Skip to content
Back to announcement

Report NZIA_September 2023.pdf

Financial statement Text extracted NZIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 46

Page 1 OCR 0.954
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian

30 September 2023

Dan Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir
Pada Tanggal 30 September 2023
Page 2 OCR 0.918
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
PT NUSANTARA ALMAZIA TBK DAN ENTITAS ANAK

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1.

Nama :  Novrizal Setyawan
Alamat Kantor 1 CKM City Kavling I, Jln Raya Citra Kebun Mas

Desa bengle, Kec. Majalaya, Karawang

Alamat Domisili / sesuai KTP

atau Kartu Identitas lain : Perum Banjaran Residence Blok A 4/4, RT. 006 RW. 014,
Kel. Cilangkap, Kec. Tapos, Depok — Jawa Barat
Nomor Telepon 1 (0267) 432851-2
Jabatan 1 Direktur Utama
. Nama : Nur Anisa Nusugi
Alamat Kantor 1 CKM City Kavling I, Jln Raya Citra Kebun Mas

Desa bengle, Kec. Majalaya, Karawang

Alamat Domisili / sesuai KTP

Jin. Pahlawan Nomor 44
Mulyorejo, Malang, Jawa Timur 65147

Nomor Telepon 1 (0267) 432851-2
“ Jabatan 1 Direktur

Menyatakan bahwa:

1.

2.

Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan interim

PT Nusantara Almazia Tbk dan Entitas Anak,

Laporan keuangan interim PT Nusantara Almazia Tbk dan Entitas Anak telah disusun dan

disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,

a. Seluruh informasi dalam laporan keuangan interim PT Nusantara Almazia Tbk dan Entitas
Anak telah dimuat secara lengkap dan benar,

b. Laporan keuangan interim PT Nusantara Almazia Tbk dan Entitas Anak tidak mengandung
informasi atau fakta material tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta
material,

Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern pada PT Nusantara Almazia Tbk dan Entitas

Anak.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Karawang, 30 Oktober 2023

|
A1 be bada Tbk

yg

P Paten
Novrizal Setyawan Nur Anisa Nusugi
Direktur Utama Direktur

PT. NUSANTARA ALMAZIA TBK
CKM City Kav. | Jl.Raya Citra Kebun Mas, Desa Bengle, Kec. Majalaya, Karawang
B (0267) 432851-2 / (0267) 9161789
Page 3 OCR 0.925
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas

Piutang usaha - pihak ketiga

Piutang lain-lain

Persediaan
Aset real estat
Apartemen

Pajak dibayar di muka

Uang Muka dan biaya dibayar di
muka

Total Aset Lancar

ASET TIDAK LANCAR

Uang muka

Tanah yang belum dikembangkan
Aset tetap - neto

Total Aset Tidak Lancar

TOTAL ASET

30 September 2023

Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022

39,3h,5,30,31 41.945.448.406 25.468.614.912

39,6,30,31 15.808.460.265 15.934.253.187

39,7,30,31 2.611.033.172 2.885.056.937
31,8

106.621.406.810 108.036.523.985

60.958.255.026 61.023.286.645

14a 60.878.593 7.450.048

3j 8.970.556.959 5.256.866.364

236.976.039.231 218.612.052.078

9 25.697.364.072 24.720.209.207

3k,10 353.099.736.404 360.600.249.817

3141 2.177.460.472 1.568.134.093

380.974.560.948

386.888.593.117

617.950.600.179

605.500.645.195

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

1
Page 4 OCR 0.933
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
30 September 2023

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang usaha - pihak ketiga

Liabilitas lancar keuangan lainnya

Utang pajak

Beban akrual

Uang muka penjualan - pihak
ketiga

Liabilitas jangka panjang yang
akan jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang bank jangka panjang
Utang pembiayaan konsumen

Total Liabilitas Jangka Pendek

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Utang subordinasi

Utang pihak berelasi

Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank jangka panjang
Utang pembiayaan konsumen

Liabilitas imbalan pascakerja

Total Liabilitas Jangka Panjang

TOTAL LIABILITAS

Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
39,12,30,31 12.905.670.639 16.844.788.470
39,13,30,31 4.650.296.950 5.281.865.367

3r,14b 1.686.408.524 2.278.969.981
39,15,30,31 996.973.598 1.140.631.174
16 3.578.845.569 2.021.423.115
39,17,30,31 2.000.000.000 1.500.000.000
30,18,30,31 150.577.289 40.607.511
25.968.772.569 29.108.285.618

29,31 6.853.455.000 6.846.579.826
39,28,30,31 7.399.674.956 10.672.674.956
39,17,30,31 67.706.311.667 45.083.701.255
30,18,30,31 433.292.207 30.455.632
3p,19 981.027.476 981.027.476

83.373.761.306

63.614.439.145

109.342.533.875

92.722.724.763

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

2
Page 5 OCR 0.940
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

30 September 2023

30 September 2023

31 Desember 2022

EKUITAS

Ekuitas yang dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk

Modal saham - nilai nominal Rp 200
per saham
Modal dasar — 6.844.000.000
Saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh — 2.197.540.705 saham 20
Tambahan modal disetor 21
Pengukuran kembali atas
liabilitas imbalan pascakerja
Saldo laba
Telah ditentukan
penggunaannya 22
Belum ditentukan
penggunaannya

Total ekuitas net yang dapat
diatribusikan kepada pemilik
entitas induk

Kepentingan nonpengendali

TOTAL EKUITAS

TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian

439.508.141.000
(2.150.695.664)

1.067.150.591

1.000.000.000

49.284.729.749

439.508.141.000
(2.150.695.664)

1.067.150.591

1.000.000.000

54.190.903.094

488.709.325.676

19.898.740.628

493.615.499.021

19.162.421.411

508.608.066.304

512.777.920.432

617.950.600.179

605.500.645.195

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

3
Page 6 OCR 0.924
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023

PENJUALAN NETO
BEBAN POKOK PENJUALAN

LABA BRUTO

Beban penjualan
Beban umum dan administrasi
Beban pajak final

Pendapatan usaha lainnya - neto

LABA (RUGI) USAHA

Penghasilan keuangan
Biaya keuangan

LABA (RUGI) NETO PERIODE
BERJALAN

PENGHASILAN KOMPREHENSIF

Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi

Pengukuran kembali atas imbalan
pasca kerja

TOTAL LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN

LABA (RUGI) NETO PERIODE
BERJALAN YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali

TOTAL

LABA (RUGI) NETO PERIODE
BERJALAN YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali

TOTAL

Laba (Rugi) per saham dasar / dilusi
untuk periode berjalan

an dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 30 September 2023 30 September 2022
39,23 40.312.150.000 66.688.545.000
39,24 (25.258.181.544) (39.736.377.642)

15.053.968.456 26.952.167.358
39,25 (5.763.910.388) (9.471.290.401)
39,26 (11.615.902.550) (12.109.926.981)

3r,14c (478.983.950) (855.820.562)

39,27 1.661.382 1.402.520
(2.803.167.050) 4.516.531.934

707.915.332 320.513.862

(2.067.727.235) (2.821.540.221)

(4.162.978.053) 2.015.505.565

(4.162.978.053) 2.015.505.565

(4.906.173.345) 574.429.199

743.194.392 1.441.076.366

(4.162.978.053) 2.015.505.565

(4.906.173.345) 574.429.199

743.194.392 1.441.076.366

(4.162.978.953) 2.105.505.565

38,32 (223) 0,26

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

4
Page 7 OCR 0.297
s

"ueyninjasoy B129aS Ue/sepjOSLOY URBUENaY UBIOde| IEp URYYESIOIS) YEPN BUBA

ueIBeg ueyednusu BueA ue|sepjjosuoy ueBuenay usIodey SEje uEjeje) jeyr

260”780”81Z”£1S 59652 YLO6L Baorerocyer oo LLGSGBZOB PG — 000000000” S28”886"C0LL - (pos'sey'osI"2) — O00rLpI/BOSGEP
- : - (017621685) OLL6LY6SP - - : :
998'S0S'S1012 99£”940 VbP'L 661-6Zb”p4S 6616Zb”P1S - 0 - - -
(zerg61'801) (2gv”861/801) - - - - - - -
096912” 112”LL5 LE0”91p”Z891LL G26'006889LGr oo BEPOPILRI YG — 062/0Z8"0PS S18'886"Z0L" - (ro9'se9rosi-2) — o00”1vI-BOgr6ey
sama EpUSGUadUoN oi BAueeunGhusg — eKueeunbbusg Ehoyeoseg Toresid weyes jepow
reno1 ueGunuaday ueynjueyig ueynyuay!g uejeguy Aapua lepow ueyegwey
wnpg yajai seiy riegway bujbuon
ueinynbuag seynya
ege1 OpIes

Impuj serpua Yiiureg epeday uyisngneja redeg bueA Semy

(urej ueyeyeAuip yenday “yeidny wejep ueyifesig)

£zoz sogwojdas 9g je65uei epeg Jluyesag BueA ueing uejjgwes opowog ynyun

NYISYANOSNOM SV.LINM3 NYHYANMAd NYUOdVI
MVNY SV.LILNA NVG 49L VIZVWIY YAVLNVSNN Ld

zcoz
sagwojdog 0 opjes

egej opjes uebuepey
uejelog

@poyad ojau ege1
sejnyo isyesuen

jaw JoJaSIP
lepow veyegwe

Zzoz Wenuer | opres
Page 8 OCR 0.269
'Ueyninjesay eleoes uejsepjosLOy LeDuEnay UsIOde/ Lep UeyesyOJO) yepI BUSA
uejbeg ueyednuaw Buek uesepjosuoy UeBuenay LsJodeT Seje UEJe)ED JeUrI

PO£ 99080980 829'071”868"61 9L9SZE60188P oo GPLGZLPBC GP 009-000”000L 165"0S1-290”L - (pon'seyosi-c) 000”L7I“BOS“GEp
(6115189) (6215189) - - - - - - -
(Ese'816'291P) GE Y6L Eb2 (626119067) (cperezi'906'p) - - - - -

ZEY026 LLL CLS Ly LzyZOL"GL L20661SL9'LGY — PGO'EOG"OGI"PS 000”000-000”1 168051190” " (roo'se9"0s1"2) 000”1rI-BOS"GEY
Seng MepusSusduon Taoi EKueeunGbusg — BAuseundbusg ehiayeoseg Toresig Wweyes jepoi
reog uebunuaday upynjuayig ueynjuoyi uejegu Aanu3 lepow ueyegwe|
wing ueja sejy Yegwoy burbsoyy
veininbuog seunya
EgeT OpIeS

Impuj senug yimwsg epedsy USnenginejg Tedeg DUeA sam

(urej ueyeyeAurp yjendoy “yeidny wejep ueyifesia)
£coz Jegwojdas 0g je6Buej epeg Jluyesag Gue using uejigwes aponag anjUN
NYISYANOSNOM SV.LINM3 NYHVINAId NVMOAYI
NVNY SVLILNA NVG N9L VIZVWIY YAVLNYSNN Ld

egoz
segwojdog 0£ oples

2921 op1es uebuepeo

sejnya isyesuen
low 10JaSIp
Iepow ueyegwe|

uejeliag
@pouad ojou ge

£coz Henuer | opies
Page 9 OCR 0.929
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN

Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan

Pembayaran kepada pemasok

Pembayaran kas untuk karyawan

Pembayaran kas untuk pajak final

Pembayaran untuk beban operasional
lainnya

Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas
Operasi

Perolehan tanah yang belum
dikembangkan

Penambahan uang muka

Perolehan Aset Tetap

Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas
Investasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN

Penerimaan utang bank - neto

Pembayaran utang bank

Utang pihak berelasi

Utang pembiayaan konsumen

- Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas
Pendanaan

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS
DAN SETARA KAS

KAS DAN SETARA KAS AWAL
PERIODE

KAS DAN SETARA KAS AKHIR
PERIODE

28
18

30 September 2023

30 September 2022

41.440.918.876
(17.890.579.127)
(2.954.805.091)
(477.856.817)

(18.724.189.226)

67.447.975.652
(27.181.351.189)
(2.705.214.208)
(848.295.562)

(25.459.397.945)

1.393.488.615

11.253.716.748

(2.379.486.587) ea (3.228.720.986)
(2.137.104.865) /, (14.683.293.660)
(375.277.692) -

(4.891.869.144)

(17.912.014.646)

31.869.950.000

38.832.500.000

(8.509.500.000) (47.090.696.993)
(3.273.000.000) 7.024.699.785

(112.235.977 Iya (30.455.633)
19.975.214.023 (1.263.952.341)
16.476.833.494 (7.922.250.739)
25.468.614.912 39.891.406.609

41.945.448.406

31.969.155.870

Lihat Catatan 34 atas laporan keuangan untuk informasi tambahan arus kas.

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Page 10 OCR 0.949
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

GAMBARAN UMUM GRUP
a. Pendirian Grup dan Informasi Umum

PT Nusantara Almazia (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta No. 24 tanggal 26 November
2007 yang dibuat di hadapan Ukon Krisnajaya, S.H., S.Pn,. Anggaran Dasar Perusahaan telah
diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-03882.AH.01.01.Tahun 2008. Anggaran Dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Recky Francky Limpele S.H,
No. 93 tanggal 22 April 2022 antara lain sehubungan dengan Perubahan Direksi dan Komisaris.
Perubahan tersebut telah diterima dan disetujui dalam Database Sisminbakum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0012732 tanggal 17 Mei 2022.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Grup, ruang lingkup kegiatan Grup terutama bergerak
dalam bidang real estat, konstruksi gedung tempat tinggal, gedung perkantoran, gedung
perbelanjaan dan aktivitas Grup holding. Pada saat ini kegiatan utama Grup adalah sebagai
pengembang (developer) untuk Perumahan Citra Kebun Mas-Karawang, Perumahan Simprug Poris
- Tangerang dan Apartemen Poris 88 — Tangerang, Saung Kebun —- Karawang.

Grup berkedudukan di Karawang dan berkantor pusat di Komplek Perumahan CKM City Kav. 1
Jalan Raya Citra Kebun Mas. Desa Bengle. Kecamatan Majalaya. Karawang. Grup mulai beroperasi
secara komersial pada tahun 2009.

b. Penawaran Umum Efek Grup

Perusahaan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
melalui suratnya No. S-135/D.04/2019 tertanggal 16 September 2019 untuk melakukan Penawaran
Umum Perdana sejumlah 461.538.000 saham (“saham baru”) dengan nilai nominal Rp 200 setiap
saham biasa atau 21,003” dari jumlah seluruh modal disetor Perusahaan setelah Penawaran
Umum Perdana Saham.

Perusahaan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 605.999.394 Waran Seri I yang
menyertai saham baru Perusahaan atau sebanyak 34,908”6 dari total jumlah saham ditempatkan
dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana
Saham ini disampaikan. Waran Seri | diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para
pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal
Penjatahan. Setiap pemegang 1.000 saham baru Perusahaan berhak memperoleh 1.313 Waran
Seri | dimana setiap 1 (satu) Waran Seri | memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1
(satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran Seri I yang diterbitkan
mempunyai jangka waktu selama 1 (satu) tahun.

Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian
saham biasa atas nama yang bernilai nominal Rp 200 (dua ratus Rupiah) setiap sahamnya dengan
Harga Pelaksanaan sebesar Rp 680 yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan
yaitu 6 bulan atau lebih sejak efek diterbitkan, yang berlaku mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai
dengan 23 September 2020. Pemegang Waran Seri I tidak mempunyai hak sebagai pemegang
saham termasuk hak dividen selama Waran Seri I tersebut belum dilaksanakan menjadi saham.
Apabila Waran Seri I tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri I tersebut
menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Masa berlaku Waran Seri | tidak dapat
diperpanjang lagi. Pada periode tersebut, terjadi pelaksanaan exercise Waran Seri I sebesar 2.705
saham.

c. Entitas Anak
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan mempunyai entitas anak

berikut ini, yang diperoleh pada tahun 2019 (selanjutnya secara bersama - sama dengan
Perusahaan disebut “Grup”).
Page 11 OCR 0.919
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. GAMBARAN UMUM GRUP (LANJUTAN)

c. Entitas Anak (lanjutan)

Persentase Tahun Awal Total Aset Sebelum Eliminasi
Nama Entitas Tempat Kepemilikan Kegiatan Konsolidasi
30September — 31 Desember 30 September 31 Desember
Anak Kedudukan 2023 2022 Bidang Usaha 2023 2022
Pembangunan
PT Serena Inti perumahan dan
Sejati (SIS) Karawang 637 680 real estat 2019 130.751.471.953 140.741.366.262
SIS

Pada tanggal 24 September 2019, Perusahaan mengakuisisi SIS dengan persentase kepemilikan
sebesar 686 dengan cara sebagai berikut:

@ Membeli saham Richard Rachmadi Wiriahardja sebanyak 30.150 saham
» Membeli saham Michella Ristiadewi sebanyak 450 saham

Berdasarkan atas akuisisi SIS, Perusahaan mengakui selisih transaksi dengan entitas sepengendali
sebagai berikut:

Bagian atas jumlah tercatat aset neto SIS pada saat akuisisi 42.407.714.611
Kepentingan nonpengendali 13.570.468.676,
Aset neto yang dapat diatribusikan pada Perusahaan 28.837.245.935
Imbalan yang dibayarkan 36.720.000.000
Perbedaan nilai kombinasi bisnis dengan entitas sepengendali (7.882.754.065)

Perusahaan mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dibayarkan dan aset yang dialihkan
dicatat sebagai tambahan modal disetor. Transaksi di atas diperlakukan sebagai transaksi
pemegang saham dalam kapasitasnya sebagai pemilik.

d. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta Karyawan

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Grup pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Ventje Rahardjo Soedigno
Komisaris 1 Michella Ristiadewi
Komisaris Independen — : Selamat

Direktur Utama : Novrizal Setyawan
Direktur 1 Nur Anisa Nusugi
Direktur : Caesarika Dwi Sekar Palupi

Adapun susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut:

Ketua Komite Audit : Selamat
Anggota : Nuraeni
Widia Puspa Kartika Putri

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup memiliki masing-masing 41 dan 40
orang karyawan tetap (tidak diaudit).
Page 12 OCR 0.929
PT NUSANTARA ALMALZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM GRUP (LANJUTAN)

e. Persetujuan dan Pengesahan untuk Penerbitan Laporan Keuangan

Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Grup, selaku pihak yang
bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan pada tanggal
31 Oktober 2023.

PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI

a. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan dan
Berlaku Efektif Dalam Tahun Berjalan (pada atau setelah 1 Januari 2021)

Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan standar akuntansi keuangan (“SAK”) dan intrepretasi
standar akuntansi keuangan (“ISAK”) baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan
penyesuaian tahunan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia yang dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan mempengaruhi laporan
keuangan konsolidasian berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2021.

SAK dan ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan penyesuaian tahunan yang
berlaku efektif dalam tahun berjalan adalah sebagai berikut:

»  Amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis

» Amendemen PSAK No. 71: Instrumen Keuangan, PSAK No. 55: Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran, PSAK No. 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, PSAK No. 62:
Kontrak Asuransi dan PSAK No. 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga Tahap 2

PSAK No. 1 (Penyesuaian Tahunan 2021): Penyajian Laporan Keuangan .

PSAK No. 13 (Penyesuaian Tahunan 2021): Properti Investasi

PSAK No. 48 (Penyesuaian Tahunan 2021): Penurunan Nilai Aset

PSAK No. 66 (Penyesuaian Tahunan 2021): Pengaturan Bersama

ISAK No. 16 (Penyesuaian Tahunan 2021): Perjanjian Konsensi Jasa

b. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan Dan
Berlaku Efektif (pada atau setelah 1 April 2021)
» Amendemen PSAK No. 73: Konsensi Sewa Terkait Covid-19 setelah 30 Juni 2021

Cc. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan Dan
Berlaku Efektif (pada atau setelah 1 Januari 2022)
»  Amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual
» Amendemen PSAK No. 57: Provisi, Liabilitas, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
Memberatkan — Biaya Memenuhi Kontrak
» PSAK No. 69: Agrikultur (Penyesuaian Tahunan 2020)
» PSAK No. 71: Instrumen Keuangan (Penyesuaian Tahunan 2020)
» PSAK No. 73: Sewa (Penyesuaian Tahunan 2020)

d. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan

Namun Belum Berlaku Efektif (pada atau setelah 1 Juni 2023)

» Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi

e  Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diitensikan

» Amendemen PSAK No. 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan
terkait Definisi Estimasi Akuntansi

» Amendemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan
Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal

10
Page 13 OCR 0.943
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI (LANJUTAN)

e. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan
Namun Belum Berlaku Efektif (pada atau setelah 1 Januari 2025)
e PSAK No. 74: Kontrak Asuransi
» Amendemen PSAK No. 74: Kontrak Asuransi Tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK
No. 71 — Informasi Komparatif

Beberapa dari SAK dan ISAK termasuk amendemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku dalam
tahun berjalan dan relevan dengan kegiatan Grup telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam
“Ikhtisar Kebijakan Akuntansi yang Penting”.

Beberapa SAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan kegiatan Grup atau mungkin akan
mempengaruhi kebijakan akuntansinya dimasa depan sedang dievaluasi oleh manajemen potensi
dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan
konsolidasian.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian
kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari
2020 yaitu sebagai berikut:

a. Pernyataan Kepatuhan

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anaknya telah disusun dan disajikan
sesuai dengan SAK di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan .(“PSAK”)
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang
diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten
atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012 dari Ketua
BAPEPAM-LK tanggal 25 Juni 2012.

b. Dasar Pengukuran dalam Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara
akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun
tertentu yang diukur berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi
terkait.

Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang
dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas
konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

1
Page 14 OCR 0.955
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
b. Dasar Pengukuran dalam Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)

Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian konsisten
dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan revisi yang
berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2020 seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan
kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun
estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian
dan tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal
yang melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan
estimasi adalah signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 4
atas laporan keuangan konsolidasian.

Cc. Prinsip-prinsip Konsolidasi

Entitas anak adalah seluruh entitas di mana Grup memiliki pengendalian. Grup mengendalikan
investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel
dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil. Grup menilai kembali apakah
Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap
satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.

Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian atas entitas
anak dan berakhir ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban
entitas anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal
diperolehnya pengendalian sampai dengan tanggal ketika Grup kehilangan pengendalian atas
entitas anak.

Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dan kepentingan nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan
nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan
entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Grup. Mengeliminasi
secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra grup terkait dengan
transaksi antar entitas dalam Grup.

Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian pada entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah
tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk.

Ketika Grup kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas
aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan
atau kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada
nilai wajar.

d. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

Grup menerapkan PSAK No. 38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” untuk
mencatat transaksi kombinasi bisnis antar entitas sepengendali.

12
Page 15 OCR 0.950
PT NUSANTARA ALNIAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
d. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (lanjutan)

Dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, aset dan liabilitas yang diakuisisi tidak disajikan
kembali ke nilai wajar, melainkan diakui sebesar jumlah tercatatnya dengan menggunakan metode
penyatuan kepentingan. Metode penyatuan kepemilikan ini harus diterapkan sejak periode yang
paling awal pada tahun dimana kedua entitas (pengakuisisi dan pihak diakuisisi) berada dalam
entitas sepengendali untuk pertama kalinya.

Selisih antara harga pengalihan dibayar dan nilai tercatat aset neto yang diperoleh akan disajikan
sebagai bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor" dalam ekuitas, yang tidak dapat direklasifikasi
ke laba rugi masa depan.

e. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

a) Mata Uang Fungsional dan Penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah (“Rp”) yang merupakan mata uang
fungsional Perusahaan dan entitas anak.

b) Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku saat itu.
Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan nilai historis tidak dijabarkan
kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan penjabaran kembali
pos-pos moneter. diakui pada laba rugi. . . .

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 kurs tengah yang diterbitkan Bank
Indonesia adalah sebagai berikut:

30 September 2023 31 Desember 2022

1 Dolar Amerika Serikat 15.526 15.731

f. Transaksi dengan Pihak Berelasi

Sesuai dengan PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi", suatu pihak dianggap berelasi
jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan secara
langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam
kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan
operasional.

Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 29
atas laporan keuangan konsolidasian.

13
Page 16 OCR 0.955
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
9. Instrumen Keuangan
Laba/Rugi Hari ke-1

Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar
instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan nilai
wajar yang dihitung menggunakan teknik penilaian dimana variabelnya merupakan data yang
diperoleh dari pasar yang dapat diobservasi, maka Grup mengakui selisih antara harga
transaksi dengan nilai wajar tersebut (yakni Laba/Rugi hari ke-1) dalam laba rugi, kecuali jika
selisih tersebut memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset yang lain. Dalam hal tidak terdapat
data yang dapat diobservasi, maka selisih antara harga transaksi dan nilai yang ditentukan
berdasarkan teknik penilaian hanya diakui dalam laba rugi apabila data tersebut menjadi dapat
diobservasi atau pada saat instrumen tersebut dihentikan pengakuannya. Untuk masing-masing
transaksi, Grup menerapkan metode pengakuan Laba/Rugi Hari ke-1 yang sesuai.

Aset Keuangan

Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan
pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual — apakah
semata dari pembayaran pokok dan bunga.

Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:

» Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, dan
.2 Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.

Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-biaya
transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian.

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (perdagangan yang lazim)
diakui pada tanggal perdagangan, yaitu pada tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
menjual aset tersebut.

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup hanya memiliki aset keuangan
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Aset keuangan Grup
meliputi kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain. Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan
nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas
biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat
dalam laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada
laporan laba rugi konsolidasian.

Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset tersebut

telah berakhir atau telah ditransfer dan Grup telah secara substansial mentransfer seluruh risiko dan
manfaat kepemilikannya.

14
Page 17 OCR 0.949
P1 NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
9. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan

Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:

e  Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi: dan
e  Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan
utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup hanya memiliki liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Liabilitas
keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas lancar keuangan lainnya, beban akrual, utang pihak
berelasi, utang subordinasi, utang bank, dan utang pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai
liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian.

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan
atau kedaluwarsa.

Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan
selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi konsolidasian.

Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan

Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, can hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
simultan.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Grup menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan pengakuan
kerugian penurunan nilai.

Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan
penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan
pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada
saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang
tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu,
kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan
risiko kredit sejak pengakuan awal.

Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
tersebut terhadap piutang usaha dan lain - lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

15
Page 18 OCR 0.958
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)

9. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penentuan Nilai Wajar

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
menguntungkan di mana Grup memiliki akses pada tanggal tersebut.

Jika tersedia, Grup mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif,
Grup menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Teknik
penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-
pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm's length market transactions), penggunaan
nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto,
atau model penilaian lain.

h. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan
atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak
dibatasi penggunaannya.

i. Persediaan

Aset real estat terdiri dari bangunan apartemen yang siap dijual, tanah belum dikembangkan dan
bangunan dalam penyelesaian, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana
yang lebih rendah.

Properti yang diperoleh atau yang sedang dalam penyelesaian untuk dijual dalam kegiatan usaha
normal, tidak untuk sewa atau kenaikan nilai, merupakan persediaan.

Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan. tanah yang belum
dikembangkan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada
kegiatan pengembangan real estat serta biaya-biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan
dipindahkan ke tanah yang tersedia untuk dijual pada saat pengembangan tanah telah selesai.
Semua biaya proyek dialokasikan secara proporsional ke tanah yang dapat dijual berdasarkan luas
area masing-masing.

Biaya perolehan apartemen yang sudah dikontruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah
selesai dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang
dapat diatribusikan pada aktifitas pengembang apartemen. Biaya yang dikapitalisasi apartemen
dalam konstruksi dialokasikan untuk setiap unit apartemen menggunakan metode area yang dapat
dijual.

Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau
area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan menggunakan luas area yang dapat dijual.

Biaya perolehan bangunan dan apartemen dalam penyelesaian dipindahkan ke rumah, bangunan
komersial dan apartemen (strata title) tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai.
Page 19 OCR 0.961
PI NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)

Persediaan (lanjutan)

Untuk proyek properti residensial, biaya perolehan dipindahkan ke persediaan pada saat dimulainya
pengembangan dan pembangunan infrastuktur. Sedangkan untuk proyek properti komersial, pada
saat selesainya pengembangan tanah dan pembangunan infrastruktur, harga perolehan akan tetap
disajikan sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke properti investasi, mana yang lebih
sesuai.

Pengkajian atas estimasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai
secara substansial, jika terjadi perubahan dasar, Grup akan melakukan revisi biaya.

Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat yang diharapkan dari masing-masing
biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

. Tanah yang Belum Dikembangkan

Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya
perolehan atau nilai realisasi neto.

Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan, yang terdiri dari biaya pra-perolehan dan
perolehan tanah, dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan
tanah akan dimulai dan konstruksi dilakukan.

Aset Tetap
Grup menerapkan PSAK No. 16 dalam mencatat aset tetap.

Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga
pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen.
Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.

Biaya-biaya setelah perolehan awal termasuk dalam nilai tercatat aset atau diakui sebagai aset
yang terpisah, sebagaimana mestinya, apabila kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan
berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Grup dan biaya perolehan aset dapat diukur
secara andal. Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan
diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.

Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus selama umur manfaat aset untuk setiap komponen
aset tetap.

Tahun
Kendaraan 5
Peralatan dan perabot kantor 5

Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun keuangan
atas pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi yang berlaku prospektif.

Jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali jika jumlah
tercatat aset lebih besar dari jumlah yang dapat terpulihkan tersebut.

17
Page 20 OCR 0.953
PT NUSANTARA ALMAKZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
I. Aset Tetap (lanjutan)

Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.

m. Biaya Pinjaman

Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau

pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut.
Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup
beban bunga, beban keuangan dalam sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari
pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai
penyesuaian atas biaya bunga.

n. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Sesuai PSAK No. 48 (Penyesuaian 2014), “Penurunan Nilai Aset”, aset yang diamortisasi ditelaah
untuk penurunan nilai apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah
tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah
tercatat aset terhadap jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset dikurangi biaya penjualan dengan nilai pakai. Untuk tujuan menguji
penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah
teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah:
untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

O. Sewa
Grup sebagai Penyewa

Pada insepsi kontrak, Group menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa. Suatu
kontrak adalah atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset yang identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan.

Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang
identifikasian, Grup harus menilai apakah:

e Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
penggunaan aset identifikasian selama periode penggunaan, dan

e Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini
ketika Grup memiliki hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah cara dan
tujuan penggunaan aset telah ditentukan sebelumnya:

1) Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian:
2) Grup telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya
bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu akan digunakan.

Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Grup

mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga
tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.

18
Page 21 OCR 0.953
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)

O. Sewa (lanjutan)
Grup sebagai Penyewa
Namun, untuk sewa penunjang dimana Grup bertindak sebagai penyewa, Grup memutuskan untuk
tidak memisahkan komponen nonsewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa tersebut
sebagai satu komponen sewa.
Sewa jangka pendek dan aset pendasar bernilai rendah
Grup telah memilih untuk tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka
pendek yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang. Perusahaan mengakui

pembayaran sewa terkait dengan sewa tersebut sebagai beban dengan metode garis urus selama
masa sewa.

p. Imbalan Kerja

Imbalan Kerja Jangka Pendek

Grup mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek (jika ada) ketika jasa diberikan oleh karyawan
dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa tersebut
diberikan.

Imbalan Pasca Kerja

Grup mengakui liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UUK”) dan PSAK.No. 24 (Revisi 2013), .
“Imbalan Kerja”. Berdasarkan UUK tersebut. Grup diharuskan untuk membayar uang pesangon,
uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak kepada karyawan apabila persyaratan yang
ditentukan dalam UUK tersebut terpenuhi.

Liabilitas neto Grup atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja
pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada, Perhitungan liabilitas
imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam
perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian actuarial, b)
imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas
asset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya.
Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.

Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang
berubah terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada
saat terdapat perubahan atau kurtailmen atas program.

Grup menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto

dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.

19
Page 22 OCR 0.949
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
p. Imbalan Kerja (lanjutan)
Imbalan Pasca Kerja (lanjutan)

Grup mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada saat
penyelesaian terjadi. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih

antara nilai kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan
harga penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang
dilakukan secara langsung oleh Grup sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

Grup mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap
keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba
rugi pada saat terjadinya.

g. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Grup mengakui pendapatan dari penjualan real estat sesuai dengan PSAK No. 72, “Pendapatan dari
Kontrak dengan Pelanggan”, dengan melakukan analisa transaksi melalui metode lima langkah
pengakuan pendapatan sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Grup mencatat kontrak dengan pelanggan

hanya jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:

e Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak

e Grup dapat mengindentifikasi hak dari para pihak dan jangka waktu pembayaran atas
' barang yang akan dialihkan

e Kontrak memiliki substansi komersial

e Kemungkinan besar Grup akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan

Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak:

Menentukan harga transaksi:

Menaglokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan:

Mengakui pendapatan Ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu

atau sepanjang waktu).

APN

Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan): atau

e Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Kelompok Usaha memilih ukuran
penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah
terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

Penjualan real estate

Pendapatan dari penjualan real estate diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan
dan pelanggan telah menerima barang tersebut.

Biaya Mendapatkan Kontrak

Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai asset jika Grup
mengharapkan untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang

timbul untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak tersebut
tidak berhasil diperoleh.

20
Page 23 OCR 0.952
P1 NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)

ga. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Biaya Pemenuhan Kontrak

Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut

memenuhi semua kriteria berikut:

- biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat
diidentifikasi oleh Grup:

- biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Grup yang akan digunakan untuk
memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan: dan

- biaya diharapkan dapat dipulihkan.

Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang
timbul dalam memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan lain, biaya
tersebut diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan lainnya.

Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
r. Pajak Penghasilan

Grup telah menerapkan PSAK No. 46. “Pajak penghasilan”.
Pajak Final

Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang
bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas
transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Pajak penghasilan' final dihitung pada
jumlah total tagihan untuk nilai kontrak yang dikumpulkan selama setahun. Oleh karena itu, tidak
ada aset/kewajiban pajak tangguhan yang diakui.

Grup menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan kavling, rumah, bangunan
komersial dan apartemen sebagai pos tersendiri pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.

Perbedaan antara nilai tercatat dari aset revaluasian dan dasar pengenaan pajak merupakan
perbedaan temporer sehingga menimbulkan liabilitas atau aset pajak tangguhan, kecuali untuk aset
tertentu seperti tanah yang pada saat realisasinya dikenakan pajak final yang dikenakan atas nilai
bruto transaksi.

Menurut Undang-undang No. 12 tahun 1994, nilai pengalihan adalah nilai yang tertinggi antara nilai
berdasarkan Akta Pengalihan Hak dan Nilai Jual Objek Pajak tanah dan/atau bangunan yang
bersangkutan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tanggal 23 Maret 2002, pajak penghasilan untuk
pendapatan ruang perkantoran dan pusat ritel dikenakan pajak bersifat final sebesar 1076 dari nilai
pendapatan yang bersangkutan, kecuali untuk pendapatan pada kontrak sewa yang ditandatangani
sebelum peraturan tersebut yang dikenakan 694.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 71/2008 tentang “perubahan ketiga pada PP No. 48/1994
tentang pembayaran pajak penghasilan atas penghasilan dari transfer hak atas tanah dan/ atau
bangunan ” tanggal 4 November 2008. efektif tanggal 1 Januari 2009, penghasilan dari penjualan
atau pengalihan tanah dan bangunan untuk pengembang real estat (developer) dikenakan pajak
final sebesar 596 dari nilai penjualan atau pengalihan, yang telah digantikan oleh Peraturan
Pemerintah No. 34/2016 tanggal 8 Agustus 2016, efektif tanggal 8 September 2016, penghasilan
dari pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan dikenakan pajak final sebesar 2.546 dari nilai
penjualan atau pengalihan.

21
Page 24 OCR 0.955
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)

r

Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Kini

Aset dan liabilitas pajak penghasilan kini untuk tahun berjalan dan tahun sebelumnya diukur sebesar
jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan
tarif pajak yang berlaku.

Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban Pajak
Kini” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Grup juga menyajikan
bunga/denda, jika ada, sebagai bagian dari “Beban Pajak Kini”.

Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika
diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.

Laba Per Saham Dasar

Laba (rugi) neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) neto untuk para pemegang
saham dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode/tahun
bersangkutan.

Segmen Operasi

Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang
secara regular ditelaah oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan
sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.

Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional Grup untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber
daya kepada segmen dan menilai kinerjanya.

. Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak

Berdasarkan PSAK No. 70 “Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak", aset pengampunan
pajak pada awalnya diakui sebesar nilai aset yang dilaporkan dalam Surat Keterangan
Pengampunan Pajak (“SKPP”) sebagai biaya perolehannya. Liabilitas pengampunan pajak terkait
diakui sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara kas untuk menyelesaikan
kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak. Selisih antara aset
pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas sebagai tambahan modal
disetor. Tambahan modal disetor tersebut selanjutnya, tidak dapat diakui sebagai laba rugi
direalisasi atau direklasifikasi ke saldo laba.

Tagihan pajak, aset pajak tangguhan atas akumulasi rugi pajak dan provisi atas ketidakpastian
posisi pajak disesuaikan ke laba rugi pada periode SPHPP disampaikan.

Pengukuran setelah pengakuan awal dan penghentian pengakuan aset dan liabilitas pengampunan
pajak mengacu pada SAK yang relevan sesuai dengan karakteristik aset dan liabilitas terkait. Entitas
diperkenankan untuk mengukur kembali aset dan liabilitas pengampunan pajak berdasarkan nilai
wajar sesuai dengan SAK yang relevan pada tanggal SKPP. Selisih nilai pengukuran kembali
dengan biaya perolehan aset dan liabilitas pengampunan pajak yang telah diakui sebelumnya
disesuaikan dalam tambahan modal disetor.

22
Page 25 OCR 0.956
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)

u. Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak (lanjutan)

Aset dan liabilitas pengampunan pajak disajikan secara terpisah dari aset dan liabilitas lainnya.
Saling hapus antara aset dan liabilitas pengampunan pajak tidak dapat dilakukan. Jika pengukuran
kembali dilakukan, aset dan liabilitas pengampunan pajak direklasifikasi dari penyajian secara
terpisah dan disajikan dalam pos aset dan liabilitas yang serupa.

V. Biaya Emisi Saham

Biaya-biaya yang telah dikeluarkan sehubungan dengan penawaran umum tersebut disajikan
sebagai biaya emisi saham yang ditangguhkan dan dicatat sebagai pengurang tambahan modal
disetor pada kelompok ekuitas.

PERTIMBANGAN, ASUNSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENTING

Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi

Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan
asumsi yang akan memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan
serta pengungkapan liabilitas kontinjensi pada tiap-tiap akhir periode laporan keuangan. Pertimbangan
dan estimasi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ditelaah secara berkala
berdasarkan pengalaman historis dan faktor-faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari kejadian-kejadian
di masa depan yang mungkin terjadi. Namun, ketidakpastian atas asumsi serta estimasi tersebut dapat
menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas pada tahun berikutnya.

Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi. Dengan
demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup
seperti diungkapkan pada Catatan 31 atas laporan keuangan konsolidasian.

Menentukan Penilaian Model Bisnis

Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran
pokok dan bunga (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Grup menentukan model bisnis
pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk
mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti
yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang
memengaruhi kinerja aset dan bagaimana pengelolaannya. Grup memantau aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang
dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah
alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah
bagian dari penilaian berkelanjutan Grup tentang apakah model bisnis yang memiliki aset keuangan
yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh
karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut.

Menentukan Peningkatan Risiko Kredit Yang Signifikan

Kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12-bulan
(12mECL”) untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset
bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal.
Dalam menilai apakah risiko kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup
mempertimbangkan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukung secara kualitatif
dan kuantitatif.

23
Page 26 OCR 0.959
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENTING (LANJUTAN)
Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian

Ketika mengukur kerugian kredit ekspektasian (“ECL”), Entitas menggunakan informasi berwawasan ke
depan yang wajar dan dapat didukung, yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan
dari berbagai pendorong ekonomi dan bagaimana pendorong ini akan saling memengaruhi.

Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini
didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan
diterima pemberi pinjaman, dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit
integral.

Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Probabilitas gagal bayar (default)
adalah estimasi kemungkinan gagal bayar (default) selama jangka waktu tertentu, yang
penghitungannya mencakup data historis, asumsi, dan ekspektasi kondisi masa depan.

Menentukan Nilai Wajar dan Perhitungan Amortisasi Biaya Perolehan dari Instrumen Keuangan

Grup mencatat aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya
perolehan yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara
komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan
amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah nilai
wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian atau asumsi yang
berbeda. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Grup.

Penurunan Persediaan

Grup telah membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan lambatnya perputaran berdasarkan
perkiraan persediaan yang akan dijual di masa yang akan datang dengan mempertimbangkan nilai
realisasi neto dari persediaan tersebut.

Perhitungan penyisihan ini mempertimbangkan beberapa variabel, terutama waktu di mana persediaan
tersebut diharapkan akan terjual dan tingkat harga di mana persediaan dapat dijual. Ketidakpastian
yang terkait dengan faktor-faktor ini mengakibatkan jumlah realisasi akan berbeda dari jumlah tercatat
persediaan yang dilaporkan. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 9 atas laporan
keuangan konsolidasian.

Masa Manfaat Aset Tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 5 tahun,
suatu kisaran yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian
dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset
dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi. Jumlah
tercatat aset tetap Grup pada tanggal posisi keuangan diungkapkan di dalam Catatan 12 laporan
keuangan konsolidasian.

Liabilitas Imbalan Kerja

Penentuan liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi
yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.

Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.

24
Page 27 OCR 0.949
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENTING (LANJUTAN)
Liabilitas Imbalan Kerja (lanjutan)

Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan
sebagaimana diatur dalam Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen
Grup berpendapat bahwa asumsi yang digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan dari
hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan secara material dapat
memengaruhi perkiraan jumlah liabilitas atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja karyawan. Jumlah
tercatat liabilitas imbalan pascakerja Grup diungkapkan pada Catatan 20 atas laporan keuangan
konsolidasian.

Pajak Penghasilan

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam
kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi
apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda
dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan
penyisihan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan. Jumlah tercatat utang
pajak penghasilan Grup diungkapkan di dalam Catatan 15b atas laporan keuangan konsolidasian.

KAS DAN SETARA KAS

Akun ini seluruhnya dalam mata uang Rupiah dan terdiri dari:

30 September 2023 31 Desember 2022
Kas 15.423.683 15.423.683
Bank
PT Bank Victoria International Tbk 25.119.448.617 2.083.387.722
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 4.366.379.336 10.572.578.890
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 964.972.527 1.012.067.855
PT Bank DKI 465.964.903 466.684.903
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 455.752.620 838.623.821
PT Bank Artha Graha Tbk 316.845.400 247.005.400
PT Bank DKI Syariah 92.403.646 90.790.685
PT Bank Central Asia Tbk 58.397.931 40.659.029
PT Bank Sinarmas Tbk 56.301.369 57.021.369
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa
Barat dan Banten Tbk 17.403.539 27.474.220
PT Bank Pan Indonesia Tbk 16.154.835 16.897.335
Sub-total 31.930.024.723 15.453.191.229
Deposito berjangka
PT Bank Victoria International Tbk 10.000.000.000 10.000.000.000
Total 41.945.448.406 25.468.614.912

Tingkat suku bunga rata — rata deposito berjangka di September 2023 5,75”5 - 6,00 per tahun.
Semua rekening bank dan deposito ditempatkan pada bank pihak ketiga. Pada tanggal

30 September 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat kas dan setara kas yang digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman.

25
Page 28 OCR 0.941
PT NUSANTARA ALMALZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA

30 September 2023 31 Desember 2022
Rumah 13.606.342.333 13.437.720.930
Apartemen 2.202.117.932 2.496.532.257
Total 15.808.460.265 15.934.253.187

Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

30 September 2023 31 Desember 2022
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari 244.870.000 708.982.738
31 - 60 hari 291.450.000 1.663.897.103
Lebih dari 60 hari 15.272.140.265 13.561.373.346
Total 15.803.460.265 15.934.253.187

Saldo piutang usaha di atas seluruhnya dalam mata uang Rupiah dimana meliputi:

- piutang kepada pihak bank atas transaksi penjualan real estat melalui fasilitas kredit kepemilikan
rumah (KPR) dan,

- sisa tagihan retensi yang masih belum dibayarkan oleh pihak bank terkait dengan fasilitas KPR di
atas. . “ “

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti objektif atas penurunan nilai piutang dan seluruh
saldo piutang usaha tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan adanya penyisihan penurunan
nilai atas piutang.

Piutang usaha Grup pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 yang masih terutang
pada tanggal — tanggal tersebut digunakan sebagai jaminan pinjaman (Catatan 17).

7. PIUTANG LAIN-LAIN

Rincian piutang lain - lain adalah sebagai berikut:

30 September 2023 31 Desember 2022
Proyek 2.191.906.062 2.533.257.827
Karyawan 142.863.000 142.863.000
Lain-lain 276.264.110 208.936.110
Total 2.611.033.172 2.885.056.937

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat piutang lain-lain yang
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman.

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti objektif atas penurunan nilai piutang dan seluruh

saldo piutang lain-lain tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan adanya penyisihan penurunan
nilai atas piutang.

26
Page 29 OCR 0.943
PT NUSANTARA ALMIAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8. PERSEDIAAN

30 September 2023 31 Desember 2022
Aset real estat
Kavling tanah 87.781.432.092 88.687.086.451
Rumah 10.582.948.820 14.111.099.920
Fasilitas sosial 8.257.025.898 5.238.337.614
Apartemen 60.958.255.026 61.023.286.645
Total 167.579.661.336 169.059.810.630

Pada 30 September 2023, Grup mengasuransikan apartemen kepada PT Asuransi Umum Mega (Mega
Insurance) terhadap resiko gempa bumi dan semua risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 75.367.590.728.

Untuk 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 jumlah persediaan yang diakui sebagai beban pokok
penjualan masing-masing adalah sebesar Rp 15.053.963.456 dan Rp 50.364.880.920 (Catatan 24).

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup mengkapitalisasi biaya pinjaman
sebesar biaya pinjaman aktual yang digunakan untuk menghasilkan persediaan tersebut masing —
masing adalah sebesar Rp 435.705.482 dan Rp 1.873.342.394.

Manajemen berkeyakinan bahwa pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak
terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai atas
persediaan ataupun indikasi bahwa jumlah tercatat persediaan tersebut melampaui nilai realisasi
netonya.

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, sebagian tanah dan bangunan digunakan
sebagai jaminan atas utang bank Grup (Catatan 17).

9. UANG MUKA
30 September 2023 31 Desember 2022
Pembelian tanah 25.466.364.072 23.839.490.228
Pembelian aset 231.000.000. 880.718.979
Saldo akhir 25.697.364.072 24.720.209.207
10. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 360.600.249.817 377.534.645.278
Penambahan tahun berjalan 2.379.486.587 3.705.604.539
Reklasifikasi ke persediaan
Kavling tanah (9.880.000.000) (20.640.000.000)
Saldo akhir 353.099.736.404 360.600.249.817

27
Page 30 OCR 0.925
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023

Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN (LANJUTAN)

11.

Rincian tanah yang belum dikembangkan adalah sebagai berikut:

30 September 2023 31 Desember 2022
Luas Luas
Lokasi / Location (m3) Total (m3) Total
Tangerang 156.639 277.348.765.801 156.639  276.277.130.714
Karawang 272.072 75.750.970.603 286.892 84.323.119.103

Total / Total

428.711 353.099.736.404 443.531

360.600.249.817

Status kepemilikan tanah yang belum dikembangkan adalah:

Luas (m2)
30 September 2023 31 Desember 2022
Sertifikat Hak Guna Bangunan 414.860 425.255
Pelepasan Hak 13.851 18.276
Total 428.711 443.531

Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam proses sertifikasi dan perpanjangan hak atas
tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang

memadai.

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tanah yang belum dikembangkan termasuk
tanah sejumlah Rp 280.628.000.000 melalui program pengampunan pajak pada tahun 2016

(Catatan 14d).

ASET TETAP — NETO

Rincian dan mutasi akun aset tetap adalah sebagai berikut:

Biaya Perolehan:

Kendaraan

Peralatan dan perabot
kantor

Total

Akumulasi Penyusutan:
Kendaraan

Peralatan dan perabot
kantor

Total

Nilai Buku

Biaya Perolehan:

Kendaraan

Peralatan dan perabot
kantor

Total

Akumulasi Penyusutan:

Kendaraan

Peralatan dan perabot
kantor

Total

Nilai Buku

30 September 2023

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
1.140.509.500 997.321.022 2.137.830.522
2.372.501.354 2.999.000 2.375.500.354
3.513.010.854 1.000.320.022 2.513.330.876

928.922.369 152.033.431 - - 1.080.955.800
1.015.954.392 238.960.212 1.254.914.604
1.944.876.761 390.993.643 2.335.870.404
1.568.134.093 2.177.460.472

31 Desember 2022

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

1.140.509.500 1.140.509.500
1.061.245.285 1.311.256.069 2.372.501.354
2.201.754.785 1.311.256.069 3.513.010.854
824.181.210 104.741.159 928.922.369
891.385.374 124.569.018 - 1.015.954.392
1.715.566.584 229.310.477 : 1.944.876.761

486.188.201 1.568.134.093

28
Page 31 OCR 0.942
PI NUSANTARA ALMALZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

12.

ASET TETAP — NETO (LANJUTAN)

Beban penyusutan untuk periode yang berakhir pada tanggal — tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 masing -— masing adalah sebesar Rp 390.993.643 dan Rp 229.310.177 yang
seluruhnya dialokasikan ke Beban umum dan administrasi (Catatan 26).

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 manajemen berkeyakinan tidak terdapat risiko
kerusakan yang signifikan, sehingga Grup tidak memiliki nilai pertanggungan asuransi atas seluruh aset
tetap kecuali atas beberapa kendaraan (Catatan 18).

Manajemen berkeyakinan bahwa pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak
terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap.

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, beberapa aset tetap Grup dijaminkan untuk
fasilitas pinjaman (Catatan 18).

UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Rincian utang usaha — pihak ketiga adalah sebagai berikut:

30 September 2023 31 Desember 2022
Awod Muhammad 4.213.125.000 5.211.578.000
CV A. Abadi 1.848.750.746 3.279.195.746
CV Citra Perkasa 981.517.501 2.813.710.001
Citra Mutiara Liauw Kiun Fan Fandy 1.312.608.000 1.312.608.000
CV Mitra Key Solution 1.047.343.295 1.166.544.695
PT Sumber Bagja Bersama 825.857.820 825.857.820
PT Muryo Joyo 90 227.817.510 227.817.510
CV Mustikajaya Kencana 349.650.000 499.500.000
“ PT Tiga Putra Pratama “ 155.520.000 “ 155.520.000"
Lain-lain
(masing-masing di bawah
Rp 150.000.000) 1.943.480.767 1.352.456.698
Total 12.905.670.639 16.844.788.470

13,

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, utang usaha adalah dalam Rupiah.
Rincian utang usaha - pihak ketiga berdasarkan umur utang adalah sebagai berikut:

30 September 2023 31 Desember 2022

Belum jatuh tempo - -
Telah jatuh tempo

1 - 30 hari - -

31 - 60 hari - 25.026.957

Lebih dari 60 hari 12.905.670.639 16.819.761.513

Total 12.905. 670.639 16.844.788.470

Tidak ada jaminan yang secara khusus diberikan oleh Grup atas utang usaha.
LIABILITAS LANCAR KEUANGAN LAINNYA

30 September 2023 31 Desember 2022
Bea perolehan hak atas
tanah dan bangunan 2.373.819.435 2.643.024.880
Administrasi penjualan 1.467.295.643 2.237.598.364
Notaris 171.839.225 146.359.295
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 200.000.000) 637.342.647 254.882.828
Total 4.650.296.950 5.281.865.367

29
Page 32 OCR 0.955
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 September 2023

Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. PERPAJAKAN

a. Pajak Dibayar di Muka

Rincian pajak dibayar di muka adalah sebagai berikut:

Pajak pertambahan nilai
Pajak penghasilan pasal 23

Total

. Utang Pajak

Rincian utang pajak adalah sebagai berikut:

Pajak penghasilan
Pasal 4 (2)
Pasal 21
Pasal 23
Pajak pertambahan nilai
Pajak penjualan final

Total

. Pajak Final

30 September 2023

31 Desember 2022

58.878.593 5.450.048
2.000.000 2.000.000
60.878.593 7.450.043

30 September 2023

31 Desember 2022

39.024.849
7.596.700
4.084.610

1.634.575.232
1127133

71.352.930
14.506.435
4.088.884
2.189.021.732

1.686.408.524

2.278.969.981

Perhitungan beban pajak penjualan final dan utang pajak penjualan final untuk tahun yang berakhir

pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

Penjualan

Beban pajak penjualan final

Dikurangi:

Pajak penjualan final yang
telah disetorkan

Utang pajak final awal tahun

Total

Sesuai dengan PP No. 34/2016, nilai penjualan yang menjadi dasar pengenaan pajak penghasilan
final adalah nilai yang tertinggi antara 1) nilai berdasarkan akta pengalihan hak atau 2) nilai jual

30 September 2023

31 Desember 2022

40.312.150.000

84.683.945.000

478.983.950

(478.983.950)

1.070.822.942

(1.070.822.942)

objek pajak tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan.

Perhitungan pajak di atas menjadi dasar dalam penyusunan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)

yang disampaikan kepada Kantor Pajak.

30
Page 33 OCR 0.958
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. PERPAJAKAN (LANJUTAN)
d. Pengampunan Pajak

Undang-undang Pengampunan Pajak No. 11 Tahun 2016 (UU Pengampunan Pajak) telah disahkan
dan diundangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang berlaku efektif pada tanggal 1 Juli 2016.
Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi
administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan dengan cara mengungkap harta
dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. Pengampunan pajak
diberikan atas kewajiban perpajakan sampai dengan akhir tahun pajak terakhir, yaitu tahun pajak
yang berakhir pada jangka waktu 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2015, melalui
pengungkapan harta dengan menggunakan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak
(SPHPP). Lingkup Pengampunan Pajak ini meliputi pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai dan
pajak penjualan atas barang mewah.

Berdasarkan SKPP tanggal 21 Desember 2016. Grup mengungkapkan kepemilikan persediaan
dalam bentuk tanah yang belum dikembangkan (tanah) sejumlah Rp 280.628.000.000 dan liabilitas
terkait sejumlah Rp 280.628.000.000, yang sebelumnya dilaporkan dalam SPT Pajak Penghasilan
tahun lalu.
Grup menyajikan tanah tersebut dan liabilitas terkait sesuai sifat dari aset tersebut sebagai
persediaan (bagian dari tanah yang belum dikembangkan) dan utang pihak berelasi dalam laporan
posisi keuangan.
Uang tebusan yang dibayarkan ke kantor pajak sebesar Rp 2.140.022 pada laba rugi tahun 2016.

'e. Pajak Tangguhan

Grup tidak menghitung pajak tangguhan karena dikenakan pajak final.

15. BEBAN AKRUAL

30 September 2023 31 Desember 2022
BPHTB 911.187.500 1.043.625.000
Jasa profesional 6.086.840 65.586.840
Komisi 79.699.258 31.419.334
Total 996.973.598 1.140.631.174

16. UANG MUKA PENJUALAN - PIHAK KETIGA

Rincian akun uang muka penjualan adalah sebagai berikut:

30 September 2023 31 Desember 2022
Rumah 3.578.845.569 2.021.423.115
Total 3.578.845.569 2.021.423.115

31
Page 34 OCR 0.933
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. UTANG BANK JANGKA PANJANG

30 September 2023 31 Desember 2022
Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 19.385.732.506 20.427.295.006
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 29.700.000.000 -
Entitas Anak
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 21.100.000.000 26.390.000.000
Sub-Total 70.185.732.506 46.817.295.006
Beban provisi yang belum
diamortisasi (479.420.839) (233.593.751)
Total 69.706.311.667 46.583.701.255
Dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam
waktu satu tahun (2.000.000.000) (1.500.000.000)
Bagian jangka panjang 67.706.311.667 45.083.701.255

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Perusahaan

Berdasarkan Perjanjian Kredit No. LMC 2/2.7/297/R tanggal 23 September 2019, No. LMC
2/2.7/180/R tanggal 14 Juni 2019 dan Perjanjian Kredit No. LMC 2/2.7/210/R tanggal 24 September
2018. Grup memperoleh fasilitas Kredit Term-Loan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(“BNI”). Saldo fasilitas Kredit Investasi pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sejumlah Rp 19.385.732.506 dan Rp 20.427.295.006.

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, rincian atas fasilitas kredit adalah sebagai

berikut:
No. Fasilitas Tujuan Plafon Bunga Jangka waktu
1. Fasilitas Kredit Investasi Pembiayaan hotel 25.000.000.000 10,752 24 Juni 2029

Pada tanggal 3 Juni 2020, Perusahaan sudah melakukan pelunasan pinjaman Fasilitas Term Loan
sebelum jatuh tempo.

Sehubungan dengan perjanjian kredit tersebut. tanpa persetujuan tertulis dari pihak BNI. Grup tidak

diperkenankan untuk, antara lain:

e Melakukan penjualan unit secara tunai maupun kredit menggunakan fasilitas KPR dari bank lain.

e Melakukan pengambilalihan aset milik pihak ketiga, kecuali dalam rangka kegiatan operasional
Grup.

8 Melakukan investasi, penyertaan modal, atau pengambilalihan saham pada Grup lain.

e  Mengizinkan pihak lain menggunakan Grup untuk kegiatan usaha pihak lain.

» Melunasi seluruh atau sebagian hutang Grup kepada pemegang saham dan/atau Grup afiliasi
yang telah didudukkan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit BNI
(Sub-Ordinated Loan).

» Memberikan pinjaman kepada siapapun juga termasuk kepada para pemegang saham, kecuali
jika pinjaman tersebut diberikan kepada anak Grup atau pinjaman dalam rangka transaksi dagang
yang berkaitan langsung dengan usahanya.

» Menerima pinjaman dari pihak lain (termasuk menerbitkan obligasi), kecuali jika pinjaman tersebut
diterima dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan usaha Grup.

32
Page 35 OCR 0.951
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17.

UTANG BANK JANGKA PANJANG (LANJUTAN)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan

.

Mengingatkan diri sebagai Penjamin (Borg), menjaminkan harta kekayaan dalam bentuk dan
masuk apapun (baik yang belum dan/atau telah dijaminkan oleh Grup kepada BNI) kepada pihak
lain.

Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada.

Membubarkan Grup dan meminta dinyatakan pailit.

Menggunakan dana Grup untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit BNI.

Menggadaikan atau dengan cara lain mempertanggungkan saham Grup kepada pihak manapun.

Mengubah bidang usaha atau membuka usaha baru selain usaha yang telah ada.

Melakukan interfinancing dengan Grup afiliasi, induk Grup, dan/atau anak Grup selain dalam

rangka meningkatkan kinerja bisnis dan keuangan Grup.

Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, termasuk tetapi tidak terbatas pada:

a. Mengadakan atau membatalkan kontrak atau perjanjian yang berdampak signifikan bagi Grup
dengan pihak lain dan/atau afiliasinya yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha Grup.

b. Mengadakan kerjasama yang dapat membawa pengaruh negatif pada aktivitas usaha
Saudara dan mengancam keberlangsungan usaha Grup.

Cc. Mengadakan transaksi dengan pihak lain, baik perseorangan maupun Grup, termasuk namun
tidak terbatas pada Grup afiliasinya, dengan cara-cara yang berada diluar praktek-praktek dan
kebiasaan yang wajar dan melakukan pembelian yang lebih mahal serta melakukan penjualan
lebih murah dari harga pasar.

Menyerahkan atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari hak dan/atau kewajiban Grup yang

timbul berdasarkan Perjanjian Kredit dan/atau dokumen jaminan kepada pihak lain. .

Melakukan suatu tindakan yang melanggar suatu ketentuan hukum dan/atau peraturan yang

berlaku.

Mencadangkan dana Grup minimal sebesar kewajiban kepada BNI hingga hotel beroperasi, di luar

kewajiban DSRA dan DSPA yang telah ditetapkan sebelumnya.

Grup diwajibkan untuk menjaga rasio lancar tidak kurang dari 1 kali, rasio utang atas modal tidak lebih
dari 2,7 kali dan debt to service ratio tidak kurang dari 10096.

Jaminan untuk fasilitas kredit diatas adalah sebagai berikut:

160 unit apartement poris 88 yang terletak di Jl. Benteng Betawi. Kel. Poris Gaga Baru.
Tangerang.

Tanah kosong seluas 286 m2 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan atas nama Richard Rachmadi
Wiriahardja.

Piutang usaha milik Grup per 31 Maret 2018 (Catatan 6)

Proyeksi pendapatan dan / atau penjualan yang akan diterima senilai Rp 80.896.000.000.
Personal guarantee atas nama Richard Rachmadi Wiriahardja.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Perusahaan

Pada tanggal 30 Mei 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari BTN dengan rincian sebagai
berikut:

» Kredit modal kerja term loan dengan plafon kredit sebesar Rp. 80.000.000.000 untuk proyek

perumahan Saung Kebun dengan rincian:
a) Bangunan sebesar Rp. 59.000.000.000
b) Sarana sebesar Rp. 3.250.000.000

c) Prasarana sebesar Rp. 17.000.000.000

33
Page 36 OCR 0.938
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. UTANG BANK JANGKA PANJANG (LANJUTAN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan

d) Splitsing Sertifikat Rp. 750.000.000
e) Kredit Pemilikan Lahan sebesar Rp. 6.100.000.000

Pada tanggal 30 Mei 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari BTN dengan rincian sebagai
berikut: (lanjutan)

» Kredit diperuntukan untuk pembangunan 621 unit rumah beserta sarana dan prasarana pada proyek
perumahan Saung Kebun yang berlokasi di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten
Karawang yang terdiri dari type 30/72 sebanyak 323 unit, type 30/78 sebanyak 214 unit, dan type
30/90 sebanyak 84 unit.
Jenis kredit adalah kredit konstruksi dan KPL.
Sifat kreditnya yaitu kredit Non revolving.
Jangka waktu kredit 60 bulan.
Suku bunga yang dipakai sebesar 1046
Denda untuk kredit ini adalah 296 diatas suku bunga kredit yang berlaku, dihitung atas jumlah
tunggakan dari tanggal penagihan sampai dengan tanggal pembayaran atas tunggakan dimaksud.
e Biaya — biaya yang dikenakan antara lain:
a) Provisi sebesar 0,0694 dari plafon kredit eenmaligh atau sebesar Rp. 51.660.000.
b) Administrasi sebesar 0,2576 dari plafon kredit eenmaligh atau sebesar Rp. 212.250.000.
c) Biaya layanan kredit sebesar 0,079 dari plafon kredit eenmaligh atau sebesar Rp. 63.140.000.
d) Biaya Cadangan Pemasangan Hak Tanggungan sebesar 0,504 dari plafon kredit.
e) Biaya lainnya yang kemungkinan muncul terkait dengan pengikatan kredit seperti biaya notaris,
biaya penilaian agunan, biaya pengikatan agunan, biaya asuransi, dan biaya lainnya menjadi
beban debitur.

0000

Jaminan untuk fasilitas kredit diatas adalah sebagai berikut:

- Tanah beserta bangunan yang telah terbangun maupun yang akan dibangun kemudian di atas
lahan Proyek Saung Kebun dengan luas minimal 102.845 m2 beserta lahan yang menjadi akses
jalan masuk yang berlokasi di Desa Bengle, Kec. Majalaya, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat.

- Personal guarantee atas nama Richard Rachmadi Wiriahardja.

- Standing instruction atas penyaluran dana Kredit Konstruksi serta hasil penjualan unit rumah
Saung Kebun, baik secara tunai, kredit maupun bentuk penjualan yang lain ke rekening giro
PT. NA di BTN.

-  Cessie atas seluruh piutang PT. NA yang berkaitan dengan semua proyek Saung Kebun.

Perusahaan diwajibkan untuk menjaga nilai Debt to Eguity Ratio (DER) maksimal sebesar 5004 dan
kecukupan modal minimal sebesar 1074 dari total utang di Bank BTN.

Saldo pinjaman pada tanggal 30 September 2023 sebesar Rp. 29.700.000.000.

34
Page 37 OCR 0.945
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17.

UTANG BANK JANGKA PANJANG (LANJUTAN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (lanjutan)

SIS

Pada tanggal 19 April 2022, SIS memperoleh fasilitas kredit dari BTN dengan rincian sebagai berikut:

0... &

Kredit modal kerja term loan dengan plafon kredit sebesar Rp. 75.000.000.000 untuk proyek
perumahan Serasi Indah dengan rincian:

Bangunan sebesar Rp. 31.800.000.000

a) Sarana sebesar Rp. 3.400.000.000

b) Prasarana sebesar Rp. 4.100.000.000

c) Splitsing Sertifikat Rp. 700.000.000

d) Kredit Pemilikan Lahan sebesar Rp. 35.000.000.000

Kredit diperuntukan untuk pembangunan 2.000 unit rumah beserta sarana dan prasarana pada

proyek perumahan Serasi Indah yang berlokasi di Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya,

Kabupaten Karawang.

Jenis kredit adalah kredit konstruksi dan KPL.

Sifat kreditnya yaitu kredit Non revolving.

Jangka waktu kredit 60 bulan.

Suku bunga yang dipakai sebesar 9Y6

Denda untuk kredit ini adalah 296 diatas suku bunga kredit yang berlaku, dihitung atas jumlah

tunggakan dari tanggal penagihan sampai dengan tanggal pembayaran atas tunggakan dimaksud.

Biaya — biaya yang dikenakan antara lain:

a) Provisi sebesar 0,069 dari total plafon kredit dan dibayarkan secara eenmaligh.

b) Administrasi sebesar 0,25” dari total plafon kredit dan dibayarkan secara eenmaligh.

c) Biaya layanan kredit sebesar Rp. 55.000.000

d) Biaya lainnya yang kemungkinan muncul terkait dengan pengikatan kredit beserta accessoire-
nya menjadi beban Debitur.

Agunan diikat dengan APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan), untuk itu harus menyetor biaya

cadangan APHT sebesar 0,596 dari plafon kredit.

Jaminan untuk fasilitas kredit diatas adalah sebagai berikut:

Tanah dan bangunan yang telah terbangun maupun yang akan dibangun kemudian diatas lahan
proyek perumahan Serasi Indah dengan luas minimal 234.340 m2 beserta. lahan yang menjadi
akses jalan masuk yang berlokasi di Desa Lemahmulya, Keamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.
Personal guarantee atas nama Ventje Rahardjo Soedigno.

Personal guarantee atas nama Richard Rachmadi Wiriahardja.

Standing Instruction atas penyaluran pencairan dana Kredit Konstruksi serta hasil penjualan unit
rumah Serasi Indah, baik secara tunai, kredit, maupun bentuk penjualan yang lain ke rekening giro
PT Serena Inti Sejati di Bank BTN.

Cessie atas seluruh piutang PT Serena Inti Sejati yang berkaitan dengan semua proyek Serasi
Indah.

Perusahaan diwajibkan untuk menjaga nilai Debt to Eguity Ratio (DER) tidak melebihi 50076 dan rasio
kecukupan modal minimal sebesar 1096 dari total utang di BTN.

Pada tanggal 30 September 2023, SIS telah memenuhi financial covenant untuk perjanjian di atas.
Saldo pinjaman 30 September 2023 adalah sebesar Rp. 21.100.000.000.

35
Page 38 OCR 0.943
PT NUSANTARA ALMIAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18.

19.

UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN

Rincian pembayaran utang pembiayaan konsumen minimum pada masa yang akan datang
berdasarkan perjanjian utang pembiayaan konsumen tersebut adalah sebagai berikut:

30 September 2023 31 Desember 2022

Pembayaran angsuran

minimum:
Sampai dengan satu tahun 186.792.000 52.789.766
Lebih dari satu tahun dan

kurang dari

empat tahun 474.436.000 39.592.326
Total 661.228.000 92.382.092
Dikurangi beban bunga

yang belum jatuh tempo (77.358.504) (21.318.949)
Nilai sekarang atas

pembayaran minimum

utang pembiayaan

konsumen 583.869.496 71.063.143
Dikurangi bagian jangka

pendek (150.577.289) (40.607.511)
Bagian jangka panjang 433.292.207 30.455.632

Grup memiliki perjanjian utang pembiayaan konsumen dengan PT Mandiri Tunas Finance, pihak ketiga,
untuk pengadaan kendaraan. Perjanjian pembiayaan konsumen akan mensyaratkan pembayaran
dengan jangka waktu 4 tahun, dan akan jatuh tempo pada tahun 2027. Tingkat bunga efektif rata-rata
640 - 1376 per tahun.

Utang ini dijamin dengan aset yang dibeli menggunakan dana dari pinjaman terkait. Perjanjian
pembiayaan konsumen membatasi Grup, antara lain, untuk menjual dan mengalihkan hak pemilikan
kendaraan yang dibeli. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup telah mematuhi
pembatasan sesuai dengan perjanjian.

LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

Grup mencadangkan liabilitas imbalan pascakerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan
No. 13 tanggal 25 Maret 2003. Penyisihan liabilitas imbalan pascakerja untuk periode yang berakhir
pada 30 September 2023 dan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 dihitung menggunakan
metode “Projected Unit Credit”, dengan asumsi — asumsi utama sebagai berikut:

31 Desember 2022

Tingkat diskonto 1,440
Tingkat kenaikan gaji To
Usia pensiun 55 tahun
Tingkat mortalitas (Tabel

Mortalitas Indonesia/TMI) TMI IV - 2019
Tingkat pensiun

dini/pengunduran diri 3Yo

36
Page 39 OCR 0.933
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (LANJUTAN)

Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dari program imbalan
pascakerja adalah sebagai berikut:

31 Desember 2022

Beban jasa kini 224.545.045

Beban bunga 56.991.257

Dampak penerapan siaran pers DSAK (91.481.134)
Biaya imbalan pasti yang diakui pada laba rugi 190.055.168
Kerugian aktuarial yang diakui pada

Penghasilan komprehensif lain 23.170.734
Total 213.225.902

Mutasi nilai kini liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022

Saldo awal 767.801.574
Beban jasa kini 224.545.045
Beban bunga 56.991.257
Dampak penerapan siaran pers DSAK (91.481.134)
Kerugian aktuarial 23.170.734
Biaya imbalan pasti yang diakui pada laba rugi 981.027.476

Analisa profil jatuh tempo pembayaran imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 September 2023,
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

31 Desember 2022

1-2 tahun 381.313.633
2-5 tahun -
Di atas 5 tahun 8.763.505.352
Total 9.144.813.985

20. MODAL SAHAM

Rincian kepemilikan saham pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

Persentase
Pemegang Saham Total Saham Kepemilikan Total

Richard Rachmadi

Wiriahardja 977.980.000 44,506 195.596.000.000
PT Ristia Bintang

Mahkotasejati Tbk 758.000.000 3449 151.600.000.000
Michella Ristiadewi 20.000 010179 4.000.000
Masyarakat (masing -masing

kurang dari 594) 461.540.705 21,007 92.308.141.000
Total 2.197.540.705 100,00” 439.508.141.000

37
Page 40 OCR 0.950
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21.

22.

23.

24.

25.

TAMBAHAN MODAL DISETOR

Pada tanggal 30 September 2023, akun ini terdiri dari:

Tambahan modal disetor dari Penawaran Umum Perdana

sebanyak 461.538.000 saham dengan nilai nominal

Rp 200 per lembar saham yang ditawarkan

sebesar Rp 220 per lembar saham (Catatan 1b) 9.230.760.000
Tambahan modal disetor dari Penerbitan Saham Waran

sebanyak 2.705 saham dengan nilai nominal

Rp 200 per lembar saham yang ditawarkan sebesar

Rp 680 per lembar saham 1.298.400
Selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali (7.882.754.064)
Biaya emisi saham (Catatan 1b) 3.500.000.000
Total (2.150.695.664

SALDO LABA TELAH DITENTUKAN PENGGUNAANNYA

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham No. 92 tanggal 22 April 2022 yang dibuat dihadapan
Recky Francky Limpele S.H., Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui penyisihan
cadangan saldo laba sebesar Rp. 459.179.710 dari laba bersih tahun buku 2021 sebagai laba ditahan
yang telah ditentukan penggunaannya.

PENJUALAN NETO

30 September 2023 30 September 2022
Rumah 38.132.750.000 57.004.045.000
Kavling Tanah 2.179.400.000 9.684.500.000
Total 40.312.150.000 66.688.545.000

Sepanjang periode berjalan, tidak terdapat pelanggan individual yang nilai transaksinya melebihi 10965
dari penjualan bersih kumulatif ataupun penjualan yang dilakukan kepada pihak-pihak berelasi.

BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG

30 September 2023 30 September 2022
Rumah 24.637.995.484 35.429.412.522
Kavling tanah 620.186.060 4.306.965.120
Total 25.258.181.544 39.736.377.642

Sepanjang tahun berjalan, tidak terdapat transaksi dengan pemasok yang nilai transaksinya melebihi
1076 dari penjualan bersih kumulatif ataupun penjualan yang dilakukan kepada pihak-pihak berelasi.

BEBAN PENJUALAN

30 September 2023 30 September 2022
Biaya promo penjualan 2.858.883.658 4.601.322.508
Komisi penjualan 2.804.226.730 4.779.967.893
Iklan dan promosi 100.800.000 90.000.000
Total 5.763.910.388 9.471.290.401

38
Page 41 OCR 0.940
PT NUSANTARA ALMALZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

26.

27.

28.

BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 September 2023 30 September 2022

Gaji, upah dan tunjangan 2.954.805.091 2.705.214.208

Beban rumah tangga — proyek 2.553.568.198 3.068.007.745

Perijinan 2.122.306.248 3.199.025.239

Jasa profesional 1.618.917.382 1.367.720.888

Penyusutan (Catatan 11) 390.993.643 150.760.157

Pajak 381.177.587 549.607.041

Beban rumah tangga — pusat 135.787.750 -

Lain-lain (masing-masing di bawah

Rp 50.000.000) 1.458.346.651 1.069.591.703

Total 11.615.902.550 12.109.926.981

PENGHASILAN (BEBAN) USAHA LAINNYA — NETO

Rincian penghasilan (beban) usaha lainnya - neto adalah sebagai berikut:

30 September 2023 30 September 2022

Lain-lain 1.661.382 1.402.520

Total 1.661.382 1.402.520

INFORMASI PIHAK BERELASI

Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan beberapa transaksi dengan pihak-pihak berelasi yang
dilakukan pada tingkat harga dan persyaratan tertentu, Rangkuman transaksi dan saldo dari
transaksi-transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

30 September 2023 (0) 31 Desember 2022 (V2)

Liabilitas
Liabilitas jangka panjang
Utang pihak berelasi

Richard Rachmadi Wiriahardja 6.126.146.983 6,85 6.204.646.983 6,69

PT. Manggala Citra Abadi (MCA) 1.273.527.973 2,96 4.468.027.973 4,82
Total 7.399.674.956 9,81 10.672.674.956 11,51

Sifat hubungan dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

Pihak-pihak Berelasi

Sifat Berelasi

Richard Rachmadi Wiriahardja
PT. Manggala Citra Abadi (MCA)"

Pemegang saham
Perusahaan afiliasi

Seluruh transaksi pihak berelasi dengan pemegang saham tidak memiliki bunga, tidak ada jangka
waktu jatuh tempo ataupun jaminan yang secara khusus diberikan oleh Grup sehubungan dengan

utang lain-lain pihak berelasi.

Pada tanggal 21 Januari 2021 SIS memperoleh pinjaman dari MCA dengan pagu maksimal
Rp. 6.000.000.000, bunga 3Ys dengan jangka waktu pinjaman 2 tahun. Perjanjian ini sudah
diperpanjang selama 2 tahun sehingga berlaku sampai dengan 21 Januari 2025.

Pinjaman ini dalam mata uang Rupiah.

39
Page 42 OCR 0.960
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29.

30.

31.

UTANG SUBORDINASI

Pada tanggal 3 Oktober 2018, SIS, entitas anak, membuat perjanjian dengan beberapa pemegang
saham dalam pemberian utang subordinasi. Utang subordinasi merupakan utang kepada pemegang
saham yang ditempatkan sebagai pinjaman subordinasi atas fasilitas kredit BNI (Subordinated Loan)
yang diperoleh SIS.

SIS dilarang untuk melunasi seluruh utang SIS kepada pemegang saham atau SIS afiliasi yang telah
didudukan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit tersebut. Utang subordinasi tersebut tidak
dikenakan bunga, tanpa jaminan, dan tidak ada jangka waktu pelunasan.

INSTRUMEN KEUANGAN

Nilai wajar dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi, aset
keuangan lancar lainnya, utang bank, utang pembiayaan konsumen liabilitas lancar keuangan lainnya,
utang usaha - pihak ketiga, utang pihak berelasi dan beban akrual mendekati jumlah tercatat karena
jangka waktu yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.

Nilai wajar utang bank dan utang pembiayaan konsumen mendekati jumlah tercatat karena telah
dikenakan tingkat suku bunga pasar.

Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup tidak memiliki aset dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar.

KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Grup memiliki eksposur risiko dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas. Manajemen terus
memantau proses manajemen risiko Grup untuk memastikan keseimbangan yang sesuai antara risiko
dan pengendalian yang dicapai. Kebijakan dan sistem manajemen risiko dipantau secara berkala untuk
mencerminkan perubahan dalam kondisi pasar dan kegiatan Grup.

1. Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan atau kontrak
pelanggan akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian
keuangan. Tujuan Grup adalah untuk mencari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan
meminimalkan kerugian yang terjadi karena peningkatan eksposur risiko kredit. Grup melakukan
transaksi hanya dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik, Ini adalah
kebijakan Grup bahwa semua pelanggan yang akan melakukan transaksi secara kredit harus
melalui prosedur verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan
tujuan bahwa eksposur Grup terhadap piutang tak tertagih tidak signifikan.

Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Grup hanya menempatkan
dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen juga senantiasa
memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank dalam Lembaga
Penjaminan Simpanan (LPS).

Terhadap eksposur yang terkait dengan dengan piutang. Grup menerapkan manajemen kredit
dengan prinsip kehati-hatian di mana mencakup prosedur verifikasi kredit, pertimbangan atas
kredibilitas konsumen dan penetapan jaminan kredit dalam bentuk sertifikat kepemilikan
tanah/rumah. Manajemen juga senantiasa memantau kolektibilitas penagihan dan mengupayakan
secara maksimum pencapaian zero bad debt. Selain dari itu dalam transaksi penjualan real estat.
manajemen juga melakukan kerjasama dengan pihak bank dalam bentuk penyediaan fasilitas KPR
sehingga dapat meminimumkan risiko kredit.

40
Page 43 OCR 0.890
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (LANJUTAN)

1. Risiko Kredit (Lanjutan)

Tabel di bawah menunjukkan analisis umur aset keuangan Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak
mengalami penurunan nilai pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022:

30 September 2023

Telah jatuh
tempo tetapi
Belum jatuh tidak
tempodantidak —— mengalami Mengalami Penyisihan
mengalami penurunan penurunan penurunan
penurunan nilai nilai nilai nilai Total
Kas dan
Setara kas 41.945.448.406 - - - 1.945.448.406
Piutang usaha - 15.808.460.265 - - 15.808.460.265
Piutang lain-lain 2.611.033.172 - - - 2.611.033.172
Total 44.556.481.578 15808-460.265 : : 60.364.941.343
31 Desember 2022
Telah jatuh
tempo tetapi
Belum jatuh tidak
tempo dantidak —— mengalami Mengalami Penyisihan
mengalami penurunan penurunan penurunan
penurunan nilai nilai nilai nilai Total
Kas dan
Setara kas 25.468.614.912 - - - 25.468.614.912
Piutang usaha » 15.934.253.187 aa - 15.934.253.187
Piutang lain-lain 2.885.056.937 - - - 2.885.056.937
Total 28-353.671.849 — 15.934.253187 - : 4.287.925.036

2. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana
guna memenuhi komitmennya atas liabilitas keuangan yang jatuh tempo dalam waktu singkat.

Grup memiliki eksposur terhadap risiko likuiditas yang timbul terutama dari ketidaksesuaian jatuh
tempo antara aset dan liabilitas keuangan.

Grup memantau kebutuhan likuiditasnya dengan memonitor jadwal pembayaran liabilitas keuangan

dan arus kas keluar terkait dengan operasi sehari-hari, guna memastikan ketersediaan pendanaan
yang cukup melalui fasilitas kredit, baik mengikat dan tidak mengikat.

M
Page 44 OCR 0.901
PI NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (LANJUTAN)

2. Risiko Likuiditas (Lanjutan

Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.

30 September 2023

Kurang dari 1 1 sampai 3 3 sampai 12 1 sampai 5 Seperti yang
bulan bulan bulan tahun dilaporkan

Utang

subordinasi - - - 6.853.455.000 6.853.455.000
Utang bank - 450.000.000 1.350.000.000 7.906.311.667 69.706.311.667
Utang usaha - - 12.905.670.639 - 12.905.670.639
Liabilitas lancar

keuangan

lainnya - - 4.650.296.950 - 4.650.296.950
Utang pihak

berelasi - - 7.399.674.966 - 7.399.674.956
Beban akrual - - 996.973.598 - 996.973.598
Total - 450.000.000 27.302.616.143 T4.759.766.667 ——” 102.512.382.810

31 Desember 2022
Kurang dari T Tsampai 3 3'sampai 12 Seperti yang
bulan bulan bulan 1 sampai 5 tahun dilaporkan

Utang

subordinasi - - - 6.845.579.826 6.846.579.826
Utang bank - 300.000.000 1.200.000.000 45.083.701.255 6.583.701.255
Utang usaha - 25.026.957 16.819.761.513 - 16.844.788.470
Liabilitas lancar .

keuangan

Lainnya - - 5.281.865.367 - 5.281.865.367
Utang — pihak

berelasi - - 10.672.674.956 - 10.672.674.956
Beban akrual - - 1.140.631.174 - 1.140.631.174
Utang

pembiayaan

konsumen 3.383.959 6.767.918 30.455.634 30.455.632 71.063.143
Total 3.383.959 381.794.875 35-145.388.644 51.960.736.713 87.441.304.191

32. LABA NETO PER SAHAM DASAR

Laba neto per saham dasar dihitung den

gan membagi laba neto untuk para pemegang saham dengan

rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode/tahun bersangkutan.

30 September 2023

30 September 2022

Laba (Rugi ) Neto Periode

Berjalan (4.162.978.953) 2.015.505.565

Jumlah rata-rata tertimbang
Saham (setelah perubahan
nilai
nominal saham)

2.197.538.753 2.197.538.753

Laba (Rugi) per saham dasar /
dilusi untuk periode tahun
berjalan

(2,23) 0,26

42
Page 45 OCR 0.942
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 September 2023
Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

33.

34.

TRANSAKSI KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI DAN PENYAJIAN KEMBALI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Pada tanggal 24 September 2019, Perusahaan mengakuisisi SIS dengan persentase kepemilikan
68,006 dengan harga pembelian Rp 36.720.000.000.

Karena transaksi tersebut merupakan kombinasi bisnis entitas sepengendali, sehingga akuisisi tersebut
dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Untuk tujuan penyajian, laporan
keuangan Perusahaan, SIS digabungkan dan disajikan kembali seolah-olah Perusahaan dan SIS
dikonsolidasikan sejak awal periode yang disajikan.

Berikut ini merangkum nilai buku aset neto, kepentingan nonpengendali dan selisih nilai transaksi
kombinasi bisnis entitas sepengendali yang timbul dari kombinasi bisnis entitas sepengendali:

Total aset lancar 16.517.314.961
Total aset tidak lancar 117.130.184.990
Total aset 133.647.499.951
—— 241192
Total liabilitas jangka pendek 35.391.301.807
Total liabilitas jangka panjang 55.848.483.533
Total liabilitas 91.239.785.340
Total aset neto teridentifikasi dengan nilai buku 42.407.714.610
Kepentingan nonpengendali (13.570.468.676)
Dikurangi imbalan yang dibayarkan (36.720.000.000)
Total (7.882.754.064,

INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

Informasi transaksi non kas adalah sebagai berikut:

30 September 2023 30 September 2022
Penambahan persediaan melalui
reklasifikasi tanah yang
yang belum dikembangkan 9.880.000.000 16.640.000.000
Penambahan aset tetap melalui
utang pembiayaan konsumen 625.042.330 -

43
Page 46 OCR 0.900
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 September 2023

Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS (LANJUTAN)

Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan:

30 September 2023

Saldo awal Arus kas - Neto Lain-lain Saldo Akhir

Utang

subordinasi 6.846.579.826 - 6.875.174 6.853.455.000
Utang bank 46.583.701.255 23.031.825.000 90.785.412 69.706.311.667
Utang

pembiayaan

konsumen 71.063.143 (150.577.289) 663.383.642 583.869.496
Utang pihak

berelasi 10.672.674.956 (3.273.000.000) - 7.399.674.956
Total 64.174.019.180 19.608.247.711 761.134.228 84.543.311.19

31 Desember 2022
Saldo awal Arus kas - Neto Lain-lain Saldo Akhir

Utang

subordinasi 6.720.810.386 - 125.769.440 6.846.579.826
Utang bank 59.182.469.981 (13.308.196.996) 709.428.267 46.583.701.255
Utang

pembiayaan

konsumen 111.670.654 (40.607.511) - 71.063.143
Utang pihak

berelasi 14.007.975.71 (3.335.300.215) - 10.672.674.956
Total 80.022.926.192 (16.684.104.719) 835.197.707 64.174.019.180

35. INFORMASI SEGMEN

Grup beroperasi hanya dalam satu segmen usaha yaitu peni
dari Grup yang terlibat secara terpisah dalam aktivitas bisi

gembang real estat. Tidak ada komponen
nis ataupun yang informasi keuangannya

dapat dipisahkan.
36. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
30 September 2023
Persentase Saldo Awal Kepentingan Bagian Bagian Laba Bagian Saldo Akhir
Kepentingan Nonpengendali Tambahan Rugi Neto Penghasilan
Nonpengendali Pada saat Modal Disetor Komprehensif
Akuisis Lain
sis 321, 19162421417 : (6375175) 743.194.392 : 19.898.740.625
31 Desember 2022
Persentase Saldo Awal Kepentingan Bagian Bagian Laba Bagian Saldo Akhir
Kepentingan Nonpengendali Tambahan Rugi Neto Penghasilan
Nonpengendali Pada saat Modal Disetor Komprehensif
Akuisis Lain
sis 321 176B2.76.031 : 01077) 1:577.385308 T2657.550 19162421211

44

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.27 MB
Published31 Oct 2023
Pages46
Characters113,017
Text sourceOCR
OCR confidence0.912

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2023-III-NZIA.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result