Skip to content
Back to announcement

LK SMR Utama 30 Sept 2023.pdf

Financial statement Text extracted SMRU

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 46

Page 1
              PT. SMR UTAMA Tbk
             DAN ENTITAS ANAKNYA

     Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
   dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir
  pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
Page 2
                                                Daftar isi

                                                                                   Halaman

I.     Surat Pernyataan Direksi                                                       i

II.    Laporan posisi keuangan konsolidasian interim                                1 -2

III.   Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim      3

IV.    Laporan perubahan ekuitas konsolidasian interim                                4

V.     Laporan arus kas konsolidasian interim                                         5

VI.    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim                          6 - 43
Page 3
                         S            R
                         ET SMR Uta", a Tbk




       \



           Tb
TEMP


                   FIG^ick Saw^
                D, ,^ I corer".
                                      Head Office
                    Rulen Pun Mutiara A. ^2 & A 1.5
                        Jl. Griya Utama, in. 2 RW. 5
                        SunterAgung, Kec. Tj. Prtok
                                    Jakarta - 14350
                             Tel. (6221) 65310822
                             Fax, (6221) 653 to 823
                               WWW. sinrutama. coin
Page 4
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                   2023                     2022
                                                           Catatan            (30 September)           (31 Desember)

ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                             3g,3i,5,27,28            7.364.759.380           11.586.108.505
Piutang usaha - neto                                     3g,6,26,27,28
  Pihak ketiga                                                                   23.281.977.334           31.107.302.552
  Pihak berelasi                                                                 19.862.369.161           19.862.369.161
Piutang lain-lain
  Pihak ketiga                                             3g,27,28                 791.000.000            2.891.148.700
Persediaan - bersih                                          3j,7                15.558.340.006           16.982.810.727
Pajak dibayar di muka                                        14a                 43.891.459.711           36.862.651.316
Beban dibayar di muka                                         3l                    826.859.430            2.751.723.349
Uang muka                                                     3g                  6.769.300.157            3.356.820.333

Jumlah Aset Lancar                                                              118.346.065.179         125.400.934.643

ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto                                           3m,3q,9             273.172.121.081         319.604.697.717
Aset tak berwujud - neto                                     3o,10              216.646.471.267         217.818.420.794
Aset eksplorasi dan evaluasi                                 3n,11              272.756.441.317         272.756.441.317
Aset tidak lancar lainnya                                    3g,28                3.603.600.000             450.000.000

Jumlah Aset Tidak Lancar                                                        766.178.633.665         810.629.559.828

JUMLAH ASET                                                                     884.524.698.844         936.030.494.471




 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
                                        konsolidasian interim secara keseluruhan.




                                                               1
Page 5
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM - LANJUTAN
30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                   2023                     2022
                                                           Catatan            (30 September)           (31 Desember)

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                              3e,3g,12,27,28           66.798.945.694           65.170.062.896
Utang lain-lain
  Pihak ketiga                                             3g,27,28              16.489.972.760           6.574.928.554
Utang pajak                                                 3v,14b                  660.986.776             733.698.442
Beban akrual                                             3u,13,27,28             26.641.316.955          25.147.078.800
Medium term notes                                       3e,3g,16,27,28          379.052.500.000         379.052.500.000
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh
  tempo dalam waktu satu tahun
     Utang bank jangka panjang                          3e,3g,15,27,28          160.247.279.885         162.357.969.615
     Liabiltas sewa                                    3e,3g,3p,17,27,28         14.840.383.614          22.281.699.125

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                 664.731.385.684         661.317.937.432

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
  bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
     Liabilitas sewa                                   3e,3g,3p,17,27,28          2.904.619.611            9.618.374.249
Utang lain-lain
  Pihak ketiga                                             3g,27,28                 704.986.920              704.986.920
Liabilitas pajak tangguhan - neto                           3v,14e               31.601.740.885           31.177.627.373
Liabilitas imbalan kerja                                     3r,18               35.834.290.751           38.061.012.167

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                 71.045.638.167           79.562.000.709

JUMLAH LIABILITAS                                                               735.777.023.851         740.879.938.141

EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
  pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp. 100 per saham
  Modal dasar 48.000.000.000 saham
     pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
  Modal ditempatkan dan disetor penuh
     masing-masing 12.499.385.782 pada tanggal
     30 September 2023 dan 31 Desember 2022                    19             1.249.938.578.200        1.249.938.578.200
Tambahan modal disetor - bersih                             1b,3t,20            259.878.346.851          259.878.346.851
Selisih nilai atas transaksi dengan pihak nonpengendali        3c                   (15.523.435)             (15.523.435)
Defisit                                                                      (1.360.580.473.672)      (1.314.178.105.266)

Ekuitas neto yang dapat diatribusikan
 kepada pemilik entitas induk                                                   149.220.927.944         195.623.296.350
Kepentingan nonpengendali                                     3c                   (473.252.951)            (472.740.020)

JUMLAH EKUITAS                                                                  148.747.674.993         195.150.556.330

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                   884.524.698.844         936.030.494.471


 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
                                        konsolidasian interim secara keseluruhan.




                                                                2
Page 6
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                  2023                      2022
                                                            Catatan          (Sembilan bulan)          (Sembilan bulan)

PENDAPATAN                                                   3u,21              247.595.586.209          367.749.440.463
BEBAN POKOK PENJUALAN                                        3u,22             (264.456.722.335)        (356.195.033.376)

RUGI BRUTO                                                                       (16.861.136.126)         11.554.407.087

Beban umum dan administrasi                                  3u,23               (36.980.204.794)        (40.178.296.654)
Pendapatan (beban) usaha lainnya - neto                      3u,24                10.712.281.752          (2.066.092.801)

RUGI USAHA                                                                       (43.129.059.168)        (30.689.982.368)
Beban keuangan                                                 3p                    (2.849.708.657)     (39.545.298.164)

RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                                   (45.978.767.825)        (70.235.280.532)


MANFAAT(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN                            3v,14d                    (424.113.512)        5.926.237.029

RUGI BERSIH PERIODE BERJALAN                                                     (46.402.881.337)        (64.309.043.503)

PENDAPATAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN                                                             -                    -

JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
  PERIODE BERJALAN                                                               (46.402.881.337)        (64.309.043.503)

Rugi yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                        3c                (46.402.368.406)        (64.302.223.110)
  Kepentingan nonpengendali                                                             (512.931)             (6.820.393)

JUMLAH                                                                           (46.402.881.337)        (64.309.043.503)
Rugi komprehensih periode yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                                          (46.402.368.406)        (64.302.223.110)
  Kepentingan nonpengendali                                                             (512.931)             (6.820.393)

JUMLAH                                                                           (46.402.881.337)        (64.309.043.503)

Rugi per saham dasar yang dapat diatribusikan
 kepada pemilik Entitas Induk                                3w,25                            (3,71)                (5,14)




 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
                                        konsolidasian interim secara keseluruhan.




                                                                3
Page 7
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                              Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Entitas Induk

                                        Modal saham                                     Selisih
                                        ditempatkan             Tambahan               Transaksi                                                    Kepentingan         Total
                                         dan disetor           modal disetor-         Kepentingan                                                      Non             ekuitas -
                                            penuh                  neto              Nonpengendali             Defisit             Jumlah           Pengendali          Bersih

Saldo per 31 Desember 2021             1.249.938.578.200       259.878.346.851          (15.523.435)       (1.297.369.903.663)   212.431.497.953     (466.370.285)   211.965.127.668
Total rugi komprehensif
     periode berjalan                                    -                      -                 -          (64.302.223.110)    (64.302.223.110)      (6.820.393)   (64.309.043.503)

Saldo per 30 September 2022            1.249.938.578.200       259.878.346.851          (15.523.435)       (1.361.672.126.773)   148.129.274.843     (473.190.678)   147.656.084.165


Saldo per 31 Desember 2022             1.249.938.578.200       259.878.346.851          (15.523.435)       (1.314.178.105.266)   195.623.296.350     (472.740.020)   195.150.556.330

Total rugi komprehensif
     periode berjalan                                    -                      -                 -          (46.402.368.406)    (46.402.368.406)        (512.931)   (46.402.881.337)

Saldo per 30 September 2023            1.249.938.578.200       259.878.346.851          (15.523.435)       (1.360.580.473.672)   149.220.927.944     (473.252.951)   148.747.674.993




                                                       Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim merupakan bagian yang tidak
                                                         terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.




                                                                                                       4
Page 8
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                  2023                      2022
                                                            Catatan          (Sembilan bulan)          (Sembilan bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Penerimaan kas dari pelanggan                                                 255.420.911.427          358.810.532.118
  Pembayaran kas kepada pemasok                                                (113.563.265.183)        (178.263.433.405)
  Pembayaran kas kepada karyawan                                                (93.885.361.377)        (116.483.204.280)
  Pembayaran operasional lainnya                                                (12.516.619.341)          (9.543.309.895)

  Kas diperoleh dari operasi                                                     35.455.665.526           54.520.584.538
  Penerimaan taksiran tagihan pajak                                              10.997.494.720           11.754.965.647
Kas bersih diperoleh dari
 aktivitas operasi                                                               46.453.160.246           66.275.550.185

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
 Aset tetap                                                 3m,3q,9
   Penerimaan hasil penjualan                                                     11.408.654.660           5.463.423.423
   Perolehan                                                                     (36.529.720.425)        (13.672.466.769)
 Aset tidak lancar lainnya                                                        (3.372.429.516)            636.019.999
 Penerimaan (Pembayaran) piutang lain-lain                  3f,3g,3h               2.100.148.700            (505.895.543)
Kas bersih digunakan untuk
    aktivitas investasi                                                          (26.393.346.581)          (8.078.918.890)

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
 Pembayaran bunga                                       3e,3g,15,16,17            (3.026.128.444)        (37.361.784.145)
 Pembayaran liabilitas sewa                            3e,3g,3p,17,27,28         (21.255.034.346)        (49.575.018.615)

Kas bersih digunakan untuk
 aktivitas pendanaan                                                             (24.281.162.790)        (86.936.802.760)

PENURUNAN BERSIH KAS DAN BANK                                                        (4.221.349.125)     (28.740.171.465)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                                  11.586.108.505           35.411.651.653

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                                     7.364.759.380         6.671.480.188




 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
                                        konsolidasian interim secara keseluruhan.




                                                                5
Page 9
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM
        a. Pendirian Perusahaan
           PT SMR Utama Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Dwi Satria Jaya berdasarkan Akta Notaris F. Eka Sumarningsih, S.H., M.H., No. 31
           tanggal 11 November 2003. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. C-28091HT.01.01.TH.2003 tanggal 21 November 2003 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43,
           Tambahan No. 5091 tanggal 28 Mei 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris
           No. 24 oleh Notaris Miryany Usman, S.H., tanggal 29 Juli 2022 tentang perubahan susunan Dewan Direksi Perusahaan dan perubahan tempat
           kedudukan. Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
           0061404.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 30 Agustus 2022.
           Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara lain bergerak dalam bidang perdagangan, jasa, industri,
           pengangkutan, perbengkelan dan pembangunan. Saat ini, selain menjalankan fungsi sebagai perusahaan induk (holding company ), Perusahaan tidak
           aktif terlibat dalam bisnis apapun. Perusahaan berkedudukan di Rukan Puri Mutiara A.12 & A.15, Jakarta Utara, Indonesia.
           Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) adalah entitas induk dan entitas induk terakhir dari
           Perusahaan.

        b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
           Pada tanggal 30 September 2011, Perusahaan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif No. S-107/0/BL/2011 dari Ketua Badan Pengawas Pasar
           Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) untuk melakukan penawaran umum perdana saham sejumlah 500.000.000 saham dengan nilai
           nominal Rp 100 per saham kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham tersebut ditawarkan pada harga sebesar Rp 600 per saham.
           Tindakan Perusahaan (corporate action ) yang mempengaruhi efek yang diterbitkan sejak penawaran umum perdana sampai dengan laporan akhir
           tahun terbaru adalah Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
           Dahulu (HMETD). Pada tanggal 26 Juni 2014, Perusahaan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif No. S-307/D.04/2014 dari Ketua Otoritas Jasa
           Keuangan (OJK) untuk melakukan PUT I sejumlah 10.500.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan sebanyak 500.000.000 Waran
           Seri I (WS I). Sebagai insentif kepada para pemegang saham, melekat satu WS I pada setiap 21 saham baru hasil HMETD. Masing-masing WS I
           berhak untuk membeli saham baru Perusahaan dengan harga pelaksanaan Rp 150 per saham, dengan jumlah nilai pelaksanaan WS I adalah sebanyak-
           banyaknya Rp 75.000.000.000. Periode pelaksanaan WS I adalah 14 Januari hingga 13 Juli 2015.
           Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, saham Perusahaan yang telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia berjumlah
           12.499.385.782 saham

           Penangguhan dari Bursa Efek Indonesia
           Modal saham Perusahaan ditangguhkan untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia setelah menerima surat permintaan klarifikasi dari Bursa Efek
           Indonesia (“BEI”) dalam Surat No. S-00467/BEI.PP2/01-2020 tanggal 22 Januari 2020. Surat dari BEI adalah untuk meminta klarifikasi sehubungan
           dengan penetapan Heru Hidayat, Presiden Komisaris dari PT Trada Alam Minera Tbk (Entitas Induk), sebagai tersangka dalam kasus Jiwasraya.
           Sebelumnya, Perusahaan juga menerima surat yang sama dari OJK untuk meminta klarifikasi tentang keterlibatan Heru Hidayat dengan Perusahaan
           dan hubungan Perusahaan dengan kasus Jiwasraya melalui Surat No. S-76/PM.222/2020 tanggal 15 Januari 2020. Isi surat tersebut adalah untuk
           meminta klarifikasi tentang dampak dan rencana Perusahaan jika Heru Hidayat terbukti bersalah.
           Meskipun manajemen telah menilai dan menanggapi kepada BEI bahwa tidak ada dampak kasus Jiwasraya terhadap operasi Perusahaan dan akan
           beroperasi seperti biasa bahkan jika Heru Hidayat terbukti bersalah, sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian,
           penangguhan dari BEI belum dicabut

        c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
           Dewan Komisaris
                                                                            30 September 2023                             31 Desember 2022

           Komisaris Utama                                                     Wijaya Mulia                                  Wijaya Mulia
           Komisaris Independen                                               Andi Ruswandi                              Supandi Widi Siswanto
           Dewan Direksi
           Direktur Utama                   :                                  Gani Bustan                                   Gani Bustan
           Direktur                                                      Hendrik Frederick Sapulete                   Hendrik Frederick Sapulete
           Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
           Komite Audit
                                                                            30 September 2023                             31 Desember 2022

           Ketua                                                               Andi Ruswandi                                 Supandi W.S
           Anggota                                                                  Lena                                    Reisha Pujilestari
           Anggota                                                             Dasep Hedianto                               Dasep Hedianto

           Sekretaris Perusahaan                                                Arief Novaldi                                Arief Novaldi
           Personil manajemen kunci Perusahaan memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas
           Perusahaan. Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi (selain Komisaris Independen) merupakan manajemen kunci Perusahaan.



                                                                                6
Page 10
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM - LANJUTAN
        d. Entitas Anak
           Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan mempunyai Entitas Anak (selanjutnya secara bersamasama dengan Perusahaan
           disebut “Kelompok Usaha”):
                                                                                                               Jumlah Aset Sebelum Konsolidasi
                                                         Jenis      Persentase               Mulai                 2023                   2022
           Entitas Anak           Domisili               usaha      Kepemilikan            Beroperasi          30 September           31 Desember

           PT. Adikarsa                 Jakarta       Perdagangan            99,91%            *)                    32.374.644            33.169.554
           Alam Resources
           (AKAR)
           PT. Adibrata                 Jakarta    Pertambangan              99,99%            *)             1.226.031.474.124     1.226.035.782.273
           Cipta Pertiwi (ACP)
           (dahulu bernama
           PT. Ricobana - RB)
           PT. Ricobana                 Jakarta       Kontraktor             99,99%          1981             1.567.588.353.941     1.589.974.171.947
           Abadi (RBA)                                 Batubara
           - (melalui ACP)
           PT. Troposfir         Jakarta               Investasi             98,72%            *)               46.442.827.699         46.443.197.699
           Pancar Sejati
           (TPS) - (melalui RBA)
           PT. Troposfir                Jakarta        Investasi             99,97%            *)               45.994.917.288         45.995.607.288
           Mega Raya (TMR)
           - (melalui TPS)
           PT. Delta                    Jakarta    Pertambangan              99,99%            *)               28.105.526.298         28.105.788.712
           Samudra (DS)
           - (melalui TMR)
           *) Belum beroperasi secara komersial
           Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Para Saham PT. Ricobana No. 4 tanggal 18 Juli 2022 oleh Diah Guntari Listianingsih
           Soemarwoto SH, Notaris di Jakarta diputuskan beberapa hal antara lain perubahan nama Perusahaan menjadi PT. Adibrata Cipta Pertiwi (ACP) dan
           perubahan tempat dan kedudukan Perusahaan yang semula di Jakarta Barat menjadi di Jakarta Utara. Akta Perubahan tersebut telah mendapatkan
           Pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0050404.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 20 Juli 2022.
           ACP memiliki kepemilikan langsung 99,99% atas RBA. ACP memiliki kepemilikan tidak langsung masing-masing sebesar 98,72%, 99,97% dan
           99,99% atas TPS, TMR dan DS.
           Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, ringkasan informasi keuangan untuk ACP, entitas anak yang dianggap signifikan terhadap
           Kelompok Usaha, adalah sebagai berikut:
                                                                                                                  2023                   2022
                                                                                                            (30 September)          (31 Desember)
           Ringkasan Laporan posisi keuangan PT. Adibrata Cipta Pertiwi (ACP)
              Lancar
                    Aset                                                                                             26.482.419             30.790.568
                    Liabilitas                                                                                       21.227.877             58.227.877

               Jumlah aset (liabilitas) neto lancar                                                                    5.254.542          (27.437.309)
               Tidak lancar
                     Aset                                                                                     1.226.004.991.705      1.226.004.991.705
                     Liabilitas                                                                                   1.413.767.933          1.372.031.933

               Jumlah aset (liabilitas) neto tidak lancar                                                     1.224.591.223.772      1.224.632.959.772

               Aset (liabilitas) neto                                                                         1.224.596.478.314      1.224.605.522.463

                                                                                                                   2023                   2022
                                                                                                              (30 September)         (30 September)
           Ringkasan laporan laba rugi dan penghasilan
              komprehensif lain
              Rugi sebelum pajak penghasilan                                                                         (9.044.149)            (9.848.076)
              Manfaat pajak penghasilan-neto                                                                                  -                      -

               Laba (rugi) neto periode berjalan                                                                     (9.044.149)            (9.848.076)
               Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                                                            -                      -

               Jumlah rugi komprehensif lain                                                                         (9.044.149)            (9.848.076)




                                                                                7
Page 11
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM - LANJUTAN
        d. Entitas Anak - Lanjutan
                                                                                                                      2023                    2022
                                                                                                                 (30 September)          (30 September)

            Ringkasan laporan arus kas
               Kas neto digunakan untuk aktivitas operasi                                                              (46.044.149)               (564.678)
               Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi                                                                       -                      -
               Kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan                                                              41.736.000                       -

               Penurunan kas dan setara kas                                                                              (4.308.149)             (564.678)
               Kas dan setara kas awal tahun                                                                            30.790.568             30.308.449

               Kas dan setara kas akhir tahun                                                                           26.482.419             29.743.771

        e. Area eksplorasi dan eksploitasi/ pengembangan
            Batubara
            Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, entitas anak memiliki izin usaha pertambangan sebagai berikut:
                                               Surat Keputusan
                                                                                                Tipe                 Periode                 Lokasi
              No.            Nomor                  Tanggal               Oleh

               1.        545/K.835/2009                 16-Okt-10 Bupati Kutai Barat           IUP-OP                22 tahun          Kabupatenn    Kutai
                                                                                                                                       Barat       Provinsi
                                                                                                                                       Kalimantan Timur
            Berdasarkan rencana kerja tambang, pertimbangan teknis Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur dan rekomendasi yang
            diberikan oleh Gubernur Kalimantan Timur yang dapat digunakan untuk pinjam pakai adalah 7.377,7 hektar. Sampai dengan tanggal penyelesaian
            laporan keuangan konsolidasian, DS sedang dalam proses permohonan IPPKH di daerah Kalimantan. Area tersebut terletak di Desa Lingau,
            Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.
            Berdasarkan Laporan Eksekutif Review dan Verifikasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara oleh ahli yang independen dan kompeten melalui nomor
            laporan 001/DE_PTDS/VI/2014 tanggal 13 Juni 2014, estimasi jumlah cadangan terbukti dan terkira yang dimiliki DS adalah sebesar 43.473.546 ton.
            Pada tanggal 15 Februari 2022, Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (“BKPM”) telah menerbitkan surat pencabutan Izin
            Usaha Pertambangan (“IUP”) DS.

2.   PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI -
       KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI
     a. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif -
           (pada atau setelah 1 Januari 2023)
        -   Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Pengungkapan Kebijakan Akuntansi.
        -   Amendemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan.
        -   Amendemen PSAK No. 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi Akuntansi
        -   Amendemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal.

     b. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif -
           (pada atau setelah 1 Januari 2025)
        -   PSAK No. 74: Kontrak Asuransi
        -   Amendemen PSAK No. 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK No. 71 - Informasi Komparatif
     Beberapa dari SAK dan ISAK termasuk amandemen dan peyesuaian tahunan yang berlaku dalam tahun berjalan dan relevan dengan kegiatan Kelompok
     Usaha telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam “Ikhtisar Kebijakan Akuntansi yang Penting”.
     Beberapa SAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan kegiatan Kelompok Usaha atau mungkin akan mempengaruhi kebijakan akuntansinya dimasa
     depan sedang dievaluasi oleh manajemen potensi dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.




                                                                                  8
Page 12
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
     Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi
     dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2023.
        a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
           Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
           (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan
           Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
           Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012 dari Ketua BAPEPAM-LK tanggal 25 Juni
           2012.

        b. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
           laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha dan biaya perolehan, kecuali untuk akun tertentu yang diukur
           berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi terkait.
           laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan menggunakan basis akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian yang disusun
           berdasarkan basis kas. Laporan arus kas konsolidasian disusun berdasarkan metode langsung dengan mengelompokan arus kas atas dasar aktivitas
           operasi, investasi dan pendanaan.
           Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang
           didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.
           Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan
           asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini
           dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda
           dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi
           adalah signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan dalam Catatan 4 atas laporan keuangan konsolidasian.
           Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.

        c. Dasar Konsolidasian
           Entitas Anak adalah seluruh entitas di mana Kelompok usaha memiliki pengendalian. Kelompok usaha mengendalikan investee ketika (a) memiliki
           kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk
           menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Kelompok usaha menilai kembali apakah Kelompok usaha
           mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
           Konsolidasi atas Entitas Anak dimulai sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas Entitas Anak dan berakhir ketika Kelompok
           Usaha kehilangan pengendalian atas Entitas Anak. Penghasilan dan beban Entitas Anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba
           rugi dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan tanggal ketika Kelompok usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak.
           Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dan kepentingan nonpengendali,
           meskipun hal tersebut kepentingan nonpengendali memiliki saldo mengakibatkan defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan
           keuangan entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas,
           penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra Kelompok Usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok Usaha.
           Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian pada entitas anak dicatat sebagai transaksi
           ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima
           diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk.
           Ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill),
           liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang
           tersisa diakui pada nilai wajar.

        d. Kombinasi Bisnis
           Kelompok Usaha menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak adalah
           sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha. Imbalan yang
           dialihkan termasuk nilai wajar aset atau liabilitas yang timbul dari kesepakatan kontinjensi. Beban akuisisi terkait dibebankan pada saat terjadinya.
           Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya
           sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Pada akuisisi bertahap, Kelompok Usaha mengakui kepentingan nonpengendali sebesar nilai wajar atau
           sebesar bagian proporsional kepentingan nonpengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi.
           Setiap imbalan kontingensi yang dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar pada tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi yang
           diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang lingkup PSAK No. 71: Instrumen
           Keuangan diukur pada nilai wajar dengan perubahan pada nilai wajar diakui baik dalam laba rugi atau penghasilan komprehensif lain. Jika imbalan
           kontinjensi tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK No. 71 dikukur dengan PSAK yang sesuai. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai
           ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas.
           Pada akuisisi bertahap, Kelompok Usaha mengakui kepentingan nonpengendali sebesar nilai wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan
           nonpengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi.




                                                                                     9
Page 13
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN - LANJUTAN
        d. Kombinasi Bisnis - Lanjutan
           Selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal
           akuisisi dari kepentingan ekuitas sebelumnya pada pihak yang diakuisisi yang melebihi nilai wajar bagian Kelompok Usaha atas aset bersih yang dapat
           diidentifikasi yang diakuisisi dicatat sebagai goodwill. Jika nilai wajar atas aset neto yang diakuisisi melebihi nilai gabungan imbalan yang dialihkan
           dalam kasus pembelian dengan diskon, maka selisih tersebut diakui langsung dalam laba rugi.
           Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai,
           goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi, dialokasikan ke setiap unit penghasil kas dari Kelompok Usaha yang
           diharapkan bermanfaat untuk kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan ke unit-unit
           tersebut.
           Jika goodwill yang telah dialokasikan pada suatu unit penghasil kas dan bagian operasi atas unit tersebut dilepas, maka goodwill yang terkait dengan
           operasi yang dilepas tersebut dimasukkan ke dalam jumlah tercatat operasi ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill
           yang dilepas dalam keadaan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dilepas dan porsi unit penghasil kas yang ditahan.

        e. Transaksi-Transaksi dengan Pihak yang Berelasi
           Sesuai dengan PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, pihak dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk
           mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam
           kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.
           Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 26 atas laporan keuangan konsolidasian.

        f. Transaksi dan Saldo Mata Uang Asing
           Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah
           yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos non moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan nilai
           historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan penjabaran kembali pos pos moneter diakui dalam
           laba rugi.
           Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, nilai tukar yang digunakan berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia adalah
           masing-masing Rp.15.526 dan Rp 15.371.

        g. Instrumen keuangan
           Laba/Rugi Hari ke-1
           Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat
           diobservasi atau berbeda dengan nilai wajar yang dihitung menggunakan teknik penilaian dimana variabelnya merupakan data yang diperoleh dari
           pasar yang dapat diobservasi, maka Kelompok Usaha mengakui selisih antara harga transaksi dengan nilai wajar tersebut (yakni Laba/Rugi hari ke-
           1) dalam laba rugi, kecuali jika selisih tersebut memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset yang lain.
           Dalam hal tidak terdapat data yang dapat diobservasi, maka selisih antara harga transaksi dan nilai yang ditentukan berdasarkan teknik penilaian
           hanya diakui dalam laba rugi apabila data tersebut menjadi dapat diobservasi atau pada saat instrumen tersebut dihentikan pengakuannya. Untuk
           masing-masing transaksi, Kelompok Usaha menerapkan metode pengakuan Laba/Rugi Hari ke-1 yang sesuai.

           Aset keuangan
           Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal.
           Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan
           bunga.
           Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:
           -   Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
           -   Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain.
           Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai
           wajar melalui laba rugi konsolidasian.
           Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang
           berlaku di pasar (perdagangan yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu pada tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual
           aset tersebut.
           Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha hanya memiliki aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
           diukur dengan biaya diamortisasi. Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset tidak lancar lainnya
           dalam laporan posisi keuangan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset
           keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.




                                                                                    10
Page 14
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN - LANJUTAN
        g. Instrumen keuangan - lanjutan
           Aset keuangan - lanjutan
           Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate)
           (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas
           biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laba rugi konsolidasian. Kerugian yang
           timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi konsolidasian.
           Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset tersebut telah berakhir atau telah ditransfer dan Kelompok
           Usaha telah secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat kepemilikannya.

           Liabilitas Keuangan
           Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
           -   Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
           -   Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
           Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
           Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat
           diatribusikan secara langsung.
           Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
           diamortisasi. Liabilitas keuangan Kelompok usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas sewa, utang pihak berelasi, dan
           medium term note. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas
           jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
           Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan
           metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi konsolidasian.
           Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
           Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang
           berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
           diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
           diakui dalam laba rugi konsolidasian.

           Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
           Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika,
           Kelompok Usaha saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat
           untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

           Penurunan Nilai Aset Keuangan
           Kelompok Usaha menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan pengakuan kerugian penurunan nilai.
           Pada setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak
           pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Kelompok Usaha menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia
           instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Kelompok Usaha membandingkan
           antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen
           keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat
           tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan
           kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
           Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan piutang
           lain-lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

        h. Penentuan Nilai Wajar
           Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi
           teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
           liabilitas terjadidi pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di mana Kelompok Usaha memiliki akses
           pada tanggal tersebut.
           Jika tersedia, Kelompok Usaha mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen
           tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif, Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input
           yang dapat diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
           Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami
           (recent arm’s length market transactions) , penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang
           didiskonto, atau model penilaian lain.




                                                                                       11
Page 15
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN - LANJUTAN
        i.   Kas dan bank
             Kas dan bank dan tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaanya.

        j. Persediaan
             Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh
             biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini di mana ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi
             neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
             Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan
             terhadap keadaan masing-masing persediaan untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir periode pelaporan. Penyisihan penurunan nilai
             persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai atau kerugian terjadi.
             Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai persediaan karena kenaikan nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah
             persediaan yang diakui sebagai beban pada periode terjadinya pemulihan tersebut.

        k. Investasi pada Entitas Asosiasi
             Investasi Kelompok Usaha pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Kelompok
             Usaha atau entitas anak mempunyai pengaruh signifikan, biasanya mempunyai kepemilikan saham 20% atau lebih dari hak suara entitas. Sesuai
             dengan metode ekuitas, nilai perolehan investasi termasuk goodwill yang teridentifikasi ditambah atau dikurang dengan bagian Kelompok Usaha atas
             laba atau rugi bersih, penerimaan dividen dari investee dan dikurangi dengan kerugian penurunan nilai sejak tanggal perolehan. Jika bagian atas
             Kelompok Usaha atas kerugian entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, termasuk piutang tanpa agunan,
             Kelompok Usaha menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Kelompok Usaha memiliki kewajiban atau melakukan pembayaran atas nama
             entitas asosiasi.
             Laba rugi mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi,
             Kelompok Usaha mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika diterapkan, dalam laporan perubahan ekuitas
             konsolidasian. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Kelompok Usaha dengan entitas asosiasi
             di eliminasi sesuai dengan jumlah kepentingan Kelompok Usaha dalam entitas asosiasi. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi, disesuaikan jika
             diperlukan, untuk menjamin konsistensi kebijakan akuntansi dengan yang digunakan oleh Kelompok Usaha.

        l.   Beban Dibayar Di Muka
             Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.

        m. Aset Tetap
             Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara
             langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha menggunakan model biaya di mana
             seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada).
             Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat
             kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Kelompok Usaha dan biaya tersebut dapat
             diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada periode di mana pada saat penggantian tersebut terjadi.
             Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi.
             Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan selama estimasi manfaat ekonomi sebagai berikut:
                                                                                                                                                      Tahun
             Bangunan                                                                                                                                   20
             Kendaraan dan alat berat                                                                                                                  4-8
             Peralatan dan inventaris kantor                                                                                                           4-8
             Masa manfaat ekonomi, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap periode pelaporan dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
             akuntansi tersebut berlaku prospektif.
             Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai. Aset dalam penyelesaian akan direklasifikasi
             ke aset tetap yang bersangkutan pada aset tersebut saat selesai dan siap untuk digunakan. Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal aset tersebut siap
             digunakan.
             Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau
             pelepasannya.
             Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari
             aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada periode aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.




                                                                                       12
Page 16
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN - LANJUTAN
        n. Biaya Eksplorasi dan Evaluasi
           Kegiatan eksplorasi dan evaluasi melibatkan pencarian mineral, penentuan kelayakan teknis dan penilaian kelayakan komersial dari sebuah sumber
           daya teridentifikasi. Kegiatan tersebut meliputi:
           -   pengumpulan data eksplorasi melalui topografi, studi geokimia dan geofisika;
           -   pengeboran, penggalian dan sampel;
           -   menentukan dan memeriksa volume dan kualitas sumber daya; dan
           -   meneliti persyaratan transportasi dan infrastruktur.
           Biaya administrasi yang tidak langsung dapat diatribusikan dengan suatu daerah eksplorasi khusus dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif
           konsolidasian. Biaya lisensi yang dibayar sehubungan dengan hak untuk mengeksplorasi di daerah eksplorasi yang ada dikapitalisasi dan diamortisasi
           selama jangka waktu lisensi atau izin.
           Biaya eksplorasi dan evaluasi (termasuk amortisasi atas biaya lisensi yang dikapitalisasi) dikapitalisasi pada saat terjadinya, kecuali dalam keadaan
           berikut:
           -   sebelum memperoleh hak hukum untuk mengeksplorasi suatu wilayah tertentu;
           -   setelah dapat dibuktikan dengan kelayakan teknis dan komersial atas penambangan sumber daya mineral atau ditemukannya cadangan terbukti.
           Kapitalisasi biaya eksplorasi dan evaluasi dicatat dalam akun "Aset Eksplorasi dan Evaluasi" dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan dikurangi
           penyisihan penurunan nilai. Aset tersebut tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan tetapi ditelaah untuk indikasi penurunan nilai.
           Apabila suatu penurunan potensial terindikasi, penilaian dilakukan untuk setiap area of interest dalam kaitannya dengan kelompok aset operasi terkait
           (yang merupakan unit penghasil kas) terhadap eksplorasi yang diterkait tersebut. Sejauh biaya eksplorasi dan evaluasi tidak diharapkan untuk
           dipulihkan, biaya tersebut dibebankan pada laba rugi.
           Satu atau lebih fakta dan kondisi berikut mengindikasikan bahwa entitas menguji apakah aset eksplorasi dan evaluasi mengalami penurunan nilai
           (tidak terbatas pada daftar berikut) :
           -   Periode entitas memiliki hak melakukan eksplorasi dan evaluasi dalam suatu wilayah tertentu telah kedaluarsa selama periode berjalan atau akan
               kedaluarsa dalam waktu dekat, dan diperkirakan tidak diperbaharui;
           -   Pengeluaran substantif untuk eksplorasi dan evaluasi pada pertambangan sumber daya mineral lebih lanjut dalam wilayah tertentu tidak
               dianggarkan atau direncanakan;
           -   Eksplorasi dan evaluasi pada pertambangan sumber daya mineral dalam wilayah tertentu tidak menunjukan penemuan yang memenuhi skala
               ekonomik pertambangan sumber daya mineral dan entitas telah memutuskan untuk menghentikan aktivitas eksplorasi dan evaluasi sumber daya
               mineral dalam wilayah tersebut;
           -   Keberadaan data yang cukup mengindikasikan bahwa, meskipun pengembangan pada suatu wilayah tertentu sedang dalam proses pengerjaan,
               jumlah tercatat aset eksplorasi dan evaluasi tidak dapat terpenuhi seluruhnya dari keberhasilan pengembangan atau penjualan aset tersebut.
           Arus kas terkait dengan kapitalisasi biaya eksplorasi dan evaluasi diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas investasi dalam laporan arus kas
           konsolidasian, sedangkan arus kas terkait dengan biaya eksplorasi dan evaluasi yang dibiayakan diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi.
           Pada saat cadangan terbukti ditentukan, aset eksplorasi dan evaluasi diklasifikasikan ke “Tambang dalam pembangunan”, yang merupakan bagian dari
           “Properti Pertambangan”. Biaya pengembangan selanjutnya terkait dengan konstruksi infrastruktur yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas
           operasional tambang dikapitalisasi dan diklasifikasikan sebagai “Tambang dalam pembangunan”. Biaya pengembangan adalah neto dari penerimaan
           atas penjualan mineral yang ditambang pada tahap pengembangan.
           Pada saat pengembangan telah selesai, semua aset yang termasuk dalam “Tambang dalam pembangunan” direklasifikasikan ke “Tambang
           berproduksi” dalam properti pertambangan atau ke dalam komponen lain dalam aset tetap. Tambang berproduksi dicatat sebesar biaya perolehan,
           dikurangi dengan akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, jika ada.
           Properti pertambangan mencakup aset dalam tahap produksi dan pengembangan, serta aset yang ditransfer dari aset eksplorasi dan evaluasi. Properti
           pertambangan dalam tahap pengembangan tidak diamortisasi sampai tahapan produksi dimulai.
           Pada saat proyek konstruksi tambang bergerak ke tahap produksi, kapitalisasi atas konstruksi tambang tertentu biaya tersebut dan dicatat sebagai
           bagian dari biaya persediaan atau dibebankan, kecuali untuk biaya yang memenuhi syarat untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan penambahan dan
           pengembangan aset pertambangan dan pengembangan cadangan ditambang.
           Akumulasi biaya dari tambang yang telah berproduksi diamortisasi dengan menggunakan metode unit produksi sepanjang cadangan tambang tersebut
           dapat dipulihkan secara ekonomis.




                                                                                   13
Page 17
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN - LANJUTAN
        o. Aset Tak Berwujud
           a. Goodwill
               Pengakuan awal goodwill dijabarkan pada Catatan 3. Goodwill yang muncul atas akuisisi entitas anak disertakan dalam aset takberwujud.
               Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai jika ada.

           b. Hubungan terkait pelanggan
               Hubungan terkait pelanggan yang diperoleh secara terpisah disajikan sebesar biaya perolehan. Hubungan terkait pelanggan yang diperoleh sebagai
               bagian dari kombinasi bisnis diakui nilai wajar pada tanggal perolehannya. Hubungan terkait pelanggan memiliki masa manfaat yang terbatas dan
               dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi.
               Amortisasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan biaya perolehan hubungan terkait pelanggan selama estimasi
               masa manfaatnya 5 tahun

           c. Piranti lunak komputer
               Aset takberwujud berupa perangkat lunak komputer yang bukan merupakan bagian integral dari perangkat keras. Aset takberwujud dinyatakan
               berdasarkan biaya perolehan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama estimasi masa manfaatnya dari 4 tahun.
               Biaya perolehan perangkat lunak komputer untuk penggunaan internal dikapitalisasi dan dicatat sebagai aset takberwujud jika biaya bukan
               merupakan bagian integral dari piranti keras yang terkait. Akumulasi biaya tersebut diamortisasi menggunakan metode garis lurus selama estimasi
               masa manfaat 4 tahun yang diharapkan ketika perangkat lunak komputer secara substantif siap untuk digunakan.
               Taksiran masa manfaat dan metode amortisasi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut
               berlaku secara prospektif.

        p. Sewa
           Kelompok Usaha sebagai Penyewa
           Pada insepsi kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak adalah atau mengandung sewa jika
           kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian selama suatu jangka waktu waktu untuk dipertukarkan
           dengan imbalan.
           Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian, Kelompok Usaha harus menilai apakah:
           -   Kelompok Usaha memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset identifikasian selama
               periode penggunaan; dan
           -   Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Kelompok Usaha memiliki hak ini ketika Kelompok Usaha
               memiliki hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah cara dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan sebelumnya:
               1.     Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian;
               2.     Kelompok Usaha telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset
                      itu akan digunakan.
           Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa, Kelompok Usaha mengalokasikan imbalan
           dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen
           nonsewa. Namun, untuk sewa penunjang dimana Kelompok Usaha bertindak sebagai penyewa, Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak
           memisahkan komponen nonsewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa tersebut sebagai satu komponen sewa.
           Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna awalnya diukur pada harga perolehan, yang terdiri dari
           jumlah awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya
           langsung awal yang timbul dan estimasi biaya untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang
           disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, dikurangi insentif sewa yang diterima.
           Setelah tanggal permulaan, Kelompok Usaha mengukur aset hak-guna dengan menggunakan model biaya yang berkaitan aset tetap sesuai PSAK No.
           16.
           Berdasarkan model biaya, aset hak-guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Jika sewa
           mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak-guna mencerminkan bahwa
           penyewa akan mengeksekusi opsi beli, Kelompok Usaha mendepresiasi hak-guna sejak tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar.
           Jika tidak, Kelompok Usaha mendepresiasi aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-
           guna atau akhir masa sewa.
           Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang terutang selama masa sewa, didiskontokan pada suku bunga implisit
           dalam sewa jika hal itu dapat segera ditentukan. Jika suku bunga implisit tersebut tidak dapat segera ditentukan, Kelompok Usaha menggunakan suku
           bunga pinjaman inkremental.




                                                                                   14
Page 18
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN - LANJUTAN
        p. Sewa - Lanjutan
           Kelompok Usaha sebagai Penyewa - Lanjutan
           Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri dari:
           -   pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi dikurangi piutang insentif sewa;
           -   pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga, awalnya diukur menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal
               permulaan;
           -   jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh Kelompok Usaha dalam jaminan nilai residual;
           -   harga eksekusi opsi beli yang cukup pasti Kelompok Usaha akan mengeksekusi; dan - pembayaran penalti untuk penghentian sewa lebih awal
               kecuali Kelompok Usaha cukup pasti untuk tidak menghentikan kontrak lebih awal.

           Sewa jangka-pendek dan aset pendasar bernilai rendah
           Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangkapendek yang memiliki masa sewa 12 bulan
           atau kurang. Kelompok Usaha mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
           Kelompok Usaha sebagai Pesewa
           Ketika Kelompok Usaha bertindak sebagai pesewa, maka setiap sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi atau sewa pembiayaan.
           Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
           asset pendasar. Jika tidak, sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
           Sebagai bagian dari penilaian ini, Kelompok Usaha mempertimbangkan indikator-indikator tertentu seperti:
           -   sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada penyewa pada akhir masa sewa;
           -   penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pendasar dengan harga yang diperkirakan cukup lebih rendah dari nilai wajar pada tanggal opsi
               tersebut dapat dieksekusi sehingga menjadi cukup pasti, pada tanggal insepsi, bahwa opsi tersebut akan dieksekusi;
           -   masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomik aset pendasar, meskipun hak milik tidak dialihkan;
           -   pada tanggal insepsi, nilai kini dari pembayaran sewa setidaknya mencakup secara substansialseluruh nilai wajar aset pendasar;
           -   aset pendasar bersifat khusus sehingga hanya penyewa yang dapat menggunakannya tanpa modifikasi signifikan.
           Kelompok Usaha mengakui pendapatan keuangan selama masa sewa dari sewa pembiayaan, berdasarkan pola yang mencerminkan tingkat
           pengembalian investasi neto periodik yang konstan. Hal ini dicapai dengan mengalokasikan sewa yang diterima (setelah dikurangi biaya jasa, dll.) oleh
           Kelompok Usaha antara pendapatan keuangan (bunga) kepada Kelompok Usaha dan pembayaran kembali saldo debitur (pokok), yaitu metode biaya
           perolehan diamortisasi.
           Kelompok Usaha mengakui pembayaran sewa operasi sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus atau, jika lebih merepresentasikan pola manfaat
           dari penggunaan aset pendasar yang menurun, maka dengan dasar sistematis lain.

        q. Penurunan nilai aset non-keuangan
           Jika jumlah tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan jumlah
           tercatat aset diturunkan nilai menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada
           laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang mengalami penurunan nilai.
           Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan pada setiap Unit
           Penghasil Kas (“UPK”) dari Kelompok Usaha yang diharapkan dapat memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis
           tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.
           Peninjauan atas penurunan nilai pada goodwill dilakukan setahun sekali atau dapat lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan keadaan
           yang mengindikasikan adanya potensi penurunan nilai. Nilai tercatat dari goodwill dibandingkan dengan jumlah yang terpulihkan, yaitu jumlah yang
           lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi dan selanjutnya
           tidak dibalik kembali.




                                                                                    15
Page 19
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN - LANJUTAN
        r. Imbalan Kerja
           Sejak tanggal 31 Desember 2022, Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah
           (“PP”) No. 35 tahun 2021 sebagai peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta Kerja) yang
           diundangkan pada November 2020. Pada tanggal 31 Desember 2020, Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai
           dengan Undang-undang Ketenagakerjaan Indonesia No. 13/2003. Program imbalan pasti ini tidak didanai.
           Liabilitas neto Kelompok Usaha atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja pasti pada akhir periode pelaporan
           dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan kerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit
           dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan
           Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga,
           dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran
           kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
           Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau
           kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat perubahan atau kurtailmen atas program.
           Kelompok Usaha menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan kerja neto dengan menerapkan tingkat bunga diskonto
           pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.
           Kelompok Usaha mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan kerja pada saat penyelesaian terjadi. Keuntungan atau
           kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai kini liabilitas imbalan kerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga
           penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung oleh Perusahaan sehubungan
           dengan penyelesaian tersebut.
           Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan atau kerugian atas penyelesaian,
           dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat terjadinya.

        s. Provisi
           Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu,
           besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah liabilitas
           tersebut dapat diestimasi secara andal.
           Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika kemungkinan besar tidak
           terjadi arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, maka provisi dibatalkan.
           Restorasi, rehabilitasi dan pengeluaran lingkungan lainnya yang timbul selama tahap produksi dibebankan sebagai bagian dari biaya produksi.

        t. Tambahan modal disetor - neto
           Tambahan modal disetor merupakan selisih antara agio saham (yaitu kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal) dengan biaya-biaya
           saham yang terkait langsung dengan penerbitan efek ekuitas Perusahaan dalam penawaran umum (lihat Catatan 1).
           Transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode yang sama seperti metode penyatuan kepemilikan. Selisih antara
           harga pengalihan dengan proporsi nilai buku aset neto entitas anak yang diakuisisi dicatat sebagai bagian dari "Tambahan modal disetor" pada bagian
           ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba rugi realisasi maupun reklasifikasi ke saldo laba.

        u. Pengakuan pendapatan dan beban
           Kelompok Usaha mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK No. 72, Kelompok Usaha mengakui pendapatan pada saat dan sejauh
           pengalihan barang atau jasa kepada pelanggan akan mencerminkan jumlah yang diharapkan akan diterima Kelompok Usaha dalam pertukaran untuk
           barang atau jasa tersebut. Dalam menerapkan Standar ini, Kelompok Usaha mempertimbangkan syarat-syarat kontrak dan semua fakta dan keadaan
           yang relevan. Pendapatan diakui menggunakan penilaian 5 langkah:
           1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan
               Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan kewajiban yang dapat dipaksakan.

           2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanan dalam Kontrak
               Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau jasa (atau sekumpulan barang atau jasa) yang berifat dapat
               dibedakan; atau serangkaian barang atau jasa bersifat dapat dibedakan yang secara substansial sama dan memiliki pola pengalihan yang sama
               kepada pelanggan. Bersifat dapat dibedakan artinya dapat dipisahkan, atau dapat diidentifikasi secara terpisah.

           3. Penetapan Harga Transaksi
               Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Kelompok Usaha dalam pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa
               kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga (misalnya, pajak pertambahan nilai). Jika imbalan yang dijanjikan
               dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Kelompok Usaha mengestimasi jumlah imbalan yang diharapkan menjadi haknya dalam pertukaran
               untuk mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi estimasi jumlah variabel yang akan dibayar selama kontrak.

           4. Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan
               Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda
               yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relative perlu diestimasi.




                                                                                    16
Page 20
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN - LANJUTAN
        u. Pengakuan pendapatan dan beban - lanjutan
           5. Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanan Dipenuhi
               Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa dengan jumlah yang secara tepat mewakili kewajiban yang
               dilakukan dan hak untuk menerima imbalan sebagai imbalan atas barang dan/atau jasa tersebut. Pengakuan pendapatan tergantung pada apakah
               pengalihan diselesaikan sepanjang waktu atau pada waktu tertentu. Pengalihan kendali diperhitungkan.

           Biaya Mendapatkan Kontrak
           Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika Kelompok Usaha mengharapkan untuk memulihkan biaya
           tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang timbul untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak
           tersebut tidak berhasil diperoleh.

           Biaya Pemenuhan Kontrak
           Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut memenuhi semua kriteria berikut:
           a. biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat diidentifikasi oleh Perusahaan;
           b. biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Perusahaan yang akan digunakan untuk memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban
              pelaksanaan di masa depan; dan
           c. biaya diharapkan dapat dipulihkan.
           Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang timbul dalam memenuhi kontrak dengan
           pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan lain, biaya tersebut diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan lainnya.
           Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

        v. Pajak penghasilan
           Beban pajak penghasilan meliputi jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.
           Pajak diakui sebagai pendapatan atau beban dan termasuk dalam laba rugi untuk periode berjalan, kecuali pajak yang timbul dari transaksi atau
           kejadian diakui di luar laba rugi. Pajak terkait dengan pos yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain, diakui dalam pendapatan komprehensif
           lain dan pajak terkait dengan pos yang diakui langsung di ekuitas, diakui langsung di ekuitas.

           Pajak kini
           Aset (liabilitas) pajak kini ditentukan sebesar jumlah ekspektasi restitusi dari (atau dibayarkan kepada) otoritas perpajakan yang dihitung
           menggunakan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan
           konsolidasian.
           Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) terkait dengan keadaan di mana
           peraturan pajak yang berlaku memerlukan interpretasi. Jika diperlukan, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan
           dibayar kepada otoritas pajak.

           Pajak tangguhan
           Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode balance sheet liability atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas
           dengan jumlah tercatatnya pada laporan keuangan konsolidasian.
           Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang
           dapat dikurangkan serta atas akumulasi rugi fiskal dan kredit pajak yang tidak dimanfaatkan sejauh realisasi atas manfaat pajak tersebut
           dimungkinkan.
           Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah setiap akhir tanggal pelaporan dan dikurangi ketika tidak terdapat kemungkinan bahwa laba kena pajak
           akan tersedia dalam jumlah yang memadai untuk memanfaatkan seluruh atau sebagian aset pajak tangguhan tersebut. Aset pajak tangguhan yang
           belum diakui dinilai kembali pada akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang besar kemungkinan bahwa laba kena pajak mendatang akan tersedia
           untuk dipulihkan.
           Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan akan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas
           diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi
           keuangan konsolidasian .
           Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus, jika dan hanya jika, 1) terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
           saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan 2) aset serta liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan
           oleh otoritas perpajakan yang sama.

        w. Laba (rugi) per saham
           Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah
           rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun berjalan.
           Laba atau rugi per saham dilusian dihitung ketika Kelompok Usaha memiliki instrumen efek berpotensi saham biasa dilutif.




                                                                                     17
Page 21
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN - LANJUTAN
        x. Informasi segmen
           Segmen usaha dilaporkan dengan cara yang sesuai dengan pelaporan internal yang dipersiapkan untuk pembuat keputusan operasional. Pembuat
           keputusan operasi adalah pihak yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
           Pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-
           hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Kelompok
           Usaha dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.

4.   PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG PENTING
        Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
        Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
        mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode
        pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
        dalam periode-periode pelaporan berikutnya.
        Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang
        material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya diungkapkan dibawah ini.
        Kelompok Usaha mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
        perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
        asumsi terkait pada saat terjadinya.
        Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh
        paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.

        Penentuan mata uang fungsional
        Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Kelompok Usaha beroperasi. Manajemen mempertimbangkan mata uang
        yang paling memengaruhi pendapatan dan harga pokok penjualan dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling sesuai mewakili
        dampak ekonomi yang mendasari transaksi, peristiwa dan kondisi.

        Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
        Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi
        yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan
        seperti diungkapkan pada Catatan 3 pada laporan keuangan konsilidasi.

        Menentukan Penilaian Model Bisnis
        Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang
        dan model bisnis. Kelompok Usaha menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama
        untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset
        dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana pengelolaannya. Kelompok Usaha memantau aset keuangan yang
        diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo
        untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki.
        Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Kelompok Usaha tentang apakah model bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa masih
        sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset
        keuangan tersebut.

        Menentukan Apakah Suatu Pengaturan adalah atau Mengandung Sewa
        Penentuan apakah suatu pengaturan merupakan atau mengandung sewa memerlukan pertimbangan yang cermat untuk menilai apakah pengaturan tersebut
        memberikan hak untuk memperoleh secara substansial semua manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan dan hak untuk
        mengarahkan penggunaan aset, bahkan jika pengaturan tersebut hak tidak secara eksplisit ditentukan dalam pengaturan.

        Penentuan Opsi Masa Sewa
        Masa sewa merupakan komponen signifikan dalam pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa. Pertimbangan dilakukan dalam menentukan apakah
        terdapat opsi untuk memperpanjang sewa atau membeli aset pendasar cukup pasti akan dieksekusi, atau opsi untuk mengakhiri sewa tidak akan
        dieksekusi, ketika memastikan periode yang akan disertakan dalam masa sewa. Dalam menentukan masa sewa, semua fakta dan keadaan yang
        menciptakan insentif ekonomik untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak untuk menggunakan opsi penghentian, dipertimbangkan pada tanggal
        insepsi sewa.
        Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat mencakup pentingnya aset untuk operasi Kelompok Usaha; perbandingan syarat dan ketentuan dengan harga
        pasar yang berlaku; timbulnya penalti yang signifikan; adanya perbaikan hak penyewaan yang signifikan; dan biaya serta masalah gangguan untuk
        mengganti aset. Kelompok Usaha menilai kembali apakah cukup pasti untuk mengeksekusi opsi perpanjangan, atau tidak mengeksekusi opsi penghentian,
        jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang signifikan.




                                                                                   18
Page 22
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.   PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG PENTING - LANJUTAN
        Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi - Lanjutan
        Menentukan Suku Bunga Pinjaman Inkremental
        Jika suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan, suku bunga pinjaman inkremental diestimasi untuk mendiskontokan pembayaran sewa
        di masa mendatang untuk mengukur nilai kini liabilitas sewa pada tanggal permulaaan sewa. Suku bunga tersebut didasarkan pada estimasi Kelompok
        Usaha yang harus dibayarkan oleh Entitas kepada pihak ketiga untuk meminjam dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang sama
        dengan aset hak-guna, dengan persyaratan, keamanan, dan lingkungan ekonomi yang serupa.

        Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian
        Ketika mengukur kerugian kredit ekspektasian (“ECL”), Kelompok Usaha menggunakan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukung,
        yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai pendorong ekonomi dan bagaimana pendorong ini akan saling memengaruhi.
        Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang
        jatuh tempo dan yang diharapkan akan diterima pemberi pinjaman, dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit integral.
        Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Probabilitas gagal bayar (default) adalah estimasi kemungkinan gagal bayar (default)
        selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup data historis, asumsi, dan ekspektasi kondisi masa depan.

        Menentukan Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
        Kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12-bulan (“12mECL”) untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang
        umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal.
        Dalam menilai apakah risiko kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup mempertimbangkan informasi berwawasan ke depan yang wajar
        dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.

        Penurunan Persediaan
        Kelompok Usaha telah membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan lambatnya perputaran berdasarkan perkiraan persediaan yang akan dijual di
        masa yang akan datang dengan mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan tersebut.
        Perhitungan penyisihan ini mempertimbangkan beberapa variabel, terutama waktu dimana persediaan tersebut diharapkan akan terjual dan tingkat harga
        dimana persediaan dapat dijual.
        Ketidakpastian yang terkait dengan faktor-faktor ini mengakibatkan jumlah realisasi akan berbeda dari jumlah tercatat persediaan yang dilaporkan. Jumlah
        tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 7 atas laporan keuangan konsolidasian.

        Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
        Kelompok Usaha mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan dan didukung dengan rencana dan
        strategi usaha dan perilaku pasar.
        Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Kelompok Usaha terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman
        untuk aset yang setara.
        Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen
        mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana
        Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9 pada laporan keuangan konsolidasian.

        Masa Manfaat Aset Takberwujud
        Kelompok Usaha mengestimasi umur manfaat aset takberwujud yang berhubungan dengan piranti lunak dan hubungan terkait pelanggan. Estimasi umur
        manfaat tersebut ditelaah setiap tahun dan diperbaharui jika terjadi perbedaan perkiraan dari estimasi awal dikarenakan perubahan situasi pasar atau
        batasan lainnya. Namun terdapat kemungkinan hasil operasi masa yang akan datang terpengaruh secara material oleh perubahan estimasi yang terjadi
        dikarenakan perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas. Jumlah dan waktu biaya yang dicatat untuk setiap periode akan dipengaruhi oleh perubahan
        pada faktor-faktor dan keadaan. Penurunan nilai estimasi masa manfaat ekonomi aset takberwujud, kecuali goodwill, Kelompok Usaha akan menambah
        pencatatan beban amortisasi dan mengurangi nilai aset takberwujud. Jumlah tercatat aset takberwujud Kelompok Usaha pada tanggal laporan posisi
        keuangan konsolidasian diungkapkan di dalam Catatan 10 atas laporan keuangan konsolidasian.

        Menentukan Pajak Penghasilan
        Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan
        pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
        estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
        Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan yang sama yang
        akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57 (Revisi 2009) “Provisi, Liabilitas Kontijensi
        dan Aset Kontijensi”. Kelompok Usaha membuat analisis untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas
        pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

        Kelompok Usaha menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai tercatat sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa
        laba kena pajak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Kelompok Usaha juga menelaah waktu yang diharapkan
        dan tarif pajak atas pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai.Penjelasan lebih rinci diungkapkan
        dalam Catatan 14 atas laporan keuangan konsolidasian .




                                                                                    19
Page 23
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.   PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG PENTING - LANJUTAN
        Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi - Lanjutan
        Estimasi Beban Pensiun dan Imbalan Kerja
        Penentuan liabilitas atas pensiun dan kewajiban imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh Kelompok Usaha
        dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.
        Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan dan umur pensiun dan
        tingkat kematian.
        Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan
        signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan
        beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapan dalam Catatan 18 atas laporan keuangan konsolidasian.

5.   KAS DAN BANK
        Akun ini terdiri dari :
                                                                                                                        2023                    2022
                                                                                                                   (30 September)          (31 Desember)

        Kas
           Rupiah                                                                                                        24.661.078              33.248.334
        Bank
           Rupiah
              PT. Bank Permata Tbk                                                                                    6.333.384.547          10.026.169.577
              PT. Bank Capital Indonesia Tbk                                                                            618.747.200             619.862.110
              PT. Bank Central Asia Tbk                                                                                 216.416.180              21.015.504
              PT. Bank CIMB Niaga Tbk                                                                                    97.485.017             109.288.333
              PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                                                    20.456.340             178.063.516
              PT. Bank Sinar Mas Syariah                                                                                 16.211.194              16.211.193
              PT. Bank Sinar Mas Tbk                                                                                      1.631.832             541.538.551
              PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk                                                                                 597.500               1.811.769
            Dolar Amerika Serikat
               PT. Bank Sinar Mas Tbk                                                                                    26.482.419              30.790.568
               PT. Bank Permata Tbk                                                                                       8.660.869               8.083.846
               PT. Bank Capital Indonesia Tbk                                                                                25.204                  25.204

        Total                                                                                                         7.364.759.380          11.586.108.505

        Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat bank yang ditempatkan pada bank pihak berelasi, dibatasi penggunaanya ataupun
        yang digunakan sebagai jaminan.

6.   PIUTANG USAHA
     a. Rincian saldo piutang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                                                                        2023                    2022
                                                                                                                   (30 September)          (31 Desember)

            Pihak ketiga                                                                                             23.281.977.334          31.107.302.552
            Pihak berelasi (lihat Catatan 26)                                                                        20.706.246.101          20.706.246.101

            Jumlah                                                                                                   43.988.223.435          51.813.548.653
            Penyisihan atas penurunan nilai                                                                            (843.876.940)           (843.876.940)

            Total                                                                                                    43.144.346.495          50.969.671.713

            Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, akun ini meliputi tagihan kepada para pelanggan sehubungan dengan pendapatan jasa
            penambangan dan penyewaan alat berat.




                                                                                  20
Page 24
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.   PIUTANG USAHA - LANJUTAN
            Rincian saldo piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
                                                                                                                     2023                    2022
                                                                                                                (30 September)          (31 Desember)

            Rupiah
               PT. Gunung Bara Utama                                                                               20.706.246.101         20.706.246.101
               PT. Berau Coal Energy                                                                               22.270.767.334         31.107.302.552
               Lain-lain                                                                                            1.011.210.000                      -

                Sub jumlah                                                                                         43.988.223.435         51.813.548.653

            Cadangan penurunan nilai                                                                                 (843.876.940)          (843.876.940)

            Total                                                                                                  43.144.346.495         50.969.671.713

     b. Rincian umur atas piutang tersebut adalah sebagai berikut:
                                                                                                                     2023                    2022
                                                                                                                (30 September)          (31 Desember)

            Belum jatuh tempo                                                                                      22.270.767.334         31.506.726.664
            Telah jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan
            - 1 - 30 hari                                                                                           1.011.210.000             22.443.858
            - 31 - 90 hari                                                                                                      -                      -
            - > 90 hari                                                                                            20.706.246.101         20.284.378.131

            Sub-jumlah                                                                                             43.988.223.435         51.813.548.653
            Penyisihan penurunan nilai                                                                               (843.876.940)          (843.876.940)

            Total                                                                                                  43.144.346.495         50.969.671.713

        Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalahsebagai berikut:
                                                                                                                     2023                    2022
                                                                                                                (30 September)          (31 Desember)

        Saldo awal                                                                                                    843.876.940            706.173.467
        Penyisihan penurunan nilai tahun berjalan                                                                               -            843.876.940
        Pemulihan kerugian penurunan nilai tahun berjalan                                                                       -           (706.173.467)

        Total                                                                                                         843.876.940            843.876.940

        Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha ditentukan berdasarkan penilaian individual. Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan
        nilai piutang usaha cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari piutang usaha.

7.   PERSEDIAAN
     Akun ini terdiri dari :
                                                                                                                     2023                    2022
                                                                                                                (30 September)          (31 Desember)

        Suku cadang                                                                                                 6.401.033.509          9.554.921.279
        Bahan pembantu                                                                                              5.765.633.726          4.239.039.950
        Lain-lain                                                                                                   3.391.672.771          3.188.849.498

        Total                                                                                                      15.558.340.006         16.982.810.727

        Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai persediaan pada
        tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
        Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan tidak diasuransikan karena manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa tidak
        terdapat risiko kerugian atas persediaan.




                                                                                    21
Page 25
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.   INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
     Nilai tercatat investasi pada entitas asosiasi dengan metode ekuitas pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
                                                Harga Perolehan                                               Akumulasi rugi dan penurunan nilai
                                                 Penambahan
          Tahun             Saldo awal             investasi             Saldo akhir             Saldo awal            Penurunan nilai             Saldo akhir

      30 Sept 2023         22.765.000.000                         -      22.765.000.000         (22.765.000.000)                         -     (22.765.000.000)
      31 Des 2022          22.765.000.000                         -      22.765.000.000         (22.765.000.000)                         -     (22.765.000.000)
     Berdasarkan Akta No. 229 tanggal 14 April 2015, AKAR memiliki investasi pada entitas asosiasi mewakili 40% kepemilikan di PT Gunung Berkat Utama
     dengan biaya perolehan sebesar Rp 600.000.000. Pada tanggal 31 Desember 2017, nilai tercatat investasi pada entitas asosiasi adalah nihil, karena bagian
     AKAR atas kerugian entitas asosiasi melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi. AKAR tidak mengakui bagian atas rugi entitas asosiasi lebih lanjut,
     karena AKAR tidak memiliki kewajiban konstruktif atas entitas asosiasi.
     Berdasarkan Akta No. 121 tanggal 30 November 2018, AKAR meningkatkan investasi pada entitas asosiasi mewakili 40% kepemilikan di PT Gunung Berkat
     Utama dengan biaya perolehan sebesar Rp 22.765.000.000 yang semula Rp 600.000.000 yang berasal dari konversi piutang PT Gunung Berkat Utama sebesar
     Rp 22.165.000.000.
     Rincian kepemilikan Kelompok Usaha atas entitas asosiasi dan ringkasan informasi keuangan adalah sebagai berikut:
                                                                                        30 September 2023

                                Domisili              Aset                Liabilitas             Pendapatan              Laba/Rugi            % Kepemilikan

     PT. Gunung Berkat
        Utama                 Jakarta               36.938.135.443        1.000.000.000                         -            (1.048.250)              40%

                                                                                        31 Desember 2022

                                Domisili              Aset                Liabilitas             Pendapatan              Laba/Rugi            % Kepemilikan

     PT. Gunung Berkat
        Utama                 Jakarta               36.938.135.443        1.000.000.000                         -            (4.193.000)              40%

     Pencabutan IUP PT Gunung Berkat Utama (GBU)
     Pada tanggal 15 Februari 2022, Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (“BKPM”) telah menerbitkan surat pencabutan Izin Usaha
     Pertambangan (“IUP”) PT Gunung Berkat Utama.
     Berdasarkan surat pencabutan izin PT Gunung Berkat Utama, Pada tanggal 21 Februari 2022, mengirimkan surat keberatan atas pencabutan Izin Usaha
     Pertambangan (IUP) PT Gunung Berkat Utama (GBU) dan permohonan pembatalan pencabutan IUP dengan menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
     1. Kronologis Izin Usaha Pertambangan yang dimiliki PT GBU, sebagai berikut:
        a. Keputusan Bupati Kutai Timur No. 188.4.45/52/HK/I/2008 tentang Izin Usaha Pertambangan (IUP) penyelidikan umum kepada PT GBU seluas 7.652
           HA yang terletak di kecamatan Bengalon kabupaten Kutai Timur tanggal 11 Februari 2008;
        b. Keputusan Bupati Kutai Timur No. 540-i/K.392/HK/IV/2010 tentang persetujuan penyesuaian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi kepada PT
           GBU tanggal 28 April 2020;
        c. Keputusan Bupati Kutai Timur No. 540.1/K.849/HK/IX/2013 tentang persetujuan peningkatan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi menjadi
           Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi kepada PT GBU tanggal 23 September 2013.
     2. IUP Operasi Produksi yang PT GBU miliki No. 540.1/K.849/HK/IX/2013 telah mendapatkan Sertifikat Clear and Clean yang dikeluarkan oleh Direktur
        Jenderal Mineral dan Batubara dengan No, 710/Bb/03/2016 tertanggal 21 April 2016.
     3. Sejak PT GBU memperoleh IUP Eksplorasi, PT GBU telah melakukan pembayaran iuran tetap kepada negara dengan nilai sebesar ±Rp 4,1Milyar.
     4. Selain pembayaran IUP tetap, PT GBU juga telah mengeluarkan biaya eksplorasi (pemboran dan konsultan) dengan nilai sebesar ± Rp 31,8 Milyar.
     5. PT GBU telah melaksanakan kegiatan eksplorasi dengan menunjuk konsultan asing (Australia) yaitu PT CSA Global Indonesia untuk menentukan
        cadangan Batubara di lokasi tambang PT GBU dann PT CSA Global Indonesia telah mengeluarkan laporannya No. R155.2013 tertanggal 27 Februari
        2013 yang ditandatangani oleh Competent Person.
     6. Dalam rentang waktu 2013-2020, PT GBU belum dapat melakukan aktivitas produksi/operasionalnya mengingat jarak hauling dari lokasi tambang kami
        sampai ke sungai terdekat sejauh ±100 Km sehingga dengan harga batubara yang relatif rendah untuk harga batubara Newcastle (GAR >6000 Kcal/Kg) di
        tahun 2009-2020 pertengahan berkisar di US$30/ ton – US$100/ton sehingga dengan GAR 4.500 Kcal/kg dinilai tidak ekonomis pada saat itu dan PT
        GBU memerlukan waktu untuk mempersiapkan pembangunan infrastruktur pertambangan, oleh karena itu PT GBU berencana untuk segera melakukan
        produksi penambangan batubara.




                                                                                       22
Page 26
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.   INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI - LANJUTAN
     7. Pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2018 PT GBU telah menyampaikan RKAB kepada ESDM dan pada tahun 2017 PT GBU juga menyampaikan
        Rencana Kerja Tahunan Teknis dan Lingkungan Dan Anggaran Belanja (RKTTLAB).
     8. PT GBU telah melakukan proses pengajuan RKAB untuk tahun 2021 melalui website dengan surat permohonan No. 002/GBK-DIR/XII/2021 tanggal 27
        Desember 2021 dan telah mendapatkan surat penolakan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara No. T820.RKAB/MB.05/DJB.B/2022 tanggal 1
        Februari.
     Dengan ini PT GBU menyatakan keberatan atas siaran pers pencabutan IUP tersebut dimana PT GBU terdaftar dalam daftar pencabutan IUP dengan nomor
     urut 66. Dasar keberatan kami atas siaran pers pencabutan IUP tersebut adalah karena:
     a. PT GBU tidak pernah menerima surat peringatan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral sebelum adanya siaran pers
        pencabutan IUP tersebut;
     b. PT GBU telah memenuhi sebagian besar kewajiban keuangan, namun oleh karena akun GBU di system MODI saat ini telah dihapus, maka PT GBU tidak
        dapat melakukan pembayaran kewajiban selajutnya;
     c. PT GBU saat ini sedang melaksanakan kegiatan pemasangan tata batas untuk pemenuhan kekurangan sebagaimana diminta dalam Surat Penolakan
     Pada tanggal 23 Maret 2022, manajemen GBU telah menunjuk dan memberikan kuasa kepada Lawyer Neil Sadek and Partners dalam pengajuan gugatan tata
     usaha negara terhadap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri Investasi Republik
     Indonesia.
     Pada tanggal 3 April 2022, GBU telah menerima surat undangan rapat penyelesaian klaim GBU dengan agenda rapat klarifikasi dan verifikasi dokumen
     perizinan dan non perizinan IUP yang telah dicabut.
     Pada tanggal 11 Mei 2022, Lawyer Neil Sadek and Partners selaku kuasa hukum GBU telah mengirimkan dokumen gugatan tata usaha negara ke Pengadilan
     Tata Usaha Negara terkait dengan permohonan keberatan atas pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) GBU dan permohonan pembatalan pencabutan
     IUP kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri Investasi Republik Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
     Pada tanggal 31 Januari 2023, gugatan PT Gunung Berkat Utama (GBU) kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM RI a.n Menteri ESDM RI perihal
     pencabutan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT Gunung Berkat Utama dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sehingga dengan putusan
     tersebut mewajibkan kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM RI a.n Menteri ESDM RI untuk mencabut surat pencabutan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT
     Gunung Berkat Utama.
     Kemudian melalui Surat Pemberitahuan Pernyataan Banding e-Court pihak Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik
     Indonesia (BKPM) pada tanggal 15 Februari 2023 telah menyatakan Banding terhadap Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor:
     225/G/2022/PTUN-JKT tanggal 31 Januari 2023. Pada tanggal 22 Februari 2023, pihak Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
     Republik Indonesia (BKPM) (tergugat/pembanding) telah mengunggah/mengapload memori Banding Nomor: 225/G/2022/PTUN-JKT melalui Sistem
     Informasi Perkara (e-Court), yang telah diverifikasi pada tanggal 23 Februari 2023.
     Berdasarkan Putusan No. 151/B/2023/PT.TUN.JKT tangga 23 Agustus 2023 diputuskan bahwa menerima permohonan banding dari Menteri
     Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia dan membatalkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta
     No.225/G/2022/PTUN-JKT tanggal 31 Januari 2023.
     Atas putusan tersebut, Perusahaan berencana untuk melakukan upaya hukum berupa Kasasi di Mahkamah Agung sebagai upaya untuk memperoleh kembali
     Izin Usaha Pertambangan (IUP) GBU yang telah dicabut.

9.   ASET TETAP
     Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
                                                                                       30 September 2023

                                                    Saldo Awal       Penambahan          Pengurangan           Reklasifikasi          Saldo Akhir

     Biaya perolehan
     Kepemilikan langsung
        Bangunan                                   45.471.842.617                 -                    -                     -         45.471.842.617
        Kendaraan dan alat berat                1.603.781.826.626    14.200.000.000     (117.465.214.445)       14.311.109.282      1.514.827.721.463
        Peralatan dan inventaris kantor           769.701.957.147       424.545.000      (53.530.592.287)       46.161.589.586        762.757.499.446
        Aset dalam penyelesaian                    24.771.086.473    21.905.175.425                    -       (46.161.589.586)           514.672.312

        Sub jumlah                              2.443.726.712.863    36.529.720.425     (170.995.806.732)       14.311.109.282      2.323.571.735.838
     Aset hak guna
        Bangunan dan prasarana                         933.209.734                -                     -                    -            933.209.734
        Peralatan dan inventaris kantor              4.421.559.423    6.123.200.000                     -                    -         10.544.759.423
        Kendaraan dan alat berat                    99.784.624.553      976.764.197                     -      (14.311.109.282)        86.450.279.468

     Jumlah biaya perolehan                     2.548.866.106.573    43.629.684.622     (170.995.806.732)                      -    2.421.499.984.463




                                                                               23
Page 27
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.   ASET TETAP - LANJUTAN
                                                                                         30 September 2023

                                                    Saldo Awal        Penambahan           Pengurangan            Reklasifikasi          Saldo Akhir
     Akumulasi penyusutan
     Kepemilikan langsung
       Bangunan                                   33.431.001.865        1.672.784.806                    -                      -         35.103.786.671
       Kendaraan dan alat berat                1.469.050.041.454       33.359.899.525     (116.565.913.078)         4.037.546.430      1.389.881.574.331
       Peralatan dan inventaris kantor           713.798.725.233       38.896.520.005      (52.221.086.365)                     -        700.474.158.873

        Sub jumlah                             2.216.279.768.552       73.929.204.336     (168.786.999.443)         4.037.546.430      2.125.459.519.875
     Aset hak guna
        Bangunan dan prasarana                          272.186.173       349.953.650                     -                     -            622.139.823
        Peralatan dan inventaris kantor               1.717.972.761     2.960.320.835                     -                     -          4.678.293.596
        Kendaraan dan alat berat                     10.991.481.370    10.613.975.148                     -        (4.037.546.430)        17.567.910.088

     Jumlah akumulasi penyusutan               2.229.261.408.856       87.853.453.969     (168.786.999.443)                       -    2.148.327.863.382

     NILAI BUKU                                     319.604.697.717                                                                      273.172.121.081


                                                                                         31 Desember 2022

                                                    Saldo Awal        Penambahan           Pengurangan            Reklasifikasi          Saldo Akhir

     Biaya perolehan
     Kepemilikan langsung
        Bangunan                                  46.252.003.967          806.564.121        (3.548.877.330)        1.962.151.859         45.471.842.617
        Kendaraan dan alat berat               1.547.034.210.613        8.840.000.000       (63.067.395.253)      110.975.011.266      1.603.781.826.626
        Peralatan dan inventaris kantor          790.266.138.845          792.200.279       (36.530.152.645)       15.173.770.668        769.701.957.147
        Aset dalam penyelesaian                    1.286.669.670       37.627.127.238                     -       (14.142.710.435)        24.771.086.473

        Sub jumlah                             2.384.839.023.095       48.065.891.638     (103.146.425.228)       113.968.223.358      2.443.726.712.863
     Aset hak guna
        Bangunan dan prasarana                        5.077.809.754       933.209.734        (5.077.809.754)                    -            933.209.734
        Peralatan dan inventaris kantor              10.677.450.784       676.358.460                     -        (6.932.249.821)         4.421.559.423
        Kendaraan dan alat berat                    168.786.699.181    38.033.898.909                     -      (107.035.973.537)        99.784.624.553

     Jumlah biaya perolehan                    2.569.380.982.814       87.709.358.741     (108.224.234.982)                       -    2.548.866.106.573

     Akumulasi penyusutan
     Kepemilikan langsung
       Bangunan                                    35.308.258.693       1.671.620.502        (3.548.877.330)                    -         33.431.001.865
       Kendaraan dan alat berat                 1.449.771.313.208      30.224.377.910       (59.816.002.669)       48.870.353.005      1.469.050.041.454
       Peralatan dan inventaris kantor            672.442.230.015      73.094.178.520       (33.601.521.675)        1.863.838.373        713.798.725.233

        Sub jumlah                             2.157.521.801.916      104.990.176.932       (96.966.401.674)       50.734.191.378      2.216.279.768.552
     Aset hak guna
        Bangunan dan prasarana                        4.192.180.979      1.157.814.948       (5.077.809.754)                    -            272.186.173
        Peralatan dan inventaris kantor               1.293.517.174     2.288.293.960                     -        (1.863.838.373)         1.717.972.761
        Kendaraan dan alat berat                     43.332.193.839    16.529.640.536                     -       (48.870.353.005)        10.991.481.370

     Jumlah akumulasi penyusutan               2.206.339.693.908      124.965.926.376     (102.044.211.428)                       -    2.229.261.408.856

     NILAI BUKU                                     363.041.288.906                                                                      319.604.697.717

     Penyusutan dialokasikan ke laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk periode sembilan (9) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023
     dan 2022 adalah sebagai berikut:
                                                                                                                       2023                   2022
                                                                                                                  (30 September)         (30 September)

     Beban pokok penjualan (Catatan 22)                                                                            75.870.302.265        102.635.248.408
     Beban umum dan administrasi (Catatan 23)                                                                      11.983.151.704         13.092.294.150

        Jumlah                                                                                                     87.853.453.969        115.727.542.558




                                                                                 24
Page 28
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.   ASET TETAP - LANJUTAN
     Pada tanggal 30 September 2023 dan 2022, terdapat aset tetap yang tidak digunakan sementara oleh Kelompok Usaha masing-masing sejumlah
     Rp366.279.889.983 dan Rp 65.279.419.634, jumlah penyusutan selama periode berjalan masing-masing sebesar Rp11.540.751.104 dan Rp11.958.683.468.
     Pada bulan April 2022, Perusahaan melakukan kontrak sewa kantor di Rukan Puri Mutiara dengan nilai kontrak sebesar Rp 940.594.059 dengan jangka
     waktu 2 tahun
     Perhitungan keuntungan (kerugian) penjualan dan penghapusan aset tetap untuk periode sembilan (9) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023
     dan 2022 adalah sebagai berikut:
                                                                                                                30 September 2023

                                                                                              Penjualan             Penghapusan               Jumlah
                                                                                              Aset Tetap             Aset Tetap

     Hasil penjualan                                                                          11.408.654.660                       -         11.408.654.660

     Harga perolehan                                                                         168.409.867.624           2.585.939.108        170.995.806.732
     Akumulasi penyusutan                                                                   (166.201.658.251)         (2.585.341.191)      (168.786.999.443)

     Nilai buku neto                                                                           2.208.209.372                597.917           2.208.807.289

     Rugi penjualan dan/atau penghapusan aset tetap (Catatan 24)                               9.200.445.288                (597.917)         9.199.847.371


                                                                                                                 30 September 2022

                                                                                              Penjualan             Penghapusan               Jumlah
                                                                                              Aset Tetap             Aset Tetap


     Hasil penjualan                                                                           5.463.423.423                       -          5.463.423.423
     Harga perolehan                                                                          54.985.190.126         10.844.545.653          65.829.735.779
     Akumulasi penyusutan                                                                    (52.575.920.909)       (10.730.298.244)        (63.306.219.153)

     Nilai buku neto                                                                           2.409.269.217            114.247.409           2.523.516.626

     Rugi penjualan dan/atau penghapusan aset tetap (Catatan 24)                               3.054.154.206           (114.247.409)          2.939.906.797

     Pada tanggal 30 September 2023 dan 2022, saldo akun aset dalam penyelesaian meliputi prasarana, peralatan dan bangunan yang belum selesai. Rata-rata
     persentase penyelesaian aset dalam penyelesaian tersebut sekitar 45% - 95% dari biaya aktual yang terjadi dibandingkan dengan biaya yang direncanakan
     (budget).
     Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, kendaraan dan alat berat dengan nilai buku neto sebesar Rp 42.864.735.335 dan Rp
     122.383.695.851 telah diasuransikan terhadap seluruh risiko dengan jumlah nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 72.190.460.000 dan Rp
     856.988.918.716. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset tetap yang
     Manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset tetap yang
     dipertanggungkan. Aset tetap lainnya tidak diasuransikan karena manajemen berpendapat bahwa sebagian besar aset tetap berupa prasarana berupa jalan
     tambang yang tidak memerlukan pertanggungan asuransi.
     Manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap
     pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.

     Penyitaan Aset RBA
     Pada tanggal 18 Mei 2022 - 19 Mei 2022 dan 19 Agustus 2022, aset Perusahaan disita oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Berdasarkan surat
     No.031/RBA-DIR/VI/2022 tertanggal 17 Juni 2022, dan surat No.042/RBA-DIR/VIII/2022 tertanggal 29 Agustus 2022, Perusahaan telah mengajukan surat
     keberatan terhadap penyitaan aset Perusahaan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang merupakan pihak ketiga selaku kontraktor untuk PT
     Gunung Bara Utama dan bukan sebagai terpidana berdasarkan putusan 2391/2021
     Penyitaan aset Perusahaan dilaksanakan atas dasar hukuman uang pengganti berdasarkan Putusan Mahkamah Agung R.I Nomor: 2931 K/PID.SUS/2021
     tanggal 24 Agustus 2021 Jo. Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor:4/PID.SUS-TPK/2021/PT.DKI tertanggal 24 Februari 2021 Jo. Putusan
     Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 30/PID.SUS-TPK/2020/PN.JKT.PST tertanggal 26 Oktober 2020 (untuk selanjutnya disebut sebagai "Putusan
     No.2391/2021"). Padahal Penggugat hanyalah pihak ketiga selaku kontraktor untuk PT Gunung Bara Utama dan bukan sebagai terpidana berdasarkan
     Putusan 2391/2021.
     Atas sita eksekusi yang terjadi, Perusahaan telah melakukan gugatan pada tanggal 22 September 2022, yang telah terdaftar di kepaniteraan Pengadilan Tata
     Usaha Negara dengan No.331/G/TF/2022/PTUN-JKT, mengenai penyitaan aset tetap berupa 5 unit Excavator, 5 unit Bulldozer, 1 unit Motor Grader, 6 unit
     Heavy Truk, 3 unit Articulate Truck, 2 unit Dump Truk, 1 unit Water Truk, 1 unit Fuel Truk, 1 unit Water Pump, serta 5 unit Tower Lamp.
     Berdasarkan Putusan No. 163/B/TF/2023/PT.TUN.JKT tanggal 23 Agustus 2023 dinyatakan bahwa usaha banding Perusahaan atas kasus tersebut ditolak dan
     menguatkan Putusan Pengadilan tata Usaha Negara Jakarta No.331/G/TF/2022/PTUN-JKT tertanggal 6 Maret 2023.
     Atas penolakan putusan banding tersebut, Perusahaan mengajukan Kasasi melalui Memori Kasasi pada tanggal 15 September 2023.




                                                                                  25
Page 29
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TAK BERWUJUD
    Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, rincian aset tak berwujud adalah sebagai berikut:
                                                                                            30 September 2023

                                                     Goodwill          Piranti Lunak           Hubungan              Lain-lain               Jumlah
                                                                         Komputer               Terkait
                                                                                               Pelanggan

           Biaya perolehan                          274.794.895.624      7.359.370.502        297.396.465.343        1.001.234.393        580.551.965.862
           Akumulasi amortisasi                                   -      (7.140.540.986)     (297.396.465.343)                    -      (304.537.006.329)
           Penurunan nilai                          (59.368.488.266)                    -                  -                      -       (59.368.488.266)

           Nilai Buku Neto                          215.426.407.358        218.829.516                     -         1.001.234.393        216.646.471.267


                                                                                            31 Desember 2022

                                                     Goodwill          Piranti Lunak           Hubungan              Lain-lain               Jumlah
                                                                         Komputer               Terkait
                                                                                               Pelanggan

           Biaya perolehan                          274.794.895.624      7.115.095.693        297.396.465.343        2.392.013.436        581.698.470.096
           Akumulasi amortisasi                                   -      (7.115.095.693)     (297.396.465.343)                    -      (304.511.561.036)
           Penurunan nilai                          (59.368.488.266)                -                      -                      -       (59.368.488.266)

           Nilai Buku Neto                          215.426.407.358                 -                      -         2.392.013.436        217.818.420.794

        Pada bulan Agustus 2014, Perusahaan telah mengakuisisi 99,99% saham PT Adibrata Cipta Pertiwi (ACP) - dahulu bernama PT Ricobana (RB) dengan
        nilai pembelian total sebesar $AS 87.801.639 (atau setara dengan Rp 1.017.708.800.000). Atas transaksi ini Perusahaan mengakui goodwill sebesar $AS
        20.283.060 (atau setara dengan Rp 274.794.895.624).
        Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun (pada tanggal 31 Desember) jika terdapat keadaan yang menunjukkan nilai tercatat mengalami penurunan
        nilai. Perusahaan menguji penurunan nilai untuk goodwill berdasarkan pada perhitungan nilai pakai yang menggunakan model arus kas diskonto.
        Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berkeyakinan bahwa penurunan nilai aset takberwujud cukup untuk menutupi
        kemungkinan kerugian.

11. ASET EKSPLORASI DAN EVALUASI
    Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, akun ini merupakan aset eksplorasi dan evaluasi yang timbul atas WIUP DS, entitas anak tidak
    langsung yang dibeli melalui akuisisi ACP (d/h RB) pada tahun 2014, yang sampai pada saat ini masih dalam proses permohonan IPPKH (lihat Catatan No.
    1e). Rincian atas aset eksplorasi dan evaluasi berasal dari DS, entitas anak tidak langsung, adalah sebagai berikut:
                                                                                                      30 September2023

                                                                           Saldo              Penambahan            Penurunan             Saldo Akhir
                                                                           awal                                        nilai

    Biaya perlehan                                                      401.648.680.004                        -                  -       401.648.680.004
    Penurunan nilai                                                    (128.892.238.687)                       -                  -      (128.892.238.687)

    Neto                                                               272.756.441.317                         -                  -       272.756.441.317


                                                                                                      31 Desember 2022

                                                                           Saldo              Penambahan            Penurunan             Saldo Akhir
                                                                           awal                                        nilai

    Biaya perlehan                                                      401.648.680.004                        -                 -        401.648.680.004
    Penurunan nilai                                                    (121.753.956.788)                       -    (7.138.281.899)      (128.892.238.687)

    Neto                                                               279.894.723.216                         -    (7.138.281.899)       272.756.441.317

    Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berkeyakinan bahwa penurunan nilai aset eksplorasi dan evaluasi cukup untuk menutupi
    kemungkinan kerugian.




                                                                                   26
Page 30
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET EKSPLORASI DAN EVALUASI - LANJUTAN
    Pada tanggal 15 Februari 2022, Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (“BKPM”) telah menerbitkan surat pencabutan Izin Usaha
    Pertambangan (“IUP”) DS.
    Berdasarkan surat pencabutan izin PT Delta Samudera mengirimkan surat keberatan atas pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan permohonan
    pembatalan pencabutan IUP dengan menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
    1. Bahwa dalam hal rentang waktu 2010-2013, DS telah melaksanakan kegiatan kegiatan eksplorasi dengan melakukan pemboran sebanyak ± 214 titik bor
       dengan biaya berkisar ± Rp 42.000.000.000. Adapun dari hasil kegiatan explorasi tersebut disimpulkan bahwa DS memiliki kualitas batubara dengan
       peringkat rendah (low rank coal) dengan rata-rata kalori 3110 Kcal/Kg (GAR) dengan estimasi cadangan 43 juta ton batubara.
    2. Dalam rentang waktu 2012-2019, DS belum dapat melakukan aktivitas produksi/operasionalnya mengingat harga batubara yang relatif rendah dimana
       untuk harga batubara Newcastle (GAR>6000 Kcal/Kg di tahun 2009- 2019 berkisar di USD$48/ ton - US$ 130/ ton sehingga dengan GAR 3110 Kcal/ Kg
       dinilai tidak ekonomis. Namun demikian, DS tetap membuat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), AMDAL, Laporan Eksplorasi, Studi
       Kelayakan dan mengurus PPKH (dahulu IPPKH) serta membayar iuran tetap dengan akumulasi sebesar Rp2.800.000.000.
    3. Bahwa DS telah mendapatkan persetujuan akhir atas revisi Studi Kelayakan dari Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 25 Mei 2021 dan
       Kelayakan Serta Ijin Lingkungan pada tanggal 7 Desember 2020.
    4. Pada saat ini DS sedang dalam proses persetujuan RKAP tahun 2022 dengan surat permohonan No. 002/DSDIR/ I/2022 dengan status terakhir Proses
       Evaluasi III pertanggal 11 Februari 2022.
    Pada tanggal 23 Maret 2022, manajemen DS telah menunjuk dan memberikan kuasa kepada Lawyer Neil Sadek and Partners dalam pengajuan gugatan tata
    usaha negara terhadap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri Investasi Republik
    Indonesia.
    Pada tanggal 3 April 2022, DS telah menerima surat undangan rapat penyelesaian klaim DS dengan agenda rapat klarifikasi dan verifikasi dokumen perizinan
    dan non perizinan IUP yang telah dicabut.
    Pada tanggal 11 Mei 2022, Lawyer Neil Sadek and Partners selaku kuasa hukum DS telah mengirimkan dokumen gugatan tata usaha negara ke Pengadilan
    Tata Usaha Negara terkait dengan permohonan keberatan atas pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) DS dan permohonan pembatalan pencabutan IUP
    kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri Investasi Republik Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM);
    Pada tanggal 31 Januari 2023, gugatan PT Delta Samudra (DS) kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM RI a.n Menteri ESDM RI perihal pencabutan Ijin
    Usaha Pertambangan (IUP) PT Delta Samudra dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sehingga dengan putusan tersebut mewajibkan
    kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM RI a.n Menteri ESDM RI untuk mencabut surat pencabutan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT Delta Samudra.
    Kemudian melalui Surat Pemberitahuan Banding E-court pihak Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM)
    pada tanggal 15 Februari 2023 telah menyatakan Banding terhadap Putusan Pengadilan tata usaha Negara Jakarta No. 224/G/2022/PTUN JKT tanggal 31
    Januari 2023. Pada tanggal 22 Februari 2023 pihak Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM) (Tergugat /
    Pembading), telah menggunggah/mengupload memori Banding No: 224/G/2022/PTUN-JKT melalui sistem informasi perkara (e Court), yang telah
    diverifikasi pada tanggal 23 Februari 2023.
    Berdasarkan Putusan No. 179/B/2023/PT.TUN.JKT tangga 23 Agustus 2023 diputuskan bahwa menerima permohonan banding dari Menteri
    Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia dan membatalkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta
    No.224/G/2022/PTUN-JKT tanggal 31 Januari 2023.
    Atas putusan tersebut, Perusahaan berencana untuk melakukan upaya hukum berupa Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung sebagai upaya untuk
    memperoleh kembali Izin Usaha Pertambangan (IUP) DS yang telah dicabut.

12. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
    Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh utang usaha dalam mata uang Rupiah.
    Rincian hutang usaha - pihak ketiga berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:
                                                                                                                       2023                    2022
                                                                                                                  (30 September)          (31 Desember)

        Pihak ketiga
           PT. United Tractor Tbk                                                                                    9.502.779.294           5.558.839.950
           PT. Linda Hanta Wijaya                                                                                    5.046.110.055           4.778.109.590
           PT Mexis                                                                                                  4.144.828.144           5.712.015.792
           PT Sarana Power Sedaya                                                                                    3.431.557.025           2.800.455.360
           PT DNX Indonesia                                                                                          3.422.567.243           3.113.223.843
           PT Trakindo Utama                                                                                         3.263.645.723           3.081.859.724
           PT Blessindo Prima Sarana                                                                                 3.129.221.038           1.857.350.935
           PT. Tri Ananda Pratama                                                                                    2.994.978.766           4.710.226.647
           PT Diesel Utama Indonesia                                                                                 2.154.585.679           1.999.668.359
           PT Multi Hidrachrome Balikpapan                                                                           1.156.366.172           1.744.486.172
           PT Diesel Servis Sinergi                                                                                  1.122.797.834           1.358.797.834
           CV Teguh Harapan                                                                                            990.767.507           1.255.182.115

        Saldo dipindahkan                                                                                           40.360.204.480          37.970.216.321




                                                                                  27
Page 31
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA - LANJUTAN
                                                                                                                     2023                 2022
                                                                                                                (30 September)       (31 Desember)

        Saldo pindahan                                                                                             40.360.204.480     37.970.216.321
            PT Bina Pertiwi                                                                                           671.473.419      2.552.310.953
            PT. Mata Juara Gemilang                                                                                   545.271.542      1.504.199.487
            PT Dermaga Sukses Jaya Abadi                                                                              481.428.299      2.133.452.299
            PT Kaltim Multi Traktor                                                                                   448.254.489      2.153.016.448
            Lain-lain                                                                                              24.292.313.465     18.856.867.388

        Total                                                                                                      66.798.945.694     65.170.062.896

    Rincian umur hutang usaha - pihak ketiga berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
                                                                                                                     2023                 2022
                                                                                                                (30 September)       (31 Desember)

        Belum jatuh tempo                                                                                          20.624.620.742     16.942.900.233
        Telah jatuh tempo
           1 - 30 hari                                                                                              6.225.027.334     10.992.222.167
           31 - 90 hari                                                                                            39.949.297.618     37.234.940.496

        Total                                                                                                      66.798.945.694     65.170.062.896

        Tidak ada jaminan yang diberikan oleh Kelompok Usaha sehubungan dengan hutang usaha - pihak ketiga tersebut.

13. BEBAN AKRUAL
    Akun ini terdiri dari:
                                                                                                                     2023                 2022
                                                                                                                (30 September)       (31 Desember)

        Bunga                                                                                                      22.475.015.035     22.651.434.822
        Peledakan                                                                                                   1.657.733.574                  -
        Kesejahteraan karyawan                                                                                      1.116.955.451      1.994.614.906
        Jasa tenaga ahli                                                                                              332.000.000        458.000.000
        Lain-lain                                                                                                   1.059.612.895         43.029.072

        Total                                                                                                      26.641.316.955     25.147.078.800


14. PERPAJAKAN
    a. Pajak Dibayar di Muka
        Akun ini terdiri dari:
                                                                                                                     2023                 2022
                                                                                                                (30 September)       (31 Desember)

        Taksiran tagihan pajak penghasilan :
            Tahun 2023                                                                                              5.109.441.049                  -
            Tahun 2022                                                                                              8.673.252.510      8.673.252.510
            Tahun 2021                                                                                                          -     11.241.796.756
        Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)                                                                            30.108.766.152     16.947.602.050

        Total                                                                                                      43.891.459.711     36.862.651.316


    b. Utang Pajak
        Akun ini terdiri dari:
                                                                                                                     2023                 2022
                                                                                                                (30 September)       (31 Desember)

        Pajak penghasilan:
            Pasal 15                                                                                                           -             108.000
            Pasal 21                                                                                                   539.225.602       442.528.128
            Pasal 23                                                                                                    71.357.113       241.508.060
            Pasal 4 (2) - Final                                                                                            904.061            54.254
        Pajak Pertambahan Nilai                                                                                         49.500.000        49.500.000

        Total                                                                                                          660.986.776       733.698.442




                                                                                  28
Page 32
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN - LANJUTAN
    c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
        Rincian manfaat pajak penghasilan - neto adalah sebagai berikut:
                                                                                                                       2023                   2022
                                                                                                                  (30 September)         (30 September)

        Perusahaan                                                                                                                 -         1.749.051.746
        Entitas Anak
            ACP                                                                                                        (424.113.512)         4.177.185.283

        Jumlah                                                                                                         (424.113.512)         5.926.237.029

    d. Pajak Penghasilan Badan
        Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan rugi fiskal Perusahaan untuk sembilan
        bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
                                                                                                                       2023                   2022
                                                                                                                  (30 September)         (30 September)

        Rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi
           komprehensif konsolidasian                                                                               (45.978.767.825)       (70.235.280.532)
        Rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi
           Entitas Anak dan eliminasi konsolidasi                                                                   (47.295.297.281)       (58.121.103.352)

        Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan - Perusahaan                                                            1.316.529.456        (12.114.177.180)


        Beda tetap:
           Beban yang berhubungan dengan penghasilan
              yang telah dikenakan pajak bersifat final                                                                  48.346.132             83.107.440
           Penghasilan yang telah dikenakan pajak yang bersifat final                                                        (1.787)                (2.014)

        Taksiran rugi fiskal                                                                                          1.364.873.801        (12.031.071.756)

        Akumulasi rugi fiskal periode sebelumnya                                                                    (22.208.092.600)       (31.350.842.796)

        Akumulasi rugi fiskal - saldo akhir                                                                         (20.843.218.799)       (43.381.914.552)


    e. Pajak Penghasilan Tangguhan
        Rincian liabilitas pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
                                                                                              30 September 2023

                                                                         (Manfaat) beban        Penghasilan
                                                    Saldo awal          pajak penghasilan     komprehensif lain    Penyesuaian             Saldo akhir

        Liabilitas pajak tangguhan
           Perusahaan
                Aset tetap                                        -                       -                   -                    -                     -
                Diskonto aset keuangan                (404.851.167)                       -                   -                    -          (404.851.167)
                Cadangan kerugian
                  penurunan nilai                   (29.300.915.553)                      -                   -                    -       (29.300.915.553)
           Entitas Anak                                                                                                                                  -
              Liabilitas imbalan kerja               (8.373.422.677)          489.878.712                     -                    -         (7.883.543.965)
              Aset sewa pembiayaan                   69.502.350.652            11.224.603                     -                    -        69.513.575.255
              Cadangan kerugian
                 penurunan nilai                      (185.652.925)                     -                     -                    -          (185.652.925)
              Aset hak-guna                            (59.880.957)           (76.989.803)                    -                    -          (136.870.760)
        Total Liabilitas Pajak
           Tangguhan                                 31.177.627.373           424.113.512                     -                    -        31.601.740.885




                                                                                     29
Page 33
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN - LANJUTAN
                                                                                             31 Desember 2022

                                                                        (Manfaat) beban        Penghasilan
                                                    Saldo awal         pajak penghasilan     komprehensif lain      Penyesuaian          Saldo akhir

        Liabilitas pajak tangguhan
           Perusahaan
                Aset tetap                            1.749.051.746       (1.749.051.746)                     -                     -                 -
                Diskonto aset keuangan               (1.160.914.891)         756.063.724                      -                     -      (404.851.167)
                Cadangan kerugian
                  penurunan nilai                   (28.521.180.078)        (779.735.475)                     -                     -    (29.300.915.553)
            Entitas Anak                                                                                                                               -
               Liabilitas imbalan kerja              (9.772.774.539)       1.039.773.540           359.578.322                      -     (8.373.422.677)
               Aset sewa pembiayaan                  75.108.443.369       (5.606.092.717)                     -                     -    69.502.350.652
               Cadangan kerugian
                  penurunan nilai                     (155.358.161)           (30.294.764)                    -                     -      (185.652.925)
               Aset hak-guna                          (922.279.815)          862.398.858                      -                     -       (59.880.957)
        Total Liabilitas Pajak
           Tangguhan                                 36.324.987.631       (5.506.938.580)          359.578.322                      -    31.177.627.373

        Rincian akumulasi rugi fiskal yang dapatdikompensasi Kelompok Usaha untuk adalah sebagaiberikut:
                                                                                                                        2023                 2022
                                                                                                                   (30 September)       (31 Desember)

        Perusahaan                                                                                                   20.843.218.799      35.298.793.575
        Entitas Anak
            PT Adikarsa Alam Resources (AKAR)                                                                           202.018.820         201.208.820
            PT Adibrata Cipta Pertiwi (ACP) - dahulu bernama PT Ricobana (RB)                                           803.527.929         798.619.780
            PT Ricobana Abadi (RBA)                                                                                 257.551.836.684     238.989.093.474
            PT Troposfir Pancar Sejati (TPS)                                                                            121.882.180         121.512.180
            PT Troposfir Mega Raya (TMR)                                                                                124.564.461         123.874.461
            PT Delta Samudra (DS)                                                                                       781.830.034         782.100.034

        Total                                                                                                       280.428.878.907     276.315.202.324

        Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha, tidak mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari akumulasi rugi fiskal
        yang dapat dikompensasikan, mengingat manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti yang memadai bahwa rugi fiskal yang belum digunakan
        dapat dimanfaatkan sebelum kedaluwarsanya.

    f. Perubahan Peraturan Pajak
        Perubahan tarif pajak
        Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 (“Perpu No.1 2020”)
        yang kemudian disahkan menjadi UU No. 2 Tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk menangani pandemi
        Corona virus disease 2019 (“Covid-19”). Melalui peraturan ini, Pemerintah memutuskan beberapa kebijakan baru dan salah satunya terkait dengan
        penyesuaian tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebagai berikut:
        -   Tarif pajak penghasilan sebesar 22% yang berlaku pada tahun pajak 2020 dan 2021; dan
        -   Tarif pajak penghasilan sebesar 20% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan selanjutnya

        Undang - Undang harmonisasi perpajakan
        Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah Republik Indonesia memberlakukan Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU-HPP”) yang
        secara garis besar memuat enam ketentuan sebagai berikut:
        1. Perubahan UU Pajak Penghasilan (“PPh”) Poin-poin perubahan diantaranya adalah sebagai berikut:
            -   Penyesuaian kebijakan penurunan tarif PPh Badan yang ditetapkan pada tarif 22% mulai tahun 2022;
            -   Penambahan Objek PPh final Pasal 4 (2);
            -   Penyesuaian ketentuan penyusutan dan amortisasi;

        2. Perubahan UU Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) Poin perubahan diantaranya adalah kenaikan tarif PPN yang dilakukan secara bertahap:
            -   11% berlaku 1 April 2022;
            -   12% berlaku paling lambat 1 Januari 2025;




                                                                                    30
Page 34
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN - LANJUTAN
    f. Perubahan Peraturan Pajak - Lanjutan
        Undang - Undang harmonisasi perpajakan - lanjutan
        3. Perubahan UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (“KUP”)
        4. Program Pengungkapan Sukarela
        5. Pajak Karbon
        6. Perubahan UU Cukai
        Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal 29 Oktober 2021.
        Dengan berlakunya UU ini maka Ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 mengenai penurunan tarif pajak penghasilan
        wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 20% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

        Insentif pajak
        Pada tanggal 16 Juli 2020, Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (“PMK”)
        No.86/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak Bagi Wajib Pajak yang terkena dampak Covid-19. Berdasarkan peraturan tersebut, pajak yang diberikan
        insentif adalah PPh Pasal 21, PPh Final berdasarkan atas PP No. 23 Tahun 2018, impor PPh Pasal 22, Angsuran PPh Pasal 25 dan Pajak Pertambahan
        Nilai. Peraturan mengenai insentif perpajakan bagi wajib pajak yang terkena dampak Covid-19 telah beberapa kali diubah, terakhir melalui PMK No.
        9/PMK.03/2021 yang diubah dengan PMK Nomor 149/PMK.03/2021 yang berlaku efektif mulai tanggal 26 Oktober 2021 hingga 2 Februari 2022.
        Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (“PMK”) No. 3/PMK.03/2022, Pemerintah Republik Indonesia kembali memperpanjang jangka waktu
        berlakunya insentif pajak untuk wajib pajak terdampak Covid-19, kecuali, untuk PPh pasal 21 sampai dengan tanggal 30 Juni 2022 atau untuk masa pajak
        Januari hingga Juni 2022. Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 25 Januari 2022. Pada saat PMK ini mulai berlaku, PMK No. 9/PMK.03/2021
        sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan PMK No.149/PMK.03/2021, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

        Peraturan Pemerintah untuk Undang - Undang Cipta Kerja
        Pada tanggal 16 Februari 2021, Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 9 Tahun 2021 telah diterbitkan perlakuan perpajakan untuk mendukung kemudahan
        berusaha serta mendukung percepatan implementasi kebijakan strategis di bidang perpajakan sebagaimana telah diatur dalam UU Cipta Kerja. Ruang
        lingkup pengaturan dalam PP ini meliputi perlakuan perpajakan untuk :
        -   Perlakuan perpajakan di bidang Pajak Penghasilan antara lain pengaturan dividen atau penghasilan lain yang dikecualikan dari objek Pajak
            Penghasilan berlaku untuk yang diterima atau diperoleh oleh Wajib Pajak orang pribadi dan badan dalam negeri sejak diundangkannya Undang-
        -   Perlakuan perpajakan di bidang Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah antara lain
            pengaturan kedudukan nomor induk kependudukan dipersamakan dengan Nomor Pokok Wajib Pajak dalam rangka pembuatan Faktur Pajak dan
            pengkreditan Pajak Masukan bagi Pengusaha Kena Pajak pembeli orang pribadi; dan
        -   Perlakuan perpajakan di bidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan antara lain perubahan sanksi administratif dalam pengungkapan
            ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan pada saat Pemeriksaan dari 50% (lima puluh persen) menjadi tarif bunga berdasarkan suku bunga
            acuan dengan jangka waktu maksimal 24 (dua puluh empat) bulan, dan pengungkapan ketidakbenaran perbuatan dari 150% ( seratus lima puluh
            persen) menjadi 100% (seratus persen), serta permintaan penghentian Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan dari denda sebesar 4 (empat)
            kali jumlah pajak menjadi 3 (tiga) kali jumlah pajak.
        Pada tanggal 17 Februari 2021, sebagai ketentuan lebih lanjut, Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (“PMK”)
        Nomor 18/PMK.03/2021 mengenai Pelaksanaan UU No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja di Bidang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan
        Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Serta Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan.

        Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU) No. 2 Tahun 2022
        Pada tanggal 30 Desember 2022, Presiden Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU) No. 2 Tahun 2022
        dimana bentuk regulasi dan inti pengaturan dari Perpu tersebut adalah menulis ulang UU Cika dikurangi pasal-pasal yang telah diubah dengan UU HPP,
        disusun dengan metode Omnibus dan mencabut UU No. 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja: Latar belakang diterbitkannya Perpu tersebut diantaranya
        adalah:
        -   Terdapat pengujian formil Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cika) ke Mahkamah Konstitusi dan berdasarkan putusan
            nomor 91/PUU-XVIII/2020 yang diucapkan tanggal 25 November 2021 ditetapkan amar putusan, antara lain:
            a. pembentukan UU Cika bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak
               dimaknai tidak dilakukan perbaikan dalam waktu 2 tahun sejak putusan diucapkan;
            b. UU Cika masih tetap berlaku sampai dengan dilakukan perbaikan sesuai tenggang waktu yang ditetapkan; dan
            c. Pemerintah harus melakukan perbaikan dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak putusan diucapkan.
        -   Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut ditindaklanjuti dengan:
            a. Penetapan UU No. 13 Tahun 2022 sebagai perubahan kedua UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang undangan yang
               antara lain mengatur metode omnibus dan memperjelas partisipasi masyarakat dalam pembentukan peraturan perundang undangan;
            b. Meningkatkan partisipasi masyarakat (meaningful participation) yakni hak untuk didengarkan pendapatnya, hak untuk dipertimbangkan
               pendapatnya, dan hak untuk mendapatkan penjelasan atas pendapat yang diberikan, dalam pembentukan regulasi;




                                                                                  31
Page 35
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN - LANJUTAN
    f. Perubahan Peraturan Pajak - Lanjutan
        Peraturan Pemerintah untuk Undang - Undang Cipta Kerja - Lanjutan
            c. Menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perpu). Pada prinsipnya, perbaikan
               tersebut tidak mengubah substansi yang telah diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja, sehingga Perpu harus dibaca dan dimaknai sama dengan
               UndangUndang yang saat ini berlaku (konteks perpajakan).
        -   Perpu juga diterbitkan dengan mempertimbangkan dinamika global yang disebabkan terjadinya kenaikan harga energi dan harga pangan, perubahan
            iklim (climate change), dan terganggunya rantai pasokan (supply chain) telah menyebabkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi dunia dan
            terjadinya kenaikan inflasi yang akan berdampak secara signifikan kepada perekonomian nasional yang harus direspons dengan standar bauran
            kebijakan untuk peningkatan daya saing dan daya tarik nasional bagi investasi melalui transformasi ekonomi yang dimuat dalam Undang-Undang
            tentang Cipta Kerja, sehingga kebijakan tersebut menjadi sangat penting dan urgen.

    g. Surat Ketetapan Pajak
        RBA
        Berdasarkan SKPLB No. 00043/407/20/038/21, pada tanggal 27 Desember 2021, RBA menerima SKPLB untuk tahun fiskal 2020 atas PPN sebesar Rp
        5.989.448.035. RBA menerima klaim pajak tersebut pada tanggal 7 Februari 2022, Perusahaan menerima klaim pajak.
        Berdasarkan SKPLB No. 00015/406/19/038/21, pada tanggal 25 Maret 2021, Perusahaan menerima SKPLB untuk tahun fiskal 2019 atas Pajak Badan
        (PPh 29) sebesar Rp 9.374.507.992.
        Pada tanggal 27 Juli 2022, RBA (Entitas Anak) menerima Surat Ketetapan Pajak untuk tahun pajak 2020 berupa Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
        (SKPLB) untuk Pajak Penghasilan Badan dengan nilai sebesar Rp. 5.982.474.770, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) untuk Pajak
        Penghasilan Pasal 21, 23, Pasal 4 ayat 2 dan Bea Materai dengan nilai kurang bayar sebesar Rp. 209.426.027.
        Pada tanggal 21 November 2022, RBA (Entitas Anak) menerima SKPLB untuk tahun fiskal 2021 atas Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (PPN)
        sebesar Rp9.476.576.832 dan Surat Tagihan Pajak (STP) atas Pajak Penghasilan pasal 21 dan PPN sebesar Rp5.167.106. RBA menerima klaim pajak
        tersebut pada tanggal 16 Desember 2022
        Pada tanggal 26 Juli 2023, RBA (Entitas Anak) menerima SKPLB untuk tahun fiskal 2021 atas Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp11.241.580.780 dan
        Surat Tagihan Pajak (STP) atas Pajak Penghasilan pasal 21 dan Pajak Penghasilan Pasal 23 sebesar Rp244.086.060. RBA menerima klaim pajak tersebut
        pada tanggal 18 Agustus 2023.

15. UTANG BANK JANGKA PANJANG
    Perusahaan memiliki hutang bank jangka panjang dengan pihak ketiga dengan rincian sebagai berikut:
                                                                                                                       2023                 2022
                                                                                                                  (30 September)       (31 Desember)

    PT Bank Capital Indonesia Tbk                                                                                   160.247.279.885     162.357.969.615
    Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                                                       (160.247.279.885)   (162.357.969.615)

    Bagian jangka panjang                                                                                                          -                   -

    PT Bank Capital Indonesia Tbk
    Pada bulan Maret 2015, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Aksep (PA) sebesar Rp 100.000.000.000, yang digunakan untuk pembiayaan modal kerja
    dengan jangka waktu satu tahun.
    Pada tanggal 30 Mei 2016, Perusahaan dan Bank Capital sepakat merubah fasilitas di atas dengan perubahan sebagai berikut:
    -   PA berjangka pendek menjadi PA berjangkasebesar $AS 17.000.000
    -   Jangka waktu pinjaman dari 9 Juni 2016 - 9 Juni2019
    -   Jadwal pembayaran pokok pinjaman:
            Tahun pertama : nihil (grace period)
            Tahun kedua     : sebesar $AS 3.800.000
            Tahun Ketiga    : sebesar $AS 13.200.000
    Perusahaan wajib membayar bunga sebesar 10% per tahun, provisi nihil, dan bank administrasi sebesar Rp 25.000.000.
    Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, saldo utang bank masing-masing sebesar Rp160.247.279.885 dan 162.357.969.615.




                                                                                  32
Page 36
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PANJANG - LANJUTAN
    Kelompok Usaha memberikan jaminan tambahan sebagai berikut:
    1. Tanah kosong Sertifikat Hak Milik No. 2.791 (2.229 m2), No. 847 (6.527 m2), No. 864 (3.250 m2), No. 1475 (3.306 m2), No. 3092 (3.486 m2)
       Kelurahan Gunung Pati, Kecamatan Gunung Pati, Semarang atas nama Wijaya Mulia.
    2. 100% saham PT Gunung Berkat Utama, dengan perincian sebagai berikut:
        -   Gadai Saham PT Gunung Berkat Utama yang dimiliki o1eh PT Bengalon karya Bara sebanyak 900 lembar saham senilai Rp 900.000.000.
        -   Gadai Saham PT Gunung Berkat Utama yang dimiliki o1eh PT Adikarsa Alam Resources sebanyak 600 lembar saham senilai Rp 600.000.000.
    3. 100 % saham PT Electra Grand Mining, dengan perincian sebagai berikut:
        -   Gadai Saham PT Electra Grand Mining yang dimiliki o1eh Freddy Gunawan sebanyak 875 lembar saham senilai Rp 875.000.000.
        -   Gadai Saham PT Electra Grand Mining yang dimiliki o1eh Dwi Hendra sebanyak 125 lembar saham senilai Rp 125.000.000.
    4. 1 unit mobil Aston Martin BD5 tahun 2009, Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor No. F8707532G atas nama Wijaya Mulia dengan Nomor Polisi
       B3RDY.
    5. Perjanjian Pengikatan Jual Beli (“PPJB”) 1 unit apartemen Gandaria 1 Park Residence Menara B lantai 10 unit tipe E 3BR.
    Pada tanggal 29 Agustus 2018, berdasarkan persetujuan restrukturisasi, fasilitas kredit mengalami perubahan dalam hal jangka waktu fasilitas tersebut
    menjadi 48 bulan terhitung sejak tanggal 7 September 2018 hingga jatuh tempo pada 7 Agustus 2022, dan perubahan suku bunga menjadi 7% per tahun.
    Pada tanggal 9 Maret 2020, Perusahaan mengajukan permohonan perpanjangan jangka waktu fasilitas menjadi 64 bulan kedepan dengan pembayaran sebagai
    berikut:
    •   Bulan 1-12: pembayaran bunga saja sebesar 4% p.a.
    • Bulan 13-36: Pembayaran angsuran (Bunga + Pokok) sebesar $AS 225.000 + kekurangan pembayaran bunga sebesar 3% di bulan 1-12 yang diangsur 24
      kali angsuran.
    • Bulan 37-64 : Pembayaran angsuran (Bunga + Pokok) sebesar $AS 225.000 (Angsuran bulan 64 sebesar sisa saldo yang belum terbayar).
    Sehubungan dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam perjanjian pinjaman bank antara Perusahaan dengan Bank Capital dimana
    Perusahaan wajib membayar bunga kepada Bank setiap bulan pada tiap tanggal 25 dan wajib membayar kembali seluruh pinjaman kepada Bank pada saat
    tanggal jatuh tempo. Dan jika Perusahaan lalai dalam membayar jumlah, baik jumlah utang pokok, bunga, provisi, biaya-biaya, denda dan/atau jumlah lain
    yang terutang dan wajib dibayar oleh Perusahaan kepada Bank pada waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian tersebut menjadi jatuh tempo dan wajib
    dibayar oleh Perusahaan secara seketika dan sekaligus lunas.
    Pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan tidak melakukan pembayaran bunga secara rutin tiap bulan kepada Bank Capital. Sehingga
    Perusahaan melanggar syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi oleh Perusahaan sehingga pinjaman ke Bank Capital pada tanggal 31
    Desember 2020 menjadi jatuh tempo dan wajib dibayar oleh Perusahaan secara seketika dan sekaligus. Dan sejak tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan
    telah mengklasifikasikan pinjaman ke Bank Capital pada klasifikasi jangka pendek.
    Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, akrual beban bunga Perusahaan ke Bank Capital masing-masing sebesar Rp 22.475.015.035.

16. MEDIUM TERM NOTES
    RBA, entitas anak, menerbitkan Medium Term Notes (“MTN”) sebesar Rp 400.000.000.000 dengan PT Garuda Nusantara Sekuritas selaku “Arranger”.
    Medium Term Notes (MTN) diterbitkan pada tanggal 20 Desember 2017, terdaftar di Bursa Efek Indonesia, telah jatuh tempo pada tanggal 20 Desember
    2022. Tingkat suku bunga sebesar 11,25% per tahun dan dibayarkan per 3 bulan.
    Pada tanggal 05 Januari 2023, PT Pemeringkat Efek Indonesia ("Pefindo") melakukan pemantauan khusus dengan memberikan peringkat
    "idCCC/CreditWatch"atas MTN untuk periode dari tanggal 04 Januari 2023 sampai dengan tanggal 04 April 2023.
    Selanjutnya, pada tanggal 24 Maret 2023, PT Pemeringkat Efek Indonesia ("Pefindo") kembali melakukan pemantauan khusus dengan memberikan peringkat
    "idCCC/CreditWatch" atas MTN I Ricobana Abadi Tahun 2017 untuk periode dari tanggal 21 Maret 2023 sampai dengan tanggal 21 Juni 2023.
    Semua MTN diterbitkan di Indonesia dan dalam mata uangRupiah
    Seluruh utang MTN Perusahaan adalah tanpa jaminan.
    Dana yang diperoleh dari penerbitan MTN, setelah dikurangi biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk melunasi utang Penerbit kepada Cheviot
    Investment Ltd
    Berdasarkan perjanjian penerbitan MTN, RBA entitas anak diwajibkan untuk mematuhi pembatasan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan usaha
    Perusahaan, mencakup pembatasan untuk tidak melakukan transaksi dengan nilai yang melebihi batas tertentu atau diluar syarat yang telah disetujui, antara
    lain penjualan dan pengalihan aktiva tetap, penggabungan usaha, akuisisi, perubahan bidang usaha utama Perusahaan, mengurangi modal Perusahaan, dan
    mengajukan pailit.
    Pada tanggal 16 Desember 2022, Perusahaan menerbitkan surat dengan No.061/RBA-DIR/XII/2022 perihal permohonan restrukturisasi kewajiban
    pembayaran bunga dan pokok MTN I Ricobana Abadi 2017 kepada PT MNC Asset Management yang berisi, permohonan atas kewajiban MTN I Ricobana
    Abadi 2017 yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Desember 2022 sebesar Rp 400.000.000.000 dan bunga sebesar Rp 11.250.000.000, untuk dapat di
    restrukturisasi mengingat dalam 2 tahun terakhir Perusahaan masih mengalami kerugian dan belum dapat membukukan laba semenjak pandemi Covid-19 di
    Indonesia.




                                                                                  33
Page 37
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. MEDIUM TERM NOTES - LANJUTAN
    Adapun permohonan restrukturisasi yang hendak di ajukanPerusahaan adalah sebagai berikut :
    1. Perpanjangan jangka waktu pelunasan sampai dengan 20 Desember 2029 (7 tahun).
    2. Pembayaran bunga yang jatuh tempo di 20 Desember 2022 sebesar Rp11.250.000.000 akan dibayarkan di 20 Desember 2022 sebesar Rp5.625.000.000
       dan sisanya di 30 Maret 2023.
    3. Penurunan tingkat suku bunga atas MTN I Ricobana Abadi 2017
    4. Pembayaran bunga restrukturisasi seluruhnya dilakukan di akhir yakni 20 Desember 2029; dan
    5. Pelunasan pokok MTN I Ricobana Abadi 2017 dilakukan secara bertahap
    Pada tanggal 19 Desember 2022, Perusahaan menerima surat dari PT MNC Asset Management, dengan nomor surat No.204/MNCAM/DIR/XII/2022 perihal
    tanggapan permohonan restrukturisasi, yang berisi menindaklanjuti surat PT Ricobana Abadi No.061/RBA-DIR/XII/2022 tanggal 16 Desember 2022,
    bahwasanya PT MNC Asset Management mempertimbangkan proposal restrukturisasi yang disampaikan dalam surat tersebut, dengan senantiasa tunduk
    kepada persetujuan/arahan dari pemegang unit penyertaan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
    Pada tanggal 29 Desember 2022, Perusahaan menerbitkan surat dengan nomor surat No.064/RBA-DIR/XII/2022 perihal surat tanggapan permohonan
    restrukturisasi, yang berisi mengajukan perpanjangan waktu sampai dengan 90 hari ("Masa Penangguhan") sejak tanggal 20 Desember 2022 untuk
    menyelesaikan proses restrukturisasi MTN I Ricobana Abadi Tahun 2017 dan oleh karenanya memohon agar RBA tidak dinyatakan telah lalai dalam
    membayar pokok MTN I Ricobana Abadi Tahun 2017 mengingat pernyataan lalai tersebut dapat mempengaruhi proses restrukturisasi.
    Oleh karenanya selama masa penangguhan sampai dengan restrukturisasi MTN I Ricobana Abadi Tahun 2017 disetujui, maka RBA dibebaskan dari
    kewajiban pembayaran bunga dan denda sebagaimana dimaksud pada Perjanjian MTN Awal.
    Pada tanggal 30 Desember 2022, Perusahaan kembali menerima surat dari PT MNC Asset Management, dengan nomor surat
    No.216/MNCAM/DIR/XII/2022 perihal surat tanggapan masa penangguhan, yang berisi menyetujui permohonan perpanjangan waktu (Masa Penangguhan)
    sampai dengan 90 hari sejak tanggal 20 Desember 2022, mengingat diperlukannya waktu untuk berkoordinasi dengan pemegang unit penyertaan dan/atau
    Otoritas Jasa Keuangan, dan pihak terkait lainnya, sehubungan dengan proses restrukturisasi.
    Pada tanggal 20 Januari 2023, Perusahaan kembali menerbitkan surat yang ditujukan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, perihal surat
    pemberitahuan pembelian kembali sebagian MTN I Ricobana Abadi Tahun 2017 oleh PT Ricobana Abadi, yang berisi bahwa pada tanggal 16 Desember
    2022 RBA telah membeli kembali sebagian MTN I Ricobana Abadi Tahun 2017 sebesar Rp20.947.500.000 (dua puluh miliar sembilan ratus empat puluh
    tujuh juta rupiah) dari jumlah pokok MTN sebesar Rp400.000.0000.000 (empat ratus miliar rupiah). sehingga, jumlah pokok MTN I Ricobana Abadi Tahun
    2017 menjadi sebesar Rp379.052.500.000.
    Pada tanggal 14 Maret 2023, Perusahaan kembali menerbitkan surat, dengan nomor surat No.015/RBADIR/III/2023 perihal surat perpanjangan masa
    penangguhan, yang berisi permohonan perpanjangan masa penangguhan selama 90 hari sejak tanggal 20 Maret 2023 untuk menyelesaikan proses
    restrukturisasi MTN I Ricobana Abadi Tahun 2017
    Pada tanggal 16 Maret 2023, Perusahaan kembali menerima surat dari PT MNC Asset Management, dengan nomor surat No.074/MNCAM/DIR/III/2023
    perihal surat tanggapan perpanjangan masa penangguhan, yang berisi terkait permohonan perpanjangan masa penangguhan selama 90 hari sejak tanggal 20
    Maret 2023, pada prinsipnya dapat dilakukan, mengingat belum adanya tanggapan dari Kejaksaan Agung RI atau OJK.
    Pada tanggal 12 Juni 2023, Perusahaan mengajukan perpanjangan 90 hari masa remedy sejak tanggal 20 Juni 2023 melalui Surat No.026/RBA-DIR/VI/2023
    dimana atas surat tersebut telah mendapat tanggapan berupa persetujuan perpanjangan 90 hari, masa remedy melalui Surat No 137/MNCAM/DIR/VI/2023
    tanggal 15 Juni 2023.
    Pada tanggal 12 September 2023, Perusahaan mengajukan perpanjangan 90 hari masa remedy sejak tanggal 20 September 2023 melalui Surat No.042/RBA-
    DIR/IX/2023 dimana atas surat tersebut telah mendapat tanggapan berupa persetujuan perpanjangan 90 hari, masa remedy melalui Surat No
    207/MNCAM/DIR/IX/2023 tanggal 13 September 2023.
    Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian, proses restrukturisasi MTN I Ricobana Abadi 2017 tersebut, masih dalam proses.
    Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, saldo utang MTN adalah masing-masing sebesar Rp 379.052.500.000.

17. LIABILITAS SEWA
    Rincian hutang sewa pembiayaan berdasarkan kreditur adalah sebagai berikut:
                                                                                                                      2023                      2022
                                                                                                                 (30 September)            (31 Desember)

        PT Surya Artha Nusantara Finance                                                                            8.566.331.928           19.839.824.127
        PT Indomobil Finance                                                                                        3.803.439.120            6.306.846.260
        PT Caterpillar Finance Indonesia                                                                            1.445.001.583            3.801.397.685
        PT Bank Central Asia Tbk                                                                                    1.892.462.690            1.952.005.302
        PT Pool advista                                                                                             2.037.767.904                        -

    Jumlah                                                                                                         17.745.003.225           31.900.073.374
    Dikurangi bagian yang jatuh tempo
       dalam satu tahun                                                                                            (14.840.383.614)         (22.281.699.125)

    Bagian jangka panjang                                                                                           2.904.619.611            9.618.374.249




                                                                                  34
Page 38
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. LIABILITAS SEWA - LANJUTAN
    Rincian pembayaran hutang sewa pembiayaan minimum pada masa yang akan datang berdasarkan perjanjian-perjanjian sewa tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                                                                      2023                    2022
                                                                                                                 (30 September)          (31 Desember)

    Sampai dengan satu tahun                                                                                       15.992.825.086          25.009.878.497
    Lebih dari satu tahun dan kurang dari dua tahun                                                                 2.829.619.474           8.913.739.799
    Lebih dari tiga tahun                                                                                             203.800.545           1.376.915.831

    Jumlah                                                                                                         19.026.245.105          35.300.534.127
    Dikurangi bagian bunga                                                                                          (1.281.241.880)        (3.400.460.753)

    Bersih                                                                                                          17.745.003.225         31.900.073.374
    Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                                                       (14.840.383.614)       (22.281.699.125)

    Bagian jangka panjang                                                                                            2.904.619.611          9.618.374.249

    Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, utang sewa pembiayaan meliputi kontrak sewa yang ditandatangani masing-masing oleh RBA,
    dengan lessor pihak ketiga.
    Kelompok Usaha melakukan perjanjian sewa dengan berbagai lessor seperti tersebut di atas atas alat berat dengan masa sewa selama 3 - 4 tahun dan akan
    jatuh tempo pada tanggal yang berbeda-beda hingga tahun 2024. Tingkat bunga efektif rata-rata tahun 2022 dan 2021 adalah masing-masing sebesar 12,00% -
    14,00%.
    Pada bulan Mei 2022, sewa kantor menara citicon berakhir dan selanjutnya Perusahaan memiliki kontrak sewa kantor di Ruko Puri Mutiara Sunter dengan
    jangka waktu sewa selama 2 tahun dengan nilai kontrak sebesar Rp 940.594.059.
    Berdasarkan perjanjian-perjanjian, jika Kelompok Usaha, sebagai lessee, lalai memenuhi liabilitas pembayaran kepada lessor, maka seluruh utang sewa
    pembiayaan yang terutang harus segera dibayar sebagian atau keseluruhan, atau aset sewa pembiayaan harus dikembalikan dan/atau akan diambil kembali
    oleh lessor serta perjanjian sewa dianggap berakhir. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha telah memenuhi seluruh
    persyaratan tersebut.
    Perusahaan memiliki kontrak sewa untuk bangunan yang digunakan dalam operasinya. Sewa bangunan umumnya memiliki jangka waktu sewa 3 tahun.
    Kewajiban Perusahaan atas sewa yang dimilikinya dijamin dengan hak penyewa atas aset yang disewakan.

18. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
    Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha mencatat kewajiban imbalan kerja untuk seluruh karyawan tetap yang berhak
    berdasarkan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 masing-masing sebesar Rp35.834.290.751 dan Rp 38.061.012.167.

19. MODAL SAHAM
    Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut :
        PEMEGANG SAHAM                                                                      Total saham            Persentase                Modal
                                                                                                                  kepemilikan          ditempatkan dan
                                                                                                                                         disetor penuh

        PT Trada Alam Minera Tbk                                                              6.537.292.419          52,30%               653.729.241.900
        PT Asabri (Persero)                                                                   1.014.086.000           8,11%               101.408.600.000
        Masyarakat (masing-masing kurang dari 5%)                                             4.948.007.363          39,59%               494.800.736.300

        Total                                                                                12.499.385.782           100%              1.249.938.578.200

    Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 , tidak terdapat anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang mempunyai saham Perusahaan.

    Pengelolaan modal
    Tujuan utama pengelolaan modal adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi
    pemegang saham.
    Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan
    struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau
    menerbitkan saham baru.
    Perusahaan mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit, yang dihitung melalui pembagian antara hutang neto dengan jumlah modal.
    Kebijakan Perusahaan adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan untuk mengamankan pendanaan
    terhadap biaya yang rasional.




                                                                                 35
Page 39
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. MODAL SAHAM - LANJUTAN
    Pengelolaan modal - lanjutan
    Utang neto meliputi seluruh pinjaman (utang bank, utang sewa pembiayaan dan utang pembiayaan konsumen) ditambah utang usaha - pihak ketiga, utang lain-
    lain serta beban masih harus dibayar dikurangi kas dan bank. Jumlah modal mencakup seluruh ekuitas sebagaimana yang disajikan dalam laporan posisi
    keuangan konsolidasian.
    Perhitungan rasio pengungkit adalah sebagai berikut
                                                                                                                        2023                    2022
                                                                                                                   (30 September)          (31 Desember)

        Utang usaha                                                                                                  66.798.945.694          65.170.062.896
        Utang lain-lain                                                                                              17.194.959.680           7.279.915.474
        Medium term notes                                                                                           379.052.500.000         379.052.500.000
        Beban akrual                                                                                                 26.641.316.955          25.147.078.800
        Utang bank jangka panjang                                                                                   160.247.279.885         162.357.969.615
        Liabilitas sewa                                                                                              17.745.003.225          31.900.073.374

        Jumlah                                                                                                      667.680.005.439         670.907.600.159

        Dikurangi kas dan bank                                                                                         7.364.759.380         11.586.108.505

        Utang neto                                                                                                  660.315.246.059         659.321.491.654

        Jumlah ekuitas                                                                                              148.747.674.993         195.150.556.330

        Rasio pengungkit                                                                                                         4,44                   3,38


20. TAMBAHAN MODAL DISETOR - NETO
    Rincian tambahan modal disetor-neto pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
        Agio saham :
                 Penawaran umum terbatas I                                                                                                  250.000.000.000
                 Waran Seri I                                                                                                                53.959.820.259
        Biaya penerbitan saham
            Penawaran umum perdana                                                                                                           (11.622.799.033)
           Penawaran umum terbatas I                                                                                                          (3.468.143.216)
        Selisih nilai transaksi entitas sepengendali                                                                                         (28.990.531.159)

    Neto                                                                                                                                    259.878.346.851

    Saldo agio saham berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari penawaran umum perdana saham atas 500.000.000 lembar saham kepada masyarakat pada
    harga Rp 600 per saham dengan nilai nominalnya (Rp 100 per saham) sebesar Rp 250.000.000.000. Biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum
    tersebut adalah sebesar Rp 11.622.799.033.
    Saldo agio saham berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari pelaksanaan Waran Seri I atas 499.385.782 lembar saham kepada masyarakat pada harga
    Rp 100 per saham dengan nilai nominalnya (Rp 150 per saham) sebesar Rp 53.959.820.259.
    Pada tahun 2014, Perusahaan melakukan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Catatan 1b).
    Biayabiaya saham yang terkait langsung dengan penerbitan efek ekuitas Perusahaan dalam PUT I adalah sebesar Rp 3.468.143.216.
    Saldo selisih nilai kombinasi bisnis entitas sepengendali sebesar Rp 28.990.531.159 merupakan selisih antara antara biaya perolehan dengan nilai buku aset
    neto SMR, entitas anak, diperoleh melalui transaksi tanggal 17 Desember 2010 ketika Perusahaan melakukan penyertaan saham sebesar 94.700.000 saham
    sehingga menjadikan Perusahaan memiliki 99,68% kepemilikan saham di SMR.




                                                                                  36
Page 40
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PENDAPATAN
                                                                                                                     2023                   2022
                                                                                                                (Sembilan bulan)       (Sembilan bulan)

        Pihak ketiga                                                                                              247.595.586.209         309.557.904.872
        Pihak berelasi (Catatan 26)                                                                                             -          58.191.535.591

    Total                                                                                                         247.595.586.209         367.749.440.463

    Rincian penjualan berdasarkan jenis pengerjaannya adalah sebagai berikut:
                                                                                                                     2023                   2022
                                                                                                                (Sembilan bulan)       (Sembilan bulan)

        Jasa penambangan                                                                                          240.390.560.471         361.205.273.293
        Penyewaan alat berat                                                                                        4.472.025.738           6.544.167.170
        Lain-lain                                                                                                   2.733.000.000                       -

    Total                                                                                                         247.595.586.209         367.749.440.463

    Rincian penjualan kepada pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan konsolidasian adalah sebagai berikut:
                                                                                 Pendapatan                      Persentase terhadap total pendapatan

                                                                         2023                  2022                  2023                   2022
                                                                    (Sembilan bulan)      (Sembilan bulan)      (Sembilan bulan)       (Sembilan bulan)
        Pihak ketiga
           PT Berau Coal Energy                                       244.862.586.209      309.557.904.872                  98,90%                 84,18%
           CREI-CTCE-SGM Consortium                                     2.733.000.000                    -                   1,10%                    -
        Pihak berelasi                                                                                   -
           PT Gunung Bara Utama                                                       -     58.191.535.591                         -               15,82%

    Total                                                             247.595.586.209      367.749.440.463                   100%                    100%


22. BEBAN POKOK PENJUALAN
        Rincian atas beban produksi adalah sebagai berikut:
                                                                                                                     2023                   2022
                                                                                                                (Sembilan bulan)       (Sembilan bulan)

            Penyusutan                                                                                             75.870.302.265         102.635.248.408
            Gaji, upah dan tunjangan lain                                                                          70.579.022.325          89.734.334.751
            Pemeliharaan dan perbaikan                                                                             51.663.519.286          80.828.556.195
            Sewa                                                                                                   10.509.282.400          22.371.157.643
            Penambangan                                                                                            27.229.832.886          23.732.333.713
            Asuransi                                                                                                2.526.212.763           5.564.956.851
            Biaya kantor                                                                                            1.590.875.942           2.873.027.900
            Bahan bakar                                                                                               171.176.352              10.175.000
            Lain-lain                                                                                              24.316.498.116          28.445.242.915

        Beban pokok penjualan                                                                                     264.456.722.335         356.195.033.376

    Tidak terdapat pembelian dari dan/atau pembayaran kepada satu pemasok yang melebihi 10% dari total penjualan konsolidasian untuk periode sembilan bulan
    yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022.

23. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
    Akun ini terdiri dari :
                                                                                                                     2023                   2022
                                                                                                                (Sembilan bulan)       (Sembilan bulan)

        Penyusutan aset tetap (Catatan 9)                                                                          11.983.151.704          13.092.294.150
        Gaji, upah dan bonus                                                                                       21.079.617.636          23.569.173.877
        Jasa tenaga ahli                                                                                              991.428.524             274.282.133
        Lain-lain                                                                                                   2.926.006.930           3.242.546.494

        Total                                                                                                      36.980.204.794          40.178.296.654




                                                                                 37
Page 41
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. PENDAPATAN (BEBAN) USAHA LAINNYA
    Akun ini terdiri dari :
                                                                                                                  2023                   2022
                                                                                                             (Sembilan bulan)       (Sembilan bulan)

        Laba (rugi) penjualan aset tetap                                                                          9.200.445.288           3.054.154.206
        Laba (rugi) selisih kurs                                                                                  2.107.648.289         (10.094.154.512)
        Penghapusan aset tetap                                                                                         (597.917)           (114.247.409)
        Lain-lain - neto                                                                                           (595.213.908)          5.088.154.914

        Total                                                                                                    10.712.281.752          (2.066.092.801)


25. RUGI PER SAHAM
    Rincian rugi per saham adalah sebagai berikut:
                                                                                                                  2023                   2022
                                                                                                             (Sembilan bulan)       (Sembilan bulan)

    Rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan
      kepada pemilik entitas induk                                                                              (46.402.368.406)        (64.302.223.110)
    Rata-rata tertimbang saham yang beredar                                                                     12.499.385.782          12.499.385.782

    Rugi per saham dasar                                                                                                  (3,71)                     (5,14)


26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
    Transaksi dan sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
                          Pihak pihak berelasi                                     Sifat hubungan                   Sifat saldo akun/transaksi

    PT Alam Abadi Resources                                                               Afiliasi                       Piutang lain-lain
    PT Kalimantan Infra Gemilang                                                          Afiliasi                       Piutang lain-lain
    PT Gunung Bara Utama                                                                  Afiliasi                 Piutang usaha, utang lain-lain
    Dalam kegiatan usahanya, Kelompok Usaha melakukan beberapa transaksi dengan pihak-pihak berelasi yang dilakukan pada tingkat harga dan persyaratan
    tertentu.
    Rincian saldo yang timbul dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi di atas adalah sebagai berikut:
                                                                                                                   2023                    2022
                                                                                                              (30 September)          (31 Desember)

    Aset
    Piutang usaha (lihat Catatan 6)
       Rupiah
           PT Gunung Bara Utama                                                                                 20.706.246.101          20.706.246.101
    Penyisihan penurunan nilai                                                                                    (843.876.940)           (843.876.940)
    Subtotal                                                                                                    19.862.369.161          19.862.369.161
    Piutang lain-lain
       Rupiah
           PT Alam Abadi Resources                                                                                   20.669.790              20.669.790
           PT Kalimantan Infra Gemilang                                                                              86.929.078              86.929.078
    Penyisihan penurunan nilai                                                                                     (107.598.868)           (107.598.868)
    Subtotal                                                                                                                    -                        -
    Total                                                                                                       19.862.369.161          19.862.369.161
    Persentase terhadap jumlah aset konsolidasian                                                                        2,25%                      2,12%


                                                                                                                  2023                   2022
                                                                                                             (Sembilan bulan)       (Sembilan bulan)
    Pendapatan
        PT Gunung Bara Utama                                                                                                    -       35.022.914.050

        Persentase terhadap jumlah pendapatan konsolidasian                                                                     -                   25,92%


    Dewan direksi dan komisaris
    Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan merupakan personil manajemen kunci. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, kompensasi yang
    dibayar atau terutang pada manajemen kunci, yang seluruhnya merupakan imbalan kerja jangka pendek masing-masing adalah sebesar Rp 6.671.473.160 dan
    Rp 8.542.831.632, persentase terhadap jumlah beban terkait masing-masing adalah sebesar 32% dan 28%.



                                                                                     38
Page 42
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. INSTRUMEN KEUANGAN
    Kecuali untuk uang jaminan, piutang lain-lain, dan utang lain-lain, manajemen menganggap bahwa jumlah tercatat aset keuangan konsolidasian dan liabilitas
    keuangan yang diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya karena jangka waktu yang singkat atas instrumen keuangan
    tersebut.
    Perbandingan antara jumlah tercatat dan nilai wajar dari Kelompok Usaha atas utang jangka panjang, utang sewa pembiayaan dan utang pembiayaan
    konsumen pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
                                                                               30 September 2023                              31 Desember 2022

                                                                     Jumlah tercatat          Nilai wajar          Jumlah tercatat           Nilai wajar
    Liabilitas keuangan
       Medium Term Note                                               379.052.500.000        379.052.500.000         379.052.500.000         379.052.500.000
       Utang bank jangka panjang                                      160.247.279.885        160.247.279.885         162.357.969.615         162.357.969.615
       Liabilitas sewa                                                 17.745.003.225         15.986.489.392          31.900.073.374          28.738.804.841
       Utang lain-lain                                                 17.194.959.680         17.194.959.680           7.279.915.474           7.279.915.474

    Total Liabilitas keuangan                                         574.239.742.790        572.481.228.957         580.590.458.463         577.429.189.930

    Nilai wajar dari liabilitas keuangan tersebut diperkirakan sebagai nilai sekarang dari seluruh arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan tingkat
    bunga saat ini untuk instrumen dengan persyaratan yang sama, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama
    Nilai wajar uang jaminan diasumsikan sama dengan jumlah tercatatnya karena tidak memiliki jangka waktu pembayaran tetap meskipun tidak diharapkan
    akan ditagihkan dalam waktu 12 bulan setelah periode pelaporan.

28. MANAJEMEN TERHADAP RISIKO KEUANGAN
    Kelompok Usaha memiliki beberapa eksposur risiko terhadap instrumen keuangan dalam bentuk risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas.
    Kebijakan manajemen terhadap risiko keuangan dimaksudkan untuk meminimalisir potensi dan dampak keuangan merugikan yang mungkin timbul dari
    risiko-risiko tersebut.
    Berikut ini adalah ikhtisar tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Kelompok Usaha:

    a. Risiko kredit
        Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami
        kerugian keuangan
        Risiko kredit yang dihadapi oleh Kelompok Usaha berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan yang untuk saat ini cenderung terbatas. Untuk
        mengurangi risiko ini, Kelompok Usaha berusaha untuk memastikan pendapatan jasa dilakukan dengan menyeleksi pelangganpelanggan yang memiliki
        kondisi keuangan yang kuat serta reputasi yang baik. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi kemungkinan
        piutang yang tidak tertagih.
        Kelompok Usaha juga menghadapi risiko kredit yang berasal dari penempatan dana di bank dalam bentuk rekening lancar dan kas yang dibatasi
        penggunaanya. Untuk mengatasi risiko ini, Kelompok Usaha memiliki kebijakan untuk menempatkan dananya hanya di bank-bank yang mempunyai
        reputasi yang baik.
        Kelompok Usaha telah menempatkan kas dalam lembaga keuangan yang teratur dan terkemuka. Piutang usaha RBA terkonsentrasi kepada PT Berau Coal
        Energy dan PT Gunung Bara Utama. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat risiko kredit yang signifikan terkait dengan konsentrasi pelanggan ini
        karena PT Berau Coal Energy dan PT Gunung Bara Utama dianggap sebagai pihak yang layak kredit dengan eksposur minimal atas kerugian penurunan
        nilai.
        Eksposur maksimum atas risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari masing-masing kelas aset keuangan dalam laporan posisi keuangan
        konsolidasian. Kelompok Usaha tidak memiliki jaminan yang diterima terkait dengan risiko ini.

    b. Risiko pasar
        Risiko mata uang
        Kelompok Usaha melakukan transaksi bisnis dalam beberapa mata uang asing dan karena itu terkena risiko mata uang asing. Kelompok Usaha tidak
        memiliki kebijakan mata uang asing lindung nilai. Namun manajemen memonitor eksposur mata uang asing dan akan mempertimbangkan lindung nilai
        risiko mata uang asing yang signifikan harus diperlukan.

        Risiko suku bunga
        Risiko suku bunga adalah risiko di mana arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar.
        Eksposur atas risiko ini terutama terkait dengan utang bank dan medium term notes (Catatan 15 dan 16) . Pada tanggal 30 September 2023 dan 31
        Desember 2022, masing-masing saldo utang bank dan medium term notes Kelompok Usaha mencerminkan sekitar 72,7% dan 73% dari jumlah liabilitas.
        Kebijakan Kelompok Usaha adalah untuk meminimalkan eksposur suku bunga atas pinjaman yang digunakan untuk ekspansi usaha dan kebutuhan modal
        kerja. Untuk mencapai hal tersebut Kelompok Usaha secara teratur menilai dan memantau saldo kas dengan mengacu pada rencana bisnis dan operasi
        sehari-hari.
        Kelompok usaha tidak memiliki instrumen keuangan bunga mengambang yang berdampak terhadap arus kas risiko suku bunga.




                                                                                  39
Page 43
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. MANAJEMEN TERHADAP RISIKO KEUANGAN - LANJUTAN
    c. Risiko likuiditas
        Risiko likuiditas adalah risiko di mana Kelompok Usaha akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana guna memenuhi komitmennya atas instrumen
        keuangan.
        Pengelolaan terhadap risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara aset dan liabilitas keuangan, penerimaan tagihan yang
        tepat waktu, manajemen kas yang mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa periode ke depan serta memastikan ketersediaan pendanaan
        melalui komitmen fasilitas kredit.
        Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Kelompok Usaha berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada
        tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
                                                                                          30 September 2023

                                                    Kurang dari        1 - 2 tahun            lebih dari              Bunga                  Jumlah
                                                     1 tahun                                   2 tahun

        Utang usaha - pihak ketiga                   66.798.945.694                  -                     -                      -        66.798.945.694
        Utang lain-lain                              16.489.972.760                  -          704.986.920                       -        17.194.959.680
        Medium term note                            379.052.500.000                  -                     -                      -       379.052.500.000
        Beban akrual                                 26.641.316.955                  -                     -                      -        26.641.316.955
        Utang bank jangka panjang                   160.247.279.885                  -                     -                      -       160.247.279.885
        Liabilitas sewa                              15.992.825.086     2.829.619.474           203.800.545          (1.281.241.880)       17.745.003.225

        Jumlah                                      665.222.840.380     2.829.619.474           908.787.465          (1.281.241.880)      667.680.005.439


                                                                                          31 Desember 2022

                                                    Kurang dari        1 - 2 tahun            lebih dari              Bunga                  Jumlah
                                                     1 tahun                                   2 tahun

        Utang usaha                                  65.170.062.896                  -                     -                      -        65.170.062.896
        Utang lain-lain                               6.574.928.554                  -          704.986.920                       -         7.279.915.474
        Medium term note                            379.052.500.000                  -                     -                      -       379.052.500.000
        Beban akrual                                 25.147.078.800                  -                     -                      -        25.147.078.800
        Utang bank jangka panjang                   162.357.969.615                  -                     -                      -       162.357.969.615
        Liabilitas sewa                              25.009.878.497     8.913.739.799         1.376.915.831          (3.400.460.753)       31.900.073.374

        Jumlah                                      663.312.418.362     8.913.739.799         2.081.902.751          (3.400.460.753)      670.907.600.159


29. INFORMASI SEGMEN
    Segmen usaha dilaporkan dengan cara yang sesuai dengan pelaporan internal yang dipersiapkan untuk pembuat keputusan operasional. Pembuat keputusan
    operasi adalah pihak yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
    Pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal
    yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Kelompok Usaha
    dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
    Untuk periode sembilan (9) bulan dan tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha mengklasifikasikan
    pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitasnya ke dalam satu segmen, yaitu segmen jasa penambangan sebagai informasi segmen.

30. PERJANJIAN PENTING, IKATAN DAN KONTIJENSI
    Entitas Anak
    PT Delta Samudra (DS)
    a. Undang-undang Pertambangan No.4/2009
        Pada tanggal 16 Desember 2008, Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara yang baru (“Undang-
        undang Pertambangan”), yang telah disahkan oleh Presiden pada tanggal 12 Januari 2009 dan menjadi UU No. 4/2009. Sesuai dengan ketentuan dalam
        Undangundang Pertambangan tersebut, seluruh entitas anak yang bergerak di bidang penambangan batubara telah memperoleh Izin Usaha Pertambangan
        (“IUP”).
        Pada tanggal 1 Februari 2010, Presiden Republik Indonesia menandatangani dua peraturan pelaksanaan untuk Undang-Undang Pertambangan tersebut,
        yaitu PP No. 22/2010 dan No. 23/2010
        PP No. 22/2010 mengatur tentang pembentukan area pertambangan di Indonesia. PP No. 23/2010 menjelaskan lebih detil beragam tipe
        perizinanpertambangan yang ada sesuai dengan yang diatur dalam Undang-undang Pertambangan ini, dan menjelaskan syarat dan kondisi dasar yang
        harus dipenuhi oleh pihak yang mengajukan maupun pihak berwenang yang mengeluarkan izin pertambangan.




                                                                                  40
Page 44
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PERJANJIAN PENTING, IKATAN DAN KONTIJENSI - LANJUTAN
    Entitas Anak - Lanjutan
    PT Delta Samudra (DS) - Lanjutan
    a. Undang-undang Pertambangan No.4/2009 - lanjutan
        Pada tanggal 21 Februari 2012 dan 11 Januari 2014, Pemerintah Indonesia mengubah PP No. 23/2010 dengan menerbitkan PP No. 24/2012 dan PP No.
        1/2014, yang mengatur mengenai pengalihan IUP, divestasi dan wilayah pertambangan.
        Kelompok Usaha memonitor secara seksama perkembangan atas peraturan pelaksana dari UndangUndang Pertambangan tersebut dan akan
        mempertimbangkan dampaknya terhadap operasi Kelompok Usaha, jika ada, pada saat peraturan peraturan pelaksana ini diterbitkan.

    b. Peraturan Kehutanan
        Pada tanggal 10 Maret 2006, Menteri Kehutanan mengeluarkan Peraturan Menteri No. P.14/Menhut-II/2006 (”Peraturan Kehutanan 2006”) mengenai
        Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang menjelaskan mengenai izin untuk menggunakan hutan bukan untuk kegiatan hutan.
        Menurut Peraturan Kehutanan 2006, perusahaan dapat diberikan izin perhutanan untuk menggunakan area hutan bukan untuk kegiatan perhutanan
        (misalnya untuk kegiatan komersial), dibatasi dengan sejumlah syarat, untuk periode selama 5 tahun (dapat diperpanjang).
        Salah satu syarat signifikan berdasarkan Peraturan Kehutanan 2006 adalah untuk menyediakan lahan bukan hutan seluas dua kali dari luas hutan yang
        digunakan (lahan kompensasi). Lahan kompensasi kemudian harus dihutankan kembali/reboisasi.
        Atau sebagai alternatif, apabila dalam 2 tahun, perusahaan pemohon IPPKH tidak dapat menyediakan lahan kompensasi yang diminta, perusahaan harus
        membayarkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (”PNBP”) secara tahunan kepada Menteri Kehutanan sebesar 1% dari jumlah nilai produksi. Peraturan
        Kehutanan 2006 tidak menyebutkan bagaimana menentukan jumlah nilai produksi.
        Pada tanggal 10 Juli 2008, Peraturan Kehutanan 2006 telah diperbaharui melalui Peraturan Menteri Kehutanan No. P.43/Menhut-II/2008 (”Peraturan
        Kehutanan 2008”) antara lain mengenai penambahan bentuk kompensasi lahan untuk IPPKH, perubahan besaran PNBP dan jangka waktu IPPKH yang
        berubah menjadi 20 tahun dan dapat diperpanjang.
        Pada tanggal 30 Maret 2011, Peraturan Kehutanan 2008 telah diperbaharui melalui Peraturan Menteri Kehutanan No. P.18/Menhut-II/2011 (”Peraturan
        Kehutanan 2011”) antara lain mengenai perubahan kondisi dan ketentuan IPPKH.
        DS yang saat ini sedang dalam proses memperoleh persetujuan prinsip atas IPPKH sehingga belum dapat dikenakan PNBP dan melakukan reboisasi. DS
        juga melakukan monitoring terus-menerus atas kepatuhan mereka terhadap peraturan kehutanan dimaksud.

    c. Peraturan menteri No. 17/2010
        Pada tanggal 20 Desember 2010, Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan implementasi atas Undang-undang Mineral No. 4/2009, yaitu Peraturan
        Pemerintah No. 78/2010 yang mengatur aktivitas reklamasi dan pasca tambang untuk pemegang IUP-Eksplorasi dan IUP-Operasi Produksi.
        Pemegang IUP-Eksplorasi, ketentuannya antara lain, harus memuat rencana eksplorasi di dalam rencana kerja dan anggaran biaya ekplorasinya dan
        menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank Pemerintah.
        Pemegang IUP-Operasi Produksi, ketentuannya, antara lain, harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan; (2) rencana pasca tambang; (3)
        menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah, bank garansi, atau
        cadangan akuntansi (bila diijinkan) dan (4) menyediakan jaminan pasca tambang berupa deposito berjangka yang ditempatkan di bank Pemerintah.
        Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang tidak menghilangkan liabilitas pemegang IUP dari ketentuan untuk melaksanakan aktivitas
        reklamasi dan pasca tambang.

    PT Ricobana Abadi (RBA)
    a. Perjanjian dengan PT Berau Coal Energy
        Pada tahun 2016, RBA memiliki perjanjian baru sehubungan dengan jasa penambangan dan jasa penyewaan alat berat dengan PT Berau Coal, antara lain
        sebagai berikut:
        -   Perjanjian Pekerjaan Pengangkutan Batubara di Area Binungan Mine Operation (BMO) Blok 1-4 No. 006/BC-RBA/DIR/AGR MCM/VIII/2016
            tanggal 29 Agustus 2016. Perjanjian tersebut berlaku mulai dari tanggal 2 Mei 2016 sampai dengan 31 Desember 2019.
            Perjanjian tentang Pengupasan Lapisan Tanah Penutup di Area BMO dengan amandemen terakhir yaitu perjanjian No. 005/BC-RBA/DIR/AGR-
            MCM/VIII/2016 tanggal 24 Agustus 2016. Perjanjian ini berlaku sejak 2 Mei 2016 dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2019. Ruang lingkup
            pekerjaan yang dilakukan Perusahaan adalah pekerjaan pengupasan tanah penutup yang meliputi pekerjaan seperti clear and grub, pemindahan dan
            penempatan kembali lapisan top soil dan sub-soil, konstruksi dan pemeliharaan jalan tambang, perataan tanah kembali, dan lain-lain.
        -   Perjanjian tentang Sewa Menyewa Alat Berat di Area BMO Blok 1-4 No.007/BC-RBA/DIR/AGR-MCM/VIII/2016 tanggal 29 Agustus 2016.
            Perjanjian tersebut berlaku mulai dari tanggal 2 Mei 2016 sampai dengan 31 Desember 2019.
        -   Berdasarkan Addendum II Perjanjian tertanggal 22 Oktober 2019, sehubungan dengan jangka waktu Perjanjian Jasa Pertambangan di Area Binungan
            Mine Operation (“BMO”) diperpanjang sampai dengan tanggal 30 Juni 2020.
        RBA juga memiliki beberapa perjanjian sehubungan dengan jasa penambangan dan jasa penyewaan alat berat dengan PT Berau Coal Energy, antara lain
        sebagai berikut:




                                                                                 41
Page 45
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PERJANJIAN PENTING, IKATAN DAN KONTIJENSI - LANJUTAN
    Entitas Anak - Lanjutan
    PT Ricobana Abadi (RBA) - Lanjutan
        -   Perjanjian Pekerjaan Pengangkutan Batubara di Area Lati Mine Operation (LMO)Pit East 2 No. 005/BC-RBA/DIR/AGR-MCM/I/2013tanggal 1
            Januari 2013. Perjanjian tersebut berlaku mulai dari tanggal 1 Januari 2013 sampai dengan 31 Desember 2017.
        -   Perjanjian tentang Pengupasan Lapisan Tanah Penutup di Area LMO No. 004/BC-RBA/DIR/AGR-MCM/I/2013 tanggal 9 Januari 2013.
        -   Perjanjian tentang Sewa Menyewa Alat Berat di Area LMO Pit East 2 No.006/BC-RBA/DIR/AGR-MCM/I/2013 tanggal 9 Januari 2013. Jangka
            waktu perjanjian ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2013 dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2017.
        -   Berdasarkan Surat No. 089/BC/BOD-DAT/XII/2014 tanggal 2 Desember 2014 mengenai terms of agreement RBA PIT OS/ON dan PIT East 2,
            menyebutkan bahwa ketiga pekerjaan tersebut diatas dialihkan dari PIT East 2 ke PIT OS/ON.
        -   Berdasarkan Addendum II Perjanjian tertanggal 24 April 2018, sehubungan dengan jangka waktu Perjanjian Jasa Pertambangan di Area Lati Mine
            Operation (“LMO”) PIT East-2 diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 dan tidak diperpanjang.
        -   Berdasarkan surat No. 008/BC/BODAWD/I/2020 tanggal 8 Januari 2020 sehubungan dengan penunjukan kontraktor pelaksana optimalisasi di Pit
            K12 Blok 1-4 Binungan Mine Operation
        RBA juga memiliki beberapa perjanjian sehubungan dengan jasa penambangan dan jasa penyewaan alat berat dengan PT Berau Coal Energy, antara lain
        sebagai berikut:
        -   Perjanjian Pekerjaan Pengangkutan Batubara di Sambarata Mine Operation (“SMO”) Blok B East No. 084/BC-RBA/DIR/AGR-CM/V/2019 tanggal
            28 Mei 2019. Perjanjian tersebut berlaku mulai dari tanggal 1 Juli 2019 sampai dengan 31 Maret 2025.
        -   Perjanjian tentang Pengupasan Lapisan Tanah Penutup di Area SMO No. 083/BC-RBA/DIR/AGR-CM/V/2019 tanggal 28 Mei 2019. Perjanjian
            tersebut berlaku mulai dari tanggal 1 Juli 2019 sampai dengan 31 Maret 2025.
        -   Perjanjian tentang Sewa Menyewa Alat Berat di Area SMO No. 685/BC-RBA/DIR/AGR-CM/V/2019 tanggal 28 Mei 2019. Perjanjian tersebut
            berlaku mulai dari tanggal 1 Juli 2019 sampai dengan 31 Maret 2025.

    b. Perjanjian dengan PT Gunung Bara Utama
        Pada tanggal 20 April 2018, RBA menandatangani perjanjian jasa pertambangan dengan PT Gunung Bara Utama diantaranya berupa jasa mobilisasi dan
        pembangunan site, pengupasan lapisan topsoil dan overburden, rehabilitasi dan penambangan batu bara dan jasa tambahan lain. Sesuai dengan kententuan
        dalam perjanjian kerjasama berjangka tersebut, atas jasa pengupasan lapisan topsoil dan overburden tambang dilaksanakan selama 1 sampai dengan 60
        bulan.

31. KELANGSUNGAN USAHA
    Laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha disusun dengan asumsi Kelompok Usaha akan melanjutkan usahanya secara berkelanjutan. Penerapan
    dasar kelangsungan usaha didasarkan pada asumsi bahwa Kelompok Usaha akan dapat merealisasikan asetnya dan menyelesaikan kewajibannya dalam
    kegiatan bisnis normal.
    Kondisi ekonomi dalam negeri yang relatif stabil di awal tahun 2023 memberi sedikit harapan bagi Kelompok Usaha sekaligus menjadi tantangan bagi
    Kelompok Usaha untuk meningkatkann produktivitasnya. Kondisi ekonomi di awal tahun 2023 yang relatif stabil cukup memberi dampak terhadap
    Kelompok Usaha dimana pada triwulan III tahun 2023 Kelompok Usaha mencatatkan rugi sebesar Rp 46.402.881.337, jauh lebih kecil dibandingkan periode
    yang sama di tahun sebelumnya yang membukukan rugi sebesar Rp64.309.043.503.
    Menghadapi tantangan di masa yang akan datang, Kelompok Usaha telah dan akan tetap melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
        1. Melakukan proses restrukturisasi utang bank antara Perusahaan dengan PT Bank Capital Indonesia Tbk (Bank Capital) agar Perusahaan mendapatkan
           perpanjangan atas penyelesaian utang Bank Capital yang telah jatuh tempo pada tanggal 7 Agustus 2022;
        2. Melakukan restrukturisasi Medium Term Note (MTN) antara PT Ricobana Abadi dengan PT MNC Asset Management (Manager Investasi) agar RBA
           mendapatkan perpanjangan atas penyelesaian utang MTN yang telah jatuh tempo pada tanggal 20 Desember 2022.
        3. Telah dikabulkannya gugatan PT Delta Samudra atas pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) maka Kelompok Usaha berusaha untuk
           mempercepat kepemilikan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dan melakukan upaya perencanaan operasional PT Delta Samudra (DS).
        4. Mengurangi defisit Kelompok Usaha, strategi yang dilakukan oleh Kelompok Usaha antara lain:
            a. Tetap konsisten dalam menjalankan program efisiensi dalam melaksanakan operasionalnya;
            b. Perencanaan yang lebih matang dalam hal keuangan
            c. Peningkatan produktifitas kerja;
            d. Selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada pemberi kerja;
            e. Selalu menjaga hubungan baik dengan segenap stakeholder Kelompok Usaha seperti kreditur, pemasok dan pihak-pihak lain yang berhubungan
               dengan operasional Kelompok Usaha;




                                                                                  42
Page 46
PT SMR UTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada tangal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
        Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:
                                                                                                                        2023                 2022
                                                                                                                   (30 September)       (30 September)

        Perolehan aset tetap melalui utang sewa pembiayaan                                                            7.099.964.197       12.493.858.460
        Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan:
                                                                                              30 September 2023

                                                    Saldo awal            Arus kas - neto       Selisih kurs         Lain-lain           Saldo akhir

        Utang lain-lain                               7.279.915.474         11.312.598.556                    -                     -     18.592.514.030
        Utang bank jangka panjang                   162.357.969.615                      -       (2.110.689.730)                    -    160.247.279.885
        Liabitas sewa                                31.900.073.374        (14.155.070.149)                   -                     -     17.745.003.225

        Jumlah                                      201.537.958.463         (2.842.471.593)      (2.110.689.730)                    -    196.584.797.140


                                                                                              30 September 2022

                                                    Saldo awal            Arus kas - neto       Selisih kurs         Lain-lain           Saldo akhir

        Medium term notes                           399.899.628.088                      -                    -          75.278.844      399.974.906.932
        Utang lain-lain                              24.722.711.357            511.609.459                    -                   -       25.234.320.816
        Utang bank jangka panjang                   147.273.608.087                      -       10.094.051.092                   -      157.367.659.179
        Liabilitas sewa                              52.203.777.279        (10.281.853.539)                   -                   -       41.921.923.740

        Jumlah                                      624.099.724.811         (9.770.244.080)      10.094.051.092          75.278.844      624.498.810.667


33. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
    Manajemen Kelompok Usaha bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini yang telah diotorisasi oleh Direksi untuk diterbitkan
    pada tanggal 30 Oktober 2023.




                                                                                      43

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.52 MB
Published31 Oct 2023
Pages46
Characters247,059
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2023-III-SMRU.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result