Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 62
Page 1
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA Laporan Keuangan Konsolidasian Pada dan untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Tanggal 30 September 2023
Page 2
Page 3
Daftar Isi
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 1-3
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN 4
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN 5-6
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN 7
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 8 - 59
Page 4
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3g,3i,5,33,34 19.717.491.181 19.879.980.632
Piutang usaha – pihak ketiga 3g,6,33,34 22.397.100.214 25.657.545.730
Persediaan 3j,7 48.806.656.725 35.648.990.691
Beban dibayar di muka dan uang
muka 3l,10 4.810.707.845 2.425.797.639
Uang jaminan 3g,11,33,34 - 276.999.998
Total Aset Lancar 95.731.955.965 83.889.314.690
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi 3g,33,34,35 1.273.527.973 4.468.027.973
Investasi pada entitas asosiasi 3k,8 161.763.013.321 163.455.299.693
Tanah yang belum dikembangkan 3m,9 88.947.850.077 94.196.560.204
Beban dibayar di muka dan uang
muka 3l,10 30.349.842.757 29.475.146.097
Uang jaminan 3g,11,33,34 39.300.000.000 39.300.000.000
Aset tetap - neto 3n,3p,12 287.250.294.697 302.822.412.421
Total Aset Tidak Lancar 608.884.528.825 633.717.446.388
TOTAL ASET 704.616.484.790 717.606.761.078
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 5
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
30 SEPTEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 3g,13,33,34 22.821.060.716 17.365.070.906
Utang lain-lain – Pihak ketiga 3g,14,33,34 13.453.119.168 14.902.525.252
Utang pajak 3g,15a 1.964.269.126 1.629.078.130
Beban akrual 3g,16,33,34 7.464.700.064 6.200.212.106
Uang muka penjualan 17 10.434.387.464 548.495.875
Pendapatan diterima di muka 18 1.725.585.720 734.898.325
Bagian liabilitas jangka panjang
yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun
Utang pembiayaan konsumen 3g,19,33,34 - 70.677.500
Utang bank 3g,20,33,34 8.236.363.636 276.000.000
Total Liabilitas Jangka Pendek 66.099.485.894 41.726.958.094
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank 3g,20,33,34 113.754.096.070 139.953.713.542
Penyisihan untuk perabot dan
perlengkapan hotel serta
kesejahteraan karyawan 21 136.760.090 1.560.187.716
Liabilitas pajak tangguhan - neto 3t 9.641.912.555 9.641.912.555
Liabilitas imbalan kerja 3r,22 6.057.364.871 6.057.364.871
Total Liabilitas Jangka Panjang 129.590.133.586 157.213.178.684
TOTAL LIABILITAS 195.689.619.480 198.940.136.778
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2
Page 6
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
30 SEPTEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada Pemilik
Entitas Induk
Modal saham - nilai nominal per
saham Seri A sebesar Rp 500 dan
Seri B sebesar Rp 200
Modal dasar - 260.000.000
saham Seri A, 5.787.742.000
saham Seri B
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 260.000.000 saham
Seri A , 2.396.212.826
saham seri B 23 609.242.565.200 609.242.565.200
Tambahan modal disetor 24 (22.011.564.120 ) (22.011.564.120 )
Surplus revaluasi 3n,12 58.558.472.091 58.558.472.091
Saldo laba
Telah ditentukan
penggunaannya 25 2.300.000.000 2.300.000.000
Belum ditentukan
penggunaannya (142.499.829.063 ) (132.930.134.547 )
Sub-total 505.589.644.108 515.159.338.624
Kepentingan nonpengendali 26 3.337.221.202 3.507.285.676
TOTAL EKUITAS 508.926.865.310 518.666.624.300
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 704.616.484.790 717.606.761.078
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 7
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2023 30 September 2022
PENJUALAN NETO 3s,27 129.084.766.274 62.728.084.658
BEBAN POKOK PENJUALAN 3s,28 (68.071.502.228 ) (39.017.819.747 )
LABA BRUTO 61.013.264.046 23.710.264.911
Beban penjualan 3s,29 (9.365.588.337 ) (3.442.945.404 )
Beban umum dan administrasi 3s,30 (53.222.864.441 ) (43.807.897.868 )
Beban pajak final 15b (802.185.625 ) (446.140.125 )
Beban usaha lainnya - neto 31 (533.080.705 ) (1.724.900.721 )
RUGI USAHA (2.910.455.062 ) (25.711.619.207 )
Penghasilan keuangan 155.624.467 578.192.356
Biaya keuangan (5.292.642.023 ) (7.809.447.459 )
Bagian atas laba neto entitas asosiasi 3k,8 (1.692.286.372
)) ) 198.137.864
RUGI NETO PERIODE BERJALAN (9.739.758.990 ) (32.744.736.446 )
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos – pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi - -
TOTAL RUGI KOMPREHENSIF LAIN
PERIODE BERJALAN (9.739.758.990) (32.744.736.446 )
RUGI NETO PERIODE BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk (9.569.694.516) (32.541.904.486 )
Kepentingan nonpengendali 26 (170.064.474) (202.831.960 )
TOTAL (9.739.758.990) (32.744.736.446 )
RUGI KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (9.569.694.516) (32.541.904.486 )
Kepentingan nonpengendali 26 (170.064.474) (202.831.960 )
TOTAL (9.739.758.990) (32.744.736.446 )
RUGI PER SAHAM DASAR YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK
3u,32 (5.68) ( 19,80)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
4
Page 8
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba (Defisit)
Tambahan Modal Telah Ditentukan Belum Ditentukan Kepentingan
Modal Saham Disetor Surplus Revaluasi Penggunaannya Penggunaannya Sub-total Nonpengendali Ekuitas
Saldo 1 Januari 2022 609.242.565.200 (24.010.216.546 ) 58.558.472.091 2.300.000.000 (93.724.479.459 ) 552.366.341.286 3.777.168.473 556.143.509.759
Rugi neto
periode
berjalan - - - - (32.541.904.486 ) (32.541.904.486 ) (202.831.960 ) (32.744.738.446 )
Penghasilan
komprehensif lain - - - - - - - -
Saldo 30 September 2022 609.242.565.200 (24.010.216.546 ) 58.558.472.091 2.300.000.000 (126.266.383.945 ) 519.824.436.800 3.574.336.513 523.398.773.313
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 9
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba (Defisit)
Tambahan Modal Telah Ditentukan Belum Ditentukan Kepentingan
Modal Saham Disetor Surplus Revaluasi Penggunaannya Penggunaannya Sub-total Nonpengendali Total Ekuitas
Saldo 1 Januari 2023 609.242.565.200 (22.011.564.120 ) 58.558.472.091 2.300.000.000 (132.930.134.547 ) 515.159.338.624 3.507.285.676 518.666.624.300
Rugi neto
periode
berjalan - - - - (9.569.694.516 ) (9.569.694.516 ) (170.064.474 ) (9.739.758.990 )
Penghasilan komprehensif
lain - - - - - - - -
Saldo 30 September 2023 609.242.565.200 (22.011.564.120 ) 58.558.472.091 2.300.000.000 (142.499.829.063 ) 505.589.644.108 3.337.221.202 508.926.865.310
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
6
Page 10
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2023 30 September 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 143.681.261.361 50.513.692.471
Pembayaran kas kepada/untuk :
Pemasok dan kontraktor (57.489.476.858 ) (27.616.180.698 )
Karyawan (22.036.175.470 ) (12.023.969.675 )
Beban operasi (25.390.075.194 ) (16.721.901.604 )
Kas yang dihasilkan dari (digunakan untuk) aktivitas
operasi 38.765.533.839 (5.848.359.506 )
Penerimaan penghasilan keuangan 155.624.467 578.192.356
Pembayaran biaya keuangan (3.794.309.523 ) (3.304.458.709 )
Pembayaran pajak final (802.185.624 ) (448.085.703 )
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 34.324.663.159 (9.022.711.562 )
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Piutang pihak berelasi 35 3.194.500.000 (842.950.000 )
Perolehan tanah yang belum dikembangkan 9 (12.395.179.795 ) (4.196.312.373 )
Penambahan uang muka – tidak lancar 10 (5.478.007.027 ) (2.398.071.828 )
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (14.678.686.822 ) (7.437.334.201 )
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Utang bank :
Penerimaan 18.150.000.000 -
Pembayaran (37.887.788.288 ) (10.368.000.000 )
Pembayaran utang pembiayaan konsumen 19 (70.677.500 ) (243.909.900 )
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (19.808.465.788 ) (10.611.909.900 )
PENURUNAN NETO KAS DAN SETARA KAS (162.489.451 ) (27.071.955.663 )
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 19.879.980.632 50.503.143.891
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 19.717.491.181 23.431.188.228
Lihat catatan 38 atas Laporan Keuangan untuk informasi tambahan arus kas
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
7
Page 11
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum
PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta No. 114 tanggal
22 Mei 1985 yang dibuat di hadapan Notaris Lieke Lianadevi Tukgali, SH, yang kemudian diubah
berdasarkan Akta No. 30 tanggal 14 Oktober 1985 dari notaris yang sama mengenai perubahan maksud
dan tujuan Perusahaan. Akta Pendirian dan perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-31.HT.01.01.Th.86 tanggal 4 Januari 1986 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 70, Tambahan No. 3745 tanggal 2 September
1997.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 95
tanggal 22 April 2022 yang dibuat dihadapan Notaris Recky Francky Limpele, SH, antara lain sehubungan
dengan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Perubahan tersebut telah diterima
dan dicatat dalam Database Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-AH.01.09-0012740 tanggal 17 Mei 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan
terutama bergerak dalam bidang real estat, kontraktor dan aktivitas perusahaan holding. Saat ini,
kegiatan utama Perusahaan adalah sebagai pengembang (developer) untuk perumahan Bintang
Metropol, Mahkota Simprug dan Saung Riung yang masing-masing berlokasi di Bekasi, Tangerang dan
Karawang.
Perusahaan berkedudukan di Gedung Ribens Autocars, Jln. R.S. Fatmawati No. 188, Jakarta Selatan
dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Februari 1994.
Perusahaan tidak memiliki entitas induk oleh karena tidak terdapat entitas yang memiliki saham
Perusahaan lebih dari 50%.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 4 Desember 1997, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif
No. S-2786/PM/1997 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Bapepam untuk melakukan Penawaran
Umum Perdana sejumlah 70.000.000 saham biasa atas nama kepada masyarakat dengan nilai nominal
dan harga penawaran masing-masing sebesar Rp 500 per saham yang disertai dengan penerbitan
27.500.000 waran yang melekat pada saham dengan harga pelaksanaan Rp 500 untuk setiap waran.
Waran tersebut berlaku sampai dengan tanggal 18 Desember 2000 dan sampai dengan tanggal tersebut
tidak ada hak waran yang dilaksanakan.
Perusahaan mencatatkan seluruh sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) [dahulu Bursa Efek
Jakarta (BEJ)] pada tanggal 19 Desember 1997.
Pada tanggal 30 September 2000, Perusahaan menerbitkan 190.000.000 saham Seri A dengan nilai
nominal Rp 500 per saham dan 66.722.500 saham Seri B dengan nilai nominal Rp 200 per saham.
Penerbitan saham tersebut berasal dari Penambahan Modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(“PMHMETD”) yang telah disetujui oleh Direksi BEI melalui Pengumuman No. PENG-140/BEJ.EEM/09-
2000 tanggal 19 September 2000.
8
Page 12
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) melalui
suratnya No. S-12/D.04/2018 tertanggal 16 Maret 2018 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I
(“PUT I”) atas 1.185.213.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 200 per lembar saham dengan
harga penawaran sebesar Rp 216 per saham. Dalam penawaran tersebut, setiap pemegang saham yang
memiliki sembilan belas lembar saham berhak membeli enam puluh sembilan saham yang ditawarkan.
Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan melalui suratnya NO. S-
129/D.04/2018 tertanggal 28 September 2018 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II (PUT II)
atas 1.496.460.240 lembar saham baru seri B dengan nilai nominal Rp 200 per lembar saham dengan
harga penawaran sebesar Rp 200 per saham. Dalam penawaran tersebut, setiap pemegang saham
yang memiliki 100 lembar saham lama berhak atas 99 saham, dimana memberikan hak kepada
pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru seri B.
c. Entitas Anak
Ringkasan informasi mengenai entitas anak yang dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
Persentase Tahun Awal Total Aset Sebelum Eliminasi
Nama Entitas Tempat Kepemilikan Kegiatan Konsolidasi
30 September 31 Desember 30 September
Anak Kedudukan 2023 2022 Bidang Usaha 2023 31 Desember 2022
Kepemilikan
Langsung
PT Tiara Hotel
Bali
International Belum
(THBI) Bali 99,75% 99,75% Perhotelan di Bali Beroperasi 41.916.513.776 39.365.519.299
PT Manggala
Citra Abadi Pengembangan
(MCA) Karawang 70,00% 70,00% tanah di Karawang 2018 11.056.253.769 11.542.314.602
PT Tiara Raya
Bali
International
(TRBI) Bali 99,66% 99,66% Perhotelan di Bali 2013 299.624.252.418 310.444.535.497
PT Alam Indah
Selaras Pengembangan
(AIS) Karawang 99,98% 99,98% tanah di Karawang 2016 100.321.569.357 104.207.706.045
PT Bhaskara Pengembangan
Mutu Sentosa tanah di
(BMS) Jakarta 99,96% 99,96% Tangerang 2023 49.586.920.936 37.131.478.425
9
Page 13
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak (lanjutan)
THBI
Pada tanggal 13 Desember 2019, Perusahaan mendirikan THBI dengan modal dasar berjumlah Rp
157.600.000.000 terbagi atas 157.600 saham masing-masing saham bernilai Rp 1.000.000.
Persentase kepemilikan sebesar 99,75%, dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 25%
atau sejumlah 39.400 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 39.400.000.000. Perusahaan
belum beroperasi secara komersial sampai dengan tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
MCA
Pada tanggal 15 Oktober 2018, Perusahaan memiliki saham MCA dengan persentase kepemilikan
sebesar 70% dari penyetoran atas saham dalam bentuk lain selain uang (inbreng) sebagai berikut :
- Richard R. Wiriahardja (RW) melaksanakan penyetoran 6.800 saham MCA dan Perusahaan
menerbitkan 53.040.000 saham seri B kepada RW.
- Michella Ristiadewi (MR) melaksanakan penyetoran 200 saham MCA dan Perusahaan menerbitkan
1.560.000 saham seri B kepada MR.
Saldo selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali (Catatan 24):
)
Bagian atas jumlah tercatat ekuitas neto MCA pada saat akuisisi 8.197.985.442
)
Imbalan yang dibayarkan (10.920.000.000)
Kombinasi bisnis entitas sepengendali yang disajikan
sebagai tambahan modal disetor (2.722.014.558) )
Perusahaan mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dibayarkan dan aset yang dialihkan dicatat
sebagai tambahan modal disetor. Transaksi di atas diperlakukan sebagai transaksi pemegang saham
dalam kapasitasnya sebagai pemilik.
MCA didirikan pada tanggal 23 Desember 2015 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2018.
Ruang lingkup kegiatan MCA bergerak dalam bidang pembangunan perumahan dan real estate yang
berlokasi di Karawang .
10
Page 14
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak (lanjutan)
TRBI
Pada tahun 2008, Perusahaan mendirikan TRBI dengan kepemilikan sebesar 40%.
Pada tanggal 2 April 2018, Perusahaan meningkatkan persentase kepemilikan sebesar 59,66% sehingga
kepemilikan Perusahaan sebesar 99,66%.
Saldo selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali (Catatan 24):
Bagian atas jumlah tercatat ekuitas neto TRBI pada saat akuisisi 50.366.763.655
Imbalan yang dibayarkan (74.453.400.000) )
Kombinasi bisnis entitas sepengendali yang disajikan sebagai
tambahan modal disetor (24.086.636.345) )
TRBI didirikan pada tanggal 31 Juli 2008 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2013. Ruang lingkup
kegiatan TRBI bergerak dalam bidang perhotelan yang berlokasi di Bali.
Pada tanggal 3 April 2018, Perusahaan melakukan peningkatan modal disetor kepada TRBI sebesar
Rp 120.000.000.000.
AIS
Pada tanggal 30 Juni 2016, Perusahaan mengakuisisi AIS dengan persentase kepemilikan sebesar 99,98%. AIS
didirikan pada tanggal 9 Januari 2014 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2016. Ruang lingkup
kegiatan AIS bergerak dalam bidang real estate yang berlokasi di Karawang.
Saldo selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali (Catatan 24):
Bagian atas jumlah tercatat ekuitas neto AIS pada saat akuisisi 8.812.097.397
Imbalan yang dibayarkan (8.990.000.000 )
Kombinasi bisnis entitas sepengendali yang disajikan sebagai
tambahan modal disetor (177.902.603 )
BMS
Pada tanggal 14 Januari 1998, Perusahaan mengakuisisi BMS dengan persentase kepemilikan sebesar
99,93%. BMS didirikan pada tanggal 5 Februari 1992 dan mulai beroperasi secara komersial awal tahun
2023. Ruang lingkup kegiatan BMS bergerak dalam bidang real estate yang berlokasi di Tangerang.
Saldo selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali (Catatan 24):
Bagian atas jumlah tercatat ekuitas neto BMS pada saat akuisisi 15.033.942.170
Imbalan yang dibayarkan (15.190.000.000 )
Kombinasi bisnis entitas sepengendali yang disajikan sebagai
tambahan modal disetor (156.057.830 )
11
Page 15
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak (lanjutan)
BMS (lanjutan)
Berdasarkan akta Notaris Vincent Sugeng Fajar, S.H., M.Kn., No. 121 tanggal 30 September 2016,
Perusahaan meningkatan modal ditempatkan dan disetor BMS sehingga menjadi Rp 25.290.000.000
mengakibatkan persentase kepemilikan Perusahaan menjadi 99,96%.
d. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama dan Independen : Rosa Lestari Putri Tiomagda
Komisaris : Michella Ristiadewi
Direksi
Direktur Utama : Deddy Indrasetiawan
Direktur : Nur Anisa Nusuqi
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
Ketua : Rosa Lestari Putri
Anggota : Rifly Weddyansyach
Caesarika Dwi Sekar Palupi
Dewan Komisaris (selain Komisaris Independen) dan Direksi adalah personil manajemen kunci
Perusahaan. Manajemen kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin dan mengendalikan aktivitas Perusahaan.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah keseluruhan karyawan tetap
Perusahaan dan entitas anaknya (bersama-sama disebut “Grup”) adalah sebanyak 146 orang. (tidak
diaudit).
12
Page 16
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTASI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI
a. Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
yang Diterbitkan dan Berlaku Efektif Dalam Tahun Berjalan
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan standar akuntansi keuangan (“SAK”) dan intrepretasi
standar akuntansi keuangan (“ISAK”) baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan
penyesuaian tahunan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia yang dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan mempengaruhi laporan keuangan
konsolidasian berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022.
SAK dan ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan penyesuaian tahunan yang
berlaku efektif dalam tahun berjalan adalah sebagai berikut:
- Amandemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual
- Amendemen PSAK No. 57: Provisi, Liabilitas, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
Memberatkan – Biaya Memenuhi Kontrak
- PSAK No. 69 : Agrikultur (Penyesuaian Tahunan 2020)
- PSAK No. 71 : Instrumen Keuangan (Penyesuain Tahunan 2020)
- PSAK No. 73 : Sewa (Penyesuain Tahunan 2020)
b. Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
yang Diterbitkan dan Berlaku Efektif pada atau setelah 1 Januari 2023
- Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Pengungkapan Kebijakan Akuntansi.
- Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
pendek atau Jangka Panjang
- Amendemen PSAK 16 : Aset Tetap tentang Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan.
- Amendemen PSAK 25 : Kebijakan Akuntansi , Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan terkait
Definisi Estimasi Akuntasi
- Amendemen PSAK 46 : Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
Timbul dari Transaksi Tunggal
c. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan Namun
Belum Berlaku Efektif (pada atau setelah 1 Januari 2024)
- Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan
Kovenan
- Amendemen PSAK No. 73: Sewa terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik
- PSAK No. 74: Kontrak Asuransi
d. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan Namun
Belum Berlaku Efektif (pada atau setelah 1 Juni 2025)
- PSAK No. 74: Kontrak Asuransi
- Amendemen PSAK No. 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71-
Informasi Komparatif
13
Page 17
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTASI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI (lanjutan)
Beberapa dari SAK dan ISAK termasuk amendemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku dalam tahun
berjalan dan relevan dengan kegiatan Grup telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam “IKHTISAR
KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN”
Beberapa SAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan kegiatan Grup atau mungkin akan
mempengaruhi kebijakan akuntansinya dimasa depan sedang dievaluasi oleh manajemen potensi dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan SAK yang mencakup Pernyataan dan
Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
termasuk standar baru dan yang direvisi, amendemen dan penyesuaian tahunan, yang berlaku efektif
sejak tanggal 1 Januari 2020, serta Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (sekarang Otoritas Jasa Keuangan atau OJK) No. Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
2012 yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik yang berlaku untuk laporan keuangan yang berakhir pada atau setelah tanggal 31
Desember 2012.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian, disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar
akrual, kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya
perolehan (historical cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang di dasarkan pengukuran lain
sebagaimana yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktifitas operasi, investasi dan pendanaan .
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan konsolidasian keuangan adalah rupiah (Rp) yang
juga merupakan mata uang fungsional Grup.
Siaran Pers mengenai “Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa” yang Diterbitkan pada April
2022
Pada bulan April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”)
menerbitkan siaran pers mengenai Pengatribusian Imbalan Pada Periode Jasa. Siaran pers tersebut
diterbitkan sehubungan dengan IFRS Interpretation Committee (“IFRIC”) Agenda Decision IAS 19
Employee Benefits mengenai Attributing Benefit to
Periods of Service pada bulan Mei 2021. DSAK IAI menilai bahwa pola fakta program pensiun berbasis
Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan
pola fakta dalam IFRIC Agenda Decision tersebut. Dengan pola fakta yang serupa tersebut, maka
perlakuan akuntansi dalam IFRIC Agenda Decision relevan untuk diterapkan dalam program pensiun
berbasis Undang-Undang Ketenagakerjaan.
14
Page 18
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)
Siaran Pers mengenai “Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa” yang Diterbitkan pada April
2022 (lanjutan)
Setiap perubahan liabilitas imbalan kerja setelah penerapan atribusi imbalan sebagaimana dijelaskan
dalam siaran pers ini dianggap sebagai perubahan kebijakan akuntansi. Berdasarkan siaran pers, setiap
Perusahaan perlu menilai waktu yang wajar untuk mengubah kebijakan akuntansinya terkait hal ini, yang
dampaknya harus diperhitungkan secara retrospektif pada saldo awal periode komparatif paling awal,
jika material
Perusahaan telah mengkaji dampak siaran pers ini terhadap liabilitas imbalan kerja Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2022 dan menganggap dampaknya tidak signifikan dan telah dibebankan pada
periode berjalan.
c. Prinsip – prinsip Konsolidasi
Entitas anak (investee) adalah seluruh entitas di mana Grup memiliki pengendalian. Grup
mengendalikan investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Grup menilai kembali apakah
Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu
atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak
dan berakhir ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas
anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya
pengendalian sampai dengan tanggal ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas
induk dan kepentingan nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan
nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan
entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Grup. Mengeliminasi secara
penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra Grup terkait dengan transaksi
antar entitas dalam Grup.
Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian pada entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah
tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima
diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk.
Ketika Grup kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas aset
(termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau
kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
15
Page 19
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
d. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Grup menerapkan PSAK No. 38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” untuk mencatat
transaksi kombinasi bisnis antar entitas sepengendali.
Dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, aset dan liabilitas yang diakuisisi tidak disajikan kembali
ke nilai wajar, melainkan diakui sebesar jumlah tercatatnya dengan menggunakan metode penyatuan
kepentingan. Metode penyatuan kepemilikan ini harus diterapkan sejak periode yang paling awal pada
tahun dimana kedua entitas (pengakuisisi dan pihak diakuisisi) berada dalam entitas sepengendali untuk
pertama kalinya.
Selisih antara harga pengalihan dibayar dan nilai tercatat aset neto yang diperoleh akan disajikan sebagai
bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor" dalam ekuitas, yang tidak dapat direklasifikasi ke laba rugi
masa depan.
e. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
di sesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada
tanggal tersebut. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan nilai historis tidak
dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesian pos – pos moneter dan penjabaran kembali
pos – pos moneter diakui dalam laba rugi.
30 September 2023 31 Desember 2022
1 Dolar Amerika Serikat 15.838 15.731
1 Dolar Singapore (“SGD”) 11.526 11.659
1 Yen Jepang (“JPY”) 105 118
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak dianggap berelasi jika
salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara langsung
atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan
keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 35 atas
laporan keuangan konsolidasian.
16
Page 20
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
g. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa melakukan
perubahan setelah pengakuan awal.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
- apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
• Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, dan
• Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain .
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-biaya
transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang
ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (perdagangan yang lazim) diakui pada
tanggal perdagangan, yaitu pada tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup hanya memiliki aset keuangan
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Aset keuangan Grup
meliputi kas dan setara kas dan piutang usaha. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika
jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak
lancar.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode
suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya
perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi
atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba
rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi
konsolidasian.
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset tersebut telah
berakhir atau telah ditransfer dan Grup telah secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat
kepemilikannya.
17
Page 21
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
g. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup hanya memiliki liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Liabilitas keuangan
Grup meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang pihak berelasi, utang bank dan utang
pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh
tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari
12 bulan.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan
bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam biaya
keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau
kedaluwarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi konsolidasian.
18
Page 22
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
g. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan menerapkan model kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk pengukuran dan pengakuan
kerugian penurunan nilai. Pada setiap periode pelaporan. Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari
instrument keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrument keuangan
pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrument keuangan pada saat
pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan resiko kredit sejak
pengakuan awal.
Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut
terhadap piutang usaha dan piutang pihak berelasi tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
h. Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadidi pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di mana
Grup memiliki akses pada tanggal tersebut.
Jika tersedia, Grup mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasian di
pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif, Grup
menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi dan
relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Teknik penilaian mencakup
penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan
memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang
secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lain.
i. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau
kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi
penggunaannya.
19
Page 23
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
j. Persediaan
Aset real estat terdiri dari bangunan apartemen yang siap dijual, tanah belum dikembangkan dan
bangunan dalam penyelesaian, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang
lebih rendah.
Aset real estat terdiri dari bangunan apartemen yang siap dijual, tanah belum dikembangkan dan
bangunan dalam penyelesaian, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang
lebih rendah.
Properti yang diperoleh atau yang sedang dalam penyelesaian untuk dijual dalam kegiatan usaha normal,
tidak untuk sewa atau kenaikan nilai, merupakan persediaan.
Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan,
biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada kegiatan
pengembangan real estat serta biaya-biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan dipindahkan
ke tanah yang tersedia untuk dijual pada saat pengembangan tanah telah selesai. Semua biaya proyek
dialokasikan secara proporsional ke tanah yang dapat dijual berdasarkan luas area masing-masing.
Biaya perolehan apartemen yang sudah dikontruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan pada aktifitas pengembang apartemen. Biaya yang dikapitalisasi apartemen dalam
konstruksi dialokasikan untuk setiap unit apartemen menggunakan metode area yang dapat dijual
Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area
yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan menggunakan luas area yang dapat dijual.
Biaya perolehan bangunan dan apartemen dalam penyelesaian dipindahkan ke rumah, bangunan
komersial dan apartemen (strata title) tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai.
Untuk proyek properti residensial, biaya perolehan dipindahkan ke persediaan pada saat dimulainya
pengembangan dan pembangunan infrastuktur. Sedangkan untuk proyek properti komersial, pada saat
selesainya pengembangan tanah dan pembangunan infrastruktur, harga perolehan akan tetap disajikan
sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke properti investasi, mana yang lebih sesuai.
Pengkajian atas estimasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai
secara substansial, jika terjadi perubahan dasar, Grup akan melakukan revisi biaya.
20
Page 24
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
k. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi entitas asosiasi
dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Sesuai metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat
pada biaya dan nilai tercatat akan meningkat atau menurun untuk mengakui bagian investor atas laba
rugi . Di dalam investasi Grup atas entitas asosiasi termasuk goodwill yang diidentifikasikan ketika akuisisi
sejak tanggal perolehan.
Jika kepemilikan kepentingan pada entitas asosiasi berkurang, namun tetap memiliki pengaruh signifikan,
hanya suatu bagian proporsional atas jumlah yang telah diakui sebelumnya pada penghasilan
komprehensif lainnya yang direklasifikasi ke laporan laba rugi.
Bagian Grup atas laba atau rugi entitas asosiasi pasca akuisisi diakui dalam laporan laba rugi dan bagian
atas mutasi penghasilan komprehensif lainnya pasca akuisisi diakui di dalam penghasilan komprehensif
lainnya dan diikuti dengan penyesuaian pada jumlah tercatat investasi. Dividen yang akan diterima dari
entitas asosiasi diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi. Jika bagian Grup atas kerugian
entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, termasuk piutang
tanpa agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban atau
melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi. Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil
dari transaksi-transaksi antara Perusahaan dengan entitas asosiasi di eliminasi sesuai dengan jumlah
kepentingan Grup dalam entitas asosiasi. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi, disesuaikan jika
diperlukan, untuk menjamin konsistensi kebijakan akuntansi dengan yang digunakan oleh Grup.
l. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat yang diharapkan dari masing-masing biaya
dengan menggunakan metode garis lurus.
m. Tanah yang Belum Dikembangkan
Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan
atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan, yang terdiri dari biaya pra-perolehan dan perolehan
tanah, dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai
dan konstruksi dilakukan.
21
Page 25
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
n. Aset Tetap
Grup menerapkan PSAK No. 16 dalam mencatat aset tetap.
Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga
pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan
tidak disusutkan.
Sesuai dengan ISAK No. 36, Grup menganalisa fakta dan keadaan untuk masing – masing jenis hak atas
tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”). Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) dalam
menentukan akuntansi untuk masing – masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat
merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak
atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan
mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Group menerapkan perlakuan akuntansi atas
transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK No. 73, “Sewa”. Jika ha katas tanah secara substansi
menyerupai pembelian tanah, maka Group menerapkan PSAK No. 16 “Aset Tetap”.
Biaya pengurusan legal awal untuk hak atas tanah diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah dan
biaya ini tidak disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan perpanjangan hak atas tanah diakui sebagai
beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau manfaat ekonomi tanah, mana
yang lebih pendek.
Biaya-biaya setelah perolehan awal termasuk dalam nilai tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, sebagaimana mestinya, apabila kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan berkenaan
dengan aset tersebut akan mengalir ke Grup dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Seluruh
biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba rugi pada
saat terjadinya.
Manajement memutuskan untuk menggunakan metode nilai wajar sebagai kebijakan akuntansi
pengukuran selanjutnya untuk tanah yang akan berlaku secara prospektif. Manajement berpendapat
bahwa model nilai wajar dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih informatif dan relevan karena
di dasarkan pada nilai kini.
Penyusutan dihitung sejak dengan menggunakan metode garis lurus selama umur manfaat aset untuk
setiap komponen aset tetap.
Tahun
Bangunan 30
Mesin hotel 8
Kendaraan 5
Peralatan dan perabot kantor 5
Peralatan dan perabot hotel 4
Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun keuangan atas
pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi yang berlaku prospektif.
Jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali jika jumlah tercatat
aset lebih besar dari jumlah yang dapat terpulihkan tersebut.
22
Page 26
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
n. Aset Tetap (lanjutan)
Aset dalam penyelesaian disajikan dalam “Aset Tetap” dan dinyatakan sebesar biaya perolehan.
Akumulasi biaya perolehan untuk aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing – masing aset
tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan
tujuannya.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari
aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Manajemen memutuskan untuk menggunakan metode nilai wajar sebagai kebijakan akuntansi
pengukuran selanjutnya untuk bangunan dan mesin hotel yang akan berlaku secara prospektif.
Manajemen berpendapat bahwa model nilai wajar dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih
informatif dan relevan karena di dasarkan pada nilai kini.
Bangunan dan mesin hotel dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada
tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi
setelah tanggal revaluasi, kecuali tanah yang tidak disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan
yang memadai untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang
ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal laporan posisi keuangan.
Aset yang tidak menjalani perubahan nilai wajar secara signifikan, wajib direvaluasi paling kurang 3
(tiga) atau 5 (lima) tahun.
Kenaikan yang berasal dari revaluasi bangunan dan mesin hotel diakui pada penghasilan komprehensif
lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi, kecuali sebelumnya penurunan
revaluasi atas aset yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan revaluasi
hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laporan laba rugi.
Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan dibebankan dalam laba rugi
apabila penurunan tersebut melebihi saldo surplus revaluasi aset yang besangkutan, jika ada.
o. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan
aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya
diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban bunga, beban keuangan
dalam sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang
selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga.
p. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Sesuai PSAK No. 48 (Penyesuaian 2014), “Penurunan Nilai Aset”, aset yang diamortisasi ditelaah untuk
penurunan nilai apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset
tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset
terhadap jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar
aset dikurangi biaya penjualan dengan nilai pakai. Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset
dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil
kas). Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas
penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
23
Page 27
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
q. Sewa
Grup sebagai Penyewa
Pada insepsi kontrak, Grup menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak
adalah atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan
aset yang identifikasian selama suatu jangka waktu waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang
identifikasian, Grup harus menilai apakah:
- Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
penggunaan aset identifikasian selama periode penggunaan; dan
- Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki hak ini
ketika Perusahaan memiliki hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah cara
dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan sebelumnya:
1) Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian;
2) Grup telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya
bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu akan digunakan.
Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan
dalam kontrak untuk setiap komponen sewa atas dasar harga tersendiri relatif dan harga tersendiri
agregat dari komponen nonsewa. Akan tetapi, untuk sewa perbaikan di mana Grup adalah penyewa.
Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna
awalnya diukur pada harga perolehan, yang terdiri dari jumlah awal liabilitas sewa yang disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya
langsung awal yang timbul dan estimasi biaya untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau
merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, dikurangi insentif
sewa yang diterima.
Setelah tanggal permulaan, Grup mengukur aset hak- guna dengan menggunakan model biaya yang
berkaitan aset tetap sesuai PSAK 16.
Berdasarkan model biaya, aset hak-guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada
akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak-guna mencerminkan bahwa penyewa akan
mengeksekusi opsi beli, Grup mendepresiasi hak-guna sejak tanggal permulaan hingga akhir umur
manfaat aset pendasar. Jika tidak, Grup mendepresiasi aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
24
Page 28
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
q. Sewa (lanjutan)
Sewa jangka pendek dan aset pendasar bernilai rendah
Group telah memilih untuk tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek
yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa terkait dengan
sewa tersebut sebagai beban dengam metode garis lurus selama masa sewa.
r. Liabilitas Imbalan Kerja
Grup menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah (“PP”)
No. 35 tahun 2021 yang merupakan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
(Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020. Program imbalan pasti ini tidak
didanai.
Liabilitas neto Grup atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja pasti
pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan
pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria
yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal
hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak
termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak
direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Grup mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan atau
kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat terjadinya.
s. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup mengakui pendapatan dari penjualan real estat sesuai dengan PSAK No. 72, “Pendapatan dari
Kontrak dengan Pelanggan”, dengan melakukan analisa transaksi melalui metode lima langkah
pengakuan pendapatan sebagai berikut:
1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan
Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan kewajiban
yang dapat dipaksakan.
2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanaan Dalam Kontrak
Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau jasa (atau
sekumpulan barang atau jasa) yang berifat dapat dibedakan; atau serangkaian barang atau jasa
bersifat dapat dibedakan yang secara substansial sama dan memiliki pola pengalihan yang sama
kepada pelanggan. Bersifat dapat dibedakan artinya dapat dipisahkan, atau dapat diidentifikasi
secara terpisah.
25
Page 29
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
s. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
3. Penetapan Harga Transaksi
Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Perusahaan dalam
pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang
ditagih atas nama pihak ketiga (misalnya, pajak pertambahan nilai). Jika imbalan yang dijanjikan
dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Perusahaan mengestimasi jumlah imbalan yang
diharapkan menjadi haknya dalam pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan
kepada pelanggan dikurangi estimasi jumlah variabel yang akan dibayar selama kontrak.
4. Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan
Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif perlu diestimasi.
5. Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanaan Dipenuhi
Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa dengan
jumlah yang secara tepat mewakili kewajiban yang dilakukan dan hak untuk menerima imbalan
sebagai imbalan atas barang dan/atau jasa tersebut. Pengakuan pendapatan tergantung pada
apakah pengalihan diselesaikan sepanjang waktu atau pada waktu tertentu. Pengalihan kendali
diperhitungkan.
Untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, pendapatan diakui dengan
mengukur kemajuan penyelesaian kewajiban pelaksanaan tersebut berdasarkan pengukuran kemajuan
yang tepat baik “Metode Keluaran” atau “Metode Masukan”.
Kriteria lainnya
Metode yang digunakan Grup untuk mengakui pendapatan dari penjualan real estat dilakukan pada titik
tertentu, yaitu pada saat terjadi penyerahan aset kepada pembeli (at a point in time).
Pendapatan hotel dari hunian kamar diakui pada tanggal terhuninya sedangkan pendapatan hotel lainnya
diakui pada saat barang atau jasa diserahkan kepada pelanggan.
Biaya Mendapatkan Kontrak
Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika Grup
mengharapkan untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang timbul
untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak tersebut tidak berhasil
diperoleh.
26
Page 30
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
s. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Biaya Pemenuhan Kontrak
Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut memenuhi
semua kriteria berikut:
a) biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat
diidentifikasi oleh Grup;
b) biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Grup yang akan digunakan untuk memenuhi
(atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
c) biaya diharapkan dapat dipulihkan
Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang
timbul dalam memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup pernyataan lain, biaya
tersebut diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan lainnya.
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
t. Pajak Penghasilan
Grup telah menerapkan PSAK No. 46, “Pajak penghasilan”.
Pajak Final
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Pajak penghasilan final dihitung pada jumlah total tagihan
untuk nilai kontrak yang dikumpulkan selama setahun. Oleh karena itu, tidak ada aset/kewajiban pajak
tangguhan yang diakui.
Grup menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan kavling, rumah, bangunan komersial
dan apartemen sebagai pos tersendiri pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
Perbedaan antara nilai tercatat dari aset revaluasian dan dasar pengenaan pajak merupakan perbedaan
temporer sehingga menimbulkan liabilitas atau aset pajak tangguhan, kecuali untuk aset tertentu seperti
tanah yang pada saat realisasinya dikenakan pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi.
Menurut Undang-Undang No. 12 tahun 1994, nilai pengalihan adalah nilai yang tertinggi antara nilai
berdasarkan Akta Pengalihan Hak dan Nilai Jual Objek Pajak tanah dan/atau bangunan yang
bersangkutan.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tanggal 23 Maret 2002, pajak penghasilan untuk pendapatan
ruang perkantoran dan pusat ritel dikenakan pajak bersifat final sebesar 10% dari nilai pendapatan yang
bersangkutan, kecuali untuk pendapatan pada kontrak sewa yang ditandatangani sebelum peraturan
tersebut yang dikenakan 6%.
27
Page 31
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
t. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Final (lanjutan)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 71/2008 tentang “perubahan ketiga pada PP No. 48/1994
tentang pembayaran pajak penghasilan atas penghasilan dari transfer hak atas tanah dan/ atau
bangunan” tanggal 4 November 2008, efektif tanggal 1 Januari 2009, penghasilan dari penjualan atau
pengalihan tanah dan bangunan untuk pengembang real estat (developer) dikenakan pajak final sebesar
5% dari nilai penjualan atau pengalihan, yang telah digantikan oleh Peraturan Pemerintah No. 34/2016
tanggal 8 Agustus 2016, efektif tanggal 8 September 2016, penghasilan dari pengalihan hak atas tanah
dan atau bangunan dikenakan pajak final sebesar 2,5% dari nilai penjualan atau pengalihan.
Pajak Kini
Aset dan liabilitas pajak penghasilan kini untuk tahun berjalan dan tahun sebelumnya diukur sebesar
jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif
pajak yang berlaku.
Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban Pajak Kini”
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Grup juga menyajikan bunga/denda, jika ada,
sebagai bagian dari “Beban Pajak Kini”.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan
keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan pada
akhir periode pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan
diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan serta atas akumulasi rugi fiskal dan
kredit pajak yang tidak dimanfaatkan sejauh realisasi atas manfaat pajak tersebut dimungkinkan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah setiap akhir tanggal pelaporan dan dikurangi ketika tidak
terdapat kemungkinan bahwa laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
memanfaatkan seluruh atau sebagian aset pajak tangguhan tersebut. Aset pajak tangguhan yang belum
diakui dinilai kembali pada akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang besar kemungkinan bahwa laba
kena pajak mendatang akan tersedia untuk dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan akan
berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi
keuangan
28
Page 32
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
t. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Tangguhan (lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus jika, dan hanya jika, 1) terdapat hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan 2) aset
serta liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama.
u. Laba Per Saham Dasar
Laba (rugi) neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) neto untuk para pemegang saham
dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode/tahun bersangkutan.
v. Segmen Operasi
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara
regular di telaah oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya
dan menilai kinerja segmen operasi.
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional Group untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
kepada segmen yang menilai kinerjanya.
w. Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
Berdasarkan PSAK No. 70 “Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak”, aset pengampunan
pajak pada awalnya diakui sebesar nilai aset yang dilaporkan dalam Surat Keterangan Pengampunan
Pajak (“SKPP”) sebagai biaya perolehannya. Liabilitas pengampunan pajak terkait diakui sebesar
kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang
berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak. Selisih antara aset pengampunan pajak
dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas sebagai tambahan modal disetor. Tambahan modal
disetor tersebut selanjutnya, tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi atau direklasifikasi ke saldo
laba.
Tagihan pajak, aset pajak tangguhan atas akumulasi rugi pajak dan provisi atas ketidakpastian posisi
pajak disesuaikan ke laba rugi pada periode SPHPP disampaikan.
Pengukuran setelah pengakuan awal dan penghentian pengakuan aset dan liabilitas pengampunan pajak
mengacu pada SAK yang relevan sesuai dengan karakteristik aset dan liabilitas terkait. Entitas
diperkenankan untuk mengukur kembali aset dan liabilitas pengampunan pajak berdasarkan nilai wajar
sesuai dengan SAK yang relevan pada tanggal SKPP. Selisih nilai pengukuran kembali dengan biaya
perolehan aset dan liabilitas pengampunan pajak yang telah diakui sebelumnya disesuaikan dalam
tambahan modal disetor.
Aset dan liabilitas pengampunan pajak disajikan secara terpisah dari aset dan liabilitas lainnya. Saling
hapus antara aset dan liabilitas pengampunan pajak tidak dapat dilakukan. Jika pengukuran kembali
dilakukan, aset dan liabilitas pengampunan pajak direklasifikasi dari penyajian secara terpisah dan
disajikan dalam pos aset dan liabilitas yang serupa.
29
Page 33
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
x. Biaya Emisi Saham Ditanguhkan
Biaya-biaya yang telah dikeluarkan sehubungan dengan penawaran umum tersebut disajikan sebagai
biaya emisi saham yang ditangguhkan dan dicatat sebagai pengurang tambahan modal disetor pada
kelompok ekuitas.
4. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENTING
Pertimbangan , Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang akan memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang
dilaporkan serta pengungkapan liabilitas kontinjensi pada tiap-tiap akhir periode laporan keuangan.
Pertimbangan dan estimasi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ditelaah
secara berkala berdasarkan pengalaman historis dan faktor-faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari kejadian-
kejadian di masa depan yang mungkin terjadi. Namun, ketidakpastian atas asumsi serta estimasi tersebut
dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas pada tahun berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
periode berikutnya diungkapkan dibawah ini.
Grup mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi diluar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan
akuntansi Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan
dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Entitas seperti diungkapkan pada Catatan
3g .
Menentukan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari masing-masing perusahaan dalam Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi
utama di mana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang memengaruhi
pendapatan dan biaya dari masing-masing perusahaan. Penentuan mata uang fungsional mungkin
memerlukan pertimbangan karena berbagai kompleksitas, antara lain, entitas dapat bertransaksi di lebih dari
satu mata uang dalam kegiatan usahanya sehari-hari.
30
Page 34
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENTING (lanjutan)
Pertimbangan , Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Menentukan Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan
bunga (SPPI) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Entitas menentukan model bisnis pada tingkat
yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis
tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk
bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan
bagaimana pengelolaannya. Grup memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
atau nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo
untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana
aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Grup tentang apakah model
bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi
perubahan model bisnis dan oleh karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan
tersebut.
Menentukan Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
Kerugian kredit ekspektasian (ECL) diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12-bulan (12mECL)
untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset bergerak ke tahap
2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Dalam menilai apakah risiko
kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup mempertimbangkan informasi berwawasan ke depan
yang wajar dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.
Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian
Ketika mengukur kerugian kredit ekspektasian (ECL), Entitas menggunakan informasi berwawasan ke depan
yang wajar dan dapat didukung, yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai
pendorong ekonomi dan bagaimana pendorong ini akan saling memengaruhi.
Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini didasarkan pada
perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan diterima pemberi
pinjaman, dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit integral.
Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Probabilitas gagal bayar (default) adalah
estimasi kemungkinan gagal bayar (default) selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup
data historis, asumsi, dan ekspektasi kondisi masa depan.
Menentukan Nilai Wajar dan Perhitungan Amortisasi Biaya Perolehan dari Instrumen Keuangan
Grup mencatat aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya perolehan
yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas
pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan amortisasi biaya perolehan ditentukan
menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Grup
menggunakan metodologi penilaian atau asumsi yang berbeda. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi
secara langsung laba atau rugi Grup.
31
Page 35
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENTING (lanjutan)
Pertimbangan , Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Menentukan Apakah Suatu Pengaturan adalah atau Mengandung Sewa
Penentuan apakah suatu pengaturan merupakan atau mengandung sewa memerlukan pertimbangan yang
cermat untuk menilai apakah pengaturan tersebut memberikan hak untuk memperoleh secara substansial
semua manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan dan hak untuk mengarahkan
penggunaan aset, bahkan jika pengaturan tersebut hak tidak secara eksplisit ditentukan dalam pengaturan.
Penurunan Persediaan
Grup telah membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan lambatnya perputaran berdasarkan perkiraan
persediaan yang akan dijual di masa yang akan datang dengan mempertimbangkan nilai realisasi neto dari
persediaan tersebut.
Perhitungan penyisihan ini mempertimbangkan beberapa variabel, terutama waktu di mana persediaan
tersebut diharapkan akan terjual dan tingkat harga di mana persediaan dapat dijual.
Ketidakpastian yang terkait dengan faktor-faktor ini mengakibatkan jumlah realisasi akan berbeda dari jumlah
tercatat persediaan yang dilaporkan. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 7 atas laporan
keuangan konsolidasian.
Masa Manfaat Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 5 tahun, suatu kisaran
yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat
perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya
biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi. Jumlah tercatat aset tetap Grup
pada tanggal posisi keuangan diungkapkan di dalam Catatan 12 laporan keuangan konsolidasian
Liabilitas Imbalan Pascakerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang
digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.
Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran
diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan
sebagaimana diatur dalam Catatan 3w atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen Grup
berpendapat bahwa asumsi yang digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan dari hasil aktual
atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan secara material dapat mempengaruhi perkiraan
jumlah liabilitas imbalan pascakerja dan beban imbalan kerja karyawan. Jumlah tercatat liabilitas imbalan
pascakerja Grup diungkapkan pada Catatan 22 atas laporan keuangan konsolidasian.
32
Page 36
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENTING (lanjutan)
Pertimbangan , Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha
normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat
tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang
awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan
pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan. Jumlah tercatat utang pajak penghasilan Grup
diungkapkan di dalam Catatan 15 atas laporan keuangan konsolidasian.
Penyisihan Untuk Perabot dan Perlengkapan Hotel serta Kesejahteraan Karyawan
Cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel estimasi sebesar 4% dari jumlah pendapatan
hotel tahun sebelumnya.
Dana secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam rekening bank. Bunga yang
diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari cadangan dan dana. Dana ini dicatat sebagai
aset keuangan lainnya dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Beban penggantian dan penambahan peralatan dan perlengkapan hotel merupakan pengurangan saldo dana
cadangan
33
Page 37
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini seluruhnya dalam mata uang Rupiah dan terdiri dari:
30 September 2023 31 Desember 2022
Kas 61.815.800 35.216.146
Bank
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 7.538.083.303 5.044.295.567
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 6.435.801.753 7.429.590.890
PT Bank DKI Syariah 353.811.083 217.675.246
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 253.424.946 251.908.073
PT Bank Tabungan Negara Syariah 240.715.322 13.463.753
PT Bank Syariah Indonesia 219.159.964 1.309.940.895
PT Bank Victoria Syariah 139.514.424 -
PT Bank DKI 111.888.766 111.888.766
PT Bank Rakyat Indonesia Syariah 73.703.196 73.838.198
PT Bank CIMB Niaga Tbk 69.593.837 69.593.837
PT Bank Pan Indonesia Tbk 37.630.080 1.427.405
PT Bank Central Asia Tbk 36.485.589 2.431.543
PT Bank Victoria International Tbk 31.005.342 35.057.304
PT Bank Artha Graha Tbk 11.944.000 12.214.000
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan
Banten Tbk 7.170.431 3.409.117
Dollar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk 95.743.345 268.029.892
Sub-total 15.655.675.381 14.844.764.486
Deposito berjangka
PT Bank Victoria International Tbk 4.000.000.000 5.000.000.000
Total 19.717.491.181 19.879.980.632
Tingkat suku bunga deposito berjangka pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
rata-rata 4.75% - 5.75% per tahun dengan jangka waktu penempatan 1 bulan dan dapat diperpanjang secara
otomatis (automated roll over).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat pembatasan terhadap penggunaan
kas dan setara kas, penempatan kas dan setara kas pada pihak-pihak berelasi, ataupun kas dan setara kas
yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman.
6. PIUTANG USAHA
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Bangunan rumah dan kavling tanah 19.273.597.930 22.815.841.194
Hotel 3.123.502.284 2.841.704.536
Total 22.397.100.214 25.657.545.730
34
Page 38
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Saldo piutang usaha di atas seluruhnya dalam mata uang Rupiah yang meliputi :
- piutang kepada pihak bank atas transaksi penjualan real estat melalui fasilitas kredit kepemilikan rumah
(KPR) dan,
- sisa tagihan retensi yang masih belum dibayarkan oleh pihak bank terkait dengan fasilitas KPR di atas.
- piutang dari aktivitas operasional hotel.
Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Kurang dari 30 hari 5.717.068.871 4.004.741.367
31 - 60 hari 555.350.094 5.339.160.381
61 - 90 hari 1.369.916.242 495.744.291
91 - 360 hari 4.629.010.328 3.026.201.588
Lebih dari 360 hari 10.125.754.679 12.791.698.103
Total 22.397.100.214 25.657.545.730
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun piutang pada akhir tahun,
manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat adanya bukti objektif atas penurunan saldo piutang usaha
dan seluruh saldo piutang usaha tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan adanya provisi
penurunan nilai atas piutang.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat piutang usaha yang digunakan
sebagai jaminan atas pinjaman.
7. PERSEDIAAN
30 September 2023 31 Desember 2022
Tanah matang (kavling tanah) 39.374.580.622 31.315.166.003
Bangunan rumah siap dijual 9.259.750.000 4.268.462.000
Makanan dan minuman (hotel) 172.326.103 65.362.688
Total 48.806.656.725 35.648.990.691
Grup tidak mengasuransikan persediaannya karena manajemen berkeyakinan bahwa risiko kerugian yang
mungkin timbul atas persediaan tersebut tidak signifikan.
Untuk periode tanggal 30 September 2023 dan 2022, jumlah persediaan tanah matang (kavling tanah) dan
bangunan rumah siap dijual yang diakui sebagai beban pokok penjualan masing-masing adalah sebesar
52.109.289.255 dan 30.004.831.440 (Catatan 28).
Manajemen berkeyakinan bahwa pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat
peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai atas persediaan ataupun
indikasi bahwa jumlah tercatat persediaan tersebut melampaui nilai realisasi netonya.
35
Page 39
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
Nilai tercatat investasi pada entitas asosiasi dengan metode ekuitas pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut:
Biaya Bagian Laba Neto Entitas Asosiasi Periode/Tahun berjalan
Penambahan Penerimaan
Periode/ Deviden dari Nilai
Periode / Saldo awal Penambahan Saldo akhir Saldo Tahun entitas Saldo Investasi
Tahun investasi investasi investasi awal berjalan asosiasi akhir Tercatat
30 September 2023 157.360.800.000 - 157.360.800.000 6.094.499.693 (1.692.286.372 ) - 4.402.213.321 161.763.013.321
31 Desember 2022 157.360.800.000 - 157.360.800.000 5.571.361.281 523.138.412 6.094.499.693 163.455.299.693
Berdasarkan Akta Notaris Recky Francky Limpele S.H, No. 2.543 tanggal 27 Juni 2019, Perusahaan memiliki kepemilikan
pada entitas asosiasi yang mewakili 34,49% kepemilikan di PT Nusantara Almazia Tbk (NA).
Rincian kepemilikan Grup atas entitas asosiasi dan ringkasan informasi keuangan adalah sebagai berikut :
30 September 2023
Total Laba
(Rugi) %
Domisili Aset Liabilitas Penjualan Komprehensif Kepemilikan
NA Karawang dan Tangerang 617.950.600.179 109.342.533.875 40.312.150.000 (4.162.978.953 ) 34,49%
31 Desember 2022
Total Laba %
Domisili Aset Liabilitas Penjualan Komprehensif Kepemilikan
Karawang dan Tangerang
NA 605.500.645.195 92.722.724.764 84.683.945.000 1.516.650.950 34,49%
9. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN
Mutasi tanah yang belum dikembangkan periode 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 94.196.560.204 118.819.126.380
Penambahan periode / tahun berjalan 16.921.927.646 7.340.000.007
Reklasifikasi ke persediaan (22.170.637.773 ) (31.962.566.183)
Saldo akhir 88.947.850.077 94.196.560.204
Status kepemilikan tanah yang belum dikembangkan periode 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sertifikat dengan luas masing – masing sebesar 215.205 m2 dan 256.218 m2 .
Pada tanggal 9 Oktober 2020, Peraturan Daerah (Perda) No. 6 tahun 2019 tentang perubahan atas Perda
No. 6 tahun 2012 tentang rencana tata ruang wilayah kota Tanggerang 2012-2032 yang dapat diakses sejak
Oktober 2020 dilaman website Pemerintah Kota Tangerang, sehingga berdasarkan Perda tersebut
peruntukan lahan yang dimiliki BMS adalah kembali menjadi kawasan perumahan.
36
Page 40
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN (lanjutan)
Pada tanggal 18 Mei 2021, berdasarkan berita acara serah terima No. 006/DIR-BMS/V/2021, BMS telah
menyerahkan bidang tanah seluas 32.483 m2 berupa tanah sebanyak 2 (dua) bidang yang merupakan
kewajiban Perumahan kepada Pemerintah Kota Tangerang. Tanah yang diserahkan merupakan tanah untuk
Prasarana dan Sarana.
10. BEBAN DI BAYAR DIMUKA DAN UANG MUKA
30 September 2023 31 Desember 2022
Beban dibayar dimuka
Asuransi - 54.752.980
Lain - lain 1.693.999.912 230.736.369
Uang Muka
Pemasok 3.104.805.755 2.134.380.633
Lain - lain 11.902.178 5.927.657
Total 4.810.707.845 2.425.797.639
30 September 2023 31 Desember 2022
Uang muka jangka panjang
Pembelian tanah 30.349.842.757 29.475.146.097
Total 30.349.842.757 29.475.146.097
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, akun ini seluruhnya merupakan uang muka pembelian tanah
di Jimbaran dan Karawang masing-masing seluas 49.906 m2 dan 57.688 m2 .
11. UANG JAMINAN
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, akun uang jaminan pada aset tidak lancar merupakan uang
jaminan atas penggunaan tanah milik Richard R. Wiriahardja oleh THBI untuk pembangunan dan pengoperasian Hotel
di Bali.
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset lancar - 276.999.998
Aset tidak lancar (Catatan 36) 39.300.000.000 39.300.000.000
Total 39.300.000.000 39.576.999.998
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, akun pada aset tidak lancar merupakan uang
jaminan atas penggunaan tanah milik Richard R. Wiriahardja oleh THBI untuk pembangunan dan
pengoperasian Hotel di Bali.
37
Page 41
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP
Rincian dan mutasi akun aset tetap adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan/ Nilai
Tercatat
Tanah 295.931.000 - - 295.931.000
Bangunan 301.789.308.853 - - 301.789.308.853
Mesin 26.017.861.726 - - 26.017.861.726
Peralatan dan perabot
hotel 47.953.029.089 - - 47.953.029.089
Kendaraan 3.807.322.515 - - 3.807.322.515
Peralatan dan perabot
kantor 2.208.884.487 32.561.000 - 2.241.445.487
Aset dalam penyelesaian 38.943.160 - - 38.943.160
Aset hak guna 120.000.000.000 - - 120.000.000.000
Total Biaya Perolehan 502.111.280.830 32.561.000 - 502.143.841.830
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 99.757.598.936 6.317.029.341 - 106.074.628.277
Mesin 14.236.913.420 3.127.288.950 - 17.364.202.370
Peralatan dan perabot
hotel 46.837.512.761 - - 46.837.512.761
Kendaraan 3.640.883.935 132.951.043 - 3.773.834.978
Peralatan dan perabot
kantor 2.149.292.690 27.409.390 - 2.176.702.080
Aset hak guna 32.666.666.667 6.000.000.000 38.666.666.667
Total Akumulasi
Penyusutan 199.288.868.409 15.604.678.724 - 214.893.547.133
Nilai Buku Neto 302.822.412.421 287.250.294.697
31 Desember 2022
Saldo Awal/
Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan/ Nilai
Tercatat
Tanah 295.931.000 - - 295.931.000
Bangunan 301.789.308.853 - - 301.789.308.853
Mesin hotel 26.017.861.726 - - 26.017.861.726
Peralatan dan perabot
hotel 47.953.029.089 - - 47.953.029.089
Kendaraan 3.807.322.515 - - 3.807.322.515
Peralatan dan perabot
kantor 2.198.564.887 10.319.600 - 2.208.884.487
Aset dalam penyelesaian 38.943.160 - - 38.943.160
Aset hak - guna 120.000.000.000 - - 120.000.000.000
Total Biaya Perolehan 502.100.961.230 10.319.600 - 502.111.280.830
38
Page 42
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2022 (lanjutan)
Saldo Awal Penambahan Penurunan Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 91.608.928.723 8.148.670.213 - 99.757.598.936
Mesin hotel 10.309.744.446 3.927.168.974 - 14.236.913.420
Peralatan dan perabot
hotel 46.830.012.761 7.500.000 - 46.837.512.761
Kendaraan 3.211.529.992 429.353.943 - 3.640.883.935
Peralatan dan perabot
kantor 2.108.434.650 40.858.040 - 2.149.292.690
Aset hak - guna 24.666.666.667 8.000.000.000 - 32.666.666.667
Total Akumulasi
Penyusutan 178.735.317.239 20.553.551.170 - 199.288.868.409
Nilai Buku Neto 323.365.643.991 302.822.412.421
Beban penyusutan dan amortisasi untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023
dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 15.604.678.724 dan Rp 18.126.977.718 yang seluruhnya
dialokasikan ke beban umum dan administrasi (Catatan 30).
Pada tanggal 31 Desember 2015, Grup mengubah kebijakan akuntansi untuk pengukuran, bangunan dan
mesin hotel menjadi model revaluasi.
Jika bangunan dan mesin Grup diukur menggunakan model biaya, nilai bukunya adalah sebesar
Rp 180.434.580.707 untuk entitas anak pada tanggal 31 Desember 2021. Surplus revaluasi yang diakui
dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian “Surplus Revaluasi Aset
Tetap” sebesar Rp 58.558.472.091 untuk entitas anak.
Nilai wajar bangunan dan mesin ditentukan dengan menggunakan metode penilaian yaitu dengan
pendekatan data pasar dan pendekatan biaya.
Hal ini berarti penilaian yang dilakukan oleh penilai didasarkan pada harga pasar aktif, yang disesuaikan
secara signifikan untuk perbedaan pada sifat, lokasi dan kondisi dari tanah, bangunan dan mesin yang dinilai
serta indikasi nilai objek penilaian berdasarkan biaya reproduksi baru atau biaya pengganti baru. Nilai wajar
tanah, bangunan dan mesin didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh KJPP Guntur, Eki, Andri &
Rekan, penilai independen yang terdaftar pada OJK, dalam laporannya No. 00077/2.0116-
03/PI/05/0125/I/X/2021 tanggal 18 Oktober 2021 untuk entitas anak.
Manajemen berkeyakinan bahwa pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat
perubahan nilai wajar yang signifikan untuk aset tersebut, sehingga tidak diperlukan laporan penilaian
kembali.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 aset tetap berupa bangunan hotel beserta fasilitas
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman (Catatan 20). Pada tanggal yang sama, jumlah tercatat bruto dari
aset tetap yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan adalah sebesar Rp 35.199.948.698.
39
Page 43
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, bangunan, mesin dan peralatan TRBI, entitas
anak, diasuransikan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp. 196.608.960.000, yang menurut pendapat
manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas resiko tersebut.
13. UTANG USAHA – PIHAK KETIGA
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Pemasok 8.697.783.971 5.971.894.161
Kontraktor 14.123.276.745 11.393.176.745
Total 22.821.060.716 17.365.070.906
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, utang usaha - pihak ketiga seluruhnya dalam
mata uang Rupiah.
14. UTANG LAIN - LAIN
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Management fee 8.246.332.666 10.222.929.524
Pengurusan tanah 3.601.854.600 2.906.791.037
Lain - lain 1.604.931.902 1.772.804.691
Total 13.453.119.168 14.902.525.252
Utang management fee merupakan utang atas operating service fee, licence fee dan technical assistance
fee berdasarkan Operating Services Agreement antar Perusahaan dengan PT Indo Pacific- Sheraton dan
Starwood Inc (Catatan 37)
15. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
30 September 2023 31 Desember 2022
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) 52.960.891 18.770.000
Pasal 26 68.694.634 162.255.587
Pasal 21 34.543.015 149.754.214
Pasal 23 7.946.658 24.438.074
Pajak hotel dan restoran 743.508.849 676.715.763
Pajak pertambahan nilai 1.056.615.079 597.144.492
Total 1.964.269.126 1.629.078.130
40
Page 44
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Pajak Final
Perhitungan beban pajak penjualan final dan utang pajak penjualan final untuk periode yang berakhir
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Penjualan neto menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian 76.958.125.000 73.769.700.000
Uang muka penjualan - -
Objek pajak penjualan final 76.958.125.000 73.769.700.000
Beban pajak penjualan final (2,5%) 54.590.625 90.815.580
Beban pajak penjualan final (1%) 747.595.000 719.115.000
Sub-total 802.185.625 809.930.580
Dikurangi pajak penjualan final yang telah
disetorkan (802.185.625 ) (809.930.580 )
Total utang pajak penjualan final - -
Sesuai dengan PP No. 34/2016 (Catatan 3t), nilai penjualan yang menjadi dasar pengenaan pajak penjualan
final adalah nilai yang tertinggi antara 1) nilai berdasarkan akta pengalihan hak atau 2) nilai jual objek pajak
tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan.
Perhitungan pajak di atas menjadi dasar dalam penyusunan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang
disampaikan kepada Kantor Pajak.
16. BEBAN AKRUAL
30 September 2023 31 Desember 2022
Biaya fasilitas sosial 3.853.921.176 2.359.921.669
Komisi 1.045.723.280 561.391.828
Tunjangan dan Bonus 680.062.630 336.223.756
Penjualan dan pemasaran 309.247.000 2.469.630.804
Jasa Audit - 133.363.727
Jasa Aktuaris - 8.720.000
Lain - lain 1.575.745.978 330.960.322
Total 7.464.700.064 6.200.212.106
17. UANG MUKA PENJUALAN
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Bangunan rumah 10.354.667.009 493.320.877
Kavling tanah 79.720.455 55.174.998
Total 10.434.387.464 548.495.875
Seluruh saldo uang muka penjualan di atas adalah dalam mata uang Rupiah.
41
Page 45
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, akun ini seluruhnya merupakan pendapatan
yang diterima dari pelanggan/tamu namun belum memenuhi kriteria pengakuan pendapatan sebesar
Rp 1.725.585.720 dan Rp 734.898.325.
19. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Perusahaan memiliki perjanjian utang pembiayaan konsumen dengan PT Bank Central Asia Finance, pihak
ketiga, untuk pengadaan kendaraan. Perjanjian pembiayaan konsumen akan mensyaratkan pembayaran
pada tanggal 18 Maret 2020. Tingkat bunga efektif untuk 31 Desember 2022 adalah 9,65% per tahun.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rincian pembayaran utang pembiayaan konsumen minimum pada masa
yang akan datang berdasarkan perjanjian utang pembiayaan konsumen tersebut adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022
Pembayaran angsuran minimum:
Sampai dengan satu tahun 70.677.500
Lebih dari satu tahun dan kurang dari empat tahun -
Total 70.677.500
Dikurangi beban bunga yang belum jatuh tempo -
Nilai sekarang atas pembayaran minimum
utang pembiayaan konsumen 70.677.500
Dikurangi bagian jangka pendek (70.677.500)
Bagian Jangka Panjang -
Utang ini dijamin dengan aset yang dibeli menggunakan dana dari pinjaman terkait. Perjanjian pembiayaan
konsumen membatasi Perusahaan, antara lain, untuk menjual dan mengalihkan hak pemilikan kendaraan
yang dibeli. Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan telah mematuhi pembatasan sesuai dengan
perjanjian.
20. UTANG BANK
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, rincian utang bank adalah sebagai berikut :
Utang Pokok : 30 September 2023 31 Desember 2022
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 115.774.668.039 115.770.765.625
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 6.516.000.000 24.844.000.000
Biaya provisi yang belum diamortisasi (300.208.333 ) ( 385.052.083 )
Sub-total 121.990.459.706 140.229.713.542
Dikurangi bagian jangka pendek ( 8.236.363.636 ) ( 276.000.000 )
Bagian jangka panjang 113.754.096.070 139.953.713.542
42
Page 46
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. UTANG BANK (lanjutan)
AIS
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”)
Berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Kredit (SP2K) No. 648/S/CBC/JKT.RY/XII/2021 tanggal
10 Desember 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari BTN dengan rincian sebagai berikut:
Fasilitas kredit Kredit Modal Kerja
Plafond Rp 75.000.000.000
Jangka waktu 48 bulan /
Suku bunga 9 % per tahun /
Denda 2%
Kredit diperuntukan untuk pembangunan 1.967 unit rumah beserta sarana dan prasarana pada proyek
perumahan Alam Elok yang berlokasi di Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.
Jaminan untuk fasilitas Kredit Modal Kerja tanah dan bangunan yang ada dan akan ada pada perumahan
“Alam Elok” beserta sarana dan prasarananya dengan luas tanah sebesar 223.954 m2 yang berlokasi di
Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, Kabupatan Karawang.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, AIS telah mematuhi pembatasan sesuai dengan
perjanjian.
Sampai dengan 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, saldo utang bank BTN masing-masing
sebesar Rp 6.516.000.000 dan Rp 24.844.000.000.
TRBI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”)
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 070/DPM/PK KI/2017 tanggal 30 Oktober 2017, Perusahaan
memperoleh fasilitas kredit investasi dari BNI untuk pembiayaan hotel dengan maksimum kredit sebesar
Rp 115.000.000.000 dengan suku bunga 12% per tahun. Fasilitas ini akan jatuh tempo dalam 120 bulan,
terhitung sejak penandatanganan perjanjian kredit ini.
Berdasarkan perjanjian NO. LMC 2/2.7/079/R pada tanggal 17 April 2020, TRBI mengajukan penangguhan
Sebagian bunga, pembayaran pokok, dan perpanjangan masa angsuran pokok, sebelumnya 92 bulan
menjadi 103 bulan sejak tanggal penandatanganan Perjanjian kredit (“PK”) Restrukturisasi.
Berdasarkan Surat Keputusan Kredit No. KOM1/4.2/096a/R tanggal 16 Juli 2021 dan Surat
No.KOM1/4.2/269/R tanggal 22 November 2022, BNI menyetujui Re-Restrukturisasi Fasilitas Kredit.
43
Page 47
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. UTANG BANK (lanjutan)
TRBI (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) (lanjutan)
Pada tanggal 9 Maret 2023, berdasarkan surat No. ENB/4.2/083/R, BNI menyetujui permohonan
perpanjangan restrukturisasi fasilitas kredit, dengan rincian sebagai berikut:
1. Kredit Investasi; Maksimum kredit sebesar Rp 115.000.000.000, jangka waktu sampai dengan
29 Oktober 2028 dan suku bunga sejak penandatanganan PK Restrukturisasi sampai dengan bulan Maret
2024 adalah 7%
2. Perjanjian Penyelesaian Hutang; Maksimum kredit sebesar Rp 17.909.765.625, jangka waktu sampai
dengan 22 Desember 2027;
3. Perjanjian Penyelesaian Hutang; Maksimum kredit sebesar Rp 2.000.000.000, jangka waktu 60 bulan
atau sampai dengan 22 Desember 2027;
4. Kredit Modal Kerja PEN sebesar Rp 10.000.000.000 ditutup.
Sehubungan dengan perjanjian kredit tersebut, tanpa persetujuan tertulis dari pihak BNI, TRBI tidak
diperkenankan untuk antara lain:
- Mengadakan penggabungan usaha (merger) atau konsolidasi dengan perusahaan lain.
- Melakukan akuisisi atau pengambilalihan aset milik pihak ketiga.
- Mengubah susunan pengurus, Direksi, Komisaris dan pemilikan saham perusahaan.
- Melakukan investasi, penyertaan modal atau pengambilalihan saham pada perusahaan lain.
- Mengubah bentuk atau status hukum TRBI, mengubah Anggaran Dasar TRBI (kecuali meningkatkan
modal TRBI), memindahtangankan resipis atau saham TRBI baik antara pemegang saham maupun
kepada pihak lain.
- Melunasi seluruh atau sebagian utang Perusahaan kepada pemegang saham dan/atau Perusahaan
afiliasi yang belum atau telah didudukan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit BNI.
- Membagikan dividen atau keuntungan usaha (laba) dalam bentuk apapun.
- Memberikan pinjaman kepada siapapun juga, termasuk kepada para pemegang saham, kecuali jika
pinjaman tersebut dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan usahanya.
- Menerima pinjaman dari pihak lain (termasuk penerbitan obligasi), kecuali jika pinjaman tersebut diterima
dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan usahanya.
- Mengambil lease dari perusahan leasing.
- Mengikatkan diri sebagai penjamin (borg), menjaminkan harta kekayaan dalam bentuk dan maksud
apapun kepada pihak lain.
- Menjual dan/atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan.
- Membubarkan TRBI atau meminta dinyatakan pailit.
- Menggunakan dana TRBI untuk tujuan di luar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit dari BNI.
- Menggadaikan atau dengan cara lain mempertanggungkan saham TRBI kepada pihak manapun.
- Mengubah bidang usaha.
- Melakukan interfinancing dengan Perusahaan afiliasi, induk perusahaan dan/atau anak perusahaan.
- Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar.
- Menyerahkan atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari hak dan/atau kewajiban penerima kredit yang
timbul berdasarkan perjanjian kredit dan/atau dokumen jaminan kepada pihak lain.
44
Page 48
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. UTANG BANK (lanjutan)
TRBI (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) (lanjutan)
Sehubungan dengan perjanjian kredit tersebut, tanpa persetujuan tertulis dari pihak BNI, TRBI tidak
diperkenankan untuk antara lain: (lanjutan)
- Fasilitas kredit yang belum ditarik atau penggunaannya kurang optimal dapat dibatalkan sewaktu-waktu
tanpa syarat oleh BNI, demikian pula apabila kualitas kredit menurun menjadi kurang lancar,
diragukan atau macet dan atau apabila hal tersebut dapat berakibat pelanggaran terhadap ketentuan
atau peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk pada ketentuan tentang batas maksimum
pemberian kredit.
Jaminan atas fasilitas pinjaman BNI tersebut antara lain adalah dalam bentuk:
- Empat bidang tanah di Kelurahan Jimbaran, Badung Bali atas nama Richard Rachmadi Wiriahardja
(pemegang saham) serta bangunan hotel milik TRBI.
- Personal guarantee dari Richard Rachmadi Wiriahardja dan Michella Ristiadewi (pemegang saham).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, TRBI telah mematuhi pembatasan sesuai
dengan perjanjian.
Sampai dengan 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, saldo utang bank BNI masing-masing sebesar
Rp 115.774.668.039 dan Rp 115.770.765.625.
BMS
PT Bank Victoria Syariah
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pembiayaan (SP3) No. 146/DKJP/II/2023 tanggal 23
Februari 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Victoria Syariah dengan rincian
sebagai berikut:
Fasilitas kredit Pembiayaan Modal Kerja
Plafond Rp 15.000.000.000
Jangka waktu 36 bulan
iJrah/Margin 11 % per tahun
Kredit diperuntukan untuk membiayai antara lain biaya Amdal, konsultan, perijinan yang telah di bayar oleh
Debitur dan untuk membiayai pembangunan marketing gallery dan pembangunan rumah.
Jaminan untuk fasilitas Pembiayaan Modal Kerja antara lain :
a. 3 Plot Tanah seluas total 87.012 m2 a/n PT Bhaskara Mutu Sentosa yang terdiri dari :
- SHGB No. 12258/Cipondoh, LT: 57.675 m2, Jatuh Tempo 24 September 2043
- SHGB No. 6343/Cipondoh, LT: 28.178 m2, Jatuh Tempo 24 September 2043
- SHGB No. 12427/Cipondoh, LT: 1.159 m2, Jatuh Tempo 23 Maret 2052
b. Personal Guarantee dari Richard Rachmadi Wiriahardja
Pada tanggal 21 September 2023, pinjaman ini sudah lunas berdasarkan surat lunas no. 177/DBIS/IX/2023
45
Page 49
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PENYISIHAN UNTUK PERABOT DAN PERLENGKAPAN HOTEL SERTA KESEJAHTERAAN
KARYAWAN
30 September 2023 31 Desember 2022
Perabotan dan perlengkapan hotel 136.760.090 1.560.187.716
22. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Pada tanggal 31 Desember 2022, Grup mencatat liabilitas imbalan kerja berdasarkan perhitungan aktuaria
independen di mana menggunakan metode “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi utama sebagai
berikut:
31 Desember 2022
Usia pensiun 55 tahun
Tingkat diskonto 7,44% per tahun
Tingkat kenaikan gaji 7% per tahun
Tingkat mortalitas (Tabel Mortalitas Indonesia / TMI) TMI IV/ 2019
Tingkat pensiun dini/pengunduran diri 3%
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari program
imbalan kerja adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022
Biaya jasa kini 937.689.993
Biaya bunga neto 375.088.767
Dampak siaran pers (646.079.783 )
Biaya jasa lalu -
Biaya imbalan pasti yang diakui pada laba rugi 666.698.977
Pengukuran kembali yang diakui pada penghasilan
komprehensif lain (419.953.884 )
Total 246.745.093
46
Page 50
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022
Saldo awal 5.900.482.278
Biaya jasa kini 937.689.993
Biaya bunga neto 375.088.767
Dampak siaran pers (646.079.783 )
Biaya jasa lalu -
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja (419.953.884 )
Imbalan yang dibayarkan (89.862.500 )
Saldo akhir 6.057.364.871
Sensitivitas keseluruhan liabilitas pensiun terhadap perubahan tertimbang asumsi dasar adalah sebagai
berikut:
31 Desember 2022
Perubahan asumsi Dampak pada liabilitas
Tingkat diskonto Penurunan 1% Kenaikan menjadi 6.547.163.949
Kenaikan 1% Penurunan menjadi 5.791.109.365
Tingkat kenaikan gaji Penurunan 1% Penurunan menjadi 5.789.565.570
Kenaikan 1% Kenaikan menjadi 5.823.355.358
Jatuh tempo yang tidak didiskontokan, manfaat program manfaat pasti yang tidak didiskontokan pada
tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022
Kurang dari 1 tahun 1.452.625.000
1 sampai dengan 2 tahun 93.390.986
2 sampai dengan 5 tahun 2.124.776.353
Di atas 5 tahun 70.565.548.537
Total 74.236.340.876
47
Page 51
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
berdasarkan Daftar Pemegang Saham yang diterbitkan oleh PT Sinartama Gunita, Biro Administrasi Efek,
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 dan 31 Desember 2022
Modal Saham - Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Seri A / Saham Seri B / Persentase Total
(lembar) (lembar) Kepemilikan
Richard Rachmadi Wiriahardja
(Komisaris Utama) 58.255.800 1.319.805.118 51,88% 293.088.923.600
Masyarakat (masing-masing
kurang dari 5%) 201.744.200 1.076.407.708 48,12% 316.153.641.600
Total 260.000.000 2.396.212.826 100,00% 609.242.565.200
Pengelolaan Modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang
sehat antara jumlah liabilitas dan ekuitas guna mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi
pemegang saham.
Perusahaan mengelola dan melakukan penyesuaian terhadap struktur permodalan berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi dan kebutuhan bisnis. Dalam rangka memelihara dan mengelola struktur permodalan,
Perusahaan dapat menyesuaikan atau menunda besaran pembagian dividen kepada pemegang saham,
menerbitkan saham baru, membeli kembali saham yang beredar, mengusahakan pendanaan melalui
pinjaman ataupun menjual aset untuk mengurangi pinjaman.
Kebijakan manajemen adalah mempertahankan secara konsisten struktur permodalan yang sehat dalam
jangka panjang guna mengamankan akses terhadap berbagai alternatif pendanaan pada biaya pendanaan
(cost of fund) yang wajar.
Tidak ada ketentuan atau peraturan khusus yang ditetapkan bagi Perusahaan mengenai jumlah permodalan
selain dari yang diatur di dalam Undang-undang No. 1/1995 tanggal 7 Maret 1995 mengenai Perseroan
Terbatas yang kemudian diubah dengan Undang-undang No. 40/2007 tanggal 16 Agustus 2007.
Sebagaimana praktik yang berlaku umum, Perusahaan mengevaluasi struktur permodalan melalui rasio
utang terhadap modal (gearing ratio) yang dihitung melalui pembagian antara utang neto dengan modal.
Utang neto adalah jumlah liabilitas sebagaimana disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
dikurangi dengan jumlah kas dan setara kas. Sedangkan modal meliputi seluruh komponen ekuitas,
termasuk kepentingan nonpengendali.
48
Page 52
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. MODAL SAHAM (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, ringkasan perhitungan rasio tersebut adalah
sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah liabilitas 195.689.619.480 198.940.136.778
Dikurangi kas dan setara kas (19.717.491.181 ) (19.879.980.632 )
Liabilitas neto 175.972.128.299 179.060.156.146
Jumlah ekuitas 508.926.865.310 518.666.624.300
Rasio utang terhadap modal 0,34 0,35
24. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, akun ini terdiri dari :
Tambahan modal disetor dari PUT I sebesar
1.185.213.000 saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham
yang ditawarkan Rp 260 per saham 18.963.408.000
Pengampunan pajak 492.000.000
Biaya emisi saham (14.312.424.235 )
Diskon dalam penerbitan saham treasuri (11.936.549 )
Selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali (27.142.611.336 )
Saldo akhir (22.011.564.120 )
Saldo selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali terdiri dari :
Selisih nilai transaksi BMS (156.057.830)
Selisih nilai transaksi AIS (177.902.603)
Selisih nilai transaksi TRBI (24.086.636.345)
Selisih nilai transaksi MCA (2.722.014.558)
Total (27.142.611.336)
25. SALDO LABA TELAH DITENTUKAN PENGGUNAANNYA
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2002, Perusahaan mengalokasikan pembentukan
cadangan umum sebesar Rp 2.300.000.000 dari saldo laba. Pencadangan ini dibentuk sesuai dengan
Undang-undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas yang kemudian diubah dengan Undang-
undang No. 40 Tahun 2007.
49
Page 53
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Saldo kepentingan non-pengendali:
30 September 2023 31 Desember 2022
MCA 2.413.158.541 2.639.819.742
TRBI 805.947.050 750.490.963
THBI 100.732.792 99.949.808
AIS 10.944.421 10.057.436
BMS 6.438.398 6.967.727
Total 3.337.221.201 3.507.285.676
Mutasi kepentingan non-pengendali :
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 3.507.285.676 3.777.168.473
Bagian kepentingan nonpengendali atas laba
(rugi) periode/tahun berjalan (170.064.474 ) (271.217.109 )
Bagian kepentingan nonpengendali atas
penghasilan komprehensif lain periode/tahun
berjalan - 1.334.312
Saldo akhir 3.337.221.202 3.507.285.676
27. PENJUALAN NETO
Akun ini merupakan pendapatan dari penjualan real estat dan pendapatan hotel dengan rincian sebagai
berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan
Rumah 76.958.125.000 37.114.700.000
Kavling Tanah - 700.000.000
Pendapatan
Hotel 52.126.641.274 24.913.384.658
Total 129.084.766.274 62.728.084.658
Untuk periode 30 September 2023 dan 2022, tidak terdapat pelanggan individual yang nilai transaksinya
melebihi 10% dari penjualan neto kumulatif ataupun penjualan yang dilakukan kepada pihak-pihak berelasi.
50
Page 54
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Beban Pokok Penjualan
Rumah 52.109.289.255 29.535.431.440
Kavling Tanah - 469.400.000
Pendapatan hotel
Gaji dan tunjangan 7.786.999.847 4.222.038.638
Makanan dan minuman 4.090.913.289 2.095.561.512
Kamar 3.879.706.749 1.914.183.190
Lain - lain 204.593.088 781.204.967
Total 68.071.502.228 39.017.819.747
Untuk periode 30 September 2023 dan 2022, tidak terdapat pemasok individual yang nilai transaksinya
melebihi 10% dari penjualan neto kumulatif.
29. BEBAN PENJUALAN
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Komisi penjualan 7.965.066.340 2.815.557.661
Promosi dan iklan 1.229.061.630 572.249.026
Lain – lain 171.460.367 55.138.717
Jumlah 9.365.588.337 3.442.945.404
30. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Penyusutan dan amortisasi (Catatan 12 ) 15.604.678.723 18.126.977.718
Gaji, upah dan tunjangan 15.077.345.946 8.908.075.674
Utilitas 4.125.755.445 3.830.608.383
Jasa professional 3.854.862.062 1.967.854.310
Keperluan kantor 2.772.101.588 5.167.387.483
Pemeliharaan dan teknik 2.714.688.267 1.235.572.103
Perlengkapan hotel 1.896.139.062 771.603.097
Iuran dan perizinan 1.225.758.598 367.639.747
Perlengkapan kantor 928.697.496 -
Perpajakan 914.233.249 401.767.649
Pengelolaan data 591.690.180 479.647.669
Asuransi gedung 286.269.314 361.740.093
Transportasi 147.746.914 286.339.661
Sewa 89.688.000 -
Lain – lain 2.111.525.624 1.601.555.842
Total 53.222.864.441 43.807.897.868
51
Page 55
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. BEBAN USAHA LAINNYA – NETO
Rincian Beban usaha lainnya - neto adalah sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Komisi kartu kredit (576.565.022 ) 175.951.850
Selisih kurs 23.655.985 20.822.841
Lain-lain 19.828.332 1.528.126.030
Total (533.080.705 ) 1.724.900.721
32. RUGI PER SAHAM
Perhitungan laba (rugi) per saham sebagaimana disajikan di dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Entitas Induk (9.569.694.516 ) (32.541.904.486 )
Total rata-rata tertimbang saham yang beredar
selama periode berjalan 1.643.879.542 1.643.879.543
Rugi per saham dasar (5,86 ) (19,80 )
33. INSTRUMEN KEUANGAN
Perbandingan antara jumlah tercatat dan nilai wajar dari tiap kelompok aset dan liabilitas keuangan
pada periode tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut :
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Tercatat Wajar Tercatat Wajar
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 19.717.491.181 19.717.491.181 19.879.980.632 19.879.980.632
Piutang usaha 22.397.100.214 22.397.100.214 25.657.545.730 25.657.545.730
Piutang pihak berelasi 1.273.527.973 1.273.527.973 4.468.027.973 4.468.027.973
Uang jaminan 39.300.000.000 39.300.000.000 39.576.999.998 39.576.999.998
Total 82.688.119.368 82.688.119.368 89.582.554.333 89.582.554.333
52
Page 56
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Tercatat Wajar Tercatat Wajar
Liabilitas Keuangan
Utang usaha 22.821.060.716 22.821.060.716 17.365.070.906 17.365.070.906
Utang lain – lain 13.453.119.168 13.453.119.168 14.902.525.252 14.902.525.252
Beban akrual 7.464.700.064 7.464.700.064 6.200.212.106 6.200.212.106
Utang pembiayaan
konsumen - - 70.677.500 70.677.500
Utang bank 121.990.459.706 121.990.459.706 140.229.713.542 140.229.713.542
Total 165.729.339.654 165.729.339.654 178.768.199.306 178.768.199.306
Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar aset dan liabilitas keuangan di atas adalah
sebagai berikut:
a. Jumlah tercatat untuk kelompok aset dan liabilitas keuangan lainnya yang meliputi akun-akun kas dan
setara kas, piutang usaha, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, dan utang pihak berelasi, telah
mendekati nilai wajarnya. Hal ini karena seluruh aset dan liabilitas keuangan tersebut berjangka pendek.
b. Nilai wajar utang pembiayaan konsumen dan utang bank ditentukan dengan mendiskontokan arus kas
masa datang menggunakan tingkat suku bunga pasar.
c. Nilai wajar piutang pihak berelasi dan uang jaminan diukur sebesar biaya perolehan karena nilai wajarnya
tidak dapat ditentukan secara andal.
34. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Grup memiliki eksposur risiko dalam bentuk risiko kredit, risiko harga, risiko likuiditas dan risiko suku bunga.
Manajemen terus memantau proses manajemen risiko Grup untuk memastikan keseimbangan yang sesuai
antara risiko dan pengendalian yang dicapai. Kebijakan dan sistem manajemen risiko dipantau secara
berkala untuk mencerminkan perubahan dalam kondisi pasar dan kegiatan Grup.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan atau kontrak pelanggan
akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Tujuan
Grup adalah untuk mencari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan meminimalkan kerugian
yang terjadi karena peningkatan eksposur risiko kredit. Grup melakukan transaksi hanya dengan pihak
ketiga yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik.
Ini adalah kebijakan Grup bahwa semua pelanggan yang akan melakukan transaksi secara kredit harus
melalui prosedur verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan
bahwa eksposur Grup terhadap piutang tak tertagih tidak signifikan.
53
Page 57
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Perusahaan hanya menempatkan
dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen juga senantiasa memantau
kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank dalam Lembaga Penjaminan Simpanan
(LPS).
Terhadap eksposur yang terkait dengan dengan piutang, Perusahaan menerapkan manajemen kredit
dengan prinsip kehati-hatian di mana mencakup prosedur verifikasi kredit, pertimbangan atas kredibilitas
konsumen dan penetapan jaminan kredit dalam bentuk sertifikat kepemilikan tanah/rumah.
Manajemen juga senantiasa memantau kolektibilitas penagihan dan mengupayakan secara maksimum
pencapaian zero bad debt. Selain dari itu dalam transaksi penjualan real estat, manajemen juga
melakukan kerjasama dengan pihak bank dalam bentuk penyediaan fasilitas KPR sehingga dapat
meminimumkan risiko kredit.
a. Risiko Kredit (lanjutan)
Tabel di bawah menunjukkan analisis umur aset keuangan Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak
mengalami penurunan nilai pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022:
- 30 Septmber 2023
Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan
nilai
Belum jatuh
tempo dan tidak > 3 bulan Mengalami Penyisihan
mengalami dan < 1 penurunan penurunan
penurunan nilai < 3 bulan tahun > 1 tahun nilai nilai Jumlah
Kas dan setara
kas 19.717.491.181 - - - - - 19.717.491.181
Piutang usaha 5.717.068.871 1.925.266.336 4.629.010.328 10.125.754.679 - - 22.397.100.214
Piutang pihak
berelasi - - - 1.273.527.973 - - 1.273.527.973
Uang Jaminan - - - 39.300.000.000 - - 39.300.000.000
Total 25.434.560.052 1.925.266.336 4.629.010.328 50.699.282.652 - - 82.688.119.368
- 31 Desember 2022
Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan
nilai
Belum jatuh
tempo dan tidak > 3 bulan Mengalami Penyisihan
mengalami dan < 1 penurunan penurunan
penurunan nilai < 3 bulan tahun > 1 tahun nilai nilai Jumlah
Kas dan setara
kas 19.879.980.632 - - - - - 19.879.980.632
Piutang usaha 4.004.741.367 5.834.904.672 3.026.201.588 12.791.698.103 25.657.545.730
Piutang pihak
berelasi - - - 4.468.027.973 - - 4.468.027.973
Uang Jaminan 276.999.998 39.300.000.000 39.576.999.998
Total 24.161.721.997 5.834.904.672 3.026.201.588 56.559.726.076 - - 89.582.554.333
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, umur piutang usaha yang telah jatuh tempo
tetapi tidak mengalami penurunan nilai sebesar Rp 16.680.031.343 dan Rp 21.652.804.363 kepada
pelanggan (bank) yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik.
54
Page 58
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
b. Risiko Harga
Risiko harga pasar dalam hal ini adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar (selain risiko yang timbul dari risiko
suku bunga atau risiko mata uang). Eksposur bagi Perusahaan atas risiko ini timbul dari investasi pada
saham yang diperdagangkan di BEI (risiko harga efek ekuitas) yang seluruhnya dikelompokkan sebagai
aset keuangan yang tersedia untuk dijual.
Manajemen menggabungkan antara kecenderungan pasar, kondisi fundamental saham dan bauran
portofolio dalam mengelola risiko ini dengan tujuan untuk mengoptimalkan imbal hasil (return on
investment) pada biaya dan risiko yang masih dapat diterima.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Grup akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana guna
memenuhi komitmennya atas liabilitas keuangan yang jatuh tempo dalam waktu singkat.
Grup memiliki eksposur terhadap risiko likuiditas yang timbul terutama dari ketidaksesuaian jatuh tempo
antara aset dan liabilitas keuangan.
Grup memantau kebutuhan likuiditasnya dengan memonitor jadwal pembayaran liabilitas keuangan dan
arus kas keluar terkait dengan operasi sehari-hari, guna memastikan ketersediaan pendanaan yang
cukup melalui fasilitas kredit, baik mengikat dan tidak mengikat
Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
30 September 2023
Kurang dari 1 Seperti yang
bulan 1 s/d 3 bulan 3 s/d 12 bulan 1 s/d 5 tahun Jumlah dilaporkan
Utang usaha 8.905.986.636 3.516.105.339 7.949.366.996 2.449.601.745 22.821.060.716 22.821.060.716
Utang lain-lain 27.741.250 310.181.722 4.073.416.138 9.041.780.058 13.453.119.168 13.453.119.168
Beban akrual - 2.035.032.910 5.429.667.154 - 7.464.700.064 7.464.700.064
Utang pembiayaan
konsumen - - - - - -
Utang bank - - 8.236.363.636 113.754.096.070 121.990.459.706 121.990.459.706
Jumlah 8.933.727.886 5.861.319.971 25.688.813.924 125.245.477.873 165.729.339.654 165.729.339.654
31 Desember 2022
Kurang dari 1 Seperti yang
bulan 1 s/d 3 bulan 3 s/d 12 bulan 1 s/d 5 tahun Jumlah dilaporkan
Utang usaha 1.450.338.628 9.700.189.878 4.458.050.655 1.756.491.745 17.365.070.906 17.365.070.906
Utang lain-lain
- 691.131.191 2.611.036.086 11.600.357.975 14.902.525.252 14.902.525.252
Beban akrual 62.053.773 974.223.085 5.163.935.248 - 6.200.212.106 6.200.212.106
Utang pembiayaan
konsumen 27.101.100 21.788.200 21.788.200 - 70.677.500 70.677.500
Utang bank - - 276.000.000 139.953.713.542 140.229.713.542 140.229.713.542
Jumlah 1.539.493.501 11.387.332.354 12.530.810.189 153.310.563.262 178.768.199.306 178.768.199.306
55
Page 59
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
d. Risiko Suku Bunga
Group tidak memiliki aset dengan tingkat bunga signifikan, pendapatan dan arus kas dari operasi
Kelompok Usaha secara substansial bebas dari pengaruh perubahan tingkat suku bunga pasar. Group
tidak memiliki eksposur signifikan terhadap risiko suku bunga karena tidak memiliki pinjaman dengan
tingkat bunga mengambang.
35. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Rangkuman transaksi yang dilakukan dengan pihak berealisasi pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022 adalah sebagai berikut :
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset
Piutang pihak berelasi
PT Serena Inti Sejati 1.273.527.973 4.468.027.973
Persentase dari Total Aset 0,18% 0,62%
Uang Jaminan
Richard R Wiriahardja 39.300.000.000 39.300.000.000
Persentase dari Total Aset 5,58% 5,48%
31 Desember 2022
Imbalan Kerja Manajemen Persentase Terhadap Jumlah
Kunci Beban Usaha
Imbalan jangka pendek - -
Imbalan kerja jangka panjang 598.696.129 1.04%
Total 598.696.129 5,06%
Rincian saldo yang timbul dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi di atas adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak Berelasi Sifat Hubungan Sifat Saldo Akun/ Transaksi
Richard Rachmadi Wiriahardja Pemegang saham Uang Jaminan
PT Serena Inti Sejati Entitas sepengendali Piutang pihak berelasi
56
Page 60
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
MCA
Berdasarkan perjanjian No.023/DIR-MCA/I/2021 pada tanggal 21 Januari 2021, MCA memberikan pinjaman
dengan plafond maksimum sebesar Rp 6.000.000.000 dengan bunga pinjaman sebesar 3% per tahun
berlaku selama 24 bulan sejak tanggal 21 Januari 2021 sampai dengan 21 Januari 2023.
Sampai dengan 31 Desember 2021, MCA telah memberikan plafond kredit sebesar Rp 3.618.027.973.
36. INFORMASI SEGMEN
Grup beroperasi dengan segmen usaha yaitu pengembang dan hotel. Informasi menurut segmen usaha dan
geografis adalah sebagai berikut :
30 September 2023
Pengembang Hotel Jumlah
Jawa Barat dan
Tangerang Bali
PENJUALAN 76.958.125.000 52.126.641.274 129.084.766.274
BEBAN POKOK PENJUALAN (52.109.289.255 ) (15.962.212.973 ) (68.071.502.228 )
LABA BRUTO 24.848.835.745 36.164.428.301 61.013.264.046
Beban penjualan (7.810.664.550 ) (1.554.923.787 ) (9.365.588.337 )
Beban umum dan administrasi (12.479.456.135 ) (40.743.408.306 ) (53.222.864.441 )
Beban pajak final (802.185.625 ) - (802.185.625 )
Pendapatan (beban) usaha lainnya - neto 61.230.127 (594.310.832 ) (533.080.705 )
RUGI USAHA 3.817.759.562 (6.728.214.624 ) (2.910.455.062 )
Penghasilan keuangan 151.439.812 4.184.655 155.624.467
Biaya keuangan (1.262.783.023 ) (4.029.859.000 ) (5.292.642.023 )
Bagian atas laba neto entitas asosiasi (1.692.286.372 ) - (1.692.286.372 )
RUGI NETO PERIODE BERJALAN (1.014.129.979 ) (10.753.888.969 ) (9.739.758.990 )
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi - - -
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN - - -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN (1.014.129.979 ) (10.753.888.969 ) (9.739.758.990 )
Total Aset 404.992.232.364 299.624.252.426 704.616.484.790
Total Liabilitas 35.234.425.950 160.455.193.530 195.689.619.480
57
Page 61
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
30 September 2022
Pengembang Hotel Jumlah
Jawa Barat Bali
PENJUALAN 37.814.700.000 24.913.384.658 62.728.084.658
BEBAN POKOK PENJUALAN (30.004.831.440 ) (9.012.988.307 ) (39.017.819.747 )
LABA BRUTO 7.809.868.560 15.900.396.351 23.710.264.911
Beban penjualan (2.522.330.036 ) (920.615.368 ) (3.442.945.404 )
Beban umum dan administrasi (12.287.003.507 ) (31.520.894.361 ) (43.807.897.868 )
Beban pajak final (446.140.125 ) - (446.140.125 )
Beban usaha lainnya - neto (852.332.141 ) (872.568.580 ) (1.724.900.721 )
RUGI USAHA (8.297.937.249 ) (17.413.681.958 ) (25.711.619.207 )
Penghasilan keuangan 577.747.953 444.403 578.192.356
Biaya keuangan (1.826.038.709 ) (5.983.408.750 ) (7.809.447.459 )
Bagian atas laba neto entitas asosiasi 198.137.864 - 198.137.864
RUGI NETO PERIODE BERJALAN (9.348.090.141 ) (23.396.646.305 ) (32.744.736.446 )
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi - - -
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN - - -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN (9.348.090.141 ) (23.396.646.305 ) (32.744.736.446 )
Total Aset 423.935.298.406 310.643.589.297 734.578.887.703
Total Liabilitas 49.118.099.506 162.062.014.884 211.180.114.390
37. PERJANJIAN PENTING
TRBI
Perjanjian Hak guna Pakai
Berdasarkan akta No. 67 tanggal 20 Desember 2018, TRBI dan Richard Rachmadi Wiriahardja
menandatangani perjanjian pemberian hak guna pakai atas lahan seluas 14.850 m2 di Kelurahan Jimbaran,
Kabupaten Badung, Bali yang digunakan oleh TRBI untuk operasional hotel Le Meridien Bali Jimbaran
sampai tanggal 10 Desember 2033, dengan nilai transaksi sebesar Rp 120.000.000.000 dikurangi dengan
uang jaminan Rp 2.000.000.000. Transaksi ini dicatat sebagai ”Aset Tidak Lancar Lainnya” pada Laporan
Posisi Keuangan yang kemudian direklasifikasi ke Aset Hak Guna pada Aset Tetap sesuai dengan
implementasi PSAK No. 73 “Sewa”.
Operating Services Agreement
Pada tanggal 5 Oktober 2011, berdasarkan Operating Services Agreement antara TRBI dengan PT Indo-
Pacific Sheraton (Starwood), Starwood telah ditunjuk untuk mengawasi, mengarahkan dan mengendalikan
seluruh aspek operasi Hotel Le Meridien Bali - Jimbaran dan sehubungan dengan pengelolaan hotel
tersebut, Starwood akan mengenakan beberapa jenis imbalan jasa dalam bentuk antara lain operating
services fee, license fee dan technical assistance fee (Catatan 14).
58
Page 62
PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Penambahan tanah yang belum dikembangkan
melalui uang muka 4.603.310.367 -
Penambahan utang bank melalui akrual bunga
ditangguhkan 1.413.488.750 1.618.750.000
Penambahan persediaan melalui reklasifikasi
tanah yang belum di kembangkan 22.170.637.773 -
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan :
30 September 2023
Saldo awal Arus kas – Neto Lain-lain Saldo Akhir
Utang bank 140.229.713.542 (22.247.550.336 ) 4.008.296.500 121.990.459.706
Utang pembiayaan
konsumen 70.677.500 (70.677.500 ) - -
Total 140.300.391.042 (22.318.227.836 ) 4.008.296.500 121.990.459.706
31 Desember 2022
Saldo awal Arus kas – Neto Lain-lain Saldo Akhir
Utang bank 160.817.802.917 (26.170.000.000 ) 5.581.910.625 140.229.713.542
Utang pembiayaan
konsumen 395.890.700 (325.213.200 ) - 70.677.500
Total 161.213.693.617 29.495.213.200 5.581.910.625 140.300.391.042
39. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Manajemen Grup bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini yang telah
diotorisasi oleh Direksi untuk di terbitkan pada tanggal 30 Oktober 2023.
59
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.