Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 298
Page 1
Menguatkan Ketahanan Ekonomi,
Mempercepat Transisi Berkelanjutan
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 2
Laporan Keberlanjutan 2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 2
Climate-Related
Pengantar Disclosure Lampiran
4 Tentang Laporan Ini 40 Manajemen Risiko Iklim 211 Tabel Data ESG
Issued Securities Impact
246
Daftar
Laporan Direksi dan Dewan Reporting
6
Komisaris
Sustainability-Related 276 Indeks Standar Pelaporan
Tanggung Jawab Pelaporan
12
Keberlanjutan 2025 Disclosure
Isi
292 Indeks Pelaporan IDX
Sorotan Bisnis dan
14 80 Keuangan Inklusif
Keberlanjutan 293 Assurance
112 Privasi dan Keamanan Data 297 Lembar Umpan Balik
Keberlanjutan di BRI 126 Bisnis yang Beretika
25 Strategi Keberlanjutan
General Sustainability
Topic Disclosure
Keterlibatan
Pemangku 143 Tata Kelola
Kepentingan dan 177 Manajemen Risiko
Materialitas
182 Our People: Insan BRILiaN
Keterlibatan Pemangku Local Communities and Human
31 198
Kepentingan Rights
Proses Identifikasi Pemangku 209 Responsible Artificial Intellegence
31
Kepentingan
Saluran Pelibatan Pemangku
32
Kepentingan
33 Penilaian Materialitas
Page 3
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 3
Pengantar
Tentang Laporan Ini 4 Laporan Direksi dan Dewan Komisaris 6 Tanggung Jawab Pelaporan Keberlanjutan 2025 12 Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan 14
Page 4
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 4
Tentang Laporan Ini
Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) disusun untuk Keterkaitan Informasi [H.4]
merefleksikan aspirasi dan kinerja keberlanjutan BRI dalam mendukung visi “BRIVOLUTION Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 disusun sebagai laporan tersendiri untuk melengkapi Laporan
Reignite: Deliver Sustainable Values and Integrated Solutions to Achieve Indonesia’s Aspiration”. Tahunan BRI Tahun 2025. Jika Laporan Tahunan menyajikan gambaran kinerja keuangan, tata
kelola, dan arah strategis Bank secara menyeluruh, maka Laporan Keberlanjutan ini berfokus pada
Melalui laporan ini, kami menyajikan informasi dampak dari aktivitas operasional dan pembiayaan bagaimana aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) diintegrasikan ke dalam strategi bisnis
BRI terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, sekaligus menguraikan risiko serta peluang dan operasional BRI.
keberlanjutan, termasuk risiko dan peluang terkait perubahan iklim yang dilengkapi dengan metrik
dan target. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemerintah, investor, Secara khusus, Laporan Keberlanjutan ini juga menguraikan pengelolaan risiko dan peluang
masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, sekaligus memperkuat transparansi, akuntabilitas, keberlanjutan, termasuk risiko dan peluang terkait perubahan iklim, serta implementasi Tanggung
dan keterbandingan informasi keberlanjutan, sebagai bagian dari komitmen BRI terhadap penerapan Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pengungkapan ini memberikan konteks yang lebih mendalam
keuangan berkelanjutan. atas informasi keuangan yang disajikan dalam Laporan Tahunan, termasuk keterkaitan antara
kebijakan dan inisiatif keberlanjutan dengan kinerja keuangan dan strategi investasi jangka panjang.
Lingkup Laporan Informasi tertentu dalam laporan ini merujuk secara eksplisit pada Laporan Tahunan BRI dan
Laporan Keuangan Konsolidasi 2025 dengan indikasi nomor halaman atau bagian yang relevan.
Batas Cakupan Pelaporan Seluruh dokumen yang dirujuk tersedia secara publik pada waktu bersamaan di website BRI (www.
Laporan ini disusun oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) sebagai entitas pelapor bri.co.id) dengan tingkat aksesibilitas yang setara.
tunggal (bank only) dan tidak mencakup entitas perusahaan anak. Fokus pelaporan mencakup
seluruh aktivitas operasional di bawah kendali langsung Perusahaan, mulai dari Kantor Pusat, Seluruh informasi keuangan dalam laporan ini disajikan dalam mata uang Rupiah (IDR), konsisten
Regional Office, Kantor Cabang, BRI Unit, hingga seluruh jaringan layanan di wilayah Indonesia, dengan mata uang presentasi Laporan Keuangan Konsolidasian BRI. Apabila terdapat data dalam
kecuali dinyatakan lain pada informasi spesifik. [GRI 2-2] mata uang asing, konversi dilakukan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 31
Desember 2025, dengan penjelasan spesifik diberikan pada setiap data terkait.
Untuk pelaporan periode tahun buku 2025, BRI melakukan audit laporan keuangan secara
terkonsolidasi yang mencakup entitas anak seperti Bank Raya, BRI Global Financial Services Ltd, Standar Pengungkapan
BRI Life, BRI Finance, BRI Manajemen Investasi, BRI Ventures, BRIDS, BRI Insurance, Pegadaian,
dan PNM. Meskipun demikian, informasi terkait kinerja keberlanjutan entitas anak tersebut tidak Pernyataan Kepatuhan
diungkapkan dalam laporan ini (kecuali diinformasikan lain secara spesifik). [GRI 2-2] Publikasi Laporan Keberlanjutan BRI Tahun 2025 merupakan pemenuhan kewajiban pelaporan
keberlanjutan sesuai amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017
Periode dan Frekuensi Pelaporan tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan
Laporan ini menyajikan informasi mengenai aktivitas dan kinerja keberlanjutan BRI untuk periode Publik. Penyusunan laporan ini mengacu pada Pedoman Teknis Penyusunan Laporan Keberlanjutan
tahun buku 2025, terhitung dari 1 Januari hingga 31 Desember 2025, selaras dengan periode Bagi Emiten dan Perusahaan Publik sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Otoritas Jasa
Laporan Keuangan yang telah diaudit. Laporan Keberlanjutan dipublikasikan setiap tahun, Keuangan (SEOJK) Nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau
menyertakan data historis tiga tahun terakhir sebagai dasar keterbandingan kinerja untuk Perusahaan Publik.
memberikan gambaran kemajuan yang terukur. Data historis pada laporan ini meliputi periode
tahun 2023 hingga 2025. [GRI 2-3] Selain memenuhi regulasi dalam negeri, penyusunan laporan ini juga mengacu pada sejumlah
standar global, meliputi:
Informasi yang Disajikan Ulang • Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021 (in accordance with GRI Standards);
Penyajian kembali informasi atas laporan tahun sebelumnya dicantumkan secara eksplisit dengan • Global Reporting Initiative (GRI) G4 Supplement Sector;
catatan khusus pada bagian data terkait. Pencantuman ini untuk memastikan pembaca dapat • Standard dan Sustainability Accounting Standards Board (SASB) untuk bank komersial;
melacak perubahan metodologi atau penyesuaian data secara akurat. [GRI 2-4] • International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2 yang diterbitkan oleh International
Sustainability Standard Board (ISSB) dan telah diadopsi di Indonesia menjadi Pernyataan
Standar Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan 2; dan
• Task Force on Climate-Related Financial Disclosures (TCFD).
Page 5
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 5
Tentang Laporan Ini
Sumber Panduan
Dalam penyusunan laporan ini, BRI merujuk pada berbagai panduan teknis untuk memastikan
akurasi dan kredibilitas data yang dilaporkan. Khusus untuk data emisi gas rumah kaca, periode
pelaporan diperluas hingga empat tahun (2022-2025) sesuai dengan tahun dasar perhitungan
emisi BRI pada tahun 2022. Dalam pengukuran emisi, laporan ini menyajikan dua pendekatan
metodologi berbeda. Emisi operasional diukur menggunakan standar Greenhouse Gas (GHG)
Protocol, dengan cakupan seluruh kantor cabang BRI di Indonesia. Sementara emisi yang dibiayai
(financed emissions) dihitung berdasarkan standar Partnership for Carbon Accounting Financials
(PCAF) dan cakupan Science Based Targets Initiative (SBTi). Pengukuran emisi yang dibiayai
mencakup berbagai jenis aset pembiayaan, meliputi pinjaman korporasi, pembiayaan proyek
pembangkit listrik, real estate komersial, ekuitas yang tercatat, dan obligasi. Pada sejumlah aspek
yang relevan, laporan ini mencerminkan prioritas BRI dalam mengintegrasikan komitmen terhadap
sepuluh prinsip UN Global Compact (UNGC) serta mendukung pencapaian Sustainable Development
Goals (SDGs).
Penjaminan Eksternal [OJK G.1] [GRI 2-5, 2-14]
Seluruh data keberlanjutan, pengungkapan, dan klaim dalam laporan ini telah ditinjau dan disetujui
Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris [GRI 2-14] serta diverifikasi dan dijamin secara eksternal oleh PT
Decar Verite Asia berdasarkan standar AA1000AS. Pernyataan dan laporan assurance secara detail
dapat dilihat pada halaman 293-295 laporan ini. Adapun informasi emisi GRK dalam laporan ini telah
diverifikasi oleh pihak ketiga independen Sucofindo International Certification Services, dengan
lembar opini yang dapat dilihat pada halaman 296. [GRI 2-5]
BRI memilih penjamin eksternal sesuai kebijakan pengadaan perusahaan yang berlaku berdasarkan
keahlian, reputasi, dan tidak adanya potensi konflik kepentingan. Selanjutnya, dilakukan verifikasi
sampel bukti dokumentasi dan konfirmasi kepada pihak narasumber di seluruh unit kerja terkait. [GRI
2-5]
Narahubung Laporan[GRI 2-3]
BRI sangat menghargai setiap masukan dan saran yang dapat menyempurnakan laporan ini di masa
mendatang. Untuk itu, silakan menghubungi:
Narahubung Dhanny, Sekretaris Perusahaan
+6221 575 2452 humas@bri.co.id
Untuk informasi lain mengenai Laporan Keberlanjutan BRI
Tahun 2025, Anda dapat mengunjungi https://bri.co.id/report.
Page 6
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 6
Laporan
Direktur Utama[OJK D.1] [GRI 2-22]
Hery Gunardi
Direktur Utama
,,
Melalui transformasi berkelanjutan dan integrasi ESG dalam
seluruh aktivitas bisnis, BRI terus memperkuat perannya
sebagai penggerak inklusi keuangan dan katalisator
pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Pemegang saham dan para pemangku kepentingan yang kami hormati.
Perekonomian global masih dihadapkan pada ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik,
volatilitas pasar keuangan, tekanan inflasi, gangguan rantai pasok, serta meningkatnya risiko
perubahan iklim. Namun demikian, perekonomian Indonesia pada tahun 2025 tetap
menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan 5,11% (yoy) yang didukung kuatnya
konsumsi domestik dan sektor industri pengolahan. Kondisi ini mencerminkan resiliensi
ekonomi nasional serta membuka peluang bagi dunia usaha untuk terus berkembang. Dengan
resiliensi organisasi dan strategi yang adaptif, BRI meyakini peluang untuk tumbuh secara
berkelanjutan tetap terbuka.
Menyikapi hal tersebut, BRI terus mendorong transformasi menuju praktik bisnis yang
berkelanjutan dan penguatan fundamental bisnis melalui inisiatif transformasi BRIvolution
Reignite. Untuk mendukung transformasi tersebut BRI juga telah merumuskan strategi
keberlanjutan dengan aspirasi menjadi World-class Sustainable Banking Group focusing on
Envrionmental, Social, and Governance, yang diwujudkan melalui tiga pilar utama yaitu
Stakeholder Empowerment, Adaptive Portfolio Management, dan Responsible Business and
Operations. Aspirasi ini menjadi arah strategis bagi BRI untuk memastikan bahwa pertumbuhan
bisnis tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan
terukur bagi masyarakat serta lingkungan.
Page 7
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 7
Laporan Direktur Utama
Implementasi strategi keberlanjutan BRI kami sajikan dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Rakyat perlindungan hak dan kepentingan nasabah melalui penerapan prinsip perlindungan data dan
Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2025 bertema “Menguatkan Ketahanan Ekonomi, Mempercepat privasi secara konsisten dalam pengembangan maupun penyediaan produk dan layanan perbankan,
Transisi Berkelanjutan.” Laporan ini disusun sebagai wujud komitmen BRI terhadap prinsip sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta praktik terbaik
akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang bertanggung jawab kepada seluruh pemangku industri. Di tahun 2025, BRI mencatatkan raihan zero data breach dan 91,72% customer satisfaction.
kepentingan.
Di sisi pembiayaan, portofolio untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) mencapai
Laporan ini juga memuat topik-topik material utama, seperti etika bisnis, privasi dan keamanan Rp93,2 triliun atau 6,9% dari total kredit, sementara pembiayaan kepada Kegiatan Usaha
data, serta layanan keuangan inklusif, yang ditetapkan berdasarkan masukan pemangku Berwawasan Sosial (KUBS) mencapai Rp718,7 triliun atau 53,5% dari portofolio kredit, yang
kepentingan dan tinjauan manajemen sepanjang tahun 2025. mencerminkan peran BRI dalam mendorong pembangunan ekonomi inklusif, khususnya melalui
pemberdayaan UMKM. Selain itu, investasi berkelanjutan BRI tercatat sebesar Rp5,26 triliun, atau
Kebijakan dalam Pemenuhan Strategi Berkelanjutan dan Pencapaian 2025 45% dari total portofolio investasi, melalui investasi pada berbagai instrumen seperti green bonds,
Sebagai respons atas dinamika global yang semakin kompleks sekaligus bagian dari komitmen social bonds, dan sustainability bonds.
menjalankan strategi keberlanjutan, BRI terus memperkuat fundamental perusahaan melalui 2 pilar
utama BRIVolution Reignite, yaitu Transform the Funding Franchise serta Revamp Existing Core and Tidak sebatas itu saja, pendanaan berkelanjutan BRI tahun 2025 mencapai Rp34,8 triliun, atau
Build New Core, yang didukung oleh enam enablers yaitu Human Capital, Risk Management, IT & sekitar 76,4% dari total pendanaan wholesale, termasuk penerbitan Social Bond senilai Rp 5 triliun
Digital, Distribution, Operational Excellence, dan Rebranding. Inisiatif ini difokuskan pada penguatan yang menjadikan BRI sebagai bank pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi sosial untuk
dana murah dan kapabilitas transaction banking, penguatan core business khususnya pada segmen mendukung pembiayaan UMKM, perluasan akses keuangan, serta penguatan ekonomi berbasis
mikro, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru di segmen konsumer yang didukung komunitas.
peningkatan kapabilitas digital, manajemen risiko yang disiplin, dan pengembangan sumber daya
manusia. Transformasi ini juga diperkuat melalui penyempurnaan model distribusi, optimalisasi Di sisi operasional, berbagai inisiatif efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan
proses bisnis, serta internalisasi budaya kerja BRILiaN Way. pengembangan operasional rendah karbon terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen menuju
Net Zero Emission tahun 2050. Di tahun 2025, BRI mencatatkan emisi operasional sebesar 445.140
Sejalan dengan agenda transformasi, BRI mencatatkan kinerja yang solid pada tahun 2025 dengan ton CO₂e, turun 9,59% dibandingkan baseline 2022, yang didukung oleh berbagai inisiatif seperti
aset konsolidasian mencapai Rp2.135 triliun atau tumbuh 7,2% YoY. Penyaluran kredit meningkat penggunaan 926 kendaraan operasional ramah lingkungan serta pemasangan panel surya di 152
12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, dengan fokus pada segmen UMKM sebagai tulang punggung unit kerja. Komitmen ini turut memperoleh pengakuan internasional, dengan rating ESG S&P Global
perekonomian nasional dan penggerak inklusi keuangan. Pertumbuhan ini didukung oleh struktur sebesar 74, keanggotaan Sustainability Yearbook Member selama tiga tahun berturut-turut, serta
pendanaan yang semakin kuat, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,4% YoY menjadi berbagai penghargaan internasional atas kualitas pelaporan keberlanjutan, termasuk 2 penghargaan
Rp1.466,8 triliun dan CASA Ratio meningkat menjadi 70,61%. Melalui pengelolaan bisnis yang Platinum untuk kategori Asia's Best Sustainability Report (Public Sector) dan Asia's Best
prudent, BRI mencatat ROA 2,7%, ROE 17,4%, serta laba bersih Rp57,132 triliun, mencerminkan Sustainability Report (CEO Letter), 1 penghargaan Gold untuk kategori Asia's Best Materiality
kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan. Reporting di ajang Asia Sustainability Reporting Award (ASRA).
BRI juga terus memperkuat tata kelola dan strategi keberlanjutan guna menjawab tuntutan Penerapan Keuangan Berkelanjutan
transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi. Hal ini diwujudkan melalui penguatan kebijakan Sebagai salah satu bank komersial terbesar di Indonesia sekaligus bank dengan fokus pembiayaan
keberlanjutan serta peran Komite ESG dan ESG Group di bawah Direktur Legal & Compliance yang UMKM terbesar di Asia Tenggara, BRI menempatkan keberlanjutan sebagai bagian integral dari
bertugas memastikan integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses strategi bisnis dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)
pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, serta implementasi strategi bisnis BRI. dalam kebijakan pembiayaan, pengelolaan risiko, serta pengembangan produk dan layanan
keuangan. BRI juga menerapkan proses screening pembiayaan berbasis aspek lingkungan, sosial,
Beberapa kebijakan yang diambil BRI di antaranya peningkatan efisiensi operasional melalui dan tata kelola serta meningkatkan portofolio pembiayaan pada sektor berkelanjutan seperti energi
percepatan digitalisasi proses bisnis, implementasi Climate Risk Stress Testing (CRST) pada seluruh terbarukan, efisiensi energi, dan pertanian berkelanjutan.
portofolio Bank, serta adopsi standar pelaporan keberlanjutan IFRS S1 dan IFRS S2. Pada saat yang
sama, BRI juga memastikan bahwa penerapan prinsip keuangan berkelanjutan juga diiringi dengan
Page 8
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 8
Laporan Direktur Utama
Salah satu fokus dalam strategi keberlanjutan BRI adalah perluasan inklusi keuangan yang diperkuat pada bidang-bidang yang relevan. Dengan sumber daya manusia yang adaptif dan berwawasan
melalui sinergi Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan PNM. Melalui sinergi ini, BRI berkelanjutan, proses pengambilan keputusan bisnis BRI semakin didukung oleh pemahaman yang
memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan komprehensif terhadap dinamika risiko iklim serta implikasinya terhadap portofolio Bank. Dalam
berbagai segmen, khususnya pelaku usaha ultra mikro dan kelompok masyarakat yang sebelumnya konteks tersebut, transformasi digital dan dinamika ekonomi masa depan juga dipandang sebagai
belum terjangkau layanan keuangan formal. PNM menghadirkan program PNM Mekaar, yang peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas, produktivitas, serta keterlibatan Insan BRILiaN
dirancang khusus untuk pemberdayaan perempuan pra-sejahtera melalui pembiayaan kelompok dalam mendukung strategi jangka panjang Perusahaan.
yang disertai dengan pendampingan usaha dan penguatan kapasitas ekonomi keluarga. Sementara
itu, Pegadaian menyediakan layanan pembiayaan berbasis gadai yang mudah diakses dan cepat, Ke depan, roadmap keberlanjutan BRI periode 2026–2030 difokuskan pada penguatan implementasi
sehingga memberikan alternatif sumber pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha ESG secara terintegrasi dalam seluruh aktivitas bisnis, dimulai dari penguatan fondasi dan
mikro yang membutuhkan likuiditas jangka pendek. Melalui ekosistem Ultra Mikro ini, BRI berupaya percepatan pembiayaan hijau dan inklusif, hingga menargetkan BRI sebagai pemimpin keuangan
memperkuat inklusi keuangan sekaligus mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat berkelanjutan di Asia Tenggara melalui peningkatan sustainable finance, penurunan emisi
secara berkelanjutan. operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab.
BRI juga terus meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM melalui berbagai program
pengembangan seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, dan platform LinkUMKM yang telah Penutup
dimanfaatkan lebih dari 14,95 juta pelaku UMKM, serta memberikan relaksasi KUR senilai Rp43,95 Akhir kata, Direksi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pemegang saham,
triliun bagi lebih dari 1 juta debitur terdampak bencana. Di sisi lain, percepatan adopsi layanan Dewan Komisaris, seluruh Insan BRILiaN, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan
digital turut mendorong peningkatan inklusi keuangan, tercermin dari peningkatan 18.9% pengguna kontribusi yang telah mengantarkan berbagai capaian BRI sepanjang tahun 2025. Kepercayaan dan
BRImo dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 45.9 juta pengguna dan peningkatan 48.1% kolaborasi yang terjalin menjadi fondasi penting bagi BRI dalam memperkuat peran sebagai institusi
pengguna Qlola dibandingkan tahun 2024 mencapai 113 ribu pada tahun 2025. keuangan yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi yang BRI berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan praktik bisnis berkelanjutan melalui integrasi
inklusif dan berkelanjutan dengan menempatkan UMKM sebagai pusat strategi pembiayaan serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aktivitas bisnis dan operasional
mengintegrasikan prinsip ESG dalam seluruh aktivitas bisnis. BRI. Komitmen ini didukung oleh penerapan tata kelola yang terintegrasi, pengelolaan risiko yang
disiplin, serta strategi bisnis yang adaptif, sehingga BRI dapat terus menciptakan nilai jangka
Strategi Pencapaian Target Berkelanjutan[OJK D.1.c] panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Di tengah dinamika lingkungan bisnis global yang semakin kompleks, khususnya dalam konteks
transisi menuju ekonomi rendah karbon, BRI terus memperkuat fundamental bisnis baik dari sisi Jakarta, 13 Maret 2026
pendanaan maupun pembiayaan. Perkembangan seperti implementasi harga karbon, pengetatan
regulasi emisi, serta perubahan teknologi berpotensi memengaruhi kinerja portofolio, kualitas aset,
dan stabilitas sistem keuangan. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, BRI mengintegrasikan
pengelolaan risiko transisi ke dalam kerangka manajemen risiko Bank melalui penguatan analisis
risiko berbasis skenario, diversifikasi portofolio pembiayaan, serta pengembangan pembiayaan
transisi yang mendukung nasabah beradaptasi menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan. Hery Gunardi
Sejalan dengan posisi strategis BRI dalam sistem keuangan nasional, pengelolaan risiko ini juga Direktur Utama
diselaraskan dengan standar global yang dikembangkan oleh Basel Committee on Banking
Supervision sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga stabilitas keuangan
sekaligus memperkuat ketahanan bisnis BRI dalam jangka panjang.
Untuk memastikan efektivitas implementasi strategi serta pencapaian target keberlanjutan, BRI
terus memperkuat kapabilitas internal organisasi. BRI menempatkan Insan BRILiaN sebagai elemen
kunci dalam pengelolaan risiko dan peluang keberlanjutan melalui pengembangan kompetensi
Page 9
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 9
Laporan
,,
Komisaris Utama[GRI 2-22]
Kartika
Dalam menghadapi dinamika ekonomi dan risiko iklim yang
Wirjoatmodjo
Komisaris Utama semakin kompleks, BRI memperkuat governance
keberlanjutan untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang
sehat, prudent, dan memberikan nilai jangka panjang bagi
seluruh pemangku kepentingan
Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-
Nya, sehingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk — untuk selanjutnya disebut
“Perseroan” atau “BRI” — dapat terus menjalankan perannya sebagai penggerak pertumbuhan
ekonomi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Selama 130 tahun
perjalanannya, BRI telah membuktikan ketangguhan dalam menavigasi berbagai siklus
ekonomi dan tantangan zaman, dan senantiasa memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai
keberlanjutan.
Sepanjang tahun 2025, perekonomian dunia dihadapkan pada berbagai tantangan yang saling
terkait, mulai dari volatilitas pasar keuangan, dinamika tensi geopolitik, perubahan behaviour
masyarakat, hingga meningkatnya dampak climate change yang semakin nyata dirasakan
oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Dalam konteks tersebut, penerapan prinsip
keuangan berkelanjutan menjadi semakin relevan dan mendesak. Keberlanjutan tidak lagi
sekadar menjadi aspirasi jangka panjang, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian
integral dari strategi bisnis yang menentukan ketahanan dan daya saing Perseroan.
Menanggapi dinamika tersebut, BRI telah menyusun strategi keberlanjutan dengan aspirasi
menjadi World-class Sustainable Banking Group focusing on Environmental, Social, and
Page 10
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 10
Laporan Komisaris Utama
Governance yang berfokus pada tiga pilar utama: Stakeholder Empowerment, Adaptive Portfolio Integrasi ESG dalam Strategi dan Operasional Bisnis
Management, dan Responsible Business and Operations. Aspirasi ini menjadi peta jalan bagi BRI BRI terus memperkuat integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social,
untuk memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi and Governance/ESG) ke dalam seluruh strategi dan aktivitas bisnis Perseroan. Hal ini tercermin
juga memberikan dampak positif yang terukur bagi masyarakat dan lingkungan. Dewan Komisaris melalui penguatan pengelolaan risiko lingkungan dan sosial dalam proses bisnis, implementasi
memandang bahwa kerangka ini merupakan langkah strategis yang tepat dalam memposisikan BRI strategi dekarbonisasi melalui pengelolaan emisi serta analisis risiko iklim, dan pengembangan
sebagai institusi keuangan yang mampu menjadi katalis pembangunan berkelanjutan di Indonesia. portofolio pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) yang mendukung kegiatan
ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Perseroan memandang bahwa langkah-langkah tersebut
Strategi, Prioritas, dan Kinerja Berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan bisnis menghadapi dinamika transisi menuju
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris memastikan bahwa Direksi mengarahkan ekonomi rendah karbon.
transformasi Perseroan melalui BRIVolution Reignite sebagai panduan strategis untuk memperkuat
posisi BRI sebagai bank universal yang hadir bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan tetap Dalam mendorong penciptaan nilai jangka panjang melalui praktik tata kelola berkelanjutan, BRI
menjadikan ekosistem UMKM sebagai tulang punggung bisnis utama Perseroan. Melalui pendekatan melakukan identifikasi isu-isu material menggunakan metode Double Materiality Analysis (DMA)
ekosistem yang mengintegrasikan seluruh segmen dengan mikro dalam satu rantai pasok yang yang mengevaluasi isu-isu yang paling relevan dan berdampak signifikan terhadap kinerja finansial
saling terhubung, BRI tidak hanya memperkuat daya saing UMKM dalam rantai pasok yang lebih (financial materiality) maupun dampak sosial dan lingkungan (impact materiality) dengan
besar, terintegrasi dan berkelanjutan, tetapi juga menghadirkan produk serta layanan yang semakin melibatkan para pemangku kepentingan. Sepanjang tahun 2025, Perseroan memperoleh masukan
digital-friendly dan aspiratif guna memenuhi kebutuhan seluruh nasabah di tengah perkembangan dari beragam pemangku kepentingan meliputi manajemen dan pekerja, investor, nasabah,
pasar dan era digital yang bergerak semakin dinamis. pemerintah, pemasok, lembaga swadaya masyarakat, serta pihak terkait lainnya. Pengungkapan
terkait materialitas dilakukan dengan mengadopsi kerangka pelaporan IFRS S1 dan IFRS S2 dalam
Dewan Komisaris memberikan perhatian khusus terhadap penguatan inklusi keuangan sebagai Laporan Keberlanjutan tahun 2025.
salah satu manifestasi nyata dari pilar Stakeholder Empowerment. Sinergi antara BRI, Pegadaian,
dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam kerangka Holding Ultra Mikro (UMi) telah membentuk Dampak Nyata bagi Masyarakat, Lingkungan, dan Ekonomi
ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi, memungkinkan jutaan pelaku usaha mikro Dewan Komisaris memastikan bahwa berbagai instrumen pembiayaan berkelanjutan yang
memperoleh akses terhadap pembiayaan, pendampingan usaha, serta layanan keuangan formal diterbitkan oleh BRI, termasuk Sustainability Bond dan Social Loan, dikelola secara transparan dan
yang lebih sistemik. Ekosistem ini menjadi pilar utama dalam menjangkau pelaku UMKM di berbagai akuntabel sesuai dengan kerangka kerja yang diakui secara internasional. Komitmen ini menegaskan
wilayah Indonesia, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sekaligus mendorong upaya BRI untuk memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun dan disalurkan mampu memberikan
praktik pengelolaan keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi nasabah. kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pengawasan terhadap kualitas pertumbuhan dilakukan melalui pemanfaatan data analytics yang Dalam penyaluran kredit, BRI secara konsisten menerapkan proses prescreening guna memastikan
terintegrasi, sehingga perluasan inklusi keuangan dan penguatan ekosistem UMKM dapat berjalan bahwa pembiayaan yang diberikan senantiasa sejalan dengan peraturan yang berlaku. Dewan
seiring dengan pengelolaan risiko yang prudent. Pendekatan ini memastikan bahwa ekspansi bisnis Komisaris juga melakukan pengawasan terhadap penyelesaian Climate Risk Stress Testing (CRST)
tetap berada dalam koridor tata kelola yang sehat serta mampu menciptakan nilai jangka panjang Fase 2 yang kini telah mencakup seluruh portofolio pembiayaan BRI. Hasil analisis tersebut, yang
bagi seluruh pemangku kepentingan. dipadukan dengan pemodelan skenario iklim dari Network of Central Banks and Supervisors for
Greening the Financial System (NGFS), menjadi landasan penting dalam memperkuat kebijakan
Di tengah kompleksitas tantangan ekonomi global, BRI mampu mempertahankan kinerja yang solid pengelolaan risiko iklim serta mengantisipasi risiko transisi maupun risiko fisik secara lebih proaktif.
sepanjang tahun 2025. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp57,13 triliun dengan Return BRI memperkuat komitmen pencapaian Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060 dengan
on Equity (ROE) sebesar 17,4%, yang mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan berbasis menetapkan target NZE BRI lebih awal, yaitu tahun 2050 sesuai metodologi Science-Based Target
ekosistem UMKM yang efisien serta penguatan model bisnis yang terintegrasi. Struktur pendanaan Initiative (SBTi), menegaskan posisi BRI sebagai lembaga keuangan di Indonesia yang telah
juga semakin kuat melalui peningkatan dana murah (CASA), yang didukung oleh optimalisasi memperoleh persetujuan penghitungan target emisi (NZE near term target) dari SBTi.
transaksi nasabah dan penguatan sinergi layanan dalam BRI Group. Kinerja finansial yang kokoh ini
menjadi fondasi penting bagi BRI untuk terus memperluas dampak positifnya melalui berbagai Portofolio Kategori Kegiatan Usaha Keuangan Berkelanjutan (KKUB) mencapai Rp811 triliun, yang
inisiatif keberlanjutan. terdiri dari portofolio Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) sebesar Rp93 triliun dan
Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) sebesar Rp718 triliun. Komposisi ini mencerminkan
konsistensi BRI dalam menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan penciptaan nilai sosial dan
lingkungan, melalui penyaluran pembiayaan yang telah dikurasi sesuai kriteria keberlanjutan.
Page 11
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 11
Laporan Komisaris Utama
Melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi, BRI terus mendorong penyaluran pembiayaan Mendukung konsistensi Perseroan dalam penerapan roadmap keuangan berkelanjutan, Dewan
produktif, khususnya kepada segmen UMKM, guna mendukung aktivitas ekonomi nasabah serta Komisaris secara aktif melakukan pengawasan melalui rapat bersama Direksi maupun kunjungan
memperkuat keterhubungan dalam rantai nilai yang lebih luas. Di sisi lain, peran Holding Ultra Mikro kerja lapangan, termasuk pemberian persetujuan atas Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
(UMi) dalam pemberdayaan nasabah turut memperluas dampak sosial BRI dalam meningkatkan (RAKB) jangka pendek tahun 2026 dan RAKB jangka panjang tahun 2026–2030, guna memastikan
kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. implementasi program telah dilaksanakan secara konsisten dan budaya keberlanjutan telah diadopsi
di seluruh unit kerja BRI.
Pada aspek operasional, Dewan Komisaris juga mendorong implementasi berbagai inisiatif
operasional rendah karbon, antara lain melalui pengembangan Green Network, penggunaan Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik keberlanjutan global, Dewan Komisaris juga
kendaraan listrik, internalisasi budaya hemat energi, pengurangan penggunaan kertas dan plastik, mendukung konsistensi BRI dalam menerapkan Sepuluh Prinsip United Nations Global Compact
pemasangan panel surya di sejumlah unit kerja, serta penerapan standar bangunan ramah (UNGC) serta penyampaian Communication on Progress (CoP) yang berisi rincian dampak BRI
lingkungan dengan sertifikasi Greenship Gold pada infrastruktur strategis. pada aspek tata kelola, hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan anti-korupsi. Dewan
Komisaris mengapresiasi konsistensi Perseroan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke
Perseroan mewujudkan komitmen sosial dan lingkungannya melalui program BRI Peduli yang dalam strategi bisnis inti dan mengarahkan agar seluruh inisiatif ini terus diperkuat sehingga
dirancang untuk menciptakan nilai bersama secara berkelanjutan. Program ini beroperasi dalam memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat serta memperkuat posisi BRI
empat kerangka strategis — Flagship Program, Inisiasi Unit Kerja, Tanggap Darurat Bencana, dan sebagai institusi keuangan yang bertanggung jawab di mata seluruh pemangku kepentingan.
Stakeholders Program — dengan cakupan yang melintasi dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Di sisi ekonomi, BRI Peduli mendorong pemberdayaan UMKM dan memperluas literasi keuangan Penutup
hingga menjangkau wilayah 3T. Di sisi lingkungan, inisiatif seperti Jaga Sungai Jaga Kehidupan dan Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang
Grow & Green menjadi kontribusi nyata Perseroan dalam mendukung agenda NZE. Sementara itu, terus diberikan oleh para pemegang saham, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan
di dimensi sosial, program AURA hadir untuk memberdayakan kelompok perempuan pelaku usaha kepada BRI. Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Direksi, manajemen, dan
agar memiliki kemandirian ekonomi yang lebih kuat. seluruh Insan BRILiaN atas dedikasi, profesionalisme, dan kontribusi terbaik yang diberikan dalam
menjalankan transformasi Perseroan serta memperkuat komitmen keberlanjutan BRI.
Di samping itu, upaya perluasan inklusi keuangan juga disertai dengan penguatan pelindungan
nasabah melalui penerapan prinsip transparansi, keamanan data, serta mekanisme penanganan Dengan fondasi tata kelola yang kuat, strategi yang adaptif, serta komitmen yang teguh terhadap
pengaduan yang efektif, guna memastikan bahwa layanan perbankan yang diberikan tidak hanya pembangunan berkelanjutan, Dewan Komisaris meyakini bahwa BRI berada pada jalur yang tepat
inklusif, tetapi juga bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan nasabah. untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
di Indonesia.
Seluruh upaya tersebut diperkuat melalui internalisasi budaya kerja berkelanjutan di seluruh
organisasi. Peluncuran Brilian Way sebagai pedoman budaya kerja baru mengintegrasikan nilai Sejalan dengan semangat BRIVolution Reignite dan aspirasi sebagai World-class Sustainable
Integrity, Collaborative, Accountability, Growth Mindset, dan Customer Focus dalam perilaku Banking Group focusing on Environmental, Social, and Governance, BRI menegaskan komitmennya
keseharian Insan BRILiaN. Pengelolaan human capital yang berfokus pada pengembangan untuk terus bertransformasi dan berinovasi sebagai bank universal yang hadir bagi seluruh lapisan
kompetensi, integritas, dan kesejahteraan pekerja menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat, dengan tetap menjadikan ekosistem UMKM sebagai tulang punggung bisnis utama
talenta yang siap menghadapi masa depan (future-ready talents) sekaligus menjaga keberlanjutan Perseroan. Melalui pendekatan ekosistem yang berkelanjutan, BRI akan terus menciptakan nilai
kinerja organisasi. bersama dan solusi terintegrasi yang memperkuat daya saing UMKM, mendorong pertumbuhan
ekonomi inklusif, dan mewujudkan aspirasi Indonesia yang lebih sejahtera.
Tata Kelola Berkelanjutan dan Pengawasan Dewan Komisaris
Dewan Komisaris memastikan bahwa seluruh aktivitas bisnis BRI dijalankan dengan berlandaskan
Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). Fungsi pengawasan Jakarta, 13 Maret 2026
terhadap implementasi keuangan berkelanjutan didukung oleh berbagai komite di bawah Dewan
Komisaris yang secara aktif memantau aspek strategi, risiko, kepatuhan, serta keberlanjutan.
Dewan Komisaris juga melakukan evaluasi terhadap penerapan parenting style dalam pengelolaan
Perusahaan Anak guna memastikan standar etika, hak asasi manusia, serta praktik keberlanjutan
diterapkan secara konsisten di seluruh entitas BRI Group.
Kartika Wirjoatmodjo
Komisaris Utama
Page 12
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 12
Tanggung Jawab Pelaporan Keberlanjutan 2025
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris Dewan Komisaris
Tentang Tanggung Jawab atas Laporan
Keberlanjutan 2025 PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk [GRI 2-14]
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa
semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk tahun 2025 telah dimuat secara
lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Kartika Wirjoatmodjo
Laporan Keberlanjutan perusahaan.
Komisaris Utama
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 13 Maret 2026
Parman Nataatmadja Awan Nurmawan Nuh
Wakil Komisaris Utama/ Komisaris
Komisaris Independen
Edi Susianto Helvi Yuni Moraza Lukmanul Khakim
Komisaris Independen Komisaris Komisaris Independen
Page 13
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 13
Tanggung Jawab Pelaporan Keberlanjutan 2025
Surat Pernyataan Anggota Direksi Tentang Direksi
Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan
2025 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk [GRI
2-14]
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa
semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk tahun 2025 telah dimuat secara Hery Gunardi
lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi
Direktur Utama
Laporan Keberlanjutan perusahaan.
Viviana Dyah Ayu R. K. Achmad Royadi
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Wakil Direktur Utama Direktur Finance & Strategy
Jakarta, 13 Maret 2026
Mahdi Yusuf Saladin Dharma Nugraha Effendi Riko Adythia
Direktur Legal & Compliance Direktur Information Technology Direktur Corporate Banking
Hakim Putratama Akhmad Purwakajaya Farida Thamrin
Direktur Operations Direktur Micro Direktur Treasury and
International Banking
Aquarius Rudianto Alexander Dippo Paris Y. S. Ety Yuniarti
Direktur Network dan Retail Funding Direktur Commercial Banking Direktur Manajemen Risiko
Aris Hartanto
Direktur Consumer Banking
Page 14
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 14
Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
Sekilas BRI
BRI didirikan 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia. Selama lebih dari 130 tahun, BRI telah melayani masyarakat Indonesia sebagai mitra keuangan yang andal dan terpercaya melalui
berbagai produk simpanan dan pinjaman serta layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan individu, korporasi, dan UMKM. Sebagai bank komersial yang fokus melayani nasabah di segmen UMKM,
BRI juga menyediakan berbagai dukungan non-keuangan berupa program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas
UMKM. Informasi lebih lengkap mengenai produk, layanan, dan kegiatan usaha BRI dapat dilihat di https://bri.co.id. [OJK C.4] [GRI 2-6]
Informasi Umum [OJK C.2, C.3.a] [GRI 2-1]
Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. [GRI 2-1]
Visi Deliver Sustainable Values and Integrated Solutions to Achieve
Indonesiaʼs Aspiration [OJK C.1]
Gedung BRI I, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46
Kantor Pusat
Jakarta 10210, Indonesia [OJK C.2] [GRI 2-1]
Badan Hukum Perseroan Terbatas [GRI 2-1]
Pekerja 84.949 orang [OJK C.3.b]
Total Asset Rp1.931,54 triliun (Bank Only) [OJK C.3.a]
Laba Bersih 50.404 triliun (Bank Only)
Pemegang Negara RI Melalui
Saham BP BUMN[OJK C.3.c] 0,00%
PT Danantara Asset
Management (Persero)[OJK C.3.c] 53,19% Pemegang
Saham
Publik [OJK C.3.c] 46,81%
Keterangan: Pada 31 Desember 2025, Negara RI memiliki 1 Saham Seri A Dwiwarna melalui
Badan Pengaturan BUMN dan 80.610.976.875 Saham Seri B melalui
PT Danantara Asset Management (Persero).
Page 15
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 15
Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
BRI dan Perusahaan Anak [GRI 2-6]
Perusahaan anak Layanan[OJK C.4] Status
Perbankan digital (Bank Digital bagian dari BRI Group yang
PT Bank Raya Indonesia Tbk memberikan solusi keuangan digital dengan akses terluas Beroperasi
bagi masyarakat Indonesia)
BRI Global Financial Services Ltd Remitansi dan Pembiayaan Beroperasi
PT Asuransi BRI Life Asuransi Jiwa Beroperasi
PT BRI Multifinance Indonesia Pembiayaan Beroperasi
PT BRI Danareksa Sekuritas Layanan Sekuritas Beroperasi
PT BRI Ventura Investama Modal Ventura Beroperasi
PT BRI Asuransi Indonesia Asuransi Umum Beroperasi
PT Pegadaian Pembiayaan Beroperasi
PT Permodalan Nasional Madani Pembiayaan UMKM Beroperasi
PT BRI Manajemen Investasi Investasi Beroperasi
Informasi lebih detail terkait Perusahaan Anak dan Konglomerasi PT BRI (Persero) Tbk mengacu kepada Annual Report 2025
Page 16
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 16
Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
Perubahan yang Bersifat Signifikan [OJK C.6]
Selama periode pelaporan tahun 2025, tidak terdapat perubahan yang signifikan pada bisnis dan operasional BRI. Namun demikian, BRI tetap melakukan optimalisasi pengelolaan jaringan kantor melalui
pembukaan, penggabungan, dan perubahan status jaringan kantor sebagai bagian dari upaya peningkatan efektivitas operasional dan pelayanan kepada nasabah sehingga mengubah jumlah unit kerja
operasional BRI dari 7.568 di tahun 2024 menjadi 7.377 di tahun 2025. Keputusan ini telah mempertimbangkan dinamika berbagai faktor internal maupun eksternal yang relevan terhadap perkembangan
bisnis perusahaan.[OJK C.6] [GRI 2-6]
Jaringan Usaha[OJK C.3.d] [GRI 2-1, 2-6]
Bersama dengan sepuluh perusahaan anak, BRI Group menyediakan layanan keuangan yang komprehensif kepada berbagai pemangku kepentingan melalui 7.377 kantor layanan perbankan yang
didukung oleh 627.679 e-channel* dan 1.193.835 Agen BRILink, serta enam jaringan luar negeri di Cayman Island, New York, Hongkong, Taiwan, Singapura, dan Timor Leste, memperkuat kehadirannya
di tingkat global.
BRI Kantor Perwakilan Hong Kong
BRI Cabang Taipei
BRI Cabang Timor Leste
Sumatera Kalimantan Jawa Sulawesi & Maluku Bali & Nusa Tenggara Papua
Regional Office 5 Regional Office 1 Regional Office 8 Regional Office 2 Regional Office 1 Regional Office 1 BRI Agensi New York
Kantor Cabang 95 Kantor Cabang 40 Kantor Cabang 217 Kantor Cabang 57 Kantor Cabang 32 Kantor Cabang 13 BRI Cabang Singapura
Kantor Cabang Pembantu 105 Kantor Cabang Pembantu 42 Kantor Cabang Pembantu 326 Kantor Cabang Pembantu 43 Kantor Cabang Pembantu 26 Kantor Cabang Pembantu 13
BRI Unit 990 BRI Unit 372 BRI Unit 2,786 BRI Unit 551 BRI Unit 295 BRI Unit
BRI Cabang Cayman Island
88
Kantor Kas 73 Kantor Kas 24 Kantor Kas 330 Kantor Kas 33 Kantor Kas 20 Kantor Kas 10
Teras BRI 192 Teras BRI 66 Teras BRI 345 Teras BRI 33 Teras BRI 110 Teras BRI 12
Mobil Teras BRI 0 Mobil Teras BRI 2 Mobil Teras BRI 0 Mobil Teras BRI 2 Mobil Teras BRI 2 Mobil Teras BRI 0
Teras Kapal BRI 1 Teras Kapal BRI 0 Teras Kapal BRI 1 Teras Kapal BRI 1 Teras Kapal BRI 1 Teras Kapal BRI 0
Agen BRILink 273.100 Agen BRILink 75.220 Agen BRILink 653.256 Agen BRILink 113.622 Agen BRILink 65.007 Agen BRILink 13.630
*terdiri dari ATM, CRM, EDC, e-Buzz (merchant, unit kerja operasional, dan BRILink)
Page 17
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 17
Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
Ikhtisar Bisnis dan Kinerja
Aspek Keberlanjutan
Sebagai perusahaan publik, BRI secara terbuka mengungkapkan kondisi keuangan dan non-keuangan perusahaan kepada publik dan regulator sesuai Pedoman Teknis Penyusunan Laporan Keberlanjutan
bagi Emiten dan Perusahaan Publik dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.16 tahun 2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Informasi tentang kondisi keuangan
dan non-keuangan, termasuk perbandingan antara target dan pencapaian dalam portofolio, target pembiayaan, dan investasi perusahaan dapat diakses secara lengkap melalui Laporan Tahunan BRI 2025.
[GRI 3-3, 201-2, 201-4]
Pada tahun 2025, BRI masih mendapatkan insentif penurunan tarif pajak sebesar 3% dari Pemerintah Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 2 Tahun 2020. BRI juga tidak
mencatat adanya pemasukan yang berasal dari peluang atau dampak finansial karena perubahan iklim. [GRI 3-3] [201-2] [201-4]
Kinerja Keuangan [OJK B.1]
Kinerja Finansial Bank
Manfaat Ekonomi Keuangan Berkelanjutan [OJK B.1.d, F.3]
(Bank Only) [B.1.a] [B.1.b] [B.1.c]
Jumlah jenis produk yang 2025 2024 2023
Pendapatan memenuhi kriteria kegiatan
operasional
Rupiah (Triliun)
Pembayaran dividen Rupiah (Triliun) usaha berkelanjutan
(jenis/kategori)
5 5 4
Pembiayaan Rupiah Pembiayaan Rupiah
2025 2024 215,74 kepada KUBS (Triliun) kepada KUBL (Triliun)
217,38 47,83
2025 2024
2023 189,65 2025 718,67 2025 93,20
50,39 2023 43,50
2024 698,66 2024 86,56
Laba sebelum
Rupiah (Triliun) 690,43 82,32
pajak 2023 2023
ESG-based Corporate
2025 Pembayaran pajak Rupiah (Triliun)
2024 69,11 Bond Investment
62,20 2023 67,07 2025 2024 4,41
5,26
7,33 Rupiah (Triliun) 4,54
2023
Laba bersih bank Rupiah (Triliun) 2025
2025 ESG-based Wholesale Funding Rupiah (Triliun)
2024 54,841
50,404 2023 53,153
2025
2024 44,83
34,79 2023 39,58
Page 18
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 18
Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
Kinerja Kinerja Kinerja
Lingkungan[B.2] Sosial [B.3] [F.28] [F.30] Tata Kelola [B.3]
Pembiayaan Kepada KUBL Pemberdayaan Nasabah
(Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan)
Rp93,2 Triliun
6,94% dari total Kredit BRI
Indikator Inklusi Keuangan
Gender
3 dari 12
anggota (dari susunan Jajaran
Penggunaan Energi
[B.2.a] [F.6] [F.12]
80,51%
75,02%
72,3 juta 68,2 juta Direksi) adalah perempuan
2.622.590 GJ
Inklusi Keuangan
64,5%
63,6% Indonesia* Perempuan Laki-laki
Usia
Kontribusi BRI
dibandingkan dibandingkan dibandingkan 20,4 juta 33,5 juta
2.848.795 GJ 2.919.628 GJ 3.074.958 GJ Generasi Muda Lansia
di 2024 di 2023 di 2022
Wilayah 3T
*) Berdasarkan Survei Nasional Literasi 4,7 juta
Emisi Cakupan 1 dan Inklusi Keuangan OJK 2025 (tertinggal, terdepan, terluar)
115.105 ton CO₂e
2024 2025
Publikasi laporan Communication on Progress
untuk United Nations Global Compact (UNGC).
dibandingkan dibandingkan dibandingkan Pembiayaan Kepada KUBS
124.155 ton 130.610 ton 132.235 ton Jumlah Nasabah Kredit di Segmen Mikro dan Tingkat Kepuasan Nasabah
CO₂e di 2024 CO₂e di 2023 CO₂e di 2022 (Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial)
Ultra Mikro (termasuk Pegadaian dan PNM)
2025 2024 2023
91,72% 87,06% 84,66%
Emisi Cakupan 2
Rp718,7 2025
330.035 ton CO₂e Triliun 34,50 Juta
2024 2023
Net Promoter Score
2025 2024
69,00
dibandingkan dibandingkan dibandingkan 53,5% dari
35,90 Juta 36,90 Juta 64,00
346.353 ton 355.742 ton 360.135 ton total kredit BRI
CO₂e di 2024 CO₂e di 2023 CO₂e di 2022
Top 5 perusahaan publik di Indonesia dan the
ASEAN Asset Class dalam ASEAN Corporate
Pemberdayaan Pekerja Governance Scorecard (ACGS).
Emisi Cakupan 3
Women in Leadership
12.370.526 ton CO₂e
Komposisi Pekerja BRI (Junior, Middle & Top Management) Tingkat Perputaran Pekerja
Sukarela
Total
4.467
Indeks Corporate Governance
84,9 ribu
dibandingkan dibandingkan dibandingkan
12.884.676 ton 10.434.550 ton 11.222.829 ton 2025 2025
Perception
95,38
CO₂e di 2024 CO₂e di 2023 CO₂e di 2022
leaders
1,24%
Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki
Penghindaran Emisi
[B.2.a]
2024 2023
1.276 tonCO2e
42,93% 57,07% 25,63% 73,47%
1,29% 1,01%
2025
Pemberdayaan Masyarakat
16,35% 46,19% 6,18% dengan kategori
(179 tonCO2e)
dari 2024
(403 tonCO2e)
dari 2023
(74 tonCO2e)
dari 2022 Nilai Social Return on Investment (SROI) Program TJSL[B.1.e] [B.3] [F.23] [F.25] Most Trusted
Total sampah yang didaur ulang adalah 740,01 ton, yang setara
Bantuan Sarana Pasar Gentan 18,22 Bantuan Pengembangan Potensi Hijau Kawasan
Den Bukit, Buleleng
4,23
Company
dengan menghindari 746,40 emisi ton CO2e.[F.13][B.2.c] Pelatihan dan Sertifikasi Ekspor 14,15 Bantuan Pembangunan Penataan Objek Wisata 4,13
Taman Sari Waterfall, Kecamatan Gianyar
BRI Menanam telah mendistribusikan 1.061.927 bibit pohon
Bantuan Alat Pengolahan Kopi Kelompok Tani Ijen 7,35 Bantuan Pengadaan Mesin Pengolahan Hasil Panen Ubi Jalar 3,98
yang tersebar di seluruh Indonesia dengan potensi
KWT Sri Mandiri Sembawa, Kecamatan Jalaksana, Kuningan
penyerapan karbon sebesar 3.427,53 ton CO₂e. [B.2.d]
Bantuan Pengembangan Daerah Wisata Kya-Kya 4,39 Bantuan Alat Membatik Gadisku 2 UPT PSBR Blitar 3,92
Melalui Green Network initiative framework, BRI
mengoperasikan 926 eco-friendly vehicles (mobil dan Bantuan Sarana dan Prasarana Ekosistem Urban Farming 4,36 Apresiasi Dana Pendidikan Desa BRILiaN 3,09
motor) sampai dengan 2025. Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru Sigumpar Julu, Kabupaten Toba
Instalasi surya panel di 152 unit kerja sampai dengan *) Nilai SROI merupakan return (dalam rupiah) yang dihasilkan dari setiap 1 rupiah dana yang diinvestasikan melalui program TJSL. Program-program BRI menghasilkan
tahun 2025 dampak di atas 1, yang berarti memberikan dampak positif bagi penerima manfaat.
Page 19
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 19
Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
Keanggotaan Asosiasi [OJK C.5] [GRI 2-28]
BRI secara proaktif menjadi bagian dari berbagai organisasi dan asosiasi yang mendukung inti bisnis perusahaan, guna mengikuti perkembangan lingkungan bisnis, memperluas jaringan, serta memperkuat
kontribusi, sinergi, dan peran BRI dalam menciptakan iklim bisnis yang berkelanjutan. Namun, BRI tidak memberikan kontribusi finansial selain iuran keanggotaan. Hingga akhir tahun 2025, BRI tercatat
sebagai anggota beberapa asosiasi berikut:
Nama Asosiasi Tujuan Bergabung Posisi Skala
Himpunan Bank Milik Berkontribusi mengembangkan sektor perbankan di Indonesia sebagai salah satu penggerak utama dalam
Ketua 2 Nasional
Negara (Himbara) pertumbuhan ekonomi nasional.
Asosiasi Sistem
Mengoptimalkan efisiensi, profesionalisme dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik dalam industri
Pembayaran Indonesia Sekretaris Nasional
sistem pembayaran.
(ASPI)
Perhimpunan Bank
Merumuskan kebijakan dan strategi untuk memperkuat sektor perbankan. Ketua Nasional
Nasional (Perbanas)
Forum Komunikasi Direktur
Memfasilitasi pertukaran informasi tentang ketentuan/peraturan Bank Indonesia maupun standar internasional
Kepatuhan Perbankan Anggota Nasional
perbankan.
(FKDKP)
Inisiatif Keuangan Mendukung penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia sebagai bentuk mitigasi risiko perubahan iklim
Berkelanjutan Indonesia serta mengambil peluang bisnis dalam perekonomian yang tahan terhadap perubahan iklim dan berkontribusi Anggota Nasional
(IKBI) pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
United Nations Global Mendorong keberlanjutan perusahaan dan praktik bisnis bertanggung jawab yang selaras dengan dengan
Anggota Internasional
Compact (UNGC) sepuluh prinsip universal UNGC serta mendukung pencapaian SDGs.
Partnership for Carbon
Menjalin kerja sama global antar lembaga keuangan dalam mengembangkan metodologi standard dalam
Accounting Financials Anggota Internasional
mengukur dan mengungkapkan emisi gas rumah kaca (GRK) dari pinjaman dan investasi.
(PCAF)
Science-Based Target Perusahaan dengan target emisi
Menetapkan target iklim yang kredibel dan berbasis sains dan meningkatkan kredibilitas perusahaan. Internasional
Initiatives (SBTi) jangka pendek tervalidasi
Page 20
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 20
Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
BRI menyadari bahwa pertumbuhan bisnis perlu diiringi dengan penciptaan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada segmen UMKM, BRI berupaya
memperluas akses layanan keuangan, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui berbagai produk, layanan, dan program keberlanjutan, BRI turut
berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
SDGs Nilai Ekonomi ESG-based Wholesale Funding
Penciptaan Nilai Ekonomi: Mendukung Pertumbuhan Usaha
Social Loan Rp13,34 T
BRI menciptakan nilai ekonomi melalui penyediaan produk dan layanan perbankan yang mendukung Sustainability-Linked Loan Rp8,34 T
pertumbuhan usaha serta memperluas akses keuangan masyarakat. Beberapa aktivitas yang
Repo Berbasis ESG Rp5,35 T
mendukung penciptaan nilai ekonomi antara lain:
• penyaluran kredit yang berfokus pada Kegiatan Usaha Berwawasan sosial dan Kegiatan Usaha Obligasi Berwawasan Sosial Rp5,00 T
Berwawasan Lingkungan (KUBL); Obligasi Berwawasan Lingkungan Rp2,26 T
• penyediaan produk simpanan dan layanan perbankan sesuai kebutuhan nasabah;
• penguatan layanan digital melalui aplikasi BRImo; Surat Berharga Berbasis Inklusif Rp0,50 T
• perluasan akses layanan keuangan melalui jaringan AgenBRILink; dan
• diversifikasi sumber pendanaan yang mendukung pembiayaan kegiatan ekonomi berkelanjutan. ESG-based Rp34,79 Triliun
Wholesale Funding (76,25% dari total Wholesale Funding)
Pembiayaan dan Investasi Kepada KUBL (Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan) dan KUBS
(Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial) SDGs Linked-revenue
Pembiayaan Kepada KUBS
Pembiayaan segmen Mikro Rp411,09 T
Pembiayaan segmen
Kecil dan Menengah Rp291,79 T
Pembiayaan KPR Subsidi Rp16,53 T SDG 2 – Nol Kelaparan
Rp3,13 Tn
SDG 8 – Decent Work
65,6%
Pembiayaan Kepada KUBL
Pengelolaan Sumber Daya Alam
Hayati dan Penggunaan Lahan Rp61,64 T and Economic SDG 11 – Kota dan Komunitas
Berkelanjutan
Berkelanjutan
Growth Rp0,98 Tn
SDG 7 – Energi Bersih dan
Kegiatan Usaha Berwawasan
Lingkungan Lainnya Rp11,96 T dari revenue BRI Rp101,52 Tn Terjangkau
atau Rp0,48 Tn
Energi Terbarukan Rp6,85 T SDG 8 – Decent Work and
Rp106,33 Triliun Tingginya konsentrasi pendapatan pada SDG 8
menegaskan posisi strategis BRI sebagai bank
Economic Growth
Rp19.96 Tn
universal dengan mandat pembangunan yang kuat,
Eco-efficient Product Rp5,64 T (Pendapatan Bunga & FBI yang
dalam mendukung penciptaan lapangan kerja, Meskipun memberikan kontribusi yang lebih kecil
selaras dengan Sustainable dibandingkan dengan SDG 8, pendapatan yang selaras
peningkatan produktivitas, serta pertumbuhan
Development Goals) dengan SDGs 2, 7, 11, dan 12 mencerminkan dukungan
ekonomi jangka panjang di seluruh Indonesia. BRI yang terdiversifikasi terhadap ketahanan pangan,
Transportasi Ramah Lingkungan Rp3,38 T transisi energi bersih, pembangunan perkotaan
berkelanjutan, serta ekosistem produksi yang
bertanggung jawab.
Efisiensi Energi Rp2,52 T
Secara umum, kontribusi BRI dalam menciptakan nilai ekonomi memberikan dampak yang signifikan
Bangunan Berwawasan
Lingkungan Rp0,71 T
Pencegahan dan Pengendalian
terhadap pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Kontribusi ini sejalan
Rp0,50 T
Polusi
dengan salah satu indikator penting dalam pencapaian SDGs di Indonesia, yaitu peningkatan jumlah
Investasi Berbasis ESG masyarakat yang memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Melalui berbagai produk dan
ESG-based Bond Investment Rp5,26 T layanan perbankan yang inklusif, hingga akhir tahun 2025 BRI telah menjangkau sekitar 140,5 juta
nasabah individu. Capaian ini mencerminkan peran BRI dalam memperluas inklusi keuangan serta
Total Pembiayaan dan
mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Investasi Kepada Rp817,12 Trilliun
KUBL dan KUBS
Page 21
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 21
Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
SDGs Nilai Sosial Pilar Hubungan dengan Masyarakat
Penciptaan Nilai Sosial: Memberdayakan Masyarakat dan Memperluas Inklusi
Di samping penciptaan nilai ekonomi, BRI juga berkomitmen untuk menciptakan nilai sosial melalui Program Hasil Kontribusi untuk SDGs
berbagai inisiatif yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan nasabah, pengembangan dan Program BRI Peduli TJSL Pilar Sosial: Kontribusi terhadap komunitas lokal
perlindungan pekerja, serta pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut antara lain meliputi: • Program BRI Peduli “Ini Sekolahkuˮ senilai: Rp236 miliar
• Perluasan akses keuangan bagi nasabah, melalui penyaluran pembiayaan pada segmen ultra • Cegah Stunting Itu Penting Dalam
mikro dan mikro serta program inklusi dan literasi keuangan. Rangka Hari Gizi Nasional 2025
• Pengelolaan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan, guna mendukung • Program BRI Peduli Beasiswa Pelajar
2025
kesejahteraan dan pengembangan pekerja.
• Program pemberdayaan masyarakat, melalui berbagai inisiatif BRI Peduli TJSL. Program BRI Peduli TJSL Pilar Ekonomi: Kontribusi terhadap komunitas lokal
• Pelatihan Ekspor bagi UMKM senilai: Rp25 miliar
• Bantuan Sarana Prasarana Pasar
Pilar Inklusi dan Literasi Keuangan
Gentan Yogyakarta
• Bantuan Alat Pengelolaan Kopi
Kelompok Tani Ijen
Program Hasil Kontribusi untuk SDGs
Program BRI Peduli TJSL Pilar Kontribusi terhadap komunitas lokal
Aksesibilitas perbankan yang luas • 7.377 Unit Kerja Lingkungan: senilai: Rp66 miliar
• 627.679 E-Channels (ATM, CRM, EDC, • Jaga Sungai Jaga Kehidupan dalam
dan E-Buzz) rangka Hari Sungai Sedunia Tahun
• 1.193.835 Agen BRILink 2025
• 28,29 Juta Pengguna BRImo • BRI Peduli Yok Kita GAS (Gerakan
Kelola Sampah) Waste Management
Produk pinjaman, tabungan, dan • 34,50 juta debitur UMKM Journey
asuransi yang terjangkau • 187,36 juta nasabah simpanan di • Program BRI Peduli Grow & Green
segmen mikro dan ultra mikro Transplantasi Terumbu Karang
• 13,95 juta polis asuransi AMKKM
BRI Menanam Penanaman 1.061.927 bibit pohon
Program pemberdayaan masyarakat Berpotensi menyerap karbon sebesar
dan UMKM melalui pelatihan dan 3.427,53 tonCO2e
pendampingan usaha
Pelindungan Kesehatan Finansial • Penyaluran kredit yang bertanggung
Nasabah jawab
• Kebijakan Pemasaran yang
Bertanggung Jawab
• Penyuluh Digital
Page 22
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 22
Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
Pilar Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Hak Asasi Manusia SDGs Nilai Lingkungan
Penciptaan Nilai Lingkungan: Mendukung Ketahanan Lingkungan dan Transisi Berkelanjutan
Program Hasil Kontribusi untuk SDGs BRI turut menciptakan nilai lingkungan melalui berbagai kebijakan, pengelolaan risiko, serta
program yang mendukung perlindungan lingkungan dan pengelolaan perubahan iklim. Upaya ini
• Keterwakilan perempuan • Mendorong dan mewadahi potensi perempuan.
• Kesetaraan kesempatan • Komposisi pemimpin perempuan mencapai dilakukan melalui penguatan pengelolaan risiko iklim dalam portofolio pembiayaan dan
dan hak bagi seluruh 25,63%, melampaui target Kementerian BUMN pengembangan produk dan pembiayaan yang mendukung kegiatan ramah lingkungan. Melalui
pekerja sebesar 25% pada posisi kepemimpinan. langkah-langkah tersebut, BRI berupaya mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan
• Jumlah pekerja disabilitas sebanyak 57 pekerja sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
di mana 22 pekerja di antaranya adalah
perempuan.
Pilar Pengendalian Emisi dan Perubahan Iklim
Penerbitan Kebijakan Saling Menyediakan lingkungan kerja yang saling
Menghargai di Tempat Kerja menghormati, bebas dari diskriminasi, pengucilan,
(Respectful Workplace Policy) pelecehan, perundungan, dan bentuk kekerasan
lainnya serta menjunjung tinggi martabat dan
Program Hasil Kontribusi untuk SDGs
harga diri untuk mempertahankan produktivitas
pekerja. Penerbitan subsector Penerbitan Subsector Loan Policy untuk
loan policy untuk sektor sektor beremisi tinggi, termasuk sektor
Menjamin keselamatan dan Hasil evaluasi SMK3 mendapatkan nilai 94,26%
dengan emisi tinggi. ketenagalistrikan dan kehutanan.
kesehatan pekerja dengan atau kriteria “memuaskan” dari PT Multi
menjalankan Sertifikasi Sistem Sertifikasi Indonesia. Pelaksanaan Climate Risk Pelaksanaan Climate Risk Stress Testing (CRST)
Manajemen Keselamatan dan Stress Testing (CRST) untuk mengevaluasi potensi dampak finansial
Kesehatan Kerja (SMK3) dari risiko terkait perubahan iklim.
Kebijakan dan Asesmen Hak Cakupan Asesmen HAM: Pengembangan produk Penyaluran Sustainability-Linked Loan sebesar
Asasi Manusia: • 44,77% pekerja BRI mengikuti asesmen HAM keuangan berkelanjutan. USD 120,5 juta serta peluncuran fitur Carbon
• Pakta komitmen terhadap (38.035 dari 84.949 pekerja) Management pada Qlola Cash Management.
HAM • 100% dari total rantai pasok/mitra BRI
Green Network • 926 Eco-friendly Vehicle (Termasuk Mobil
• Kebijakan umum HAM mengikuti asesmen HAM (416 dari 416
dan Motor)
• Asesmen HAM pada pemasok)
• 152 kantor cabang menggunakan panel
pekerja dan rantai pasok/
surya
mitra.
• 746.404 kgCO2e dihindari melalui Program
Zero Waste to Landfill
Page 23
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 23
Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
Penghargaan dan Rating ESG
Selain penilaian kinerja keuangan, investor semakin mempertimbangkan parameter lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam pengambilan keputusan investasi mereka. Untuk itu, BRI senantiasa
berkomitmen untuk meningkatkan penerapan ESG serta secara berkelanjutan mengevaluasi kinerjanya melalui analisis dan pemeringkatan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga terkemuka.
CSA S&P Global Score Sustainability Yearbook Member Sustainalytics MSCI CGPI ASEAN Corporate Governance
ESG Risk rating
ESG Score Predikat ESG
74 18.4
Overall Score
/100 RISIKO RENDAH
A 95.38/100
Most Trusted Company
Top 5 Public Listed Companies
in Indonesia and ASEAN Asset Class
2025 2025 2025 2025
IDX Kehati Index Asia Sustainability Asia Sustainability FTSE 4 Good
IDX ESG Leaders Reporting Awards(ASRA) Reporting Rating (ASRRAT)
INDEKS ESG SECTOR
LEADERS IDX KEHATI
The ESG Leaders Index
measures the performance Merupakan indeks yang berisikan
of companies with favorable ESG saham dengan hasil penilaian
assessments and those not kinerja ESG di atas rata-rata
involved in significant industrinya.
controversies.
Nilai: 93 - 100
ESG Sector Leader
IDX Kehati / PLATINUM
RANK
ESG Quality 45 IDX Platinum - Asia's Best Sustainability Report
Kehati (Public Sector)
Hingga saat ini, BRI adalah konstituen Platinum - Asia's Best Sustainability Report (CEO Hingga saat ini, BRI merupakan
dari IDX ESG Leaders Index (ESGL) Letter) konstituen dari FTSE 4 Good Index
Gold - Asia's Best Materiality Reporting
2025 2025
Page 24
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 24
Keberlanjutan
di BRI
Strategi Keberlanjutan 25
Page 25
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 25
Keberlanjutan di BRI
Strategi Keberlanjutan [OJK A.1 C.1] [GRI 2-24] Berlanjutnya transformasi BRI melalui BRIVolution Reignite menandai komitmen Perusahaan untuk
terus beradaptasi dengan dinamika lingkungan usaha yang semakin kompleks. Dengan
Sebagai bentuk penguatan komitmen tersebut, BRI berpedoman pada Surat Edaran Direksi tentang memperkenalkan positioning baru sebagai “Satu Bank untuk Semua”, BRI menegaskan perannya
Kebijakan dan Strategi Keberlanjutan, yang menegaskan penerapan tiga pilar utama Lingkungan, sebagai bank universal yang inklusif, relevan, dan berorientasi jangka panjang bagi seluruh lapisan
Sosial, dan Tata Kelola (ESG) sebagai fokus strategis dalam pelaksanaan agenda keberlanjutan masyarakat Indonesia.
Perusahaan, meliputi:
Transformasi ini mencerminkan kesadaran BRI bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan
oleh kinerja keuangan, tetapi juga oleh kemampuan Perusahaan dalam menjawab ekspektasi
nasabah, memperkuat kepercayaan publik, serta mengelola dampak ekonomi, sosial, dan tata
Tujuan
kelola secara bertanggung jawab. Dalam konteks tersebut, visi dan misi keberlanjutan BRI menjadi
Menjadi World-Class Sustainable Banking Group yang Fokus pada Dimensi Lingkungan, Sosial, landasan strategis untuk memastikan bahwa pertumbuhan usaha selaras dengan penciptaan nilai
jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
dan Tata Kelola
Sustainability Strategy Pillars Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan [OJK E.1] [GRI 2-23] [GRI G4 FS1]
Strategi keberlanjutan BRI terdiri atas tiga pilar keberlanjutab, yaitu Adaptive & Dynamic Portfolio
Management, Stakeholder Empowerment, serta Responsible Business & Operations. Sebagai
bentuk implementasi strategi tersebut, BRI telah menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
(RAKB) yang mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017
Adaptive Portfolio Responsible Business and
tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan
Stakeholder Empowerment Publik. RAKB BRI mencakup rencana jangka panjang lima tahunan periode 2025–2029 serta
Management Operations
rencana jangka pendek tahunan, RAKB Tahun 2025 yang ditetapkan melalui SK No. S.2241-DIR/
Dampak langsung dan tidak
langsung aktivitas perusahaan
Mencakup hubungan perusahaan
dengan pekerja, kondisi kerja, serta
Tata kelola perusahaan yang mencakup
product governance, corporate
ESG/05/2025. Implementasi RAKB dilakukan untuk memastikan bahwa prinsip keberlanjutan
terhadap lingkungan. peran sosial BRI bagi masyarakat governance, etika bisnis, serta terintegrasi secara menyeluruh dalam proses bisnis dan operasional. Hal ini diwujudkan melalui
sekitar pengelolaan sistem informasi dan
keamanan siber
berbagai inisiatif, antara lain pembiayaan berwawasan lingkungan, pelaksanaan program Tanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta penerapan praktik operasional yang ramah lingkungan.
• Keuangan Berkelanjutan • Pemberdayaan Nasabah • Tata Kelola Perusahaan
• Risiko Iklim • Pemberdayaan Pekerja • Bisnis yang Beretika Pengembangan RAKB berada di bawah pengawasan Direktur Kepatuhan dan disusun oleh Komite
• Green Banking • Pemberdayaan Masyarakat • Risiko dan Keamanan Siber ESG dengan melibatkan direktorat terkait. Proses penyusunan dilakukan secara lintas unit kerja
• Green Network guna memastikan keselarasan implementasi di seluruh organisasi. Dokumen RAKB, baik jangka
pendek maupun jangka panjang, telah memperoleh persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris pada
28 November 2025. Dokumen tersebut terdiri atas RAKB Jangka Panjang (2025-2029) serta RAKB
Jangka Pendek Tahunan 2025 yang memuat rincian inisiatif dan target. Realisasi RAKB secara
tahunan dilaporkan secara berkala setiap tahun kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dampak SDGs yang Diharapkan
Page 26
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 26
Keberlanjutan di BRI
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Tahun 2025 [GRI 2-23]
Kategori Program Deskripsi Pencapaian
Adaptive & Dynamic Portfolio Management
Sustainable Integrasi Integrasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia ke dalam Sustainable Integrasi Taksonomi telah tersedia pada aplikasi BRISPOT Wholesale. Selain itu, telah disusun dokumen Business
Finance Taksonomi Financing BRI guna memperkuat langkah-langkah strategis BRI untuk Requirement Document (BRD) sebagai dasar pengembangan ESG Dashboard, termasuk rencana integrasi lebih
Indonesia mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050. Integrasi ini lanjut dengan aplikasi BRISPOT.
ke dalam memungkinkan BRI untuk lebih fokus pada pembiayaan sektor-sektor yang
Sustainable memiliki dampak positif terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi sesuai
Financing dengan klasifikasi taksonomi tersebut.
Pengembangan a. Penerbitan Instrumen Non-DPK IDR dan Valas untuk memenuhi kebutuhan Telah diterbitkannya Goodfund Social Bond sebesar Rp5 Triliun pada 26 Juni 2025. Selain itu, LTN Tapera Tahun
Produk likuiditas BRI. Penerbitan funding non-DPK dilakukan tentatif dengan 2025 telah dibukukan pada 16 Januari 2025 dengan nilai sebesar Rp81.271.555.499.
Sustainable tetap memperhatikan pertumbuhan DPK & pinjaman serta kondisi pasar
Funding
b. Penerbitan Non-DPK valas dalam bentuk loan untuk meng-cover
kebutuhan likuiditas pinjaman jangka panjang (matching basis), termasuk
funding plan untuk kebutuhan UKLN
c. Penerbitan Efek Tapera (Long Term Notes) dalam rangka pembiayaan Telah diterbitkan LTN sebesar Rp218 Miliar dan SBK sebesar Rp500 juta.
Kredit Tapera
Digitalisasi Program kerja ini bertujuan untuk memperkuat inisiatif keuangan berkelanjutan Telah dilakukan pengembangan QLola Insurance Dashboard.
dan Inovasi melalui digitalisasi dan inovasi produk di BRI, program ini difokuskan untuk
BRI telah mengoptimalkan infrastruktur penerbitan (issuing) dan penerimaan (acquiring) kartu internasional
Produk yang mengembangkan platform dan layanan yang terintegrasi dan efisien, dengan
(Mastercard, Visa, JCB) melalui sistem internal untuk meningkatkan efisiensi transaksi nasabah.
mendukung orientasi keberlanjutan dalam operasional dan pengelolaan keuangan.
Sustainable BRI telah menyelesaikan serangkaian inovasi digital strategis sepanjang tahun 2025 mencakup:
Finance • penyediaan fitur pencairan kredit langsung melalui aplikasi (Loan on App),
• optimalisasi transaksi QRIS yang lebih efisien,
• digitalisasi layanan mandiri untuk pengajuan limit dan pemblokiran kartu, dan
• perluasan akses melalui integrasi pengajuan kartu kredit pada platform mitra pihak ketiga
BRI telah mengintegrasikan sistem pra-registrasi Corporate Card dan aplikasi Ecopay ke dalam platform QLola,
guna memberikan kemudahan pengelolaan biaya operasional bagi nasabah korporasi.
BRI telah merampungkan pengembangan modul verifikasi risiko dan uji kepatuhan kredit pada platform digital
korporasi.
BRI telah memperkuat infrastruktur teknologi untuk menjamin keberlangsungan layanan (business continuity)
melalui modernisasi sistem cadangan (Stand In) guna meminimalkan waktu henti operasional (downtime). Selain itu,
BRI telah mengimplementasikan sistem pendukung transaksi lintas mata uang (Cross Currency) yang terintegrasi,
guna memfasilitasi kebutuhan transaksi valas nasabah secara lebih efisien dan kompetitif di pasar global.
Green Banking Pengembangan Penambahan fitur perhitungan carbon pada aplikasi Qlola dan BRImo. Fitur perhitungan emisi karbon telah resmi beroperasi pada platform QLola untuk mendukung pengelolaan
Produk Carbon keberlanjutan nasabah korporasi.
Management
Telah tersedia hasil metodologi dan business process implementasi perhitungan carbon pada BRImo.
Nasabah
Page 27
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 27
Keberlanjutan di BRI
Kategori Program Deskripsi Pencapaian
Climate Risk Integrasi Program kerja ini bertujuan untuk mengintegrasikan risiko iklim ke dalam Telah diimplementasikan strategi dekarbonisasi untuk emisi Scope 1 dan Scope 2 berdasarkan identifikasi sumber
climate risk ke manajemen risiko BRI, sehingga memungkinkan identifikasi, mitigasi, emisi, sebagai bagian dari upaya pengendalian dampak lingkungan operasional.
manajemen dan pengelolaan dampak risiko iklim terhadap portofolio dan operasional
Telah dilakukan survei kepuasan pengguna atas fitur QLola Carbon Management serta pengembangan lanjutan
risiko perusahaan. Melalui integrasi ini, BRI berupaya memastikan bahwa strategi
berdasarkan masukan pengguna, termasuk implementasi modul Finance Emission pada sistem BRISSIM.
dan kebijakan risiko yang diambil dapat mengantisipasi perubahan iklim yang
berpotensi memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan di masa depan. Telah dilakukan pelaporan Buku 6 CRMS OJK untuk seluruh portofolio, guna mendukung pemenuhan ketentuan
regulator dan penguatan pengelolaan risiko.
Stakeholder Empowerment
Customer Revamp produk Melalui layanan seperti mikroasuransi atau mikrofinansial, BRI Group dapat Pengembangan PARI Corporate telah selesai dan diimplementasikan pada awal tahun 2025. Namun, berdasarkan
Empowerment & jasa yang memperluas penawaran untuk menjangkau pelanggan yang belum memiliki kebijakan internal, pemasaran produk PARI serta penyaluran kredit terkait program tersebut dihentikan, sehingga
mendukung akses ke layanan keuangan dasar. Layanan semacam ini tidak hanya tidak dilakukan pengembangan lanjutan atas program Enhancement PARI Corporate.
Financial memenuhi kebutuhan sosial yang semakin meningkat di banyak negara,
Inclusion tetapi juga mendorong pembangunan lokal yang berkelanjutan, memperluas New disbursment KPRS sebesar Rp 4,056 T.
potensi basis pelanggan BRI, serta merespons semakin banyaknya investor Jumlah Debitur KPRS 32.209.
yang mencari imbal hasil dengan prinsip triple bottom line.
Implementasi host-to-host migrasi KPRS dari Tapera Mobile telah selesai dikembangkan pada tahun 2025. Saat
ini, implementasi menunggu jadwal penutupan sistem Sikasep sebelum dilakukan integrasi host-to-host dengan
Tapera Mobile.
Customer Meningkatkan pengalaman pelanggan melalui berbagai alat dan strategi Per Desember 2025, terjadi percepatan SLA penyelesaian pengaduan nasabah sebesar 15,29% dengan rata-rata
Excellence yang telah diterapkan oleh BRI. Program ini fokus pada pengelolaan waktu penyelesaian 32,4 jam dibandingkan tahun 2024 sebesar 38,3 jam. Selain itu, proses pengadaan sistem
Policy & hubungan dengan pelanggan, pengembangan strategi online yang efektif, CHM Fase 2 telah berjalan guna mendukung peningkatan kualitas layanan dan efektivitas pengelolaan pengaduan
Program serta optimalisasi saluran penjualan dan distribusi. Selain itu, program ini nasabah.
juga menekankan pentingnya kepuasan pelanggan dan perlindungan hak-
hak konsumen, sehingga BRI dapat memberikan layanan yang lebih baik Per Desember 2025, FCR mencapai 86,02%. Selain itu, dilakukan penyesuaian pengelolaan fungsi complaint
dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Dengan pendekatan ini, BRI handling kepada unit terkait untuk meningkatkan efektivitas penanganan pengaduan, termasuk pada layanan
berkomitmen untuk menciptakan hubungan jangka panjang yang saling merchant, e-banking, dan chargeback.
menguntungkan dengan pelanggan.
Community Penyusunan Kurangnya kerangka kerja yang jelas dalam implementasi SDGs di BRI Telah tersedia Sustainability Impact Framework.
Empowerment Metodologi menciptakan tantangan dalam menyelaraskan kegiatan bisnis dengan tujuan
Social Impact tersebut. Untuk meningkatkan kontribusi terhadap SDGs, BRI mengadopsi
- UNSDGs framework ISO/UNDP PAS 53002:2024. Framework ini dirancang sebagai
Adaptation panduan bagi organisasi untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan
(ISO/UNDP PAS secara sistematis dalam operasi bisnis, merespons kebutuhan global akan
53002) praktik yang selaras dengan dampak sosial dan lingkungan yang positif.
Program BRI Emisi karbon semakin meningkat, sehingga diperlukan mitigasi untuk
Menanam mengurangi emisi karbon tersebut. BRI mengambil langkah untuk turut serta
dalam mengurangi emisi tersebut dengan
a. BRI Nursery Fasility merupakan pusat pembibitan pohon-pohon produktif Telah dilakukan penanaman 55.000 mangrove di Rote Ndao, Kepulauan Rote, NTT, melanjutkan program
dalam program BRI Menanam sebelumnya.
b. BRI Waste Management merupakan fasilitas budidaya maggot atau black Telah dilakukan tambahan transplantasi 1.500 fragmen terumbu karang di Kapoposang, Sulawesi Selatan.
soldier Fly (BSF) dengan metode pengelolaan Sampah Padat Domestik
(SPD)
c. Penanaman mangrove, tanaman produktif, secara bertahap dalam Telah dilakukan penambahan sebanyak 1.900 bibit tanaman produktif di 18 Regional Office BRI
menciptakan lingkungan hidup yang lebih nyaman, dan mengurangi
polusi di daerah tanam
Page 28
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 28
Keberlanjutan di BRI
Kategori Program Deskripsi Pencapaian
Employee Program Pengembangan materi komunikasi dan platform terkait employer branding Telah terlaksana program sesi employer branding dengan skala nasional dan regional dalam bentuk berbagai
Empowerment Employee Well- yang kuat, targeted, dan segmented. Campus Visit, Job Fair, dan BRILIANEXT (offline) serta konten-konten employer branding di Instagram Life at BRI
Being dan LinkedIn (online).
Telah tersedia report analisa EVP/review EVP yang tertuang dalam report Employer Branding Survey 2025.
Telah dilaksanakan User Acceptance Test (UAT) untuk modul Employee Carbon Tracker pada aplikasi BRILiaN
Apps.
Responsible Business & Operation
Corporate Implementasi Proses berkesinambungan untuk merumuskan tata kelola, strategi, Telah Tersedia metrics dan target pada rekomendasi IFRS S1.
Governance IFRS S1 & S2 pengelolaan risiko dan penetapan target terkait iklim sesuai dengan acuan Tersedia framework IFRS S1 dislosure yang akan dikomunikasikan dalam Sustainability Report 2025.
IFRS. IFRS S1 dan IFRS S2 adalah standar laporan keuangan yang ditetapkan
oleh Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) untuk membantu Implementasi strategi dekarbonisasi BRI untuk scope 1 dan 2 berdasarkan sumber emisi, yang dilakukan dengan
perusahaan dalam mengungkapkan informasi terkait keberlanjutan dan risiko cara implementasi data primer dan/inisiatif lain.
yang terkait dengan perubahan iklim.
Risk & Digital Integrasi manajemen risiko dalam struktur tata kelola perusahaan mencakup Implementasi integrasi API consent dengan aplikasi front-end (Minimal 2 Aplikasi Front-End)
Cybersecurity Resiliency pada mitigasi risiko siber dan risiko terkait lingkungan.
Tersedianya Dokumen Hasil Testing & Piloting integrasi dengan aplikasi Front End (Minimal 2 Aplikasi Front-End)
Policy and
Implementasi enhancement Data Model Consent
Program
1. Tersedia hasil penilaian kesenjangan penerapan perlindungan Data Pribadi (Data Protection Gap Assessment)
pada Q3 2025
2. Telah tersedianya hasil analisis penilaian Data Privacy Maturity Assessment dengan score 2,45 (Repeatable).
3. Telah tersedianya pelaksanaan transfer knowledge dan penyampaian hasil Penilaian dan rencana tindaklanjut
Data Privacy Maturity Assessment kepada unit kerja terkait.
4. Telah terlaksananya pendampingan penyusunan ROPA, DPIA , dan LIA.
5. Telah terlaksananya aktivitas Create & Review: 1. Final Document
6. Telah tersedianya Laporan akhir Project Data Privacy Maturity Assistance.
Implementasi Data Privacy Management Tools telah dimulai pada Desember 2025 yang ditandai dengan
pelaksanaan kick-off project. Selain itu, dokumen pengadaan untuk implementasi sistem telah tersedia sebagai
bagian dari penguatan tata kelola dan perlindungan data.
Telah dilakukan pengujian modul StoneX ISO 20022 pada proyek Modernisasi Core Banking & Surrounding
Applications BRI New York Agency tahap MVP 2. Selain itu, kinerja keuangan BRI New York Agency pada tahun
2025 mencatat laba sebesar USD 13,411,699 atau mencapai 111,13% dari target, serta Fee-Based Income sebesar
USD 12,336,592 atau mencapai 144,19% dari target.
Telah tersedia Gap Assessment & Design Architecture PBC for 4th Usecase (PBC Savings Account)
Penguatan Risk Program ini mempunyai fokus terhadap penguatan budaya risiko dan Telah tersedia implementasi komunikasi risk culture berupa :
Management kebijakan yang mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial dalam setiap • 3 buah Materi Operational Risk News
yang terkait proyek dan aktivitas bisnis. • 1 Katalog Risk Awareness
dengan ESRM • 3 design Benner dan materi landing page BRIStars
Framework • 3 design Background desktop pekerja
Telah tersedia Dashboard atas data Kualitas Kredit
Telah dilaksanakan Webinar Risk Upgrade Series regulary
Green Network Green Network Program kerja yang bertujuan untuk mendukung implementasi inisiatif Telah tersedianya Ramp di 100 Unit Kerja BRI
Escalation keberlanjutan di Unit Kerja BRI.
Sebanyak 10 Unit Kerja BRI telah terpasang Solar Panel.
Telah tersedia 130 unit kendaraan listrik
Page 29
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 29
Keberlanjutan di BRI
Kategori Program Deskripsi Pencapaian
Business Penguatan Program kerja yang bertujuan untuk memastikan kepatuhan dan integritas Pengembangan aplikasi BRIMEN terus dilanjutkan melalui penyempurnaan modul pengelolaan gedung/depo,
Ethics infrastruktur yang tinggi dalam seluruh operasi keuangan perusahaan, khususnya dalam pengembangan fitur inventory management, serta penambahan fitur pengelolaan dokumen kredit. Selain itu,
audit dan tata aspek keberlanjutan. Program ini meliputi langkah-langkah pengembangan dilakukan integrasi dengan sistem terkait guna mendukung penguatan tata kelola dan pengendalian operasional
kelola keuangan sistem audit internal yang lebih kuat. Dengan sistem audit yang terintegrasi, yang lebih efektif. Penyesuaian target pengembangan dilakukan sesuai kebutuhan dan prioritas implementasi.
berkelanjutan perusahaan dapat lebih dini mendeteksi dan mengelola risiko yang
Penguatan pengendalian dilakukan melalui percepatan penyediaan data anomali, pengembangan indikator
berpotensi mengakibatkan fraud, sehingga menjaga kepercayaan pemangku
pemantauan, serta penyediaan dashboard monitoring guna mendukung identifikasi irregularity secara lebih cepat
kepentingan.
dan akurat, disertai rekomendasi perbaikan kepada control owner.
Tersedia metodologi dan perhitungan capital allocation pada level unit kerja
Penyempurnaan sistem pricing dilakukan melalui pengembangan BRIGo sebagai pengganti E-Price, termasuk
integrasi sistem, penyediaan laporan pendukung, pemenuhan rekomendasi audit, serta sosialisasi implementasi
guna meningkatkan efektivitas pengendalian.
Pada implementasi RAKB, Dewan Komisaris dan Direksi memiliki peran masing-masing sebagaimana • mengawasi kepatuhan satuan kerja dalam menerapkan Keuangan Berkelanjutan;
berikut.[E.1] • mengawasi Unit Bisnis dan Unit Kerja Operasional agar menunjuk pejabat untuk bertanggung
jawab terhadap penerapan Keuangan Berkelanjutan;
Dewan Komisaris • mengawasi kebijakan dan prosedur keuangan berkelanjutan agar sejalan dengan perubahan
Dewan Komisaris memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk secara aktif melakukan dan pengembangan produk, jasa, dan teknologi bank yang disesuaikan dengan perkembangan
pengawasan terhadap Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang mengacu pada Keuangan Berkelanjutan;
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 51 Tahun 2017 serta peraturan perundang-undangan • mengawasi program pengembangan kapasitas internal yang berkaitan dengan Keuangan
yang berlaku lainnya, seperti: Berkelanjutan secara berkala; serta
• Memberikan persetujuan atas kebijakan Keuangan Berkelanjutan yang merupakan salah satu • mengelola, melakukan telaah berkala, dan meninjau efektivitas proses manajemen risiko
kebijakan spesifik bank. sebagai tugas, tanggung jawab, dan wewenang Direksi terkait dengan penerapan Keuangan
• Memberikan persetujuan terhadap Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB). Berkelanjutan.
• Memberikan persetujuan mengenai Laporan Keberlanjutan.
• Melakukan pengawasan atas pelaksanaan tanggung jawab pihak Direksi terhadap penerapan Tantangan Penerapan Keuangan Berkelanjutan [OJK E.5]
Keuangan Berkelanjutan. Dalam menerapkan keuangan berkelanjutan, BRI menghadapi berbagai tantangan baik dari internal
maupun eksternal. Tantangan internal berupa pemahaman mengenai keberlanjutan yang belum
Direksi merata di seluruh organisasi. Menghadapi tantangan tersebut, BRI menyelenggarakan sejumlah
Direksi memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk menerapkan Rencana Aksi Keuangan pelatihan yang terstruktur dan konsisten di berbagai tingkatan, mulai dari kantor pusat, kantor
Berkelanjutan (RAKB) yang mengacu pada Anggaran Dasar Bank serta peraturan perundang- wilayah, kantor cabang, hingga unit kerja lainnya. Selama tahun 2025, BRI menyelenggarakan
undangan, antara lain: pelatihan dan seminar mengenai topik-topik keberlanjutan, antara lain topik terkait kepatuhan,
• menyusun dan mengusulkan kebijakan Keuangan Berkelanjutan beserta perubahannya kepada manajemen risiko, human capital, dan topik lainnya yang dijelaskan lebih lanjut pada Lampiran
Dewan Komisaris; halaman 234. Sementara tantangan eksternal melibatkan berbagai aspek, termasuk perkembangan
• menyusun dan mengusulkan RAKB kepada pihak Dewan Komisaris; regulasi terkait keuangan berkelanjutan yang dapat mempengaruhi pasar. Kemajuan teknologi
• menyusun dan mengusulkan Laporan Keberlanjutan kepada Dewan Komisaris; digitalisasi juga menjadi tuntutan besar bagi sektor perbankan. Selain itu, terbatasnya panduan dan
• mengomunikasikan RAKB kepada para Pemegang Saham dan seluruh struktur organisasi yang informasi yang jelas mengenai keuangan berkelanjutan di setiap industri turut memperbesar
ada di bank; tantangan yang dihadapi, menambah kompleksitas dalam menavigasi lanskap keberlanjutan yang
• mengawasi satuan kerja yang melaksanakan kebijakan dan prosedur Keuangan Berkelanjutan terus berkembang. Untuk menanggapi tantangan eksternal ini, BRI menerapkan manajemen risiko
secara terpisah dari satuan kerja yang mengawasi penerapannya; yang kuat dengan secara sistematis mengidentifikasi dan mengurangi potensi risiko terkait tekanan
• membentuk satuan kerja khusus di kantor pusat yang bertanggung jawab terhadap penerapan eksternal. Pendekatan ini memastikan ketahanan dan adaptabilitas dalam inisiatif keuangan
Keuangan Berkelanjutan di bank; berkelanjutan BRI. [OJK E-5] [GRI G FS6]
Page 30
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 30
Kepentingan dan Materialitas
Keterlibatan Pemangku
Keterlibatan Pemangku Kepentingan 31 Proses Identifikasi Pemangku Kepentingan 31 Saluran Pelibatan Pemangku Kepentingan 32
Penilaian Materialitas 33
Page 31
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 31
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
BRI berkomitmen untuk mendengarkan dan menanggapi kebutuhan para pemangku kepentingan
melalui pelibatan pemangku kepentingan yang inklusif dalam proses penilaian materialitas. Dalam Kriteria Penilaian dan Pemilihan
prosesnya, BRI memastikan bahwa berbagai kepentingan dan ekspektasi para pemangku Pemangku Kepentingan Stakeholder Groups Engaged
kepentingan telah terakomodasi sehingga hasil penilaian materialitas mencerminkan prioritas
internal sekaligus memenuhi ekspektasi eksternal, menjadi dasar kebijakan dan strategi
• Kebutuhan • Investor • Pekerja
keberlanjutan yang mencerminkan kepentingan bersama.
• Keberagaman • Regulator • Badan Pengurus
• Kemauan untuk berpartisipasi • Nasabah BUMN dan
Keterlibatan Pemangku Kepentingan[E.4][GRI 2-12][GRI 2-29][GRI 3-1][GRI G4 FS5] • Pengaruh pada BRI • Pemasok Danantara
• Ketergantungan pada BRI • Dewan Komisaris
BRI memiliki komitmen kuat terhadap keterlibatan pemangku kepentingan sebagai bagian dari dan Direksi
penerapan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Sejalan dengan Prinsip-prinsip United Nations Global
Compact (UNGC), BRI menjunjung tinggi dan menghormati hak asasi manusia yang diakui secara
internasional (Prinsip 1) serta memastikan kegiatan operasionalnya tidak terlibat dalam pelanggaran
hak asasi manusia (Prinsip 2). Pelibatan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengidentifikasi
Umpan Balik atas Laporan 2024 dan Pembahasan Manajemen[G.3]
risiko dan peluang, serta dalam penerapan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap potensi
dampak.
BRI senantiasa menyediakan kanal komunikasi bagi para pemangku kepentingan untuk
BRI mengadopsi pendekatan yang sistematis dan inklusif dalam melibatkan pemangku kepentingan menyampaikan aspirasi mereka. BRI memiliki mekanisme media monitoring, menyediakan
untuk mendengarkan, memahami, dan merespons kebutuhan serta harapan pemangku kepentingan, Whistleblowing System (WBS), serta evaluasi rating ESG. Berdasarkan hasil pemantauan
serta memastikan bahwa kebijakan perusahaan sesuai dengan ekspektasi mereka. Untuk sepanjang tahun 2025, tidak terdapat masukan spesifik maupun keberatan dari pemangku
memastikan pelibatan yang bermakna, BRI berkomitmen untuk menjalankan komunikasi yang kepentingan terhadap isi Laporan Keberlanjutan 2024.
terbuka, transparan, dan responsif, serta menciptakan ruang bagi dialog yang konstruktif. Dengan
demikian, BRI dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan dan menciptakan nilai
berkelanjutan bagi seluruh pihak terkait.
Diskusi dan Tanggapan Investor
Dalam proses penilaian materialitas BRI, keterlibatan pemangku kepentingan merupakan elemen
yang esensial dari keseluruhan proses penilaian. Melalui pelibatan pemangku kepentingan, BRI BRI melaksanakan diskusi dengan investor secara reguler sepanjang tahun guna
memastikan bahwa berbagai kepentingan dan ekspektasi para pemangku kepentingan terakomodasi mendapatkan aspirasi dan menanggapi umpan balik dari investor.
secara optimal, sehingga hasil penilaian mencerminkan prioritas internal sekaligus memenuhi
ekspektasi eksternal.
Kuesioner Materialitas
Proses Identifikasi Pemangku Kepentingan
BRI mengidentifikasi pemangku kepentingan berdasarkan tingkat pengaruh dan ketergantungan BRI menyebarkan kuesioner materialitas secara online guna mendapatkan perspektif
mereka terhadap aktivitas operasional BRI, serta dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan bisnis BRI pemangku kepentingan yang lebih luas.
terhadap mereka. BRI mengelompokkan pemangku kepentingan ke dalam dua kategori, yaitu
Pemangku Kepentingan Internal (Pekerja) dan Pemangku Kepentingan Eksternal (Nasabah,
Investor, Regulator, dan Pemasok), sebagai pemangku kepentingan utama berdasarkan kebutuhan,
keberagaman, kesediaan untuk terlibat, serta dampak timbal balik terhadap BRI. Dengan
memprioritaskan pemangku kepentingan utama tersebut, BRI mendorong kolaborasi dan dukungan,
serta memastikan keterlibatan mereka terintegrasi dalam seluruh aktivitas pengelolaan ESG,
termasuk dalam proses penentuan materialitas.
Page 32
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 32
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
Saluran Pelibatan Pemangku Kepentingan[E.4][GRI 2-29]
Untuk memastikan komunikasi yang efektif dan pelibatan yang bermakna, BRI menyediakan beragam saluran yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap kelompok pemangku kepentingan.
Melalui saluran tersebut, BRI tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menyerap aspirasi, kebutuhan, dan ekspektasi pemangku kepentingan, yang kemudian diintegrasikan ke dalam strategi bisnis
dan pengelolaan ESG perusahaan, termasuk dalam proses penentuan materialitas. Hasil pelibatan tersebut didokumentasikan sebagai masukan strategis dan diintegrasikan ke dalam berbagai aspek tata
kelola serta praktik pengelolaan perusahaan.
Pemangku
Penanggung Jawab Minat dan Kepentingan Basis Penetapan Respon BRI Saluran Pelibatan
Kepentingan
Nasabah • Customer Experience • Bisnis yang Beretika Hubungan ekonomi yang timbul dari • Pengembangan produk dan layanan perbankan • Layanan nasabah (tersedia 24 jam setiap hari)
Group • Privasi dan Keamanan Data penggunaan produk dan layanan yang aman dan andal • Platform digital: situs web, email, media sosial, dan
• Corporate Secretary • Keuangan Inklusif keuangan BRI oleh nasabah, yang • Penguatan dukungan nonfinansial dan mobile banking (dapat diakses setiap saat)
Group secara langsung memengaruhi tingkat kapabilitas nasabah • Survei kepuasan nasabah (dilaksanakan setiap
kepercayaan nasabah, ekspektasi • Penguatan sistem privasi dan perlindungan data bulan)
terhadap kualitas layanan, serta hasil • Penerapan praktik bisnis yang bertanggung • Kuesioner materialitas (didistribusikan setiap tahun)
inklusi keuangan. jawab untuk menjaga kepercayaan nasabah
Pekerja • Human Capital • Bisnis yang Beretika Hubungan ketenagakerjaan dan • Mendorong penerapan praktik bisnis yang • Portal internal dan hotline melalui telepon serta
Strategy & Policy • Privasi dan Keamanan Data kelembagaan dengan BRI, di mana beretika email (tersedia 24 jam setiap hari)
Group • Manajemen Risiko dan pekerja BRI memegang peran strategis • Memperkuat kesadaran terhadap keamanan • Rapat manajemen (diselenggarakan sekurang-
• Human Capital Krisis dalam mendukung pencapaian tujuan siber dan privasi data kurangnya setiap bulan)
Business Partner • Pengembangan Sumber korporasi, kinerja operasional, serta • Meningkatkan kapabilitas manajemen risiko • Kuesioner materialitas (didistribusikan setiap tahun)
Group Daya Manusia keberlanjutan penerapan praktik bisnis • Pelaksanaan program pengembangan pekerja • Forum Kerja Sama Bipartit (diselenggarakan
yang beretika. sekurang-kurangnya satu kali dalam dua tahun)
Investor • Investor Relations • Bisnis yang Beretika Hubungan ketenagakerjaan dan • Pengungkapan kinerja keuangan dan • Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan/RUPST
Group • Perlindungan Keuangan kelembagaan dengan BRI, di mana keberlanjutan secara transparan (diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali
• Corporate Secretary Nasabah insan BRI memegang peran strategis • Penguatan tata kelola perusahaan yang baik dalam setahun)
Group • Keuangan Inklusif dalam mendukung pencapaian tujuan • Pendorongan inisiatif keuangan inklusif • Situs web (dapat diakses 24 jam setiap hari)
korporasi, kinerja operasional, serta • Memastikan pengelolaan perlindungan • Pertemuan dengan investor (dilaksanakan setiap
keberlanjutan penerapan praktik bisnis keuangan nasabah yang bertanggung jawab bulan)
yang beretika. • Kuesioner materialitas (didistribusikan setiap tahun)
Regulator Compliance Group • Keuangan Inklusif Hubungan hukum dan regulasi yang • Penyelarasan kebijakan internal, prosedur, dan • Penyusunan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
• Privasi dan Keamanan Data didasarkan pada kewajiban BRI untuk praktik bisnis dengan ketentuan regulator (RAKB) dan Laporan Keberlanjutan (dilaksanakan
• Manajemen Risiko dan mematuhi ketentuan perbankan, • Memastikan kepatuhan terhadap perlindungan sekurang-kurangnya setiap tahun)
Krisis persyaratan pengawasan, serta data dan keamanan siber • Sesi briefing mengenai kebijakan keuangan
• Bisnis yang Beretika kebijakan nasional yang berkaitan • Penguatan kerangka manajemen risiko dan pemerintah (diselenggarakan sekurang-kurangnya
dengan stabilitas keuangan dan krisis satu kali dalam setahun)
perlindungan nasabah. • Pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan/OJK
(diselenggarakan sekurang-kurangnya setiap tahun)
• Kuesioner materialitas (didistribusikan setiap tahun)
Pemasok • Fixed Assets • Privasi dan Keamanan Data Hubungan ekonomi dan kontraktual • Penerapan praktik pengadaan yang • Seminar dan sosialisasi (diselenggarakan sesuai
Management Group • Bisnis yang Beretika melalui pengadaan barang dan jasa bertanggung jawab kebutuhan)
• Procurement & Logistic • Keuangan Inklusif yang mendukung kegiatan operasional • Komunikasi standar tata kelola perusahaan dan • Kuesioner materialitas (didistribusikan setiap tahun)
Operation Group serta rantai pasok BRI. kepatuhan
• Penguatan keamanan data dalam kolaborasi
dengan vendor/pihak ketiga
Page 33
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 33
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
Penilaian Materialitas (Double Materiality) [GRI 3-1]
Penilaian materialitas merupakan landasan strategi keberlanjutan BRI, yang memungkinkan Melalui pendekatan ini, BRI mengevaluasi kapasitasnya dalam mengidentifikasi faktor-faktor
Perusahaan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan isu-isu keberlanjutan yang paling relevan keberlanjutan yang berkontribusi terhadap penciptaan nilai jangka panjang dengan
terhadap kinerja bisnis maupun ekspektasi pemangku kepentingan. Dalam menentukan topik mempertimbangkan keterkaitan antara dampak eksternal (terhadap masyarakat dan lingkungan)
material, BRI mengadopsi prinsip materialitas ganda (double materiality), yang memungkinkan dan dampak internal (terhadap nilai perusahaan). Sejalan dengan pedoman International
Perusahaan menilai isu keberlanjutan dari dua perspektif yang saling melengkapi, yaitu dampak Sustainability Standards Board (ISSB), BRI juga memasukkan penilaian materialitas finansial,
aktivitas BRI terhadap ekonomi, masyarakat, dan lingkungan, serta potensi implikasi finansial dari khususnya dari perspektif investor, guna memastikan bahwa informasi keberlanjutan yang
risiko dan peluang terkait keberlanjutan terhadap penciptaan nilai Perusahaan. diungkapkan dalam laporan ini mendukung pengambilan keputusan ekonomi yang tepat.
1 2 3 4
Pemetaan Pemangku Kepentingan Analisis Materialitas dan Penyusunan Analisis Risiko dan Peluang
TAHAP
Pemilihan Topik Materialitas
dan Desain Survei Matriks Double Materiality (Pasca-Penilaian Materialitas)
• Menyusun daftar topik keberlanjutan • Mengidentifikasi pemangku kepentingan • Melaksanakan penilaian materialitas • Melaksanakan penilaian yang lebih
KEGIATAN
berdasarkan: internal dan eksternal prioritas serta melalui survei kepada pemangku mendalam atas risiko dan peluang yang
1. Standar dan kerangka keberlanjutan menetapkan target responden kepentingan dengan menggunakan dua terkait dengan setiap topik material
global (SASB, GRI) • Menyusun desain survei materialitas dan dimensi: prioritas
2. Regulasi yang relevan metodologi penilaian 1. Materialitas Finansial (outside-in): • Memetakan implikasinya terhadap:
3. Benchmarking dengan perusahaan • Menyiapkan kuesioner yang mencakup menilai isu-isu keberlanjutan yang 1. Strategi bisnis
sejenis dan praktik industri perspektif materialitas finansial dan dapat memengaruhi kinerja keuangan 2. Manajemen risiko
• Menetapkan ruang lingkup, definisi, dan materialitas dampak dan nilai perusahaan 3. Metrik dan target
batasan untuk masing-masing topik 2. Materialitas Dampak (inside-out): • Menyusun Risk & Opportunity Register
menilai dampak kegiatan Perusahaan serta kerangka pengungkapan yang
terhadap masyarakat dan lingkungan selaras dengan standar pelaporan
• Menganalisis dan memberikan skor atas keberlanjutan IFRS
tingkat relevansi finansial dan relevansi
dampak untuk setiap topik
• Mensintesis hasil penilaian ke dalam
matriks double materiality untuk
mengidentifikasi topik-topik material
prioritas
• Hasil penilaian materialitas selanjutnya
dilaporkan kepada Direksi dan Dewan
Komisaris untuk ditelaah serta
memperoleh persetujuan atas daftar
final topik material yang akan
diungkapkan[GRI 2-14]
Page 34
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 34
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
Analisis Materialitas
BRI melakukan analisis materialitas untuk mengidentifikasi isu-isu yang paling relevan dan berdampak signifikan terhadap kinerja finansial dan dampak sosial maupun lingkungan perusahaan. Berikut ini
matriks materialitas yang menggambarkan pemetaan berbagai isu keberlanjutan berdasarkan dimensi materialitas finansial dan materialitas dampak.
Hasil Penilaian Materialitas[GRI 3-1]
Matriks Materialitas
Double Materiality
Tingkat Kepentingan Pemangku Kepentingan
Assessment
Indeks Pengungkapan Topik Material 2025
Topik Material 2025
Dewan dan Pemerintah/ Materialitas Materialitas
Investor
Pekerja
Nasabah Pemasok
Regulator Keuangan Dampak
SEOJK GRI SASB 1. Bisnis yang Beretika
205, 206, 207, 415 FN-CB-510a.1 2. Privasi dan Keamanan Data
Bisnis yang Beretika √ √ √ √ √ ● ●
FN-CB-510a.2 3. Keuangan Inklusif
Privasi dan Keamanan
√ √ √ √ √ ● ●
F.27 418 FN-CB-230a.1 4. Dampak Perubahan Iklim
Data FN-CB-230a.2
5. Emisi yang Dibiayai
F.3,F.17, 417 FN-CB-240a.1,
F.26 – F.30 G4 FS6, FS7, FS10, FN-CB240a.2, 6. Pembiayaan Hijau
Keuangan Inklusif √ √ √ √ √ ● ●
FS13 - FS16 FN-CB-240a.3, 7. Pengelolaan Emisi
FN-CB-240a.4 Operasional
E.5 102 FN-CB-410a.2
Dampak Perubahan 8. Manajemen Risiko dan Krisis
√ - - - √ ○ ◐ G4 FS1-FS5,
Iklim 9. Pelindungan Keuangan
FS8
F.11 102 FN-CB-410b.1 Nasabah
FN-CB-410b.2 10. Pengembangan Sumber Daya
Emisi yang Dibiayai √ - √ - - ○ ◐
FN-CB-410b.3
FN-CB-410b.4
Manusia
F.3, F.26 G4 FS1-FS4, FN-CB-410b.1 11. Hak Asasi Manusia dan
Pembiayaan Hijau - - - - - ○ ○
FS8-11 FN-CB-410b.2 Pelibatan Masyarakat
FN-CB-410b.3
FN-CB-410b.4
Pengelolaan Emisi F.6, F.7, 102, 302
- - - - - ○ ○
Operasional F.11, F.12
Manajemen Risiko E.3 2-12, 2-13 FN-CB-550a.1
√ √ - √ √ ● ◐
dan Krisis FN-CB-550a.2
F.27 417, 418 FN-CB-220a.1
G4 FS15- FS16 FN-CB-220a.2
Pelindungan
√ √ - √ √ ● ◐ FN-CB-220a.3
Keuangan Nasabah
FN-CB-230a.1
FN-CB-230a.2
Pengembangan F.18 – F.22 202, 401, 403,
Sumber Daya - √ √ √ - ◐ ◐ 404, 406, 407
Manusia FS4
Hak Asasi Manusia F.23 – F.25 203, 413
dan Pelibatan √ - - - - ◐ ◐
Masyarakat
Tingkat dampak: ○ Rendah ◐ Sedang ● Tinggi
Page 35
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 35
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
Topik Material Paling Signifikan[GRI 3-1] [GRI 3-2]
Berdasarkan hasil double materiality analysis, diperoleh tiga topik material dengan tingkat
signifikansi dampak tertinggi pada kinerja keuangan serta aspek sosial maupun lingkungan. Ketiga
Higher
topik tersebut ialah Bisnis yang Beretika, Privasi dan Keamanan Data, serta Keuangan Inklusif. Tiga
topik tersebut, ditambah topik Dampak Perubahan Iklim, telah ditinjau dan mendapatkan persetujuan
dari Direksi, dan diungkapkan dengan mengadopsi IFRS S1 dan S2 dalam Laporan Keberlanjutan ini.
11
Seiring dengan dinamika lingkungan yang terus berkembang, topik material prioritas pada laporan
ini berbeda dengan topik material yang diungkapkan pada tahun 2024. Hal tersebut terutama
dipengaruhi oleh peningkatan fokus keberlanjutan, serta adopsi pendekatan pengungkapan atas
topik signifikan terkait keberlanjutan, risiko keuangan, dan risiko perubahan iklim. 10
Impact Materiality
8
2
5 9 7
6
3
4
1
Higher
Financial Materiality
Hak Asasi Manusia dan Manajemen
1 Pengelolaan Emisi Operasional 5 9
Pelibatan Masyarakat Risiko dan Krisis
Pengembangan Privasi dan
2 Emisi yang Dibiayai 6 10
Sumber Daya Manusia Keamanan Data
Pelindungan Keuangan
3 Dampak Perubahan Iklim 7 11 Bisnis yang Beretika
Nasabah
4 Pembiayaan Hijau 8 Keuangan Inklusif
Page 36
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 36
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
Topik Material yang Mendukung Nilai Perusahaan
Berdasarkan penilaian materialitas, BRI mengidentifikasi isu-isu material dengan menggunakan pendekatan double materiality, yang mengevaluasi topik keberlanjutan dari dua perspektif yang saling
melengkapi, yaitu materialitas keuangan (outside-in) dan materialitas dampak (inside-out). Dari perspektif materialitas keuangan, penilaian ini berfokus pada topik keberlanjutan yang berpotensi memengaruhi
kinerja keuangan, ketahanan, serta nilai perusahaan dalam jangka panjang. Melalui penilaian ini, BRI mengidentifikasi sejumlah topik keberlanjutan utama yang dianggap material secara finansial karena dapat
memengaruhi kinerja operasional, eksposur risiko, dan pertumbuhan bisnis Perusahaan. Secara khusus, Etika Bisnis, Privasi dan Keamanan Data, serta Keuangan Inklusif diidentifikasi sebagai topik prioritas
yang memainkan peran penting dalam mendukung penciptaan nilai jangka panjang dan keberlanjutan bisnis BRI.
Kategori
Topik Pertimbangan Materialitas Strategi KPI 2025 Pencapaian 2025
Topik
Bisnis Financial Bisnis yang beretika merupakan fondasi utama dalam menjaga • Implementasi Kode Etik – Pelaksanaan pelatihan etika wajib, program KPI Terkait Grup
yang Material kepercayaan pemangku kepentingan dan memastikan keberlangsungan penyegaran berkala, serta integrasi Kode Etik ke dalam penilaian kinerja • Pengendalian • Penurunan jumlah kasus
Beretika Topic operasional usaha secara berkelanjutan. Perilaku yang tidak etis, seperti pekerja guna memperkuat kesadaran etika. Fraud pada sebesar 10% pada fraud
kecurangan, korupsi, atau benturan kepentingan, dapat menimbulkan • Manajemen Risiko Fraud – Penguatan pengendalian internal melalui pendekatan E-Channel Internal internal dan 12% pada fraud
sanksi hukum, kerugian finansial, serta merusak reputasi perusahaan. tiga lini pertahanan, pemantauan fraud, serta analitik fraud untuk mendeteksi dan Eksternal eksternal.
Sebagai institusi keuangan dengan cakupan hubungan yang luas dengan transaksi berisiko tinggi. • Persentase Proses • Sebanyak 97,82% kasus
berbagai pemangku kepentingan, BRI perlu menerapkan standar etika • Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) – Kanal pelaporan Pemberian Sanksi ditindaklanjuti melalui
yang kuat guna menjamin transparansi, akuntabilitas, dan praktik bisnis yang dikelola secara independen dengan perlindungan bagi pelapor, proses Disipliner pemberian sanksi disipliner.
yang bertanggung jawab di seluruh kegiatan operasional. investigasi yang terintegrasi, serta kampanye budaya speak-up.
Privasi dan Financial Privasi dan keamanan data merupakan risiko operasional dan reputasi • Tata Kelola Keamanan Siber: Memperkuat pengawasan atas keamanan KPI Terkait Direksi:
Keamanan Material yang sangat krusial bagi BRI sebagai institusi keuangan yang mengelola informasi melalui Direksi dan Komite Teknologi Informasi, yang didukung oleh • Memastikan Nol • Zero Data Breach
Data Topic volume besar data nasabah dan transaksi digital. Setiap pelanggaran tinjauan internal dan eksternal secara berkala. Insiden Kebocoran
terhadap kerahasiaan data atau insiden siber berpotensi mengganggu • Manajemen Keamanan Informasi: Menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Data (Zero Data
operasional perbankan, menurunkan kepercayaan nasabah, serta Informasi (SMKI) berbasis ISO 27001 serta memperkuat sistem pertahanan TI Breach)
menimbulkan sanksi regulator dan kerugian finansial. Seiring dengan untuk mendeteksi, merespons, dan memantau ancaman siber.
terus berkembangnya layanan perbankan digital, penguatan kapabilitas • Pemantauan dan Mitigasi Risiko: Melaksanakan penilaian risiko siber secara
keamanan siber dan perlindungan data menjadi hal yang esensial untuk berkala serta memperkuat pemantauan terhadap malware, ransomware,
melindungi informasi nasabah dan menjaga kepercayaan terhadap phishing, dan risiko kejahatan siber lainnya.
ekosistem digital BRI. • Penguatan Kapabilitas dan Kesadaran: Menyelenggarakan program pelatihan
bagi karyawan yang bertanggung jawab atas teknologi informasi dan
pengelolaan data guna memperkuat ketahanan siber.
• Inovasi Digital yang Bertanggung Jawab: Menyusun kebijakan yang mengatur
penggunaan teknologi baru secara bertanggung jawab, termasuk kecerdasan
artifisial, sekaligus memperkuat platform digital yang aman untuk layanan
keuangan.
Keuangan Financial Inklusi keuangan mendukung penciptaan nilai perusahaan melalui BRI menerapkan strategi terintegrasi untuk mendorong inklusi keuangan melalui KPI Terkait Direksi:
Inklusif Material perluasan basis nasabah BRI serta penguatan hubungan jangka panjang strategi berikut. • Rasio CASA • Rasio CASA: 70,61%
Topic dengan segmen mikro, UMKM, ritel, dan kelompok underserved yang • Pengembangan Produk Inklusif: Merancang produk keuangan yang terjangkau Konsolidasi
selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan dan mudah diakses, yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen UMKM, ritel, • Jumlah Pengguna • Pencapaian jumlah
formal. Layanan perbankan yang inklusif memungkinkan Bank dan kelompok yang belum atau masih terbatas aksesnya terhadap layanan Aktif Aplikasi pengguna aktif BRImo: 110%
menjangkau masyarakat belum terjangkau layanan perbankan (unbanked) keuangan formal, termasuk kredit mikro, tabungan berbiaya rendah, serta BRImo
dan masyarakat dengan akses perbankan yang masih terbatas layanan keuangan inklusif lainnya. • Net Promoter • NPS: 69%
(underbanked), sehingga mendorong penghimpunan dana, pertumbuhan • Inovasi Digital: Penguatan inovasi digital untuk memperluas akses dan Score (NPS) Bank
kredit, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi melalui volume kemudahan pemanfaatan layanan keuangan inklusif. • Realisasi • Pencapaian Penyaluran
transaksi yang lebih tinggi dan pemanfaatan produk yang lebih luas. Di • Perluasan Titik Akses: Memperluas jangkauan layanan melalui jaringan kantor Penyaluran Kredit Kredit Ultra Mikro: 95,4%
sisi lain, peningkatan literasi keuangan memperkuat ketahanan finansial BRI di seluruh Indonesia serta agenBRILink guna menghadirkan layanan Ultra Mikro
nasabah dan mendorong perilaku keuangan yang bertanggung jawab, perbankan yang lebih dekat dengan masyarakat yang memiliki keterbatasan • Realisasi • Realisasi Penyaluran KUR:
sehingga membantu menurunkan risiko kredit dan mendukung kinerja akses terhadap lembaga keuangan formal. Penyaluran KUR 98,93%
portofolio yang berkelanjutan. Melalui model perbankan inklusif, BRI • Literasi Keuangan dan Penguatan Kapasitas: Menyelenggarakan program • Pertumbuhan • Rata-rata Pertumbuhan
memposisikan diri sebagai institusi keuangan terdepan yang mendukung edukasi keuangan dan berbagai inisiatif sosialisasi untuk meningkatkan Rata-Rata Kredit Kredit UMKM: 5,90%
pembangunan ekonomi sekaligus menghasilkan pertumbuhan bisnis pengetahuan dan kapasitas finansial nasabah. Segmen UKM
yang berkelanjutan. • Kemitraan Strategis: Menjalin kolaborasi dengan institusi pemerintah, • Realisasi • Pembiayaan Berkelanjutan:
perusahaan fintech, dan organisasi masyarakat untuk memperluas akses Pembiayaan Rp811,86 triliun
keuangan serta mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif. Berkelanjutan
Page 37
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 37
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
Metrik Material untuk Pemangku Kepentingan
Kategori Pemangku Kepentingan Penilaian Dampak dan Metrik
Topik Deskripsi Target Kuantitatif (2025) Capaian Kuantitatif (2025)
Topik Terkait Dampak
Bisnis yang Impact BRI menyadari bahwa praktik etika bisnis yang kuat memiliki dampak • Nasabah KPI Terkait Grup N/A
Beretika Material langsung terhadap pemangku kepentingan eksternal, termasuk nasabah, • Investor • Pengendalian Fraud • Penurunan jumlah kasus
Topic investor, regulator, dan masyarakat luas. Perilaku bisnis yang beretika • Regulator pada E-Channel sebesar 10% pada fraud
memastikan bahwa layanan perbankan diberikan secara transparan, adil, • Vendor Internal dan Eksternal internal dan 12% pada fraud
serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga • Persentase Proses eksternal
memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan. Pemberian Sanksi • Sebanyak 97,82% kasus
Melalui penerapan Kode Etik, pengendalian anti-fraud, dan mekanisme Disipliner ditindaklanjuti melalui
whistleblowing, BRI mendorong integritas dan akuntabilitas di seluruh penjatuhan sanksi disipliner
kegiatan operasional maupun hubungan bisnisnya. Praktik-praktik tersebut
memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dengan mencegah korupsi,
fraud, benturan kepentingan, dan perilaku bisnis tidak etis yang berpotensi
merugikan nasabah atau melemahkan integritas pasar.
Sebaliknya, kegagalan dalam menjalankan perilaku etis dapat memberikan
dampak negatif bagi para pemangku kepentingan, antara lain berupa
kerugian finansial, kerusakan reputasi, perlakuan yang tidak adil terhadap
nasabah, atau menurunnya kepercayaan terhadap sektor keuangan. Oleh
karena itu, BRI terus memperkuat budaya etika, kesadaran karyawan, dan
sistem tata kelola guna memitigasi risiko tersebut serta memastikan praktik
perbankan yang bertanggung jawab dalam mendukung pembangunan
ekonomi yang berkelanjutan.
Privasi dan Impact Privasi dan keamanan data merupakan aspek yang sangat krusial dalam • Nasabah KPI Terkait Direksi: N/A
Keamanan Material melindungi nasabah, mitra bisnis, serta pemangku kepentingan lainnya yang • Pekerja • Memastikan Nol • Zero Data Breach
Data Topic data pribadi maupun finansialnya diproses melalui layanan perbankan BRI. Insiden Kebocoran
Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan platform digital dan layanan Data (Zero Data
berbasis data oleh institusi keuangan, perlindungan terhadap informasi Breach)
sensitif menjadi semakin penting guna menjaga kepercayaan serta
melindungi individu dari risiko finansial maupun penyalahgunaan identitas.
BRI menerapkan tata kelola keamanan informasi dan pengendalian keamanan
siber yang kuat, termasuk melalui penerapan Sistem Manajemen Keamanan
Informasi berbasis ISO 27001, pemantauan berkelanjutan terhadap ancaman
siber, serta pengembangan infrastruktur perbankan digital yang aman.
Upaya-upaya tersebut memberikan manfaat positif bagi para pemangku
kepentingan eksternal dengan melindungi data pribadi, memastikan
keamanan transaksi keuangan, serta menjaga keandalan layanan perbankan
digital.
Namun, insiden keamanan siber atau pelanggaran data berpotensi
menimbulkan risiko bagi pemangku kepentingan, seperti penipuan finansial,
pencurian identitas, maupun gangguan layanan. Risiko tersebut juga
dapat mengurangi kepercayaan terhadap layanan keuangan digital serta
berdampak pada stabilitas ekosistem keuangan secara lebih luas. Oleh
karena itu, BRI secara berkelanjutan memperkuat kapabilitas keamanan
siber, meningkatkan kesadaran pekerja, serta memperkuat ketahanan sistem
guna melindungi nasabah dan mendukung terciptanya lingkungan keuangan
digital yang aman.
Page 38
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 38
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
Metrik Material untuk Pemangku Kepentingan
Kategori Pemangku Kepentingan Penilaian Dampak dan Metrik
Topik Deskripsi Target Kuantitatif (2025) Capaian Kuantitatif (2025)
Topik Terkait Dampak
Keuangan Impact Keuangan inklusif memiliki peran penting dalam menghasilkan dampak • Nasabah (UMKM dan KPI Terkait Direksi: BRI mengevaluasi dampak sosial dari
Inklusif Material sosial yang positif melalui perluasan akses terhadap layanan keuangan masyarakat yang belum • Rasio CASA secara • Rasio CASA sebesar 70,61% aktivitas keuangan inklusif dengan
Topic bagi masyarakat yang belum terlayani dan kurang terlayani oleh layanan atau masih terbatas Konsolidasian menilai bagaimana akses terhadap
keuangan formal. Melalui layanan perbankan inklusif, BRI memungkinkan aksesnya terhadap • Jumlah Pengguna • Pencapaian jumlah layanan keuangan meningkatkan
individu, pelaku usaha mikro, dan segmen belum terlayani secara optima layanan keuangan Aktif Aplikasi BRImo pengguna aktif BRImo: 110% kondisi sosial ekonomi nasabah serta
(underserved) lainnya, seperti masyarakat pedesaan, perempuan pelaku formal) • Net Promoter Score • NPS Bank sebesar 69% akses mereka terhadap layanan dasar.
usaha, serta rumah tangga berpenghasilan rendah, untuk mengakses • Masyarakat lokal (NPS) Bank Penilaian ini mengadopsi pilar dampak
produk keuangan formal, termasuk tabungan, kredit, layanan pembayaran, • Pemerintah/Regulator • Realisasi Penyaluran • Pencapaian Penyaluran dalam ICMA Social Bond Principles,
dan edukasi keuangan. Kredit Ultra Mikro Kredit Ultra Mikro: 95,4% dengan metrik yang selaras dengan
Dengan menyediakan layanan keuangan yang mudah diakses serta • Realisasi Penyaluran • Realisasi penyaluran KUR kerangka pengukuran dampak IRIS+,
meningkatkan literasi keuangan, BRI turut memperkuat partisipasi ekonomi, KUR sebesar 98,93% serta berfokus pada hasil terukur yang
meningkatkan ketahanan finansial, dan mendukung pengembangan usaha • Realisasi Pembiayaan • Realisasi pembiayaan dialami nasabah setelah memperoleh
mikro dan kecil. Dampak tersebut berkontribusi pada manfaat sosial yang Berkelanjutan berkelanjutan sebesar pembiayaan.
lebih luas, seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan Rp811,86 triliun
pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Metrik Dampak Utama:
• Akses terhadap Pembiayaan:
Namun demikian, literasi keuangan yang belum memadai atau praktik 81,7% (KUR) dan 69,6%
pembiayaan yang tidak bertanggung jawab berpotensi menimbulkan (Kupedes) nasabah memperoleh
dampak negatif, seperti risiko kelebihan utang pada nasabah yang rentan. akses pertama kali terhadap
Untuk memitigasi risiko tersebut, BRI mengintegrasikan prinsip pembiayaan pembiayaan formal.
yang bertanggung jawab, inisiatif edukasi keuangan, serta mekanisme • Pemberdayaan Sosial Ekonomi:
perlindungan nasabah guna memastikan bahwa inisiatif inklusi keuangan 42,8% (KUR) dan 48,0%
menghasilkan dampak yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat. (Kupedes) nasabah melaporkan
peningkatan aset usaha.
• Penciptaan Lapangan Kerja:
Tercipta 45 (KUR) dan 57
(Kupedes) lapangan kerja
baru per 100 nasabah yang
memperoleh pembiayaan.
Rincian lebih lanjut mengenai
keseluruhan metrik dampak
diungkapkan pada halaman 110.
Page 39
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 39
Climate-Related
Disclosure
Manajemen Risiko Iklim 40
Page 40
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 40
Manajemen Risiko Iklim
Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS
Tata Kelola Strategi Manajemen Risiko Metrik dan Target
Gambaran Umum Tata Kelola Gambaran Umum Strategi BRI Manajemen Risiko Iklim What Gets Measured, Gets Managed
Peran Dewan Komisaris dan Pendekatan BRI dalam Menganalisis Integrasi ERSRM Pencapaian BRI
Direksi Skenario Perubahan Iklim
Pembiayaan Bertanggung Jawab Inisiatif Hijau BRI
Peran Manajemen
Mitigasi Risiko Transisi dalam Pembiayaan Korporasi
Page 41
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 41
Tata Kelola
Gambaran Umum Tata Kelola Struktur Tata Kelola Risiko Iklim
Climate Risk Shapes the Future, Decisions Define the Outcome
Peran Dewan
Dewan Komisaris
Perubahan iklim telah menimbulkan dampak fisik yang semakin Komisaris
nyata secara global, termasuk pencairan gletser, kenaikan
permukaan air laut, serta peningkatan frekuensi dan intensitas
kejadian cuaca ekstrem. Dampak tersebut tidak hanya mengganggu Peran
Direksi Komite ESG Komite Manajemen Risiko
keseimbangan ekosistem dan meningkatkan risiko terhadap
keanekaragaman hayati, tetapi juga menimbulkan implikasi yang
signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan sosial. Unit Kerja
IPCC Sixth Assessment Report (AR6) mencatat bahwa dampak- Peran Unit Kerja Grup Unit Kerja
Manajemen
dampak ini telah terjadi di berbagai wilayah dan diproyeksikan Manajemen Operasional ESG Bisnis dan Strategi
Risiko
akan meningkat seiring bertambahnya tingkat pemanasan global,
dengan besaran risiko di masa depan sangat bergantung pada
pilihan dan tindakan yang diambil saat ini, termasuk kebijakan
mitigasi, adaptasi, serta peluang transformasi menuju ekonomi
rendah karbon.
Peran Dewan Komisaris dan Direksi [OJK E.1] [GRI 2-12]
Dalam konteks tersebut, tata kelola memegang peranan penting.
Tata kelola iklim yang kuat tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme
Tugas dan Tanggung Jawab
pengawasan, tetapi juga menjadi fondasi untuk memastikan bahwa
Tata kelola perubahan iklim di BRI dipimpin oleh Dewan Komisaris dan Direksi sebagai organ pengambil keputusan strategis
risiko dan peluang terkait iklim dapat diidentifikasi, dikelola, dan
tertinggi. Dewan Komisaris dan Direksi menetapkan arah kebijakan dan strategi Keberlanjutan Perusahaan termasuk target terkait
diintegrasikan secara konsisten ke dalam strategi, manajemen
perubahan iklim serta mengawasi pelaksanaan dan kemajuannya secara terintegrasi dalam kerangka manajemen risiko dan
risiko, serta proses pengambilan keputusan jangka panjang.
strategi bisnis Perusahaan. Komite ESG dan Komite Manajemen Risiko sebagai komite di bawah direksi, menjalankan peran
masing-masing terkait perubahan iklim sesuai dengan sesuai mandat masing-masing komite. Dalam konteks risiko iklim, Komite
Sebagai institusi keuangan yang beroperasi dalam perekonomian
ESG berperan dalam menyetujui dan mengarahkan pengelolaan risiko dan peluang perubahan iklim, termasuk komitmen net zero
nasional, BRI menyadari perannya dalam merespons tantangan
emission dan inisiatif dekarbonisasi. Sementara itu, Komite Manajemen Risiko menerima laporan hasil Climate Scenario Analysis
perubahan iklim bersama para pemangku kepentingan lainnya.
yang memuat dampak perubahan iklim terhadap risiko inheren perbankan dan memutus serta menetapkan kebijakan pembiayaan
Sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai
yang mempertimbangkan risiko dan peluang terkait perubahan iklim. Uraian lebih lanjut mengenai mandat dan tanggung jawab
Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat sebagaimana
masing-masing komite tersedia pada bagian Keberlanjutan di BRI.
tertuang dalam Enhanced Nationally Determined Contribution
(NDC), BRI berupaya mendukung agenda nasional penanganan
BRI memandang bahwa risiko perubahan iklim bukan merupakan risiko yang berdiri sendiri, melainkan bagian inheren dari risiko
perubahan iklim melalui penerapan tata kelola iklim yang terstruktur.
perbankan yang dapat memengaruhi profil risiko, kinerja keuangan, dan keberlanjutan usaha Perusahaan. Oleh karena itu,
Untuk itu, BRI telah menetapkan kerangka kerja tata kelola iklim
kompetensi dalam memahami dan mengelola risiko perubahan iklim menjadi bagian dari persyaratan kapabilitas manajemen dan
yang melibatkan Dewan Direksi serta manajemen di tingkat grup
fungsi pengawasan, termasuk bagi pejabat yang duduk dalam Komite ESG dan Komite Manajemen Risiko. Sejalan dengan
dengan pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas di
pendekatan tersebut, penguatan kompetensi terkait risiko dan peluang perubahan iklim diintegrasikan ke dalam kerangka
seluruh tingkatan organisasi. Struktur tata kelola ini memungkinkan
pengembangan kompetensi manajemen risiko perbankan, antara lain melalui Program Pendidikan Penyelarasan Sertifikasi
BRI untuk mengelola risiko dan peluang terkait iklim secara terarah,
Manajemen Risiko (SMR). Dalam program tersebut, disampaikan materi khusus mengenai risiko perubahan iklim oleh tenaga ahli
mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan ke dalam model
kepada jajaran Board of Commissioners (BOC), Board of Directors (BOD), serta Senior Executive Vice Presidents (SEVP), guna
bisnis dan proses pengambilan keputusan, serta memperkuat
memastikan bahwa pembahasan dan pengambilan keputusan di tingkat komite dilakukan secara terinformasi, terintegrasi, dan
ketahanan jangka panjang dan penciptaan nilai berkelanjutan.
selaras dengan kerangka manajemen risiko perbankan.
Page 42
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 42
Tata Kelola
Integrasi Risiko dan Peluang Perubahan Iklim dalam Strategi dan Pengambilan Pelaporan
Keputusan
BRI menerapkan mekanisme pelaporan dan eskalasi isu perubahan iklim yang terstruktur sebagai
Perusahaan mengintegrasikan risiko dan peluang perubahan iklim ke dalam perumusan strategi, bagian dari tata kelola keberlanjutan Perusahaan. Penyampaian laporan kepada Dewan Komisaris
pengambilan keputusan utama, serta penetapan risk appetite, sejalan dengan kerangka tata kelola dilakukan secara berkala, minimal dua kali dalam setahun, sebagai wujud fungsi pengawasan
dan manajemen risiko yang berlaku. Dalam konteks ini, Komite Manajemen Risiko dan Komite ESG terhadap efektivitas pengelolaan risiko dan peluang perubahan iklim serta keselarasan strategi
menjadi forum utama dalam pembahasan dan pengambilan arah strategis, dengan peran yang Perusahaan dengan arah transisi menuju ekonomi rendah karbon. Laporan tersebut mencakup
saling melengkapi sesuai mandat masing-masing untuk memastikan bahwa pengelolaan risiko perkembangan eksposur risiko iklim, hasil Climate Scenario Analysis, kinerja keberlanjutan, serta
perubahan iklim tercermin dalam kebijakan pembiayaan, pengelolaan eksposur, dan penetapan risk area yang memerlukan perhatian atau arahan lebih lanjut dari Dewan Komisaris. Sejalan dengan hal
appetite Perusahaan. Strategi terkait iklim ini merupakan bagian dari strategi Perusahaan yang tersebut, Komite ESG dan Komite Manajemen Risiko menyelenggarakan rapat secara berkala,
dirancang untuk memperkuat ketahanan bisnis (business resilience), menjaga kualitas portofolio, minimal dua kali dalam satu tahun, untuk membahas perkembangan, risiko, dan peluang terkait
serta menangkap peluang pertumbuhan berkelanjutan dalam mendukung transisi menuju ekonomi perubahan iklim. Pembahasan dalam komite didasarkan pada hasil analisis, penilaian risiko, serta
rendah karbon. rekomendasi teknis yang disusun oleh unit kerja terkait. Hasil pembahasan dan keputusan komite
dituangkan dalam bentuk rekomendasi, yang selanjutnya menjadi pedoman bagi manajemen dalam
menetapkan dan menyesuaikan strategi, kebijakan, serta langkah-langkah pengelolaan perubahan
Strategi Mitigasi Risiko
iklim di BRI. Melalui mekanisme tersebut, BRI memastikan bahwa informasi terkait perubahan iklim
Strategi respons risiko perubahan iklim diarahkan untuk memitigasi potensi dampak terhadap
disampaikan secara tepat waktu, terstruktur, dan berbasis analisis, serta digunakan secara efektif
profil risiko, kualitas aset, dan ketahanan portofolio Perusahaan. Arah strategis ini ditetapkan
dalam proses pengambilan keputusan dan pengawasan strategis.
berdasarkan hasil Climate Scenario Analysis yang menilai eksposur terhadap risiko fisik dan
risiko transisi dalam berbagai horizon waktu. Perusahaan memastikan bahwa risiko perubahan
iklim dikelola secara sistematis sebagai bagian dari risiko inheren perbankan serta terintegrasi
Pengawasan Target Perubahan Iklim dan Integrasi dalam Penilaian Kinerja
ke dalam kerangka manajemen risiko, kebijakan pembiayaan, penetapan risk appetite, dan
BRI menetapkan mekanisme pengawasan target perubahan iklim yang terstruktur dengan
proses pengambilan keputusan strategis guna menjaga stabilitas kinerja jangka menengah dan
mengintegrasikan indikator keberlanjutan dan perubahan iklim ke dalam sistem penilaian kinerja
jangka panjang.
pada tingkat Direksi dan manajemen. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa komitmen
perubahan iklim tidak hanya ditetapkan sebagai kebijakan strategis, tetapi juga dimonitor secara
berkelanjutan dan diterjemahkan ke dalam akuntabilitas kinerja. Pada tingkat Direksi, pengawasan
kinerja perubahan iklim tercermin dalam indikator kinerja utama yang mencakup target pembiayaan
Strategi Menangkap Peluang berkelanjutan. Indikator tersebut digunakan sebagai tolok ukur efektivitas Direksi dalam
Selain sebagai sumber risiko, perubahan iklim juga dipandang sebagai peluang strategis untuk mengarahkan strategi keberlanjutan, mengintegrasikan pertimbangan ESG ke dalam pengambilan
mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang. Perusahaan keputusan utama, serta memastikan pengelolaan risiko dan peluang terkait perubahan iklim pada
mengarahkan pengembangan portofolio dan solusi pembiayaan yang mendukung transisi tingkat Perusahaan.
menuju ekonomi rendah karbon, termasuk perluasan aktivitas pembiayaan berkelanjutan dan
penguatan inisiatif penurunan emisi. Pendekatan ini memungkinkan Perusahaan menangkap Sementara itu, pada tingkat manajemen, BRI menetapkan indikator kinerja yang berfokus pada
peluang secara terukur sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas implementasi strategi perubahan iklim, khususnya melalui target pembiayaan berkelanjutan dan
portofolio, dan pengelolaan risiko. pengurangan emisi gas rumah kaca. Indikator ini mencerminkan tanggung jawab manajemen dalam
menerjemahkan arah strategis Direksi ke dalam pelaksanaan program dan inisiatif dekarbonisasi di
tingkat operasional dan unit kerja. Melalui penerapan indikator kinerja yang berjenjang tersebut, BRI
memastikan adanya mekanisme pengawasan yang konsisten terhadap pencapaian target
perubahan iklim, sekaligus memperkuat keterkaitan antara kinerja keberlanjutan dan sistem
Ke depan, Perusahaan akan terus mengembangkan model analisis dampak finansial untuk penilaian kinerja. Pendekatan ini mendukung integrasi risiko dan peluang perubahan iklim ke dalam
mengkuantifikasi efek risiko dan peluang perubahan iklim, serta menggunakannya secara aktif tata kelola, strategi, dan operasional Perusahaan secara selaras dengan praktik tata kelola yang
dalam pengambilan keputusan strategis. baik.
Page 43
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 43
Tata Kelola
Peran Manajemen
Peran dan Tanggung Jawab
Perusahaan menerapkan pendelegasian peran dan tanggung jawab kepada manajemen dalam
implementasi strategi perubahan iklim, dengan memastikan bahwa pelaksanaannya selaras dengan
arah strategis, kebijakan, dan target yang telah ditetapkan di tingkat Direksi. Dalam kerangka
tersebut, pengelolaan isu perubahan iklim dan implementasi agenda keberlanjutan dikoordinasikan
oleh ESG Group di bawah Direktorat Legal and Compliance, yang memastikan integrasi kebijakan,
proses, dan inisiatif terkait perubahan iklim di seluruh unit kerja. Pendekatan pengelolaan dilakukan
secara kolaboratif dan terintegrasi melalui keterlibatan Group Manajemen Risiko, Group Bisnis dan
Strategi, serta unit Operasional, guna memastikan bahwa risiko dan peluang perubahan iklim dapat
diidentifikasi, dikelola, dan dimonitor secara konsisten dalam aktivitas bisnis dan operasional
Perusahaan.
Grup ESG
Grup ESG bertanggung jawab dalam pengembangan dan penyempurnaan kerangka kebijakan, strategi, serta inisiatif
keberlanjutan Perusahaan, termasuk yang terkait dengan pengelolaan risiko dan peluang perubahan iklim. ESG Group
melakukan penelaahan berkala atas kebijakan dan praktik yang berlaku, serta memastikan keselarasan kebijakan BRI
dengan standar dan praktik terbaik internasional melalui pemantauan regulasi dan benchmark global.
Selain itu, ESG Group memfasilitasi implementasi kebijakan iklim dan strategi keberlanjutan, termasuk dalam
mendukung pencapaian Target Net Zero Emission BRI 2050, yang pengukurannya terintegrasi dalam indikator kinerja
(KPI) pengurangan emisi. ESG Group juga mengidentifikasi aspek-aspek kritikal yang perlu diintegrasikan dalam
kebijakan dan struktur tata kelola, serta memastikan tersedianya mekanisme pemantauan dan pelaporan kinerja ESG
secara berkala kepada Direksi.
Unit Kerja Operasional
Unit Kerja Operasional bertanggung jawab atas identifikasi serta respons terhadap risiko dan peluang perubahan iklim
yang relevan dengan kegiatan operasional unit kerja. Peran ini mencakup penyusunan dan pelaksanaan perencanaan
anggaran untuk mendukung inisiatif pengelolaan perubahan iklim dan dekarbonisasi operasional Bank, sejalan dengan
kebijakan dan strategi yang telah ditetapkan.
Unit Kerja Manajemen Risiko
Unit Kerja Manajemen Risiko berperan dalam mengintegrasikan risiko perubahan iklim ke dalam kerangka manajemen
risiko Bank, melalui kolaborasi dengan ESG Group dalam pemetaan dan penilaian risiko, termasuk identifikasi risiko
fisik dan risiko transisi. Group ini melaksanakan analisis skenario perubahan iklim untuk mengevaluasi potensi
dampaknya terhadap kegiatan operasional dan ketahanan portofolio keuangan BRI, serta mendukung penguatan
pengambilan keputusan berbasis risiko.
Unit Kerja Bisnis dan Strategi
Unit Kerja Bisnis dan Strategi berperan dalam integrasi risiko dan peluang perubahan iklim ke dalam aktivitas investasi
dan pembiayaan Bank. Group ini memelihara kebijakan terkait emisi yang dibiayai (financed emissions) serta
mengelola portofolio pembiayaan untuk mendukung pencapaian target pengurangan emisi dan pengembangan
pembiayaan berkelanjutan.
Page 44
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 44
Strategi
Gambaran Umum Strategi BRI [3-3]
Managing Climate Risk, Capturing Strategic Opportunity
Perubahan iklim telah menimbulkan risiko fisik yang semakin nyata secara global, antara lain
mencairnya gletser, kenaikan permukaan air laut, serta meningkatnya frekuensi dan intensitas
kejadian cuaca ekstrem. Perkembangan tersebut berpotensi menimbulkan risiko material bagi
lembaga keuangan, khususnya pada sektor-sektor yang terpapar risiko transisi seiring dengan
pergeseran ekonomi menuju jalur rendah karbon. Dalam konteks ini, risiko iklim tidak hanya
dipandang sebagai sumber ketidakpastian, tetapi juga sebagai faktor strategis yang apabila dikelola
secara tepat dapat mendorong inovasi, memperkuat ketahanan bisnis, serta mendukung
pertumbuhan yang berkelanjutan.
Perusahaan menyadari bahwa menjaga resiliensi jangka panjang memerlukan pendekatan yang
terstruktur dan forward-looking dalam mengelola risiko perubahan iklim, sekaligus mengoptimalkan
peluang yang muncul dari dinamika transisi dan upaya adaptasi. Sejalan dengan komitmen tersebut,
Perusahaan secara konsisten mengidentifikasi, mengukur, dan mengevaluasi risiko serta peluang
terkait perubahan iklim dengan mengacu pada Task Force on Climate-related Financial Disclosures
(TCFD), selaras dengan standar global IFRS S2, serta mengadopsi praktik dalam penyusunan
rencana transisi sebagaimana tercermin dalam kerangka Transition Plan Taskforce.
Horizon Waktu
Perusahaan mengelompokkan dampak risiko dan peluang terkait perubahan iklim ke dalam horizon
jangka pendek (hingga satu tahun), jangka menengah (1–5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5
tahun). Pengelompokan horizon waktu ini diselaraskan dengan proses pengambilan keputusan
strategis Perusahaan dan digunakan sebagai dasar dalam penetapan prioritas serta target strategis
jangka menengah dan panjang. Pendekatan tersebut memungkinkan Perusahaan untuk mengelola
risiko dan peluang perubahan iklim secara bertahap dan terukur, sekaligus memastikan bahwa
respons strategis yang ditetapkan tetap relevan dengan dinamika risiko, arah kebijakan, dan tujuan
keberlanjutan Perusahaan dalam jangka panjang.
Tingkat Risiko Penjelasan
Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko tinggi merujuk pada risiko yang
diperkirakan akan menimbulkan dampak negatif jangka panjang pada
Tinggi
operasional dan strategi bisnis BRI yang menyebabkan perubahan arah atau
strategi bisnis.
Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko sedang merujuk pada risiko yang
akan menimbulkan dampak jangka panjang pada operasional dan strategi
Sedang
bisnis BRI yang memerlukan tindakan yang dapat diambil dalam kerangka
operasional dan strategi bisnis yang sudah ada.
Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko rendah merujuk pada risiko yang
diperkirakan akan menimbulkan dampak jangka pendek pada operasional
Rendah
BRI yang memerlukan tindakan sekali waktu untuk beradaptasi dengan model
operasional yang sudah ada atau pemantauan risiko yang berkelanjutan.
Page 45
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 45
Strategi
Klasifikasi dan Faktor Pendorong Risiko Iklim
Perusahaan mengklasifikasikan risiko perubahan iklim mengacu pada kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD), yang membagi risiko iklim ke dalam dua kategori utama, yaitu
risiko transisi dan risiko fisik. Risiko transisi mencakup risiko yang timbul dari perubahan kebijakan dan regulasi, perkembangan teknologi, dinamika pasar, serta aspek hukum dan reputasi dalam proses
transisi menuju ekonomi rendah karbon. Sementara itu, risiko fisik mencerminkan dampak langsung perubahan iklim terhadap aset dan aktivitas ekonomi, yang dikelompokkan ke dalam risiko akut akibat
kejadian cuaca ekstrem serta risiko kronis yang timbul dari perubahan pola iklim jangka panjang. Dalam melakukan analisis risiko perubahan iklim, Perusahaan menilai potensi dampak risiko iklim terhadap
aktivitas operasional serta portofolio pembiayaan dan investasi Perusahaan. Penilaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik usaha perbankan serta eksposur risiko yang relevan terhadap
profil risiko Perusahaan. Evaluasi dampak risiko perubahan iklim dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif mencakup analisis potensi dampak terhadap kinerja keuangan,
eksposur portofolio pembiayaan, serta risiko kredit. Sementara itu, pendekatan kualitatif mempertimbangkan implikasi terhadap reputasi Perusahaan, keberlanjutan hubungan dengan nasabah, serta
persepsi pemangku kepentingan. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan risiko perubahan iklim dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dalam kerangka manajemen risiko
Perusahaan.
Tingkatan Jangka Jangka Jangka
No Kategori Faktor Risiko Dampak ke Keuangan ke Bisnis Perusahaan Potensi Dampak Finansial
Dampak Pendek Menengah Panjang
Risiko Transisi
1 Risiko Teknologi Meningkatnya permintaan akan teknologi rendah karbon Biaya R&D dan investasi teknologi meningkat Biaya riset, pengembangan, dan Rendah
adopsi teknologi
2 Risiko Kebijakan & • Harga karbon • Beban kepatuhan meningkat • Kenaikan biaya operasional Tinggi
Regulasi • Strategi nasional dekarbonisasi • Biaya transisi energi (EV, energi alternatif) • Penurunan nilai aset sektor
• Kewajiban pengungkapan terkait iklim karbon tinggi
• Biaya litigasi dan sistem
kepatuhan iklim
3 Risiko Pasar • Meningkatnya penggunaan energi terbarukan • Kebutuhan pengembangan produk hijau Kenaikan credit loss portofolio Tinggi
• Meningkatnya permintaan pasar untuk produk yang lebih • Kenaikan kredit bermasalah sektor karbon tinggi karbon tinggi yang berdampak
ramah lingkungan • Penurunan permintaan & kepercayaan investor pada CAR Perusahaan
• Perubahan perilaku nasabah
• Permintaan pasar terhadap keuangan hijau
4 Risiko Reputasi Risiko kehilangan kepercayaan dan keyakinan investor • Penurunan reputasi institusi & debitur • Perubahan strategi bisnis yang Rendah
• Penurunan kepercayaan akibat kegagalan meningkatkan biaya
respons iklim • Penurunan investasi & penjualan
• Penurunan nilai merek
Risiko Fisik
5 Risiko Fisik Akut • Gelombang panas • Gangguan operasional • Risiko Likuiditas akibat penarikan Menengah
• Banjir • Kerusakan fasilitas dan rantai pasok dana
• Siklon Tropis • Gangguan layanan nasabah • Biaya pemulihan aset dan
• Kebakaran Hutan infrastruktur
6 Risiko Fisik Kronis • Kenaikan suhu • Penurunan nilai aset jangka panjang • Penyusutan nilai aset Rendah
• Kenaikan permukaan laut • Kebutuhan relokasi atau penghapusan aset • Penurunan nilai portofolio jangka
• Stres air panjang
Page 46
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 46
Strategi
Klasifikasi dan Faktor Pendorong Peluang Iklim
Perusahaan mengklasifikasikan peluang terkait perubahan iklim mengacu pada kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD). Peluang perubahan iklim diidentifikasi dalam beberapa
kategori utama, antara lain efisiensi sumber daya, transisi energi, produk dan layanan berkelanjutan, pengembangan pasar, serta peningkatan ketahanan (resilience). Klasifikasi ini digunakan untuk memahami
implikasi perubahan iklim terhadap sektor keuangan dan mengidentifikasi potensi peluang bisnis yang relevan bagi Perusahaan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Dalam mengidentifikasi dan
mengevaluasi peluang perubahan iklim, Perusahaan mempertimbangkan keterkaitannya dengan aktivitas usaha perbankan, khususnya dalam pengembangan pembiayaan dan investasi yang mendukung
transisi menuju ekonomi rendah karbon, serta upaya peningkatan efisiensi dan ketahanan operasional. Salah satu peluang yang signifikan dari perubahan iklim terhadap operasi bisnis BRI adalah meningkatnya
permintaan produk yang didororong oleh perubahan sikap investor terhadap aksi BRI dalam menghadapi perubahan iklim melalui pendanaan berbasis ESG. Saat ini, BRI mendapatkan tingkat suku bunga
yang lebih rendah dari pendanaan berbasis ESG dibandingkan dengan pendanaan konvensional.
Tingkatan Jangka Jangka Jangka
No Kategori Faktor Risiko Dampak ke Keuangan ke Bisnis Perusahaan Potensi Dampak Finansial
Dampak Pendek Menengah Panjang
1 Produk • Perluasan produk dan layanan hijau • Peningkatan preferensi nasabah terhadap produk hijau • Peningkatan permintaan terhadap produk dan Tinggi
dan • Perluasan penerapan teknologi hijau • Perluasan skala produk hijau, investasi, dan pembiayaan layanan hijau serta ekspansi penjualan
Layanan • Peningkatan daya saing melalui pengembangan solusi • Perkiraan peningkatan aset keuangan akibat
keuangan hijau pembiayaan project hijau
2 Pasar • Kebutuhan pembiayaan mitigasi perubahan • Perluasan akses ke segmen pasar baru melalui • Perluasan sumber pendapatan dari pengembangan Tinggi
iklim sejalan dengan komitmen Indonesia pengembangan pembiayaan dan layanan keuangan pasar dan segmen pembiayaan baru.
dalam Enhanced Nationally Determined yang mendukung aktivitas rendah karbon. • Penguatan reputasi Perusahaan dan peningkatan
Contribution (ENDC) • Penguatan struktur laba melalui pembentukan portofolio daya saing melalui diversifikasi portofolio bisnis
• Peluang diversifikasi portofolio bisnis aset berkelanjutan yang lebih terdiversifikasi. yang berkelanjutan.
melalui pembiayaan dan investasi
berkelanjutan.
3 Efisiensi • Peningkatan penggunaan energi yang lebih • Peningkatan kebutuhan pembiayaan dari nasabah, • Potensi penurunan biaya operasional seiring Menengah
Sumber efisien dan rendah karbon, termasuk khususnya nasabah korporasi, yang melakukan upaya meningkatnya efisiensi energi dan pemanfaatan
Daya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. peningkatan efisiensi sumber daya dan pengurangan sumber daya yang lebih optimal.
• Peralihan menuju penggunaan transportasi emisi. • Peningkatan produktivitas yang berpotensi
yang lebih ramah lingkungan dalam • Penguatan proses identifikasi dan penilaian aktivitas mendorong efisiensi biaya dan perbaikan kinerja
aktivitas operasional dan bisnis. ekonomi berkelanjutan, yang mendukung peningkatan keuangan dalam jangka menengah hingga
portofolio pembiayaan berkelanjutan Perusahaan. panjang.
4 Sumber • Kebutuhan peningkatan investasi pada • Peningkatan permintaan pembiayaan dari nasabah, • Penurunan eksposur risiko keuangan jangka Menengah
Energi sumber energi terbarukan dan rendah khususnya sektor korporasi, yang berpartisipasi dalam panjang, khususnya risiko transisi seperti potensi
karbon sebagai bagian dari upaya mitigasi proyek mitigasi perubahan iklim melalui pemanfaatan biaya kebijakan karbon, seiring dengan
perubahan iklim sesuai dengan Enhanced energi terbarukan dan teknologi rendah karbon. berkurangnya intensitas emisi gas rumah kaca
Nationally Determined Contribution (ENDC) • Perluasan pembiayaan dan investasi pada proyek- pada portofolio pembiayaan.
Indonesia. proyek transisi energi dan proyek ramah lingkungan • Potensi peningkatan kinerja keuangan jangka
• Perkembangan dan adopsi teknologi energi yang mendukung pencapaian target penurunan emisi panjang melalui stabilitas arus kas dan efisiensi
hijau dalam mendukung transisi menuju nasional. biaya dari proyek energi berkelanjutan.
ekonomi rendah karbon. • Penguatan posisi strategis Perusahaan dalam
pembiayaan berkelanjutan melalui partisipasi aktif
dalam pendanaan mitigasi perubahan iklim
nasional.
5 Ketahanan • Penguatan ketahanan usaha dan portofolio • Penguatan ketahanan portofolio pembiayaan dan • Stabilitas kualitas aset dan arus kas dalam jangka Menengah
melalui adopsi praktik rendah karbon dan kualitas aset Perusahaan. menengah dan panjang.
peningkatan efisiensi energi. • Diversifikasi portofolio bisnis yang mendukung • Peningkatan daya tarik Perusahaan bagi pemangku
• Peningkatan kapasitas adaptasi terhadap pertumbuhan berkelanjutan. kepentingan dan investor.
risiko perubahan iklim, sejalan dengan
agenda mitigasi dan adaptasi nasional.
Page 47
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 47
Strategi
Strategi Dekarbonisasi [GRI 102-1]
BRI memandang transisi menuju ekonomi rendah karbon sebagai bagian integral dari strategi jangka panjang Perusahaan. Strategi dekarbonisasi
disusun selaras dengan kerangka Transition Planning Taskforce dan diintegrasikan dalam pengungkapan risiko dan peluang iklim sesuai IFRS S2. Untuk
mencapai tujuan tersebut BRI telah memiliki tata kelola risiko iklim yang kuat sebagaimana diuraikan pada bagian Tata Kelola dan pondasi komitmen
Net Zero Emission 2050 yang divalidasi oleh SBTi pada 2024. Hal ini menjadikan BRI sebagai lembaga jasa keuangan pertama di Indonesia yang Governance Foundation
mendapatkan validasi atas target NZE tersebut. Komitmen transisi menuju ekonomi rendah karbon ini selaras dengan ambisi global pembatasan global
warming 1,5 °C.
Decarbonization
Strategy
Selanjutnya, BRI menyusun strategi implementasi dan engagement yang melibatkan seluruh stakeholder terkait di sepanjang rantai nilai. Implementasi
strategi dekarbonisasi BRI mendorong penyesuaian bertahap pada model bisnis dan rantai nilai melalui integrasi pembiayaan berkelanjutan, transformasi Metrics & Implementation
Strategy
operasional, dan keterlibatan pemangku kepentingan, dengan dampak yang diantisipasi muncul secara progresif dalam jangka pendek, menengah, dan Targets
panjang. Melalui penetapan metrik dan target penurunan emisi Lingkup 1, 2, dan 3 secara bertahap, BRI memastikan transisi dijalankan secara terukur,
menjaga ketahanan bisnis, dan menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan. Adapun rincian metrik dan target terkait iklim dapat dilihat pada Engagement
Strategy
Metrik dan Target.
Strategi Dekarbonisasi
Governance Melakukan integrasi pengawasan strategi dekarbonisasi dan insentif ke dalam struktur tata kelola ESG.
Merumuskan pendekatan menyeluruh BRI dalam mencapai target net zero melalui strategi pembiayaan utama, termasuk tujuan dan prinsip yang mendasari, komitmen jangka panjang
Foundation
yang didukung oleh target antara yang terukur, linimasa dan tonggak strategis, serta strategi pembiayaan transisi guna mencapai target tersebut.
Penyelarasan aktivitas bisnis, produk, dan kebijakan Perusahaan untuk mencapai net zero emission. Implementasinya dilakukan melalui penguatan kerangka keuangan berkelanjutan
Implementation
berbasis mitigasi risiko iklim, percepatan transisi energi operasional, serta pengembangan kebijakan sektoral dan kriteria portofolio yang mendorong peningkatan pembiayaan hijau dan
strategy
pengelolaan eksposur pada sektor beremisi tinggi.
Engagement Meningkatkan kapabilitas internal untuk terlibat dengan pemangku kepentingan eksternal dan meningkatkan keterlibatan dengan nasabah, pemerintah, industri dan asosiasi perbankan
Strategy dalam mendukung tujuan net zero.
Metrics and Menyusun dan menetapkan metrik dan target terkait Tahun dasar emisi, Sumber emisi Operasional, Emisi yang dibiayai, Pembiayaan transisi, dann Monitoring progres pencapaian
Target berdasarkan sumber emisi.
Page 48
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 48
Strategi
Strategi Dekarbonisasi [GRI 102-1]
Setelah mengelompokkan dampak risiko dan peluang perubahan iklim ke dalam tiga horizon waktu, Perusahaan juga menetapkan target jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang serta
melaksanakan langkah-langkah strategis untuk merespons perubahan iklim. Strategi ini disusun berdasarkan kajian atas risiko dan peluang perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi prospek bisnis,
kinerja keuangan, dan ketahanan jangka panjang Perusahaan.
Potensi Dampak Finansial
Tujuan Strategi Kegiatan Implementasi dan Keterlibatan
Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang
Mencapai net ESRM Pengelolaan 1. Mendukung komitmen nasional dan global terkait • Peningkatan nilai aset tetap • Penurunan biaya listrik dan bahan • Stabilitas dan potensi pertumbuhan
zero emisi Integration Emisi perubahan iklim, termasuk NDC dan Paris Agreement, seiring dengan investasi pada bakar melalui peningkatan efisiensi kinerja usaha yang didukung oleh
operasional dan Operasional sesuai peran Perusahaan. infrastruktur energi terbarukan, energi dan penggunaan energi penguatan citra dan reputasi
pembiayaan dan Efisiensi 2. Meningkatkan inisiatif hijau perseroaan diantaranya: seperti pemasangan panel terbarukan. Perusahaan sebagai institusi yang
pada tahun 2050 Energi • Meningkatkan penggunaan energi terbarukan surya. • Peningkatan beban penyusutan berkomitmen terhadap
pada kegiatan operasional. • Peningkatan belanja modal aset tetap sebagai konsekuensi keberlanjutan.
• Melakukan transisi armada kendaraan operasional dan biaya operasional terkait dari investasi pada infrastruktur • Pengurangan eksposur terhadap
ke kendaraan ramah lingkungan secara bertahap konversi armada kendaraan hijau. risiko transisi, termasuk potensi
dan berbagai inisiatif hijau lainnya ramah lingkungan. dampak kebijakan iklim di masa
• Peningkatan biaya operasional depan seperti penerapan pajak
untuk pelaksanaan program dan karbon atau regulasi lingkungan
kampanye efisiensi energi. yang lebih ketat.
Pembiayaan • Melakukan peningkatan kapabilitas internal dalam Peningkatan biaya pendidikan Penyesuaian komposisi portofolio Stabilitas kinerja keuangan jangka
Bertanggung mendukung pembiayaan bertanggung jawab melalui dan pelatihan pekerja, biaya pembiayaan seiring peningkatan panjang melalui penurunan risiko
Jawab pendidikan dan pelatihan. implementasi terkait pengukuran eksposur ke sektor rendah karbon. kredit terkait perubahan iklim dan
• Melakukan engagement secara berkelanjutan dengan emisi pembiayaan, serta peningkatan daya saing Perusahaan
debitur untuk mendorong penetapan target pengurangan pelaksanaan engagement dengan dalam mendukung transisi menuju
emisi dan transisi usaha menuju praktik rendah karbon. nasabah. ekonomi rendah karbon.
• Melakukan keterlibatan dalam berbagai forum industri
dan asosiasi bisnis, komunikasi dengan pemerintah guna
memberikan masukan dalam pengembangan kebijakan
publik yang berkaitan dengan perubahan iklim dan
keuangan berkelanjutan.
• Mengukur, memantau, dan mengelola emisi pembiayaan
serta intensitas karbon pada setiap portofolio perusahaan
yang dibiayai dan entitas anak, sebagai dasar
pengambilan keputusan pembiayaan dan manajemen
risiko.
• Menerapkan analisis faktor ESG pada seluruh pengajuan
fasilitas pembiayaan, baik pembiayaan tujuan umum
maupun berbasis proyek.
• Mengacu pada Loan Portfolio Guidelines (LPG) yang
mencakup klasifikasi sektor, kriteria penerimaan sektor,
batasan sektor, serta penggunaan ESG checklist sebagai
bagian dari proses Know Your Customer (KYC) dan
dituangkan dalam Memorandum Analisis Bisnis (MAB).
• Mengimplementasikan Daftar Sektor Negatif/
Dikecualikan (Negative or Exclusion List) untuk
membatasi eksposur pada sektor tertentu.
Page 49
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 49
Strategi
Strategi Dekarbonisasi
Potensi Dampak Finansial
Tujuan Strategi Kegiatan Implementasi dan Keterlibatan
Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang
Mencapai net ESRM Mitigasi Risiko Mengintegrasikan kebijakan pembiayaan subsektor sebagai Peningkatan biaya terkait Penyesuaian struktur portofolio Penguatan kualitas aset, stabilitas
zero emisi Integration Transisi dalam dasar pengambilan keputusan pembiayaan berbasis ESG. penguatan kebijakan, sistem pembiayaan seiring dengan keuangan, dan profitabilitas melalui
operasional dan Pembiayaan pendukung, dan peningkatan peningkatan eksposur pada sektor pengelolaan risiko transisi yang lebih
pembiayaan Korporasi kapasitas pegawai. dan aktivitas rendah karbon termasuk termitigasi.
pada tahun 2050 potensi penurunan pendapatan
bunga dari sektor beremisi tinggi
Mitigasi Risiko Mengintegrasikan fasilitasi kepesertaan asuransi agunan Peningkatan biaya operasional Penurunan eksposur risiko kredit Peningkatan kualitas portofolio
Fisik dalam pada segmen mikro ke dalam proses pembiayaan dan terkait fasilitasi kepesertaan pada segmen mikro dan UMKM pembiayaan serta penguatan
Fasilitasi pendampingan debitur, sebagai bagian dari upaya mitigasi asuransi, termasuk kegiatan seiring meningkatnya perlindungan ketahanan kinerja keuangan melalui
Agunan risiko kredit yang timbul akibat kejadian iklim ekstrem. sosialisasi dan pendampingan terhadap dampak risiko fisik peningkatan resiliensi debitur.
Pembiayaan debitur. perubahan iklim.
Mikro
Mitigasi Risiko • Pengalihan Risiko Fisik ke Asuransi Peningkatan biaya premi asuransi Penurunan potensi kerugian Peningkatan ketahanan operasional
Iklim dalam • Optimalisasi Penilaian Risiko dan Ancaman dan penyesuaian pengelolaan akibat gangguan operasional dan dan stabilitas kinerja keuangan
Kegiatan • Realokasi Aset aset operasional kerusakan aset. Perusahaan
Operasional
Perusahaan
Akselerasi Sustainable Peningkatan • Membangun dan mengembangkan sistem identifikasi Peningkatan biaya penyusunan Pertumbuhan pendapatan bunga Pertumbuhan penjualan melalui
transformasi Portfolio Responsible debitur hijau kebijakan dan pembangunan dari peningkatan portofolio debitur perluasan pangsa pasar dan
portofolio Asset Under • Mendorong implementasi pembiayaan berkelanjutan sistem identifikasi debitur hijau rendah karbon serta penerbitan diversifikasi portofolio bisnis
menuju Management melalui penyelarasan dengan KPI instrumen hijau.
pembiayaan dan Sustainable
rendah karbon Related
Funding
Pengembangan • Support Nasabah untuk dekarbonisasi Peningkatan biaya pengembangan Pertumbuhan pendapatan berbasis Penciptaan sumber pendapatan baru
Solusi dan • Menyediakan Carbon Management System melalui Qlola aplikasi layanan melalui peningkatan adopsi dan penguatan hubungan jangka
Layanan untuk mendukung pengelolaan emisi nasabah nasabah panjang dengan nasabah.
Pendukung
Transisi
Nasabah
Page 50
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 50
Strategi
Pendekatan BRI dalam Menganalisis Skenario Perubahan Iklim
BRI melaksanakan analisis skenario perubahan iklim untuk menilai potensi dampak perubahan iklim terhadap portofolio pembiayaan, kegiatan operasional, aset, dan kinerja keuangan Perusahaan. Analisis
skenario ini dikembangkan bekerjasama dengan pihak eksternal dan mengacu pada praktik terbaik serta pedoman nasional dan internasional yang relevan, termasuk buku panduan Climate Risk Management
and Scenario Analysis (CRMS) Otoritas Jasa Keuangan, serta referensi internasional seperti Network for Greening the Financial System (NGFS) dan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan
disesuaikan dengan portofolio perusahaan. Melalui analisis skenario ini, Perusahaan berupaya memahami ketahanan bisnis dan kesiapan strategi dalam menghadapi berbagai potensi jalur transisi dan risiko
fisik perubahan iklim.
Skenario Perubahan Iklim yang Digunakan BRI
Metodologi Analisis Skenario Aspek Risiko Transisi Risiko Fisik
Horizon Waktu Analisis dampak jangka panjang untuk periode sekitar 25 tahun, dari
Asset Portfolio Pilihan Analisis Isu Material Analisis Skenario Analisis akhir tahun 2025 hingga tahun 2050
Analysis Skenario Iklim terkait Iklim Perubahan Iklim
01 Pemahaman Portofolio 3 Konstruksi Skenario
03 04 Identifikasi Isu Terkait 5 Memahami Dampak
05
Portofolio dibagi Pemilihan jalur dan pilihan Iklim Isu Terkait Iklim
berdasarkan asset class dan analisis dilakukan untuk Isu-isu terkait iklim yang Analisis skenario perubahan
sektor berdasarkan membangun suatu skenario material kemudian iklim dilakukan berdasarkan
Ruang Lingkup Seluruh portofolio pembiayaan BRI Agunan pembiayaan pada
klasifikasi sektor Quantis dan diidentifikasi berdasarkan data yang diperoleh dari Aset (100%) pada seluruh sektor ekonomi sektor pertanian dan KPR,
International Standard • tinjauan pasar; berbagai model termasuk
Industrial Classification
dalam tahun buku 2025 serta lokasi operasional BRI
• karakteristik industri; dan CLIMADA, basis data ISIMP,
(ISIC) • lokasi operasional dan GCAM5.3 +NGSF, dll., untuk
portofolio BRI memahami dampak dari
Pathways
02 Analisis Eksposur IPCC RCPs dan NGFS
isu-isu terkait iklim.
dan Emisi pathways
Eksposur keuangan dan Skenario yang Skenario NGFS: Skenario IPCC (RCP):
emisi sektoral portofolio BRI Pilihan analisis Digunakan • Current Policies • RCP2.6/SSP1-2.6
dianalisis untuk Jangka waktu dan asumsi
mengidentifikasi sektor
• Delayed Transition • RCP4.5/SSP2-4.5
sektor tertentu dengan risiko • Net Zero 2050 • RCP8.5/SSP5-8.5
dan peluang terkait iklim
yang tinggi.
Page 51
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 51
Strategi
Evaluasi Materialitas Sektor [GRI 102-7, 102-8]
Dalam mengidentifikasi sektor-sektor portofolio yang paling terpapar risiko transisi perubahan iklim, Perusahaan melakukan evaluasi materialitas sektor melalui analisis eksposur pembiayaan dan emisi
karbon pada setiap sektor industri. Analisis ini bertujuan untuk memahami keterkaitan antara besaran eksposur pembiayaan, tingkat emisi, serta intensitas ekonomi karbon sebagai dasar pengelolaan risiko
transisi secara terukur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sektor-sektor dengan kontribusi emisi gas rumah kaca yang tinggi tidak selalu memiliki eksposur pembiayaan terbesar. Oleh karena itu, Perusahaan
tidak hanya mempertimbangkan nilai eksposur absolut, tetapi juga menggunakan pendekatan intensitas karbon untuk memperoleh gambaran risiko transisi yang lebih komprehensif pada masing-masing
sektor.
Pemahaman Portofolio
Eksposur Sektor
Tiga sektor terbesar dalam portofolio pembiayaan BRI adalah (1) Perdagangan Eksposur dan Emisi Karbon dari Setiap Sektor Industri
Emisi Sektor
Besar dan Eceran, (2) Administrasi Publik dan Pertahanan, serta (3) Pertanian,
Perburuan, Kehutanan, dan Perikanan, yang secara keseluruhan mencakup
77,98% dari total portofolio kredit. Namun demikian, besarnya eksposur pada 70%
sektor-sektor tersebut tidak selalu mencerminkan tingkat risiko perubahan iklim 60%
yang dihadapi.
50%
Untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, analisis juga 40%
mempertimbangkan kontribusi emisi gas rumah kaca dari masing-masing sektor. 30%
Berdasarkan analisis tersebut, tiga sektor dengan kontribusi emisi terbesar—yang
20%
mencakup 82,13% dari total emisi portofolio pembiayaan yaitu (1) Listrik, Gas, dan
Penyediaan Air; (2) Pertanian, Pemburuan, Kehutanan, dan Perikanan; serta (3) 10%
Pertambangan dan Penggalian. Analisis lanjutan terhadap intensitas karbon 0%
diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai sektor Perdagangan
Besar dan
Perdagangan
Administrasi
Publik dan
Pertahanan;
Pertanian,
Perburuan,
Kehutanan,
Manufaktur Pasokan
Listrik, Gas,
dan Air
Perantara
Keuangan
Konstruksi Pertambangan
dan Penggalian
Transportasi,
Pergudangan,
dan
Aktivitas Real
Estat
Pos dan
Telekomunikasi
Jasa
Kemasyarakatan,
Sosial, dan
dengan tingkat emisi tinggi. Komisi, Kecuali
Kendaraan
Bermotor dan
Jaminan
Sosial Wajib
dan
Perikanan
Komunikasi Perorangan
Lainnya
Sepeda Motor
Analisis Exposure dan Emisi
Dalam analisis intensitas karbon portofolio, sektor dengan intensitas karbon Intensitas Ekonomi Karbon dari Setiap Sektor Industri
tertinggi meliputi: (1) Listrik, Gas, dan Penyediaan Air; serta (2) Pertambangan dan
Penggalian. Dalam mengelola eksposur pada sektor-sektor dengan intensitas
karbon tinggi, BRI menerapkan pendekatan keterlibatan (engagement) dengan
mendorong sektor-sektor tersebut untuk secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan Intensitas karbon rendah Intensitas karbon tinggi
yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini bertujuan untuk mendukung 0,195
penurunan emisi karbon sekaligus mendorong transformasi menuju ekonomi hijau
secara bertahap dan berkelanjutan.
0,124
Berdasarkan analisis tersebut, sektor-sektor dengan intensitas karbon tinggi 0,068
diidentifikasi sebagai sektor prioritas dalam pengelolaan risiko transisi, mengingat 0,008
sektor-sektor ini lebih rentan terhadap perubahan kebijakan iklim, pengetatan regulasi
0,007
0,006
0,004 0,005
lingkungan, serta peningkatan biaya transisi menuju ekonomi rendah karbon.Sebagai 0,002 0,003
0,001 0,001
tindak lanjut atas hasil evaluasi materialitas sektor dan analisis intensitas karbon Perantara
Keuangan
Jasa
Kemasyarakatan,
Transportasi
Darat
Konstruksi Perdagangan
Besar dan
Administrasi
Publik dan
Real Estate Manufaktur (tidak
diklasifikasikan di
Pos dan
Telekomunikasi
Pertanian,
Perburuan,
Pertambangan dan
Penggalian
Listrik, Gas,
dan
portofolio, Perusahaan mengintegrasikan risiko transisi perubahan iklim ke dalam Risk Sosial Budaya,
dan Perorangan
Lainnya
Emisi, Kecuali
Kendaraan
Bermotor dan
Pertahanan;
Jaminan
Sosial Wajib
tempat lain); Daur
Ulang
Kehutanan
dan
Perikanan
Penyediaan
Air
Response Strategy, khususnya melalui penguatan kebijakan pembiayaan. [GRI 102-2]
Sepeda Motor
0,001 0,001
Jasa Perantara
Kemasyarakatan, Keuangan
Sosial Budaya,
dan Perorangan
Lainnya
Page 52
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 52
Strategi
Skenario Iklim Risiko Transisi - NGFS
Uji stres perubahan iklim dilakukan dengan menggunakan tiga skenario
transisi yang dikembangkan oleh Network for Greening the Financial
System (NGFS), yaitu current policies, delayed transition, dan net zero. 1 Kebijakan Pengurangan Emisi GRK Saat Ini
Tinggi
Kebijakan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca
Ketiga skenario ini digunakan untuk menggambarkan berbagai jalur Tidak Teratur Terlalu Sedikit, Terlalu Lama
(GRK) saat ini belum diterapkan secara maksimal,
kebijakan dan tingkat ambisi transisi menuju ekonomi rendah karbon. yang berpotensi menyebabkan kerusakan fisik
yang signifikan.
Pada skenario current policies, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 2
Risiko Transisi
pada awal periode diproyeksikan relatif tinggi, namun cenderung melambat 2 Delayed Transition
Dalam skenario "transisi terlambat", emisi GRK tidak
dalam jangka panjang. Dalam skenario ini, penurunan emisi karbon akan dikurangi hingga tahun 2030, dan kebijakan
berlangsung secara terbatas, dengan laju yang lebih lambat dibandingkan pengurangan emisi GRK yang kuat baru akan
diterapkan setelah tahun 2030 untuk membatasi
skenario transisi lainnya, seiring dengan tidak adanya penerapan harga
karbon. Skenario delayed transition mencerminkan keterlambatan 3 1
pemanasan global di bawah 2oC pada tahun 2050.
implementasi kebijakan iklim, di mana penurunan emisi karbon baru mulai
3 Net Zero 2050 (1,5ºC)
berlangsung secara bertahap setelah tahun 2030. Kondisi ini berpotensi Kebijakan pengurangan emisi GRK diterapkan
meningkatkan risiko transisi pada periode selanjutnya akibat penyesuaian Rendah Greenhouse sejak tahun 2021 untuk membatasi kenaikan suhu
rata-rata bumi di bawah 1,5oC dari tingkat sebelum
kebijakan yang lebih mendadak. industrialisasi pada sekitar tahun 2050.
Rendah Risiko Fisik Tinggi
Sementara itu, pada skenario net zero, emisi karbon diproyeksikan
mengalami penurunan yang signifikan, setiap tahunnya sampai dengan
tahun 2050. Skenario ini juga mengasumsikan penerapan harga karbon
yang lebih tinggi dibandingkan skenario lainnya.
Harga Karbon Emisi Karbon GDP
Unit: $ per Tn CO2 Unit: Mt CO2/tahun Unit: (%) Pertumbuhan
12.500,00 1.500,00
7,00%
6,00%
10.000,00
1.000,00 5,00%
7.500,00
4,00%
5.000,00 3,00%
500,00
2,00%
2.500,00
1,00%
2025 2030 2035 2040 2045 2050 2020 2025 2030 2035 2040 2045 2050 2025 2030 2040 2050
Baseline (Kebijakan Saat Ini) Transisi Terlambat Net Zero 2050
Page 53
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 53
Strategi
Skenario Iklim Risiko Fisik - IPCC
Dalam menganalisis risiko fisik perubahan iklim, BRI menggunakan pendekatan Representative
Concentration Pathways (RCP) yang dikembangkan oleh Intergovernmental Panel on Climate
Change (IPCC). RCP merupakan jalur konsentrasi gas rumah kaca yang digunakan untuk
memproyeksikan kondisi iklim masa depan berdasarkan berbagai tingkat radiative forcing hingga
tahun 2100. Nilai RCP mencerminkan besaran tambahan energi panas yang terakumulasi di sistem
iklim global dalam satuan Watt per meter persegi (W/m²), yang berimplikasi pada tingkat pemanasan
global dan peningkatan risiko iklim.
Selaras dengan Buku 2: Panduan Teknis Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS)
yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI memfokuskan analisis risiko fisik pada
jenis risiko yang relevan dengan karakteristik geografis Indonesia serta profil portofolio pembiayaan
Perusahaan, khususnya risiko banjir dan kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 31 Desember 2023
tercatat sekitar 5.400 kejadian bencana di Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah
satu bencana dengan frekuensi tertinggi, mencapai sekitar 2.051 kejadian, diikuti oleh banjir
sebanyak sekitar 1.255 kejadian pada periode yang sama.
Risiko banjir dan kebakaran hutan tersebut tidak hanya bersifat kejadian tahunan, tetapi juga
dipengaruhi oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan beriklim tropis, serta
perubahan pola curah hujan dan peningkatan suhu yang semakin ekstrem seiring dengan perubahan
iklim. Kondisi ini berpotensi meningkatkan eksposur risiko fisik terhadap agunan pembiayaan,
kegiatan operasional, dan keberlanjutan kinerja Perusahaan dalam jangka menengah hingga
panjang.
Skenario Radiative Forcing 2100 Asumsi
Jalur mitigasi sangat ambisius,
RCP2.6/SSP1-2.6 ≈ 2,6 W/m² konsisten dengan pembatasan
kenaikan suhu global sekitar 1,5–2 °C
Jalur mitigasi moderat (middle of
the road) dengan stabilisasi emisi di
RCP4.5/SSP2-4.5 ≈ 4,5 W/m² paruh kedua abad
Jalur emisi sangat tinggi tanpa
RCP8.5/SSP5-8.5 ≈ 8,5 W/m² mitigasi signifikan, meningkatkan
risiko fisik ekstrem
Page 54
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 54
Strategi
Metodologi Uji Stress Risiko Iklim
Perusahaan menerapkan metodologi uji stres risiko iklim untuk menilai ketahanan portofolio pembiayaan Perusahaan terhadap risiko transisi dan risiko fisik perubahan iklim. Metodologi ini dirancang untuk
menerjemahkan hasil analisis skenario perubahan iklim ke dalam dampak kuantitatif terhadap risiko kredit dan permodalan, serta mendukung pengambilan keputusan strategis dan pengelolaan risiko jangka
menengah hingga panjang.
Data Keuangan Tingkat Perusahaan
Metrik Keuangan (Pendapatan, Pengeluaran, Aset, Kewajiban, ...)
Data Terkait Iklim Perusahaan Metrik Keuangan yang Distress
Simulasi Skenario
Emisi GRK (Scope 1, 2, dan 3) Pendapatan, COGS, Capex, Utang
Data Skenario
Diperoleh dari jalur NGFS dan disesuaikan dengan persyaratan
OJK Penskalaan dan Kalibrasi Risiko PD Stress
Risiko Transisi • Jarak ke Default (Probability of Default)
(misalnya, tingkat pertumbuhan NDC, target • Peningkatan/Penurunan Rating
pengurangan, harga karbon, variabel makroekonomi, dll.)
Cakupan Kerugian Penurunan Capital
Nilai (CKPN) tertekan Adequacy Ratio
(CAR)
Banjir - Portofolio Hipotek
Lokasi (kota/kabupaten) properti, Nilai properti saat likuidasi
Perhitungan Biaya Kerusakan LGD Stress
Simulasi Skenario Menerapkan rasio kerusakan agunan dan (Loss Given Default)
biaya revitalisasi pada area berisiko tinggi
Kebakaran Hutan – Pertanian
Lokasi (kota/kabupaten) agunan, Luas area, Nilai agunan
Risiko Fisik
Hasil uji stres risiko transisi dan risiko fisik digunakan sebagai input dalam evaluasi ketahanan permodalan Perusahaan, termasuk dampaknya terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR). Dengan pendekatan
ini, risiko iklim tidak hanya dianalisis sebagai risiko non-keuangan, tetapi juga dipertimbangkan secara kuantitatif dalam pengelolaan risiko kredit, pembentukan cadangan, dan perencanaan permodalan BRI.
[GRI 102-2]
Page 55
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 55
Strategi
Analisis Skenario Risiko Transisi
BRI melakukan analisis skenario risiko transisi untuk menilai potensi dampak kebijakan dan dinamika transisi menuju ekonomi rendah karbon terhadap kualitas kredit portofolio pembiayaan. Analisis ini
menggunakan tiga skenario utama, yaitu kebijakan saat ini, transisi tertunda, dan net zero emissions 2050, dengan horizon analisis hingga tahun 2050.
Berdasarkan hasil analisis, skenario net zero emissions 2050 menunjukkan peningkatan probability of default (PD) yang paling signifikan dibandingkan dengan baseline tahun 2025. Secara agregat, estimasi
PD portofolio pembiayaan BRI pada skenario ini diperkirakan meningkat pada kisaran 1,84% hingga 2,13%. Sementara itu, pada skenario transisi tertunda, estimasi peningkatan PD berada pada tingkat yang
lebih rendah, yaitu sekitar 0,01% hingga 1,23%. Peningkatan risiko kredit terutama terjadi pada sektor-sektor dengan intensitas karbon tinggi, seiring dengan meningkatnya biaya transisi, termasuk penyesuaian
teknologi, kenaikan harga karbon, serta penguatan kebijakan dan regulasi lingkungan. Dampak risiko transisi diproyeksikan mencapai tingkat tertinggi pada periode sekitar tahun 2040 dalam skenario net
zero emissions 2050, sebelum cenderung stabil dalam jangka panjang.
Analisis Risiko Transisi pada Segmen Kredit
BRI melakukan deep dive analysis pada skenario yang memiliki risiko transisi tertinggi
Total
(NZE 2050) untuk menilai sensitivitas risiko transisi terhadap kualitas kredit produktif
Sektor Intensitas Tinggi*
pada masing-masing segmen pembiayaan, yaitu Korporasi dan MSME. Analisis ini
Sektor Intensitas Sedang hingga Rendah
bertujuan untuk mengidentifikasi potensi perubahan PD seiring dinamika transisi menuju
20,00%
ekonomi rendah karbon, sekaligus menjadi landasan pengambilan keputusan strategis
dalam pengelolaan portofolio serta menjaga ketahanan neraca BRI dalam jangka
15,00%
menengah dan panjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa segmen MSME, yang
merupakan kontributor terbesar terhadap total portofolio BRI dengan porsi sekitar 55,4%,
memiliki tingkat sensitivitas yang relatif lebih rendah terhadap risiko transisi. Pada
10,00% skenario NZE 2050, estimasi peningkatan PD pada segmen MSME tercatat relatif terbatas
dengan kenaikan maksimum sebesar 0,43% pada tahun 2030, jauh lebih rendah
dibandingkan dengan segmen korporasi yang berpotensi mengalami peningkatan
5,00% maksimum PD hingga 9,29% pada tahun 2040. Ketahanan ini disebabkan oleh komposisi
sektor di segmen MSME, di mana mayoritas nasabah (64,46%) terkonsentrasi pada
sektor perdagangan besar dan eceran, yang memiliki intensitas karbon rendah sesuai
0,00%
2030 2040 2050 2030 2040 2050 2030 2040 2050
Analisa pada bagian Asset Portfolio Analysis. Sedangkan untuk segmen kredit konsumtif,
Kebijakan Saat Ini Transisi Tertunda Net Zero 2050 perubahan PD akibat risiko iklim tidak signifikan.
Perubahan Probabilitas Gagal Bayar (PD) dibandingkan dengan dasar tahun 2024
*
Listrik, gas & air, serta pertambangan & penggalian, seperti yang disajikan dalam penilaian materialitas sektor BRI
Page 56
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 56
1. Aceh 18. Lampung
2. Banten 19. Maluku
3. Bengkulu 20. Maluku Utara
4. Daerah Istimewa 21. Nusa Tenggara
Yogyakarta Barat
5. Jakarta 22. Nusa Tenggara
6. Gorontalo Timur
Strategi
7. Jambi 23. Papua
8. Jawa Barat 24. Papua Barat
9. Jawa Tengah 25. Riau
10. Jawa Timur 26. Sulawesi Barat
11. Kalimantan Barat 27. Sulawesi Selatan
12. Kalimantan Selatan 28. Sulawesi Tengah
13. Kalimantan Tengah 29. Sulawesi Tenggara
Analisis Skenario Risiko Fisik
14. Kalimantan Timur 30. Sulawesi Utara
15. Kalimantan Utara 31. Sumatra Barat
16. Kepulauan Bangka 32. Sumatra Selatan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS) sebagai panduan dalam pengelolaan risiko perubahan iklim bagi sektor jasa keuangan. Mengacu pada Belitung
17. Kepulauan Riau
33. Sumatra Utara
34. Bali
panduan tersebut, BRI melakukan analisis skenario risiko fisik untuk mengidentifikasi potensi dampak kejadian iklim ekstrem, khususnya banjir dan kebakaran hutan, terhadap portofolio pembiayaan. Analisis
dilakukan secara granular pada tingkat provinsi guna memetakan kerentanan wilayah serta mengidentifikasi konsentrasi eksposur risiko dalam portofolio. Estimasi tingkat kerusakan dihitung melalui integrasi
regional damage function yang dikembangkan oleh OJK dengan pendekatan skenario forward-looking berdasarkan jalur emisi Representative Concentration Pathway (RCP).
Physical Risk - RCP8.5/SSP5-8.5 Scenario Analysis (2050) Analisis Risiko Fisik pada Segmen
BRI melakukan deep dive analysis pada skenario perubahan iklim dengan tingkat risiko fisik
tertinggi, yaitu RCP8.5/SSP5-8.5 (2050), untuk menilai sensitivitas risiko fisik terhadap nilai
1 1,06%
0.0% 14.0%
agunan pada masing-masing segmen pembiayaan BRI. Analisis ini bertujuan untuk
17 2,66%
15 5,41% mengidentifikasi potensi rasio kerusakan (damage ratio) pada aset agunan yang terdampak
33 2,75%
30 2,74% oleh risiko fisik perubahan iklim. Peningkatan rasio kerusakan tersebut berpotensi
25 6,39% 11 7,64% menurunkan nilai agunan sehingga dapat berdampak pada peningkatan Loss Given Default
6 0,69% 20 2,09%
14 6,86%
(LGD) dalam perhitungan risiko kredit.
7 6,27% 28 3,18%
24 0,99%
16 4,60% 26 4,11%
Hasil analisis menunjukkan bahwa agunan pada segmen konsumtif memiliki estimasi damage
ratio tertinggi sebesar 1,78%, diikuti oleh segmen MSME sebesar 1,55%, sedangkan segmen
korporasi menunjukkan tingkat kerusakan yang relatif lebih rendah sebesar 0,12%. Temuan
5 0,75%
9 1,60% 12 3,92% ini mengindikasikan bahwa eksposur agunan pada segmen konsumtif dan MSME relatif lebih
31 4,82% 32 7,78%
8 0,88%
13 5,64%
29 1,13% 19 1,94% sensitif terhadap risiko fisik perubahan iklim dibandingkan dengan segmen korporasi.
27 0,28%
3 1,97%
18 1,94% 4 0,76%
23 3,51%
2 2,90% 10 1,66% 21 2,40%
22 0,62%
34 0,21%
Physical Risk - RCP2.6/SSP2-2.6 Scenario Analysis (2050) Physical Risk - RCP4.5/SSP5-4.5 Scenario Analysis (2050) Keterangan Wilayah
1. Aceh 12. Kalimantan Selatan 23. Papua
2. Banten 13. Kalimantan Tengah 24. Papua Barat
1 0,79% 1 0,79%
17 1,76%
15 5,40% 17 1,76%
15 5,41%
33 2,05% 33 2,05%
3. Bengkulu 14. Kalimantan Timur 25. Riau
30 2,75% 30 2,75%
25 5,73% 11 7,00% 25 5,73% 11 7,01%
6 0,69% 20 2,09% 6 0,69% 20 2,09%
7 6,17% 14 6,54% 28 3,17%
24 0,99%
7 6,7% 14 6,55% 28 3,17%
24 0,99% 4. Daerah Istimewa 15. Kalimantan Utara 26. Sulawesi Barat
16 4,58% 26 4,11% 16 4,59% 26 4,11%
Yogyakarta 16. Kepulauan Bangka 27. Sulawesi Selatan
5 0,77% 9 1,57% 12 3,94%
5 0,76%
9 1,58% 12 3.93%
5. Jakarta Belitung 28. Sulawesi Tengah
6. Gorontalo 17. Kepulauan Riau 29. Sulawesi Tenggara
31 4,63% 8 0,89% 29 1,13% 19 1,93% 31 4,63% 8 0,88% 29 1,13% 19 1,93%
32 7,78% 13 5,62% 32 7,78% 13 5,63%
27 0,28% 27 0,28%
1,97% 1,97%
7. Jambi 18. Lampung 30. Sulawesi Utara
3 3
18 1,93% 18 1,94%
4 0,75% 4 0,75%
8. Jawa Barat 19. Maluku 31. Sumatra Barat
23 3,47% 23 3.49%
2 2,90% 10 1,66% 2 2,90% 10 1,66%
21 2,40% 21 2,40%
22 0,62% 22 0,62%
0,21% 34 0,21%
9. Jawa Tengah 20. Maluku Utara 32. Sumatra Selatan
34
10. Jawa Timur 21. Nusa Tenggara Barat 33. Sumatra Utara
0.0% 14.0% 0.0% 14.0%
11. Kalimantan Barat 22. Nusa Tenggara Timur 34. Bali
Page 57
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 57
Strategi
Hasil Climate Risk Stress Test
BRI melakukan analisa risiko banjir karena pengaruh iklim yang disebabkan oleh karakteristik BRI juga telah melakukan penilaian terhadap kantor cabang di luar negeri yang terpapar banjir.
geografis Indonesia yang rentan terhadap risiko banjir akibat dari kejadian cuaca ekstrem serta
kenaikan muka air laut. Risiko ini dapat memengaruhi operasional BRI, termasuk gangguan akses ke
kantor cabang dan potensi kerusakan fisik pada infrastruktur. Analisis menunjukkan bahwa Jakarta Low Emission Scenario High Emission Scenario
menyumbang sekitar 25% dari total proyeksi biaya perubahan iklim di tingkat nasional. Kota ini SSP 1-2.6 SSP 2-4.5 SSP 5-8.5
sangat rentan terhadap banjir, baik akibat genangan dari kenaikan permukaan laut maupun New York
peningkatan curah hujan. Meskipun kantor pusat dan pusat data BRI terletak di Jakarta Pusat dan
Jakarta Selatan, risiko langsung terhadap aset-aset tersebut relatif kecil. Namun demikian,
gangguan pada operasional BRI masih dapat terjadi di 3,7% dari kantor cabang di daerah pesisir, Low Emission Scenario High Emission Scenario
dengan sebagian besar di antaranya terletak di kota Surabaya. Peta ini menyoroti provinsi dan SSP 1-2.6 SSP 2-4.5 SSP 5-8.5
kabupaten/kota yang terpapar risiko banjir tinggi. Hongkong
Low Emission Scenario | High Emission Scenario
Low Emission Scenario High Emission Scenario
SSP5-8.5 SSP 1-2.6 SSP 2-4.5 SSP 5-8.5
Singapura
Low Emission Scenario High Emission Scenario
SSP 1-2.6 SSP 2-4.5 SSP 5-8.5
Cayman
Low Emission Scenario High Emission Scenario
SSP 1-2.6 SSP 2-4.5 SSP 5-8.5
Timor Leste
SSP1-2.6 SSP2-4.5
Low Emission Scenario High Emission Scenario
SSP 1-2.6 SSP 2-4.5 SSP 5-8.5
Taiwan
Below 10-years flood level Below 10-years flood level
Page 58
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 58
Strategi
Hasil Climate Risk Stress Test [GRI 102-2]
BRI melakukan Climate Risk Stress Test (CRST) untuk menilai ketahanan portofolio terhadap risiko perubahan iklim hingga tahun 2050 berdasarkan posisi aset pada akhir tahun 2025. Hasil analisis ini menjadi
salah satu referensi untuk penguatan pengelolaan risiko dan aktivitas bisnis berkelanjutan. Cakupan analisis meliputi 100% portofolio dengan ketersediaan data emisi karbon, sementara portofolio yang
belum memiliki data emisi diestimasi menggunakan pendekatan berbasis indikator keuangan dan karakteristik industri.
Risiko Transisi dan Dampaknya terhadap PD Dampak terhadap CKPN dan Rasio Kecukupan Modal
BRI melakukan pemodelan keuangan di tingkat debitur untuk mengukur dampak dan jalur transmisi dari Setelah memperoleh estimasi Probability of Default (PD) stress dan Loss Given Default
faktor stres terkait iklim mikro dan makro terhadap laporan keuangan debitur. Laporan keuangan tersebut (LGD) stress yang mencerminkan dampak risiko transisi dan risiko fisik perubahan iklim,
akan menjadi dasar untuk menghitung peluang gagal bayar (stressed probability of default), yang kemudian BRI menghitung estimasi kebutuhan Perkiraan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
akan mempengaruhi peringkat kredit (stressed credit rating). Komponen-komponen yang mengalami dalam berbagai skenario iklim. Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk mengukur potensi
stress ini akan digunakan untuk menentukan Perkiraan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) stress. kerugian kredit secara lebih komprehensif dan forward-looking, serta memperkuat integrasi
Berdasarkan perhitungan, peluang gagal bayar akan terus meningkat hingga tahun 2030 dengan skenario risiko iklim dalam manajemen risiko kredit.
current policies dan sedikit sesudah 2030 hingga tahun 2050.
Hasil estimasi menunjukkan bahwa seluruh skenario menghasilkan peningkatan kebutuhan
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam skenario kebijakan saat ini, PD diproyeksikan meningkat hingga pencadangan sebagai respons terhadap meningkatnya risiko perubahan iklim. Skenario
tahun 2030 dan kemudian mengalami kenaikan moderat hingga tahun 2050. Pada skenario transisi Net Zero Emission 2050 menghasilkan dampak tertinggi, dengan rasio CKPN diproyeksikan
terlambat, tren peningkatan risiko kredit relatif serupa hingga tahun 2030, namun meningkat lebih signifikan meningkat sebesar 1,11% hingga 1,24%. Hal ini mencerminkan tekanan awal terhadap
dalam jangka panjang akibat pengetatan kebijakan pengurangan emisi yang terjadi pada periode lebih debitur akibat percepatan kebijakan dekarbonisasi, peningkatan biaya karbon, serta
akhir. Hal tersebut meningkatkan biaya karbon serta kebutuhan investasi transisi debitur. Pada skenario kebutuhan investasi transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Net Zero Emission 2050, tekanan terhadap debitur terjadi lebih awal akibat implementasi kebijakan
dekarbonisasi yang lebih agresif. Hal ini tercermin pada peningkatan peluang gagal bayar pada tahap awal. BRI juga melakukan simulasi dampak terhadap rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
Namun demikian, risiko diproyeksikan menurun setelah tahun 2040 seiring dengan meningkatnya kapasitas Ratio/CAR) dengan mempertimbangkan peningkatan CKPN dalam setiap skenario. Hasil
adaptasi debitur terhadap ekonomi rendah karbon. analisis menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal tetap berada pada tingkat yang
memadai dan di atas ketentuan regulator pada seluruh skenario, meskipun mengalami
Risiko Fisik dan Dampaknya terhadap LGD penurunan. Pada skenario Net Zero Emission 2050, CAR diproyeksikan menurun sebesar
Dalam mengukur Loss Given Default (LGD), BRI telah mengintegrasikan pendekatan risiko fisik dengan 1,15% hingga 1,29%, yang merupakan penurunan terbesar dibandingkan skenario lainnya.
mengacu pada metodologi yang dijelaskan dalam Buku 2 Climate Risk Management and Scenario Analysis
(CRMS) OJK. Dalam pedoman tersebut, penurunan nilai aset dari agunan debitur berdasarkan luas wilayah
dan kategori risiko tinggi menurut Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang diterbitkan oleh BNPB
dinyatakan dapat berdampak terhadap penurunan nilai agunan. Sejalan dengan pedoman tersebut, BRI
menerjemahkan dampak penurunan nilai agunan akibat risiko bencana ke dalam parameter kuantitatif
berupa damage ratio. Parameter ini mencerminkan estimasi penurunan nilai aset agunan debitur akibat
risiko banjir dan kebakaran hutan berdasarkan tingkat kerentanan wilayah.
BRI selanjutnya mengintegrasikan rasio kerusakan tersebut dengan skenario perubahan iklim jangka
panjang menggunakan Representative Concentration Pathway (RCP) untuk menangkap dinamika risiko
fisik secara forward-looking hingga tahun 2050. Pendekatan ini memungkinkan estimasi LGD yang tidak
hanya berbasis kondisi historis, tetapi juga mempertimbangkan perubahan frekuensi dan intensitas
bencana di masa depan. Berdasarkan hasil analisis, estimasi kenaikan damage ratio per provinsi berada
pada kisaran 0,02% hingga 2,65%, yang mencerminkan perbedaan tingkat kerentanan wilayah terhadap
risiko banjir dan kebakaran hutan. Variasi tersebut dipengaruhi oleh tingkat eksposur geografis, karakteristik
bencana, serta konsentrasi agunan pada wilayah dengan indeks risiko bencana yang tinggi.Peningkatan
rasio kerusakan ini secara langsung berdampak pada estimasi peningkatan LGD melalui penurunan nilai
agunan debitur. Dalam horizon pengujian, estimasi dampak terhadap LGD berada pada kisaran 0,00029%
hingga 0,0014%.
Page 59
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 59
Strategi
Keterlibatan Sepanjang Rantai Nilai, Industri, dan Pemerintah Strategi BRI dalam Mengelola Risiko Iklim
Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko terkait perubahan iklim berpotensi mempengaruhi kinerja Dalam mengelola risiko perubahan iklim, BRI menerapkan Climate Risk Management and Scenario
keuangan Perusahaan. Sebagai respons terhadap temuan tersebut, BRI memperkuat implementasi Analysis (CRMS) sesuai dengan pedoman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta model risiko internal
strategi dekarbonisasi melalui pendekatan keterlibatan yang terstruktur di sepanjang rantai nilai, untuk melakukan Climate Risk Stress Testing. Hasil analisis tersebut menjadi dasar bagi BRI dalam
yang mencakup penguatan kapabilitas internal, pengelolaan portofolio pembiayaan, serta memperkuat komitmen pencapaian Net Zero Emissions pada tahun 2050 di seluruh aktivitas bisnis
kolaborasi dengan nasabah, mitra industri, dan otoritas pemerintah. dan operasional.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, BRI memperkuat kapabilitas internal dalam pengelolaan risiko Transparansi dalam aktivitas terkait iklim menjadi landasan penting dalam membangun kepercayaan
iklim, pengelolaan emisi, serta pencapaian target Net Zero Emission dengan mengintegrasikan dengan para pemangku kepentingan. Untuk memastikan akuntabilitas dan keterbandingan
aspek perubahan iklim ke dalam fungsi bisnis dan mendorong kolaborasi lintas unit kerja. BRI juga
informasi, BRI mengacu pada standar pengungkapan internasional yang diakui, termasuk IFRS
memperkuat pengelolaan portofolio pembiayaan dengan mempertimbangkan eksposur emisi,
Sustainability Disclosure Standards, sehingga informasi mengenai strategi, risiko, dan kinerja
peningkatan kualitas pengumpulan data, serta pengembangan rencana penurunan emisi pada
terkait iklim dapat disampaikan secara jelas dan komprehensif.
tingkat portofolio. Menyadari bahwa pencapaian Net Zero Emission memerlukan aksi kolektif, BRI
juga mendorong keterlibatan dengan pemangku kepentingan. Secara internal, hal ini didukung
melalui Sustainability Culture Program (SCP) untuk meningkatkan kesadaran karyawan terhadap Sebagai lembaga keuangan, BRI juga berperan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan
praktik ESG. Sementara itu, keterlibatan dengan nasabah dilakukan melalui pengembangan melalui penyediaan pembiayaan berkelanjutan yang mendukung proyek dan inisiatif ramah
pembiayaan berkelanjutan, termasuk Sustainability-Linked Loans (SLL), yang memungkinkan lingkungan. BRI terus memperluas Responsible Aset Under Management dengan meningkatkan
debitur menetapkan target kinerja keberlanjutan dengan mekanisme insentif atas pencapaiannya. pembiayaan pada kategori berwawasan lingkungan, investasi hijau, dan sustainability linked loan.
Sejalan dengan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik, BRI juga berpartisipasi dalam Dalam memastikan praktik pembiayaan yang bertanggung jawab, BRI juga menerapkan kebijakan
berbagai forum industri dan asosiasi bisnis guna memberikan masukan dalam pengembangan pembiayaan khusus bagi subsektor yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu lingkungan dan
kebijakan publik yang berkaitan dengan perubahan iklim dan keuangan berkelanjutan. Keterlibatan perubahan iklim, antara lain subsektor kelapa sawit berkelanjutan, pulp dan kertas, batu bara, serta
ini dilakukan secara transparan dan bertujuan untuk mendukung penguatan kerangka kebijakan minyak dan gas. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa aktivitas pembiayaan tetap
yang mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon. BRI memastikan bahwa seluruh aktivitas selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan risiko lingkungan. [OJK F.9]
keterlibatan kebijakan publik tersebut dilaksanakan sesuai dengan prinsip Good Corporate
Governance dan tidak melibatkan kontribusi politik langsung. Melalui pendekatan ini, BRI Upaya tersebut juga diperkuat melalui peningkatan kapasitas internal organisasi dan keterlibatan
memastikan bahwa aktivitas keterlibatan dengan pemangku kepentingan, termasuk dalam proses dengan pemangku kepentingan dalam mendukung aksi iklim. BRI secara aktif menyelenggarakan
kebijakan publik, tetap selaras dengan strategi dekarbonisasi dan rencana transisi Perusahaan program pelatihan bagi pekerja, mendorong keterlibatan dengan nasabah dan mitra dalam
menuju Net Zero Emission. penerapan praktik keberlanjutan, serta berpartisipasi dalam berbagai inisiatif industri yang
mendorong percepatan aksi iklim.
Selain itu, BRI mengelola emisi operasional melalui berbagai inisiatif pengurangan jejak karbon,
termasuk peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengimbangan emisi
residual secara bertahap sebagai bagian dari upaya pencapaian target Net Zero Emissions. Melalui
strategi yang terintegrasi tersebut, BRI berupaya memperkuat ketahanan bisnis terhadap risiko
perubahan iklim sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan
serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Informasi lebih lanjut
mengenai target, indikator kinerja, serta rencana aksi yang mendukung implementasi strategi ini
disajikan pada bagian Metrics and Targets serta Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
dalam laporan ini.
Page 60
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 60
Manajemen Risiko
Manajemen Risiko Iklim
Perusahaan memandang risiko terkait perubahan iklim No Kategori Risiko terkait Iklim Mitigasi
sebagai risiko yang melekat (inherent) dalam aktivitas
perbankan dan dikelola secara terintegrasi dalam kerangka Risiko Transisi
manajemen risiko Perusahaan. Risiko iklim tidak diperlakukan
Risiko Meningkatnya permintaan akan • Memperluas investasi terkait teknologi beremisi karbon rendah
sebagai risiko yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian 1
Teknologi teknologi rendah karbon • Memantau tren teknologi beremisi karbon rendah dan riset
dari risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional, dan risiko
strategis, dengan mempertimbangkan potensi dampaknya
• Harga karbon
terhadap kinerja keuangan, operasional, serta keberlanjutan Risiko
• Strategi nasional dekarbonisasi Melakukan pelibatan dengan portofolio untuk mendorong penerapan kebijakan dan hukum
usaha dalam jangka menengah hingga panjang. Sejalan 2 Kebijakan &
• Kewajiban pengungkapan terkait terkait harga karbon, strategi dekarbonisasi, dan pengungkapan iklim
dengan itu, Perusahaan juga mengidentifikasi peluang yang Regulasi
iklim
timbul dari respons terhadap perubahan iklim, khususnya
dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. • Meningkatnya penggunaan energi
terbarukan
Dalam pengelolaannya, Perusahaan menerapkan proses • Meningkatnya permintaan pasar
yang mencakup identifikasi, penilaian, prioritisasi, dan untuk produk yang lebih ramah • Memberikan saran kepada portofolio untuk beralih ke infrastruktur hijau
3 Risiko Pasar
pemantauan risiko dan peluang terkait perubahan iklim lingkungan • Mengembangkan produk dan layanan perbankan hijau
secara berkelanjutan. Proses ini didukung oleh penggunaan • Perubahan perilaku nasabah
analisis skenario perubahan iklim untuk menilai sifat, • Permintaan pasar terhadap
kemungkinan, dan besaran dampak risiko iklim terhadap keuangan hijau
portofolio pembiayaan, operasional, aset, dan kinerja • Merevitalisasi strategi dan implementasi yang memenuhi kebutuhan pemangku
keuangan. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai kepentingan
Risiko Risiko kehilangan kepercayaan dan
masukan dalam pengambilan keputusan strategis, 4 • Memperkuat kepercayaan pelanggan dan investor dengan memperkuat manajemen
Reputasi keyakinan investor
penyusunan kebijakan pembiayaan, serta penguatan rencana lingkungan
transisi Perusahaan. • Mengungkapkan isu perubahan iklim melalui laporan TCFD dan SR
Risiko Fisik
Pengelolaan risiko iklim dilaksanakan melalui koordinasi
antara fungsi manajemen risiko dan fungsi ESG, serta • Gelombang panas
dibahas secara berkala dalam Komite Manajemen Risiko dan Risiko Fisik • Banjir
5
Komite ESG. Hasil pembahasan tersebut menjadi bagian dari Akut • Siklon Tropis
• Kebakaran Hutan • Membentuk Business Continuity Plan (BCP)
pelaporan kepada Dewan Komisaris dalam rangka • Melaksanakan mock exercise dan simulasi evakuasi darurat
pengawasan dan pengambilan keputusan, serta menjadi • Mengembangkan strategi respons terhadap perubahan iklim sesuai dengan analisis
dasar penetapan langkah-langkah mitigasi risiko iklim yang • Kenaikan suhu skenario risiko fisik
Risiko Fisik
terintegrasi dalam kebijakan pembiayaan, pengelolaan 6 • Kenaikan permukaan laut
Kronis
agunan, dan proses manajemen risiko operasional • Stres air
Perusahaan.
Page 61
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 61
Manajemen Risiko
Integrasi ESRM Pembiayaan Bertanggung Jawab[GRI G4 FS2]
Ambisi Pencapaian NZE tahun 2050 diwujudkan melalui Strategi Inisiatif Dekarbonisasi yang Bisnis dan Value Chain
dituangkan dalam SE Keberlanjutan No. SE.29-DIR/ESG/12/2025 tanggal 31 Desember 2025 tentang Pembiayaan Berkelanjutan
Kebijakan dan Strategi Keberlanjutan BRI. Strategi Dekarbonisasi sendiri adalah pendekatan BRI secara konsisten menerapkan proses identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko ESG pada
terencana untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara bertahap melalui penyesuaian bisnis, kebijakan Pemberian pinjaman. Sejalan dengan hasil CRST, perubahan iklim menjadi pertimbangan
operasional, dan pembiayaan guna mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. utama dalam penilaian risiko lingkungan. BRI juga melengkapi evaluasi aspek sosial terkait dampak
terhadap masyarakat serta aspek tata kelola yang mencakup kepatuhan, transparansi, dan praktik
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Perusahaan mengimplementasikan strategi dekarbonisasi bisnis yang bertanggung jawab, guna membangun portofolio pembiayaan yang berkelanjutan dan
secara menyeluruh dengan mengintegrasikan Environmental, Social, and Risk Management (ESRM) selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Prosedur penyaluran pinjaman
ke dalam kegiatan operasional dan bisnis Perusahaan. Implementasi dalam kegiatan operasional di BRI:
dan bisnis BRI antara lain:
Operation Business and Value chain
Menyusun rencana transisi Menyusun kerangka keuangan berkelanjutan berbasis aksi mitigasi PEMASARAN
HUKUM DAN UJI KEPATUHAN MANAJEMEN
kendaraan ramah lingkungan risiko iklim yang selaras dengan target NZE Identifikasi dan KEPATUHAN
RISIKO
mempertimbangkan
kelayakan bisnis Meninjau Memastikan
Portfolio management dengan mengembangkan kebijakan calon debitur kepatuhan dari putusan kredit Memantau
Pemasangan solar panel termasuk isu terkait calon debitur. sesuai dengan UNIT KERJA portofolio kredit.
pembiayaan sektor spesifik berbasis hasil CRST. ESG. ketentuan internal OPERASIONAL
dan eksternal yang
ANALISIS
Penyusunan daftar periksa ESG (ESG checklist) untuk mengumpulkan KREDIT
KOMITE KREDIT berlaku.
Melakukan
Efisiensi energi pengawasan dan
data guna menilai kinerja emisi perusahaan serta rencana transisinya. Mengelola kredit Proses Persetujuan
memeriksa
kelengkapan
dengan sesuai wewenang dokumen terkait
memperhatikan yang berlaku. ESG sesuai syarat
Pengelolaan Emisi Operasional dan Efisiensi Energi faktor ESG.
yang diberikan
analis.
Integrasi ESRM pada kegiatan operasional diwujudkan dalam Kebijakan Pengelolaan aset tetap
dalam Surat Edaran No SE.31-DIR/PLM/05/2022 tentang Pengelolaan Asset Tetap & Procurement
Berbasis Prinsip ESG. Yaitu melalui pertimbangan aspek:
Environmental Social Governance BRI mengacu pada Loan Portfolio Guidelines (LPG) yang berlaku untuk seluruh jenis pembiayaan,
• Energi ramah lingkungan • Keterlibatan CSR • Independensi BOC dan BOD baik pembiayaan untuk tujuan umum maupun berbasis proyek. LPG menetapkan persyaratan kredit
• Pengelolaan limbah • Implementasi K3 Transparansi yang mencakup analisis aspek ESG sebagai bagian dari proses Know Your Customer (KYC) untuk
• Konservasi SDA • Kepastian perlindungan data • Komitmen anti suap mengidentifikasi potensi isu lingkungan, sosial, hukum, dan litigasi calon debitur, yang hasilnya
pribadi • Kepastian conflict of interest dituangkan dalam Memorandum Analisis Bisnis (MAB), serta mengatur klasifikasi sektor, kriteria
penerimaan sektor, dan batasan sektor pembiayaan. [GRI G4 FS2]
Page 62
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 62
Manajemen Risiko
Kebijakan Daftar Sektor Negatif atau Dikecualikan (Negative atau Exclusion List)
BRI berkomitmen untuk menghindari eksposur pada sektor-sektor tertentu, termasuk namun tidak
terbatas pada:
• Budidaya dan perindustrian narkotika golongan 1, seperti ganja, heroin, kokain, morfin, dan
opium
• Pemanfaatan koral/karang dari alam untuk bahan bangunan/kapur/kalsium dan souvenir/
perhiasan, serta koral hidup atau koral mati (recent death coral) dari alam
• Penangkapan spesies ikan yang tercantum dalam lampiran 1 Convention on International Trade
in Endangered Species of wild fauna and flora (CITES)
• Industri pembuatan senjata kimia;
• Industri bahan kimia industri dan industri bahan kimia perusak lapisan ozon;
• Perjudian dan/atau kasino;
• Untuk jenis usaha terkait kayu, diantaranya kayu gelondongan, moulding, dan sawmill tidak
dapat dibiayai, kecuali usaha yang menggunakan kayu hasil Hutan Tanaman Industri/Rakyat
yang dibuktikan dengan sertifikat yang berlaku di Indonesia
Analisis Aspek Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola [GRI G4 FS2]
Proses selanjutnya dari Pemberian pinjaman Adalah melakukan analisis aspek ESG yang
dilaksanakan sebagai berikut:
Lingkungan Sosial Tata Kelola
Mitigasi risiko lingkungan Mitigasi risiko sosial dituangkan Pengelolaan risiko tata Kelola pada
yang timbul dari kegiatan dalam persyaratan, antara lain pembiayaan BRI diimplementasikan
pembiayaan, termasuk risiko dengan analisis manajemen antara lain dengan pengecekan
biodiversitas, emisi gas rumah dan memastikan tidak terdapat keterlibatan dalam insiden korupsi,
kaca, dan bencana alam, keterlibatan dalam eksploitasi anak, gratifikasi, dan pencucian uang.
dituangkan dalam pemenuhan pelanggaran HAM. Identifikasi BRI juga melakukan asesmen atas
dokumen lingkungan seperti: nasabah/calon nasabah: kapabilitas manajemen perusahaan
pada aspek analisis capacity
• Izin lingkungan (AMDAL) dan • Penerapan K3 di Perusahaan, dan
• Peringkat PROPER • Penerapan TJSL
Page 63
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 63
Manajemen Risiko
Kebijakan Pengelolaan Kredit Bermasalah
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku terkait pengelolaan kredit bermasalah termasuk penagihan hutang, BRI menerapkan kebijakan pengelolaan kredit bermasalah yang mengikuti etika
tinggi dan menghormati hak hak nasabah. Kebijakan ini dituangkan dalam Ketentuan “Pengelolaan Kredit Bermasalah”. Secara khusus penagihan utang diatur dalam modul penyelesaian kredit bermasalah
pada modul 5 ketentuan tersebut. BRI memastikan kebijakan penagihan utang dilaksanakan secara profesional dengan memperhatikan hak-hak nasabah. Kebijakan ini mencakup penagihan yang dilakukan
secara internal dan menggunakan pihak ketiga. Dalam hal penagihan dilakukan oleh pihak ketiga, BRI melakukan asesmen pemenuhan syarat dan kewajiban pihak ketiga yang telah tunduk pada regulasi
yang ada di Indonesia dan BRI, dengan mendapatkan persetujuan oleh direktur manajemen risiko. Proses penagihan di BRI dilaksanakan baik secara langsung datang ke Lokasi maupun melalui media
komunikasi dengan nasabah, dalam proses ini BRI mengedepankan aspek aspek pelindungan finansial yang menghormati hak nasabah serta aspek perjanjian kredit. Ketentuan pengelolaan kredit bermasalah
ini berlaku untuk seluruh segmen kredit yang ada di BRI. Adapun pengelolaan kredit bermasalah di BRI adalah sebagai berikut:
Kondisi normal Review & Prakarsa Negosiasi Analisis
• Review fasilitas kredit Negosiasi restrukturisasi Pejabat pemrakarsa
yang mengalami pada prinsipnya dapat melakukan analisis
kesulitan, dan masih dilakukan setiap saat, hal berdasarkan prospek
memiliki proses usaha ini untuk mendapatkan usaha dan kemampuan
yang dinilai mampu Gambaran awal dan bayar, agar proyeksi
memenuhi kewajiban persepsi yang sama pembayaran selama
setelah terhadap rencana periode restrukturisasi
restrukturisasi. pelaksanaan dapat direalisasikan.
• Diagnosa penyebab restrukturisasi.
kredit bermasalah
• Pejabat yang
berwenang Menyusun
persiapan
restrukturisasi yang
diperlukan
Putusan Dokumentasi Kondisi normal Exit Policy Write-off
Putusan restrukturisasi Dokumentasi Putusan restrukturisasi Kebijakan penyelesaian Melakukan
diselenggarakan sesuai pelaksanaan diselenggarakan sesuai kredit untuk nasabah penghapusbukuan untuk
dengan kewenangan dari restrukturisasi dilakukan dengan kewenangan dari yang tidak dapat fasilitas kredit macet dari
pejabat pemutus. untuk memastikan pejabat pemutus. dilakukan penyelamatan neraca dengan tetap
kelengkapan kredit. melakukan penyelesaian
dokumentasi sesuai kredit.
dengan ketentuan yang
berlaku dan perjanjian
restrukturisasi.
Page 64
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 64
Manajemen Risiko
Peninjauan Ulang Pembiayaan [GRI G4 FS3, FS9] Mitigasi Risiko Transisi dalam Pembiayaan Korporasi
BRI terus meninjau setiap proyek yang mendapatkan Selanjutnya, dalam rangka melakukan mitigasi dari dampak perubahan iklim khususnya risiko Transisi yang dapat terjadi, BRI melakukan
pembiayaan. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi tentang integrasi risiko iklim kedalam kebijakan pembiayaan. BRI telah mengidentifikasi sektor prioritas yang terdampak berdasarkan hasil analisis
Kebijakan Umum Perkreditan Bank (KPB), pengawasan CRST. Integrasi diwujudkan dalam Mitigasi risiko iklim pada kebijakan sektor spesifik. Integrasi ini menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi
dilakukan dengan meninjau dokumen kredit yang disampaikan BRI untuk mengelola emisi keuangan. Kebijakan pembiayaan sektor spesifik masuk dalam prescreening proses pemberian pinjaman
oleh debitur. Pemantauan dan evaluasi rutin dilakukan minimal nasabah dan dituangkan dalam MAB. Kebijakan pembiayaan spesifik ini bersifat mengikat dan secara khusus mengatur pembiayaan
satu kali dalam setahun untuk memastikan penerapan prinsip kepada nasabah segmen komersial dan korporasi di sektor ketenagalistrikan. Kebijakan ini mencakup fasilitas pembiayaan untuk kredit
keuangan berkelanjutan oleh nasabah. Salah satu metode yang modal kerja maupun pembiayaan berbasis proyek. Integrasi mitigasi risiko yang spesifik pada sektor tertentu adalah sebagai berikut:
dilakukan adalah metode kunjungan (site visit). Jika peringkat
PROPER nasabah turun dari Biru ke Merah atau Hitam, BRI
Kelistrikan Pertambangan Manufaktur
melakukan pemantauan dan korespondensi khusus untuk
mendukung pemulihan peringkat. Sektor penyediaan energi Listrik di Batu bara Pulp dan Paper
Indonesia masih didominasi oleh sumber
Apabila terdapat nasabah atau debitur yang belum memenuhi energi tidak terbarukan, kebijakan • Memiliki perijinan usaha sektor Batubara • Memiliki perijinan usaha sektor pulp and
syarat ESG, BRI akan meminta informasi dan melakukan tindak pembiayaan BRI dalam rangka mendukung • Memiliki rencana penutupan tambang paper
lanjut secara berkala. Observasi dan pengumpulan informasi mitigasi risiko iklim sbb: sesuai dengan ketentuan yang berlaku • Memiliki bukti sistem verifikasi legalitas
terkait teguran, pelanggaran, atau permasalahan terkait ESG • Memiliki perijinan usaha sektor kelistrikan • Memiliki upaya penurunan emisi kayu (SVLK) sesuai dengan regulasi yang
• Jangka waktu kredit selaras dengan • Memiliki bukti pelaksanaan manajemen berlaku di Indonesia
juga akan dilakukan. BRI akan secara bertahap memperbarui
rencana phase out Batubara dari energi sesuai dengan PP 33 tahun 2023
data kepatuhan ESG debitur. Informasi pemantauan dicatat tentang konservasi energi
pemerintah
dalam Laporan Kunjungan Nasabah dan hasil evaluasi • Memiliki upaya penurunan emisi
digunakan untuk meninjau pembiayaan kepada debitur. • Memiliki bukti pelaksanaan manajemen
Agrikultur
BRI juga akan mengambil pendekatan yang diperlukan, energi sesuai dengan PP 33 tahun 2023 Minyak dan Gas Bumi Palm Oil
termasuk manajemen portofolio, kesesuaian dengan regulasi, tentang konservasi energi
dan pendekatan lainnya. Hasil peninjauan secara berkala • Komitmen No Deforestation, No Expansion
• Memiliki perijinan sektor Minyak dan gas
disampaikan melalui saluran internal BRI, sementara distribusi bumi on Peatland, and No Exploitation (NDPE)
pembiayaan dilaporkan setiap tahun sesuai dengan kerangka Biodiversitas • Memiliki upaya penurunan emisi • RSPO dan/atau ISPO atau
kerja. Laporan tahunan mencakup aset yang memenuhi syarat • Memiliki bukti pelaksanaan manajemen sekurang-kurangnya bukti pengurusan
berdasarkan kategori proyek dan sisa saldo hasil yang belum Kehutanan, kayu dan karet energi sesuai dengan PP 33 tahun 2023 pendaftaran RSPO/ISPO
didistribusikan. BRI belum melaksanakan audit khusus terkait tentang konservasi energi • Untuk perusahaan inti, Dokumen
• Memiliki perijinan usaha pemanfaatan • Untuk kegiatan eksploitasi, memiliki kerjasama perusahaan dengan masyarakat
penerapan kebijakan lingkungan dan sosial pada proses
hasil hutan yang sesuai dengan regulasi rencana reklamasi pasca tambang sekitar kebun untuk pembangunan kebun
pemberian kredit. yang berlaku • Spesifik sub-sektor minyak dan gas bumi masyarakat sesuai ketentuan yang
• Memiliki bukti sistem verifikasi legalitas non konvensional* berlaku, yaitu paling rendah seluas 20%
BRI menyediakan opsi restrukturisasi yang transparan dan kayu (SVLK) sesuai dengan regulasi yang (dua puluh perseratus) dari total luas areal
terstruktur dengan mempertimbangkan prospek nasabah, berlaku di Indonesia kebun yang diusahakan
kondisi keuangan dan karakter nasabah. Pelaksanaan • Rencana Kerja Usaha (RKU) berdasarkan • Dokumen yang menunjukkan
restrukturisasi di BRI menggunakan pedoman POJK 91 tahun Kementerian Kehutanan dan Lingkungan keberlangsungan rantai pasok (buyer dan
2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum, dengan Hidup supplier)
pilihan antara lain: • Tersedia sarana dan prasarana untuk
pencegahan dan penanggulangan
• Penurunan suku bunga
kebakaran hutan
• Pengurangan tunggakan bunga dan atau denda/penalti
• Perpanjangan jangka waktu
• Penambahan fasilitas kredit
• Penundaan pembayaran kewajiban
• Pengurangan tunggakan pokok
• Konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara
• Kombinasi poin-poin di atas, dan lain-lain.
Page 65
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 65
Manajemen Risiko
Sustainability Linked Loan
Upaya penurunan emisi juga dilaksanakan diluar dari sektor prioritas. BRI memahami bahwa
kebutuhan transisi menuju ekonomi rendah karbon bukan hanya pada sektor tinggi emisi, namun
berlaku untuk seluruh nasabah di seluruh sektor. BRI senantiasa mendukung setiap upaya nasabah
untuk melakukan transisi menuju ekonomi rendah karbon, untuk itu BRI menyediakan sebuah
fasilitas yang menjawab kebutuhan nasabah yang memiliki upaya implementasi praktik
keberlanjutan. Kebijakan pembiayaan ini dituangkan dalam Sustainability-Linked Loan (SLL).
Melalui SLL, BRI memberikan insentif kepada nasabah yang berhasil mencapai target KPI
keberlanjutan yang telah ditetapkan. Sebaliknya, terdapat disinsentif bagi nasabah yang tidak
mencapai KPI tersebut. SLL juga berfungsi sebagai sarana bagi BRI untuk mempublikasikan
langkah-langkah dan kemajuan dalam penerapan ESG kepada pemangku kepentingan.
Penguatan Kapasitas dan Pelatihan Risiko Iklim [GRI G4 FS4]
Dalam rangka memperkuat pengelolaan risiko perubahan iklim, BRI secara berkelanjutan
melaksanakan program peningkatan kapasitas pegawai yang terintegrasi dengan pengembangan
kompetensi manajemen risiko. Inisiatif ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola risiko iklim
untuk memastikan kesiapan organisasi dalam menghadapi risiko transisi dan risiko fisik perubahan
iklim. Program peningkatan kapasitas difokuskan pada pemahaman metodologi, pengembangan
analisis risiko, serta penerapan praktik pengelolaan risiko iklim, termasuk integrasi risiko perubahan
iklim dalam manajemen risiko inheren perbankan.
Salah satu inisiatif utama adalah kerja sama dengan tenaga ahli dalam penyelenggaraan Climate
Resilience Training: BRI Climate Risk Stress Test (CRST) Methodology dalam kerangka BRILiaN
Specialist Development Program (BSDP). Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman
teknis pegawai terhadap metodologi, asumsi, dan prosedur pelaksanaan Climate Risk Stress Test
(CRST). Pelatihan tersebut melibatkan unit kerja terkait risiko di Kantor Pusat serta partisipasi
Perusahaan Anak guna memastikan keselarasan pendekatan pengelolaan risiko iklim di seluruh
entitas BRI Group. Selain itu, dalam proses penyusunan dan penyempurnaan kebijakan pembiayaan
sektoral terkait mitigasi risiko transisi, BRI menyelenggarakan workshop, forum diskusi, dan
knowledge sharing yang melibatkan unit bisnis, fungsi manajemen risiko, serta pembuat kebijakan
di Kantor Pusat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan yang dikembangkan
bersifat implementatif, adaptif terhadap dinamika risiko sektor, serta mempertimbangkan aspek
transisi yang adil.[GRI 102-3]
Sampai dengan tahun 2025, sebanyak 84 pekerja terdiri atas 43 laki-laki dan 41 perempuan telah
mengikuti pendidikan dan workshop khusus terkait risiko iklim. Peningkatan awareness terkait
risiko iklim juga disampaikan secara rutin kepada seluruh pekerja melalui webinar risk update,
Catchup on ESG, dan kegiatan internal lainnya. Dalam periode pelaporan, BRI tidak melakukan
program rekrutmen khusus, pemutusan hubungan kerja, maupun penempatan kembali tenaga kerja
yang secara langsung terkait dengan implementasi kebijakan transisi atau adaptasi perubahan
iklim.
Page 66
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 66
Manajemen Risiko
Mitigasi Risiko Fisik dalam Fasilitasi Agunan Pembiayaan Mikro dan UMKM Kerangka Kerja Manajemen Risiko Iklim dalam Keuangan Berkelanjutan
Perusahaan menerapkan langkah mitigasi terhadap risiko fisik perubahan iklim, khususnya pada Implementasi Rencana Keberlanjutan Bisnis (Business Continuity Plan/BCP).
portofolio pembiayaan Mikro dan UMKM, dengan memastikan bahwa agunan berupa tempat usaha
nasabah dilindungi melalui skema asuransi. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi potensi
kerugian finansial akibat kejadian iklim ekstrem, seperti banjir, kebakaran, maupun bencana alam Penilaian Risk and Penilaian Manajemen Pencatatan Kerugian Risiko
lainnya, yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha nasabah serta kualitas aset Perusahaan. Ke Control Self Assessment Risiko Kecukupan Operasional dalam Loss
(RCSA) Produk Bank Baru Event Database (LED)
depan, Perusahaan berencana untuk semakin memperkuat mekanisme perlindungan tersebut
melalui pengembangan skema asuransi yang lebih terstruktur dan komprehensif, termasuk
Sebuah perangkat Penerapan proses LED BRI mencakup proses
mendorong perluasan cakupan perlindungan terhadap risiko-risiko terkait iklim. Inisiatif ini
manajemen risiko kualitatif manajemen risiko untuk pencatatan data kejadian
merupakan bagian dari upaya Perusahaan dalam meningkatkan ketahanan portofolio, menjaga dan prediktif yang digunakan setiap rencana penerbitan kerugian akibat perubahan iklim,
stabilitas kinerja, serta memastikan pengelolaan risiko dilakukan secara pruden dan berkelanjutan. untuk mengidenti kasi dan Produk Bank Baru di BRI baik yang bersifat keuangan
mengukur risiko (termasuk dilakukan dengan maupun non-keuangan, yang
risiko terkait perubahan iklim) mempertimbangkan isu mencakup kerugian aktual,
Mitigasi Risiko Iklim dalam Kegiatan Operasional Perusahaan
berdasarkan dimensi dampak perubahan iklim. potensial termasuk tindakan
Proses Manajemen Risiko Operasional dan kemungkinan. korektif, dan penanganan
Terkait dengan Perubahan Iklim Proses manajemen risiko operasional dilakukan sesuai dengan tata insiden.
kelola yang ditetapkan dalam kerangka kerja manajemen risiko operasional dan menggunakan
perangkat yang sesuai dengan ketentuan regulator dan praktik terbaik. Proses pengukuran dan
perhitungan risiko operasional dilakukan melalui aktivitas-aktivitas sebagai berikut
Penilaian Risiko
Pemantauan Key Risk Assessment
Ancaman Bencana
1
Risk Indicator (KRI) Plan (RAP)
Business Impact Analysis (BIA) (PRAB)
BIA untuk menilai dampak kegiatan/proses bisnis dalam kejadian
gangguan/bencana. KRI merupakan sebuah Bentuk kegiatan persiapan BRI melaksanakan PRAB sebagai
perangkat manajemen risiko strategi risiko yang implementasi Business
berupa indikator kuantitatif dilakukan oleh Manajemen Continuity Management (BCM)
yang dapat memberikan Risiko Regional dengan untuk melindungi keamanan dan
2 Penentuan Strategi Pemulihan informasi awal tentang hasil berupa daftar risiko keselamatan jiwa karyawan,
peningkatan atau penurunan utama, prioritas unit kerja melindungi nyawa nasabah, dan
Dari hasil BIA, Strategi Pemulihan ditentukan untuk dapat mencapai risiko dan/atau penurunan berdasarkan risiko akibat pemangku kepentingan lainnya
target RTO (Recovery Time Objective) yang telah ditetapkan. efektivitas pengendalian perubahan iklim, dan dalam unit kerja operasional BRI
terhadap ambang batas yang rencana kegiatan (rencana manajemen bencana),
telah ditetapkan. pengendalian risiko. serta menjaga kesinambungan
3
kegiatan bisnis/operasional,
Pengembangan Prosedur Business Continuity yang terpenting, menjaga aset
BIA untuk menilai dampak kegiatan/proses bisnis dalam kejadian BRI dan memiliki respons yang
gangguan/bencana. memadai dalam situasi
gangguan/bencana alam akibat
perubahan iklim (business
continuity plan)
4 Sosialisasi dan Percobaan
Untuk memastikan implementasi BCP dapat dilakukan dengan
baik, kegiatan sosialisasi dan uji coba harus dilakukan secara rutin.
Page 67
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 67
Manajemen Risiko
Mitigasi Risiko Iklim dalam Kegiatan Operasional Perusahaan
Berdasarkan hasil CCSA, BRI melakukan langkah-langkah Adaptasi Risiko Iklim Fisik untuk
memitigasi potensi dampak perubahan iklim. Langkah-langkah tersebut meliputi:
1. Pengalihan Risiko Fisik ke Asuransi.
BRI menjajaki opsi-opsi untuk mengalihkan risiko fisik yang terkait dengan perubahan iklim
kepada penyedia asuransi. Pendekatan ini dapat membantu mengimbangi beban keuangan dari
kerusakan dan kerugian terkait iklim.
2. Optimalisasi
Penilaian Risiko dan Ancaman. Untuk melindungi bisnis BRI dari risiko fisik, BRI akan
mengoptimalkan penilaian risiko dan ancaman seperti memantau perubahan cuaca serta
mengalokasikan alat pelindung dan peralatan darurat sebelum terjadinya bencana iklim.
Tindakan-tindakan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen BRI terhadap
praktik bisnis yang berkelanjutan dan manajemen risiko yang proaktif dalam menghadapi
tantangan terkait iklim.
3. Realokasi Aset
Aset yang berlokasi di area dengan paparan risiko fisik tinggi seperti banjir, kejadian cuaca
ekstrem, dan bahaya terkait iklim lainnya dipertimbangkan untuk direlokasi ke lokasi yang lebih
rendah risikonya. Strategi realokasi akan melibatkan penilaian risiko dan studi kelayakan yang
menyeluruh untuk memastikan bahwa lokasi baru menawarkan lingkungan yang lebih aman
bagi aset. Melalui penerapan langkah-langkah adaptasi ini, BRI bertujuan untuk meningkatkan
ketahanan terhadap fisik terhadap dampak perubahan iklim dan melindungi aset-asetnya dari
potensi kerusakan. Langkah-langkah ini sejalan dengan komitmen BRI terhadap praktik bisnis
yang berkelanjutan dan manajemen risiko yang proaktif dalam menghadapi tantangan-
tantangan terkait iklim.
Page 68
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 68
Metrik dan Target
What Gets Measured, Gets Managed [GRI 3-3] [FN-CB-410b.4]
Pengukuran adalah komponen penting dari perbaikan. Tanpa mengukur kinerja, akan sulit BRI adalah perusahaan pertama di Indonesia yang bergabung dalam Partnership of Carbon
menentukan apakah terjadi kemajuan atau apakah hasil yang diinginkan tercapai. Dengan mengukur Accounting Financials (PCAF) dan menggunakan metodologi PCAF untuk mengukur dan
dan mengelola kemajuan dari waktu ke waktu, proses pengambilan keputusan berbasis data akan mengungkapkan financed emissions. Metodologi PCAF ini dikembangkan berdasarkan Greenhouse
lebih mudah. BRI mengukur dan mengelola emisi Scope 1 & 2 dan Scope 3. Emisi Scope 1 & 2 Gas Protocol yaitu standar akuntansi global untuk emisi gas rumah kaca dan menyediakan standar
dihasilkan dari kegiatan operasional, sementara emisi Scope 3 merupakan financed emissions pengukuran yang konsisten dan tervalidasi. Selanjutnya, BRI mengikuti persyaratan cakupan SBTi
yang berasal dari kegiatan investasi dan pemberian pinjaman, dan menyumbang sebagian besar untuk pengukuran financed emissions menurut jenis aset, termasuk pinjaman korporasi, pembiayaan
emisi gas rumah kaca. proyek pembangkit listrik, real estate komersial, ekuitas tercatat, dan obligasi.
Scope 1 & 2 Emissions (Operational Emissions)
Strategi pengelolaan emisi GRK BRI merujuk pada ISO 14064 dengan metodologi perhitungan
berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Guidelines tahun 2006 yang telah
Scope 1 Scope 2 diperbarui pada tahun 2019. Perhitungan emisi BRI melibatkan kantor cabang di seluruh Indonesia
dengan pendekatan konsolidasi yang memperhitungkan kontrol finansial dan Operasional, dengan
emisi scope 2 menggunakan metode berbasis lokasi. Gas yang dihitung adalah CO2 dengan nilai Global
492.370 Warming Potential (GWP) sebesar 1 (CO2 equivalent). BRI telah menetapkan target penurunan emisi
486.352 Scope 1 & 2 sebesar 42% pada tahun 2030. Dengan target NZE operasional tercapai di tahun 2050.
470.508
445.140
Pengukuran emisi Gas
Memilih titik waktu tertentu
Rumah Kaca Menghitung emisi yang Menghitung emisi absolut
360.135
untuk pengukuran dan
355.742
tingkat perusahaan atau menjadi bagian BRI portofolio BRI
346.353
pemetaan sektor. Emisi Perbandingan
proyek 2023 2024 2025
(dalam tCO₂e) 2024-2025
330.035
Penurunan Emisi 7,29%
Scope 1 130.610 124.155 115.105
42% [OJK F.11] [GRI 102-5]
(Menurun)
Emisi 4,71%
132.235
Scope 2 355.742 346.353 330.035
130.610
(Menurun)
124.155
115.105
[OJK F.11] [GRI 102-6]
Total Emisi Scope 1 5,39%
486.352 470.508 445.140
dan Scope 2 (Menurun)
2022 2023 2024 2025 2030 2050
Base Year Short Term
Target
Keterangan:
• Faktor emisi Cakupan 1: Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) ESDM tahun 2021.
• Faktor emisi Cakupan 2: Direktorat Jenderal Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK-ESDM) tahun 2019
• Sumber emisi lainnya menggunakan faktor emisi yang telah disepakati oleh IPCC.
• Gas perusak ozon (Ozone Depleting Substances/ODS), emisi biogenik, NOx, SOx, VOC (gas senyawa organik yang mudah menguap), PM (Materi
Partikulat), dan gas penyumbang emisi udara signifikan lainnya belum diperhitungkan dalam kalkulasi ini.[GRI 305-1, 305-2, 305-3, 305-5, 305-6, 305-7]
•
Page 69
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 69
Metrik dan Target
Metodologi Penetapan Target [GRI 102-4] [FN-CB-410b.4] Mengacu pada pedoman SBTi untuk lembaga keuangan, berikut ini adalah garis besar pendekatan
Salah satu bukti keseriusan BRI dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim diwujudkan melalui SDA yang dilakukan BRI
komitmen penetapan target Net Zero Emission. Di tahun 2023, BRI menjadi lembaga keuangan Pulp & Paper, Real Estate Komersial, Pembangkit listrik, dan Pembiayaan Proyek
pertama di Indonesia yang berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission di tahun 2050 Target
Pembangkit listrik
menggunakan standar Science Based Target Initiatives (SBTi). Selain itu, di tahun 2024 BRI menjadi Base year 2022
lembaga jasa keuangan pertama di Indonesia yang telah mendapatkan validasi atas metodologi
pencapaian Net Zero Emission jangka pendek di tahun 2030 dalam rangka mencapai netralitas Menghitung Memilih jalur
Menghitung emisi Menghitung bagian Menghitung
Intensitas Emisi Dasar dekarbonisasi dan
karbon di tahun 2050. BRI telah menetapkan target Scope 3 sesuai dengan kriteria SBTi untuk pada pinjaman emisi pada lembaga intensitas
untuk Menetapkan menetapkan emisi
Target Portofolio Scope 3 sebagai berikut. dan investasi keuangan emisi
Target SDA berbasis SBTi
• FI-C15 - Persyaratan untuk menetapkan target pada Kegiatan Investasi dan Pembiayaan
Semua lembaga keuangan harus menetapkan target pada kegiatan investasi dan pembiayaan Penetapan target
Penetapan target dan jalur pengurangan berdasarkan skenario suhu di bawah 2°C
mereka sesuai dengan yang diperlukan oleh FI-C16, terlepas dari bagian emisi portofolio Scope netralitas karbon
3 yang terukur dibandingkan dengan total emisi atau Scope 1, 2, dan 3 dari lembaga keuangan.
Lembaga keuangan dapat memilih dari metode yang berlaku untuk menetapkan target, Temperature Rating Method (TRA)
berdasarkan kelas aset.
BRI menggunakan Temperature Rating Method (TRA) untuk menetapkan target pengurangan emisi
• FI-C16 - Batas Target Portofolio
untuk berbagai sektor lain dalam pembiayaan korporasi di luar pendekatan SDA. Metode TRA
Lembaga keuangan harus menetapkan target pada semua "Kegiatan yang Diperlukan" dalam
mengukur sejauh mana perusahaan telah mengadopsi target pengurangan emisi karbon yang
Tabel Kegiatan dan Metode yang Diperlukan mengikuti persyaratan cakupan batas minimum.
sejalan dengan tujuan pemanasan global secara ilmiah. Metode TRA memberikan peringkat suhu
untuk mengaitkan target emisi karbon dengan perkiraan kenaikan suhu global dan menawarkan
Sebagai bagian praktik bisnis yang berkelanjutan, BRI telah mengembangkan metodologi untuk
perspektif intuitif tentang dampak pengurangan emisi perusahaan terhadap perubahan iklim.
menetapkan target pengurangan emisi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini.
Semakin tinggi target pengurangan emisi, semakin rendah skor suhu dan peringkat suhu portofolio
• Kontribusi bank terhadap emisi gas rumah kaca
aset BRI. Perumusan target pengurangan emisi gas rumah kaca dengan menggunakan metodologi
BRI menggunakan metodologi yang diakui secara internasional, seperti Protokol Gas Rumah
Kaca, untuk menghitung emisi. ini meliputi:
• Kemampuan bank untuk mengurangi emisi
BRI merumuskan berbagai strategi untuk mengurangi emisi baik secara langsung maupun tidak
langsung.
• Sasaran pengurangan emisi nasional dan internasional
BRI menyelaraskan targetnya dengan tujuan yang lebih luas, seperti Kontribusi yang Nationally 1 2 3
Determined Contributions (NDCs) dan Paris Agreement. Mempertimbangkan faktor-faktor
tersebut, BRI mengukur dan menetapkan target pengurangan emisi karbon dengan
menggunakan metode SBTi, yaitu Sectoral Decarbonization Approach (SDA) dan Temperature Pemetaan Protokol Protokol
Ratings Method (TRA). Protokol Target Perusahaan Portofolio
Mengaitkan Tingkat Mengidentifikasi, Menyaring, Penggabungan dari
Sectoral Decarbonization Approach (SDA) Ambisi Target dengan Menggabungkan Nilai Target Berbagai Skor Perusahaan
BRI menetapkan target pengurangan emisi untuk setiap sektor industri berdasarkan prinsip-prinsip Hasil Suhu dari Berbagai Skor menjadi menjadi Satu Skor
Sectoral Decarbonization Approach (SDA). Pendekatan ini memberikan penekanan khusus pada Satu Skor Perusahaan Portofolio
intensitas karbon sebagai indikator utama dalam menentukan target pengurangan. Efektivitas
pendekatan ini terbukti dengan adanya perbedaan kontribusi sektor ekonomi terhadap emisi gas
rumah kaca, yang menyebabkan perbedaan kecepatan dalam mencapai Net Zero Emission.
Untuk merumuskan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan menggunakan
Pemahaman yang mendalam mengenai sumber emisi spesifik di setiap sektor memungkinkan BRI Metodologi TRA, BRI mengkategorikan sektor-sektor dalam portofolio pinjaman, obligasi, dan
untuk merancang solusi yang lebih spesifik dan efisien. Dengan demikian, BRI dapat mencapai ekuitas tercatat, serta menetapkan target pengurangan karbon berdasarkan peringkat suhu
pengurangan emisi secara lebih efektif dan memberikan dampak positif dalam mendukung upaya masing-masing. BRI berkomitmen untuk secara progresif mengurangi skor suhu portofolio menuju
global untuk mengatasi perubahan iklim. target 2040, yaitu peringkat suhu 1,75°C untuk Scope 1 & 2 dan 2,0°C untuk Scope 1, 2, dan 3.
Page 70
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 70
Metrik dan Target
Pencapaian BRI
Metrik dan Target (Target dan Jalur Pengurangan Tiap Sektor
Industri berdasarkan SDA) [FN-CB-410b.1] [FN-CB-410b.2]
Penghitungan Sectoral Decarbonization
Approach (SDA) [FN-CB-410b.1] [FN-CB-410b.2]
Sebagai bagian dari komitmen untuk
mencapai Net Zero Emission pada tahun
2050, BRI telah melakukan perhitungan Pembangkit Listrik Pembiayaan Proyek Pembangkit Listrik
intensitas karbon atas emisi yang dibiayai Unit: metrik tonCO2e/listrik dan panas yang dihasilkan MWh Unit: metrik tonCO2e/listrik dan panas yang dihasilkan MWh
serta menetapkan target sektoral dan
jalur dekarbonisasi yang spesifik. Dengan
menggunakan tahun 2022 sebagai tahun 0.548
dasar, BRI menetapkan target dan jalur 0.545 0.858
khusus untuk sektor industri, seperti pulp 0.530 0.846
0.491 0.833
and paper, real estate komersial, 0.324 0.816
pembangkit listrik, dan project finance 0.485
0.104 0.158
pembangkit listrik.
0 0
Secara keseluruhan, pada tahun 2025 2022 2023 2024 2025 2030 2040 2050 2022 2023 2024 2025 2030 2040 2050
terjadi penurunan intensitas emisi pada Target (Reduction) Target (Reduction) Target (Reduction) Target (Reduction)
sektor-sektor yang dibiayai oleh BRI
dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini
didorong oleh upaya BRI dalam
memperluas portofolio energi terbarukan.
Namun demikian, terdapat sedikit Kertas & Pulp Commercial Real Estate
peningkatan intensitas emisi pada sektor Unit: metrik tonCO2e/metrik ton kertas dan pulp diproduksi Unit: metrik tonCO2e/m2
pulp and paper. Hal ini disebabkan oleh
mayoritas nasabah di sektor tersebut
yang melakukan pembaruan baseline 1.075 0.123
emisi seiring dengan penyempurnaan 1.029 1.069
0.959 0.117
metodologi, serta berhasil memperoleh 0.101
0.099
validasi target dari Science Based Targets 0.720 0.066
initiative (SBTi) pada tahun 2025. BRI 0.305 0.024
meyakini bahwa pencapaian ini 0 0
menunjukkan keselarasan yang lebih kuat
dengan jalur dekarbonisasi berbasis sains 2022 2023 2024 2025 2030 2040 2050 2022 2023 2024 2025 2030 2040 2050
serta mendukung target keberlanjutan Target (Reduction) Target (Reduction) Target (Reduction) Target (Reduction)
jangka panjang dan kredibilitas
pengelolaan emisi yang dibiayai.
Page 71
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 71
Metrik dan Target
Penghitungan Temperature Ratings Method (TRA)[FN-CB-410b.1] [FN-CB-410b.3]
Dalam penetapan target penurunan emisi portofolio yang tidak menggunakan pendekatan Sectoral Decarbonization Approach (SDA), BRI menerapkan Metodologi Temperature Ratings untuk mengukur
keselarasan portofolio terhadap jalur dekarbonisasi global. Pada tahun 2025, portofolio pinjaman menunjukkan kecenderungan penurunan temperature rating dibandingkan tahun 2024, yang mencerminkan
peningkatan keselarasan terhadap jalur transisi rendah karbon. Sementara itu, pada portofolio obligasi dan ekuitas tercatat peningkatan temperature rating pada cakupan Scope 1, Scope 2, dan Scope 3.
Perubahan ini dipengaruhi oleh komposisi portofolio serta variasi cakupan target penurunan emisi pada entitas dalam portofolio, khususnya yang belum sepenuhnya mencakup emisi tidak langsung dalam
rantai nilai, sehingga turut memengaruhi hasil agregasi pengukuran pada Scope 1, Scope 2, dan Scope 3.
Ke depan, BRI terus memperkuat upaya penurunan emisi portofolio melalui peningkatan pembiayaan pada sektor energi terbarukan serta keterlibatan aktif dengan debitur untuk mendorong penerapan
praktik bisnis yang lebih rendah emisi. BRI juga melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan temperature rating portofolio guna memastikan keselarasan dengan target Net
Zero Emission dan perkembangan praktik terbaik internasional.
Scope 1 & 2 Scope 1, 2 & 3
°C (derajat Celcius) °C (derajat Celcius)
Portofolio Pinjaman
3,5 3,5
3,16 3,14 3,18 3,18 3,16 3,11
3,09 3,00
3 3 2,85
2,77
2,5 2,5
2,00
2 1,75 2
1,5 1,5
1 1
0,5 0,5
2022 2023 2024 2025 2027 2040 2022 2023 2024 2025 2027 2040
Scope 1 & 2 Scope 1, 2 & 3
°C (derajat Celcius) °C (derajat Celcius)
Portofolio Obligasi dan
Ekuitas yang Tercatat
3,5 3.5
3,11 3,09 3,19 3,18 3,11
2,97 2,92 3,01
3 3
2,73 2,86
2,5 2,5
2 1,75 2 2,00
1,5 1,5
1 1
0,5 0,5
2022 2023 2024 2025 2027 2040 2022 2023 2024 2025 2027 2040
Page 72
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 72
Metrik dan Target
Penetapan Harga Karbon Internal
BRI menerapkan mekanisme Internal Carbon Pricing (ICP) menggunakan pendekatan shadow price
untuk memperkuat manajemen risiko dan menginternalisasi dampak finansial dari emisi gas rumah
kaca (GRK). ICP adalah mekanisme sukarela yang menetapkan nilai moneter konseptual untuk
setiap ton emisi GRK terkait Scope 1, 2, dan 3. Mekanisme ini memungkinkan BRI menilai implikasi
finansial dari emisi (risiko dan peluang) baik dalam pengambilan keputusan strategis maupun
operasional.
Penetapan harga karbon internal BRI dipandu oleh skenario yang disediakan oleh Network for
Greening the Financial System (NGFS). Skenario ini menetapkan rentang harga karbon, mulai dari
Rp1.406.023 hingga Rp170.127.545 per ton CO₂e (setara USD berdasarkan kurs Rp16.865,91 per
USD).
Harga karbon internal diterapkan di berbagai fungsi. Mekanisme ini memberikan informasi
untuk evaluasi proyek dan investasi, memastikan risiko karbon jangka panjang diperhitungkan
dalam tinjauan business case. ICP juga mendorong efisiensi operasional dan energi dengan
mengidentifikasi aktivitas yang intensif emisi. Pada tingkat strategis, ICP membimbing pengambilan
keputusan rendah karbon, mendukung perencanaan transisi, dan menyelaraskan praktik internal
dengan regulasi dan ekspektasi terkait iklim yang berkembang.
Aplikasi utama ICP BRI terdapat dalam kerangka Climate Risk Stress Testing (CRST). Sebagai
lembaga keuangan, BRI menyadari bahwa eksposur paling signifikan terhadap risiko transisi
terkait iklim muncul dari bisnis yang dibiayainya. Dengan mengintegrasikan harga karbon ke dalam
penilaian CRST, BRI dapat mengevaluasi bagaimana perubahan kebijakan dapat mempengaruhi
kinerja keuangan dan kelayakan kredit debitur, memungkinkan BRI menilai risiko transisi pada
portofolio pinjaman dan memberikan masukan untuk pengambilan keputusan strategis.
Melalui pendekatan ini, BRI memastikan bahwa risiko dan peluang terkait karbon secara sistematis
tertanam dalam efisiensi operasional, evaluasi proyek, perencanaan strategis, dan pengambilan
keputusan kredit, sekaligus memperkuat komitmen terhadap praktik perbankan berkelanjutan.
Carbon Credits [GRI 102-10]
BRI memandang pengimbangan karbon sebagai instrumen pendukung dalam strategi menuju Emisi
Nol Bersih, yang digunakan secara hati-hati dan tidak menggantikan upaya utama pengurangan
emisi dari aktivitas operasional maupun portofolio pembiayaan. Dalam kerangka ini, pengimbangan
karbon diposisikan sebagai bagian dari kontribusi di luar rantai nilai utama dan sebagai mekanisme
terbatas untuk menangani emisi residual pada fase pencapaian target, dengan pencatatan dan
pengungkapan yang transparan serta tanpa digunakan sebagai dasar klaim net-zero sebelum
tahun target.
Dalam pelaksanaannya, BRI mengacu pada ketentuan regulator dan standar internasional dalam
memilih proyek dan kredit karbon, termasuk partisipasi pada pasar karbon nasional, dengan
memastikan kualitas, integritas, dan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Pendekatan ini
menegaskan komitmen BRI untuk menjaga kredibilitas pencapaian target Emisi Nol Bersih sekaligus
berkontribusi pada transisi menuju ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan dan inklusif. Pada
tahun 2025 BRI tidak melakukan pembelian dan pembatalan kredit karbon.
Page 73
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 73
Metrik dan Target
Sustainable Portfolio
Dalam rangka mewujudkan strategi akselerasi transformasi portofolio menuju pembiayaan rendah karbon, Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
BRI terus memperluas portofolio hijau melalui aktivitas pembiayaan berkelanjutan yang mencakup green Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) merupakan pembiayaan yang diberikan
lending serta investasi pada instrumen obligasi berkelanjutan. kepada sektor atau aktivitas usaha yang memberikan kontribusi positif terhadap perlindungan
lingkungan serta mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pembiayaan ini
Responsible Asset Under Management mencakup berbagai sektor prioritas seperti energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan
Responsible Asset Under Management (Responsible AUM) mencerminkan total aset yang dikelola BRI sumber daya alam berkelanjutan, serta sektor lain yang mendukung transisi menuju ekonomi
dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan dalam proses pembiayaan maupun investasi. Portofolio rendah karbon. Pada periode pelaporan, total pembiayaan berkelanjutan BRI mencapai
ini mencakup pembiayaan pada kegiatan usaha yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta investasi Rp811,9 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp800 triliun dan selaras dengan
pada instrumen yang selaras dengan prinsip ESG. Pengukuran Responsible AUM dilakukan sebagai bagian target kinerja yang ditetapkan dalam KPI Kolegial. Dari total tersebut, Rp93,2 triliun
dari upaya BRI untuk memantau kontribusi portofolio terhadap transisi menuju ekonomi rendah karbon. merupakan pembiayaan hijau yang disalurkan pada berbagai kegiatan usaha yang
Pada periode pelaporan, Responsible Asset Under Management BRI mencapai Rp 98,46 triliun, yang terdiri mendukung keberlanjutan lingkungan. Capaian tersebut juga mencakup implementasi
atas pembiayaan pada Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) serta investasi pada instrumen Sustainability-Linked Loans (SLL) BRI pada tahun 2025, yang diberikan kepada debitur pada
Sustainable Investment. sektor efisiensi energi serta bangunan berwawasan lingkungan, dengan mekanisme
pembiayaan yang dikaitkan dengan pencapaian target kinerja keberlanjutan.
Responsible Asset Under Management
Rp98,46 Triliun
Sustainable Finance Activities
Sustainable Investment
Rp 785,22 Triliun
7,27% dari total kredit dan64,58%
investasi obligasi korporasi BRI Selain melalui pembiayaan, BRI juga mendukung pengembangan portofolio berkelanjutan
dari total kredit BRI melalui aktivitas investasi pada instrumen yang selaras dengan prinsip ESG, termasuk
investasi pada obligasi berkelanjutan seperti green bonds, social bonds, maupun
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
Sektor Hijau (Green Loan)
Sustainable Investment sustainability bonds. Pada periode pelaporan, nilai Sustainable Investment BRI tercatat
Sektor Sosial (Social Loan)
Rp 93,20
Rp 86,56 Triliun Triliun Rp 5,26 Triliun
UMKM sebesar Rp5,26 triliun, yang merupakan bagian dari upaya Bank dalam mendukung
7,12%
Rp 698,66 Triliun pembiayaan proyek-proyek yang memberikan manfaat lingkungan dan sosial.
6,94%
dari total dari total kredit BRI
kredit BRI 45,01% dari total investasi obligasi korporasi BRI
Transportasi
Transportasi
Energi Terbarukan
Energi Terbarukan Eco-efficient
Ramah Lingkungan
Ramah Lingkungan Eco-efficient Products
Products Efisiensi Energi Green Bond Social Bond
Rp
Rp 6,85 Triliun
6,34 Triliun Rp3,38
Rp 3,61 Triliun
Triliun 5,64Triliun
Rp 8,07 Triliun Rp 8,07 Triliun Rp 0,51 Triliun Rp 0,99 Triliun
Pengelolaan
Pengelolaan Sumber
Sumber Daya Daya
Alam Alam
Hayati & Hayati & Bangunan Bangunan Sustainability Bond Obligasi Lainnya
Penggunaan Lahan Berkelanjutan
Penggunaan Lahan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan
Berwawasan Lingkungan
RpTriliun
Rp 6,34 61,64 Triliun Rp 0,29 Triliun Rp 0,71 Triliun Rp 1,11 Triliun Rp 2,65 Triliun
Kegiatan Usaha
Kegiatan Berwawasan
Usaha BerwawasanLingkungan Lainnya Pencegahan & Pengendalian Polusi
Pencegahan & Pengendalian Polusi
Lingkungan Lainnya
Rp 11,96 Triliun
Rp 3,06 Triliun Rp 0,51 Triliun
Rp 0,50 Triliun
Page 74
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 74
Metrik dan Target
Sustainable - Related Funding Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Green Bond Tahap II Tahun 2023 senilai Rp6 triliun dan
Dalam memperkuat penerapan prinsip ESG dari sisi pendanaan, BRI juga secara aktif mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,63 kali. Penerbitan ini terbagi
mengembangkan sustainablerelated funding melalui penerbitan instrumen pendanaan berbasis menjadi tiga seri yaitu Seri A (370 hari) dengan kupon 6,10%, Seri B (2 tahun) dengan kupon 6,35%
keberlanjutan. Pendanaan ini dilakukan melalui berbagai instrumen seperti green bonds, dan Seri C (3 tahun) dengan kupon 6,30%. Pada tahun 2024, BRI menerbitkan Green Bond Tahap
sustainability bonds, maupun fasilitas pinjaman yang dikaitkan dengan tujuan keberlanjutan. Melalui III Tahun 2024 senilai Rp2,5 Triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed)
penerbitan instrumen tersebut, BRI tidak hanya memperluas sumber pendanaan yang mendukung sebesar 1,64 kali. Penerbitan ini terbagi menjadi tiga seri yaitu Seri A (370) hari dengan kupon 6,15
kegiatan pembiayaan berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan pasar %, Seri B (2 tahun) dengan kupon 6,25% dan Seri C (3 tahun) dengan kupon 6,25%
keuangan berkelanjutan. Pada periode pelaporan, total Sustainable-Related Funding yang berhasil
dihimpun BRI mencapai Rp34,79 triliun, yang berasal dari berbagai instrumen obligasi dan pinjaman
Obligasi Hijau Pencatatan Jatuh Tempo Nilai Kupon
berbasis ESG.
Sustainable - Related Funding Tahap I Seri A* 21 Juli 2022 30 Juli 2023 Rp2,50 Triliun 3,70%
Rp 34,79 Triliun Tahap I Seri B* 21 Juli 2022 20 Juli 2025 Rp2,00 Triliun 5,75%
76,25% dari total wholesale funding
Tahap I Seri C 21 Juli 2022 20 Juli 2027 Rp0,50 Triliun 6,45%
Tahap II Seri A* 13 Oktober 2023 22 Oktober 2024 Rp1,35 Triliun 6,10%
Obligasi Berwawasan Lingkungan Obligasi Berwawasan Sosial Surat Berharga Berbasis Inklusif Tahap II Seri B* 13 Oktober 2023 12 Oktober 2025 Rp4,15 Triliun 6,35%
Rp 2,26 Triliun Rp 5 Triliun Rp 0,50 Triliun Tahap II Seri C 13 Oktober 2023 12 Oktober 2026 Rp0,50 Triliun 6,30%
6,50% dari ESG-based wholesale funding 14,37% dari ESG-based wholesale funding 1,44% dari ESG-based wholesale funding Tahap III Seri A* 20 Maret 2024 30 Maret 2025 Rp1,23 Triliun 6,15%
Tahap III Seri B 20 Maret 2024 20 Maret 2026 Rp0,88 Triliun 6,25%
Repo Berbasis ESG Sustainability-Linked Loan Social Loan
Tahap III Seri C 20 Maret 2024 20 Maret 2027 Rp0,38 Triliun 6,25%
Rp 5,35 Triliun Rp 8,34 Triliun Rp 13,34 Triliun
*) telah jatuh tempo
15,37% dari ESG-based wholesale funding 23,97% dari ESG-based wholesale funding 38,35% dari ESG-based wholesale funding
Pinjaman Terkait Keberlanjutan (Sustainability-linked Loan)
Pada 30 Agustus 2022, BRI berhasil mendapatkan pinjaman sindikasi dalam bentuk SLL dari bank-
bank domestik dan internasional dengan total USD 1.000.000.000 yang difasilitasi oleh Facility
Agent PT Bank HSBC Indonesia dan dikoordinasikan oleh UOB. Penarikan atas pinjaman tersebut
Green Bond BRI dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali, yakni sebagai berikut:
BRI telah menerbitkan obligasi hijau (green bond) sesuai ketentuan POJK No. 60/POJK.04/2017 1. Fasilitas A sebesar USD 200.000.000 dari 10 (sepuluh) bank dengan dengan suku bunga
tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) Compound SOFR dan waktu pinjaman selama 12 (dua belas) bulan sejak 15 September 2022
serta Green Bond Framework BRI. Penggunaan dana (use of proceeds) dialokasikan minimal 70% dan telah jatuh tempo pada tanggal 15 September 2023.
untuk pembiayaan Kegiatan Umum Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan maksimal 30% untuk 2. Fasilitas B sebesar USD 300.000.000 dari 9 (sembilan) bank dengan suku bunga Compound
pembiayaan kegiatan umum lainnya, seperti sektor mikro, kesehatan dan sosial. SOFR dan waktu pinjaman selama 36 (tiga puluh enam) bulan sejak 15 September 2022 dan
telah jatuh tempo pada 15 September 2025.
BRI juga melakukan seleksi dan evaluasi terhadap portofolio dan penyaluran pembiayaan yang 3. Fasilitas C sebesar USD 500.000.000 dari 11 (sebelas) bank dengan suku bunga Compound
memenuhi syarat yang ditetapkan. BRI menerbitkan Green Bond Tahap I Tahun 2022 dengan nilai SOFR dan waktu pinjaman selama 48 (empat puluh delapan) bulan sejak 15 September 2022
sebesar Rp5 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 4,4 kali. dan akan jatuh tempo pada 15 September 2026.
Page 75
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 75
Metrik dan Target
Surat Berharga Berbasis Inklusi (Inclusivity-based Securities)
BRI menghimpun dana berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam bentuk surat berharga
berbasis inklusi (Inclusivity-based Securities) yang penggunaan dananya dialokasikan untuk
pembiayaan UMKM, korporasi UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Obligasi Subordinasi IV BRI 2023
BRI telah menerbitkan Obligasi Subordinasi IV pada bulan Juli 2023. Selain sebagai kewajiban
pemenuhan modal pelengkap, penerbitan ini juga merupakan langkah BRI untuk mewujudkan visi
menjadi Champion of Financial Inclusion. Seluruh proceeds dari penerbitan surat berharga ini
dialokasikan seluruhnya untuk pembiayaan inklusif mengacu pada Peraturan Bank Indonesia No.
23/13/PBI/2021 2021.
BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV dengan nilai penerbitan sebesar Rp500 Miliar dan
mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,77 kali. Obligasi Subordinasi IV BRI
memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 6,45%.
Tanggal Kupon BRI
Obligasi Subordinasi IV Jatuh Tempo Nilai
Pencatatan 2023
Seri A 6 Juli 2023 6 Juli 2028 Rp500 Miliar 6,45%
Pinjaman Berbasis Sosial (Social Loan)
Pada 27 Juni 2024, BRI berhasil mendapatkan Pinjaman berbasis Social (Social Loan) dengan total
fasilitas sebesar USD 800 juta. Pinjaman berbasis sosial tersebut digunakan untuk pembiayaan
atau pembiayaan kembali, sebagian atau seluruhnya terhadap Proyek Sosial sesuai dengan
framework yang telah ditetapkan.
Social Bond 2025
BRI menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan social bond. Pada 2025, BRI menerbitkan
Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I-2025 senilai Rp 5 triliun. Obligasi tersebut
merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan I dengan target penghimpunan
dana sebesar Rp 20 triliun. Penerbitan ini mencatatkan oversubscription hingga Rp 6,57 triliun atau
1,31 kali lipat dari target awal.
Page 76
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 76
Metrik dan Target
Inisiatif Hijau BRI Zero Waste to Landfill [F.5] [F.13] [F.14] [F.15] [GRI 3-3] [GRI 306-1] [GRI 306-2]
Program Zero-Waste to Landfill merupakan bagian manajemen pengelolaan dan pemantauan
Selain melakukan kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, terdapat beberapa inisiatif hijau sampah yang mencakup rangkaian kegiatan mulai dari pemilahan, pembuangan, pengumpulan,
yang dilakukan bersama pemangku kepentingan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. pengangkutan, hingga pengolahan. Program ini dirancang untuk diterapkan di seluruh lingkungan
Inisiatif yang dilakukan di antaranya penghematan energi dan air, penghindaran emisi dari kerja BRI untuk menghasilkan penghindaran emisi.
penggunaan produk dan layanan perbankan, pengelolaan aset, pengelolaan sampah, praktik Program ini merupakan model pengelolaan sampah perkantoran yang efektif untuk mengurangi
konsumsi berkelanjutan, serta penghijauan. Inisiatif-inisiatif tersebut mendapatkan apresiasi dan timbulan dan penumpukan sampah di lingkungan kantor. Sampah yang dihasilkan akan digunakan
penghargaan dari pemangku kepentingan. Pada tahun 2024 BRI tidak menerima pengaduan terkait
kembali atau didaur ulang sehingga tidak ada sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir
pengelolaan lingkungan hidup.[F.16]
(TPA) dan mencemari lingkungan. [B.3]
Program Penghijauan Lingkungan [F.12] Pada tahun 2025, jumlah limbah yang didaur ulang sebanyak 740,011 kg dan berpotensi
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, menghindarkan emisi sebesar 746.404 kgCO2e. Selain itu BRI mendorong berbagai upaya
BRI menginisiasi berbagai program penghijauan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Program pengurangan timbulan limbah, termasuk kewajiban bagi pekerjanya untuk setidaknya sekali
penghijauan BRI dijalankan melalui dua inisiatif utama, yaitu Grow & Green dan BRI Menanam. seminggu menggunakan alat makan dan minum pribadi untuk mengurangi jumlah limbah plastik
Program Grow & Green merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang dihasilkan dari kemasan atau wadah makanan dan minuman. Sepanjang periode pelaporan
(TJSL) BRI pada pilar lingkungan yang berfokus pada upaya pemulihan dan pelestarian ekosistem tidak terdapat sampah khusus atau B3 yang dihasilkan dan tidak terjadi ceceran atau tumpahan
daratan maupun pesisir. Salah satu kegiatan utamanya adalah restorasi mangrove yang hingga limbah. [F.15] [F.12] [B.3]
tahun 2025 telah mencapai penanaman sebanyak 65.300 pohon, dengan potensi pengurangan
emisi karbon sekitar 43,43 tonCO₂e per tahun.
Sementara itu, program BRI Menanam melibatkan berbagai pemangku kepentingan, khususnya
nasabah mikro seperti penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), nasabah Mekaar, serta komunitas
Desa BRILiaN, untuk menanam dan memelihara bibit tanaman yang disalurkan oleh BRI. Jenis
tanaman yang diberikan merupakan tanaman yang memiliki kemampuan menyerap karbon
sekaligus bernilai ekonomis, seperti alpukat, durian, dan mangga. Hingga tahun 2025, program ini
telah menyalurkan 996.627 bibit pohon kepada nasabah mikro dan masyarakat Desa BRILiaN,
dengan estimasi potensi penyerapan karbon sebesar 3.384,10 tonCO₂e.
Melalui inisiatif ini, BRI tidak hanya berkontribusi terhadap upaya mitigasi dan adaptasi perubahan
iklim melalui peningkatan penyerapan karbon, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan
masyarakat melalui pemanfaatan tanaman produktif yang bernilai ekonomi. Program ini dikelola
melalui sinergi antara fungsi tanggung jawab sosial perusahaan dan pengembangan pembiayaan
usaha mikro sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Menanam Menyerap
1.061.927 3.427,53
pohon TonCO2e emisi
Setara 1.459.953 liter BBM
Setara 725 kendaraan setahun
Setara 648 rumah yang menggunakan listrik selama setahun
Page 77
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 77
Metrik dan Target
Penghindaran Emisi dari Produk dan Layanan [OJK F.12][GRI 302-5] Penggunaan Energi [F.6] [F.7] [GRI 302-1] [GRI 302-2] [GRI 302-3] [GRI 302-4]
BRI terus berupaya melakukan transformasi, terutama dalam menyediakan produk dan layanan Tidak terdapat peraturan yang secara spesifik mengatur penggunaan energi untuk bank komersial,
perbankan. Melalui digitalisasi produk dan layanan, BRI pun turut memaksimalkan penggunaan namun BRI mengambil berbagai langkah untuk mengurangi jumlah energi yang digunakan oleh
platform digital untuk mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari perjalanan, pengangkutan, dan dalam proses bisnisnya. Pengurangan ini dilakukan dengan tujuan efisiensi, kontribusi pada
kegiatan lain yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi perbankan di unit kerja BRI. Melalui lingkungan, serta mengurangi jumlah emisi Scope 1 & Scope 2 yang dihasilkan semaksimal mungkin.
digitalisasi, BRI memiliki potensi penghindaran emisi gas rumah kaca sekaligus melibatkan nasabah. [GRI 3-3]
BRI melakukan penghitungan energi di Kantor Pusat dan menetapkan 2022 sebagai tahun
Mengacu pada metode ISO 14064 Greenhouse Gases, BRI dapat memperkirakan jumlah emisi gas dasar rencana pengurangan penggunaan energi. Beberapa langkah yang telah dilakukan di
rumah kaca yang dapat dihindari sebagai berikut: antaranya efisiensi penggunaan listrik, budaya kerja hemat energi, penggunaan teknologi seperti
lampu LED dan pengaturan penggunaan lift kantor, pengurangan BBM dengan pembatasan usia
kendaraan dan pemeliharaan rutin, serta penggantian kendaraan operasional menjadi kendaraan
Frekuensi Penghindaran Penghindaran Emisi
Jenis Layanan listrik.
(dalam ribuan) Energi (MJ) (kgCO2e)
BRImo 5.619.905 13.600.826 939.001
Total energi yang dikonsumsi sepanjang tahun 2025 adalah 2.622.589.522 MJ yang didapatkan
Merchant BRI 651.376 1.713.620 118.308 dari penggunaan listrik dan konsumsi bahan bakar kendaraan. Energi ini seluruh digunakan sendiri
Qlola 16.715 43.973 3.036 untuk kebutuhan operasional kantor. Listrik yang digunakan sepenuhnya berasal dari PT PLN
BRILink 1.186.209 3.120.642 215.449 (Persero) sementara operasional kendaraan menggunakan bahan bakar minyak dan listrik.
Pengambilan data dilakukan melalui pengiriman kuesioner digital kepada nasabah untuk mendapatkan informasi mengenai Mengingat PT PLN (Persero) belum dapat menyajikan informasi mengenai bauran energi untuk
demografi nasabah, jarak rata-rata ke ATM atau Unit Kerja BRI, jenis kendaraan yang digunakan, efisiensi BBM kendaraan yang
menghasilkan listrik sampai ke masing-masing pengguna, maka laporan ini tidak dapat menyajikan
paling umum, dan penggunaan ponsel pintar untuk melakukan transaksi sehari-hari.
informasi terkonsolidasi mengenai konsumsi energi dari sumber energi terbarukan maupun tidak
Implementasi BRI Green Network[F.12] terbarukan. [GRI 302-1]
BRI terus memperkuat komitmennya dalam mengurangi emisi operasional melalui pengembangan
inisiatif terpadu yang dikenal sebagai BRI Green Network. Inisiatif ini mencerminkan upaya Bank Uraian Satuan 2023 2024 2025
dalam menurunkan emisi Scope 1 dan Scope 2 secara sistematis melalui pemanfaatan teknologi
Konsumsi bahan bakar total [GRI
rendah karbon, peningkatan efisiensi energi, serta penerapan infrastruktur berkelanjutan di seluruh 302-1]
Liter 42.927.942 42.521.434 37.968.046
jaringan operasional BRI di Indonesia.
Konsumsi listrik kWh 403.192.231 383.878.408 365.472.236
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, BRI secara bertahap melakukan transisi pada armada Konsumsi energi total dalam
MJ 2.919.627.648 2.848.795.079 2.622.589.522
operasional menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Hingga tahun 2025, BRI telah organisasi
mengoperasikan 926 kendaraan ramah lingkungan yang terdiri dari mobil hybrid, mobil listrik, dan MJ (YoY) 155.330.032 70.832.569 226.205.557
Penghematan Energi
motor listrik. Pemanfaatan kendaraan ini berkontribusi pada pengurangan konsumsi bahan bakar % (YoY) 5,05 2,43 7,94
serta menurunkan emisi langsung yang dihasilkan dari aktivitas operasional Bank. Di sisi lain, BRI Intensitas energi menurut jumlah MJ/kantor/
376.483 376.426 355.509
juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan perkantoran. Hingga akhir 2025, BRI kantor tahun
telah melakukan pemasangan panel surya di 152 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah Intensitas energi menurut jumlah MJ/kantor/
24.271 23.620 20.880
Indonesia. Inisiatif ini mendukung peningkatan porsi energi bersih dalam konsumsi listrik operasional pekerja tahun
Bank sekaligus mendorong efisiensi penggunaan energi di jaringan kantor BRI.
Penghitungan energi dan faktor konversi yang dalam penghitungan ini menggunakan metodologi
Selain itu, BRI turut mengembangkan infrastruktur perkantoran yang berkelanjutan melalui IPCC (1998) yang telah diadopsi Pemerintah Indonesia melalui panduan Inventarisasi Emisi GRK
penerapan standar bangunan hijau. Saat ini, dua gedung perkantoran milik BRI telah memperoleh Bidang Energi yang diterbitkan Kementerian ESDM (2020). BRI telah mulai melakukan pencatatan
sertifikasi bangunan hijau dari Green Building Council Indonesia (GBCI) dengan predikat Gold penggunaan energi di setiap divisi untuk meningkatkan transparansi dan akurasi pencatatan energi
(Menara BRiIlian Jakarta dan Menara BRIlian Medan), yang mencerminkan komitmen Bank dalam perusahaan. Selain itu BRI memiliki beberapa inisiatif perubahan perilaku dan operasional seperti
menerapkan prinsip efisiensi energi, pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mengendalikan efisiensi dan intensitas energi. Langkah ini
desain bangunan yang ramah lingkungan. Melalui BRI Green Network, BRI terus memperkuat terbukti menurunkan konsumsi energi total dalam organisasi sebesar 226.205.557 MJ atau 7,94%
praktik operasional yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi dalam mendukung transisi menuju pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, yang juga berdampak pada penurunan intensitas
ekonomi rendah karbon di Indonesia. emisi energi sebesar 20.917 MJ/kantor/tahun dan 2.740 MJ/pekerja/tahun. [GRI 302-4][GRI 302-5]
Page 78
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 78
Metrik dan Target
Penggunaan Air [F.8] Meminimalkan Sampah Elektronik [F.12] [GRI 306-2]
BRI tidak melakukan pencatatan limbah cair dalam proses bisnisnya, sebab BRI tidak memiliki Dalam rangka memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan melalui minimalisasi
kegiatan yang menghasilkan limbah cair secara signifikan dan bukan merupakan kegiatan bisnis limbah elektronik, BRI memanfaatkan teknologi penghapusan data secara digital untuk proses
utama. Pada tahun 2025, BRI melakukan pengukuran penggunaan air di Kantor Pusat dan penghapusbukuan aset teknologi informasi. Teknologi ini membantu BRI dalam penghapusbukuan
mendapatkan intensitas pemakaian air per pekerja (termasuk pekerja alih daya) sebesar 16,27 m3, perangkat teknologi informasi yang memuat media fisik penyimpanan data, seperti komputer,
jumlah ini meningkat sebesar 4,27% dibandingkan tahun 2024 yaitu sebesar 16,25 m3. laptop, server, anjungan tunai mandiri (ATM), dan perangkat serupa lainnya. Data di dalam perangkat
tersebut dihapus secara digital dan aman untuk mencegah kebocoran data, sehingga perangkat
Kampanye Nirkertas (Paperless Campaign) [F.5] [GRI 306-2] seperti dalam kondisi baru dan terdapat potensi untuk penggunaan kembali oleh pihak ketiga,
Digitalisasi yang dilakukan BRI menciptakan efisiensi baik waktu, biaya, termasuk kertas serta contohnya melalui proses lelang atau bantuan sosial.
nasabah dimudahkan dalam akses perbankan di mana saja dan kapan saja. Berikut adalah beberapa
aplikasi nirkertas (paperless) yang diterapkan BRI: Jenis dan Jumlah Sampah Elektronik
1. E-Tax: Aplikasi pelaporan pajak bagi nasabah pelaku usaha, menjadikan BRI sebagai institusi PC 2.396
perbankan pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi sejenis;
2. E-Form: Aplikasi pengganti metode pelayanan berbasis kertas bagi pekerja garis depan di Unit Total Sampah Elektronik Total Emisi Dihindari
Kerja BRI; Server 1.105
3. E-Statement: Aplikasi yang memberi informasi pada nasabah melalui alamat surel yang telah
terdaftar; 8 511
4. New Account Sweep: Membantu nasabah menghubungkan produk pinjaman dan giro tanpa ATM 274 Ton
Ton CO2 Emisi
harus memiliki dua rekening terpisah;
5. Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tanpa bukti cetak: Mengurangi penggunaan kertas dalam
Laptop 175
transaksi perbankan;
6. BRISPOT: Aplikasi berbasis Android dan terkoneksi melalui internet untuk memfasilitasi putusan
pinjaman mikro secara cepat dan nirkertas;
7. BRILiaN Apps: Aplikasi internal BRI yang mencakup fitur e-office sebagai sarana surat menyurat
secara daring dan menu kepegawaian lainnya;
8. BRISMART: Aplikasi sistem manajemen pembelajaran daring untuk keperluan internal BRI;
9. BRIOPRA (BRI Digital Operation Risk Management Information System): Aplikasi untuk
mengidentifikasi dan mengelola risiko, mencakup modul Risk and Control Self Assessment
(RCSA), Indikator Risiko Utama (IRU)/Key Risk Indicator (KRI), Manajemen Insiden (MI), Forum
MR, dan Maturitas;
10. BRISIM (BRI Digital Management Information System): Aplikasi penyajian data dan informasi
kinerja BRI berbasis web yang dapat diakses melalui perangkat mobile. BRISIM membantu
pekerja memantau kinerja mereka dimanapun dan kapanpun, termasuk pada saat berada di luar
kantor;
11. BRIMEN (BRI Document Management System): Konsep penyimpanan dokumen kredit secara
elektronik dengan dokumen fisik disimpan dalam satu tempat yang tersentralisasi,
terstandarisasi, dan terintegrasi dengan sistem tersebut; dan
12. BRImo: Aplikasi mobile banking (super app) yang memudahkan nasabah dalam mengakses
produk dan layanan perbankan kapanpun dan di mana pun.
Melalui upaya-upaya ini, BRI berhasil mengurangi konsumsi kertas dalam kegiatan operasional
perusahaan. Berdasarkan data laporan keuangan tahun 2025, tercatat penurunan penggunaan
kertas per pekerja sebesar 16,38%.
Page 79
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 79
Related Disclosure
Sustainability
Keuangan Inklusif 80 Privasi dan Keamanan Data 112 Bisnis yang Beretika 126
Page 80
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 80
Keuangan Inklusif
Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS
Tata Kelola Strategi Manajemen Risiko Metrik dan Target
Komitmen BRI terhadap Inklusi Keuangan, Literasi Identifikasi Risiko dan Peluang Manajemen Risiko Keuangan Inklusif Metrik untuk Keuangan Inklusif
Keuangan, dan Pelindungan Finansial Nasabah
Strategi untuk Mengatasi Risiko dan Perbankan Inklusif dengan Fokus pada Dampak Sosial Pinjaman Mikro
Agenda Global dan Nasional yang Mendukung Memanfaatkan Peluang Kapabilitas dan Pelindungan
Komitmen BRI Pendapatan Terkait SDGs
Inklusi Keuangan sebagai Respons Pelindungan Finansial Nasabah
Struktur Tata Kelola untuk Pembiayaan Inklusif dan Strategis
Keunggulan Layanan Nasabah
Pengembangan Produk dan Layanan
Pengawasan Tingkat Manajemen Eksekutif dan Komite Berorientasi Nasabah
Kebijakan dan Regulasi Internal Literasi Keuangan
Page 81
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 81
Tata Kelola
Materiality Assessment BRI mengidentifikasi Inclusive Finance sebagai topik material prioritas, • menyediakan solusi pembiayaan mikro dan inklusif yang mendukung aktivitas ekonomi
yang mencerminkan peran strategis Bank dalam memperluas akses terhadap layanan keuangan produktif, pertumbuhan bisnis, dan peningkatan pendapatan bagi rumah tangga berpendapatan
serta mendorong partisipasi ekonomi yang inklusif di berbagai segmen nasabah. Selain itu, rendah, kelompok yang kurang beruntung, serta usaha mikro, kecil, dan menengah; dan
Consumer Financial Protection juga merupakan salah satu topik keberlanjutan yang menegaskan • berkolaborasi dengan pemangku kepentingan eksternal, termasuk lembaga pemerintah,
pentingnya memastikan bahwa layanan keuangan disampaikan secara bertanggung jawab dengan perusahaan milik negara, organisasi masyarakat, dan mitra ekosistem, untuk memperluas
tetap melindungi hak dan kepentingan nasabah. jangkauan, memperkuat distribusi, dan mendukung pengembangan ekosistem keuangan
inklusif.
Meskipun dinilai sebagai dua topik material dengan skala dampak yang berbeda, BRI menyajikan
Inclusive Finance dan Consumer Financial Protection dalam satu bab yang sama karena keduanya Komitmen terhadap Literasi Keuangan dan Pelindungan Finansial Nasabah
memiliki keterkaitan yang kuat dalam implementasinya. Perluasan akses terhadap layanan keuangan Memperkuat kapabilitas nasabah sekaligus memastikan perlakuan yang adil, transparansi, dan
perlu disertai dengan praktik yang bertanggung jawab, tingkat pemahaman nasabah yang memadai, praktik keuangan yang bertanggung jawab
serta mekanisme perlindungan yang tepat agar layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara
efektif dan berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, bab ini menguraikan pendekatan pengelolaan BRI menyadari bahwa inklusi keuangan harus didukung oleh pemahaman dan kemampuan nasabah
BRI dalam dua area utama, yaitu: yang memadai, serta pelindungan nasabah yang kuat, untuk memastikan penggunaan layanan
• Inclusive Finance, yang berfokus pada perluasan akses layanan keuangan dan peningkatan keuangan yang bertanggung jawab dan efektif. Dalam konteks ini, BRI berkomitmen untuk
ketersediaan produk keuangan bagi berbagai segmen masyarakat, khususnya kelompok yang memperkuat literasi keuangan sebagai pendorong inklusi berkelanjutan sekaligus mengintegrasikan
belum terlayani secara optimal; serta prinsip pelindungan finansial nasabah di seluruh penawaran produk, praktik penjualan, dan
• Consumer Financial Protection, yang berfokus pada perlindungan hak nasabah, penerapan penyampaian layanan. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan bahwa perluasan akses terhadap
prinsip transparansi dan perlakuan yang adil, serta penguatan kapabilitas nasabah melalui layanan keuangan diiringi dengan perilaku keuangan yang bertanggung jawab serta pelindungan
literasi keuangan. yang memadai untuk mencegah risiko seperti utang berlebihan pada nasabah (over-indebtedness),
penyimpangan keuangan, dan penyalahgunaan produk keuangan. Sebagai bagian dari komitmen
Kedua pendekatan ini diimplementasikan melalui kerangka terintegrasi BRI yang mencakup tiga tersebut, BRI juga memastikan bahwa produk dan layanan keuangan dirancang, ditawarkan, dan
pilar utama, yaitu Financial Inclusion, Financial Literacy, dan Consumer Financial Protection yang disampaikan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kebutuhan, kapasitas
secara bersama-sama mendukung intermediasi keuangan yang bertanggung jawab, partisipasi keuangan, serta tingkat pemahaman nasabah, sehingga dapat mendukung kesejahteraan finansial
ekonomi yang inklusif, serta penciptaan nilai jangka panjang. nasabah dalam jangka panjang.
Komitmen BRI terhadap Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, dan Komitmen ini mencakup seluruh segmen nasabah dengan kebutuhan keuangan, kapabilitas, tahap
Perlindungan Finansial Nasabah [SEOJK F.17] kehidupan, serta tingkat kematangan usaha yang beragam, termasuk pelaku usaha mikro,
perempuan, generasi muda, masyarakat berpenghasilan rendah, dan nasabah di wilayah yang
Komitmen terhadap Inklusi Keuangan kurang terlayani. BRI juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok unbanked, underbanked,
Memperluas akses yang adil terhadap layanan keuangan dan solusi pembiayaan inklusif dan underserved untuk memastikan bahwa perluasan akses terhadap layanan keuangan selalu
disertai dengan transparansi, keadilan, serta praktik yang bertanggung jawab di sepanjang siklus
BRI berkomitmen untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan dan solusi pembiayaan bagi hubungan dengan nasabah. Komitmen ini diwujudkan melalui:
kelompok yang kurang terlayani dan kelompok sasaran, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil, • program edukasi keuangan dan penguatan kapasitas yang terarah, termasuk dukungan non-
rumah tangga berpendapatan rendah, komunitas pedesaan, perempuan, pemuda, populasi lanjut finansial seperti pendampingan usaha, perencanaan keuangan, dan literasi digital, yang
usia, pekerja migran, dan kelompok lain yang kurang beruntung. Komitmen ini diwujudkan melalui: dirancang bagi individu dari kelompok rentan dan berpenghasilan rendah serta pelaku UMKM,
• pengembangan dan perluasan produk dan layanan keuangan yang disesuaikan dengan guna mendukung pengambilan keputusan keuangan yang lebih terinformasi dan selaras dengan
kelompok yang kurang terlayani dan kelompok sasaran, didasarkan pada riset pasar dan umpan kebutuhan nasabah serta aktivitas ekonominya;
balik nasabah untuk memastikan relevansi, keterjangkauan, dan aksesibilitas; • kemitraan dengan organisasi pendidikan keuangan, lembaga pendidikan, dan organisasi
• penyesuaian saluran distribusi dan titik akses dengan kebutuhan nasabah yang beragam dan berbasis komunitas, untuk menyelenggarakan inisiatif literasi keuangan yang terstruktur, mudah
kondisi geografis, termasuk jaringan cabang fisik, model tanpa cabang dan berbasis agen, diakses, dan ditargetkan dengan jangkauan dan dampak yang dapat diukur;
serta platform perbankan digital; • pelatihan dan pengembangan kapasitas pekerja yang berinteraksi langsung dengan nasabah,
Page 82
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 82
Tata Kelola
membekali staf lini depan dan manajer hubungan nasabah dengan pengetahuan dan Dalam konteks ini, BRI memandang keuangan inklusif dan keunggulan layanan nasabah bukan
keterampilan yang diperlukan untuk mendukung keterlibatan nasabah yang bertanggung jawab sebagai tujuan terpisah, melainkan sebagai pendekatan terintegrasi yang menggabungkan akses
dan memberikan bimbingan keuangan yang sesuai di seluruh segmen nasabah; yang diperluas, kemampuan keuangan yang diperkuat, dan pelindungan nasabah yang bertanggung
• praktik pemasaran dan penjualan yang adil dan bertanggung jawab, memastikan informasi jawab. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini ke dalam aktivitas perbankan inti, BRI berupaya
produk dan komunikasi nasabah transparan, akurat, dan sesuai dengan profil dan kemampuan mendukung partisipasi ekonomi yang bermakna dan berkontribusi pada hasil pembangunan
nasabah; berkelanjutan di seluruh segmen nasabah dan komunitas. Keselarasan global ini juga memengaruhi
• praktik pinjaman yang bertanggung jawab dan etis, mencakup penilaian keterjangkauan dan cara BRI merancang tata kelola, kebijakan, dan mekanisme pengawasan untuk mewujudkan
kesesuaian, opsi modifikasi pinjaman yang bertanggung jawab, dan pendekatan penagihan komitmennya secara konsisten dan akuntabel.
utang yang etis yang menghormati martabat nasabah dan mematuhi peraturan yang berlaku;
• mekanisme penanganan keluhan yang mudah diakses dan efektif, memungkinkan nasabah Agenda Pembangunan Nasional
untuk menyampaikan keluhan dan mendapatkan penyelesaian secara tepat waktu dan Pada tingkat nasional, komitmen BRI didasarkan pada agenda pembangunan Indonesia, yang
transparan; dan menempatkan inklusi keuangan dan literasi keuangan sebagai prioritas strategis untuk ketahanan
• pelatihan pekerja dan standar perilaku dirancang untuk mencegah praktik penjualan agresif dan ekonomi dan keadilan sosial. Agenda ini diwujudkan melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif
mempromosikan interaksi nasabah yang menghormati dan etis. (SNKI), yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020. SNKI mendefinisikan
Komitmen BRI terhadap keuangan inklusif, literasi keuangan, dan pelindungan finansial nasabah arah nasional, pilar prioritas, dan kelompok sasaran untuk mendorong inklusi keuangan di seluruh
terintegrasi dalam strategi bisnis inti dan didukung oleh akuntabilitas yang jelas di tingkat manajemen Indonesia. Kelompok sasaran prioritas dalam SNKI meliputi, di antaranya: pelaku usaha mikro dan
senior dan Direksi. kecil, individu dan rumah tangga berpendapatan rendah, komunitas di daerah pedesaan, terpencil,
dan kurang terlayani, perempuan, populasi lanjut usia, pemuda, pekerja migran, dan kelompok
Agenda Global dan Nasional yang Mendukung Komitmen BRI rentan lainnya. SNKI menekankan bahwa perluasan akses terhadap layanan keuangan harus
disertai dengan penguatan kemampuan keuangan dan pelindungan nasabah untuk mendukung
Komitmen BRI terhadap Keuangan Inklusif, Literasi Keuangan, dan Pelindungan Finansial Nasabah partisipasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
dalam Layanan Keuangan dibentuk oleh agenda keberlanjutan global dan prioritas pembangunan
nasional, yang menempatkan inklusi keuangan dan layanan keuangan yang bertanggung jawab Kerangka Regulasi di Sektor Jasa Keuangan
sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Strategi nasional diimplementasikan di tingkat sektoral melalui serangkaian peraturan yang
diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang secara kolektif menjadi landasan pendekatan
Agenda Pembangunan Global BRI dalam hal inklusi keuangan, literasi keuangan, dan pelindungan nasabah. Peraturan OJK Nomor
Pada tingkat global, komitmen BRI selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yang 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan
mengakui keuangan inklusif sebagai enabler kritis dalam pengurangan kemiskinan, pertumbuhan mengimplementasikan SNKI menjadi kewajiban konkret bagi lembaga keuangan, yang mencakup
ekonomi inklusif, kesetaraan gender, dan pengurangan ketidaksetaraan. Melalui komitmen kami desain, implementasi, dan pelaporan program literasi dan inklusi keuangan. Peraturan ini
terhadap Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, dan Pelindungan Finansial Nasabah, BRI berkontribusi menegaskan pentingnya inisiatif yang terarah dalam memenuhi kebutuhan dan kemampuan yang
pada tujuan pembangunan global terkait: beragam dari kelompok nasabah yang kurang terlayani dan rentan.
• SDG 1 – Tanpa Kemiskinan: memperluas akses ke layanan keuangan formal bagi populasi Kemajuan literasi keuangan dan inklusi di tingkat nasional
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK
berpenghasilan rendah dan yang kurang terlayani, mendukung upaya pengentasan kemiskinan; 93%
dievaluasi melalui Survei Nasional Literasi dan Inklusi
• SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: mempromosikan aktivitas ekonomi 75,02
80,51
Keuangan (SNLIK) OJK, yang menyediakan indikator
65,43 66,46
produktif dan penciptaan lapangan kerja melalui pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan dasar dan tren resmi. Secara paralel, Rencana
menengah (UMKM); Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
• SDG 5 – Kesetaraan Gender: memperkuat partisipasi ekonomi dan peluang bagi perempuan menetapkan target nasional untuk meningkatkan
dan kelompok rentan lainnya; dan 2024 2025 2029 proporsi populasi dewasa yang memiliki akses ke layanan
• SDG 10 – Pengurangan Ketimpangan: mengurangi hambatan struktural yang berkontribusi Inklusi Keuangan
Nasional*
Literasi Keuangan
Nasional*
Target Inklusi Keuangan
Nasional**
keuangan formal menjadi 93% pada tahun 2029, sebagai
pada ketimpangan ekonomi dan keuangan. *)Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2025
**) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029 tolok ukur yang jelas bagi upaya inklusi keuangan.
Page 83
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 83
Tata Kelola
Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Struktur Tata Kelola untuk Pembiayaan Inklusif dan Keunggulan Nasabah
Jasa Keuangan lebih lanjut memperkuat peran pelindungan nasabah sebagai komponen integral
dari penyediaan jasa keuangan yang bertanggung jawab. Peraturan ini menekankan transparansi Untuk memastikan bahwa komitmennya terhadap Keuangan Inklusif, Literasi Keuangan, dan
dan pengungkapan informasi produk dan layanan, praktik komunikasi dan pemasaran yang Pelindungan Finansial Nasabah dilaksanakan secara konsisten, akuntabel, dan terintegrasi, BRI
bertanggung jawab, serta mekanisme penanganan keluhan dan penyelesaian sengketa yang mengintegrasikan prioritas-prioritas ini ke dalam struktur tata kelola dan manajemen eksekutif yang
mudah diakses. Peraturan ini memperkuat prinsip bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan sudah ada. Tanggung jawab pengawasan tersebut tidak ditempatkan dalam struktur tata kelola
harus didukung oleh perlakuan yang adil dan kualitas layanan di semua titik kontak nasabah. terpisah, tetapi diintegrasikan ke dalam Direksi dan fungsi manajemen senior yang relevan, sejalan
dengan model bisnis inti BRI, segmentasi produk, dan lifecycle nasabah. Pendekatan tata kelola ini
Selain itu, Peraturan OJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Surat Utang mencerminkan pandangan BRI bahwa keuangan inklusif dan keunggulan layanan nasabah
Berkelanjutan dan Sukuk Berkelanjutan menyediakan kerangka kerja komprehensif untuk merupakan bagian integral dari aktivitas perbankan inti dan harus dikelola bersamaan dengan
pembiayaan sosial. Meskipun terutama mengatur instrumen pembiayaan berkelanjutan, peraturan strategi bisnis, manajemen risiko, dan pelaksanaan operasional.
ini secara eksplisit mengakui Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), termasuk:
Inklusi Keuangan
• infrastruktur dasar yang terjangkau; Tata Kelola Keuangan Inklusif berfokus pada memastikan akses yang luas dan adil terhadap layanan
• akses ke layanan esensial; keuangan, serta ketersediaan produk dan layanan transaksi yang mendukung partisipasi ekonomi
• perumahan terjangkau; inklusif di seluruh segmen nasabah.
• penciptaan lapangan kerja dan program yang bertujuan mengurangi pengangguran, termasuk
pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah; a. Pengawasan terhadap akses layanan keuangan, termasuk saluran distribusi fisik dan digital,
• ketahanan pangan dan sistem pangan berkelanjutan; dilakukan melalui:
• pemberdayaan sosial-ekonomi; dan • Direktorat Network & Retail Funding, yang bertanggung jawab atas jaringan cabang, produk
• kegiatan ekonomi lain yang bermanfaat secara sosial. pendanaan ritel, dan saluran akses digital seperti ATM dan BRImo; dan
• Direktorat Micro, yang mengawasi inisiatif perbankan tanpa cabang, termasuk agen BRILink
Peraturan ini juga mengidentifikasi kelompok sasaran, seperti individu yang hidup di bawah garis dan layanan ultra-mikro, untuk memperluas akses ke komunitas yang kurang terlayani dan
kemiskinan, komunitas terpinggirkan, penyandang disabilitas, migran dan pengungsi, populasi terpencil.
dengan pendidikan rendah, individu yang menganggur, perempuan dalam konteks kesetaraan b. Pengawasan atas produk keuangan dan layanan transaksi, termasuk pembiayaan sosial di
gender, pemuda dan lansia yang rentan, serta komunitas yang terdampak bencana alam. Kerangka seluruh segmen nasabah, dilakukan melalui:
regulasi ini memfasilitasi pembiayaan sosial di berbagai segmen nasabah, mulai dari pembiayaan • Direktorat Micro, yang mencakup pembiayaan mikro dan ultra-mikro;
ultra-mikro dan mikro hingga pembiayaan korporasi berskala besar yang mendukung hasil sosial • Direktorat Consumer Banking, yang mencakup produk pinjaman konsumer, termasuk
yang dapat diukur. perumahan bersubsidi;
• Direktorat Commercial Banking, yang mencakup pembiayaan UMKM;
• Direktorat Corporate Banking, yang mencakup pembiayaan grosir dan solusi perbankan
transaksi, termasuk platform seperti QLOLA yang mendukung transaksi nasabah korporat
dan grosir; dan
• Direktorat Network & Retail Funding, yang mencakup produk tabungan dan deposito.
Page 84
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 84
Tata Kelola
Literasi Keuangan Komite ESG
Pengelolaan Literasi Keuangan berfokus pada penguatan kemampuan nasabah dan penggunaan Komite ESG memberikan pengawasan tingkat tata kelola dengan meninjau dan memberikan
layanan keuangan yang terinformasi sebagai pendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan. panduan terkait evaluasi kebijakan, program, dan pengungkapan yang berkaitan dengan ESG yang
Pengawasan terhadap inisiatif literasi keuangan dan pembangunan kemampuan nasabah dilakukan disiapkan oleh unit kerja terkait. Komite ini dipimpin oleh Direktur Utama, mencerminkan tanggung
melalui: jawab manajemen senior dalam mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan, termasuk Inklusi
• Direktorat Micro, yang memimpin program pendidikan keuangan, pengembangan kapasitas Keuangan, Literasi Keuangan, dan Pelindungan Finansial Nasabah, ke dalam kerangka tata kelola
UMKM, dan pemberdayaan nasabah yang ditujukan untuk nasabah usaha mikro dan kecil; dan BRI.
• Corporate Secretary Group, yang mengawasi program tanggung jawab sosial perusahaan Topik inklusi keuangan dan literasi keuangan dipertimbangkan sebagai bagian dari dimensi sosial
(CSR) yang mencakup pendidikan keuangan dan inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas. yang lebih luas ketika diidentifikasi sebagai material melalui peringkat ESG, umpan balik investor,
atau perkembangan regulasi. Peran Komite berfokus pada memberikan panduan strategis,
Pelindungan Finansial Nasabah pertimbangan materialitas, dan tindakan tindak lanjut, tanpa terlibat dalam implementasi sehari-hari
Pengelolaan Perlindungan Konsumen Keuangan berfokus pada memastikan perlakuan yang adil, atau pengambilan keputusan operasional.
transparansi, kualitas layanan, dan praktik keuangan yang bertanggung jawab di semua segmen
nasabah. Pengawasan perlindungan konsumen dan kualitas layanan dilakukan melalui: Komite Produk
• Direktorat Operations, yang bertanggung jawab atas praktik pemasaran yang bertanggung BRI mengoperasikan Komite Produk dengan lingkup yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan
jawab, transparansi produk, standar penyampaian layanan, proses penanganan keluhan, dan segmen bisnis, yang bertugas mengawasi pengembangan, tinjauan, dan persetujuan produk, dan
kualitas layanan nasabah secara keseluruhan; dan layanan perbankan. Komite Produk dipimpin langsung oleh Direktur Utama mencerminkan tanggung
• Marketing Communication Group, yang mengawasi praktik periklanan yang adil dan memastikan jawab manajemen senior dalam tata kelola produk, manajemen risiko, dan keselarasan dengan
bahwa komunikasi produk dan aktivitas promosi akurat, transparan, dan sesuai dengan profil pertimbangan regulasi dan berkelanjutan. Dimana Komite Produk ini memiliki 2 kategori produk
nasabah dan persyaratan regulasi. berdasarkan segmen bisnis.
1. Produk untuk segmen Wholesale: dimana dilakukan pengawasan pengembangan, tinjauan,
Melalui kolaborasi lintas unit, berbagai fungsi bisnis di BRI berperan dalam mendukung implementasi dan persetujuan produk, untuk layanan perbankan pada segmen Wholesale (Corporate dan
keuangan inklusif serta peningkatan kualitas layanan nasabah, sejalan dengan segmentasi bisnis Commercial).
BRI dan kerangka kerja tata kelola produk yang berlaku. 2. Produk untuk segmen Non Wholesale: dimana dilakukan pengawasan pengembangan, tinjauan,
dan persetujuan produk, untuk layanan perbankan pada segmen Ultra Mikro, Mikro, Small dan
Pengawasan Tingkat Manajemen Eksekutif dan Komite Medium
Selain struktur tata kelola yang telah ditetapkan dan tanggung jawab fungsional di seluruh Direktorat, Kedua komite terdiri dari anggota manajemen senior dan unit lintas fungsi, memungkinkan integrasi
BRI menerapkan mekanisme pengawasan tingkat manajemen eksekutif dan komite untuk menangani manajemen risiko, kepatuhan regulasi, pertimbangan perlindungan nasabah, dan aspek dampak ke
isu-isu terkait Keuangan Inklusif dan Keunggulan Layanan Nasabah secara kasus per kasus, dalam pengembangan produk dan manajemen siklus hidup produk. Komite Produk bertanggung
tergantung pada sifat, skala, dan profil risiko masalah tersebut. Mekanisme ini memberikan lapisan jawab atas:
pengawasan tambahan untuk memastikan bahwa isu-isu material terkait inklusi keuangan, • meninjau dan menyetujui produk baru dan perubahan produk yang signifikan;
pembiayaan sosial, pelindungan nasabah, dan kualitas layanan dievaluasi melalui forum manajemen • menilai risiko, kepatuhan regulasi, dan pertimbangan kesesuaian nasabah; dan
senior yang sesuai, tanpa mengulang proses pengambilan keputusan operasional. • memastikan keselarasan antara pengembangan produk, strategi bisnis, dan peraturan yang
berlaku.
Page 85
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 85
Tata Kelola
Komite Manajemen Risiko Sejalan dengan prinsip periklanan yang adil dan pelindungan nasabah, koordinasi komunikasi lintas
Komite Manajemen Risiko (RMC) memainkan peran kunci dalam mengawasi kerangka kerja tata group juga mempertimbangkan tingkat materialitas dan profil risiko dari konten komunikasi,
kelola risiko secara keseluruhan di BRI. Dalam mandat ini, Komite juga mengawasi risiko yang khususnya apabila komunikasi tersebut:
berkaitan dengan nasabah, termasuk risiko yang timbul dari kualitas layanan, tren keluhan, dan • berkaitan dengan kampanye andalan atau signature;
masalah pelindungan nasabah. Melalui pengawasan ini, Komite memastikan bahwa risiko dan hasil • disetujui di tingkat Direksi;
yang berkaitan dengan nasabah tetap berada dalam batas toleransi risiko yang telah ditetapkan • melibatkan anggaran yang signifikan;
oleh BRI dan regulasi. • dapat memiliki dampak substansial terhadap nasabah atau hasil bisnis; atau
• berkaitan dengan isu sensitif yang dapat memengaruhi pemahaman, kepercayaan, atau
Koordinasi Lintas Grup Terkait Komunikasi pengambilan keputusan nasabah.
BRI melaksanakan koordinasi komunikasi lintas group sebagai bagian dari kerangka kerja tata
kelola untuk memastikan bahwa kegiatan periklanan, komunikasi produk, dan pesan korporat
dilaksanakan secara adil, transparan, dan bertanggung jawab. Mekanisme koordinasi ini berfungsi
sebagai sarana penyelarasan dan pengawasan untuk memastikan bahwa strategi komunikasi
sejalan dengan persyaratan regulasi, kebijakan internal, serta prinsip pelindungan nasabah,
sebagaimana diatur dalam SE.17-DIR/CSC/07/2024 tentang Komunikasi.
Koordinasi komunikasi lintas group dipimpin oleh Direktur Utama, yang mencerminkan keterlibatan
Direksi dalam memastikan bahwa praktik komunikasi perusahaan dikelola secara tepat, khususnya
yang berpotensi memiliki implikasi terhadap nasabah, operasional bisnis, maupun reputasi korporat.
Tujuan utama koordinasi ini meliputi:
• mengoptimalkan peran dan tanggung jawab unit bisnis yang terlibat dalam aktivitas komunikasi;
• memastikan integrasi dan sinkronisasi strategi komunikasi korporat, produk, dan internal; dan
• menstandarkan proses persetujuan untuk strategi, perencanaan, dan pelaksanaan komunikasi.
Melalui koordinasi ini, BRI meninjau dan menyelaraskan berbagai inisiatif komunikasi strategis yang
dapat memiliki implikasi signifikan terhadap nasabah, operasional bisnis, atau reputasi perusahaan,
antara lain:
• penetapan agenda komunikasi untuk kampanye besar;
• kampanye pemasaran dan promosi berskala besar;
• iklan di media;
• pemilihan brand ambassador; dan
• aktivitas komunikasi lain yang dianggap material.
Page 86
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 86
Tata Kelola
Kebijakan dan Regulasi Internal
BRI memiliki seperangkat kebijakan dan prosedur internal yang terstruktur yang mengatur pelaksanaan inklusi keuangan, inisiatif literasi keuangan, serta praktik pelindungan keuangan nasabah. Kebijakan-
kebijakan ini memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, menjunjung standar perbankan yang bertanggung jawab, serta memberikan kejelasan akuntabilitas di seluruh unit bisnis dalam
menyediakan layanan keuangan yang inklusif dan berorientasi pada nasabah.
No Topik Kebijakan
1 Inklusi dan Literasi Keuangan Surat Edaran Direksi SE.21-DIR/SCC/08/2024 tentang Pelindungan Konsumen, Buku 3 tentang Literasi Keuangan dan
Inklusi Keuangan
2 Periklanan dan Komunikasi yang Adil Surat Edaran Direksi SE.17-DIR/CSC/07/2024 tentang Komunikasi
3 Pemasaran yang Bertanggung Jawab dan Penawaran Produk Surat Edaran Direksi SE.21-DIR/SCC/08/2024 tentang Pelindungan Konsumen
SO.41-CEX/12/2025 tentang Unit Kerja Operasional
4 Kebutuhan Kredit, Penilaian Keterjangkauan, dan Penagihan Utang SO.11.b-CRO/06/2024 tentang Operasional Pinjaman
yang Bertanggung Jawab
5 Modifikasi Pinjaman dan Proses Eskalasi Terstruktur Surat Edaran Direksi SE.39-DIR/KRD/11/2023 tentang Pengelolaan Kredit Bermasalah
Page 87
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 87
Strategi
Identifikasi Risiko dan Peluang
Sebagai bagian dari pengembangan strateginya, BRI mengidentifikasi risiko dan peluang kunci terkait keuangan inklusif dan keunggulan layanan nasabah yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk
mencapai hasil bisnis yang berkelanjutan. Identifikasi ini berfokus pada tema-tema strategis di bidang keuangan inklusif, kesesuaian produk, pelindungan nasabah, dan kemampuan nasabah. Penilaian ini
mempertimbangkan dampak potensial terhadap bisnis BRI, signifikansi dampak tersebut, serta jangka waktu yang diharapkan di mana risiko dan peluang ini dapat terwujud. Untuk menilai tingkat risiko secara
keseluruhan, BRI mengevaluasi setiap risiko yang teridentifikasi dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya dan tingkat keparahan potensi dampaknya terhadap operasional, kinerja keuangan, dan
reputasi perusahaan. BRI mengategorikan dampak dari berbagai risiko dan peluang terkait keberlanjutan ke dalam jangka pendek (hingga satu tahun), jangka menengah (1–5 tahun), dan jangka panjang (lebih
dari 5 tahun). Klasifikasi ini selaras dengan proses pengambilan keputusan strategis Perusahaan dan menjadi dasar dalam penetapan target serta prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang.
Kategori Potensi Dampak terhadap Model Bisnis & Pengambilan Tingkat Horizon Waktu
Tema Risiko Deskripsi Potensi Dampak Finansial
Risiko Keputusan Strategis Dampak Dampak
Ketidaksesuaian fitur produk dengan kapasitas atau • Melemahnya efektivitas analisis kredit dan meningkatnya risiko • Peningkatan pinjaman bermasalah (NPL) dan Tinggi Jangka
kebutuhan keuangan nasabah dapat menyebabkan portofolio. penurunan kualitas portofolio pinjaman Menengah
penyaluran kredit yang tidak tepat dan meningkatkan • Pengetatan kebijakan kredit dan batas toleransi risiko • Peningkatan pencadangan kerugian kredit serta
Risiko Kredit
risiko portofolio. biaya restrukturisasi
Desain Produk
dan Kesesuaian
Nasabah
Produk yang tidak selaras dengan kebutuhan atau • Menurunnya relevansi produk bagi segmen sasaran. • Penurunan keterlibatan nasabah dapat melemahkan Menengah- Jangka Pendek
Risiko kemampuan finansial nasabah dapat menurunkan • Melemahnya strategi akuisisi dan retensi nasabah. efektivitas strategi akuisisi dan retensi nasabah Tinggi
Strategis keterlibatan nasabah dan meningkatkan rekening tidak • Pertumbuhan simpanan dan CASA yang lebih
aktif. rendah akibat meningkatnya rekening tidak aktif
Keterbatasan akses layanan keuangan di wilayah • Menghambat efektivitas distribusi layanan dan implementasi • Pertumbuhan CASA lebih lambat akibat Tinggi Jangka
kurang terlayani akibat terbatasnya saluran distribusi strategi inklusi keuangan. keterbatasan mobilisasi dana. Menengah
Risiko dapat menghambat mobilisasi dana dan peluang • Menurunkan daya saing dibandingkan institusi dengan jaringan • Pertumbuhan kredit lebih rendah, khususnya pada
Titik Akses Strategis pertumbuhan. distribusi lebih luas. segmen mikro dan UMKM.
terhadap
Layanan
Keuangan Fraud pada berbagai saluran akses perbankan dapat • Melemahnya efektivitas pengendalian operasional. • Kerugian finansial secara langsung akibat insiden Tinggi Jangka Pendek
Risiko menimbulkan kerugian finansial dan gangguan • Meningkatnya kompleksitas pengelolaan jaringan agen dan fraud
Operasional operasional. kanal digital. • Peningkatan biaya operasional, investigasi dan
pemulihan
Rendahnya literasi keuangan nasabah dapat • Melemahnya penerapan prinsip kredit yang bertanggung jawab • Peningkatan keterlambatan pembayaran dan Menengah- Jangka
meningkatkan kerentanan terhadap penipuan dan meningkatnya kerentanan portofolio. restrukturisasi pinjaman. Tinggi Menengah
Risiko Kredit atau penyalahgunaan layanan keuangan akibat • Paparan risiko lebih tinggi pada segmen ritel dan mikro. • Peningkatan pencadangan kerugian kredit dan
Pemberdayaan keterbatasan pemahaman terhadap produk dan penurunan kualitas portofolio.
Nasabah transaksi perbankan.
dan Edukasi Praktik pelindungan konsumen atau mekanisme • Peningkatan pengaduan nasabah terkait transaksi atau • Peningkatan biaya operasional terkait penanganan Menengah Jangka Pendek
Keuangan pengaduan yang tidak efektif dapat meningkatkan penggunaan produk keuangan. pengaduan dan penyelesaian sengketa nasabah
Risiko
pengaduan nasabah dan inefisiensi operasional. • Meningkatnya kebutuhan penanganan komplain dan dukungan • Potensi sanksi regulator serta biaya pemulihan
Operasional
layanan nasabah.
Kualitas layanan atau praktik pelindungan nasabah • Menurunnya kepercayaan nasabah dan reputasi merek. • Penurunan simpanan dan volume transaksi. Menengah- Jangka Pendek
Pelindungan
Risiko yang tidak memadai dapat menurunkan kepercayaan • Melemahnya strategi retensi dan hubungan dengan nasabah. • Penurunan pendapatan berbasis komisi dan Tinggi
Keuangan
Reputasi nasabah dan merugikan reputasi. customer lifetime value.
Nasabah
Page 88
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 88
Strategi
BRI mengidentifikasi peluang bisnis yang terkait dengan keuangan inklusif dan keunggulan layanan nasabah sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan,
memperkuat kapabilitas nasabah, meningkatkan kualitas layanan, serta mempertimbangkan dampak produk terhadap nasabah [F.28]. Peluang ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk
keuangan yang inklusif dan berorientasi pada nasabah, perluasan distribusi layanan perbankan melalui kanal fisik, berbasis agen, dan digital, serta meningkatnya kesadaran terhadap literasi keuangan dan
pelindungan konsumen. Dengan memanfaatkan perkembangan tersebut, BRI dapat memperkuat akuisisi nasabah, memperdalam hubungan dengan segmen mikro, ritel, dan masyarakat yang kurang
terlayani, serta meningkatkan daya saing jangka panjang. Hal ini juga didukung dukungan terhadap produk yang terlihat dari tidak adanya penarikan atau pembatalan produk oleh otoritas keuangan [F.29].
Potensi dampak dari peluang tersebut dinilai berdasarkan berbagai horizon waktu, yaitu jangka pendek (hingga satu tahun), jangka menengah (1–5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Pendekatan
ini mencerminkan bagaimana peningkatan relevansi produk, aksesibilitas layanan keuangan, kapabilitas nasabah, dan keunggulan layanan dapat mendorong pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan,
memperkuat kepercayaan nasabah, serta mendukung diversifikasi sumber pendapatan.
Dampak terhadap Model Bisnis & Pengambilan Keputusan Tingkat Horizon Waktu
Tema Peluang Deskripsi Peluang Potensi Dampak Finansial
Strategis Dampak Dampak
• Pengembangan produk keuangan yang inklusif dan sesuai
Meningkatnya permintaan terhadap produk • Peningkatan akuisisi nasabah.
dengan kebutuhan berbagai segmen nasabah.
Desain Produk keuangan yang inklusif dan relevan di berbagai • Penguatan sumber pendanaan berbiaya rendah
• Penguatan strategi akuisisi nasabah pada segmen mikro, ritel, Menengah-
dan Kesesuaian segmen nasabah, termasuk masyarakat yang (CASA). Jangka Pendek
dan masyarakat yang kurang terlayani. Tinggi
Nasabah kurang terlayani dan pasar yang sedang • Peningkatan volume penyaluran kredit dan
• Peningkatan relevansi produk yang mendukung pertumbuhan
berkembang. transaksi.
portofolio secara berkelanjutan.
• Perluasan distribusi layanan keuangan melalui kanal fisik, agen,
• Pertumbuhan basis nasabah dan mobilisasi dana.
Titik Akses terhadap Semakin luasnya ketersediaan kanal layanan dan digital.
• Peningkatan pendapatan berbasis transaksi dari
Layanan Keuangan fisik, berbasis agen, dan digital di wilayah yang • Penguatan implementasi strategi inklusi keuangan di wilayah Jangka
kanal agen. Tinggi
sebelumnya kurang terlayani atau terpencil. yang kurang terlayani. Menengah
• Peningkatan peluang penyaluran kredit pada
• Peningkatan akuisisi nasabah melalui perluasan titik akses
segmen mikro dan UMKM.
layanan.
• Peningkatan frekuensi transaksi dan penggunaan
Meningkatnya kebutuhan terhadap program • Penguatan praktik penyaluran kredit yang bertanggung jawab layanan perbankan digital.
edukasi keuangan, literasi digital, dan melalui peningkatan kapabilitas keuangan nasabah. • Pertumbuhan pendapatan berbasis komisi dari
Pemberdayaan
penguatan kapabilitas nasabah untuk • Peningkatan adopsi layanan perbankan digital dan produk layanan digital (BRImo dan kanal lainnya). Menengah- Jangka
Nasabah dan
mendorong penggunaan produk keuangan keuangan. • Penguatan pertumbuhan pendapatan jangka Tinggi Panjang
Edukasi Keuangan
secara bertanggung jawab serta mendukung • Peningkatan efektivitas strategi cross-selling di berbagai panjang.
kesejahteraan finansial jangka panjang. segmen nasabah. • Peningkatan kualitas portofolio melalui perilaku
pembayaran yang lebih baik.
• Penguatan kepercayaan nasabah serta hubungan jangka
• Peningkatan retensi nasabah dan customer lifetime
Penguatan layanan yang berorientasi pada panjang.
value.
Keunggulan nasabah serta sistem penyelesaian pengaduan • Peningkatan kualitas layanan yang mendukung strategi retensi Menengah- Jangka
• Peningkatan saldo simpanan dan volume transaksi.
Layanan Nasabah yang proaktif untuk meningkatkan pengalaman nasabah. Tinggi Panjang
• Pertumbuhan pendapatan berbasis komisi seiring
dan kepercayaan nasabah secara keseluruhan. • Peningkatan kualitas layanan berbasis analisis data pengaduan
meningkatnya pemanfaatan layanan.
nasabah.
Page 89
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 89
Strategi
Strategi untuk Mengatasi Risiko dan Memanfaatkan Peluang
Strategi BRI dirancang untuk mengatasi risiko utama dan memanfaatkan peluang yang timbul dari perluasan keuangan inklusif dan keunggulan layanan nasabah. BRI fokus memperluas akses terhadap
layanan keuangan, menyelaraskan produk dan layanan transaksi dengan kebutuhan nasabah, serta meningkatkan kemampuan nasabah melalui inisiatif pelindungan nasabah dan pemberdayaan yang kuat.
Prioritas strategis ini mendukung pertumbuhan berkelanjutan, peningkatan kualitas portofolio, dan penciptaan nilai jangka panjang di seluruh segmen nasabah.
Dampak Finansial yang Diharapkan
Strategi Risiko/Peluang Utama yang Diatasi Kegiatan Utama
Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang
Mengembangkan • Risiko ketidakcocokan produk dengan • Merancang produk yang sesuai Peningkatan adopsi dan Pertumbuhan dalam pembiayaan, Aliran pendapatan yang beragam
Produk dan Layanan nasabah dan utang berlebihan dengan profil nasabah, aktivitas pemanfaatan produk yang pendapatan berbasis biaya, dan dan tangguh di seluruh segmen
yang Berorientasi • Risiko kualitas kredit dan kinerja portofolio ekonomi, dan siklus hidup didorong oleh kesesuaian peningkatan kualitas portofolio nasabah
pada Nasabah • Kesempatan untuk memperluas • Mengintegrasikan desain produk yang lebih baik antara produk melalui desain produk yang
pembiayaan inklusif dan sosial di yang bertanggung jawab ke dalam dan kebutuhan nasabah bertanggung jawab
berbagai segmen segmen mikro, konsumer, UMKM,
dan grosir
Memperluas • Risiko eksklusi keuangan akibat • Memperluas model tanpa cabang Peningkatan pendaftaran Pertumbuhan volume transaksi Perkembangan pasar yang
Titik Akses dan keterbatasan akses fisik atau digital dan berbasis agen (BRILink Agents) nasabah dan aktivasi akun dan saldo CASA didorong oleh berkelanjutan dan penguatan nilai
Jangkauan • Risiko operasional dan layanan di saluran • Peningkatan platform onboarding di seluruh saluran fisik dan peningkatan aksesibilitas dan merek melalui jangkauan nasabah
terdistribusi digital dan transaksi untuk digital penggunaan yang luas dan inklusif
• Kesempatan untuk meningkatkan meningkatkan aksesibilitas dan
jangkauan di daerah yang kurang keandalan
terlayani dan daerah terpencil
Peningkatan • Risiko rendahnya literasi keuangan dan Pemberdayaan nasabah melalui pembiayaan Pengurangan risiko regulasi, Peningkatan kepuasan dan retensi Pendapatan stabil didukung oleh
Dukungan Non- keterbatasan kemampuan nasabah dan dukungan non-keuangan kepatuhan, dan reputasi nasabah hubungan nasabah yang terpercaya
Keuangan dan • Risiko over-indebtedness dan
Kemampuan pemanfaatan kredit yang kurang optimal
Nasabah • Risiko kualitas kredit dan kinerja portofolio
• Kesempatan untuk memperdalam
hubungan dan mendukung
perkembangan nasabah
Penguatan • Risiko ketidakpuasan nasabah dan Penerapan praktik pelindungan finansial Penurunan eskalasi kasus Peningkatan kepuasan dan tingkat Penguatan nilai merek serta
Pelindungan ketidakkonsistenan layanan nasabah secara end-to-end, yang mencakup serta peningkatan indikator retensi nasabah serta pertumbuhan sumber pendapatan yang
Finansial Nasabah • Risiko sanksi regulator akibat desain produk yang bertanggung jawab, kepatuhan terhadap regulasi CASA lebih terdiversifikasi dan stabil
ketidakpatuhan terhadap standar pemasaran yang adil dan komunikasi yang yang didorong oleh hubungan
pelindungan nasabah transparan, penyaluran kredit yang prudent, kepercayaan dengan nasabah
• Peluang untuk meningkatkan serta penyelesaian pengaduan yang efektif
kepercayaan nasabah, retensi, serta
potensi cross-selling
Page 90
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 90
Strategi
Inklusi Keuangan sebagai Respons Strategis
Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam memperluas inklusi keuangan; namun, Indikator Utama
kesenjangan struktural masih tetap ada. Sekitar 20% dari populasi usia produktif, setara dengan
sekitar 43 juta orang, masih belum memiliki akses ke layanan keuangan formal. Kesenjangan ini
tidak hanya mencerminkan penyebaran geografis di daerah pedesaan dan terpencil, tetapi juga Inklusi Keuangan oleh Nasabah Individu
kendala yang persisten dalam literasi keuangan, keterjangkauan, dan kesesuaian produk bagi
komunitas yang kurang terlayani. Berdasarkan Gender Berdasarkan Usia Berdasarkan Wilayah 3T**
Pria Wanita Generasi Muda Lansia
Dalam konteks ini, inklusi keuangan mewakili baik sebagai tuntutan pembangunan nasional maupun
respons strategis bagi BRI. Inklusi keuangan diposisikan sebagai prioritas strategis dalam kerangka 72,3 juta 68,2 juta 20,4 juta 33,5 juta 4,7 juta nasabah
tata kelola BRI, terintegrasi ke dalam kebijakan institusional Bank, mekanisme pengawasan, dan nasabah nasabah nasabah nasabah **) Wilayah Tertinggal, Terdepan,
danTerluar
strategi bisnis. BRI menyadari bahwa pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia bergantung pada
perluasan akses yang adil terhadap layanan keuangan yang bertanggung jawab, terutama bagi
segmen ultra-mikro, mikro, dan berpenghasilan rendah.
BRI mengimplementasikan mandat ini melalui strategi terstruktur berbasis ekosistem. Bank
1,8 juta 230 juta 50,5 juta
mengembangkan produk dan layanan yang berorientasi pada nasabah dan disesuaikan dengan Saluran Layanan Rekening Tabungan Pengguna Digital
profil sosio ekonomi yang berbeda, sekaligus memperluas titik akses dan jangkauan layanan Aktif
melalui saluran fisik dan digital. Pendekatan terintegrasi ini memastikan bahwa inklusi tidak hanya (rekening dengan saldo
(penggunaan perbankan (penggunaan perbankan
terbatas pada kepemilikan rekening, tetapi juga mencakup penggunaan yang bermakna, dan/atau aktivitas transaksi
mobile yang aktif) mobile yang aktif)
perkembangan nasabah, dan ketahanan finansial jangka panjang. Melalui pendekatan ini, BRI aktif)
menciptakan titik masuk kritis ke sistem keuangan formal bagi populasi yang sebelumnya tidak
memiliki akses perbankan, membangun basis nasabah yang luas dan beragam mencakup segmen *) Proporsi BRI Golden CIF dibandingkan dengan populasi yang memenuhi syarat inklusi keuangan di Indonesia pada tahun 2025 (217,71 juta)
(BPS 2025)
ultra-mikro, UMKM, dan ritel massal, serta menanamkan dasar untuk hubungan keuangan berbasis
kepercayaan jangka panjang yang memfasilitasi mobilitas ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai hasilnya, BRI berkontribusi sekitar 64,5%, setara dengan sekitar 80,1% dari total inklusi
keuangan nasional, menunjukkan perannya yang sentral dalam mendorong inklusi keuangan
Indonesia. Hasil-hasil ini menunjukkan bagaimana komitmen pada tingkat tata kelola
diimplementasikan menjadi eksekusi strategis dan dampak yang dapat diukur. Berlandaskan
fondasi strategis tersebut, bagian berikut ini menguraikan inisiatif BRI dalam mengembangkan
produk dan layanan yang berorientasi pada nasabah serta memperluas titik akses dan jangkauan
untuk lebih mempercepat hasil keuangan inklusif.
Page 91
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 91
Strategi
Pengembangan Produk dan Layanan
Berorientasi Nasabah [GRI G4 FS15] [FN-CB-240a.3]
Produk Tabungan
BRI menerapkan pendekatan yang berorientasi pada
nasabah dalam pengembangan produk di seluruh
2025 2025 2025
segmen nasabah, mulai dari nasabah mikro dan ritel
hingga UMKM, komersial, dan korporasi. Pendekatan ini 135,24 juta 85,40 ribu 21,18 juta
bertujuan untuk memastikan bahwa produk dan layanan Rekening Rekening Rekening
yang ditawarkan tetap relevan, mudah diakses, serta Simpedes Simpedes TKI Britama
selaras dengan kebutuhan, kapasitas, dan aktivitas Simpedes merupakan produk andalan dalam Simpedes TKI adalah rekening tabungan yang Britama adalah produk tabungan ritel BRI yang
ekonomi nasabah, sekaligus mendukung pertumbuhan portofolio produk BRI, karena dirancang khusus dirancang untuk pekerja migran Indonesia, dirancang untuk mendukung kebutuhan
untuk mempromosikan inklusi keuangan bagi menyediakan saluran aman dan mudah diakses perbankan sehari-hari, menawarkan persyaratan
yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
populasi yang kurang terlayani. Dengan untuk mengelola penghasilan, tabungan, dan masuk yang terjangkau, kartu debit untuk
menawarkan saldo minimum rendah, remitansi saat bekerja di luar negeri. Produk ini transaksi, dan akses melalui perbankan digital
Sejalan dengan Pedoman Manajemen Produk BRI (SE.30- persyaratan administratif minimal, dan akses menawarkan persyaratan rekening yang BRImo serta jaringan cabang dan ATM BRI yang
DIR/PPM/11/2024 dan SE.30.a-DIR/PPM/11/2024), luas melalui jaringan cabang BRI di tingkat desa, terjangkau dan akses melalui jaringan layanan luas di seluruh Indonesia, termasuk daerah
Simpedes memungkinkan penduduk pedesaan domestik dan internasional BRI, mendukung pedesaan.
pengembangan produk mengikuti siklus hidup produk dan berpendapatan rendah untuk menabung inklusi keuangan bagi pekerja migran dan
secara menyeluruh yang mencakup perencanaan dengan aman dan berpartisipasi dalam sistem keluarga mereka dengan memfasilitasi
strategis, pengembangan, kesiapan peluncuran, keuangan formal. pengelolaan uang yang lebih aman dan koneksi
yang lebih kuat ke sistem keuangan formal.
pemasaran dan komunikasi, pemantauan berkelanjutan, Segmen Sasaran: Individu Berpenghasilan Segmen Sasaran: Individu dengan pendapatan
serta peningkatan atau penghentian produk apabila Rendah, Penduduk Pedesaan Segmen Sasaran: Pekerja Migran rendah hingga menengah
diperlukan. Siklus ini dirancang untuk menghadirkan
proposisi nilai yang jelas, perjalanan nasabah yang
efisien, serta produk yang ditawarkan secara bertanggung
jawab. 2025 2025
2,37 juta 723,36 ribu
Seluruh produk melalui proses penilaian dan persetujuan Rekening Rekening
yang terstruktur melalui mekanisme tata kelola yang telah BRIJunio Britama Bisnis
ditetapkan oleh BRI, termasuk melalui Komite Produk
BRIJunio adalah rekening tabungan yang Britama Bisnis adalah rekening tabungan
terkait atau Product Owner yang ditunjuk. Penilaian dirancang untuk anak-anak dan remaja berusia transaksional yang dirancang untuk mendukung
tersebut mempertimbangkan kesesuaian produk dengan hingga 17 tahun, bertujuan untuk manajemen kas bisnis, menawarkan batas
profil nasabah, prinsip perlindungan konsumen, memperkenalkan literasi keuangan dasar dan transaksi yang lebih tinggi, beberapa
kebiasaan menabung sejak dini. Produk ini penandatangan yang berwenang, dan integrasi
manajemen risiko, kelayakan finansial, serta kepatuhan menawarkan persyaratan masuk yang rendah, dengan layanan pembayaran dan perbankan
terhadap regulasi. fitur pengawasan orang tua, dan akses melalui digital untuk memudahkan operasional bisnis
cabang BRI. sehari-hari.
Setelah diluncurkan, produk dan layanan terus dipantau
dan ditinjau menggunakan umpan balik nasabah serta
data kinerja untuk memastikan bahwa produk dan layanan
Segmen Sasaran: Anak-anak dan remaja, Segmen Sasaran: UMKM
tersebut tetap sesuai, aman, dan responsif terhadap
didukung oleh orang tua
kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Masukan
terkait kebutuhan nasabah diperoleh melalui berbagai
kanal, termasuk pemantauan keterlibatan nasabah, survei
kepuasan, pemantauan operasional layanan, serta
masukan yang diperoleh melalui interaksi layanan
maupun proses penanganan pengaduan nasabah.
Page 92
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 92
Strategi
Integrasi Umpan Balik Nasabah dalam Pengembangan Produk dan Layanan
Untuk mengelola inisiatif perbaikan secara sistematis, khususnya yang berkaitan dengan komplain nasabah yang berulang, BRI menerapkan mekanisme Service Improvement Management sesuai dengan
SOP SO.24-CEX/09/2025 tentang Layanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Nasabah. Melalui mekanisme ini, permasalahan layanan yang berulang maupun insiden operasional yang berpotensi
menunjukkan adanya isu sistemik dianalisis oleh Service Improvement Team melalui analisis akar penyebab (root cause analysis) yang terstruktur. Proses tersebut mencakup investigasi, penentuan prioritas,
penyusunan rencana resolusi, serta pemantauan implementasi perbaikan. Tanggung jawab antar unit kerja dikoordinasikan menggunakan matriks RASCI (Responsible, Accountable, Support, Consulted,
Informed), yaitu model tata kelola yang digunakan untuk memperjelas peran dan tanggung jawab dalam suatu aktivitas, proyek, atau proses, sehingga memastikan akuntabilitas yang jelas dalam proses
investigasi, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan tindakan perbaikan. Wawasan yang dihasilkan dari proses tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat proses layanan, prosedur operasional, serta
pengembangan dan penyempurnaan produk dan layanan perbankan, sehingga pengembangan produk dan layanan didasarkan pada pengalaman nyata nasabah serta wawasan operasional. Dengan
mengintegrasikan umpan balik nasabah ke dalam proses peningkatan berkelanjutan, BRI memperkuat komitmennya dalam mengembangkan produk dan layanan keuangan yang berorientasi pada nasabah
agar tetap relevan, bertanggung jawab, dan selaras dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.
Produk Pinjaman [FN-CB-240a.2] Asuransi Mikro
KUR Kupedes AMKKM
1. KUR Super Mikro: Pembiayaan bagi
KUR Super Mikro KUR
KUR Mikro KUR Kecil Kupedes
2025 2025
nasabah baru, khususnya pekerja
1. terdampak
KUR SuperPHKMikro: Pembiayaan bagi
KUR Super
Jumlah Mikro
Debitur KUR Mikro
Jumlah Debitur KUR Debitur
Jumlah Kecil dan ibu rumah tangga 3,93 juta Debitur
2025 13,95 juta polis
dengan usaha produktif, dengan pekerja
nasabah baru, khususnya plafon AMKKM
2025
Jumlah Debitur
2025
Jumlah Debitur
2025
Jumlah Debitur terdampak
hingga Rp10 PHK
juta. dan ibu rumah tangga 3,93 juta Debitur
0,03 juta
2025 7,98 juta
2025 0,21 juta
2025 dengan
2. KUR Mikro:usaha
Pembiayaan bagidengan
produktif, plafon
pelaku usaha
Kupedes adalah pinjaman umum, individu, AMKKM adalah produk yang difasilitasi
2025
hingga Rp10 juta. usaha rintisan, dengan dan selektif yang diberikan kepada usaha melalui perusahaan anak BRI yang dirancang
0,03 juta 7,98 juta 0,21 juta mikro,
KUR Mikro:
2. plafon
termasuk Kupedes
mikro yangadalah pinjaman
memenuhi umum,
syarat individu,
dengan suku 13,95 juta polis
sebagai jaring pengaman sosial bagi
Rp10Pembiayaan bagi pelaku
juta – Rp100 usaha
juta untuk dan selektif yang(non-subsidi),
diberikan kepada usaha
KUR adalah pembiayaan yang diberikan kepada individu, entitas mikro, termasukpengembangan
usaha rintisan, dengan bunga komersial bertujuan peminjam mikro dengan melindungi keluarga
mendukung usaha
bisnis, atau kelompok bisnis yang produktif dan layak dengan plafon Rp10 juta – Rp100 juta untuk
mikro yang memenuhi syarat dengan
untuk mendukung pengembangan dansuku AMKKM
dari bebanadalah produk
keuangan yang difasilitasi
pinjaman yang belum
KUR adalah pembiayaan yang diberikan kepada individu, entitas produktif. bunga komersial (non-subsidi), bertujuan
jaminan tambahan yang terbatas atau tidak memadai, mendukung pengembangan pertumbuhan bisnis. melalui perusahaan
dilunasi anak meninggal
ketika peminjam BRI yang dirancang
dunia
bisnis, atau dengan
kelompok bisnis yang produktif dan layak dengan 3. KUR Kecil: Pembiayaan bagi usaha usaha
kecil untuk mendukung pengembangan dan
ditawarkan suku bunga yang menguntungkan untuk produktif. sebagai
atau jaringcacat.
menjadi pengaman sosial bagi
jaminan tambahan yang terbatas atau tidak memadai, yang telah berkembang dengan kebutuhan pertumbuhan bisnis.
mendukung pertumbuhan usaha mikro dan kecil serta inklusi 3. modal
KUR Kecil: Pembiayaan bagi usaha kecil peminjam mikro dengan melindungi keluarga
ditawarkan dengan suku bunga yang menguntungkan untuk lebih besar, dengan plafon di atas
keuangan. yang telah dari beban keuangan pinjaman yang belum
mendukung pertumbuhan usaha mikro dan kecil serta inklusi KUR Mikroberkembang dengan kebutuhan
untuk mendukung ekspansi
modal lebih besar, dengan plafon di atas dilunasi ketika peminjam meninggal dunia
keuangan. usaha. atau menjadi cacat.
Segmen Sasaran: Usaha Mikro dan Kecil pada tahap awal bisnis KUR Mikro untuk mendukung ekspansi Segmen Sasaran: Usaha mikro Segmen Sasaran: Usaha mikro
usaha.
Segmen Sasaran: Usaha Mikro dan Kecil pada tahap awal bisnis Segmen Sasaran: Usaha mikro
Melalui berbagai produk pembiayaan yang dirancang untuk berbagai segmen nasabah, BRI terus mendukung akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Pada tahun 2025,
BRI menyalurkan kredit sebesar Rp648,3 triliun kepada segmen mikro dan Rp240,8 triliun kepada segmen UMKM, yang mencerminkan kontribusi signifikan kedua segmen tersebut dalam portofolio Segmen
AsuransiSasaran: Usaha mikro Tempat Usaha
Rumahku/Kerusakan
Melalui berbagai
pembiayaan BRI. produk
Sejalan pembiayaan yang
dengan fokus dirancang
tersebut, untuk
BRI juga berbagai
berhasil segmentarget
mencapai nasabah,
pertumbuhan UMKMakses
mendukung
BRI terus kredit pembiayaan
sebesar usaha mikro
bagimerupakan
5,90%, yang dan kecil
bagian Direksi. Pada tahun 2025,
kolegialIndonesia.
di seluruh
dari KPI
BRI menyalurkan kredit sebesar Rp648,3 triliun kepada segmen mikro dan Rp240,8 triliun kepada segmen UMKM, yang mencerminkan kontribusi signifikan kedua segmen tersebut dalam portofolio
pembiayaan BRI. Sejalan dengan fokus tersebut, BRI juga berhasil mencapai target pertumbuhan kredit UMKM sebesar 5,90%, yang merupakan bagian dari KPI kolegial Direksi. 2025
KPRS (Kredit Perumahan Bersubsidi) PNM Mekaar Produk Pinjaman Pegadaian 17,51 juta polis
Asuransi Rumahku/Kerusakan Tempat Usaha
KPRS (Kredit Perumahan
2025 Bersubsidi) PNM2025
Mekaar Produk Pinjaman
2025 Pegadaian
Asuransi Rumahku/Kerusakan Tempat
118,12 ribu Debitur 4,18 juta Debitur perempuan 18,4 juta2025
Pelanggan 2025
Usaha adalah asuransi mikro berbiaya
2025 2025 17,51 juta polis
118,12 ribu Debitur 4,18 juta Debitur perempuan 18,4 juta Pelanggan rendah yang melindungi rumah dan lokasi
usaha mikro dari risiko tertentu, mendukung
KPRS (Kredit Perumahan Bersubsidi) PNM Mekaar adalah program Produk Pinjaman Pegadaian menyediakan produk keuangan
adalah pinjaman perumahan yang mikrofinansial berbasis kelompok yang gadai dan non-gadai yang dirancang untuk memberikan solusi Asuransi Rumahku/Kerusakan
perlindungan aset dan ketahanan Tempat
finansial
KPRS (Kredit
didukung olehPerumahan Bersubsidi)
bantuan pemerintah, PNM Mekaar adalah
menyediakan pinjamanprogram
modal kerja tanpa Produk Pinjaman
likuiditas yangmenyediakan
Pegadaian
jangka pendek bertanggung produk
jawab dankeuangan Usaha
bagi adalah asuransi mikro berbiaya
UMKM.
adalah pinjaman
seperti perumahan
subsidi suku yang
bunga atau dukungan disertaiberbasis
mikrofinansial
jaminan kelompok
bimbingan dan yang gadai dan non-gadai
transparan. yang dirancang
Melalui penawaran untukPegadaian
produknya, memberikan solusi rendah yang melindungi rumah dan lokasi
didukung
uang muka,oleh bantuan
untuk pemerintah,
membuat kepemilikan menyediakan pinjaman
pengembangan kapasitas modal kerja tanpa
untuk likuiditas jangka
menerapkan pendek
struktur harga syarat yang jawab
danbertanggung
yang dan
jelas, struktur usaha mikro dari risiko tertentu, mendukung
seperti subsidi suku bunga atau dukungan
rumah lebih terjangkau bagi rumah tangga jaminan disertai
mendukung bimbingan
kegiatan dan
yang menghasilkan transparan. Melalui
pembiayaan penawaran
proporsional, produknya,
standar Pegadaian
perlindungan konsumen, dan perlindungan aset dan ketahanan finansial
uang muka, untuk
berpenghasilan membuat kepemilikan
rendah. pengembangan kapasitas untuk
pendapatan. menerapkan regulasi
pengawasan struktur untuk
harga memastikan
dan syarat yang jelas,dapat
nasabah struktur bagi UMKM.
rumah lebih terjangkau bagi rumah tangga mendukung kegiatan yang menghasilkan pembiayaanlayanan
mengakses proporsional, standar
keuangan tanpaperlindungan
terpapar utangkonsumen, dan
berlebihan Segmen Sasaran: Usaha mikro
berpenghasilan rendah. pendapatan. pengawasan
atau regulasi untuk memastikan nasabah dapat
praktik paksa.
Sasaran Terpisah: Rumah tangga Segmen Sasaran: Wirausaha perempuan mengakses
Segmen layanan
Sasaran: keuangan
Individu tanpa terpapar
berpenghasilan utang berlebihan
rendah
berpenghasilan rendah berpenghasilan rendah atau praktik paksa.
Sasaran Terpisah: Rumah tangga Segmen Sasaran: Wirausaha perempuan Segmen Sasaran: Individu berpenghasilan rendah Segmen Sasaran: Usaha mikro
berpenghasilan rendah berpenghasilan rendah
Page 93
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 93
Strategi
Memperluas Titik Akses dan Jangkauan [GRI G4 FS13] Agen BRILink: Memperluas Jangkauan Melalui Kemitraan Berbasis Komunitas
Sebagai bagian dari strateginya untuk mempertahankan dan memperluas akses ke layanan
BRI memperluas akses ke layanan keuangan melalui model bisnis bank hibrida yang menggabungkan keuangan di tengah perubahan struktural pada jaringan fisiknya, BRI memperkuat saluran distribusi
jaringan distribusi fisik yang luas dengan kemampuan digital yang dapat diskalakan. Pendekatan ini alternatif untuk melengkapi proses rasionalisasi bertahap kantor cabang. BRI menerapkan model
memungkinkan BRI untuk menjangkau segmen nasabah yang beragam di berbagai wilayah layanan hibrida yang mengintegrasikan kapabilitas digital dengan titik layanan fisik berbasis
geografis, sekaligus tetap menjaga keandalan, konsistensi, dan kepercayaan layanan seiring komunitas, tanpa bergantung semata pada kehadiran fisik melalui jaringan kantor cabang
dengan perluasan akses. Model hibrida menggabungkan jaringan cabang dan outlet mikro BRI di tradisional, sehingga memastikan jangkauan layanan yang luas di berbagai wilayah dan segmen
seluruh Indonesia, inisiatif perbankan tanpa cabang, dan distribusi berbasis agen dengan saluran nasabah. Salah satu pilar utama strategi ini adalah perluasan jaringan AgenBRILink sebagai saluran
digital yang mendukung pendaftaran, transaksi, dan penyampaian layanan. Strategi akses distribusi terakhir. AgenBRILink didasarkan pada model kemitraan berbasis komunitas, di mana
terintegrasi ini dirancang tidak hanya untuk menghilangkan hambatan fisik dan geografis, tetapi nasabah individu berkolaborasi dengan BRI sebagai agen independen untuk menyediakan layanan
juga untuk memastikan nasabah mengalami standar layanan yang konsisten di semua titik kontak. perbankan dasar dan mikrofinansial di komunitas lokal mereka, terutama di daerah pedesaan,
terpencil, dan kurang terlayani di mana akses ke cabang mungkin terbatas. Model berbasis
Inisiatif perbankan tanpa cabang, agen BRILink, memperluas jangkauan BRI ke komunitas yang komunitas ini memungkinkan BRI untuk memperluas jangkauan layanan tanpa mengorbankan
kurang terlayani dan terpencil dengan menyediakan layanan keuangan dasar lebih dekat dengan aksesibilitas, kelangsungan layanan, atau tujuan inklusi.
aktivitas sehari-hari nasabah. Pada saat yang sama, saluran digital seperti perbankan mobile,
e-channels, ATM, EDC, dan layanan yang didukung CRM memfasilitasi akses yang scalable dan Melalui kemitraan ini, AgenBRILink memfasilitasi pembukaan rekening, penarikan tunai, pembayaran
aktivitas transaksi yang lebih tinggi di segmen ritel, mikro, UMKM, dan nasabah secara luas. Secara tagihan, transaksi keuangan digital, dan rujukan calon peminjam, bertindak sebagai saluran terakhir
paralel, BRI memperkuat akses yang didukung manusia melalui penasihat keuangan yang terlatih yang kritis bagi populasi yang kurang terlayani dan tidak memiliki akses ke layanan perbankan.
dan berpengalaman, memastikan bahwa nasabah yang memerlukan bimbingan menerima Selain meningkatkan akses ke layanan keuangan formal, model AgenBRILink menciptakan nilai
dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Keseimbangan antara ekonomi bersama bagi komunitas lokal. Agen memperoleh biaya transaksi yang berfungsi sebagai
kehadiran fisik, inovasi digital, dan interaksi manusia mendukung akses inklusif serta memperkuat sumber penghasilan tambahan, sekaligus mendukung ekosistem mikrofinansial BRI dengan
kualitas layanan dan keterlibatan nasabah yang bertanggung jawab. mengidentifikasi dan merujuk calon nasabah mikro yang kebutuhan pembiayaannya sesuai dengan
kerangka kerja pinjaman bertanggung jawab BRI. Pendekatan berbasis kemitraan ini memperkuat
BRI Branchless Banking
inklusi keuangan, meningkatkan jangkauan ke segmen yang kurang terlayani secara finansial, dan
7.377 Outlets 1.193.835 mendukung pertumbuhan mikrofinansial yang berkelanjutan melalui pemberdayaan komunitas dan
Penasihat Keuangan Berpengalaman
penyediaan layanan yang berakar di tingkat lokal.
27.459
• 19 Kantor Pusat dan Kantor Wilayah
• 1.009 Cabang dan Sub-Cabang (Dalam Negeri)
• Simple Financial Transaction
• 9 Cabang dan Sub-Cabang (Luar Negeri)
Services (i.e money transfer, Agen BRILink Jumlah transaksi (Rp juta) Volume transaksi (Rp triliun)
• 5.850 Gerai Mikro
cash withdrawal, billing
• 490 Kantor Kas
payment
2024 2025 2024 2025 2024 2025
• Loan Referral BRI Digital Advisors
627.679 E-Channel • Saving Referral
• Micro Insurance Referral
Digital Acquisition, Digital 1,06 juta 1,19 juta 1.204,25 1.186,21 1.589,04 1.746,17
Transaction, and Digital
Education
• 10.650 ATM Memperluas Akses Melalui Saluran Digital
• 9.007 CRM
• 607.968 EDC Melengkapi upaya jangkauan fisik berbasis komunitasnya, BRI juga memperkuat akses digital
• 54 E-Buzz
Digital Capabilities sebagai pilar utama strategi akses dan inklusi. Melalui portofolio platform digital yang disesuaikan
Physical Presence
HYBRID BANK dengan segmen nasabah yang berbeda, BRI memperluas jangkauan layanan, kenyamanan, dan
keterlibatan sepanjang siklus keuangan. SenyuM Mobile mendukung nasabah ultra-mikro dengan
Digitilizing Core
menyediakan titik akses digital yang sederhana untuk tabungan, investasi emas, serta pembiayaan
New Digital Propositions
Digitilizing Ecosystem
berbasis referal di seluruh ekosistem BRI; Sabrina, chatbot berbasis AI milik BRI, meningkatkan
Digitize existing services
and transactions
Create and launch an
independent greenfield
akses terhadap informasi dan dukungan nasabah; BRImo melayani nasabah ritel dengan kapabilitas
Build ecosystem to offer
(business process) to
boost productivity &
products and services digital bank to tap the perbankan digital end-to-end; sementara Qlola menyediakan layanan pengelolaan kas dan transaksi
beyond core business to untapped segment and
unleash the potential
leverage new liquidity. embedded in customerʼs terintegrasi bagi nasabah korporasi serta nasabah yang terhubung dalam ekosistem bisnis.
Digital Loan Mobile Smart For
new opportunities. and
new sources of growth
life
Platform-platform tersebut mendukung upaya BRI untuk memperluas akses secara efisien,
Underwriting Banking
Super Apps
Visual
Assistance
Customer
mengurangi ketergantungan pada titik layanan fisik, serta menghadirkan layanan keuangan inklusif
Digital Digital Saving Digital
Digital Ecosystem
platform
Ventures
Capital
Digital Partnership &
Collaboration
Loan Bank yang responsif terhadap beragam kebutuhan individu, pelaku usaha mikro, dan pelaku usaha.
(B2B, B2B2C)
Page 94
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 94
Strategi
Akses Digital
SenyuM Mobile Tring!
SenyuM Mobile adalah platform akuisisi bersama yang dirancang untuk nasabah Tring! merupakan platform layanan digital/aplikasi Pegadaian yang
ultra-mikro, memudahkan akses ke produk dan layanan keuangan yang memungkinkan nasabah mengakses layanan Pegadaian secara online,
disesuaikan, termasuk tabungan Simpedes UMi, layanan investasi emas, dan khususnya produk terkait emas dan solusi pembiayaan, seperti Gadai
pembiayaan berbasis rujukan di PNM Mekaar, Pegadaian, dan BRI. Tabungan Emas (mengagunkan tabungan emas untuk memperoleh
likuiditas secara cepat) serta berbagai layanan emas digital lainnya.
Segmen Target: Nasabah Ultra-Mikro
Segmen Target: Nasabah ritel massal (terutama individu yang mencari
Jumlah akuisisi nasabah melalui aplikasi SenyuM Mobile solusi investasi emas yang terjangkau dan fleksibel)
Pinjaman Mekaar Simpedes Tabungan Emas
Total Akuisisi
80,6 ribu 502,6 ribu 526,1 ribu
Pelanggan
73,1 ribu
65,2 ribu 281 ribu 223,4 ribu
168 ribu
Jumlah Pengguna Tring! (2025)
67,7 ribu
5,90
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
juta
3,92 juta
Cicil Emas Pinjaman Gadai Pinjaman BRI
900 1.546,9 ribu
966 ribu
3.243,1 ribu
2.383,7 ribu
1,96 juta
2,97 juta Pengguna
477 ribu 1.173,6 ribu
- -
2023 2024 2025
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
BRImo Raya – Digital Bank
BRImo adalah aplikasi perbankan digital BRI yang memungkinkan nasabah Raya – Digital Bank merupakan aplikasi mobile banking Bank Raya untuk
mengakses layanan tabungan, pembayaran, transfer, dan layanan perbankan kebutuhan perbankan digital sehari-hari (misalnya pengelolaan rekening,
lainnya melalui perangkat seluler. Dengan menyediakan akses yang nyaman, biaya transfer/pembayaran, serta berbagai transaksi digital lainnya) sebagai
rendah, dan 24/7 ke layanan keuangan, BRImo mendukung inklusi keuangan yang bagian dari layanan perbankan digital Bank Raya.
lebih luas, terutama bagi nasabah yang mungkin menghadapi hambatan geografis,
waktu, atau mobilitas dalam mengakses saluran perbankan fisik. Segmen Target: Nasabah ritel yang aktif secara digital dan pelaku usaha
mikro
Segmen Target: Nasabah ritel dan pasar massal Jumlah Pengguna
Raya - Bank Digital (2025)
Jumlah Volume
Pengguna
Transaksi Transaksi
BRImo* (Juta)
(Juta) (Rp Triliun)
45,93 5.619,9 7.076,9
1,17 juta Pengguna
38,61
4.309,3 5.541,3
2024 2025 2024 2025 2024 2025
*Pengguna BRImo berdasarkan jumlah rekening
Page 95
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 95
Strategi
Layanan Digital
Jumlah Pengguna Sales Volume**
Qlola
Aktif Qlola* (Rp Triliun)
Qlola adalah aplikasi perbankan digital super dari BRI yang dirancang untuk membantu nasabah
mengelola faktur dan mengoptimalkan rantai pasokan. Aplikasi ini mengintegrasikan layanan BRI dengan
sistem pembayaran dan fasilitas pinjaman. Fitur Manajemen Rantai Pasokan (SCM) dalam Qlola oleh BRI 113 ribu 13.456
telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan utama, memungkinkan nasabah untuk melakukan
transaksi dengan mitra UMKM dengan lebih mudah. 9.878
76,3 ribu
Segmen Target: Klien Korporat, Komersial, dan UMKM
2024 2025 2024 2025
*) Pengguna Qlola termasuk Qlola Cash Management dan Qlola IB.
**) Volume transaksi berasal dari Qlola Cash Management, CMS, dan Qlola IB.
Sabrina
Sabrina adalah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh BRI untuk memudahkan layanan dan memberikan informasi
kepada nasabah dan calon nasabah. Sabrina dapat diakses dengan mudah melalui WhatsApp di nomor 0812 1214 017. Sabrina membantu nasabah
dalam memperoleh informasi tentang produk, layanan, promosi, reservasi layanan cabang, penonaktifan kartu debit, konsultasi investasi, lokasi
kantor cabang BRI, ATM, atau AgenBRILink terdekat, serta rekomendasi merchant. Asisten virtual ini juga terintegrasi dengan BRImo, memungkinkan
penyediaan informasi terkait transaksi perbankan, saldo rekening, dan laporan rekening.
Pada tahun 2025, interaksi dengan Sabrina mencapai 45% dari total 21.535.701 interaksi di seluruh saluran Contact BRI, meningkat 5% dibandingkan
tahun 2024. Tingkat kegagalan, atau persentase pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh Sabrina, terus menurun, dari 9,33% pada tahun 2024
menjadi 4% pada tahun 2025. Hal ini telah menjadikan Sabrina sebagai saluran komunikasi utama untuk Contact BRI. Menurut survei kepuasan
nasabah, 87,37% pengguna melaporkan merasa puas, meningkat dari 80,50% pada tahun 2024.
Segmen Target: Semua nasabah dan calon nasabah
2024 2025
Pengguna Sabrina 4,31 juta 5,85 juta
Page 96
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 96
Strategi
Literasi Keuangan [GRI G4 FS16]
Sebagai lembaga keuangan yang berkomitmen untuk mendorong keuangan inklusif, BRI menyadari Indikator Utama
bahwa tingkat literasi keuangan Indonesia—yang tercatat sebesar 66,46% pada tahun 2025—
masih menunjukkan adanya kesenjangan struktural dalam pemahaman keuangan dan pemanfaatan Kepuasan Nasabah Tingkat Penyelesaian Pengaduan Nasabah
produk keuangan secara bertanggung jawab. Kondisi ini menegaskan peran penting lembaga
keuangan dalam memperkuat kapabilitas nasabah, tidak sekadar melalui perluasan akses terhadap
produk keuangan.
91,72% 99,98%
Pendekatan literasi keuangan BRI oleh karena itu disusun melalui tiga dimensi yang terintegrasi.
Pertama, program literasi dan pemberdayaan keuangan yang berfokus pada nasabah. BRI
menyelenggarakan berbagai inisiatif literasi dan penguatan kapasitas secara terstruktur yang
bertujuan meningkatkan kapabilitas usaha, disiplin keuangan, dan kesiapan digital, khususnya bagi
UMKM dan masyarakat yang belum terlayani secara optimal. Melalui MSME Empowerment
Framework yang terintegrasi, BRI menyelaraskan kesiapan kewirausahaan dengan intervensi
literasi yang tepat, integrasi ekosistem, serta jalur pembiayaan yang progresif. Pendekatan ini
memastikan bahwa inklusi keuangan berjalan seiring dengan peningkatan kapabilitas dan
keberlanjutan kelayakan pembiayaan (bankability) dalam jangka panjang.
Kedua, praktik pemasaran yang adil, transparan, dan bertanggung jawab. BRI memperkuat literasi
keuangan tidak hanya melalui program edukasi, tetapi juga melalui komunikasi produk dan praktik
penjualan yang bertanggung jawab. Hal ini mencakup pengungkapan yang jelas mengenai fitur
produk, harga, syarat dan ketentuan, serta risiko yang terkait; memastikan kesesuaian produk
dengan profil nasabah; serta penerapan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab untuk
mencegah risiko over-indebtedness dan praktik mis-selling. Dengan memperkuat praktik
pemasaran dan pemberian advis yang beretika, BRI mendukung pengambilan keputusan nasabah
yang lebih terinformasi serta pemanfaatan kredit yang berkelanjutan.
Ketiga, mekanisme penanganan pengaduan dan pelindungan nasabah yang mudah diakses.
Sebagai pelengkap upaya literasi dan pemasaran yang bertanggung jawab, BRI menyediakan
saluran pengaduan dan umpan balik yang terstruktur guna memastikan bahwa setiap keluhan
nasabah ditangani secara adil, transparan, dan tepat waktu. Mekanisme ini berfungsi sebagai
lapisan pelindungan tambahan untuk memperkuat kepercayaan nasabah, meningkatkan kualitas
layanan, serta mendorong perbaikan berkelanjutan dalam praktik keterlibatan dengan nasabah.
Melalui ketiga dimensi tersebut—program pemberdayaan, praktik pasar yang bertanggung jawab,
dan mekanisme pelindungan nasabah—BRI menempatkan literasi keuangan tidak sekadar sebagai
inisiatif edukasi, tetapi juga sebagai strategi terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan nasabah,
memitigasi risiko perilaku (conduct risks), serta memperkuat pertumbuhan portofolio yang
berkelanjutan.
Page 97
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 97
Strategi
Kerangka Pemberdayaan Usaha Mikro dan UKM
Feasible Literasi
Bankable Digital
Untuk memastikan bahwa dukungan non-keuangan dilaksanakan secara terstruktur dan berorientasi pada dampak, BRI
menerapkan Kerangka Pemberdayaan UMKM yang terintegrasi dengan berlandaskan pada kesiapan kewirausahaan dan
Feasible Literasi
Unbankable Bisnis pengembangan bertahap.
Unfeasible Literasi
UnBankable Dasar Kerangka ini mengklasifikasikan UMKM ke dalam tiga tingkat kewirausahaan, dengan penekanan literasi yang berbeda
sesuai dengan tingkat kematangan usaha:
• Unfeasible Unbankable: pelaku usaha tahap awal atau ultra mikro dengan kelayakan usaha yang masih terbatas serta
akses yang sangat minimal terhadap layanan keuangan formal. Pada tingkat ini, pemberdayaan terutama menekankan
literasi keuangan dasar, yang berfokus pada pemahaman inklusi keuangan, pengelolaan keuangan sederhana, serta
pengenalan terhadap produk keuangan formal.
• Feasible but Unbankable: usaha yang telah menunjukkan potensi operasional, tetapi belum sepenuhnya memenuhi
persyaratan perbankan. Pemberdayaan pada tahap ini berfokus pada literasi bisnis, termasuk penguatan kapabilitas
manajerial, pencatatan keuangan, pemahaman kepatuhan, peningkatan produktivitas, serta formalisasi usaha.
• Feasible & Bankable: UMKM yang telah berkembang dengan tata kelola usaha yang lebih terstruktur serta telah
memenuhi kriteria untuk memperoleh pembiayaan komersial. Pada tingkat ini, pemberdayaan memprioritaskan literasi
digital, termasuk mendorong adopsi teknologi digital, perluasan pasar, integrasi ekosistem, serta peningkatan daya
saing usaha.
Level of Entrepreneurship Literasi Program pemberdayaan dilaksanakan secara bertahap melalui tiga fase pengembangan, yaitu:
1. Fase Fondasi, berfokus pada penguatan pemahaman dasar usaha dan kesadaran keuangan.
Fase Pemberdayaan
2. Fase Integrasi, menekankan peningkatan kapabilitas manajerial, kesiapan kepatuhan, serta partisipasi dalam ekosistem
Fase Dasar Fase Integrasi Fase Interkoneksi usaha.
3. Fase Interkoneksi, mendukung perluasan akses pasar, adopsi teknologi digital, serta konektivitas dengan berbagai
Mapping menggunakan Self
Assesement UMKM Naik Kelas
Integrasi pihak – pihak
terkait dalam suatu
Interkoneksi sistem dengan
kementerian/Lembaga/instansi dalam
institusi.
ekosistem pemberdayaan rangka membuka akses informasi,
perizinan dan pasar yang lebih luas
Pada setiap fase tersebut, intervensi pemberdayaan disesuaikan dengan tingkat kewirausahaan masing-masing UMKM,
Literasi Dasar Literasi Bisnis Literasi Digital
dengan kedalaman dan intensitas yang meningkat seiring dengan kesiapan dan perkembangan usaha.
•Inklusi keuangan (pengenalan •Peningkatan kapasitas Literasi kepada UMKM dengan Bagian berikutnya menjelaskan bagaimana kerangka ini diimplementasikan melalui tahapan yang terstruktur, yaitu: (i)
produk dan jasa perbankan) manajerial tujuan (goals) berupa: inklusi keuangan ultra mikro, (ii) pelatihan dan pengembangan literasi yang terarah, serta (iii) graduasi UMKM, yang
•Manajemen keuangan dasar •Legalitas/ kepatuhan • Go Modern
(akuntansi sederhana) •Budaya inovasi • Go Digital mencerminkan komitmen BRI untuk transformasi akses keuangan menjadi kemajuan usaha yang berkelanjutan.
•Pemahaman industri dan pasar • Go Global
•Kepemimpinan
•Pola pikir jangka Panjang
•Skala usaha
Entitas Pemberdayaan
Rumah BUMN Klaster/Kelompok
Usaha/Mekaar
PLUT LinkUMKM (Online)
Page 98
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 98
Strategi
Literasi Keuangan Dasar melalui Ekosistem Ultra Mikro [FN-CB-240a.4]
1. Tahap Pemberdayaan (Empower)
Entities Benefits Pada tahap Pemberdayaan, fokus utama adalah menjangkau pelaku usaha ultra mikro yang
sebelumnya belum terakses oleh layanan keuangan formal serta membekali mereka dengan
kapabilitas keuangan dasar.
Market leader in micro Economic 1.1. Solusi Keuangan yang Menargetkan Nasabah Unbanked, Underbanked, dan Underserved
banking, serving ~13mn
micro borrowers and
Increasing entity's valuation
and hence shareholder's PNM dan BRI menyalurkan pembiayaan modal kerja berbasis kelompok yang secara khusus
~100mn micro depositors
3. UPGRADE
value
menyasar pelaku usaha yang unbanked, underbanked, dan underserved, yang menjalankan
2. INTEGRATE usaha ultra mikro secara informal. Para nasabah dihimpun dalam kelompok tanggung
1. EMPOWER renteng sehingga memungkinkan mereka memperoleh akses pembiayaan dengan nominal
Through their increased
capabilities and wider As the Ultra Micro
Social
kecil tanpa memerlukan agunan konvensional. Solusi keuangan ini tidak hanya memperluas
Market leader in pawn product offerings, customers mature, they
lending, serving ~6mn Pegadaian and BRI UMi will will be upgraded to micro
Improve living standards and
reduce financing costs for
partisipasi ekonomi, tetapi juga mendorong pemberdayaan sosial melalui berbagai program
borrowers PNM will empower the
unfeasible and unbanked
serve the individual lending segment UMi customers
yang terarah dan terstruktur, antara lain:
needs of the graduating
Ultra Micro customers to PNM customers who have • Pemasaran Langsung dan Proses Onboarding oleh Petugas Lapangan
become independent become feasible and
entrepreneurs banked Pelaku usaha ultra mikro dijangkau melalui petugas lapangan yang melakukan
Market leader in group Sustainable pendekatan langsung, asesmen keuangan, serta pembentukan kelompok. Sebagai
lending, serving and
empowering ~10mn
Contribute to financial
literacy and social inclusion bagian dari proses onboarding tersebut, nasabah juga diperkenalkan pada layanan
for all Indonesians
borrowers perbankan formal, yang menghasilkan pembukaan 14,04 juta rekening tabungan
Simpedes UMi dengan total saldo kolektif melebihi Rp1,3 triliun. Upaya berbasis
kedekatan ini tidak hanya membuka akses bagi individu yang sebelumnya tidak memiliki
Ekosistem Ultra Mikro dirancang tidak hanya untuk memperluas akses terhadap pembiayaan, tetapi riwayat perbankan, tetapi juga memperkuat perilaku menabung serta partisipasi dalam
juga untuk mendorong pemberdayaan nasabah yang bermakna, peningkatan literasi keuangan, sistem keuangan formal di kalangan nasabah ultra mikro.
serta mobilitas ekonomi yang lebih tinggi. Melalui kolaborasi terintegrasi antara PNM, Pegadaian, • Akses terhadap Modal Kerja Esensial
dan BRI, nasabah ultra mikro berkembang melalui jalur graduasi yang terstruktur yang Melalui penyaluran pinjaman berbasis kelompok, sebanyak 13,2 juta debitur perempuan
menggabungkan akses pembiayaan dengan penguatan kapabilitas serta integrasi yang lebih luas telah memperoleh pembiayaan Mekaar, dengan total penyaluran mencapai Rp43,4
ke dalam ekosistem usaha. triliun. Model ini menunjukkan keterlibatan langsung dan signifikan BRI Group dalam
sektor microfinance, karena pembiayaan disalurkan secara langsung kepada nasabah
Ekosistem ini didukung oleh jaringan distribusi berbasis lapangan yang luas, termasuk ribuan melalui mekanisme tanggung renteng PNM, yang didukung oleh pemantauan
marketing officer di berbagai segmen, yaitu marketing officer PNM, marketing officer Pegadaian, berkelanjutan, pengawasan pembayaran kembali, serta pendampingan keuangan yang
serta Mantri BRI (Micro Marketing Officer), yang memastikan kedekatan layanan dan jangkauan terintegrasi. Model layanan yang bersifat langsung ini menegaskan peran operasional
langsung kepada masyarakat yang belum terlayani secara optimal di seluruh Indonesia. aktif BRI Group, bukan sekadar eksposur tidak langsung atau pembiayaan secara
wholesale dalam sektor microfinance.
>43,6 ribu >3,3 ribu >27,4 ribu • Pertemuan Kelompok Mingguan
Jumlah Marketing Jumlah Marketing Officer Jumlah Mantri BRI Peningkatan literasi keuangan secara terstruktur diberikan melalui pertemuan kelompok
Marketing Officer Officer PNM Pegadaian (Marketing Officers)
mingguan yang mencakup pengelolaan keuangan dasar, praktik pembayaran kembali
yang bertanggung jawab, pembentukan kebiasaan menabung melalui rekening
Simpedes UMi, serta perencanaan arus kas sederhana. Sesi ini memperkuat kesadaran
keuangan, kedisiplinan, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
sehingga pelaku usaha ultra mikro dapat mengelola modal secara lebih bijak dan
menstabilkan usahanya.
Segmen sasaran program ini terutama terdiri dari perempuan pelaku usaha ultra mikro
berpendapatan rendah yang sebelumnya belum memiliki riwayat perbankan.
Page 99
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 99
Strategi
Literasi Keuangan Dasar melalui Ekosistem Ultra Mikro
1.2. Inisiatif Literasi Keuangan bagi Kelompok Underserved atau Individu Berpendapatan Rendah 3. Tahap Upgrade
Pada tahun 2025, BRI Group melaksanakan Program Pelatihan Khusus bagi Perempuan Intervensi inklusi dan literasi keuangan yang terstruktur pada tahap Pemberdayaan dan Integrasi
Pelaku Usaha Ultra Mikro yang bertujuan mendukung formalisasi usaha serta meningkatkan pada akhirnya menghasilkan proses peningkatan kelas nasabah yang terukur. Dalam tahap ini,
kapabilitas keuangan. Sebagai bagian dari inisiatif ini: pelaku usaha ultra mikro yang menunjukkan perilaku menabung yang konsisten, kinerja
• 2.200.000 nasabah telah memiliki rekening bank yang aktif dan memperoleh Nomor pembayaran yang baik, serta stabilitas usaha, bertransisi dari skema pembiayaan berbasis
Induk Berusaha (NIB), yang mencerminkan penguatan formalisasi usaha di kalangan kelompok di bawah PNM menuju pembiayaan berbasis individu melalui Pegadaian atau BRI.
perempuan pelaku usaha ultra mikro. Melalui transisi tersebut, nasabah memperoleh akses terhadap pembiayaan dengan plafon
• Sebanyak 52.394 sesi pelatihan literasi keuangan dan digital telah diselenggarakan dan yang lebih besar serta layanan perbankan formal yang lebih luas. Keputusan peningkatan kelas
menjangkau 1.853.170 peserta. nasabah didasarkan pada sejumlah indikator yang terukur, antara lain peningkatan kinerja
Materi pelatihan mencakup pengelolaan keuangan dasar, praktik pembayaran kembali yang pembayaran, terbentuknya riwayat transaksi melalui kanal fisik maupun digital, serta ketahanan
bertanggung jawab, pembentukan kebiasaan menabung melalui rekening Simpedes UMi, usaha yang terbukti. Sebagai hasil dari perkembangan yang terstruktur ini, pada tahun 2025
literasi digital, serta perencanaan arus kas sederhana. sebanyak 1,4 juta nasabah Ultra Mikro PNM dan 456,7 ribu nasabah Ultra Mikro Pegadaian
mengalami peningkatan kualitas pembiayaan atau naik kelas segmen usaha.
2. Tahap Integrasi (Integrate)
Pada tahap Integrasi, nasabah yang telah menunjukkan peningkatan kedisiplinan dalam Segmen awal & Jumlah
pembayaran serta stabilitas usaha mulai dihubungkan dengan layanan keuangan yang lebih luas Progresi Segmen Entitas Tujuan
entitas Peminjam
serta ekosistem transaksi yang lebih terintegrasi.
Tetap di Ultra Mikro - Batas Kredit Lebih Tinggi PNM 670 ribu
2.1. Inovasi Saluran Distribusi Alternatif Tanpa Kantor Cabang untuk Layanan Keuangan Ultra
Mikro Tetap di Ultra Mikro - Batas Kredit Lebih Tinggi Pegadaian 396,6 ribu
Penyediaan layanan pada tahap ini diperkuat melalui inovasi saluran distribusi alternatif Ultra Mikro - Tetap di Ultra Mikro - Batas Kredit Lebih Tinggi BRI 264,1 ribu
tanpa kantor cabang (branchless channels) untuk layanan keuangan. Implementasi dilakukan PNM Ditingkatkan ke Mikro PNM 1,0 ribu
melalui perluasan Agen BRILink Mekaar hingga mencapai 456.128 Agen BRILink. Total
Ditingkatkan ke Mikro Pegadaian 71,4 ribu
transaksi melalui BRILink Mekaar telah mencapai Rp13,08 triliun. Saluran branchless ini
membantu mengurangi hambatan geografis sekaligus membangun riwayat transaksi Ditingkatkan ke Mikro BRI 8,5 ribu
nasabah, khususnya di wilayah terpencil dan masyarakat yang belum terlayani secara Total 1,4 juta
optimal.
Tetap di Ultra Micro - Batas Kredit Lebih Tinggi Pegadaian 144,3 ribu
Segmen sasaran: nasabah ultra mikro yang sedang bertransisi menuju pemanfaatan layanan
perbankan formal. Ultra Mikro - Tetap di Ultra Micro - Batas Kredit Lebih Tinggi BRI 97,3 ribu
2.2. Pelatihan UMKM Terarah pada Tahap Integrasi Pegadaian Ditingkatkan ke Mikro Pegadaian 134,7 ribu
Pelaku usaha ultra mikro juga didukung melalui program pengembangan UMKM yang terarah
Ditingkatkan ke Mikro BRI 80,4 ribu
untuk memperkuat partisipasi dalam ekosistem usaha serta integrasi dengan pasar digital.
• Pada tahun 2025, sebanyak 434 UMKM binaan BRI, Pegadaian, dan PNM berpartisipasi Total 456,7 ribu
dalam program pengembangan komunitas usaha melalui kolaborasi dengan platform
e-commerce. Program ini memfasilitasi proses onboarding digital sehingga UMKM dapat
memperluas akses pasar, meningkatkan visibilitas produk, serta memperkuat daya saing
di pasar daring.
• Secara paralel, keterlibatan digital juga diperkuat melalui pemanfaatan media sosial
sebagai saluran pemasaran bagi produk nasabah UMi. Akun resmi pada platform
Instagram dan Facebook digunakan untuk mempromosikan usaha UMi serta menampilkan
produk mereka kepada audiens daring yang lebih luas. Hingga tahun 2025, akun
Instagram tersebut memiliki 8.221 pengikut, sementara laman Facebook mencapai 21.515
pengikut, sehingga membantu pelaku usaha ultra mikro meningkatkan visibilitas produk
serta memperluas jangkauan pasar di luar pasar lokal mereka.
Page 100
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 100
Strategi
Pemberdayaan Nasabah melalui Pembiayaan KUR [FN-CB-240a.2] Program Dukungan Non-Keuangan untuk Masyarakat
Jalur graduasi KUR mencerminkan komitmen BRI dalam mendorong pemberdayaan nasabah tidak BRI menyediakan berbagai program dukungan non-keuangan yang komprehensif dan dapat
hanya melalui penyediaan kredit. Melalui keterlibatan yang berkelanjutan, Relationship Manager diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk individu yang belum terlayani secara optimal
berperan aktif tidak hanya sebagai pemberi pembiayaan, tetapi juga sebagai penasihat keuangan serta pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Inisiatif ini terbuka bagi masyarakat luas dan dirancang
yang mendukung pengembangan usaha dan kesiapan finansial nasabah secara berkelanjutan. untuk memperkuat literasi keuangan, kapabilitas digital, keterampilan kewirausahaan, serta
ketahanan usaha dalam jangka panjang di berbagai segmen.
Dimulai dari produk KUR pada tahap awal, nasabah memperoleh pendampingan yang terstruktur
melalui interaksi rutin dengan Relationship Manager, termasuk pemantauan usaha, penguatan Selain penyediaan produk atau layanan keuangan, BRI juga menghadirkan layanan dukungan yang
disiplin keuangan, pengelolaan arus kas, serta pemanfaatan kredit secara bertanggung jawab terstruktur yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan kelompok yang belum terlayani secara
sesuai dengan kapasitas usaha. Peran pendampingan ini membantu nasabah memperkuat optimal serta memperkuat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan keuangan dan bisnis
kapabilitas operasional serta membangun rekam jejak keuangan yang lebih baik. secara lebih terinformasi. Program-program ini dijalankan secara independen dari produk inklusi
keuangan BRI dan tidak mensyaratkan penggunaan layanan keuangan BRI. Melalui pelatihan,
Seiring dengan peningkatan kinerja usaha, perilaku pembayaran, dan kapabilitas keuangan pendampingan teknis, platform pembelajaran digital, mentoring, serta fasilitasi ekosistem usaha,
nasabah, mereka secara bertahap ditingkatkan ke produk pembiayaan yang lebih maju dengan BRI memastikan bahwa berbagai intervensi peningkatan kapasitas tersebut berfungsi sebagai
plafon kredit yang lebih besar, selaras dengan kebutuhan usaha yang berkembang serta profil mekanisme dukungan yang berdiri sendiri, sehingga memungkinkan para pelaku usaha untuk
risiko masing-masing. Proses ini mencerminkan peningkatan ketahanan usaha, kelayakan berkembang secara berkelanjutan sekaligus tetap memiliki kemandirian dalam menentukan pilihan
pembiayaan (bankability), serta kesiapan nasabah untuk mengembangkan skala usahanya. keuangan mereka.
Melalui jalur graduasi KUR ini, BRI memperkuat peran Relationship Manager sebagai mitra tepercaya Rumah BUMN
dalam perjalanan pertumbuhan nasabah, sekaligus mendukung pengembangan UMKM yang Rumah BUMN merupakan inisiatif pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan melalui kerangka
berkelanjutan serta memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah dan kualitas portofolio kemitraan pemerintah untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah di seluruh
pembiayaan. Indonesia. Program ini menyediakan pelatihan terstruktur, pendampingan usaha, akses jaringan,
serta fasilitas bersama seperti ruang kerja bersama (co-working space) guna memperkuat
Produk KUR Awal Hasil Graduasi Jumlah Peminjam
kapabilitas kewirausahaan dan kesiapan digital. Rumah BUMN menjalankan beberapa fungsi utama,
yaitu:
KUR Super Mikro KUR Mikro 36,5 ribu • Pengembangan UMKM: Mendukung UMKM untuk berkembang dari tahap Go Modern, Go
KUR Kecil 5,3 ribu Digital, dan Go Online menuju Go Global melalui program pendampingan dan penguatan usaha
KUR Mikro Kupedes 255,1 ribu yang terstruktur.
• Community & Emergency: Berfungsi sebagai pusat koordinasi di tingkat lokal yang bekerja
KUR Mikro dengan batas kredit yang lebih tinggi 804,3 ribu
sama dengan para pemangku kepentingan terkait apabila diperlukan.
Komersial Kecil 10,9 ribu • Millennial Basecamp: Menjadi ruang kolaboratif untuk pembelajaran, kegiatan magang, serta
KUR Kecil
KUR Kecil dengan batas kredit yang lebih tinggi 3,9 ribu sumber inspirasi kewirausahaan bagi generasi muda.
• Pusat Informasi dan Program: Berfungsi sebagai pusat informasi terkait program pembiayaan
Total 1,1 juta
berbasis kemitraan serta berbagai inisiatif dukungan pengembangan usaha.
Hingga tahun 2025, BRI mendukung 54 lokasi Rumah BUMN di seluruh Indonesia yang berfungsi
sebagai pusat pemberdayaan UMKM. Sepanjang tahun tersebut, sebanyak 529.000 pelaku UMKM
berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pengembangan usaha melalui program Rumah BUMN.
Melalui model yang terintegrasi ini, Rumah BUMN berperan sebagai akselerator penguatan
kapasitas berbasis komunitas, yang menghubungkan UMKM dengan pendampingan, sumber daya
pelatihan, serta peluang dalam ekosistem usaha yang lebih luas guna meningkatkan daya saing dan
keberlanjutan usaha.
Page 101
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 101
Strategi
New Pasar.id • 7,6 juta pengguna tergolong dalam klaster Developing MSMEs
New Pasar.id merupakan platform marketplace digital yang dirancang untuk memungkinkan • 0,8 juta pengguna tergolong dalam klaster Modern MSMEs
pedagang pasar tradisional menjual produknya secara daring langsung kepada konsumen. • Tersedia lebih dari 800 modul pelatihan dan lebih dari 50 mentor mendukung pengguna melalui
Platform ini: fitur coaching.
• Mendukung digitalisasi pasar ritel tradisional
• Memungkinkan partisipasi dalam transaksi daring Dukungan Non-Finansial melalui LinkUMKM
• Memfasilitasi integrasi dalam ekosistem usaha KPI Dampak
Kategori Sosial
Bidang Sasaran
Partisipasi dalam platform ini tidak mensyaratkan pengambilan kredit, sehingga para pedagang Dukungan Nama Pelatihan Kemitraan Kuantitatif
Pelatihan Peserta
yang belum terlayani secara optimal tetap dapat mengadopsi perdagangan digital secara mandiri. Non-Finansial 2025 (Jumlah
Hingga tahun 2025, New Pasar.id mencatat 5.465 transaksi dengan total nilai transaksi sebesar Peserta)
Rp248,08 juta. Saat ini, platform tersebut telah mencakup 7.384 pasar tradisional dan melayani Dasar-Dasar Bisnis:
223.644 merchant, yang mencerminkan perluasan ekosistem yang berkelanjutan serta partisipasi dari Pencatatan
Literasi Pakar
merchant yang stabil. Pertumbuhan year-on-year pada tahun 2025 tercatat sebesar 0,04%, yang Keuangan hingga 222
Keuangan Akademik
menunjukkan keberlanjutan adopsi platform di segmen ritel tradisional. Laporan Keuangan
Sederhana
UMKM,
LinkUMKM: Platform Literasi dan Kesiapan UMKM UMKM Go Cashless
Pelatihan nasabah
LinkUMKM merupakan platform pembelajaran dan asesmen digital terintegrasi milik BRI yang bersama BRI:
Literasi unbanked,
dirancang untuk mendukung UMKM di berbagai segmen, mulai dari ultra mikro hingga usaha kecil Literasi Digital Transformasi Cerdas Pakar Industri 31
Keuangan atau dan individu
dan menengah, dalam memperkuat kapabilitas usaha, meningkatkan literasi keuangan, serta Menuju Pengelolaan
Digital berpendapatan
mempercepat kesiapan untuk naik kelas. Platform ini bersifat terbuka dan dapat diakses oleh Keuangan Digital
rendah
masyarakat luas, sehingga baik nasabah maupun non-nasabah BRI dapat memanfaatkan berbagai Manajemen Rantai
sumber pembelajaran dan pengembangan kapasitas yang tersedia. LinkUMKM dapat diakses Pasok Cerdas di
melalui situs web dan aplikasi seluler, serta menyediakan modul pembelajaran terstruktur, fitur Literasi Digital Era Digital: Solusi Pakar Industri 56
diagnosis usaha, sarana digital showcase, akses coaching, serta konektivitas dengan ekosistem Transaksi melalui
usaha. Platform ini berfungsi sebagai akselerator literasi sekaligus sarana penguatan pengelolaan Mobile Banking
usaha, yang memberikan dukungan non-keuangan tanpa mensyaratkan penggunaan produk atau
Inovasi Pertanian
layanan keuangan BRI.
Ramah Lingkungan:
Strategi bagi UMKM
Melalui fitur “UMKM Smart” pada LinkUMKM, pengguna dapat mengikuti asesmen Graduasi UMKM Pendampingan Pakar
Pertanian untuk Meningkatkan Petani kecil 69
(Naik Kelas) yang dirancang untuk mengukur tingkat kematangan usaha serta kesiapan UMKM Teknis Pertanian
Produktivitas dan
untuk berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, UMKM
Mengoptimalkan
diklasifikasikan ke dalam tiga klaster pengembangan, yaitu:
Harga Jual
• Traditional
• Developing Memahami UMKM,
• Modern Pelanggan Lebih nasabah
Manajemen Pengembangan Baik dari Kompetitor: unbanked,
Pakar Industri 56
Klasifikasi ini memungkinkan pelaksanaan intervensi literasi dan penguatan kapasitas yang lebih Bisnis Bisnis Strategi Efektif masyarakat
terarah sesuai dengan tingkat kesiapan masing-masing UMKM. Hingga tahun 2025: Mengidentifikasi berpenghasilan
• 14,9 juta pengguna telah terdaftar pada platform LinkUMKM Peluang Pasar rendah
• 11,4 juta pengguna telah mengikuti asesmen Graduasi UMKM
• 2,9 juta pengguna tergolong dalam klaster Traditional MSMEs
Page 102
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 102
Strategi
Program Dukungan Non-Keuangan untuk Nasabah Desa BRILiaN
Program ini mendukung nasabah BRI di segmen ultra mikro, mikro, dan kecil melalui pengembangan Desa BRILiaN merupakan inisiatif pemberdayaan desa yang bertujuan mengembangkan desa
klaster yang terstruktur, penguatan kelembagaan, serta integrasi ekosistem usaha. percontohan dengan kepemimpinan yang kuat, tata kelola kolaboratif, serta pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan. Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), program ini disusun
Klasterku Hidupku berdasarkan empat pilar utama pengembangan desa, yaitu:
BRI Klaster Usaha merupakan program pemberdayaan • BUMDes (Badan Usaha Milik Desa): meningkatkan kapasitas dan kinerja BUMDes sebagai
bisnis yang dirancang untuk mendukung kelompok Sektor Klaster penggerak utama ekonomi desa.
usaha yang terbentuk berdasarkan kesamaan minat 0,70% • Digitalisasi: mengintegrasikan solusi dan teknologi digital untuk memodernisasi administrasi
0,10% 3,00%
dalam suatu wilayah tertentu. Hingga tahun 2025, BRI 7,80% Pariwisata desa, layanan publik, serta aktivitas ekonomi.
telah memfasilitasi pembentukan 42,7 ribu klaster Jasa • Keberlanjutan: mendorong ketahanan jangka panjang melalui pengelolaan sumber daya yang
10,60%
usaha di seluruh Indonesia, yang memperkuat Perikanan bertanggung jawab dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.
kapasitas kolektif dan kolaborasi antar pelaku usaha Perdagangan • Inovasi Kreatif: mendorong pengembangan ide, produk, serta inovasi berbasis komunitas untuk
mikro dan kecil. Melalui inisiatif ini, BRI menyediakan 48,20% Industri memperluas peluang ekonomi.
berbagai program pemberdayaan yang komprehensif, 29,60%
Pertanian Hingga Desember 2025, program Desa BRILiaN telah berhasil memberdayakan lebih dari 5.245
termasuk pelatihan, pendampingan, dukungan Lainnya desa.
infrastruktur usaha, serta fasilitasi perluasan akses Profil Usaha BUMDes Desa BRILiaN
pasar guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas
anggota klaster.
BUMDes Digital Sustainability Inovasi
Peran aktif BUMDes sebagai Digitalisasi di desa dapat Desa tangguh yang mampu Desa yang kreatif dalam
KPI Dampak penggerak ekonomi desa, salah diimplementasikan secara optimal, meningkatkan kesejahteraan memecahkan masalah
satunya dalam pemanfaatan termasuk keuangan digital dan masyarakatnya dengan kemasyarakatan sosial.
Kategori Sosial dana desa untuk kegiatan yang pemanfaatan produk digital BRI sektor unggulan desanya
Bidang
Dukungan Nama Pelatihan Kemitraan Sasaran Peserta Kuantitatif produktif. (BRILink, Web Pasar.id, Stroberi) secara berkesinambungan.
Pelatihan
Non-Finansial 2025 (Jumlah
Peserta)
Strategi Keuangan untuk Lembaga
Literasi
Mengoptimalkan Potensi Edukasi 31
Keuangan
Usaha Berbasis Kelompok Keuangan UMKM, nasabah
Pelatihan
Pengembangan Proposal unbanked,
Literasi Literasi
Bisnis yang Efektif untuk Pakar dan individu 45
Keuangan atau Bisnis
Memperluas Peluang Usaha Akademik berpendapatan
Digital
rendah
Literasi
Digitalisasi UMKM: Langkah
Cerdas Menjangkau Pasar 122
5,245
Digital Desa BRILian seluruh Indonesia
Ekspor
Adaptasi Pengelolaan Hama Pakar
Pertanian Petani kecil 83
dan Penyakit Tanaman Akademik
Pengembangan Produk
Pakar
Perikanan Perikanan yang Inovatif dan Wirausaha mikro 197
Perikanan
Pendampingan Menguntungkan
Teknis Smart Farmers: Meningkatkan
Pendapatan Pertanian Pakar
Pertanian Petani kecil 94
melalui Kemitraan yang Akademik
Perdagangan Jasa Pangan Wisata Desa Manufaktur Lainnya
555 BUMDes 1.209 BUMDes 790 BUMDes 1.618 BUMDes 1.017 BUMDes 56 BUMDes
Menguntungkan
Strategi Usaha Ternak Kurban
Pakar
Peternakan selama Pandemi Penyakit Petani kecil 49 BRI juga mendukung ekosistem berbasis komoditas melalui platform digital yang menghubungkan
Akademik
Mulut dan Kuku (PMK)
produsen, agregator, dan pembeli, sehingga memfasilitasi transaksi yang lebih efisien serta
meningkatkan akses pasar, termasuk melalui platform seperti Pasar Rakyat Indonesia (PARI).
Page 103
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 103
Strategi
Program Pelatihan Ekspor
Sebagai bagian dari dukungan non-finansial untuk peningkatan UMKM, BRI Peduli menyelenggarakan
Program Pelatihan Ekspor 2025 untuk 30 UMKM yang didukung BRI di sektor kuliner, fashion,
perhiasan, kerajinan tangan, dan dekorasi rumah. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Layanan Perdagangan (PPEJP)
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dan memberikan peserta pengetahuan tentang
peraturan perdagangan internasional, dokumen ekspor, serta strategi riset pasar global.
Program ini dilengkapi dengan bantuan teknis, termasuk konsultasi desain produk bekerja sama
dengan Pusat Pengembangan Desain Indonesia (IDDC) dan pendidikan logistik dan rantai pasok
yang diselenggarakan bersama mitra strategis. Melalui kemitraan dengan lembaga pemerintah dan
pengembangan bisnis, inisiatif ini menyediakan pelatihan manajemen bisnis yang disesuaikan
dengan kebutuhan dan kemampuan UMKM yang dibantu, memperkuat kesiapan ekspor dan daya
saing mereka di pasar global. Uji kompetensi pra- dan pasca-pelatihan menunjukkan peningkatan
rata-rata kompetensi sebesar 30,24% (dari 67,17 menjadi 82,32), sementara 68% peserta menilai
pelatihan sebagai 'sangat baik' dan 64% menganggap kontennya sangat relevan dengan kebutuhan
bisnis mereka.
Page 104
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 104
Manajemen Risiko
Manajemen Risiko Keuangan Inklusif
Sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko perusahaan, BRI mengidentifikasi potensi risiko yang terkait dengan inisiatif keuangan inklusif dan penyampaian layanan kepada nasabah. Risiko tersebut
dapat timbul dari kesesuaian produk, akses terhadap layanan keuangan, kualitas layanan, kapabilitas nasabah, serta praktik pelindungan konsumen di berbagai kanal perbankan. Apabila tidak dikelola
dengan baik, risiko-risiko ini dapat memengaruhi kepercayaan nasabah, kualitas portofolio, efektivitas operasional, serta keberlanjutan strategi inklusi keuangan Bank.
Untuk mengelola risiko tersebut, BRI menerapkan sejumlah kerangka tata kelola, kebijakan, serta pengendalian operasional yang bertujuan untuk memastikan penawaran produk yang bertanggung jawab,
perlakuan yang adil bagi nasabah, serta kualitas layanan yang konsisten di seluruh operasional perbankan. Risiko utama beserta langkah mitigasinya dirangkum sebagai berikut.
No. Kategori Risiko Deskripsi Risiko Mitigasi
Desain Produk dan Kesesuaian Produk bagi Nasabah
1 Risiko Kredit Ketidaksesuaian antara produk dan kebutuhan nasabah • Menerapkan penilaian kebutuhan kredit dan kemampuan bayar untuk memastikan produk selaras dengan
kapasitas keuangan nasabah.
• Menerapkan kebijakan pemasaran dan penawaran produk yang bertanggung jawab guna mendorong distribusi
produk yang tepat.
2 Risiko Strategis Rendahnya relevansi produk terhadap kebutuhan nasabah • Menerapkan kebijakan periklanan dan komunikasi yang adil untuk memastikan transparansi informasi produk.
• Memanfaatkan umpan balik nasabah serta pemantauan layanan guna meningkatkan relevansi dan penawaran
produk.
Akses terhadap Layanan Keuangan
3 Risiko Strategis Keterbatasan akses terhadap layanan keuangan di wilayah • Memperluas kanal layanan keuangan inklusif, termasuk perbankan digital dan jaringan agen.
yang belum terlayani • Menerapkan kebijakan literasi dan inklusi keuangan guna mendukung perencanaan dan penyediaan layanan
yang inklusif.
4 Risiko Operasional Risiko fraud di berbagai kanal perbankan • Menerapkan kebijakan pemasaran dan penawaran produk yang bertanggung jawab untuk mencegah praktik
penjualan yang bersifat menyesatkan.
• Memperkuat pemantauan kualitas layanan serta mekanisme pelindungan nasabah.
Pemberdayaan Nasabah dan Edukasi Keuangan
5 Risiko Kredit Rendahnya literasi keuangan dan kapabilitas nasabah • Memperluas program literasi keuangan dan pemberdayaan nasabah.
• Menerapkan modifikasi pinjaman serta proses eskalasi terstruktur untuk mendukung pemulihan keuangan yang
bertanggung jawab.
6 Risiko Operasional Lemahnya penanganan pengaduan atau pelindungan kon- • Memperkuat proses penanganan pengaduan serta dukungan layanan nasabah.
sumen • Menerapkan Service Improvement Management untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan meningkatkan
kualitas layanan.
Pelindungan Keuangan Nasabah
7 Risiko Reputasi Risiko reputasi akibat kualitas layanan yang tidak memadai • Memperkuat pemantauan kualitas layanan serta pengawasan tata kelola.
• Menerapkan standar penagihan yang bertanggung jawab guna memastikan perlakuan yang adil terhadap
nasabah.
Page 105
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 105
Manajemen Risiko
Perbankan Inklusif dengan Fokus pada Kapabilitas dan Perlindungan Customer Excellence & Pengelolaan Kualitas Layanan
Sebagai bagian dari pendekatan manajemen risiko, BRI mengelola pengalaman nasabah dan
Dalam konteks Keuangan Inklusif dan Keunggulan Layanan Nasabah, pendekatan manajemen kualitas layanan untuk memitigasi risiko operasional, strategis, dan reputasi yang terkait dengan
risiko BRI mencakup seluruh spektrum mulai dari perluasan akses keuangan, kemampuan dan penyediaan layanan keuangan. Perusahaan memantau keterlibatan nasabah melalui Customer
literasi nasabah, hingga pelindungan finansial nasabah. Dimensi-dimensi ini saling terkait erat dan Engagement Index, yang mengukur kualitas interaksi nasabah di berbagai kanal layanan. Pada
dikelola sebagai bagian dari tata kelola risiko bank secara keseluruhan, mengingat dampaknya tahun 2025, BRI mencatat skor Customer Engagement sebesar 4,67, melampaui target internal
terhadap stabilitas operasional, kepatuhan regulasi, kepercayaan nasabah, dan keberlanjutan sebesar 4,55. Selain itu, survei kepuasan nasabah dan Net Promoter Score (NPS) digunakan untuk
bisnis jangka panjang. Risiko utama yang diidentifikasi di bidang ini, seperti ketidakcocokan produk mengukur persepsi nasabah secara lebih luas terhadap kualitas layanan dan tingkat loyalitas,
dengan kebutuhan nasabah, ketidakkonsistenan penyampaian layanan di berbagai titik akses, sekaligus menjadi indikator pendukung dalam mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan serta
pemahaman nasabah yang terbatas terhadap produk keuangan, dan paparan yang meningkat memperkuat standar layanan. Hasil pengukuran tersebut disajikan lebih rinci pada bagian Metrik
terhadap risiko perilaku dan reputasi, ditangani melalui kombinasi kontrol kebijakan, pengamanan and Target. Untuk memastikan layanan yang inklusif, BRI juga menyediakan prosedur khusus bagi
operasional, dan mekanisme pemantauan terstruktur. Pendekatan ini memastikan bahwa nasabah penyandang disabilitas dan nasabah lanjut usia sesuai dengan SO.41-CEX/12/2025
pertumbuhan yang didorong oleh inklusi tidak berujung pada peningkatan penjualan yang tidak tentang Unit Kerja Operasional, yang mengatur mekanisme layanan dengan pendampingan. Melalui
tepat, celah kualitas layanan, atau paparan regulasi, dan bahwa hasil bagi nasabah tetap sejalan ketentuan ini, nasabah dapat didampingi oleh pihak yang ditunjuk sebagai pendamping saat
dengan selera risiko BRI dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. melakukan pembukaan rekening atau transaksi, dengan tetap memastikan bahwa petugas BRI
memberikan penjelasan yang jelas agar nasabah dapat mengambil keputusan keuangan secara
Akses yang Memberdayakan, Literasi yang Berkelanjutan [GRI G4 FS14] tepat.
Kebijakan Literasi Keuangan & Inklusi
Dari perspektif manajemen risiko, inklusi keuangan dan literasi keuangan di BRI diatur sebagai Pelindungan Finansial Nasabah
kegiatan yang diatur dan sensitif terhadap risiko, berdasarkan Surat Edaran Direksi SE.21-DIR/
SCC/08/2024 tentang Pelindungan Nasabah, Buku 3 tentang Literasi Keuangan dan Inklusi Mengintegrasikan Proses dan Kebijakan Bisnis yang Bertanggung Jawab
Keuangan, bukan sebagai inisiatif jangkauan mandiri. Kebijakan inklusi dan literasi BRI menetapkan BRI menerapkan pendekatan 'Protection by Design' dengan terus meninjau dan meningkatkan
persyaratan yang jelas untuk perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan, berfungsi proses bisnis dan prosedur operasional standar (SOP) untuk meningkatkan konsistensi, transparansi,
sebagai kontrol utama untuk mitigasi risiko terkait penargetan yang tidak tepat, perluasan akses dan kontrol sepanjang perjalanan nasabah dari awal hingga akhir. Upaya reengineering proses,
yang tidak efektif, dan kemampuan nasabah yang tidak memadai. Inisiatif inklusi diwajibkan untuk termasuk peninjauan ulang akses berdasarkan peran dan pemetaan ulang wewenang, memperkuat
terlebih dahulu menetapkan segmen konsumer, sasaran, saluran distribusi (fisik atau digital), skala, pencegahan penyalahgunaan operasional dan penipuan. Peningkatan ini juga meningkatkan
periode implementasi, dan indikator evaluasi. Kerangka perencanaan terstruktur ini memitigasi keandalan dan auditabilitas proses yang berinteraksi dengan nasabah, seperti onboarding,
risiko terkait penawaran produk atau layanan yang tidak sesuai dengan profil nasabah, kapasitas dokumentasi kredit, persetujuan, dan pemberitahuan, memastikan bahwa hak, kewajiban, dan titik
keuangan, atau kemampuan penggunaan, yang dapat mengakibatkan peningkatan volume keluhan, keputusan nasabah diterapkan secara konsisten dan sesuai dengan praktik manajemen risiko yang
pengawasan regulasi, dan penurunan kepercayaan nasabah. prudent.
Risiko operasional dan reputasi yang timbul akibat perluasan akses dikelola lebih lanjut melalui Komunikasi Produk, Periklanan, dan Praktik Penjualan [GRI 3-3]
penyediaan infrastruktur yang diatur, termasuk jaringan cabang, kemitraan dengan pihak ketiga, Kebijakan Periklanan dan Komunikasi yang Adil
saluran distribusi digital, dan fasilitas aksesibilitas untuk kelompok rentan seperti penyandang BRI menerapkan praktik periklanan dan komunikasi yang adil melalui kerangka kerja tata kelola
disabilitas dan lansia. Dengan mengontrol cara titik akses didirikan dan dipelihara, BRI mengurangi terpusat yang diatur dalam Surat Edaran Direksi SE.17-DIR/CSC/07/2024 tentang Komunikasi.
risiko ketidakkonsistenan layanan, pelanggaran oleh agen, dan pengalaman nasabah yang tidak Kebijakan ini mengatur komunikasi korporat, komunikasi dengan pemangku kepentingan, serta
merata di berbagai wilayah dan segmen.[GRI G4 FS14] Kegiatan literasi keuangan berfungsi sebagai komunikasi merek, produk, dan layanan, memastikan bahwa semua pesan yang ditujukan kepada
pelengkap mitigasi risiko, bertujuan untuk mengurangi kesenjangan kemampuan dan pemahaman publik akurat, konsisten, dan tidak menyesatkan. Pengawasan terhadap kegiatan periklanan dan
yang dapat membatasi pemanfaatan produk secara efektif atau meningkatkan kemungkinan komunikasi besar-besaran dilakukan melalui Forum Komunikasi Korporat, yang dipimpin oleh
pengambilan keputusan yang tidak tepat. Kegiatan ini tunduk pada evaluasi sistematis dan Direktur Utama dan melibatkan koordinasi lintas fungsi antar unit terkait. Forum ini memberikan
pelaporan regulasi berkala, memungkinkan BRI untuk memantau apakah upaya inklusi berujung pengawasan manajemen senior terhadap inisiatif komunikasi strategis, berdampak tinggi, dan
pada peningkatan akses, penggunaan produk yang bertanggung jawab, dan hubungan nasabah lintas unit, termasuk kampanye besar dan kegiatan promosi, untuk memastikan kesesuaian dengan
yang berkelanjutan, sekaligus mengidentifikasi sinyal peringatan dini yang mungkin memerlukan persyaratan regulasi, pertimbangan reputasi, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas.
tindakan korektif.
Page 106
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 106
Manajemen Risiko
Untuk mendukung tujuan tersebut, BRI menerapkan pendekatan terintegrasi melalui sinergi pilar- penyampaian layanan, serta pendekatan interaksi dengan nasabah guna meningkatkan kepuasan
pilar komunikasi yang mencakup komunikasi korporat dan pemangku kepentingan yang dikelola nasabah secara keseluruhan.
oleh Corporate Secretary Group; komunikasi merek, produk, dan layanan yang dikelola oleh
Branding & Marketing Communication Group; serta komunikasi internal yang dikelola oleh Culture Praktik Pemberian Pinjaman yang Bertanggung Jawab
Transformation Group. Struktur tata kelola ini memungkinkan komunikasi yang terkoordinasi, Penilaian Kebutuhan dan Kemampuan Membayar Kredit
memperkuat konsistensi merek, serta memastikan keselarasan seluruh aktivitas komunikasi dengan Sebagai bagian dari komitmennya terhadap pinjaman yang bertanggung jawab dan pemberdayaan
tujuan strategis BRI dan ekspektasi para pemangku kepentingan. Selain itu, BRI juga nasabah, BRI menerapkan SO.11-CRO/06/2024 tentang Operasional Pinjaman beserta perubahannya
menyelenggarakan program pelatihan dan sosialisasi bagi pekerja yang terlibat dalam kegiatan tentang Operasi Pinjaman, yang mengatur proses kredit secara end-to-end, mulai dari penyampaian
pemasaran, komunikasi produk, dan keterlibatan nasabah guna memastikan kepatuhan terhadap informasi kepada nasabah, penilaian kredit, proses persetujuan kredit, dan pelayanan. Sejalan
prinsip periklanan yang adil serta standar pelindungan konsumen, sebagaimana dijelaskan lebih dengan kebijakan tersebut, BRI menyediakan fitur simulasi perhitungan kredit yang dapat diakses
lanjut pada bagian pengembangan kapabilitas pekerja pada halaman 108. melalui situs resmi Perseroan untuk meningkatkan transparansi kepada nasabah. Fitur ini
memungkinkan nasabah memperkirakan besaran cicilan bulanan sebelum mengajukan kredit.
Kebijakan Pemasaran dan Penawaran Produk yang Bertanggung Jawab [GRI 417-1] Melalui pendekatan ini, BRI menjunjung tinggi prinsip transparansi dan tanggung jawab dalam
Kebijakan pemasaran dan penawaran produk yang bertanggung jawab di BRI diatur oleh Surat proses pemberian kredit, dengan menyediakan informasi yang jelas serta mendorong nasabah
Edaran Direksi SE.21-DIR/SCC/08/2024 tentang Perlindungan Pelanggan dan SO.41-CEX/12/2025 untuk mengambil keputusan keuangan secara lebih terinformasi. Pendekatan ini turut membantu
tentang Unit Kerja Operasional. Kebijakan ini menetapkan standar perilaku pasar yang mencakup memitigasi risiko timbulnya beban utang yang tidak terkendali bagi nasabah serta memperkuat
pengungkapan produk yang transparan, penawaran produk yang sesuai, dan perlakuan yang adil hubungan kemitraan finansial antara BRI dan nasabahnya.
terhadap nasabah sepanjang siklus hidup produk, termasuk interaksi langsung antara Relationship
Manager atau Tim Frontliner dengan nasabah. BRI juga berkomitmen kuat untuk menerapkan praktik penyaluran kredit yang bertanggung jawab
dan adil, serta tidak melakukan praktik pembiayaan yang bersifat eksploitatif atau berisiko tinggi
Aktivitas pemasaran dan penawaran produk diwajibkan untuk menyediakan informasi yang akurat, yang memanfaatkan kerentanan finansial nasabah. Seluruh aktivitas perkreditan dilaksanakan
lengkap, dan mudah dipahami, sehingga nasabah dapat membuat keputusan keuangan yang berdasarkan prinsip kehati-hatian, termasuk melalui penilaian keterjangkauan (affordability
terinformasi. Materi komunikasi dan penjelasan produk mencakup pengungkapan yang seimbang assessment) dan kapasitas pembayaran kembali (repayment capacity assessment), yang didukung
mengenai fitur utama, biaya, risiko, dan konsekuensi potensial, memastikan bahwa nasabah tidak oleh mekanisme penilaian kredit dan evaluasi risiko internal untuk memastikan bahwa produk kredit
hanya mengetahui manfaat tetapi juga kewajiban dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan yang diberikan tetap selaras dengan kemampuan finansial nasabah. Proses tersebut merupakan
produk keuangan. Produk ditawarkan kepada target pasar yang sesuai, dengan mempertimbangkan bagian integral dari kerangka manajemen risiko kredit BRI, sehingga setiap keputusan pembiayaan
kebutuhan nasabah, kemampuan finansial, dan tingkat pemahaman, serta dilakukan dengan mempertimbangkan evaluasi kelayakan nasabah secara prudent serta kesesuaian produk dengan
persetujuan nasabah sebelumnya. Praktik-praktik ini didukung oleh pedoman operasional untuk profil dan kapasitas finansial nasabah.
memperkuat literasi keuangan dan mempromosikan inklusi keuangan, disertai dengan mekanisme
penanganan dan penyelesaian sengketa yang efektif sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Selain itu, BRI secara berkelanjutan melakukan pemantauan terhadap kinerja kredit untuk
Keuangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat. mengidentifikasi secara dini potensi kesulitan pembayaran maupun tanda-tanda tekanan finansial
pada nasabah. Melalui mekanisme pemantauan tersebut, BRI dapat mengambil langkah-langkah
Untuk memperkuat produk dan layanan yang bertanggung jawab, kerangka kebijakan yang sama proaktif, termasuk melakukan komunikasi dengan nasabah serta tindakan pengelolaan kredit yang
berlaku sepanjang siklus hidup produk dan layanan, mencakup desain, penawaran, penyampaian, diperlukan, guna mencegah meningkatnya tekanan finansial pada nasabah. Praktik perkreditan di
dan penggunaan berkelanjutan produk perbankan dan layanan nasabah. Kerangka ini mencerminkan BRI dan seluruh entitas anak juga berada dalam pengawasan regulasi serta kerangka perlindungan
komitmen BRI terhadap penyediaan produk dan layanan yang bertanggung jawab dengan konsumen yang mengharuskan transparansi informasi, perlakuan yang adil kepada nasabah, serta
memastikan bahwa produk dirancang, dipasarkan, dan disampaikan dengan mengutamakan praktik penagihan yang beretika. Pendekatan yang terintegrasi ini membantu memitigasi risiko
kesesuaian produk dengan kebutuhan nasabah, transparansi, serta hasil yang adil bagi nasabah. terjadinya utang berlebih (over-indebtedness) pada nasabah, sekaligus memperkuat kepercayaan
Kontrol internal diterapkan untuk memastikan bahwa baik produk maupun penyampaian layanan serta membangun kemitraan finansial yang bertanggung jawab antara BRI dan nasabahnya.
tetap sesuai untuk segmen nasabah yang dituju dan secara konsisten selaras dengan prinsip
perlindungan nasabah. Penagihan Utang yang Bertanggung Jawab
BRI telah menetapkan kebijakan penagihan kredit komprehensif yang dirancang untuk melindungi
Masukan dari pengukuran kepuasan nasabah juga diintegrasikan ke dalam proses peningkatan hak nasabah dan data pribadi, sepenuhnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
produk dan layanan, sehingga BRI dapat secara berkelanjutan menyempurnakan fitur produk, berlaku. Kebijakan ini memastikan bahwa semua aktivitas penagihan dilakukan secara transparan
Page 107
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 107
Manajemen Risiko
dan bebas dari intimidasi, pelecehan, atau perlakuan tidak adil. Persyaratan ini diperkuat melalui Selama proses penyelesaian NPL, BRI memastikan transparansi melalui komunikasi yang jelas
SO.11.b-CRO/06/2024 tentang Operasi Pinjaman, yang mengatur proses kredit end-to-end, dengan nasabah mengenai kondisi keuangan mereka, opsi penyelesaian yang tersedia, dan
termasuk prosedur penagihan, pengelolaan akun, jalur eskalasi, dan standar komunikasi dengan implikasi potensial. Semua tindakan penyelesaian tunduk pada proses tata kelola internal,
nasabah, untuk memastikan praktik yang disiplin dan bertanggung jawab sepanjang siklus kredit. pengawasan, dan persetujuan yang telah ditetapkan untuk memastikan keadilan, proporsionalitas,
Untuk mendukung praktik penagihan yang bertanggung jawab, BRI secara terus-menerus kepatuhan regulasi, dan akuntabilitas. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan BRI mengelola
memperkuat kompetensi dan profesionalisme pekerja yang terlibat dalam penagihan kredit melalui risiko kredit secara efektif sekaligus melindungi hak nasabah, mendukung pengambilan keputusan
pelatihan terarah, program sertifikasi, dan inisiatif pengembangan kapasitas berkelanjutan. yang terinformasi, dan mempertahankan kemitraan keuangan yang tangguh dan jangka panjang.
Pendekatan ini memastikan bahwa pekerja memahami prosedur penagihan dengan baik sekaligus
tetap menjaga empati dan sensitivitas terhadap kondisi keuangan nasabah. Selain itu, BRI Proses Penanganan Keluhan
menerapkan tata kelola dan pengawasan yang ketat terhadap agen penagihan utang pihak ketiga BRI memiliki proses yang jelas dan terstruktur dalam mengelola produk keuangan, memastikan
untuk memastikan kepatuhan terhadap pedoman yang ditetapkan dan standar etika yang tinggi. bahwa semua keluhan nasabah ditangani dengan cepat dan efisien. BRI menyediakan berbagai
Melalui pendekatan yang seimbang ini, BRI berupaya melindungi kepentingan perusahaan serta saluran komprehensif untuk menerima dan menangani keluhan melalui BRI Contact Center (Contact
membangun hubungan jangka panjang yang berbasis kepercayaan dengan nasabah dan menjaga BRI) dan layanan di kantor-kantor BRI, termasuk cabang, sub-cabang, dan unit BRI. Nasabah dapat
kepuasan nasabah. menghubungi Contact BRI melalui telepon di 1500017, platform media sosial resmi, email di callbri@
bri.co.id, WhatsApp Chatbot Sabrina di 0812 1214 017, dan layanan digital melalui menu Pusat
Modifikasi Pinjaman dan Proses Eskalasi Terstruktur Bantuan di aplikasi BRImo untuk layanan mandiri dan dukungan bebas pulsa. Selain itu, nasabah
BRI menerapkan pendekatan terstruktur dan hati-hati dalam modifikasi pinjaman dan penyelesaian dapat mengajukan keluhan secara langsung di Unit Kerja BRI melalui Frontliners (Universal Bankers
pinjaman bermasalah (NPL) sebagai bagian yang terintegrasi ke dalam kerangka kerja mitigasi & Customer Service) atau melalui Video Banking.
risiko kreditnya, yang diatur oleh Surat Edaran Direksi SE.39-DIR/KRD/11/2023 tanggal 10 November
2023 tentang Pengelolaan Pinjaman Bermasalah. Kerangka kerja ini dirancang untuk melindungi Setiap keluhan yang diterima ditinjau secara cermat oleh tim yang berkualifikasi untuk memahami
nasabah, terutama yang menghadapi guncangan ekonomi tak terduga atau kesulitan keuangan masalah dan menemukan solusi yang tepat. BRI memastikan bahwa tindakan korektif segera
berkepanjangan, sekaligus menjaga kualitas portofolio yang sehat dan pengelolaan risiko yang diterapkan untuk menangani keluhan nasabah dan mencegah masalah serupa terjadi di masa
hati-hati. depan. BRI menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) dan Otomatisasi Proses Robotik (RPA) untuk
memantau Perjanjian Tingkat Layanan (SLA) guna meningkatkan pengalaman nasabah,
Dalam mengelola pinjaman bermasalah (NPL), BRI menerapkan pendekatan berbasis risiko dan mempercepat penyelesaian masalah, dan mengoptimalkan proses bisnis dalam layanan nasabah.
segmentasi nasabah yang mempertimbangkan kondisi keuangan debitur, kemampuan pembayaran,
prospek bisnis, dan itikad baik yang telah ditunjukkan. BRI memprioritaskan restrukturisasi pinjaman Untuk memperkuat pengawasan independen, pada tahun 2025 BRI melakukan audit internal
sebagai mekanisme pemulihan utama, mencerminkan filosofi penyelesaian yang seimbang dan tematik yang berfokus pada efektivitas penanganan keluhan, kepatuhan terhadap prosedur, dan
berorientasi pada nasabah yang bertujuan untuk mempertahankan hubungan jangka panjang kepatuhan terhadap standar pelindungan nasabah. Hasil audit digunakan sebagai mekanisme
dengan nasabah sejauh mungkin. Langkah-langkah restrukturisasi dapat mencakup penundaan tinjauan independen untuk mengevaluasi masalah sistemik, mengidentifikasi area perbaikan, dan
pembayaran, penyesuaian suku bunga, penjadwalan ulang atau perpanjangan tenor pinjaman, dan mendukung tindakan korektif di seluruh unit kerja terkait. Temuan dari tren keluhan dan tinjauan
modifikasi lain yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan nasabah dan keberlanjutan tematik diangkat melalui saluran tata kelola dan digunakan untuk meningkatkan kebijakan, prosedur,
bisnisnya. Keputusan ini didasarkan pada penilaian keuangan komprehensif dan dipandu oleh dan kontrol layanan.
prinsip itikad baik, kerja sama, dan kelayakan operasional debitur.
Sepanjang tahun 2025, BRI secara efektif mengelola proses penanganan dan investigasi pengaduan,
Jika restrukturisasi tidak memungkinkan atau tidak dapat memulihkan kelayakan pinjaman, BRI serta melaksanakan tindakan perbaikan apabila diperlukan. Hal ini menunjukkan komitmen BRI
menerapkan mekanisme penyelesaian NPL alternatif sesuai dengan peraturan perundang- untuk menyelesaikan seluruh pengaduan sesuai dengan Service Level Agreements (SLA) yang
undangan yang berlaku dan standar tata kelola internal. Mekanisme ini meliputi penyelesaian tanpa telah ditetapkan. Proses ini juga berkontribusi terhadap peningkatan berkelanjutan atas kebijakan
proses hukum, penyelesaian melalui jalur hukum, upaya penagihan terstruktur, klaim melalui dan prosedur, sehingga mendorong peningkatan kepuasan nasabah serta menjaga standar kualitas
lembaga penjaminan kredit atau asuransi, lelang jaminan, dan transfer piutang atau penjualan layanan yang tinggi. Pada tahun 2025, BRI menyelesaikan 99,98% dari total 1.262.275 keluhan yang
pinjaman (cessie). Pemilihan langkah penyelesaian disesuaikan dengan karakteristik debitur dan diterima melalui semua saluran. Dari jumlah tersebut, 1.261.976 keluhan berhasil diselesaikan,
eksposur kredit, memungkinkan perlakuan yang berbeda antara nasabah koperasi dan nasabah sementara 299 keluhan masih dalam proses penyelesaian. BRI berkomitmen untuk menyelesaikan
yang tidak memiliki prospek bisnis yang layak atau tidak menunjukkan itikad baik. semua proses yang masih dalam tahap pengolahan, sesuai dengan Perjanjian Tingkat Layanan
(SLA) yang telah ditetapkan.
Page 108
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 108
Manajemen Risiko
Pemberdayaan Kapasitas Sumber Daya Manusia Melalui pelatihan yang terstruktur ini, BRI memastikan bahwa kegiatan pemulihan dan restrukturisasi
BRI memperkuat pelindungan keuangan nasabah dengan meningkatkan kapabilitas layanan dan dilaksanakan secara profesional, transparan, serta dengan tetap menjaga martabat nasabah,
standar perilaku pada seluruh peran yang berinteraksi langsung dengan nasabah, termasuk sekaligus mempertahankan standar manajemen risiko yang prudent.
frontliner, middle manager, relationship manager, serta unit pendukung. Hal ini diwujudkan melalui
penguatan budaya layanan serta berbagai inisiatif terstruktur seperti program onboarding,
Peserta Peserta
pengembangan kinerja, role-playing exercises, quality assurance berlapis, mystery shopping, serta Program Pelatihan Topik Utama yang Dibahas Tujuan
Sasaran 2025
penyempurnaan mekanisme CSAT. Upaya tersebut menginstitusionalisasikan penyampaian
informasi produk yang konsisten, praktik penjualan yang bertanggung jawab, serta jalur eskalasi Pelatihan Transparansi penyampaian Frontliner 412 Memastikan
yang efektif. Dengan demikian, langkah-langkah ini membantu memitigasi risiko misinformasi dan Pelindungan informasi produk, praktik pekerja nasabah menerima
mis-selling, sekaligus memungkinkan nasabah mengambil keputusan yang lebih tepat melalui Konsumen & pemasaran yang adil, perilaku baru informasi produk
penyampaian informasi yang jelas mengenai ketentuan utama, biaya, serta risiko yang terkait. Komunikasi yang penjualan yang bertanggung yang akurat dan
Bertanggung jawab, standar komunikasi transparan
BRI menerapkan pendekatan yang terstruktur dan berlapis untuk memperkuat pelindungan nasabah Jawab dengan nasabah
serta praktik perilaku yang bertanggung jawab di seluruh titik interaksi dengan nasabah. Pendekatan
ini mengintegrasikan komunikasi produk yang adil, pelindungan nasabah, serta praktik penagihan
yang beretika ke dalam pengembangan kepemimpinan, pelatihan frontliner, dan program fungsional Pengembangan Interaksi dengan nasabah Pekerja yang 578 Memperkuat
khusus guna memastikan standar yang konsisten di seluruh organisasi. Kapabilitas secara etis, praktik penanganan berinteraksi pekerja kapabilitas layanan
Layanan Nasabah pengaduan, standar kualitas langsung eksisting dan mendorong
Untuk memperkuat praktik periklanan yang adil serta komunikasi produk yang bertanggung jawab, layanan, pencegahan mis- dengan interaksi yang
BRI mengintegrasikan prinsip pelindungan konsumen ke dalam program pengembangan selling nasabah bertanggung jawab
kepemimpinan dan manajerial pada tahun 2025 yang menjangkau total 84 peserta, terdiri dari dengan nasabah
Regional Operation Heads, Department Heads, calon Branch Heads, serta Bank Representatives.
Program-program ini menekankan komunikasi yang transparan, pengungkapan yang tepat atas
fitur dan risiko produk, serta kepatuhan terhadap standar regulasi.
Program Prinsip pelindungan konsumen, Regional 84 pekerja Mengintegrasikan
Secara paralel, pelatihan terstruktur juga diberikan kepada karyawan yang berinteraksi langsung
Pengembangan praktik penanganan pengaduan, Operational prinsip pelindungan
dengan nasabah. Pada tahun 2025, program onboarding menjangkau 412 frontliner yang baru
Kepemimpinan & standar kualitas layanan, Head, konsumen dalam
diangkat, sementara program equipping memperkuat kompetensi 578 karyawan customer-facing
Manajerial pencegahan mis-selling Departement fungsi pengawasan
yang telah ada, termasuk materi pelatihan pelindungan nasabah.
Head, calon manajerial
Kepala
Selain itu, BRI juga menyediakan program pelatihan khusus bagi personel yang terlibat dalam fungsi
Cabang, Bank
restrukturisasi dan pemulihan kredit guna memastikan kepatuhan yang ketat terhadap kebijakan
Representatives
internal penagihan utang serta standar regulasi. Pada tahun 2025, pelatihan khusus mengenai
Credit Restructuring & Recovery (CRR) diberikan kepada 811 peserta, yang terdiri dari 781 anggota Pelatihan Praktik penagihan yang etis, Anggota tim dan 811 pekerja Memastikan
tim RM CRR (Credit Recovery & Restructuring) dan 30 pimpinan tim RM CRR. Program-program ini Restrukturisasi & negosiasi restrukturisasi, pimpinan tim praktik pemulihan
dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis serta menegaskan praktik penagihan yang Pemulihan Kredit kepatuhan terhadap regulasi Credit Recovery kredit yang
bertanggung jawab sejalan dengan prinsip pelindungan nasabah. (CRR) dalam proses pemulihan kredit & Restructuring bertanggung jawab
Pelatihan ini menekankan: dan menghormati
• Interaksi dengan nasabah yang etis dan penuh penghormatan selama proses restrukturisasi martabat nasabah
• Kepatuhan terhadap kebijakan internal penagihan utang dan peraturan yang berlaku
• Mekanisme negosiasi dan restrukturisasi yang bertanggung jawab
Page 109
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 109
Metrik dan Target
Metrik untuk Keuangan Inklusif
Komitmen BRI untuk mendorong inklusi keuangan, literasi keuangan, dan pelindungan finansial nasabah terus menghasilkan capaian yang terukur dalam ekosistem bisnis dan nasabah. Upaya ini tercermin
dari semakin luasnya jangkauan inklusi keuangan BRI, tingginya tingkat kepuasan nasabah, serta integrasi indikator kinerja utama terkait ke dalam kerangka remunerasi eksekutif.
Jangkauan Inklusi Keuangan BRI
Melalui penerapan strategi keuangan inklusif, praktik manajemen risiko, serta indikator kinerja yang terukur, jangkauan inklusi keuangan BRI terus mengalami perluasan. Hingga tahun
2025, BRI melayani 140,5 juta nasabah individu di seluruh Indonesia, yang berkontribusi terhadap estimasi tingkat inklusi keuangan nasional sebesar 64,5%.
Pengukuran Kepuasan Nasabah
BRI melakukan pengukuran kepuasan nasabah secara berkala untuk memahami persepsi nasabah terhadap kualitas layanan serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
Pengukuran kepuasan nasabah dilakukan melalui survei periodik bekerja sama dengan lembaga independen pihak ketiga. Pada tahun 2025, hasil survei menunjukkan kinerja layanan
yang baik dan melampaui target internal, dengan skor Customer Service Excellence sebesar 91,72. Umpan balik yang diperoleh melalui berbagai kanal, baik offline maupun digital,
dimanfaatkan secara sistematis untuk meningkatkan penyampaian layanan dan pengalaman nasabah. Hasil pengukuran ini juga digunakan sebagai referensi untuk memantau dan
meningkatkan kualitas produk dan layanan, mengidentifikasi gap layanan, dan mendorong perbaikan berkelanjutan guna memastikan bahwa produk dan layanan keuangan BRI tetap
relevan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
KPI Direksi yang Terkait dengan Remunerasi Sebagai bagian dari kerangka KPI kolegial Direksi, BRI menetapkan indikator untuk memperkuat
dukungan pembiayaan pada segmen usaha produktif. Pada tahun 2025, pertumbuhan rata-rata
KPI Direksi Target 2025 Pencapaian 2025
kredit UMKM tercatat sebesar 5,9%, yang mencerminkan upaya berkelanjutan untuk memperluas
Rasio CASA Konsolidasi 67,28% 70,61% pembiayaan kepada pelaku usaha dengan tetap menjaga pengelolaan portofolio secara prudent.
Jumlah Pengguna Aktif BRImo 24,25 juta 110%
Selain itu, pencapaian KPI kolegial untuk penyaluran kredit ultra mikro pada tahun 2025 tercatat
sebesar 95,4%, yang menunjukkan komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan bagi
segmen usaha ultra mikro.
Penyaluran KUR 80,00% 98,93%
Sejalan dengan pencapaian tersebut, komposisi portofolio kredit konsolidasi BRI Group juga
Pembiayaan Berkelanjutan Rp800 triliun Rp811,86 triliun
menunjukkan dukungan yang signifikan terhadap segmen mikro dan UMKM. Pada tahun 2025,
penyaluran kredit kepada segmen mikro mencapai Rp648,3 triliun, atau 42,6% dari total kredit
NPS untuk Bank 54,43% 69% konsolidasi, sementara kredit kepada segmen UMKM tercatat sebesar Rp240,8 triliun, atau 15,8%
dari total portofolio kredit konsolidasi
Page 110
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 110
Metrik dan Target
Dampak Sosial Pinjaman Mikro
Sebagai bagian dari strategi Keuangan Inklusif, BRI bertujuan tidak hanya memperluas akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga menghasilkan dampak sosial ekonomi yang bermakna bagi nasabah.
Melalui penyediaan solusi pembiayaan, BRI berupaya memperkuat ketahanan finansial nasabah serta mendukung peningkatan kesejahteraan rumah tangga dan kapasitas usaha. Untuk memahami dampak
tersebut secara lebih baik, BRI melakukan penilaian dampak sosial terhadap nasabah peminjam kredit mikro. Survei ini menangkap sinyal awal perubahan dalam perilaku keuangan, stabilitas mata pencaharian,
serta akses terhadap layanan dasar setelah nasabah memperoleh akses pembiayaan. Indikator yang disajikan di bawah ini berasal dari survei dampak sosial yang dilakukan terhadap sampel sebanyak 838
nasabah KUR dan Kupedes, dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error sebesar 5%.
Kategori Dampak Sosial Dampak Utama Representasi Dampak Metrik 2025
Menunjukkan persentase nasabah yang mendapatkan akses pertama
Persentase nasabah dengan
kali ke kredit formal, mencerminkan perluasan inklusi individu yang KUR: 81,7%
Keuangan Inklusif akses baru (nasabah
sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan perbankan atau memiliki Kupedes: 69,6%
perbankan pertama kali)
Akses ke Layanan Esensial akses terbatas ke sistem keuangan.
Menunjukkan perubahan yang dilaporkan oleh nasabah dalam kemampuan Persentase nasabah yang
KUR: 74,9%
Pendidikan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anggota keluarga yang bergantung dapat memberikan akses
Kupedes: 70,8%
setelah mendapatkan akses ke pembiayaan mikro. pendidikan bagi tanggungan
Persentase nasabah yang
Infrastruktur Dasar yang Mencatat perubahan yang dilaporkan nasabah dalam akses ke air bersih KUR: 51,7%
Air memperoleh akses air bersih
Terjangkau setelah menerima pembiayaan. Kupedes: 51,4%
yang lebih baik
Persentase nasabah yang
Keamanan Pangan & Sistem Mencerminkan perbaikan yang dilaporkan nasabah dalam akses ke melaporkan peningkatan KUR: 71,9%
Keamanan Pangan
Pangan Berkelanjutan makanan sehat setelah pembiayaan. akses terhadap makanan Kupedes: 66,6%
sehat
Pemberdayaan dan Peningkatan Pelanggan nasabah yang KUR: 42,8%
Pengembangan Usaha Menunjukkan perubahan peningkatan aset yang dilaporkan oleh nasabah.
Sosial Ekonomi mengalami peningkatan aset Kupedes: 48,0%
KUR: 45 pekerjaan baru
per 100 fasilitas KUR
yang diberikan
Penciptaan Lapangan Kerja & Penciptaan Lapangan Kerja Mencerminkan perubahan yang dilaporkan oleh nasabah dalam aktivitas Jumlah Pekerjaan yang
Ketahanan Ekonomi yang Layak bisnis, termasuk tenaga kerja dan kepemilikan aset, setelah pembiayaan. Diciptakan per 100 pinjaman
Kupedes: 65 pekerjaan
baru per 100 fasilitas
Kupedes yang diberikan
Secara keseluruhan, hasil-hasil ini menggambarkan perkembangan yang jelas dalam dampak keuangan inklusif. Pinjaman mikro pertama-tama memperoleh kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok
rumah tangga, seperti pendidikan, air, makanan, dan perumahan. Seiring dengan meningkatnya stabilitas, inklusi meluas ke perempuan dan nasabah yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan
perbankan, memperkuat partisipasi dalam sistem keuangan formal. Landasan ini memungkinkan nasabah untuk mengembangkan aset produktif, memperluas usaha, dan menciptakan lapangan kerja,
menandakan ketahanan keuangan awal dan memperkuat peran keuangan inklusif sebagai pendorong kemajuan sosial ekonomi yang berkelanjutan.
Page 111
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 111
Metrik dan Target
Pendapatan Terkait SDGs
Seiring dengan upaya BRI dalam mendorong inklusi keuangan dan literasi keuangan serta melindungi kesejahteraan finansial nasabah, sebagian besar pendapatan Bank selaras dengan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs). Pada tahun 2025, sekitar 65,6% dari total pendapatan BRI terkait dengan aktivitas yang selaras dengan SDGs, terutama mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan
Ekonomi) melalui pembiayaan yang mendorong pengembangan usaha, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas.
SDG 2 – Nol Kelaparan
Rp3,13 Tn
SDG 8 – Decent Work
65,6% and Economic
Growth
SDG 11 – Kota dan Komunitas
Berkelanjutan
Rp0,98 Tn
SDG 7 – Energi Bersih dan
dari revenue BRI Rp101,52 Tn Terjangkau
atau Rp0,48 Tn
SDG 8 – Decent Work and
Rp106,33 Triliun Tingginya konsentrasi pendapatan pada SDG 8
menegaskan posisi strategis BRI sebagai bank
Economic Growth
Rp19.96 Tn
universal dengan mandat pembangunan yang kuat,
(Pendapatan Bunga & FBI yang
dalam mendukung penciptaan lapangan kerja, Meskipun memberikan kontribusi yang lebih kecil
selaras dengan Sustainable dibandingkan dengan SDG 8, pendapatan yang selaras
peningkatan produktivitas, serta pertumbuhan
Development Goals) dengan SDGs 2, 7, 11, dan 12 mencerminkan dukungan
ekonomi jangka panjang di seluruh Indonesia. BRI yang terdiversifikasi terhadap ketahanan pangan,
transisi energi bersih, pembangunan perkotaan
berkelanjutan, serta ekosistem produksi yang
bertanggung jawab.
Page 112
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 112
Privasi dan Keamanan Data
Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS
Tata Kelola Strategi Manajemen Risiko Metrik dan Target
Dewan Komisaris Time Horizon Infrastruktur IT Sebagai Pondasi Pencapaian BRI
Direksi Identifikasi Risiko dan Peluang Ketahanan Sistem Teknologi Informasi
Tugas dan Tanggung Jawab Respon Identifikasi Risiko dan Peluang Pengelolaan Privasi dan Data
Manajemen
Pengembangan Kapasitas Pengelolaan Privasi dan Data
Pelaporan dan Evaluasi Progres
Page 113
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 113
Tata Kelola
BRI menyadari bahwa privasi dan keamanan data merupakan aspek fundamental dalam menjaga Direksi
kepercayaan nasabah dan memastikan keberlanjutan usaha. Seiring dengan percepatan Di tingkat eksekutif, Komite Pengarah Teknologi Informasi dipimpin oleh Direktur Information
transformasi digital dan meningkatnya risiko siber, pengelolaan data yang aman, andal, dan sesuai Technology dan bertanggung jawab untuk memberikan arahan dan rekomendasi tentang
regulasi menjadi prioritas strategis Perusahaan. Tata Kelola Privasi dan Keamanan Data di BRI perencanaan, tata kelola, pengembangan, dan operasional teknologi informasi. BRI menempatkan
diimplementasikan melalui struktur pengawasan dan pengendalian yang kuat, termasuk evaluasi berkelanjutan, pembaruan rutin terhadap protokol keamanan, dan komitmen terhadap
pembentukan komite pada level Dewan Komisaris, Direksi, serta manajemen puncak. Tata Kelola inovasi sebagai prioritas dalam menjaga efektivitas langkah-langkah keamanan siber, terutama
terkait Privasi dan Keamanan Data di BRI baik pada level BOD maupun BOC mempertimbangkan saat industri keuangan menavigasi lanskap digital yang semakin dinamis. Oleh karena itu, BRI
anggota yang memiliki pengalaman sesuai guna memastikan perlindungan data dilakukan secara melakukan pendekatan proaktif, adaptif, dan kolaboratif terhadap keamanan siber guna menjaga
terintegrasi, akuntabel, dan selaras dengan prinsip kehati-hatian. [GRI 3-3] integritas sistem keuangan dan memperkuat kepercayaan publik.
Mengawal Privasi dan Keamanan Data Komite Manajemen Risiko Bidang Risiko Digital membahas perkembangan eksposur risiko digital
yang mencakup berbagai aspek, termasuk profil risiko digital, top risk, penilaian risiko atas aset
Dewan Komisaris teknologi informasi serta keamanan privasi dan data. Komite ini juga menjadi ruang untuk meninjau
isu-isu strategis lainnya yang relevan dengan ketahanan operasional, keamanan informasi, serta
Komite Pemantau
Manajemen Risiko
Komite Audit kesiapan perusahaan dalam menghadapi dinamika risiko digital yang terus berkembang. Selanjutnya
BRI memiliki Komite ESG untuk meningkatkan fokus dan pengawasan terhadap isu-isu keberlanjutan.
Komite ESG dilaksanakan secara berkala, yaitu minimal dua kali dalam setahun, dengan salah satu
Direksi tugas dan tanggung jawab Komite ESG adalah menetapkan isu keberlanjutan dan memberikan
arahan dan reviu terkait implementasi keberlanjutan.
Komite Pengarah Teknologi Komite
Komite ESG
Informasi Manajemen Risiko
Tugas dan Tanggung Jawab Manajemen
BRI menyusun tugas dan tanggung jawab masing-masing organisasi untuk fokus dalam mendukung
Dewan Komisaris pengelolaan privasi dan keamanan data, mulai dari infrastruktur, sistem informasi, hingga
BRI menerapkan tata kelola terintegrasi secara grup yang mencakup perumusan strategi, manajemen privasi dan keamanan data. Organisasi tersebut meliputi Direktorat Teknologi Informasi
pengambilan keputusan, hingga fungsi pengawasan untuk memastikan pengelolaan privasi dan dan Direktorat Manajemen Risiko. Dalam struktur ini terdiri dari beberapa fungsi, antara lain:
keamanan data dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pada level Dewan Komisaris, 1. Chief Information Security Officer (CISO) memimpin pengelolaan keamanan informasi secara
Komite Pemantau Manajemen Risiko berperan sebagai forum strategis untuk pertukaran informasi menyeluruh;
sekaligus pengawasan atas eksposur risiko, termasuk risiko teknologi informasi dan risiko digital. 2. Data Protection Officer (DPO) memastikan seluruh praktik pengelolaan data pribadi mematuhi
Komite ini melakukan pemantauan berkala atas implementasi kerangka pengelolaan risiko serta ketentuan regulasi dan standar internal;
kecukupan pengendalian yang diterapkan. Komite ini juga menjalankan fungsi pengawasan atas 3. Certified Information Systems Auditor (CISA);
ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan 4. Certified Information Systems Security Professional (CISSP); dan
perusahaan. 5. Certified Information Privacy Manager (CIPM)
Komite Pemantau Manajemen Risiko dan Komite Audit diselenggarakan secara berkala dalam satu Secara bersama-sama, fungsi-fungsi tersebut membentuk kerangka kerja yang terpadu untuk
tahun sesuai ketentuan, Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan menjaga kepercayaan nasabah dan mendukung keberlanjutan Privasi dan Keamanan Data jangka
rekomendasi strategis yang selaras dengan arah kebijakan korporat BRI. Rekomendasi yang panjang Perusahaan.
dihasilkan menjadi acuan bagi manajemen dalam menetapkan dan menyempurnakan strategi
perlindungan privasi dan keamanan data, dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Pelaporan dan Evaluasi Progres
Pendekatan ini memperkuat ketahanan operasional Perusahaan, menjaga kepercayaan dan BRI menerapkan mekanisme pelaporan yang terstruktur untuk memastikan pengawasan yang
kepentingan pemangku kepentingan, serta memastikan keselarasan dengan ketentuan peraturan efektif terhadap keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Melalui laporan berkala serta
perundang-undangan yang berlaku. mekanisme eskalasi insiden, manajemen dapat memantau perkembangan risiko, mengevaluasi
efektivitas pengendalian, serta memastikan respons yang cepat dan transparan terhadap setiap
potensi pelanggaran. Laporan terkait keamanan siber dan perlindungan data pribadi tersebut
Page 114
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 114
Tata Kelola
disampaikan secara berkala kepada Komite Pengarah IT, Komite Manajemen Risiko (MR) Bidang • Unit Kerja TI Fungsi Manajemen Data;
Digital, sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan pengawasan terhadap pengelolaan risiko • Unit Kerja Fungsi Manajemen Risiko Digital;
teknologi informasi di BRI. • Unit Kerja Fungsi Manajemen Risiko Operasional;
• Laporan Keamanan Siber Berkala • Unit Kerja Fungsi Layanan dan Customer Experience;
Laporan formal mengenai profil risiko siber, efektivitas sistem pertahanan, serta hasil • Unit Kerja Fungsi Sekretaris Perusahaan;
vulnerability assessment untuk menjamin resiliensi teknologi Bank. • Unit Kerja Fungsi Legal;
• Laporan Privasi Data • Unit Kerja Fungsi Kepatuhan; dan
Petugas Pelindungan Data Pribadi (PPDP/DPO) melaporkan kepatuhan pemrosesan data • Unit Kerja Fungsi Transformasi Budaya.
pribadi dan status hak subjek data guna memastikan keselarasan dengan strategi perlindungan
privasi Bank. Sebagai bentuk komitmen BRI atas pelindungan privasi dan keamanan data, BRI menetapkan
• Eskalasi Insiden struktur tata kelola keamanan data melalui Surat Keputusan Direksi No.Kep: 2532-DIR/PPM/08/2024.
Terdapat mekanisme pelaporan segera (immediate reporting) untuk setiap indikasi pelanggaran Struktur ini dirancang untuk memastikan akuntabilitas dan pengawasan strategis terhadap privasi
data guna memastikan respons strategis yang cepat dan transparan di tingkat manajerial data nasabah. BRI secara resmi membentuk Tim Data Protection yang dipimpin oleh Data Protection
tertinggi. Officer (DPO). Ketetapan tersebut juga mengatur Steering Committee yang beranggotakan Direksi
dengan keanggotaan lintas grup guna memastikan kebijakan pelindungan data terintegrasi di
Unit satuan kerja teknologi informasi melaporkan kepada Direktur Information Technology dan seluruh lini bisnis, dibagi ke dalam lima stream utama:
bertanggung jawab atas bidang-bidang utama berikut: • Legal, Risk & Compliance Stream
• Desain Arsitektur Keamanan; Berfokus pada kepatuhan terhadap Undang-undang Pelindungan Data Pribadi serta mitigasi
• Keamanan Operasional; risiko hukum dan kepatuhan yang terkait.
• Risiko Siber dan Intelijen Siber; • Digital & Information Technology Stream
• Pencegahan Kehilangan Data & Penipuan; Berfokus pada penguatan infrastruktur teknologi, enkripsi, dan sistem keamanan siber untuk
• Manajemen Identitas & Akses; melindungi data dari ancaman akses ilegal.
• Program Manajemen, Investigasi, dan Forensik; serta • Audit Stream
• Security Governance Menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas
implementasi kebijakan keamanan data di lapangan.
Unit kerja terkait keamanan informasi (CISO, CISA dan CISSP) melapor langsung kepada Direktur • Communication & Customer Stream
Information Technology dan bertanggung jawab atas bidang-bidang utama berikut: Mengelola aspek edukasi kepada nasabah serta memastikan saluran komunikasi terkait privasi
• Tata Kelola Keamanan; data berjalan transparan dan responsif.
• Manajemen Identitas dan Akses; • Subsidiary Stream
• Keamanan Data; Memastikan standardisasi dan konsistensi penerapan tata kelola keamanan data diseluruh
• Keamanan Aplikasi; perusahaan anak (subsidiaries) dalam ekosistem BRI
• Manajemen Pencegahan Kehilangan Data & Penipuan;
• Manajemen Ancaman dan Kerentanan; dan Keandalan Privasi dan Keamanan Data menjadi tulang punggung operasional layanan. Dalam upaya
• Manajemen Insiden Keamanan. melakukan perlindungan privasi dan pengamanan data, BRI terus berinovasi memperkuat
pertahanan sistem dari ancaman serangan siber. Keseriusan dalam penanganan ancaman tersebut
Selain Unit Keamanan Informasi, BRI juga telah membentuk Tim Respon Insiden Keamanan Siber diwujudkan melalui penetapan KPI kolegial di level Direksi. Metrik ini kemudian diterjemahkan ke
(CSIRT) untuk memastikan respons yang cepat dan efektif terhadap insiden keamanan siber. CSIRT jajaran top executive management sebagai berikut.
dipimpin oleh Koordinator CSIRT yang mengawasi beberapa tim khusus, termasuk:
• Koordinator CSIRT (sebagai koordinator untuk tim lain);
Manajemen KPI Target/Tujuan
• Unit Kerja TI Fungsi Keamanan Informasi;
• Unit Kerja TI Fungsi Perencanaan; Direktur Utama, Direktur Information
Pelanggaran Keamanan Siber
Technology Meminimalkan jumlah insiden
• Unit Kerja TI Fungsi Pengembangan Sistem Aplikasi;
Pelanggaran Data keamanan siber yang terjadi
• Unit Kerja TI Fungsi Operasional Sistem Aplikasi; DRD dan CISO Group
Insiden Keamanan Siber
• Unit Kerja TI Fungsi Infrastruktur dan Operasional;
Page 115
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 115
Strategi
Privasi dan Keamanan Data menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan nasabah dan target dan prioritas jangka menengah hingga panjang untuk memperkuat ketahanan digital dan tata
keberlanjutan bisnis. Karena itu, strategi perusahaan difokuskan pada penguatan perlindungan kelola keberlanjutan secara berkelanjutan.
informasi, peningkatan ketahanan operasional, dan pemanfaatan teknologi yang lebih cerdas dan
aman. Melalui pendekatan yang proaktif dan terukur, BRI memastikan bahwa setiap langkah inovasi Identifikasi Risiko dan Peluang
digital selalu diimbangi dengan pengendalian risiko yang kuat, sehingga layanan tetap aman, andal,
dan memberikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. [GRI 3-3] Identifikasi risiko dan peluang menjadi bagian dari strategi BRI untuk mengukur dampak yang
ditimbulkan serta menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Pada
Time Horizon bagian ini, BRI menganalisis dampak pada model bisnis, rantai nilai, dan keuangan perusahaan.
Selanjutnya, asesmen dampak kejadian berdasarkan jangka waktu diidentifikasi sehingga BRI dapat
BRI membagi dampak dari berbagai risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk yang terkait Privasi mengantisipasi dan melakukan upaya mitigasi yang sesuai. BRI melakukan identifikasi risiko dan
dan Keamanan Data, ke dalam horizon waktu jangka pendek (hingga satu tahun), jangka menengah peluang dari isu keberlanjutan Privasi dan Keamanan Data, kemudian melakukan asesmen dampak
(1–5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Klasifikasi ini diselaraskan dengan proses terhadap aktivitas Perusahaan. Di bawah ini adalah hasil identifikasi risiko dan peluang tersebut.
pengambilan keputusan strategis perusahaan, sehingga dapat menjadi dasar dalam merumuskan
Potensi Dampak
Dampak pada Model Bisnis Dampak pada Pengambilan
Kategori Deskripsi Operasi Dampak Keuangan
Hulu Hilir dan Rantai Nilai Keputusan Strategis
Internal
Risiko
Risiko Serangan Risiko serangan siber berupa malware • Gangguan pada aset, sistem, aplikasi, dan • Memperkuat prioritas investasi IT pada • Potensi kerugian finansial akibat
Malware yang mengancam sistem, aplikasi perangkat teknologi informasi BRI yang dapat arsitektur keamanan, deteksi dini, dan gangguan layanan, pemulihan
dan server perangkat Information menghambat kelangsungan operasional dan perlindungan sistem serta data sensitif. sistem, dan penanganan insiden
Technology (IT) layanan digital. • Mengarahkan pengembangan keamanan, dan biaya perbaikan
• Meningkatnya risiko kompromi data seperti layanan digital infrastruktur IT.
Risiko Risiko ransomware akibat
transaksi dan layanan digital, data proses agar mengadopsi security-by-design dan • Risiko denda dan konsekuensi
Ransomware kurangnya pengamanan sistem yang
dan integrasi, hingga upaya pemulihan akibat meningkatkan ketahanan operasional kepatuhan dari pelanggaran
menyebabkan kehilangan kontrol
gangguan dan kejahatan siber. perusahaan. data pribadi atau ketidakpatuhan
atas database informasi sensitif baik
• Potensi kerugian finansial dan reputasi yang • Mendorong keputusan strategis untuk terhadap regulasi.
informasi nasabah, vendor, maupun
dapat memengaruhi kepercayaan nasabah meningkatkan edukasi nasabah, standar • Penurunan pendapatan dan
perusahaan
terhadap ketahanan infrastruktur IT. keamanan IT, dan pemilihan mitra peningkatan biaya tambahan
Risiko Phishing Risiko kejahatan siber yang teknologi yang kredibel. dari berkurangnya kepercayaan
dan Kejahatan menyerang data privasi nasabah nasabah, meningkatnya fraud,
Siber yang rentan dengan berbagai metode dan potensi hilangnya peluang
phishing bisnis digital.
Risiko Risiko penyalahgunaan teknologi • Berisiko menurunkan kualitas dan kepuasan • Memperkuat strategi keamanan digital • Pada tahun 2025, BRI mencatat
Penyalahgunaan terbaru seperti Kecerdasan Buatan pengalaman nasabah dalam mengakses produk melalui verifikasi identitas yang lebih tidak ada pelanggaran keamanan
Teknologi Baru (AI) yang memanipulasi suara, dan layanan secara digital. canggih serta peningkatan fokus pada siber (zero cyber security
(AI) gambar, video, respons, dan interaksi • Mengganggu keandalan model bisnis digital teknologi pendeteksi manipulasi AI pada breach), sehingga tidak terdapat
nasabah BRI dengan menurunkan kepercayaan nasabah layanan digital. dampak signifikan terhadap
terhadap autentikasi dan interaksi layanan • Kebijakan pengembangan layanan digital keuangan BRI.
berbasis teknologi. dan inovasi baru mengadopsi prinsip
security-by design serta mengutamakan
perlindungan nasabah dari misinformasi
atau interaksi yang dimanipulasi AI.
Page 116
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 116
Strategi
Potensi Dampak
Dampak pada Model Bisnis Dampak pada Pengambilan
Kategori Deskripsi Operasi Dampak Keuangan
Hulu Hilir dan Rantai Nilai Keputusan Strategis
Internal
Risiko Tata Manajemen risiko pengelolaan • Berpotensi melemahkan efektivitas model bisnis Mendorong percepatan modernisasi sistem Peningkatan biaya operasional
Kelola IT yang produk, layanan dan data yang digital karena proses, data, dan layanan tidak dan peningkatan kualitas pengelolaan data karena kebutuhan perbaikan sistem,
Tidak Mutakhir tidak mutakhir. Hal ini menyebabkan mengikuti kebutuhan dan perkembangan pasar. untuk keputusan berbasis insight yang pembaruan proses, dan peningkatan
kelemahan dalam pengelolaan data, • Mengakibatkan hilangnya peluang bisnis baru akurat. kualitas data.
dan kehilangan optimalisasi peluang karena inovasi dan adaptasi layanan tertunda.
bisnis • Ketergantungan IT ke pihak ketiga yang dapat
membatasi inovasi yang dilakukan.
Peluang
Personalisasi Peningkatan pengalaman nasabah 1. Memperkuat model bisnis berbasis personalisasi Memperkuat integrasi data dan teknologi 1. Potensi peningkatan pendapatan
Layanan dalam mengakses produk dan layanan melalui pemanfaatan data dan teknologi dalam upaya pengembangan layanan yang dari peluang upselling, cross-
Keuangan Digital layanan keuangan secara lebih dekat yang meningkatkan relevansi interaksi dengan lebih personal. selling, dan loyalitas nasabah
dan personal dengan memanfaatkan nasabah. yang lebih tinggi.
platform berbasis integrasi data dan 2. Meningkatkan efisiensi dan kelancaran rantai nilai 2. Efisiensi biaya melalui otomatisasi
TI mutakhir melalui integrasi data yang mempercepat inovasi dan analitik berbasis AI yang
produk dan memperkuat loyalitas nasabah. mengurangi kebutuhan proses
manual.
3. Peningkatan profitabilitas jangka
panjang melalui pertumbuhan
Platform Peningkatan kenyamanan akses 1. Memperkuat model bisnis digital dengan Mengarahkan strategi perusahaan untuk basis nasabah aktif dan nilai
digital yang layanan keuangan melalui platform meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan memperkuat infrastruktur keamanan transaksi yang lebih besar.
tangguh dan yang aman dan tangguh dari nasabah melalui akses layanan yang aman dan digital guna memastikan keberlanjutan dan
tahan terhadap serangan siber stabil. keandalan layanan.
ancaman dan 2. Meningkatkan ketahanan supply chain teknologi
kejahatan siber melalui penguatan infrastruktur keamanan,
sehingga layanan tetap beroperasi optimal
meskipun menghadapi ancaman siber.
Dalam pengelolaan privasi dan keamanan data, BRI telah mengidentifikasi risiko dan peluang serta menilai potensi dampaknya terhadap operasional dan tata kelola perusahaan. BRI memahami bahwa risiko
yang muncul dari privasi dan keamanan data dapat datang secara tidak terduga, untuk itu BRI telah menerbitkan kebijakan pengelolaan data yang menyeluruh yang dituangkan dalam Surat Edaran no SE.27–
DIR/EDM/12/2025 tanggal 29 Desember 2025 tentang Data Management. Kebijakan ini terdiri dari 11 modul sebagai pedoman komprehensif pengelolaan data. BRI belum melakukan pengukuran kuantitatif
atas dampak keuangan secara spesifik, mengingat karakteristik risiko keamanan data dan privasi yang bersifat dinamis, preventif, dan terintegrasi dengan risiko operasionalserta keberlanjutan lainnya.
Meskipun demikian, BRI memahami bahwa pengelolaan keamanan data dan privasi berpotensi mempengaruhi biaya operasional, kepatuhan regulasi, dan kepercayaan nasabah secara kualitatif, sehingga
pengelolaannya terus dilakukan secara terintegrasi dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BRI secara bertahap terus mengembangkan metodologi dan kerangka pengukuran yang
tersetruktur untuk mengidentifikasi dan kuantifikasi Potensi dampak keuangan, sejalan dengan peningkatkan praktik manajemen risiko dan strandard pelaporan yang berlaku.
Page 117
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 117
Strategi
Respon Identifikasi Risiko dan Peluang [FN-CB-230a.2]
Dari hasil identifikasi risiko dan peluang keamanan privasi dan data terhadap kelangsungan bisnis, BRI menyusun strategi sebagai berikut.
Identifikasi Risiko Tindakan Tingkat Dampak Horizon Dampak
Tata Kelola
Risiko Serangan Malware 1. Pengawasan langsung oleh Direksi melalui Komite Teknologi Informasi. Tinggi Jangka Pendek
2. Pelaksanaan reviu internal dan/atau eksternal secara berkala untuk memastikan
proses berjalan dengan baik.
3. Pengelolaan teknologi informasi oleh manajemen yang memiliki kompetensi yang
Risiko Ransomware Tinggi Jangka Pendek
Risiko dibutuhkan.
Proses
Risiko Phishing dan Kejahatan Siber 1. Penerapan standar ISO 27001 terkait Sistem Manajemen Keamanan Informasi pada Tinggi Jangka Pendek
aspek teknologi informasi di BRI.
2. Meningkatkan sistem pertahanan IT dalam upaya mendeteksi, merespons,
Risiko Penyalahgunaan Teknologi Baru (AI) monitoring, dan evaluasi insiden terkait risiko IT. Tinggi Jangka Menengah
3. Melakukan asesmen risiko secara berkala untuk memastikan mitigasi risiko kejadian
serangan siber dan kejahatan terkait IT dapat dikelola dengan baik.
4. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi pekerja yang mengelola teknologi
Risiko Tata Kelola IT yang Tidak Mutakhir Tinggi Jangka Panjang
informasi.
Peluang Tata Kelola
Personalisasi Layanan Keuangan Digital Mmenyusun kebijakan terkait penggunakan kecerdasan buatan sesuai dengan regulasi Menengah Jangka Pendek
dan prinsip kecerdasan buatan yang berlaku.
Platform Digital yang Tangguh dan Tahan Proses Menengah Jangka Pendek
terhadap Ancaman dan Kejahatan Siber Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi pekerja yang mengelola integrasi data.
Page 118
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 118
Manajemen Risiko
Kebijakan dan Proses dalam Privasi dan Keamanan Data [OJK F.27][GRI 3-3] intrusi, perlindungan titik akhir, pemanfaatan kecerdasan buatan dan machine learning untuk
pemantauan ancaman, serta perancangan arsitektur siber yang aman. Pengelolaan keamanan siber
Pengelolaan Privasi dan Keamanan Data membutuhkan pendekatan dari berbagai sisi. Untuk itu, BRI mengacu pada kebijakan internal serta kerangka regulasi yang berlaku. Kerangka tersebut
BRI menyusun inisiatif strategis yang mendukung keberlanjutan perusahaan secara operasional. mencakup POJK No. 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank
Inisiatif strategis tersebut dituangkan dalam empat kebijakan utama yang mendukung pencapaian Umum; Peraturan Bank Indonesia No. 2 Tahun 2024 tentang Keamanan Sistem Informasi dan
Privasi dan Keamanan Data, dimulai dari infrastruktur sebagai fondasi sistem informasi teknologi Ketahanan Siber bagi Penyelenggara Sistem Pembayaran, Pelaku Pasar Uang dan Pasar Valuta
yang andal, pengelolaan data, peningkatan kapabilitas pekerja, hingga perlindungan nasabah. Asing, serta Pihak Lain yang Diatur dan Diawasi oleh Bank Indonesia; SEOJK No. 21/SEOJK.03/2017
Kebijakan yang mendukung privasi dan keamanan data telah disahkan oleh Direksi, dan berlaku di tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum;
seluruh aktivitas perusahaan yang melibatkan data dan privasi. Di bawah ini adalah kebijakan SEOJK No. 29/SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan Siber bagi Bank Umum; Peraturan
tersebut. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) No. 1 Tahun 2024 tentang Manajemen Insiden Siber; serta
Undang-Undang Republik Indonesia No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Selain
itu, BRI juga mengacu pada standar internasional seperti ISO 27001:2022, PCI-DSS, dan NIST
Infrastruktur Teknologi Keamanan Sistem Pelindungan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola keamanan informasi dan ketahanan siber secara
Privasi Data
Informasi Informasi Nasabah berkelanjutan.
SE.28-DIR/ISG/10/2024 SE.37-DIR/ SE.27–DIR/EDM/12/2025 SE.21-DIR/
tentang Perencanaan, ISC/09/2023 tentang Data Management SCC/08/2024 Pengelolaan keamanan sistem informasi BRI mengacu pada ketentuan regulasi dan standar yang
Manajemen, dan Sinergi tentang Sistem – Buku 6: Data Security tentang berlaku, termasuk POJK No. 38/POJK.03/2016, serta kerangka kerja internasional seperti ISO
Digital dan Teknologi Tata Kelola (Data Privacy), Bagian 1: Pelindungan 27001, PCI-DSS, dan NIST. Kebijakan ini dituangkan dalam SE.37-DIR/ISC/09/2023 tentang sistem
Informasi Keamanan Data Security dan Bagian 2: Nasabah Tata Kelola Keamanan Informasi.
Informasi Pelindungan Data Pribadi
Komitmen Penguatan Ketahanan Sistem Teknologi Informasi
Infrastruktur IT sebagai Pondasi Pengelolaan informasi merupakan aspek penting dalam operasional yang memiliki keterkaitan erat
Pengelolaan keamanan siber di BRI diselaraskan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa dengan berbagai potensi risiko, termasuk akses tidak sah dan ancaman siber. Untuk menjaga
Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank kepercayaan pemangku kepentingan serta memastikan keberlangsungan operasional bisnis, BRI
Umum, serta standar dan kerangka kerja internasional yang relevan, termasuk ISO 27001:2013, secara berkelanjutan memperkuat keamanan informasi melalui strategi perlindungan yang
PCI-DSS, dan NIST. Pengelolaan risiko privasi dan keamanan data dilaksanakan secara terintegrasi terstruktur dan komprehensif sebagai berikut:
dan komprehensif, mulai dari perencanaan strategis infrastruktur, penyelarasan dengan strategi
korporasi, penyesuaian terhadap perkembangan teknologi, hingga pemenuhan regulasi serta • menetapkan tata kelola keamanan informasi serta tujuan perlindungan aset informasi yang
pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan risiko privasi dan keamanan selaras dengan arah strategis BRI;
data dikelola dengan baik. • menyediakan sumber daya yang memadai untuk mendukung implementasi perlindungan aset
informasi, termasuk penetapan tanggung jawab individu terkait keamanan informasi di seluruh
Pengelolaan tersebut diatur dalam Surat Edaran Nomor SE.28-DIR/ISG/10/2024 tanggal 31 Oktober lini organisasi;
2024 tentang Perencanaan, Manajemen, dan Sinergi Digital dan Teknologi Informasi, yang menjadi • melakukan komunikasi secara berkelanjutan dengan seluruh pihak terkait, baik pemangku
acuan tata kelola digital di lingkungan BRI untuk memperkuat pengendalian risiko digital, menjaga kepentingan internal maupun pihak ketiga, mengenai pentingnya pencapaian tujuan
kepercayaan nasabah, dan mendukung keberlanjutan. Penyusunan tata kelola untuk tanggap perlindungan aset informasi sesuai dengan tata kelola keamanan informasi dan ketentuan
insiden keamanan informasi yang sejalan dengan Disaster Recovery Plan (DRP) dan Business hukum yang berlaku, sehingga seluruh pihak memahami serta mematuhi persyaratan keamanan
Continuity Plan (BCP) BRI yang dituangkan dalam Surat Edaran tentang Business Continuity informasi yang telah ditetapkan;
Management. BCP wajib diuji coba minimal sekali dalam satu tahun dengan melibatkan pengguna • memastikan dan mengarahkan implementasi program manajemen risiko untuk mendukung
akhir (end-to-end). pemantauan serta respons terhadap ancaman keamanan informasi, sekaligus melakukan
evaluasi secara berkelanjutan guna meningkatkan efektivitas sistem keamanan informasi
Ketahanan Sistem Teknologi Informasi sehingga perlindungan aset informasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan; serta
Pengelolaan Privasi dan Keamanan Data di BRI didukung oleh sistem yang andal melalui penerapan • mengembangkan strategi serta melakukan evaluasi berkala pada kepatuhan keamanan
pengamanan siber terintegrasi, termasuk pengamanan berlapis seperti firewall, sistem deteksi informasi dan pelindungan data pribadi guna memastikan integritas serta keamanan data
terjaga.
Page 119
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 119
Manajemen Risiko
BRI menerapkan ketentuan pelindungan data nasabah sesuai dengan SEOJK No. 14/SEOJK.07/2014 Untuk menjaga integritas serta pengelolaan data secara berkelanjutan, BRI telah menerbitkan
untuk memastikan kerahasiaan dan keamanan data pribadi konsumen. BRI secara konsisten terus kebijakan khusus yang menjadi pedoman pengelolaan data, kebijakan tersebut dituangkan dalam
mengembangkan sistem keamanan informasi yang ada sesuai dengan perkembangan teknologi dalam SE.27–DIR/EDM/12/2025 tentang Data Management – Buku 6: Data Security (Data Privacy),
dan regulasi. Kerangka keamanan sistem terhadap risiko keamanan siber disusun dalam Enterprise Bagian 1: Data Security dan Bagian 2: Pelindungan Data Pribadi. Pada sisi keamanan informasi, BRI
Security Architecture (ESA) yang mengacu pada National Institute of Standards and Technology telah menerbitkan kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi yang menjadi pedoman dalam
(NIST) Cybersecurity Framework. ESA dirancang berdasarkan analisis risiko dan perkembangan pengelolaan sistem informasi. Melalui kebijakan ini BRI telah memiliki satuan kerja khusus
lanskap ancaman siber terkini guna memastikan efektivitas pengendalian keamanan. ESA terdiri pengamanan sistem informasi dan standar keamanan informasi dengan pihak ketiga (supplier,
dari enam pilar utama, dengan fungsi khusus Security Operation Center (SOC) yang yang didukung pemasok dll) yang terkait dengan data informasi. BRI terus melakukan pemantauan terhadap kinerja
oleh pengamanan berlapis seperti firewall, sistem deteksi intrusi, pemanfaatan AI dan machine kepatuhan persyaratan informasi dan tingkat pelayanan yang diberikan oleh pihak ketiga. Dalam
learning untuk pemantauan melalui Security Operation Center (SOC) selama 24/7, serta diperkuat rangka memastikan ketentuan dan protokol tanggap insiden siber telah dibuat dengan baik, BRI
dengan mekanisme respons dan pemulihan insiden yang terkoordinasi. secara rutin dalam tiga tahun terakhir telah melakukan simulasi insiden siber.
Asesmen atas risiko dan peluang dinilai secara berkala dengan mempertimbangkan potensi
dampaknya terhadap keberlangsungan operasional, keandalan sistem, perlindungan data nasabah,
serta reputasi Perusahaan. Identifikasi risiko yang mengancam privasi dan keamanan data dapat
datang dari berbagai aspek, seperti malware, ransomware, phishing, cybercrime, dll. BRI telah
Tata Kelola Identifikasi Perlindungan Deteksi Tanggapan Pemulihan menyusun proses eskalasi untuk tetap menjaga keamanan informasi privasi dan data. Hal ini
• Konteks organisasi • Penilaian • Tata kelola • Pusat operasi • Tim respon insiden • Orkestrasi dilakukan melalui kerangka tanggap insiden siber oleh Cyber Security Incident Response Team
• Strategi Manajemen kematangan pada keamanan keamanan siber (CSIRT) pemulihan IT
risiko dimensi keamanan • Kesadaran dan • Intelijen ancaman • Analisis strategis
(CSIRT). CSIRT melaksanakan dalam empat tahap yaitu:
• Peran, tugas, IT pelatihan • Perlindungan merek pasca serangan
wewenang dan • Gap analysis dan • Keamanan data, siber
tanggung jawab definisi peta jalan manajemen akun
• Pemantauan serta rencana dan akses
Eskalasi Tingkat 0 Eskalasi Tingkat 1
kebijakan tindak lanjut • Keamanan endpoint
• Manajemen risiko • Keamanan aplikasi Dikelola oleh Satuan Kerja Layanan dan Contact Center,
Dilakukan oleh Fungsi: Single Point of Contact (IT Service
keamanan siber • Keamanan jaringan untuk menerima laporan insiden siber dari eksternal dan
Desk), untuk melakukan pelaporan insiden siber.
rantai pasok • Keamanan perimeter internal.
Pada tahap identifikasi, BRI melakukan penilaian kematangan pada sistem keamanan teknologi Eskalasi Tingkat 2 Eskalasi Tingkat 3
informasi serta melakukan gap analysis. BRI menerapkan proses identifikasi dan penilaian risiko
keamanan informasi yang selaras dengan ISO/IEC 27001, guna mengidentifikasi, menganalisis, dan Dilakukan oleh Fungsi Operation di masing-masing Satuan Dilakukan oleh Koordinator CSIRT Bank dengan melibatkan
Kerja IT untuk melaksanakan proses penanganan insiden Satuan Kerja terkait untuk melakukan penanganan insiden
mengevaluasi risiko terhadap kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data. Proses ini dilakukan siber yang membutuhkan penanganan dan tindak lanjut. siber dan otoritas yang lebih luas
secara berkala dan berbasis risiko, dengan mempertimbangkan ancaman internal maupun eksternal
serta kerentanan sistem yang ada.
Untuk menangani risiko kebocoran dan pelanggaran data, BRI menerapkan pengendalian keamanan BRI menyiapkan kerangka kerja, program, dan tim keamanan informasi untuk mengantisipasi
informasi yang mencakup pengelolaan akses, perlindungan sistem dan data, pemantauan pelanggaran dan insiden keamanan siber, dengan evaluasi tingkat kematangan dan kesiapan yang
keamanan, serta mekanisme manajemen insiden keamanan informasi. Langkah-langkah tersebut dilakukan secara berkala setiap tahun. Untuk menjaga ketersediaan layanan, BRI menetapkan
dirancang untuk mencegah terjadinya insiden, meminimalkan dampak apabila terjadi pelanggaran, standar waktu deteksi insiden selama 90 menit serta penanganan dan pemulihan selama 180 menit.
serta memastikan pemulihan dan perbaikan yang tepat waktu sesuai dengan persyaratan standar Proses penanganan insiden tersebut dilaksanakan secara sistematis melalui empat tingkat
ISO/IEC 27001. Dalam upaya mengidentifikasi kerentanan sistem dan melakukan peninjauan pelaporan dan eskalasi, sebagaimana tercantum dalam SOP Manajemen Insiden Siber SO.32-
terhadap keamanan sistem informasi, BRI melakukan serangkaian vulnerability assessment ISC/11/2025.
penetration test dan simulasi serangan siber (red team exercise). Pedoman pelaksanaan ini
dituangkan dalam SO.46-CIS/12/2025 tentang Pengamanan Sistem Aplikasi IT.
Page 120
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 120
Manajemen Risiko
penetration testing, dan simulasi serangan siber (red team exercise). Pedoman pelaksanaan ini
Pra-Insiden Mitigations Techniques Post-Incident
dituangkan dalam SO.46-CIS/12/2025 tentang Pengamanan Sistem Aplikasi IT. Dalam penanganan
insiden, BRI membentuk Cyber Security Incident Response Team (CSIRT) yang bertugas menangani
Satuan Kerja Fungsi
Pelapor
Layanan & Contact
CSIRT CSIRT CSIRT CSIRT insiden keamanan data dan privasi secara cepat dan terkoordinasi, didukung oleh protokol
Centre komunikasi untuk penyampaian informasi kepada publik serta kerja sama dengan pakar keamanan
Persiapan dan Deteksi dan Pelaporan dan
Menemukan atau
mengalami kejadian
Pelaporan atau penanganan
Perencanaan Analisis
Mitigasi
Evaluasi siber berpengalaman global dalam melakukan telaah forensik dan investigasi insiden siber. Untuk
yang berpotensi
atau telah
insiden yang dapat diselesaikan
staf Single Point of Contact
tetap menjaga kualitas dan melakukan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan dan implementasi,
membahayakan
keamanan siber BRI melakukan internal audit secara berkala pada infrastruktur dan sistem teknologi informasi.
Bank.
Mitigasi Teknis Untuk memastikan peningkatan berkelanjutan dalam pengamanan aset informasi, BRI melakukan
pemantauan, pengukuran, analisis, dan evaluasi risiko secara berkala melalui penerapan manajemen
Help Desk IT Satuan
Kerja TI Fungsi risiko, tinjauan manajemen, analisis insiden, serta tindakan korektif dan preventif yang ditindaklanjuti
Keamanan Informasi
Manajemen secara sistematis oleh fungsi keamanan informasi.
Risiko dan Tata
Kelola
Eskalasi pelaporan atau
penanganan insiden.
Sertifikasi Keamanan Informasi
Masa
Komunikasi Sertifikasi Lingkup Penerbit
Berlaku
Satuan Kerja ITv Fungsi
Keamanan Informasi ISO 27001:2022 BRIAPI, Big Data, Managing Event & Cyber Threat British Standards 13 Desember
Monitoring, Card lProduction, Spacecraft Operation, Institution (BSI) 2027
Koordinator Tim Manajemen
Direktur DTI
Eskalasi penanganan ke CSIRT Kritis dan Data Center Facility
Technical Support Satuan Kerja
TI. Eskalasi apabila insiden Usulan Deklarasi
masuk kategori Sangat Bencana dan
Deklarasi Bencana
dan Aktivasi BCM
ISO/IEC 20000 Surveillance BRINets Express, BRILink Mobile, British Standards 17 November
Tinggi, atau meluas dan Aktivasi BCM
tidak dapat dihentikan BRImo, Extend Scope Brispot Institution (BSI) 2027
sehingga akan masuk
kategori Sangat Tinggi
Tim Tanggap Insiden
Keamanan Informasi Verifikasi Internal dan Eksternal atas Sistem informasi
(CSIRT)
Untuk memastikan keamanan infrastruktur teknologi informasi serta efektivitas sistem manajemen
Eskalasi penanganan yang keamanan informasi, pada tahun 2025 BRI melakukan asesmen tingkat maturitas terhadap
membutuhkan koordinasi antar
Satuan Kerja TI dan lainnya. infrastruktur IT dan sistem manajemen keamanan informasi yang dilaksanakan oleh pihak ketiga
independen. Selain itu, BRI juga melaksanakan verifikasi keamanan melalui Penetration Testing dan
Vulnerability Assessment oleh pihak eksternal guna mengidentifikasi potensi kerentanan serta
BRI melaksanakan berbagai inisiatif untuk memperkuat keamanan siber, antara lain melalui
meningkatkan ketahanan sistem terhadap ancaman siber. Sebagai bagian dari penguatan tata
penguatan tata kelola penanganan insiden keamanan informasi yang terintegrasi dengan Disaster
kelola keamanan informasi, audit independen eksternal dilakukan secara berkala sekurang-
Recovery Plan (DRP) dan Business Continuity Plan (BCP). Pengelolaan keberlangsungan usaha kurangnya sekali dalam dua tahun, sementara audit internal dilaksanakan setiap tahun untuk
tersebut diatur dalam Surat Edaran terkait Business Continuity Management, dengan pelaksanaan
memastikan efektivitas penerapan pengendalian keamanan informasi sesuai dengan kebijakan dan
uji coba BCP secara menyeluruh (end-to-end) melibatkan pengguna akhir (end-user) paling sedikit
standar yang berlaku.
satu kali dalam setahun. Dalam upaya identifikasi kerentanan sistem dan melakukan peninjauan
terhadap keamanan sistem infromasi, BRI melakukan serangkaian vulnerability assessment,
Page 121
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 121
Manajemen Risiko
Pengelolaan Privasi dan Data [OJK F.26][GRI3-3][FN-CB-230a.2] Pelindungan data nasabah dituangkan dalam framework berikut:
Your Privacy is Our Priority
Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi digital, BRI memandang keamanan data dan
Undang-Undang & Peraturan PDP yang Berlaku
privasi sebagai aspek penting dalam pengelolaan risiko perusahaan. Risiko terkait keamanan data
dan privasi dapat berdampak pada kelangsungan operasional, kepercayaan nasabah, dan reputasi Siklus Hidup Pemrosesan Data Pribadi
Perusahaan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, BRI menerapkan pendekatan
manajemen risiko yang terintegrasi untuk memastikan data dan privasi nasabah dikelola secara
Penampilan, pengumuman, transfer,
aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Perolehan & Pengumpulan Perbaikan & Pembaruan
penyebarluasan, atau pengungkapan
Kebijakan pengelolaan risiko terkait data dan privasi dituangkan dalam Surat Edaran Nomor SE.27–
DIR/EDM/12/2025 tanggal 29 Desember 2025 tentang Data Management, yang mengatur secara Pengolahan & Penganalisisan Penyimpanan Penghapusan / Pemusnahan
menyeluruh. Kebijakan ini menjadi landasan dalam memastikan keamanan data dan privasi dikelola
secara konsisten. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh lini bisnis, sehingga penerapan standar
pengelolaan data dilakukan secara konsisten di lingkungan perusahaan. Penerapan kebijakan ini Siklus Hidup Perlindungan Data Pribadi
ISO/IEC 27001 ISMS ISO/IEC 27701 PIMS
mendukung pengelolaan data dan privasi yang terstruktur serta selaras dengan kebutuhan
operasional dan ketentuan yang berlaku. Pada kebijakan tersebut manajemen data disusun menjadi Assess Protect Sustain Respond
masing-masing fokus pengelolaan data sebagai berikut.
• Data inventarisasi • Privacy by design/data • Metric • Permintaan dari subjek
• Data flow map protection by design & • Monitor data pribadi (Data
• Catatan Kegiatan by default • Awareness Subject Rights
Pemrosesan • Information privacy & • Training Request)
• Penilaian dampak information security • Audit • Penanganan insiden
Data Data modeling Deta storage &
Data Quality pemrosesan data (ISMS & PIMS) kebocoran data pribadi
Architecture & design Operation pribadi • Kebijakan PDP &
• Fisik & lingkungan Pengendalian teknis
• Vendor/pihak ketiga
• Merger, akuisisi,
divestasi
Data & Privacy
Metadata Data governance security
Governance Privacy Policy
Data warehousing Document &
Reference & Data integration &
& Business content
master data inter openrability
Intelligence management Siklus Perlindungan data pribadi dilaksanakan melalui beberapa proses yaitu:
Assess
BRI secara berkelanjutan melakukan evaluasi atas proses manajemen privasi untuk memastikan
keselarasan dengan praktik terbaik serta ketentuan kepatuhan yang berlaku. Evaluasi ini mencakup
identifikasi kesenjangan (gap analysis), penyusunan dan pemutakhiran aktivitas perekaman
pemrosesan data, pelaksanaan penilaian dampak pelindungan data pribadi, penilaian risiko privasi
terhadap pihak ketiga, serta pengelolaan inventaris dan pemetaan data.
Protect
BRI menerapkan langkah-langkah teknis dan organisasional untuk melindungi data pribadi dari
akses dan penggunaan yang tidak sah. Upaya pelindungan tersebut mencakup, namun tidak
Page 122
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 122
Manajemen Risiko
terbatas pada, penerapan enkripsi, tokenisasi, data loss prevention, serta teknologi pengamanan Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing unit kerja yang terlibat meliputi:
lainnya guna mencegah akses, pengumpulan, penggunaan, pengungkapan, penyalinan, perubahan, • Koordinator CSIRT: Mengkoordinasikan seluruh proses tanggap insiden dan memastikan
maupun penghapusan data yang tidak sah atau bertentangan dengan ketentuan peraturan kesesuaian dengan tata kelola BRI-CSIRT.
perundang-undangan. • Satuan Kerja TI Fungsi Keamanan Informasi: Bertindak sebagai penanggung jawab teknis,
memimpin eskalasi, dan dokumentasi insiden.
Sustain • Satuan Kerja TI Fungsi Operasional Sistem Aplikasi: Mengamankan dan memulihkan sistem
BRI berkomitmen menjaga kepatuhan terhadap peraturan pelindungan data pribadi serta aplikasi serta mendokumentasikan perubahan.
meningkatkan praktik pelindungan data melalui pelatihan dan program peningkatan kesadaran bagi • Satuan Kerja TI Fungsi Infrastruktur dan Operasional: Mengelola pengamanan infrastruktur dan
seluruh pekerja di kantor pusat maupun cabang. Untuk memastikan pemrosesan data pribadi memastikan tindak lanjutsesuai prosedur.
dilakukan sesuai pedoman yang berlaku, BRI juga melaksanakan audit atas penerapan pelindungan
data pribadi dengan mempertimbangkan skala dan karakteristik operasional bisnis. Di tingkat operasional, BRI telah mengimplementasikan sejumlah kebijakan sebagai panduan
standar di seluruh unit kerja, yang terdiri dari sebagai berikut.
Respond • Surat Edaran Pelindungan Data Pribadi (SE PDP)
BRI telah memiliki prosedur penanganan insiden siber untuk menangani pelanggaran data pribadi SE PDP merupakan kebijakan internal BRI yang menetapkan prinsip prinsip dasar perlindungan
dengan segera dan efektif. Selain itu, sebagai bentuk transparansi terhadap pemrosesan data data nasabah sesuai dengan standar kepatuhan regulasi nasional dan praktik terbaik
pribadi, BRI telah menyusun dan mempublikasi pemberitahuan privasi yang dapat diakses pada internasional.
tautan https://bri.co.id/privacy. • Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Data
Panduan teknis ini memastikan mitigasi risiko privasi dilakukan secara sistematis melalui empat
Apabila insiden berpotensi mengakibatkan kegagalan pelindungan data pribadi, BRI melakukan SOP yakni:
pemberitahuan tertulis kepada Subjek Data Pribadi dan otoritas paling lambat 3 x 24 jam sejak 1. Records of Processing Activities (ROPA)
insiden diketahui, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemberitahuan setidaknya memuat jenis Penatausahaan seluruh aktivitas pemrosesan data untuk menjamin transparansi dan
data yang terdampak, waktu dan penyebab kejadian, serta langkah mitigasi dan pemulihan yang ketertelusuran.
telah dan akan dilakukan. Penanganan insiden kebocoran data dilakukan melalui tahapan sebagai 2. Data Protection Impact Assessment (DPIA)
berikut: Mekanisme evaluasi dini untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko privasi pada setiap
produk atau sistem baru.
Persiapan dan Perencanaan Identifikasi, Deteksi, dan Analisis Mitigasi (Containment) 3. Consent Management
Pengelolaan persetujuan nasabah guna memastikan penggunaan data dilakukan secara
Penyiapan struktur tanggap insiden, Verifikasi dan analisis setiap indikasi Tindakan pembatasan insiden melalui sah dan sesuai dengan preferensi pemilik data.
jalur komunikasi, kebijakan, dan kebocoran data untuk menentukan pemutusan akses, isolasi sistem
infrastruktur pendukung ruang lingkup dan dampak insiden terdampak, dan pengamanan aset 4. Data Transfer
Pengaturan prosedur pertukaran data yang aman, baik secara internal maupun dengan
pihak ketiga, untuk mencegah kebocoran informasi.
Pelaporan dan Pemberitahuan Pemulihan (Recovery) Eradikasi
Dalam pengelolaan data nasabah, bank menerapkan pengendalian keamanan yang kuat seperti
Penyampaian notifikasi kepada Pemulihan sistem dan Penutupan celah keamanan, enkripsi data dan pembatasan akses berbasis otorisasi untuk melindungi informasi sensitif. Akses
Subjek Data dan regulator sesuai layanan disertai pemantauan penghapusan malware, serta
tenggat yang berlaku pasca insiden penguatan kontrol keamanan
terhadap data diatur melalui mekanisme access control sehingga hanya pihak yang memiliki
kewenangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya yang dapat mengakses informasi
tersebut. Selain itu, pada kondisi tertentu diterapkan teknik enkripsi serta de-identifikasi atau
Evaluasi dan Pembelajaran
anonimisasi data guna mengurangi risiko penyalahgunaan informasi. Penerapan langkah-langkah
(Lessons Learned) ini mendukung terjaganya kerahasiaan, integritas, dan keamanan data sesuai dengan kebijakan
internal dan ketentuan yang berlaku. Pada sisi nasabah, BRI menerbitkan kebijakan perlindungan
Perbaikan berkelanjutan terhadap nasabah pada Surat Edaran Nomor SE.21-DIR/SCC/08/2024 tentang Perlindungan Nasabah.
kebijakan, sistem, dan prosedur
Kebijakan ini menekankan pada perlindungan hak dan kebepntingan nasabah pada setiap aktivitas
perjanjian produk sehingga tercapai literasi keuangan yang baik dari sisi nasabah.
Page 123
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 123
Manajemen Risiko
Pengelolaan Keamanan Privasi[FN-CB-230a.2] Sebagai bagian dari pengelolaan risiko, BRI menetapkan kebijakan dan mekanisme kepatuhan
Pengelolaan risiko operasional, reputasi, dan strategis dilakukan secara terintegrasi di perusahaan untuk memastikan pemrosesan data pribadi dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.
melalui penguatan proses, peningkatan kompetensi pekerja, penerapan prinsip Know Your Ketentuan ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pemrosesan data pribadi, termasuk
Customer (KYC), serta perlindungan privasi dan respons cepat terhadap pengaduan nasabah. manajemen, penyelenggara sistem elektronik, dan prosesor data pribadi di lingkungan BRI. Ruang
Dengan dukungan analisis data dan evaluasi berkelanjutan, BRI terus menyesuaikan layanan lingkup pelindungan data privasi mencakup subjek data serta aspek pelindungan sebagaimana
dengan kebutuhan nasabah dan dinamika bisnis. Di atas semuanya, kepercayaan nasabah menjadi diatur dalam kebijakan yang berlaku. Melalui penerapan kerangka ini, BRI berkomitmen untuk
prioritas utama, yang dijaga melalui kerangka pelindungan privasi yang konsisten, aman, dan menjaga keamanan data nasabah, mengendalikan risiko, serta memperkuat kepercayaan nasabah
adaptif terhadap perkembangan regulasi dan teknologi. terhadap layanan BRI di setiap aktivitas yang berkaitan dengan data pribadi.
Menyadari bahwa kepercayaan nasabah sangat bergantung pada bagaimana data pribadi mereka Evaluasi Keamanan Privasi
dijaga, BRI menempatkan pelindungan privasi sebagai bagian penting dalam setiap layanan Sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko, BRI menerapkan kebijakan dan langkah kepatuhan
perbankan. BRI memastikan bahwa data pribadi nasabah dikelola secara aman dan bertanggung untuk memastikan bahwa pemrosesan data pribadi dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.
jawab dengan berlandaskan kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Kebijakan ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pengelolaan data, termasuk
Perlindungan Data Pribadi, Kebijakan Internal yang Kuat, dan Dukungan Teknologi yang Andal. manajemen BRI, penyelenggara sistem elektronik, serta pihak yang memproses data pribadi.
Untuk itu, Chief Information Security Officer (CISO) Group memimpin pengelolaan keamanan Seluruh entitas yang terlibat dalam pengumpulan, pengiriman, penyebarluasan, maupun
informasi secara menyeluruh dan Data Protection Officer (DPO) memastikan seluruh praktik penghapusan data pribadi (seperti pekerja, vendor, mitra, kontraktor, dan pihak ketiga lainnya)
pengelolaan data pribadi mematuhi ketentuan regulasi dan standar internal. wajib mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, regulasi perbankan di Indonesia,
serta praktik terbaik di industri. Melalui pendekatan ini, BRI memastikan penerapan standar
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pengelolaan data, termasuk pelindungan data yang konsisten sekaligus mengelola risiko yang berkaitan dengan pengelolaan
manajemen BRI, penyelenggara sistem elektronik, serta pihak yang memproses data pribadi. data pribadi.
Seluruh entitas yang terlibat dalam pengumpulan, pengiriman, penyebarluasan, maupun
penghapusan data pribadi (seperti pekerja, vendor, mitra, kontraktor, dan pihak ketiga lainnya) Dalam hal evaluasi BRI melalui satuan kerja internal audit secara periodic melaksanakan internal
wajib mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, regulasi perbankan di Indonesia, audit pada implementasi pengelolaan data privasi. Audit pelindungan data pribadi mencakup
serta praktik terbaik di industri. Melalui pendekatan ini, BRI memastikan penerapan standar evaluasi tata kelola kebijakan pelindungan data pribadi, pemenuhan hak subjek data, pelaksanaan
pelindungan data yang konsisten sekaligus mengelola risiko yang berkaitan dengan pengelolaan pemrosesan data pribadi di seluruh unit kerja, kepatuhan dan kewajiban pihak ketiga, efektivitas
data pribadi. fungsi dan unit kerja terkait pelindungan data pribadi, penerapan prinsip-prinsip privasi, serta
mekanisme penanganan insiden atau pelanggaran yang berkaitan dengan data pribadi.
Ruang Lingkup Keamanan Data Privasi
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan konsisten, BRI membentuk fungsi Petugas Pelindungan Prinsip Pelindungan Data Pribadi
Data Pribadi (Data Protection Officer/DPO) serta menetapkan pedoman yang jelas bagi seluruh Dalam mengelola dan melindungi privasi data pribadi, BRI berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip
pihak yang terlibat. Sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko, BRI menerapkan kebijakan dan pelindungan data pribadi sebagai landasan dalam seluruh aktivitas pemrosesan data.
langkah kepatuhan untuk memastikan bahwa pemrosesan data pribadi dilakukan secara aman dan • Pengumpulan terbatas dan transparan: Data pribadi dikumpulkan secara terbatas, spesifik, sah
bertanggung jawab. secara hukum, dan transparan.
• Pembatasan tujuan: Pemrosesan data dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
• Pemenuhan hak subjek data: Pemrosesan data dilaksanakan dengan menjamin hak-hak subjek
Subjek Pelindungan Data Pribadi Cakupan Pelindungan Data Pribadi
data pribadi.
• Calon nasabah dan nasabah • Pemerolehan dan pengumpulan, • Akurasi data: Data pribadi dijaga agar akurat, lengkap, mutakhir, dan dapat
• Calon pekerja dan pekerja pengolahan dan penganalisisan dipertanggungjawabkan.
• Vendor • Penyimpanan • Keamanan data: Data pribadi dilindungi dari akses, pengungkapan, perubahan, atau
• Pihak ketiga lainnya • Perbaikan dan pembaruan penyalahgunaan yang tidak sah, serta dari kerusakan dan kehilangan.
• Penampilan, pengumuman, transfer, • Kejelasan informasi pemrosesan: Tujuan, aktivitas, dan risiko pemrosesan data disampaikan
penyebarluasan atau pengungkapan, dan/ secara jelas kepada subjek data.
atau • Pembatasan retensi data: Data pribadi dihapus, dimusnahkan, atau ditinjau kembali setelah
• Penghapusan atau pemusnahan masa retensi berakhir atau berdasarkan permintaan yang sah.
Page 124
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 124
Manajemen Risiko
• Akuntabilitas: Seluruh pemrosesan data dilakukan secara bertanggung jawab dan dapat Pengembangan Kapasitas Pengelolaan Privasi dan Data
dibuktikan kepatuhannya terhadap prinsip pelindungan data pribadi. BRI menyelenggarakan pelatihan Privasi dan pelindungan data pribadi kepada seluruh pekerja
(pekerja tetap, pekerja kontrak dan outsourcing) dengan pendekatan berbasis peran dan risiko.
Persetujuan Penggunaan Data Nasabah Kepatuhan terhadap kebijakan keamanan informasi menjadi bagian dari penguatan budaya
Dalam hal penggunaan data nasabah, BRI memberikan kontrol kepada nasabah untuk dapat organisasi, didukung oleh program peningkatan kompetensi serta pengelolaan vendor berbasis
memberikan persetujuan untuk menerima rekomendasi produk, layanan dan promosi yang tersedia risiko dan kontrak yang memuat kewajiban pelindungan data. Implementasi ini memastikan bahwa
di BRI Group, afiliasi dan pihak ketiga yang bekerja sama melalui sarana yang ditentukan. BRI pengamanan data tidak hanya bersifat teknis, tetapi terinternalisasi dalam tata kelola dan operasional
memastikan bahwa data pribadi nasabah tidak digunakan di luar tujuan pemrosesan awal tanpa sehari-hari. BRI terus meningkatkan kapabilitas dan kesadaran pekerja dalam pengelolaan
persetujuan dari nasabah. Sebagai bagian dari komitmen pelindungan data pribadi, BRI secara keamanan data dan privasi melalui pelatihan keamanan siber, pengembangan serta pengujian
konsisten memantau penggunaan data nasabah untuk keperluan lain. Pada tahun 2025, penggunaan rencana respons insiden untuk meminimalkan dampak dan waktu pemulihan, serta pengelolaan
tersebut mencakup 3,6% dari data nasabah yang telah memberikan persetujuan untuk menerima risiko pihak ketiga dengan memastikan kepatuhan vendor dan mitra terhadap standar keamanan
rekomendasi produk, layanan, dan promosi. siber BRI. BRI juga melaksanakan program peningkatan awareness, e-learning dan pelatihan
melalui berbagai media komunikasi salah satunya Data Community Update, sebagai sarana edukasi
BRI mengelola data nasabah dengan menekankan perlindungan privasi dan penggunaan informasi dan diseminasi informasi terkait keamanan informasi dan pelindungan data pribadi. Sepanjang
pribadi secara bertanggung jawab. Dalam proses tersebut, nasabah diberikan pilihan untuk tahun 2025, program ini telah dijalankan melalui sejumlah inisiatif untuk memperkuat budaya
memberikan persetujuan secara eksplisit (opt-in) sebelum data pribadi mereka dapat dibagikan keamanan data diseluruh organisasi, antara lain:
kepada pihak ketiga untuk tujuan di luar penyelesaian transaksi atau pemberian layanan. Nasabah
juga memiliki hak untuk mengakses, memperbarui termasuk melakukan pembatasan penggunaan Pelatihan Keamanan Informasi
(opt-out), dan meminta penghapusan data pribadi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Data
pribadi yang sudah tidak diperlukan akan dimusnahkan secara aman sesuai dengan kebijakan Seluruh Insan BRILiaN wajib mengikuti dan lulus pelatihan kesadaran keamanan siber setiap tahun.
Pelatihan ini mencakup topik antara lain:
retensi data yang berlaku di Perusahaan. Informasi lebih lanjut mengenai hak subjek data dan • pencegahan phishing;
kebijakan pelindungan data pribadi dapat diakses melalui Privacy Notice BRI pada laman resmi • keamanan kata sandi; dan
perusahaan di: https://bri.co.id/en/privacy. • security awareness.
Pelatihan Pengelolaan Data Privasi
Audit Internal Pengelolaan Privasi
Sesuai dengan SO.35-ASQ/12/2024 tentang SOP Audit Internal pada Modul 2 mengenai Prosedur Pengembangan kapasitas pekerja
Meet The Expert E Learning
Audit Internal Teknologi Informasi, tim audit internal BRI secara berkala melaksanakan audit internal diwujudkan melalui 22 aktivitas
yang terdiri dari sosialisasi, Penyelenggaraan podcast yang
atas implementasi perlindungan data pribadi di seluruh lingkungan BRI untuk memastikan bahwa training, dan
• Learning agility for banking in the
menghadirkan expert untuk era of AI
pengelolaan data pribadi telah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Audit perlindungan podcast/webinar/meet the expert meningkatkan awareness topik yang • Data governance
terkait data privasi.
data pribadi ini mencakup evaluasi terhadap tata kelola kebijakan perlindungan data pribadi, dibahas, selama tahun 2025 topik • Jaga Data Jaga BRI
meet the expert antara lain: • Pelindungan data pribadi
pemenuhan hak subjek data, pelaksanaan aktivitas pemrosesan data pribadi di seluruh unit kerja, BRI menyediakan dan mewajibkan • Data Security Awareness, • Penanganan data sensitif
kepatuhan dan kewajiban pihak ketiga, efektivitas pejabat atau unit kerja yang memiliki fungsi seluruh pekerja lini pertama • AI Powered Interactions
(frontliner) dan seluruh pekerja Streamlining Work Efficiency with
perlindungan data pribadi, penerapan prinsip-prinsip privasi data, serta mekanisme penanganan yang berhubungan langsung 105.743 Pekerja
Chat BRIBrain
insiden atau pelanggaran yang berkaitan dengan data pribadi. dengan pelanggan untuk
melaksanakan Pendidikan telah mengikuti pelatihan
e-learning tentang pelindungan pelindungan data nasabah secara
Pelanggaran Keamanan Privasi dan Data data privasi secara tahunan. Quizes and Competition rutin minimal satu tahun sekali ke
seluruh pekerja terutama pekerja
Pelanggaran keamanan informasi atau keamanan siber merupakan bagian dari tindakan disiplin Bentuk lain peningkatan awareness yang berhubungan langsung dengan
pekerja BRI yang diatur dalam Surat Edaran tentang Peraturan Disiplin. Pelaku pelanggaran dapat adalah aktivitas yang melibatkan nasabah.
pekerja untuk aktif berpartisipasi,
diproses menggunakan metrik pelanggaran fundamental dengan sandi TSI-19, yaitu ketidakmampuan kegiatan diwujudkan dalam:
dalam menjaga keamanan ruang dan sistem TI sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta TSI- • Kick off and data community
Quizes
20, yaitu ketidakmampuan dalam menjaga nama pengguna, kata sandi, atau keamanan akses data
• Data story telling competition
TI lainnya yang menjadi tanggung jawabnya. Pelaku pelanggaran dapat dikenakan sanksi disiplin
yang berdampak pada penilaian kinerja, berupa pengurangan skor evaluasi pekerja sebesar 0,25.
Page 125
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 125
Metrik dan Target
Dilihat secara komprehensif, privasi dan keamanan data tidak lepas dari pondasi infrastruktur Pelanggaran keamanan privasi dan data berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan terhadap
teknologi informasi yang kuat, keandalan sistem informasi, kecukupan regulasi hingga dukungan kontinuitas operasi, kepercayaan nasabah, serta risiko sanksi atau tuntutan dari regulator maupun
dari seluruh stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan keamanan privasi dan data. Beberapa pihak yang dirugikan.
indikator yang digunakan dalam monitoring isu keberlanjutan ini adalah:
• Pelanggaran keamanan siber untuk mantau keandalan infrastruktur teknologi informasi dan
keandalan sistem informasi.
• Pelatihan pelindungan data privasi.
• Jumlah nasabah yang terdampak kejadian kebocoran data pribadi.
• Denda dari regulator terkait pelanggaran keamanan informasi.
Identifikasi Risiko dan Peluang Metrik Target Progress
Risiko Serangan Siber Malware
Jumlah insiden keamanan siber
Risiko Serangan Siber Ransomware
Risiko
Risiko Phishing dan Kejahatan Siber Jumlah nasabah yang terdampak oleh pelanggaran [FN-CB-230a.1] Mencapai 0 pelanggaran data (data breach) 0 Data breach
Risiko Penyalahgunaan Teknologi Baru (AI) Jumlah pelanggaran keamanan informasi
Denda atau sanksi atas pelanggaran keamanan informasi atau
Risiko Tata Kelola IT yang Tidak Mutakhir
keamanan siber
Personalisasi Layanan Keuangan Digital
Peluang Ketersediaan aplikasi secara menyeluruh (end-to-end) 99,96% 99,97%
Platform Digital yang Tangguh dan Tahan terhadap
Ancaman dan Kejahatan Siber
Page 126
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 126
Bisnis yang Beretika
Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS
Tata Kelola Strategi Manajemen Risiko Metrik dan Target
Tata Kelola Bisnis yang Beretika Identifikasi Risiko dan Peluang Identifikasi dan Penilaian Risiko Pelanggaran atas Kode Etik
Strategi Pengelolaan Risiko dan Optimalisasi Peluang Kebijakan dan Praktik Bisnis yang Beretika Penanganan Investigasi Kecurangan
dan Penyelesaian Kasus
Kode Etik BRI dan Insan BRILiaN Upaya Pencegahan Tindakan Tidak Etis
Penguatan Strategis Kerangka Anti-Penyuapan dan Gratifikasi
Sistem Pelaporan Pelanggaran yang Independen
Penguatan Kapabilitas Etika dan Kepatuhan
Page 127
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 127
Tata Kelola
Bisnis yang Beretika merupakan fondasi ketahanan dan keberlanjutan jangka panjang BRI. Sebagai Dewan Komisaris
lembaga keuangan dengan peran strategis dalam sistem keuangan Indonesia, BRI memandang Pengawasan atas Bisnis yang Beretika di BRI dilaksanakan melalui struktur tata kelola berlapis yang
integritas bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan sebagai prasyarat mendasar untuk terintegrasi dalam kerangka manajemen risiko Perusahaan. Dewan Komisaris menjalankan fungsi
menjaga kinerja ekonomi, reputasi perusahaan, dan kepercayaan para pemangku kepentingan. pengawasan strategis atas risiko etika melalui Komite Pemantau Manajemen Risiko, termasuk
Oleh karena itu, Bisnis yang Beretika ditetapkan sebagai topik material yang secara langsung penelaahan kebijakan antikorupsi dan anti-penyuapan, implementasi kerangka Anti-Pencucian
memengaruhi profil risiko Perusahaan serta penciptaan nilai jangka panjang. Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata
Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM), tata kelola partisipasi politik, serta kepatuhan
Dalam sektor perbankan, risiko etika tidak hanya timbul dari operasional internal, tetapi juga dari perpajakan yang bertanggung jawab. Pengawasan tersebut dilakukan melalui pelaporan berkala,
hubungan bisnis di sepanjang rantai nilai, termasuk interaksi dengan nasabah, mitra, dan pihak penelaahan profil risiko etika, serta evaluasi atas kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian
ketiga. Penerapan standar etika yang kuat dan konsisten memperkuat tata kelola, meningkatkan internal.
kualitas pengambilan keputusan, serta memitigasi paparan terhadap risiko hukum, keuangan,
sosial, dan potensi risiko terkait hak asasi manusia. Sebaliknya, kelemahan dalam pengelolaan etika Direksi
dapat menimbulkan dampak sistemik terhadap stabilitas usaha dan keberlanjutan jangka panjang. Direksi bertanggung jawab dalam menetapkan arah strategis serta memastikan implementasi
kebijakan Bisnis yang Beretika secara efektif dalam seluruh kegiatan operasional. Pengawasan atas
Dalam konteks ini, BRI mengintegrasikan prinsip-prinsip etika ke dalam struktur tata kelola, Bisnis yang Beretika dipimpin oleh Direktur yang membawahi Human Capital & Compliance*, yang
kebijakan, serta sistem pengendalian internal untuk memastikan bahwa risiko etika dikelola secara bertanggung jawab memastikan bahwa standar etika, kerangka kepatuhan, dan pengendalian
proaktif, terukur, dan berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, Perusahaan terus memperkuat integritas diterapkan secara konsisten di seluruh organisasi. Direksi memastikan bahwa pengelolaan
mekanisme pencegahan, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta melakukan evaluasi berkala risiko etika terintegrasi penuh dalam proses manajemen risiko Perusahaan, termasuk melalui
atas implementasi standar integritas guna memastikan penerapan yang konsisten di seluruh jenjang identifikasi, penilaian, mitigasi, dan pemantauan berkelanjutan atas risiko etika. Direksi juga
organisasi. memastikan tersedianya sumber daya, sistem, dan mekanisme pengendalian yang memadai untuk
menjaga penerapan standar integritas secara konsisten di seluruh organisasi.
Tata Kelola Bisnis yang Beretika
Sebagai penguatan atas struktur tata kelola tersebut, BRI menerapkan mekanisme pelaporan,
BRI menempatkan integritas sebagai nilai fundamental yang mendasari perilaku seluruh Insan eskalasi, dan pengelolaan konsekuensi yang terstruktur guna memastikan bahwa risiko dan
BRILiaN dalam menjalankan kegiatan usaha. Integritas tidak hanya dipandang sebagai nilai budaya, pelanggaran etika ditangani secara efektif dan konsisten di seluruh organisasi. BRI memiliki
tetapi juga sebagai elemen inti dalam sistem tata kelola yang memastikan kinerja berkelanjutan, mekanisme pelaporan dan eskalasi yang terstruktur untuk memastikan bahwa risiko dan
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, serta perlindungan terhadap reputasi Perusahaan pelanggaran etika dapat diidentifikasi, dilaporkan, serta ditindaklanjuti secara tepat waktu,
dan kepentingan para pemangku kepentingan. transparan, dan akuntabel. Isu etika, termasuk potensi pelanggaran Kode Etik, kebijakan antikorupsi
dan anti-penyuapan, serta kerangka APU, PPT, dan PPPSPM, dilaporkan melalui jalur pengendalian
BRI membangun budaya etika melalui lingkungan kerja yang kondusif, sistem manajemen risiko dan internal yang telah ditetapkan dan dikonsolidasikan oleh Fungsi Kepatuhan.
pengendalian internal yang kuat, serta keteladanan pimpinan di seluruh jenjang organisasi. Untuk
memastikan penerapan yang konsisten, BRI telah menetapkan Kode Etik BRI yang disahkan melalui Untuk memperkuat independensi dan kredibilitas, sejak tahun 2025, Sistem Pelaporan Pelanggaran
Surat Edaran Direksi No. SE.09-DIR/KEP/03/2023 tanggal 15 Maret 2023, Buku 6 tentang Kode Etik. atau Whistleblowing System (WBS) BRI dikelola oleh pihak ketiga yang independen. Mekanisme ini
Kode Etik tersebut terdiri atas Kode Etik Bank dan Kode Etik Insan BRILiaN, yang masing-masing memungkinkan pekerja, nasabah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk melaporkan dugaan
mengatur prinsip perilaku profesional pada tingkat organisasi serta pedoman etika bisnis dan pelanggaran secara rahasia dan tanpa rasa takut terhadap segala bentuk retaliasi. Seluruh laporan
perilaku bagi individu. ditindaklanjuti melalui proses penelaahan, investigasi, dan penyelesaian secara terstruktur sesuai
dengan protokol tata kelola yang berlaku.
Kode Etik BRI wajib dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh insan BRILiaN, termasuk Dewan
Komisaris, Direksi, dan seluruh pekerja. Pelaksanaan dan internalisasi Kode Etik berada di bawah
pengawasan Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan, dengan dukungan Compliance Group
serta Fungsi Kepatuhan pada Kantor Wilayah dan Unit Kerja Luar Negeri. Fungsi-fungsi tersebut
memastikan bahwa standar etika diterapkan secara konsisten, dipantau secara berkala, serta
ditindaklanjuti secara tepat apabila terjadi pelanggaran. *Per 18 Desember 2025, Pengawasan atas Bisnis yang Beretika dipimpin oleh Direktur yang membawahi Legal & Compliance.
Page 128
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 128
Tata Kelola
Laporan berkala mengenai eksposur risiko etika, temuan kepatuhan, kasus whistleblowing, dan
insiden signifikan disampaikan kepada Direksi serta, apabila relevan, dieskalasikan kepada Dewan
Komisaris melalui Komite Pemantau Manajemen Risiko. Pelanggaran yang bersifat material
disampaikan secara segera kepada manajemen senior dan, apabila diperlukan, kepada tingkat
Dewan. Kerangka pelaporan ini memastikan transparansi, independensi, dan efektivitas pengawasan
atas pengelolaan risiko etika di seluruh organisasi.
Pengelolaan Konsekuensi [GRI 2-25]
BRI menerapkan kerangka pengelolaan konsekuensi yang tegas dan konsisten untuk menegakkan
standar etika serta memperkuat akuntabilitas. Perusahaan menerapkan kebijakan tanpa toleransi
terhadap fraud, korupsi, penyuapan, dan bentuk perilaku tidak etis lainnya.
Setiap pelanggaran yang terbukti atas Kode Etik maupun kebijakan terkait dikenakan tindakan
disiplin sesuai dengan ketentuan internal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses
pengelolaan konsekuensi dilaksanakan secara objektif dan proporsional berdasarkan tingkat
pelanggaran. Selain pemberian sanksi, Perusahaan juga melakukan langkah perbaikan serta
penguatan pengendalian untuk mengatasi akar permasalahan dan mencegah terulangnya
pelanggaran. Melalui pendekatan ini, BRI memperkuat budaya integritas dan akuntabilitas di seluruh
organisasi.
Page 129
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 129
Strategi
Identifikasi Risiko dan Peluang
Risiko dan peluang utama yang berkaitan dengan praktik Bisnis yang Beretika diidentifikasi secara sistematis sebagai bagian dari strategi keberlanjutan Perusahaan secara menyeluruh. Proses ini mencakup
integritas pekerja, pengelolaan risiko perilaku, pencegahan fraud, transparansi dalam kegiatan operasional dan kegiatan usaha, serta efektivitas mekanisme pelaporan pelanggaran. Penilaian ini dirancang
untuk mengevaluasi potensi dampak terhadap ketahanan operasional, reputasi perusahaan, dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Tingkat signifikansi dan kemungkinan terjadinya risiko maupun
peluang tersebut selanjutnya dievaluasi dengan mempertimbangkan implikasinya terhadap kinerja usaha dan efektivitas tata kelola. Dampak yang teridentifikasi diklasifikasikan dalam jangka pendek (≤1
tahun), jangka menengah (1–5 tahun), dan jangka panjang (>5 tahun), sehingga menyediakan dasar yang terstruktur untuk penentuan prioritas, perumusan respons strategis, serta pengembangan target
keberlanjutan yang berbasis integritas.
Tingkat
Tema Risiko/ Peluang Risiko/ Peluang Deskripsi Kategori Risiko Potensi Dampak terhadap BRI Jangka Waktu
Dampak
Perilaku dalam Interaksi Risiko Pelanggaran oleh perusahaan dan pekerja • Risiko Kepatuhan • Peningkatan keluhan pihak ketiga Tinggi Jangka
dengan Pihak Ketiga dalam interaksi dengan pihak ketiga (misalnya, • Risiko Reputasi • Sanksi regulator Menengah
mis-selling, perlakuan tidak adil, pelanggaran • Risiko Operasional • Penurunan loyalitas dan reputasi
etika layanan, ketidakpatuhan pajak, • Risiko Kredit • Potensi peningkatan eksposur risiko
pelanggaran kebijakan kontribusi politik). kredit
Peluang Penguatan standar etika perusahaan, etika • Peningkatan loyalitas nasabah Tinggi Jangka Panjang
layanan, dan pengendalian risiko perilaku • Penurunan tingkat keluhan
untuk meningkatkan kualitas layanan, • Kualitas portofolio yang lebih baik
memastikan kepatuhan terhadap Kode Etik • Stabilitas pendapatan
perusahaan, serta membangun kepercayaan
nasabah.
Fraud dalam Kegiatan Risiko Potensi praktik fraud dan gratifikasi dalam • Risiko Kepatuhan • Kerugian keuangan Tinggi Jangka Pendek
Operasional dan kegiatan operasional dan usaha (misalnya, • Risiko Reputasi • Inefisiensi
Kegiatan Usaha proses pengadaan dan pembiayaan kredit). • Risiko Operasional • Penurunan kualitas aset kredit
• Risiko Kredit • Litigasi dan sanksi regulator
• Penurunan kepercayaan pemangku
kepentingan
Peluang Penguatan pengendalian internal, transparansi • Penurunan fraud Tinggi Jangka Panjang
proses, dan tata kelola di seluruh kegiatan • Peningkatan kualitas portofolio
operasional dan usaha. kredit
• Efisiensi biaya
• Peningkatan kepercayaan investor
Page 130
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 130
Strategi
Strategi Pengelolaan Risiko dan Optimalisasi Peluang
Strategi BRI dirancang untuk mengelola risiko utama sekaligus mengoptimalkan peluang yang timbul dari penerapan Bisnis yang Beretika. Perusahaan memprioritaskan penguatan integritas pekerja,
peningkatan pengelolaan risiko perilaku, pencegahan fraud, transparansi dalam proses pengadaan dan pembiayaan, serta peningkatan efektivitas mekanisme pelaporan pelanggaran. Prioritas strategis
tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola yang baik, menjaga kualitas operasional dan portofolio, serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. Melalui pendekatan ini, BRI berupaya
melindungi nilai perusahaan dalam jangka panjang dan mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Dampak Keuangan yang Diharapkan
Strategi Risiko/Peluang Utama yang Ditangani Kegiatan Utama
Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang
Pengembangan • Risiko pelanggaran Kode Etik oleh • Pelatihan wajib kode perilaku bagi pekerja Peningkatan pemahaman Penguatan budaya Reputasi organisasi
Budaya Etika dan pekerja dan perusahaan • Pelatihan refreshment melalui pembelajaran pekerja terhadap kode integritas, peningkatan yang kuat, peningkatan
Pedoman Perilaku • Risiko keluhan nasabah dan sanksi etika berbasis studi kasus perilaku dan penurunan kualitas layanan, serta kepercayaan pemangku
regulator • Penilaian pemahaman pekerja atas kode pelanggaran etika penurunan risiko kepentingan, dan
• Peluang untuk memperkuat budaya perilaku kepatuhan dan reputasi kinerja usaha yang
integritas dan profesionalisme pekerja • Integrasi kode perilaku ke dalam KPI dan berkelanjutan
evaluasi kinerja
• Kampanye kesadaran etika dan keteladanan
pimpinan
Penguatan • Risiko fraud dan gratifikasi dalam • Penguatan pengendalian internal dan model Penurunan potensi Efisiensi biaya pengadaan Tata kelola yang kuat,
Pengelolaan Risiko operasional dan kegiatan usaha tiga lini pertahanan penyimpangan proses dan peningkatan kualitas ketahanan portofolio,
Fraud dalam • Risiko kerugian keuangan dan • Digitalisasi dalam operasional dan kegiatan dan peningkatan kualitas aset kredit dan peningkatan
Operasional dan penurunan kualitas aset usaha pengambilan keputusan kepercayaan pemangku
Kegiatan Usaha • Peluang untuk meningkatkan efisiensi • Penerapan opini risiko dalam tahapan kepentingan
dan tata kelola yang lebih kuat pengadaan
• Pemantauan transaksi berisiko tinggi dan
analitik fraud
Penguatan • Rendahnya tingkat pelaporan akibat • Implementasi sistem pelaporan pelanggaran Peningkatan kepercayaan Deteksi pelanggaran yang Budaya integritas yang
Sistem Pelaporan terbatasnya kepercayaan pelapor yang dikelola secara independen pelapor dan jumlah lebih dini dan peningkatan kuat dan peningkatan
Pelanggaran • Keterlambatan deteksi fraud dan • Kanal pelaporan anonim dan perlindungan laporan yang valid tata kelola investigasi kredibilitas tata kelola
(Whistleblowing pelanggaran pelapor
System/WBS) yang • Peluang untuk meningkatkan • Integrasi pelaporan dengan investigasi
Dikelola Pihak Ketiga kepercayaan pelaporan, kerahasiaan, internal dan remediasi
dan transparansi serta memperkuat • Sosialisasi anti-retaliasi dan kampanye speak-
tata kelola up
• Pemantauan efektivitas dan kualitas
penanganan kasus
Page 131
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 131
Strategi
Kode Etik BRI dan Insan BRILiaN Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan etika BRI terkait korupsi dan penyuapan, diskriminasi,
kerahasiaan informasi, benturan kepentingan, anti-monopoli dan persaingan usaha, anti-pencucian
Kode Etik BRI dan Insan BRILiaN berfungsi sebagai kerangka fundamental yang mengatur standar uang, perdagangan orang, perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, serta
etika dan perilaku profesional bagi seluruh Insan BRI dalam menjalankan tugas dan tanggung Whistleblowing System (WBS) dapat diakses melalui https://www.ir-bri.com/esg/code_of_conduct.
jawabnya. Sebagai bagian integral dari komitmen BRI terhadap Bisnis yang Beretika, Kode Etik html. [GRI 206-1]
memastikan bahwa setiap tindakan dan keputusan mencerminkan integritas, transparansi,
akuntabilitas, serta selaras dengan nilai-nilai inti Perusahaan. Pengendalian Kode Etik
Pengendalian Kode Etik di BRI dilaksanakan melalui berbagai mekanisme. Setiap tahun, Direksi,
Sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Direksi No. SE.09-DIR/KEP/03/2023, Buku 6 tentang Kode Dewan Komisaris, dan seluruh pekerja menandatangani Pernyataan Anti-Fraud sebagai bagian dari
Etik BRI, Kode Etik Perusahaan disusun dalam dua komponen yang saling melengkapi, yaitu Kode BRILiaN Improvement Forum. Selain itu, dalam proses pengadaan barang dan jasa, panitia
Etik Bank dan Kode Etik Insan BRILiaN. Kode Etik Bank memuat prinsip-prinsip dasar perilaku pengadaan, unit kerja pengguna, vendor, serta mitra usaha wajib menandatangani pakta integritas.
organisasi yang mengatur standar profesional dan tata perilaku institusional. Sementara itu, Kode BRI juga mewajibkan setiap insan BRILiaN untuk menyampaikan Pernyataan Kepatuhan terhadap
Etik Insan BRILiaN memberikan panduan rinci mengenai perilaku etis dan etika bisnis pada tingkat Kode Etik BRI serta mengungkapkan potensi benturan kepentingan setiap tahun, baik melalui
individu yang berlaku bagi seluruh pekerja di semua jenjang organisasi. Secara keseluruhan, kedua aplikasi BRILIANAPPS maupun saluran lain yang ditetapkan. Dalam hal ini, komitmen Direksi dan
kode tersebut membentuk kerangka etika yang komprehensif untuk mendukung penerapan standar Dewan Komisaris untuk menjadi teladan dalam menjunjung tinggi dan menerapkan Kode Etik BRI
perilaku yang konsisten di seluruh Perusahaan serta memperkuat budaya integritas BRI. memiliki peran penting dalam memastikan penerapan yang efektif di seluruh pekerja BRI.
Kode Etik Bank Kode Etik Insan BRILiaN
Sosialisasi dan Komunikasi Kode Etik
BRI secara konsisten melaksanakan sosialisasi dan komunikasi Kode Etik kepada pemangku
1. Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi, 1. Kepatuhan terhadap hukum, kebijakan kepentingan internal maupun eksternal. Untuk memastikan penerapan yang efektif, BRI juga
termasuk penerapan anti pencucian uang, regulator, dan kebijakan internal bank; menyebarluaskan Kode Etik melalui:
pencegahan pendanaan terorisme, dan 2. Perlindungan aset bank, menjaga keamanan • situs resmi BRI (www.ir-bri.com/esg/code_of_conduct.html) yang dapat diakses oleh publik,
pencegahan pendanaan proliferasi senjata informasi, larangan insider trading, dan
termasuk mitra bisnis;
pemusnah massal (APU, PPT, dan PPPSPM) melaporkan pelanggaran melalui sistem
• landing page pada aplikasi BRILIANAPPS;
2. Perlakuan adil dan menerapkan kebijakan pelaporan pelanggaran;
• Perjanjian Kerja Bersama antara Serikat Pekerja BRI dan Manajemen BRI;
saling menghormati di tempat kerja ketika 3. Memberikan perlakuan adil terhadap
• poster, video, dan media komunikasi lainnya di area kantor Perusahaan;
berhubungan dengan Insan BRILiaN. nasabah dan melindungi data nasabah;
3. Melindungi kerahasiaan data dan informasi 4. Hubungan dengan pesaing dan mitra kerja. • sesi sosialisasi tatap muka bagi pekerja di Kantor Pusat;
pribadi nasabah. 5. Hubungan antar sesama pekerja termasuk • program e-learning yang diwajibkan bagi seluruh pekerja; dan
4. Menjunjung tinggi persaingan sehat, anti- dengan pekerja BRI Group: mematuhi • program pelatihan induksi wajib bagi seluruh pekerja baru.
monopoli, dan berlaku adil terhadap mitra respectful workplace policy;
kerja. 6. Hubungan dengan regulator. Keterlibatan Politik
5. Memberikan kontribusi dan nilai optimal, 7. Hubungan dengan masyarakat dan BRI menjunjung kebijakan netralitas politik dan non-partisan guna menjaga integritas, independensi,
melindungi hak-hak pemegang saham, dan lingkungan hidup. serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. BRI melarang Dewan
menjalankan transparansi dalam 8. Pengendalian gratifikasi, penyuapan, dan Komisaris, Direksi, manajemen, dan seluruh Insan BRILiaN untuk terlibat dalam politik praktis atas
penyampaian informasi. korupsi. nama Perusahaan, termasuk memberikan kontribusi politik secara langsung maupun tidak langsung,
6. Menjaga integritas dan akurasi pelaporan donasi, sponsor, ataupun melakukan aktivitas lobi.
Bank.
7. Menjunjung tinggi HAM, mengatasi Ketentuan tersebut secara formal diatur dalam Kode Etik Bank dan Kode Etik Insan BRILiaN serta
perubahan iklim, dan larangan keterlibatan berlaku sebagai standar perilaku yang mengikat bagi seluruh pekerja dan pemangku kepentingan
dalam aktivitas politik
terkait. BRI tidak memberikan pendanaan politik, donasi politik, maupun pengeluaran untuk
8. Etika sebagai kelompok usaha (BRI Group);
kepentingan politik. Setiap keterlibatan dalam forum kebijakan publik atau konsultasi regulasi yang
serta
sah dilakukan secara terbatas, transparan, dan sesuai ketentuan, semata-mata untuk berkontribusi
9. Pengendalian atas gratifikasi, penyuapan,
pada pengembangan sektor keuangan serta selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang
dan korupsi.
baik.
Page 132
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 132
Strategi
Perpajakan [GRI 207-1, 207-2] serta seimbang dengan kepentingan para pemangku kepentingan. Seluruh transaksi usaha disusun
Tata Kelola dan Pengawasan berdasarkan substansi komersial yang jelas dan mematuhi standar regulasi di bawah pengawasan
Tata kelola perpajakan berada di bawah pengawasan Direktur Keuangan, yang bertanggung jawab Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BRI beroperasi di Indonesia dengan beberapa kantor cabang luar
atas implementasi dan peninjauan strategi perpajakan Bank. Strategi perpajakan ditinjau setiap negeri dan memenuhi seluruh kewajiban pelaporan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
tahun dan diselaraskan dengan perkembangan regulasi untuk memastikan kepatuhan dan Melalui pendekatan yang disiplin dan transparan ini, BRI menegaskan komitmennya terhadap
efektivitas yang berkelanjutan. BRI telah menetapkan pedoman perpajakan internal serta Standar praktik perpajakan yang bertanggung jawab, tata kelola yang baik, serta penciptaan nilai yang
Operasional Prosedur yang berlaku di seluruh unit kerja. Kewajiban perpajakan dimonitor secara berkelanjutan. [GRI 207-3]
berkelanjutan melalui proses rekonsiliasi dan reviu yang terstruktur guna memastikan akurasi,
kelengkapan, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Penguatan Strategis Kerangka Anti-Penyuapan dan Gratifikasi
Strategi Perpajakan Sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat integritas bisnis dan tata kelola dalam seluruh
BRI menerapkan strategi perpajakan yang prudent dan bertanggung jawab untuk meminimalkan aktivitas operasional, BRI telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan ISO
risiko perpajakan yang dapat memengaruhi kinerja keuangan, stabilitas operasional, dan reputasi 37001:2016 yang mencakup proses pengadaan barang dan jasa. BRI pertama kali memperoleh
perusahaan. Perusahaan secara proaktif mengidentifikasi dan mengelola risiko perpajakan di sertifikasi ISO 37001 pada tahun 2020 dan berhasil mempertahankan sertifikasi tersebut melalui
seluruh kegiatan operasionalnya, baik di tingkat domestik maupun internasional, termasuk risiko proses resertifikasi pada tahun 2023. Sertifikasi ini mencerminkan komitmen strategis Perusahaan
yang timbul akibat perubahan regulasi, perbedaan interpretasi, penyesuaian kebijakan fiskal, dalam menstandarisasi praktik anti-penyuapan, meningkatkan transparansi, serta menanamkan
ekspansi pasar, serta transaksi lintas batas. mekanisme pengawasan yang terstruktur dalam kegiatan pengadaan. Melalui kerangka yang
selaras dengan ISO tersebut, BRI mendorong penerapan uji tuntas (due diligence), pemisahan
BRI memastikan kepatuhan penuh terhadap peraturan perpajakan di setiap yurisdiksi tempat fungsi, mekanisme pemantauan, serta proses perbaikan berkelanjutan yang mendukung
Perusahaan beroperasi serta mengelola risiko transfer pricing sesuai dengan pedoman OECD dan pelaksanaan transaksi pengadaan secara disiplin dan memperkuat kepercayaan pemangku
regulasi yang berlaku. BRI tidak melakukan perencanaan pajak yang agresif dan melaksanakan kepentingan terhadap integritas operasional bisnis. [GRI 3-3]
seluruh transaksi berdasarkan substansi komersial serta prinsip perbankan yang sehat.
Nama Sertifikasi Penerbit Periode Berlaku
Kepatuhan dan Transparansi
ISO 37301 Sistem Manajemen Kepatuhan British Standard Institution 2023–2025
BRI berkomitmen terhadap pelaporan pajak yang transparan dan mengungkapkan pembayaran
pajak dalam Laporan Keberlanjutan tahunan guna meningkatkan akuntabilitas serta memitigasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan British Standard Institution 2023–2026
risiko reputasi. BRI menjaga hubungan yang konstruktif dengan otoritas perpajakan, khususnya ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu British Standard Institution 2023–2026
Direktorat Jenderal Pajak (DJP), tanpa melakukan advokasi maupun upaya untuk memengaruhi
kebijakan perpajakan. Sepanjang periode pelaporan, BRI mempertahankan kepatuhan penuh Kebijakan Anti-Korupsi dan Gratifikasi bagi Pemasok
terhadap peraturan perpajakan yang berlaku, didukung oleh pengendalian internal yang kuat, reviu Sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga integritas di seluruh rantai pasok, BRI menerapkan
pajak berkala, serta koordinasi berkelanjutan dengan otoritas pajak guna memastikan ketepatan, Kebijakan Anti-Korupsi dan Gratifikasi bagi Pemasok, yang mewajibkan seluruh pihak ketiga yang
ketepatan waktu, dan kelengkapan pemenuhan kewajiban perpajakan. bekerja sama dengan Bank untuk mematuhi standar anti-korupsi yang setara dengan kebijakan
internal BRI. Kebijakan ini menegaskan bahwa seluruh hubungan bisnis dengan pemasok harus
Sesuai dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi.
HPP), pada tahun 2025, BRI memenuhi kriteria untuk memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan
(PPh) Badan sebesar 3% yang berlaku bagi perusahaan terbuka yang memenuhi persyaratan Dalam implementasinya, BRI melakukan proses uji kelayakan (due diligence) terhadap pemasok,
regulasi sehingga tarif PPh Badan yang berlaku menjadi sebesar 19%. Pada tahun 2025, BRI termasuk pengecekan latar belakang serta evaluasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam rantai
berkontribusi melalui pembayaran PPh Badan dan pajak lainnya kepada Pemerintah Indonesia pasok. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa mitra usaha yang bekerja sama dengan BRI
sebesar Rp7,33 miliar. memiliki integritas serta menjalankan praktik usaha yang sejalan dengan prinsip tata kelola
perusahaan yang baik. Ketentuan terkait anti-korupsi dan anti-gratifikasi juga secara tegas
Komitmen terhadap Praktik Perpajakan yang Bertanggung Jawab dicantumkan dalam perjanjian kerja sama antara BRI dan vendor, di mana setiap pelanggaran
BRI memastikan bahwa pengelolaan perpajakan dilakukan secara proaktif, bertanggung jawab, terhadap klausul tersebut dapat berakibat pada pengakhiran hubungan kerja sama.
Page 133
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 133
Strategi
Untuk semakin memperkuat pengendalian terhadap risiko penyuapan, BRI telah melakukan apakah usulan vendor dapat diterima atau perlu ditolak berdasarkan hasil evaluasi risiko secara
implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang mengacu pada standar menyeluruh. Penilaian VRR mencakup beberapa dimensi utama, yaitu aspek finansial, teknis,
ISO 37001:2016 dalam lingkup pengadaan barang dan jasa di Kantor Pusat. Sistem ini telah lingkungan, sosial, dan tata kelola.
memperoleh sertifikasi dari lembaga sertifikasi independen. Selaras dengan standar tersebut,
Perseroan juga membentuk Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP) yang bertugas memantau Penilaian pada aspek lingkungan mencakup evaluasi terhadap penggunaan energi terbarukan,
efektivitas pelaksanaan program secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil audit eksternal terbaru, penerapan teknologi ramah lingkungan, keberadaan instalasi pengolahan air limbah, serta inisiatif
tidak ditemukan kelemahan signifikan dalam penerapan SMAP di lingkungan Perseroan, yang pengurangan penggunaan kertas.
mencerminkan komitmen kuat BRI dalam menjaga integritas dan transparansi dalam pengelolaan
rantai pasok. Sementara itu, aspek sosial menilai kepatuhan vendor terhadap standar ketenagakerjaan dan
perlindungan sosial, termasuk kepatuhan terhadap Upah Minimum Regional (UMR), partisipasi
Pada tahun 2025, BRI juga melakukan penguatan organisasi melalui pembentukan fungsi dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, serta larangan mempekerjakan pekerja
pengawasan khusus yang bertugas memberikan opini risiko independen atas aktivitas proses di bawah umur. Selain itu, vendor juga diwajibkan untuk melakukan asesmen Hak Asasi Manusia
pengadaan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat mekanisme reviu independen, meningkatkan (HAM) pada saat proses pendaftaran vendor melalui mekanisme self-assessment. Adapun pada
akuntabilitas, serta memastikan pertimbangan tata kelola terintegrasi dalam proses pengambilan aspek tata kelola, penilaian dilakukan terhadap komitmen vendor dalam menerapkan integritas
keputusan operasional. Sejalan dengan penguatan tersebut, BRI juga memperbarui kebijakan anti-penyuapan serta kepatuhan terhadap program Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang
pengadaan yang mewajibkan seluruh aktivitas pengadaan memperoleh opini independen sebelum mendorong penggunaan barang dan jasa dari dalam negeri.
pelaksanaan.
Kebijakan Lingkungan dan Sosial bagi Pemasok
BRI menerapkan praktik pengadaan yang bertanggung jawab melalui kebijakan dan petunjuk
pelaksanaan terkait pengadaan barang dan/atau jasa, yang mengintegrasikan pertimbangan
lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam proses seleksi dan evaluasi vendor. Komitmen
tersebut diatur dalam Kebijakan No. SE.18-DIR/PLM/05/2023, Surat Edaran No. SE.29-DIR/
ESG/12/2025 tentang Kebijakan dan Strategi Keberlanjutan, Buku 2 Bagian 1 : Penghormatan
Hak Asasi Manusia (HAM), serta dijabarkan lebih lanjut melalui Petunjuk Pelaksanaan No. JL.23-
FAG/11/2025, yang mengatur prinsip dan prosedur kerja sama dengan vendor dan pemasok di
lingkungan Perseroan.
Dalam ketentuan tersebut, BRI mewajibkan seluruh pemasok atau vendor untuk mematuhi standar
perilaku bisnis yang bertanggung jawab, antara lain meliputi:
1. larangan mempekerjakan pekerja anak dan kerja paksa;
2. penerapan praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3);
3. pemberian upah layak sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
4. penerapan prinsip non-diskriminasi dalam praktik ketenagakerjaan;
5. penyediaan kondisi hidup yang layak;
6. penghormatan terhadap kebebasan berserikat dan hak untuk melakukan perundingan bersama;
serta
7. ketentuan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pemasok menjalankan praktik usaha
yang etis serta menghormati hak asasi manusia.
Untuk mendukung penerapan kebijakan tersebut, BRI menerapkan mekanisme Vendor Risk Rating
(VRR), yaitu alat ukur standar yang digunakan untuk menilai dan menggambarkan profil risiko calon
vendor. VRR mengombinasikan indikator kualitatif dan kuantitatif, sehingga BRI dapat menentukan
Page 134
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 134
Strategi
Sistem Pelaporan Pelanggaran yang Independen [FN-CB-510a.2] Pendekatan ini memperkuat akuntabilitas, menjunjung standar tata kelola, serta menegaskan sikap
zero-tolerance BRI terhadap pelanggaran.
Sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko fraud dalam kegiatan operasional dan usaha, BRI
mengelola Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) sebagai mekanisme Sanksi/Tindak Lanjut Hukuman Disiplin
utama deteksi fraud dan transparansi dalam kerangka pengelolaan risiko etika. WBS menyediakan
saluran pelaporan yang mudah diakses dan aman bagi pekerja, nasabah, mitra usaha, serta Dalam Proses 52
pemangku kepentingan lainnya untuk melaporkan dugaan fraud, pelanggaran Kode Etik, maupun Teguran Lisan 3
praktik tidak etis lainnya, sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Untuk Surat Pembinaan 65
memperkuat independensi, objektivitas, dan kredibilitas pelaporan, sejak tahun 2025, WBS dikelola
Peringatan Tertulis 20
secara strategis oleh pihak ketiga yang independen. Pendekatan ini meningkatkan kepercayaan
pemangku kepentingan, meminimalkan potensi benturan kepentingan, serta mendukung identifikasi Teguran Tertulis 28
fraud lebih awal. Mekanisme ini juga menjamin kerahasiaan dan perlindungan pelapor bagi laporan Teguran Tertulis Terakhir 6
yang teridentifikasi, serta tetap memungkinkan penyampaian laporan secara anonim. Selama
Turun Jabatan 1 Grade 3
periode pelaporan, BRI menerima total 89 laporan melalui WBS, yang terdiri atas 68 kasus terbukti,
4 (empat) kasus terbukti sebagian, 9 (sembilan) kasus tidak terbukti, dan 8 (delapan) kasus yang PHK 29
masih dalam proses investigasi. Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2025 pelanggaran
yang paling sering dilaporkan dan terbukti berasal dari subkategori fraud dan pelanggaran Kode
Etik. Namun demikian, tidak terdapat kasus signifikan yang menunjukkan ketidakpatuhan terhadap Alur Mekanisme Pelaporan Whistleblowing System (WBS)
hukum dan regulasi yang berujung pada denda atau sanksi non-moneter, sebagaimana ditampilkan
berikut ini. [GRI 2-27, 206-1, 205-3][FN-CB-510a.1]
Pengaduan Terbukti Tidak Dalam Pelapor menyampaikan laporan
Kategori Pelanggaran Terbukti Konsultan melakukan analisa
Diterima Sebagian Terbukti Proses kepada Konsultan dan
kecukupan laporan untuk
Unit Pengelola WBS/Komite Audit
mendapatkan notifikasi referensi melakukan verifikasi terhadap
diteruskan kepada Unit Pengelola
Gratifikasi Ilegal 6 4 0 1 1 untuk mengecek status
WBS/Komite Audit.
laporan tersebut.
pelaporan.
Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) 9 6 0 3 0
Pelanggaran Respect Workplace Policy (RWP) 19 14 1 1 3
Pelanggaran Kode Etik 23 16 2 3 2 Tidak Disetujui Ditindaklanjuti
Pelanggaran Prosedur Perusahaan Lainnya 3 2 0 1 0
Penyalahgunaan Aset 3 3 0 0 0
Tindakan Lain yang Dapat Disamakan dengan Verifikasi laporan Whistleblowing
26 23 1 0 2 Unit Pengelola WBS/Komite Audit
Fraud System (WBS) oleh Unit
menunjuk Unit Kerja Investigasi.
Pengelola WBS/Komite Audit
Jumlah laporan yang diterima mencerminkan pemanfaatan mekanisme secara aktif serta
menunjukkan efektivitas WBS sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi pelanggaran. Seluruh
laporan yang disampaikan terlebih dahulu diverifikasi melalui proses verifikasi awal sebelum
dieskalasikan kepada Unit Pengelola WBS, yang berada di bawah supervisi Direktur Utama dan
diawasi oleh Dewan Komisaris melalui Komite Audit. Unit tersebut mengoordinasikan investigasi,
Unit Pengelola WBS/Komite Audit
tindakan perbaikan, serta pemantauan penyelesaian kasus sesuai prosedur yang berlaku guna melakukan update status laporan
Unit Kerja berwenang melakukan Unit Kerja Investigasi
tindak lanjut perbaikan dan menyampaikan laporan hasil
memastikan respons yang tepat waktu dan penguatan pengendalian internal secara berkelanjutan. kepada Konsultan untuk
melaporkan hasilnya kepada Unit investigasi kepada Unit Pengelola
selanjutnya diinformasikan
Untuk kasus yang terbukti, BRI menerapkan tindak lanjut yang proporsional sesuai dengan tingkat kepada Pelapor.
Pengelola WBS. WBS dan Unit Kerja terkait.
keparahan dan sifat pelanggaran, mulai dari sanksi administratif dan disiplin internal hingga
pemutusan hubungan kerja serta, apabila relevan, pelimpahan kepada aparat penegak hukum.
Page 135
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 135
Strategi
Ruang lingkup pelaporan mencakup korupsi, penyalahgunaan aset, kecurangan pelaporan kepatuhan regulasi. Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kredibilitas program, BRI turut bekerja
keuangan, kebocoran informasi, pelanggaran etika, serta bentuk pelanggaran lain yang setara sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyelenggaraan kegiatan edukasi dan
dengan fraud, baik yang dilakukan oleh pekerja maupun anggota organ perusahaan. BRI kampanye antikorupsi. Salah satu program yang dilaksanakan adalah penyelenggaraan in-house
mengintegrasikan pengaduan dan laporan WBS ke dalam satu saluran terpadu untuk meningkatkan training dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi.
aksesibilitas serta menyederhanakan pengelolaan dan penanganan kasus yang secara lengkap
dapat diakses melalui laman resmi https://www.ir-bri.com/esg/gcg_policies.html
Saluran Pelaporan
Surat SMS dan WhatsApp
PO Box 1450 JKP 10014 +62 811 8113 530
Email Website
bri-whistleblowingsystem@tipoffs.info https://idn.deloitte-halo.com/bri-whistleblowingsystemc.
Penguatan Kapabilitas Etika dan Kepatuhan
Tabel berikut menyajikan jumlah pekerja yang berpartisipasi dalam masing-masing inisiatif pelatihan
Penguatan integritas kelembagaan memerlukan investasi berkelanjutan dalam peningkatan selama periode pelaporan. [GRI 205-2]
kompetensi dan kesadaran pekerja. Dalam konteks ini, BRI menyelenggarakan program pelatihan
etika dan kepatuhan yang terstruktur untuk meningkatkan pemahaman atas risiko fraud dan
Pelatihan dan E-Learning Jumlah Peserta
kejahatan keuangan, memperkuat perilaku yang bertanggung jawab, serta mendukung penerapan
standar tata kelola secara konsisten di seluruh jenjang organisasi. BRI mengintegrasikan E-Learning APU, PPT, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Seluruh Pekerja
pembelajaran etika dan kepatuhan dalam kerangka pengembangan berkelanjutan yang mencakup Kode Etik dan Kepatuhan Seluruh Pekerja
modul onboarding wajib, program refreshment berkala, serta inisiatif peningkatan kesadaran
Pelatihan Antikorupsi 87.226
berbasis sertifikasi. Materi pelatihan mencakup Kode Etik dan Kepatuhan, program Antikorupsi,
e-learning Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Pelatihan Kepatuhan Pajak & Anti-Penghindaran Pajak 52
Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM), serta pelatihan Kepatuhan Sertifikasi Kesadaran Antikorupsi 33
Perpajakan. Melalui program yang terstruktur ini, pekerja dibekali pemahaman komprehensif
mengenai kewajiban regulasi, ekspektasi pengendalian internal, serta prosedur eskalasi, sehingga Seminar Hari Antikorupsi Internasional 112
mampu mengidentifikasi potensi penyimpangan secara dini dan memperkuat kerangka manajemen
risiko perusahaan. Data partisipasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan atas efektivitas dan cakupan
pelatihan, guna mendukung peningkatan kesadaran etika, penguatan pengendalian risiko perilaku,
Sebagai pelengkap program pembelajaran formal, BRI juga melaksanakan inisiatif peningkatan serta perbaikan praktik pengendalian internal. Selain sebagai instrumen mitigasi risiko yang
kesadaran di tingkat organisasi, termasuk kampanye integritas dan kegiatan antikorupsi, untuk preventif, inisiatif pelatihan juga berkontribusi pada penguatan pengembangan kapabilitas
mendorong budaya speak-up yang kuat serta meningkatkan keterlibatan pekerja dalam menjunjung organisasi melalui integrasi pembelajaran etika dan kepatuhan dalam kerangka pengembangan
standar etika. Inisiatif ini tidak hanya berfungsi sebagai langkah mitigasi risiko yang bersifat berkelanjutan. Modul onboarding wajib, program refreshment berkala, inisiatif berbasis sertifikasi,
preventif, tetapi juga sebagai enabler strategis untuk menumbuhkan akuntabilitas dan praktik bisnis serta kampanye integritas di tingkat organisasi secara kolektif memperkuat perilaku usaha yang
yang beretika secara berkelanjutan. Untuk mendukung transparansi dan memantau cakupan bertanggung jawab dan mendukung penerapan standar tata kelola secara konsisten di seluruh
penguatan kapabilitas etika dan kepatuhan, BRI mencatat partisipasi pekerja dalam berbagai jenjang organisasi. Melalui pendekatan terintegrasi ini, pelatihan berfungsi sekaligus sebagai
program pelatihan utama terkait etika bisnis, antikorupsi, pencegahan kejahatan keuangan, dan mekanisme pengendalian risiko dan enabler strategis untuk menumbuhkan integritas, meningkatkan
akuntabilitas, serta menjaga praktik bisnis yang beretika di seluruh organisasi.
Page 136
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 136
Manajemen Risiko
Identifikasi dan Penilaian Risiko
Risiko Etika Bisnis diidentifikasi dan dinilai melalui pendekatan berbasis risiko yang terstruktur dan Ruang lingkup penilaian mencakup risiko korupsi dan penyuapan, benturan kepentingan, kepatuhan
dilakukan secara berkala, serta terintegrasi dalam kerangka manajemen risiko perusahaan terhadap anti pencucian uang (AML), transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber
(Enterprise Risk Management/ERM) Bank. Penilaian mencakup risiko anti-korupsi dan anti-suap, daya, serta efektivitas kebijakan etika dan mekanisme pelaporan. Tingkat paparan risiko dievaluasi
kepatuhan terkait keterlibatan politik, integritas perpajakan, benturan kepentingan, serta risiko etika dengan mempertimbangkan aspek kemungkinan dan dampak, termasuk pada area yang memiliki
yang timbul dari hubungan dengan pihak ketiga dan nasabah, yang berpotensi menimbulkan kerentanan lebih tinggi seperti aktivitas pengadaan, pembiayaan dan transaksi bernilai besar,
dampak hukum, reputasi, operasional, dan keuangan bagi Bank. keterlibatan pihak ketiga, serta hubungan bisnis pada yurisdiksi berisiko tinggi.
Penilaian risiko mempertimbangkan tingkat kemungkinan terjadinya serta potensi dampak dari Berdasarkan penilaian tersebut, BRI mengidentifikasi lima aktivitas utama dengan paparan signifikan
paparan risiko etika, dengan memperhatikan faktor internal dan eksternal, termasuk dinamika terhadap risiko gratifikasi dan penyuapan, terutama pada realisasi dan pencairan kredit, penerimaan
bisnis dan perkembangan regulasi. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar dalam penetapan strategi permohonan dan analisis kredit, pembinaan, monitoring dan recovery, transaksi finansial dan non
mitigasi, penguatan pengendalian internal, serta penyelarasan aktivitas bisnis dengan risk appetite finansial kepada nasabah, dan aktivitas yang berhubungan dengan kinerja jasa pihak ketiga.
Bank dalam horizon jangka pendek, menengah, dan panjang. Identifikasi aktivitas berisiko tinggi tersebut menjadi dasar untuk memperkuat pengendalian
internal, meningkatkan pengawasan, serta menyusun strategi mitigasi yang lebih terarah. Rencana
Initial Customer Screening and Due Diligence penanganan risiko (risk treatment plan) dipantau secara berkala untuk memastikan keselarasan
Sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko, BRI melakukan customer screening dan uji tuntas dengan standar integritas, risk appetite, dan kerangka tata kelola BRI.
(due diligence) secara menyeluruh sebelum menjalin hubungan bisnis. Pendekatan berbasis risiko
diterapkan melalui Individual Risk Assessment (IRA) untuk menentukan tingkat uji tuntas (due Audit Kepatuhan terhadap Standar Etika
diligence) yang sesuai, termasuk Customer Due Diligence (CDD) dan Enhanced Due Diligence BRI melaksanakan audit independen atas standar etika untuk memberikan assurance atas efektivitas
(EDD), khususnya bagi nasabah berisiko lebih tinggi seperti Politically Exposed Persons (PEPs) pengendalian internal, kerangka kepatuhan, serta penerapan Kode Etik (Code of Conduct) di
atau nasabah yang terkait dengan yurisdiksi berisiko tinggi. seluruh organisasi. Audit tersebut dilaksanakan oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang
independen dari manajemen dan melaporkan hasilnya kepada Dewan Komisaris melalui Komite
Proses tersebut mencakup verifikasi identitas, identifikasi pemilik manfaat (beneficial owner), Audit.
pemrofilan transaksi, pemeriksaan watchlist dan daftar sanksi, serta pemantauan pemberitaan
negatif (adverse media). Untuk kasus dengan tingkat risiko lebih tinggi, BRI menerapkan prosedur Audit dilaksanakan dengan pendekatan berbasis risiko dan mencakup area dengan paparan risiko
penelaahan yang lebih mendalam dan mensyaratkan persetujuan pada level manajemen senior. etika yang lebih tinggi, termasuk proses perkreditan, aktivitas pengadaan, keterlibatan pihak ketiga,
Pendekatan yang terstruktur ini memastikan hubungan bisnis dijalankan berdasarkan prinsip transaksi keuangan, serta kepatuhan terhadap kerangka anti-korupsi dan AML. Audit menilai
integritas, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus menjadi fondasi bagi kecukupan dan efektivitas pengendalian, baik dari sisi desain kontrol maupun efektivitas
pemantauan berkelanjutan sepanjang siklus hubungan dengan nasabah. Seluruh proses tersebut pelaksanaannya, serta tingkat kepatuhan terhadap kebijakan etika dan persyaratan regulasi.
juga ditinjau secara independen melalui audit internal untuk memastikan efektivitas dan perbaikan
berkelanjutan. Apabila ditemukan kelemahan, temuan audit didokumentasikan secara formal dan disampaikan
kepada fungsi manajemen terkait. BRI menyusun rencana tindakan perbaikan (corrective action
Penilaian Risiko Bisnis yang Beretika [GRI 205-1] plan) dan memantau pelaksanaannya untuk memastikan penyelesaian yang tepat waktu. Temuan
BRI melaksanakan Penilaian Risiko Etika secara terstruktur dan berkala setiap tahun untuk yang material ditindaklanjuti kepada Manajemen Senior dan Dewan sesuai kebutuhan.
mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola potensi risiko yang dapat memengaruhi reputasi,
kepatuhan terhadap regulasi, serta stabilitas operasional Bank. Penilaian ini terintegrasi dalam Selain audit berkala, fungsi audit internal memanfaatkan analitik data dan teknik pemantauan
kerangka manajemen risiko perusahaan (Enterprise Risk Management/ERM) dan menerapkan berkelanjutan (continuous monitoring) untuk mendeteksi indikasi ketidakwajaran, memperkuat
pendekatan berbasis risiko untuk mengevaluasi tingkat paparan di seluruh unit bisnis, proses kapabilitas deteksi kecurangan, serta meningkatkan pengawasan atas transaksi dan aktivitas
operasional, dan hubungan eksternal. berisiko tinggi. Mekanisme assurance independen ini memastikan standar etika diterapkan secara
konsisten dan terus ditingkatkan di seluruh organisasi.
Page 137
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 137
Manajemen Risiko
Kebijakan dan Praktik Bisnis yang Beretika dan analisis gratifikasi. Seluruh laporan gratifikasi diteruskan kepada Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) melalui mekanisme pelaporan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kerangka manajemen risiko, BRI menempatkan kebijakan etika dan kepatuhan sebagai
bagian yang tidak terpisahkan dari arsitektur pengendalian risiko untuk memastikan seluruh BRI juga memperkuat pengendalian anti suap melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan
aktivitas bisnis dijalankan sesuai prinsip integritas, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik. Sejalan ISO 37001:2016, yang disertifikasi oleh lembaga independen dan diterapkan pada proses pengadaan
dengan hal tersebut, pada bagian ini disajikan kebijakan-kebijakan utama terkait etika bisnis, di Kantor Pusat. Sistem ini dipantau secara berkelanjutan dan diaudit secara eksternal secara
mencakup APU, PPT, dan PPPSPM, Anti Suap dan Anti Korupsi, Keterlibatan Politik, serta Tata berkala untuk memastikan efektivitasnya serta keselarasan yang berkelanjutan dengan ketentuan
Kelola Perpajakan sebagai bentuk pengungkapan atas keselarasan kebijakan dengan proses regulasi dan standar tata kelola. Hasil pemantauan dan penilaian audit eksternal dilaporkan secara
identifikasi, penilaian, mitigasi, dan pemantauan risiko secara berkelanjutan. formal kepada Chief Executive Officer sebagai bagian dari pengawasan eksekutif dan disampaikan
kepada Dewan Komisaris sebagai fungsi pengawas untuk memastikan akuntabilitas pada tingkat
Penerapan kebijakan-kebijakan tersebut memperkuat lingkungan pengendalian secara menyeluruh manajemen dan tata kelola tertinggi. Audit eksternal terakhir mengonfirmasi bahwa tidak terdapat
serta mendukung pengelolaan risiko kepatuhan dan integritas secara efektif. Meskipun kebijakan kelemahan signifikan dalam penerapan sistem tersebut.
ini berfungsi sebagai instrumen pencegahan dan mitigasi dalam kerangka manajemen risiko, proses
persetujuan, akuntabilitas, dan pengawasannya tetap mengacu pada struktur tata kelola perusahaan BRI juga memperluas standar anti korupsi kepada pemasok dan mitra usaha melalui proses uji
yang telah ditetapkan. tuntas pihak ketiga, klausul anti korupsi dalam perjanjian, serta audit rantai pasok. Seluruh vendor
diwajibkan mematuhi ketentuan anti korupsi yang setara dengan standar internal Bank, dan
Kebijakan Anti Penyuapan dan Anti Korupsi pelanggaran dapat berakibat pada penghentian kerja sama sesuai ketentuan kontrak. Untuk
Kebijakan Anti Suap dan Anti Korupsi BRI diatur secara formal melalui Surat Edaran Direksi No. mendorong transparansi dan memudahkan akses pemangku kepentingan, BRI menyediakan
SE.09-DIR/KEP/03/2023 tentang Tata Kelola Perusahaan, Buku 3: Anti Penyuapan dan Pengendalian pengungkapan kebijakan Anti Suap dan Anti Korupsi secara lengkap melalui microsite resmi https://
Gratifikasi. Kebijakan ini berlaku bagi Dewan Komisaris, Direksi, serta seluruh insan BRILiaN, www.ir-bri.com/gcg_policies.html.
termasuk pegawai tetap, pekerja kontrak, dan tenaga alih daya.
Kebijakan Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan
Bank menerapkan pendekatan zero tolerance terhadap praktik suap, korupsi, dan gratifikasi. Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM)
Sebagai bagian dari kerangka pengendalian internal, BRI mewajibkan konfirmasi kepatuhan tahunan Direksi dan Dewan Komisaris menjalankan pengawasan aktif untuk memastikan implementasi
(annual sign-off) untuk memastikan awareness, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap standar anti program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan
korupsi senantiasa terjaga di seluruh jenjang organisasi. Pada tahun 2025, seluruh karyawan telah Proliferasi (APU, PPT dan PPPSPM) berjalan efektif sesuai kebijakan yang berlaku serta ketentuan
menyelesaikan proses annual sign-off sebagai bentuk pemahaman dan komitmen untuk mematuhi regulasi. Isu-isu strategis terkait pelaksanaan program tersebut ditelaah dalam rapat Dewan secara
Kebijakan Anti Suap dan Anti Korupsi. BRI juga menerapkan Program Pengendalian Suap dan berkala paling sedikit setiap semester, dengan perhatian khusus pada perkembangan regulasi,
Gratifikasi yang terintegrasi dan selaras dengan nilai Brilian Way, dengan memperkuat langkah- ekspektasi pemangku kepentingan, serta tipologi yang berkembang atas risiko pencucian uang,
langkah pencegahan atas pembayaran yang tidak semestinya serta melarang kontribusi politik pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi. Untuk memperkuat akuntabilitas dan efektivitas
secara langsung maupun tidak langsung, termasuk dalam bentuk donasi, sponsorship, atau operasional, BRI membangun kerangka tata kelola yang terstruktur bagi implementasi APU, PPT
dukungan lainnya. Kerangka kebijakan ini diintegrasikan ke dalam proses operasional dan didukung dan PPPSPM di seluruh jenjang manajemen, Kantor Pusat, dan unit operasional. Di tingkat Kantor
oleh pengawasan manajerial, pemantauan kepatuhan, serta pelaporan berkala kepada Dewan Pusat, Grup APU, PPT dan PPPSPM berperan sebagai fungsi khusus yang bertanggung jawab atas
Komisaris melalui komite terkait. koordinasi kebijakan, pengawasan pelaksanaan, serta penyusunan laporan konsolidasi kepada
Direktur Human Capital dan Compliance.
Untuk memitigasi risiko fraud dan gratifikasi, BRI menerapkan pengendalian yang ketat terhadap
pembayaran yang tidak sah. Bank menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk Di tingkat operasional, pelaksanaan program didukung oleh unit Regional Operation Risk &
facilitation payment, baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Facilitation Compliance (RORC) serta Micro & Retail Risk & Compliance (MRR), yang berkoordinasi secara
payment didefinisikan sebagai pembayaran dalam jumlah kecil yang dimaksudkan untuk berkala dengan Grup APU, PPT & PPPSPM untuk memastikan penerapan standar yang konsisten di
mempercepat proses administratif rutin yang seharusnya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan seluruh wilayah. Untuk menjaga ketangguhan kerangka tersebut, BRI terus meningkatkan
yang berlaku tanpa adanya biaya tambahan. Untuk memperkuat pengendalian institusional, BRI kompetensi personel yang bertanggung jawab atas APU, PPT, dan PPPSPM melalui pelatihan
membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di bawah Fungsi Kepatuhan, yang bertanggung berkala serta program sertifikasi profesional. Pendekatan ini memastikan kapabilitas manajemen
jawab atas penyusunan kebijakan, program peningkatan awareness, serta pengelolaan pelaporan risiko tetap selaras dengan ekspektasi regulasi yang terus berkembang dan praktik terbaik
internasional.
Page 138
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 138
Manajemen Risiko
Kebijakan dan Prosedur Implementasi Program APU, PPT, dan PPPSPM 1. Penetapan Risiko Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme, dan Pendanaan Proliferasi
BRI telah menetapkan kerangka APU, PPT, dan PPPSPM yang komprehensif dan selaras dengan Pada tahun 2025, BRI melaksanakan Individual Risk Assessment (IRA) untuk menilai paparan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, ketentuan regulator, serta praktik terbaik risiko pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi pada aspek nasabah,
internasional, sebagaimana dituangkan dalam Surat Edaran Direksi No. SE.04-DIR/KEP/05/2025 wilayah geografis, produk/layanan, transaksi, serta kanal distribusi. Berdasarkan penilaian
tanggal 28 Mei 2025 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan tersebut, BRI mengidentifikasi sejumlah area dengan tingkat risiko lebih tinggi, antara lain:
Pendanaan Terorisme (PPT) dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal • profil nasabah, seperti Politically Exposed Persons (PEPs), wirausahawan, serta pegawai
(PPPSPM). Kerangka tersebut mencakup pengawasan aktif oleh Direksi dan Dewan Komisaris, badan usaha milik negara/daerah (BUMN/BUMD);
serta penetapan tanggung jawab yang jelas bagi pejabat/penanggung jawab Program APU, PPT, • struktur entitas hukum, seperti perseroan terbatas yang beroperasi pada sektor jasa
dan PPPSPM. Kerangka ini menerapkan pendekatan berbasis risiko untuk melakukan penilaian dan keuangan, perdagangan, dan perkebunan;
pengelolaan risiko pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi secara • wilayah geografis, termasuk sejumlah wilayah domestik tertentu (DKI Jakarta, Jawa Barat,
berkelanjutan pada seluruh aktivitas bisnis. Jawa Timur, Sumatera Utara, Papua Barat, Kalimantan Tengah), serta yurisdiksi berisiko
tinggi yang diidentifikasi oleh otoritas global (Korea Utara, Iran, dan Myanmar);
Elemen inti program meliputi prosedur identifikasi dan verifikasi nasabah yang kuat melalui • produk dan layanan, khususnya yang melibatkan transfer dana lintas negara serta layanan
Customer Due Diligence (CDD), yang mencakup calon nasabah dan nasabah eksisting, pemilik priority/private banking; dan
manfaat (beneficial owner), walk-in customer, serta profil tertentu dengan tingkat risiko lebih tinggi. • kanal transaksi digital, termasuk BRILink dan BRImo.
Kerangka ini juga mensyaratkan pemutakhiran profil nasabah secara berkala dan pemantauan
transaksi untuk memastikan keselarasan antara profil risiko yang dinyatakan dengan perilaku 2. Uji Tuntas Nasabah (Customer Due Diligence)
transaksi yang terjadi. Untuk memperkuat efektivitas screening, Bank menjaga akurasi dan BRI menerapkan Risk-Based Approach dalam pelaksanaan uji tuntas melalui Customer Due
pembaruan sistem data yang mencakup daftar pemantauan teroris, daftar pendanaan proliferasi, Diligence (CDD) dan/atau Enhanced Due Diligence (EDD) terhadap calon nasabah, nasabah
serta basis data Politically Exposed Person (PEP). Kerangka ini juga mencakup proses penyaringan eksisting, Walk-in Customers (WIC), serta Beneficial Owners (BO), baik pada tahap pembukaan
pegawai, penerapan Know Your Employee (KYE), serta program pelatihan berkala guna hubungan (onboarding) maupun pada saat transaksi. Pelaksanaan uji tuntas ini juga disertai
meningkatkan awareness dan integritas internal. pemantauan berkala berdasarkan hasil penilaian risiko pencucian uang, pendanaan terorisme,
dan/atau pendanaan proliferasi yang dilakukan Bank.
Secara operasional, program memastikan dokumentasi yang memadai dan penyimpanan catatan
(record retention) atas data nasabah dan transaksi, penerapan di kantor cabang dalam negeri dan Dalam menjalin hubungan bisnis, BRI melaksanakan CDD melalui langkah-langkah berikut:
luar negeri serta entitas anak dalam konglomerasi keuangan, serta penguatan pengendalian • identifikasi nasabah dengan meminta data, informasi, dan dokumen pendukung untuk
internal. Bank memiliki kewenangan untuk menolak transaksi, menghentikan sementara aktivitas, memahami profil calon nasabah, nasabah, WIC, dan BO;
atau mengakhiri hubungan bisnis apabila teridentifikasi risiko APU/PPT/PPPSPM. • verifikasi, meliputi:
• pemeriksaan akurasi dan konsistensi data, informasi, serta dokumen pendukung yang
BRI memenuhi kewajiban pelaporan kepada regulator melalui penyampaian Laporan Transaksi disampaikan; dan
Keuangan Mencurigakan (LTKM/STR), Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT/CTR), laporan • pemeriksaan kesesuaian antara pihak penyedia data/informasi/dokumen dengan profil
transfer dana lintas negara, serta pengungkapan APU/PPT/PPPSPM lainnya kepada PPATK, OJK, nasabah/BO untuk memastikan keaslian;
dan otoritas berwenang terkait. Kerangka ini juga mengatur hubungan koresponden perbankan • pemantauan berkala atas profil dan transaksi nasabah, WIC, dan BO.
lintas negara serta transfer dana internasional untuk memastikan kepatuhan terhadap standar Anti
Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi CDD diterapkan pada kondisi berikut:
Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM) global. Melalui kerangka yang terstruktur dan • saat membangun hubungan bisnis dengan calon nasabah;
berbasis risiko ini, BRI memastikan pengendalian APU, PPT, dan PPPSPM diterapkan secara • untuk transaksi dengan nilai sama dengan atau melebihi Rp100.000.000 (seratus juta
konsisten, dipantau, dan terus diperkuat di seluruh tingkatan operasional. rupiah);
• pada transaksi transfer dana;
BRI menerapkan program APU, PPT, dan PPPSPM berbasis risiko yang selaras dengan regulasi • apabila teridentifikasi indikasi mencurigakan terkait pencucian uang, pendanaan terorisme,
yang berlaku, National Risk Assessment (NRA), Sectoral Risk Assessment (SRA), serta praktik dan/atau pendanaan proliferasi;
terbaik internasional. Kerangka implementasi program tersebut disusun ke dalam komponen- • apabila terdapat keraguan terhadap kebenaran/keakuratan informasi nasabah.
komponen utama sebagai berikut.
Page 139
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 139
Manajemen Risiko
Untuk verifikasi non tatap muka, BRI menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras milik Apabila kepemilikan pengendali tidak dapat ditentukan secara jelas, BRI melakukan identifikasi
sendiri maupun pihak ketiga dengan memanfaatkan data kependudukan serta menerapkan dan verifikasi terhadap pihak yang menjalankan pengendalian (misalnya direksi atau jabatan
minimal dua faktor autentikasi, antara lain: setara). Dalam hal terdapat perbedaan tingkat risiko antara nasabah dan BO, pelaksanaan CDD/
• something you are (misalnya pengenalan wajah, sidik jari, pola iris/retina); dan EDD dilakukan berdasarkan klasifikasi risiko yang lebih tinggi.
• something you have (misalnya kartu identitas, One-Time Password/OTP, tanda tangan
digital). 5. Watchlist Screening
BRI memastikan bahwa hubungan bisnis tidak dibentuk dengan pihak-pihak yang tercantum
3. Enhanced Due Diligence (EDD) dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT), Daftar Pendanaan Proliferasi
BRI mengklasifikasikan nasabah, WIC, dan BO ke dalam tiga kategori risiko (tinggi, menengah, Senjata Pemusnah Massal (DPPSPM), daftar sanksi, maupun internal watchlist (data dugaan
dan rendah) berdasarkan: pelaku tindak pidana). Sistem screening otomatis yang terintegrasi pada kanal onboarding dan
• profil nasabah (pekerjaan, sektor usaha, struktur entitas, tujuan pembukaan rekening, transaksi meliputi:
kewarganegaraan); • Watchlist Screening System;
• wilayah geografis (lokasi usaha dan alamat domisili); • Safewatch (Sanction List) Screening System; dan
• produk/layanan/transaksi (jenis produk yang digunakan, tujuan hubungan, profil transaksi, • PEP Screening System.
tingkat penghasilan); dan
• kanal distribusi (mekanisme dan fasilitas yang digunakan). Apabila kepemilikan pengendali tidak dapat ditentukan secara jelas, BRI melakukan identifikasi
Kategori risiko tinggi mencakup Politically Exposed Persons (PEPs), yaitu individu yang dan verifikasi terhadap pihak yang menjalankan pengendalian (misalnya direksi atau jabatan
dipercayakan untuk menjalankan fungsi publik yang penting, baik di dalam negeri maupun setara). Dalam hal terdapat perbedaan tingkat risiko antara nasabah dan BO, pelaksanaan CDD/
internasional. Untuk nasabah berisiko tinggi dan PEP, BRI menerapkan prosedur EDD, antara EDD dilakukan berdasarkan klasifikasi risiko yang lebih tinggi. BRI tidak memfasilitasi pembukaan
lain pengumpulan data yang lebih mendalam terkait sumber dana (source of funds), sumber rekening bagi individu/entitas yang tercantum dalam DTTOT, DPPSPM, daftar sanksi, maupun
dan nilai kekayaan (source and amount of wealth), informasi tambahan mengenai penghasilan, internal watchlist. EDD diterapkan untuk kategori PEP, serta penelaahan berkala dilakukan
keterkaitan dengan PEP, serta pemeriksaan terhadap pemberitaan negatif (adverse news) dan untuk memitigasi potensi false positive pada hasil screening.
daftar sanksi. Pembukaan hubungan bisnis atau kelanjutan transaksi bagi nasabah berisiko
tinggi memerlukan persetujuan Pejabat Senior (minimal satu tingkat di atas manajemen, seperti 6. Pemantauan Berkelanjutan (Ongoing Monitoring)
Branch Manager/Kepala Unit/Authorized Officer). Nasabah berisiko tinggi dan PEP juga BRI memanfaatkan sistem pemantauan otomatis untuk mendeteksi aktivitas dan transaksi
dikenakan penelaahan EDD secara berkala serta pemantauan yang ditingkatkan. nasabah yang mencurigakan atau tidak wajar, antara lain:
• sistem APU, PPT, dan PPPSPM yang menghasilkan alert harian berdasarkan indikator
Pembukaan hubungan usaha atau penerusan Transaksi untuk kategori risiko tinggi (high risk) kecurigaan;
wajib mendapat putusan dari Pejabat Senior (pejabat minimal setingkat lebih tinggi/manajemen, • Graph Database System yang memvisualisasikan pola transaksi dalam format spider-web,
seperti Branch Manager/Pemimpin Unit/Pejabat yang diberikan kewenangan. Calon nasabah, termasuk keterkaitan lapis kedua dan ketiga;
nasabah, WIC dan BO kategori risiko tinggi (high risk) dan PEP menjalankan prosedur EDD • Real-Time Detection Tools untuk mendeteksi anomali transaksi;
secara berkala dan dipantau lebih ketat atas hubungan usaha. • sistem pelaporan APU, PPT, dan PPPSPM yang mendukung penyampaian LTKM (STR),
LTKT (CTR), laporan transfer dana lintas batas, serta pelaporan lainnya sesuai ketentuan
4. Identifikasi dan Verifikasi Beneficial Owner (BO) regulator; dan
BRI melakukan identifikasi dan verifikasi Beneficial Owner (BO) untuk nasabah perorangan • Customer Portfolio Application yang mengkonsolidasikan data nasabah untuk mendukung
yang tidak menyampaikan penghasilan serta nasabah badan usaha/non-perorangan, permintaan regulator dan aparat penegak hukum.
berdasarkan sumber informasi yang andal. Proses identifikasi dan verifikasi mencakup:
• informasi identitas BO; BRI secara proaktif menyampaikan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM/STR)
• sumber dana; dan dapat menunda transaksi sesuai ketentuan regulasi serta pertimbangan manajemen risiko
• rata-rata penghasilan tahunan; guna mencegah aliran dana ilegal.
• hubungan hukum antara nasabah dan BO; serta
• pernyataan nasabah mengenai identitas BO dan sumber dana.
Page 140
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 140
Manajemen Risiko
7. Pengelolaan Hubungan Bisnis (Business Relationship Management) Upaya Pencegahan Tindakan Tidak Etis
Apabila nasabah atau pihak terkait:
• tidak memenuhi persyaratan CDD/EDD; Sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko, BRI menetapkan mekanisme pencegahan, deteksi,
• menggunakan dokumen palsu; dan korektif yang terstruktur untuk memitigasi risiko perilaku tidak etis di seluruh aktivitas bisnis.
• diduga menggunakan dana yang berasal dari tindak pidana; Mekanisme ini dirancang untuk memastikan potensi pelanggaran terhadap Kode Etik (Code of
• tercantum dalam daftar DTTOT dan/atau DPPSPM; atau Conduct) dan kebijakan etika terkait dapat diidentifikasi sejak dini, dilaporkan tepat waktu, serta
• berasal dari negara berisiko tinggi yang diidentifikasi oleh FATF; ditangani secara efektif. BRI menyediakan kanal pelaporan yang aman dan mudah diakses bagi
karyawan maupun pemangku kepentingan terkait untuk melaporkan dugaan pelanggaran secara
maka BRI dapat menolak pembukaan hubungan bisnis, membatasi transaksi, mengakhiri rahasia, disertai perlindungan yang memadai terhadap tindakan pembalasan sesuai ketentuan yang
hubungan, serta menyampaikan LTKM/STR, dengan tetap mematuhi ketentuan Anti-Tipping berlaku. Mekanisme pelaporan ini terintegrasi dalam sistem pengendalian internal Bank untuk
Off. mendukung proses investigasi, perbaikan, serta peningkatan berkelanjutan.
8. Penyimpanan Dokumen (Record Keeping) Untuk memperkuat pengendalian pencegahan, BRI menyelenggarakan program pelatihan berkala
BRI menyimpan dokumentasi nasabah, WIC, dan BO paling singkat lima tahun sejak: terkait etika bisnis dan kepatuhan hukum guna meningkatkan awareness dan akuntabilitas
• berakhirnya hubungan bisnis atau selesainya transaksi; atau karyawan. Melalui pendekatan terintegrasi ini, Bank memperkuat lingkungan pengendalian dan
• ditemukannya ketidaksesuaian transaksi. mendorong budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan tanggung jawab.
Penyimpanan dokumen transaksi dilaksanakan sesuai ketentuan dan kebijakan pengelolaan Investigasi Pelanggaran Kode Etik (Code of Conduct)
dokumen perusahaan yang berlaku. Sebagai bagian dari kerangka pengelolaan risiko etika, BRI memiliki mekanisme investigasi yang
9. Independent Audit terstruktur untuk menangani dugaan pelanggaran Kode Etik (Code of Conduct) dan kebijakan
BRI menyimpan dokumentasi nasabah, WIC, dan BO paling singkat lima tahun sejak: internal terkait. Seluruh laporan insiden, baik yang berkaitan dengan perilaku tidak etis maupun
• kecukupan kebijakan dan prosedur; ketidakpatuhan, ditindaklanjuti melalui penelaahan yang tepat waktu dan menyeluruh sesuai
• struktur tata kelola dan pembagian peran; serta prosedur yang berlaku.
• pengujian independen atas efektivitas program.
Investigasi dilaksanakan secara objektif, adil, dan menjaga kerahasiaan, dipimpin oleh Fungsi
Pada tahun 2025, implementasi APU, PPT, dan PPPSPM telah ditelaah oleh Audit Internal pada Kepatuhan dengan melibatkan unit pengendalian terkait sesuai kebutuhan untuk memastikan
triwulan II dan Audit Eksternal pada triwulan IV. Tidak terdapat temuan signifikan, khususnya pengumpulan fakta yang komprehensif serta penilaian yang independen. Sepanjang proses, prinsip
terkait prosedur CDD/EDD serta penilaian risiko pencucian uang, pendanaan terorisme, dan/ due process dijunjung tinggi, termasuk memberikan kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk
atau pendanaan proliferasi. Seluruh rekomendasi ditindaklanjuti sesuai dengan target waktu menyampaikan klarifikasi atau tanggapan. Setelah investigasi selesai, tindakan perbaikan dan
perbaikan yang telah disepakati. disiplin ditetapkan berdasarkan tingkat keparahan dan dampak pelanggaran. Tindakan tersebut
dapat mencakup penguatan pengendalian, penyesuaian kebijakan, penguatan pelatihan secara
Strategi dan kebijakan APU, PPT, dan PPPSPM BRI juga dirancang dan diimplementasikan untuk terarah, atau pemberian sanksi disiplin sesuai ketentuan internal dan peraturan perundang-
mencegah serta memerangi aliran dana yang terkait dengan kejahatan di bidang kehutanan, undangan yang berlaku.
lingkungan, dan sumber daya alam, yang dikenal sebagai Green Financial Crime (GFC). BRI
menerapkan mekanisme pemantauan transaksi dengan memasukkan indikator anomali yang Kelemahan yang teridentifikasi beserta akar penyebabnya didokumentasikan, dan rencana
berpotensi terkait tindak pidana GFC. Apabila terdeteksi alert transaksi mencurigakan, BRI perbaikan dipantau untuk memastikan penyelesaian yang efektif serta mencegah terulangnya
menerapkan prosedur EDD. Jika transaksi dinilai mencurigakan, BRI menyampaikan LTKM/STR, kejadian serupa. Apabila ditemukan pelanggaran yang material, hasil investigasi disampaikan
serta dapat menangguhkan transaksi dan/atau mengakhiri hubungan bisnis sesuai ketentuan kepada manajemen senior dan forum tata kelola terkait sesuai dengan kerangka pelaporan dan
yang berlaku dan kebijakan manajemen risiko internal. tindak lanjut BRI.
Page 141
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related
Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 141
Metrik dan Target
Untuk memastikan penerapan prinsip etika, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan yang konsisten
di seluruh organisasi, BRI menetapkan mekanisme pengukuran dan target yang jelas. Setiap metrik
dirancang untuk memantau efektivitas program, menilai tingkat kepatuhan terhadap kebijakan dan
regulasi, serta memastikan prosedur dijalankan dengan baik. Pengukuran ini juga menjadi dasar
dalam mengevaluasi komitmen BRI terhadap integritas, akuntabilitas, dan praktik bisnis yang
bertanggung jawab, sekaligus mendukung komunikasi yang transparan kepada manajemen dan
pemangku kepentingan.
Penanganan Investigasi Kecurangan
Pelanggaran atas Kode Etik dan Penyelesaian Kasus
Sebagai bagian dari komitmen BRI terhadap etika Insiden kecurangan ditangani melalui proses
dan kepatuhan, setiap pelanggaran terhadap Kode investigasi formal untuk memastikan penyelesaian
Etik (Code of Conduct) ditangani secara serius yang tepat sesuai kebijakan internal dan ketentuan
melalui prosedur investigasi yang jelas. Sanksi regulasi yang berlaku. Bergantung pada
diberikan sesuai tingkat pelanggaran (ringan, karakteristik dan tingkat keparahan kasus, tindak
sedang, atau berat) dan dapat berdampak pada lanjut dapat mencakup langkah penanganan
remunerasi serta penilaian kinerja individu, guna internal serta diteruskan ke proses hukum untuk
menjaga integritas, disiplin, dan akuntabilitas menegakkan akuntabilitas dan menjaga integritas
seluruh insan BRI. kegiatan operasional maupun bisnis.
Pada Tahun 2025 Pada Tahun 2025
3.914 karyawan dikenakan
sanksi korektif 1.023 karyawan yang terlibat
dalam kecurangan
1.114
karyawan dikenakan sanksi
disiplin yang berdampak
pada batannya
707 314 141
Sanksi Proses Diproses
disiplin remediasi secara
internal hukum
Page 142
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 142
General Sustainability
Topic Disclosure
Tata Kelola Perusahaan 143 Manajemen Risiko 177 Our People: Insan BRILiaN 182 Local Communities Around Us and Human Rights 198
Responsible Artificial Intelligence 209
Page 143
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 143
Tata Kelola
Tata Kelola Perusahaan
Governance Outcome
Hasil yang diharapkan dalam penerapan
BRI menerapkan tata kelola perusahaan yang terintegrasi, tata kelola di BRI secara konglomerasi
berdasarkan peraturan perundang-undangan dan prinsip-
prinsip Good Corporate Governance (GCG). Selama tahun 2025, Governance Outcome Credibility
BRI telah melakukan penyempurnaan pada kerangka Tata Kelola
Terintegrasi, menetapkan parenting style untuk mengelola
Perusahaan Anak, dan melakukan evaluasi terhadap tingkat Governance Structure Governance Process
kematangan penerapan Tata Kelola Terintegrasi serta
pelaksanaan tugas di setiap unit kerja yang terintegrasi di dalam Governance RUPS
Kepatuhan dan Tata Kelola
Terintegrasi
Governance Process
Konglomerasi Keuangan BRI. Structure Proses implementasi
dengan mengacu kepada
Struktur implementasi Manajemen Risiko Terintegrasi
pedoman/ kebijakan
tata kelola (pelaksana
Penerapan GCG memiliki tujuan sebagai berikut. dan infrastruktur)
Dewan Komisaris dan Komite dan/atau
aturan yang ada
1. Mendukung pencapaian visi dan misi Perusahaan.
Pengawasan
Komunikasi
Audit Intern Terintegrasi
Pelaporan
2. Memberikan pedoman bagi seluruh Insan BRI dalam Direksi dan Komite
menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan Perencanaan Strategis dan
Manajemen Kerja
fungsinya dalam organisasi Perusahaan. Commitment
Direktur Pembina
3. Memberikan kepercayaan kepada pemegang saham dan (Berlaku hanya di perusahaan induk) Perumusan dan Penyelarasan Commitment
Governance Kebijakan Komitmen perusahaan
pemangku kepentingan bahwa Perusahaan dijalankan dan untuk menegakan
Principles Satuan Kerja Terintegrasi dan Satuan Kerja
diawasi secara profesional. Pengelola PA (SKAIT, SKMRT, SKKT, SBM)
Hubungan dengan Pemangku
penerapan tata kelola
Prinsip-prinsip yang menjadi Kepentingan
4. Mendukung penetapan kebijakan serta pengambilan dasar penerapan
tata kelola
keputusan yang diambil oleh manajemen berdasarkan
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Commitment
Prinsip dan Struktur Tata Kelola
Prinsip Tata Kelola Anggaran Dasar, Pedoman
Perilaku (Kode Etik), dan Budaya Perusahaan dan
Visi, Misi, dan Nilai Rencana Strategis
BRI berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip GCG dalam setiap ketentuan lainnya yang Penegakan Disiplin
berlaku
proses bisnis dan kegiatan operasional. Prinsip-prinsip tersebut
mencakup keterbukaan (transparency), akuntabilitas
(accountability), pertanggungjawaban (responsibility), Governance Principles
independensi (independency) dan kewajaran (fairness). BRI juga
menyelaraskan prinsip GCG tersebut dengan prinsip dasar GCG Transparansi Akuntabilitas Tanggung Jawab Independency Fairness
yang berpedoman pada Komite Nasional Kebijakan Governansi
(KNKG), yaitu Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia
(PUG-KI) 2021.
Page 144
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 144
Tata Kelola
Struktur dan Kepemimpinan Dewan [GRI 2-9] [GRI 2-11]
Struktur tata kelola BRI mengadopsi sistem dua tingkat (two-tier system) yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dewan Komisaris dan Direksi melaksanakan
fungsi dan tanggung jawab dengan batasan yang jelas untuk menjaga independensi dan akuntabilitas. Dewan Komisaris merupakan direktur non-eksekutif yang menjalankan fungsi pengawasan secara
independen, sementara Direksi bertanggung jawab atas pengurusan dan pengelolaan Perusahaan. Per 31 Desember 2025, Dewan Komisaris BRI terdiri dari enam (6) anggota, termasuk tiga (3) Komisaris
Independen, sementara Direksi terdiri dari tiga belas (13) Direktur. Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab langsung kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Struktur tata kelola BRI terdiri atas:
1. Organ Utama yang terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi;
2. Organ Pendukung yang terdiri dari Komite di bawah Dewan Komisaris serta Komite dan Unit Kerja dibawah Direksi. Komite di bawah Dewan Komisaris terdiri dari Komite Audit, Komite Pemantau
Manajemen Risiko, Komite Nominasi dan Remunerasi, dan Komite Tata Kelola Terintegrasi yang membantu pelaksanaan tugas pengawasan Dewan Komisaris sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Sedangkan Komite dan Unit Kerja di bawah Direksi mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam operasional BRI.
Rapat Umum Pemegang Saham
Dewan Komisaris
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Consumer Comersial Corporate Treasury & Network & Information Manajemen
Micro Operations Legal & Compliance Finance & Strategy
Banking Banking Banking International Banking Retail Funding Technology Risiko
Ultra Micro Retail Transaction & Corporate
Digital Banking Retail Risk Wholesale Risk Human Capital Internal Audit
Business Funding Transformation
Micro Business Commercial & SME IT Strategy & Enterprise Planning, Budgeting & Corporate Development & Human Capital Strategy & Audit Standard & Quality
BRILink Business Card Business Institutional Business 1 Treasury Business Distribution Strategy Retail Funding Digital Retail Banking Enterprise & Market Risk Micro Risk Corporate Credit Risk Central Operation Compliance Corporate Secretary
Development Business Solution Architecture Performance Management Strategy Talent Management Development
Micro Sales Small & Medium IT Application Digital Wholesale Banking Financial & Management Project Management Human Capital Business Branding & Marketing Wholesale & Head Office
Ultra Micro Business Consumer Loan Institutional Business 2 Investment Services Regional Office Retail Transaction IT & Digital Risk Consumer Risk Commercial Credit Risk** Retail Credit Operation Legal
Management 1 Business* Development & Innovation Management Accounting Office Partner 1 Communication Audit
Micro Sales Social Entrepreneurship & Enterprise Data Small & Medium Wholesale & SME Wholesale Credit Environmental, Social & Human Capital Business
Unsecured Loan Commercial Business* Corporate Banking 1 International Business SORH Distribution IT Application Support Operational Risk Investor Relation SORH Corporate Center Retail Audit
Management 2 Incubation Management & Analytics Risk** Recovery Operation Governance Partner 2
Liquidity & Funding IT DC Infrastructure & Retail Collection AML, CFT & CPF
Wealth Management SORH Wholesale Corporate Banking 2 Policy & Procedure Group Digital Operation Subsidiary Management Human Capital Service IT Audit
Management Operations & Recovery
Data Protection
Corporate Banking 3 Fixed Assets Management CISO Office Customer Experience Office of Chief Economist Corporate University Special Investigation
& Fraud Risk
IT Endpoint Services &
Corporate Banking 4 Procurement Operational Exellence Culture Transformation Regional Audit Office
Operations
Wholesale Transaction SORH Information
Banking SORH Procurement
Technology
Unit Kerja Luar Negeri
Komite Dewan Komisaris : Audit, Nominasi dan Remunerasi, Pemantauan Manajemen Risiko, Tata Kelola Terintegrasi.
Komite Direksi : ALCO, Capital & Investment, Human Capital, Information Technology, Procurement, Credit & Policy, Product, Transformation, Risk Management, ESG, Tata Kelola Konglomerasi Keuangan. Direktur SEVP N2 Business N2 Enabler N2 Support
*) Terdapat fungsi Executive Business Officer (EBO)
**) Terdapat fungsi Executive Risk Officer (ERO)
Komposisi badan tata kelola tertinggi dan komite-komitenya mencerminkan keseimbangan antara anggota eksekutif dan non-eksekutif, dengan mempertimbangkan aspek independensi, masa jabatan, dan
pengalaman profesional. Anggota ditunjuk untuk masa jabatan yang telah ditentukan. Informasi ini diungkap untuk memastikan transparansi mengenai komitmen dan potensi konflik kepentingan.[GRI 2-9] Selain
itu, BRI memastikan bahwa anggota badan tata kelola tertinggi secara kolektif memiliki kompetensi yang relevan dalam mengidentifikasi risiko serta peluang terkait keberlanjutan beserta dampaknya.
Representasi dan wawasan pemangku kepentingan juga diintegrasikan dalam proses tata kelola, mendukung pengawasan yang berdasarkan informasi dan memperkuat komitmen Perusahaan untuk
menciptakan nilai yang bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan. [GRI 2-9]
Page 145
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 145
Tata Kelola
Profil Direksi[GRI 2-9]
Periode 1 Januari – 24 Maret 2025
Sunarso* Catur Budi Harto* Agus Noorsanto Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari Handayani*
Jabatan Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Bisnis Wholesale dan Direktur Keuangan Direktur Bisnis Konsumer
Kelembagaan
Periode Jabatan 2019 – 2024 (Periode Pertama) 2019 – 2024 (Periode Pertama) 2019 – 2024 (Periode Pertama) 2021 – 2026 (Periode Pertama) 2017 – 2022 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025 2023 – 2025 (Periode Kedua) 2024 – 2025 (Periode Kedua) 2024 – 2025 (Periode Kedua) 2025 – 2030 (Periode Kedua) 2022 – 2025 (Periode Kedua)
*berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025 *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025 *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
Usia 62 Tahun 62 Tahun 61 Tahun 47 Tahun 60 Tahun
Jenis kelamin Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan
Pendidikan • Sarjana Agronomi, Institut Pertanian • Sarjana Agronomi, Institut Pertanian • Sarjana Akuntansi, Universitas • Sarjana Peternakan, Institut Pertanian • Sarjana Kedokteran Gigi, Universitas
Bogor (1988) Bogor (1986) Padjadjaran (1988) Bogor (2001) Airlangga (1988)
• Magister Administrasi Bisnis, Universitas • Magister Manajemen, Universitas • Magister Manajemen, Institut Pertanian • Master of Business Administration, • Magister Manajemen, Universitas
Indonesia (2002) Prasetya Mulya (2002) Bogor (1999) University of Rochester, US (2010) Padjadjaran (2001)
Pengalaman Kerja • Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) • Direktur Bisnis Kecil & Jaringan PT Bank • Direktur Bisnis Wholesale & • AVP Planning, Corporate Development • Direktur Consumer Banking, PT Bank
[GRI 2-9] (2017 – 2019) Negara Indonesia (Persero) Tbk. (2017 Kelembagaan, PT Bank Rakyat & Strategy PT Bank Rakyat Indonesia Tabungan Negara (Persero) Tbk. (2016 –
• Wakil Direktur Utama BRI (2019) – 2019) Indonesia (Persero) Tbk. (2019 – 2025) (Persero) Tbk. (2016 – 2017) 2017)
• Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat • Wakil Direktur Utama, PT Bank Rakyat • AVP Equity Management, Corporate • Direktur Konsumer, PT Bank Rakyat
• Direktur Utama PT Bank Rakyat Development & Strategy PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. (2019 – 2025) Indonesia (Persero) Tbk. (2019 – 2025) Indonesia (Persero) Tbk. (2025) Indonesia (Persero) Tbk (2017 – 2025)
Indonesia (Persero) Tbk. (2017 – 2018)
• Wakil Ketua CWMA (2017 – sekarang)
• VP Subsidiary Management Desk PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. • Sekjen ASPI (2019 – sekarang)
(2018 – 2019)
• EVP Subsidiary Management Division
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk. (2019)
• Direktur Keuangan PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. (2021 – 2025)
• Direktur Finance & Strategy PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025)
• Wakil Direktur Utama BRI (2025 –
sekarang)
Keahlian Wholesale Banking, Corporate Banking, Consumer Banking, Wholesale Banking, Wholesale Banking, Corporate Banking, Corporate Finance, Accounting Consumer Banking, Wholesale Banking, Risk
Micro Banking, Risk Management Risk Management Risk Management Management, Risk Management Management
Page 146
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 146
Tata Kelola
Profil Direksi[GRI 2-9]
Periode 1 Januari – 24 Maret 2025
Supari* Ahmad Solichin Lutfiyanto Agus Sudiarto* Agus Winardono* Amam Sukriyanto*
Jabatan Direktur Bisnis Mikro Direktur Kepatuhan Direktur Manajemen Risiko Direktur Human Capital Direktur Commercial, Small and Medium
Business
Periode Jabatan 2019 – 2024 (Periode Pertama) 2018 – 2023 (Periode Pertama) 2018 – 2023 (Periode Pertama) 2021 – 2025 (Periode Pertama) 2021 – 2025 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025 2024 – 2025 (Periode Kedua) 2023 – 2025 (Periode Kedua) 2023 – 2028 (Periode Kedua) *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025 *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
*berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025 *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
Usia 59 Tahun 55 Tahun 60 Tahun 60 Tahun 57 Tahun
Jenis kelamin Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki
Pendidikan • Sarjana Teknologi Pertanian, Universitas • Sarjana Teknologi Pertanian, Universitas • Sarjana Hukum, Universitas Indonesia • Sarjana Ekonomi Perusahaan, • Sarjana Teknologi Industri Pertanian,
Brawijaya (1989) Jember (1990) (1988) Universitas Krisna Dwipayana (1988) Universitas Brawijaya (1991)
• Magister Manajemen Agribisnis, • Magister Manajemen, Marketing/MIS, • Magister Manajemen, Universitas • Magister Manajemen Keuangan, Sekolah • Master of Business Administration, the
Universitas Gadjah Mada (2005) UGM/Adger Collage University Norway Indonesia (2004) Tinggi Manajemen PPM (2001) University of Adelaide, Australia (2006)
(2000) • Doctor of HR Management, Universitas
Negeri Jakarta (2024)
Pengalaman Kerja • Direktur Bisnis Ritel dan Menengah PT • Direktur Kepatuhan, PT Bank Rakyat • SEVP Special Asset Management Bank • Direktur Human Capital, PT Bank Rakyat • SEVP Fixed Assets Management &
[GRI 2-9]
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Indonesia (Persero) Tbk. (2021 – 2025) Mandiri (2017 – 2019) Indonesia (Persero) Tbk. (2021 – 2025) Procurement Directorate, PT Bank Rakyat
(2018 – 2019) • Direktur Human Capital & Compliance, • Direktur Manajemen Risiko PT Bank • Ketua Bidang V, FHCI BUMN (2024 – Indonesia (Persero) Tbk. (2020 – 2021)
• Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2019 sekarang) • Direktur Bisnis Kecil dan Menengah, PT
Indonesia (Persero) Tbk. (2019 – 2025) Tbk. (2025) – 2025) • Ketua PMO Pengembangan Aplikasi Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Human Capital Terintegrasi, BUMN (2021 – 2024)
(2023 – sekarang) • Direktur Commercial, Small, and Medium
• Wakil Ketua Bidang I – Digital Capacity Business, PT Bank Rakyat Indonesia
Building, Forum Digital BUMN (FORDIGI) (Persero) Tbk (2024 – 2025)
(2023 – sekarang)
• Bendahara, BUMN School of Excellent
(2023 – sekarang)
Keahlian Micro Banking, Risk Management Risk Management, Governance, Risk Risk Management, Sharia Banking, Human Capital, Risk Management Retail Banking, International Business
Management, and Compliance (GRC), Corporate Banking Banking, Risk Management
Wholesale Banking
Page 147
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 147
Tata Kelola
Profil Direksi[GRI 2-9]
Periode 1 Januari – 24 Maret 2025
Arga M. Nugraha* Andrijanto*
Jabatan Direktur Digital dan Teknologi Informasi Direktur Retail Funding and Distribution
Periode Jabatan 2021 – 2025 (Periode Pertama) 2022 – 2025 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025 *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025 *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
Usia 44 Tahun 51 Tahun
Jenis kelamin Laki-laki Laki-laki
Pendidikan • Sarjana Teknik Informatika, Universitas • Sarjana (Akuntansi), Universitas
Bina Nusantara (2003) Airlangga (1998)
• Master of Science, Carnegie Mellon • Master (Finance), Indiana University,
University, USA (2011) USA (2012)
Pengalaman Kerja • EVP Brilink Network Division, PT Bank • Kepala Divisi Planning, Budgeting &
[GRI 2-9]
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2020 Performance Management, PT Bank
– 2021) Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2021
• Direktur Jaringan & Layanan, PT Bank – 2022)
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2021 • Direktur Jaringan dan Layanan, PT Bank
– 2022) Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2022
• Direktur Digital & Teknologi Informasi, – 2024)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) • Direktur Retail Funding and Distribution,
Tbk. (2022 – 2025) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk. (2024 – 2025)
Keahlian IT & Digital Banking, Risk Management Finance, Risk Management
Page 148
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 148
Tata Kelola
Profil Direksi[GRI 2-9]
Periode 24 Maret – 17 Desember 2025
Hery Gunardi Agus Noorsanto* Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari Ahmad Solichin Lutfiyanto*
Jabatan Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Finance & Strategy Direktur Human Capital & Compliance
Periode Jabatan 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2019 – 2024 (Periode Pertama) 2021 – 2026 (Periode Pertama) 2018 – 2023 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025 2024 – 2025 (Periode Kedua) 2025 – 2030 (Periode Kedua) 2023 – 2025 (Periode Kedua)
*berhenti menjabat sejak 17 Desember 2025 *berhenti menjabat sejak 17 Desember 2025
Usia 63 Tahun 61 Tahun 47 Tahun 55 Tahun
Jenis kelamin Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki
Pendidikan • Sarjana Administrasi Niaga, Universitas 17 Agustus Jakarta • Sarjana Akuntansi, Universitas Padjadjaran (1988) • Sarjana Peternakan, Institut Pertanian Bogor (2001) • Sarjana Teknologi Pertanian, Universitas
(1987) • Magister Manajemen, Institut Pertanian Bogor • Master of Business Administration, University of Jember (1990)
• Master of Business Administration, Major in Finance and (1999) Rochester, USA (2010) • Magister Manajemen, Marketing/MIS, UGM/
Accounting, University of Oregon USA (1991) Adger Collage University Norway (2000)
• Doktor Manajemen Bisnis, Universitas Padjadjaran Bandung
(2021)
Pengalaman Kerja • Direktur, PT AXA Mandiri Financial Services (2003–2006) • Direktur Bisnis Wholesale & Kelembagaan, PT Bank • AVP Planning, Corporate Development & Strategy • Direktur Kepatuhan, PT Bank Rakyat
[GRI 2-9]
• Senior Vice President, Group Head Wealth Management, PT Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2019 – 2025) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2016 – Indonesia (Persero) Tbk. (2021 – 2025)
Bank Mandiri (Persero) Tbk (2006 – 2009) • Wakil Direktur Utama, PT Bank Rakyat Indonesia 2017) • Direktur Human Capital & Compliance, PT
• Executive Vice President, Group Head Distribution Network I, (Persero) Tbk. (2025) • AVP Equity Management, Corporate Development Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2009 – 2013) & Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
• Senior Executive Vice President, Consumer Finance, PT Tbk. (2017 – 2018)
Bank Mandiri (Persero) Tbk (2013) • VP Subsidiary Management Desk PT Bank Rakyat
• Direktur Micro & Business Banking, PT Bank Mandiri Indonesia (Persero) Tbk. (2018 – 2019)
(Persero) Tbk (2015) • EVP Subsidiary Management Division PT Bank
• Direktur Consumer Banking, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2019)
(2015 – 2016) • Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia
• Direktur Distributions, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2016 (Persero) Tbk. (2021 – 2025)
– 2018) • Direktur Finance & Strategy PT Bank Rakyat
• Direktur Bisnis & Jaringan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Indonesia (Persero) Tbk. (2025)
(2019) • Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia
• Direktur Consumer & Retail Transaction, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
(Persero) Tbk (2019 – 2020)
• Wakil Direktur Utama, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2020)
• Ketua Project Management Office, Merger Bank Syariah Milik
BUMN (2020 – 2021)
• Direktur Utama, PT Bank Syariah Mandiri (2020)
• Direktur Utama, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (2020 –
2025)
• Direktur Utama, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
(2025 – sekarang)
Keahlian Consumer Banking, Micro & Retail Banking, Project Wholesale Banking, Corporate Banking, Risk Corporate Finance, Accounting Management, Risk Governance, Risk Management, and Compliance
Management, Treasury, Insurance & Investment, Shariah Management, Manajemen, Akuntansi Management (GRC), Wholesale Banking
Banking
Page 149
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 149
Tata Kelola
Profil Direksi[GRI 2-9]
Periode 24 Maret – 17 Desember 2025
Hakim Putratama Riko Adythia Aquarius Rudianto Farida Thamrin
Jabatan Direktur Operations Direktur Corporate Banking Direktur Network & Retail Funding Direktur Treasury & International Banking
Periode Jabatan 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025
Usia 49 Tahun 52 Tahun 58 Tahun 53 Tahun
Jenis kelamin Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan
Pendidikan • Sarjana Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas • Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjajaran, Sarjana Sosial Politik Ilmu Pemerintahan dari Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Indonesia, Depok
Padjadjaran, Bandung (1998) Bandung (1994) Universitas Padjadjaran (1990) (1996)
• Master International Business dari Aston University, • Master of Business Administration dari Booth
Inggris (2001) Business School, University of Chicago, USA
(2008)
Pengalaman Kerja • Senior Vice President (SVP) Head of Marketing & • Vice President – Structured Trade Finance, Citibank • Senior Vice President Commercial Banking, PT • SVP Market Risk Group Head Bank Mandiri (2015
[GRI 2-9]
Segment Offering PT Bank Commonwealth (2012 – New York (September 2001 – Agustus 2003) Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2010 – 2014) - 2016)
2015) • Director/Deputy Country CFO, Citi (Agustus 2003 – • Senior Vice President Regional CEO, PT Bank • SVP Treasury Group Head Bank Mandiri (2016 -
• Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary Oktober 2010) Mandiri (Persero) Tbk. (2015 – 2018) 2019)
Division PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan • Director/COO Treasury & Trade Solutions, Citi • Senior Executive Vice President (SEVP) Operation, • Komisaris PT Mandiri Sekuritas (2019 - 2021)
Banten Tbk. (2015 - 2018) (Oktober 2010 – Oktober 2012) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2018 – 2019) • SEVP Corporate Banking Solution Head Bank
• Senior Vice President (SVP) Consumer Funding Retail • Director/Country Head Treasury & Trade Solutions, • Komisaris, Mandiri AXA General Insurance (2019 Mandiri (2019 - 2021)
Division PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Citi (Oktober 2012 – November 2013) – 2020) • Komisaris PT Bukit Pembangkit Inovatif (2021 -
Banten Tbk. (2018 - 2022) • Managing Director/Country Head Treasury & Trade • Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis dan 2024)
• Head of International and Transaction Banking PT Bank Solutions, Citi (November 2013 – Oktober 2015) Jaringan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2019 – • Komisaris PT Bukit Multi Investasi (2022 - 2023)
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. • 2020)
(2022 – 2023)
Managing Director/Country Head Global • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bukit
Subsidiaries Group, Citi (Oktober 2015 – Agustus • Komisaris, PT Bank Syariah Mandiri (2020) Asam (2021 - 2025)
• Direktur Institutional Banking PT Bank Tabungan Negara 2018) •
(Persero) Tbk. (2023 – 2024)
Direktur Jaringan & Retail Funding, PT Bank Mandiri • Direktur Treasury and International Banking BRI
• Managing Director Global Banking, HSBC Indonesia (Persero) Tbk. (2020 – 2025) (2025 – sekarang)
• Direktur Operations and Customer Experience PT Bank (Agustus 2018 – Desember 2022) • Direktur Network & Retail Funding, PT Bank Rakyat
Tabungan Negara (Persero) Tbk. (2024 – 2025) • Direktur Wholesale Banking, HSBC Indonesia Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
• Direktur Operations PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (Januari 2023 – Desember 2024)
Tbk. (2025 – Sekarang) • Presiden Direktur (Designate), HSBC Indonesia
(Januari – Maret 2025)
• Direktur Corporate Banking, PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
Keahlian International Banking, Transaction Banking, Banking Wholesale Banking, Transaction Banking, International Risk Management, Operasional, Consumer Banking, Treasury, Finance, Risk Management, Corporate
Operations, Consumer Banking, Risk Management & FDI Connectivity, Transformation, Finance, Risk Commercial Banking, Distribution & Retail Banking Banking, International Banking
Management
Page 150
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 150
Tata Kelola
Profil Direksi[GRI 2-9]
Periode 24 Maret – 17 Desember 2025
Akhmad Purwakajaya Alexander Dippo Paris Y. S. Nancy Adistyasari* Mucharom* Saladin Dharma Nugraha Effendi
Jabatan Direktur Mikro Direktur Commercial Banking Direktur Consumer Banking Direktur Manajemen Risiko Direktur Teknologi Informasi
Periode Jabatan 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025 *berhenti menjabat sejak 17 Desember *berhenti menjabat sejak 17 Desember
2025 2025
Usia 54 Tahun 43 Tahun 44 Tahun 56 Tahun 51 Tahun
Jenis kelamin Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki
Pendidikan • Sarjana Akuntansi dari Universitas Gadjah • Sarjana Ekonomi Akutansi dari Universitas Sarjana Bidang Geofisika dan Meteorologi • Sarjana Ekonomi dari Universitas Bachelor of Engineering, Mechanical
Mada, Yogyakarta (1998) Indonesia (2004) dari Institut Teknologi Bandung (2004) Indonesia, Jakarta (1995) Engineering dari Swinburne University of
• Magister Manajemen dari STIE Widya • Master of Management dari Universitas • Magister Manajemen Internasional dari Technology Melbourne Australia (1999)
Wiwaha (2020) Gajah Mada, Yogyakarta (2009) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
• Master of Business Administration dari (1997)
University of Cambridge, London (2012)
Pengalaman Kerja • Executive Vice President Divisi SOE BRI • VP of Automotive Sector Development • Direktur Komersial dan UMKM PT Bank • Direktur Human Capital & Compliance • Information Technology Consultant, PT
[GRI 2-9]
(2020 – 2021) for Commercial Banking Client PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan PT Bank Negara Indonesia (22 Agustus Astra Graphia Information Technology
• Pemimpin Cabang Khusus BRI (2021 – Mandiri (Persero) Tbk. (2015 - 2017) Banten Tbk. (2020 – 2025) 2022 – 24 Maret 2024) (2000 - 2003)
2022) • VP of Financial Sector Department for • Direktur Consumer Banking PT Bank • Direktur Manajemen Risiko PT Bank • Head of Competence (HoC), PT Bank
• Regional CEO BRI Jakarta 1 (2022 – 2023) Government and Institutional Banking Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025) Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025) Mandiri (Persero) Tbk. (2003 - 2006)
• Direktur Utama PT Jamkrindo (2023 – Client PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. • Head of Information Technology, Senior
2025) (2017 - 2020) Vice President (SVP), HSBC Indonesia
• Direktur Micro BRI (2025 – sekarang) • Komisaris PT Mandiri AXA General (2006 - 2014)
Insurance (MAGI) (2023) • Head of IT Division, PT Bank Muamalat
• Komisaris Utama PT Mandiri Utama Indonesia Tbk. (2014 - 2018)
Finance (MUF) (2024 - 2025) • Group Head Chief Information Security
• SVP SME Banking Group PT Bank Mandiri Officer, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
(Persero) Tbk. (2020 - 2025) (2018 - 2023)
• Direktur Commercial Banking PT Bank • Direktur Teknologi Informasi PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – Syariah Indonesia Tbk. (2023 - 2025)
sekarang) • Direktur Information Technology PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
(2025 – sekarang)
Keahlian Micro Banking, Wholesale Banking, Corporate Banking, Commercial Banking, Corporate Banking, Commercial Banking, Risk Management, Compliance, Human IT & Digital Banking, Cyber Security, Risk
Corporate Banking, Risk Management, SME Banking, Transaction Banking, Institutional Banking, SME Banking, Capital, Strategic Management, GRC Management
Insurance Multifinance, Risk Management Management Subsidiaries, Consumer
Banking, Risk Management
Page 151
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 151
Tata Kelola
Profil Direksi[GRI 2-9]
Periode 17 – 31 Desember 2025
Hery Gunardi Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari Hakim Putratama Riko Adythia
Jabatan Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Operations Direktur Corporate Banking
Periode Jabatan 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2021 – 2026 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025 2025 – 2030 (Periode Kedua)
Usia 63 Tahun 47 Tahun 49 Tahun 52 Tahun
Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki
Pendidikan • Sarjana Administrasi Niaga, Universitas 17 Agustus Jakarta • Sarjana Peternakan, Institut Pertanian Bogor • Sarjana Ilmu Hubungan Internasional dari • Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjajaran,
(1987) (2001) Universitas Padjadjaran, Bandung (1998) Bandung (1994)
• Master of Business Administration, Major in Finance and • Master of Business Administration, University • Master International Business dari Aston University, • Master of Business Administration dari Booth
Accounting, University of Oregon USA (1991) of Rochester, USA (2010) Inggris (2001) Business School, University of Chicago, USA
• Doktor Manajemen Bisnis, Universitas Padjadjaran Bandung (2008)
(2021)
Pengalaman Kerja • Direktur, PT AXA Mandiri Financial Services (2003–2006) • AVP Planning, Corporate Development & • Senior Vice President (SVP) Head of Marketing & • Vice President – Structured Trade Finance,
[GRI 2-9]
• Senior Vice President, Group Head Wealth Management, PT Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Segment Offering PT Bank Commonwealth (2012 Citibank New York (September 2001 – Agustus
Bank Mandiri (Persero) Tbk (2006 – 2009) Tbk. (2016 – 2017) – 2015) 2003)
• Executive Vice President, Group Head Distribution Network I, • AVP Equity Management, Corporate • Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary • Director/Deputy Country CFO, Citi (Agustus 2003
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2009 – 2013) Development & Strategy PT Bank Rakyat Division PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat – Oktober 2010)
• Senior Executive Vice President, Consumer Finance, PT Bank Indonesia (Persero) Tbk. (2017 – 2018) dan Banten Tbk. (2015 - 2018) • Director/COO Treasury & Trade Solutions, Citi
Mandiri (Persero) Tbk (2013) • VP Subsidiary Management Desk PT Bank • Senior Vice President (SVP) Consumer Funding (Oktober 2010 – Oktober 2012)
• Direktur Micro & Business Banking, PT Bank Mandiri Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2018 – 2019) Retail Division PT Bank Pembangunan Daerah Jawa • Director/Country Head Treasury & Trade
(Persero) Tbk (2015) • EVP Subsidiary Management Division PT Bank Barat dan Banten Tbk. (2018 - 2022) Solutions, Citi (Oktober 2012 – November 2013)
• Direktur Consumer Banking, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2019) • Head of International and Transaction Banking PT • Managing Director/Country Head Treasury &
(2015 – 2016) • Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Trade Solutions, Citi (November 2013 – Oktober
(Persero) Tbk. (2021 – 2025) Tbk. (2022 – 2023) 2015)
• Direktur Distributions, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2016
– 2018) • Direktur Finance & Strategy PT Bank Rakyat • Direktur Institutional Banking PT Bank Tabungan • Managing Director/Country Head Global
Indonesia (Persero) Tbk. (2025) Negara (Persero) Tbk. (2023 – 2024) Subsidiaries Group, Citi (Oktober 2015 – Agustus
• Direktur Bisnis & Jaringan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(2019) • Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia • Direktur Operations and Customer Experience PT 2018)
• Direktur Consumer & Retail Transaction, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2025 – sekarang) Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (2024 – • Managing Director Global Banking, HSBC
2025) Indonesia (Agustus 2018 – Desember 2022)
(Persero) Tbk (2019 – 2020)
• Direktur Operations PT Bank Rakyat Indonesia • Direktur Wholesale Banking, HSBC Indonesia
• Wakil Direktur Utama, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2020) (Persero) Tbk. (2025 – sekarang) (Januari 2023 – Desember 2024)
• Ketua Project Management Office, Merger Bank Syariah Milik
BUMN (2020 – 2021) • Presiden Direktur (Designate), HSBC Indonesia
(Januari – Maret 2025)
• Direktur Utama, PT Bank Syariah Mandiri (2020)
• Direktur Corporate Banking, PT Bank Rakyat
• Direktur Utama, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (2020 – Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
2025)
• Direktur Utama, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
(2025 – sekarang)
Keahlian Consumer Banking, Micro & Retail Banking, Project Corporate Finance, Accounting Management, Risk International Banking, Transaction Banking, Banking Wholesale Banking, Transaction Banking,
Management, Treasury, Insurance & Investment, Shariah Management Operations, Consumer Banking, Risk Management International & FDI Connectivity, Transformation,
Banking Finance, Risk Management
Page 152
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 152
Tata Kelola
Profil Direksi[GRI 2-9]
Periode 17 – 31 Desember 2025
Aquarius Rudianto Farida Thamrin Akhmad Purwakajaya Alexander Dippo Paris Y. S.
Jabatan Direktur Network & Retail Funding Direktur Treasury & International Banking Direktur Mikro Direktur Commercial Banking
Periode Jabatan 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025
Usia 58 Tahun 53 Tahun 54 Tahun 43 Tahun
Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki
Pendidikan Sarjana Sosial Politik Ilmu Pemerintahan dari Universitas Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Indonesia, Depok • Sarjana Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada, • Sarjana Ekonomi Akutansi dari Universitas
Padjadjaran (1990) (1996) Yogyakarta (1998) Indonesia (2004)
• Magister Manajemen dari STIE Widya Wiwaha • Master of Management dari Universitas Gajah
(2020) Mada, Yogyakarta (2009)
• Master of Business Administration dari University
of Cambridge, London (2012)
Pengalaman Kerja • Senior Vice President Commercial Banking PT Bank • SVP Market Risk Group Head Bank Mandiri (2015 • Executive Vice President Divisi SOE PT Bank • VP of Automotive Sector Development for
[GRI 2-9]
Mandiri (Persero) Tbk. (2010 - 2014) - 2016) Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2020 – 2021) Commercial Banking Client PT Bank Mandiri
• Senior Vice President Regional CEO PT Bank Mandiri • SVP Treasury Group Head Bank Mandiri (2016 - • Pemimpin Cabang Khusus PT Bank Rakyat (Persero) Tbk. (2015 - 2017)
(Persero) Tbk. (2015 - 2018) 2019) Indonesia (Persero) Tbk. (2021 – 2022) • VP of Financial Sector Department for Government
• Senior Executive Vice President (SEVP) Operation PT • Komisaris PT Mandiri Sekuritas (2019 - 2021) • Regional CEO BRI Jakarta 1 (2022 – 2023) and Institutional Banking Client PT Bank Mandiri
Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2018 - 2019) • SEVP Corporate Banking Solution Head Bank • Direktur Utama PT Jamkrindo (2023 – 2025) (Persero) Tbk. (2017 - 2020)
• Komisaris Mandiri Axa General Insurance (2019 - 2020) Mandiri (2019 - 2021) • Direktur Micro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) • Komisaris PT Mandiri AXA General Insurance
• Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis dan • Komisaris PT Bukit Pembangkit Inovatif (2021 - Tbk. (2025 – sekarang) (MAGI) (2023)
Jaringan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2019 - 2020) 2024) • Komisaris Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF)
• Komisaris PT Bank Syariah Mandiri (2020) • Komisaris PT Bukit Multi Investasi (2022 - 2023) (2024 - 2025)
• Direktur Jaringan & Retail Funding PT Bank Mandiri • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bukit • SVP SME Banking Group PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. (2020 - 2025) Asam (2021 - 2025) (Persero) Tbk. (2020 - 2025)
• Direktur Network & Retail Funding PT Bank Rakyat • Direktur Treasury and International Banking PT • Direktur Commercial Banking PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. (2025 - sekarang) Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
sekarang)
Keahlian Risk Management, Operasional, Consumer Banking, Treasury, Finance, Risk Management, Corporate Micro Banking, Wholesale Banking, Corporate Corporate Banking, Commercial Banking, SME
Commercial Banking, Distribution & Retail Banking Banking, International Banking Banking, Risk Management, Insurance Banking, Transaction Banking, Multifinance, Risk
Management
Page 153
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 153
Tata Kelola
Profil Direksi[GRI 2-9]
Periode 17 – 31 Desember 2025
Saladin Dharma Nugraha Effendi Mahdi Yusuf Ety Yuniarti Aris Hartanto Achmad Royadi
Jabatan Direktur Teknologi Informasi Direktur Legal & Compliance Direktur Manajemen Risiko Direktur Consumer Banking Direktur Finance & Strategy
Periode Jabatan 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025
Usia 51 Tahun 60 Tahun 44 Tahun 50 Tahun 50 Tahun
Jenis kelamin Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki
Pendidikan Bachelor of Engineering, Mechanical • Sarjana Ekonomi dari Universitas • Sarjana Teknik Elektro dari Universitas • Ekonomi - Universitas Pembangunan • Sarjana Ekonomi dari Universitas
Engineering dari Swinburne University of Saburai, Bandar Lampung (2005) Gajah Mada, Yogyakarta (2003) Nasional “Veteran”, Surabaya (1998) Padjajaran, Bandung (1998)
Technology Melbourne Australia (1999) • Magister Hukum dari Universitas • Master of Business Administration dari • Master of Business Administration dari • Master of Business Administration
Lampung, Bandar Lampung (2016) University of Melbourne (2012) Clark University, Massachusetts, Amerika dari Tulane University, New Orleans,
Serikat (2010) Amerika Serikat (2007)
Pengalaman Kerja • Information Technology Consultant, PT • Kepala Divisi Umum PT Bank • Assistant Vice President - Head of Investor • Business Manager - BRI New York • Group Head Global Market (Maret 2014
[GRI 2-9]
Astra Graphia Information Technology Pembangunan Daerah Lampung (Juli Communications Department BRI (Maret Agency (Mei 2014 – Juli 2018) – April 2016)
(2000 - 2003) 2019 – Januari 2020) 2015 - Juli 2018) • General Manager - Branch BRI Singapore • Group Head Ekonom PT Bank Rakyat
• Head of Competence (HoC), PT Bank • Direktur Kepatuhan PT Bank • Assistant Vice President - Head of (Juli 2018 – November 2020) Indonesia (Persero) Tbk. (April 2016 –
Mandiri (Persero) Tbk. (2003 - 2006) Pembangunan Daerah Lampung (Maret Strategic Investments Department BRI (Juli • Division Head - Distribution Network Mei 2017)
• Head of Information Technology, Senior 2020 – Februari 2024) 2018 – Oktober 2019) Division (November 2020 – November • Vice President – Divisi Corporate
Vice President (SVP), HSBC Indonesia • Direktur Kepatuhan PT Bank • Assistant Vice President, Deputy Head of 2022) Development & Strategy (Juni 2017 –
(2006 - 2014) Pembangunan Daerah Lampung Asset Liability Management & MIS Group • Regional CEO of Regional Office, BRI Mei 2018)
• Head of IT Division, PT Bank Muamalat (Februari 2024 – Juli 2024) BRI (November 2019 – November 2020) Medan (November 2022 – Februari 2024) • Executive Vice President Investor
Indonesia Tbk. (2014 - 2018) • Pjs Direktur Utama PT Bank • Senior Vice President - Head of Credit • Direktur Utama PT Asuransi BRI Life Relations BRI (2018 - 2021)
• Group Head Chief Information Security Pembangunan Daerah Lampung (Juli Risk & Policy Group BRI (Desember 2020 – (Februari 2024 - Desember 2025) • Senior Executive Vice President
Officer, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 2024 – Januari 2025) Desember 2021) • Director of Consumer Banking PT Bank Treasury & Global Services BRI (2021
(2018 - 2023) • Direktur Utama PT Bank Pembangunan • Executive Vice President, Head of Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – - 2025)
• Direktur Teknologi Informasi PT Bank Daerah Lampung (Januari 2025 – Enterprise Risk Group BRI (Januari 2022 - sekarang) • Komisaris Utama PT BRI Danareksa
Syariah Indonesia Tbk. (2023 - 2025) Desember 2025) Mei 2025) Sekuritas (2022 - 2025)
• Direktur Information Technology PT • Direktur Legal & Compliance PT Bank • Komisaris Utama, BRI Ventura Investama • Direktur Finance & Strategy PT Bank
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025 (April 2022 – Juni 2025) Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025
(2025 – sekarang) – sekarang) • Senior Executive Vice President, Head of – sekarang)
Retail Risk Sub Directorate BRI (Juni 2025 -
Desember 2025)
• Direktur Manajemen Risiko BRI (2025 –
sekarang)
Keahlian IT & Digital Banking, Cyber Security, Risk Legal, Compliance, Risk Management Risk Management, Corporate Finance, Risk Management, Consumer Banking, Finance & Strategy, Treasury &
Management Information System Audit International Business, Network International Business, Pension Fund, Risk
Management, Insurance Business Management
Page 154
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 154
Tata Kelola
Profil Dewan Komisaris[GRI 2-9]
Periode 1 Januari – 24 Maret 2025
Kartika Wirjoatmodjo Rofikoh Rokhim* Rabin Indrajad Hattari* Dwi Ria Latifa*
Jabatan Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Komisaris Komisaris Independen
Periode Jabatan 2020 – 2025 (Periode Pertama) 2020 – 2025 (Periode Pertama) 2020 – 2025 (Periode Pertama) 2020 – 2025 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025 2025 – 2030 (Periode Kedua) * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025 * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025 * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
Usia 52 Tahun 54 Tahun 50 Tahun 57 Tahun
Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Pendidikan • Sarjana Akuntansi, Universitas Indonesia, Depok • Sarjana Ekonomi dari Universitas Islam Indonesia, • Sarjana Ekonomi & Matematika, University of • Sarjana Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta
(1996) Yogyakarta (1993) Georgia, USA (1996) (1990)
• Master of Business Administration, Erasmus • Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada, • Magister Manajemen, Universitas Indonesia, • Alumni Lemhanas-40 (2007)
University, Rotterdam, Belanda (2001) Yogyakarta (1994) Depok (2001) • Magister of Science, Universitas Gadjah Mada,
• Master Specialist bidang Public Finance dari French Prime • Ph.D. in Economics, George Mason University, Yogyakarta (2012)
Minister, Institute International d’ Administration Publique USA (2008)
(IIAP)-Ecole National d’ Administration (ENA) Paris (2000)
• D.E.A (M.Phil) bidang International and Development
Economics dari Université de Paris 1 Panthéon Sorbonne,
Paris (2002)
• Ph.D. bidang Economics (Applied Macro and Micro
Economics Development Studies in Finance) dari
Université de Paris 1 Pantheon-Sorbonne, Paris (2005)
Pengalaman Kerja • Presiden Direktur dan CEO di Indonesia • Dosen dan Peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, • Staf Ahli Perencanaan, Komite Kebijakan Industri • Pendiri dan Pimpinan Kantor Rialatifa & Partners
[GRI 2-9]
Infrastructure Finance (IIF) (2011 - 2013) Universitas Indonesia (2006 – sekarang) Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI (2020 - (1992 – sekarang)
• Kepala Eksekutif dan Anggota Dewan Komisioner • Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Bank sekarang) • Pendiri dan Anggota Dewan Pakar Serikat
di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) (2014 - Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2021 – 2025) • Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Pengacara Indonesia (1997 - sekarang)
2015) • Komite Penilai Perusahaan dan Perdagangan Bursa Efek Tbk (2020 - 2025) • Anggota DPR RI (2000 - 2004)
• Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Indonesia (2023 - sekarang) • Staf Ahli Bidang Industri Kementerian BUMN • Ketua DPP bidang Perempuan dan Perlindungan
(2016 – 2019) • Komisaris Independen PT Telkom (Persero) Tbk (2025 - (2021 - 2023) Anak PERADI (2009 - 2014)
• Ketua Umum PERBANAS (2016 – 2024) Sekarang) • Anggota Komite Remunerasi dan SDM, Indonesia • Anggota DPR RI (2014 - 2019)
• Anggota APEC Business Advisory Council (ABAC) Investment Agency (INA) (2021 - sekarang)
• Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI
– Indonesia Member (2017 – sekarang) • Sekretaris Kementerian BUMN (2023 - sekarang) Cairo (2016 – 2020)
• Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia
(2019 – 2020) (Persero) Tbk (2020 – 2025)
• Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (2019 • Komisaris Utama PT Bersua Utama Indonesia
– 2025) (2022 – sekarang)
• Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk. (2020 – sekarang)
• Wakil Ketua Umum Bidang BUMN - Kamar Dagang
dan Industri Indonesia (KADIN) (2021 – sekarang)
Keahlian Perbankan, Keuangan, Manajemen Risiko Keuangan, Ekonomi, Manajemen Statistik, Ekonomi, Manajemen Hukum, Sosial Politik, Regulasi
Page 155
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 155
Tata Kelola
Profil Dewan Komisaris[GRI 2-9]
Periode 1 Januari – 24 Maret 2025
Heri Sunaryadi* Nurmaria Sarosa* Agus Riswanto* Paripurna Poerwoko Sugarda*
Jabatan Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris
Periode Jabatan 2021 – 2025 (Periode Pertama) 2021 – 2025 (Periode Pertama) 2021 – 2025 (Periode Pertama) 2020 – 2025 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025 * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025 * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025 *Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025 * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
Usia 60 Tahun 60 Tahun 63 Tahun 68 Tahun
Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki
Pendididkan • Sarjana Teknologi Pertanian dari Institut Pertanian Sarjana Arsitektur, Institut Teknologi Bandung, Bandung • Sarjana Hukum, Kristen Satya Wacana University, • Doktorandus Manajemen, Universitas Islam
Bogor, Bogor (1987) (1989) Salatiga (1986) Indonesia, Jakarta (1984)
• Master of Bussiness Administration BINUS Business • Magister Hukum, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Iblam, • Sarjana Hukum, Universitas Gajah Mada,
School, Jakarta (2011) Jakarta (2001) Yogyakarta (1986)
• Magister Hukum, Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta (1999)
• Master of Laws dari University of Groningen,
Netherlands (2008)
• Doktor Hukum, Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta (2012)
Pengalaman Kerja • Direkur utama Bahana sekuritas (2007-2009) • Director of Finance and Corporate Affairs, PT Cardig • Kepala Kejaksaan Tinggi, Bangka Belitung (2014 - • Dosen Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada
[GRI 2-9]
• Direkur utama PT Bahana Pembinaan Usaha International Support (2017 - 2020) 2015) (1988 - sekarang)
Indonesia (2009 - 2013) • Director of Finance and Corporate Affairs, PT Cardig • Direktur Sandi dan Produksi Intel, Kejaksaan Agung • Dekan Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada
• Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Express Nusantara (2020 - 2021) RI (2015 - 2018) (2012 - 2014)
(2013 – 2014) • Direktur Eksekutif PT Selaras Logistik Indonesia • Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Intelijen, Kejaksaan • Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni,
• Direktur Keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) (2021 - 2022) Agung RI (2018 - 2022) Universitas Gadjah Mada (2014 - 2022)
Tbk. (2014 – 2016) • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia • Head of Asia Pacific Research Center, Universitas
• Dewan Komisaris PT Kustodian Sentral Efek (Persero) Tbk. (2022 - 2025) (Persero) Tbk. (2022 - 2025) Gadjah Mada (2020 - 2022)
Indonesia (2016 – 2021) • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia
• Dewan Komisaris PT Merdeka Cooper Gold Tbk. (Persero) Tbk. (2022 - 2025)
(2018 – 2021) • Komisaris Utama PT Kaltim Methanol Industri
• Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (2022 – sekarang)
(Persero) Tbk. (2021 - 2025)
• Komisaris Independen Tower Bersama Group (2022
– sekarang)
Keahlian Pasar Modal, Teknologi, Manajemen ESG, Logistik, Manajemen Hukum, Intelijen, Regulasi Hukum, Sosial Politik, Regulasi
Page 156
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 156
Tata Kelola
Profil Dewan Komisaris[GRI 2-9]
Periode 1 Januari – 24 Maret 2025
Awan Nurmawan Nuh Haryo Baskoro Wicaksono*
Jabatan Komisaris Komisaris Independen
Periode Jabatan 2023 - 2028 (Periode Pertama) 2021 – 2025 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025 * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
Usia 57 Tahun 43 Tahun
Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki
Pendididkan • Sarjana Ekonomi, Universitas Gajah Mada, • Sarjana Hubungan Internasional, Universitas
Yogyakarta (1992) Muhammadiyah Yogyakarta (2001)
• Master of Business Taxation, University of Southern • Magister Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gajah
California, USA (1997) Mada, Yogyakarta (2009)
Pengalaman Kerja • Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan • Head of Risk Management, FIF Group (2011 – 2018)
[GRI 2-9]
Penegakan Hukum Pajak (2016 - 2021) • Head of Risk Management, Head of Internal Audit,
• Komisaris Utama PT Penjaminan Infrastruktur Head of Governance & Compliance, Astra Financial
Indonesia (Persero) (2020 – 2023) Conglomeration (2018 – 2022)
• Inspektur Jenderal, Kementerian Keuangan (2021 - • Head of Transformation & Subsidiaries, Bank
sekarang) Muamalat Indonesia (2023)
• Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana • Head of Transformation & Corporate Strategy, Bank
Lingkungan Hidup (2023 – sekarang) Bukopin Syariah (2023)
• Anggota Dewan Pengawas, Ikatan Akuntan • Komisaris PT Transportasi Gas Indonesia (2023–
Indonesia (2022 - sekarang) 2024)
• Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia
(2023 – sekarang) (Persero) Tbk. (2024 – 2025)
Keahlian Akuntansi, Audit, Perpajakan GRC, Manajemen
Page 157
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 157
Tata Kelola
Profil Dewan Komisaris[GRI 2-9]
Periode 24 Maret – 31 Desember 2025
Kartika Wirjoatmodjo Parman Nataatmadja Helvi Yuni Moraza Awan Nurmawan Nuh
Jabatan Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Komisaris Komisaris
Periode Jabatan 2020 – 2025 (Periode Pertama) 2025 – 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama) 2023 - 2028 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025 2025 – 2030 (Periode Kedua)
Usia 52 Tahun 68 Tahun 58 Tahun 57 Tahun
Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki
Pendidikan • Sarjana Akuntansi, Universitas Indonesia, • Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, Depok • Sarjana Ekonomi dari Universitas Andalas, • Sarjana Ekonomi, Universitas Gajah Mada,
Depok (1996) (1985) Padang (1991) Yogyakarta (1992)
• Master of Business Administration, Erasmus • Master of Finance dari State University of New York, • Magister Manajemen dari Universitas • Master of Business Taxation, University of
University, Rotterdam, Belanda (2001) Buffalo, Amerika Serikat (1988) Pasundan, Bandung (2023) Southern California, USA (1997)
Pengalaman Kerja • Presiden Direktur dan CEO di Indonesia • Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani • Manager Marketing PT Trias Munarta (1992 • Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan
[GRI 2-9]
Infrastructure Finance (IIF) (2011 - 2013) (Persero) (2008 - 2018) – 1995) dan Penegakan Hukum Pajak (2016 - 2021)
• Kepala Eksekutif dan Anggota Dewan • Komisaris Utama PT PNM Venture Capital (2008 - 2018) • Kepala Bagian Kredit Cabang Pembantu PT • Komisaris Utama PT Penjaminan Infrastruktur
Komisioner di Lembaga Penjamin Simpanan • Komisaris Utama, PNM Investment Management (2008 Bank Susila Bhakti, Bandung Setiabudi (1995 Indonesia (Persero) (2020 – 2023)
(LPS) (2014 - 2015) - 2018) – 1999) • Inspektur Jenderal, Kementerian Keuangan (2021
• Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. • Komisaris, PNM Investment Management (2018) • Direktur Majalah Seni Kreatif BKKI (1999 - - sekarang)
(2016 – 2019) 2002) • Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola
• Komisaris Utama Mitra Dagang Madani (2017 - 2018)
• Ketua Umum PERBANAS (2016 – 2024) • Redaktur Majalah Tani Merdeka DPN HKTI Dana Lingkungan Hidup (2023 – sekarang)
• Staf Khusus V Menteri BUMN (2018 - 2019) (2010 – 2014)
• Anggota APEC Business Advisory Council • Anggota Dewan Pengawas, Ikatan Akuntan
(ABAC) – Indonesia Member (2017 – sekarang) • Komisaris Utama PT Bank BRIsyariah Tbk. (2019 - • Senior Associate FAS Law Firm (2014 – 2025) Indonesia (2022 - sekarang)
2020)
• Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) • Komisaris Independen PT LEN Industri • Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk. (2019 – 2020) • Komisaris Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk. (2018 (Persero) Holding Industri (2021 – 2025) Tbk (2023 – sekarang)
- 2019)
• Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (2019 • Wakil Menteri Kementerian UMKM RI (2024 –
– 2025) • Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN (2020 - 2021) sekarang)
• Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia • Komisaris PT Permodalan Nasional Madani (2020 - • Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
(Persero) Tbk. (2020 – sekarang) 2025) Tbk. (2025 – sekarang)
• Wakil Ketua Umum Bidang BUMN - Kamar • Kepala Badan Pelaksana Badan Bank Tanah (2021 -
Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) (2021 2025)
– sekarang) • Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025 - sekarang)
Keahlian Perbankan, Keuangan, Manajemen Risiko Perbankan, Keuangan, Manajemen Risiko Manajemen, Manajemen Risiko, Ekonomi Akuntansi, Audit, Perpajakan
Page 158
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 158
Tata Kelola
Profil Dewan Komisaris[GRI 2-9]
Periode 24 Maret – 31 Desember 2025
Edi Susianto Lukmanul Khakim
Jabatan Komisaris Independen Komisaris Independen
Periode Jabatan 2025 – 2030 (Periode Pertama) 2025 - 2030 (Periode Pertama)
Selama Tahun 2025
Usia 58 Tahun 43 Tahun
Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki
Pendidikan • Sarjana Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan • Sarjana Ilmu Hukum Tata Negara dari Universitas Islam
dari Universitas Padjajaran, Bandung (1990) Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta (2006)
• Master of Economics and Finance dari • Magister Ilmu Administrasi dari Universitas Krisna
Loughborough University, Inggris (1999) Dwipayana, Jakarta (2014)
Pengalaman Kerja • Kepala Grup Neraca Pembayaran dan • Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan
[GRI 2-9]
Pengembangan Statistik – Bank Indonesia Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan
(2016 – 2017) Tinggi (Oktober 2014 - Oktober 2016)
• Direktur-Bank Indonesia Perwakilan Singapura • Anggota Komisi VI DPR RI membidangi Perdagangan,
(2017 – 2018) Perindustrian, BUMN dan Koperasi UMKM Dewan
• Direktur Eksekutif Kepala Departemen Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Maret 2018 -
Penyelenggaraan Sistem Pembayaran (2018 September 2019)
– 2021) • Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Peningkatan
• Direktur Eksekutif Kepala Departemen Export dan Perluasan Pasar Luar Negeri Kementerian
Manajemen Risiko-Bank Indonesia (2021 – Perdagangan (Maret 2020 – Juni 2022)
2022) • Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan
• Direktur Eksekutif Kepala Departemen Masyarakat (November 2024 – 2025)
Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas-Bank • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia
Indonesia (2022 – 2023) (Persero) Tbk. (2025 - sekarang)
• Asisten Gubernur Kepala Departemen
Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank
Indonesia (2023 – 2025)
• Komisaris Independen PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
Keahlian Keuangan, Ekonomi, Manajemen Risiko, Hukum, Administrasi Bisnis, Manajemen Risiko, GRC
Akuntansi
Page 159
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 159
Tata Kelola
Efektivitas dan Akuntabilitas Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-16]
Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Rangkap Jabatan Dewan Komisaris
BRI memandang efektivitas tata kelola perusahaan sebagai aspek penting dalam penerapan Good Rangkap jabatan Dewan Komisaris telah diatur berdasarkan Peraturan Menteri BUMN No. PER-3/
Corporate Governance (GCG) yang memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai dengan MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara dan Peraturan
prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab. Untuk itu, perusahaan berkomitmen OJK No. 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum, dengan rincian sebagai
menerapkan GCG secara optimal melalui mekanisme pengawasan dan pengendalian yang kuat, berikut:
serta menjaga integritas dalam setiap proses pengambilan keputusan. 1. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN dapat merangkap jabatan sebagai Dewan Komisaris
pada badan usaha lainnya, dengan ketentuan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-
Rapat antara Dewan Komisaris dan Direksi berfungsi sebagai instrumen utama untuk menilai sejauh undangan sektoral.
mana penerapan tata kelola ini berjalan efektif. Setiap kebijakan strategis akan dibahas dan 2. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN yang merangkap jabatan sebagai Dewan Komisaris
diputuskan dalam rapat ini untuk memastikan kelangsungan bisnis serta kepatuhan terhadap pada badan usaha lainnya sebagaimana dimaksud pada poin 1 harus memenuhi persentase
regulasi yang berlaku. [GRI 2-16] kehadiran dalam rapat Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN selama 1 (satu) tahun paling
sedikit 75% (tujuh puluh lima persen) kehadiran, sebagai persyaratan untuk memperoleh
Rapat Dewan Komisaris Remunerasi Variabel/Insentif Kinerja/Insentif Khusus bagi yang bersangkutan.
Sesuai Pedoman dan Tata Tertib Dewan Komisaris, Rapat Dewan Komisaris terdiri dari: 3. Anggota Dewan Komisaris dilarang merangkap jabatan:
1. Rapat Dewan Komisaris (Rakom) yang terdiri dari Rapat Internal Dewan Komisaris, dan Rapat a. sebagai anggota direksi, anggota dewan komisaris, anggota dewan pengawas syariah, atau
Dewan Komisaris dengan mengundang Direktur Bidang dan/atau Senior Executive Vice pejabat eksekutif pada lembaga keuangan atau perusahaan keuangan baik bank maupun
President (SEVP) terkait; bukan bank;
2. Rapat Dewan Komisaris dan Direksi (Rakomdir) yaitu Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi b. sebagai anggota direksi, anggota dewan komisaris, anggota dewan pengawas syariah, atau
dan SEVP. pejabat eksekutif pada lebih dari 1 (satu) lembaga atau perusahaan bukan keuangan, baik
Rapat Dewan Komisaris diadakan secara rutin, minimal satu kali setiap bulan, sementara rapat yang berkedudukan di dalam maupun di luar negeri;
bersama Direksi diadakan setidaknya sekali setiap empat bulan. Rapat juga dapat diselenggarakan c. pada bidang tugas fungsional pada Lembaga keuangan bank dan/atau lembaga keuangan
kapan saja atas permintaan satu atau lebih anggota Dewan Komisaris atau Direksi, dengan bukan bank yang berkedudukan di dalam maupun di luar negeri;
menyebutkan agenda yang akan dibahas. Rapat Dewan Komisaris adalah sah dan berhak mengambil d. pada jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas
keputusan yang mengikat apabila dihadiri dan/atau diwakili oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah sebagai anggota Dewan Komisaris; dan/atau
anggota Dewan Komisaris. Berdasarkan rekapitulasi kehadiran rapat, rata-rata kehadiran Dewan e. pada jabatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Komisaris dalam rapat Dewan Komisaris selama tahun 2025 mencapai 98,50%. 4. Tidak termasuk rangkap jabatan dalam hal:
a. anggota Dewan Komisaris menjabat sebagai anggota direksi, anggota dewan komisaris
Rapat Direksi atau pejabat eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan
Kebijakan mengenai rapat Direksi diatur dalam Pedoman Tata Kerja Direksi. Direksi diwajibkan anak bukan bank yang dikendalikan oleh Bank;
untuk mengadakan rapat secara berkala, minimal satu kali setiap bulan, untuk membahas dan b. Komisaris Non Independen menjalankan tugas fungsional dari pemegang saham Bank yang
mengambil keputusan terkait pengelolaan dan operasional Perusahaan. Selain itu, rapat bersama berbentuk badan hukum pada Bank dan/atau kelompok usaha Bank; dan/atau
Dewan Komisaris juga diadakan secara rutin, sekurang-kurangnya satu kali dalam empat bulan. c. anggota Dewan Komisaris menduduki jabatan pada organisasi atau lembaga nirlaba,
Rapat Direksi dipimpin oleh Direktur Utama. Jika Direktur Utama berhalangan hadir, Wakil Direktur sepanjang tidak mengakibatkan yang bersangkutan mengabaikan pelaksanaan tugas dan
Utama akan memimpin rapat. Pada rapat tersebut, topik material terkait keberlanjutan seperti tanggung jawab sebagai anggota Dewan Komisaris.
privasi data, keuangan inklusif, etika bisnis dan iklim dibahas secara komprehensif. Informasi lebih 5. Terhadap anggota Dewan Komisaris yang memiliki jabatan sebagaimana dimaksud pada poin 4
lengkap mengenai kehadiran rapat Dewan Komisaris dan Direksi disajikan pada Laporan Tahunan wajib membuat pernyataan untuk:
BRI 2025. a. menjaga integritas;
b. menghindari segala bentuk benturan kepentingan; dan
Rapat dianggap sah dan dapat mengambil keputusan yang mengikat jika dihadiri atau diwakili oleh c. menghindari tindakan yang dapat merugikan Bank dan/atau menyebabkan Bank melanggar
lebih dari dua per tiga (2/3) dari jumlah total anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris BRI. prinsip kehati-hatian selama menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris;
Berdasarkan rekapitulasi kehadiran, rata-rata kehadiran Berdasarkan rekapitulasi kehadiran rapat, 6. Komisaris Independen dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat publik.
rata-rata kehadiran Direksi dalam rapat Direksi mencapai 96,74%.
Page 160
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 160
Tata Kelola
Sepanjang tahun 2025, seluruh anggota Dewan Komisaris BRI telah mematuhi ketentuan mengenai 3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
rangkap jabatan sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku, dan tidak terdapat rangkap Komisaris Emiten Perusahaan Publik; POJK 17/2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank
jabatan yang melanggar ketentuan dimaksud. Seluruh Dewan Komisaris BRI memiliki kurang dari Umum;
empat mandat. [GRI 2-15] 4. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK.03/2025 tentang Penerapan Tata Kelola
bagi Bank Umum; serta peraturan dan standar nasional atau internasional yang berlaku.
Independensi Dewan
Independensi Dewan Komisaris dan Direksi[GRI 2-15] Pengungkapan lengkap terkait independensi termasuk konflik kepentingan Dewan Komisaris dan
BRI memastikan setiap anggota Dewan Komisaris sebagai organ pengawasan perusahaan dapat Direksi dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan BRI 2025. BRI juga mengatur kepemilikan saham
menjalankan tugasnya secara objektif dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau pihak BRI oleh Direksi dan Dewan Komisaris (non-independen) sebagai bagian dari komponen remunerasi,
lain. Untuk itu, BRI memiliki kebijakan terkait kriteria Komisaris Independen, yaitu paling sedikit 50% sejalan peraturan dari Kementerian Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (dahulu Kementerian
(lima puluh persen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. Komisaris Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia), dengan tujuan mencapai kinerja yang berkelanjutan.
Independen wajib memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan OJK No.33/POJK.04/2014 Hingga tanggal 31 Desember 2025, tidak terdapat kepemilikan saham yang bersifat signifikan oleh
mengenai Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, sebagai berikut. Direksi, Dewan Komisaris, dan Pemegang Saham di dalam Kelompok Usaha Bank BRI, data tersebut
1. Bukan merupakan orang yang bekerja atau memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk sebagaimana telah disampaikan pada bagian Kepemilikan Saham Direksi dan Dewan Komisaris.
merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan Perusahaan dalam 6
(enam) bulan terakhir, kecuali untuk pemilihan kembali sebagai Komisaris Independen Perusahaan Kebijakan atas Keberagaman Dewan Komisaris dan Direksi
dalam periode berikutnya. BRI memiliki kebijakan keberagaman Dewan Komisaris dan Direksi yang sesuai dengan Surat
2. Tidak memiliki saham secara langsung atau tidak langsung di Perusahaan. Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015 mengenai Pedoman Tata Kelola Perusahaan
3. Tidak memiliki afiliasi dengan Perusahaan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau Terbuka. Pengangkatan Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan dengan mempertimbangkan usia,
pemegang saham signifikan Perusahaan. jenis kelamin, pendidikan, pengalaman, integritas, dedikasi, pemahaman mengenai masalah
4. Tidak memiliki hubungan bisnis, langsung atau tidak langsung yang terkait dengan kegiatan manajemen perusahaan, memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan, serta
bisnis Perusahaan. dapat menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya serta persyaratan lain
berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pada tahun 2025, kepemimpinan perempuan di
Pihak-pihak terafiliasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan Direksi mencakup 23,08% dari 13 anggota Direksi. [GRI 2-10]
dan Penguatan Sektor Keuangan berikut.
1. Komisaris, Direksi, pejabat, dan pekerja Bank. Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi BRI membawa berbagai pengalaman, pendidikan, dan
2. Pihak yang memberikan jasa kepada Bank, di antaranya akuntan publik, penilai, konsultan keahlian yang memperkaya proses pengambilan keputusan perusahaan. Keberagaman keahlian
hukum, dan konsultan lainnya. Dewan Komisaris dan Direksi telah diinformasikan pada bagian Profil Dewan Komisaris dan Direksi
3. Pihak yang mengendalikan atau dikendalikan Bank, baik langsung maupun tidak langsung. sesuai periode jabatan di dalam laporan ini.
4. Pihak yang menurut penilaian Otoritas Jasa Keuangan turut serta mempengaruhi pengelolaan
Bank, baik langsung maupun tidak langsung, di antaranya pihak yang mempunyai hubungan BRI juga secara aktif mengembangkan kompetensi dan keterampilan anggota dewan melalui
keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun berbagai program pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. [GRI 2-10]
vertikal, dengan anggota dewan komisaris atau yang setara, anggota direksi atau yang setara
atau kuasanya, pejabat, atau pekerja Bank.
Adapun kriteria Komisaris Independen mengacu pada hukum, peraturan, dan standar yang berlaku,
termasuk:
1. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal Indonesia, yang telah diubah oleh
Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan;
2. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Badan
Usaha Milik Negara yang Signifikan;
Page 161
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 161
Tata Kelola
Struktur Dewan Komite
Komite di Bawah Dewan Komisaris
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Komite Audit Mengevaluasi dan memastikan penerapan pengendalian internal, pengawasan terhadap kualitas laporan keuangan, pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit Intern (SKAI), tata kelola Komisaris Independen – Edi
terintegrasi, kepatuhan terhadap regulasi di Perusahaan, serta efektivitas auditor independen. Selain itu, Komite Audit memastikan fungsi Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana Susianto
pengaduan yang transparan, pengawasan pada implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta melakukan penilaian atas tingkat kesehatan Perseroan untuk
memastikan operasional berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik dan mendukung pencapaian tujuan Perusahaan.
Komite Nominasi Mengevaluasi dan memastikan penerapan terkait dengan fungsi nominasi dan remunerasi Perusahaan berjalan sesuai dengan peraturan dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Komisaris Independen – Edi
dan Remunerasi Susianto
Komite Pemantau Mengevaluasi dan memastikan penerapan manajemen risiko Perusahaan tetap memenuhi unsur-unsur kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan risiko, sehingga kegiatan Wakil Komisaris Utama/
Manajemen Risiko Perusahaan tetap dapat terkendali pada batas/limit risiko yang dapat diterima serta menguntungkan Perusahaan. Komisaris Independen
– Parman Nataatmadja
Komite Tata Mengevaluasi dan memastikan tata kelola yang komprehensif dan efektif dengan menerapkan prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban Komisaris Independen –
Kelola (responsibility), independensi (independency) atau profesional (professional), dan kewajaran (fairness) secara terintegrasi dalam Konglomerasi Keuangan. Lukmanul Khakim
Terintegrasi
Komite di Bawah Direksi
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Asset and 1. Menetapkan strategi pengelolaan aset dan liabilitas Bank dalam rangka upaya optimalisasi NII, antara lain meliputi: Direktur Utama
Liability a. strategi pengelolaan likuiditas;
Committee b. strategi pengelolaan risiko pasar (suku bunga dan nilai tukar);
(ALCO) c. strategi pengelolaan liabilitas berbiaya/funding dan beban bunga (CoF Management); dan
d. strategi pengelolaan asset produktif dan pendapatan bunga (Yield Management).
2. Menetapkan strategi suku bunga untuk produk Kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Trade Finance (TF), antara lain meliputi Suku Bunga Dasar Kredit
(SBDK), Suku Bunga Counter dan Suku Bunga Khusus (Special Rate).
3. Mengevaluasi strategi sesuai dengan tujuan pengelolaan risiko likuiditas dan risiko pasar.
Page 162
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 162
Tata Kelola
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Credit Policy 1. Menetapkan Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) khususnya perumusan prinsip kehati-hatian dalam perkreditan sebagaimana diatur di dalam Pedoman Direktur Utama
Committee Penyusunan Kebijaksanaan Perkreditan Bank (PPKPB) OJK dan kebijakan perkreditan lainnya yang memerlukan putusan dari Rapat Credit Policy
Committee.
2. Mengawasi penerapan Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) secara bertanggung jawab dan penuh kesinambungan serta merumuskan alternatif dan solusi
penerapan bila terdapat kendala.
3. Melakukan reviu berkala Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) BRI minimal 3 tahun sekali dan kebijakan perkreditan lainnya sesuai dengan jangka waktu
minimal review kebijakan perkreditan lainnya.
4. Melakukan evaluasi terhadap:
a. kebenaran pelaksanaan proses pemberian kredit atau penyediaan dana, perkembangan dan kualitas kredit yang diberikan kepada Pihak yang Terkait
dengan Bank dan Debitur besar tertentu;
b. kebenaran pelaksanaan kewenangan memutus kredit atau penyediaan dana;
c. kebenaran pelaksanaan ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK);
d. debitur besar tertentu dan kredit dalam daftar Kredit Dalam Perhatian Khusus;
e. kebijakan penyisihan cadangan kerugian pelaksanaan penurunan nilai kredit (CKPN) dan cadangan penghapusbukuan;
f. penyelesaian kredit bermasalah sesuai dengan yang ditetapkan dalam KPB; dan
g. ketaatan terhadap ketentuan perundang-undangan dan peraturan lainnya dalam pelaksanaan pemberian kredit.
5. Melakukan penilaian efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI) perkreditan.
6. Menyampaikan laporan berkala minimal 1 (satu) tahun sekali kepada Dewan Komisaris mengenai:
a. hasil pengawasan atas penerapan dan pelaksanaan kebijakan perkreditan (dapat mencakup KPB maupun kebijakan perkreditan lainnya); dan
b. hasil evaluasi hal yang berhubungan dengan poin 4.
7. Memantau dan mengevaluasi perkembangan dan kualitas portofolio perkreditan atau pembiayaan secara keseluruhan.
Environmental, 1. Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi kebijakan atau tata kelola (governance) parameter inisiatif ESG Direktur Utama
Social & dan inisiatif TJSL yang telah disusun oleh Unit Kerja terkait yang kemudian diusulkan oleh Tim Penunjang Komite.
Governance 2. Menetapkan program kerja yang termasuk program strategis yang mendukung roadmap implementasi ESG, komitmen net zero emission, serta langkah-
Committee langkah dekarbonisasi Perusahaan dan inisiatif TJSL berdasarkan rekomendasi Tim Penunjang Komite.
3. Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi program kerja yang masuk ke dalam parameter inisiatif ESG dan
inisiatif TJSL serta pelaporan data dan informasi terkait ESG, termasuk pengelolaan risiko dan peluang terkait perubahan iklim serta pelaksanaan inisiatif
pembiayaan berkelanjutan.
4. Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review terkait laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga lainnya terhadap kinerja dan
implementasi ESG dan TJSL BRI.
5. Menetapkan isu material dari hasil laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI.
6. Menyetujui rencana tindak lanjut atas hasil review dan evaluasi untuk kemudian dapat diusulkan menjadi program kerja baru yang selanjutnya akan
ditindaklanjuti oleh Unit Kerja terkait.
7. Menyetujui dan memberikan arahan isu terkait ESG dan TJSL, termasuk peraturan perundang-undangan, inisiatif global, praktik bisnis, serta informasi
penting lain terkait ESG dan TJSL termasuk perkembangan agenda dan respons terhadap perubahan iklim yang dapat berdampak pada strategi
keberlanjutan Perusahaan.
Page 163
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 163
Tata Kelola
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Human Capital Human Capital Committee memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Bidang Human Capital Policy: Direktur Utama
Committee 1. Bidang Human Capital Policy
a. Menetapkan prioritas strategi pengembangan, arah kebijakan dan peningkatan kualitas human capital BRI dengan mengacu pada Rencana Bisnis Bidang Talent
Bank (RBB) dan Corporate Plan BRI. Bidang Talent 1: Direktur Utama
b. Menetapkan kebijakan strategis di bidang human capital. Bidang Talent 2: Direktur Human Capital & Compliance
2. Bidang Talent Bidang Talent 3: Group Head, Human Capital Business
a. Penetapan Talent Cluster, termasuk identifikasi dan penetapan top talent (Brilian Society Member). Partner 1 atau Group Head, Human Capital Business
b. Penetapan Succession Plan untuk seluruh jabatan. Partner 2
c. Penetapan Talent Pool berdasarkan bidang keahlian Pekerja.
d. Menetapkan putusan atas Talent Review/Talent Panel. Bidang Performance Management
3. Bidang Performance Management Sub Bidang Planning 1: Direktur Utama
a. Menetapkan KPI Direktorat, Sub-Direktorat, Unit Kerja BOD-1 (termasuk Regional Office), Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan BRI Unit. Sub Bidang Planning 2: Direktur Finance & Strategy
b. Mengevaluasi dan menetapkan predikat kinerja Unit Kerja BOD-1 dan Kantor Cabang.
c. Mengevaluasi dan menetapkan predikat kinerja individu Jabatan BOD-1, Corporate Band 2, Corporate Band 3, dan Pemimpin Cabang. Sub Bidang Evaluation 1: Direktur Utama
4. Bidang Job Evaluation Sub Bidang Evaluation 2: Regiol CEO
Menetapkan Golongan Jabatan.
Sub Bidang Predikat Kinerja Individu 1: Direktur Utama
Sub Bidang Predikat Kinerja Individu 2: Direktur Bidang
(Khusus Jajaran Audit Internal oleh SEVP Satuan Kerja
Audit Internal)
Sub Bidang Predikat Kinerja Individu 3: Regional CEO
Bidang Job Evaluation: Direktur Finance & Strategy
Information 1. Rencana Strategik Teknologi Informasi jangka panjang yang sejalan dengan Corporate Plan dan Rencana Bisnis Bank yang dituangkan di dalam ITSP BRI. Direktur Information Technology
Technology 2. Perumusan kebijakan, standar, dan prosedur Teknologi Informasi yang utama.
Steering 3. Kesesuaian antara proyek Teknologi Informasi yang disetujui dengan ITSP BRI.
Committee 4. Kesesuaian arsitektur teknologi saat ini (baseline) dengan target arsitektur Teknologi Informasi BRI dalam mendukung kapabilitas bisnis.
5. Kesesuaian antara pelaksanaan proyek Teknologi Informasi dengan rencana proyek yang disepakati.
6. Kesesuaian antara Teknologi Informasi dengan kebutuhan sistem informasi manajemen serta kebutuhan kegiatan usaha Bank.
7. Efektivitas langkah-langkah dalam meminimalkan risiko atas investasi Bank pada sektor Teknologi Informasi agar investasi Bank pada sektor Teknologi
Informasi memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan bisnis Bank.
8. Pemantauan atas kinerja Teknologi Informasi dan upaya peningkatan kinerja Teknologi Informasi.
9. Upaya penyelesaian berbagai masalah terkait Teknologi Informasi, termasuk issue terkait data governance, dimana permasalahan yang terjadi tidak
dapat diselesaikan oleh Satuan Kerja Pengguna dan Penyelenggara Teknologi Informasi secara efektif, efisien, dan tepat waktu.
10. Kecukupan dan alokasi sumber daya yang dimiliki Bank.
Procurement 1. Melaksanakan pemberian putusan pengadaan secara profesional, jujur dan menghindari benturan kepentingan dalam pemberian persetujuan pengadaan. Procurement Committee 1: Direktur Utama
Committee 2. Memberi putusan setuju atau menolak pengadaan sesuai limit wewenangnya dalam hal diselenggarakan melalui rapat Komite. Procurement Committee 2: Wakil Direktur Utama
3. Memberikan putusan pengadaan, melalui: Procurement Committee 3: Direktur Treasury &
a. Risalah Rapat Direksi, atau International Banking
b. Risalah Rapat Procurement Committee, atau Procurement Committee 4: Direktur Treasury &
c. Nota Dinas Sirkuler. International Banking
Page 164
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 164
Tata Kelola
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Product 1. Perencanaan produk yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut: Product Committee 1 segmen wholesale:
Committee a. tidak pernah diselenggarakan sebelumnya oleh Bank; Direktur Utama
b. merupakan pengembangan dari produk Bank yang mengakibatkan adanya perubahan yang material terhadap peningkatan eksposur risiko dari Product Committee 1 segmen non-wholesale:
Produk Bank yang telah diselenggarakan sebelumnya. Direktur Utama
2. Penghentian produk (sesuai Surat Keputusan Daftar Taksonomi Produk BRI). Product Committee 2 segmen wholesale:
3. Kajian permasalahan produk yang tidak dapat diputus pada tingkat Direktur Bidang. Direktur Finance & Strategy
Product Committee 2 segmen non-wholesale:
Direktur Finance & Strategy
Risk Risk Management Committee Bidang Risk Management memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Risk Management Committee Bidang Risk Management:
Management 1. menetapkan Kebijakan Manajemen Risiko serta perubahannya termasuk penerapan kebijakan manajemen risiko, strategi manajemen risiko yang juga Direktur Utama
Committee mempertimbangkan risiko terkait perubahan iklim, dan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) apabila kondisi eksternal tidak normal terjadi;
2. menetapkan metodologi pengukuran risiko dan perubahannya; Risk Management Committee Bidang Digital Risk:
3. menetapkan limit risiko dan perubahannya; Direktur Manajemen Risiko
4. menetapkan Peringkat Profil Risiko termasuk integrasi aspek ESG sebagai bagian dari pengelolaan risiko reputasi dan Tingkat Kesehatan Bank serta
tindak lanjut apabila diperlukan. Risk Management Committee Bidang Credit Risk:
5. menetapkan langkah perbaikan berdasarkan analisis permodalan dan stress testing BRI Individu serta hasil Climate Scenario Analysis yang memuat Direktur Manajemen Risiko
dampak perubahan iklim terhadap risiko inheren perbankan;
6. menyampaikan Strategi Anti Fraud; dan
7. menyampaikan analisis realisasi Trigger Level Rencana Aksi pemulihan.
Risk Management Committee Bidang Digital Risk memiliki tugas, wewenang, dan tanggung jawab untuk memberikan arahan, rekomendasi, tindak lanjut dan
putusan terkait penerapan kebijakan dan pengelolaan manajemen risiko digital PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Risk Management Committee Bidang Credit Risk memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan arahan, rekomendasi, tindak lanjut dan putusan terkait
penerapan kebijakan dan pengelolaan portfolio per segmen aset produktif PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Organisasi 1. Memberikan arahan di tingkat korporat terhadap inisiatif strategis/proyek Perusahaan. Direktur Utama
Transformation 2. Memberikan arahan terhadap strategi implementasi inisiatif strategis/proyek untuk memastikan keselarasan dengan pencapaian tujuan strategis
Steering Perusahaan.
Committee 3. Memberikan arahan terhadap implementasi inisiatif strategis/proyek secara berkala, serta melakukan review terkait relevansi inisiatif strategis/proyek
(TSC) dengan perkembangan kondisi terkini.
4. Mengawasi pelaksanaan tata kelola yang baik dalam implementasi inisiatif strategis/proyek.
5. Memberikan putusan atas usulan penyelesaian masalah dalam pengelolaan inisiatif strategis/proyek.
6. Mengambil keputusan terhadap usulan perubahan atas ruang lingkup, parameter keberhasilan, timeline, dan hal lainnya yang tercantum dalam project
charter dan selanjutnya berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
7. Menetapkan prioritisasi inisiatif strategis/proyek untuk dilaksanakan oleh PMO dan/ atau Unit Kerja Pemilik Proyek.
8. Menyetujui kebijakan terkait manajemen perubahan (change management) untuk memastikan inisiatif strategis/proyek diterima oleh seluruh level
organisasi.
9. Memberikan keputusan-keputusan lainnya terkait dengan inisiatif strategis/proyek.
10. Menyelesaikan konflik atau isu lintas fungsi yang muncul selama implementasi inisiatif strategis/proyek.
11. Melakukan alignment dengan program kerja lainnya yang dikelola oleh Unit Kerja terkait, termasuk memberikan arahan untuk meminimalkan silo antar-
segmen atau Unit Kerja.
12. Memberikan arahan terhadap hasil Post Implementation Review (PIR) yang sudah dilaksanakan sebagai bagian dari lessons learned dalam pelaksanaan
inisiatif strategis/proyek selanjutnya.
13. Mengambil keputusan atas hal-hal yang belum diatur di dalam Pedoman Pelaksanaan Project Management (PPPM) atau kebijakan dan ketentuan lainnya
yang mengatur terkait dengan inisiatif strategis/proyek.
Page 165
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 165
Tata Kelola
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Komite Tata 1. Alignment pelaksanaan Performance, Tata Kelola, Kepatuhan, Manajemen Risiko, IT, Human Capital, dan Audit Intern Terintegrasi: Direktur Pengelola Konglomerasi Keuangan
Kelola a. menetapkan program strategis Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun;
Konglomerasi b. menetapkan Rencana Korporasi Keuangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun untuk selanjutnya dimintakan persetujuan Dewan Komisaris.
Keuangan 2. Pengawasan terhadap Konglomerasi Keuangan:
a. melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas pelaksanaan rencana, kebijakan dan program kerja strategis anggota Konglomerasi
Keuangan;
b. melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi (Performance, Tata Kelola, Kepatuhan, Manajemen
Risiko, Information Technology, Human Capital, dan Audit Intern Terintegrasi).
3. Pengawasan atas penguatan, penanganan, dan/atau penyelesaian permasalahan keuangan anggota Konglomerasi Keuangan serta menjaga
keberlangsungan usaha anggota Konglomerasi Keuangan:
a. melakukan evaluasi dan monitoring penguatan, penanganan dan/atau penyelesaian permasalahan keuangan anggota Konglomerasi Keuangan;
b. melakukan evaluasi dan monitoring tindakan perbaikan oleh anggota Konglomerasi Keuangan dilakukan dengan tepat dan mendukung rencana aksi
pemulihan dan rencana resolusi yang dilakukan oleh anggota Konglomerasi Keuangan.
4. Pelaksanaan penerapan prinsip kehati-hatian pada Konglomerasi Keuangan secara keseluruhan:
a. menetapkan dan memberikan arahan tindak lanjut atas rekomendasi dan/atau teguran Regulator terkait pelaksanaan Tata Kelola Konglomerasi
Keuangan;
b. melakukan evaluasi pelaksanaan penerapan prinsip kehati-hatian pada Konglomerasi Keuangan.
5. Pengawasan pemenuhan sumber daya pada setiap Anggota Konglomerasi Keuangan antara lain melalui pemberian arahan dan evaluasi atas support
sumber daya kepada Anggota Konglomerasi Keuangan
Komite Kredit Mengevaluasi dan atau memutuskan permohonan kredit untuk jumlah dan atau jenis kredit tertentu yang ditetapkan oleh Direksi. Masing-masing komite kredit terdiri dari jajaran fungsi
risiko dan fungsi bisnis. Struktur dan anggota komite
kredit sesuai delegasi kewenangan kredit yang berlaku.
Page 166
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 166
Tata Kelola
Pengawasan Audit Struktur Remunerasi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Pengalaman dan Independensi Komite Audit Kebijakan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi di BRI mengatur pemberian remunerasi dalam
BRI berkomitmen untuk memperkuat tata kelola perusahaan melalui struktur yang transparan dan bentuk remunerasi yang bersifat tetap dan variabel.
independen, termasuk dalam pengelolaan Komite Audit. Komite Audit di BRI memiliki independensi
yang kuat, dengan 100% anggota komite audit yang independen. Selain itu, anggota komite juga Remunerasi Tetap
memiliki keahlian dan pengalaman di industri keuangan dan perbankan. Untuk meningkatkan Pada remunerasi tetap, komponennya mencakup antara lain gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas
pengalaman dan keahlian anggota Komite Audit, BRI menyelenggarakan sejumlah pelatihan agar maupun elemen lain yang bersifat tetap yang diberikan kepada seluruh Dewan Komisaris dan
tugas pengawasan terhadap laporan keuangan dan risiko yang dihadapi oleh perusahaan dapat Direksi sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Proporsi besaran remunerasi
dijalankan optimal, mendukung fungsi pengawasan Dewan Komisaris. Informasi lengkap mengenai tetap bersifat proporsional terhadap besaran Direktur Utama, yaitu Wakil Direktur Utama sebesar
keanggotaan Komite Audit, termasuk jabatan serta keberagaman pengalaman dan keahlian terdapat 90% dan anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari Direktur Utama. Sementara proporsi besaran
pada bab Tata Kelola Perusahaan di Laporan Tahunan BRI 2025. Komisaris Utama ditetapkan sebesar 45% dari Direktur Utama, Wakil Komisaris Utama sebesar
42,5% dari Direktur Utama dan anggota Dewan Komisaris ditetapkan sebesar 90% dari Komisaris
Pengawasan Remunerasi Utama. [GRI 2-21]
Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi[GRI 2-18][GRI 2-19][GRI 2-20][GRI 2-21]
BRI memiliki Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi yang disusun berdasarkan: Remunerasi Variabel
Sedangkan dalam memberikan remunerasi yang bersifat variabel, perusahaan memperhatikan
1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)Nomor 45/POJK.03/2015 dan SE OJK Nomor 40/ prinsip kehati-hatian yang mempertimbangkan capaian kinerja berbasis Key Performance Indicators
SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum; (KPI), kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, keberlanjutan kinerja jangka panjang Bank
2. POJK Nomor 18/ POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum; sebagai bagian pengelolaan kinerja yang dikaitkan dengan risiko. Komponen remunerasi variabel
3. POJK Nomor 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bank Umum; serta mencakup antara lain bonus, remunerasi variabel/insentif kinerja yang dapat diberikan dalam
4. Peraturan Menteri BUMN No.PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia bentuk tunai maupun saham. Remunerasi variabel dapat diberikan berdasarkan pencapaian kinerja,
Badan Usaha Milik Negara. sebagai berikut.
Dalam implementasinya, Dewan Komisaris telah membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi Insentif Jangka Pendek (Short Time Insentive/STI)
untuk mendukung pelaksanaan tugas remunerasi dan nominasi bagi anggota Direksi dan Dewan Insentif jangka pendek yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi sesuai putusan Rapat
Komisaris. Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam pengesahan laporan tahunan. STI diberikan sebagai
bentuk dorongan dalam upaya pencapaian kinerja tahunan yang optimal. Besaran STI diberikan
Prosedur Remunerasi [GRI 2-20] dengan mempertimbangkan pencapaian hasil kinerja tahunan sesuai dengan penetapan Key
Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi BRI mengacu pada peraturan yang Performance Indicator (KPI) kolegial dan tujuan jangka pendek perusahaan.
ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN),
serta praktik bisnis yang mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kinerja Bank. Kebijakan ini Insentif Jangka Panjang (Long Term Incentives/LTI)
mencakup komponen remunerasi tetap dan remunerasi variabel. Long Term Incentives (LTI) merupakan insentif jangka panjang yang diberikan kepada Dewan
Komisaris dan Direksi sesuai putusan RUPS dalam pengesahan laporan tahunan. Pemberian LTI
Dalam menetapkan besaran remunerasi, BRI mempertimbangkan antara lain kinerja individu dan bertujuan untuk dapat menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainability) serta
kinerja Bank secara keseluruhan, tingkat tanggung jawab masing-masing jabatan, serta kesesuaian pengelolaan risiko yang berkesinambungan. Besaran LTI diberikan dengan memperhitungkan
dengan praktik industri perbankan yang berlaku secara umum. Kebijakan remunerasi ini sejalan capaian KPI tambahan yang bersifat target jangka panjang dan diperjanjikan selama jangka waktu
dengan prinsip GCG, di mana struktur dan besaran remunerasi ditetapkan melalui mekanisme yang tertentu atas persetujuan RUPS/Seri A. Remunerasi tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan
transparan dan akuntabel dengan mempertimbangkan rekomendasi Komite Nominasi dan pencapaian visi, misi dan strategi jangka panjang perusahaan. Pemberian LTI diatur dengan tata
Remunerasi serta persetujuan dari pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku. kelola khusus yang di antaranya mengatur periode kinerja (vesting period) dan periode
penangguhan (holding period) tertentu yang selanjutnya diberikan sesuai dengan hasil pencapaian
kinerja jangka panjang.
Page 167
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 167
Tata Kelola
Remunerasi variabel diberikan dalam bentuk saham bagi anggota Direksi dan anggota Dewan
Komisaris Non Independen, serta dalam bentuk tunai untuk Komisaris Independen. Dalam hal
terjadinya kondisi khusus tertentu, perusahaan dapat menunda pemberian remunerasi yang bersifat
variabel yang ditangguhkan (malus) atau menarik kembali remunerasi yang bersifat variabel yang
sudah dibayarkan (clawback) kepada pihak yang telah ditetapkan menjadi Material Risk Takers
(MRT). Penyesuaian pembayaran Remunerasi Variabel yang ditangguhkan (malus) dilakukan
apabila terjadi kondisi berupa:
1. terbukti secara hukum terdapat penyalahgunaan jabatan dan/atau wewenang dan/atau
melakukan tindak pidana oleh Penerima Remunerasi Variabel yang ditangguhkan, yang
mengakibatkan timbulnya kerugian bagi Perusahaan;
2. restatement/penyajian kembali laporan keuangan Perusahaan yang menjadi dasar penetapan
pemberian Remunerasi Variabel;
3. peringkat risiko pada triwulan terakhir sebelum waktu pelaksanaan Remunerasi Variabel yang
ditangguhkan adalah peringkat 4 (Moderate to High) atau lebih buruk;
4. komitmen laba dan dividen sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan
(RJPP)/Corporate Plan periode yang terkait tidak tercapai;
5. RUPS Tahunan memutuskan menolak pertanggungjawaban Direksi dan/atau Dewan Komisaris
atas kinerja Perusahaan untuk tahun buku yang diputuskan dalam RUPS Tahunan; dan
6. pertimbangan lain yang dipandang penting oleh RUPS.
Dalam hal penarikan kembali Remunerasi Variabel yang sudah dibayarkan (clawback) dilakukan
apabila terjadi kondisi berupa:
1. terbukti secara hukum terdapat penyalahgunaan jabatan dan/atau wewenang dan/atau
melakukan tindak pidana oleh penerima Remunerasi Variabel yang ditangguhkan, yang
mengakibatkan timbulnya kerugian bagi Perusahaan;
2. restatement/penyajian kembali laporan keuangan Perusahaan yang menjadi dasar penetapan
pemberian Remunerasi Variabel;
3. peringkat risiko pada triwulan terakhir sebelum waktu pelaksanaan Remunerasi Variabel yang
ditangguhkan adalah peringkat 4 (Moderate to High) atau lebih buruk;
4. RUPS Tahunan memutuskan menolak pertanggungjawaban Direksi dan/atau Dewan Komisaris
atas kinerja Perusahaan untuk tahun buku yang diputuskan dalam RUPS RUPS Tahunan; dan
5. pertimbangan lain yang dipandang penting oleh RUPS.
Melalui struktur remunerasi yang terstruktur, BRI berkomitmen untuk memberikan kompensasi yang
adil dan kompetitif yang tidak hanya menghargai pencapaian kinerja jangka pendek tetapi juga
mendukung tujuan keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Kebijakan ini juga mengutamakan
prinsip-prinsip tata kelola yang baik dengan sistem pengawasan yang transparan, memastikan
bahwa semua pihak memenuhi syarat/eligibility dan mengikuti aturan yang ditetapkan secara jelas
serta konsisten. Informasi lengkap terkait manajemen kerja dan sistem kompensasi Dewan
Komisaris dan Direksi dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan BRI 2025.
Page 168
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 168
Tata Kelola
Praktik Remunerasi
Sesuai keputusan RUPS Tahunan 2025, besar renumerasi ditetapkan untuk Dewan Komisaris dan Direksi ialah sebagai berikut.
Komponen Remunerasi Masing-Masing Dewan Komisaris
No. Nama Honorarium Tunjangan Transport THRK Pengobatan Tantiem Setelah Pajak Premi Asuransi Purna Jabatan
1 Kartika Wirjoatmodjo √ √ √ √ - √
2 Parman Nataatmadja* √ √ - √ - √
3 Awan Nurmawan Nuh √ √ √ √ - √
4 Edi Susianto* √ √ - √ - √
5 Lukmanul Khakim* √ √ - √ - √
6 Helvi Yuni Moraza* √ √ - √ - √
7 Rofikoh Rokhim** √ √ √ √ - √
8 Rabin Indrajad Hattari** √ √ √ √ - √
9 Dwi Ria Latifa** √ √ √ √ - √
10 Heri Sunaryadi** √ √ √ √ - √
11 Nurmaria Sarosa** √ √ √ √ - √
12 Agus Riswanto** √ √ √ √ - √
13 Paripurna P. Sugarda** √ √ √ √ - √
14 Haryo Baskoro Wicaksono** √ √ √ √ - √
* (Diangkat sebagai Dewan Komisaris BRI dalam RUPST pada tanggal 24 Maret 2025)
** (Diberhentikan sebagai Dewan Komisaris BRI dalam RUPST pada tanggal 24 Maret 2025)
Page 169
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 169
Tata Kelola
Komponen Remunerasi Masing-Masing Direksi
No. Nama Gaji THRK Tantiem Setelah Pajak Tunjangan Perumahan Pengobatan Premi Asuransi Purna
1 Sunarso** √ √ - √ √ √
2 Catur Budi Harto** √ √ - √ √ √
3 Agus Noorsanto*** √ √ - √ √ √
4 Handayani** √ √ - √ √ √
5 Amam Sukriyanto** √ √ - √ √ √
6 Arga Mahanana Nugraha** √ √ - √ √ √
7 Agus Sudiarto** √ √ - √ √ √
8 Viviana Dyah Ayu Retno K. √ √ - √ √ √
9 Supari** √ √ - - √ √
10 Ahmad Solichin Lutfiyanto*** √ √ - √ √ √
11 Agus Winardono** √ √ - √ √ √
12 Andrijanto** √ √ - √ √ √
13 Hery Gunardi* √ - - √ √ √
14 Hakim Putratama* √ - - √ √ √
15 Riko Adythia* √ - - √ √ √
16 Aquarius Rudianto* √ - - √ √ √
17 Farida Thamrin* √ - - √ √ √
18 Akhmad Purwakajaya* √ - - √ √ √
19 Alexander Dippo Paris Y. S.* √ √ - √ √ √
20 Nancy Adistyasari *) ***) √ - - √ √ √
21 Mucharom *) ***) √ - - √ √ √
22 Saladin Dharmanugraha Effendi* √ - - √ √ √
23 Achmad Royadi**** √ - - - - -
24 Ety Yuniarti**** √ - - - - -
25 Mahdi Yusuf**** √ - - - - -
26 Aris Hartanto**** √ - - - - -
Keterangan:
*) Diangkat sebagai Direksi BRI dalam RUPST pada tanggal 24 Maret 2025
**) Diberhentikan dengan hormat sebagai Direksi BRI dalam RUPST pada tanggal 24 Maret 2025
***) Diberhentikan dengan hormat sebagai Direksi BRI dalam RUPSLB pada tanggal 17 Desember 2025
****) Diangkat sebagai Direksi BRI dalam RUPSLB pada tanggal 17 Desember 2025
Page 170
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 170
Tata Kelola
Pengawasan Nominasi [GRI 2-10] Adapun proses nominasi anggota Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan melalui Surat Keputusan
Penunjukan Dewan Komisaris dan Direksi berlangsung pada Rapat Umum Pemegang Saham NOKEP:07- KOM/BRI/07/2015, tanggal 28 Juli 2015 dengan kebijakan umum sebagai berikut:
(RUPS). Setelah diangkat untuk satu periode jabatan (hingga pelaksanaan Rapat Umum Pemegang 1 2 3
Saham Tahunan ke lima), anggota Dewan Komisaris dan Direksi dapat diangkat kembali untuk satu Dewan Komisaris proses nominasi bagi calon anggota Proses nominasi bagi
kali periode jabatan selanjutnya selama maksimal lima tahun. Prosedur pemilihan bakal calon memiliki kewenangan Direksi dilakukan untuk kandidat calon anggota Dewan
anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi diatur sebagai berikut: untuk mengusulkan calon yang berasal dari internal Bank, Komisaris dilakukan
anggota Direksi dan/atau dengan ketentuan sebagai berikut: untuk kandidat yang
1 2 3 Dewan Komisaris Bank Anggota Direksi yang masa berasal dari anggota
jabatannya akan berakhir tetapi Dewan Komisaris yang
Komite Nominasi dan Direksi menyampaikan daftar KNR melakukan penyaringan masih dapat diangkat kembali masa jabatannya akan
Remunerasi (KNR) melalui Top Talent berdasarkan administrasi dan sebagai anggota Direksi; berakhir tetapi masih
surat Dewan Komisaris Talent Management System seleksi/wawancara terhadap
pejabat satu tingkat di bawah Direksi dapat diangkat kembali
meminta kepada Direksi BRI, hasil assessment Bakal Calon Pengurus yang
atau pejabat yang memiliki prestasi sebagai anggota
Daftar Top Talent BRI lembaga independen dan diusulkan
luar biasa; Dewan Komisaris;
hasil rapat Talent Committee
Direksi dari perusahaan afiliasi atau
BRI
perusahaan patungan
5 4
Dalam proses nominasi, Komite Untuk calon anggota Direksi dan/atau anggota Dewan
diwakili oleh Ketua Komite. Jika Komisaris yang bukan merupakan pejabat satu tingkat di
Ketua Komite berhalangan hadir, bawah Direksi maupun Direksi Anak Perusahaan, proses
posisinya dapat digantikan oleh nominasi dilakukan melalui Tim yang dibentuk oleh
6 5 4
salah satu anggota Komite yang Pemegang Saham Seri A Dwiwarna. Tim ini bertanggung
Dewan Komisaris Dewan Komisaris Berdasarkan seleksi berasal dari Komisaris jawab untuk menetapkan kandidat yang akan diusulkan
menyampaikan daftar melakukan rapat untuk dan hasil rapat, KNR Independen; dalam Rapat Umum Pemegang Saham;
Calon kepada menetapkan calon Pengurus menyampaikan
Pemegang Saham Seri yang akan diusulkan kepada rekomendasi Bakal
A Dwiwarna dan/atau Pemegang Saham Seri A Calon Pengurus kepada
Cluster Talent Dwiwarna dan/atau Cluster Dewan Komisaris 6 7
Committee Talent Committee
Keputusan ini sekaligus memberikan mandat Ketua Komite atau Komisaris
kepada Ketua Komite atau Komisaris Independen Independen yang mewakili Komite wajib
untuk: menghindari benturan kepentingan
(conflict of interest) serta menjaga
mewakili Komite sebagai anggota Tim Penilai yang independensinya.
dibentuk oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna;
memberikan rekomendasi atas calon anggota
Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris dengan
7 8 9 10 mempertimbangkan aspek integritas, kompetensi,
serta reputasi keuangan calon;
Pemegang Saham Seri A Penetapan Uji kemampuan Penetapan tanggal
Dwiwarna BP BUMN Calon Pengurus dan kepatutan efektif sebagai
mengusulkan calon dalam dalam RUPS Pengurus Pengurus Pengawasan Risiko Tata Kelola
RUPS melalui kuasa Perseroan/
Pemegang Saham Seri A Perusahaan. Penerapan manajemen risiko oleh BRI mendukung pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional
Dwiwarna yang sehat serta bertanggung jawab. Selain memastikan kepatuhan, BRI mengelola dan membuat
keputusan berdasarkan Kebijakan Manajemen Risiko (KMNR), yang disusun dengan mengacu pada
regulasi serta praktik terbaik (best practices) di industri. KMNR memuat dasar-dasar kebijakan dan
berfungsi sebagai pedoman utama serta peraturan tertinggi dalam manajemen risiko. Kebijakan ini
menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan, prosedur, dan pedoman terkait manajemen risiko,
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Page 171
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 171
Tata Kelola
Pengendalian Kepemilikan dan Hak Pemegang Saham Hak Pemegang Saham dan Partisipasi dalam Pemungutan Suara
BRI berkomitmen untuk menjaga tata kelola perusahaan yang transparan dan seimbang, dengan BRI berkomitmen untuk memastikan hak pemegang saham terjamin melalui mekanisme yang
memperhatikan hak-hak pemegang saham. Struktur kepemilikan perusahaan melibatkan pemegang transparan dan inklusif. Pemegang saham Seri A Dwiwarna dan Saham Seri B mempunyai hak yang
saham pengendali, namun kami memastikan bahwa kepentingan pemegang saham minoritas tetap sama dan setiap 1 (satu) saham memberikan 1 (satu) hak suara. Kepemilikan Saham Seri A Dwiwarna
terlindungi melalui kebijakan yang adil. dan Seri B terbanyak tersebut memberikan hak istimewa kepada pemerintah sebagai pemegang
saham utama.
BRI terus berupaya meningkatkan transparansi dalam pemilihan direksi dan akses proksi, memberi
kesempatan lebih besar bagi pemegang saham untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Pemegang saham dapat memanggil rapat khusus dengan memegang 10% dari hak suara yang
Dengan begitu, pengambilan keputusan tetap mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku beredar, serta mengajukan mata acara rapat dalam RUPS Tahunan. Selain itu, pemegang saham
kepentingan. juga dapat menyetujui keputusan perusahaan melalui persetujuan tertulis (Act by Written Consent)
sehingga memungkinkan proses pengambilan keputusan yang lebih fleksibel.
Struktur Kepemilikan Saham
BRI memastikan pengawasan eksekutif yang baik dengan memberikan pemegang saham
0,00%*
Keterangan: Pada 31 Desember 2025, Negara RI memiliki 1 Saham Seri A
Dwiwarna melalui Badan Pengaturan BUMN dan 80.610.976.875 Saham
Seri B melalui PT Danantara Asset Management (Persero). kemampuan untuk meninjau dan menyetujui kebijakan kompensasi eksekutif. Meskipun tidak
Negara RI Melalui BP BUMN[OJK C.3c] beroperasi di pasar yang mewajibkan Say On Pay, BRI tetap berkomitmen untuk mendengarkan
pandangan pemegang saham dalam hal ini.
53,19% 46,81%
PT Danantara Asset Mekanisme Pengendalian dan Ketentuan Pengambilalihan
Management (Persero)[OJK Publik [OJK C.3c]
C.3c] PT Danantara Asset Management (Persero) merupakan pemegang saham utama dan pengendali
BRI dengan kepemilikan sebesar 53,19%. Sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 19 Tahun
PT Danantara Asset Management (Persero) memiliki saham mayoritas BRI sehingga memiliki hak 2003 tentang BUMN, Pemerintah juga memegang satu lembar Saham Seri A Dwiwarna yang
suara yang memberi pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Namun memberikan hak strategis tertentu, terutama dalam menjaga keselarasan visi Bank dengan
demikian, BRI memastikan bahwa pengambilan keputusan mencerminkan kepentingan negara, pembangunan nasional.
dengan tetap mengutamakan transparansi dan keberlanjutan dalam pengelolaan perusahaan.
Meski tidak memiliki direksi independen, BRI tetap menjaga struktur tata kelola perusahaan yang Meskipun demikian, BRI memastikan bahwa struktur tersebut tidak membatasi hak pemegang
efisien dan berorientasi pada jangka panjang. saham publik. Setiap keputusan strategis dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) yang transparan, di mana setiap saham Seri B memiliki hak suara yang setara (One
Pada periode berikutnya, BRI berupaya melakukan perbaikan dalam aspek tata kelola independen Share, One Vote). Sementara Kepentingan pemegang saham minoritas dilindungi secara ketat
untuk memastikan bahwa keberagaman suara dan kontrol yang lebih seimbang dapat terwujud di melalui keberadaan Komisaris Independen yang mewakili 50% dari total anggota Dewan Komisaris,
dalam struktur dewan perusahaan, serta meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap guna memastikan pengawasan yang objektif.
keberlanjutan dan transparansi perusahaan.
Terkait ketentuan pengambilalihan, BRI berkomitmen untuk menjaga efisiensi mekanisme pasar dan
Kepemilikan Saham oleh Direksi[GRI 2-19][GRI 2-20] tidak menerapkan hambatan buatan terhadap dinamika kepemilikan saham. Bank memastikan tidak
BRI mengatur ketentuan kepemilikan saham oleh Direksi dalam SE.09.c-DIR/KEP/03/2023 tanggal ada ketentuan pengambilalihan (anti-takeover provisions) yang dapat menghalangi transaksi
31 Desember 2024 mengenai Penerapan Good Corporate Governance. Hal tersebut mencerminkan perubahan kendali yang wajar. Prosedur pengambilalihan sepenuhnya tunduk pada regulasi pasar
komitmen BRI atas manajemen yang bertanggung jawab dan upaya peningkatan nilai Perusahaan modal Indonesia, salah satunya mencakup mekanisme Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender
dalam jangka panjang. Offer) yang memberikan perlindungan harga dan hak keluar yang adil bagi pemegang saham
minoritas saat terjadi perubahan pengendali.
BRI mendorong Direksi untuk memiliki saham BRI selama masa jabatannya, termasuk melalui
pemberian insentif jangka pendek (STI). Per 31 Desember 2025, kepemilikan saham oleh dua BRI memastikan keberadaan Saham Seri A Dwiwarna merupakan ketentuan hukum yang bersifat
anggota Dewan Komisaris tercatat sebanyak 2.390.500 lembar. Adapun kepemilikan saham oleh strategis untuk keselarasan visi nasional dan tidak ditujukan untuk menghambat efisiensi mekanisme
Direksi sebesar 6.357.698 lembar, termasuk saham Direktur Utama sebanyak 435.000 lembar. pasar saham atau likuiditas investasi publik.
Page 172
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 172
Tata Kelola
Tata Kelola Keberlanjutan Tugas dan Tanggung Jawab Komite ESG:[GRI 2-12] [GRI 2-13] [GRI 2-14] [GRI G4 FS12]
1. menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi
BRI memperkuat tata kelola ESG dengan menerbitkan Surat Edaran Direksi mengenai Kebijakan dan kebijakan atau tata kelola (governance), parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL yang telah
Strategi Keberlanjutan (Sustainability Policy and Strategy) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. disusun oleh Unit Kerja terkait yang kemudian diusulkan oleh Tim Penunjang Komite;
Sejak 2021, BRI telah menetapkan tata kelola ESG untuk secara langsung memantau kinerja dan 2. menetapkan program kerja yang termasuk kategori inisiatif ESG dan inisiatif TJSL berdasarkan
pengungkapan ESG perusahaan. Tata kelola ESG tersebut diwujudkan melalui pembentukan Komite rekomendasi Tim Penunjang Komite;
Environmental, Social & Governance (ESG) berlandasarkan Surat Keputusan NOKEP. 102-DIR/ 3. menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi
PPM/01/2024 tanggal 10 Januari 2024, yang mencabut NOKEP. 872-DIR/PPM/06/2022 tanggal 2 program kerja yang masuk ke dalam parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL serta pelaporan
Juni 2022. data dan informasi terkait ESG;
4. menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review terkait laporan ESG Rating, Investor
Pengawasan Dewan concerns atau Pihak Ketiga lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI;
Penanggung Jawab Keberlanjutan[OJK E.1] [GRI 2-12] 5. menetapkan isu material dan hasil laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga
Komite ESG di BRI diketuai oleh Direktur Utama yang didukung oleh Wakil Direktur Utama, sejumlah lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI;
Direktur lainnya, dan divisi terkait, sebagaimana dijelaskan pada tabel berikut ini. 6. menyetujui rencana tindak lanjut atas hasil review dan evaluasi untuk kemudian dapat diusulkan
menjadi program kerja baru yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Kerja terkait; serta
Komite ESG 7. menyetujui dan memberikan arahan isu terkait ESG dan TJSL, termasuk peraturan perundang-
undangan, inisiatif global, praktik bisnis, serta informasi penting lain terkait ESG dan TJSL.
Hak Suara
Struktur Keanggotaan Jabatan
(Voting) Selain memiliki Komite ESG, BRI membentuk ESG Group yang berada di bawah supervisi Direktur
Direktur Utama Ketua Legal & Compliance dan Wakil Direktur Utama. Grup ini bertanggung jawab untuk memantau kinerja
dan implementasi keuangan berkelanjutan serta pengelolaan dampak terkait aspek ekonomi,
Wakil Direktur Utama Ketua Pengganti (Merangkap anggota tetap dengan lingkungan, dan sosial, serta mengkoordinasikan kebijakan keberlanjutan dan perubahan iklim di
hak suara) tingkat perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya, ESG Group bekerja sama erat dengan tim
Group Head ESG atau Unit Kerja Sekretaris (Merangkap anggota tetap tanpa hak
manajemen risiko dan berkoordinasi dengan semua unit kerja terkait.
Pengelola ESG suara)
Grup ESG melaporkan kinerja ESG secara langsung kepada Direksi melalui Komite ESG. Secara
Anggota Tetap dengan Hak Suara berkala, laporan ini juga disampaikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris melalui Rapat Direksi
Direktur Finance & Strategy Anggota Tetap dan Rapat Gabungan Direksi-Dewan Komisaris serta diungkapkan dalam Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS). Selain pelaporan, Grup ESG juga berperan penting dalam merumuskan kebijakan,
strategi, dan tujuan yang selaras dengan komitmen BRI terhadap pembangunan berkelanjutan. [OJK
Direktur Corporate Banking Anggota Tetap
E.1][GRI 2-9][GRI 2-12][GRI 2-13][GRI 2-24][GRI G4 FS12]
Direktur Network & Retail Funding Anggota Tetap
SEVP Wholesale Risk Anggota Tetap
Anggota Tidak Tetap dengan Hak Suara
Seluruh Direktur/SEVP Bidang Terkait Anggota Tidak Tetap
Anggota Tetap Tanpa Hak Suara
Direktur Human Capital & Compliance Anggota Tetap
Page 173
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 173
Tata Kelola
Pengembangan Kapasitas untuk Penerapan Keuangan Berkelanjutan Dewan Komisaris BRI periode 24 Maret 2025 s.d 31 Desember 2025:
BRI terus berupaya meningkatkan pengetahuan kolektif, keterampilan, dan pengalaman badan tata
Nama Jabatan Jenis Pelatihan dan Pelaksanaan Penyelenggara
kelola tertinggi mengenai pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam penerapan keuangan Materi Pengembangan
berkelanjutan. Pada tahun 2025, Dewan Komisaris dan Direksi telah mengikuti sejumlah program Kompetensi / Pelatihan
pengembangan kapasitas guna mendukung pelaksanaan tugas secara efektif. [OJK E.2] [GRI 2-17] Kartika Komisaris Utama Refreshment Manajemen Jakarta, 27 BARa
Wirjoatmodjo Risiko Level 7 November 2025
Dewan Komisaris BRI periode 1 Januari 2025 s.d 24 Maret 2025:
Parman Wakil Komisaris Pendidikan Manajemen Jakarta, 23-25 April LSPP
Nama Jabatan Jenis Pelatihan dan Materi Pelaksanaan Penyelenggara Nataatmadja Utama/Independen Risiko Level 6 2025
Pengembangan
Awan Komisaris Pendidikan Manajemen Jakarta, 27 BARa
Kompetensi / Pelatihan
Nurmawan Nuh Risiko Level 6 November 2025
Kartika Komisaris Utama Risk Management Jakarta, 27 BARa (Bankers
Wirjoatmodjo Refresher Program November 2025 Association for Risk Edi Susianto Komisaris Pendidikan Manajemen Jakarta, 23-25 April LSPP
Jenjang 7 Management) Independen Risiko Level 6 2025
Rofikoh Rokhim Wakil Komisaris North Carolina, 16 Fuqua School of Helvi Yuni Komisaris Pendidikan Manajemen Jakarta, 23-25 April LSPP
Leading Global Business Moraza Risiko Level 6 2025
Utama/Komisaris Strategy - 19 Februari 2025 Business, Duke
Independen University Pembekalan dan
Jakarta, 23 dan 30
Sertifikasi Manajemen Corpu dan LSPP
Rabin Indrajad Komisaris Sertifikasi Manajemen Jakarta, 6 Februari Corpu dan LSPP April 2025
Lukmanul Komisaris Risiko Jenjang 6
Hattari Risiko Jenjang 6 2025
Khakim Independen Pembekalan dan
Jakarta, 15
Sertifikasi Manajemen BSMR
Dwi Ria Latifa Komisaris Massachusetts, 10 MIT Sloan School of Desember 2025
Leading the AI-Driven Risiko Jenjang 7
Independen Organization - 14 Februari 2025 Management
Heri Sunaryadi Komisaris Jakarta, 6 Februari Corpu dan LSPP Pengembangan Kompetensi Direksi
Sertifikasi Manajemen
Independen Risiko Jenjang 6 2025 Jenis Pelatihan dan Materi
Nama Jabatan Pengembangan Kompetensi/ Pelaksanaan Penyelenggara
Pelatihan
Sertifikasi Manajemen Jakarta, 24 Januari
Corpu dan LSPP BARa (Bankers
Risiko Jenjang 6 2025 Risk Management Refresher Jakarta, 27
Hery Gunardi Direktur Utama Association for Risk
Nurmaria Komisaris Program Jenjang 7 November 2025
Management)
Sarosa Independen
Leading the AI-Driven Massachusetts, 10 MIT Sloan School BARa (Bankers
Organization - 14 Februari 2025 of Management Viviana Dyah Wakil Direktur Risk Management Refresher Jakarta, 27
Association for Risk
Ayu R. K. Utama Program Jenjang 7 November 2025
Management)
Komisaris Sertifikasi Manajemen Jakarta, 6 Februari Direktur
Agus Riswanto Corpu dan LSPP Alexander Pembekalan dan Sertifikasi Jakarta, 20–21
Independen Risiko Jenjang 6 2025 Commercial LSPP
Dippo Paris Y S Management Risiko Jenjang 7 April 2025
Banking
Parpurna LSPP
Komisaris Sertifikasi Manajemen Jakarta, 6 Februari Pembekalan dan Sertifikasi Jakarta, 23–24
Poerwoko Corpu dan LSPP
Independen Risiko Jenjang 6 2025 Management Risiko Jenjang 7 Desember 2025
Sugarda Direktur
Aris Hartanto Consumer
Risk Management BARa (Bankers Banking Jakarta, 15 PT Danareksa Asset
Awan Jakarta, 27 Program Pembelajaran Bersama
Komisaris Refresher Program Association for Risk Oktober 2025–16 Management (Persero)
Nurmawan Nuh November 2025 Cornell University
Jenjang 6 Management) Desember 2025 (Danantara Indonesia)
Wharton School, Direktur BARa (Bankers
Haryo Baskoro Komisaris Private Equity: Investing Philadelphia, 2-7 Risk Management Refresher Jakarta, 27
University of Riko Adythia Corporate Association for Risk
Wicaksono Independen and Creating Value Februari 2025 Program Jenjang 7 November 2025
Pennsylvania Banking Management)
Page 174
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 174
Tata Kelola
Jenis Pelatihan dan Materi
Nama Jabatan Pengembangan Kompetensi/ Pelaksanaan Penyelenggara
Pelatihan
Seminar Refreshment Program BARa (Bankers
Jakarta, 28
Sertifikat Manajemen Risiko Association for Risk
Achmad Direktur Finance Agustus 2025
Jenjang 7 Management)
Royadi & Strategy
Jakarta, 19–21
Training Basic Insurance LPMA-STMA Trisakti
November 2025
Saladin
Direktur BARa (Bankers
Dharma Risk Management Refresher Jakarta, 27
Information Association for Risk
Nugraha Program Jenjang 7 November 2025
Technology Management)
Effendi
Direktur
Pembekalan dan Sertifikasi Jakarta, 5–6
Ety Yuniarti Manajemen LSPP
Management Risiko Jenjang 7 Oktober 2025
Risiko
Akhmad Pembekalan dan Sertifikasi Jakarta, 20–21
Direktur Micro LSPP
Purwakajaya Management Risiko Jenjang 7 April 2025
BARa (Bankers
Aquarius Direktur Network Risk Management Refresher Jakarta, 27
Association for Risk
Rudianto & Retail Funding Program Jenjang 7 November 2025
Management)
BARa
Hakim Direktur Refreshment Manajemen Jakarta, 27
(Bankers Association
Putratama Operations Risiko Level 7 November 2025
for Risk Management)
Pembekalan dan Sertifikasi Jakarta, 20–21
LSPP
Direktur Management Risiko Jenjang 7 April 2025
Treasury &
Farida Thamrin
International
Pembekalan dan Uji
Banking Jakarta, 14–18
Kompetensi Dealer Treasury Apuvindo & ACI
April 2025
Advance
BARa
Agus Wakil Direktur Refreshment Manajemen Jakarta, 27
(Bankers Association
Noorsanto Utama Risiko Level 7 November 2025
for Risk Management)
Ahmad Direktur Human BARa
Refreshment Manajemen Jakarta, 27
Solichin Capital & (Bankers Association
Risiko Level 7 November 2025
Lutfiyanto Compliance for Risk Management)
Nancy Direktur Refreshment Manajemen Jakarta, 27 BARa
Adistyasari Consumer Risiko Level 7 November 2025 (Bankers Association
Banking for Risk Management)
Page 175
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 175
Tata Kelola
Metrik dan Target Keberlanjutan Kategori Bobot KPI ESG/C Pencapaian
PPOP Konsolidasi (12%) C 100,7%
Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris[GRI 2-18]
Dewan Komisaris menyusun rencana kerja pada awal tahun dan melaksanakan penilaian mandiri Finansial ROE Tier 1 Konsolidasi (10%) C 98,8%
(self-assessment) sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun berdasarkan realisasi kinerja serta Nilai
Total Shareholder Return (TSR) (8%) C 66,7%
indikator kinerja utama (KPI) yang telah ditetapkan. Hasil penilaian tersebut selanjutnya dilaporkan Ekonomi
dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan. Penilaian kinerja Dewan Komisaris BRI dan Sosial 57% Cost of Credit (CoC) Parent Only (8%) G 98,1%
untuk Operasional
dilakukan secara internal tanpa melibatkan pihak ketiga, dengan mengacu pada ketentuan peraturan CIR Konsolidasi (7%) C 100,0%
Indonesia
perundang-undangan yang berlaku. Proses penilaian tersebut berpedoman pada sejumlah regulasi, Realisasi Penyaluran KUR (7%) S 110,0%
antara lain: Sosial
NPS for Bank (5%) S 110,0%
• Peraturan OJK No. 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum;
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata
CASA Ratio Konsolidasi (5%) C 105,0%
Kelola Perusahaan Terbuka;
Inovasi Model Bisnis 10%
• Surat Edaran OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka; Pertumbuhan rata-rata kredit
dan C 81,9%
Konsumer & SME Parent Only (5%)
• Peraturan OJK No. 4/POJK.03/2016 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
Kepemimpinan Jumlah Pengguna Aktif BRImo (5%) C 110,0%
10%
Hasil evaluasi dan penilaian mandiri atas kinerja Dewan Komisaris beserta komite di bawahnya Teknologi Cyber Security Breach (5%) G 110,0%
menunjukkan bahwa seluruh rencana kerja yang ditetapkan pada awal tahun 2025 telah terealisasi
Environment, Social, Government
dengan skor 101,25. Informasi lebih lanjut mengenai evaluasi Dewan Komisaris disajikan dalam E 100,0%
(ESG) Rating (5%)
Laporan Tahunan BRI 2025.
Disbursement Kredit Ultra Mikro (5%) C 95,4%
Peningkatan Investasi 15%
Evaluasi Kinerja Direksi[GRI 2-18]
Penilaian kinerja Direksi dilakukan berdasarkan KPI Kolegial sesuai dengan ketentuan Peraturan Pembiayaan/Kredit Berkelanjutan
Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Kontrak Manajemen dan Kontrak Manajemen E 101,5%
Parent Only (5%)
Tahunan Direksi BUMN. Evaluasi kinerja Direksi dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dan Pemegang
Saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Proses penilaian atas KPI Pengembangan talenta 8% Human Capital Transformation (8%) S 92,0%
Kolegial Direksi telah melalui tahap tinjauan oleh Kantor Akuntan Publik untuk memastikan
objektivitas dan keandalan hasil penilaian. Deskripsi: (C) Commercial; (E) Environmental; (S) Social; (G) Governance
Page 176
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 176
Tata Kelola
Insentif Berbasis Keberlanjutan di BRI
Komitmen BRI terhadap keberlanjutan dan pengelolaan risiko iklim tercermin melalui penerapan KPI Selain itu, BRI menumbuhkan budaya keberlanjutan di seluruh organisasi melalui Sustainability
dan remunerasi yang dikaitkan dengan keberlanjutan (sustainability-linked KPIs and remuneration), Culture Program (SCP). Program ini memberikan apresiasi kepada Divisi dan Kantor Wilayah yang
dengan aspek lingkungan dan pembiayaan berkelanjutan menjadi bagian dari KPI Kolegial Direksi. berkontribusi aktif dalam implementasi inisiatif ESG, sehingga strategi keberlanjutan dijalankan
Pada tahun 2025, Direksi memiliki target penyaluran pembiayaan berkelanjutan yang secara secara konsisten di seluruh tingkatan organisasi. Unit kerja dengan kinerja terbaik dalam program
langsung dikaitkan dengan sistem remunerasi berbasis kinerja. Pencapaian target tersebut ini memperoleh insentif finansial sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi terhadap pencapaian
digunakan sebagai indikator kinerja kolektif untuk menilai efektivitas kepemimpinan secara target keberlanjutan Perusahaan.
menyeluruh, dan berdampak langsung pada penetapan remunerasi variabel Direksi. Pengaturan ini
merupakan bagian dari insentif manajemen terkait perubahan iklim (climate-related management
incentives), yang memastikan bahwa pengambilan keputusan strategis terkait iklim dan
keberlanjutan terintegrasi dalam sistem insentif eksekutif, sekaligus memperkuat akuntabilitas
manajemen dalam mendukung transisi menuju bisnis berkelanjutan.
BRI menetapkan metrik dan target keberlanjutan sebagai bagian integral dari sistem tata kelola dan
pengelolaan kinerja Perusahaan. Pencapaian target keberlanjutan dipantau melalui Key Performance
Indicators (KPI) Dewan dan Manajemen, yang mencerminkan integrasi prinsip keberlanjutan ke
dalam pengambilan keputusan strategis dan pengawasan kinerja.
Topik Keberlanjutan Pemilik KPI Keterkaitan KPI dengan Remunerasi Variabel
Chief Executive 5% dari evaluasi kinerja tahunan CEO dikaitkan dengan kinerja
Officer Perseroan terkait Peringkat ESG
Anggota Dewan 5% dari evaluasi kinerja tahunan Direksi dikaitkan dengan
Peringkat ESG
Direksi kinerja Perseroan terkait Peringkat ESG
10% dari KPI tahunan ESG Group Head dikaitkan dengan kinerja
ESG Group Head
Perseroan terkait Peringkat ESG
Chief Executive 5% dari evaluasi kinerja tahunan CEO dikaitkan dengan kinerja
Pembiayaan Officer Perseroan terkait Pembiayaan Berkelanjutan
Berkelanjutan Anggota Dewan 5% dari evaluasi kinerja tahunan Direksi dikaitkan dengan
Direksi kinerja Perseroan terkait Pembiayaan Berkelanjutan
Pengurangan Emisi 15% dari KPI tahunan ESG Group Head dikaitkan dengan
ESG Group Head
(Scope 1 & Scope 2) pencapaian pengurangan emisi Scope 1 dan Scope 2 Perseroan
Distribution & 2,5% dari KPI tahunan DSG Group Head dikaitkan dengan
Implementasi Inisiatif
Strategy Group pengurangan emisi Scope 1 dan Scope 2 melalui implementasi
Green Network
Head inisiatif Green Network
Peningkatan Produk 10% dari KPI tahunan ESG Group Head dikaitkan dengan
ESG Group Head
dan Proses ESG peningkatan produk dan proses ESG Perseroan
Implementasi Climate
Risk Management 5% dari evaluasi kinerja tahunan ESG Group Head dikaitkan
ESG Group Head
System (CRMS) dan dengan implementasi CRMS
Analisis Skenario Iklim
Page 177
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 177
Manajemen Risiko
Tata Kelola Risiko dan Risiko Perusahaan
Dewan Komisaris & Direksi Entitas Utama
Tata Kelola Risiko[OJK E.3]
Dewan Komisaris dan Direksi BRI bertanggung jawab atas efektivitas penerapan manajemen risiko
di BRI dan memainkan peran sentral dalam mendukung dan mengawasi keberhasilan Pengawasan Aktif Direksi
Kecukupan Kebijakan,
Prosedur MR & Penetapan
Kecukupan Proses & Sistem Pengendalian
dan Dewan Komisaris Sistemn Informasi MR Intern
implementasinya di seluruh unit kerja. Secara khusus, pemantauan dan pengendalian risiko bank Unit
secara menyeluruh (bank-wide) ditangani oleh Direktur Manajemen Risiko. Sementara Dewan
Komisaris mengevaluasi kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi,
serta menerima laporan profil risiko secara berkala dari manajemen. Melalui evaluasi tersebut,
ditujukan untuk memastikan bahwa Direksi mengelola aktivitas dan risiko BRI secara efektif.
Komite Direksi
Komite Dewan Komisaris Komite Manajemen Risiko
Dewan Komisaris, dibantu oleh Komite Pemantau Manajemen Risiko (KPMR), Komite Tata Kelola Fungsi Pengawasan
Unit Pengelola Risiko &
Terintegrasi, dan Komite Audit melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam mengevaluasi dan Komite Manajemen Risiko Unit Pembuat Kebijakan
Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan,
memastikan penerapan manajemen risiko harus memenuhi unsur-unsur kecukupan prosedur,
Komite Pengendalian
Kebijakan Kredit
Komite
metodologi pengelolaan risiko, dan sesuai dengan praktik terbaik industri. Hal tersebut dilakukan Pemantauan MR
Risiko Kredit Risiko Strategis
agar aktivitas perusahaan tetap dapat terkendali pada batas/limit risiko yang dapat diterima serta Model Tiga Lini
Risiko Pasar Risiko Kepatuhan
memberikan nilai tambah perusahaan. Lini Pertama Lini Kedua Lini Ketiga
BRI
Komite Kredit
Komite Tata Risiko Likuiditas Risiko Reputasi Independent
Dewan Komisaris maupun anggota Komite KPMR memiliki kompetensi dan keahlian, termasuk Kelola Assurance
Unit Bisnis Unit Risiko
Terintegrasi
sertifikasi di bidang Manajemen Risiko sesuai dengan ketentuan. BRI secara konsisten berupaya Risiko Operasional Risiko Intragrup
meningkatkan pengetahuan dan kapasitas anggota Dewan Komisaris melalui program pelatihan Komite Manajemen
Risiko Terintegrasi
Satuan Kerja
Audit Intern
dan pengembangan keahlian di bidang manajemen risiko.[OJK E.2] [GRI 2-17]
Operasional Unit Kepatuhan
Risiko Hukum Risiko Asuransi
Komite Audit
Komite ESG
Risiko Perubahan Iklim
Komite Pemantau Manajemen Risiko (KPMR)
(Lingkungan, Sosial, dan Unit Pengelola Risiko Pengendalian Risiko & Kepatuhan Integrated
Tata Kelola) Assurance
KPMR membantu Dewan Komisaris untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam
mengevaluasi dan memastikan agar penerapan manajemen risiko tetap memenuhi unsur-unsur
kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan risiko. Pengawasan ini memastikan bahwa
aktivitas BRI tetap berada dalam batas risiko yang dapat diterima, serta memperkuat pengendalian Dewan Komisaris
Unit Pengambil Risiko & Unit Pembuat
Direksi Perusahaan Anak Kebijakan Perusahaan Anak
yang efektif terhadap operasional bank. Perusahaan Anak
(Fungsi Pengawasan)
(Komite Manajemen Risiko Perusahaan Anak) Identifikasi, Pengukuran,
Pemantauan, Pengendalian
Komite Manajemen Risiko (KMR)
Sistem Informasi Manajemen Risiko
Komite yang bertanggung jawab atas penyusunan Kebijakan Manajemen Risiko serta perubahannya Perusahaan Anak Komite 1. Risiko Kredit 1. Risiko Strategis
termasuk penerapan kebijakan manajemen risiko, strategi manajemen risiko dan contingency plan
Pemantauan Risiko
2. Risiko Pasar 2. Risiko Kepatuhan Model Tiga Lini
apabila kondisi eksternal tidak normal terjadi. 3. Risiko Likuiditas 3. Risiko Reputasi Lini Pertama Lini Kedua Lini Ketiga
4. Risiko Operasional 4. Risiko Asuransi
Independent
Assurance
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) 5. Risiko Hukum Unit Bisnis Unit Risiko
SKMR BRI merupakan unit kerja yang bersifat independen dari Risk Taking Unit dan SKAI yang
menjalankan fungsi sebagai pembuat kebijakan, strategi dan pedoman manajemen risiko serta Internal Audit Unit
Operasional Unit Kepatuhan
menjalankan fungsi pengawasan secara berkala terhadap Risk Taking Unit.
Satuan Kerja Audit Intern (SKAI)
Unit Pengambil Risiko Terintegrasi Risiko & Kepatuhan Terintegrasi Integrated
Assurance
3 Pillar Monitoring
SKAI memiliki fungsi untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko,
pengendalian internal dan proses governance.
Page 178
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 178
Manajemen Risiko
Proses Manajemen Risiko Perusahaan triwulan, untuk mengevaluasi ketahanan kinerja dan kondisi keuangan Bank dalam menghadapi
BRI menerapkan proses manajemen risiko yang terintegrasi dan berkesinambungan di seluruh unit kondisi pasar yang ekstrem dan tidak normal.[FN-CB-550a.2]
kerja melalui sistem pengendalian internal dalam setiap aktivitas operasional dan bisnis. Setiap unit
kerja bertanggung jawab atas penerapan manajemen risiko mulai dari tahap identifikasi, pengukuran, Simulasi stress-testing ini menggunakan skenario tertentu guna melihat sensitivitas kinerja dan
pemantauan, hingga pengendalian risiko, sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing. kondisi keuangan BRI terhadap perubahan faktor risiko dan mengidentifikasi pengaruh yang
Penerapan manajemen risiko dilakukan dengan mengacu pada model tiga lini (three lines model), berdampak terhadap portofolio, antara lain:
di mana unit pengambil risiko berperan sebagai lini pertama, fungsi kepatuhan dan manajemen
risiko sebagai lini kedua, serta audit internal sebagai lini ketiga. Untuk memastikan konsistensi dan 1. portofolio kredit dan non kredit, untuk melihat risiko gagal bayar (Stress test Risiko Kredit);
efektivitas penerapan manajemen risiko, Direksi menetapkan fungsi manajemen risiko di seluruh 2. portofolio surat berharga dan posisi devisa, untuk melihat risiko akibat perubahan suku bunga
jenjang organisasi, mulai dari Kantor Pusat hingga unit kerja operasional di dalam dan luar negeri. dan nilai tukar (Stress test Risiko Pasar);
3. portofolio aset likuid dan profil liabilitas, untuk melihat risiko likuiditas (Stress test Risiko
Pengelolaan risiko operasional dilaksanakan sesuai dengan kerangka kerja manajemen risiko yang Likuiditas).
berlaku serta mengacu pada ketentuan regulator dan praktik terbaik industri. Proses penilaian risiko
didukung oleh berbagai perangkat dan metodologi, antara lain penilaian risiko dan pengendalian Simulasi ini juga digunakan untuk mengelola risiko sistemik BRI. Hasil stress-testing dimanfaatkan
mandiri, pemantauan indikator risiko utama, pencatatan kejadian kerugian operasional, serta sebagai dasar dalam menilai ketahanan permodalan dan kecukupan likuiditas, serta untuk
penilaian risiko atas produk, proses, dan potensi ancaman operasional. memperkuat perencanaan modal, strategi jangka panjang, dan pengelolaan aktivitas bisnis secara
keseluruhan. Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk mengantisipasi risiko sistemik dan menjaga
Hasil pengelolaan risiko dilaporkan secara berkala kepada manajemen dan pemimpin unit kerja stabilitas keuangan dalam berbagai skenario makroekonomi.
sebagai bagian dari mekanisme pemantauan dan pengambilan keputusan. Laporan risiko mencakup
profil risiko operasional, analisis risiko, serta temuan dan tindak lanjut atas indikasi kejadian risiko, Guna mendukung disiplin pengelolaan risiko, BRI menetapkan risk appetite dan limit risiko yang
guna memastikan risiko dikelola secara efektif dan selaras dengan tingkat toleransi risiko yang mencerminkan tingkat risiko yang dapat diterima, sebagaimana dituangkan dalam Risk Appetite
ditetapkan. Statement (RAS) yang bersifat kuantitatif, kualitatif, dan zero tolerance. Parameter RAS dan limit
risiko ditinjau secara berkala untuk memastikan keselarasan dengan dinamika bisnis dan lanskap
Skenario Manajemen Risiko risiko yang berkembang.
Di sisi tata kelola perusahaan, BRI senantiasa menghadapi dinamika lingkungan seperti pasar dan
regulasi yang terus berkembang, untuk itu disusun skenario manajemen risiko yang mencakup BRI juga melakukan self-assessment atas profil risiko perusahaan sebagai bagian dari pemantauan
aspek-aspek berikut ini. berkelanjutan terhadap tingkat risiko yang dihadapi. Pada triwulan IV 2025, hasil self-assessment
• Penyempurnaan kerangka akuntabilitas seperti penetapan peran dan tanggung jawab bagi tersebut menunjukkan peringkat risiko BRI berada pada tingkat low to moderate, mencerminkan
dewan direksi, eksekutif, dan pekerja untuk memastikan akuntabilitas pengambilan keputusan. kemampuan Bank dalam mengelola risiko secara efektif seiring dengan perkembangan bisnis dan
• Keragaman dan Inklusi dengan mempromosikan keragaman anggota Dewan Komisaris dan dinamika persaingan di sektor perbankan Indonesia. Berdasarkan hasil pengelolaan risiko tersebut,
Direksi untuk menghadirkan perspektif yang beragam dan meningkatkan kualitas pengambilan BRI secara berkelanjutan memantau dan menjaga profil risiko keuangan dan permodalan, termasuk
keputusan. memastikan tingkat leverage yang sehat, kecukupan penyangga modal inti (Tier 1 capital buffer)
• Integrasi Keberlanjutan dengan memasukkan prinsip-prinsip ESG ke dalam tata kelola untuk sesuai profil risiko dan ketentuan yang berlaku, serta memastikan kualitas aset.
mengatasi risiko dan peluang lingkungan, sosial, dan tata kelola.
• Inisiatif Transparansi melalui pengungkapan kinerja keuangan, praktik manajemen risiko, dan Leverage Ratio
kebijakan tata kelola secara teratur kepada para pemangku kepentingan. Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) diterapkan sebagai bagian dari penguatan kerangka permodalan
• Adopsi Teknologi melalui penggunaan perangkat alat digital seperti platform tata kelola. Bank untuk mencegah leverage yang berlebihan dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Rasio
Pengungkit merupakan pengukuran yang lebih sederhana dan tidak berbasis risiko sehingga
Profil Risiko Keuangan dan Permodalan diharapkan dapat memperkuat persyaratan perhitungan modal berbasis risiko (Kewajiban
BRI menerapkan pengelolaan risiko keuangan dan permodalan secara pruden melalui proses Penyediaan Modal Minimum/KPMM). Melalui penerapan Rasio Pengungkit, Bank memastikan
pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko yang terintegrasi. Salah satu instrumen utama struktur permodalan yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam menghadapi potensi tekanan ekonomi
yang digunakan adalah pelaksanaan simulasi stress-testing secara berkala, minimal satu kali setiap maupun volatilitas pasar.
Page 179
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 179
Manajemen Risiko
Tier 1 Capital Buffer
Bank memantau dan mengelola Kecukupan Modal Inti (Tier 1 Capital) secara berkelanjutan sebagai
fondasi ketahanan permodalan. Selain memastikan pemenuhan ketentuan Kewajiban Penyediaan
Modal Minimum (KPMM), Bank juga menjaga capital buffer di atas persyaratan minimum regulator
sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk menyerap potensi kerugian dalam kondisi tekanan
ekonomi.
Asset Quality
Kualitas aset dikelola melalui penerapan manajemen risiko kredit yang disiplin, pemantauan
portofolio secara berkelanjutan, serta pengendalian eksposur risiko. Pendekatan ini dilakukan
untuk menjaga kualitas portofolio, mitigasi potensi penurunan nilai aset, dan mendukung kinerja
keuangan yang berkelanjutan.
Tinjauan dan Audit Risiko
Pengelolaan risiko dan kepatuhan terhadap kerangka manajemen risiko diperkuat melalui kaji ulang
dan audit independen yang dilakukan secara berkala satu kali setahun oleh Satuan Kerja Audit
Internal (SKAI), sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18/POJK.03/2016
tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh penilaian risiko mencakup risiko kredit,
risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko stratejik, dan
risiko kepatuhan, telah dilaksanakan secara memadai. Selain itu, SKAI juga secara berkala
melakukan kegiatan audit untuk setiap level Unit Kerja di BRI. SKAI menyampaikan laporan secara
rutin kepada Direktur Utama dan Komite Audit, dan diketahui oleh Direktur Kepatuhan.
Page 180
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 180
Manajemen Risiko
Emerging and Sustainability Related Risk
BRI menyadari bahwa perubahan lingkungan bisnis, dinamika ekonomi, serta isu keberlanjutan yang berkembang dapat menimbulkan risiko baru maupun memperbesar risiko yang telah ada. Menghadapi
kondisi tersebut, BRI secara proaktif mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko yang bersifat emerging dan terkait dengan keberlanjutan sebagai bagian integral dari kerangka manajemen risiko
perusahaan. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga ketahanan usaha, mendukung pengambilan keputusan yang berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Emerging Risk
Bank menghadapi berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi kinerja dan keberlanjutan usaha di masa mendatang. Berdasarkan hasil kajian, BRI mengidentifikasi dua kategori risiko utama yang diperkirakan
akan berdampak dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Kategori Risiko Deskripsi Risiko Dampak Risiko Tindakan Mitigasi
Geopolitik Ketidakpastian Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, Ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik global yang meningkat BRI mengelola eksposur terhadap risiko makroekonomi dan
Makroekonomi termasuk konflik Rusia-Ukraina dan konflik Israel- dapat memengaruhi BRI melalui beberapa faktor, antara lain: geopolitik global melalui kerangka manajemen risiko
dan Geopolitik Palestina, terus menciptakan ketidakpastian di pasar • volatilitas pasar, termasuk fluktuasi suku bunga dan pasar valuta terpadu yang mencakup risiko pasar, kredit, dan likuiditas.
Global keuangan global dan rantai pasok komoditas. asing yang dapat memengaruhi valuasi instrumen keuangan Langkah mitigasi utama meliputi:
Perkembangan ini berkontribusi terhadap tekanan dalam portofolio treasury BRI;
inflasi yang persisten, volatilitas suku bunga yang • transmisi risiko kredit, khususnya bagi debitur pada sektor • pengelolaan aset dan liabilitas secara aktif untuk
meningkat, serta pemulihan ekonomi yang lebih berorientasi ekspor atau sektor berbasis komoditas yang sensitif mengelola risiko suku bunga dan likuiditas, didukung
lambat di berbagai ekonomi utama dunia. terhadap fluktuasi permintaan global; oleh pengawasan rutin melalui rapat bulanan Asset and
• kondisi pendanaan dan likuiditas, karena tekanan pasar keuangan Liability Committee (ALCO);
Selain itu, pemulihan ekonomi Tiongkok masih tidak global dapat meningkatkan biaya pendanaan dan memengaruhi • diversifikasi portofolio investasi pada berbagai instrumen
merata, dipengaruhi oleh tantangan struktural di akses ke pasar modal; dan penerbit;
sektor properti, melemahnya permintaan domestik, • volatilitas laba akibat potensi perubahan valuasi aset, • pemantauan eksposur kredit sektoral, khususnya bagi
serta eskalasi perang tarif dengan AS. Mengingat pembentukan pencadangan risiko kredit, serta biaya pendanaan. debitur yang sensitif terhadap siklus komoditas global;
peran Tiongkok sebagai mitra dagang utama bagi • pelaksanaan stress testing secara berkala dan analisis
banyak negara berkembang, perlambatan Dinamika tersebut dapat memengaruhi profitabilitas Bank, skenario untuk menilai dampak guncangan
pertumbuhan ekonomi dapat secara tidak langsung pengelolaan permodalan, serta profil risiko pada periode tekanan makroekonomi yang merugikan;
memengaruhi arus perdagangan global dan pasar ekonomi global. • menjaga buffer modal dan likuiditas yang memadai,
komoditas. didukung oleh Risk Appetite Statement BRI dan rencana
pendanaan kontinjensi.
Sebagai institusi keuangan yang beroperasi dalam
perekonomian Indonesia yang terbuka dan terkait Melalui langkah-langkah tersebut, BRI memperkuat
dengan komoditas, BRI dapat terdampak secara tidak ketahanan keuangan dan menjaga stabilitas di tengah
langsung oleh volatilitas makroekonomi global melalui dinamika kondisi makroekonomi global.
portofolio treasury, kondisi pendanaan, serta kinerja
debitur pada sektor-sektor yang sensitif terhadap
permintaan global dan harga komoditas.
Page 181
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 181
Manajemen Risiko
Kategori Risiko Deskripsi Risiko Dampak Risiko Tindakan Mitigasi
Teknologi Disrupsi Perkembangan pesat teknologi keuangan, termasuk Perkembangan pesat teknologi keuangan dapat mengganggu model Untuk mengelola risiko yang muncul, BRI terus memperkuat
Teknologi dari kecerdasan buatan (AI), infrastruktur blockchain, bisnis perbankan tradisional dan mengubah ekspektasi nasabah strategi transformasi digital dan kapabilitas teknologi.
Artificial serta mata uang digital seperti Central Bank Digital terhadap layanan keuangan. Teknologi seperti sistem pembayaran Inisiatif utama meliputi:
Intelligence, Currency (CBDC) dan stablecoin, sedang membentuk berbasis blockchain dan mata uang digital dapat memungkinkan • penguatan ekosistem digital banking BRI, termasuk
Blockchain, kembali lanskap layanan keuangan global. Teknologi transaksi keuangan yang lebih cepat, murah, dan terdesentralisasi di pengembangan BRImo sebagai platform mobile banking
dan Mata Uang ini mendorong munculnya ekosistem keuangan digital luar infrastruktur perbankan konvensional. dan layanan keuangan digital terintegrasi;
Digital yang lebih luas, model keuangan terdesentralisasi • pemanfaatan kecerdasan buatan dan analitik data untuk
(DeFi), serta infrastruktur pembayaran alternatif yang Bagi BRI, perkembangan ini menimbulkan beberapa potensi risiko, meningkatkan pengalaman nasabah, manajemen risiko,
berpotensi menantang peran perantara perbankan antara lain: serta deteksi fraud. BRI menggunakan BRIBRAIN,
tradisional. • risiko disintermediasi, ketika platform keuangan digital alternatif platform AI proprietary Bank yang mendukung fitur
mengurangi ketergantungan pada layanan perbankan tradisional; seperti Pipeline Management, Customer Analytics,
Seiring percepatan inovasi keuangan digital, pemain • tekanan persaingan dari perusahaan fintech dan teknologi yang layanan chatbot, Information Retrieval, dan Content
baru seperti perusahaan fintech dan platform menawarkan produk keuangan berbasis AI dan layanan digital; Generation;
teknologi semakin menawarkan layanan keuangan • kesenjangan adopsi teknologi, apabila keterlambatan dalam • pemantauan perkembangan teknologi blockchain dan
yang bersaing langsung dengan produk dan model mengadopsi teknologi baru melemahkan posisi kompetitif dalam mata uang digital, termasuk potensi implikasinya
distribusi perbankan tradisional. ekosistem keuangan digital; terhadap sistem pembayaran dan intermediasi
• risiko operasional dan keamanan siber akibat potensi keuangan;
penyalahgunaan teknologi atau kerentanan pada infrastruktur • penguatan kerangka kerja keamanan siber dan tata
digital yang berkembang. kelola teknologi guna memastikan ketahanan terhadap
ancaman digital yang terus berkembang.
Jika tidak diantisipasi dengan baik, perkembangan tersebut dapat
memengaruhi akuisisi nasabah, volume transaksi, dan daya saing Melalui inisiatif tersebut, BRI berupaya tetap adaptif
jangka panjang BRI di lanskap keuangan digital Indonesia yang terhadap disrupsi teknologi sekaligus terus menghadirkan
berkembang pesat. layanan keuangan yang aman, inklusif, dan kompetitif.
Risk & Governance Culture
Risk & Governance Culture merupakan landasan pelaksanaan tema budaya nasional BRI One Culture untuk memastikan penerapan manajemen risiko dalam setiap aktivitas perbankan. Melalui budaya ini, BRI
mendorong pelaksanaan nilai-nilai budaya risiko oleh pekerja serta peningkatan kapabilitas dalam pengambilan dan pengelolaan risiko secara bertanggung jawab. Sebagai panduan implementasi bagi Insan
BRILiaN, pada tahun 2023 BRI telah menerbitkan ketentuan Budaya Risiko melalui SE.04-DIR/CTR/01/2023 tanggal 31 Januari 2023 tentang Corporate Culture Buku 2 Budaya Risiko, yang menjadi acuan
dalam mendukung penerapan budaya risiko di seluruh organisasi.
Internalisasi Budaya Kesadaran Risiko
Implementasi budaya risiko didorong melalui program-program internalisasi budaya risiko, antara lain:
1. Culture Activation Program (CAP)
Setiap unit kerja telah menetapkan CAP untuk membentuk perilaku yang dibutuhkan untuk mencapai KPI secara prudent melalui aktivitas yang telah ditetapkan pada CAP.
2. Membangun Risk Awareness Pekerja di Unit Kerja
SKMR secara rutin menyampaikan media risk awareness baik dalam bentuk surat, media infografis, webinar, podcast, e-learning, akun media sosial resmi Bank dan email/WA/sms blast.
3. Empowering Risk Officer
Diperlukan keterlibatan Risk Officer sebagai Tim Penggerak Transformasi dalam menginternalisasi dan memastikan terlaksananya penerapan budaya risiko. Penguatan fungsi MR dilakukan melalui
penyesuaian operasional prosedur serta upgrading pengetahun dan technical skills melalui pendidikan/sosialisasi.
4. Early Detection
Penerapan budaya risiko perlu didukung oleh Early Warning System Tools yang dapat membantu mitigasi maupun mengoreksi kejadian risiko secara lebih dini.
5. Business Process Review
Aktivitas budaya risiko tercermin melalui pelaksanaan operasional prosedur perbankan secara harian. Sehingga diperlukan reviu kecukupan kontrol atas operasional prosedur tersebut.
Page 182
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 182
Our People: Insan BRILiaN
Komitmen Praktik Ketenagakerjaan 5. Abolition of Child Labor and Prevention of Human Trafficking
BRI tidak mentoleransi pekerja anak dalam bentuk apa pun dan menerapkan kebijakan serta uji
BRI berkomitmen penuh untuk menerapkan praktik ketenagakerjaan yang etis, transparan, dan tuntas untuk mencegah keterlibatan anak di bawah umur dalam operasional maupun supply
berkeadilan sebagai fondasi utama dalam mengelola human capital. Komitmen ini merupakan chain. Perusahaan juga berkomitmen mencegah segala bentuk perdagangan manusia, praktik
manifestasi dari kepatuhan Perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berlaku serta rekrutmen yang menyesatkan, maupun pengaturan kerja yang mengancam kebebasan dan
penghormatan terhadap hak-hak dasar pekerja di seluruh lingkup organisasi. keselamatan individu.
Landasan hukum praktik ketenagakerjaan di BRI telah mengacu sepenuhnya pada UU No. 13 Tahun 6. Elimination of Discrimination
2003 tentang Ketenagakerjaan. Sejalan dengan dinamika regulasi nasional, BRI juga telah BRI membangun budaya kerja yang berlandaskan kesetaraan dan inklusi serta melarang segala
mengadopsi dan mengimplementasikan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- bentuk diskriminasi berdasarkan gender, etnis, agama, ras, warna kulit, suku, kelompok sosial,
Undang (Perppu) No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (yang telah ditetapkan menjadi Undang- status sosial, bahasa, pandangan politik, usia, maupun disabilitas. Komitmen ini selaras dengan
Undang) sejak 30 Desember 2022. Praktik ketenagakerjaan di BRI diterapkan oleh seluruh pekerja prinsip International Labour Organization (ILO) Convention No. 111 tentang Diskriminasi dalam
baik pekerja tetap maupun kontrak. BRI berkomitmen pada prinsip-prinsip berikut. Pekerjaan dan Jabatan, kemudian diinternalisasikan melalui Respectful Workplace Policy serta
praktik remunerasi yang menjamin kesetaraan remunerasi untuk pekerjaan dengan nilai yang
1. Respect Freedom of Association sama dan keberagaman di seluruh jenjang organisasi.
BRI menghormati hak setiap individu untuk membentuk, bergabung, atau tidak bergabung
dengan serikat pekerja atau organisasi perwakilan pilihannya tanpa intimidasi maupun
pembalasan. Hak tersebut dijalankan sesuai ketentuan hukum nasional dan standar
ketenagakerjaan internasional guna memastikan kebebasan berserikat yang bertanggung
jawab.
2. Uphold the Rights to Collective Bargaining
BRI mengakui dan menghormati hak atas perundingan bersama sebagai mekanisme untuk
mewujudkan kondisi kerja yang adil dan setara. Komitmen ini diwujudkan melalui Perjanjian
Kerja Bersama sebagai hasil dialog konstruktif antara manajemen dan pekerja, termasuk
pengaturan hak, kewajiban, kesejahteraan, serta perlindungan pekerja secara transparan dan
inklusif.
3. Ensure Workforce Wellbeing
BRI memastikan kesejahteraan tenaga kerja melalui penerapan praktik kerja yang mendukung
keselamatan, martabat, dan kualitas hidup pekerja. Hal ini mencakup perlindungan privasi,
penerapan kesehatan dan keselamatan kerja, pemberian berbayar, pengaturan jam kerja
maksimum, pencegahan lembur berlebihan, serta mekanisme konsultasi dan/atau
pemberitahuan sebelum pelaksanaan pemutusan hubungan kerja massal. BRI juga memastikan
remunerasi yang adil dan setara untuk pekerjaan yang bernilai sama.
4. Elimination of Forced Labor
BRI melarang secara tegas segala bentuk kerja paksa atau kerja wajib. Seluruh pekerja
dipekerjakan secara sukarela dengan kondisi kerja yang adil serta menerima kompensasi yang
memenuhi atau melampaui living wage, sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik kerja
yang bermartabat.
Page 183
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 183
Our People: Insan BRILiaN
Strategi Human Capital dan Tinjauan Pekerja [GRI 3-3] BRI secara berkala memantau dinamika tenaga kerja serta mengidentifikasi berbagai risiko yang
BRI memandang sumber daya manusia sebagai penggerak utama transformasi strategis yang berkaitan dengan retensi talenta dan stabilitas tenaga kerja. Pemahaman terhadap potensi risiko
dikelola melalui strategi Human Capital yang adaptif terhadap dinamika industri perbankan. Strategi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan kapabilitas organisasi serta
ini diwujudkan melalui proses rekrutmen dan pengelolaan human capital yang akuntabel serta kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung kinerja perusahaan. Oleh karena itu, BRI terus
implementasi nilai-nilai Diversity, Equity & Inclusion (DEI). BRI juga memastikan kesejahteraan memperkuat praktik pengelolaan sumber daya manusia secara terstruktur dan berkelanjutan.
pekerja dengan memperhatikan setiap fase perjalanan pekerja hingga masa pensiun guna
menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh Insan Strategi Human Capital
BRILiaN. Seiring dengan dinamika pasar tenaga kerja dan meningkatnya mobilitas talenta di industri alam menyusun strategi manajemen sumber daya manusia (SDM), human capital BRI melakukan
D
keuangan, BRI juga mengidentifikasi sejumlah risiko terkait retensi talenta dan stabilitas tenaga penyelarasan dengan aspirasi dan strategi korporasi. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan
kerja yang dapat memengaruhi keberlanjutan kapabilitas organisasi. peran dan keikutsertaan human capital BRI sebagai fungsi pendukung bisnis (business enabler)
sekaligus sebagai upaya untuk mencapai visi HC BRI. Human capital BRI memiliki beberapa Group
Pengukuran Risiko Pengelolaan Sumberdaya Manusia yang terdiri dari berbagai fungsi human capital secara end-to-end di bawah Human Capital Sub
Directorate.
Sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya manusia, BRI mengidentifikasi berbagai risiko yang
berkaitan dengan retensi talenta dan stabilitas tenaga kerja yang dapat memengaruhi keberlanjutan Adapun strategi pengelolaan human capital BRI (HC lifecycle) diawali dengan pengumpulan input
kapabilitas organisasi serta kinerja bisnis. Penilaian ini mempertimbangkan mobilitas tenaga kerja, strategi bisnis Perusahaan yang terdiri dari strategi jangka pendek hingga jangka panjang yang
tingkat turnover pekerja, serta kemampuan perusahaan dalam mempertahankan dan menarik akan menjadi guidance HC BRI dalam menyusun dan mengimplementasikan people process. HC
talenta berkualitas. Untuk menilai tingkat risiko secara keseluruhan, BRI mengevaluasi setiap risiko lifecycle terdiri dari pengelolaan sumber daya manusia secara end-to-end, seperti HC strategy, HC
dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya—yang tercermin dari tren turnover pekerja— planning, resourcing, onboarding, learning, development, performance management, reward,
serta tingkat keparahan dampaknya terhadap operasional, kinerja keuangan, dan reputasi Bank. career management, exit policy, dan retirement.
Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk memprioritaskan pengelolaan talenta dan memperkuat
stabilitas tenaga kerja. Strategi Human Capital BRI berfokus pada pengelolaan Insan BRILiaN secara komprehensif dengan
mengintegrasikan prinsip kesetaraan, pertumbuhan berkelanjutan, dan kesejahteraan holistik di
lingkungan kerja. Strategi ini dimulai dengan penguatan budaya kerja inklusif melalui kebijakan
Jangka
Tema Kategori
Deskripsi
Dampak terhadap Level
Waktu
Respectful Workplace Policy yang menjamin anti-diskriminasi, pemberdayaan kepemimpinan
Risiko Risiko Bisnis Dampak perempuan hingga inklusi bagi penyandang disabilitas. Pengembangan kompetensi diberikan
Dampak
Retensi Risiko Tingkat turnover dan mobilitas Peningkatan biaya Med Jangka secara setara melalui pelatihan internal, eksternal sampai beasiswa pendidikan untuk menunjang
Talenta Operasional pekerja memerlukan proses rekrutmen, onboarding, Pendek- produktivitas pekerja yang berlandaskan kinerja. BRI menerapkan sistem remunerasi yang adil dan
dan penggantian tenaga kerja serta dan pelatihan pekerja. Menengah transparan berdasarkan prestasi dan kontribusi pekerja.
Stabilitas onboarding secara
Pekerja berkelanjutan.
Selain itu, BRI sangat memprioritaskan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh melalui
Risiko Keluar masuknya pekerja dapat Potensi penurunan Med Jangka pelaksanaan rangkaian Well-being Fest, inisiatif BRILiaN Well-being yang mencakup kesehatan
Strategi memengaruhi keberlanjutan produktivitas serta Menengah
fisik, sosial, mental, dan finansial, serta keseimbangan kerja termasuk upaya menjadikan BRI tempat
pengetahuan organisasi, kebutuhan investasi
keahlian, dan kapabilitas tambahan dalam bekerja yang ramah keluarga pekerja. Adapun agenda kegiatan Well-being Fest meliputi donor
tenaga kerja. pengembangan darah, cek kesehatan dasar, art therapy, dan sesi konseling psikolog. BRI juga menghargai dedikasi
kapabilitas. dan loyalitas pekerja dengan memberikan manfaat dan mempersiapkan insan BRILiaN untuk
Risiko Tingkat turnover dan tantangan Menurunnya Med Jangka menjalani masa purna bakti yang bermartabat melalui program kewirausahaan agar mereka tetap
Reputasi dalam retensi talenta dapat kemampuan Panjang berdaya dan sejahtera.
memengaruhi persepsi perusahaan dalam
perusahaan sebagai tempat menarik talenta
bekerja. berkualitas.
Page 184
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 184
Our People: Insan BRILiaN
Human Capital Framework dalam manajemen portofolio bisnis, pengembangan produk perbankan, hingga pengelolaan
engelolaan human capital di BRI (HC lifecycle) terdiri dari 6 (enam) tahapan rangkaian pengelolaan
P teknologi informasi dan analisis data (data science). Upaya ini merupakan langkah nyata BRI untuk
sumber daya manusia di BRI, yakni: menghapus kesenjangan peran berbasis gender dan memastikan bahwa setiap perempuan memiliki
a. Align: melalui penyusunan strategi dan perencanaan; peluang yang sama untuk menjadi penggerak utama inovasi dan profitabilitas Perusahaan, sekaligus
b. A ttract: melalui proses rekrutmen dan onboarding pekerja baru; memperkuat daya saing BRI di era perbankan masa depan. Saat ini komposisi perempuan pada
c. E volve: melalui program learning dan development; fungsi penghasil pendapatan mencapai 30,48%, dan fungsi terkait STEM sebesar 27,19%.
d. A ccomplish: melalui performance management;
e. E ngage: melalui pemberian rewards dan career management; Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas [OJK F.18]
f. Offboard: melalui exit policy dan program pensiun.
Sebagai upaya meningkatkan keberagaman dan inklusivitas, BRI juga merekrut penyandang
Pengelolaan HC BRI melibatkan peran berbagai pihak, termasuk melibatkan stakeholder terkait, disabilitas sebagai pekerja. Meskipun memiliki keterbatasan, Perusahaan percaya bahwa mereka
seperti nasabah, pekerja, pemerintah, national dan global alliance, media, serta mitra yang bekerja tetap dapat berkontribusi sebagai insan BRILiaN sesuai dengan keahlian dan keterampilan masing-
sama dengan BRI. Lebih dari itu, pengelolaan HC juga didukung oleh industrial relations (IR) yang masing. Perusahaan mengadakan program pelatihan dan pemagangan yaitu BRI Sahabat Disabilitas
harmonis, human capital information system (HCIS), people analytics, serta HC communication untuk mempersiapkan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD) agar memiliki kapabilitas yang
yang kreatif. sesuai dengan karakteristik masing-masing individu untuk bekerja di BRI. Selain itu, BRI berkomitmen
untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan TKPD saat bekerja dengan menyediakan peralatan
Komposisi Pekerja kerja penunjang serta fasilitas umum fisik dan non-fisik khusus untuk TKPD. Pekerja dengan
Headcount & Composition disabilitas juga diberikan kesempatan pelatihan dan penguatan kapasitas, serta pengembangan
Komposisi gender pekerja BRI pada tahun 2025 hampir seimbang, dengan 57,07% pekerja laki-laki karier yang sama berdasarkan Talent Development System untuk mendukung karier mereka di BRI.
dan 42,93% pekerja perempuan. Sementara dari segi pendidikan, mayoritas pekerja atau 96,39%
telah menempuh pendidikan tinggi (Strata-1 dan Diploma). Seluruh data kuantitatif pekerja BRI yang People Process
diungkapkan, disusun berdasarkan metode headcount oleh Divisi Human Capital Service Group.
Pengungkapan data pekerja BRI disajikan pada tabel data di halaman 228-230, termasuk
BRI berkomitmen untuk membangun keunggulan kompetitif melalui pengelolaan sumber daya
pengungkapan berdasarkan kewarganegaraan. [OJK F.18][GRI 2-7, 2-8, 401-1] manusia yang terintegrasi, dimulai dari proses perekrutan talenta (talent acquisition) yang inklusif
untuk menjaring bibit unggul, dilanjutkan dengan program pengembangan kapasitas (learning &
Perempuan dalam Manajemen [OJK F.18] development) berkelanjutan guna memastikan kesiapan menghadapi dinamika industri. Fokus
Komposisi perempuan sebanyak 36.466, mencakup 42,93% dari seluruh insan BRILiaN di tahun perusahaan juga tertuju pada manajemen kinerja dan karier yang transparan berbasis meritokrasi,
2025, menjadikan BRI sebagai tempat yang inklusif dan kondusif bagi perempuan. Lebih dari itu, disinergikan dengan kebijakan remunerasi dan kesejahteraan (reward & benefits) yang kompetitif
peran perempuan pada posisi manajerial yang terus meningkat juga mendukung perspektif yang serta menjunjung tinggi prinsip kesetaraan upah (pay equity). Seluruh pendekatan tersebut
lebih luas dalam pengambilan keputusan dalam organisasi. Hingga akhir 2025, sebanyak 25,63% ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh
pekerja di level manajemen junior, menengah, dan atas adalah perempuan. BRI memperkuat Insan BRILiaN.
kompetensi kepemimpinan dan networking pemimpin perempuan melalui program BRILiaN Women
Leaders Indonesia (BWLI). BRI terus berperan aktif mendukung pekerja perempuan mengembangkan Talent Acquisition
keterampilan dan memperkuat peran mereka dalam lingkungan profesional. Pengungkapan data Rekrutmen Pekerja
pekerja Perempuan berdasarkan Tingkat jabatan disajikan pada table data halaman 228. Pada tahun 2025, BRI merekrut 92.112 pekerja (termasuk perekrutan internal dan baru). Sebanyak
12.070 karyawan baru (new hire) direkrut dari berbagai kelompok usia dan wilayah di seluruh
Perempuan dalam Fungsi Penghasil Pendapatan serta Bidang STEM Indonesia. Rekrutmen ini juga mencerminkan komitmen BRI dalam menerapkan prinsip Diversity,
BRI secara aktif mendorong peningkatan peran perempuan pada posisi strategis, khususnya di Equity, and Inclusion (DEI), termasuk dengan meningkatkan partisipasi talenta perempuan untuk
unit-unit kerja penghasil pendapatan (revenue-generating) serta bidang STEM (Science, berkontribusi dan berkembang dalam organisasi. Dari total rekrutmen baru (new hire) tersebut,
Technology, Engineering, and Mathematics) yang menjadi tulang punggung transformasi digital sebanyak 7.321 karyawan merupakan Perempuan dan 4.749 karyawan merupakan laki-laki. Rincian
Bank. BRI memberikan dukungan penuh bagi pekerja perempuan untuk mengambil peran sentral tersedia pada Tabel Perekrutan Internal dan Perekrutan Baru di halaman 231.
Page 185
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 185
Our People: Insan BRILiaN
Inisiatif Penarikan Talenta 2. Tahapan Identification
BRI menyediakan berbagai jalur untuk menyaring talenta terbaik melalui berbagai program berikut: Tahap ini merupakan pengelompokkan Pekerja BRI berdasarkan aspirasi, penilaian individu
1. BRILiaN Future Leader Program (BFLP) (annual performance) dan competency, dan clustering ke dalam Human Asset Value Matrix
Program BFLP menjadi program perekrutan sekaligus pendidikan untuk menjaring kandidat serta bidang keahlian (talent pool).
potensial serta memberikan pendidikan sebagai bekal menjadi calon pemimpin di masa depan 3. Tahapan Selection
dari sumber eksternal. Pekerja dikategorikan ke dalam talent class sesuai dengan capacity dan performance Pekerja.
2. BRILiaN Banking Associate Program (BBAP) Hasil tersebut dikalibrasi sebagai dasar seleksi dan penetapan Top Talent di tahun tersebut.
Program rekrutmen dan pendidikan untuk mempersiapkan Pekerja baru dengan level corporate Pekerja yang terpilih sebagai Top Talent akan mendapatkan program pengembangan khusus
title Associate baik bersumber dari eksternal dan internal yang bertujuan untuk mendukung dalam rangka mempersiapkan Top Talent sebagai pool of successors atau future leaders.
kinerja perusahaan sesuai standar operasional dan nilai-nilai yang berlaku di BRI. 4. Tahapan Development
3. BRILiaN Next Leader Program (BNLP) Pekerja akan diberikan development program sesuai kebutuhan berdasarkan talent cluster,
Program rekrutmen dan pendidikan bagi Pekerja Internal BRI yang memiliki potensi besar corporate title, role Pekerja, maupun career journey. Tahapan Development bertujuan untuk
menjadi pemimpin perusahaan di masa depan. mengembangkan kompetensi Pekerja, mempersiapkan Pekerja menjalankan perannya, dan
4. BRILiaN Specialist Hiring Program (BSHP) mengintegrasikan aspirasi karier Pekerja dengan kebutuhan Perusahaan. Beberapa development
Program rekrutmen untuk pekerja yang memiliki kualifikasi keahlian di bidang tertentu dan program antara lain soft competencies, leadership competencies, dan technical competencies.
sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Rekrutmen pekerja melalui BSHP bertujuan untuk 5. Tahapan Succession
memenuhi kebutuhan Bank dalam mengisi jabatan atau pekerjaan tertentu, yaitu: Tahapan ini merupakan proses pemilihan kandidat untuk ditempatkan sebagai suksesor melalui
a. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk/aktivitas baru atau bidang baru karena promosi atau rotasi talent pada suatu jabatan kritikal, melalui perencanaan suksesor. Tahapan
pengembangan Organisasi Perseroan, di mana Perseroan belum memiliki pekerja yang Succession menjadi tahapan bagi Perusahaan untuk mempersiapkan successor candidate dan
mempunyai kualifikasi keahlian yang memadai di bidang tersebut. readiness sehingga keberlanjutan dari ketersediaan kandidat yang menduduki role tertentu
b. Kekurangan jumlah pekerja yang mempunyai kualifikasi keahlian di bidang tertentu di mana dapat dipenuhi secara strategis.
pekerja internal yang menguasai bidang tersebut masih sangat terbatas.
c. Kebutuhan pemenuhan pekerja tersebut bersifat mendesak di mana tidak dimungkinkan Learning dan Development
untuk mengembangkan keahlian pekerja internal dalam waktu singkat. BRI percaya bahwa keberhasilan Perusahaan hanya dapat diraih dengan pengembangan human
5. BRILiaN Internship Program (BIP) capital yang konsisten dan terarah. Hal ini meningkatkan komitmen terhadap organisasi, memberikan
Program pemagangan untuk memberikan ruang bagi lulusan SMA/SMK, Mahasiswa atau Fresh kepuasan kerja, mendukung pencapaian kinerja, hingga mempertahankan dedikasi dan loyalitas
Graduate dalam mendapatkan pengalaman pelatihan kerja di Unit Kerja BRI sekaligus para pekerja.
memberikan support dalam pekerjaan Unit Kerja BRI.
6. BRILiaN Scholarship Program (BSP) Pada dasarnya, seluruh pengembangan pekerja BRI dilakukan berdasarkan Framework Development
Merupakan early recruitment program yang dapat menarik minat potential young generation Program yang telah mencakup siklus perjalanan pekerja secara end-to-end. Dengan adanya
serta sebagai sarana pembentukan karakter sebelum menjadi Pekerja BRI melalui Program framework tersebut, maka setiap program pengembangan dapat diberikan secara tepat untuk
Penerimaan Pekerja yang ada di Bank. mendukung kesiapan dan efektivitas pekerja sesuai peranannya masing-masing. Secara umum,
siklus pengembangan pekerja terbagi dalam 4 (empat) fase, yaitu Onboarding, Performing,
Manajemen Talenta Developing, dan Offboarding, dengan rincian penjelasan sebagai berikut:
RI menerapkan Talent Management System sebagai framework pengelolaan talent BRI terintegrasi
B
yang mencakup 5 (lima) tahapan, yaitu Attraction, Identification, Selection, Development dan Fase Onboarding
Succession. Program pengembangan yang dirancang khusus bagi pekerja baru, baik new hire maupun new
1. Tahapan Attraction role, untuk memastikan kesiapan pekerja dalam menjalankan peranannya di unit kerja. Salah satu
BRI telah menyiapkan talent source dan juga talent channel untuk menarik kandidat-kandidat materi yang diberikan adalah digital knowledge access sebagai bagian dari digital transition
terbaik untuk BRI. Beberapa program di antaranya adalah program rekrutmen melalui regular program, seperti BRISPOT untuk tenaga pemasar, NDS untuk bagian operasional, dan sebagainya.
recruitment dan talent scouting. Selain pembelajaran dalam kelas, materi juga diberikan dalam bentuk Playbook sehingga pekerja
dapat mengakses dan mempelajari materi tersebut kapanpun dan dimanapun.
Page 186
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 186
Our People: Insan BRILiaN
Fase Performing
Program pengembangan ini dirancang bagi pekerja yang telah menduduki suatu jabatan dengan
BRILiaN Leadership BRILiaN Bright BRILiaN Specialist BRILiaN Leader
tujuan capability boost atau penguatan kompetensi pekerja sesuai dengan jabatannya, sehingga Development Scholarship Development Retirement Program
mampu meningkatkan kinerja mereka. Materi yang umum diberikan pada seluruh jabatan adalah Program (BLDP) Program (BBSP) Program (BSDP) (BLRP)
internalisasi budaya BRI. Hal ini penting untuk menjaga semangat Insan Brilian dalam
mengimplementasikan nilai-nilai Brilian Way secara berkelanjutan. Program Pendidikan untuk Program beasiswa pendidikan Program ini termasuk job Program untuk mempersiapkan
Fase Developing mempersiapkan Pekerja pagi pekerja tetap BRI untuk specific development training Pekerja sebelum memasuki
menjadi global leader melalui menempuh pendidikan S2 luar programs BRI untuk masa pensiun melalui
Seluruh pekerja (mulai dari Band 1 s.d Band 6) secara berjenjang juga diberikan penguatan terhadap
pengembangan leadership negeri di top 30 universitas pengembangan kompetensi pembekalan pengetahuan,
kemampuan leadership. Penguatan ini bertujuan untuk menciptakan leader yang mampu yang berkelanjutan dan terbaik di dunia. teknis (technical competency) wawasan, dan keterampilan
berorientasi strategis dan siap memimpin transformasi. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.341 komprehensif yang yang memberikan penekanan yang dibutuhkan untuk
pekerja telah mengikuti Brilian Leadership Development Program (BLDP). memberikan penekanan pada pada pengetahuan dan menjalani masa pensiun.
penguatan karakter, wawasan keterampilan spesifik sesuai
Fase Offboarding kebangsanaan, wawasan kebutuhan kompetensi yang
Program pengembangan bagi pekerja yang akan memasuki masa pensiun ini membekali pekerja global, wawasan dipersyaratkan untuk menjadi
dengan keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjalani masa pensiun. bisnis/perbankan, serta spesialis di bidang tertentu
wawasan teknologi. dengan juga menyesuaikan
Sepanjang tahun 2025, peserta yang telah mengikuti Brilian Leader Retirement Program (BLRP)
pada kebutuhan perusahaan.
mencapai 825 pekerja. Hal ini menjadi bukti kepedulian BRI terhadap kesejahteraan pekerja dengan
mempersiapkan mereka untuk menjalani masa pensiun yang bermakna dan berdaya. Tipe Program Tipe Program Tipe Program Tipe Program
Leadership Leadership Digital transition Transition program for
development development program, technical retiring and terminated
Selain itu, dalam rangka mendukung layanan perbankan yang inklusif dan setara sejalan dengan program program education employees
Peraturan OJK, termasuk kepada penyandang disabilitas, BRI memberikan “Pendidikan Pelayanan Learning Methods Learning Methods Learning Methods Learning Methods
Keuangan Kepada Penyandang Disabilitas” untuk jajaran Frontliner yang terdiri dari 113 pekerja
Coaching or mentoring, Coaching or mentoring,
Customer Service, Teller, dan Security sepanjang tahun 2025. Program ini termasuk dalam training in-class training In-class training
in-class training
In-class training
terkait diversity. Pekerja Tetap Pekerja Tetap Pekerja Tetap dan Kontrak Pekerja Tetap
Pelatihan Khusus sesuai Posisi dan Program Pelatihan Pengembangan Berbasis Pekerjaan [OJK Peserta 2025 Peserta 2025 Peserta 2025 Peserta 2025
F.22][GRI 404-2] 1.341 pekerja 2 pekerja 84.621 pekerja 825 pekerja
BRI menyediakan berbagai wadah untuk memberikan kesempatan belajar, meningkatkan
kompetensi, dan mengembangkan karier pekerja. Program pengembangan yang diberikan
diharapkan dapat mendukung kesuksesan pekerja ketika menduduki suatu posisi atau bidang
pekerjaan tertentu. Pengembangan karier sejalan dengan promosi dan aspirasi karier pekerja
berdasarkan hasil evaluasi pekerja sehingga sesuai dengan kapabilitas, kompetensi, dan arah
karier. Sejak tahun 2015, BRI Corporate University memiliki 6 (enam) kampus yang tersebar di
seluruh Indonesia. BRI Corporate University juga menaungi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sejak
tahun 2019 dan merupakan pionir LSP pertama di industri perbankan yang memperoleh lisensi dari
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Surat Keputusan Nomor KEP.0351/BNSP/II/2020.
Selanjutnya, berbagai program pengembangan talenta (talent development) untuk menjawab
tantangan kompetensi masa depan telah dijalankan BRI, di antaranya:
Page 187
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 187
Our People: Insan BRILiaN
Certification Program (Mandatory and Non-Mandatory) SCP diterapkan secara konsisten di seluruh unit kerja dan dipantau secara berkala untuk memastikan
Dukungan terhadap pembelajaran mandiri ini juga diwujudkan melalui dukungan bagi pekerja untuk efektivitas implementasi. Melalui pendekatan ini, BRI memperkuat internalisasi nilai keberlanjutan
memperoleh sertifikasi keahlian, baik yang bersifat wajib (mandatory) guna memenuhi standar sebagai bagian integral dari budaya kerja, sehingga mendukung terciptanya organisasi yang
regulasi pada peran spesifik, maupun sertifikasi pilihan (optional) untuk pengayaan kompetensi bertanggung jawab dan berkelanjutan.
individu. Pencapaian sertifikasi ini berfungsi sebagai bukti otentik atas penguasaan keahlian yang
relevan dan diakui secara profesional di bidangnya masing-masing. Dengan demikian, setiap Insan Pelatihan Kolaboratif dengan Lembaga Eksternal
BRILiaN tidak hanya memiliki wawasan yang luas, tetapi juga kredibilitas teknis yang teruji untuk Sebagai upaya standardisasi keahlian, BRI menyelenggarakan pelatihan kolaboratif dengan
memberikan nilai tambah nyata bagi Perusahaan dan nasabah. lembaga sertifikasi eksternal. Fokus utama dari program ini adalah membekali pekerja dengan
sertifikasi keahlian yang relevan.
Support for Self-Directed Learning
BRI menyadari bahwa dinamika bisnis dan perkembangan teknologi menuntut setiap insan BRILiaN Dalam perencanaan maupun pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi, LSP BRI juga bekerja sama
untuk belajar dengan cepat, sehingga Bank memberikan dukungan penuh terhadap pembelajaran dengan beberapa lembaga eksternal, antara lain Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),
secara mandiri (self-directed learning) bagi seluruh Insan BRILiaN. Melalui platform digital Lembaga Sertifikasi Profesi – Lembaga Sertifikasi Profesional Perbankan (LSP-LSPP), LSP Sistem
pembelajaran terintegrasi BRISMART, pekerja dapat mengakses berbagai materi kurikulum, modul Pembayaran Indonesia (LSP SPI), Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan sebagainya.
spesialisasi, hingga literatur bisnis yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Perusahaan dalam memvalidasi kapabilitas talenta
internal agar memiliki daya saing yang tinggi, sekaligus memastikan seluruh operasional bisnis
Dengan memberikan kebebasan bagi pekerja untuk menentukan jalur pengembangan yang sesuai dijalankan oleh praktisi yang memenuhi standar kualifikasi nasional maupun global.
dengan minat dan aspirasi karier mereka, BRI tidak hanya membangun budaya pembelajar (learning
culture) yang kuat, tetapi juga memastikan bahwa setiap talenta memiliki inisiatif tinggi dalam Efektivitas dan Hasil Pembelajaran
memperbarui kompetensinya guna mendukung transformasi berkelanjutan Perusahaan. BRI memastikan bahwa setiap investasi pelatihan pengembangan pekerja menghasilkan dampak
yang terukur melalui evaluasi efektivitas dan hasil pembelajaran yang komprehensif. BRI mengukur
Pelatihan ESG untuk Pekerja [OJK E.2, F.1][GRI 2-24][GRI G4 FS4] efektivitas pembelajaran tidak hanya dari tingkat kepuasan peserta, tetapi juga melalui peningkatan
Pemahaman pekerja mengenai keuangan berkelanjutan menjadi fondasi dalam mencapai strategi kompetensi teknis, perubahan perilaku kerja yang positif, hingga kontribusinya terhadap pencapaian
keberlanjutan. Maka dari itu, BRI mengintegrasikan konsep keuangan berkelanjutan ke dalam target bisnis perusahaan.
kurikulum pendidikan dan pelatihan pekerja, baik melalui pelatihan tatap muka maupun pembelajaran
daring (e-learning). Pada tahun 2025 diadakan Understanding Checking terkait Financial Inclusion Quantitative business impact
kepada Insan BRILiaN yang diakses oleh 59.151 pekerja atau 69,63% dari seluruh insan BRILiaN. Peningkatan Intensitas Pembelajaran
Program Onboarding Area Head
Pada tahun 2025, rata-rata jam pelatihan Hasil evaluasi salah satu BRILiaN Specialist Development Program
Sustainability Culture [OJK F.1] per pekerja mencapai 83 jam per tahun, (BSDP) yaitu program onboarding untuk Area Head yang diikuti
Sustainability Culture Program (SCP) telah diselenggarakan sejak tahun 2024 sebagai inisiatif meningkat dibandingkan 79 jam per oleh 74 peserta menunjukkan dampak bisnis yang signifikan,
strategis untuk menanamkan dan memperkuat budaya keberlanjutan di seluruh Insan BRILiaN. tahun pada 2024, yang mencerminkan antara lain:
Program ini dirancang untuk mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke perluasan akses serta intensitas • Peningkatan pencapaian low cost liquidity sebesar 114%, dan
pembelajaran bagi seluruh Insan BRILiaN. • Peningkatan effective distribution sebesar 100%
dalam perilaku kerja sehari-hari melalui indikator yang terukur dan relevan dengan aktivitas
operasional.
Melalui sistem monitoring yang ketat dan dialog dengan pekerja secara berkala, BRI memastikan
Pada aspek lingkungan, SCP mendorong pengelolaan aktivitas yang berpotensi menghasilkan bahwa ilmu dan keahlian yang diperoleh dari berbagai pelatihan dapat diterapkan secara langsung
emisi gas rumah kaca, antara lain melalui pengendalian penggunaan kendaraan operasional dan dalam operasional sehari-hari. Pendekatan berbasis hasil ini menjamin bahwa seluruh program
peningkatan efisiensi energi listrik. Pada aspek sosial, program ini menitikberatkan pada pengembangan pekerja mampu menghasilkan Insan BRILiaN yang lebih produktif, inovatif, dan siap
pengembangan human capital melalui indikator partisipasi dalam pendidikan dan pelatihan. memberikan kontribusi maksimal bagi keberlanjutan bisnis Perusahaan.
Sementara itu, pada aspek tata kelola, SCP menekankan kepatuhan terhadap sistem dan prosedur
Perusahaan serta pencegahan pelanggaran yang dapat mempengaruhi penerapan good corporate
governance.
Page 188
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 188
Our People: Insan BRILiaN
Pengelolaan Karir dan Kinerja b. Memberikan solusi terbaik atau umpan balik yang efektif atas hambatan/masalah yang
Perencanaan Karier yang Terdefinisi berkaitan dengan kinerja Pekerja.
BRI berkomitmen untuk menumbuhkan talenta terbaiknya melalui Perencanaan Karier sehingga c. Memberikan apresiasi terhadap pencapaian kinerja Pekerja sehingga dapat mencapai
memberikan kejelasan jalur pertumbuhan profesional bagi setiap Insan BRILiaN. Hal ini dirancang target selanjutnya yang lebih menantang.
secara terukur untuk menyelaraskan aspirasi individu dengan kebutuhan perusahaan, sehingga d. Sarana penyusunan individual development plan Pekerja.
setiap pekerja memiliki career journey yang jelas sesuai dengan soft competencies, leadership 3. Performance Dialogue dilakukan berkesinambungan sepanjang periode kinerja dengan
competencies, dan technical competencies yang dikembangkan. Adapun development program penjelasan:
diberikan kepada Pekerja sesuai kebutuhan baik itu berdasarkan talent cluster, corporate title, role d. Mandatory (wajib) dilakukan saat awal periode kinerja (melakukan perencanaan kinerja)
pekerja, ataupun career journey. dan akhir periode kinerja (melakukan evaluasi kinerja).
e. Optional dilakukan di luar pelaksanaan mandatory sesuai kebutuhan masing-masing Pekerja
Selain itu, dilakukan juga proses pemilihan kandidat untuk ditempatkan sebagai suksesor melalui atau apabila Pekerja menunjukkan indikasi menurunnya kinerja yang ditunjukkan dari tanda-
promosi atau rotasi talent pada suatu jabatan kritikal, melalui perencanaan suksesor. Proses ini tanda: kualitas kerja tidak memuaskan, inisiatif rendah, menolak pekerjaan, komplain
disebut tahapan succession di mana perusahaan mempersiapkan successor candidate dan meningkat, defensif, atau menghindari pekerjaan yang lebih menantang.
readiness sehingga keberlanjutan dari ketersediaan kandidat yang menduduki role tertentu dapat
dipenuhi secara strategis. Tahap Evaluasi Kinerja (Evaluating)
1. Proses untuk mempersiapkan dan melaksanakan evaluasi kinerja, termasuk melakukan review
Regular Performance Appraisals and Feedback Process kembali perkembangan kinerja dan membandingkan pencapaian kinerja dengan sasaran kinerja
Proses performance management appraisals Individu di BRI dikemas dalam satu rangkaian yang yang ditetapkan (measuring employee performance)
dinamakan BRI Continuous Performance Management (BRICORE). BRICORE merupakan proses 2. Evaluasi dapat dilaksanakan oleh masing-masing Pekerja selama periode kinerja, baik itu
berkesinambungan atau berkelanjutan yang dilaksanakan selama periode kinerja dan melalui 3 triwulanan, semesteran, maupun tahunan.
(tiga) tahapan, yaitu planning (perencanaan), managing (pengelolaan), dan evaluating (evaluasi). 3. Evaluasi kinerja dilakukan dalam rangka monitoring kinerja (performance check-in) dan
Proses pengelolaan kinerja (managing) merupakan proses yang berkelanjutan sepanjang periode penilaian kinerja (performance appraisal).
(continuous) yang diwujudkan dalam Performance Dialogue. Adapun tahapan siklus dimaksud 4. Penilaian kinerja masing-masing Pekerja (Performance Appraisal) berupa Individual
adalah sebagai berikut: Performance Score (IPS) dan predikat kinerja individu
Tahap Perencanaan Kinerja (Planning) 5. Untuk menghindari evaluasi kinerja yang kurang objektif, Pekerja agar menghindari kondisi-
1. Merupakan proses untuk menetapkan sasaran kinerja Pekerja yang dalam tahapan ini terjadi kondisi sebagai berikut:
kesepakatan antara Pekerja dan Penilai serta memastikan keselarasan antara sasaran kinerja I. Halo Effect, evaluasi kinerja yang hanya didasarkan pada sifat-sifat positif yang menonjol
Pekerja dan sasaran kinerja Unit Kerja. dari Pekerja yang dievaluasi.
2. Tahap ini tidak hanya dilakukan pada awal periode kinerja (awal tahun) atau awal penugasan II. Horn Effect, evaluasi kinerja yang hanya didasarkan pada sifat-sifat negatif yang menonjol
pekerja pada suatu jabatan/bidang tugas baru dan Unit Kerja, namun dapat dilakukan secara dari Pekerja yang dievaluasi.
berkala apabila dibutuhkan sepanjang selaras dengan sasaran kinerja Unit Kerja. III. Leniency, penilai cenderung mudah memberikan evaluasi yang baik kepada Pekerja.
3. Penetapan sasaran kinerja tersebut tertuang dalam performance plan masing-masing Pekerja. IV. Strictness, penilai cenderung sulit memberikan evaluasi yang baik kepada Pekerja.
V. Central Tendency, penilai cenderung memberikan evaluasi yang berada di posisi tengah
Tahap Pengelolaan Kinerja (Managing) (antara baik dan buruk).
1. Tahap pengelolaan kinerja melalui Performance Dialogue, yaitu kegiatan komunikasi dua arah VI. Recency Error, penilai cenderung memberikan evaluasi terhadap prestasi kerja Pekerja
antara Pekerja dan Penilai dalam bentuk effective dan constructive feedback untuk memperoleh pada periode terakhir/belakangan (bukan keseluruhan kinerja selama periode penilaian).
peningkatan kinerja individu yang berkesinambungan dan proses yang melekat pada
keseluruhan tahapan BRICORE. BRI menggunakan aplikasi MyCore sebagai tools penunjang untuk mendukung pelaksanaan
2. Pelaksanaan Performance Dialogue direncanakan dengan baik (dedicated time) yang bertujuan: BRICORE level Individu. Aplikasi tersebut digunakan oleh Pekerja dari tahap input performance plan
a. Pekerja mengetahui peran dan kontribusinya terhadap pencapaian Unit Kerja. sampai dengan proses evaluasi kinerja. Pencapaian kinerja Perusahaan yang baik juga ditunjukkan
dengan keselarasan pada Individual Performance Score (IPS) Pekerja.
Page 189
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 189
Our People: Insan BRILiaN
Salah satu cara BRI dalam mengelola kinerja di tingkat Perusahaan, kinerja di tingkat Unit Kerja, dan Remunerasi ditetapkan berdasarkan tingkat jabatan dan kompetensi secara objektif. Langkah ini
kinerja di tingkat Individu adalah dengan adanya proses performance management. Hal ini bertujuan diharapkan dapat menarik calon pekerja, mempertahankan pekerja kompeten; serta mendorong
untuk memastikan kinerja Individu selaras dengan kinerja Perusahaan, mendorong motivasi Pekerja motivasi pekerja untuk bisa berkontribusi maksimal terhadap perusahaan. Penetapan kompensasi
untuk fokus mencapai target, serta mendukung terciptanya pencapaian kinerja terbaik. Perusahaan dan manfaat diatur dalam Kebijakan Remunerasi Nomor: SE.36-DIR/HCS/12/2024 tanggal 30
mengevaluasi proses manajemen kinerja individu Pekerja secara keseluruhan, termasuk Desember 2024. Perusahaan memberikan kompensasi tetap (fixed pay) seperti upah pokok dan
pengelolaan Pekerja dengan kinerja di bawah standar minimal yang dipersyaratkan (underperform). tunjangan, serta kompensasi tidak tetap (variable pay) seperti insentif dan bonus. Selain itu, insan
Dalam mengelola Pekerja dengan kinerja underperform, BRI memiliki program Productivity & BRILiaN juga menerima manfaat, seperti asuransi kesehatan, fasilitas perjalanan dinas, dan program
Performance Enhancement Program (PPEP), yang bertujuan untuk mengoptimalkan Pekerja agar pensiun.
mampu menunjukkan kinerja sesuai dengan standar minimal yang dipersyaratkan oleh Perusahaan.
Rasio kompensasi total tahunan yang terdiri dari nilai total gaji tahunan individu tertinggi terhadap
Pada tahun 2025, BRI kembali mengimplementasikan Productivity & Performance Enhancement nilai tengah total gaji tahunan pekerja sebesar 26,67 pada tahun pelaporan. Hal ini disebabkan
Program dengan berbagai dukungan selama proses pelaksanaannya, sebagai berikut: peningkatan nilai tengah kompensasi total pekerja (tidak termasuk individu dengan bayaran
1. Pendampingan Buddy: Buddy dipilih oleh Pemimpin Unit Kerja. tertinggi) sebesar 0,45%, sementara kompensasi total tahunan individu dengan bayaran tertinggi
2. Training: Training dilaksanakan secara daring maupun luring. meningkat 5,38% dibandingkan tahun 2024. Meskipun demikian, BRI tetap berkomitmen untuk
3. Mentoring: Mentoring dilakukan langsung oleh atasan maupun pemimpin unit kerja terkait. memberikan kompensasi yang kompetitif untuk seluruh pekerja dengan mengikuti Total Reward
4. Coaching: Coaching dilakukan oleh atasan atau internal certified coach BRI. Survey melalui konsultan independen yang dilaksanakan setiap tahun, sehingga senantiasa
5. Counseling: Melibatkan counselor yang ditunjuk Perusahaan. menyesuaikan besaran remunerasi dengan benchmark industri perbankan. Survei dilaksanakan
secara objektif dan sesuai peraturan yang berlaku tanpa adanya conflict of interest antara BRI dan
Evaluasi Productivity & Performance Enhancement Program sudah dilakukan pada bulan Oktober konsultan remunerasi. [GRI 2-20, 2-21]
2025, di mana hasil evaluasi bahwa dari total 2.152 peserta terdapat 1.817 peserta yang lulus
(pencapaian kinerja >90% dan/atau penyelesaian development plan 100% dari target yang BRI mematuhi penetapan Upah Minimum Regional (UMR) setiap daerah dengan memastikan gaji
ditetapkan) dari Productivity & Performance Enhancement Program atau 84% dari total seluruh untuk pekerja tingkat terendah di atas UMR. Rata-rata upah terendah BRI di tahun 2025 adalah 1,09
peserta PPEP. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan tren jumlah peserta PPEP yang lulus dibanding kali UMR yang berlaku. Hal ini menjamin pemberian upah memperhatikan kelayakan biaya hidup
tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dapat dinilai bahwa program PPEP pekerja sesuai lokasi bekerja mereka. [OJK F.20][GRI 202-1] Selain itu, BRI memberikan perlindungan dan
berdampak positif terhadap peningkatan kinerja Pekerja. istirahat melahirkan kepada pekerja penuh waktu sebagai berikut. [GRI 401-2]
Keberhasilan sistem manajemen kinerja ini tercermin nyata dalam pergerakan talenta di internal
Jenis Manfaat Nama Program PKWTT PKWT
Bank. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 6.872 orang atau 8,09% dari total pekerja BRI berhasil
mendapatkan promosi, yang membuktikan bahwa mekanisme evaluasi di BRI secara efektif menjadi Asuransi Jiwa • Jaminan Kematian Ya Sesuai Isi
akselerator bagi pertumbuhan profesional pekerja yang berprestasi. [GRI 404-3]. • Santunan Duka Perjanjian
• Asuransi Jiwa & Personal Accident Pekerja
Reward, Benefits & Pay Equity
Asuransi • Jaminan Kesehatan Nasional Ya Sesuai Isi
Kompensasi Yang Adil dan Perlindungan Sosial Kesehatan • Asuransi Kesehatan Pekerja Perjanjian
BRI menjunjung prinsip kesetaraan dengan menerapkan strategi remunerasi berdasarkan penilaian
objektif berbasis kinerja (performance-driven culture). BRI juga memberikan kenaikan upah kepada Tanggungan • Jaminan Kecelakan Kerja Ya Sesuai Isi
pekerja berdasarkan prestasi kerja (merit increase) yang besarnya tergantung dengan tingkat Kecacatan dan • Asuransi Jiwa & Personal Accident Pekerja Perjanjian
jabatan, masa kerja, dan beban kerja. Insentif dan bonus diberikan untuk meningkatkan motivasi Ketidakmampuan
pekerja dalam mencapai target dan prestasi. Hal ini memastikan pengembangan karier setiap Cuti • Cuti Melahirkan/Cuti Ayah Ya Sesuai Isi
pekerja berjalan tanpa diskriminasi [OJK F.18][3-3][GRI 405-2] • Cuti Tahunan Perjanjian
• Cuti untuk keperluan kesehatan/keluarga
Page 190
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 190
Our People: Insan BRILiaN
Insentif Jangka Panjang Untuk Pekerja [GRI 401-2] Kebijakan Respectful Workplace
BRI memberikan insentif jangka panjang dalam bentuk kepemilikan saham melalui dua program, BRI menegaskan komitmen terhadap kesetaraan dengan menerapkan Kebijakan Berperilaku Saling
yakni Program Alokasi Saham Pekerja (Employee Stock Allocation/ESA) dan Program Opsi Saham Menghargai di Tempat Kerja (Respectful Workplace Policy), sebagaimana dicantumkan dalam Surat
Pekerja (Employee Stock Option Plan/ESOP) yang dilaksanakan sejak tahun 2016. ESA diberikan Direksi nomor SK.B.1221-DIR/HCS/07/2022. Adapun Respectful Workplace Policy memiliki beberapa
melalui empat tahapan kepada seluruh level pekerja yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh prinsip dengan rincian, sebagai berikut:
BRI, meliputi masa kerja, kinerja individu, dan rekam jejak pekerja dalam menjalani tanggung
jawabnya. Sementara itu, ESOP merupakan opsi pembelian saham dengan harga khusus. Kedua Prinsip Respectful Workplace Policy
program ini diberikan kepada pekerja level tertentu yang termasuk High Potential Talent dan Value
Creator BRI sebagai inisiatif untuk meningkatkan rasa memiliki (sense of ownership) mereka.
Program Alokasi Saham Pekerja Program Opsi Saham Pekerja
(ESA) (ESOP)
Mengakui dan menghargai Pemimpin unit kerja menjamin Menciptakan dan membangun
perbedaan dalam lingkungan kerja setiap pekerja tidak diperlakukan lingkungan kerja yang saling
Lembar Saham
2024 967.718.000 Lembar Saham
2024 148.926.100 yang beragam dengan berbagai
macam latar belakang etnis, ras,
berbeda karena karakteristiknya
serta memiliki kesempatan akses
menghargai,
diskriminasi,
tidak melakukan
kekerasan, dan
kebangsaan, warna kulit, usia, sarana dan prasarana yang sama pelecehan dalam bentuk apapun.
83.597.400 -
Penambahan Penambahan agama, jenis kelamin, disabilitas, dan adil.
lembar saham lembar saham sudut pandang atau karakteristik
pada tahun 2025 pada tahun 2025 individu lainnya untuk mendorong
lingkungan kerja yang produktif.
Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI)
BRI menjunjung tinggi prinsip Kesempatan Kerja yang Setara (Equal Employment Opportunity) dan Kebijakan HC Anti-diskriminasi
mengintegrasikannya ke dalam kebijakan HC yang non-diskriminatif guna memastikan setiap BRI telah menjadikan prinsip tersebut sebagai kebijakan internal melalui Surat Direksi Nomor B.1221-
individu diperlakukan adil tanpa memandang latar belakang. Komitmen ini diperkuat melalui DIR/HCS/07/2022 perihal Respectful Workplace Policy (Kebijakan Berperilaku Saling Menghormati
penerapan Kebijakan Lingkungan Kerja yang Saling Menghormati (Respectful Workplace Policy) di Tempat Kerja). Hal-hal yang tercantum dalam surat tersebut adalah sebagai berikut:
serta Komitmen Praktik Ketenagakerjaan yang sehat, demi menciptakan ruang kerja yang aman, 1. definisi respectful workplace, diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan;
inklusif, dan bebas dari segala bentuk pelecehan maupun diskriminasi. 2. kriteria perbuatan diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan;
3. prinsip-prinsip respectful workplace; dan
Kesetaraan Peluang dalam Bekerja [OJK F.18] [GRI 2-23] 4. tindakan pencegahan, penanganan, dan pengawasan.
BRI berkomitmen untuk senantiasa menjadi tempat kerja yang inklusif dan setara dengan menjunjung
tinggi prinsip kesetaraan, keberagaman, dan anti-diskriminasi bagi pekerja yang beragam. Perusahaan menekankan pendekatan top down dengan mewajibkan para BRI Leaders sebagai role
Perusahaan memberikan kesempatan berkembang yang sama bagi pekerja tanpa memandang model dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kondusif, dan produktif untuk
jenis kelamin, usia, suku, agama, ras, atau faktor diskriminatif lainnya. Kebijakan anti-diskriminasi menjunjung tinggi hak asasi dan meningkatkan produktivitas semua insan BRILiaN. [GRI 2-24]
BRI yang komprehensif telah menjadi bagian dari semua aspek manajemen human capital, termasuk
rekrutmen, pengembangan karier, dan remunerasi.
Page 191
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 191
Our People: Insan BRILiaN
Memperkuat Budaya Perusahaan
Membangun Budaya Perusahaan[F.1] [GRI 2-23]
Internalisasi Budaya
Transformasi BRI dijalankan dengan dua fokus utama, yaitu penguatan aspek bisnis dan
pengembangan budaya perusahaan. Dalam kerangka tersebut, budaya perusahaan diposisikan
sebagai salah satu fondasi strategis dalam mendukung pencapaian visi dan misi Perseroan serta
menjadi bagian integral dari strategi perusahaan. Sejalan dengan hal tersebut serta untuk
memastikan implementasi transformasi BRI yang konsisten dan terukur, BRI Group secara
BRI One Culture merupakan pedoman budaya perusahaan yang berorientasi pada pencapaian berkelanjutan melaksanakan berbagai upaya internalisasi nilai dan inisiatif budaya kerja.
kinerja secara berkelanjutan guna mendukung terwujudnya visi Perseroan. BRI One Culture
berlandaskan Brilian Way yang berfungsi sebagai nilai dan perilaku utama yang
Perjalanan Transformasi Budaya BRI
diinternalisasikan dalam aktivitas kerja sehari-hari seluruh insan BRILiaN.
Perjalanan Transformasi Budaya BRI merupakan upaya berkelanjutan yang secara terarah
menekankan pengembangan dan penguatan budaya kerja sebagai penggerak utama dalam
Pada tanggal 14 Juli 2025, BRI secara resmi menetapkan Brilian Way sebagai budaya kerja
mendukung agenda transformasi perusahaan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai inisiatif,
yang menjadi pedoman perilaku Insan BRILiaN dalam menjalankan peran, tugas, dan tanggung
program untuk membentuk perilaku, pola pikir dan cara kerja Insan Brilian agar selaras dengan arah
jawabnya. Brilian Way merefleksikan karakter dan nilai utama (values) Insan BRILiaN sebagai
strategis perusahaan.
penggerak utama kinerja dan transformasi Perusahaan. Brilian Way dirumuskan melalui proses
kolaboratif dan partisipatif antara jajaran Direksi bersama dengan Insan BRILiaN sehingga
BRI menyusun Roadmap Culture Transformation hingga 2030 sebagai kerangka strategis jangka
menegaskan komitmen BRI dalam memperkuat budaya perusahaan sebagai pilar strategis
panjang untuk memastikan budaya perusahaan secara konsisten mendorong perilaku yang selaras
akselerasi transformasi dan pencapaian aspirasi jangka panjang Perusahaan. Brilian Way
dengan strategi bisnis dan keberlanjutan Perusahaan, mencakup antara lain:
terdiri dari 5 (lima) values utama, yaitu Integrity, Collaborative, Accountability, Growth Mindset,
1. Internalisasi Brilian Way secara menyeluruh.
dan Customer Focus. Masing-masing values ini memiliki 3 (tiga) perilaku utama yang
2. Pemberdayaan Change Leader dan Change Agent sebagai role model budaya.
diharapkan dapat dijalankan oleh seluruh Insan BRILiaN dengan rincian sebagai berikut:
3. Integrasi budaya dalam seluruh siklus Human Capital mulai dari rekrutmen, pengembangan,
hingga pengelolaan kinerja.
4. Penguatan sistem pengukuran budaya yang berbasis data.
Definition Definition Definition Definition Definition Upaya ini didukung oleh fondasi pengelolaan Human Capital, penciptaan lingkungan kerja yang
Menjunjung tinggi Bersinergi dan Tanggung jawab penuh Adaptif, inovatif, dan Berempati memberikan kolaboratif dan positif, serta strategi komunikasi yang terintegrasi melalui berbagai kanal internal
profesionalisme, etika,
dan kejujuran dengan
berkontribusi aktif
untuk mencapai tujuan
terhadap
pengembangan people,
terbuka terhadap
proses pembelajaran di
layanan & solusi yang
sesuai dengan
dan eksternal.
mempertimbangkan bersama disiplin dalam eksekusi setiap tahap perubahan kebutuhan nasabah
risiko dalam setiap untuk mencapai hasil
tindakan optimal
Perilaku Utama Perilaku Utama Perilaku Utama Perilaku Utama Perilaku Utama
• Bekerja profesional, • Menempatkan • Bertanggung jawab • Memiliki pola pikir • Memberikan layanan
menerapkan tata kelola kepentingan untuk tumbuh sehat dan inovatif untuk selalu cepat, akurat, dan
dan manajemen risiko Perusahaan di atas sustain maju dan berkembang memenuhi kebutuhan
yang terukur kepentingan pribadi dan • Menerapkan disiplin • Tangguh dan pantang nasabah
• Konsisten dalam tim eksekusi untuk hasil menyerah dalam • Selalu membina
perkataan dan • Membangun komunikasi optimal mencapai kinerja hubungan baik dengan
perbuatan terbuka berdasarkan • Terus melakukan terbaik nasabah untuk
• Tidak mentolerir setiap asas saling percaya pengembangan diri dan • Terbuka terhadap kepentingan
bentuk pelanggaran dan • Berani berpendapat dan tim masukan dan kritik yang Perusahaan
gratifikasi berkontribusi secara membangun • Menjaga kerahasiaan
aktif untuk mencapai dan keamanan data
tujuan bersama nasabah
Page 192
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 192
Our People: Insan BRILiaN
Aspek Internalisasi Budaya Kerja
Sepanjang 2025, BRI telah menjalankan berbagai inisiatif strategis dalam internalisasi budaya kerja Internalisasi Brilian Way BRI Group
yang selaras dengan framework BRI One Culture. Internalisasi BRI One Culture difokuskan pada 4
(empat) aspek utama, yaitu:
Board of Management BRI secara langsung melaksanakan Kick
Off Brilian Way di wilayah binaan masing-masing
Change Story / Campaign Strengthening Promoting Change Leader &
secara kontinu meyakinkan Change Agent
pentingnya perubahan budaya Corporate Values Role Model empowerment
melalui @lifeatbri, BRILiaN (Training &
4 Aspek
Apps, poster/artefak Reinforcement
Program)
Internalisasi “I Understandˮ “I See Itˮ
Brilian Way
Optimalisasi fungsi dan usage
Region 10 & 11
Untuk memastikan
berjalannya implementasi BRILiaN Apps dan BRISMART Semarang dan Yogyakarta
sebagai sistem pendukung “I Have Systemˮ “I Am Capableˮ Region 12 & 13
Corporate Values, maka
beberapa inisiatif dilakukan
implementasi Culture (Rookie
Buddy, Portal Inovasi, dan
Penajaman Material Surabaya dan Malang
Culture & Assignments
secara kontinu. Monitoring CAP) untuk kurikulum BFLP
Penyelarasan Culture pada HC
Lifecycle, meliputi Recruitment,
Management Competence & Skill
Onboarding, L&D, dan System Development
Performance Management
1. Strengthening Corporate Values (I Understand)
Strengthening Corporate Values merupakan fondasi utama dalam memastikan setiap Insan
BRILiaN memiliki pemahaman yang utuh terhadap Core Values BRI beserta definisi dan perilaku
utamanya. BRI secara berkelanjutan melakukan internalisasi nilai-nilai utama melalui pendekatan
komunikasi (change story/campaign) yang konsisten, pemanfaatan berbagai kanal internal Sebagai bagian dari penguatan budaya perusahaan, Direksi BRI melaksanakan sosialisasi Brilian
seperti Media Sosial @lifeatbri dan BRILiaN Apps, serta penggunaan artefak dan simbol budaya Way secara langsung melalui rangkaian kegiatan Kick Off Brilian Way di Regional Office binaan
kerja. masing-masing. Kegiatan ini menjadi sarana strategis bagi Direksi untuk menyampaikan arah,
2. Promoting Role Model (I See It) makna, serta ekspektasi penerapan Brilian Way secara langsung kepada Insan BRILiaN di seluruh
Promoting Role Model menekankan peran kepemimpinan sebagai penggerak utama budaya Unit Kerja Operasional. Pendekatan ini memperkuat rasa kepemilikan (sense of ownership) Insan
kerja BRI. Seluruh pemimpin Unit Kerja di BRI berperan sebagai Culture Leader yang secara aktif BRILiaN dan menegaskan bahwa transformasi budaya merupakan agenda bersama.
menjadi teladan dalam menerapkan Brilian Way. Peran mereka sebagai Leader ditopang oleh
Change Agent yang ada di setiap Unit Kerja. Inisiatif ini diperkuat melalui program pemberdayaan BRI juga memastikan bahwa implementasi Brilian Way telah diselaraskan di seluruh entitas dalam
Culture Leader dan Change Agent untuk memastikan konsistensi perilaku dan pesan budaya di BRI Group, termasuk 10 perusahaan anak. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan
seluruh lini organisasi. mempertimbangkan karakteristik bisnis, tingkat kematangan organisasi, dan kebutuhan strategis
3. Competence & Skill Development (I Am Capable) masing-masing entitas. Selain itu BRI juga melakukan beberapa inisiatif untuk memastikan
Competence & Skill Development berfokus pada penguatan kapabilitas Insan BRILiaN agar internalisasi Brilian Way dapat dipahami dan dijalankan oleh seluruh Insan Brilian diantaranya
selaras dengan Brilian Way. Internalisasi budaya diintegrasikan secara sistematis ke dalam sebagai berikut:
seluruh Program Pengembangan Pekerja, termasuk materi onboarding bagi new hire dan 1. Pengelolaan Culture Team
program refreshment bagi Pekerja eksisting. Dalam rangka untuk mengoptimalkan pengelolaan Budaya Kerja BRI dan implementasi BRI One
4. Management System (I Have System) Culture di Unit Kerja, maka diperlukan peranan aktif dari Culture Team untuk menjadi role model
Management System merupakan aspek pendukung strategis yang memastikan pengelolaan dalam menginternalisasi nilai-nilai budaya kerja BRI. Culture Team terdiri atas Change Leader
Budaya Kerja BRI berjalan secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. BRI secara konsisten (CL), Change Agent (CA) dan Change Agent Koordinator (CAK) yang berperan aktif memastikan
mengembangkan BRILiaN Apps sebagai platform utama implementasi budaya, termasuk keberhasilan culture program yang mendorong behavior untuk peningkatan kinerja.
dukungan terhadap aplikasi BRISMART & Portal Budaya Kerja dan Inovasi, program BRILiaN 2. Penyelarasan Brilian Way di Siklus Human Capital BRI
Rookie Buddy, serta sistem monitoring Culture Action Program (CAP) yang terintegrasi dan BRI menjadikan budaya kerja sebagai landasan dalam pengelolaan Human Capital untuk
berbasis data. Sejalan dengan itu, BRI juga melakukan penyelarasan Budaya Kerja secara memastikan keberlanjutan kinerja organisasi. Budaya kerja secara sistematis diintegrasikan ke
menyeluruh pada siklus Human Capital, mulai dari recruitment, pengembangan Learning &
Development, hingga Performance Management.
Page 193
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 193
Our People: Insan BRILiaN
dalam seluruh tahapan Human Capital Lifecycle, mulai dari rekrutmen, onboarding, learning &
development, manajemen kinerja, hingga pengembangan dan suksesi karier. Kesejahteraan Fisik “Happy Physicˮ [GRI 403-3, 403-6]
3. Culture Measurement BRI memprioritaskan kesejahteraan fisik pekerja melalui implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan
Untuk memastikan Brilian Way dipahami dan dijalankan secara konsisten, BRI melakukan Kesehatan Kerja (SMK3). Selain itu, BRI memfasilitasi healthy program initiative berupa General Medical
Check-Up kepada pekerja secara berkala dan kegiatan donor darah rutin setiap triwulan yang
pengukuran budaya (culture measurement) secara rutin dan terarah. Pengukuran dilakukan diselenggarakan oleh Human Capital Service Group bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
terhadap pemahaman pekerja atas nilai, definisi dan perilaku utama Brilian Way, penerapan
budaya pada tingkat Unit Kerja, serta keteladanan (role modeling) manajemen dalam menjalankan
nilai & perilaku utama tersebut.
4. BRI Excellence Award Kesejahteraan Sosial “Happy Socialˮ
BRI Excellence Award (BEA) merupakan salah satu bentuk apresiasi tertinggi yang diberikan BRI BRI memenuhi kesejahteraan sosial pekerja dengan menciptakan lingkungan kerja positif, yang menghargai
kepada pekerja dan unit kerja BRI yang secara konsisten memberikan kinerja terbaik dalam hubungan personal maupun profesional yang harmonis. Komitmen ini diwujudkan melalui BRILiaN
Community, sebuah ekosistem yang menaungi 28 komunitas di bidang olahraga (sport), seni (art), serta
mencapai target yang telah ditetapkan Perusahaan. Pelaksanaan BEA di tahun 2026 diberikan sosial (social). Dikelola hingga tingkat regional, komunitas ini berfungsi sebagai wadah inklusif bagi Insan
kepada Unit Kerja dan Pekerja terbaik berdasarkan pencapaian di tahun 2025. BRILiaN untuk menyalurkan hobi, memperkuat kolaborasi, dan membangun interaksi yang sehat di luar
batasan formal pekerjaan.
Culture Team[F.1][GRI 2-23] Lebih dari sekadar penyaluran minat, BRILiaN memiliki peran strategis dalam:
• Mendukung work-life balance, sehingga menciptakan keseimbangan antara tuntutan profesional dan
Internalisasi budaya menjadi elemen kunci dalam membangun budaya keberlanjutan di BRI serta aktualisasi diri lewat penyaluran hobi dan minat.
memperkuat penerapan BRI One Culture di seluruh unit kerja. Untuk mendukung hal tersebut, BRI • Memperkuat budaya kolaboratif dengan meningkatkan keterlibatan dan kekompakan antar unit kerja serta
antar wilayah melalui aktivitas bersama dan ajang kompetisi.
mengembangkan Culture Team yang terdiri dari Change Leader (CL), Change Agent (CA), dan • Menjadi saluran komunikasi informal antara pemimpin dan pekerja untuk menyampaikan informasi
Change Agent Koordinator (CAK). Culture Team berperan memastikan efektivitas implementasi maupun aspirasi.
• Mengembangkan talenta non-profesional sekaligus sarana kampanye positif untuk memperkuat citra
budaya perusahaan melalui pembentukan perilaku kerja yang selaras dengan nilai-nilai BRI dan
perusahaan di mata pemangku kepentingan.
mendukung peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Sebagai role model di unit kerja, Culture Team
berperan dalam mengawal implementasi nilai Brilian Way sehingga terbentuk perilaku kolektif yang Melalui BRILiaN Community, setiap Insan BRILiaN diberikan ruang untuk bertemu, berbagi, dan belajar
bersama. Ketika merasa dihargai dan terlibat secara aktif, pekerja dapat meningkatkan nilai diri dan
produktif dan bertanggung jawab. Change Leader memegang peran strategis dalam menjadi role kompetensinya, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan inovasi, kinerja, dan
model sehingga Culture Activation Program (CAP) yang merupakan aktivitas yang mampu produktivitas insan BRILiaN secara keseluruhan.
mendukung pencapaian KPI dapat berjalan di Unit Kerja.Culture Team memastikan nilai budaya
terinternalisasi secara menyeluruh, sekaligus berfungsi sebagai penghubung komunikasi internal
yang efektif antara manajemen dan unit kerja. Keberadaan Culture Team mendukung pengambilan Kesejahteraan Mental “Happy Mindˮ
keputusan yang adaptif dan penguatan kinerja perusahaan secara berkelanjutan. BRI memberikan perhatian mendalam pada aspek kesejahteraan mental guna memastikan setiap pekerja
mampu mengelola emosi, informasi, dan tekanan kerja secara sehat dan seimbang. Dukungan ini
diwujudkan melalui penyediaan berbagai kanal edukatif seperti webinar maupun Podcast mengenai
Kesejahteraan Pekerja kesehatan mental yang disampaikan oleh psikolog. Lebih lanjut, BRI juga menyediakan Teman Cerita
BRILiaN, yang merupakan layanan konseling one-on-one bersama psikolog, yang dapat dilakukan oleh
Insan BRILiaN secara tatap muka ataupun daring.
BRI berkomitmen menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan melalui program
employee well-being yang komprehensif serta penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3) yang ketat demi menjamin keamanan seluruh insan BRI di lingkungan kerja. Perusahaan Aspek Finansial “Happy Financialˮ
juga senantiasa memelihara hubungan industrial yang harmonis dengan menjunjung tinggi Melalui pemberian edukasi dan peningkatan literasi keuangan, BRI membekali pekerja dengan kemampuan
kebebasan berserikat dan perjanjian kerja bersama (collective bargaining), sebagai fondasi dalam pengelolaan keuangan pribadi secara bijak. Inisiatif seperti webinar/Podcast Literasi Keuangan
menyediakan akses pengetahuan mengenai perencanaan investasi, manajemen aset, hingga pengelolaan
menciptakan iklim kerja yang kolaboratif, adil, dan sejahtera bagi seluruh karyawan. arus kas keluarga. Melengkapi pemahaman tersebut, BRI menyediakan employee welfare credit melalui
produk BRIGuna Kawan sebagai fasilitas fleksibel yang dapat dioptimalkan pekerja untuk mendukung
kebutuhan proteksi dan kesejahteraan mereka. Dengan pemahaman finansial yang kuat disertai dukungan
Program Kesejahteraan Pekerja [GRI 403-6, 403-7] yang tepat, Insan BRILiaN diharapkan dapat membangun kemandirian ekonomi dan menjalani kehidupan
Perusahaan senantiasa mewujudkan 4 (empat) aspek BRILiaN well-being, yang terdiri dari aspek yang berkualitas tanpa tekanan finansial, sehingga mampu memberikan fokus dan kontribusi maksimal
fisik, sosial, mental, dan finansial sejalan dengan Employee Well-Being Policy. terhadap pencapaian strategis Perusahaan.
Page 194
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 194
Our People: Insan BRILiaN
Tempat Kerja Ramah Keluarga [OJK F.21] melalui sistem aplikasi pekerja yang memastikan adanya persetujuan atasan serta pemberian
BRI memahami bahwa setiap insan BRILiaN merupakan bagian tidak tergantikan dari keluarga kompensasi yang sesuai bagi pekerja yang melaksanakan kerja lembur.
mereka. Maka dari itu, Perusahaan berkomitmen lebih untuk menjadikan BRI sebagai tempat kerja
yang ramah terhadap keluarga pekerja. BRI mendukung pekerja Perempuan melalui kebijakan dan Pengelolaan Pengaduan Pekerja [GRI 2-26]
dukungan fasilitas terkait kehamilan dan perawatan anak. Setiap karyawan pekerja perempuan BRI menjamin perlindungan bagi pekerja dari tindakan diskriminasi, pengucilan atau pembatasan,
mendapatkan hak cuti melahirkan selama tiga bulan yang dibayar penuh, sehingga memungkinkan pelecehan seksual dan non-seksual, perundungan, serta berbagai bentuk kekerasan fisik, verbal,
mereka untuk fokus pada persiapan proses persalinan hingga perawatan anak pada bulan awal dan mental lainnya, sebagai bagian pengelolaan human capital. Penegasan ini juga telah tertuang
kelahirannya. dalam kebijakan maupun webinar mengenai Respectful Workplace Policy (RWP) yang perlu
diterapkan dan ditekankan kepada insan BRILiaN di seluruh Unit Kerja. Pelaku yang merugikan
BRI juga memberikan cuti ayah yang dibayar kepada pekerja laki-laki untuk mendampingi proses pekerja akan diproses sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku dan jika terbukti, akan
persalinan istri mereka paling lama tiga hari kerja. Untuk para pekerja yang menjadi ibu menyusui, mendapatkan sanksi tegas hingga pemutusan hubungan kerja.
kantor-kantor BRI memiliki ruang menyusui yang nyaman. Pada beberapa kantor BRI juga tersedia
Childcare facilities berupa daycare yang memungkinkan pekerja menitipkan anak mereka selama Pekerja dapat menyampaikan pengaduan dan pertanyaan melalui sarana komunikasi internal bagi
bekerja. pekerja seperti Call Center Human Capital, BRI Human Capital Assistant dan menu BASIC pada
BRILiaN Apps yang dikelola oleh Human Capital Service Group (HSC) maupun sistem pelaporan
Kebijakan cuti dan izin kerja untuk pekerja BRI memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan pelanggaran perusahaan (Whistleblowing System). Jika diperlukan, pekerja dapat mengajukan sesi
yang berlaku terkait ketenagakerjaan yang ketentuannya diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama coaching dengan coach internal BRI ataupun sesi konsultasi dengan konselor eksternal. BRI
(PKB). Insan BRILiaN dapat mengajukan cuti tahunan dan mandatory leave (wajib 5 hari berturut- menjamin kerahasiaan informasi yang disampaikan maupun identitas pekerja dalam proses
turut sebagai bagian dari cuti tahunan). Selain itu, pekerja dapat mengambil cuti yang dibayar untuk pengaduan dan pengajuan sesi.
keperluan lainnya, seperti pernikahan, menstruasi, serta merawat anggota keluarga yang sakit
maupun menghadiri pemakaman keluarga. Keterlibatan Pekerja
Sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam menerapkan praktik pengelolaan sumber daya
Pengelolaan Waktu Kerja [OJK F.21] manusia yang berkelanjutan, Perusahaan secara berkala melakukan evaluasi keterikatan karyawan
Insan BRILiaN dengan tugas dan tanggung jawab tertentu dapat melakukan kerja jarak jauh (remote melalui Employee Engagement Survey (EES). Pada Employee Engagement Survey (EES) yang
working) sehingga memiliki fleksibilitas untuk bekerja dari mana saja tanpa perlu datang ke kantor. dilakukan tahun 2024, sebanyak 73,4% pekerja BRI menunjukkan keterlibatan yang cukup tinggi di
Selaras dengan inisiatif tersebut, salah satu manifestasi konkret dari evolusi corporate culture skala 3,51 dari 4. Hasil tersebut mewakili kepuasan kerja yang dirasakan para insan BRILiaN.
adalah penerapan New Way of Working yang merepresentasikan pergeseran dari model kerja Bersamaan dengan tingkat rata-rata kepuasan pekerja yang cukup tinggi, tingkat perputaran
tradisional menuju pendekatan yang lebih fleksibel, digital, dan berpusat pada manusia. pekerja secara sukarela, hanya 1,24% pada tahun 2025, menandakan retensi pekerja yang lebih
tinggi dibandingkan industri perbankan lainnya.
The New Way of Working mencakup fleksibilitas lokasi dan waktu kerja, optimalisasi teknologi
digital, serta transformasi budaya organisasi yang mendukung kolaborasi jarak jauh dan
kesejahteraan pekerja. Work From Anywhere (WFA), Work From Home (WFH) ataupun Work From 2024 2024
Satellite Office (WFS) merupakan penerapan dari The New Way of Working. BRI memiliki fasilitas Employee Engagement Survey Scope
Remote working place (BRI Work) yang berlokasi di Gedung RO Jakarta 3, KC Bintaro, KCP Bekasi,
dan KC Dewi Sartika Bogor. Lebih dari itu, BRI juga menerapkan flexible working hours untuk unit
dan grup kerja divisi-divisi yang memiliki periode kerja intensif. Inisiatif ini mendukung kesejahteraan
pekerja dan juga peran mereka untuk keluarganya. 3,51/4,00 73,4%
Untuk memastikan pengelolaan waktu kerja yang tertib, BRI menerapkan sistem pencatatan
kehadiran (attendance system) yang merekam data clock-in dan clock-out pekerja di seluruh unit
operasional serta terintegrasi dengan sistem penggajian. Sistem ini digunakan untuk memantau jam
kerja pekerja termasuk pengelolaan lembur sesuai dengan kebijakan perusahaan dan ketentuan Pada tahun pelaporan ini, Perusahaan melakukan penyempurnaan metodologi, instrumen, dan
ketenagakerjaan yang berlaku. Selain itu, BRI juga menerapkan mekanisme lembur yang terstruktur kerangka analisis EES untuk meningkatkan kualitas pengukuran, termasuk aspek reliabilitas,
Page 195
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 195
Our People: Insan BRILiaN
cakupan, serta keselarasan dengan arah strategi dan dinamika organisasi. Sehubungan dengan penerapan SMK3. Peninjauan dilakukan terhadap aktivitas perencanaan, pelaksanaan,
proses peningkatan tersebut, EES untuk sementara tidak dilaksanakan sebagai survei tahunan pemantauan, dan evaluasi. Hasil peninjauan tersebut digunakan sebagai dasar perbaikan dan
pada 2025 dan akan dilanjutkan kembali setelah metodologi diperbaharui. peningkatan kinerja SMK3.
3. Pemantauan dan evaluasi K3 dilakukan secara berkala melalui kegiatan pemeriksaan,
Selama masa penyempurnaan metodologi, Perusahaan memastikan proses employee listening pengukuran, pengujian, dan audit internal terhadap implementasi SMK3.
tetap berjalan melalui berbagai saluran, termasuk komunikasi internal, forum dialog karyawan- 4. Internalisasi budaya K3 disosialisasikan untuk memastikan pekerja memahami SMK3 sebagai
manajemen, mekanisme penyampaian aspirasi/ pengaduan, serta pemantauan indikator SDM yang hak dan kewajiban pekerja. Metode internalisasi yang dilakukan antara lain:
relevan (antara lain tingkat perputaran pekerja). Fokus Perusahaan pada 2025 diarahkan pada • pelatihan tatap muka, webinar, pembelajaran daring;
penguatan tindak lanjut hasil EES periode sebelumnya, antara lain peningkatan efektivitas • media komunikasi lainnya (surat, infografis, video, podcast, dan lainnya);
komunikasi internal, penguatan kapasitas kepemimpinan, serta optimalisasi program pengembangan • uji coba tanggap darurat minimal sekali dalam 1 (satu) tahun.
karier dan kesejahteraan karyawan. Perusahaan menargetkan pelaksanaan EES dengan metodologi 5. Pencegahan dan pengendalian risiko kegiatan operasional, seperti kecelakaan akibat kerja dan
yang telah diperbarui pada periode pelaporan berikutnya, dengan pengungkapan yang penyakit akibat kerja, termasuk dalam proses pengadaan barang dan jasa perusahaan.
memperhatikan pembentukan baseline dan komparabilitas hasil.
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
Keselamatan dan Kesehatan Kerja [OJK F.21] Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) merupakan wadah kolaborasi strategis
Struktur Kebijakan K3 di BRI yang terdiri dari jajaran manajemen dan perwakilan pekerja. Pembentukan komite ini sepenuhnya
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) telah diterapkan di seluruh unit kerja mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan telah mendapatkan pengesahan
BRI. Departemen Business Continuity Management (BCM) & Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) resmi dari Dinas Ketenagakerjaan setempat. P2K3 berperan sentral dalam:
yang merupakan bagian dari Operational Risk Group (ORD) bertanggung jawab atas seluruh aspek
SMK3, termasuk penyusunan, penyempurnaan, dan implementasi K3. Secara khusus, Group Head • Memberikan rekomendasi strategis terkait Kebijakan K3 kepada manajemen.
ORD memiliki tanggung jawab utama dalam pelaksanaan dan pengawasan K3. Kebijakan SMK3 • Melakukan audit dan evaluasi berkala terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja.
ditetapkan oleh Direksi berdasarkan keterlibatan pekerja melalui Surat Edaran Nomor: SE.12-DIR/ • Memastikan terciptanya komunikasi dua arah antara Perusahaan dan pekerja guna membangun
MPE/09/2025 Buku 2 yang mencakup berbagai aspek terkait SMK3. [GRI 2-23, 403-1, 403-8] budaya keselamatan yang proaktif.
Kebijakan SMK3 memuat ketentuan sebagai berikut. Metrik dan Target K3[GRI 403-9, 403-10]
1. ketentuan disusun berdasarkan peraturan pemerintah dan standar ISO 45001:2018 tentang BRI memandang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai fondasi utama dalam menjaga
Occupational Health and Safety Management System (OHSMS); keberlanjutan operasional serta kesejahteraan Insan BRILiaN. Sebagai institusi yang bergerak di
2. ketentuan berlaku untuk pekerja dan non-pekerja BRI, seperti pekerja mitra dan pemasok di sektor perbankan, Bank mengklasifikasikan lingkungan kerjanya sebagai area dengan tingkat risiko
lingkungan operasional BRI; kecelakaan kerja rendah.
3. Ketentuan bertujuan untuk memitigasi dan mengendalikan risiko terkait K3 dari kegiatan
operasional, seperti kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit akibat kerja (PAK). Meskipun demikian, BRI tetap bertindak proaktif dalam mengidentifikasi dan memitigasi setiap
4. kebijakan turut mengatur upaya mitigasi dan pengendalian K3 dalam proses pengadaan barang potensi bahaya guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Melalui implementasi
dan jasa perusahaan; dan SMK3, Bank menjalankan prosedur Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining
5. struktur koordinasi SMK3 terdiri dari Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) Control (HIRADC) secara berkala untuk memetakan risiko K3 di seluruh unit kerja, yang menjadi
dan Tim Tanggap Darurat. dasar dalam setting up prioritization and action plans guna memastikan pengendalian risiko
dilakukan secara efektif dan terstruktur.
Ketentuan dalam kebijakan SMK3 diturunkan dalam standard operating procedure (SOP) dengan
nomor SO.09-ORD/03/2025. Aspek SMK3 yang diatur dalam SOP tersebut mencakup elemen- Mengingat mayoritas aktivitas operasional berpusat di gedung perkantoran dan kantor cabang, BRI
elemen berikut: memberikan perhatian khusus pada bahaya spesifik seperti korsleting listrik, risiko kebakaran,
1. Penetapan Tim Tanggap Darurat di setiap Unit Kerja dilakukan secara berjenjang: gempa bumi, hingga permukaan lantai yang licin. Sepanjang tahun 2025, tercatat terdapat 216
• Melakukan sosialisasi K3 dan uji coba tanggap darurat secara berkala. kecelakaan kerja di seluruh lokasi kerja BRI. Sebagai bentuk respons cepat dan upaya pencegahan
• Uji coba tanggap darurat dilaksanakan minimal sekali dalam 1 (satu) tahun. di masa depan, Bank memperkuat sinergi dengan Building Management (BM) Sentra BRI Kantor
2. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 dilakukan untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas Pusat dan General Affairs Kantor Cabang untuk mengimplementasikan langkah-langkah
Page 196
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 196
Our People: Insan BRILiaN
pengendalian yang terukur. Upaya ini mencakup pemasangan material lantai anti-slip pada jalur yang aman dan sehat bagi pekerja. Penyampaian sosialisasi awareness terhadap risiko K3
pedestrian outdoor di sekitar Kantor Pusat, peningkatan frekuensi patroli kebersihan gedung dan disampaikan kepada manajemen eksekutif hingga seluruh pekerja BRI. Selain itu, Perusahaan
kantor secara rutin, serta pelaksanaan simulasi (drill) kebakaran dan gempa bumi guna memastikan menjalankan pelatihan keselamatan secara rutin untuk memberi pemahaman protokol keselamatan
kesiapsiagaan seluruh Insan BRILiaN dalam menghadapi situasi darurat. secara nyata bagi semua pekerja, sehingga mereka mampu mengidentifikasi dan merespons
potensi bahaya secara mandiri. [GRI 403-5]
Selain aspek keselamatan fisik, BRI berkomitmen penuh untuk menjaga kesehatan para pekerjanya
guna mencegah munculnya Penyakit Akibat Kerja (PAK). Melalui program pemeriksaan kesehatan Dalam upaya menerapkan budaya tanggap darurat, BRI menempatkan sarana penunjang K3 yang
rutin tahunan atau Annual Medical Check-Up (MCU), Bank memantau kondisi kesehatan pekerja memadai, seperti penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan kotak PK3 di setiap ruangan
secara berkala. Di lingkungan perkantoran, identifikasi risiko kesehatan difokuskan pada faktor atau lokasi strategis. Perusahaan juga menyediakan Klinik BRIMEDIKA sebagai unit kesehatan
ergonomi dan perilaku kerja yang berpotensi menyebabkan keluhan kesehatan ringan namun pertama yang dapat diakses pekerja jika terjadi kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Sebagai
berdampak jangka panjang, seperti nyeri punggung atau Carpal Tunnel Syndrome. Dalam hal ini, bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan wujud penerapan SMK3, BRI telah
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) aktif menyosialisasikan posisi kerja yang menjalankan sertifikasi penerapan SMK3 oleh PT Multi Sertifikasi Indonesia sejak Juni 2023 dengan
ergonomis sebagai langkah preventif harian. 64 kriteria untuk kategori tingkat awal dan mendapatkan nilai 90.62%. Selanjutnya, pada Agustus
Dalam aspek pencegahan penyakit menular, Bank mempertahankan standar kebersihan yang tinggi 2024, BRI kembali menjalankan sertifikasi dengan 122 kriteria dan mendapatkan nilai 94,26%. Nilai
dengan mewajibkan penggunaan masker bagi pekerja yang sedang dalam kondisi kesehatan ini termasuk ke dalam predikat “Memuaskan”, sehingga BRI memperoleh Bendera Emas SMK3.
kurang prima saat berada di ruang kerja bersama. Kebijakan ini, ditambah dengan sosialisasi etika
batuk atau bersin dan penyediaan akses layanan kesehatan melalui klinik perusahaan, merupakan Pengelolaan Risiko Bencana
langkah nyata Bank dalam memitigasi risiko infeksi pernapasan di lingkungan kerja. Lebih lanjut, Bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, yang disebabkan oleh perubahan iklim juga turut
BRI menyadari bahwa kesehatan mental merupakan komponen krusial dalam produktivitas pekerja. menjadi risiko terkait keselamatan pekerja, terutama bagi mereka yang bekerja di lokasi-lokasi
Oleh karena itu, Bank menyediakan layanan konseling profesional sebagai instrumen untuk rentan. Maka dari itu, Perusahaan memastikan pemahaman Emergency Response Plan untuk
memitigasi risiko psikososial akibat stres kerja, sehingga setiap Insan BRILiaN memiliki dukungan semua pekerja serta memastikan kesiapan anggota Tim Manajemen Krisis (TMK), Tim Panitia
yang memadai untuk mencapai keseimbangan antara profesionalisme dan kesejahteraan mental. Keselamatan Darurat (TPKD), Building Management (BM) Sentra BRI Kantor Pusat, dan Floor
Warden dalam menghadapi kemungkinan bencana, termasuk kesiapan sarana evakuasi darurat
Tingkat Kecelakaan Kerja Pekerja Tetap dan Pekerja Tidak Tetap Tahun 2025 [GRI 403-9] seperti perahu karet di wilayah rawan banjir.
Jumlah Jam Kerja Rasio (per 1.000.000 Jam Kerja)
Keterangan Pelatihan K3 [GRI 403-5]
Insiden (a) Total (b) [a/b x 1.000.000]
BRI berkomitmen untuk membangun budaya K3 yang preventif dengan memastikan bahwa setiap
Fatalitas 0 0,00 pekerja memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam menghadapi risiko kerja.
161.742.896
Recordable Incidents 216 1,34 Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan K3 secara berkelanjutan bagi seluruh
Insan BRILiaN, baik di kantor pusat maupun unit kerja operasional.
Keterangan :
Jam Kerja Total dihitung dengan mengalikan jumlah seluruh pekerja, termasuk manajemen puncak (84.949 orang) dengan jumlah
jam kerja selama hari kerja efektif tahun 2025 (238 hari kerja dikali 8 jam kerja). Program pelatihan ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari prosedur dasar keselamatan
perkantoran, ergonomi kerja, mitigasi risiko kebakaran, hingga teknik evakuasi darurat. Selain
Jumlah Penyakit Akibat Kerja Pekerja Tetap dan Pekerja Tidak Tetap Tahun 2025 [GRI 403-10] pelatihan yang bersifat umum, BRI juga menyelenggarakan sertifikasi khusus bagi anggota P2K3
dan Tim Tanggap Darurat guna memastikan mereka memiliki kompetensi teknis dalam menangani
Keterangan Jumlah Penyakit Akibat Kerja Jenis Penyakit Akibat Kerja
situasi krisis secara profesional.
Fatalitas 0 N/A
Recordable Ill Health 0 N/A Melalui edukasi yang rutin dan simulasi tanggap darurat (drill) yang dilakukan secara berkala, BRI
memastikan bahwa setiap individu mampu mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, bertindak
cepat saat terjadi keadaan darurat, dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang
Promosi K3 dan Budaya Tanggap Darurat [GRI 403-2] [GRI 403-4]
nihil kecelakaan (zero accident).
Promosi K3 berperan dalam membangun fondasi bagi budaya keselamatan dan tanggap darurat,
mendorong kepatuhan terhadap standar dan peraturan K3, serta menciptakan lingkungan kerja
Page 197
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 197
Our People: Insan BRILiaN
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Bersama dan retensi talenta terbaik. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi jangka panjang, kami
menyelenggarakan program pensiun yang komprehensif untuk memastikan kesiapan finansial dan
Keterlibatan antara Perwakilan Pekerja dan Manajemen [GRI 2-30] transisi yang bermartabat bagi karyawan dalam memasuki masa pensiun.
BRI mengedepankan dialog konstruktif dan berkelanjutan antara Manajemen dan perwakilan
pekerja dalam Forum Kerja Sama Bipartit sebagai kunci stabilitas organisasi. Bentuk nyata dari Perputaran Pekerja
keterlibatan ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang merinci secara komprehensif Sepanjang 2025, sebanyak 3.323 pekerja telah keluar dari BRI dengan rincian pada Tabel Tingkat
hak serta kewajiban Perusahaan, Serikat Pekerja, dan seluruh pekerja. Perputaran Pekerja di halaman 235.
Untuk memastikan relevansinya terhadap dinamika industri dan regulasi, PKB diperbarui secara
berkala setiap dua tahun sekali melalui proses perundingan yang transparan dan inklusif. Program Pensiun [GRI 401-2, 404-2]
Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan hubungan kerja yang harmonis BRI senantiasa berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan Pekerja baik saat masa aktif maupun
dengan menerapkan asas-asas hubungan industrial yang sehat. Melalui sinergi ini, Manajemen dan saat berakhirnya hubungan kerja melalui program benefit yang meliputi:
perwakilan pekerja bersama-sama menyelaraskan kepentingan strategis perusahaan dengan 1. program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (BPJS Kesehatan);
kesejahteraan pekerja, guna memitigasi risiko perselisihan dan menciptakan lingkungan kerja yang 2. program Jaminan Hari Tua (BPJS Ketenagakerjaan);
produktif. 3. program Jaminan Pensiun (BPJS Ketenagakerjaan);
4. program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan (Prospens);
Kebebasan Berserikat [3-3] [407-1] 5. program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP);
BRI menjamin sepenuhnya hak setiap pekerja untuk berserikat dan berkumpul, sebagaimana diatur 6. program Pensiun Iuran Pasti (PPIP); dan
dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan memandang Serikat Pekerja 7. program Tunjangan Hari Tua (THT).
sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem kerja yang berkeadilan.
Selain itu dalam masa persiapan pensiun, Pekerja berhak mendapatkan pendidikan kewirausahaan
Implementasi kebebasan berserikat di BRI diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap aktivitas dari Perusahaan sebagai bekal memasuki dan mempersiapkan masa pensiun. Pendidikan
organisasi pekerja dan penyediaan ruang bagi Serikat Pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara kewirausahaan diberikan dalam bentuk program BLRP (Brilian Leader Retirement Program) untuk
formal maupun informal. Dengan menjamin hak untuk berorganisasi tanpa adanya intervensi atau mempersiapkan Pekerja sebelum memasuki masa pensiun melalui pembekalan pengetahuan,
diskriminasi, BRI berkomitmen menciptakan budaya kerja yang demokratis, di mana setiap suara wawasan, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalani masa pensiun. Pada tahun 2025, BRI
pekerja memiliki wadah yang diakui secara legal dalam proses pengambilan keputusan yang melaksanakan program BLRP untuk pekerja yang memasuki masa pensiun. Adapun sampai dengan
berkaitan dengan kesejahteraan dan hubungan ketenagakerjaan. Desember 2025 tercatat sebanyak 741 Pekerja BRI terdaftar dalam program development persiapan
masa pensiun BRI.
Pada 31 Desember 2025, BRI memiliki 84.949 pekerja purna waktu, dengan 59.714 (70,29%)
pekerja tetap, 24.539 (28,89%) pekerja kontrak, dan 696 (0,82%) pekerja trainee. BRI tidak memiliki
Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja secara adil sesuai dengan ketentuan internal
pekerja paruh waktu atau pekerja dengan jam kerja tak tentu. Sebanyak 36.872 atau 43,76% Perusahaan dan persyaratan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan guna
pekerja tetap telah tergabung dalam Serikat Pekerja BRI, yang mencerminkan terpenuhinya hak memastikan pemenuhan hak pekerja. Seluruh pekerja tetap wajib mengikuti program pensiun,
pekerja dalam berserikat. Keikutsertaan pekerja dalam Serikat Pekerja sepenuhnya merupakan hak dengan iuran yang bersumber dari kontribusi Perusahaan sebesar 75% dan pekerja sebesar 25%.
kebebasan pekerja, maka dari itu belum seluruh pekerja tetap bergabung dalam Serikat Pekerja.
[GRI 201-3]
Selain manfaat pensiun, pekerja juga memperoleh tanda jasa, cuti besar, program persiapan
Meskipun demikian, seluruh hasil perundingan ketenagakerjaan yang disepakati Serikat Pekerja masa pensiun, kepesertaan BPJS Kesehatan pasca kerja, serta manfaat lainnya sebagai bentuk
dan Perusahaan tetap berlaku bagi seluruh insan BRILiaN, tanpa memandang keanggotaan Serikat penghargaan atas dedikasi dan loyalitas yang diberikan.
Pekerja. Hal ini memastikan bahwa standar perlindungan kerja, jaminan sosial, serta kebijakan
remunerasi tetap konsisten dan inklusif bagi setiap individu di lingkungan BRI. Estimasi nilai liabilitas imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang dihitung menggunakan
metode projected unit credit yang dilakukan oleh aktuaris independen. Pada 31 Desember 2025,
Pensiun dan Transisi Tenaga Kerja total liabilitas imbalan pasca kerja tercatat sebesar Rp19,9 triliun, yang mencakup liabilitas pensiun
imbalan pasti dan tunjangan hari tua. [GRI 201-3]
BRI berkomitmen untuk mengelola siklus karier karyawan secara bertanggung jawab, termasuk
dalam memantau tingkat perputaran karyawan (turnover rate) guna menjaga stabilitas organisasi
Page 198
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 198
Local Communities Around Us and Human Rights
Keterlibatan Masyarakat Lokal melalui Tanggung Jawab Sosial dan Visi
Lingkungan Menjadi yang terdepan dalam praktik TJSL perusahaan untuk memberikan nilai &
manfaat yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan.
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan aktivitas strategis bagi BRI
dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value). Melalui pemberdayaan kelompok rentan Misi
dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat, inisiatif ini tidak hanya memitigasi risiko sosial • Melaksanakan TJSL perusahaan untuk mendukung bisnis BRI dengan tata kelola
tetapi juga memperkokoh stabilitas industri keuangan secara nasional. Dengan memperluas akses (governance) dan pengelolaan (management) yang baik, terencana, strategis,
layanan perbankan dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan, BRI memastikan bahwa berdampak luas, dan berkelanjutan.
pertumbuhan bisnis jangka panjang senantiasa selaras dengan kesejahteraan masyarakat yang • Menciptakan perpaduan nilai (blended value) bagi BRI dan pemangku kepentingan.
inklusif. • Meningkatkan reputasi BRI di mata pemangku kepentingan.
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Melalui BRI Peduli [GRI 403-2] [OJK F.25] Pilar
BRI Peduli merupakan instrumen penyelenggaraan program TJSL dengan tujuan mencegah, Implementasi BRI Peduli TJSL mengacu pada 3 (tiga) pilar utama, yakni pilar Sosial,
mengurangi dan memitigasi dampak operasional perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi pilar Ekonomi, dan pilar Lingkungan, serta dipandu oleh pilar Hukum.
positif di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs). Dalam pendekatannya, BRI Peduli mengusung prinsip keberlanjutan Perencanaan Program
dan penciptaan nilai bersama (creating shared value) bagi masyarakat penerima manfaat dan Pengelolaan Program BRI Peduli dilakukan secara sistematis dan terpadu untuk memastikan
perusahaan. BRI melaksanakan inisiatif pemberdayaan, peningkatan kapasitas, dan pembangunan keberhasilan program dapat dicapai dengan baik dalam setiap tahapannya, mulai dari perencanaan,
infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi pelaksanaan, pengawasan hingga pelaporan.
mereka. Perusahaan juga menjalankan mandat Peraturan Menteri BUMN untuk memfokuskan
penyaluran TJSL pada bidang Pendidikan, Lingkungan, dan Pengembangan Usaha Mikro dan Perencanaan Program BRI Peduli mengacu pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Usaha Kecil (PUMK). Seluruh manfaat TJSL yang perusahaan berikan diharapkan dapat Republik Indonesia Nomor: PER-01/MBU/03/2023 tanggal 03 Maret 2023 tentang Penugasan
meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peran BRI dalam keuangan berkelanjutan. Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara yang
diadopsi ke dalam aturan internal perusahaan melalui Surat Edaran Nomor: SE.24-DIR/CSC/06/2023
Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) [OJK F.23] tanggal 22 Juni 2023 perihal Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT
BRI mengambil peran untuk memberi dukungan kepada kelompok rentan melalui kegiatan Tanggung Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sekitar lokasi operasional perusahaan. Program-program
TJSL BRI dijalankan untuk memperkuat ketahanan keuangan dan ekonomi masyarakat sekitar yang BRI memperhatikan asas efisiensi dan efektivitas program agar dapat disalurkan secara tepat guna
membutuhkan, sehingga secara tidak langsung berkontribusi terhadap keberlanjutan bisnis jangka dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyusunan rencana Program BRI
panjang. Inisiatif TJSL BRI berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan Peduli TJSL dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
memperluas akses mereka terhadap layanan perbankan. Upaya-upaya ini tidak hanya mendorong 1. dampak dan risiko dari aktivitas perusahaan;
dampak sosial yang positif, tetapi juga memperkuat posisi BRI sebagai mitra keuangan yang 2. kebutuhan dan potensi yang timbul;
terpercaya. 3. keunggulan dan kearifan lokal;
4. orientasi keberlangsungan dan dampak yang ingin diharapkan; dan
Tata kelola TJSL BRI dijalankan melalui visi untuk menjadi yang terdepan dalam praktik tanggung 5. fokus dan arah pembangunan berkelanjutan.
jawab sosial dan lingkungan perusahaan demi memberikan nilai dan manfaat jangka panjang bagi
seluruh pemangku kepentingan. Visi ini diwujudkan melalui misi strategis yang mengintegrasikan BRI juga mengajak insan BRILiaN dalam setiap pelaksanaan program TJSL. Hal tersebut
pengelolaan TJSL dengan tata kelola yang baik dan pengelolaan yang terukur untuk menciptakan menumbuhkan kepedulian pekerja terhadap kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan
blended value, yakni perpaduan nilai ekonomi dan sosial, sehingga tidak hanya mendukung di sekitar unit kerja BRI. Lebih lanjut, untuk menjamin pelaksanaan dan pencapaian keberhasilan
keberlanjutan bisnis, tetapi juga memperkuat reputasi BRI di mata publik. Dalam implementasinya, program BRI Peduli, BRI telah menyusun peta jalan yang dirancang sebagai panduan agar program
program BRI Peduli berpijak pada tiga pilar utama, yaitu pilar Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan, yang dilaksanakan tepat guna dan tepat sasaran dengan memprioritaskan bidang pendidikan,
yang seluruhnya dijalankan dengan panduan pilar Hukum guna memastikan dampak yang luas, lingkungan dan pengembangan UMKM yang dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan Program
terencana, dan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang kuat. BRI Peduli.
Page 199
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 199
Local Communities Around Us and Human Rights
Monitoring dan Evaluasi [OJK F.23] [GRI 203-1, 413-1, 413-2] Pencapaian Program
BRI menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat mengenai perencanaan program TJSL yang Program BRI Peduli mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak melalui penghargaan sepanjang
tepat di daerah mereka. Selanjutnya, Perusahaan juga mensosialisasikan pelaksanaan program tahun 2025 sebagai berikut.
agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Secara berkala, BRI melakukan pemantauan
dan evaluasi guna menjaga efektivitas pelaksanaan, serta sebagai masukan dalam meningkatkan
pelaksanaan program TJSL di masa mendatang. Pemantauan dan evaluasi untuk mengukur Penyelenggara
Kategori Program Bulan Perolehan
efektivitas dampak program dilakukan dengan pendekatan Social Return on Investment (SROI) dan Award
pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebagai berikut.
Sustainable Impact in
Tribun Network -
Women-Led Urban BRInita Mei 2025
Lokal Asri
Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Agriculture
Nilai
Nama Program
(SROI) IKM Pelayanan Mutu Pelayanan
TOP CSR AWARD 2025 Top Business BRI Peduli Juni 2025
Bantuan Sarana Pasar Gentan 18,22 90,57% Sangat Baik
Pelatihan dan Sertifikasi Eksport 14,15 85,83% Baik
Bantuan Alat Pengelolaan Kopi TJSL & CSR AWARD BUMN Track BRI Peduli Juni 2025
7,35 94,76% Sangat Baik
Kelompok Tani Ijen Tourism
Bantuan Pengembangan Daerah Banking, Finance, The International CSR
4,39 88,66% Sangat Baik Philanthropy Juli 2025
Wisata Kya-Kya Insurance Category Excellent Award
Bantuan Sarana dan Prasarana
Ekosistem Urban Farming
4,36 85,17% Baik Banking, Finance, The International CSR
Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Socio-economic Juli 2025
Insurance Category Excellent Award
Bukit Raya Kota Pekanbaru
Bantuan Pengembangan Potensi
Banking, Finance, The International CSR
Hijau Kawasan Den Bukit 4,23 86,54% Sangat Baik Equal Opportunities Juli 2025
Insurance Category Excellent Award
Buleleng
Bantuan Pembangunan Penataan • Yok Kita Gas
Obyek Wisata Air Terjun Taman 4,13 95,81% Sangat Baik • BRInita
Sari Waterfall, Kec. Gianyar Nusantara CSR
Silver SDGs • Grow & Green Juli 2025
Award 2025
Bantuan Pengadaan Mesin • Ini Sekolahku
Pengolahan Hasil Panen Ubi • AURA
3,98 96,69% Sangat Baik
Jalar KWT Sri Mandiri Sembawa
Kecamatan Jalaksana Kuningan Penggerak Ekonomi
Liputan 6 Award Grow & Green Agustus 2025
Bantuan Alat Membatik Gadisku Hijau Inklusif
3,92 97,78% Sangat Baik
2 UPT PSBR Blitar
Apresiasi Dana Pendidikan
Desa BRILiaN Sigumpar Julu, 3,09 94,61% Sangat Baik Global Corporate • Yok Kita Gas
Best Excellence
Kabupaten Toba Sustainability Awards • BRInita November 2025
Practices Awards
(GCSA) 2025 • Desa BRILiaN
Selama tahun 2025, BRI tidak menerima keluhan dan pengaduan masyarakat secara formal terkait
dampak kegiatan BRI. [F.24]
Page 200
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 200
Local Communities Around Us and Human Rights
Daftar Program Unggulan [OJK F.23] [GRI 203-2]
Hukum dan
Sosial Ekonomi Lingkungan
Tata Kelola
Pilar Sosial Pilar Ekonomi Pilar Lingkungan Pilar Hukum dan Tata Kelola
Pilar Sosial untuk tercapainya pemenuhan Pilar Ekonomi untuk tercapainya Pilar Lingkungan untuk pengelolaan Pilar Hukum dan Tata Kelola, untuk
hak dasar manusia yang berkualitas secara pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui sumber daya alam dan lingkungan yang terwujudnya kepastian hukum dan tata
adil dan setara untuk meningkatkan keberlanjutan peluang kerja dan usaha, berkelanjutan sebagai penyangga seluruh kelola yang efektif, transparan, akuntabel
kesejahteraan masyarakat. inovasi, industri inklusif, infrastruktur kehidupan. dan partisipatif untuk menciptakan
memadai, energi bersih yang terjangkau stabilitas keamanan dan mencapai negara
dan didukung kemitraan. berdasarkan hukum.
Program Program Program Program
• Program BRI Peduli “Ini Sekolahkuˮ • Pelatihan Ekspor bagi UMKM • Jaga Sungai Jaga Kehidupan dalam
• Cegah Stunting Itu Penting Dalam • Bantuan Sarana Prasarana Pasar Gentan rangka Hari Sungai Sedunia Tahun 2025
Rangka Hari Gizi Nasional 2025 Yogyakarta • BRI Peduli Yok Kita GAS (Gerakan Kelola
• Program BRI Peduli Beasiswa Pelajar • Bantuan Alat Pengelolaan Kopi Kelompok Sampah) Waste Management Journey
2025 Tani Ijen • Program BRI Peduli Grow & Green
Transplantasi Terumbu Karang
Page 201
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 201
Local Communities Around Us and Human Rights
Pilar Sosial [OJK F-25] [GRI 203-2]
Pemenuhan Hak Dasar Manusia yang Berkualitas Secara Adil dan Setara
Program Sosial 2025 Tanggal SDGs
Program Sosial 2025 Tanggal SDGs
BRI Peduli menyalurkan paket sembako bagi umat 9 Mei 2025
BRI Peduli menyalurkan bantuan untuk SD Negeri 15 Januari 2025
Buddha di Tangerang pada Hari Raya Waisak
Gambiran I, Prigen, Pasuruan
BRI menyalurkan bantuan kemanusiaan dan 2 Juni 2025
BRI Regional Office Bandar Lampung bersama 20 Januari 2025
memastikan layanan tetap berjalan pascagempa di
IWABRI menyalurkan bantuan untuk korban banjir
Bengkulu
di Teluk Betung Selatan
BRI Peduli menyalurkan bantuan pemberdayaan 6 Juni 2025
Program “Cegah Stunting Itu Penting” untuk 25 Januari 2025
usaha bagi Peternak Domba Garut di Desa
Memperingati Hari Gizi Nasional
Sukalaksana
BRI Peduli mendukung pendidikan karakter anak 23 Juli 2025
BRI Peduli menyalurkan paket sembako bagi warga 29 Januari 2025
lewat kegiatan agro edukasi bagi siswa/i sekolah
di Tangerang dan Singkawang dalam rangka Tahun
dasar pada Hari Anak Nasional
Baru Imlek
BRI memberi apresiasi Anggota Paskibraka dan 20 Agustus 2025
BRI Peduli menyalurkan bantuan bagi warga 5 Maret 2025
Tenaga Pendukung Paskibraka Nasional
terdampak banjir Jabodetabek
BRI Peduli menyalurkan bantuan tanggap bencana 12 September
BRI membagi 100.000 paket sembako di Bulan 27 Maret 2025
banjir Bali dan NTT 2025
Ramadan
BRI Peduli memperkuat infrastruktur kesehatan 12 November
BRI Peduli berbagi kepada Masyarakat Desa Adat 29 Apr 2025
lewat penyaluran ratusan unit ambulans di seluruh 2025
Soka, Tabanan dalam rangka Hari Raya Nyepi
Indonesia selaras dengan Asta Cita
BRI Peduli mengapresiasi peran Guru dalam dunia 25 November
BRI mendukung kualitas pendidikan Indonesia 2 Mei 2025
pendidikan dan menyalurkan bantuan di SDN 2025
melalui BRI Peduli - Ini Sekolahku
Sukamahi 02 Megamendung untuk memperingati
Hari Guru Nasional
Page 202
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 202
Local Communities Around Us and Human Rights
Program Unggulan Pilar Sosial
1. BRI Peduli “Ini Sekolahku” Program 2. "Cegah Stunting itu Penting" Dalam Rangka Hari Gizi 3. Program BRI Peduli "Beasiswa Pelajar 2025"
BRI turut berupaya menciptakan lingkungan pendidikan Nasional 2025 Pendidikan memiliki peranan penting dalam kemajuan
yang aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus memperluas Program BRI Peduli “Cegah Stunting Itu Penting” suatu bangsa karena melalui pendidikan individu dapat
akses pendidikan yang inklusif. Dalam rangka mendukung dilaksanakan sebagai bentuk intervensi sosial terarah mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang
upaya tersebut, BRI melanjutkan program BRI Peduli “Ini untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak diperlukan untuk berkontribusi secara positif bagi
Sekolahku” pada tahun 2025 di 12 (dua belas) titik sekolah dan penguatan layanan kesehatan masyarakat. Melalui masyarakat. Pendidikan yang berkualitas turut
di wilayah Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Jakarta, pendekatan kolaboratif, pelaksanaan program ini relevan membentuk sumber daya manusia unggul yang berperan
Banjarmasin dan Denpasar. dengan kondisi masyarakat serta mendukung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga
keberlanjutan upaya pencegahan stunting di tingkat stabilitas sosial.
Program ini dirancang untuk menjawab dua kebutuhan komunitas. Implementasi program ini berkontribusi pada
utama, yaitu peningkatan kualitas sarana dan prasarana peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar, perluasan Sejalan dengan hal tersebut, BRI melalui Program BRI
pendidikan serta dukungan pembiayaan melalui akses anak terhadap asupan gizi yang memadai, serta Peduli menyelenggarakan penyaluran bantuan beasiswa
beasiswa. Pada aspek infrastruktur, BRI melakukan pengurangan tekanan ekonomi keluarga dalam bagi pelajar berprestasi dan/atau berasal dari keluarga
pembangunan dan renovasi gedung sekolah serta pemenuhan kebutuhan gizi anak. Bertepatan dengan Hari kurang mampu kurang lebih sebanyak 200 siswa di
penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran, terutama Gizi Nasional 2025, BRI melaksanakan Program “Cegah wilayah Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Jakarta,
bagi sekolah-sekolah yang masih menghadapi Stunting Itu Penting” di wilayah Banjarmasin, Denpasar, Banjarmasin dan Denpasar.
keterbatasan infrastruktur, termasuk di wilayah terpencil. Makassar, Yogyakarta, Manado, Padang, dan Malang. Di
Pada aspek dukungan pendidikan, BRI juga menyalurkan sisi lain, praktik kolaborasi yang terbangun melalui Dukungan terhadap peningkatan kualitas infrastruktur
beasiswa bagi peserta didik yang membutuhkan dan program ini memperkuat ekosistem penanganan stunting pendidikan yang disertai dengan penyediaan akses
berprestasi serta berkontribusi pada pengembangan yang terintegrasi di tingkat lokal. beasiswa diharapkan mampu menciptakan sistem
sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas, sehingga
memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi
generasi muda. Program ini merupakan salah satu wujud
konstribusi BRI untuk mewujudkan Generasi Emas
Indonesia 2045.
Page 203
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 203
Local Communities Around Us and Human Rights
Pilar Ekonomi[OJK F.25] [GRI 203-2]
Penciptaan Peluang Kerja, Usaha, dan Industri yang Inklusif
Program Ekonomi 2025 Tanggal SDGs
BRI Peduli memberi bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa BRILiaN Jatihurip 21 Maret 2025
BRI memberdayakan Wanita Indonesia melalui Program BRInita 21 April 2025
BRI Peduli memberikan internet gratis di SMP Negeri 6 Bayan Lombok Utara untuk pemerataan akses digital di wilayah 3T 20 Mei 2025
BRI kembali menggelar pelatihan ekspor untuk meningkatkan daya saing UMKM tembus pasar global 15 Agustus 2025
BRI Peduli membekali Pekerja Migran Indonesia di Lombok NTB dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan peluang usaha baru 08 Oktober 2025
BRI Peduli mendukung ketahanan pangan melalui Panen Raya BRInita 16 Oktober 2025
Page 204
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 204
Local Communities Around Us and Human Rights
Program Unggulan Pilar Ekonomi
1. "Pelatihan Ekspor" bagi UMKM 2. Bantuan Sarana Prasarana Pasar Gentan Yogyakarta 3. Bantuan Alat Pengelolaan Kopi Kelompok Tani Ijen
BRI sebagai BUMN dengan fokus pada segmen Usaha Pasar tradisional merupakan pilar penting dalam
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong perekonomian rakyat, namun seringkali menghadapi Kawasan Agrowisata Ijen di Banyuwangi merupakan
pelaku usaha, termasuk segmen mikro dan ultra mikro, tantangan persaingan dari pasar modern. Pasar Gentan di salah satu Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN)
agar mampu tumbuh dan berkembang secara Kecamatan Ngaglik, Sleman, adalah salah satu pasar dengan potensi unggulan kopi yang dapat dikembangkan
berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah harian yang menjadi andalan bagi banyak pelaku usaha menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus daya
melalui program Pelatihan Ekspor yang dirancang untuk kecil dan menengah (UKM) serta menjadi pusat aktivitas tarik wisata berbasis komunitas. Dalam mendukung
meningkatkan kapasitas dan kesiapan UMKM dalam ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Menyadari peran pengembangan potensi tersebut, BRI berkolaborasi
memasuki pasar global. Program ini bertujuan mendorong vital pasar tradisional dalam ekosistem ekonomi lokal, BRI dengan Ijen Tourism Cluster (ITC) untuk memperkuat
pertumbuhan usaha melalui peningkatan daya saing bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan kapasitas petani dan pelaku usaha kopi, mulai dari
produk, perluasan akses pasar internasional, serta Perdagangan Kabupaten Sleman untuk melakukan peningkatan kualitas produksi hingga dukungan sarana
penguatan pemahaman pelaku usaha terhadap proses revitalisasi fasilitas di Pasar Gentan guna meningkatkan pengolahan, sehingga pelaku usaha tidak hanya menjual
ekspor. Melalui program ini, UMKM diharapkan mampu kualitas sarana dan prasarana pasar. Revitalisasi ini biji kopi mentah tetapi mampu menghasilkan produk kopi
meningkatkan nilai tambah produk, memperluas peluang bertujuan meningkatkan daya saing pasar melalui olahan bernilai tambah. Program ini turut memperkuat
usaha, serta meningkatkan pendapatan sekaligus perbaikan fasilitas fisik, menciptakan lingkungan pasar branding “Kopi Banyuwangi” sekaligus meningkatkan
mendukung promosi produk dan budaya Indonesia di yang lebih nyaman bagi pedagang dan pengunjung, serta pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
pasar global. Program ini sekaligus mempertegas peran mendukung promosi dan visibilitas pedagang agar
BRI sebagai mitra pertumbuhan UMKM dalam memperkuat aktivitas perdagangan semakin berkembang. Upaya ini
kontribusi sektor usaha rakyat terhadap perekonomian sekaligus memperkuat peran Pasar Gentan sebagai pusat
nasional. ekonomi komunitas lokal yang adaptif terhadap
perkembangan kebutuhan masyarakat.
Page 205
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 205
Local Communities Around Us and Human Rights
Pilar Lingkungan [OJK F.10] [GRI 203-2]
Penataan dan Pelestarian Ekosistem Lingkungan secara Berkelanjutan
2025 Environmental Programs Tanggal SDGs
2025 Environmental Programs Tanggal SDGs
Program BRI Menanam - "Grow & Green" di BRI Menanam – "Grow & Green" mempertegas
5 Juni
Tanjung Prepat Berau menyerap 2.987,62 kg 7 Februari komitmen dalam menjaga ekosistem lingkungan
2025
CO2e per tahun dan mendorong ekonomi 2025 pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia
masyarakat
BRI Menanam – "Grow & Green" Transplantasi
BRI mendorong kesadaran masyarakat melalui
Terumbu Karang meningkatkan kesadaran 26 Juli
14 Februari pengelolaan sampah guna menjaga ekosistem
masyarakat untuk menjaga ekosistem laut dan 2025
2025 sungai untuk memperingati Hari Sungai Nasional
mendorong pendapatan nelayan di Pulau
Maratua
BRI Peduli memperingati Hari Peduli Sampah BRI melakukan penanaman mangrove di Muara 26 Juli
21 Februari
Nasional (HPSN) dengan aksi nyata bersama Gembong, Bekasi pada Hari Mangrove Sedunia 2025
2025
masyarakat dan siswa
23
BRI Menanam - "Grow & Green" Transplantasi BRI Peduli melestarikan sungai dalam rangka
1 April September
Terumbu Karang melestarikan ekosistem laut di Hari Sungai Sedunia
2025 2025
Gili Matra NTB
BRI dan Generasi Muda menjaga ekosistem
BRI Menanam - "Grow & Green" di Pulau lingkungan melalui penanaman mangrove dan 24 Oktober
28 April
Kapoposang berkolaborasi untuk ekosistem laut pengelolaan limbah plastik pada Hari Aksi Iklim 2025
2025
yang lestari Sedunia
Page 206
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 206
Local Communities Around Us and Human Rights
Program Unggulan Pilar Lingkungan
1. "Jaga Sungai Jaga Kehidupan" dalam rangka Hari Sungai 2. BRI Peduli "Yok Kita GAS (Gerakan Kelola Sampah)" 3. Program BRI Peduli "Grow & Green Transplantasi Terumbu
Sedunia Tahun 2025 Waste Management Journey Karang" [OJK F.9, F.10]
Program "Jaga Sungai Jaga Kehidupan" merupakan Penumpukan sampah masih menjadi tantangan BRI melalui program "Grow & Green" melanjutkan inisiatif
wujud komitmen BRI dalam memperkuat perlindungan lingkungan di berbagai wilayah akibat rendahnya konservasi lingkungan melalui kegiatan transplantasi
dan pengelolaan ekosistem sungai secara berkelanjutan kesadaran masyarakat dan belum optimalnya pengelolaan terumbu karang di Pulau Maratua (Kalimantan Timur),
melalui kolaborasi bersama Sungai Watch. Inisiatif ini sampah. Menjawab kondisi tersebut, program ini Pulau Kapoposang (Sulawesi) dan Gili Matra (Nusa
tidak hanya berfokus pada pembersihan sungai, tetapi mendukung pembentukan dan penguatan TPS 3R serta Tenggara Barat). Program ini bertujuan memulihkan
juga pada peningkatan kesadaran ekologis masyarakat Bank Sampah di lokasi terpilih yang digerakkan oleh local ekosistem bawah laut guna meningkatkan
terhadap pentingnya menjaga kualitas air, keseimbangan heroes, dengan tujuan mengurangi pencemaran keanekaragaman hayati sekaligus menopang
ekosistem perairan, dan menekan emisi CO₂. Perbaikan lingkungan dan risiko kesehatan sekaligus mendorong keberlanjutan aktivitas perikanan dan pariwisata bahari
kualitas lingkungan sungai turut berkontribusi pada partisipasi aktif masyarakat. Program ini telah yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
pengurangan dampak pencemaran, peningkatan kualitas dilaksanakan di beberapa beberapa pasar dan difokuskan
lingkungan hidup, serta mendukung keberlanjutan pada peningkatan kapasitas melalui edukasi pemilahan Melalui kolaborasi dengan komunitas lokal dan mitra
ekosistem bagi masyarakat sekitar. Manfaat yang sampah, literasi pengelolaan sampah, serta pemahaman lingkungan, "Grow & Green" mengintegrasikan upaya
dirasakan komunitas antara lain peningkatan kesehatan nilai ekonomi sampah, yang didukung oleh penguatan pelestarian ekosistem laut dengan pemberdayaan
masyarakat, mengurangi risiko bencana, serta infrastruktur dan sarana prasarana. Bantuan yang masyarakat berbasis lingkungan. Program ini menegaskan
mendukung terciptanya peluang ekonomi hijau dan diberikan meliputi mesin pengolahan sampah, kendaraan komitmen BRI dalam mendukung pembangunan
kualitas hidup yang lebih berkelanjutan. Melalui operasional Bank Sampah, pembangunan fasilitas berkelanjutan melalui penguatan ketahanan ekosistem
pendekatan partisipatif, program ini mendorong perilaku maggot Black Soldier Fly (BSF), tempat sampah, alat pesisir serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di
ramah lingkungan serta memperkuat tata kelola sungai keselamatan kerja, seragam, serta perlengkapan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
berbasis komunitas. pendukung lainnya. Melalui inisiatif ini, Bank Sampah
diharapkan mampu berperan optimal dalam menciptakan
lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan nilai ekonomi
sampah, dan mendukung pengelolaan sampah berbasis
masyarakat secara berkelanjutan.
Page 207
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 207
Local Communities Around Us and Human Rights
Komitmen terhadap HAM Pemegang Hak Kelompok Rentan Risiko terkait HAM
Kebijakan Hak Asasi Manusia [GRI 2-23] • Pekerja Perempuan
• Occupational Health and Safety
BRI menyadari bahwa terdapat risiko terkait HAM yang mungkin terjadi pada pekerja dalam rantai • Pekerja Pidak
• Forced Labor
pasok perusahaan, seperti Occupational Health and Safety, Forced Labor, Discrimination, Right to Pekerja Tetap
• Discrimination
Collective Bargaining, Freedom of Association, Child Labor & Human Trafficking. Perusahaan • Pekerja
• Right to Collective Bargaining
berkomitmen untuk mengintegrasikan risiko-risiko tersebut dalam manajemen risiko serta Penyandang
• Freedom of Association
pelaksanaan inisiatif sosial dan tata kelola. Disabilitas
• Child Labor & Human Trafficking
• Pekerja anak
Penerapan berbagai kebijakan terkait HAM dalam kegiatan operasional BRI diatur melalui Kebijakan
Prinsip Hak Asasi Manusia dan Praktik Ketenagakerjaan yang dapat diakses pada tautan berikut • Diskriminasi, Pelecehan, dan
https://www.ir-bri.com/esg/human_right_commitment.html Kebijakan-kebijakan ini mengatur Kekerasan
aspek HAM bagi pekerja BRI maupun untuk pekerja pemasok dan mitra perusahaan. Hal ini Pemasok/Pihak • Tenaga Kerja • Kesehatan dan Keselamatan Kerja
memastikan bahwa prinsip-prinsip HAM dihormati dan diterapkan secara konsisten, tidak hanya di ketiga Pemasok • Kebebasan Berserikat
dalam organisasi, tetapi juga sepanjang rantai pasok dan hubungan kemitraan bisnis. • Tenaga Kerja • Keragaman, Kesetaraan dan Inklusi
Perempuan • Kerja Paksa
Lebih dari itu, BRI berupaya mendukung komitmen global terhadap HAM dengan mematuhi sepuluh • Tenaga Kerja Anak
prinsip United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs on BHR), yang • Human Trafficking
juga dikenal sebagai 10 prinsip UNGC. Komitmen ini mencakup perlindungan HAM dalam aktivitas
operasional dan bisnis, termasuk tenaga kerja, mitra bisnis, hingga rantai pasok perusahaan. BRI telah melakukan penilaian HAM pekerja pada aktivitas bisnis internal dan eksternal organisasi
Informasi terkait komitmen dan tindak lanjut BRI terhadap UNGPs on BHR dapat ditemukan pada sejak 2023. Penilaian HAM dilakukan secara berkala berdasarkan prioritas dan kebutuhan
laman UN Global Compact (https://unglobalcompact.org/what-is-gc/participants/156911-PT-Bank- Perusahaan untuk mengidentifikasi risiko terkait HAM. Proses penilaian HAM dilakukan dengan
Rakyat-Indonesia-Persero-Tbk-). [FN-CB-410a.2] memetakan frekuensi (kemungkinan) dan dampak (keparahan) dari setiap risiko terkait HAM yang
teridentifikasi, sehingga memungkinkan evaluasi komprehensif terhadap risiko bawaan (inherent
Pelatihan dan Peningkatan Kesadaran Hak Asasi Manusia[GRI 2-24] risk) beserta risiko yang masih ada (residual risk).
BRI senantiasa berupaya untuk memperluas pemahaman terkait HAM untuk mendorong komitmen
pelaksanaannya melalui: Pelaksanaan uji tuntas HAM di lingkup internal dan eksternal organisasi mengacu pada Surat Direksi
1. menyelenggarakan pelatihan dan komunikasi secara berkala bagi pekerja untuk meningkatkan No.B.1470-DIR/ ESG/07/2023 tanggal 13 Juli 2023 tentang Kebijakan Hak Asasi Manusia PT Bank
pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia; Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui kerangka kerja terstruktur yang meliputi:
2. mengomunikasikan implementasi penghormatan terhadap hak asasi manusia dan dampaknya
terhadap pemangku kepentingan melalui berbagai media/sarana komunikasi internal; dan 1. komitmen HAM;
3. melaporkan praktik penghormatan hak asasi manusia kepada pemangku kepentingan eksternal 2. identifikasi dampak dan risiko;
melalui laporan keberlanjutan. 3. penilaian dampak dan risiko;
4. mitigasi dan remediasi; dan
Penilaian Risiko dan Uji Tuntas Hak Asasi Manusia [OJK F.19] [GRI 408-1, 409-1] 5. komunikasi dampak.
BRI menggunakan pendekatan kehati-hatian dalam mengelola kemungkinan risiko terhadap
pemenuhan HAM pekerja di seluruh proses bisnis perusahaan. Untuk mencapai hal ini, BRI Secara khusus, BRI telah melaksanakan proses uji tuntas HAM yang ditetapkan oleh Kementerian
melakukan uji tuntas HAM dengan mengidentifikasi dan menilai potensi dampak serta risiko dari Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui aplikasi PRISMA. Berdasarkan proses uji
setiap aktivitas operasional BRI, rantai nilai atau kegiatan lain yang terkait dengan bisnis BRI, tuntas tersebut, BRI mendapatkan kategori Hijau, yang menandakan kepatuhannya terhadap
termasuk hubungan bisnis baru (merger dan akuisisi) dengan memberi perhatian lebih pada Standar Indikator Penilaian Risiko Bisnis dan Hak Asasi Manusia.
kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Dengan memprioritaskan upaya
tersebut, BRI memperkuat komitmennya untuk menciptakan ekosistem bisnis yang menghormati,
melindungi, dan mempromosikan hak asasi manusia, terutama bagi pihak-pihak yang rentan
terhadap risiko HAM.
Page 208
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General
General Sustainability
Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 208
Local Communities Around Us and Human Rights
Penilaian Hak Asasi Manusia
BRI melaksanakan self-assessment hak asasi manusia terhadap karyawan dan pemasok pada Dalam memastikan HAM dalam rantai pasok, BRI menjunjung praktik bisnis yang bertanggung
tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan praktik bisnis yang jawab dengan melakukan kerja sama hanya terhadap pemasok, mitra kerja, dan nasabah peminjam
bertanggung jawab. Melalui proses ini, BRI mengidentifikasi berbagai risiko utama terkait hak asasi yang menunjukkan komitmen terhadap operasi yang etis dan berkelanjutan. Untuk memperkuat hal
manusia serta merumuskan langkah-langkah mitigasi dan remediasi yang terstruktur untuk ini, BRI telah merumuskan Kebijakan Rantai Pasok yang mengatur persyaratan yang diterapkan
mengelola dan menangani risiko tersebut secara efektif. Berikut merupakan hasil self-assessment untuk mitra kerja, mencakup praktik bisnis yang beretika, pemenuhan HAM dan hak buruh,
hak asasi manusia terhadap karyawan dan pemasok: pertimbangan dampak lingkungan, privasi data, kesehatan dan keselamatan, serta keberagaman
pemasok. Selain itu, penilaian terhadap risiko HAM dari penugasan dan evaluasi pengendalian
Internal Organisasi Eksternal Organisasi pemasok dilakukan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap kebijakan dan standar HAM BRI.
Mitigasi dan Remediasi Hak Asasi Manusia [GRI 2-26]
BRI telah menerapkan langkah-langkah proaktif untuk memitigasi pelanggaran HAM dalam kegiatan
operasional dan bisnis di seluruh unit kerja BRI. Upaya mitigasi dirancang untuk menjaga prinsip-
2025 2025 prinsip hak asasi manusia dalam kegiatan operasional dan bisnis telah sejalan dengan United
38.035 416 Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs BHR). Meskipun demikian, BRI
(44,77%) (100%) juga menetapkan prosedur yang jelas untuk menangani isu-isu hak asasi manusia dan memfasilitasi
proses pemulihan dari dampak buruk yang timbul melalui tindakan remediasi:
• permohonan maaf;
• restitusi;
Berdasarkan hasil identifikasi dan penilaian dampak dan risiko HAM yang dilakukan sepanjang • rehabilitasi;
periode pelaporan pada 416 pemasok, tidak ditemukan adanya insiden maupun operasional • jaminan tidak terulang kembali;
pemasok yang memiliki risiko signifikan terhadap praktik pekerja anak maupun kerja paksa. Upaya • kompensasi finansial/non-finansial; serta
pengawasan ini terus diperkuat melalui evaluasi berkala guna memastikan bahwa seluruh mitra • upaya hukum.
bisnis tetap selaras dengan standar perlindungan Hak Asasi Manusia yang dijunjung oleh BRI.
Sebagai langkah preventif dan syarat mutlak dalam menjalin kerja sama, BRI mewajibkan seluruh Pengaduan terkait pelanggaran HAM dapat disampaikan pada sistem pelaporan pelanggaran
pemasok untuk menandatangani pakta integritas serta mematuhi batas usia kerja minimum dan (Whistleblowing System/WBS). Sistem pelaporan pelanggaran menjamin kerahasiaan identitas dan
praktik ketenagakerjaan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku di perlindungan bagi pelapor. Laporan terkait pelanggaran HAM yang disertai bukti pendukung dapat
Indonesia. [GRI 408-1, 409-1] diajukan oleh pekerja BRI, pelanggan, mitra kerja, atau pemangku kepentingan eksternal melalui
sarana berikut.
Pemantauan Pengelolaan Hak Asasi Manusia
Hasil identifikasi dan penilaian dampak dan risiko HAM dalam proses uji tuntas HAM yang dilakukan Whistleblowing System
secara sistematis dan berkala memberi gambaran mengenai aspek-aspek utama yang perlu
dipertimbangkan dalam memenuhi HAM pekerja internal dan eksternal. Secara internal, BRI 0811 8113 5306 bri-whistleblowingsystem@tipoffs.info PO Box 1450
berkomitmen untuk tidak merekrut pekerja anak maupun menerapkan kerja paksa di seluruh JKP 10014
lingkungan operasional perusahaan. BRI memprioritaskan terciptanya lingkungan kerja yang aman, https://idn.deloitte-halo.com/bri-whistleblowingsystem
inklusif, dan kondusif bagi semua insan BRILiaN dengan melindungi hak-hak dasar pekerja,
menyediakan peluang untuk pengembangan kompetensi profesional, serta mempromosikan nilai
keberagaman, kesetaraan, dan inklusi. Selain itu, BRI telah menetapkan peraturan yang jelas untuk Seluruh laporan yang disertai dengan bukti pendukung akan diproses melalui investigasi yang
mencegah diskriminasi, pelecehan, dan kekerasan dalam bentuk apapun. Untuk membina hubungan menyeluruh, independen, dan objektif. Apabila hasil investigasi menyatakan laporan tersebut
kerja yang harmonis, BRI memastikan kebebasan berserikat bagi pekerja, termasuk berpartisipasi terbukti, BRI akan mengenakan sanksi sesuai dengan kebijakan dan ketentuan yang berlaku.[GRI 406-1]
dalam Serikat Pekerja. Privasi pekerja juga dilindungi dengan ketat sebagai bagian dari komitmen
BRI terhadap penerapan lingkungan kerja yang etis.
Page 209
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 209
Responsible Artificial Intelligence
Kebijakan Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab Program Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab
BRI menyadari bahwa integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dapat mendukung pertumbuhan dalam BRI menjalankan program kecerdasan buatan yang bertanggung jawab secara strategis, dengan
strategi BRIVolution Reignite. Guna memastikan teknologi kecerdasan buatan memberikan manfaat berfokus pada penguatan ekosistem digital yang aman dan inklusif sebagai berikut.
berkelanjutan bagi masyarakat dan memitigasi risiko, BRI menetapkan kebijakan Responsible AI
yang berlandaskan pada prinsip-prinsip berikut. • Audit dan Pemutakhiran Algoritma Berkala
BRI melakukan peninjauan algoritma secara independen, termasuk pengujian terhadap setiap
Menghormati privasi data dalam penggunaan dan/atau pengembangan AI model AI yang dikembangkan dan digunakan melalui mekanisme monitoring secara berkala.
BRI menempatkan perlindungan data pelanggan sebagai prioritas tertinggi. Setiap pengembangan Hal ini memastikan kinerja dan akurasinya tetap optimal dan andal. Evaluasi periodik dapat
model AI, termasuk platform BRIBrain yang menyediakan implementasi AI dalam lingkup internal, mendeteksi adanya potensi model drift (pergeseran model), yaitu kondisi di mana performa
wajib mematuhi kebijakan perlindungan privasi nasabah yang selaras dengan UU No. 27 Tahun model AI menurun atau menyimpang dari tujuan awal akibat perubahan pola data atau algoritma.
2022 tentang Pelindungan Data Pribadi dan Standar Internasional Sistem Manajemen Keamanan Melalui pengawasan ketat ini, BRI memastikan bahwa setiap algoritma yang digunakan tetap
Informasi ISO 27001:2013. Informasi identitas pribadi nasabah (personally identifiable information) berada pada jalur yang tepat (on track), konsisten dalam memberikan hasil yang akurat, serta
untuk pelatihan model AI dilakukan melalui penyamaran data (data masking) otomatis dengan selalu selaras dengan standar etika dan parameter bisnis yang telah ditetapkan perusahaan.
metode enkripsi guna menjamin kerahasiaan informasi pribadi pelanggan yang sensitif. Langkah ini mencerminkan komitmen bank dalam menjaga integritas teknologi demi
perlindungan dan kenyamanan nasabah secara jangka panjang.
Menghindari potensi bias dalam penggunaan dan/atau pengembangan AI • Integrasi AI dalam Manajemen Keamanan Siber
Dalam mendukung inklusi keuangan, BRI memastikan bahwa pemanfaatan algoritma untuk Pemanfaatan AI Bot sebagai bagian dari koordinasi internal memfasilitasi eskalasi aktivitas
keperluan strategis seperti penilaian kredit dirancang secara etis. Perusahaan secara proaktif mencurigakan secara lebih cepat, guna memastikan respons yang efektif dalam memperkuat
memitigasi risiko bias algoritma untuk memastikan bahwa penilaian kredit dilakukan secara ketahanan operasional Bank.
objektif, tanpa diskriminasi berdasarkan gender, wilayah, atau latar belakang sosial nasabah, • Literasi Etika Digital bagi Insan BRILiaN
sejalan dengan prinsip perlakuan adil dalam Kode Etik Bank. BRI menyelenggarakan program edukasi bagi pekerja mengenai penggunaan AI yang
bertanggung jawab dan etis. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh talenta BRI mampu
Menjaga pengawasan dan memungkinkan intervensi manusia (human-in-the-loop) untuk memanfaatkan AI beserta teknologi terkait dengan kesadaran penuh terhadap risiko kepatuhan
keputusan krusial dan perlindungan konsumen. Ke depan, bank berkomitmen untuk melaksanakan program
Meskipun AI dan Robotic Process Automation (RPA) telah meningkatkan efisiensi operasional literasi digital terkait AI ini secara berkala, sebagai bagian dari upaya sistematis Perusahaan
secara signifikan, BRI tetap menerapkan prinsip Human-in-the-Loop untuk keputusan krusial untuk memastikan setiap Insan BRILiaN memiliki kompetensi yang adaptif terhadap
seperti persetujuan kredit bernilai tinggi atau penanganan sengketa nasabah yang kompleks. perkembangan teknologi terkini, sekaligus tetap menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dalam
Verifikasi akhir tetap dilakukan oleh Insan BRILian untuk menjamin empati dan pertimbangan operasional bisnis.
kontekstual yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan dan otomatisasi.
• Pemberdayaan UMKM melalui AI yang Inklusi
Melalui pengembangan Sabrina (Smart Virtual Assistance) dalam menunjang ekosistem digital,
Memastikan transparansi sistem AI dan kejelasan hasil/keputusan yang dihasilkan AI
pemanfaatan AI telah mempermudah penanganan keluhan dari seluruh masyarakat secara
BRI memastikan bahwa setiap hasil atau keputusan yang dihasilkan oleh AI dapat ditelusuri dan
digital, sehingga mendukung peningkatan inklusi keuangan nasional.
dijelaskan secara memadai oleh tim internal terkait, terutama ketika berdampak pada layanan yang
diberikan kepada nasabah. Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan nasabah dan
memastikan bahwa setiap keputusan otomatis memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menetapkan akuntabilitas yang jelas atas hasil yang dihasilkan oleh model/perangkat AI
Akuntabilitas AI diintegrasikan ke dalam tata kelola Teknologi Informasi di bawah pengawasan
Information Technology Steering Committee. BRI menetapkan peran dan tanggung jawab yang
jelas bagi pengembang dan unit bisnis pengelola pemanfaatan AI untuk memantau performa model
secara berkala, memastikan mitigasi risiko siber, dan menangani dampak yang mungkin timbul dari
penggunaan teknologi AI.
Page 210
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 210
Lampiran
Tabel Data ESG 211 Issued Securities Impact Reporting 246 Indeks Standar Pelaporan 276 Indeks Pelaporan IDX 292 Assurance 293
Lembar Umpan Balik 297
Page 211
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 211
Keuangan & Bisnis
Skala Perusahaan (hanya Bank) [C.3] [GRI
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
2-6]
Laba Bersih Rp Miliar 53.153 54.841 50.404
Pendapatan Rp Miliar 189.646 215.738 217.379
Total Aset Rp Miliar 1.835.249 1.840.395 1.931.536
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp Miliar 1.352.683 1.360.134 1.460.089
Total Liabilitas Rp Miliar 1.536.512 1.541.022 1.632.040
Ekuitas Rp Miliar 298.737 299.373 299.496
Dana Non-DPK Rp Miliar 183.829 180.888 171.951
Jumlah Unit Kerja Beroperasi Unit 7.755 7.568 7.377
Pencapaian Kinerja Ekonomi [F.2] [GRI 201-1]
Realisasi Target (Rp Miliar) Realisasi (Rp Miliar) Presentase (%)
2023 2024 2025
Total Aset 1.835.249 1.840.395 1.943.799 1.931.536 99,37
Aset Produktif 1.684.737 1.711.302 1.834.161 1.856.531 101,22
Kredit/Pembayaran Bank 1.146.083 1.215.847 1.307.098 1.342.674 102,72
Dana Pihak Ketiga 1.352.683 1.360.134 1.461.532 1.460.089 99,90
Total Pendapatan* 189.122 214.685 220.054 216.951 98,59
Total Biaya 122.050 145.574 155.440 154.750 99,56
Laba Bersih 53.153 54.841 51.303 50.404 98,25
*) Total pendapatan merupakan seluruh pendapatan operasional dan non operasional. Total biaya terdiri dari seluruh beban operasional, kecuali biaya pajak yang dibayarkan.
Page 212
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 212
Nilai Ekonomi Langsung Didapat dan
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Didistribusikan [GRI 201-1]
Pendapatan Bunga Rp Miliar
146.918 162.229 163.606
Pendapatan Non Bunga Rp Miliar
42.728 53.508 53.773
Pendapatan Non Operasional Rp Miliar
-524 -1.053 -428
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Didapat Rp Miliar
189.122 214.684 216.951
Biaya Operasional Non Bunga di Luar Pekerja Rp Miliar
30.526 35.013 35.747
Biaya Tenaga Kerja (di luar Outsource) Rp Miliar
26.519 26.842 27.900
Pembayaran Dividen kepada Pemerintah Rp Miliar 23.234 25.715 27.682
Bunga Kredit dan Bunga Bank Rp Miliar
38.484 50.579 50.025
Pembayaran kepada Pemerintah (Pajak) Rp Miliar
23.447 28.014 22.068
Pengeluaran Investasi kepada Masyarakat Rp Miliar
342 343 326
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Didistribusi Rp Miliar
142.552 166.506 163.747
Nilai Ekonomi Langsung yang Ditahan Rp Miliar
46.570 48.178 53.204
Global Systemically Important Bank BIS Leverage Ratio
[FN-CB-550a.1]
Aspek Satuan 2023 2024 2025
Basel III Tier 1 Capital Rp 238.956.599 241.043.217 246.050.197
Basel III Total Exposure Rp 1.749.457.664 1.798.631.971 1.920.699.682
Basel III Leverage Ratio % 13,66 13,40 12,81
Page 213
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 213
Pelaporan Pajak* [GRI 207-4]
2022 2023 2024
Keterangan Satuan
Domestik Lainnya Domestik Lainnya Domestik Lainnya
Jumlah Pekerja Orang 74.735 105 77.739 66 81.848 68
Pendapatan Rp Juta 202.710.231 1.581.523 240.297.151 2.909.234 210.031.414 3.787.814
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Rp Juta 65.536.208 614.553 75.885.153 386.520 68.476.430 727.504
Pajak Penghasilan Masih Harus Dibayar Rp Juta 13.103.645 125.386 12.515.017 67.504 12.353.974 106.521
Pajak Penghasilan yang Telah Dibayar Rp Juta 24.473.827 84.337 16.413.631 87.215 13.421.313 41.204
*) Seluruh informasi dalam laporan ini milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tanpa mencakup perusahaan anak. Di sisi lain, BRI melakukan audit atas laporan keuangan
konsolidasi yang mencakup perusahaan anak seperti Bank Raya, BRI Remittance, BRI Life, BRI Finance, BRI Ventures, BRIDS, BRI Insurance, Pegadaian, dan PNM. Informasi terkait
perusahaan anak tersebut tidak termasuk dalam laporan ini. [GRI 2-2]
Kredit Per-Segmen [GRI G4 FS6]
Segmen Satuan 2023 2024 2025
Rp Triliun 496,55 491,22 470,77
Mikro
% 43,33 40,40 35,06
Rp Triliun 442,70 470,39 519,88
Ritel
% 38,63 38,69 38,72
Rp Triliun 206,83 254,24 352,02
Korporasi
% 18,05 20,91 26,22
Rp Triliun 1.146,08 1.215,85 1.342,67
Total
% 100 100 100
Page 214
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 214
Kredit Per-Wilayah (Indonesia) [GRI G4 FS6]
Wilayah Satuan 2023 2024 2025
Rp Triliun 306,55 371,48 473,49
Jakarta
% 26,75 30,55 35,27
Rp Triliun 183,10 187,71 199,75
Sumatera
% 15,98 15,44 14,88
Rp Triliun 88,94 77,58 76,57
Jawa Barat
% 7,76 6,38 5,70
Rp Triliun 140,41 137,10 133,86
Jawa Tengah & DI Yogyakarta
% 12,25 11,28 9,97
Rp Triliun 136,61 140,90 142,86
Jawa Timur
% 11,92 11,59 10,64
Rp Triliun 260,79 276,75 284,75
Indonesia Timur & Indonesia Tengah
% 22,76 22,76 21,21
Rp Triliun 29,68 24,33 31,37
Lainnya
% 2,59 2,00 2,34
Rp Triliun 1.146,08 1.215,85 1.342,65
Total
% 100 100 100
Page 215
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 215
Kredit Per-Wilayah (Di Luar Indonesia)
Wilayah Satuan 2023 2024 2025
[GRI G4 FS6]
Rp Triliun 8,38 13,50 8,16
New York
% 50,73 55,49 26,03
Rp Triliun 6,88 9,25 12,84
Singapura
% 41,65 38,02 40,92
Rp Triliun 0,95 1,02 1,06
Timor Leste
% 5,75 4,19 3,37
Rp Triliun 0,31 0,56 0,85
Taiwan
% 1,88 2,30 2,71
Rp Triliun – – 8,46
Kepulauan Cayman
% – – 26,98
Rp Triliun 16,52 24,33 31,37
Jumlah
% 100 100 100
Page 216
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 216
Kredit Per-Sektor Usaha [GRI G4 FS6]
Sektor Usaha Satuan 2023 2024 2025
Rp Triliun 1,52 6,14 8,34
Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib
% 0,13 0,51 0,62
Rp Triliun 102,53 110,19 117,67
Industri Pengolahan
% 8,95 9,06 8,77
Rp Triliun 53,70 61,07 62,27
Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya
% 4,69 5,02 4,64
Rp Triliun 4,22 4,53 6,45
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
% 0,37 0,37 0,48
Rp Triliun 0,86 0,97 1,29
Jasa Pendidikan
% 0,08 0,08 0,10
Rp Triliun 1,00 0,90 0,75
Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga
% 0,09 0,07 0,06
Rp Triliun 31,41 8,86 9,18
Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya
% 2,74 0,73 0,68
Rp Triliun 33,73 35,48 79,33
Konstruksi
% 2,94 2,92 5,91
Rp Triliun 30,37 36,44 53,41
Listrik, Gas, dan Air
% 2,65 3,00 3,98
Rp Triliun 239,69 254,89 275,98
Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha
% 20,91 20,96 20,56
Rp Triliun 22,38 24,64 24,05
Penyedia Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum
% 1,95 2,03 1,79
Rp Triliun 15,85 26,51 20,89
Perantara Keuangan
% 1,38 2,18 1,56
Rp Triliun 361,13 364,07 370,46
Perdagangan Besar dan Eceran
% 31,51 29,94 27,60
Rp Triliun 10,88 10,53 10,04
Perikanan
% 0,95 0,87 0,75
Rp Triliun 31,81 36,47 29,39
Pertambangan dan Penggalian
% 2,78 3,00 2,19
Page 217
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 217
Sektor Usaha Satuan 2023 2024 2025
Rp Triliun 166,64 193,61 222,09
Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan
% 14,54 15,92 16,54
Rp Triliun 11,65 12,27 17,65
Real Estate, Usaha Persewaaan dan Jasa perusahaan
% 1,02 1,01 1,31
Rp Triliun 26,70 28,27 33,19
Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi
% 2,33 2,33 2,47
Rp Triliun 0 0 0
Lainnya
% 0 0 0
Rp Triliun 1.146,07 1.215,84 1.342,41
Jumlah
% 100 100 100
Produk Pinjaman Mikro [GRI 203-2][GRI G4 FS6]
Deskripsi Satuan 2023 2024 2025
[FN-CB-240a.1]
Outstanding KUR Rp Triliun 219,90 231,29 235,39
Debitur KUR Juta 8,80 8,11 8,02
Outstanding KUPEDES Rp Triliun 212,30 200,22 175,60
Debitur KUPEDES Juta 4,64 4,49 3,93
Page 218
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 218
Keuangan Berkelanjutan
Nasabah dengan PROPER Rating [GRI G4 FS8,
Peringkat Satuan 2023 2024 2025
F10, F11]
Emas Debitur 16 8 10
Hijau Debitur 7 9 5
Biru Debitur 46 48 56
Total Debitur 69 65 71
Nilai Kredit Nasabah dengan PROPER
Peringkat Satuan 2023 2024 2025
Rating [GRI G4 FS8, FS10, FS11]
Emas Rp Triliun 13,38 10,69 19,07
Hijau Rp Triliun 9,27 17,29 3,65
Biru Rp Triliun 63,05 88,46 88,10
Total Rp Triliun 85,70 116,44 110,82
Nasabah dengan Sertifikasi ISPO/
Sertifikat Satuan 2023 2024 2025
RSPO* [GRI G4 FS8, FS10, FS11]
RSPO Debitur 16 14 21
Dalam proses RSPO Debitur 0 0 0
ISPO Debitur 25 26 21
Dalam proses ISPO Debitur 8 5 6
Total Debitur 49 45 48
*) Data mencakup nasabah di segmen Korporasi.
Nilai Pembiayaan untuk Nasabah
Sertifikat Satuan 2023 2024 2025
dengan Sertifikasi ISPO/RSPO* [GRI G4 FS8,
FS10, FS11] RSPO Rp Triliun 18,90 29,97 44,64
Dalam proses RSPO Rp Triliun 0 0 0
ISPO Rp Triliun 14,88 18,06 12,68
Dalam proses ISPO Rp Triliun 2,74 1,32 2,30
Total Rp Triliun 36,52 49,35 59,62
*) Data mencakup nasabah di segmen Korporasi.
Page 219
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 219
Produk Berkelanjutan per Segmen [OJK
2025
B.1.d] [GRI G4 FS7, FS8]
Kategori Produk Komposisi
Satuan Total Pinjaman pinjaman Deskripsi Produk
Per Segmen Outstanding Total
Per Segmen bekelanjutan
dietiap segmen
Pinjaman Konsumer
KPR Green Terdiri dari kredit kepemilikan rumah yang dikhususkan untuk pembiayaan
Rp Triliun 0,37
Financing pembelian rumah baru dengan konsep perumahan berkonsep hijau serta kredit
pemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan total
16,53 66,34 25% pendapatan keluarga (suami dan istri) maksimal Rp8 juta per bulan.
KPR Subsidi Rp Triliun 16,16
*untuk Rumah Pertama/Belum mempunyai Rumah, belum pernah mendapat subsidi perumahan, harus ditempati
dan tidak boleh dijual/disewakan/disewakan selama 5 (lima) tahun pertama.
Pinjaman Korporasi
Terdiri dari kredit hijau kepada segmen korporasi dengan aktivitas usaha
Kredit Hijau
berbasis energi terbarukan, pengelolaan lahan berkelanjutan, transportasi
Segmen Rp Triliun 89,24 89,24 351,76 25%
ramah lingkungan, bangunan ramah lingkungan, serta kegiatan usaha
Korporasi
berwawasan lingkungan lainnya.
Pinjaman UMKM (Produktif)
Kredit Hijau
Rp Triliun 3,59
Segmen Medium Terdiri dari kredit sosial kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap, memiliki
706,09 706,09 100%
Kredit Usaha usaha produktif dengan skala bisnis kecil dan menengah.
Rp Triliun 702,51
Segmen UMKM
Penyaluran Kredit kepada Kategori
Capaian Target Persentase
Kegiatan Usaha Berkelanjutan [F.10] [GRI Keterangan Satuan
305-3]
2023 2024 2025 2025 Pencapaian 2025
UMKM Rp Triliun 690,43 698,66 718,67
Energi Terbarukan Rp Triliun 6,02 6,34 6,85
Pencegahan dan Pengendalian Polusi Rp Triliun 0,55 0,51 0,50
Transportasi Ramah Lingkungan Rp Triliun 11,24 3,61 3,38
Bangunan Berwawasan Lingkungan Rp Triliun 2,04 0,29 0,71
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan Berkelanjutan Rp Triliun 52,82 64,68 61,64 800 101,48
Efisiensi Energi Rp Triliun 0 0 2,52
Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air Rp Triliun 0,23 0 0
Pengelolaan Air & Limbah Berkelanjutan Rp Triliun 0,003 0 0
Eco-efficient Product Rp Triliun 7,50 8,07 5,64
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan Lainnya Rp Triliun 1,93 3,06 11,96
Total Rp Triliun 772,74 785,22 811,86 800 101,48
Page 220
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 220
Penyaluran Kredit kepada Sektor Energi
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Tak Terbarukan dan Energi Baru
Terbarukan [GRI 305-3] Energi Tak Terbarukan Rp Triliun 21,60 25,12 37,21
Energi Baru & Terbarukan Rp Triliun 6,02 6,34 6,85
Total Pembiayaan Rp Triliun 27,62 31,46 44,06
Page 221
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 221
Nasabah
Titik Layanan Nasabah
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Kantor Pusat # 1 1 1
Kantor Wilayah # 18 18 18
Kantor Cabang & Kantor Cabang Khusus* # 453 453 454
Kantor Cabang Luar Negeri # 6 6 6
Kantor Cabang Pembantu** # 556 555 555
Kantor Cabang Pembantu di Luar Negeri** # 3 3 3
BRI Unit** # 5.117 5.086 5.082
Kantor Kas** # 505 500 490
Teras BRI** # 977 873 758
Teras Keliling # 115 69 6
Teras Kapal # 4 4 4
Jumlah Unit Kerja Operasional # 7.755 7.568 7.377
*) Sesuai dengan Nota Dinas B.63.e-PPM/ODV/OD2/08/2023 tanggal 03 Agustus 2023 Perihal Penyampaian persetujuan perubahan supervisi KCK.
**) Sejak tahun 2024, sesuai dengan POJK No. 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, terdapat penyesuaian untuk jaringan kantor bank hanya terdiri dari Kantor Pusat, Kantor
Wilayah, Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu. Sesuai POJK tersebut, jenis Kantor BRI Unit, Teras BRI, dan Kantor Kas BRI termasuk dalam kategori Kantor Cabang.
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
ATM # 12.263 10.663 10.650
CRM # 9.007 9.007 9.007
EDC # 664.801 727.303 607.968
E- Buzz # 57 57 54
Agen BRILinK # 740.818 1.064.219 1.193.835
Page 222
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 222
Co-Location UMI
Co-Location UMI Unit 2023 2024 2025
Sumatera Unit 202 210 207
Jawa Unit 537 520 533
Kalimantan Unit 49 71 64
Sulawesi Unit 142 127 125
Bali & Nusa Tenggara Unit 74 74 74
Maluku Unit 0 15 16
Papua Unit 14 15 15
Total Unit 1.018 1.032 1.034
Teras BRI
Teras BRI Unit Satuan 2023 2024 2025
Teras BRI # 217 206 192
Sumatera Teras BRI Keliling # 2 2 0
Teras Kapal # 1 1 1
Teras BRI # 502 416 345
Jawa Teras BRI Keliling # 59 58 0
Teras Kapal # 1 1 1
Teras BRI # 72 86 66
Kalimantan Teras BRI Keliling # 6 2 2
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 52 28 23
Sulawesi Teras BRI Keliling # 43 1 1
Teras Kapal # 1 0 0
Teras BRI # 117 112 110
Bali & Nusa Tenggara Teras BRI Keliling # 4 4 2
Teras Kapal # 1 1 1
Teras BRI # 0 11 10
Maluku Teras BRI Keliling # 0 1 1
Teras Kapal # 0 1 1
Teras BRI # 17 14 12
Papua Teras BRI Keliling # 1 1 0
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 977 873 758
Total Teras BRI Keliling # 115 69 6
Teras Kapal # 4 4 4
Page 223
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 223
Kinerja BRI Kapal
Kinerja BRI Kapal Bentuk Satuan 2023 2024 2025
Total Simpanan
Rekening # 8.997 9.663 6.779
Saldo Rp Miliar 22,94 23,30 14,23
Bahtera Seva I (Wilayah Kepulauan Seribu)
Total Kredit
Debitur # 716 781 679
OS Pinjaman Rp Miliar 25,06 29,08 27,39
Total Simpanan
Rekening # 20.536 15.154 15.402
Saldo Rp Miliar 43,33 47,47 51,21
Bahtera Seva II (Wilayah Kepulauan Halmahera Selatan)*
Total Kredit
Debitur # 912 822 836
OS Pinjaman Rp Miliar 24,17 24,00 25,19
Total Simpanan
Rekening # 6.262 5.890 5.097
Saldo Rp Miliar 9,49 9,08 11,32
Bahtera Seva III (Wilayah Kepulauan Anambas)
Total Kredit
Debitur # 242 277 450
OS Pinjaman Rp Miliar 8,21 8,77 13,75
Total Simpanan
Rekening # 1.874 1.066 1.380
Saldo Rp Miliar 7,34 7,81 7,05
Nera Seva (Wilayah Kepulauan NTT–Labuan Bajo)*
Total Kredit
Debitur # 886 1.018 936
OS Pinjaman Rp Miliar 25,25 25,63 27,26
Total Simpanan
Rekening # 37.669 31.773 28.658
Saldo Rp Miliar 83,10 87,66 83,80
Total
Total Kredit
Debitur # 2.756 2.898 2.901
OS Pinjaman Rp Miliar 82,69 87,48 93,59
*) Pada tahun 2025, terdapat perubahan cakupan wilayah operasional untuk Bahtera Seva II dan Nera Seva.
Page 224
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 224
Agen BRILinK
Agen BRILinK Satuan 2023 2024 2025
Agen 165.053 239.380 273.100
Sumatera
% 22,28 22,49 22,88
Agen 395.383 580.569 653.256
Jawa
% 53,37 54,55 54,72
Agen 56.500 68.832 75.220
Kalimantan
% 7,63 6,47 6,30
Agen 69.798 96.720 104.252
Sulawesi
% 9,42 9,09 8,73
Agen 39.070 59.860 65.007
Bali dan Nusa Tenggara
% 5,27 5,62 5,45
Agen 6.949 8.865 9.370
Maluku dan Maluku Utara
% 0,94 0,83 0,78
Agen 8.065 9.993 13.630
Papua
% 1,09 0,94 1,14
Agen 740.818 1.064.219 1.193.835
Total
% 100 100 100
Transaksi Agen BRILinK Satuan 2023 2024 2025
Nilai Transaksi Rp Triliun 1.427,60 1.589,04 1.746,17
Jumlah Transaksi Juta 1.096,61 1.204,25 1.186,21
Page 225
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 225
Nasabah BRI Pengguna Layanan
Jenis E-banking Satuan 2023 2024 2025
Bergerak (E-Banking)
BRImo Pengguna 31.616.014 38.613.867 45.933.232
BRIZZI Pengguna 23.756.098 24.424.356 25.411.181
Jumlah Transaksi Layanan Bergerak
Jenis Layanan Satuan 2023 2024 2025
(E-Banking) [FS8]
Transaksi Finansial BRImo Ribu 3.088.817 4.309.334 5.619.905
BRILink Ribu 1.096.611 1.204.251 1.186.209
Merchant EDC Ribu 197.788 509.616 651.376
BRIMOLA Ribu 10.819 14.223 16.715
BRIZZI Ribu 171.200 196.202 947.462
ATM BRI Ribu 3.521.211 2.499.740 2.191.082
Nilai Transaksi Layanan Bergerak
Jenis Layanan Satuan 2023 2024 2025
(E-Banking) [FS8]
Transaksi Finansial BRImo Rp Miliar 4.158.849 5.541.345 7.076.864
BRILink Rp Miliar 1.427.583 1.589.039 1.746.170
Merchant EDC Rp Miliar 119.764 186.335 223.196
BRIMOLA Rp Miliar 15.102 20.262 24.110
BRIZZI Rp Miliar 6.190 6.187 23.627
ATM BRI Rp Miliar 2.972.941 2.646.152 2.338.365
Page 226
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 226
Survei Kepuasan Nasabah [F.30]
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Tingkat Kepuasan Nasabah % 84,66 87,06 91,72
Tingkat Penyelesaian Pengaduan Nasabah % 99,56 99,81 99,98
Kualitas Layanan BRI vs Kualitas
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Layanan Industri Perbankan di
Indonesia Indeks Kualitas Layanan Industri Perbankan (Peringkat MRI) Peringkat 6 5 2
Pengaduan Nasabah [418-1] [F.24]
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Jumlah Transaksi # 72.970.667.382 135.156.818.290 157.298.028.811
Jumlah Pengaduan Kasus 4.751.604 1.925.215 1.262.275
Persentase Pengaduan terhadap Jumlah Transaksi % 0,007 0,001 0,001
Pengaduan Diselesaikan Kasus 4.730.478 1.921.529 1.261.976
Persentase Penyelesaian Keluhan Terselesaikan terhadap Jumlah Keluhan % 99,56 99,81 99,98
Pengaduan Dalam Proses Kasus 21.126 3.686 299
Persentase Dalam Proses % 0,4446 0,1915 0,0237
*) Sejak tahun 2024, jumlah pengaduan disajikan berdasarkan penyesuaian metodologi perhitungan yang mengacu pada panduan terbaru dari OJK.
Jumlah Pengaduan Berdasarkan Jenis
Selesai Dalam Proses Tidak Selesai Jumlah
Transaksi Keuangan Jenis Transaksi Keuangan
Jumlah Persentase (%) Jumlah Persentase (%) Jumlah Persentase (%) Pengaduan
Kartu Kredit 3.387 99,62 13 0,38 0 0 3.400
Produk/Jasa Bank Lainnya 1.729 99,94 1 0,06 0 0 1.730
Simpanan 46.164 100 2 0,004 0 0 46.166
ATM/CRM 647.196 100 7 0,001 0 0 647.203
E-banking 561.390 99,95 268 0,05 0 0 561.658
Kredit Tanpa Agunan 1.254 99,44 7 0,56 0 0 1.261
Pinjaman (Modal Kerja, Investasi, Konsumer) 856 99,88 1 0,12 0 0 857
Jumlah 1.261.976 99,98 299 0,02 0 0 1.262.275
Page 227
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 227
Pengaduan terkait Keamanan Data
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Nasabah [418-1] [F.24]
Pengaduan* dari Pihak Eksternal # 0 0 0
Pengaduan* dari Pihak Pemerintah # 0 0 0
*) Pengaduan yang dibuktikan mengenai pelanggaran privasi nasabah dan hilangnya data nasabah.
Insiden Keamanan Informasi [FN-CB-230a.1]
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Jumlah Pelanggaran Keamanan Informasi atau Keamanan Siber # 0 0 0
Denda atau Sanksi dari Pelanggaran Keamanan Informasi atau Keamanan Siber Rp 0 0 0
Jumlah Nasabah yang Terpengaruh oleh Pelanggaran # 0 0 0
Page 228
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 228
Pekerja
Komposisi Pekerja [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3, C.3.b,
Deskripsi Satuan 2023 2024 2025
C.3.b.1, C.3.b.2, C.3.b.3, C.3.b.4, C.3.b.5]
Total Orang 77.739 81.848 84.949
Pria Orang 47.262 48.131 48.483
Jenis Kelamin
Perempuan Orang 30.477 33.717 36.466
Komposisi Perempuan % 39,20 41,19 42,93
Total Orang 60.084 59.495 59.714
Pria Orang 39.875 39.237 39.286
Pekerja Tetap
Perempuan Orang 20.209 20.258 20.428
Komposisi Perempuan % 33,63 34,05 34,21
Total Orang 17.207 22.244 24.539
Pria Orang 7.135 8.837 8.879
Status Kepegawaian Pekerja Kontrak
Perempuan Orang 10.072 13.407 15.660
Komposisi Perempuan % 58,53 60,27 63,82
Total Orang 448 109 696
Pria Orang 252 57 318
Trainee
Perempuan Orang 196 52 378
Komposisi Perempuan % 43,75 47,71 54,31
< 30 Tahun Total Orang 21.348 23.890 28.393
Usia 30-50 Tahun Total Orang 52.627 54.611 53.555
> 50 Tahun Total Orang 3.764 3.347 3.001
Total Orang 117 125 127
Pria Orang 90 98 96
Top Management
Perempuan Orang 27 27 31
Komposisi Perempuan % 23,08 21,60 24,41
Total Orang 1.591 1.682 1.725
Pria Orang 1.238 1.315 1.351
Middle Management
Perempuan Orang 353 367 374
Komposisi Perempuan % 22,19 21,82 21,68
Tingkat Jabatan
Total Orang 2.757 2.715 2.615
Pria Orang 2.013 1.968 1.875
Junior Management
Perempuan Orang 744 747 740
Komposisi Perempuan % 26,99 27,51 28,30
Total Orang 73.274 77.326 80.482
Pria Orang 43.921 44.750 45.161
Non Management
Perempuan Orang 29.353 32.576 35.321
Komposisi Perempuan % 40,06 42,13 43,89
Page 229
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 229
Deskripsi Satuan 2023 2024 2025
Total Orang 15.205 13.809 15.993
Jakarta Pria Orang 9.121 8.051 8.631
Perempuan Orang 6.084 5.758 7.362
Total Orang 14.157 13.224 15.009
Sumatera Pria Orang 9.021 8.236 8.644
Perempuan Orang 5.136 4.988 6.365
Wilayah
Jawa Barat, Jawa Total Orang 31.113 33.757 37.041
Tengah, Jawa Timur, dan Pria Orang 19.143 19.811 20.441
DI Yogyakarta Perempuan Orang 11.970 13.946 16.600
Indonesia Bagian Timur Total Orang 17.217 21.058 24.202
(Kalimantan, Sulawesi, Pria Orang 9.936 12.033 12.712
Maluku, Papua) Perempuan Orang 7.281 9.025 11.490
Indonesia Orang 77.739 81.848 84.949
Timor Leste Orang 24 24 29
Amerika Orang 7 7 8
Kewarganegaraan
Singapura Orang 14 14 11
Taiwan Orang 10 12 7
Lainnya Orang 11 11 3
Revenue-generating Functions Komposisi Perempuan % 30,51 30,87 30,48
STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)-
Komposisi Perempuan % 25,34 29,29 27,19
related functions
Total Orang 60 51 57
Pria Orang 35 30 35
Pekerja Disabilitas
Perempuan Orang 25 21 22
Komposisi Perempuan % 41,67 41,18 38,60
Page 230
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 230
Deskripsi Satuan 2023 2024 2025
Total Orang 0 0 0
Sekolah Dasar & Sekolah Pria Orang 0 0 0
Menengah Pertama Perempuan Orang 0 0 0
Komposisi Perempuan % 0 0 0
Total Orang 1.149 1.146 797
Pria Orang 509 444 277
Sekolah Menengah Atas
Perempuan Orang 640 702 520
Komposisi Perempuan % 55,70 61,26 65,24
Total Orang 8.727 9.469 9.465
Pria Orang 4.701 4.947 4.799
Diploma I-III
Perempuan Orang 4.026 4.522 4.666
Komposisi Perempuan % 46,13 47,76 49,30
Tingkat Pendidikan
Total Orang 66.079 69.462 72.416
Pria Orang 40.745 41.454 41.825
Sarjana
Perempuan Orang 25.334 28.008 30.591
Komposisi Perempuan % 38,34 40,32 42,24
Total Orang 1.774 1.761 2.255
Pria Orang 1.297 1.278 1.569
Pascasarjana
Perempuan Orang 477 483 686
Komposisi Perempuan % 26,89 27,43 30,42
Total Orang 10 10 16
Pria Orang 10 8 13
Doktor
Perempuan Orang 0 2 3
Komposisi Perempuan % 0 20 18,75
Catatan: Komposisi pekerja tidak termasuk pekerja outsourcing. [GRI 2-7, 2-8]
Page 231
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 231
Perekrutan Internal dan Perekrutan Baru
Deskripsi Satuan 2023 2024 2025
[GRI 401-1]
Total Perekrutan Internal Orang 48.606 69.242 80.042
Total Perekrutan Baru Orang 9.692 13.131 12.070
Persentase Perekrutan Internal terhadap Total Perekrutan % 83,38 84,06 86,90
Persentase Perekrutan Baru terhadap Total Perekrutan % 16,62 15,94 13,10
Persentase Perekrutan Baru terhadap Total Pekerja % 12,47 16,04 14,21
Pria Orang 22.685 38.689 44.030
Jenis Kelamin
Perempuan Orang 25.921 30.553 36.012
Perekrutan Internal < 30 Tahun Orang 21.048 23.928 28.547
Usia 30-50 Tahun Orang 25.332 42.756 48.882
> 50 Tahun Orang 2.226 2.558 2.613
Pria Orang 3.436 5.840 4.749
Jenis Kelamin
Perempuan Orang 6.256 7.291 7.321
< 30 Tahun Orang 9.464 12.245 11.685
Usia 30-50 Tahun Orang 225 878 368
Perekrutan Baru > 50 Tahun Orang 3 8 17
Jakarta & Banten Orang 1.117 1.451 2.480
Sumatera Orang 1.529 2.611 1.869
Wilayah
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta Orang 4.890 5.769 4.581
Indonesia Bagian Timur (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua) Orang 2.156 3.300 3.140
Page 232
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 232
Rata-rata Biaya Perekrutan Tenaga
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Kerja [GRI 401-1]
Rata-rata Biaya Perekrutan Tenaga Kerja Rp 8.676.201 8.571.150 3.018.000
Kebebasan Berserikat [2-30]
Uraian Satuan 2023 2024 2025
# 39.939 39.176 36.872
Pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja
% 66,47 65,85 43,76
Total Pekerja # 77.739 81.848 84.253
Indikator Upah Berdasarkan Jenis
Keterangan Kelompok Jabatan Jenis Kelamin Satuan 2023 2024 2025
Kelamin [GRI 202-1]
Pria Rp Juta 18,90 20,97 24,26
Manajemen
Perempuan Rp Juta 18,25 19,83 23,42
Rata-rata Upah
Pria Rp Juta 5,80 6,23 7,21
Non-Manajemen
Perempuan Rp Juta 4,72 5,33 6,21
Pria Rp Juta 79,88 86,47 86,72
Rata-rata Upah dan Insentif Lain Manajemen
Perempuan Rp Juta 77,33 81,98 82,72
Page 233
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 233
Rasio Kompensasi Pekerja [GRI 2-21]
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Gaji Pekerja tertinggi dan terendah Kali 66,20 54,55 48,80
Gaji Direksi tertinggi dan terendah Kali 1,18 1,18 1,18
Gaji Komisaris tertinggi dan terendah Kali 1,11 1,11 1,11
Gaji Direksi tertinggi dan Pekerja tertinggi Kali 3,16 3,75 2,57
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Nilai tengah kompensasi tanpa nilai tertinggi Rp Juta 53,36 61,64 61,92
Nilai rata-rata kompensasi tanpa nilai tertinggi Rp Juta 60,16 70,24 72,95
Perubahan Rasio Kompensasi Total Tahunan % 24,29 25,42 26,67
Pelatihan [GRI 404-1] [F.22]
Kategori Satuan 2023 2024 2025
Rata-rata Biaya Pelatihan per Pekerja Rp Juta 9,11 8,50 6,48
Rata-rata Jam Pelatihan per Pekerja Jam 84 79 83
Pria Jam 81 77 85
Jenis Kelamin
Perempuan Jam 90 79 79
< 30 Tahun Jam 96 81 80
Usia 30-50 Tahun Jam 81 74 83
> 50 Tahun Jam 95 102 102
Top Management Jam 56 61 62
Tingkat Jabatan Middle Management Jam 118 87 116
Junior Management & Officer Jam 81 77 77
Page 234
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 234
Jenis dan Ruang Lingkup Pelatihan [GRI
Jenis Pelatihan Nama Vendor Satuan 2023 2024 2025
404-2] [GRI G4 FS4]
Audit Intern Bank LSP BRI Peserta 184 69 186
Wealth Management MCI Peserta 16 89 583
Treasury Dealer LSP ACIBRI Peserta 2 65 3
General Banking LSP BRI Peserta 1.779 0 276
Manajemen Risiko BSMR & LSPP Peserta 29 698 2.834
Kepatuhan LSP BRI Peserta 0 4 84
Credit LSP BRI Peserta 730 1.635 1.498
Human Capital LSP BRI Peserta 0 0 12
IT LSP BRI Peserta 6 4 4
Funding & Service LSP BRI Peserta 95 51 101
Jumlah Peserta Pendidikan/Pelatihan
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
In-class & E-Learning
Jumlah Peserta Peserta 2.800.792 2.413.766 2.118.427
Jumlah Jam Jam 9.128.524 9.234.247 9.096.459
Rata-Rata Jam Pendidikan/Pekerja Jam 84 79 83
Page 235
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 235
Tingkat Perputaran Pekerja [GRI 401-1]
Kategori Satuan 2023 2024 2025
Total Tingkat Perputaran % 3,24 4,96 5,58
Pria % 1,75 5,09 5,71
Jenis Kelamin
Perempuan % 5,61 4,77 5,32
< 30 Tahun % 0,46 2,33 3,03
Usia 30-50 Tahun % 2,60 3,64 4,35
Total Perputaran
> 50 Tahun % 20,72 27,15 29,16
Top Management % 14,53 12,65 4,86
Junior and Middle
Jabatan % 4,65 4,61 4,87
Management
Non-Management % 2,94 4,97 5,70
Total Tingkat Perputaran Sukarela % 1,01 1,29 1,24
Pria % 0,91 0,96 0,92
Jenis Kelamin
Perempuan % 1,18 1,94 1,87
< 30 Tahun % 0,20 0,48 1,14
Usia 30-50 Tahun % 1,12 1,22 1,16
Perputaran Sukarela (Voluntary Turnover)
> 50 Tahun % 2,48 3,10 2,72
Top Management % – 0,68 0,97
Junior and Middle
Jabatan % 1,12 0,99 1,00
Management
Non-Management % 1,00 1,34 1,29
*Sejak tahun 2024, perubahan metodologi telah diterapkan dalam perhitungan total perputaran pekerja.
Page 236
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 236
Tren Keterlibatan Pekerja
Keterangan Satuan 2023 2024
Keterikatan Pekerja skala 4 3,49 3,51
Cakupan Pekerja % 100 100
Pekerja Terlibat Aktif % 93 93,80
Pria % 93 93,80
Jenis Kelamin
Perempuan % 94 93,80
< 30 Tahun % 89 91
Usia 30-50 Tahun % 93 94
> 50 Tahun % 95 93
Cakupan Pekerja % 77,60 73,40
Survei Kepuasan Pekerja
Keterangan Satuan 2023 2024
Indeks Kepuasan # 3,35 3,40
Cakupan % 77,64 73,38
Cuti Melahirkan [GRI 401-3]
Keterangan Jenis Kelamin Satuan 2023 2024 2025
Pria orang 35.165 34.445 34.867
Jumlah pekerja yang berhak menerima cuti melahirkan
Perempuan orang 30.477 33.717 36.466
Pria orang 1.142 1.070 964
Jumlah Pekerja yang mengambil cuti melahirkan
Perempuan orang 2.282 1.841 2.020
Pria orang 1.142 1.069 892
Kembali setelah mengambil cuti melahirkan
Perempuan orang 2.265 1.817 1.828
Tingkat pekerja yang mengambil cuti melahirkan yang kembali bekerja dan dapat dipertahankan Perempuan % 99,50 99,14 91,15
Page 237
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 237
Absenteeism Rate
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Absentee Rate % 1,16 3,44 3,28
Jumlah Hari dalam setahun hari 236 235 238
Jumlah Total Pekerja orang 77.739 81.848 84.949
Tingkat Kepatuhan Kewajiban Laporan
Kewajiban Jabatan Satuan 2023 2024 2025
Harta Kekayaan Pejabat Negara
(LHKPN) Dewan Komisaris Pekerja 11 10 10
Wajib LHKPN Direksi Pekerja 12 12 12
Pekerja BRI Pekerja 105 155 160
Pekerja 11 10 10
Dewan Komisaris
% 100 100 100
Pekerja 12 12 12
Wajib LHKPN yang telah melaporkan Direksi
% 100 100 100
Pekerja 105 155 160
Pekerja BRI
% 100 100 100
Pekerja 0 0 0
Dewan Komisaris
% 0 0 0
Pekerja 0 0 0
Wajib LHKPN yang belum melaporkan Direksi
% 0 0 0
Pekerja 0 0 0
Pekerja BRI
% 0 0 0
Page 238
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 238
Jumlah Pelaporan dan Tindak Lanjut
Keterangan 2023 2024 2025
Whistleblowing System [GRI 205-3]
Jumlah Pelaporan 50 63 89
Terbukti 29 48* 68
Terbukti Sebagian 0 0 4
Tindak Lanjut Tidak Terbukti 16 15 9
Tidak Dapat Ditindaklanjuti 0 0 0
Dalam Proses 0 0* 8
*) Pengaduan dalam proses di tahun 2024 telah selesai ditindak lanjuti di tahun 2025 dengan hasil terbukti,
sehingga total pelanggaran terbukti di tahun 2024 menjadi 48 pelanggaran.
Kategori Pelanggaran di Whistleblowing
Indikasi Pelanggaran Satuan 2023 2024 2025
System
Pelanggaran Pekerja terhadap Kode Etik
Korupsi dan Penyuapan # 16 18 5
Konflik Kepentingan # 5 2 3
Pelanggaran Atas Keamanan Informasi Nasabah # 1 1 0
Diskriminasi dan Pelecehan # 0 2 23
Pencucian Uang atau Insider Trading # 0 0 0
Lainnya # 7 25 49
Status
Jumlah Pelanggaran # 29 48 72
Dalam Proses # 0 0 8
Selesai # 29 48 80
Page 239
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 239
Jumlah Tindak Lanjut Kasus Fraud [GRI
Keterangan Jabatan Satuan 2023 2024 2025
205-3]
Dewan Komisaris dan Direksi Pekerja - - 2
Pekerja Terlibat Fraud Pekerja Tetap Pekerja 160 1.040 905
Pekerja Tidak Tetap Pekerja 4 119 116
Dewan Komisaris dan Direksi Pekerja - - -
Telah Diselesaikan Proses Hukuman Disiplin Pekerja Tetap Pekerja 79 456 636
Pekerja Tidak Tetap Pekerja 3 69 71
Dewan Komisaris dan Direksi Pekerja - - -
Dalam Proses Penyelesaian di Internal Bank (Hukuman Disiplin) Pekerja Tetap Pekerja 16 584 269
Pekerja Tidak Tetap Pekerja 0 50 45
Dewan Komisaris dan Direksi Pekerja - - -
Belum Diupayakan Penyelesaian Pekerja Tetap Pekerja 65 0 0
Pekerja Tidak Tetap Pekerja 1 0 0
Dewan Komisaris dan Direksi Pekerja - - 2
Telah Ditindaklanjuti Melalui Proses Hukum Pekerja Tetap Pekerja 9 133 114
Pekerja Tidak Tetap Pekerja 8 24 25
Kontribusi dan Pengeluaran Lainnya
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
*[415-1]
Lobbying, representasi kepentingan, dsb Rp 0 0 0
Kegiatan kampanye dan kandidat/organisasi politik lokal, regional, nasional Rp 0 0 0
Asosiasi dagang / kelompok bebas pajak Rp 0 0 0
Pengeluaran lainnya (misalnya pengeluaran untuk perhitungan suara pemilihan atau referendum) Rp 0 0 0
Catatan: BRI melarang adanya kontribusi politik kepada organisasi berdasarkan Kode Etik dan kebijakan internal perusahaan.
Page 240
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 240
Pemasok
Nilai Transaksi Pengadaan Barang dan
Segmen Satuan 2023 2024 2025
Jasa Pemasok BRI [GRI 2-6, 204-1] [B.1e]
Pemasok Domestik % 97,27 99,63 98,39
Pemasok Luar Negeri % 2,73 0,37 1,61
Total Vendor Berdasarkan Wilayah dan Jasa Jasa
Jenis Vendor Tahun 2025 (yang Mesin-
Barang
Konsultan
Jasa Konsultasi Jasa
Jasa
Pemasok Total
memiliki SKT) [GRI 2-6, 204-1] [B.1e] Wilayah Properti Kendaraan Mesin Meubelair Inventaris IT Percetakan Advertising Jasa Pemasok
Lainnya Konstruksi Non Lainnya Barang Non Vendor
kantor Lainnya Barang
Konstruksi Konstruksi
Lampung 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Bandung 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 5 0 2 9
Banjarmasin 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Pekanbaru 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Yogyakarta 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 2 0 3
Malang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Denpasar 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 0 5
Manado 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2
Surabaya 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 3 0 6
Semarang 4 0 0 0 2 1 0 0 1 0 0 0 1 2 0 11
Kantor Pusat 17 2 6 1 3 36 6 1 3 6 8 37 74 60 20 280
Medan 3 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 5
Jayapura 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Makassar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
Padang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
Palembang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
Total 32 2 6 1 7 37 6 1 4 6 8 37 85 71 22 416
Page 241
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 241
Masyarakat
Penyaluran Program TJSL BRI Peduli [F.4]
Program Satuan 2023 2024 2025
[F.25]
Rp Juta 236.170 259.265 235.703
Sosial
% 69,06 75,57 72,30
Rp Juta 21.366 23.330 24.079
Ekonomi
% 6,25 6,80 7,39
Rp Juta 84.462 60.484 66.218
Lingkungan
% 24,70 17,63 20,31
Rp Juta 341.998 343.079 326.000
Total
% 100 100 100
Alokasi Anggaran Program
Program Satuan 2023 2024 2025
Pengembangan Masyarakat TJSL BRI
Peduli [F.25] Sumbangan Sosial (Charitable Donations) % 48,50 49,40 52,15
Investasi Masyarakat (Community Investments) % 45,65 43,98 40,69
Inisiatif Komersial (Commercial Initiatives) % 5,85 6,63 7,16
Total % 100 100 100
Tipe Kontribusi TJSL [F.25]
Tipe Kontribusi Satuan 2023 2024 2025
Kontribusi Tunai* Rp Juta 0 0 0
In-Kind Giving (donasi produk atau layanan, proyek/kolaborasi atau sejenisnya)** Rp Juta 341.998 343.079 326.000
Management Overhead (biaya konsultasi dan riset) Rp Juta 1.925 2.140 2.425
*) BRI tidak memberikan bantuan dalam bentuk tunai kepada masyarakat. Kontribusi TJSL seluruhnya diimplementasi melalui program pengembangan masyarakat dan pembangunan
infrastruktur strategis.
**) Merupakan total dana realisasi program TJSL.
Page 242
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 242
Lingkungan
Penggunaan Energi [F.6] [GRI 302-1] [GRI 302-2] [GRI
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
302-3] [GRI 302-4]
Penggunaan BBM Liter 42.927.942 42.521.434 37.968.046
Pemakaian Listrik kWh 403.192.231 383.878.408 365.472.236
Penggunaan BBM Rp 526.974.322.479 483.403.295.406 430.787.417.822
Pemakaian Listrik Rp 574.118.412.662 555.530.945.998 529.576.077.817
Total Energi yang Dikonsumsi MJ 2.919.627.648 2.848.795.079 2.622.589.522
Penghematan Energi MJ 155.330.032 70.832.569 226.205.557
Intensitas Energi per Kantor MJ/kantor/tahun 376.483 376.426 355.509
Intensitas Energi per Pekerja MJ/pekerja/tahun 24.271 23.620 20.880
Catatan:
(1) Standar perhitungan dan faktor konversi yang digunakan untuk perhitungan energi bersumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
(2) Data energi telah terverifikasi oleh pihak ketiga independen; dan
(3) Penghematan energi adalah nilai pengurangan energi dibandingkan tahun sebelumnya.
Penggunaan Air [F.8]
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Pemakaian Air m3 2.396.993 1.959.810 2.043.589
Performa Pemakaian Air % 23,00 -18,24 4,27
Intensitas Pemakaian Air m3/pekerja 19,93 16,25 16,27
Penggunaan Kertas [F.5]
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Pemakaian Kertas per Unit Kerja* kg/unit kerja 149,04 113,01 100,92
Pemakaian Kertas per Pekerja** kg/pekerja 9,61 7,09 5,93
*) Seluruh Unit Kerja di Indonesia
**) Seluruh Pekerja termasuk Outsourcing
Page 243
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 243
Pengelolaan Limbah [F.13] [F.14] [F.15] [GRI 306-2]
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
[GRI 306-3] [GRI 306-3] [GRI 306-4] [GRI 306-5]
Total Pemanfaatan Kembali/Daur Ulang/Pemulihan Limbah ton 591,20 703,56 740,01
Pengurangan Emisi (Limbah) kgCo2e 441.817 524.180 746.404
Total Limbah Dibuang (Landfill)* ton 16.563 14.245 12.508
*) Timbulan sampah secara bankwide diekstrapolasikan berdasarkan data timbulan sampah per pekerja di kantor pusat BRI. Sampah di kantor pusat dikirim ke TPA pada Januari hingga
Juli 2023. Sejak Agustus 2023 dan seterusnya, dengan diluncurkannya program Zero Waste to Landfill, semua sampah yang dihasilkan dialihkan dari TPA melalui teknologi pengomposan,
daur ulang, dan RDF. Pada tahun 2024 tidak ditemukan insiden tumpahan atau kebocoran sampah.
Pengendalian Emisi di Seluruh Kantor
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
Cabang [F.11] [GRI 305-1] [GRI 305-2] [GRI 305-3] [GRI 305-4]
[GRI 305-5]
Emisi yang Berasal dari Scope 1: Mobile & Stationary Combustion (Emisi Positif )* tCO2e 125.120 118.689 105.949
Emisi yang Berasal dari Scope 1: Fugitive & Refrigerant (Emisi Positif )* tCO2e 5.490 5.466 9.156
Emisi yang Berasal dari Scope 2 (Emisi Positif )* tCO2e 355.742 346.353 330.035
Emisi Scope 3: Financed Emissions tCO2e 10.434.550 12.884.676 12.370.526
Emisi Scope 3: Purchased Goods and Services*** tCO2e 121.156,00 99.166,97 700.340
Emisi Scope 3: Waste Generated in Operations**** tCO2e 8.937 8.340 8.415
Emisi Scope 3: Business Travel tCO2e 8.272 7.217 6.897
Intensitas Emisi Scope 1 dan 2 tCO2e/Unit Kerja 62,70 62,17 60,34
Intensitas Emisi Scope 1 dan 2***** tCO2e/Pekerja 4,00 3,90 3,54
tCO2e/outstanding
Intensitas Financed Emissions 0,097 0,098 0,091
dalam Rp juta
*) Emisi Positif adalah emisi yang dihasilkan dari aktivitas operasional perbankan Scope 1 yang berasal dari pemakaian bahan bakar dan refrigeran dan Scope 2 yang berasal dari
pemakaian listrik di seluruh unit kerja BRI di Indonesia. Penggunaan sumber energi tersebut masih dalam kontrol BRI.
**) Terdapat pengungkapan kembali (restatement) pada angka Emisi Scope 3: Financed Emissions di tahun 2022 karena terdapat perbaikan kualitas data untuk sektor manufaktur,
yang semula perhitungan emisi menggunakan pendekatan revenue menjadi menggunakan data publikasi.
***) Faktor emisi spend-based diadopsi untuk memperkirakan emisi yang terkait dengan: Barang dan jasa yang dibeli, Barang modal, Transportasi dan distribusi hulu. Cakupan Emisi
Scope 3: Purchased Goods and Services pada tahun 2022 adalah 44,16% dan 2023 adalah 100%.
****) Timbulan sampah secara bankwide diekstrapolasikan berdasarkan data timbulan sampah per pekerja di kantor pusat BRI. Sampah di kantor pusat dikirim ke TPA pada Januari
hingga Juli 2023. Sejak Agustus 2023 dan seterusnya, dengan diluncurkannya program Zero Waste to Landfill, semua sampah yang dihasilkan dialihkan dari TPA melalui teknologi
pengomposan, daur ulang, dan RDF.
*****) Guna mendukung validitas intensitas emisi per pekerja, pekerja outsourcing masuk dalam perhitungan intensitas total pekerja. Hal ini mengingat bahwa seluruh energi yang
dihasilkan perusahaan digunakan oleh seluruh pekerja BRI termasuk outsourcing.
Page 244
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 244
Emisi Scope 3: Financed Emission
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
berdasarkan Asset Class [GRI 305-3] [GRI 305-5]
[F.11] [FN-CB-410b.2.]
Investasi dalam obligasi tCO2e 460.841 336.014 301.158
Pinjaman tCO2e 6.358.055 8.472.896 8.199.527
Ekuitas yang terdaftar tCO2e 881 852 487
Pembiayaan proyek pembangkit listrik tCO2e 3.504.669 3.816.573 3.820.961
Real estat komersial tCO2e 110.104 258.341 48.392
Total tCO2e 10.434.550 12.884.676 12.370.526
*) Terdapat pengungkapan kembali (restatement) pada angka Emisi Scope 3: Financed Emissions di tahun 2022 karena terdapat perbaikan kualitas data untuk sektor manufaktur,
yang semula perhitungan emisi menggunakan pendekatan revenue menjadi menggunakan data publikasi.
Emisi Scope 3: Financed Emission
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
berdasarkan Sektor [F.11]
Pertanian, kehutanan, dan perikanan tCO2e 114.347 208.106 849.558
Konstruksi tCO2e 39.104 226.374 101.065
Listrik, gas, uap, dan penyediaan pengkondisian udara tCO2e 6.286.465 7.325.977 7.718.301
Keuangan dan Asuransi tCO2e 2.360 2.653 1.322
Manufaktur tCO2e 2.028.631 3.513.694 2.362.650
Pertambangan dan Penggalian tCO2e 1.848.358 1.345.290 1.288.332
Real Estat tCO2e 110.104 258.341 48.601
Transportasi dan Penyimpanan tCO2e 5.181 4.242 697
Total tCO2e 10.434.550 12.884.676 12.370.526
Page 245
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 245
Penghindaran Emisi (Avoided Emission)
Keterangan Satuan 2023 2024 2025
[F.12] [GRI 305-1] [GRI 305-2] [GRI 305-3] [GRI 305-5]
Kegiatan Zero Waste to Landfill* kgCO2e 441.817 524.180 746.404
Digitalisasi Produk dan Jasa kgCO2e 872.713 1.096.551 1.275.794
*) Penghitungan ini tidak termasuk limbah yang diklasifikasikan sebagai “Lainnya”, seperti tisu, styrofoam, masker, dan lainnya, dikarenakan tidak tersedia faktor emisi untuk Teknologi
RDF.
Page 246
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 246
Issued Securities
Impact Reporting
Page 247
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 247
Green Bond Phase I
Pengantar Ringkasan Kerangka Kerja Green Bond Tahap I Tahun 2022
BRI sebagai bank terbesar di Indonesia yang berfokus pada segmen mikro, kecil, dan menengah, BRI telah mengembangkan kerangka Green Bond pada Juli 2022. Dalam memastikan kesesuaian
terus memperkuat kontribusinya bagi negeri. Melalui strategi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, kerangka kerja dengan regulasi maupun standar yang berlaku, BRI memperoleh Opini Tanaga Ahli
BRI berperan aktif mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan, inklusi dari SDGs Hub Universitas Indonesia. Penerbitan Green Bond BRI dalam mata uang Rupiah ini
keuangan, serta ketahanan sosial dan ekonomi nasional. BRI berperan memberikan layanan terbaik dilaksanakan dengan mengacu pada POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan
dengan membina, memberdayakan, serta mengoptimalkan kompetensi masyarakat guna Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond). Dalam kerangka kerja
meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ekosistem ekonomi rakyat. Upaya berkelanjutan ini yang telah disusun, terdapat 4 fokus utama antara lain Penggunaan Dana, Proses Evaluasi &
merupakan langkah nyata BRI dalam mewujudkan visi BRI 2026 menjadi “Becoming One of -or The- Pemilihan Proyek, Pengelolaan Dana dan Pelaporan.
Most Profitable Banks In southeast Asia”.
Penggunaan Dana
Sebagai agen pembangunan, BRI berperan dalam menekan ketimpangan ekonomi melalui distribusi
kesejahteraan yang lebih merata. Selain itu, BRI turut mengambil peran dalam konservasi sumber Minimal 70% pembiayaan Kegiatan Umum Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
daya alam dan lingkungan—seperti pengelolaan lahan berkelanjutan, efisiensi air dan irigasi, serta Berwawasan Lingkungan (KUBL) misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
pertumbuhan ekonomi hijau—demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara luas.
a. KUBL
Seluruh aktivitas bisnis dan inisiatif strategis BRI dijalankan secara berkelanjutan, selaras dengan
Kegiatan
butir-butir UN SDG. Hal ini merupakan wujud nyata implementasi prinsip ESG. Salah satu langkah
konkretnya adalah penerbitan Green Bond sebagai sumber likuiditas bank. Obligasi Berwawasan 1. Energi Terbarukan 6. Pengelolaan Air & Limbah Air yang Berkelanjutan
Lingkungan (Green Bond) Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 merupakan Green Bond 2. Efisiensi Energi 7. Adaptasi Perubahan Iklim
pertama yang diterbitkan oleh perbankan di Indonesia
3. Pencegahan & Pengendalian Polusi 8. Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber
Daya & Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
Penerbitan Green Bond BRI – Tahap I 2022 4. Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati &
Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan 9. Bangunan Berwawasan Lingkungan
Pada tahun 2022, BRI menerbitkan Green Bond I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 dengan nilai emisi 5. Konservasi Keanekaragaman Hayati 10. Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan
sebesar Rp5 triliun yang disambut sangat baik oleh investor di pasar surat berharga ditunjukkan Darat & Air lingkungan lainnya
dengan kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 4.4 kali pada saat proses bookbuilding.
Ringkasan Transaksi Obligasi b. Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial
Nama Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 Kegiatan pembiayaan sektor Mikro
PUB Rp 5 Triliun 1. Pembiayaan Mikro Kupedes
Tanggal Jatuh 2. Pembiayaan Mikro KUR
Seri Tenor Kupon Nilai Status
Pencatatan Tempo
Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
A 370 Hari 21 Juli 2022 30 Juli 2023 3,70% Rp 2,5 Triliun Mature
B 3 Tahun 21 Juli 2022 20 Juli 2025 5,75% Rp 2 Triliun Mature
C 5 Tahun 21 Juli 2022 20 Juli 2027 6,45% Rp 0,5 Triliun Aktif
Rating idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Identifikasi Pre-screening Reviu Alokasi
Page 248
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 248
Green Bond Phase I
Pengelolaan Dana Laporan Alokasi
• Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70%
pada KUBL; Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100 % dana hasil penerbitan
• Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporan keuangan maupun Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022. Dana yang
laporan berkelanjutan; diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali beberapa proyek yang sudah ada dalam
• Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial.
maupun portofolio;
• Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan kerangka atau dihentikan pembiayaannya, Mengacu kepada ketentuan pada POJK 60/POJK.04/2017 dan sesuai dengan kerangka penerbitan,
maka akan dialihkan ke aset lain; dan BRI melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap portfolio dan pipeline pembiayaan BRI yang
• Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat pada Green Bond kerangka, adapun detail alokasi
likuid. sebagai berikut:
Pelaporan
Alokasi Dana Persentase Jenis
Pelaporan Alokasi Aktivitas
(Rp milyar) (%) Pembiayaan
BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun
setelah penerbitan dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil reviu oleh ahli KUBL
lingkungan. Energi terbarukan 1.754 70,03% Refinancing
Kegiatan umum lainnya, misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
Pelaporan Dampak
Pinjaman Mikro KUPEDES 375 14,98% Refinancing
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat
dihitung dan diukur secara praktis sesuai reviu ahli lingkungan. Pinjaman Mikro KUR 376 14,99% Refinancing
Komposisi KUBL dan Pinjaman Mikro
KUBL Pinjaman Mikro
Rp1,754 Miliar
30%
Rp375 Miliar Rp376 Miliar
70%
Pinjaman Mikro Pinjaman Mikro
Energi Terbarukan
KUPEDES KUR
Page 249
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 249
Green Bond Phase I
Dampak Sektor yang Kesesuaian
Memenuhi dengan Perkiraan Manfaat Sosial
Mengacu Green Bond framework BRI, dampak lingkungan (yang sesuai berdasarkan sektor KUBL Syarat SDGs
yang memenuhi syarat dan dampak sosial adalah sebagai berikut:
Peningkatan KUR yang disalurkan telah menjangkau 5.943 orang diseluruh wilayah
dan indonesia, 4.857 merupakan penerima akses pinjaman perbankan untuk
Kategori Hijau
Pemberdayaan pertama kalinya melalui fasilitas KUR, yang mencerminkan perluasan inklusi
% Aset Sosial Ekonomi keuangan. Selain itu sebanyak 2.545 nasabah merasakan peningkatan asset
Sektor yang Kesesuaian
yang bisnis setelah menerima KUR.
Memenuhi dengan Jenis Proyek Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
Memenuhi
Syarat SDGs Sebaran KUR Berdasarkan Sektor Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah
Syarat Pertanian Lainnya
43% 2% Jawa Kalimantan
Energi 100,00% Hydro- Estimasi dampak lingkungan yang dihasilkan: Perdagangan Retail Perikanan
57% 6%
•
32% 2%
Terbarukan energy Energi terbarukan yang dihasilkan per Jasa Transportasi Sumatra Bali, NTT, NTB
16% 5%
Generation
9% 1%
tahun: 1.669.000 MWh
•
Industri Konstruksi
Emisi GRK yang terhindar per tahun: 7% 0% Sulawesi
17%
Papua, Maluku
2%
Perumahan Pertambangan
1.614.223 tCO2eq. 4% 0%
Kesimpulan
Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan dan Sosial
Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab BRI sebagai pelopor
Sektor yang Kesesuaian dalam keuangan berkelanjutan di Indonesia. BRI berkomitmen untuk terus menjaga terpenuhinya
Memenuhi dengan Perkiraan Manfaat Sosial kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dan berlaku terkait green bond untuk terus menjaga
Syarat SDGs kepercayaan investor, regulator maupun publik pada umumnya kepada BRI sebagai lembaga
Penciptaan Menciptakan lapangan kerja segmen UMKM, dengan estimasi sebesar ± keuangan berwawasan ESG.
Lapangan 8.949 pekerjaan baru yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kerja Sesuai dengan Green Bond framework yang telah disusun BRI telah memperoleh hasil reviu dari ahli
lingkungan yang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya 70% (realisasi: 70,03%) kegiatan yang
Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah
dibiayai Green Bond I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 telah memenuhi kriteria sebagai KUBL dan
Pertanian Lainnya
39% 3% Jawa Kalimantan
57% 7%
Perdagangan Retail
36%
Perikanan
3% memiliki dampak positif terhadap lingkungan baik melalui pengurangan emisi, pengelolaan sumber
Jasa
7%
Transportasi
2%
Sumatra
19%
Bali, NTT, NTB
5%
daya maupun energi terbarukan dan 29.97% digunakan untuk Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya
Industri Konstruksi Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial.
5% 0% Sulawesi Papua, Maluku
10% 2%
Perumahan Pertambangan
5% 0%
Page 250
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 250
Lampiran I
OBLIGASI BERWAWASAN LINGKUNGAN I TAHAP I Pada aspek penggunaan dana, 100% proceeds telah dialokasikan sesuai ketentuan Green Bond
Framework BRI dan POJK No. 60 Tahun 2017, dengan komposisi 70,03% untuk Kegiatan Usaha
SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Lingkungan Eksternal untuk Berwawasan Lingkungan (KUBL) yang seluruhnya berada pada kategori energi terbarukan, serta
melakukan reviu atas pelaksanaan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI 29,97% untuk kegiatan umum lainnya, yaitu Pinjaman Mikro KUPEDES sebesar 14,98% dan
Tahap I Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Reviu dilakukan Pinjaman Mikro KUR sebesar 14,99%. Seluruh alokasi dilakukan melalui skema refinancing atas
terhadap dokumen penerbitan obligasi, Green Bond Framework, Impact Report, serta dokumen portofolio pembiayaan yang telah ada. Pada aspek evaluasi dan seleksi proyek, BRI telah
pendukung lain pada periode pelaporan 2022–2025 melalui desk review dan penilaian kesesuaian menerapkan tahapan identifikasi, pre-screening, review, dan allocation terhadap portofolio dan
terhadap POJK No. 60 Tahun 2017, POJK No. 51 Tahun 2017, ICMA Green Bond Principles, dan pipeline pembiayaan untuk memastikan kesesuaian proyek dengan Green Bond Framework dan
ASEAN Green Bond Standards. Berdasarkan pendekatan berbasis dokumen tersebut, penilaian ketentuan green bond yang berlaku. Pada aspek pengelolaan dana, seluruh proceeds telah
difokuskan pada kesesuaian penggunaan dana dengan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan teralokasi tanpa perubahan atas proyek yang telah ditetapkan, dengan komposisi penggunaan
Lingkungan (KUBL), proses seleksi proyek, mekanisme pengelolaan dana, serta kualitas pelaporan dana sebesar Rp1.754 miliar untuk KUBL kategori energi terbarukan, Rp375 miliar untuk Pinjaman
penggunaan dana dan dampak lingkungan. Mikro KUPEDES, dan Rp376 miliar untuk Pinjaman Mikro KUR. Dari sisi pelaporan, BRI telah
menyajikan informasi mengenai alokasi dana, kategori proyek, indikator dampak, dan transparansi
kepada publik secara memadai.
No Aspek Penilaian Skor Bobot Skor Akhir
1. Use of Proceeds 3,16 35% 1,11 Dari sisi dampak, pembiayaan pada proyek Hydro-energy Generation/PLTA menghasilkan produksi
2. Project Evaluation & Selection 3,46 25% 0,86 energi terbarukan sebesar 1.669.000 MWh per tahun dan emisi GRK terhindar sebesar 1.614.223
ton CO₂eq per tahun. Pada dimensi sosial, pembiayaan mikro melalui KUPEDES dan KUR
3. Management of Proceeds 3,5 20% 0,7
berkontribusi terhadap ±8.949 lapangan kerja melalui KUPEDES, 5.943 penerima manfaat KUR,
4. Reporting 2,9 20% 0,58 4.857 nasabah yang memperoleh akses pembiayaan pertama kali, dan 2.545 nasabah yang
Total Skor Akhir 3,25 mengalami peningkatan aset usaha. Pembiayaan KUPEDES terutama tersalurkan pada sektor
pertanian (39%) dan perdagangan retail (36%), dengan distribusi wilayah terbesar di Jawa (57%),
Predikat A – Sangat Baik Sumatra (19%), dan Sulawesi (10%). Sementara itu, pembiayaan KUR didominasi oleh sektor
perdagangan retail (43%), pertanian (32%), dan jasa (9%). Secara umum, obligasi ini berkontribusi
terhadap pencapaian SDG 7, SDG 8, SDG 10, dan SDG 13.
Semarang, Maret 2026
Mewakili Universitas Diponegoro,
Head of LPPM Diponegoro University Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University
Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 251
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 251
Lampiran II
Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Semua proyek Green Sector memiliki dampak positif terhadap lingkungan, sesuai indikator yang
telah ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi
Aliran Dana
dan perhitungan yang konsisten dan sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan
dengan penerbitan Green Bond BRI Tahap I Tahun 2023 telah sesuai dengan POJK No. 60/
Berkelanjutan I. Bank BRI Tahap I Tahun 2023 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK
POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian SDGs. Berikut adalah ringkasan manfaat
No. 60/POJK.04/2017. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing)
lingkungan pada tahun 2023 dari proyek yang dibiayai dari dana hasil penerbitan Green Bond
beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap
Tahap II Tahun 2023 Bank BRI:
lingkungan maupun sosial, yaitu:
Persentase
Aktivitas Proyek Nilai (Rupiah) Indikator PLTA
Alokasi Dana
KUBL Energi Terbarukan yang dihasilkan 1.669.000 MWh
Emisi GRK yang dihindari 1.614.223 tCO2eq/tahun
Energi terbarukan PLTA 70,03% 1.754.572.927.460
Kegiatan umum lainnya seperti pembiayaan di sektor mikro, kesehatan, sektor lainnya
Kredit Mikro 29,97% 750.839.964.462
Page 252
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 252
Green Bond Phase II
Pengantar Ringkasan Kerangka Green Bond Tahap II Tahun 2023
BRI memegang dedikasi penuh dalam strategi bisnis perusahaan, tidak hanya fokus pada BRI merumuskan kerangka Green Bond sebelum penerbitan Tahap I pada Juli 2022. Dalam
pertumbuhan kinerja tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, kehidupan sosial kemasyarakatan, memastikan kesesuaian kerangka dengan regulasi maupun standar yang berlaku, BRI bekerja sama
dan ekonomi nasional. BRI meyakini bahwa peningkatan penerapan keuangan berkelanjutan akan dengan SDGs Hub Universitas Indonesia terkait Opini Tenaga Ahli (SPO). Penerbitan Green Bond
memberikan dampak positif yang masif terhadap perekonomian Indonesia khususnya bagi BRI dalam mata uang Rupiah ini dilaksanakan dengan mengacu pada POJK No. 60/POJK.04/2017
masyarakat luas. Guna mendukung TPB, BRI terus mendorong program-program RAKB. Langkah tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (“Green Bond”).
ini sejalan dengan visi BRI 2026 untuk menjadi “Becoming One of -or The- Most Profitable Banks In Terdapat 4 fokus utama antara lain Penggunaan Dana, Proses Evaluasi & Pemilihan Proyek,
southeast Asia”. Pengelolaan Dana dan Pelaporan.
Sebagai bentuk implementasi dan komitmen BRI terhadap ekonomi berkelanjutan, BRI terus Penggunaan Dana
memperluas penyaluran pembiayaan kepada sektor usaha yang memberikan dampak positif bagi
lingkungan serta sektor usaha yang mendukung kesejahteraan sosial. BRI juga menghindari Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
penyaluran pinjaman kepada sektor-sektor yang terindikasi terlibat dalam kegiatan illegal logging, Minimal 70% pembiayaan KUBL misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
perdagangan obat-obatan terlarang, eksploitasi tenaga kerja dan anak, pelanggaran HAM,
pencucian uang, perusakan situs bersejarah, perdagangan tumbuhan dan hewan yang dilindungi, a. Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
illegal fishing, serta bisnis lain yang bertentangan dengan hukum di Indonesia.
Kegiatan
Penerbitan obligasi menjadi alternatif sumber pendanaan atas penyaluran pinjaman yang dilakukan 1. Energi Terbarukan 6. Pengelolaan Air & Limbah Air yang Berkelanjutan
oleh BRI, termasuk Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI Tahap 2. Efisiensi Energi 7. Adaptasi Perubahan Iklim
II Tahun 2023 yang proceeds atas penerbitan tersebut digunakan untuk refinancing sektor usaha
3. Pencegahan & Pengendalian Polusi 8. Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber
terkategori green dan social. Penerbitan Green Bond di tahun 2023 merupakan bagian dari PUB
4. Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati & Daya & Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI dengan total limit sebesar
Rp 15 Triliun. Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan 9. Bangunan Berwawasan Lingkungan
5. Konservasi Keanekaragaman Hayati 10. Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan
Penerbitan Green Bond Darat & Air lingkungan lainnya
Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI
Tahap II Tahun 2023 dengan nilai emisi sebesar Rp 6 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan b. Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial
(oversubscribed) sebesar 2,63 kali.
Kegiatan pembiayaan sektor Mikro
Ringkasan Transaksi Obligasi 1. Pembiayaan Mikro Kupedes
2. Pembiayaan Mikro KUR
Nama Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023
PUB Rp 6 Triliun Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
Tanggal
Seri Tenor Jatuh Tempo Kupon Nilai Status
Pencatatan
A 370 Hari 17 Oktober 2023 27 Oktober 2024 6,10% Rp 1,35 triliun Mature
B 2 Tahun 17 Oktober 2023 17 Oktober 2025 6,35% RP 4,15 triliun Mature
C 3 Tahun 17 Oktober 2023 17 Oktober 2026 6,30% Rp 500 miliar Aktif
Rating idAAA (Pefindo)
Identifikasi Pre-screening Reviu Alokasi
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Page 253
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 253
Green Bond Phase II
Pengelolaan Dana Mengacu kepada ketentuan POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek
• Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70% Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) dan sesuai dengan kerangka kerja Green
pada KUBL. Bond, BRI melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap portofolio dan pipeline pembiayaan
• Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporan keuangan maupun yang berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat sesuai dengan Kerangka Green Bond yang
laporan berkelanjutan. telah ditetapkan. 83,01% dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan pembiayaan kembali
• Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual (refinancing) green activities sedangkan 16,99% dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan
maupun portfolio. pembiayaan kembali (refinancing) Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan dan
• Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan framework atau dihentikan pembiayaannya, Sosial. Adapun detail alokasi sebagai berikut:
maka akan dialihkan ke aset lain.
• Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan
Alokasi Dana Persentase Jenis
likuid. Aktivitas
(Rp milyar) (%) Pembiayaan
Pelaporan KUBL
Pelaporan Alokasi Energi terbarukan 2.111 35,09% Refinancing
BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun Pengelolaan SDA hayati & Penggunaan
setelah penerbitan dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil reviu oleh ahli 2.884 47,92% Refinancing
Lahan Berkelanjutan
lingkungan.
Kegiatan umum lainnya, misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
Pelaporan Dampak Pinjaman Mikro KUPEDES 504 8,37% Refinancing
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/ aset yang dibiayai sepanjangan dapat Pinjaman Mikro KUR 519 8,62% Refinancing
dihitung dan diukur secara praktis sesuai reviu ahli lingkungan.
Laporan Alokasi Komposisi KUBL dan Pinjaman Mikro
KUBL Pinjaman Mikro
Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023. Dana yang 16,99%
diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada Rp2,884 Milyar
dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial. Rp2,111 Milyar
Rp504 Milyar Rp519 Milyar
83,01%
Pengelolaan SDA Pinjaman Mikro Pinjaman Mikro
Energi Terbarukan
hayati & Penggunaan KUPEDES KUR
Lahan Berkelanjutan
Alokasi untuk Sektor Mikro sebesar 16,99% atau Rp 1,022 Alokasi untuk KUBL sebesar 83,01% atau Rp 4,995 triliun.
triliun. Project yang dibiayai termasuk dalam kategori Project yang dibiayai termasuk dalam 2 kategori yaitu
Pinjaman Mikro KUPEDES dan KUR. Energi Terbarukan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
Hayati & Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan
Page 254
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 254
Green Bond Phase II
Dampak Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial
Kesesuaian
Berdasarkan kerangka kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Aktivitas dengan Pengukuran Dampak
Tahun 2023, dampak lingkungan dan sosial yang sesuai berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, SDGs
yaitu:
Pinjaman Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar ±4,000
KUBL mikro pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kupedes Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah
Sektor yang Kesesuaian % Aset yang
Memenuhi dengan Memenuhi Jenis Proyek Deskripsi Singkat & Indikator Dampak Pertanian
39%
Lainnya
3%
Syarat SDGs Syarat Perdagangan Retail
36%
Perikanan
2%
Jawa
59%
Kalimantan
7%
Jasa Transportasi Sumatra Bali, NTT, NTB
Energi 42,27% Hydro Power Estimasi dampak lingkungan yang 8% 1% 18%
Sulawesi
5%
Papua, Maluku
Industri Konstruksi
terbarukan Plant dihasilkan: 6% 0% 9% 2%
Perumahan Pertambangan
• Energi terbarukan yang dihasilkan per 5% 0%
tahun: 1.134.272 MWh.
• Emisi GRK yang terhindar per tahun: Pinjaman KUR yang disalurkan telah menjangkau 10.045 orang diseluruh wilayah indonesia,
1.097.045 tCO2eq. Mikro KUR 8.210 merupakan penerima akses pinjaman perbankan untuk pertama kalinya
melalui fasilitas KUR, yang mencerminkan perluasan inklusi keuangan. Selain itu
Proyek yang dibiayai adalah sebanyak sebanyak 4.302 nasabah merasakan peningkatan asset bisnis setelah menerima
1 proyek yang akan direncanakan KUR.
beroperasi pada tahun 2025. Sebaran KUR Berdasarkan Sektor Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah
Pengelolaan 57,73% Pembiayaan BRI telah membiayai proyek kebun kelapa Pertanian Perumahan
57% 1%
sumber daya Investasi Lahan sawit berkelanjutan yang mengadopsi Perdagangan retail Transportasi Sulawesi Kalimantan
28% 1% 43% 4%
alam hayati & Kelapa Sawit praktik dan standar domestik maupun Jasa Lainnya Sumatra Papua, Maluku
6% 1% 37% 4%
penggunaan dengan proses global terbaik dalam produksi minyak Industri Konstruksi Bali, NTT, NTB Jawa
3% 0% 10% 2%
lahan yang produksi ramah sawit yang bertanggung jawab yakni Perikanan Pertambangan
3% 0%
berkelanjutan lingkungan dan memiliki sertifikasi RSPO dan/atau ISPO
berkelanjutan
Kesimpulan
Laporan dampak atas penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap
II Tahun 2023 menunjukkan komitmen dan realisasi atas penerapan keuangan berkelanjutan yang
sejalan dengan UNSDG khususnya poin 7, 8, 10, 12 dan 13. BRI terus mendorong partisipasi aktif dari
semua pihak yang terkait untuk turut serta mendukung dan memajukan perekonomian nasional
dengan penerapan keuangan berkelanjutan.
Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023
merupakan bagian dari PUB sebesar Rp 15 Triliun yang direspon positif oleh investor yang ditandai
dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,63 kali. BRI juga telah mendapatkan
reviu eskternal dari ahli lingkungan yang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya 70% (realisasi:
83,01%) kegiatan yang dibiayai green bond telah memenuhi kriteria sebagai KUBL dan memiliki
dampak positif terhadap lingkungan serta sesuai dengan kerangka yang telah ditetapkan
sebelumnya. Hal tersebut menegaskan kredibilitas Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan dan
kepatuhan serta komitmen BRI dalam memenuhi persyaratan Green Bond.
Page 255
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 255
Lampiran I
OBLIGASI BERWAWASAN LINGKUNGAN I TAHAP II energi terbarukan serta pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan,
sedangkan 16,99% lainnya dialokasikan untuk kegiatan lain yang mencakup sektor mikro,
SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Lingkungan Eksternal yang kesehatan, dan sosial. Pada aspek evaluasi dan seleksi proyek, BRI telah menerapkan tahapan
ditunjuk untuk melakukan reviu atas pelaksanaan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan identifikasi proyek, pre-screening, evaluasi, dan penetapan alokasi pembiayaan untuk memastikan
I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bahwa proyek yang didanai memenuhi kriteria green bond sebagaimana ditetapkan dalam
Reviu dilakukan terhadap dokumen penerbitan obligasi, Green Bond Framework, Impact Report, framework dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sementara itu, pada aspek pengelolaan dana,
serta dokumen pendukung lainnya pada periode pelaporan 2022–2025 melalui desk review dan hasil penerbitan obligasi dikelola melalui sistem internal bank yang memungkinkan pemantauan
penilaian kesesuaian terhadap POJK No. 60 Tahun 2017, POJK No. 51 Tahun 2017, ICMA Green alokasi dana secara terstruktur, termasuk melalui pencatatan internal, pemantauan penggunaan
Bond Principles, dan ASEAN Green Bond Standards. Berdasarkan pendekatan tersebut, penilaian dana, dan pengendalian internal untuk menjaga kesesuaian penggunaan dana dengan tujuan green
difokuskan pada kesesuaian penggunaan dana dengan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan bond. Pada aspek pelaporan, BRI memperoleh skor tertinggi karena telah menyampaikan informasi
Lingkungan (KUBL), proses evaluasi dan seleksi proyek, pengelolaan dana hasil penerbitan obligasi, yang relatif komprehensif mengenai alokasi dana, kategori proyek yang dibiayai, indikator dampak
serta kualitas pelaporan penggunaan dana dan dampak lingkungan. lingkungan, serta transparansi pelaporan kepada publik.
Dari sisi dampak, pembiayaan melalui Green Bond telah menghasilkan manfaat lingkungan dan
No Aspek Penilaian Skor Bobot Skor Akhir
sosial yang terukur. Pada kategori energi terbarukan, pendanaan proyek Hydro Power Plant (PLTA)
1. Use of Proceeds 3,20 35% 1,12 menghasilkan produksi energi terbarukan sebesar 1.134.272 MWh per tahun dan emisi GRK yang
2. Project Evaluation & Selection 3,46 25% 0,86 terhindar sebesar 1.097.045 ton CO₂eq per tahun. Pada kategori pengelolaan lahan berkelanjutan,
pembiayaan mendukung proyek perkebunan sawit berkelanjutan yang telah memperoleh sertifikasi
3. Management of Proceeds 3,50 20% 0,70
RSPO dan/atau ISPO, yang menjadi indikator penerapan praktik produksi berkelanjutan. Dari sisi
4. Reporting 2,92 20% 0,58 sosial, pembiayaan mikro melalui program KUPEDES dan KUR berkontribusi terhadap penciptaan
Total Skor Akhir 3,27 sekitar ±4.000 lapangan kerja melalui KUPEDES, menjangkau 10.045 penerima manfaat KUR,
memberikan akses pembiayaan pertama kali kepada 8.210 nasabah, serta mendorong peningkatan
Predikat A – Sangat Baik aset usaha pada 4.302 nasabah. Secara umum, instrumen ini juga berkontribusi terhadap
pencapaian SDG 7, SDG 8, SDG 10, SDG 12, dan SDG 13.
Pada aspek penggunaan dana, hasil penilaian menunjukkan bahwa dana hasil penerbitan green
bond telah dialokasikan 100%, dengan 83,01% diarahkan untuk kegiatan KUBL yang mencakup
Semarang, Maret 2026
Mewakili Universitas Diponegoro,
Head of LPPM Diponegoro University Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University
Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 256
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 256
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Aliran Dana Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Semua proyek KUBL memiliki dampak positif terhadap lingkungan, sesuai indikator yang telah
Berkelanjutan I. Bank BRI Tahap II Tahun 2023 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK ditetapkan sebelumnya oleh BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi dan
No. 60/POJK.04/2017. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) perhitungan yang konsisten dan sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai
beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap dengan penerbitan Green Bond BRI Tahap II Tahun 2023 telah sesuai dengan POJK No. 60/
lingkungan maupun sosial, yaitu: POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian SDGs. Berikut adalah ringkasan manfaat
lingkungan pada tahun 2023 dari proyek yang dibiayai dari dana hasil penerbitan Green Bond
Tahap II Tahun 2023 Bank BRI:
Persentase
Aktivitas Tipe Proyek Nilai Proyek (Rupiah)
Alokasi Dana
Pembiayaan Investasi Pada sektor
Indikator PLTA
KUBL 83,01% 4.994.932.321.101 kelapa sawit
Energi Terbarukan dihasilkan 1.134.272 MWh N/A
Energi Terbarukan PLTA 35,09% 2.111.412.477.351
Emisi GRK yang dihindari 1.097.045 tCO2e / tahun N/A
Pengelolaan Sumber Pembiayaan Investasi Lahan
Memiliki sertifikasi lingkungan
Daya Alam Hayati & Kelapa Sawit dengan Proses
47.92% 2.883.519.843.750 sesuai jenis industri yang
Penggunaan Lahan yang Produksi Ramah Lingkungan N/A Memiliki sertifikasi ISPO atau RSPO
dipersyaratkan untuk tujuan
Berkelanjutan dan BerkelanjutanM
berkelanjutan
Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan dan Sosial
Kredit Mikro 16,99% 1.006.822.822.556
Page 257
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 257
Green Bond Phase III
Pengantar Ringkasan Kerangka Kerja Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan
(Green Bond) Tahap III Tahun 2024 BRI
BRI memiliki komitmen penuh yang tercantum dalam strategi bisnis perusahaan, tidak hanya
terhadap pertumbuhan kinerja, tetapi juga terhadap lingkungan, kehidupan sosial kemasyarakatan BRI telah merumuskan kerangka Green Bond, dalam memastikan kesesuaian kerangka dengan
dan ekonomi nasional. BRI menyadari bahwa dengan terus meningkatkan penerapan keuangan regulasi maupun standar yang berlaku, BRI bekerja sama dengan SDGs Hub Universitas Indonesia
berkelanjutan akan memberikan dampak luas pada perekonomian Indonesia, terlebihnya terkait Opini tenaga Ahli (SPO). Penerbitan Green Bond BRI dalam mata uang Rupiah ini dilaksanakan
memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Implementasi programprogram Rencana Aksi dengan mengacu pada POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek
Keuangan Berkelanjutan (RAKB) akan terus didorong untuk mendukung Sustainable Development Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (“Green Bond”). Di dalam kerangka yang telah disusun
Goals (SDGs). Langkah ini sejalan dengan visi BRI 2026 untuk menjadi “Becoming One of or The terdapat 4 fokus utama antara lain Penggunaan Dana, Proses Evaluasi & Pemilihan Proyek,
Most Profitable Banks In southeast Asia”. Pengelolaan Dana dan Pelaporan.
Sebagai bentuk implementasi dan komitmen BRI terhadap ekonomi berkelanjutan, BRI terus Penggunaan Dana
memperluas penyaluran pembiayaan kepada sektor usaha yang memberikan dampak positif bagi
lingkungan (green financing) serta sektor usaha yang mendukung kesejahteraan sosial (social Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
Minimal 70% pembiayaan KUBL
financing). BRI juga menghindari penyaluran pinjaman kepada sektor-sektor yang terindikasi misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
terlibat dalam kegiatan illegal logging, perdagangan obat-obatan terlarang, eksploitasi tenaga kerja
dan anak, pelanggaran HAM, pencucian uang, perusakan situs bersejarah, perdagangan tumbuhan a. KUBL
dan hewan yang dilindungi, illegal fishing, serta bisnis lain yang bertentangan dengan hukum di Kegiatan
Indonesia. Penerbitan obligasi menjadi alternatif sumber pendanaan atas penyaluran pinjaman
1. Energi Terbarukan 6. Pengelolaan Air & Limbah Air yang Berkelanjutan
yang dilakukan oleh BRI, termasuk Green Bond I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 yang proceeds atas
penerbitan tersebut digunakan untuk refinancing sektor usaha terkategori green dan social. 2. Efisiensi Energi 7. Adaptasi Perubahan Iklim
Penerbitan Green Bond di tahun 2023 merupakan bagian dari PUB Obligasi Berwawasan Lingkungan 3. Pencegahan & Pengendalian Polusi 8. Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber
Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI dengan total limit sebesar Rp 15 Triliun. Daya & Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
4. Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati &
Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan 9. Bangunan Berwawasan Lingkungan
Penerbitan Green Bond
5. Konservasi Keanekaragaman Hayati 10. Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan
Pada tahun 2024, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Darat & Air lingkungan lainnya
Tahap III Tahun 2024 dengan nilai emisi sebesar Rp 4 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan
(oversubscribed) sebesar 1,64 kali. b. Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial
Kegiatan pembiayaan sektor Mikro
Ringkasan Transaksi Obligasi
1. Pembiayaan Mikro Kupedes
Nama Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024
2. Pembiayaan Mikro KUR
Nilai Rp 4 Triliun
Tanggal Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
Seri Tenor Jatuh Tempo Kupon Nilai Status
Pencatatan
A 370 Hari 20 Maret 2024 30 Maret 2025 6,15% Rp 1,23 triliun Mature
B 2 Tahun 20 Maret 2024 20 Maret 2026 6,25% RP 879 miliar Aktif
C 3 Tahun 20 Maret 2024 20 Maret 2027 6,25% Rp 382 miliar Aktif
Rating idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia Identifikasi Pre-screening Reviu Alokasi
Page 258
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 258
Green Bond Phase III
Pengelolaan Dana Mengacu kepada ketentuan POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek
• Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70% Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) dan sesuai dengan kerangka kerja Green
pada KUBL Bond, BRI melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap portofolio dan pipeline pembiayaan
• Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporan keuangan maupun yang berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat sesuai dengan kerangka Green Bond yang
laporan berkelanjutan. telah ditetapkan. 91,93% dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan pembiayaan kembali
• Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual (refinancing) KUBL sedangkan 8,07% dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan pembiayaan
maupun portfolio. kembali (refinancing) Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial.
• Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan framework atau dihentikan pembiayaannya, Adapun detail alokasi sebagai berikut:
maka akan dialihkan ke aset lain.
• Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan
Alokasi Dana Persentase Jenis
likuid. Aktivitas
(Rp milyar) (%) Pembiayaan
Pelaporan KUBL
Pelaporan Alokasi Energi terbarukan 1.713 72,27% Refinancing
BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun Pengelolaan SDA hayati & Penggunaan
setelah penerbitan dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil reviu oleh ahli 150 6,35% Refinancing
Lahan Berkelanjutan
lingkungan.
Kegiatan umum lainnya, misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
Pelaporan Dampak Pinjaman Mikro KUPEDES 254 10,70% Refinancing
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat Pinjaman Mikro KUR 253 10,68% Refinancing
dihitung dan diukur secara praktis sesuai reviu ahli lingkungan.
Laporan Alokasi Komposisi KUBL dan Pinjaman Mikro
Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan KUBL Pinjaman Mikro
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023. Dana yang Rp1,713 Milyar 8,07%
diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada
dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial.
Rp254 Milyar Rp253 Milyar
Rp150 Milyar
91,93%
Energi Pengelolaan SDA Pinjaman Mikro Pinjaman Mikro
Terbarukan hayati & Penggunaan KUPEDES KUR
Lahan Berkelanjutan
Alokasi untuk KUBS sebesar 21,38% atau Rp 0,507 triliun. Alokasi untuk KUBL sebesar 78,62% atau Rp 1,863 triliun.
Project yang dibiayai termasuk dalam kategori Employment Project yang dibiayai termasuk dalam 2 kategori yaitu
Generation dan Socioeconomic advancement and Energi Terbarukan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
empowerment. Hayati & Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan
Page 259
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 259
Green Bond Phase III
Dampak Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial
Sektor yang Kesesuaian
Berdasarkan kerangka Green Bond Tahap III Tahun 2024, dampak lingkungan dan sosial yang Memenuhi dengan Perkiraan Manfaat Sosial
sesuai berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu: Syarat SDGs
Pinjaman Mikro Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar ±5.985
KUBL
KUPEDES pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah
Sektor yang Kesesuaian % Aset yang
Deskripsi Singkat & Indikator Pertanian Lainnya
Memenuhi dengan Memenuhi Jenis Proyek 40% 2% Jawa Kalimantan
Dampak 57% 7%
Syarat SDGs Syarat Perdagangan Retail
37%
Perikanan
2%
Jasa Transportasi Sumatra Bali, NTT, NTB
Energi 91,93% Hydro Power Estimasi dampak lingkungan yang 8% 2% 19% 5%
Terbarukan Plant dihasilkan: Industri
5%
Konstruksi
0% Sulawesi Papua, Maluku
• Energi terbarukan yang dihasilkan Perumahan
4%
Pertambangan
0%
10% 2%
per tahun: 1.669.000 MWh dan
1.134.272 MWh. Socioeconomic Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan telah menjangkau
• Emisi GRK yang terhindar per advancement 5.526 orang diseluruh wilayah indonesia, 4.516 merupakan penerima
tahun: 1.097.045 tCO2eq dan and akses pinjaman perbankan untuk pertama kalinya melalui fasilitas KUR,
1.614.223 tCO2eq. empowerment yang mencerminkan perluasan inklusi keuangan. Selain itu sebanyak 2.367
(Kredit KUR) nasabah merasakan peningkatan asset bisnis setelah menerima KUR.
Proyek yang dibiayai adalah sebanyak Sebaran KUR Berdasarkan Sektor Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah
2 proyek yang akan direncanakan Pertanian Transportasi
57% 1% Sulawesi Papua, Maluku
beroperasi pada tahun 2025. Perdagangan Retail Lainnya
49% 5%
28% 1%
Jasa Perumahan Sumatra Kalimantan
6% 0% 28% 4%
Pengelolaan 8,07% Pembiayaan BRI telah membiayai proyek kebun Industri Konstruksi
4% 0% Bali, NTT, NTB Jawa
sumber daya Investasi Lahan kelapa sawit berkelanjutan yang Perikanan Pertambangan
11% 3%
3% 0%
alam hayati & Kelapa Sawit mengadopsi praktik dan standar
penggunaan dengan proses domestik maupun global terbaik
lahan yang produksi ramah dalam produksi minyak sawit yang Kesimpulan
berkelanjutan lingkungan dan bertanggung jawab yakni memiliki
berkelanjutan sertifikasi RSPO dan/atau ISPO. Laporan dampak atas penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap
III Tahun 2024 menunjukkan komitmen dan realisasi atas penerapan keuangan berkelanjutan yang
sejalan dengan UNSDG khususnya poin 7, 8, 10, 12 dan 13. BRI terus mendorong partisipasi aktif dari
semua pihak yang terkait untuk turut serta mendukung dan memajukan perekonomian nasional
dengan penerapan keuangan berkelanjutan.
Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024
merupakan bagian dari PUB sebesar Rp 15 Triliun yang direspon positif oleh investor yang ditandai
dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,64 kali.BRI juga telah mendapatkan reviu
eskternal dari ahli lingkungan yang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya 70% (realisasi:
78,62%) kegiatan yang dibiayai green bond telah memenuhi kriteria sebagai KUBL dan memiliki
dampak positif terhadap lingkungan serta sesuai dengan framework yang telah ditetapkan
sebelumnya. Hal tersebut menegaskan kredibilitas Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan dan
kepatuhan serta komitmen BRI dalam memenuhi persyaratan Green Bond.
Page 260
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 260
Lampiran I
OBLIGASI BERWAWASAN LINGKUNGAN I TAHAP III pada kategori energi terbarukan, sedangkan 21,38% dialokasikan untuk kegiatan umum lainnya,
khususnya Pinjaman Mikro KUPEDES sebesar 10,78% dan Pinjaman Mikro KUR sebesar 10,68%.
SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Lingkungan Eksternal yang Seluruh alokasi tersebut dilakukan melalui skema refinancing terhadap portofolio pembiayaan yang
ditunjuk untuk melakukan reviu atas pelaksanaan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan telah ada. Pada aspek evaluasi dan seleksi proyek, BRI telah menerapkan tahapan identifikasi, pre-
I Bank BRI Tahap III Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. screening, review, dan allocation terhadap portofolio dan pipeline pembiayaan untuk memastikan
Reviu dilakukan terhadap dokumen penerbitan obligasi, Green Bond Framework, Impact Report, bahwa proyek yang dibiayai sesuai dengan kategori pembiayaan berwawasan lingkungan
serta dokumen pendukung lainnya pada periode pelaporan 2022–2025 melalui desk review dan sebagaimana ditetapkan dalam Green Bond Framework dan POJK No. 60 Tahun 2017. Pada aspek
penilaian kesesuaian terhadap POJK No. 60 Tahun 2017, POJK No. 51 Tahun 2017, ICMA Green pengelolaan dana, seluruh proceeds telah dialokasikan tanpa perubahan atas proyek pembiayaan
Bond Principles, dan ASEAN Green Bond Standards. Berdasarkan pendekatan tersebut, penilaian yang telah ditetapkan, dengan komposisi penggunaan dana sebesar Rp1,863 miliar untuk KUBL
difokuskan pada kesesuaian penggunaan dana dengan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan kategori energi terbarukan, Rp254 miliar untuk Pinjaman Mikro KUPEDES, dan Rp253 miliar untuk
Lingkungan (KUBL), proses evaluasi dan seleksi proyek, pengelolaan dana hasil penerbitan obligasi, Pinjaman Mikro KUR. Sementara itu, pada aspek pelaporan, BRI memperoleh skor tertinggi karena
serta kualitas pelaporan penggunaan dana dan dampak lingkungan. telah menyajikan informasi yang relatif komprehensif mengenai alokasi dana, kategori proyek yang
dibiayai, indikator dampak lingkungan, serta transparansi pelaporan kepada publik.
No Aspek Penilaian Skor Bobot Skor Akhir
Dari sisi dampak, pembiayaan melalui Green Bond menghasilkan manfaat lingkungan dan sosial
1. Use of Proceeds 3,20 35% 1,12 yang terukur. Pada kategori energi terbarukan, pendanaan proyek Hydro-energy Generation/PLTA
2. Project Evaluation & Selection 3,46 25% 0,86 menghasilkan produksi energi terbarukan sebesar 1.134.272 MWh dan 1.669.000 MWh per tahun,
serta emisi GRK terhindar sebesar 1.097.045 tonCO2e dan 1.614.223 tonCO2eq per tahun. Pada
3. Management of Proceeds 3,50 20% 0,70
dimensi sosial, pembiayaan mikro melalui program KUPEDES dan KUR berkontribusi terhadap
4. Reporting 2,92 20% 0,58 penciptaan sekitar ±5.985 lapangan kerja melalui KUPEDES, menjangkau 5.526 penerima manfaat
Total Skor Akhir 3,27 KUR, memberikan akses pembiayaan pertama kali kepada 4.516 nasabah, serta mendorong
peningkatan aset usaha pada 2.367 nasabah. Pembiayaan KUPEDES terutama tersalurkan pada
Predikat A – Sangat Baik sektor pertanian (40%) dan perdagangan retail (37%), dengan distribusi wilayah terbesar di Jawa
(57%), Sumatra (19%), dan Sulawesi (10%). Sementara itu, pembiayaan KUR didominasi oleh sektor
Pada aspek penggunaan dana, hasil penilaian menunjukkan bahwa 100% dana hasil penerbitan pertanian (57%), perdagangan retail (28%), dan jasa (6%). Secara umum, obligasi ini berkontribusi
obligasi telah dialokasikan, dengan 78,62% diarahkan untuk kegiatan KUBL yang seluruhnya berada terhadap pencapaian SDG 7, SDG 8, SDG 10, dan SDG 13.
Semarang, Maret 2026
Mewakili Universitas Diponegoro,
Head of LPPM Diponegoro University Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University
Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 261
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 261
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Aliran Dana Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Semua proyek Green Sector memiliki dampak positif terhadap lingkungan, sesuai indikator yang
Berkelanjutan I. Bank BRI Tahap II Tahun 2023 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK telah ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi
60. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) proyek yang sudah dan perhitungan yang konsisten dan sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai
ada dalam portofolio BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial, yaitu: dengan penerbitan Green Bond BRI Tahap II Tahun 2023 telah sesuai dengan POJK No. 60/
POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian SDGs. Berikut adalah ringkasan manfaat
Persentase Nilai Proyek lingkungan pada tahun 2023 dari proyek yang dibiayai dari dana hasil penerbitan Green Bond
Aktivitas Tipe Proyek Tahap II Tahun 2023 Bank BRI:
Alokasi Dana (Rupiah)
KUBL Pembiayaan Investasi Pada sektor
Indikator PLTA
kelapa sawit
Kategori Hijau 78,62% 1.863.165.684.938
1.134.272 MWh dan
Energi Terbarukan yang dihasilkan N/A
Energi Terbarukan PLTA 72,27% 1.712.786.881.079 1.669.000 MWh
1.097.045 tCO2e / tahun dan
Pengelolaan Sumber Pembiayaan Investasi Lahan Emisi GRK yang dapat dihindari N/A
1.614.223 tCO2eq / tahun
Daya Alam Hayati & Kelapa Sawit dengan Proses
6,35% 150.378.684.938 Memiliki sertifikasi lingkungan
Penggunaan Lahan yang Produksi Ramah Lingkungan
Berkelanjutan dan Berkelanjutan sesuai jenis industri yang
N.A Memiliki 2 sertifikasi ISPO atau RSPO
dipersyaratkan untuk tujuan
Kegiatan umum lainnya seperti pembiayaan di sektor mikro, kesehatan, sektor lainnya berkelanjutan
Kredit Mikro 21,38% 506.234.119.953
Page 262
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 262
Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
Pengantar Ringkasan Kerangka Kerja
Sejak didirikan pada tahun 1895, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI) telah menjadi Sebagaimana tercantum pada Tujuan Penggunaan Dana dalam Memorandum Informasi Medium
pendorong utama perekonomian Indonesia terutama di segmen UMKM. BRI terus berkontribusi Term Notes Bank BRI Tahun 2022, dana dari penerbitan surat berharga ini digunakan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendukung kebijakan pemerintah untuk pembiayaan inklusif sebagaimana dimaksud pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021
memastikan literasi keuangan, khususnya inklusi keuangan dalam rangka mewujudkan ketahanan tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
sosial dan ekonomi. Komitmen BRI tersebut selaras dengan visi BRI pada 2026 untuk menjadi Syariah dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas
“Becoming One of -or The- Most Profitable Banks In southeast Asia”. Strategi ini diwujudkan salah Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial
satunya melalui pemberian layanan kepada masyarakat yang belum sepenuhnya terdigitalisasi Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah serta Peraturan
terutama di tiga daerah khusus 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) guna memastikan pemerataan Anggota Dewan Gubernur Nomor 24/6/PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Rasio
akses keuanngan dan pemberdayaan seluruh lapisan masyarakat. Pembiayaan Inklusif Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan
Unit Usaha Syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembiayaan Inklusif adalah
Sebagai bentuk peran BRI dalam mengembangkan praktik keuangan berkelanjutan, BRI meluncurkan penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau PBR dalam rupiah
kebijakan pembiayaan dengan mempertimbangkan LST. Dalam rangka mendorong Inklusi Finansial, dan valuta asing.
BRI berupaya untuk mendekatkan layanan keuangan ke seluruh lapisan masyarakat. BRI saat ini
telah memiliki 1.1 juta Agen BRILink yang tersebar di lebih dari 66 ribu desa. Fokus terhadap inklusi Pelaporan
keuangan dan sumber pertumbuhan baru, BRI merampungkan holding Ultra Mikro (UMi) pada Alokasi Pelaporan
tahun 2021 yang tujuannya adalah memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat mikro BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala sekali dalam setahun paling lambat
dan ultra mikro di Indonesia. Holding ultra mikro dibentuk sebagai upaya untuk memberikan setahun setelah penerbitan disertai laporan hasil reviu oleh tenaga ahli eksternal yang kompeten di
pelayanan yang berkesinambungan dan terintegrasi kepada seluruh masyarakat Indonesia. bidangnya.
Pelaporan Dampak
Rincian Penerbitan BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjang dapat dihitung
dan diukur secara praktis sesuai reviu tenaga ahli eksternal yang kompeten di bidangnya.
Pada tahun 2022, BRI menerbitkan MTN Bank BRI Tahun 2022 dengan nilai emisi sebesar Rp 5
triliun dalam 2 (dua) seri yaitu Seri A dan Seri B dan seluruh dana digunakan untuk penyaluran
pembiayaan ke segmen mikro dan ultra mikro. Adapun saat ini seluruh seri MTN tersebut telah jatuh
tempo.
Ringkasan Transaksi Obligasi
Nama Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
Nilai Rp 5 Triliun
Tanggal
Seri Tenor Jatuh Tempo Kupon Nilai Status
Pencatatan
A 2 Tahun 24 November 2022 24 November 2024 6,60% Rp 2 Triliun Mature
B 3 Tahun 24 November 2022 24 November 2025 6,98% Rp 3 Triliun Mature
Rating idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Page 263
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 263
Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
Laporan Alokasi Pembiayaan Inklusif
BRI bersama KPMG menyusun metodologi analisis dampak pada penciptaan lapangan pekerjaan
Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan atas penyaluran KUPEDES dan pemberdayaan Masyarakat atas penyaluran KUR.
MTN Bank BRI Tahun 2022. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif Kesesuaian
sebagaimana terkategori pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Aktivitas dengan Pengukuran Dampak
Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit SDGs
Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bank
Pembiayaan Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 35.793
Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank
Mikro pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Proceeds sebesar Rp 5 triliun
KUPEDES
digunakan untuk penyaluran pembiayaan bank pada segmen bisnis mikro dan ultra mikro di bulan Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah
November 2023. Adapun per 31 Desember 2025, proceeds yang akan dilaporkan dalam allocation Pertanian
39%
Lainnya
2% Jawa Kalimantan
report adalah sebesar Rp 3 triliun sesuai dengan outstanding MTN yang masih memberikan impact Perdagangan Retail Perikanan
57% 7%
37% 2%
pada tahun 2025.. Jasa Transportasi Sumatra Bali, NTT, NTB
6% 0% 19% 5%
Industri Konstruksi
5% 0% Sulawesi Papua, Maluku
Alokasi Dana 10% 2%
Aktivitas Pembiayaan Inklusif Jenis Pembiayaan Persentase (%) Perikanan
4%
Pertambangan
0%
(Rp Miliar)
Pembiayaan Baru periode Pembiayaan Program KUR yang disalurkan telah menjangkau 31.732 orang diseluruh
Pembiayaan Mikro KUPEDES 1.501 50,01%
November 2022 Mikro KUR wilayah indonesia, 21.934 merupakan penerima akses pinjaman perbankan
Pembiayaan Baru periode untuk pertama kalinya melalui fasilitas KUR, yang mencerminkan perluasan
Pembiayaan Mikro KUR 1.499 49,99%
November 2022 inklusi keuangan. Selain itu sebanyak 13.591 nasabah merasakan peningkatan
asset bisnis setelah menerima KUR.
Sebaran KUR Berdasarkan Sektor Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah
Perdagangan Retail Perikanan
Pembiayaan Mikro 42% 2% Jawa
61%
Kalimantan
11%
Pertanian Perumahan
31% 1%
Pembiayaan Mikro KUPEDES Pembiayaan Mikro KUR
Jasa Transportasi Bali, NTT, NTB Sulawesi
12% 1% 12% 4%
Industri Konstruksi
8% 0% Sumatra Papua, Maluku
Rp1,499 Milyar Rp1,501 Milyar 10% 2%
49,99% 50,01% Lainnya
3%
Pertambangan
0%
KUR KUPEDES
Kesimpulan
Laporan MTN menunjukkan realisasi atas komitmen BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan yang
berkelanjutan di Indonesia yang sejalan dengan tujuan Pemerintah dan Regulator. BRI akan
memperkuat kerjasama dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam proses alokasi, penggunaan
Dampak
dan monitoring dana hasil penerbitan MTN sehingga dapat terus memenuhi kriteria yang telah
ditetapkan dalam peraturan maupun standar yang berlaku. Penerbitan Medium Term Notes
Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam PBI 23 2021, PBI 24 2022 dan
merupakan salah satu usaha BRI untuk mewujudkan visi menjadi Champion of Financial Inclusion.
PBI21 2021, penerbitan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022 memiliki dampak sosial
BRI juga berhasil menarik minat investor terhadap surat berharga yang digunakan untuk tujuan
berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
inklusi keuangan. BRI telah memperoleh hasil reviu dari tenaga ahli eksternal (SDGs Center
Universitas Diponegoro) yang menyatakan bahwa seluruh hasil penerbitan ini dipergunakan
seluruhnya khusus untuk pembiayaan inklusif dan memiliki dampak sosial yang positif terhadap
pengembangan kesejahteraan masyarakat.
Page 264
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 264
Lampiran I
MEDIUM TERM NOTES Dari sisi alokasi, dana terbagi hampir seimbang antara Pembiayaan Mikro KUPEDES sebesar
Rp1.501 miliar (50,01%) dan Pembiayaan Mikro KUR sebesar Rp1.499 miliar (49,99%), yang
SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Eksternal yang melakukan reviu keduanya dikategorikan sebagai pembiayaan baru periode November 2022. Pembiayaan KUPEDES
atas pelaksanaan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat terutama terserap pada sektor pertanian (39%) dan perdagangan retail (37%), sedangkan KUR
Indonesia (Persero) Tbk. Reviu dilakukan terhadap dokumen penerbitan, laporan alokasi, laporan didominasi oleh perdagangan retail (42%) dan pertanian (31%). Secara wilayah, penyaluran
dampak, dan dokumen pendukung lainnya yang disediakan oleh BRI pada periode pelaporan terbesar berada di Jawa, diikuti oleh Sumatra dan Sulawesi. Pelaporan dilakukan secara berkala
sampai dengan 31 Desember 2025. Metodologi reviu dilakukan melalui desk review terhadap melalui allocation reporting dan impact reporting, serta didukung metodologi pengukuran dampak
dokumen, penelaahan atas tujuan penggunaan dana, pola alokasi pembiayaan, pelaporan dampak, yang disusun bersama KPMG.
serta kesesuaiannya dengan kerangka pembiayaan inklusif yang dirujuk dalam dokumen penerbitan.
Dari sisi dampak, pembiayaan Mikro KUPEDES diestimasi menciptakan 35.793 pekerjaan pada
Evaluasi mengacu pada ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021, Peraturan segmen UMKM, sedangkan Mikro KUR menjangkau 31.732 orang, dengan 21.934 nasabah
Bank Indonesia Nomor 24/3/PBI/2022, dan PADG Nomor 24/6/PADG/2022, yang menjadi dasar memperoleh akses pinjaman bank untuk pertama kali dan 13.591 nasabah mengalami peningkatan
kategorisasi pembiayaan inklusif dalam dokumen MTN. Berdasarkan pendekatan tersebut, penilaian aset bisnis. Secara umum, temuan ini menunjukkan bahwa MTN Bank BRI Tahun 2022 tidak hanya
difokuskan pada kesesuaian penggunaan dana dengan pembiayaan inklusif, distribusi alokasi pada berfungsi sebagai instrumen pendanaan, tetapi juga memberikan dampak sosial positif melalui
segmen mikro dan ultra mikro, mekanisme pelaporan alokasi dan dampak, serta relevansi dampak penciptaan lapangan kerja, perluasan akses pembiayaan, dan penguatan kapasitas ekonomi
sosial yang dihasilkan dari penyaluran pembiayaan KUPEDES dan KUR. penerima manfaat. Meski demikian, pelaporan ke depan masih dapat diperkuat, khususnya dalam
menjelaskan hubungan antara nilai emisi dan outstanding yang dilaporkan, serta dalam
memperdalam baseline, asumsi, dan pemisahan antara output, outcome, dan impact.
No Aspek Penilaian Skor Bobot Skor Akhir
1. Use of Proceeds 4,00 25% 1,00
2. Project Evaluation & Selection 3,80 20% 0,76
Mekanisme Penyaluran
3. 1,33 15% 0,20
Pembiayaan
4. Technical Assistance For MSMEs 2,92 10% 0,40
5. Management of Fund 3,80 15% 0,57
6. Reporting 4,00 15% 0,60
Total Skor Akhir 3,27
Predikat A – Sangat Baik.
Semarang, Maret 2026
Mewakili Universitas Diponegoro,
Head of LPPM Diponegoro University Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University
Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 265
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 265
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor
23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional,
Aliran Dana Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan MTN. Dana yang diperoleh diperuntukkan Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan
untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha
pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap sosial, yaitu: Syariah, penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 memiliki dampak sosial
berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
Persentase
Nilai Proyek Sektor Estimasi Manfaat Sosial dan Lingkungan
Aktivitas Tipe Proyek Alokasi
(Rupiah)
Dana Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 16,594
Penciptaan Lapangan Kerja
Penciptaan Lapangan Kerja Pembiayaan Baru periode pekerjaan yang tersebar pada berbagai penjurudi seluruh Indonesia.
50,01% 1.500.530.610.712
(Employement Generation) November 2022 Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk mendukung
Pengembangan usaha mikro
pengembangan usaha Mikro non-bankable dan diperkirakan menciptakan
Peningkatan dan pemberdayaan non-bankable
Pembiayaan Baru periode lebih dari 20,257 pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia.
sosial ekonomi (Socioeconomic 49,99% 1.500.219.852.011
November 2022
advancement)
Page 266
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 266
Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2024
Pengantar Ringkasan Kerangka Kerja Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2024
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI) didirikan sejak tahun 1895 dan selalu menjadi Sesuai dengan tujuan penggunaan dana dalam Prospektus Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun
salah satu pendorong utama perekonomian Indonesia terutama di segmen UMKM. BRI terus 2023, proceeds dari penerbitan surat berharga ini dipergunakan seluruhnya khusus untuk
berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam mensejahterakan masyarakat dengan mendukung Pembiayaan Inklusif seperti pembiayaan kepada UMKM, Korporasi UMKM, dan/ atau Perorangan
kebijakan pemerintah terkait peningkatan literasi keuangan dalam mencapai inklusi keuangan Berpenghasilan Rendah (PBR) sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021 2021
nasional. Dedikasi BRI pada segmen UMKM terefleksi pada visi BRI 2026 untuk menjadi “Becoming tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
One of -or The- Most Profitable Banks in Southeast Asia”. Syariah dan Unit Usaha Syariah.
Dalam mengembangkan praktik keuangan berkelanjutan, BRI berkomitmen untuk mendukung Pembiayaan Inklusif adalah penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM,
finansial masyarakat melalui AgenBRI-Link yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia terutama dan/atau Perorangan Berpenghasilan Rendah (PBR) dalam rupiah dan valuta asing.
daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Peran AgenBRI-Link semakin signifikan dalam
menyediakan akses dan layanan keuangan formal yang pada akhir Desember 2024 BRI telah Pelaporan
memiliki 1,1 juta agen di lebih dari 66 ribu desa. Alokasi Pelaporan
BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun
Untuk mendorong Inklusi Finansial dan meningkatkan integrasi pelayanan keuangan pada setelah penerbitan oleh tenaga ahli eksternal.
masyarakat, BRI mengembangkan hybrid bank atau perpaduan pengembangan digitalisasi di
perbankan sambil terus menyediakan layanan konvensional untuk mendekatkan layanan keuangan Impact Reporting
ke seluruh lapisan masyarakat. Strategi ini semakin memperkuat holding Ultra Mikro yang dibentuk BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat
untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah terhadap produk perbankan yang dihitung dan diukur secara praktis sesuai reviu tenaga ahli eksternal.
berkesinambungan dan terintegrasi.
Bank BRI Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023
Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dengan nilai emisi
sebesar Rp 500 Miliar dan seluruh proceeds digunakan untuk penyaluran pembiayaan ke segmen
mikro dan ultra mikro.
Ringkasan Transaksi Obligasi
Nama Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023
Nilai Rp 500 Miliar
Tanggal
Seri Tenor Jatuh Tempo Kupon Dana Status
Pencatatan
A 5 Tahun 6 Juli 2023 6 Juli 2028 6,45% Rp 500 Miliar Aktif
Rating idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Page 267
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 267
Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2024
Laporan Alokasi Pembiayaan Inklusif
Sektor yang Kesesuaian
Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Memenuhi dengan Perkiraan Manfaat Sosial
Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Syarat SDGs
Inklusif yang mengacu kepada ketentuan Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif
Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 5.969
Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah,
pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
pembiayaan inklusif adalah penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM,
dan/atau PBR dalam Rupiah dan Valuta Asing. Adapun detail alokasi sebagai berikut: Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah
Penciptaan Pertanian
39%
Lainnya
2% Jawa Kalimantan
Lapangan Kerja Perdagangan Retail Perikanan
57% 8%
Alokasi Dana 36% 2%
Kategori yang memenuhi syarat Jenis Pembiayaan Persentase (%) (Kredit Kupedes) Jasa Transportasi Sumatra Bali, NTT, NTB
(Rp Miliar) 10% 1% 18% 6%
Industri Konstruksi
Pembiayaan Baru periode 5% 0% Sulawesi Papua, Maluku
Pembiayaan Mikro KUR 251 50,00% Perumahan Pertambangan
9% 2%
Juli 2023 5% 0%
Pembiayaan Baru periode Program KUR yang disalurkan telah menjangkau 5.242 orang diseluruh
Pembiayaan MIkro KUPEDES Pembiayaan Mikro 251 50,00%
Juli 2023 wilayah indonesia, 4.516 merupakan penerima akses pinjaman perbankan
Pembiayaan Mikro KUR Pembiayaan Mikro KUPEDES untuk pertama kalinya melalui fasilitas KUR, yang mencerminkan
perluasan inklusi keuangan. Selain itu sebanyak 2.367 nasabah merasakan
Rp251 Miliar Rp251 Miliar peningkatan asset bisnis setelah menerima KUR.
50% 50%
Pembiayaan Sebaran KUR Berdasarkan Sektor Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah
Mikro KUR Pertanian
44%
Lainnya
2% Jawa Bali, NTT, NTB
36% 6%
KUR KUPEDES Perdagangan Retail Perumahan
36% 1%
Jasa Transportasi Sumatra Kalimantan
9% 1% 33% 5%
Industri Konstruksi
4% 0% Sulawesi Papua, Maluku
15% 3%
Perikanan Pertambangan
Alokasi untuk Kategori Sosial sebesar 100% atau Rp 500 Miliar. Project yang dibiayai termasuk dalam kategori Employment 3% 0%
Generation dan Socioeconomic advancement and empowerment.
Kesimpulan
Dampak
Laporan Obligasi Subordinasi BRI tahun 2024 merupakan wujud komitmen BRI untuk meningkatkan
Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif seperti pembiayaan kepada UMKM, Korporasi UMKM, inklusi keuangan yang berkelanjutan di Indonesia yang selaras dengan tujuan Pemerintah dan
dan/atau PBR sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021, penerbitan Obligasi Regulator. BRI akan memperkuat kerjasama dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam proses
Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 memiliki dampak sosial yang sesuai berdasarkan sektor yang alokasi, penggunaan dan monitoring dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi sehingga dapat
memenuhi syarat, yaitu: terus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam peraturan maupun standar yang berlaku.
Penerbitan Obligasi Subordinasi selain merupakan kewajiban pemenuhan modal pelengkap BRI
juga merupakan salah satu usaha BRI untuk mewujudkan visi menjadi The Most Valuable Banking
Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion. BRI juga berhasil menarik minat investor
terhadap Obligasi Subordinasi BRI yang terlihat dari hasil bookbuilding yang oversubscribe sampai
1,77 kali.BRI telah memperoleh hasil reviu dari tenaga ahli eksternal (SDGs Universitas Dipenogoro)
yang menyatakan bahwa seluruh hasil penerbitan ini dipergunakan seluruhnya khusus untuk
pembiayaan inklusif dan memiliki dampak sosial yang positif terhadap pengembangan kesejahteraan
masyarakat.
Page 268
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 268
Lampiran I
SUBORDINASI IV TAHAP I Pada aspek penggunaan dana, seluruh dana hasil penerbitan obligasi subordinasi sebesar Rp500
miliar telah dialokasikan 100% untuk pembiayaan inklusif yang secara khusus menyasar segmen
SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Eksternal yang ditunjuk untuk mikro dan ultra mikro. Alokasi tersebut dibagi secara seimbang, yaitu 50% untuk Pembiayaan Mikro
melakukan reviu atas pelaksanaan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI yang dalam dokumen disebut KUPEDES dan 50% untuk Pembiayaan Mikro KUR. Penggunaan dana ini dinilai selaras dengan
sebagai Tahun 2024, diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Reviu dilakukan tujuan dalam prospektus, yakni mendukung pembiayaan kepada UMKM, korporasi UMKM, dan/
terhadap dokumen penerbitan obligasi, Impact Report, serta dokumen pendukung lainnya yang atau PBR dalam kerangka pembiayaan inklusif. Dengan demikian, proceeds tidak digunakan untuk
disediakan oleh BRI untuk periode pelaporan 2023–2024. Metodologi reviu dilakukan melalui desk tujuan umum perusahaan, melainkan diarahkan pada aktivitas yang memiliki muatan sosial kuat,
review terhadap dokumen, laporan alokasi dana, laporan dampak sosial, dan dokumen kebijakan khususnya perluasan akses pembiayaan bagi kelompok usaha yang menjadi basis inklusi keuangan
internal yang relevan, serta melalui penilaian kesesuaian terhadap POJK No. 51 Tahun 2017, nasional. Seluruh alokasi juga diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama, yaitu employment
Peraturan Bank Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial generation dan socioeconomic advancement and empowerment.
(RPIM), dan PADG Nomor 24/6/PADG/2022. Berdasarkan pendekatan tersebut, penilaian difokuskan
pada kesesuaian penggunaan dana dengan kegiatan pembiayaan, alokasi portofolio kepada Pada aspek mekanisme penyaluran, dokumen menyebut adanya pembiayaan baru Juli 2023 untuk
MSMEs, mekanisme penyaluran pembiayaan, dukungan terhadap MSMEs, pengelolaan dana, serta KUPEDES dan KUR, namun juga menjelaskan bahwa proceeds digunakan untuk refinancing atas
kualitas pelaporan penggunaan dana dan dampak sosial yang dihasilkan. Laporan dampak untuk portofolio yang telah ada. Karena itu, aspek ini memperoleh skor 0,00, yang menunjukkan bahwa
sektor Socioeconomic advancement and empowerment & Employment Generation telah penjelasan mekanisme penyaluran masih belum memadai dalam kerangka penilaian. Pada aspek
diselaraskan dengan Target Pembangyunan Berkelanjutan (SDGs) (Halaman 4 dan 5). dukungan terhadap MSMEs, BRI menekankan perluasan akses pembiayaan dan inklusi keuangan
melalui ekosistem hybrid bank, AgenBRILink di lebih dari 66 ribu desa, dan penguatan holding ultra
mikro. Pada aspek pengelolaan dana, 100% proceeds telah dialokasikan dan dapat ditelusuri, yakni
No Aspek Penilaian Skor Bobot Skor Akhir
Rp251.014.483.372 untuk KUPEDES dan Rp250.966.539.414 untuk KUR.
1. Use of Proceeds 4,00 25% 1,00
2. Project Evaluation & Selection 4,00 20% 0,80
Mekanisme Penyaluran
3. 1,33 15% 0
Pembiayaan
4. Technical Assistance For MSMEs 4,00 10% 0,40
5. Management of Fund 4,00 15% 0,60
6. Reporting 4,00 15% 0,60
Total Skor Akhir 3,40
Predikat A – Sangat Baik.
Semarang, Maret 2026
Mewakili Universitas Diponegoro,
Head of LPPM Diponegoro University Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University
Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 269
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 269
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor
Aliran Dana 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional,
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang
2023. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif yang mengacu kepada Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan
ketentuan Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha
Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, pembiayaan inklusif adalah Syariah, penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 memiliki dampak sosial
penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau PBR dalam Rupiah berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
dan Valuta Asing. Adapun detail alokasi sebagai berikut:
Proyek Estimasi Manfaat Sosial dan Lingkungan
Nilai Proyek Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM yang tersebar pada
Aktivitas Tipe Proyek Tipe Proyek Employement Generation
(Rupiah) berbagai
Employement Generation KUPEDES 50,00% 251.014.483.372 Memberikan akses pembiayaan pertama dan dampak peningkatan pada
Socioeconomic advancement
asset bisnis nasabah
Socioeconomic
KUR 50,00% 250.966.539.414
advancement
Page 270
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 270
Social Bond
Pengantar Ringkasan Kerangka Kerja Obligasi Social Bond BRI Tahun 2025
BRI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia yang berfokus pada segmen mikro, kecil dan Kerangka keuangan sosial BRI dirancang untuk mendukung kegiatan pembiayaan dan/atau
menengah, terus memperkuat kontribusinya bagi negeri. Melalui strategi pertumbuhan ekonomi penerbitan obligasi yang memberikan dampak positif pada aspek sosial. Kerangka ini
yang inklusif, BRI berperan aktif mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan literasi mengidentifikasi kegiatan usaha berwawasan sosial yang berkontribusi pada peningkatan kualitas
keuangan, inklusi keuangan, serta ketahanan social dan ekonomi. BRI berperan memberikan hidup serta pengembangan komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. Kerangka keuangan sosial
layanan terbaik dengan membina, memberdayakan, serta mengoptimalkan kompetensi masyarakat ini selaras dengan prinsip-prinsip keuangan sosial yang tertuang dalam:
guna meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan mikro. Upaya ini sejalan dengan visi Bank BRI
menjadi “Becoming One of -or The- Most Profitable Banks In southeast Asia”. a. ICMA1 Social Bond principles 2023
b. LMA/APLMA/LSTA2 Social Loan Principles 2023
Sebagai agen Pembangunan, BRI berperan dalam menekan ketimpangan ekonomi melalui distribusi c. POJK Number 51 Year 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa
kesejahteraan yang lebih merata. Selain itu, BRI mengambil peran dalam pemberdayaan komunitas Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
dan penyediaan akses permodalan bagi segmen yang kurang terlayani, seperti pengembangan d. POJK Nomor 18 Tahun 2023 Penerbitan Dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Dan Sukuk
usaha mikro, penciptaan lapangan kerja, serta penyediaan infrastuktur dasar sosial demi Berlandaskan Keberlanjutan.
meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia secara luas.
Alokasi Penggunaan Dana
Seluruh aktivitas bisnis dan inisiatif strategis BRI dijalankan secara berkelanjutan, selaras dengan Kelompok sasaran mencakup, namun tidak terbatas pada, individu dan komunitas:
butir-butir UN SDG. Hal ini merupakan wujud nyata implementasi prinsip ESG. Salah satu langkah No Sasaran Keterangan
konkretnya adalah penerbitan Social Bond sebagai sumber likuiditas bank. Social Bond ini
1 Hidup di bawah garis kemiskinan Definisi di bawah garis kemiskinan merujuk pada BPS3.
merupakan salah satu pilar utama dalam strategi pembiayaan berkelanjutan BRI guna mendorong
pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata di seluruh pelosok negeri. Masyarakat yang putus sekolah
2 Individu dengan Pendidikan kurang dari 9 tahun4.
(undereducated)
Individu atau komunitas yang tidak memiliki akses memadai
Penerbitan Social Bond Masyarakat yang kurang kebutuhan dan layanan dasar, terutama yang berperan penting
3 memiliki akses ke barang dan dalam menjaga kualitas hidup yang layak. Keterbatasan ini dapat
Pada tahun 2025, BRI menerbitkan Social Bond Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 jasa penting/kebutuhan pokok5 disebabkan oleh hambatan geografis, ekonomi, sosial, atau sistemik
dengan nilai emisi sebesar Rp 5 triliun dan seluruh proceeds digunakan untuk pembiayaan dan/atau yang menghalangi memperoleh sumber daya yang diperlukan6
pembiayaan kembali proyek dengan kategori KUBS.
4 Pengangguran -
Perempuan dalam kaitannya
Ringkasan Transaksi Obligasi 5 -
dengan kesetaraan gender
Nama Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
Individu yang kondisinya dipengaruhi oleh faktor atau proses fisik,
Nilai Rp 5 Triliun Kelompok rentan lain termasuk sosial, ekonomi, dan lingkungan yang meningkatkan kerentanan
6
Tanggal akibat bencana alam seseorang, komunitas, aset, atau sistem terhadap dampak bahaya,
Seri Tenor Jatuh Tempo Kupon Nilai Status termasuk dalam kelompok sasaran "pengangguran"
Pencatatan
A 2 Tahun 26 Juni 2025 26 Juni 2027 6,45% Rp1.563 Miliar Aktif 1
International Capital Markets Association
2
Loan Market Association, the Asia Pacific Loan Market Association, and the Loan Syndications and Trading Association
B 3 Tahun 26 Juni 2025 26 Juni 2027 6,55% Rp2.110 Miliar Aktif 3
https://www.bps.go.id/en/pressrelease/2023/07/17/2016/profil-kemiskinan-di-indonesia-maret-2023.html
C 5 Tahun 26 Juni 2025 26 Juni 2027 6,60 % Rp1.326 Miliar Aktif 4
Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2008 tentang “Wajib Belajar”
5
Merujuk pada individu yang termasuk dalam kategori rendah dan menengah (di bawah 70,00) berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia
Rating idAAA (Pefindo) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia https://www.bps.go.id/en/pressrelease/2023/11/15/2033/indonesias-human-development-index-in-
2023-reached-74-39--an-increase-of-0-62-points--0-84-percent--compared-to-previous-year--73-77--.html
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
6
Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal.
Page 271
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 271
Social Bond
Dana yang diperoleh dialokasikan untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali proyek sosial yang menyediakan atau mempromosikan satu atau lebih kategori berikut bagi kelompok sasaran yang
memenuhi syarat. Namun, cakupan tidak terbatas pada daftar di bawah ini dan tidak disusun berdasarkan urutan tertentu.
No Kategori Deskripsi Kegiatan Sasaran
1 Layanan infrastruktur dasar yang terjangkau Kegiatan meliputi aktivitas air minum bersih, sistem Kegiatan meliputi pengembangan, produk, infrastruktur, dan peralatan untuk 1, 2, 3, 5, 6
baik dari segi akses maupun harga pembuangan limbah, sanitasi, transportasi, dan infrastruktur:
infrastruktur energi. a. Air minum bersih
b. Saluran pembuangan
c. Sanitasi
d. Transportasi
e. Energi
2 Akses terhadap layanan esensial Kegiatan meliputi aktivitas kesehatan, pendidikan Kegiatan meliputi pengembangan, produk, infrastruktur, dan peralatan yang 1, 2, 3, 5, 6
dan pelatihan kejuruan, perawatan kesehatan, mendukung akses ke layanan penting, seperti:
pembiayaan, serta layanan keuangan. a. Kesehatan
b. Pendidikan
c. Pelatihan kejuruan
d. Perawatan kesehatan
e. Pembiayaan dan layanan keuangan
3 Perumahan yang terjangkau Kegiatan meliputi pengembangan rumah terjangkau Kegiatan meliputi Pengembangan perumahan terjangkau atau kredit 1, 2, 3, 5, 6
atau kredit perumahan untuk masyarakat pemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah789.
berpenghasilan rendah
4 Penciptaan lapangan kerja, dan program yang Kegiatan meliputi penyediaan dan/atau promosi Kegiatan meliputi penyediaan dan/atau promosi untuk: 1, 2, 3, 4,
dirancang untuk mencegah dan/atau yang meliputi pembiayaan UMKM dan keuangan a. Pembiayaan segmen kecil dan menengah 5, 6
mengurangi mikro10. b. Pembiayaan Mikro
pengangguran, termasuk pembiayaan usaha
kecil menengah dan pembiayaan mikro
5 Ketahanan pangan dan sistem pangan Kegiatan meliputi akses fisik, sosial, dan ekonomi Kegiatan meliputi produksi, pertanian, produk, infrastruktur, dan distribusi 1, 2, 3, 4,
berkelanjutan pada pangan dan cukup sesuai kebutuhan dan untuk mendukung: 5, 6
persyaratan gizi; pertanian tangguh; pengurangan a. Ketahanan pangan, dan/atau
residu dan limbah pangan; serta peningkatan b. Rantai pasok pangan
produktivitas produsen skala kecil
6 Peningkatan dan pemberdayaan sosio-ekonomi Kegiatan meliputi akses dan kontrol terhadap aset, Kegiatan meliputi penyediaan dan/atau promosi yang memenuhi satu atau 1, 2, 3, 4, 5
layanan, sumber daya, dan peluang; partisipasi lebih kriteria:
serta integrasi yang adil, termasuk pengurangan a. UMKM
kesenjangan pendapatan. b. Usaha yang dipimpin perempuan
c. Populasi lansia atau anak muda yang rentan
Page 272
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 272
Social Bond
Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek Laporan Alokasi
Proses evaluasi dan seleksi dirancang untuk memastikan bahwa seluruh proyek yang didanai
sejalan dengan Kriteria KUBS BRI serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Proses ini Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan
bertujuan untuk memitigasi risiko dan memastikan bahwa setiap proyek memberikan manfaat yang Social Bond. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk:
sesuai dengan tujuan strategis sosial BRI. Tahapan utama dalam proses ini adalah sebagai berikut: 1. Penciptaan lapangan kerja, dan program yang dirancang untuk mencegah dan/atau mengurangi
pengangguran, termasuk pembiayaan usaha kecil menengah dan pembiayaan mikro
a. Unit bisnis terkait bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan mengusulkan KUBS yang 2. Peningkatan dan pemberdayaan sosio-ekonomi
akan dibiayai atau dibiayai kembali. Proses ini mencakup penilaian independen terhadap proyek
berdasarkan kriteria kelayakan dan pengecualian, sebagai bagian dari prosedur evaluasi kredit;
dan Tipe Pembiayaan Alokasi Dana Persentase
Social Project Produk
b. Unit kerja bertanggung jawab untuk meninjau dan menyetujui pembiayaan atau pembiayaan (Loan Type) (Rp Miliar) (%)
kembali KUBS yang diajukan guna memastikan kesesuaiannya dengan kerangka kerja. Unit-unit Socioeconomic advancement and
KUR Refinancing 2.500 50,00%
tersebut meliputi, namun tidak terbatas pada: empowerment
1. Market, Portfolio & Enterprise Risk Management Division Employment Generation KUPEDES Refinancing 2.500 50,00%
2. Asset & Liabilities Management Desk
3. Treasury Business Division
4. Enterprise Data Management & Analytics Division
5. Environmental, Social and Governance Division KUBS
KUPEDES KUR
Pelaporan
Pelaporan Alokasi
BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun Rp2,500 Milyar Rp2,500 Milyar
50% 50%
setelah penerbitan oleh tenaga ahli eksternal.
Impact Reporting Employment
Generation
Socioeconomic advancement
and empowerment
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat
dihitung dan diukur secara praktis sesuai reviu tenaga ahli eksternal.
Alokasi untuk KUBS sebesar 100% atau Rp 5 Triliun. Project yang dibiayai termasuk dalam project Employment Generation
dan Socioeconomic advancement and empowerment.
Dampak
Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif seperti pembiayaan kepada UMKM, Korporasi UMKM,
dan/ atau Perorangan Berpenghasilan Rendah (PBR) sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No.
23/13/PBI/2021, penerbitan Social Bond Bank BRI Tahun 2025 memiliki dampak sosial yang sesuai
berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
Page 273
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 273
Social Bond
Pembiayaan Inklusif
Kesimpulan
Sektor yang Kesesuaian
Memenuhi dengan Perkiraan Manfaat Sosial
Laporan Obligasi Subordinasi BRI tahun 2024 merupakan wujud komitmen BRI untuk meningkatkan
Syarat SDGs
inklusi keuangan yang berkelanjutan di Indonesia yang selaras dengan tujuan Pemerintah dan
Pembiayaan Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 59.091 Regulator. BRI akan memperkuat kerjasama dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam proses
Mikro KUPEDES pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia. alokasi, penggunaan dan monitoring dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi sehingga dapat
Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah terus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam peraturan maupun standar yang berlaku.
Pertanian Lainnya
40% 2% Jawa Kalimantan
Perdagangan Retail Perikanan
58% 7% BRI juga berhasil menarik minat investor terhadap Obligasi Subordinasi BRI yang terlihat dari hasil
bookbuilding yang oversubscribe sampai 1,77 kali. BRI telah memperoleh hasil reviu dari tenaga ahli
36% 2%
Jasa Transportasi Sumatra Bali, NTT, NTB
8% 2% 19% 5%
eksternal (SDGs-Hub UNDIP) yang menyatakan bahwa seluruh hasil penerbitan ini dipergunakan
Industri Konstruksi
5% 0% Sulawesi
9%
Papua, Maluku
2%
seluruhnya khusus untuk pembiayaan inklusif dan memiliki dampak sosial yang positif terhadap
pengembangan kesejahteraan masyarakat.
Perumahan Pertambangan
5% 0%
Pembiayaan Program KUR yang disalurkan telah menjangkau 54.646 orang diseluruh
Mikro KUR wilayah indonesia, 44.694 merupakan penerima akses pinjaman perbankan
untuk pertama kalinya melalui fasilitas KUR, yang mencerminkan perluasan
inklusi keuangan. Selain itu sebanyak 23.422 nasabah merasakan
peningkatan asset bisnis setelah menerima KUR.
Sebaran KUR Berdasarkan Sektor Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah
Pertanian Lainnya
43% 2% Jawa Kalimantan
60% 5%
Perdagangan Retail Perumahan
37% 1%
Jasa Transportasi Sumatra Bali, NTT, NTB
8% 1% 24% 4%
Industri Konstruksi
6% 0% Sulawesi Papua, Maluku
5% 2%
Perikanan Pertambangan
2% 0%
Page 274
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 274
Lampiran I
OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL I TAHAP I kategori employment generation, khususnya pembiayaan sektor mikro melalui Pinjaman Mikro
KUPEDES. Seluruh alokasi dilakukan melalui skema refinancing terhadap portofolio pembiayaan
SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Sosial Eksternal yang ditunjuk yang telah ada, dan secara substansi telah memenuhi ketentuan dalam Social Bond Framework BRI
untuk melakukan reviu atas pelaksanaan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI yang mensyaratkan sekurang-kurangnya 70% dana digunakan untuk KUBS dan maksimal 30%
Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Reviu dilakukan untuk kegiatan umum lainnya. Pada aspek evaluasi dan pemilihan proyek, BRI telah menerapkan
terhadap dokumen penerbitan obligasi, Social Bond Framework, Impact Report, serta dokumen tahapan identifikasi, pre-screening, review, dan allocation terhadap portofolio maupun pipeline
pendukung lainnya yang disediakan oleh BRI untuk periode pelaporan 2022–2025. Penilaian pembiayaan yang memenuhi syarat, untuk memastikan bahwa proyek yang dibiayai selaras dengan
dilakukan melalui desk review dan uji kesesuaian terhadap POJK No. 51 Tahun 2017, POJK No. 18 kategori pembiayaan berwawasan sosial. Sementara itu, pada aspek pengelolaan dana, proceeds
Tahun 2023, ICMA Social Bond Principles, ASEAN Social Bond Standards, serta Social Loan dikelola melalui mekanisme internal bank yang memungkinkan pemantauan alokasi dana secara
Principles. Berdasarkan pendekatan tersebut, evaluasi difokuskan pada kesesuaian penggunaan terstruktur, tanpa perubahan atas proyek pembiayaan yang telah ditetapkan. Komposisi alokasi
dana dengan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), proses evaluasi dan pemilihan tersebut tercermin pada pembiayaan Pinjaman Mikro KUR sebesar Rp2.500.185.024.921 dan
proyek, pengelolaan dana hasil penerbitan obligasi, serta kualitas pelaporan penggunaan dana dan Pinjaman Mikro KUPEDES sebesar Rp2.500.031.472.801. Pada aspek pelaporan, BRI juga telah
dampak sosial yang dihasilkan. menyampaikan informasi yang relatif komprehensif mengenai alokasi dana, kategori proyek yang
dibiayai, indikator dampak sosial, serta transparansi pelaporan kepada publik.
No Aspek Penilaian Skor Bobot Skor Akhir
Dari sisi dampak, pembiayaan melalui Social Bond menghasilkan manfaat sosial yang terukur pada
1. Use of Proceeds 4,00 35% 1,40 dua kategori utama. Pada kategori socioeconomic advancement and empowerment, pembiayaan
2. Project Evaluation & Selection 3,75 20% 0,94 sektor mikro melalui Pinjaman Mikro KUR telah memberikan akses pinjaman perbankan pertama
kali kepada 44.694 nasabah serta peningkatan akses bisnis bagi 23.422 nasabah. Pada kategori
3. Management of Proceeds 3,63 20% 0,73
employment generation, pembiayaan mikro melalui program KUPEDES berkontribusi terhadap
4. Reporting 3,8 20% 0,76 penciptaan 59.091 lapangan kerja pada segmen UMKM. Selain itu, pembiayaan Pinjaman Mikro
Total Skor Akhir 3,82 KUR tersebar terutama pada sektor pertanian (43%), perdagangan retail (37%), dan jasa (8%),
dengan distribusi wilayah terbesar di Jawa (60%), Sumatra (24%), Sulawesi (5%), dan Kalimantan
Predikat A – Sangat Baik. (5%). Adapun pembiayaan KUPEDES didominasi oleh sektor pertanian (40%) dan perdagangan
Pada aspek penggunaan dana, hasil reviu menunjukkan bahwa 100% dana hasil penerbitan obligasi retail (36%). Secara umum, instrumen ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDG 1, SDG 2,
telah dialokasikan, dengan komposisi 50% untuk kategori socioeconomic advancement and dan SDG 8.
empowerment, khususnya pembiayaan sektor mikro melalui Pinjaman Mikro KUR, dan 50% untuk
Semarang, Maret 2026
Mewakili Universitas Diponegoro,
Head of LPPM Diponegoro University Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University
Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 275
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 275
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Aliran Dana
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Social Bond. Dana yang diperoleh
diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam
portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap sosial, yaitu:
Nilai Proyek
Aktivitas Tipe Proyek Tipe Proyek
(Rupiah)
Employement Generation KUPEDES 50,00% 251.014.483.372
Socioeconomic
KUR 50,00% 250.966.539.414
advancement
Page 276
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 276
Indeks Standar Pelaporan
Indeks Isi Standar GRI 2021
Pernyataan Penggunaan : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah melaporkan sesuai dengan GRI Standar untuk periode 01 Januari - 31 Desember 2025
Penggunaan GRI 1 : GRI 1: Landasan 2021
Standar Sektor GRI : GRI G4 Jasa Keuangan
Yang Tidak Dicantumkan
Rujukan Standar
GRI Indeks Pengungkapan-pengungkapan Halaman Persyaratan yang
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Tidak Dicantumkan
Pengungkapan Umum
GRI 2: Pengungkapan A. Organisasi dan Praktik Pelaporan Mereka
Umum 2021 2-1 Detail organisasi 14
2-2 Entitas yang tercakup dalam laporan keberlanjutan organisasi
2-3 Periode laporan, frekuensi, dan kontak 4-5
2-4 Informasi yang dinyatakan kembali 4
2-5 Penjaminan eksternal 5
B. Aktivitas dan Pekerja
2-6 Kegiatan, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya 14-16, 211
2-7 Pekerja 184, 228-230
2-8 Tenaga kerja yang bukan pekerja 184, 230
C. Tata Kelola
2-9 Tenaga kerja yang bukan pekerja 144-158,172
2-10 Nominasi dan seleksi pejabat tata kelola tertinggi 160, 170
2-11 Pejabat tata kelola tertinggi Chair of the highest governance body 144
2-12 Peran pejabat tata kelola tertinggi dalam memantau dampak manajemen 31, 41, 172
2-13 Delegasi tanggung jawab dalam mengelola dampak 172
2-14 Peran pejabat tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan 172
2-15 Benturan kepentingan 160
2-16 Komunikasi terkait perhatian yang bersifat kritis 159
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi 171, 175
2-18 Evaluasi kinerja pejabat tata kelola tertinggi 166, 175,
2-19 Kebijakan remunerasi 166,171,
2-20 Proses menentukan remunerasi 166, 171, 189
Page 277
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 277
Yang Tidak Dicantumkan
Rujukan Standar
GRI Indeks Pengungkapan-pengungkapan Halaman Persyaratan yang
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Tidak Dicantumkan
2-21 Rasio kompensasi total tahunan Annual total compensation ratio 166, 189, 233
D. Strategi, kebijakan, dan praktik
2-22 Pernyataan pada pengembangan strategi keberlanjutan 6, 9
25, 26, 190, 191,
2-23 Komitmen kebijakan
193, 195, 207
25, 172, 187, 190,
2-24 Komitmen dalam menanamkan kebijakan
207,
2-25 Proses remediasi dampak negatif 128
2-26 Mekanisme pemberian nasihat dan meningkatkan perhatian 194, 208,
2-27 Kepatuhan dalam undang-undang dan peraturan 134
2-28 Keanggotaan asosiasi 19
E. Keterlibatan pemangku kepentingan
2-29 Pendekatan pada pelibatan pemangku kepentingan 31-32
2-30 Perjanjian perundingan kolektif 197, 232
GRI 3: Topik Material 3-1 Proses menentukan topik material 31,33-35
2021
3-2 Daftar topik material 35
17, 44, 68,77, 113,
3-3 Manajemen topik material 115, 121, 132, 183,
189, 197
Topik Material
Perubahan Iklim
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
Page 278
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 278
Yang Tidak Dicantumkan
Rujukan Standar
GRI Indeks Pengungkapan-pengungkapan Halaman Persyaratan yang
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Tidak Dicantumkan
GRI 102: Perubahan Iklim 102-1 Transition plan for climate change mitigation 47, 48
2025
102-2 Climate change adaptation plan 51, 54, 58
102-3 Just transition 65
102-4 GHG emissions reduction targets and progress 69
102-5 Scope 1 GHG emissions 68
102-6 Scope 2 GHG emissions 68
102-7 Scope 3 GHG emissions 51
102-8 GHG emissions intensity 51
Sebagai institusi keuangan, BRI tidak
mengelola aset berbasis lahan maupun
kolam penyimpanan karbon seperti
hutan, lahan gambut, atau biomassa,
Tidak relevan
yang menjadi basis perhitungan
dengan
102-9 GHG removals in the value chain 277 N.A penghilangan GRK sebagaimana
proses bisnis
dimaksud dalam pengungkapan ini.
BRI
Dengan demikian, tidak terdapat
data penghilangan GRK, metodologi
perhitungan, maupun dampak terkait
yang perlu diuraikan lebih lanjut
102-10 Carbon credits 72
Energi
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 302: 302-1 Konsumsi energi dalam organisasi 77, 242
Energi 2016 302-2 Konsumsi energi luar organisasi 77, 242
302-3 Intensitas energi 77, 242
302-4 Pengurangan Konsumsi energi 77, 242
302-5 Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan jasa 77
Kinerja Ekonomi
GRI 3 Topik Material 2021 17, 44, 68,77, 113,
3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
Page 279
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 279
Yang Tidak Dicantumkan
Rujukan Standar
GRI Indeks Pengungkapan-pengungkapan Halaman Persyaratan yang
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Tidak Dicantumkan
GRI 201: Kinerja 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan 211, 212
Ekonomi 2016 201-2 Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat dari perubahan
17
iklim
201-3 Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan program pensiun lainnya 197
201-4 Bantuan finansial yang diterima dari pemerintah 17
Keberadaan Pasar
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
202-1 Rasio standar upah pekerja entry-level berdasarkan jenis kelamin
189, 232
GRI 202: Keberadaan terhadap upah minimum regional
Pasar 2016 Seluruh anggota manajemen senior
202-2 Proporsi manajemen senior yang berasal dari masyarakat lokal 278
adalah warga negara Indonesia.
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan layanan 199
Ekonomi Tidak Langsung
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan 200-205, 217
2016
Antikorupsi
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 205: Antikorupsi 205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi 136
2016 205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur anti-korupsi 135
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil 134, 238-239
Perilaku Antikompetitif
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 206: Perilaku 206-1 Langkah-langkah hukum untuk perilaku anti-persaingan, praktik anti-
131, 134
antikompetitif 2016 trust dan monopoli
Pajak
Page 280
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 280
Yang Tidak Dicantumkan
Rujukan Standar
GRI Indeks Pengungkapan-pengungkapan Halaman Persyaratan yang
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Tidak Dicantumkan
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 207: Pajak 2019 207-1 Pendekatan terhadap pajak 132
207-2 Tata kelola, pengontrolan, dan manajemen risiko pajak 132
207-3 Keterlibatan pemangku kepentingan dan pengelolaan kepedulian yang
132
berkaitan dengan pajak
207-4 Laporan per negara 213
Ketenagakerjaan
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 401: Ketenagakerjaan 401-1 Perekrutan pekerja baru dan pergantian pekerja 184, 231, 232,
2016 235
401-2 Tunjangan yang diberikan pekerja purna waktu yang tidak diberikan 189, 190, 197
kepada pekerja sementara atau paruh waktu
401-3 Cuti melahirkan 236
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 403: Kesehatan dan 403-1 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja 195-196
Keselamatan Kerja 2018 403-2 Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden 196, 198
403-3 Layanan kesehatan kerja 193
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang keselamatan 196
dan kesehatan kerja
403-5 Pelatihan bagi pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan kerja 196
403-6 Promosi kesehatan kerja 193
403-7 Pencegahan dan mitigasi dampak dari keselamatan dan kesehatan 193
kerja yang secara langsung terkait hubungan bisnis
403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen keselamatan dan 195
kesehatan kerja
403-9 Kecelakaan kerja 195-196
403-10 Penyakit akibat kerja 195-196
Page 281
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 281
Yang Tidak Dicantumkan
Rujukan Standar
GRI Indeks Pengungkapan-pengungkapan Halaman Persyaratan yang
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Tidak Dicantumkan
Pelatihan dan Pendidikan
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 17, 44, 68,77, 113,
115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 404: Pelatihan dan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per pekerja 233
Pendidikan 2016 404-2 Program untuk meningkatkan keterampilan pekerja dan program
186, 197, 234
bantuan peralihan
404-3 Persentase pekerja yang menerima tinjauan rutin terhadap kinerja dan
189
pengembangan karier
Keanekaragaman dan Kesempatan Setara
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 405: 405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan pekerja 228
Keanekaragaman dan
Kesempatan Setara 2016 405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan laki-laki 189
Antidiskriminasi
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 17, 44, 68,77, 113,
115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 406: Antidiskriminasi 406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan 208
2016
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 407: Kebebasan
Berserikat dan 408-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden pekerja
197
Perundingan Kolektif anak
2016
Pekerja Anak
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 408: Pekerja 407-1 Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat dan
207-208
Anak 2016 perundingan kolektif mungkin berisiko
Page 282
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 282
Yang Tidak Dicantumkan
Rujukan Standar
GRI Indeks Pengungkapan-pengungkapan Halaman Persyaratan yang
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Tidak Dicantumkan
Kerja Paksa
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 409: Kerja Paksa 409-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden kerja 207-208
2016 paksa atau wajib kerja
Masyarakat Setempat
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
413-1 Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat, penilaian dampak,
199
GRI 413: Masyarakat dan program pengembangan
Setempat 2016 413-2 Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki dampak
199
negatif signifikan terhadap masyarakat setempat
Kebijakan Publik
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 415: Kebijakan Publik
415-1 Kontribusi politik. 239
2016
Pemasaran dan Pelabelan
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 417: Pemasaran dan 417-1 Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa 106
Pelabelan 2016 417-2 Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan produk dan jasa 282
417-3 Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran 282
Privasi Pelanggan
17, 44, 68,77, 113,
GRI 3 Topik Material 2021 3-3 Pengungkapan manajemen topik 115, 121, 132, 183,
189, 197
GRI 418: Privasi 418-1 Pengaduan yang berdasar mengenai pelanggaran terhadap privasi
226-227
Pelanggan 2016 pelanggan dan hilangnya data pelanggan
Page 283
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 283
Indeks GRI G4 Jasa Keuangan
Yang Tidak Dicantumkan
GRI Indeks Rujukan Standar
Pengungkapan Halaman Persyaratan yang Tidak
Standard GRI G4 Alasan Penjelasan Sektor GRI
Dicantumkan
GRI G4 FS1 Kebijakan yang memuat komponen lingkungan dan sosial spesifik yang diterapkan pada lini bisnis. 25
Financial FS2 Prosedur untuk menilai dan menyaring risiko lingkungan dan sosial pada lini bisnis. 61
Services
Proses pemantauan atas implementasi dan kepatuhan klien terhadap persyaratan lingkungan dan sosial yang
FS3 64
tercantum dalam perjanjian atau transaksi.
Proses untuk meningkatkan kompetensi pekerja dalam menerapkan kebijakan dan prosedur lingkungan serta sosial
FS4 65, 187
pada lini bisnis.
FS5 Interaksi dengan klien/investee/mitra usaha terkait risiko dan peluang lingkungan dan sosial. 31
Persentase portofolio untuk setiap lini bisnis berdasarkan wilayah, skala usaha (misalnya mikro/UKM/besar), dan 29, 213-
FS6
sektor. 217
Nilai moneter produk dan jasa yang dirancang untuk memberikan manfaat sosial tertentu pada setiap lini bisnis, dirinci
FS7 219
berdasarkan tujuan.
Nilai moneter produk dan jasa yang dirancang untuk memberikan manfaat lingkungan tertentu pada setiap lini bisnis, 218-
FS8
dirinci berdasarkan tujuan. 219,225
Cakupan dan frekuensi audit untuk menilai implementasi kebijakan lingkungan dan sosial serta prosedur penilaian
FS9 64
risiko.
Persentase dan jumlah perusahaan dalam portofolio institusi yang telah diajak berinteraksi oleh organisasi pelapor
FS10 218
terkait isu lingkungan atau sosial.
FS11 Persentase aset yang melalui proses penyaringan positif dan negatif terkait lingkungan atau sosial. 218
Kebijakan pemungutan suara yang diterapkan untuk isu lingkungan atau sosial atas saham yang hak suaranya dimiliki
FS12 172
atau diberikan nasihat pemungutan suara oleh organisasi pelapor.
Titik layanan di wilayah dengan kepadatan penduduk rendah atau wilayah yang kurang beruntung secara ekonomi,
FS13 93
berdasarkan jenis.
FS14 Inisiatif untuk meningkatkan akses layanan keuangan bagi kelompok masyarakat kurang mampu. 105
FS15 Kebijakan untuk perancangan dan penjualan produk serta jasa keuangan yang adil. 91
FS16 Inisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan berdasarkan jenis penerima manfaat. 96
Page 284
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 284
Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) [OJK G.4]
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
A. Strategi Keberlanjutan
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 25
B. Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
B.1 Aspek Ekonomi 17
B.1.a Kuantitas produksi atau jasa yang dijual 17
B.1.b Pendapatan atau penjualan 17
B.1.c Laba atau rugi bersih 17
B.1.d Produk ramah lingkungan 17, 18, 19
B.1.e Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis Keuangan Berkelanjutan. 18
B.2 Aspek Lingkungan Hidup 18
B.2.a Penggunaan energi 18
B.2.b Pengurangan emisi yang dihasilkan 18
B.2.c Pengurangan limbah dan efluen 18
B.2.d Pelestarian keanekaragaman hayati 18
B.3 Aspek Sosial 18
C. Profil Perusahaan
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 14, 25
C.2 Alamat Perusahaan 14
C.3 Skala Usaha 14, 211
C.3.a Total aset atau kapitalisasi aset dan total kewajiban; 14
C.3.b Jumlah pekerja 14, 228-230
C.3.b.1 Jumlah pekerja menurut jenis kelamin 228
C.3.b.2 Jumlah pekerja menurut jabatan 228
C.3.b.3 Jumlah pekerja menurut usia 228
C.3.b.4 Jumlah pekerja menurut pendidikan 230
C.3.b.5 Jumlah pekerja menurut status ketenagakerjaan 228
C.3.c Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan saham 14
C.3.d Wilayah operasional 16
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 14-15
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 19
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 16
D. Penjelasan Direksi
D.1 Penjelasan Direksi 6-8
Page 285
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 285
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
D.1.a Kebijakan untuk merespon tantangan dalam pemenuhan strategi keberlanjutan 7
D.1.b Penerapan Keuangan Berkelanjutan 7
D.1.c Strategi pencapaian target 8
E. Tata Kelola Keberlanjutan
12, 13, 25, 29,
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
41, 170
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 173, 187
E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 177 - 181
E.4 Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan 31 - 38
E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 29
F. Kinerja Keberlanjutan
59, 176, 187, 191,
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
193
F.2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi 175, 211
F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan 17, 73, 219
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 241
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 76 - 78, 242
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 18, 77, 242
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 77, 242
F.8 Penggunaan Air 78, 242
F.9 Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati 76, 205
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 76,205,206 219
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 70, 243-244
18, 68 – 78, 243
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
- 244
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 18, 76 - 78, 243
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 76, 78, 243
F.15 Tumpahan yang Terjadi (jika ada) 76, 243
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan. 76
F.17 Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen 81
182, 183, 184,
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja
189, 190
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 182, 207
F.20 Upah Minimum Regional 182, 189, 190
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 190, 193, 194
Page 286
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 286
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
185 - 187, 233
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pekerja
- 234
18, 20-22, 198 -
F.23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
206, 247 - 275
F.24 Pengaduan Masyarakat 199, 226 - 227
18, 198 - 206,
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
241
64, 65, 73, 74,
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
75, 77, 78, 121
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 90, 118
18, 20-22, 88,
F.28 Dampak Produk/Jasa
247-275
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 88
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan 18, 226
G. Lain-lain:
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 5, 293, 296
G.2 Lembar Umpan Balik 297
G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 31,297
G.4 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 284-286
Referensi Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
Data Security
FN-CB-230a.1. Jumlah pelanggaran data, persentase pelanggaran data pribadi, jumlah pemilik akun yang terkena dampak 125, 227
FN-CB-230a.2. Deskripsi pendekatan untuk mengidentifikasi dan menangani risiko keamanan data 117, 121, 123
Financial Inclusion & Capacity Building
FN-CB-240a.1. (1) Jumlah dan (2) jumlah pinjaman yang diberikan yang memenuhi syarat untuk program-program yang dirancang untuk mempromosikan usaha kecil dan pengembangan masyarakat 217
FN-CB-240a.2. (1) Jumlah dan (2) jumlah pinjaman yang telah jatuh tempo dan pinjaman yang tidak dapat ditagih yang memenuhi syarat untuk program-program yang dirancang untuk mempromosikan
92, 100
usaha kecil dan pengembangan masyarakat
FN-CB-240a.3 Jumlah rekening giro ritel tanpa biaya yang diberikan kepada nasabah yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau belum memiliki rekening bank 91
FN-CB-240a.4. Jumlah peserta dalam inisiatif literasi keuangan untuk nasabah yang tidak memiliki rekening bank, kurang terlayani, atau kurang terlayani 98
Incorporation of Environmental, Social, and Governance Factors in Credit Analysis
FN-CB-410a.2 Deskripsi pendekatan untuk memasukkan faktor lingkungan, sosial dan tata kelola (LST) dalam analisis kredit 207
Financed Emissions
FN-CB-410b.1 Emisi bruto absolut yang dibiayai, dipilah berdasarkan (1) Cakupan 1, (2) Cakupan 2, dan (3) Cakupan 3 70-71
Page 287
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 287
Nomor Indeks Nama Indeks Halaman
FN-CB-410b.2. Eksposur bruto untuk setiap industri berdasarkan kelas aset 70, 244
FN-CB-410b.3 Persentase paparan bruto yang termasuk dalam perhitungan emisi yang dibiayai 71
FN-CB-410b.4 Deskripsi metodologi yang digunakan untuk menghitung emisi yang dibiayai 68-69
Business Ethics
FN-CB-510a.1 Jumlah total kerugian moneter sebagai akibat dari proses hukum yang terkait dengan penipuan, perdagangan orang dalam, antimonopoli, perilaku anti-persaingan, manipulasi pasar,
134
malpraktek, atau undang-undang atau peraturan industri keuangan terkait lainnya
FN-CB-510a.2 Deskripsi kebijakan dan prosedur whistleblower 134
Systemic Risk Management
FN-CB-550a.1 Skor Global Systemically Important Bank (G-SIB), berdasarkan kategori 212
FN-CB-550a.2 Uraian mengenai pendekatan untuk mengintegrasikan hasil stress test baik yang bersifat wajib maupun sukarela ke dalam perencanaan kecukupan modal, strategi jangka panjang
178
perusahaan, dan aktivitas bisnis lainnya.
Referensi Sustainable Banking Assessment (SUSBA)
Indikator Pengungkapan Halaman
Strategi keberlanjutan dan pelibatan pemangku kepentingan 25-31
Tujuan
Partisipasi dalam inisiatif keuangan berkelanjutan 81-86
Pernyataan publik tentang LST 7, 10
Kebijakan Pernyataan publik tentang sektor-sektor tertentu 6-11
Tanggung jawab atas risiko terkait iklim 44-59
Penilaian risiko LST dan persetujuan transaksi 60-67
Proses Pengawasan dan keterlibatan klien 31-32, 90-92, 198-199
Proses pemantauan 90-92, 198-199
Tanggungjawab kepada LST 81-86, 198-199
Masyarakat
Pelatihan staff lingkungan & sosial, serta evaluasi kinerja 59, 65, 81, 233-234
Integrasi LST dalam produk dan layanan 20, 81-86
Produk
Penilaian risiko dan mitigasi LST pada tingkat portofolio 44-59
Portofolio Pengungkapan eksposur risiko LST dan target 60-67, 71-72
Page 288
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 288
Referensi Task Force on Climate-related Financial Disclosures
Topik Fokus Pengungkapan Tanggapan BRI Halaman
Tata Kelola
(a) Pengawasan Dewan terhadap risiko-risiko terkait iklim Proses dan frekuensi informasi 41
Pengaruh terhadap perencanaan dan tujuan bisnis 42
Bagaimana dewan menilai kemajuan terhadap tujuan 41
(b) Peran manajemen dalam menilai dan mengelola risiko terkait Tanggung jawab atas risiko terkait iklim 41-43
perubahan iklim Penjelasan tentang struktur organisasi 41-43
Proses komunikasi 41-43
Proses pemantauan 41-43
Strategy
(a) Risiko terkait iklim dalam jangka pendek, menengah dan panjang Risiko terkait iklim dalam jangka pendek, menengah dan panjang 44-46
Risiko spesifik yang dapat bersifat material untuk setiap jangka waktu 44-46
Proses untuk menentukan risiko material 50-59
(b) Dampak pada bisnis, strategi dan perencanaan Dampak terhadap bisnis dan strategi 45,46,48
Dampak pada perencanaan keuangan, waktu dan prioritas 45,46,48
Bagaimana risiko diintegrasikan ke dalam pengambilan keputusan dan perumusan strategi saat ini 59
Penjelasan strategi terkait iklim 44,59
(c) Ketahanan strategi menggunakan skenario 2 derajat atau lebih
57-58
rendah
Risk Management
(a) Proses untuk menilai risiko terkait iklim Proses manajemen risiko 60-62
Persyaratan peraturan yang ada dan yang akan muncul 63-64
Proses untuk menilai ukuran dan cakupan risiko 66-67
(b) Proses untuk mengelola risiko terkait iklim 60-62
(c) Integrasi proses risiko ke dalam manajemen risiko secara
64-65
keseluruhan
Metrics and Targets
(a) Metrik yang digunakan untuk menilai risiko terkait iklim 68-71
(b) Emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 68
(c) Penjelasan target yang digunakan 69
Page 289
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 289
Indeks IFRS
Indeks IFRS S1
Pengungkapan Tanggapan BRI Hal
Tata Kelola
Tanggung jawab terkait risiko dan peluang keberlanjutan, keterampilan 85
a) Pengawasan Direksi terhadap risiko dan peluang Proses dan frekuensi penyampaian informasi 85, 86
yang terkait dengan keberlanjutan Pengaruh terhadap perencanaan dan tujuan bisnis 90
Cara Direksi mengevaluasi kemajuan terhadap tujuan 109-111
Tanggung jawab terkait risiko keberlanjutan 85
b) Peran manajemen dalam menilai dan mengelola Deskripsi struktur organisasi 85
risiko dan peluang yang terkait dengan keberlanjutan Proses komunikasi 85
Proses pemantauan 85
Strategi
Risiko dan peluang terkait keberlanjutan 87-89
Dampak terhadap model bisnis dan rantai nilai 89-90
a) Strategi untuk mengelola risiko dan peluang terkait
Dampak terhadap strategi dan pengambilan keputusan 89-90
keberlanjutan
Dampak terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas 87-88
Ketahanan strategi dan model bisnis 90
Risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang secara wajar dapat diharapkan akan mempengaruhi prospek dan
b) Risiko dan peluang terkait keberlanjutan 89
cakupan waktu
Dampak saat ini dan yang diantisipasi dari risiko dan peluang terkait keberlanjutan terhadap model bisnis dan rantai
c) Model bisnis dan rantai nilai 89
nilai, serta di mana dampaknya terkonsentrasi
Menanggapi risiko dan peluang terkait keberlanjutan,
d) Strategi dan pengambilan keputusan 89
kemajuan, dan trade-offs
dampak dari risiko dan peluang terkait keberlanjutan terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas serta
e) Posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas 89
dampak yang diantisipasi
Penilaian kualitatif dan, jika berlaku, kuantitatif terhadap ketahanan strategi dan model bisnis terkait dengan risiko
f) Ketahanan 89
keberlanjutan yang dihadapi.
Manajemen Risiko
Proses manajemen risiko 104-108
a) Proses untuk menilai risiko terkait keberlanjutan Persyaratan regulasi yang ada dan yang sedang berkembang 104-108
Proses untuk menilai ukuran dan cakupan risiko 104-108
b) Proses untuk mengelola risiko terkait keberlanjutan 104-108
c) Integrasi proses risiko ke dalam manajemen risiko
104-108
secara keseluruhan
Page 290
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 290
Pengungkapan Tanggapan BRI Hal
Metrik dan Target
a) Metrik yang digunakan untuk Standar Pengungka-
109-111
pan Keberlanjutan IFR yang berlaku
b) Jelaskan target yang digunakan 109-111
Indeks IFRS S2
Pengungkapan Tanggapan BRI Hal
Tata Kelola
Proses dan frekuensi penyampaian informasi 144 - 145
a) Pengawasan Dewan Direksi terhadap risiko terkait iklim Pengaruh terhadap perencanaan bisnis dan tujuan 146
Bagaimana Direksi mengevaluasi kemajuan dibandingkan tujuan 146
Tanggung jawab terkait risiko iklim 146
b) Peran manajemen dalam menilai dan Deskripsi struktur organisasi 146
mengelola risiko terkait iklim Proses komunikasi 146
Proses pemantauan 146
Strategi
Deskripsi rentang waktu 147
a) Proses untuk menilai risiko terkait iklim Risiko spesifik yang dapat menjadi material pada setiap rentang waktu 147
Proses untuk menentukan risiko material 148
Dampak terhadap bisnis dan strategi 148
b) Dampak terhadap bisnis, strategi, dan perencanaangy and planning Dampak terhadap perencanaan keuangan, penentuan waktu, dan prioritas 148
Uraian strategi terkait perubahan iklim 150-152
c) Ketangguhan strategi menggunakan dengan skenario 2 derajat atau lebih rendah
Manajemen Risiko
Proses manajemen risiko 60-62
a) Proses untuk menilai risiko terkait iklim Persyaratan regulasi yang ada dan yang sedang berkembang 60-62
Proses untuk menilai ukuran dan cakupan risiko 60-62
b) Proses untuk mengelola risiko terkait iklim Dampak terhadap bisnis dan strategi 64-65
c) Integrasi proses risiko ke dalam manajemen risiko secara keseluruhan Dampak terhadap perencanaan keuangan, waktu, dan prioritas 64-65
Page 291
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 291
Pengungkapan Tanggapan BRI Hal
Metrik dan Target
Deskripsi mengenai cakupan waktu 68-71
a) Metrik yang digunakan untuk menilai risiko terkait iklim Risiko spesifik yang dapat bersifat material untuk setiap cakupan waktu 68-71
Proses untuk menentukan risiko material 68-71
b) Emisi Lingkup 1 dan Lingkup 2 68
c) Jelaskan target yang digunakan 69
Page 292
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 292
Indeks Pelaporan IDX
S-01 Kesetaraan Gender
Laki-laki Perempuan
Level Jabatan
Jumlah Pegawai Persentase pegawai (%) Jumlah Pegawai Persentase pegawai (%)
Entry-Level 45.161 93,15 35.321 96,86
Mid-Level 1.875 3,87 740 2,03
Senior-Level 1.351 2,79 374 1,03
Executive-Level * 96 0,20 31 0,09
Total Pegawai 48.483 100 36.466 100
*)termasuk pejabat setingkat Direksi
S-02 Jumlah Level Pegawai yang
Entry-Level Mid-Level Senior-Level Executive-Level*
Dimiliki oleh Laki-laki dan Perempuan Rentang usia Jumlah
Berdasarkan Kelompok Umur (tahun) Pegawai
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
18-25 4.339 9.033 0 0 0 0 0 0 13.372
25-35 18.143 13.817 723 405 36 11 0 0 33.135
35-45 18.532 9.847 931 293 925 252 19 4 30.803
45-55 4.123 2.609 220 41 383 109 74 26 7.585
>55 24 15 1 1 7 2 3 1 54
*) termasuk pejabat setingkat Direksi
Page 293
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 293
Assurance
Page 294
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 294
Assurance
Page 295
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 295
Assurance
Page 296
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 296
Assurance
Greenhouse Gas Verification
Page 297
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 297
Lembar Umpan Balik [G.2] [G.3]
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan gambaran tentang kinerja keuangan dan keberlanjutan. Perusahaan tidak mencatat adanya tanggapan terhadap Laporan
Keberlanjutan tahun sebelumnya.
1. Laporan ini mudah dimengerti
Tidak setuju Netral Setuju
2. Laporan ini sudah menggambarkan informasi aspek material Perusahaan, baik dari sisi positif dan negatif
Tidak setuju Netral Setuju
3. Mohon berikan urutan pada tingkat topik material di bawah ini:
(nilai 1=paling prioritas s/d 7=kurang prioritas)
• Inklusi Keuangan dan Digitalisasi ( )
• Tata Kelola Keberlanjutan ( )
• Keamanan dan Privasi Data ( )
• Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab ( )
• Manajemen Emisi dan Perubahan Iklim ( )
• Manajemen SDM dan HAM ( )
• Hubungan Masyarakat ( )
4. Mohon berikan saran/usul/komentar anda atas laporan ini.
Nama Lengkap
Pekerjaan
Nama Lembaga/Perusahaan
Golongan Pemangku Kepentingan
Investor Nasabah Pekerja Masyarakat Pemerintah Lainnya
Mohon kirimkan kembali lembar umpan balik kepada
Dhanny
Sekretaris Perusahaan
Gedung BRI I
Jl. Jenderal Sudirman No. 44-46
Jakarta 10210, Indonesia
Phone : +6221 575 1966
Faksimili : +6221 570 0916
*Dalam laporan sebelumnya, BRI mencatat tidak adanya umpan balik yang diterima sehingga tidak ada tindak lanjut yang dilakukan [G.3]
Page 298
Laporan Keberlanjutan 2025
Climate-related Sustainability-related General Sustainability
Pengantar
Disclosure Disclosure Topic Disclosure
Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 298
Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
BRI Global Financial Services Ltd
p.4 ×2
unresolved
org
PT Decar Verite Asia
p.5
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.7
unresolved
person
Micro
· Direktur Operations
p.13 ×2
unresolved
person
Commercial Banking
· Direktur
p.13
unresolved
org
Pengaturan BUMN
p.14
unresolved
org
PT Asuransi BRI Life
p.15
unresolved
org
PT BRI Multifinance Indonesia
p.15
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas
p.15
unresolved
org
PT BRI Ventura Investama
p.15
unresolved
org
PT BRI Asuransi Indonesia
p.15
unresolved
org
PT BRI Manajemen Investasi
p.15
unresolved
org
BRI (Persero) Tbk
p.15 ×2
unresolved
org
Bank Merumuskan
p.19
unresolved
person
Forum Komunikasi
· Direktur
p.19
unresolved
org
Internasional
· Anggota
p.19 ×2
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.22
unresolved
org
PT Multi
p.22
unresolved
person
Sustainalytics
· Member
p.23
unresolved
org
Pengurus
p.31
unresolved
—
Materialit
· Penilai
p.33
unresolved
org
Nasional Penanggulangan Bencana
p.53
unresolved
org
Kementerian Kehutanan dan Lingkungan
p.64
unresolved
person
Time Horizon
· Komisaris
p.112
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.