Back to announcement
Penjelasan 20 persen September 2023.pdf
Financial statement Text extracted MASBSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
Bersama ini kami kirimkan penjelasan kenaikan dan penurunan Aset dan Liabilitas pada
posisi September 2023 sebagai berikut :
1. Giro pada Bank Indonesia
Giro pada Bank Indonesia dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 863,90 Milyar. Hal ini disebabkan meningkatnya rata-rata dana pihak ketiga bank pada
September 2023 ini sehingga Bank menempatkan dana lebih besar untuk memenuhi rasio
Giro Wajib Minimum (GWM).
2. Giro pada Bank Lain – Pihak ketiga
Giro pada Bank Lain – Pihak ketiga dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami
kenaikan sebesar Rp. 201,17 Milyar. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dana
untuk mendukung kebutuhan transaksi operasional.
3. Efek-efek – Pihak ketiga
Efek-efek – Pihak ketiga dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami penurunan sebesar
Rp. 1,77 Trilyun. Penurunan tersebut disebabkan adanya penjualan surat berharga yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
4. Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali – Pihak ketiga
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali – Pihak ketiga dibandingkan posisi
Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp. 4,72 Trilyun. Peningkatan tersebut
disebabkan karena adanya pembelian RR SUN.
5. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi – Pihak ketiga
Tagihan Akseptasi – Pihak ketiga dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami
penurunan sebesar Rp. 7,06 Milyar hal ini terjadi karena adanya penurunan kegiatan atas
transaksi ekspor import dari nasabah.
6. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan mengalami penurunan sebesar Rp. 13,23 Milyar jika dibandingkan
dengan posisi Desember 2022. Penurunan tersebut disebabkan oleh dampak pengakuan
mark to market (MTM) surat berharga yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Page 2
7. Aset lain-lain-bersih Aset Lain-lain - bersih dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp. 155,57 Milyar. Kenaikan tersebut sebagian besar disebabkan oleh adanya penyelesaian kewajiban debitur bermasalah dengan cara pengambilalihan agunan yaitu senilai Rp. 90,36 Milyar. 8. Kewajiban Segera Kewajiban Segera dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp. 74,92 Milyar. Kenaikan tersebut sebagian besar disebabkan oleh adanya kenaikan kewajiban atas transaksi ATM Prima sejalan dengan meningkatnya transaksi nasabah. 9. Simpanan Nasabah Simpanan nasabah dibandingkan Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp. 4,78 Trilyun. Kenaikan didominasi adanya peningkatan giro dan juga deposito dari nasabah. Hal tersebut sejalan dengan upaya Bank dalam meningkatkan produk pendanaan murah. 10. Simpanan dari pihak lain - Pihak ketiga Simpanan dari pihak lain - Pihak ketiga dibandingkan Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp. 497,71 juta. Kenaikan tersebut disebabkan adanya penempatan deposito on call dari Bank lain. 11. Biaya yang masih harus dibayar Biaya yang masih harus dibayar dibandingkan Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp. 3,17 Milyar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya pencadangan biaya seperti premi OJK dan biaya sehubungan adanya pembelian barang dan jasa yang belum ditagihkan. 12. Liabilitas Lain-lain Liabilitas Lain-lain dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp. 69,71 Milyar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya kenaikan Setoran Jaminan atas transaksi LC dan BG. Selain itu, kenaikan liabilitas lain-lain juga disebabkan adanya kenaikan akru bunga deposito dimana sejalan dengan adanya kenaikan penempatan deposito dari nasabah.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.