Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-BBRI-att5.pdf

Other Text extracted BBRI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 298

Page 1
 Menguatkan Ketahanan Ekonomi,
Mempercepat Transisi Berkelanjutan
     Laporan Keberlanjutan 2025   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Page 2
                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
                                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   2



                                              Climate-Related
         Pengantar                            Disclosure                                   Lampiran

          4    Tentang Laporan Ini             40    Manajemen Risiko Iklim                211   Tabel Data ESG

                                                                                                 Issued Securities Impact
                                                                                           246
Daftar

               Laporan Direksi dan Dewan                                                         Reporting
          6
               Komisaris
                                              Sustainability-Related                       276   Indeks Standar Pelaporan
               Tanggung Jawab Pelaporan
          12
               Keberlanjutan 2025             Disclosure
Isi


                                                                                           292   Indeks Pelaporan IDX
               Sorotan Bisnis dan
          14                                   80    Keuangan Inklusif
               Keberlanjutan                                                               293   Assurance

                                               112   Privasi dan Keamanan Data             297   Lembar Umpan Balik
         Keberlanjutan di BRI                 126    Bisnis yang Beretika


          25   Strategi Keberlanjutan

                                              General Sustainability
                                              Topic Disclosure
         Keterlibatan
         Pemangku                             143    Tata Kelola

         Kepentingan dan                       177   Manajemen Risiko
         Materialitas
                                              182    Our People: Insan BRILiaN

               Keterlibatan Pemangku                 Local Communities and Human
          31                                  198
               Kepentingan                           Rights

               Proses Identifikasi Pemangku   209    Responsible Artificial Intellegence
          31
               Kepentingan

               Saluran Pelibatan Pemangku
          32
               Kepentingan

          33   Penilaian Materialitas
Page 3
                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   3




        Pengantar




            Tentang Laporan Ini      4      Laporan Direksi dan Dewan Komisaris        6       Tanggung Jawab Pelaporan Keberlanjutan 2025   12   Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan         14
Page 4
                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   4




  Tentang Laporan Ini
  Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) disusun untuk         Keterkaitan Informasi [H.4]
  merefleksikan aspirasi dan kinerja keberlanjutan BRI dalam mendukung visi “BRIVOLUTION              Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 disusun sebagai laporan tersendiri untuk melengkapi Laporan
  Reignite: Deliver Sustainable Values and Integrated Solutions to Achieve Indonesia’s Aspiration”.   Tahunan BRI Tahun 2025. Jika Laporan Tahunan menyajikan gambaran kinerja keuangan, tata
                                                                                                      kelola, dan arah strategis Bank secara menyeluruh, maka Laporan Keberlanjutan ini berfokus pada
  Melalui laporan ini, kami menyajikan informasi dampak dari aktivitas operasional dan pembiayaan     bagaimana aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) diintegrasikan ke dalam strategi bisnis
  BRI terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, sekaligus menguraikan risiko serta peluang      dan operasional BRI.
  keberlanjutan, termasuk risiko dan peluang terkait perubahan iklim yang dilengkapi dengan metrik
  dan target. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemerintah, investor,          Secara khusus, Laporan Keberlanjutan ini juga menguraikan pengelolaan risiko dan peluang
  masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, sekaligus memperkuat transparansi, akuntabilitas,     keberlanjutan, termasuk risiko dan peluang terkait perubahan iklim, serta implementasi Tanggung
  dan keterbandingan informasi keberlanjutan, sebagai bagian dari komitmen BRI terhadap penerapan     Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pengungkapan ini memberikan konteks yang lebih mendalam
  keuangan berkelanjutan.                                                                             atas informasi keuangan yang disajikan dalam Laporan Tahunan, termasuk keterkaitan antara
                                                                                                      kebijakan dan inisiatif keberlanjutan dengan kinerja keuangan dan strategi investasi jangka panjang.
  Lingkup Laporan                                                                                     Informasi tertentu dalam laporan ini merujuk secara eksplisit pada Laporan Tahunan BRI dan
                                                                                                      Laporan Keuangan Konsolidasi 2025 dengan indikasi nomor halaman atau bagian yang relevan.
  Batas Cakupan Pelaporan                                                                             Seluruh dokumen yang dirujuk tersedia secara publik pada waktu bersamaan di website BRI (www.
  Laporan ini disusun oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) sebagai entitas pelapor     bri.co.id) dengan tingkat aksesibilitas yang setara.
  tunggal (bank only) dan tidak mencakup entitas perusahaan anak. Fokus pelaporan mencakup
  seluruh aktivitas operasional di bawah kendali langsung Perusahaan, mulai dari Kantor Pusat,        Seluruh informasi keuangan dalam laporan ini disajikan dalam mata uang Rupiah (IDR), konsisten
  Regional Office, Kantor Cabang, BRI Unit, hingga seluruh jaringan layanan di wilayah Indonesia,     dengan mata uang presentasi Laporan Keuangan Konsolidasian BRI. Apabila terdapat data dalam
  kecuali dinyatakan lain pada informasi spesifik. [GRI 2-2]                                          mata uang asing, konversi dilakukan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 31
                                                                                                      Desember 2025, dengan penjelasan spesifik diberikan pada setiap data terkait.
  Untuk pelaporan periode tahun buku 2025, BRI melakukan audit laporan keuangan secara
  terkonsolidasi yang mencakup entitas anak seperti Bank Raya, BRI Global Financial Services Ltd,     Standar Pengungkapan
  BRI Life, BRI Finance, BRI Manajemen Investasi, BRI Ventures, BRIDS, BRI Insurance, Pegadaian,
  dan PNM. Meskipun demikian, informasi terkait kinerja keberlanjutan entitas anak tersebut tidak     Pernyataan Kepatuhan
  diungkapkan dalam laporan ini (kecuali diinformasikan lain secara spesifik). [GRI 2-2]              Publikasi Laporan Keberlanjutan BRI Tahun 2025 merupakan pemenuhan kewajiban pelaporan
                                                                                                      keberlanjutan sesuai amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017
  Periode dan Frekuensi Pelaporan                                                                     tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan
  Laporan ini menyajikan informasi mengenai aktivitas dan kinerja keberlanjutan BRI untuk periode     Publik. Penyusunan laporan ini mengacu pada Pedoman Teknis Penyusunan Laporan Keberlanjutan
  tahun buku 2025, terhitung dari 1 Januari hingga 31 Desember 2025, selaras dengan periode           Bagi Emiten dan Perusahaan Publik sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Otoritas Jasa
  Laporan Keuangan yang telah diaudit. Laporan Keberlanjutan dipublikasikan setiap tahun,             Keuangan (SEOJK) Nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau
  menyertakan data historis tiga tahun terakhir sebagai dasar keterbandingan kinerja untuk            Perusahaan Publik.
  memberikan gambaran kemajuan yang terukur. Data historis pada laporan ini meliputi periode
  tahun 2023 hingga 2025. [GRI 2-3]                                                                   Selain memenuhi regulasi dalam negeri, penyusunan laporan ini juga mengacu pada sejumlah
                                                                                                      standar global, meliputi:
  Informasi yang Disajikan Ulang                                                                      • Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021 (in accordance with GRI Standards);
  Penyajian kembali informasi atas laporan tahun sebelumnya dicantumkan secara eksplisit dengan       • Global Reporting Initiative (GRI) G4 Supplement Sector;
  catatan khusus pada bagian data terkait. Pencantuman ini untuk memastikan pembaca dapat             • Standard dan Sustainability Accounting Standards Board (SASB) untuk bank komersial;
  melacak perubahan metodologi atau penyesuaian data secara akurat. [GRI 2-4]                         • International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2 yang diterbitkan oleh International
                                                                                                          Sustainability Standard Board (ISSB) dan telah diadopsi di Indonesia menjadi Pernyataan
                                                                                                          Standar Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan 2; dan
                                                                                                      • Task Force on Climate-Related Financial Disclosures (TCFD).
Page 5
                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   5




  Tentang Laporan Ini
  Sumber Panduan
  Dalam penyusunan laporan ini, BRI merujuk pada berbagai panduan teknis untuk memastikan
  akurasi dan kredibilitas data yang dilaporkan. Khusus untuk data emisi gas rumah kaca, periode
  pelaporan diperluas hingga empat tahun (2022-2025) sesuai dengan tahun dasar perhitungan
  emisi BRI pada tahun 2022. Dalam pengukuran emisi, laporan ini menyajikan dua pendekatan
  metodologi berbeda. Emisi operasional diukur menggunakan standar Greenhouse Gas (GHG)
  Protocol, dengan cakupan seluruh kantor cabang BRI di Indonesia. Sementara emisi yang dibiayai
  (financed emissions) dihitung berdasarkan standar Partnership for Carbon Accounting Financials
  (PCAF) dan cakupan Science Based Targets Initiative (SBTi). Pengukuran emisi yang dibiayai
  mencakup berbagai jenis aset pembiayaan, meliputi pinjaman korporasi, pembiayaan proyek
  pembangkit listrik, real estate komersial, ekuitas yang tercatat, dan obligasi. Pada sejumlah aspek
  yang relevan, laporan ini mencerminkan prioritas BRI dalam mengintegrasikan komitmen terhadap
  sepuluh prinsip UN Global Compact (UNGC) serta mendukung pencapaian Sustainable Development
  Goals (SDGs).

  Penjaminan Eksternal [OJK G.1] [GRI 2-5, 2-14]

  Seluruh data keberlanjutan, pengungkapan, dan klaim dalam laporan ini telah ditinjau dan disetujui
  Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris [GRI 2-14] serta diverifikasi dan dijamin secara eksternal oleh PT
  Decar Verite Asia berdasarkan standar AA1000AS. Pernyataan dan laporan assurance secara detail
  dapat dilihat pada halaman 293-295 laporan ini. Adapun informasi emisi GRK dalam laporan ini telah
  diverifikasi oleh pihak ketiga independen Sucofindo International Certification Services, dengan
  lembar opini yang dapat dilihat pada halaman 296. [GRI 2-5]

  BRI memilih penjamin eksternal sesuai kebijakan pengadaan perusahaan yang berlaku berdasarkan
  keahlian, reputasi, dan tidak adanya potensi konflik kepentingan. Selanjutnya, dilakukan verifikasi
  sampel bukti dokumentasi dan konfirmasi kepada pihak narasumber di seluruh unit kerja terkait. [GRI
  2-5]




  Narahubung Laporan[GRI 2-3]

  BRI sangat menghargai setiap masukan dan saran yang dapat menyempurnakan laporan ini di masa
  mendatang. Untuk itu, silakan menghubungi:


    Narahubung               Dhanny, Sekretaris Perusahaan
         +6221 575 2452          humas@bri.co.id

    Untuk informasi lain mengenai Laporan Keberlanjutan BRI
    Tahun 2025, Anda dapat mengunjungi https://bri.co.id/report.
Page 6
                                                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                Lampiran                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   6




                                                                                           Laporan
                                                                                           Direktur Utama[OJK D.1] [GRI 2-22]
                                                       Hery Gunardi
                                                       Direktur Utama
                                                                                           ,,
                                                                                           Melalui transformasi berkelanjutan dan integrasi ESG dalam
                                                                                           seluruh aktivitas bisnis, BRI terus memperkuat perannya
                                                                                           sebagai penggerak inklusi keuangan dan katalisator
                                                                                           pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.


                                                                                           Pemegang saham dan para pemangku kepentingan yang kami hormati.

                                                                                           Perekonomian global masih dihadapkan pada ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik,
                                                                                           volatilitas pasar keuangan, tekanan inflasi, gangguan rantai pasok, serta meningkatnya risiko
                                                                                           perubahan iklim. Namun demikian, perekonomian Indonesia pada tahun 2025 tetap
                                                                                           menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan 5,11% (yoy) yang didukung kuatnya
                                                                                           konsumsi domestik dan sektor industri pengolahan. Kondisi ini mencerminkan resiliensi
                                                                                           ekonomi nasional serta membuka peluang bagi dunia usaha untuk terus berkembang. Dengan
                                                                                           resiliensi organisasi dan strategi yang adaptif, BRI meyakini peluang untuk tumbuh secara
                                                                                           berkelanjutan tetap terbuka.

                                                                                           Menyikapi hal tersebut, BRI terus mendorong transformasi menuju praktik bisnis yang
                                                                                           berkelanjutan dan penguatan fundamental bisnis melalui inisiatif transformasi BRIvolution
                                                                                           Reignite. Untuk mendukung transformasi tersebut BRI juga telah merumuskan strategi
                                                                                           keberlanjutan dengan aspirasi menjadi World-class Sustainable Banking Group focusing on
                                                                                           Envrionmental, Social, and Governance, yang diwujudkan melalui tiga pilar utama yaitu
                                                                                           Stakeholder Empowerment, Adaptive Portfolio Management, dan Responsible Business and
                                                                                           Operations. Aspirasi ini menjadi arah strategis bagi BRI untuk memastikan bahwa pertumbuhan
                                                                                           bisnis tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan
                                                                                           terukur bagi masyarakat serta lingkungan.
Page 7
                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   7




  Laporan Direktur Utama
  Implementasi strategi keberlanjutan BRI kami sajikan dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Rakyat          perlindungan hak dan kepentingan nasabah melalui penerapan prinsip perlindungan data dan
  Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2025 bertema “Menguatkan Ketahanan Ekonomi, Mempercepat                    privasi secara konsisten dalam pengembangan maupun penyediaan produk dan layanan perbankan,
  Transisi Berkelanjutan.” Laporan ini disusun sebagai wujud komitmen BRI terhadap prinsip                 sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta praktik terbaik
  akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang bertanggung jawab kepada seluruh pemangku              industri. Di tahun 2025, BRI mencatatkan raihan zero data breach dan 91,72% customer satisfaction.
  kepentingan.
                                                                                                           Di sisi pembiayaan, portofolio untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) mencapai
  Laporan ini juga memuat topik-topik material utama, seperti etika bisnis, privasi dan keamanan           Rp93,2 triliun atau 6,9% dari total kredit, sementara pembiayaan kepada Kegiatan Usaha
  data, serta layanan keuangan inklusif, yang ditetapkan berdasarkan masukan pemangku                      Berwawasan Sosial (KUBS) mencapai Rp718,7 triliun atau 53,5% dari portofolio kredit, yang
  kepentingan dan tinjauan manajemen sepanjang tahun 2025.                                                 mencerminkan peran BRI dalam mendorong pembangunan ekonomi inklusif, khususnya melalui
                                                                                                           pemberdayaan UMKM. Selain itu, investasi berkelanjutan BRI tercatat sebesar Rp5,26 triliun, atau
  Kebijakan dalam Pemenuhan Strategi Berkelanjutan dan Pencapaian 2025                                     45% dari total portofolio investasi, melalui investasi pada berbagai instrumen seperti green bonds,
  Sebagai respons atas dinamika global yang semakin kompleks sekaligus bagian dari komitmen                social bonds, dan sustainability bonds.
  menjalankan strategi keberlanjutan, BRI terus memperkuat fundamental perusahaan melalui 2 pilar
  utama BRIVolution Reignite, yaitu Transform the Funding Franchise serta Revamp Existing Core and         Tidak sebatas itu saja, pendanaan berkelanjutan BRI tahun 2025 mencapai Rp34,8 triliun, atau
  Build New Core, yang didukung oleh enam enablers yaitu Human Capital, Risk Management, IT &              sekitar 76,4% dari total pendanaan wholesale, termasuk penerbitan Social Bond senilai Rp 5 triliun
  Digital, Distribution, Operational Excellence, dan Rebranding. Inisiatif ini difokuskan pada penguatan   yang menjadikan BRI sebagai bank pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi sosial untuk
  dana murah dan kapabilitas transaction banking, penguatan core business khususnya pada segmen            mendukung pembiayaan UMKM, perluasan akses keuangan, serta penguatan ekonomi berbasis
  mikro, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru di segmen konsumer yang didukung                       komunitas.
  peningkatan kapabilitas digital, manajemen risiko yang disiplin, dan pengembangan sumber daya
  manusia. Transformasi ini juga diperkuat melalui penyempurnaan model distribusi, optimalisasi            Di sisi operasional, berbagai inisiatif efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan
  proses bisnis, serta internalisasi budaya kerja BRILiaN Way.                                             pengembangan operasional rendah karbon terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen menuju
                                                                                                           Net Zero Emission tahun 2050. Di tahun 2025, BRI mencatatkan emisi operasional sebesar 445.140
  Sejalan dengan agenda transformasi, BRI mencatatkan kinerja yang solid pada tahun 2025 dengan            ton CO₂e, turun 9,59% dibandingkan baseline 2022, yang didukung oleh berbagai inisiatif seperti
  aset konsolidasian mencapai Rp2.135 triliun atau tumbuh 7,2% YoY. Penyaluran kredit meningkat            penggunaan 926 kendaraan operasional ramah lingkungan serta pemasangan panel surya di 152
  12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, dengan fokus pada segmen UMKM sebagai tulang punggung                 unit kerja. Komitmen ini turut memperoleh pengakuan internasional, dengan rating ESG S&P Global
  perekonomian nasional dan penggerak inklusi keuangan. Pertumbuhan ini didukung oleh struktur             sebesar 74, keanggotaan Sustainability Yearbook Member selama tiga tahun berturut-turut, serta
  pendanaan yang semakin kuat, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,4% YoY menjadi                      berbagai penghargaan internasional atas kualitas pelaporan keberlanjutan, termasuk 2 penghargaan
  Rp1.466,8 triliun dan CASA Ratio meningkat menjadi 70,61%. Melalui pengelolaan bisnis yang               Platinum untuk kategori Asia's Best Sustainability Report (Public Sector) dan Asia's Best
  prudent, BRI mencatat ROA 2,7%, ROE 17,4%, serta laba bersih Rp57,132 triliun, mencerminkan              Sustainability Report (CEO Letter), 1 penghargaan Gold untuk kategori Asia's Best Materiality
  kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.                                                              Reporting di ajang Asia Sustainability Reporting Award (ASRA).

  BRI juga terus memperkuat tata kelola dan strategi keberlanjutan guna menjawab tuntutan                  Penerapan Keuangan Berkelanjutan
  transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi. Hal ini diwujudkan melalui penguatan kebijakan       Sebagai salah satu bank komersial terbesar di Indonesia sekaligus bank dengan fokus pembiayaan
  keberlanjutan serta peran Komite ESG dan ESG Group di bawah Direktur Legal & Compliance yang             UMKM terbesar di Asia Tenggara, BRI menempatkan keberlanjutan sebagai bagian integral dari
  bertugas memastikan integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses           strategi bisnis dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)
  pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, serta implementasi strategi bisnis BRI.                       dalam kebijakan pembiayaan, pengelolaan risiko, serta pengembangan produk dan layanan
                                                                                                           keuangan. BRI juga menerapkan proses screening pembiayaan berbasis aspek lingkungan, sosial,
  Beberapa kebijakan yang diambil BRI di antaranya peningkatan efisiensi operasional melalui               dan tata kelola serta meningkatkan portofolio pembiayaan pada sektor berkelanjutan seperti energi
  percepatan digitalisasi proses bisnis, implementasi Climate Risk Stress Testing (CRST) pada seluruh      terbarukan, efisiensi energi, dan pertanian berkelanjutan.
  portofolio Bank, serta adopsi standar pelaporan keberlanjutan IFRS S1 dan IFRS S2. Pada saat yang
  sama, BRI juga memastikan bahwa penerapan prinsip keuangan berkelanjutan juga diiringi dengan
Page 8
                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   8




  Laporan Direktur Utama
  Salah satu fokus dalam strategi keberlanjutan BRI adalah perluasan inklusi keuangan yang diperkuat    pada bidang-bidang yang relevan. Dengan sumber daya manusia yang adaptif dan berwawasan
  melalui sinergi Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan PNM. Melalui sinergi ini, BRI         berkelanjutan, proses pengambilan keputusan bisnis BRI semakin didukung oleh pemahaman yang
  memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan                    komprehensif terhadap dinamika risiko iklim serta implikasinya terhadap portofolio Bank. Dalam
  berbagai segmen, khususnya pelaku usaha ultra mikro dan kelompok masyarakat yang sebelumnya           konteks tersebut, transformasi digital dan dinamika ekonomi masa depan juga dipandang sebagai
  belum terjangkau layanan keuangan formal. PNM menghadirkan program PNM Mekaar, yang                   peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas, produktivitas, serta keterlibatan Insan BRILiaN
  dirancang khusus untuk pemberdayaan perempuan pra-sejahtera melalui pembiayaan kelompok               dalam mendukung strategi jangka panjang Perusahaan.
  yang disertai dengan pendampingan usaha dan penguatan kapasitas ekonomi keluarga. Sementara
  itu, Pegadaian menyediakan layanan pembiayaan berbasis gadai yang mudah diakses dan cepat,            Ke depan, roadmap keberlanjutan BRI periode 2026–2030 difokuskan pada penguatan implementasi
  sehingga memberikan alternatif sumber pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha              ESG secara terintegrasi dalam seluruh aktivitas bisnis, dimulai dari penguatan fondasi dan
  mikro yang membutuhkan likuiditas jangka pendek. Melalui ekosistem Ultra Mikro ini, BRI berupaya      percepatan pembiayaan hijau dan inklusif, hingga menargetkan BRI sebagai pemimpin keuangan
  memperkuat inklusi keuangan sekaligus mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat              berkelanjutan di Asia Tenggara melalui peningkatan sustainable finance, penurunan emisi
  secara berkelanjutan.                                                                                 operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab.

  BRI juga terus meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM melalui berbagai program
  pengembangan seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, dan platform LinkUMKM yang telah                Penutup
  dimanfaatkan lebih dari 14,95 juta pelaku UMKM, serta memberikan relaksasi KUR senilai Rp43,95        Akhir kata, Direksi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pemegang saham,
  triliun bagi lebih dari 1 juta debitur terdampak bencana. Di sisi lain, percepatan adopsi layanan     Dewan Komisaris, seluruh Insan BRILiaN, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan
  digital turut mendorong peningkatan inklusi keuangan, tercermin dari peningkatan 18.9% pengguna       kontribusi yang telah mengantarkan berbagai capaian BRI sepanjang tahun 2025. Kepercayaan dan
  BRImo dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 45.9 juta pengguna dan peningkatan 48.1%                  kolaborasi yang terjalin menjadi fondasi penting bagi BRI dalam memperkuat peran sebagai institusi
  pengguna Qlola dibandingkan tahun 2024 mencapai 113 ribu pada tahun 2025.                             keuangan yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

  Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi yang             BRI berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan praktik bisnis berkelanjutan melalui integrasi
  inklusif dan berkelanjutan dengan menempatkan UMKM sebagai pusat strategi pembiayaan serta            prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aktivitas bisnis dan operasional
  mengintegrasikan prinsip ESG dalam seluruh aktivitas bisnis.                                          BRI. Komitmen ini didukung oleh penerapan tata kelola yang terintegrasi, pengelolaan risiko yang
                                                                                                        disiplin, serta strategi bisnis yang adaptif, sehingga BRI dapat terus menciptakan nilai jangka
  Strategi Pencapaian Target Berkelanjutan[OJK D.1.c]                                                   panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan.
  Di tengah dinamika lingkungan bisnis global yang semakin kompleks, khususnya dalam konteks
  transisi menuju ekonomi rendah karbon, BRI terus memperkuat fundamental bisnis baik dari sisi         Jakarta, 13 Maret 2026
  pendanaan maupun pembiayaan. Perkembangan seperti implementasi harga karbon, pengetatan
  regulasi emisi, serta perubahan teknologi berpotensi memengaruhi kinerja portofolio, kualitas aset,
  dan stabilitas sistem keuangan. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, BRI mengintegrasikan
  pengelolaan risiko transisi ke dalam kerangka manajemen risiko Bank melalui penguatan analisis
  risiko berbasis skenario, diversifikasi portofolio pembiayaan, serta pengembangan pembiayaan
  transisi yang mendukung nasabah beradaptasi menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.           Hery Gunardi
  Sejalan dengan posisi strategis BRI dalam sistem keuangan nasional, pengelolaan risiko ini juga       Direktur Utama
  diselaraskan dengan standar global yang dikembangkan oleh Basel Committee on Banking
  Supervision sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga stabilitas keuangan
  sekaligus memperkuat ketahanan bisnis BRI dalam jangka panjang.

  Untuk memastikan efektivitas implementasi strategi serta pencapaian target keberlanjutan, BRI
  terus memperkuat kapabilitas internal organisasi. BRI menempatkan Insan BRILiaN sebagai elemen
  kunci dalam pengelolaan risiko dan peluang keberlanjutan melalui pengembangan kompetensi
Page 9
                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                Lampiran                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   9




                                                                                           Laporan



                                                                                           ,,
                                                                                           Komisaris Utama[GRI 2-22]

                                                         Kartika
                                                                                           Dalam menghadapi dinamika ekonomi dan risiko iklim yang
                                                         Wirjoatmodjo
                                                         Komisaris Utama                   semakin kompleks, BRI memperkuat governance
                                                                                           keberlanjutan untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang
                                                                                           sehat, prudent, dan memberikan nilai jangka panjang bagi
                                                                                           seluruh pemangku kepentingan



                                                                                           Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

                                                                                           Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-
                                                                                           Nya, sehingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk — untuk selanjutnya disebut
                                                                                           “Perseroan” atau “BRI” — dapat terus menjalankan perannya sebagai penggerak pertumbuhan
                                                                                           ekonomi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Selama 130 tahun
                                                                                           perjalanannya, BRI telah membuktikan ketangguhan dalam menavigasi berbagai siklus
                                                                                           ekonomi dan tantangan zaman, dan senantiasa memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai
                                                                                           keberlanjutan.

                                                                                           Sepanjang tahun 2025, perekonomian dunia dihadapkan pada berbagai tantangan yang saling
                                                                                           terkait, mulai dari volatilitas pasar keuangan, dinamika tensi geopolitik, perubahan behaviour
                                                                                           masyarakat, hingga meningkatnya dampak climate change yang semakin nyata dirasakan
                                                                                           oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Dalam konteks tersebut, penerapan prinsip
                                                                                           keuangan berkelanjutan menjadi semakin relevan dan mendesak. Keberlanjutan tidak lagi
                                                                                           sekadar menjadi aspirasi jangka panjang, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian
                                                                                           integral dari strategi bisnis yang menentukan ketahanan dan daya saing Perseroan.

                                                                                           Menanggapi dinamika tersebut, BRI telah menyusun strategi keberlanjutan dengan aspirasi
                                                                                           menjadi World-class Sustainable Banking Group focusing on Environmental, Social, and
Page 10
                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   10




  Laporan Komisaris Utama
  Governance yang berfokus pada tiga pilar utama: Stakeholder Empowerment, Adaptive Portfolio         Integrasi ESG dalam Strategi dan Operasional Bisnis
  Management, dan Responsible Business and Operations. Aspirasi ini menjadi peta jalan bagi BRI       BRI terus memperkuat integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social,
  untuk memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi       and Governance/ESG) ke dalam seluruh strategi dan aktivitas bisnis Perseroan. Hal ini tercermin
  juga memberikan dampak positif yang terukur bagi masyarakat dan lingkungan. Dewan Komisaris         melalui penguatan pengelolaan risiko lingkungan dan sosial dalam proses bisnis, implementasi
  memandang bahwa kerangka ini merupakan langkah strategis yang tepat dalam memposisikan BRI          strategi dekarbonisasi melalui pengelolaan emisi serta analisis risiko iklim, dan pengembangan
  sebagai institusi keuangan yang mampu menjadi katalis pembangunan berkelanjutan di Indonesia.       portofolio pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) yang mendukung kegiatan
                                                                                                      ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Perseroan memandang bahwa langkah-langkah tersebut
  Strategi, Prioritas, dan Kinerja Berkelanjutan                                                      menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan bisnis menghadapi dinamika transisi menuju
  Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris memastikan bahwa Direksi mengarahkan           ekonomi rendah karbon.
  transformasi Perseroan melalui BRIVolution Reignite sebagai panduan strategis untuk memperkuat
  posisi BRI sebagai bank universal yang hadir bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan tetap          Dalam mendorong penciptaan nilai jangka panjang melalui praktik tata kelola berkelanjutan, BRI
  menjadikan ekosistem UMKM sebagai tulang punggung bisnis utama Perseroan. Melalui pendekatan        melakukan identifikasi isu-isu material menggunakan metode Double Materiality Analysis (DMA)
  ekosistem yang mengintegrasikan seluruh segmen dengan mikro dalam satu rantai pasok yang            yang mengevaluasi isu-isu yang paling relevan dan berdampak signifikan terhadap kinerja finansial
  saling terhubung, BRI tidak hanya memperkuat daya saing UMKM dalam rantai pasok yang lebih          (financial materiality) maupun dampak sosial dan lingkungan (impact materiality) dengan
  besar, terintegrasi dan berkelanjutan, tetapi juga menghadirkan produk serta layanan yang semakin   melibatkan para pemangku kepentingan. Sepanjang tahun 2025, Perseroan memperoleh masukan
  digital-friendly dan aspiratif guna memenuhi kebutuhan seluruh nasabah di tengah perkembangan       dari beragam pemangku kepentingan meliputi manajemen dan pekerja, investor, nasabah,
  pasar dan era digital yang bergerak semakin dinamis.                                                pemerintah, pemasok, lembaga swadaya masyarakat, serta pihak terkait lainnya. Pengungkapan
                                                                                                      terkait materialitas dilakukan dengan mengadopsi kerangka pelaporan IFRS S1 dan IFRS S2 dalam
  Dewan Komisaris memberikan perhatian khusus terhadap penguatan inklusi keuangan sebagai             Laporan Keberlanjutan tahun 2025.
  salah satu manifestasi nyata dari pilar Stakeholder Empowerment. Sinergi antara BRI, Pegadaian,
  dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam kerangka Holding Ultra Mikro (UMi) telah membentuk       Dampak Nyata bagi Masyarakat, Lingkungan, dan Ekonomi
  ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi, memungkinkan jutaan pelaku usaha mikro                Dewan Komisaris memastikan bahwa berbagai instrumen pembiayaan berkelanjutan yang
  memperoleh akses terhadap pembiayaan, pendampingan usaha, serta layanan keuangan formal             diterbitkan oleh BRI, termasuk Sustainability Bond dan Social Loan, dikelola secara transparan dan
  yang lebih sistemik. Ekosistem ini menjadi pilar utama dalam menjangkau pelaku UMKM di berbagai     akuntabel sesuai dengan kerangka kerja yang diakui secara internasional. Komitmen ini menegaskan
  wilayah Indonesia, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sekaligus mendorong     upaya BRI untuk memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun dan disalurkan mampu memberikan
  praktik pengelolaan keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi nasabah.                       kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

  Pengawasan terhadap kualitas pertumbuhan dilakukan melalui pemanfaatan data analytics yang          Dalam penyaluran kredit, BRI secara konsisten menerapkan proses prescreening guna memastikan
  terintegrasi, sehingga perluasan inklusi keuangan dan penguatan ekosistem UMKM dapat berjalan       bahwa pembiayaan yang diberikan senantiasa sejalan dengan peraturan yang berlaku. Dewan
  seiring dengan pengelolaan risiko yang prudent. Pendekatan ini memastikan bahwa ekspansi bisnis     Komisaris juga melakukan pengawasan terhadap penyelesaian Climate Risk Stress Testing (CRST)
  tetap berada dalam koridor tata kelola yang sehat serta mampu menciptakan nilai jangka panjang      Fase 2 yang kini telah mencakup seluruh portofolio pembiayaan BRI. Hasil analisis tersebut, yang
  bagi seluruh pemangku kepentingan.                                                                  dipadukan dengan pemodelan skenario iklim dari Network of Central Banks and Supervisors for
                                                                                                      Greening the Financial System (NGFS), menjadi landasan penting dalam memperkuat kebijakan
  Di tengah kompleksitas tantangan ekonomi global, BRI mampu mempertahankan kinerja yang solid        pengelolaan risiko iklim serta mengantisipasi risiko transisi maupun risiko fisik secara lebih proaktif.
  sepanjang tahun 2025. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp57,13 triliun dengan Return       BRI memperkuat komitmen pencapaian Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060 dengan
  on Equity (ROE) sebesar 17,4%, yang mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan berbasis         menetapkan target NZE BRI lebih awal, yaitu tahun 2050 sesuai metodologi Science-Based Target
  ekosistem UMKM yang efisien serta penguatan model bisnis yang terintegrasi. Struktur pendanaan      Initiative (SBTi), menegaskan posisi BRI sebagai lembaga keuangan di Indonesia yang telah
  juga semakin kuat melalui peningkatan dana murah (CASA), yang didukung oleh optimalisasi            memperoleh persetujuan penghitungan target emisi (NZE near term target) dari SBTi.
  transaksi nasabah dan penguatan sinergi layanan dalam BRI Group. Kinerja finansial yang kokoh ini
  menjadi fondasi penting bagi BRI untuk terus memperluas dampak positifnya melalui berbagai          Portofolio Kategori Kegiatan Usaha Keuangan Berkelanjutan (KKUB) mencapai Rp811 triliun, yang
  inisiatif keberlanjutan.                                                                            terdiri dari portofolio Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) sebesar Rp93 triliun dan
                                                                                                      Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) sebesar Rp718 triliun. Komposisi ini mencerminkan
                                                                                                      konsistensi BRI dalam menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan penciptaan nilai sosial dan
                                                                                                      lingkungan, melalui penyaluran pembiayaan yang telah dikurasi sesuai kriteria keberlanjutan.
Page 11
                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   11




  Laporan Komisaris Utama
  Melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi, BRI terus mendorong penyaluran pembiayaan              Mendukung konsistensi Perseroan dalam penerapan roadmap keuangan berkelanjutan, Dewan
  produktif, khususnya kepada segmen UMKM, guna mendukung aktivitas ekonomi nasabah serta                Komisaris secara aktif melakukan pengawasan melalui rapat bersama Direksi maupun kunjungan
  memperkuat keterhubungan dalam rantai nilai yang lebih luas. Di sisi lain, peran Holding Ultra Mikro   kerja lapangan, termasuk pemberian persetujuan atas Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
  (UMi) dalam pemberdayaan nasabah turut memperluas dampak sosial BRI dalam meningkatkan                 (RAKB) jangka pendek tahun 2026 dan RAKB jangka panjang tahun 2026–2030, guna memastikan
  kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.                                                       implementasi program telah dilaksanakan secara konsisten dan budaya keberlanjutan telah diadopsi
                                                                                                         di seluruh unit kerja BRI.
  Pada aspek operasional, Dewan Komisaris juga mendorong implementasi berbagai inisiatif
  operasional rendah karbon, antara lain melalui pengembangan Green Network, penggunaan                  Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik keberlanjutan global, Dewan Komisaris juga
  kendaraan listrik, internalisasi budaya hemat energi, pengurangan penggunaan kertas dan plastik,       mendukung konsistensi BRI dalam menerapkan Sepuluh Prinsip United Nations Global Compact
  pemasangan panel surya di sejumlah unit kerja, serta penerapan standar bangunan ramah                  (UNGC) serta penyampaian Communication on Progress (CoP) yang berisi rincian dampak BRI
  lingkungan dengan sertifikasi Greenship Gold pada infrastruktur strategis.                             pada aspek tata kelola, hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan anti-korupsi. Dewan
                                                                                                         Komisaris mengapresiasi konsistensi Perseroan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke
  Perseroan mewujudkan komitmen sosial dan lingkungannya melalui program BRI Peduli yang                 dalam strategi bisnis inti dan mengarahkan agar seluruh inisiatif ini terus diperkuat sehingga
  dirancang untuk menciptakan nilai bersama secara berkelanjutan. Program ini beroperasi dalam           memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat serta memperkuat posisi BRI
  empat kerangka strategis — Flagship Program, Inisiasi Unit Kerja, Tanggap Darurat Bencana, dan         sebagai institusi keuangan yang bertanggung jawab di mata seluruh pemangku kepentingan.
  Stakeholders Program — dengan cakupan yang melintasi dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial.
  Di sisi ekonomi, BRI Peduli mendorong pemberdayaan UMKM dan memperluas literasi keuangan               Penutup
  hingga menjangkau wilayah 3T. Di sisi lingkungan, inisiatif seperti Jaga Sungai Jaga Kehidupan dan     Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang
  Grow & Green menjadi kontribusi nyata Perseroan dalam mendukung agenda NZE. Sementara itu,             terus diberikan oleh para pemegang saham, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan
  di dimensi sosial, program AURA hadir untuk memberdayakan kelompok perempuan pelaku usaha              kepada BRI. Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Direksi, manajemen, dan
  agar memiliki kemandirian ekonomi yang lebih kuat.                                                     seluruh Insan BRILiaN atas dedikasi, profesionalisme, dan kontribusi terbaik yang diberikan dalam
                                                                                                         menjalankan transformasi Perseroan serta memperkuat komitmen keberlanjutan BRI.
  Di samping itu, upaya perluasan inklusi keuangan juga disertai dengan penguatan pelindungan
  nasabah melalui penerapan prinsip transparansi, keamanan data, serta mekanisme penanganan              Dengan fondasi tata kelola yang kuat, strategi yang adaptif, serta komitmen yang teguh terhadap
  pengaduan yang efektif, guna memastikan bahwa layanan perbankan yang diberikan tidak hanya             pembangunan berkelanjutan, Dewan Komisaris meyakini bahwa BRI berada pada jalur yang tepat
  inklusif, tetapi juga bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan nasabah.                     untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
                                                                                                         di Indonesia.
  Seluruh upaya tersebut diperkuat melalui internalisasi budaya kerja berkelanjutan di seluruh
  organisasi. Peluncuran Brilian Way sebagai pedoman budaya kerja baru mengintegrasikan nilai            Sejalan dengan semangat BRIVolution Reignite dan aspirasi sebagai World-class Sustainable
  Integrity, Collaborative, Accountability, Growth Mindset, dan Customer Focus dalam perilaku            Banking Group focusing on Environmental, Social, and Governance, BRI menegaskan komitmennya
  keseharian Insan BRILiaN. Pengelolaan human capital yang berfokus pada pengembangan                    untuk terus bertransformasi dan berinovasi sebagai bank universal yang hadir bagi seluruh lapisan
  kompetensi, integritas, dan kesejahteraan pekerja menjadi fondasi penting dalam membangun              masyarakat, dengan tetap menjadikan ekosistem UMKM sebagai tulang punggung bisnis utama
  talenta yang siap menghadapi masa depan (future-ready talents) sekaligus menjaga keberlanjutan         Perseroan. Melalui pendekatan ekosistem yang berkelanjutan, BRI akan terus menciptakan nilai
  kinerja organisasi.                                                                                    bersama dan solusi terintegrasi yang memperkuat daya saing UMKM, mendorong pertumbuhan
                                                                                                         ekonomi inklusif, dan mewujudkan aspirasi Indonesia yang lebih sejahtera.
  Tata Kelola Berkelanjutan dan Pengawasan Dewan Komisaris
  Dewan Komisaris memastikan bahwa seluruh aktivitas bisnis BRI dijalankan dengan berlandaskan
  Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). Fungsi pengawasan                    Jakarta, 13 Maret 2026
  terhadap implementasi keuangan berkelanjutan didukung oleh berbagai komite di bawah Dewan
  Komisaris yang secara aktif memantau aspek strategi, risiko, kepatuhan, serta keberlanjutan.
  Dewan Komisaris juga melakukan evaluasi terhadap penerapan parenting style dalam pengelolaan
  Perusahaan Anak guna memastikan standar etika, hak asasi manusia, serta praktik keberlanjutan
  diterapkan secara konsisten di seluruh entitas BRI Group.
                                                                                                         Kartika Wirjoatmodjo
                                                                                                         Komisaris Utama
Page 12
                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                  Lampiran                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   12




  Tanggung Jawab Pelaporan Keberlanjutan 2025


  Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris                                                                 Dewan Komisaris
  Tentang Tanggung Jawab atas Laporan
  Keberlanjutan 2025 PT Bank Rakyat Indonesia
  (Persero) Tbk [GRI 2-14]

  Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa
  semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Rakyat
  Indonesia (Persero) Tbk tahun 2025 telah dimuat secara
  lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi                                                   Kartika Wirjoatmodjo
  Laporan Keberlanjutan perusahaan.
                                                                                                             Komisaris Utama
  Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

  Jakarta, 13 Maret 2026




                                                                                   Parman Nataatmadja                             Awan Nurmawan Nuh
                                                                                  Wakil Komisaris Utama/                               Komisaris
                                                                                  Komisaris Independen




                                                                                       Edi Susianto         Helvi Yuni Moraza       Lukmanul Khakim
                                                                                  Komisaris Independen          Komisaris         Komisaris Independen
Page 13
                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   13




  Tanggung Jawab Pelaporan Keberlanjutan 2025


  Surat Pernyataan Anggota Direksi Tentang                                                                                     Direksi
  Tanggung Jawab ​a​tas Laporan Keberlanjutan
  2025 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk [GRI
  2-14]




  Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa
  semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Rakyat
  Indonesia (Persero) Tbk tahun 2025 telah dimuat secara                                                                    Hery Gunardi
  lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi
                                                                                                                            Direktur Utama
  Laporan Keberlanjutan perusahaan.
                                                                                    Viviana Dyah Ayu R. K.                                                 Achmad Royadi
  Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
                                                                                     Wakil Direktur Utama                                             Direktur Finance & Strategy
  Jakarta, 13 Maret 2026



                                                                                         Mahdi Yusuf                Saladin Dharma Nugraha Effendi           Riko Adythia
                                                                                  Direktur Legal & Compliance       Direktur Information Technology   Direktur Corporate Banking




                                                                                       Hakim Putratama                  Akhmad Purwakajaya                 Farida Thamrin
                                                                                      Direktur Operations                   Direktur Micro              Direktur Treasury and
                                                                                                                                                        International Banking




                                                                                      Aquarius Rudianto               Alexander Dippo Paris Y. S.            Ety Yuniarti
                                                                              Direktur Network dan Retail Funding    Direktur Commercial Banking      Direktur Manajemen Risiko




                                                                                                                            Aris Hartanto
                                                                                                                      Direktur Consumer Banking
Page 14
                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related          Sustainability-related                                      General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure                 Disclosure                                               Topic Disclosure
                                                                                                                                        Lampiran                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   14




  Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
  Sekilas BRI

  BRI didirikan 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia. Selama lebih dari 130 tahun, BRI telah melayani masyarakat Indonesia sebagai mitra keuangan yang andal dan terpercaya melalui
  berbagai produk simpanan dan pinjaman serta layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan individu, korporasi, dan UMKM. Sebagai bank komersial yang fokus melayani nasabah di segmen UMKM,
  BRI juga menyediakan berbagai dukungan non-keuangan berupa program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas
  UMKM. Informasi lebih lengkap mengenai produk, layanan, dan kegiatan usaha BRI dapat dilihat di https://bri.co.id. [OJK C.4] [GRI 2-6]

  Informasi Umum [OJK C.2, C.3.a] [GRI 2-1]




             Perusahaan                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. [GRI 2-1]


             Visi                             Deliver Sustainable Values and Integrated Solutions to Achieve
                                              Indonesiaʼs Aspiration [OJK C.1]

                                              Gedung BRI I, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46
             Kantor Pusat
                                              Jakarta 10210, Indonesia [OJK C.2] [GRI 2-1]


             Badan Hukum                      Perseroan Terbatas [GRI 2-1]



             Pekerja                          84.949 orang [OJK C.3.b]



             Total Asset                      Rp1.931,54 triliun (Bank Only) [OJK C.3.a]



             Laba Bersih                      50.404 triliun (Bank Only)


             Pemegang                          Negara RI Melalui
             Saham                             BP BUMN[OJK C.3.c]                                           0,00%
                                               PT Danantara Asset
                                               Management (Persero)[OJK C.3.c]                             53,19%                      Pemegang
                                                                                                                                        Saham
                                               Publik [OJK C.3.c]                                         46,81%
                                               Keterangan: Pada 31 Desember 2025, Negara RI memiliki 1 Saham Seri A Dwiwarna melalui
                                               Badan Pengaturan BUMN dan 80.610.976.875 Saham Seri B melalui
                                               PT Danantara Asset Management (Persero).
Page 15
                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                         Lampiran                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   15




  Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
  ​BRI dan Perusahaan Anak [GRI 2-6]

                                                                                                  Perusahaan anak                                   Layanan[OJK C.4]                                  Status

                                                                                                                              Perbankan digital (Bank Digital bagian dari BRI Group yang
                                                                                  PT Bank Raya Indonesia Tbk                  memberikan solusi keuangan digital dengan akses terluas               Beroperasi
                                                                                                                              bagi masyarakat Indonesia)


                                                                                  BRI Global Financial Services Ltd           Remitansi dan Pembiayaan                                              Beroperasi




                                                                                  PT Asuransi BRI Life                        Asuransi Jiwa                                                         Beroperasi




                                                                                  PT BRI Multifinance Indonesia               Pembiayaan                                                            Beroperasi




                                                                                  PT BRI Danareksa Sekuritas                  Layanan Sekuritas                                                     Beroperasi




                                                                                  PT BRI Ventura Investama                    Modal Ventura                                                         Beroperasi




                                                                                  PT BRI Asuransi Indonesia                   Asuransi Umum                                                         Beroperasi




                                                                                  PT Pegadaian                                Pembiayaan                                                            Beroperasi




                                                                                  PT Permodalan Nasional Madani               Pembiayaan UMKM                                                       Beroperasi




                                                                                  PT BRI Manajemen Investasi                  Investasi                                                             Beroperasi



     Informasi lebih detail terkait Perusahaan Anak dan Konglomerasi PT BRI (Persero) Tbk mengacu kepada Annual Report 2025
Page 16
                                                                                                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
                       Climate-related            Sustainability-related                 General Sustainability
Pengantar
                          Disclosure                   Disclosure                          Topic Disclosure
                                                                                                                          Lampiran                                                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   16




  Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
  Perubahan yang Bersifat Signifikan [OJK C.6]
  Selama periode pelaporan tahun 2025, tidak terdapat perubahan yang signifikan pada bisnis dan operasional BRI. Namun demikian, BRI tetap melakukan optimalisasi pengelolaan jaringan kantor melalui
  pembukaan, penggabungan, dan perubahan status jaringan kantor sebagai bagian dari upaya peningkatan efektivitas operasional dan pelayanan kepada nasabah sehingga mengubah jumlah unit kerja
  operasional BRI dari 7.568 di tahun 2024 menjadi 7.377 di tahun 2025. Keputusan ini telah mempertimbangkan dinamika berbagai faktor internal maupun eksternal yang relevan terhadap perkembangan
  bisnis perusahaan.[OJK C.6] [GRI 2-6]


    Jaringan Usaha[OJK C.3.d] [GRI 2-1, 2-6]
    ​​​Bersama dengan sepuluh perusahaan anak, BRI Group menyediakan layanan keuangan yang komprehensif kepada berbagai pemangku kepentingan melalui 7.377 kantor layanan perbankan yang
    didukung oleh 627.679 e-channel* dan 1.193.835 Agen BRILink, serta enam jaringan luar negeri di Cayman Island, New York, Hongkong, Taiwan, Singapura, dan Timor Leste, memperkuat kehadirannya
    di tingkat global.


                                                                                                                                                                                                                                                     BRI Kantor Perwakilan Hong Kong




                                                                                                                                                                                                                                          BRI Cabang Taipei



                                                                                                                                                                                                                                                    BRI Cabang Timor Leste
                Sumatera                    Kalimantan                              Jawa                  Sulawesi & Maluku             Bali & Nusa Tenggara                         Papua

     Regional Office            5    Regional Office               1   Regional Office             8    Regional Office           2    Regional Office               1   Regional Office               1                    BRI Agensi New York
     Kantor Cabang             95    Kantor Cabang               40    Kantor Cabang              217   Kantor Cabang            57    Kantor Cabang               32    Kantor Cabang                13                                                          BRI Cabang Singapura
     Kantor Cabang Pembantu   105    Kantor Cabang Pembantu      42    Kantor Cabang Pembantu    326    Kantor Cabang Pembantu   43    Kantor Cabang Pembantu      26    Kantor Cabang Pembantu       13
     BRI Unit                 990    BRI Unit                   372    BRI Unit                 2,786   BRI Unit                 551   BRI Unit                   295    BRI Unit
                                                                                                                                                                                                           BRI Cabang Cayman Island
                                                                                                                                                                                                     88
     Kantor Kas                73    Kantor Kas                  24    Kantor Kas                330    Kantor Kas               33    Kantor Kas                  20    Kantor Kas                   10
     Teras BRI                192    Teras BRI                   66    Teras BRI                 345    Teras BRI                33    Teras BRI                   110   Teras BRI                    12
     Mobil Teras BRI            0    Mobil Teras BRI              2    Mobil Teras BRI             0    Mobil Teras BRI           2    Mobil Teras BRI              2    Mobil Teras BRI              0
     Teras Kapal BRI             1   Teras Kapal BRI              0    Teras Kapal BRI              1   Teras Kapal BRI            1   Teras Kapal BRI               1   Teras Kapal BRI              0
     Agen BRILink          273.100   Agen BRILink             75.220   Agen BRILink          653.256    Agen BRILink         113.622   Agen BRILink             65.007   Agen BRILink             13.630



    *terdiri dari ATM, CRM, EDC, e-Buzz (merchant, unit kerja operasional, dan BRILink)
Page 17
                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   17




  Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
  ​​​Ikhtisar Bisnis dan Kinerja
                         ​​​     Aspek Keberlanjutan​​​​
                                       ​​​

  Sebagai perusahaan publik, BRI secara terbuka mengungkapkan kondisi keuangan dan non-keuangan perusahaan kepada publik dan regulator sesuai Pedoman Teknis Penyusunan Laporan Keberlanjutan
  bagi Emiten dan Perusahaan Publik dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.16 tahun 2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Informasi tentang kondisi keuangan
  dan non-keuangan, termasuk perbandingan antara target dan pencapaian dalam portofolio, target pembiayaan, dan investasi perusahaan dapat diakses secara lengkap melalui Laporan Tahunan BRI 2025.
  [GRI 3-3, 201-2, 201-4]
                          Pada tahun 2025, BRI masih mendapatkan insentif penurunan tarif pajak sebesar 3% dari Pemerintah Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 2 Tahun 2020. BRI juga tidak
  mencatat adanya pemasukan yang berasal dari peluang atau dampak finansial karena perubahan iklim. [GRI 3-3] [201-2] [201-4]

  Kinerja Keuangan [OJK B.1]


    Kinerja Finansial Bank
                                                                           Manfaat Ekonomi                                                  Keuangan Berkelanjutan [OJK B.1.d, F.3]
    (Bank Only) [B.1.a] [B.1.b] [B.1.c]
                                                                                                                                              Jumlah jenis produk yang            2025          2024       2023
            Pendapatan                                                                                                                        memenuhi kriteria kegiatan
            operasional
                                               Rupiah (Triliun)
                                                                                    Pembayaran dividen          Rupiah (Triliun)              usaha berkelanjutan
                                                                                                                                              (jenis/kategori)
                                                                                                                                                                                    5             5          4

                                                                                                                                              Pembiayaan              Rupiah     Pembiayaan                 Rupiah
            2025                           2024       215,74                                                                                  kepada KUBS            (Triliun)   kepada KUBL               (Triliun)


            217,38                                                                                                     47,83
                                                                                    2025                     2024
                                           2023       189,65                                                                                   2025         718,67                 2025           93,20
                                                                                    50,39                    2023      43,50
                                                                                                                                               2024              698,66            2024                  86,56
            Laba sebelum
                                               Rupiah (Triliun)                                                                                                  690,43                                  82,32
            pajak                                                                                                                              2023                                2023

                                                                                                                                                ESG-based Corporate
            2025                                                                    Pembayaran pajak                                                                                      Rupiah (Triliun)
                                           2024        69,11                                                                                    Bond Investment

            62,20                          2023        67,07                                                                                    2025                                  2024            4,41
                                                                                                                                                5,26
                                                                                                 7,33 Rupiah (Triliun)                                                                                4,54
                                                                                                                                                                                      2023
            Laba bersih bank                   Rupiah (Triliun)                     2025


            2025                                                                                                                                ESG-based Wholesale Funding               Rupiah (Triliun)
                                           2024       54,841
            50,404                         2023       53,153
                                                                                                                                                2025
                                                                                                                                                                                      2024        44,83
                                                                                                                                                34,79                                 2023        39,58
Page 18
                                                                                                                                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                     Climate-related                               Sustainability-related                General Sustainability
Pengantar
                        Disclosure                                      Disclosure                         Topic Disclosure
                                                                                                                                                   Lampiran                                                                                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   18




  Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
      Kinerja                                                                                                 Kinerja                                                                                                                                                                          Kinerja
      Lingkungan[B.2]                                                                                         Sosial             [B.3] [F.28] [F.30]                                                                                                                                           Tata Kelola           [B.3]


            Pembiayaan Kepada KUBL                                                                            Pemberdayaan Nasabah
            (Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan)

            Rp93,2 Triliun
            6,94% dari total Kredit BRI
                                                                                                                                                                           Indikator Inklusi Keuangan

                                                                                                                                                                                                                             Gender
                                                                                                                                                                                                                                                                                                               3 dari 12
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                anggota (dari susunan Jajaran
            Penggunaan Energi
                                         [B.2.a] [F.6] [F.12]
                                                                                                                                                          80,51%
                                                                                                                            75,02%
                                                                                                                                                                                                                              72,3 juta                         68,2 juta                                       Direksi) adalah perempuan

            2.622.590 GJ
                                                                                                                                                                                     Inklusi Keuangan
                                                                                                                                                                   64,5%
                                                                                                                                     63,6%                                           Indonesia*                                  Perempuan                        Laki-laki

                                                                                                                                                                                                                              Usia
                                                                                                                                                                                     Kontribusi BRI
                  dibandingkan                       dibandingkan                       dibandingkan                                                                                                                          20,4 juta                         33,5 juta
                  2.848.795 GJ                       2.919.628 GJ                       3.074.958 GJ                                                                                                                          Generasi Muda                        Lansia
                  di 2024                            di 2023                            di 2022
                                                                                                                                                                                                                              Wilayah 3T
                                                                                                                                                                                 *) Berdasarkan Survei Nasional Literasi      4,7 juta
                                       Emisi Cakupan 1                                                                                                                           dan Inklusi Keuangan OJK 2025                (tertinggal, terdepan, terluar)




                         115.105 ton CO₂e
                                                                                                                                 2024                          2025
                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Publikasi laporan Communication on Progress
                                                                                                                                                                                                                                                                                                 untuk United Nations Global Compact (UNGC).
                                dibandingkan                    dibandingkan            dibandingkan                    Pembiayaan Kepada KUBS
                                124.155 ton                     130.610 ton             132.235 ton                                                                        Jumlah Nasabah Kredit di Segmen Mikro dan                          Tingkat Kepuasan Nasabah
                                CO₂e di 2024                    CO₂e di 2023            CO₂e di 2022               (Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial)
                                                                                                                                                                            Ultra Mikro (termasuk Pegadaian dan PNM)
                                                                                                                                                                                                                                                          2025          2024    2023

                                                                                                                                                                                                                                        91,72%                        87,06%   84,66%
                                       Emisi Cakupan 2
                                                                                                                                   Rp718,7                                                                        2025


                         330.035 ton CO₂e                                                                                          Triliun                                                       34,50 Juta
                                                                                                                                                                                                   2024           2023
                                                                                                                                                                                                                                                      Net Promoter Score
                                                                                                                                                                                                                                                                        2025    2024

                                                                                                                                                                                                                                                                69,00
                                dibandingkan                    dibandingkan            dibandingkan                               53,5% dari
                                                                                                                                                                                                 35,90 Juta   36,90 Juta                                                       64,00
                                346.353 ton                     355.742 ton             360.135 ton                                total kredit BRI
                                CO₂e di 2024                    CO₂e di 2023            CO₂e di 2022
                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Top 5 perusahaan publik di Indonesia dan the
                                                                                                                                                                                                                                                                                                 ASEAN Asset Class dalam ASEAN Corporate
                                                                                                              Pemberdayaan Pekerja                                                                                                                                                                     Governance Scorecard (ACGS).
                                       Emisi Cakupan 3
                                                                                                                                                                                    Women in Leadership

                         12.370.526 ton CO₂e
                                                                                                                         Komposisi Pekerja BRI                                    (Junior, Middle & Top Management)                           Tingkat Perputaran Pekerja
                                                                                                                                                                                                                                                       Sukarela
                                                                                                                                   Total
                                                                                                                                                                                         4.467
                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Indeks Corporate Governance

                                                                                                                         84,9 ribu
                                dibandingkan                    dibandingkan            dibandingkan
                                12.884.676 ton                  10.434.550 ton          11.222.829 ton                                                                                                            2025                                                         2025
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Perception



                                                                                                                                                                                                                                                                                                          95,38
                                CO₂e di 2024                    CO₂e di 2023            CO₂e di 2022

                                                                                                                                                                                           leaders
                                                                                                                                                                                                                                                                      1,24%
                                                                                                                           Perempuan        Laki-laki                                Perempuan        Laki-laki
            Penghindaran Emisi
                                          [B.2.a]
                                                                                                                                                                                                                                                                       2024    2023



            1.276 tonCO2e
                                                                                                                            42,93%           57,07%                                    25,63%          73,47%
                                                                                                                                                                                                                                                                      1,29%    1,01%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2025

                                                                                                              Pemberdayaan Masyarakat
                16,35%                  46,19%                           6,18%                                                                                                                                                                                                                                 dengan kategori
                (179 tonCO2e)
                dari 2024
                                        (403 tonCO2e)
                                        dari 2023
                                                                         (74 tonCO2e)
                                                                         dari 2022                            Nilai Social Return on Investment (SROI) Program TJSL[B.1.e] [B.3] [F.23] [F.25]                                                                                                             Most Trusted
      Total sampah yang didaur ulang adalah 740,01 ton, yang setara
                                                                                                              Bantuan Sarana Pasar Gentan                                              18,22        Bantuan Pengembangan Potensi Hijau Kawasan
                                                                                                                                                                                                    Den Bukit, Buleleng
                                                                                                                                                                                                                                                                                       4,23
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Company
      dengan menghindari 746,40 emisi ton CO2e.[F.13][B.2.c]                                                  Pelatihan dan Sertifikasi Ekspor                                          14,15       Bantuan Pembangunan Penataan Objek Wisata                                           4,13
                                                                                                                                                                                                    Taman Sari Waterfall, Kecamatan Gianyar
      BRI Menanam telah mendistribusikan 1.061.927 bibit pohon
                                                                                                              Bantuan Alat Pengolahan Kopi Kelompok Tani Ijen                            7,35       Bantuan Pengadaan Mesin Pengolahan Hasil Panen Ubi Jalar 3,98
      yang tersebar di seluruh Indonesia dengan potensi
                                                                                                                                                                                                    KWT Sri Mandiri Sembawa, Kecamatan Jalaksana, Kuningan
      penyerapan karbon sebesar 3.427,53 ton CO₂e. [B.2.d]
                                                                                                              Bantuan Pengembangan Daerah Wisata Kya-Kya                                4,39        Bantuan Alat Membatik Gadisku 2 UPT PSBR Blitar                                    3,92
      Melalui Green Network initiative framework, BRI
      mengoperasikan 926 eco-friendly vehicles (mobil dan                                                     Bantuan Sarana dan Prasarana Ekosistem Urban Farming       4,36                       Apresiasi Dana Pendidikan Desa BRILiaN                                             3,09
      motor) sampai dengan 2025.                                                                              Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru                            Sigumpar Julu, Kabupaten Toba

      Instalasi surya panel di 152 unit kerja sampai dengan                                                   *)   Nilai SROI merupakan return (dalam rupiah) yang dihasilkan dari setiap 1 rupiah dana yang diinvestasikan melalui program TJSL. Program-program BRI menghasilkan
      tahun 2025                                                                                                   dampak di atas 1, yang berarti memberikan dampak positif bagi penerima manfaat.
Page 19
                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   19




  Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
  Keanggotaan Asosiasi [OJK C.5] [GRI 2-28]

  BRI secara proaktif menjadi bagian dari berbagai organisasi dan asosiasi yang mendukung inti bisnis perusahaan, guna mengikuti perkembangan lingkungan bisnis, memperluas jaringan, serta memperkuat
  kontribusi, sinergi, dan peran BRI dalam menciptakan iklim bisnis yang berkelanjutan. Namun, BRI tidak memberikan kontribusi finansial selain iuran keanggotaan. Hingga akhir tahun 2025, BRI tercatat
  sebagai anggota beberapa asosiasi berikut:


   Nama Asosiasi                                                                   Tujuan Bergabung                                                        Posisi                            Skala


   Himpunan Bank Milik          Berkontribusi mengembangkan sektor perbankan di Indonesia sebagai salah satu penggerak utama dalam
                                                                                                                                                          Ketua 2                          Nasional
   Negara (Himbara)             pertumbuhan ekonomi nasional.

   Asosiasi Sistem
                                Mengoptimalkan efisiensi, profesionalisme dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik dalam industri
   Pembayaran Indonesia                                                                                                                                  Sekretaris                        Nasional
                                sistem pembayaran.
   (ASPI)

   Perhimpunan Bank
                                Merumuskan kebijakan dan strategi untuk memperkuat sektor perbankan.                                                       Ketua                           Nasional
   Nasional (Perbanas)

   Forum Komunikasi Direktur
                                Memfasilitasi pertukaran informasi tentang ketentuan/peraturan Bank Indonesia maupun standar internasional
   Kepatuhan Perbankan                                                                                                                                    Anggota                          Nasional
                                perbankan.
   (FKDKP)
   Inisiatif Keuangan           Mendukung penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia sebagai bentuk mitigasi risiko perubahan iklim
   Berkelanjutan Indonesia      serta mengambil peluang bisnis dalam perekonomian yang tahan terhadap perubahan iklim dan berkontribusi                   Anggota                          Nasional
   (IKBI)                       pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

   United Nations Global        Mendorong keberlanjutan perusahaan dan praktik bisnis bertanggung jawab yang selaras dengan dengan
                                                                                                                                                          Anggota                       Internasional
   Compact (UNGC)               sepuluh prinsip universal UNGC serta mendukung pencapaian SDGs.

   Partnership for Carbon
                                Menjalin kerja sama global antar lembaga keuangan dalam mengembangkan metodologi standard dalam
   Accounting Financials                                                                                                                                  Anggota                       Internasional
                                mengukur dan mengungkapkan emisi gas rumah kaca (GRK) dari pinjaman dan investasi.
   (PCAF)

   Science-Based Target                                                                                                                       Perusahaan dengan target emisi
                                Menetapkan target iklim yang kredibel dan berbasis sains dan meningkatkan kredibilitas perusahaan.                                                      Internasional
   Initiatives (SBTi)                                                                                                                            jangka pendek tervalidasi
Page 20
                                                                                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
                      Climate-related               Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                         Disclosure                      Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                                         Lampiran                                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.                   20




  Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
  BRI menyadari bahwa pertumbuhan bisnis perlu diiringi dengan penciptaan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada segmen UMKM, BRI berupaya
  memperluas akses layanan keuangan, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui berbagai produk, layanan, dan program keberlanjutan, BRI turut
  berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

  SDGs Nilai Ekonomi                                                                                                ESG-based Wholesale Funding
  Penciptaan Nilai Ekonomi: Mendukung Pertumbuhan Usaha
                                                                                                                                           Social Loan                                                                           Rp13,34 T

  BRI menciptakan nilai ekonomi melalui penyediaan produk dan layanan perbankan yang mendukung                              Sustainability-Linked Loan                   Rp8,34 T
  pertumbuhan usaha serta memperluas akses keuangan masyarakat. Beberapa aktivitas yang
                                                                                                                                   Repo Berbasis ESG            Rp5,35 T
  mendukung penciptaan nilai ekonomi antara lain:
  • penyaluran kredit yang berfokus pada Kegiatan Usaha Berwawasan sosial dan Kegiatan Usaha                               Obligasi Berwawasan Sosial           Rp5,00 T
      Berwawasan Lingkungan (KUBL);                                                                                   Obligasi Berwawasan Lingkungan          Rp2,26 T
  • penyediaan produk simpanan dan layanan perbankan sesuai kebutuhan nasabah;
  • penguatan layanan digital melalui aplikasi BRImo;                                                                  Surat Berharga Berbasis Inklusif      Rp0,50 T
  • perluasan akses layanan keuangan melalui jaringan AgenBRILink; dan
  • diversifikasi sumber pendanaan yang mendukung pembiayaan kegiatan ekonomi berkelanjutan.                                         ESG-based            Rp34,79 Triliun
                                                                                                                               Wholesale Funding          (76,25% dari total Wholesale Funding)
  Pembiayaan dan Investasi Kepada KUBL (Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan) dan KUBS
  (Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial)                                                                                SDGs Linked-revenue
     Pembiayaan Kepada KUBS

        Pembiayaan segmen Mikro                                                                   Rp411,09 T

              Pembiayaan segmen
              Kecil dan Menengah                                                 Rp291,79 T

          Pembiayaan KPR Subsidi           Rp16,53 T                                                                                                                                                                                SDG 2 – Nol Kelaparan
                                                                                                                                                                                                                                    Rp3,13 Tn
                                                                                                                                                                                       SDG 8 – Decent Work
                                                                                                                           65,6%
     Pembiayaan Kepada KUBL

    Pengelolaan Sumber Daya Alam
     Hayati dan Penggunaan Lahan                       Rp61,64 T                                                                                                                       and Economic                                 SDG 11 – Kota dan Komunitas
                                                                                                                                                                                                                                    Berkelanjutan
                    Berkelanjutan
                                                                                                                                                                                       Growth                                       Rp0,98 Tn
                                                                                                                                                                                                                                    SDG 7 – Energi Bersih dan
      Kegiatan Usaha Berwawasan
               Lingkungan Lainnya          Rp11,96 T                                                                            dari revenue BRI                                       Rp101,52 Tn                                  Terjangkau
                                                                                                                                       atau                                                                                         Rp0,48 Tn
                Energi Terbarukan        Rp6,85 T                                                                                                                                                                                   SDG 8 – Decent Work and
                                                                                                                           Rp106,33 Triliun                            Tingginya konsentrasi pendapatan pada SDG 8
                                                                                                                                                                       menegaskan posisi strategis BRI sebagai bank
                                                                                                                                                                                                                                    Economic Growth
                                                                                                                                                                                                                                    Rp19.96 Tn
                                                                                                                                                                       universal dengan mandat pembangunan yang kuat,
              Eco-efficient Product     Rp5,64 T                                                                         (Pendapatan Bunga & FBI yang
                                                                                                                                                                       dalam mendukung penciptaan lapangan kerja,          Meskipun memberikan kontribusi yang lebih kecil
                                                                                                                           selaras dengan Sustainable                                                                      dibandingkan dengan SDG 8, pendapatan yang selaras
                                                                                                                                                                       peningkatan produktivitas, serta pertumbuhan
                                                                                                                               Development Goals)                                                                          dengan SDGs 2, 7, 11, dan 12 mencerminkan dukungan
                                                                                                                                                                       ekonomi jangka panjang di seluruh Indonesia.        BRI yang terdiversifikasi terhadap ketahanan pangan,
    Transportasi Ramah Lingkungan       Rp3,38 T                                                                                                                                                                           transisi energi bersih, pembangunan perkotaan
                                                                                                                                                                                                                           berkelanjutan, serta ekosistem produksi yang
                                                                                                                                                                                                                           bertanggung jawab.
                   Efisiensi Energi    Rp2,52 T


                                                                                                                    Secara umum, kontribusi BRI dalam menciptakan nilai ekonomi memberikan dampak yang signifikan
           Bangunan Berwawasan
                     Lingkungan        Rp0,71 T

     Pencegahan dan Pengendalian
                                                                                                                    terhadap pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Kontribusi ini sejalan
                                       Rp0,50 T
                          Polusi
                                                                                                                    dengan salah satu indikator penting dalam pencapaian SDGs di Indonesia, yaitu peningkatan jumlah
       Investasi Berbasis ESG                                                                                       masyarakat yang memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Melalui berbagai produk dan
       ESG-based Bond Investment        Rp5,26 T                                                                    layanan perbankan yang inklusif, hingga akhir tahun 2025 BRI telah menjangkau sekitar 140,5 juta
                                                                                                                    nasabah individu. Capaian ini mencerminkan peran BRI dalam memperluas inklusi keuangan serta
        Total Pembiayaan dan
                                                                                                                    mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
             Investasi Kepada         Rp817,12 Trilliun
              KUBL dan KUBS
Page 21
                                                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related         Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure                Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   21




  Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
  SDGs Nilai Sosial                                                                                              Pilar Hubungan dengan Masyarakat
  Penciptaan Nilai Sosial: Memberdayakan Masyarakat dan Memperluas Inklusi

  Di samping penciptaan nilai ekonomi, BRI juga berkomitmen untuk menciptakan nilai sosial melalui               Program                                  Hasil                                    Kontribusi untuk SDGs
  berbagai inisiatif yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan nasabah, pengembangan dan                      Program BRI Peduli TJSL Pilar Sosial:    Kontribusi terhadap komunitas lokal
  perlindungan pekerja, serta pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut antara lain meliputi:                      • Program BRI Peduli “Ini Sekolahkuˮ     senilai: Rp236 miliar
  • Perluasan akses keuangan bagi nasabah, melalui penyaluran pembiayaan pada segmen ultra                       • Cegah Stunting Itu Penting Dalam
      mikro dan mikro serta program inklusi dan literasi keuangan.                                                  Rangka Hari Gizi Nasional 2025
  • Pengelolaan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan, guna mendukung                              • Program BRI Peduli Beasiswa Pelajar
                                                                                                                    2025
      kesejahteraan dan pengembangan pekerja.
  • Program pemberdayaan masyarakat, melalui berbagai inisiatif BRI Peduli TJSL.                                 Program BRI Peduli TJSL Pilar Ekonomi:   Kontribusi terhadap komunitas lokal
                                                                                                                 • Pelatihan Ekspor bagi UMKM             senilai: Rp25 miliar
                                                                                                                 • Bantuan Sarana Prasarana Pasar
  Pilar Inklusi dan Literasi Keuangan
                                                                                                                    Gentan Yogyakarta
                                                                                                                 • Bantuan Alat Pengelolaan Kopi
                                                                                                                    Kelompok Tani Ijen
  Program                                  Hasil                                         Kontribusi untuk SDGs
                                                                                                                 Program BRI Peduli TJSL Pilar            Kontribusi terhadap komunitas lokal
   Aksesibilitas perbankan yang luas        • 7.377 Unit Kerja                                                   Lingkungan:                              senilai: Rp66 miliar
                                            • 627.679 E-Channels (ATM, CRM, EDC,                                 • Jaga Sungai Jaga Kehidupan dalam
                                              dan E-Buzz)                                                           rangka Hari Sungai Sedunia Tahun
                                            • 1.193.835 Agen BRILink                                                2025
                                            • 28,29 Juta Pengguna BRImo                                          • BRI Peduli Yok Kita GAS (Gerakan
                                                                                                                    Kelola Sampah) Waste Management
   Produk pinjaman, tabungan, dan           • 34,50 juta debitur UMKM                                               Journey
   asuransi yang terjangkau                 • 187,36 juta nasabah simpanan di                                    • Program BRI Peduli Grow & Green
                                              segmen mikro dan ultra mikro                                          Transplantasi Terumbu Karang
                                            • 13,95 juta polis asuransi AMKKM
                                                                                                                 BRI Menanam                              Penanaman 1.061.927 bibit pohon
   Program pemberdayaan masyarakat                                                                                                                        Berpotensi menyerap karbon sebesar
   dan UMKM melalui pelatihan dan                                                                                                                         3.427,53 tonCO2e
   pendampingan usaha


   Pelindungan Kesehatan Finansial          • Penyaluran kredit yang bertanggung
   Nasabah                                    jawab
                                            • Kebijakan Pemasaran yang
                                              Bertanggung Jawab
                                            • Penyuluh Digital
Page 22
                                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related       Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure              Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                               Lampiran                                                                                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   22




  Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
  Pilar Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Hak Asasi Manusia                                                     SDGs Nilai Lingkungan
                                                                                                                  Penciptaan Nilai Lingkungan: Mendukung Ketahanan Lingkungan dan Transisi Berkelanjutan

  Program                           Hasil                                                 Kontribusi untuk SDGs   BRI turut menciptakan nilai lingkungan melalui berbagai kebijakan, pengelolaan risiko, serta
                                                                                                                  program yang mendukung perlindungan lingkungan dan pengelolaan perubahan iklim. Upaya ini
   • Keterwakilan perempuan         • Mendorong dan mewadahi potensi perempuan.
   • Kesetaraan kesempatan          • Komposisi pemimpin perempuan mencapai                                       dilakukan melalui penguatan pengelolaan risiko iklim dalam portofolio pembiayaan dan
     dan hak bagi seluruh             25,63%, melampaui target Kementerian BUMN                                   pengembangan produk dan pembiayaan yang mendukung kegiatan ramah lingkungan. Melalui
     pekerja                          sebesar 25% pada posisi kepemimpinan.                                       langkah-langkah tersebut, BRI berupaya mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan
                                    • Jumlah pekerja disabilitas sebanyak 57 pekerja                              sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
                                      di mana 22 pekerja di antaranya adalah
                                      perempuan.
                                                                                                                  Pilar Pengendalian Emisi dan Perubahan Iklim
   Penerbitan Kebijakan Saling      Menyediakan lingkungan kerja yang saling
   Menghargai di Tempat Kerja       menghormati, bebas dari diskriminasi, pengucilan,
   (Respectful Workplace Policy)    pelecehan, perundungan, dan bentuk kekerasan
                                    lainnya serta menjunjung tinggi martabat dan
                                                                                                                  Program                     Hasil                                            Kontribusi untuk SDGs
                                    harga diri untuk mempertahankan produktivitas
                                    pekerja.                                                                       Penerbitan subsector       Penerbitan Subsector Loan Policy untuk
                                                                                                                   loan policy untuk sektor   sektor beremisi tinggi, termasuk sektor
   Menjamin keselamatan dan         Hasil evaluasi SMK3 mendapatkan nilai 94,26%
                                                                                                                   dengan emisi tinggi.       ketenagalistrikan dan kehutanan.
   kesehatan pekerja dengan         atau kriteria “memuaskan” dari PT Multi
   menjalankan Sertifikasi Sistem   Sertifikasi Indonesia.                                                         Pelaksanaan Climate Risk   Pelaksanaan Climate Risk Stress Testing (CRST)
   Manajemen Keselamatan dan                                                                                       Stress Testing (CRST)      untuk mengevaluasi potensi dampak finansial
   Kesehatan Kerja (SMK3)                                                                                                                     dari risiko terkait perubahan iklim.
   Kebijakan dan Asesmen Hak        Cakupan Asesmen HAM:                                                           Pengembangan produk        Penyaluran Sustainability-Linked Loan sebesar
   Asasi Manusia:                   • 44,77% pekerja BRI mengikuti asesmen HAM                                     keuangan berkelanjutan.    USD 120,5 juta serta peluncuran fitur Carbon
   • Pakta komitmen terhadap          (38.035 dari 84.949 pekerja)                                                                            Management pada Qlola Cash Management.
     HAM                            • 100% dari total rantai pasok/mitra BRI
                                                                                                                   Green Network              • 926 Eco-friendly Vehicle (Termasuk Mobil
   • Kebijakan umum HAM               mengikuti asesmen HAM (416 dari 416
                                                                                                                                                dan Motor)
   • Asesmen HAM pada                 pemasok)
                                                                                                                                              • 152 kantor cabang menggunakan panel
     pekerja dan rantai pasok/
                                                                                                                                                surya
     mitra.
                                                                                                                                              • 746.404 kgCO2e dihindari melalui Program
                                                                                                                                                Zero Waste to Landfill
Page 23
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related             Sustainability-related                 General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure                    Disclosure                          Topic Disclosure
                                                                                                                                      Lampiran                                                                                                                                        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   23




  Ikhtisar Bisnis dan Keberlanjutan
   Penghargaan dan Rating ESG

   ​​​​​​​Selain penilaian kinerja keuangan, investor semakin mempertimbangkan parameter lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam pengambilan keputusan investasi mereka. Untuk itu, BRI senantiasa
   berkomitmen untuk meningkatkan penerapan ESG serta secara berkelanjutan mengevaluasi kinerjanya melalui analisis dan pemeringkatan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga terkemuka.


            CSA S&P Global Score                            Sustainability Yearbook Member                                          Sustainalytics                                                  MSCI                                      CGPI                                      ASEAN Corporate Governance




                                                                                                                                    ESG Risk rating
                ESG Score                                                                                                                                                                    Predikat ESG


             74                                                                                                                     18.4
                                                                                                                                                                                                                                            Overall Score




                       /100                                                                                                         RISIKO RENDAH
                                                                                                                                                                                                    A                                   95.38/100
                                                                                                                                                                                                                                        Most Trusted Company
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Top 5 Public Listed Companies
                                                                                                                                                                                                                                                                                           in Indonesia and ASEAN Asset Class


                   2025                                                                                                                 2025                                                        2025                                       2025




                                                                                        IDX Kehati Index                                                 Asia Sustainability                                   Asia Sustainability                                     FTSE 4 Good
                                    IDX ESG Leaders                                                                                                   Reporting Awards(ASRA)                                Reporting Rating (ASRRAT)


                                                                                                    INDEKS ESG SECTOR
                                                                                                    LEADERS IDX KEHATI
                                                The ESG Leaders Index
                                                measures the performance                            Merupakan indeks yang berisikan
                                                of companies with favorable ESG                     saham dengan hasil penilaian
                                                assessments and those not                           kinerja ESG di atas rata-rata
                                                involved in significant                             industrinya.
                                                controversies.


                                                                                                                                                                                                                  Nilai: 93 - 100
                                                                                         ESG Sector Leader
                                                                                            IDX Kehati /                                                                                                       PLATINUM
                                                                                                                                                                                                                 RANK
                                                                                         ESG Quality 45 IDX                                        Platinum - Asia's Best Sustainability Report
                                                                                              Kehati                                                             (Public Sector)
                            Hingga saat ini, BRI adalah konstituen                                                                              Platinum - Asia's Best Sustainability Report (CEO                                                                Hingga saat ini, BRI merupakan
                             dari IDX ESG Leaders Index (ESGL)                                                                                                       Letter)                                                                                   konstituen dari FTSE 4 Good Index
                                                                                                                                                     Gold - Asia's Best Materiality Reporting

                                                                                               2025                                                                                                                   2025
Page 24
                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                Lampiran   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   24




       Keberlanjutan
       di BRI




            Strategi Keberlanjutan     25
Page 25
                                                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related             Sustainability-related               General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                    Disclosure                        Topic Disclosure
                                                                                                                    Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   25




  Keberlanjutan di BRI
  Strategi Keberlanjutan [OJK A.1 C.1] [GRI 2-24]                                                                                     Berlanjutnya transformasi BRI melalui BRIVolution Reignite menandai komitmen Perusahaan untuk
                                                                                                                                      terus beradaptasi dengan dinamika lingkungan usaha yang semakin kompleks. Dengan
  Sebagai bentuk penguatan komitmen tersebut, BRI berpedoman pada Surat Edaran Direksi tentang                                        memperkenalkan positioning baru sebagai “Satu Bank untuk Semua”, BRI menegaskan perannya
  Kebijakan dan Strategi Keberlanjutan, yang menegaskan penerapan tiga pilar utama Lingkungan,                                        sebagai bank universal yang inklusif, relevan, dan berorientasi jangka panjang bagi seluruh lapisan
  Sosial, dan Tata Kelola (ESG) sebagai fokus strategis dalam pelaksanaan agenda keberlanjutan                                        masyarakat Indonesia.
  Perusahaan, meliputi:
                                                                                                                                      Transformasi ini mencerminkan kesadaran BRI bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan
                                                                                                                                      oleh kinerja keuangan, tetapi juga oleh kemampuan Perusahaan dalam menjawab ekspektasi
                                                                                                                                      nasabah, memperkuat kepercayaan publik, serta mengelola dampak ekonomi, sosial, dan tata
                                                                Tujuan
                                                                                                                                      kelola secara bertanggung jawab. Dalam konteks tersebut, visi dan misi keberlanjutan BRI menjadi
     Menjadi World-Class Sustainable Banking Group yang Fokus pada Dimensi Lingkungan, Sosial,                                        landasan strategis untuk memastikan bahwa pertumbuhan usaha selaras dengan penciptaan nilai
                                                                                                                                      jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
                                           dan Tata Kelola

                                                 Sustainability Strategy Pillars                                                      Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan [OJK E.1] [GRI 2-23] [GRI G4 FS1]
                                                                                                                                      Strategi keberlanjutan BRI terdiri atas tiga pilar keberlanjutab, yaitu Adaptive & Dynamic Portfolio
                                                                                                                                      Management, Stakeholder Empowerment, serta Responsible Business & Operations. Sebagai
                                                                                                                                      bentuk implementasi strategi tersebut, BRI telah menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
                                                                                                                                      (RAKB) yang mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017
                  Adaptive Portfolio                                                              Responsible Business and
                                                                                                                                      tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan
                                                      Stakeholder Empowerment                                                         Publik. RAKB BRI mencakup rencana jangka panjang lima tahunan periode 2025–2029 serta
                    Management                                                                          Operations
                                                                                                                                      rencana jangka pendek tahunan, RAKB Tahun 2025 yang ditetapkan melalui SK No. S.2241-DIR/
               Dampak langsung dan tidak
              langsung aktivitas perusahaan
                                                      Mencakup hubungan perusahaan
                                                     dengan pekerja, kondisi kerja, serta
                                                                                               Tata kelola perusahaan yang mencakup
                                                                                                   product governance, corporate
                                                                                                                                      ESG/05/2025. Implementasi RAKB dilakukan untuk memastikan bahwa prinsip keberlanjutan
                  terhadap lingkungan.                peran sosial BRI bagi masyarakat              governance, etika bisnis, serta   terintegrasi secara menyeluruh dalam proses bisnis dan operasional. Hal ini diwujudkan melalui
                                                                   sekitar                        pengelolaan sistem informasi dan
                                                                                                            keamanan siber
                                                                                                                                      berbagai inisiatif, antara lain pembiayaan berwawasan lingkungan, pelaksanaan program Tanggung
                                                                                                                                      Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta penerapan praktik operasional yang ramah lingkungan.
         • Keuangan Berkelanjutan                   • Pemberdayaan Nasabah                       • Tata Kelola Perusahaan

         • Risiko Iklim                             • Pemberdayaan Pekerja                       • Bisnis yang Beretika               Pengembangan RAKB berada di bawah pengawasan Direktur Kepatuhan dan disusun oleh Komite
         • Green Banking                            • Pemberdayaan Masyarakat                    • Risiko dan Keamanan Siber          ESG dengan melibatkan direktorat terkait. Proses penyusunan dilakukan secara lintas unit kerja
                                                                                                 • Green Network                      guna memastikan keselarasan implementasi di seluruh organisasi. Dokumen RAKB, baik jangka
                                                                                                                                      pendek maupun jangka panjang, telah memperoleh persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris pada
                                                                                                                                      28 November 2025. Dokumen tersebut terdiri atas RAKB Jangka Panjang (2025-2029) serta RAKB
                                                                                                                                      Jangka Pendek Tahunan 2025 yang memuat rincian inisiatif dan target. Realisasi RAKB secara
                                                                                                                                      tahunan dilaporkan secara berkala setiap tahun kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

                                               Dampak SDGs yang Diharapkan
Page 26
                                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related     Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure            Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   26




  Keberlanjutan di BRI
  Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Tahun 2025 [GRI 2-23]

   Kategori          Program          Deskripsi                                                                       Pencapaian
   Adaptive & Dynamic Portfolio Management

   Sustainable       Integrasi        Integrasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia ke dalam Sustainable       Integrasi Taksonomi telah tersedia pada aplikasi BRISPOT Wholesale. Selain itu, telah disusun dokumen Business
   Finance           Taksonomi        Financing BRI guna memperkuat langkah-langkah strategis BRI untuk               Requirement Document (BRD) sebagai dasar pengembangan ESG Dashboard, termasuk rencana integrasi lebih
                     Indonesia        mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050. Integrasi ini          lanjut dengan aplikasi BRISPOT.
                     ke dalam         memungkinkan BRI untuk lebih fokus pada pembiayaan sektor-sektor yang
                     Sustainable      memiliki dampak positif terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi sesuai
                     Financing        dengan klasifikasi taksonomi tersebut.
                     Pengembangan     a.   Penerbitan Instrumen Non-DPK IDR dan Valas untuk memenuhi kebutuhan        Telah diterbitkannya Goodfund Social Bond sebesar Rp5 Triliun pada 26 Juni 2025. Selain itu, LTN Tapera Tahun
                     Produk                likuiditas BRI. Penerbitan funding non-DPK dilakukan tentatif dengan       2025 telah dibukukan pada 16 Januari 2025 dengan nilai sebesar Rp81.271.555.499.
                     Sustainable           tetap memperhatikan pertumbuhan DPK & pinjaman serta kondisi pasar
                     Funding
                                      b.   Penerbitan Non-DPK valas dalam bentuk loan untuk meng-cover
                                           kebutuhan likuiditas pinjaman jangka panjang (matching basis), termasuk
                                           funding plan untuk kebutuhan UKLN
                                      c.   Penerbitan Efek Tapera (Long Term Notes) dalam rangka pembiayaan           Telah diterbitkan LTN sebesar Rp218 Miliar dan SBK sebesar Rp500 juta.
                                           Kredit Tapera
                     Digitalisasi     Program kerja ini bertujuan untuk memperkuat inisiatif keuangan berkelanjutan   Telah dilakukan pengembangan QLola Insurance Dashboard.
                     dan Inovasi      melalui digitalisasi dan inovasi produk di BRI, program ini difokuskan untuk
                                                                                                                      BRI telah mengoptimalkan infrastruktur penerbitan (issuing) dan penerimaan (acquiring) kartu internasional
                     Produk yang      mengembangkan platform dan layanan yang terintegrasi dan efisien, dengan
                                                                                                                      (Mastercard, Visa, JCB) melalui sistem internal untuk meningkatkan efisiensi transaksi nasabah.
                     mendukung        orientasi keberlanjutan dalam operasional dan pengelolaan keuangan.
                     Sustainable                                                                                      BRI telah menyelesaikan serangkaian inovasi digital strategis sepanjang tahun 2025 mencakup:
                     Finance                                                                                          •    penyediaan fitur pencairan kredit langsung melalui aplikasi (Loan on App),
                                                                                                                      •    optimalisasi transaksi QRIS yang lebih efisien,
                                                                                                                      •    digitalisasi layanan mandiri untuk pengajuan limit dan pemblokiran kartu, dan
                                                                                                                      •    perluasan akses melalui integrasi pengajuan kartu kredit pada platform mitra pihak ketiga
                                                                                                                      BRI telah mengintegrasikan sistem pra-registrasi Corporate Card dan aplikasi Ecopay ke dalam platform QLola,
                                                                                                                      guna memberikan kemudahan pengelolaan biaya operasional bagi nasabah korporasi.
                                                                                                                      BRI telah merampungkan pengembangan modul verifikasi risiko dan uji kepatuhan kredit pada platform digital
                                                                                                                      korporasi.
                                                                                                                      BRI telah memperkuat infrastruktur teknologi untuk menjamin keberlangsungan layanan (business continuity)
                                                                                                                      melalui modernisasi sistem cadangan (Stand In) guna meminimalkan waktu henti operasional (downtime). Selain itu,
                                                                                                                      BRI telah mengimplementasikan sistem pendukung transaksi lintas mata uang (Cross Currency) yang terintegrasi,
                                                                                                                      guna memfasilitasi kebutuhan transaksi valas nasabah secara lebih efisien dan kompetitif di pasar global.
   Green Banking     Pengembangan     Penambahan fitur perhitungan carbon pada aplikasi Qlola dan BRImo.              Fitur perhitungan emisi karbon telah resmi beroperasi pada platform QLola untuk mendukung pengelolaan
                     Produk Carbon                                                                                    keberlanjutan nasabah korporasi.
                     Management
                                                                                                                      Telah tersedia hasil metodologi dan business process implementasi perhitungan carbon pada BRImo.
                     Nasabah
Page 27
                                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related       Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure              Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                               Lampiran                                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   27




  Keberlanjutan di BRI
   Kategori           Program            Deskripsi                                                                      Pencapaian

   Climate Risk       Integrasi          Program kerja ini bertujuan untuk mengintegrasikan risiko iklim ke dalam       Telah diimplementasikan strategi dekarbonisasi untuk emisi Scope 1 dan Scope 2 berdasarkan identifikasi sumber
                      climate risk ke    manajemen risiko BRI, sehingga memungkinkan identifikasi, mitigasi,            emisi, sebagai bagian dari upaya pengendalian dampak lingkungan operasional.
                      manajemen          dan pengelolaan dampak risiko iklim terhadap portofolio dan operasional
                                                                                                                        Telah dilakukan survei kepuasan pengguna atas fitur QLola Carbon Management serta pengembangan lanjutan
                      risiko             perusahaan. Melalui integrasi ini, BRI berupaya memastikan bahwa strategi
                                                                                                                        berdasarkan masukan pengguna, termasuk implementasi modul Finance Emission pada sistem BRISSIM.
                                         dan kebijakan risiko yang diambil dapat mengantisipasi perubahan iklim yang
                                         berpotensi memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan di masa depan.           Telah dilakukan pelaporan Buku 6 CRMS OJK untuk seluruh portofolio, guna mendukung pemenuhan ketentuan
                                                                                                                        regulator dan penguatan pengelolaan risiko.
   Stakeholder Empowerment
   Customer           Revamp produk      Melalui layanan seperti mikroasuransi atau mikrofinansial, BRI Group dapat     Pengembangan PARI Corporate telah selesai dan diimplementasikan pada awal tahun 2025. Namun, berdasarkan
   Empowerment        & jasa yang        memperluas penawaran untuk menjangkau pelanggan yang belum memiliki            kebijakan internal, pemasaran produk PARI serta penyaluran kredit terkait program tersebut dihentikan, sehingga
                      mendukung          akses ke layanan keuangan dasar. Layanan semacam ini tidak hanya               tidak dilakukan pengembangan lanjutan atas program Enhancement PARI Corporate.
                      Financial          memenuhi kebutuhan sosial yang semakin meningkat di banyak negara,
                      Inclusion          tetapi juga mendorong pembangunan lokal yang berkelanjutan, memperluas         New disbursment KPRS sebesar Rp 4,056 T.
                                         potensi basis pelanggan BRI, serta merespons semakin banyaknya investor        Jumlah Debitur KPRS 32.209.
                                         yang mencari imbal hasil dengan prinsip triple bottom line.
                                                                                                                        Implementasi host-to-host migrasi KPRS dari Tapera Mobile telah selesai dikembangkan pada tahun 2025. Saat
                                                                                                                        ini, implementasi menunggu jadwal penutupan sistem Sikasep sebelum dilakukan integrasi host-to-host dengan
                                                                                                                        Tapera Mobile.
                      Customer           Meningkatkan pengalaman pelanggan melalui berbagai alat dan strategi           Per Desember 2025, terjadi percepatan SLA penyelesaian pengaduan nasabah sebesar 15,29% dengan rata-rata
                      Excellence         yang telah diterapkan oleh BRI. Program ini fokus pada pengelolaan             waktu penyelesaian 32,4 jam dibandingkan tahun 2024 sebesar 38,3 jam. Selain itu, proses pengadaan sistem
                      Policy &           hubungan dengan pelanggan, pengembangan strategi online yang efektif,          CHM Fase 2 telah berjalan guna mendukung peningkatan kualitas layanan dan efektivitas pengelolaan pengaduan
                      Program            serta optimalisasi saluran penjualan dan distribusi. Selain itu, program ini   nasabah.
                                         juga menekankan pentingnya kepuasan pelanggan dan perlindungan hak-
                                         hak konsumen, sehingga BRI dapat memberikan layanan yang lebih baik            Per Desember 2025, FCR mencapai 86,02%. Selain itu, dilakukan penyesuaian pengelolaan fungsi complaint
                                         dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Dengan pendekatan ini, BRI         handling kepada unit terkait untuk meningkatkan efektivitas penanganan pengaduan, termasuk pada layanan
                                         berkomitmen untuk menciptakan hubungan jangka panjang yang saling              merchant, e-banking, dan chargeback.
                                         menguntungkan dengan pelanggan.
   Community          Penyusunan         Kurangnya kerangka kerja yang jelas dalam implementasi SDGs di BRI             Telah tersedia Sustainability Impact Framework.
   Empowerment        Metodologi         menciptakan tantangan dalam menyelaraskan kegiatan bisnis dengan tujuan
                      Social Impact      tersebut. Untuk meningkatkan kontribusi terhadap SDGs, BRI mengadopsi
                      - UNSDGs           framework ISO/UNDP PAS 53002:2024. Framework ini dirancang sebagai
                      Adaptation         panduan bagi organisasi untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan
                      (ISO/UNDP PAS      secara sistematis dalam operasi bisnis, merespons kebutuhan global akan
                      53002)             praktik yang selaras dengan dampak sosial dan lingkungan yang positif.
                      Program BRI        Emisi karbon semakin meningkat, sehingga diperlukan mitigasi untuk
                      Menanam            mengurangi emisi karbon tersebut. BRI mengambil langkah untuk turut serta
                                         dalam mengurangi emisi tersebut dengan
                                         a.   BRI Nursery Fasility merupakan pusat pembibitan pohon-pohon produktif     Telah dilakukan penanaman 55.000 mangrove di Rote Ndao, Kepulauan Rote, NTT, melanjutkan program
                                              dalam program BRI Menanam                                                 sebelumnya.
                                         b.   BRI Waste Management merupakan fasilitas budidaya maggot atau black       Telah dilakukan tambahan transplantasi 1.500 fragmen terumbu karang di Kapoposang, Sulawesi Selatan.
                                              soldier Fly (BSF) dengan metode pengelolaan Sampah Padat Domestik
                                              (SPD)
                                         c.   Penanaman mangrove, tanaman produktif, secara bertahap dalam              Telah dilakukan penambahan sebanyak 1.900 bibit tanaman produktif di 18 Regional Office BRI
                                              menciptakan lingkungan hidup yang lebih nyaman, dan mengurangi
                                              polusi di daerah tanam
Page 28
                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related       Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure              Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   28




  Keberlanjutan di BRI
   Kategori         Program            Deskripsi                                                                   Pencapaian

   Employee         Program            Pengembangan materi komunikasi dan platform terkait employer branding       Telah terlaksana program sesi employer branding dengan skala nasional dan regional dalam bentuk berbagai
   Empowerment      Employee Well-     yang kuat, targeted, dan segmented.                                         Campus Visit, Job Fair, dan BRILIANEXT (offline) serta konten-konten employer branding di Instagram Life at BRI
                    Being                                                                                          dan LinkedIn (online).
                                                                                                                   Telah tersedia report analisa EVP/review EVP yang tertuang dalam report Employer Branding Survey 2025.
                                                                                                                   Telah dilaksanakan User Acceptance Test (UAT) untuk modul Employee Carbon Tracker pada aplikasi BRILiaN
                                                                                                                   Apps.
   Responsible Business & Operation
   Corporate        Implementasi       Proses berkesinambungan untuk merumuskan tata kelola, strategi,             Telah Tersedia metrics dan target pada rekomendasi IFRS S1.
   Governance       IFRS S1 & S2       pengelolaan risiko dan penetapan target terkait iklim sesuai dengan acuan   Tersedia framework IFRS S1 dislosure yang akan dikomunikasikan dalam Sustainability Report 2025.
                                       IFRS. IFRS S1 dan IFRS S2 adalah standar laporan keuangan yang ditetapkan
                                       oleh Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) untuk membantu            Implementasi strategi dekarbonisasi BRI untuk scope 1 dan 2 berdasarkan sumber emisi, yang dilakukan dengan
                                       perusahaan dalam mengungkapkan informasi terkait keberlanjutan dan risiko   cara implementasi data primer dan/inisiatif lain.
                                       yang terkait dengan perubahan iklim.
   Risk &           Digital            Integrasi manajemen risiko dalam struktur tata kelola perusahaan mencakup   Implementasi integrasi API consent dengan aplikasi front-end (Minimal 2 Aplikasi Front-End)
   Cybersecurity    Resiliency         pada mitigasi risiko siber dan risiko terkait lingkungan.
                                                                                                                   Tersedianya Dokumen Hasil Testing & Piloting integrasi dengan aplikasi Front End (Minimal 2 Aplikasi Front-End)
                    Policy and
                                                                                                                   Implementasi enhancement Data Model Consent
                    Program
                                                                                                                   1.   Tersedia hasil penilaian kesenjangan penerapan perlindungan Data Pribadi (Data Protection Gap Assessment)
                                                                                                                        pada Q3 2025
                                                                                                                   2.   Telah tersedianya hasil analisis penilaian Data Privacy Maturity Assessment dengan score 2,45 (Repeatable).
                                                                                                                   3.   Telah tersedianya pelaksanaan transfer knowledge dan penyampaian hasil Penilaian dan rencana tindaklanjut
                                                                                                                        Data Privacy Maturity Assessment kepada unit kerja terkait.
                                                                                                                   4.   Telah terlaksananya pendampingan penyusunan ROPA, DPIA , dan LIA.
                                                                                                                   5.   Telah terlaksananya aktivitas Create & Review: 1. Final Document
                                                                                                                   6.   Telah tersedianya Laporan akhir Project Data Privacy Maturity Assistance.
                                                                                                                   Implementasi Data Privacy Management Tools telah dimulai pada Desember 2025 yang ditandai dengan
                                                                                                                   pelaksanaan kick-off project. Selain itu, dokumen pengadaan untuk implementasi sistem telah tersedia sebagai
                                                                                                                   bagian dari penguatan tata kelola dan perlindungan data.
                                                                                                                   Telah dilakukan pengujian modul StoneX ISO 20022 pada proyek Modernisasi Core Banking & Surrounding
                                                                                                                   Applications BRI New York Agency tahap MVP 2. Selain itu, kinerja keuangan BRI New York Agency pada tahun
                                                                                                                   2025 mencatat laba sebesar USD 13,411,699 atau mencapai 111,13% dari target, serta Fee-Based Income sebesar
                                                                                                                   USD 12,336,592 atau mencapai 144,19% dari target.
                                                                                                                   Telah tersedia Gap Assessment & Design Architecture PBC for 4th Usecase (PBC Savings Account)
                    Penguatan Risk     Program ini mempunyai fokus terhadap penguatan budaya risiko dan            Telah tersedia implementasi komunikasi risk culture berupa :
                    Management         kebijakan yang mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial dalam setiap    • 3 buah Materi Operational Risk News
                    yang terkait       proyek dan aktivitas bisnis.                                                • 1 Katalog Risk Awareness
                    dengan ESRM                                                                                    • 3 design Benner dan materi landing page BRIStars
                    Framework                                                                                      • 3 design Background desktop pekerja
                                                                                                                   Telah tersedia Dashboard atas data Kualitas Kredit
                                                                                                                   Telah dilaksanakan Webinar Risk Upgrade Series regulary
   Green Network    Green Network      Program kerja yang bertujuan untuk mendukung implementasi inisiatif         Telah tersedianya Ramp di 100 Unit Kerja BRI
                    Escalation         keberlanjutan di Unit Kerja BRI.
                                                                                                                   Sebanyak 10 Unit Kerja BRI telah terpasang Solar Panel.

                                                                                                                   Telah tersedia 130 unit kendaraan listrik
Page 29
                                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related       Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure              Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   29




  Keberlanjutan di BRI
   Kategori       Program            Deskripsi                                                                       Pencapaian

   Business       Penguatan          Program kerja yang bertujuan untuk memastikan kepatuhan dan integritas          Pengembangan aplikasi BRIMEN terus dilanjutkan melalui penyempurnaan modul pengelolaan gedung/depo,
   Ethics         infrastruktur      yang tinggi dalam seluruh operasi keuangan perusahaan, khususnya dalam          pengembangan fitur inventory management, serta penambahan fitur pengelolaan dokumen kredit. Selain itu,
                  audit dan tata     aspek keberlanjutan. Program ini meliputi langkah-langkah pengembangan          dilakukan integrasi dengan sistem terkait guna mendukung penguatan tata kelola dan pengendalian operasional
                  kelola keuangan    sistem audit internal yang lebih kuat. Dengan sistem audit yang terintegrasi,   yang lebih efektif. Penyesuaian target pengembangan dilakukan sesuai kebutuhan dan prioritas implementasi.
                  berkelanjutan      perusahaan dapat lebih dini mendeteksi dan mengelola risiko yang
                                                                                                                     Penguatan pengendalian dilakukan melalui percepatan penyediaan data anomali, pengembangan indikator
                                     berpotensi mengakibatkan fraud, sehingga menjaga kepercayaan pemangku
                                                                                                                     pemantauan, serta penyediaan dashboard monitoring guna mendukung identifikasi irregularity secara lebih cepat
                                     kepentingan.
                                                                                                                     dan akurat, disertai rekomendasi perbaikan kepada control owner.
                                                                                                                     Tersedia metodologi dan perhitungan capital allocation pada level unit kerja
                                                                                                                     Penyempurnaan sistem pricing dilakukan melalui pengembangan BRIGo sebagai pengganti E-Price, termasuk
                                                                                                                     integrasi sistem, penyediaan laporan pendukung, pemenuhan rekomendasi audit, serta sosialisasi implementasi
                                                                                                                     guna meningkatkan efektivitas pengendalian.

  Pada implementasi RAKB, Dewan Komisaris dan Direksi memiliki peran masing-masing sebagaimana                          •    mengawasi kepatuhan satuan kerja dalam menerapkan Keuangan Berkelanjutan;
  berikut.[E.1]                                                                                                         •    mengawasi Unit Bisnis dan Unit Kerja Operasional agar menunjuk pejabat untuk bertanggung
                                                                                                                             jawab terhadap penerapan Keuangan Berkelanjutan;
  Dewan Komisaris                                                                                                       •    mengawasi kebijakan dan prosedur keuangan berkelanjutan agar sejalan dengan perubahan
  Dewan Komisaris memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk secara aktif melakukan                                  dan pengembangan produk, jasa, dan teknologi bank yang disesuaikan dengan perkembangan
  pengawasan terhadap Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang mengacu pada                                           Keuangan Berkelanjutan;
  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 51 Tahun 2017 serta peraturan perundang-undangan                           •    mengawasi program pengembangan kapasitas internal yang berkaitan dengan Keuangan
  yang berlaku lainnya, seperti:                                                                                             Berkelanjutan secara berkala; serta
  •   Memberikan persetujuan atas kebijakan Keuangan Berkelanjutan yang merupakan salah satu                            •    mengelola, melakukan telaah berkala, dan meninjau efektivitas proses manajemen risiko
      kebijakan spesifik bank.                                                                                               sebagai tugas, tanggung jawab, dan wewenang Direksi terkait dengan penerapan Keuangan
  •   Memberikan persetujuan terhadap Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB).                                            Berkelanjutan.
  •   Memberikan persetujuan mengenai Laporan Keberlanjutan.
  •   Melakukan pengawasan atas pelaksanaan tanggung jawab pihak Direksi terhadap penerapan                             Tantangan Penerapan Keuangan Berkelanjutan [OJK E.5]
      Keuangan Berkelanjutan.                                                                                           Dalam menerapkan keuangan berkelanjutan, BRI menghadapi berbagai tantangan baik dari internal
                                                                                                                        maupun eksternal. Tantangan internal berupa pemahaman mengenai keberlanjutan yang belum
  Direksi                                                                                                               merata di seluruh organisasi. Menghadapi tantangan tersebut, BRI menyelenggarakan sejumlah
  Direksi memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk menerapkan Rencana Aksi Keuangan                           pelatihan yang terstruktur dan konsisten di berbagai tingkatan, mulai dari kantor pusat, kantor
  Berkelanjutan (RAKB) yang mengacu pada Anggaran Dasar Bank serta peraturan perundang-                                 wilayah, kantor cabang, hingga unit kerja lainnya. Selama tahun 2025, BRI menyelenggarakan
  undangan, antara lain:                                                                                                pelatihan dan seminar mengenai topik-topik keberlanjutan, antara lain topik terkait kepatuhan,
  •    menyusun dan mengusulkan kebijakan Keuangan Berkelanjutan beserta perubahannya kepada                            manajemen risiko, human capital, dan topik lainnya yang dijelaskan lebih lanjut pada Lampiran
       Dewan Komisaris;                                                                                                 halaman 234. Sementara tantangan eksternal melibatkan berbagai aspek, termasuk perkembangan
  •    menyusun dan mengusulkan RAKB kepada pihak Dewan Komisaris;                                                      regulasi terkait keuangan berkelanjutan yang dapat mempengaruhi pasar. Kemajuan teknologi
  •    menyusun dan mengusulkan Laporan Keberlanjutan kepada Dewan Komisaris;                                           digitalisasi juga menjadi tuntutan besar bagi sektor perbankan. Selain itu, terbatasnya panduan dan
  •    mengomunikasikan RAKB kepada para Pemegang Saham dan seluruh struktur organisasi yang                            informasi yang jelas mengenai keuangan berkelanjutan di setiap industri turut memperbesar
       ada di bank;                                                                                                     tantangan yang dihadapi, menambah kompleksitas dalam menavigasi lanskap keberlanjutan yang
  •    mengawasi satuan kerja yang melaksanakan kebijakan dan prosedur Keuangan Berkelanjutan                           terus berkembang. Untuk menanggapi tantangan eksternal ini, BRI menerapkan manajemen risiko
       secara terpisah dari satuan kerja yang mengawasi penerapannya;                                                   yang kuat dengan secara sistematis mengidentifikasi dan mengurangi potensi risiko terkait tekanan
  •    membentuk satuan kerja khusus di kantor pusat yang bertanggung jawab terhadap penerapan                          eksternal. Pendekatan ini memastikan ketahanan dan adaptabilitas dalam inisiatif keuangan
       Keuangan Berkelanjutan di bank;                                                                                  berkelanjutan BRI. [OJK E-5] [GRI G FS6]
Page 30
                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related       Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure              Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   30




       Kepentingan dan Materialitas
       Keterlibatan Pemangku




        Keterlibatan Pemangku Kepentingan                 31      Proses Identifikasi Pemangku Kepentingan   31   Saluran Pelibatan Pemangku Kepentingan   32
        Penilaian Materialitas         33
Page 31
                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   31




  Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
  BRI berkomitmen untuk mendengarkan dan menanggapi kebutuhan para pemangku kepentingan
  melalui pelibatan pemangku kepentingan yang inklusif dalam proses penilaian materialitas. Dalam             Kriteria Penilaian dan Pemilihan
  prosesnya, BRI memastikan bahwa berbagai kepentingan dan ekspektasi para pemangku                           Pemangku Kepentingan                         Stakeholder Groups Engaged
  kepentingan telah terakomodasi sehingga hasil penilaian materialitas mencerminkan prioritas
  internal sekaligus memenuhi ekspektasi eksternal, menjadi dasar kebijakan dan strategi
                                                                                                        • Kebutuhan                                  • Investor              • Pekerja
  keberlanjutan yang mencerminkan kepentingan bersama.
                                                                                                        • Keberagaman                                • Regulator             • Badan Pengurus
                                                                                                        • Kemauan untuk berpartisipasi               • Nasabah                 BUMN dan
  Keterlibatan Pemangku Kepentingan[E.4][GRI 2-12][GRI 2-29][GRI 3-1][GRI G4 FS5]                       • Pengaruh pada BRI                          • Pemasok                 Danantara
                                                                                                        • Ketergantungan pada BRI                    • Dewan Komisaris
  BRI memiliki komitmen kuat terhadap keterlibatan pemangku kepentingan sebagai bagian dari                                                            dan Direksi
  penerapan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Sejalan dengan Prinsip-prinsip United Nations Global
  Compact (UNGC), BRI menjunjung tinggi dan menghormati hak asasi manusia yang diakui secara
  internasional (Prinsip 1) serta memastikan kegiatan operasionalnya tidak terlibat dalam pelanggaran
  hak asasi manusia (Prinsip 2). Pelibatan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengidentifikasi
                                                                                                         Umpan Balik atas Laporan 2024 dan Pembahasan Manajemen[G.3]
  risiko dan peluang, serta dalam penerapan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap potensi
  dampak.
                                                                                                         BRI senantiasa menyediakan kanal komunikasi bagi para pemangku kepentingan untuk
  BRI mengadopsi pendekatan yang sistematis dan inklusif dalam melibatkan pemangku kepentingan           menyampaikan aspirasi mereka. BRI memiliki mekanisme media monitoring, menyediakan
  untuk mendengarkan, memahami, dan merespons kebutuhan serta harapan pemangku kepentingan,              Whistleblowing System (WBS), serta evaluasi rating ESG. Berdasarkan hasil pemantauan
  serta memastikan bahwa kebijakan perusahaan sesuai dengan ekspektasi mereka. Untuk                     sepanjang tahun 2025, tidak terdapat masukan spesifik maupun keberatan dari pemangku
  memastikan pelibatan yang bermakna, BRI berkomitmen untuk menjalankan komunikasi yang                  kepentingan terhadap isi Laporan Keberlanjutan 2024.
  terbuka, transparan, dan responsif, serta menciptakan ruang bagi dialog yang konstruktif. Dengan
  demikian, BRI dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan dan menciptakan nilai
  berkelanjutan bagi seluruh pihak terkait.
                                                                                                         Diskusi dan Tanggapan Investor
  Dalam proses penilaian materialitas BRI, keterlibatan pemangku kepentingan merupakan elemen
  yang esensial dari keseluruhan proses penilaian. Melalui pelibatan pemangku kepentingan, BRI           BRI melaksanakan diskusi dengan investor secara reguler sepanjang tahun guna
  memastikan bahwa berbagai kepentingan dan ekspektasi para pemangku kepentingan terakomodasi            mendapatkan aspirasi dan menanggapi umpan balik dari investor.
  secara optimal, sehingga hasil penilaian mencerminkan prioritas internal sekaligus memenuhi
  ekspektasi eksternal.

                                                                                                         Kuesioner Materialitas
  Proses Identifikasi Pemangku Kepentingan

  BRI mengidentifikasi pemangku kepentingan berdasarkan tingkat pengaruh dan ketergantungan              BRI menyebarkan kuesioner materialitas secara online guna mendapatkan perspektif
  mereka terhadap aktivitas operasional BRI, serta dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan bisnis BRI      pemangku kepentingan yang lebih luas.
  terhadap mereka. BRI mengelompokkan pemangku kepentingan ke dalam dua kategori, yaitu
  Pemangku Kepentingan Internal (Pekerja) dan Pemangku Kepentingan Eksternal (Nasabah,
  Investor, Regulator, dan Pemasok), sebagai pemangku kepentingan utama berdasarkan kebutuhan,
  keberagaman, kesediaan untuk terlibat, serta dampak timbal balik terhadap BRI. Dengan
  memprioritaskan pemangku kepentingan utama tersebut, BRI mendorong kolaborasi dan dukungan,
  serta memastikan keterlibatan mereka terintegrasi dalam seluruh aktivitas pengelolaan ESG,
  termasuk dalam proses penentuan materialitas.
Page 32
                                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                         Lampiran                                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   32




  Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
  Saluran Pelibatan Pemangku Kepentingan[E.4][GRI 2-29]

  Untuk memastikan komunikasi yang efektif dan pelibatan yang bermakna, BRI menyediakan beragam saluran yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap kelompok pemangku kepentingan.
  Melalui saluran tersebut, BRI tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menyerap aspirasi, kebutuhan, dan ekspektasi pemangku kepentingan, yang kemudian diintegrasikan ke dalam strategi bisnis
  dan pengelolaan ESG perusahaan, termasuk dalam proses penentuan materialitas. Hasil pelibatan tersebut didokumentasikan sebagai masukan strategis dan diintegrasikan ke dalam berbagai aspek tata
  kelola serta praktik pengelolaan perusahaan.

   Pemangku
                      Penanggung Jawab            Minat dan Kepentingan                  Basis Penetapan                                  Respon BRI                                        Saluran Pelibatan
   Kepentingan
   Nasabah           • Customer Experience       • Bisnis yang Beretika        Hubungan ekonomi yang timbul dari        • Pengembangan produk dan layanan perbankan        • Layanan nasabah (tersedia 24 jam setiap hari)
                       Group                     • Privasi dan Keamanan Data   penggunaan produk dan layanan              yang aman dan andal                              • Platform digital: situs web, email, media sosial, dan
                     • Corporate Secretary       • Keuangan Inklusif           keuangan BRI oleh nasabah, yang          • Penguatan dukungan nonfinansial dan                mobile banking (dapat diakses setiap saat)
                       Group                                                   secara langsung memengaruhi tingkat        kapabilitas nasabah                              • Survei kepuasan nasabah (dilaksanakan setiap
                                                                               kepercayaan nasabah, ekspektasi          • Penguatan sistem privasi dan perlindungan data     bulan)
                                                                               terhadap kualitas layanan, serta hasil   • Penerapan praktik bisnis yang bertanggung        • Kuesioner materialitas (didistribusikan setiap tahun)
                                                                               inklusi keuangan.                          jawab untuk menjaga kepercayaan nasabah

   Pekerja           • Human Capital             • Bisnis yang Beretika        Hubungan ketenagakerjaan dan             • Mendorong penerapan praktik bisnis yang          • Portal internal dan hotline melalui telepon serta
                       Strategy & Policy         • Privasi dan Keamanan Data   kelembagaan dengan BRI, di mana            beretika                                           email (tersedia 24 jam setiap hari)
                       Group                     • Manajemen Risiko dan        pekerja BRI memegang peran strategis     • Memperkuat kesadaran terhadap keamanan           • Rapat manajemen (diselenggarakan sekurang-
                     • Human Capital               Krisis                      dalam mendukung pencapaian tujuan          siber dan privasi data                             kurangnya setiap bulan)
                       Business Partner          • Pengembangan Sumber         korporasi, kinerja operasional, serta    • Meningkatkan kapabilitas manajemen risiko        • Kuesioner materialitas (didistribusikan setiap tahun)
                       Group                       Daya Manusia                keberlanjutan penerapan praktik bisnis   • Pelaksanaan program pengembangan pekerja         • Forum Kerja Sama Bipartit (diselenggarakan
                                                                               yang beretika.                                                                                sekurang-kurangnya satu kali dalam dua tahun)

   Investor          • Investor Relations        • Bisnis yang Beretika        Hubungan ketenagakerjaan dan             • Pengungkapan kinerja keuangan dan                • Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan/RUPST
                       Group                     • Perlindungan Keuangan       kelembagaan dengan BRI, di mana            keberlanjutan secara transparan                    (diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali
                     • Corporate Secretary         Nasabah                     insan BRI memegang peran strategis       • Penguatan tata kelola perusahaan yang baik         dalam setahun)
                       Group                     • Keuangan Inklusif           dalam mendukung pencapaian tujuan        • Pendorongan inisiatif keuangan inklusif          • Situs web (dapat diakses 24 jam setiap hari)
                                                                               korporasi, kinerja operasional, serta    • Memastikan pengelolaan perlindungan              • Pertemuan dengan investor (dilaksanakan setiap
                                                                               keberlanjutan penerapan praktik bisnis     keuangan nasabah yang bertanggung jawab            bulan)
                                                                               yang beretika.                                                                              • Kuesioner materialitas (didistribusikan setiap tahun)

   Regulator         Compliance Group            • Keuangan Inklusif           Hubungan hukum dan regulasi yang         • Penyelarasan kebijakan internal, prosedur, dan   • Penyusunan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
                                                 • Privasi dan Keamanan Data   didasarkan pada kewajiban BRI untuk        praktik bisnis dengan ketentuan regulator          (RAKB) dan Laporan Keberlanjutan (dilaksanakan
                                                 • Manajemen Risiko dan        mematuhi ketentuan perbankan,            • Memastikan kepatuhan terhadap perlindungan         sekurang-kurangnya setiap tahun)
                                                   Krisis                      persyaratan pengawasan, serta              data dan keamanan siber                          • Sesi briefing mengenai kebijakan keuangan
                                                 • Bisnis yang Beretika        kebijakan nasional yang berkaitan        • Penguatan kerangka manajemen risiko dan            pemerintah (diselenggarakan sekurang-kurangnya
                                                                               dengan stabilitas keuangan dan             krisis                                             satu kali dalam setahun)
                                                                               perlindungan nasabah.                                                                       • Pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan/OJK
                                                                                                                                                                             (diselenggarakan sekurang-kurangnya setiap tahun)
                                                                                                                                                                           • Kuesioner materialitas (didistribusikan setiap tahun)

   Pemasok           • Fixed Assets              • Privasi dan Keamanan Data   Hubungan ekonomi dan kontraktual         • Penerapan praktik pengadaan yang                 • Seminar dan sosialisasi (diselenggarakan sesuai
                       Management Group          • Bisnis yang Beretika        melalui pengadaan barang dan jasa          bertanggung jawab                                  kebutuhan)
                     • Procurement & Logistic    • Keuangan Inklusif           yang mendukung kegiatan operasional      • Komunikasi standar tata kelola perusahaan dan    • Kuesioner materialitas (didistribusikan setiap tahun)
                       Operation Group                                         serta rantai pasok BRI.                    kepatuhan
                                                                                                                        • Penguatan keamanan data dalam kolaborasi
                                                                                                                          dengan vendor/pihak ketiga
Page 33
                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
                   Climate-related       Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                      Disclosure              Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                               Lampiran                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   33




  Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
  Penilaian Materialitas (Double Materiality) [GRI 3-1]

  Penilaian materialitas merupakan landasan strategi keberlanjutan BRI, yang memungkinkan                     Melalui pendekatan ini, BRI mengevaluasi kapasitasnya dalam mengidentifikasi faktor-faktor
  Perusahaan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan isu-isu keberlanjutan yang paling relevan             keberlanjutan yang berkontribusi terhadap penciptaan nilai jangka panjang dengan
  terhadap kinerja bisnis maupun ekspektasi pemangku kepentingan. Dalam menentukan topik                      mempertimbangkan keterkaitan antara dampak eksternal (terhadap masyarakat dan lingkungan)
  material, BRI mengadopsi prinsip materialitas ganda (double materiality), yang memungkinkan                 dan dampak internal (terhadap nilai perusahaan). Sejalan dengan pedoman International
  Perusahaan menilai isu keberlanjutan dari dua perspektif yang saling melengkapi, yaitu dampak               Sustainability Standards Board (ISSB), BRI juga memasukkan penilaian materialitas finansial,
  aktivitas BRI terhadap ekonomi, masyarakat, dan lingkungan, serta potensi implikasi finansial dari          khususnya dari perspektif investor, guna memastikan bahwa informasi keberlanjutan yang
  risiko dan peluang terkait keberlanjutan terhadap penciptaan nilai Perusahaan.                              diungkapkan dalam laporan ini mendukung pengambilan keputusan ekonomi yang tepat.

                                     1                                                     2                                        3                                              4


                                                                      Pemetaan Pemangku Kepentingan              Analisis Materialitas dan Penyusunan               Analisis Risiko dan Peluang
   TAHAP




                    Pemilihan Topik Materialitas
                                                                            dan Desain Survei                         Matriks Double Materiality                   (Pasca-Penilaian Materialitas)




              • Menyusun daftar topik keberlanjutan               • Mengidentifikasi pemangku kepentingan      • Melaksanakan penilaian materialitas          • Melaksanakan penilaian yang lebih
   KEGIATAN




                berdasarkan:                                        internal dan eksternal prioritas serta       melalui survei kepada pemangku                 mendalam atas risiko dan peluang yang
                1. Standar dan kerangka keberlanjutan               menetapkan target responden                  kepentingan dengan menggunakan dua             terkait dengan setiap topik material
                   global (SASB, GRI)                             • Menyusun desain survei materialitas dan      dimensi:                                       prioritas
                2. Regulasi yang relevan                            metodologi penilaian                         1. Materialitas Finansial (outside-in):      • Memetakan implikasinya terhadap:
                3. Benchmarking dengan perusahaan                 • Menyiapkan kuesioner yang mencakup              menilai isu-isu keberlanjutan yang          1. Strategi bisnis
                   sejenis dan praktik industri                     perspektif materialitas finansial dan           dapat memengaruhi kinerja keuangan          2. Manajemen risiko
              • Menetapkan ruang lingkup, definisi, dan             materialitas dampak                             dan nilai perusahaan                        3. Metrik dan target
                batasan untuk masing-masing topik                                                                2. Materialitas Dampak (inside-out):         • Menyusun Risk & Opportunity Register
                                                                                                                    menilai dampak kegiatan Perusahaan          serta kerangka pengungkapan yang
                                                                                                                    terhadap masyarakat dan lingkungan          selaras dengan standar pelaporan
                                                                                                               • Menganalisis dan memberikan skor atas          keberlanjutan IFRS
                                                                                                                 tingkat relevansi finansial dan relevansi
                                                                                                                 dampak untuk setiap topik
                                                                                                               • Mensintesis hasil penilaian ke dalam
                                                                                                                 matriks double materiality untuk
                                                                                                                 mengidentifikasi topik-topik material
                                                                                                                 prioritas
                                                                                                               • Hasil penilaian materialitas selanjutnya
                                                                                                                 dilaporkan kepada Direksi dan Dewan
                                                                                                                 Komisaris untuk ditelaah serta
                                                                                                                 memperoleh persetujuan atas daftar
                                                                                                                 final topik material yang akan
                                                                                                                 diungkapkan[GRI 2-14]
Page 34
                                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   34




  Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
  Analisis Materialitas
  BRI melakukan analisis materialitas untuk mengidentifikasi isu-isu yang paling relevan dan berdampak signifikan terhadap kinerja finansial dan dampak sosial maupun lingkungan perusahaan. Berikut ini
  matriks materialitas yang menggambarkan pemetaan berbagai isu keberlanjutan berdasarkan dimensi materialitas finansial dan materialitas dampak.

  Hasil Penilaian Materialitas[GRI 3-1]
  Matriks Materialitas
                                                                                                    Double Materiality
                                       Tingkat Kepentingan Pemangku Kepentingan
                                                                                                      Assessment
                                                                                                                                            Indeks Pengungkapan                   Topik Material 2025
   Topik Material 2025
                                          Dewan dan                             Pemerintah/     Materialitas   Materialitas
                            Investor
                                           Pekerja
                                                        Nasabah    Pemasok
                                                                                 Regulator      Keuangan        Dampak
                                                                                                                               SEOJK               GRI                SASB        1. Bisnis yang Beretika
                                                                                                                                            205, 206, 207, 415    FN-CB-510a.1    2. Privasi dan Keamanan Data
   Bisnis yang Beretika         √            √              √           √             √              ●              ●
                                                                                                                                                                  FN-CB-510a.2    3. Keuangan Inklusif
   Privasi dan Keamanan
                                √            √              √           √             √              ●              ●
                                                                                                                                 F.27              418            FN-CB-230a.1    4. Dampak Perubahan Iklim
   Data                                                                                                                                                           FN-CB-230a.2
                                                                                                                                                                                  5. Emisi yang Dibiayai
                                                                                                                                F.3,F.17,          417            FN-CB-240a.1,
                                                                                                                              F.26 – F.30   G4 FS6, FS7, FS10,    FN-CB240a.2,    6. Pembiayaan Hijau
   Keuangan Inklusif            √            √              √           √             √              ●              ●
                                                                                                                                               FS13 - FS16        FN-CB-240a.3,   7. Pengelolaan Emisi
                                                                                                                                                                  FN-CB-240a.4        Operasional
                                                                                                                                  E.5              102            FN-CB-410a.2
   Dampak Perubahan                                                                                                                                                               8. Manajemen Risiko dan Krisis
                                √             -             -           -             √              ○              ◐                          G4 FS1-FS5,
   Iklim                                                                                                                                                                          9. Pelindungan Keuangan
                                                                                                                                                   FS8
                                                                                                                                 F.11              102            FN-CB-410b.1        Nasabah
                                                                                                                                                                  FN-CB-410b.2    10. Pengembangan Sumber Daya
   Emisi yang Dibiayai          √             -             √           -             -              ○              ◐
                                                                                                                                                                  FN-CB-410b.3
                                                                                                                                                                  FN-CB-410b.4
                                                                                                                                                                                      Manusia
                                                                                                                               F.3, F.26      G4 FS1-FS4,         FN-CB-410b.1    11. Hak Asasi Manusia dan
   Pembiayaan Hijau               -           -             -           -             -              ○              ○
                                                                                                                                                FS8-11            FN-CB-410b.2        Pelibatan Masyarakat
                                                                                                                                                                  FN-CB-410b.3
                                                                                                                                                                  FN-CB-410b.4
   Pengelolaan Emisi                                                                                                           F.6, F.7,         102, 302
                                  -           -             -           -             -              ○              ○
   Operasional                                                                                                                 F.11, F.12
   Manajemen Risiko                                                                                                               E.3           2-12, 2-13        FN-CB-550a.1
                                √            √              -           √             √              ●              ◐
   dan Krisis                                                                                                                                                     FN-CB-550a.2
                                                                                                                                 F.27           417, 418          FN-CB-220a.1
                                                                                                                                             G4 FS15- FS16        FN-CB-220a.2
   Pelindungan
                                √            √              -           √             √              ●              ◐                                             FN-CB-220a.3
   Keuangan Nasabah
                                                                                                                                                                  FN-CB-230a.1
                                                                                                                                                                  FN-CB-230a.2
   Pengembangan                                                                                                               F.18 – F.22     202, 401, 403,
   Sumber Daya                    -          √              √           √             -              ◐              ◐                         404, 406, 407
   Manusia                                                                                                                                         FS4
   Hak Asasi Manusia                                                                                                          F.23 – F.25       203, 413
   dan Pelibatan                √             -             -           -             -              ◐              ◐
   Masyarakat

  Tingkat dampak: ○ Rendah ◐ Sedang ● Tinggi
Page 35
                                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   35




  Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
  Topik Material Paling Signifikan[GRI 3-1] [GRI 3-2]
  Berdasarkan hasil double materiality analysis, diperoleh tiga topik material dengan tingkat
  signifikansi dampak tertinggi pada kinerja keuangan serta aspek sosial maupun lingkungan. Ketiga




                                                                                                                             Higher
  topik tersebut ialah Bisnis yang Beretika, Privasi dan Keamanan Data, serta Keuangan Inklusif. Tiga
  topik tersebut, ditambah topik Dampak Perubahan Iklim, telah ditinjau dan mendapatkan persetujuan
  dari Direksi, dan diungkapkan dengan mengadopsi IFRS S1 dan S2 dalam Laporan Keberlanjutan ini.

                                                                                                                                                                                                                            11
  Seiring dengan dinamika lingkungan yang terus berkembang, topik material prioritas pada laporan
  ini berbeda dengan topik material yang diungkapkan pada tahun 2024. Hal tersebut terutama
  dipengaruhi oleh peningkatan fokus keberlanjutan, serta adopsi pendekatan pengungkapan atas
  topik signifikan terkait keberlanjutan, risiko keuangan, dan risiko perubahan iklim.                                                                                                                         10




                                                                                                        Impact Materiality
                                                                                                                                                                                                                        8
                                                                                                                                                         2




                                                                                                                                                                          5                            9            7
                                                                                                                                                                                              6
                                                                                                                                                                  3



                                                                                                                                                                      4




                                                                                                                                        1


                                                                                                                                                                                                                                 Higher
                                                                                                                                                                  Financial Materiality

                                                                                                                                                                              Hak Asasi Manusia dan          Manajemen
                                                                                                                              1   Pengelolaan Emisi Operasional       5                                 9
                                                                                                                                                                              Pelibatan Masyarakat           Risiko dan Krisis
                                                                                                                                                                              Pengembangan                   Privasi dan
                                                                                                                              2   Emisi yang Dibiayai                 6                                 10
                                                                                                                                                                              Sumber Daya Manusia            Keamanan Data
                                                                                                                                                                              Pelindungan Keuangan
                                                                                                                              3   Dampak Perubahan Iklim              7                                 11   Bisnis yang Beretika
                                                                                                                                                                              Nasabah

                                                                                                                              4   Pembiayaan Hijau                    8       Keuangan Inklusif
Page 36
                                                                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related       Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure              Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                    Lampiran                                                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   36




  Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
  Topik Material yang Mendukung Nilai Perusahaan
  Berdasarkan penilaian materialitas, BRI mengidentifikasi isu-isu material dengan menggunakan pendekatan double materiality, yang mengevaluasi topik keberlanjutan dari dua perspektif yang saling
  melengkapi, yaitu materialitas keuangan (outside-in) dan materialitas dampak (inside-out). Dari perspektif materialitas keuangan, penilaian ini berfokus pada topik keberlanjutan yang berpotensi memengaruhi
  kinerja keuangan, ketahanan, serta nilai perusahaan dalam jangka panjang. Melalui penilaian ini, BRI mengidentifikasi sejumlah topik keberlanjutan utama yang dianggap material secara finansial karena dapat
  memengaruhi kinerja operasional, eksposur risiko, dan pertumbuhan bisnis Perusahaan. Secara khusus, Etika Bisnis, Privasi dan Keamanan Data, serta Keuangan Inklusif diidentifikasi sebagai topik prioritas
  yang memainkan peran penting dalam mendukung penciptaan nilai jangka panjang dan keberlanjutan bisnis BRI.

                 Kategori
   Topik                                          Pertimbangan Materialitas                                                                 Strategi                                               KPI 2025                      Pencapaian 2025
                  Topik

   Bisnis        Financial   Bisnis yang beretika merupakan fondasi utama dalam menjaga                  •   Implementasi Kode Etik – Pelaksanaan pelatihan etika wajib, program             KPI Terkait Grup
   yang          Material    kepercayaan pemangku kepentingan dan memastikan keberlangsungan                 penyegaran berkala, serta integrasi Kode Etik ke dalam penilaian kinerja        • Pengendalian               •   Penurunan jumlah kasus
   Beretika      Topic       operasional usaha secara berkelanjutan. Perilaku yang tidak etis, seperti       pekerja guna memperkuat kesadaran etika.                                             Fraud pada                  sebesar 10% pada fraud
                             kecurangan, korupsi, atau benturan kepentingan, dapat menimbulkan           •   Manajemen Risiko Fraud – Penguatan pengendalian internal melalui pendekatan          E-Channel Internal          internal dan 12% pada fraud
                             sanksi hukum, kerugian finansial, serta merusak reputasi perusahaan.            tiga lini pertahanan, pemantauan fraud, serta analitik fraud untuk mendeteksi        dan Eksternal               eksternal.
                             Sebagai institusi keuangan dengan cakupan hubungan yang luas dengan             transaksi berisiko tinggi.                                                      • Persentase Proses          •   Sebanyak 97,82% kasus
                             berbagai pemangku kepentingan, BRI perlu menerapkan standar etika           •   Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) – Kanal pelaporan               Pemberian Sanksi            ditindaklanjuti melalui
                             yang kuat guna menjamin transparansi, akuntabilitas, dan praktik bisnis         yang dikelola secara independen dengan perlindungan bagi pelapor, proses             Disipliner                  pemberian sanksi disipliner.
                             yang bertanggung jawab di seluruh kegiatan operasional.                         investigasi yang terintegrasi, serta kampanye budaya speak-up.


   Privasi dan   Financial   Privasi dan keamanan data merupakan risiko operasional dan reputasi         •   Tata Kelola Keamanan Siber: Memperkuat pengawasan atas keamanan                 KPI Terkait Direksi:
   Keamanan      Material    yang sangat krusial bagi BRI sebagai institusi keuangan yang mengelola          informasi melalui Direksi dan Komite Teknologi Informasi, yang didukung oleh    •    Memastikan Nol          •   Zero Data Breach
   Data          Topic       volume besar data nasabah dan transaksi digital. Setiap pelanggaran             tinjauan internal dan eksternal secara berkala.                                      Insiden Kebocoran
                             terhadap kerahasiaan data atau insiden siber berpotensi mengganggu          •   Manajemen Keamanan Informasi: Menerapkan Sistem Manajemen Keamanan                   Data (Zero Data
                             operasional perbankan, menurunkan kepercayaan nasabah, serta                    Informasi (SMKI) berbasis ISO 27001 serta memperkuat sistem pertahanan TI            Breach)
                             menimbulkan sanksi regulator dan kerugian finansial. Seiring dengan             untuk mendeteksi, merespons, dan memantau ancaman siber.
                             terus berkembangnya layanan perbankan digital, penguatan kapabilitas        •   Pemantauan dan Mitigasi Risiko: Melaksanakan penilaian risiko siber secara
                             keamanan siber dan perlindungan data menjadi hal yang esensial untuk            berkala serta memperkuat pemantauan terhadap malware, ransomware,
                             melindungi informasi nasabah dan menjaga kepercayaan terhadap                   phishing, dan risiko kejahatan siber lainnya.
                             ekosistem digital BRI.                                                      •   Penguatan Kapabilitas dan Kesadaran: Menyelenggarakan program pelatihan
                                                                                                             bagi karyawan yang bertanggung jawab atas teknologi informasi dan
                                                                                                             pengelolaan data guna memperkuat ketahanan siber.
                                                                                                         •   Inovasi Digital yang Bertanggung Jawab: Menyusun kebijakan yang mengatur
                                                                                                             penggunaan teknologi baru secara bertanggung jawab, termasuk kecerdasan
                                                                                                             artifisial, sekaligus memperkuat platform digital yang aman untuk layanan
                                                                                                             keuangan.

   Keuangan      Financial   Inklusi keuangan mendukung penciptaan nilai perusahaan melalui              BRI menerapkan strategi terintegrasi untuk mendorong inklusi keuangan melalui       KPI Terkait Direksi:
   Inklusif      Material    perluasan basis nasabah BRI serta penguatan hubungan jangka panjang         strategi berikut.                                                                   •    Rasio CASA              •   Rasio CASA: 70,61%
                 Topic       dengan segmen mikro, UMKM, ritel, dan kelompok underserved yang             • Pengembangan Produk Inklusif: Merancang produk keuangan yang terjangkau                Konsolidasi
                             selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan                 dan mudah diakses, yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen UMKM, ritel,       • Jumlah Pengguna            •   Pencapaian jumlah
                             formal. Layanan perbankan yang inklusif memungkinkan Bank                        dan kelompok yang belum atau masih terbatas aksesnya terhadap layanan               Aktif Aplikasi              pengguna aktif BRImo: 110%
                             menjangkau masyarakat belum terjangkau layanan perbankan (unbanked)              keuangan formal, termasuk kredit mikro, tabungan berbiaya rendah, serta             BRImo
                             dan masyarakat dengan akses perbankan yang masih terbatas                        layanan keuangan inklusif lainnya.                                             • Net Promoter               •   NPS: 69%
                             (underbanked), sehingga mendorong penghimpunan dana, pertumbuhan            • Inovasi Digital: Penguatan inovasi digital untuk memperluas akses dan                  Score (NPS) Bank
                             kredit, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi melalui volume              kemudahan pemanfaatan layanan keuangan inklusif.                               • Realisasi                  •   Pencapaian Penyaluran
                             transaksi yang lebih tinggi dan pemanfaatan produk yang lebih luas. Di      • Perluasan Titik Akses: Memperluas jangkauan layanan melalui jaringan kantor            Penyaluran Kredit           Kredit Ultra Mikro: 95,4%
                             sisi lain, peningkatan literasi keuangan memperkuat ketahanan finansial          BRI di seluruh Indonesia serta agenBRILink guna menghadirkan layanan                Ultra Mikro
                             nasabah dan mendorong perilaku keuangan yang bertanggung jawab,                  perbankan yang lebih dekat dengan masyarakat yang memiliki keterbatasan        • Realisasi                  •   Realisasi Penyaluran KUR:
                             sehingga membantu menurunkan risiko kredit dan mendukung kinerja                 akses terhadap lembaga keuangan formal.                                             Penyaluran KUR              98,93%
                             portofolio yang berkelanjutan. Melalui model perbankan inklusif, BRI        • Literasi Keuangan dan Penguatan Kapasitas: Menyelenggarakan program               • Pertumbuhan                •   Rata-rata Pertumbuhan
                             memposisikan diri sebagai institusi keuangan terdepan yang mendukung             edukasi keuangan dan berbagai inisiatif sosialisasi untuk meningkatkan              Rata-Rata Kredit            Kredit UMKM: 5,90%
                             pembangunan ekonomi sekaligus menghasilkan pertumbuhan bisnis                    pengetahuan dan kapasitas finansial nasabah.                                        Segmen UKM
                             yang berkelanjutan.                                                         • Kemitraan Strategis: Menjalin kolaborasi dengan institusi pemerintah,             • Realisasi                  •   Pembiayaan Berkelanjutan:
                                                                                                              perusahaan fintech, dan organisasi masyarakat untuk memperluas akses                Pembiayaan                  Rp811,86 triliun
                                                                                                              keuangan serta mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif.                         Berkelanjutan
Page 37
                                                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related         Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure                Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                     Lampiran                                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   37




  Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
  Metrik Material untuk Pemangku Kepentingan
                    Kategori                                                                                         Pemangku Kepentingan                                                                      Penilaian Dampak dan Metrik
   Topik                                                           Deskripsi                                                                Target Kuantitatif (2025)         Capaian Kuantitatif (2025)
                     Topik                                                                                                 Terkait                                                                                        Dampak

   Bisnis yang    Impact           BRI menyadari bahwa praktik etika bisnis yang kuat memiliki dampak            •     Nasabah              KPI Terkait Grup                                                                  N/A
   Beretika       Material         langsung terhadap pemangku kepentingan eksternal, termasuk nasabah,           •     Investor             • Pengendalian Fraud          •     Penurunan jumlah kasus
                  Topic            investor, regulator, dan masyarakat luas. Perilaku bisnis yang beretika       •     Regulator                 pada E-Channel                 sebesar 10% pada fraud
                                   memastikan bahwa layanan perbankan diberikan secara transparan, adil,         •     Vendor                    Internal dan Eksternal         internal dan 12% pada fraud
                                   serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga                                  • Persentase Proses                 eksternal
                                   memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.                                                       Pemberian Sanksi         •     Sebanyak 97,82% kasus
                                   Melalui penerapan Kode Etik, pengendalian anti-fraud, dan mekanisme                                           Disipliner                     ditindaklanjuti melalui
                                   whistleblowing, BRI mendorong integritas dan akuntabilitas di seluruh                                                                        penjatuhan sanksi disipliner
                                   kegiatan operasional maupun hubungan bisnisnya. Praktik-praktik tersebut
                                   memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dengan mencegah korupsi,
                                   fraud, benturan kepentingan, dan perilaku bisnis tidak etis yang berpotensi
                                   merugikan nasabah atau melemahkan integritas pasar.
                                   Sebaliknya, kegagalan dalam menjalankan perilaku etis dapat memberikan
                                   dampak negatif bagi para pemangku kepentingan, antara lain berupa
                                   kerugian finansial, kerusakan reputasi, perlakuan yang tidak adil terhadap
                                   nasabah, atau menurunnya kepercayaan terhadap sektor keuangan. Oleh
                                   karena itu, BRI terus memperkuat budaya etika, kesadaran karyawan, dan
                                   sistem tata kelola guna memitigasi risiko tersebut serta memastikan praktik
                                   perbankan yang bertanggung jawab dalam mendukung pembangunan
                                   ekonomi yang berkelanjutan.

   Privasi dan    Impact           Privasi dan keamanan data merupakan aspek yang sangat krusial dalam           •     Nasabah              KPI Terkait Direksi:                                                              N/A
   Keamanan       Material         melindungi nasabah, mitra bisnis, serta pemangku kepentingan lainnya yang     •     Pekerja              • Memastikan Nol              •     Zero Data Breach
   Data           Topic            data pribadi maupun finansialnya diproses melalui layanan perbankan BRI.                                      Insiden Kebocoran
                                   Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan platform digital dan layanan                                          Data (Zero Data
                                   berbasis data oleh institusi keuangan, perlindungan terhadap informasi                                        Breach)
                                   sensitif menjadi semakin penting guna menjaga kepercayaan serta
                                   melindungi individu dari risiko finansial maupun penyalahgunaan identitas.
                                   BRI menerapkan tata kelola keamanan informasi dan pengendalian keamanan
                                   siber yang kuat, termasuk melalui penerapan Sistem Manajemen Keamanan
                                   Informasi berbasis ISO 27001, pemantauan berkelanjutan terhadap ancaman
                                   siber, serta pengembangan infrastruktur perbankan digital yang aman.
                                   Upaya-upaya tersebut memberikan manfaat positif bagi para pemangku
                                   kepentingan eksternal dengan melindungi data pribadi, memastikan
                                   keamanan transaksi keuangan, serta menjaga keandalan layanan perbankan
                                   digital.
                                   Namun, insiden keamanan siber atau pelanggaran data berpotensi
                                   menimbulkan risiko bagi pemangku kepentingan, seperti penipuan finansial,
                                   pencurian identitas, maupun gangguan layanan. Risiko tersebut juga
                                   dapat mengurangi kepercayaan terhadap layanan keuangan digital serta
                                   berdampak pada stabilitas ekosistem keuangan secara lebih luas. Oleh
                                   karena itu, BRI secara berkelanjutan memperkuat kapabilitas keamanan
                                   siber, meningkatkan kesadaran pekerja, serta memperkuat ketahanan sistem
                                   guna melindungi nasabah dan mendukung terciptanya lingkungan keuangan
                                   digital yang aman.
Page 38
                                                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related         Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure                Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                 Lampiran                                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   38




  Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Materialitas
  Metrik Material untuk Pemangku Kepentingan
                 Kategori                                                                                        Pemangku Kepentingan                                                                        Penilaian Dampak dan Metrik
   Topik                                                       Deskripsi                                                                   Target Kuantitatif (2025)       Capaian Kuantitatif (2025)
                  Topik                                                                                                Terkait                                                                                          Dampak

   Keuangan    Impact           Keuangan inklusif memiliki peran penting dalam menghasilkan dampak           •     Nasabah (UMKM dan       KPI Terkait Direksi:                                           BRI mengevaluasi dampak sosial dari
   Inklusif    Material         sosial yang positif melalui perluasan akses terhadap layanan keuangan              masyarakat yang belum   • Rasio CASA secara         •     Rasio CASA sebesar 70,61%    aktivitas keuangan inklusif dengan
               Topic            bagi masyarakat yang belum terlayani dan kurang terlayani oleh layanan             atau masih terbatas          Konsolidasian                                             menilai bagaimana akses terhadap
                                keuangan formal. Melalui layanan perbankan inklusif, BRI memungkinkan              aksesnya terhadap       • Jumlah Pengguna           •     Pencapaian jumlah            layanan     keuangan    meningkatkan
                                individu, pelaku usaha mikro, dan segmen belum terlayani secara optima             layanan keuangan             Aktif Aplikasi BRImo         pengguna aktif BRImo: 110%   kondisi sosial ekonomi nasabah serta
                                (underserved) lainnya, seperti masyarakat pedesaan, perempuan pelaku               formal)                 • Net Promoter Score        •     NPS Bank sebesar 69%         akses mereka terhadap layanan dasar.
                                usaha, serta rumah tangga berpenghasilan rendah, untuk mengakses             •     Masyarakat lokal             (NPS) Bank                                                Penilaian ini mengadopsi pilar dampak
                                produk keuangan formal, termasuk tabungan, kredit, layanan pembayaran,       •     Pemerintah/Regulator    • Realisasi Penyaluran      •     Pencapaian Penyaluran        dalam ICMA Social Bond Principles,
                                dan edukasi keuangan.                                                                                           Kredit Ultra Mikro           Kredit Ultra Mikro: 95,4%    dengan metrik yang selaras dengan
                                Dengan menyediakan layanan keuangan yang mudah diakses serta                                               • Realisasi Penyaluran      •     Realisasi penyaluran KUR     kerangka pengukuran dampak IRIS+,
                                meningkatkan literasi keuangan, BRI turut memperkuat partisipasi ekonomi,                                       KUR                          sebesar 98,93%               serta berfokus pada hasil terukur yang
                                meningkatkan ketahanan finansial, dan mendukung pengembangan usaha                                         • Realisasi Pembiayaan      •     Realisasi pembiayaan         dialami nasabah setelah memperoleh
                                mikro dan kecil. Dampak tersebut berkontribusi pada manfaat sosial yang                                         Berkelanjutan                berkelanjutan sebesar        pembiayaan.
                                lebih luas, seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan                                                                   Rp811,86 triliun
                                pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.                                                                                                                                  Metrik Dampak Utama:
                                                                                                                                                                                                          • Akses terhadap Pembiayaan:
                                Namun demikian, literasi keuangan yang belum memadai atau praktik                                                                                                             81,7% (KUR) dan 69,6%
                                pembiayaan yang tidak bertanggung jawab berpotensi menimbulkan                                                                                                                (Kupedes) nasabah memperoleh
                                dampak negatif, seperti risiko kelebihan utang pada nasabah yang rentan.                                                                                                      akses pertama kali terhadap
                                Untuk memitigasi risiko tersebut, BRI mengintegrasikan prinsip pembiayaan                                                                                                     pembiayaan formal.
                                yang bertanggung jawab, inisiatif edukasi keuangan, serta mekanisme                                                                                                       • Pemberdayaan Sosial Ekonomi:
                                perlindungan nasabah guna memastikan bahwa inisiatif inklusi keuangan                                                                                                         42,8% (KUR) dan 48,0%
                                menghasilkan dampak yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.                                                                                                        (Kupedes) nasabah melaporkan
                                                                                                                                                                                                              peningkatan aset usaha.
                                                                                                                                                                                                          • Penciptaan Lapangan Kerja:
                                                                                                                                                                                                              Tercipta 45 (KUR) dan 57
                                                                                                                                                                                                              (Kupedes) lapangan kerja
                                                                                                                                                                                                              baru per 100 nasabah yang
                                                                                                                                                                                                              memperoleh pembiayaan.

                                                                                                                                                                                                          Rincian   lebih  lanjut   mengenai
                                                                                                                                                                                                          keseluruhan     metrik      dampak
                                                                                                                                                                                                          diungkapkan pada halaman 110.
Page 39
                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related
             Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                 Lampiran   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   39



       Climate-Related
       Disclosure




            Manajemen Risiko Iklim     40
Page 40
                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related
             Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                 Lampiran                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   40




  Manajemen Risiko Iklim
  Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS


  Tata Kelola                            Strategi                                 Manajemen Risiko                                      Metrik dan Target
  Gambaran Umum Tata Kelola              Gambaran Umum Strategi BRI               Manajemen Risiko Iklim                                What Gets Measured, Gets Managed

  Peran Dewan Komisaris dan              Pendekatan BRI dalam Menganalisis        Integrasi ERSRM                                       Pencapaian BRI
  Direksi                                Skenario Perubahan Iklim
                                                                                  Pembiayaan Bertanggung Jawab                          Inisiatif Hijau BRI
  Peran Manajemen
                                                                                  Mitigasi Risiko Transisi dalam Pembiayaan Korporasi
Page 41
                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related      Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure             Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   41




  Tata Kelola
  Gambaran Umum Tata Kelola                                                      Struktur Tata Kelola Risiko Iklim
  Climate Risk Shapes the Future, Decisions Define the Outcome
                                                                                     Peran Dewan
                                                                                                                                                   Dewan Komisaris
  Perubahan iklim telah menimbulkan dampak fisik yang semakin                         Komisaris
  nyata secara global, termasuk pencairan gletser, kenaikan
  permukaan air laut, serta peningkatan frekuensi dan intensitas
  kejadian cuaca ekstrem. Dampak tersebut tidak hanya mengganggu                        Peran
                                                                                        Direksi                           Komite ESG                                    Komite Manajemen Risiko
  keseimbangan ekosistem dan meningkatkan risiko terhadap
  keanekaragaman hayati, tetapi juga menimbulkan implikasi yang
  signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan sosial.                                                                                                 Unit Kerja
  IPCC Sixth Assessment Report (AR6) mencatat bahwa dampak-                            Peran                     Unit Kerja                 Grup                                                Unit Kerja
                                                                                                                                                                   Manajemen
  dampak ini telah terjadi di berbagai wilayah dan diproyeksikan                     Manajemen                  Operasional                 ESG                                             Bisnis dan Strategi
                                                                                                                                                                     Risiko
  akan meningkat seiring bertambahnya tingkat pemanasan global,
  dengan besaran risiko di masa depan sangat bergantung pada
  pilihan dan tindakan yang diambil saat ini, termasuk kebijakan
  mitigasi, adaptasi, serta peluang transformasi menuju ekonomi
  rendah karbon.
                                                                                 Peran Dewan Komisaris dan Direksi [OJK E.1] [GRI 2-12]
  Dalam konteks tersebut, tata kelola memegang peranan penting.
  Tata kelola iklim yang kuat tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme
                                                                                 Tugas dan Tanggung Jawab
  pengawasan, tetapi juga menjadi fondasi untuk memastikan bahwa
                                                                                 Tata kelola perubahan iklim di BRI dipimpin oleh Dewan Komisaris dan Direksi sebagai organ pengambil keputusan strategis
  risiko dan peluang terkait iklim dapat diidentifikasi, dikelola, dan
                                                                                 tertinggi. Dewan Komisaris dan Direksi menetapkan arah kebijakan dan strategi Keberlanjutan Perusahaan termasuk target terkait
  diintegrasikan secara konsisten ke dalam strategi, manajemen
                                                                                 perubahan iklim serta mengawasi pelaksanaan dan kemajuannya secara terintegrasi dalam kerangka manajemen risiko dan
  risiko, serta proses pengambilan keputusan jangka panjang.
                                                                                 strategi bisnis Perusahaan. Komite ESG dan Komite Manajemen Risiko sebagai komite di bawah direksi, menjalankan peran
                                                                                 masing-masing terkait perubahan iklim sesuai dengan sesuai mandat masing-masing komite. Dalam konteks risiko iklim, Komite
  Sebagai institusi keuangan yang beroperasi dalam perekonomian
                                                                                 ESG berperan dalam menyetujui dan mengarahkan pengelolaan risiko dan peluang perubahan iklim, termasuk komitmen net zero
  nasional, BRI menyadari perannya dalam merespons tantangan
                                                                                 emission dan inisiatif dekarbonisasi. Sementara itu, Komite Manajemen Risiko menerima laporan hasil Climate Scenario Analysis
  perubahan iklim bersama para pemangku kepentingan lainnya.
                                                                                 yang memuat dampak perubahan iklim terhadap risiko inheren perbankan dan memutus serta menetapkan kebijakan pembiayaan
  Sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai
                                                                                 yang mempertimbangkan risiko dan peluang terkait perubahan iklim. Uraian lebih lanjut mengenai mandat dan tanggung jawab
  Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat sebagaimana
                                                                                 masing-masing komite tersedia pada bagian Keberlanjutan di BRI.
  tertuang dalam Enhanced Nationally Determined Contribution
  (NDC), BRI berupaya mendukung agenda nasional penanganan
                                                                                 BRI memandang bahwa risiko perubahan iklim bukan merupakan risiko yang berdiri sendiri, melainkan bagian inheren dari risiko
  perubahan iklim melalui penerapan tata kelola iklim yang terstruktur.
                                                                                 perbankan yang dapat memengaruhi profil risiko, kinerja keuangan, dan keberlanjutan usaha Perusahaan. Oleh karena itu,
  Untuk itu, BRI telah menetapkan kerangka kerja tata kelola iklim
                                                                                 kompetensi dalam memahami dan mengelola risiko perubahan iklim menjadi bagian dari persyaratan kapabilitas manajemen dan
  yang melibatkan Dewan Direksi serta manajemen di tingkat grup
                                                                                 fungsi pengawasan, termasuk bagi pejabat yang duduk dalam Komite ESG dan Komite Manajemen Risiko. Sejalan dengan
  dengan pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas di
                                                                                 pendekatan tersebut, penguatan kompetensi terkait risiko dan peluang perubahan iklim diintegrasikan ke dalam kerangka
  seluruh tingkatan organisasi. Struktur tata kelola ini memungkinkan
                                                                                 pengembangan kompetensi manajemen risiko perbankan, antara lain melalui Program Pendidikan Penyelarasan Sertifikasi
  BRI untuk mengelola risiko dan peluang terkait iklim secara terarah,
                                                                                 Manajemen Risiko (SMR). Dalam program tersebut, disampaikan materi khusus mengenai risiko perubahan iklim oleh tenaga ahli
  mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan ke dalam model
                                                                                 kepada jajaran Board of Commissioners (BOC), Board of Directors (BOD), serta Senior Executive Vice Presidents (SEVP), guna
  bisnis dan proses pengambilan keputusan, serta memperkuat
                                                                                 memastikan bahwa pembahasan dan pengambilan keputusan di tingkat komite dilakukan secara terinformasi, terintegrasi, dan
  ketahanan jangka panjang dan penciptaan nilai berkelanjutan.​
                                                                                 selaras dengan kerangka manajemen risiko perbankan.
Page 42
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   42




  Tata Kelola
  Integrasi Risiko dan Peluang Perubahan Iklim dalam Strategi dan Pengambilan                          Pelaporan
  Keputusan
                                                                                                       BRI menerapkan mekanisme pelaporan dan eskalasi isu perubahan iklim yang terstruktur sebagai
  Perusahaan mengintegrasikan risiko dan peluang perubahan iklim ke dalam perumusan strategi,          bagian dari tata kelola keberlanjutan Perusahaan. Penyampaian laporan kepada Dewan Komisaris
  pengambilan keputusan utama, serta penetapan risk appetite, sejalan dengan kerangka tata kelola      dilakukan secara berkala, minimal dua kali dalam setahun, sebagai wujud fungsi pengawasan
  dan manajemen risiko yang berlaku. Dalam konteks ini, Komite Manajemen Risiko dan Komite ESG         terhadap efektivitas pengelolaan risiko dan peluang perubahan iklim serta keselarasan strategi
  menjadi forum utama dalam pembahasan dan pengambilan arah strategis, dengan peran yang               Perusahaan dengan arah transisi menuju ekonomi rendah karbon. Laporan tersebut mencakup
  saling melengkapi sesuai mandat masing-masing untuk memastikan bahwa pengelolaan risiko              perkembangan eksposur risiko iklim, hasil Climate Scenario Analysis, kinerja keberlanjutan, serta
  perubahan iklim tercermin dalam kebijakan pembiayaan, pengelolaan eksposur, dan penetapan risk       area yang memerlukan perhatian atau arahan lebih lanjut dari Dewan Komisaris. Sejalan dengan hal
  appetite Perusahaan. Strategi terkait iklim ini merupakan bagian dari strategi Perusahaan yang       tersebut, Komite ESG dan Komite Manajemen Risiko menyelenggarakan rapat secara berkala,
  dirancang untuk memperkuat ketahanan bisnis (business resilience), menjaga kualitas portofolio,      minimal dua kali dalam satu tahun, untuk membahas perkembangan, risiko, dan peluang terkait
  serta menangkap peluang pertumbuhan berkelanjutan dalam mendukung transisi menuju ekonomi            perubahan iklim. Pembahasan dalam komite didasarkan pada hasil analisis, penilaian risiko, serta
  rendah karbon.                                                                                       rekomendasi teknis yang disusun oleh unit kerja terkait. Hasil pembahasan dan keputusan komite
                                                                                                       dituangkan dalam bentuk rekomendasi, yang selanjutnya menjadi pedoman bagi manajemen dalam
                                                                                                       menetapkan dan menyesuaikan strategi, kebijakan, serta langkah-langkah pengelolaan perubahan
    Strategi Mitigasi Risiko
                                                                                                       iklim di BRI. Melalui mekanisme tersebut, BRI memastikan bahwa informasi terkait perubahan iklim
    Strategi respons risiko perubahan iklim diarahkan untuk memitigasi potensi dampak terhadap
                                                                                                       disampaikan secara tepat waktu, terstruktur, dan berbasis analisis, serta digunakan secara efektif
    profil risiko, kualitas aset, dan ketahanan portofolio Perusahaan. Arah strategis ini ditetapkan
                                                                                                       dalam proses pengambilan keputusan dan pengawasan strategis.
    berdasarkan hasil Climate Scenario Analysis yang menilai eksposur terhadap risiko fisik dan
    risiko transisi dalam berbagai horizon waktu. Perusahaan memastikan bahwa risiko perubahan
    iklim dikelola secara sistematis sebagai bagian dari risiko inheren perbankan serta terintegrasi
                                                                                                       Pengawasan Target Perubahan Iklim dan Integrasi dalam Penilaian Kinerja
    ke dalam kerangka manajemen risiko, kebijakan pembiayaan, penetapan risk appetite, dan
                                                                                                       BRI menetapkan mekanisme pengawasan target perubahan iklim yang terstruktur dengan
    proses pengambilan keputusan strategis guna menjaga stabilitas kinerja jangka menengah dan
                                                                                                       mengintegrasikan indikator keberlanjutan dan perubahan iklim ke dalam sistem penilaian kinerja
    jangka panjang.
                                                                                                       pada tingkat Direksi dan manajemen. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa komitmen
                                                                                                       perubahan iklim tidak hanya ditetapkan sebagai kebijakan strategis, tetapi juga dimonitor secara
                                                                                                       berkelanjutan dan diterjemahkan ke dalam akuntabilitas kinerja. Pada tingkat Direksi, pengawasan
                                                                                                       kinerja perubahan iklim tercermin dalam indikator kinerja utama yang mencakup target pembiayaan
    Strategi Menangkap Peluang                                                                         berkelanjutan. Indikator tersebut digunakan sebagai tolok ukur efektivitas Direksi dalam
    Selain sebagai sumber risiko, perubahan iklim juga dipandang sebagai peluang strategis untuk       mengarahkan strategi keberlanjutan, mengintegrasikan pertimbangan ESG ke dalam pengambilan
    mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang. Perusahaan                keputusan utama, serta memastikan pengelolaan risiko dan peluang terkait perubahan iklim pada
    mengarahkan pengembangan portofolio dan solusi pembiayaan yang mendukung transisi                  tingkat Perusahaan.​
    menuju ekonomi rendah karbon, termasuk perluasan aktivitas pembiayaan berkelanjutan dan
    penguatan inisiatif penurunan emisi. Pendekatan ini memungkinkan Perusahaan menangkap              Sementara itu, pada tingkat manajemen, BRI menetapkan indikator kinerja yang berfokus pada
    peluang secara terukur sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas             implementasi strategi perubahan iklim, khususnya melalui target pembiayaan berkelanjutan dan
    portofolio, dan pengelolaan risiko.                                                                pengurangan emisi gas rumah kaca. Indikator ini mencerminkan tanggung jawab manajemen dalam
                                                                                                       menerjemahkan arah strategis Direksi ke dalam pelaksanaan program dan inisiatif dekarbonisasi di
                                                                                                       tingkat operasional dan unit kerja. Melalui penerapan indikator kinerja yang berjenjang tersebut, BRI
                                                                                                       memastikan adanya mekanisme pengawasan yang konsisten terhadap pencapaian target
                                                                                                       perubahan iklim, sekaligus memperkuat keterkaitan antara kinerja keberlanjutan dan sistem
  Ke depan, Perusahaan akan terus mengembangkan model analisis dampak finansial untuk                  penilaian kinerja. Pendekatan ini mendukung integrasi risiko dan peluang perubahan iklim ke dalam
  mengkuantifikasi efek risiko dan peluang perubahan iklim, serta menggunakannya secara aktif          tata kelola, strategi, dan operasional Perusahaan secara selaras dengan praktik tata kelola yang
  dalam pengambilan keputusan strategis.                                                               baik.
Page 43
                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related
                Climate-related          Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure                 Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                      Lampiran               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   43




  Tata Kelola
  Peran Manajemen

  Peran dan Tanggung Jawab
  Perusahaan menerapkan pendelegasian peran dan tanggung jawab kepada manajemen dalam
  implementasi strategi perubahan iklim, dengan memastikan bahwa pelaksanaannya selaras dengan
  arah strategis, kebijakan, dan target yang telah ditetapkan di tingkat Direksi. Dalam kerangka
  tersebut, pengelolaan isu perubahan iklim dan implementasi agenda keberlanjutan dikoordinasikan
  oleh ESG Group di bawah Direktorat Legal and Compliance, yang memastikan integrasi kebijakan,
  proses, dan inisiatif terkait perubahan iklim di seluruh unit kerja. Pendekatan pengelolaan dilakukan
  secara kolaboratif dan terintegrasi melalui keterlibatan Group Manajemen Risiko, Group Bisnis dan
  Strategi, serta unit Operasional, guna memastikan bahwa risiko dan peluang perubahan iklim dapat
  diidentifikasi, dikelola, dan dimonitor secara konsisten dalam aktivitas bisnis dan operasional
  Perusahaan.
   Grup ESG
   Grup ESG bertanggung jawab dalam pengembangan dan penyempurnaan kerangka kebijakan, strategi, serta inisiatif
   keberlanjutan Perusahaan, termasuk yang terkait dengan pengelolaan risiko dan peluang perubahan iklim. ESG Group
   melakukan penelaahan berkala atas kebijakan dan praktik yang berlaku, serta memastikan keselarasan kebijakan BRI
   dengan standar dan praktik terbaik internasional melalui pemantauan regulasi dan benchmark global.

   Selain itu, ESG Group memfasilitasi implementasi kebijakan iklim dan strategi keberlanjutan, termasuk dalam
   mendukung pencapaian Target Net Zero Emission BRI 2050, yang pengukurannya terintegrasi dalam indikator kinerja
   (KPI) pengurangan emisi. ESG Group juga mengidentifikasi aspek-aspek kritikal yang perlu diintegrasikan dalam
   kebijakan dan struktur tata kelola, serta memastikan tersedianya mekanisme pemantauan dan pelaporan kinerja ESG
   secara berkala kepada Direksi.


   Unit Kerja Operasional
   Unit Kerja Operasional bertanggung jawab atas identifikasi serta respons terhadap risiko dan peluang perubahan iklim
   yang relevan dengan kegiatan operasional unit kerja. Peran ini mencakup penyusunan dan pelaksanaan perencanaan
   anggaran untuk mendukung inisiatif pengelolaan perubahan iklim dan dekarbonisasi operasional Bank, sejalan dengan
   kebijakan dan strategi yang telah ditetapkan.


   Unit Kerja Manajemen Risiko
   Unit Kerja Manajemen Risiko berperan dalam mengintegrasikan risiko perubahan iklim ke dalam kerangka manajemen
   risiko Bank, melalui kolaborasi dengan ESG Group dalam pemetaan dan penilaian risiko, termasuk identifikasi risiko
   fisik dan risiko transisi. Group ini melaksanakan analisis skenario perubahan iklim untuk mengevaluasi potensi
   dampaknya terhadap kegiatan operasional dan ketahanan portofolio keuangan BRI, serta mendukung penguatan
   pengambilan keputusan berbasis risiko.


   Unit Kerja Bisnis dan Strategi
   Unit Kerja Bisnis dan Strategi berperan dalam integrasi risiko dan peluang perubahan iklim ke dalam aktivitas investasi
   dan pembiayaan Bank. Group ini memelihara kebijakan terkait emisi yang dibiayai (financed emissions) serta
   mengelola portofolio pembiayaan untuk mendukung pencapaian target pengurangan emisi dan pengembangan
   pembiayaan berkelanjutan.
Page 44
                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   44




  Strategi
  Gambaran Umum Strategi BRI [3-3]
  Managing Climate Risk, Capturing Strategic Opportunity

  Perubahan iklim telah menimbulkan risiko fisik yang semakin nyata secara global, antara lain
  mencairnya gletser, kenaikan permukaan air laut, serta meningkatnya frekuensi dan intensitas
  kejadian cuaca ekstrem. Perkembangan tersebut berpotensi menimbulkan risiko material bagi
  lembaga keuangan, khususnya pada sektor-sektor yang terpapar risiko transisi seiring dengan
  pergeseran ekonomi menuju jalur rendah karbon. Dalam konteks ini, risiko iklim tidak hanya
  dipandang sebagai sumber ketidakpastian, tetapi juga sebagai faktor strategis yang apabila dikelola
  secara tepat dapat mendorong inovasi, memperkuat ketahanan bisnis, serta mendukung
  pertumbuhan yang berkelanjutan.

  Perusahaan menyadari bahwa menjaga resiliensi jangka panjang memerlukan pendekatan yang
  terstruktur dan forward-looking dalam mengelola risiko perubahan iklim, sekaligus mengoptimalkan
  peluang yang muncul dari dinamika transisi dan upaya adaptasi. Sejalan dengan komitmen tersebut,
  Perusahaan secara konsisten mengidentifikasi, mengukur, dan mengevaluasi risiko serta peluang
  terkait perubahan iklim dengan mengacu pada Task Force on Climate-related Financial Disclosures
  (TCFD), selaras dengan standar global IFRS S2, serta mengadopsi praktik dalam penyusunan
  rencana transisi sebagaimana tercermin dalam kerangka Transition Plan Taskforce.

  Horizon Waktu
  Perusahaan mengelompokkan dampak risiko dan peluang terkait perubahan iklim ke dalam horizon
  jangka pendek (hingga satu tahun), jangka menengah (1–5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5
  tahun). Pengelompokan horizon waktu ini diselaraskan dengan proses pengambilan keputusan
  strategis Perusahaan dan digunakan sebagai dasar dalam penetapan prioritas serta target strategis
  jangka menengah dan panjang. Pendekatan tersebut memungkinkan Perusahaan untuk mengelola
  risiko dan peluang perubahan iklim secara bertahap dan terukur, sekaligus memastikan bahwa
  respons strategis yang ditetapkan tetap relevan dengan dinamika risiko, arah kebijakan, dan tujuan
  keberlanjutan Perusahaan dalam jangka panjang.


   Tingkat Risiko       Penjelasan
                        Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko tinggi merujuk pada risiko yang
                        diperkirakan akan menimbulkan dampak negatif jangka panjang pada
   Tinggi
                        operasional dan strategi bisnis BRI yang menyebabkan perubahan arah atau
                        strategi bisnis.
                        Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko sedang merujuk pada risiko yang
                        akan menimbulkan dampak jangka panjang pada operasional dan strategi
   Sedang
                        bisnis BRI yang memerlukan tindakan yang dapat diambil dalam kerangka
                        operasional dan strategi bisnis yang sudah ada.
                        Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko rendah merujuk pada risiko yang
                        diperkirakan akan menimbulkan dampak jangka pendek pada operasional
   Rendah
                        BRI yang memerlukan tindakan sekali waktu untuk beradaptasi dengan model
                        operasional yang sudah ada atau pemantauan risiko yang berkelanjutan.
Page 45
                                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related
                  Climate-related       Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure              Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   45




  Strategi
  Klasifikasi dan Faktor Pendorong Risiko Iklim
  Perusahaan mengklasifikasikan risiko perubahan iklim mengacu pada kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD), yang membagi risiko iklim ke dalam dua kategori utama, yaitu
  risiko transisi dan risiko fisik. Risiko transisi mencakup risiko yang timbul dari perubahan kebijakan dan regulasi, perkembangan teknologi, dinamika pasar, serta aspek hukum dan reputasi dalam proses
  transisi menuju ekonomi rendah karbon. Sementara itu, risiko fisik mencerminkan dampak langsung perubahan iklim terhadap aset dan aktivitas ekonomi, yang dikelompokkan ke dalam risiko akut akibat
  kejadian cuaca ekstrem serta risiko kronis yang timbul dari perubahan pola iklim jangka panjang. Dalam melakukan analisis risiko perubahan iklim, Perusahaan menilai potensi dampak risiko iklim terhadap
  aktivitas operasional serta portofolio pembiayaan dan investasi Perusahaan. Penilaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik usaha perbankan serta eksposur risiko yang relevan terhadap
  profil risiko Perusahaan. Evaluasi dampak risiko perubahan iklim dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif mencakup analisis potensi dampak terhadap kinerja keuangan,
  eksposur portofolio pembiayaan, serta risiko kredit. Sementara itu, pendekatan kualitatif mempertimbangkan implikasi terhadap reputasi Perusahaan, keberlanjutan hubungan dengan nasabah, serta
  persepsi pemangku kepentingan. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan risiko perubahan iklim dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dalam kerangka manajemen risiko
  Perusahaan.

                                                                                                                                                                                       Tingkatan   Jangka       Jangka        Jangka
   No       Kategori                                    Faktor Risiko                          Dampak ke Keuangan ke Bisnis Perusahaan              Potensi Dampak Finansial
                                                                                                                                                                                        Dampak     Pendek      Menengah       Panjang

   Risiko Transisi

   1        Risiko Teknologi      Meningkatnya permintaan akan teknologi rendah karbon      Biaya R&D dan investasi teknologi meningkat         Biaya riset, pengembangan, dan          Rendah
                                                                                                                                                adopsi teknologi
   2        Risiko Kebijakan &    • Harga karbon                                            • Beban kepatuhan meningkat                         • Kenaikan biaya operasional            Tinggi
            Regulasi              • Strategi nasional dekarbonisasi                         • Biaya transisi energi (EV, energi alternatif)     • Penurunan nilai aset sektor
                                  • Kewajiban pengungkapan terkait iklim                                                                          karbon tinggi
                                                                                                                                                • Biaya litigasi dan sistem
                                                                                                                                                  kepatuhan iklim
   3        Risiko Pasar          • Meningkatnya penggunaan energi terbarukan               • Kebutuhan pengembangan produk hijau               Kenaikan credit loss portofolio         Tinggi
                                  • Meningkatnya permintaan pasar untuk produk yang lebih   • Kenaikan kredit bermasalah sektor karbon tinggi   karbon tinggi yang berdampak
                                    ramah lingkungan                                        • Penurunan permintaan & kepercayaan investor       pada CAR Perusahaan
                                  • Perubahan perilaku nasabah
                                  • Permintaan pasar terhadap keuangan hijau
   4        Risiko Reputasi       Risiko kehilangan kepercayaan dan keyakinan investor      • Penurunan reputasi institusi & debitur            • Perubahan strategi bisnis yang        Rendah
                                                                                            • Penurunan kepercayaan akibat kegagalan              meningkatkan biaya
                                                                                              respons iklim                                     • Penurunan investasi & penjualan
                                                                                                                                                • Penurunan nilai merek
   Risiko Fisik

   5        Risiko Fisik Akut     • Gelombang panas                                         • Gangguan operasional                              • Risiko Likuiditas akibat penarikan   Menengah
                                  • Banjir                                                  • Kerusakan fasilitas dan rantai pasok                dana
                                  • Siklon Tropis                                           • Gangguan layanan nasabah                          • Biaya pemulihan aset dan
                                  • Kebakaran Hutan                                                                                               infrastruktur
   6        Risiko Fisik Kronis   • Kenaikan suhu                                           • Penurunan nilai aset jangka panjang               • Penyusutan nilai aset                 Rendah
                                  • Kenaikan permukaan laut                                 • Kebutuhan relokasi atau penghapusan aset          • Penurunan nilai portofolio jangka
                                  • Stres air                                                                                                     panjang
Page 46
                                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related
                Climate-related       Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure              Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   46




  Strategi
  Klasifikasi dan Faktor Pendorong Peluang Iklim
  Perusahaan mengklasifikasikan peluang terkait perubahan iklim mengacu pada kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD). Peluang perubahan iklim diidentifikasi dalam beberapa
  kategori utama, antara lain efisiensi sumber daya, transisi energi, produk dan layanan berkelanjutan, pengembangan pasar, serta peningkatan ketahanan (resilience). Klasifikasi ini digunakan untuk memahami
  implikasi perubahan iklim terhadap sektor keuangan dan mengidentifikasi potensi peluang bisnis yang relevan bagi Perusahaan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Dalam mengidentifikasi dan
  mengevaluasi peluang perubahan iklim, Perusahaan mempertimbangkan keterkaitannya dengan aktivitas usaha perbankan, khususnya dalam pengembangan pembiayaan dan investasi yang mendukung
  transisi menuju ekonomi rendah karbon, serta upaya peningkatan efisiensi dan ketahanan operasional. Salah satu peluang yang signifikan dari perubahan iklim terhadap operasi bisnis BRI adalah meningkatnya
  permintaan produk yang didororong oleh perubahan sikap investor terhadap aksi BRI dalam menghadapi perubahan iklim melalui pendanaan berbasis ESG. Saat ini, BRI mendapatkan tingkat suku bunga
  yang lebih rendah dari pendanaan berbasis ESG dibandingkan dengan pendanaan konvensional.
                                                                                                                                                                                       Tingkatan   Jangka       Jangka        Jangka
   No   Kategori      Faktor Risiko                                       Dampak ke Keuangan ke Bisnis Perusahaan                           Potensi Dampak Finansial
                                                                                                                                                                                        Dampak     Pendek      Menengah       Panjang
   1    Produk        • Perluasan produk dan layanan hijau          • Peningkatan preferensi nasabah terhadap produk hijau      • Peningkatan permintaan terhadap produk dan           Tinggi
        dan           • Perluasan penerapan teknologi hijau         • Perluasan skala produk hijau, investasi, dan pembiayaan     layanan hijau serta ekspansi penjualan
        Layanan                                                     • Peningkatan daya saing melalui pengembangan solusi        • Perkiraan peningkatan aset keuangan akibat
                                                                      keuangan hijau                                              pembiayaan project hijau
   2    Pasar         • Kebutuhan pembiayaan mitigasi perubahan     • Perluasan akses ke segmen pasar baru melalui              • Perluasan sumber pendapatan dari pengembangan        Tinggi
                        iklim sejalan dengan komitmen Indonesia       pengembangan pembiayaan dan layanan keuangan                pasar dan segmen pembiayaan baru.
                        dalam Enhanced Nationally Determined          yang mendukung aktivitas rendah karbon.                   • Penguatan reputasi Perusahaan dan peningkatan
                        Contribution (ENDC)                         • Penguatan struktur laba melalui pembentukan portofolio      daya saing melalui diversifikasi portofolio bisnis
                      • Peluang diversifikasi portofolio bisnis       aset berkelanjutan yang lebih terdiversifikasi.             yang berkelanjutan.
                        melalui     pembiayaan  dan     investasi
                        berkelanjutan.
   3    Efisiensi     • Peningkatan penggunaan energi yang lebih    • Peningkatan kebutuhan pembiayaan dari nasabah,            • Potensi penurunan biaya operasional seiring          Menengah
        Sumber          efisien dan rendah karbon, termasuk           khususnya nasabah korporasi, yang melakukan upaya           meningkatnya efisiensi energi dan pemanfaatan
        Daya            pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.     peningkatan efisiensi sumber daya dan pengurangan           sumber daya yang lebih optimal.
                      • Peralihan menuju penggunaan transportasi      emisi.                                                    • Peningkatan produktivitas yang berpotensi
                        yang lebih ramah lingkungan dalam           • Penguatan proses identifikasi dan penilaian aktivitas       mendorong efisiensi biaya dan perbaikan kinerja
                        aktivitas operasional dan bisnis.             ekonomi berkelanjutan, yang mendukung peningkatan           keuangan dalam jangka menengah hingga
                                                                      portofolio pembiayaan berkelanjutan Perusahaan.             panjang.
   4    Sumber        • Kebutuhan peningkatan investasi pada        • Peningkatan permintaan pembiayaan dari nasabah,           • Penurunan eksposur risiko keuangan jangka            Menengah
        Energi          sumber energi terbarukan dan rendah           khususnya sektor korporasi, yang berpartisipasi dalam       panjang, khususnya risiko transisi seperti potensi
                        karbon sebagai bagian dari upaya mitigasi     proyek mitigasi perubahan iklim melalui pemanfaatan         biaya    kebijakan   karbon,    seiring    dengan
                        perubahan iklim sesuai dengan Enhanced        energi terbarukan dan teknologi rendah karbon.              berkurangnya intensitas emisi gas rumah kaca
                        Nationally Determined Contribution (ENDC)   • Perluasan pembiayaan dan investasi pada proyek-             pada portofolio pembiayaan.
                        Indonesia.                                    proyek transisi energi dan proyek ramah lingkungan        • Potensi peningkatan kinerja keuangan jangka
                      • Perkembangan dan adopsi teknologi energi      yang mendukung pencapaian target penurunan emisi            panjang melalui stabilitas arus kas dan efisiensi
                        hijau dalam mendukung transisi menuju         nasional.                                                   biaya dari proyek energi berkelanjutan.
                        ekonomi rendah karbon.                                                                                  • Penguatan posisi strategis Perusahaan dalam
                                                                                                                                  pembiayaan berkelanjutan melalui partisipasi aktif
                                                                                                                                  dalam pendanaan mitigasi perubahan iklim
                                                                                                                                  nasional.
   5    Ketahanan     • Penguatan ketahanan usaha dan portofolio    • Penguatan ketahanan portofolio pembiayaan dan             • Stabilitas kualitas aset dan arus kas dalam jangka   Menengah
                        melalui adopsi praktik rendah karbon dan      kualitas aset Perusahaan.                                   menengah dan panjang.
                        peningkatan efisiensi energi.               • Diversifikasi portofolio bisnis    yang    mendukung      • Peningkatan daya tarik Perusahaan bagi pemangku
                      • Peningkatan kapasitas adaptasi terhadap       pertumbuhan berkelanjutan.                                  kepentingan dan investor.
                        risiko perubahan iklim, sejalan dengan
                        agenda mitigasi dan adaptasi nasional.
Page 47
                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related
                Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.    47




  Strategi
  Strategi Dekarbonisasi [GRI 102-1]

  BRI memandang transisi menuju ekonomi rendah karbon sebagai bagian integral dari strategi jangka panjang Perusahaan. Strategi dekarbonisasi
  disusun selaras dengan kerangka Transition Planning Taskforce dan diintegrasikan dalam pengungkapan risiko dan peluang iklim sesuai IFRS S2. Untuk
  mencapai tujuan tersebut BRI telah memiliki tata kelola risiko iklim yang kuat sebagaimana diuraikan pada bagian Tata Kelola dan pondasi komitmen
  Net Zero Emission 2050 yang divalidasi oleh SBTi pada 2024. Hal ini menjadikan BRI sebagai lembaga jasa keuangan pertama di Indonesia yang                                    Governance          Foundation
  mendapatkan validasi atas target NZE tersebut. Komitmen transisi menuju ekonomi rendah karbon ini selaras dengan ambisi global pembatasan global
  warming 1,5 °C.
                                                                                                                                                                                        Decarbonization
                                                                                                                                                                                           Strategy
  Selanjutnya, BRI menyusun strategi implementasi dan engagement yang melibatkan seluruh stakeholder terkait di sepanjang rantai nilai. Implementasi
  strategi dekarbonisasi BRI mendorong penyesuaian bertahap pada model bisnis dan rantai nilai melalui integrasi pembiayaan berkelanjutan, transformasi                     Metrics &                     Implementation
                                                                                                                                                                                                             Strategy
  operasional, dan keterlibatan pemangku kepentingan, dengan dampak yang diantisipasi muncul secara progresif dalam jangka pendek, menengah, dan                            Targets

  panjang. Melalui penetapan metrik dan target penurunan emisi Lingkup 1, 2, dan 3 secara bertahap, BRI memastikan transisi dijalankan secara terukur,
  menjaga ketahanan bisnis, dan menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan. Adapun rincian metrik dan target terkait iklim dapat dilihat pada                                    Engagement
                                                                                                                                                                                            Strategy
  Metrik dan Target.




   Strategi Dekarbonisasi



   Governance          Melakukan integrasi pengawasan strategi dekarbonisasi dan insentif ke dalam struktur tata kelola ESG.



                       Merumuskan pendekatan menyeluruh BRI dalam mencapai target net zero melalui strategi pembiayaan utama, termasuk tujuan dan prinsip yang mendasari, komitmen jangka panjang
   Foundation
                       yang didukung oleh target antara yang terukur, linimasa dan tonggak strategis, serta strategi pembiayaan transisi guna mencapai target tersebut.


                       Penyelarasan aktivitas bisnis, produk, dan kebijakan Perusahaan untuk mencapai net zero emission. Implementasinya dilakukan melalui penguatan kerangka keuangan berkelanjutan
   Implementation
                       berbasis mitigasi risiko iklim, percepatan transisi energi operasional, serta pengembangan kebijakan sektoral dan kriteria portofolio yang mendorong peningkatan pembiayaan hijau dan
   strategy
                       pengelolaan eksposur pada sektor beremisi tinggi.


   Engagement          Meningkatkan kapabilitas internal untuk terlibat dengan pemangku kepentingan eksternal dan meningkatkan keterlibatan dengan nasabah, pemerintah, industri dan asosiasi perbankan
   Strategy            dalam mendukung tujuan net zero.



   Metrics and         Menyusun dan menetapkan metrik dan target terkait Tahun dasar emisi, Sumber emisi Operasional, Emisi yang dibiayai, Pembiayaan transisi, dann Monitoring progres pencapaian
   Target              berdasarkan sumber emisi.
Page 48
                                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related      Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure             Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   48




  Strategi
  Strategi Dekarbonisasi [GRI 102-1]

  Setelah mengelompokkan dampak risiko dan peluang perubahan iklim ke dalam tiga horizon waktu, Perusahaan juga menetapkan target jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang serta
  melaksanakan langkah-langkah strategis untuk merespons perubahan iklim. Strategi ini disusun berdasarkan kajian atas risiko dan peluang perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi prospek bisnis,
  kinerja keuangan, dan ketahanan jangka panjang Perusahaan.

                                                                                                                                                                Potensi Dampak Finansial
   Tujuan            Strategi                          Kegiatan Implementasi dan Keterlibatan
                                                                                                                              Jangka Pendek                       Jangka Menengah                           Jangka Panjang

   Mencapai net      ESRM          Pengelolaan        1.    Mendukung komitmen nasional dan global terkait           • Peningkatan nilai aset tetap       • Penurunan biaya listrik dan bahan     • Stabilitas dan potensi pertumbuhan
   zero emisi        Integration   Emisi                    perubahan iklim, termasuk NDC dan Paris Agreement,         seiring dengan investasi pada        bakar melalui peningkatan efisiensi     kinerja usaha yang didukung oleh
   operasional dan                 Operasional              sesuai peran Perusahaan.                                   infrastruktur energi terbarukan,     energi dan penggunaan energi            penguatan citra dan reputasi
   pembiayaan                      dan Efisiensi      2.    Meningkatkan inisiatif hijau perseroaan diantaranya:       seperti    pemasangan      panel     terbarukan.                             Perusahaan sebagai institusi yang
   pada tahun 2050                 Energi                   • Meningkatkan penggunaan energi terbarukan                surya.                             • Peningkatan beban penyusutan            berkomitmen              terhadap
                                                                pada kegiatan operasional.                           • Peningkatan belanja modal            aset tetap sebagai konsekuensi          keberlanjutan.
                                                            • Melakukan transisi armada kendaraan operasional          dan biaya operasional terkait        dari investasi pada infrastruktur     • Pengurangan eksposur terhadap
                                                                ke kendaraan ramah lingkungan secara bertahap          konversi armada kendaraan            hijau.                                  risiko transisi, termasuk potensi
                                                                dan berbagai inisiatif hijau lainnya                   ramah lingkungan.                                                            dampak kebijakan iklim di masa
                                                                                                                     • Peningkatan biaya operasional                                                depan seperti penerapan pajak
                                                                                                                       untuk pelaksanaan program dan                                                karbon atau regulasi lingkungan
                                                                                                                       kampanye efisiensi energi.                                                   yang lebih ketat.
                                   Pembiayaan         • Melakukan peningkatan kapabilitas internal dalam             Peningkatan biaya pendidikan         Penyesuaian komposisi portofolio        Stabilitas kinerja keuangan jangka
                                   Bertanggung          mendukung pembiayaan bertanggung jawab melalui               dan pelatihan pekerja, biaya         pembiayaan seiring peningkatan          panjang melalui penurunan risiko
                                   Jawab                pendidikan dan pelatihan.                                    implementasi terkait pengukuran      eksposur ke sektor rendah karbon.       kredit terkait perubahan iklim dan
                                                      • Melakukan engagement secara berkelanjutan dengan             emisi     pembiayaan,     serta                                              peningkatan daya saing Perusahaan
                                                        debitur untuk mendorong penetapan target pengurangan         pelaksanaan engagement dengan                                                dalam mendukung transisi menuju
                                                        emisi dan transisi usaha menuju praktik rendah karbon.       nasabah.                                                                     ekonomi rendah karbon.
                                                      • Melakukan keterlibatan dalam berbagai forum industri
                                                        dan asosiasi bisnis, komunikasi dengan pemerintah guna
                                                        memberikan masukan dalam pengembangan kebijakan
                                                        publik yang berkaitan dengan perubahan iklim dan
                                                        keuangan berkelanjutan.
                                                      • Mengukur, memantau, dan mengelola emisi pembiayaan
                                                        serta intensitas karbon pada setiap portofolio perusahaan
                                                        yang dibiayai dan entitas anak, sebagai dasar
                                                        pengambilan keputusan pembiayaan dan manajemen
                                                        risiko.
                                                      • Menerapkan analisis faktor ESG pada seluruh pengajuan
                                                        fasilitas pembiayaan, baik pembiayaan tujuan umum
                                                        maupun berbasis proyek.
                                                      • Mengacu pada Loan Portfolio Guidelines (LPG) yang
                                                        mencakup klasifikasi sektor, kriteria penerimaan sektor,
                                                        batasan sektor, serta penggunaan ESG checklist sebagai
                                                        bagian dari proses Know Your Customer (KYC) dan
                                                        dituangkan dalam Memorandum Analisis Bisnis (MAB).
                                                      • Mengimplementasikan        Daftar     Sektor      Negatif/
                                                        Dikecualikan (Negative or Exclusion List) untuk
                                                        membatasi eksposur pada sektor tertentu.
Page 49
                                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related      Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure             Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   49




  Strategi
  Strategi Dekarbonisasi

                                                                                                                                                           Potensi Dampak Finansial
   Tujuan            Strategi                          Kegiatan Implementasi dan Keterlibatan
                                                                                                                          Jangka Pendek                       Jangka Menengah                           Jangka Panjang

   Mencapai net      ESRM          Mitigasi Risiko    Mengintegrasikan kebijakan pembiayaan subsektor sebagai    Peningkatan     biaya     terkait   Penyesuaian      struktur   portofolio   Penguatan kualitas aset, stabilitas
   zero emisi        Integration   Transisi dalam     dasar pengambilan keputusan pembiayaan berbasis ESG.       penguatan    kebijakan,   sistem    pembiayaan        seiring     dengan     keuangan, dan profitabilitas melalui
   operasional dan                 Pembiayaan                                                                    pendukung,    dan    peningkatan    peningkatan eksposur pada sektor         pengelolaan risiko transisi yang lebih
   pembiayaan                      Korporasi                                                                     kapasitas pegawai.                  dan aktivitas rendah karbon termasuk     termitigasi.
   pada tahun 2050                                                                                                                                   potensi     penurunan     pendapatan
                                                                                                                                                     bunga dari sektor beremisi tinggi


                                   Mitigasi Risiko    Mengintegrasikan fasilitasi kepesertaan asuransi agunan    Peningkatan biaya operasional       Penurunan eksposur risiko kredit         Peningkatan kualitas portofolio
                                   Fisik dalam        pada segmen mikro ke dalam proses pembiayaan dan           terkait fasilitasi kepesertaan      pada segmen mikro dan UMKM               pembiayaan serta penguatan
                                   Fasilitasi         pendampingan debitur, sebagai bagian dari upaya mitigasi   asuransi, termasuk kegiatan         seiring meningkatnya perlindungan        ketahanan kinerja keuangan melalui
                                   Agunan             risiko kredit yang timbul akibat kejadian iklim ekstrem.   sosialisasi dan pendampingan        terhadap dampak risiko fisik             peningkatan resiliensi debitur.
                                   Pembiayaan                                                                    debitur.                            perubahan iklim.
                                   Mikro

                                   Mitigasi Risiko    • Pengalihan Risiko Fisik ke Asuransi                      Peningkatan biaya premi asuransi    Penurunan potensi kerugian               Peningkatan ketahanan operasional
                                   Iklim dalam        • Optimalisasi Penilaian Risiko dan Ancaman                dan penyesuaian pengelolaan         akibat gangguan operasional dan          dan stabilitas kinerja keuangan
                                   Kegiatan           • Realokasi Aset                                           aset operasional                    kerusakan aset.                          Perusahaan
                                   Operasional
                                   Perusahaan


   Akselerasi        Sustainable   Peningkatan        • Membangun dan mengembangkan sistem identifikasi          Peningkatan biaya penyusunan        Pertumbuhan pendapatan bunga             Pertumbuhan penjualan melalui
   transformasi      Portfolio     Responsible          debitur hijau                                            kebijakan dan pembangunan           dari peningkatan portofolio debitur      perluasan pangsa pasar dan
   portofolio                      Asset Under        • Mendorong implementasi pembiayaan berkelanjutan          sistem identifikasi debitur hijau   rendah karbon serta penerbitan           diversifikasi portofolio bisnis
   menuju                          Management           melalui penyelarasan dengan KPI                                                              instrumen hijau.
   pembiayaan                      dan Sustainable
   rendah karbon                   Related
                                   Funding
                                   Pengembangan       • Support Nasabah untuk dekarbonisasi                      Peningkatan biaya pengembangan      Pertumbuhan pendapatan berbasis          Penciptaan sumber pendapatan baru
                                   Solusi dan         • Menyediakan Carbon Management System melalui Qlola       aplikasi                            layanan melalui peningkatan adopsi       dan penguatan hubungan jangka
                                   Layanan                  untuk mendukung pengelolaan emisi nasabah                                                nasabah                                  panjang dengan nasabah.
                                   Pendukung
                                   Transisi
                                   Nasabah
Page 50
                                                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related
                  Climate-related            Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                   Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                                Lampiran                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   50




  Strategi
  Pendekatan BRI dalam Menganalisis Skenario Perubahan Iklim

  BRI melaksanakan analisis skenario perubahan iklim untuk menilai potensi dampak perubahan iklim terhadap portofolio pembiayaan, kegiatan operasional, aset, dan kinerja keuangan Perusahaan. Analisis
  skenario ini dikembangkan bekerjasama dengan pihak eksternal dan mengacu pada praktik terbaik serta pedoman nasional dan internasional yang relevan, termasuk buku panduan Climate Risk Management
  and Scenario Analysis (CRMS) Otoritas Jasa Keuangan, serta referensi internasional seperti Network for Greening the Financial System (NGFS) dan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan
  disesuaikan dengan portofolio perusahaan. Melalui analisis skenario ini, Perusahaan berupaya memahami ketahanan bisnis dan kesiapan strategi dalam menghadapi berbagai potensi jalur transisi dan risiko
  fisik perubahan iklim.

                                                                                                                                                  Skenario Perubahan Iklim yang Digunakan BRI
                                                       Metodologi Analisis Skenario                                                                Aspek                        Risiko Transisi                        Risiko Fisik
                                                                                                                                                   Horizon Waktu      Analisis dampak jangka panjang untuk periode sekitar 25 tahun, dari
         Asset Portfolio                      Pilihan Analisis                   Isu Material                       Analisis Skenario              Analisis           akhir tahun 2025 hingga tahun 2050
            Analysis                          Skenario Iklim                     terkait Iklim                      Perubahan Iklim


    01   Pemahaman Portofolio              3 Konstruksi Skenario
                                          03                               04 Identifikasi Isu Terkait            5 Memahami Dampak
                                                                                                                 05
         Portofolio dibagi                   Pemilihan jalur dan pilihan      Iklim                                 Isu Terkait Iklim
         berdasarkan asset class dan         analisis dilakukan untuk          Isu-isu terkait iklim yang           Analisis skenario perubahan
         sektor berdasarkan                  membangun suatu skenario          material kemudian                    iklim dilakukan berdasarkan
                                                                                                                                                   Ruang Lingkup      Seluruh portofolio pembiayaan BRI     Agunan pembiayaan pada
         klasifikasi sektor Quantis dan                                        diidentifikasi berdasarkan           data yang diperoleh dari       Aset               (100%) pada seluruh sektor ekonomi    sektor pertanian dan KPR,
         International Standard                                                 • tinjauan pasar;                   berbagai model termasuk
         Industrial Classification
                                                                                                                                                                      dalam tahun buku 2025                 serta lokasi operasional BRI
                                                                                • karakteristik industri; dan       CLIMADA, basis data ISIMP,
         (ISIC)                                                                 • lokasi operasional dan            GCAM5.3 +NGSF, dll., untuk
                                                                                   portofolio BRI                   memahami dampak dari
                                             Pathways
    02 Analisis Eksposur                     IPCC RCPs dan NGFS
                                                                                                                    isu-isu terkait iklim.
       dan Emisi                             pathways
         Eksposur keuangan dan                                                                                                                     Skenario yang      Skenario NGFS:                        Skenario IPCC (RCP):
         emisi sektoral portofolio BRI       Pilihan analisis                                                                                      Digunakan          • Current Policies                    • RCP2.6/SSP1-2.6
         dianalisis untuk                    Jangka waktu dan asumsi
         mengidentifikasi sektor
                                                                                                                                                                      • Delayed Transition                  • RCP4.5/SSP2-4.5
         sektor tertentu dengan risiko                                                                                                                                • Net Zero 2050                       • RCP8.5/SSP5-8.5
         dan peluang terkait iklim
         yang tinggi.
Page 51
                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                                                                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.                              51




  Strategi
  Evaluasi Materialitas Sektor [GRI 102-7, 102-8]
  Dalam mengidentifikasi sektor-sektor portofolio yang paling terpapar risiko transisi perubahan iklim, Perusahaan melakukan evaluasi materialitas sektor melalui analisis eksposur pembiayaan dan emisi
  karbon pada setiap sektor industri. Analisis ini bertujuan untuk memahami keterkaitan antara besaran eksposur pembiayaan, tingkat emisi, serta intensitas ekonomi karbon sebagai dasar pengelolaan risiko
  transisi secara terukur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sektor-sektor dengan kontribusi emisi gas rumah kaca yang tinggi tidak selalu memiliki eksposur pembiayaan terbesar. Oleh karena itu, Perusahaan
  tidak hanya mempertimbangkan nilai eksposur absolut, tetapi juga menggunakan pendekatan intensitas karbon untuk memperoleh gambaran risiko transisi yang lebih komprehensif pada masing-masing
  sektor.

     Pemahaman Portofolio
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Eksposur Sektor
     Tiga sektor terbesar dalam portofolio pembiayaan BRI adalah (1) Perdagangan                     Eksposur dan Emisi Karbon dari Setiap Sektor Industri
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Emisi Sektor
     Besar dan Eceran, (2) Administrasi Publik dan Pertahanan, serta (3) Pertanian,
     Perburuan, Kehutanan, dan Perikanan, yang secara keseluruhan mencakup
     77,98% dari total portofolio kredit. Namun demikian, besarnya eksposur pada               70%

     sektor-sektor tersebut tidak selalu mencerminkan tingkat risiko perubahan iklim           60%
     yang dihadapi.
                                                                                               50%


     Untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, analisis juga                         40%

     mempertimbangkan kontribusi emisi gas rumah kaca dari masing-masing sektor.               30%
     Berdasarkan analisis tersebut, tiga sektor dengan kontribusi emisi terbesar—yang
                                                                                               20%
     mencakup 82,13% dari total emisi portofolio pembiayaan yaitu (1) Listrik, Gas, dan
     Penyediaan Air; (2) Pertanian, Pemburuan, Kehutanan, dan Perikanan; serta (3)             10%

     Pertambangan dan Penggalian. Analisis lanjutan terhadap intensitas karbon                 0%
     diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai sektor                                 Perdagangan
                                                                                                                 Besar dan
                                                                                                                Perdagangan
                                                                                                                                     Administrasi
                                                                                                                                      Publik dan
                                                                                                                                     Pertahanan;
                                                                                                                                                       Pertanian,
                                                                                                                                                       Perburuan,
                                                                                                                                                       Kehutanan,
                                                                                                                                                                           Manufaktur             Pasokan
                                                                                                                                                                                                Listrik, Gas,
                                                                                                                                                                                                   dan Air
                                                                                                                                                                                                                         Perantara
                                                                                                                                                                                                                         Keuangan
                                                                                                                                                                                                                                               Konstruksi           Pertambangan
                                                                                                                                                                                                                                                                    dan Penggalian
                                                                                                                                                                                                                                                                                             Transportasi,
                                                                                                                                                                                                                                                                                             Pergudangan,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                 dan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Aktivitas Real
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Estat
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Pos dan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Telekomunikasi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Jasa
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Kemasyarakatan,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sosial, dan

     dengan tingkat emisi tinggi.                                                                              Komisi, Kecuali
                                                                                                                 Kendaraan
                                                                                                                Bermotor dan
                                                                                                                                       Jaminan
                                                                                                                                     Sosial Wajib
                                                                                                                                                          dan
                                                                                                                                                       Perikanan
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Komunikasi                                                          Perorangan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Lainnya

                                                                                                               Sepeda Motor




     Analisis Exposure dan Emisi
     Dalam analisis intensitas karbon portofolio, sektor dengan intensitas karbon                    Intensitas Ekonomi Karbon dari Setiap Sektor Industri
     tertinggi meliputi: (1) Listrik, Gas, dan Penyediaan Air; serta (2) Pertambangan dan
     Penggalian. Dalam mengelola eksposur pada sektor-sektor dengan intensitas
     karbon tinggi, BRI menerapkan pendekatan keterlibatan (engagement) dengan
     mendorong sektor-sektor tersebut untuk secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan               Intensitas karbon rendah                              Intensitas karbon tinggi


     yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini bertujuan untuk mendukung                                                                                                                                                                                                                                                                         0,195

     penurunan emisi karbon sekaligus mendorong transformasi menuju ekonomi hijau
     secara bertahap dan berkelanjutan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                0,124

  Berdasarkan analisis tersebut, sektor-sektor dengan intensitas karbon tinggi                                                                                                                                                                                                                           0,068

  diidentifikasi sebagai sektor prioritas dalam pengelolaan risiko transisi, mengingat                                                                                                                                                                                               0,008


  sektor-sektor ini lebih rentan terhadap perubahan kebijakan iklim, pengetatan regulasi
                                                                                                                                                                                                                                                            0,007
                                                                                                                                                                                                                                       0,006
                                                                                                                                                                                           0,004                  0,005
  lingkungan, serta peningkatan biaya transisi menuju ekonomi rendah karbon.​Sebagai                                                                  0,002              0,003
                                                                                                                 0,001               0,001


  tindak lanjut atas hasil evaluasi materialitas sektor dan analisis intensitas karbon                          Perantara
                                                                                                                Keuangan
                                                                                                                                       Jasa
                                                                                                                                 Kemasyarakatan,
                                                                                                                                                    Transportasi
                                                                                                                                                       Darat
                                                                                                                                                                       Konstruksi       Perdagangan
                                                                                                                                                                                          Besar dan
                                                                                                                                                                                                                Administrasi
                                                                                                                                                                                                                 Publik dan
                                                                                                                                                                                                                                     Real Estate       Manufaktur (tidak
                                                                                                                                                                                                                                                       diklasifikasikan di
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pos dan
                                                                                                                                                                                                                                                                              Telekomunikasi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Pertanian,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Perburuan,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         Pertambangan dan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Penggalian
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Listrik, Gas,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     dan

  portofolio, Perusahaan mengintegrasikan risiko transisi perubahan iklim ke dalam Risk                                           Sosial Budaya,
                                                                                                                                 dan Perorangan
                                                                                                                                     Lainnya
                                                                                                                                                                                        Emisi, Kecuali
                                                                                                                                                                                         Kendaraan
                                                                                                                                                                                        Bermotor dan
                                                                                                                                                                                                                Pertahanan;
                                                                                                                                                                                                                  Jaminan
                                                                                                                                                                                                                Sosial Wajib
                                                                                                                                                                                                                                                       tempat lain); Daur
                                                                                                                                                                                                                                                             Ulang
                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Kehutanan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                          dan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Perikanan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penyediaan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Air


  Response Strategy, khususnya melalui penguatan kebijakan pembiayaan. [GRI 102-2]
                                                                                                                                                                                        Sepeda Motor




                                                                                                                 0,001               0,001


                                                                                                                   Jasa             Perantara
                                                                                                             Kemasyarakatan,        Keuangan
                                                                                                              Sosial Budaya,
                                                                                                             dan Perorangan
                                                                                                                 Lainnya
Page 52
                                                                                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related
                  Climate-related        Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure               Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                                     Lampiran                                                                                                                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   52




  Strategi
  Skenario Iklim Risiko Transisi - NGFS

  Uji stres perubahan iklim dilakukan dengan menggunakan tiga skenario
  transisi yang dikembangkan oleh Network for Greening the Financial
  System (NGFS), yaitu current policies, delayed transition, dan net zero.                                                                                                                                               1          Kebijakan Pengurangan Emisi GRK Saat Ini




                                                                                                    Tinggi
                                                                                                                                                                                                                                    Kebijakan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca
  Ketiga skenario ini digunakan untuk menggambarkan berbagai jalur                                                       Tidak Teratur                                           Terlalu Sedikit, Terlalu Lama
                                                                                                                                                                                                                                    (GRK) saat ini belum diterapkan secara maksimal,
  kebijakan dan tingkat ambisi transisi menuju ekonomi rendah karbon.                                                                                                                                                               yang berpotensi menyebabkan kerusakan fisik
                                                                                                                                                                                                                                    yang signifikan.

  Pada skenario current policies, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)                                                                           2




                                                                                                   Risiko Transisi
  pada awal periode diproyeksikan relatif tinggi, namun cenderung melambat                                                                                                                                               2          Delayed Transition
                                                                                                                                                                                                                                    Dalam skenario "transisi terlambat", emisi GRK tidak
  dalam jangka panjang. Dalam skenario ini, penurunan emisi karbon                                                                                                                                                                  akan dikurangi hingga tahun 2030, dan kebijakan
  berlangsung secara terbatas, dengan laju yang lebih lambat dibandingkan                                                                                                                                                           pengurangan emisi GRK yang kuat baru akan
                                                                                                                                                                                                                                    diterapkan setelah tahun 2030 untuk membatasi
  skenario transisi lainnya, seiring dengan tidak adanya penerapan harga
  karbon.​ Skenario delayed transition mencerminkan keterlambatan                                                             3                                                                    1
                                                                                                                                                                                                                                    pemanasan global di bawah 2oC pada tahun 2050.


  implementasi kebijakan iklim, di mana penurunan emisi karbon baru mulai
                                                                                                                                                                                                                         3          Net Zero 2050 (1,5ºC)
  berlangsung secara bertahap setelah tahun 2030. Kondisi ini berpotensi                                                                                                                                                            Kebijakan pengurangan emisi GRK diterapkan
  meningkatkan risiko transisi pada periode selanjutnya akibat penyesuaian                                               Rendah                                                                  Greenhouse                         sejak tahun 2021 untuk membatasi kenaikan suhu
                                                                                                                                                                                                                                    rata-rata bumi di bawah 1,5oC dari tingkat sebelum
  kebijakan yang lebih mendadak.                                                                                                                                                                                                    industrialisasi pada sekitar tahun 2050.

                                                                                                             Rendah                                         Risiko Fisik                                    Tinggi
  Sementara itu, pada skenario net zero, emisi karbon diproyeksikan
  mengalami penurunan yang signifikan, setiap tahunnya sampai dengan
  tahun 2050. Skenario ini juga mengasumsikan penerapan harga karbon
  yang lebih tinggi dibandingkan skenario lainnya.

                                      Harga Karbon                                                                                       Emisi Karbon                                                                               GDP
                                      Unit: $ per Tn CO2                                                                               Unit: Mt CO2/tahun                                                               Unit: (%) Pertumbuhan

            12.500,00                                                                   1.500,00
                                                                                                                                                                                                        7,00%




                                                                                                                                                                                                       6,00%
            10.000,00


                                                                                        1.000,00                                                                                                       5,00%

             7.500,00

                                                                                                                                                                                                       4,00%



            5.000,00                                                                                                                                                                                   3,00%
                                                                                         500,00


                                                                                                                                                                                                       2,00%

            2.500,00
                                                                                                                                                                                                        1,00%


                        2025   2030       2035        2040    2045      2050                                          2020      2025       2030     2035        2040   2045      2050                            2025        2030                  2040                  2050




                                                                                   Baseline (Kebijakan Saat Ini)                           Transisi Terlambat                 Net Zero 2050
Page 53
                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related      Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure             Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   53




  Strategi
  Skenario Iklim Risiko Fisik - IPCC
  Dalam menganalisis risiko fisik perubahan iklim, BRI menggunakan pendekatan Representative
  Concentration Pathways (RCP) yang dikembangkan oleh Intergovernmental Panel on Climate
  Change (IPCC). RCP merupakan jalur konsentrasi gas rumah kaca yang digunakan untuk
  memproyeksikan kondisi iklim masa depan berdasarkan berbagai tingkat radiative forcing hingga
  tahun 2100. Nilai RCP mencerminkan besaran tambahan energi panas yang terakumulasi di sistem
  iklim global dalam satuan Watt per meter persegi (W/m²), yang berimplikasi pada tingkat pemanasan
  global dan peningkatan risiko iklim.

  Selaras dengan Buku 2: Panduan Teknis Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS)
  yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI memfokuskan analisis risiko fisik pada
  jenis risiko yang relevan dengan karakteristik geografis Indonesia serta profil portofolio pembiayaan
  Perusahaan, khususnya risiko banjir dan kebakaran hutan dan lahan.

  Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 31 Desember 2023
  tercatat sekitar 5.400 kejadian bencana di Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah
  satu bencana dengan frekuensi tertinggi, mencapai sekitar 2.051 kejadian, diikuti oleh banjir
  sebanyak sekitar 1.255 kejadian pada periode yang sama.

  Risiko banjir dan kebakaran hutan tersebut tidak hanya bersifat kejadian tahunan, tetapi juga
  dipengaruhi oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan beriklim tropis, serta
  perubahan pola curah hujan dan peningkatan suhu yang semakin ekstrem seiring dengan perubahan
  iklim. Kondisi ini berpotensi meningkatkan eksposur risiko fisik terhadap agunan pembiayaan,
  kegiatan operasional, dan keberlanjutan kinerja Perusahaan dalam jangka menengah hingga
  panjang.


   Skenario             Radiative Forcing 2100                 Asumsi

                                                               Jalur mitigasi sangat ambisius,
   RCP2.6/SSP1-2.6      ≈ 2,6 W/m²                             konsisten dengan pembatasan
                                                               kenaikan suhu global sekitar 1,5–2 °C
                                                               Jalur mitigasi moderat (middle of
                                                               the road) dengan stabilisasi emisi di
   RCP4.5/SSP2-4.5      ≈ 4,5 W/m²                             paruh kedua abad



                                                               Jalur emisi sangat tinggi tanpa
   RCP8.5/SSP5-8.5      ≈ 8,5 W/m²                             mitigasi signifikan, meningkatkan
                                                               risiko fisik ekstrem
Page 54
                                                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related
                Climate-related     Sustainability-related                     General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure            Disclosure                              Topic Disclosure
                                                                                                        Lampiran                                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   54




  Strategi
  Metodologi Uji Stress Risiko Iklim
  Perusahaan menerapkan metodologi uji stres risiko iklim untuk menilai ketahanan portofolio pembiayaan Perusahaan terhadap risiko transisi dan risiko fisik perubahan iklim. Metodologi ini dirancang untuk
  menerjemahkan hasil analisis skenario perubahan iklim ke dalam dampak kuantitatif terhadap risiko kredit dan permodalan, serta mendukung pengambilan keputusan strategis dan pengelolaan risiko jangka
  menengah hingga panjang.



                                         Data Keuangan Tingkat Perusahaan
                                  Metrik Keuangan (Pendapatan, Pengeluaran, Aset, Kewajiban, ...)




                                             Data Terkait Iklim Perusahaan                                                         Metrik Keuangan yang Distress
                                                                                                               Simulasi Skenario
                                                    Emisi GRK (Scope 1, 2, dan 3)                                                      Pendapatan, COGS, Capex, Utang




                                                         Data Skenario
                                   Diperoleh dari jalur NGFS dan disesuaikan dengan persyaratan
                                                                OJK                                                                Penskalaan dan Kalibrasi Risiko                         PD Stress
     Risiko Transisi                                                                                                                • Jarak ke Default                               (Probability of Default)
                                          (misalnya, tingkat pertumbuhan NDC, target                                                • Peningkatan/Penurunan Rating
                                     pengurangan, harga karbon, variabel makroekonomi, dll.)




                                                                                                                                                                                  Cakupan Kerugian Penurunan                   Capital
                                                                                                                                                                                     Nilai (CKPN) tertekan                  Adequacy Ratio
                                                                                                                                                                                                                                (CAR)

                                                Banjir - Portofolio Hipotek
                                    Lokasi (kota/kabupaten) properti, Nilai properti saat likuidasi
                                                                                                                                    Perhitungan Biaya Kerusakan                           LGD Stress
                                                                                                               Simulasi Skenario   Menerapkan rasio kerusakan agunan dan              (Loss Given Default)
                                                                                                                                   biaya revitalisasi pada area berisiko tinggi
                                              Kebakaran Hutan – Pertanian
                                     Lokasi (kota/kabupaten) agunan, Luas area, Nilai agunan


        Risiko Fisik




  Hasil uji stres risiko transisi dan risiko fisik digunakan sebagai input dalam evaluasi ketahanan permodalan Perusahaan, termasuk dampaknya terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR). Dengan pendekatan
  ini, risiko iklim tidak hanya dianalisis sebagai risiko non-keuangan, tetapi juga dipertimbangkan secara kuantitatif dalam pengelolaan risiko kredit, pembentukan cadangan, dan perencanaan permodalan BRI.
  [GRI 102-2]
Page 55
                                                                                                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                       Climate-related
                       Climate-related                              Sustainability-related                                  General Sustainability
Pengantar
                          Disclosure                                     Disclosure                                           Topic Disclosure
                                                                                                                                                            Lampiran                                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   55




  Strategi
  Analisis Skenario Risiko Transisi
  BRI melakukan analisis skenario risiko transisi untuk menilai potensi dampak kebijakan dan dinamika transisi menuju ekonomi rendah karbon terhadap kualitas kredit portofolio pembiayaan. Analisis ini
  menggunakan tiga skenario utama, yaitu kebijakan saat ini, transisi tertunda, dan net zero emissions 2050, dengan horizon analisis hingga tahun 2050.

  Berdasarkan hasil analisis, skenario net zero emissions 2050 menunjukkan peningkatan probability of default (PD) yang paling signifikan dibandingkan dengan baseline tahun 2025. Secara agregat, estimasi
  PD portofolio pembiayaan BRI pada skenario ini diperkirakan meningkat pada kisaran 1,84% hingga 2,13%. Sementara itu, pada skenario transisi tertunda, estimasi peningkatan PD berada pada tingkat yang
  lebih rendah, yaitu sekitar 0,01% hingga 1,23%. Peningkatan risiko kredit terutama terjadi pada sektor-sektor dengan intensitas karbon tinggi, seiring dengan meningkatnya biaya transisi, termasuk penyesuaian
  teknologi, kenaikan harga karbon, serta penguatan kebijakan dan regulasi lingkungan. Dampak risiko transisi diproyeksikan mencapai tingkat tertinggi pada periode sekitar tahun 2040 dalam skenario net
  zero emissions 2050, sebelum cenderung stabil dalam jangka panjang.
                                                                                                                                                                                                        Analisis Risiko Transisi pada Segmen Kredit
                                                                                                                                                                                                        BRI melakukan deep dive analysis pada skenario yang memiliki risiko transisi tertinggi
                                                                                                                                                               Total
                                                                                                                                                                                                        (NZE 2050) untuk menilai sensitivitas risiko transisi terhadap kualitas kredit produktif
                                                                                                                                                               Sektor Intensitas Tinggi*
                                                                                                                                                                                                        pada masing-masing segmen pembiayaan, yaitu Korporasi dan MSME. Analisis ini
                                                                                                                                                               Sektor Intensitas Sedang hingga Rendah
                                                                                                                                                                                                        bertujuan untuk mengidentifikasi potensi perubahan PD seiring dinamika transisi menuju
     20,00%
                                                                                                                                                                                                        ekonomi rendah karbon, sekaligus menjadi landasan pengambilan keputusan strategis
                                                                                                                                                                                                        dalam pengelolaan portofolio serta menjaga ketahanan neraca BRI dalam jangka
     15,00%
                                                                                                                                                                                                        menengah dan panjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa segmen MSME, yang
                                                                                                                                                                                                        merupakan kontributor terbesar terhadap total portofolio BRI dengan porsi sekitar 55,4%,
                                                                                                                                                                                                        memiliki tingkat sensitivitas yang relatif lebih rendah terhadap risiko transisi. Pada
     10,00%                                                                                                                                                                                             skenario NZE 2050, estimasi peningkatan PD pada segmen MSME tercatat relatif terbatas
                                                                                                                                                                                                        dengan kenaikan maksimum sebesar 0,43% pada tahun 2030, jauh lebih rendah
                                                                                                                                                                                                        dibandingkan dengan segmen korporasi yang berpotensi mengalami peningkatan
      5,00%                                                                                                                                                                                             maksimum PD hingga 9,29% pada tahun 2040. Ketahanan ini disebabkan oleh komposisi
                                                                                                                                                                                                        sektor di segmen MSME, di mana mayoritas nasabah (64,46%) terkonsentrasi pada
                                                                                                                                                                                                        sektor perdagangan besar dan eceran, yang memiliki intensitas karbon rendah sesuai
     0,00%
                            2030                    2040                    2050                    2030                    2040          2050       2030               2040               2050
                                                                                                                                                                                                        Analisa pada bagian Asset Portfolio Analysis. Sedangkan untuk segmen kredit konsumtif,
                                           Kebijakan Saat Ini                                                         Transisi Tertunda                                Net Zero 2050                    perubahan PD akibat risiko iklim tidak signifikan.
         Perubahan Probabilitas Gagal Bayar (PD) dibandingkan dengan dasar tahun 2024
         *
          Listrik, gas & air, serta pertambangan & penggalian, seperti yang disajikan dalam penilaian materialitas sektor BRI
Page 56
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
                                               Climate-related
                                               Climate-related                                                                                               Sustainability-related                                                                     General Sustainability
Pengantar
                                                  Disclosure                                                                                                      Disclosure                                                                              Topic Disclosure
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Lampiran                                                                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   56
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           1.  Aceh                 18. Lampung
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           2.  Banten               19. Maluku
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           3.  Bengkulu             20. Maluku Utara
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           4.  Daerah Istimewa      21. Nusa Tenggara
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Yogyakarta               Barat
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           5. Jakarta               22. Nusa Tenggara
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           6. Gorontalo                 Timur



  Strategi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           7. Jambi                 23. Papua
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           8. Jawa Barat            24. Papua Barat
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           9. Jawa Tengah           25. Riau
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           10. Jawa Timur           26. Sulawesi Barat
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           11. Kalimantan Barat     27. Sulawesi Selatan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           12. Kalimantan Selatan   28. Sulawesi Tengah
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           13. Kalimantan Tengah    29. Sulawesi Tenggara

  Analisis Skenario Risiko Fisik
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           14. Kalimantan Timur     30. Sulawesi Utara
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           15. Kalimantan Utara     31. Sumatra Barat
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           16. Kepulauan Bangka     32. Sumatra Selatan
  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS) sebagai panduan dalam pengelolaan risiko perubahan iklim bagi sektor jasa keuangan. Mengacu pada                                                                                                                                                                                                                                                                                               Belitung
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           17. Kepulauan Riau
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    33. Sumatra Utara
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    34. Bali
  panduan tersebut, BRI melakukan analisis skenario risiko fisik untuk mengidentifikasi potensi dampak kejadian iklim ekstrem, khususnya banjir dan kebakaran hutan, terhadap portofolio pembiayaan. Analisis
  dilakukan secara granular pada tingkat provinsi guna memetakan kerentanan wilayah serta mengidentifikasi konsentrasi eksposur risiko dalam portofolio. Estimasi tingkat kerusakan dihitung melalui integrasi
  regional damage function yang dikembangkan oleh OJK dengan pendekatan skenario forward-looking berdasarkan jalur emisi Representative Concentration Pathway (RCP).

            Physical Risk - RCP8.5/SSP5-8.5 Scenario Analysis (2050)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Analisis Risiko Fisik pada Segmen
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    BRI melakukan deep dive analysis pada skenario perubahan iklim dengan tingkat risiko fisik
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    tertinggi, yaitu RCP8.5/SSP5-8.5 (2050), untuk menilai sensitivitas risiko fisik terhadap nilai
                 1      1,06%
                                                                                                                                                                                                                                                              0.0%                                                                                                                                                                                          14.0%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    agunan pada masing-masing segmen pembiayaan BRI. Analisis ini bertujuan untuk
                                                                                                17            2,66%
                                                                                                                                                                                                                           15    5,41%                                                                                                                                                                                                                              mengidentifikasi potensi rasio kerusakan (damage ratio) pada aset agunan yang terdampak
                                           33          2,75%
                                                                                                                                                                                                                                                                                   30            2,74%                                                                                                                                                              oleh risiko fisik perubahan iklim. Peningkatan rasio kerusakan tersebut berpotensi
                                                                       25       6,39%                                                                                              11        7,64%                                                                                                                                                                                                                                                                  menurunkan nilai agunan sehingga dapat berdampak pada peningkatan Loss Given Default
                                                                                                                                                                                                                                                                       6       0,69%                                            20          2,09%
                                                                                                                                                                                                                            14      6,86%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    (LGD) dalam perhitungan risiko kredit.
                                                                                                7        6,27%                                                                                                                                       28       3,18%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      24         0,99%

                                                                                                                           16         4,60%                                                                                                26    4,11%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Hasil analisis menunjukkan bahwa agunan pada segmen konsumtif memiliki estimasi damage
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    ratio tertinggi sebesar 1,78%, diikuti oleh segmen MSME sebesar 1,55%, sedangkan segmen
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    korporasi menunjukkan tingkat kerusakan yang relatif lebih rendah sebesar 0,12%. Temuan
                                                                                                                                 5         0,75%
                                                                                                                                                                         9         1,60%                         12         3,92%                                                                                                                                                                                                                                   ini mengindikasikan bahwa eksposur agunan pada segmen konsumtif dan MSME relatif lebih
                                      31             4,82%                       32             7,78%
                                                                                                                                                     8      0,88%
                                                                                                                                                                                              13     5,64%
                                                                                                                                                                                                                                                                 29        1,13%                                                       19           1,94%                                                                                                           sensitif terhadap risiko fisik perubahan iklim dibandingkan dengan segmen korporasi.
                                                                                                                                                                                                                                                27     0,28%
                                                                        3       1,97%

                                                                                                    18         1,94%                                                4    0,76%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       23     3,51%
                                                                                                                     2          2,90%                                                   10    1,66%                                 21   2,40%
                                                                                                                                                                                                                                                                  22       0,62%
                                                                                                                                                                                                            34        0,21%




     Physical Risk - RCP2.6/SSP2-2.6 Scenario Analysis (2050)                                                                                                                                                                                         Physical Risk - RCP4.5/SSP5-4.5 Scenario Analysis (2050)                                                                                                                                                      Keterangan Wilayah
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    1.  Aceh                                 12. Kalimantan Selatan         23. Papua
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    2.  Banten                               13. Kalimantan Tengah          24. Papua Barat
       1    0,79%                                                                                                                                                                                                                                         1   0,79%

                                      17       1,76%
                                                                                                              15    5,40%                                                                                                                                                               17       1,76%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              15    5,41%
                33   2,05%                                                                                                                                                                                                                                        33   2,05%


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    3.  Bengkulu                             14. Kalimantan Timur           25. Riau
                                                                                                                                                            30   2,75%                                                                                                                                                                                                                                  30   2,75%

                         25      5,73%                                          11        7,00%                                                                                                                                                                             25     5,73%                                          11        7,01%
                                                                                                                                                     6    0,69%          20    2,09%                                                                                                                                                                                                             6    0,69%          20    2,09%

                                      7        6,17%                                                           14    6,54%                28   3,17%
                                                                                                                                                                                               24   0,99%
                                                                                                                                                                                                                                                                                        7        6,7%                                                          14   6,55%             28   3,17%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        24   0,99%                  4.  Daerah Istimewa                      15. Kalimantan Utara           26. Sulawesi Barat
                                                     16       4,58%                                                             26    4,11%                                                                                                                                                            16       4,59%                                                       26    4,11%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Yogyakarta                           16. Kepulauan Bangka           27. Sulawesi Selatan
                                                          5    0,77%        9   1,57%                    12    3,94%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            5   0,76%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              9   1,58%                  12    3.93%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    5. Jakarta                                   Belitung                   28. Sulawesi Tengah
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    6. Gorontalo                             17. Kepulauan Riau             29. Sulawesi Tenggara
                31   4,63%                                       8    0,89%                                                                     29       1,13%                19   1,93%                                                                          31   4,63%                                       8    0,88%                                                               29       1,13%                19   1,93%
                                 32   7,78%                                                13   5,62%                                                                                                                                                                              32   7,78%                                               13   5,63%
                                                                                                                                     27    0,28%                                                                                                                                                                                                                                 27    0,28%
                                 1,97%                                                                                                                                                                                                                                             1,97%

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    7. Jambi                                 18. Lampung                    30. Sulawesi Utara
                             3                                                                                                                                                                                                                                                 3



                                          18    1,93%                                                                                                                                                                                                                                       18   1,94%
                                                                        4     0,75%                                                                                                                                                                                                                                       4     0,75%


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    8. Jawa Barat                            19. Maluku                     31. Sumatra Barat
                                                                                                                                                                                                                      23    3,47%                                                                                                                                                                                                                     23   3.49%
                                                 2        2,90%                      10    1,66%                                                                                                                                                                                                   2        2,90%                      10    1,66%
                                                                                                                     21    2,40%                                                                                                                                                                                                                                    21   2,40%
                                                                                                                                                22       0,62%                                                                                                                                                                                                                              22       0,62%
                                                                                                              0,21%                                                                                                                                                                                                                                 34    0,21%

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    9. Jawa Tengah                           20. Maluku Utara               32. Sumatra Selatan
                                                                                                    34




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    10. Jawa Timur                           21. Nusa Tenggara Barat        33. Sumatra Utara
     0.0%                                                                                                          14.0%                                                                                                                             0.0%                                                                                                     14.0%

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    11. Kalimantan Barat                     22. Nusa Tenggara Timur        34. Bali
Page 57
                                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related       Sustainability-related           General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure              Disclosure                    Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   57




  Strategi
  Hasil Climate Risk Stress Test
  BRI melakukan analisa risiko banjir karena pengaruh iklim yang disebabkan oleh karakteristik                               BRI juga telah melakukan penilaian terhadap kantor cabang di luar negeri yang terpapar banjir.
  geografis Indonesia yang rentan terhadap risiko banjir akibat dari kejadian cuaca ekstrem serta
  kenaikan muka air laut. Risiko ini dapat memengaruhi operasional BRI, termasuk gangguan akses ke
  kantor cabang dan potensi kerusakan fisik pada infrastruktur. Analisis menunjukkan bahwa Jakarta                                                  Low Emission Scenario                    High Emission Scenario


  menyumbang sekitar 25% dari total proyeksi biaya perubahan iklim di tingkat nasional. Kota ini                                                                            SSP 1-2.6       SSP 2-4.5                           SSP 5-8.5


  sangat rentan terhadap banjir, baik akibat genangan dari kenaikan permukaan laut maupun                                          New York

  peningkatan curah hujan. Meskipun kantor pusat dan pusat data BRI terletak di Jakarta Pusat dan
  Jakarta Selatan, risiko langsung terhadap aset-aset tersebut relatif kecil. Namun demikian,
  gangguan pada operasional BRI masih dapat terjadi di 3,7% dari kantor cabang di daerah pesisir,                                                   Low Emission Scenario                    High Emission Scenario

  dengan sebagian besar di antaranya terletak di kota Surabaya. Peta ini menyoroti provinsi dan                                                                             SSP 1-2.6       SSP 2-4.5                           SSP 5-8.5


  kabupaten/kota yang terpapar risiko banjir tinggi.                                                                              Hongkong




                                Low Emission Scenario | High Emission Scenario
                                                                                                                                                    Low Emission Scenario                    High Emission Scenario

                                                                                                          SSP5-8.5                                                          SSP 1-2.6       SSP 2-4.5                           SSP 5-8.5


                                                                                                                                  Singapura




                                                                                                                                                    Low Emission Scenario                    High Emission Scenario

                                                                                                                                                                            SSP 1-2.6       SSP 2-4.5                           SSP 5-8.5

                                                                                                                                   Cayman




                                                                                                                                                    Low Emission Scenario                    High Emission Scenario


                                                                                                                                                                            SSP 1-2.6       SSP 2-4.5                           SSP 5-8.5

                                                                                                                                  Timor Leste



                                                        SSP1-2.6                                                SSP2-4.5

                                                                                                                                                    Low Emission Scenario                    High Emission Scenario


                                                                                                                                                                            SSP 1-2.6       SSP 2-4.5                           SSP 5-8.5

                                                                                                                                    Taiwan




                                        Below 10-years flood level                              Below 10-years flood level
Page 58
                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related      Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure             Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   58




  Strategi
  Hasil Climate Risk Stress Test [GRI 102-2]
  BRI melakukan Climate Risk Stress Test (CRST) untuk menilai ketahanan portofolio terhadap risiko perubahan iklim hingga tahun 2050 berdasarkan posisi aset pada akhir tahun 2025. Hasil analisis ini menjadi
  salah satu referensi untuk penguatan pengelolaan risiko dan aktivitas bisnis berkelanjutan. Cakupan analisis meliputi 100% portofolio dengan ketersediaan data emisi karbon, sementara portofolio yang
  belum memiliki data emisi diestimasi menggunakan pendekatan berbasis indikator keuangan dan karakteristik industri.
  Risiko Transisi dan Dampaknya terhadap PD                                                                         Dampak terhadap CKPN dan Rasio Kecukupan Modal
  BRI melakukan pemodelan keuangan di tingkat debitur untuk mengukur dampak dan jalur transmisi dari                Setelah memperoleh estimasi Probability of Default (PD) stress dan Loss Given Default
  faktor stres terkait iklim mikro dan makro terhadap laporan keuangan debitur. Laporan keuangan tersebut           (LGD) stress yang mencerminkan dampak risiko transisi dan risiko fisik perubahan iklim,
  akan menjadi dasar untuk menghitung peluang gagal bayar (stressed probability of default), yang kemudian          BRI menghitung estimasi kebutuhan Perkiraan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
  akan mempengaruhi peringkat kredit (stressed credit rating). Komponen-komponen yang mengalami                     dalam berbagai skenario iklim. Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk mengukur potensi
  stress ini akan digunakan untuk menentukan Perkiraan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) stress.             kerugian kredit secara lebih komprehensif dan forward-looking, serta memperkuat integrasi
  Berdasarkan perhitungan, peluang gagal bayar akan terus meningkat hingga tahun 2030 dengan skenario               risiko iklim dalam manajemen risiko kredit. ​
  current policies dan sedikit sesudah 2030 hingga tahun 2050.
                                                                                                                    Hasil estimasi menunjukkan bahwa seluruh skenario menghasilkan peningkatan kebutuhan
  Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam skenario kebijakan saat ini, PD diproyeksikan meningkat hingga             pencadangan sebagai respons terhadap meningkatnya risiko perubahan iklim. Skenario
  tahun 2030 dan kemudian mengalami kenaikan moderat hingga tahun 2050. Pada skenario transisi                      Net Zero Emission 2050 menghasilkan dampak tertinggi, dengan rasio CKPN diproyeksikan
  terlambat, tren peningkatan risiko kredit relatif serupa hingga tahun 2030, namun meningkat lebih signifikan      meningkat sebesar 1,11% hingga 1,24%. Hal ini mencerminkan tekanan awal terhadap
  dalam jangka panjang akibat pengetatan kebijakan pengurangan emisi yang terjadi pada periode lebih                debitur akibat percepatan kebijakan dekarbonisasi, peningkatan biaya karbon, serta
  akhir. Hal tersebut meningkatkan biaya karbon serta kebutuhan investasi transisi debitur. Pada skenario           kebutuhan investasi transisi menuju ekonomi rendah karbon.​
  Net Zero Emission 2050, tekanan terhadap debitur terjadi lebih awal akibat implementasi kebijakan
  dekarbonisasi yang lebih agresif. Hal ini tercermin pada peningkatan peluang gagal bayar pada tahap awal.         BRI juga melakukan simulasi dampak terhadap rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
  Namun demikian, risiko diproyeksikan menurun setelah tahun 2040 seiring dengan meningkatnya kapasitas             Ratio/CAR) dengan mempertimbangkan peningkatan CKPN dalam setiap skenario. Hasil
  adaptasi debitur terhadap ekonomi rendah karbon.                                                                  analisis menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal tetap berada pada tingkat yang
                                                                                                                    memadai dan di atas ketentuan regulator pada seluruh skenario, meskipun mengalami
  Risiko Fisik dan Dampaknya terhadap LGD                                                                           penurunan. Pada skenario Net Zero Emission 2050, CAR diproyeksikan menurun sebesar
  Dalam mengukur Loss Given Default (LGD), BRI telah mengintegrasikan pendekatan risiko fisik dengan                1,15% hingga 1,29%, yang merupakan penurunan terbesar dibandingkan skenario lainnya.
  mengacu pada metodologi yang dijelaskan dalam Buku 2 Climate Risk Management and Scenario Analysis
  (CRMS) OJK. Dalam pedoman tersebut, penurunan nilai aset dari agunan debitur berdasarkan luas wilayah
  dan kategori risiko tinggi menurut Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang diterbitkan oleh BNPB
  dinyatakan dapat berdampak terhadap penurunan nilai agunan. Sejalan dengan pedoman tersebut, BRI
  menerjemahkan dampak penurunan nilai agunan akibat risiko bencana ke dalam parameter kuantitatif
  berupa damage ratio. Parameter ini mencerminkan estimasi penurunan nilai aset agunan debitur akibat
  risiko banjir dan kebakaran hutan berdasarkan tingkat kerentanan wilayah.​

  BRI selanjutnya mengintegrasikan rasio kerusakan tersebut dengan skenario perubahan iklim jangka
  panjang menggunakan Representative Concentration Pathway (RCP) untuk menangkap dinamika risiko
  fisik secara forward-looking hingga tahun 2050. Pendekatan ini memungkinkan estimasi LGD yang tidak
  hanya berbasis kondisi historis, tetapi juga mempertimbangkan perubahan frekuensi dan intensitas
  bencana di masa depan. Berdasarkan hasil analisis, estimasi kenaikan damage ratio per provinsi berada
  pada kisaran 0,02% hingga 2,65%, yang mencerminkan perbedaan tingkat kerentanan wilayah terhadap
  risiko banjir dan kebakaran hutan. Variasi tersebut dipengaruhi oleh tingkat eksposur geografis, karakteristik
  bencana, serta konsentrasi agunan pada wilayah dengan indeks risiko bencana yang tinggi.​Peningkatan
  rasio kerusakan ini secara langsung berdampak pada estimasi peningkatan LGD melalui penurunan nilai
  agunan debitur. Dalam horizon pengujian, estimasi dampak terhadap LGD berada pada kisaran 0,00029%
  hingga 0,0014%.
Page 59
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   59




  Strategi
  Keterlibatan Sepanjang Rantai Nilai, Industri, dan Pemerintah                                         Strategi BRI dalam Mengelola Risiko Iklim
  Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko terkait perubahan iklim berpotensi mempengaruhi kinerja       Dalam mengelola risiko perubahan iklim, BRI menerapkan Climate Risk Management and Scenario
  keuangan Perusahaan. Sebagai respons terhadap temuan tersebut, BRI memperkuat implementasi            Analysis (CRMS) sesuai dengan pedoman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta model risiko internal
  strategi dekarbonisasi melalui pendekatan keterlibatan yang terstruktur di sepanjang rantai nilai,    untuk melakukan Climate Risk Stress Testing. Hasil analisis tersebut menjadi dasar bagi BRI dalam
  yang mencakup penguatan kapabilitas internal, pengelolaan portofolio pembiayaan, serta                memperkuat komitmen pencapaian Net Zero Emissions pada tahun 2050 di seluruh aktivitas bisnis
  kolaborasi dengan nasabah, mitra industri, dan otoritas pemerintah.                                   dan operasional.

  Sebagai bagian dari strategi tersebut, BRI memperkuat kapabilitas internal dalam pengelolaan risiko   Transparansi dalam aktivitas terkait iklim menjadi landasan penting dalam membangun kepercayaan
  iklim, pengelolaan emisi, serta pencapaian target Net Zero Emission dengan mengintegrasikan           dengan para pemangku kepentingan. Untuk memastikan akuntabilitas dan keterbandingan
  aspek perubahan iklim ke dalam fungsi bisnis dan mendorong kolaborasi lintas unit kerja. BRI juga
                                                                                                        informasi, BRI mengacu pada standar pengungkapan internasional yang diakui, termasuk IFRS
  memperkuat pengelolaan portofolio pembiayaan dengan mempertimbangkan eksposur emisi,
                                                                                                        Sustainability Disclosure Standards, sehingga informasi mengenai strategi, risiko, dan kinerja
  peningkatan kualitas pengumpulan data, serta pengembangan rencana penurunan emisi pada
                                                                                                        terkait iklim dapat disampaikan secara jelas dan komprehensif.
  tingkat portofolio. Menyadari bahwa pencapaian Net Zero Emission memerlukan aksi kolektif, BRI
  juga mendorong keterlibatan dengan pemangku kepentingan. Secara internal, hal ini didukung
  melalui Sustainability Culture Program (SCP) untuk meningkatkan kesadaran karyawan terhadap           Sebagai lembaga keuangan, BRI juga berperan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan
  praktik ESG. Sementara itu, keterlibatan dengan nasabah dilakukan melalui pengembangan                melalui penyediaan pembiayaan berkelanjutan yang mendukung proyek dan inisiatif ramah
  pembiayaan berkelanjutan, termasuk Sustainability-Linked Loans (SLL), yang memungkinkan               lingkungan. BRI terus memperluas Responsible Aset Under Management dengan meningkatkan
  debitur menetapkan target kinerja keberlanjutan dengan mekanisme insentif atas pencapaiannya.         pembiayaan pada kategori berwawasan lingkungan, investasi hijau, dan sustainability linked loan.

  Sejalan dengan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik, BRI juga berpartisipasi dalam      Dalam memastikan praktik pembiayaan yang bertanggung jawab, BRI juga menerapkan kebijakan
  berbagai forum industri dan asosiasi bisnis guna memberikan masukan dalam pengembangan                pembiayaan khusus bagi subsektor yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu lingkungan dan
  kebijakan publik yang berkaitan dengan perubahan iklim dan keuangan berkelanjutan. Keterlibatan       perubahan iklim, antara lain subsektor kelapa sawit berkelanjutan, pulp dan kertas, batu bara, serta
  ini dilakukan secara transparan dan bertujuan untuk mendukung penguatan kerangka kebijakan            minyak dan gas. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa aktivitas pembiayaan tetap
  yang mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon. BRI memastikan bahwa seluruh aktivitas          selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan risiko lingkungan. [OJK F.9]
  keterlibatan kebijakan publik tersebut dilaksanakan sesuai dengan prinsip Good Corporate
  Governance dan tidak melibatkan kontribusi politik langsung. Melalui pendekatan ini, BRI              Upaya tersebut juga diperkuat melalui peningkatan kapasitas internal organisasi dan keterlibatan
  memastikan bahwa aktivitas keterlibatan dengan pemangku kepentingan, termasuk dalam proses            dengan pemangku kepentingan dalam mendukung aksi iklim. BRI secara aktif menyelenggarakan
  kebijakan publik, tetap selaras dengan strategi dekarbonisasi dan rencana transisi Perusahaan         program pelatihan bagi pekerja, mendorong keterlibatan dengan nasabah dan mitra dalam
  menuju Net Zero Emission.                                                                             penerapan praktik keberlanjutan, serta berpartisipasi dalam berbagai inisiatif industri yang
                                                                                                        mendorong percepatan aksi iklim.

                                                                                                        Selain itu, BRI mengelola emisi operasional melalui berbagai inisiatif pengurangan jejak karbon,
                                                                                                        termasuk peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengimbangan emisi
                                                                                                        residual secara bertahap sebagai bagian dari upaya pencapaian target Net Zero Emissions. Melalui
                                                                                                        strategi yang terintegrasi tersebut, BRI berupaya memperkuat ketahanan bisnis terhadap risiko
                                                                                                        perubahan iklim sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan
                                                                                                        serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Informasi lebih lanjut
                                                                                                        mengenai target, indikator kinerja, serta rencana aksi yang mendukung implementasi strategi ini
                                                                                                        disajikan pada bagian Metrics and Targets serta Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
                                                                                                        dalam laporan ini.
Page 60
                                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related
               Climate-related      Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   60




  Manajemen Risiko
  Manajemen Risiko Iklim

  Perusahaan memandang risiko terkait perubahan iklim                     No     Kategori          Risiko terkait Iklim                Mitigasi
  sebagai risiko yang melekat (inherent) dalam aktivitas
  perbankan dan dikelola secara terintegrasi dalam kerangka               Risiko Transisi
  manajemen risiko Perusahaan. Risiko iklim tidak diperlakukan
                                                                                Risiko             Meningkatnya permintaan akan        • Memperluas investasi terkait teknologi beremisi karbon rendah ​
  sebagai risiko yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian           1
                                                                                Teknologi          teknologi rendah karbon             • Memantau tren teknologi beremisi karbon rendah dan riset
  dari risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional, dan risiko
  strategis, dengan mempertimbangkan potensi dampaknya
                                                                                                   • Harga karbon
  terhadap kinerja keuangan, operasional, serta keberlanjutan                   Risiko
                                                                                                   • Strategi nasional dekarbonisasi   Melakukan pelibatan dengan portofolio untuk mendorong penerapan kebijakan dan hukum
  usaha dalam jangka menengah hingga panjang. Sejalan                     2     Kebijakan &
                                                                                                   • Kewajiban pengungkapan terkait    terkait harga karbon, strategi dekarbonisasi, dan pengungkapan iklim
  dengan itu, Perusahaan juga mengidentifikasi peluang yang                     Regulasi
                                                                                                       iklim
  timbul dari respons terhadap perubahan iklim, khususnya
  dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.                                           • Meningkatnya penggunaan energi
                                                                                                       terbarukan​
  Dalam pengelolaannya, Perusahaan menerapkan proses                                               • Meningkatnya permintaan pasar
  yang mencakup identifikasi, penilaian, prioritisasi, dan                                           untuk produk yang lebih ramah     • Memberikan saran kepada portofolio untuk beralih ke infrastruktur hijau
                                                                          3     Risiko Pasar
  pemantauan risiko dan peluang terkait perubahan iklim                                              lingkungan​                       • Mengembangkan produk dan layanan perbankan hijau
  secara berkelanjutan. Proses ini didukung oleh penggunaan                                        • Perubahan perilaku nasabah​
  analisis skenario perubahan iklim untuk menilai sifat,                                           • Permintaan     pasar   terhadap
  kemungkinan, dan besaran dampak risiko iklim terhadap                                              keuangan hijau
  portofolio pembiayaan, operasional, aset, dan kinerja                                                                                • Merevitalisasi strategi dan implementasi yang memenuhi kebutuhan pemangku
  keuangan. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai                                                                                    kepentingan ​
                                                                                Risiko             Risiko kehilangan kepercayaan dan
  masukan      dalam   pengambilan     keputusan    strategis,            4                                                            • Memperkuat kepercayaan pelanggan dan investor dengan memperkuat manajemen
                                                                                Reputasi           keyakinan investor
  penyusunan kebijakan pembiayaan, serta penguatan rencana                                                                               lingkungan ​
  transisi Perusahaan.                                                                                                                 • Mengungkapkan isu perubahan iklim melalui laporan TCFD dan SR
                                                                          Risiko Fisik
  Pengelolaan risiko iklim dilaksanakan melalui koordinasi
  antara fungsi manajemen risiko dan fungsi ESG, serta                                             • Gelombang panas
  dibahas secara berkala dalam Komite Manajemen Risiko dan                      Risiko Fisik       • Banjir
                                                                          5
  Komite ESG. Hasil pembahasan tersebut menjadi bagian dari                     Akut               • Siklon Tropis
                                                                                                   • Kebakaran Hutan                   • Membentuk Business Continuity Plan (BCP) ​
  pelaporan kepada Dewan Komisaris dalam rangka                                                                                        • Melaksanakan mock exercise dan simulasi evakuasi darurat
  pengawasan dan pengambilan keputusan, serta menjadi                                                                                  • Mengembangkan strategi respons terhadap perubahan iklim sesuai dengan analisis
  dasar penetapan langkah-langkah mitigasi risiko iklim yang                                       • Kenaikan suhu                       skenario risiko fisik
                                                                                Risiko Fisik
  terintegrasi dalam kebijakan pembiayaan, pengelolaan                    6                        • Kenaikan permukaan laut
                                                                                Kronis
  agunan, dan proses manajemen risiko operasional                                                  • Stres air
  Perusahaan.
Page 61
                                                                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related
                Climate-related     Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure            Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.     61




  Manajemen Risiko
  Integrasi ESRM                                                                                                   Pembiayaan Bertanggung Jawab[GRI G4 FS2]

  Ambisi Pencapaian NZE tahun 2050 diwujudkan melalui Strategi Inisiatif Dekarbonisasi yang                        Bisnis dan Value Chain
  dituangkan dalam SE Keberlanjutan No. SE.29-DIR/ESG/12/2025 tanggal 31 Desember 2025 tentang                     Pembiayaan Berkelanjutan
  Kebijakan dan Strategi Keberlanjutan BRI. Strategi Dekarbonisasi sendiri adalah pendekatan                       BRI secara konsisten menerapkan proses identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko ESG pada
  terencana untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara bertahap melalui penyesuaian bisnis,                      kebijakan Pemberian pinjaman. Sejalan dengan hasil CRST, perubahan iklim menjadi pertimbangan
  operasional, dan pembiayaan guna mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.                                utama dalam penilaian risiko lingkungan. BRI juga melengkapi evaluasi aspek sosial terkait dampak
                                                                                                                   terhadap masyarakat serta aspek tata kelola yang mencakup kepatuhan, transparansi, dan praktik
  Sebagai bagian dari upaya tersebut, Perusahaan mengimplementasikan strategi dekarbonisasi                        bisnis yang bertanggung jawab, guna membangun portofolio pembiayaan yang berkelanjutan dan
  secara menyeluruh dengan mengintegrasikan Environmental, Social, and Risk Management (ESRM)                      selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Prosedur penyaluran pinjaman
  ke dalam kegiatan operasional dan bisnis Perusahaan. Implementasi dalam kegiatan operasional                     di BRI:
  dan bisnis BRI antara lain:


   Operation                               Business and Value chain

   Menyusun rencana transisi               Menyusun kerangka keuangan berkelanjutan berbasis aksi mitigasi             PEMASARAN
                                                                                                                                                               HUKUM DAN                              UJI KEPATUHAN                               MANAJEMEN
   kendaraan ramah lingkungan              risiko iklim yang selaras dengan target NZE                                  Identifikasi dan                       KEPATUHAN
                                                                                                                                                                                                                                                    RISIKO
                                                                                                                     mempertimbangkan
                                                                                                                       kelayakan bisnis                           Meninjau                               Memastikan
                                           Portfolio management       dengan     mengembangkan        kebijakan          calon debitur                         kepatuhan dari                           putusan kredit                              Memantau
   Pemasangan solar panel                                                                                            termasuk isu terkait                       calon debitur.                          sesuai dengan          UNIT KERJA         portofolio kredit.
                                           pembiayaan sektor spesifik berbasis hasil CRST.                                   ESG.                                                                     ketentuan internal      OPERASIONAL
                                                                                                                                                                                                      dan eksternal yang
                                                                                                                                              ANALISIS
                                           Penyusunan daftar periksa ESG (ESG checklist) untuk mengumpulkan                                    KREDIT
                                                                                                                                                                                 KOMITE KREDIT             berlaku.
                                                                                                                                                                                                                                  Melakukan
   Efisiensi energi                                                                                                                                                                                                           pengawasan dan
                                           data guna menilai kinerja emisi perusahaan serta rencana transisinya.                            Mengelola kredit                     Proses Persetujuan
                                                                                                                                                                                                                                  memeriksa
                                                                                                                                                                                                                                 kelengkapan
                                                                                                                                                dengan                            sesuai wewenang                              dokumen terkait
                                                                                                                                            memperhatikan                           yang berlaku.                             ESG sesuai syarat
  Pengelolaan Emisi Operasional dan Efisiensi Energi                                                                                          faktor ESG.
                                                                                                                                                                                                                                yang diberikan
                                                                                                                                                                                                                                    analis.
  Integrasi ESRM pada kegiatan operasional diwujudkan dalam Kebijakan Pengelolaan aset tetap
  dalam Surat Edaran No SE.31-DIR/PLM/05/2022 tentang Pengelolaan Asset Tetap & Procurement
  Berbasis Prinsip ESG. Yaitu melalui pertimbangan aspek:


   Environmental                  Social                                  Governance                               BRI mengacu pada Loan Portfolio Guidelines (LPG) yang berlaku untuk seluruh jenis pembiayaan,
   • Energi ramah lingkungan      • Keterlibatan CSR                      • Independensi BOC dan BOD               baik pembiayaan untuk tujuan umum maupun berbasis proyek. LPG menetapkan persyaratan kredit
   • Pengelolaan limbah           • Implementasi K3                         Transparansi                           yang mencakup analisis aspek ESG sebagai bagian dari proses Know Your Customer (KYC) untuk
   • Konservasi SDA               • Kepastian perlindungan data           • Komitmen anti suap                     mengidentifikasi potensi isu lingkungan, sosial, hukum, dan litigasi calon debitur, yang hasilnya
                                    pribadi                               • Kepastian conflict of interest         dituangkan dalam Memorandum Analisis Bisnis (MAB), serta mengatur klasifikasi sektor, kriteria
                                                                                                                   penerimaan sektor, dan batasan sektor pembiayaan. [GRI G4 FS2]
Page 62
                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                   Climate-related
                   Climate-related      Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                      Disclosure             Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                 Lampiran             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   62




  Manajemen Risiko
  Kebijakan Daftar Sektor Negatif atau Dikecualikan (Negative atau Exclusion List)
  BRI berkomitmen untuk menghindari eksposur pada sektor-sektor tertentu, termasuk namun tidak
  terbatas pada:

  •     Budidaya dan perindustrian narkotika golongan 1, seperti ganja, heroin, kokain, morfin, dan
        opium
  •     Pemanfaatan koral/karang dari alam untuk bahan bangunan/kapur/kalsium dan souvenir/
        perhiasan, serta koral hidup atau koral mati (recent death coral) dari alam
  •     Penangkapan spesies ikan yang tercantum dalam lampiran 1 Convention on International Trade
        in Endangered Species of wild fauna and flora (CITES)
  •     Industri pembuatan senjata kimia;
  •     Industri bahan kimia industri dan industri bahan kimia perusak lapisan ozon;
  •     Perjudian dan/atau kasino;
  •     Untuk jenis usaha terkait kayu, diantaranya kayu gelondongan, moulding, dan sawmill tidak
        dapat dibiayai, kecuali usaha yang menggunakan kayu hasil Hutan Tanaman Industri/Rakyat
        yang dibuktikan dengan sertifikat yang berlaku di Indonesia

  Analisis Aspek Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola [GRI G4 FS2]
  Proses selanjutnya dari Pemberian pinjaman Adalah melakukan analisis aspek ESG yang
  dilaksanakan sebagai berikut:


      Lingkungan                        Sosial                                  Tata Kelola

      Mitigasi    risiko   lingkungan   Mitigasi risiko sosial dituangkan       Pengelolaan risiko tata Kelola pada
      yang timbul dari kegiatan         dalam persyaratan, antara lain          pembiayaan BRI diimplementasikan
      pembiayaan, termasuk risiko       dengan       analisis   manajemen       antara lain dengan pengecekan
      biodiversitas, emisi gas rumah    dan memastikan tidak terdapat           keterlibatan dalam insiden korupsi,
      kaca, dan bencana alam,           keterlibatan dalam eksploitasi anak,    gratifikasi, dan pencucian uang.
      dituangkan dalam pemenuhan        pelanggaran      HAM.    Identifikasi   BRI juga melakukan asesmen atas
      dokumen lingkungan seperti:       nasabah/calon nasabah:                  kapabilitas manajemen perusahaan
                                                                                pada aspek analisis capacity
      • Izin lingkungan (AMDAL) dan     • Penerapan K3 di Perusahaan, dan
      • Peringkat PROPER                • Penerapan TJSL
Page 63
                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related
             Climate-related    Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                Disclosure           Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   63




  Manajemen Risiko
  Kebijakan Pengelolaan Kredit Bermasalah
  Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku terkait pengelolaan kredit bermasalah termasuk penagihan hutang, BRI menerapkan kebijakan pengelolaan kredit bermasalah yang mengikuti etika
  tinggi dan menghormati hak hak nasabah. Kebijakan ini dituangkan dalam Ketentuan “Pengelolaan Kredit Bermasalah”. Secara khusus penagihan utang diatur dalam modul penyelesaian kredit bermasalah
  pada modul 5 ketentuan tersebut. BRI memastikan kebijakan penagihan utang dilaksanakan secara profesional dengan memperhatikan hak-hak nasabah. Kebijakan ini mencakup penagihan yang dilakukan
  secara internal dan menggunakan pihak ketiga. Dalam hal penagihan dilakukan oleh pihak ketiga, BRI melakukan asesmen pemenuhan syarat dan kewajiban pihak ketiga yang telah tunduk pada regulasi
  yang ada di Indonesia dan BRI, dengan mendapatkan persetujuan oleh direktur manajemen risiko. Proses penagihan di BRI dilaksanakan baik secara langsung datang ke Lokasi maupun melalui media
  komunikasi dengan nasabah, dalam proses ini BRI mengedepankan aspek aspek pelindungan finansial yang menghormati hak nasabah serta aspek perjanjian kredit. Ketentuan pengelolaan kredit bermasalah
  ini berlaku untuk seluruh segmen kredit yang ada di BRI. Adapun pengelolaan kredit bermasalah di BRI adalah sebagai berikut:



               Kondisi normal                 Review & Prakarsa                       Negosiasi                     Analisis

                                            • Review fasilitas kredit           Negosiasi restrukturisasi    Pejabat pemrakarsa
                                              yang mengalami                    pada prinsipnya dapat        melakukan analisis
                                              kesulitan, dan masih              dilakukan setiap saat, hal   berdasarkan prospek
                                              memiliki proses usaha             ini untuk mendapatkan        usaha dan kemampuan
                                              yang dinilai mampu                Gambaran awal dan            bayar, agar proyeksi
                                              memenuhi kewajiban                persepsi yang sama           pembayaran selama
                                              setelah                           terhadap rencana             periode restrukturisasi
                                              restrukturisasi.                  pelaksanaan                  dapat direalisasikan.
                                            • Diagnosa penyebab                 restrukturisasi.
                                              kredit bermasalah
                                            • Pejabat yang
                                              berwenang Menyusun
                                              persiapan
                                              restrukturisasi yang
                                              diperlukan




                                                    Putusan                          Dokumentasi                Kondisi normal               Exit Policy                      Write-off

                                            Putusan restrukturisasi             Dokumentasi                  Putusan restrukturisasi    Kebijakan penyelesaian         Melakukan
                                            diselenggarakan sesuai              pelaksanaan                  diselenggarakan sesuai     kredit untuk nasabah           penghapusbukuan untuk
                                            dengan kewenangan dari              restrukturisasi dilakukan    dengan kewenangan dari     yang tidak dapat               fasilitas kredit macet dari
                                            pejabat pemutus.                    untuk memastikan             pejabat pemutus.           dilakukan penyelamatan         neraca dengan tetap
                                                                                kelengkapan                                             kredit.                        melakukan penyelesaian
                                                                                dokumentasi sesuai                                                                     kredit.
                                                                                dengan ketentuan yang
                                                                                berlaku dan perjanjian
                                                                                restrukturisasi.
Page 64
                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   64




  Manajemen Risiko
  Peninjauan Ulang Pembiayaan [GRI G4 FS3, FS9]                       Mitigasi Risiko Transisi dalam Pembiayaan Korporasi
  BRI terus meninjau setiap proyek yang mendapatkan                   Selanjutnya, dalam rangka melakukan mitigasi dari dampak perubahan iklim khususnya risiko Transisi yang dapat terjadi, BRI melakukan
  pembiayaan. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi tentang             integrasi risiko iklim kedalam kebijakan pembiayaan. BRI telah mengidentifikasi sektor prioritas yang terdampak berdasarkan hasil analisis
  Kebijakan Umum Perkreditan Bank (KPB), pengawasan                   CRST. Integrasi diwujudkan dalam Mitigasi risiko iklim pada kebijakan sektor spesifik. Integrasi ini menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi
  dilakukan dengan meninjau dokumen kredit yang disampaikan           BRI untuk mengelola emisi keuangan. Kebijakan pembiayaan sektor spesifik masuk dalam prescreening proses pemberian pinjaman
  oleh debitur. Pemantauan dan evaluasi rutin dilakukan minimal       nasabah dan dituangkan dalam MAB. Kebijakan pembiayaan spesifik ini bersifat mengikat dan secara khusus mengatur pembiayaan
  satu kali dalam setahun untuk memastikan penerapan prinsip          kepada nasabah segmen komersial dan korporasi di sektor ketenagalistrikan. Kebijakan ini mencakup fasilitas pembiayaan untuk kredit
  keuangan berkelanjutan oleh nasabah. Salah satu metode yang         modal kerja maupun pembiayaan berbasis proyek. Integrasi mitigasi risiko yang spesifik pada sektor tertentu adalah sebagai berikut:
  dilakukan adalah metode kunjungan (site visit). Jika peringkat
  PROPER nasabah turun dari Biru ke Merah atau Hitam, BRI
                                                                                        Kelistrikan                                 Pertambangan                                      Manufaktur
  melakukan pemantauan dan korespondensi khusus untuk
  mendukung pemulihan peringkat.                                        Sektor penyediaan energi Listrik di                              Batu bara                                     Pulp dan Paper
                                                                        Indonesia masih didominasi oleh sumber
  Apabila terdapat nasabah atau debitur yang belum memenuhi             energi tidak terbarukan, kebijakan              • Memiliki perijinan usaha sektor Batubara      • Memiliki perijinan usaha sektor pulp and
  syarat ESG, BRI akan meminta informasi dan melakukan tindak           pembiayaan BRI dalam rangka mendukung           • Memiliki rencana penutupan tambang              paper
  lanjut secara berkala. Observasi dan pengumpulan informasi            mitigasi risiko iklim sbb:                        sesuai dengan ketentuan yang berlaku          • Memiliki bukti sistem verifikasi legalitas
  terkait teguran, pelanggaran, atau permasalahan terkait ESG           • Memiliki perijinan usaha sektor kelistrikan   • Memiliki upaya penurunan emisi                  kayu (SVLK) sesuai dengan regulasi yang
                                                                        • Jangka waktu kredit selaras dengan            • Memiliki bukti pelaksanaan manajemen            berlaku di Indonesia
  juga akan dilakukan. BRI akan secara bertahap memperbarui
                                                                          rencana phase out Batubara dari                 energi sesuai dengan PP 33 tahun 2023
  data kepatuhan ESG debitur. Informasi pemantauan dicatat                                                                tentang konservasi energi
                                                                          pemerintah
  dalam Laporan Kunjungan Nasabah dan hasil evaluasi                    • Memiliki upaya penurunan emisi
  digunakan untuk meninjau pembiayaan kepada debitur.                   • Memiliki bukti pelaksanaan manajemen
                                                                                                                                                                                       Agrikultur
  BRI juga akan mengambil pendekatan yang diperlukan,                     energi sesuai dengan PP 33 tahun 2023                     Minyak dan Gas Bumi                                    Palm Oil
  termasuk manajemen portofolio, kesesuaian dengan regulasi,              tentang konservasi energi
  dan pendekatan lainnya. Hasil peninjauan secara berkala                                                                                                               • Komitmen No Deforestation, No Expansion
                                                                                                                        • Memiliki perijinan sektor Minyak dan gas
  disampaikan melalui saluran internal BRI, sementara distribusi                                                          bumi                                            on Peatland, and No Exploitation (NDPE)
  pembiayaan dilaporkan setiap tahun sesuai dengan kerangka                           Biodiversitas                     • Memiliki upaya penurunan emisi                • RSPO dan/atau ISPO atau
  kerja. Laporan tahunan mencakup aset yang memenuhi syarat                                                             • Memiliki bukti pelaksanaan manajemen            sekurang-kurangnya bukti pengurusan
  berdasarkan kategori proyek dan sisa saldo hasil yang belum                      Kehutanan, kayu dan karet              energi sesuai dengan PP 33 tahun 2023           pendaftaran RSPO/ISPO
  didistribusikan. BRI belum melaksanakan audit khusus terkait                                                            tentang konservasi energi                     • Untuk perusahaan inti, Dokumen
                                                                        • Memiliki perijinan usaha pemanfaatan          • Untuk kegiatan eksploitasi, memiliki            kerjasama perusahaan dengan masyarakat
  penerapan kebijakan lingkungan dan sosial pada proses
                                                                          hasil hutan yang sesuai dengan regulasi         rencana reklamasi pasca tambang                 sekitar kebun untuk pembangunan kebun
  pemberian kredit.                                                       yang berlaku                                  • Spesifik sub-sektor minyak dan gas bumi         masyarakat sesuai ketentuan yang
                                                                        • Memiliki bukti sistem verifikasi legalitas      non konvensional*                               berlaku, yaitu paling rendah seluas 20%
  BRI menyediakan opsi restrukturisasi yang transparan dan                kayu (SVLK) sesuai dengan regulasi yang                                                         (dua puluh perseratus) dari total luas areal
  terstruktur dengan mempertimbangkan prospek nasabah,                    berlaku di Indonesia                                                                            kebun yang diusahakan
  kondisi keuangan dan karakter nasabah. Pelaksanaan                    • Rencana Kerja Usaha (RKU) berdasarkan                                                         • Dokumen yang menunjukkan
  restrukturisasi di BRI menggunakan pedoman POJK 91 tahun                Kementerian Kehutanan dan Lingkungan                                                            keberlangsungan rantai pasok (buyer dan
  2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum, dengan                  Hidup                                                                                           supplier)
  pilihan antara lain:                                                                                                                                                  • Tersedia sarana dan prasarana untuk
                                                                                                                                                                          pencegahan dan penanggulangan
  • Penurunan suku bunga
                                                                                                                                                                          kebakaran hutan
  • Pengurangan tunggakan bunga dan atau denda/penalti
  • Perpanjangan jangka waktu
  • Penambahan fasilitas kredit
  • Penundaan pembayaran kewajiban
  • Pengurangan tunggakan pokok
  • Konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara
  • Kombinasi poin-poin di atas, dan lain-lain.
Page 65
                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related      Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure             Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   65




  Manajemen Risiko
  Sustainability Linked Loan
  Upaya penurunan emisi juga dilaksanakan diluar dari sektor prioritas. BRI memahami bahwa
  kebutuhan transisi menuju ekonomi rendah karbon bukan hanya pada sektor tinggi emisi, namun
  berlaku untuk seluruh nasabah di seluruh sektor. BRI senantiasa mendukung setiap upaya nasabah
  untuk melakukan transisi menuju ekonomi rendah karbon, untuk itu BRI menyediakan sebuah
  fasilitas yang menjawab kebutuhan nasabah yang memiliki upaya implementasi praktik
  keberlanjutan. Kebijakan pembiayaan ini dituangkan dalam Sustainability-Linked Loan (SLL).
  Melalui SLL, BRI memberikan insentif kepada nasabah yang berhasil mencapai target KPI
  keberlanjutan yang telah ditetapkan. Sebaliknya, terdapat disinsentif bagi nasabah yang tidak
  mencapai KPI tersebut. SLL juga berfungsi sebagai sarana bagi BRI untuk mempublikasikan
  langkah-langkah dan kemajuan dalam penerapan ESG kepada pemangku kepentingan.

  Penguatan Kapasitas dan Pelatihan Risiko Iklim [GRI G4 FS4]
  Dalam rangka memperkuat pengelolaan risiko perubahan iklim, BRI secara berkelanjutan
  melaksanakan program peningkatan kapasitas pegawai yang terintegrasi dengan pengembangan
  kompetensi manajemen risiko. Inisiatif ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola risiko iklim
  untuk memastikan kesiapan organisasi dalam menghadapi risiko transisi dan risiko fisik perubahan
  iklim. Program peningkatan kapasitas difokuskan pada pemahaman metodologi, pengembangan
  analisis risiko, serta penerapan praktik pengelolaan risiko iklim, termasuk integrasi risiko perubahan
  iklim dalam manajemen risiko inheren perbankan.​

  Salah satu inisiatif utama adalah kerja sama dengan tenaga ahli dalam penyelenggaraan Climate
  Resilience Training: BRI Climate Risk Stress Test (CRST) Methodology dalam kerangka BRILiaN
  Specialist Development Program (BSDP). Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman
  teknis pegawai terhadap metodologi, asumsi, dan prosedur pelaksanaan Climate Risk Stress Test
  (CRST). Pelatihan tersebut melibatkan unit kerja terkait risiko di Kantor Pusat serta partisipasi
  Perusahaan Anak guna memastikan keselarasan pendekatan pengelolaan risiko iklim di seluruh
  entitas BRI Group. Selain itu, dalam proses penyusunan dan penyempurnaan kebijakan pembiayaan
  sektoral terkait mitigasi risiko transisi, BRI menyelenggarakan workshop, forum diskusi, dan
  knowledge sharing yang melibatkan unit bisnis, fungsi manajemen risiko, serta pembuat kebijakan
  di Kantor Pusat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan yang dikembangkan
  bersifat implementatif, adaptif terhadap dinamika risiko sektor, serta mempertimbangkan aspek
  transisi yang adil.​[GRI 102-3]

  Sampai dengan tahun 2025, sebanyak 84 pekerja terdiri atas 43 laki-laki dan 41 perempuan telah
  mengikuti pendidikan dan workshop khusus terkait risiko iklim. Peningkatan awareness terkait
  risiko iklim juga disampaikan secara rutin kepada seluruh pekerja melalui webinar risk update,
  Catchup on ESG, dan kegiatan internal lainnya. Dalam periode pelaporan, BRI tidak melakukan
  program rekrutmen khusus, pemutusan hubungan kerja, maupun penempatan kembali tenaga kerja
  yang secara langsung terkait dengan implementasi kebijakan transisi atau adaptasi perubahan
  iklim.
Page 66
                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related     Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   66




  Manajemen Risiko
  Mitigasi Risiko Fisik dalam Fasilitasi Agunan Pembiayaan Mikro dan UMKM                               Kerangka Kerja Manajemen Risiko Iklim dalam Keuangan Berkelanjutan
  Perusahaan menerapkan langkah mitigasi terhadap risiko fisik perubahan iklim, khususnya pada          Implementasi Rencana Keberlanjutan Bisnis (Business Continuity Plan/BCP).
  portofolio pembiayaan Mikro dan UMKM, dengan memastikan bahwa agunan berupa tempat usaha
  nasabah dilindungi melalui skema asuransi. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi potensi
  kerugian finansial akibat kejadian iklim ekstrem, seperti banjir, kebakaran, maupun bencana alam                  Penilaian Risk and              Penilaian Manajemen           Pencatatan Kerugian Risiko
  lainnya, yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha nasabah serta kualitas aset Perusahaan. Ke                   Control Self Assessment            Risiko Kecukupan              Operasional dalam Loss
                                                                                                                           (RCSA)                    Produk Bank Baru               Event Database (LED)
  depan, Perusahaan berencana untuk semakin memperkuat mekanisme perlindungan tersebut
  melalui pengembangan skema asuransi yang lebih terstruktur dan komprehensif, termasuk
                                                                                                          Sebuah perangkat                  Penerapan proses              LED BRI mencakup proses
  mendorong perluasan cakupan perlindungan terhadap risiko-risiko terkait iklim. Inisiatif ini
                                                                                                          manajemen risiko kualitatif       manajemen risiko untuk        pencatatan data kejadian
  merupakan bagian dari upaya Perusahaan dalam meningkatkan ketahanan portofolio, menjaga                 dan prediktif yang digunakan      setiap rencana penerbitan     kerugian akibat perubahan iklim,
  stabilitas kinerja, serta memastikan pengelolaan risiko dilakukan secara pruden dan berkelanjutan.      untuk mengidenti kasi dan         Produk Bank Baru di BRI       baik yang bersifat keuangan
                                                                                                          mengukur risiko (termasuk         dilakukan dengan              maupun non-keuangan, yang
                                                                                                          risiko terkait perubahan iklim)   mempertimbangkan isu          mencakup kerugian aktual,
  Mitigasi Risiko Iklim dalam Kegiatan Operasional Perusahaan
                                                                                                          berdasarkan dimensi dampak        perubahan iklim.              potensial termasuk tindakan
  Proses Manajemen Risiko Operasional                                                                     dan kemungkinan.                                                korektif, dan penanganan
  Terkait dengan Perubahan Iklim Proses manajemen risiko operasional dilakukan sesuai dengan tata                                                                         insiden.
  kelola yang ditetapkan dalam kerangka kerja manajemen risiko operasional dan menggunakan
  perangkat yang sesuai dengan ketentuan regulator dan praktik terbaik. Proses pengukuran dan
  perhitungan risiko operasional dilakukan melalui aktivitas-aktivitas sebagai berikut
                                                                                                                                                                                     Penilaian Risiko
                                                                                                                    Pemantauan Key                  Risk Assessment
                                                                                                                                                                                    Ancaman Bencana


    1
                                                                                                                   Risk Indicator (KRI)                Plan (RAP)
            Business Impact Analysis (BIA)                                                                                                                                               (PRAB)
            BIA untuk menilai dampak kegiatan/proses bisnis dalam kejadian
            gangguan/bencana.                                                                             KRI merupakan sebuah              Bentuk kegiatan persiapan     BRI melaksanakan PRAB sebagai
                                                                                                          perangkat manajemen risiko        strategi risiko yang          implementasi Business
                                                                                                          berupa indikator kuantitatif      dilakukan oleh Manajemen      Continuity Management (BCM)
                                                                                                          yang dapat memberikan             Risiko Regional dengan        untuk melindungi keamanan dan


                        2       Penentuan Strategi Pemulihan                                              informasi awal tentang            hasil berupa daftar risiko    keselamatan jiwa karyawan,
                                                                                                          peningkatan atau penurunan        utama, prioritas unit kerja   melindungi nyawa nasabah, dan
                                Dari hasil BIA, Strategi Pemulihan ditentukan untuk dapat mencapai        risiko dan/atau penurunan         berdasarkan risiko akibat     pemangku kepentingan lainnya
                                target RTO (Recovery Time Objective) yang telah ditetapkan.               efektivitas pengendalian          perubahan iklim, dan          dalam unit kerja operasional BRI
                                                                                                          terhadap ambang batas yang        rencana kegiatan              (rencana manajemen bencana),
                                                                                                          telah ditetapkan.                 pengendalian risiko.          serta menjaga kesinambungan



   3
                                                                                                                                                                          kegiatan bisnis/operasional,
            Pengembangan Prosedur Business Continuity                                                                                                                     yang terpenting, menjaga aset
            BIA untuk menilai dampak kegiatan/proses bisnis dalam kejadian                                                                                                BRI dan memiliki respons yang
            gangguan/bencana.                                                                                                                                             memadai dalam situasi
                                                                                                                                                                          gangguan/bencana alam akibat
                                                                                                                                                                          perubahan iklim (business
                                                                                                                                                                          continuity plan)


                       4        Sosialisasi dan Percobaan
                                Untuk memastikan implementasi BCP dapat dilakukan dengan
                                baik, kegiatan sosialisasi dan uji coba harus dilakukan secara rutin.
Page 67
                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   67




  Manajemen Risiko
  Mitigasi Risiko Iklim dalam Kegiatan Operasional Perusahaan
  Berdasarkan hasil CCSA, BRI melakukan langkah-langkah Adaptasi Risiko Iklim Fisik untuk
  memitigasi potensi dampak perubahan iklim. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  1. Pengalihan Risiko Fisik ke Asuransi.
     BRI menjajaki opsi-opsi untuk mengalihkan risiko fisik yang terkait dengan perubahan iklim
     kepada penyedia asuransi. Pendekatan ini dapat membantu mengimbangi beban keuangan dari
     kerusakan dan kerugian terkait iklim.
  2. Optimalisasi
     Penilaian Risiko dan Ancaman. Untuk melindungi bisnis BRI dari risiko fisik, BRI akan
     mengoptimalkan penilaian risiko dan ancaman seperti memantau perubahan cuaca serta
     mengalokasikan alat pelindung dan peralatan darurat sebelum terjadinya bencana iklim.
     Tindakan-tindakan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen BRI terhadap
     praktik bisnis yang berkelanjutan dan manajemen risiko yang proaktif dalam menghadapi
     tantangan terkait iklim.
  3. Realokasi Aset
     Aset yang berlokasi di area dengan paparan risiko fisik tinggi seperti banjir, kejadian cuaca
     ekstrem, dan bahaya terkait iklim lainnya dipertimbangkan untuk direlokasi ke lokasi yang lebih
     rendah risikonya. Strategi realokasi akan melibatkan penilaian risiko dan studi kelayakan yang
     menyeluruh untuk memastikan bahwa lokasi baru menawarkan lingkungan yang lebih aman
     bagi aset. Melalui penerapan langkah-langkah adaptasi ini, BRI bertujuan untuk meningkatkan
     ketahanan terhadap fisik terhadap dampak perubahan iklim dan melindungi aset-asetnya dari
     potensi kerusakan. Langkah-langkah ini sejalan dengan komitmen BRI terhadap praktik bisnis
     yang berkelanjutan dan manajemen risiko yang proaktif dalam menghadapi tantangan-
     tantangan terkait iklim.
Page 68
                                                                                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
                   Climate-related
                   Climate-related      Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                      Disclosure             Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                  Lampiran                                                                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.            68




  Metrik dan Target
  What Gets Measured, Gets Managed [GRI 3-3] [FN-CB-410b.4]
  Pengukuran adalah komponen penting dari perbaikan. Tanpa mengukur kinerja, akan sulit                                 BRI adalah perusahaan pertama di Indonesia yang bergabung dalam Partnership of Carbon
  menentukan apakah terjadi kemajuan atau apakah hasil yang diinginkan tercapai. Dengan mengukur                        Accounting Financials (PCAF) dan menggunakan metodologi PCAF untuk mengukur dan
  dan mengelola kemajuan dari waktu ke waktu, proses pengambilan keputusan berbasis data akan                           mengungkapkan financed emissions. Metodologi PCAF ini dikembangkan berdasarkan Greenhouse
  lebih mudah. BRI mengukur dan mengelola emisi Scope 1 & 2 dan Scope 3. Emisi Scope 1 & 2                              Gas Protocol yaitu standar akuntansi global untuk emisi gas rumah kaca dan menyediakan standar
  dihasilkan dari kegiatan operasional, sementara emisi Scope 3 merupakan financed emissions                            pengukuran yang konsisten dan tervalidasi. Selanjutnya, BRI mengikuti persyaratan cakupan SBTi
  yang berasal dari kegiatan investasi dan pemberian pinjaman, dan menyumbang sebagian besar                            untuk pengukuran financed emissions menurut jenis aset, termasuk pinjaman korporasi, pembiayaan
  emisi gas rumah kaca.                                                                                                 proyek pembangkit listrik, real estate komersial, ekuitas tercatat, dan obligasi.


                                                                                                                                                                     Scope 1 & 2 Emissions (Operational Emissions)


                                                                                                                                                                                             Strategi pengelolaan emisi GRK BRI merujuk pada ISO 14064 dengan metodologi perhitungan
                                                                                                                                                                                             berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Guidelines tahun 2006 yang telah
                                                                                                                                                       Scope 1           Scope 2             diperbarui pada tahun 2019. Perhitungan emisi BRI melibatkan kantor cabang di seluruh Indonesia
                                                                                                                                                                                             dengan pendekatan konsolidasi yang memperhitungkan kontrol finansial dan Operasional, dengan
                                                                                                                                                                                             emisi scope 2 menggunakan metode berbasis lokasi. Gas yang dihitung adalah CO2 dengan nilai Global
                                                                                                                             492.370                                                         Warming Potential (GWP) sebesar 1 (CO2 equivalent). BRI telah menetapkan target penurunan emisi
                                                                                                                                          486.352                                            Scope 1 & 2 sebesar 42% pada tahun 2030. Dengan target NZE operasional tercapai di tahun 2050.
                                                                                                                                                      470.508
                                                                                                                                                                  445.140
                                      Pengukuran emisi Gas
      Memilih titik waktu tertentu
                                           Rumah Kaca            Menghitung emisi yang       Menghitung emisi absolut




                                                                                                                                360.135
       untuk pengukuran dan




                                                                                                                                            355.742
                                     tingkat perusahaan atau      menjadi bagian BRI             portofolio BRI




                                                                                                                                                        346.353
         pemetaan sektor.                                                                                                                                                                                           Emisi                                                       Perbandingan
                                              proyek                                                                                                                                                                                          2023         2024         2025
                                                                                                                                                                                                                    (dalam tCO₂e)                                                2024-2025




                                                                                                                                                                     330.035
                                                                                                                                                                               Penurunan                            Emisi                                                          7,29%
                                                                                                                                                                                                                    Scope 1                  130.610     124.155      115.105
                                                                                                                                                                                 42%                                [OJK F.11] [GRI 102-5]
                                                                                                                                                                                                                                                                                 (Menurun)

                                                                                                                                                                                                                    Emisi                                                          4,71%




                                                                                                                                132.235
                                                                                                                                                                                                                    Scope 2                  355.742     346.353     330.035




                                                                                                                                            130.610
                                                                                                                                                                                                                                                                                 (Menurun)




                                                                                                                                                        124.155



                                                                                                                                                                     115.105
                                                                                                                                                                                                                    [OJK F.11] [GRI 102-6]



                                                                                                                                                                                                                    Total Emisi Scope 1                                            5,39%
                                                                                                                                                                                                                                             486.352     470.508      445.140
                                                                                                                                                                                                                    dan Scope 2                                                  (Menurun)

                                                                                                                               2022        2023        2024         2025           2030              2050
                                                                                                                             Base Year                                          Short Term
                                                                                                                                                                                  Target


                                                                                                                        Keterangan:
                                                                                                                        •   Faktor emisi Cakupan 1: Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) ESDM tahun 2021.
                                                                                                                        •   Faktor emisi Cakupan 2: Direktorat Jenderal Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK-ESDM) tahun 2019
                                                                                                                        •   Sumber emisi lainnya menggunakan faktor emisi yang telah disepakati oleh IPCC.
                                                                                                                        •   Gas perusak ozon (Ozone Depleting Substances/ODS), emisi biogenik, NOx, SOx, VOC (gas senyawa organik yang mudah menguap), PM (Materi
                                                                                                                            Partikulat), dan gas penyumbang emisi udara signifikan lainnya belum diperhitungkan dalam kalkulasi ini.[GRI 305-1, 305-2, 305-3, 305-5, 305-6, 305-7]




                                                                                                                        •
Page 69
                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   69




  Metrik dan Target
  Metodologi Penetapan Target [GRI 102-4] [FN-CB-410b.4]                                               Mengacu pada pedoman SBTi untuk lembaga keuangan, berikut ini adalah garis besar pendekatan
  Salah satu bukti keseriusan BRI dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim diwujudkan melalui     SDA yang dilakukan BRI
  komitmen penetapan target Net Zero Emission. Di tahun 2023, BRI menjadi lembaga keuangan                                       Pulp & Paper, Real Estate Komersial, Pembangkit listrik, dan Pembiayaan Proyek
  pertama di Indonesia yang berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission di tahun 2050                  Target
                                                                                                                                 Pembangkit listrik
  menggunakan standar Science Based Target Initiatives (SBTi). Selain itu, di tahun 2024 BRI menjadi    Base year                2022
  lembaga jasa keuangan pertama di Indonesia yang telah mendapatkan validasi atas metodologi
  pencapaian Net Zero Emission jangka pendek di tahun 2030 dalam rangka mencapai netralitas             Menghitung                                                                             Memilih jalur
                                                                                                                                 Menghitung emisi    Menghitung bagian      Menghitung
                                                                                                        Intensitas Emisi Dasar                                                                 dekarbonisasi dan
  karbon di tahun 2050. BRI telah menetapkan target Scope 3 sesuai dengan kriteria SBTi untuk                                    pada pinjaman       emisi pada lembaga     intensitas
                                                                                                        untuk Menetapkan                                                                       menetapkan emisi
  Target Portofolio Scope 3 sebagai berikut.                                                                                     dan investasi       keuangan               emisi
                                                                                                        Target SDA                                                                             berbasis SBTi
  • FI-C15 - Persyaratan untuk menetapkan target pada Kegiatan Investasi dan Pembiayaan
      Semua lembaga keuangan harus menetapkan target pada kegiatan investasi dan pembiayaan             Penetapan target
                                                                                                                                 Penetapan target dan jalur pengurangan berdasarkan skenario suhu di bawah 2°C
      mereka sesuai dengan yang diperlukan oleh FI-C16, terlepas dari bagian emisi portofolio Scope     netralitas karbon
      3 yang terukur dibandingkan dengan total emisi atau Scope 1, 2, dan 3 dari lembaga keuangan.
      Lembaga keuangan dapat memilih dari metode yang berlaku untuk menetapkan target,                 Temperature Rating Method (TRA)
      berdasarkan kelas aset.
                                                                                                       BRI menggunakan Temperature Rating Method (TRA) untuk menetapkan target pengurangan emisi
  • FI-C16 - Batas Target Portofolio
                                                                                                       untuk berbagai sektor lain dalam pembiayaan korporasi di luar pendekatan SDA. Metode TRA
      Lembaga keuangan harus menetapkan target pada semua "Kegiatan yang Diperlukan" dalam
                                                                                                       mengukur sejauh mana perusahaan telah mengadopsi target pengurangan emisi karbon yang
      Tabel Kegiatan dan Metode yang Diperlukan mengikuti persyaratan cakupan batas minimum.
                                                                                                       sejalan dengan tujuan pemanasan global secara ilmiah. Metode TRA memberikan peringkat suhu
                                                                                                       untuk mengaitkan target emisi karbon dengan perkiraan kenaikan suhu global dan menawarkan
  Sebagai bagian praktik bisnis yang berkelanjutan, BRI telah mengembangkan metodologi untuk
                                                                                                       perspektif intuitif tentang dampak pengurangan emisi perusahaan terhadap perubahan iklim.
  menetapkan target pengurangan emisi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini.
                                                                                                       Semakin tinggi target pengurangan emisi, semakin rendah skor suhu dan peringkat suhu portofolio
  • Kontribusi bank terhadap emisi gas rumah kaca
                                                                                                       aset BRI. Perumusan target pengurangan emisi gas rumah kaca dengan menggunakan metodologi
     BRI menggunakan metodologi yang diakui secara internasional, seperti Protokol Gas Rumah
     Kaca, untuk menghitung emisi.                                                                     ini meliputi:
  • Kemampuan bank untuk mengurangi emisi
     BRI merumuskan berbagai strategi untuk mengurangi emisi baik secara langsung maupun tidak
     langsung.
  • Sasaran pengurangan emisi nasional dan internasional
     BRI menyelaraskan targetnya dengan tujuan yang lebih luas, seperti Kontribusi yang Nationally                      1                                 2                                  3
     Determined Contributions (NDCs) dan Paris Agreement. Mempertimbangkan faktor-faktor
     tersebut, BRI mengukur dan menetapkan target pengurangan emisi karbon dengan
     menggunakan metode SBTi, yaitu Sectoral Decarbonization Approach (SDA) dan Temperature                        Pemetaan                          Protokol                           Protokol
     Ratings Method (TRA).                                                                                       Protokol Target                    Perusahaan                         Portofolio
                                                                                                              Mengaitkan Tingkat            Mengidentifikasi, Menyaring,          Penggabungan dari
  Sectoral Decarbonization Approach (SDA)                                                                    Ambisi Target dengan           Menggabungkan Nilai Target         Berbagai Skor Perusahaan
  BRI menetapkan target pengurangan emisi untuk setiap sektor industri berdasarkan prinsip-prinsip               Hasil Suhu                  dari Berbagai Skor menjadi            menjadi Satu Skor
  Sectoral Decarbonization Approach (SDA). Pendekatan ini memberikan penekanan khusus pada                                                     Satu Skor Perusahaan                   Portofolio
  intensitas karbon sebagai indikator utama dalam menentukan target pengurangan. Efektivitas
  pendekatan ini terbukti dengan adanya perbedaan kontribusi sektor ekonomi terhadap emisi gas
  rumah kaca, yang menyebabkan perbedaan kecepatan dalam mencapai Net Zero Emission.
                                                                                                       Untuk merumuskan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan menggunakan
  Pemahaman yang mendalam mengenai sumber emisi spesifik di setiap sektor memungkinkan BRI             Metodologi TRA, BRI mengkategorikan sektor-sektor dalam portofolio pinjaman, obligasi, dan
  untuk merancang solusi yang lebih spesifik dan efisien. Dengan demikian, BRI dapat mencapai          ekuitas tercatat, serta menetapkan target pengurangan karbon berdasarkan peringkat suhu
  pengurangan emisi secara lebih efektif dan memberikan dampak positif dalam mendukung upaya           masing-masing. BRI berkomitmen untuk secara progresif mengurangi skor suhu portofolio menuju
  global untuk mengatasi perubahan iklim.                                                              target 2040, yaitu peringkat suhu 1,75°C untuk Scope 1 & 2 dan 2,0°C untuk Scope 1, 2, dan 3.
Page 70
                                                                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related
               Climate-related      Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   70




  Metrik dan Target
  Pencapaian BRI
                                                                                                          Metrik dan Target (Target dan Jalur Pengurangan Tiap Sektor
                                                                                                                  Industri berdasarkan SDA) [FN-CB-410b.1] [FN-CB-410b.2]
  Penghitungan Sectoral Decarbonization
  Approach (SDA) [FN-CB-410b.1] [FN-CB-410b.2]
  Sebagai bagian dari komitmen untuk
  mencapai Net Zero Emission pada tahun
  2050, BRI telah melakukan perhitungan                                                    Pembangkit Listrik                                                             Pembiayaan Proyek Pembangkit Listrik
  intensitas karbon atas emisi yang dibiayai                                   Unit: metrik tonCO2e/listrik dan panas yang dihasilkan MWh                                        Unit: metrik tonCO2e/listrik dan panas yang dihasilkan MWh

  serta menetapkan target sektoral dan
  jalur dekarbonisasi yang spesifik. Dengan
  menggunakan tahun 2022 sebagai tahun                        0.548
  dasar, BRI menetapkan target dan jalur                               0.545                                                                                            0.858
  khusus untuk sektor industri, seperti pulp                                   0.530                                                                                             0.846
                                                                                         0.491                                                                                             0.833
  and paper, real estate komersial,                                                                            0.324                                            0.816
  pembangkit listrik, dan project finance                                                                                                                                                                       0.485
                                                                                                                                      0.104                                                                                             0.158
  pembangkit listrik.
                                                                                                                                                          0                                                                                                  0

  Secara keseluruhan, pada tahun 2025                         2022     2023    2024      2025                   2030                  2040               2050   2022    2023     2024      2025                  2030                   2040                2050
  terjadi penurunan intensitas emisi pada                                                                    Target (Reduction)    Target (Reduction)                                                         Target (Reduction)     Target (Reduction)



  sektor-sektor yang dibiayai oleh BRI
  dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini
  didorong     oleh     upaya   BRI    dalam
  memperluas portofolio energi terbarukan.
  Namun       demikian,    terdapat   sedikit                                                    Kertas & Pulp                                                                             Commercial Real Estate
  peningkatan intensitas emisi pada sektor                                      Unit: metrik tonCO2e/metrik ton kertas dan pulp diproduksi                                                          Unit: metrik tonCO2e/m2
  pulp and paper. Hal ini disebabkan oleh
  mayoritas nasabah di sektor tersebut
  yang melakukan pembaruan baseline                            1.075                                                                                            0.123
  emisi seiring dengan penyempurnaan                                            1.029     1.069
                                                                       0.959                                                                                             0.117
  metodologi, serta berhasil memperoleh                                                                                                                                            0.101
                                                                                                                                                                                             0.099
  validasi target dari Science Based Targets                                                                    0.720                                                                                              0.066
  initiative (SBTi) pada tahun 2025. BRI                                                                                              0.305                                                                                               0.024
  meyakini      bahwa       pencapaian      ini                                                                                                           0                                                                                                   0
  menunjukkan keselarasan yang lebih kuat
  dengan jalur dekarbonisasi berbasis sains                    2022    2023     2024      2025                   2030                  2040              2050    2022    2023      2024      2025                   2030                   2040             2050
  serta mendukung target keberlanjutan                                                                        Target (Reduction)    Target (Reduction)                                                          Target (Reduction)     Target (Reduction)



  jangka      panjang      dan    kredibilitas
  pengelolaan emisi yang dibiayai.
Page 71
                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
                                 Climate-related
                                 Climate-related          Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                                    Disclosure                 Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                                Lampiran                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   71




  Metrik dan Target
  Penghitungan Temperature Ratings Method (TRA)[FN-CB-410b.1] [FN-CB-410b.3]
  Dalam penetapan target penurunan emisi portofolio yang tidak menggunakan pendekatan Sectoral Decarbonization Approach (SDA), BRI menerapkan Metodologi Temperature Ratings untuk mengukur
  keselarasan portofolio terhadap jalur dekarbonisasi global. Pada tahun 2025, portofolio pinjaman menunjukkan kecenderungan penurunan temperature rating dibandingkan tahun 2024, yang mencerminkan
  peningkatan keselarasan terhadap jalur transisi rendah karbon. Sementara itu, pada portofolio obligasi dan ekuitas tercatat peningkatan temperature rating pada cakupan Scope 1, Scope 2, dan Scope 3.
  Perubahan ini dipengaruhi oleh komposisi portofolio serta variasi cakupan target penurunan emisi pada entitas dalam portofolio, khususnya yang belum sepenuhnya mencakup emisi tidak langsung dalam
  rantai nilai, sehingga turut memengaruhi hasil agregasi pengukuran pada Scope 1, Scope 2, dan Scope 3.

  Ke depan, BRI terus memperkuat upaya penurunan emisi portofolio melalui peningkatan pembiayaan pada sektor energi terbarukan serta keterlibatan aktif dengan debitur untuk mendorong penerapan
  praktik bisnis yang lebih rendah emisi. BRI juga melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan temperature rating portofolio guna memastikan keselarasan dengan target Net
  Zero Emission dan perkembangan praktik terbaik internasional.




                                                                            Scope 1 & 2                                                        Scope 1, 2 & 3
                                                                            °C (derajat Celcius)                                                °C (derajat Celcius)
           Portofolio Pinjaman




                                         3,5                                                                               3,5
                                                   3,16           3,14                                                           3,18   3,18       3,16          3,11
                                                                               3,09         3,00
                                           3                                                                                3                                           2,85
                                                                                                         2,77
                                         2,5                                                                               2,5
                                                                                                                                                                                   2,00
                                           2                                                                       1,75     2

                                          1,5                                                                              1,5

                                            1                                                                                1

                                         0,5                                                                               0,5


                                                   2022           2023         2024         2025        2027      2040           2022   2023       2024         2025    2027       2040



                                                                            Scope 1 & 2                                                        Scope 1, 2 & 3
                                                                            °C (derajat Celcius)                                                °C (derajat Celcius)
     Portofolio Obligasi dan
     Ekuitas yang Tercatat




                                         3,5                                                                               3.5
                                                   3,11           3,09                                                           3,19   3,18                     3,11
                                                                               2,97         2,92                                                    3,01
                                           3                                                                                3
                                                                                                         2,73                                                           2,86
                                         2,5                                                                               2,5

                                           2                                                                       1,75     2                                                      2,00
                                          1,5                                                                              1,5

                                            1                                                                                1

                                         0,5                                                                               0,5


                                                   2022           2023         2024         2025        2027      2040           2022   2023       2024         2025    2027       2040
Page 72
                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   72




  Metrik dan Target
  Penetapan Harga Karbon Internal
  BRI menerapkan mekanisme Internal Carbon Pricing (ICP) menggunakan pendekatan shadow price
  untuk memperkuat manajemen risiko dan menginternalisasi dampak finansial dari emisi gas rumah
  kaca (GRK). ICP adalah mekanisme sukarela yang menetapkan nilai moneter konseptual untuk
  setiap ton emisi GRK terkait Scope 1, 2, dan 3. Mekanisme ini memungkinkan BRI menilai implikasi
  finansial dari emisi (risiko dan peluang) baik dalam pengambilan keputusan strategis maupun
  operasional.

  Penetapan harga karbon internal BRI dipandu oleh skenario yang disediakan oleh Network for
  Greening the Financial System (NGFS). Skenario ini menetapkan rentang harga karbon, mulai dari
  Rp1.406.023 hingga Rp170.127.545 per ton CO₂e (setara USD berdasarkan kurs Rp16.865,91 per
  USD).

  Harga karbon internal diterapkan di berbagai fungsi. Mekanisme ini memberikan informasi
  untuk evaluasi proyek dan investasi, memastikan risiko karbon jangka panjang diperhitungkan
  dalam tinjauan business case. ICP juga mendorong efisiensi operasional dan energi dengan
  mengidentifikasi aktivitas yang intensif emisi. Pada tingkat strategis, ICP membimbing pengambilan
  keputusan rendah karbon, mendukung perencanaan transisi, dan menyelaraskan praktik internal
  dengan regulasi dan ekspektasi terkait iklim yang berkembang.

  Aplikasi utama ICP BRI terdapat dalam kerangka Climate Risk Stress Testing (CRST). Sebagai
  lembaga keuangan, BRI menyadari bahwa eksposur paling signifikan terhadap risiko transisi
  terkait iklim muncul dari bisnis yang dibiayainya. Dengan mengintegrasikan harga karbon ke dalam
  penilaian CRST, BRI dapat mengevaluasi bagaimana perubahan kebijakan dapat mempengaruhi
  kinerja keuangan dan kelayakan kredit debitur, memungkinkan BRI menilai risiko transisi pada
  portofolio pinjaman dan memberikan masukan untuk pengambilan keputusan strategis.​

  Melalui pendekatan ini, BRI memastikan bahwa risiko dan peluang terkait karbon secara sistematis
  tertanam dalam efisiensi operasional, evaluasi proyek, perencanaan strategis, dan pengambilan
  keputusan kredit, sekaligus memperkuat komitmen terhadap praktik perbankan berkelanjutan.​

  Carbon Credits [GRI 102-10]
  BRI memandang pengimbangan karbon sebagai instrumen pendukung dalam strategi menuju Emisi
  Nol Bersih, yang digunakan secara hati-hati dan tidak menggantikan upaya utama pengurangan
  emisi dari aktivitas operasional maupun portofolio pembiayaan. Dalam kerangka ini, pengimbangan
  karbon diposisikan sebagai bagian dari kontribusi di luar rantai nilai utama dan sebagai mekanisme
  terbatas untuk menangani emisi residual pada fase pencapaian target, dengan pencatatan dan
  pengungkapan yang transparan serta tanpa digunakan sebagai dasar klaim net-zero sebelum
  tahun target.

  Dalam pelaksanaannya, BRI mengacu pada ketentuan regulator dan standar internasional dalam
  memilih proyek dan kredit karbon, termasuk partisipasi pada pasar karbon nasional, dengan
  memastikan kualitas, integritas, dan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Pendekatan ini
  menegaskan komitmen BRI untuk menjaga kredibilitas pencapaian target Emisi Nol Bersih sekaligus
  berkontribusi pada transisi menuju ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan dan inklusif. Pada
  tahun 2025 BRI tidak melakukan pembelian dan pembatalan kredit karbon.
Page 73
                                                                                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
                    Climate-related
                    Climate-related                    Sustainability-related                             General Sustainability
Pengantar
                       Disclosure                           Disclosure                                      Topic Disclosure
                                                                                                                                            Lampiran                                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   73




  Metrik dan Target
  Sustainable Portfolio
  Dalam rangka mewujudkan strategi akselerasi transformasi portofolio menuju pembiayaan rendah karbon,                                                                             Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
  BRI terus memperluas portofolio hijau melalui aktivitas pembiayaan berkelanjutan yang mencakup green                                                                             Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) merupakan pembiayaan yang diberikan
  lending serta investasi pada instrumen obligasi berkelanjutan.                                                                                                                   kepada sektor atau aktivitas usaha yang memberikan kontribusi positif terhadap perlindungan
                                                                                                                                                                                   lingkungan serta mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pembiayaan ini
  Responsible Asset Under Management                                                                                                                                               mencakup berbagai sektor prioritas seperti energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan
  Responsible Asset Under Management (Responsible AUM) mencerminkan total aset yang dikelola BRI                                                                                   sumber daya alam berkelanjutan, serta sektor lain yang mendukung transisi menuju ekonomi
  dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan dalam proses pembiayaan maupun investasi. Portofolio                                                                               rendah karbon. Pada periode pelaporan, total pembiayaan berkelanjutan BRI mencapai
  ini mencakup pembiayaan pada kegiatan usaha yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta investasi                                                                              Rp811,9 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp800 triliun dan selaras dengan
  pada instrumen yang selaras dengan prinsip ESG. Pengukuran Responsible AUM dilakukan sebagai bagian                                                                              target kinerja yang ditetapkan dalam KPI Kolegial. Dari total tersebut, Rp93,2 triliun
  dari upaya BRI untuk memantau kontribusi portofolio terhadap transisi menuju ekonomi rendah karbon.                                                                              merupakan pembiayaan hijau yang disalurkan pada berbagai kegiatan usaha yang
  Pada periode pelaporan, Responsible Asset Under Management BRI mencapai Rp 98,46 triliun, yang terdiri                                                                           mendukung keberlanjutan lingkungan. Capaian tersebut juga mencakup implementasi
  atas pembiayaan pada Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) serta investasi pada instrumen                                                                                  Sustainability-Linked Loans (SLL) BRI pada tahun 2025, yang diberikan kepada debitur pada
  Sustainable Investment.                                                                                                                                                          sektor efisiensi energi serta bangunan berwawasan lingkungan, dengan mekanisme
                                                                                                                                                                                   pembiayaan yang dikaitkan dengan pencapaian target kinerja keberlanjutan.
                                                                                Responsible Asset Under Management

                                                                                           Rp98,46          Triliun
                                                                                           Sustainable Finance Activities
                                                                                                                                                                                   Sustainable Investment
                                                                                             Rp 785,22 Triliun
                                                                       7,27% dari total kredit dan64,58%
                                                                                                   investasi obligasi korporasi BRI                                                Selain melalui pembiayaan, BRI juga mendukung pengembangan portofolio berkelanjutan
                                                                                 dari total kredit BRI                                                                             melalui aktivitas investasi pada instrumen yang selaras dengan prinsip ESG, termasuk
                                                                                                                                                                                   investasi pada obligasi berkelanjutan seperti green bonds, social bonds, maupun
                      Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
                                 Sektor Hijau (Green Loan)
                                                                                                                                      Sustainable Investment                       sustainability bonds. Pada periode pelaporan, nilai Sustainable Investment BRI tercatat
                                                                                                                                                     Sektor Sosial (Social Loan)
                                 Rp 93,20
                             Rp 86,56 Triliun Triliun                                                                                 Rp 5,26 Triliun
                                                                                                                                                 UMKM                              sebesar Rp5,26 triliun, yang merupakan bagian dari upaya Bank dalam mendukung
                                          7,12%
                                                                                                                                                  Rp 698,66        Triliun         pembiayaan proyek-proyek yang memberikan manfaat lingkungan dan sosial.
                                            6,94%
                                     dari total         dari total kredit BRI
                                                kredit BRI                                                                  45,01% dari total investasi obligasi korporasi BRI


                                    Transportasi
                                    Transportasi
     Energi Terbarukan
     Energi Terbarukan                                         Eco-efficient
                                  Ramah Lingkungan
                                  Ramah Lingkungan             Eco-efficient Products
                                                                             Products                    Efisiensi Energi         Green Bond                   Social Bond

    Rp
    Rp 6,85 Triliun
       6,34 Triliun               Rp3,38
                                 Rp 3,61 Triliun
                                         Triliun                   5,64Triliun
                                                                Rp 8,07 Triliun                    Rp 8,07 Triliun           Rp 0,51 Triliun            Rp 0,99 Triliun

           Pengelolaan
    Pengelolaan        Sumber
                Sumber Daya    Daya
                            Alam     Alam
                                 Hayati & Hayati &       Bangunan           Bangunan                                           Sustainability Bond          Obligasi Lainnya
       Penggunaan  Lahan Berkelanjutan
               Penggunaan  Lahan Berkelanjutan     Berwawasan Lingkungan
                                                                      Berwawasan Lingkungan

                  RpTriliun
             Rp 6,34 61,64 Triliun                          Rp 0,29 Triliun Rp 0,71 Triliun                                   Rp 1,11 Triliun           Rp 2,65 Triliun

    Kegiatan Usaha
      Kegiatan     Berwawasan
               Usaha BerwawasanLingkungan Lainnya                       Pencegahan & Pengendalian Polusi
                                                Pencegahan & Pengendalian Polusi
            Lingkungan Lainnya
                 Rp 11,96 Triliun
         Rp 3,06 Triliun                                Rp 0,51 Triliun
                                                                                  Rp 0,50 Triliun
Page 74
                                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                   Climate-related
                   Climate-related               Sustainability-related              General Sustainability
Pengantar
                      Disclosure                      Disclosure                       Topic Disclosure
                                                                                                                      Lampiran                                                                                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   74




  Metrik dan Target
  Sustainable - Related Funding                                                                                                              Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Green Bond Tahap II Tahun 2023 senilai Rp6 triliun dan
  Dalam memperkuat penerapan prinsip ESG dari sisi pendanaan, BRI juga secara aktif                                                          mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,63 kali. Penerbitan ini terbagi
  mengembangkan sustainablerelated funding melalui penerbitan instrumen pendanaan berbasis                                                   menjadi tiga seri yaitu Seri A (370 hari) dengan kupon 6,10%, Seri B (2 tahun) dengan kupon 6,35%
  keberlanjutan. Pendanaan ini dilakukan melalui berbagai instrumen seperti green bonds,                                                     dan Seri C (3 tahun) dengan kupon 6,30%. Pada tahun 2024, BRI menerbitkan Green Bond Tahap
  sustainability bonds, maupun fasilitas pinjaman yang dikaitkan dengan tujuan keberlanjutan. Melalui                                        III Tahun 2024 senilai Rp2,5 Triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed)
  penerbitan instrumen tersebut, BRI tidak hanya memperluas sumber pendanaan yang mendukung                                                  sebesar 1,64 kali. Penerbitan ini terbagi menjadi tiga seri yaitu Seri A (370) hari dengan kupon 6,15
  kegiatan pembiayaan berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan pasar                                                      %, Seri B (2 tahun) dengan kupon 6,25% dan Seri C (3 tahun) dengan kupon 6,25%
  keuangan berkelanjutan. Pada periode pelaporan, total Sustainable-Related Funding yang berhasil
  dihimpun BRI mencapai Rp34,79 triliun, yang berasal dari berbagai instrumen obligasi dan pinjaman
                                                                                                                                              Obligasi Hijau          Pencatatan        Jatuh Tempo              Nilai                 Kupon
  berbasis ESG.
                                                       Sustainable - Related Funding                                                          Tahap I Seri A*         21 Juli 2022      30 Juli 2023          Rp2,50 Triliun                  3,70%

                                                        Rp 34,79 Triliun                                                                      Tahap I Seri B*         21 Juli 2022      20 Juli 2025          Rp2,00 Triliun                  5,75%
                                                       76,25% dari total wholesale funding
                                                                                                                                              Tahap I Seri C          21 Juli 2022      20 Juli 2027          Rp0,50 Triliun                  6,45%

                                                                                                                                              Tahap II Seri A*      13 Oktober 2023   22 Oktober 2024         Rp1,35 Triliun                   6,10%

      Obligasi Berwawasan Lingkungan                    Obligasi Berwawasan Sosial                Surat Berharga Berbasis Inklusif            Tahap II Seri B*      13 Oktober 2023   12 Oktober 2025         Rp4,15 Triliun                  6,35%

            Rp 2,26 Triliun                                   Rp 5 Triliun                            Rp 0,50 Triliun                         Tahap II Seri C       13 Oktober 2023   12 Oktober 2026        Rp0,50 Triliun                   6,30%

       6,50% dari ESG-based wholesale funding         14,37% dari ESG-based wholesale funding      1,44% dari ESG-based wholesale funding     Tahap III Seri A*     20 Maret 2024      30 Maret 2025          Rp1,23 Triliun                   6,15%

                                                                                                                                              Tahap III Seri B      20 Maret 2024      20 Maret 2026          Rp0,88 Triliun                  6,25%
              Repo Berbasis ESG                         Sustainability-Linked Loan                             Social Loan

                                                                                                                                              Tahap III Seri C      20 Maret 2024      20 Maret 2027         Rp0,38 Triliun                   6,25%
            Rp 5,35 Triliun                              Rp 8,34 Triliun                             Rp 13,34 Triliun
                                                                                                                                             *) telah jatuh tempo
       15,37% dari ESG-based wholesale funding        23,97% dari ESG-based wholesale funding      38,35% dari ESG-based wholesale funding


                                                                                                                                             Pinjaman Terkait Keberlanjutan (Sustainability-linked Loan)
                                                                                                                                             Pada 30 Agustus 2022, BRI berhasil mendapatkan pinjaman sindikasi dalam bentuk SLL dari bank-
                                                                                                                                             bank domestik dan internasional dengan total USD 1.000.000.000 yang difasilitasi oleh Facility
                                                                                                                                             Agent PT Bank HSBC Indonesia dan dikoordinasikan oleh UOB. Penarikan atas pinjaman tersebut
  Green Bond BRI                                                                                                                             dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali, yakni sebagai berikut:
  BRI telah menerbitkan obligasi hijau (green bond) sesuai ketentuan POJK No. 60/POJK.04/2017                                                1. Fasilitas A sebesar USD 200.000.000 dari 10 (sepuluh) bank dengan dengan suku bunga
  tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond)                                                      Compound SOFR dan waktu pinjaman selama 12 (dua belas) bulan sejak 15 September 2022
  serta Green Bond Framework BRI. Penggunaan dana (use of proceeds) dialokasikan minimal 70%                                                     dan telah jatuh tempo pada tanggal 15 September 2023.
  untuk pembiayaan Kegiatan Umum Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan maksimal 30% untuk                                                         2. Fasilitas B sebesar USD 300.000.000 dari 9 (sembilan) bank dengan suku bunga Compound
  pembiayaan kegiatan umum lainnya, seperti sektor mikro, kesehatan dan sosial.                                                                  SOFR dan waktu pinjaman selama 36 (tiga puluh enam) bulan sejak 15 September 2022 dan
                                                                                                                                                 telah jatuh tempo pada 15 September 2025.
  BRI juga melakukan seleksi dan evaluasi terhadap portofolio dan penyaluran pembiayaan yang                                                 3. Fasilitas C sebesar USD 500.000.000 dari 11 (sebelas) bank dengan suku bunga Compound
  memenuhi syarat yang ditetapkan. BRI menerbitkan Green Bond Tahap I Tahun 2022 dengan nilai                                                    SOFR dan waktu pinjaman selama 48 (empat puluh delapan) bulan sejak 15 September 2022
  sebesar Rp5 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 4,4 kali.                                                    dan akan jatuh tempo pada 15 September 2026.
Page 75
                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related     Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   75




  Metrik dan Target
  Surat Berharga Berbasis Inklusi (Inclusivity-based Securities)
  BRI menghimpun dana berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam bentuk surat berharga
  berbasis inklusi (Inclusivity-based Securities) yang penggunaan dananya dialokasikan untuk
  pembiayaan UMKM, korporasi UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

  Obligasi Subordinasi IV BRI 2023
  BRI telah menerbitkan Obligasi Subordinasi IV pada bulan Juli 2023. Selain sebagai kewajiban
  pemenuhan modal pelengkap, penerbitan ini juga merupakan langkah BRI untuk mewujudkan visi
  menjadi Champion of Financial Inclusion. Seluruh proceeds dari penerbitan surat berharga ini
  dialokasikan seluruhnya untuk pembiayaan inklusif mengacu pada Peraturan Bank Indonesia No.
  23/13/PBI/2021 2021.

  BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV dengan nilai penerbitan sebesar Rp500 Miliar dan
  mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,77 kali. Obligasi Subordinasi IV BRI
  memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 6,45%.


                                  Tanggal                                             Kupon BRI
   Obligasi Subordinasi IV                          Jatuh Tempo           Nilai
                                 Pencatatan                                             2023

   Seri A                        6 Juli 2023         6 Juli 2028     Rp500 Miliar       6,45%


  Pinjaman Berbasis Sosial (Social Loan)
  Pada 27 Juni 2024, BRI berhasil mendapatkan Pinjaman berbasis Social (Social Loan) dengan total
  fasilitas sebesar USD 800 juta. Pinjaman berbasis sosial tersebut digunakan untuk pembiayaan
  atau pembiayaan kembali, sebagian atau seluruhnya terhadap Proyek Sosial sesuai dengan
  framework yang telah ditetapkan.

  Social Bond 2025
  BRI menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan social bond. Pada 2025, BRI menerbitkan
  Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I-2025 senilai Rp 5 triliun. Obligasi tersebut
  merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan I dengan target penghimpunan
  dana sebesar Rp 20 triliun. Penerbitan ini mencatatkan oversubscription hingga Rp 6,57 triliun atau
  1,31 kali lipat dari target awal.
Page 76
                                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related     Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   76




  Metrik dan Target
  Inisiatif Hijau BRI                                                                                   Zero Waste to Landfill [F.5] [F.13] [F.14] [F.15] [GRI 3-3] [GRI 306-1] [GRI 306-2]
                                                                                                        Program Zero-Waste to Landfill merupakan bagian manajemen pengelolaan dan pemantauan
  Selain melakukan kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, terdapat beberapa inisiatif hijau    sampah yang mencakup rangkaian kegiatan mulai dari pemilahan, pembuangan, pengumpulan,
  yang dilakukan bersama pemangku kepentingan untuk mengurangi dampak perubahan iklim.                  pengangkutan, hingga pengolahan. Program ini dirancang untuk diterapkan di seluruh lingkungan
  Inisiatif yang dilakukan di antaranya penghematan energi dan air, penghindaran emisi dari             kerja BRI untuk menghasilkan penghindaran emisi.
  penggunaan produk dan layanan perbankan, pengelolaan aset, pengelolaan sampah, praktik                Program ini merupakan model pengelolaan sampah perkantoran yang efektif untuk mengurangi
  konsumsi berkelanjutan, serta penghijauan. Inisiatif-inisiatif tersebut mendapatkan apresiasi dan     timbulan dan penumpukan sampah di lingkungan kantor. Sampah yang dihasilkan akan digunakan
  penghargaan dari pemangku kepentingan. Pada tahun 2024 BRI tidak menerima pengaduan terkait
                                                                                                        kembali atau didaur ulang sehingga tidak ada sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir
  pengelolaan lingkungan hidup.[F.16]
                                                                                                        (TPA) dan mencemari lingkungan. [B.3]
  Program Penghijauan Lingkungan [F.12]                                                                 Pada tahun 2025, jumlah limbah yang didaur ulang sebanyak 740,011 kg dan berpotensi
  Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,             menghindarkan emisi sebesar 746.404 kgCO2e. Selain itu BRI mendorong berbagai upaya
  BRI menginisiasi berbagai program penghijauan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Program         pengurangan timbulan limbah, termasuk kewajiban bagi pekerjanya untuk setidaknya sekali
  penghijauan BRI dijalankan melalui dua inisiatif utama, yaitu Grow & Green dan BRI Menanam.           seminggu menggunakan alat makan dan minum pribadi untuk mengurangi jumlah limbah plastik
  Program Grow & Green merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan               yang dihasilkan dari kemasan atau wadah makanan dan minuman. Sepanjang periode pelaporan
  (TJSL) BRI pada pilar lingkungan yang berfokus pada upaya pemulihan dan pelestarian ekosistem         tidak terdapat sampah khusus atau B3 yang dihasilkan dan tidak terjadi ceceran atau tumpahan
  daratan maupun pesisir. Salah satu kegiatan utamanya adalah restorasi mangrove yang hingga            limbah. [F.15] [F.12] [B.3]
  tahun 2025 telah mencapai penanaman sebanyak 65.300 pohon, dengan potensi pengurangan
  emisi karbon sekitar 43,43 tonCO₂e per tahun.
  Sementara itu, program BRI Menanam melibatkan berbagai pemangku kepentingan, khususnya
  nasabah mikro seperti penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), nasabah Mekaar, serta komunitas
  Desa BRILiaN, untuk menanam dan memelihara bibit tanaman yang disalurkan oleh BRI. Jenis
  tanaman yang diberikan merupakan tanaman yang memiliki kemampuan menyerap karbon
  sekaligus bernilai ekonomis, seperti alpukat, durian, dan mangga. Hingga tahun 2025, program ini
  telah menyalurkan 996.627 bibit pohon kepada nasabah mikro dan masyarakat Desa BRILiaN,
  dengan estimasi potensi penyerapan karbon sebesar 3.384,10 tonCO₂e.
  Melalui inisiatif ini, BRI tidak hanya berkontribusi terhadap upaya mitigasi dan adaptasi perubahan
  iklim melalui peningkatan penyerapan karbon, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan
  masyarakat melalui pemanfaatan tanaman produktif yang bernilai ekonomi. Program ini dikelola
  melalui sinergi antara fungsi tanggung jawab sosial perusahaan dan pengembangan pembiayaan
  usaha mikro sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan yang berkelanjutan.




                 Menanam                                                  Menyerap

       1.061.927                                                          3.427,53
                     pohon                                                TonCO2e emisi



                                       Setara 1.459.953 liter BBM

                                     Setara 725 kendaraan setahun

                        Setara 648 rumah yang menggunakan listrik selama setahun
Page 77
                                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related
                 Climate-related          Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure                 Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                        Lampiran                                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   77




  Metrik dan Target
  Penghindaran Emisi dari Produk dan Layanan [OJK F.12][GRI 302-5]                                                              Penggunaan Energi [F.6] [F.7] [GRI 302-1] [GRI 302-2] [GRI 302-3] [GRI 302-4]
  BRI terus berupaya melakukan transformasi, terutama dalam menyediakan produk dan layanan                                      Tidak terdapat peraturan yang secara spesifik mengatur penggunaan energi untuk bank komersial,
  perbankan. Melalui digitalisasi produk dan layanan, BRI pun turut memaksimalkan penggunaan                                    namun BRI mengambil berbagai langkah untuk mengurangi jumlah energi yang digunakan oleh
  platform digital untuk mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari perjalanan, pengangkutan, dan                             dalam proses bisnisnya. Pengurangan ini dilakukan dengan tujuan efisiensi, kontribusi pada
  kegiatan lain yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi perbankan di unit kerja BRI. Melalui                                  lingkungan, serta mengurangi jumlah emisi Scope 1 & Scope 2 yang dihasilkan semaksimal mungkin.
  digitalisasi, BRI memiliki potensi penghindaran emisi gas rumah kaca sekaligus melibatkan nasabah.                            [GRI 3-3]
                                                                                                                                          BRI melakukan penghitungan energi di Kantor Pusat dan menetapkan 2022 sebagai tahun
  Mengacu pada metode ISO 14064 Greenhouse Gases, BRI dapat memperkirakan jumlah emisi gas                                      dasar rencana pengurangan penggunaan energi. Beberapa langkah yang telah dilakukan di
  rumah kaca yang dapat dihindari sebagai berikut:                                                                              antaranya efisiensi penggunaan listrik, budaya kerja hemat energi, penggunaan teknologi seperti
                                                                                                                                lampu LED dan pengaturan penggunaan lift kantor, pengurangan BBM dengan pembatasan usia
                                                                                                                                kendaraan dan pemeliharaan rutin, serta penggantian kendaraan operasional menjadi kendaraan
                                                 Frekuensi              Penghindaran            Penghindaran Emisi
   Jenis Layanan                                                                                                                listrik.
                                               (dalam ribuan)            Energi (MJ)                (kgCO2e)
   BRImo                                               5.619.905             13.600.826                          939.001
                                                                                                                                Total energi yang dikonsumsi sepanjang tahun 2025 adalah 2.622.589.522 MJ yang didapatkan
   Merchant BRI                                           651.376              1.713.620                         118.308        dari penggunaan listrik dan konsumsi bahan bakar kendaraan. Energi ini seluruh digunakan sendiri
   Qlola                                                    16.715                43.973                           3.036        untuk kebutuhan operasional kantor. Listrik yang digunakan sepenuhnya berasal dari PT PLN
   BRILink                                              1.186.209              3.120.642                         215.449        (Persero) sementara operasional kendaraan menggunakan bahan bakar minyak dan listrik.
  Pengambilan data dilakukan melalui pengiriman kuesioner digital kepada nasabah untuk mendapatkan informasi mengenai           Mengingat PT PLN (Persero) belum dapat menyajikan informasi mengenai bauran energi untuk
  demografi nasabah, jarak rata-rata ke ATM atau Unit Kerja BRI, jenis kendaraan yang digunakan, efisiensi BBM kendaraan yang
                                                                                                                                menghasilkan listrik sampai ke masing-masing pengguna, maka laporan ini tidak dapat menyajikan
  paling umum, dan penggunaan ponsel pintar untuk melakukan transaksi sehari-hari.
                                                                                                                                informasi terkonsolidasi mengenai konsumsi energi dari sumber energi terbarukan maupun tidak
  Implementasi BRI Green Network[F.12]                                                                                          terbarukan. [GRI 302-1]
  BRI terus memperkuat komitmennya dalam mengurangi emisi operasional melalui pengembangan
  inisiatif terpadu yang dikenal sebagai BRI Green Network. Inisiatif ini mencerminkan upaya Bank                                Uraian                             Satuan              2023             2024                   2025
  dalam menurunkan emisi Scope 1 dan Scope 2 secara sistematis melalui pemanfaatan teknologi
                                                                                                                                 Konsumsi bahan bakar total [GRI
  rendah karbon, peningkatan efisiensi energi, serta penerapan infrastruktur berkelanjutan di seluruh                            302-1]
                                                                                                                                                                             Liter     42.927.942       42.521.434               37.968.046
  jaringan operasional BRI di Indonesia.
                                                                                                                                 Konsumsi listrik                            kWh      403.192.231      383.878.408              365.472.236
  Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, BRI secara bertahap melakukan transisi pada armada                                     Konsumsi energi total dalam
                                                                                                                                                                              MJ     2.919.627.648    2.848.795.079           2.622.589.522
  operasional menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Hingga tahun 2025, BRI telah                                         organisasi
  mengoperasikan 926 kendaraan ramah lingkungan yang terdiri dari mobil hybrid, mobil listrik, dan                                                                     MJ (YoY)       155.330.032       70.832.569              226.205.557
                                                                                                                                 Penghematan Energi
  motor listrik. Pemanfaatan kendaraan ini berkontribusi pada pengurangan konsumsi bahan bakar                                                                          % (YoY)                5,05             2,43                     7,94
  serta menurunkan emisi langsung yang dihasilkan dari aktivitas operasional Bank. Di sisi lain, BRI                             Intensitas energi menurut jumlah     MJ/kantor/
                                                                                                                                                                                          376.483          376.426                   355.509
  juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan perkantoran. Hingga akhir 2025, BRI                                 kantor                                   tahun
  telah melakukan pemasangan panel surya di 152 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah                                  Intensitas energi menurut jumlah     MJ/kantor/
                                                                                                                                                                                           24.271            23.620                    20.880
  Indonesia. Inisiatif ini mendukung peningkatan porsi energi bersih dalam konsumsi listrik operasional                          pekerja                                  tahun
  Bank sekaligus mendorong efisiensi penggunaan energi di jaringan kantor BRI.
                                                                                                                                Penghitungan energi dan faktor konversi yang dalam penghitungan ini menggunakan metodologi
  Selain itu, BRI turut mengembangkan infrastruktur perkantoran yang berkelanjutan melalui                                      IPCC (1998) yang telah diadopsi Pemerintah Indonesia melalui panduan Inventarisasi Emisi GRK
  penerapan standar bangunan hijau. Saat ini, dua gedung perkantoran milik BRI telah memperoleh                                 Bidang Energi yang diterbitkan Kementerian ESDM (2020). BRI telah mulai melakukan pencatatan
  sertifikasi bangunan hijau dari Green Building Council Indonesia (GBCI) dengan predikat Gold                                  penggunaan energi di setiap divisi untuk meningkatkan transparansi dan akurasi pencatatan energi
  (Menara BRiIlian Jakarta dan Menara BRIlian Medan), yang mencerminkan komitmen Bank dalam                                     perusahaan. Selain itu BRI memiliki beberapa inisiatif perubahan perilaku dan operasional seperti
  menerapkan prinsip efisiensi energi, pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, serta                                    pemanfaatan teknologi digital untuk mengendalikan efisiensi dan intensitas energi. Langkah ini
  desain bangunan yang ramah lingkungan. Melalui BRI Green Network, BRI terus memperkuat                                        terbukti menurunkan konsumsi energi total dalam organisasi sebesar 226.205.557 MJ atau 7,94%
  praktik operasional yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi dalam mendukung transisi menuju                                pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, yang juga berdampak pada penurunan intensitas
  ekonomi rendah karbon di Indonesia.                                                                                           emisi energi sebesar 20.917 MJ/kantor/tahun dan 2.740 MJ/pekerja/tahun. [GRI 302-4][GRI 302-5]
Page 78
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related
              Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   78




  Metrik dan Target
  Penggunaan Air [F.8]                                                                                Meminimalkan Sampah Elektronik [F.12] [GRI 306-2]
  BRI tidak melakukan pencatatan limbah cair dalam proses bisnisnya, sebab BRI tidak memiliki         Dalam rangka memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan melalui minimalisasi
  kegiatan yang menghasilkan limbah cair secara signifikan dan bukan merupakan kegiatan bisnis        limbah elektronik, BRI memanfaatkan teknologi penghapusan data secara digital untuk proses
  utama. Pada tahun 2025, BRI melakukan pengukuran penggunaan air di Kantor Pusat dan                 penghapusbukuan aset teknologi informasi. Teknologi ini membantu BRI dalam penghapusbukuan
  mendapatkan intensitas pemakaian air per pekerja (termasuk pekerja alih daya) sebesar 16,27 m3,     perangkat teknologi informasi yang memuat media fisik penyimpanan data, seperti komputer,
  jumlah ini meningkat sebesar 4,27% dibandingkan tahun 2024 yaitu sebesar 16,25 m3.                  laptop, server, anjungan tunai mandiri (ATM), dan perangkat serupa lainnya. Data di dalam perangkat
                                                                                                      tersebut dihapus secara digital dan aman untuk mencegah kebocoran data, sehingga perangkat
  Kampanye Nirkertas (Paperless Campaign) [F.5] [GRI 306-2]                                           seperti dalam kondisi baru dan terdapat potensi untuk penggunaan kembali oleh pihak ketiga,
  Digitalisasi yang dilakukan BRI menciptakan efisiensi baik waktu, biaya, termasuk kertas serta      contohnya melalui proses lelang atau bantuan sosial.
  nasabah dimudahkan dalam akses perbankan di mana saja dan kapan saja. Berikut adalah beberapa
  aplikasi nirkertas (paperless) yang diterapkan BRI:                                                    Jenis dan Jumlah Sampah Elektronik

  1.  E-Tax: Aplikasi pelaporan pajak bagi nasabah pelaku usaha, menjadikan BRI sebagai institusi               PC             2.396
      perbankan pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi sejenis;
  2. E-Form: Aplikasi pengganti metode pelayanan berbasis kertas bagi pekerja garis depan di Unit                                                          Total Sampah Elektronik      Total Emisi Dihindari
      Kerja BRI;                                                                                                Server           1.105
  3. E-Statement: Aplikasi yang memberi informasi pada nasabah melalui alamat surel yang telah
      terdaftar;                                                                                                                                                           8                          511
  4. New Account Sweep: Membantu nasabah menghubungkan produk pinjaman dan giro tanpa                           ATM               274                                      Ton
                                                                                                                                                                                                   Ton CO2 Emisi


      harus memiliki dua rekening terpisah;
  5. Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tanpa bukti cetak: Mengurangi penggunaan kertas dalam
                                                                                                                Laptop            175
      transaksi perbankan;
  6. BRISPOT: Aplikasi berbasis Android dan terkoneksi melalui internet untuk memfasilitasi putusan
      pinjaman mikro secara cepat dan nirkertas;
  7. BRILiaN Apps: Aplikasi internal BRI yang mencakup fitur e-office sebagai sarana surat menyurat
      secara daring dan menu kepegawaian lainnya;
  8. BRISMART: Aplikasi sistem manajemen pembelajaran daring untuk keperluan internal BRI;
  9. BRIOPRA (BRI Digital Operation Risk Management Information System): Aplikasi untuk
      mengidentifikasi dan mengelola risiko, mencakup modul Risk and Control Self Assessment
      (RCSA), Indikator Risiko Utama (IRU)/Key Risk Indicator (KRI), Manajemen Insiden (MI), Forum
      MR, dan Maturitas;
  10. BRISIM (BRI Digital Management Information System): Aplikasi penyajian data dan informasi
      kinerja BRI berbasis web yang dapat diakses melalui perangkat mobile. BRISIM membantu
      pekerja memantau kinerja mereka dimanapun dan kapanpun, termasuk pada saat berada di luar
      kantor;
  11. BRIMEN (BRI Document Management System): Konsep penyimpanan dokumen kredit secara
      elektronik dengan dokumen fisik disimpan dalam satu tempat yang tersentralisasi,
      terstandarisasi, dan terintegrasi dengan sistem tersebut; dan
  12. BRImo: Aplikasi mobile banking (super app) yang memudahkan nasabah dalam mengakses
      produk dan layanan perbankan kapanpun dan di mana pun.

  Melalui upaya-upaya ini, BRI berhasil mengurangi konsumsi kertas dalam kegiatan operasional
  perusahaan. Berdasarkan data laporan keuangan tahun 2025, tercatat penurunan penggunaan
  kertas per pekerja sebesar 16,38%.
Page 79
                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related   Sustainability-related
                               Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                 Lampiran                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   79




       Related Disclosure
       Sustainability




              Keuangan Inklusif    80           Privasi dan Keamanan Data        112        Bisnis yang Beretika   126
Page 80
                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related    Sustainability-related
                                Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   80




  Keuangan Inklusif
  Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS

  Tata Kelola                                                  Strategi                              Manajemen Risiko                       Metrik dan Target
  Komitmen BRI terhadap Inklusi Keuangan, Literasi             Identifikasi Risiko dan Peluang       Manajemen Risiko Keuangan Inklusif     Metrik untuk Keuangan Inklusif
  Keuangan, dan Pelindungan Finansial Nasabah
                                                               Strategi untuk Mengatasi Risiko dan   Perbankan Inklusif dengan Fokus pada   Dampak Sosial Pinjaman Mikro
  Agenda Global dan Nasional yang Mendukung                    Memanfaatkan Peluang                  Kapabilitas dan Pelindungan
  Komitmen BRI                                                                                                                              Pendapatan Terkait SDGs
                                                               Inklusi Keuangan sebagai Respons      Pelindungan Finansial Nasabah
  Struktur Tata Kelola untuk Pembiayaan Inklusif dan           Strategis
  Keunggulan Layanan Nasabah
                                                               Pengembangan Produk dan Layanan
  Pengawasan Tingkat Manajemen Eksekutif dan Komite            Berorientasi Nasabah

  Kebijakan dan Regulasi Internal                              Literasi Keuangan
Page 81
                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   81




  Tata Kelola
  Materiality Assessment BRI mengidentifikasi Inclusive Finance sebagai topik material prioritas,      •   menyediakan solusi pembiayaan mikro dan inklusif yang mendukung aktivitas ekonomi
  yang mencerminkan peran strategis Bank dalam memperluas akses terhadap layanan keuangan                  produktif, pertumbuhan bisnis, dan peningkatan pendapatan bagi rumah tangga berpendapatan
  serta mendorong partisipasi ekonomi yang inklusif di berbagai segmen nasabah. Selain itu,                rendah, kelompok yang kurang beruntung, serta usaha mikro, kecil, dan menengah; dan
  Consumer Financial Protection juga merupakan salah satu topik keberlanjutan yang menegaskan          •   berkolaborasi dengan pemangku kepentingan eksternal, termasuk lembaga pemerintah,
  pentingnya memastikan bahwa layanan keuangan disampaikan secara bertanggung jawab dengan                 perusahaan milik negara, organisasi masyarakat, dan mitra ekosistem, untuk memperluas
  tetap melindungi hak dan kepentingan nasabah.                                                            jangkauan, memperkuat distribusi, dan mendukung pengembangan ekosistem keuangan
                                                                                                           inklusif.
  Meskipun dinilai sebagai dua topik material dengan skala dampak yang berbeda, BRI menyajikan
  Inclusive Finance dan Consumer Financial Protection dalam satu bab yang sama karena keduanya         Komitmen terhadap Literasi Keuangan dan Pelindungan Finansial Nasabah
  memiliki keterkaitan yang kuat dalam implementasinya. Perluasan akses terhadap layanan keuangan      Memperkuat kapabilitas nasabah sekaligus memastikan perlakuan yang adil, transparansi, dan
  perlu disertai dengan praktik yang bertanggung jawab, tingkat pemahaman nasabah yang memadai,        praktik keuangan yang bertanggung jawab
  serta mekanisme perlindungan yang tepat agar layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara
  efektif dan berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, bab ini menguraikan pendekatan pengelolaan   BRI menyadari bahwa inklusi keuangan harus didukung oleh pemahaman dan kemampuan nasabah
  BRI dalam dua area utama, yaitu:                                                                     yang memadai, serta pelindungan nasabah yang kuat, untuk memastikan penggunaan layanan
  • Inclusive Finance, yang berfokus pada perluasan akses layanan keuangan dan peningkatan             keuangan yang bertanggung jawab dan efektif. Dalam konteks ini, BRI berkomitmen untuk
      ketersediaan produk keuangan bagi berbagai segmen masyarakat, khususnya kelompok yang            memperkuat literasi keuangan sebagai pendorong inklusi berkelanjutan sekaligus mengintegrasikan
      belum terlayani secara optimal; serta                                                            prinsip pelindungan finansial nasabah di seluruh penawaran produk, praktik penjualan, dan
  • Consumer Financial Protection, yang berfokus pada perlindungan hak nasabah, penerapan              penyampaian layanan. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan bahwa perluasan akses terhadap
      prinsip transparansi dan perlakuan yang adil, serta penguatan kapabilitas nasabah melalui        layanan keuangan diiringi dengan perilaku keuangan yang bertanggung jawab serta pelindungan
      literasi keuangan.                                                                               yang memadai untuk mencegah risiko seperti utang berlebihan pada nasabah (over-indebtedness),
                                                                                                       penyimpangan keuangan, dan penyalahgunaan produk keuangan. Sebagai bagian dari komitmen
  Kedua pendekatan ini diimplementasikan melalui kerangka terintegrasi BRI yang mencakup tiga          tersebut, BRI juga memastikan bahwa produk dan layanan keuangan dirancang, ditawarkan, dan
  pilar utama, yaitu Financial Inclusion, Financial Literacy, dan Consumer Financial Protection yang   disampaikan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kebutuhan, kapasitas
  secara bersama-sama mendukung intermediasi keuangan yang bertanggung jawab, partisipasi              keuangan, serta tingkat pemahaman nasabah, sehingga dapat mendukung kesejahteraan finansial
  ekonomi yang inklusif, serta penciptaan nilai jangka panjang.                                        nasabah dalam jangka panjang.

  Komitmen BRI terhadap Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, dan                                       Komitmen ini mencakup seluruh segmen nasabah dengan kebutuhan keuangan, kapabilitas, tahap
  Perlindungan Finansial Nasabah [SEOJK F.17]                                                          kehidupan, serta tingkat kematangan usaha yang beragam, termasuk pelaku usaha mikro,
                                                                                                       perempuan, generasi muda, masyarakat berpenghasilan rendah, dan nasabah di wilayah yang
  Komitmen terhadap Inklusi Keuangan                                                                   kurang terlayani. BRI juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok unbanked, underbanked,
  Memperluas akses yang adil terhadap layanan keuangan dan solusi pembiayaan inklusif                  dan underserved untuk memastikan bahwa perluasan akses terhadap layanan keuangan selalu
                                                                                                       disertai dengan transparansi, keadilan, serta praktik yang bertanggung jawab di sepanjang siklus
  BRI berkomitmen untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan dan solusi pembiayaan bagi          hubungan dengan nasabah. Komitmen ini diwujudkan melalui:
  kelompok yang kurang terlayani dan kelompok sasaran, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil,          • program edukasi keuangan dan penguatan kapasitas yang terarah, termasuk dukungan non-
  rumah tangga berpendapatan rendah, komunitas pedesaan, perempuan, pemuda, populasi lanjut                finansial seperti pendampingan usaha, perencanaan keuangan, dan literasi digital, yang
  usia, pekerja migran, dan kelompok lain yang kurang beruntung. Komitmen ini diwujudkan melalui:          dirancang bagi individu dari kelompok rentan dan berpenghasilan rendah serta pelaku UMKM,
  • pengembangan dan perluasan produk dan layanan keuangan yang disesuaikan dengan                         guna mendukung pengambilan keputusan keuangan yang lebih terinformasi dan selaras dengan
      kelompok yang kurang terlayani dan kelompok sasaran, didasarkan pada riset pasar dan umpan           kebutuhan nasabah serta aktivitas ekonominya;
      balik nasabah untuk memastikan relevansi, keterjangkauan, dan aksesibilitas;                     • kemitraan dengan organisasi pendidikan keuangan, lembaga pendidikan, dan organisasi
  • penyesuaian saluran distribusi dan titik akses dengan kebutuhan nasabah yang beragam dan               berbasis komunitas, untuk menyelenggarakan inisiatif literasi keuangan yang terstruktur, mudah
      kondisi geografis, termasuk jaringan cabang fisik, model tanpa cabang dan berbasis agen,             diakses, dan ditargetkan dengan jangkauan dan dampak yang dapat diukur;
      serta platform perbankan digital;                                                                • pelatihan dan pengembangan kapasitas pekerja yang berinteraksi langsung dengan nasabah,
Page 82
                                                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related
                                   Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   82




  Tata Kelola
      membekali staf lini depan dan manajer hubungan nasabah dengan pengetahuan dan                         Dalam konteks ini, BRI memandang keuangan inklusif dan keunggulan layanan nasabah bukan
      keterampilan yang diperlukan untuk mendukung keterlibatan nasabah yang bertanggung jawab              sebagai tujuan terpisah, melainkan sebagai pendekatan terintegrasi yang menggabungkan akses
      dan memberikan bimbingan keuangan yang sesuai di seluruh segmen nasabah;                              yang diperluas, kemampuan keuangan yang diperkuat, dan pelindungan nasabah yang bertanggung
  • praktik pemasaran dan penjualan yang adil dan bertanggung jawab, memastikan informasi                   jawab. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini ke dalam aktivitas perbankan inti, BRI berupaya
      produk dan komunikasi nasabah transparan, akurat, dan sesuai dengan profil dan kemampuan              mendukung partisipasi ekonomi yang bermakna dan berkontribusi pada hasil pembangunan
      nasabah;                                                                                              berkelanjutan di seluruh segmen nasabah dan komunitas. Keselarasan global ini juga memengaruhi
  • praktik pinjaman yang bertanggung jawab dan etis, mencakup penilaian keterjangkauan dan                 cara BRI merancang tata kelola, kebijakan, dan mekanisme pengawasan untuk mewujudkan
      kesesuaian, opsi modifikasi pinjaman yang bertanggung jawab, dan pendekatan penagihan                 komitmennya secara konsisten dan akuntabel.
      utang yang etis yang menghormati martabat nasabah dan mematuhi peraturan yang berlaku;
  • mekanisme penanganan keluhan yang mudah diakses dan efektif, memungkinkan nasabah                       Agenda Pembangunan Nasional
      untuk menyampaikan keluhan dan mendapatkan penyelesaian secara tepat waktu dan                        Pada tingkat nasional, komitmen BRI didasarkan pada agenda pembangunan Indonesia, yang
      transparan; dan                                                                                       menempatkan inklusi keuangan dan literasi keuangan sebagai prioritas strategis untuk ketahanan
  • pelatihan pekerja dan standar perilaku dirancang untuk mencegah praktik penjualan agresif dan           ekonomi dan keadilan sosial. Agenda ini diwujudkan melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif
      mempromosikan interaksi nasabah yang menghormati dan etis.                                            (SNKI), yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020. SNKI mendefinisikan
  Komitmen BRI terhadap keuangan inklusif, literasi keuangan, dan pelindungan finansial nasabah             arah nasional, pilar prioritas, dan kelompok sasaran untuk mendorong inklusi keuangan di seluruh
  terintegrasi dalam strategi bisnis inti dan didukung oleh akuntabilitas yang jelas di tingkat manajemen   Indonesia. Kelompok sasaran prioritas dalam SNKI meliputi, di antaranya: pelaku usaha mikro dan
  senior dan Direksi.                                                                                       kecil, individu dan rumah tangga berpendapatan rendah, komunitas di daerah pedesaan, terpencil,
                                                                                                            dan kurang terlayani, perempuan, populasi lanjut usia, pemuda, pekerja migran, dan kelompok
  Agenda Global dan Nasional yang Mendukung Komitmen BRI                                                    rentan lainnya. SNKI menekankan bahwa perluasan akses terhadap layanan keuangan harus
                                                                                                            disertai dengan penguatan kemampuan keuangan dan pelindungan nasabah untuk mendukung
  Komitmen BRI terhadap Keuangan Inklusif, Literasi Keuangan, dan Pelindungan Finansial Nasabah             partisipasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
  dalam Layanan Keuangan dibentuk oleh agenda keberlanjutan global dan prioritas pembangunan
  nasional, yang menempatkan inklusi keuangan dan layanan keuangan yang bertanggung jawab                   Kerangka Regulasi di Sektor Jasa Keuangan
  sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.                    Strategi nasional diimplementasikan di tingkat sektoral melalui serangkaian peraturan yang
                                                                                                            diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang secara kolektif menjadi landasan pendekatan
  Agenda Pembangunan Global                                                                                 BRI dalam hal inklusi keuangan, literasi keuangan, dan pelindungan nasabah. Peraturan OJK Nomor
  Pada tingkat global, komitmen BRI selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yang               3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan
  mengakui keuangan inklusif sebagai enabler kritis dalam pengurangan kemiskinan, pertumbuhan               mengimplementasikan SNKI menjadi kewajiban konkret bagi lembaga keuangan, yang mencakup
  ekonomi inklusif, kesetaraan gender, dan pengurangan ketidaksetaraan. Melalui komitmen kami               desain, implementasi, dan pelaporan program literasi dan inklusi keuangan. Peraturan ini
  terhadap Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, dan Pelindungan Finansial Nasabah, BRI berkontribusi        menegaskan pentingnya inisiatif yang terarah dalam memenuhi kebutuhan dan kemampuan yang
  pada tujuan pembangunan global terkait:                                                                   beragam dari kelompok nasabah yang kurang terlayani dan rentan.

  •   SDG 1 – Tanpa Kemiskinan: memperluas akses ke layanan keuangan formal bagi populasi                                                                                                               Kemajuan literasi keuangan dan inklusi di tingkat nasional
                                                                                                             Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK
      berpenghasilan rendah dan yang kurang terlayani, mendukung upaya pengentasan kemiskinan;                                                                                            93%
                                                                                                                                                                                                        dievaluasi melalui Survei Nasional Literasi dan Inklusi
  •   SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: mempromosikan aktivitas ekonomi                             75,02
                                                                                                                                                           80,51
                                                                                                                                                                                                        Keuangan (SNLIK) OJK, yang menyediakan indikator
                                                                                                                              65,43                                   66,46
      produktif dan penciptaan lapangan kerja melalui pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan                                                                                                           dasar dan tren resmi. Secara paralel, Rencana
      menengah (UMKM);                                                                                                                                                                                  Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
  •   SDG 5 – Kesetaraan Gender: memperkuat partisipasi ekonomi dan peluang bagi perempuan                                                                                                              menetapkan target nasional untuk meningkatkan
      dan kelompok rentan lainnya; dan                                                                                   2024                                   2025                      2029          proporsi populasi dewasa yang memiliki akses ke layanan
  •   SDG 10 – Pengurangan Ketimpangan: mengurangi hambatan struktural yang berkontribusi                        Inklusi Keuangan
                                                                                                                 Nasional*
                                                                                                                                                Literasi Keuangan
                                                                                                                                                Nasional*
                                                                                                                                                                              Target Inklusi Keuangan
                                                                                                                                                                              Nasional**
                                                                                                                                                                                                        keuangan formal menjadi 93% pada tahun 2029, sebagai
      pada ketimpangan ekonomi dan keuangan.                                                                   *)Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2025
                                                                                                               **) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029                               tolok ukur yang jelas bagi upaya inklusi keuangan.
Page 83
                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   83




  Tata Kelola
  Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor            Struktur Tata Kelola untuk Pembiayaan Inklusif dan Keunggulan Nasabah
  Jasa Keuangan lebih lanjut memperkuat peran pelindungan nasabah sebagai komponen integral
  dari penyediaan jasa keuangan yang bertanggung jawab. Peraturan ini menekankan transparansi        Untuk memastikan bahwa komitmennya terhadap Keuangan Inklusif, Literasi Keuangan, dan
  dan pengungkapan informasi produk dan layanan, praktik komunikasi dan pemasaran yang               Pelindungan Finansial Nasabah dilaksanakan secara konsisten, akuntabel, dan terintegrasi, BRI
  bertanggung jawab, serta mekanisme penanganan keluhan dan penyelesaian sengketa yang               mengintegrasikan prioritas-prioritas ini ke dalam struktur tata kelola dan manajemen eksekutif yang
  mudah diakses. Peraturan ini memperkuat prinsip bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan       sudah ada. Tanggung jawab pengawasan tersebut tidak ditempatkan dalam struktur tata kelola
  harus didukung oleh perlakuan yang adil dan kualitas layanan di semua titik kontak nasabah.        terpisah, tetapi diintegrasikan ke dalam Direksi dan fungsi manajemen senior yang relevan, sejalan
                                                                                                     dengan model bisnis inti BRI, segmentasi produk, dan lifecycle nasabah. Pendekatan tata kelola ini
  Selain itu, Peraturan OJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Surat Utang       mencerminkan pandangan BRI bahwa keuangan inklusif dan keunggulan layanan nasabah
  Berkelanjutan dan Sukuk Berkelanjutan menyediakan kerangka kerja komprehensif untuk                merupakan bagian integral dari aktivitas perbankan inti dan harus dikelola bersamaan dengan
  pembiayaan sosial. Meskipun terutama mengatur instrumen pembiayaan berkelanjutan, peraturan        strategi bisnis, manajemen risiko, dan pelaksanaan operasional.
  ini secara eksplisit mengakui Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), termasuk:
                                                                                                     Inklusi Keuangan
  •   infrastruktur dasar yang terjangkau;                                                           Tata Kelola Keuangan Inklusif berfokus pada memastikan akses yang luas dan adil terhadap layanan
  •   akses ke layanan esensial;                                                                     keuangan, serta ketersediaan produk dan layanan transaksi yang mendukung partisipasi ekonomi
  •   perumahan terjangkau;                                                                          inklusif di seluruh segmen nasabah.
  •   penciptaan lapangan kerja dan program yang bertujuan mengurangi pengangguran, termasuk
      pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah;                                                   a. Pengawasan terhadap akses layanan keuangan, termasuk saluran distribusi fisik dan digital,
  •   ketahanan pangan dan sistem pangan berkelanjutan;                                                 dilakukan melalui:
  •   pemberdayaan sosial-ekonomi; dan                                                                  • Direktorat Network & Retail Funding, yang bertanggung jawab atas jaringan cabang, produk
  •   kegiatan ekonomi lain yang bermanfaat secara sosial.                                                  pendanaan ritel, dan saluran akses digital seperti ATM dan BRImo; dan
                                                                                                        • Direktorat Micro, yang mengawasi inisiatif perbankan tanpa cabang, termasuk agen BRILink
  Peraturan ini juga mengidentifikasi kelompok sasaran, seperti individu yang hidup di bawah garis          dan layanan ultra-mikro, untuk memperluas akses ke komunitas yang kurang terlayani dan
  kemiskinan, komunitas terpinggirkan, penyandang disabilitas, migran dan pengungsi, populasi               terpencil.
  dengan pendidikan rendah, individu yang menganggur, perempuan dalam konteks kesetaraan             b. Pengawasan atas produk keuangan dan layanan transaksi, termasuk pembiayaan sosial di
  gender, pemuda dan lansia yang rentan, serta komunitas yang terdampak bencana alam. Kerangka          seluruh segmen nasabah, dilakukan melalui:
  regulasi ini memfasilitasi pembiayaan sosial di berbagai segmen nasabah, mulai dari pembiayaan        • Direktorat Micro, yang mencakup pembiayaan mikro dan ultra-mikro;
  ultra-mikro dan mikro hingga pembiayaan korporasi berskala besar yang mendukung hasil sosial          • Direktorat Consumer Banking, yang mencakup produk pinjaman konsumer, termasuk
  yang dapat diukur.                                                                                        perumahan bersubsidi;
                                                                                                        • Direktorat Commercial Banking, yang mencakup pembiayaan UMKM;
                                                                                                        • Direktorat Corporate Banking, yang mencakup pembiayaan grosir dan solusi perbankan
                                                                                                            transaksi, termasuk platform seperti QLOLA yang mendukung transaksi nasabah korporat
                                                                                                            dan grosir; dan
                                                                                                        • Direktorat Network & Retail Funding, yang mencakup produk tabungan dan deposito.
Page 84
                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related
                                   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   84




  Tata Kelola
  Literasi Keuangan                                                                                        Komite ESG
  Pengelolaan Literasi Keuangan berfokus pada penguatan kemampuan nasabah dan penggunaan                   Komite ESG memberikan pengawasan tingkat tata kelola dengan meninjau dan memberikan
  layanan keuangan yang terinformasi sebagai pendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan.                panduan terkait evaluasi kebijakan, program, dan pengungkapan yang berkaitan dengan ESG yang
  Pengawasan terhadap inisiatif literasi keuangan dan pembangunan kemampuan nasabah dilakukan              disiapkan oleh unit kerja terkait. Komite ini dipimpin oleh Direktur Utama, mencerminkan tanggung
  melalui:                                                                                                 jawab manajemen senior dalam mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan, termasuk Inklusi
  • Direktorat Micro, yang memimpin program pendidikan keuangan, pengembangan kapasitas                    Keuangan, Literasi Keuangan, dan Pelindungan Finansial Nasabah, ke dalam kerangka tata kelola
      UMKM, dan pemberdayaan nasabah yang ditujukan untuk nasabah usaha mikro dan kecil; dan               BRI.
  • Corporate Secretary Group, yang mengawasi program tanggung jawab sosial perusahaan                     Topik inklusi keuangan dan literasi keuangan dipertimbangkan sebagai bagian dari dimensi sosial
      (CSR) yang mencakup pendidikan keuangan dan inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas.               yang lebih luas ketika diidentifikasi sebagai material melalui peringkat ESG, umpan balik investor,
                                                                                                           atau perkembangan regulasi. Peran Komite berfokus pada memberikan panduan strategis,
  Pelindungan Finansial Nasabah                                                                            pertimbangan materialitas, dan tindakan tindak lanjut, tanpa terlibat dalam implementasi sehari-hari
  Pengelolaan Perlindungan Konsumen Keuangan berfokus pada memastikan perlakuan yang adil,                 atau pengambilan keputusan operasional.
  transparansi, kualitas layanan, dan praktik keuangan yang bertanggung jawab di semua segmen
  nasabah. Pengawasan perlindungan konsumen dan kualitas layanan dilakukan melalui:                        Komite Produk
  • Direktorat Operations, yang bertanggung jawab atas praktik pemasaran yang bertanggung                  BRI mengoperasikan Komite Produk dengan lingkup yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan
      jawab, transparansi produk, standar penyampaian layanan, proses penanganan keluhan, dan              segmen bisnis, yang bertugas mengawasi pengembangan, tinjauan, dan persetujuan produk, dan
      kualitas layanan nasabah secara keseluruhan; dan                                                     layanan perbankan. Komite Produk dipimpin langsung oleh Direktur Utama mencerminkan tanggung
  • Marketing Communication Group, yang mengawasi praktik periklanan yang adil dan memastikan              jawab manajemen senior dalam tata kelola produk, manajemen risiko, dan keselarasan dengan
      bahwa komunikasi produk dan aktivitas promosi akurat, transparan, dan sesuai dengan profil           pertimbangan regulasi dan berkelanjutan. Dimana Komite Produk ini memiliki 2 kategori produk
      nasabah dan persyaratan regulasi.                                                                    berdasarkan segmen bisnis.
                                                                                                           1. Produk untuk segmen Wholesale: dimana dilakukan pengawasan pengembangan, tinjauan,
  Melalui kolaborasi lintas unit, berbagai fungsi bisnis di BRI berperan dalam mendukung implementasi          dan persetujuan produk, untuk layanan perbankan pada segmen Wholesale (Corporate dan
  keuangan inklusif serta peningkatan kualitas layanan nasabah, sejalan dengan segmentasi bisnis               Commercial).
  BRI dan kerangka kerja tata kelola produk yang berlaku.                                                  2. Produk untuk segmen Non Wholesale: dimana dilakukan pengawasan pengembangan, tinjauan,
                                                                                                               dan persetujuan produk, untuk layanan perbankan pada segmen Ultra Mikro, Mikro, Small dan
  Pengawasan Tingkat Manajemen Eksekutif dan Komite                                                            Medium

  Selain struktur tata kelola yang telah ditetapkan dan tanggung jawab fungsional di seluruh Direktorat,   Kedua komite terdiri dari anggota manajemen senior dan unit lintas fungsi, memungkinkan integrasi
  BRI menerapkan mekanisme pengawasan tingkat manajemen eksekutif dan komite untuk menangani               manajemen risiko, kepatuhan regulasi, pertimbangan perlindungan nasabah, dan aspek dampak ke
  isu-isu terkait Keuangan Inklusif dan Keunggulan Layanan Nasabah secara kasus per kasus,                 dalam pengembangan produk dan manajemen siklus hidup produk. Komite Produk bertanggung
  tergantung pada sifat, skala, dan profil risiko masalah tersebut. Mekanisme ini memberikan lapisan       jawab atas:
  pengawasan tambahan untuk memastikan bahwa isu-isu material terkait inklusi keuangan,                    • meninjau dan menyetujui produk baru dan perubahan produk yang signifikan;
  pembiayaan sosial, pelindungan nasabah, dan kualitas layanan dievaluasi melalui forum manajemen          • menilai risiko, kepatuhan regulasi, dan pertimbangan kesesuaian nasabah; dan
  senior yang sesuai, tanpa mengulang proses pengambilan keputusan operasional.                            • memastikan keselarasan antara pengembangan produk, strategi bisnis, dan peraturan yang
                                                                                                               berlaku.
Page 85
                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related
                                  Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   85




  Tata Kelola
  Komite Manajemen Risiko                                                                               Sejalan dengan prinsip periklanan yang adil dan pelindungan nasabah, koordinasi komunikasi lintas
  Komite Manajemen Risiko (RMC) memainkan peran kunci dalam mengawasi kerangka kerja tata               group juga mempertimbangkan tingkat materialitas dan profil risiko dari konten komunikasi,
  kelola risiko secara keseluruhan di BRI. Dalam mandat ini, Komite juga mengawasi risiko yang          khususnya apabila komunikasi tersebut:
  berkaitan dengan nasabah, termasuk risiko yang timbul dari kualitas layanan, tren keluhan, dan        • berkaitan dengan kampanye andalan atau signature;
  masalah pelindungan nasabah. Melalui pengawasan ini, Komite memastikan bahwa risiko dan hasil         • disetujui di tingkat Direksi;
  yang berkaitan dengan nasabah tetap berada dalam batas toleransi risiko yang telah ditetapkan         • melibatkan anggaran yang signifikan;
  oleh BRI dan regulasi.                                                                                • dapat memiliki dampak substansial terhadap nasabah atau hasil bisnis; atau
                                                                                                        • berkaitan dengan isu sensitif yang dapat memengaruhi pemahaman, kepercayaan, atau
  Koordinasi Lintas Grup Terkait Komunikasi                                                                 pengambilan keputusan nasabah.
  BRI melaksanakan koordinasi komunikasi lintas group sebagai bagian dari kerangka kerja tata
  kelola untuk memastikan bahwa kegiatan periklanan, komunikasi produk, dan pesan korporat
  dilaksanakan secara adil, transparan, dan bertanggung jawab. Mekanisme koordinasi ini berfungsi
  sebagai sarana penyelarasan dan pengawasan untuk memastikan bahwa strategi komunikasi
  sejalan dengan persyaratan regulasi, kebijakan internal, serta prinsip pelindungan nasabah,
  sebagaimana diatur dalam SE.17-DIR/CSC/07/2024 tentang Komunikasi.

  Koordinasi komunikasi lintas group dipimpin oleh Direktur Utama, yang mencerminkan keterlibatan
  Direksi dalam memastikan bahwa praktik komunikasi perusahaan dikelola secara tepat, khususnya
  yang berpotensi memiliki implikasi terhadap nasabah, operasional bisnis, maupun reputasi korporat.
  Tujuan utama koordinasi ini meliputi:
  • mengoptimalkan peran dan tanggung jawab unit bisnis yang terlibat dalam aktivitas komunikasi;
  • memastikan integrasi dan sinkronisasi strategi komunikasi korporat, produk, dan internal; dan
  • menstandarkan proses persetujuan untuk strategi, perencanaan, dan pelaksanaan komunikasi.

  Melalui koordinasi ini, BRI meninjau dan menyelaraskan berbagai inisiatif komunikasi strategis yang
  dapat memiliki implikasi signifikan terhadap nasabah, operasional bisnis, atau reputasi perusahaan,
  antara lain:
  • penetapan agenda komunikasi untuk kampanye besar;
  • kampanye pemasaran dan promosi berskala besar;
  • iklan di media;
  • pemilihan brand ambassador; dan
  • aktivitas komunikasi lain yang dianggap material.
Page 86
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   86




  Tata Kelola
  Kebijakan dan Regulasi Internal

  BRI memiliki seperangkat kebijakan dan prosedur internal yang terstruktur yang mengatur pelaksanaan inklusi keuangan, inisiatif literasi keuangan, serta praktik pelindungan keuangan nasabah. Kebijakan-
  kebijakan ini memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, menjunjung standar perbankan yang bertanggung jawab, serta memberikan kejelasan akuntabilitas di seluruh unit bisnis dalam
  menyediakan layanan keuangan yang inklusif dan berorientasi pada nasabah.


   No                                       Topik                                                                                        Kebijakan

   1        Inklusi dan Literasi Keuangan                                          Surat Edaran Direksi SE.21-DIR/SCC/08/2024 tentang Pelindungan Konsumen, Buku 3 tentang Literasi Keuangan dan
                                                                                   Inklusi Keuangan

   2        Periklanan dan Komunikasi yang Adil                                    Surat Edaran Direksi SE.17-DIR/CSC/07/2024 tentang Komunikasi


   3        Pemasaran yang Bertanggung Jawab dan Penawaran Produk                  Surat Edaran Direksi SE.21-DIR/SCC/08/2024 tentang Pelindungan Konsumen
                                                                                   SO.41-CEX/12/2025 tentang Unit Kerja Operasional

   4        Kebutuhan Kredit, Penilaian Keterjangkauan, dan Penagihan Utang        SO.11.b-CRO/06/2024 tentang Operasional Pinjaman
            yang Bertanggung Jawab
   5        Modifikasi Pinjaman dan Proses Eskalasi Terstruktur                    Surat Edaran Direksi SE.39-DIR/KRD/11/2023 tentang Pengelolaan Kredit Bermasalah
Page 87
                                                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related         Sustainability-related
                                        Sustainability-related         General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure                Disclosure                  Topic Disclosure
                                                                                                    Lampiran                                                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   87




  Strategi
  Identifikasi Risiko dan Peluang

  Sebagai bagian dari pengembangan strateginya, BRI mengidentifikasi risiko dan peluang kunci terkait keuangan inklusif dan keunggulan layanan nasabah yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk
  mencapai hasil bisnis yang berkelanjutan. Identifikasi ini berfokus pada tema-tema strategis di bidang keuangan inklusif, kesesuaian produk, pelindungan nasabah, dan kemampuan nasabah. Penilaian ini
  mempertimbangkan dampak potensial terhadap bisnis BRI, signifikansi dampak tersebut, serta jangka waktu yang diharapkan di mana risiko dan peluang ini dapat terwujud. Untuk menilai tingkat risiko secara
  keseluruhan, BRI mengevaluasi setiap risiko yang teridentifikasi dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya dan tingkat keparahan potensi dampaknya terhadap operasional, kinerja keuangan, dan
  reputasi perusahaan. BRI mengategorikan dampak dari berbagai risiko dan peluang terkait keberlanjutan ke dalam jangka pendek (hingga satu tahun), jangka menengah (1–5 tahun), dan jangka panjang (lebih
  dari 5 tahun). Klasifikasi ini selaras dengan proses pengambilan keputusan strategis Perusahaan dan menjadi dasar dalam penetapan target serta prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang.

                    Kategori                                                                    Potensi Dampak terhadap Model Bisnis & Pengambilan                                                                          Tingkat       Horizon Waktu
    Tema Risiko                                          Deskripsi                                                                                                            Potensi Dampak Finansial
                     Risiko                                                                                    Keputusan Strategis                                                                                          Dampak           Dampak
                                   Ketidaksesuaian fitur produk dengan kapasitas atau       •   Melemahnya efektivitas analisis kredit dan meningkatnya risiko   •   Peningkatan pinjaman bermasalah (NPL) dan                Tinggi         Jangka
                                   kebutuhan keuangan nasabah dapat menyebabkan                 portofolio.                                                          penurunan kualitas portofolio pinjaman                                 Menengah
                                   penyaluran kredit yang tidak tepat dan meningkatkan      •   Pengetatan kebijakan kredit dan batas toleransi risiko           •   Peningkatan pencadangan kerugian kredit serta
                   Risiko Kredit
                                   risiko portofolio.                                                                                                                biaya restrukturisasi
  Desain Produk
  dan Kesesuaian
  Nasabah
                                   Produk yang tidak selaras dengan kebutuhan atau          •   Menurunnya relevansi produk bagi segmen sasaran.                 •   Penurunan keterlibatan nasabah dapat melemahkan       Menengah-      Jangka Pendek
                     Risiko        kemampuan finansial nasabah dapat menurunkan             •   Melemahnya strategi akuisisi dan retensi nasabah.                    efektivitas strategi akuisisi dan retensi nasabah       Tinggi
                    Strategis      keterlibatan nasabah dan meningkatkan rekening tidak                                                                          •   Pertumbuhan simpanan dan CASA yang lebih
                                   aktif.                                                                                                                            rendah akibat meningkatnya rekening tidak aktif
                                   Keterbatasan akses layanan keuangan di wilayah           •   Menghambat efektivitas distribusi layanan dan implementasi       •   Pertumbuhan CASA lebih lambat akibat                     Tinggi         Jangka
                                   kurang terlayani akibat terbatasnya saluran distribusi       strategi inklusi keuangan.                                           keterbatasan mobilisasi dana.                                          Menengah
                     Risiko        dapat menghambat mobilisasi dana dan peluang             •   Menurunkan daya saing dibandingkan institusi dengan jaringan     •   Pertumbuhan kredit lebih rendah, khususnya pada
  Titik Akses       Strategis      pertumbuhan.                                                 distribusi lebih luas.                                               segmen mikro dan UMKM.
  terhadap
  Layanan
  Keuangan                         Fraud pada berbagai saluran akses perbankan dapat        •   Melemahnya efektivitas pengendalian operasional.                 •   Kerugian finansial secara langsung akibat insiden        Tinggi      Jangka Pendek
                     Risiko        menimbulkan kerugian finansial dan gangguan              •   Meningkatnya kompleksitas pengelolaan jaringan agen dan              fraud
                   Operasional     operasional.                                                 kanal digital.                                                   •   Peningkatan biaya operasional, investigasi dan
                                                                                                                                                                     pemulihan
                                   Rendahnya literasi keuangan nasabah dapat                •   Melemahnya penerapan prinsip kredit yang bertanggung jawab       •   Peningkatan keterlambatan pembayaran dan              Menengah-         Jangka
                                   meningkatkan kerentanan terhadap penipuan                    dan meningkatnya kerentanan portofolio.                              restrukturisasi pinjaman.                               Tinggi         Menengah
                   Risiko Kredit   atau penyalahgunaan layanan keuangan akibat              •   Paparan risiko lebih tinggi pada segmen ritel dan mikro.         •   Peningkatan pencadangan kerugian kredit dan
  Pemberdayaan                     keterbatasan pemahaman terhadap produk dan                                                                                        penurunan kualitas portofolio.
  Nasabah                          transaksi perbankan.
  dan Edukasi                      Praktik pelindungan konsumen atau mekanisme              •   Peningkatan pengaduan nasabah terkait transaksi atau             •   Peningkatan biaya operasional terkait penanganan       Menengah      Jangka Pendek
  Keuangan                         pengaduan yang tidak efektif dapat meningkatkan              penggunaan produk keuangan.                                          pengaduan dan penyelesaian sengketa nasabah
                     Risiko
                                   pengaduan nasabah dan inefisiensi operasional.           •   Meningkatnya kebutuhan penanganan komplain dan dukungan          •   Potensi sanksi regulator serta biaya pemulihan
                   Operasional
                                                                                                layanan nasabah.


                                   Kualitas layanan atau praktik pelindungan nasabah        •   Menurunnya kepercayaan nasabah dan reputasi merek.               •   Penurunan simpanan dan volume transaksi.              Menengah-      Jangka Pendek
  Pelindungan
                      Risiko       yang tidak memadai dapat menurunkan kepercayaan          •   Melemahnya strategi retensi dan hubungan dengan nasabah.         •   Penurunan pendapatan berbasis komisi dan                Tinggi
  Keuangan
                     Reputasi      nasabah dan merugikan reputasi.                                                                                                   customer lifetime value.
  Nasabah
Page 88
                                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related       Sustainability-related
                                     Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure              Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   88




  Strategi
  BRI mengidentifikasi peluang bisnis yang terkait dengan keuangan inklusif dan keunggulan layanan nasabah sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan,
  memperkuat kapabilitas nasabah, meningkatkan kualitas layanan, serta mempertimbangkan dampak produk terhadap nasabah [F.28]. Peluang ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk
  keuangan yang inklusif dan berorientasi pada nasabah, perluasan distribusi layanan perbankan melalui kanal fisik, berbasis agen, dan digital, serta meningkatnya kesadaran terhadap literasi keuangan dan
  pelindungan konsumen. Dengan memanfaatkan perkembangan tersebut, BRI dapat memperkuat akuisisi nasabah, memperdalam hubungan dengan segmen mikro, ritel, dan masyarakat yang kurang
  terlayani, serta meningkatkan daya saing jangka panjang. Hal ini juga didukung dukungan terhadap produk yang terlihat dari tidak adanya penarikan atau pembatalan produk oleh otoritas keuangan [F.29].

  Potensi dampak dari peluang tersebut dinilai berdasarkan berbagai horizon waktu, yaitu jangka pendek (hingga satu tahun), jangka menengah (1–5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Pendekatan
  ini mencerminkan bagaimana peningkatan relevansi produk, aksesibilitas layanan keuangan, kapabilitas nasabah, dan keunggulan layanan dapat mendorong pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan,
  memperkuat kepercayaan nasabah, serta mendukung diversifikasi sumber pendapatan.

                                                                             Dampak terhadap Model Bisnis & Pengambilan Keputusan                                                                          Tingkat        Horizon Waktu
     Tema Peluang                     Deskripsi Peluang                                                                                                     Potensi Dampak Finansial
                                                                                                  Strategis                                                                                                Dampak            Dampak


                                                                        •    Pengembangan produk keuangan yang inklusif dan sesuai
                        Meningkatnya permintaan terhadap produk                                                                              •    Peningkatan akuisisi nasabah.
                                                                             dengan kebutuhan berbagai segmen nasabah.
  Desain Produk         keuangan yang inklusif dan relevan di berbagai                                                                       •    Penguatan sumber pendanaan berbiaya rendah
                                                                       •     Penguatan strategi akuisisi nasabah pada segmen mikro, ritel,                                                               Menengah-
  dan Kesesuaian        segmen nasabah, termasuk masyarakat yang                                                                                  (CASA).                                                                 Jangka Pendek
                                                                             dan masyarakat yang kurang terlayani.                                                                                         Tinggi
  Nasabah               kurang terlayani dan pasar yang sedang                                                                               •    Peningkatan volume penyaluran kredit dan
                                                                       •     Peningkatan relevansi produk yang mendukung pertumbuhan
                        berkembang.                                                                                                               transaksi.
                                                                             portofolio secara berkelanjutan.




                                                                        •    Perluasan distribusi layanan keuangan melalui kanal fisik, agen,
                                                                                                                                              •   Pertumbuhan basis nasabah dan mobilisasi dana.
  Titik Akses terhadap Semakin luasnya ketersediaan kanal layanan            dan digital.
                                                                                                                                              •   Peningkatan pendapatan berbasis transaksi dari
  Layanan Keuangan     fisik, berbasis agen, dan digital di wilayah yang •   Penguatan implementasi strategi inklusi keuangan di wilayah                                                                                      Jangka
                                                                                                                                                  kanal agen.                                               Tinggi
                       sebelumnya kurang terlayani atau terpencil.           yang kurang terlayani.                                                                                                                          Menengah
                                                                                                                                              •   Peningkatan peluang penyaluran kredit pada
                                                                        •    Peningkatan akuisisi nasabah melalui perluasan titik akses
                                                                                                                                                  segmen mikro dan UMKM.
                                                                             layanan.


                                                                                                                                             •    Peningkatan frekuensi transaksi dan penggunaan
                        Meningkatnya kebutuhan terhadap program         •    Penguatan praktik penyaluran kredit yang bertanggung jawab           layanan perbankan digital.
                        edukasi keuangan, literasi digital, dan              melalui peningkatan kapabilitas keuangan nasabah.               •    Pertumbuhan pendapatan berbasis komisi dari
  Pemberdayaan
                        penguatan kapabilitas nasabah untuk             •    Peningkatan adopsi layanan perbankan digital dan produk              layanan digital (BRImo dan kanal lainnya).             Menengah-            Jangka
  Nasabah dan
                        mendorong penggunaan produk keuangan                 keuangan.                                                       •    Penguatan pertumbuhan pendapatan jangka                  Tinggi             Panjang
  Edukasi Keuangan
                        secara bertanggung jawab serta mendukung        •    Peningkatan efektivitas strategi cross-selling di berbagai           panjang.
                        kesejahteraan finansial jangka panjang.              segmen nasabah.                                                 •    Peningkatan kualitas portofolio melalui perilaku
                                                                                                                                                  pembayaran yang lebih baik.


                                                                        •    Penguatan kepercayaan nasabah serta hubungan jangka
                                                                                                                                             •    Peningkatan retensi nasabah dan customer lifetime
                        Penguatan layanan yang berorientasi pada             panjang.
                                                                                                                                                  value.
  Keunggulan            nasabah serta sistem penyelesaian pengaduan •        Peningkatan kualitas layanan yang mendukung strategi retensi                                                                Menengah-            Jangka
                                                                                                                                             •    Peningkatan saldo simpanan dan volume transaksi.
  Layanan Nasabah       yang proaktif untuk meningkatkan pengalaman          nasabah.                                                                                                                      Tinggi             Panjang
                                                                                                                                             •    Pertumbuhan pendapatan berbasis komisi seiring
                        dan kepercayaan nasabah secara keseluruhan. •        Peningkatan kualitas layanan berbasis analisis data pengaduan
                                                                                                                                                  meningkatnya pemanfaatan layanan.
                                                                             nasabah.
Page 89
                                                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related       Sustainability-related
                                     Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure              Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                 Lampiran                                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   89




  Strategi
  Strategi untuk Mengatasi Risiko dan Memanfaatkan Peluang

  Strategi BRI dirancang untuk mengatasi risiko utama dan memanfaatkan peluang yang timbul dari perluasan keuangan inklusif dan keunggulan layanan nasabah. BRI fokus memperluas akses terhadap
  layanan keuangan, menyelaraskan produk dan layanan transaksi dengan kebutuhan nasabah, serta meningkatkan kemampuan nasabah melalui inisiatif pelindungan nasabah dan pemberdayaan yang kuat.
  Prioritas strategis ini mendukung pertumbuhan berkelanjutan, peningkatan kualitas portofolio, dan penciptaan nilai jangka panjang di seluruh segmen nasabah.

                                                                                                                                                                   Dampak Finansial yang Diharapkan
         Strategi                Risiko/Peluang Utama yang Diatasi                             Kegiatan Utama
                                                                                                                                       Jangka Pendek                    Jangka Menengah                       Jangka Panjang

   Mengembangkan          •       Risiko ketidakcocokan produk dengan              •      Merancang produk yang sesuai          Peningkatan adopsi dan          Pertumbuhan dalam pembiayaan,       Aliran pendapatan yang beragam
   Produk dan Layanan             nasabah dan utang berlebihan                            dengan profil nasabah, aktivitas      pemanfaatan produk yang         pendapatan berbasis biaya, dan      dan tangguh di seluruh segmen
   yang Berorientasi      •       Risiko kualitas kredit dan kinerja portofolio           ekonomi, dan siklus hidup             didorong oleh kesesuaian        peningkatan kualitas portofolio     nasabah
   pada Nasabah           •       Kesempatan         untuk       memperluas        •      Mengintegrasikan desain produk        yang lebih baik antara produk   melalui desain produk yang
                                  pembiayaan inklusif dan sosial di                       yang bertanggung jawab ke dalam       dan kebutuhan nasabah           bertanggung jawab
                                  berbagai segmen                                         segmen mikro, konsumer, UMKM,
                                                                                          dan grosir
   Memperluas             •       Risiko     eksklusi   keuangan       akibat      •      Memperluas model tanpa cabang         Peningkatan pendaftaran         Pertumbuhan volume transaksi        Perkembangan pasar yang
   Titik Akses dan                keterbatasan akses fisik atau digital                   dan berbasis agen (BRILink Agents)    nasabah dan aktivasi akun       dan saldo CASA didorong oleh        berkelanjutan dan penguatan nilai
   Jangkauan              •       Risiko operasional dan layanan di saluran        •      Peningkatan platform onboarding       di seluruh saluran fisik dan    peningkatan aksesibilitas dan       merek melalui jangkauan nasabah
                                  terdistribusi                                           digital  dan    transaksi    untuk    digital                         penggunaan                          yang luas dan inklusif
                          •       Kesempatan        untuk     meningkatkan                meningkatkan aksesibilitas dan
                                  jangkauan di daerah yang kurang                         keandalan
                                  terlayani dan daerah terpencil
   Peningkatan            •       Risiko rendahnya literasi keuangan dan          Pemberdayaan nasabah melalui pembiayaan       Pengurangan risiko regulasi,    Peningkatan kepuasan dan retensi    Pendapatan stabil didukung oleh
   Dukungan Non-                  keterbatasan kemampuan nasabah                  dan dukungan non-keuangan                     kepatuhan, dan reputasi         nasabah                             hubungan nasabah yang terpercaya
   Keuangan dan           •       Risiko        over-indebtedness          dan
   Kemampuan                      pemanfaatan kredit yang kurang optimal
   Nasabah                •       Risiko kualitas kredit dan kinerja portofolio
                          •       Kesempatan         untuk      memperdalam
                                  hubungan            dan         mendukung
                                  perkembangan nasabah
   Penguatan              •       Risiko ketidakpuasan nasabah dan                Penerapan praktik pelindungan finansial       Penurunan eskalasi kasus        Peningkatan kepuasan dan tingkat    Penguatan nilai merek serta
   Pelindungan                    ketidakkonsistenan layanan                      nasabah secara end-to-end, yang mencakup      serta peningkatan indikator     retensi nasabah serta pertumbuhan   sumber pendapatan yang
   Finansial Nasabah      •       Risiko     sanksi     regulator    akibat       desain produk yang bertanggung jawab,         kepatuhan terhadap regulasi     CASA                                lebih terdiversifikasi dan stabil
                                  ketidakpatuhan      terhadap     standar        pemasaran yang adil dan komunikasi yang                                                                           yang didorong oleh hubungan
                                  pelindungan nasabah                             transparan, penyaluran kredit yang prudent,                                                                       kepercayaan dengan nasabah
                          •       Peluang        untuk        meningkatkan        serta penyelesaian pengaduan yang efektif
                                  kepercayaan nasabah, retensi, serta
                                  potensi cross-selling
Page 90
                                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related
                                  Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.          90




  Strategi
  Inklusi Keuangan sebagai Respons Strategis

  Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam memperluas inklusi keuangan; namun,                Indikator Utama
  kesenjangan struktural masih tetap ada. Sekitar 20% dari populasi usia produktif, setara dengan
  sekitar 43 juta orang, masih belum memiliki akses ke layanan keuangan formal. Kesenjangan ini
  tidak hanya mencerminkan penyebaran geografis di daerah pedesaan dan terpencil, tetapi juga                                        Inklusi Keuangan oleh Nasabah Individu
  kendala yang persisten dalam literasi keuangan, keterjangkauan, dan kesesuaian produk bagi
  komunitas yang kurang terlayani.                                                                            Berdasarkan Gender                              Berdasarkan Usia                       Berdasarkan Wilayah 3T**
                                                                                                              Pria                   Wanita             Generasi Muda              Lansia
  Dalam konteks ini, inklusi keuangan mewakili baik sebagai tuntutan pembangunan nasional maupun
  respons strategis bagi BRI. Inklusi keuangan diposisikan sebagai prioritas strategis dalam kerangka         72,3 juta              68,2 juta              20,4 juta             33,5 juta                       4,7 juta nasabah
  tata kelola BRI, terintegrasi ke dalam kebijakan institusional Bank, mekanisme pengawasan, dan              nasabah                nasabah                nasabah               nasabah                         **) Wilayah Tertinggal, Terdepan,
                                                                                                                                                                                                                  danTerluar
  strategi bisnis. BRI menyadari bahwa pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia bergantung pada
  perluasan akses yang adil terhadap layanan keuangan yang bertanggung jawab, terutama bagi
  segmen ultra-mikro, mikro, dan berpenghasilan rendah.

  BRI mengimplementasikan mandat ini melalui strategi terstruktur berbasis ekosistem. Bank
                                                                                                                     1,8 juta                                  230 juta                                     50,5 juta
  mengembangkan produk dan layanan yang berorientasi pada nasabah dan disesuaikan dengan                        Saluran Layanan                            Rekening Tabungan                                Pengguna Digital
  profil sosio ekonomi yang berbeda, sekaligus memperluas titik akses dan jangkauan layanan                                                                       Aktif
  melalui saluran fisik dan digital. Pendekatan terintegrasi ini memastikan bahwa inklusi tidak hanya                                                       (rekening dengan saldo
                                                                                                              (penggunaan perbankan                                                                       (penggunaan perbankan
  terbatas pada kepemilikan rekening, tetapi juga mencakup penggunaan yang bermakna,                                                                       dan/atau aktivitas transaksi
                                                                                                                 mobile yang aktif)                                                                          mobile yang aktif)
  perkembangan nasabah, dan ketahanan finansial jangka panjang. Melalui pendekatan ini, BRI                                                                          aktif)
  menciptakan titik masuk kritis ke sistem keuangan formal bagi populasi yang sebelumnya tidak
  memiliki akses perbankan, membangun basis nasabah yang luas dan beragam mencakup segmen               *) Proporsi BRI Golden CIF dibandingkan dengan populasi yang memenuhi syarat inklusi keuangan di Indonesia pada tahun 2025 (217,71 juta)
                                                                                                        (BPS 2025)
  ultra-mikro, UMKM, dan ritel massal, serta menanamkan dasar untuk hubungan keuangan berbasis
  kepercayaan jangka panjang yang memfasilitasi mobilitas ekonomi yang berkelanjutan.

  Sebagai hasilnya, BRI berkontribusi sekitar 64,5%, setara dengan sekitar 80,1% dari total inklusi
  keuangan nasional, menunjukkan perannya yang sentral dalam mendorong inklusi keuangan
  Indonesia. Hasil-hasil ini menunjukkan bagaimana komitmen pada tingkat tata kelola
  diimplementasikan menjadi eksekusi strategis dan dampak yang dapat diukur. Berlandaskan
  fondasi strategis tersebut, bagian berikut ini menguraikan inisiatif BRI dalam mengembangkan
  produk dan layanan yang berorientasi pada nasabah serta memperluas titik akses dan jangkauan
  untuk lebih mempercepat hasil keuangan inklusif.
Page 91
                                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   91




  Strategi
  Pengembangan Produk dan Layanan
  Berorientasi Nasabah [GRI G4 FS15] [FN-CB-240a.3]
                                                               Produk Tabungan
  BRI menerapkan pendekatan yang berorientasi pada
  nasabah dalam pengembangan produk di seluruh
                                                                                                   2025                                                        2025                                                      2025
  segmen nasabah, mulai dari nasabah mikro dan ritel
  hingga UMKM, komersial, dan korporasi. Pendekatan ini                                     135,24 juta                                                 85,40 ribu                                                 21,18 juta
  bertujuan untuk memastikan bahwa produk dan layanan                                        Rekening                                                   Rekening                                                   Rekening
  yang ditawarkan tetap relevan, mudah diakses, serta            Simpedes                                                  Simpedes TKI                                              Britama
  selaras dengan kebutuhan, kapasitas, dan aktivitas             Simpedes merupakan produk andalan dalam                    Simpedes TKI adalah rekening tabungan yang               Britama adalah produk tabungan ritel BRI yang
  ekonomi nasabah, sekaligus mendukung pertumbuhan               portofolio produk BRI, karena dirancang khusus             dirancang untuk pekerja migran Indonesia,                dirancang untuk mendukung kebutuhan
                                                                 untuk mempromosikan inklusi keuangan bagi                  menyediakan saluran aman dan mudah diakses               perbankan sehari-hari, menawarkan persyaratan
  yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
                                                                 populasi yang kurang terlayani. Dengan                     untuk mengelola penghasilan, tabungan, dan               masuk yang terjangkau, kartu debit untuk
                                                                 menawarkan saldo minimum rendah,                           remitansi saat bekerja di luar negeri. Produk ini        transaksi, dan akses melalui perbankan digital
  Sejalan dengan Pedoman Manajemen Produk BRI (SE.30-            persyaratan administratif minimal, dan akses               menawarkan persyaratan rekening yang                     BRImo serta jaringan cabang dan ATM BRI yang
  DIR/PPM/11/2024        dan     SE.30.a-DIR/PPM/11/2024),       luas melalui jaringan cabang BRI di tingkat desa,          terjangkau dan akses melalui jaringan layanan            luas di seluruh Indonesia, termasuk daerah
                                                                 Simpedes memungkinkan penduduk pedesaan                    domestik dan internasional BRI, mendukung                pedesaan.
  pengembangan produk mengikuti siklus hidup produk              dan berpendapatan rendah untuk menabung                    inklusi keuangan bagi pekerja migran dan
  secara menyeluruh yang mencakup perencanaan                    dengan aman dan berpartisipasi dalam sistem                keluarga mereka dengan memfasilitasi
  strategis,    pengembangan,       kesiapan    peluncuran,      keuangan formal.                                           pengelolaan uang yang lebih aman dan koneksi
                                                                                                                            yang lebih kuat ke sistem keuangan formal.
  pemasaran dan komunikasi, pemantauan berkelanjutan,            Segmen Sasaran: Individu Berpenghasilan                                                                             Segmen Sasaran: Individu dengan pendapatan
  serta peningkatan atau penghentian produk apabila              Rendah, Penduduk Pedesaan                                  Segmen Sasaran: Pekerja Migran                           rendah hingga menengah
  diperlukan. Siklus ini dirancang untuk menghadirkan
  proposisi nilai yang jelas, perjalanan nasabah yang
  efisien, serta produk yang ditawarkan secara bertanggung
  jawab.                                                                                                                        2025                                                      2025
                                                                                                                           2,37 juta                                               723,36 ribu
  Seluruh produk melalui proses penilaian dan persetujuan                                                                  Rekening                                                 Rekening
  yang terstruktur melalui mekanisme tata kelola yang telah                                    BRIJunio                                                    Britama Bisnis
  ditetapkan oleh BRI, termasuk melalui Komite Produk
                                                                                                BRIJunio adalah rekening tabungan yang                     Britama Bisnis adalah rekening tabungan
  terkait atau Product Owner yang ditunjuk. Penilaian                                           dirancang untuk anak-anak dan remaja berusia               transaksional yang dirancang untuk mendukung
  tersebut mempertimbangkan kesesuaian produk dengan                                            hingga 17 tahun, bertujuan untuk                           manajemen kas bisnis, menawarkan batas
  profil nasabah, prinsip perlindungan konsumen,                                                memperkenalkan literasi keuangan dasar dan                 transaksi yang lebih tinggi, beberapa
                                                                                                kebiasaan menabung sejak dini. Produk ini                  penandatangan yang berwenang, dan integrasi
  manajemen risiko, kelayakan finansial, serta kepatuhan                                        menawarkan persyaratan masuk yang rendah,                  dengan layanan pembayaran dan perbankan
  terhadap regulasi.                                                                            fitur pengawasan orang tua, dan akses melalui              digital untuk memudahkan operasional bisnis
                                                                                                cabang BRI.                                                sehari-hari.
  Setelah diluncurkan, produk dan layanan terus dipantau
  dan ditinjau menggunakan umpan balik nasabah serta
  data kinerja untuk memastikan bahwa produk dan layanan
                                                                                                Segmen Sasaran: Anak-anak dan remaja,                      Segmen Sasaran: UMKM
  tersebut tetap sesuai, aman, dan responsif terhadap
                                                                                                didukung oleh orang tua
  kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Masukan
  terkait kebutuhan nasabah diperoleh melalui berbagai
  kanal, termasuk pemantauan keterlibatan nasabah, survei
  kepuasan, pemantauan operasional layanan, serta
  masukan yang diperoleh melalui interaksi layanan
  maupun proses penanganan pengaduan nasabah.
Page 92
                                                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related
                                          Sustainability-related           General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure                    Topic Disclosure
                                                                                                            Lampiran                                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   92




  Strategi
  Integrasi Umpan Balik Nasabah dalam Pengembangan Produk dan Layanan
  Untuk mengelola inisiatif perbaikan secara sistematis, khususnya yang berkaitan dengan komplain nasabah yang berulang, BRI menerapkan mekanisme Service Improvement Management sesuai dengan
  SOP SO.24-CEX/09/2025 tentang Layanan Informasi dan Penanganan Pengaduan Nasabah. Melalui mekanisme ini, permasalahan layanan yang berulang maupun insiden operasional yang berpotensi
  menunjukkan adanya isu sistemik dianalisis oleh Service Improvement Team melalui analisis akar penyebab (root cause analysis) yang terstruktur. Proses tersebut mencakup investigasi, penentuan prioritas,
  penyusunan rencana resolusi, serta pemantauan implementasi perbaikan. Tanggung jawab antar unit kerja dikoordinasikan menggunakan matriks RASCI (Responsible, Accountable, Support, Consulted,
  Informed), yaitu model tata kelola yang digunakan untuk memperjelas peran dan tanggung jawab dalam suatu aktivitas, proyek, atau proses, sehingga memastikan akuntabilitas yang jelas dalam proses
  investigasi, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan tindakan perbaikan. Wawasan yang dihasilkan dari proses tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat proses layanan, prosedur operasional, serta
  pengembangan dan penyempurnaan produk dan layanan perbankan, sehingga pengembangan produk dan layanan didasarkan pada pengalaman nyata nasabah serta wawasan operasional. Dengan
  mengintegrasikan umpan balik nasabah ke dalam proses peningkatan berkelanjutan, BRI memperkuat komitmennya dalam mengembangkan produk dan layanan keuangan yang berorientasi pada nasabah
  agar tetap relevan, bertanggung jawab, dan selaras dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

    Produk Pinjaman [FN-CB-240a.2]                                                                                                                                                                      Asuransi Mikro
                                        KUR                                                                                                                         Kupedes                                                AMKKM
                                                                                      1. KUR Super Mikro: Pembiayaan bagi
       KUR Super Mikro                 KUR
                                     KUR Mikro                 KUR Kecil                                                                                            Kupedes
                                                                                                                                                                     2025                                                     2025
                                                                                         nasabah       baru,     khususnya      pekerja
                                                                                      1. terdampak
                                                                                         KUR SuperPHKMikro:         Pembiayaan      bagi
       KUR Super
        Jumlah   Mikro
               Debitur               KUR Mikro
                                    Jumlah Debitur             KUR Debitur
                                                             Jumlah Kecil                                     dan ibu   rumah tangga                       3,93 juta Debitur
                                                                                                                                                                  2025                                               13,95 juta polis
                                                                                         dengan usaha produktif, dengan pekerja
                                                                                         nasabah       baru,     khususnya       plafon                                                                                    AMKKM
                2025
            Jumlah Debitur
                                        2025
                                    Jumlah Debitur
                                                                 2025
                                                             Jumlah Debitur              terdampak
                                                                                         hingga  Rp10 PHK
                                                                                                       juta. dan ibu rumah tangga                          3,93 juta Debitur
        0,03  juta
           2025                     7,98 juta
                                        2025                 0,21 juta
                                                                 2025                    dengan
                                                                                      2. KUR  Mikro:usaha
                                                                                                      Pembiayaan    bagidengan
                                                                                                             produktif,           plafon
                                                                                                                          pelaku usaha
                                                                                                                                                  Kupedes adalah pinjaman umum, individu,                 AMKKM adalah produk      yang difasilitasi
                                                                                                                                                                                                                                2025
                                                                                         hingga Rp10    juta. usaha rintisan, dengan              dan selektif yang diberikan kepada usaha                melalui perusahaan anak BRI yang dirancang
        0,03 juta                   7,98 juta                0,21 juta                   mikro,
                                                                                         KUR Mikro:
                                                                                      2. plafon
                                                                                                  termasuk                                        Kupedes
                                                                                                                                                  mikro yangadalah  pinjaman
                                                                                                                                                              memenuhi         umum,
                                                                                                                                                                          syarat      individu,
                                                                                                                                                                                  dengan  suku                        13,95     juta  polis
                                                                                                                                                                                                          sebagai jaring pengaman sosial bagi
                                                                                                   Rp10Pembiayaan    bagi pelaku
                                                                                                          juta – Rp100            usaha
                                                                                                                            juta untuk            dan selektif yang(non-subsidi),
                                                                                                                                                                      diberikan kepada  usaha
       KUR adalah pembiayaan yang diberikan kepada individu, entitas                     mikro, termasukpengembangan
                                                                                                               usaha rintisan, dengan             bunga  komersial                  bertujuan             peminjam mikro dengan melindungi keluarga
                                                                                         mendukung                               usaha
       bisnis, atau kelompok bisnis yang produktif dan layak dengan                      plafon Rp10 juta – Rp100 juta untuk
                                                                                                                                                  mikro yang   memenuhi    syarat dengan
                                                                                                                                                  untuk mendukung pengembangan dansuku                    AMKKM
                                                                                                                                                                                                          dari bebanadalah produk
                                                                                                                                                                                                                       keuangan    yang difasilitasi
                                                                                                                                                                                                                                 pinjaman  yang belum
       KUR adalah   pembiayaan   yang diberikan  kepada   individu, entitas              produktif.                                               bunga komersial    (non-subsidi), bertujuan
       jaminan  tambahan   yang terbatas atau tidak memadai,                             mendukung           pengembangan                         pertumbuhan    bisnis.                                  melalui perusahaan
                                                                                                                                                                                                          dilunasi              anak meninggal
                                                                                                                                                                                                                   ketika peminjam   BRI yang dirancang
                                                                                                                                                                                                                                                 dunia
       bisnis, atau dengan
                    kelompok  bisnis yang produktif dan layak dengan                  3. KUR   Kecil: Pembiayaan      bagi usaha usaha
                                                                                                                                   kecil          untuk mendukung pengembangan dan
       ditawarkan           suku bunga  yang menguntungkan      untuk                    produktif.                                                                                                       sebagai
                                                                                                                                                                                                          atau     jaringcacat.
                                                                                                                                                                                                               menjadi    pengaman sosial bagi
       jaminan tambahan    yang terbatas atau tidak memadai,                             yang  telah berkembang dengan kebutuhan                  pertumbuhan bisnis.
       mendukung     pertumbuhan  usaha mikro   dan kecil serta inklusi               3. modal
                                                                                         KUR Kecil:    Pembiayaan     bagi usaha    kecil                                                                 peminjam mikro dengan melindungi keluarga
       ditawarkan   dengan  suku bunga  yang menguntungkan       untuk                           lebih besar, dengan plafon di atas
       keuangan.                                                                         yang telah                                                                                                       dari beban keuangan pinjaman yang belum
       mendukung pertumbuhan usaha mikro dan kecil serta inklusi                         KUR    Mikroberkembang     dengan kebutuhan
                                                                                                         untuk mendukung       ekspansi
                                                                                         modal lebih besar, dengan plafon di atas                                                                         dilunasi ketika peminjam meninggal dunia
       keuangan.                                                                         usaha.                                                                                                           atau menjadi   cacat.
       Segmen    Sasaran: Usaha Mikro dan Kecil pada tahap awal bisnis                   KUR Mikro untuk mendukung ekspansi                       Segmen Sasaran: Usaha mikro                             Segmen    Sasaran: Usaha mikro
                                                                                         usaha.
       Segmen Sasaran: Usaha Mikro dan Kecil pada tahap awal bisnis                                                                                Segmen Sasaran: Usaha mikro
     Melalui berbagai produk pembiayaan yang dirancang untuk berbagai segmen nasabah, BRI terus mendukung akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Pada tahun 2025,
     BRI menyalurkan kredit sebesar Rp648,3 triliun kepada segmen mikro dan Rp240,8 triliun kepada segmen UMKM, yang mencerminkan kontribusi signifikan kedua segmen tersebut dalam portofolio            Segmen
                                                                                                                                                                                                          AsuransiSasaran: Usaha mikro Tempat Usaha
                                                                                                                                                                                                                   Rumahku/Kerusakan
     Melalui berbagai
     pembiayaan  BRI. produk
                      Sejalan pembiayaan yang
                              dengan fokus     dirancang
                                           tersebut,       untuk
                                                      BRI juga   berbagai
                                                               berhasil   segmentarget
                                                                        mencapai  nasabah,
                                                                                       pertumbuhan           UMKMakses
                                                                                                      mendukung
                                                                                            BRI terus kredit           pembiayaan
                                                                                                                  sebesar               usaha mikro
                                                                                                                                   bagimerupakan
                                                                                                                          5,90%, yang               dan kecil
                                                                                                                                                 bagian                     Direksi. Pada tahun 2025,
                                                                                                                                                                  kolegialIndonesia.
                                                                                                                                                              di seluruh
                                                                                                                                                        dari KPI
     BRI menyalurkan kredit sebesar Rp648,3 triliun kepada segmen mikro dan Rp240,8 triliun kepada segmen UMKM, yang mencerminkan kontribusi signifikan kedua segmen tersebut dalam portofolio
     pembiayaan BRI. Sejalan dengan fokus tersebut, BRI juga berhasil mencapai target pertumbuhan kredit UMKM sebesar 5,90%, yang merupakan bagian dari KPI kolegial Direksi.                                                 2025
        KPRS (Kredit Perumahan Bersubsidi)                                      PNM Mekaar                                                   Produk Pinjaman Pegadaian                                               17,51 juta polis
                                                                                                                                                                                                           Asuransi Rumahku/Kerusakan Tempat Usaha
        KPRS (Kredit Perumahan
                       2025    Bersubsidi)                                      PNM2025
                                                                                    Mekaar                                                   Produk Pinjaman
                                                                                                                                                        2025 Pegadaian
                                                                                                                                                                                                          Asuransi Rumahku/Kerusakan      Tempat
                 118,12 ribu  Debitur                          4,18 juta Debitur perempuan                                                   18,4 juta2025
                                                                                                                                                       Pelanggan                                                               2025
                                                                                                                                                                                                          Usaha adalah asuransi mikro berbiaya
                          2025                                              2025                                                                                                                                     17,51    juta    polis
                 118,12 ribu Debitur                           4,18 juta Debitur perempuan                                                   18,4 juta Pelanggan                                          rendah yang melindungi rumah dan lokasi
                                                                                                                                                                                                          usaha mikro dari risiko tertentu, mendukung
       KPRS (Kredit Perumahan Bersubsidi)                       PNM Mekaar adalah program                                Produk Pinjaman Pegadaian menyediakan produk keuangan
       adalah pinjaman perumahan yang                           mikrofinansial berbasis kelompok yang                    gadai dan non-gadai yang dirancang untuk memberikan solusi                       Asuransi Rumahku/Kerusakan
                                                                                                                                                                                                          perlindungan aset dan ketahanan Tempat
                                                                                                                                                                                                                                             finansial
       KPRS (Kredit
       didukung  olehPerumahan   Bersubsidi)
                       bantuan pemerintah,                      PNM Mekaar adalah
                                                                menyediakan   pinjamanprogram
                                                                                         modal kerja tanpa                Produk Pinjaman
                                                                                                                         likuiditas                   yangmenyediakan
                                                                                                                                               Pegadaian
                                                                                                                                    jangka pendek           bertanggung produk
                                                                                                                                                                          jawab dankeuangan               Usaha
                                                                                                                                                                                                          bagi   adalah asuransi mikro berbiaya
                                                                                                                                                                                                               UMKM.
       adalah pinjaman
       seperti           perumahan
               subsidi suku         yang
                            bunga atau dukungan                         disertaiberbasis
                                                                mikrofinansial
                                                                jaminan                  kelompok
                                                                                 bimbingan  dan    yang                   gadai dan non-gadai
                                                                                                                         transparan.               yang dirancang
                                                                                                                                       Melalui penawaran            untukPegadaian
                                                                                                                                                             produknya,    memberikan solusi              rendah yang melindungi rumah dan lokasi
       didukung
       uang muka,oleh  bantuan
                   untuk       pemerintah,
                          membuat  kepemilikan                  menyediakan    pinjaman
                                                                pengembangan kapasitas   modal kerja tanpa
                                                                                           untuk                          likuiditas jangka
                                                                                                                         menerapkan           pendek
                                                                                                                                         struktur  harga      syarat yang jawab
                                                                                                                                                         danbertanggung
                                                                                                                                                      yang                         dan
                                                                                                                                                                           jelas, struktur                usaha mikro dari risiko tertentu, mendukung
       seperti subsidi suku bunga atau dukungan
       rumah lebih terjangkau bagi rumah  tangga                jaminan disertai
                                                                mendukung         bimbingan
                                                                            kegiatan         dan
                                                                                      yang menghasilkan                   transparan. Melalui
                                                                                                                         pembiayaan              penawaran
                                                                                                                                         proporsional,        produknya,
                                                                                                                                                        standar           Pegadaian
                                                                                                                                                                 perlindungan   konsumen, dan             perlindungan aset dan ketahanan finansial
       uang muka, untuk
       berpenghasilan     membuat kepemilikan
                        rendah.                                 pengembangan kapasitas untuk
                                                                pendapatan.                                               menerapkan regulasi
                                                                                                                         pengawasan       struktur untuk
                                                                                                                                                   harga memastikan
                                                                                                                                                          dan syarat yang   jelas,dapat
                                                                                                                                                                       nasabah     struktur               bagi UMKM.
       rumah lebih terjangkau bagi rumah tangga                 mendukung kegiatan yang menghasilkan                      pembiayaanlayanan
                                                                                                                         mengakses       proporsional,  standar
                                                                                                                                                 keuangan   tanpaperlindungan
                                                                                                                                                                   terpapar utangkonsumen,   dan
                                                                                                                                                                                     berlebihan           Segmen Sasaran: Usaha mikro
       berpenghasilan rendah.                                   pendapatan.                                               pengawasan
                                                                                                                         atau             regulasi untuk memastikan nasabah dapat
                                                                                                                               praktik paksa.
       Sasaran Terpisah: Rumah tangga                           Segmen Sasaran: Wirausaha perempuan                       mengakses
                                                                                                                         Segmen         layanan
                                                                                                                                    Sasaran:      keuangan
                                                                                                                                               Individu      tanpa terpapar
                                                                                                                                                        berpenghasilan        utang berlebihan
                                                                                                                                                                         rendah
       berpenghasilan rendah                                    berpenghasilan rendah                                     atau praktik paksa.
       Sasaran Terpisah: Rumah tangga                           Segmen Sasaran: Wirausaha perempuan                       Segmen Sasaran: Individu berpenghasilan rendah                                  Segmen Sasaran: Usaha mikro
       berpenghasilan rendah                                    berpenghasilan rendah
Page 93
                                                                                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                       Climate-related                           Sustainability-related
                                                                 Sustainability-related                    General Sustainability
Pengantar
                          Disclosure                                  Disclosure                             Topic Disclosure
                                                                                                                                               Lampiran                                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   93




  Strategi
  Memperluas Titik Akses dan Jangkauan [GRI G4 FS13]                                                                                                                         Agen BRILink: Memperluas Jangkauan Melalui Kemitraan Berbasis Komunitas
                                                                                                                                                                             Sebagai bagian dari strateginya untuk mempertahankan dan memperluas akses ke layanan
  BRI memperluas akses ke layanan keuangan melalui model bisnis bank hibrida yang menggabungkan                                                                              keuangan di tengah perubahan struktural pada jaringan fisiknya, BRI memperkuat saluran distribusi
  jaringan distribusi fisik yang luas dengan kemampuan digital yang dapat diskalakan. Pendekatan ini                                                                         alternatif untuk melengkapi proses rasionalisasi bertahap kantor cabang. BRI menerapkan model
  memungkinkan BRI untuk menjangkau segmen nasabah yang beragam di berbagai wilayah                                                                                          layanan hibrida yang mengintegrasikan kapabilitas digital dengan titik layanan fisik berbasis
  geografis, sekaligus tetap menjaga keandalan, konsistensi, dan kepercayaan layanan seiring                                                                                 komunitas, tanpa bergantung semata pada kehadiran fisik melalui jaringan kantor cabang
  dengan perluasan akses. Model hibrida menggabungkan jaringan cabang dan outlet mikro BRI di                                                                                tradisional, sehingga memastikan jangkauan layanan yang luas di berbagai wilayah dan segmen
  seluruh Indonesia, inisiatif perbankan tanpa cabang, dan distribusi berbasis agen dengan saluran                                                                           nasabah. Salah satu pilar utama strategi ini adalah perluasan jaringan AgenBRILink sebagai saluran
  digital yang mendukung pendaftaran, transaksi, dan penyampaian layanan. Strategi akses                                                                                     distribusi terakhir. AgenBRILink didasarkan pada model kemitraan berbasis komunitas, di mana
  terintegrasi ini dirancang tidak hanya untuk menghilangkan hambatan fisik dan geografis, tetapi                                                                            nasabah individu berkolaborasi dengan BRI sebagai agen independen untuk menyediakan layanan
  juga untuk memastikan nasabah mengalami standar layanan yang konsisten di semua titik kontak.                                                                              perbankan dasar dan mikrofinansial di komunitas lokal mereka, terutama di daerah pedesaan,
                                                                                                                                                                             terpencil, dan kurang terlayani di mana akses ke cabang mungkin terbatas. Model berbasis
  Inisiatif perbankan tanpa cabang, agen BRILink, memperluas jangkauan BRI ke komunitas yang                                                                                 komunitas ini memungkinkan BRI untuk memperluas jangkauan layanan tanpa mengorbankan
  kurang terlayani dan terpencil dengan menyediakan layanan keuangan dasar lebih dekat dengan                                                                                aksesibilitas, kelangsungan layanan, atau tujuan inklusi.
  aktivitas sehari-hari nasabah. Pada saat yang sama, saluran digital seperti perbankan mobile,
  e-channels, ATM, EDC, dan layanan yang didukung CRM memfasilitasi akses yang scalable dan                                                                                  Melalui kemitraan ini, AgenBRILink memfasilitasi pembukaan rekening, penarikan tunai, pembayaran
  aktivitas transaksi yang lebih tinggi di segmen ritel, mikro, UMKM, dan nasabah secara luas. Secara                                                                        tagihan, transaksi keuangan digital, dan rujukan calon peminjam, bertindak sebagai saluran terakhir
  paralel, BRI memperkuat akses yang didukung manusia melalui penasihat keuangan yang terlatih                                                                               yang kritis bagi populasi yang kurang terlayani dan tidak memiliki akses ke layanan perbankan.
  dan berpengalaman, memastikan bahwa nasabah yang memerlukan bimbingan menerima                                                                                             Selain meningkatkan akses ke layanan keuangan formal, model AgenBRILink menciptakan nilai
  dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Keseimbangan antara                                                                                            ekonomi bersama bagi komunitas lokal. Agen memperoleh biaya transaksi yang berfungsi sebagai
  kehadiran fisik, inovasi digital, dan interaksi manusia mendukung akses inklusif serta memperkuat                                                                          sumber penghasilan tambahan, sekaligus mendukung ekosistem mikrofinansial BRI dengan
  kualitas layanan dan keterlibatan nasabah yang bertanggung jawab.                                                                                                          mengidentifikasi dan merujuk calon nasabah mikro yang kebutuhan pembiayaannya sesuai dengan
                                                                                                                                                                             kerangka kerja pinjaman bertanggung jawab BRI. Pendekatan berbasis kemitraan ini memperkuat
                                                                                  BRI Branchless Banking
                                                                                                                                                                             inklusi keuangan, meningkatkan jangkauan ke segmen yang kurang terlayani secara finansial, dan
           7.377 Outlets                                                                  1.193.835                                                                          mendukung pertumbuhan mikrofinansial yang berkelanjutan melalui pemberdayaan komunitas dan
                                                                                                                              Penasihat Keuangan Berpengalaman

                                                                                                                                                                             penyediaan layanan yang berakar di tingkat lokal.
                                                                                                                                             27.459
   • 19 Kantor Pusat dan Kantor Wilayah
   • 1.009 Cabang dan Sub-Cabang (Dalam Negeri)
                                                                            • Simple Financial Transaction
   • 9 Cabang dan Sub-Cabang (Luar Negeri)
                                                                              Services (i.e money transfer,                                                                          Agen BRILink                     Jumlah transaksi (Rp juta)           Volume transaksi (Rp triliun)
   • 5.850 Gerai Mikro
                                                                              cash withdrawal, billing
   • 490 Kantor Kas
                                                                              payment
                                                                                                                                                                                       2024         2025                 2024          2025                   2024           2025
                                                                            • Loan Referral                                     BRI Digital Advisors
           627.679 E-Channel                                                • Saving Referral
                                                                            • Micro Insurance Referral
                                                                                                                                Digital Acquisition, Digital                           1,06 juta 1,19 juta              1.204,25 1.186,21                     1.589,04       1.746,17
                                                                                                                                Transaction, and Digital
                                                                                                                                Education
    • 10.650 ATM                                                                                                                                                             Memperluas Akses Melalui Saluran Digital
    • 9.007 CRM
    • 607.968 EDC                                                                                                                                                            Melengkapi upaya jangkauan fisik berbasis komunitasnya, BRI juga memperkuat akses digital
    • 54 E-Buzz
                               Digital Capabilities                                                                                                                          sebagai pilar utama strategi akses dan inklusi. Melalui portofolio platform digital yang disesuaikan
                               Physical Presence
                                                                                                                                  HYBRID BANK                                dengan segmen nasabah yang berbeda, BRI memperluas jangkauan layanan, kenyamanan, dan
                                                                                                                                                                             keterlibatan sepanjang siklus keuangan. SenyuM Mobile mendukung nasabah ultra-mikro dengan
                     Digitilizing Core
                                                                                                                                                                             menyediakan titik akses digital yang sederhana untuk tabungan, investasi emas, serta pembiayaan
                                                                                                                                        New Digital Propositions
                                                                                  Digitilizing Ecosystem
                                                                                                                                                                             berbasis referal di seluruh ekosistem BRI; Sabrina, chatbot berbasis AI milik BRI, meningkatkan
                  Digitize existing services
                      and transactions
                                                                                                                                          Create and launch an
                                                                                                                                         independent greenfield
                                                                                                                                                                             akses terhadap informasi dan dukungan nasabah; BRImo melayani nasabah ritel dengan kapabilitas
                                                                                  Build ecosystem to offer
                   (business process) to
                    boost productivity &
                                                                                   products and services                                  digital bank to tap the            perbankan digital end-to-end; sementara Qlola menyediakan layanan pengelolaan kas dan transaksi
                                                                                  beyond core business to                                untapped segment and
                    unleash the potential
                                                                                   leverage new liquidity.                              embedded in customerʼs               terintegrasi bagi nasabah korporasi serta nasabah yang terhubung dalam ekosistem bisnis.
   Digital Loan     Mobile            Smart             For
                                                                                   new opportunities. and
                                                                                   new sources of growth
                                                                                                                                                    life
                                                                                                                                                                             Platform-platform tersebut mendukung upaya BRI untuk memperluas akses secara efisien,
   Underwriting    Banking
                  Super Apps
                                      Visual
                                    Assistance
                                                      Customer
                                                                                                                                                                             mengurangi ketergantungan pada titik layanan fisik, serta menghadirkan layanan keuangan inklusif
                                                                                                                              Digital        Digital Saving        Digital
                                                                      Digital Ecosystem
                                                                           platform
                                                                                           Ventures
                                                                                            Capital
                                                                                                      Digital Partnership &
                                                                                                         Collaboration
                                                                                                                              Loan                                 Bank      yang responsif terhadap beragam kebutuhan individu, pelaku usaha mikro, dan pelaku usaha.
                                                                        (B2B, B2B2C)
Page 94
                                                                                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
                         Climate-related                            Sustainability-related
                                                                    Sustainability-related                                General Sustainability
Pengantar
                            Disclosure                                   Disclosure                                         Topic Disclosure
                                                                                                                                                                     Lampiran                                                             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   94




  Strategi
  Akses Digital
                                     SenyuM Mobile                                                                                                                                               Tring!
                                     SenyuM Mobile adalah platform akuisisi bersama yang dirancang untuk nasabah                                                                                 Tring! merupakan platform layanan digital/aplikasi Pegadaian yang
                                     ultra-mikro, memudahkan akses ke produk dan layanan keuangan yang                                                                                           memungkinkan nasabah mengakses layanan Pegadaian secara online,
                                     disesuaikan, termasuk tabungan Simpedes UMi, layanan investasi emas, dan                                                                                    khususnya produk terkait emas dan solusi pembiayaan, seperti Gadai
                                     pembiayaan berbasis rujukan di PNM Mekaar, Pegadaian, dan BRI.                                                                                              Tabungan Emas (mengagunkan tabungan emas untuk memperoleh
                                                                                                                                                                                                 likuiditas secara cepat) serta berbagai layanan emas digital lainnya.
                                     Segmen Target: Nasabah Ultra-Mikro
                                                                                                                                                                                                 Segmen Target: Nasabah ritel massal (terutama individu yang mencari
      Jumlah akuisisi nasabah melalui aplikasi SenyuM Mobile                                                                                                                                     solusi investasi emas yang terjangkau dan fleksibel)
       Pinjaman Mekaar                                      Simpedes                                     Tabungan Emas
                                                                                                                                                                     Total Akuisisi
                                  80,6 ribu                                       502,6 ribu                                        526,1 ribu
                                                                                                                                                                      Pelanggan
          73,1 ribu
                      65,2 ribu                                           281 ribu                                        223,4 ribu
                                                                                                            168 ribu
                                                                                                                                                                                                       Jumlah Pengguna Tring! (2025)
                                                              67,7 ribu
                                                                                                                                                                                 5,90
            2023       2024          2025                       2023       2024       2025                    2023           2024        2025
                                                                                                                                                                                  juta
                                                                                                                                                                     3,92 juta
       Cicil Emas                                           Pinjaman Gadai                               Pinjaman BRI

                                    900                                         1.546,9 ribu
                                                                          966 ribu
                                                                                                                                  3.243,1 ribu
                                                                                                                          2.383,7 ribu
                                                                                                                                                         1,96 juta
                                                                                                                                                                                                    2,97 juta Pengguna
                                                              477 ribu                                     1.173,6 ribu

             -           -
                                                                                                                                                          2023        2024        2025
            2023       2024          2025                       2023       2024       2025                    2023           2024        2025




                                     BRImo                                                                                                                                                       Raya – Digital Bank
                                     BRImo adalah aplikasi perbankan digital BRI yang memungkinkan nasabah                                                                                       Raya – Digital Bank merupakan aplikasi mobile banking Bank Raya untuk
                                     mengakses layanan tabungan, pembayaran, transfer, dan layanan perbankan                                                                                     kebutuhan perbankan digital sehari-hari (misalnya pengelolaan rekening,
                                     lainnya melalui perangkat seluler. Dengan menyediakan akses yang nyaman, biaya                                                                              transfer/pembayaran, serta berbagai transaksi digital lainnya) sebagai
                                     rendah, dan 24/7 ke layanan keuangan, BRImo mendukung inklusi keuangan yang                                                                                 bagian dari layanan perbankan digital Bank Raya.
                                     lebih luas, terutama bagi nasabah yang mungkin menghadapi hambatan geografis,
                                     waktu, atau mobilitas dalam mengakses saluran perbankan fisik.                                                                                              Segmen Target: Nasabah ritel yang aktif secara digital dan pelaku usaha
                                                                                                                                                                                         mikro
                                     Segmen Target: Nasabah ritel dan pasar massal                                                                                                                           Jumlah Pengguna
                                                                                                                                                                                                          Raya - Bank Digital (2025)
                                                                                              Jumlah                                        Volume
                                                      Pengguna
                                                                                             Transaksi                                    Transaksi
                                                    BRImo* (Juta)
                                                                                               (Juta)                                     (Rp Triliun)


                                                        45,93                                  5.619,9                                      7.076,9
                                                                                                                                                                                                    1,17 juta Pengguna
                                            38,61
                                                                                  4.309,3                                  5.541,3




                                        2024             2025                        2024       2025                        2024                2025

                                     *Pengguna BRImo berdasarkan jumlah rekening
Page 95
                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related
                                Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                  Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   95




  Strategi
  Layanan Digital




                                                                                                                              Jumlah Pengguna                             Sales Volume**
  Qlola
                                                                                                                                Aktif Qlola*                                (Rp Triliun)
  Qlola adalah aplikasi perbankan digital super dari BRI yang dirancang untuk membantu nasabah
  mengelola faktur dan mengoptimalkan rantai pasokan. Aplikasi ini mengintegrasikan layanan BRI dengan
  sistem pembayaran dan fasilitas pinjaman. Fitur Manajemen Rantai Pasokan (SCM) dalam Qlola oleh BRI                                    113 ribu                                  13.456
  telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan utama, memungkinkan nasabah untuk melakukan
  transaksi dengan mitra UMKM dengan lebih mudah.                                                                                                                        9.878
                                                                                                                             76,3 ribu

  Segmen Target: Klien Korporat, Komersial, dan UMKM

                                                                                                                              2024           2025                        2024         2025



                                                                                                            *) Pengguna Qlola termasuk Qlola Cash Management dan Qlola IB.
                                                                                                            **) Volume transaksi berasal dari Qlola Cash Management, CMS, dan Qlola IB.



                                                         Sabrina
                                                         Sabrina adalah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh BRI untuk memudahkan layanan dan memberikan informasi
                                                         kepada nasabah dan calon nasabah. Sabrina dapat diakses dengan mudah melalui WhatsApp di nomor 0812 1214 017. Sabrina membantu nasabah
                                                         dalam memperoleh informasi tentang produk, layanan, promosi, reservasi layanan cabang, penonaktifan kartu debit, konsultasi investasi, lokasi
                                                         kantor cabang BRI, ATM, atau AgenBRILink terdekat, serta rekomendasi merchant. Asisten virtual ini juga terintegrasi dengan BRImo, memungkinkan
                                                         penyediaan informasi terkait transaksi perbankan, saldo rekening, dan laporan rekening.

                                                         Pada tahun 2025, interaksi dengan Sabrina mencapai 45% dari total 21.535.701 interaksi di seluruh saluran Contact BRI, meningkat 5% dibandingkan
                                                         tahun 2024. Tingkat kegagalan, atau persentase pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh Sabrina, terus menurun, dari 9,33% pada tahun 2024
                                                         menjadi 4% pada tahun 2025. Hal ini telah menjadikan Sabrina sebagai saluran komunikasi utama untuk Contact BRI. Menurut survei kepuasan
                                                         nasabah, 87,37% pengguna melaporkan merasa puas, meningkat dari 80,50% pada tahun 2024.

                                                         Segmen Target: Semua nasabah dan calon nasabah


                                                                                                                   2024              2025

                                                          Pengguna Sabrina                                       4,31 juta       5,85 juta
Page 96
                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   96




  Strategi
  Literasi Keuangan [GRI G4 FS16]

  Sebagai lembaga keuangan yang berkomitmen untuk mendorong keuangan inklusif, BRI menyadari           Indikator Utama
  bahwa tingkat literasi keuangan Indonesia—yang tercatat sebesar 66,46% pada tahun 2025—
  masih menunjukkan adanya kesenjangan struktural dalam pemahaman keuangan dan pemanfaatan                               Kepuasan Nasabah   Tingkat Penyelesaian Pengaduan Nasabah
  produk keuangan secara bertanggung jawab. Kondisi ini menegaskan peran penting lembaga
  keuangan dalam memperkuat kapabilitas nasabah, tidak sekadar melalui perluasan akses terhadap
  produk keuangan.
                                                                                                                              91,72%                       99,98%
  Pendekatan literasi keuangan BRI oleh karena itu disusun melalui tiga dimensi yang terintegrasi.
  Pertama, program literasi dan pemberdayaan keuangan yang berfokus pada nasabah. BRI
  menyelenggarakan berbagai inisiatif literasi dan penguatan kapasitas secara terstruktur yang
  bertujuan meningkatkan kapabilitas usaha, disiplin keuangan, dan kesiapan digital, khususnya bagi
  UMKM dan masyarakat yang belum terlayani secara optimal. Melalui MSME Empowerment
  Framework yang terintegrasi, BRI menyelaraskan kesiapan kewirausahaan dengan intervensi
  literasi yang tepat, integrasi ekosistem, serta jalur pembiayaan yang progresif. Pendekatan ini
  memastikan bahwa inklusi keuangan berjalan seiring dengan peningkatan kapabilitas dan
  keberlanjutan kelayakan pembiayaan (bankability) dalam jangka panjang.

  Kedua, praktik pemasaran yang adil, transparan, dan bertanggung jawab. BRI memperkuat literasi
  keuangan tidak hanya melalui program edukasi, tetapi juga melalui komunikasi produk dan praktik
  penjualan yang bertanggung jawab. Hal ini mencakup pengungkapan yang jelas mengenai fitur
  produk, harga, syarat dan ketentuan, serta risiko yang terkait; memastikan kesesuaian produk
  dengan profil nasabah; serta penerapan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab untuk
  mencegah risiko over-indebtedness dan praktik mis-selling. Dengan memperkuat praktik
  pemasaran dan pemberian advis yang beretika, BRI mendukung pengambilan keputusan nasabah
  yang lebih terinformasi serta pemanfaatan kredit yang berkelanjutan.

  Ketiga, mekanisme penanganan pengaduan dan pelindungan nasabah yang mudah diakses.
  Sebagai pelengkap upaya literasi dan pemasaran yang bertanggung jawab, BRI menyediakan
  saluran pengaduan dan umpan balik yang terstruktur guna memastikan bahwa setiap keluhan
  nasabah ditangani secara adil, transparan, dan tepat waktu. Mekanisme ini berfungsi sebagai
  lapisan pelindungan tambahan untuk memperkuat kepercayaan nasabah, meningkatkan kualitas
  layanan, serta mendorong perbaikan berkelanjutan dalam praktik keterlibatan dengan nasabah.

  Melalui ketiga dimensi tersebut—program pemberdayaan, praktik pasar yang bertanggung jawab,
  dan mekanisme pelindungan nasabah—BRI menempatkan literasi keuangan tidak sekadar sebagai
  inisiatif edukasi, tetapi juga sebagai strategi terintegrasi untuk meningkatkan ketahanan nasabah,
  memitigasi risiko perilaku (conduct risks), serta memperkuat pertumbuhan portofolio yang
  berkelanjutan.
Page 97
                                                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
                     Climate-related           Sustainability-related
                                               Sustainability-related           General Sustainability
Pengantar
                        Disclosure                  Disclosure                    Topic Disclosure
                                                                                                                  Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   97




  Strategi
                                                                                                                   Kerangka Pemberdayaan Usaha Mikro dan UKM
        Feasible                                                                                       Literasi
        Bankable                                                                                        Digital
                                                                                                                   Untuk memastikan bahwa dukungan non-keuangan dilaksanakan secara terstruktur dan berorientasi pada dampak, BRI
                                                                                                                   menerapkan Kerangka Pemberdayaan UMKM yang terintegrasi dengan berlandaskan pada kesiapan kewirausahaan dan
        Feasible                                                                                       Literasi
        Unbankable                                                                                      Bisnis     pengembangan bertahap.
        Unfeasible                                                                                     Literasi
        UnBankable                                                                                      Dasar      Kerangka ini mengklasifikasikan UMKM ke dalam tiga tingkat kewirausahaan, dengan penekanan literasi yang berbeda
                                                                                                                   sesuai dengan tingkat kematangan usaha:
                                                                                                                   • Unfeasible Unbankable: pelaku usaha tahap awal atau ultra mikro dengan kelayakan usaha yang masih terbatas serta
                                                                                                                      akses yang sangat minimal terhadap layanan keuangan formal. Pada tingkat ini, pemberdayaan terutama menekankan
                                                                                                                      literasi keuangan dasar, yang berfokus pada pemahaman inklusi keuangan, pengelolaan keuangan sederhana, serta
                                                                                                                      pengenalan terhadap produk keuangan formal.
                                                                                                                   • Feasible but Unbankable: usaha yang telah menunjukkan potensi operasional, tetapi belum sepenuhnya memenuhi
                                                                                                                      persyaratan perbankan. Pemberdayaan pada tahap ini berfokus pada literasi bisnis, termasuk penguatan kapabilitas
                                                                                                                      manajerial, pencatatan keuangan, pemahaman kepatuhan, peningkatan produktivitas, serta formalisasi usaha.
                                                                                                                   • Feasible & Bankable: UMKM yang telah berkembang dengan tata kelola usaha yang lebih terstruktur serta telah
                                                                                                                      memenuhi kriteria untuk memperoleh pembiayaan komersial. Pada tingkat ini, pemberdayaan memprioritaskan literasi
                                                                                                                      digital, termasuk mendorong adopsi teknologi digital, perluasan pasar, integrasi ekosistem, serta peningkatan daya
                                                                                                                      saing usaha.

       Level of Entrepreneurship                                              Literasi                             Program pemberdayaan dilaksanakan secara bertahap melalui tiga fase pengembangan, yaitu:
                                                                                                                   1. Fase Fondasi, berfokus pada penguatan pemahaman dasar usaha dan kesadaran keuangan.
                                            Fase Pemberdayaan
                                                                                                                   2. Fase Integrasi, menekankan peningkatan kapabilitas manajerial, kesiapan kepatuhan, serta partisipasi dalam ekosistem
                   Fase Dasar                      Fase Integrasi                  Fase Interkoneksi                  usaha.
                                                                                                                   3. Fase Interkoneksi, mendukung perluasan akses pasar, adopsi teknologi digital, serta konektivitas dengan berbagai
  Mapping menggunakan Self
  Assesement UMKM Naik Kelas
                                            Integrasi pihak – pihak
                                            terkait dalam suatu
                                                                           Interkoneksi sistem dengan
                                                                           kementerian/Lembaga/instansi dalam
                                                                                                                      institusi.
                                            ekosistem pemberdayaan         rangka membuka akses informasi,
                                                                           perizinan dan pasar yang lebih luas
                                                                                                                   Pada setiap fase tersebut, intervensi pemberdayaan disesuaikan dengan tingkat kewirausahaan masing-masing UMKM,
            Literasi Dasar                       Literasi Bisnis                     Literasi Digital
                                                                                                                   dengan kedalaman dan intensitas yang meningkat seiring dengan kesiapan dan perkembangan usaha.

   •Inklusi keuangan (pengenalan          •Peningkatan kapasitas             Literasi kepada UMKM dengan           Bagian berikutnya menjelaskan bagaimana kerangka ini diimplementasikan melalui tahapan yang terstruktur, yaitu: (i)
    produk dan jasa perbankan)             manajerial                        tujuan (goals) berupa:                inklusi keuangan ultra mikro, (ii) pelatihan dan pengembangan literasi yang terarah, serta (iii) graduasi UMKM, yang
   •Manajemen keuangan dasar              •Legalitas/ kepatuhan              • Go Modern
    (akuntansi sederhana)                 •Budaya inovasi                    • Go Digital                          mencerminkan komitmen BRI untuk transformasi akses keuangan menjadi kemajuan usaha yang berkelanjutan.
                                          •Pemahaman industri dan pasar      • Go Global
                                          •Kepemimpinan
                                          •Pola pikir jangka Panjang
                                          •Skala usaha



                                            Entitas Pemberdayaan


                                Rumah BUMN                          Klaster/Kelompok
                                                                     Usaha/Mekaar


                                   PLUT                             LinkUMKM (Online)
Page 98
                                                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                   Climate-related          Sustainability-related
                                            Sustainability-related                General Sustainability
Pengantar
                      Disclosure                 Disclosure                         Topic Disclosure
                                                                                                                     Lampiran                                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   98




  Strategi
  Literasi Keuangan Dasar melalui Ekosistem Ultra Mikro [FN-CB-240a.4]
                                                                                                                                                     1.   Tahap Pemberdayaan (Empower)
            Entities                                                                                                         Benefits                     Pada tahap Pemberdayaan, fokus utama adalah menjangkau pelaku usaha ultra mikro yang
                                                                                                                                                          sebelumnya belum terakses oleh layanan keuangan formal serta membekali mereka dengan
                                                                                                                                                          kapabilitas keuangan dasar.
     Market leader in micro                                                                                                   Economic                    1.1. Solusi Keuangan yang Menargetkan Nasabah Unbanked, Underbanked, dan Underserved
    banking, serving ~13mn
     micro borrowers and
                                                                                                                     Increasing entity's valuation
                                                                                                                       and hence shareholder's                 PNM dan BRI menyalurkan pembiayaan modal kerja berbasis kelompok yang secara khusus
   ~100mn micro depositors
                                                                                           3. UPGRADE
                                                                                                                                value
                                                                                                                                                               menyasar pelaku usaha yang unbanked, underbanked, dan underserved, yang menjalankan
                                                              2. INTEGRATE                                                                                     usaha ultra mikro secara informal. Para nasabah dihimpun dalam kelompok tanggung
                                1. EMPOWER                                                                                                                     renteng sehingga memungkinkan mereka memperoleh akses pembiayaan dengan nominal
                                                           Through their increased
                                                            capabilities and wider           As the Ultra Micro
                                                                                                                                 Social
                                                                                                                                                               kecil tanpa memerlukan agunan konvensional. Solusi keuangan ini tidak hanya memperluas
    Market leader in pawn                                     product offerings,         customers mature, they
    lending, serving ~6mn                                Pegadaian and BRI UMi will     will be upgraded to micro
                                                                                                                     Improve living standards and
                                                                                                                      reduce financing costs for
                                                                                                                                                               partisipasi ekonomi, tetapi juga mendorong pemberdayaan sosial melalui berbagai program
          borrowers            PNM will empower the
                              unfeasible and unbanked
                                                         serve the individual lending             segment                  UMi customers
                                                                                                                                                               yang terarah dan terstruktur, antara lain:
                                                           needs of the graduating
                              Ultra Micro customers to    PNM customers who have                                                                               • Pemasaran Langsung dan Proses Onboarding oleh Petugas Lapangan
                                become independent          become feasible and
                                    entrepreneurs                  banked                                                                                          Pelaku usaha ultra mikro dijangkau melalui petugas lapangan yang melakukan
    Market leader in group                                                                                                    Sustainable                          pendekatan langsung, asesmen keuangan, serta pembentukan kelompok. Sebagai
     lending, serving and
     empowering ~10mn
                                                                                                                         Contribute to financial
                                                                                                                     literacy and social inclusion                 bagian dari proses onboarding tersebut, nasabah juga diperkenalkan pada layanan
                                                                                                                           for all Indonesians
          borrowers                                                                                                                                                perbankan formal, yang menghasilkan pembukaan 14,04 juta rekening tabungan
                                                                                                                                                                   Simpedes UMi dengan total saldo kolektif melebihi Rp1,3 triliun. Upaya berbasis
                                                                                                                                                                   kedekatan ini tidak hanya membuka akses bagi individu yang sebelumnya tidak memiliki
  Ekosistem Ultra Mikro dirancang tidak hanya untuk memperluas akses terhadap pembiayaan, tetapi                                                                   riwayat perbankan, tetapi juga memperkuat perilaku menabung serta partisipasi dalam
  juga untuk mendorong pemberdayaan nasabah yang bermakna, peningkatan literasi keuangan,                                                                          sistem keuangan formal di kalangan nasabah ultra mikro.
  serta mobilitas ekonomi yang lebih tinggi. Melalui kolaborasi terintegrasi antara PNM, Pegadaian,                                                            • Akses terhadap Modal Kerja Esensial
  dan BRI, nasabah ultra mikro berkembang melalui jalur graduasi yang terstruktur yang                                                                             Melalui penyaluran pinjaman berbasis kelompok, sebanyak 13,2 juta debitur perempuan
  menggabungkan akses pembiayaan dengan penguatan kapabilitas serta integrasi yang lebih luas                                                                      telah memperoleh pembiayaan Mekaar, dengan total penyaluran mencapai Rp43,4
  ke dalam ekosistem usaha.                                                                                                                                        triliun. Model ini menunjukkan keterlibatan langsung dan signifikan BRI Group dalam
                                                                                                                                                                   sektor microfinance, karena pembiayaan disalurkan secara langsung kepada nasabah
  Ekosistem ini didukung oleh jaringan distribusi berbasis lapangan yang luas, termasuk ribuan                                                                     melalui mekanisme tanggung renteng PNM, yang didukung oleh pemantauan
  marketing officer di berbagai segmen, yaitu marketing officer PNM, marketing officer Pegadaian,                                                                  berkelanjutan, pengawasan pembayaran kembali, serta pendampingan keuangan yang
  serta Mantri BRI (Micro Marketing Officer), yang memastikan kedekatan layanan dan jangkauan                                                                      terintegrasi. Model layanan yang bersifat langsung ini menegaskan peran operasional
  langsung kepada masyarakat yang belum terlayani secara optimal di seluruh Indonesia.                                                                             aktif BRI Group, bukan sekadar eksposur tidak langsung atau pembiayaan secara
                                                                                                                                                                   wholesale dalam sektor microfinance.
                                        >43,6 ribu                             >3,3 ribu                            >27,4 ribu                                 • Pertemuan Kelompok Mingguan
                                           Jumlah Marketing                  Jumlah Marketing Officer                Jumlah Mantri BRI                             Peningkatan literasi keuangan secara terstruktur diberikan melalui pertemuan kelompok
      Marketing Officer                      Officer PNM                            Pegadaian                       (Marketing Officers)
                                                                                                                                                                   mingguan yang mencakup pengelolaan keuangan dasar, praktik pembayaran kembali
                                                                                                                                                                   yang bertanggung jawab, pembentukan kebiasaan menabung melalui rekening
                                                                                                                                                                   Simpedes UMi, serta perencanaan arus kas sederhana. Sesi ini memperkuat kesadaran
                                                                                                                                                                   keuangan, kedisiplinan, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
                                                                                                                                                                   sehingga pelaku usaha ultra mikro dapat mengelola modal secara lebih bijak dan
                                                                                                                                                                   menstabilkan usahanya.
                                                                                                                                                               Segmen sasaran program ini terutama terdiri dari perempuan pelaku usaha ultra mikro
                                                                                                                                                               berpendapatan rendah yang sebelumnya belum memiliki riwayat perbankan.
Page 99
                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   99




  Strategi
  Literasi Keuangan Dasar melalui Ekosistem Ultra Mikro
     1.2. Inisiatif Literasi Keuangan bagi Kelompok Underserved atau Individu Berpendapatan Rendah    3. Tahap Upgrade
          Pada tahun 2025, BRI Group melaksanakan Program Pelatihan Khusus bagi Perempuan                Intervensi inklusi dan literasi keuangan yang terstruktur pada tahap Pemberdayaan dan Integrasi
          Pelaku Usaha Ultra Mikro yang bertujuan mendukung formalisasi usaha serta meningkatkan         pada akhirnya menghasilkan proses peningkatan kelas nasabah yang terukur. Dalam tahap ini,
          kapabilitas keuangan. Sebagai bagian dari inisiatif ini:                                       pelaku usaha ultra mikro yang menunjukkan perilaku menabung yang konsisten, kinerja
          • 2.200.000 nasabah telah memiliki rekening bank yang aktif dan memperoleh Nomor               pembayaran yang baik, serta stabilitas usaha, bertransisi dari skema pembiayaan berbasis
               Induk Berusaha (NIB), yang mencerminkan penguatan formalisasi usaha di kalangan           kelompok di bawah PNM menuju pembiayaan berbasis individu melalui Pegadaian atau BRI.
               perempuan pelaku usaha ultra mikro.                                                       Melalui transisi tersebut, nasabah memperoleh akses terhadap pembiayaan dengan plafon
          • Sebanyak 52.394 sesi pelatihan literasi keuangan dan digital telah diselenggarakan dan       yang lebih besar serta layanan perbankan formal yang lebih luas. Keputusan peningkatan kelas
               menjangkau 1.853.170 peserta.                                                             nasabah didasarkan pada sejumlah indikator yang terukur, antara lain peningkatan kinerja
          Materi pelatihan mencakup pengelolaan keuangan dasar, praktik pembayaran kembali yang          pembayaran, terbentuknya riwayat transaksi melalui kanal fisik maupun digital, serta ketahanan
          bertanggung jawab, pembentukan kebiasaan menabung melalui rekening Simpedes UMi,               usaha yang terbukti. Sebagai hasil dari perkembangan yang terstruktur ini, pada tahun 2025
          literasi digital, serta perencanaan arus kas sederhana.                                        sebanyak 1,4 juta nasabah Ultra Mikro PNM dan 456,7 ribu nasabah Ultra Mikro Pegadaian
                                                                                                         mengalami peningkatan kualitas pembiayaan atau naik kelas segmen usaha.
  2. Tahap Integrasi (Integrate)
     Pada tahap Integrasi, nasabah yang telah menunjukkan peningkatan kedisiplinan dalam               Segmen awal &                                                                                    Jumlah
     pembayaran serta stabilitas usaha mulai dihubungkan dengan layanan keuangan yang lebih luas                        Progresi Segmen                                   Entitas Tujuan
                                                                                                       entitas                                                                                         Peminjam
     serta ekosistem transaksi yang lebih terintegrasi.
                                                                                                                       Tetap di Ultra Mikro - Batas Kredit Lebih Tinggi   PNM                              670 ribu
     2.1. Inovasi Saluran Distribusi Alternatif Tanpa Kantor Cabang untuk Layanan Keuangan Ultra
          Mikro                                                                                                        Tetap di Ultra Mikro - Batas Kredit Lebih Tinggi   Pegadaian                      396,6 ribu
          Penyediaan layanan pada tahap ini diperkuat melalui inovasi saluran distribusi alternatif    Ultra Mikro -   Tetap di Ultra Mikro - Batas Kredit Lebih Tinggi   BRI                             264,1 ribu
          tanpa kantor cabang (branchless channels) untuk layanan keuangan. Implementasi dilakukan     PNM             Ditingkatkan ke Mikro                              PNM                                1,0 ribu
          melalui perluasan Agen BRILink Mekaar hingga mencapai 456.128 Agen BRILink. Total
                                                                                                                       Ditingkatkan ke Mikro                              Pegadaian                        71,4 ribu
          transaksi melalui BRILink Mekaar telah mencapai Rp13,08 triliun. Saluran branchless ini
          membantu mengurangi hambatan geografis sekaligus membangun riwayat transaksi                                 Ditingkatkan ke Mikro                              BRI                               8,5 ribu
          nasabah, khususnya di wilayah terpencil dan masyarakat yang belum terlayani secara           Total                                                                                                 1,4 juta
          optimal.
                                                                                                                       Tetap di Ultra Micro - Batas Kredit Lebih Tinggi   Pegadaian                       144,3 ribu
          Segmen sasaran: nasabah ultra mikro yang sedang bertransisi menuju pemanfaatan layanan
          perbankan formal.                                                                            Ultra Mikro -   Tetap di Ultra Micro - Batas Kredit Lebih Tinggi   BRI                              97,3 ribu
     2.2. Pelatihan UMKM Terarah pada Tahap Integrasi                                                  Pegadaian       Ditingkatkan ke Mikro                              Pegadaian                       134,7 ribu
          Pelaku usaha ultra mikro juga didukung melalui program pengembangan UMKM yang terarah
                                                                                                                       Ditingkatkan ke Mikro                              BRI                              80,4 ribu
          untuk memperkuat partisipasi dalam ekosistem usaha serta integrasi dengan pasar digital.
          • Pada tahun 2025, sebanyak 434 UMKM binaan BRI, Pegadaian, dan PNM berpartisipasi           Total                                                                                             456,7 ribu
              dalam program pengembangan komunitas usaha melalui kolaborasi dengan platform
              e-commerce. Program ini memfasilitasi proses onboarding digital sehingga UMKM dapat
              memperluas akses pasar, meningkatkan visibilitas produk, serta memperkuat daya saing
              di pasar daring.
          • Secara paralel, keterlibatan digital juga diperkuat melalui pemanfaatan media sosial
              sebagai saluran pemasaran bagi produk nasabah UMi. Akun resmi pada platform
              Instagram dan Facebook digunakan untuk mempromosikan usaha UMi serta menampilkan
              produk mereka kepada audiens daring yang lebih luas. Hingga tahun 2025, akun
              Instagram tersebut memiliki 8.221 pengikut, sementara laman Facebook mencapai 21.515
              pengikut, sehingga membantu pelaku usaha ultra mikro meningkatkan visibilitas produk
              serta memperluas jangkauan pasar di luar pasar lokal mereka.
Page 100
                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related
                                    Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   100




  Strategi
  Pemberdayaan Nasabah melalui Pembiayaan KUR [FN-CB-240a.2]                                                     Program Dukungan Non-Keuangan untuk Masyarakat
  Jalur graduasi KUR mencerminkan komitmen BRI dalam mendorong pemberdayaan nasabah tidak                        BRI menyediakan berbagai program dukungan non-keuangan yang komprehensif dan dapat
  hanya melalui penyediaan kredit. Melalui keterlibatan yang berkelanjutan, Relationship Manager                 diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk individu yang belum terlayani secara optimal
  berperan aktif tidak hanya sebagai pemberi pembiayaan, tetapi juga sebagai penasihat keuangan                  serta pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Inisiatif ini terbuka bagi masyarakat luas dan dirancang
  yang mendukung pengembangan usaha dan kesiapan finansial nasabah secara berkelanjutan.                         untuk memperkuat literasi keuangan, kapabilitas digital, keterampilan kewirausahaan, serta
                                                                                                                 ketahanan usaha dalam jangka panjang di berbagai segmen.
  Dimulai dari produk KUR pada tahap awal, nasabah memperoleh pendampingan yang terstruktur
  melalui interaksi rutin dengan Relationship Manager, termasuk pemantauan usaha, penguatan                      Selain penyediaan produk atau layanan keuangan, BRI juga menghadirkan layanan dukungan yang
  disiplin keuangan, pengelolaan arus kas, serta pemanfaatan kredit secara bertanggung jawab                     terstruktur yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan kelompok yang belum terlayani secara
  sesuai dengan kapasitas usaha. Peran pendampingan ini membantu nasabah memperkuat                              optimal serta memperkuat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan keuangan dan bisnis
  kapabilitas operasional serta membangun rekam jejak keuangan yang lebih baik.                                  secara lebih terinformasi. Program-program ini dijalankan secara independen dari produk inklusi
                                                                                                                 keuangan BRI dan tidak mensyaratkan penggunaan layanan keuangan BRI. Melalui pelatihan,
  Seiring dengan peningkatan kinerja usaha, perilaku pembayaran, dan kapabilitas keuangan                        pendampingan teknis, platform pembelajaran digital, mentoring, serta fasilitasi ekosistem usaha,
  nasabah, mereka secara bertahap ditingkatkan ke produk pembiayaan yang lebih maju dengan                       BRI memastikan bahwa berbagai intervensi peningkatan kapasitas tersebut berfungsi sebagai
  plafon kredit yang lebih besar, selaras dengan kebutuhan usaha yang berkembang serta profil                    mekanisme dukungan yang berdiri sendiri, sehingga memungkinkan para pelaku usaha untuk
  risiko masing-masing. Proses ini mencerminkan peningkatan ketahanan usaha, kelayakan                           berkembang secara berkelanjutan sekaligus tetap memiliki kemandirian dalam menentukan pilihan
  pembiayaan (bankability), serta kesiapan nasabah untuk mengembangkan skala usahanya.                           keuangan mereka.

  Melalui jalur graduasi KUR ini, BRI memperkuat peran Relationship Manager sebagai mitra tepercaya              Rumah BUMN
  dalam perjalanan pertumbuhan nasabah, sekaligus mendukung pengembangan UMKM yang                               Rumah BUMN merupakan inisiatif pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan melalui kerangka
  berkelanjutan serta memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah dan kualitas portofolio                  kemitraan pemerintah untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah di seluruh
  pembiayaan.                                                                                                    Indonesia. Program ini menyediakan pelatihan terstruktur, pendampingan usaha, akses jaringan,
                                                                                                                 serta fasilitas bersama seperti ruang kerja bersama (co-working space) guna memperkuat
   Produk KUR Awal               Hasil Graduasi                                      Jumlah Peminjam
                                                                                                                 kapabilitas kewirausahaan dan kesiapan digital. Rumah BUMN menjalankan beberapa fungsi utama,
                                                                                                                 yaitu:
   KUR Super Mikro               KUR Mikro                                                       36,5 ribu       • Pengembangan UMKM: Mendukung UMKM untuk berkembang dari tahap Go Modern, Go
                                 KUR Kecil                                                           5,3 ribu        Digital, dan Go Online menuju Go Global melalui program pendampingan dan penguatan usaha
   KUR Mikro                     Kupedes                                                         255,1 ribu          yang terstruktur.
                                                                                                                 • Community & Emergency: Berfungsi sebagai pusat koordinasi di tingkat lokal yang bekerja
                                 KUR Mikro dengan batas kredit yang lebih tinggi                804,3 ribu
                                                                                                                     sama dengan para pemangku kepentingan terkait apabila diperlukan.
                                 Komersial Kecil                                                  10,9 ribu      • Millennial Basecamp: Menjadi ruang kolaboratif untuk pembelajaran, kegiatan magang, serta
   KUR Kecil
                                 KUR Kecil dengan batas kredit yang lebih tinggi                     3,9 ribu        sumber inspirasi kewirausahaan bagi generasi muda.
                                                                                                                 • Pusat Informasi dan Program: Berfungsi sebagai pusat informasi terkait program pembiayaan
   Total                                                                                              1,1 juta
                                                                                                                     berbasis kemitraan serta berbagai inisiatif dukungan pengembangan usaha.

                                                                                                                 Hingga tahun 2025, BRI mendukung 54 lokasi Rumah BUMN di seluruh Indonesia yang berfungsi
                                                                                                                 sebagai pusat pemberdayaan UMKM. Sepanjang tahun tersebut, sebanyak 529.000 pelaku UMKM
                                                                                                                 berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pengembangan usaha melalui program Rumah BUMN.
                                                                                                                 Melalui model yang terintegrasi ini, Rumah BUMN berperan sebagai akselerator penguatan
                                                                                                                 kapasitas berbasis komunitas, yang menghubungkan UMKM dengan pendampingan, sumber daya
                                                                                                                 pelatihan, serta peluang dalam ekosistem usaha yang lebih luas guna meningkatkan daya saing dan
                                                                                                                 keberlanjutan usaha.
Page 101
                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   101




  Strategi
  New Pasar.id                                                                                        •     7,6 juta pengguna tergolong dalam klaster Developing MSMEs
  New Pasar.id merupakan platform marketplace digital yang dirancang untuk memungkinkan               •     0,8 juta pengguna tergolong dalam klaster Modern MSMEs
  pedagang pasar tradisional menjual produknya secara daring langsung kepada konsumen.                •     Tersedia lebih dari 800 modul pelatihan dan lebih dari 50 mentor mendukung pengguna melalui
  Platform ini:                                                                                             fitur coaching.
  • Mendukung digitalisasi pasar ritel tradisional
  • Memungkinkan partisipasi dalam transaksi daring                                                   Dukungan Non-Finansial melalui LinkUMKM
  • Memfasilitasi integrasi dalam ekosistem usaha                                                                                                                                                           KPI Dampak
                                                                                                          Kategori                                                                                             Sosial
                                                                                                                          Bidang                                                           Sasaran
  Partisipasi dalam platform ini tidak mensyaratkan pengambilan kredit, sehingga para pedagang            Dukungan                             Nama Pelatihan         Kemitraan                              Kuantitatif
                                                                                                                          Pelatihan                                                        Peserta
  yang belum terlayani secara optimal tetap dapat mengadopsi perdagangan digital secara mandiri.          Non-Finansial                                                                                    2025 (Jumlah
  Hingga tahun 2025, New Pasar.id mencatat 5.465 transaksi dengan total nilai transaksi sebesar                                                                                                               Peserta)
  Rp248,08 juta. Saat ini, platform tersebut telah mencakup 7.384 pasar tradisional dan melayani                                             Dasar-Dasar Bisnis:
  223.644 merchant, yang mencerminkan perluasan ekosistem yang berkelanjutan serta partisipasi                                               dari Pencatatan
                                                                                                                          Literasi                                   Pakar
  merchant yang stabil. Pertumbuhan year-on-year pada tahun 2025 tercatat sebesar 0,04%, yang                                                Keuangan hingga                                                     222
                                                                                                                          Keuangan                                   Akademik
  menunjukkan keberlanjutan adopsi platform di segmen ritel tradisional.                                                                     Laporan Keuangan
                                                                                                                                             Sederhana
                                                                                                                                                                                       UMKM,
  LinkUMKM: Platform Literasi dan Kesiapan UMKM                                                                                              UMKM Go Cashless
                                                                                                          Pelatihan                                                                    nasabah
  LinkUMKM merupakan platform pembelajaran dan asesmen digital terintegrasi milik BRI yang                                                   bersama BRI:
                                                                                                          Literasi                                                                     unbanked,
  dirancang untuk mendukung UMKM di berbagai segmen, mulai dari ultra mikro hingga usaha kecil                            Literasi Digital   Transformasi Cerdas     Pakar Industri                               31
                                                                                                          Keuangan atau                                                                dan individu
  dan menengah, dalam memperkuat kapabilitas usaha, meningkatkan literasi keuangan, serta                                                    Menuju Pengelolaan
                                                                                                          Digital                                                                      berpendapatan
  mempercepat kesiapan untuk naik kelas. Platform ini bersifat terbuka dan dapat diakses oleh                                                Keuangan Digital
                                                                                                                                                                                       rendah
  masyarakat luas, sehingga baik nasabah maupun non-nasabah BRI dapat memanfaatkan berbagai                                                  Manajemen Rantai
  sumber pembelajaran dan pengembangan kapasitas yang tersedia. LinkUMKM dapat diakses                                                       Pasok Cerdas di
  melalui situs web dan aplikasi seluler, serta menyediakan modul pembelajaran terstruktur, fitur                         Literasi Digital   Era Digital: Solusi     Pakar Industri                               56
  diagnosis usaha, sarana digital showcase, akses coaching, serta konektivitas dengan ekosistem                                              Transaksi melalui
  usaha. Platform ini berfungsi sebagai akselerator literasi sekaligus sarana penguatan pengelolaan                                          Mobile Banking
  usaha, yang memberikan dukungan non-keuangan tanpa mensyaratkan penggunaan produk atau
                                                                                                                                             Inovasi Pertanian
  layanan keuangan BRI.
                                                                                                                                             Ramah Lingkungan:
                                                                                                                                             Strategi bagi UMKM
  Melalui fitur “UMKM Smart” pada LinkUMKM, pengguna dapat mengikuti asesmen Graduasi UMKM                Pendampingan                                               Pakar
                                                                                                                          Pertanian          untuk Meningkatkan                        Petani kecil               69
  (Naik Kelas) yang dirancang untuk mengukur tingkat kematangan usaha serta kesiapan UMKM                 Teknis                                                     Pertanian
                                                                                                                                             Produktivitas dan
  untuk berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, UMKM
                                                                                                                                             Mengoptimalkan
  diklasifikasikan ke dalam tiga klaster pengembangan, yaitu:
                                                                                                                                             Harga Jual
  • Traditional
  • Developing                                                                                                                               Memahami                                  UMKM,
  • Modern                                                                                                                                   Pelanggan Lebih                           nasabah
                                                                                                          Manajemen       Pengembangan       Baik dari Kompetitor:                     unbanked,
                                                                                                                                                                     Pakar Industri                               56
  Klasifikasi ini memungkinkan pelaksanaan intervensi literasi dan penguatan kapasitas yang lebih         Bisnis          Bisnis             Strategi Efektif                          masyarakat
  terarah sesuai dengan tingkat kesiapan masing-masing UMKM. Hingga tahun 2025:                                                              Mengidentifikasi                          berpenghasilan
  • 14,9 juta pengguna telah terdaftar pada platform LinkUMKM                                                                                Peluang Pasar                             rendah
  • 11,4 juta pengguna telah mengikuti asesmen Graduasi UMKM
  • 2,9 juta pengguna tergolong dalam klaster Traditional MSMEs
Page 102
                                                                                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related       Sustainability-related
                                    Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure              Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                                 Lampiran                                                                                                                                        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   102




  Strategi
  Program Dukungan Non-Keuangan untuk Nasabah                                                                              Desa BRILiaN
  Program ini mendukung nasabah BRI di segmen ultra mikro, mikro, dan kecil melalui pengembangan                           Desa BRILiaN merupakan inisiatif pemberdayaan desa yang bertujuan mengembangkan desa
  klaster yang terstruktur, penguatan kelembagaan, serta integrasi ekosistem usaha.                                        percontohan dengan kepemimpinan yang kuat, tata kelola kolaboratif, serta pertumbuhan ekonomi
                                                                                                                           yang berkelanjutan. Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), program ini disusun
  Klasterku Hidupku                                                                                                        berdasarkan empat pilar utama pengembangan desa, yaitu:
  BRI Klaster Usaha merupakan program pemberdayaan                                                                         • BUMDes (Badan Usaha Milik Desa): meningkatkan kapasitas dan kinerja BUMDes sebagai
  bisnis yang dirancang untuk mendukung kelompok                 Sektor Klaster                                               penggerak utama ekonomi desa.
  usaha yang terbentuk berdasarkan kesamaan minat                                     0,70%                                • Digitalisasi: mengintegrasikan solusi dan teknologi digital untuk memodernisasi administrasi
                                                                                  0,10% 3,00%
  dalam suatu wilayah tertentu. Hingga tahun 2025, BRI                                       7,80%           Pariwisata       desa, layanan publik, serta aktivitas ekonomi.
  telah memfasilitasi pembentukan 42,7 ribu klaster                                                          Jasa          • Keberlanjutan: mendorong ketahanan jangka panjang melalui pengelolaan sumber daya yang
                                                                                                 10,60%
  usaha di seluruh Indonesia, yang memperkuat                                                                Perikanan        bertanggung jawab dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.
  kapasitas kolektif dan kolaborasi antar pelaku usaha                                                       Perdagangan   • Inovasi Kreatif: mendorong pengembangan ide, produk, serta inovasi berbasis komunitas untuk
  mikro dan kecil. Melalui inisiatif ini, BRI menyediakan        48,20%                                      Industri         memperluas peluang ekonomi.
  berbagai program pemberdayaan yang komprehensif,                                             29,60%
                                                                                                             Pertanian     Hingga Desember 2025, program Desa BRILiaN telah berhasil memberdayakan lebih dari 5.245
  termasuk     pelatihan,   pendampingan,       dukungan                                                     Lainnya       desa.
  infrastruktur usaha, serta fasilitasi perluasan akses                                                                                                                 Profil Usaha BUMDes Desa BRILiaN
  pasar guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas
  anggota klaster.
                                                                                                                                   BUMDes                                     Digital                                         Sustainability                    Inovasi
                                                                                                                                   Peran aktif BUMDes sebagai                 Digitalisasi di desa dapat                      Desa tangguh yang mampu           Desa yang kreatif dalam
                                                                                                         KPI Dampak                penggerak ekonomi desa, salah              diimplementasikan secara optimal,               meningkatkan kesejahteraan        memecahkan masalah
                                                                                                                                   satunya dalam pemanfaatan                  termasuk keuangan digital dan                   masyarakatnya dengan              kemasyarakatan sosial.
  Kategori                                                                                                  Sosial                 dana desa untuk kegiatan yang              pemanfaatan produk digital BRI                  sektor unggulan desanya
                  Bidang
  Dukungan                            Nama Pelatihan          Kemitraan      Sasaran Peserta              Kuantitatif              produktif.                                 (BRILink, Web Pasar.id, Stroberi)               secara berkesinambungan.
                  Pelatihan
  Non-Finansial                                                                                         2025 (Jumlah
                                                                                                           Peserta)
                                Strategi Keuangan untuk       Lembaga
                  Literasi
                                Mengoptimalkan Potensi        Edukasi                                        31
                  Keuangan
                                Usaha Berbasis Kelompok       Keuangan      UMKM, nasabah
  Pelatihan
                                Pengembangan Proposal                       unbanked,
  Literasi        Literasi
                                Bisnis yang Efektif untuk     Pakar         dan individu                     45
  Keuangan atau   Bisnis
                                Memperluas Peluang Usaha      Akademik      berpendapatan
  Digital
                                                                            rendah
                  Literasi
                                Digitalisasi UMKM: Langkah
                                Cerdas Menjangkau Pasar                                                     122
                                                                                                                                                                                                        5,245
                  Digital                                                                                                                                                                Desa BRILian seluruh Indonesia
                                Ekspor
                                Adaptasi Pengelolaan Hama     Pakar
                  Pertanian                                                  Petani kecil                    83
                                dan Penyakit Tanaman          Akademik
                                Pengembangan Produk
                                                              Pakar
                  Perikanan     Perikanan yang Inovatif dan                 Wirausaha mikro                 197
                                                              Perikanan
  Pendampingan                  Menguntungkan
  Teknis                        Smart Farmers: Meningkatkan
                                Pendapatan Pertanian        Pakar
                  Pertanian                                                 Petani kecil                     94
                                melalui Kemitraan yang      Akademik
                                                                                                                                                 Perdagangan           Jasa                    Pangan               Wisata Desa            Manufaktur        Lainnya


                                                                                                                                                555 BUMDes         1.209 BUMDes             790 BUMDes            1.618 BUMDes           1.017 BUMDes      56 BUMDes
                                Menguntungkan
                             Strategi Usaha Ternak Kurban
                                                          Pakar
                  Peternakan selama Pandemi Penyakit                        Petani kecil                     49            BRI juga mendukung ekosistem berbasis komoditas melalui platform digital yang menghubungkan
                                                          Akademik
                             Mulut dan Kuku (PMK)
                                                                                                                           produsen, agregator, dan pembeli, sehingga memfasilitasi transaksi yang lebih efisien serta
                                                                                                                           meningkatkan akses pasar, termasuk melalui platform seperti Pasar Rakyat Indonesia (PARI).
Page 103
                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related
                                Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                  Lampiran         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   103




  Strategi
  Program Pelatihan Ekspor
  Sebagai bagian dari dukungan non-finansial untuk peningkatan UMKM, BRI Peduli menyelenggarakan
  Program Pelatihan Ekspor 2025 untuk 30 UMKM yang didukung BRI di sektor kuliner, fashion,
  perhiasan, kerajinan tangan, dan dekorasi rumah. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan
  Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Layanan Perdagangan (PPEJP)
  Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dan memberikan peserta pengetahuan tentang
  peraturan perdagangan internasional, dokumen ekspor, serta strategi riset pasar global.

  Program ini dilengkapi dengan bantuan teknis, termasuk konsultasi desain produk bekerja sama
  dengan Pusat Pengembangan Desain Indonesia (IDDC) dan pendidikan logistik dan rantai pasok
  yang diselenggarakan bersama mitra strategis. Melalui kemitraan dengan lembaga pemerintah dan
  pengembangan bisnis, inisiatif ini menyediakan pelatihan manajemen bisnis yang disesuaikan
  dengan kebutuhan dan kemampuan UMKM yang dibantu, memperkuat kesiapan ekspor dan daya
  saing mereka di pasar global. Uji kompetensi pra- dan pasca-pelatihan menunjukkan peningkatan
  rata-rata kompetensi sebesar 30,24% (dari 67,17 menjadi 82,32), sementara 68% peserta menilai
  pelatihan sebagai 'sangat baik' dan 64% menganggap kontennya sangat relevan dengan kebutuhan
  bisnis mereka.
Page 104
                                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related   Sustainability-related
                                    Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure          Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   104




  Manajemen Risiko
  Manajemen Risiko Keuangan Inklusif

  Sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko perusahaan, BRI mengidentifikasi potensi risiko yang terkait dengan inisiatif keuangan inklusif dan penyampaian layanan kepada nasabah. Risiko tersebut
  dapat timbul dari kesesuaian produk, akses terhadap layanan keuangan, kualitas layanan, kapabilitas nasabah, serta praktik pelindungan konsumen di berbagai kanal perbankan. Apabila tidak dikelola
  dengan baik, risiko-risiko ini dapat memengaruhi kepercayaan nasabah, kualitas portofolio, efektivitas operasional, serta keberlanjutan strategi inklusi keuangan Bank.

  Untuk mengelola risiko tersebut, BRI menerapkan sejumlah kerangka tata kelola, kebijakan, serta pengendalian operasional yang bertujuan untuk memastikan penawaran produk yang bertanggung jawab,
  perlakuan yang adil bagi nasabah, serta kualitas layanan yang konsisten di seluruh operasional perbankan. Risiko utama beserta langkah mitigasinya dirangkum sebagai berikut.

   No.      Kategori Risiko                Deskripsi Risiko                                             Mitigasi

   Desain Produk dan Kesesuaian Produk bagi Nasabah
   1        Risiko Kredit                  Ketidaksesuaian antara produk dan kebutuhan nasabah             •       Menerapkan penilaian kebutuhan kredit dan kemampuan bayar untuk memastikan produk selaras dengan
                                                                                                                   kapasitas keuangan nasabah.
                                                                                                           •       Menerapkan kebijakan pemasaran dan penawaran produk yang bertanggung jawab guna mendorong distribusi
                                                                                                                   produk yang tepat.
   2        Risiko Strategis               Rendahnya relevansi produk terhadap kebutuhan nasabah           •       Menerapkan kebijakan periklanan dan komunikasi yang adil untuk memastikan transparansi informasi produk.
                                                                                                           •       Memanfaatkan umpan balik nasabah serta pemantauan layanan guna meningkatkan relevansi dan penawaran
                                                                                                                   produk.
   Akses terhadap Layanan Keuangan
   3        Risiko Strategis               Keterbatasan akses terhadap layanan keuangan di wilayah         •       Memperluas kanal layanan keuangan inklusif, termasuk perbankan digital dan jaringan agen.
                                           yang belum terlayani                                            •       Menerapkan kebijakan literasi dan inklusi keuangan guna mendukung perencanaan dan penyediaan layanan
                                                                                                                   yang inklusif.
   4        Risiko Operasional             Risiko fraud di berbagai kanal perbankan                        •       Menerapkan kebijakan pemasaran dan penawaran produk yang bertanggung jawab untuk mencegah praktik
                                                                                                                   penjualan yang bersifat menyesatkan.
                                                                                                           •       Memperkuat pemantauan kualitas layanan serta mekanisme pelindungan nasabah.
   Pemberdayaan Nasabah dan Edukasi Keuangan
   5        Risiko Kredit                  Rendahnya literasi keuangan dan kapabilitas nasabah             •       Memperluas program literasi keuangan dan pemberdayaan nasabah.
                                                                                                           •       Menerapkan modifikasi pinjaman serta proses eskalasi terstruktur untuk mendukung pemulihan keuangan yang
                                                                                                                   bertanggung jawab.
   6        Risiko Operasional             Lemahnya penanganan pengaduan atau pelindungan kon-             •       Memperkuat proses penanganan pengaduan serta dukungan layanan nasabah.
                                           sumen                                                           •       Menerapkan Service Improvement Management untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan meningkatkan
                                                                                                                   kualitas layanan.
   Pelindungan Keuangan Nasabah

   7        Risiko Reputasi                Risiko reputasi akibat kualitas layanan yang tidak memadai      •       Memperkuat pemantauan kualitas layanan serta pengawasan tata kelola.
                                                                                                           •       Menerapkan standar penagihan yang bertanggung jawab guna memastikan perlakuan yang adil terhadap
                                                                                                                   nasabah.
Page 105
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related
                                  Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   105




  Manajemen Risiko
  Perbankan Inklusif dengan Fokus pada Kapabilitas dan Perlindungan                                      Customer Excellence & Pengelolaan Kualitas Layanan
                                                                                                         Sebagai bagian dari pendekatan manajemen risiko, BRI mengelola pengalaman nasabah dan
  Dalam konteks Keuangan Inklusif dan Keunggulan Layanan Nasabah, pendekatan manajemen                   kualitas layanan untuk memitigasi risiko operasional, strategis, dan reputasi yang terkait dengan
  risiko BRI mencakup seluruh spektrum mulai dari perluasan akses keuangan, kemampuan dan                penyediaan layanan keuangan. Perusahaan memantau keterlibatan nasabah melalui Customer
  literasi nasabah, hingga pelindungan finansial nasabah. Dimensi-dimensi ini saling terkait erat dan    Engagement Index, yang mengukur kualitas interaksi nasabah di berbagai kanal layanan. Pada
  dikelola sebagai bagian dari tata kelola risiko bank secara keseluruhan, mengingat dampaknya           tahun 2025, BRI mencatat skor Customer Engagement sebesar 4,67, melampaui target internal
  terhadap stabilitas operasional, kepatuhan regulasi, kepercayaan nasabah, dan keberlanjutan            sebesar 4,55. Selain itu, survei kepuasan nasabah dan Net Promoter Score (NPS) digunakan untuk
  bisnis jangka panjang. Risiko utama yang diidentifikasi di bidang ini, seperti ketidakcocokan produk   mengukur persepsi nasabah secara lebih luas terhadap kualitas layanan dan tingkat loyalitas,
  dengan kebutuhan nasabah, ketidakkonsistenan penyampaian layanan di berbagai titik akses,              sekaligus menjadi indikator pendukung dalam mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan serta
  pemahaman nasabah yang terbatas terhadap produk keuangan, dan paparan yang meningkat                   memperkuat standar layanan. Hasil pengukuran tersebut disajikan lebih rinci pada bagian Metrik
  terhadap risiko perilaku dan reputasi, ditangani melalui kombinasi kontrol kebijakan, pengamanan       and Target. Untuk memastikan layanan yang inklusif, BRI juga menyediakan prosedur khusus bagi
  operasional, dan mekanisme pemantauan terstruktur. Pendekatan ini memastikan bahwa                     nasabah penyandang disabilitas dan nasabah lanjut usia sesuai dengan SO.41-CEX/12/2025
  pertumbuhan yang didorong oleh inklusi tidak berujung pada peningkatan penjualan yang tidak            tentang Unit Kerja Operasional, yang mengatur mekanisme layanan dengan pendampingan. Melalui
  tepat, celah kualitas layanan, atau paparan regulasi, dan bahwa hasil bagi nasabah tetap sejalan       ketentuan ini, nasabah dapat didampingi oleh pihak yang ditunjuk sebagai pendamping saat
  dengan selera risiko BRI dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.                                   melakukan pembukaan rekening atau transaksi, dengan tetap memastikan bahwa petugas BRI
                                                                                                         memberikan penjelasan yang jelas agar nasabah dapat mengambil keputusan keuangan secara
  Akses yang Memberdayakan, Literasi yang Berkelanjutan [GRI G4 FS14]                                    tepat.
  Kebijakan Literasi Keuangan & Inklusi
  Dari perspektif manajemen risiko, inklusi keuangan dan literasi keuangan di BRI diatur sebagai         Pelindungan Finansial Nasabah
  kegiatan yang diatur dan sensitif terhadap risiko, berdasarkan Surat Edaran Direksi SE.21-DIR/
  SCC/08/2024 tentang Pelindungan Nasabah, Buku 3 tentang Literasi Keuangan dan Inklusi                  Mengintegrasikan Proses dan Kebijakan Bisnis yang Bertanggung Jawab
  Keuangan, bukan sebagai inisiatif jangkauan mandiri. Kebijakan inklusi dan literasi BRI menetapkan     BRI menerapkan pendekatan 'Protection by Design' dengan terus meninjau dan meningkatkan
  persyaratan yang jelas untuk perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan, berfungsi              proses bisnis dan prosedur operasional standar (SOP) untuk meningkatkan konsistensi, transparansi,
  sebagai kontrol utama untuk mitigasi risiko terkait penargetan yang tidak tepat, perluasan akses       dan kontrol sepanjang perjalanan nasabah dari awal hingga akhir. Upaya reengineering proses,
  yang tidak efektif, dan kemampuan nasabah yang tidak memadai. Inisiatif inklusi diwajibkan untuk       termasuk peninjauan ulang akses berdasarkan peran dan pemetaan ulang wewenang, memperkuat
  terlebih dahulu menetapkan segmen konsumer, sasaran, saluran distribusi (fisik atau digital), skala,   pencegahan penyalahgunaan operasional dan penipuan. Peningkatan ini juga meningkatkan
  periode implementasi, dan indikator evaluasi. Kerangka perencanaan terstruktur ini memitigasi          keandalan dan auditabilitas proses yang berinteraksi dengan nasabah, seperti onboarding,
  risiko terkait penawaran produk atau layanan yang tidak sesuai dengan profil nasabah, kapasitas        dokumentasi kredit, persetujuan, dan pemberitahuan, memastikan bahwa hak, kewajiban, dan titik
  keuangan, atau kemampuan penggunaan, yang dapat mengakibatkan peningkatan volume keluhan,              keputusan nasabah diterapkan secara konsisten dan sesuai dengan praktik manajemen risiko yang
  pengawasan regulasi, dan penurunan kepercayaan nasabah.                                                prudent.

  Risiko operasional dan reputasi yang timbul akibat perluasan akses dikelola lebih lanjut melalui       Komunikasi Produk, Periklanan, dan Praktik Penjualan [GRI 3-3]
  penyediaan infrastruktur yang diatur, termasuk jaringan cabang, kemitraan dengan pihak ketiga,         Kebijakan Periklanan dan Komunikasi yang Adil
  saluran distribusi digital, dan fasilitas aksesibilitas untuk kelompok rentan seperti penyandang       BRI menerapkan praktik periklanan dan komunikasi yang adil melalui kerangka kerja tata kelola
  disabilitas dan lansia. Dengan mengontrol cara titik akses didirikan dan dipelihara, BRI mengurangi    terpusat yang diatur dalam Surat Edaran Direksi SE.17-DIR/CSC/07/2024 tentang Komunikasi.
  risiko ketidakkonsistenan layanan, pelanggaran oleh agen, dan pengalaman nasabah yang tidak            Kebijakan ini mengatur komunikasi korporat, komunikasi dengan pemangku kepentingan, serta
  merata di berbagai wilayah dan segmen.[GRI G4 FS14] Kegiatan literasi keuangan berfungsi sebagai       komunikasi merek, produk, dan layanan, memastikan bahwa semua pesan yang ditujukan kepada
  pelengkap mitigasi risiko, bertujuan untuk mengurangi kesenjangan kemampuan dan pemahaman              publik akurat, konsisten, dan tidak menyesatkan. Pengawasan terhadap kegiatan periklanan dan
  yang dapat membatasi pemanfaatan produk secara efektif atau meningkatkan kemungkinan                   komunikasi besar-besaran dilakukan melalui Forum Komunikasi Korporat, yang dipimpin oleh
  pengambilan keputusan yang tidak tepat. Kegiatan ini tunduk pada evaluasi sistematis dan               Direktur Utama dan melibatkan koordinasi lintas fungsi antar unit terkait. Forum ini memberikan
  pelaporan regulasi berkala, memungkinkan BRI untuk memantau apakah upaya inklusi berujung              pengawasan manajemen senior terhadap inisiatif komunikasi strategis, berdampak tinggi, dan
  pada peningkatan akses, penggunaan produk yang bertanggung jawab, dan hubungan nasabah                 lintas unit, termasuk kampanye besar dan kegiatan promosi, untuk memastikan kesesuaian dengan
  yang berkelanjutan, sekaligus mengidentifikasi sinyal peringatan dini yang mungkin memerlukan          persyaratan regulasi, pertimbangan reputasi, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas.
  tindakan korektif.
Page 106
                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related
                                Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                  Lampiran                                                                             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   106




  Manajemen Risiko
  Untuk mendukung tujuan tersebut, BRI menerapkan pendekatan terintegrasi melalui sinergi pilar-    penyampaian layanan, serta pendekatan interaksi dengan nasabah guna meningkatkan kepuasan
  pilar komunikasi yang mencakup komunikasi korporat dan pemangku kepentingan yang dikelola         nasabah secara keseluruhan.
  oleh Corporate Secretary Group; komunikasi merek, produk, dan layanan yang dikelola oleh
  Branding & Marketing Communication Group; serta komunikasi internal yang dikelola oleh Culture    Praktik Pemberian Pinjaman yang Bertanggung Jawab
  Transformation Group. Struktur tata kelola ini memungkinkan komunikasi yang terkoordinasi,        Penilaian Kebutuhan dan Kemampuan Membayar Kredit
  memperkuat konsistensi merek, serta memastikan keselarasan seluruh aktivitas komunikasi dengan    Sebagai bagian dari komitmennya terhadap pinjaman yang bertanggung jawab dan pemberdayaan
  tujuan strategis BRI dan ekspektasi para pemangku kepentingan. Selain itu, BRI juga               nasabah, BRI menerapkan SO.11-CRO/06/2024 tentang Operasional Pinjaman beserta perubahannya
  menyelenggarakan program pelatihan dan sosialisasi bagi pekerja yang terlibat dalam kegiatan      tentang Operasi Pinjaman, yang mengatur proses kredit secara end-to-end, mulai dari penyampaian
  pemasaran, komunikasi produk, dan keterlibatan nasabah guna memastikan kepatuhan terhadap         informasi kepada nasabah, penilaian kredit, proses persetujuan kredit, dan pelayanan. Sejalan
  prinsip periklanan yang adil serta standar pelindungan konsumen, sebagaimana dijelaskan lebih     dengan kebijakan tersebut, BRI menyediakan fitur simulasi perhitungan kredit yang dapat diakses
  lanjut pada bagian pengembangan kapabilitas pekerja pada halaman 108.                             melalui situs resmi Perseroan untuk meningkatkan transparansi kepada nasabah. Fitur ini
                                                                                                    memungkinkan nasabah memperkirakan besaran cicilan bulanan sebelum mengajukan kredit.
  Kebijakan Pemasaran dan Penawaran Produk yang Bertanggung Jawab [GRI 417-1]                       Melalui pendekatan ini, BRI menjunjung tinggi prinsip transparansi dan tanggung jawab dalam
  Kebijakan pemasaran dan penawaran produk yang bertanggung jawab di BRI diatur oleh Surat          proses pemberian kredit, dengan menyediakan informasi yang jelas serta mendorong nasabah
  Edaran Direksi SE.21-DIR/SCC/08/2024 tentang Perlindungan Pelanggan dan SO.41-CEX/12/2025         untuk mengambil keputusan keuangan secara lebih terinformasi. Pendekatan ini turut membantu
  tentang Unit Kerja Operasional. Kebijakan ini menetapkan standar perilaku pasar yang mencakup     memitigasi risiko timbulnya beban utang yang tidak terkendali bagi nasabah serta memperkuat
  pengungkapan produk yang transparan, penawaran produk yang sesuai, dan perlakuan yang adil        hubungan kemitraan finansial antara BRI dan nasabahnya.
  terhadap nasabah sepanjang siklus hidup produk, termasuk interaksi langsung antara Relationship
  Manager atau Tim Frontliner dengan nasabah.                                                       BRI juga berkomitmen kuat untuk menerapkan praktik penyaluran kredit yang bertanggung jawab
                                                                                                    dan adil, serta tidak melakukan praktik pembiayaan yang bersifat eksploitatif atau berisiko tinggi
  Aktivitas pemasaran dan penawaran produk diwajibkan untuk menyediakan informasi yang akurat,      yang memanfaatkan kerentanan finansial nasabah. Seluruh aktivitas perkreditan dilaksanakan
  lengkap, dan mudah dipahami, sehingga nasabah dapat membuat keputusan keuangan yang               berdasarkan prinsip kehati-hatian, termasuk melalui penilaian keterjangkauan (affordability
  terinformasi. Materi komunikasi dan penjelasan produk mencakup pengungkapan yang seimbang         assessment) dan kapasitas pembayaran kembali (repayment capacity assessment), yang didukung
  mengenai fitur utama, biaya, risiko, dan konsekuensi potensial, memastikan bahwa nasabah tidak    oleh mekanisme penilaian kredit dan evaluasi risiko internal untuk memastikan bahwa produk kredit
  hanya mengetahui manfaat tetapi juga kewajiban dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan     yang diberikan tetap selaras dengan kemampuan finansial nasabah. Proses tersebut merupakan
  produk keuangan. Produk ditawarkan kepada target pasar yang sesuai, dengan mempertimbangkan       bagian integral dari kerangka manajemen risiko kredit BRI, sehingga setiap keputusan pembiayaan
  kebutuhan nasabah, kemampuan finansial, dan tingkat pemahaman, serta dilakukan dengan             mempertimbangkan evaluasi kelayakan nasabah secara prudent serta kesesuaian produk dengan
  persetujuan nasabah sebelumnya. Praktik-praktik ini didukung oleh pedoman operasional untuk       profil dan kapasitas finansial nasabah.
  memperkuat literasi keuangan dan mempromosikan inklusi keuangan, disertai dengan mekanisme
  penanganan dan penyelesaian sengketa yang efektif sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa           Selain itu, BRI secara berkelanjutan melakukan pemantauan terhadap kinerja kredit untuk
  Keuangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat.                        mengidentifikasi secara dini potensi kesulitan pembayaran maupun tanda-tanda tekanan finansial
                                                                                                    pada nasabah. Melalui mekanisme pemantauan tersebut, BRI dapat mengambil langkah-langkah
  Untuk memperkuat produk dan layanan yang bertanggung jawab, kerangka kebijakan yang sama          proaktif, termasuk melakukan komunikasi dengan nasabah serta tindakan pengelolaan kredit yang
  berlaku sepanjang siklus hidup produk dan layanan, mencakup desain, penawaran, penyampaian,       diperlukan, guna mencegah meningkatnya tekanan finansial pada nasabah. Praktik perkreditan di
  dan penggunaan berkelanjutan produk perbankan dan layanan nasabah. Kerangka ini mencerminkan      BRI dan seluruh entitas anak juga berada dalam pengawasan regulasi serta kerangka perlindungan
  komitmen BRI terhadap penyediaan produk dan layanan yang bertanggung jawab dengan                 konsumen yang mengharuskan transparansi informasi, perlakuan yang adil kepada nasabah, serta
  memastikan bahwa produk dirancang, dipasarkan, dan disampaikan dengan mengutamakan                praktik penagihan yang beretika. Pendekatan yang terintegrasi ini membantu memitigasi risiko
  kesesuaian produk dengan kebutuhan nasabah, transparansi, serta hasil yang adil bagi nasabah.     terjadinya utang berlebih (over-indebtedness) pada nasabah, sekaligus memperkuat kepercayaan
  Kontrol internal diterapkan untuk memastikan bahwa baik produk maupun penyampaian layanan         serta membangun kemitraan finansial yang bertanggung jawab antara BRI dan nasabahnya.
  tetap sesuai untuk segmen nasabah yang dituju dan secara konsisten selaras dengan prinsip
  perlindungan nasabah.                                                                             Penagihan Utang yang Bertanggung Jawab
                                                                                                    BRI telah menetapkan kebijakan penagihan kredit komprehensif yang dirancang untuk melindungi
  Masukan dari pengukuran kepuasan nasabah juga diintegrasikan ke dalam proses peningkatan          hak nasabah dan data pribadi, sepenuhnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
  produk dan layanan, sehingga BRI dapat secara berkelanjutan menyempurnakan fitur produk,          berlaku. Kebijakan ini memastikan bahwa semua aktivitas penagihan dilakukan secara transparan
Page 107
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related
                                  Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   107




  Manajemen Risiko
  dan bebas dari intimidasi, pelecehan, atau perlakuan tidak adil. Persyaratan ini diperkuat melalui     Selama proses penyelesaian NPL, BRI memastikan transparansi melalui komunikasi yang jelas
  SO.11.b-CRO/06/2024 tentang Operasi Pinjaman, yang mengatur proses kredit end-to-end,                  dengan nasabah mengenai kondisi keuangan mereka, opsi penyelesaian yang tersedia, dan
  termasuk prosedur penagihan, pengelolaan akun, jalur eskalasi, dan standar komunikasi dengan           implikasi potensial. Semua tindakan penyelesaian tunduk pada proses tata kelola internal,
  nasabah, untuk memastikan praktik yang disiplin dan bertanggung jawab sepanjang siklus kredit.         pengawasan, dan persetujuan yang telah ditetapkan untuk memastikan keadilan, proporsionalitas,
  Untuk mendukung praktik penagihan yang bertanggung jawab, BRI secara terus-menerus                     kepatuhan regulasi, dan akuntabilitas. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan BRI mengelola
  memperkuat kompetensi dan profesionalisme pekerja yang terlibat dalam penagihan kredit melalui         risiko kredit secara efektif sekaligus melindungi hak nasabah, mendukung pengambilan keputusan
  pelatihan terarah, program sertifikasi, dan inisiatif pengembangan kapasitas berkelanjutan.            yang terinformasi, dan mempertahankan kemitraan keuangan yang tangguh dan jangka panjang.
  Pendekatan ini memastikan bahwa pekerja memahami prosedur penagihan dengan baik sekaligus
  tetap menjaga empati dan sensitivitas terhadap kondisi keuangan nasabah. Selain itu, BRI               Proses Penanganan Keluhan
  menerapkan tata kelola dan pengawasan yang ketat terhadap agen penagihan utang pihak ketiga            BRI memiliki proses yang jelas dan terstruktur dalam mengelola produk keuangan, memastikan
  untuk memastikan kepatuhan terhadap pedoman yang ditetapkan dan standar etika yang tinggi.             bahwa semua keluhan nasabah ditangani dengan cepat dan efisien. BRI menyediakan berbagai
  Melalui pendekatan yang seimbang ini, BRI berupaya melindungi kepentingan perusahaan serta             saluran komprehensif untuk menerima dan menangani keluhan melalui BRI Contact Center (Contact
  membangun hubungan jangka panjang yang berbasis kepercayaan dengan nasabah dan menjaga                 BRI) dan layanan di kantor-kantor BRI, termasuk cabang, sub-cabang, dan unit BRI. Nasabah dapat
  kepuasan nasabah.                                                                                      menghubungi Contact BRI melalui telepon di 1500017, platform media sosial resmi, email di callbri@
                                                                                                         bri.co.id, WhatsApp Chatbot Sabrina di 0812 1214 017, dan layanan digital melalui menu Pusat
  Modifikasi Pinjaman dan Proses Eskalasi Terstruktur                                                    Bantuan di aplikasi BRImo untuk layanan mandiri dan dukungan bebas pulsa. Selain itu, nasabah
  BRI menerapkan pendekatan terstruktur dan hati-hati dalam modifikasi pinjaman dan penyelesaian         dapat mengajukan keluhan secara langsung di Unit Kerja BRI melalui Frontliners (Universal Bankers
  pinjaman bermasalah (NPL) sebagai bagian yang terintegrasi ke dalam kerangka kerja mitigasi            & Customer Service) atau melalui Video Banking.
  risiko kreditnya, yang diatur oleh Surat Edaran Direksi SE.39-DIR/KRD/11/2023 tanggal 10 November
  2023 tentang Pengelolaan Pinjaman Bermasalah. Kerangka kerja ini dirancang untuk melindungi            Setiap keluhan yang diterima ditinjau secara cermat oleh tim yang berkualifikasi untuk memahami
  nasabah, terutama yang menghadapi guncangan ekonomi tak terduga atau kesulitan keuangan                masalah dan menemukan solusi yang tepat. BRI memastikan bahwa tindakan korektif segera
  berkepanjangan, sekaligus menjaga kualitas portofolio yang sehat dan pengelolaan risiko yang           diterapkan untuk menangani keluhan nasabah dan mencegah masalah serupa terjadi di masa
  hati-hati.                                                                                             depan. BRI menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) dan Otomatisasi Proses Robotik (RPA) untuk
                                                                                                         memantau Perjanjian Tingkat Layanan (SLA) guna meningkatkan pengalaman nasabah,
  Dalam mengelola pinjaman bermasalah (NPL), BRI menerapkan pendekatan berbasis risiko dan               mempercepat penyelesaian masalah, dan mengoptimalkan proses bisnis dalam layanan nasabah.
  segmentasi nasabah yang mempertimbangkan kondisi keuangan debitur, kemampuan pembayaran,
  prospek bisnis, dan itikad baik yang telah ditunjukkan. BRI memprioritaskan restrukturisasi pinjaman   Untuk memperkuat pengawasan independen, pada tahun 2025 BRI melakukan audit internal
  sebagai mekanisme pemulihan utama, mencerminkan filosofi penyelesaian yang seimbang dan                tematik yang berfokus pada efektivitas penanganan keluhan, kepatuhan terhadap prosedur, dan
  berorientasi pada nasabah yang bertujuan untuk mempertahankan hubungan jangka panjang                  kepatuhan terhadap standar pelindungan nasabah. Hasil audit digunakan sebagai mekanisme
  dengan nasabah sejauh mungkin. Langkah-langkah restrukturisasi dapat mencakup penundaan                tinjauan independen untuk mengevaluasi masalah sistemik, mengidentifikasi area perbaikan, dan
  pembayaran, penyesuaian suku bunga, penjadwalan ulang atau perpanjangan tenor pinjaman, dan            mendukung tindakan korektif di seluruh unit kerja terkait. Temuan dari tren keluhan dan tinjauan
  modifikasi lain yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan nasabah dan keberlanjutan                   tematik diangkat melalui saluran tata kelola dan digunakan untuk meningkatkan kebijakan, prosedur,
  bisnisnya. Keputusan ini didasarkan pada penilaian keuangan komprehensif dan dipandu oleh              dan kontrol layanan.
  prinsip itikad baik, kerja sama, dan kelayakan operasional debitur.
                                                                                                         Sepanjang tahun 2025, BRI secara efektif mengelola proses penanganan dan investigasi pengaduan,
  Jika restrukturisasi tidak memungkinkan atau tidak dapat memulihkan kelayakan pinjaman, BRI            serta melaksanakan tindakan perbaikan apabila diperlukan. Hal ini menunjukkan komitmen BRI
  menerapkan mekanisme penyelesaian NPL alternatif sesuai dengan peraturan perundang-                    untuk menyelesaikan seluruh pengaduan sesuai dengan Service Level Agreements (SLA) yang
  undangan yang berlaku dan standar tata kelola internal. Mekanisme ini meliputi penyelesaian tanpa      telah ditetapkan. Proses ini juga berkontribusi terhadap peningkatan berkelanjutan atas kebijakan
  proses hukum, penyelesaian melalui jalur hukum, upaya penagihan terstruktur, klaim melalui             dan prosedur, sehingga mendorong peningkatan kepuasan nasabah serta menjaga standar kualitas
  lembaga penjaminan kredit atau asuransi, lelang jaminan, dan transfer piutang atau penjualan           layanan yang tinggi. Pada tahun 2025, BRI menyelesaikan 99,98% dari total 1.262.275 keluhan yang
  pinjaman (cessie). Pemilihan langkah penyelesaian disesuaikan dengan karakteristik debitur dan         diterima melalui semua saluran. Dari jumlah tersebut, 1.261.976 keluhan berhasil diselesaikan,
  eksposur kredit, memungkinkan perlakuan yang berbeda antara nasabah koperasi dan nasabah               sementara 299 keluhan masih dalam proses penyelesaian. BRI berkomitmen untuk menyelesaikan
  yang tidak memiliki prospek bisnis yang layak atau tidak menunjukkan itikad baik.                      semua proses yang masih dalam tahap pengolahan, sesuai dengan Perjanjian Tingkat Layanan
                                                                                                         (SLA) yang telah ditetapkan.
Page 108
                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related
                                  Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   108




  Manajemen Risiko
  Pemberdayaan Kapasitas Sumber Daya Manusia                                                            Melalui pelatihan yang terstruktur ini, BRI memastikan bahwa kegiatan pemulihan dan restrukturisasi
  BRI memperkuat pelindungan keuangan nasabah dengan meningkatkan kapabilitas layanan dan               dilaksanakan secara profesional, transparan, serta dengan tetap menjaga martabat nasabah,
  standar perilaku pada seluruh peran yang berinteraksi langsung dengan nasabah, termasuk               sekaligus mempertahankan standar manajemen risiko yang prudent.
  frontliner, middle manager, relationship manager, serta unit pendukung. Hal ini diwujudkan melalui
  penguatan budaya layanan serta berbagai inisiatif terstruktur seperti program onboarding,
                                                                                                                                                                   Peserta        Peserta
  pengembangan kinerja, role-playing exercises, quality assurance berlapis, mystery shopping, serta      Program Pelatihan     Topik Utama yang Dibahas                                                Tujuan
                                                                                                                                                                   Sasaran         2025
  penyempurnaan mekanisme CSAT. Upaya tersebut menginstitusionalisasikan penyampaian
  informasi produk yang konsisten, praktik penjualan yang bertanggung jawab, serta jalur eskalasi        Pelatihan           Transparansi penyampaian          Frontliner            412        Memastikan
  yang efektif. Dengan demikian, langkah-langkah ini membantu memitigasi risiko misinformasi dan         Pelindungan         informasi produk, praktik                             pekerja      nasabah menerima
  mis-selling, sekaligus memungkinkan nasabah mengambil keputusan yang lebih tepat melalui               Konsumen &          pemasaran yang adil, perilaku                          baru        informasi produk
  penyampaian informasi yang jelas mengenai ketentuan utama, biaya, serta risiko yang terkait.           Komunikasi yang     penjualan yang bertanggung                                         yang akurat dan
                                                                                                         Bertanggung         jawab, standar komunikasi                                          transparan
  BRI menerapkan pendekatan yang terstruktur dan berlapis untuk memperkuat pelindungan nasabah           Jawab               dengan nasabah
  serta praktik perilaku yang bertanggung jawab di seluruh titik interaksi dengan nasabah. Pendekatan
  ini mengintegrasikan komunikasi produk yang adil, pelindungan nasabah, serta praktik penagihan
  yang beretika ke dalam pengembangan kepemimpinan, pelatihan frontliner, dan program fungsional         Pengembangan        Interaksi dengan nasabah          Pekerja yang         578         Memperkuat
  khusus guna memastikan standar yang konsisten di seluruh organisasi.                                   Kapabilitas         secara etis, praktik penanganan   berinteraksi        pekerja      kapabilitas layanan
                                                                                                         Layanan Nasabah     pengaduan, standar kualitas       langsung           eksisting     dan mendorong
  Untuk memperkuat praktik periklanan yang adil serta komunikasi produk yang bertanggung jawab,                              layanan, pencegahan mis-          dengan                           interaksi yang
  BRI mengintegrasikan prinsip pelindungan konsumen ke dalam program pengembangan                                            selling                           nasabah                          bertanggung jawab
  kepemimpinan dan manajerial pada tahun 2025 yang menjangkau total 84 peserta, terdiri dari                                                                                                    dengan nasabah
  Regional Operation Heads, Department Heads, calon Branch Heads, serta Bank Representatives.
  Program-program ini menekankan komunikasi yang transparan, pengungkapan yang tepat atas
  fitur dan risiko produk, serta kepatuhan terhadap standar regulasi.
                                                                                                         Program             Prinsip pelindungan konsumen,     Regional          84 pekerja     Mengintegrasikan
  Secara paralel, pelatihan terstruktur juga diberikan kepada karyawan yang berinteraksi langsung
                                                                                                         Pengembangan        praktik penanganan pengaduan,     Operational                      prinsip pelindungan
  dengan nasabah. Pada tahun 2025, program onboarding menjangkau 412 frontliner yang baru
                                                                                                         Kepemimpinan &      standar kualitas layanan,         Head,                            konsumen dalam
  diangkat, sementara program equipping memperkuat kompetensi 578 karyawan customer-facing
                                                                                                         Manajerial          pencegahan mis-selling            Departement                      fungsi pengawasan
  yang telah ada, termasuk materi pelatihan pelindungan nasabah.
                                                                                                                                                               Head, calon                      manajerial
                                                                                                                                                               Kepala
  Selain itu, BRI juga menyediakan program pelatihan khusus bagi personel yang terlibat dalam fungsi
                                                                                                                                                               Cabang, Bank
  restrukturisasi dan pemulihan kredit guna memastikan kepatuhan yang ketat terhadap kebijakan
                                                                                                                                                               Representatives
  internal penagihan utang serta standar regulasi. Pada tahun 2025, pelatihan khusus mengenai
  Credit Restructuring & Recovery (CRR) diberikan kepada 811 peserta, yang terdiri dari 781 anggota      Pelatihan           Praktik penagihan yang etis,      Anggota tim dan   811 pekerja    Memastikan
  tim RM CRR (Credit Recovery & Restructuring) dan 30 pimpinan tim RM CRR. Program-program ini           Restrukturisasi &   negosiasi restrukturisasi,        pimpinan tim                     praktik pemulihan
  dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis serta menegaskan praktik penagihan yang                   Pemulihan Kredit    kepatuhan terhadap regulasi       Credit Recovery                  kredit yang
  bertanggung jawab sejalan dengan prinsip pelindungan nasabah.                                          (CRR)               dalam proses pemulihan kredit     & Restructuring                  bertanggung jawab
  Pelatihan ini menekankan:                                                                                                                                                                     dan menghormati
  • Interaksi dengan nasabah yang etis dan penuh penghormatan selama proses restrukturisasi                                                                                                     martabat nasabah
  • Kepatuhan terhadap kebijakan internal penagihan utang dan peraturan yang berlaku
  • Mekanisme negosiasi dan restrukturisasi yang bertanggung jawab
Page 109
                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related    Sustainability-related
                                  Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure           Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   109




  Metrik dan Target
  Metrik untuk Keuangan Inklusif
  Komitmen BRI untuk mendorong inklusi keuangan, literasi keuangan, dan pelindungan finansial nasabah terus menghasilkan capaian yang terukur dalam ekosistem bisnis dan nasabah. Upaya ini tercermin
  dari semakin luasnya jangkauan inklusi keuangan BRI, tingginya tingkat kepuasan nasabah, serta integrasi indikator kinerja utama terkait ke dalam kerangka remunerasi eksekutif.

                       Jangkauan Inklusi Keuangan BRI
                       Melalui penerapan strategi keuangan inklusif, praktik manajemen risiko, serta indikator kinerja yang terukur, jangkauan inklusi keuangan BRI terus mengalami perluasan. Hingga tahun
                       2025, BRI melayani 140,5 juta nasabah individu di seluruh Indonesia, yang berkontribusi terhadap estimasi tingkat inklusi keuangan nasional sebesar 64,5%.

                       Pengukuran Kepuasan Nasabah
                       BRI melakukan pengukuran kepuasan nasabah secara berkala untuk memahami persepsi nasabah terhadap kualitas layanan serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
                       Pengukuran kepuasan nasabah dilakukan melalui survei periodik bekerja sama dengan lembaga independen pihak ketiga. Pada tahun 2025, hasil survei menunjukkan kinerja layanan
                       yang baik dan melampaui target internal, dengan skor Customer Service Excellence sebesar 91,72. Umpan balik yang diperoleh melalui berbagai kanal, baik offline maupun digital,
                       dimanfaatkan secara sistematis untuk meningkatkan penyampaian layanan dan pengalaman nasabah. Hasil pengukuran ini juga digunakan sebagai referensi untuk memantau dan
                       meningkatkan kualitas produk dan layanan, mengidentifikasi gap layanan, dan mendorong perbaikan berkelanjutan guna memastikan bahwa produk dan layanan keuangan BRI tetap
                       relevan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.



  KPI Direksi yang Terkait dengan Remunerasi                                                                 Sebagai bagian dari kerangka KPI kolegial Direksi, BRI menetapkan indikator untuk memperkuat
                                                                                                             dukungan pembiayaan pada segmen usaha produktif. Pada tahun 2025, pertumbuhan rata-rata
             KPI Direksi                       Target 2025                       Pencapaian 2025
                                                                                                             kredit UMKM tercatat sebesar 5,9%, yang mencerminkan upaya berkelanjutan untuk memperluas
   Rasio CASA Konsolidasi                                       67,28%                             70,61%    pembiayaan kepada pelaku usaha dengan tetap menjaga pengelolaan portofolio secara prudent.


   Jumlah Pengguna Aktif BRImo                               24,25 juta                              110%
                                                                                                             Selain itu, pencapaian KPI kolegial untuk penyaluran kredit ultra mikro pada tahun 2025 tercatat
                                                                                                             sebesar 95,4%, yang menunjukkan komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan bagi
                                                                                                             segmen usaha ultra mikro.
   Penyaluran KUR                                              80,00%                              98,93%

                                                                                                             Sejalan dengan pencapaian tersebut, komposisi portofolio kredit konsolidasi BRI Group juga
   Pembiayaan Berkelanjutan                                Rp800 triliun                  Rp811,86 triliun
                                                                                                             menunjukkan dukungan yang signifikan terhadap segmen mikro dan UMKM. Pada tahun 2025,
                                                                                                             penyaluran kredit kepada segmen mikro mencapai Rp648,3 triliun, atau 42,6% dari total kredit
   NPS untuk Bank                                              54,43%                                69%     konsolidasi, sementara kredit kepada segmen UMKM tercatat sebesar Rp240,8 triliun, atau 15,8%
                                                                                                             dari total portofolio kredit konsolidasi
Page 110
                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   110




  Metrik dan Target
  Dampak Sosial Pinjaman Mikro

  Sebagai bagian dari strategi Keuangan Inklusif, BRI bertujuan tidak hanya memperluas akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga menghasilkan dampak sosial ekonomi yang bermakna bagi nasabah.
  Melalui penyediaan solusi pembiayaan, BRI berupaya memperkuat ketahanan finansial nasabah serta mendukung peningkatan kesejahteraan rumah tangga dan kapasitas usaha. Untuk memahami dampak
  tersebut secara lebih baik, BRI melakukan penilaian dampak sosial terhadap nasabah peminjam kredit mikro. Survei ini menangkap sinyal awal perubahan dalam perilaku keuangan, stabilitas mata pencaharian,
  serta akses terhadap layanan dasar setelah nasabah memperoleh akses pembiayaan. Indikator yang disajikan di bawah ini berasal dari survei dampak sosial yang dilakukan terhadap sampel sebanyak 838
  nasabah KUR dan Kupedes, dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error sebesar 5%.


   Kategori Dampak Sosial             Dampak Utama                     Representasi Dampak                                                        Metrik                          2025

                                                                       Menunjukkan persentase nasabah yang mendapatkan akses pertama
                                                                                                                                                 Persentase nasabah dengan
                                                                       kali ke kredit formal, mencerminkan perluasan inklusi individu yang                                       KUR: 81,7%
                                     Keuangan Inklusif                                                                                           akses baru (nasabah
                                                                       sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan perbankan atau memiliki                                        Kupedes: 69,6%
                                                                                                                                                 perbankan pertama kali)
   Akses ke Layanan Esensial                                           akses terbatas ke sistem keuangan.

                                                                       Menunjukkan perubahan yang dilaporkan oleh nasabah dalam kemampuan        Persentase nasabah yang
                                                                                                                                                                                 KUR: 74,9%
                                     Pendidikan                        untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anggota keluarga yang bergantung      dapat memberikan akses
                                                                                                                                                                                 Kupedes: 70,8%
                                                                       setelah mendapatkan akses ke pembiayaan mikro.                            pendidikan bagi tanggungan

                                                                                                                                                 Persentase nasabah yang
   Infrastruktur Dasar yang                                            Mencatat perubahan yang dilaporkan nasabah dalam akses ke air bersih                                      KUR: 51,7%
                                     Air                                                                                                         memperoleh akses air bersih
   Terjangkau                                                          setelah menerima pembiayaan.                                                                              Kupedes: 51,4%
                                                                                                                                                 yang lebih baik

                                                                                                                                                 Persentase nasabah yang
   Keamanan Pangan & Sistem                                            Mencerminkan perbaikan yang dilaporkan nasabah dalam akses ke             melaporkan peningkatan          KUR: 71,9%
                                     Keamanan Pangan
   Pangan Berkelanjutan                                                makanan sehat setelah pembiayaan.                                         akses terhadap makanan          Kupedes: 66,6%
                                                                                                                                                 sehat
   Pemberdayaan dan Peningkatan                                                                                                                  Pelanggan nasabah yang          KUR: 42,8%
                                     Pengembangan Usaha                Menunjukkan perubahan peningkatan aset yang dilaporkan oleh nasabah.
   Sosial Ekonomi                                                                                                                                mengalami peningkatan aset      Kupedes: 48,0%
                                                                                                                                                                                 KUR: 45 pekerjaan baru
                                                                                                                                                                                 per 100 fasilitas KUR
                                                                                                                                                                                 yang diberikan
   Penciptaan Lapangan Kerja &       Penciptaan Lapangan Kerja         Mencerminkan perubahan yang dilaporkan oleh nasabah dalam aktivitas       Jumlah Pekerjaan yang
   Ketahanan Ekonomi                 yang Layak                        bisnis, termasuk tenaga kerja dan kepemilikan aset, setelah pembiayaan.   Diciptakan per 100 pinjaman
                                                                                                                                                                                 Kupedes: 65 pekerjaan
                                                                                                                                                                                 baru per 100 fasilitas
                                                                                                                                                                                 Kupedes yang diberikan


  Secara keseluruhan, hasil-hasil ini menggambarkan perkembangan yang jelas dalam dampak keuangan inklusif. Pinjaman mikro pertama-tama memperoleh kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok
  rumah tangga, seperti pendidikan, air, makanan, dan perumahan. Seiring dengan meningkatnya stabilitas, inklusi meluas ke perempuan dan nasabah yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan
  perbankan, memperkuat partisipasi dalam sistem keuangan formal. Landasan ini memungkinkan nasabah untuk mengembangkan aset produktif, memperluas usaha, dan menciptakan lapangan kerja,
  menandakan ketahanan keuangan awal dan memperkuat peran keuangan inklusif sebagai pendorong kemajuan sosial ekonomi yang berkelanjutan.
Page 111
                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related
                                Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                  Lampiran                                                                             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   111




  Metrik dan Target
  Pendapatan Terkait SDGs

  Seiring dengan upaya BRI dalam mendorong inklusi keuangan dan literasi keuangan serta melindungi kesejahteraan finansial nasabah, sebagian besar pendapatan Bank selaras dengan Tujuan Pembangunan
  Berkelanjutan (SDGs). Pada tahun 2025, sekitar 65,6% dari total pendapatan BRI terkait dengan aktivitas yang selaras dengan SDGs, terutama mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan
  Ekonomi) melalui pembiayaan yang mendorong pengembangan usaha, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas.




                                                                                                                                                  SDG 2 – Nol Kelaparan
                                                                                                                                                  Rp3,13 Tn
                                                                                  SDG 8 – Decent Work
            65,6%                                                                 and Economic
                                                                                  Growth
                                                                                                                                                  SDG 11 – Kota dan Komunitas
                                                                                                                                                  Berkelanjutan
                                                                                                                                                  Rp0,98 Tn
                                                                                                                                                  SDG 7 – Energi Bersih dan
              dari revenue BRI                                                    Rp101,52 Tn                                                     Terjangkau
                     atau                                                                                                                         Rp0,48 Tn
                                                                                                                                                 SDG 8 – Decent Work and
            Rp106,33 Triliun                               Tingginya konsentrasi pendapatan pada SDG 8
                                                           menegaskan posisi strategis BRI sebagai bank
                                                                                                                                                 Economic Growth
                                                                                                                                                 Rp19.96 Tn
                                                           universal dengan mandat pembangunan yang kuat,
       (Pendapatan Bunga & FBI yang
                                                           dalam mendukung penciptaan lapangan kerja,                                   Meskipun memberikan kontribusi yang lebih kecil
         selaras dengan Sustainable                                                                                                     dibandingkan dengan SDG 8, pendapatan yang selaras
                                                           peningkatan produktivitas, serta pertumbuhan
             Development Goals)                                                                                                         dengan SDGs 2, 7, 11, dan 12 mencerminkan dukungan
                                                           ekonomi jangka panjang di seluruh Indonesia.                                 BRI yang terdiversifikasi terhadap ketahanan pangan,
                                                                                                                                        transisi energi bersih, pembangunan perkotaan
                                                                                                                                        berkelanjutan, serta ekosistem produksi yang
                                                                                                                                        bertanggung jawab.
Page 112
                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related   Sustainability-related
                               Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                 Lampiran                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   112




  Privasi dan Keamanan Data
  Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS


  Tata Kelola                            Strategi                                           Manajemen Risiko                                      Metrik dan Target
  Dewan Komisaris                        Time Horizon                                       Infrastruktur IT Sebagai Pondasi                      Pencapaian BRI

  Direksi                                Identifikasi Risiko dan Peluang                    Ketahanan Sistem Teknologi Informasi

  Tugas dan Tanggung Jawab               Respon Identifikasi Risiko dan Peluang             Pengelolaan Privasi dan Data
  Manajemen
                                                                                            Pengembangan Kapasitas Pengelolaan Privasi dan Data
  Pelaporan dan Evaluasi Progres
Page 113
                                                                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related
                                    Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                Lampiran                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   113




  Tata Kelola
  BRI menyadari bahwa privasi dan keamanan data merupakan aspek fundamental dalam menjaga                  Direksi
  kepercayaan nasabah dan memastikan keberlanjutan usaha. Seiring dengan percepatan                        Di tingkat eksekutif, Komite Pengarah Teknologi Informasi dipimpin oleh Direktur Information
  transformasi digital dan meningkatnya risiko siber, pengelolaan data yang aman, andal, dan sesuai        Technology dan bertanggung jawab untuk memberikan arahan dan rekomendasi tentang
  regulasi menjadi prioritas strategis Perusahaan. Tata Kelola Privasi dan Keamanan Data di BRI            perencanaan, tata kelola, pengembangan, dan operasional teknologi informasi. BRI menempatkan
  diimplementasikan melalui struktur pengawasan dan pengendalian yang kuat, termasuk                       evaluasi berkelanjutan, pembaruan rutin terhadap protokol keamanan, dan komitmen terhadap
  pembentukan komite pada level Dewan Komisaris, Direksi, serta manajemen puncak. Tata Kelola              inovasi sebagai prioritas dalam menjaga efektivitas langkah-langkah keamanan siber, terutama
  terkait Privasi dan Keamanan Data di BRI baik pada level BOD maupun BOC mempertimbangkan                 saat industri keuangan menavigasi lanskap digital yang semakin dinamis. Oleh karena itu, BRI
  anggota yang memiliki pengalaman sesuai guna memastikan perlindungan data dilakukan secara               melakukan pendekatan proaktif, adaptif, dan kolaboratif terhadap keamanan siber guna menjaga
  terintegrasi, akuntabel, dan selaras dengan prinsip kehati-hatian. [GRI 3-3]                             integritas sistem keuangan dan memperkuat kepercayaan publik.

  Mengawal Privasi dan Keamanan Data                                                                       Komite Manajemen Risiko Bidang Risiko Digital membahas perkembangan eksposur risiko digital
                                                                                                           yang mencakup berbagai aspek, termasuk profil risiko digital, top risk, penilaian risiko atas aset
                                               Dewan Komisaris                                             teknologi informasi serta keamanan privasi dan data. Komite ini juga menjadi ruang untuk meninjau
                                                                                                           isu-isu strategis lainnya yang relevan dengan ketahanan operasional, keamanan informasi, serta
                            Komite Pemantau
                            Manajemen Risiko
                                                                       Komite Audit                        kesiapan perusahaan dalam menghadapi dinamika risiko digital yang terus berkembang. Selanjutnya
                                                                                                           BRI memiliki Komite ESG untuk meningkatkan fokus dan pengawasan terhadap isu-isu keberlanjutan.
                                                                                                           Komite ESG dilaksanakan secara berkala, yaitu minimal dua kali dalam setahun, dengan salah satu
                                                    Direksi                                                tugas dan tanggung jawab Komite ESG adalah menetapkan isu keberlanjutan dan memberikan
                                                                                                           arahan dan reviu terkait implementasi keberlanjutan.
        Komite Pengarah Teknologi                  Komite
                                                                                           Komite ESG
                Informasi                      Manajemen Risiko
                                                                                                           Tugas dan Tanggung Jawab Manajemen
                                                                                                           BRI menyusun tugas dan tanggung jawab masing-masing organisasi untuk fokus dalam mendukung
  Dewan Komisaris                                                                                          pengelolaan privasi dan keamanan data, mulai dari infrastruktur, sistem informasi, hingga
  BRI menerapkan tata kelola terintegrasi secara grup yang mencakup perumusan strategi,                    manajemen privasi dan keamanan data. Organisasi tersebut meliputi Direktorat Teknologi Informasi
  pengambilan keputusan, hingga fungsi pengawasan untuk memastikan pengelolaan privasi dan                 dan Direktorat Manajemen Risiko. Dalam struktur ini terdiri dari beberapa fungsi, antara lain:
  keamanan data dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pada level Dewan Komisaris,              1. Chief Information Security Officer (CISO) memimpin pengelolaan keamanan informasi secara
  Komite Pemantau Manajemen Risiko berperan sebagai forum strategis untuk pertukaran informasi                 menyeluruh;
  sekaligus pengawasan atas eksposur risiko, termasuk risiko teknologi informasi dan risiko digital.       2. Data Protection Officer (DPO) memastikan seluruh praktik pengelolaan data pribadi mematuhi
  Komite ini melakukan pemantauan berkala atas implementasi kerangka pengelolaan risiko serta                  ketentuan regulasi dan standar internal;
  kecukupan pengendalian yang diterapkan. Komite ini juga menjalankan fungsi pengawasan atas               3. Certified Information Systems Auditor (CISA);
  ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan                          4. Certified Information Systems Security Professional (CISSP); dan
  perusahaan.                                                                                              5. Certified Information Privacy Manager (CIPM)

  Komite Pemantau Manajemen Risiko dan Komite Audit diselenggarakan secara berkala dalam satu              Secara bersama-sama, fungsi-fungsi tersebut membentuk kerangka kerja yang terpadu untuk
  tahun sesuai ketentuan, Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan                     menjaga kepercayaan nasabah dan mendukung keberlanjutan Privasi dan Keamanan Data jangka
  rekomendasi strategis yang selaras dengan arah kebijakan korporat BRI. Rekomendasi yang                  panjang Perusahaan.
  dihasilkan menjadi acuan bagi manajemen dalam menetapkan dan menyempurnakan strategi
  perlindungan privasi dan keamanan data, dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.           Pelaporan dan Evaluasi Progres
  Pendekatan ini memperkuat ketahanan operasional Perusahaan, menjaga kepercayaan dan                      BRI menerapkan mekanisme pelaporan yang terstruktur untuk memastikan pengawasan yang
  kepentingan pemangku kepentingan, serta memastikan keselarasan dengan ketentuan peraturan                efektif terhadap keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Melalui laporan berkala serta
  perundang-undangan yang berlaku.                                                                         mekanisme eskalasi insiden, manajemen dapat memantau perkembangan risiko, mengevaluasi
                                                                                                           efektivitas pengendalian, serta memastikan respons yang cepat dan transparan terhadap setiap
                                                                                                           potensi pelanggaran. Laporan terkait keamanan siber dan perlindungan data pribadi tersebut
Page 114
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related
                                Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                  Lampiran                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   114




  Tata Kelola
  disampaikan secara berkala kepada Komite Pengarah IT, Komite Manajemen Risiko (MR) Bidang         •     Unit Kerja TI Fungsi Manajemen Data;
  Digital, sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan pengawasan terhadap pengelolaan risiko     •     Unit Kerja Fungsi Manajemen Risiko Digital;
  teknologi informasi di BRI.                                                                       •     Unit Kerja Fungsi Manajemen Risiko Operasional;
  • Laporan Keamanan Siber Berkala                                                                  •     Unit Kerja Fungsi Layanan dan Customer Experience;
      Laporan formal mengenai profil risiko siber, efektivitas sistem pertahanan, serta hasil       •     Unit Kerja Fungsi Sekretaris Perusahaan;
      vulnerability assessment untuk menjamin resiliensi teknologi Bank.                            •     Unit Kerja Fungsi Legal;
  • Laporan Privasi Data                                                                            •     Unit Kerja Fungsi Kepatuhan; dan
      Petugas Pelindungan Data Pribadi (PPDP/DPO) melaporkan kepatuhan pemrosesan data              •     Unit Kerja Fungsi Transformasi Budaya.
      pribadi dan status hak subjek data guna memastikan keselarasan dengan strategi perlindungan
      privasi Bank.                                                                                 Sebagai bentuk komitmen BRI atas pelindungan privasi dan keamanan data, BRI menetapkan
  • Eskalasi Insiden                                                                                struktur tata kelola keamanan data melalui Surat Keputusan Direksi No.Kep: 2532-DIR/PPM/08/2024.
      Terdapat mekanisme pelaporan segera (immediate reporting) untuk setiap indikasi pelanggaran   Struktur ini dirancang untuk memastikan akuntabilitas dan pengawasan strategis terhadap privasi
      data guna memastikan respons strategis yang cepat dan transparan di tingkat manajerial        data nasabah. BRI secara resmi membentuk Tim Data Protection yang dipimpin oleh Data Protection
      tertinggi.                                                                                    Officer (DPO). Ketetapan tersebut juga mengatur ​Steering Committee yang beranggotakan Direksi
                                                                                                    dengan keanggotaan lintas grup guna memastikan kebijakan pelindungan data terintegrasi di
  Unit satuan kerja teknologi informasi melaporkan kepada Direktur Information Technology dan       seluruh lini bisnis, dibagi ke dalam lima stream utama:
  bertanggung jawab atas bidang-bidang utama berikut:                                               • Legal, Risk & Compliance Stream
  • Desain Arsitektur Keamanan;                                                                         Berfokus pada kepatuhan terhadap Undang-undang Pelindungan Data Pribadi serta mitigasi
  • Keamanan Operasional;                                                                               risiko hukum dan kepatuhan yang terkait.
  • Risiko Siber dan Intelijen Siber;                                                               • Digital & Information Technology Stream
  • Pencegahan Kehilangan Data & Penipuan;                                                              Berfokus pada penguatan infrastruktur teknologi, enkripsi, dan sistem keamanan siber untuk
  • Manajemen Identitas & Akses;                                                                        melindungi data dari ancaman akses ilegal.
  • Program Manajemen, Investigasi, dan Forensik; serta                                             • Audit Stream
  • Security Governance                                                                                 Menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas
                                                                                                        implementasi kebijakan keamanan data di lapangan.
  Unit kerja terkait keamanan informasi (CISO, CISA dan CISSP) melapor langsung kepada Direktur     • Communication & Customer Stream
  Information Technology dan bertanggung jawab atas bidang-bidang utama berikut:                        Mengelola aspek edukasi kepada nasabah serta memastikan saluran komunikasi terkait privasi
  • Tata Kelola Keamanan;                                                                               data berjalan transparan dan responsif.
  • Manajemen Identitas dan Akses;                                                                  • Subsidiary Stream
  • Keamanan Data;                                                                                      Memastikan standardisasi dan konsistensi penerapan tata kelola keamanan data diseluruh
  • Keamanan Aplikasi;                                                                                  perusahaan anak (subsidiaries) dalam ekosistem BRI
  • Manajemen Pencegahan Kehilangan Data & Penipuan;
  • Manajemen Ancaman dan Kerentanan; dan                                                           Keandalan Privasi dan Keamanan Data menjadi tulang punggung operasional layanan. Dalam upaya
  • Manajemen Insiden Keamanan.                                                                     melakukan perlindungan privasi dan pengamanan data, BRI terus berinovasi memperkuat
                                                                                                    pertahanan sistem dari ancaman serangan siber. Keseriusan dalam penanganan ancaman tersebut
  Selain Unit Keamanan Informasi, BRI juga telah membentuk Tim Respon Insiden Keamanan Siber        diwujudkan melalui penetapan KPI kolegial di level Direksi. Metrik ini kemudian diterjemahkan ke
  (CSIRT) untuk memastikan respons yang cepat dan efektif terhadap insiden keamanan siber. CSIRT    jajaran top executive management sebagai berikut.
  dipimpin oleh Koordinator CSIRT yang mengawasi beberapa tim khusus, termasuk:
  • Koordinator CSIRT (sebagai koordinator untuk tim lain);
                                                                                                        Manajemen                                           KPI                       Target/Tujuan
  • Unit Kerja TI Fungsi Keamanan Informasi;
  • Unit Kerja TI Fungsi Perencanaan;                                                                   Direktur Utama, Direktur Information
                                                                                                                                               Pelanggaran Keamanan Siber
                                                                                                        Technology                                                          Meminimalkan jumlah insiden
  • Unit Kerja TI Fungsi Pengembangan Sistem Aplikasi;
                                                                                                                                               Pelanggaran Data             keamanan siber yang terjadi
  • Unit Kerja TI Fungsi Operasional Sistem Aplikasi;                                                   DRD dan CISO Group
                                                                                                                                               Insiden Keamanan Siber
  • Unit Kerja TI Fungsi Infrastruktur dan Operasional;
Page 115
                                                                                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related     Sustainability-related
                                    Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure            Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   115




  Strategi
  Privasi dan Keamanan Data menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan nasabah dan                            target dan prioritas jangka menengah hingga panjang untuk memperkuat ketahanan digital dan tata
  keberlanjutan bisnis. Karena itu, strategi perusahaan difokuskan pada penguatan perlindungan                      kelola keberlanjutan secara berkelanjutan.
  informasi, peningkatan ketahanan operasional, dan pemanfaatan teknologi yang lebih cerdas dan
  aman. Melalui pendekatan yang proaktif dan terukur, BRI memastikan bahwa setiap langkah inovasi                   Identifikasi Risiko dan Peluang
  digital selalu diimbangi dengan pengendalian risiko yang kuat, sehingga layanan tetap aman, andal,
  dan memberikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. [GRI 3-3]                                  Identifikasi risiko dan peluang menjadi bagian dari strategi BRI untuk mengukur dampak yang
                                                                                                                    ditimbulkan serta menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Pada
  Time Horizon                                                                                                      bagian ini, BRI menganalisis dampak pada model bisnis, rantai nilai, dan keuangan perusahaan.
                                                                                                                    Selanjutnya, asesmen dampak kejadian berdasarkan jangka waktu diidentifikasi sehingga BRI dapat
  BRI membagi dampak dari berbagai risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk yang terkait Privasi                  mengantisipasi dan melakukan upaya mitigasi yang sesuai. BRI melakukan identifikasi risiko dan
  dan Keamanan Data, ke dalam horizon waktu jangka pendek (hingga satu tahun), jangka menengah                      peluang dari isu keberlanjutan Privasi dan Keamanan Data, kemudian melakukan asesmen dampak
  (1–5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Klasifikasi ini diselaraskan dengan proses                  terhadap aktivitas Perusahaan. Di bawah ini adalah hasil identifikasi risiko dan peluang tersebut.
  pengambilan keputusan strategis perusahaan, sehingga dapat menjadi dasar dalam merumuskan


                                                                     Potensi Dampak
                                                                                                       Dampak pada Model Bisnis                   Dampak pada Pengambilan
      Kategori                     Deskripsi                            Operasi                                                                                                                   Dampak Keuangan
                                                              Hulu                  Hilir                  dan Rantai Nilai                         Keputusan Strategis
                                                                        Internal
   Risiko
   Risiko Serangan    Risiko serangan siber berupa malware                                  • Gangguan pada aset, sistem, aplikasi, dan      • Memperkuat prioritas investasi IT pada      • Potensi kerugian finansial akibat
   Malware            yang mengancam sistem, aplikasi                                         perangkat teknologi informasi BRI yang dapat     arsitektur keamanan, deteksi dini, dan        gangguan layanan, pemulihan
                      dan server perangkat Information                                        menghambat kelangsungan operasional dan          perlindungan sistem serta data sensitif.      sistem, dan penanganan insiden
                      Technology (IT)                                                         layanan digital.                               • Mengarahkan              pengembangan         keamanan, dan biaya perbaikan
                                                                                            • Meningkatnya risiko kompromi data seperti        layanan                           digital     infrastruktur IT.
   Risiko             Risiko      ransomware         akibat
                                                                                              transaksi dan layanan digital, data proses       agar mengadopsi security-by-design dan      • Risiko denda dan konsekuensi
   Ransomware         kurangnya pengamanan sistem yang
                                                                                              dan integrasi, hingga upaya pemulihan akibat     meningkatkan ketahanan operasional            kepatuhan       dari    pelanggaran
                      menyebabkan kehilangan kontrol
                                                                                              gangguan dan kejahatan siber.                    perusahaan.                                   data pribadi atau ketidakpatuhan
                      atas database informasi sensitif baik
                                                                                            • Potensi kerugian finansial dan reputasi yang   • Mendorong keputusan strategis untuk           terhadap regulasi.
                      informasi nasabah, vendor, maupun
                                                                                              dapat memengaruhi kepercayaan nasabah            meningkatkan edukasi nasabah, standar       • Penurunan pendapatan dan
                      perusahaan
                                                                                              terhadap ketahanan infrastruktur IT.             keamanan IT, dan pemilihan mitra              peningkatan biaya tambahan
   Risiko Phishing    Risiko   kejahatan    siber   yang                                                                                       teknologi yang kredibel.                      dari berkurangnya kepercayaan
   dan Kejahatan      menyerang data privasi nasabah                                                                                                                                         nasabah, meningkatnya fraud,
   Siber              yang rentan dengan berbagai metode                                                                                                                                     dan potensi hilangnya peluang
                      phishing                                                                                                                                                               bisnis digital.
   Risiko             Risiko   penyalahgunaan    teknologi                                  • Berisiko menurunkan kualitas dan kepuasan      • Memperkuat strategi keamanan digital        • Pada tahun 2025, BRI mencatat
   Penyalahgunaan     terbaru seperti Kecerdasan Buatan                                       pengalaman nasabah dalam mengakses produk        melalui verifikasi identitas yang lebih       tidak ada pelanggaran keamanan
   Teknologi Baru     (AI)   yang   memanipulasi     suara,                                   dan layanan secara digital.                      canggih serta peningkatan fokus pada          siber    (zero     cyber    security
   (AI)               gambar, video, respons, dan interaksi                                 • Mengganggu keandalan model bisnis digital        teknologi pendeteksi manipulasi AI pada       breach), sehingga tidak terdapat
                      nasabah                                                                 BRI dengan menurunkan kepercayaan nasabah        layanan digital.                              dampak       signifikan    terhadap
                                                                                              terhadap autentikasi dan interaksi layanan     • Kebijakan pengembangan layanan digital        keuangan BRI.
                                                                                              berbasis teknologi.                              dan inovasi baru mengadopsi prinsip
                                                                                                                                               security-by design serta mengutamakan
                                                                                                                                               perlindungan nasabah dari misinformasi
                                                                                                                                               atau interaksi yang dimanipulasi AI.
Page 116
                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related     Sustainability-related
                                    Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure            Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   116




  Strategi
                                                                    Potensi Dampak
                                                                                                      Dampak pada Model Bisnis                          Dampak pada Pengambilan
      Kategori                    Deskripsi                            Operasi                                                                                                                        Dampak Keuangan
                                                             Hulu                  Hilir                  dan Rantai Nilai                                Keputusan Strategis
                                                                       Internal
   Risiko Tata        Manajemen       risiko   pengelolaan                                 • Berpotensi melemahkan efektivitas model bisnis        Mendorong percepatan modernisasi sistem     Peningkatan    biaya   operasional
   Kelola IT yang     produk, layanan dan data yang                                          digital karena proses, data, dan layanan tidak        dan peningkatan kualitas pengelolaan data   karena kebutuhan perbaikan sistem,
   Tidak Mutakhir     tidak mutakhir. Hal ini menyebabkan                                    mengikuti kebutuhan dan perkembangan pasar.           untuk keputusan berbasis insight yang       pembaruan proses, dan peningkatan
                      kelemahan dalam pengelolaan data,                                    • Mengakibatkan hilangnya peluang bisnis baru           akurat.                                     kualitas data.
                      dan kehilangan optimalisasi peluang                                    karena inovasi dan adaptasi layanan tertunda.
                      bisnis                                                               • Ketergantungan IT ke pihak ketiga yang dapat
                                                                                             membatasi inovasi yang dilakukan.


   Peluang
   Personalisasi      Peningkatan pengalaman nasabah                                       1. Memperkuat model bisnis berbasis personalisasi       Memperkuat integrasi data dan teknologi     1. Potensi peningkatan pendapatan
   Layanan            dalam    mengakses     produk    dan                                    layanan melalui pemanfaatan data dan teknologi       dalam upaya pengembangan layanan yang          dari peluang upselling, cross-
   Keuangan Digital   layanan keuangan secara lebih dekat                                     yang meningkatkan relevansi interaksi dengan         lebih personal.                                selling, dan loyalitas nasabah
                      dan personal dengan memanfaatkan                                        nasabah.                                                                                            yang lebih tinggi.
                      platform berbasis integrasi data dan                                 2. Meningkatkan efisiensi dan kelancaran rantai nilai                                               2. Efisiensi biaya melalui otomatisasi
                      TI mutakhir                                                             melalui integrasi data yang mempercepat inovasi                                                     dan analitik berbasis AI yang
                                                                                              produk dan memperkuat loyalitas nasabah.                                                            mengurangi kebutuhan proses
                                                                                                                                                                                                  manual.
                                                                                                                                                                                               3. Peningkatan profitabilitas jangka
                                                                                                                                                                                                  panjang melalui pertumbuhan
   Platform           Peningkatan    kenyamanan   akses                                    1. Memperkuat model bisnis digital dengan               Mengarahkan strategi perusahaan untuk          basis nasabah aktif dan nilai
   digital yang       layanan keuangan melalui platform                                       meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan              memperkuat      infrastruktur  keamanan        transaksi yang lebih besar.
   tangguh dan        yang     aman dan tangguh dari                                          nasabah melalui akses layanan yang aman dan          digital guna memastikan keberlanjutan dan
   tahan terhadap     serangan siber                                                          stabil.                                              keandalan layanan.
   ancaman dan                                                                             2. Meningkatkan ketahanan supply chain teknologi
   kejahatan siber                                                                            melalui penguatan infrastruktur keamanan,
                                                                                              sehingga layanan tetap beroperasi optimal
                                                                                              meskipun menghadapi ancaman siber.




  Dalam pengelolaan privasi dan keamanan data, BRI telah mengidentifikasi risiko dan peluang serta menilai potensi dampaknya terhadap operasional dan tata kelola perusahaan. BRI memahami bahwa risiko
  yang muncul dari privasi dan keamanan data dapat datang secara tidak terduga, untuk itu BRI telah menerbitkan kebijakan pengelolaan data yang menyeluruh yang dituangkan dalam Surat Edaran no SE.27–
  DIR/EDM/12/2025 tanggal 29 Desember 2025 tentang Data Management. Kebijakan ini terdiri dari 11 modul sebagai pedoman komprehensif pengelolaan data. BRI belum melakukan pengukuran kuantitatif
  atas dampak keuangan secara spesifik, mengingat karakteristik risiko keamanan data dan privasi yang bersifat dinamis, preventif, dan terintegrasi dengan risiko operasionalserta keberlanjutan lainnya.
  Meskipun demikian, BRI memahami bahwa pengelolaan keamanan data dan privasi berpotensi mempengaruhi biaya operasional, kepatuhan regulasi, dan kepercayaan nasabah secara kualitatif, sehingga
  pengelolaannya terus dilakukan secara terintegrasi dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BRI secara bertahap terus mengembangkan metodologi dan kerangka pengukuran yang
  tersetruktur untuk mengidentifikasi dan kuantifikasi Potensi dampak keuangan, sejalan dengan peningkatkan praktik manajemen risiko dan strandard pelaporan yang berlaku.
Page 117
                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related        Sustainability-related
                                     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure               Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   117




  Strategi
  Respon Identifikasi Risiko dan Peluang [FN-CB-230a.2]

  Dari hasil identifikasi risiko dan peluang keamanan privasi dan data terhadap kelangsungan bisnis, BRI menyusun strategi sebagai berikut.

                                Identifikasi Risiko                                                                  Tindakan                                          Tingkat Dampak        Horizon Dampak
                                                                                Tata Kelola
                      Risiko Serangan Malware                                   1. Pengawasan langsung oleh Direksi melalui Komite Teknologi Informasi.                    Tinggi             Jangka Pendek
                                                                                2. Pelaksanaan reviu internal dan/atau eksternal secara berkala untuk memastikan
                                                                                    proses berjalan dengan baik.
                                                                                3. Pengelolaan teknologi informasi oleh manajemen yang memiliki kompetensi yang
                      Risiko Ransomware                                                                                                                                    Tinggi             Jangka Pendek
        Risiko                                                                      dibutuhkan.

                                                                                Proses
                      Risiko Phishing dan Kejahatan Siber                       1. Penerapan standar ISO 27001 terkait Sistem Manajemen Keamanan Informasi pada            Tinggi             Jangka Pendek
                                                                                   aspek teknologi informasi di BRI.
                                                                                2. Meningkatkan sistem pertahanan IT dalam upaya mendeteksi, merespons,
                      Risiko Penyalahgunaan Teknologi Baru (AI)                    monitoring, dan evaluasi insiden terkait risiko IT.                                     Tinggi           Jangka Menengah
                                                                                3. Melakukan asesmen risiko secara berkala untuk memastikan mitigasi risiko kejadian
                                                                                   serangan siber dan kejahatan terkait IT dapat dikelola dengan baik.
                                                                                4. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi pekerja yang mengelola teknologi
                      Risiko Tata Kelola IT yang Tidak Mutakhir                                                                                                            Tinggi             Jangka Panjang
                                                                                   informasi.

       Peluang                                                                  Tata Kelola
                      Personalisasi Layanan Keuangan Digital                    Mmenyusun kebijakan terkait penggunakan kecerdasan buatan sesuai dengan regulasi         Menengah             Jangka Pendek
                                                                                dan prinsip kecerdasan buatan yang berlaku.

                      Platform Digital yang Tangguh dan Tahan                   Proses                                                                                   Menengah             Jangka Pendek
                      terhadap Ancaman dan Kejahatan Siber                      Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi pekerja yang mengelola integrasi data.
Page 118
                                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   118




  Manajemen Risiko
  Kebijakan dan Proses dalam Privasi dan Keamanan Data [OJK F.27][GRI 3-3]                             intrusi, perlindungan titik akhir, pemanfaatan kecerdasan buatan dan machine learning untuk
                                                                                                       pemantauan ancaman, serta perancangan arsitektur siber yang aman. Pengelolaan keamanan siber
  Pengelolaan Privasi dan Keamanan Data membutuhkan pendekatan dari berbagai sisi. Untuk itu,          BRI mengacu pada kebijakan internal serta kerangka regulasi yang berlaku. Kerangka tersebut
  BRI menyusun inisiatif strategis yang mendukung keberlanjutan perusahaan secara operasional.         mencakup POJK No. 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank
  Inisiatif strategis tersebut dituangkan dalam empat kebijakan utama yang mendukung pencapaian        Umum; Peraturan Bank Indonesia No. 2 Tahun 2024 tentang Keamanan Sistem Informasi dan
  Privasi dan Keamanan Data, dimulai dari infrastruktur sebagai fondasi sistem informasi teknologi     Ketahanan Siber bagi Penyelenggara Sistem Pembayaran, Pelaku Pasar Uang dan Pasar Valuta
  yang andal, pengelolaan data, peningkatan kapabilitas pekerja, hingga perlindungan nasabah.          Asing, serta Pihak Lain yang Diatur dan Diawasi oleh Bank Indonesia; SEOJK No. 21/SEOJK.03/2017
  Kebijakan yang mendukung privasi dan keamanan data telah disahkan oleh Direksi, dan berlaku di       tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum;
  seluruh aktivitas perusahaan yang melibatkan data dan privasi. Di bawah ini adalah kebijakan         SEOJK No. 29/SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan Siber bagi Bank Umum; Peraturan
  tersebut.                                                                                            Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) No. 1 Tahun 2024 tentang Manajemen Insiden Siber; serta
                                                                                                       Undang-Undang Republik Indonesia No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Selain
                                                                                                       itu, BRI juga mengacu pada standar internasional seperti ISO 27001:2022, PCI-DSS, dan NIST
   Infrastruktur Teknologi      Keamanan Sistem                                          Pelindungan   sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola keamanan informasi dan ketahanan siber secara
                                                          Privasi Data
   Informasi                    Informasi                                                Nasabah       berkelanjutan.
   SE.28-DIR/ISG/10/2024        SE.37-DIR/                SE.27–DIR/EDM/12/2025         SE.21-DIR/
   tentang Perencanaan,         ISC/09/2023               tentang Data Management       SCC/08/2024    Pengelolaan keamanan sistem informasi BRI mengacu pada ketentuan regulasi dan standar yang
   Manajemen, dan Sinergi       tentang Sistem            – Buku 6: Data Security       tentang        berlaku, termasuk POJK No. 38/POJK.03/2016, serta kerangka kerja internasional seperti ISO
   Digital dan Teknologi        Tata Kelola               (Data Privacy), Bagian 1:     Pelindungan    27001, PCI-DSS, dan NIST. Kebijakan ini dituangkan dalam SE.37-DIR/ISC/09/2023 tentang sistem
   Informasi                    Keamanan                  Data Security dan Bagian 2:   Nasabah        Tata Kelola Keamanan Informasi.
                                Informasi                 Pelindungan Data Pribadi
                                                                                                       Komitmen Penguatan Ketahanan Sistem Teknologi Informasi
  Infrastruktur IT sebagai Pondasi                                                                     Pengelolaan informasi merupakan aspek penting dalam operasional yang memiliki keterkaitan erat
  Pengelolaan keamanan siber di BRI diselaraskan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa              dengan berbagai potensi risiko, termasuk akses tidak sah dan ancaman siber. Untuk menjaga
  Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank            kepercayaan pemangku kepentingan serta memastikan keberlangsungan operasional bisnis, BRI
  Umum, serta standar dan kerangka kerja internasional yang relevan, termasuk ISO 27001:2013,          secara berkelanjutan memperkuat keamanan informasi melalui strategi perlindungan yang
  PCI-DSS, dan NIST. Pengelolaan risiko privasi dan keamanan data dilaksanakan secara terintegrasi     terstruktur dan komprehensif sebagai berikut:
  dan komprehensif, mulai dari perencanaan strategis infrastruktur, penyelarasan dengan strategi
  korporasi, penyesuaian terhadap perkembangan teknologi, hingga pemenuhan regulasi serta              •   menetapkan tata kelola keamanan informasi serta tujuan perlindungan aset informasi yang
  pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan risiko privasi dan keamanan             selaras dengan arah strategis BRI;
  data dikelola dengan baik.                                                                           •   menyediakan sumber daya yang memadai untuk mendukung implementasi perlindungan aset
                                                                                                           informasi, termasuk penetapan tanggung jawab individu terkait keamanan informasi di seluruh
  Pengelolaan tersebut diatur dalam Surat Edaran Nomor SE.28-DIR/ISG/10/2024 tanggal 31 Oktober            lini organisasi;
  2024 tentang Perencanaan, Manajemen, dan Sinergi Digital dan Teknologi Informasi, yang menjadi       •   melakukan komunikasi secara berkelanjutan dengan seluruh pihak terkait, baik pemangku
  acuan tata kelola digital di lingkungan BRI untuk memperkuat pengendalian risiko digital, menjaga        kepentingan internal maupun pihak ketiga, mengenai pentingnya pencapaian tujuan
  kepercayaan nasabah, dan mendukung keberlanjutan. Penyusunan tata kelola untuk tanggap                   perlindungan aset informasi sesuai dengan tata kelola keamanan informasi dan ketentuan
  insiden keamanan informasi yang sejalan dengan Disaster Recovery Plan (DRP) dan Business                 hukum yang berlaku, sehingga seluruh pihak memahami serta mematuhi persyaratan keamanan
  Continuity Plan (BCP) BRI yang dituangkan dalam Surat Edaran tentang Business Continuity                 informasi yang telah ditetapkan;
  Management. BCP wajib diuji coba minimal sekali dalam satu tahun dengan melibatkan pengguna          •   memastikan dan mengarahkan implementasi program manajemen risiko untuk mendukung
  akhir (end-to-end).                                                                                      pemantauan serta respons terhadap ancaman keamanan informasi, sekaligus melakukan
                                                                                                           evaluasi secara berkelanjutan guna meningkatkan efektivitas sistem keamanan informasi
  Ketahanan Sistem Teknologi Informasi                                                                     sehingga perlindungan aset informasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan; serta
  Pengelolaan Privasi dan Keamanan Data di BRI didukung oleh sistem yang andal melalui penerapan       •   mengembangkan strategi serta melakukan evaluasi berkala pada kepatuhan keamanan
  pengamanan siber terintegrasi, termasuk pengamanan berlapis seperti firewall, sistem deteksi             informasi dan pelindungan data pribadi guna memastikan integritas serta keamanan data
                                                                                                           terjaga.
Page 119
                                                                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
                      Climate-related             Sustainability-related
                                                  Sustainability-related            General Sustainability
Pengantar
                         Disclosure                    Disclosure                     Topic Disclosure
                                                                                                                           Lampiran                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   119




  Manajemen Risiko
  BRI menerapkan ketentuan pelindungan data nasabah sesuai dengan SEOJK No. 14/SEOJK.07/2014                                                       Untuk menjaga integritas serta pengelolaan data secara berkelanjutan, BRI telah menerbitkan
  untuk memastikan kerahasiaan dan keamanan data pribadi konsumen. BRI secara konsisten terus                                                      kebijakan khusus yang menjadi pedoman pengelolaan data, kebijakan tersebut dituangkan dalam
  mengembangkan sistem keamanan informasi yang ada sesuai dengan perkembangan teknologi                                                            dalam SE.27–DIR/EDM/12/2025 tentang Data Management – Buku 6: Data Security (Data Privacy),
  dan regulasi. Kerangka keamanan sistem terhadap risiko keamanan siber disusun dalam Enterprise                                                   Bagian 1: Data Security dan Bagian 2: Pelindungan Data Pribadi. Pada sisi keamanan informasi, BRI
  Security Architecture (ESA) yang mengacu pada National Institute of Standards and Technology                                                     telah menerbitkan kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi yang menjadi pedoman dalam
  (NIST) Cybersecurity Framework. ESA dirancang berdasarkan analisis risiko dan perkembangan                                                       pengelolaan sistem informasi. Melalui kebijakan ini BRI telah memiliki satuan kerja khusus
  lanskap ancaman siber terkini guna memastikan efektivitas pengendalian keamanan. ESA terdiri                                                     pengamanan sistem informasi dan standar keamanan informasi dengan pihak ketiga (supplier,
  dari enam pilar utama, dengan fungsi khusus Security Operation Center (SOC) yang yang didukung                                                   pemasok dll) yang terkait dengan data informasi. BRI terus melakukan pemantauan terhadap kinerja
  oleh pengamanan berlapis seperti firewall, sistem deteksi intrusi, pemanfaatan AI dan machine                                                    kepatuhan persyaratan informasi dan tingkat pelayanan yang diberikan oleh pihak ketiga. Dalam
  learning untuk pemantauan melalui Security Operation Center (SOC) selama 24/7, serta diperkuat                                                   rangka memastikan ketentuan dan protokol tanggap insiden siber telah dibuat dengan baik, BRI
  dengan mekanisme respons dan pemulihan insiden yang terkoordinasi.                                                                               secara rutin dalam tiga tahun terakhir telah melakukan simulasi insiden siber.

                                                                                                                                                   Asesmen atas risiko dan peluang dinilai secara berkala dengan mempertimbangkan potensi
                                                                                                                                                   dampaknya terhadap keberlangsungan operasional, keandalan sistem, perlindungan data nasabah,
                                                                                                                                                   serta reputasi Perusahaan. Identifikasi risiko yang mengancam privasi dan keamanan data dapat
                                                                                                                                                   datang dari berbagai aspek, seperti malware, ransomware, phishing, cybercrime, dll. BRI telah
        Tata Kelola               Identifikasi          Perlindungan               Deteksi             Tanggapan                Pemulihan          menyusun proses eskalasi untuk tetap menjaga keamanan informasi privasi dan data. Hal ini
    • Konteks organisasi      • Penilaian             • Tata kelola          • Pusat operasi        • Tim respon insiden    • Orkestrasi           dilakukan melalui kerangka tanggap insiden siber oleh Cyber Security Incident Response Team
    • Strategi Manajemen        kematangan pada         keamanan               keamanan               siber (CSIRT)           pemulihan IT
      risiko                    dimensi keamanan      • Kesadaran dan        • Intelijen ancaman                            • Analisis strategis
                                                                                                                                                   (CSIRT). CSIRT melaksanakan dalam empat tahap yaitu:
    • Peran, tugas,             IT                      pelatihan            • Perlindungan merek                             pasca serangan
      wewenang dan            • Gap analysis dan      • Keamanan data,                                                        siber
      tanggung jawab            definisi peta jalan     manajemen akun
    • Pemantauan                serta rencana           dan akses
                                                                                                                                                                       Eskalasi Tingkat   0                                       Eskalasi Tingkat    1
      kebijakan                 tindak lanjut         • Keamanan endpoint
    • Manajemen risiko                                • Keamanan aplikasi                                                                             Dikelola oleh Satuan Kerja Layanan dan Contact Center,
                                                                                                                                                                                                                Dilakukan oleh Fungsi: Single Point of Contact (IT Service
      keamanan siber                                  • Keamanan jaringan                                                                             untuk menerima laporan insiden siber dari eksternal dan
                                                                                                                                                                                                                     Desk), untuk melakukan pelaporan insiden siber.
      rantai pasok                                    • Keamanan perimeter                                                                                                    internal.



  Pada tahap identifikasi, BRI melakukan penilaian kematangan pada sistem keamanan teknologi                                                                           Eskalasi Tingkat   2                                       Eskalasi Tingkat    3
  informasi serta melakukan gap analysis. BRI menerapkan proses identifikasi dan penilaian risiko
  keamanan informasi yang selaras dengan ISO/IEC 27001, guna mengidentifikasi, menganalisis, dan                                                     Dilakukan oleh Fungsi Operation di masing-masing Satuan    Dilakukan oleh Koordinator CSIRT Bank dengan melibatkan
                                                                                                                                                     Kerja IT untuk melaksanakan proses penanganan insiden      Satuan Kerja terkait untuk melakukan penanganan insiden
  mengevaluasi risiko terhadap kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data. Proses ini dilakukan                                                   siber yang membutuhkan penanganan dan tindak lanjut.                   siber dan otoritas yang lebih luas
  secara berkala dan berbasis risiko, dengan mempertimbangkan ancaman internal maupun eksternal
  serta kerentanan sistem yang ada.

  Untuk menangani risiko kebocoran dan pelanggaran data, BRI menerapkan pengendalian keamanan                                                      BRI menyiapkan kerangka kerja, program, dan tim keamanan informasi untuk mengantisipasi
  informasi yang mencakup pengelolaan akses, perlindungan sistem dan data, pemantauan                                                              pelanggaran dan insiden keamanan siber, dengan evaluasi tingkat kematangan dan kesiapan yang
  keamanan, serta mekanisme manajemen insiden keamanan informasi. Langkah-langkah tersebut                                                         dilakukan secara berkala setiap tahun. Untuk menjaga ketersediaan layanan, BRI menetapkan
  dirancang untuk mencegah terjadinya insiden, meminimalkan dampak apabila terjadi pelanggaran,                                                    standar waktu deteksi insiden selama 90 menit serta penanganan dan pemulihan selama 180 menit.
  serta memastikan pemulihan dan perbaikan yang tepat waktu sesuai dengan persyaratan standar                                                      Proses penanganan insiden tersebut dilaksanakan secara sistematis melalui empat tingkat
  ISO/IEC 27001. Dalam upaya mengidentifikasi kerentanan sistem dan melakukan peninjauan                                                           pelaporan dan eskalasi, sebagaimana tercantum dalam SOP Manajemen Insiden Siber SO.32-
  terhadap keamanan sistem informasi, BRI melakukan serangkaian vulnerability assessment                                                           ISC/11/2025.
  penetration test dan simulasi serangan siber (red team exercise). Pedoman pelaksanaan ini
  dituangkan dalam SO.46-CIS/12/2025 tentang Pengamanan Sistem Aplikasi IT.
Page 120
                                                                                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
                       Climate-related                  Sustainability-related
                                                        Sustainability-related              General Sustainability
Pengantar
                          Disclosure                         Disclosure                       Topic Disclosure
                                                                                                                                     Lampiran                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   120




  Manajemen Risiko
                                                                                                                                                             penetration testing, dan simulasi serangan siber (red team exercise). Pedoman pelaksanaan ini
                                                              Pra-Insiden      Mitigations Techniques             Post-Incident
                                                                                                                                                             dituangkan dalam SO.46-CIS/12/2025 tentang Pengamanan Sistem Aplikasi IT. Dalam penanganan
                                                                                                                                                             insiden, BRI membentuk Cyber Security Incident Response Team (CSIRT) yang bertugas menangani
                             Satuan Kerja Fungsi
      Pelapor
                             Layanan & Contact
                                                                CSIRT          CSIRT              CSIRT              CSIRT                                   insiden keamanan data dan privasi secara cepat dan terkoordinasi, didukung oleh protokol
                                   Centre                                                                                                                    komunikasi untuk penyampaian informasi kepada publik serta kerja sama dengan pakar keamanan
                                                              Persiapan dan   Deteksi dan                          Pelaporan dan
   Menemukan atau
  mengalami kejadian
                            Pelaporan atau penanganan
                                                              Perencanaan      Analisis
                                                                                                  Mitigasi
                                                                                                                      Evaluasi                               siber berpengalaman global dalam melakukan telaah forensik dan investigasi insiden siber. Untuk
   yang berpotensi
      atau telah
                          insiden yang dapat diselesaikan
                            staf Single Point of Contact
                                                                                                                                                             tetap menjaga kualitas dan melakukan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan dan implementasi,
   membahayakan
   keamanan siber                                                                                                                                            BRI melakukan internal audit secara berkala pada infrastruktur dan sistem teknologi informasi.
        Bank.
                                                                                               Mitigasi Teknis                                               Untuk memastikan peningkatan berkelanjutan dalam pengamanan aset informasi, BRI melakukan
                                                                                                                                                             pemantauan, pengukuran, analisis, dan evaluasi risiko secara berkala melalui penerapan manajemen
                            Help Desk IT Satuan
                              Kerja TI Fungsi                                                                                                                risiko, tinjauan manajemen, analisis insiden, serta tindakan korektif dan preventif yang ditindaklanjuti
                            Keamanan Informasi
                                                                                                 Manajemen                                                   secara sistematis oleh fungsi keamanan informasi.
                                                                                               Risiko dan Tata
                                                                                                    Kelola
                              Eskalasi pelaporan atau
                               penanganan insiden.
                                                                                                                                                             Sertifikasi Keamanan Informasi
                                                                                                                                                                                                                                                               Masa
                                                                                                Komunikasi                                                      Sertifikasi                         Lingkup                              Penerbit
                                                                                                                                                                                                                                                              Berlaku
                          Satuan Kerja ITv Fungsi
                           Keamanan Informasi                                                                                                                 ISO 27001:2022   BRIAPI, Big Data, Managing Event & Cyber Threat       British Standards    13 Desember
                                                                                                                                                                               Monitoring, Card lProduction, Spacecraft Operation,   Institution (BSI)    2027
                                                                                             Koordinator                                 Tim Manajemen
                                                                                                                   Direktur DTI
                             Eskalasi penanganan ke                                            CSIRT                                          Kritis                           dan Data Center Facility
                          Technical Support Satuan Kerja
                                        TI.                                            Eskalasi apabila insiden   Usulan Deklarasi
                                                                                       masuk kategori Sangat       Bencana dan
                                                                                                                                         Deklarasi Bencana
                                                                                                                                         dan Aktivasi BCM
                                                                                                                                                              ISO/IEC 20000    Surveillance BRINets Express,     BRILink   Mobile,   British Standards    17 November
                                                                                       Tinggi, atau meluas dan     Aktivasi BCM
                                                                                        tidak dapat dihentikan                                                                 BRImo, Extend Scope Brispot                           Institution (BSI)    2027
                                                                                        sehingga akan masuk
                                                                                       kategori Sangat Tinggi
                            Tim Tanggap Insiden
                            Keamanan Informasi                                                                                                               Verifikasi Internal dan Eksternal atas Sistem informasi
                                  (CSIRT)
                                                                                                                                                             Untuk memastikan keamanan infrastruktur teknologi informasi serta efektivitas sistem manajemen
                           Eskalasi penanganan yang                                                                                                          keamanan informasi, pada tahun 2025 BRI melakukan asesmen tingkat maturitas terhadap
                          membutuhkan koordinasi antar
                           Satuan Kerja TI dan lainnya.                                                                                                      infrastruktur IT dan sistem manajemen keamanan informasi yang dilaksanakan oleh pihak ketiga
                                                                                                                                                             independen. Selain itu, BRI juga melaksanakan verifikasi keamanan melalui Penetration Testing dan
                                                                                                                                                             Vulnerability Assessment oleh pihak eksternal guna mengidentifikasi potensi kerentanan serta
  BRI melaksanakan berbagai inisiatif untuk memperkuat keamanan siber, antara lain melalui
                                                                                                                                                             meningkatkan ketahanan sistem terhadap ancaman siber. Sebagai bagian dari penguatan tata
  penguatan tata kelola penanganan insiden keamanan informasi yang terintegrasi dengan Disaster
                                                                                                                                                             kelola keamanan informasi, audit independen eksternal dilakukan secara berkala sekurang-
  Recovery Plan (DRP) dan Business Continuity Plan (BCP). Pengelolaan keberlangsungan usaha                                                                  kurangnya sekali dalam dua tahun, sementara audit internal dilaksanakan setiap tahun untuk
  tersebut diatur dalam Surat Edaran terkait Business Continuity Management, dengan pelaksanaan
                                                                                                                                                             memastikan efektivitas penerapan pengendalian keamanan informasi sesuai dengan kebijakan dan
  uji coba BCP secara menyeluruh (end-to-end) melibatkan pengguna akhir (end-user) paling sedikit
                                                                                                                                                             standar yang berlaku.
  satu kali dalam setahun. Dalam upaya identifikasi kerentanan sistem dan melakukan peninjauan
  terhadap keamanan sistem infromasi, BRI melakukan serangkaian vulnerability assessment,
Page 121
                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related
                                       Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                Lampiran                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   121




  Manajemen Risiko
  Pengelolaan Privasi dan Data [OJK F.26][GRI3-3][FN-CB-230a.2]                                                Pelindungan data nasabah dituangkan dalam framework berikut:
  Your Privacy is Our Priority

  Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi digital, BRI memandang keamanan data dan
                                                                                                                                          Undang-Undang & Peraturan PDP yang Berlaku
  privasi sebagai aspek penting dalam pengelolaan risiko perusahaan. Risiko terkait keamanan data
  dan privasi dapat berdampak pada kelangsungan operasional, kepercayaan nasabah, dan reputasi                                                  Siklus Hidup Pemrosesan Data Pribadi
  Perusahaan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, BRI menerapkan pendekatan
  manajemen risiko yang terintegrasi untuk memastikan data dan privasi nasabah dikelola secara
                                                                                                                                                                                                Penampilan, pengumuman, transfer,
  aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.                                                                      Perolehan & Pengumpulan               Perbaikan & Pembaruan
                                                                                                                                                                                                penyebarluasan, atau pengungkapan


  Kebijakan pengelolaan risiko terkait data dan privasi dituangkan dalam Surat Edaran Nomor SE.27–
  DIR/EDM/12/2025 tanggal 29 Desember 2025 tentang Data Management, yang mengatur secara                         Pengolahan & Penganalisisan                    Penyimpanan                        Penghapusan / Pemusnahan

  menyeluruh. Kebijakan ini menjadi landasan dalam memastikan keamanan data dan privasi dikelola
  secara konsisten. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh lini bisnis, sehingga penerapan standar
  pengelolaan data dilakukan secara konsisten di lingkungan perusahaan. Penerapan kebijakan ini                                                Siklus Hidup Perlindungan Data Pribadi
                                                                                                                                                   ISO/IEC 27001 ISMS     ISO/IEC 27701 PIMS
  mendukung pengelolaan data dan privasi yang terstruktur serta selaras dengan kebutuhan
  operasional dan ketentuan yang berlaku. Pada kebijakan tersebut manajemen data disusun menjadi                          Assess                      Protect                         Sustain                         Respond

  masing-masing fokus pengelolaan data sebagai berikut.
                                                                                                                  • Data inventarisasi         • Privacy by design/data       •   Metric                     • Permintaan dari subjek
                                                                                                                  • Data flow map                protection by design &       •   Monitor                      data pribadi (Data
                                                                                                                  • Catatan Kegiatan             by default                   •   Awareness                    Subject Rights
                                                                                                                    Pemrosesan                 • Information privacy &        •   Training                     Request)
                                                                                                                  • Penilaian dampak             information security         •   Audit                      • Penanganan insiden
                                        Data                      Data modeling              Deta storage &
        Data Quality                                                                                                pemrosesan data              (ISMS & PIMS)                                                 kebocoran data pribadi
                                     Architecture                   & design                   Operation            pribadi                    • Kebijakan PDP &
                                                                                                                  • Fisik & lingkungan           Pengendalian teknis
                                                                                                                  • Vendor/pihak ketiga
                                                                                                                  • Merger, akuisisi,
                                                                                                                    divestasi

                                                                                             Data & Privacy
            Metadata                         Data governance                                    security

                                                                                                                                                        Governance Privacy Policy

    Data warehousing                                              Document &
                                     Reference &                                         Data integration &
        & Business                                                  content
                                     master data                                          inter openrability
       Intelligence                                               management                                   Siklus Perlindungan data pribadi dilaksanakan melalui beberapa proses yaitu:

                                                                                                               Assess
                                                                                                               BRI secara berkelanjutan melakukan evaluasi atas proses manajemen privasi untuk memastikan
                                                                                                               keselarasan dengan praktik terbaik serta ketentuan kepatuhan yang berlaku. Evaluasi ini mencakup
                                                                                                               identifikasi kesenjangan (gap analysis), penyusunan dan pemutakhiran aktivitas perekaman
                                                                                                               pemrosesan data, pelaksanaan penilaian dampak pelindungan data pribadi, penilaian risiko privasi
                                                                                                               terhadap pihak ketiga, serta pengelolaan inventaris dan pemetaan data.

                                                                                                               Protect
                                                                                                               BRI menerapkan langkah-langkah teknis dan organisasional untuk melindungi data pribadi dari
                                                                                                               akses dan penggunaan yang tidak sah. Upaya pelindungan tersebut mencakup, namun tidak
Page 122
                                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related          Sustainability-related
                                          Sustainability-related            General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure                 Disclosure                     Topic Disclosure
                                                                                                        Lampiran                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   122




  Manajemen Risiko
  terbatas pada, penerapan enkripsi, tokenisasi, data loss prevention, serta teknologi pengamanan                              Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing unit kerja yang terlibat meliputi:
  lainnya guna mencegah akses, pengumpulan, penggunaan, pengungkapan, penyalinan, perubahan,                                   • Koordinator CSIRT: Mengkoordinasikan seluruh proses tanggap insiden dan memastikan
  maupun penghapusan data yang tidak sah atau bertentangan dengan ketentuan peraturan                                             kesesuaian dengan tata kelola BRI-CSIRT.
  perundang-undangan.                                                                                                          • Satuan Kerja TI Fungsi Keamanan Informasi: Bertindak sebagai penanggung jawab teknis,
                                                                                                                                  memimpin eskalasi, dan dokumentasi insiden.
  Sustain                                                                                                                      • Satuan Kerja TI Fungsi Operasional Sistem Aplikasi: Mengamankan dan memulihkan sistem
  BRI berkomitmen menjaga kepatuhan terhadap peraturan pelindungan data pribadi serta                                             aplikasi serta mendokumentasikan perubahan.
  meningkatkan praktik pelindungan data melalui pelatihan dan program peningkatan kesadaran bagi                               • Satuan Kerja TI Fungsi Infrastruktur dan Operasional: Mengelola pengamanan infrastruktur dan
  seluruh pekerja di kantor pusat maupun cabang. Untuk memastikan pemrosesan data pribadi                                         memastikan tindak lanjutsesuai prosedur.
  dilakukan sesuai pedoman yang berlaku, BRI juga melaksanakan audit atas penerapan pelindungan
  data pribadi dengan mempertimbangkan skala dan karakteristik operasional bisnis.                                             Di tingkat operasional, BRI telah mengimplementasikan sejumlah kebijakan sebagai panduan
                                                                                                                               standar di seluruh unit kerja, yang terdiri dari sebagai berikut.
  Respond                                                                                                                      • Surat Edaran Pelindungan Data Pribadi (SE PDP)
  BRI telah memiliki prosedur penanganan insiden siber untuk menangani pelanggaran data pribadi                                    SE PDP merupakan kebijakan internal BRI yang menetapkan prinsip prinsip dasar perlindungan
  dengan segera dan efektif. Selain itu, sebagai bentuk transparansi terhadap pemrosesan data                                      data nasabah sesuai dengan standar kepatuhan regulasi nasional dan praktik terbaik
  pribadi, BRI telah menyusun dan mempublikasi pemberitahuan privasi yang dapat diakses pada                                       internasional.
  tautan https://bri.co.id/privacy.                                                                                            • Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Data
                                                                                                                                   Panduan teknis ini memastikan mitigasi risiko privasi dilakukan secara sistematis melalui empat
  Apabila insiden berpotensi mengakibatkan kegagalan pelindungan data pribadi, BRI melakukan                                       SOP yakni:
  pemberitahuan tertulis kepada Subjek Data Pribadi dan otoritas paling lambat 3 x 24 jam sejak                                    1. Records of Processing Activities (ROPA)
  insiden diketahui, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemberitahuan setidaknya memuat jenis                                       Penatausahaan seluruh aktivitas pemrosesan data untuk menjamin transparansi dan
  data yang terdampak, waktu dan penyebab kejadian, serta langkah mitigasi dan pemulihan yang                                          ketertelusuran.
  telah dan akan dilakukan. Penanganan insiden kebocoran data dilakukan melalui tahapan sebagai                                    2. Data Protection Impact Assessment (DPIA)
  berikut:                                                                                                                             Mekanisme evaluasi dini untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko privasi pada setiap
                                                                                                                                       produk atau sistem baru.
       Persiapan dan Perencanaan               Identifikasi, Deteksi, dan Analisis             Mitigasi (Containment)              3. Consent Management
                                                                                                                                       Pengelolaan persetujuan nasabah guna memastikan penggunaan data dilakukan secara
    Penyiapan struktur tanggap insiden,       Verifikasi dan analisis setiap indikasi    Tindakan pembatasan insiden melalui           sah dan sesuai dengan preferensi pemilik data.
      jalur komunikasi, kebijakan, dan         kebocoran data untuk menentukan              pemutusan akses, isolasi sistem
          infrastruktur pendukung              ruang lingkup dan dampak insiden            terdampak, dan pengamanan aset          4. Data Transfer
                                                                                                                                       Pengaturan prosedur pertukaran data yang aman, baik secara internal maupun dengan
                                                                                                                                       pihak ketiga, untuk mencegah kebocoran informasi.
      Pelaporan dan Pemberitahuan                   Pemulihan (Recovery)                              Eradikasi
                                                                                                                               Dalam pengelolaan data nasabah, bank menerapkan pengendalian keamanan yang kuat seperti
      Penyampaian notifikasi kepada                 Pemulihan sistem dan                     Penutupan celah keamanan,         enkripsi data dan pembatasan akses berbasis otorisasi untuk melindungi informasi sensitif. Akses
     Subjek Data dan regulator sesuai            layanan disertai pemantauan                 penghapusan malware, serta
          tenggat yang berlaku                          pasca insiden                        penguatan kontrol keamanan
                                                                                                                               terhadap data diatur melalui mekanisme access control sehingga hanya pihak yang memiliki
                                                                                                                               kewenangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya yang dapat mengakses informasi
                                                                                                                               tersebut. Selain itu, pada kondisi tertentu diterapkan teknik enkripsi serta de-identifikasi atau
       Evaluasi dan Pembelajaran
                                                                                                                               anonimisasi data guna mengurangi risiko penyalahgunaan informasi. Penerapan langkah-langkah
           (Lessons Learned)                                                                                                   ini mendukung terjaganya kerahasiaan, integritas, dan keamanan data sesuai dengan kebijakan
                                                                                                                               internal dan ketentuan yang berlaku. Pada sisi nasabah, BRI menerbitkan kebijakan perlindungan
     Perbaikan berkelanjutan terhadap                                                                                          nasabah pada Surat Edaran Nomor SE.21-DIR/SCC/08/2024 tentang Perlindungan Nasabah.
      kebijakan, sistem, dan prosedur
                                                                                                                               Kebijakan ini menekankan pada perlindungan hak dan kebepntingan nasabah pada setiap aktivitas
                                                                                                                               perjanjian produk sehingga tercapai literasi keuangan yang baik dari sisi nasabah.
Page 123
                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related
                                  Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   123




  Manajemen Risiko
  Pengelolaan Keamanan Privasi[FN-CB-230a.2]                                                            Sebagai bagian dari pengelolaan risiko, BRI menetapkan kebijakan dan mekanisme kepatuhan
  Pengelolaan risiko operasional, reputasi, dan strategis dilakukan secara terintegrasi di perusahaan   untuk memastikan pemrosesan data pribadi dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.
  melalui penguatan proses, peningkatan kompetensi pekerja, penerapan prinsip Know Your                 Ketentuan ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pemrosesan data pribadi, termasuk
  Customer (KYC), serta perlindungan privasi dan respons cepat terhadap pengaduan nasabah.              manajemen, penyelenggara sistem elektronik, dan prosesor data pribadi di lingkungan BRI. Ruang
  Dengan dukungan analisis data dan evaluasi berkelanjutan, BRI terus menyesuaikan layanan              lingkup pelindungan data privasi mencakup subjek data serta aspek pelindungan sebagaimana
  dengan kebutuhan nasabah dan dinamika bisnis. Di atas semuanya, kepercayaan nasabah menjadi           diatur dalam kebijakan yang berlaku. Melalui penerapan kerangka ini, BRI berkomitmen untuk
  prioritas utama, yang dijaga melalui kerangka pelindungan privasi yang konsisten, aman, dan           menjaga keamanan data nasabah, mengendalikan risiko, serta memperkuat kepercayaan nasabah
  adaptif terhadap perkembangan regulasi dan teknologi.                                                 terhadap layanan BRI di setiap aktivitas yang berkaitan dengan data pribadi.

  Menyadari bahwa kepercayaan nasabah sangat bergantung pada bagaimana data pribadi mereka              Evaluasi Keamanan Privasi
  dijaga, BRI menempatkan pelindungan privasi sebagai bagian penting dalam setiap layanan               Sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko, BRI menerapkan kebijakan dan langkah kepatuhan
  perbankan. BRI memastikan bahwa data pribadi nasabah dikelola secara aman dan bertanggung             untuk memastikan bahwa pemrosesan data pribadi dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.
  jawab dengan berlandaskan kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang                Kebijakan ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pengelolaan data, termasuk
  Perlindungan Data Pribadi, Kebijakan Internal yang Kuat, dan Dukungan Teknologi yang Andal.           manajemen BRI, penyelenggara sistem elektronik, serta pihak yang memproses data pribadi.
  Untuk itu, Chief Information Security Officer (CISO) Group memimpin pengelolaan keamanan              Seluruh entitas yang terlibat dalam pengumpulan, pengiriman, penyebarluasan, maupun
  informasi secara menyeluruh dan Data Protection Officer (DPO) memastikan seluruh praktik              penghapusan data pribadi (seperti pekerja, vendor, mitra, kontraktor, dan pihak ketiga lainnya)
  pengelolaan data pribadi mematuhi ketentuan regulasi dan standar internal.                            wajib mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, regulasi perbankan di Indonesia,
                                                                                                        serta praktik terbaik di industri. Melalui pendekatan ini, BRI memastikan penerapan standar
  Kebijakan ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pengelolaan data, termasuk     pelindungan data yang konsisten sekaligus mengelola risiko yang berkaitan dengan pengelolaan
  manajemen BRI, penyelenggara sistem elektronik, serta pihak yang memproses data pribadi.              data pribadi.
  Seluruh entitas yang terlibat dalam pengumpulan, pengiriman, penyebarluasan, maupun
  penghapusan data pribadi (seperti pekerja, vendor, mitra, kontraktor, dan pihak ketiga lainnya)       Dalam hal evaluasi BRI melalui satuan kerja internal audit secara periodic melaksanakan internal
  wajib mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, regulasi perbankan di Indonesia,            audit pada implementasi pengelolaan data privasi. Audit pelindungan data pribadi mencakup
  serta praktik terbaik di industri. Melalui pendekatan ini, BRI memastikan penerapan standar           evaluasi tata kelola kebijakan pelindungan data pribadi, pemenuhan hak subjek data, pelaksanaan
  pelindungan data yang konsisten sekaligus mengelola risiko yang berkaitan dengan pengelolaan          pemrosesan data pribadi di seluruh unit kerja, kepatuhan dan kewajiban pihak ketiga, efektivitas
  data pribadi.                                                                                         fungsi dan unit kerja terkait pelindungan data pribadi, penerapan prinsip-prinsip privasi, serta
                                                                                                        mekanisme penanganan insiden atau pelanggaran yang berkaitan dengan data pribadi.
  Ruang Lingkup Keamanan Data Privasi
  Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan konsisten, BRI membentuk fungsi Petugas Pelindungan          Prinsip Pelindungan Data Pribadi
  Data Pribadi (Data Protection Officer/DPO) serta menetapkan pedoman yang jelas bagi seluruh           Dalam mengelola dan melindungi privasi data pribadi, BRI berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip
  pihak yang terlibat. Sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko, BRI menerapkan kebijakan dan      pelindungan data pribadi sebagai landasan dalam seluruh aktivitas pemrosesan data.
  langkah kepatuhan untuk memastikan bahwa pemrosesan data pribadi dilakukan secara aman dan            • Pengumpulan terbatas dan transparan: Data pribadi dikumpulkan secara terbatas, spesifik, sah
  bertanggung jawab.                                                                                        secara hukum, dan transparan.
                                                                                                        • Pembatasan tujuan: Pemrosesan data dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
                                                                                                        • Pemenuhan hak subjek data: Pemrosesan data dilaksanakan dengan menjamin hak-hak subjek
        Subjek Pelindungan Data Pribadi                     Cakupan Pelindungan Data Pribadi
                                                                                                            data pribadi.
   •   Calon nasabah dan nasabah                     •     Pemerolehan dan pengumpulan,                 • Akurasi data: Data pribadi dijaga agar akurat, lengkap, mutakhir, dan dapat
   •   Calon pekerja dan pekerja                           pengolahan dan penganalisisan                    dipertanggungjawabkan.
   •   Vendor                                        •     Penyimpanan                                  • Keamanan data: Data pribadi dilindungi dari akses, pengungkapan, perubahan, atau
   •   Pihak ketiga lainnya                          •     Perbaikan dan pembaruan                          penyalahgunaan yang tidak sah, serta dari kerusakan dan kehilangan.
                                                     •     Penampilan, pengumuman, transfer,            • Kejelasan informasi pemrosesan: Tujuan, aktivitas, dan risiko pemrosesan data disampaikan
                                                           penyebarluasan atau pengungkapan, dan/           secara jelas kepada subjek data.
                                                           atau                                         • Pembatasan retensi data: Data pribadi dihapus, dimusnahkan, atau ditinjau kembali setelah
                                                     •     Penghapusan atau pemusnahan                      masa retensi berakhir atau berdasarkan permintaan yang sah.
Page 124
                                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related    Sustainability-related
                                  Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure           Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran                                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   124




  Manajemen Risiko
  •   Akuntabilitas: Seluruh pemrosesan data dilakukan secara bertanggung jawab dan dapat                 Pengembangan Kapasitas Pengelolaan Privasi dan Data
      dibuktikan kepatuhannya terhadap prinsip pelindungan data pribadi.                                  BRI menyelenggarakan pelatihan Privasi dan pelindungan data pribadi kepada seluruh pekerja
                                                                                                          (pekerja tetap, pekerja kontrak dan outsourcing) dengan pendekatan berbasis peran dan risiko.
  Persetujuan Penggunaan Data Nasabah                                                                     Kepatuhan terhadap kebijakan keamanan informasi menjadi bagian dari penguatan budaya
  Dalam hal penggunaan data nasabah, BRI memberikan kontrol kepada nasabah untuk dapat                    organisasi, didukung oleh program peningkatan kompetensi serta pengelolaan vendor berbasis
  memberikan persetujuan untuk menerima rekomendasi produk, layanan dan promosi yang tersedia             risiko dan kontrak yang memuat kewajiban pelindungan data. Implementasi ini memastikan bahwa
  di BRI Group, afiliasi dan pihak ketiga yang bekerja sama melalui sarana yang ditentukan. BRI           pengamanan data tidak hanya bersifat teknis, tetapi terinternalisasi dalam tata kelola dan operasional
  memastikan bahwa data pribadi nasabah tidak digunakan di luar tujuan pemrosesan awal tanpa              sehari-hari. BRI terus meningkatkan kapabilitas dan kesadaran pekerja dalam pengelolaan
  persetujuan dari nasabah. Sebagai bagian dari komitmen pelindungan data pribadi, BRI secara             keamanan data dan privasi melalui pelatihan keamanan siber, pengembangan serta pengujian
  konsisten memantau penggunaan data nasabah untuk keperluan lain. Pada tahun 2025, penggunaan            rencana respons insiden untuk meminimalkan dampak dan waktu pemulihan, serta pengelolaan
  tersebut mencakup 3,6% dari data nasabah yang telah memberikan persetujuan untuk menerima               risiko pihak ketiga dengan memastikan kepatuhan vendor dan mitra terhadap standar keamanan
  rekomendasi produk, layanan, dan promosi.                                                               siber BRI. BRI juga melaksanakan program peningkatan awareness, e-learning dan pelatihan
                                                                                                          melalui berbagai media komunikasi salah satunya Data Community Update, sebagai sarana edukasi
  BRI mengelola data nasabah dengan menekankan perlindungan privasi dan penggunaan informasi              dan diseminasi informasi terkait keamanan informasi dan pelindungan data pribadi. Sepanjang
  pribadi secara bertanggung jawab. Dalam proses tersebut, nasabah diberikan pilihan untuk                tahun 2025, program ini telah dijalankan melalui sejumlah inisiatif untuk memperkuat budaya
  memberikan persetujuan secara eksplisit (opt-in) sebelum data pribadi mereka dapat dibagikan            keamanan data diseluruh organisasi, antara lain:
  kepada pihak ketiga untuk tujuan di luar penyelesaian transaksi atau pemberian layanan. Nasabah
  juga memiliki hak untuk mengakses, memperbarui termasuk melakukan pembatasan penggunaan                                                         Pelatihan Keamanan Informasi
  (opt-out), dan meminta penghapusan data pribadi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Data
  pribadi yang sudah tidak diperlukan akan dimusnahkan secara aman sesuai dengan kebijakan                  Seluruh Insan BRILiaN wajib mengikuti dan lulus pelatihan kesadaran keamanan siber setiap tahun.
                                                                                                            Pelatihan ini mencakup topik antara lain:
  retensi data yang berlaku di Perusahaan. Informasi lebih lanjut mengenai hak subjek data dan              • pencegahan phishing;
  kebijakan pelindungan data pribadi dapat diakses melalui Privacy Notice BRI pada laman resmi              • keamanan kata sandi; dan
  perusahaan di: https://bri.co.id/en/privacy.                                                              • security awareness.

                                                                                                                                               Pelatihan Pengelolaan Data Privasi
  Audit Internal Pengelolaan Privasi
  Sesuai dengan SO.35-ASQ/12/2024 tentang SOP Audit Internal pada Modul 2 mengenai Prosedur                 Pengembangan kapasitas pekerja
                                                                                                                                                                 Meet The Expert                               E Learning
  Audit Internal Teknologi Informasi, tim audit internal BRI secara berkala melaksanakan audit internal     diwujudkan melalui 22 aktivitas
                                                                                                            yang terdiri dari sosialisasi,          Penyelenggaraan podcast yang
  atas implementasi perlindungan data pribadi di seluruh lingkungan BRI untuk memastikan bahwa              training, dan
                                                                                                                                                                                              • Learning agility for banking in the
                                                                                                                                                    menghadirkan expert untuk                   era of AI
  pengelolaan data pribadi telah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Audit perlindungan         podcast/webinar/meet the expert         meningkatkan awareness topik yang         • Data governance
                                                                                                            terkait data privasi.
  data pribadi ini mencakup evaluasi terhadap tata kelola kebijakan perlindungan data pribadi,                                                      dibahas, selama tahun 2025 topik          • Jaga Data Jaga BRI
                                                                                                                                                    meet the expert antara lain:              • Pelindungan data pribadi
  pemenuhan hak subjek data, pelaksanaan aktivitas pemrosesan data pribadi di seluruh unit kerja,           BRI menyediakan dan mewajibkan           • Data Security Awareness,               • Penanganan data sensitif
  kepatuhan dan kewajiban pihak ketiga, efektivitas pejabat atau unit kerja yang memiliki fungsi            seluruh pekerja lini pertama             • AI Powered Interactions
                                                                                                            (frontliner) dan seluruh pekerja           Streamlining Work Efficiency with
  perlindungan data pribadi, penerapan prinsip-prinsip privasi data, serta mekanisme penanganan             yang berhubungan langsung                                                                105.743 Pekerja
                                                                                                                                                       Chat BRIBrain
  insiden atau pelanggaran yang berkaitan dengan data pribadi.                                              dengan pelanggan untuk
                                                                                                            melaksanakan Pendidikan                                                           telah mengikuti pelatihan
                                                                                                            e-learning tentang pelindungan                                                    pelindungan data nasabah secara
  Pelanggaran Keamanan Privasi dan Data                                                                     data privasi secara tahunan.                     Quizes and Competition           rutin minimal satu tahun sekali ke
                                                                                                                                                                                              seluruh pekerja terutama pekerja
  Pelanggaran keamanan informasi atau keamanan siber merupakan bagian dari tindakan disiplin                                                        Bentuk lain peningkatan awareness         yang berhubungan langsung dengan
  pekerja BRI yang diatur dalam Surat Edaran tentang Peraturan Disiplin. Pelaku pelanggaran dapat                                                   adalah aktivitas yang melibatkan          nasabah.
                                                                                                                                                    pekerja untuk aktif berpartisipasi,
  diproses menggunakan metrik pelanggaran fundamental dengan sandi TSI-19, yaitu ketidakmampuan                                                     kegiatan diwujudkan dalam:
  dalam menjaga keamanan ruang dan sistem TI sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta TSI-                                                        • Kick off and data community
                                                                                                                                                       Quizes
  20, yaitu ketidakmampuan dalam menjaga nama pengguna, kata sandi, atau keamanan akses data
                                                                                                                                                     • Data story telling competition
  TI lainnya yang menjadi tanggung jawabnya. Pelaku pelanggaran dapat dikenakan sanksi disiplin
  yang berdampak pada penilaian kinerja, berupa pengurangan skor evaluasi pekerja sebesar 0,25.
Page 125
                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related
                                Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   125




  Metrik dan Target
  Dilihat secara komprehensif, privasi dan keamanan data tidak lepas dari pondasi infrastruktur               Pelanggaran keamanan privasi dan data berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan terhadap
  teknologi informasi yang kuat, keandalan sistem informasi, kecukupan regulasi hingga dukungan               kontinuitas operasi, kepercayaan nasabah, serta risiko sanksi atau tuntutan dari regulator maupun
  dari seluruh stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan keamanan privasi dan data. Beberapa                pihak yang dirugikan.
  indikator yang digunakan dalam monitoring isu keberlanjutan ini adalah:
  • Pelanggaran keamanan siber untuk mantau keandalan infrastruktur teknologi informasi dan
       keandalan sistem informasi.
  • Pelatihan pelindungan data privasi.
  • Jumlah nasabah yang terdampak kejadian kebocoran data pribadi.
  • Denda dari regulator terkait pelanggaran keamanan informasi.


                   Identifikasi Risiko dan Peluang                                                   Metrik                                                    Target                              Progress


               Risiko Serangan Siber Malware

                                                                        Jumlah insiden keamanan siber

               Risiko Serangan Siber Ransomware


     Risiko
               Risiko Phishing dan Kejahatan Siber                      Jumlah nasabah yang terdampak oleh pelanggaran [FN-CB-230a.1]       Mencapai 0 pelanggaran data (data breach)        0 Data breach



               Risiko Penyalahgunaan Teknologi Baru (AI)                Jumlah pelanggaran keamanan informasi



                                                                        Denda atau sanksi atas pelanggaran keamanan informasi atau
               Risiko Tata Kelola IT yang Tidak Mutakhir
                                                                        keamanan siber



               Personalisasi Layanan Keuangan Digital

    Peluang                                                             Ketersediaan aplikasi secara menyeluruh (end-to-end)                99,96%                                           99,97%
               Platform Digital yang Tangguh dan Tahan terhadap
               Ancaman dan Kejahatan Siber
Page 126
                                                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related
                                Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                  Lampiran                                                                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   126




  Bisnis yang Beretika
  Empat Pilar Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS


  Tata Kelola                             Strategi                                                      Manajemen Risiko                             Metrik dan Target
  Tata Kelola Bisnis yang Beretika        Identifikasi Risiko dan Peluang                               Identifikasi dan Penilaian Risiko            Pelanggaran atas Kode Etik

                                          Strategi Pengelolaan Risiko dan Optimalisasi Peluang          Kebijakan dan Praktik Bisnis yang Beretika   Penanganan Investigasi Kecurangan
                                                                                                                                                     dan Penyelesaian Kasus
                                          Kode Etik BRI dan Insan BRILiaN                               Upaya Pencegahan Tindakan Tidak Etis

                                          Penguatan Strategis Kerangka Anti-Penyuapan dan Gratifikasi

                                          Sistem Pelaporan Pelanggaran yang Independen

                                          Penguatan Kapabilitas Etika dan Kepatuhan
Page 127
                                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related
                                  Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   127




  Tata Kelola
  Bisnis yang Beretika merupakan fondasi ketahanan dan keberlanjutan jangka panjang BRI. Sebagai        Dewan Komisaris
  lembaga keuangan dengan peran strategis dalam sistem keuangan Indonesia, BRI memandang                ​​​​Pengawasan atas Bisnis yang Beretika di BRI dilaksanakan melalui struktur tata kelola berlapis yang
  integritas bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan sebagai prasyarat mendasar untuk              terintegrasi dalam kerangka manajemen risiko Perusahaan. Dewan Komisaris menjalankan fungsi
  menjaga kinerja ekonomi, reputasi perusahaan, dan kepercayaan para pemangku kepentingan.              pengawasan strategis atas risiko etika melalui Komite Pemantau Manajemen Risiko, termasuk
  Oleh karena itu, Bisnis yang Beretika ditetapkan sebagai topik material yang secara langsung          penelaahan kebijakan antikorupsi dan anti-penyuapan, implementasi kerangka Anti-Pencucian
  memengaruhi profil risiko Perusahaan serta penciptaan nilai jangka panjang.                           Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata
                                                                                                        Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM), tata kelola partisipasi politik, serta kepatuhan
  Dalam sektor perbankan, risiko etika tidak hanya timbul dari operasional internal, tetapi juga dari   perpajakan yang bertanggung jawab. Pengawasan tersebut dilakukan melalui pelaporan berkala,
  hubungan bisnis di sepanjang rantai nilai, termasuk interaksi dengan nasabah, mitra, dan pihak        penelaahan profil risiko etika, serta evaluasi atas kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian
  ketiga. Penerapan standar etika yang kuat dan konsisten memperkuat tata kelola, meningkatkan          internal.
  kualitas pengambilan keputusan, serta memitigasi paparan terhadap risiko hukum, keuangan,
  sosial, dan potensi risiko terkait hak asasi manusia. Sebaliknya, kelemahan dalam pengelolaan etika   Direksi
  dapat menimbulkan dampak sistemik terhadap stabilitas usaha dan keberlanjutan jangka panjang.         Direksi bertanggung jawab dalam menetapkan arah strategis serta memastikan implementasi
                                                                                                        kebijakan Bisnis yang Beretika secara efektif dalam seluruh kegiatan operasional. Pengawasan atas
  Dalam konteks ini, BRI mengintegrasikan prinsip-prinsip etika ke dalam struktur tata kelola,          Bisnis yang Beretika dipimpin oleh Direktur yang membawahi Human Capital & Compliance*, yang
  kebijakan, serta sistem pengendalian internal untuk memastikan bahwa risiko etika dikelola secara     bertanggung jawab memastikan bahwa standar etika, kerangka kepatuhan, dan pengendalian
  proaktif, terukur, dan berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, Perusahaan terus memperkuat               integritas diterapkan secara konsisten di seluruh organisasi. Direksi memastikan bahwa pengelolaan
  mekanisme pencegahan, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta melakukan evaluasi berkala           risiko etika terintegrasi penuh dalam proses manajemen risiko Perusahaan, termasuk melalui
  atas implementasi standar integritas guna memastikan penerapan yang konsisten di seluruh jenjang      identifikasi, penilaian, mitigasi, dan pemantauan berkelanjutan atas risiko etika. Direksi juga
  organisasi.                                                                                           memastikan tersedianya sumber daya, sistem, dan mekanisme pengendalian yang memadai untuk
                                                                                                        menjaga penerapan standar integritas secara konsisten di seluruh organisasi.
  Tata Kelola Bisnis yang Beretika
                                                                                                        Sebagai penguatan atas struktur tata kelola tersebut, BRI menerapkan mekanisme pelaporan,
  BRI menempatkan integritas sebagai nilai fundamental yang mendasari perilaku seluruh Insan            eskalasi, dan pengelolaan konsekuensi yang terstruktur guna memastikan bahwa risiko dan
  BRILiaN dalam menjalankan kegiatan usaha. Integritas tidak hanya dipandang sebagai nilai budaya,      pelanggaran etika ditangani secara efektif dan konsisten di seluruh organisasi. BRI memiliki
  tetapi juga sebagai elemen inti dalam sistem tata kelola yang memastikan kinerja berkelanjutan,       mekanisme pelaporan dan eskalasi yang terstruktur untuk memastikan bahwa risiko dan
  pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, serta perlindungan terhadap reputasi Perusahaan         pelanggaran etika dapat diidentifikasi, dilaporkan, serta ditindaklanjuti secara tepat waktu,
  dan kepentingan para pemangku kepentingan.                                                            transparan, dan akuntabel. Isu etika, termasuk potensi pelanggaran Kode Etik, kebijakan antikorupsi
                                                                                                        dan anti-penyuapan, serta kerangka APU, PPT, dan PPPSPM, dilaporkan melalui jalur pengendalian
  BRI membangun budaya etika melalui lingkungan kerja yang kondusif, sistem manajemen risiko dan        internal yang telah ditetapkan dan dikonsolidasikan oleh Fungsi Kepatuhan.
  pengendalian internal yang kuat, serta keteladanan pimpinan di seluruh jenjang organisasi. Untuk
  memastikan penerapan yang konsisten, BRI telah menetapkan Kode Etik BRI yang disahkan melalui         Untuk memperkuat independensi dan kredibilitas, sejak tahun 2025, Sistem Pelaporan Pelanggaran
  Surat Edaran Direksi No. SE.09-DIR/KEP/03/2023 tanggal 15 Maret 2023, Buku 6 tentang Kode Etik.       atau Whistleblowing System (WBS) BRI dikelola oleh pihak ketiga yang independen. Mekanisme ini
  Kode Etik tersebut terdiri atas Kode Etik Bank dan Kode Etik Insan BRILiaN, yang masing-masing        memungkinkan pekerja, nasabah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk melaporkan dugaan
  mengatur prinsip perilaku profesional pada tingkat organisasi serta pedoman etika bisnis dan          pelanggaran secara rahasia dan tanpa rasa takut terhadap segala bentuk retaliasi. Seluruh laporan
  perilaku bagi individu.                                                                               ditindaklanjuti melalui proses penelaahan, investigasi, dan penyelesaian secara terstruktur sesuai
                                                                                                        dengan protokol tata kelola yang berlaku.
  Kode Etik BRI wajib dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh insan BRILiaN, termasuk Dewan
  Komisaris, Direksi, dan seluruh pekerja. Pelaksanaan dan internalisasi Kode Etik berada di bawah
  pengawasan Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan, dengan dukungan Compliance Group
  serta Fungsi Kepatuhan pada Kantor Wilayah dan Unit Kerja Luar Negeri. Fungsi-fungsi tersebut
  memastikan bahwa standar etika diterapkan secara konsisten, dipantau secara berkala, serta
  ditindaklanjuti secara tepat apabila terjadi pelanggaran.                                             *Per 18 Desember 2025, Pengawasan atas Bisnis yang Beretika dipimpin oleh Direktur yang membawahi Legal & Compliance.
Page 128
                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   128




  Tata Kelola
  Laporan berkala mengenai eksposur risiko etika, temuan kepatuhan, kasus whistleblowing, dan
  insiden signifikan disampaikan kepada Direksi serta, apabila relevan, dieskalasikan kepada Dewan
  Komisaris melalui Komite Pemantau Manajemen Risiko. Pelanggaran yang bersifat material
  disampaikan secara segera kepada manajemen senior dan, apabila diperlukan, kepada tingkat
  Dewan. Kerangka pelaporan ini memastikan transparansi, independensi, dan efektivitas pengawasan
  atas pengelolaan risiko etika di seluruh organisasi.

  Pengelolaan Konsekuensi [GRI 2-25]
  BRI menerapkan kerangka pengelolaan konsekuensi yang tegas dan konsisten untuk menegakkan
  standar etika serta memperkuat akuntabilitas. Perusahaan menerapkan kebijakan tanpa toleransi
  terhadap fraud, korupsi, penyuapan, dan bentuk perilaku tidak etis lainnya.

  Setiap pelanggaran yang terbukti atas Kode Etik maupun kebijakan terkait dikenakan tindakan
  disiplin sesuai dengan ketentuan internal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses
  pengelolaan konsekuensi dilaksanakan secara objektif dan proporsional berdasarkan tingkat
  pelanggaran. Selain pemberian sanksi, Perusahaan juga melakukan langkah perbaikan serta
  penguatan pengendalian untuk mengatasi akar permasalahan dan mencegah terulangnya
  pelanggaran. Melalui pendekatan ini, BRI memperkuat budaya integritas dan akuntabilitas di seluruh
  organisasi.
Page 129
                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related       Sustainability-related
                                    Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure              Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   129




  Strategi
  Identifikasi Risiko dan Peluang

  Risiko dan peluang utama yang berkaitan dengan praktik Bisnis yang Beretika diidentifikasi secara sistematis sebagai bagian dari strategi keberlanjutan Perusahaan secara menyeluruh. Proses ini mencakup
  integritas pekerja, pengelolaan risiko perilaku, pencegahan fraud, transparansi dalam kegiatan operasional dan kegiatan usaha, serta efektivitas mekanisme pelaporan pelanggaran. Penilaian ini dirancang
  untuk mengevaluasi potensi dampak terhadap ketahanan operasional, reputasi perusahaan, dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Tingkat signifikansi dan kemungkinan terjadinya risiko maupun
  peluang tersebut selanjutnya dievaluasi dengan mempertimbangkan implikasinya terhadap kinerja usaha dan efektivitas tata kelola. Dampak yang teridentifikasi diklasifikasikan dalam jangka pendek (≤1
  tahun), jangka menengah (1–5 tahun), dan jangka panjang (>5 tahun), sehingga menyediakan dasar yang terstruktur untuk penentuan prioritas, perumusan respons strategis, serta pengembangan target
  keberlanjutan yang berbasis integritas.


                                                                                                                                                                              Tingkat
    Tema Risiko/ Peluang          Risiko/ Peluang                           Deskripsi                          Kategori Risiko          Potensi Dampak terhadap BRI                             Jangka Waktu
                                                                                                                                                                              Dampak

   Perilaku dalam Interaksi     Risiko                   Pelanggaran oleh perusahaan dan pekerja           •   Risiko Kepatuhan     •   Peningkatan keluhan pihak ketiga      Tinggi                Jangka
   dengan Pihak Ketiga                                   dalam interaksi dengan pihak ketiga (misalnya,    •   Risiko Reputasi      •   Sanksi regulator                                           Menengah
                                                         mis-selling, perlakuan tidak adil, pelanggaran    •   Risiko Operasional   •   Penurunan loyalitas dan reputasi
                                                         etika    layanan,    ketidakpatuhan      pajak,   •   Risiko Kredit        •   Potensi peningkatan eksposur risiko
                                                         pelanggaran kebijakan kontribusi politik).                                     kredit



                                Peluang                  Penguatan standar etika perusahaan, etika                                  •   Peningkatan loyalitas nasabah         Tinggi            Jangka Panjang
                                                         layanan, dan pengendalian risiko perilaku                                  •   Penurunan tingkat keluhan
                                                         untuk   meningkatkan   kualitas  layanan,                                  •   Kualitas portofolio yang lebih baik
                                                         memastikan kepatuhan terhadap Kode Etik                                    •   Stabilitas pendapatan
                                                         perusahaan, serta membangun kepercayaan
                                                         nasabah.

   Fraud dalam Kegiatan         Risiko                   Potensi praktik fraud dan gratifikasi dalam       •   Risiko Kepatuhan     •   Kerugian keuangan                     Tinggi            Jangka Pendek
   Operasional dan                                       kegiatan operasional dan usaha (misalnya,         •   Risiko Reputasi      •   Inefisiensi
   Kegiatan Usaha                                        proses pengadaan dan pembiayaan kredit).          •   Risiko Operasional   •   Penurunan kualitas aset kredit
                                                                                                           •   Risiko Kredit        •   Litigasi dan sanksi regulator
                                                                                                                                    •   Penurunan kepercayaan pemangku
                                                                                                                                        kepentingan
                                Peluang                  Penguatan pengendalian internal, transparansi                              •   Penurunan fraud                       Tinggi            Jangka Panjang
                                                         proses, dan tata kelola di seluruh kegiatan                                •   Peningkatan kualitas portofolio
                                                         operasional dan usaha.                                                         kredit
                                                                                                                                    •   Efisiensi biaya
                                                                                                                                    •   Peningkatan kepercayaan investor
Page 130
                                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related       Sustainability-related
                                      Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure              Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                         Lampiran                                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   130




  Strategi
  Strategi Pengelolaan Risiko dan Optimalisasi Peluang

  Strategi BRI dirancang untuk mengelola risiko utama sekaligus mengoptimalkan peluang yang timbul dari penerapan Bisnis yang Beretika. Perusahaan memprioritaskan penguatan integritas pekerja,
  peningkatan pengelolaan risiko perilaku, pencegahan fraud, transparansi dalam proses pengadaan dan pembiayaan, serta peningkatan efektivitas mekanisme pelaporan pelanggaran. Prioritas strategis
  tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola yang baik, menjaga kualitas operasional dan portofolio, serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. Melalui pendekatan ini, BRI berupaya
  melindungi nilai perusahaan dalam jangka panjang dan mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

                                                                                                                                                       Dampak Keuangan yang Diharapkan
            Strategi             Risiko/Peluang Utama yang Ditangani                         Kegiatan Utama
                                                                                                                                      Jangka Pendek             Jangka Menengah                  Jangka Panjang
   Pengembangan              •     Risiko pelanggaran Kode Etik oleh        •   Pelatihan wajib kode perilaku bagi pekerja        Peningkatan pemahaman      Penguatan budaya              Reputasi organisasi
   Budaya Etika dan                pekerja dan perusahaan                   •   Pelatihan refreshment melalui pembelajaran        pekerja terhadap kode      integritas, peningkatan       yang kuat, peningkatan
   Pedoman Perilaku          •     Risiko keluhan nasabah dan sanksi            etika berbasis studi kasus                        perilaku dan penurunan     kualitas layanan, serta       kepercayaan pemangku
                                   regulator                                •   Penilaian pemahaman pekerja atas kode             pelanggaran etika          penurunan risiko              kepentingan, dan
                             •     Peluang untuk memperkuat budaya              perilaku                                                                     kepatuhan dan reputasi        kinerja usaha yang
                                   integritas dan profesionalisme pekerja   •   Integrasi kode perilaku ke dalam KPI dan                                                                   berkelanjutan
                                                                                evaluasi kinerja
                                                                            •   Kampanye kesadaran etika dan keteladanan
                                                                                pimpinan


   Penguatan                 •     Risiko fraud dan gratifikasi dalam       •   Penguatan pengendalian internal dan model         Penurunan potensi          Efisiensi biaya pengadaan     Tata kelola yang kuat,
   Pengelolaan Risiko              operasional dan kegiatan usaha               tiga lini pertahanan                              penyimpangan proses        dan peningkatan kualitas      ketahanan portofolio,
   Fraud dalam               •     Risiko   kerugian     keuangan  dan      •   Digitalisasi dalam operasional dan kegiatan       dan peningkatan kualitas   aset kredit                   dan peningkatan
   Operasional dan                 penurunan kualitas aset                      usaha                                             pengambilan keputusan                                    kepercayaan pemangku
   Kegiatan Usaha            •     Peluang untuk meningkatkan efisiensi     •   Penerapan opini risiko dalam tahapan                                                                       kepentingan
                                   dan tata kelola yang lebih kuat              pengadaan
                                                                            •   Pemantauan transaksi berisiko tinggi dan
                                                                                analitik fraud



   Penguatan                 •     Rendahnya tingkat pelaporan akibat       •   Implementasi sistem pelaporan pelanggaran         Peningkatan kepercayaan    Deteksi pelanggaran yang      Budaya integritas yang
   Sistem Pelaporan                terbatasnya kepercayaan pelapor              yang dikelola secara independen                   pelapor dan jumlah         lebih dini dan peningkatan    kuat dan peningkatan
   Pelanggaran               •     Keterlambatan deteksi fraud dan          •   Kanal pelaporan anonim dan perlindungan           laporan yang valid         tata kelola investigasi       kredibilitas tata kelola
   (Whistleblowing                 pelanggaran                                  pelapor
   System/WBS) yang          •     Peluang      untuk    meningkatkan       •   Integrasi pelaporan dengan investigasi
   Dikelola Pihak Ketiga           kepercayaan pelaporan, kerahasiaan,          internal dan remediasi
                                   dan transparansi serta memperkuat        •   Sosialisasi anti-retaliasi dan kampanye speak-
                                   tata kelola                                  up
                                                                            •   Pemantauan        efektivitas    dan   kualitas
                                                                                penanganan kasus
Page 131
                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related       Sustainability-related
                                     Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure              Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   131




  Strategi
  Kode Etik BRI dan Insan BRILiaN                                                                           Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan etika BRI terkait korupsi dan penyuapan, diskriminasi,
                                                                                                            kerahasiaan informasi, benturan kepentingan, anti-monopoli dan persaingan usaha, anti-pencucian
  Kode Etik BRI dan Insan BRILiaN berfungsi sebagai kerangka fundamental yang mengatur standar              uang, perdagangan orang, perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, serta
  etika dan perilaku profesional bagi seluruh Insan BRI dalam menjalankan tugas dan tanggung                Whistleblowing System (WBS) dapat diakses melalui https://www.ir-bri.com/esg/code_of_conduct.
  jawabnya. Sebagai bagian integral dari komitmen BRI terhadap Bisnis yang Beretika, Kode Etik              html. [GRI 206-1]
  memastikan bahwa setiap tindakan dan keputusan mencerminkan integritas, transparansi,
  akuntabilitas, serta selaras dengan nilai-nilai inti Perusahaan.                                          Pengendalian Kode Etik
                                                                                                            Pengendalian Kode Etik di BRI dilaksanakan melalui berbagai mekanisme. Setiap tahun, Direksi,
  Sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Direksi No. SE.09-DIR/KEP/03/2023, Buku 6 tentang Kode              Dewan Komisaris, dan seluruh pekerja menandatangani Pernyataan Anti-Fraud sebagai bagian dari
  Etik BRI, Kode Etik Perusahaan disusun dalam dua komponen yang saling melengkapi, yaitu Kode              BRILiaN Improvement Forum. Selain itu, dalam proses pengadaan barang dan jasa, panitia
  Etik Bank dan Kode Etik Insan BRILiaN. Kode Etik Bank memuat prinsip-prinsip dasar perilaku               pengadaan, unit kerja pengguna, vendor, serta mitra usaha wajib menandatangani pakta integritas.
  organisasi yang mengatur standar profesional dan tata perilaku institusional. Sementara itu, Kode         BRI juga mewajibkan setiap insan BRILiaN untuk menyampaikan Pernyataan Kepatuhan terhadap
  Etik Insan BRILiaN memberikan panduan rinci mengenai perilaku etis dan etika bisnis pada tingkat          Kode Etik BRI serta mengungkapkan potensi benturan kepentingan setiap tahun, baik melalui
  individu yang berlaku bagi seluruh pekerja di semua jenjang organisasi. Secara keseluruhan, kedua         aplikasi BRILIANAPPS maupun saluran lain yang ditetapkan. Dalam hal ini, komitmen Direksi dan
  kode tersebut membentuk kerangka etika yang komprehensif untuk mendukung penerapan standar                Dewan Komisaris untuk menjadi teladan dalam menjunjung tinggi dan menerapkan Kode Etik BRI
  perilaku yang konsisten di seluruh Perusahaan serta memperkuat budaya integritas BRI.                     memiliki peran penting dalam memastikan penerapan yang efektif di seluruh pekerja BRI.


                    Kode Etik Bank                                     Kode Etik Insan BRILiaN
                                                                                                            Sosialisasi dan Komunikasi Kode Etik
                                                                                                            BRI secara konsisten melaksanakan sosialisasi dan komunikasi Kode Etik kepada pemangku
   1.   Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi,           1.   Kepatuhan terhadap hukum, kebijakan           kepentingan internal maupun eksternal. Untuk memastikan penerapan yang efektif, BRI juga
        termasuk penerapan anti pencucian uang,               regulator, dan kebijakan internal bank;       menyebarluaskan Kode Etik melalui:
        pencegahan pendanaan terorisme, dan              2.   Perlindungan aset bank, menjaga keamanan      • situs resmi BRI (www.ir-bri.com/esg/code_of_conduct.html) yang dapat diakses oleh publik,
        pencegahan pendanaan proliferasi senjata              informasi, larangan insider trading, dan
                                                                                                               termasuk mitra bisnis;
        pemusnah massal (APU, PPT, dan PPPSPM)                melaporkan pelanggaran melalui sistem
                                                                                                            • landing page pada aplikasi BRILIANAPPS;
   2.   Perlakuan adil dan menerapkan kebijakan               pelaporan pelanggaran;
                                                                                                            • Perjanjian Kerja Bersama antara Serikat Pekerja BRI dan Manajemen BRI;
        saling menghormati di tempat kerja ketika        3.   Memberikan perlakuan adil terhadap
                                                                                                            • poster, video, dan media komunikasi lainnya di area kantor Perusahaan;
        berhubungan dengan Insan BRILiaN.                     nasabah dan melindungi data nasabah;
   3.   Melindungi kerahasiaan data dan informasi        4.   Hubungan dengan pesaing dan mitra kerja.      • sesi sosialisasi tatap muka bagi pekerja di Kantor Pusat;
        pribadi nasabah.                                 5.   Hubungan antar sesama pekerja termasuk        • program e-learning yang diwajibkan bagi seluruh pekerja; dan
   4.   Menjunjung tinggi persaingan sehat, anti-             dengan pekerja BRI Group: mematuhi            • program pelatihan induksi wajib bagi seluruh pekerja baru.
        monopoli, dan berlaku adil terhadap mitra             respectful workplace policy;
        kerja.                                           6.   Hubungan dengan regulator.                    Keterlibatan Politik
   5.   Memberikan kontribusi dan nilai optimal,         7.   Hubungan      dengan     masyarakat     dan   BRI menjunjung kebijakan netralitas politik dan non-partisan guna menjaga integritas, independensi,
        melindungi hak-hak pemegang saham, dan                lingkungan hidup.                             serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. BRI melarang Dewan
        menjalankan        transparansi     dalam        8.   Pengendalian gratifikasi, penyuapan, dan      Komisaris, Direksi, manajemen, dan seluruh Insan BRILiaN untuk terlibat dalam politik praktis atas
        penyampaian informasi.                                korupsi.                                      nama Perusahaan, termasuk memberikan kontribusi politik secara langsung maupun tidak langsung,
   6.   Menjaga integritas dan akurasi pelaporan                                                            donasi, sponsor, ataupun melakukan aktivitas lobi.
        Bank.
   7.   Menjunjung     tinggi   HAM,    mengatasi                                                           Ketentuan tersebut secara formal diatur dalam Kode Etik Bank dan Kode Etik Insan BRILiaN serta
        perubahan iklim, dan larangan keterlibatan                                                          berlaku sebagai standar perilaku yang mengikat bagi seluruh pekerja dan pemangku kepentingan
        dalam aktivitas politik
                                                                                                            terkait. BRI tidak memberikan pendanaan politik, donasi politik, maupun pengeluaran untuk
   8.   Etika sebagai kelompok usaha (BRI Group);
                                                                                                            kepentingan politik. Setiap keterlibatan dalam forum kebijakan publik atau konsultasi regulasi yang
        serta
                                                                                                            sah dilakukan secara terbatas, transparan, dan sesuai ketentuan, semata-mata untuk berkontribusi
   9.   Pengendalian atas gratifikasi, penyuapan,
                                                                                                            pada pengembangan sektor keuangan serta selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang
        dan korupsi.
                                                                                                            baik.
Page 132
                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   132




  Strategi
  Perpajakan [GRI 207-1, 207-2]                                                                      serta seimbang dengan kepentingan para pemangku kepentingan. Seluruh transaksi usaha disusun
  Tata Kelola dan Pengawasan                                                                         berdasarkan substansi komersial yang jelas dan mematuhi standar regulasi di bawah pengawasan
  Tata kelola perpajakan berada di bawah pengawasan Direktur Keuangan, yang bertanggung jawab        Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BRI beroperasi di Indonesia dengan beberapa kantor cabang luar
  atas implementasi dan peninjauan strategi perpajakan Bank. Strategi perpajakan ditinjau setiap     negeri dan memenuhi seluruh kewajiban pelaporan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  tahun dan diselaraskan dengan perkembangan regulasi untuk memastikan kepatuhan dan                 Melalui pendekatan yang disiplin dan transparan ini, BRI menegaskan komitmennya terhadap
  efektivitas yang berkelanjutan. BRI telah menetapkan pedoman perpajakan internal serta Standar     praktik perpajakan yang bertanggung jawab, tata kelola yang baik, serta penciptaan nilai yang
  Operasional Prosedur yang berlaku di seluruh unit kerja. Kewajiban perpajakan dimonitor secara     berkelanjutan. [GRI 207-3]
  berkelanjutan melalui proses rekonsiliasi dan reviu yang terstruktur guna memastikan akurasi,
  kelengkapan, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.                                        Penguatan Strategis Kerangka Anti-Penyuapan dan Gratifikasi

  Strategi Perpajakan                                                                                Sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat integritas bisnis dan tata kelola dalam seluruh
  BRI menerapkan strategi perpajakan yang prudent dan bertanggung jawab untuk meminimalkan           aktivitas operasional, BRI telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan ISO
  risiko perpajakan yang dapat memengaruhi kinerja keuangan, stabilitas operasional, dan reputasi    37001:2016 yang mencakup proses pengadaan barang dan jasa. BRI pertama kali memperoleh
  perusahaan. Perusahaan secara proaktif mengidentifikasi dan mengelola risiko perpajakan di         sertifikasi ISO 37001 pada tahun 2020 dan berhasil mempertahankan sertifikasi tersebut melalui
  seluruh kegiatan operasionalnya, baik di tingkat domestik maupun internasional, termasuk risiko    proses resertifikasi pada tahun 2023. Sertifikasi ini mencerminkan komitmen strategis Perusahaan
  yang timbul akibat perubahan regulasi, perbedaan interpretasi, penyesuaian kebijakan fiskal,       dalam menstandarisasi praktik anti-penyuapan, meningkatkan transparansi, serta menanamkan
  ekspansi pasar, serta transaksi lintas batas.                                                      mekanisme pengawasan yang terstruktur dalam kegiatan pengadaan. Melalui kerangka yang
                                                                                                     selaras dengan ISO tersebut, BRI mendorong penerapan uji tuntas (due diligence), pemisahan
  BRI memastikan kepatuhan penuh terhadap peraturan perpajakan di setiap yurisdiksi tempat           fungsi, mekanisme pemantauan, serta proses perbaikan berkelanjutan yang mendukung
  Perusahaan beroperasi serta mengelola risiko transfer pricing sesuai dengan pedoman OECD dan       pelaksanaan transaksi pengadaan secara disiplin dan memperkuat kepercayaan pemangku
  regulasi yang berlaku. BRI tidak melakukan perencanaan pajak yang agresif dan melaksanakan         kepentingan terhadap integritas operasional bisnis. [GRI 3-3]
  seluruh transaksi berdasarkan substansi komersial serta prinsip perbankan yang sehat.
                                                                                                      Nama Sertifikasi                                          Penerbit                  Periode Berlaku
  Kepatuhan dan Transparansi
                                                                                                      ISO 37301 Sistem Manajemen Kepatuhan             British Standard Institution         2023–2025
  BRI berkomitmen terhadap pelaporan pajak yang transparan dan mengungkapkan pembayaran
  pajak dalam Laporan Keberlanjutan tahunan guna meningkatkan akuntabilitas serta memitigasi          ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan        British Standard Institution         2023–2026
  risiko reputasi. BRI menjaga hubungan yang konstruktif dengan otoritas perpajakan, khususnya        ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu                   British Standard Institution         2023–2026
  Direktorat Jenderal Pajak (DJP), tanpa melakukan advokasi maupun upaya untuk memengaruhi
  kebijakan perpajakan. Sepanjang periode pelaporan, BRI mempertahankan kepatuhan penuh              Kebijakan Anti-Korupsi dan Gratifikasi bagi Pemasok
  terhadap peraturan perpajakan yang berlaku, didukung oleh pengendalian internal yang kuat, reviu   Sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga integritas di seluruh rantai pasok, BRI menerapkan
  pajak berkala, serta koordinasi berkelanjutan dengan otoritas pajak guna memastikan ketepatan,     Kebijakan Anti-Korupsi dan Gratifikasi bagi Pemasok, yang mewajibkan seluruh pihak ketiga yang
  ketepatan waktu, dan kelengkapan pemenuhan kewajiban perpajakan.                                   bekerja sama dengan Bank untuk mematuhi standar anti-korupsi yang setara dengan kebijakan
                                                                                                     internal BRI. Kebijakan ini menegaskan bahwa seluruh hubungan bisnis dengan pemasok harus
  Sesuai dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU          dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi.
  HPP), pada tahun 2025, BRI memenuhi kriteria untuk memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan
  (PPh) Badan sebesar 3% yang berlaku bagi perusahaan terbuka yang memenuhi persyaratan              Dalam implementasinya, BRI melakukan proses uji kelayakan (due diligence) terhadap pemasok,
  regulasi sehingga tarif PPh Badan yang berlaku menjadi sebesar 19%. Pada tahun 2025, BRI           termasuk pengecekan latar belakang serta evaluasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam rantai
  berkontribusi melalui pembayaran PPh Badan dan pajak lainnya kepada Pemerintah Indonesia           pasok. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa mitra usaha yang bekerja sama dengan BRI
  sebesar Rp7,33 miliar.                                                                             memiliki integritas serta menjalankan praktik usaha yang sejalan dengan prinsip tata kelola
                                                                                                     perusahaan yang baik. Ketentuan terkait anti-korupsi dan anti-gratifikasi juga secara tegas
  Komitmen terhadap Praktik Perpajakan yang Bertanggung Jawab                                        dicantumkan dalam perjanjian kerja sama antara BRI dan vendor, di mana setiap pelanggaran
  BRI memastikan bahwa pengelolaan perpajakan dilakukan secara proaktif, bertanggung jawab,          terhadap klausul tersebut dapat berakibat pada pengakhiran hubungan kerja sama.
Page 133
                                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   133




  Strategi
  Untuk semakin memperkuat pengendalian terhadap risiko penyuapan, BRI telah melakukan                apakah usulan vendor dapat diterima atau perlu ditolak berdasarkan hasil evaluasi risiko secara
  implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang mengacu pada standar                       menyeluruh. Penilaian VRR mencakup beberapa dimensi utama, yaitu aspek finansial, teknis,
  ISO 37001:2016 dalam lingkup pengadaan barang dan jasa di Kantor Pusat. Sistem ini telah            lingkungan, sosial, dan tata kelola.
  memperoleh sertifikasi dari lembaga sertifikasi independen. Selaras dengan standar tersebut,
  Perseroan juga membentuk Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP) yang bertugas memantau              Penilaian pada aspek lingkungan mencakup evaluasi terhadap penggunaan energi terbarukan,
  efektivitas pelaksanaan program secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil audit eksternal terbaru,    penerapan teknologi ramah lingkungan, keberadaan instalasi pengolahan air limbah, serta inisiatif
  tidak ditemukan kelemahan signifikan dalam penerapan SMAP di lingkungan Perseroan, yang             pengurangan penggunaan kertas.
  mencerminkan komitmen kuat BRI dalam menjaga integritas dan transparansi dalam pengelolaan
  rantai pasok.                                                                                       Sementara itu, aspek sosial menilai kepatuhan vendor terhadap standar ketenagakerjaan dan
                                                                                                      perlindungan sosial, termasuk kepatuhan terhadap Upah Minimum Regional (UMR), partisipasi
  Pada tahun 2025, BRI juga melakukan penguatan organisasi melalui pembentukan fungsi                 dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, serta larangan mempekerjakan pekerja
  pengawasan khusus yang bertugas memberikan opini risiko independen atas aktivitas proses            di bawah umur. Selain itu, vendor juga diwajibkan untuk melakukan asesmen Hak Asasi Manusia
  pengadaan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat mekanisme reviu independen, meningkatkan          (HAM) pada saat proses pendaftaran vendor melalui mekanisme self-assessment. Adapun pada
  akuntabilitas, serta memastikan pertimbangan tata kelola terintegrasi dalam proses pengambilan      aspek tata kelola, penilaian dilakukan terhadap komitmen vendor dalam menerapkan integritas
  keputusan operasional. Sejalan dengan penguatan tersebut, BRI juga memperbarui kebijakan            anti-penyuapan serta kepatuhan terhadap program Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang
  pengadaan yang mewajibkan seluruh aktivitas pengadaan memperoleh opini independen sebelum           mendorong penggunaan barang dan jasa dari dalam negeri.
  pelaksanaan.

  Kebijakan Lingkungan dan Sosial bagi Pemasok
  BRI menerapkan praktik pengadaan yang bertanggung jawab melalui kebijakan dan petunjuk
  pelaksanaan terkait pengadaan barang dan/atau jasa, yang mengintegrasikan pertimbangan
  lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam proses seleksi dan evaluasi vendor. Komitmen
  tersebut diatur dalam Kebijakan No. SE.18-DIR/PLM/05/2023, Surat Edaran No. SE.29-DIR/
  ESG/12/2025 tentang Kebijakan dan Strategi Keberlanjutan, Buku 2 Bagian 1 : Penghormatan
  Hak Asasi Manusia (HAM), serta dijabarkan lebih lanjut melalui Petunjuk Pelaksanaan No. JL.23-
  FAG/11/2025, yang mengatur prinsip dan prosedur kerja sama dengan vendor dan pemasok di
  lingkungan Perseroan.

  Dalam ketentuan tersebut, BRI mewajibkan seluruh pemasok atau vendor untuk mematuhi standar
  perilaku bisnis yang bertanggung jawab, antara lain meliputi:
  1. larangan mempekerjakan pekerja anak dan kerja paksa;
  2. penerapan praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3);
  3. pemberian upah layak sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  4. penerapan prinsip non-diskriminasi dalam praktik ketenagakerjaan;
  5. penyediaan kondisi hidup yang layak;
  6. penghormatan terhadap kebebasan berserikat dan hak untuk melakukan perundingan bersama;
      serta
  7. ketentuan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pemasok menjalankan praktik usaha
      yang etis serta menghormati hak asasi manusia.

  Untuk mendukung penerapan kebijakan tersebut, BRI menerapkan mekanisme Vendor Risk Rating
  (VRR), yaitu alat ukur standar yang digunakan untuk menilai dan menggambarkan profil risiko calon
  vendor. VRR mengombinasikan indikator kualitatif dan kuantitatif, sehingga BRI dapat menentukan
Page 134
                                                                                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related   Sustainability-related
                                   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   134




  Strategi
  Sistem Pelaporan Pelanggaran yang Independen [FN-CB-510a.2]                                              Pendekatan ini memperkuat akuntabilitas, menjunjung standar tata kelola, serta menegaskan sikap
                                                                                                           zero-tolerance BRI terhadap pelanggaran.
  Sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko fraud dalam kegiatan operasional dan usaha, BRI
  mengelola Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) sebagai mekanisme                      Sanksi/Tindak Lanjut                                                                                                         Hukuman Disiplin
  utama deteksi fraud dan transparansi dalam kerangka pengelolaan risiko etika. WBS menyediakan
  saluran pelaporan yang mudah diakses dan aman bagi pekerja, nasabah, mitra usaha, serta                   Dalam Proses                                                                                                                                52
  pemangku kepentingan lainnya untuk melaporkan dugaan fraud, pelanggaran Kode Etik, maupun                 Teguran Lisan                                                                                                                                   3
  praktik tidak etis lainnya, sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Untuk                 Surat Pembinaan                                                                                                                             65
  memperkuat independensi, objektivitas, dan kredibilitas pelaporan, sejak tahun 2025, WBS dikelola
                                                                                                            Peringatan Tertulis                                                                                                                         20
  secara strategis oleh pihak ketiga yang independen. Pendekatan ini meningkatkan kepercayaan
  pemangku kepentingan, meminimalkan potensi benturan kepentingan, serta mendukung identifikasi             Teguran Tertulis                                                                                                                            28
  fraud lebih awal. Mekanisme ini juga menjamin kerahasiaan dan perlindungan pelapor bagi laporan           Teguran Tertulis Terakhir                                                                                                                       6
  yang teridentifikasi, serta tetap memungkinkan penyampaian laporan secara anonim. Selama
                                                                                                            Turun Jabatan 1 Grade                                                                                                                           3
  periode pelaporan, BRI menerima total 89 laporan melalui WBS, yang terdiri atas 68 kasus terbukti,
  4 (empat) kasus terbukti sebagian, 9 (sembilan) kasus tidak terbukti, dan 8 (delapan) kasus yang          PHK                                                                                                                                         29
  masih dalam proses investigasi. Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2025 pelanggaran
  yang paling sering dilaporkan dan terbukti berasal dari subkategori fraud dan pelanggaran Kode
  Etik. Namun demikian, tidak terdapat kasus signifikan yang menunjukkan ketidakpatuhan terhadap                                Alur Mekanisme Pelaporan Whistleblowing System (WBS)
  hukum dan regulasi yang berujung pada denda atau sanksi non-moneter, sebagaimana ditampilkan
  berikut ini. [GRI 2-27, 206-1, 205-3][FN-CB-510a.1]


                                                 Pengaduan             Terbukti       Tidak       Dalam        Pelapor menyampaikan laporan
   Kategori Pelanggaran                                    Terbukti                                                                                                   Konsultan melakukan analisa
                                                  Diterima             Sebagian      Terbukti     Proses           kepada Konsultan dan
                                                                                                                                                                       kecukupan laporan untuk
                                                                                                                                                                                                                              Unit Pengelola WBS/Komite Audit
                                                                                                               mendapatkan notifikasi referensi                                                                                melakukan verifikasi terhadap
                                                                                                                                                                   diteruskan kepada Unit Pengelola
   Gratifikasi Ilegal                                 6        4           0            1           1              untuk mengecek status
                                                                                                                                                                          WBS/Komite Audit.
                                                                                                                                                                                                                                      laporan tersebut.
                                                                                                                         pelaporan.
   Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)                9        6           0            3           0
   Pelanggaran Respect Workplace Policy (RWP)        19       14            1           1           3
   Pelanggaran Kode Etik                             23       16           2            3           2                                                                                                 Tidak Disetujui                     Ditindaklanjuti


   Pelanggaran Prosedur Perusahaan Lainnya            3        2           0            1           0
   Penyalahgunaan Aset                                3        3           0            0           0
   Tindakan Lain yang Dapat Disamakan dengan                                                                                             Verifikasi laporan Whistleblowing
                                                     26       23            1           0           2                                                                                                                         Unit Pengelola WBS/Komite Audit
   Fraud                                                                                                                                      System (WBS) oleh Unit
                                                                                                                                                                                                                              menunjuk Unit Kerja Investigasi.
                                                                                                                                           Pengelola WBS/Komite Audit


  Jumlah laporan yang diterima mencerminkan pemanfaatan mekanisme secara aktif serta
  menunjukkan efektivitas WBS sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi pelanggaran. Seluruh
  laporan yang disampaikan terlebih dahulu diverifikasi melalui proses verifikasi awal sebelum
  dieskalasikan kepada Unit Pengelola WBS, yang berada di bawah supervisi Direktur Utama dan
  diawasi oleh Dewan Komisaris melalui Komite Audit. Unit tersebut mengoordinasikan investigasi,
                                                                                                               Unit Pengelola WBS/Komite Audit
  tindakan perbaikan, serta pemantauan penyelesaian kasus sesuai prosedur yang berlaku guna                    melakukan update status laporan
                                                                                                                                                                    Unit Kerja berwenang melakukan                                   Unit Kerja Investigasi
                                                                                                                                                                      tindak lanjut perbaikan dan                                menyampaikan laporan hasil
  memastikan respons yang tepat waktu dan penguatan pengendalian internal secara berkelanjutan.                     kepada Konsultan untuk
                                                                                                                                                                    melaporkan hasilnya kepada Unit                           investigasi kepada Unit Pengelola
                                                                                                                  selanjutnya diinformasikan
  Untuk kasus yang terbukti, BRI menerapkan tindak lanjut yang proporsional sesuai dengan tingkat                      kepada Pelapor.
                                                                                                                                                                             Pengelola WBS.                                      WBS dan Unit Kerja terkait.

  keparahan dan sifat pelanggaran, mulai dari sanksi administratif dan disiplin internal hingga
  pemutusan hubungan kerja serta, apabila relevan, pelimpahan kepada aparat penegak hukum.
Page 135
                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related        Sustainability-related
                                      Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure               Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                                Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   135




  Strategi
  Ruang lingkup pelaporan mencakup korupsi, penyalahgunaan aset, kecurangan pelaporan                                kepatuhan regulasi. Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kredibilitas program, BRI turut bekerja
  keuangan, kebocoran informasi, pelanggaran etika, serta bentuk pelanggaran lain yang setara                        sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyelenggaraan kegiatan edukasi dan
  dengan fraud, baik yang dilakukan oleh pekerja maupun anggota organ perusahaan. BRI                                kampanye antikorupsi. Salah satu program yang dilaksanakan adalah penyelenggaraan in-house
  mengintegrasikan pengaduan dan laporan WBS ke dalam satu saluran terpadu untuk meningkatkan                        training dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi.
  aksesibilitas serta menyederhanakan pengelolaan dan penanganan kasus yang secara lengkap
  dapat diakses melalui laman resmi https://www.ir-bri.com/esg/gcg_policies.html


     Saluran Pelaporan

            Surat                                         SMS dan WhatsApp
            PO Box 1450 JKP 10014                         +62 811 8113 530



            Email                                         Website
            bri-whistleblowingsystem@tipoffs.info         https://idn.deloitte-halo.com/bri-whistleblowingsystemc.




  Penguatan Kapabilitas Etika dan Kepatuhan
                                                                                                                     Tabel berikut menyajikan jumlah pekerja yang berpartisipasi dalam masing-masing inisiatif pelatihan
  Penguatan integritas kelembagaan memerlukan investasi berkelanjutan dalam peningkatan                              selama periode pelaporan. [GRI 205-2]
  kompetensi dan kesadaran pekerja. Dalam konteks ini, BRI menyelenggarakan program pelatihan
  etika dan kepatuhan yang terstruktur untuk meningkatkan pemahaman atas risiko fraud dan
                                                                                                                                         Pelatihan dan E-Learning                                Jumlah Peserta
  kejahatan keuangan, memperkuat perilaku yang bertanggung jawab, serta mendukung penerapan
  standar tata kelola secara konsisten di seluruh jenjang organisasi. BRI mengintegrasikan                            E-Learning APU, PPT, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi                  Seluruh Pekerja
  pembelajaran etika dan kepatuhan dalam kerangka pengembangan berkelanjutan yang mencakup                            Kode Etik dan Kepatuhan                                                    Seluruh Pekerja
  modul onboarding wajib, program refreshment berkala, serta inisiatif peningkatan kesadaran
                                                                                                                      Pelatihan Antikorupsi                                                           87.226
  berbasis sertifikasi. Materi pelatihan mencakup Kode Etik dan Kepatuhan, program Antikorupsi,
  e-learning Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan                            Pelatihan Kepatuhan Pajak & Anti-Penghindaran Pajak                                52
  Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM), serta pelatihan Kepatuhan                               Sertifikasi Kesadaran Antikorupsi                                                  33
  Perpajakan. Melalui program yang terstruktur ini, pekerja dibekali pemahaman komprehensif
  mengenai kewajiban regulasi, ekspektasi pengendalian internal, serta prosedur eskalasi, sehingga                    Seminar Hari Antikorupsi Internasional                                             112
  mampu mengidentifikasi potensi penyimpangan secara dini dan memperkuat kerangka manajemen
  risiko perusahaan.                                                                                                 Data partisipasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan atas efektivitas dan cakupan
                                                                                                                     pelatihan, guna mendukung peningkatan kesadaran etika, penguatan pengendalian risiko perilaku,
  Sebagai pelengkap program pembelajaran formal, BRI juga melaksanakan inisiatif peningkatan                         serta perbaikan praktik pengendalian internal. Selain sebagai instrumen mitigasi risiko yang
  kesadaran di tingkat organisasi, termasuk kampanye integritas dan kegiatan antikorupsi, untuk                      preventif, inisiatif pelatihan juga berkontribusi pada penguatan pengembangan kapabilitas
  mendorong budaya speak-up yang kuat serta meningkatkan keterlibatan pekerja dalam menjunjung                       organisasi melalui integrasi pembelajaran etika dan kepatuhan dalam kerangka pengembangan
  standar etika. Inisiatif ini tidak hanya berfungsi sebagai langkah mitigasi risiko yang bersifat                   berkelanjutan. Modul onboarding wajib, program refreshment berkala, inisiatif berbasis sertifikasi,
  preventif, tetapi juga sebagai enabler strategis untuk menumbuhkan akuntabilitas dan praktik bisnis                serta kampanye integritas di tingkat organisasi secara kolektif memperkuat perilaku usaha yang
  yang beretika secara berkelanjutan. Untuk mendukung transparansi dan memantau cakupan                              bertanggung jawab dan mendukung penerapan standar tata kelola secara konsisten di seluruh
  penguatan kapabilitas etika dan kepatuhan, BRI mencatat partisipasi pekerja dalam berbagai                         jenjang organisasi. Melalui pendekatan terintegrasi ini, pelatihan berfungsi sekaligus sebagai
  program pelatihan utama terkait etika bisnis, antikorupsi, pencegahan kejahatan keuangan, dan                      mekanisme pengendalian risiko dan enabler strategis untuk menumbuhkan integritas, meningkatkan
                                                                                                                     akuntabilitas, serta menjaga praktik bisnis yang beretika di seluruh organisasi.
Page 136
                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related
                                   Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   136




  Manajemen Risiko
  Identifikasi dan Penilaian Risiko

  Risiko Etika Bisnis diidentifikasi dan dinilai melalui pendekatan berbasis risiko yang terstruktur dan    Ruang lingkup penilaian mencakup risiko korupsi dan penyuapan, benturan kepentingan, kepatuhan
  dilakukan secara berkala, serta terintegrasi dalam kerangka manajemen risiko perusahaan                   terhadap anti pencucian uang (AML), transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber
  (Enterprise Risk Management/ERM) Bank. Penilaian mencakup risiko anti-korupsi dan anti-suap,              daya, serta efektivitas kebijakan etika dan mekanisme pelaporan. Tingkat paparan risiko dievaluasi
  kepatuhan terkait keterlibatan politik, integritas perpajakan, benturan kepentingan, serta risiko etika   dengan mempertimbangkan aspek kemungkinan dan dampak, termasuk pada area yang memiliki
  yang timbul dari hubungan dengan pihak ketiga dan nasabah, yang berpotensi menimbulkan                    kerentanan lebih tinggi seperti aktivitas pengadaan, pembiayaan dan transaksi bernilai besar,
  dampak hukum, reputasi, operasional, dan keuangan bagi Bank.                                              keterlibatan pihak ketiga, serta hubungan bisnis pada yurisdiksi berisiko tinggi.

  Penilaian risiko mempertimbangkan tingkat kemungkinan terjadinya serta potensi dampak dari                Berdasarkan penilaian tersebut, BRI mengidentifikasi lima aktivitas utama dengan paparan signifikan
  paparan risiko etika, dengan memperhatikan faktor internal dan eksternal, termasuk dinamika               terhadap risiko gratifikasi dan penyuapan, terutama pada realisasi dan pencairan kredit, penerimaan
  bisnis dan perkembangan regulasi. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar dalam penetapan strategi         permohonan dan analisis kredit, pembinaan, monitoring dan recovery, transaksi finansial dan non
  mitigasi, penguatan pengendalian internal, serta penyelarasan aktivitas bisnis dengan risk appetite       finansial kepada nasabah, dan aktivitas yang berhubungan dengan kinerja jasa pihak ketiga.
  Bank dalam horizon jangka pendek, menengah, dan panjang.                                                  Identifikasi aktivitas berisiko tinggi tersebut menjadi dasar untuk memperkuat pengendalian
                                                                                                            internal, meningkatkan pengawasan, serta menyusun strategi mitigasi yang lebih terarah. Rencana
  Initial Customer Screening and Due Diligence                                                              penanganan risiko (risk treatment plan) dipantau secara berkala untuk memastikan keselarasan
  Sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko, BRI melakukan customer screening dan uji tuntas            dengan standar integritas, risk appetite, dan kerangka tata kelola BRI.
  (due diligence) secara menyeluruh sebelum menjalin hubungan bisnis. Pendekatan berbasis risiko
  diterapkan melalui Individual Risk Assessment (IRA) untuk menentukan tingkat uji tuntas (due              Audit Kepatuhan terhadap Standar Etika
  diligence) yang sesuai, termasuk Customer Due Diligence (CDD) dan Enhanced Due Diligence                  BRI melaksanakan audit independen atas standar etika untuk memberikan assurance atas efektivitas
  (EDD), khususnya bagi nasabah berisiko lebih tinggi seperti Politically Exposed Persons (PEPs)            pengendalian internal, kerangka kepatuhan, serta penerapan Kode Etik (Code of Conduct) di
  atau nasabah yang terkait dengan yurisdiksi berisiko tinggi.                                              seluruh organisasi. Audit tersebut dilaksanakan oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang
                                                                                                            independen dari manajemen dan melaporkan hasilnya kepada Dewan Komisaris melalui Komite
  Proses tersebut mencakup verifikasi identitas, identifikasi pemilik manfaat (beneficial owner),           Audit.
  pemrofilan transaksi, pemeriksaan watchlist dan daftar sanksi, serta pemantauan pemberitaan
  negatif (adverse media). Untuk kasus dengan tingkat risiko lebih tinggi, BRI menerapkan prosedur          Audit dilaksanakan dengan pendekatan berbasis risiko dan mencakup area dengan paparan risiko
  penelaahan yang lebih mendalam dan mensyaratkan persetujuan pada level manajemen senior.                  etika yang lebih tinggi, termasuk proses perkreditan, aktivitas pengadaan, keterlibatan pihak ketiga,
  Pendekatan yang terstruktur ini memastikan hubungan bisnis dijalankan berdasarkan prinsip                 transaksi keuangan, serta kepatuhan terhadap kerangka anti-korupsi dan AML. Audit menilai
  integritas, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus menjadi fondasi bagi                 kecukupan dan efektivitas pengendalian, baik dari sisi desain kontrol maupun efektivitas
  pemantauan berkelanjutan sepanjang siklus hubungan dengan nasabah. Seluruh proses tersebut                pelaksanaannya, serta tingkat kepatuhan terhadap kebijakan etika dan persyaratan regulasi.
  juga ditinjau secara independen melalui audit internal untuk memastikan efektivitas dan perbaikan
  berkelanjutan.                                                                                            Apabila ditemukan kelemahan, temuan audit didokumentasikan secara formal dan disampaikan
                                                                                                            kepada fungsi manajemen terkait. BRI menyusun rencana tindakan perbaikan (corrective action
  Penilaian Risiko Bisnis yang Beretika [GRI 205-1]                                                         plan) dan memantau pelaksanaannya untuk memastikan penyelesaian yang tepat waktu. Temuan
  BRI melaksanakan Penilaian Risiko Etika secara terstruktur dan berkala setiap tahun untuk                 yang material ditindaklanjuti kepada Manajemen Senior dan Dewan sesuai kebutuhan.
  mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola potensi risiko yang dapat memengaruhi reputasi,
  kepatuhan terhadap regulasi, serta stabilitas operasional Bank. Penilaian ini terintegrasi dalam          Selain audit berkala, fungsi audit internal memanfaatkan analitik data dan teknik pemantauan
  kerangka manajemen risiko perusahaan (Enterprise Risk Management/ERM) dan menerapkan                      berkelanjutan (continuous monitoring) untuk mendeteksi indikasi ketidakwajaran, memperkuat
  pendekatan berbasis risiko untuk mengevaluasi tingkat paparan di seluruh unit bisnis, proses              kapabilitas deteksi kecurangan, serta meningkatkan pengawasan atas transaksi dan aktivitas
  operasional, dan hubungan eksternal.                                                                      berisiko tinggi. Mekanisme assurance independen ini memastikan standar etika diterapkan secara
                                                                                                            konsisten dan terus ditingkatkan di seluruh organisasi.
Page 137
                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related
                                   Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   137




  Manajemen Risiko
  Kebijakan dan Praktik Bisnis yang Beretika                                                                 dan analisis gratifikasi. Seluruh laporan gratifikasi diteruskan kepada Komisi Pemberantasan
                                                                                                             Korupsi (KPK) melalui mekanisme pelaporan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
  Dalam kerangka manajemen risiko, BRI menempatkan kebijakan etika dan kepatuhan sebagai
  bagian yang tidak terpisahkan dari arsitektur pengendalian risiko untuk memastikan seluruh                 BRI juga memperkuat pengendalian anti suap melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan
  aktivitas bisnis dijalankan sesuai prinsip integritas, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik. Sejalan   ISO 37001:2016, yang disertifikasi oleh lembaga independen dan diterapkan pada proses pengadaan
  dengan hal tersebut, pada bagian ini disajikan kebijakan-kebijakan utama terkait etika bisnis,             di Kantor Pusat. Sistem ini dipantau secara berkelanjutan dan diaudit secara eksternal secara
  mencakup APU, PPT, dan PPPSPM, Anti Suap dan Anti Korupsi, Keterlibatan Politik, serta Tata                berkala untuk memastikan efektivitasnya serta keselarasan yang berkelanjutan dengan ketentuan
  Kelola Perpajakan sebagai bentuk pengungkapan atas keselarasan kebijakan dengan proses                     regulasi dan standar tata kelola. Hasil pemantauan dan penilaian audit eksternal dilaporkan secara
  identifikasi, penilaian, mitigasi, dan pemantauan risiko secara berkelanjutan.                             formal kepada Chief Executive Officer sebagai bagian dari pengawasan eksekutif dan disampaikan
                                                                                                             kepada Dewan Komisaris sebagai fungsi pengawas untuk memastikan akuntabilitas pada tingkat
  Penerapan kebijakan-kebijakan tersebut memperkuat lingkungan pengendalian secara menyeluruh                manajemen dan tata kelola tertinggi. Audit eksternal terakhir mengonfirmasi bahwa tidak terdapat
  serta mendukung pengelolaan risiko kepatuhan dan integritas secara efektif. Meskipun kebijakan             kelemahan signifikan dalam penerapan sistem tersebut.
  ini berfungsi sebagai instrumen pencegahan dan mitigasi dalam kerangka manajemen risiko, proses
  persetujuan, akuntabilitas, dan pengawasannya tetap mengacu pada struktur tata kelola perusahaan           BRI juga memperluas standar anti korupsi kepada pemasok dan mitra usaha melalui proses uji
  yang telah ditetapkan.                                                                                     tuntas pihak ketiga, klausul anti korupsi dalam perjanjian, serta audit rantai pasok. Seluruh vendor
                                                                                                             diwajibkan mematuhi ketentuan anti korupsi yang setara dengan standar internal Bank, dan
  Kebijakan Anti Penyuapan dan Anti Korupsi                                                                  pelanggaran dapat berakibat pada penghentian kerja sama sesuai ketentuan kontrak. Untuk
  Kebijakan Anti Suap dan Anti Korupsi BRI diatur secara formal melalui Surat Edaran Direksi No.             mendorong transparansi dan memudahkan akses pemangku kepentingan, BRI menyediakan
  SE.09-DIR/KEP/03/2023 tentang Tata Kelola Perusahaan, Buku 3: Anti Penyuapan dan Pengendalian              pengungkapan kebijakan Anti Suap dan Anti Korupsi secara lengkap melalui microsite resmi https://
  Gratifikasi. Kebijakan ini berlaku bagi Dewan Komisaris, Direksi, serta seluruh insan BRILiaN,             www.ir-bri.com/gcg_policies.html.
  termasuk pegawai tetap, pekerja kontrak, dan tenaga alih daya.
                                                                                                             Kebijakan Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan
  Bank menerapkan pendekatan zero tolerance terhadap praktik suap, korupsi, dan gratifikasi.                 Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM)
  Sebagai bagian dari kerangka pengendalian internal, BRI mewajibkan konfirmasi kepatuhan tahunan            Direksi dan Dewan Komisaris menjalankan pengawasan aktif untuk memastikan implementasi
  (annual sign-off) untuk memastikan awareness, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap standar anti           program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan
  korupsi senantiasa terjaga di seluruh jenjang organisasi. Pada tahun 2025, seluruh karyawan telah          Proliferasi (APU, PPT dan PPPSPM) berjalan efektif sesuai kebijakan yang berlaku serta ketentuan
  menyelesaikan proses annual sign-off sebagai bentuk pemahaman dan komitmen untuk mematuhi                  regulasi. Isu-isu strategis terkait pelaksanaan program tersebut ditelaah dalam rapat Dewan secara
  Kebijakan Anti Suap dan Anti Korupsi. BRI juga menerapkan Program Pengendalian Suap dan                    berkala paling sedikit setiap semester, dengan perhatian khusus pada perkembangan regulasi,
  Gratifikasi yang terintegrasi dan selaras dengan nilai Brilian Way, dengan memperkuat langkah-             ekspektasi pemangku kepentingan, serta tipologi yang berkembang atas risiko pencucian uang,
  langkah pencegahan atas pembayaran yang tidak semestinya serta melarang kontribusi politik                 pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi. Untuk memperkuat akuntabilitas dan efektivitas
  secara langsung maupun tidak langsung, termasuk dalam bentuk donasi, sponsorship, atau                     operasional, BRI membangun kerangka tata kelola yang terstruktur bagi implementasi APU, PPT
  dukungan lainnya. Kerangka kebijakan ini diintegrasikan ke dalam proses operasional dan didukung           dan PPPSPM di seluruh jenjang manajemen, Kantor Pusat, dan unit operasional. Di tingkat Kantor
  oleh pengawasan manajerial, pemantauan kepatuhan, serta pelaporan berkala kepada Dewan                     Pusat, Grup APU, PPT dan PPPSPM berperan sebagai fungsi khusus yang bertanggung jawab atas
  Komisaris melalui komite terkait.                                                                          koordinasi kebijakan, pengawasan pelaksanaan, serta penyusunan laporan konsolidasi kepada
                                                                                                             Direktur Human Capital dan Compliance.
  Untuk memitigasi risiko fraud dan gratifikasi, BRI menerapkan pengendalian yang ketat terhadap
  pembayaran yang tidak sah. Bank menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk                 Di tingkat operasional, pelaksanaan program didukung oleh unit Regional Operation Risk &
  facilitation payment, baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Facilitation              Compliance (RORC) serta Micro & Retail Risk & Compliance (MRR), yang berkoordinasi secara
  payment didefinisikan sebagai pembayaran dalam jumlah kecil yang dimaksudkan untuk                         berkala dengan Grup APU, PPT & PPPSPM untuk memastikan penerapan standar yang konsisten di
  mempercepat proses administratif rutin yang seharusnya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan                seluruh wilayah. Untuk menjaga ketangguhan kerangka tersebut, BRI terus meningkatkan
  yang berlaku tanpa adanya biaya tambahan. Untuk memperkuat pengendalian institusional, BRI                 kompetensi personel yang bertanggung jawab atas APU, PPT, dan PPPSPM melalui pelatihan
  membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di bawah Fungsi Kepatuhan, yang bertanggung                  berkala serta program sertifikasi profesional. Pendekatan ini memastikan kapabilitas manajemen
  jawab atas penyusunan kebijakan, program peningkatan awareness, serta pengelolaan pelaporan                risiko tetap selaras dengan ekspektasi regulasi yang terus berkembang dan praktik terbaik
                                                                                                             internasional.
Page 138
                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related
                                   Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   138




  Manajemen Risiko
  Kebijakan dan Prosedur Implementasi Program APU, PPT, dan PPPSPM                                          1.   Penetapan Risiko Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme, dan Pendanaan Proliferasi
  BRI telah menetapkan kerangka APU, PPT, dan PPPSPM yang komprehensif dan selaras dengan                        Pada tahun 2025, BRI melaksanakan Individual Risk Assessment (IRA) untuk menilai paparan
  peraturan perundang-undangan yang berlaku, ketentuan regulator, serta praktik terbaik                          risiko pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi pada aspek nasabah,
  internasional, sebagaimana dituangkan dalam Surat Edaran Direksi No. SE.04-DIR/KEP/05/2025                     wilayah geografis, produk/layanan, transaksi, serta kanal distribusi. Berdasarkan penilaian
  tanggal 28 Mei 2025 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan                            tersebut, BRI mengidentifikasi sejumlah area dengan tingkat risiko lebih tinggi, antara lain:
  Pendanaan Terorisme (PPT) dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal                         • profil nasabah, seperti Politically Exposed Persons (PEPs), wirausahawan, serta pegawai
  (PPPSPM). Kerangka tersebut mencakup pengawasan aktif oleh Direksi dan Dewan Komisaris,                             badan usaha milik negara/daerah (BUMN/BUMD);
  serta penetapan tanggung jawab yang jelas bagi pejabat/penanggung jawab Program APU, PPT,                      • struktur entitas hukum, seperti perseroan terbatas yang beroperasi pada sektor jasa
  dan PPPSPM. Kerangka ini menerapkan pendekatan berbasis risiko untuk melakukan penilaian dan                        keuangan, perdagangan, dan perkebunan;
  pengelolaan risiko pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi secara                       • wilayah geografis, termasuk sejumlah wilayah domestik tertentu (DKI Jakarta, Jawa Barat,
  berkelanjutan pada seluruh aktivitas bisnis.                                                                        Jawa Timur, Sumatera Utara, Papua Barat, Kalimantan Tengah), serta yurisdiksi berisiko
                                                                                                                      tinggi yang diidentifikasi oleh otoritas global (Korea Utara, Iran, dan Myanmar);
  Elemen inti program meliputi prosedur identifikasi dan verifikasi nasabah yang kuat melalui                    • produk dan layanan, khususnya yang melibatkan transfer dana lintas negara serta layanan
  Customer Due Diligence (CDD), yang mencakup calon nasabah dan nasabah eksisting, pemilik                            priority/private banking; dan
  manfaat (beneficial owner), walk-in customer, serta profil tertentu dengan tingkat risiko lebih tinggi.        • kanal transaksi digital, termasuk BRILink dan BRImo.
  Kerangka ini juga mensyaratkan pemutakhiran profil nasabah secara berkala dan pemantauan
  transaksi untuk memastikan keselarasan antara profil risiko yang dinyatakan dengan perilaku               2. Uji Tuntas Nasabah (Customer Due Diligence)
  transaksi yang terjadi. Untuk memperkuat efektivitas screening, Bank menjaga akurasi dan                     BRI menerapkan Risk-Based Approach dalam pelaksanaan uji tuntas melalui Customer Due
  pembaruan sistem data yang mencakup daftar pemantauan teroris, daftar pendanaan proliferasi,                 Diligence (CDD) dan/atau Enhanced Due Diligence (EDD) terhadap calon nasabah, nasabah
  serta basis data Politically Exposed Person (PEP). Kerangka ini juga mencakup proses penyaringan             eksisting, Walk-in Customers (WIC), serta Beneficial Owners (BO), baik pada tahap pembukaan
  pegawai, penerapan Know Your Employee (KYE), serta program pelatihan berkala guna                            hubungan (onboarding) maupun pada saat transaksi. Pelaksanaan uji tuntas ini juga disertai
  meningkatkan awareness dan integritas internal.                                                              pemantauan berkala berdasarkan hasil penilaian risiko pencucian uang, pendanaan terorisme,
                                                                                                               dan/atau pendanaan proliferasi yang dilakukan Bank.
  Secara operasional, program memastikan dokumentasi yang memadai dan penyimpanan catatan
  (record retention) atas data nasabah dan transaksi, penerapan di kantor cabang dalam negeri dan                Dalam menjalin hubungan bisnis, BRI melaksanakan CDD melalui langkah-langkah berikut:
  luar negeri serta entitas anak dalam konglomerasi keuangan, serta penguatan pengendalian                       • identifikasi nasabah dengan meminta data, informasi, dan dokumen pendukung untuk
  internal. Bank memiliki kewenangan untuk menolak transaksi, menghentikan sementara aktivitas,                     memahami profil calon nasabah, nasabah, WIC, dan BO;
  atau mengakhiri hubungan bisnis apabila teridentifikasi risiko APU/PPT/PPPSPM.                                 • verifikasi, meliputi:
                                                                                                                 • pemeriksaan akurasi dan konsistensi data, informasi, serta dokumen pendukung yang
  BRI memenuhi kewajiban pelaporan kepada regulator melalui penyampaian Laporan Transaksi                           disampaikan; dan
  Keuangan Mencurigakan (LTKM/STR), Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT/CTR), laporan                         • pemeriksaan kesesuaian antara pihak penyedia data/informasi/dokumen dengan profil
  transfer dana lintas negara, serta pengungkapan APU/PPT/PPPSPM lainnya kepada PPATK, OJK,                         nasabah/BO untuk memastikan keaslian;
  dan otoritas berwenang terkait. Kerangka ini juga mengatur hubungan koresponden perbankan                      • pemantauan berkala atas profil dan transaksi nasabah, WIC, dan BO.
  lintas negara serta transfer dana internasional untuk memastikan kepatuhan terhadap standar Anti
  Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi                           CDD diterapkan pada kondisi berikut:
  Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM) global. Melalui kerangka yang terstruktur dan                    • saat membangun hubungan bisnis dengan calon nasabah;
  berbasis risiko ini, BRI memastikan pengendalian APU, PPT, dan PPPSPM diterapkan secara                         • untuk transaksi dengan nilai sama dengan atau melebihi Rp100.000.000 (seratus juta
  konsisten, dipantau, dan terus diperkuat di seluruh tingkatan operasional.                                        rupiah);
                                                                                                                  • pada transaksi transfer dana;
  BRI menerapkan program APU, PPT, dan PPPSPM berbasis risiko yang selaras dengan regulasi                        • apabila teridentifikasi indikasi mencurigakan terkait pencucian uang, pendanaan terorisme,
  yang berlaku, National Risk Assessment (NRA), Sectoral Risk Assessment (SRA), serta praktik                       dan/atau pendanaan proliferasi;
  terbaik internasional. Kerangka implementasi program tersebut disusun ke dalam komponen-                        • apabila terdapat keraguan terhadap kebenaran/keakuratan informasi nasabah.
  komponen utama sebagai berikut.
Page 139
                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   139




  Manajemen Risiko
    Untuk verifikasi non tatap muka, BRI menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras milik          Apabila kepemilikan pengendali tidak dapat ditentukan secara jelas, BRI melakukan identifikasi
    sendiri maupun pihak ketiga dengan memanfaatkan data kependudukan serta menerapkan                  dan verifikasi terhadap pihak yang menjalankan pengendalian (misalnya direksi atau jabatan
    minimal dua faktor autentikasi, antara lain:                                                        setara). Dalam hal terdapat perbedaan tingkat risiko antara nasabah dan BO, pelaksanaan CDD/
     • something you are (misalnya pengenalan wajah, sidik jari, pola iris/retina); dan                 EDD dilakukan berdasarkan klasifikasi risiko yang lebih tinggi.
     • something you have (misalnya kartu identitas, One-Time Password/OTP, tanda tangan
        digital).                                                                                    5. Watchlist Screening
                                                                                                        BRI memastikan bahwa hubungan bisnis tidak dibentuk dengan pihak-pihak yang tercantum
  3. Enhanced Due Diligence (EDD)                                                                       dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT), Daftar Pendanaan Proliferasi
     BRI mengklasifikasikan nasabah, WIC, dan BO ke dalam tiga kategori risiko (tinggi, menengah,       Senjata Pemusnah Massal (DPPSPM), daftar sanksi, maupun internal watchlist (data dugaan
     dan rendah) berdasarkan:                                                                           pelaku tindak pidana). Sistem screening otomatis yang terintegrasi pada kanal onboarding dan
     • profil nasabah (pekerjaan, sektor usaha, struktur entitas, tujuan pembukaan rekening,            transaksi meliputi:
         kewarganegaraan);                                                                              • Watchlist Screening System;
     • wilayah geografis (lokasi usaha dan alamat domisili);                                            • Safewatch (Sanction List) Screening System; dan
     • produk/layanan/transaksi (jenis produk yang digunakan, tujuan hubungan, profil transaksi,        • PEP Screening System.
         tingkat penghasilan); dan
     • kanal distribusi (mekanisme dan fasilitas yang digunakan).                                       Apabila kepemilikan pengendali tidak dapat ditentukan secara jelas, BRI melakukan identifikasi
     Kategori risiko tinggi mencakup Politically Exposed Persons (PEPs), yaitu individu yang            dan verifikasi terhadap pihak yang menjalankan pengendalian (misalnya direksi atau jabatan
     dipercayakan untuk menjalankan fungsi publik yang penting, baik di dalam negeri maupun             setara). Dalam hal terdapat perbedaan tingkat risiko antara nasabah dan BO, pelaksanaan CDD/
     internasional. Untuk nasabah berisiko tinggi dan PEP, BRI menerapkan prosedur EDD, antara          EDD dilakukan berdasarkan klasifikasi risiko yang lebih tinggi. BRI tidak memfasilitasi pembukaan
     lain pengumpulan data yang lebih mendalam terkait sumber dana (source of funds), sumber            rekening bagi individu/entitas yang tercantum dalam DTTOT, DPPSPM, daftar sanksi, maupun
     dan nilai kekayaan (source and amount of wealth), informasi tambahan mengenai penghasilan,         internal watchlist. EDD diterapkan untuk kategori PEP, serta penelaahan berkala dilakukan
     keterkaitan dengan PEP, serta pemeriksaan terhadap pemberitaan negatif (adverse news) dan          untuk memitigasi potensi false positive pada hasil screening.
     daftar sanksi. Pembukaan hubungan bisnis atau kelanjutan transaksi bagi nasabah berisiko
     tinggi memerlukan persetujuan Pejabat Senior (minimal satu tingkat di atas manajemen, seperti   6. Pemantauan Berkelanjutan (Ongoing Monitoring)
     Branch Manager/Kepala Unit/Authorized Officer). Nasabah berisiko tinggi dan PEP juga               BRI memanfaatkan sistem pemantauan otomatis untuk mendeteksi aktivitas dan transaksi
     dikenakan penelaahan EDD secara berkala serta pemantauan yang ditingkatkan.                        nasabah yang mencurigakan atau tidak wajar, antara lain:
                                                                                                        • sistem APU, PPT, dan PPPSPM yang menghasilkan alert harian berdasarkan indikator
     Pembukaan hubungan usaha atau penerusan Transaksi untuk kategori risiko tinggi (high risk)            kecurigaan;
     wajib mendapat putusan dari Pejabat Senior (pejabat minimal setingkat lebih tinggi/manajemen,      • Graph Database System yang memvisualisasikan pola transaksi dalam format spider-web,
     seperti Branch Manager/Pemimpin Unit/Pejabat yang diberikan kewenangan. Calon nasabah,                termasuk keterkaitan lapis kedua dan ketiga;
     nasabah, WIC dan BO kategori risiko tinggi (high risk) dan PEP menjalankan prosedur EDD            • Real-Time Detection Tools untuk mendeteksi anomali transaksi;
     secara berkala dan dipantau lebih ketat atas hubungan usaha.                                       • sistem pelaporan APU, PPT, dan PPPSPM yang mendukung penyampaian LTKM (STR),
                                                                                                           LTKT (CTR), laporan transfer dana lintas batas, serta pelaporan lainnya sesuai ketentuan
  4. Identifikasi dan Verifikasi Beneficial Owner (BO)                                                     regulator; dan
     BRI melakukan identifikasi dan verifikasi Beneficial Owner (BO) untuk nasabah perorangan           • Customer Portfolio Application yang mengkonsolidasikan data nasabah untuk mendukung
     yang tidak menyampaikan penghasilan serta nasabah badan usaha/non-perorangan,                         permintaan regulator dan aparat penegak hukum.
     berdasarkan sumber informasi yang andal. Proses identifikasi dan verifikasi mencakup:
     • informasi identitas BO;                                                                          BRI secara proaktif menyampaikan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM/STR)
     • sumber dana;                                                                                     dan dapat menunda transaksi sesuai ketentuan regulasi serta pertimbangan manajemen risiko
     • rata-rata penghasilan tahunan;                                                                   guna mencegah aliran dana ilegal.
     • hubungan hukum antara nasabah dan BO; serta
     • pernyataan nasabah mengenai identitas BO dan sumber dana.
Page 140
                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related
                                 Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   140




  Manajemen Risiko
  7. Pengelolaan Hubungan Bisnis (Business Relationship Management)                                  Upaya Pencegahan Tindakan Tidak Etis
     Apabila nasabah atau pihak terkait:
     • tidak memenuhi persyaratan CDD/EDD;                                                           Sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko, BRI menetapkan mekanisme pencegahan, deteksi,
     • menggunakan dokumen palsu;                                                                    dan korektif yang terstruktur untuk memitigasi risiko perilaku tidak etis di seluruh aktivitas bisnis.
     • diduga menggunakan dana yang berasal dari tindak pidana;                                      Mekanisme ini dirancang untuk memastikan potensi pelanggaran terhadap Kode Etik (Code of
     • tercantum dalam daftar DTTOT dan/atau DPPSPM; atau                                            Conduct) dan kebijakan etika terkait dapat diidentifikasi sejak dini, dilaporkan tepat waktu, serta
     • berasal dari negara berisiko tinggi yang diidentifikasi oleh FATF;                            ditangani secara efektif. BRI menyediakan kanal pelaporan yang aman dan mudah diakses bagi
                                                                                                     karyawan maupun pemangku kepentingan terkait untuk melaporkan dugaan pelanggaran secara
     maka BRI dapat menolak pembukaan hubungan bisnis, membatasi transaksi, mengakhiri               rahasia, disertai perlindungan yang memadai terhadap tindakan pembalasan sesuai ketentuan yang
     hubungan, serta menyampaikan LTKM/STR, dengan tetap mematuhi ketentuan Anti-Tipping             berlaku. Mekanisme pelaporan ini terintegrasi dalam sistem pengendalian internal Bank untuk
     Off.                                                                                            mendukung proses investigasi, perbaikan, serta peningkatan berkelanjutan.

  8. Penyimpanan Dokumen (Record Keeping)                                                            Untuk memperkuat pengendalian pencegahan, BRI menyelenggarakan program pelatihan berkala
     BRI menyimpan dokumentasi nasabah, WIC, dan BO paling singkat lima tahun sejak:                 terkait etika bisnis dan kepatuhan hukum guna meningkatkan awareness dan akuntabilitas
     • berakhirnya hubungan bisnis atau selesainya transaksi; atau                                   karyawan. Melalui pendekatan terintegrasi ini, Bank memperkuat lingkungan pengendalian dan
     • ditemukannya ketidaksesuaian transaksi.                                                       mendorong budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan tanggung jawab.

     Penyimpanan dokumen transaksi dilaksanakan sesuai ketentuan dan kebijakan pengelolaan           Investigasi Pelanggaran Kode Etik (Code of Conduct)
     dokumen perusahaan yang berlaku.                                                                Sebagai bagian dari kerangka pengelolaan risiko etika, BRI memiliki mekanisme investigasi yang
  9. Independent Audit                                                                               terstruktur untuk menangani dugaan pelanggaran Kode Etik (Code of Conduct) dan kebijakan
     BRI menyimpan dokumentasi nasabah, WIC, dan BO paling singkat lima tahun sejak:                 internal terkait. Seluruh laporan insiden, baik yang berkaitan dengan perilaku tidak etis maupun
     • kecukupan kebijakan dan prosedur;                                                             ketidakpatuhan, ditindaklanjuti melalui penelaahan yang tepat waktu dan menyeluruh sesuai
     • struktur tata kelola dan pembagian peran; serta                                               prosedur yang berlaku.
     • pengujian independen atas efektivitas program.
                                                                                                     Investigasi dilaksanakan secara objektif, adil, dan menjaga kerahasiaan, dipimpin oleh Fungsi
     Pada tahun 2025, implementasi APU, PPT, dan PPPSPM telah ditelaah oleh Audit Internal pada      Kepatuhan dengan melibatkan unit pengendalian terkait sesuai kebutuhan untuk memastikan
     triwulan II dan Audit Eksternal pada triwulan IV. Tidak terdapat temuan signifikan, khususnya   pengumpulan fakta yang komprehensif serta penilaian yang independen. Sepanjang proses, prinsip
     terkait prosedur CDD/EDD serta penilaian risiko pencucian uang, pendanaan terorisme, dan/       due process dijunjung tinggi, termasuk memberikan kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk
     atau pendanaan proliferasi. Seluruh rekomendasi ditindaklanjuti sesuai dengan target waktu      menyampaikan klarifikasi atau tanggapan. Setelah investigasi selesai, tindakan perbaikan dan
     perbaikan yang telah disepakati.                                                                disiplin ditetapkan berdasarkan tingkat keparahan dan dampak pelanggaran. Tindakan tersebut
                                                                                                     dapat mencakup penguatan pengendalian, penyesuaian kebijakan, penguatan pelatihan secara
     Strategi dan kebijakan APU, PPT, dan PPPSPM BRI juga dirancang dan diimplementasikan untuk      terarah, atau pemberian sanksi disiplin sesuai ketentuan internal dan peraturan perundang-
     mencegah serta memerangi aliran dana yang terkait dengan kejahatan di bidang kehutanan,         undangan yang berlaku.
     lingkungan, dan sumber daya alam, yang dikenal sebagai Green Financial Crime (GFC). BRI
     menerapkan mekanisme pemantauan transaksi dengan memasukkan indikator anomali yang              Kelemahan yang teridentifikasi beserta akar penyebabnya didokumentasikan, dan rencana
     berpotensi terkait tindak pidana GFC. Apabila terdeteksi alert transaksi mencurigakan, BRI      perbaikan dipantau untuk memastikan penyelesaian yang efektif serta mencegah terulangnya
     menerapkan prosedur EDD. Jika transaksi dinilai mencurigakan, BRI menyampaikan LTKM/STR,        kejadian serupa. Apabila ditemukan pelanggaran yang material, hasil investigasi disampaikan
     serta dapat menangguhkan transaksi dan/atau mengakhiri hubungan bisnis sesuai ketentuan         kepada manajemen senior dan forum tata kelola terkait sesuai dengan kerangka pelaporan dan
     yang berlaku dan kebijakan manajemen risiko internal.                                           tindak lanjut BRI.
Page 141
                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related
                                       Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                  Lampiran           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   141




  Metrik dan Target
  Untuk memastikan penerapan prinsip etika, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan yang konsisten
  di seluruh organisasi, BRI menetapkan mekanisme pengukuran dan target yang jelas. Setiap metrik
  dirancang untuk memantau efektivitas program, menilai tingkat kepatuhan terhadap kebijakan dan
  regulasi, serta memastikan prosedur dijalankan dengan baik. Pengukuran ini juga menjadi dasar
  dalam mengevaluasi komitmen BRI terhadap integritas, akuntabilitas, dan praktik bisnis yang
  bertanggung jawab, sekaligus mendukung komunikasi yang transparan kepada manajemen dan
  pemangku kepentingan.

                                                                        Penanganan Investigasi Kecurangan
               Pelanggaran atas Kode Etik                                    dan Penyelesaian Kasus


     Sebagai bagian dari komitmen BRI terhadap etika            Insiden kecurangan ditangani melalui proses
     dan kepatuhan, setiap pelanggaran terhadap Kode            investigasi formal untuk memastikan penyelesaian
     Etik (Code of Conduct) ditangani secara serius             yang tepat sesuai kebijakan internal dan ketentuan
     melalui prosedur investigasi yang jelas. Sanksi            regulasi yang berlaku. Bergantung pada
     diberikan sesuai tingkat pelanggaran (ringan,              karakteristik dan tingkat keparahan kasus, tindak
     sedang, atau berat) dan dapat berdampak pada               lanjut dapat mencakup langkah penanganan
     remunerasi serta penilaian kinerja individu, guna          internal serta diteruskan ke proses hukum untuk
     menjaga integritas, disiplin, dan akuntabilitas            menegakkan akuntabilitas dan menjaga integritas
     seluruh insan BRI.                                         kegiatan operasional maupun bisnis.




                    Pada Tahun 2025                                            Pada Tahun 2025




        3.914                 karyawan dikenakan
                              sanksi korektif                      1.023                  karyawan yang terlibat
                                                                                          dalam kecurangan




            1.114
                              karyawan dikenakan sanksi
                              disiplin yang berdampak
                              pada batannya
                                                                707 314 141
                                                                    Sanksi             Proses           Diproses
                                                                    disiplin         remediasi           secara
                                                                                      internal           hukum
Page 142
                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related   General
                                                         General Sustainability
                                                                 Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                  Lampiran                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   142



       General Sustainability
       Topic Disclosure




        Tata Kelola Perusahaan 143        Manajemen Risiko 177        Our People: Insan BRILiaN 182   Local Communities Around Us and Human Rights 198
        Responsible Artificial Intelligence 209
Page 143
                                                                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General
                                                           General Sustainability
                                                                   Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                         Lampiran                                                                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   143




  Tata Kelola
  Tata Kelola Perusahaan
                                                                                                                                                                                                                                                 Governance Outcome
                                                                                                                                                                                                                                                 Hasil yang diharapkan dalam penerapan
  ​​
  BRI menerapkan tata kelola perusahaan yang terintegrasi,                                                                                                                                                                                       tata kelola di BRI secara konglomerasi

  berdasarkan peraturan perundang-undangan dan prinsip-
  prinsip Good Corporate Governance (GCG). Selama tahun 2025,                                                                                           Governance Outcome Credibility
  BRI telah melakukan penyempurnaan pada kerangka Tata Kelola
  Terintegrasi, menetapkan parenting style untuk mengelola
  Perusahaan Anak, dan melakukan evaluasi terhadap tingkat                                                              Governance Structure                                                          Governance Process
  kematangan penerapan Tata Kelola Terintegrasi serta
  pelaksanaan tugas di setiap unit kerja yang terintegrasi di dalam        Governance                                                   RUPS
                                                                                                                                                                                                                           Kepatuhan dan Tata Kelola
                                                                                                                                                                                                                                 Terintegrasi
                                                                                                                                                                                                                                                                Governance Process
  Konglomerasi Keuangan BRI.                                               Structure                                                                                                                                                                            Proses implementasi
                                                                                                                                                                                                                                                                dengan mengacu kepada
                                                                           Struktur implementasi                                                                                                                          Manajemen Risiko Terintegrasi
                                                                                                                                                                                                                                                                pedoman/ kebijakan
                                                                           tata kelola (pelaksana
  Penerapan GCG memiliki tujuan sebagai berikut.                           dan infrastruktur)
                                                                                                                          Dewan Komisaris dan Komite                                                                                                            dan/atau
                                                                                                                                                                                                                                                                aturan yang ada
  1. Mendukung pencapaian visi dan misi Perusahaan.




                                                                                                                                                                                  Pengawasan




                                                                                                                                                                                                             Komunikasi
                                                                                                                                                                                                                             Audit Intern Terintegrasi




                                                                                                                                                                                               Pelaporan
  2. Memberikan pedoman bagi seluruh Insan BRI dalam                                                                            Direksi dan Komite
     menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan                                                                                                                                                                    Perencanaan Strategis dan
                                                                                                                                                                                                                               Manajemen Kerja
     fungsinya dalam organisasi Perusahaan.                                                                                                                                                                                                                     Commitment
                                                                                                                                 Direktur Pembina
  3. Memberikan kepercayaan kepada pemegang saham dan                                                                      (Berlaku hanya di perusahaan induk)                                                            Perumusan dan Penyelarasan            Commitment
                                                                           Governance                                                                                                                                             Kebijakan                     Komitmen perusahaan
     pemangku kepentingan bahwa Perusahaan dijalankan dan                                                                                                                                                                                                       untuk menegakan
                                                                           Principles                              Satuan Kerja Terintegrasi dan Satuan Kerja
     diawasi secara profesional.                                                                                   Pengelola PA (SKAIT, SKMRT, SKKT, SBM)
                                                                                                                                                                                                                          Hubungan dengan Pemangku
                                                                                                                                                                                                                                                                penerapan tata kelola
                                                                           Prinsip-prinsip yang menjadi                                                                                                                          Kepentingan
  4. Mendukung penetapan kebijakan serta pengambilan                       dasar penerapan
                                                                           tata kelola
     keputusan yang diambil oleh manajemen berdasarkan
     prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
                                                                                                                                                                      Commitment
  Prinsip dan Struktur Tata Kelola
  Prinsip Tata Kelola                                                                                                                                                         Anggaran Dasar, Pedoman
                                                                                                                                                                               Perilaku (Kode Etik), dan                      Budaya Perusahaan dan
                                                                                                               Visi, Misi, dan Nilai                   Rencana Strategis
  BRI berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip GCG dalam setiap                                                                                                                   ketentuan lainnya yang                          Penegakan Disiplin
                                                                                                                                                                                        berlaku
  proses bisnis dan kegiatan operasional. Prinsip-prinsip tersebut
  mencakup       keterbukaan     (transparency),     akuntabilitas
  (accountability),    pertanggungjawaban         (responsibility),                                                                                              Governance Principles
  independensi (independency) dan kewajaran (fairness). BRI juga
  menyelaraskan prinsip GCG tersebut dengan prinsip dasar GCG                                             Transparansi                  Akuntabilitas                Tanggung Jawab                        Independency                            Fairness
  yang berpedoman pada Komite Nasional Kebijakan Governansi
  (KNKG), yaitu Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia
  (PUG-KI) 2021.
Page 144
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
                                              Climate-related                                                             Sustainability-related                                                                        General
                                                                                                                                                                                                                        General Sustainability
                                                                                                                                                                                                                                Sustainability
Pengantar
                                                 Disclosure                                                                    Disclosure                                                                                 Topic Disclosure
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Lampiran                                                                                                                                                                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.                                     144




  Tata Kelola
  Struktur dan Kepemimpinan Dewan [GRI 2-9] [GRI 2-11]
  Struktur tata kelola BRI mengadopsi sistem dua tingkat (two-tier system) yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dewan Komisaris dan Direksi melaksanakan
  fungsi dan tanggung jawab dengan batasan yang jelas untuk menjaga independensi dan akuntabilitas. Dewan Komisaris merupakan direktur non-eksekutif yang menjalankan fungsi pengawasan secara
  independen, sementara Direksi bertanggung jawab atas pengurusan dan pengelolaan Perusahaan. Per 31 Desember 2025, Dewan Komisaris BRI terdiri dari enam (6) anggota, termasuk tiga (3) Komisaris
  Independen, sementara Direksi terdiri dari tiga belas (13) Direktur. Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab langsung kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

  Struktur tata kelola BRI terdiri atas:
  1. Organ Utama yang terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi;
  2. Organ Pendukung yang terdiri dari Komite di bawah Dewan Komisaris serta Komite dan Unit Kerja dibawah Direksi. Komite di bawah Dewan Komisaris terdiri dari Komite Audit, Komite Pemantau
      Manajemen Risiko, Komite Nominasi dan Remunerasi, dan Komite Tata Kelola Terintegrasi yang membantu pelaksanaan tugas pengawasan Dewan Komisaris sesuai dengan bidangnya masing-masing.
      Sedangkan Komite dan Unit Kerja di bawah Direksi mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam operasional BRI.



                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Rapat Umum Pemegang Saham

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         Dewan Komisaris

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Direktur Utama

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Wakil Direktur Utama




                                                                                           Consumer                               Comersial                              Corporate                           Treasury &              Network &                                         Information                                              Manajemen
                 Micro                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Operations            Legal & Compliance         Finance & Strategy
                                                                                            Banking                                Banking                                Banking                       International Banking       Retail Funding                                     Technology                                                 Risiko


                                                    Ultra Micro                                                                                                                                                                                            Retail Transaction &                                                                                                                                                                                                                           Corporate
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Digital Banking                                      Retail Risk           Wholesale Risk                                                                                                                       Human Capital                                       Internal Audit
                                                     Business                                                                                                                                                                                                     Funding                                                                                                                                                                                                                               Transformation




            Micro Business                                                                                                    Commercial & SME                                                                                                                                     IT Strategy & Enterprise                                                                                                                                                                Planning, Budgeting &     Corporate Development &   Human Capital Strategy &                           Audit Standard & Quality
                                                 BRILink Business                         Card Business                                                            Institutional Business 1                  Treasury Business     Distribution Strategy       Retail Funding                                    Digital Retail Banking    Enterprise & Market Risk      Micro Risk        Corporate Credit Risk       Central Operation            Compliance                                                                                             Corporate Secretary
             Development                                                                                                      Business Solution                                                                                                                                          Architecture                                                                                                                                                                    Performance Management              Strategy            Talent Management                                      Development




             Micro Sales                                                                                                        Small & Medium                                                                                                                                          IT Application         Digital Wholesale Banking                                                                                                                                 Financial & Management        Project Management      Human Capital Business      Branding & Marketing   Wholesale & Head Office
                                               Ultra Micro Business                      Consumer Loan                                                             Institutional Business 2                Investment Services       Regional Office         Retail Transaction                                                                IT & Digital Risk      Consumer Risk       Commercial Credit Risk**   Retail Credit Operation           Legal
            Management 1                                                                                                          Business*                                                                                                                                             Development            & Innovation Management                                                                                                                                         Accounting                      Office                Partner 1                Communication                Audit




             Micro Sales                    Social Entrepreneurship &                                                                                                                                                                                                                                             Enterprise Data                                     Small & Medium         Wholesale & SME           Wholesale Credit        Environmental, Social &                                                         Human Capital Business
                                                                                         Unsecured Loan                     Commercial Business*                     Corporate Banking 1                  International Business    SORH Distribution                              IT Application Support                                      Operational Risk                                                                                                              Investor Relation                                                            SORH Corporate Center         Retail Audit
            Management 2                            Incubation                                                                                                                                                                                                                                                 Management & Analytics                                     Risk**                Recovery                 Operation                   Governance                                                                      Partner 2




                                                                                                                                                                                                            Liquidity & Funding                                                     IT DC Infrastructure &                                                            Retail Collection                                                           AML, CFT & CPF
                                                                                      Wealth Management                         SORH Wholesale                      Corporate Banking 2                                                                                                                                                    Policy & Procedure Group                                                    Digital Operation                                  Subsidiary Management                                 Human Capital Service                                     IT Audit
                                                                                                                                                                                                               Management                                                                Operations                                                                     & Recovery



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Data Protection
                                                                                                                                                                    Corporate Banking 3                 Fixed Assets Management                                                          CISO Office                                                                                                                 Customer Experience                                 Office of Chief Economist                               Corporate University                               Special Investigation
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                & Fraud Risk




                                                                                                                                                                                                                                                                                   IT Endpoint Services &
                                                                                                                                                                    Corporate Banking 4                         Procurement                                                                                                                                                                                          Operational Exellence                                                                                      Culture Transformation                             Regional Audit Office
                                                                                                                                                                                                                                                                                         Operations




                                                                                                                                                                   Wholesale Transaction                                                                                             SORH Information
                                                                                                                                                                         Banking                            SORH Procurement
                                                                                                                                                                                                                                                                                       Technology




                                                                                                                                                                                                          Unit Kerja Luar Negeri




   Komite Dewan Komisaris                  : Audit, Nominasi dan Remunerasi, Pemantauan Manajemen Risiko, Tata Kelola Terintegrasi.
   Komite Direksi                          : ALCO, Capital & Investment, Human Capital, Information Technology, Procurement, Credit & Policy, Product, Transformation, Risk Management, ESG, Tata Kelola Konglomerasi Keuangan.                                                                                                                                                                                                                                               Direktur                     SEVP                    N2 Business                 N2 Enabler               N2 Support
   *) Terdapat fungsi Executive Business Officer (EBO)
   **) Terdapat fungsi Executive Risk Officer (ERO)




  Komposisi badan tata kelola tertinggi dan komite-komitenya mencerminkan keseimbangan antara anggota eksekutif dan non-eksekutif, dengan mempertimbangkan aspek independensi, masa jabatan, dan
  pengalaman profesional. Anggota ditunjuk untuk masa jabatan yang telah ditentukan. Informasi ini diungkap untuk memastikan transparansi mengenai komitmen dan potensi konflik kepentingan.[GRI 2-9] Selain
  itu, BRI memastikan bahwa anggota badan tata kelola tertinggi secara kolektif memiliki kompetensi yang relevan dalam mengidentifikasi risiko serta peluang terkait keberlanjutan beserta dampaknya.
  Representasi dan wawasan pemangku kepentingan juga diintegrasikan dalam proses tata kelola, mendukung pengawasan yang berdasarkan informasi dan memperkuat komitmen Perusahaan untuk
  menciptakan nilai yang bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan. [GRI 2-9]
Page 145
                                                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related           Sustainability-related    General
                                                                      General Sustainability
                                                                              Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                  Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                                     Lampiran                                                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   145




  Tata Kelola
  Profil Direksi[GRI 2-9]
  Periode 1 Januari – 24 Maret 2025




                                            Sunarso*                             Catur Budi Harto*                          Agus Noorsanto                     Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari                          Handayani*
  Jabatan               Direktur Utama                               Wakil Direktur Utama                       Direktur Bisnis Wholesale dan              Direktur Keuangan                            Direktur Bisnis Konsumer
                                                                                                                Kelembagaan

  Periode Jabatan       2019 – 2024 (Periode Pertama)                2019 – 2024 (Periode Pertama)              2019 – 2024 (Periode Pertama)              2021 – 2026 (Periode Pertama)                2017 – 2022 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025     2023 – 2025 (Periode Kedua)                  2024 – 2025 (Periode Kedua)                2024 – 2025 (Periode Kedua)                2025 – 2030 (Periode Kedua)                  2022 – 2025 (Periode Kedua)
                        *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025       *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025                                                                                             *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
  Usia                  62 Tahun                                     62 Tahun                                   61 Tahun                                   47 Tahun                                     60 Tahun

  Jenis kelamin         Laki-laki                                    Laki-laki                                  Laki-laki                                  Perempuan                                    Perempuan

  Pendidikan            • Sarjana Agronomi, Institut Pertanian       • Sarjana Agronomi, Institut Pertanian     • Sarjana Akuntansi, Universitas           • Sarjana Peternakan, Institut Pertanian     • Sarjana Kedokteran Gigi, Universitas
                            Bogor (1988)                               Bogor (1986)                               Padjadjaran (1988)                           Bogor (2001)                               Airlangga (1988)
                        • Magister Administrasi Bisnis, Universitas • Magister Manajemen, Universitas           • Magister Manajemen, Institut Pertanian   • Master of Business Administration,         • Magister Manajemen, Universitas
                            Indonesia (2002)                           Prasetya Mulya (2002)                      Bogor (1999)                                 University of Rochester, US (2010)         Padjadjaran (2001)


  Pengalaman Kerja      • Direktur Utama PT Pegadaian (Persero)      • Direktur Bisnis Kecil & Jaringan PT Bank • Direktur Bisnis Wholesale &              • AVP Planning, Corporate Development        • Direktur Consumer Banking, PT Bank
  [GRI 2-9]                 (2017 – 2019)                              Negara Indonesia (Persero) Tbk. (2017      Kelembagaan, PT Bank Rakyat                  & Strategy PT Bank Rakyat Indonesia        Tabungan Negara (Persero) Tbk. (2016 –
                        • Wakil Direktur Utama BRI (2019)              – 2019)                                    Indonesia (Persero) Tbk. (2019 – 2025)       (Persero) Tbk. (2016 – 2017)               2017)
                                                                     • Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat      • Wakil Direktur Utama, PT Bank Rakyat     •   AVP Equity Management, Corporate         • Direktur Konsumer, PT Bank Rakyat
                        • Direktur Utama PT Bank Rakyat                                                                                                        Development & Strategy PT Bank Rakyat
                            Indonesia (Persero) Tbk. (2019 – 2025)     Indonesia (Persero) Tbk. (2019 – 2025)     Indonesia (Persero) Tbk. (2025)                                                         Indonesia (Persero) Tbk (2017 – 2025)
                                                                                                                                                               Indonesia (Persero) Tbk. (2017 – 2018)
                                                                                                                                                                                                        • Wakil Ketua CWMA (2017 – sekarang)
                                                                                                                                                           •   VP Subsidiary Management Desk PT
                                                                                                                                                               Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.     • Sekjen ASPI (2019 – sekarang)
                                                                                                                                                               (2018 – 2019)
                                                                                                                                                           •   EVP Subsidiary Management Division
                                                                                                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
                                                                                                                                                               Tbk. (2019)
                                                                                                                                                           •   Direktur Keuangan PT Bank Rakyat
                                                                                                                                                               Indonesia (Persero) Tbk. (2021 – 2025)
                                                                                                                                                           •   Direktur Finance & Strategy PT Bank
                                                                                                                                                               Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025)
                                                                                                                                                           •   Wakil Direktur Utama BRI (2025 –
                                                                                                                                                               sekarang)
  Keahlian              Wholesale Banking, Corporate Banking,        Consumer Banking, Wholesale Banking,       Wholesale Banking, Corporate Banking,      Corporate Finance, Accounting                Consumer Banking, Wholesale Banking, Risk
                        Micro Banking, Risk Management               Risk Management                            Risk Management                            Management, Risk Management                  Management
Page 146
                                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related      General
                                                                      General Sustainability
                                                                              Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                     Lampiran                                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   146




  Tata Kelola
  Profil Direksi[GRI 2-9]
  Periode 1 Januari – 24 Maret 2025




                                          Supari*                            Ahmad Solichin Lutfiyanto                      Agus Sudiarto*                            Agus Winardono*                                Amam Sukriyanto*
  Jabatan               Direktur Bisnis Mikro                        Direktur Kepatuhan                         Direktur Manajemen Risiko                 Direktur Human Capital                      Direktur Commercial, Small and Medium
                                                                                                                                                                                                      Business
  Periode Jabatan       2019 – 2024 (Periode Pertama)                2018 – 2023 (Periode Pertama)              2018 – 2023 (Periode Pertama)             2021 – 2025 (Periode Pertama)               2021 – 2025 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025     2024 – 2025 (Periode Kedua)                  2023 – 2025 (Periode Kedua)                2023 – 2028 (Periode Kedua)               *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025      *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
                        *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025                                                  *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
  Usia                  59 Tahun                                     55 Tahun                                   60 Tahun                                  60 Tahun                                    57 Tahun

  Jenis kelamin         Laki-laki                                    Laki-laki                                  Laki-laki                                 Laki-laki                                   Laki-laki

  Pendidikan            • Sarjana Teknologi Pertanian, Universitas • Sarjana Teknologi Pertanian, Universitas • Sarjana Hukum, Universitas Indonesia      • Sarjana Ekonomi Perusahaan,               • Sarjana Teknologi Industri Pertanian,
                            Brawijaya (1989)                           Jember (1990)                              (1988)                                    Universitas Krisna Dwipayana (1988)         Universitas Brawijaya (1991)
                        • Magister Manajemen Agribisnis,             • Magister Manajemen, Marketing/MIS,       • Magister Manajemen, Universitas         • Magister Manajemen Keuangan, Sekolah • Master of Business Administration, the
                            Universitas Gadjah Mada (2005)             UGM/Adger Collage University Norway        Indonesia (2004)                          Tinggi Manajemen PPM (2001)                 University of Adelaide, Australia (2006)
                                                                       (2000)                                                                             • Doctor of HR Management, Universitas
                                                                                                                                                            Negeri Jakarta (2024)
  Pengalaman Kerja      • Direktur Bisnis Ritel dan Menengah PT      • Direktur Kepatuhan, PT Bank Rakyat       • SEVP Special Asset Management Bank      • Direktur Human Capital, PT Bank Rakyat • SEVP Fixed Assets Management &
  [GRI 2-9]
                            Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.       Indonesia (Persero) Tbk. (2021 – 2025)     Mandiri (2017 – 2019)                     Indonesia (Persero) Tbk. (2021 – 2025)      Procurement Directorate, PT Bank Rakyat
                            (2018 – 2019)                            • Direktur Human Capital & Compliance,     • Direktur Manajemen Risiko PT Bank       • Ketua Bidang V, FHCI BUMN (2024 –           Indonesia (Persero) Tbk. (2020 – 2021)
                        • Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)         Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2019     sekarang)                                 • Direktur Bisnis Kecil dan Menengah, PT
                            Indonesia (Persero) Tbk. (2019 – 2025)     Tbk. (2025)                                – 2025)                                 • Ketua PMO Pengembangan Aplikasi             Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
                                                                                                                                                            Human Capital Terintegrasi, BUMN            (2021 – 2024)
                                                                                                                                                            (2023 – sekarang)                         • Direktur Commercial, Small, and Medium
                                                                                                                                                          • Wakil Ketua Bidang I – Digital Capacity     Business, PT Bank Rakyat Indonesia
                                                                                                                                                            Building, Forum Digital BUMN (FORDIGI)      (Persero) Tbk (2024 – 2025)
                                                                                                                                                            (2023 – sekarang)
                                                                                                                                                          • Bendahara, BUMN School of Excellent
                                                                                                                                                            (2023 – sekarang)
  Keahlian              Micro Banking, Risk Management               Risk Management, Governance, Risk          Risk Management, Sharia Banking,          Human Capital, Risk Management              Retail Banking, International Business
                                                                     Management, and Compliance (GRC),          Corporate Banking                                                                     Banking, Risk Management
                                                                     Wholesale Banking
Page 147
                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related     General
                                                                     General Sustainability
                                                                             Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                                     Lampiran     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   147




  Tata Kelola
  Profil Direksi[GRI 2-9]
  Periode 1 Januari – 24 Maret 2025




                                     Arga M. Nugraha*                               Andrijanto*
  Jabatan               Direktur Digital dan Teknologi Informasi    Direktur Retail Funding and Distribution


  Periode Jabatan       2021 – 2025 (Periode Pertama)               2022 – 2025 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025     *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025      *berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
  Usia                  44 Tahun                                    51 Tahun

  Jenis kelamin         Laki-laki                                   Laki-laki
  Pendidikan            • Sarjana Teknik Informatika, Universitas   • Sarjana (Akuntansi), Universitas
                            Bina Nusantara (2003)                     Airlangga (1998)
                        • Master of Science, Carnegie Mellon        • Master (Finance), Indiana University,
                            University, USA (2011)                    USA (2012)
  Pengalaman Kerja      • EVP Brilink Network Division, PT Bank     • Kepala Divisi Planning, Budgeting &
  [GRI 2-9]
                            Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2020     Performance Management, PT Bank
                            – 2021)                                   Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2021
                        • Direktur Jaringan & Layanan, PT Bank        – 2022)
                            Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2021   • Direktur Jaringan dan Layanan, PT Bank
                            – 2022)                                   Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2022
                        • Direktur Digital & Teknologi Informasi,     – 2024)
                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)      • Direktur Retail Funding and Distribution,
                            Tbk. (2022 – 2025)                        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
                                                                      Tbk. (2024 – 2025)
  Keahlian              IT & Digital Banking, Risk Management       Finance, Risk Management
Page 148
                                                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related       General
                                                                       General Sustainability
                                                                               Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                        Lampiran                                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   148




  Tata Kelola
  Profil Direksi[GRI 2-9]
  Periode 24 Maret – 17 Desember 2025




                                                 Hery Gunardi                                                Agus Noorsanto*                              Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari                        Ahmad Solichin Lutfiyanto*
  Jabatan               Direktur Utama                                                     Wakil Direktur Utama                                  Direktur Finance & Strategy                           Direktur Human Capital & Compliance
  Periode Jabatan       2025 - 2030 (Periode Pertama)                                      2019 – 2024 (Periode Pertama)                         2021 – 2026 (Periode Pertama)                         2018 – 2023 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025                                                                        2024 – 2025 (Periode Kedua)                           2025 – 2030 (Periode Kedua)                           2023 – 2025 (Periode Kedua)
                                                                                           *berhenti menjabat sejak 17 Desember 2025                                                                   *berhenti menjabat sejak 17 Desember 2025
  Usia                  63 Tahun                                                           61 Tahun                                              47 Tahun                                              55 Tahun
  Jenis kelamin         Laki-laki                                                          Laki-laki                                             Perempuan                                             Laki-laki
  Pendidikan            • Sarjana Administrasi Niaga, Universitas 17 Agustus Jakarta       • Sarjana Akuntansi, Universitas Padjadjaran (1988)   • Sarjana Peternakan, Institut Pertanian Bogor (2001) • Sarjana Teknologi Pertanian, Universitas
                            (1987)                                                         • Magister Manajemen, Institut Pertanian Bogor        • Master of Business Administration, University of      Jember (1990)
                        • Master of Business Administration, Major in Finance and              (1999)                                              Rochester, USA (2010)                               • Magister Manajemen, Marketing/MIS, UGM/
                            Accounting, University of Oregon USA (1991)                                                                                                                                  Adger Collage University Norway (2000)
                        •   Doktor Manajemen Bisnis, Universitas Padjadjaran Bandung
                            (2021)
  Pengalaman Kerja      • Direktur, PT AXA Mandiri Financial Services (2003–2006)          • Direktur Bisnis Wholesale & Kelembagaan, PT Bank • AVP Planning, Corporate Development & Strategy         • Direktur Kepatuhan, PT Bank Rakyat
  [GRI 2-9]
                        • Senior Vice President, Group Head Wealth Management, PT              Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2019 – 2025)         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2016 –     Indonesia (Persero) Tbk. (2021 – 2025)
                            Bank Mandiri (Persero) Tbk (2006 – 2009)                       •   Wakil Direktur Utama, PT Bank Rakyat Indonesia        2017)                                             • Direktur Human Capital & Compliance, PT
                        •   Executive Vice President, Group Head Distribution Network I,       (Persero) Tbk. (2025)                             •   AVP Equity Management, Corporate Development        Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025)
                            PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2009 – 2013)                                                                              & Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
                        •   Senior Executive Vice President, Consumer Finance, PT                                                                    Tbk. (2017 – 2018)
                            Bank Mandiri (Persero) Tbk (2013)                                                                                    •   VP Subsidiary Management Desk PT Bank Rakyat
                        •   Direktur Micro & Business Banking, PT Bank Mandiri                                                                       Indonesia (Persero) Tbk. (2018 – 2019)
                            (Persero) Tbk (2015)                                                                                                 •   EVP Subsidiary Management Division PT Bank
                        •   Direktur Consumer Banking, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                                                 Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2019)
                            (2015 – 2016)                                                                                                        •   Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia
                        •   Direktur Distributions, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2016                                                              (Persero) Tbk. (2021 – 2025)
                            – 2018)                                                                                                              •   Direktur Finance & Strategy PT Bank Rakyat
                        •   Direktur Bisnis & Jaringan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                                                Indonesia (Persero) Tbk. (2025)
                            (2019)                                                                                                               •   Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia
                        •   Direktur Consumer & Retail Transaction, PT Bank Mandiri                                                                  (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
                            (Persero) Tbk (2019 – 2020)
                        •   Wakil Direktur Utama, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2020)
                        •   Ketua Project Management Office, Merger Bank Syariah Milik
                            BUMN (2020 – 2021)
                        •   Direktur Utama, PT Bank Syariah Mandiri (2020)
                        •   Direktur Utama, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (2020 –
                            2025)
                        •   Direktur Utama, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
                            (2025 – sekarang)
  Keahlian              Consumer Banking, Micro & Retail Banking, Project                  Wholesale Banking, Corporate Banking, Risk            Corporate Finance, Accounting Management, Risk        Governance, Risk Management, and Compliance
                        Management, Treasury, Insurance & Investment, Shariah              Management, Manajemen, Akuntansi                      Management                                            (GRC), Wholesale Banking
                        Banking
Page 149
                                                                                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related            Sustainability-related   General
                                                                      General Sustainability
                                                                              Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                   Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                                      Lampiran                                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   149




  Tata Kelola
  Profil Direksi[GRI 2-9]
  Periode 24 Maret – 17 Desember 2025




                                                Hakim Putratama                                           Riko Adythia                                         Aquarius Rudianto                                         Farida Thamrin
  Jabatan               Direktur Operations                                          Direktur Corporate Banking                              Direktur Network & Retail Funding                         Direktur Treasury & International Banking

  Periode Jabatan       2025 - 2030 (Periode Pertama)                                2025 - 2030 (Periode Pertama)                           2025 - 2030 (Periode Pertama)                             2025 - 2030 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025
  Usia                  49 Tahun                                                     52 Tahun                                                58 Tahun                                                  53 Tahun

  Jenis kelamin         Laki-laki                                                    Laki-laki                                               Laki-laki                                                 Perempuan
  Pendidikan            • Sarjana Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas       • Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjajaran,        Sarjana Sosial Politik Ilmu Pemerintahan dari             Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Indonesia, Depok
                            Padjadjaran, Bandung (1998)                                  Bandung (1994)                                      Universitas Padjadjaran (1990)                            (1996)
                        • Master International Business dari Aston University,       • Master of Business Administration dari Booth
                            Inggris (2001)                                               Business School, University of Chicago, USA
                                                                                         (2008)
  Pengalaman Kerja      • Senior Vice President (SVP) Head of Marketing &            • Vice President – Structured Trade Finance, Citibank • Senior Vice President Commercial Banking, PT              • SVP Market Risk Group Head Bank Mandiri (2015
  [GRI 2-9]
                            Segment Offering PT Bank Commonwealth (2012 –                New York (September 2001 – Agustus 2003)                Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2010 – 2014)               - 2016)
                            2015)                                                    •   Director/Deputy Country CFO, Citi (Agustus 2003 –   •   Senior Vice President Regional CEO, PT Bank           • SVP Treasury Group Head Bank Mandiri (2016 -
                        •   Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary              Oktober 2010)                                           Mandiri (Persero) Tbk. (2015 – 2018)                    2019)
                            Division PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan       •   Director/COO Treasury & Trade Solutions, Citi       •   Senior Executive Vice President (SEVP) Operation,     • Komisaris PT Mandiri Sekuritas (2019 - 2021)
                            Banten Tbk. (2015 - 2018)                                    (Oktober 2010 – Oktober 2012)                           PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2018 – 2019)          • SEVP Corporate Banking Solution Head Bank
                        •   Senior Vice President (SVP) Consumer Funding Retail      •   Director/Country Head Treasury & Trade Solutions,   •   Komisaris, Mandiri AXA General Insurance (2019          Mandiri (2019 - 2021)
                            Division PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan           Citi (Oktober 2012 – November 2013)                     – 2020)                                               • Komisaris PT Bukit Pembangkit Inovatif (2021 -
                            Banten Tbk. (2018 - 2022)                                •   Managing Director/Country Head Treasury & Trade     •   Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis dan       2024)
                        •   Head of International and Transaction Banking PT Bank        Solutions, Citi (November 2013 – Oktober 2015)          Jaringan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2019 –      • Komisaris PT Bukit Multi Investasi (2022 - 2023)
                            Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.            •                                                           2020)
                            (2022 – 2023)
                                                                                         Managing Director/Country Head Global                                                                         • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bukit
                                                                                         Subsidiaries Group, Citi (Oktober 2015 – Agustus    •   Komisaris, PT Bank Syariah Mandiri (2020)               Asam (2021 - 2025)
                        •   Direktur Institutional Banking PT Bank Tabungan Negara       2018)                                               •
                            (Persero) Tbk. (2023 – 2024)
                                                                                                                                                 Direktur Jaringan & Retail Funding, PT Bank Mandiri   • Direktur Treasury and International Banking BRI
                                                                                     •   Managing Director Global Banking, HSBC Indonesia        (Persero) Tbk. (2020 – 2025)                            (2025 – sekarang)
                        •   Direktur Operations and Customer Experience PT Bank          (Agustus 2018 – Desember 2022)                      •   Direktur Network & Retail Funding, PT Bank Rakyat
                            Tabungan Negara (Persero) Tbk. (2024 – 2025)             •   Direktur Wholesale Banking, HSBC Indonesia              Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
                        •   Direktur Operations PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)       (Januari 2023 – Desember 2024)
                            Tbk. (2025 – Sekarang)                                   •   Presiden Direktur (Designate), HSBC Indonesia
                                                                                         (Januari – Maret 2025)
                                                                                     •   Direktur Corporate Banking, PT Bank Rakyat
                                                                                         Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
  Keahlian              International Banking, Transaction Banking, Banking          Wholesale Banking, Transaction Banking, International Risk Management, Operasional, Consumer Banking,             Treasury, Finance, Risk Management, Corporate
                        Operations, Consumer Banking, Risk Management                & FDI Connectivity, Transformation, Finance, Risk     Commercial Banking, Distribution & Retail Banking           Banking, International Banking
                                                                                     Management
Page 150
                                                                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related       General
                                                                       General Sustainability
                                                                               Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                       Lampiran                                                                                                        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   150




  Tata Kelola
  Profil Direksi[GRI 2-9]
  Periode 24 Maret – 17 Desember 2025




                                   Akhmad Purwakajaya                          Alexander Dippo Paris Y. S.                       Nancy Adistyasari*                               Mucharom*                         Saladin Dharma Nugraha Effendi
  Jabatan              Direktur Mikro                                  Direktur Commercial Banking                   Direktur Consumer Banking                    Direktur Manajemen Risiko                    Direktur Teknologi Informasi
  Periode Jabatan   2025 - 2030 (Periode Pertama)                      2025 - 2030 (Periode Pertama)                 2025 - 2030 (Periode Pertama)                2025 - 2030 (Periode Pertama)                2025 - 2030 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025                                                                                                  *berhenti menjabat sejak 17 Desember         *berhenti menjabat sejak 17 Desember
                                                                                                                     2025                                         2025
  Usia                 54 Tahun                                        43 Tahun                                      44 Tahun                                     56 Tahun                                     51 Tahun
  Jenis kelamin        Laki-laki                                       Laki-laki                                     Perempuan                                    Laki-laki                                    Laki-laki
  Pendidikan           • Sarjana Akuntansi dari Universitas Gadjah • Sarjana Ekonomi Akutansi dari Universitas Sarjana Bidang Geofisika dan Meteorologi           • Sarjana Ekonomi dari Universitas           Bachelor of Engineering, Mechanical
                            Mada, Yogyakarta (1998)                        Indonesia (2004)                          dari Institut Teknologi Bandung (2004)           Indonesia, Jakarta (1995)                Engineering dari Swinburne University of
                       •    Magister Manajemen dari STIE Widya         •   Master of Management dari Universitas                                                  •   Magister Manajemen Internasional dari    Technology Melbourne Australia (1999)
                            Wiwaha (2020)                                  Gajah Mada, Yogyakarta (2009)                                                              Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
                                                                       •   Master of Business Administration dari                                                     (1997)
                                                                           University of Cambridge, London (2012)
  Pengalaman Kerja     • Executive Vice President Divisi SOE BRI       • VP of Automotive Sector Development         • Direktur Komersial dan UMKM PT Bank        • Direktur Human Capital & Compliance        • Information Technology Consultant, PT
  [GRI 2-9]
                            (2020 – 2021)                                  for Commercial Banking Client PT Bank         Pembangunan Daerah Jawa Barat dan            PT Bank Negara Indonesia (22 Agustus         Astra Graphia Information Technology
                       •    Pemimpin Cabang Khusus BRI (2021 –             Mandiri (Persero) Tbk. (2015 - 2017)          Banten Tbk. (2020 – 2025)                    2022 – 24 Maret 2024)                        (2000 - 2003)
                            2022)                                      •   VP of Financial Sector Department for     •   Direktur Consumer Banking PT Bank        •   Direktur Manajemen Risiko PT Bank        •   Head of Competence (HoC), PT Bank
                       •    Regional CEO BRI Jakarta 1 (2022 – 2023)       Government and Institutional Banking          Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025)       Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025)       Mandiri (Persero) Tbk. (2003 - 2006)
                       •    Direktur Utama PT Jamkrindo (2023 –            Client PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.                                                                                               •   Head of Information Technology, Senior
                            2025)                                          (2017 - 2020)                                                                                                                           Vice President (SVP), HSBC Indonesia
                       •    Direktur Micro BRI (2025 – sekarang)       •   Komisaris PT Mandiri AXA General                                                                                                        (2006 - 2014)
                                                                           Insurance (MAGI) (2023)                                                                                                             •   Head of IT Division, PT Bank Muamalat
                                                                       •   Komisaris Utama PT Mandiri Utama                                                                                                        Indonesia Tbk. (2014 - 2018)
                                                                           Finance (MUF) (2024 - 2025)                                                                                                         •   Group Head Chief Information Security
                                                                       •   SVP SME Banking Group PT Bank Mandiri                                                                                                   Officer, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
                                                                           (Persero) Tbk. (2020 - 2025)                                                                                                            (2018 - 2023)
                                                                       •   Direktur Commercial Banking PT Bank                                                                                                 •   Direktur Teknologi Informasi PT Bank
                                                                           Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025 –                                                                                                 Syariah Indonesia Tbk. (2023 - 2025)
                                                                           sekarang)                                                                                                                           •   Direktur Information Technology PT
                                                                                                                                                                                                                   Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
                                                                                                                                                                                                                   (2025 – sekarang)
  Keahlian             Micro Banking, Wholesale Banking,               Corporate Banking, Commercial Banking,        Corporate Banking, Commercial Banking,       Risk Management, Compliance, Human           IT & Digital Banking, Cyber Security, Risk
                       Corporate Banking, Risk Management,             SME Banking, Transaction Banking,             Institutional Banking, SME Banking,          Capital, Strategic Management, GRC           Management
                       Insurance                                       Multifinance, Risk Management                 Management Subsidiaries, Consumer
                                                                                                                     Banking, Risk Management
Page 151
                                                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related       General
                                                                       General Sustainability
                                                                               Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                        Lampiran                                                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   151




  Tata Kelola
  Profil Direksi[GRI 2-9]
  Periode 17 – 31 Desember 2025




                                                 Hery Gunardi                                     Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari                                 Hakim Putratama                                        Riko Adythia
  Jabatan               Direktur Utama                                                     Wakil Direktur Utama                                Direktur Operations                                    Direktur Corporate Banking
  Periode Jabatan       2025 - 2030 (Periode Pertama)                                      2021 – 2026 (Periode Pertama)                       2025 - 2030 (Periode Pertama)                          2025 - 2030 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025                                                                        2025 – 2030 (Periode Kedua)
  Usia                  63 Tahun                                                           47 Tahun                                            49 Tahun                                               52 Tahun
  Jenis kelamin         Laki-laki                                                          Perempuan                                           Laki-laki                                              Laki-laki
  Pendidikan            • Sarjana Administrasi Niaga, Universitas 17 Agustus Jakarta       • Sarjana Peternakan, Institut Pertanian Bogor      • Sarjana Ilmu Hubungan Internasional dari             • Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjajaran,
                            (1987)                                                             (2001)                                              Universitas Padjadjaran, Bandung (1998)                Bandung (1994)
                        • Master of Business Administration, Major in Finance and          • Master of Business Administration, University     • Master International Business dari Aston University, • Master of Business Administration dari Booth
                            Accounting, University of Oregon USA (1991)                        of Rochester, USA (2010)                            Inggris (2001)                                         Business School, University of Chicago, USA
                        • Doktor Manajemen Bisnis, Universitas Padjadjaran Bandung                                                                                                                        (2008)
                            (2021)

  Pengalaman Kerja      • Direktur, PT AXA Mandiri Financial Services (2003–2006)          • AVP Planning, Corporate Development &             • Senior Vice President (SVP) Head of Marketing &      • Vice President – Structured Trade Finance,
  [GRI 2-9]
                        • Senior Vice President, Group Head Wealth Management, PT              Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)         Segment Offering PT Bank Commonwealth (2012            Citibank New York (September 2001 – Agustus
                            Bank Mandiri (Persero) Tbk (2006 – 2009)                           Tbk. (2016 – 2017)                                  – 2015)                                                2003)
                        •   Executive Vice President, Group Head Distribution Network I,   •   AVP Equity Management, Corporate                •   Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary    •   Director/Deputy Country CFO, Citi (Agustus 2003
                            PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2009 – 2013)                        Development & Strategy PT Bank Rakyat               Division PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat         – Oktober 2010)
                        •   Senior Executive Vice President, Consumer Finance, PT Bank         Indonesia (Persero) Tbk. (2017 – 2018)              dan Banten Tbk. (2015 - 2018)                      •   Director/COO Treasury & Trade Solutions, Citi
                            Mandiri (Persero) Tbk (2013)                                   •   VP Subsidiary Management Desk PT Bank           •   Senior Vice President (SVP) Consumer Funding           (Oktober 2010 – Oktober 2012)
                        •   Direktur Micro & Business Banking, PT Bank Mandiri                 Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2018 – 2019)       Retail Division PT Bank Pembangunan Daerah Jawa    •   Director/Country Head Treasury & Trade
                            (Persero) Tbk (2015)                                           •   EVP Subsidiary Management Division PT Bank          Barat dan Banten Tbk. (2018 - 2022)                    Solutions, Citi (Oktober 2012 – November 2013)
                        •   Direktur Consumer Banking, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk           Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2019)          •   Head of International and Transaction Banking PT   •   Managing Director/Country Head Treasury &
                            (2015 – 2016)                                                  •   Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia          Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten          Trade Solutions, Citi (November 2013 – Oktober
                                                                                               (Persero) Tbk. (2021 – 2025)                        Tbk. (2022 – 2023)                                     2015)
                        •   Direktur Distributions, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2016
                            – 2018)                                                        •   Direktur Finance & Strategy PT Bank Rakyat      •   Direktur Institutional Banking PT Bank Tabungan    •   Managing Director/Country Head Global
                                                                                               Indonesia (Persero) Tbk. (2025)                     Negara (Persero) Tbk. (2023 – 2024)                    Subsidiaries Group, Citi (Oktober 2015 – Agustus
                        •   Direktur Bisnis & Jaringan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
                            (2019)                                                         •   Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia   •   Direktur Operations and Customer Experience PT         2018)
                        •   Direktur Consumer & Retail Transaction, PT Bank Mandiri            (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)                    Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (2024 –        •   Managing Director Global Banking, HSBC
                                                                                                                                                   2025)                                                  Indonesia (Agustus 2018 – Desember 2022)
                            (Persero) Tbk (2019 – 2020)
                                                                                                                                               •   Direktur Operations PT Bank Rakyat Indonesia       •   Direktur Wholesale Banking, HSBC Indonesia
                        •   Wakil Direktur Utama, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2020)                                                             (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)                       (Januari 2023 – Desember 2024)
                        •   Ketua Project Management Office, Merger Bank Syariah Milik
                            BUMN (2020 – 2021)                                                                                                                                                        •   Presiden Direktur (Designate), HSBC Indonesia
                                                                                                                                                                                                          (Januari – Maret 2025)
                        •   Direktur Utama, PT Bank Syariah Mandiri (2020)
                                                                                                                                                                                                      •   Direktur Corporate Banking, PT Bank Rakyat
                        •   Direktur Utama, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (2020 –                                                                                                                         Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
                            2025)
                        •   Direktur Utama, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
                            (2025 – sekarang)
  Keahlian              Consumer Banking, Micro & Retail Banking, Project                  Corporate Finance, Accounting Management, Risk      International Banking, Transaction Banking, Banking    Wholesale Banking, Transaction Banking,
                        Management, Treasury, Insurance & Investment, Shariah              Management                                          Operations, Consumer Banking, Risk Management          International & FDI Connectivity, Transformation,
                        Banking                                                                                                                                                                       Finance, Risk Management
Page 152
                                                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related        General
                                                                        General Sustainability
                                                                                Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                     Lampiran                                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   152




  Tata Kelola
  Profil Direksi[GRI 2-9]
  Periode 17 – 31 Desember 2025




                                            Aquarius Rudianto                                           Farida Thamrin                                        Akhmad Purwakajaya                               Alexander Dippo Paris Y. S.
  Jabatan               Direktur Network & Retail Funding                           Direktur Treasury & International Banking                Direktur Mikro                                        Direktur Commercial Banking
  Periode Jabatan       2025 - 2030 (Periode Pertama)                               2025 - 2030 (Periode Pertama)                            2025 - 2030 (Periode Pertama)                         2025 - 2030 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025
  Usia                  58 Tahun                                                    53 Tahun                                                 54 Tahun                                              43 Tahun
  Jenis kelamin         Laki-laki                                                   Perempuan                                                Laki-laki                                             Laki-laki
  Pendidikan            Sarjana Sosial Politik Ilmu Pemerintahan dari Universitas   Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Indonesia, Depok   • Sarjana Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada,     • Sarjana Ekonomi Akutansi dari Universitas
                        Padjadjaran (1990)                                          (1996)                                                       Yogyakarta (1998)                                     Indonesia (2004)
                                                                                                                                             •   Magister Manajemen dari STIE Widya Wiwaha         • Master of Management dari Universitas Gajah
                                                                                                                                                 (2020)                                                Mada, Yogyakarta (2009)
                                                                                                                                                                                                   • Master of Business Administration dari University
                                                                                                                                                                                                       of Cambridge, London (2012)
  Pengalaman Kerja      • Senior Vice President Commercial Banking PT Bank          • SVP Market Risk Group Head Bank Mandiri (2015          • Executive Vice President Divisi SOE PT Bank         • VP of Automotive Sector Development for
  [GRI 2-9]
                            Mandiri (Persero) Tbk. (2010 - 2014)                        - 2016)                                                  Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2020 – 2021)         Commercial Banking Client PT Bank Mandiri
                        • Senior Vice President Regional CEO PT Bank Mandiri        • SVP Treasury Group Head Bank Mandiri (2016 -           • Pemimpin Cabang Khusus PT Bank Rakyat                   (Persero) Tbk. (2015 - 2017)
                            (Persero) Tbk. (2015 - 2018)                                2019)                                                    Indonesia (Persero) Tbk. (2021 – 2022)            •   VP of Financial Sector Department for Government
                        • Senior Executive Vice President (SEVP) Operation PT       • Komisaris PT Mandiri Sekuritas (2019 - 2021)           • Regional CEO BRI Jakarta 1 (2022 – 2023)                and Institutional Banking Client PT Bank Mandiri
                            Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2018 - 2019)               • SEVP Corporate Banking Solution Head Bank              • Direktur Utama PT Jamkrindo (2023 – 2025)               (Persero) Tbk. (2017 - 2020)
                        • Komisaris Mandiri Axa General Insurance (2019 - 2020)         Mandiri (2019 - 2021)                                • Direktur Micro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)   •   Komisaris PT Mandiri AXA General Insurance
                        • Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis dan         • Komisaris PT Bukit Pembangkit Inovatif (2021 -             Tbk. (2025 – sekarang)                                (MAGI) (2023)
                            Jaringan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2019 - 2020)       2024)                                                                                                      •   Komisaris Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF)
                        • Komisaris PT Bank Syariah Mandiri (2020)                  • Komisaris PT Bukit Multi Investasi (2022 - 2023)                                                                 (2024 - 2025)
                        • Direktur Jaringan & Retail Funding PT Bank Mandiri        • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bukit                                                              •   SVP SME Banking Group PT Bank Mandiri
                            (Persero) Tbk. (2020 - 2025)                                Asam (2021 - 2025)                                                                                             (Persero) Tbk. (2020 - 2025)
                        •   Direktur Network & Retail Funding PT Bank Rakyat        •   Direktur Treasury and International Banking PT                                                             •   Direktur Commercial Banking PT Bank Rakyat
                            Indonesia (Persero) Tbk. (2025 - sekarang)                  Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025 –                                                                   Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
                                                                                        sekarang)

  Keahlian              Risk Management, Operasional, Consumer Banking,             Treasury, Finance, Risk Management, Corporate            Micro Banking, Wholesale Banking, Corporate           Corporate Banking, Commercial Banking, SME
                        Commercial Banking, Distribution & Retail Banking           Banking, International Banking                           Banking, Risk Management, Insurance                   Banking, Transaction Banking, Multifinance, Risk
                                                                                                                                                                                                   Management
Page 153
                                                                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related          General
                                                                          General Sustainability
                                                                                  Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure                   Topic Disclosure
                                                                                                      Lampiran                                                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   153




  Tata Kelola
  Profil Direksi[GRI 2-9]
  Periode 17 – 31 Desember 2025




                             Saladin Dharma Nugraha Effendi                           Mahdi Yusuf                                    Ety Yuniarti                                    Aris Hartanto                                 Achmad Royadi
  Jabatan               Direktur Teknologi Informasi                  Direktur Legal & Compliance                  Direktur Manajemen Risiko                          Direktur Consumer Banking                      Direktur Finance & Strategy
  Periode Jabatan       2025 - 2030 (Periode Pertama)                 2025 - 2030 (Periode Pertama)                2025 - 2030 (Periode Pertama)                      2025 - 2030 (Periode Pertama)                  2025 - 2030 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025
  Usia                  51 Tahun                                      60 Tahun                                     44 Tahun                                           50 Tahun                                       50 Tahun
  Jenis kelamin         Laki-laki                                     Laki-laki                                    Perempuan                                          Laki-laki                                      Laki-laki
  Pendidikan            Bachelor of Engineering, Mechanical           • Sarjana Ekonomi dari Universitas           • Sarjana Teknik Elektro dari Universitas          • Ekonomi - Universitas Pembangunan            • Sarjana Ekonomi dari Universitas
                        Engineering dari Swinburne University of           Saburai, Bandar Lampung (2005)              Gajah Mada, Yogyakarta (2003)                      Nasional “Veteran”, Surabaya (1998)            Padjajaran, Bandung (1998)
                        Technology Melbourne Australia (1999)         • Magister Hukum dari Universitas            • Master of Business Administration dari           • Master of Business Administration dari       • Master of Business Administration
                                                                           Lampung, Bandar Lampung (2016)              University of Melbourne (2012)                     Clark University, Massachusetts, Amerika       dari Tulane University, New Orleans,
                                                                                                                                                                          Serikat (2010)                                 Amerika Serikat (2007)
  Pengalaman Kerja      • Information Technology Consultant, PT       • Kepala Divisi Umum PT Bank                 • Assistant Vice President - Head of Investor • Business Manager - BRI New York                   • Group Head Global Market (Maret 2014
  [GRI 2-9]
                            Astra Graphia Information Technology           Pembangunan Daerah Lampung (Juli            Communications Department BRI (Maret               Agency (Mei 2014 – Juli 2018)                  – April 2016)
                            (2000 - 2003)                                  2019 – Januari 2020)                        2015 - Juli 2018)                              •   General Manager - Branch BRI Singapore     • Group Head Ekonom PT Bank Rakyat
                        •   Head of Competence (HoC), PT Bank         •    Direktur Kepatuhan PT Bank              •   Assistant Vice President - Head of                 (Juli 2018 – November 2020)                    Indonesia (Persero) Tbk. (April 2016 –
                            Mandiri (Persero) Tbk. (2003 - 2006)           Pembangunan Daerah Lampung (Maret           Strategic Investments Department BRI (Juli     •   Division Head - Distribution Network           Mei 2017)
                        •   Head of Information Technology, Senior         2020 – Februari 2024)                       2018 – Oktober 2019)                               Division (November 2020 – November         •   Vice President – Divisi Corporate
                            Vice President (SVP), HSBC Indonesia      •    Direktur Kepatuhan PT Bank              •   Assistant Vice President, Deputy Head of           2022)                                          Development & Strategy (Juni 2017 –
                            (2006 - 2014)                                  Pembangunan Daerah Lampung                  Asset Liability Management & MIS Group         •   Regional CEO of Regional Office, BRI           Mei 2018)
                        •   Head of IT Division, PT Bank Muamalat          (Februari 2024 – Juli 2024)                 BRI (November 2019 – November 2020)                Medan (November 2022 – Februari 2024)      •   Executive Vice President Investor
                            Indonesia Tbk. (2014 - 2018)              •    Pjs Direktur Utama PT Bank              •   Senior Vice President - Head of Credit         •   Direktur Utama PT Asuransi BRI Life            Relations BRI (2018 - 2021)
                        •   Group Head Chief Information Security          Pembangunan Daerah Lampung (Juli            Risk & Policy Group BRI (Desember 2020 –           (Februari 2024 - Desember 2025)            •   Senior Executive Vice President
                            Officer, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.        2024 – Januari 2025)                        Desember 2021)                                 •   Director of Consumer Banking PT Bank           Treasury & Global Services BRI (2021
                            (2018 - 2023)                             •    Direktur Utama PT Bank Pembangunan      •   Executive Vice President, Head of                  Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025 –        - 2025)
                        •   Direktur Teknologi Informasi PT Bank           Daerah Lampung (Januari 2025 –              Enterprise Risk Group BRI (Januari 2022 -          sekarang)                                  •   Komisaris Utama PT BRI Danareksa
                            Syariah Indonesia Tbk. (2023 - 2025)           Desember 2025)                              Mei 2025)                                                                                         Sekuritas (2022 - 2025)
                        •   Direktur Information Technology PT        •    Direktur Legal & Compliance PT Bank     •   Komisaris Utama, BRI Ventura Investama                                                        •   Direktur Finance & Strategy PT Bank
                            Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.           Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025       (April 2022 – Juni 2025)                                                                          Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025
                            (2025 – sekarang)                              – sekarang)                             •   Senior Executive Vice President, Head of                                                          – sekarang)
                                                                                                                       Retail Risk Sub Directorate BRI (Juni 2025 -
                                                                                                                       Desember 2025)
                                                                                                                   •   Direktur Manajemen Risiko BRI (2025 –
                                                                                                                       sekarang)



  Keahlian              IT & Digital Banking, Cyber Security, Risk    Legal, Compliance, Risk Management           Risk Management, Corporate Finance,                Risk Management, Consumer Banking,             Finance & Strategy, Treasury &
                        Management                                                                                 Information System Audit                           International Business, Network                International Business, Pension Fund, Risk
                                                                                                                                                                      Management, Insurance Business                 Management
Page 154
                                                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related       General
                                                                       General Sustainability
                                                                               Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                     Lampiran                                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   154




  Tata Kelola
  Profil Dewan Komisaris[GRI 2-9]
  Periode 1 Januari – 24 Maret 2025




                                       Kartika Wirjoatmodjo                                          Rofikoh Rokhim*                                         Rabin Indrajad Hattari*                                   Dwi Ria Latifa*
  Jabatan               Komisaris Utama                                       Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen                        Komisaris                                            Komisaris Independen
  Periode Jabatan       2020 – 2025 (Periode Pertama)                         2020 – 2025 (Periode Pertama)                                     2020 – 2025 (Periode Pertama)                        2020 – 2025 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025     2025 – 2030 (Periode Kedua)                           * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025                           * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025              * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
  Usia                  52 Tahun                                              54 Tahun                                                          50 Tahun                                             57 Tahun
  Jenis Kelamin         Laki-laki                                             Perempuan                                                         Laki-laki                                            Perempuan
  Pendidikan            • Sarjana Akuntansi, Universitas Indonesia, Depok     • Sarjana Ekonomi dari Universitas Islam Indonesia,               • Sarjana Ekonomi & Matematika, University of        • Sarjana Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta
                          (1996)                                                 Yogyakarta (1993)                                                Georgia, USA (1996)                                  (1990)
                        • Master of Business Administration, Erasmus          • Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada,              • Magister Manajemen, Universitas Indonesia,         • Alumni Lemhanas-40 (2007)
                          University, Rotterdam, Belanda (2001)                  Yogyakarta (1994)                                                Depok (2001)                                       • Magister of Science, Universitas Gadjah Mada,
                                                                              • Master Specialist bidang Public Finance dari French Prime       • Ph.D. in Economics, George Mason University,         Yogyakarta (2012)
                                                                                 Minister, Institute International d’ Administration Publique     USA (2008)
                                                                                 (IIAP)-Ecole National d’ Administration (ENA) Paris (2000)
                                                                              • D.E.A (M.Phil) bidang International and Development
                                                                                 Economics dari Université de Paris 1 Panthéon Sorbonne,
                                                                                 Paris (2002)
                                                                              • Ph.D. bidang Economics (Applied Macro and Micro
                                                                                 Economics Development Studies in Finance) dari
                                                                                 Université de Paris 1 Pantheon-Sorbonne, Paris (2005)
  Pengalaman Kerja      • Presiden Direktur dan CEO di Indonesia              • Dosen dan Peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,              • Staf Ahli Perencanaan, Komite Kebijakan Industri   • Pendiri dan Pimpinan Kantor Rialatifa & Partners
  [GRI 2-9]
                          Infrastructure Finance (IIF) (2011 - 2013)             Universitas Indonesia (2006 – sekarang)                          Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI (2020 -        (1992 – sekarang)
                        • Kepala Eksekutif dan Anggota Dewan Komisioner       • Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Bank                sekarang)                                          • Pendiri dan Anggota Dewan Pakar Serikat
                          di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) (2014 -             Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2021 – 2025)                   • Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)         Pengacara Indonesia (1997 - sekarang)
                          2015)                                               • Komite Penilai Perusahaan dan Perdagangan Bursa Efek              Tbk (2020 - 2025)                                  • Anggota DPR RI (2000 - 2004)
                        • Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.          Indonesia (2023 - sekarang)                                    • Staf Ahli Bidang Industri Kementerian BUMN         • Ketua DPP bidang Perempuan dan Perlindungan
                          (2016 – 2019)                                       • Komisaris Independen PT Telkom (Persero) Tbk (2025 -              (2021 - 2023)                                        Anak PERADI (2009 - 2014)
                        • Ketua Umum PERBANAS (2016 – 2024)                      Sekarang)                                                      • Anggota Komite Remunerasi dan SDM, Indonesia       • Anggota DPR RI (2014 - 2019)
                        • Anggota APEC Business Advisory Council (ABAC)                                                                           Investment Agency (INA) (2021 - sekarang)
                                                                                                                                                                                                     • Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI
                          – Indonesia Member (2017 – sekarang)                                                                                  • Sekretaris Kementerian BUMN (2023 - sekarang)        Cairo (2016 – 2020)
                        • Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.                                                                                                                             • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia
                          (2019 – 2020)                                                                                                                                                                (Persero) Tbk (2020 – 2025)
                        • Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (2019                                                                                                                               • Komisaris Utama PT Bersua Utama Indonesia
                          – 2025)                                                                                                                                                                      (2022 – sekarang)
                        • Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia
                          (Persero) Tbk. (2020 – sekarang)
                        • Wakil Ketua Umum Bidang BUMN - Kamar Dagang
                          dan Industri Indonesia (KADIN) (2021 – sekarang)
  Keahlian              Perbankan, Keuangan, Manajemen Risiko                 Keuangan, Ekonomi, Manajemen                                      Statistik, Ekonomi, Manajemen                        Hukum, Sosial Politik, Regulasi
Page 155
                                                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related          Sustainability-related     General
                                                                      General Sustainability
                                                                              Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                 Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                                   Lampiran                                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   155




  Tata Kelola
  Profil Dewan Komisaris[GRI 2-9]
  Periode 1 Januari – 24 Maret 2025




                                              Heri Sunaryadi*                                      Nurmaria Sarosa*                                            Agus Riswanto*                                  Paripurna Poerwoko Sugarda*
  Jabatan               Komisaris Independen                                    Komisaris Independen                                      Komisaris Independen                                     Komisaris


  Periode Jabatan       2021 – 2025 (Periode Pertama)                           2021 – 2025 (Periode Pertama)                             2021 – 2025 (Periode Pertama)                            2020 – 2025 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025     * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025                 * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025                   *Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025                   * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
  Usia                  60 Tahun                                                60 Tahun                                                  63 Tahun                                                 68 Tahun

  Jenis Kelamin         Laki-laki                                               Perempuan                                                 Laki-laki                                                Laki-laki

  Pendididkan           • Sarjana Teknologi Pertanian dari Institut Pertanian   Sarjana Arsitektur, Institut Teknologi Bandung, Bandung   • Sarjana Hukum, Kristen Satya Wacana University,        • Doktorandus Manajemen, Universitas Islam
                           Bogor, Bogor (1987)                                  (1989)                                                      Salatiga (1986)                                          Indonesia, Jakarta (1984)
                        • Master of Bussiness Administration BINUS Business                                                               • Magister Hukum, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Iblam,       • Sarjana Hukum, Universitas Gajah Mada,
                           School, Jakarta (2011)                                                                                           Jakarta (2001)                                           Yogyakarta (1986)
                                                                                                                                                                                                   • Magister Hukum, Universitas Gadjah Mada,
                                                                                                                                                                                                     Yogyakarta (1999)
                                                                                                                                                                                                   • Master of Laws dari University of Groningen,
                                                                                                                                                                                                     Netherlands (2008)
                                                                                                                                                                                                   • Doktor Hukum, Universitas Gajah Mada,
                                                                                                                                                                                                     Yogyakarta (2012)
  Pengalaman Kerja      • Direkur utama Bahana sekuritas (2007-2009)            • Director of Finance and Corporate Affairs, PT Cardig    • Kepala Kejaksaan Tinggi, Bangka Belitung (2014 -       • Dosen Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada
  [GRI 2-9]
                        • Direkur utama PT Bahana Pembinaan Usaha                  International Support (2017 - 2020)                      2015)                                                    (1988 - sekarang)
                           Indonesia (2009 - 2013)                              • Director of Finance and Corporate Affairs, PT Cardig    • Direktur Sandi dan Produksi Intel, Kejaksaan Agung     • Dekan Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada
                        • Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia       Express Nusantara (2020 - 2021)                          RI (2015 - 2018)                                         (2012 - 2014)
                           (2013 – 2014)                                        • Direktur Eksekutif PT Selaras Logistik Indonesia        • Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Intelijen, Kejaksaan   • Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni,
                        • Direktur Keuangan PT Telkom Indonesia (Persero)          (2021 - 2022)                                            Agung RI (2018 - 2022)                                   Universitas Gadjah Mada (2014 - 2022)
                           Tbk. (2014 – 2016)                                   • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia           • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia          • Head of Asia Pacific Research Center, Universitas
                        • Dewan Komisaris PT Kustodian Sentral Efek                (Persero) Tbk. (2022 - 2025)                             (Persero) Tbk. (2022 - 2025)                             Gadjah Mada (2020 - 2022)
                           Indonesia (2016 – 2021)                                                                                                                                                 • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia
                        • Dewan Komisaris PT Merdeka Cooper Gold Tbk.                                                                                                                                (Persero) Tbk. (2022 - 2025)
                           (2018 – 2021)                                                                                                                                                           • Komisaris Utama PT Kaltim Methanol Industri
                        • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia                                                                                                                              (2022 – sekarang)
                           (Persero) Tbk. (2021 - 2025)
                        • Komisaris Independen Tower Bersama Group (2022
                           – sekarang)
  Keahlian              Pasar Modal, Teknologi, Manajemen                       ESG, Logistik, Manajemen                                  Hukum, Intelijen, Regulasi                               Hukum, Sosial Politik, Regulasi
Page 156
                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related       Sustainability-related       General
                                                                     General Sustainability
                                                                             Sustainability
Pengantar
                     Disclosure              Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                  Lampiran                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   156




  Tata Kelola
  Profil Dewan Komisaris[GRI 2-9]
  Periode 1 Januari – 24 Maret 2025




                                        Awan Nurmawan Nuh                                     Haryo Baskoro Wicaksono*
  Jabatan               Komisaris                                               Komisaris Independen


  Periode Jabatan       2023 - 2028 (Periode Pertama)                           2021 – 2025 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025                                                             * Berhenti menjabat sejak 24 Maret 2025
  Usia                  57 Tahun                                                43 Tahun
  Jenis Kelamin         Laki-laki                                               Laki-laki



  Pendididkan           • Sarjana Ekonomi, Universitas Gajah Mada,              • Sarjana Hubungan Internasional, Universitas
                           Yogyakarta (1992)                                      Muhammadiyah Yogyakarta (2001)
                        • Master of Business Taxation, University of Southern   • Magister Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gajah
                           California, USA (1997)                                 Mada, Yogyakarta (2009)
  Pengalaman Kerja      • Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan       • Head of Risk Management, FIF Group (2011 – 2018)
  [GRI 2-9]
                           Penegakan Hukum Pajak (2016 - 2021)                  • Head of Risk Management, Head of Internal Audit,
                        • Komisaris Utama PT Penjaminan Infrastruktur             Head of Governance & Compliance, Astra Financial
                           Indonesia (Persero) (2020 – 2023)                      Conglomeration (2018 – 2022)
                        • Inspektur Jenderal, Kementerian Keuangan (2021 -      • Head of Transformation & Subsidiaries, Bank
                           sekarang)                                              Muamalat Indonesia (2023)
                        • Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana           • Head of Transformation & Corporate Strategy, Bank
                           Lingkungan Hidup (2023 – sekarang)                     Bukopin Syariah (2023)
                        • Anggota Dewan Pengawas, Ikatan Akuntan                • Komisaris PT Transportasi Gas Indonesia (2023–
                           Indonesia (2022 - sekarang)                            2024)
                        • Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.     • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia
                           (2023 – sekarang)                                      (Persero) Tbk. (2024 – 2025)
  Keahlian              Akuntansi, Audit, Perpajakan                            GRC, Manajemen
Page 157
                                                                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related       General
                                                                       General Sustainability
                                                                               Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                    Lampiran                                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   157




  Tata Kelola
  Profil Dewan Komisaris[GRI 2-9]
  Periode 24 Maret – 31 Desember 2025




                                     Kartika Wirjoatmodjo                                       Parman Nataatmadja                                    Helvi Yuni Moraza                               Awan Nurmawan Nuh
  Jabatan               Komisaris Utama                                       Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen               Komisaris                                        Komisaris


  Periode Jabatan       2020 – 2025 (Periode Pertama)                         2025 – 2030 (Periode Pertama)                            2025 - 2030 (Periode Pertama)                    2023 - 2028 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025     2025 – 2030 (Periode Kedua)
  Usia                  52 Tahun                                              68 Tahun                                                 58 Tahun                                         57 Tahun
  Jenis Kelamin         Laki-laki                                             Laki-laki                                                Laki-laki                                        Laki-laki

  Pendidikan            • Sarjana Akuntansi, Universitas Indonesia,           • Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, Depok      • Sarjana Ekonomi dari Universitas Andalas,      • Sarjana Ekonomi, Universitas Gajah Mada,
                          Depok (1996)                                           (1985)                                                  Padang (1991)                                    Yogyakarta (1992)
                        • Master of Business Administration, Erasmus          • Master of Finance dari State University of New York,   • Magister Manajemen dari Universitas            • Master of Business Taxation, University of
                          University, Rotterdam, Belanda (2001)                  Buffalo, Amerika Serikat (1988)                         Pasundan, Bandung (2023)                         Southern California, USA (1997)
  Pengalaman Kerja      • Presiden Direktur dan CEO di Indonesia              • Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani           • Manager Marketing PT Trias Munarta (1992       • Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan
  [GRI 2-9]
                          Infrastructure Finance (IIF) (2011 - 2013)             (Persero) (2008 - 2018)                                 – 1995)                                          dan Penegakan Hukum Pajak (2016 - 2021)
                        • Kepala Eksekutif dan Anggota Dewan                  • Komisaris Utama PT PNM Venture Capital (2008 - 2018)   • Kepala Bagian Kredit Cabang Pembantu PT        • Komisaris Utama PT Penjaminan Infrastruktur
                          Komisioner di Lembaga Penjamin Simpanan             • Komisaris Utama, PNM Investment Management (2008         Bank Susila Bhakti, Bandung Setiabudi (1995      Indonesia (Persero) (2020 – 2023)
                          (LPS) (2014 - 2015)                                    - 2018)                                                 – 1999)                                        • Inspektur Jenderal, Kementerian Keuangan (2021
                        • Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.       • Komisaris, PNM Investment Management (2018)            • Direktur Majalah Seni Kreatif BKKI (1999 -       - sekarang)
                          (2016 – 2019)                                                                                                  2002)                                          • Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola
                                                                              • Komisaris Utama Mitra Dagang Madani (2017 - 2018)
                        • Ketua Umum PERBANAS (2016 – 2024)                                                                            • Redaktur Majalah Tani Merdeka DPN HKTI           Dana Lingkungan Hidup (2023 – sekarang)
                                                                              • Staf Khusus V Menteri BUMN (2018 - 2019)                 (2010 – 2014)
                        • Anggota APEC Business Advisory Council                                                                                                                        • Anggota Dewan Pengawas, Ikatan Akuntan
                          (ABAC) – Indonesia Member (2017 – sekarang)         • Komisaris Utama PT Bank BRIsyariah Tbk. (2019 -        • Senior Associate FAS Law Firm (2014 – 2025)      Indonesia (2022 - sekarang)
                                                                                 2020)
                        • Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero)                                                                    • Komisaris Independen PT LEN Industri           • Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
                          Tbk. (2019 – 2020)                                  • Komisaris Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk. (2018       (Persero) Holding Industri (2021 – 2025)         Tbk (2023 – sekarang)
                                                                                 - 2019)
                        • Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (2019                                                                 • Wakil Menteri Kementerian UMKM RI (2024 –
                          – 2025)                                             • Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN (2020 - 2021)                sekarang)
                        • Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia            • Komisaris PT Permodalan Nasional Madani (2020 -        • Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
                          (Persero) Tbk. (2020 – sekarang)                       2025)                                                   Tbk. (2025 – sekarang)
                        • Wakil Ketua Umum Bidang BUMN - Kamar                • Kepala Badan Pelaksana Badan Bank Tanah (2021 -
                          Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) (2021            2025)
                          – sekarang)                                         • Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Bank
                                                                                 Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (2025 - sekarang)
  Keahlian              Perbankan, Keuangan, Manajemen Risiko                 Perbankan, Keuangan, Manajemen Risiko                    Manajemen, Manajemen Risiko, Ekonomi             Akuntansi, Audit, Perpajakan
Page 158
                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related         Sustainability-related        General
                                                                        General Sustainability
                                                                                Sustainability
Pengantar
                     Disclosure                Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                     Lampiran                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   158




  Tata Kelola
  Profil Dewan Komisaris[GRI 2-9]
  Periode 24 Maret – 31 Desember 2025




                                           Edi Susianto                                            Lukmanul Khakim
  Jabatan               Komisaris Independen                                   Komisaris Independen


  Periode Jabatan       2025 – 2030 (Periode Pertama)                          2025 - 2030 (Periode Pertama)
  Selama Tahun 2025
  Usia                  58 Tahun                                               43 Tahun
  Jenis Kelamin         Laki-laki                                              Laki-laki



  Pendidikan            • Sarjana Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan             • Sarjana Ilmu Hukum Tata Negara dari Universitas Islam
                          dari Universitas Padjajaran, Bandung (1990)             Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta (2006)
                        • Master of Economics and Finance dari                 • Magister Ilmu Administrasi dari Universitas Krisna
                          Loughborough University, Inggris (1999)                 Dwipayana, Jakarta (2014)
  Pengalaman Kerja      • Kepala Grup Neraca Pembayaran dan                    • Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan
  [GRI 2-9]
                          Pengembangan Statistik – Bank Indonesia                 Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan
                          (2016 – 2017)                                           Tinggi (Oktober 2014 - Oktober 2016)
                        • Direktur-Bank Indonesia Perwakilan Singapura         • Anggota Komisi VI DPR RI membidangi Perdagangan,
                          (2017 – 2018)                                           Perindustrian, BUMN dan Koperasi UMKM Dewan
                        • Direktur Eksekutif Kepala Departemen                    Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Maret 2018 -
                          Penyelenggaraan Sistem Pembayaran (2018                 September 2019)
                          – 2021)                                              • Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Peningkatan
                        • Direktur Eksekutif Kepala Departemen                    Export dan Perluasan Pasar Luar Negeri Kementerian
                          Manajemen Risiko-Bank Indonesia (2021 –                 Perdagangan (Maret 2020 – Juni 2022)
                          2022)                                                • Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan
                        • Direktur Eksekutif Kepala Departemen                    Masyarakat (November 2024 – 2025)
                          Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas-Bank          • Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia
                          Indonesia (2022 – 2023)                                 (Persero) Tbk. (2025 - sekarang)
                        • Asisten Gubernur Kepala Departemen
                          Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank
                          Indonesia (2023 – 2025)
                        • Komisaris Independen PT Bank Rakyat
                          Indonesia (Persero) Tbk. (2025 – sekarang)
  Keahlian              Keuangan, Ekonomi, Manajemen Risiko,                   Hukum, Administrasi Bisnis, Manajemen Risiko, GRC
                        Akuntansi
Page 159
                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General
                                                           General Sustainability
                                                                   Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   159




  Tata Kelola
  Efektivitas dan Akuntabilitas Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-16]
  Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat                                                      Rangkap Jabatan Dewan Komisaris
  BRI memandang efektivitas tata kelola perusahaan sebagai aspek penting dalam penerapan Good            Rangkap jabatan Dewan Komisaris telah diatur berdasarkan Peraturan Menteri BUMN No. PER-3/
  Corporate Governance (GCG) yang memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai dengan               MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara dan Peraturan
  prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab. Untuk itu, perusahaan berkomitmen             OJK No. 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum, dengan rincian sebagai
  menerapkan GCG secara optimal melalui mekanisme pengawasan dan pengendalian yang kuat,                 berikut:
  serta menjaga integritas dalam setiap proses pengambilan keputusan.                                    1. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN dapat merangkap jabatan sebagai Dewan Komisaris
                                                                                                             pada badan usaha lainnya, dengan ketentuan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-
  Rapat antara Dewan Komisaris dan Direksi berfungsi sebagai instrumen utama untuk menilai sejauh            undangan sektoral.
  mana penerapan tata kelola ini berjalan efektif. Setiap kebijakan strategis akan dibahas dan           2. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN yang merangkap jabatan sebagai Dewan Komisaris
  diputuskan dalam rapat ini untuk memastikan kelangsungan bisnis serta kepatuhan terhadap                   pada badan usaha lainnya sebagaimana dimaksud pada poin 1 harus memenuhi persentase
  regulasi yang berlaku. [GRI 2-16]                                                                          kehadiran dalam rapat Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN selama 1 (satu) tahun paling
                                                                                                             sedikit 75% (tujuh puluh lima persen) kehadiran, sebagai persyaratan untuk memperoleh
  Rapat Dewan Komisaris                                                                                      Remunerasi Variabel/Insentif Kinerja/Insentif Khusus bagi yang bersangkutan.
  Sesuai Pedoman dan Tata Tertib Dewan Komisaris, Rapat Dewan Komisaris terdiri dari:                    3. Anggota Dewan Komisaris dilarang merangkap jabatan:
  1. Rapat Dewan Komisaris (Rakom) yang terdiri dari Rapat Internal Dewan Komisaris, dan Rapat               a. sebagai anggota direksi, anggota dewan komisaris, anggota dewan pengawas syariah, atau
     Dewan Komisaris dengan mengundang Direktur Bidang dan/atau Senior Executive Vice                            pejabat eksekutif pada lembaga keuangan atau perusahaan keuangan baik bank maupun
     President (SEVP) terkait;                                                                                   bukan bank;
  2. Rapat Dewan Komisaris dan Direksi (Rakomdir) yaitu Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi                b. sebagai anggota direksi, anggota dewan komisaris, anggota dewan pengawas syariah, atau
     dan SEVP.                                                                                                   pejabat eksekutif pada lebih dari 1 (satu) lembaga atau perusahaan bukan keuangan, baik
  Rapat Dewan Komisaris diadakan secara rutin, minimal satu kali setiap bulan, sementara rapat                   yang berkedudukan di dalam maupun di luar negeri;
  bersama Direksi diadakan setidaknya sekali setiap empat bulan. Rapat juga dapat diselenggarakan            c. pada bidang tugas fungsional pada Lembaga keuangan bank dan/atau lembaga keuangan
  kapan saja atas permintaan satu atau lebih anggota Dewan Komisaris atau Direksi, dengan                        bukan bank yang berkedudukan di dalam maupun di luar negeri;
  menyebutkan agenda yang akan dibahas. Rapat Dewan Komisaris adalah sah dan berhak mengambil                d. pada jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas
  keputusan yang mengikat apabila dihadiri dan/atau diwakili oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah             sebagai anggota Dewan Komisaris; dan/atau
  anggota Dewan Komisaris. Berdasarkan rekapitulasi kehadiran rapat, rata-rata kehadiran Dewan               e. pada jabatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  Komisaris dalam rapat Dewan Komisaris selama tahun 2025 mencapai 98,50%.                               4. Tidak termasuk rangkap jabatan dalam hal:
                                                                                                             a. anggota Dewan Komisaris menjabat sebagai anggota direksi, anggota dewan komisaris
  Rapat Direksi                                                                                                  atau pejabat eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan
  Kebijakan mengenai rapat Direksi diatur dalam Pedoman Tata Kerja Direksi. Direksi diwajibkan                   anak bukan bank yang dikendalikan oleh Bank;
  untuk mengadakan rapat secara berkala, minimal satu kali setiap bulan, untuk membahas dan                  b. Komisaris Non Independen menjalankan tugas fungsional dari pemegang saham Bank yang
  mengambil keputusan terkait pengelolaan dan operasional Perusahaan. Selain itu, rapat bersama                  berbentuk badan hukum pada Bank dan/atau kelompok usaha Bank; dan/atau
  Dewan Komisaris juga diadakan secara rutin, sekurang-kurangnya satu kali dalam empat bulan.                c. anggota Dewan Komisaris menduduki jabatan pada organisasi atau lembaga nirlaba,
  Rapat Direksi dipimpin oleh Direktur Utama. Jika Direktur Utama berhalangan hadir, Wakil Direktur              sepanjang tidak mengakibatkan yang bersangkutan mengabaikan pelaksanaan tugas dan
  Utama akan memimpin rapat. Pada rapat tersebut, topik material terkait keberlanjutan seperti                   tanggung jawab sebagai anggota Dewan Komisaris.
  privasi data, keuangan inklusif, etika bisnis dan iklim dibahas secara komprehensif. Informasi lebih   5. Terhadap anggota Dewan Komisaris yang memiliki jabatan sebagaimana dimaksud pada poin 4
  lengkap mengenai kehadiran rapat Dewan Komisaris dan Direksi disajikan pada Laporan Tahunan                wajib membuat pernyataan untuk:
  BRI 2025.                                                                                                  a. menjaga integritas;
                                                                                                             b. menghindari segala bentuk benturan kepentingan; dan
  Rapat dianggap sah dan dapat mengambil keputusan yang mengikat jika dihadiri atau diwakili oleh            c. menghindari tindakan yang dapat merugikan Bank dan/atau menyebabkan Bank melanggar
  lebih dari dua per tiga (2/3) dari jumlah total anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris BRI.                  prinsip kehati-hatian selama menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris;
  Berdasarkan rekapitulasi kehadiran, rata-rata kehadiran Berdasarkan rekapitulasi kehadiran rapat,      6. Komisaris Independen dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat publik.
  rata-rata kehadiran Direksi dalam rapat Direksi mencapai 96,74%.
Page 160
                                                                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related    General
                                                             General Sustainability
                                                                     Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   160




  Tata Kelola
  Sepanjang tahun 2025, seluruh anggota Dewan Komisaris BRI telah mematuhi ketentuan mengenai               3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
  rangkap jabatan sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku, dan tidak terdapat rangkap                  Komisaris Emiten Perusahaan Publik; POJK 17/2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank
  jabatan yang melanggar ketentuan dimaksud. Seluruh Dewan Komisaris BRI memiliki kurang dari                  Umum;
  empat mandat. [GRI 2-15]                                                                                  4. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK.03/2025 tentang Penerapan Tata Kelola
                                                                                                               bagi Bank Umum; serta peraturan dan standar nasional atau internasional yang berlaku.
  Independensi Dewan
  Independensi Dewan Komisaris dan Direksi[GRI 2-15]                                                        Pengungkapan lengkap terkait independensi termasuk konflik kepentingan Dewan Komisaris dan
  BRI memastikan setiap anggota Dewan Komisaris sebagai organ pengawasan perusahaan dapat                   Direksi dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan BRI 2025. BRI juga mengatur kepemilikan saham
  menjalankan tugasnya secara objektif dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau pihak            BRI oleh Direksi dan Dewan Komisaris (non-independen) sebagai bagian dari komponen remunerasi,
  lain. Untuk itu, BRI memiliki kebijakan terkait kriteria Komisaris Independen, yaitu paling sedikit 50%   sejalan peraturan dari Kementerian Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (dahulu Kementerian
  (lima puluh persen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. Komisaris            Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia), dengan tujuan mencapai kinerja yang berkelanjutan.
  Independen wajib memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan OJK No.33/POJK.04/2014                      Hingga tanggal 31 Desember 2025, tidak terdapat kepemilikan saham yang bersifat signifikan oleh
  mengenai Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, sebagai berikut.                      Direksi, Dewan Komisaris, dan Pemegang Saham di dalam Kelompok Usaha Bank BRI, data tersebut
  1. Bukan merupakan orang yang bekerja atau memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk                     sebagaimana telah disampaikan pada bagian Kepemilikan Saham Direksi dan Dewan Komisaris.
     merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan Perusahaan dalam 6
     (enam) bulan terakhir, kecuali untuk pemilihan kembali sebagai Komisaris Independen Perusahaan         Kebijakan atas Keberagaman Dewan Komisaris dan Direksi
     dalam periode berikutnya.                                                                              BRI memiliki kebijakan keberagaman Dewan Komisaris dan Direksi yang sesuai dengan Surat
  2. Tidak memiliki saham secara langsung atau tidak langsung di Perusahaan.                                Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015 mengenai Pedoman Tata Kelola Perusahaan
  3. Tidak memiliki afiliasi dengan Perusahaan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau              Terbuka. Pengangkatan Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan dengan mempertimbangkan usia,
     pemegang saham signifikan Perusahaan.                                                                  jenis kelamin, pendidikan, pengalaman, integritas, dedikasi, pemahaman mengenai masalah
  4. Tidak memiliki hubungan bisnis, langsung atau tidak langsung yang terkait dengan kegiatan              manajemen perusahaan, memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan, serta
     bisnis Perusahaan.                                                                                     dapat menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya serta persyaratan lain
                                                                                                            berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pada tahun 2025, kepemimpinan perempuan di
  Pihak-pihak terafiliasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan               Direksi mencakup 23,08% dari 13 anggota Direksi. [GRI 2-10]
  dan Penguatan Sektor Keuangan berikut.
  1. Komisaris, Direksi, pejabat, dan pekerja Bank.                                                         Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi BRI membawa berbagai pengalaman, pendidikan, dan
  2. Pihak yang memberikan jasa kepada Bank, di antaranya akuntan publik, penilai, konsultan                keahlian yang memperkaya proses pengambilan keputusan perusahaan. Keberagaman keahlian
     hukum, dan konsultan lainnya.                                                                          Dewan Komisaris dan Direksi telah diinformasikan pada bagian Profil Dewan Komisaris dan Direksi
  3. Pihak yang mengendalikan atau dikendalikan Bank, baik langsung maupun tidak langsung.                  sesuai periode jabatan di dalam laporan ini.
  4. Pihak yang menurut penilaian Otoritas Jasa Keuangan turut serta mempengaruhi pengelolaan
     Bank, baik langsung maupun tidak langsung, di antaranya pihak yang mempunyai hubungan                  BRI juga secara aktif mengembangkan kompetensi dan keterampilan anggota dewan melalui
     keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun           berbagai program pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. [GRI 2-10]
     vertikal, dengan anggota dewan komisaris atau yang setara, anggota direksi atau yang setara
     atau kuasanya, pejabat, atau pekerja Bank.

  Adapun kriteria Komisaris Independen mengacu pada hukum, peraturan, dan standar yang berlaku,
  termasuk:
  1. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal Indonesia, yang telah diubah oleh
     Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan;
  2. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Badan
     Usaha Milik Negara yang Signifikan;
Page 161
                                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related        Sustainability-related    General
                                                                  General Sustainability
                                                                          Sustainability
Pengantar
                    Disclosure               Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   161




  Tata Kelola
  Struktur Dewan Komite

  Komite di Bawah Dewan Komisaris
  Komite                 Tanggung Jawab                                                                                                                                                                Ketua Komite

  Komite Audit           Mengevaluasi dan memastikan penerapan pengendalian internal, pengawasan terhadap kualitas laporan keuangan, pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit Intern (SKAI), tata kelola Komisaris Independen – Edi
                         terintegrasi, kepatuhan terhadap regulasi di Perusahaan, serta efektivitas auditor independen. Selain itu, Komite Audit memastikan fungsi Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana Susianto
                         pengaduan yang transparan, pengawasan pada implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta melakukan penilaian atas tingkat kesehatan Perseroan untuk
                         memastikan operasional berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik dan mendukung pencapaian tujuan Perusahaan.

  Komite Nominasi        Mengevaluasi dan memastikan penerapan terkait dengan fungsi nominasi dan remunerasi Perusahaan berjalan sesuai dengan peraturan dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Komisaris Independen – Edi
  dan Remunerasi                                                                                                                                                                                       Susianto




  Komite Pemantau Mengevaluasi dan memastikan penerapan manajemen risiko Perusahaan tetap memenuhi unsur-unsur kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan risiko, sehingga kegiatan Wakil Komisaris Utama/
  Manajemen Risiko Perusahaan tetap dapat terkendali pada batas/limit risiko yang dapat diterima serta menguntungkan Perusahaan.                                                       Komisaris Independen
                                                                                                                                                                                       – Parman Nataatmadja


  Komite Tata            Mengevaluasi dan memastikan tata kelola yang komprehensif dan efektif dengan menerapkan prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban Komisaris Independen –
  Kelola                 (responsibility), independensi (independency) atau profesional (professional), dan kewajaran (fairness) secara terintegrasi dalam Konglomerasi Keuangan.                       Lukmanul Khakim
  Terintegrasi



  Komite di Bawah Direksi
  Komite            Tanggung Jawab                                                                                                                                          Ketua Komite

  Asset and         1.    Menetapkan strategi pengelolaan aset dan liabilitas Bank dalam rangka upaya optimalisasi NII, antara lain meliputi:                              Direktur Utama
  Liability               a. strategi pengelolaan likuiditas;
  Committee               b. strategi pengelolaan risiko pasar (suku bunga dan nilai tukar);
  (ALCO)                  c. strategi pengelolaan liabilitas berbiaya/funding dan beban bunga (CoF Management); dan
                          d. strategi pengelolaan asset produktif dan pendapatan bunga (Yield Management).
                    2.    Menetapkan strategi suku bunga untuk produk Kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Trade Finance (TF), antara lain meliputi Suku Bunga Dasar Kredit
                          (SBDK), Suku Bunga Counter dan Suku Bunga Khusus (Special Rate).
                    3.    Mengevaluasi strategi sesuai dengan tujuan pengelolaan risiko likuiditas dan risiko pasar.
Page 162
                                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related      Sustainability-related     General
                                                                  General Sustainability
                                                                          Sustainability
Pengantar
                     Disclosure             Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   162




  Tata Kelola
  Komite             Tanggung Jawab                                                                                                                                           Ketua Komite

  Credit Policy      1.   Menetapkan Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) khususnya perumusan prinsip kehati-hatian dalam perkreditan sebagaimana diatur di dalam Pedoman Direktur Utama
  Committee               Penyusunan Kebijaksanaan Perkreditan Bank (PPKPB) OJK dan kebijakan perkreditan lainnya yang memerlukan putusan dari Rapat Credit Policy
                          Committee.
                     2.   Mengawasi penerapan Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) secara bertanggung jawab dan penuh kesinambungan serta merumuskan alternatif dan solusi
                          penerapan bila terdapat kendala.
                     3.   Melakukan reviu berkala Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) BRI minimal 3 tahun sekali dan kebijakan perkreditan lainnya sesuai dengan jangka waktu
                          minimal review kebijakan perkreditan lainnya.
                     4.   Melakukan evaluasi terhadap:
                          a. kebenaran pelaksanaan proses pemberian kredit atau penyediaan dana, perkembangan dan kualitas kredit yang diberikan kepada Pihak yang Terkait
                              dengan Bank dan Debitur besar tertentu;
                          b. kebenaran pelaksanaan kewenangan memutus kredit atau penyediaan dana;
                          c. kebenaran pelaksanaan ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK);
                          d. debitur besar tertentu dan kredit dalam daftar Kredit Dalam Perhatian Khusus;
                          e. kebijakan penyisihan cadangan kerugian pelaksanaan penurunan nilai kredit (CKPN) dan cadangan penghapusbukuan;
                          f. penyelesaian kredit bermasalah sesuai dengan yang ditetapkan dalam KPB; dan
                          g. ketaatan terhadap ketentuan perundang-undangan dan peraturan lainnya dalam pelaksanaan pemberian kredit.
                     5.   Melakukan penilaian efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI) perkreditan.
                     6.   Menyampaikan laporan berkala minimal 1 (satu) tahun sekali kepada Dewan Komisaris mengenai:
                          a. hasil pengawasan atas penerapan dan pelaksanaan kebijakan perkreditan (dapat mencakup KPB maupun kebijakan perkreditan lainnya); dan
                          b. hasil evaluasi hal yang berhubungan dengan poin 4.
                     7.   Memantau dan mengevaluasi perkembangan dan kualitas portofolio perkreditan atau pembiayaan secara keseluruhan.

  Environmental,     1.   Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi kebijakan atau tata kelola (governance) parameter inisiatif ESG Direktur Utama
  Social &                dan inisiatif TJSL yang telah disusun oleh Unit Kerja terkait yang kemudian diusulkan oleh Tim Penunjang Komite.
  Governance         2.   Menetapkan program kerja yang termasuk program strategis yang mendukung roadmap implementasi ESG, komitmen net zero emission, serta langkah-
  Committee               langkah dekarbonisasi Perusahaan dan inisiatif TJSL berdasarkan rekomendasi Tim Penunjang Komite.
                     3.   Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi program kerja yang masuk ke dalam parameter inisiatif ESG dan
                          inisiatif TJSL serta pelaporan data dan informasi terkait ESG, termasuk pengelolaan risiko dan peluang terkait perubahan iklim serta pelaksanaan inisiatif
                          pembiayaan berkelanjutan.
                     4.   Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review terkait laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga lainnya terhadap kinerja dan
                          implementasi ESG dan TJSL BRI.
                     5.   Menetapkan isu material dari hasil laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI.
                     6.   Menyetujui rencana tindak lanjut atas hasil review dan evaluasi untuk kemudian dapat diusulkan menjadi program kerja baru yang selanjutnya akan
                          ditindaklanjuti oleh Unit Kerja terkait.
                     7.   Menyetujui dan memberikan arahan isu terkait ESG dan TJSL, termasuk peraturan perundang-undangan, inisiatif global, praktik bisnis, serta informasi
                          penting lain terkait ESG dan TJSL termasuk perkembangan agenda dan respons terhadap perubahan iklim yang dapat berdampak pada strategi
                          keberlanjutan Perusahaan.
Page 163
                                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related      Sustainability-related   General
                                                              General Sustainability
                                                                      Sustainability
Pengantar
                   Disclosure             Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   163




  Tata Kelola
  Komite           Tanggung Jawab                                                                                                                                         Ketua Komite

  Human Capital    Human Capital Committee memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:                                                                             Bidang Human Capital Policy: Direktur Utama
  Committee        1. Bidang Human Capital Policy
                      a. Menetapkan prioritas strategi pengembangan, arah kebijakan dan peningkatan kualitas human capital BRI dengan mengacu pada Rencana Bisnis         Bidang Talent
                          Bank (RBB) dan Corporate Plan BRI.                                                                                                              Bidang Talent 1: Direktur Utama
                      b. Menetapkan kebijakan strategis di bidang human capital.                                                                                          Bidang Talent 2: Direktur Human Capital & Compliance
                   2. Bidang Talent                                                                                                                                       Bidang Talent 3: Group Head, Human Capital Business
                      a. Penetapan Talent Cluster, termasuk identifikasi dan penetapan top talent (Brilian Society Member).                                               Partner 1 atau Group Head, Human Capital Business
                      b. Penetapan Succession Plan untuk seluruh jabatan.                                                                                                 Partner 2
                      c. Penetapan Talent Pool berdasarkan bidang keahlian Pekerja.
                      d. Menetapkan putusan atas Talent Review/Talent Panel.                                                                                              Bidang Performance Management
                   3. Bidang Performance Management                                                                                                                       Sub Bidang Planning 1: Direktur Utama
                      a. Menetapkan KPI Direktorat, Sub-Direktorat, Unit Kerja BOD-1 (termasuk Regional Office), Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan BRI Unit.      Sub Bidang Planning 2: Direktur Finance & Strategy
                      b. Mengevaluasi dan menetapkan predikat kinerja Unit Kerja BOD-1 dan Kantor Cabang.
                      c. Mengevaluasi dan menetapkan predikat kinerja individu Jabatan BOD-1, Corporate Band 2, Corporate Band 3, dan Pemimpin Cabang.                    Sub Bidang Evaluation 1: Direktur Utama
                   4. Bidang Job Evaluation                                                                                                                               Sub Bidang Evaluation 2: Regiol CEO
                      Menetapkan Golongan Jabatan.
                                                                                                                                                                          Sub Bidang Predikat Kinerja Individu 1: Direktur Utama
                                                                                                                                                                          Sub Bidang Predikat Kinerja Individu 2: Direktur Bidang
                                                                                                                                                                          (Khusus Jajaran Audit Internal oleh SEVP Satuan Kerja
                                                                                                                                                                          Audit Internal)
                                                                                                                                                                          Sub Bidang Predikat Kinerja Individu 3: Regional CEO

                                                                                                                                                                          Bidang Job Evaluation: Direktur Finance & Strategy

  Information      1.  Rencana Strategik Teknologi Informasi jangka panjang yang sejalan dengan Corporate Plan dan Rencana Bisnis Bank yang dituangkan di dalam ITSP BRI. Direktur Information Technology
  Technology       2.  Perumusan kebijakan, standar, dan prosedur Teknologi Informasi yang utama.
  Steering         3.  Kesesuaian antara proyek Teknologi Informasi yang disetujui dengan ITSP BRI.
  Committee        4.  Kesesuaian arsitektur teknologi saat ini (baseline) dengan target arsitektur Teknologi Informasi BRI dalam mendukung kapabilitas bisnis.
                   5.  Kesesuaian antara pelaksanaan proyek Teknologi Informasi dengan rencana proyek yang disepakati.
                   6.  Kesesuaian antara Teknologi Informasi dengan kebutuhan sistem informasi manajemen serta kebutuhan kegiatan usaha Bank.
                   7.  Efektivitas langkah-langkah dalam meminimalkan risiko atas investasi Bank pada sektor Teknologi Informasi agar investasi Bank pada sektor Teknologi
                       Informasi memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan bisnis Bank.
                   8. Pemantauan atas kinerja Teknologi Informasi dan upaya peningkatan kinerja Teknologi Informasi.
                   9. Upaya penyelesaian berbagai masalah terkait Teknologi Informasi, termasuk issue terkait data governance, dimana permasalahan yang terjadi tidak
                       dapat diselesaikan oleh Satuan Kerja Pengguna dan Penyelenggara Teknologi Informasi secara efektif, efisien, dan tepat waktu.
                   10. Kecukupan dan alokasi sumber daya yang dimiliki Bank.

  Procurement      1.   Melaksanakan pemberian putusan pengadaan secara profesional, jujur dan menghindari benturan kepentingan dalam pemberian persetujuan pengadaan.    Procurement Committee 1: Direktur Utama
  Committee        2.   Memberi putusan setuju atau menolak pengadaan sesuai limit wewenangnya dalam hal diselenggarakan melalui rapat Komite.                            Procurement Committee 2: Wakil Direktur Utama
                   3.   Memberikan putusan pengadaan, melalui:                                                                                                            Procurement Committee 3: Direktur Treasury &
                        a. Risalah Rapat Direksi, atau                                                                                                                    International Banking
                        b. Risalah Rapat Procurement Committee, atau                                                                                                      Procurement Committee 4: Direktur Treasury &
                        c. Nota Dinas Sirkuler.                                                                                                                           International Banking
Page 164
                                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related        Sustainability-related     General
                                                                 General Sustainability
                                                                         Sustainability
Pengantar
                  Disclosure               Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   164




  Tata Kelola
  Komite           Tanggung Jawab                                                                                                                                              Ketua Komite

  Product          1.    Perencanaan produk yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:                                                                                 Product Committee 1 segmen wholesale:
  Committee              a. tidak pernah diselenggarakan sebelumnya oleh Bank;                                                                                                 Direktur Utama
                         b. merupakan pengembangan dari produk Bank yang mengakibatkan adanya perubahan yang material terhadap peningkatan eksposur risiko dari                Product Committee 1 segmen non-wholesale:
                              Produk Bank yang telah diselenggarakan sebelumnya.                                                                                               Direktur Utama
                   2.    Penghentian produk (sesuai Surat Keputusan Daftar Taksonomi Produk BRI).                                                                              Product Committee 2 segmen wholesale:
                   3.    Kajian permasalahan produk yang tidak dapat diputus pada tingkat Direktur Bidang.                                                                     Direktur Finance & Strategy
                                                                                                                                                                               Product Committee 2 segmen non-wholesale:
                                                                                                                                                                               Direktur Finance & Strategy

  Risk             Risk Management Committee Bidang Risk Management memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:                                                         Risk Management Committee Bidang Risk Management:
  Management       1. menetapkan Kebijakan Manajemen Risiko serta perubahannya termasuk penerapan kebijakan manajemen risiko, strategi manajemen risiko yang juga              Direktur Utama
  Committee            mempertimbangkan risiko terkait perubahan iklim, dan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) apabila kondisi eksternal tidak normal terjadi;
                   2. menetapkan metodologi pengukuran risiko dan perubahannya;                                                                                                Risk Management Committee Bidang Digital Risk:
                   3. menetapkan limit risiko dan perubahannya;                                                                                                                Direktur Manajemen Risiko
                   4. menetapkan Peringkat Profil Risiko termasuk integrasi aspek ESG sebagai bagian dari pengelolaan risiko reputasi dan Tingkat Kesehatan Bank serta
                       tindak lanjut apabila diperlukan.                                                                                                                       Risk Management Committee Bidang Credit Risk:
                   5. menetapkan langkah perbaikan berdasarkan analisis permodalan dan stress testing BRI Individu serta hasil Climate Scenario Analysis yang memuat           Direktur Manajemen Risiko
                       dampak perubahan iklim terhadap risiko inheren perbankan;
                   6. menyampaikan Strategi Anti Fraud; dan
                   7. menyampaikan analisis realisasi Trigger Level Rencana Aksi pemulihan.

                   Risk Management Committee Bidang Digital Risk memiliki tugas, wewenang, dan tanggung jawab untuk memberikan arahan, rekomendasi, tindak lanjut dan
                   putusan terkait penerapan kebijakan dan pengelolaan manajemen risiko digital PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
                   Risk Management Committee Bidang Credit Risk memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan arahan, rekomendasi, tindak lanjut dan putusan terkait
                   penerapan kebijakan dan pengelolaan portfolio per segmen aset produktif PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

  Organisasi       1.    Memberikan arahan di tingkat korporat terhadap inisiatif strategis/proyek Perusahaan.                                                                  Direktur Utama
  Transformation   2.    Memberikan arahan terhadap strategi implementasi inisiatif strategis/proyek untuk memastikan keselarasan dengan pencapaian tujuan strategis
  Steering               Perusahaan.
  Committee        3.    Memberikan arahan terhadap implementasi inisiatif strategis/proyek secara berkala, serta melakukan review terkait relevansi inisiatif strategis/proyek
  (TSC)                  dengan perkembangan kondisi terkini.
                   4.    Mengawasi pelaksanaan tata kelola yang baik dalam implementasi inisiatif strategis/proyek.
                   5.    Memberikan putusan atas usulan penyelesaian masalah dalam pengelolaan inisiatif strategis/proyek.
                   6.    Mengambil keputusan terhadap usulan perubahan atas ruang lingkup, parameter keberhasilan, timeline, dan hal lainnya yang tercantum dalam project
                         charter dan selanjutnya berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
                   7.    Menetapkan prioritisasi inisiatif strategis/proyek untuk dilaksanakan oleh PMO dan/ atau Unit Kerja Pemilik Proyek.
                   8.    Menyetujui kebijakan terkait manajemen perubahan (change management) untuk memastikan inisiatif strategis/proyek diterima oleh seluruh level
                         organisasi.
                   9.    Memberikan keputusan-keputusan lainnya terkait dengan inisiatif strategis/proyek.
                   10.   Menyelesaikan konflik atau isu lintas fungsi yang muncul selama implementasi inisiatif strategis/proyek.
                   11.   Melakukan alignment dengan program kerja lainnya yang dikelola oleh Unit Kerja terkait, termasuk memberikan arahan untuk meminimalkan silo antar-
                         segmen atau Unit Kerja.
                   12.   Memberikan arahan terhadap hasil Post Implementation Review (PIR) yang sudah dilaksanakan sebagai bagian dari lessons learned dalam pelaksanaan
                         inisiatif strategis/proyek selanjutnya.
                   13.   Mengambil keputusan atas hal-hal yang belum diatur di dalam Pedoman Pelaksanaan Project Management (PPPM) atau kebijakan dan ketentuan lainnya
                         yang mengatur terkait dengan inisiatif strategis/proyek.
Page 165
                                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related     Sustainability-related     General
                                                                 General Sustainability
                                                                         Sustainability
Pengantar
                     Disclosure            Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   165




  Tata Kelola
  Komite             Tanggung Jawab                                                                                                                                    Ketua Komite

  Komite Tata        1.   Alignment pelaksanaan Performance, Tata Kelola, Kepatuhan, Manajemen Risiko, IT, Human Capital, dan Audit Intern Terintegrasi:               Direktur Pengelola Konglomerasi Keuangan
  Kelola                  a. menetapkan program strategis Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun;
  Konglomerasi            b. menetapkan Rencana Korporasi Keuangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun untuk selanjutnya dimintakan persetujuan Dewan Komisaris.
  Keuangan           2.   Pengawasan terhadap Konglomerasi Keuangan:
                          a. melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas pelaksanaan rencana, kebijakan dan program kerja strategis anggota Konglomerasi
                              Keuangan;
                          b. melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi (Performance, Tata Kelola, Kepatuhan, Manajemen
                              Risiko, Information Technology, Human Capital, dan Audit Intern Terintegrasi).
                     3.   Pengawasan atas penguatan, penanganan, dan/atau penyelesaian permasalahan keuangan anggota Konglomerasi Keuangan serta menjaga
                          keberlangsungan usaha anggota Konglomerasi Keuangan:
                          a. melakukan evaluasi dan monitoring penguatan, penanganan dan/atau penyelesaian permasalahan keuangan anggota Konglomerasi Keuangan;
                          b. melakukan evaluasi dan monitoring tindakan perbaikan oleh anggota Konglomerasi Keuangan dilakukan dengan tepat dan mendukung rencana aksi
                              pemulihan dan rencana resolusi yang dilakukan oleh anggota Konglomerasi Keuangan.
                     4.   Pelaksanaan penerapan prinsip kehati-hatian pada Konglomerasi Keuangan secara keseluruhan:
                          a. menetapkan dan memberikan arahan tindak lanjut atas rekomendasi dan/atau teguran Regulator terkait pelaksanaan Tata Kelola Konglomerasi
                              Keuangan;
                          b. melakukan evaluasi pelaksanaan penerapan prinsip kehati-hatian pada Konglomerasi Keuangan.
                     5.   Pengawasan pemenuhan sumber daya pada setiap Anggota Konglomerasi Keuangan antara lain melalui pemberian arahan dan evaluasi atas support
                          sumber daya kepada Anggota Konglomerasi Keuangan

  Komite Kredit      Mengevaluasi dan atau memutuskan permohonan kredit untuk jumlah dan atau jenis kredit tertentu yang ditetapkan oleh Direksi.                      Masing-masing komite kredit terdiri dari jajaran fungsi
                                                                                                                                                                       risiko dan fungsi bisnis. Struktur dan anggota komite
                                                                                                                                                                       kredit sesuai delegasi kewenangan kredit yang berlaku.
Page 166
                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General
                                                          General Sustainability
                                                                  Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   166




  Tata Kelola
  Pengawasan Audit                                                                                   Struktur Remunerasi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
  Pengalaman dan Independensi Komite Audit                                                           Kebijakan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi di BRI mengatur pemberian remunerasi dalam
  BRI berkomitmen untuk memperkuat tata kelola perusahaan melalui struktur yang transparan dan       bentuk remunerasi yang bersifat tetap dan variabel.
  independen, termasuk dalam pengelolaan Komite Audit. Komite Audit di BRI memiliki independensi
  yang kuat, dengan 100% anggota komite audit yang independen. Selain itu, anggota komite juga       Remunerasi Tetap
  memiliki keahlian dan pengalaman di industri keuangan dan perbankan. Untuk meningkatkan            Pada remunerasi tetap, komponennya mencakup antara lain gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas
  pengalaman dan keahlian anggota Komite Audit, BRI menyelenggarakan sejumlah pelatihan agar         maupun elemen lain yang bersifat tetap yang diberikan kepada seluruh Dewan Komisaris dan
  tugas pengawasan terhadap laporan keuangan dan risiko yang dihadapi oleh perusahaan dapat          Direksi sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Proporsi besaran remunerasi
  dijalankan optimal, mendukung fungsi pengawasan Dewan Komisaris. Informasi lengkap mengenai        tetap bersifat proporsional terhadap besaran Direktur Utama, yaitu Wakil Direktur Utama sebesar
  keanggotaan Komite Audit, termasuk jabatan serta keberagaman pengalaman dan keahlian terdapat      90% dan anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari Direktur Utama. Sementara proporsi besaran
  pada bab Tata Kelola Perusahaan di Laporan Tahunan BRI 2025.                                       Komisaris Utama ditetapkan sebesar 45% dari Direktur Utama, Wakil Komisaris Utama sebesar
                                                                                                     42,5% dari Direktur Utama dan anggota Dewan Komisaris ditetapkan sebesar 90% dari Komisaris
  Pengawasan Remunerasi                                                                              Utama. [GRI 2-21]
  Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi[GRI 2-18][GRI 2-19][GRI 2-20][GRI 2-21]
  BRI memiliki Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi yang disusun berdasarkan:            Remunerasi Variabel
                                                                                                     Sedangkan dalam memberikan remunerasi yang bersifat variabel, perusahaan memperhatikan
  1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)Nomor 45/POJK.03/2015 dan SE OJK Nomor 40/               prinsip kehati-hatian yang mempertimbangkan capaian kinerja berbasis Key Performance Indicators
     SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum;          (KPI), kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, keberlanjutan kinerja jangka panjang Bank
  2. POJK Nomor 18/ POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum;                  sebagai bagian pengelolaan kinerja yang dikaitkan dengan risiko. Komponen remunerasi variabel
  3. POJK Nomor 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bank Umum; serta                         mencakup antara lain bonus, remunerasi variabel/insentif kinerja yang dapat diberikan dalam
  4. Peraturan Menteri BUMN No.PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia               bentuk tunai maupun saham. Remunerasi variabel dapat diberikan berdasarkan pencapaian kinerja,
     Badan Usaha Milik Negara.                                                                       sebagai berikut.

  Dalam implementasinya, Dewan Komisaris telah membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi               Insentif Jangka Pendek (Short Time Insentive/STI)
  untuk mendukung pelaksanaan tugas remunerasi dan nominasi bagi anggota Direksi dan Dewan            Insentif jangka pendek yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi sesuai putusan Rapat
  Komisaris.                                                                                          Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam pengesahan laporan tahunan. STI diberikan sebagai
                                                                                                      bentuk dorongan dalam upaya pencapaian kinerja tahunan yang optimal. Besaran STI diberikan
  Prosedur Remunerasi [GRI 2-20]                                                                      dengan mempertimbangkan pencapaian hasil kinerja tahunan sesuai dengan penetapan Key
  Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi BRI mengacu pada peraturan yang               Performance Indicator (KPI) kolegial dan tujuan jangka pendek perusahaan.
  ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN),
  serta praktik bisnis yang mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kinerja Bank. Kebijakan ini    Insentif Jangka Panjang (Long Term Incentives/LTI)
  mencakup komponen remunerasi tetap dan remunerasi variabel.                                         Long Term Incentives (LTI) merupakan insentif jangka panjang yang diberikan kepada Dewan
                                                                                                      Komisaris dan Direksi sesuai putusan RUPS dalam pengesahan laporan tahunan. Pemberian LTI
  Dalam menetapkan besaran remunerasi, BRI mempertimbangkan antara lain kinerja individu dan          bertujuan untuk dapat menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainability) serta
  kinerja Bank secara keseluruhan, tingkat tanggung jawab masing-masing jabatan, serta kesesuaian     pengelolaan risiko yang berkesinambungan. Besaran LTI diberikan dengan memperhitungkan
  dengan praktik industri perbankan yang berlaku secara umum. Kebijakan remunerasi ini sejalan        capaian KPI tambahan yang bersifat target jangka panjang dan diperjanjikan selama jangka waktu
  dengan prinsip GCG, di mana struktur dan besaran remunerasi ditetapkan melalui mekanisme yang       tertentu atas persetujuan RUPS/Seri A. Remunerasi tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan
  transparan dan akuntabel dengan mempertimbangkan rekomendasi Komite Nominasi dan                    pencapaian visi, misi dan strategi jangka panjang perusahaan. Pemberian LTI diatur dengan tata
  Remunerasi serta persetujuan dari pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku.              kelola khusus yang di antaranya mengatur periode kinerja (vesting period) dan periode
                                                                                                      penangguhan (holding period) tertentu yang selanjutnya diberikan sesuai dengan hasil pencapaian
                                                                                                      kinerja jangka panjang.
Page 167
                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related    Sustainability-related   General
                                                           General Sustainability
                                                                   Sustainability
Pengantar
                  Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   167




  Tata Kelola
  Remunerasi variabel diberikan dalam bentuk saham bagi anggota Direksi dan anggota Dewan
  Komisaris Non Independen, serta dalam bentuk tunai untuk Komisaris Independen. Dalam hal
  terjadinya kondisi khusus tertentu, perusahaan dapat menunda pemberian remunerasi yang bersifat
  variabel yang ditangguhkan (malus) atau menarik kembali remunerasi yang bersifat variabel yang
  sudah dibayarkan (clawback) kepada pihak yang telah ditetapkan menjadi Material Risk Takers
  (MRT). Penyesuaian pembayaran Remunerasi Variabel yang ditangguhkan (malus) dilakukan
  apabila terjadi kondisi berupa:

  1.   terbukti secara hukum terdapat penyalahgunaan jabatan dan/atau wewenang dan/atau
       melakukan tindak pidana oleh Penerima Remunerasi Variabel yang ditangguhkan, yang
       mengakibatkan timbulnya kerugian bagi Perusahaan;
  2.   restatement/penyajian kembali laporan keuangan Perusahaan yang menjadi dasar penetapan
       pemberian Remunerasi Variabel;
  3.   peringkat risiko pada triwulan terakhir sebelum waktu pelaksanaan Remunerasi Variabel yang
       ditangguhkan adalah peringkat 4 (Moderate to High) atau lebih buruk;
  4.   komitmen laba dan dividen sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan
       (RJPP)/Corporate Plan periode yang terkait tidak tercapai;
  5.   RUPS Tahunan memutuskan menolak pertanggungjawaban Direksi dan/atau Dewan Komisaris
       atas kinerja Perusahaan untuk tahun buku yang diputuskan dalam RUPS Tahunan; dan
  6.   pertimbangan lain yang dipandang penting oleh RUPS.

  Dalam hal penarikan kembali Remunerasi Variabel yang sudah dibayarkan (clawback) dilakukan
  apabila terjadi kondisi berupa:

  1.   terbukti secara hukum terdapat penyalahgunaan jabatan dan/atau wewenang dan/atau
       melakukan tindak pidana oleh penerima Remunerasi Variabel yang ditangguhkan, yang
       mengakibatkan timbulnya kerugian bagi Perusahaan;
  2.   restatement/penyajian kembali laporan keuangan Perusahaan yang menjadi dasar penetapan
       pemberian Remunerasi Variabel;
  3.   peringkat risiko pada triwulan terakhir sebelum waktu pelaksanaan Remunerasi Variabel yang
       ditangguhkan adalah peringkat 4 (Moderate to High) atau lebih buruk;
  4.   RUPS Tahunan memutuskan menolak pertanggungjawaban Direksi dan/atau Dewan Komisaris
       atas kinerja Perusahaan untuk tahun buku yang diputuskan dalam RUPS RUPS Tahunan; dan
  5.   pertimbangan lain yang dipandang penting oleh RUPS.

  Melalui struktur remunerasi yang terstruktur, BRI berkomitmen untuk memberikan kompensasi yang
  adil dan kompetitif yang tidak hanya menghargai pencapaian kinerja jangka pendek tetapi juga
  mendukung tujuan keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Kebijakan ini juga mengutamakan
  prinsip-prinsip tata kelola yang baik dengan sistem pengawasan yang transparan, memastikan
  bahwa semua pihak memenuhi syarat/eligibility dan mengikuti aturan yang ditetapkan secara jelas
  serta konsisten. Informasi lengkap terkait manajemen kerja dan sistem kompensasi Dewan
  Komisaris dan Direksi dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan BRI 2025.
Page 168
                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related       Sustainability-related   General
                                                                General Sustainability
                                                                        Sustainability
Pengantar
                    Disclosure              Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   168




  Tata Kelola
  Praktik Remunerasi
  Sesuai keputusan RUPS Tahunan 2025, besar renumerasi ditetapkan untuk Dewan Komisaris dan Direksi ialah sebagai berikut.

  Komponen Remunerasi Masing-Masing Dewan Komisaris

   No.                 Nama                        Honorarium              Tunjangan Transport       THRK                    Pengobatan   Tantiem Setelah Pajak     Premi Asuransi Purna Jabatan

     1      Kartika Wirjoatmodjo                        √                            √                √                          √                  -                               √


    2       Parman Nataatmadja*                         √                            √                -                          √                  -                               √


    3       Awan Nurmawan Nuh                           √                            √                √                          √                  -                               √


    4       Edi Susianto*                               √                            √                -                          √                  -                               √


    5       Lukmanul Khakim*                            √                            √                -                          √                  -                               √


    6       Helvi Yuni Moraza*                          √                            √                -                          √                  -                               √


    7       Rofikoh Rokhim**                            √                            √                √                          √                  -                               √


    8       Rabin Indrajad Hattari**                    √                            √                √                          √                  -                               √


    9       Dwi Ria Latifa**                            √                            √                √                          √                  -                               √


    10      Heri Sunaryadi**                            √                            √                √                          √                  -                               √


    11      Nurmaria Sarosa**                           √                            √                √                          √                  -                               √


    12      Agus Riswanto**                             √                            √                √                          √                  -                               √


    13      Paripurna P. Sugarda**                      √                            √                √                          √                  -                               √


    14      Haryo Baskoro Wicaksono**                   √                            √                √                          √                  -                               √


  * (Diangkat sebagai Dewan Komisaris BRI dalam RUPST pada tanggal 24 Maret 2025)
  ** (Diberhentikan sebagai Dewan Komisaris BRI dalam RUPST pada tanggal 24 Maret 2025)
Page 169
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related        Sustainability-related          General
                                                                        General Sustainability
                                                                                Sustainability
Pengantar
                    Disclosure               Disclosure                   Topic Disclosure
                                                                                                      Lampiran                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   169




  Tata Kelola
  Komponen Remunerasi Masing-Masing Direksi

   No.                      Nama                                 Gaji                            THRK            Tantiem Setelah Pajak   Tunjangan Perumahan   Pengobatan           Premi Asuransi Purna

     1      Sunarso**                                             √                               √                        -                     √                 √                            √
    2       Catur Budi Harto**                                    √                               √                        -                     √                 √                            √
    3       Agus Noorsanto***                                     √                               √                        -                     √                 √                            √
    4       Handayani**                                           √                               √                        -                     √                 √                            √
    5       Amam Sukriyanto**                                     √                               √                        -                     √                 √                            √
    6       Arga Mahanana Nugraha**                               √                               √                        -                     √                 √                            √
    7       Agus Sudiarto**                                       √                               √                        -                     √                 √                            √
    8       Viviana Dyah Ayu Retno K.                             √                               √                        -                     √                 √                            √
    9       Supari**                                              √                               √                        -                      -                √                            √
    10      Ahmad Solichin Lutfiyanto***                          √                               √                        -                     √                 √                            √
    11      Agus Winardono**                                      √                               √                        -                     √                 √                            √
    12      Andrijanto**                                          √                               √                        -                     √                 √                            √
    13      Hery Gunardi*                                         √                               -                        -                     √                 √                            √
    14      Hakim Putratama*                                      √                               -                        -                     √                 √                            √
    15      Riko Adythia*                                         √                               -                        -                     √                 √                            √
    16      Aquarius Rudianto*                                    √                               -                        -                     √                 √                            √
    17      Farida Thamrin*                                       √                               -                        -                     √                 √                            √
    18      Akhmad Purwakajaya*                                   √                               -                        -                     √                 √                            √
    19      Alexander Dippo Paris Y. S.*                          √                               √                        -                     √                 √                            √
    20      Nancy Adistyasari *) ***)                             √                               -                        -                     √                 √                            √
    21      Mucharom *) ***)                                      √                               -                        -                     √                 √                            √
    22      Saladin Dharmanugraha Effendi*                        √                               -                        -                     √                 √                            √
    23      Achmad Royadi****                                     √                               -                        -                      -                -                            -
    24      Ety Yuniarti****                                      √                               -                       -                       -                -                            -
    25      Mahdi Yusuf****                                       √                               -                       -                       -                -                            -
    26      Aris Hartanto****                                     √                               -                       -                       -                -                            -


  Keterangan:
  *) Diangkat sebagai Direksi BRI dalam RUPST pada tanggal 24 Maret 2025
  **) Diberhentikan dengan hormat sebagai Direksi BRI dalam RUPST pada tanggal 24 Maret 2025
  ***) Diberhentikan dengan hormat sebagai Direksi BRI dalam RUPSLB pada tanggal 17 Desember 2025
  ****) Diangkat sebagai Direksi BRI dalam RUPSLB pada tanggal 17 Desember 2025
Page 170
                                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related       Sustainability-related       General
                                                                    General Sustainability
                                                                            Sustainability
Pengantar
                    Disclosure              Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                  Lampiran                                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   170




  Tata Kelola
  Pengawasan Nominasi [GRI 2-10]                                                                                      Adapun proses nominasi anggota Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan melalui Surat Keputusan
  Penunjukan Dewan Komisaris dan Direksi berlangsung pada Rapat Umum Pemegang Saham                                   NOKEP:07- KOM/BRI/07/2015, tanggal 28 Juli 2015 dengan kebijakan umum sebagai berikut:
  (RUPS). Setelah diangkat untuk satu periode jabatan (hingga pelaksanaan Rapat Umum Pemegang                                         1                                     2                                      3

  Saham Tahunan ke lima), anggota Dewan Komisaris dan Direksi dapat diangkat kembali untuk satu                            Dewan Komisaris                    proses nominasi bagi calon anggota             Proses nominasi bagi
  kali periode jabatan selanjutnya selama maksimal lima tahun. Prosedur pemilihan bakal calon                              memiliki kewenangan                Direksi dilakukan untuk kandidat               calon anggota Dewan
  anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi diatur sebagai berikut:                                                         untuk mengusulkan calon            yang berasal dari internal Bank,               Komisaris dilakukan
                                                                                                                           anggota Direksi dan/atau           dengan ketentuan sebagai berikut:              untuk kandidat yang
                      1                                   2                                   3                            Dewan Komisaris Bank               Anggota Direksi yang masa                      berasal dari anggota
                                                                                                                                                              jabatannya akan berakhir tetapi                Dewan Komisaris yang
            Komite Nominasi dan               Direksi menyampaikan daftar           KNR melakukan penyaringan                                                 masih dapat diangkat kembali                   masa jabatannya akan
            Remunerasi (KNR) melalui          Top Talent berdasarkan                administrasi dan                                                          sebagai anggota Direksi;                       berakhir tetapi masih
            surat Dewan Komisaris             Talent Management System              seleksi/wawancara terhadap
                                                                                                                                                              pejabat satu tingkat di bawah Direksi          dapat diangkat kembali
            meminta kepada Direksi            BRI, hasil assessment                 Bakal Calon Pengurus yang
                                                                                                                                                              atau pejabat yang memiliki prestasi            sebagai anggota
            Daftar Top Talent BRI             lembaga independen dan                diusulkan
                                                                                                                                                              luar biasa;                                    Dewan Komisaris;
                                              hasil rapat Talent Committee
                                                                                                                                                              Direksi dari perusahaan afiliasi atau
                                              BRI
                                                                                                                                                              perusahaan patungan
                                                                                                                                              5                                                        4


                                                                                                                                   Dalam proses nominasi, Komite            Untuk calon anggota Direksi dan/atau anggota Dewan
                                                                                                                                   diwakili oleh Ketua Komite. Jika         Komisaris yang bukan merupakan pejabat satu tingkat di
                                                                                                                                   Ketua Komite berhalangan hadir,          bawah Direksi maupun Direksi Anak Perusahaan, proses
                                                                                                                                   posisinya dapat digantikan oleh          nominasi dilakukan melalui Tim yang dibentuk oleh
                           6                                    5                                    4
                                                                                                                                   salah satu anggota Komite yang           Pemegang Saham Seri A Dwiwarna. Tim ini bertanggung
                 Dewan Komisaris                   Dewan Komisaris                       Berdasarkan seleksi                       berasal dari Komisaris                   jawab untuk menetapkan kandidat yang akan diusulkan
                 menyampaikan daftar               melakukan rapat untuk                 dan hasil rapat, KNR                      Independen;                              dalam Rapat Umum Pemegang Saham;
                 Calon kepada                      menetapkan calon Pengurus             menyampaikan
                 Pemegang Saham Seri               yang akan diusulkan kepada            rekomendasi Bakal
                 A Dwiwarna dan/atau               Pemegang Saham Seri A                 Calon Pengurus kepada
                 Cluster Talent                    Dwiwarna dan/atau Cluster             Dewan Komisaris                                  6                                                       7
                 Committee                         Talent Committee
                                                                                                                                   Keputusan ini sekaligus memberikan mandat                  Ketua Komite atau Komisaris
                                                                                                                                   kepada Ketua Komite atau Komisaris Independen              Independen yang mewakili Komite wajib
                                                                                                                                   untuk:                                                     menghindari benturan kepentingan
                                                                                                                                                                                              (conflict of interest) serta menjaga
                                                                                                                                   mewakili Komite sebagai anggota Tim Penilai yang           independensinya.
                                                                                                                                   dibentuk oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna;
                                                                                                                                   memberikan rekomendasi atas calon anggota
                                                                                                                                   Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris dengan
                      7                             8                           9                        10                        mempertimbangkan aspek integritas, kompetensi,
                                                                                                                                   serta reputasi keuangan calon;
            Pemegang Saham Seri A            Penetapan                  Uji kemampuan             Penetapan tanggal
            Dwiwarna BP BUMN                 Calon Pengurus             dan kepatutan             efektif sebagai
            mengusulkan calon dalam          dalam RUPS                 Pengurus                  Pengurus            Pengawasan Risiko Tata Kelola
            RUPS melalui kuasa                                                                    Perseroan/
            Pemegang Saham Seri A                                                                 Perusahaan.         Penerapan manajemen risiko oleh BRI mendukung pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional
            Dwiwarna                                                                                                  yang sehat serta bertanggung jawab. Selain memastikan kepatuhan, BRI mengelola dan membuat
                                                                                                                      keputusan berdasarkan Kebijakan Manajemen Risiko (KMNR), yang disusun dengan mengacu pada
                                                                                                                      regulasi serta praktik terbaik (best practices) di industri. KMNR memuat dasar-dasar kebijakan dan
                                                                                                                      berfungsi sebagai pedoman utama serta peraturan tertinggi dalam manajemen risiko. Kebijakan ini
                                                                                                                      menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan, prosedur, dan pedoman terkait manajemen risiko,
                                                                                                                      sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Page 171
                                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related              Sustainability-related   General
                                                                      General Sustainability
                                                                              Sustainability
Pengantar
                   Disclosure                     Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                                                   Lampiran                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   171




  Tata Kelola
  Pengendalian Kepemilikan dan Hak Pemegang Saham                                                                                              Hak Pemegang Saham dan Partisipasi dalam Pemungutan Suara
  BRI berkomitmen untuk menjaga tata kelola perusahaan yang transparan dan seimbang, dengan                                                    BRI berkomitmen untuk memastikan hak pemegang saham terjamin melalui mekanisme yang
  memperhatikan hak-hak pemegang saham. Struktur kepemilikan perusahaan melibatkan pemegang                                                    transparan dan inklusif. Pemegang saham Seri A Dwiwarna dan Saham Seri B mempunyai hak yang
  saham pengendali, namun kami memastikan bahwa kepentingan pemegang saham minoritas tetap                                                     sama dan setiap 1 (satu) saham memberikan 1 (satu) hak suara. Kepemilikan Saham Seri A Dwiwarna
  terlindungi melalui kebijakan yang adil.                                                                                                     dan Seri B terbanyak tersebut memberikan hak istimewa kepada pemerintah sebagai pemegang
                                                                                                                                               saham utama.
  BRI terus berupaya meningkatkan transparansi dalam pemilihan direksi dan akses proksi, memberi
  kesempatan lebih besar bagi pemegang saham untuk terlibat dalam pengambilan keputusan.                                                       Pemegang saham dapat memanggil rapat khusus dengan memegang 10% dari hak suara yang
  Dengan begitu, pengambilan keputusan tetap mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku                                                     beredar, serta mengajukan mata acara rapat dalam RUPS Tahunan. Selain itu, pemegang saham
  kepentingan.                                                                                                                                 juga dapat menyetujui keputusan perusahaan melalui persetujuan tertulis (Act by Written Consent)
                                                                                                                                               sehingga memungkinkan proses pengambilan keputusan yang lebih fleksibel.
  Struktur Kepemilikan Saham
                                                                                                                                               BRI memastikan pengawasan eksekutif yang baik dengan memberikan pemegang saham
       0,00%*
                                                                        Keterangan: Pada 31 Desember 2025, Negara RI memiliki 1 Saham Seri A
                                                                        Dwiwarna melalui Badan Pengaturan BUMN dan 80.610.976.875 Saham
                                                                        Seri B melalui PT Danantara Asset Management (Persero).                kemampuan untuk meninjau dan menyetujui kebijakan kompensasi eksekutif. Meskipun tidak
       Negara RI Melalui BP BUMN[OJK C.3c]                                                                                                     beroperasi di pasar yang mewajibkan Say On Pay, BRI tetap berkomitmen untuk mendengarkan
                                                                                                                                               pandangan pemegang saham dalam hal ini.
       53,19%                                                                                                         46,81%
       PT Danantara Asset                                                                                                                      Mekanisme Pengendalian dan Ketentuan Pengambilalihan
       Management (Persero)[OJK                                                                                           Publik [OJK C.3c]
       C.3c]                                                                                                                                   PT Danantara Asset Management (Persero) merupakan pemegang saham utama dan pengendali
                                                                                                                                               BRI dengan kepemilikan sebesar 53,19%. Sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 19 Tahun
  PT Danantara Asset Management (Persero) memiliki saham mayoritas BRI sehingga memiliki hak                                                   2003 tentang BUMN, Pemerintah juga memegang satu lembar Saham Seri A Dwiwarna yang
  suara yang memberi pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Namun                                                         memberikan hak strategis tertentu, terutama dalam menjaga keselarasan visi Bank dengan
  demikian, BRI memastikan bahwa pengambilan keputusan mencerminkan kepentingan negara,                                                        pembangunan nasional.
  dengan tetap mengutamakan transparansi dan keberlanjutan dalam pengelolaan perusahaan.
  Meski tidak memiliki direksi independen, BRI tetap menjaga struktur tata kelola perusahaan yang                                              Meskipun demikian, BRI memastikan bahwa struktur tersebut tidak membatasi hak pemegang
  efisien dan berorientasi pada jangka panjang.                                                                                                saham publik. Setiap keputusan strategis dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang
                                                                                                                                               Saham (RUPS) yang transparan, di mana setiap saham Seri B memiliki hak suara yang setara (One
  Pada periode berikutnya, BRI berupaya melakukan perbaikan dalam aspek tata kelola independen                                                 Share, One Vote). Sementara Kepentingan pemegang saham minoritas dilindungi secara ketat
  untuk memastikan bahwa keberagaman suara dan kontrol yang lebih seimbang dapat terwujud di                                                   melalui keberadaan Komisaris Independen yang mewakili 50% dari total anggota Dewan Komisaris,
  dalam struktur dewan perusahaan, serta meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap                                                        guna memastikan pengawasan yang objektif.
  keberlanjutan dan transparansi perusahaan.
                                                                                                                                               Terkait ketentuan pengambilalihan, BRI berkomitmen untuk menjaga efisiensi mekanisme pasar dan
  Kepemilikan Saham oleh Direksi[GRI 2-19][GRI 2-20]                                                                                           tidak menerapkan hambatan buatan terhadap dinamika kepemilikan saham. Bank memastikan tidak
  BRI mengatur ketentuan kepemilikan saham oleh Direksi dalam SE.09.c-DIR/KEP/03/2023 tanggal                                                  ada ketentuan pengambilalihan (anti-takeover provisions) yang dapat menghalangi transaksi
  31 Desember 2024 mengenai Penerapan Good Corporate Governance. Hal tersebut mencerminkan                                                     perubahan kendali yang wajar. Prosedur pengambilalihan sepenuhnya tunduk pada regulasi pasar
  komitmen BRI atas manajemen yang bertanggung jawab dan upaya peningkatan nilai Perusahaan                                                    modal Indonesia, salah satunya mencakup mekanisme Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender
  dalam jangka panjang.                                                                                                                        Offer) yang memberikan perlindungan harga dan hak keluar yang adil bagi pemegang saham
                                                                                                                                               minoritas saat terjadi perubahan pengendali.
  BRI mendorong Direksi untuk memiliki saham BRI selama masa jabatannya, termasuk melalui
  pemberian insentif jangka pendek (STI). Per 31 Desember 2025, kepemilikan saham oleh dua                                                     BRI memastikan keberadaan Saham Seri A Dwiwarna merupakan ketentuan hukum yang bersifat
  anggota Dewan Komisaris tercatat sebanyak 2.390.500 lembar. Adapun kepemilikan saham oleh                                                    strategis untuk keselarasan visi nasional dan tidak ditujukan untuk menghambat efisiensi mekanisme
  Direksi sebesar 6.357.698 lembar, termasuk saham Direktur Utama sebanyak 435.000 lembar.                                                     pasar saham atau likuiditas investasi publik.
Page 172
                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related     General
                                                                  General Sustainability
                                                                          Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   172




  Tata Kelola
  Tata Kelola Keberlanjutan                                                                                 Tugas dan Tanggung Jawab Komite ESG:[GRI 2-12] [GRI 2-13] [GRI 2-14] [GRI G4 FS12]
                                                                                                            1.  menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi
  BRI memperkuat tata kelola ESG dengan menerbitkan Surat Edaran Direksi mengenai Kebijakan dan                 kebijakan atau tata kelola (governance), parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL yang telah
  Strategi Keberlanjutan (Sustainability Policy and Strategy) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.           disusun oleh Unit Kerja terkait yang kemudian diusulkan oleh Tim Penunjang Komite;
  Sejak 2021, BRI telah menetapkan tata kelola ESG untuk secara langsung memantau kinerja dan               2. menetapkan program kerja yang termasuk kategori inisiatif ESG dan inisiatif TJSL berdasarkan
  pengungkapan ESG perusahaan. Tata kelola ESG tersebut diwujudkan melalui pembentukan Komite                   rekomendasi Tim Penunjang Komite;
  Environmental, Social & Governance (ESG) berlandasarkan Surat Keputusan NOKEP. 102-DIR/                   3. menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi
  PPM/01/2024 tanggal 10 Januari 2024, yang mencabut NOKEP. 872-DIR/PPM/06/2022 tanggal 2                       program kerja yang masuk ke dalam parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL serta pelaporan
  Juni 2022.                                                                                                    data dan informasi terkait ESG;
                                                                                                            4. menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review terkait laporan ESG Rating, Investor
  Pengawasan Dewan                                                                                              concerns atau Pihak Ketiga lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI;
  Penanggung Jawab Keberlanjutan[OJK E.1] [GRI 2-12]                                                        5. menetapkan isu material dan hasil laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga
  Komite ESG di BRI diketuai oleh Direktur Utama yang didukung oleh Wakil Direktur Utama, sejumlah              lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI;
  Direktur lainnya, dan divisi terkait, sebagaimana dijelaskan pada tabel berikut ini.                      6. menyetujui rencana tindak lanjut atas hasil review dan evaluasi untuk kemudian dapat diusulkan
                                                                                                                menjadi program kerja baru yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Kerja terkait; serta
  Komite ESG                                                                                                7. menyetujui dan memberikan arahan isu terkait ESG dan TJSL, termasuk peraturan perundang-
                                                                                                                undangan, inisiatif global, praktik bisnis, serta informasi penting lain terkait ESG dan TJSL.
                                                                                                Hak Suara
            Struktur Keanggotaan                                  Jabatan
                                                                                                 (Voting)   Selain memiliki Komite ESG, BRI membentuk ESG Group yang berada di bawah supervisi Direktur
   Direktur Utama                           Ketua                                                           Legal & ​​​​Compliance dan Wakil Direktur Utama. Grup ini bertanggung jawab untuk memantau kinerja
                                                                                                            dan implementasi keuangan berkelanjutan serta pengelolaan dampak terkait aspek ekonomi,
   Wakil Direktur Utama                     Ketua Pengganti (Merangkap anggota tetap dengan                 lingkungan, dan sosial, serta mengkoordinasikan kebijakan keberlanjutan dan perubahan iklim di
                                            hak suara)                                                      tingkat perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya, ESG Group bekerja sama erat dengan tim
   Group Head ESG atau Unit Kerja           Sekretaris (Merangkap anggota tetap tanpa hak
                                                                                                            manajemen risiko dan berkoordinasi dengan semua unit kerja ​​​​terkait.
   Pengelola ESG                            suara)
                                                                                                            Grup ESG melaporkan kinerja ESG secara langsung kepada Direksi melalui Komite ESG. Secara
   Anggota Tetap dengan Hak Suara                                                                           berkala, laporan ini juga disampaikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris melalui Rapat Direksi
   Direktur Finance & Strategy              Anggota Tetap                                                   dan Rapat Gabungan Direksi-Dewan Komisaris serta diungkapkan dalam Rapat Umum Pemegang
                                                                                                            Saham (RUPS). Selain pelaporan, Grup ESG juga berperan penting dalam merumuskan kebijakan,
                                                                                                            strategi, dan tujuan yang selaras dengan komitmen BRI terhadap pembangunan berkelanjutan. [OJK
   Direktur Corporate Banking               Anggota Tetap
                                                                                                            E.1][GRI 2-9][GRI 2-12][GRI 2-13][GRI 2-24][GRI G4 FS12]



   Direktur Network & Retail Funding        Anggota Tetap


   SEVP Wholesale Risk                      Anggota Tetap


   Anggota Tidak Tetap dengan Hak Suara

   Seluruh Direktur/SEVP Bidang Terkait     Anggota Tidak Tetap

   Anggota Tetap Tanpa Hak Suara

   Direktur Human Capital & Compliance      Anggota Tetap
Page 173
                                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related       Sustainability-related        General
                                                                    General Sustainability
                                                                            Sustainability
Pengantar
                   Disclosure              Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                               Lampiran                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   173




  Tata Kelola
  Pengembangan Kapasitas untuk Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                     Dewan Komisaris BRI periode 24 Maret 2025 s.d 31 Desember 2025:
  BRI terus berupaya meningkatkan pengetahuan kolektif, keterampilan, dan pengalaman badan tata
                                                                                                                    Nama                Jabatan                Jenis Pelatihan dan       Pelaksanaan             Penyelenggara
  kelola tertinggi mengenai pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam penerapan keuangan                                                                      Materi Pengembangan
  berkelanjutan. Pada tahun 2025, Dewan Komisaris dan Direksi telah mengikuti sejumlah program                                                                 Kompetensi / Pelatihan
  pengembangan kapasitas guna mendukung pelaksanaan tugas secara efektif. [OJK E.2] [GRI 2-17]                      Kartika             Komisaris Utama        Refreshment Manajemen     Jakarta, 27             BARa
                                                                                                                    Wirjoatmodjo                               Risiko Level 7            November 2025
  Dewan Komisaris BRI periode 1 Januari 2025 s.d 24 Maret 2025:
                                                                                                                    Parman              Wakil Komisaris        Pendidikan Manajemen      Jakarta, 23-25 April    LSPP
   Nama             Jabatan             Jenis Pelatihan dan Materi     Pelaksanaan           Penyelenggara          Nataatmadja         Utama/Independen       Risiko Level 6            2025
                                        Pengembangan
                                                                                                                    Awan                Komisaris              Pendidikan Manajemen      Jakarta, 27             BARa
                                        Kompetensi / Pelatihan
                                                                                                                    Nurmawan Nuh                               Risiko Level 6            November 2025
   Kartika          Komisaris Utama     Risk Management                Jakarta, 27           BARa (Bankers
   Wirjoatmodjo                         Refresher Program              November 2025         Association for Risk   Edi Susianto        Komisaris              Pendidikan Manajemen      Jakarta, 23-25 April    LSPP
                                        Jenjang 7                                            Management)                                Independen             Risiko Level 6            2025

   Rofikoh Rokhim   Wakil Komisaris                                    North Carolina, 16    Fuqua School of        Helvi Yuni          Komisaris              Pendidikan Manajemen      Jakarta, 23-25 April    LSPP
                                        Leading Global Business                                                     Moraza                                     Risiko Level 6            2025
                    Utama/Komisaris     Strategy                       - 19 Februari 2025    Business, Duke
                    Independen                                                               University                                                        Pembekalan dan
                                                                                                                                                                                         Jakarta, 23 dan 30
                                                                                                                                                               Sertifikasi Manajemen                             Corpu dan LSPP
   Rabin Indrajad   Komisaris           Sertifikasi Manajemen          Jakarta, 6 Februari   Corpu dan LSPP                                                                              April 2025
                                                                                                                     Lukmanul           Komisaris              Risiko Jenjang 6
   Hattari                              Risiko Jenjang 6               2025
                                                                                                                     Khakim             Independen             Pembekalan dan
                                                                                                                                                                                         Jakarta, 15
                                                                                                                                                               Sertifikasi Manajemen                             BSMR
   Dwi Ria Latifa   Komisaris                                          Massachusetts, 10     MIT Sloan School of                                                                         Desember 2025
                                        Leading the AI-Driven                                                                                                  Risiko Jenjang 7
                    Independen          Organization                   - 14 Februari 2025    Management


   Heri Sunaryadi   Komisaris                                          Jakarta, 6 Februari   Corpu dan LSPP         Pengembangan Kompetensi Direksi
                                        Sertifikasi Manajemen
                    Independen          Risiko Jenjang 6               2025                                                                                Jenis Pelatihan dan Materi
                                                                                                                        Nama              Jabatan         Pengembangan Kompetensi/        Pelaksanaan            Penyelenggara
                                                                                                                                                                   Pelatihan
                                        Sertifikasi Manajemen          Jakarta, 24 Januari
                                                                                             Corpu dan LSPP                                                                                                 BARa (Bankers
                                        Risiko Jenjang 6               2025                                                                               Risk Management Refresher      Jakarta, 27
                                                                                                                    Hery Gunardi      Direktur Utama                                                        Association for Risk
   Nurmaria         Komisaris                                                                                                                             Program Jenjang 7              November 2025
                                                                                                                                                                                                            Management)
   Sarosa           Independen
                                        Leading the AI-Driven          Massachusetts, 10     MIT Sloan School                                                                                               BARa (Bankers
                                        Organization                   - 14 Februari 2025    of Management          Viviana Dyah      Wakil Direktur      Risk Management Refresher      Jakarta, 27
                                                                                                                                                                                                            Association for Risk
                                                                                                                    Ayu R. K.         Utama               Program Jenjang 7              November 2025
                                                                                                                                                                                                            Management)
                    Komisaris           Sertifikasi Manajemen          Jakarta, 6 Februari                                            Direktur
   Agus Riswanto                                                                             Corpu dan LSPP         Alexander                             Pembekalan dan Sertifikasi     Jakarta, 20–21
                    Independen          Risiko Jenjang 6               2025                                                           Commercial                                                            LSPP
                                                                                                                    Dippo Paris Y S                       Management Risiko Jenjang 7    April 2025
                                                                                                                                      Banking
   Parpurna                                                                                                                                                                                                 LSPP
                    Komisaris           Sertifikasi Manajemen          Jakarta, 6 Februari                                                                Pembekalan dan Sertifikasi     Jakarta, 23–24
   Poerwoko                                                                                  Corpu dan LSPP
                    Independen          Risiko Jenjang 6               2025                                                                               Management Risiko Jenjang 7    Desember 2025
   Sugarda                                                                                                                            Direktur
                                                                                                                    Aris Hartanto     Consumer
                                        Risk Management                                      BARa (Bankers                            Banking                                            Jakarta, 15        PT Danareksa Asset
   Awan                                                                Jakarta, 27                                                                        Program Pembelajaran Bersama
                    Komisaris           Refresher Program                                    Association for Risk                                                                        Oktober 2025–16    Management (Persero)
   Nurmawan Nuh                                                        November 2025                                                                      Cornell University
                                        Jenjang 6                                            Management)                                                                                 Desember 2025      (Danantara Indonesia)

                                                                                             Wharton School,                          Direktur                                                              BARa (Bankers
   Haryo Baskoro    Komisaris           Private Equity: Investing      Philadelphia, 2-7                                                                  Risk Management Refresher      Jakarta, 27
                                                                                             University of          Riko Adythia      Corporate                                                             Association for Risk
   Wicaksono        Independen          and Creating Value             Februari 2025                                                                      Program Jenjang 7              November 2025
                                                                                             Pennsylvania                             Banking                                                               Management)
Page 174
                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related      Sustainability-related     General
                                                                 General Sustainability
                                                                         Sustainability
Pengantar
                    Disclosure             Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                               Lampiran          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   174




  Tata Kelola
                                       Jenis Pelatihan dan Materi
      Nama              Jabatan       Pengembangan Kompetensi/         Pelaksanaan            Penyelenggara
                                               Pelatihan
                                      Seminar Refreshment Program                         BARa (Bankers
                                                                      Jakarta, 28
                                      Sertifikat Manajemen Risiko                         Association for Risk
  Achmad           Direktur Finance                                   Agustus 2025
                                      Jenjang 7                                           Management)
  Royadi           & Strategy
                                                                      Jakarta, 19–21
                                      Training Basic Insurance                            LPMA-STMA Trisakti
                                                                      November 2025
  Saladin
                   Direktur                                                               BARa (Bankers
  Dharma                              Risk Management Refresher       Jakarta, 27
                   Information                                                            Association for Risk
  Nugraha                             Program Jenjang 7               November 2025
                   Technology                                                             Management)
  Effendi

                   Direktur
                                      Pembekalan dan Sertifikasi      Jakarta, 5–6
  Ety Yuniarti     Manajemen                                                              LSPP
                                      Management Risiko Jenjang 7     Oktober 2025
                   Risiko


  Akhmad                              Pembekalan dan Sertifikasi      Jakarta, 20–21
                   Direktur Micro                                                         LSPP
  Purwakajaya                         Management Risiko Jenjang 7     April 2025


                                                                                          BARa (Bankers
  Aquarius         Direktur Network Risk Management Refresher         Jakarta, 27
                                                                                          Association for Risk
  Rudianto         & Retail Funding Program Jenjang 7                 November 2025
                                                                                          Management)

                                                                                          BARa
  Hakim            Direktur           Refreshment Manajemen           Jakarta, 27
                                                                                          (Bankers Association
  Putratama        Operations         Risiko Level 7                  November 2025
                                                                                          for Risk Management)


                                      Pembekalan dan Sertifikasi      Jakarta, 20–21
                                                                                          LSPP
                 Direktur             Management Risiko Jenjang 7     April 2025
                 Treasury &
  Farida Thamrin
                 International
                                      Pembekalan dan Uji
                 Banking                                              Jakarta, 14–18
                                      Kompetensi Dealer Treasury                          Apuvindo & ACI
                                                                      April 2025
                                      Advance

                                                                                          BARa
  Agus             Wakil Direktur     Refreshment Manajemen           Jakarta, 27
                                                                                          (Bankers Association
  Noorsanto        Utama              Risiko Level 7                  November 2025
                                                                                          for Risk Management)

  Ahmad            Direktur Human                                                         BARa
                                      Refreshment Manajemen           Jakarta, 27
  Solichin         Capital &                                                              (Bankers Association
                                      Risiko Level 7                  November 2025
  Lutfiyanto       Compliance                                                             for Risk Management)

  Nancy            Direktur           Refreshment Manajemen           Jakarta, 27         BARa
  Adistyasari      Consumer           Risiko Level 7                  November 2025       (Bankers Association
                   Banking                                                                for Risk Management)
Page 175
                                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General
                                                           General Sustainability
                                                                   Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   175




  Tata Kelola
  Metrik dan Target Keberlanjutan                                                                        Kategori                           Bobot                         KPI                     ESG/C          Pencapaian
                                                                                                                                                      PPOP Konsolidasi (12%)                         C                    100,7%
  Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris[GRI 2-18]
  Dewan Komisaris menyusun rencana kerja pada awal tahun dan melaksanakan penilaian mandiri                         Finansial                         ROE Tier 1 Konsolidasi (10%)                   C                     98,8%
  (self-assessment) sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun berdasarkan realisasi kinerja serta       Nilai
                                                                                                                                                      Total Shareholder Return (TSR) (8%)            C                     66,7%
  indikator kinerja utama (KPI) yang telah ditetapkan. Hasil penilaian tersebut selanjutnya dilaporkan   Ekonomi
  dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan. Penilaian kinerja Dewan Komisaris BRI                  dan Sosial                          57%      Cost of Credit (CoC) Parent Only (8%)          G                      98,1%
                                                                                                         untuk      Operasional
  dilakukan secara internal tanpa melibatkan pihak ketiga, dengan mengacu pada ketentuan peraturan                                                    CIR Konsolidasi (7%)                           C                    100,0%
                                                                                                         Indonesia
  perundang-undangan yang berlaku. Proses penilaian tersebut berpedoman pada sejumlah regulasi,                                                       Realisasi Penyaluran KUR (7%)                  S                     110,0%
  antara lain:                                                                                                            Sosial
                                                                                                                                                      NPS for Bank (5%)                              S                     110,0%
  • Peraturan OJK No. 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum;
  • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata
                                                                                                                                                      CASA Ratio Konsolidasi (5%)                    C                    105,0%
     Kelola Perusahaan Terbuka;
                                                                                                         Inovasi Model Bisnis                10%
  • Surat Edaran OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka;                                                             Pertumbuhan rata-rata kredit
     dan                                                                                                                                                                                             C                     81,9%
                                                                                                                                                      Konsumer & SME Parent Only (5%)
  • Peraturan OJK No. 4/POJK.03/2016 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
                                                                                                         Kepemimpinan                                 Jumlah Pengguna Aktif BRImo (5%)               C                     110,0%
                                                                                                                                             10%
  Hasil evaluasi dan penilaian mandiri atas kinerja Dewan Komisaris beserta komite di bawahnya           Teknologi                                    Cyber Security Breach (5%)                     G                     110,0%
  menunjukkan bahwa seluruh rencana kerja yang ditetapkan pada awal tahun 2025 telah terealisasi
                                                                                                                                                      Environment, Social, Government
  dengan skor 101,25. Informasi lebih lanjut mengenai evaluasi Dewan Komisaris disajikan dalam                                                                                                       E                    100,0%
                                                                                                                                                      (ESG) Rating (5%)
  Laporan Tahunan BRI 2025.
                                                                                                                                                      Disbursement Kredit Ultra Mikro (5%)           C                     95,4%
                                                                                                         Peningkatan Investasi               15%
  Evaluasi Kinerja Direksi[GRI 2-18]
  Penilaian kinerja Direksi dilakukan berdasarkan KPI Kolegial sesuai dengan ketentuan Peraturan                                                      Pembiayaan/Kredit Berkelanjutan
  Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Kontrak Manajemen dan Kontrak Manajemen                                                                                                               E                     101,5%
                                                                                                                                                      Parent Only (5%)
  Tahunan Direksi BUMN. Evaluasi kinerja Direksi dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dan Pemegang
  Saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Proses penilaian atas KPI                    Pengembangan talenta                 8%      Human Capital Transformation (8%)              S                     92,0%
  Kolegial Direksi telah melalui tahap tinjauan oleh Kantor Akuntan Publik untuk memastikan
  objektivitas dan keandalan hasil penilaian.                                                            Deskripsi: (C) Commercial; (E) Environmental; (S) Social; (G) Governance
Page 176
                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related    General
                                                                 General Sustainability
                                                                         Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   176




  Tata Kelola
  Insentif Berbasis Keberlanjutan di BRI
  Komitmen BRI terhadap keberlanjutan dan pengelolaan risiko iklim tercermin melalui penerapan KPI              Selain itu, BRI menumbuhkan budaya keberlanjutan di seluruh organisasi melalui Sustainability
  dan remunerasi yang dikaitkan dengan keberlanjutan (sustainability-linked KPIs and remuneration),             Culture Program (SCP). Program ini memberikan apresiasi kepada Divisi dan Kantor Wilayah yang
  dengan aspek lingkungan dan pembiayaan berkelanjutan menjadi bagian dari KPI Kolegial Direksi.                berkontribusi aktif dalam implementasi inisiatif ESG, sehingga strategi keberlanjutan dijalankan
  Pada tahun 2025, Direksi memiliki target penyaluran pembiayaan berkelanjutan yang secara                      secara konsisten di seluruh tingkatan organisasi. Unit kerja dengan kinerja terbaik dalam program
  langsung dikaitkan dengan sistem remunerasi berbasis kinerja. Pencapaian target tersebut                      ini memperoleh insentif finansial sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi terhadap pencapaian
  digunakan sebagai indikator kinerja kolektif untuk menilai efektivitas kepemimpinan secara                    target keberlanjutan Perusahaan.
  menyeluruh, dan berdampak langsung pada penetapan remunerasi variabel Direksi. Pengaturan ini
  merupakan bagian dari insentif manajemen terkait perubahan iklim (climate-related management
  incentives), yang memastikan bahwa pengambilan keputusan strategis terkait iklim dan
  keberlanjutan terintegrasi dalam sistem insentif eksekutif, sekaligus memperkuat akuntabilitas
  manajemen dalam mendukung transisi menuju bisnis berkelanjutan.

  BRI menetapkan metrik dan target keberlanjutan sebagai bagian integral dari sistem tata kelola dan
  pengelolaan kinerja Perusahaan. Pencapaian target keberlanjutan dipantau melalui Key Performance
  Indicators (KPI) Dewan dan Manajemen, yang mencerminkan integrasi prinsip keberlanjutan ke
  dalam pengambilan keputusan strategis dan pengawasan kinerja.


   Topik Keberlanjutan       Pemilik KPI        Keterkaitan KPI dengan Remunerasi Variabel
                             Chief Executive    5% dari evaluasi kinerja tahunan CEO dikaitkan dengan kinerja
                             Officer            Perseroan terkait Peringkat ESG

                             Anggota Dewan      5% dari evaluasi kinerja tahunan Direksi dikaitkan dengan
   Peringkat ESG
                             Direksi            kinerja Perseroan terkait Peringkat ESG

                                                10% dari KPI tahunan ESG Group Head dikaitkan dengan kinerja
                             ESG Group Head
                                                Perseroan terkait Peringkat ESG
                             Chief Executive    5% dari evaluasi kinerja tahunan CEO dikaitkan dengan kinerja
   Pembiayaan                Officer            Perseroan terkait Pembiayaan Berkelanjutan
   Berkelanjutan             Anggota Dewan      5% dari evaluasi kinerja tahunan Direksi dikaitkan dengan
                             Direksi            kinerja Perseroan terkait Pembiayaan Berkelanjutan

   Pengurangan Emisi                            15% dari KPI tahunan ESG Group Head dikaitkan dengan
                             ESG Group Head
   (Scope 1 & Scope 2)                          pencapaian pengurangan emisi Scope 1 dan Scope 2 Perseroan
                             Distribution &     2,5% dari KPI tahunan DSG Group Head dikaitkan dengan
   Implementasi Inisiatif
                             Strategy Group     pengurangan emisi Scope 1 dan Scope 2 melalui implementasi
   Green Network
                             Head               inisiatif Green Network

   Peningkatan Produk                           10% dari KPI tahunan ESG Group Head dikaitkan dengan
                             ESG Group Head
   dan Proses ESG                               peningkatan produk dan proses ESG Perseroan
   Implementasi Climate
   Risk Management                              5% dari evaluasi kinerja tahunan ESG Group Head dikaitkan
                             ESG Group Head
   System (CRMS) dan                            dengan implementasi CRMS
   Analisis Skenario Iklim
Page 177
                                                                                                                                                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General
                                                           General Sustainability
                                                                   Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.                                     177




  Manajemen Risiko
  Tata Kelola Risiko dan Risiko Perusahaan
                                                                                                                                                                               Dewan Komisaris & Direksi Entitas Utama

  Tata Kelola Risiko[OJK E.3]

  Dewan Komisaris dan Direksi BRI bertanggung jawab atas efektivitas penerapan manajemen risiko
  di BRI dan memainkan peran sentral dalam mendukung dan mengawasi keberhasilan                                                Pengawasan Aktif Direksi
                                                                                                                                                                            Kecukupan Kebijakan,
                                                                                                                                                                          Prosedur MR & Penetapan
                                                                                                                                                                                                                           Kecukupan Proses &                                           Sistem Pengendalian
                                                                                                                                dan Dewan Komisaris                                                                       Sistemn Informasi MR                                                 Intern
  implementasinya di seluruh unit kerja. Secara khusus, pemantauan dan pengendalian risiko bank                                                                                     Unit

  secara menyeluruh (bank-wide) ditangani oleh Direktur Manajemen Risiko. Sementara Dewan
  Komisaris mengevaluasi kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi,
  serta menerima laporan profil risiko secara berkala dari manajemen. Melalui evaluasi tersebut,
  ditujukan untuk memastikan bahwa Direksi mengelola aktivitas dan risiko BRI secara efektif.
                                                                                                                                                                                 Komite Direksi
                                                                                                                         Komite Dewan Komisaris                               Komite Manajemen Risiko
  Dewan Komisaris, dibantu oleh Komite Pemantau Manajemen Risiko (KPMR), Komite Tata Kelola                                  Fungsi Pengawasan
                                                                                                                                                                                                                                                  Unit Pengelola Risiko &
  Terintegrasi, dan Komite Audit melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam mengevaluasi dan                                                                  Komite Manajemen Risiko                                                           Unit Pembuat Kebijakan
                                                                                                                                                                                                                                            Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan,
  memastikan penerapan manajemen risiko harus memenuhi unsur-unsur kecukupan prosedur,
                                                                                                                                                                                                             Komite                                       Pengendalian
                                                                                                                                                                                                         Kebijakan Kredit
                                                                                                                               Komite
  metodologi pengelolaan risiko, dan sesuai dengan praktik terbaik industri. Hal tersebut dilakukan                         Pemantauan MR
                                                                                                                                                          Risiko Kredit          Risiko Strategis


  agar aktivitas perusahaan tetap dapat terkendali pada batas/limit risiko yang dapat diterima serta                                                                                                                                                                                        Model Tiga Lini

                                                                                                                                                          Risiko Pasar          Risiko Kepatuhan
  memberikan nilai tambah perusahaan.                                                                                                                                                                                                     Lini Pertama                                   Lini Kedua                   Lini Ketiga




                                                                                                       BRI
                                                                                                                                                                                                           Komite Kredit

                                                                                                                               Komite Tata            Risiko Likuiditas          Risiko Reputasi                                                                                                                      Independent

  Dewan Komisaris maupun anggota Komite KPMR memiliki kompetensi dan keahlian, termasuk                                           Kelola                                                                                                                                                                                Assurance
                                                                                                                                                                                                                                              Unit Bisnis                                 Unit Risiko
                                                                                                                               Terintegrasi
  sertifikasi di bidang Manajemen Risiko sesuai dengan ketentuan. BRI secara konsisten berupaya                                                      Risiko Operasional          Risiko Intragrup

  meningkatkan pengetahuan dan kapasitas anggota Dewan Komisaris melalui program pelatihan                                                                                                              Komite Manajemen
                                                                                                                                                                                                         Risiko Terintegrasi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Satuan Kerja
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Audit Intern
  dan pengembangan keahlian di bidang manajemen risiko.[OJK E.2] [GRI 2-17]
                                                                                                                                                                                                                                             Operasional                                Unit Kepatuhan
                                                                                                                                                          Risiko Hukum           Risiko Asuransi

                                                                                                                              Komite Audit
                                                                                                                                                                                                            Komite ESG
                                                                                                                                                                 Risiko Perubahan Iklim
  Komite Pemantau Manajemen Risiko (KPMR)
                                                                                                                                                                                                        (Lingkungan, Sosial, dan          Unit Pengelola Risiko                Pengendalian Risiko & Kepatuhan           Integrated
                                                                                                                                                                                                              Tata Kelola)                                                                                               Assurance



  KPMR membantu Dewan Komisaris untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam
  mengevaluasi dan memastikan agar penerapan manajemen risiko tetap memenuhi unsur-unsur
  kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan risiko. Pengawasan ini memastikan bahwa
  aktivitas BRI tetap berada dalam batas risiko yang dapat diterima, serta memperkuat pengendalian                          Dewan Komisaris
                                                                                                                                                                                                                                      Unit Pengambil Risiko & Unit Pembuat
                                                                                                                                                                            Direksi Perusahaan Anak                                        Kebijakan Perusahaan Anak
  yang efektif terhadap operasional bank.                                                                                   Perusahaan Anak
                                                                                                                            (Fungsi Pengawasan)
                                                                                                                                                                   (Komite Manajemen Risiko Perusahaan Anak)                                        Identifikasi, Pengukuran,
                                                                                                                                                                                                                                                   Pemantauan, Pengendalian



  Komite Manajemen Risiko (KMR)
                                                                                                                                                                                                                                        Sistem Informasi Manajemen Risiko
  Komite yang bertanggung jawab atas penyusunan Kebijakan Manajemen Risiko serta perubahannya          Perusahaan Anak         Komite                      1. Risiko Kredit                   1. Risiko Strategis

  termasuk penerapan kebijakan manajemen risiko, strategi manajemen risiko dan contingency plan
                                                                                                                           Pemantauan Risiko
                                                                                                                                                           2. Risiko Pasar                    2. Risiko Kepatuhan                                                                           Model Tiga Lini



  apabila kondisi eksternal tidak normal terjadi.                                                                                                          3. Risiko Likuiditas               3. Risiko Reputasi                          Lini Pertama                                   Lini Kedua                   Lini Ketiga
                                                                                                                                                           4. Risiko Operasional              4. Risiko Asuransi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Independent
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Assurance
  Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR)                                                                                                                     5. Risiko Hukum                                                                    Unit Bisnis                                 Unit Risiko


  SKMR BRI merupakan unit kerja yang bersifat independen dari Risk Taking Unit dan SKAI yang
  menjalankan fungsi sebagai pembuat kebijakan, strategi dan pedoman manajemen risiko serta                                                                                                                                                                                                                         Internal Audit Unit
                                                                                                                                                                                                                                             Operasional                                Unit Kepatuhan
  menjalankan fungsi pengawasan secara berkala terhadap Risk Taking Unit.

  Satuan Kerja Audit Intern (SKAI)
                                                                                                                                                                                                                                    Unit Pengambil Risiko Terintegrasi            Risiko & Kepatuhan Terintegrasi        Integrated
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         Assurance
                                                                                                                                                                                                                                                                  3 Pillar Monitoring


  SKAI memiliki fungsi untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko,
  pengendalian internal dan proses governance.
Page 178
                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related    General
                                                              General Sustainability
                                                                      Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                         Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   178




  Manajemen Risiko
  Proses Manajemen Risiko Perusahaan                                                                          triwulan, untuk mengevaluasi ketahanan kinerja dan kondisi keuangan Bank dalam menghadapi
  BRI menerapkan proses manajemen risiko yang terintegrasi dan berkesinambungan di seluruh unit               kondisi pasar yang ekstrem dan tidak normal.[FN-CB-550a.2]
  kerja melalui sistem pengendalian internal dalam setiap aktivitas operasional dan bisnis. Setiap unit
  kerja bertanggung jawab atas penerapan manajemen risiko mulai dari tahap identifikasi, pengukuran,          Simulasi stress-testing ini menggunakan skenario tertentu guna melihat sensitivitas kinerja dan
  pemantauan, hingga pengendalian risiko, sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing.                       kondisi keuangan BRI terhadap perubahan faktor risiko dan mengidentifikasi pengaruh yang
  Penerapan manajemen risiko dilakukan dengan mengacu pada model tiga lini (three lines model),               berdampak terhadap portofolio, antara lain:
  di mana unit pengambil risiko berperan sebagai lini pertama, fungsi kepatuhan dan manajemen
  risiko sebagai lini kedua, serta audit internal sebagai lini ketiga. Untuk memastikan konsistensi dan       1. portofolio kredit dan non kredit, untuk melihat risiko gagal bayar (Stress test Risiko Kredit);
  efektivitas penerapan manajemen risiko, Direksi menetapkan fungsi manajemen risiko di seluruh               2. portofolio surat berharga dan posisi devisa, untuk melihat risiko akibat perubahan suku bunga
  jenjang organisasi, mulai dari Kantor Pusat hingga unit kerja operasional di dalam dan luar negeri.            dan nilai tukar (Stress test Risiko Pasar);
                                                                                                              3. portofolio aset likuid dan profil liabilitas, untuk melihat risiko likuiditas (Stress test Risiko
  Pengelolaan risiko operasional dilaksanakan sesuai dengan kerangka kerja manajemen risiko yang                 Likuiditas).
  berlaku serta mengacu pada ketentuan regulator dan praktik terbaik industri. Proses penilaian risiko
  didukung oleh berbagai perangkat dan metodologi, antara lain penilaian risiko dan pengendalian              Simulasi ini juga digunakan untuk mengelola risiko sistemik BRI. Hasil stress-testing dimanfaatkan
  mandiri, pemantauan indikator risiko utama, pencatatan kejadian kerugian operasional, serta                 sebagai dasar dalam menilai ketahanan permodalan dan kecukupan likuiditas, serta untuk
  penilaian risiko atas produk, proses, dan potensi ancaman operasional.                                      memperkuat perencanaan modal, strategi jangka panjang, dan pengelolaan aktivitas bisnis secara
                                                                                                              keseluruhan. Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk mengantisipasi risiko sistemik dan menjaga
  Hasil pengelolaan risiko dilaporkan secara berkala kepada manajemen dan pemimpin unit kerja                 stabilitas keuangan dalam berbagai skenario makroekonomi.
  sebagai bagian dari mekanisme pemantauan dan pengambilan keputusan. Laporan risiko mencakup
  profil risiko operasional, analisis risiko, serta temuan dan tindak lanjut atas indikasi kejadian risiko,   Guna mendukung disiplin pengelolaan risiko, BRI menetapkan risk appetite dan limit risiko yang
  guna memastikan risiko dikelola secara efektif dan selaras dengan tingkat toleransi risiko yang             mencerminkan tingkat risiko yang dapat diterima, sebagaimana dituangkan dalam Risk Appetite
  ditetapkan.                                                                                                 Statement (RAS) yang bersifat kuantitatif, kualitatif, dan zero tolerance. Parameter RAS dan limit
                                                                                                              risiko ditinjau secara berkala untuk memastikan keselarasan dengan dinamika bisnis dan lanskap
  Skenario Manajemen Risiko                                                                                   risiko yang berkembang.
  Di sisi tata kelola perusahaan, BRI senantiasa menghadapi dinamika lingkungan seperti pasar dan
  regulasi yang terus berkembang, untuk itu disusun skenario manajemen risiko yang mencakup                   BRI juga melakukan self-assessment atas profil risiko perusahaan sebagai bagian dari pemantauan
  aspek-aspek berikut ini.                                                                                    berkelanjutan terhadap tingkat risiko yang dihadapi. Pada triwulan IV 2025, hasil self-assessment
  • Penyempurnaan kerangka akuntabilitas seperti penetapan peran dan tanggung jawab bagi                      tersebut menunjukkan peringkat risiko BRI berada pada tingkat low to moderate, mencerminkan
      dewan direksi, eksekutif, dan pekerja untuk memastikan akuntabilitas pengambilan keputusan.             kemampuan Bank dalam mengelola risiko secara efektif seiring dengan perkembangan bisnis dan
  • Keragaman dan Inklusi dengan mempromosikan keragaman anggota Dewan Komisaris dan                          dinamika persaingan di sektor perbankan Indonesia. Berdasarkan hasil pengelolaan risiko tersebut,
      Direksi untuk menghadirkan perspektif yang beragam dan meningkatkan kualitas pengambilan                BRI secara berkelanjutan memantau dan menjaga profil risiko keuangan dan permodalan, termasuk
      keputusan.                                                                                              memastikan tingkat leverage yang sehat, kecukupan penyangga modal inti (Tier 1 capital buffer)
  • Integrasi Keberlanjutan dengan memasukkan prinsip-prinsip ESG ke dalam tata kelola untuk                  sesuai profil risiko dan ketentuan yang berlaku, serta memastikan kualitas aset.
      mengatasi risiko dan peluang lingkungan, sosial, dan tata kelola.
  • Inisiatif Transparansi melalui pengungkapan kinerja keuangan, praktik manajemen risiko, dan               Leverage Ratio
      kebijakan tata kelola secara teratur kepada para pemangku kepentingan.                                  Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) diterapkan sebagai bagian dari penguatan kerangka permodalan
  • Adopsi Teknologi melalui penggunaan perangkat alat digital seperti platform tata kelola.                  Bank untuk mencegah leverage yang berlebihan dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Rasio
                                                                                                              Pengungkit merupakan pengukuran yang lebih sederhana dan tidak berbasis risiko sehingga
  Profil Risiko Keuangan dan Permodalan                                                                       diharapkan dapat memperkuat persyaratan perhitungan modal berbasis risiko (Kewajiban
  BRI menerapkan pengelolaan risiko keuangan dan permodalan secara pruden melalui proses                      Penyediaan Modal Minimum/KPMM). Melalui penerapan Rasio Pengungkit, Bank memastikan
  pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko yang terintegrasi. Salah satu instrumen utama               struktur permodalan yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam menghadapi potensi tekanan ekonomi
  yang digunakan adalah pelaksanaan simulasi stress-testing secara berkala, minimal satu kali setiap          maupun volatilitas pasar.
Page 179
                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related    General
                                                              General Sustainability
                                                                      Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                         Lampiran             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   179




  Manajemen Risiko
  Tier 1 Capital Buffer
  Bank memantau dan mengelola Kecukupan Modal Inti (Tier 1 Capital) secara berkelanjutan sebagai
  fondasi ketahanan permodalan. Selain memastikan pemenuhan ketentuan Kewajiban Penyediaan
  Modal Minimum (KPMM), Bank juga menjaga capital buffer di atas persyaratan minimum regulator
  sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk menyerap potensi kerugian dalam kondisi tekanan
  ekonomi.
  Asset Quality
  Kualitas aset dikelola melalui penerapan manajemen risiko kredit yang disiplin, pemantauan
  portofolio secara berkelanjutan, serta pengendalian eksposur risiko. Pendekatan ini dilakukan
  untuk menjaga kualitas portofolio, mitigasi potensi penurunan nilai aset, dan mendukung kinerja
  keuangan yang berkelanjutan.

  Tinjauan dan Audit Risiko
  Pengelolaan risiko dan kepatuhan terhadap kerangka manajemen risiko diperkuat melalui kaji ulang
  dan audit independen yang dilakukan secara berkala satu kali setahun oleh Satuan Kerja Audit
  Internal (SKAI), sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18/POJK.03/2016
  tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.

  Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh penilaian risiko mencakup risiko kredit,
  risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko stratejik, dan
  risiko kepatuhan, telah dilaksanakan secara memadai. Selain itu, SKAI juga secara berkala
  melakukan kegiatan audit untuk setiap level Unit Kerja di BRI. SKAI menyampaikan laporan secara
  rutin kepada Direktur Utama dan Komite Audit, dan diketahui oleh Direktur Kepatuhan.
Page 180
                                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related     Sustainability-related    General
                                                              General Sustainability
                                                                      Sustainability
Pengantar
                   Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   180




  Manajemen Risiko
  Emerging and Sustainability Related Risk

  BRI menyadari bahwa perubahan lingkungan bisnis, dinamika ekonomi, serta isu keberlanjutan yang berkembang dapat menimbulkan risiko baru maupun memperbesar risiko yang telah ada. Menghadapi
  kondisi tersebut, BRI secara proaktif mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko yang bersifat emerging dan terkait dengan keberlanjutan sebagai bagian integral dari kerangka manajemen risiko
  perusahaan. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga ketahanan usaha, mendukung pengambilan keputusan yang berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

  Emerging Risk
  Bank menghadapi berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi kinerja dan keberlanjutan usaha di masa mendatang. Berdasarkan hasil kajian, BRI mengidentifikasi dua kategori risiko utama yang diperkirakan
  akan berdampak dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

   Kategori          Risiko                          Deskripsi Risiko                                               Dampak Risiko                                                     Tindakan Mitigasi

   Geopolitik   Ketidakpastian    Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung,           Ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik global yang meningkat      BRI mengelola eksposur terhadap risiko makroekonomi dan
                Makroekonomi      termasuk konflik Rusia-Ukraina dan konflik Israel-      dapat memengaruhi BRI melalui beberapa faktor, antara lain:           geopolitik global melalui kerangka manajemen risiko
                dan Geopolitik    Palestina, terus menciptakan ketidakpastian di pasar    • volatilitas pasar, termasuk fluktuasi suku bunga dan pasar valuta   terpadu yang mencakup risiko pasar, kredit, dan likuiditas.
                Global            keuangan global dan rantai pasok komoditas.               asing yang dapat memengaruhi valuasi instrumen keuangan             Langkah mitigasi utama meliputi:
                                  Perkembangan ini berkontribusi terhadap tekanan           dalam portofolio treasury BRI;
                                  inflasi yang persisten, volatilitas suku bunga yang     • transmisi risiko kredit, khususnya bagi debitur pada sektor         • pengelolaan aset dan liabilitas secara aktif untuk
                                  meningkat, serta pemulihan ekonomi yang lebih             berorientasi ekspor atau sektor berbasis komoditas yang sensitif        mengelola risiko suku bunga dan likuiditas, didukung
                                  lambat di berbagai ekonomi utama dunia.                   terhadap fluktuasi permintaan global;                                   oleh pengawasan rutin melalui rapat bulanan Asset and
                                                                                          • kondisi pendanaan dan likuiditas, karena tekanan pasar keuangan         Liability Committee (ALCO);
                                  Selain itu, pemulihan ekonomi Tiongkok masih tidak        global dapat meningkatkan biaya pendanaan dan memengaruhi           •   diversifikasi portofolio investasi pada berbagai instrumen
                                  merata, dipengaruhi oleh tantangan struktural di          akses ke pasar modal;                                                   dan penerbit;
                                  sektor properti, melemahnya permintaan domestik,        • volatilitas laba akibat potensi perubahan valuasi aset,             •   pemantauan eksposur kredit sektoral, khususnya bagi
                                  serta eskalasi perang tarif dengan AS. Mengingat          pembentukan pencadangan risiko kredit, serta biaya pendanaan.           debitur yang sensitif terhadap siklus komoditas global;
                                  peran Tiongkok sebagai mitra dagang utama bagi                                                                                •   pelaksanaan stress testing secara berkala dan analisis
                                  banyak       negara    berkembang,    perlambatan       Dinamika tersebut dapat memengaruhi profitabilitas Bank,                  skenario      untuk     menilai     dampak     guncangan
                                  pertumbuhan ekonomi dapat secara tidak langsung         pengelolaan permodalan, serta profil risiko pada periode tekanan          makroekonomi yang merugikan;
                                  memengaruhi arus perdagangan global dan pasar           ekonomi global.                                                       •   menjaga buffer modal dan likuiditas yang memadai,
                                  komoditas.                                                                                                                        didukung oleh Risk Appetite Statement BRI dan rencana
                                                                                                                                                                    pendanaan kontinjensi.
                                  Sebagai institusi keuangan yang beroperasi dalam
                                  perekonomian Indonesia yang terbuka dan terkait                                                                               Melalui langkah-langkah tersebut, BRI memperkuat
                                  dengan komoditas, BRI dapat terdampak secara tidak                                                                            ketahanan keuangan dan menjaga stabilitas di tengah
                                  langsung oleh volatilitas makroekonomi global melalui                                                                         dinamika kondisi makroekonomi global.
                                  portofolio treasury, kondisi pendanaan, serta kinerja
                                  debitur pada sektor-sektor yang sensitif terhadap
                                  permintaan global dan harga komoditas.
Page 181
                                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related    General
                                                             General Sustainability
                                                                     Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   181




  Manajemen Risiko
   Kategori         Risiko                          Deskripsi Risiko                                                Dampak Risiko                                                    Tindakan Mitigasi

   Teknologi   Disrupsi          Perkembangan pesat teknologi keuangan, termasuk          Perkembangan pesat teknologi keuangan dapat mengganggu model            Untuk mengelola risiko yang muncul, BRI terus memperkuat
               Teknologi dari    kecerdasan buatan (AI), infrastruktur blockchain,        bisnis perbankan tradisional dan mengubah ekspektasi nasabah            strategi transformasi digital dan kapabilitas teknologi.
               Artificial        serta mata uang digital seperti Central Bank Digital     terhadap layanan keuangan. Teknologi seperti sistem pembayaran          Inisiatif utama meliputi:
               Intelligence,     Currency (CBDC) dan stablecoin, sedang membentuk         berbasis blockchain dan mata uang digital dapat memungkinkan            • penguatan ekosistem digital banking BRI, termasuk
               Blockchain,       kembali lanskap layanan keuangan global. Teknologi       transaksi keuangan yang lebih cepat, murah, dan terdesentralisasi di       pengembangan BRImo sebagai platform mobile banking
               dan Mata Uang     ini mendorong munculnya ekosistem keuangan digital       luar infrastruktur perbankan konvensional.                                 dan layanan keuangan digital terintegrasi;
               Digital           yang lebih luas, model keuangan terdesentralisasi                                                                                • pemanfaatan kecerdasan buatan dan analitik data untuk
                                 (DeFi), serta infrastruktur pembayaran alternatif yang   Bagi BRI, perkembangan ini menimbulkan beberapa potensi risiko,            meningkatkan pengalaman nasabah, manajemen risiko,
                                 berpotensi menantang peran perantara perbankan           antara lain:                                                               serta deteksi fraud. BRI menggunakan BRIBRAIN,
                                 tradisional.                                             • risiko disintermediasi, ketika platform keuangan digital alternatif      platform AI proprietary Bank yang mendukung fitur
                                                                                             mengurangi ketergantungan pada layanan perbankan tradisional;           seperti Pipeline Management, Customer Analytics,
                                 Seiring percepatan inovasi keuangan digital, pemain      • tekanan persaingan dari perusahaan fintech dan teknologi yang            layanan chatbot, Information Retrieval, dan Content
                                 baru seperti perusahaan fintech dan platform                menawarkan produk keuangan berbasis AI dan layanan digital;             Generation;
                                 teknologi semakin menawarkan layanan keuangan            • kesenjangan adopsi teknologi, apabila keterlambatan dalam             • pemantauan perkembangan teknologi blockchain dan
                                 yang bersaing langsung dengan produk dan model              mengadopsi teknologi baru melemahkan posisi kompetitif dalam            mata uang digital, termasuk potensi implikasinya
                                 distribusi perbankan tradisional.                           ekosistem keuangan digital;                                             terhadap sistem pembayaran dan intermediasi
                                                                                          • risiko operasional dan keamanan siber akibat potensi                     keuangan;
                                                                                             penyalahgunaan teknologi atau kerentanan pada infrastruktur          • penguatan kerangka kerja keamanan siber dan tata
                                                                                             digital yang berkembang.                                                kelola teknologi guna memastikan ketahanan terhadap
                                                                                                                                                                     ancaman digital yang terus berkembang.
                                                                                          Jika tidak diantisipasi dengan baik, perkembangan tersebut dapat
                                                                                          memengaruhi akuisisi nasabah, volume transaksi, dan daya saing          Melalui inisiatif tersebut, BRI berupaya tetap adaptif
                                                                                          jangka panjang BRI di lanskap keuangan digital Indonesia yang           terhadap disrupsi teknologi sekaligus terus menghadirkan
                                                                                          berkembang pesat.                                                       layanan keuangan yang aman, inklusif, dan kompetitif.

  Risk & Governance Culture
  Risk & Governance Culture merupakan landasan pelaksanaan tema budaya nasional BRI One Culture untuk memastikan penerapan manajemen risiko dalam setiap aktivitas perbankan. Melalui budaya ini, BRI
  mendorong pelaksanaan nilai-nilai budaya risiko oleh pekerja serta peningkatan kapabilitas dalam pengambilan dan pengelolaan risiko secara bertanggung jawab. Sebagai panduan implementasi bagi Insan
  BRILiaN, pada tahun 2023 BRI telah menerbitkan ketentuan Budaya Risiko melalui SE.04-DIR/CTR/01/2023 tanggal 31 Januari 2023 tentang Corporate Culture Buku 2 Budaya Risiko, yang menjadi acuan
  dalam mendukung penerapan budaya risiko di seluruh organisasi.

  Internalisasi Budaya Kesadaran Risiko
  Implementasi budaya risiko didorong melalui program-program internalisasi budaya risiko, antara lain:
  1. Culture Activation Program (CAP)
      Setiap unit kerja telah menetapkan CAP untuk membentuk perilaku yang dibutuhkan untuk mencapai KPI secara prudent melalui aktivitas yang telah ditetapkan pada CAP.
  2. Membangun Risk Awareness Pekerja di Unit Kerja
      SKMR secara rutin menyampaikan media risk awareness baik dalam bentuk surat, media infografis, webinar, podcast, e-learning, akun media sosial resmi Bank dan email/WA/sms blast.
  3. Empowering Risk Officer
      Diperlukan keterlibatan Risk Officer sebagai Tim Penggerak Transformasi dalam menginternalisasi dan memastikan terlaksananya penerapan budaya risiko. Penguatan fungsi MR dilakukan melalui
      penyesuaian operasional prosedur serta upgrading pengetahun dan technical skills melalui pendidikan/sosialisasi.
  4. Early Detection
      Penerapan budaya risiko perlu didukung oleh Early Warning System Tools yang dapat membantu mitigasi maupun mengoreksi kejadian risiko secara lebih dini.
  5. Business Process Review
      Aktivitas budaya risiko tercermin melalui pelaksanaan operasional prosedur perbankan secara harian. Sehingga diperlukan reviu kecukupan kontrol atas operasional prosedur tersebut.
Page 182
                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General
                                                          General Sustainability
                                                                  Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   182




  Our People: Insan BRILiaN
  Komitmen Praktik Ketenagakerjaan                                                                  5. Abolition of Child Labor and Prevention of Human Trafficking
                                                                                                       BRI tidak mentoleransi pekerja anak dalam bentuk apa pun dan menerapkan kebijakan serta uji
  ​​BRI berkomitmen penuh untuk menerapkan praktik ketenagakerjaan yang etis, transparan, dan          tuntas untuk mencegah keterlibatan anak di bawah umur dalam operasional maupun supply
  berkeadilan sebagai fondasi utama dalam mengelola human capital. Komitmen ini merupakan              chain. Perusahaan juga berkomitmen mencegah segala bentuk perdagangan manusia, praktik
  manifestasi dari kepatuhan Perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berlaku serta           rekrutmen yang menyesatkan, maupun pengaturan kerja yang mengancam kebebasan dan
  penghormatan terhadap hak-hak dasar pekerja di seluruh lingkup organisasi.                           keselamatan individu.

  ​Landasan hukum praktik ketenagakerjaan di BRI telah mengacu sepenuhnya pada UU No. 13 Tahun      6. Elimination of Discrimination
   2003 tentang Ketenagakerjaan. Sejalan dengan dinamika regulasi nasional, BRI juga telah             BRI membangun budaya kerja yang berlandaskan kesetaraan dan inklusi serta melarang segala
   mengadopsi dan mengimplementasikan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-           bentuk diskriminasi berdasarkan gender, etnis, agama, ras, warna kulit, suku, kelompok sosial,
   Undang (Perppu) No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (yang telah ditetapkan menjadi Undang-         status sosial, bahasa, pandangan politik, usia, maupun disabilitas. Komitmen ini selaras dengan
   Undang) sejak 30 Desember 2022. Praktik ketenagakerjaan di BRI diterapkan oleh seluruh pekerja      prinsip International Labour Organization (ILO) Convention No. 111 tentang Diskriminasi dalam
   baik pekerja tetap maupun kontrak. BRI berkomitmen pada prinsip-prinsip berikut.                    Pekerjaan dan Jabatan, kemudian diinternalisasikan melalui Respectful Workplace Policy serta
                                                                                                       praktik remunerasi yang menjamin kesetaraan remunerasi untuk pekerjaan dengan nilai yang
  1.   Respect Freedom of Association                                                                  sama dan keberagaman di seluruh jenjang organisasi.
       BRI menghormati hak setiap individu untuk membentuk, bergabung, atau tidak bergabung
       dengan serikat pekerja atau organisasi perwakilan pilihannya tanpa intimidasi maupun
       pembalasan. Hak tersebut dijalankan sesuai ketentuan hukum nasional dan standar
       ketenagakerjaan internasional guna memastikan kebebasan berserikat yang bertanggung
       jawab.

  2. Uphold the Rights to Collective Bargaining
     BRI mengakui dan menghormati hak atas perundingan bersama sebagai mekanisme untuk
     mewujudkan kondisi kerja yang adil dan setara. Komitmen ini diwujudkan melalui Perjanjian
     Kerja Bersama sebagai hasil dialog konstruktif antara manajemen dan pekerja, termasuk
     pengaturan hak, kewajiban, kesejahteraan, serta perlindungan pekerja secara transparan dan
     inklusif.

  3. Ensure Workforce Wellbeing
     BRI memastikan kesejahteraan tenaga kerja melalui penerapan praktik kerja yang mendukung
     keselamatan, martabat, dan kualitas hidup pekerja. Hal ini mencakup perlindungan privasi,
     penerapan kesehatan dan keselamatan kerja, pemberian berbayar, pengaturan jam kerja
     maksimum, pencegahan lembur berlebihan, serta mekanisme konsultasi dan/atau
     pemberitahuan sebelum pelaksanaan pemutusan hubungan kerja massal. BRI juga memastikan
     remunerasi yang adil dan setara untuk pekerjaan yang bernilai sama.

  4. Elimination of Forced Labor
     BRI melarang secara tegas segala bentuk kerja paksa atau kerja wajib. Seluruh pekerja
     dipekerjakan secara sukarela dengan kondisi kerja yang adil serta menerima kompensasi yang
     memenuhi atau melampaui living wage, sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik kerja
     yang bermartabat.
Page 183
                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related      General
                                                                General Sustainability
                                                                        Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   183




  Our People: Insan BRILiaN
  Strategi Human Capital dan Tinjauan Pekerja [GRI 3-3]                                                      BRI secara berkala memantau dinamika tenaga kerja serta mengidentifikasi berbagai risiko yang
  BRI memandang sumber daya manusia sebagai penggerak utama transformasi strategis yang                      berkaitan dengan retensi talenta dan stabilitas tenaga kerja. Pemahaman terhadap potensi risiko
  dikelola melalui strategi Human Capital yang adaptif terhadap dinamika industri perbankan. Strategi        tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan kapabilitas organisasi serta
  ini diwujudkan melalui proses rekrutmen dan pengelolaan human capital yang akuntabel serta                 kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung kinerja perusahaan. Oleh karena itu, BRI terus
  implementasi nilai-nilai Diversity, Equity & Inclusion (DEI). BRI juga memastikan kesejahteraan            memperkuat praktik pengelolaan sumber daya manusia secara terstruktur dan berkelanjutan.
  pekerja dengan memperhatikan setiap fase perjalanan pekerja hingga masa pensiun guna
  menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh Insan                Strategi Human Capital
  BRILiaN. Seiring dengan dinamika pasar tenaga kerja dan meningkatnya mobilitas talenta di industri         ​​ alam menyusun strategi manajemen sumber daya manusia (SDM), human capital BRI melakukan
                                                                                                               D
  keuangan, BRI juga mengidentifikasi sejumlah risiko terkait retensi talenta dan stabilitas tenaga            penyelarasan dengan aspirasi dan strategi korporasi. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan
  kerja yang dapat memengaruhi keberlanjutan kapabilitas organisasi.                                           peran dan keikutsertaan human capital BRI sebagai fungsi pendukung bisnis (business enabler)
                                                                                                             sekaligus sebagai upaya untuk mencapai visi HC BRI. Human capital BRI memiliki beberapa Group
  Pengukuran Risiko Pengelolaan Sumberdaya Manusia                                                             yang terdiri dari berbagai fungsi human capital secara end-to-end di bawah Human Capital Sub
                                                                                                             Directorate.
  Sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya manusia, BRI mengidentifikasi berbagai risiko yang
  berkaitan dengan retensi talenta dan stabilitas tenaga kerja yang dapat memengaruhi keberlanjutan          ​Adapun strategi pengelolaan human capital BRI (HC lifecycle) diawali dengan pengumpulan input
  kapabilitas organisasi serta kinerja bisnis. Penilaian ini mempertimbangkan mobilitas tenaga kerja,        strategi bisnis Perusahaan yang terdiri dari strategi jangka pendek hingga jangka panjang yang
  tingkat turnover pekerja, serta kemampuan perusahaan dalam mempertahankan dan menarik                      akan menjadi guidance HC BRI dalam menyusun dan mengimplementasikan people process. HC
  talenta berkualitas. Untuk menilai tingkat risiko secara keseluruhan, BRI mengevaluasi setiap risiko       lifecycle terdiri dari pengelolaan sumber daya manusia secara end-to-end, seperti HC strategy, HC
  dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya—yang tercermin dari tren turnover pekerja—                  planning, resourcing, onboarding, learning, development, performance management, reward,
  serta tingkat keparahan dampaknya terhadap operasional, kinerja keuangan, dan reputasi Bank.               career management, exit policy, dan retirement.
  Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk memprioritaskan pengelolaan talenta dan memperkuat
  stabilitas tenaga kerja.                                                                                   ​Strategi Human Capital BRI berfokus pada pengelolaan Insan BRILiaN secara komprehensif dengan
                                                                                                              mengintegrasikan prinsip kesetaraan, pertumbuhan berkelanjutan, dan kesejahteraan holistik di
                                                                                                              lingkungan kerja. Strategi ini dimulai dengan penguatan budaya kerja inklusif melalui kebijakan
                                                                                                  Jangka
  Tema         Kategori
                             Deskripsi
                                                              Dampak terhadap             Level
                                                                                                   Waktu
                                                                                                              Respectful Workplace Policy yang menjamin anti-diskriminasi, pemberdayaan kepemimpinan
  Risiko       Risiko                                         Bisnis                     Dampak              perempuan hingga inklusi bagi penyandang disabilitas. Pengembangan kompetensi diberikan
                                                                                                  Dampak
  Retensi      Risiko        Tingkat turnover dan mobilitas   Peningkatan biaya           Med      Jangka    secara setara melalui pelatihan internal, eksternal sampai beasiswa pendidikan untuk menunjang
  Talenta      Operasional   pekerja memerlukan proses        rekrutmen, onboarding,               Pendek-   produktivitas pekerja yang berlandaskan kinerja. BRI menerapkan sistem remunerasi yang adil dan
  dan                        penggantian tenaga kerja serta   dan pelatihan pekerja.              Menengah   transparan berdasarkan prestasi dan kontribusi pekerja.
  Stabilitas                 onboarding secara
  Pekerja                    berkelanjutan.
                                                                                                             Selain itu, BRI sangat memprioritaskan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh melalui
               Risiko        Keluar masuknya pekerja dapat    Potensi penurunan           Med      Jangka    pelaksanaan rangkaian Well-being Fest, inisiatif BRILiaN Well-being yang mencakup kesehatan
               Strategi      memengaruhi keberlanjutan        produktivitas serta                 Menengah
                                                                                                             fisik, sosial, mental, dan finansial, serta keseimbangan kerja termasuk upaya menjadikan BRI tempat
                             pengetahuan organisasi,          kebutuhan investasi
                             keahlian, dan kapabilitas        tambahan dalam                                 bekerja yang ramah keluarga pekerja. Adapun agenda kegiatan Well-being Fest meliputi donor
                             tenaga kerja.                    pengembangan                                   darah, cek kesehatan dasar, art therapy, dan sesi konseling psikolog. BRI juga menghargai dedikasi
                                                              kapabilitas.                                   dan loyalitas pekerja dengan memberikan manfaat dan mempersiapkan insan BRILiaN untuk
               Risiko        Tingkat turnover dan tantangan   Menurunnya                  Med     Jangka     menjalani masa purna bakti yang bermartabat melalui program kewirausahaan agar mereka tetap
               Reputasi      dalam retensi talenta dapat      kemampuan                           Panjang    berdaya dan sejahtera.
                             memengaruhi persepsi             perusahaan dalam
                             perusahaan sebagai tempat        menarik talenta
                             bekerja.                         berkualitas.
Page 184
                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related   General
                                                            General Sustainability
                                                                    Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   184




  Our People: Insan BRILiaN
   Human Capital Framework                                                                                dalam manajemen portofolio bisnis, pengembangan produk perbankan, hingga pengelolaan
   ​ engelolaan human capital di BRI (HC lifecycle) terdiri dari 6 (enam) tahapan rangkaian pengelolaan
    P                                                                                                     teknologi informasi dan analisis data (data science). Upaya ini merupakan langkah nyata BRI untuk
   sumber daya manusia di BRI, yakni:                                                                     menghapus kesenjangan peran berbasis gender dan memastikan bahwa setiap perempuan memiliki
   a. ​Align: melalui penyusunan strategi dan perencanaan;                                                peluang yang sama untuk menjadi penggerak utama inovasi dan profitabilitas Perusahaan, sekaligus
    b. A​ ttract: melalui proses rekrutmen dan onboarding pekerja baru;                                   memperkuat daya saing BRI di era perbankan masa depan. ​​​​Saat ini komposisi perempuan pada
    c. E​ volve: melalui program learning dan development;                                                fungsi penghasil pendapatan mencapai 30,48%, dan fungsi terkait STEM sebesar 27,19%.
    d. A​ ccomplish: melalui performance management;
    e. E​ ngage: melalui pemberian rewards dan career management;                                         Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas [OJK F.18]
    f. ​Offboard: melalui exit policy dan program pensiun.                                                ​​
                                                                                                          Sebagai upaya meningkatkan keberagaman dan inklusivitas, BRI juga merekrut penyandang
  ​Pengelolaan HC BRI melibatkan peran berbagai pihak, termasuk melibatkan stakeholder terkait,           disabilitas sebagai pekerja. Meskipun memiliki keterbatasan, Perusahaan percaya bahwa mereka
  seperti nasabah, pekerja, pemerintah, national dan global alliance, media, serta mitra yang bekerja     tetap dapat berkontribusi sebagai insan BRILiaN sesuai dengan keahlian dan keterampilan masing-
    sama dengan BRI. Lebih dari itu, pengelolaan HC juga didukung oleh industrial relations (IR) yang     masing. Perusahaan mengadakan program pelatihan dan pemagangan yaitu BRI Sahabat Disabilitas
    harmonis, human capital information system (HCIS), people analytics, serta HC communication           untuk mempersiapkan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD) agar memiliki kapabilitas yang
    yang kreatif.                                                                                         sesuai dengan karakteristik masing-masing individu untuk bekerja di BRI. ​Selain itu, BRI berkomitmen
                                                                                                          untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan TKPD saat bekerja dengan menyediakan peralatan
  Komposisi Pekerja                                                                                       kerja penunjang serta fasilitas umum fisik dan non-fisik khusus untuk TKPD. Pekerja dengan
  Headcount & Composition                                                                                 disabilitas juga diberikan kesempatan pelatihan dan penguatan kapasitas, serta pengembangan
  Komposisi gender pekerja BRI pada tahun 2025 hampir seimbang, dengan 57,07% pekerja laki-laki           karier yang sama berdasarkan Talent Development System untuk mendukung karier mereka di BRI.
  dan 42,93% pekerja perempuan. Sementara dari segi pendidikan, mayoritas pekerja atau 96,39%
  telah menempuh pendidikan tinggi (Strata-1 dan Diploma). Seluruh data kuantitatif pekerja BRI yang      People Process
  diungkapkan, disusun berdasarkan metode headcount oleh ​​​​Divisi Human Capital Service Group.
  Pengungkapan data pekerja BRI disajikan pada tabel data di halaman 228-230, termasuk                    ​
                                                                                                          BRI berkomitmen untuk membangun keunggulan kompetitif melalui pengelolaan sumber daya
  pengungkapan berdasarkan kewarganegaraan. [OJK F.18][GRI 2-7, 2-8, 401-1]                               manusia yang terintegrasi, dimulai dari proses perekrutan talenta (talent acquisition) yang inklusif
                                                                                                          untuk menjaring bibit unggul, dilanjutkan dengan program pengembangan kapasitas (learning &
  Perempuan dalam Manajemen [OJK F.18]                                                                    development) berkelanjutan guna memastikan kesiapan menghadapi dinamika industri. Fokus
  Komposisi perempuan sebanyak 36.466, mencakup 42,93% dari seluruh insan BRILiaN di tahun                perusahaan juga tertuju pada manajemen kinerja dan karier yang transparan berbasis meritokrasi,
  2025, menjadikan BRI sebagai tempat yang inklusif dan kondusif bagi perempuan. Lebih dari itu,          disinergikan dengan kebijakan remunerasi dan kesejahteraan (reward & benefits) yang kompetitif
  peran perempuan pada posisi manajerial yang terus meningkat juga mendukung perspektif yang              serta menjunjung tinggi prinsip kesetaraan upah (pay equity). Seluruh pendekatan tersebut
  lebih luas dalam pengambilan keputusan dalam organisasi. Hingga akhir 2025, sebanyak 25,63%             ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh
  pekerja di level manajemen junior, menengah, dan atas adalah perempuan. BRI memperkuat                  Insan BRILiaN.
  kompetensi kepemimpinan dan networking pemimpin perempuan melalui program BRILiaN Women
  Leaders Indonesia (BWLI). BRI terus berperan aktif mendukung pekerja perempuan mengembangkan            Talent Acquisition
  keterampilan dan memperkuat peran mereka dalam lingkungan profesional. Pengungkapan data                Rekrutmen Pekerja
  pekerja Perempuan berdasarkan Tingkat jabatan disajikan pada table data halaman 228.                    ​​Pada tahun 2025, BRI merekrut 92.112 pekerja (termasuk perekrutan internal dan baru). Sebanyak
                                                                                                          12.070 karyawan baru (new hire) direkrut dari berbagai kelompok usia dan wilayah di seluruh
  Perempuan dalam Fungsi Penghasil Pendapatan serta Bidang STEM                                           Indonesia. Rekrutmen ini juga mencerminkan komitmen BRI dalam menerapkan prinsip Diversity,
  BRI secara aktif mendorong peningkatan peran perempuan pada posisi strategis, khususnya di              Equity, and Inclusion (DEI), termasuk dengan meningkatkan partisipasi talenta perempuan untuk
  unit-unit kerja penghasil pendapatan (revenue-generating) serta bidang STEM (Science,                   berkontribusi dan berkembang dalam organisasi. Dari total rekrutmen baru (new hire) tersebut,
  Technology, Engineering, and Mathematics) yang menjadi tulang punggung transformasi digital             sebanyak 7.321 karyawan merupakan Perempuan dan 4.749 karyawan merupakan laki-laki. Rincian
  Bank. BRI memberikan dukungan penuh bagi pekerja perempuan untuk mengambil peran sentral                tersedia pada Tabel Perekrutan Internal dan Perekrutan Baru di halaman 231.
Page 185
                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General
                                                          General Sustainability
                                                                  Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   185




  Our People: Insan BRILiaN
  Inisiatif Penarikan Talenta                                                                        2. Tahapan Identification
  BRI menyediakan berbagai jalur untuk menyaring talenta terbaik melalui berbagai program berikut:      Tahap ini merupakan pengelompokkan Pekerja BRI berdasarkan aspirasi, penilaian individu
  1. BRILiaN Future Leader Program (BFLP)                                                               (annual performance) dan competency, dan clustering ke dalam Human Asset Value Matrix
      Program BFLP menjadi program perekrutan sekaligus pendidikan untuk menjaring kandidat             serta bidang keahlian (talent pool).
      potensial serta memberikan pendidikan sebagai bekal menjadi calon pemimpin di masa depan       3. ​Tahapan Selection
      dari sumber eksternal.                                                                            Pekerja dikategorikan ke dalam talent class sesuai dengan capacity dan performance Pekerja.
  2. ​BRILiaN Banking Associate Program (BBAP)                                                          Hasil tersebut dikalibrasi sebagai dasar seleksi dan penetapan Top Talent di tahun tersebut.
      Program rekrutmen dan pendidikan untuk mempersiapkan Pekerja baru dengan level corporate           Pekerja yang terpilih sebagai Top Talent akan mendapatkan program pengembangan khusus
      title Associate baik bersumber dari eksternal dan internal yang bertujuan untuk mendukung          dalam rangka mempersiapkan Top Talent sebagai pool of successors atau future leaders.
      kinerja perusahaan sesuai standar operasional dan nilai-nilai yang berlaku di BRI.             4. ​Tahapan Development
  3. ​​BRILiaN Next Leader Program (BNLP)                                                               Pekerja akan diberikan development program sesuai kebutuhan berdasarkan talent cluster,
      Program rekrutmen dan pendidikan bagi Pekerja Internal BRI yang memiliki potensi besar            corporate title, role Pekerja, maupun career journey. Tahapan Development bertujuan untuk
      menjadi pemimpin perusahaan di masa depan.                                                        mengembangkan kompetensi Pekerja, mempersiapkan Pekerja menjalankan perannya, dan
  4. ​BRILiaN Specialist Hiring Program (BSHP)                                                          mengintegrasikan aspirasi karier Pekerja dengan kebutuhan Perusahaan. Beberapa development
      ​Program rekrutmen untuk pekerja yang memiliki kualifikasi keahlian di bidang tertentu dan        program antara lain soft competencies, leadership competencies, dan technical competencies.
       sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Rekrutmen pekerja melalui BSHP bertujuan untuk             5. Tahapan Succession
       memenuhi kebutuhan Bank dalam mengisi jabatan atau pekerjaan tertentu, yaitu:                    Tahapan ini merupakan proses pemilihan kandidat untuk ditempatkan sebagai suksesor melalui
       a. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk/aktivitas baru atau bidang baru karena               promosi atau rotasi talent pada suatu jabatan kritikal, melalui perencanaan suksesor. Tahapan
           pengembangan Organisasi Perseroan, di mana Perseroan belum memiliki pekerja yang             Succession menjadi tahapan bagi Perusahaan untuk mempersiapkan successor candidate dan
           mempunyai kualifikasi keahlian yang memadai di bidang tersebut.                              readiness sehingga keberlanjutan dari ketersediaan kandidat yang menduduki role tertentu
       b. Kekurangan jumlah pekerja yang mempunyai kualifikasi keahlian di bidang tertentu di mana      dapat dipenuhi secara strategis.
           pekerja internal yang menguasai bidang tersebut masih sangat terbatas.
       c. Kebutuhan pemenuhan pekerja tersebut bersifat mendesak di mana tidak dimungkinkan          Learning dan Development
           untuk mengembangkan keahlian pekerja internal dalam waktu singkat.​​                      ​​BRI percaya bahwa keberhasilan Perusahaan hanya dapat diraih dengan pengembangan human
  5. BRILiaN Internship Program (BIP)                                                                capital yang konsisten dan terarah. Hal ini meningkatkan komitmen terhadap organisasi, memberikan
       Program pemagangan untuk memberikan ruang bagi lulusan SMA/SMK, Mahasiswa atau Fresh          kepuasan kerja, mendukung pencapaian kinerja, hingga mempertahankan dedikasi dan loyalitas
      Graduate dalam mendapatkan pengalaman pelatihan kerja di Unit Kerja BRI sekaligus              para pekerja.
      memberikan support dalam pekerjaan Unit Kerja BRI.
  6. BRILiaN Scholarship Program (BSP)                                                               Pada dasarnya, seluruh pengembangan pekerja BRI dilakukan berdasarkan Framework Development
       Merupakan early recruitment program yang dapat menarik minat potential young generation       Program yang telah mencakup siklus perjalanan pekerja secara end-to-end. Dengan adanya
      serta sebagai sarana pembentukan karakter sebelum menjadi Pekerja BRI melalui Program          framework tersebut, maka setiap program pengembangan dapat diberikan secara tepat untuk
      Penerimaan Pekerja yang ada di Bank.                                                           mendukung kesiapan dan efektivitas pekerja sesuai peranannya masing-masing. Secara umum,
                                                                                                     siklus pengembangan pekerja terbagi dalam 4 (empat) fase, yaitu Onboarding, Performing,
  Manajemen Talenta                                                                                  Developing, dan Offboarding, dengan rincian penjelasan sebagai berikut:
  ​​ RI menerapkan Talent Management System sebagai framework pengelolaan talent BRI terintegrasi
    B
    yang mencakup 5 (lima) tahapan, yaitu Attraction, Identification, Selection, Development dan     Fase Onboarding
    Succession.                                                                                      Program pengembangan yang dirancang khusus bagi pekerja baru, baik new hire maupun new
    1. ​Tahapan Attraction                                                                           role, untuk memastikan kesiapan pekerja dalam menjalankan peranannya di unit kerja. Salah satu
        BRI telah menyiapkan talent source dan juga talent channel untuk menarik kandidat-kandidat   materi yang diberikan adalah digital knowledge access sebagai bagian dari digital transition
        terbaik untuk BRI. Beberapa program di antaranya adalah program rekrutmen melalui regular    program, seperti BRISPOT untuk tenaga pemasar, NDS untuk bagian operasional, dan sebagainya.
        recruitment dan talent scouting.                                                             Selain pembelajaran dalam kelas, materi juga diberikan dalam bentuk Playbook sehingga pekerja
                                                                                                     dapat mengakses dan mempelajari materi tersebut kapanpun dan dimanapun.
Page 186
                                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
                     Climate-related   Sustainability-related   General
                                                                General Sustainability
                                                                        Sustainability
Pengantar
                        Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                         Lampiran                                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   186




  Our People: Insan BRILiaN
  Fase Performing
  Program pengembangan ini dirancang bagi pekerja yang telah menduduki suatu jabatan dengan
                                                                                                          BRILiaN Leadership                  BRILiaN Bright              BRILiaN Specialist                   BRILiaN Leader
  tujuan capability boost atau penguatan kompetensi pekerja sesuai dengan jabatannya, sehingga               Development                       Scholarship                  Development                      Retirement Program
  mampu meningkatkan kinerja mereka. Materi yang umum diberikan pada seluruh jabatan adalah                Program (BLDP)                    Program (BBSP)                Program (BSDP)                          (BLRP)
  internalisasi budaya BRI. Hal ini penting untuk menjaga semangat Insan Brilian dalam
  mengimplementasikan nilai-nilai Brilian Way secara berkelanjutan.                                    Program Pendidikan untuk        Program beasiswa pendidikan    Program ini termasuk job            Program untuk mempersiapkan
  Fase Developing                                                                                      mempersiapkan Pekerja           pagi pekerja tetap BRI untuk   specific development training       Pekerja sebelum memasuki
                                                                                                       menjadi global leader melalui   menempuh pendidikan S2 luar    programs BRI untuk                  masa pensiun melalui
  Seluruh pekerja (mulai dari Band 1 s.d Band 6) secara berjenjang juga diberikan penguatan terhadap
                                                                                                       pengembangan leadership         negeri di top 30 universitas   pengembangan kompetensi             pembekalan pengetahuan,
  kemampuan leadership. Penguatan ini bertujuan untuk menciptakan leader yang mampu                    yang berkelanjutan dan          terbaik di dunia.              teknis (technical competency)       wawasan, dan keterampilan
  berorientasi strategis dan siap memimpin transformasi. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.341          komprehensif yang                                              yang memberikan penekanan           yang dibutuhkan untuk
  pekerja telah mengikuti Brilian Leadership Development Program (BLDP).                               memberikan penekanan pada                                      pada pengetahuan dan                menjalani masa pensiun.
                                                                                                       penguatan karakter, wawasan                                    keterampilan spesifik sesuai
  Fase Offboarding                                                                                     kebangsanaan, wawasan                                          kebutuhan kompetensi yang
  Program pengembangan bagi pekerja yang akan memasuki masa pensiun ini membekali pekerja              global, wawasan                                                dipersyaratkan untuk menjadi
  dengan keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjalani masa pensiun.          bisnis/perbankan, serta                                        spesialis di bidang tertentu
                                                                                                       wawasan teknologi.                                             dengan juga menyesuaikan
  Sepanjang tahun 2025, peserta yang telah mengikuti Brilian Leader Retirement Program (BLRP)
                                                                                                                                                                      pada kebutuhan perusahaan.
  mencapai 825 pekerja. Hal ini menjadi bukti kepedulian BRI terhadap kesejahteraan pekerja dengan
  mempersiapkan mereka untuk menjalani masa pensiun yang bermakna dan berdaya.                                 Tipe Program                     Tipe Program                   Tipe Program                        Tipe Program

                                                                                                       Leadership                      Leadership                     Digital transition                  Transition program for
                                                                                                       development                     development                    program, technical                  retiring and terminated
  Selain itu, dalam rangka mendukung layanan perbankan yang inklusif dan setara sejalan dengan         program                         program                        education                           employees
  Peraturan OJK, termasuk kepada penyandang disabilitas, BRI memberikan “Pendidikan Pelayanan                Learning Methods                 Learning Methods               Learning Methods                   Learning Methods
  Keuangan Kepada Penyandang Disabilitas” untuk jajaran Frontliner yang terdiri dari 113 pekerja
                                                                                                       Coaching or mentoring,                                         Coaching or mentoring,
  Customer Service, Teller, dan Security sepanjang tahun 2025. Program ini termasuk dalam training     in-class training               In-class training
                                                                                                                                                                      in-class training
                                                                                                                                                                                                          In-class training

  terkait diversity.                                                                                           Pekerja Tetap                    Pekerja Tetap           Pekerja Tetap dan Kontrak                 Pekerja Tetap


  Pelatihan Khusus sesuai Posisi dan Program Pelatihan Pengembangan Berbasis Pekerjaan [OJK                    Peserta 2025                     Peserta 2025                   Peserta 2025                        Peserta 2025

  F.22][GRI 404-2]                                                                                         1.341 pekerja                       2 pekerja                  84.621 pekerja                        825 pekerja
  ​​
  BRI menyediakan berbagai wadah untuk memberikan kesempatan belajar, meningkatkan
  kompetensi, dan mengembangkan karier pekerja. Program pengembangan yang diberikan
  diharapkan dapat mendukung kesuksesan pekerja ketika menduduki suatu posisi atau bidang
  pekerjaan tertentu. Pengembangan karier sejalan dengan promosi dan aspirasi karier pekerja
  berdasarkan hasil evaluasi pekerja sehingga sesuai dengan kapabilitas, kompetensi, dan arah
  karier. ​Sejak tahun 2015, BRI Corporate University memiliki 6 (enam) kampus yang tersebar di
  seluruh Indonesia. BRI Corporate University juga menaungi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sejak
  tahun 2019 dan merupakan pionir LSP pertama di industri perbankan yang memperoleh lisensi dari
  Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Surat Keputusan Nomor KEP.0351/BNSP/II/2020.
  Selanjutnya, berbagai program pengembangan talenta (talent development) untuk menjawab
  tantangan kompetensi masa depan telah dijalankan BRI, di antaranya:
Page 187
                                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related   General
                                                            General Sustainability
                                                                    Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   187




  Our People: Insan BRILiaN
  Certification Program (Mandatory and Non-Mandatory)                                                      SCP diterapkan secara konsisten di seluruh unit kerja dan dipantau secara berkala untuk memastikan
  Dukungan terhadap pembelajaran mandiri ini juga diwujudkan melalui dukungan bagi pekerja untuk           efektivitas implementasi. Melalui pendekatan ini, BRI memperkuat internalisasi nilai keberlanjutan
  memperoleh sertifikasi keahlian, baik yang bersifat wajib (mandatory) guna memenuhi standar              sebagai bagian integral dari budaya kerja, sehingga mendukung terciptanya organisasi yang
  regulasi pada peran spesifik, maupun sertifikasi pilihan (optional) untuk pengayaan kompetensi           bertanggung jawab dan berkelanjutan.
  individu. Pencapaian sertifikasi ini berfungsi sebagai bukti otentik atas penguasaan keahlian yang
  relevan dan diakui secara profesional di bidangnya masing-masing. Dengan demikian, setiap Insan          Pelatihan Kolaboratif dengan Lembaga Eksternal
  BRILiaN tidak hanya memiliki wawasan yang luas, tetapi juga kredibilitas teknis yang teruji untuk        Sebagai upaya standardisasi keahlian, BRI menyelenggarakan pelatihan kolaboratif dengan
  memberikan nilai tambah nyata bagi Perusahaan dan nasabah.                                               lembaga sertifikasi eksternal. Fokus utama dari program ini adalah membekali pekerja dengan
                                                                                                           sertifikasi keahlian yang relevan.
  Support for Self-Directed Learning
  ​BRI menyadari bahwa dinamika bisnis dan perkembangan teknologi menuntut setiap insan BRILiaN            Dalam perencanaan maupun pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi, LSP BRI juga bekerja sama
   untuk belajar dengan cepat, sehingga Bank memberikan dukungan penuh terhadap pembelajaran               dengan beberapa lembaga eksternal, antara lain Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),
   secara mandiri (self-directed learning) bagi seluruh Insan BRILiaN. ​      Melalui platform digital     Lembaga Sertifikasi Profesi – Lembaga Sertifikasi Profesional Perbankan (LSP-LSPP), LSP Sistem
  pembelajaran terintegrasi BRISMART, pekerja dapat mengakses berbagai materi kurikulum, modul             Pembayaran Indonesia (LSP SPI), Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan sebagainya.
  spesialisasi, hingga literatur bisnis yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.                    Langkah ini merupakan bentuk komitmen Perusahaan dalam memvalidasi kapabilitas talenta
                                                                                                           internal agar memiliki daya saing yang tinggi, sekaligus memastikan seluruh operasional bisnis
  ​Dengan memberikan kebebasan bagi pekerja untuk menentukan jalur pengembangan yang sesuai                dijalankan oleh praktisi yang memenuhi standar kualifikasi nasional maupun global.
   dengan minat dan aspirasi karier mereka, BRI tidak hanya membangun budaya pembelajar (learning
   culture) yang kuat, tetapi juga memastikan bahwa setiap talenta memiliki inisiatif tinggi dalam         Efektivitas dan Hasil Pembelajaran
   memperbarui kompetensinya guna mendukung transformasi berkelanjutan Perusahaan.                         ​​BRI memastikan bahwa setiap investasi pelatihan pengembangan pekerja menghasilkan dampak
                                                                                                           yang terukur melalui evaluasi efektivitas dan hasil pembelajaran yang komprehensif. BRI mengukur
  Pelatihan ESG untuk Pekerja [OJK E.2, F.1][GRI 2-24][GRI G4 FS4]                                         efektivitas pembelajaran tidak hanya dari tingkat kepuasan peserta, tetapi juga melalui peningkatan
  ​​Pemahaman pekerja mengenai keuangan berkelanjutan menjadi fondasi dalam mencapai strategi              kompetensi teknis, perubahan perilaku kerja yang positif, hingga kontribusinya terhadap pencapaian
  keberlanjutan. Maka dari itu, BRI mengintegrasikan konsep keuangan berkelanjutan ke dalam                target bisnis perusahaan.
  kurikulum pendidikan dan pelatihan pekerja, baik melalui pelatihan tatap muka maupun pembelajaran        ​
  daring (e-learning). ​​​​​​Pada tahun 2025 diadakan Understanding Checking terkait Financial Inclusion                                                Quantitative business impact
  kepada Insan BRILiaN yang diakses oleh 59.151 pekerja atau 69,63% dari seluruh insan BRILiaN.             Peningkatan Intensitas Pembelajaran
                                                                                                                                                        Program Onboarding Area Head
                                                                                                            Pada tahun 2025, rata-rata jam pelatihan    Hasil evaluasi salah satu BRILiaN Specialist Development Program
  Sustainability Culture [OJK F.1]                                                                          per pekerja mencapai 83 jam per tahun,      (BSDP) yaitu program onboarding untuk Area Head yang diikuti
  Sustainability Culture Program (SCP) telah diselenggarakan sejak tahun 2024 sebagai inisiatif             meningkat dibandingkan 79 jam per           oleh 74 peserta menunjukkan dampak bisnis yang signifikan,
  strategis untuk menanamkan dan memperkuat budaya keberlanjutan di seluruh Insan BRILiaN.                  tahun pada 2024, yang mencerminkan          antara lain:
  Program ini dirancang untuk mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke         perluasan    akses    serta    intensitas   • Peningkatan pencapaian low cost liquidity sebesar 114%, dan
                                                                                                            pembelajaran bagi seluruh Insan BRILiaN.    • Peningkatan effective distribution sebesar 100%
  dalam perilaku kerja sehari-hari melalui indikator yang terukur dan relevan dengan aktivitas
  operasional.
                                                                                                           Melalui sistem monitoring yang ketat dan dialog dengan pekerja secara berkala, BRI memastikan
  Pada aspek lingkungan, SCP mendorong pengelolaan aktivitas yang berpotensi menghasilkan                  bahwa ilmu dan keahlian yang diperoleh dari berbagai pelatihan dapat diterapkan secara langsung
  emisi gas rumah kaca, antara lain melalui pengendalian penggunaan kendaraan operasional dan              dalam operasional sehari-hari. Pendekatan berbasis hasil ini menjamin bahwa seluruh program
  peningkatan efisiensi energi listrik. Pada aspek sosial, program ini menitikberatkan pada                pengembangan pekerja mampu menghasilkan Insan BRILiaN yang lebih produktif, inovatif, dan siap
  pengembangan human capital melalui indikator partisipasi dalam pendidikan dan pelatihan.                 memberikan kontribusi maksimal bagi keberlanjutan bisnis Perusahaan.
  Sementara itu, pada aspek tata kelola, SCP menekankan kepatuhan terhadap sistem dan prosedur
  Perusahaan serta pencegahan pelanggaran yang dapat mempengaruhi penerapan good corporate
  governance.
Page 188
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General
                                                           General Sustainability
                                                                   Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   188




  Our People: Insan BRILiaN
  Pengelolaan Karir dan Kinerja                                                                             b. Memberikan solusi terbaik atau umpan balik yang efektif atas hambatan/masalah yang
  Perencanaan Karier yang Terdefinisi                                                                          berkaitan dengan kinerja Pekerja.
  BRI berkomitmen untuk menumbuhkan talenta terbaiknya melalui Perencanaan Karier sehingga                  c. Memberikan apresiasi terhadap pencapaian kinerja Pekerja sehingga dapat mencapai
  memberikan kejelasan jalur pertumbuhan profesional bagi setiap Insan BRILiaN. Hal ini dirancang              target selanjutnya yang lebih menantang.
  secara terukur untuk menyelaraskan aspirasi individu dengan kebutuhan perusahaan, sehingga                d. Sarana penyusunan individual development plan Pekerja.
  setiap pekerja memiliki career journey yang jelas sesuai dengan soft competencies, leadership          3. Performance Dialogue dilakukan berkesinambungan sepanjang periode kinerja dengan
  competencies, dan technical competencies yang dikembangkan. Adapun development program                    penjelasan:
  diberikan kepada Pekerja sesuai kebutuhan baik itu berdasarkan talent cluster, corporate title, role      d. Mandatory (wajib) dilakukan saat awal periode kinerja (melakukan perencanaan kinerja)
  pekerja, ataupun career journey.                                                                             dan akhir periode kinerja (melakukan evaluasi kinerja).
                                                                                                            e. Optional dilakukan di luar pelaksanaan mandatory sesuai kebutuhan masing-masing Pekerja
  Selain itu, dilakukan juga proses pemilihan kandidat untuk ditempatkan sebagai suksesor melalui              atau apabila Pekerja menunjukkan indikasi menurunnya kinerja yang ditunjukkan dari tanda-
  promosi atau rotasi talent pada suatu jabatan kritikal, melalui perencanaan suksesor. Proses ini             tanda: kualitas kerja tidak memuaskan, inisiatif rendah, menolak pekerjaan, komplain
  disebut tahapan succession di mana perusahaan mempersiapkan successor candidate dan                          meningkat, defensif, atau menghindari pekerjaan yang lebih menantang.
  readiness sehingga keberlanjutan dari ketersediaan kandidat yang menduduki role tertentu dapat
  dipenuhi secara strategis.                                                                             Tahap Evaluasi Kinerja (Evaluating)
                                                                                                         1. Proses untuk mempersiapkan dan melaksanakan evaluasi kinerja, termasuk melakukan review
  Regular Performance Appraisals and Feedback Process                                                       kembali perkembangan kinerja dan membandingkan pencapaian kinerja dengan sasaran kinerja
  Proses performance management appraisals Individu di BRI dikemas dalam satu rangkaian yang                yang ditetapkan (measuring employee performance)
  dinamakan BRI Continuous Performance Management (BRICORE). BRICORE merupakan proses                    2. Evaluasi dapat dilaksanakan oleh masing-masing Pekerja selama periode kinerja, baik itu
  berkesinambungan atau berkelanjutan yang dilaksanakan selama periode kinerja dan melalui 3                triwulanan, semesteran, maupun tahunan.
  (tiga) tahapan, yaitu planning (perencanaan), managing (pengelolaan), dan evaluating (evaluasi).       3. Evaluasi kinerja dilakukan dalam rangka monitoring kinerja (performance check-in) dan
  Proses pengelolaan kinerja (managing) merupakan proses yang berkelanjutan sepanjang periode               penilaian kinerja (performance appraisal).
  (continuous) yang diwujudkan dalam Performance Dialogue. Adapun tahapan siklus dimaksud                4. Penilaian kinerja masing-masing Pekerja (Performance Appraisal) berupa Individual
  adalah sebagai berikut:                                                                                   Performance Score (IPS) dan predikat kinerja individu
  Tahap Perencanaan Kinerja (Planning)                                                                   5. Untuk menghindari evaluasi kinerja yang kurang objektif, Pekerja agar menghindari kondisi-
  1. Merupakan proses untuk menetapkan sasaran kinerja Pekerja yang dalam tahapan ini terjadi               kondisi sebagai berikut:
      kesepakatan antara Pekerja dan Penilai serta memastikan keselarasan antara sasaran kinerja            I. Halo Effect, evaluasi kinerja yang hanya didasarkan pada sifat-sifat positif yang menonjol
      Pekerja dan sasaran kinerja Unit Kerja.                                                                    dari Pekerja yang dievaluasi.
  2. Tahap ini tidak hanya dilakukan pada awal periode kinerja (awal tahun) atau awal penugasan             II. Horn Effect, evaluasi kinerja yang hanya didasarkan pada sifat-sifat negatif yang menonjol
      pekerja pada suatu jabatan/bidang tugas baru dan Unit Kerja, namun dapat dilakukan secara                  dari Pekerja yang dievaluasi.
      berkala apabila dibutuhkan sepanjang selaras dengan sasaran kinerja Unit Kerja.                       III. Leniency, penilai cenderung mudah memberikan evaluasi yang baik kepada Pekerja.
  3. Penetapan sasaran kinerja tersebut tertuang dalam performance plan masing-masing Pekerja.              IV. Strictness, penilai cenderung sulit memberikan evaluasi yang baik kepada Pekerja.
                                                                                                            V. Central Tendency, penilai cenderung memberikan evaluasi yang berada di posisi tengah
  Tahap Pengelolaan Kinerja (Managing)                                                                           (antara baik dan buruk).
  1. Tahap pengelolaan kinerja melalui Performance Dialogue, yaitu kegiatan komunikasi dua arah             VI. Recency Error, penilai cenderung memberikan evaluasi terhadap prestasi kerja Pekerja
     antara Pekerja dan Penilai dalam bentuk effective dan constructive feedback untuk memperoleh                pada periode terakhir/belakangan (bukan keseluruhan kinerja selama periode penilaian).
     peningkatan kinerja individu yang berkesinambungan dan proses yang melekat pada
     keseluruhan tahapan BRICORE.                                                                        BRI menggunakan aplikasi MyCore sebagai tools penunjang untuk mendukung pelaksanaan
  2. Pelaksanaan Performance Dialogue direncanakan dengan baik (dedicated time) yang bertujuan:          BRICORE level Individu. Aplikasi tersebut digunakan oleh Pekerja dari tahap input performance plan
     a. Pekerja mengetahui peran dan kontribusinya terhadap pencapaian Unit Kerja.                       sampai dengan proses evaluasi kinerja. Pencapaian kinerja Perusahaan yang baik juga ditunjukkan
                                                                                                         dengan keselarasan pada Individual Performance Score (IPS) Pekerja.
Page 189
                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related   General
                                                            General Sustainability
                                                                    Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran                                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   189




  Our People: Insan BRILiaN
  Salah satu cara BRI dalam mengelola kinerja di tingkat Perusahaan, kinerja di tingkat Unit Kerja, dan   Remunerasi ditetapkan berdasarkan tingkat jabatan dan kompetensi secara objektif. Langkah ini
  kinerja di tingkat Individu adalah dengan adanya proses performance management. Hal ini bertujuan       diharapkan dapat menarik calon pekerja, mempertahankan pekerja kompeten; serta mendorong
  untuk memastikan kinerja Individu selaras dengan kinerja Perusahaan, mendorong motivasi Pekerja         motivasi pekerja untuk bisa berkontribusi maksimal terhadap perusahaan. Penetapan kompensasi
  untuk fokus mencapai target, serta mendukung terciptanya pencapaian kinerja terbaik. Perusahaan         dan manfaat diatur dalam Kebijakan Remunerasi Nomor: SE.36-DIR/HCS/12/2024 tanggal 30
  mengevaluasi proses manajemen kinerja individu Pekerja secara keseluruhan, termasuk                     Desember 2024. Perusahaan memberikan kompensasi tetap (fixed pay) seperti upah pokok dan
  pengelolaan Pekerja dengan kinerja di bawah standar minimal yang dipersyaratkan (underperform).         tunjangan, serta kompensasi tidak tetap (variable pay) seperti insentif dan bonus. Selain itu, insan
  Dalam mengelola Pekerja dengan kinerja underperform, BRI memiliki program Productivity &                BRILiaN juga menerima manfaat, seperti asuransi kesehatan, fasilitas perjalanan dinas, dan program
  Performance Enhancement Program (PPEP), yang bertujuan untuk mengoptimalkan Pekerja agar                pensiun.
  mampu menunjukkan kinerja sesuai dengan standar minimal yang dipersyaratkan oleh Perusahaan.
                                                                                                          ​​​​​Rasio kompensasi total tahunan yang terdiri dari nilai total gaji tahunan individu tertinggi terhadap
  Pada tahun 2025, BRI kembali mengimplementasikan Productivity & Performance Enhancement                 nilai tengah total gaji tahunan pekerja sebesar 26,67 pada tahun pelaporan. Hal ini disebabkan
  Program dengan berbagai dukungan selama proses pelaksanaannya, sebagai berikut:                         peningkatan nilai tengah kompensasi total pekerja (tidak termasuk individu dengan bayaran
  1. Pendampingan Buddy: Buddy dipilih oleh Pemimpin Unit Kerja.                                          tertinggi) sebesar 0,45%, sementara kompensasi total tahunan individu dengan bayaran tertinggi
  2. Training: Training dilaksanakan secara daring maupun luring.                                         meningkat 5,38% dibandingkan tahun 2024. Meskipun demikian, BRI tetap berkomitmen untuk
  3. Mentoring: Mentoring dilakukan langsung oleh atasan maupun pemimpin unit kerja terkait.              memberikan kompensasi yang kompetitif untuk seluruh pekerja dengan mengikuti Total Reward
  4. Coaching: Coaching dilakukan oleh atasan atau internal certified coach BRI.                          Survey melalui konsultan independen yang dilaksanakan setiap tahun, sehingga senantiasa
  5. Counseling: Melibatkan counselor yang ditunjuk Perusahaan.                                           menyesuaikan besaran remunerasi dengan benchmark industri perbankan. Survei dilaksanakan
                                                                                                          secara objektif dan sesuai peraturan yang berlaku tanpa adanya conflict of interest antara BRI dan
  Evaluasi Productivity & Performance Enhancement Program sudah dilakukan pada bulan Oktober              konsultan remunerasi. [GRI 2-20, 2-21]
  2025, di mana hasil evaluasi bahwa dari total 2.152 peserta terdapat 1.817 peserta yang lulus
  (pencapaian kinerja >90% dan/atau penyelesaian development plan 100% dari target yang                   BRI mematuhi penetapan Upah Minimum Regional (UMR) setiap daerah dengan memastikan gaji
  ditetapkan) dari Productivity & Performance Enhancement Program atau 84% dari total seluruh             untuk pekerja tingkat terendah di atas UMR. ​​​​Rata-rata upah terendah BRI di tahun 2025 adalah 1,09
  peserta PPEP. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan tren jumlah peserta PPEP yang lulus dibanding         kali UMR yang berlaku. Hal ini menjamin pemberian upah memperhatikan kelayakan biaya hidup
  tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dapat dinilai bahwa program PPEP                 pekerja sesuai lokasi bekerja mereka. [OJK F.20][GRI 202-1] Selain itu, BRI memberikan perlindungan dan
  berdampak positif terhadap peningkatan kinerja Pekerja.                                                 istirahat melahirkan kepada pekerja penuh waktu sebagai berikut. [GRI 401-2]

  Keberhasilan sistem manajemen kinerja ini tercermin nyata dalam pergerakan talenta di internal
                                                                                                           Jenis Manfaat        Nama Program                                        PKWTT         PKWT
  Bank. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 6.872 orang atau 8,09% dari total pekerja BRI berhasil
  mendapatkan promosi, yang membuktikan bahwa mekanisme evaluasi di BRI secara efektif menjadi             Asuransi Jiwa        • Jaminan Kematian                                  Ya            Sesuai Isi
  akselerator bagi pertumbuhan profesional pekerja yang berprestasi. [GRI 404-3].                                               • Santunan Duka                                                   Perjanjian
                                                                                                                                • Asuransi Jiwa & Personal Accident Pekerja
  Reward, Benefits & Pay Equity
                                                                                                           Asuransi             • Jaminan Kesehatan Nasional                        Ya            Sesuai Isi
  Kompensasi Yang Adil dan Perlindungan Sosial                                                             Kesehatan            • Asuransi Kesehatan Pekerja                                      Perjanjian
  BRI menjunjung prinsip kesetaraan dengan menerapkan strategi remunerasi berdasarkan penilaian
  objektif berbasis kinerja (performance-driven culture). BRI juga memberikan kenaikan upah kepada         Tanggungan           • Jaminan Kecelakan Kerja                           Ya            Sesuai Isi
  pekerja berdasarkan prestasi kerja (merit increase) yang besarnya tergantung dengan tingkat              Kecacatan dan        • Asuransi Jiwa & Personal Accident Pekerja                       Perjanjian
  jabatan, masa kerja, dan beban kerja. Insentif dan bonus diberikan untuk meningkatkan motivasi           Ketidakmampuan
  pekerja dalam mencapai target dan prestasi. Hal ini memastikan pengembangan karier setiap                Cuti                 • Cuti Melahirkan/Cuti Ayah                         Ya            Sesuai Isi
  pekerja berjalan tanpa diskriminasi [OJK F.18][3-3][GRI 405-2]                                                                • Cuti Tahunan                                                    Perjanjian
                                                                                                                                • Cuti untuk keperluan kesehatan/keluarga
Page 190
                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related    Sustainability-related      General
                                                               General Sustainability
                                                                       Sustainability
Pengantar
                   Disclosure           Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   190




  Our People: Insan BRILiaN
  Insentif Jangka Panjang Untuk Pekerja [GRI 401-2]                                                       Kebijakan Respectful Workplace
  BRI memberikan insentif jangka panjang dalam bentuk kepemilikan saham melalui dua program,              ​​BRI menegaskan komitmen terhadap kesetaraan dengan menerapkan Kebijakan Berperilaku Saling
  yakni Program Alokasi Saham Pekerja (Employee Stock Allocation/ESA) dan Program Opsi Saham              Menghargai di Tempat Kerja (Respectful Workplace Policy), sebagaimana dicantumkan dalam Surat
  Pekerja (Employee Stock Option Plan/ESOP) yang dilaksanakan sejak tahun 2016. ESA diberikan             Direksi nomor SK.B.1221-DIR/HCS/07/2022. Adapun Respectful Workplace Policy memiliki beberapa
  melalui empat tahapan kepada seluruh level pekerja yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh          prinsip dengan rincian, sebagai berikut:
  BRI, meliputi masa kerja, kinerja individu, dan rekam jejak pekerja dalam menjalani tanggung
  jawabnya. Sementara itu, ESOP merupakan opsi pembelian saham dengan harga khusus. Kedua                                                    Prinsip Respectful Workplace Policy
  program ini diberikan kepada pekerja level tertentu yang termasuk High Potential Talent dan Value
  Creator BRI sebagai inisiatif untuk meningkatkan rasa memiliki (sense of ownership) mereka.


            Program Alokasi Saham Pekerja                       Program Opsi Saham Pekerja
                        (ESA)                                            (ESOP)
                                                                                                            Mengakui       dan     menghargai     Pemimpin unit kerja menjamin        Menciptakan    dan    membangun
                                                                                                            perbedaan dalam lingkungan kerja      setiap pekerja tidak diperlakukan   lingkungan kerja yang saling
      Lembar Saham
      2024                 967.718.000                      Lembar Saham
                                                            2024                148.926.100                 yang beragam dengan berbagai
                                                                                                            macam latar belakang etnis, ras,
                                                                                                                                                  berbeda karena karakteristiknya
                                                                                                                                                  serta memiliki kesempatan akses
                                                                                                                                                                                      menghargai,
                                                                                                                                                                                      diskriminasi,
                                                                                                                                                                                                     tidak   melakukan
                                                                                                                                                                                                      kekerasan,   dan
                                                                                                            kebangsaan, warna kulit, usia,        sarana dan prasarana yang sama      pelecehan dalam bentuk apapun.

                            83.597.400                                                             -
      Penambahan                                            Penambahan                                      agama, jenis kelamin, disabilitas,    dan adil.
      lembar saham                                          lembar saham                                    sudut pandang atau karakteristik
      pada tahun 2025                                       pada tahun 2025                                 individu lainnya untuk mendorong
                                                                                                            lingkungan kerja yang produktif.

  Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI)

  ​BRI menjunjung tinggi prinsip Kesempatan Kerja yang Setara (Equal Employment Opportunity) dan          Kebijakan HC Anti-diskriminasi
  mengintegrasikannya ke dalam kebijakan HC yang non-diskriminatif guna memastikan setiap                 BRI telah menjadikan prinsip tersebut sebagai kebijakan internal melalui Surat Direksi Nomor B.1221-
  individu diperlakukan adil tanpa memandang latar belakang. Komitmen ini diperkuat melalui               DIR/HCS/07/2022 perihal Respectful Workplace Policy (Kebijakan Berperilaku Saling Menghormati
  penerapan Kebijakan Lingkungan Kerja yang Saling Menghormati (Respectful Workplace Policy)              di Tempat Kerja). Hal-hal yang tercantum dalam surat tersebut adalah sebagai berikut:
  serta Komitmen Praktik Ketenagakerjaan yang sehat, demi menciptakan ruang kerja yang aman,              1. definisi respectful workplace, diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan;
  inklusif, dan bebas dari segala bentuk pelecehan maupun diskriminasi.                                   2. kriteria perbuatan diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan;
                                                                                                          3. prinsip-prinsip respectful workplace; dan
  Kesetaraan Peluang dalam Bekerja [OJK F.18] [GRI 2-23]                                                  4. tindakan pencegahan, penanganan, dan pengawasan.
  ​​BRI berkomitmen untuk senantiasa menjadi tempat kerja yang inklusif dan setara dengan menjunjung
  tinggi prinsip kesetaraan, keberagaman, dan anti-diskriminasi bagi pekerja yang beragam.                ​Perusahaan menekankan pendekatan top down dengan mewajibkan para BRI Leaders sebagai role
  Perusahaan memberikan kesempatan berkembang yang sama bagi pekerja tanpa memandang                       model dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kondusif, dan produktif untuk
  jenis kelamin, usia, suku, agama, ras, atau faktor diskriminatif lainnya. Kebijakan anti-diskriminasi    menjunjung tinggi hak asasi dan meningkatkan produktivitas semua insan BRILiaN. [GRI 2-24]
  BRI yang komprehensif telah menjadi bagian dari semua aspek manajemen human capital, termasuk
  rekrutmen, pengembangan karier, dan remunerasi.
Page 191
                                                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                     Climate-related             Sustainability-related               General
                                                                                      General Sustainability
                                                                                              Sustainability
Pengantar
                        Disclosure                    Disclosure                        Topic Disclosure
                                                                                                                        Lampiran                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   191




  Our People: Insan BRILiaN
  Memperkuat Budaya Perusahaan

  Membangun Budaya Perusahaan[F.1] [GRI 2-23]
                                                                                                                                               Internalisasi Budaya
                                                                                                                                               Transformasi BRI dijalankan dengan dua fokus utama, yaitu penguatan aspek bisnis dan
                                                                                                                                               pengembangan budaya perusahaan. Dalam kerangka tersebut, budaya perusahaan diposisikan
                                                                                                                                               sebagai salah satu fondasi strategis dalam mendukung pencapaian visi dan misi Perseroan serta
                                                                                                                                               menjadi bagian integral dari strategi perusahaan. Sejalan dengan hal tersebut serta untuk
                                                                                                                                               memastikan implementasi transformasi BRI yang konsisten dan terukur, BRI Group secara
     BRI One Culture merupakan pedoman budaya perusahaan yang berorientasi pada pencapaian                                                     berkelanjutan melaksanakan berbagai upaya internalisasi nilai dan inisiatif budaya kerja.
     kinerja secara berkelanjutan guna mendukung terwujudnya visi Perseroan. BRI One Culture
     berlandaskan Brilian Way yang berfungsi sebagai nilai dan perilaku utama yang
                                                                                                                                               Perjalanan Transformasi Budaya BRI
     diinternalisasikan dalam aktivitas kerja sehari-hari seluruh insan BRILiaN.
                                                                                                                                               Perjalanan Transformasi Budaya BRI merupakan upaya berkelanjutan yang secara terarah
                                                                                                                                               menekankan pengembangan dan penguatan budaya kerja sebagai penggerak utama dalam
     Pada tanggal 14 Juli 2025, BRI secara resmi menetapkan Brilian Way sebagai budaya kerja
                                                                                                                                               mendukung agenda transformasi perusahaan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai inisiatif,
     yang menjadi pedoman perilaku Insan BRILiaN dalam menjalankan peran, tugas, dan tanggung
                                                                                                                                               program untuk membentuk perilaku, pola pikir dan cara kerja Insan Brilian agar selaras dengan arah
     jawabnya. Brilian Way merefleksikan karakter dan nilai utama (values) Insan BRILiaN sebagai
                                                                                                                                               strategis perusahaan.
     penggerak utama kinerja dan transformasi Perusahaan. Brilian Way dirumuskan melalui proses
     kolaboratif dan partisipatif antara jajaran Direksi bersama dengan Insan BRILiaN sehingga
                                                                                                                                               BRI menyusun Roadmap Culture Transformation hingga 2030 sebagai kerangka strategis jangka
     menegaskan komitmen BRI dalam memperkuat budaya perusahaan sebagai pilar strategis
                                                                                                                                               panjang untuk memastikan budaya perusahaan secara konsisten mendorong perilaku yang selaras
     akselerasi transformasi dan pencapaian aspirasi jangka panjang Perusahaan. Brilian Way
                                                                                                                                               dengan strategi bisnis dan keberlanjutan Perusahaan, mencakup antara lain:
     terdiri dari 5 (lima) values utama, yaitu Integrity, Collaborative, Accountability, Growth Mindset,
                                                                                                                                               1. Internalisasi Brilian Way secara menyeluruh.
     dan Customer Focus. Masing-masing values ini memiliki 3 (tiga) perilaku utama yang
                                                                                                                                               2. Pemberdayaan Change Leader dan Change Agent sebagai role model budaya.
     diharapkan dapat dijalankan oleh seluruh Insan BRILiaN dengan rincian sebagai berikut:
                                                                                                                                               3. Integrasi budaya dalam seluruh siklus Human Capital mulai dari rekrutmen, pengembangan,
                                                                                                                                                   hingga pengelolaan kinerja.
                                                                                                                                               4. Penguatan sistem pengukuran budaya yang berbasis data.

    Definition                  Definition                  Definition                     Definition                  Definition              Upaya ini didukung oleh fondasi pengelolaan Human Capital, penciptaan lingkungan kerja yang
    Menjunjung tinggi           Bersinergi dan              Tanggung jawab penuh           Adaptif, inovatif, dan      Berempati memberikan    kolaboratif dan positif, serta strategi komunikasi yang terintegrasi melalui berbagai kanal internal
    profesionalisme, etika,
    dan kejujuran dengan
                                berkontribusi aktif
                                untuk mencapai tujuan
                                                            terhadap
                                                            pengembangan people,
                                                                                           terbuka terhadap
                                                                                           proses pembelajaran di
                                                                                                                       layanan & solusi yang
                                                                                                                       sesuai dengan
                                                                                                                                               dan eksternal.
    mempertimbangkan            bersama                     disiplin dalam eksekusi        setiap tahap perubahan      kebutuhan nasabah
    risiko dalam setiap                                     untuk mencapai hasil
    tindakan                                                optimal



    Perilaku Utama              Perilaku Utama              Perilaku Utama                 Perilaku Utama              Perilaku Utama

   • Bekerja profesional,      • Menempatkan               • Bertanggung jawab            • Memiliki pola pikir       • Memberikan layanan
     menerapkan tata kelola      kepentingan                 untuk tumbuh sehat dan         inovatif untuk selalu       cepat, akurat, dan
     dan manajemen risiko        Perusahaan di atas          sustain                        maju dan berkembang         memenuhi kebutuhan
     yang terukur                kepentingan pribadi dan   • Menerapkan disiplin          • Tangguh dan pantang         nasabah
   • Konsisten dalam             tim                         eksekusi untuk hasil           menyerah dalam            • Selalu membina
     perkataan dan             • Membangun komunikasi        optimal                        mencapai kinerja            hubungan baik dengan
     perbuatan                   terbuka berdasarkan       • Terus melakukan                terbaik                     nasabah untuk
   • Tidak mentolerir setiap     asas saling percaya         pengembangan diri dan        • Terbuka terhadap            kepentingan
     bentuk pelanggaran dan    • Berani berpendapat dan      tim                            masukan dan kritik yang     Perusahaan
     gratifikasi                 berkontribusi secara                                       membangun                 • Menjaga kerahasiaan
                                 aktif untuk mencapai                                                                   dan keamanan data
                                 tujuan bersama                                                                         nasabah
Page 192
                                                                                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                           Climate-related                           Sustainability-related            General
                                                                                                       General Sustainability
                                                                                                               Sustainability
Pengantar
                              Disclosure                                  Disclosure                     Topic Disclosure
                                                                                                                                            Lampiran                                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   192




  Our People: Insan BRILiaN
  Aspek Internalisasi Budaya Kerja
  Sepanjang 2025, BRI telah menjalankan berbagai inisiatif strategis dalam internalisasi budaya kerja                                                                     Internalisasi Brilian Way BRI Group
  yang selaras dengan framework BRI One Culture. Internalisasi BRI One Culture difokuskan pada 4
  (empat) aspek utama, yaitu:
                                                                                                                                                                                                   Board of Management BRI secara langsung melaksanakan Kick
                                                                                                                                                                                                          Off Brilian Way di wilayah binaan masing-masing

                                      Change Story / Campaign                        Strengthening                  Promoting                     Change Leader &
                                     secara kontinu meyakinkan                                                                                    Change Agent
                                  pentingnya perubahan budaya                       Corporate Values                Role Model                    empowerment
                                      melalui @lifeatbri, BRILiaN                                                                                 (Training &

         4 Aspek
                                           Apps, poster/artefak                                                                                   Reinforcement
                                                                                                                                                  Program)


     Internalisasi                                                      “I Understandˮ                                        “I See Itˮ

      Brilian Way
                                   Optimalisasi fungsi dan usage
                                                                                                                                                                                                        Region 10 & 11
           Untuk memastikan
    berjalannya implementasi       BRILiaN Apps dan BRISMART                                                                                                                                        Semarang dan Yogyakarta
                                     sebagai sistem pendukung          “I Have Systemˮ                                     “I Am Capableˮ                                                                                          Region 12 & 13
      Corporate Values, maka
   beberapa inisiatif dilakukan
                                   implementasi Culture (Rookie
                                       Buddy, Portal Inovasi, dan
                                                                                                                                                  Penajaman Material                                                            Surabaya dan Malang
                                                                                                                                                  Culture & Assignments
              secara kontinu.                    Monitoring CAP)                                                                                  untuk kurikulum BFLP
                                   Penyelarasan Culture pada HC
                                  Lifecycle, meliputi Recruitment,
                                                                                     Management                Competence & Skill
                                            Onboarding, L&D, dan                       System                    Development
                                       Performance Management




  1. Strengthening Corporate Values (I Understand)
     Strengthening Corporate Values merupakan fondasi utama dalam memastikan setiap Insan
     BRILiaN memiliki pemahaman yang utuh terhadap Core Values BRI beserta definisi dan perilaku
     utamanya. BRI secara berkelanjutan melakukan internalisasi nilai-nilai utama melalui pendekatan
     komunikasi (change story/campaign) yang konsisten, pemanfaatan berbagai kanal internal                                                                               Sebagai bagian dari penguatan budaya perusahaan, Direksi BRI melaksanakan sosialisasi Brilian
     seperti Media Sosial @lifeatbri dan BRILiaN Apps, serta penggunaan artefak dan simbol budaya                                                                         Way secara langsung melalui rangkaian kegiatan Kick Off Brilian Way di Regional Office binaan
     kerja.                                                                                                                                                               masing-masing. Kegiatan ini menjadi sarana strategis bagi Direksi untuk menyampaikan arah,
  2. Promoting Role Model (I See It)                                                                                                                                      makna, serta ekspektasi penerapan Brilian Way secara langsung kepada Insan BRILiaN di seluruh
     Promoting Role Model menekankan peran kepemimpinan sebagai penggerak utama budaya                                                                                    Unit Kerja Operasional. Pendekatan ini memperkuat rasa kepemilikan (sense of ownership) Insan
     kerja BRI. Seluruh pemimpin Unit Kerja di BRI berperan sebagai Culture Leader yang secara aktif                                                                      BRILiaN dan menegaskan bahwa transformasi budaya merupakan agenda bersama.
     menjadi teladan dalam menerapkan Brilian Way. Peran mereka sebagai Leader ditopang oleh
     Change Agent yang ada di setiap Unit Kerja. Inisiatif ini diperkuat melalui program pemberdayaan                                                                     BRI juga memastikan bahwa implementasi Brilian Way telah diselaraskan di seluruh entitas dalam
     Culture Leader dan Change Agent untuk memastikan konsistensi perilaku dan pesan budaya di                                                                            BRI Group, termasuk 10 perusahaan anak. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan
     seluruh lini organisasi.                                                                                                                                             mempertimbangkan karakteristik bisnis, tingkat kematangan organisasi, dan kebutuhan strategis
  3. Competence & Skill Development (I Am Capable)                                                                                                                        masing-masing entitas. Selain itu BRI juga melakukan beberapa inisiatif untuk memastikan
     Competence & Skill Development berfokus pada penguatan kapabilitas Insan BRILiaN agar                                                                                internalisasi Brilian Way dapat dipahami dan dijalankan oleh seluruh Insan Brilian diantaranya
     selaras dengan Brilian Way. Internalisasi budaya diintegrasikan secara sistematis ke dalam                                                                           sebagai berikut:
     seluruh Program Pengembangan Pekerja, termasuk materi onboarding bagi new hire dan                                                                                   1. Pengelolaan Culture Team
     program refreshment bagi Pekerja eksisting.                                                                                                                             Dalam rangka untuk mengoptimalkan pengelolaan Budaya Kerja BRI dan implementasi BRI One
  4. Management System (I Have System)                                                                                                                                       Culture di Unit Kerja, maka diperlukan peranan aktif dari Culture Team untuk menjadi role model
     Management System merupakan aspek pendukung strategis yang memastikan pengelolaan                                                                                       dalam menginternalisasi nilai-nilai budaya kerja BRI. Culture Team terdiri atas Change Leader
     Budaya Kerja BRI berjalan secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. BRI secara konsisten                                                                          (CL), Change Agent (CA) dan Change Agent Koordinator (CAK) yang berperan aktif memastikan
     mengembangkan BRILiaN Apps sebagai platform utama implementasi budaya, termasuk                                                                                         keberhasilan culture program yang mendorong behavior untuk peningkatan kinerja.
     dukungan terhadap aplikasi BRISMART & Portal Budaya Kerja dan Inovasi, program BRILiaN                                                                               2. Penyelarasan Brilian Way di Siklus Human Capital BRI
     Rookie Buddy, serta sistem monitoring Culture Action Program (CAP) yang terintegrasi dan                                                                                BRI menjadikan budaya kerja sebagai landasan dalam pengelolaan Human Capital untuk
     berbasis data. Sejalan dengan itu, BRI juga melakukan penyelarasan Budaya Kerja secara                                                                                  memastikan keberlanjutan kinerja organisasi. Budaya kerja secara sistematis diintegrasikan ke
     menyeluruh pada siklus Human Capital, mulai dari recruitment, pengembangan Learning &
     Development, hingga Performance Management.
Page 193
                                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General
                                                          General Sustainability
                                                                  Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   193




  Our People: Insan BRILiaN
     dalam seluruh tahapan Human Capital Lifecycle, mulai dari rekrutmen, onboarding, learning &
     development, manajemen kinerja, hingga pengembangan dan suksesi karier.                         Kesejahteraan Fisik “Happy Physicˮ [GRI 403-3, 403-6]
  3. Culture Measurement                                                                             BRI memprioritaskan kesejahteraan fisik pekerja melalui implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan
     Untuk memastikan Brilian Way dipahami dan dijalankan secara konsisten, BRI melakukan            Kesehatan Kerja (SMK3). Selain itu, BRI memfasilitasi healthy program initiative berupa General Medical
                                                                                                     Check-Up kepada pekerja secara berkala dan kegiatan donor darah rutin setiap triwulan yang
     pengukuran budaya (culture measurement) secara rutin dan terarah. Pengukuran dilakukan          diselenggarakan oleh Human Capital Service Group bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
     terhadap pemahaman pekerja atas nilai, definisi dan perilaku utama Brilian Way, penerapan
     budaya pada tingkat Unit Kerja, serta keteladanan (role modeling) manajemen dalam menjalankan
     nilai & perilaku utama tersebut.
  4. BRI Excellence Award                                                                            Kesejahteraan Sosial “Happy Socialˮ
     BRI Excellence Award (BEA) merupakan salah satu bentuk apresiasi tertinggi yang diberikan BRI   BRI memenuhi kesejahteraan sosial pekerja dengan menciptakan lingkungan kerja positif, yang menghargai
     kepada pekerja dan unit kerja BRI yang secara konsisten memberikan kinerja terbaik dalam        hubungan personal maupun profesional yang harmonis. Komitmen ini diwujudkan melalui BRILiaN
                                                                                                     Community, sebuah ekosistem yang menaungi 28 komunitas di bidang olahraga (sport), seni (art), serta
     mencapai target yang telah ditetapkan Perusahaan. Pelaksanaan BEA di tahun 2026 diberikan       sosial (social). Dikelola hingga tingkat regional, komunitas ini berfungsi sebagai wadah inklusif bagi Insan
     kepada Unit Kerja dan Pekerja terbaik berdasarkan pencapaian di tahun 2025.                     BRILiaN untuk menyalurkan hobi, memperkuat kolaborasi, dan membangun interaksi yang sehat di luar
                                                                                                     batasan formal pekerjaan.

  Culture Team[F.1][GRI 2-23]                                                                        Lebih dari sekadar penyaluran minat, BRILiaN memiliki peran strategis dalam:
                                                                                                     • Mendukung work-life balance, sehingga menciptakan keseimbangan antara tuntutan profesional dan
  Internalisasi budaya menjadi elemen kunci dalam membangun budaya keberlanjutan di BRI serta          aktualisasi diri lewat penyaluran hobi dan minat.
  memperkuat penerapan BRI One Culture di seluruh unit kerja. Untuk mendukung hal tersebut, BRI      • Memperkuat budaya kolaboratif dengan meningkatkan keterlibatan dan kekompakan antar unit kerja serta
                                                                                                       antar wilayah melalui aktivitas bersama dan ajang kompetisi.
  mengembangkan Culture Team yang terdiri dari Change Leader (CL), Change Agent (CA), dan            • Menjadi saluran komunikasi informal antara pemimpin dan pekerja untuk menyampaikan informasi
  Change Agent Koordinator (CAK). Culture Team berperan memastikan efektivitas implementasi            maupun aspirasi.
                                                                                                     • Mengembangkan talenta non-profesional sekaligus sarana kampanye positif untuk memperkuat citra
  budaya perusahaan melalui pembentukan perilaku kerja yang selaras dengan nilai-nilai BRI dan
                                                                                                       perusahaan di mata pemangku kepentingan.
  mendukung peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Sebagai role model di unit kerja, Culture Team
  berperan dalam mengawal implementasi nilai Brilian Way sehingga terbentuk perilaku kolektif yang   Melalui BRILiaN Community, setiap Insan BRILiaN diberikan ruang untuk bertemu, berbagi, dan belajar
                                                                                                     bersama. Ketika merasa dihargai dan terlibat secara aktif, pekerja dapat meningkatkan nilai diri dan
  produktif dan bertanggung jawab. Change Leader memegang peran strategis dalam menjadi role         kompetensinya, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan inovasi, kinerja, dan
  model sehingga Culture Activation Program (CAP) yang merupakan aktivitas yang mampu                produktivitas insan BRILiaN secara keseluruhan.

  mendukung pencapaian KPI dapat berjalan di Unit Kerja.Culture Team memastikan nilai budaya
  terinternalisasi secara menyeluruh, sekaligus berfungsi sebagai penghubung komunikasi internal
  yang efektif antara manajemen dan unit kerja. Keberadaan Culture Team mendukung pengambilan        Kesejahteraan Mental “Happy Mindˮ
  keputusan yang adaptif dan penguatan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.                      BRI memberikan perhatian mendalam pada aspek kesejahteraan mental guna memastikan setiap pekerja
                                                                                                     mampu mengelola emosi, informasi, dan tekanan kerja secara sehat dan seimbang. Dukungan ini
                                                                                                     diwujudkan melalui penyediaan berbagai kanal edukatif seperti webinar maupun Podcast mengenai
  Kesejahteraan Pekerja​                                                                             kesehatan mental yang disampaikan oleh psikolog. Lebih lanjut, BRI juga menyediakan Teman Cerita
                                                                                                     BRILiaN, yang merupakan layanan konseling one-on-one bersama psikolog, yang dapat dilakukan oleh
                                                                                                     Insan BRILiaN secara tatap muka ataupun daring.
  BRI berkomitmen menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan melalui program
  employee well-being yang komprehensif serta penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan
  Kerja (K3) yang ketat demi menjamin keamanan seluruh insan BRI di lingkungan kerja. Perusahaan     Aspek Finansial “Happy Financialˮ
  juga senantiasa memelihara hubungan industrial yang harmonis dengan menjunjung tinggi              Melalui pemberian edukasi dan peningkatan literasi keuangan, BRI membekali pekerja dengan kemampuan
  kebebasan berserikat dan perjanjian kerja bersama (collective bargaining), sebagai fondasi dalam   pengelolaan keuangan pribadi secara bijak. Inisiatif seperti webinar/Podcast Literasi Keuangan
                                                                                                     menyediakan akses pengetahuan mengenai perencanaan investasi, manajemen aset, hingga pengelolaan
  menciptakan iklim kerja yang kolaboratif, adil, dan sejahtera bagi seluruh karyawan.               arus kas keluarga. Melengkapi pemahaman tersebut, BRI menyediakan employee welfare credit melalui
                                                                                                     produk BRIGuna Kawan sebagai fasilitas fleksibel yang dapat dioptimalkan pekerja untuk mendukung
                                                                                                     kebutuhan proteksi dan kesejahteraan mereka. Dengan pemahaman finansial yang kuat disertai dukungan
  Program Kesejahteraan Pekerja [GRI 403-6, 403-7]                                                   yang tepat, Insan BRILiaN diharapkan dapat membangun kemandirian ekonomi dan menjalani kehidupan
  Perusahaan senantiasa mewujudkan 4 (empat) aspek BRILiaN well-being, yang terdiri dari aspek       yang berkualitas tanpa tekanan finansial, sehingga mampu memberikan fokus dan kontribusi maksimal
  fisik, sosial, mental, dan finansial sejalan dengan Employee Well-Being Policy.                    terhadap pencapaian strategis Perusahaan.
Page 194
                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related   General
                                                             General Sustainability
                                                                     Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   194




  Our People: Insan BRILiaN
  Tempat Kerja Ramah Keluarga [OJK F.21]                                                                     melalui sistem aplikasi pekerja yang memastikan adanya persetujuan atasan serta pemberian
  ​​BRI memahami bahwa setiap insan BRILiaN merupakan bagian tidak tergantikan dari keluarga                 kompensasi yang sesuai bagi pekerja yang melaksanakan kerja lembur.
  mereka. Maka dari itu, Perusahaan berkomitmen lebih untuk menjadikan BRI sebagai tempat kerja
  yang ramah terhadap keluarga pekerja. ​BRI mendukung pekerja Perempuan melalui kebijakan dan               Pengelolaan Pengaduan Pekerja [GRI 2-26]
  dukungan fasilitas terkait kehamilan dan perawatan anak. Setiap karyawan pekerja perempuan                 ​BRI menjamin perlindungan bagi pekerja dari tindakan diskriminasi, pengucilan atau pembatasan,
  mendapatkan hak cuti melahirkan selama tiga bulan yang dibayar penuh, sehingga memungkinkan                 pelecehan seksual dan non-seksual, perundungan, serta berbagai bentuk kekerasan fisik, verbal,
  mereka untuk fokus pada persiapan proses persalinan hingga perawatan anak pada bulan awal                   dan mental lainnya, sebagai bagian pengelolaan human capital. Penegasan ini juga telah tertuang
  kelahirannya.                                                                                               dalam kebijakan maupun webinar mengenai Respectful Workplace Policy (RWP) yang perlu
                                                                                                             diterapkan dan ditekankan kepada insan BRILiaN di seluruh Unit Kerja. Pelaku yang merugikan
  BRI juga memberikan cuti ayah yang dibayar kepada pekerja laki-laki untuk mendampingi proses               pekerja akan diproses sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku dan jika terbukti, akan
  persalinan istri mereka paling lama tiga hari kerja. Untuk para pekerja yang menjadi ibu menyusui,         mendapatkan sanksi tegas hingga pemutusan hubungan kerja.
  kantor-kantor BRI memiliki ruang menyusui yang nyaman. Pada beberapa kantor BRI juga tersedia
  Childcare facilities berupa daycare yang memungkinkan pekerja menitipkan anak mereka selama                ​Pekerja dapat menyampaikan pengaduan dan pertanyaan melalui sarana komunikasi internal bagi
  bekerja.                                                                                                    pekerja seperti Call Center Human Capital, BRI Human Capital Assistant dan menu BASIC pada
                                                                                                              BRILiaN Apps yang dikelola oleh Human Capital Service Group (HSC) maupun sistem pelaporan
  ​Kebijakan cuti dan izin kerja untuk pekerja BRI memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan            pelanggaran perusahaan (Whistleblowing System). Jika diperlukan, pekerja dapat mengajukan sesi
   yang berlaku terkait ketenagakerjaan yang ketentuannya diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama               coaching dengan coach internal BRI ataupun sesi konsultasi dengan konselor eksternal. BRI
   (PKB). Insan BRILiaN dapat mengajukan cuti tahunan dan mandatory leave (wajib 5 hari berturut-             menjamin kerahasiaan informasi yang disampaikan maupun identitas pekerja dalam proses
  turut sebagai bagian dari cuti tahunan). Selain itu, pekerja dapat mengambil cuti yang dibayar untuk        pengaduan dan pengajuan sesi.
  keperluan lainnya, seperti pernikahan, menstruasi, serta merawat anggota keluarga yang sakit
  maupun menghadiri pemakaman keluarga.                                                                      Keterlibatan Pekerja
                                                                                                             Sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam menerapkan praktik pengelolaan sumber daya
  Pengelolaan Waktu Kerja [OJK F.21]                                                                         manusia yang berkelanjutan, Perusahaan secara berkala melakukan evaluasi keterikatan karyawan
  ​​Insan BRILiaN dengan tugas dan tanggung jawab tertentu dapat melakukan kerja jarak jauh (remote          melalui Employee Engagement Survey (EES). Pada Employee Engagement Survey (EES) yang
  working) sehingga memiliki fleksibilitas untuk bekerja dari mana saja tanpa perlu datang ke kantor.        dilakukan tahun 2024, sebanyak 73,4% pekerja BRI menunjukkan keterlibatan yang cukup tinggi di
  Selaras dengan inisiatif tersebut, salah satu manifestasi konkret dari evolusi corporate culture           skala 3,51 dari 4. Hasil tersebut mewakili kepuasan kerja yang dirasakan para insan BRILiaN.
  adalah penerapan New Way of Working yang merepresentasikan pergeseran dari model kerja                     Bersamaan dengan tingkat rata-rata kepuasan pekerja yang cukup tinggi, tingkat perputaran
  tradisional menuju pendekatan yang lebih fleksibel, digital, dan berpusat pada manusia.                    pekerja secara sukarela, hanya 1,24% pada tahun 2025, menandakan retensi pekerja yang lebih
                                                                                                             tinggi dibandingkan industri perbankan lainnya.
  ​The New Way of Working mencakup fleksibilitas lokasi dan waktu kerja, optimalisasi teknologi
   digital, serta transformasi budaya organisasi yang mendukung kolaborasi jarak jauh dan
   kesejahteraan pekerja. Work From Anywhere (WFA), Work From Home (WFH) ataupun Work From                       2024                                            2024
   Satellite Office (WFS) merupakan penerapan dari The New Way of Working. BRI memiliki fasilitas                Employee Engagement                             Survey Scope
   Remote working place (BRI Work) yang berlokasi di Gedung RO Jakarta 3, KC Bintaro, KCP Bekasi,
   dan KC Dewi Sartika Bogor. Lebih dari itu, BRI juga menerapkan flexible working hours untuk unit
  dan grup kerja divisi-divisi yang memiliki periode kerja intensif. Inisiatif ini mendukung kesejahteraan
  pekerja dan juga peran mereka untuk keluarganya.                                                                             3,51/4,00                                               73,4%
  Untuk memastikan pengelolaan waktu kerja yang tertib, BRI menerapkan sistem pencatatan
  kehadiran (attendance system) yang merekam data clock-in dan clock-out pekerja di seluruh unit
  operasional serta terintegrasi dengan sistem penggajian. Sistem ini digunakan untuk memantau jam
  kerja pekerja termasuk pengelolaan lembur sesuai dengan kebijakan perusahaan dan ketentuan                 Pada tahun pelaporan ini, Perusahaan melakukan penyempurnaan metodologi, instrumen, dan
  ketenagakerjaan yang berlaku. Selain itu, BRI juga menerapkan mekanisme lembur yang terstruktur            kerangka analisis EES untuk meningkatkan kualitas pengukuran, termasuk aspek reliabilitas,
Page 195
                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General
                                                           General Sustainability
                                                                   Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   195




  Our People: Insan BRILiaN
  cakupan, serta keselarasan dengan arah strategi dan dinamika organisasi. Sehubungan dengan           penerapan SMK3. Peninjauan dilakukan terhadap aktivitas perencanaan, pelaksanaan,
  proses peningkatan tersebut, EES untuk sementara tidak dilaksanakan sebagai survei tahunan           pemantauan, dan evaluasi. Hasil peninjauan tersebut digunakan sebagai dasar perbaikan dan
  pada 2025 dan akan dilanjutkan kembali setelah metodologi diperbaharui.                              peningkatan kinerja SMK3.
                                                                                                    3. Pemantauan dan evaluasi K3 dilakukan secara berkala melalui kegiatan pemeriksaan,
  Selama masa penyempurnaan metodologi, Perusahaan memastikan proses employee listening                pengukuran, pengujian, dan audit internal terhadap implementasi SMK3.
  tetap berjalan melalui berbagai saluran, termasuk komunikasi internal, forum dialog karyawan-     4. Internalisasi budaya K3 disosialisasikan untuk memastikan pekerja memahami SMK3 sebagai
  manajemen, mekanisme penyampaian aspirasi/ pengaduan, serta pemantauan indikator SDM yang            hak dan kewajiban pekerja. Metode internalisasi yang dilakukan antara lain:
  relevan (antara lain tingkat perputaran pekerja). Fokus Perusahaan pada 2025 diarahkan pada          • pelatihan tatap muka, webinar, pembelajaran daring;
  penguatan tindak lanjut hasil EES periode sebelumnya, antara lain peningkatan efektivitas            • media komunikasi lainnya (surat, infografis, video, podcast, dan lainnya);
  komunikasi internal, penguatan kapasitas kepemimpinan, serta optimalisasi program pengembangan       • uji coba tanggap darurat minimal sekali dalam 1 (satu) tahun.
  karier dan kesejahteraan karyawan. Perusahaan menargetkan pelaksanaan EES dengan metodologi       5. Pencegahan dan pengendalian risiko kegiatan operasional, seperti kecelakaan akibat kerja dan
  yang telah diperbarui pada periode pelaporan berikutnya, dengan pengungkapan yang                    penyakit akibat kerja, termasuk dalam proses pengadaan barang dan jasa perusahaan.
  memperhatikan pembentukan baseline dan komparabilitas hasil.
                                                                                                    Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
  Keselamatan dan Kesehatan Kerja [OJK F.21]                                                        ​​Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) merupakan wadah kolaborasi strategis
  Struktur Kebijakan K3 di BRI                                                                      yang terdiri dari jajaran manajemen dan perwakilan pekerja. Pembentukan komite ini sepenuhnya
  Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) telah diterapkan di seluruh unit kerja    mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan telah mendapatkan pengesahan
  BRI. Departemen Business Continuity Management (BCM) & Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)       resmi dari Dinas Ketenagakerjaan setempat. P2K3 berperan sentral dalam:
  yang merupakan bagian dari Operational Risk Group (ORD) bertanggung jawab atas seluruh aspek
  SMK3, termasuk penyusunan, penyempurnaan, dan implementasi K3. Secara khusus, Group Head          •   ​Memberikan rekomendasi strategis terkait Kebijakan K3 kepada manajemen.
  ORD memiliki tanggung jawab utama dalam pelaksanaan dan pengawasan K3. Kebijakan SMK3             •    ​Melakukan audit dan evaluasi berkala terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja.
  ditetapkan oleh Direksi berdasarkan keterlibatan pekerja melalui Surat Edaran Nomor: SE.12-DIR/   •     ​Memastikan terciptanya komunikasi dua arah antara Perusahaan dan pekerja guna membangun
  MPE/09/2025 Buku 2 yang mencakup berbagai aspek terkait SMK3. [GRI 2-23, 403-1, 403-8]                   budaya keselamatan yang proaktif.

  Kebijakan SMK3 memuat ketentuan sebagai berikut.                                                  Metrik dan Target K3[GRI 403-9, 403-10]
  1. ketentuan disusun berdasarkan peraturan pemerintah dan standar ISO 45001:2018 tentang          BRI memandang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai fondasi utama dalam menjaga
                                                                                                    ​​
     Occupational Health and Safety Management System (OHSMS);                                      keberlanjutan operasional serta kesejahteraan Insan BRILiaN. Sebagai institusi yang bergerak di
  2. ketentuan berlaku untuk pekerja dan non-pekerja BRI, seperti pekerja mitra dan pemasok di      sektor perbankan, Bank mengklasifikasikan lingkungan kerjanya sebagai area dengan tingkat risiko
     lingkungan operasional BRI;                                                                    kecelakaan kerja rendah.
  3. Ketentuan bertujuan untuk memitigasi dan mengendalikan risiko terkait K3 dari kegiatan
     operasional, seperti kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit akibat kerja (PAK).            Meskipun demikian, BRI tetap bertindak proaktif dalam mengidentifikasi dan memitigasi setiap
  4. kebijakan turut mengatur upaya mitigasi dan pengendalian K3 dalam proses pengadaan barang      potensi bahaya guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Melalui implementasi
     dan jasa perusahaan; dan                                                                       SMK3, Bank menjalankan prosedur Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining
  5. struktur koordinasi SMK3 terdiri dari Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)   Control (HIRADC) secara berkala untuk memetakan risiko K3 di seluruh unit kerja, yang menjadi
     dan Tim Tanggap Darurat.                                                                       dasar dalam setting up prioritization and action plans guna memastikan pengendalian risiko
                                                                                                    dilakukan secara efektif dan terstruktur.
  Ketentuan dalam kebijakan SMK3 diturunkan dalam standard operating procedure (SOP) dengan
  nomor SO.09-ORD/03/2025. Aspek SMK3 yang diatur dalam SOP tersebut mencakup elemen-               ​Mengingat mayoritas aktivitas operasional berpusat di gedung perkantoran dan kantor cabang, BRI
  elemen berikut:                                                                                    memberikan perhatian khusus pada bahaya spesifik seperti korsleting listrik, risiko kebakaran,
  1. Penetapan Tim Tanggap Darurat di setiap Unit Kerja dilakukan secara berjenjang:                 gempa bumi, hingga permukaan lantai yang licin. ​​Sepanjang tahun 2025, tercatat terdapat 216
     • Melakukan sosialisasi K3 dan uji coba tanggap darurat secara berkala.                         kecelakaan kerja di seluruh lokasi kerja BRI. ​Sebagai bentuk respons cepat dan upaya pencegahan
     • Uji coba tanggap darurat dilaksanakan minimal sekali dalam 1 (satu) tahun.                    di masa depan, Bank memperkuat sinergi dengan Building Management (BM) Sentra BRI Kantor
  2. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 dilakukan untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas    Pusat dan General Affairs Kantor Cabang untuk mengimplementasikan langkah-langkah
Page 196
                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related         Sustainability-related        General
                                                                       General Sustainability
                                                                               Sustainability
Pengantar
                    Disclosure                Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                      Lampiran                                                                                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   196




  Our People: Insan BRILiaN
  pengendalian yang terukur. Upaya ini mencakup pemasangan material lantai anti-slip pada jalur                               yang aman dan sehat bagi pekerja. Penyampaian sosialisasi awareness terhadap risiko K3
  pedestrian outdoor di sekitar Kantor Pusat, peningkatan frekuensi patroli kebersihan gedung dan                             disampaikan kepada manajemen eksekutif hingga seluruh pekerja BRI. Selain itu, Perusahaan
  kantor secara rutin, serta pelaksanaan simulasi (drill) kebakaran dan gempa bumi guna memastikan                            menjalankan pelatihan keselamatan secara rutin untuk memberi pemahaman protokol keselamatan
  kesiapsiagaan seluruh Insan BRILiaN dalam menghadapi situasi darurat.                                                       secara nyata bagi semua pekerja, sehingga mereka mampu mengidentifikasi dan merespons
                                                                                                                              potensi bahaya secara mandiri. [GRI 403-5]
   ​Selain aspek keselamatan fisik, BRI berkomitmen penuh untuk menjaga kesehatan para pekerjanya
    guna mencegah munculnya Penyakit Akibat Kerja (PAK). Melalui program pemeriksaan kesehatan                                Dalam upaya menerapkan budaya tanggap darurat, BRI menempatkan sarana penunjang K3 yang
    rutin tahunan atau Annual Medical Check-Up (MCU), Bank memantau kondisi kesehatan pekerja                                 memadai, seperti penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan kotak PK3 di setiap ruangan
  secara berkala. Di lingkungan perkantoran, identifikasi risiko kesehatan difokuskan pada faktor                             atau lokasi strategis. Perusahaan juga menyediakan Klinik BRIMEDIKA sebagai unit kesehatan
  ergonomi dan perilaku kerja yang berpotensi menyebabkan keluhan kesehatan ringan namun                                      pertama yang dapat diakses pekerja jika terjadi kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Sebagai
  berdampak jangka panjang, seperti nyeri punggung atau Carpal Tunnel Syndrome. Dalam hal ini,                                bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan wujud penerapan SMK3, BRI telah
  Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) aktif menyosialisasikan posisi kerja yang                            menjalankan sertifikasi penerapan SMK3 oleh PT Multi Sertifikasi Indonesia sejak Juni 2023 dengan
  ergonomis sebagai langkah preventif harian.                                                                                 64 kriteria untuk kategori tingkat awal dan mendapatkan nilai 90.62%. Selanjutnya, pada Agustus
  ​Dalam aspek pencegahan penyakit menular, Bank mempertahankan standar kebersihan yang tinggi                                2024, BRI kembali menjalankan sertifikasi dengan 122 kriteria dan mendapatkan nilai 94,26%. Nilai
   dengan mewajibkan penggunaan masker bagi pekerja yang sedang dalam kondisi kesehatan                                       ini termasuk ke dalam predikat “Memuaskan”, sehingga BRI memperoleh Bendera Emas SMK3.
   kurang prima saat berada di ruang kerja bersama. Kebijakan ini, ditambah dengan sosialisasi etika
   batuk atau bersin dan penyediaan akses layanan kesehatan melalui klinik perusahaan, merupakan                              Pengelolaan Risiko Bencana
   langkah nyata Bank dalam memitigasi risiko infeksi pernapasan di lingkungan kerja. Lebih lanjut,                           ​​Bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, yang disebabkan oleh perubahan iklim juga turut
   BRI menyadari bahwa kesehatan mental merupakan komponen krusial dalam produktivitas pekerja.                               menjadi risiko terkait keselamatan pekerja, terutama bagi mereka yang bekerja di lokasi-lokasi
   Oleh karena itu, Bank menyediakan layanan konseling profesional sebagai instrumen untuk                                    rentan. Maka dari itu, Perusahaan memastikan pemahaman Emergency Response Plan untuk
   memitigasi risiko psikososial akibat stres kerja, sehingga setiap Insan BRILiaN memiliki dukungan                          semua pekerja serta memastikan kesiapan anggota Tim Manajemen Krisis (TMK), Tim Panitia
   yang memadai untuk mencapai keseimbangan antara profesionalisme dan kesejahteraan mental.                                  Keselamatan Darurat (TPKD), Building Management (BM) Sentra BRI Kantor Pusat, dan Floor
                                                                                                                              Warden dalam menghadapi kemungkinan bencana, termasuk kesiapan sarana evakuasi darurat
  Tingkat Kecelakaan Kerja Pekerja Tetap dan Pekerja Tidak Tetap Tahun 2025 [GRI 403-9]                                       seperti perahu karet di wilayah rawan banjir.
                                      Jumlah             Jam Kerja           Rasio (per 1.000.000 Jam Kerja)
          Keterangan                                                                                                          Pelatihan K3 [GRI 403-5]
                                    Insiden (a)           Total (b)                  [a/b x 1.000.000]
                                                                                                                              ​​BRI berkomitmen untuk membangun budaya K3 yang preventif dengan memastikan bahwa setiap
   Fatalitas                              0                                                                         0,00      pekerja memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam menghadapi risiko kerja.
                                                         161.742.896
   Recordable Incidents                  216                                                                        1,34      Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan K3 secara berkelanjutan bagi seluruh
                                                                                                                              Insan BRILiaN, baik di kantor pusat maupun unit kerja operasional.
  Keterangan :
  Jam Kerja Total dihitung dengan mengalikan jumlah seluruh pekerja, termasuk manajemen puncak (84.949 orang) dengan jumlah
  jam kerja selama hari kerja efektif tahun 2025 (238 hari kerja dikali 8 jam kerja).                                         ​Program pelatihan ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari prosedur dasar keselamatan
                                                                                                                               perkantoran, ergonomi kerja, mitigasi risiko kebakaran, hingga teknik evakuasi darurat. Selain
  Jumlah Penyakit Akibat Kerja Pekerja Tetap dan Pekerja Tidak Tetap Tahun 2025 [GRI 403-10]                                   pelatihan yang bersifat umum, BRI juga menyelenggarakan sertifikasi khusus bagi anggota P2K3
                                                                                                                               dan Tim Tanggap Darurat guna memastikan mereka memiliki kompetensi teknis dalam menangani
                Keterangan                     Jumlah Penyakit Akibat Kerja            Jenis Penyakit Akibat Kerja
                                                                                                                               situasi krisis secara profesional.
   Fatalitas                                                  0                                      N/A
   Recordable Ill Health                                      0                                      N/A                      ​Melalui edukasi yang rutin dan simulasi tanggap darurat (drill) yang dilakukan secara berkala, BRI
                                                                                                                              memastikan bahwa setiap individu mampu mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, bertindak
                                                                                                                              cepat saat terjadi keadaan darurat, dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang
  Promosi K3 dan Budaya Tanggap Darurat [GRI 403-2] [GRI 403-4]
                                                                                                                              nihil kecelakaan (zero accident).
  Promosi K3 berperan dalam membangun fondasi bagi budaya keselamatan dan tanggap darurat,
  mendorong kepatuhan terhadap standar dan peraturan K3, serta menciptakan lingkungan kerja
Page 197
                                                                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General
                                                           General Sustainability
                                                                   Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   197




  Our People: Insan BRILiaN
  Kebebasan Berserikat dan Perundingan Bersama                                                          dan retensi talenta terbaik. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi jangka panjang, kami
                                                                                                        menyelenggarakan program pensiun yang komprehensif untuk memastikan kesiapan finansial dan
  Keterlibatan antara Perwakilan Pekerja dan Manajemen [GRI 2-30]                                       transisi yang bermartabat bagi karyawan dalam memasuki masa pensiun.
  ​​
  BRI mengedepankan dialog konstruktif dan berkelanjutan antara Manajemen dan perwakilan
  pekerja dalam Forum Kerja Sama Bipartit sebagai kunci stabilitas organisasi. Bentuk nyata dari        Perputaran Pekerja
  keterlibatan ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang merinci secara komprehensif     Sepanjang 2025, sebanyak 3.323 pekerja telah keluar dari BRI dengan rincian pada Tabel Tingkat
  hak serta kewajiban Perusahaan, Serikat Pekerja, dan seluruh pekerja.                                 Perputaran Pekerja di halaman 235.
  ​Untuk memastikan relevansinya terhadap dinamika industri dan regulasi, PKB diperbarui secara
   berkala setiap dua tahun sekali melalui proses perundingan yang transparan dan inklusif.             Program Pensiun [GRI 401-2, 404-2]
   Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan hubungan kerja yang harmonis               ​BRI senantiasa berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan Pekerja baik saat masa aktif maupun
   dengan menerapkan asas-asas hubungan industrial yang sehat. Melalui sinergi ini, Manajemen dan        saat berakhirnya hubungan kerja melalui program benefit yang meliputi:
   perwakilan pekerja bersama-sama menyelaraskan kepentingan strategis perusahaan dengan                 1. program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (BPJS Kesehatan);
   kesejahteraan pekerja, guna memitigasi risiko perselisihan dan menciptakan lingkungan kerja yang      2. program Jaminan Hari Tua (BPJS Ketenagakerjaan);
   produktif.                                                                                            3. program Jaminan Pensiun (BPJS Ketenagakerjaan);
                                                                                                         4. program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan (Prospens);
  Kebebasan Berserikat [3-3] [407-1]                                                                     5. program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP);
  ​​BRI menjamin sepenuhnya hak setiap pekerja untuk berserikat dan berkumpul, sebagaimana diatur       6. program Pensiun Iuran Pasti (PPIP); dan
  dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan memandang Serikat Pekerja                 7. program Tunjangan Hari Tua (THT).
  sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem kerja yang berkeadilan.
                                                                                                        Selain itu dalam masa persiapan pensiun, Pekerja berhak mendapatkan pendidikan kewirausahaan
  ​Implementasi kebebasan berserikat di BRI diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap aktivitas        dari Perusahaan sebagai bekal memasuki dan mempersiapkan masa pensiun. Pendidikan
   organisasi pekerja dan penyediaan ruang bagi Serikat Pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara      kewirausahaan diberikan dalam bentuk program BLRP (Brilian Leader Retirement Program) untuk
   formal maupun informal. Dengan menjamin hak untuk berorganisasi tanpa adanya intervensi atau         mempersiapkan Pekerja sebelum memasuki masa pensiun melalui pembekalan pengetahuan,
   diskriminasi, BRI berkomitmen menciptakan budaya kerja yang demokratis, di mana setiap suara         wawasan, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalani masa pensiun. Pada tahun 2025, BRI
   pekerja memiliki wadah yang diakui secara legal dalam proses pengambilan keputusan yang              melaksanakan program BLRP untuk pekerja yang memasuki masa pensiun. Adapun sampai dengan
   berkaitan dengan kesejahteraan dan hubungan ketenagakerjaan.                                         Desember 2025 tercatat sebanyak 741 Pekerja BRI terdaftar dalam program development persiapan
  ​​​​​                                                                                                 masa pensiun BRI.
  Pada 31 Desember 2025, BRI memiliki 84.949 pekerja purna waktu, dengan 59.714 (70,29%)
  pekerja tetap, 24.539 (28,89%) pekerja kontrak, dan 696 (0,82%) pekerja trainee. BRI tidak memiliki   ​
                                                                                                        Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja secara adil sesuai dengan ketentuan internal
  pekerja paruh waktu atau pekerja dengan jam kerja tak tentu. ​Sebanyak 36.872 atau 43,76%             Perusahaan dan persyaratan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan guna
  pekerja tetap telah tergabung dalam Serikat Pekerja BRI, yang mencerminkan terpenuhinya hak           memastikan pemenuhan hak pekerja. Seluruh pekerja tetap wajib mengikuti program pensiun,
  pekerja dalam berserikat. Keikutsertaan pekerja dalam Serikat Pekerja sepenuhnya merupakan hak        dengan iuran yang bersumber dari kontribusi Perusahaan sebesar 75% dan pekerja sebesar 25%.
  kebebasan pekerja, maka dari itu belum seluruh pekerja tetap bergabung dalam Serikat Pekerja.
                                                                                                        [GRI 201-3]
                                                                                                                    Selain manfaat pensiun, pekerja juga memperoleh tanda jasa, cuti besar, program persiapan
  Meskipun demikian, seluruh hasil perundingan ketenagakerjaan yang disepakati Serikat Pekerja          masa pensiun, kepesertaan BPJS Kesehatan pasca kerja, serta manfaat lainnya sebagai bentuk
  dan Perusahaan tetap berlaku bagi seluruh insan BRILiaN, tanpa memandang keanggotaan Serikat          penghargaan atas dedikasi dan loyalitas yang diberikan.
  Pekerja. Hal ini memastikan bahwa standar perlindungan kerja, jaminan sosial, serta kebijakan
  remunerasi tetap konsisten dan inklusif bagi setiap individu di lingkungan BRI.                       Estimasi nilai liabilitas imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang dihitung menggunakan
                                                                                                        metode projected unit credit yang dilakukan oleh aktuaris independen. Pada 31 Desember 2025,
  Pensiun dan Transisi Tenaga Kerja                                                                     total liabilitas imbalan pasca kerja tercatat sebesar Rp19,9 triliun, yang mencakup liabilitas pensiun
                                                                                                        imbalan pasti dan tunjangan hari tua. [GRI 201-3]
  ​BRI berkomitmen untuk mengelola siklus karier karyawan secara bertanggung jawab, termasuk
   dalam memantau tingkat perputaran karyawan (turnover rate) guna menjaga stabilitas organisasi
Page 198
                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General
                                                          General Sustainability
                                                                  Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   198




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Keterlibatan Masyarakat Lokal melalui Tanggung Jawab Sosial dan                                             Visi
  Lingkungan                                                                                                  Menjadi yang terdepan dalam praktik TJSL perusahaan untuk memberikan nilai &
                                                                                                              manfaat yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan.
  Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan aktivitas strategis bagi BRI
  dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value). Melalui pemberdayaan kelompok rentan               Misi
  dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat, inisiatif ini tidak hanya memitigasi risiko sosial              • Melaksanakan TJSL perusahaan untuk mendukung bisnis BRI dengan tata kelola
  tetapi juga memperkokoh stabilitas industri keuangan secara nasional. Dengan memperluas akses                 (governance) dan pengelolaan (management) yang baik, terencana, strategis,
  layanan perbankan dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan, BRI memastikan bahwa                        berdampak luas, dan berkelanjutan.
  pertumbuhan bisnis jangka panjang senantiasa selaras dengan kesejahteraan masyarakat yang                   • Menciptakan perpaduan nilai (blended value) bagi BRI dan pemangku kepentingan.
  inklusif.                                                                                                   • Meningkatkan reputasi BRI di mata pemangku kepentingan.

  Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Melalui BRI Peduli [GRI 403-2] [OJK F.25]                              Pilar
  BRI Peduli merupakan instrumen penyelenggaraan program TJSL dengan tujuan mencegah,                         Implementasi BRI Peduli TJSL mengacu pada 3 (tiga) pilar utama, yakni pilar Sosial,
  mengurangi dan memitigasi dampak operasional perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi                     pilar Ekonomi, dan pilar Lingkungan, serta dipandu oleh pilar Hukum.
  positif di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable
  Development Goals (SDGs). Dalam pendekatannya, BRI Peduli mengusung prinsip keberlanjutan          Perencanaan Program
  dan penciptaan nilai bersama (creating shared value) bagi masyarakat penerima manfaat dan          Pengelolaan Program BRI Peduli dilakukan secara sistematis dan terpadu untuk memastikan
  perusahaan. BRI melaksanakan inisiatif pemberdayaan, peningkatan kapasitas, dan pembangunan        keberhasilan program dapat dicapai dengan baik dalam setiap tahapannya, mulai dari perencanaan,
  infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi        pelaksanaan, pengawasan hingga pelaporan.
  mereka. Perusahaan juga menjalankan mandat Peraturan Menteri BUMN untuk memfokuskan
  penyaluran TJSL pada bidang Pendidikan, Lingkungan, dan Pengembangan Usaha Mikro dan               Perencanaan Program BRI Peduli mengacu pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara
  Usaha Kecil (PUMK). Seluruh manfaat TJSL yang perusahaan berikan diharapkan dapat                  Republik Indonesia Nomor: PER-01/MBU/03/2023 tanggal 03 Maret 2023 tentang Penugasan
  meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peran BRI dalam keuangan berkelanjutan.                 Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara yang
                                                                                                     diadopsi ke dalam aturan internal perusahaan melalui Surat Edaran Nomor: SE.24-DIR/CSC/06/2023
  Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) [OJK F.23]                                 tanggal 22 Juni 2023 perihal Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT
  BRI mengambil peran untuk memberi dukungan kepada kelompok rentan melalui kegiatan Tanggung        Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sekitar lokasi operasional perusahaan. Program-program
  TJSL BRI dijalankan untuk memperkuat ketahanan keuangan dan ekonomi masyarakat sekitar yang        BRI memperhatikan asas efisiensi dan efektivitas program agar dapat disalurkan secara tepat guna
  membutuhkan, sehingga secara tidak langsung berkontribusi terhadap keberlanjutan bisnis jangka     dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyusunan rencana Program BRI
  panjang. Inisiatif TJSL BRI berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan              Peduli TJSL dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
  memperluas akses mereka terhadap layanan perbankan. Upaya-upaya ini tidak hanya mendorong          1. dampak dan risiko dari aktivitas perusahaan;
  dampak sosial yang positif, tetapi juga memperkuat posisi BRI sebagai mitra keuangan yang          2. kebutuhan dan potensi yang timbul;
  terpercaya.                                                                                        3. keunggulan dan kearifan lokal;
                                                                                                     4. orientasi keberlangsungan dan dampak yang ingin diharapkan; dan
  Tata kelola TJSL BRI dijalankan melalui visi untuk menjadi yang terdepan dalam praktik tanggung    5. fokus dan arah pembangunan berkelanjutan.
  jawab sosial dan lingkungan perusahaan demi memberikan nilai dan manfaat jangka panjang bagi
  seluruh pemangku kepentingan. Visi ini diwujudkan melalui misi strategis yang mengintegrasikan     BRI juga mengajak insan BRILiaN dalam setiap pelaksanaan program TJSL. Hal tersebut
  pengelolaan TJSL dengan tata kelola yang baik dan pengelolaan yang terukur untuk menciptakan       menumbuhkan kepedulian pekerja terhadap kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan
  blended value, yakni perpaduan nilai ekonomi dan sosial, sehingga tidak hanya mendukung            di sekitar unit kerja BRI. Lebih lanjut, untuk menjamin pelaksanaan dan pencapaian keberhasilan
  keberlanjutan bisnis, tetapi juga memperkuat reputasi BRI di mata publik. Dalam implementasinya,   program BRI Peduli, BRI telah menyusun peta jalan yang dirancang sebagai panduan agar program
  program BRI Peduli berpijak pada tiga pilar utama, yaitu pilar Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan,    yang dilaksanakan tepat guna dan tepat sasaran dengan memprioritaskan bidang pendidikan,
  yang seluruhnya dijalankan dengan panduan pilar Hukum guna memastikan dampak yang luas,            lingkungan dan pengembangan UMKM yang dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan Program
  terencana, dan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang kuat.                            BRI Peduli.
Page 199
                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related      Sustainability-related     General
                                                              General Sustainability
                                                                      Sustainability
Pengantar
                 Disclosure             Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   199




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Monitoring dan Evaluasi [OJK F.23] [GRI 203-1, 413-1, 413-2]                                          Pencapaian Program
  BRI menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat mengenai perencanaan program TJSL yang                Program BRI Peduli mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak melalui penghargaan sepanjang
  tepat di daerah mereka. Selanjutnya, Perusahaan juga mensosialisasikan pelaksanaan program            tahun 2025 sebagai berikut.
  agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Secara berkala, BRI melakukan pemantauan
  dan evaluasi guna menjaga efektivitas pelaksanaan, serta sebagai masukan dalam meningkatkan
  pelaksanaan program TJSL di masa mendatang. Pemantauan dan evaluasi untuk mengukur                                                Penyelenggara
                                                                                                                Kategori                                       Program                Bulan Perolehan
  efektivitas dampak program dilakukan dengan pendekatan Social Return on Investment (SROI) dan                                        Award
  pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebagai berikut.
                                                                                                         Sustainable Impact in
                                                                                                                                 Tribun Network -
                                                                                                         Women-Led Urban                                 BRInita                           Mei 2025
                                                                                                                                 Lokal Asri
                                                            Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)       Agriculture
                                            Nilai
   Nama Program
                                           (SROI)           IKM Pelayanan              Mutu Pelayanan
                                                                                                         TOP CSR AWARD 2025      Top Business            BRI Peduli                       Juni 2025
   Bantuan Sarana Pasar Gentan              18,22               90,57%                   Sangat Baik
   Pelatihan dan Sertifikasi Eksport        14,15               85,83%                      Baik
   Bantuan Alat Pengelolaan Kopi                                                                         TJSL & CSR AWARD        BUMN Track              BRI Peduli                       Juni 2025
                                            7,35                94,76%                   Sangat Baik
   Kelompok Tani Ijen Tourism
   Bantuan Pengembangan Daerah                                                                           Banking, Finance,       The International CSR
                                            4,39                88,66%                   Sangat Baik                                                     Philanthropy                      Juli 2025
   Wisata Kya-Kya                                                                                        Insurance Category      Excellent Award
   Bantuan Sarana dan Prasarana
   Ekosistem Urban Farming
                                            4,36                85,17%                      Baik         Banking, Finance,       The International CSR
   Kelurahan Air Dingin, Kecamatan                                                                                                                       Socio-economic                    Juli 2025
                                                                                                         Insurance Category      Excellent Award
   Bukit Raya Kota Pekanbaru
   Bantuan Pengembangan Potensi
                                                                                                         Banking, Finance,       The International CSR
   Hijau Kawasan Den Bukit                  4,23                86,54%                   Sangat Baik                                                     Equal Opportunities               Juli 2025
                                                                                                         Insurance Category      Excellent Award
   Buleleng
   Bantuan Pembangunan Penataan                                                                                                                          •   Yok Kita Gas
   Obyek Wisata Air Terjun Taman             4,13               95,81%                   Sangat Baik                                                     •   BRInita
   Sari Waterfall, Kec. Gianyar                                                                                                  Nusantara CSR
                                                                                                         Silver SDGs                                     •   Grow & Green                  Juli 2025
                                                                                                                                 Award 2025
   Bantuan Pengadaan Mesin                                                                                                                               •   Ini Sekolahku
   Pengolahan Hasil Panen Ubi                                                                                                                            •   AURA
                                            3,98                96,69%                   Sangat Baik
   Jalar KWT Sri Mandiri Sembawa
   Kecamatan Jalaksana Kuningan                                                                          Penggerak Ekonomi
                                                                                                                                 Liputan 6 Award         Grow & Green                   Agustus 2025
   Bantuan Alat Membatik Gadisku                                                                         Hijau Inklusif
                                            3,92                97,78%                   Sangat Baik
   2 UPT PSBR Blitar
   Apresiasi Dana Pendidikan
   Desa BRILiaN Sigumpar Julu,              3,09                94,61%                   Sangat Baik                             Global Corporate        •   Yok Kita Gas
                                                                                                         Best Excellence
   Kabupaten Toba                                                                                                                Sustainability Awards   •   BRInita                  November 2025
                                                                                                         Practices Awards
                                                                                                                                 (GCSA) 2025             •   Desa BRILiaN
  Selama tahun 2025, BRI tidak menerima keluhan dan pengaduan masyarakat secara formal terkait
  dampak kegiatan BRI. [F.24]
Page 200
                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related       Sustainability-related    General
                                                                General Sustainability
                                                                        Sustainability
Pengantar
                   Disclosure              Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   200




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Daftar Program Unggulan [OJK F.23] [GRI 203-2]



                                                                                                                                                                 Hukum dan
                       Sosial                                               Ekonomi                                 Lingkungan
                                                                                                                                                                 Tata Kelola




                     Pilar Sosial                                          Pilar Ekonomi                             Pilar Lingkungan                     Pilar Hukum dan Tata Kelola
     Pilar Sosial untuk tercapainya pemenuhan                  Pilar   Ekonomi     untuk    tercapainya    Pilar Lingkungan untuk pengelolaan          Pilar Hukum dan Tata Kelola, untuk
     hak dasar manusia yang berkualitas secara                 pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui     sumber daya alam dan lingkungan yang        terwujudnya kepastian hukum dan tata
     adil dan setara untuk meningkatkan                        keberlanjutan peluang kerja dan usaha,      berkelanjutan sebagai penyangga seluruh     kelola yang efektif, transparan, akuntabel
             kesejahteraan masyarakat.                         inovasi, industri inklusif, infrastruktur                  kehidupan.                   dan     partisipatif  untuk   menciptakan
                                                               memadai, energi bersih yang terjangkau                                                  stabilitas keamanan dan mencapai negara
                                                                        dan didukung kemitraan.                                                                    berdasarkan hukum.



                         Program                                                Program                                    Program                                     Program


     • Program BRI Peduli “Ini Sekolahkuˮ                      • Pelatihan Ekspor bagi UMKM                • Jaga Sungai Jaga Kehidupan dalam
     • Cegah Stunting Itu Penting Dalam                        • Bantuan Sarana Prasarana Pasar Gentan       rangka Hari Sungai Sedunia Tahun 2025
       Rangka Hari Gizi Nasional 2025                            Yogyakarta                                • BRI Peduli Yok Kita GAS (Gerakan Kelola
     • Program BRI Peduli Beasiswa Pelajar                     • Bantuan Alat Pengelolaan Kopi Kelompok      Sampah) Waste Management Journey
       2025                                                      Tani Ijen                                 • Program BRI Peduli Grow & Green
                                                                                                             Transplantasi Terumbu Karang
Page 201
                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related        Sustainability-related     General
                                                                   General Sustainability
                                                                           Sustainability
Pengantar
                    Disclosure               Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   201




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Pilar Sosial [OJK F-25] [GRI 203-2]
  Pemenuhan Hak Dasar Manusia yang Berkualitas Secara Adil dan Setara


                                                                                                       Program Sosial 2025                                     Tanggal                       SDGs
   Program Sosial 2025                                                Tanggal                SDGs
                                                                                                       BRI Peduli menyalurkan paket sembako bagi umat      9 Mei 2025
   BRI Peduli menyalurkan bantuan untuk SD Negeri                15 Januari 2025
                                                                                                       Buddha di Tangerang pada Hari Raya Waisak
   Gambiran I, Prigen, Pasuruan


                                                                                                       BRI menyalurkan bantuan kemanusiaan dan 2 Juni 2025
   BRI Regional Office Bandar Lampung bersama 20 Januari 2025
                                                                                                       memastikan layanan tetap berjalan pascagempa di
   IWABRI menyalurkan bantuan untuk korban banjir
                                                                                                       Bengkulu
   di Teluk Betung Selatan

                                                                                                       BRI Peduli menyalurkan bantuan pemberdayaan 6 Juni 2025
   Program “Cegah Stunting Itu Penting” untuk                    25 Januari 2025
                                                                                                       usaha bagi Peternak Domba Garut di Desa
   Memperingati Hari Gizi Nasional
                                                                                                       Sukalaksana


                                                                                                       BRI Peduli mendukung pendidikan karakter anak       23 Juli 2025
   BRI Peduli menyalurkan paket sembako bagi warga               29 Januari 2025
                                                                                                       lewat kegiatan agro edukasi bagi siswa/i sekolah
   di Tangerang dan Singkawang dalam rangka Tahun
                                                                                                       dasar pada Hari Anak Nasional
   Baru Imlek

                                                                                                       BRI memberi apresiasi Anggota Paskibraka dan 20 Agustus 2025
   BRI Peduli menyalurkan bantuan bagi warga                     5 Maret 2025
                                                                                                       Tenaga Pendukung Paskibraka Nasional
   terdampak banjir Jabodetabek


                                                                                                       BRI Peduli menyalurkan bantuan tanggap bencana      12 September
   BRI membagi 100.000 paket sembako di Bulan                    27 Maret 2025
                                                                                                       banjir Bali dan NTT                                 2025
   Ramadan


                                                                                                       BRI Peduli memperkuat infrastruktur kesehatan       12 November
   BRI Peduli berbagi kepada Masyarakat Desa Adat                29 Apr 2025
                                                                                                       lewat penyaluran ratusan unit ambulans di seluruh   2025
   Soka, Tabanan dalam rangka Hari Raya Nyepi
                                                                                                       Indonesia selaras dengan Asta Cita


                                                                                                       BRI Peduli mengapresiasi peran Guru dalam dunia     25 November
   BRI mendukung kualitas pendidikan Indonesia                   2 Mei 2025
                                                                                                       pendidikan dan menyalurkan bantuan di SDN           2025
   melalui BRI Peduli - Ini Sekolahku
                                                                                                       Sukamahi 02 Megamendung untuk memperingati
                                                                                                       Hari Guru Nasional
Page 202
                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related    Sustainability-related   General
                                                            General Sustainability
                                                                    Sustainability
Pengantar
                   Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   202




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Program Unggulan Pilar Sosial




  1.   BRI Peduli “Ini Sekolahku” Program                                   2. "Cegah Stunting itu Penting" Dalam Rangka Hari Gizi       3. Program BRI Peduli "Beasiswa Pelajar 2025"
       BRI turut berupaya menciptakan lingkungan pendidikan                    Nasional 2025                                                Pendidikan memiliki peranan penting dalam kemajuan
       yang aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus memperluas                   Program BRI Peduli “Cegah Stunting Itu Penting”              suatu bangsa karena melalui pendidikan individu dapat
       akses pendidikan yang inklusif. Dalam rangka mendukung                  dilaksanakan sebagai bentuk intervensi sosial terarah        mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang
       upaya tersebut, BRI melanjutkan program BRI Peduli “Ini                 untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak          diperlukan untuk berkontribusi secara positif bagi
       Sekolahku” pada tahun 2025 di 12 (dua belas) titik sekolah              dan penguatan layanan kesehatan masyarakat. Melalui          masyarakat.      Pendidikan yang     berkualitas turut
       di wilayah Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Jakarta,                     pendekatan kolaboratif, pelaksanaan program ini relevan      membentuk sumber daya manusia unggul yang berperan
       Banjarmasin dan Denpasar.                                               dengan     kondisi     masyarakat   serta   mendukung        dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga
                                                                               keberlanjutan upaya pencegahan stunting di tingkat           stabilitas sosial.
       Program ini dirancang untuk menjawab dua kebutuhan                      komunitas. Implementasi program ini berkontribusi pada
       utama, yaitu peningkatan kualitas sarana dan prasarana                  peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar, perluasan      Sejalan dengan hal tersebut, BRI melalui Program BRI
       pendidikan serta dukungan pembiayaan melalui                            akses anak terhadap asupan gizi yang memadai, serta          Peduli menyelenggarakan penyaluran bantuan beasiswa
       beasiswa. Pada aspek infrastruktur, BRI melakukan                       pengurangan tekanan ekonomi keluarga dalam                   bagi pelajar berprestasi dan/atau berasal dari keluarga
       pembangunan dan renovasi gedung sekolah serta                           pemenuhan kebutuhan gizi anak. Bertepatan dengan Hari        kurang mampu kurang lebih sebanyak 200 siswa di
       penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran, terutama                   Gizi Nasional 2025, BRI melaksanakan Program “Cegah          wilayah Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Jakarta,
       bagi   sekolah-sekolah      yang   masih     menghadapi                 Stunting Itu Penting” di wilayah Banjarmasin, Denpasar,      Banjarmasin dan Denpasar.
       keterbatasan infrastruktur, termasuk di wilayah terpencil.              Makassar, Yogyakarta, Manado, Padang, dan Malang. Di
       Pada aspek dukungan pendidikan, BRI juga menyalurkan                    sisi lain, praktik kolaborasi yang terbangun melalui         Dukungan terhadap peningkatan kualitas infrastruktur
       beasiswa bagi peserta didik yang membutuhkan dan                        program ini memperkuat ekosistem penanganan stunting         pendidikan yang disertai dengan penyediaan akses
       berprestasi serta berkontribusi pada pengembangan                       yang terintegrasi di tingkat lokal.                          beasiswa diharapkan mampu menciptakan sistem
       sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.                                                                                   pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas, sehingga
                                                                                                                                            memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi
                                                                                                                                            generasi muda. Program ini merupakan salah satu wujud
                                                                                                                                            konstribusi BRI untuk mewujudkan Generasi Emas
                                                                                                                                            Indonesia 2045.
Page 203
                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related         Sustainability-related   General
                                                                 General Sustainability
                                                                         Sustainability
Pengantar
                   Disclosure                Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   203




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Pilar Ekonomi[OJK F.25] [GRI 203-2]
  Penciptaan Peluang Kerja, Usaha, dan Industri yang Inklusif



   Program Ekonomi 2025                                                                                                                   Tanggal                        SDGs




   BRI Peduli memberi bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa BRILiaN Jatihurip                                     21 Maret 2025




   BRI memberdayakan Wanita Indonesia melalui Program BRInita                                                                             21 April 2025




   BRI Peduli memberikan internet gratis di SMP Negeri 6 Bayan Lombok Utara untuk pemerataan akses digital di wilayah 3T                  20 Mei 2025




   BRI kembali menggelar pelatihan ekspor untuk meningkatkan daya saing UMKM tembus pasar global                                          15 Agustus 2025




   BRI Peduli membekali Pekerja Migran Indonesia di Lombok NTB dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan peluang usaha baru   08 Oktober 2025




   BRI Peduli mendukung ketahanan pangan melalui Panen Raya BRInita                                                                       16 Oktober 2025
Page 204
                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related   Sustainability-related   General
                                                          General Sustainability
                                                                  Sustainability
Pengantar
                  Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   204




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Program Unggulan Pilar Ekonomi




  1.   "Pelatihan Ekspor" bagi UMKM                                       2. Bantuan Sarana Prasarana Pasar Gentan Yogyakarta             3. Bantuan Alat Pengelolaan Kopi Kelompok Tani Ijen
       BRI sebagai BUMN dengan fokus pada segmen Usaha                       Pasar tradisional merupakan pilar penting dalam
       Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong                     perekonomian rakyat, namun seringkali menghadapi                Kawasan Agrowisata Ijen di Banyuwangi merupakan
       pelaku usaha, termasuk segmen mikro dan ultra mikro,                  tantangan persaingan dari pasar modern. Pasar Gentan di         salah satu Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN)
       agar mampu tumbuh dan berkembang secara                               Kecamatan Ngaglik, Sleman, adalah salah satu pasar              dengan potensi unggulan kopi yang dapat dikembangkan
       berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah                 harian yang menjadi andalan bagi banyak pelaku usaha            menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus daya
       melalui program Pelatihan Ekspor yang dirancang untuk                 kecil dan menengah (UKM) serta menjadi pusat aktivitas          tarik wisata berbasis komunitas. Dalam mendukung
       meningkatkan kapasitas dan kesiapan UMKM dalam                        ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Menyadari peran             pengembangan potensi tersebut, BRI berkolaborasi
       memasuki pasar global. Program ini bertujuan mendorong                vital pasar tradisional dalam ekosistem ekonomi lokal, BRI      dengan Ijen Tourism Cluster (ITC) untuk memperkuat
       pertumbuhan usaha melalui peningkatan daya saing                      bekerjasama        dengan     Dinas   Perindustrian   dan       kapasitas petani dan pelaku usaha kopi, mulai dari
       produk, perluasan akses pasar internasional, serta                    Perdagangan Kabupaten Sleman untuk melakukan                    peningkatan kualitas produksi hingga dukungan sarana
       penguatan pemahaman pelaku usaha terhadap proses                      revitalisasi fasilitas di Pasar Gentan guna meningkatkan        pengolahan, sehingga pelaku usaha tidak hanya menjual
       ekspor. Melalui program ini, UMKM diharapkan mampu                    kualitas sarana dan prasarana pasar. Revitalisasi ini           biji kopi mentah tetapi mampu menghasilkan produk kopi
       meningkatkan nilai tambah produk, memperluas peluang                  bertujuan meningkatkan daya saing pasar melalui                 olahan bernilai tambah. Program ini turut memperkuat
       usaha, serta meningkatkan pendapatan sekaligus                        perbaikan fasilitas fisik, menciptakan lingkungan pasar         branding “Kopi Banyuwangi” sekaligus meningkatkan
       mendukung promosi produk dan budaya Indonesia di                      yang lebih nyaman bagi pedagang dan pengunjung, serta           pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
       pasar global. Program ini sekaligus mempertegas peran                 mendukung promosi dan visibilitas pedagang agar
       BRI sebagai mitra pertumbuhan UMKM dalam memperkuat                   aktivitas perdagangan semakin berkembang. Upaya ini
       kontribusi sektor usaha rakyat terhadap perekonomian                  sekaligus memperkuat peran Pasar Gentan sebagai pusat
       nasional.                                                             ekonomi komunitas lokal yang adaptif terhadap
                                                                             perkembangan kebutuhan masyarakat.
Page 205
                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related       Sustainability-related       General
                                                                  General Sustainability
                                                                          Sustainability
Pengantar
                  Disclosure              Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   205




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Pilar Lingkungan [OJK F.10] [GRI 203-2]
  Penataan dan Pelestarian Ekosistem Lingkungan secara Berkelanjutan


                                                                                                       2025 Environmental Programs                        Tanggal                   SDGs
   2025 Environmental Programs                                  Tanggal                    SDGs


   Program BRI Menanam - "Grow & Green" di                                                             BRI Menanam – "Grow & Green" mempertegas
                                                                                                                                                         5 Juni
   Tanjung Prepat Berau menyerap 2.987,62 kg                  7 Februari                               komitmen dalam menjaga ekosistem lingkungan
                                                                                                                                                         2025
   CO2e per tahun dan mendorong ekonomi                       2025                                     pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia
   masyarakat



   BRI Menanam – "Grow & Green" Transplantasi
                                                                                                       BRI mendorong kesadaran masyarakat melalui
   Terumbu Karang meningkatkan kesadaran                                                                                                                 26 Juli
                                                              14 Februari                              pengelolaan sampah guna menjaga ekosistem
   masyarakat untuk menjaga ekosistem laut dan                                                                                                           2025
                                                              2025                                     sungai untuk memperingati Hari Sungai Nasional
   mendorong pendapatan nelayan di Pulau
   Maratua




   BRI Peduli memperingati Hari Peduli Sampah                                                          BRI melakukan penanaman mangrove di Muara         26 Juli
                                                              21 Februari
   Nasional (HPSN) dengan aksi nyata bersama                                                           Gembong, Bekasi pada Hari Mangrove Sedunia        2025
                                                              2025
   masyarakat dan siswa




                                                                                                                                                         23
   BRI Menanam - "Grow & Green" Transplantasi                                                          BRI Peduli melestarikan sungai dalam rangka
                                                              1 April                                                                                    September
   Terumbu Karang melestarikan ekosistem laut di                                                       Hari Sungai Sedunia
                                                              2025                                                                                       2025
   Gili Matra NTB




                                                                                                       BRI dan Generasi Muda menjaga ekosistem
   BRI Menanam - "Grow & Green" di Pulau                                                               lingkungan melalui penanaman mangrove dan         24 Oktober
                                                              28 April
   Kapoposang berkolaborasi untuk ekosistem laut                                                       pengelolaan limbah plastik pada Hari Aksi Iklim   2025
                                                              2025
   yang lestari                                                                                        Sedunia
Page 206
                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related    Sustainability-related   General
                                                           General Sustainability
                                                                   Sustainability
Pengantar
                  Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   206




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Program Unggulan Pilar Lingkungan




  1.   "Jaga Sungai Jaga Kehidupan" dalam rangka Hari Sungai               2. BRI Peduli "Yok Kita GAS (Gerakan Kelola Sampah)"           3. Program BRI Peduli "Grow & Green Transplantasi Terumbu
       Sedunia Tahun 2025                                                     Waste Management Journey                                       Karang" [OJK F.9, F.10]
       Program "Jaga Sungai Jaga Kehidupan" merupakan                         Penumpukan sampah masih menjadi tantangan                      BRI melalui program "Grow & Green" melanjutkan inisiatif
       wujud komitmen BRI dalam memperkuat perlindungan                       lingkungan di berbagai wilayah akibat rendahnya                konservasi lingkungan melalui kegiatan transplantasi
       dan pengelolaan ekosistem sungai secara berkelanjutan                  kesadaran masyarakat dan belum optimalnya pengelolaan          terumbu karang di Pulau Maratua (Kalimantan Timur),
       melalui kolaborasi bersama Sungai Watch. Inisiatif ini                 sampah. Menjawab kondisi tersebut, program ini                 Pulau Kapoposang (Sulawesi) dan Gili Matra (Nusa
       tidak hanya berfokus pada pembersihan sungai, tetapi                   mendukung pembentukan dan penguatan TPS 3R serta               Tenggara Barat). Program ini bertujuan memulihkan
       juga pada peningkatan kesadaran ekologis masyarakat                    Bank Sampah di lokasi terpilih yang digerakkan oleh local      ekosistem         bawah    laut  guna     meningkatkan
       terhadap pentingnya menjaga kualitas air, keseimbangan                 heroes, dengan tujuan mengurangi pencemaran                    keanekaragaman          hayati  sekaligus    menopang
       ekosistem perairan, dan menekan emisi CO₂. Perbaikan                   lingkungan dan risiko kesehatan sekaligus mendorong            keberlanjutan aktivitas perikanan dan pariwisata bahari
       kualitas lingkungan sungai turut berkontribusi pada                    partisipasi aktif masyarakat. Program ini telah                yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
       pengurangan dampak pencemaran, peningkatan kualitas                    dilaksanakan di beberapa beberapa pasar dan difokuskan
       lingkungan hidup, serta mendukung keberlanjutan                        pada peningkatan kapasitas melalui edukasi pemilahan           Melalui kolaborasi dengan komunitas lokal dan mitra
       ekosistem bagi masyarakat sekitar. Manfaat yang                        sampah, literasi pengelolaan sampah, serta pemahaman           lingkungan, "Grow & Green" mengintegrasikan upaya
       dirasakan komunitas antara lain peningkatan kesehatan                  nilai ekonomi sampah, yang didukung oleh penguatan             pelestarian ekosistem laut dengan pemberdayaan
       masyarakat,    mengurangi      risiko  bencana,   serta                infrastruktur dan sarana prasarana. Bantuan yang               masyarakat berbasis lingkungan. Program ini menegaskan
       mendukung terciptanya peluang ekonomi hijau dan                        diberikan meliputi mesin pengolahan sampah, kendaraan          komitmen BRI dalam mendukung pembangunan
       kualitas hidup yang lebih berkelanjutan. Melalui                       operasional Bank Sampah, pembangunan fasilitas                 berkelanjutan melalui penguatan ketahanan ekosistem
       pendekatan partisipatif, program ini mendorong perilaku                maggot Black Soldier Fly (BSF), tempat sampah, alat            pesisir serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di
       ramah lingkungan serta memperkuat tata kelola sungai                   keselamatan kerja, seragam, serta perlengkapan                 wilayah pesisir secara berkelanjutan.
       berbasis komunitas.                                                    pendukung lainnya. Melalui inisiatif ini, Bank Sampah
                                                                              diharapkan mampu berperan optimal dalam menciptakan
                                                                              lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan nilai ekonomi
                                                                              sampah, dan mendukung pengelolaan sampah berbasis
                                                                              masyarakat secara berkelanjutan.
Page 207
                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General
                                                          General Sustainability
                                                                  Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   207




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Komitmen terhadap HAM                                                                                Pemegang Hak          Kelompok Rentan                       Risiko terkait HAM

  Kebijakan Hak Asasi Manusia [GRI 2-23]                                                                                   • Pekerja Perempuan
                                                                                                                                                             •   Occupational Health and Safety
  BRI menyadari bahwa terdapat risiko terkait HAM yang mungkin terjadi pada pekerja dalam rantai                           • Pekerja Pidak
                                                                                                                                                             •   Forced Labor
  pasok perusahaan, seperti Occupational Health and Safety, Forced Labor, Discrimination, Right to          Pekerja          Tetap
                                                                                                                                                             •   Discrimination
  Collective Bargaining, Freedom of Association, Child Labor & Human Trafficking. Perusahaan                               • Pekerja
                                                                                                                                                             •   Right to Collective Bargaining
  berkomitmen untuk mengintegrasikan risiko-risiko tersebut dalam manajemen risiko serta                                     Penyandang
                                                                                                                                                             •   Freedom of Association
  pelaksanaan inisiatif sosial dan tata kelola.                                                                              Disabilitas
                                                                                                                                                             •   Child Labor & Human Trafficking
                                                                                                                           • Pekerja anak
  Penerapan berbagai kebijakan terkait HAM dalam kegiatan operasional BRI diatur melalui Kebijakan
  Prinsip Hak Asasi Manusia dan Praktik Ketenagakerjaan yang dapat diakses pada tautan berikut                                                               • Diskriminasi, Pelecehan, dan
  https://www.ir-bri.com/esg/human_right_commitment.html Kebijakan-kebijakan ini mengatur                                                                      Kekerasan
  aspek HAM bagi pekerja BRI maupun untuk pekerja pemasok dan mitra perusahaan. Hal ini                Pemasok/Pihak       • Tenaga Kerja                    • Kesehatan dan Keselamatan Kerja
  memastikan bahwa prinsip-prinsip HAM dihormati dan diterapkan secara konsisten, tidak hanya di          ketiga             Pemasok                         • Kebebasan Berserikat
  dalam organisasi, tetapi juga sepanjang rantai pasok dan hubungan kemitraan bisnis.                                      • Tenaga Kerja                    • Keragaman, Kesetaraan dan Inklusi
                                                                                                                             Perempuan                       • Kerja Paksa
  Lebih dari itu, BRI berupaya mendukung komitmen global terhadap HAM dengan mematuhi sepuluh                                                                • Tenaga Kerja Anak
  prinsip United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs on BHR), yang                                                                • Human Trafficking
  juga dikenal sebagai 10 prinsip UNGC. Komitmen ini mencakup perlindungan HAM dalam aktivitas
  operasional dan bisnis, termasuk tenaga kerja, mitra bisnis, hingga rantai pasok perusahaan.        BRI telah melakukan penilaian HAM pekerja pada aktivitas bisnis internal dan eksternal organisasi
  Informasi terkait komitmen dan tindak lanjut BRI terhadap UNGPs on BHR dapat ditemukan pada         sejak 2023. Penilaian HAM dilakukan secara berkala berdasarkan prioritas dan kebutuhan
  laman UN Global Compact (https://unglobalcompact.org/what-is-gc/participants/156911-PT-Bank-        Perusahaan untuk mengidentifikasi risiko terkait HAM. Proses penilaian HAM dilakukan dengan
  Rakyat-Indonesia-Persero-Tbk-). [FN-CB-410a.2]                                                      memetakan frekuensi (kemungkinan) dan dampak (keparahan) dari setiap risiko terkait HAM yang
                                                                                                      teridentifikasi, sehingga memungkinkan evaluasi komprehensif terhadap risiko bawaan (inherent
  Pelatihan dan Peningkatan Kesadaran Hak Asasi Manusia[GRI 2-24]                                     risk) beserta risiko yang masih ada (residual risk).
  BRI senantiasa berupaya untuk memperluas pemahaman terkait HAM untuk mendorong komitmen
  pelaksanaannya melalui:                                                                             Pelaksanaan uji tuntas HAM di lingkup internal dan eksternal organisasi mengacu pada Surat Direksi
  1. menyelenggarakan pelatihan dan komunikasi secara berkala bagi pekerja untuk meningkatkan         No.B.1470-DIR/ ESG/07/2023 tanggal 13 Juli 2023 tentang Kebijakan Hak Asasi Manusia PT Bank
      pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia;               Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui kerangka kerja terstruktur yang meliputi:
  2. mengomunikasikan implementasi penghormatan terhadap hak asasi manusia dan dampaknya
      terhadap pemangku kepentingan melalui berbagai media/sarana komunikasi internal; dan            1.   komitmen HAM;
  3. melaporkan praktik penghormatan hak asasi manusia kepada pemangku kepentingan eksternal          2.   identifikasi dampak dan risiko;
      melalui laporan keberlanjutan.                                                                  3.   penilaian dampak dan risiko;
                                                                                                      4.   mitigasi dan remediasi; dan
  Penilaian Risiko dan Uji Tuntas Hak Asasi Manusia [OJK F.19] [GRI 408-1, 409-1]                     5.   komunikasi dampak.
  BRI menggunakan pendekatan kehati-hatian dalam mengelola kemungkinan risiko terhadap
  pemenuhan HAM pekerja di seluruh proses bisnis perusahaan. Untuk mencapai hal ini, BRI              Secara khusus, BRI telah melaksanakan proses uji tuntas HAM yang ditetapkan oleh Kementerian
  melakukan uji tuntas HAM dengan mengidentifikasi dan menilai potensi dampak serta risiko dari       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui aplikasi PRISMA. Berdasarkan proses uji
  setiap aktivitas operasional BRI, rantai nilai atau kegiatan lain yang terkait dengan bisnis BRI,   tuntas tersebut, BRI mendapatkan kategori Hijau, yang menandakan kepatuhannya terhadap
  termasuk hubungan bisnis baru (merger dan akuisisi) dengan memberi perhatian lebih pada             Standar Indikator Penilaian Risiko Bisnis dan Hak Asasi Manusia.
  kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Dengan memprioritaskan upaya
  tersebut, BRI memperkuat komitmennya untuk menciptakan ekosistem bisnis yang menghormati,
  melindungi, dan mempromosikan hak asasi manusia, terutama bagi pihak-pihak yang rentan
  terhadap risiko HAM.
Page 208
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General
                                                           General Sustainability
                                                                   Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   208




  Local Communities Around Us and Human Rights
  Penilaian Hak Asasi Manusia
  BRI melaksanakan self-assessment hak asasi manusia terhadap karyawan dan pemasok pada                 Dalam memastikan HAM dalam rantai pasok, BRI menjunjung praktik bisnis yang bertanggung
  tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan praktik bisnis yang               jawab dengan melakukan kerja sama hanya terhadap pemasok, mitra kerja, dan nasabah peminjam
  bertanggung jawab. Melalui proses ini, BRI mengidentifikasi berbagai risiko utama terkait hak asasi   yang menunjukkan komitmen terhadap operasi yang etis dan berkelanjutan. Untuk memperkuat hal
  manusia serta merumuskan langkah-langkah mitigasi dan remediasi yang terstruktur untuk                ini, BRI telah merumuskan Kebijakan Rantai Pasok yang mengatur persyaratan yang diterapkan
  mengelola dan menangani risiko tersebut secara efektif. Berikut merupakan hasil self-assessment       untuk mitra kerja, mencakup praktik bisnis yang beretika, pemenuhan HAM dan hak buruh,
  hak asasi manusia terhadap karyawan dan pemasok:                                                      pertimbangan dampak lingkungan, privasi data, kesehatan dan keselamatan, serta keberagaman
                                                                                                        pemasok. Selain itu, penilaian terhadap risiko HAM dari penugasan dan evaluasi pengendalian
             Internal Organisasi                               Eksternal Organisasi                     pemasok dilakukan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap kebijakan dan standar HAM BRI.

                                                                                                        Mitigasi dan Remediasi Hak Asasi Manusia [GRI 2-26]
                                                                                                        BRI telah menerapkan langkah-langkah proaktif untuk memitigasi pelanggaran HAM dalam kegiatan
                                                                                                        operasional dan bisnis di seluruh unit kerja BRI. Upaya mitigasi dirancang untuk menjaga prinsip-
                          2025                                                      2025                prinsip hak asasi manusia dalam kegiatan operasional dan bisnis telah sejalan dengan United
                          38.035                                                    416                 Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs BHR). Meskipun demikian, BRI
                          (44,77%)                                                  (100%)              juga menetapkan prosedur yang jelas untuk menangani isu-isu hak asasi manusia dan memfasilitasi
                                                                                                        proses pemulihan dari dampak buruk yang timbul melalui tindakan remediasi:

                                                                                                        •     permohonan maaf;
                                                                                                        •     restitusi;
  Berdasarkan hasil identifikasi dan penilaian dampak dan risiko HAM yang dilakukan sepanjang           •     rehabilitasi;
  periode pelaporan pada 416 pemasok, tidak ditemukan adanya insiden maupun operasional                 •     jaminan tidak terulang kembali;
  pemasok yang memiliki risiko signifikan terhadap praktik pekerja anak maupun kerja paksa. Upaya       •     kompensasi finansial/non-finansial; serta
  pengawasan ini terus diperkuat melalui evaluasi berkala guna memastikan bahwa seluruh mitra           •     upaya hukum.
  bisnis tetap selaras dengan standar perlindungan Hak Asasi Manusia yang dijunjung oleh BRI.
  Sebagai langkah preventif dan syarat mutlak dalam menjalin kerja sama, BRI mewajibkan seluruh         Pengaduan terkait pelanggaran HAM dapat disampaikan pada sistem pelaporan pelanggaran
  pemasok untuk menandatangani pakta integritas serta mematuhi batas usia kerja minimum dan             (Whistleblowing System/WBS). Sistem pelaporan pelanggaran menjamin kerahasiaan identitas dan
  praktik ketenagakerjaan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku di                   perlindungan bagi pelapor. Laporan terkait pelanggaran HAM yang disertai bukti pendukung dapat
  Indonesia. [GRI 408-1, 409-1]                                                                         diajukan oleh pekerja BRI, pelanggan, mitra kerja, atau pemangku kepentingan eksternal melalui
                                                                                                        sarana berikut.
  Pemantauan Pengelolaan Hak Asasi Manusia
  Hasil identifikasi dan penilaian dampak dan risiko HAM dalam proses uji tuntas HAM yang dilakukan         Whistleblowing System
  secara sistematis dan berkala memberi gambaran mengenai aspek-aspek utama yang perlu
  dipertimbangkan dalam memenuhi HAM pekerja internal dan eksternal. Secara internal, BRI                        0811 8113 5306          bri-whistleblowingsystem@tipoffs.info               PO Box 1450
  berkomitmen untuk tidak merekrut pekerja anak maupun menerapkan kerja paksa di seluruh                                                                                                     JKP 10014
  lingkungan operasional perusahaan. BRI memprioritaskan terciptanya lingkungan kerja yang aman,                 https://idn.deloitte-halo.com/bri-whistleblowingsystem
  inklusif, dan kondusif bagi semua insan BRILiaN dengan melindungi hak-hak dasar pekerja,
  menyediakan peluang untuk pengembangan kompetensi profesional, serta mempromosikan nilai
  keberagaman, kesetaraan, dan inklusi. Selain itu, BRI telah menetapkan peraturan yang jelas untuk     Seluruh laporan yang disertai dengan bukti pendukung akan diproses melalui investigasi yang
  mencegah diskriminasi, pelecehan, dan kekerasan dalam bentuk apapun. Untuk membina hubungan           menyeluruh, independen, dan objektif. Apabila hasil investigasi menyatakan laporan tersebut
  kerja yang harmonis, BRI memastikan kebebasan berserikat bagi pekerja, termasuk berpartisipasi        terbukti, BRI akan mengenakan sanksi sesuai dengan kebijakan dan ketentuan yang berlaku.[GRI 406-1]
  dalam Serikat Pekerja. Privasi pekerja juga dilindungi dengan ketat sebagai bagian dari komitmen
  BRI terhadap penerapan lingkungan kerja yang etis.
Page 209
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   209




  Responsible Artificial Intelligence
  Kebijakan Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab                                                    Program Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab

  BRI menyadari bahwa integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dapat mendukung pertumbuhan dalam                BRI menjalankan program kecerdasan buatan yang bertanggung jawab secara strategis, dengan
  strategi BRIVolution Reignite. Guna memastikan teknologi kecerdasan buatan memberikan manfaat         berfokus pada penguatan ekosistem digital yang aman dan inklusif sebagai berikut.
  berkelanjutan bagi masyarakat dan memitigasi risiko, BRI menetapkan kebijakan Responsible AI
  yang berlandaskan pada prinsip-prinsip berikut.                                                       •   Audit dan Pemutakhiran Algoritma Berkala
                                                                                                            BRI melakukan peninjauan algoritma secara independen, termasuk pengujian terhadap setiap
  Menghormati privasi data dalam penggunaan dan/atau pengembangan AI                                        model AI yang dikembangkan dan digunakan melalui mekanisme monitoring secara berkala.
  BRI menempatkan perlindungan data pelanggan sebagai prioritas tertinggi. Setiap pengembangan              Hal ini memastikan kinerja dan akurasinya tetap optimal dan andal. Evaluasi periodik dapat
  model AI, termasuk platform BRIBrain yang menyediakan implementasi AI dalam lingkup internal,             mendeteksi adanya potensi model drift (pergeseran model), yaitu kondisi di mana performa
  wajib mematuhi kebijakan perlindungan privasi nasabah yang selaras dengan UU No. 27 Tahun                 model AI menurun atau menyimpang dari tujuan awal akibat perubahan pola data atau algoritma.
  2022 tentang Pelindungan Data Pribadi dan Standar Internasional Sistem Manajemen Keamanan                 Melalui pengawasan ketat ini, BRI memastikan bahwa setiap algoritma yang digunakan tetap
  Informasi ISO 27001:2013. Informasi identitas pribadi nasabah (personally identifiable information)       berada pada jalur yang tepat (on track), konsisten dalam memberikan hasil yang akurat, serta
  untuk pelatihan model AI dilakukan melalui ​​​penyamaran data (data masking) otomatis dengan              selalu selaras dengan standar etika dan parameter bisnis yang telah ditetapkan perusahaan.
  metode enkripsi guna menjamin kerahasiaan informasi pribadi pelanggan yang sensitif.                      Langkah ini mencerminkan komitmen bank dalam menjaga integritas teknologi demi
                                                                                                            perlindungan dan kenyamanan nasabah secara jangka panjang.
  Menghindari potensi bias dalam penggunaan dan/atau pengembangan AI                                    •   Integrasi AI dalam Manajemen Keamanan Siber
  Dalam mendukung inklusi keuangan, BRI memastikan bahwa pemanfaatan algoritma untuk                        Pemanfaatan AI Bot sebagai bagian dari koordinasi internal memfasilitasi eskalasi aktivitas
  keperluan strategis seperti penilaian kredit dirancang secara etis. Perusahaan secara proaktif            mencurigakan secara lebih cepat, guna memastikan respons yang efektif dalam memperkuat
  memitigasi risiko ​​​​bias algoritma untuk memastikan bahwa penilaian kredit dilakukan secara            ketahanan operasional Bank.
  objektif, tanpa diskriminasi berdasarkan gender, wilayah, atau latar belakang sosial nasabah,         •   Literasi Etika Digital bagi Insan BRILiaN
  sejalan dengan prinsip perlakuan adil dalam Kode Etik Bank.                                               BRI menyelenggarakan program edukasi bagi pekerja mengenai penggunaan AI yang
                                                                                                            bertanggung jawab dan etis. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh talenta BRI mampu
  Menjaga pengawasan dan memungkinkan intervensi manusia (human-in-the-loop) untuk                          memanfaatkan AI beserta teknologi terkait dengan kesadaran penuh terhadap risiko kepatuhan
  keputusan krusial                                                                                         dan perlindungan konsumen. Ke depan, bank berkomitmen untuk melaksanakan program
  Meskipun AI dan Robotic Process Automation (RPA) telah meningkatkan efisiensi operasional                 literasi digital terkait AI ini secara berkala, sebagai bagian dari upaya sistematis Perusahaan
  secara signifikan, BRI tetap menerapkan prinsip Human-in-the-Loop untuk keputusan krusial                 untuk memastikan setiap Insan BRILiaN memiliki kompetensi yang adaptif terhadap
  seperti persetujuan kredit bernilai tinggi atau penanganan sengketa nasabah yang kompleks.                perkembangan teknologi terkini, sekaligus tetap menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dalam
  Verifikasi akhir tetap dilakukan oleh Insan BRILian untuk menjamin empati dan pertimbangan                operasional bisnis.
  kontekstual yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan dan otomatisasi.
                                                                                                        •   Pemberdayaan UMKM melalui AI yang Inklusi
                                                                                                            Melalui pengembangan Sabrina (Smart Virtual Assistance) dalam menunjang ekosistem digital,
  Memastikan transparansi sistem AI dan kejelasan hasil/keputusan yang dihasilkan AI
                                                                                                            pemanfaatan AI telah mempermudah penanganan keluhan dari seluruh masyarakat secara
  BRI memastikan bahwa setiap hasil atau keputusan yang dihasilkan oleh AI dapat ditelusuri dan
                                                                                                            digital, sehingga mendukung peningkatan inklusi keuangan nasional.
  dijelaskan secara memadai oleh tim internal terkait, terutama ketika berdampak pada layanan yang
  diberikan kepada nasabah. Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan nasabah dan
  memastikan bahwa setiap keputusan otomatis memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

  Menetapkan akuntabilitas yang jelas atas hasil yang dihasilkan oleh model/perangkat AI
  Akuntabilitas AI diintegrasikan ke dalam tata kelola Teknologi Informasi di bawah pengawasan
  Information Technology Steering Committee. BRI menetapkan peran dan tanggung jawab yang
  jelas bagi pengembang dan unit bisnis pengelola pemanfaatan AI untuk memantau performa model
  secara berkala, memastikan mitigasi risiko siber, dan menangani dampak yang mungkin timbul dari
  penggunaan teknologi AI.
Page 210
                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   210




            Lampiran




             Tabel Data ESG 211       Issued Securities Impact Reporting 246         Indeks Standar Pelaporan 276   Indeks Pelaporan IDX 292   Assurance 293
             Lembar Umpan Balik 297
Page 211
                                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related      Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure             Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   211




  Keuangan & Bisnis
  Skala Perusahaan (hanya Bank) [C.3] [GRI
                                                     Keterangan                                                                                                   Satuan                        2023            2024                   2025
  2-6]

                                                     Laba Bersih                                                                                                  Rp Miliar                    53.153           54.841                50.404

                                                     Pendapatan                                                                                                   Rp Miliar                   189.646          215.738               217.379

                                                     Total Aset                                                                                                   Rp Miliar               1.835.249        1.840.395               1.931.536

                                                     Total Dana Pihak Ketiga (DPK)                                                                                Rp Miliar               1.352.683        1.360.134               1.460.089

                                                     Total Liabilitas                                                                                             Rp Miliar               1.536.512        1.541.022               1.632.040

                                                     Ekuitas                                                                                                      Rp Miliar                   298.737        299.373                299.496

                                                     Dana Non-DPK                                                                                                 Rp Miliar                   183.829          180.888                171.951

                                                     Jumlah Unit Kerja Beroperasi                                                                                      Unit                     7.755            7.568                 7.377




  Pencapaian Kinerja Ekonomi [F.2] [GRI 201-1]
                                                                                                                                              Realisasi                  Target (Rp Miliar)     Realisasi (Rp Miliar)     Presentase (%)

                                                                                                                                            2023          2024                                          2025

                                                     Total Aset                                                                          1.835.249        1.840.395               1.943.799                1.931.536                    99,37

                                                     Aset Produktif                                                                      1.684.737         1.711.302               1.834.161                1.856.531                  101,22

                                                     Kredit/Pembayaran Bank                                                              1.146.083        1.215.847               1.307.098                1.342.674                  102,72

                                                     Dana Pihak Ketiga                                                                   1.352.683        1.360.134               1.461.532                1.460.089                   99,90

                                                     Total Pendapatan*                                                                     189.122         214.685                  220.054                    216.951                 98,59

                                                     Total Biaya                                                                          122.050           145.574                 155.440                    154.750                 99,56

                                                     Laba Bersih                                                                            53.153           54.841                  51.303                    50.404                  98,25


                                                     *) Total pendapatan merupakan seluruh pendapatan operasional dan non operasional. Total biaya terdiri dari seluruh beban operasional, kecuali biaya pajak yang dibayarkan.
Page 212
                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
                   Climate-related   Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                      Disclosure          Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   212



  Nilai Ekonomi Langsung Didapat dan
                                                     Keterangan                                                   Satuan               2023              2024             2025
  Didistribusikan [GRI 201-1]
                                                     Pendapatan Bunga                                             Rp Miliar
                                                                                                                                      146.918         162.229           163.606
                                                     Pendapatan Non Bunga                                         Rp Miliar
                                                                                                                                      42.728             53.508          53.773
                                                     Pendapatan Non Operasional                                   Rp Miliar
                                                                                                                                        -524             -1.053            -428
                                                     Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Didapat                        Rp Miliar
                                                                                                                                      189.122         214.684            216.951
                                                     Biaya Operasional Non Bunga di Luar Pekerja                  Rp Miliar
                                                                                                                                      30.526             35.013          35.747
                                                     Biaya Tenaga Kerja (di luar Outsource)                       Rp Miliar
                                                                                                                                       26.519            26.842          27.900
                                                     Pembayaran Dividen kepada Pemerintah                         Rp Miliar           23.234             25.715          27.682
                                                     Bunga Kredit dan Bunga Bank                                  Rp Miliar
                                                                                                                                      38.484             50.579          50.025
                                                     Pembayaran kepada Pemerintah (Pajak)                         Rp Miliar
                                                                                                                                      23.447             28.014          22.068
                                                     Pengeluaran Investasi kepada Masyarakat                      Rp Miliar
                                                                                                                                         342               343              326
                                                     Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Didistribusi                   Rp Miliar
                                                                                                                                      142.552         166.506           163.747
                                                     Nilai Ekonomi Langsung yang Ditahan                          Rp Miliar
                                                                                                                                      46.570             48.178          53.204




  Global Systemically Important Bank                 BIS Leverage Ratio
  [FN-CB-550a.1]

                                                     Aspek                                               Satuan               2023              2024                     2025

                                                     Basel III Tier 1 Capital                             Rp        238.956.599           241.043.217               246.050.197

                                                     Basel III Total Exposure                             Rp       1.749.457.664         1.798.631.971            1.920.699.682

                                                     Basel III Leverage Ratio                              %                  13,66              13,40                    12,81
Page 213
                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related    Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure           Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   213



  Pelaporan Pajak* [GRI 207-4]
                                                                                                                                            2022                            2023                                 2024
                                                   Keterangan                                                          Satuan
                                                                                                                                   Domestik        Lainnya       Domestik          Lainnya         Domestik                Lainnya

                                                   Jumlah Pekerja                                                      Orang             74.735          105         77.739              66                81.848                    68

                                                   Pendapatan                                                          Rp Juta      202.710.231    1.581.523     240.297.151       2.909.234           210.031.414            3.787.814

                                                   Laba (Rugi) Sebelum Pajak                                           Rp Juta      65.536.208       614.553      75.885.153        386.520            68.476.430              727.504

                                                   Pajak Penghasilan Masih Harus Dibayar                               Rp Juta       13.103.645      125.386      12.515.017          67.504           12.353.974              106.521

                                                   Pajak Penghasilan yang Telah Dibayar                                Rp Juta      24.473.827        84.337      16.413.631          87.215            13.421.313              41.204


                                                 *) Seluruh informasi dalam laporan ini milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tanpa mencakup perusahaan anak. Di sisi lain, BRI melakukan audit atas laporan keuangan
                                                 konsolidasi yang mencakup perusahaan anak seperti Bank Raya, BRI Remittance, BRI Life, BRI Finance, BRI Ventures, BRIDS, BRI Insurance, Pegadaian, dan PNM. Informasi terkait
                                                 perusahaan anak tersebut tidak termasuk dalam laporan ini. [GRI 2-2]




  Kredit Per-Segmen [GRI G4 FS6]
                                                   Segmen                                                                                                            Satuan                   2023              2024             2025

                                                                                                                                                                    Rp Triliun               496,55            491,22           470,77
                                                   Mikro
                                                                                                                                                                        %                     43,33             40,40            35,06

                                                                                                                                                                    Rp Triliun               442,70            470,39           519,88
                                                   Ritel
                                                                                                                                                                        %                     38,63             38,69            38,72

                                                                                                                                                                    Rp Triliun               206,83            254,24           352,02
                                                   Korporasi
                                                                                                                                                                        %                      18,05            20,91            26,22

                                                                                                                                                                    Rp Triliun           1.146,08             1.215,85        1.342,67
                                                   Total
                                                                                                                                                                        %                       100                  100             100
Page 214
                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   214



  Kredit Per-Wilayah (Indonesia) [GRI G4 FS6]
                                                                                                     Wilayah    Satuan        2023            2024              2025

                                                                                                               Rp Triliun   306,55           371,48            473,49
                                                    Jakarta
                                                                                                                  %           26,75           30,55             35,27

                                                                                                               Rp Triliun    183,10           187,71            199,75
                                                    Sumatera
                                                                                                                  %           15,98            15,44             14,88

                                                                                                               Rp Triliun     88,94            77,58             76,57
                                                    Jawa Barat
                                                                                                                  %            7,76             6,38              5,70

                                                                                                               Rp Triliun    140,41           137,10           133,86
                                                    Jawa Tengah & DI Yogyakarta
                                                                                                                  %           12,25            11,28              9,97

                                                                                                               Rp Triliun    136,61          140,90            142,86
                                                    Jawa Timur
                                                                                                                  %            11,92           11,59             10,64

                                                                                                               Rp Triliun    260,79          276,75            284,75
                                                    Indonesia Timur & Indonesia Tengah
                                                                                                                  %           22,76           22,76              21,21

                                                                                                               Rp Triliun     29,68           24,33              31,37
                                                    Lainnya
                                                                                                                  %            2,59             2,00              2,34

                                                                                                               Rp Triliun   1.146,08        1.215,85         1.342,65
                                                    Total
                                                                                                                  %             100              100               100
Page 215
                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related   Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure          Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   215



  Kredit Per-Wilayah (Di Luar Indonesia)
                                                   Wilayah                                            Satuan      2023              2024                 2025
  [GRI G4 FS6]

                                                                                                     Rp Triliun    8,38             13,50                 8,16
                                                   New York
                                                                                                        %         50,73             55,49               26,03

                                                                                                     Rp Triliun    6,88              9,25                12,84
                                                   Singapura
                                                                                                        %         41,65             38,02               40,92

                                                                                                     Rp Triliun    0,95               1,02                1,06
                                                   Timor Leste
                                                                                                        %          5,75               4,19                3,37

                                                                                                     Rp Triliun    0,31              0,56                 0,85
                                                   Taiwan
                                                                                                        %          1,88              2,30                 2,71

                                                                                                     Rp Triliun       –                  –                8,46
                                                   Kepulauan Cayman
                                                                                                        %             –                  –              26,98

                                                                                                     Rp Triliun   16,52             24,33                31,37
                                                   Jumlah
                                                                                                        %          100                100                  100
Page 216
                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   216



  Kredit Per-Sektor Usaha [GRI G4 FS6]
                                                                                                  Sektor Usaha            Satuan       2023           2024              2025

                                                                                                                         Rp Triliun     1,52            6,14              8,34
                                                    Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib
                                                                                                                            %           0,13            0,51              0,62

                                                                                                                         Rp Triliun   102,53           110,19           117,67
                                                    Industri Pengolahan
                                                                                                                            %           8,95            9,06              8,77

                                                                                                                         Rp Triliun    53,70           61,07            62,27
                                                    Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya
                                                                                                                            %           4,69            5,02              4,64
                                                                                                                         Rp Triliun     4,22            4,53              6,45
                                                    Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
                                                                                                                            %           0,37            0,37              0,48

                                                                                                                         Rp Triliun     0,86            0,97              1,29
                                                    Jasa Pendidikan
                                                                                                                            %           0,08            0,08              0,10

                                                                                                                         Rp Triliun     1,00            0,90              0,75
                                                    Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga
                                                                                                                            %           0,09            0,07              0,06

                                                                                                                         Rp Triliun    31,41            8,86              9,18
                                                    Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya
                                                                                                                            %           2,74            0,73              0,68

                                                                                                                         Rp Triliun    33,73          35,48             79,33
                                                    Konstruksi
                                                                                                                            %           2,94            2,92              5,91

                                                                                                                         Rp Triliun    30,37          36,44              53,41
                                                    Listrik, Gas, dan Air
                                                                                                                            %           2,65            3,00              3,98

                                                                                                                         Rp Triliun   239,69         254,89            275,98
                                                    Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha
                                                                                                                            %          20,91          20,96             20,56

                                                                                                                         Rp Triliun    22,38          24,64             24,05
                                                    Penyedia Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum
                                                                                                                            %           1,95            2,03              1,79

                                                                                                                         Rp Triliun    15,85           26,51            20,89
                                                    Perantara Keuangan
                                                                                                                            %           1,38            2,18              1,56

                                                                                                                         Rp Triliun   361,13         364,07            370,46
                                                    Perdagangan Besar dan Eceran
                                                                                                                            %          31,51          29,94              27,60

                                                                                                                         Rp Triliun    10,88           10,53             10,04
                                                    Perikanan
                                                                                                                            %           0,95            0,87              0,75

                                                                                                                         Rp Triliun    31,81          36,47             29,39
                                                    Pertambangan dan Penggalian
                                                                                                                            %           2,78            3,00              2,19
Page 217
                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                   Climate-related     Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                      Disclosure            Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   217




                                                                                                    Sektor Usaha    Satuan        2023            2024              2025

                                                                                                                   Rp Triliun    166,64           193,61           222,09
                                                       Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan
                                                                                                                       %          14,54            15,92             16,54

                                                                                                                   Rp Triliun      11,65           12,27             17,65
                                                       Real Estate, Usaha Persewaaan dan Jasa perusahaan
                                                                                                                       %           1,02              1,01              1,31

                                                                                                                   Rp Triliun     26,70           28,27              33,19
                                                       Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi
                                                                                                                       %           2,33             2,33              2,47

                                                                                                                   Rp Triliun         0                0                 0
                                                       Lainnya
                                                                                                                       %              0                0                 0

                                                                                                                   Rp Triliun   1.146,07        1.215,84          1.342,41
                                                       Jumlah
                                                                                                                       %            100              100               100




  Produk Pinjaman Mikro [GRI 203-2][GRI G4 FS6]
                                                       Deskripsi                                                    Satuan       2023             2024              2025
  [FN-CB-240a.1]

                                                       Outstanding KUR                                             Rp Triliun   219,90           231,29            235,39

                                                       Debitur KUR                                                   Juta          8,80              8,11             8,02

                                                       Outstanding KUPEDES                                         Rp Triliun   212,30           200,22            175,60

                                                       Debitur KUPEDES                                               Juta          4,64            4,49               3,93
Page 218
                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related    Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure           Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                         Lampiran                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   218




  Keuangan Berkelanjutan
  Nasabah dengan PROPER Rating [GRI G4 FS8,
                                                   Peringkat                                               Satuan         2023                2024              2025
  F10, F11]

                                                   Emas                                                    Debitur              16                 8               10

                                                   Hijau                                                   Debitur               7                9                  5

                                                   Biru                                                    Debitur             46                48                56

                                                   Total                                                   Debitur             69                65                 71




  Nilai Kredit Nasabah dengan PROPER
                                                   Peringkat                                         Satuan           2023                    2024              2025
  Rating [GRI G4 FS8, FS10, FS11]
                                                   Emas                                             Rp Triliun        13,38                    10,69            19,07

                                                   Hijau                                            Rp Triliun         9,27                    17,29             3,65

                                                   Biru                                             Rp Triliun        63,05                   88,46             88,10

                                                   Total                                            Rp Triliun        85,70                  116,44            110,82




  Nasabah dengan Sertifikasi ISPO/
                                                   Sertifikat                                             Satuan          2023               2024              2025
  RSPO* [GRI G4 FS8, FS10, FS11]
                                                   RSPO                                                   Debitur               16               14                21

                                                   Dalam proses RSPO                                      Debitur                0                0                 0

                                                   ISPO                                                   Debitur              25                26                21

                                                   Dalam proses ISPO                                      Debitur                8                5                 6

                                                   Total                                                  Debitur              49                45                48


                                                 *) Data mencakup nasabah di segmen Korporasi.



  Nilai Pembiayaan untuk Nasabah
                                                   Sertifikat                                             Satuan          2023                 2024             2025
  dengan Sertifikasi ISPO/RSPO* [GRI G4 FS8,
  FS10, FS11]                                      RSPO                                                  Rp Triliun       18,90                29,97           44,64

                                                   Dalam proses RSPO                                     Rp Triliun             0                     0             0

                                                   ISPO                                                  Rp Triliun       14,88                18,06            12,68

                                                   Dalam proses ISPO                                     Rp Triliun           2,74               1,32            2,30

                                                   Total                                                 Rp Triliun       36,52                49,35           59,62

                                                  *) Data mencakup nasabah di segmen Korporasi.
Page 219
                                                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                       Climate-related   Sustainability-related         General Sustainability
Pengantar
                          Disclosure          Disclosure                  Topic Disclosure
                                                                                                      Lampiran                                                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   219



  Produk Berkelanjutan per Segmen [OJK
                                                                                                                          2025
  B.1.d] [GRI G4 FS7, FS8]


                                                         Kategori Produk                                                                     Komposisi
                                                                                Satuan                                    Total Pinjaman      pinjaman                                               Deskripsi Produk
                                                          Per Segmen                         Outstanding         Total
                                                                                                                           Per Segmen       bekelanjutan
                                                                                                                                           dietiap segmen
                                                         Pinjaman Konsumer
                                                         KPR Green                                                                                          Terdiri dari kredit kepemilikan rumah yang dikhususkan untuk pembiayaan
                                                                               Rp Triliun          0,37
                                                         Financing                                                                                          pembelian rumah baru dengan konsep perumahan berkonsep hijau serta kredit
                                                                                                                                                            pemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan total
                                                                                                                 16,53        66,34            25%          pendapatan keluarga (suami dan istri) maksimal Rp8 juta per bulan.
                                                         KPR Subsidi           Rp Triliun          16,16
                                                                                                                                                            *untuk Rumah Pertama/Belum mempunyai Rumah, belum pernah mendapat subsidi perumahan, harus ditempati

                                                                                                                                                            dan tidak boleh dijual/disewakan/disewakan selama 5 (lima) tahun pertama.

                                                         Pinjaman Korporasi
                                                                                                                                                            Terdiri dari kredit hijau kepada segmen korporasi dengan aktivitas usaha
                                                         Kredit Hijau
                                                                                                                                                            berbasis energi terbarukan, pengelolaan lahan berkelanjutan, transportasi
                                                         Segmen                Rp Triliun         89,24          89,24       351,76            25%
                                                                                                                                                            ramah lingkungan, bangunan ramah lingkungan, serta kegiatan usaha
                                                         Korporasi
                                                                                                                                                            berwawasan lingkungan lainnya.
                                                         Pinjaman UMKM (Produktif)
                                                         Kredit Hijau
                                                                               Rp Triliun          3,59
                                                         Segmen Medium                                                                                      Terdiri dari kredit sosial kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap, memiliki
                                                                                                                 706,09      706,09            100%
                                                         Kredit Usaha                                                                                       usaha produktif dengan skala bisnis kecil dan menengah.
                                                                               Rp Triliun         702,51
                                                         Segmen UMKM


  Penyaluran Kredit kepada Kategori
                                                                                                                                                                                 Capaian                               Target             Persentase
  Kegiatan Usaha Berkelanjutan [F.10] [GRI                                                       Keterangan                                     Satuan
  305-3]
                                                                                                                                                                   2023             2024                  2025          2025            Pencapaian 2025

                                                         UMKM                                                                                  Rp Triliun        690,43            698,66                718,67
                                                         Energi Terbarukan                                                                     Rp Triliun           6,02              6,34                 6,85
                                                         Pencegahan dan Pengendalian Polusi                                                    Rp Triliun           0,55               0,51                0,50
                                                         Transportasi Ramah Lingkungan                                                         Rp Triliun           11,24              3,61                3,38
                                                         Bangunan Berwawasan Lingkungan                                                        Rp Triliun           2,04              0,29                  0,71
                                                         Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan Berkelanjutan                Rp Triliun          52,82            64,68                 61,64         800                  101,48
                                                         Efisiensi Energi                                                                      Rp Triliun                0                0                2,52
                                                         Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air                                        Rp Triliun           0,23                  0                    0
                                                         Pengelolaan Air & Limbah Berkelanjutan                                                Rp Triliun         0,003                   0                    0
                                                         Eco-efficient Product                                                                 Rp Triliun            7,50             8,07                 5,64
                                                         Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan Lainnya                                          Rp Triliun            1,93             3,06                11,96
                                                         Total                                                                                 Rp Triliun        772,74            785,22                811,86         800                  101,48
Page 220
                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related   Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                Disclosure          Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   220



  Penyaluran Kredit kepada Sektor Energi
                                               Keterangan                                      Satuan      2023            2024              2025
  Tak Terbarukan dan Energi Baru
  Terbarukan [GRI 305-3]                       Energi Tak Terbarukan                          Rp Triliun   21,60            25,12             37,21

                                               Energi Baru & Terbarukan                       Rp Triliun   6,02              6,34              6,85

                                               Total Pembiayaan                               Rp Triliun   27,62           31,46             44,06
Page 221
                                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related   Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                Disclosure          Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   221




  Nasabah
  Titik Layanan Nasabah
                                               Keterangan                                                                                                        Satuan                2023           2024              2025

                                               Kantor Pusat                                                                                                        #                       1                 1                1

                                               Kantor Wilayah                                                                                                      #                     18               18                18

                                               Kantor Cabang & Kantor Cabang Khusus*                                                                               #                    453             453               454

                                               Kantor Cabang Luar Negeri                                                                                           #                      6                  6               6

                                               Kantor Cabang Pembantu**                                                                                            #                    556              555              555

                                               Kantor Cabang Pembantu di Luar Negeri**                                                                             #                      3                  3               3

                                               BRI Unit**                                                                                                          #                   5.117          5.086             5.082

                                               Kantor Kas**                                                                                                        #                    505             500               490

                                               Teras BRI**                                                                                                         #                    977             873               758

                                               Teras Keliling                                                                                                      #                     115              69                 6

                                               Teras Kapal                                                                                                         #                      4                  4               4

                                               Jumlah Unit Kerja Operasional                                                                                       #                   7.755           7.568             7.377


                                             *) Sesuai dengan Nota Dinas B.63.e-PPM/ODV/OD2/08/2023 tanggal 03 Agustus 2023 Perihal Penyampaian persetujuan perubahan supervisi KCK.
                                             **) Sejak tahun 2024, sesuai dengan POJK No. 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, terdapat penyesuaian untuk jaringan kantor bank hanya terdiri dari Kantor Pusat, Kantor
                                             Wilayah, Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu. Sesuai POJK tersebut, jenis Kantor BRI Unit, Teras BRI, dan Kantor Kas BRI termasuk dalam kategori Kantor Cabang.


                                                                                            Keterangan                                                    Satuan               2023                  2024                2025

                                               ATM                                                                                                           #                12.263                10.663              10.650

                                               CRM                                                                                                           #                 9.007                 9.007               9.007

                                               EDC                                                                                                           #               664.801              727.303             607.968

                                               E- Buzz                                                                                                       #                    57                    57                  54

                                               Agen BRILinK                                                                                                  #               740.818            1.064.219            1.193.835
Page 222
                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   222



  Co-Location UMI
                                                Co-Location UMI                                                    Unit             2023               2024               2025

                                                Sumatera                                                           Unit              202                 210                207

                                                Jawa                                                               Unit              537                 520                533

                                                Kalimantan                                                         Unit               49                   71                 64

                                                Sulawesi                                                           Unit              142                 127                 125

                                                Bali & Nusa Tenggara                                               Unit               74                  74                  74

                                                Maluku                                                             Unit                0                   15                 16

                                                Papua                                                              Unit               14                   15                 15

                                                Total                                                              Unit             1.018              1.032               1.034



  Teras BRI
                                                                                          Teras BRI         Unit           Satuan       2023               2024           2025
                                                                                                          Teras BRI          #               217             206             192
                                                Sumatera                                              Teras BRI Keliling     #                  2                2             0
                                                                                                        Teras Kapal          #                  1                 1            1
                                                                                                          Teras BRI          #               502                416         345
                                                Jawa                                                  Teras BRI Keliling     #                59                58             0
                                                                                                        Teras Kapal          #                  1                 1            1
                                                                                                          Teras BRI          #                72                86            66
                                                Kalimantan                                            Teras BRI Keliling     #                  6                2             2
                                                                                                        Teras Kapal          #                  0                0             0
                                                                                                          Teras BRI          #                52                28            23
                                                Sulawesi                                              Teras BRI Keliling     #                43                  1            1
                                                                                                        Teras Kapal          #                  1                0             0
                                                                                                          Teras BRI          #                117               112          110
                                                Bali & Nusa Tenggara                                  Teras BRI Keliling     #                  4                4             2
                                                                                                        Teras Kapal          #                  1                 1            1
                                                                                                          Teras BRI          #                  0                11           10
                                                Maluku                                                Teras BRI Keliling     #                  0                 1            1
                                                                                                        Teras Kapal          #                  0                 1            1
                                                                                                          Teras BRI          #                 17                14           12
                                                Papua                                                 Teras BRI Keliling     #                  1                 1            0
                                                                                                        Teras Kapal          #                  0                0             0
                                                                                                          Teras BRI          #               977             873            758
                                                Total                                                 Teras BRI Keliling     #                115               69             6
                                                                                                        Teras Kapal          #                  4                4             4
Page 223
                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   223



  Kinerja BRI Kapal
                                                                                    Kinerja BRI Kapal                                               Bentuk      Satuan       2023           2024            2025
                                                                                                                                            Total Simpanan
                                                                                                                                                   Rekening        #         8.997          9.663           6.779
                                                                                                                                                        Saldo   Rp Miliar    22,94          23,30           14,23
                                                Bahtera Seva I (Wilayah Kepulauan Seribu)
                                                                                                                                            Total Kredit
                                                                                                                                                    Debitur        #           716            781             679
                                                                                                                                                  OS Pinjaman   Rp Miliar    25,06          29,08           27,39
                                                                                                                                            Total Simpanan
                                                                                                                                                   Rekening        #        20.536         15.154         15.402
                                                                                                                                                        Saldo   Rp Miliar    43,33          47,47           51,21
                                                Bahtera Seva II (Wilayah Kepulauan Halmahera Selatan)*
                                                                                                                                            Total Kredit
                                                                                                                                                    Debitur        #           912            822            836
                                                                                                                                                  OS Pinjaman   Rp Miliar    24,17          24,00           25,19
                                                                                                                                            Total Simpanan
                                                                                                                                                   Rekening        #         6.262          5.890           5.097
                                                                                                                                                        Saldo   Rp Miliar     9,49           9,08           11,32
                                                Bahtera Seva III (Wilayah Kepulauan Anambas)
                                                                                                                                            Total Kredit
                                                                                                                                                    Debitur        #          242             277            450
                                                                                                                                                  OS Pinjaman   Rp Miliar     8,21           8,77           13,75
                                                                                                                                            Total Simpanan
                                                                                                                                                   Rekening        #         1.874          1.066           1.380
                                                                                                                                                        Saldo   Rp Miliar     7,34            7,81           7,05
                                                Nera Seva (Wilayah Kepulauan NTT–Labuan Bajo)*
                                                                                                                                            Total Kredit
                                                                                                                                                    Debitur        #          886           1.018            936
                                                                                                                                                  OS Pinjaman   Rp Miliar    25,25          25,63           27,26
                                                                                                                                            Total Simpanan
                                                                                                                                                   Rekening        #        37.669         31.773         28.658
                                                                                                                                                        Saldo   Rp Miliar    83,10          87,66          83,80
                                                Total
                                                                                                                                            Total Kredit
                                                                                                                                                    Debitur        #         2.756          2.898           2.901
                                                                                                                                                  OS Pinjaman   Rp Miliar    82,69          87,48          93,59


                                              *) Pada tahun 2025, terdapat perubahan cakupan wilayah operasional untuk Bahtera Seva II dan Nera Seva.
Page 224
                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   224



  Agen BRILinK
                                              Agen BRILinK                                     Satuan         2023             2024              2025

                                                                                                Agen        165.053         239.380            273.100
                                              Sumatera
                                                                                                  %           22,28            22,49             22,88

                                                                                                Agen        395.383         580.569           653.256
                                              Jawa
                                                                                                  %           53,37            54,55             54,72

                                                                                                Agen         56.500          68.832             75.220
                                              Kalimantan
                                                                                                  %            7,63             6,47               6,30

                                                                                                Agen         69.798           96.720           104.252
                                              Sulawesi
                                                                                                  %            9,42             9,09               8,73

                                                                                                Agen         39.070          59.860             65.007
                                              Bali dan Nusa Tenggara
                                                                                                  %            5,27             5,62               5,45

                                                                                                Agen          6.949            8.865             9.370
                                              Maluku dan Maluku Utara
                                                                                                  %            0,94             0,83               0,78

                                                                                                Agen          8.065            9.993            13.630
                                              Papua
                                                                                                  %            1,09             0,94                1,14

                                                                                                Agen        740.818        1.064.219         1.193.835
                                              Total
                                                                                                  %             100              100                100




                                              Transaksi Agen BRILinK                            Satuan        2023             2024              2025

                                              Nilai Transaksi                                  Rp Triliun   1.427,60        1.589,04           1.746,17

                                              Jumlah Transaksi                                   Juta       1.096,61        1.204,25           1.186,21
Page 225
                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related   Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                Disclosure          Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   225



  Nasabah BRI Pengguna Layanan
                                               Jenis E-banking                                          Satuan          2023              2024                 2025
  Bergerak (E-Banking)
                                               BRImo                                                   Pengguna    31.616.014       38.613.867          45.933.232

                                               BRIZZI                                                  Pengguna    23.756.098      24.424.356             25.411.181




  Jumlah Transaksi Layanan Bergerak
                                               Jenis Layanan                                            Satuan        2023           2024                     2025
  (E-Banking) [FS8]
                                               Transaksi Finansial BRImo                                 Ribu      3.088.817    4.309.334                 5.619.905

                                               BRILink                                                   Ribu      1.096.611     1.204.251                1.186.209

                                               Merchant EDC                                              Ribu        197.788       509.616                  651.376

                                               BRIMOLA                                                   Ribu         10.819        14.223                    16.715

                                               BRIZZI                                                    Ribu        171.200       196.202                 947.462

                                               ATM BRI                                                   Ribu      3.521.211    2.499.740                 2.191.082




  Nilai Transaksi Layanan Bergerak
                                                                                       Jenis Layanan    Satuan          2023              2024                 2025
  (E-Banking) [FS8]
                                               Transaksi Finansial BRImo                               Rp Miliar    4.158.849        5.541.345            7.076.864

                                               BRILink                                                 Rp Miliar    1.427.583        1.589.039             1.746.170

                                               Merchant EDC                                            Rp Miliar      119.764          186.335              223.196

                                               BRIMOLA                                                 Rp Miliar       15.102           20.262                24.110

                                               BRIZZI                                                  Rp Miliar        6.190             6.187              23.627

                                               ATM BRI                                                 Rp Miliar    2.972.941        2.646.152           2.338.365
Page 226
                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related       Sustainability-related         General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure              Disclosure                  Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   226



  Survei Kepuasan Nasabah [F.30]
                                                     Keterangan                                                                                                      Satuan                  2023              2024              2025

                                                     Tingkat Kepuasan Nasabah                                                                                            %                   84,66             87,06              91,72

                                                     Tingkat Penyelesaian Pengaduan Nasabah                                                                              %                   99,56             99,81             99,98




  Kualitas Layanan BRI vs Kualitas
                                                     Keterangan                                                                                                    Satuan                2023                 2024               2025
  Layanan Industri Perbankan di
  Indonesia                                          Indeks Kualitas Layanan Industri Perbankan (Peringkat MRI)                                                   Peringkat                   6                     5                2




  Pengaduan Nasabah [418-1] [F.24]
                                                     Keterangan                                                                              Satuan                      2023                        2024                        2025

                                                     Jumlah Transaksi                                                                           #              72.970.667.382           135.156.818.290                 157.298.028.811

                                                     Jumlah Pengaduan                                                                         Kasus                 4.751.604                  1.925.215                     1.262.275

                                                     Persentase Pengaduan terhadap Jumlah Transaksi                                            %                         0,007                       0,001                       0,001

                                                     Pengaduan Diselesaikan                                                                   Kasus                 4.730.478                  1.921.529                      1.261.976

                                                     Persentase Penyelesaian Keluhan Terselesaikan terhadap Jumlah Keluhan                     %                         99,56                       99,81                       99,98

                                                     Pengaduan Dalam Proses                                                                   Kasus                      21.126                      3.686                         299

                                                     Persentase Dalam Proses                                                                   %                      0,4446                         0,1915                     0,0237


                                                   *) Sejak tahun 2024, jumlah pengaduan disajikan berdasarkan penyesuaian metodologi perhitungan yang mengacu pada panduan terbaru dari OJK.




  Jumlah Pengaduan Berdasarkan Jenis
                                                                                                                                   Selesai                Dalam Proses                   Tidak Selesai                     Jumlah
  Transaksi Keuangan                                                       Jenis Transaksi Keuangan
                                                                                                                      Jumlah        Persentase (%)    Jumlah   Persentase (%)       Jumlah    Persentase (%)             Pengaduan

                                                     Kartu Kredit                                                        3.387               99,62        13              0,38           0                      0                3.400
                                                     Produk/Jasa Bank Lainnya                                            1.729               99,94         1              0,06           0                      0                1.730
                                                     Simpanan                                                           46.164                 100         2             0,004           0                      0               46.166
                                                     ATM/CRM                                                           647.196                 100         7              0,001          0                      0              647.203
                                                     E-banking                                                         561.390               99,95       268              0,05           0                      0              561.658
                                                     Kredit Tanpa Agunan                                                 1.254               99,44         7              0,56           0                      0                 1.261
                                                     Pinjaman (Modal Kerja, Investasi, Konsumer)                             856             99,88         1                 0,12        0                      0                  857
                                                     Jumlah                                                          1.261.976               99,98       299              0,02           0                      0            1.262.275
Page 227
                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   227



  Pengaduan terkait Keamanan Data
                                                   Keterangan                                                                                    Satuan   2023           2024               2025
  Nasabah [418-1] [F.24]
                                                   Pengaduan* dari Pihak Eksternal                                                                 #         0                0                 0
                                                   Pengaduan* dari Pihak Pemerintah                                                                #         0                0                 0


                                                 *) Pengaduan yang dibuktikan mengenai pelanggaran privasi nasabah dan hilangnya data nasabah.


  Insiden Keamanan Informasi [FN-CB-230a.1]
                                                   Keterangan                                                                                    Satuan   2023           2024              2025

                                                   Jumlah Pelanggaran Keamanan Informasi atau Keamanan Siber                                       #         0                0                 0

                                                   Denda atau Sanksi dari Pelanggaran Keamanan Informasi atau Keamanan Siber                      Rp         0                0                 0

                                                   Jumlah Nasabah yang Terpengaruh oleh Pelanggaran                                                #         0                0                 0
Page 228
                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
                        Climate-related          Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                           Disclosure                 Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                                      Lampiran                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   228




  Pekerja
  Komposisi Pekerja [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3, C.3.b,
                                                                                          Deskripsi                                                        Satuan    2023          2024           2025
  C.3.b.1, C.3.b.2, C.3.b.3, C.3.b.4, C.3.b.5]

                                                                                                                                            Total          Orang    77.739        81.848         84.949
                                                                                                                                            Pria           Orang    47.262         48.131        48.483
                                                                 Jenis Kelamin
                                                                                                                                         Perempuan         Orang    30.477         33.717        36.466
                                                                                                                                     Komposisi Perempuan     %       39,20          41,19         42,93
                                                                                                                                            Total          Orang    60.084        59.495         59.714
                                                                                                                                            Pria           Orang    39.875        39.237         39.286
                                                                                                                   Pekerja Tetap
                                                                                                                                         Perempuan         Orang    20.209        20.258         20.428
                                                                                                                                     Komposisi Perempuan     %       33,63         34,05           34,21
                                                                                                                                            Total          Orang    17.207        22.244         24.539
                                                                                                                                            Pria           Orang      7.135        8.837          8.879
                                                                 Status Kepegawaian                                Pekerja Kontrak
                                                                                                                                         Perempuan         Orang    10.072        13.407         15.660
                                                                                                                                     Komposisi Perempuan     %       58,53         60,27          63,82
                                                                                                                                            Total          Orang      448             109           696
                                                                                                                                            Pria           Orang       252             57            318
                                                                                                                      Trainee
                                                                                                                                         Perempuan         Orang       196             52           378
                                                                                                                                     Komposisi Perempuan     %       43,75          47,71          54,31
                                                                                                                     < 30 Tahun             Total          Orang    21.348        23.890         28.393
                                                                 Usia                                               30-50 Tahun             Total          Orang    52.627         54.611        53.555
                                                                                                                     > 50 Tahun             Total          Orang     3.764         3.347           3.001
                                                                                                                                            Total          Orang        117           125            127
                                                                                                                                            Pria           Orang        90             98             96
                                                                                                                  Top Management
                                                                                                                                         Perempuan         Orang        27             27             31
                                                                                                                                     Komposisi Perempuan     %       23,08          21,60          24,41
                                                                                                                                            Total          Orang     1.591          1.682          1.725
                                                                                                                                            Pria           Orang     1.238          1.315          1.351
                                                                                                                 Middle Management
                                                                                                                                         Perempuan         Orang       353           367            374
                                                                                                                                     Komposisi Perempuan     %       22,19          21,82          21,68
                                                                 Tingkat Jabatan
                                                                                                                                            Total          Orang     2.757          2.715          2.615
                                                                                                                                            Pria           Orang     2.013          1.968          1.875
                                                                                                                 Junior Management
                                                                                                                                         Perempuan         Orang       744            747           740
                                                                                                                                     Komposisi Perempuan     %       26,99          27,51         28,30
                                                                                                                                            Total          Orang    73.274        77.326         80.482
                                                                                                                                            Pria           Orang    43.921        44.750          45.161
                                                                                                                  Non Management
                                                                                                                                         Perempuan         Orang    29.353        32.576         35.321
                                                                                                                                     Komposisi Perempuan     %       40,06          42,13         43,89
Page 229
                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                    Lampiran                                                                             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   229




                                                                        Deskripsi                                                                               Satuan    2023          2024           2025

                                                                                                                                                 Total          Orang    15.205        13.809         15.993
                                                                                                                  Jakarta                        Pria           Orang      9.121         8.051          8.631
                                                                                                                                              Perempuan         Orang    6.084           5.758          7.362
                                                                                                                                                 Total          Orang    14.157        13.224         15.009
                                                                                                                 Sumatera                        Pria           Orang     9.021         8.236          8.644
                                                                                                                                              Perempuan         Orang     5.136         4.988          6.365
                                              Wilayah
                                                                                                             Jawa Barat, Jawa                    Total          Orang     31.113       33.757          37.041
                                                                                                          Tengah, Jawa Timur, dan                Pria           Orang    19.143         19.811        20.441
                                                                                                               DI Yogyakarta                  Perempuan         Orang    11.970        13.946         16.600

                                                                                                          Indonesia Bagian Timur                 Total          Orang    17.217        21.058         24.202
                                                                                                           (Kalimantan, Sulawesi,                Pria           Orang    9.936         12.033          12.712
                                                                                                              Maluku, Papua)                  Perempuan         Orang     7.281         9.025          11.490
                                                                                                                                Indonesia                       Orang    77.739        81.848         84.949
                                                                                                                               Timor Leste                      Orang        24             24             29
                                                                                                                                Amerika                         Orang          7             7              8
                                              Kewarganegaraan
                                                                                                                               Singapura                        Orang        14             14              11
                                                                                                                                    Taiwan                      Orang        10             12              7
                                                                                                                                    Lainnya                     Orang         11             11             3
                                              Revenue-generating Functions                                                                Komposisi Perempuan     %       30,51         30,87          30,48
                                              STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)-
                                                                                                                                          Komposisi Perempuan     %       25,34         29,29           27,19
                                              related functions
                                                                                                                                                 Total          Orang        60             51             57
                                                                                                                                                 Pria           Orang        35             30             35
                                              Pekerja Disabilitas
                                                                                                                                              Perempuan         Orang        25             21             22
                                                                                                                                          Komposisi Perempuan     %       41,67          41,18         38,60
Page 230
                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   230




                                                                        Deskripsi                                                                                Satuan    2023          2024           2025

                                                                                                                                                  Total          Orang         0              0              0

                                                                                                                 Sekolah Dasar & Sekolah          Pria           Orang         0              0              0
                                                                                                                   Menengah Pertama            Perempuan         Orang         0              0              0
                                                                                                                                           Komposisi Perempuan     %           0              0              0
                                                                                                                                                  Total          Orang      1.149         1.146            797
                                                                                                                                                  Pria           Orang       509           444            277
                                                                                                                  Sekolah Menengah Atas
                                                                                                                                               Perempuan         Orang      640            702            520
                                                                                                                                           Komposisi Perempuan     %       55,70          61,26         65,24
                                                                                                                                                  Total          Orang     8.727         9.469          9.465
                                                                                                                                                  Pria           Orang     4.701         4.947          4.799
                                                                                                                        Diploma I-III
                                                                                                                                               Perempuan         Orang     4.026         4.522          4.666
                                                                                                                                           Komposisi Perempuan     %       46,13          47,76         49,30
                                              Tingkat Pendidikan
                                                                                                                                                  Total          Orang    66.079        69.462         72.416
                                                                                                                                                  Pria           Orang    40.745        41.454         41.825
                                                                                                                            Sarjana
                                                                                                                                               Perempuan         Orang    25.334        28.008         30.591
                                                                                                                                           Komposisi Perempuan     %       38,34         40,32          42,24
                                                                                                                                                  Total          Orang     1.774          1.761         2.255
                                                                                                                                                  Pria           Orang     1.297          1.278          1.569
                                                                                                                       Pascasarjana
                                                                                                                                               Perempuan         Orang       477           483            686
                                                                                                                                           Komposisi Perempuan     %       26,89          27,43         30,42
                                                                                                                                                  Total          Orang        10             10             16
                                                                                                                                                  Pria           Orang        10              8             13
                                                                                                                            Doktor
                                                                                                                                               Perempuan         Orang         0              2              3
                                                                                                                                           Komposisi Perempuan     %           0             20          18,75


                                            Catatan: Komposisi pekerja tidak termasuk pekerja outsourcing. [GRI 2-7, 2-8]
Page 231
                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related   Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure          Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   231



  Perekrutan Internal dan Perekrutan Baru
                                                                                                         Deskripsi                                                      Satuan    2023        2024               2025
  [GRI 401-1]

                                                  Total Perekrutan Internal                                                                                             Orang    48.606     69.242              80.042

                                                  Total Perekrutan Baru                                                                                                 Orang     9.692       13.131            12.070

                                                  Persentase Perekrutan Internal terhadap Total Perekrutan                                                                %       83,38       84,06              86,90

                                                  Persentase Perekrutan Baru terhadap Total Perekrutan                                                                    %       16,62       15,94               13,10

                                                  Persentase Perekrutan Baru terhadap Total Pekerja                                                                       %       12,47       16,04               14,21

                                                                                                                                      Pria                              Orang    22.685     38.689              44.030
                                                                                       Jenis Kelamin
                                                                                                                                  Perempuan                             Orang    25.921      30.553             36.012

                                                  Perekrutan Internal                                                             < 30 Tahun                            Orang    21.048     23.928              28.547

                                                                                           Usia                                  30-50 Tahun                            Orang    25.332      42.756             48.882

                                                                                                                                  > 50 Tahun                            Orang     2.226       2.558               2.613

                                                                                                                                      Pria                              Orang     3.436       5.840              4.749
                                                                                       Jenis Kelamin
                                                                                                                                  Perempuan                             Orang     6.256        7.291              7.321

                                                                                                                                  < 30 Tahun                            Orang     9.464      12.245              11.685

                                                                                           Usia                                  30-50 Tahun                            Orang      225          878                368

                                                  Perekrutan Baru                                                                 > 50 Tahun                            Orang         3            8                 17

                                                                                                                                Jakarta & Banten                        Orang      1.117       1.451             2.480

                                                                                                                                   Sumatera                             Orang     1.529        2.611              1.869
                                                                                         Wilayah
                                                                                                             Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta     Orang     4.890       5.769               4.581

                                                                                                         Indonesia Bagian Timur (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua)   Orang     2.156       3.300               3.140
Page 232
                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                      Lampiran                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   232



  Rata-rata Biaya Perekrutan Tenaga
                                                Keterangan                                                                          Satuan            2023            2024              2025
  Kerja [GRI 401-1]
                                                Rata-rata Biaya Perekrutan Tenaga Kerja                                              Rp            8.676.201       8.571.150        3.018.000




  Kebebasan Berserikat [2-30]
                                                Uraian                                                              Satuan                 2023                       2024              2025

                                                                                                                      #                   39.939                     39.176            36.872
                                                Pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja
                                                                                                                      %                    66,47                      65,85             43,76

                                                Total Pekerja                                                         #                   77.739                     81.848            84.253




  Indikator Upah Berdasarkan Jenis
                                                Keterangan                                       Kelompok Jabatan   Jenis Kelamin      Satuan           2023           2024              2025
  Kelamin [GRI 202-1]
                                                                                                                          Pria         Rp Juta          18,90          20,97            24,26
                                                                                                    Manajemen
                                                                                                                     Perempuan         Rp Juta          18,25          19,83            23,42
                                                Rata-rata Upah
                                                                                                                          Pria         Rp Juta           5,80           6,23               7,21
                                                                                                  Non-Manajemen
                                                                                                                     Perempuan         Rp Juta           4,72           5,33              6,21

                                                                                                                          Pria         Rp Juta          79,88          86,47             86,72
                                                Rata-rata Upah dan Insentif Lain                    Manajemen
                                                                                                                     Perempuan         Rp Juta          77,33          81,98            82,72
Page 233
                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related   Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure          Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   233



  Rasio Kompensasi Pekerja [GRI 2-21]
                                                    Keterangan                                                                                              Satuan            2023              2024            2025

                                                    Gaji Pekerja tertinggi dan terendah                                                                      Kali             66,20            54,55           48,80

                                                    Gaji Direksi tertinggi dan terendah                                                                      Kali               1,18              1,18            1,18

                                                    Gaji Komisaris tertinggi dan terendah                                                                    Kali               1,11               1,11            1,11

                                                    Gaji Direksi tertinggi dan Pekerja tertinggi                                                             Kali              3,16               3,75           2,57




                                                    Keterangan                                                                                    Satuan              2023                2024                  2025

                                                    Nilai tengah kompensasi tanpa nilai tertinggi                                                 Rp Juta             53,36               61,64                 61,92

                                                    Nilai rata-rata kompensasi tanpa nilai tertinggi                                              Rp Juta             60,16               70,24                 72,95

                                                    Perubahan Rasio Kompensasi Total Tahunan                                                        %                 24,29               25,42                 26,67




  Pelatihan [GRI 404-1] [F.22]
                                                                                                         Kategori                                           Satuan            2023            2024             2025

                                                    Rata-rata Biaya Pelatihan per Pekerja                                                                   Rp Juta            9,11            8,50             6,48

                                                    Rata-rata Jam Pelatihan per Pekerja                                                                       Jam               84                79               83

                                                                                                                               Pria                           Jam               81                77               85
                                                    Jenis Kelamin
                                                                                                                            Perempuan                         Jam               90                79               79

                                                                                                                            < 30 Tahun                        Jam               96                81               80

                                                    Usia                                                                   30-50 Tahun                        Jam               81                74               83

                                                                                                                            > 50 Tahun                        Jam               95               102              102

                                                                                                                         Top Management                       Jam               56                61               62

                                                    Tingkat Jabatan                                                     Middle Management                     Jam              118                87              116

                                                                                                                    Junior Management & Officer               Jam               81                77               77
Page 234
                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
                        Climate-related   Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                           Disclosure          Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                               Lampiran                                                      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   234



  Jenis dan Ruang Lingkup Pelatihan [GRI
                                                          Jenis Pelatihan                                          Nama Vendor             Satuan            2023           2024            2025
  404-2] [GRI G4 FS4]


                                                          Audit Intern Bank                                          LSP BRI               Peserta            184                69           186

                                                          Wealth Management                                            MCI                 Peserta              16               89          583

                                                          Treasury Dealer                                           LSP ACIBRI             Peserta               2               65             3

                                                          General Banking                                            LSP BRI               Peserta           1.779               0            276

                                                          Manajemen Risiko                                         BSMR & LSPP             Peserta             29             698          2.834

                                                          Kepatuhan                                                  LSP BRI               Peserta               0               4             84

                                                          Credit                                                     LSP BRI               Peserta            730           1.635           1.498

                                                          Human Capital                                              LSP BRI               Peserta               0               0             12

                                                          IT                                                         LSP BRI               Peserta               6               4              4

                                                          Funding & Service                                          LSP BRI               Peserta             95                51           101




  Jumlah Peserta Pendidikan/Pelatihan
                                                                                                      Keterangan                 Satuan              2023               2024                2025
  In-class & E-Learning
                                                          Jumlah Peserta                                                         Peserta         2.800.792           2.413.766          2.118.427

                                                          Jumlah Jam                                                              Jam            9.128.524           9.234.247        9.096.459

                                                          Rata-Rata Jam Pendidikan/Pekerja                                        Jam                  84                  79                  83
Page 235
                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related      Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure             Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   235



  Tingkat Perputaran Pekerja [GRI 401-1]
                                                    Kategori                                                                                                  Satuan   2023         2024               2025

                                                                                                               Total Tingkat Perputaran                         %       3,24         4,96                5,58

                                                                                                                                                   Pria         %       1,75         5,09                5,71
                                                                                                                Jenis Kelamin
                                                                                                                                             Perempuan          %       5,61         4,77                5,32

                                                                                                                                             < 30 Tahun         %      0,46          2,33                3,03

                                                                                                                    Usia                    30-50 Tahun         %       2,60         3,64                4,35
                                                    Total Perputaran

                                                                                                                                             > 50 Tahun         %      20,72         27,15              29,16

                                                                                                                                          Top Management        %      14,53        12,65                4,86

                                                                                                                                          Junior and Middle
                                                                                                                  Jabatan                                       %       4,65          4,61               4,87
                                                                                                                                            Management

                                                                                                                                          Non-Management        %      2,94          4,97                5,70

                                                                                                               Total Tingkat Perputaran Sukarela                %       1,01          1,29               1,24

                                                                                                                                                   Pria         %       0,91         0,96                0,92
                                                                                                                Jenis Kelamin
                                                                                                                                             Perempuan          %       1,18         1,94                1,87

                                                                                                                                             < 30 Tahun         %      0,20          0,48                 1,14

                                                                                                                    Usia                    30-50 Tahun         %       1,12          1,22                1,16
                                                    Perputaran Sukarela (Voluntary Turnover)

                                                                                                                                             > 50 Tahun         %      2,48           3,10               2,72

                                                                                                                                          Top Management        %          –         0,68                0,97

                                                                                                                                          Junior and Middle
                                                                                                                  Jabatan                                       %       1,12         0,99                1,00
                                                                                                                                            Management

                                                                                                                                          Non-Management        %       1,00         1,34                1,29


                                                  *Sejak tahun 2024, perubahan metodologi telah diterapkan dalam perhitungan total perputaran pekerja.
Page 236
                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related   Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure          Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   236



  Tren Keterlibatan Pekerja
                                                  Keterangan                                                                                                           Satuan                          2023                     2024

                                                  Keterikatan Pekerja                                                                                                  skala 4                          3,49                      3,51

                                                  Cakupan Pekerja                                                                                                         %                                 100                    100

                                                  Pekerja Terlibat Aktif                                                                                                  %                                 93                  93,80

                                                                                                                                                   Pria                   %                                 93                  93,80
                                                  Jenis Kelamin
                                                                                                                                                Perempuan                 %                                 94                  93,80

                                                                                                                                                < 30 Tahun                %                                 89                      91

                                                  Usia                                                                                      30-50 Tahun                   %                                 93                      94

                                                                                                                                                > 50 Tahun                %                                 95                      93

                                                  Cakupan Pekerja                                                                                                         %                            77,60                    73,40



  Survei Kepuasan Pekerja
                                                  Keterangan                                                                                     Satuan                                   2023                                  2024

                                                  Indeks Kepuasan                                                                                  #                                      3,35                                    3,40

                                                  Cakupan                                                                                          %                                      77,64                                  73,38



  Cuti Melahirkan [GRI 401-3]
                                                                                              Keterangan                                                  Jenis Kelamin          Satuan            2023            2024         2025


                                                                                                                                                              Pria               orang            35.165          34.445       34.867
                                                  Jumlah pekerja yang berhak menerima cuti melahirkan
                                                                                                                                                           Perempuan             orang            30.477          33.717       36.466

                                                                                                                                                              Pria               orang              1.142          1.070          964
                                                  Jumlah Pekerja yang mengambil cuti melahirkan
                                                                                                                                                           Perempuan             orang             2.282           1.841        2.020

                                                                                                                                                              Pria               orang              1.142          1.069          892
                                                  Kembali setelah mengambil cuti melahirkan
                                                                                                                                                           Perempuan             orang             2.265            1.817        1.828

                                                  Tingkat pekerja yang mengambil cuti melahirkan yang kembali bekerja dan dapat dipertahankan              Perempuan               %               99,50           99,14         91,15
Page 237
                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related   Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                Disclosure          Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                       Lampiran                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   237



  Absenteeism Rate
                                               Keterangan                                                                     Satuan          2023            2024             2025

                                               Absentee Rate                                                                    %               1,16           3,44             3,28

                                               Jumlah Hari dalam setahun                                                       hari             236             235              238

                                               Jumlah Total Pekerja                                                           orang           77.739         81.848          84.949



  Tingkat Kepatuhan Kewajiban Laporan
                                                                                   Kewajiban         Jabatan        Satuan             2023                2024                 2025
  Harta Kekayaan Pejabat Negara
  (LHKPN)                                                                                         Dewan Komisaris   Pekerja              11                    10                  10

                                               Wajib LHKPN                                            Direksi       Pekerja              12                    12                  12

                                                                                                    Pekerja BRI     Pekerja             105                  155                  160

                                                                                                                    Pekerja              11                    10                  10
                                                                                                  Dewan Komisaris
                                                                                                                      %                 100                  100                  100

                                                                                                                    Pekerja              12                    12                  12
                                               Wajib LHKPN yang telah melaporkan                      Direksi
                                                                                                                      %                 100                  100                  100

                                                                                                                    Pekerja             105                  155                  160
                                                                                                    Pekerja BRI
                                                                                                                      %                 100                  100                  100

                                                                                                                    Pekerja               0                     0                   0
                                                                                                  Dewan Komisaris
                                                                                                                      %                   0                     0                   0

                                                                                                                    Pekerja               0                     0                   0
                                               Wajib LHKPN yang belum melaporkan                      Direksi
                                                                                                                      %                   0                     0                   0

                                                                                                                    Pekerja               0                     0                   0
                                                                                                    Pekerja BRI
                                                                                                                      %                   0                     0                   0
Page 238
                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
             Climate-related   Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                Disclosure          Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   238



  Jumlah Pelaporan dan Tindak Lanjut
                                               Keterangan                                                                                                                     2023              2024                2025
  Whistleblowing System [GRI 205-3]
                                               Jumlah Pelaporan                                                                                                                 50                   63                89

                                                                                                                                         Terbukti                               29                48*                  68

                                                                                                                                         Terbukti Sebagian                       0                    0                 4

                                               Tindak Lanjut                                                                             Tidak Terbukti                         16                   15                 9

                                                                                                                                         Tidak Dapat Ditindaklanjuti             0                    0                 0

                                                                                                                                         Dalam Proses                            0                   0*                 8


                                               *) Pengaduan dalam proses di tahun 2024 telah selesai ditindak lanjuti di tahun 2025 dengan hasil terbukti,
                                                  sehingga total pelanggaran terbukti di tahun 2024 menjadi 48 pelanggaran.

  Kategori Pelanggaran di Whistleblowing
                                               Indikasi Pelanggaran                                                                                  Satuan            2023                 2024                    2025
  System
                                               Pelanggaran Pekerja terhadap Kode Etik

                                               Korupsi dan Penyuapan                                                                                      #              16                     18                      5

                                               Konflik Kepentingan                                                                                        #               5                      2                      3

                                               Pelanggaran Atas Keamanan Informasi Nasabah                                                                #               1                      1                      0

                                               Diskriminasi dan Pelecehan                                                                                 #               0                      2                     23

                                               Pencucian Uang atau Insider Trading                                                                        #               0                      0                      0

                                               Lainnya                                                                                                    #               7                     25                     49

                                               Status

                                               Jumlah Pelanggaran                                                                                         #              29                    48                      72

                                               Dalam Proses                                                                                               #               0                      0                      8

                                               Selesai                                                                                                    #              29                    48                      80
Page 239
                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   239



  Jumlah Tindak Lanjut Kasus Fraud [GRI
                                                                              Keterangan                                               Jabatan                     Satuan     2023               2024               2025
  205-3]


                                                                                                                              Dewan Komisaris dan Direksi          Pekerja           -                   -              2

                                                Pekerja Terlibat Fraud                                                               Pekerja Tetap                 Pekerja      160              1.040               905

                                                                                                                                  Pekerja Tidak Tetap              Pekerja          4               119               116

                                                                                                                              Dewan Komisaris dan Direksi          Pekerja           -                   -               -

                                                Telah Diselesaikan Proses Hukuman Disiplin                                           Pekerja Tetap                 Pekerja      79                 456               636

                                                                                                                                  Pekerja Tidak Tetap              Pekerja          3               69                  71

                                                                                                                              Dewan Komisaris dan Direksi          Pekerja           -                   -               -

                                                Dalam Proses Penyelesaian di Internal Bank (Hukuman Disiplin)                        Pekerja Tetap                 Pekerja          16             584               269

                                                                                                                                  Pekerja Tidak Tetap              Pekerja          0               50                 45

                                                                                                                              Dewan Komisaris dan Direksi          Pekerja           -                   -               -

                                                Belum Diupayakan Penyelesaian                                                        Pekerja Tetap                 Pekerja      65                    0                 0

                                                                                                                                  Pekerja Tidak Tetap              Pekerja           1                0                 0

                                                                                                                              Dewan Komisaris dan Direksi          Pekerja           -                   -              2

                                                Telah Ditindaklanjuti Melalui Proses Hukum                                           Pekerja Tetap                 Pekerja          9              133                114

                                                                                                                                  Pekerja Tidak Tetap              Pekerja          8               24                 25




  Kontribusi dan Pengeluaran Lainnya
                                                Keterangan                                                                                                     Satuan        2023               2024                2025
  *[415-1]
                                                Lobbying, representasi kepentingan, dsb                                                                           Rp            0                    0                  0

                                                Kegiatan kampanye dan kandidat/organisasi politik lokal, regional, nasional                                       Rp            0                   0                   0

                                                Asosiasi dagang / kelompok bebas pajak                                                                            Rp            0                   0                   0

                                                Pengeluaran lainnya (misalnya pengeluaran untuk perhitungan suara pemilihan atau referendum)                      Rp            0                   0                   0


                                              Catatan: BRI melarang adanya kontribusi politik kepada organisasi berdasarkan Kode Etik dan kebijakan internal perusahaan.
Page 240
                                                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related     Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure            Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                               Lampiran                                                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   240




  Pemasok

  Nilai Transaksi Pengadaan Barang dan
                                                  Segmen                                                                                                           Satuan                       2023                    2024                   2025
  Jasa Pemasok BRI [GRI 2-6, 204-1] [B.1e]
                                                  Pemasok Domestik                                                                                                   %                          97,27                   99,63                 98,39

                                                  Pemasok Luar Negeri                                                                                                %                           2,73                    0,37                    1,61




  Total Vendor Berdasarkan Wilayah dan                                                                                                                                                        Jasa                                  Jasa
  Jenis Vendor Tahun 2025 (yang                                                          Mesin-
                                                                                                                                                         Barang
                                                                                                                                                                   Konsultan
                                                                                                                                                                                 Jasa       Konsultasi    Jasa
                                                                                                                                                                                                                       Jasa
                                                                                                                                                                                                                                 Pemasok       Total
  memiliki SKT) [GRI 2-6, 204-1] [B.1e]             Wilayah      Properti   Kendaraan    Mesin    Meubelair Inventaris   IT   Percetakan   Advertising               Jasa                                           Pemasok
                                                                                                                                                         Lainnya               Konstruksi      Non       Lainnya                Barang Non    Vendor
                                                                                         kantor                                                                     Lainnya                                          Barang
                                                                                                                                                                                            Konstruksi                           Konstruksi

                                                   Lampung          0          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0          0            0            0           0

                                                   Bandung          1          0           0         0          1        0        0            0           0          0            0            0          5            0            2           9

                                                 Banjarmasin        0          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0          0            0            0           0

                                                  Pekanbaru         1          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0          0            0            0           1

                                                  Yogyakarta        0          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0           1           2            0           3

                                                    Malang          0          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0          0            0            0           0

                                                  Denpasar          2          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0          2             1           0           5

                                                   Manado           2          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0          0            0            0           2

                                                   Surabaya         2          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0           1           3            0           6

                                                  Semarang          4          0           0         0          2        1        0            0            1         0            0            0           1           2            0           11

                                                 Kantor Pusat       17         2           6          1         3        36       6             1          3          6            8           37          74           60          20         280

                                                    Medan           3          0           0         0          1        0        0            0           0          0            0            0           1           0            0           5

                                                   Jayapura         0          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0          0            0            0           0

                                                  Makassar          0          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0          0            1            0           1

                                                   Padang           0          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0          0            1            0           1

                                                  Palembang         0          0           0         0          0        0        0            0           0          0            0            0          0            1            0           1

                                                     Total         32          2           6          1         7        37       6             1          4          6            8           37          85           71          22          416
Page 241
                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related   Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure          Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   241




  Masyarakat

  Penyaluran Program TJSL BRI Peduli [F.4]
                                                                              Program                                        Satuan                           2023                      2024                         2025
  [F.25]

                                                                                                                             Rp Juta                        236.170                 259.265                       235.703
                                                 Sosial
                                                                                                                                %                            69,06                        75,57                     72,30

                                                                                                                             Rp Juta                         21.366                  23.330                        24.079
                                                 Ekonomi
                                                                                                                                %                              6,25                       6,80                        7,39

                                                                                                                             Rp Juta                        84.462                   60.484                        66.218
                                                 Lingkungan
                                                                                                                                %                             24,70                       17,63                      20,31

                                                                                                                             Rp Juta                       341.998                  343.079                      326.000
                                                 Total
                                                                                                                                %                               100                        100                         100




  Alokasi Anggaran Program
                                                 Program                                                                                                     Satuan              2023              2024             2025
  Pengembangan Masyarakat TJSL BRI
  Peduli [F.25]                                  Sumbangan Sosial (Charitable Donations)                                                                        %                48,50             49,40             52,15

                                                 Investasi Masyarakat (Community Investments)                                                                   %                45,65             43,98            40,69

                                                 Inisiatif Komersial (Commercial Initiatives)                                                                   %                  5,85              6,63              7,16

                                                 Total                                                                                                          %                  100               100               100




  Tipe Kontribusi TJSL [F.25]
                                                 Tipe Kontribusi                                                                                               Satuan             2023              2024             2025

                                                 Kontribusi Tunai*                                                                                             Rp Juta                0                0                 0

                                                 In-Kind Giving (donasi produk atau layanan, proyek/kolaborasi atau sejenisnya)**                              Rp Juta          341.998           343.079        326.000

                                                 Management Overhead (biaya konsultasi dan riset)                                                              Rp Juta            1.925             2.140           2.425


                                               *) BRI tidak memberikan bantuan dalam bentuk tunai kepada masyarakat. Kontribusi TJSL seluruhnya diimplementasi melalui program pengembangan masyarakat dan pembangunan
                                               infrastruktur strategis.
                                               **) Merupakan total dana realisasi program TJSL.
Page 242
                                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
                       Climate-related     Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                          Disclosure            Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                   Lampiran                                                                                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   242




  Lingkungan

  Penggunaan Energi [F.6] [GRI 302-1] [GRI 302-2] [GRI
                                                                                          Keterangan                           Satuan                               2023                          2024                         2025
  302-3] [GRI 302-4]

                                                           Penggunaan BBM                                                       Liter                          42.927.942                 42.521.434                      37.968.046

                                                           Pemakaian Listrik                                                    kWh                           403.192.231                383.878.408                     365.472.236

                                                           Penggunaan BBM                                                        Rp                       526.974.322.479            483.403.295.406                  430.787.417.822

                                                           Pemakaian Listrik                                                     Rp                        574.118.412.662           555.530.945.998                  529.576.077.817

                                                           Total Energi yang Dikonsumsi                                          MJ                         2.919.627.648              2.848.795.079                   2.622.589.522

                                                           Penghematan Energi                                                    MJ                           155.330.032                 70.832.569                     226.205.557

                                                           Intensitas Energi per Kantor                                    MJ/kantor/tahun                        376.483                   376.426                          355.509

                                                           Intensitas Energi per Pekerja                                  MJ/pekerja/tahun                          24.271                       23.620                       20.880



                                                         Catatan:
                                                         (1) Standar perhitungan dan faktor konversi yang digunakan untuk perhitungan energi bersumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
                                                         (2) Data energi telah terverifikasi oleh pihak ketiga independen; dan
                                                         (3) Penghematan energi adalah nilai pengurangan energi dibandingkan tahun sebelumnya.




  Penggunaan Air [F.8]
                                                           Keterangan                                                                         Satuan                         2023                    2024                      2025

                                                           Pemakaian Air                                                                        m3                     2.396.993                 1.959.810                 2.043.589

                                                           Performa Pemakaian Air                                                                %                           23,00                  -18,24                      4,27

                                                           Intensitas Pemakaian Air                                                          m3/pekerja                      19,93                   16,25                      16,27




  Penggunaan Kertas [F.5]
                                                           Keterangan                                                                                         Satuan                    2023                 2024              2025

                                                           Pemakaian Kertas per Unit Kerja*                                                                 kg/unit kerja              149,04                113,01           100,92

                                                           Pemakaian Kertas per Pekerja**                                                                    kg/pekerja                   9,61                7,09              5,93


                                                         *) Seluruh Unit Kerja di Indonesia
                                                         **) Seluruh Pekerja termasuk Outsourcing
Page 243
                                                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                      Climate-related               Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                         Disclosure                      Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                             Lampiran                                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   243



  Pengelolaan Limbah [F.13] [F.14] [F.15] [GRI 306-2]
                                                                    Keterangan                                                                                                         Satuan              2023               2024                2025
  [GRI 306-3] [GRI 306-3] [GRI 306-4] [GRI 306-5]

                                                                    Total Pemanfaatan Kembali/Daur Ulang/Pemulihan Limbah                                                                ton              591,20             703,56              740,01

                                                                    Pengurangan Emisi (Limbah)                                                                                         kgCo2e            441.817            524.180           746.404

                                                                    Total Limbah Dibuang (Landfill)*                                                                                     ton              16.563             14.245             12.508



                                                                  *) Timbulan sampah secara bankwide diekstrapolasikan berdasarkan data timbulan sampah per pekerja di kantor pusat BRI. Sampah di kantor pusat dikirim ke TPA pada Januari hingga
                                                                  Juli 2023. Sejak Agustus 2023 dan seterusnya, dengan diluncurkannya program Zero Waste to Landfill, semua sampah yang dihasilkan dialihkan dari TPA melalui teknologi pengomposan,
                                                                  daur ulang, dan RDF. Pada tahun 2024 tidak ditemukan insiden tumpahan atau kebocoran sampah.


  Pengendalian Emisi di Seluruh Kantor
                                                                    Keterangan                                                                                             Satuan                        2023                2024                 2025
  Cabang [F.11] [GRI 305-1] [GRI 305-2] [GRI 305-3] [GRI 305-4]
  [GRI 305-5]
                                                                    Emisi yang Berasal dari Scope 1: Mobile & Stationary Combustion (Emisi Positif )*                      tCO2e                        125.120            118.689             105.949

                                                                    Emisi yang Berasal dari Scope 1: Fugitive & Refrigerant (Emisi Positif )*                              tCO2e                         5.490               5.466                9.156

                                                                    Emisi yang Berasal dari Scope 2 (Emisi Positif )*                                                      tCO2e                       355.742            346.353             330.035

                                                                    Emisi Scope 3: Financed Emissions                                                                      tCO2e                    10.434.550         12.884.676           12.370.526

                                                                    Emisi Scope 3: Purchased Goods and Services***                                                         tCO2e                     121.156,00          99.166,97             700.340

                                                                    Emisi Scope 3: Waste Generated in Operations****                                                       tCO2e                         8.937               8.340                8.415

                                                                    Emisi Scope 3: Business Travel                                                                         tCO2e                         8.272                7.217               6.897

                                                                    Intensitas Emisi Scope 1 dan 2                                                                    tCO2e/Unit Kerja                   62,70                62,17              60,34

                                                                    Intensitas Emisi Scope 1 dan 2*****                                                                tCO2e/Pekerja                      4,00                 3,90                3,54

                                                                                                                                                                     tCO2e/outstanding
                                                                    Intensitas Financed Emissions                                                                                                        0,097               0,098                0,091
                                                                                                                                                                       dalam Rp juta


                                                                  *) Emisi Positif adalah emisi yang dihasilkan dari aktivitas operasional perbankan Scope 1 yang berasal dari pemakaian bahan bakar dan refrigeran dan Scope 2 yang berasal dari
                                                                  pemakaian listrik di seluruh unit kerja BRI di Indonesia. Penggunaan sumber energi tersebut masih dalam kontrol BRI.
                                                                  **) Terdapat pengungkapan kembali (restatement) pada angka Emisi Scope 3: Financed Emissions di tahun 2022 karena terdapat perbaikan kualitas data untuk sektor manufaktur,
                                                                  yang semula perhitungan emisi menggunakan pendekatan revenue menjadi menggunakan data publikasi.
                                                                  ***) Faktor emisi spend-based diadopsi untuk memperkirakan emisi yang terkait dengan: Barang dan jasa yang dibeli, Barang modal, Transportasi dan distribusi hulu. Cakupan Emisi
                                                                  Scope 3: Purchased Goods and Services pada tahun 2022 adalah 44,16% dan 2023 adalah 100%.
                                                                  ****) Timbulan sampah secara bankwide diekstrapolasikan berdasarkan data timbulan sampah per pekerja di kantor pusat BRI. Sampah di kantor pusat dikirim ke TPA pada Januari
                                                                  hingga Juli 2023. Sejak Agustus 2023 dan seterusnya, dengan diluncurkannya program Zero Waste to Landfill, semua sampah yang dihasilkan dialihkan dari TPA melalui teknologi
                                                                  pengomposan, daur ulang, dan RDF.
                                                                  *****) Guna mendukung validitas intensitas emisi per pekerja, pekerja outsourcing masuk dalam perhitungan intensitas total pekerja. Hal ini mengingat bahwa seluruh energi yang
                                                                  dihasilkan perusahaan digunakan oleh seluruh pekerja BRI termasuk outsourcing.
Page 244
                                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                      Climate-related   Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                         Disclosure          Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                               Lampiran                                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   244



  Emisi Scope 3: Financed Emission
                                                        Keterangan                                                                          Satuan                           2023                    2024                        2025
  berdasarkan Asset Class [GRI 305-3] [GRI 305-5]
  [F.11] [FN-CB-410b.2.]
                                                        Investasi dalam obligasi                                                             tCO2e                         460.841                 336.014                     301.158

                                                        Pinjaman                                                                             tCO2e                       6.358.055              8.472.896                   8.199.527

                                                        Ekuitas yang terdaftar                                                               tCO2e                             881                     852                        487

                                                        Pembiayaan proyek pembangkit listrik                                                 tCO2e                      3.504.669                3.816.573                  3.820.961

                                                        Real estat komersial                                                                 tCO2e                          110.104                258.341                     48.392

                                                        Total                                                                                tCO2e                      10.434.550              12.884.676                 12.370.526


                                                      *) Terdapat pengungkapan kembali (restatement) pada angka Emisi Scope 3: Financed Emissions di tahun 2022 karena terdapat perbaikan kualitas data untuk sektor manufaktur,
                                                      yang semula perhitungan emisi menggunakan pendekatan revenue menjadi menggunakan data publikasi.


  Emisi Scope 3: Financed Emission
                                                        Keterangan                                                                          Satuan                           2023                   2024                        2025
  berdasarkan Sektor [F.11]
                                                        Pertanian, kehutanan, dan perikanan                                                 tCO2e                          114.347                208.106                    849.558

                                                        Konstruksi                                                                          tCO2e                           39.104                226.374                     101.065

                                                        Listrik, gas, uap, dan penyediaan pengkondisian udara                               tCO2e                       6.286.465                7.325.977                   7.718.301

                                                        Keuangan dan Asuransi                                                               tCO2e                           2.360                   2.653                        1.322

                                                        Manufaktur                                                                          tCO2e                        2.028.631               3.513.694                 2.362.650

                                                        Pertambangan dan Penggalian                                                         tCO2e                        1.848.358              1.345.290                   1.288.332

                                                        Real Estat                                                                          tCO2e                          110.104                258.341                      48.601

                                                        Transportasi dan Penyimpanan                                                        tCO2e                             5.181                 4.242                         697

                                                        Total                                                                               tCO2e                      10.434.550              12.884.676                 12.370.526
Page 245
                                                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                       Climate-related                 Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                          Disclosure                        Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                               Lampiran                                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   245



  Penghindaran Emisi (Avoided Emission)
                                                                       Keterangan                                                                                                Satuan                     2023                 2024                   2025
  [F.12] [GRI 305-1] [GRI 305-2] [GRI 305-3] [GRI 305-5]

                                                                       Kegiatan Zero Waste to Landfill*                                                                          kgCO2e                   441.817              524.180              746.404

                                                                       Digitalisasi Produk dan Jasa                                                                              kgCO2e                   872.713            1.096.551             1.275.794


                                                                     *) Penghitungan ini tidak termasuk limbah yang diklasifikasikan sebagai “Lainnya”, seperti tisu, styrofoam, masker, dan lainnya, dikarenakan tidak tersedia faktor emisi untuk Teknologi
                                                                     RDF.
Page 246
                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                Lampiran           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   246




                                                                                           Issued Securities
                                                                                           Impact Reporting
Page 247
                                                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                                 Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   247




  Green Bond Phase I
  Pengantar                                                                                                    Ringkasan Kerangka Kerja Green Bond Tahap I Tahun 2022

  BRI sebagai bank terbesar di Indonesia yang berfokus pada segmen mikro, kecil, dan menengah,                 BRI telah mengembangkan kerangka Green Bond pada Juli 2022. Dalam memastikan kesesuaian
  terus memperkuat kontribusinya bagi negeri. Melalui strategi pertumbuhan ekonomi yang inklusif,              kerangka kerja dengan regulasi maupun standar yang berlaku, BRI memperoleh Opini Tanaga Ahli
  BRI berperan aktif mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan, inklusi                dari SDGs Hub Universitas Indonesia. Penerbitan Green Bond BRI dalam mata uang Rupiah ini
  keuangan, serta ketahanan sosial dan ekonomi nasional. BRI berperan memberikan layanan terbaik               dilaksanakan dengan mengacu pada POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan
  dengan membina, memberdayakan, serta mengoptimalkan kompetensi masyarakat guna                               Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond). Dalam kerangka kerja
  meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ekosistem ekonomi rakyat. Upaya berkelanjutan ini                    yang telah disusun, terdapat 4 fokus utama antara lain Penggunaan Dana, Proses Evaluasi &
  merupakan langkah nyata BRI dalam mewujudkan visi BRI 2026 menjadi “Becoming One of -or The-                 Pemilihan Proyek, Pengelolaan Dana dan Pelaporan.
  Most Profitable Banks In southeast Asia”.
                                                                                                               Penggunaan Dana
  Sebagai agen pembangunan, BRI berperan dalam menekan ketimpangan ekonomi melalui distribusi
  kesejahteraan yang lebih merata. Selain itu, BRI turut mengambil peran dalam konservasi sumber                     Minimal 70% pembiayaan Kegiatan Umum             Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
  daya alam dan lingkungan—seperti pengelolaan lahan berkelanjutan, efisiensi air dan irigasi, serta                     Berwawasan Lingkungan (KUBL)                    misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
  pertumbuhan ekonomi hijau—demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara luas.
                                                                                                               a. KUBL
  Seluruh aktivitas bisnis dan inisiatif strategis BRI dijalankan secara berkelanjutan, selaras dengan
                                                                                                                Kegiatan
  butir-butir UN SDG. Hal ini merupakan wujud nyata implementasi prinsip ESG. Salah satu langkah
  konkretnya adalah penerbitan Green Bond sebagai sumber likuiditas bank. Obligasi Berwawasan                   1.   Energi Terbarukan                       6.   Pengelolaan Air & Limbah Air yang Berkelanjutan
  Lingkungan (Green Bond) Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 merupakan Green Bond                      2.   Efisiensi Energi                        7.   Adaptasi Perubahan Iklim
  pertama yang diterbitkan oleh perbankan di Indonesia
                                                                                                                3.   Pencegahan & Pengendalian Polusi        8.   Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber
                                                                                                                                                                  Daya & Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
  Penerbitan Green Bond BRI – Tahap I 2022                                                                      4.   Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati &
                                                                                                                     Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan     9.   Bangunan Berwawasan Lingkungan
  Pada tahun 2022, BRI menerbitkan Green Bond I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 dengan nilai emisi                  5.   Konservasi Keanekaragaman Hayati        10. Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan
  sebesar Rp5 triliun yang disambut sangat baik oleh investor di pasar surat berharga ditunjukkan                    Darat & Air                                 lingkungan lainnya
  dengan kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 4.4 kali pada saat proses bookbuilding.

  Ringkasan Transaksi Obligasi                                                                                 b. Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial

   Nama           Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022                    Kegiatan pembiayaan sektor Mikro

   PUB            Rp 5 Triliun                                                                                  1.   Pembiayaan Mikro Kupedes

                                     Tanggal          Jatuh                                                     2.   Pembiayaan Mikro KUR
         Seri        Tenor                                          Kupon            Nilai            Status
                                    Pencatatan        Tempo
                                                                                                               Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
          A         370 Hari        21 Juli 2022   30 Juli 2023     3,70%        Rp 2,5 Triliun       Mature
          B         3 Tahun         21 Juli 2022   20 Juli 2025      5,75%        Rp 2 Triliun        Mature
          C         5 Tahun         21 Juli 2022   20 Juli 2027     6,45%        Rp 0,5 Triliun        Aktif
   Rating         idAAA (Pefindo)
   Pencatatan     Bursa Efek Indonesia


                                                                                                               Identifikasi              Pre-screening                        Reviu                          Alokasi
Page 248
                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   248




  Green Bond Phase I
  Pengelolaan Dana                                                                                   Laporan Alokasi
  • Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70%
     pada KUBL;                                                                                      Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100 % dana hasil penerbitan
  • Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporan keuangan maupun         Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022. Dana yang
     laporan berkelanjutan;                                                                          diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali beberapa proyek yang sudah ada dalam
  • Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual    portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial.
     maupun portofolio;
  • Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan kerangka atau dihentikan pembiayaannya,          Mengacu kepada ketentuan pada POJK 60/POJK.04/2017 dan sesuai dengan kerangka penerbitan,
     maka akan dialihkan ke aset lain; dan                                                           BRI melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap portfolio dan pipeline pembiayaan BRI yang
  • Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan          berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat pada Green Bond kerangka, adapun detail alokasi
     likuid.                                                                                         sebagai berikut:

  Pelaporan
                                                                                                                                                     Alokasi Dana          Persentase                      Jenis
  Pelaporan Alokasi                                                                                   Aktivitas
                                                                                                                                                      (Rp milyar)             (%)                        Pembiayaan
  BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun
  setelah penerbitan dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil reviu oleh ahli    KUBL
  lingkungan.                                                                                         Energi terbarukan                                  1.754              70,03%                       Refinancing
                                                                                                      Kegiatan umum lainnya, misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
  Pelaporan Dampak
                                                                                                      Pinjaman Mikro KUPEDES                             375                14,98%                       Refinancing
  BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat
  dihitung dan diukur secara praktis sesuai reviu ahli lingkungan.                                    Pinjaman Mikro KUR                                 376                14,99%                       Refinancing




                                                                                                                                           Komposisi KUBL dan Pinjaman Mikro
                                                                                                                              KUBL                                                      Pinjaman Mikro


                                                                                                                          Rp1,754 Miliar
                                                                                                                                                                 30%
                                                                                                                                                                                 Rp375 Miliar     Rp376 Miliar

                                                                                                                                                      70%
                                                                                                                                                                                Pinjaman Mikro   Pinjaman Mikro
                                                                                                                      Energi Terbarukan
                                                                                                                                                                                   KUPEDES            KUR
Page 249
                                                                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related     Sustainability-related                  General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure            Disclosure                           Topic Disclosure
                                                                                                               Lampiran                                                                                                             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.          249




  Green Bond Phase I
  Dampak                                                                                                                                     Sektor yang      Kesesuaian
                                                                                                                                             Memenuhi           dengan                                       Perkiraan Manfaat Sosial
  Mengacu Green Bond framework BRI, dampak lingkungan (yang sesuai berdasarkan sektor KUBL                                                   Syarat              SDGs
  yang memenuhi syarat dan dampak sosial adalah sebagai berikut:
                                                                                                                                             Peningkatan                   KUR yang disalurkan telah menjangkau 5.943 orang diseluruh wilayah
                                                                                                                                             dan                           indonesia, 4.857 merupakan penerima akses pinjaman perbankan untuk
  Kategori Hijau
                                                                                                                                             Pemberdayaan                  pertama kalinya melalui fasilitas KUR, yang mencerminkan perluasan inklusi
                                    % Aset                                                                                                   Sosial Ekonomi                keuangan. Selain itu sebanyak 2.545 nasabah merasakan peningkatan asset
   Sektor yang     Kesesuaian
                                     yang                                                                                                                                  bisnis setelah menerima KUR.
   Memenuhi          dengan                       Jenis Proyek                     Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
                                   Memenuhi
   Syarat             SDGs                                                                                                                                                          Sebaran KUR Berdasarkan Sektor                       Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah
                                    Syarat                                                                                                                                                      Pertanian            Lainnya
                                                                                                                                                                                                43%                  2%                                 Jawa        Kalimantan

   Energi                            100,00%     Hydro-                      Estimasi dampak lingkungan yang dihasilkan:                                                                        Perdagangan Retail   Perikanan
                                                                                                                                                                                                                                                        57%         6%


                                                                             •
                                                                                                                                                                                                32%                  2%
   Terbarukan                                    energy                        Energi terbarukan yang dihasilkan per                                                                            Jasa                 Transportasi                       Sumatra     Bali, NTT, NTB
                                                                                                                                                                                                                                                        16%         5%
                                                 Generation
                                                                                                                                                                                                9%                   1%
                                                                               tahun: 1.669.000 MWh
                                                                             •
                                                                                                                                                                                                Industri             Konstruksi
                                                                               Emisi GRK yang terhindar per tahun:                                                                              7%                   0%                                 Sulawesi
                                                                                                                                                                                                                                                        17%
                                                                                                                                                                                                                                                                    Papua, Maluku
                                                                                                                                                                                                                                                                    2%
                                                                                                                                                                                                Perumahan            Pertambangan
                                                                               1.614.223 tCO2eq.                                                                                                4%                   0%




                                                                                                                                            Kesimpulan
  Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan dan Sosial
                                                                                                                                            Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab BRI sebagai pelopor
   Sektor yang       Kesesuaian                                                                                                             dalam keuangan berkelanjutan di Indonesia. BRI berkomitmen untuk terus menjaga terpenuhinya
   Memenuhi            dengan                                        Perkiraan Manfaat Sosial                                               kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dan berlaku terkait green bond untuk terus menjaga
   Syarat               SDGs                                                                                                                kepercayaan investor, regulator maupun publik pada umumnya kepada BRI sebagai lembaga
   Penciptaan                      Menciptakan lapangan kerja segmen UMKM, dengan estimasi sebesar ±                                        keuangan berwawasan ESG.
   Lapangan                        8.949 pekerjaan baru yang tersebar di seluruh Indonesia.
   Kerja                                                                                                                                    Sesuai dengan Green Bond framework yang telah disusun BRI telah memperoleh hasil reviu dari ahli
                                                                                                                                            lingkungan yang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya 70% (realisasi: 70,03%) kegiatan yang
                                          Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor                  Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah


                                                                                                                                            dibiayai Green Bond I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 telah memenuhi kriteria sebagai KUBL dan
                                                        Pertanian            Lainnya
                                                        39%                  3%                                Jawa        Kalimantan
                                                                                                               57%         7%
                                                        Perdagangan Retail
                                                        36%
                                                                             Perikanan
                                                                             3%                                                             memiliki dampak positif terhadap lingkungan baik melalui pengurangan emisi, pengelolaan sumber
                                                        Jasa
                                                        7%
                                                                             Transportasi
                                                                             2%
                                                                                                               Sumatra
                                                                                                               19%
                                                                                                                           Bali, NTT, NTB
                                                                                                                           5%
                                                                                                                                            daya maupun energi terbarukan dan 29.97% digunakan untuk Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya
                                                        Industri             Konstruksi                                                     Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial.
                                                        5%                   0%                                Sulawesi    Papua, Maluku
                                                                                                               10%         2%
                                                        Perumahan            Pertambangan
                                                        5%                   0%
Page 250
                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   250




  Lampiran I
  OBLIGASI BERWAWASAN LINGKUNGAN I TAHAP I                                                                         Pada aspek penggunaan dana, 100% proceeds telah dialokasikan sesuai ketentuan Green Bond
                                                                                                                   Framework BRI dan POJK No. 60 Tahun 2017, dengan komposisi 70,03% untuk Kegiatan Usaha
  SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Lingkungan Eksternal untuk                       Berwawasan Lingkungan (KUBL) yang seluruhnya berada pada kategori energi terbarukan, serta
  melakukan reviu atas pelaksanaan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI                         29,97% untuk kegiatan umum lainnya, yaitu Pinjaman Mikro KUPEDES sebesar 14,98% dan
  Tahap I Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Reviu dilakukan                 Pinjaman Mikro KUR sebesar 14,99%. Seluruh alokasi dilakukan melalui skema refinancing atas
  terhadap dokumen penerbitan obligasi, Green Bond Framework, Impact Report, serta dokumen                         portofolio pembiayaan yang telah ada. Pada aspek evaluasi dan seleksi proyek, BRI telah
  pendukung lain pada periode pelaporan 2022–2025 melalui desk review dan penilaian kesesuaian                     menerapkan tahapan identifikasi, pre-screening, review, dan allocation terhadap portofolio dan
  terhadap POJK No. 60 Tahun 2017, POJK No. 51 Tahun 2017, ICMA Green Bond Principles, dan                         pipeline pembiayaan untuk memastikan kesesuaian proyek dengan Green Bond Framework dan
  ASEAN Green Bond Standards. Berdasarkan pendekatan berbasis dokumen tersebut, penilaian                          ketentuan green bond yang berlaku. Pada aspek pengelolaan dana, seluruh proceeds telah
  difokuskan pada kesesuaian penggunaan dana dengan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan                             teralokasi tanpa perubahan atas proyek yang telah ditetapkan, dengan komposisi penggunaan
  Lingkungan (KUBL), proses seleksi proyek, mekanisme pengelolaan dana, serta kualitas pelaporan                   dana sebesar Rp1.754 miliar untuk KUBL kategori energi terbarukan, Rp375 miliar untuk Pinjaman
  penggunaan dana dan dampak lingkungan.                                                                           Mikro KUPEDES, dan Rp376 miliar untuk Pinjaman Mikro KUR. Dari sisi pelaporan, BRI telah
                                                                                                                   menyajikan informasi mengenai alokasi dana, kategori proyek, indikator dampak, dan transparansi
                                                                                                                   kepada publik secara memadai.
   No       Aspek Penilaian                             Skor                  Bobot            Skor Akhir

   1.       Use of Proceeds		                           3,16                   35%                1,11             Dari sisi dampak, pembiayaan pada proyek Hydro-energy Generation/PLTA menghasilkan produksi
   2.       Project Evaluation & Selection              3,46                   25%               0,86              energi terbarukan sebesar 1.669.000 MWh per tahun dan emisi GRK terhindar sebesar 1.614.223
                                                                                                                   ton CO₂eq per tahun. Pada dimensi sosial, pembiayaan mikro melalui KUPEDES dan KUR
   3.       Management of Proceeds                       3,5                   20%                0,7
                                                                                                                   berkontribusi terhadap ±8.949 lapangan kerja melalui KUPEDES, 5.943 penerima manfaat KUR,
   4.       Reporting                                    2,9                   20%               0,58              4.857 nasabah yang memperoleh akses pembiayaan pertama kali, dan 2.545 nasabah yang
   Total Skor Akhir                                                                              3,25              mengalami peningkatan aset usaha. Pembiayaan KUPEDES terutama tersalurkan pada sektor
                                                                                                                   pertanian (39%) dan perdagangan retail (36%), dengan distribusi wilayah terbesar di Jawa (57%),
   Predikat A – Sangat Baik                                                                                        Sumatra (19%), dan Sulawesi (10%). Sementara itu, pembiayaan KUR didominasi oleh sektor
                                                                                                                   perdagangan retail (43%), pertanian (32%), dan jasa (9%). Secara umum, obligasi ini berkontribusi
                                                                                                                   terhadap pencapaian SDG 7, SDG 8, SDG 10, dan SDG 13.




                                                                                                 Semarang, Maret 2026
                                                                                             Mewakili Universitas Diponegoro,


                                                                Head of LPPM Diponegoro University          Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University




                                                                 Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T                 Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 251
                                                                                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related    Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure           Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   251




  Lampiran II
                                                                                                             Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
  Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
                                                                                                             Semua proyek Green Sector memiliki dampak positif terhadap lingkungan, sesuai indikator yang
                                                                                                             telah ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi
  Aliran Dana
                                                                                                             dan perhitungan yang konsisten dan sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai
  BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan
                                                                                                             dengan penerbitan Green Bond BRI Tahap I Tahun 2023 telah sesuai dengan POJK No. 60/
  Berkelanjutan I. Bank BRI Tahap I Tahun 2023 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK
                                                                                                             POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian SDGs. Berikut adalah ringkasan manfaat
  No. 60/POJK.04/2017. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing)
                                                                                                             lingkungan pada tahun 2023 dari proyek yang dibiayai dari dana hasil penerbitan Green Bond
  beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap
                                                                                                             Tahap II Tahun 2023 Bank BRI:
  lingkungan maupun sosial, yaitu:


                                                                     Persentase
   Aktivitas                                 Proyek                                      Nilai (Rupiah)       Indikator                                                                PLTA
                                                                    Alokasi Dana

   KUBL                                                                                                       Energi Terbarukan yang dihasilkan                                                     1.669.000 MWh
                                                                                                              Emisi GRK yang dihindari                                                      1.614.223 tCO2eq/tahun
   Energi terbarukan                          PLTA                     70,03%            1.754.572.927.460

   Kegiatan umum lainnya seperti pembiayaan di sektor mikro, kesehatan, sektor lainnya

   Kredit Mikro                                                        29,97%             750.839.964.462
Page 252
                                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                               Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   252




  Green Bond Phase II
  Pengantar                                                                                                   Ringkasan Kerangka Green Bond Tahap II Tahun 2023

  BRI memegang dedikasi penuh dalam strategi bisnis perusahaan, tidak hanya fokus pada                        BRI merumuskan kerangka Green Bond sebelum penerbitan Tahap I pada Juli 2022. Dalam
  pertumbuhan kinerja tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, kehidupan sosial kemasyarakatan,             memastikan kesesuaian kerangka dengan regulasi maupun standar yang berlaku, BRI bekerja sama
  dan ekonomi nasional. BRI meyakini bahwa peningkatan penerapan keuangan berkelanjutan akan                  dengan SDGs Hub Universitas Indonesia terkait Opini Tenaga Ahli (SPO). Penerbitan Green Bond
  memberikan dampak positif yang masif terhadap perekonomian Indonesia khususnya bagi                         BRI dalam mata uang Rupiah ini dilaksanakan dengan mengacu pada POJK No. 60/POJK.04/2017
  masyarakat luas. Guna mendukung TPB, BRI terus mendorong program-program RAKB. Langkah                      tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (“Green Bond”).
  ini sejalan dengan visi BRI 2026 untuk menjadi “Becoming One of -or The- Most Profitable Banks In           Terdapat 4 fokus utama antara lain Penggunaan Dana, Proses Evaluasi & Pemilihan Proyek,
  southeast Asia”.                                                                                            Pengelolaan Dana dan Pelaporan.

  Sebagai bentuk implementasi dan komitmen BRI terhadap ekonomi berkelanjutan, BRI terus                      Penggunaan Dana
  memperluas penyaluran pembiayaan kepada sektor usaha yang memberikan dampak positif bagi
  lingkungan serta sektor usaha yang mendukung kesejahteraan sosial. BRI juga menghindari                                                                            Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
  penyaluran pinjaman kepada sektor-sektor yang terindikasi terlibat dalam kegiatan illegal logging,                    Minimal 70% pembiayaan KUBL                     misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
  perdagangan obat-obatan terlarang, eksploitasi tenaga kerja dan anak, pelanggaran HAM,
  pencucian uang, perusakan situs bersejarah, perdagangan tumbuhan dan hewan yang dilindungi,                 a. Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
  illegal fishing, serta bisnis lain yang bertentangan dengan hukum di Indonesia.
                                                                                                               Kegiatan

  Penerbitan obligasi menjadi alternatif sumber pendanaan atas penyaluran pinjaman yang dilakukan              1.   Energi Terbarukan                       6.   Pengelolaan Air & Limbah Air yang Berkelanjutan
  oleh BRI, termasuk Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI Tahap                2.   Efisiensi Energi                        7.   Adaptasi Perubahan Iklim
  II Tahun 2023 yang proceeds atas penerbitan tersebut digunakan untuk refinancing sektor usaha
                                                                                                               3.   Pencegahan & Pengendalian Polusi        8.   Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber
  terkategori green dan social. Penerbitan Green Bond di tahun 2023 merupakan bagian dari PUB
                                                                                                               4.   Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati &        Daya & Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
  Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI dengan total limit sebesar
  Rp 15 Triliun.                                                                                                    Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan     9.   Bangunan Berwawasan Lingkungan
                                                                                                               5.   Konservasi Keanekaragaman Hayati        10. Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan
  Penerbitan Green Bond                                                                                             Darat & Air                                 lingkungan lainnya

  Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI
  Tahap II Tahun 2023 dengan nilai emisi sebesar Rp 6 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan            b. Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial
  (oversubscribed) sebesar 2,63 kali.
                                                                                                               Kegiatan pembiayaan sektor Mikro

  Ringkasan Transaksi Obligasi                                                                                 1.   Pembiayaan Mikro Kupedes
                                                                                                               2.   Pembiayaan Mikro KUR
   Nama         Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023

   PUB          Rp 6 Triliun                                                                                  Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
                                   Tanggal
      Seri        Tenor                             Jatuh Tempo        Kupon          Nilai          Status
                                  Pencatatan

         A       370 Hari      17 Oktober 2023    27 Oktober 2024      6,10%      Rp 1,35 triliun    Mature
         B       2 Tahun       17 Oktober 2023     17 Oktober 2025     6,35%      RP 4,15 triliun    Mature
         C       3 Tahun       17 Oktober 2023     17 Oktober 2026     6,30%      Rp 500 miliar       Aktif
   Rating       idAAA (Pefindo)
                                                                                                              Identifikasi              Pre-screening                        Reviu                          Alokasi
   Pencatatan   Bursa Efek Indonesia
Page 253
                                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                                    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   253




  Green Bond Phase II
  Pengelolaan Dana                                                                                   Mengacu kepada ketentuan POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek
  • Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70%       Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) dan sesuai dengan kerangka kerja Green
     pada KUBL.                                                                                      Bond, BRI melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap portofolio dan pipeline pembiayaan
  • Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporan keuangan maupun         yang berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat sesuai dengan Kerangka Green Bond yang
     laporan berkelanjutan.                                                                          telah ditetapkan. 83,01% dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan pembiayaan kembali
  • Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual    (refinancing) green activities sedangkan 16,99% dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan
     maupun portfolio.                                                                               pembiayaan kembali (refinancing) Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan dan
  • Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan framework atau dihentikan pembiayaannya,         Sosial. Adapun detail alokasi sebagai berikut:
     maka akan dialihkan ke aset lain.
  • Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan
                                                                                                                                                               Alokasi Dana                Persentase                    Jenis
     likuid.                                                                                          Aktivitas
                                                                                                                                                                (Rp milyar)                   (%)                      Pembiayaan

  Pelaporan                                                                                           KUBL
  Pelaporan Alokasi                                                                                   Energi terbarukan                                            2.111                     35,09%                     Refinancing
  BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun    Pengelolaan SDA hayati & Penggunaan
  setelah penerbitan dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil reviu oleh ahli                                                                2.884                      47,92%                     Refinancing
                                                                                                      Lahan Berkelanjutan
  lingkungan.
                                                                                                      Kegiatan umum lainnya, misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial

  Pelaporan Dampak                                                                                    Pinjaman Mikro KUPEDES                                       504                        8,37%                     Refinancing
  BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/ aset yang dibiayai sepanjangan dapat            Pinjaman Mikro KUR                                           519                        8,62%                     Refinancing
  dihitung dan diukur secara praktis sesuai reviu ahli lingkungan.

  Laporan Alokasi                                                                                                                                    Komposisi KUBL dan Pinjaman Mikro
                                                                                                                                 KUBL                                                                     Pinjaman Mikro
  Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan
  Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023. Dana yang                                                                               16,99%
  diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada                                        Rp2,884 Milyar
  dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial.                         Rp2,111 Milyar
                                                                                                                                                                                                 Rp504 Milyar      Rp519 Milyar
                                                                                                                                                              83,01%
                                                                                                                                        Pengelolaan SDA                                           Pinjaman Mikro   Pinjaman Mikro
                                                                                                                  Energi Terbarukan
                                                                                                                                      hayati & Penggunaan                                            KUPEDES            KUR
                                                                                                                                      Lahan Berkelanjutan




                                                                                                        Alokasi untuk Sektor Mikro sebesar 16,99% atau Rp 1,022            Alokasi untuk KUBL sebesar 83,01% atau Rp 4,995 triliun.
                                                                                                          triliun. Project yang dibiayai termasuk dalam kategori             Project yang dibiayai termasuk dalam 2 kategori yaitu
                                                                                                                     Pinjaman Mikro KUPEDES dan KUR.                        Energi Terbarukan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
                                                                                                                                                                                Hayati & Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan
Page 254
                                                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related     Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure            Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                                        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.                   254




  Green Bond Phase II
  Dampak                                                                                                      Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial
                                                                                                                           Kesesuaian
  Berdasarkan kerangka kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II                  Aktivitas     dengan                                                   Pengukuran Dampak
  Tahun 2023, dampak lingkungan dan sosial yang sesuai berdasarkan sektor yang memenuhi syarat,                               SDGs
  yaitu:
                                                                                                              Pinjaman                  Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar ±4,000
  KUBL                                                                                                        mikro                     pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
                                                                                                              Kupedes                            Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor                          Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah

   Sektor yang      Kesesuaian     % Aset yang
   Memenuhi           dengan       Memenuhi        Jenis Proyek      Deskripsi Singkat & Indikator Dampak                                                             Pertanian
                                                                                                                                                                      39%
                                                                                                                                                                                            Lainnya
                                                                                                                                                                                            3%

   Syarat              SDGs          Syarat                                                                                                                           Perdagangan Retail
                                                                                                                                                                      36%
                                                                                                                                                                                            Perikanan
                                                                                                                                                                                            2%
                                                                                                                                                                                                                                      Jawa
                                                                                                                                                                                                                                      59%
                                                                                                                                                                                                                                                    Kalimantan
                                                                                                                                                                                                                                                    7%

                                                                                                                                                                      Jasa                  Transportasi                              Sumatra       Bali, NTT, NTB

   Energi                            42,27%       Hydro Power       Estimasi dampak lingkungan yang                                                                   8%                    1%                                        18%

                                                                                                                                                                                                                                      Sulawesi
                                                                                                                                                                                                                                                    5%

                                                                                                                                                                                                                                                    Papua, Maluku
                                                                                                                                                                      Industri              Konstruksi

   terbarukan                                     Plant             dihasilkan:                                                                                       6%                    0%                                        9%            2%

                                                                                                                                                                      Perumahan             Pertambangan

                                                                    • Energi terbarukan yang dihasilkan per                                                           5%                    0%



                                                                       tahun: 1.134.272 MWh.
                                                                    • Emisi GRK yang terhindar per tahun:     Pinjaman                  KUR yang disalurkan telah menjangkau 10.045 orang diseluruh wilayah indonesia,
                                                                       1.097.045 tCO2eq.                      Mikro KUR                 8.210 merupakan penerima akses pinjaman perbankan untuk pertama kalinya
                                                                                                                                        melalui fasilitas KUR, yang mencerminkan perluasan inklusi keuangan. Selain itu
                                                                    Proyek yang dibiayai adalah sebanyak                                sebanyak 4.302 nasabah merasakan peningkatan asset bisnis setelah menerima
                                                                    1 proyek yang akan direncanakan                                     KUR.
                                                                    beroperasi pada tahun 2025.                                                    Sebaran KUR Berdasarkan Sektor                              Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah



   Pengelolaan                       57,73%       Pembiayaan        BRI telah membiayai proyek kebun kelapa                                                          Pertanian             Perumahan
                                                                                                                                                                     57%                   1%
   sumber daya                                    Investasi Lahan   sawit berkelanjutan yang mengadopsi                                                              Perdagangan retail    Transportasi                            Sulawesi          Kalimantan
                                                                                                                                                                     28%                   1%                                      43%               4%
   alam hayati &                                  Kelapa Sawit      praktik dan standar domestik maupun                                                              Jasa                  Lainnya                                 Sumatra           Papua, Maluku
                                                                                                                                                                     6%                    1%                                      37%               4%

   penggunaan                                     dengan proses     global terbaik dalam produksi minyak                                                             Industri              Konstruksi                              Bali, NTT, NTB    Jawa
                                                                                                                                                                     3%                    0%                                      10%               2%

   lahan yang                                     produksi ramah    sawit yang bertanggung jawab yakni                                                               Perikanan             Pertambangan
                                                                                                                                                                     3%                    0%

   berkelanjutan                                  lingkungan dan    memiliki sertifikasi RSPO dan/atau ISPO
                                                  berkelanjutan
                                                                                                              Kesimpulan

                                                                                                              Laporan dampak atas penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap
                                                                                                              II Tahun 2023 menunjukkan komitmen dan realisasi atas penerapan keuangan berkelanjutan yang
                                                                                                              sejalan dengan UNSDG khususnya poin 7, 8, 10, 12 dan 13. BRI terus mendorong partisipasi aktif dari
                                                                                                              semua pihak yang terkait untuk turut serta mendukung dan memajukan perekonomian nasional
                                                                                                              dengan penerapan keuangan berkelanjutan.

                                                                                                              Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023
                                                                                                              merupakan bagian dari PUB sebesar Rp 15 Triliun yang direspon positif oleh investor yang ditandai
                                                                                                              dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,63 kali. BRI juga telah mendapatkan
                                                                                                              reviu eskternal dari ahli lingkungan yang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya 70% (realisasi:
                                                                                                              83,01%) kegiatan yang dibiayai green bond telah memenuhi kriteria sebagai KUBL dan memiliki
                                                                                                              dampak positif terhadap lingkungan serta sesuai dengan kerangka yang telah ditetapkan
                                                                                                              sebelumnya. Hal tersebut menegaskan kredibilitas Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan dan
                                                                                                              kepatuhan serta komitmen BRI dalam memenuhi persyaratan Green Bond.
Page 255
                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   255




  Lampiran I
  OBLIGASI BERWAWASAN LINGKUNGAN I TAHAP II                                                                        energi terbarukan serta pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan,
                                                                                                                   sedangkan 16,99% lainnya dialokasikan untuk kegiatan lain yang mencakup sektor mikro,
  SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Lingkungan Eksternal yang                        kesehatan, dan sosial. Pada aspek evaluasi dan seleksi proyek, BRI telah menerapkan tahapan
  ditunjuk untuk melakukan reviu atas pelaksanaan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan                     identifikasi proyek, pre-screening, evaluasi, dan penetapan alokasi pembiayaan untuk memastikan
  I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.                     bahwa proyek yang didanai memenuhi kriteria green bond sebagaimana ditetapkan dalam
  Reviu dilakukan terhadap dokumen penerbitan obligasi, Green Bond Framework, Impact Report,                       framework dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sementara itu, pada aspek pengelolaan dana,
  serta dokumen pendukung lainnya pada periode pelaporan 2022–2025 melalui desk review dan                         hasil penerbitan obligasi dikelola melalui sistem internal bank yang memungkinkan pemantauan
  penilaian kesesuaian terhadap POJK No. 60 Tahun 2017, POJK No. 51 Tahun 2017, ICMA Green                         alokasi dana secara terstruktur, termasuk melalui pencatatan internal, pemantauan penggunaan
  Bond Principles, dan ASEAN Green Bond Standards. Berdasarkan pendekatan tersebut, penilaian                      dana, dan pengendalian internal untuk menjaga kesesuaian penggunaan dana dengan tujuan green
  difokuskan pada kesesuaian penggunaan dana dengan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan                             bond. Pada aspek pelaporan, BRI memperoleh skor tertinggi karena telah menyampaikan informasi
  Lingkungan (KUBL), proses evaluasi dan seleksi proyek, pengelolaan dana hasil penerbitan obligasi,               yang relatif komprehensif mengenai alokasi dana, kategori proyek yang dibiayai, indikator dampak
  serta kualitas pelaporan penggunaan dana dan dampak lingkungan.                                                  lingkungan, serta transparansi pelaporan kepada publik.

                                                                                                                   Dari sisi dampak, pembiayaan melalui Green Bond telah menghasilkan manfaat lingkungan dan
   No       Aspek Penilaian                             Skor                  Bobot            Skor Akhir
                                                                                                                   sosial yang terukur. Pada kategori energi terbarukan, pendanaan proyek Hydro Power Plant (PLTA)
   1.       Use of Proceeds		                           3,20                   35%                1,12             menghasilkan produksi energi terbarukan sebesar 1.134.272 MWh per tahun dan emisi GRK yang
   2.       Project Evaluation & Selection              3,46                   25%               0,86              terhindar sebesar 1.097.045 ton CO₂eq per tahun. Pada kategori pengelolaan lahan berkelanjutan,
                                                                                                                   pembiayaan mendukung proyek perkebunan sawit berkelanjutan yang telah memperoleh sertifikasi
   3.       Management of Proceeds                      3,50                   20%               0,70
                                                                                                                   RSPO dan/atau ISPO, yang menjadi indikator penerapan praktik produksi berkelanjutan. Dari sisi
   4.       Reporting                                   2,92                   20%               0,58              sosial, pembiayaan mikro melalui program KUPEDES dan KUR berkontribusi terhadap penciptaan
   Total Skor Akhir                                                                              3,27              sekitar ±4.000 lapangan kerja melalui KUPEDES, menjangkau 10.045 penerima manfaat KUR,
                                                                                                                   memberikan akses pembiayaan pertama kali kepada 8.210 nasabah, serta mendorong peningkatan
   Predikat A – Sangat Baik                                                                                        aset usaha pada 4.302 nasabah. Secara umum, instrumen ini juga berkontribusi terhadap
                                                                                                                   pencapaian SDG 7, SDG 8, SDG 10, SDG 12, dan SDG 13.
  Pada aspek penggunaan dana, hasil penilaian menunjukkan bahwa dana hasil penerbitan green
  bond telah dialokasikan 100%, dengan 83,01% diarahkan untuk kegiatan KUBL yang mencakup




                                                                                                 Semarang, Maret 2026
                                                                                             Mewakili Universitas Diponegoro,


                                                                Head of LPPM Diponegoro University          Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University




                                                                 Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T                 Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 256
                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related       Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure              Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   256




  Lampiran II
  Penggunaan Dana Hasil Penerbitan

  Aliran Dana                                                                                                      Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
  BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan                               Semua proyek KUBL memiliki dampak positif terhadap lingkungan, sesuai indikator yang telah
  Berkelanjutan I. Bank BRI Tahap II Tahun 2023 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK                     ditetapkan sebelumnya oleh BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi dan
  No. 60/POJK.04/2017. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing)                     perhitungan yang konsisten dan sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai
  beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap                     dengan penerbitan Green Bond BRI Tahap II Tahun 2023 telah sesuai dengan POJK No. 60/
  lingkungan maupun sosial, yaitu:                                                                                 POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian SDGs. Berikut adalah ringkasan manfaat
                                                                                                                   lingkungan pada tahun 2023 dari proyek yang dibiayai dari dana hasil penerbitan Green Bond
                                                                                                                   Tahap II Tahun 2023 Bank BRI:
                                                                        Persentase
   Aktivitas                                  Tipe Proyek                                 Nilai Proyek (Rupiah)
                                                                       Alokasi Dana
                                                                                                                                                                                Pembiayaan Investasi Pada sektor
                                                                                                                    Indikator                                 PLTA
   KUBL                                                                   83,01%             4.994.932.321.101                                                                           kelapa sawit

                                                                                                                    Energi Terbarukan dihasilkan          1.134.272 MWh                         N/A
   Energi Terbarukan                PLTA                                  35,09%               2.111.412.477.351
                                                                                                                    Emisi GRK yang dihindari          1.097.045 tCO2e / tahun                   N/A
   Pengelolaan Sumber               Pembiayaan Investasi Lahan
                                                                                                                    Memiliki sertifikasi lingkungan
   Daya Alam Hayati &               Kelapa Sawit dengan Proses
                                                                          47.92%             2.883.519.843.750      sesuai jenis industri yang
   Penggunaan Lahan yang            Produksi Ramah Lingkungan                                                                                                  N/A              Memiliki sertifikasi ISPO atau RSPO
                                                                                                                    dipersyaratkan untuk tujuan
   Berkelanjutan                    dan BerkelanjutanM
                                                                                                                    berkelanjutan
   Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan dan Sosial

   Kredit Mikro                                                      16,99%               1.006.822.822.556
Page 257
                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   257




  Green Bond Phase III
  Pengantar                                                                                                    Ringkasan Kerangka Kerja Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan
                                                                                                               (Green Bond) Tahap III Tahun 2024 BRI
  BRI memiliki komitmen penuh yang tercantum dalam strategi bisnis perusahaan, tidak hanya
  terhadap pertumbuhan kinerja, tetapi juga terhadap lingkungan, kehidupan sosial kemasyarakatan               BRI telah merumuskan kerangka Green Bond, dalam memastikan kesesuaian kerangka dengan
  dan ekonomi nasional. BRI menyadari bahwa dengan terus meningkatkan penerapan keuangan                       regulasi maupun standar yang berlaku, BRI bekerja sama dengan SDGs Hub Universitas Indonesia
  berkelanjutan akan memberikan dampak luas pada perekonomian Indonesia, terlebihnya                           terkait Opini tenaga Ahli (SPO). Penerbitan Green Bond BRI dalam mata uang Rupiah ini dilaksanakan
  memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Implementasi programprogram Rencana Aksi                     dengan mengacu pada POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek
  Keuangan Berkelanjutan (RAKB) akan terus didorong untuk mendukung Sustainable Development                    Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (“Green Bond”). Di dalam kerangka yang telah disusun
  Goals (SDGs). Langkah ini sejalan dengan visi BRI 2026 untuk menjadi “Becoming One of or The                 terdapat 4 fokus utama antara lain Penggunaan Dana, Proses Evaluasi & Pemilihan Proyek,
  Most Profitable Banks In southeast Asia”.                                                                    Pengelolaan Dana dan Pelaporan.

  Sebagai bentuk implementasi dan komitmen BRI terhadap ekonomi berkelanjutan, BRI terus                       Penggunaan Dana
  memperluas penyaluran pembiayaan kepada sektor usaha yang memberikan dampak positif bagi
  lingkungan (green financing) serta sektor usaha yang mendukung kesejahteraan sosial (social                                                                         Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
                                                                                                                          Minimal 70% pembiayaan KUBL
  financing). BRI juga menghindari penyaluran pinjaman kepada sektor-sektor yang terindikasi                                                                             misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
  terlibat dalam kegiatan illegal logging, perdagangan obat-obatan terlarang, eksploitasi tenaga kerja
  dan anak, pelanggaran HAM, pencucian uang, perusakan situs bersejarah, perdagangan tumbuhan                  a. KUBL
  dan hewan yang dilindungi, illegal fishing, serta bisnis lain yang bertentangan dengan hukum di               Kegiatan
  Indonesia. Penerbitan obligasi menjadi alternatif sumber pendanaan atas penyaluran pinjaman
                                                                                                               1.    Energi Terbarukan                       6.   Pengelolaan Air & Limbah Air yang Berkelanjutan
  yang dilakukan oleh BRI, termasuk Green Bond I Bank BRI Tahap III Tahun 2024 yang proceeds atas
  penerbitan tersebut digunakan untuk refinancing sektor usaha terkategori green dan social.                   2.    Efisiensi Energi                        7.   Adaptasi Perubahan Iklim
  Penerbitan Green Bond di tahun 2023 merupakan bagian dari PUB Obligasi Berwawasan Lingkungan                 3.    Pencegahan & Pengendalian Polusi        8.   Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber
  Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI dengan total limit sebesar Rp 15 Triliun.                                                                                 Daya & Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
                                                                                                               4.    Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati &
                                                                                                                     Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan     9.   Bangunan Berwawasan Lingkungan
  Penerbitan Green Bond
                                                                                                               5.    Konservasi Keanekaragaman Hayati        10. Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan
  Pada tahun 2024, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI                           Darat & Air                                 lingkungan lainnya
  Tahap III Tahun 2024 dengan nilai emisi sebesar Rp 4 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan
  (oversubscribed) sebesar 1,64 kali.                                                                          b. Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial
                                                                                                                Kegiatan pembiayaan sektor Mikro
  Ringkasan Transaksi Obligasi
                                                                                                                1.   Pembiayaan Mikro Kupedes
   Nama         Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024
                                                                                                                2.   Pembiayaan Mikro KUR
   Nilai        Rp 4 Triliun

                                   Tanggal                                                                     Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
       Seri       Tenor                             Jatuh Tempo         Kupon          Nilai          Status
                                  Pencatatan

           A     370 Hari      20 Maret 2024       30 Maret 2025        6,15%      Rp 1,23 triliun    Mature
           B     2 Tahun       20 Maret 2024       20 Maret 2026        6,25%      RP 879 miliar       Aktif
           C     3 Tahun       20 Maret 2024       20 Maret 2027        6,25%      Rp 382 miliar       Aktif
   Rating       idAAA (Pefindo)
   Pencatatan   Bursa Efek Indonesia                                                                           Identifikasi              Pre-screening                        Reviu                           Alokasi
Page 258
                                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   258




  Green Bond Phase III
  Pengelolaan Dana                                                                                   Mengacu kepada ketentuan POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek
  • Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70%       Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) dan sesuai dengan kerangka kerja Green
     pada KUBL                                                                                       Bond, BRI melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap portofolio dan pipeline pembiayaan
  • Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporan keuangan maupun         yang berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat sesuai dengan kerangka Green Bond yang
     laporan berkelanjutan.                                                                          telah ditetapkan. 91,93% dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan pembiayaan kembali
  • Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual    (refinancing) KUBL sedangkan 8,07% dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan pembiayaan
     maupun portfolio.                                                                               kembali (refinancing) Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial.
  • Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan framework atau dihentikan pembiayaannya,         Adapun detail alokasi sebagai berikut:
     maka akan dialihkan ke aset lain.
  • Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan
                                                                                                                                                            Alokasi Dana                Persentase                       Jenis
     likuid.                                                                                          Aktivitas
                                                                                                                                                             (Rp milyar)                   (%)                         Pembiayaan

  Pelaporan                                                                                           KUBL
  Pelaporan Alokasi                                                                                   Energi terbarukan                                         1.713                     72,27%                       Refinancing
  BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun    Pengelolaan SDA hayati & Penggunaan
  setelah penerbitan dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil reviu oleh ahli                                                              150                        6,35%                       Refinancing
                                                                                                      Lahan Berkelanjutan
  lingkungan.
                                                                                                      Kegiatan umum lainnya, misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial

  Pelaporan Dampak                                                                                    Pinjaman Mikro KUPEDES                                    254                        10,70%                      Refinancing
  BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat             Pinjaman Mikro KUR                                        253                        10,68%                      Refinancing
  dihitung dan diukur secara praktis sesuai reviu ahli lingkungan.

  Laporan Alokasi                                                                                                                                 Komposisi KUBL dan Pinjaman Mikro

  Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan                                   KUBL                                                                 Pinjaman Mikro

  Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023. Dana yang                          Rp1,713 Milyar                                   8,07%

  diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada
  dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial.
                                                                                                                                                                                             Rp254 Milyar      Rp253 Milyar
                                                                                                                                     Rp150 Milyar
                                                                                                                                                            91,93%
                                                                                                                      Energi         Pengelolaan SDA                                          Pinjaman Mikro   Pinjaman Mikro
                                                                                                                    Terbarukan     hayati & Penggunaan                                           KUPEDES            KUR
                                                                                                                                   Lahan Berkelanjutan




                                                                                                        Alokasi untuk KUBS sebesar 21,38% atau Rp 0,507 triliun.        Alokasi untuk KUBL sebesar 78,62% atau Rp 1,863 triliun.
                                                                                                       Project yang dibiayai termasuk dalam kategori Employment           Project yang dibiayai termasuk dalam 2 kategori yaitu
                                                                                                           Generation dan Socioeconomic advancement and                  Energi Terbarukan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
                                                                                                                              empowerment.                                   Hayati & Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan
Page 259
                                                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related    Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure           Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.                  259




  Green Bond Phase III
  Dampak                                                                                                        Kegiatan Umum Lainnya, Misalnya Sektor Mikro, Kesehatan Dan Sosial
                                                                                                                 Sektor yang      Kesesuaian
  Berdasarkan kerangka Green Bond Tahap III Tahun 2024, dampak lingkungan dan sosial yang                        Memenuhi           dengan                                         Perkiraan Manfaat Sosial
  sesuai berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:                                                         Syarat              SDGs

                                                                                                                 Pinjaman Mikro                Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar ±5.985
  KUBL
                                                                                                                 KUPEDES                       pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
                                                                                                                                                       Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor                       Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah
   Sektor yang       Kesesuaian    % Aset yang
                                                                          Deskripsi Singkat & Indikator                                                              Pertanian              Lainnya
   Memenuhi            dengan      Memenuhi          Jenis Proyek                                                                                                    40%                    2%                                   Jawa           Kalimantan
                                                                                    Dampak                                                                                                                                       57%            7%
   Syarat               SDGs         Syarat                                                                                                                          Perdagangan Retail
                                                                                                                                                                     37%
                                                                                                                                                                                            Perikanan
                                                                                                                                                                                            2%

                                                                                                                                                                     Jasa                   Transportasi                         Sumatra        Bali, NTT, NTB
   Energi                            91,93%        Hydro Power        Estimasi dampak lingkungan yang                                                                8%                     2%                                   19%            5%


   Terbarukan                                      Plant              dihasilkan:                                                                                    Industri
                                                                                                                                                                     5%
                                                                                                                                                                                            Konstruksi
                                                                                                                                                                                            0%                                   Sulawesi       Papua, Maluku

                                                                      • Energi terbarukan yang dihasilkan                                                            Perumahan
                                                                                                                                                                     4%
                                                                                                                                                                                            Pertambangan
                                                                                                                                                                                            0%
                                                                                                                                                                                                                                 10%            2%



                                                                         per tahun: 1.669.000 MWh dan
                                                                         1.134.272 MWh.                          Socioeconomic                 Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan telah menjangkau
                                                                      • Emisi GRK yang terhindar per             advancement                   5.526 orang diseluruh wilayah indonesia, 4.516 merupakan penerima
                                                                         tahun: 1.097.045    tCO2eq       dan    and                           akses pinjaman perbankan untuk pertama kalinya melalui fasilitas KUR,
                                                                         1.614.223 tCO2eq.                       empowerment                   yang mencerminkan perluasan inklusi keuangan. Selain itu sebanyak 2.367
                                                                                                                 (Kredit KUR)                  nasabah merasakan peningkatan asset bisnis setelah menerima KUR.
                                                                      Proyek yang dibiayai adalah sebanyak                                               Sebaran KUR Berdasarkan Sektor                           Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah

                                                                      2 proyek yang akan direncanakan                                                                Pertanian              Transportasi
                                                                                                                                                                     57%                    1%                                Sulawesi              Papua, Maluku
                                                                      beroperasi pada tahun 2025.                                                                    Perdagangan Retail     Lainnya
                                                                                                                                                                                                                              49%                   5%
                                                                                                                                                                     28%                    1%

                                                                                                                                                                     Jasa                   Perumahan                         Sumatra               Kalimantan
                                                                                                                                                                     6%                     0%                                28%                   4%

   Pengelolaan                       8,07%         Pembiayaan         BRI telah membiayai proyek kebun                                                               Industri               Konstruksi
                                                                                                                                                                     4%                     0%                                Bali, NTT, NTB        Jawa
   sumber daya                                     Investasi Lahan    kelapa sawit berkelanjutan yang                                                                Perikanan              Pertambangan
                                                                                                                                                                                                                              11%                   3%

                                                                                                                                                                     3%                     0%
   alam hayati &                                   Kelapa Sawit       mengadopsi praktik dan standar
   penggunaan                                      dengan proses      domestik maupun global terbaik
   lahan yang                                      produksi ramah     dalam produksi minyak sawit yang          Kesimpulan
   berkelanjutan                                   lingkungan dan     bertanggung jawab yakni memiliki
                                                   berkelanjutan      sertifikasi RSPO dan/atau ISPO.           Laporan dampak atas penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap
                                                                                                                III Tahun 2024 menunjukkan komitmen dan realisasi atas penerapan keuangan berkelanjutan yang
                                                                                                                sejalan dengan UNSDG khususnya poin 7, 8, 10, 12 dan 13. BRI terus mendorong partisipasi aktif dari
                                                                                                                semua pihak yang terkait untuk turut serta mendukung dan memajukan perekonomian nasional
                                                                                                                dengan penerapan keuangan berkelanjutan.

                                                                                                                Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap III Tahun 2024
                                                                                                                merupakan bagian dari PUB sebesar Rp 15 Triliun yang direspon positif oleh investor yang ditandai
                                                                                                                dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,64 kali.BRI juga telah mendapatkan reviu
                                                                                                                eskternal dari ahli lingkungan yang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya 70% (realisasi:
                                                                                                                78,62%) kegiatan yang dibiayai green bond telah memenuhi kriteria sebagai KUBL dan memiliki
                                                                                                                dampak positif terhadap lingkungan serta sesuai dengan framework yang telah ditetapkan
                                                                                                                sebelumnya. Hal tersebut menegaskan kredibilitas Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan dan
                                                                                                                kepatuhan serta komitmen BRI dalam memenuhi persyaratan Green Bond.
Page 260
                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   260




  Lampiran I
  OBLIGASI BERWAWASAN LINGKUNGAN I TAHAP III                                                                       pada kategori energi terbarukan, sedangkan 21,38% dialokasikan untuk kegiatan umum lainnya,
                                                                                                                   khususnya Pinjaman Mikro KUPEDES sebesar 10,78% dan Pinjaman Mikro KUR sebesar 10,68%.
  SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Lingkungan Eksternal yang                        Seluruh alokasi tersebut dilakukan melalui skema refinancing terhadap portofolio pembiayaan yang
  ditunjuk untuk melakukan reviu atas pelaksanaan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan                     telah ada. Pada aspek evaluasi dan seleksi proyek, BRI telah menerapkan tahapan identifikasi, pre-
  I Bank BRI Tahap III Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.                    screening, review, dan allocation terhadap portofolio dan pipeline pembiayaan untuk memastikan
  Reviu dilakukan terhadap dokumen penerbitan obligasi, Green Bond Framework, Impact Report,                       bahwa proyek yang dibiayai sesuai dengan kategori pembiayaan berwawasan lingkungan
  serta dokumen pendukung lainnya pada periode pelaporan 2022–2025 melalui desk review dan                         sebagaimana ditetapkan dalam Green Bond Framework dan POJK No. 60 Tahun 2017. Pada aspek
  penilaian kesesuaian terhadap POJK No. 60 Tahun 2017, POJK No. 51 Tahun 2017, ICMA Green                         pengelolaan dana, seluruh proceeds telah dialokasikan tanpa perubahan atas proyek pembiayaan
  Bond Principles, dan ASEAN Green Bond Standards. Berdasarkan pendekatan tersebut, penilaian                      yang telah ditetapkan, dengan komposisi penggunaan dana sebesar Rp1,863 miliar untuk KUBL
  difokuskan pada kesesuaian penggunaan dana dengan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan                             kategori energi terbarukan, Rp254 miliar untuk Pinjaman Mikro KUPEDES, dan Rp253 miliar untuk
  Lingkungan (KUBL), proses evaluasi dan seleksi proyek, pengelolaan dana hasil penerbitan obligasi,               Pinjaman Mikro KUR. Sementara itu, pada aspek pelaporan, BRI memperoleh skor tertinggi karena
  serta kualitas pelaporan penggunaan dana dan dampak lingkungan.                                                  telah menyajikan informasi yang relatif komprehensif mengenai alokasi dana, kategori proyek yang
                                                                                                                   dibiayai, indikator dampak lingkungan, serta transparansi pelaporan kepada publik.
   No       Aspek Penilaian                             Skor                  Bobot            Skor Akhir
                                                                                                                   Dari sisi dampak, pembiayaan melalui Green Bond menghasilkan manfaat lingkungan dan sosial
   1.       Use of Proceeds		                           3,20                   35%                1,12             yang terukur. Pada kategori energi terbarukan, pendanaan proyek Hydro-energy Generation/PLTA
   2.       Project Evaluation & Selection              3,46                   25%               0,86              menghasilkan produksi energi terbarukan sebesar 1.134.272 MWh dan 1.669.000 MWh per tahun,
                                                                                                                   serta emisi GRK terhindar sebesar 1.097.045 tonCO2e dan 1.614.223 tonCO2eq per tahun. Pada
   3.       Management of Proceeds                      3,50                   20%               0,70
                                                                                                                   dimensi sosial, pembiayaan mikro melalui program KUPEDES dan KUR berkontribusi terhadap
   4.       Reporting                                   2,92                   20%               0,58              penciptaan sekitar ±5.985 lapangan kerja melalui KUPEDES, menjangkau 5.526 penerima manfaat
   Total Skor Akhir                                                                              3,27              KUR, memberikan akses pembiayaan pertama kali kepada 4.516 nasabah, serta mendorong
                                                                                                                   peningkatan aset usaha pada 2.367 nasabah. Pembiayaan KUPEDES terutama tersalurkan pada
   Predikat A – Sangat Baik                                                                                        sektor pertanian (40%) dan perdagangan retail (37%), dengan distribusi wilayah terbesar di Jawa
                                                                                                                   (57%), Sumatra (19%), dan Sulawesi (10%). Sementara itu, pembiayaan KUR didominasi oleh sektor
  Pada aspek penggunaan dana, hasil penilaian menunjukkan bahwa 100% dana hasil penerbitan                         pertanian (57%), perdagangan retail (28%), dan jasa (6%). Secara umum, obligasi ini berkontribusi
  obligasi telah dialokasikan, dengan 78,62% diarahkan untuk kegiatan KUBL yang seluruhnya berada                  terhadap pencapaian SDG 7, SDG 8, SDG 10, dan SDG 13.




                                                                                                 Semarang, Maret 2026
                                                                                             Mewakili Universitas Diponegoro,


                                                                Head of LPPM Diponegoro University          Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University




                                                                 Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T                 Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 261
                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related    Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure           Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                          Lampiran                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   261




  Lampiran II
  Penggunaan Dana Hasil Penerbitan

  Aliran Dana                                                                                                 Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
  BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan                          Semua proyek Green Sector memiliki dampak positif terhadap lingkungan, sesuai indikator yang
  Berkelanjutan I. Bank BRI Tahap II Tahun 2023 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK                telah ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi
  60. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) proyek yang sudah               dan perhitungan yang konsisten dan sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai
  ada dalam portofolio BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial, yaitu:                     dengan penerbitan Green Bond BRI Tahap II Tahun 2023 telah sesuai dengan POJK No. 60/
                                                                                                              POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian SDGs. Berikut adalah ringkasan manfaat
                                                                          Persentase        Nilai Proyek      lingkungan pada tahun 2023 dari proyek yang dibiayai dari dana hasil penerbitan Green Bond
   Aktivitas                                Tipe Proyek                                                       Tahap II Tahun 2023 Bank BRI:
                                                                         Alokasi Dana        (Rupiah)

   KUBL                                                                                                                                                                          Pembiayaan Investasi Pada sektor
                                                                                                               Indikator                                     PLTA
                                                                                                                                                                                          kelapa sawit
   Kategori Hijau                                                           78,62%        1.863.165.684.938
                                                                                                                                                           1.134.272 MWh dan
                                                                                                               Energi Terbarukan yang dihasilkan                                                                      N/A
   Energi Terbarukan                           PLTA                         72,27%        1.712.786.881.079                                                    1.669.000 MWh
                                                                                                                                                   1.097.045 tCO2e / tahun dan
   Pengelolaan Sumber               Pembiayaan Investasi Lahan                                                 Emisi GRK yang dapat dihindari                                                                         N/A
                                                                                                                                                      1.614.223 tCO2eq / tahun
   Daya Alam Hayati &               Kelapa Sawit dengan Proses
                                                                            6,35%          150.378.684.938     Memiliki sertifikasi lingkungan
   Penggunaan Lahan yang            Produksi Ramah Lingkungan
   Berkelanjutan                         dan Berkelanjutan                                                     sesuai jenis industri yang
                                                                                                                                                                          N.A    Memiliki 2 sertifikasi ISPO atau RSPO
                                                                                                               dipersyaratkan untuk tujuan
   Kegiatan umum lainnya seperti pembiayaan di sektor mikro, kesehatan, sektor lainnya                         berkelanjutan

   Kredit Mikro                                                             21,38%         506.234.119.953
Page 262
                                                                                                                                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                           PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   262




  Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
  Pengantar                                                                                                 Ringkasan Kerangka Kerja

  Sejak didirikan pada tahun 1895, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI) telah menjadi          Sebagaimana tercantum pada Tujuan Penggunaan Dana dalam Memorandum Informasi Medium
  pendorong utama perekonomian Indonesia terutama di segmen UMKM. BRI terus berkontribusi                   Term Notes Bank BRI Tahun 2022, dana dari penerbitan surat berharga ini digunakan untuk
  meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendukung kebijakan pemerintah untuk                         pembiayaan inklusif sebagaimana dimaksud pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021
  memastikan literasi keuangan, khususnya inklusi keuangan dalam rangka mewujudkan ketahanan                tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
  sosial dan ekonomi. Komitmen BRI tersebut selaras dengan visi BRI pada 2026 untuk menjadi                 Syariah dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas
  “Becoming One of -or The- Most Profitable Banks In southeast Asia”. Strategi ini diwujudkan salah         Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial
  satunya melalui pemberian layanan kepada masyarakat yang belum sepenuhnya terdigitalisasi                 Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah serta Peraturan
  terutama di tiga daerah khusus 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) guna memastikan pemerataan          Anggota Dewan Gubernur Nomor 24/6/PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Rasio
  akses keuanngan dan pemberdayaan seluruh lapisan masyarakat.                                              Pembiayaan Inklusif Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan
                                                                                                            Unit Usaha Syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembiayaan Inklusif adalah
  Sebagai bentuk peran BRI dalam mengembangkan praktik keuangan berkelanjutan, BRI meluncurkan              penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau PBR dalam rupiah
  kebijakan pembiayaan dengan mempertimbangkan LST. Dalam rangka mendorong Inklusi Finansial,               dan valuta asing.
  BRI berupaya untuk mendekatkan layanan keuangan ke seluruh lapisan masyarakat. BRI saat ini
  telah memiliki 1.1 juta Agen BRILink yang tersebar di lebih dari 66 ribu desa. Fokus terhadap inklusi     Pelaporan
  keuangan dan sumber pertumbuhan baru, BRI merampungkan holding Ultra Mikro (UMi) pada                     Alokasi Pelaporan
  tahun 2021 yang tujuannya adalah memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat mikro                BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala sekali dalam setahun paling lambat
  dan ultra mikro di Indonesia. Holding ultra mikro dibentuk sebagai upaya untuk memberikan                 setahun setelah penerbitan disertai laporan hasil reviu oleh tenaga ahli eksternal yang kompeten di
  pelayanan yang berkesinambungan dan terintegrasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.                     bidangnya.

                                                                                                            Pelaporan Dampak
  Rincian Penerbitan                                                                                        BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjang dapat dihitung
                                                                                                            dan diukur secara praktis sesuai reviu tenaga ahli eksternal yang kompeten di bidangnya.
  Pada tahun 2022, BRI menerbitkan MTN Bank BRI Tahun 2022 dengan nilai emisi sebesar Rp 5
  triliun dalam 2 (dua) seri yaitu Seri A dan Seri B dan seluruh dana digunakan untuk penyaluran
  pembiayaan ke segmen mikro dan ultra mikro. Adapun saat ini seluruh seri MTN tersebut telah jatuh
  tempo.

  Ringkasan Transaksi Obligasi
   Nama         Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022

   Nilai        Rp 5 Triliun

                                   Tanggal
       Seri       Tenor                               Jatuh Tempo      Kupon         Nilai         Status
                                  Pencatatan
           A     2 Tahun       24 November 2022 24 November 2024       6,60%      Rp 2 Triliun     Mature
           B     3 Tahun       24 November 2022 24 November 2025       6,98%      Rp 3 Triliun     Mature
   Rating       idAAA (Pefindo)
   Pencatatan   Bursa Efek Indonesia
Page 263
                                                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related            Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure                   Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                                    Lampiran                                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.                  263




  Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
  Laporan Alokasi                                                                                                      Pembiayaan Inklusif
                                                                                                                       BRI bersama KPMG menyusun metodologi analisis dampak pada penciptaan lapangan pekerjaan
  Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan                         atas penyaluran KUPEDES dan pemberdayaan Masyarakat atas penyaluran KUR.
  MTN Bank BRI Tahun 2022. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif                                               Kesesuaian
  sebagaimana terkategori pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio                              Aktivitas      dengan                                                 Pengukuran Dampak
  Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit                                           SDGs
  Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bank
                                                                                                                        Pembiayaan                Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 35.793
  Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank
                                                                                                                        Mikro                     pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
  Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Proceeds sebesar Rp 5 triliun
                                                                                                                        KUPEDES
  digunakan untuk penyaluran pembiayaan bank pada segmen bisnis mikro dan ultra mikro di bulan                                                             Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor                      Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah


  November 2023. Adapun per 31 Desember 2025, proceeds yang akan dilaporkan dalam allocation                                                                             Pertanian
                                                                                                                                                                         39%
                                                                                                                                                                                                Lainnya
                                                                                                                                                                                                2%                               Jawa                  Kalimantan
  report adalah sebesar Rp 3 triliun sesuai dengan outstanding MTN yang masih memberikan impact                                                                          Perdagangan Retail     Perikanan
                                                                                                                                                                                                                                 57%                   7%
                                                                                                                                                                         37%                    2%
  pada tahun 2025..                                                                                                                                                      Jasa                   Transportasi                     Sumatra               Bali, NTT, NTB
                                                                                                                                                                         6%                     0%                               19%                   5%

                                                                                                                                                                         Industri               Konstruksi
                                                                                                                                                                         5%                     0%                               Sulawesi              Papua, Maluku
                                                                              Alokasi Dana                                                                                                                                       10%                   2%
   Aktivitas Pembiayaan Inklusif                     Jenis Pembiayaan                                 Persentase (%)                                                     Perikanan
                                                                                                                                                                         4%
                                                                                                                                                                                                Pertambangan
                                                                                                                                                                                                0%
                                                                               (Rp Miliar)

                                                 Pembiayaan Baru periode                                                Pembiayaan                Program KUR yang disalurkan telah menjangkau 31.732 orang diseluruh
   Pembiayaan Mikro KUPEDES                                                       1.501                  50,01%
                                                    November 2022                                                       Mikro KUR                 wilayah indonesia, 21.934 merupakan penerima akses pinjaman perbankan
                                                 Pembiayaan Baru periode                                                                          untuk pertama kalinya melalui fasilitas KUR, yang mencerminkan perluasan
   Pembiayaan Mikro KUR                                                           1.499                  49,99%
                                                    November 2022                                                                                 inklusi keuangan. Selain itu sebanyak 13.591 nasabah merasakan peningkatan
                                                                                                                                                  asset bisnis setelah menerima KUR.
                                                                                                                                                             Sebaran KUR Berdasarkan Sektor                          Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah

                                                                                                                                                                         Perdagangan Retail     Perikanan
                                                  Pembiayaan Mikro                                                                                                       42%                    2%                               Jawa
                                                                                                                                                                                                                                 61%
                                                                                                                                                                                                                                                       Kalimantan
                                                                                                                                                                                                                                                       11%
                                                                                                                                                                         Pertanian              Perumahan
                                                                                                                                                                         31%                    1%
               Pembiayaan Mikro KUPEDES                                           Pembiayaan Mikro KUR
                                                                                                                                                                         Jasa                   Transportasi                     Bali, NTT, NTB        Sulawesi
                                                                                                                                                                         12%                    1%                               12%                   4%

                                                                                                                                                                         Industri               Konstruksi
                                                                                                                                                                         8%                     0%                               Sumatra               Papua, Maluku
                    Rp1,499 Milyar                                                   Rp1,501 Milyar                                                                                                                              10%                   2%
                                                   49,99% 50,01%                                                                                                         Lainnya
                                                                                                                                                                         3%
                                                                                                                                                                                                Pertambangan
                                                                                                                                                                                                0%




                         KUR                                                              KUPEDES
                                                                                                                       Kesimpulan

                                                                                                                       Laporan MTN menunjukkan realisasi atas komitmen BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan yang
                                                                                                                       berkelanjutan di Indonesia yang sejalan dengan tujuan Pemerintah dan Regulator. BRI akan
                                                                                                                       memperkuat kerjasama dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam proses alokasi, penggunaan
  Dampak
                                                                                                                       dan monitoring dana hasil penerbitan MTN sehingga dapat terus memenuhi kriteria yang telah
                                                                                                                       ditetapkan dalam peraturan maupun standar yang berlaku. Penerbitan Medium Term Notes
  Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam PBI 23 2021, PBI 24 2022 dan
                                                                                                                       merupakan salah satu usaha BRI untuk mewujudkan visi menjadi Champion of Financial Inclusion.
  PBI21 2021, penerbitan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022 memiliki dampak sosial
                                                                                                                       BRI juga berhasil menarik minat investor terhadap surat berharga yang digunakan untuk tujuan
  berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
                                                                                                                       inklusi keuangan. BRI telah memperoleh hasil reviu dari tenaga ahli eksternal (SDGs Center
                                                                                                                       Universitas Diponegoro) yang menyatakan bahwa seluruh hasil penerbitan ini dipergunakan
                                                                                                                       seluruhnya khusus untuk pembiayaan inklusif dan memiliki dampak sosial yang positif terhadap
                                                                                                                       pengembangan kesejahteraan masyarakat.
Page 264
                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   264




  Lampiran I
  MEDIUM TERM NOTES                                                                                                Dari sisi alokasi, dana terbagi hampir seimbang antara Pembiayaan Mikro KUPEDES sebesar
                                                                                                                   Rp1.501 miliar (50,01%) dan Pembiayaan Mikro KUR sebesar Rp1.499 miliar (49,99%), yang
  SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Eksternal yang melakukan reviu                   keduanya dikategorikan sebagai pembiayaan baru periode November 2022. Pembiayaan KUPEDES
  atas pelaksanaan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat                      terutama terserap pada sektor pertanian (39%) dan perdagangan retail (37%), sedangkan KUR
  Indonesia (Persero) Tbk. Reviu dilakukan terhadap dokumen penerbitan, laporan alokasi, laporan                   didominasi oleh perdagangan retail (42%) dan pertanian (31%). Secara wilayah, penyaluran
  dampak, dan dokumen pendukung lainnya yang disediakan oleh BRI pada periode pelaporan                            terbesar berada di Jawa, diikuti oleh Sumatra dan Sulawesi. Pelaporan dilakukan secara berkala
  sampai dengan 31 Desember 2025. Metodologi reviu dilakukan melalui desk review terhadap                          melalui allocation reporting dan impact reporting, serta didukung metodologi pengukuran dampak
  dokumen, penelaahan atas tujuan penggunaan dana, pola alokasi pembiayaan, pelaporan dampak,                      yang disusun bersama KPMG.
  serta kesesuaiannya dengan kerangka pembiayaan inklusif yang dirujuk dalam dokumen penerbitan.
                                                                                                                   Dari sisi dampak, pembiayaan Mikro KUPEDES diestimasi menciptakan 35.793 pekerjaan pada
  Evaluasi mengacu pada ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021, Peraturan                         segmen UMKM, sedangkan Mikro KUR menjangkau 31.732 orang, dengan 21.934 nasabah
  Bank Indonesia Nomor 24/3/PBI/2022, dan PADG Nomor 24/6/PADG/2022, yang menjadi dasar                            memperoleh akses pinjaman bank untuk pertama kali dan 13.591 nasabah mengalami peningkatan
  kategorisasi pembiayaan inklusif dalam dokumen MTN. Berdasarkan pendekatan tersebut, penilaian                   aset bisnis. Secara umum, temuan ini menunjukkan bahwa MTN Bank BRI Tahun 2022 tidak hanya
  difokuskan pada kesesuaian penggunaan dana dengan pembiayaan inklusif, distribusi alokasi pada                   berfungsi sebagai instrumen pendanaan, tetapi juga memberikan dampak sosial positif melalui
  segmen mikro dan ultra mikro, mekanisme pelaporan alokasi dan dampak, serta relevansi dampak                     penciptaan lapangan kerja, perluasan akses pembiayaan, dan penguatan kapasitas ekonomi
  sosial yang dihasilkan dari penyaluran pembiayaan KUPEDES dan KUR.                                               penerima manfaat. Meski demikian, pelaporan ke depan masih dapat diperkuat, khususnya dalam
                                                                                                                   menjelaskan hubungan antara nilai emisi dan outstanding yang dilaporkan, serta dalam
                                                                                                                   memperdalam baseline, asumsi, dan pemisahan antara output, outcome, dan impact.
   No       Aspek Penilaian                             Skor                  Bobot            Skor Akhir

   1.       Use of Proceeds		                           4,00                   25%                1,00
   2.       Project Evaluation & Selection              3,80                   20%               0,76
            Mekanisme Penyaluran
   3.                                                   1,33                   15%               0,20
            Pembiayaan
   4.       Technical Assistance For MSMEs              2,92                   10%               0,40
   5.       Management of Fund                          3,80                   15%               0,57
   6.       Reporting                                   4,00                   15%               0,60

   Total Skor Akhir                                                                              3,27

   Predikat A – Sangat Baik.

                                                                                                 Semarang, Maret 2026
                                                                                             Mewakili Universitas Diponegoro,


                                                                Head of LPPM Diponegoro University          Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University




                                                                 Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T                 Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 265
                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related     Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure            Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   265




  Lampiran II
  Penggunaan Dana Hasil Penerbitan                                                                        Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor
                                                                                                          23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional,
  Aliran Dana                                                                                             Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang
  BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan MTN. Dana yang diperoleh diperuntukkan              Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan
  untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio                   Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha
  pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap sosial, yaitu:                                             Syariah, penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 memiliki dampak sosial
                                                                                                          berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
                                                                      Persentase
                                                                                       Nilai Proyek        Sektor                                     Estimasi Manfaat Sosial dan Lingkungan
   Aktivitas                                  Tipe Proyek               Alokasi
                                                                                        (Rupiah)
                                                                         Dana                                                          Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 16,594
                                                                                                           Penciptaan Lapangan Kerja
   Penciptaan Lapangan Kerja       Pembiayaan Baru periode                                                                             pekerjaan yang tersebar pada berbagai penjurudi seluruh Indonesia.
                                                                        50,01%        1.500.530.610.712
   (Employement Generation)        November 2022                                                                                       Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk mendukung
                                                                                                           Pengembangan usaha mikro
                                                                                                                                       pengembangan usaha Mikro non-bankable dan diperkirakan menciptakan
   Peningkatan dan pemberdayaan                                                                            non-bankable
                                   Pembiayaan Baru periode                                                                             lebih dari 20,257 pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia.
   sosial ekonomi (Socioeconomic                                        49,99%        1.500.219.852.011
                                   November 2022
   advancement)
Page 266
                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                 Lampiran                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   266




  Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2024
  Pengantar                                                                                                     Ringkasan Kerangka Kerja Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2024

  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI) didirikan sejak tahun 1895 dan selalu menjadi               Sesuai dengan tujuan penggunaan dana dalam Prospektus Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun
  salah satu pendorong utama perekonomian Indonesia terutama di segmen UMKM. BRI terus                          2023, proceeds dari penerbitan surat berharga ini dipergunakan seluruhnya khusus untuk
  berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam mensejahterakan masyarakat dengan mendukung                        Pembiayaan Inklusif seperti pembiayaan kepada UMKM, Korporasi UMKM, dan/ atau Perorangan
  kebijakan pemerintah terkait peningkatan literasi keuangan dalam mencapai inklusi keuangan                    Berpenghasilan Rendah (PBR) sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021 2021
  nasional. Dedikasi BRI pada segmen UMKM terefleksi pada visi BRI 2026 untuk menjadi “Becoming                 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
  One of -or The- Most Profitable Banks in Southeast Asia”.                                                     Syariah dan Unit Usaha Syariah.

  Dalam mengembangkan praktik keuangan berkelanjutan, BRI berkomitmen untuk mendukung                           Pembiayaan Inklusif adalah penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM,
  finansial masyarakat melalui AgenBRI-Link yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia terutama                 dan/atau Perorangan Berpenghasilan Rendah (PBR) dalam rupiah dan valuta asing.
  daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Peran AgenBRI-Link semakin signifikan dalam
  menyediakan akses dan layanan keuangan formal yang pada akhir Desember 2024 BRI telah                         Pelaporan
  memiliki 1,1 juta agen di lebih dari 66 ribu desa.                                                            Alokasi Pelaporan
                                                                                                                BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun
  Untuk mendorong Inklusi Finansial dan meningkatkan integrasi pelayanan keuangan pada                          setelah penerbitan oleh tenaga ahli eksternal.
  masyarakat, BRI mengembangkan hybrid bank atau perpaduan pengembangan digitalisasi di
  perbankan sambil terus menyediakan layanan konvensional untuk mendekatkan layanan keuangan                    Impact Reporting
  ke seluruh lapisan masyarakat. Strategi ini semakin memperkuat holding Ultra Mikro yang dibentuk              BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat
  untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah terhadap produk perbankan yang                                  dihitung dan diukur secara praktis sesuai reviu tenaga ahli eksternal.
  berkesinambungan dan terintegrasi.


  Bank BRI Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023

  Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dengan nilai emisi
  sebesar Rp 500 Miliar dan seluruh proceeds digunakan untuk penyaluran pembiayaan ke segmen
  mikro dan ultra mikro.

  Ringkasan Transaksi Obligasi
   Nama         Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023
   Nilai        Rp 500 Miliar

                                   Tanggal
       Seri       Tenor                               Jatuh Tempo           Kupon         Dana         Status
                                  Pencatatan

           A     5 Tahun          6 Juli 2023          6 Juli 2028          6,45%     Rp 500 Miliar     Aktif
   Rating       idAAA (Pefindo)
   Pencatatan   Bursa Efek Indonesia
Page 267
                                                                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related          Sustainability-related          General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure                 Disclosure                   Topic Disclosure
                                                                                                             Lampiran                                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.             267




  Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2024
  Laporan Alokasi                                                                                                               Pembiayaan Inklusif
                                                                                                                                 Sektor yang        Kesesuaian
  Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan                                   Memenuhi             dengan                                       Perkiraan Manfaat Sosial
  Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan                                Syarat                SDGs
  Inklusif yang mengacu kepada ketentuan Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif
                                                                                                                                                                 Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 5.969
  Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah,
                                                                                                                                                                 pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
  pembiayaan inklusif adalah penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM,
  dan/atau PBR dalam Rupiah dan Valuta Asing. Adapun detail alokasi sebagai berikut:                                                                                    Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor                    Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah

                                                                                                                                 Penciptaan                                           Pertanian
                                                                                                                                                                                      39%
                                                                                                                                                                                                           Lainnya
                                                                                                                                                                                                           2%                                   Jawa         Kalimantan
                                                                                                                                 Lapangan Kerja                                       Perdagangan Retail   Perikanan
                                                                                                                                                                                                                                                57%          8%

                                                                                       Alokasi Dana                                                                                   36%                  2%

   Kategori yang memenuhi syarat                       Jenis Pembiayaan                                        Persentase (%)    (Kredit Kupedes)                                     Jasa                 Transportasi                         Sumatra      Bali, NTT, NTB
                                                                                        (Rp Miliar)                                                                                   10%                  1%                                   18%          6%

                                                                                                                                                                                      Industri             Konstruksi

                                                   Pembiayaan Baru periode                                                                                                            5%                   0%                                   Sulawesi     Papua, Maluku
   Pembiayaan Mikro KUR                                                                      251                  50,00%                                                              Perumahan            Pertambangan
                                                                                                                                                                                                                                                9%           2%

                                                          Juli 2023                                                                                                                   5%                   0%



                                                   Pembiayaan Baru periode                                                                                       Program KUR yang disalurkan telah menjangkau 5.242 orang diseluruh
   Pembiayaan MIkro KUPEDES                         Pembiayaan Mikro                         251                  50,00%
                                                          Juli 2023                                                                                              wilayah indonesia, 4.516 merupakan penerima akses pinjaman perbankan
                   Pembiayaan Mikro KUR                                                  Pembiayaan Mikro KUPEDES                                                untuk pertama kalinya melalui fasilitas KUR, yang mencerminkan
                                                                                                                                                                 perluasan inklusi keuangan. Selain itu sebanyak 2.367 nasabah merasakan
                        Rp251 Miliar                                                            Rp251 Miliar                                                     peningkatan asset bisnis setelah menerima KUR.
                                                       50%          50%
                                                                                                                                 Pembiayaan                               Sebaran KUR Berdasarkan Sektor                        Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah


                                                                                                                                 Mikro KUR                                            Pertanian
                                                                                                                                                                                      44%
                                                                                                                                                                                                           Lainnya
                                                                                                                                                                                                           2%                                   Jawa         Bali, NTT, NTB
                                                                                                                                                                                                                                                36%          6%
                           KUR                                                                     KUPEDES                                                                            Perdagangan Retail   Perumahan
                                                                                                                                                                                      36%                  1%

                                                                                                                                                                                      Jasa                 Transportasi                         Sumatra      Kalimantan
                                                                                                                                                                                      9%                   1%                                   33%          5%

                                                                                                                                                                                      Industri             Konstruksi
                                                                                                                                                                                      4%                   0%                                   Sulawesi     Papua, Maluku
                                                                                                                                                                                                                                                15%          3%
                                                                                                                                                                                      Perikanan            Pertambangan
     Alokasi untuk Kategori Sosial sebesar 100% atau Rp 500 Miliar. Project yang dibiayai termasuk dalam kategori Employment                                                          3%                   0%
                                 Generation dan Socioeconomic advancement and empowerment.


                                                                                                                                Kesimpulan
  Dampak
                                                                                                                                Laporan Obligasi Subordinasi BRI tahun 2024 merupakan wujud komitmen BRI untuk meningkatkan
  Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif seperti pembiayaan kepada UMKM, Korporasi UMKM,                                      inklusi keuangan yang berkelanjutan di Indonesia yang selaras dengan tujuan Pemerintah dan
  dan/atau PBR sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021, penerbitan Obligasi                                   Regulator. BRI akan memperkuat kerjasama dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam proses
  Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 memiliki dampak sosial yang sesuai berdasarkan sektor yang                                 alokasi, penggunaan dan monitoring dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi sehingga dapat
  memenuhi syarat, yaitu:                                                                                                       terus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam peraturan maupun standar yang berlaku.

                                                                                                                                Penerbitan Obligasi Subordinasi selain merupakan kewajiban pemenuhan modal pelengkap BRI
                                                                                                                                juga merupakan salah satu usaha BRI untuk mewujudkan visi menjadi The Most Valuable Banking
                                                                                                                                Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion. BRI juga berhasil menarik minat investor
                                                                                                                                terhadap Obligasi Subordinasi BRI yang terlihat dari hasil bookbuilding yang oversubscribe sampai
                                                                                                                                1,77 kali.BRI telah memperoleh hasil reviu dari tenaga ahli eksternal (SDGs Universitas Dipenogoro)
                                                                                                                                yang menyatakan bahwa seluruh hasil penerbitan ini dipergunakan seluruhnya khusus untuk
                                                                                                                                pembiayaan inklusif dan memiliki dampak sosial yang positif terhadap pengembangan kesejahteraan
                                                                                                                                masyarakat.
Page 268
                                                                                                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   268




  Lampiran I
  SUBORDINASI IV TAHAP I                                                                                           Pada aspek penggunaan dana, seluruh dana hasil penerbitan obligasi subordinasi sebesar Rp500
                                                                                                                   miliar telah dialokasikan 100% untuk pembiayaan inklusif yang secara khusus menyasar segmen
  SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Eksternal yang ditunjuk untuk                    mikro dan ultra mikro. Alokasi tersebut dibagi secara seimbang, yaitu 50% untuk Pembiayaan Mikro
  melakukan reviu atas pelaksanaan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI yang dalam dokumen disebut                     KUPEDES dan 50% untuk Pembiayaan Mikro KUR. Penggunaan dana ini dinilai selaras dengan
  sebagai Tahun 2024, diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Reviu dilakukan                     tujuan dalam prospektus, yakni mendukung pembiayaan kepada UMKM, korporasi UMKM, dan/
  terhadap dokumen penerbitan obligasi, Impact Report, serta dokumen pendukung lainnya yang                        atau PBR dalam kerangka pembiayaan inklusif. Dengan demikian, proceeds tidak digunakan untuk
  disediakan oleh BRI untuk periode pelaporan 2023–2024. Metodologi reviu dilakukan melalui desk                   tujuan umum perusahaan, melainkan diarahkan pada aktivitas yang memiliki muatan sosial kuat,
  review terhadap dokumen, laporan alokasi dana, laporan dampak sosial, dan dokumen kebijakan                      khususnya perluasan akses pembiayaan bagi kelompok usaha yang menjadi basis inklusi keuangan
  internal yang relevan, serta melalui penilaian kesesuaian terhadap POJK No. 51 Tahun 2017,                       nasional. Seluruh alokasi juga diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama, yaitu employment
  Peraturan Bank Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial                   generation dan socioeconomic advancement and empowerment.
  (RPIM), dan PADG Nomor 24/6/PADG/2022. Berdasarkan pendekatan tersebut, penilaian difokuskan
  pada kesesuaian penggunaan dana dengan kegiatan pembiayaan, alokasi portofolio kepada                            Pada aspek mekanisme penyaluran, dokumen menyebut adanya pembiayaan baru Juli 2023 untuk
  MSMEs, mekanisme penyaluran pembiayaan, dukungan terhadap MSMEs, pengelolaan dana, serta                         KUPEDES dan KUR, namun juga menjelaskan bahwa proceeds digunakan untuk refinancing atas
  kualitas pelaporan penggunaan dana dan dampak sosial yang dihasilkan. Laporan dampak untuk                       portofolio yang telah ada. Karena itu, aspek ini memperoleh skor 0,00, yang menunjukkan bahwa
  sektor Socioeconomic advancement and empowerment & Employment Generation telah                                   penjelasan mekanisme penyaluran masih belum memadai dalam kerangka penilaian. Pada aspek
  diselaraskan dengan Target Pembangyunan Berkelanjutan (SDGs) (Halaman 4 dan 5).                                  dukungan terhadap MSMEs, BRI menekankan perluasan akses pembiayaan dan inklusi keuangan
                                                                                                                   melalui ekosistem hybrid bank, AgenBRILink di lebih dari 66 ribu desa, dan penguatan holding ultra
                                                                                                                   mikro. Pada aspek pengelolaan dana, 100% proceeds telah dialokasikan dan dapat ditelusuri, yakni
   No       Aspek Penilaian                             Skor                  Bobot            Skor Akhir
                                                                                                                   Rp251.014.483.372 untuk KUPEDES dan Rp250.966.539.414 untuk KUR.
   1.       Use of Proceeds		                           4,00                   25%                1,00
   2.       Project Evaluation & Selection              4,00                   20%               0,80
            Mekanisme Penyaluran
   3.                                                   1,33                   15%                   0
            Pembiayaan
   4.       Technical Assistance For MSMEs              4,00                   10%               0,40
   5.       Management of Fund                          4,00                   15%               0,60
   6.       Reporting                                   4,00                   15%               0,60

   Total Skor Akhir                                                                              3,40

   Predikat A – Sangat Baik.

                                                                                                 Semarang, Maret 2026
                                                                                             Mewakili Universitas Diponegoro,


                                                                Head of LPPM Diponegoro University          Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University




                                                                 Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T                 Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 269
                                                                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                            PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   269




  Lampiran II
  Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
                                                                                                     Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor
  Aliran Dana                                                                                        23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional,
  BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun         Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang
  2023. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif yang mengacu kepada              Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan
  ketentuan Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank         Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha
  Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, pembiayaan inklusif adalah            Syariah, penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 memiliki dampak sosial
  penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau PBR dalam Rupiah          berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
  dan Valuta Asing. Adapun detail alokasi sebagai berikut:
                                                                                                      Proyek                                    Estimasi Manfaat Sosial dan Lingkungan
                                                                                     Nilai Proyek                                 Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM yang tersebar pada
   Aktivitas                             Tipe Proyek                Tipe Proyek                       Employement Generation
                                                                                      (Rupiah)                                    berbagai

   Employement Generation                  KUPEDES                    50,00%       251.014.483.372                                Memberikan akses pembiayaan pertama dan dampak peningkatan pada
                                                                                                      Socioeconomic advancement
                                                                                                                                  asset bisnis nasabah
   Socioeconomic
                                             KUR                      50,00%       250.966.539.414
   advancement
Page 270
                                                                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                                             PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.          270




  Social Bond
  Pengantar                                                                                                  Ringkasan Kerangka Kerja Obligasi Social Bond BRI Tahun 2025

  BRI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia yang berfokus pada segmen mikro, kecil dan               Kerangka keuangan sosial BRI dirancang untuk mendukung kegiatan pembiayaan dan/atau
  menengah, terus memperkuat kontribusinya bagi negeri. Melalui strategi pertumbuhan ekonomi                 penerbitan obligasi yang memberikan dampak positif pada aspek sosial. Kerangka ini
  yang inklusif, BRI berperan aktif mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan literasi                 mengidentifikasi kegiatan usaha berwawasan sosial yang berkontribusi pada peningkatan kualitas
  keuangan, inklusi keuangan, serta ketahanan social dan ekonomi. BRI berperan memberikan                    hidup serta pengembangan komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. Kerangka keuangan sosial
  layanan terbaik dengan membina, memberdayakan, serta mengoptimalkan kompetensi masyarakat                  ini selaras dengan prinsip-prinsip keuangan sosial yang tertuang dalam:
  guna meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan mikro. Upaya ini sejalan dengan visi Bank BRI
  menjadi “Becoming One of -or The- Most Profitable Banks In southeast Asia”.                                a. ICMA1 Social Bond principles 2023
                                                                                                             b. LMA/APLMA/LSTA2 Social Loan Principles 2023
  Sebagai agen Pembangunan, BRI berperan dalam menekan ketimpangan ekonomi melalui distribusi                c. POJK Number 51 Year 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa
  kesejahteraan yang lebih merata. Selain itu, BRI mengambil peran dalam pemberdayaan komunitas                 Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
  dan penyediaan akses permodalan bagi segmen yang kurang terlayani, seperti pengembangan                    d. POJK Nomor 18 Tahun 2023 Penerbitan Dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Dan Sukuk
  usaha mikro, penciptaan lapangan kerja, serta penyediaan infrastuktur dasar sosial demi                       Berlandaskan Keberlanjutan.
  meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia secara luas.
                                                                                                             Alokasi Penggunaan Dana
  Seluruh aktivitas bisnis dan inisiatif strategis BRI dijalankan secara berkelanjutan, selaras dengan       Kelompok sasaran mencakup, namun tidak terbatas pada, individu dan komunitas:
  butir-butir UN SDG. Hal ini merupakan wujud nyata implementasi prinsip ESG. Salah satu langkah                 No                      Sasaran                                                              Keterangan
  konkretnya adalah penerbitan Social Bond sebagai sumber likuiditas bank. Social Bond ini
                                                                                                                   1     Hidup di bawah garis kemiskinan               Definisi di bawah garis kemiskinan merujuk pada BPS3.
  merupakan salah satu pilar utama dalam strategi pembiayaan berkelanjutan BRI guna mendorong
  pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata di seluruh pelosok negeri.                                                    Masyarakat yang putus sekolah
                                                                                                                  2                                                    Individu dengan Pendidikan kurang dari 9 tahun4.
                                                                                                                         (undereducated)
                                                                                                                                                                       Individu atau komunitas yang tidak memiliki akses memadai
  Penerbitan Social Bond                                                                                                 Masyarakat yang kurang                        kebutuhan dan layanan dasar, terutama yang berperan penting
                                                                                                                  3      memiliki akses ke barang dan                  dalam menjaga kualitas hidup yang layak. Keterbatasan ini dapat
  Pada tahun 2025, BRI menerbitkan Social Bond Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025                               jasa penting/kebutuhan pokok5                 disebabkan oleh hambatan geografis, ekonomi, sosial, atau sistemik
  dengan nilai emisi sebesar Rp 5 triliun dan seluruh proceeds digunakan untuk pembiayaan dan/atau                                                                     yang menghalangi memperoleh sumber daya yang diperlukan6
  pembiayaan kembali proyek dengan kategori KUBS.
                                                                                                                  4      Pengangguran                                  -
                                                                                                                         Perempuan dalam kaitannya
  Ringkasan Transaksi Obligasi                                                                                    5                                                    -
                                                                                                                         dengan kesetaraan gender
   Nama         Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
                                                                                                                                                                       Individu yang kondisinya dipengaruhi oleh faktor atau proses fisik,
   Nilai        Rp 5 Triliun                                                                                             Kelompok rentan lain termasuk                 sosial, ekonomi, dan lingkungan yang meningkatkan kerentanan
                                                                                                                  6
                                   Tanggal                                                                               akibat bencana alam                           seseorang, komunitas, aset, atau sistem terhadap dampak bahaya,
       Seri       Tenor                               Jatuh Tempo       Kupon         Nilai         Status                                                             termasuk dalam kelompok sasaran "pengangguran"
                                  Pencatatan
           A     2 Tahun          26 Juni 2025        26 Juni 2027      6,45%    Rp1.563 Miliar      Aktif   1
                                                                                                               International Capital Markets Association
                                                                                                             2
                                                                                                               Loan Market Association, the Asia Pacific Loan Market Association, and the Loan Syndications and Trading Association
           B     3 Tahun          26 Juni 2025        26 Juni 2027      6,55%     Rp2.110 Miliar     Aktif   3
                                                                                                               https://www.bps.go.id/en/pressrelease/2023/07/17/2016/profil-kemiskinan-di-indonesia-maret-2023.html
           C     5 Tahun          26 Juni 2025        26 Juni 2027     6,60 %    Rp1.326 Miliar      Aktif   4
                                                                                                               Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2008 tentang “Wajib Belajar”
                                                                                                             5
                                                                                                               Merujuk pada individu yang termasuk dalam kategori rendah dan menengah (di bawah 70,00) berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia
   Rating       idAAA (Pefindo)                                                                              yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia https://www.bps.go.id/en/pressrelease/2023/11/15/2033/indonesias-human-development-index-in-
                                                                                                             2023-reached-74-39--an-increase-of-0-62-points--0-84-percent--compared-to-previous-year--73-77--.html
   Pencatatan   Bursa Efek Indonesia
                                                                                                             6
                                                                                                                 Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal.
Page 271
                                                                                                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                     Lampiran                                                                                     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   271




  Social Bond

  Dana yang diperoleh dialokasikan untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali proyek sosial yang menyediakan atau mempromosikan satu atau lebih kategori berikut bagi kelompok sasaran yang
  memenuhi syarat. Namun, cakupan tidak terbatas pada daftar di bawah ini dan tidak disusun berdasarkan urutan tertentu.

   No       Kategori                                          Deskripsi                                             Kegiatan                                                                               Sasaran
   1        Layanan infrastruktur dasar yang terjangkau      Kegiatan meliputi aktivitas air minum bersih, sistem   Kegiatan meliputi pengembangan, produk, infrastruktur, dan peralatan untuk           1, 2, 3, 5, 6
            baik dari segi akses maupun harga                pembuangan limbah, sanitasi, transportasi, dan         infrastruktur:
                                                             infrastruktur energi.                                  a. Air minum bersih
                                                                                                                    b. Saluran pembuangan
                                                                                                                    c. Sanitasi
                                                                                                                    d. Transportasi
                                                                                                                    e. Energi

   2        Akses terhadap layanan esensial                  Kegiatan meliputi aktivitas kesehatan, pendidikan      Kegiatan meliputi pengembangan, produk, infrastruktur, dan peralatan yang            1, 2, 3, 5, 6
                                                             dan pelatihan kejuruan, perawatan kesehatan,           mendukung akses ke layanan penting, seperti:
                                                             pembiayaan, serta layanan keuangan.                    a. Kesehatan
                                                                                                                    b. Pendidikan
                                                                                                                    c. Pelatihan kejuruan
                                                                                                                    d. Perawatan kesehatan
                                                                                                                    e. Pembiayaan dan layanan keuangan

   3        Perumahan yang terjangkau                        Kegiatan meliputi pengembangan rumah terjangkau        Kegiatan meliputi Pengembangan perumahan terjangkau atau kredit                      1, 2, 3, 5, 6
                                                             atau kredit perumahan untuk masyarakat                 pemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah789.
                                                             berpenghasilan rendah
   4        Penciptaan lapangan kerja, dan program yang      Kegiatan meliputi penyediaan dan/atau promosi          Kegiatan meliputi penyediaan dan/atau promosi untuk:                                  1, 2, 3, 4,
            dirancang untuk mencegah dan/atau                yang meliputi pembiayaan UMKM dan keuangan             a. Pembiayaan segmen kecil dan menengah                                                  5, 6
            mengurangi                                       mikro10.                                               b. Pembiayaan Mikro
            pengangguran, termasuk pembiayaan usaha
            kecil menengah dan pembiayaan mikro
   5        Ketahanan pangan dan sistem pangan               Kegiatan meliputi akses fisik, sosial, dan ekonomi     Kegiatan meliputi produksi, pertanian, produk, infrastruktur, dan distribusi          1, 2, 3, 4,
            berkelanjutan                                    pada pangan dan cukup sesuai kebutuhan dan             untuk mendukung:                                                                         5, 6
                                                             persyaratan gizi; pertanian tangguh; pengurangan       a. Ketahanan pangan, dan/atau
                                                             residu dan limbah pangan; serta peningkatan            b. Rantai pasok pangan
                                                             produktivitas produsen skala kecil
   6        Peningkatan dan pemberdayaan sosio-ekonomi       Kegiatan meliputi akses dan kontrol terhadap aset,     Kegiatan meliputi penyediaan dan/atau promosi yang memenuhi satu atau                1, 2, 3, 4, 5
                                                             layanan, sumber daya, dan peluang; partisipasi         lebih kriteria:
                                                             serta integrasi yang adil, termasuk pengurangan        a. UMKM
                                                             kesenjangan pendapatan.                                b. Usaha yang dipimpin perempuan
                                                                                                                    c. Populasi lansia atau anak muda yang rentan
Page 272
                                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related    Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure           Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran                                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.       272




  Social Bond
  Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek                                                                Laporan Alokasi
  Proses evaluasi dan seleksi dirancang untuk memastikan bahwa seluruh proyek yang didanai
  sejalan dengan Kriteria KUBS BRI serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Proses ini        Pada periode pelaporan 31 Desember 2025, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan
  bertujuan untuk memitigasi risiko dan memastikan bahwa setiap proyek memberikan manfaat yang        Social Bond. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk:
  sesuai dengan tujuan strategis sosial BRI. Tahapan utama dalam proses ini adalah sebagai berikut:   1. Penciptaan lapangan kerja, dan program yang dirancang untuk mencegah dan/atau mengurangi
                                                                                                         pengangguran, termasuk pembiayaan usaha kecil menengah dan pembiayaan mikro
  a. Unit bisnis terkait bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan mengusulkan KUBS yang           2. Peningkatan dan pemberdayaan sosio-ekonomi
     akan dibiayai atau dibiayai kembali. Proses ini mencakup penilaian independen terhadap proyek
     berdasarkan kriteria kelayakan dan pengecualian, sebagai bagian dari prosedur evaluasi kredit;
     dan                                                                                                                                                          Tipe Pembiayaan            Alokasi Dana                  Persentase
                                                                                                       Social Project                            Produk
  b. Unit kerja bertanggung jawab untuk meninjau dan menyetujui pembiayaan atau pembiayaan                                                                           (Loan Type)              (Rp Miliar)                     (%)
     kembali KUBS yang diajukan guna memastikan kesesuaiannya dengan kerangka kerja. Unit-unit         Socioeconomic advancement and
                                                                                                                                                   KUR               Refinancing                  2.500                     50,00%
     tersebut meliputi, namun tidak terbatas pada:                                                     empowerment
     1. Market, Portfolio & Enterprise Risk Management Division                                        Employment Generation                    KUPEDES              Refinancing                  2.500                     50,00%
     2. Asset & Liabilities Management Desk
     3. Treasury Business Division
     4. Enterprise Data Management & Analytics Division
     5. Environmental, Social and Governance Division                                                                                                         KUBS
                                                                                                                          KUPEDES                                                                        KUR
  Pelaporan
  Pelaporan Alokasi
  BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun                      Rp2,500 Milyar                                                            Rp2,500 Milyar
                                                                                                                                                          50%        50%
  setelah penerbitan oleh tenaga ahli eksternal.

  Impact Reporting                                                                                                        Employment
                                                                                                                           Generation
                                                                                                                                                                                               Socioeconomic advancement
                                                                                                                                                                                                    and empowerment

  BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat
  dihitung dan diukur secara praktis sesuai reviu tenaga ahli eksternal.
                                                                                                        Alokasi untuk KUBS sebesar 100% atau Rp 5 Triliun. Project yang dibiayai termasuk dalam project Employment Generation
                                                                                                                                       dan Socioeconomic advancement and empowerment.



                                                                                                      Dampak

                                                                                                      Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif seperti pembiayaan kepada UMKM, Korporasi UMKM,
                                                                                                      dan/ atau Perorangan Berpenghasilan Rendah (PBR) sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No.
                                                                                                      23/13/PBI/2021, penerbitan Social Bond Bank BRI Tahun 2025 memiliki dampak sosial yang sesuai
                                                                                                      berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
Page 273
                                                                                                                                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related     Sustainability-related                      General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure            Disclosure                               Topic Disclosure
                                                                                                                   Lampiran                                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   273




  Social Bond
  Pembiayaan Inklusif
                                                                                                                                                        Kesimpulan
   Sektor yang          Kesesuaian
   Memenuhi               dengan                                         Perkiraan Manfaat Sosial
                                                                                                                                                        Laporan Obligasi Subordinasi BRI tahun 2024 merupakan wujud komitmen BRI untuk meningkatkan
   Syarat                  SDGs
                                                                                                                                                        inklusi keuangan yang berkelanjutan di Indonesia yang selaras dengan tujuan Pemerintah dan
   Pembiayaan                        Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 59.091                                                Regulator. BRI akan memperkuat kerjasama dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam proses
   Mikro KUPEDES                     pekerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.                                                                      alokasi, penggunaan dan monitoring dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi sehingga dapat
                                              Sebaran KUPEDES berdasarkan Sektor                   Sebaran KUPEDES Berdasarkan Wilayah                  terus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam peraturan maupun standar yang berlaku.
                                                            Pertanian              Lainnya
                                                            40%                    2%                               Jawa               Kalimantan
                                                            Perdagangan Retail     Perikanan
                                                                                                                    58%                7%               BRI juga berhasil menarik minat investor terhadap Obligasi Subordinasi BRI yang terlihat dari hasil
                                                                                                                                                        bookbuilding yang oversubscribe sampai 1,77 kali. BRI telah memperoleh hasil reviu dari tenaga ahli
                                                            36%                    2%

                                                            Jasa                   Transportasi                     Sumatra            Bali, NTT, NTB
                                                            8%                     2%                               19%                5%
                                                                                                                                                        eksternal (SDGs-Hub UNDIP) yang menyatakan bahwa seluruh hasil penerbitan ini dipergunakan
                                                            Industri               Konstruksi
                                                            5%                     0%                               Sulawesi
                                                                                                                    9%
                                                                                                                                       Papua, Maluku
                                                                                                                                       2%
                                                                                                                                                        seluruhnya khusus untuk pembiayaan inklusif dan memiliki dampak sosial yang positif terhadap
                                                                                                                                                        pengembangan kesejahteraan masyarakat.
                                                            Perumahan              Pertambangan
                                                            5%                     0%




   Pembiayaan                        Program KUR yang disalurkan telah menjangkau 54.646 orang diseluruh
   Mikro KUR                         wilayah indonesia, 44.694 merupakan penerima akses pinjaman perbankan
                                     untuk pertama kalinya melalui fasilitas KUR, yang mencerminkan perluasan
                                     inklusi keuangan. Selain itu sebanyak 23.422 nasabah merasakan
                                     peningkatan asset bisnis setelah menerima KUR.

                                                Sebaran KUR Berdasarkan Sektor                       Sebaran KUR Berdasarkan Wilayah

                                                            Pertanian              Lainnya
                                                            43%                    2%                               Jawa               Kalimantan
                                                                                                                    60%                5%
                                                            Perdagangan Retail     Perumahan
                                                            37%                    1%

                                                            Jasa                   Transportasi                     Sumatra            Bali, NTT, NTB
                                                            8%                     1%                               24%                4%

                                                            Industri               Konstruksi
                                                            6%                     0%                               Sulawesi           Papua, Maluku
                                                                                                                    5%                 2%
                                                            Perikanan              Pertambangan
                                                            2%                     0%
Page 274
                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   274




  Lampiran I
  OBLIGASI BERWAWASAN SOSIAL I TAHAP I                                                                             kategori employment generation, khususnya pembiayaan sektor mikro melalui Pinjaman Mikro
                                                                                                                   KUPEDES. Seluruh alokasi dilakukan melalui skema refinancing terhadap portofolio pembiayaan
  SDGs Center Universitas Diponegoro bertindak sebagai Pihak Ahli Sosial Eksternal yang ditunjuk                   yang telah ada, dan secara substansi telah memenuhi ketentuan dalam Social Bond Framework BRI
  untuk melakukan reviu atas pelaksanaan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI                       yang mensyaratkan sekurang-kurangnya 70% dana digunakan untuk KUBS dan maksimal 30%
  Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Reviu dilakukan                 untuk kegiatan umum lainnya. Pada aspek evaluasi dan pemilihan proyek, BRI telah menerapkan
  terhadap dokumen penerbitan obligasi, Social Bond Framework, Impact Report, serta dokumen                        tahapan identifikasi, pre-screening, review, dan allocation terhadap portofolio maupun pipeline
  pendukung lainnya yang disediakan oleh BRI untuk periode pelaporan 2022–2025. Penilaian                          pembiayaan yang memenuhi syarat, untuk memastikan bahwa proyek yang dibiayai selaras dengan
  dilakukan melalui desk review dan uji kesesuaian terhadap POJK No. 51 Tahun 2017, POJK No. 18                    kategori pembiayaan berwawasan sosial. Sementara itu, pada aspek pengelolaan dana, proceeds
  Tahun 2023, ICMA Social Bond Principles, ASEAN Social Bond Standards, serta Social Loan                          dikelola melalui mekanisme internal bank yang memungkinkan pemantauan alokasi dana secara
  Principles. Berdasarkan pendekatan tersebut, evaluasi difokuskan pada kesesuaian penggunaan                      terstruktur, tanpa perubahan atas proyek pembiayaan yang telah ditetapkan. Komposisi alokasi
  dana dengan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS), proses evaluasi dan pemilihan                      tersebut tercermin pada pembiayaan Pinjaman Mikro KUR sebesar Rp2.500.185.024.921 dan
  proyek, pengelolaan dana hasil penerbitan obligasi, serta kualitas pelaporan penggunaan dana dan                 Pinjaman Mikro KUPEDES sebesar Rp2.500.031.472.801. Pada aspek pelaporan, BRI juga telah
  dampak sosial yang dihasilkan.                                                                                   menyampaikan informasi yang relatif komprehensif mengenai alokasi dana, kategori proyek yang
                                                                                                                   dibiayai, indikator dampak sosial, serta transparansi pelaporan kepada publik.
   No       Aspek Penilaian                             Skor                  Bobot            Skor Akhir
                                                                                                                   Dari sisi dampak, pembiayaan melalui Social Bond menghasilkan manfaat sosial yang terukur pada
   1.       Use of Proceeds		                           4,00                   35%                1,40             dua kategori utama. Pada kategori socioeconomic advancement and empowerment, pembiayaan
   2.       Project Evaluation & Selection              3,75                   20%               0,94              sektor mikro melalui Pinjaman Mikro KUR telah memberikan akses pinjaman perbankan pertama
                                                                                                                   kali kepada 44.694 nasabah serta peningkatan akses bisnis bagi 23.422 nasabah. Pada kategori
   3.       Management of Proceeds                      3,63                   20%               0,73
                                                                                                                   employment generation, pembiayaan mikro melalui program KUPEDES berkontribusi terhadap
   4.       Reporting                                    3,8                   20%               0,76              penciptaan 59.091 lapangan kerja pada segmen UMKM. Selain itu, pembiayaan Pinjaman Mikro
   Total Skor Akhir                                                                              3,82              KUR tersebar terutama pada sektor pertanian (43%), perdagangan retail (37%), dan jasa (8%),
                                                                                                                   dengan distribusi wilayah terbesar di Jawa (60%), Sumatra (24%), Sulawesi (5%), dan Kalimantan
   Predikat A – Sangat Baik.                                                                                       (5%). Adapun pembiayaan KUPEDES didominasi oleh sektor pertanian (40%) dan perdagangan
  Pada aspek penggunaan dana, hasil reviu menunjukkan bahwa 100% dana hasil penerbitan obligasi                    retail (36%). Secara umum, instrumen ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDG 1, SDG 2,
  telah dialokasikan, dengan komposisi 50% untuk kategori socioeconomic advancement and                            dan SDG 8.
  empowerment, khususnya pembiayaan sektor mikro melalui Pinjaman Mikro KUR, dan 50% untuk




                                                                                                 Semarang, Maret 2026
                                                                                             Mewakili Universitas Diponegoro,


                                                                Head of LPPM Diponegoro University          Chief of the SDGs Research Center Diponegoro University




                                                                 Prof. Dr-Ing. Suherman, S.T., M.T                 Prof. Bulan Prabawani, S.Sos.,M.M., Ph.D
Page 275
                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
               Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                  Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                   Lampiran          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   275




  Lampiran II
  Penggunaan Dana Hasil Penerbitan

  Aliran Dana
  BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Social Bond. Dana yang diperoleh
  diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam
  portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap sosial, yaitu:

                                                                                     Nilai Proyek
   Aktivitas                             Tipe Proyek                Tipe Proyek
                                                                                      (Rupiah)

   Employement Generation                  KUPEDES                    50,00%       251.014.483.372

   Socioeconomic
                                             KUR                      50,00%       250.966.539.414
   advancement
Page 276
                                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related      Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure             Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   276




  Indeks Standar Pelaporan
  Indeks Isi Standar GRI 2021
  Pernyataan Penggunaan              : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah melaporkan sesuai dengan GRI Standar untuk periode 01 Januari - 31 Desember 2025
  Penggunaan GRI 1                   : GRI 1: Landasan 2021
  Standar Sektor GRI                 : GRI G4 Jasa Keuangan

                                                                                                                                                         Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                                                                                                Rujukan Standar
            GRI Indeks                                 Pengungkapan-pengungkapan                                Halaman          Persyaratan yang
                                                                                                                                                         Alasan                   Penjelasan                       Sektor GRI
                                                                                                                                Tidak Dicantumkan
   Pengungkapan Umum
   GRI 2: Pengungkapan         A. Organisasi dan Praktik Pelaporan Mereka
   Umum 2021                   2-1 Detail organisasi                                                               14

                               2-2 Entitas yang tercakup dalam laporan keberlanjutan organisasi

                               2-3 Periode laporan, frekuensi, dan kontak                                          4-5

                               2-4 Informasi yang dinyatakan kembali                                                4

                               2-5 Penjaminan eksternal                                                             5
                               B. Aktivitas dan Pekerja
                               2-6 Kegiatan, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya                          14-16, 211

                               2-7 Pekerja                                                                    184, 228-230

                               2-8 Tenaga kerja yang bukan pekerja                                              184, 230
                               C. Tata Kelola
                               2-9 Tenaga kerja yang bukan pekerja                                             144-158,172
                               2-10 Nominasi dan seleksi pejabat tata kelola tertinggi                          160, 170

                               2-11 Pejabat tata kelola tertinggi Chair of the highest governance body             144

                               2-12 Peran pejabat tata kelola tertinggi dalam memantau dampak manajemen        31, 41, 172

                               2-13 Delegasi tanggung jawab dalam mengelola dampak                                 172

                               2-14 Peran pejabat tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan              172

                               2-15 Benturan kepentingan                                                           160

                               2-16 Komunikasi terkait perhatian yang bersifat kritis                              159

                               2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi                             171, 175

                               2-18 Evaluasi kinerja pejabat tata kelola tertinggi                              166, 175,

                               2-19 Kebijakan remunerasi                                                         166,171,

                               2-20 Proses menentukan remunerasi                                              166, 171, 189
Page 277
                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related      Sustainability-related         General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure             Disclosure                  Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   277




                                                                                                                                                   Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                                                                                          Rujukan Standar
            GRI Indeks                                 Pengungkapan-pengungkapan                             Halaman            Persyaratan yang
                                                                                                                                                   Alasan                   Penjelasan                       Sektor GRI
                                                                                                                               Tidak Dicantumkan

                               2-21 Rasio kompensasi total tahunan Annual total compensation ratio         166, 189, 233
                               D. Strategi, kebijakan, dan praktik
                               2-22 Pernyataan pada pengembangan strategi keberlanjutan                         6, 9
                                                                                                         25, 26, 190, 191,
                               2-23 Komitmen kebijakan
                                                                                                          193, 195, 207
                                                                                                         25, 172, 187, 190,
                               2-24 Komitmen dalam menanamkan kebijakan
                                                                                                               207,
                               2-25 Proses remediasi dampak negatif                                             128
                               2-26 Mekanisme pemberian nasihat dan meningkatkan perhatian                   194, 208,
                               2-27 Kepatuhan dalam undang-undang dan peraturan                                 134
                               2-28 Keanggotaan asosiasi                                                         19
                               E. Keterlibatan pemangku kepentingan
                               2-29 Pendekatan pada pelibatan pemangku kepentingan                             31-32
                               2-30 Perjanjian perundingan kolektif                                           197, 232
   GRI 3: Topik Material       3-1 Proses menentukan topik material                                          31,33-35
   2021
                               3-2 Daftar topik material                                                         35
                                                                                                         17, 44, 68,77, 113,
                               3-3 Manajemen topik material                                              115, 121, 132, 183,
                                                                                                              189, 197
   Topik Material

   Perubahan Iklim

                                                                                                         17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                          115, 121, 132, 183,
                                                                                                              189, 197
Page 278
                                                                                                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related      Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure             Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                           Lampiran                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   278




                                                                                                                                                   Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                                                                                           Rujukan Standar
            GRI Indeks                                 Pengungkapan-pengungkapan                          Halaman            Persyaratan yang
                                                                                                                                                   Alasan                    Penjelasan                       Sektor GRI
                                                                                                                            Tidak Dicantumkan

   GRI 102: Perubahan Iklim    102-1 Transition plan for climate change mitigation                          47, 48
   2025
                               102-2 Climate change adaptation plan                                       51, 54, 58

                               102-3 Just transition                                                          65

                               102-4 GHG emissions reduction targets and progress                             69

                               102-5 Scope 1 GHG emissions                                                    68

                               102-6 Scope 2 GHG emissions                                                    68

                               102-7 Scope 3 GHG emissions                                                    51

                               102-8 GHG emissions intensity                                                  51
                                                                                                                                                                Sebagai institusi keuangan, BRI tidak
                                                                                                                                                                mengelola aset berbasis lahan maupun
                                                                                                                                                                kolam penyimpanan karbon seperti
                                                                                                                                                                hutan, lahan gambut, atau biomassa,
                                                                                                                                                Tidak relevan
                                                                                                                                                                yang menjadi basis perhitungan
                                                                                                                                                dengan
                               102-9 GHG removals in the value chain                                         277            N.A                                 penghilangan GRK sebagaimana
                                                                                                                                                proses bisnis
                                                                                                                                                                dimaksud dalam pengungkapan ini.
                                                                                                                                                BRI
                                                                                                                                                                Dengan demikian, tidak terdapat
                                                                                                                                                                data penghilangan GRK, metodologi
                                                                                                                                                                perhitungan, maupun dampak terkait
                                                                                                                                                                yang perlu diuraikan lebih lanjut
                               102-10 Carbon credits                                                          72

   Energi

                                                                                                      17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                       115, 121, 132, 183,
                                                                                                           189, 197
   GRI 302:                    302-1 Konsumsi energi dalam organisasi                                      77, 242
   Energi 2016                 302-2 Konsumsi energi luar organisasi                                       77, 242
                               302-3 Intensitas energi                                                     77, 242
                               302-4 Pengurangan Konsumsi energi                                           77, 242
                               302-5 Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan jasa            77

   Kinerja Ekonomi

   GRI 3 Topik Material 2021                                                                          17, 44, 68,77, 113,
                               3-3 Pengungkapan manajemen topik                                       115, 121, 132, 183,
                                                                                                           189, 197
Page 279
                                                                                                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related      Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure             Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                Lampiran                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   279




                                                                                                                                                         Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                                                                                                Rujukan Standar
            GRI Indeks                                Pengungkapan-pengungkapan                                    Halaman            Persyaratan yang
                                                                                                                                                         Alasan                   Penjelasan                       Sektor GRI
                                                                                                                                     Tidak Dicantumkan

   GRI 201: Kinerja            201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan                     211, 212
   Ekonomi 2016                201-2 Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat dari perubahan
                                                                                                                       17
                               iklim
                               201-3 Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan program pensiun lainnya              197
                               201-4 Bantuan finansial yang diterima dari pemerintah                                   17

   Keberadaan Pasar

                                                                                                               17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                                115, 121, 132, 183,
                                                                                                                    189, 197
                               202-1 Rasio standar upah pekerja entry-level berdasarkan jenis kelamin
                                                                                                                   189, 232
   GRI 202: Keberadaan         terhadap upah minimum regional
   Pasar 2016                                                                                                                                                       Seluruh anggota manajemen senior
                               202-2 Proporsi manajemen senior yang berasal dari masyarakat lokal                     278
                                                                                                                                                                    adalah warga negara Indonesia.

   Dampak Ekonomi Tidak Langsung

                                                                                                               17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                                115, 121, 132, 183,
                                                                                                                    189, 197
   GRI 203: Dampak             203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan layanan                                     199
   Ekonomi Tidak Langsung
                               203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan                               200-205, 217
   2016

   Antikorupsi

                                                                                                               17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                                115, 121, 132, 183,
                                                                                                                    189, 197
   GRI 205: Antikorupsi        205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi                     136
   2016                        205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur anti-korupsi             135
                               205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil                     134, 238-239

   Perilaku Antikompetitif

                                                                                                               17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                                115, 121, 132, 183,
                                                                                                                    189, 197
   GRI 206: Perilaku           206-1 Langkah-langkah hukum untuk perilaku anti-persaingan, praktik anti-
                                                                                                                    131, 134
   antikompetitif 2016         trust dan monopoli

   Pajak
Page 280
                                                                                                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related      Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure             Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                Lampiran                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   280




                                                                                                                                                     Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                                                                                            Rujukan Standar
            GRI Indeks                                 Pengungkapan-pengungkapan                               Halaman            Persyaratan yang
                                                                                                                                                     Alasan                   Penjelasan                       Sektor GRI
                                                                                                                                 Tidak Dicantumkan

                                                                                                           17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                            115, 121, 132, 183,
                                                                                                                189, 197
   GRI 207: Pajak 2019         207-1 Pendekatan terhadap pajak                                                    132
                               207-2 Tata kelola, pengontrolan, dan manajemen risiko pajak                        132
                               207-3 Keterlibatan pemangku kepentingan dan pengelolaan kepedulian yang
                                                                                                                  132
                               berkaitan dengan pajak

                               207-4 Laporan per negara                                                           213


   Ketenagakerjaan

                                                                                                           17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                            115, 121, 132, 183,
                                                                                                                189, 197
   GRI 401: Ketenagakerjaan    401-1 Perekrutan pekerja baru dan pergantian pekerja                          184, 231, 232,
   2016                                                                                                           235
                               401-2 Tunjangan yang diberikan pekerja purna waktu yang tidak diberikan       189, 190, 197
                               kepada pekerja sementara atau paruh waktu
                               401-3 Cuti melahirkan                                                              236

   Kesehatan dan Keselamatan Kerja

                                                                                                           17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                            115, 121, 132, 183,
                                                                                                                189, 197
   GRI 403: Kesehatan dan      403-1 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja                           195-196
   Keselamatan Kerja 2018      403-2 Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden             196, 198
                               403-3 Layanan kesehatan kerja                                                      193
                               403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang keselamatan          196
                               dan kesehatan kerja
                               403-5 Pelatihan bagi pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan kerja              196
                               403-6 Promosi kesehatan kerja                                                      193
                               403-7 Pencegahan dan mitigasi dampak dari keselamatan dan kesehatan                193
                               kerja yang secara langsung terkait hubungan bisnis
                               403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen keselamatan dan                 195
                               kesehatan kerja
                               403-9 Kecelakaan kerja                                                           195-196
                               403-10 Penyakit akibat kerja                                                     195-196
Page 281
                                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related     Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure            Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   281




                                                                                                                                                       Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                                                                                              Rujukan Standar
            GRI Indeks                               Pengungkapan-pengungkapan                                   Halaman            Persyaratan yang
                                                                                                                                                       Alasan                   Penjelasan                       Sektor GRI
                                                                                                                                   Tidak Dicantumkan

   Pelatihan dan Pendidikan

   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                              17, 44, 68,77, 113,
                                                                                                             115, 121, 132, 183,
                                                                                                                  189, 197
   GRI 404: Pelatihan dan      404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per pekerja                                  233
   Pendidikan 2016             404-2 Program untuk meningkatkan keterampilan pekerja dan program
                                                                                                               186, 197, 234
                               bantuan peralihan
                               404-3 Persentase pekerja yang menerima tinjauan rutin terhadap kinerja dan
                                                                                                                    189
                               pengembangan karier

   Keanekaragaman dan Kesempatan Setara

                                                                                                             17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                              115, 121, 132, 183,
                                                                                                                  189, 197
   GRI 405:                    405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan pekerja                                   228
   Keanekaragaman dan
   Kesempatan Setara 2016      405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan laki-laki               189

   Antidiskriminasi

   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                              17, 44, 68,77, 113,
                                                                                                             115, 121, 132, 183,
                                                                                                                  189, 197
   GRI 406: Antidiskriminasi   406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan                     208
   2016

   Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif

                                                                                                             17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                              115, 121, 132, 183,
                                                                                                                  189, 197
   GRI 407: Kebebasan
   Berserikat dan              408-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden pekerja
                                                                                                                    197
   Perundingan Kolektif        anak
   2016

   Pekerja Anak

                                                                                                             17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                              115, 121, 132, 183,
                                                                                                                  189, 197
   GRI 408: Pekerja            407-1 Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat dan
                                                                                                                 207-208
   Anak 2016                   perundingan kolektif mungkin berisiko
Page 282
                                                                                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related      Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure             Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                                                                                         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   282



                                                                                                                                                        Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                                                                                               Rujukan Standar
            GRI Indeks                                     Pengungkapan-pengungkapan                              Halaman            Persyaratan yang
                                                                                                                                                        Alasan                   Penjelasan                       Sektor GRI
                                                                                                                                    Tidak Dicantumkan

   Kerja Paksa

                                                                                                              17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                               115, 121, 132, 183,
                                                                                                                   189, 197
   GRI 409: Kerja Paksa        409-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden kerja          207-208
   2016                        paksa atau wajib kerja

   Masyarakat Setempat

                                                                                                              17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                               115, 121, 132, 183,
                                                                                                                   189, 197
                               413-1 Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat, penilaian dampak,
                                                                                                                     199
   GRI 413: Masyarakat         dan program pengembangan
   Setempat 2016               413-2 Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki dampak
                                                                                                                     199
                               negatif signifikan terhadap masyarakat setempat

   Kebijakan Publik

                                                                                                              17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                               115, 121, 132, 183,
                                                                                                                   189, 197
   GRI 415: Kebijakan Publik
                               415-1 Kontribusi politik.                                                             239
   2016

   Pemasaran dan Pelabelan

                                                                                                              17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                               115, 121, 132, 183,
                                                                                                                   189, 197
   GRI 417: Pemasaran dan      417-1 Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa                       106
   Pelabelan 2016              417-2 Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan produk dan jasa          282
                               417-3 Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran                             282

   Privasi Pelanggan

                                                                                                              17, 44, 68,77, 113,
   GRI 3 Topik Material 2021   3-3 Pengungkapan manajemen topik                                               115, 121, 132, 183,
                                                                                                                   189, 197
   GRI 418: Privasi            418-1 Pengaduan yang berdasar mengenai pelanggaran terhadap privasi
                                                                                                                  226-227
   Pelanggan 2016              pelanggan dan hilangnya data pelanggan
Page 283
                                                                                                                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related       Sustainability-related     General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure              Disclosure              Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   283




  Indeks GRI G4 Jasa Keuangan


                                                                                                                                                                         Yang Tidak Dicantumkan
      GRI     Indeks                                                                                                                                                                                              Rujukan Standar
                                                                            Pengungkapan                                                         Halaman    Persyaratan yang Tidak
   Standard   GRI G4                                                                                                                                                                 Alasan       Penjelasan         Sektor GRI
                                                                                                                                                                 Dicantumkan
  GRI G4        FS1     Kebijakan yang memuat komponen lingkungan dan sosial spesifik yang diterapkan pada lini bisnis.                            25
  Financial     FS2     Prosedur untuk menilai dan menyaring risiko lingkungan dan sosial pada lini bisnis.                                        61
  Services
                        Proses pemantauan atas implementasi dan kepatuhan klien terhadap persyaratan lingkungan dan sosial yang
                FS3                                                                                                                                64
                        tercantum dalam perjanjian atau transaksi.
                        Proses untuk meningkatkan kompetensi pekerja dalam menerapkan kebijakan dan prosedur lingkungan serta sosial
               FS4                                                                                                                               65, 187
                        pada lini bisnis.
                FS5     Interaksi dengan klien/investee/mitra usaha terkait risiko dan peluang lingkungan dan sosial.                              31
                        Persentase portofolio untuk setiap lini bisnis berdasarkan wilayah, skala usaha (misalnya mikro/UKM/besar), dan          29, 213-
                FS6
                        sektor.                                                                                                                    217
                        Nilai moneter produk dan jasa yang dirancang untuk memberikan manfaat sosial tertentu pada setiap lini bisnis, dirinci
                FS7                                                                                                                                219
                        berdasarkan tujuan.
                        Nilai moneter produk dan jasa yang dirancang untuk memberikan manfaat lingkungan tertentu pada setiap lini bisnis,        218-
                FS8
                        dirinci berdasarkan tujuan.                                                                                              219,225
                        Cakupan dan frekuensi audit untuk menilai implementasi kebijakan lingkungan dan sosial serta prosedur penilaian
                FS9                                                                                                                                64
                        risiko.
                        Persentase dan jumlah perusahaan dalam portofolio institusi yang telah diajak berinteraksi oleh organisasi pelapor
               FS10                                                                                                                                218
                        terkait isu lingkungan atau sosial.
               FS11     Persentase aset yang melalui proses penyaringan positif dan negatif terkait lingkungan atau sosial.                        218
                        Kebijakan pemungutan suara yang diterapkan untuk isu lingkungan atau sosial atas saham yang hak suaranya dimiliki
               FS12                                                                                                                                172
                        atau diberikan nasihat pemungutan suara oleh organisasi pelapor.
                        Titik layanan di wilayah dengan kepadatan penduduk rendah atau wilayah yang kurang beruntung secara ekonomi,
               FS13                                                                                                                                93
                        berdasarkan jenis.
               FS14     Inisiatif untuk meningkatkan akses layanan keuangan bagi kelompok masyarakat kurang mampu.                                 105
               FS15     Kebijakan untuk perancangan dan penjualan produk serta jasa keuangan yang adil.                                            91
               FS16     Inisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan berdasarkan jenis penerima manfaat.                                         96
Page 284
                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                             Lampiran                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   284




  Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) [OJK G.4]
    Nomor Indeks                                                                                          Nama Indeks                          Halaman
   A. Strategi Keberlanjutan
   A.1                Penjelasan Strategi Keberlanjutan                                                                                           25
   B. Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
   B.1                Aspek Ekonomi                                                                                                                17
   B.1.a              Kuantitas produksi atau jasa yang dijual                                                                                     17
   B.1.b              Pendapatan atau penjualan                                                                                                    17
   B.1.c              Laba atau rugi bersih                                                                                                        17
   B.1.d              Produk ramah lingkungan                                                                                                  17, 18, 19
   B.1.e              Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis Keuangan Berkelanjutan.                                            18
   B.2                Aspek Lingkungan Hidup                                                                                                       18
   B.2.a              Penggunaan energi                                                                                                            18
   B.2.b              Pengurangan emisi yang dihasilkan                                                                                            18
   B.2.c              Pengurangan limbah dan efluen                                                                                                18
   B.2.d              Pelestarian keanekaragaman hayati                                                                                            18
   B.3                Aspek Sosial                                                                                                                 18
   C. Profil Perusahaan
   C.1                Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                                                                                       14, 25
   C.2                Alamat Perusahaan                                                                                                           14
   C.3                Skala Usaha                                                                                                               14, 211
   C.3.a              Total aset atau kapitalisasi aset dan total kewajiban;                                                                      14
   C.3.b              Jumlah pekerja                                                                                                         14, 228-230
   C.3.b.1            Jumlah pekerja menurut jenis kelamin                                                                                        228
   C.3.b.2            Jumlah pekerja menurut jabatan                                                                                              228
   C.3.b.3            Jumlah pekerja menurut usia                                                                                                 228
   C.3.b.4            Jumlah pekerja menurut pendidikan                                                                                           230
   C.3.b.5            Jumlah pekerja menurut status ketenagakerjaan                                                                               228
   C.3.c              Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan saham                                                                        14
   C.3.d              Wilayah operasional                                                                                                         16
   C.4                Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan                                                                        14-15
   C.5                Keanggotaan pada Asosiasi                                                                                                   19
   C.6                Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan                                                             16
   D. Penjelasan Direksi
   D.1                Penjelasan Direksi                                                                                                          6-8
Page 285
                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                            Lampiran                                                                                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   285




    Nomor Indeks                                                                                            Nama Indeks                                                                                     Halaman

   D.1.a              Kebijakan untuk merespon tantangan dalam pemenuhan strategi keberlanjutan                                                                                                                 7
   D.1.b              Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                                                                                                          7
   D.1.c              Strategi pencapaian target                                                                                                                                                                8
   E. Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                         12, 13, 25, 29,
   E.1                Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
                                                                                                                                                                                                             41, 170
   E.2                Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan                                                                                                                                173, 187
   E.3                Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                                                                                177 - 181
   E.4                Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan                                                                                                                                                   31 - 38
   E.5                Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                                                                                   29
   F. Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                        59, 176, 187, 191,
   F.1                Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                              193
   F.2                Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi                                                                      175, 211
   F.3                Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan                         17, 73, 219
   F.4                Biaya Lingkungan Hidup                                                                                                                                                                   241
   F.5                Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                                                                                                                           76 - 78, 242
   F.6                Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan                                                                                                                                          18, 77, 242
   F.7                Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan                                                                                                                 77, 242
   F.8                Penggunaan Air                                                                                                                                                                         78, 242
   F.9                Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati                                                                        76, 205
   F.10               Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati                                                                                                                                            76,205,206 219
   F.11               Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya                                                                                                                    70, 243-244
                                                                                                                                                                                                        18, 68 – 78, 243
   F.12               Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
                                                                                                                                                                                                             - 244
   F.13               Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis                                                                                                                        18, 76 - 78, 243
   F.14               Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen                                                                                                                                             76, 78, 243
   F.15               Tumpahan yang Terjadi (jika ada)                                                                                                                                                       76, 243
   F.16               Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan.                                                                                                             76
   F.17               Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen                                                                                                   81
                                                                                                                                                                                                         182, 183, 184,
   F.18               Kesetaraan Kesempatan Bekerja
                                                                                                                                                                                                           189, 190
   F.19               Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa                                                                                                                                              182, 207
   F.20               Upah Minimum Regional                                                                                                                                                               182, 189, 190
   F.21               Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman                                                                                                                                              190, 193, 194
Page 286
                                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
                   Climate-related        Sustainability-related      General Sustainability
Pengantar
                      Disclosure               Disclosure               Topic Disclosure
                                                                                                   Lampiran                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   286




    Nomor Indeks                                                                                                    Nama Indeks                                                                                             Halaman

                                                                                                                                                                                                                         185 - 187, 233
   F.22                 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pekerja
                                                                                                                                                                                                                             - 234
                                                                                                                                                                                                                        18, 20-22, 198 -
   F.23                 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
                                                                                                                                                                                                                         206, 247 - 275
   F.24                 Pengaduan Masyarakat                                                                                                                                                                             199, 226 - 227
                                                                                                                                                                                                                         18, 198 - 206,
   F.25                 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
                                                                                                                                                                                                                               241
                                                                                                                                                                                                                         64, 65, 73, 74,
   F.26                 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
                                                                                                                                                                                                                         75, 77, 78, 121
   F.27                 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan                                                                                                                                         90, 118
                                                                                                                                                                                                                         18, 20-22, 88,
   F.28                 Dampak Produk/Jasa
                                                                                                                                                                                                                            247-275
   F.29                 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali                                                                                                                                                                     88
   F.30                 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan                                                                                                                       18, 226
   G. Lain-lain:
   G.1                  Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)                                                                                                                                              5, 293, 296
   G.2                  Lembar Umpan Balik                                                                                                                                                                                     297
   G.3                  Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya                                                                                                                                31,297
   G.4                  Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017                                                                                                                   284-286

  Referensi Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
          Nomor Indeks                                                                                                  Nama Indeks                                                                                        Halaman
   Data Security
          FN-CB-230a.1.              Jumlah pelanggaran data, persentase pelanggaran data pribadi, jumlah pemilik akun yang terkena dampak                                                                                 125, 227
          FN-CB-230a.2.              Deskripsi pendekatan untuk mengidentifikasi dan menangani risiko keamanan data                                                                                                       117, 121, 123
   Financial Inclusion & Capacity Building
          FN-CB-240a.1.              (1) Jumlah dan (2) jumlah pinjaman yang diberikan yang memenuhi syarat untuk program-program yang dirancang untuk mempromosikan usaha kecil dan pengembangan masyarakat                  217
          FN-CB-240a.2.              (1) Jumlah dan (2) jumlah pinjaman yang telah jatuh tempo dan pinjaman yang tidak dapat ditagih yang memenuhi syarat untuk program-program yang dirancang untuk mempromosikan
                                                                                                                                                                                                                            92, 100
                                     usaha kecil dan pengembangan masyarakat
          FN-CB-240a.3               Jumlah rekening giro ritel tanpa biaya yang diberikan kepada nasabah yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau belum memiliki rekening bank                                       91
          FN-CB-240a.4.              Jumlah peserta dalam inisiatif literasi keuangan untuk nasabah yang tidak memiliki rekening bank, kurang terlayani, atau kurang terlayani                                                 98
   Incorporation of Environmental, Social, and Governance Factors in Credit Analysis
          FN-CB-410a.2               Deskripsi pendekatan untuk memasukkan faktor lingkungan, sosial dan tata kelola (LST) dalam analisis kredit                                                                              207
   Financed Emissions
            FN-CB-410b.1             Emisi bruto absolut yang dibiayai, dipilah berdasarkan (1) Cakupan 1, (2) Cakupan 2, dan (3) Cakupan 3                                                                                  70-71
Page 287
                                                                                                                                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related        Sustainability-related       General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure               Disclosure                Topic Disclosure
                                                                                                   Lampiran                                                                                          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   287




         Nomor Indeks                                                                                              Nama Indeks                                                                                               Halaman

        FN-CB-410b.2.              Eksposur bruto untuk setiap industri berdasarkan kelas aset                                                                                                                               70, 244
         FN-CB-410b.3              Persentase paparan bruto yang termasuk dalam perhitungan emisi yang dibiayai                                                                                                                71
         FN-CB-410b.4              Deskripsi metodologi yang digunakan untuk menghitung emisi yang dibiayai                                                                                                                   68-69
   Business Ethics
            FN-CB-510a.1           Jumlah total kerugian moneter sebagai akibat dari proses hukum yang terkait dengan penipuan, perdagangan orang dalam, antimonopoli, perilaku anti-persaingan, manipulasi pasar,
                                                                                                                                                                                                                               134
                                   malpraktek, atau undang-undang atau peraturan industri keuangan terkait lainnya
         FN-CB-510a.2              Deskripsi kebijakan dan prosedur whistleblower                                                                                                                                              134
   Systemic Risk Management
         FN-CB-550a.1              Skor Global Systemically Important Bank (G-SIB), berdasarkan kategori                                                                                                                       212
        FN-CB-550a.2               Uraian mengenai pendekatan untuk mengintegrasikan hasil stress test baik yang bersifat wajib maupun sukarela ke dalam perencanaan kecukupan modal, strategi jangka panjang
                                                                                                                                                                                                                               178
                                   perusahaan, dan aktivitas bisnis lainnya.




  Referensi Sustainable Banking Assessment (SUSBA)
                   Indikator                                                                                    Pengungkapan                                                                                     Halaman
                                                Strategi keberlanjutan dan pelibatan pemangku kepentingan                                                                                                          25-31
                     Tujuan
                                                Partisipasi dalam inisiatif keuangan berkelanjutan                                                                                                                 81-86
                                                Pernyataan publik tentang LST                                                                                                                                        7, 10
                   Kebijakan                    Pernyataan publik tentang sektor-sektor tertentu                                                                                                                     6-11
                                                Tanggung jawab atas risiko terkait iklim                                                                                                                          44-59
                                                Penilaian risiko LST dan persetujuan transaksi                                                                                                                    60-67
                     Proses                     Pengawasan dan keterlibatan klien                                                                                                                        31-32, 90-92, 198-199
                                                Proses pemantauan                                                                                                                                            90-92, 198-199
                                                Tanggungjawab kepada LST                                                                                                                                      81-86, 198-199
                  Masyarakat
                                                Pelatihan staff lingkungan & sosial, serta evaluasi kinerja                                                                                                59, 65, 81, 233-234
                                                Integrasi LST dalam produk dan layanan                                                                                                                           20, 81-86
                     Produk
                                                Penilaian risiko dan mitigasi LST pada tingkat portofolio                                                                                                         44-59
                   Portofolio                   Pengungkapan eksposur risiko LST dan target                                                                                                                    60-67, 71-72
Page 288
                                                                                                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related        Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure               Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   288




  Referensi Task Force on Climate-related Financial Disclosures

   Topik                                                                     Fokus Pengungkapan                                                                               Tanggapan BRI                  Halaman

   Tata Kelola

   (a) Pengawasan Dewan terhadap risiko-risiko terkait iklim                 Proses dan frekuensi informasi                                                                                                     41
                                                                             Pengaruh terhadap perencanaan dan tujuan bisnis                                                                                    42
                                                                             Bagaimana dewan menilai kemajuan terhadap tujuan                                                                                   41
   (b) Peran manajemen dalam menilai dan mengelola risiko terkait            Tanggung jawab atas risiko terkait iklim                                                                                         41-43
   perubahan iklim                                                           Penjelasan tentang struktur organisasi                                                                                           41-43
                                                                             Proses komunikasi                                                                                                                41-43
                                                                             Proses pemantauan                                                                                                                41-43

   Strategy

   (a) Risiko terkait iklim dalam jangka pendek, menengah dan panjang        Risiko terkait iklim dalam jangka pendek, menengah dan panjang                                                                   44-46
                                                                             Risiko spesifik yang dapat bersifat material untuk setiap jangka waktu                                                           44-46
                                                                             Proses untuk menentukan risiko material                                                                                          50-59
   (b) Dampak pada bisnis, strategi dan perencanaan                          Dampak terhadap bisnis dan strategi                                                                                             45,46,48
                                                                             Dampak pada perencanaan keuangan, waktu dan prioritas                                                                           45,46,48
                                                                             Bagaimana risiko diintegrasikan ke dalam pengambilan keputusan dan perumusan strategi saat ini                                     59
                                                                             Penjelasan strategi terkait iklim                                                                                                44,59
   (c) Ketahanan strategi menggunakan skenario 2 derajat atau lebih
                                                                                                                                                                                                              57-58
   rendah

   Risk Management

   (a) Proses untuk menilai risiko terkait iklim                             Proses manajemen risiko                                                                                                          60-62
                                                                             Persyaratan peraturan yang ada dan yang akan muncul                                                                              63-64
                                                                             Proses untuk menilai ukuran dan cakupan risiko                                                                                   66-67
   (b) Proses untuk mengelola risiko terkait iklim                                                                                                                                                            60-62
   (c) Integrasi proses risiko ke dalam manajemen risiko secara
                                                                                                                                                                                                              64-65
   keseluruhan

   Metrics and Targets

   (a) Metrik yang digunakan untuk menilai risiko terkait iklim                                                                                                                                                68-71
   (b) Emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2                                                                                                                                                                            68
   (c) Penjelasan target yang digunakan                                                                                                                                                                         69
Page 289
                                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                  Climate-related      Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                     Disclosure             Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                                  Lampiran                                                                                               PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   289




  Indeks IFRS
  Indeks IFRS S1


   Pengungkapan                                                                                                                                                                          Tanggapan BRI                          Hal

   Tata Kelola

                                                                Tanggung jawab terkait risiko dan peluang keberlanjutan, keterampilan                                                                                           85

   a) Pengawasan Direksi terhadap risiko dan peluang            Proses dan frekuensi penyampaian informasi                                                                                                                    85, 86
   yang terkait dengan keberlanjutan                            Pengaruh terhadap perencanaan dan tujuan bisnis                                                                                                                 90
                                                                Cara Direksi mengevaluasi kemajuan terhadap tujuan                                                                                                            109-111
                                                                Tanggung jawab terkait risiko keberlanjutan                                                                                                                     85

   b) Peran manajemen dalam menilai dan mengelola               Deskripsi struktur organisasi                                                                                                                                   85
   risiko dan peluang yang terkait dengan keberlanjutan         Proses komunikasi                                                                                                                                               85
                                                                Proses pemantauan                                                                                                                                               85

   Strategi

                                                                Risiko dan peluang terkait keberlanjutan                                                                                                                      87-89

                                                                Dampak terhadap model bisnis dan rantai nilai                                                                                                                 89-90
   a) Strategi untuk mengelola risiko dan peluang terkait
                                                                Dampak terhadap strategi dan pengambilan keputusan                                                                                                            89-90
   keberlanjutan
                                                                Dampak terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas                                                                                               87-88

                                                                Ketahanan strategi dan model bisnis                                                                                                                             90

                                                                Risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang secara wajar dapat diharapkan akan mempengaruhi prospek dan
   b) Risiko dan peluang terkait keberlanjutan                                                                                                                                                                                  89
                                                                cakupan waktu
                                                                Dampak saat ini dan yang diantisipasi dari risiko dan peluang terkait keberlanjutan terhadap model bisnis dan rantai
   c) Model bisnis dan rantai nilai                                                                                                                                                                                             89
                                                                nilai, serta di mana dampaknya terkonsentrasi
                                                                Menanggapi risiko dan peluang terkait keberlanjutan,
   d) Strategi dan pengambilan keputusan                                                                                                                                                                                        89
                                                                kemajuan, dan trade-offs
                                                                dampak dari risiko dan peluang terkait keberlanjutan terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas serta
   e) Posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas                                                                                                                                                                           89
                                                                dampak yang diantisipasi
                                                                Penilaian kualitatif dan, jika berlaku, kuantitatif terhadap ketahanan strategi dan model bisnis terkait dengan risiko
   f) Ketahanan                                                                                                                                                                                                                 89
                                                                keberlanjutan yang dihadapi.

   Manajemen Risiko

                                                                Proses manajemen risiko                                                                                                                                      104-108
   a) Proses untuk menilai risiko terkait keberlanjutan         Persyaratan regulasi yang ada dan yang sedang berkembang                                                                                                     104-108
                                                                Proses untuk menilai ukuran dan cakupan risiko                                                                                                               104-108
   b) Proses untuk mengelola risiko terkait keberlanjutan                                                                                                                                                                    104-108
   c) Integrasi proses risiko ke dalam manajemen risiko
                                                                                                                                                                                                                             104-108
   secara keseluruhan
Page 290
                                                                                                                                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
                 Climate-related        Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
                    Disclosure               Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   290




   Pengungkapan                                                                                                                                                          Tanggapan BRI                          Hal

   Metrik dan Target

   a) Metrik yang digunakan untuk Standar Pengungka-
                                                                                                                                                                                                              109-111
   pan Keberlanjutan IFR yang berlaku
   b) Jelaskan target yang digunakan                                                                                                                                                                          109-111


  Indeks IFRS S2


   Pengungkapan                                                                                                                                                   Tanggapan BRI                                 Hal

   Tata Kelola

                                                                                          Proses dan frekuensi penyampaian informasi                                                                         144 - 145
   a) Pengawasan Dewan Direksi terhadap risiko terkait iklim                              Pengaruh terhadap perencanaan bisnis dan tujuan                                                                       146
                                                                                          Bagaimana Direksi mengevaluasi kemajuan dibandingkan tujuan                                                           146
                                                                                          Tanggung jawab terkait risiko iklim                                                                                   146

   b) Peran manajemen dalam menilai dan                                                   Deskripsi struktur organisasi                                                                                         146
   mengelola risiko terkait iklim                                                         Proses komunikasi                                                                                                     146
                                                                                          Proses pemantauan                                                                                                     146

   Strategi

                                                                                          Deskripsi rentang waktu                                                                                               147
   a) Proses untuk menilai risiko terkait iklim                                           Risiko spesifik yang dapat menjadi material pada setiap rentang waktu                                                 147
                                                                                          Proses untuk menentukan risiko material                                                                               148
                                                                                          Dampak terhadap bisnis dan strategi                                                                                   148
   b) Dampak terhadap bisnis, strategi, dan perencanaangy and planning                    Dampak terhadap perencanaan keuangan, penentuan waktu, dan prioritas                                                  148
                                                                                          Uraian strategi terkait perubahan iklim                                                                            150-152
   c) Ketangguhan strategi menggunakan dengan skenario 2 derajat atau lebih rendah

   Manajemen Risiko

                                                                                          Proses manajemen risiko                                                                                             60-62
   a) Proses untuk menilai risiko terkait iklim                                           Persyaratan regulasi yang ada dan yang sedang berkembang                                                            60-62
                                                                                          Proses untuk menilai ukuran dan cakupan risiko                                                                      60-62

   b) Proses untuk mengelola risiko terkait iklim                                         Dampak terhadap bisnis dan strategi                                                                                 64-65

   c) Integrasi proses risiko ke dalam manajemen risiko secara keseluruhan                Dampak terhadap perencanaan keuangan, waktu, dan prioritas                                                          64-65
Page 291
                                                                                                                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related        Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure               Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   291




   Pengungkapan                                                                                                                                                     Tanggapan BRI                          Hal

   Metrik dan Target

                                                                                          Deskripsi mengenai cakupan waktu                                                                                68-71

   a) Metrik yang digunakan untuk menilai risiko terkait iklim                            Risiko spesifik yang dapat bersifat material untuk setiap cakupan waktu                                         68-71

                                                                                          Proses untuk menentukan risiko material                                                                         68-71

   b) Emisi Lingkup 1 dan Lingkup 2                                                                                                                                                                        68

   c) Jelaskan target yang digunakan                                                                                                                                                                       69
Page 292
                                                                                                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2025
              Climate-related   Sustainability-related        General Sustainability
Pengantar
                 Disclosure          Disclosure                 Topic Disclosure
                                                                                              Lampiran                                                                                       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   292




  Indeks Pelaporan IDX
  S-01 Kesetaraan Gender
                                                                                                            Laki-laki                                                            Perempuan
                                                Level Jabatan
                                                                                         Jumlah Pegawai                 Persentase pegawai (%)               Jumlah Pegawai               Persentase pegawai (%)

                                                Entry-Level                                      45.161                         93,15                             35.321                                96,86


                                                Mid-Level                                        1.875                           3,87                                 740                               2,03


                                                Senior-Level                                     1.351                           2,79                                 374                               1,03


                                                Executive-Level *                                   96                           0,20                                 31                                0,09


                                                Total Pegawai                                   48.483                           100                              36.466                                100



                                              *)termasuk pejabat setingkat Direksi




  S-02 Jumlah Level Pegawai yang
                                                                                Entry-Level                       Mid-Level                            Senior-Level               Executive-Level*
  Dimiliki oleh Laki-laki dan Perempuan         Rentang usia                                                                                                                                                        Jumlah
  Berdasarkan Kelompok Umur                     (tahun)                                                                                                                                                             Pegawai
                                                                     Laki-laki          Perempuan         Laki-laki         Perempuan        Laki-laki         Perempuan      Laki-laki       Perempuan

                                                18-25                  4.339                  9.033          0                  0                0                     0         0                  0                13.372


                                                25-35                  18.143                 13.817        723                405               36                   11         0                  0                33.135


                                                35-45                 18.532                  9.847         931                293               925                  252        19                 4                30.803


                                                45-55                  4.123                  2.609         220                 41               383                  109        74                26                 7.585


                                                >55                     24                     15             1                  1                7                    2         3                  1                   54



                                              *) termasuk pejabat setingkat Direksi
Page 293
                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                Lampiran   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   293




  Assurance
Page 294
                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                Lampiran   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   294




  Assurance
Page 295
                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                Lampiran   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   295




  Assurance
Page 296
                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                Lampiran   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   296




  Assurance
  Greenhouse Gas Verification
Page 297
                                                                                                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
                Climate-related      Sustainability-related    General Sustainability
Pengantar
                   Disclosure             Disclosure             Topic Disclosure
                                                                                        Lampiran                                                                   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   297




  Lembar Umpan Balik [G.2] [G.3]
  Laporan Keberlanjutan 2025 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan gambaran tentang kinerja keuangan dan keberlanjutan. Perusahaan tidak mencatat adanya tanggapan terhadap Laporan
  Keberlanjutan tahun sebelumnya.

  1. Laporan ini mudah dimengerti
       Tidak setuju         Netral        Setuju
  2. Laporan ini sudah menggambarkan informasi aspek material Perusahaan, baik dari sisi positif dan negatif
       Tidak setuju         Netral        Setuju
  3. Mohon berikan urutan pada tingkat topik material di bawah ini:
     (nilai 1=paling prioritas s/d 7=kurang prioritas)
    • Inklusi Keuangan dan Digitalisasi			                        (    )
    • Tata Kelola Keberlanjutan 			                               (    )
    • Keamanan dan Privasi Data 			                               (    )
    • Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab             (    )
    • Manajemen Emisi dan Perubahan Iklim 		                      (    )
    • Manajemen SDM dan HAM			                                    (    )
    • Hubungan Masyarakat 				                                    (    )

  4. Mohon berikan saran/usul/komentar anda atas laporan ini.

    Nama Lengkap				

    Pekerjaan

    Nama Lembaga/Perusahaan

    Golongan Pemangku Kepentingan

       Investor         Nasabah          Pekerja          Masyarakat          Pemerintah       Lainnya

  Mohon kirimkan kembali lembar umpan balik kepada


  Dhanny
  Sekretaris Perusahaan

  Gedung BRI I
  Jl. Jenderal Sudirman No. 44-46
  Jakarta 10210, Indonesia
  Phone : +6221 575 1966
  Faksimili : +6221 570 0916

  *Dalam laporan sebelumnya, BRI mencatat tidak adanya umpan balik yang diterima sehingga tidak ada tindak lanjut yang dilakukan [G.3]
Page 298
                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2025
            Climate-related   Sustainability-related   General Sustainability
Pengantar
               Disclosure          Disclosure            Topic Disclosure
                                                                                Lampiran   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   298

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.64 MB
Published19 Mar 2026
Pages298
Characters2,017,591
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Hery Gunardi p.6 ×3
linked org PT Bank Rakyat p.7
linked org Permodalan Nasional Madani p.10 ×2
linked person Kartika Wirjoatmodjo p.11 ×2
linked person Parman Nataatmadja p.12
linked person Awan Nurmawan Nuh p.12
linked person Edi Susianto p.12
linked person Helvi Yuni Moraza p.12
linked person Lukmanul Khakim p.12
linked person Achmad Royadi p.13
linked person Mahdi Yusuf p.13
linked person Saladin Dharma Nugraha Effendi p.13
linked person Riko Adythia p.13
linked person Hakim Putratama p.13
linked person Akhmad Purwakajaya p.13
linked person Farida Thamrin p.13
linked person Aquarius Rudianto p.13
linked person Alexander Dippo Paris Y. S. p.13
linked person Ety Yuniarti p.13
linked person Aris Hartanto p.13
linked org Bank Raya Indonesia Tbk p.15 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.1 ×230
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×10
possible org PT Pegadaian p.15
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×2
unresolved org BRI Global Financial Services Ltd p.4 ×2
unresolved org PT Decar Verite Asia p.5
unresolved org Indonesia (Persero) Tbk p.7
unresolved person Micro · Direktur Operations p.13 ×2
unresolved person Commercial Banking · Direktur p.13
unresolved org Pengaturan BUMN p.14
unresolved org PT Asuransi BRI Life p.15
unresolved org PT BRI Multifinance Indonesia p.15
unresolved org PT BRI Danareksa Sekuritas p.15
unresolved org PT BRI Ventura Investama p.15
unresolved org PT BRI Asuransi Indonesia p.15
unresolved org PT BRI Manajemen Investasi p.15
unresolved org BRI (Persero) Tbk p.15 ×2
unresolved org Bank Merumuskan p.19
unresolved person Forum Komunikasi · Direktur p.19
unresolved org Internasional · Anggota p.19 ×2
unresolved org Kementerian BUMN p.22
unresolved org PT Multi p.22
unresolved person Sustainalytics · Member p.23
unresolved org Pengurus p.31
unresolved — Materialit · Penilai p.33
unresolved org Nasional Penanggulangan Bencana p.53
unresolved org Kementerian Kehutanan dan Lingkungan p.64
unresolved person Time Horizon · Komisaris p.112

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result