Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 53
Page 1
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT d1/
Page 2
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 3
Laporan Perubahan Ekuitas 4
Laporan Arus Kas 5
Catatan atas Laporan Keuangan 6
Page 3
Page 4
Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Epiwalk Office Suites 7th Floor Unit B 708, Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940
Tel : +62 21 299 122 72 , +62 21 299 124 73
E-mail : mgnainggolan@kapmgn.co.id , kapmgn@gmail.com
Web : www.kapmgn.co.id
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Nomor: 00010/2.1104/AU.1/05/0147-5/1/III/2026
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (“Perusahaan”), yang
terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2025, serta laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi material.
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2025 serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan sesuai dengan Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia, sebagaimana berlaku untuk audit atas laporan keuangan entitas dengan akuntabilitas publik di
Indonesia. Kami juga telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami
yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis
bagi opini audit kami.
Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling
signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal tersebut disampaikan dalam konteks
audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan
keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.
Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut:
1. Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
Pada tanggal 31 Desember 2025 piutang usaha bruto sebesar Rp 20.902.553.577 yang mencakup
29,48% dari total aset Perusahaan. Perusahaan telah membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 658.572.788 pada tanggal 31 Desember 2025.
Sesuai dengan PSAK 109 Instrumen Keuangan, Perusahaan menentukan penyisihan penurunan nilai
piutang usaha yang dihitung secara kolektif dengan menggunakan model yang dipengaruhi oleh
sejumlah input yang dapat diobservasi oleh manajemen. Asumsi dan parameter yang digunakan dalam
perhitungan didasarkan pada data historis dan data kredit pelanggan saat ini, dan termasuk tunggakan
pelanggan yang tercermin dalam skedul umur piutang.
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Registered Public Accountants
License : KMK No. 300/KM.1/2017
Page 5
Tingkat kerugian historis kemudian disesuaikan untuk mencerminkan informasi saat ini dan informasi
yang bersifat perkiraan masa depan (forward looking) dari faktor-faktor ekonomi makro yang dapat
memengaruhi pelunasan piutang pelanggan. Penilaian ini melibatkan estimasi manajemen yang
signifikan.
Respon kami atas Hal Audit Utama:
• Kami memperoleh pemahaman dan melaksanakan prosedur untuk mengevaluasi desain dan
implementasi dari pengendalian internal manajemen yang relevan sehubungan dengan penyisihan
kredit ekspektasian atas piutang usaha;
• Kami mengevaluasi kesesuaian model kerugian kredit ekspektasian yang digunakan dan menguji
kewajaran asumsi utama (yaitu definisi gagal bayar, pengelompokkan berbagai segmen pelanggan,
karakteristik risiko kredit dan informasi masa depan (forward looking) yang digunakan oleh
manajemen untuk mengestimasi cadangan kerugian kredit ekpektasian;
• Kami melakukan perhitungan kembali kerugian kredit ekspektasian secara independen dengan
menggunakan pengelompokan umur piutang dan menggunakan tingkat inflasi pada tahun berjalan;
• Kami menilai apakah asumsi yang digunakan oleh manajemen didukung oleh data historis dan data
tingkat kerugian aktual;
• Kami menilai kecukupan pengungkapan terkait penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha
dalam konteks persyaratan pengungkapan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Kami yakin
bahwa pengungkapan yang tepat telah dilakukan.
2. Penilaian Persediaan
Lihat Catatan 2.h (Informasi kebijakan akuntansi material) yang berkaitan dengan Persediaan dan
Catatan 7 untuk pengungkapan yang relevan.
Perusahaan mengakui persediaan sebesar Rp 16.743.766.766 pada tanggal 31 Desember 2025 atau
setara dengan 23,62% dari total aset Perusahaan. Perusahaan diharuskan untuk menguji adanya
penurunan nilai atas Persediaan usang yang ditentukan berdasarkan PSAK 236 “Penurunan Nilai
Aset”.
Respon kami atas Hal Audit Utama:
• Memahami kebijakan akuntansi Perusahaan terkait penilaian persediaan dan penentuan nilai
realisasi neto.
• Melakukan diskusi dan permintaan keterangan kepada manajemen mengenai rencana penjualan
dan prospek pasar atas persediaan yang telah lama tersimpan.
• Menelaah analisis umur persediaan untuk mengidentifikasi persediaan yang bergerak lambat dan
usang.
• Menghitung penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan metode uji nilai realisasi neto.
• Mengevaluasi bukti pendukung yang tersedia dan observasi atas kondisi fisik persediaan.
• Mengevaluasi kecukupan pengungkapan terkait persediaan dalam laporan keuangan.
Informasi Lain
Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum
dalam Laporan Tahunan 2025 ("Laporan Tahunan"), tetapi tidak mencantumkan laporan keuangan dan
laporan auditor kami. Laporan tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor
ini.
Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak
menyatakan bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.
Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk membaca
Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan apakah Laporan
Tahunan mengandung ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan atau pemahaman yang
kami peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.
Page 6
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan Keuangan Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya. Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan Perusahaan. Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut. Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga: • Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, merancang dan melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal. • Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas efektivitas pengendalian internal Perusahaan. • Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen. • Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
Page 7
• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar. Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit. Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, langkah yang diambil untuk menghilangkan ancaman atau pengamanan yang diterapkan. Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut. Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan Maurice Ganda Nainggolan Izin Akuntan Publik No. AP.0147 Jakarta, 17 Maret 2026
Page 8
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 4 29.143.661.047 30.278.974.317
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 5 20.243.980.789 25.881.126.929
Piutang Lain-lain Pihak Ketiga 6 179.986.978 197.831.403
Persediaan 7 16.743.766.766 6.460.945.991
Uang Muka 8 72.040.000 3.418.943.556
Aset Pajak Tangguhan 12.b 516.970.276 338.430.450
Jumlah Aset Lancar 66.900.405.856 66.576.252.646
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 9 3.569.531.647 3.181.593.075
Aset Hak-Guna 10 406.666.667 16.666.667
Uang Jaminan 11 20.000.000 20.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.996.198.314 3.218.259.742
JUMLAH ASET 70.896.604.170 69.794.512.388
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-1-
Page 9
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek 17.a 4.345.741.378 6.082.121.484
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 13 7.807.122.635 7.426.493.877
Beban Akrual 14 132.027.543 154.271.876
Uang Muka Pelanggan 15 3.652.400.000 1.864.090.987
Utang Pajak 12.a 424.269.078 461.389.755
Bagian Lancar dari Pinjaman Jangka Panjang
Utang Pembiayaan Aset Tetap 16 680.582.019 698.905.606
Utang Bank 17.b 80.000.004 80.000.004
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 17.122.142.657 16.767.273.589
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman Jangka Panjang Setelah
Dikurangi Bagian Lancar
Utang Pembiayaan Aset Tetap 16 494.551.010 600.748.319
Utang Bank 17.b 498.333.290 798.333.304
Liabilitas Imbalan Pascakerja 18 1.551.008.000 1.234.894.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.543.892.300 2.633.975.623
JUMLAH LIABILITAS 19.666.034.957 19.401.249.212
EKUITAS
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 20 per Saham
Modal Dasar 1.820.000.000 Saham
Modal Ditempatkan dan Disetor
650.008.775 Saham 19.a 13.000.175.500 13.000.175.500
Tambahan Modal Disetor 19.b 33.048.522.645 33.048.522.645
Penghasilan Komprehensif Lain 20 297.372.956 187.154.276
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 19.c 300.000.000 200.000.000
Tidak Ditentukan Penggunaannya 19.c 4.584.498.112 3.957.410.755
JUMLAH EKUITAS 51.230.569.213 50.393.263.176
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 70.896.604.170 69.794.512.388
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-2-
Page 10
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
PENJUALAN 21 67.712.609.415 78.252.446.798
BEBAN POKOK PENJUALAN 22 (37.808.549.916) (52.222.352.801)
LABA BRUTO 29.904.059.499 26.030.093.997
Beban Penjualan 23 (16.240.094.020) (13.457.422.157)
Beban Umum dan Administrasi 24 (12.053.832.600) (9.971.030.838)
Pendapatan (Beban) Lain-lain-Bersih 25 270.427.076 236.619.222
Beban Bunga dan Keuangan 26 (662.966.244) (810.768.389)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 1.217.593.711 2.027.491.835
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan:
Pajak Kini 12.b (700.133.500) (777.875.340)
Pajak Tangguhan 12.c 209.627.146 (294.319.692)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 727.087.357 955.296.803
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 18,20 141.306.000 267.888.000
Pajak Penghasilan Terkait 18,20 (31.087.320) (52.787.104)
LABA KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN 837.306.037 1.170.397.699
LABA PER SAHAM 27 1,12 1,47
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-3-
Page 11
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo Laba
Tambahan Penghasilan Ditentukan Tidak Ditentukan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Komprehensif Lain Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2024 13.000.000.000 33.047.118.645 (27.946.620) 100.000.000 3.102.113.952 49.221.285.977
Laba Tahun Berjalan - - - - 955.296.803 955.296.803
Setoran Modal melalui
Pelaksanaan Waran 19 175.500 - - - - 175.500
Penerimaan Agio Saham
Sehubungan dengan
Pelaksanaan Waran 19 - 1.404.000 - - - 1.404.000
Cadangan Wajib 19 - - - 100.000.000 (100.000.000) -
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 18,20 - - 215.100.896 - - 215.100.896
Saldo per 31 Desember 2024 13.000.175.500 33.048.522.645 187.154.276 200.000.000 3.957.410.755 50.393.263.176
Laba Tahun Berjalan - - - - 727.087.357 727.087.357
Cadangan Wajib 19 100.000.000 (100.000.000) -
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 18,20 - - 110.218.680 - - 110.218.680
Saldo per 31 Desember 2025 13.000.175.500 33.048.522.645 297.372.956 300.000.000 4.584.498.112 51.230.569.213
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-4-
Page 12
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 5, 15, 21 75.138.064.568 67.521.067.173
7, 8, 10,12.a
Pembayaran kepada Pemasok 14,15,17,18, 20 (46.618.867.893) (42.345.996.609)
Pembayaran Beban Operasional Lainnya 6, 12, 24 (16.213.455.617) (15.833.902.131)
Pembayaran kepada Karyawan 12,18,24 (8.420.048.917) (6.019.842.992)
Pembayaran Pajak Penghasilan 12 (765.127.131) (765.163.475)
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan 26 (662.966.244) (810.768.389)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 2.457.598.766 1.745.393.577
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap 9, 28 (898.451.837) (724.826.099)
Hasil Penjualan Aset Tetap 9 120.000.000 -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (778.451.837) (724.826.099)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pinjaman Bank
Penerimaan 17 1.830.880.588 1.100.000.000
Pembayaran 17 (3.867.260.708) (1.736.918.402)
Setoran Modal dari Pelaksanaan Waran 19.a - 175.500
Penerimaan atas Agio Saham sehubungan
Dengan Pelaksanaan Waran 19.b - 1.404.000
Pembayaran Utang Pembiayaan Aset Tetap 16 (778.080.079) (394.890.617)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (2.814.460.199) (1.030.229.519)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (1.135.313.270) (9.662.041)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 30.278.974.317 30.288.636.358
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 29.143.661.047 30.278.974.317
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-5-
Page 13
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Lupromax Pelumas Indonesia (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Karya Pelumas
Indonesia berdasarkan akta notaris No. 42 tanggal 27 Februari 2017 dari Meissie Pholuan,
S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-0009689.AH.01.01. Tahun
2017 tanggal 1 Maret 2017.
Pada tanggal 4 September 2017 berdasarkan akta notaris No. 211 dari R.F. Limpele, S.H.,
Notaris di Jakarta, Perusahaan merubah nama menjadi PT Lupromax Pelumas Indonesia
dan akta perubahan ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-0018561.AH.01.02. Tahun 2017 tanggal
9 September 2017. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan.
Perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta notaris No. 12 tanggal 2 Februari
2024 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn., di Jakarta mengenai perubahan modal
dasar, modal ditempatkan dan disetor Perusahaan. Akta perubahan ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.03-0032692 Tahun 2024.
Perusahaan berdomisili di Ruko Graha Boulevard, Jl. Raya Gading Serpong Blok A No.15,
Desa/Kelurahan Curug Sangereng, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Provinsi Banten
15333.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah di bidang perdagangan umum, jasa, pembangunan, pengangkutan, perbengkelan,
dan perindustrian. Kegiatan utama Perusahaan adalah dibidang pembuatan minyak pelumas.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersil pada tahun 2017. Saat ini kegiatan
Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam industrI perdagangan besar minyak pelumas,
dengan Merek “Lupromax”.
Berdasarkan surat keputusan perpanjangan jangka waktu perlindungan merek Lupromax-
Superior dengan Nomor pendaftaran IDM000455932 dan jangka waktu penggunaan Merek
Lupromax berlaku selama 10 tahun dari 24 Oktober 2022 sampai 24 Oktober 2032 dan
pemilik merek adalah Magna International Pte., Ltd. Saat ini, Perusahaan merupakan
distributor resmi dari pelumas dengan merek Lupromax di Indonesia yang berperan sebagai
Principle di Indonesia.
Jumlah karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
adalah 45 dan 39 orang (tidak diaudit).
1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai
berikut:
31 Desember 2025 dan 2024
Dewan Komisaris
Komisaris : Trisno Harnadi
Komisaris Independen : Iman Turmansah
Dewan Direksi
Direktur Utama : Kartiko Soemargono
Direktur : Sofia Tanizar
-6-
Page 14
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan Akta No. 149 tanggal 24 Maret 2023 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H.,
M.Kn., Notaris di Kota Jakarta Selatan yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-0018457.AH.01.02 tahun 2023, tanggal 27 Maret 2023.
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk
No. 013/SK/DIR/LPI/III/2023 tanggal 27 Maret 2023, Perusahaan mengangkat Komite Audit
adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Iman Turmansah
Anggota Komite Audit : Dadang Sutra Mulyadi
Anggota Komite Audit : Yuni Andriani
Pengendali terakhir Perusahaan adalah Kartiko Soemargono.
1.c. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 20 Juli 2023 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan suratnya No. S-2053/PM.02/2023 untuk
melakukan penawaran umum perdana 195.000.000 saham kepada masyarakat.
Pada tanggal 9 Agustus 2023, 455.000.000 saham milik Pemegang Saham Pendiri telah
tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
1.d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang
telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 17 Maret 2026.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
2.a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK)
No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik.
2.b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Perusahaan, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep
akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam
catatan atas laporan keuangan yang relevan.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan
pengeluaran kas dan bank yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini
disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.
-7-
Page 15
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Standar akuntansi revisian berikut berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025 relevan untuk
Perusahaan, tetapi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keuangan Perusahaan:
• Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Ketertukaran/ Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kurs
Valuta Asing terkait Kekurangan Ketertukaran.
Amandemen berikut yang relevan untuk Perusahaan akan efektif untuk tahun buku yang
dimulai pada:
1 Januari 2026
• Amendemen PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan: Klasifikasi dan
Pengukuran Instrumen Keuangan”.
• Amendemen PSAK 109 “Instrumen Keuangan: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan”.
• Penyesuaian Tahunan PSAK 107 ”Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
• Penyesuaian Tahunan PSAK 109 ”Instrumen Keuangan”.
• Penyesuaian Tahunan PSAK 207 ”Laporan Arus Kas”.
1 Januari 2027
• PSAK 118 ”Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.
Pada tanggal pengesahan laporan keuangan, Perusahaan sedang mempertimbangkan
implikasi dari penerapan standar-standar tersebut terhadap laporan keuangan Perusahaan.
2.d. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
i. Aset Keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus
kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan
tidak bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan
biaya-biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain,
dan uang jaminan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo
dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset
tidak lancar.
-8-
Page 16
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya
sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan
menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi.
Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Perusahaan terdiri
dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan uang jaminan.
2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi atau penghasilan
komprehensif lain.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain.
Penghentian pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1) Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2) Perusahaan telah mengalihkan hak kontraktual mereka untuk menerima arus kas
yang berasal dari aset keuangan atau memiliki hak kontraktual untuk menerima arus
kas yang berasal dari aset keuangan, tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual
untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak
penerima.
ii. Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
-9-
Page 17
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Penghentian pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau
dibatalkan atau kadaluarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari
pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau
modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran
atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan
pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui
dalam laporan laba rugi.
iii. Instrumen Keuangan Disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan
secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan. Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di masa
yang akan datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan
dalam keadaan lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak
lawan.
iv. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Perusahaan menilai instrumen keuangan, sebesar nilai wajar pada setiap tanggal laporan
posisi keuangan. Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset
atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur
antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan
bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
• Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
• Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling
menguntungkan.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar utamanya bertindak untuk kepentingan ekonomi terbaik mereka.
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku
pasar dalam menghasilkan manfaat ekonomi tertinggi dalam penggunaan aset atau
dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
secara maksimal.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan dimana
data memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input
yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input relevan yang
tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan
keuangan dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, sebagaimana dijelaskan di
bawah ini, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas pengukuran nilai
wajar secara keseluruhan:
- 10 -
Page 18
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
• Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau
liabilitas yang identik;
• Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana input level terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar yang dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak
langsung;
• Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana input level terendah yang signifikan terhadap
pengukuran yang tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui sebesar nilai wajar dalam laporan keuangan secara
berulang, Perusahaan menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam hierarki
dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan
dalam pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada setiap akhir tahun pelaporan.
Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Perusahaan telah menentukan kategori aset dan
liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko dari aset atau liabilitas tersebut, dan
level hierarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.
Penyesuaian risiko kredit
Perusahaan melakukan penyesuaian harga dalam kondisi pasar yang lebih
menguntungkan untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit di pihak lawan
antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang sedang
dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam menentukan nilai wajar liabilitas keuangan,
risiko kredit Perusahaan terkait dengan instrumen harus diperhitungkan.
2.e. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan.
Perusahaan menerapkan pendekatan umum PSAK 109 untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya
untuk semua piutang usaha dan aset keuangan lainnya.
Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang
terjadi atas instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang
terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan
kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat
tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas
kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal.
2.f. Transaksi Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, sebagaimana yang diuraikan
dalam PSAK 224: ”Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 32
atas laporan keuangan.
2.g. Transaksi dan Penjabaran dalam Mata Uang Asing
Mata uang fungsional dan penyajian akun - akun yang disertakan dalam laporan keuangan
Perusahaan diukur menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi dimana entitas
tersebut beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional dan penyajian.
- 11 -
Page 19
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan
kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul
dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs yang berlaku pada akhir tahun diakui
dalam laba rugi.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, kurs yang digunakan adalah kurs tengah dari
Bank Indonesia adalah sebagai berikut:
2025 2024
Dolar Singapura (”SGD”) 13.068 11.962
2.h. Persediaan
Berdasarkan PSAK 202. ”Persediaan”, persediaan dinyatakan menurut nilai terendah antara
harga perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
tertimbang.
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi
biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan
masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
2.i. Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada
biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang
dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diperlukan.
Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap
selain mesin dan peralatan diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada). Biaya perolehan termasuk pengeluaran-
pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung agar aset tetap tersebut siap
digunakan.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi
di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya
tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
pengakuannya pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya
perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus. Untuk mencatat jumlah
penyusutan selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun
Peralatan 4
Kendaraan 4 dan 8
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi.
Ketika aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.
- 12 -
Page 20
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto
hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
2.j. Transaksi Sewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan atau
mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Perusahaan dapat memilih untuk tidak mengakui
aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk:
1. Sewa dengan masa sewa 12 bulan atau kurang dan
2. Sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian, Perusahaan harus menilai apakah:
1. Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat
ekonomi dari penggunaan aset identifikasian; dan
2. Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian.
Perusahaan memiliki hak ini ketika Perusahaan memiliki hak untuk pengambilan
keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah
ditentukan sebelumnya:
1. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Perusahaan telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya
bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, aset hak-guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset hak-guna
diukur pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya
langsung awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum
tanggal mulai dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar
dan memindahkan aset pendasar.
Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana
aset hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Hak-Guna Masa Manfaat
Kantor 4 Tahun
Gudang 4 Tahun
Liabilitas Sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai
kini dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.
- 13 -
Page 21
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku
bunga pinjaman modal kerja pada tanggal dimulainya sewa. Setelah tanggal dimulainya,
jumlah kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi
untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat kewajiban sewa diukur
kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa.
Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Pendapatan sewa yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk
dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
2.k. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka, diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
2.l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali.
Penurunan nilai diakui untuk jumlah dimana jumlah tercatat aset melebihi jumlah
terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset
dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai.
Untuk tujuan pengujian terhadap penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil
yang dapat teridentifikasi dalam menghasilkan arus kas terpisah (unit penghasil kas). Aset
non-keuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan pemulihan dari
penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
2.m. Imbalan Kerja
Perusahaan mencatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai dengan Undang-Undang
No. 11 tahun 2020 tentang Ketenagakerjaan.
Berdasarkan PSAK 219, “Imbalan Kerja”, imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang
diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya
kepada Perusahaan dalam suatu periode akuntansi, liabilitas dan beban diukur dengan
menggunakan teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari
praktik kebiasaan Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan
dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen
untuk:
a. Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal,
atau
b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri
secara sukarela.
- 14 -
Page 22
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perusahaan telah menerapkan panduan dalam siaran pers dan klarifikasi pengatribusian
imbalan pada periode jasa untuk program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan
atau undang-undang cipta kerja beserta peraturan pelaksanaan (UU Ketenagakerjaan)
sesuai dengan yang diterbitkan oleh DSAK-IAI pada April 2022. Tidak terdapat pendanaan
yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pascakerja ini.
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit
yang dihitung oleh aktuaris independen setiap tahun. Pengukuran kembali, terdiri dari
keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan dari
imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam
laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan dalam penghasilan komprehensif
lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain
tercermin segera sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi pada periode
amendemen program.
Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti
dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai
berikut:
• Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
kurtailmen dan penyelesaian).
• Beban atau pendapatan bunga neto.
• Pengukuran kembali.
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi.
Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau
surplus aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari
perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk
pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan ke program.
2.n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan melakukan penerapan PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan
harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
a. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan.
c. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu
jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan
tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja
jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
d. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
e. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut.
- 15 -
Page 23
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih
ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus
diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas
kontrak disajikan dalam "Pendapatan tangguhan”.
Penjualan Barang
Perusahaan mengakui pendapatan ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan
dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset
dialihkan ketika pelanggan memeroleh pengendalian atas aset tersebut.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
2.o. Pajak Penghasilan
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau
dikurangkan pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak
dapat dikurangkan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan
yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Pajak tangguhan diakui atas perbedaan
temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan Perusahaan
dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak.
Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak.
Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga
perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika
perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (bukan kombinasi bisnis) dari aset dan
liabilitas suatu transaksi yang tidak memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain
itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan
awal goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang
diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan
dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada akhir periode pelaporan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan
dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia
dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak
tangguhan tersebut.
- 16 -
Page 24
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan
pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan
yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar
neto. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau
rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang
diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara
langsung di ekuitas) dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul
dari akuntansi awal untuk kombinasi bisnis. Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak
termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis.
2.p. Modal Saham
Biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan kepada penerbitan saham biasa
atau opsi disajikan pada ekuitas sebagai pengurang penerimaan, setelah dikurangi pajak.
Ketika Perusahaan membeli modal saham ekuitas Perusahaan (saham treasuri), imbalan
yang dibayar, termasuk biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan (dikurangi
pajak penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas
entitas sampai saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa
tersebut selanjutnya diterbitkan kembali, imbalan yang diterima, dikurangi biaya tambahan
transaksi yang terkait dan dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas
yang dapat diatribusikan kepada pemilik ekuitas Perusahaan.
2.q. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang dari
saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham
biasa yang dibeli kembali.
2.r. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada
publik dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun
tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG MATERIAL
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, yang dijelaskan dalam Catatan 2, Dewan Direksi
diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda
dari estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya memengaruhi periode itu, atau pada
periode revisi dan periode masa depan jika revisi memengaruhi kedua periode tersebut.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
pertimbangan kritis yang memiliki dampak material pada jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan, selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:
- 17 -
Page 25
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:
Penurunan Nilai Aset
Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari
penggunaan aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang sesuai
untuk menentukan nilai sekarang.
Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan
keuangan dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan
berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya kerugian
penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset
Perusahaan.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
Perusahaan mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan
tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan mempertimbangkan,
berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu
hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak
ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang
pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Provisi
spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima memengaruhi
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam
Catatan 5 atas laporan keuangan.
Imbalan Kerja
Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan
basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan
biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji dimasa datang. Setiap
perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas kewajiban imbalan pensiun.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji dimasa datang yang sesuai pada
akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang
dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
terkait. Dalam menentukan tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data
historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikan dengan perencanaan bisnis
masa mendatang.
Asumsi kunci lainnya untuk kewajiban pensiun sebagai dasar pada kondisi pasar saat ini, informasi
tambahan diungkapkan dalam Catatan 18.
- 18 -
Page 26
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna
Masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Perusahaan ditentukan berdasarkan kegunaan
yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis
internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan
disesuaikan apabila perkiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan
teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat
kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh
perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor
yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat memengaruhi jumlah beban
penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna.
Nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna masing-masing diungkapkan dalam Catatan 9 dan 10.
4. KAS DAN SETARA KAS
2025 2024
Kas 9.373.700 2.225.800
Bank
Bank Central Asia 4.053.721.521 35.547.766
Bank Rakyat Indonesia 41.707.290 996.687
Bank OCBC NISP 35.005.238 142.069.909
Bank Negara Indonesia 3.091.500 3.666.500
Bank Mandiri 529.935 93.125.792
Bank Maybank Indonesia 231.863 1.341.863
Sub Jumlah 4.134.287.347 276.748.517
Deposito Berjangka
Bank OCBC NISP 25.000.000.000 30.000.000.000
Sub Jumlah 25.000.000.000 30.000.000.000
Jumlah 29.143.661.047 30.278.974.317
Suku Bunga Deposito Berjangka per Tahun 1% 1%
Seluruh saldo kas dan setara kas ditempatkan pada pihak ketiga dan tidak dijaminkan.
5. PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA
2025 2024
PT Golden Jaguarasia 6.090.000.001 10.875.000.001
PT Oto Jaya Distribusindo 3.044.821.967 4.328.426.062
PT Anugerah Lampung Sejahtera 1.091.561.852 388.953.264
CV Lancar Rezeki Berkat Jaya 787.141.314 229.770.560
PT Rilexindo Pelumas Perkasa 760.438.488 518.867.088
PT Kencana Indotama Grafika 598.912.450 1.095.214.414
CV Danaswara 508.254.098 472.502.050
PT Bintang Timur Prima Lestari - Medan 491.415.600 -
PT Surya Vesakha Pamungkas 462.530.274 241.669.573
CV RR Auto Berkah 443.670.739 529.453.400
PT Sarana Solusi Mandiri 347.254.981 527.538.870
PT Oto Wira Eka Nusa 314.102.276 -
PT Bintang Timur Prima Lestari - Aceh 297.682.872 -
PT Wahana Putra Widodo - Bantul 198.343.800 -
PT Primason Indo Baru 171.766.902 699.131.020
- 19 -
Page 27
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
PT Veliz Niaga Utama 161.636.811 -
PT Wahana Putra Widodo - Wonosari 151.927.200 -
PT Hana Cahaya Bersama 139.998.598 188.115.663
Bengkel Automax 133.845.400 125.056.200
PT Monchelinka Anugerah Abadi 117.803.999 -
PT Delta Teguh Pratama 113.104.960 -
CV Hitam Manis 108.926.400 357.456.000
PT Estima Auto Berkah 106.112.400 -
PT Sriwijaya Andalan Sakti - 239.626.800
CV Primarindo Otomitra Sejahtera - 624.854.736
CV Central Celebes Perkasa - 813.206.541
Bengkel Putra Agung Motor - Serang - 171.421.600
CV Sinar Rejeki Jaya - 150.000.000
Lain-Lain (Dibawah Rp 100.000.000) 4.261.300.195 3.906.236.416
Total 20.902.553.577 26.482.500.258
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (658.572.788) (601.373.329)
Jumlah – Bersih 20.243.980.789 25.881.126.929
Umur piutang usaha per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Belum Jatuh Tempo 8.644.798.074 14.257.531.553
Jatuh Tempo:
1-30 hari 1.144.060.746 6.267.891.069
31-60 hari 253.113.452 1.258.664.790
61-90 hari 6.181.023.171 470.484.700
≥ 90 hari 4.679.558.134 4.227.928.146
Sub Jumlah 20.902.553.577 26.482.500.258
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (658.572.788) (601.373.329)
Jumlah - Bersih 20.243.980.789 25.881.126.929
Mutasi Cadangan Penurunan Nilai:
2025 2024
Saldo Awal 601.373.329 347.972.021
Penambahan Pencadangan (Catatan 24) 57.199.459 253.401.308
Jumlah 658.572.788 601.373.329
Perusahaan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kerugian kredit
ekspektasian dengan menelaah kolektibilitas saldo piutang secara kolektif dan mempertimbangkan
informasi makro ekonomi yang berorientasi ke masa depan dan relevan.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai
untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan
dan dicatat sebagai pendapatan lain-lain.
- 20 -
Page 28
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN DARI PIHAK KETIGA
2025 2024
Karyawan 179.986.978 197.831.403
Jumlah 179.986.978 197.831.403
7. PERSEDIAAN
2025 2024
Barang Jadi 11.542.009.550 4.492.759.280
Bahan Baku 4.485.088.122 1.888.683.889
Barang Material Promosi 716.669.094 79.502.822
Jumlah 16.743.766.766 6.460.945.991
Persediaan bahan baku merupakan persediaan yang akan digunakan dalam proses produksi berupa
minyak dasar dan bahan adiktif.
Persediaan barang jadi merupakan persediaan pelumas kendaraan yang siap untuk dijual.
Persediaan barang material promosi merupakan persediaan yang digunakan untuk promosi berupa
kanebo, kaos dan brosur.
Persediaan milik Perusahaan diasuransikan kepada PT Asuransi Sinar Mas terhadap risiko
kebakaran, kerusakan, pencurian, dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar
Rp 16.750.000.000.
Berdasarkan penelahaan pada akhir tahun, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua jenis
persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan sehingga tidak diperlukan
penyisihan penurunan nilai persediaan.
8. UANG MUKA
2025 2024
Perjalanan Dinas dan Promosi 72.040.000 32.500.000
Pembelian Bahan Baku - 3.386.443.556
Jumlah 72.040.000 3.418.943.556
9. ASET TETAP
31 Desember 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kendaraan 5.930.720.107 1.219.142.911 220.000.000 6.929.863.018
Peralatan 1.553.603.644 332.868.109 - 1.886.471.753
Jumlah 7.484.323.751 1.552.011.020 220.000.000 8.816.334.771
Akumulasi Penyusutan
Kendaraan 3.222.484.518 770.724.080 50.416.667 3.942.791.931
Peralatan 1.080.246.158 223.765.035 - 1.304.011.193
Jumlah 4.302.730.676 994.489.115 50.416.667 5.246.803.124
Nilai Buku 3.181.593.075 3.569.531.647
- 21 -
Page 29
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kendaraan 4.538.451.034 1.392.269.073 - 5.930.720.107
Peralatan 1.190.647.718 362.955.926 - 1.553.603.644
Jumlah 5.729.098.752 1.755.224.999 - 7.484.323.751
Akumulasi Penyusutan
Kendaraan 2.558.143.519 664.340.999 - 3.222.484.518
Peralatan 890.398.986 189.847.172 - 1.080.246.158
Jumlah 3.448.542.505 854.188.171 - 4.302.730.676
Nilai Buku 2.280.556.247 3.181.593.075
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
Beban Pokok Penjualan (Catatan 22) 168.552.383 219.687.125
Beban Administrasi dan Umum (Catatan 24) 825.936.732 634.501.046
Jumlah 994.489.115 854.188.171
Perhitungan kerugian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
2025
Harga Jual 120.000.000
Dikurangi Nilai Buku
Biaya Perolehan:
Kendaraan 220.000.000
Akumulasi Penyusutan (50.416.667)
Nilai Buku 169.583.333
Rugi Penjualan Aset Tetap-Bersih (Catatan 25) (49.583.333)
Aset milik Perusahaan berupa kendaraan, diasuransikan kepada PT Malacca Trust Wuwungan
Insurance Tbk terhadap risiko pencurian, tabrakan, perbuatan jahat, kebakaran, petir, ledakan,
kejatuhan pesawat terbang, asap dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar
Rp 403.100.000, dengan jangka waktu 17 September 2025 sampai dengan tanggal 17 September
2026.
Aset milik Perusahaan berupa kendaraan, diasuransikan kepada PT KB Insurance Indonesia
terhadap risiko pencurian, tabrakan, perbuatan jahat, kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat
terbang, asap dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 872.000.000, dengan
jangka waktu 30 Maret 2025 sampai dengan tanggal 30 Maret 2026.
Aset milik Perusahaan berupa kendaraan, diasuransikan kepada PT Asuransi Simas Insurtech dan
PT Asuransi Sinar Mas terhadap risiko pencurian, tabrakan, perbuatan jahat, kebakaran, petir,
ledakan, kejatuhan pesawat terbang, asap dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar
Rp 458.000.000, dengan jangka waktu 14 Agustus 2025 sampai dengan tanggal 14 Agustus 2026.
Perusahaan melakukan perpanjangan asuransi aset milik Perusahaan berupa kendaraan kepada
PT Asuransi Umum BCA terhadap risiko pencurian, tabrakan, perbuatan jahat, kebakaran, petir,
ledakan, kejatuhan pesawat terbang, asap dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar
Rp 3.082.350.000 dengan jangka waktu 16 Oktober 2024 sampai dengan tanggal 6 November 2027.
Perusahaan melakukan perpanjangan asuransi BCA Insurance atas bangunan dan perlengkapan
dengan perjanjian terakhir dimulai dari 16 Oktober 2025 sampai dengan 16 Oktober 2026 dengan
nilai pertanggungan sebesar Rp 760.000.000.
- 22 -
Page 30
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut dapat menutup kemungkinan
kerugian akibat risiko - risiko tersebut.
10. ASET HAK-GUNA
2025 2024
Harga Perolehan 1.540.000.000 920.000.000
Akumulasi Penyusutan (1.133.333.333) (903.333.333)
Jumlah 406.666.667 16.666.667
Beban penyusutan aset hak-guna dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
Beban Pokok Penjualan (Catatan 22) 130.000.000 130.000.000
Beban Administrasi dan Umum (Catatan 24) 100.000.000 100.000.000
Jumlah 230.000.000 230.000.000
• Perusahaan melakukan perpanjangan perjanjian sewa-menyewa ruko dengan Tn. Tiurida Barita
Pittauli Hutabarat atas bangunan pergudangan EHA yang terletak di Jl. Legok Raya KM 6
No. 77 Blok A5 Carang Pulang Medang Legok, Tangerang. Sewa tersebut untuk periode 2 tahun
sejak 1 Januari 2025 sampai dengan 31 Desember 2026 dengan total nilai sewa sebesar
Rp 260.000.000.
• Perusahaan melakukan perpanjangan perjanjian sewa-menyewa ruko dengan Tn. Tiurida Barita
Pittauli Hutabarat atas bangunan pergudangan EHA yang terletak di Jl. Legok Raya KM 6
No. 77 Blok B6 Carang Pulang Medang Legok, Tangerang. Sewa tersebut untuk periode 2 tahun
sejak 1 Maret 2025 sampai dengan 28 Februari 2027 dengan total nilai sewa sebesar
Rp 260.000.000.
• Perusahaan mengadakan perpanjangan perjanjian sewa-menyewa ruko dengan Tn. Kartiko
Soemargono pada tanggal 1 Maret 2021 atas bangunan ruko yang terletak di Jl. Raya Gading
Serpong Blok A No. 15 Kel. Curug Sangereng, Kec. Kelapa Dua, Tangerang - Banten. Sewa
tersebut untuk periode 1 tahun sejak 1 Maret 2025 sampai dengan 28 Februari 2026 dengan total
nilai sewa sebesar Rp 100.000.000.
• Perusahaan mengadakan perjanjian sewa-menyewa ruko dengan Tn. Kartiko Soemargono pada
tanggal 1 Maret 2021 atas bangunan ruko yang terletak di Jl. Raya Gading Serpong Blok A
No. 15 Kel. Curug Sangereng, Kec. Kelapa Dua, Tangerang - Banten. Sewa tersebut untuk
periode 4 tahun sejak 1 Maret 2021 sampai dengan 28 Februari 2025 dengan total nilai sewa
sebesar Rp 400.000.000.
• Perusahaan mengadakan perjanjian sewa-menyewa dengan Holland H. Simanjuntak berdasarkan
perjanjian tanggal 28 Desember 2020 atas bangunan seluas 360 m2 dengan Sertifikat Hak Milik
No. 12.10.15.13.1.01719 atas nama Holland H. Simanjuntak yang terletak di Jl. Legok Raya KM 6
No. 77 Carang Pulang Medang Legok, Tangerang. Masa sewa ini berlaku selama 2 tahun sejak
1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2022 dengan nilai sewa sebesar Rp 260.000.000,
selanjutnya terdapat addendum perjanjian sewa tersebut tertanggal 1 Januari 2023 dengan
perpanjangan masa sewa sejak 1 Januari 2023 sampai dengan 31 Desember 2024 dengan
penambahan nilai sewa sebesar Rp 260.000.000.
11. UANG JAMINAN
2025 2024
Jaminan Sewa 20.000.000 20.000.000
Jumlah 20.000.000 20.000.000
- 23 -
Page 31
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Merupakan deposit sewa gudang yang terletak di jalan raya Legok KM. 6 No. 77 Carang Pulang
Medang Legok, Tangerang-Banten.
12. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
2025 2024
Pajak Pertambahan Nilai – Bersih 316.545.479 315.431.858
Pajak Penghasilan
Pasal 4 ayat 2 4.078.336 85.424
Pasal 21 39.390.517 23.476.605
Pasal 23 8.648.980 1.796.471
Pasal 25 51.141.073 110.171.771
Pasal 29
Tahun 2025 4.464.693 -
Tahun 2024 - 10.427.626
Jumlah 424.269.078 461.389.755
b. Pajak Penghasilan Badan
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain dengan laba fiskal adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba Sebelum Pajak 1.217.593.711 2.027.491.835
Beda Temporer:
Beban Imbalan Pascakerja 457.420.000 579.358.000
Beban Penyusutan Aset Tetap 198.289.821 (58.005.725)
Beban Penyisihan Penurunan Nilai Piutang 57.199.459 253.401.308
Pembayaran Pesangon - (34.502.000)
Beda Tetap:
Beban Pajak 95.578.504 26.489.011
Kerugian Pelepasan Aset 49.583.333 -
Beban yang Tidak Dapat Dikurangkan Secara
Pajak 1.106.760.394 741.565.310
Jumlah Koreksi Fiskal Bersih 1.964.831.511 1.508.305.904
Penghasilan Kena Pajak 3.182.425.222 3.535.797.739
Penghasilan Kena Pajak (Pembulatan) 3.182.425.000 3.535.797.000
Beban Pajak
Non Fasilitas 700.133.500 777.875.340
Taksiran Beban Pajak Kini 700.133.500 777.875.340
Dikurangi pajak penghasilan dibayar dimuka:
Pasal 22 114.799.453 164.182.463
Pasal 25 580.869.354 603.265.251
Jumlah 695.668.807 767.447.714
Taksiran Utang Pajak Penghasilan Pasal 29 4.464.693 10.427.626
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan Pajak
Penghasilan Badan.
- 24 -
Page 32
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
c. Pajak Tangguhan
Dikreditkan
(dibebankan)
Dikreditkan ke Penghasilan
31 Desember (dibebankan) Komprehensif 31 Desember
2024 ke laba rugi Lain 2025
Aset Tetap (12.761.259) 43.623.761 - 30.862.502
Piutang Usaha 132.302.133 12.583.881 - 144.886.014
Imbalan Pascakerja 218.889.576 153.419.504 (31.087.320) 341.221.760
Jumlah Aset Pajak
Tangguhan 338.430.450 209.627.146 (31.087.320) 516.970.276
Dikreditkan
(dibebankan)
Dikreditkan ke Penghasilan
31 Desember (dibebankan) Komprehensif 31 Desember
2023 ke laba rugi Lain 2024
Aset Tetap 377.804.760 (390.566.020) - (12.761.259)
Piutang Usaha 76.553.845 55.748.288 - 132.302.133
Imbalan Pascakerja 231.178.640 40.498.040 (52.787.104) 218.889.576
Jumlah Aset Pajak
Tangguhan 685.537.245 (294.319.692) (52.787.104) 338.430.450
13. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA
2025 2024
Rupiah
PT Pacific Lubritama Indonesia 4.028.437.846 2.896.716.147
PT Nusaraya Putra Mandiri 1.891.528.808 1.272.560.992
PT Usaha Bersama Sukses 506.153.207 280.342.443
PT Grafindo Jaya Pacific 361.285.020 171.671.580
PT Dwi Prima Rezeky 126.285.677 58.308.300
PT Surya Terang Pratama 93.600.040 149.760.063
PT Sinar Alam Abadijaya - 365.793.759
Lain-lain (dibawah Rp 100.000.000) 159.931.281 257.058.092
Sub Jumlah 7.167.221.879 5.452.211.376
Dolar Singapura
Lupromax International Pte., Ltd 639.900.756 1.974.282.501
Sub Jumlah 639.900.756 1.974.282.501
Jumlah 7.807.122.635 7.426.493.877
Rincian umur utang usaha adalah sebagai berikut:
2025 2024
Belum Jatuh Tempo 4.088.152.945 3.836.596.575
Jatuh Tempo:
1-30 hari - -
31-60 hari 2.912.231.524 2.543.415.168
61-90 hari 166.677.570 61.350.402
≥ 90 hari 640.060.596 985.131.732
Jumlah 7.807.122.635 7.426.493.877
- 25 -
Page 33
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
14. BEBAN AKRUAL
2025 2024
Operasional 132.027.543 154.271.876
Jumlah 132.027.543 154.271.876
15. UANG MUKA PELANGGAN
2025 2024
PT Pulau Seroja Jaya 3.302.400.000 1.114.090.987
PT Anugerah Lampung Sejahtera 350.000.000 -
PT Golden Jaguarasia - 750.000.000
Jumlah 3.652.400.000 1.864.090.987
Merupakan uang muka yang dibayarkan oleh pelanggan kepada Perusahaan yang belum memenuhi
kriteria penjualan.
16. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP
2025 2024
Rincian Utang Pembelian Aset Tetap
Berdasarkan Jatuh Tempo 680.582.019 698.905.606
Lebih dari Satu Tahun dan Kurang dari Lima Tahun 494.551.010 600.748.319
Nilai Sekarang Atas Pembayaran Minimum Utang
Pembiayaan 1.175.133.029 1.299.653.925
Dikurangi bagian yang Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu
Tahun 680.582.019 698.905.606
Bagian Jangka Panjang 494.551.010 600.748.319
• Pada tanggal 26 September 2025, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Toyota Calya 1.2 G
A/T dengan memeroleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu
fasilitas selama 3 (tiga) tahun dari periode 26 September 2025 sampai dengan 27 Agustus 2028
dengan suku bunga per tahun sebesar 2,25%.
• Pada tanggal 22 Maret 2025, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Honda HRV 1.5 SE CVT
dengan memeroleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu fasilitas
selama 3 (tiga) tahun dari periode 22 Maret 2025 sampai dengan 22 Februari 2028 dengan
suku bunga per tahun sebesar 2,88%.
• Pada tanggal 19 Maret 2025, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza 1.5 G
CVT dengan memeroleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu
fasilitas selama 3 (tiga) tahun dari periode 19 Maret 2025 sampai dengan 19 Februari 2028
dengan suku bunga per tahun sebesar 2,88%.
• Pada tanggal 6 November 2024, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Toyota Innova 2.4 G
A/T dengan memeroleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu
fasilitas selama 3 (tiga) tahun dari periode 6 November 2024 sampai dengan 6 Oktober 2027
dengan suku bunga per tahun sebesar 2,45%.
- 26 -
Page 34
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
• Pada tanggal 16 Oktober 2024, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Toyota Yaris Cross
1.5 S HYBRID dengan memeroleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka
waktu fasilitas selama 3 (tiga) tahun dari periode 16 Oktober 2024 sampai dengan
16 September 2027 dengan suku bunga per tahun sebesar 2,45%.
• Pada tanggal 1 February 2024, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Mitsubishi Canter
dengan memeroleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu fasilitas
selama 3 (tiga) tahun dari periode 1 Februari 2024 sampai dengan 1 Juli 2027.
17. UTANG BANK
a. Utang Bank Jangka Pendek
2025 2024
Bank Central Asia 4.345.741.378 6.082.121.484
Jumlah 4.345.741.378 6.082.121.484
b. Utang Bank Jangka Panjang
2025 2024
Bank Central Asia 578.333.294 878.333.308
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun: 80.000.004 80.000.004
Bagian Jangka Panjang 498.333.290 798.333.304
Rincian angsuran di masa mendatang atas utang jangka panjang dari bank adalah sebagai berikut:
Jatuh Tempo 2025 2024
2025 - 6.162.121.488
2026 4.425.741.382 80.000.004
2027 80.000.004 80.000.004
2028 418.333.286 638.333.296
Total Angsuran 4.924.074.672 6.960.454.792
a) Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu (SPPJ)
No. 00133/SYP/SPPJ/2025 tanggal 9 April 2025 telah diperbaharui beberapa ketentuan menjadi
sebagai berikut:
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran 1:
Plafon : Rp 4.000.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 5 Mei 2025 sampai
dengan 5 Mei 2026.
Suku Bunga : 10,5% p.a.
Provisi : 0,5%.
Biaya Administrasi : Rp 7.500.000
- 27 -
Page 35
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu (SPPJ)
No. 00157/SYP/SPPJ/2024 tanggal 25 April 2024 telah diperbaharui beberapa ketentuan menjadi
sebagai berikut:
Plafon : Rp 4.000.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 5 Mei 2024 sampai
dengan 5 Mei 2025.
Suku Bunga : 10,5% p.a.
Provisi : 0,5%.
b) Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu (SPPJ)
No. 00133/SYP/SPPJ/2025 tanggal 9 April 2025 telah diperbaharui beberapa ketentuan menjadi
sebagai berikut:
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran 2:
Plafon : Rp 2.100.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 5 Mei 2025 sampai
dengan 5 Mei 2026.
Suku Bunga : 9,5% p.a.
Provisi : 0,5%.
Biaya Administrasi : Rp 7.500.000.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu (SPPJ)
No. 00157/SYP/SPPJ/2024 tanggal 25 April 2024 telah diperbaharui beberapa ketentuan menjadi
sebagai berikut:
Plafon : Rp 2.100.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 5 Mei 2024 sampai
dengan 5 Mei 2025.
Suku Bunga : 9,5% p.a.
Provisi : 0,5%.
c) Berdasarkan surat Perjanjian Pinjaman Kredit Nomor 00474/0980S/SPPK/2022 tanggal 31 Mei
2022 sebagai berikut:
Fasilitas Installment Loan 1:
Plafon : Rp 400.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja.
Jangka Waktu : 24 (dua puluh empat) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 22 Juni 2024
sampai dengan 22 Juni 2026.
Suku Bunga : 8,75% p.a.
Agunan : • Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor 02712. terletak dalam
Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kecamatan Serpong,
Kelurahan Cilenggang, setempat dikenal sebagai Blok L.1
No. 5 seluas 153 m2 terdaftar atas nama Evyana Soemargono.
• Bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan.
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut
sifatnya. peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai
barang tidak bergerak. tidak ada yang dikecualikan.
- 28 -
Page 36
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
d) Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu (SPPJ)
No. 00133/SYP/SPPJ/2025 tanggal 9 April 2025 telah diperbaharui beberapa ketentuan menjadi
sebagai berikut:
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran 3:
Plafon : Rp 900.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 5 Mei 2025 sampai
dengan 5 Mei 2026.
Suku Bunga : 10.5% p.a.
Provisi : 0,5%.
Biaya Administrasi : Rp 7.500.000.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu (SPPJ)
No. 00157/SYP/SPPJ/2024 tanggal 25 April 2024 telah diperbaharui beberapa ketentuan menjadi
sebagai berikut:
Plafon : Rp 900.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 5 Mei 2024 sampai
dengan 5 Mei 2025.
Suku Bunga : 10.5% p.a.
Provisi : 0,5%.
Fasilitas Installment Loan 2:
Plafon : Rp 1.100.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja.
Jangka Waktu : 60 (enam puluh bulan) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 13 Januari
2023 sampai dengan 13 Januari 2028.
Suku Bunga : 7,25% p.a.
Agunan : • Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor 337/Brontokusuman, terletak
dalam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta,
Kecamatan Mergangsan. Kelurahan Brontokusuman, seluas 84 M2
terdaftar atas nama Kartiko Soemargono.
• Bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan,
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut
sifatnya, peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai
barang tidak bergerak, tidak ada yang dikecualikan.
Agunan yang diserahkan:
a. Sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak-Guna Bangunan
Nomor 08301/Curug Sangereng, terletak dalam Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang,
Kecamatan Kelapa Dua, Desa Curug Sangereng, setempat dikenal sebagai Blok A.
No.15. seluas 80 m2 terdaftar atas nama Kartiko Soemargono; - demikian berikut bangunan
dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan, ditanam dan ditempatkan di atas
tanah tersebut yang menurut sifatnya, peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai
barang tidak bergerak, tidak ada yang dikecualikan.
b. Sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak Milik Nomor 02712/Cilenggang,
terletak dalam Provinsi Banten, Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Serpong, Kelurahan
Cilenggang, setempat dikenal sebagai Blok: L.1 No.5. seluas 153 m2 terdaftar atas nama
Evyana Soemargono; - demikian berikut bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau
akan didirikan, ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut sifatnya,
peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai barang tidak bergerak, tidak ada yang
dikecualikan.
- 29 -
Page 37
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
c. Sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak-Guna Bangunan
Nomor 337/Brontokusuman, terletak dalam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota
Yogyakarta, Kecamatan Mergangsan, Kelurahan Brontokusuman seluas 84 m2 terdaftar atas
nama Kartiko Soemargono; - demikian berikut bangunan dan segala sesuatu yang telah dan
atau akan didirikan ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut sifatnya,
peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai barang tidak bergerak, tidak ada yang
dikecualikan.
d. Sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak-Guna Bangunan
Nomor 04608/Sukamulya, terletak dalam Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kecamatan
Cikupa, Desa Sukamulya setempat dikenal sebagai Blok O-2 No.208 Jl. Bizlink Boulevard
Selatan No. 208, seluas 24 m2 terdaftar atas nama Yusuf Christiono.
- Demikian berikut bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan,
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut sifatnya, peruntukkannya
dan undang-undang dianggap sebagai barang tidak bergerak, tidak ada yang
dikecualikan.
- Satu dan lain yang telah diperoleh pemberi agunan berdasarkan akta jual-beli, tanggal
10-01-2023 nomor 05/2023, dibuat di hadapan Elly Puspita Sunarya, S.H., Pejabat
Pembuat Akta Tanah untuk wilayah Kabupaten Tangerang.
e. Sebidang tanah sebagaiman diuraikan dalam Sertifikat Hak-Guna Bangunan
Nomor 04714/Sukamulya, terletak dalam Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kecamatan
Cikupa, Desa Sukamulya, setempat dikenal sebagai Blok O-2 No.208 Jl. Bizlink Boulevard
Selatan No. 208, seluas 66 m2 terdaftar atas nama Yusuf Christiono;
- Demikian berikut bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan,
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut sifatnya, peruntukkannya
dan undang-undang dianggap sebagai barang tidak bergerak, tidak ada yang
dikecualikan.
- Satu dan lain yang telah diperoleh pemberi agunan berdasarkan akta jual-beli, tanggal
10-01-2023 nomor 04/2023, dibuat di hadapan Elly Puspita Sunarya, S.H., Pejabat
Pembuat Akta Tanah untuk wilayah Kabupaten Tangerang.
Hal-hal yang tidak boleh dilaksanakan Perusahaan:
Selama perusahaan belum bayar lunas utang atau batas waktu penarikan dan/atau penggunaan
fasilitas kredit belum berakhir, perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan hal-hal
dibawah ini, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BCA:
a. Memeroleh pinjaman uang/kredit baru dari pihak lain dan/ atau mengikatkan diri sebagai
penangung/ penjamin dalam bentuk dan dengan nama apa pun dan/atau mengagunkan
harta kekayaan perusahaan kepada pihak lain,
b. Meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali
dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari. Apabila perusahaan berbentuk badan:
(i) Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan, pembubaran/likuidasi.
(ii) Mengubah status kelembagaan.
Berikut syarat dan ketentuan negative covenant:
- Tidak diperkenankan mengubah susunan pemegang saham yang menyebabkan
kepemilikan Ultimate Shareholder saat ini menjadi minoritas.
- Memberitahu secara tertulis kepada BCA setiap terdapat Corporate Action (termasuk
mengubah pemegang saham dan pengurus), kecuali atas perubahan pemegang saham
yang diakibatkan karena perdagangan saham harian dipasar modal.
- 30 -
Page 38
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Besarnya imbalan kerja jangka panjang dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-
Undang No. 11 tahun 2020 tentang “Cipta Kerja”. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan
sehubungan dengan imbalan kerja jangka panjang tersebut. Perhitungan imbalan pascakerja
dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits untuk tanggal
31 Desember 2025 dengan nomor laporan 0941/MR-NM-PSAK219-LPIN/II/2026 tanggal laporan
2 Februari 2026, dan untuk tanggal 31 Desember 2024 dihitung oleh aktuaris Kantor Konsultan
Aktuaria Steven & Mourits dengan nomor laporan 1008/ST-NM-PSAK219-LPIN/II/2025 tanggal
laporan 25 Februari 2025.
Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pascakerja tersebut adalah 45 dan 39 karyawan pada
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti
risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup, dan risiko gaji.
Risiko Tingkat Bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Harapan Hidup
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.
Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Diakui pada Laba Rugi
Biaya Jasa Kini 406.353.000 372.729.000
Biaya Jasa Lalu (81.193.000) 76.599.000
Biaya Bunga Neto 75.917.000 65.275.000
Penyesuaian liabilitas akibat
pengakuan masa kerja lalu 56.343.000 64.755.000
Sub Jumlah 457.420.000 579.358.000
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - neto:
Keuntungan (Kerugian) aktuarial
yang timbul dari
perubahan asumsi keuangan (115.712.000) (77.830.000)
Keuntungan (Kerugian) aktuarial
yang timbul dari
penyesuaian atas pengalaman (25.594.000) (190.058.000)
Jumlah (141.306.000) (267.888.000)
- 31 -
Page 39
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti pada tahun berjalan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Liabilitas imbalan pasti - awal 1.234.894.000 957.926.000
Biaya Jasa Kini 406.353.000 372.729.000
Biaya Jasa Lalu (81.193.000) 76.599.000
Biaya Bunga 75.917.000 65.275.000
Pembayaran Imbalan oleh Perusahaan
sesuai Provisi yang Dihitung - (34.502.000)
Penyesuaian Liabilitas Akibat
Pengakuan Masa Kerja Lalu 56.343.000 64.755.000
Karyawan (Keuntungan) dan Kerugian Aktuarial
yang Timbul dari Perubahan Asumsi Keuangan (115.712.000) (77.830.000)
(Keuntungan) dan Kerugian Aktuarial yang Timbul
dari Penyesuaian atas Pengalaman (25.594.000) (190.058.000)
Jumlah 1.551.008.000 1.234.894.000
Perhitungan imbalan pascakerja pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dihitung oleh Kantor
Konsultan Aktuaria Steven & Mourits dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit” dan
mempertimbangkan beberapa asumsi sebagai berikut:
2025 2024
Tingkat Diskonto per Tahun 6,60% 7,15%
Tingkat Kenaikan Gaji per Tahun
Jangka Pendek 3,00% 5,00%
Jangka Panjang 7,00% 8,50%
Tingkat Pensiun Normal 59 Tahun 58 Tahun
Tingkat Kematian TMI-2019 TMI-2019
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis
sensitivitas dari tahun sebelumnya.
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas
imbalan kerja dan biaya jasa kini:
2025 2024
Kenaikan 1%
Nilai kini 1.429.256.000 1.131.985.000
Penurunan 1%
Nilai kini 1.690.519.000 1.353.085.000
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas
imbalan kerja dan biaya jasa kini:
2025 2024
Kenaikan 1% Nilai kini 1.823.406.000 1.354.238.000
Penurunan 1% Nilai kini 1.431.503.000 1.129.076.000
- 32 -
Page 40
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
19. MODAL SAHAM DAN SALDO LABA
a) Modal Saham
Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan catatan
yang dibuat oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan (%) Disetor
Kartiko Soemargono 216.125.000 33,25% 4.322.500.000
Jong Anton Dwi Putro 91.000.000 14,00% 1.820.000.000
Trisno Harnadi 86.450.000 13,30% 1.729.000.000
Clarissa Calluella Haberth 61.425.000 9,45% 1.228.500.000
Agus Sanusi 39.003.700 6,00% 780.074.000
Masyarakat (Masing-masing
persentase kepemilikan < 5%) 156.005.075 24,00% 3.120.101.500
Jumlah 650.008.775 100,00% 13.000.175.500
31 Desember 2024
Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan (%) Disetor
Kartiko Soemargono 216.125.000 33,25% 4.322.500.000
Jong Anton Dwi Putro 91.000.000 14,00% 1.820.000.000
Trisno Harnadi 86.450.000 13,30% 1.729.000.000
Clarissa Calluella Haberth 61.425.000 9,45% 1.228.500.000
Agus Sanusi 40.265.600 6,19% 805.312.000
Masyarakat (Masing-masing
persentase kepemilikan < 5%) 154.743.175 23,81% 3.094.863.500
Jumlah 650.008.775 100,00% 13.000.175.500
Berdasarkan akta No. 12 tanggal 2 Februari 2024 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn,
Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0032692.
Tahun 2024, tanggal 5 Februari 2024, menyetujui adanya perubahan anggaran dasar sebagai
berikut:
a. Menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan (portepel) Perseroan sebanyak 195.000.000
lembar saham dari modal disetor dan ditempatkan penuh setelah penawaran umum dengan
nominal sebesar Rp 3.900.000.000, masing-masing saham bernilai nominal Rp 20,- melalui
penawaran umum perdana saham kepada masyarakat.
b. Modal Dasar Perusahaan berjumlah Rp 36.400.000.000 terbagi atas 1.820.000.000 lembar
saham masing-masing bernilai nominal Rp 20,-
c. Modal Dasar telah ditempatkan dan disetor sejumlah 650.000.000 lembar saham dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp 13.000.000.000 oleh pemegang saham yang telah
mengambil bagian saham dengan rincian tersebut.
• Tn. Kartiko Soemargono sebanyak 216.125.000 saham atau sebesar Rp 4.322.500.000.
• Tn. Jong Anton Dwi Putro sebanyak 91.000.000 saham atau sebesar Rp 1.820.000.000.
• Tn. Trisno Harnadi sebanyak 86.450.000 saham atau sebesar Rp 1.729.000.000.
• Ny. Clarissa Calluella Haberth sebanyak 61.425.000 saham atau sebesar
Rp 1.228.500.000.
• Masyarakat sebanyak 195.000.000 saham atau sebesar Rp 3.900.000.000.
- 33 -
Page 41
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan akta No. 149 tanggal 24 Maret 2023 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn,
Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0018457.AH.01.02
tahun 2023, tanggal 24 Maret 2023, menyetujui hal sebagai berikut:
a. Perubahan status Perusahaan dari Perusahaan tertutup menjadi Perusahaan terbuka dan
menyetujui perubahan nama Perusahaan menjadi PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk.
b. Menyetujui perubahan permodalan, terdiri dari peningkatan modal ditempatkan dan disetor
Perusahaan melalui pengeluaran saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perusahaan
yaitu sebesar Rp 3.900.000.000 yang terdiri dari 195.000.000 dengan nilai nominal saham
Rp 20,- yang akan ditawarkan kepada masyarakat melalui penawaran umum.
c. Menyetujui peningkatan modal dasar Perseroan dari semula sebesar Rp 7.000.000.000
menjadi sebesar Rp 9.100.000.000 dan menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan
secara keseluruhan termasuk merubah dan menyesuaikan maksud dan tujuan serta kegiatan
usaha Perseroan.
d. Menyetujui untuk merubah nilai nominal saham dari semula sebesar Rp 1.000.000 menjadi
sebesar Rp 20.
b) Tambahan Modal Disetor
2025 2024
Tambahan modal disetor dari Initial
Public Offering (IPO) Penawaran
Perdana Saham sebesar 195.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 20 yang ditawarkan Rp 200 35.100.000.000 35.100.000.000
Pelaksanaan Warran 1.404.000 1.404.000
Dikurangi Biaya Emisi Saham (2.052.881.355) (2.052.881.355)
Jumlah 33.048.522.645 33.048.522.645
c) Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya
Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas
mengharuskan setiap Perusahaan untuk membentuk cadangan wajib dari laba bersih sampai
cadangan mencapai paling sedikit 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Tidak terdapat batas waktu yang ditetapkan atas pemenuhan kewajiban tersebut. Perusahaan
telah membentuk cadangan wajib sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar Rp 300.000.000
atau 2,31% dari modal saham disetor.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham No. 102 tanggal 18 Juni 2025, Perusahaan
meningkatkan cadangan wajib menjadi Rp 300.000.000 atau 2,31% dari modal disetor.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham No. 196 tanggal 25 Juni 2024, Perusahaan
meningkatkan cadangan wajib menjadi Rp 200.000.000 atau 1,53% dari modal disetor.
Tidak Ditentukan Penggunaannya
Merupakan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya oleh Perusahaan.
2025 2024
Saldo Laba 4.584.498.112 3.957.410.755
- 34 -
Page 42
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
20. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
2025 2024
Saldo Awal 187.154.276 (27.946.620)
Pengukuran Kembali atas
Kewajiban Imbalan Pasti (Catatan 18) 141.306.000 267.888.000
Pajak Penghasilan (31.087.320) (52.787.104)
Saldo Akhir 297.372.956 187.154.276
21. PENJUALAN
2025 2024
Penjualan Oli Pelumas 67.712.609.415 78.252.446.798
Jumlah 67.712.609.415 78.252.446.798
Rincian penjualan berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pihak Ketiga
PT Golden Jaguarasa 17.400.000.001 25.918.918.920
PT Anugerah Lampung Sejahtera 5.299.580.892 1.237.537.421
PT Oto Wira Eka Nusa 3.217.135.983 924.965.704
PT Bintang Timur Prima Lestari 3.262.606.028 -
PT Rilexindo Pelumas Perkasa 2.925.983.200 2.098.938.818
CV Lancar Rezeki Berkat Jaya 2.924.327.562 2.152.691.781
PT Oto Jaya Distribusindo 2.440.342.486 3.369.767.466
PT Sarana Solusi Mandiri 2.215.998.403 2.958.199.931
CV RR Auto Berkah 2.162.338.225 2.056.564.140
PT Surya Vesakha Pamungkas 1.947.630.477 -
PT Kencana Indotama Grafika 1.642.101.480 2.510.270.945
PT Pulau Seroja Jaya 1.653.877.800 1.882.800.000
CV Hitam Manis 1.517.672.400 1.196.242.523
CV Danaswara 1.146.056.520 2.068.900.163
CV Primarindo Otomitra Sejahtera - 1.712.594.097
PT Grande Bahana Nusa - 1.565.106.897
PT Sriwijaya Andalan Sakti - 1.420.054.580
Lain-lain (Dibawah Rp 1.000.000.000) 17.956.957.958 25.178.893.412
Jumlah 67.712.609.415 78.252.446.798
Rincian pelanggan dengan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan adalah
sebagai berikut:
2025 2024
PT Golden Jaguarasa 17.400.000.001 25.918.918.920
PT Oto Jaya Distribusindo 1.547.270.592 3.369.767.466
Jumlah 18.947.270.593 29.288.686.386
- 35 -
Page 43
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
22. BEBAN POKOK PENJUALAN
2025 2024
Persediaan Awal 6.460.945.991 12.321.295.715
Pembelian 44.675.194.832 43.458.731.934
Persediaan Akhir (16.743.766.766) (6.460.945.991)
Sub Jumlah 34.392.374.057 49.319.081.658
Biaya Produksi
Biaya Angkut 2.310.682.904 1.826.561.957
Biaya Gudang 432.109.281 94.004.879
Tenaga Kerja Langsung 205.810.600 434.091.500
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9) 168.552.383 219.687.125
Penyusutan Aset Hak -
Guna Gudang (Catatan 10) 130.000.000 130.000.000
Listrik Gudang 78.200.118 30.944.475
Utilitas 29.240.814 29.387.747
Pemeliharaan 25.376.411 61.676.552
Produksi Lainnya 15.107.500 59.988.650
Asuransi Gudang 14.751.165 11.776.250
Telepon, Internet Gudang 6.344.683 5.152.008
Jumlah 37.808.549.916 52.222.352.801
Rincian pemasok dengan jumlah nilai pembelian yang melebihi 10% dari jumlah beban penjualan
adalah sebagai berikut:
2025 2024
PT Bias Inti Sejahtera 16.999.777.200 6.034.400.000
PT Pacific Lubritama Indonesia 12.439.579.760 4.188.922.428
PT Nusaraya Putra Mandiri 5.732.991.138 14.758.785.751
Lupromax International Pte Ltd 2.363.270.509 4.219.093.495
Jumlah 37.535.618.607 29.201.201.674
23. BEBAN PENJUALAN
2025 2024
Pemasaran 14.935.738.096 12.038.773.579
Komisi 1.281.557.455 1.365.612.081
Lain-lain 22.798.469 53.036.497
Jumlah 16.240.094.020 15.283.984.114
- 36 -
Page 44
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2025 2024
Gaji dan Tunjangan 8.214.238.317 5.862.719.492
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9) 825.936.732 634.501.046
Jasa Profesional 603.002.000 582.415.487
Kantor 508.961.046 395.514.934
Transportasi 503.107.440 455.367.444
Imbalan Pascakerja (Catatan 18) 457.420.000 579.358.000
Perizinan 200.841.780 348.057.782
Pemeliharaan 144.157.564 137.023.560
Jamuan 138.662.500 118.960.115
Asuransi 132.890.833 135.191.001
Penyusutan Aset Hak -
Guna Ruko (Catatan 10) 100.000.000 100.000.000
Denda Pajak 98.138.503 28.931.511
Pelatihan Seminar 69.276.426 339.589.159
Penurunan Nilai Piutang (Catatan 5) 57.199.459 253.401.308
Jumlah 12.053.832.600 9.971.030.839
25. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH
2025 2024
Pendapatan Bunga 214.515.528 240.372.875
Pendapatan Lain-lain 105.462.255 15.463.219
Selisih Kurs 32.626 (19.216.872)
Kerugian Penjualan Aset Tetap
(Catatan 9) (49.583.333) -
Jumlah 270.427.076 236.619.222
Pendapatan lain-lain tahun 2025 utamanya berasal dari penerimaan pengembalian atas penutupan
polis asuransi AIA Finance sebesar Rp 96.476.478.
26. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN
2025 2024
Bunga dan Keuangan 590.399.924 748.894.775
Biaya Administrasi Bank 72.566.320 61.873.614
Jumlah 662.966.244 810.768.389
27. LABA PER SAHAM
2025 2024
Laba untuk Perhitungan Laba Per Saham 727.087.357 955.296.803
Jumlah Saham Lembar Lembar
Jumlah Saham untuk per saham perhitungan laba 650.008.775 650.008.775
Laba Per saham Dasar 1,12 1,47
- 37 -
Page 45
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
28. PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN NON-KAS
2025 2024
Penambahan Aset Tetap melalui peningkatan Utang
Pembiayaan Aset Tetap 653.559.183 1.030.398.900
29. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Perubahan Transaksi Non-Kas
Saldo Awal Arus Kas (untuk) dari Saldo Akhir
31 Desember Aktivitas Pendanaan Penambahan 31 Desember
2024 Penerimaan Pembayaran Aset Tetap 2025
Utang Pembiayaan
Aset Tetap 1.299.653.925 - (778.080.079) 653.559.183 1.175.133.029
Utang Bank 6.960.454.792 1.830.880.588 (3.867.260.708) - 4.924.074.672
Jumlah 8.260.108.717 1.830.880.588 (4.645.340.787) 653.559.183 6.099.207.701
Perubahan Transaksi Non-Kas
Saldo Awal Arus Kas (untuk) dari Saldo Akhir
31 Desember Aktivitas Pendanaan Penambahan 31 Desember
2023 Penerimaan Pembayaran Aset Tetap 2025
Utang Pembiayaan
Aset Tetap 664.145.642 - (394.890.617) 1.030.398.900 1.299.653.925
Utang Bank 7.597.373.194 1.100.000.000 (1.736.918.402) - 6.960.454.792
Jumlah 8.261.518.836 1.100.000.000 (2.131.809.019) 1.030.398.900 8.260.108.717
30. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
a. Manajemen Risiko Modal
Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk
melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham
melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas.
Struktur modal Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas dan ekuitas yang terdiri dari modal
ditempatkan dan disetor serta saldo laba (Catatan 4 dan 19).
Dewan Direksi Perusahaan secara berkala melakukan reviu struktur permodalan Perusahaan.
Sebagai bagian dari reviu ini, Dewan Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko
yang berhubungan.
b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa
sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta
untuk mengelola risiko tingkat bunga, risiko mata uang asing dan risiko likuiditas. Perusahaan
beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
i. Manajemen Risiko Tingkat Bunga
Tingkat bunga mengacu kepada risiko pada nilai wajar atau arus kas dari instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan di tingkat suku bunga pasar.
Perusahaan terpapar risiko suku bunga karena entitas dalam Perusahaan meminjam dana
dengan tingkat bunga mengambang.
Eksposur Perusahaan terhadap suku bunga dalam liabilitas keuangan dirinci dalam bagian
manajemen risiko likuiditas pada catatan ini.
- 38 -
Page 46
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
ii. Risiko Mata Uang Asing
Risiko mata uang adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Eksposur Perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar terutama terkait dengan aset dalam mata
uang asing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Setara dengan Setara dengan
Rupiah Dolar Rupiah Dolar
Liabilitas
Utang Usaha 639.900.756 38.132 1.974.282.501 122.156
Jumlah 639.900.756 38.132 1.974.282.501 122.156
iii. Manajemen Risiko Likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
membangun kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan
manajemen likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang
Perusahaan. Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan,
fasilitas bank dan fasilitas simpan pinjam dengan terus-menerus memonitor perkiraan dan
arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Tabel risiko likuiditas dan tingkat bunga:
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
periode pembayaran yang disepakati Perusahaan. Tabel telah disusun berdasarkan arus
kas yang didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal dimana
Perusahaan dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup arus kas bunga dan pokok.
2025
Kurang dari Lebih dari
1 Tahun 1 - 2 Tahun 2 tahun Jumlah
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 7.807.122.636 - - 7.807.122.636
Utang Pembiayaan Aset
Tetap 680.582.019 247.275.505 247.275.505 1.175.133.029
Utang Bank 878.333.308 356.927.151 3.688.814.213 4.924.074.672
Jumlah 9.366.037.963 604.202.656 3.936.089.718 13.906.330.337
2024
Kurang dari Lebih dari
1 Tahun 1 - 2 Tahun 2 tahun Jumlah
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 7.426.493.877 - - 7.426.493.877
Utang Pembiayaan Aset
Tetap 698.905.606 393.668.709 207.079.610 1.299.653.925
Utang Bank 878.333.308 356.927.151 5.725.194.333 6.960.454.792
Jumlah 9.003.732.791 750.595.860 5.932.273.943 15.686.602.594
c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan diakui dalam laporan
keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau
menggunakan tingkat bunga pasar.
- 39 -
Page 47
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Estimasi Nilai Wajar
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan, pengukuran dan
pengungkapan. Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau
suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan
transaksi wajar.
PSAK 113 “ Pengukuran Nilai Wajar ” mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar
dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
• Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
(Level 1).
• Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya
derivasi dari harga) (Level 2), dan
• Input untuk aset dan liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi
(input yang tidak dapat diobservasi) (Level 3).
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak di perdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat
diobservasi sepanjang tersedia dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh
input signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi instrumen keuangan ini termasuk dalam
level 2.
Tabel berikut ini merangkum nilai wajar aset dan liabilitas:
31 Desember 2025 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
Aset yang nilai wajarnya
diungkapkan
Aset Non-Keuangan
Aset Tetap - 3.569.531.647 - 3.569.531.647
Jumlah - 3.569.531.647 - 3.569.531.647
Liabilitas yang nilai wajarnya
diungkapkan
Liabilitas Keuangan pada
Biaya Perolehan Diamortisasi
Utang Bank - 4.924.074.672 - 4.924.074.672
Utang Pembelian Aset Tetap - 1.175.133.029 - 1.175.133.029
Jumlah - 6.099.207.701 - 6.099.207.701
31 Desember 2024 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
Aset yang nilai wajarnya
diungkapkan
Aset Non-Keuangan
Aset Tetap - 3.181.593.075 - 3.181.593.075
Jumlah - 3.181.593.075 - 3.181.593.075
Liabilitas yang nilai wajarnya
diungkapkan
Liabilitas Keuangan Pada
Biaya Perolehan Diamortisasi
Utang Bank - 6.960.454.792 - 6.960.454.792
Utang Pembelian Aset Tetap - 1.299.653.925 - 1.299.653.925
Jumlah - 8.260.108.717 - 8.260.108.717
- 40 -
Page 48
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
31. SEGMEN GEOGRAFIS
Perusahaan melakukan usaha berupa penjualan oli pelumas berdasarkan segmen geografis berikut
ini:
2025 2024
Jawa dan Bali 46.482.139.015 56.011.960.367
Sumatera 13.731.990.552 2.588.222.789
Kalimantan 4.610.967.517 12.654.420.634
Sulawesi 2.887.512.331 6.997.843.008
Jumlah 67.712.609.415 78.252.446.798
32. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi yang dilakukan
pada tingkat harga dan persyaratan tertentu.
Kompensasi kepada manajemen kunci
Personil manajemen kunci Perusahaan adalah pihak-pihak memiliki kewenangan dan tanggung
jawab untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas Perusahaan. Seluruh anggota
Dewan Komisaris dan Direksi merupakan manajemen kunci Perusahaan.
Kompensasi untuk manajemen kunci adalah sebagai berikut:
2025 2024
Gaji, bonus dan tunjangan 1.089.785.526 1.002.800.508
33. REKLASIFIKASI
Laporan keuangan per 31 Desember 2024 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian
Laporan Keuangan per 31 Desember 2025. Reklasifikasi tersebut adalah sebagai berikut:
Laporan Laba Rugi
31 Desember 2024
Sebelum Setelah
Reklasifikasi Reklasifikasi Reklasifikasi
Beban Pokok Penjualan 50.395.790.844 1.826.561.957 52.222.352.801
Beban Penjualan 15.283.984.114 (1.826.561.957) 13.457.422.157
34. IKATAN
Perjanjian Perdagangan
PT Golden Jaguarasia
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 052/PKP/DIRUT/LPI/IX/2023 antara Perusahaan
dengan PT Golden Jaguarasia, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama untuk melakukan
pemasaran dan penjualan produk ATS Additive dengan Merek dagang Lupromax.
Perjanjian dimulai sejak 25 September 2023 sampai dengan 31 Desember 2024. Perusahaan tidak
melakukan perpanjangan Surat Perintah Kerja (SPK) di tahun 2025. Penjualan dilakukan
berdasarkan sistem Purchase Order (PO).
- 41 -
Page 49
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perjanjian Distribusi Produk
PT Kencana Indotama Grafika
Berdasarkan perpanjangan Surat Perjanjian Kerjasama No. 03/PKS-PD/DIRUT-LPI/I/2026, bahwa
perusahaan dan PT Kencana Indotama Grafika melakukan perjanjian kerjasama untuk melakukan
pemasaran dan pendistribusian produk-produk Pelumas Otomotif dan Adiktif Lupromax di wilayah
kerjasama pemasaran Pontianak, Kalimantan Barat.
Perjanjian dimulai sejak 1 Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2026.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 04/PKS-PD/DIRUT-LPI/I/2024, bahwa perusahaan dan
PT Kencana Indotama Grafika melakukan perjanjian kerjasama untuk melakukan pemasaran dan
pendistribusian produk-produk Pelumas Otomotif dan Adiktif Lupromax di wilayah kerjasama
pemasaran Pontianak, Kalimantan Barat. Perjanjian dimulai sejak 2 Januari 2025 sampai dengan
31 Desember 2025.
PT Anugerah Lampung Sejahtera
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 9/PKS-PD/DIRUT-LPI/I/2026 antara Perusahaan
dengan PT Anugerah Lampung Sejahtera, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama untuk
melakukan pemasaran dan pendistribusian produk-produk Pelumas Otomotif dan Adiktif Lupromax
di wilayah kerjasama pemasaran Lampung.
Perjanjian dimulai sejak 1 Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2026.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 14/PKS-PD/DIRUT-LPI/IX/2025 antara Perusahaan
dengan PT Anugerah Lampung Sejahtera, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama untuk
melakukan pemasaran dan pendistribusian produk-produk Pelumas Otomotif dan Adiktif Lupromax
di wilayah kerjasama pemasaran Lampung. Perjanjian dimulai sejak 2 Januari 2025 sampai dengan
31 Desember 2025.
PT Oto Wira Eka Nusa
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 8/PKS-PD/DIRUT-LPI/I/2026 antara Perusahaan
dengan PT Oto Wira Eka Nusa, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama untuk melakukan
pemasaran dan pendistribusian produk-produk Pelumas Otomotif dan Adiktif Lupromax di wilayah
kerjasama pemasaran Pekanbaru - Riau.
Perjanjian dimulai sejak 1 Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2026.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 2/PKS-PD/DIRUT-LPI/I/2025 antara Perusahaan
dengan PT Oto Wira Eka Nusa, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama untuk melakukan
pemasaran dan pendistribusian produk-produk Pelumas Otomotif dan Adiktif Lupromax di wilayah
kerjasama pemasaran Pekanbaru - Riau. Perjanjian dimulai sejak 1 Januari 2025 sampai dengan
31 Desember 2025.
PT Rilexindo Pelumas Perkasa
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 1/PKS-PD/DIRUT-LPI/I/2026 antara Perusahaan
dengan PT Rilexindo Pelumas Perkasa, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama untuk
melakukan pemasaran dan pendistribusian produk-produk Pelumas Otomotif dan Adiktif Lupromax
dengan Type Oli Silver 54.000 liter dengan target dalam 1 tahun sebesar 13.500 liter termasuk Fleet
(Oli Drum/Pail) di wilayah kerjasama pemasaran Jambi.
- 42 -
Page 50
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perjanjian dimulai sejak 1 Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2026.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 5/PKS-PD/DIRUT-LPI/I/2024 antara Perusahaan
dengan PT Rilexindo Pelumas Perkasa, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama untuk
melakukan pemasaran dan pendistribusian produk-produk Pelumas Otomotif dan Adiktif Lupromax
dengan Type Oli Silver 54.000 liter dengan target dalam 1 tahun sebesar 13.500 liter termasuk Fleet
(Oli Drum/Pail) di wilayah kerjasama pemasaran Jambi. Perjanjian dimulai sejak 2 Januari 2025
sampai dengan 31 Desember 2025.
PT Sarana Solusi Mandiri
Berdasarkan Surat Perpanjangan Perjanjian Kerjasama No. 02/PKS-PD/DIRUT-LPI/I/2026 antara
Perusahaan dengan PT Sarana Solusi Mandiri, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama untuk
melakukan pemasaran dan pendistribusian produk-produk Pelumas Otomotif dan Adiktif dengan
Merek dagang Lupromax sebagai berikut:
I. Daftar Produk OLI LUPROMAX
No. LUPROMAX Oil SAE API
PCMO (Passenger Car Motor Oil)
I. GASOLINE ENGINE OIL
Fully Synthetic Oil
➢ LUPROMAX RAZER 8000 0W 20 API SN
➢ LUPROMAX HYPERION 8000 5W 40 API SN
➢ LUPROMAX ZELOS 8000 5W 30 API SN
Synthetic Oil
➢ LUPROMAX AEGLE E+ 5W 30 API SN
➢ LUPROMAX AEGLE 7000 10W40 API SN
➢ LUPROMAX AEGLE 8000 10W40 API SN
II DIESEL ENGINE OIL
Synthetic Oil
➢ LUPROMAX ZELOS 5000D 5W 40 API CI4
➢ LUPROMAX ZELOS 8000D 5W 30 API CI4 PLUS
➢ LUPROMAX AEGLE 7000D 15W 40 API CI4
III GEAR & TRANSMISION FLUID
➢ LUPROMAX GUARD 5000 80W 90 GL 5
➢ LUPROMAX ATF CVT FULLY
➢ LUPROMAX ATF MV FULLY
IV INDUSTRIAL OIL
LUPROMAX SHIELD 5000D ( DRUM ) 15W40 CI 4
LUPROMAX SHIELD 40 SAE40 API CF MINUS 4
LUPROMAX GUARD GS 90 SAE90 API GL 4
LUPROMAX GUARD GX 140 SAE140 GL 5
LUPROMAX HYDROS HT 10 HYDRAULIC OIL
LUPROMAX HYDROS HY 68 HYDRAULIC OIL
MCO (Motorcycle Oil)
I. Fully Synthetic Oil
➢ LUPROMAX RAZER 4T RACING 10W 30 JASO MA2 API SL
➢ LUPROMAX RAZER RACING MATIC 10W 30 JASO MB2 API SL
Synthetic Oil
➢ LUPROMAX AEGLE 4T 10W 40 JASO MA2 API SL
➢ LUPROMAX AEGLE MATIC 10W 30 JASO MB2 API SL
➢ LUPROMAX AEGLE SUPER MATIC 10W 40 JASO MB2 API SL
- 43 -
Page 51
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
II. Daftar Produk ADITIF LUPROMAX
No. LUPROMAX Additives Kemasan Karton / Botol
150 Ml 12
1. LUPROMAX EA – Engine Additive
30 Ml 24
2. LUPROMAX DFT – Diesel Fuel Treatment 150 Ml 12
3. LUPROMAX ACCELERATOR 225 Ml 12
4. LUPROMAX CHAIN LUBE Aerosol 110 Ml 12
LUPROMAX CARB + INJECTOR CLEANER
5. 200 Ml 12
Aerosol
6. LUPROMAX GREASE Aerosol 200 Ml 12
7. LUPROMAX X5 ( Super Penetrant Aerosol ) 200 Ml 12
8. LUPROMAX ABC – COOLANNT 4L 3
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama antara Perusahaan dengan PT Sarana Solusi Mandiri
sehubungan dengan merek dagang diatur sebagai berikut:
• PT Sarana Solusi Mandiri menggunakan logo ”Lupromax” dalam mengiklankan pelumas otomotif
dan adiktif namun semua iklan harus mengajukan kepada Perusahaan terlebih dahulu dan hanya
dapat digunakan dengan izin tertulis dari perusahaan.
• PT Sarana Solusi Mandiri tidak akan melakukan dan tidak akan membiarkan dilakukannya hal-hal
yang dapat mengurangi atau mengganggu itikad baik yang berhubungan dengan merek dagang
”Lupromax” atau mempunyai dampak negatif terhadap reputasi dari Lupromax.
• PT Sarana Solusi Mandiri mengakui bahwa semua merek dagang terkait dengan pelumas dan
adiktif merupakan hak eksklusif dari Perusahaan sebagai pemegang lisensi yang sah.
Perjanjian dimulai sejak 2 Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2026.
CV Central Celebes Perkasa
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 13/PKS-PD/DIRUT-LPI/I/2024 antara Perusahaan
dengan CV Central Celebes Perkasa, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama untuk
melakukan pemasaran dan pendistribusian produk-produk Pelumas Otomotif dan Adiktif Lupromax di
wilayah kerjasama pemasaran Palu dan Gorontalo.
Perjanjian dimulai sejak 2 Januari 2024 sampai dengan 31 Desember 2024.
Perjanjian Lisensi
Magna International Pte Ltd
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 2 Januari 2019 antara Perusahaan dengan Magna
International Pte Ltd, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama untuk menggunakan merek
dagang Lupromax sebagai berikut:
• Memulai dan menjalankan bisnis pembuatan, promosi, dan penjualan pelumas dengan
menggunakan merek dagang Lupromax. Lisensi yang diberikan dengan merek dagang
diantaranya:
▪ Lupromax
▪ Lupromax Shield
▪ Lupromax - Aegle
▪ Lupromax - Razor
▪ Lupromax - Hyperion
▪ Lupromax Acceleralor
• Masa berlaku perjanjian kerjasama sejak tanggal perjanjian sampai dengan 31 Desember 2029.
- 44 -
Page 52
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perjanjian Kerjasama dengan Pemasok
a. PT Pacific Lubritama Indonesia
Berdasarkan Addendum perjanjian kerjasama No. 029/PLI-OEM/VIII/2025 antara Perusahaan
dengan PT Pacific Lubritama Indonesia, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama Blending
dan Filling produk pelumas dengan merek Lupromax dengan memberikan jaminan kualitas
sebagai berikut:
• PT Pacific Lubritama Indonesia menjamin produk pelumas yang disediakan dan dijual sesuai
dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
• Perusahaan berhak melakukan pengujian produk pelumas yang dikirimkan oleh PT Pacific
Lubritama Indonesia. Apabila hasil pengujian tidak sesuai dengan spesifikasi maka
perusahaan berhak menolak kedatangan produk yang dikirimkan oleh PT Pacific Lubritama
Indonesia.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama antara Perusahaan dengan PT Pacific Lubritama
Indonesia sehubungan dengan merek diatur sebagai berikut:
• Perusahaan dan PT Pacific Lubritama Indonesia sepakat menggunakan merek ”Lupromax”
sebagaimana dalam Sertifikat Hak Merek No. IDM000418224.
• Hak Merek pada Pasal 5 ayat 1 ini adalah Hak Kekayaan Intelektual milik Perusahaan yang
mana PT Pacific Lubritama Indonesia tidak mempunyai hak untuk memiliki dan/atau
mempergunakan untuk kepentingan usaha PT Pacific Lubritama Indonesia dengan pihak lain
manapun, karena dapat membawa kerugian bagi perusahaan sebagai pemilik merek tersebut.
Perjanjian dimulai sejak 5 Agustus 2025 sampai dengan 4 Agustus 2030.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 04/006/PLI-OEM/I/2022 antara Perusahaan dengan
PT Pacific Lubritama Indonesia, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama Blending dan
Filling produk pelumas dengan merek Lupromax dengan memberikan jaminan kualitas. Perjanjian
dimulai sejak 3 Januari 2022 sampai dengan 3 Januari 2025 dengan nilai kontrak 46.500 liter.
b. PT Nusaraya Putra Mandiri
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 002/PK/NPM/I/2026 antara Perusahaan dengan
PT Nusaraya Putra Mandiri, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama Blending dan Filling
Pelumas sebagai berikut:
• PT Nusaraya Putra Mandiri sebagai produsen minyak pelumas yang menjamin mutu dan
kualitas dari setiap jenis produk yang akan di produksi dari waktu ke waktu sesuai dengan
standar yang ditetapkan.
• Perusahaan akan memberikan forecast setiap bulannya kepada PT Nusaraya Putra Mandiri
sebelum tanggal 10, forecast diberikan dalam bentuk 3 month rolling forecast.
• Packaging yang tersimpan di NPM yang mana tidak ada dalam 3 month rolling forecast atau
apabila ada perubahan pada desain tidak akan digunakan lagi kedepannya agar dapat
dilakukan penarikan kembali guna meminimalisir kesalahan pemakaian dan pemaksimalan
space simpan.
• Stock yang melebihi batas akan dikenakan biaya simpan senilai Rp.9.000 /palet atau perhari
yang akan dibebankan ke pihak perusahaan.
Perjanjian dimulai sejak 22 Februari sampai dengan 21 Februari 2031. Sampai tanggal terbitnya
laporan keuangan PT Nusaraya Putra Mandiri masih bekerjasama dengan Perusahaan, dan
perusahaan masih proses dalam pembuatan perpanjangan perjanjian.
- 45 -
Page 53
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
Dan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perjanjian Distribusi dan Transportasi
PT Pandu Siwi Sentosa Bali
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama No. 000/PSS-BL/1/2023 antara Perusahaan dengan
PT Pandu Siwi Sentosa Bali, telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama Space Warehouse dan
Delivery Paket dengan layanan pengiriman sebagai berikut:
• PT Pandu Siwi Sentosa Bali akan mengirimkan barang berdasarkan AWB yang diisi oleh
perusahaan untuk tujuan kota-kota yang ditentukan.
• Barang yang dilarang untuk dikirim adalah sebagai berikut:
a) Barang-barang berbahaya yang mudah meledak, beracun dan dapat menimbulkan api dan
dapat merusak barang-barang lainnya seperti air accu.
b) Barang-barang yang terlarang seperti narkotik, ganja, morphin, shabu dan sejenisnya.
c) Waktu distribusi barang kiriman adalah setiap hari senin sampai sabtu, mulai pukul 08.30 wib
sampai 17.00 wib
d) Pihak pertama harus menyampaikan barang kiriman ke alamat tujuan sesuai batas waktu
yang ditentukan.
Perjanjian dimulai sejak 1 Maret 2023 sampai dengan 28 Februari 2024. Sampai tanggal terbitnya
laporan keuangan PT Pandu Siwi Sentosa Bali masih bekerjasama dengan Perusahaan, dan
perusahaan masih proses dalam pembuatan perpanjangan perjanjian.
- 46 -
Names mentioned 81 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan
p.4 ×2
unresolved
org
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
p.4
unresolved
org
PT Karya Pelumas Indonesia
p.13
unresolved
person
Meissie Pholuan
p.13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×5
unresolved
person
R.F. Limpele
p.13
unresolved
person
Rosida Rajagukguk Siregar
p.13 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.14
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.14
unresolved
org
Bapepam-LK
p.14 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19
unresolved
org
PT Golden Jaguarasia
p.26 ×3
unresolved
org
PT Oto Jaya Distribusindo
p.26 ×3
unresolved
org
PT Anugerah Lampung Sejahtera
p.26 ×5
unresolved
org
PT Rilexindo Pelumas Perkasa
p.26 ×4
unresolved
org
PT Kencana Indotama Grafika
p.26 ×5
unresolved
org
PT Bintang Timur Prima Lestari
p.26 ×3
unresolved
org
PT Surya Vesakha Pamungkas
p.26 ×2
unresolved
org
PT Sarana Solusi Mandiri
p.26 ×7
unresolved
org
PT Oto Wira Eka Nusa
p.26 ×4
unresolved
org
PT Wahana Putra Widodo
p.26 ×2
unresolved
org
PT Primason Indo Baru
p.26
unresolved
org
PT Veliz Niaga Utama
p.27
unresolved
org
PT Hana Cahaya Bersama
p.27
unresolved
org
PT Monchelinka Anugerah Abadi
p.27
unresolved
org
PT Delta Teguh Pratama
p.27
unresolved
org
PT Estima Auto Berkah
p.27
unresolved
org
PT Sriwijaya Andalan Sakti
p.27 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Sinar Mas
p.28 ×2
unresolved
org
PT KB Insurance Indonesia
p.29
unresolved
org
PT Asuransi Simas Insurtech
p.29
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA
p.29
unresolved
person
Tiurida Barita Pittauli Hutabarat
p.30 ×2
unresolved
person
H. Simanjuntak
p.30 ×2
unresolved
org
Rekonsiliasi
p.31
unresolved
org
PT Pacific Lubritama Indonesia
p.32 ×9
unresolved
org
PT Nusaraya Putra Mandiri
p.32 ×6
unresolved
org
PT Usaha Bersama Sukses
p.32
unresolved
org
PT Grafindo Jaya Pacific
p.32
unresolved
org
PT Dwi Prima Rezeky
p.32
unresolved
org
PT Surya Terang Pratama
p.32
unresolved
org
PT Sinar Alam Abadijaya
p.32
unresolved
org
PT Pulau Seroja Jaya
p.33 ×2
unresolved
person
Elly Puspita Sunarya
p.37 ×2
unresolved
org
PT Bima Registra
p.40
unresolved
person
Clarissa Calluella Haberth
p.40 ×5
unresolved
org
PT Golden Jaguarasa
p.42 ×2
unresolved
org
PT Grande Bahana Nusa
p.42
unresolved
org
PT Bias Inti Sejahtera
p.43
unresolved
org
Lupromax International Pte Ltd
p.43
unresolved
org
PT Golden Jaguarasia Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama
p.48
unresolved
org
PT Anugerah Lampung Sejahtera Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama
p.49
unresolved
org
PT Oto Wira Eka Nusa Berdasarkan Surat Perjanjian
p.49
unresolved
org
PT Rilexindo Pelumas Perkasa Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama
p.49
unresolved
org
PT Sarana Solusi Mandiri Berdasarkan Surat Perpanjangan Perjanjian
p.50
unresolved
org
Perjanjian Lisensi Magna International Pte Ltd
p.51
unresolved
org
Magna International Pte Ltd
p.51
unresolved
org
PT Pacific Lubritama Indonesia Berdasarkan Addendum
p.52
unresolved
org
PT Pacific Lubritama Indonesia. Apabila
p.52
unresolved
org
PT Pacific Lubritama Indonesia. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama
p.52
unresolved
org
PT Nusaraya Putra Mandiri Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama
p.52
unresolved
org
PT Pandu Siwi Sentosa Bali Berdasarkan Surat Perjanjian
p.53
unresolved
org
PT Pandu Siwi Sentosa Bali
p.53 ×3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.