Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 50
Page 1
Nomor Surat 019/IT-OFFICE/X/2023
Nama Emiten PT Indonesian Tobacco Tbk.
Kode Emiten ITIC
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Indonesian Tobacco Tbk. yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
PT Indonesian Tobacco Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas PT Indonesian Tobacco Tbk. Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas ITIC Entity code
Nomor identifikasi entitas AA897 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor D. Consumer Non-Cyclicals Sector
Subsektor D3. Tobacco Subsector
Industri D31. Tobacco Industry
Subindustri D311. Tobacco Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Individual WNI
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
708,367,791 1,582,680,952
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
8,603,984,921 6,329,896,725
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 130,689,105,815 144,613,274,032 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
223,848,518 158,799,123
lancar
Jumlah aset lancar 140,225,307,045 152,684,650,832 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Uang muka tidak lancar Non-current advances
Uang muka tidak Non-current advances
lancar atas pembelian on purchase of
8,193,043,000 20,000,000
aset tetap property, plant and
equipment
Aset pajak tangguhan 1,326,832,083 1,273,759,735 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
391,155,208,232 394,722,927,720
equipment
Aset hak guna 2,788,526,194 4,461,641,908 Right of use assets
Aset tidak lancar Other non-current
36,943,406 44,332,087
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 403,500,552,915 400,522,661,450 Total non-current assets
Jumlah aset 543,725,859,960 553,207,312,282 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
79,774,074,410 79,905,823,666
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
25,242,381,938 24,271,670,983
ketiga third parties
Beban akrual jangka Current accrued
1,017,983,321 833,632,677
pendek expenses
Utang pajak 4,492,795,214 4,791,428,315 Taxes payable
Pendapatan diterima Current unearned
0 0
dimuka jangka pendek revenue
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 23,253,965,057 31,751,676,746
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of consumer
tempo dalam satu financing payables
Page 5
tahun atas utang 971,150,384 528,497,415
pembiayaan
konsumen
Liabilitas Other current
non-keuangan jangka 2,276,620,868 2,136,187,523 non-financial liabilities
pendek lainnya
Jumlah liabilitas Total current
137,028,971,192 144,218,917,325
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 20,246,205,409 35,562,251,278 loans
bank
Liabilitas jangka Long-term
panjang atas utang consumer financing
1,201,057,121 989,668,998
pembiayaan payables
konsumen
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 6,031,054,925 5,789,816,978 post-employment
panjang benefit obligations
Liabilitas Other non-current
non-keuangan jangka 600,000,000 2,325,454,385 non-financial liabilities
panjang
Jumlah liabilitas Total non-current
28,078,317,455 44,667,191,639
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 165,107,288,647 188,886,108,964 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 47,036,000,000 47,036,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
37,906,140,000 37,906,140,000
disetor capital
Cadangan revaluasi 244,898,776,605 244,898,776,605 Revaluation reserves
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 500,000,000 0 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 48,277,654,708 34,480,286,713 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
378,618,571,313 364,321,203,318
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 378,618,571,313 364,321,203,318 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
543,725,859,960 553,207,312,282
ekuitas
Page 6
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
221,153,180,898 207,600,442,438
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 165,655,836,642 ) ( 149,862,343,001 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 55,497,344,256 57,738,099,437 Total gross profit
Beban penjualan ( 4,537,462,110 ) ( 5,658,237,606 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 15,798,841,611 ) ( 13,953,290,968 )
expenses
Pendapatan keuangan 2,039,483 779,171 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 9,809,364,117 ) ( 11,908,171,497 ) Interest and finance costs
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
( 7,883,906 ) ( 506,846 )
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Pendapatan lainnya 168,238,632 Other income
Beban lainnya ( 18,986,504 ) ( 212,040,811 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
25,495,084,123 26,006,630,880
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 6,634,189,155 ) ( 6,692,876,262 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
18,860,894,968 19,313,754,618
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 18,860,894,968 19,313,754,618 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban 179,580,804 221,943,345 remeasurement of defined
manfaat pasti, setelah benefit obligation, after tax
pajak
Penyesuaian lainnya atas Other adjustments to other
pendapatan komprehensif comprehensive income
lainnya yang tidak akan ( 39,507,777 ) ( 48,827,536 ) that will not be reclassified
direklasifikasi ke laba rugi, to profit or loss, after tax
setelah pajak
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan direklasifikasi 140,073,027 173,115,809 that may be reclassified
ke laba rugi, setelah to profit or loss, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, 140,073,027 173,115,809 income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif 19,000,967,995 19,486,870,427 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Page 7
Laba (rugi) yang dapat 18,860,894,968 19,313,754,618 Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 19,000,967,995 19,486,870,427 attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 20.05 20.53 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 8
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal
Saham biasa Cadangan revaluasi ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves Equity
earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
47,036,000,000 37,906,140,000 244,898,776,605 34,480,286,713 364,321,203,318 364,321,203,318
period
Posisi ekuitas, awal periode 47,036,000,000 37,906,140,000 244,898,776,605 34,480,286,713 364,321,203,318 364,321,203,318 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 18,860,894,968 18,860,894,968 18,860,894,968 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 140,073,027 140,073,027 140,073,027 Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 500,000,000 ( 500,000,000 ) 0 0 Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 4,703,600,000 ) ( 4,703,600,000 ) ( 4,703,600,000 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 47,036,000,000 37,906,140,000 244,898,776,605 500,000,000 48,277,654,708 378,618,571,313 378,618,571,313 Equity position, end of the period
Page 9
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal
Saham biasa Cadangan revaluasi ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor
penggunaannya entitas induk
Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves Equity
earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning of
47,036,000,000 37,906,140,000 229,415,462,340 10,321,906,847 324,679,509,187 324,679,509,187
kembali period
Posisi ekuitas, awal periode 47,036,000,000 37,906,140,000 229,415,462,340 10,321,906,847 324,679,509,187 324,679,509,187 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 19,313,754,618 19,313,754,618 19,313,754,618 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 173,115,809 173,115,809 173,115,809 Other comprehensive income
Posisi ekuitas, akhir periode 47,036,000,000 37,906,140,000 229,415,462,340 29,808,777,274 344,166,379,614 344,166,379,614 Equity position, end of the period
Page 10
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
218,879,092,703 208,835,341,000
pelanggan
Penerimaan kas lainnya Other cash receipts from
2,039,483 779,171
dari aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 136,816,726,791 ) ( 159,894,182,286 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 25,413,306,004 ) ( 24,364,386,612 )
tunjangan allowances
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
56,651,099,391 24,577,551,273
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 7,966,226,237 ) ( 6,318,651,768 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
48,684,873,154 18,258,899,505
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran uang muka Payments for advances for
pembelian aset tetap ( 8,125,000,000 ) ( 10,000,000 ) purchase of property, plant
and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 638,739,453 ) ( 703,655,008 )
aset tetap property, plant and equipment
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 8,763,739,453 ) ( 713,655,008 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 0 15,338,752,436 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 23,945,506,814 ) ( 20,959,590,892 ) Payments of bank loans
Pembayaran utang Payments of consumer
( 658,899,744 ) ( 691,936,979 )
pembiayaan konsumen financing payables
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 4,703,600,000 )
aktivitas pendanaan activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from financing
( 9,687,440,304 ) ( 11,277,728,660 )
aktivitas pendanaan activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 1,800,000,000 ) ( 1,800,000,000 ) from financing activities
pendanaan
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 40,795,446,862 ) ( 19,390,504,095 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
Page 11
bersih kas dan setara kas ( 874,313,161 ) ( 1,845,259,598 )in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
1,582,680,952 2,547,308,222
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
708,367,791 702,048,624
akhir periode cash flows, end of the period
Page 12
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan Keuangan Interim Perseroan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar statements
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia dan Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan
Regulator Pasar Modal. Laporan Keuangan Interim disusun berdasarkan basis Akrual, kecuali Laporan
Arus Kas Interim, dengan menggunakan konsep Biaya Historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam
Catatan atas Laporan Keuangan Interim yang relevan. Laporan Arus Kas Interim menyajikan
penerimaan dan pengeluaran kas dan bank yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi
dan pendanaan serta disusun berdasarkan metode Langsung. Mata uang pelaporan yang digunakan
dalam penyusunan Laporan Keuangan Interim adalah mata uang Rupiah yang merupakan mata uang
fungsional Perseroan. The Company?s Interim Financial Statements have been prepared and
presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards comprising the Statements of
Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAK)
issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants and the
Sharia Accounting Standards Board of the Indonesian Insitute of Accountants and Capital Market
Regulatory Regulations. The Interim Financial Statements have been prepared based on the Accrual
basis, except for the Interim Statements of Cash Flows, using the Historical Cost concept, except as
disclosed in the relevant Notes to the Interim Financial Statements. The Interim Statements of Cash
Flows present receipts and disbursements of cash on hand and in bank classified into operating,
investing and financing activities and are prepared using the Direct method. The reporting currency
used in the preparation of the Interim Financial Statements is Indonesian Rupiah, which is the
Company?s functional currency.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha adalah jumlah piutang atas penjualan atau jasa yang diberikan sehubungan dengan Trade and other receivables
kegiatan usaha. Bila pembayaran diharapkan akan diterima dalam jangka waktu satu tahun atau
kurang, maka diklasifikasikan sebagai aset lancar. Bila tidak, disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang usaha pada awalnya diakui pada nilai wajar dan kemudian diukur dengan menggunakan biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif, dikurangi dengan cadangan
penurunan nilai. Akun cadangan digunakan ketika Perseroan melakukan estimasi yang objektif bahwa
Perseroan tidak dapat menagih seluruh nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal. Trade
receivables are amounts due from customers for sales or services performed in the ordinary course of
business. If collection is expected in one year or less, they are classified as current assets. If not, they
are presented as non-current assets. Trade receivables are recognized initially at fair value and
subsequently measured at amortized cost using the Effective Interest Rate method, less provision for
impairment. A provision account is used when the Company performs an objective estimation that the
Company will not be able to collect all amounts due according to the original terms of the receivables.
Persediaan Persediaan dibukukan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Inventories
Biaya perolehan persediaan ditentukan dengan menggunakan metode Rata-rata Bergerak kecuali
untuk persediaan pita cukai yang biayanya ditentukan dengan metode Identifikasi Khusus. Nilai
realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi estimasi biaya
Page 13
penyelesaian dan beban penjualan. Cadangan penurunan nilai persediaan dilakukan untuk
mengurangi nilai tercatat menjadi nilai realisasi neto dan ditentukan berdasarkan hasil penelahaan
terhadap keadaan persediaan. Inventories are stated at the lower of cost and net realizable value. Cost
of inventories is computed using the Moving Average method except for the excise tape inventory
whose cost is determined using the Specific Identification method. Net realizable value is the estimated
selling price in the normal business activities, less the estimated completion costs and selling
expenses. Provision for impairment of inventories is made to reduce the carrying value of inventories to
their net realizable value and determined based on the results of a review of the inventories condition.
Aset tetap Tanah, bangunan, mesin dan kendaraan dibukukan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai Fixed assets
wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang
terjadi setelah tanggal Revaluasi. Revaluasi dilakukan maksimal setiap 3 tahun untuk memastikan
bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan
menggunakan nilai wajar pada tanggal Laporan Posisi Keuangan Interim. Pada tanggal revaluasi,
akumulasi penyusutan dieliminasi dengan nilai tercatat bruto aset. Surplus revaluasi yang telah
disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset tersebut dihentikan
pengakuannya. Aset tetap lainnya dibukukan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada. Bangunan disusutkan dengan menggunakan
metode Garis Lurus dengan taksiran masa manfaat 20 tahun. Aset tetap lainnya, disusutkan dengan
menggunakan metode Saldo Menurun berdasarkan taksiran masa manfaat keekonomian
masing-masing aset tetap sebagai berikut: Mesin 8 tahun Perabotan dan Peralatan 4 tahun Kendaraan
5 - 8 tahun Hak atas tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi, karena
manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat
diperbarui/diperpanjang pada saat masa berlakunya telah berakhir. Biaya pengurusan legal hak atas
tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah dan tidak
diamortisasi. Biaya terkait dengan pembaharuan hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan
diamortisasi sepanjang umur hukum atau umur ekonomi tanah mana yang lebih pendek. Biaya-biaya
setelah pengakuan awal aset diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau sebagai aset yang
terpisah, sebagaimana seharusnya, hanya apabila kemungkinan besar Perseroan akan mendapatkan
manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat
diukur dengan andal. Nilai yang terkait dengan penggantian komponen tidak diakui. Biaya perbaikan
dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi selama periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi.
Nilai residu, umur manfaat aset dan metode penyusutan ditelaah, dan jika perlu disesuaikan, pada
setiap akhir periode pelaporan. Apabila aset tetap dihentikan pengakuannya, maka nilai tercatat dan
akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari akun aset tetap dan keuntungan atau kerugian yang
dihasilkan diakui dalam laba rugi periode berjalan. The revaluation surplus that has been presented in
equity is directly transferred to retained earnings when the asset is derecognized. Other fixed assets
are stated at cost less accumulated depreciation and impairment losses, if any. Buildings are
depreciated using the Straight-line method with the estimated useful lives of 20 years. Other fixed
assets are depreciated using the Double Declining method over the estimated useful lives of the assets
as follows: Machinery 8 years Furniture and Fixtures 4 years Vehicles 5 - 8 years Land rights are
stated at cost and not amortized, as the management believes that the land rights will be
renewed/extended when they expire. Legal costs of land rights when the land was acquired initially are
recognized as part of the cost of the land and not amortized. The legal renewal costs of land rights are
recognized as intangible asset and are amortized over the shorter of the rights legal life and land?s
economic life. Subsequent costs are included in the asset's carrying amount or recognized as a
separate asset, as appropriate, only when it is probable that future economic benefits associated with
the item will flow to the Company and the cost of the item can be measured reliably. Amounts related to
Page 14
component replacement are not recognized. Repairs and maintenance costs are charged to profit or
loss during the period in which they are incurred. The residual values, useful lives and methods of
depreciation are reviewed, and adjusted prospectively if appropriate, at each financial year-end. When
fixed assets are derecognized, their carrying values and the related accumulated depreciation are
removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in profit or loss for the period.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Aset non-keuangan ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana terdapat Impairment of non-financial assets
kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat
dipulihkan. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan
jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. Dalam rangka mengukur penurunan nilai, aset dikelompokkan
hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset
non-keuangan, yang telah mengalami penurunan nilai ditelaah untuk menentukan apakah terdapat
kemungkinan pemulihan penurunan nilai. Jika terjadi pemulihan nilai, maka langsung diakui dalam laba
rugi, tetapi tidak boleh melebihi akumulasi rugi penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya.
Non-financial assets are reviewed for impairment whenever events or changes in circumstances
indicate that the carrying amount may not be recoverable. An impairment loss is recognized for the
amount by which the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount. Recoverable
amount is the higher of its fair value less cost to sell or its value in use of the assets. For the purposes
of assessing impairment, assets are grouped at the lowest levels for which there are separately
identifiable cash flows. At each reporting date, non-financial assets that suffered impairment are
reviewed for possible reversal of the impairment. Recoverable amount is immediately recognized in
profit or loss, but not in excess of any accumulated impairment loss previously recognized.
Pengakuan pendapatan dan beban Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perseroan melakukan analisa transaksi melalui lima Revenue and expense recognition
langkah analisa berikut: 1. Mengindentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai
berikut: (a) kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak; (b) Perseroan bisa
mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran dari barang yang akan
dialihkan; (c) kontrak memiliki substansi komersial; (d) besar kemungkinan Perseroan akan menerima
imbalan atas barang yang dialihkan. 2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak ke
pelanggan. 3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, potongan penjualan, pajak
ekspor dan pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
diserahkannya barang yang dijanjikan ke pelanggan. 4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap
kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual dari setiap barang yang dijanjikan di
kontrak. 5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau
pada suatu waktu tertentu). Pendapatan diakui pada titik waktu tertentu. Pendapatan dari penjualan
barang jadi diakui pada saat pengendalian atas barang jadi telah berpindah kepada pelanggan. Beban
diakui pada saat terjadinya (basis akrual). In determining the revenue recognition, the Company
performs a transaction analysis through the following five steps of assessment: 1. Identify contracts
with customers with certain criteria as follows: (a) the contract has been agreed by the parties involved
in the contract; (b) the Company can identify the rights of relevant parties and the term of payment for
the goods to be transferred; (c) the contract has commercial substance; (d) it is probable that the
Company will receive benefits for the goods transferred. 2. Identify the performance obligations in the
contract to the customer. 3. Determine the transaction price, net of discounts, returns, trade
allowances, export tax and export levies, which an entity expects to be entitled in exchange for
transferring promised goods to a customer. 4. Allocate the transaction price to each performance
obligation on the basis of the selling prices of each goods promised in the contract. 5. Recognize
Page 15
revenue when the performance obligation is satisfied (over time or at a point in time). Revenue is
recognized at a point in time. Revenue from the sales of finished goods is recognized when control is
transferred to a customer. Expenses are recognized as incurred (Accrual Basis).
Transaksi dengan pihak berelasi Pihak-pihak berelasi didefinisikan sebagai berikut: a) Orang atau anggota keluarga terdekat Transactions with related parties
mempunyai relasi dengan Perseroan (entitas pelapor) jika orang tesebut: i) Memiliki pengendalian atau
pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii) Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor. b) Suatu entitas
berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: i) Entitas dan entitas pelapor
adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak
berikutnya terkait dengan entitas lain). ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama
dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura
bersama dari pihak ketiga yang sama. iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan
entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v) Entitas tersebut adalah suatu program
imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan
entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggara-kan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan
bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a). vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf a) i)
memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari
entitas). viii) Entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas
induk dari entitas pelapor. Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang
disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi
yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan
pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Interim. Related parties are
defined as follows: a) A person or a close member of the person's family is related to the Company (the
reporting entity) if that person: i) Has control or joint control over the reporting entity; ii) Has significant
influence over the reporting entity; or iii) Is a member of the key management personnel of the reporting
entity or of a parent of the reporting entity. b) An entity is related to the reporting entity if any of the
following conditions applies: i) The entity and the reporting entity are members of the same company
(which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others). ii) One entity
is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a
company of which the other entity is a member). iii) Both entities are joint ventures of the same third
parties. iv) One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third
entity. v) The entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the
reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the
sponsoring employers are also related to the reporting entity. vi) The entity is controlled or jointly
controlled by a person identified in a). vii) A person identified in a) i) has significant influence over the
entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity). viii)
The entity, or any member of a group of which it is a part, provides of key management personnel
services to the reporting entity or to the reporting entity's parent. Related party transactions are made
based on terms agreed by the parties, which may not be the same as those of the transactions
between unrelated parties. All significant transactions and balances with related parties are disclosed in
the relevant Notes to the Interim Financial Statements.
Pajak penghasilan Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laba rugi periode Income taxes
berjalan, kecuali jika pajak penghasilan tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui ke
penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan
Page 16
penghasilan kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku. Pajak tangguhan diakui menggunakan metode Liabilitas atas perbedaan temporer antara
jumlah tercatat aset dan liabilitas dengan dasar pengenaan pajaknya. Liabilitas pajak tangguhan diakui
untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan dihitung dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substantial telah berlaku pada akhir periode
pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset atau liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan penyisihan
dan/atau penyesuaian kembali dari seluruh perbedaan temporer, termasuk perubahan tarif pajak
dibebankan atau dikreditkan pada laba rugi periode berjalan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling
hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset
pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas yang sama
dan otoritas perpajakan yang sama. Untuk setiap entitas pengaruh pajak atas perbedaan temporer dan
akumulasi rugi pajak yang masing-masing dapat berupa aset atau liabilitas disajikan dalam jumlah
bersih untuk masing-masing entitas tersebut. Pendapatan, beban dan aset diakui neto atas jumlah
Pajak Pertambahan Nilai (PPN), kecuali PPN yang timbul dari pembelian aset atau jasa yang tidak
dapat dikreditkan, maka PPN tersebut diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai
bagian dari beban yang bersangkutan. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah
PPN. Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan surat ketetapan pajak diakui
sebagai penghasilan atau beban dalam laba rugi tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya
penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda ditangguhkan pembebanannya
sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset. Current tax and deferred income tax are recognized as
income or expense in profit or loss for the period, except to the extent that it relates to items recognized
to other comprehensive income or directly to equity The current tax expense is determined based on
the taxable income in the period calculated based on the prevailing tax rates Deferred tax is recognized
using the Liability method on the temporary differences between the tax bases of assets and liabilities
and their carrying amounts for financial reporting purposes at the end of the reporting period. Deferred
tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are
recognized for all deductible temporary differences and accumulated fiscal losses, to the extent that it is
probable to be utilized to reduce future taxable profit. Deferred income tax is calculated at the tax rates
that have been enacted or substantively enacted at the end of the reporting period. Changes in the
carrying amount of deferred tax assets or liabilities due to a provision and/or readjustment to all
temporary differences are credited or charged to profit or loss for the period. Deferred tax assets and
liabilities are offset if a legally enforceable right exists to set off current tax assets against current
income tax liabilities and the deferred taxes relate to the same taxable entity and the same taxation
authority. For each of the entities the tax effects of temporary differences and fiscal loss carry forwards
each of which can be either an asset or a liability are presented on a net basis for each of these
entities. Revenues, expenses and assets are recognized net of the amount of Value Added Tax (VAT),
except for VAT arising from the purchase of assets or services that cannot be credited, the VAT is
recognized as part of the acquisition cost of the asset or as part of the expense. Receivables and
payables presented including the VAT amount. Additional principal amount of tax and penalties
established by the tax assessment letter is recognized as income or expense in profit or loss for the
year, unless there are further proposed remedies. An additional amount of principal outstanding taxes
and penalties are deferred when they meet the asset recognition criteria.
Imbalan kerja karyawan (i) Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang Employee benefits
menentukan jumlah imbalan pensiun yang akan diberikan, biasanya berdasarkan satu faktor atau lebih
seperti usia, masa kerja, atau kompensasi. Perseroan harus menyediakan imbalan pensiun dengan
Page 17
jumlah minimal sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja (?UU Cipta Kerja?) No. 11/2020 atau Kontrak Kerja Bersama (?KKB?), mana yang lebih tinggi. Karena UU Cipta Kerja atau KKB menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, pada dasarnya program pensiun berdasarkan UU Cipta Kerja atau KKB adalah program pensiun imbalan pasti. Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang diakui di Laporan Posisi Keuangan Interim adalah nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal akhir pelaporan dikurangi nilai wajar aset program. Liabilitas imbalan pasti dihitung oleh aktuaris independen menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit. Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskonto estimasi arus kas keluar masa depan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah (dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi) dalam mata uang yang sama dengan mata uang imbalan yang akan dibayarkan dan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo imbalan yang bersangkutan. Biaya jasa kini dari program pensiun imbalan pasti diakui dalam laba rugi pada beban imbalan kerja dimana mencerminkan peningkatan liabilitas imbalan pasti yang dihasilkan dari jasa karyawan dalam periode berjalan. Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laba rugi. Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan asumsi aktuaria dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain yang merupakan bagian dari saldo laba pada periode di mana terjadinya perubahan tersebut. (ii) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika Perseroan memberhentikan hubungan kerja sebelum usia pensiun normal, atau ketika seorang pekerja menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela dengan kompensasi imbalan pesangon. Perseroan mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja pada tanggal yang lebih awal antara (i) ketika Perseroan tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan (ii) ketika Perseroan mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berasal dalam ruang lingkup PSAK 57 dan melibatkan pembayaran pesangon. Dalam hal menyediakan pesangon sebagai penawaran untuk mengundurkan diri secara sukarela, pesangon pemutusan kontrak kerja diukur berdasarkan jumlah karyawan yang diharapkan menerima penawaran tersebut. Imbalan yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan didiskontokan menjadi nilai kininya. (i) Pension Benefit Liabilities A defined benefit plan is a pension plan that defines an amount of pension benefit to be provided, usually as a function of one or more factors such as age, years of service, or compensation. The Company is required to provide a minimum amount of pension benefits in accordance with Job Creation Law (the ?Job Creation Law?) No. 11/2020 or the Collective Labor Agreement (the ?CLA?), whichever is higher. Since the Job Creation Law and the CLA set the formula for determining the minimum amount of benefits, in substance pension plans under the Job Creation Law or the CLA represent defined benefit plans. The liability recognized in the Interim Statements of Financial Position in respect of the defined benefit pension plan is the present value of the defined benefit obligation at the reporting date less the fair value of plan assets. The defined benefit liability is calculated by independent actuaries using the Projected Unit Credit method. The present value of the defined benefit liability is determined by discounting the estimated future cash outflows using interest rates of government bonds (considering currently there is no deep market for high-quality corporate bonds) that are denominated in the currency in which the benefit will be paid, and that have terms to maturity approximating the terms of the related pension liability. The current service cost of the defined benefit plan is recognized in the profit or loss in employee benefit expenses which reflect the increase in the defined benefit liability resulting from the employees? service in the current period. Past service costs are recognized immediately in profit or loss. Actuarial gains and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions are charged or credited to other comprehensive income and presented as part of retained earnings in the period in which they arise. (ii) Termination Benefits Termination benefits are payable when employment is terminated by the Company before the normal retirement date, or whenever an employee accepts voluntary redundancy in exchange for these
Page 18
benefits. The Company recognizes termination benefits at the earlier of the following dates: (i) when
the Company can no longer withdraw the offer of those benefits; and (ii) when the Company recognizes
costs for a restructuring that is within the scope of PSAK 57 and involves the payment of termination
benefits. In the case of an offer being made to encourage voluntary redundancy, the termination
benefits are measured based on the number of employees expected to accept the offer. Benefits falling
due more than 12 months after the reporting date are discounted to their present value.
Laba per saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan dengan jumlah rata-rata Earnings per share
tertimbang saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan. Pada tanggal 30 September
2023 dan 2022, Perseroan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif,
sehingga laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain Interim. Basic earnings per share is calculated by dividing the net
income for the period with the weighted average number of ordinary shares outstanding during the
period. As of September 30, 2023 and 2022, the Company had no potential dilutive ordinary shares,
accordingly there was no diluted earnings per share calculated and presented in the Interim
Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income.
Dividen Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan No. 61 tanggal 23 Mei Dividends
2023 dari Notaris Rini Yulianti, S.H., pemegang saham perseroan menyetujui pembagian dividen tunai
dari tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 4.703.600.000 atau Rp 5
per saham. Based on the Minutes of Annual Stockholders General Meeting No. 61 dated May 23, 2023
of Public Notary Rini Yulianti S.H., the stackholders agreed to distribute a cash dividend for the years
ended December 31, 2022 amounting to Rp 4,703,600,000 or Rp 5 per share.
Penentuan nilai wajar Nilai Wajar Instrumen Keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan dalam pasar Determination of fair value
aktif pada setiap tanggal pelaporan ditentukan berdasarkan referensi harga pasar kuotasian, tanpa
dikurangi biaya transaksi. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan dalam pasar aktif,
nilai wajarnya ditentukan berdasarkan teknik penilaian yang sesuai. Teknik penilaian tersebut meliputi
transaksi pasar wajar terkini, referensi kepada nilai wajar kini instrumen keuangan lainnya yang secara
substansi adalah serupa, analisa arus kas diskonto, atau model penilaian lainnya. Jika nilai wajar
instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan secara wajar,
instrumen keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya. Fair Value of Financial
Instruments The fair value of financial instruments that are actively traded in organized financial
markets is determined by reference to quoted market prices without deducted by transaction costs at
the end of the reporting period. For financial instruments where there is no active market, fair value is
determined using valuation techniques. Such techniques may include using a recent arm?s-length
market transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially the
same, discounted cash flow analysis, or other valuation models. When the fair value of the financial
instruments not traded in an active market cannot be reliably determined, such financial instruments
are recognized and measured at their carrying amounts.
Instrumen keuangan Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur Financial instruments
pada nilai wajarnya, dan dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan
atau penerbitan aset keuangan tersebut. Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi atau Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI), aset
keuangan harus menghasilkan arus kas yang semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI)
dari pokok belum dilunasi. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Perseroan untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana mereka mengelola
aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan
Page 19
dihasilkan dari pendapatan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya. Pengakuan dan Pengukuran Awal (Lanjutan) Perseroan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori berikut: (i) biaya perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan (iii) nilai wajar melalui laba rugi. (i) Biaya Perolehan Diamortisasi Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: - Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok yang terutang. Kas dan bank dan piutang usaha kepada pihak ketiga Perseroan termasuk dalam kategori ini. (ii) Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi berikut terpenuhi: - Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok yang terutang. Pengakuan dan Pengukuran Awal (Lanjutan) (ii) Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain (Lanjutan) Perseroan tidak memiliki aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. (iii) Nilai Wajar melalui Laba Rugi Semua aset keuangan yang tidak diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Termasuk aset keuangan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau instrumen lindung nilai yang ditunjuk dan efektif). Pada pengakuan awal, Perseroan dapat membuat penetapan yang tak terbatalkan atas aset keuangan yang memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau pada nilai wajar melalui laba rugi jika hal tersebut mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan yang dapat timbul dari pengukuran aset dan liabilitas. Perseroan tidak memiliki aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Perseroan menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal, dan jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir periode pelaporan. Pengukuran Selanjutnya (i) Biaya Perolehan Diamortisasi Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (EIR) dan diuji untuk penurunan nilai. Laba dan rugi diakui pada laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau diturunkan nilainya. Aset keuangan Perseroan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi termasuk piutang usaha kepada pihak ketiga. (ii) Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain Perubahan nilai wajar aset keuangan - instrumen utang ini dicatat pada penghasilan komprehensif lain, kecuali pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga (termasuk biaya transaksi menggunakan metode Suku Bunga Efektif), keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian dan keuntungan dan kerugian dari selisih kurs diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan, keuntungan atau kerugian nilai wajar kumulatif yang sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain direklasifikasi pada laba rugi. (iii) Nilai Wajar melalui Laba Rugi Keuntungan atau kerugian dari investasi utang yang selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai, diakui dalam laba rugi dan disajikan bersih dalam laba rugi di dalam penghasilan/(beban) lain-lain dalam periode kemunculannya. Penghentian Pengakuan Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak kontraktual untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir. Pada penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat dan jumlah imbalan yang diterima dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain diakui dalam laba rugi. Penurunan Nilai Aset Keuangan Perseroan mengakui penyisihan Kerugian Kredit Ekspektasian (ECL) untuk semua instrumen utang yang bukan pada nilai wajar melalui laba rugi dan kontrak jaminan keuangan. ECL ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual sesuai
Page 20
kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh Perseroan, didiskonto pada estimasi suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan mencakup setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian dari ketentuan kontrak. ECL diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal, ECL diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, terlepas dari jangka waktu gagal bayar (ECL sepanjang umurnya). Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan) Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Perseroan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Perseroan tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Perseroan membentuk matriks pencadangan berdasarkan kerugian kredit masa lalu, disesuaikan dengan faktor-faktor spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi masa depan yang relevan. Liabilitas Keuangan Pengakuan Awal dan Pengukuran Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perseroan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi. Liabilitas keuangan Perseroan terdiri dari utang bank, utang usaha kepada pihak ketiga, liabilitas sewa, beban akrual dan liabilitas pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perseroan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Pengukuran Selanjutnya Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode EIR. Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi EIR. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari EIR. Amortisasi EIR dicatat sebagai ?Beban Keuangan? dalam laba rugi. Penghentian Pengakuan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa. Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang telah dimiliki, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba atau rugi. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapus dan nilai netonya disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan Interim ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Nilai Wajar Instrumen Keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan dalam pasar aktif pada setiap tanggal pelaporan ditentukan berdasarkan referensi harga pasar kuotasian, tanpa dikurangi biaya transaksi. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan dalam pasar aktif, nilai wajarnya ditentukan berdasarkan teknik penilaian yang sesuai. Teknik penilaian
Page 21
tersebut meliputi transaksi pasar wajar terkini, referensi kepada nilai wajar kini instrumen keuangan lainnya yang secara substansi adalah serupa, analisa arus kas diskonto, atau model penilaian lainnya. Jika nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan secara wajar, instrumen keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya. Financial Assets Initial Recognition and Measurement At initial recognition, they are measured at fair value, plus, in the case of financial assets not at fair value through profit or loss, transaction costs that are directly attributable to the acquisition or issuance of the financial assets. In order for a financial asset to be classified and measured at amortized cost or Fair Value through Other Comprehensive Income (FVOCI), it needs to give rise to cash flows that are solely payments of principal and interest (SPPI) on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the SPPI test and is performed at an instrument level. The Company?s business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both. Initial Recognition and Measurement (Continued) The Company classifies its financial assets in the following categories: (i) amortized cost, (ii) fair value through other comprehensive income, and (iii) fair value through profit or loss. (i) Amortized Cost Financial assets are measured at amortized cost if both of the following conditions are met: - The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and - The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the amount outstanding. The Company?s cash on hand and in banks and trade receivables from third parties were included in this category. (ii) Fair Value through Other Comprehensive Income Financial assets are measured at fair value through other comprehensive Income if both of the following conditions are met: - The financial asset is held within a business model with the objective to be fulfilled by obtaining contractual cash flows and selling financial assets; and - The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the amount outstanding. Initial Recognition and Measurement (Continued) (ii) Fair Value through Other Comprehensive Income (Continued) The Company had no financial assets at fair value through other comprehensive income. (iii) Fair Value through Profit or Loss All financial assets not measured at amortized cost or fair value through other comprehensive income are measured at fair value through profit or loss. This includes derivative financial assets (except for a derivative that is a financial guarantee contract or a designated and effective hedging instrument). On initial recognition, the Company may irrevocably designate a financial asset that otherwise meets the requirements to be measured at amortized cost or at fair value through other comprehensive income or at fair value through profit or loss if doing so eliminates or significantly reduces an accounting mismatch that would arise from the measurement of assets and liabilities. The Company had no financial assets at fair value through profit or loss. The Company determines the classification of their financial assets after initial recognition and, if allowed and appropriate, re-evaluate this designation at the end of each reporting period. Subsequent Measurement (i) Amortized Cost Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the Effective Interest Rate (EIR) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The Company?s financial assets at amortized cost included trade receivables from third parties. (ii) Fair Value through Other Comprehensive Income All movements in the fair value of financial assets - debt instruments are taken through other comprehensive income, except for the recognition of impairment gains or losses, interest revenue (including transaction costs by applying the Effective Interest Rate method), gains or loss arising on derecognition and foreign exchange gains and losses which are recognized in profit or loss. When the financial asset is derecognized, the cumulative fair value gain or loss previously recognized in other comprehensive income is reclassified to profit or loss. (iii) Fair Value
Page 22
through Profit or Loss A gain or loss on a debt investment that is subsequently measured at fair value through profit or loss and is not part of a hedging relationship is recognized in profit or loss and presented net in profit or loss within other income/(expenses) in the period in which it arises. Derecognition A financial asset is derecognized when the contractual rights to receive the cash flows from the assets has expired. On derecognition of a financial asset in its entirety, the differences between the carrying amount and the sum of the consideration received and any cumulative gains or losses that had been recognized in other comprehensive income is recognized in profit or loss. Impairment of Financial Assets The Company recognizes an provision for Expected Credit Loss (ECL) for all debt instruments not held at fair value through profit or loss and financial guarantee contracts. ECLs are based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Company expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows include any cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms. ECLs are recognized in two stages. When there have been significant increases in credit risks since initial recognition, ECLs are provided for credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL). But, when there have been significant increases in credit risks since initial recognition, a loss allowance is recognized for credit losses expected over the remaining life of the asset, irrespective of timing of the default (a lifetime ECL). Impairment of Financial Assets (Continued) Because its trade receivables do not contain significant financing component, the Company applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Company does not track changes in credit risk, but instead recognizes a loss provision based on lifetime ECL at each reporting date. The Company establishes a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment. Financial Liabilities Initial Recognition and Measurement Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss or financial liabilities at amortized cost. The Company determines the classification of its financial liabilities at initial recognition. Financial liabilities are initially measured at fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial liabilities (other than financial liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted from the fair value of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair value through profit or loss are recognized immediately in profit or loss. The Company?s financial liabilities consisted of bank loans, trade payables to third parties, lease liabilities, accrued expenses and consumer financing loans classified as financial liabilities at amortized cost. The Company had no financial liabilities measured at fair value through profit or loss. Subsequent Measurement After initial recognition, interest-bearing financial liabilities are subsequently measured at amortized cost using the EIR method. At the reporting dates, accrued interest expenses are recorded separately from the associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fee or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included in ?Finance Costs? in profit or loss. Derecognition A financial liability is derecognized when the obligation under the contract is discharged or canceled or has expired. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amount is recognized in profit or loss. Offsetting of Financial Instruments Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount is reported in the Interim Statements of Financial Position, if there is a currently enforceable legal right to offset the
Page 23
recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle
the liabilities simultaneously. Fair Value of Financial Instruments The fair value of financial instruments
that are actively traded in organized financial markets is determined by reference to quoted market
prices without deducted by transaction costs at the end of the reporting period. For financial
instruments where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such
techniques may include using a recent arm?s-length market transaction, reference to the current fair
value of another instrument that is substantially the same, discounted cash flow analysis, or other
valuation models. When the fair value of the financial instruments not traded in an active market cannot
be reliably determined, such financial instruments are recognized and measured at their carrying
amounts.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Sampai dengan tanggal penyelesaian Laporan Keuangan Interim oleh manajemen Perseroan, tidak Events after reporting period
ada peristiwa penting setelah periode pelaporan. Up to the date of the Interim Financial Statements
were completed by the Company?s management, there was no significant events after the reporting
period.
Penerapan standar akuntansi baru Berikut adalah standar, amandemen dan penyesuaian standar baru, yang berlaku efektif sejak dan Adoption of new accounting standards
setelah tanggal 1 Januari 2023, tidak memberikan dampak yang material terhadap Laporan Keuangan
Interim periode berjalan: - Amandemen PSAK 1, ?Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi
Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang?. - Amandemen PSAK 16, ?Aset Tetap
tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan?. - Penyesuaian Tahunan 2021 atas PSAK 1
?Penyajian Laporan Keuangan?, PSAK 13, ?Properti Investasi?, PSAK 48, ?Penurunan Nilai Aset?,
PSAK 66, ?Pengaturan Bersama? dan ISAK 16, ?Penjanjian Konsesi Jasa?. - Amandemen PSAK 25,
?Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan tentang Definisi Estimasi
Akuntansi?. - Amandemen PSAK 46, ?Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan
Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal?. The following new standard, amendments and
improvements which are effective from and after January 1, 2023 had no material effect on the
amounts reported for the current period?s Interim Financial Statements: - Amendment to PSAK 1,
?Presentation of Financial Statements: Classification of Liabilities as Current or Non-current?. -
Amendment to PSAK 16, ?Property, Plant and Equipment proceeds before Intended Use?. - 2021
Annual Improvements to PSAK 1 ?Presentation of Financial Statements?, PSAK 13, ?Investment
Property?, PSAK 48, ?Impairment of Assets?, PSAK 66, ?Joint Arrangements? and ISAK 16, ?Service
Concession Arrangements?. - Amendment to PSAK 25, ?Accounting Policies, Changes in Accounting
Estimates and Errors on Definition of Accounting Estimates?. - Amendment to PSAK 46, ?Income
Taxes on Deferred Tax Related to Assets and Liabilities Arising from a Single Transactions?.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Standar, amandemen dan penyesuaian baru yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2023 adalah sebagai berikut: - PSAK 74, ?Kontrak effective
Asuransi?. Pada tanggal pengesahan Laporan Keuangan Interim, manajemen masih mempelajari
dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar, amandemen dan penyesuaian baru tersebut
terhadap Laporan Keuangan Interim Perseroan. New standards, amendments and improvements
issued but not yet effective for the financial year beginning January 1, 2023 are as follows: - PSAK 74,
?Insurance Contracts?. As of the authorization date of these Interim Financial Statements,
management is still evaluating the potential impact of the adoption of these new standards,
amandements and improvements on the Company?s Interim Financial Statements.
Page 24
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 337,864,000,000 337,864,000,000 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
32,682,000,000 170,282,415 32,852,282,415
dimiliki langsung improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
16,609,000,000 124,354,955 16,733,354,955
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
1,485,313,359 6,324,000 1,491,637,359
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
7,456,000,000 1,670,718,919 9,126,718,919
langsung
Dimiliki langsung 396,096,313,359 1,971,680,289 398,067,993,648 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
396,096,313,359 1,971,680,289 398,067,993,648
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, accumulated
0 1,231,691,160 1,231,691,160
dimiliki langsung improvement, directly owned depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
0 2,660,405,277 2,660,405,277
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
1,373,385,639 42,763,400 1,416,149,039
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
0 1,604,539,940 1,604,539,940
langsung
Dimiliki langsung 1,373,385,639 5,539,399,777 6,912,785,416 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
1,373,385,639 5,539,399,777 6,912,785,416
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
394,722,927,720 391,155,208,232
equipment
Page 25
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Penurunan
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Aset tetap, akhir
Revaluasi aset tetap (pemulihan) nilai aset
periode tetap tetap periode
tetap
Property, plant, and Impairment (recovery)
Addition in property, Disposals in property, Revaluation of property, Property, plant, and
equipment, beginning of property, plant, and
plant, and equipment plant, and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying amount,
327,454,000,000 0 10,410,000,000 (0) 337,864,000,000
kotor langsung gross
Bangunan dan Building and
fasilitasnya, dimiliki leasehold
32,680,000,000 357,153,785 1,291,412,537 ( 1,646,566,322 ) 32,682,000,000
langsung improvement, directly
owned
Mesin dan Machinery and
peralatan, dimiliki 17,466,000,000 416,984,091 2,535,221,116 ( 3,809,205,207 ) 16,609,000,000 equipment, directly
langsung owned
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 1,452,333,359 32,980,000 0 (0) 1,485,313,359 equipment, directly
dimiliki langsung owned
Kendaraan Motor vehicle,
bermotor, dimiliki 6,396,000,000 2,083,257,207 ( 686,000,000 ) 1,246,680,612 ( 1,583,937,819 ) 7,456,000,000 directly owned
langsung
Dimiliki langsung 385,448,333,359 2,890,375,083 ( 686,000,000 ) 15,483,314,265 ( 7,039,709,348 ) 396,096,313,359 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
385,448,333,359 2,890,375,083 ( 686,000,000 ) 15,483,314,265 ( 7,039,709,348 ) 396,096,313,359
equipment
Akumulasi Bangunan dan Building and Carrying amount,
depresiasi fasilitasnya, dimiliki leasehold accumulated
1,646,566,322 ( 1,646,566,322 ) 0
langsung improvement, directly depreciation
owned
Mesin dan Machinery and
peralatan, dimiliki 3,809,205,207 ( 3,809,205,207 ) 0 equipment, directly
langsung owned
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 1,267,539,959 105,845,680 1,373,385,639 equipment, directly
dimiliki langsung owned
Kendaraan Motor vehicle,
bermotor, dimiliki 1,794,954,486 ( 211,016,667 ) ( 1,583,937,819 ) 0 directly owned
Page 26
langsung
Dimiliki langsung 1,267,539,959 7,356,571,695 ( 211,016,667 ) ( 7,039,709,348 ) 1,373,385,639 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
1,267,539,959 7,356,571,695 ( 211,016,667 ) ( 7,039,709,348 ) 1,373,385,639
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
384,180,793,400 394,722,927,720
equipment
Page 27
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Jumlah tercatat bruto dari aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan hingga tanggal Disclosure of notes for property, plant and
30 September 2023 sebesar Rp 1.542.804.109 (31 Desember 2022: Rp 1.543.229.109). Jumlah equipment
tercatat dari aset tetap dengan menggunakan model Biaya per 30 September 2023 adalah sebesar Rp
174.420.763.473 (31 Desember 2022: Rp 174.114.479.213). Aset tetap telah diasuransikan terhadap
risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 44.229.831.625. Manajemen akan
menyesuaikan nilai pertanggungan tersebut agar memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian
yang timbul atas risiko yang dipertanggungkan. Penilaian atas nilai wajar tanah, bangunan, mesin dan
kendaraan dilakukan oleh KJPP Felix Sutandar dan Rekan pada tanggal 31 Desember 2022 dalam
Laporan No. 00246/2.0072-00/PI/04/0129/1/II/2023 dan No. 00247/2.0072-00/PI/04/0129/1/II/2023
tanggal 21 Februari 2023 sebesar Rp 394.611.000.000. Pendekatan penilaian menggunakan
pendekatan Biaya dan pendekatan Pasar untuk nilai wajar tanah, bangunan dan mesin dan untuk
kendaraan menggunakan pendekatan Pasar. Tanah dan bangunan digunakan sebagai jaminan atas
fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (Catatan 10).
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022. Manajemen Perseroan juga berpendapat terdapat perubahan estimasi masa manfaat
dan perubahan yang signifikan dalam ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomi masa depan
(metode penyusutan) terhadap aset tetap tertentu. The total gross fixed assets which had been fully
depreciated and were still being used until September 30, 2023 amounted to Rp 1,542,804,109
(December 31, 2022: Rp 1,543,229,109). The carrying value of fixed assets using the Cost model as
September 30, 2023 amounted to Rp 174,420,763,473 (December 31, 2022: Rp 174,114,479,213).
Fixed assets have been insured against other risks with insurance coverage of Rp 44,229,831,625.
Management will adjust the insurance coverage that is adequate to cover possible losses arising from
such risks. The valuations of the fair values of land, buildings, machinery and vehicles were performed
by KJPP Felix Sutandar dan Rekan on December 31, 2022 in Reports No.
00246/2.0072-00/PI/04/0129/1/II/ 2023 and No. 00247/2.0072-00/PI/04/0129/1/II/ 2023 dated February
21, 2023 amounting to Rp 394,611,000,000. The valuation used the Cost approach and Market
approach for the fair values of land, buildings and machinery and for the vehicles used the Market
approach. Land and buildings are used as collateral for credit facilities obtined from PT Bank Woori
Saudara Indonesia 1906 Tbk (Note 10). Based on management?s evaluation, there were no events or
changes in circumstances indicating any decline in the fixed asset value as of September 30, 2023 and
December 31, 2022. The Company?s management also believes that there were a changes in the
estimated useful lives and significant changes in the expected pattern on the future useful life benefit
consumption (depreciation method) of certain fixed assets.
Page 28
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
30 September 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode
Aset hak guna, periode awal Penambahan aset hak guna
akhir
Right of use assets, beginning Right of use assets, end
Addition in right of use assets
period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 8,990,010,859 8,990,010,859 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 8,990,010,859 8,990,010,859 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 4,528,368,951 1,673,115,714 6,201,484,665 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 4,528,368,951 1,673,115,714 6,201,484,665 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 4,461,641,908 2,788,526,194 Right of use assets Carrying amount
Page 29
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode
Aset hak guna, periode awal Penambahan aset hak guna
akhir
Right of use assets, beginning Right of use assets, end
Addition in right of use assets
period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 4,528,368,951 4,461,641,908 8,990,010,859 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 4,528,368,951 4,461,641,908 8,990,010,859 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 2,264,184,476 2,264,184,475 4,528,368,951 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 2,264,184,476 2,264,184,475 4,528,368,951 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 2,264,184,475 4,461,641,908 Right of use assets Carrying amount
Page 30
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Perseroan melakukan perjanjian sewa gudang yang terletak di Klaten, Jawa Tengah seluas 16.000 M2 Disclosure of notes for right of use assets
kepada Djonny Saksono, Direktur Utama Perseroan untuk jangka waktu 2 tahun dan telah
diperpanjang untuk jangka waktu 2 tahun. The Company entered into a warehouse rental agreement
which located at Klaten, Central Java covering an area of 16,000 M2 with Djonny Saksono, the
Company?s President Director, for a period of 2 years and has been extended for a period of 2 years.
Page 31
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Pada periode 30 September 2023 dan 2022, tidak ada penjualan kepada pihak berelasi. In the periods Disclosure of notes for revenue
September 30, 2023 and 2022, there were no sales to related parties.
Page 32
[1618000] Notes to the financial statements - Revenue By Source - General
Industry
Catatan untuk sumber pendapatan Notes for revenue by source
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari Domestic revenue 1
Tembakau 220,437,466,788 206,738,107,841
domestik 1
Pendapatan domestik 220,437,466,788 206,738,107,841 Domestic revenue
Pendapatan dari Export revenue 1
Tembakau 715,714,110 862,334,597
ekspor 1
Pendapatan ekspor 715,714,110 862,334,597 Export revenue
Sumber pendapatan 221,153,180,898 207,600,442,438 Source of revenue
Page 33
[1619000] Notes to the financial statements - Revenue With Value More Than
10% - General Industry
Catatan untuk pendapatan lebih dari 10% Note for revenue with value
more than 10%
30 September 30 September
2023 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak 1 UD Citra Prima Party 1
25,970,874,101 22,016,390,000
Distributor
Pihak 2 PD Setia Mandiri 24,913,675,974 19,574,337,600 Party 2
Pihak 3 CV Wijaya Raya 22,194,951,500 15,966,716,200 Party 3
Pihak 4 CV Sinergi Padi 21,112,659,102 24,940,993,439 Party 4
Pihak dengan Party with revenue
pendapatan lebih dari 94,192,160,677 82,498,437,239 more than 10%
10%
Page 34
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 8,603,984,921 6,329,896,725 1 - 30 days Overdue
Umur 8,603,984,921 6,329,896,725 Aging
Jatuh tempo Umur 8,603,984,921 8,603,984,921 6,329,896,725 (0) 6,329,896,725 Aging Due status
Page 35
[1620300] Notes to the financial statements - Trade receivables, by list of counterparty - General Industry
Rincian piutang usaha berdasarkan rincian pihak Trade receivables by list of counterparty
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Nama pihak,
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Counterparty name, Trade receivables, Trade receivables,
impairment of Trade receivables impairment of Trade receivables
trade receivables gross gross
trade receivables trade receivables
Pihak ketiga Pihak 1 UD Citra Prima Rank 1, counterparty Third party
1,672,125,000 0
Distributor
Pihak 2 CV Harapan Rank 2, counterparty
1,446,250,000 966,500,000
Prima Lestari
Pihak 3 PT Senja Indah Rank 3, counterparty
1,139,775,000 1,139,775,000
Timika
Pihak 4 CV Faromas Rank 4, counterparty
Timor 699,600,000 0
Distribution
Pihak 5 PT Mariat Rank 5, counterparty
575,732,500 0
Utama
Pihak 6 CV Senja Indah 572,810,000 0 Rank 6, counterparty
Pihak 7 CV Sinergi Padi 0 569,887,500 Rank 7, counterparty
Pihak 8 PT Surya Rank 8, counterparty
0 594,000,000
Wenang Indah
Pihak 9 CV Sarana Rank 9, counterparty
Sumber 0 594,000,000
Sejahtera
Pihak lainnya 2,497,692,421 2,465,734,225 Others, counterparty
Rincian pihak 8,603,984,921 8,603,984,921 6,329,896,725 (0) 6,329,896,725 List of counterparty
Page 36
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Seluruh piutang usaha dalam mata uang rupiah. Berdasarkan hasil penelaahan dan pengalaman Disclosure of notes for trade receivables
manajemen, Perseroan tidak mengalami kesulitan atas kolektibilitas piutang usaha, sehingga tidak
dilakukan cadangan penurunan nilai piutang pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
All of trade receivable were in rupiah. Based on management?s review and experience, the Company
did not encounter difficulty in collecting its receivables, therefore no provision for impairment of
receivables was provided as of September 30, 2023 and December 31, 2022.
Page 37
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 September 2023 31 December 2022
Barang jadi 3,551,113,999 6,026,671 Finished goods
Barang dalam proses 6,415,557,750 5,575,496,407 Work in process
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
118,168,609,412 136,390,977,918
pembantu
Suku cadang 1,421,166,330 1,223,442,275 Spareparts
Pita cukai 725,478,648 912,594,387 Excise duty ribbon
Lainnya 407,179,676 504,736,374 Other inventories
Persediaan, kotor 130,689,105,815 144,613,274,032 Inventories, gross
Persediaan 130,689,105,815 144,613,274,032 Inventories
Persediaan lancar 130,689,105,815 144,613,274,032 Current inventories
Page 38
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah Disclosure of notes for inventories
pertanggungan sebesar Rp 160.000.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul atas risiko yang
dipertanggungkan. Berdasarkan hasil penelaahan kondisi persediaan pada akhir tahun, manajemen
berkeyakinan bahwa tidak ada cadangan penurunan nilai persediaan yang perlu dibentuk pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Inventories have been insured against fire and other risk
with insurance coverage of Rp 160,000,000,000. Management believes that the insurance coverage is
adequate to cover possible losses arising from such risks. Based on the results of inventory review at
year-end, management believes that no provision for inventory impairment should be made as of
September 30, 2023 and December 31, 2022.
Page 39
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 19,348,687,869 17,580,991,502 1 - 30 days Overdue
1 - 60 hari 5,893,694,069 6,690,679,481 1 - 60 days
Umur 25,242,381,938 24,271,670,983 Aging
Jatuh tempo Umur 25,242,381,938 24,271,670,983 Aging Due status
Page 40
[1640300] Notes to the financial statements - Trade Payable, by list of counterparty - General Industry
Rincian utang usaha berdasarkan rincian pihak Trade payables by list of counterparty
30 September 31 December
2023 2022
Nama pihak, utang usaha Utang usaha Utang usaha
Counterparty name, trade
Trade payables Trade payables
payables
Pihak ketiga Pihak 1 CV Budi Jaya Sentosa 3,506,538,813 3,740,146,556 Rank 1, counterparty Third party
Pihak 2 Eko Handoko 1,923,061,000 2,778,851,500 Rank 2, counterparty
Pihak 3 PT Mangli Djaya Raya 1,513,066,500 0 Rank 3, counterparty
Pihak 4 UD Nyoto Permadi 1,294,791,838 0 Rank 4, counterparty
Pihak 5 Mulyono 698,964,000 1,253,565,000 Rank 5, counterparty
Pihak 6 Rendi Istanto 627,858,031 1,553,072,500 Rank 6, counterparty
Pihak 7 PT Jerindo Sari Utama 526,750,511 5,649,637,802 Rank 7, counterparty
Pihak lainnya 15,151,351,245 9,296,397,625 Others, counterparty
Rincian pihak 25,242,381,938 24,271,670,983 List of counterparty
Page 41
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Seluruh utang usaha dalam mata uang Rupiah. All of trade payables were in Rupiah. Disclosure of notes for trade payables
Page 42
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 September 2023 30 September 2022
Persediaan bahan baku awal 136,390,977,918 114,871,425,032 Beginning raw inventory
Pembelian bahan baku 99,564,590,500 120,754,926,927 Purchased raw inventory
Persediaan bahan baku akhir 118,168,609,412 131,655,154,815 Ending raw inventory
Bahan baku yang digunakan 117,786,959,006 103,971,197,144 Raw inventory used
Upah, tenaga kerja langsung 16,209,399,808 15,753,958,839 Wages and direct labor
Biaya pabrikasi lainya 13,924,840,099 12,721,295,102 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 147,921,198,913 132,446,451,085 Total production cost
Barang setengah jadi awal 5,575,496,407 3,751,048,795 Beginning wip inventory
Barang setengah jadi akhir 6,415,557,750 6,312,552,511 Ending wip inventory
Harga pokok produksi 147,081,137,570 129,884,947,369 Cost of goods manufactured
Barang jadi awal 6,026,671 175,468,200 Beginning finish goods inventory
Barang jadi akhir 3,551,113,999 934,906,518 Ending finish goods inventory
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
22,119,786,400 20,736,833,950
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
165,655,836,642 149,862,343,001
pendapatan
Page 43
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Seluruh pembelian dilakukan dengan pihak ketiga. All purchases were made with third parties. Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan
Page 44
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 September 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in foreign Bank loan, amount in foreign
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
currency currency
Bank lokal lainnya IDR 43,500,170,466 43,500,170,466 67,313,928,024 67,313,928,024 IDR Other local banks
Mata uang 43,500,170,466 67,313,928,024 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 43,500,170,466 67,313,928,024 Currency Creditor bank name
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 September 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 43,500,170,466 67,313,928,024 Total bank loans, gross
Total utang bank, bersih 43,500,170,466 67,313,928,024 Total bank loan, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
23,253,965,057 31,751,676,746
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 20,246,205,409 35,562,251,278 Long-term bank loans
Page 45
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 2 tanggal 5 Juli 2022 dari Notaris Adeline Wijaya, S.H., M.Kn., Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang Perseroan memperoleh fasilitas pembiayaan umum dari PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk
yang akan digunakan untuk modal kerja dengan nilai plafond sebesar Rp 15.000.000.000. Fasilitas ini
jatuh tempo pada 5 Juli 2026. Tingkat bunga per tahun yang dibebankan sebesar 9,25 persen.
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 44 tanggal 17 Februari 2022 dari Notaris Adeline Wijaya, S.H.,
M.Kn., dan telah diperbaharui dengan Akta Perjanjian Kredit No. 45 tanggal 17 Februari 2023 dari
Notaris yang sama, Perseroan memperoleh fasilitas pembiayaan umum dari PT Bank Woori Saudara
Indonesia 1906 Tbk yang akan digunakan untuk tambahan modal kerja dengan sisa pokok utang
sebesar Rp 16.333.333.333. Fasilitas ini jatuh tempo pada 18 Februari 2027. Tingkat bunga per tahun
yang dibebankan sebesar 9,25 persen. Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 3 tanggal 19 Februari
2019 dari Notaris Maya Hasanah, S.H., M.Kn., dan telah diperbarui dengan Akta Perjanjian Kredit No.
43 tanggal 17 Februari 2023 dari Notaris Adeline Wijaya, S.H., M.Kn., Perseroan memperoleh fasilitas
pembiayaan umum dari PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk yang akan digunakan untuk
tambahan modal kerja dengan sisa pokok utang sebesar Rp 16.686.927.922. Fasilitas ini jatuh tempo
pada 19 Februari 2024. Tingkat bunga per tahun yang dibebankan sebesar 9,25 persen. Fasilitas
kredit tersebut dijamin dengan: a. Sebidang tanah berikut segala sesuatu yang berdiri di atasnya
termasuk bangunan, baik yang telah ada maupun yang akan ada yang menurut sifat dan
peruntukannya merupakan satu kesatuan dengan bidang tanah tersebut, dengan Hak Guna Bangunan
(HGB) No. 195/Kelurahan Purwantoro seluas 6.720 m2 yang terletak di Jalan Letnan Jenderal S.
Parman No. 92, Malang dan terdaftar atas nama Perseroan. b. Sebidang tanah berikut segala sesuatu
yang berdiri di atasnya termasuk bangunan, baik yang telah ada maupun yang akan ada yang menurut
sifat dan peruntukannya merupakan satu kesatuan dengan bidang tanah tersebut, dengan HGB No.
297/Kelurahan Purwantoro seluas 9.940 m2 yang terletak di Jalan Letnan Jenderal S. Parman No. 92,
Malang dan terdaftar atas nama Perseroan. c. Jaminan pribadi Djonny Saksono. - Perseroan tidak
diperkenankan untuk melakukan antara lain, namun tidak terbatas pada hal-hal dibawah ini dengan
terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis: a. Mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak
lain. b. Menerima pinjaman baru dari kreditur lain atau lembaga keuangan lainnya, kecuali transaksi
dagang yang lazim dan fasilitas bank lain yang sudah ada saat ini. c. Melakukan investasi jangka
panjang dalam bentuk obligasi dan saham yang belum likuid yang diperdagangkan di bursa saham
tanpa sepengetahuan dari pihak bank. Perseroan wajib menjaga rasio keuangan yaitu penjualan tahun
2023 meningkat 4 persen dari penjualan 2022. Penjualan periode sembilan bulan 2023 meningkat
sebesar Rp 13.552.738.460 atau 6,53 persen dari periode sembilan bulan 2022. Based on Credit
Agreement Deed No. 2 dated July 5, 2022 of Public Notary Adeline Wijaya, S.H., M.Kn., the Company
obtained a general financing facility from PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk with a credit limit
amounting to Rp 15,000,000,000 to be used for working capital. This facility will mature on July 5,
2026. The annual interest is charged at 9.25 percent. Based on Credit Agreement Deed No. 44 dated
February 17, 2022 of Public Notary Adeline Wijaya, S.H., M.Kn., which has been amended by Credit
Agreement Deed No. 45 dated February 17, 2023 of the same Public Notary, the Company obtained a
general financing facility from PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk with a remaining principal
loan amounting to Rp 16,333,333,333 to be used for additional working capital. This facility will mature
Page 46
on February 18, 2027. The annual interest is charged at 9.25 percent. Based on Credit Agreement Deed No. 3 dated February 19, 2019 of Public Notary Maya Hasanah, S.H., M.Kn., which has been amended by Credit Agreement Deed No. 43 dated February 17, 2023 of Public Notary Adeline Wijaya, S.H., M.Kn., the Company obtained an additional general financing facility from PT Bank Woori Saudara 1906 Tbk with a remaining principal loan amounting to Rp 16,686,927,922 to be used for additional working capital. This facility will mature on February 19, 2024. The annual interest is charged at 9.25 percent. The credit facilities are secured with: a. A plot of 6,720 m2 land along with everything thereon including the building, existing and to exist which according to its nature and purpose is an integral part of the plot of land, with Building Use Rights (HGB) No. 195/Kelurahan Purwantoro located at Jalan Letnan Jenderal S. Parman No. 92, Malang and registered on behalf of the Company. b.A plot of 9,940 m2 land along with everything thereon including the building, existing and to exist which according to its nature and purpose is an integral part of the plot of land, with HGB No. 297/Kelurahan Purwantoro located at Jalan Letnan Jenderal S. Parman No. 92, Malang and registered on behalf of the Company. c . Personal guarantee from Djonny Saksono. - The Company is not permitted to conduct, among others, but not limited to the following matters, by obtaining prior written approval: a. Bind itself as a guarantor for other parties. b. Receive new loans from other creditors or other financial institutions, except the usual trade transactions and other bank facilities that already exist today. c. Make long-term investments in bonds and shares that are not liquid traded on the stock exchange without the knowledge of the bank. The Company is required to maintain financial ratio i.e. sales in 2023 to increase by 4 percent from 2022. Sales in nine-month periods 2023 increased by Rp 13,552,738,460 or 6.53 percent from nine-months periods 2022.
Page 47
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 September 2023
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam mata Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
uang asing jangka panjang panjang
Bank loan, amount in foreign Due date for long-term bank Interest rate long-term bank
currency loan loan
Bank lokal lainnya IDR 19 Februari 2024 - 18 9.25 - 9.5 persen p.a in IDR Other local banks
43,500,170,466
Februari 2027 arrear
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam mata Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
uang asing jangka panjang panjang
Bank loan, amount in foreign Due date for long-term bank Interest rate long-term bank
currency loan loan
Bank lokal lainnya IDR 19 Februari 2024 - 18 9.25 - 9.5 persen p.a in IDR Other local banks
67,313,928,024
Februari 2027 arrear
Page 48
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 September 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam mata Utang bank jangka pendek pendek, nilai dalam mata Utang bank jangka pendek
uang asing uang asing
Short-term bank loan, Short-term bank loan,
Short term bank loans Short term bank loans
amount in foreign currency amount in foreign currency
Bank lokal lainnya IDR 79,774,074,410 79,774,074,410 79,905,823,666 79,905,823,666 IDR Other local banks
Mata uang 79,774,074,410 79,905,823,666 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 79,774,074,410 79,905,823,666 Currency Creditor bank name
Page 49
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 2 tanggal 19 Februari 2019 dari Notaris Maya Hasanah, S.H., Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek M.Kn. yang telah diperpanjang dengan Akta Perjanjian Kredit No. 42 tanggal 17 Februari 2023 dari
Notaris Adeline Wijaya, S.H., M.Kn., Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dari PT
Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk yang akan digunakan untuk tambahan modal kerja dengan
limit maksimal Rp 80.000.000.000. Fasilitas ini jatuh tempo pada 19 Februari 2024. Tingkat bunga per
tahun yang dibebankan sebesar 9,00 persen. Based on Credit Agreement Deed No. 2 dated February
19, 2019 of Public Notary Maya Hasanah, S.H., M.Kn which has been extended with Credit Agreement
Deed No. 42 dated February 17, 2023 of Public Notary Adeline Wijaya, S.H., M.Kn., the Company
obtained an overdraft credit facility from PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk with a maximum
limit amounting to Rp 80,000,000,000 to be used for additional working capital. This facility matured on
February 19, 2024. The annual interest was charged at 9.00 percent.
Page 50
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 September 2023
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek, Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
nilai dalam mata uang asing jangka pendek pendek
Short-term bank loan, amount Due date for short-term bank Interest rate short-term bank
in foreign currency loan loan
Bank lokal lainnya IDR 79,774,074,410 19 Februari 2024 9,00 Persen IDR Other local banks
31 December 2022
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek, Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
nilai dalam mata uang asing jangka pendek pendek
Short-term bank loan, amount Due date for short-term bank Interest rate short-term bank
in foreign currency loan loan
Bank lokal lainnya IDR 79,905,823,666 19 Februari 2023 9,25 Persen IDR Other local banks
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 8
ITIC-LKQ3-2023.pdf
done
FinancialStatement-2023-III-ITIC.xlsx
done
instance.zip
done
inlineXBRL.zip
done