.487 19.680 13.698 11.303 174
Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang
belum diselesaikan pada tanggal 30 September 2023 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-
periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal
30 September 2023, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar
Rp8.119 miliar dan bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp4.938 miliar.
Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa yang tidak dapat dibatalkan sebagai lessor.
Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta tanah dan bangunan. Sewa
ini memiliki jangka waktu antara 1 hingga 10 tahun. Semua sewa termasuk klausul untuk memungkinkan
revisi atas biaya sewa setiap tahun sesuai dengan kondisi pasar yang berlaku. Penyewa juga diharuskan
untuk memberikan jaminan nilai residu pada properti yang disewa.
Tidak ada pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2023 dan 2022.
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
68
Page 72
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
24. BEBAN KARYAWAN
Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:
2023 2022
Gaji dan tunjangan 7.188 6.980
Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya 2.884 2.562
Beban pensiun dan imbalan pasca kerja
lainnya (Catatan 30) 1.356 1.331
Beban penghargaan masa kerja (Catatan 31) 218 255
Lain-lain 32 27
Jumlah 11.678 11.155
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
25. BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI
Rincian dari beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:
2023 2022
Operasi dan pemeliharaan 17.152 16.215
Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 35c.i) 5.536 4.835
Beban hak penyelenggaraan dan KPU (Catatan 15) 2.068 1.934
Sewa sirkit dan Customer Premise Equipment ("CPE") 2.009 2.111
Listrik, gas, dan air 619 684
Beban pokok penjualan kartu SIM, voucer,
dan periferal (Catatan 7) 553 539
Manajemen proyek 351 335
Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung 225 260
Asuransi 194 133
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 157 121
Jumlah 28.864 27.167
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
2023 2022
Beban umum 1.852 1.661
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 686 921
Jasa profesional 531 549
Perjalanan 329 284
Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen 288 220
Rapat 222 196
Sumbangan sosial 164 156
Beban penagihan 121 125
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar) 327 337
Jumlah 4.520 4.449
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
69
Page 73
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
27. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka
30 September 2023 31 Desember 2022
Perusahaan:
Pajak penghasilan ("PPh")
Pasal 22 - Pembelian barang - 1
Pasal 23 - Penyerahan jasa - 97
Entitas anak:
PPh
PPh Badan 146 3
Pasal 4(2) - Pajak final 1 24
Pasal 22 - Pembelian barang 4 -
Pasal 23 - Penyerahan jasa 285 16
PPN 2.348 1.323
Jumlah pajak dibayar di muka 2.784 1.464
Bagian jangka pendek (2.784) (1.464)
Bagian jangka panjang (Catatan 13) - -
b. Tagihan restitusi pajak
30 September 2023 31 Desember 2022
Perusahaan
PPh Badan 76 19
PPh 21 1 3
PPN 163 155
Entitas anak
PPh
PPh Badan 444 578
Pasal 23 - Penyerahan jasa - 8
PPN 263 238
Jumlah tagihan restitusi pajak 947 1.001
Bagian jangka pendek (1) (380)
Bagian jangka panjang (Catatan 13) 946 621
c. Utang pajak
30 September 2023 31 Desember 2022
Perusahaan:
PPh
Pasal 4(2) - Pajak final 25 50
Pasal 21 - PPh pribadi 44 79
Pasal 22 - Pembelian barang 3 7
Pasal 23 - Penyerahan jasa 16 48
Pasal 25 - Angsuran PPh Badan 143 190
Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri - 5
Pasal 29 - PPh Badan - 575
PPN 385 244
PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU") 137 286
753 1.484
Entitas anak:
PPh
Pasal 4(2) - Pajak final 223 287
Pasal 21 - PPh pribadi 121 206
Pasal 22 - Pembelian barang 4 5
Pasal 23 - Penyerahan jasa 74 68
Pasal 25 - Angsuran PPh Badan 576 260
Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri 229 262
Pasal 29 - PPh Badan 1.761 1.782
PPN 291 493
PPN WAPU 771 525
4.050 3.888
Jumlah utang pajak 4.803 5.372
70
Page 74
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut:
2023 2022
Kini
Perusahaan 1.122 1.765
Entitas anak 5.775 5.513
6.897 7.278
Tangguhan
Perusahaan 496 (170)
Entitas anak (500) (727)
(4) (897)
Beban pajak penghasilan bersih 6.893 6.381
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian 32.282 29.197
Penambahan kembali eliminasi konsolidasian 18.019 23.425
Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan
dan eliminasi 50.301 52.622
Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan (29.156) (30.644)
Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi
pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan 21.145 21.978
Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final (436) (303)
Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi
penghasilan atas pajak final - Perusahaan 20.709 21.675
Perbedaan temporer:
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (68) 394
Pendapatan instalasi tangguhan 5 114
Sewa (7) 6
Provisi imbalan karyawan (365) (813)
Hak atas tanah, aset tak berwujud dan lainnya 26 9
Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
berkala bersih (1.110) (36)
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi
dan pajak (1.444) 571
Beban yang masih harus dibayar dan
provisi persediaan usang 21 39
Biaya kontrak 62 97
Jumlah perbedaan temporer bersih (2.880) 381
Perbedaan tetap:
Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala - bersih 190 190
Sumbangan 181 176
Imbalan karyawan 19 158
Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak (12.724) (13.635)
Lain-lain 174 200
Jumlah perbedaan tetap bersih (12.160) (12.911)
Penghasilan kena pajak - Perusahaan 5.669 9.145
Beban pajak penghasilan kini 1.077 1.738
Beban pajak penghasilan final 45 27
Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan 1.122 1.765
Beban pajak penghasilan kini - entitas anak 5.775 5.513
Jumlah beban pajak penghasilan kini 6.897 7.278
71
Page 75
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):
Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak perusahaan
19% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak
final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
adalah sebagai berikut:
2023 2022
Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian 32.282 29.197
Dikurangi pendapatan yang dikenakan
pajak final - bersih konsolidasian (4.394) (1.539)
27.888 27.658
Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif
Perusahaan 5.299 5.255
Perbedaan pada tarif pajak entitas anak 587 697
Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan
perpajakan 876 132
Beban pajak penghasilan final 45 29
Penyesuaian pajak tangguhan (104) -
Pajak tangguhan yang tidak diakui 4 -
Lain-lain 186 268
Beban pajak penghasilan bersih 6.893 6.381
Pada bulan Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang No. 7/2021 tentang Harmonisasi
Peraturan Perpajakan (UU HPP). Dalam Bab III Pasal 3 UU HPP telah mengatur perubahan UU Pajak
Penghasilan di antaranya perubahan Pasal 17 ayat (1) huruf b yang mengatur bahwa tarif pajak yang
diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap
sebesar 22% (dua puluh dua persen) yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022, dan bagi wajib pajak
badan berbentuk perseroan terbatas dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan
pada bursa efek di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu dapat
memperoleh tarif sebesar 3% lebih rendah dari tarif seharusnya.
Perusahaan telah menerapkan tarif pajak PPh Badan sebesar 19% untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022. Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 22% untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2023 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Perusahaan telah menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan untuk tahun fiskal 2022 kepada Otoritas
Pajak sebagaimana ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku.
e. Pemeriksaan pajak
(i) Perusahaan
PPh dan PPN Tahun 2015
Pada tanggal 25 April 2017, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(“SKPLB”) PPh Badan senilai Rp147 miliar, SKPKB PPN senilai Rp13 miliar (termasuk denda
Rp4,1 miliar), SKPKB PPN WAPU senilai Rp6 miliar (termasuk denda Rp1,5 miliar), dan SKPKB
PPN atas Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean senilai Rp55,3 miliar (termasuk denda
Rp16,8 miliar). Perusahaan juga menerima STP atas PPN senilai Rp34 miliar, PPN WAPU senilai
Rp7 miliar, dan PPN atas Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean senilai Rp8 miliar.
Perusahaan setuju untuk menerima putusan pemeriksaan senilai Rp17 miliar atas PPh Badan,
mengalihkan perhitungan pajak atas realisasi ganti rugi migrasi Flexi senilai Rp42 miliar yang
sebelumnya dilaporkan pada SPT PPh Badan tahun 2015 ke SPT PPh Badan tahun 2016.
72
Page 76
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(i) Perusahaan (lanjutan)
PPh dan PPN Tahun 2015 (lanjutan)
Perusahaan juga menerima ketetapan kurang bayar PPN, kurang bayar PPN WAPU, serta STP
PPN WAPU senilai Rp26 miliar. Bagian yang telah diterima telah dibebankan pada laporan laba
rugi dan komprehensif lain konsolidasian tahun 2017. Atas bagian yang tidak disetujui, pada
tanggal 24 Juli 2017 Perusahaan mengajukan Surat Keberatan kepada Otoritas Pajak atas
SKPLB PPh Badan senilai Rp210,5 miliar dan PPN atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah
Pabean senilai Rp55,3 miliar.
Pada tanggal 3 dan 22 Mei 2018, Otoritas Pajak menerbitkan surat keputusan keberatan atas
SKPLB PPN atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean yang mengurangkan jumlah pajak
yang masih harus dibayar senilai Rp54,6 miliar dan mengabulkan seluruh keberatan yang
diajukan Perusahaan. Perusahaan telah menyetujui hasil proses keberatan dari Otoritas Pajak
atas SKPLB PPN atas pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean senilai Rp793 juta dan telah
diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun 2018. Pada
tanggal 18 Juli 2018, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Keputusan Keberatan atas SKPLB PPh
Badan yang menambah jumlah pajak yang masih harus diterima senilai Rp76 miliar. Atas
keputusan keberatan tersebut, pada tanggal 10 Oktober 2018 Perusahaan mengajukan banding.
Pada tanggal 8 Juli 2020, Perusahaan menerima putusan banding dari Pengadilan Pajak atas
sengketa PPh Badan tahun 2015. Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian permohonan
banding yang diajukan Perusahaan. Pada tanggal 9 September 2020, Perusahaan menerima
pengembalian atas restitusi tambahan lebih bayar PPh Badan hasil putusan banding senilai
Rp90,9 miliar.
Pada tanggal 26 Oktober 2020, Perusahaan menerima pemberitahuan dari Pengadilan Pajak
bahwa DJP mengajukan Peninjauan Kembali terhadap Putusan Banding atas sengketa PPh
Badan tahun 2015. Pada tanggal 2 Desember 2020, Perusahaan mengajukan kontra memori
peninjauan kembali sebagai jawaban atas permohonan peninjauan kembali tersebut.
Keseluruhan berkas Memori Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Pemohon PK (DJP) dan
berkas Kontra Memori Peninjauan Kembali yang dikirimkan oleh Termohon PK (Telkom) telah
diteruskan oleh Sekretariat Pengadilan Pajak ke MA tanggal 13 Desember 2022 dengan surat
pengantar nomor PKMA-1594/XII/PAN.Wk/2022.
Pada tanggal 25 Mei 2023, Mahkamah Agung menerbitkan Putusan nomor 1365/B/PK/Pjk/2023
yang menolak permohonan peninjauan kembali DJP. Dengan demikian untuk seluruh kewajiban
pajak tahun 2015 telah berkekuatan hukum tetap melalui Penerbitan Putusan MA serta telah
melewati masa daluwarsa penetapan pajak sebagaimana ketentuan perundang-undangan
perpajakan.
PPh dan PPN tahun 2018
Pada tanggal 16 Desember 2020, Perusahaan menerima SKP dan STP atas hasil pemeriksaan
all taxes tahun 2018. Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan SKPLB PPh Badan senilai Rp101,5
miliar, SKPKB PPh Pasal 21 senilai Rp1,9 miliar (termasuk denda Rp573,9 juta), SKPKB PPh
Pasal 23 senilai Rp4 juta (termasuk denda Rp1,2 juta) dan SKPLB PPN Masa Januari sampai
dengan Agustus dan Oktober sampai dengan Desember senilai Rp85,3 miliar. Selain itu,
Direktorat Jenderal Pajak juga menerbitkan SKPKB PPN Masa September senilai Rp240,5 miliar
(termasuk denda Rp59,5 miliar). SKPKB PPN WAPU senilai Rp15,17 miliar (termasuk denda
Rp4,6 miliar) dan STP PPN WAPU senilai Rp1,2 miliar. Perusahaan setuju untuk menerima
koreksi pajak pemeriksa atas PPh Badan senilai Rp1,1 miliar, kurang bayar PPh Pasal 21 senilai
Rp1,9 miliar, kurang bayar PPh 23 senilai Rp4 juta, kredit pajak PPN senilai Rp4,8 milliar, STP
PPN WAPU senilai Rp1,2 miliar, kurang bayar PPN WAPU senilai Rp15,17 miliar. Koreksi yang
telah disetujui telah dibebankan pada laporan laba rugi tahun 2020.
73
Page 77
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(i) Perusahaan (lanjutan)
PPh dan PPN tahun 2018 (lanjutan)
Perusahaan tidak menyetujui koreksi pemeriksa pajak yang mengenakan PPN atas transaksi
penyerahan komponen space segment aset dalam konstruksi (“ADK”) Satelit Merah Putih kepada
Telkomsat. Pada bulan Maret 2021, Perusahaan telah mengajukan surat keberatan pajak ke
Otoritas Pajak atas koreksi pemeriksa pajak tersebut. Pada tanggal 4 Maret 2022, keberatan yang
diajukan Perusahaan telah dikabulkan melalui surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor
KEP-00253/KEB/PJ/WPJ.19/2022. Pada tanggal 8 April 2022, Perusahaan telah menerima
pengembalian senilai Rp270,4 miliar sesuai dengan Surat Keputusan tersebut. Dengan demikian,
atas semua jenis pajak tahun 2018 Perusahaan telah menerima seluruh putusan yang bersifat
final dan berkekuatan hukum tetap.
PPN tahun 2019
Pada tanggal 12 Mei 2022, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
atas Lebih Bayar SPT Masa PPN Dalam Negeri Masa Januari s.d Desember 2019. Pada tanggal
30 November 2022, Perusahaan menerima SKPKB dan STP PPN WAPU Masa Januari sampai
dengan Desember 2019 senilai Rp6,3 miliar (termasuk denda Rp3,1 miliar) serta SKPLB PPN
Dalam Negeri Masa Januari sampai dengan Desember 2019 senilai Rp60,8 miliar. Perusahaan
setuju untuk menerima koreksi pajak pemeriksa dan telah melakukan pembebanan atas denda
dan koreksi pemeriksaan pada laporan laba rugi tahun 2022. Dengan demikian, atas jenis pajak
PPN tahun 2019 Perusahaan telah menerima putusan yang bersifat final dan berkekuatan hukum
tetap.
Pada tanggal 12 April 2023, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan atas PPh Badan dan PPh
Pemotongan/Pemungutan Tahun Pajak 2019. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan
keuangan ini, proses pemeriksaan pajak masih berlangsung.
PPN tahun 2020
Pada tanggal 1 September 2022, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
Lapangan atas Lebih Bayar SPT Masa PPN Dalam Negeri Masa Mei 2020. Pada tanggal 10 Maret
2023, Perusahaan telah menerima SKPKB dan STP PPN WAPU Masa Mei 2020 senilai Rp0,6
miliar (termasuk denda Rp0,3 miliar), SKPN dan STP PPN JKP dari Luar Daerah Pabean senilai
Rp0,1 miliar, dan SKPLB PPN Dalam Negeri Masa Mei 2020 senilai Rp0,3 miliar. Perusahaan
setuju untuk menerima koreksi pajak pemeriksa dan telah melakukan pembebanan atas denda
dan koreksi pemeriksaan pada laporan laba rugi tahun 2023.
Pada tanggal 13 Maret 2023, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
Lapangan atas Lebih Bayar SPT Masa PPN Dalam Negeri Masa Januari sampai dengan April,
Juli, September dan November sampai dengan Desember 2020. Pada tanggal 20 Juni 2023,
Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan
kewajiban perpajakan atas PPh Badan, PPN dan PPh Pemotongan/Pemungutan Tahun Pajak
2020. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan ini, proses pemeriksaan atas seluruh
jenis pajak masih berlangsung.
PPN dan PPh tahun 2021
Pada tanggal 20 Juni 2023, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan untuk
menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan atas PPh Badan, PPN dan PPh
Pemotongan/Pemungutan Tahun Pajak 2021. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan
keuangan ini, proses pemeriksaan pajak masih berlangsung.
74
Page 78
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(ii) Telkomsel
PPh dan PPN Tahun 2014
Pada bulan Mei 2019, Telkomsel menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) untuk
PPh Badan, PPN dan PPh tahun 2014 sejumlah Rp150,60 miliar (termasuk denda Rp54,6 miliar).
Telkomsel menerima sebagian ketetapan pajak sebesar Rp16,54 miliar dan membebankannya
sebagai beban dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun 2019. Telkomsel juga membayar
sebagian sebesar Rp99,06 miliar dari sisa kurang bayar tersebut dan mencatatnya sebagai
tagihan restitusi pajak. Pada bulan Agustus 2019, Telkomsel mengajukan keberatan kepada
Otoritas Pajak sebesar Rp134,06 miliar.
Pada bulan Juli 2020, Telkomsel menerima surat keputusan keberatan yang menerima keberatan
sebesar Rp27,22 miliar dan menolak sisanya sebesar Rp106,84 miliar. Telkomsel menerima
restitusi pajak sebesar Rp27,22 miliar pada bulan Agustus 2020.
Pada bulan September 2020, Telkomsel mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak atas
keputusan keberatan atas PPh Badan, PPN dan PPh tahun 2014 sebesar Rp106,84 miliar.
Pada bulan April 2022, Telkomsel menerima Putusan Pengadilan Pajak atas kurang bayar PPh
dan PPN tahun 2014, yang menerima sebagian keberatan sebesar Rp66,01 miliar. Telkomsel
menerima pengembalian dana tersebut pada bulan April, Mei dan Juni 2022, dan membebankan
bagian yang ditolak sebesar Rp3,57 miliar pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2022.
Pada bulan Agustus 2022, Telkomsel menerima pemberitahuan bahwa Otoritas Pajak telah
mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung (“MA”) atas PPN tahun 2014 sebesar
Rp8,23 miliar. Telkomsel telah mengajukan kontra memorandum untuk Peninjauan Kembali pada
bulan September 2022.
Pada bulan Februari dan Maret 2023, MA menolak sepenuhnya permohonan peninjauan kembali
yang diajukan oleh Otoritas Pajak atas masa pajak PPN 2014 sebesar Rp8,23 miliar. Dengan
demikian, perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (in-kracht) dan tidak ada tambahan
utang pajak untuk tahun pajak 2014.
Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini, hasil banding untuk
PPh Badan belum diterima.
PPh dan PPN Tahun 2015
Pada bulan Agustus 2019, Telkomsel menerima SKPKB untuk PPh Badan, PPN dan PPh tahun
2015 sejumlah Rp384,82 miliar (termasuk denda Rp54,6 miliar). Telkomsel menerima sebagian
ketetapan pajak sebesar Rp34,61 miliar, yang dibayarkan dan dibebankan sebagai beban pada
laporan laba rugi konsolidasian tahun 2019. Telkomsel juga membayar sisa kurang bayar tersebut
dan mencatatnya sebagai tagihan restitusi pajak. Pada bulan September 2019, Telkomsel
mengajukan keberatan kepada Otoritas Pajak sebesar Rp350,21 miliar.
Pada bulan Juli 2020, Telkomsel menerima surat keputusan keberatan dari Otoritas Pajak yang
menolak seluruh keberatan Telkomsel.
Pada bulan September 2020, Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas
ketetapan PPh Badan, PPN, dan PPh tahun 2015 sebesar Rp350,21 miliar.
Pada bulan April dan Mei 2022, Telkomsel menerima Putusan Pengadilan Pajak atas kurang
bayar PPh dan PPN tahun 2015 yang menerima sebagian banding Telkomsel sebesar Rp52,93
miliar. Telkomsel menerima restitusi pajak pada bulan April dan Mei 2022, dan membebankan
bagian yang ditolak sebesar Rp3,03 miliar pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2022.
75
Page 79
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)
(ii) Telkomsel (lanjutan)
PPh dan PPN Tahun 2015 (lanjutan)
Pada bulan Agustus 2022, Telkomsel menerima pemberitahuan bahwa Otoritas Pajak telah
mengajukan Peninjauan Kembali ke MA atas PPN tahun 2015 sebesar Rp23,70 miliar. Telkomsel
telah mengajukan kontra memorandum untuk Peninjauan Kembali pada bulan September 2022.
Pada bulan Februari hingga Mei 2023, Telkomsel menerima surat keputusan dari MA yang
menolak sepenuhnya permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Otoritas Pajak atas
masa pajak PPN 2015 sebesar Rp23,70 miliar. Telkomsel telah menerima seluruh keputusan final
yang berkekuatan hukum tetap (in-kracht) sehingga tidak ada tambahan utang pajak untuk PPN
tahun pajak 2015.
Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini, hasil banding untuk
PPh Badan belum diterima.
PPh dan PPN Tahun 2018
Pada bulan September 2022, Telkomsel menerima SKPKB untuk PPh Badan, PPN dan PPh
tahun 2018 sebesar Rp159,76 miliar (termasuk denda Rp48,57 miliar). Pada saat yang sama,
Telkomsel juga menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) atas PPN tahun 2018
dengan lebih bayar pajak sebesar Rp40,05 miliar.
Pada tanggal 14 Oktober 2022, Telkomsel membayar dan menerima sebagian ketetapan pajak
PPh Badan sebesar Rp164,79 juta, dan mencatatnya sebagai beban dalam laporan laba rugi
konsolidasian. Telkomsel juga membayar sisa ketetapan pajak PPh Badan dan PPN sebesar
Rp57,03 miliar, setelah dikurangi lebih bayar PPN sebesar Rp40,05 miliar. Telkomsel
mencatatnya sebagai tagihan restitusi pajak di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pada tanggal 13 Desember 2022, Telkomsel mengajukan keberatan kepada Otoritas Pajak
sebesar Rp119,54 miliar untuk PPh Badan, PPN dan PPh. Sampai dengan tanggal pengesahan
laporan keuangan konsolidasian ini, hasil keberatan belum diterima.
76
Page 80
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (Dibebankan) dikreditkan ke
pada laporan posisi keuangan laporan laba rugi
30 September 2023 31 Desember 2022 2023 2022
Perusahaan
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 872 885 (13) 75
Beban pensiun dan beban imbalan pasca
kerja lainnya berkala - bersih 994 981 (211) (7)
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
akuntansi dan pajak 487 806 (224) 205
Provisi imbalan karyawan 223 292 (69) (154)
Pendapatan instalasi tangguhan 20 203 1 22
Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya 28 23 5 2
Beban yang masih harus dibayar dan provisi
persediaan usang 89 85 4 7
Sewa (2) (1) (1) 1
Biaya kontrak 14 (49) 12 19
Aset pajak tangguhan Perusahaan - bersih 2.725 3.225 (496) 170
Telkomsel
Provisi imbalan karyawan 1.380 1.220 142 58
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian 222 144 78 16
Sewa 465 468 (3) (54)
Liabilitas kontrak 420 - 236 -
Pengukuran nilai wajar
atas instrumen-instrumen keuangan (1) (7) 6 549
Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
akuntansi dan pajak (1.218) (1.445) 132 147
Amortisasi lisensi (154) (146) (8) 3
Biaya kontrak (52) - (1) -
Instrumen-instrumen keuangan lainnya (138) (119) (19) 4
Aset pajak tangguhan Telkomsel - bersih 924 115 563 723
Aset pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih 747 777 (30) 157
Liabilitas pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih (1.051) (1.023) (33) (153)
Beban (manfaat) pajak tangguhan 4 897
Aset pajak tangguhan - bersih 4.396 4.117
Liabilitas pajak tangguhan - bersih (1.051) (1.023)
g. Administrasi
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah agregat perbedaan temporer yang
terkait dengan investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi atas liabilitas pajak tangguhan yang
belum diakui adalah masing-masing sebesar Rp75.284 miliar dan Rp23.915 miliar.
Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba
fiskal di masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut, Grup yakin bahwa
kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba
fiskal masa depan ketika perbedaan temporer terpulihkan. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut
diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari
pada yang diestimasikan.
Di bulan Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-undang No. 7/2021 tentang Harmonisasi
Peraturan Perpajakan, yang antara lain mengatur tarif pajak penghasilan dan PPN. Mulai 1 Januari
2022, Grup menerapkan tarif pajak penghasilan atas penghasilan kena pajak karyawan sesuai ayat
(1) huruf a Pasal 17 Bab III, serta mulai 1 April 2022 tarif PPN berubah menjadi 11%. Perusahaan
memastikan kesiapan surrounding billing system, aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta
membangun koordinasi yang intensif antar unit yang terkait untuk mempersiapkan penerapan aturan
tersebut.
Pada bulan Februari 2022, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 9/2022 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah No. 51/2008 tentang Pajak Penghasilan atas
Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. Perusahaan memastikan aspek administrasi dan legal atas
transaksi dan membangun koordinasi yang solid antar unit terkait untuk mempersiapkan penerapan
aturan tarif pajak penghasilan untuk usaha jasa konstruksi yang diatur dalam pasal 3 ayat (1)
peraturan tersebut.
77
Page 81
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
g. Administrasi (lanjutan)
Pada bulan Juni 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 66/PMK.03/2023
tentang Perlakuan PPh atas Penggantian atau Imbalan Sehubungan Dengan Pekerjaan atau Jasa
yang Diterima atau Diperoleh Dalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan. Perusahaan memastikan
aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta membangun koordinasi yang intensif antar unit yang
terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.
28. LABA PER SAHAM DASAR
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk sebesar Rp19.499 miliar dan Rp16.581 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar sejumlah 99.062.216.600 masing-masing untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022. Jumlah rata-rata tertimbang juga memperhitungkan
rata-rata tertimbang atas dampak transaksi modal saham yang diperoleh kembali dalam perubahan
transaksi pembelian saham kembali selama periode berjalan.
Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp196,84 dan Rp167,38 (dalam jumlah penuh) untuk
periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022.
Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022.
78
Page 82
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
29. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM
Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam. S.H., M.Kn.,
No. 29 tertanggal 27 Mei 2022 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
untuk tahun buku 2021 sebesar Rp14.856 miliar (Rp149,97 per lembar saham). Perusahaan melakukan
pembayaran dividen kas pada tanggal 30 Juni 2022.
Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam. S.H., M.Kn.,
No. 73 tertanggal 30 Mei 2023 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
untuk tahun buku 2022 sebesar Rp16.602 miliar (Rp167,59 per lembar saham). Perusahaan melakukan
pembayaran dividen kas pada tanggal 5 Juli 2023.
Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan
cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-
masing adalah sebesar Rp15.337 miliar.
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA
Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya adalah sebagai berikut:
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan
imbalan pasca kerja lainnya
Pensiun
Perusahaan - funded 30a.i.a
Manfaat pasti 30a.i.a.i 4.321 4.234
Manfaat tambahan 30a.i.a.ii 47 44
Perusahaan - unfunded 30a.i.b 503 522
Telkomsel 30a.ii 4.692 4.275
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun 9.563 9.075
Imbalan kesehatan pasca kerja 30b 584 -
Imbalan pasca kerja lainnya 30c 253 268
Imbalan tunjangan masa kerja 30d 1 1
Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
Undang Ketenagakerjaan 30e 1.062 928
Jumlah 11.463 10.272
Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian adalah sebagai berikut:
Catatan 2023 2022
Beban pensiun
Perusahaan - funded 30a.i.a
Manfaat pasti 30a.i.a.i 487 520
Manfaat tambahan 30a.i.a.ii 2 0
Perusahaan - unfunded 30a.i.b 41 44
Telkomsel 30a.ii 473 438
Beban pensiun berkala, bersih 24 1.003 1.002
Beban imbalan kesehatan pasca kerja
berkala, bersih 24,30b 190 190
Beban imbalan pasca kerja lainnya 24,30c 16 19
Beban imbalan tunjangan masa kerja 24,30d 1 1
Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
Ketenagakerjaan 24,30e 146 119
Jumlah 1.356 1.331
79
Page 83
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat, perubahan aset program, status pendanaan,
dan nilai bersih yang tercatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian serta komponen biaya dan
jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022:
Funded Imbalan kesehatan
Manfaat pasti pasca kerja
Perusahaan Telkomsel Perusahaan
Liabilitas Aset
Liabilitas Aset Liabilitas Aset imbalan program
manfaat program manfaat program kesehatan kesehatan
pensiun pensiun pensiun pensiun pasca kerja pasca kerja Jumlah
Saldo awal, 1 Januari 2023 23.136 (18.902) 5.128 (853) 12.878 (12.878) 8.509
Beban jasa 251 - 247 - - - 498
Beban bunga (pendapatan bunga) 1.188 (978) 226 - 684 (679) 441
Beban administrasi program (100) 100 - - - 181 181
Beban tambahan manfaat
kesejahteraan 50 - - - - - 50
Jumlah yang dibebankan
pada laba rugi 1.389 (878) 473 - 684 (498) 1.170
(Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
Perubahan asumsi pengalaman 114 - - - (14) - 100
Perubahan asumsi demografi - - - - - - -
Perubahan asumsi keuangan 1.351 - - - 575 - 1.926
Pengembalian aset program pensiun
(setelah dikurangi nilai yang termasuk
dalam beban bunga bersih) - (202) - - - (81) (283)
Penghasilan bunga dari batas atas aset - - - - - 6 6
Perubahan pada batas atas aset - - - - - (88) (88)
Jumlah yang dibebankan pada
penghasilan komprehensif lain 1.465 (202) - - 561 (163) 1.661
Kontribusi pemberi kerja - (1.575) - - - - (1.575)
Kontribusi peserta program pensiun 13 (13) - - - - -
Pembayaran imbalan dari
aset program (1.473) 1.473 - - (437) 437 -
Pembayaran imbalan oleh
Perusahaan (50) - (117) - - - (167)
Transfer program FMC (62) - 231 (170) - - (1)
Saldo akhir, 30 September 2023 24.418 (20.097) 5.715 (1.023) 13.686 (13.102) 9.597
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
pada akhir periode 4.321 4.692 584 9.597
Funded Imbalan kesehatan
Manfaat pasti pasca kerja
Perusahaan Telkomsel Perusahaan
Liabilitas Aset
Liabilitas Aset Liabilitas Aset imbalan program
manfaat program manfaat program kesehatan kesehatan
pensiun pensiun pensiun pensiun pasca kerja pasca kerja Jumlah
Saldo awal, 1 Januari 2022 23.838 (18.947) 5.020 (832) 13.416 (12.778) 9.717
Beban jasa 178 - 326 - - - 504
Beban bunga (pendapatan bunga) 1.635 (1.347) 328 (58) 982 (933) 607
Beban administrasi program - 63 - - - 164 227
Beban tambahan manfaat
kesejahteraan 65 - - - - - 65
Jumlah yang dibebankan
pada laba rugi 1.878 (1.284) 654 (58) 982 (769) 1.403
(Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
Perubahan asumsi pengalaman (737) - (1) - (730) - (1.468)
Perubahan asumsi demografi - - (1) - - - (1)
Perubahan asumsi keuangan (30) - (67) - (136) - (233)
Pengembalian aset program pensiun
(setelah dikurangi nilai yang termasuk
dalam beban bunga bersih) - 300 (186) 37 - (69) 82
Perubahan pada batas atas aset - - - - - 84 84
Jumlah yang dibebankan pada
penghasilan komprehensif lain (767) 300 (255) 37 (866) 15 (1.536)
Kontribusi pemberi kerja - (719) - - - - (719)
Kontribusi peserta program pensiun 19 (19) - - - - -
Pembayaran imbalan dari
aset program (1.767) 1.767 (291) - - - (291)
Pembayaran imbalan oleh
Perusahaan (65) - - - (654) 654 (65)
Saldo akhir, 31 Desember 2022 23.136 (18.902) 5.128 (853) 12.878 (12.878) 8.509
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
pada akhir periode 4.234 4.275 - 8.509
80
Page 84
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat, perubahan aset program, status pendanaan,
dan nilai bersih yang tercatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian serta komponen biaya dan
jumlah yang diakui pada penghasilan komprehensif lainnya untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022:
Perusahaan dan
Perusahaan entitas anak
Imbalan Imbalan Kewajiban pensiun
Manfaat pasca kerja khusus undang-undang
Unfunded tambahan lainnya masa kerja ketenagakerjaan Jumlah
Saldo awal, 1 Januari 2023 522 44 268 1 928 1.763
Beban jasa 16 0 5 1 129 151
Beban bunga 25 2 11 - 17 55
Jumlah yang dibebankan
pada laba rugi 41 2 16 1 146 206
(Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
komprehensif lainnya (2) 3 6 - 7 14
Pembayaran imbalan oleh
Perusahaan (39) (2) (27) (1) (27) (96)
Transfer program FMC (19) 0 (10) - 8 (21)
Saldo akhir, 30 September 2023 503 47 253 1 1.062 1.866
Perusahaan dan
Perusahaan entitas anak
Imbalan Imbalan Kewajiban pensiun
Manfaat pasca kerja khusus undang-undang
Unfunded tambahan lainnya masa kerja ketenagakerjaan Jumlah
Saldo awal, 1 Januari 2022 613 - 300 4 926 1.843
Beban jasa 24 37 8 1 78 148
Beban bunga 34 - 17 - - 51
Jumlah yang dibebankan
pada laba rugi 58 37 25 1 78 199
(Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
komprehensif lainnya (55) 7 (14) - (13) (75)
Pembayaran imbalan oleh
Perusahaan (94) - (43) (4) (63) (204)
Saldo akhir, 31 Desember 2022 522 44 268 1 928 1.763
Komponen beban pensiun berkala bersih untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2023 dan 2022:
Perusahaan dan
Perusahaan Telkomsel anak perusahaan
Imbalan Kewajiban
Imbalan pasca Imbalan penisiun
Manfaat Manfaat kesehatan kerja khusus Manfaat undang-undang
2023 pasti tambahan Unfunded pasca kerja lainnya masa kerja pasti ketenagakerjaan Jumlah
Beban jasa 251 0 16 - 5 1 247 129 649
Beban bunga 210 2 25 5 11 - 226 17 496
Beban bunga pada batas atas aset - - - 4 - - - - 4
Beban administrasi program - - - 181 - - - - 181
Beban tambahan manfaat kesejahteraan 50 - - - - - - - 50
Beban pensiun berkala bersih 511 2 41 190 16 1 473 146 1.380
Dibebankan kepada entitas anak
berdasarkan perjanjian (24) - - - - - - - (24)
Beban pensiun berkala bersih
dikurangi jumlah yang dibebankan
kepada entitas anak 487 2 41 190 16 1 473 146 1.356
Perusahaan dan
Perusahaan Telkomsel anak perusahaan
Imbalan Kewajiban
Imbalan pasca Imbalan penisiun
Manfaat Manfaat kesehatan kerja khusus Manfaat undang-undang
2022 pasti tambahan Unfunded pasca kerja lainnya masa kerja pasti ketenagakerjaan Jumlah
Beban jasa 176 0 18 - 6 1 218 119 538
Beban bunga 241 - 26 36 13 - 266 - 582
Beban administrasi program 53 - - 154 - - - - 207
Beban tambahan manfaat kesejahteraan 65 - - - - - - - 65
Pendapatan bunga - - - - - - (46) - (46)
Beban pensiun berkala bersih 535 - 44 190 19 1 438 119 1.346
Dibebankan kepada entitas anak
berdasarkan perjanjian (15) - - - - - - - (15)
Beban pensiun berkala bersih
dikurangi jumlah yang dibebankan
kepada entitas anak 520 - 44 190 19 1 438 119 1.331
81
Page 85
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun
i. Perusahaan
(a) Funded
(i) Manfaat pasti
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang
mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-undang
pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”). Pengelolaan Dana
Pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang ditetapkan oleh
Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan Pengurus diawasi oleh Dewan
Pengawas yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan peserta.
Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan
masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar
kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8,4%) dari gaji pokok ke dana pensiun. Perusahaan
memberikan kontribusi kepada Dapen untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
adalah masing-masing sebesar Rp1.575 miliar dan Rp719 miliar.
Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset dan
perubahan imbal hasil obligasi. Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat diskonto
yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil aset program
lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Penurunan imbal hasil obligasi
pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan saling hapus secara
sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki. Perusahaan memastikan
bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-liability matching (“ALM”) yang
telah dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang yang sejalan dengan liabilitas pada
program pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk
menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun dengan berinvestasi pada portofolio yang
terdiversifikasi dengan baik dalam menghasilkan tingkat pengembalian yang optimal,
dengan mempertimbangkan tingkat risikonya. Investasi pada program telah terdiversifikasi
dengan baik, sehingga kinerja buruk satu investasi tidak akan memberikan dampak material
bagi seluruh kelompok aset.
82
Page 86
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
i. Perusahaan (lanjutan)
(a) Funded (lanjutan)
(i) Manfaat pasti (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset program manfaat pasti terdiri
dari:
30 September 2023 31 Desember 2022
Harga kuotasian Tidak memiliki Harga kuotasian Tidak memiliki
di pasar aktif harga kuotasian di pasar aktif harga kuotasian
Kas dan setara kas 496 - 1.320 -
Instrumen ekuitas:
Keuangan 1.701 - 1.638 -
Barang konsumen primer 514 - 505 -
Bahan baku 295 - 271 -
Infrastruktur 712 - 639 -
Energi 180 - 141 -
Teknologi 33 - 89 -
Perindustrian 373 - 315 -
Barang konsumen non-primer 105 - 115 -
Properti dan real estate 113 - 98 -
Kesehatan 195 - 208 -
Transportasi dan logistik 9 - 8 -
Reksadana berbasis saham 381 - 410 -
Instrumen keuangan pendapatan tetap:
Obligasi korporasi - 2.570 - 3.117
Obligasi pemerintah 10.193 - 7.884 -
Reksadana pendapatan tetap - 106 - 122
Midterm notes - 99 - 100
Efek beragun aset - 15 - 30
Sukuk - 1.093 - 1.090
Saham non-publik:
Penempatan langsung - 365 - 368
Properti - 184 - 187
Lainnya - 363 - 247
Jumlah 15.300 4.795 13.641 5.261
Aset program pensiun termasuk di dalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh
Perusahaan dengan nilai wajar Rp414 miliar dan Rp336 miliar, yang mewakili 2,04% dan
1,78% dari total aset program pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022,
dan obligasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing senilai
Rp348 miliar dan Rp348 miliar mewakili masing-masing 1,71% dan 1,84% dari total aset per
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian
keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
program. Hasil aktual aset program adalah Rp1.080 miliar dan Rp984 miliar masing-masing
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022. Berdasarkan Peraturan Perusahaan
yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014 mengenai kebijakan pendanaan Dapen.
Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi ke Dapen bila Rasio Kecukupan Pendanaan
(“RKD”) Dapen di atas 105%. Berdasarkan laporan keuangan Dapen pada tanggal 30
September 2023. RKD Dapen di bawah 105% sehingga Perusahaan akan memberikan
kontribusi pemberi kerja ke program pensiun manfaat pasti.
Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022. tentang
Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom. Perusahaan menetapkan bagi para
pensiunan yang berhenti selain karena Hukuman Disiplin. Pensiun Dini, dan Atas
Permintaan Sendiri dan menerima Manfaat Pensiun kurang dari Rp1 juta per bulan diberikan
kenaikan Manfaat Pensiun bulanan menjadi Rp1 juta. Pada tahun 2023 dan 2022,
Perusahaan memberikan manfaat kesejahteraan tambahan kepada Pensiunan dan
penerima manfaat pensiun dari peserta yang memasuki masa pensiun sebelum 30 Juni
2002 masing-masing sebesar Rp50 miliar dan Rp65 miliar.
83
Page 87
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
i. Perusahaan (lanjutan)
(a) Funded (lanjutan)
(i) Manfaat pasti (lanjutan)
Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, pada laporan masing-masing
tertanggal 21 Juli 2023 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja,
FSAI. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 30
Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto 6,50% 7,25%
Tingkat kenaikan kompensasi 8,00% 8,00%
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
(ii) Manfaat Tambahan
Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022, tentang
Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan menyelenggarakan
Program Manfaat Lain Iuran Pasti (“PMLIP”) dalam bentuk Manfaat Tambahan. Peserta
PMLIP berhak menerima Manfaat Pensiun Berkala tiap bulan sesuai dengan ketentuan
dalam Peraturan Dana Pensiun. Dana Manfaat Tambahan bersumber dari iuran Manfaat
Tambahan Pemberi Kerja dan dana penyisihan hasil pengembangan investasi apabila
tercapai RKD di atas 102% dan tingkat pengembalian investasi (“ROI”) di atas suku bunga
aktuaria untuk pendanaan. Iuran Manfaat Tambahan Pemberi Kerja untuk setiap peserta
PMLIP ditetapkan sebesar Rp120 ribu untuk periode iuran 12 bulan yang dihitung secara
proporsional sesuai dengan jumlah penerimaan.
Penilaian aktuaria untuk program Manfaat Tambahan dilakukan berdasarkan perhitungan
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, pada laporan masing-masing
tertanggal 21 Juli 2023 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja,
FSAI. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto 6,50% 7,25%
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan
Dewan Pengawas. Pada tanggal 30 September 2023 tidak ada kewajiban tambahan yang
disisihkan karena persyaratan pengakuan manfaat tambahan sebagaimana tersebut di
atas belum terpenuhi.
(b) Unfunded
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan program
pensiun iuran pasti untuk karyawannya. Program pensiun iuran pasti diselenggarakan bagi
karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli 2002. Program ini dikelola
oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”). Kontribusi Perusahaan kepada DPLK
dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan di mana untuk periode sembilan
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 adalah masing-masing sebesar Rp38 miliar dan Rp48 miliar.
84
Page 88
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
i. Perusahaan (lanjutan)
(b) Unfunded (lanjutan)
Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan penyeragaman
bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi
karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada tahun 2010, Perusahaan
menggantikan penyeragaman dengan Manfaat Pensiun Sekaligus (“MPS”). MPS diberikan bagi
karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau cacat sejak 1 Februari 2009.
Perusahaan juga menyelenggarakan manfaat bagi karyawan yang akan memasuki masa
persiapan pensiun, di mana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai
usia pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama
periode tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi
pegawai aktif, di antaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan, cuti
besar, bonus, dan manfaat-manfaat lainnya. Mulai tanggal 1 April 2012, karyawan harus
mengajukan permohonan MPP terlebih dahulu dan tanpa permohonan maka dianggap tetap
akan bekerja sampai dengan masa pensiun.
Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, pada laporan masing-masing tertanggal
21 Juli 2023 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSAI. Asumsi
dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto 6,50% 7,00%-7,25%
Tingkat kenaikan kompensasi 6,10%-8,00% 6,10%-8,00%
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
ii. Telkomsel
Telkomsel menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti bagi karyawannya. Berdasarkan
program ini, karyawan berhak atas imbalan pensiun yang ditentukan berdasarkan gaji pokok
terakhir atau gaji bersih yang diterima (tidak termasuk tunjangan fungsional) dan masa kerjanya.
Program pensiun tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”),
perusahaan asuransi jiwa milik negara, melalui suatu kontrak asuransi anuitas. Hingga tahun
2004, karyawan berkontribusi pada program ini sebesar 5% dari gaji pokok bulanan mereka,
sementara Telkomsel menanggung sisa besaran kontribusi yang diharuskan menurut program
tersebut. Sejak tahun 2005, Telkomsel telah menanggung sepenuhnya besaran kontribusi
tersebut.
Pada tanggal 23 April 2021, Telkomsel dan Jiwasraya sepakat untuk mengakhiri kontrak program
asuransi tersebut dan menandatangani perjanjian restrukturisasi. Perjanjian tersebut
menggantikan program manfaat dari anuitas menjadi manfaat lumpsum. Berdasarkan perjanjian
ini, kedua belah pihak sepakat untuk menentukan nilai tunai pada tanggal pengakhiran yang
terbagi menjadi nilai tunai untuk peserta aktif dan peserta pasif masing-masing sebesar Rp857
miliar dan Rp73 miliar. Terdapat potongan 5% dari nilai tunai untuk peserta aktif, maka 95% dari
Rp857 miliar (atau setara dengan Rp814 miliar) ditambah Rp73 miliar akan menjadi jumlah yang
selanjutnya diambil alih oleh IFG Life pada saat perjanjian dengan IFG Life menjadi efektif dan
karenanya, perjanjian restrukturisasi akan berakhir. Pada tanggal 31 Desember 2022, nilai tunai
peserta aktif sebesar Rp853 miliar.
85
Page 89
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
ii. Telkomsel (lanjutan)
Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan dan Telkomsel menandatangani perjanjian mengenai
Dana Pensiun Telkom (“Dapen”) untuk menunjuk Telkomsel sebagai Mitra dari Perusahaan
sebagai satu-satunya Pendiri, yang menghasilkan hak dan kewajiban bagi Telkomsel
sebagaimana diatur pada Peraturan Dana Pensiun efektif sejak tanggal pengalihan bisnis.
Sejak tanggal pengalihan bisnis, Telkomsel menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti
bagi karyawan tetap yang dialihkan, yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini
diatur di dalam undang-undang pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dapen. Dapen dikelola sesuai
dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang ditetapkan oleh Perusahaan sebagai
Pendiri dan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas
yang ditunjuk oleh Pendiri.
Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan masa
kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi
sebesar 18% dari gaji pokok ke dana pensiun. Telkomsel belum membayarkan kontribusi kepada
Dapen untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2023.
Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan pada
tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 dengan laporan tertanggal masing-masing 28 Februari 2023
dan 24 Maret 2022 yang dilakukan oleh KKA Halim dan Rekan, aktuaris independen yang
berasosiasi dengan Milliman, dan KKA Santhi Devi dan Ardianto Handoyo, aktuaris independen
yang berasosiasi dengan WTW. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:
2022 2021
Tingkat diskonto 7,15% 7,00%
Tingkat kenaikan kompensasi 8,00% 8,00%
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
b. Imbalan kesehatan pasca kerja
Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya
yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada
saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja selama
20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.
Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal
1 November 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan
Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”).
86
Page 90
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
b. Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan)
Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai
bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari
20 tahun pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes Telkom untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset program
terdiri dari:
30 September 2023 31 Desember 2022
Harga kuotasian Tidak memiliki Harga kuotasian Tidak memiliki
di pasar aktif harga kuotasian di pasar aktif harga kuotasian
Kas dan setara kas 476 - 1.085 -
Instrumen ekuitas:
Keuangan 1.468 - 1.368 -
Barang konsumen primer 408 - 114 -
Bahan baku 270 - 264 -
Infrastruktur 629 - 598 -
Energi 151 - 221 -
Teknologi 42 - 63 -
Perindustrian 298 - 185 -
Barang konsumen non-primer 118 - 457 -
Properti dan real estate 109 - 95 -
Kesehatan 166 - 233 -
Transportasi dan logistik 7 - 3 -
Reksadana berbasis ekuitas 465 - 1.035 -
Instrumen keuangan pendapatan tetap:
Obligasi pemerintah 1.074 - 82 -
Reksadana pendapatan tetap 7.036 - 6.761 -
Saham non-publik:
Penempatan privat - 385 - 398
Jumlah 12.717 385 12.564 398
87
Page 91
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
b. Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan)
Aset program Yakes Telkom juga termasuk saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai
wajar sebesar Rp315 miliar dan Rp228 miliar yang merupakan 2,40% dan 1,76% dari keseluruhan
aset program masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Perkiraan
pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan masa
liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset
program adalah Rp578 miliar dan Rp839 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022.
Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, pada laporan masing-masing tertanggal 21 Juli
2023 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSAI. Asumsi dasar aktuaria
yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto 6,75% 7,25%
Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan 7,00% 7,00%
Tingkat tren beban kesehatan 7,00% 7,00%
Tahun tingkat tren beban kesehatan tercapai 2022 2022
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
c. Imbalan pasca kerja lainnya
Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada
saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja atau meninggal dunia. Imbalan pasca
kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan
Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”) dan Pesangon Meninggal Dunia (“Pesangon MD”). Pesangon MD
diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia dengan besaran sebanyak 12 kali gaji terakhir.
Penilaian aktuaria untuk program imbalan pasca kerja lainnya dilakukan berdasarkan perhitungan
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, pada laporan masing-masing tertanggal 21 Juli
2023 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSAI. Asumsi dasar aktuaria
yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto 6,25% 6,75%
Tabel tingkat kematian di Indonesia 2019 2019
d. Imbalan khusus masa kerja
Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan
yang diangkat sebelum 1 Juli 2002 dan memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun serta berakhir
hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah tercatat liabilitas imbalan khusus masa kerja
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp1 miliar dan
Rp1 miliar. Beban tunjangan masa kerja yang dibebankan adalah sebesar Rp1 miliar dan Rp1 miliar
masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan
2022.
88
Page 92
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
e. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan
Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 mengenai Ketenagakerjaan, Perusahaan dan
entitas anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh
program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.
Jumlah tercatat liabilitas tambahan ini pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
masing-masing sebesar Rp1.062 miliar dan Rp928 miliar. Beban pensiun yang dibebankan adalah
sebesar Rp146 miliar dan Rp119 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2023 dan 2022.
f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti
Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
untuk tahun 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
Perkiraan pembayaran manfaat
Perusahaan
Funded Imbalan Imbalan Imbalan
Manfaat Manfaat kesehatan pasca kerja pasca kerja
Jangka waktu pasti tambahan Unfunded Telkomsel pasca kerja lainnya UUCK (Telkom)
30 September 2023
Dalam 10 tahun kedepan 19.787 38 605 5.111 7.865 272 65
Dalam 10-20 tahun 16.073 30 218 11.178 12.909 115 389
Dalam 20-30 tahun 9.937 17 392 7.827 11.806 72 458
Dalam 30-40 tahun 3.868 6 74 473 5.171 4 58
Dalam 40-50 tahun 768 1 - - 866 - -
Dalam 50-60 tahun 62 - - - 51 - -
Dalam 60-70 tahun 1 - - - 5 - -
Dalam 70-80 tahun - - - - 1 - -
Rata-rata tertimbang
durasi atas liabilitas
manfaat pasti 8,71 tahun 8,71 tahun 5,56 tahun 9,45 tahun 12,58 tahun 4,57 tahun 11,52 tahun
31 Desember 2022
Dalam 10 tahun kedepan 21.232 40 705 5.111 8.092 324 59
Dalam 10-20 tahun 16.485 31 229 11.178 12.746 123 414
Dalam 20-30 tahun 10.414 18 430 7.827 12.019 83 497
Dalam 30-40 tahun 4.209 6 96 473 5.491 6 80
Dalam 40-50 tahun 882 1 - - 970 - -
Dalam 50-60 tahun 77 - - - 59 - -
Dalam 60-70 tahun 2 - - - 6 - -
Dalam 70-80 tahun - - - - 1 - -
Rata-rata tertimbang
durasi atas liabilitas
manfaat pasti 8,48 tahun 8,48 tahun 5,52 tahun 9,45 tahun 12,40 tahun 4,62 tahun 11,69 tahun
89
Page 93
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
g. Analisis sensitivitas
Perubahan 1% pada tingkat diskonto dan tingkat gaji akan memberikan dampak atas liabilitas manfaat
pasti pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
Tingkat diskonto Tingkat gaji
Peningkatan 1% Penurunan 1% Peningkatan 1% Penurunan 1%
Jumlah peningkatan (penurunan) Jumlah peningkatan (penurunan)
Sensitivitas
30 September 2023
Didanai:
Manfaat pasti (2.280) 2.719 239 (228)
Tidak didanai (24) 26 26 (24)
Telkomsel (472) 539 588 (524)
Imbalan kesehatan pasca kerja (1.544) 1.864 1.847 (1.559)
Imbalan pasca kerja lainnya (12) 13 3 (3)
Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom) (9) 10 30 (26)
31 Desember 2022
Didanai:
Manfaat pasti (1.948) 2.291 268 255
Tidak didanai (24) 27 29 (27)
Telkomsel (430) 491 536 (477)
Imbalan kesehatan pasca kerja (1.413) 1.703 1.629 1.380
Imbalan pasca kerja lainnya (12) 13 - -
Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom) (8) 10 27 (24)
Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan metode yang mengekstrapolasi dampak atas
liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir tahun
pelaporan.
Hasil sensitivitas tersebut di atas menentukan dampak secara individu atas liabilitas manfaat pasti
masing-masing program pada akhir tahun. Dalam kenyataannya, setiap program bergantung pada
beberapa hal eksternal lain yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah
maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke
waktu.
Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas
dari periode sebelumnya.
31. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)
Telkomsel dan Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti
tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu, termasuk LSA dan Long
Service Leaves (“LSL”). LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat
pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan
manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum
tertentu.
Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria
dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sebesar Rp1.158 miliar dan Rp1.031 miliar masing-
masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Manfaat yang dibebankan adalah
sebesar Rp218 miliar dan Rp255 miliar masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2023 dan 2022 (Catatan 24).
90
Page 94
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi
Rincian hubungan dan sifat akun/transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
berikut:
Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
Pemerintah Pemegang saham utama Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
Menteri Keuangan telekomunikasi lainnya, biaya pendanaan, dan
investasi pada instrumen keuangan
BUMN Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, beban operasi, dan
pembelian aset tetap
Indosat Entitas sepengendali Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan,
pendapatan atas penggunaan satelit transponder,
beban interkoneksi, beban penggunaan fasilitas
telekomunikasi, beban operasional dan
pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data
jaringan sistem komunikasi
PT Pertamina (Persero) Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, dan
(“Pertamina”) pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
Bank milik negara Entitas sepengendali Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan
BNI Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan, dan
biaya pendanaan
BRI Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan,
dan biaya pendanaan
Bank Mandiri Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa
telekomunikasi lainnya, penghasilan pendanaan,
dan biaya pendanaan
PT Perusahaan Listrik Negara Entitas sepengendali Pendapatan jasa internet dan data, dan pendapatan
(“PLN”) jasa telekomunikasi lainnya, dan beban listrik
PT Asuransi Jasa Indonesia Entitas sepengendali Beban asuransi aset tetap dan beban asuransi
(“Jasindo”) kecelakaan diri
PT BNI Life Insurance (“BNI Life Entitas sepengendali Beban kesehatan karyawan
Insurance”)
Bahana TCW “ Entitas sepengendali Reksa dana
Sarana Multi Infrastruktur Entitas sepengendali Pinjaman lainnya dan biaya pendanaan
Omni Inovasi Indonesia Entitas asosiasi Distribusi kartu SIM dan voucer prabayar
Finarya Entitas asosiasi Beban pemasaran dan distribusi kartu SIM dan voucer
prabayar
PT Kereta Cepat Indonesia Entitas berelasi lainnya Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
China (“KCIC”)
Padi UMKM Entitas berelasi lainnya Beban jasa operasional dan pemeliharaan, beban
pencairan piutang, beban pelatihan, beban
pengamanan internal, beban pengembangan
dan penelitian, beban cetak dan printing, beban
rapat, beban umum dan administrasi lainnya,
beban promosi, beban iklan, beban fee
penjualan, beban customer education, dan
beban pemasaran
Direksi Personil manajemen kunci Gaji dan fasilitas
Komisaris Personil pengawas Gaji dan fasilitas
Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada akhir tahun bebas dari bunga dan penyelesaiannya
akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang disediakan atau diterima untuk setiap piutang
dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022,
Grup mencatat peningkatan (penurunan) atas kerugian penurunan nilai piutang usaha dari pihak
berelasi sebesar Rp122 miliar dan Rp(57) miliar. Penilaian ini dilakukan di setiap tahun dengan menilai
status masa kini dari piutang yang ada dan historis penagihan piutang yang lalu.
91
Page 95
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi
2023 2022
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah pendapatan Jumlah pendapatan
Pendapatan
Pemegang saham utama
Pemerintah 79 0,07 62 0,06
Entitas sepengendali
Indosat 1.675 1,51 856 0,79
Pertamina 592 0,53 581 0,53
BNI 402 0,36 389 0,36
BRI 167 0,15 133 0,12
Bank Mandiri 103 0,09 127 0,12
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp100 miliar) 899 0,81 1.184 1,09
Sub-jumlah 3.838 3,45 3.270 3,01
Entitas berelasi lainnya 43 0,04 115 0,11
Entitas asosiasi 11 0,01 7 0,01
Jumlah 3.971 3,57 3.454 3,19
2023 2022
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah beban Jumlah beban
Beban
Entitas sepengendali
PLN 1.952 2,56 1.840 2,47
Indosat 410 0,54 407 0,55
Jasindo 148 0,19 242 0,33
BNI Life Insurance 104 0,14 - -
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp100 miliar) 125 0,16 110 0,15
Sub-jumlah 2.739 3,59 2.599 3,50
Entitas berelasi lainnya
Padi UMKM 421 0,55 441 0,59
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp100 miliar) 56 0,07 127 0,17
Sub-jumlah 477 0,62 568 0,76
Entitas asosiasi 92 0,12 118 0,16
Jumlah 3.308 4,33 3.285 4,42
2023 2022
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
penghasilan penghasilan
Jumlah pendanaan Jumlah pendanaan
Penghasilan pendanaan
Entitas sepengendali
Bank milik negara 239 31,53 356 56,78
Jumlah 239 31,53 356 56,78
2023 2022
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah biaya pendanaan Jumlah biaya pendanaan
Biaya pendanaan
Pemegang saham utama
Pemerintah 4 0,12 8 0,27
Entitas sepengendali
Bank milik negara 866 25,01 713 23,70
Sarana Multi Infrastruktur 64 1,85 84 2,79
Jumlah 934 26,98 805 26,76
92
Page 96
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)
2023 2022
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah pembelian Jumlah pembelian
Pembelian aset tetap
Entitas sepengendali 33 0,15 75 0,35
Jumlah 33 0,15 75 0,35
2023 2022
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah pendapatan Jumlah pendapatan
Distribusi kartu SIM dan
voucer
Entitas asosiasi
Omni Inovasi Indonesia 466 0,42 747 0,69
Finarya 122 0,11 - -
Jumlah 588 0,53 747 0,69
c. Saldo dengan pihak berelasi
30 September 2023 31 Desember 2022
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah aset Jumlah aset
Kas dan setara kas
(Catatan 3) 17.006 6,16 23.328 8,48
Aset keuangan lancar lainnya
(Catatan 4) 1.016 0,37 400 0,15
Piutang usaha - bersih
(Catatan 5) 1.682 0,61 1.620 0,59
Aset kontrak
Pemegang saham utama
Pemerintah 14 0,01 24 0,01
Entitas sepengendali 243 0,09 248 0,09
Entitas asosiasi 1 0,00 1 0,00
Entitas berelasi lainnya 1 0,00 1 0,00
Jumlah 259 0,10 274 0,10
Aset lancar lainnya 36 0,01 98 0,04
Aset tidak lancar lainnya 7 0,00 15 0,01
30 September 2023 31 Desember 2022
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah liabilitas Jumlah liabilitas
Utang usaha (Catatan 15)
Pemegang saham utama
Menteri Keuangan 1 0,00 0 0,00
Entitas sepengendali
BUMN 171 0,13 197 0,16
Indosat 180 0,14 140 0,11
Lain-lain 55 0,04 37 0,03
Sub-jumlah 406 0,31 374 0,30
Entitas berelasi lainnya 65 0,05 57 0,05
Jumlah 472 0,36 431 0,35
93
Page 97
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Saldo akun dengan pihak berelasi (lanjutan)
30 September 2023 31 Desember 2022
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah liabilitas Jumlah liabilitas
Beban yang masih harus
dibayar
Pemegang saham utama
Pemerintah 2 0,00 1 0,00
Entitas sepengendali
BUMN 47 0,04 57 0,05
Bank milik negara 33 0,03 74 0,06
Lain-lain 0 0,00 2 0,00
Sub-jumlah 80 0,07 133 0,11
Jumlah 82 0,07 134 0,11
Liabilitas kontrak
Pemegang saham utama
Pemerintah 16 0,01 34 0,03
Entitas sepengendali
BUMN 183 0,14 170 0,13
Lain-lain 1 0,00 0 0,00
Sub-jumlah 184 0,14 170 0,13
Entitas asosiasi 8 0,01 2 0,00
Entitas berelasi lainnya
KCIC 1.203 0,95 - -
Lain-lain 1 0,00 3 0,00
Sub-jumlah 1.204 0,95 3 0,00
Jumlah 1.412 1,11 209 0,16
Deposit pada pelanggan 19 0,01 19 0,02
Utang bank jangka pendek
(Catatan 18) 4.821 3,80 4.462 3,54
Pinjaman penerusan
(Catatan 19a) 132 0,10 209 0,17
Utang bank jangka panjang
(Catatan 19c) 9.663 7,63 11.284 8,96
Pinjaman lainnya
(Catatan 19d) 482 0,38 1.314 1,04
d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi
i. Pemerintah
Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah (Catatan 19a).
ii. Indosat
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa
telekomunikasi internasional kepada masyarakat.
Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon
tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan
telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat
Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan liabilitas interkoneksi terkait.
Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan
telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan, yang
memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik
antara jaringan telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak
Perusahaan, serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan
dengan menekan “007”.
94
Page 98
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)
ii. Indosat (lanjutan)
Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada
pelanggan untuk Indosat, Indosat secara bertahap akan mengambil alih kegiatan tersebut dan
melakukan sendiri penerbitan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan secara langsung.
Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih
oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 1995, ditambah dengan beban pemrosesan
tagihan yang ditetapkan sebesar jumlah tertentu untuk setiap data (record). Pada tanggal
11 Desember 2008, Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan
SLI, besaran tarif tersebut telah memperhitungkan besaran kompensasi penerbitan kuitansi
tagihan dan penagihan. Kesepakatan ini berlaku efektif di tahun berjalan dan berlaku selanjutnya
sampai ada berita acara kesepakatan baru.
Pada tanggal 18 Desember 2017, Perusahaan dan Indosat menandatangani amendemen atas
perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal, Sambungan Langsung
Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi liabilitas
tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 8 tahun 2006. Amendemen ini berlaku
efektif mulai 1 Januari 2018.
Telkomsel juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa
telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan bergerak selular GSM.
Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan entitas anaknya, yaitu
PT Indosat Mega Media dan PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan
perusahaan-perusahaan tersebut untuk hubungan telepon, telegraf, data, teleks, faksimili, atau
jasa telekomunikasi lainnya.
iii. Lain-lain
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Lintasarta untuk penggunaan transponder satelit atau
kanal frekuensi satelit telekomunikasi sirkit langganan Perusahaan.
e. Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas
Personil manajemen kunci adalah Direksi Perusahaan dan personil pengawas adalah Dewan
Komisaris.
Perusahaan memberikan remunerasi dalam bentuk honor dan fasilitas untuk keperluan tugas
operasional Dewan Komisaris dan imbalan kerja jangka pendek berupa gaji dan fasilitas untuk
keperluan tugas operasional Direksi. Jumlah tunjangan tersebut adalah sebagai berikut:
2023 2022
% terhadap jumlah % terhadap jumlah
Jumlah beban Jumlah beban
Direksi 311 0,41% 288 0,39%
Dewan Komisaris 131 0,17% 132 0,18%
Jumlah yang disajikan pada tabel di atas adalah jumlah yang diakui sebagai beban selama periode
laporan keuangan.
95
Page 99
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
33. SEGMEN OPERASI
Grup memiliki empat segmen utama yang dilaporkan, yaitu mobile, consumer, enterprise, dan WIB.
Segmen mobile menyediakan produk mobile voice, SMS, value added service, dan mobile broadband.
Segmen consumer menyediakan jasa Indihome (terdiri dari jasa telepon tidak bergerak, TV berbayar, dan
internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan kepada pelanggan perumahan. Segmen
enterprise menyediakan solusi end-to-end ke pelanggan korporat dan institusional. Segmen WIB
menyediakan jasa interkoneksi, sewa sirkit, satelit, Very Small Aperture Terminal (“VSAT”), broadband
access, teknologi informasi, data, dan jasa internet yang diberikan ke operator telekomunikasi lainnya
dan pelanggan internasional. Segmen lain-lain menyediakan produk digital content (music dan game),
big data, Business to Business (“B2B”) Commerce, serta financial service yang diberikan kepada
pelanggan perorangan maupun korporasi. Tidak terdapat segmen operasi yang digabungkan dalam
menentukan laporan segmen.
Manajemen memantau hasil operasi unit bisnis secara terpisah untuk tujuan pengambilan keputusan
tentang alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi
usaha segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.
Namun demikian, kegiatan pendanaan dan pajak penghasilan tidak dievaluasi secara terpisah dan tidak
dialokasikan ke segmen operasi.
Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antarsegmen operasi dan dinilai sebesar nilai
yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar.
2023
Penyesuaian
Total dan Jumlah
Mobile Consumer Enterprise WIB Lain-lain segmen eliminasi konsolidasian
Hasil segmen
Pendapatan
Pendapatan eksternal 63.788 19.748 14.597 12.331 292 110.756 482 111.238
Pendapatan antarsegmen 2.647 240 18.463 15.418 1.474 38.242 (38.242) -
Jumlah pendapatan segmen 66.435 19.988 33.060 27.749 1.766 148.998 (37.760) 111.238
Hasil segmen 21.692 6.495 921 6.788 (826) 35.070 (2.788) 32.282
Informasi lain
Pembelian barang modal (8.627) (4.084) (3.826) (5.452) (6) (21.995) (89) (22.084)
Penyusutan dan amortisasi (15.662) (4.349) (2.800) (4.652) (14) (27.477) 3.396 (24.081)
Provisi diakui selama
periode berjalan (246) (364) (69) (26) (4) (709) 72 (637)
2022
Penyesuaian
Total dan Jumlah
Mobile Consumer Enterprise WIB Lain-lain segmen eliminasi konsolidasian
Hasil segmen
Pendapatan
Pendapatan eksternal 63.487 19.680 13.698 11.303 174 108.342 532 108.874
Pendapatan antarsegmen 2.522 153 17.898 14.198 1.884 36.655 (36.655) -
Jumlah pendapatan segmen 66.009 19.833 31.596 25.501 2.058 144.997 (36.123) 108.874
Hasil segmen 22.425 6.063 397 6.635 (684) 34.836 (5.639) 29.197
Informasi lain
Pembelian barang modal (8.957) (5.490) (3.578) (3.592) (3) (21.620) (51) (21.671)
Penyusutan dan amortisasi (15.744) (5.300) (2.936) (4.223) (13) (28.216) 3.198 (25.018)
Provisi diakui selama
periode berjalan (109) (320) (578) 19 (2) (990) 71 (919)
96
Page 100
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Penyesuaian dan eliminasi:
a. Rekonsiliasi pendapatan:
2023 2022
Jumlah pendapatan segmen 148.998 144.997
Pendapatan dari segmen non-operasi lainnya 482 532
Eliminasi antarsegmen (38.242) (36.655)
Pendapatan konsolidasi 111.238 108.874
b. Rekonsiliasi hasil segmen:
2023 2022
Jumlah hasil segmen 35.070 34.836
Rugi usaha dari segmen non-operasi lainnya (1.481) (1.384)
Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen 1.393 (1.879)
Penghasilan pendanaan 758 627
Biaya pendanaan (3.462) (3.009)
Bagian kerugian investasi jangka panjang
pada entitas asosiasi 4 6
Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasi 32.282 29.197
c. Rekonsiliasi pembelian barang modal:
2023 2022
Jumlah pembelian barang modal segmen (21.995) (21.620)
Pembelian barang modal dari
segmen non-operasi lainnya (89) (51)
Pembelian barang modal konsolidasi (22.084) (21.671)
d. Rekonsiliasi penyusutan dan amortisasi:
2023 2022
Jumlah penyusutan dan amortisasi segmen (27.477) (28.216)
Penyusutan dan amortisasi dari segmen
non-operasi lainnya (186) (195)
Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen 3.582 3.393
Penyusutan dan amortisasi konsolidasi (24.081) (25.018)
e. Rekonsiliasi provisi diakui selama periode berjalan:
2023 2022
Jumlah provisi diakui segmen (709) (990)
Provisi diakui selama periode berjalan dari
segmen non-operasi lainnya (23) (13)
Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen 95 84
Provisi yang diakui selama
periode berjalan konsolidasian (637) (919)
97
Page 101
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Informasi geografis:
2023 2022
Pendapatan eksternal
Indonesia 105.375 103.152
Luar negeri 5.863 5.722
Jumlah 111.238 108.874
Informasi terkait pendapatan di atas didasarkan pada lokasi pelanggan.
Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan pada periode
sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2023 dan 2022.
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset operasional tidak lancar
Indonesia 181.550 178.424
Luar negeri 2.911 3.207
Jumlah 184.461 181.631
Aset operasional tidak lancar untuk tujuan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset takberwujud.
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI
Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan
jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur,
dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
a. Tarif telepon tidak bergerak
Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif yang diatur dalam Peraturan Menkominfo
No. 5/2021 tanggal 31 Maret 2021 tentang “Penyelenggaraan Telekomunikasi”. Peraturan ini
menggantikan peraturan sebelumnya Peraturan Menkominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008
tanggal 30 April 2008.
Berdasarkan peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan
tetap terdiri dari:
i. Biaya aktivasi
ii. Biaya berlangganan bulanan
iii. Biaya penggunaan, dan
iv. Biaya fasilitas tambahan.
b. Tarif telepon selular
Pada tanggal 31 Maret 2021, Menkominfo mengeluarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021 yang
memberikan pedoman penetapan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari biaya elemen jaringan
dan biaya aktivitas layanan ritel.
Berdasarkan peraturan Menkominfo No. 5/2021, tarif selular untuk penyelenggaraan jasa
telekomunikasi yang terhubung melalui jaringan selular bergerak terdiri dari:
i. Tarif jasa teleponi dasar
ii. Tarif jelajah, dan/atau
iii. Tarif jasa multimedia
dengan struktur tarif sebagai berikut:
i. Biaya aktivasi
ii. Biaya berlangganan bulanan, dan/atau
iii. Biaya penggunaan.
98
Page 102
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan)
c. Tarif interkoneksi
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal
12 Desember 2011, memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi SMS menjadi berbasis biaya
dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk
seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.
Berdasarkan surat Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika
No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal
Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang
berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap
tahun oleh BRTI. Sebagai tindak lanjut, Perusahaan dan Telkomsel diminta untuk menyampaikan
usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.
Selanjutnya, BRTI melalui suratnya No. 60/BRTI/III/2014 tanggal 10 Maret 2014 dan
No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait
tarif interkoneksi. Melalui surat tersebut, BRTI juga menyetujui perubahan tarif interkoneksi SMS
menjadi Rp24 per SMS.
Pada tanggal 18 Januari 2017, BRTI melalui suratnya No. 20/BRTI/DPI/I/2017 dan
No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan
DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan.
d. Tarif sewa jaringan
Pada tahun 2008 Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi Indonesia menerbitkan peraturan No. 115
tahun 2008 yang mengatur tentang Perjanjian Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Tarif Layanan
Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas Layanan Sewa Jaringan, dan
Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan yang Dimiliki oleh Penyedia Layanan Sewa Jaringan
Dominan sesuai dengan usulan Perusahaan. Selanjutnya, berdasarkan peraturan Menkominfo
No. 5/2021, Pemerintah mengatur bentuk, jenis, struktur dan perhitungan tarif untuk jasa yang
berhubungan dengan sewa jaringan.
e. Tarif jasa lainnya
Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan
memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. Pemerintah hanya menetapkan formula
tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.
99
Page 103
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN
a. Pembelian barang modal
Pada tanggal 30 September 2023, jumlah ikatan pembelian barang modal adalah sebesar
Rp8.703 miliar dan US$233 juta.
Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut:
Pihak yang terkait dengan kontrak Tanggal perjanjian Bagian yang signifikan dari perjanjian
Perjanjian dan Pengadaan Development
and Rollout Agreement ("DRA") dan
12 September 2019 -
Telkomsel dan PT Phincon Technical Support Agreement ("TSA")
12 September 2024
Customer Relationship Management
("CRM") Solution System Integrator
Telkomsel, PT Ericsson Indonesia,
1 Februari 2021 - Perjanjian Pengadaan Radio Ultimate
PT Huawei Tech Investment, dan PT
31 Januari 2024 Solution ("ROA") dan TSA
ZTE Indonesia
Perusahaan dan PT Mastersystem 3 Juni 2021 - Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
Infotama 27 September 2023 Ekspan IP Backbone Platform Cisco
Telkomsel, PT Sempurna Global
Perjanjian Pengadaan Next Generation of
Pratama, PT Lintas Teknologi 1 September 2021 -
Gateway GPRS Support Node ("GGSN")
Indonesia, dan PT Ericsson 1 September 2024
(Virtualized EPC)
Indonesia
Telkomsel, Amdocs Software Perjanjian Online Charging System
8 Oktober 2021 -
Solutions Limited Liability Company, (“OCS”) dan Service Control Points
8 Oktober 2024
dan PT Application Solutions (“SCP”) System Solution Development
Telkomsel dan PT Application 8 Oktober 2021 -
Perjanjian TSA untuk OCS dan SCP
Solutions 8 Oktober 2024
Telkomsat dan Thales Alenia Space 28 Oktober 2021 - Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
France ("TAS") 27 Oktober 2037 Sistem Satelit HTS 113BT
Telkomsel dan PT Ericsson 13 Februari 2022 - Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
Indonesia 12 Februari 2025 ROA dan TSA
Telkomsel dan PT Lintas Teknologi 13 Februari 2022 - Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
Indonesia 12 Februari 2025 ROA dan TSA
Telkomsel dan PT Huawei Tech 24 Maret 2022 -
Perjanjian Pengadaan GGSN
Investment 24 Maret 2025
Telkomsat dan Space Exploration
19 April 2022 - Perjanjian Pengadaan Jasa Peluncuran
Technologies Corporation
30 Juni 2025 Satelit HTS 113BT
("SpaceX")
Perusahaan dan PT Sisindokom 18 Agustus 2023 - Pengadaan dan Pemasangan Ekspan PE
Lintas Buana 13 Februari 2024 Router
b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya
(i) Pada tanggal 30 September 2023, Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi untuk jaminan
penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond),
setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan
rincian sebagai berikut:
78
Akhir periode
Kreditur Jumlah fasilitas fasilitas Mata uang asal Fasilitas yang digunakan
BRI 500 14 Maret 2024 Rp 22
BNI 500 31 Maret 2024 Rp 89
Bank Mandiri 500 23 Desember 2023 Rp 117
Jumlah 1.500 228
100
Page 104
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan)
(ii) Pada tanggal 30 September 2023, Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi untuk berbagai
macam proyek sebagai berikut:
Akhir periode
Kreditur Jumlah fasilitas fasilitas Mata uang asal Fasilitas yang digunakan
BRI 1.000 25 September 2023 Rp 620
BNI 2.100 11 Desember 2023 Rp 1.435
3.100 2.055
Fasilitas bank garansi dengan BRI dan BNI sebagian besar untuk performance bond dan surety
bond of radio frequency (Catatan 35c.i)
(iii) Telin memiliki fasilitas bank garansi dengan batas kredit maksimum sebesar US$25 juta atau
setara dengan Rp375 miliar yang akan berakhir pada tanggal 23 Desember 2023. Pada tanggal
30 September 2023, tidak terdapat fasilitas bank garansi yang digunakan.
c. Lainnya
(i) Penggunaan frekuensi radio
Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 025/TEL.01.02/2022 Tahun 2022 tanggal 28
Januari 2022, Menkominfo memberikan hak kepada Telkomsel untuk layanan telekomunikasi
bergerak dengan pita frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz;
dan jasa teleponi dasar.
Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 509 Tahun 2016, No. 1896 Tahun 2017, No. 806
Tahun 2019, No. 620 Tahun 2020, No. 178 Tahun 2021 dan No. 479 Tahun 2022, No. 90 Tahun
2023 dan No. 188 Tahun 2023 Telkomsel disyaratkan antara lain hal lain, untuk:
1. Mengeluarkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi
2,3 GHz.
2. Mengeluarkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp360 miliar untuk pita frekuensi
2,3 GHz Blok A dan C.
3. Menyerahkan surety bond sebesar Rp617,15 miliar untuk pita frekuensi 2,1 GHz.
4. Membayar iuran tahunan Biaya Hak Penyelenggara (“BHP”) yang dihitung berdasarkan
formula tertentu selama jangka waktu lisensi sebagaimana ditetapkan dalam
Surat Keputusan. BHP terutang pada saat diterimanya Surat Pemberitahuan Pembayaran
dari DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan berakhirnya periode lisensi.
Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir:
1. Pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz
Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 620 Tahun 2020, terkait dengan
perpanjangan penetapan pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz, sehingga
Telkomsel harus membayar biaya penggunaan frekuensi tahunan pada tahun 2020 sampai
2030.
101
Page 105
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Lainnya (lanjutan)
(i) Penggunaan frekuensi radio (lanjutan)
Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir (lanjutan):
2. Pita frekuensi radio sampai 2,1 GHz
No. Izin Deskripsi
Surat Keputusan Menkominfo Pada 27 Februari 2023, Telkomsel memperoleh izin penggunaan
No. 90 Tahun 2023 amd. Surat tahunan atas penggunaan pita frekuensi radio 1.975 - 1.980 MHz
Keputusan Menkominfo No. 76 berpasangan dengan 2.165 - 2.170 MHz sampai dengan 18 Maret
Tahun 2023 2033.
Surat Keputusan Menkominfo Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan izin atas
No. 509 Tahun 2016 amd. Surat penggunaan pita frekuensi 1.970 - 1.975 MHz berpasangan
Keputusan Menkominfo No. 76 dengan 2.160 - 2.165 MHz sampai dengan 28 Maret 2026.
Tahun 2023
Surat Keputusan Menkominfo Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan izin atas
No. 806 Tahun 2019 amd. Surat penggunaan pita frekuensi 1.965 - 1.970 MHz berpasangan
Keputusan Menkominfo No. 76 dengan 2.155 - 2.160 MHz sampai dengan 30 September 2029.
Tahun 2023
Surat Keputusan Menkominfo Telkomsel sebagai pemenang lelang dan berhak atas
No. 479 Tahun 2022 amd. Surat penggunaan tahunan atas pita frekuensi radio 1.960 - 1.965 MHz
Keputusan Menkominfo No. 76 berpasangan dengan 2.150 - 2.155 MHz, terhitung sejak 11
Tahun 2023 Januari 2023. Telkomsel membayar biaya izin awal sebesar
Rp1,21 Triliun.
3. Pita frekuensi radio sampai 2,3 GHz
No. Izin Deskripsi
Surat Keputusan Menkominfo Telkomsel sebagai pemenang atas pita frekuensi radio 2.300 -
No. 1896 tahun 2017 2.330 Mhz, sehinggal Telkomsel harus membayar biaya tahunan
sebesar Rp1,01 Triliun sampai dengan 2026.
Surat Keputusan Menkominfo Telkomsel sebagai pemenang atas penggunaan pita frekuensi
No.178 Tahun 2021 radio 2.330 - 2.340 MHz berpasangan dengan 2.340 - 2.350 MHz
masing-masing untuk Blok A dan C sampai dengan 2030.
Surat Keputusan Menkominfo Pada 18 November 2022, Telkomsel memperoleh pengalihan hak
No.487 Tahun 2022 amd. Surat penggunaan pita frekuensi radio 2.340 - 2.355 MHz berpasangan
Keputusan Menkominfo No.92 dengan 2.330 - 2.360 MHz.
Tahun 2023
Surat Keputusan Menkominfo Pada April 2023, Telkomsel diberikan persetujuan untuk
No.188 Tahun 2023 mengalihkan sebagian hak penggunaan spektrum frekuensi radio
2,3 GHz kepada PT Smartfren Telecom Tbk.
102
Page 106
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Lainnya (lanjutan)
(ii) Perjanjian kerjasama spektrum frekuensi radio
Menkominfo memberikan persetujuan atas kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio
kepada Telkomsel dan PT Kereta Cepat Indonesia China (“KCIC”) melalui Surat Keputusan No.B-
171/M.KOMINFO/SP.01.01/03/2023 tanggal 17 Maret 2023 mengenai Persetujuan Kerja Sama
Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada rentang 891-895 MHz berpasangan dengan 936-
40 MHz, dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 14 Desember 2030.
Sebagai akibat dari perjanjian ini, KCIC akan membayar sejumlah kompensasi kepada Telkomsel
yaitu kompensasi biaya penggunaan tahunan sebesar Rp878 miliar per tahun, biaya jaringan
pengganti sebesar Rp1.250 miliar, serta biaya operasional dan perawatan tambahan.
Pada tanggal 30 September 2023, Telkomsel telah mengakui angsuran untuk biaya jaringan
pengganti dan biaya penggunaan tahunan masing-masing sebesar Rp1,1 triliun dan Rp99 miliar.
(iii) Pembayaran sewa minimum masa depan sewa operasi
Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak
berelasi yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan
telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai
dengan 10 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2023 hingga 2032. Periode sewa
menyewa dapat diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.
Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian
sewa operasi adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Kurang dari 1 tahun 2.768 2.582
1-5 tahun 9.280 8.354
Lebih dari 5 tahun 5.851 5.107
Jumlah 17.899 16.043
103
Page 107
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Lainnya (lanjutan)
(iv) KPU
Pada tanggal 27 Desember 2011, Telkomsel (atas nama Konsorsium Telkomsel, konsorsium
yang dibentuk dengan Mitratel pada 9 Desember 2011) ditunjuk oleh Balai Penyedia dan
Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (“BPPPTI”) (sekarang Badan
Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”)) sebagai penyedia Program KPU di daerah
perbatasan dengan total harga sebesar Rp261 miliar.
Pada tahun 2015, program tersebut dihentikan. Pada Januari 2016, Telkomsel mengajukan klaim
arbitrase ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (“BANI”) terkait penyelesaian dari sisa piutang
atas penyelenggaraan program tersebut.
Pada tanggal 22 Juni 2017, Telkomsel menerima surat keputusan BANI No. 792/1/ARB-
BANI/2016 yang menginstruksikan BAKTI untuk membayar kompensasi kepada Telkomsel
sebesar Rp218 miliar, dan sampai penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini Telkomsel
telah menerima pembayaran dari BAKTI sebesar Rp91 miliar (sebelum pajak) dan sisa
kompensasi masih belum dibayarkan.
Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No. 5 Tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021 yang
menggantikan peraturan sebelumnya terkait kebijakan program KPU. Peraturan tersebut
mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari
pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi (dengan mempertimbangkan piutang tidak
tertagih dari penyelenggaraan telekomunikasi dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban
ketersambungan dan/atau pendapatan yang tidak diperhitungkan sebagai pendapatan kotor
penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.
Berdasarkan Surat Keputusan No. 827/KOMINFO/BAKTI.31/KS.1/10/2021 tanggal 4 Oktober
2021 BAKTI memberikan kepada Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasi (“KSO”) untuk
delapan paket KSO, yang meliputi Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat,
Papua Barat Tengah, Papua Tengah Utara, dan Papua Timur Selatan untuk periode tahun 2021
sampai dengan 2031.
104
Page 108
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING
Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Dolar A.S. Yen Jepang Lain-lain* Setara Rupiah
(dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam miliaran)
Aset
Kas dan setara kas 249,84 5,72 16,03 4.116
Aset keuangan lancar lainnya 26,34 - - 409
Piutang usaha
Pihak berelasi 0,27 - - 5
Pihak ketiga 99,11 - 12,06 1.726
Aset kontrak 26,71 - - 415
Piutang lain-lain 0,75 - 1,10 29
Aset lancar lainnya 1,33 - 0,46 28
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 393,27 - 8,83 6.215
Aset tidak lancar lainnya 0,49 - 0,54 17
Jumlah aset 798,11 5,72 39,02 12.960
Liabilitas
Utang usaha
Pihak berelasi (0,16) - - (2)
Pihak ketiga (131,41) (1,36) (4,62) (2.111)
Utang lain-lain (1,71) - (1,00) (42)
Beban yang masih harus dibayar (34,32) (12,47) (1,16) (551)
Uang muka pelanggan (6,41) - (0,11) (101)
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun (10,76) (767,90) (5,10) (326)
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya (13,94) (383,95) (26,64) (669)
Liabilitas lainnya (2,00) - (18,44) (39)
Jumlah liabilitas (200,71) (1.165,68) (57,07) (3.841)
Aset (liabilitas) bersih 597,40 (1.159,96) (18,05) 9.119
31 Desember 2022
Dolar A.S. Yen Jepang Lain-lain* Setara Rupiah
(dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam miliaran)
Aset
Kas dan setara kas 261,09 5,74 13,60 4.298
Aset keuangan lancar lainnya 27,06 - 0,02 427
Piutang usaha
Pihak berelasi 0,47 - - 7
Pihak ketiga 86,06 - 8,24 1.481
Aset kontrak 30,91 - - 486
Piutang lain-lain 0,92 - 1,11 32
Aset lancar lainnya 0,30 - 0,46 13
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 372,84 - 6,22 5.907
Aset tidak lancar lainnya 0,43 - 0,55 17
Jumlah aset 780,08 5,74 30,20 12.668
Liabilitas
Utang usaha
Pihak berelasi (0,13) - - (2)
Pihak ketiga (104,25) (25,34) (5,82) (1.728)
Utang lain-lain (1,58) - (2,93) (70)
Biaya yang masih harus dibayar (39,41) (5,21) (2,31) (657)
Uang muka pelanggan (2,39) - (0,11) (38)
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun (15,78) (767,90) (4,72) (413)
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya (24,75) (767,90) (30,60) (958)
Liabilitas lainnya (2,00) - - (33)
Jumlah liabilitas (190,29) (1.566,35) (46,49) (3.899)
Aset (liabilitas) bersih 589,79 (1.560,61) (16,29) 8.769
*Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lain-lain disajikan dalam setara Dolar A.S. dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh
Reuters pada akhir periode pelaporan.
Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan
harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga.
105
Page 109
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN
a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan
i. Klasifikasi
(a) Aset keuangan
30 September 2023 31 Desember 2022
Biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 25.905 31.947
Aset keuangan lancar lainnya 1.477 1.268
Piutang usaha 9.895 8.634
Piutang lain-lain 576 245
Aset tidak lancar lainnya 164 186
FVTPL
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 8.581 8.508
Aset keuangan lancar lainnya 296 81
FVTOCI
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 22 22
Jumlah aset keuangan 46.916 50.891
(b) Liabilitas keuangan
30 September 2023 31 Desember 2022
Liabilitas keuangan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Utang usaha 13.445 18.457
Utang lain-lain 477 463
Beban yang masih harus dibayar 13.044 15.445
Deposit pada pelanggan 10 44
Utang bank jangka pendek 11.796 8.191
Pinjaman penerusan (two-step loans) 132 209
Obligasi dan wesel bayar 5.342 4.793
Utang bank jangka panjang 32.366 29.873
Pinjaman lainnya 482 1.314
Liabilitas sewa 18.881 18.661
Jumlah liabilitas keuangan 95.975 97.450
ii. Nilai wajar
Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:
Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
menggunakan
Harga pasar aset Input Input signifikan
atau liabilitas signifikan yang tidak
sejenis pada yang dapat dapat
Jumlah nilai pasar aktif diobservasi diobservasi
30 September 2023 tercatat Nilai wajar (level 1) (level 2) (level 3)
FVTPL
Aset keuangan lancar lainnya 296 296 296 - -
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 8.581 8.581 2.022 - 6.559
FVTOCI
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 22 22 - - 22
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi
Pinjaman:
Pinjaman penerusan (two-step loans) 132 133 - - 133
Obligasi dan wesel bayar 5.342 6.104 5.575 - 529
Utang bank jangka panjang 32.366 31.941 - - 31.941
Pinjaman lainnya 482 478 - - 478
Liabilitas sewa 18.881 18.881 - - 18.881
Jumlah 66.102 66.436 7.893 - 58.543
106
Page 110
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
ii. Nilai wajar (lanjutan)
Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan (lanjutan):
Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
menggunakan
Harga pasar aset Input Input signifikan
atau liabilitas signifikan yang tidak
sejenis pada yang dapat dapat
Jumlah nilai pasar aktif diobservasi diobservasi
31 Desember 2022 tercatat Nilai wajar (level 1) (level 2) (level 3)
FVTPL
Aset keuangan lancar lainnya 81 81 81 - -
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 8.508 8.508 2.172 - 6.336
FVTOCI
Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan 22 22 - - 22
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi
Pinjaman:
Pinjaman penerusan (two-step loans) 209 207 - - 207
Obligasi 4.793 5.614 5.614 - -
Utang bank jangka panjang 29.873 29.860 - - 29.860
Pinjaman lainnya 1.314 1.311 - - 1.311
Liabilitas sewa 18.661 18.661 - - 18.661
Liabilitas lainnya 170 170 - - 170
Jumlah 63.631 64.434 7.867 - 56.567
Per 31 Desember 2022, terdapat perpindahan hirarki nilai wajar atas aset keuangan dari level 2
dan level 3 ke level 1 dengan pertimbangan terdapat quoted price dalam keadaan pasar aktif untuk
aset identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran. Sehingga aset keuangan tersebut dapat
dikategorisasikan sebagai level 1. Aset keuangan tersebut berupa investasi jangka panjang dalam
bentuk saham pada GOTO sebesar Rp2.159 miliar dan pada PT Global Sukses Solusi Tbk.
sebesar Rp13 miliar.
Kerugian atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023
senilai Rp93 miliar.
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input signifikan
yang tidak dapat diobservasi (level 3) untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 adalah:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 6.358 4.762
Laba (rugi) yang diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (93) 282
Pembelian/penambahan 316 1.338
Penjualan/pengurangan (24)
Saldo akhir 6.581 6.358
107
Page 111
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
iii. Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat ditukarkan, atau suatu liabilitas dapat diselesaikan,
antara berbagai pihak secara arm’s length transaction.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang
(kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lancar lainnya, utang usaha, utang
lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak lancar
lainnya dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak
signifikan.
Nilai wajar aset keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka panjang dan
kas dibatasi penggunaannya) dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari
pendiskontoan yang tidak signifikan.
Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas
keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:
(a) Nilai wajar pada laporan laba rugi, terdiri dari saham, reksadana, obligasi korporasi dan
Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di pasar
dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau jika tidak
dikuotasi, ditentukan menggunakan teknik penilaian. Nilai wajar dari obligasi konversi
ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Obligasi korporasi dan Pemerintah
dinyatakan pada nilai wajar dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada
tanggal pelaporan.
(b) Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus kas
kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan kepada
Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para pelaku bank
Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar.
Estimasi nilai wajar bersifat judgemental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam,
termasuk:
(a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan.
(b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Grup akan catat pada saat
pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Aktivitas Grup mengandung berbagai macam risiko keuangan, seperti risiko pasar (termasuk risiko
nilai tukar mata uang asing, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko
likuiditas. Secara keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk
meminimalkan kerugian atas nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata
uang asing dan pergerakan tingkat suku bunga. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk
manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan
lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan
12 bulan.
Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh Unit Corporate Finance di bawah kebijakan-
kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Unit Corporate Finance mengidentifikasi, mengevaluasi, dan
melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.
i. Risiko nilai tukar mata uang asing
Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan
pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata
uang asing terutama dalam Dolar A.S. dan Yen Jepang. Eksposur risiko nilai tukar mata uang
asing Grup tidak material.
108
Page 112
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)
i. Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan)
Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap liabilitas Grup diharapkan dapat saling
hapus dengan dampak dari nilai tukar atas deposito berjangka dan piutang dalam mata uang
asing yang ditetapkan minimal 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang
terutang.
Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko
nilai tukar mata uang:
30 September 2023 31 Desember 2022
Dolar A.S. Yen Jepang Dolar A.S. Yen Jepang
(dalam miliar) (dalam miliar) (dalam miliar) (dalam miliar)
Aset keuangan 0,80 0,01 0,78 0,01
Liabilitas keuangan (0,20) (1,17) (0,19) (1,57)
Eksposur bersih 0,60 (1,16) 0,59 (1,56)
Analisis sensitivitas
Penguatan Dolar A.S. dan Yen Jepang, sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah
pada 30 September 2023 akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi sebesar jumlah yang
ditunjukkan di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian nilai tukar mata uang asing yang Grup
pertimbangkan sebagai sangat mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan
bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah.
Ekuitas/ laba (rugi)
30 September 2023
Dolar A.S. (penguatan 1%) 92
Yen Jepang (penguatan 5%) (6)
Pelemahan Dolar A.S. dan Yen Jepang terhadap Rupiah pada 30 September 2023 akan
mempunyai dampak yang setara tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas,
pada dasar seluruh variabel lain tidak berubah.
ii. Risiko harga pasar
Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.
Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara
berkala. bersama dengan penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana
strategis jangka panjang Grup.
Pada tanggal 30 September 2023, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk aset
keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi adalah tidak material dalam hal
dampak yang mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar
yang sangat mungkin terjadi.
109
Page 113
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)
iii. Risiko tingkat suku bunga
Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi
keuangan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Grup terpapar risiko
tingkat suku bunga (Catatan 18 dan 19). Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
bunga. Grup melakukan analisis pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo
aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.
Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pinjaman bunga tetap (38.560) (27.767)
Pinjaman bunga mengambang (30.439) (35.274)
Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang
Pada 30 September 2023, penurunan (kenaikan) 25 poin dasar pada tingkat bunga pinjaman
bunga mengambang akan menaikkan (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing
sebesar Rp76 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya nilai
tukar mata uang asing, tidak berubah.
iv. Risiko kredit
Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup:
30 September 2023 31 Desember 2022
Kas dan setara kas 25.905 31.947
Aset keuangan lancar lainnya 1.773 1.349
Piutang usaha 9.895 8.634
Piutang lain-lain 576 245
Aset tidak lancar lainnya 164 186
Jumlah 38.313 42.361
Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain. Risiko kredit
dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan. Risiko kredit yang
berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup melalui Unit Corporate Finance
sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.
Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank
milik pemerintah memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai
bank terpercaya. Oleh karena itu, penempatan ini bertujuan untuk meminimalisasi kerugian
secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam pembayaran dari bank dan institusi
keuangan.
Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara
berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit
di mana tidak ada saldo piutang pelanggan yang melebihi 3,69% dari piutang usaha dan
piutang lain-lain pada tanggal 30 September 2023 (31 Desember 2022: 4,33%).
Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko
kredit yang minimal, di mana Grup telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi
kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.
110
Page 114
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)
v. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan
ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.
Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dalam upaya pemenuhan
liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
rasio likuiditas laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio debt equity
terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang.
Berikut adalah analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan:
Nilai buku Arus kas 2027 dan
tercatat wajib 2023 2024 2025 2026 selanjutnya
30 September 2023
Utang usaha 13.445 (13.445) (13.445) - - - -
Utang lain-lain 477 (477) (477) - - - -
Beban yang masih harus dibayar 13.044 (13.044) (13.044) - - - -
Deposit pada pelanggan 10 (10) (10) - - - -
Pinjaman
Utang bank jangka pendek 11.796 (11.796) (11.796) - - - -
Pinjaman penerusan
(two-step loans) 132 (137) (96) (41) - - -
Obligasi dan wesel bayar 5.342 (10.299) (1.094) (128) (2.574) (293) (6.210)
Utang bank jangka panjang 32.366 (38.553) (12.969) (1.993) (7.633) (6.094) (9.864)
Pinjaman lainnya 482 (495) (495) - - - -
Liabilitas sewa 18.881 (21.474) (6.363) (820) (2.930) (2.556) (8.805)
Jumlah 95.975 (109.730) (59.789) (2.982) (13.137) (8.943) (24.879)
Nilai buku Arus kas 2027 dan
tercatat wajib 2023 2024 2025 2026 selanjutnya
31 Desember 2022
Utang usaha 18.457 (18.457) (18.457) - - - -
Utang lain-lain 463 (463) (463) - - - -
Beban yang masih harus dibayar 15.445 (15.445) (15.445) - - - -
Deposit pada pelanggan 44 (44) (44) - - - -
Pinjaman
Utang bank jangka pendek 8.191 (8.191) (8.191) - - - -
Pinjaman penerusan
(two-step loans) 209 (216) (123) (93) - - -
Obligasi dan wesel bayar 4.793 (10.096) (509) (510) (2.574) (293) (6.210)
Utang bank jangka panjang 29.873 (36.301) (10.020) (8.346) (6.871) (4.874) (6.190)
Pinjaman lainnya 1.314 (1.394) (1.027) (367) - - -
Liabilitas sewa 18.661 (22.053) (5.893) (4.545) (2.766) (2.258) (6.591)
Liabilitas lainnya 170 (196) (20) (44) (44) (44) (44)
Jumlah 97.620 (112.856) (60.192) (13.905) (12.255) (7.469) (19.035)
Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga
dari pinjaman mengambang ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga efektif pada tanggal
pelaporan.
111
Page 115
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
38. MANAJEMEN MODAL
Struktur modal Grup adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Bagian Jumlah Bagian
Utang jangka pendek 11.796 5,91% 8.191 4,26%
Utang jangka panjang 57.203 28,64% 54.850 28,52%
Total utang 68.999 34,55% 63.041 32,78%
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik 130.693 65,45% 129.258 67,22%
Jumlah 199.692 100,00% 192.299 100,00%
Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup
guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan
lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.
Secara berkala, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali
kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan
pada biaya utang yang lebih optimal. Dalam kasus kas menganggur dengan kesempatan investasi
terbatas, Grup akan mempertimbangkan membeli kembali saham-sahamnya atau membayar dividen
kepada para pemegang sahamnya.
Sebagai tambahan untuk patuh kepada pembatasan-pembatasan utang, Grup juga menjaga struktur
modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara
dengan pesaingnya.
Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah
rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas
utang Grup. Grup memonitor tingkat utangnya untuk meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas
sesuai atau di bawah rasio yang ditetapkan dalam pinjaman kontraktual dan bahwa rasio tersebut
sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional.
Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah utang dengan bunga 68.999 63.041
Dikurangi: kas dan setara kas (25.905) (31.947)
Utang bersih 43.094 31.094
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 130.693 129.258
Rasio utang bersih terhadap ekuitas 32,97% 24,06%
Sebagaimana disajikan dalam Catatan 19, Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap
ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk periode yang berakhir
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan
modal yang telah diberlakukan secara eksternal.
112
Page 116
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali disajikan lain)
39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
a. Aktivitas non-kas investasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Penambahan aset tetap melalui:
Utang usaha 2.234 3.270
Kapitalisasi bunga 95 37
Penambahan aset hak-guna melalui
liabilitas sewa (Catatan 12) 7.853 7.055
Penambahan aset takberwujud melalui:
Utang usaha 391 492
b. Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut:
Perubahan non-tunai
Perubahan Perubahan
1 Januari 2023 Arus kas valuta asing Sewa baru lainnya 30 September 2023
Utang bank jangka pendek 8.191 3.605 - - - 11.796
Pinjaman penerusan (two step loans) 209 (65) (12) - - 132
Obligasi dan wesel bayar 4.793 550 - - (1) 5.342
Utang bank jangka panjang 29.873 2.492 (17) - 18 32.366
Pinjaman lainnya 1.314 (834) - - 2 482
Liabilitas sewa 18.661 (4.556) (11) 7.853 (3.066) 18.881
Jumlah liabilitas dari
aktivitas pendanaan 63.041 1.192 (40) 7.853 (3.047) 68.999
1. REKLASIFIKASI
40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
a. Pada tanggal 9 dan 18 Oktober 2023, Telkomsel melunasi seluruh pinjaman jangka pendek dan
menengah dengan total sebesar Rp3.500 miliar kepada MUFG, BJB, dan BCA.
b. Pada tanggal 17 Oktober 2023, Telkomsel melakukan penarikan pinjaman dari BCA sebesar Rp1.000
miliar.
c. Per tanggal 30 Oktober 2023, nilai pasar saham GOTO sebesar Rp56,00 per saham, sehingga
penambahan jumlah rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi pada GOTO
adalah sebesar Rp688 miliar.
113
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.