Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 19
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN
PAPARAN PUBLIK & KONFERENSI PERS TAHUN 2026
PT BANK PERMATA TBK
Paparan Publik tahun 2026 PT Bank Permata Tbk (”Bank Permata” atau ”Perseroan”) telah berhasil
diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 12 Maret 2026
Waktu : Pukul 14.00 s/d 16.05 WIB
Nama Acara : PT Bank Permata Tbk Paparan Publik & Konferensi Pers
2026
Tempat & Format Acara : 1. Fisik/Onsite
Ruang Anggrek (Anggrek Room)
Gedung World Trade Center II, Lt. 21
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 29-31, Jakarta 12920
2. Microsoft Teams Meeting (Elektronik/Online)
Laporan berikut merupakan laporan pelaksanaan Paparan Publik tahun 2026 yang dilanjutkan
dengan konferensi pers, dimana pada acara tersebut Perseroan diwakili oleh Jajaran Direksi serta
pejabat Perseroan yang terkait dan dipandu oleh moderator yang berasal dari internal Bank
Permata.
Pembicara dan Moderator :
Pembicara dan Narasumber dari Manajemen Perseroan
- Direktur Utama : Meliza Musa Rusli
- Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah : Rudy Basyir Ahmad
- Chief Economist : Josua Pardede
Moderator
- Moderator Paparan Publik : Eti Candrawati,
Division Head Balance Sheet Management
& Investor Relations
Bank Permata
- Moderator Konferensi Pers : Melinda Jahja Go Hoesain,
Division Head, Corporate Relation & CSER
Bank Permata
Perwakilan Manajemen Perseroan
- Sekretaris Perusahaan : Katharine Grace
Halaman 1 dari 19
Page 2
Peserta Paparan Publik :
Paparan Publik
Paparan Publik tahun 2026 diikuti oleh :
• 68 orang peserta terdaftar yang hadir secara fisik (onsite) di Ruang Anggrek, Gedung World
Trade Center II, Lt. 21, Jakarta 12920
• 17 orang peserta terdaftar yang hadir secara elektronik (online) melalui aplikasi Ms. Teams,
yang dimana link Ms. Teams sebelumnya telah disampaikan pada Rencana
Penyelenggaraan Paparan Publik & Konferensi Pers tanggal 25 Februari 2026.
Konferensi Pers
Konferensi Pers dihadiri oleh 33 perwakilan wartawan baik media cetak maupun media elektronik
lokal dan nasional yang hadir secara fisik di Ruang Anggrek, Gedung World Trade Center II, Lt. 21,
Jakarta, 12920 yang diselenggarakan oleh Perseroan setelah acara Paparan Publik 2025.
Terlampir kami sampaikan pula daftar kehadiran yang mengikuti paparan publik dan konferensi
pers.
Susunan dan Jalannya Acara
1. Moderator membuka sesi Paparan Publik pada pukul 14.00 WIB dengan memperkenalkan
Pembicara dan Narasumber dari Manajemen Perseroan yang hadir secara fisik dari Ruang
Anggrek yang didampingi juga oleh Sekretaris Perusahaan.
2. Direktur Utama, Meliza Musa Rusli, membuka presentasi dengan menjelaskan tinjauan
manajemen secara umum.
3. Chief Economist, Josua Pardede, melanjutkan presentasi dengan menjelaskan proyeksi
ekonomi tahun 2026, makroekonomi dan industri perbankan.
4. Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah, Rudy Basyir Ahmad, melanjutkan presentasi dengan
menjelaskan kinerja keuangan tahun 2025.
5. Tanya jawab dipandu oleh Moderator dari Perseroan dengan membacakan pertanyaan baik
dari peserta yang hadir secara fisik, maupun yang hadir secara elektronik melalui fasilitas Q&A
pada aplikasi Ms.Teams yang kemudian dijawab oleh Manajemen Perseroan terkait secara
langsung.
6. Konferensi pers dipandu oleh Moderator dari Perseroan untuk menjawab pertanyaan media
seputar kinerja dan produk Bank yang diikuti oleh wartawan lokal dan nasional.
Halaman 2 dari 19
Page 3
Ringkasan Sesi Tanya Jawab
Berikut adalah pertanyaan yang diajukan peserta dan jawaban yang diberikan Manajemen
Perseroan dalam paparan publik ini yang dirangkum dari pertanyaan yang disampaikan secara
langsung maupun yang melalui aplikasi Ms. Teams :
1. Ben – Investor Individu
Pertanyaan:
- Berdasarkan data yang telah disampaikan, angka LLP (Loan Loss Provision) / CKPN
Bank meningkat sejak tahun 2021 hingga akhir tahun 2025, mohon dijelaskan dari
segmen manakah kontribusi NPL tersebut, apakah dari segmen dari consumer,
commercial atau corporate, mohon dijelaskan?
- Apa yang telah dilakukan oleh Bank untuk menekan angka CKPN ini dan bagaimana ke
depannya?
Jawaban:
Rudy Basyir Ahmad – Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah
- Jika dilihat dari sisi CKPN atau ECL coverage ratio, Bank Permata adalah salah satu
Bank yang mengambil posisi cukup konservatif.
- Posisi ECL coverage ratio Bank adalah salah satu yang tertinggi di industri, hal ini
sejalan dengan prinsip kehati-hatian Bank untuk memastikan bahwa cadangan CKPN
Bank mencukupi dan merupakan pencadangan untuk semua segmen, baik untuk
commercial, consumer, maupun corporate.
- Salah satu kontribusinya adalah dari sisi modelling yang sangat konservatif, sehingga
bukan karena dari sisi kualitas aset sendiri, tapi lebih ke conservativeness dari sisi
pencadangannya.
Pertanyaan:
- Berapa rasio yang bisa di-recover dari CKPN tersebut? Apakah semuanya akan write off
atau ada yang bisa di-recover dari periode-periode sebelumnya? Bagaimana ke
depannya?
Jawaban:
Rudy Basyir Ahmad – Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah
- Ke depannya, kami akan terus melihat situasi dan kondisi pasar, jika kami merasa
kondisi mengharuskan Bank untuk tetap membentuk pencadangan yang lebih
konservatif, kami akan terus melakukan hal tersebut.
Halaman 3 dari 19
Page 4
- Terkait write off, tidak, ratio loan at risk telah mengalami penurunan, jadi secara kualitas
kredit sebenarnya kualitasnya terus membaik, tetapi dari sisi pencadangan kami akan
terus melakukan secara konservatif.
2. Dewi - Investor Individu
Pertanyaan:
- Bagaimana strategi dan antisipasi BNLI untuk menghilangkan atau meminimalisir
terjadinya pembobolan dana nasabah yang akhir-akhir ini marak banyak terjadi di
sebuah Bank?
- Apakah BNLI berencana membuka atau menambah bisnis, contoh misalnya salah
satunya Permata Sekuritas? sebagai maksud dan tujuan untuk modifikasi atau
diversifikasi bisnis, supaya dana nasabah yang sudah ada di BNLI tidak berpindah ke
tempat lain.
Jawaban:
Meliza M. Rusli – Direktur Utama
- Pertanyaan yang relevan untuk industri perbankan dan kami yakin bahwa semua Bank
terus memperkuat dan meningkatkan layanan serta keamanan layanan digital.
- Di Permata Bank, kami terus memperkuat keamanan sistem serta perlindungan dari
data nasabah dengan menerapkan standar keamanan yang terus kami tingkatkan
terutama dengan kolaborasi kami dengan Bangkok Bank Group.
- Hal jadi ini merupakan suatu sinergi yang selalu kami ke depankan, terutama informasi
mengenai perlindungan data nasabah untuk peningkatan keamanan sistem Perbankan,
dimana dapat kami kerjakan bersama-sama dengan Bangkok Bank Group.
- Seluruh sistem dan keamanan Perbankan digital ini harus dapat beroperasi 24 jam
sesuai dengan kebutuhan nasabah.
- Selain itu, kami juga terus memperkuat infrastruktur sistem kami. Infrastruktur disini
bukan saja dimiliki di dalam Permata Bank tetapi juga infrastruktur pihak ketiga yang
menjadi partner kami dalam memberikan layanan Perbankan kepada nasabah.
- Hal tersebut adalah strategi kami dalam menerapkan beberapa lapis pengamanan
terhadap sistem Perbankan terutama di era digital yang sangat cepat ini.
- Untuk pertanyaan yang kedua, apakah kami akan mengembangkan bisnis ke bisnis
yang berdekatan / adjacent, seperti Permata Sekuritas, kami terus mempelajari
mengenai bisnis-bisnis baru di luar Perbankan, kami akan terus monitor perkembangan
peraturan yang dikeluarkan oleh OJK dan BI.
- Kami akan terus meng-explore semua kesempatan yang ada dan juga opportunity yang
datang ke Permata Bank dan akan terus kami perhatikan.
Halaman 4 dari 19
Page 5
3. William Giovani – Investor Individu
Pertanyaan:
Melihat kinerja dari Bank Permata apakah sudah ada rencana terkait spin off Unit Usaha
Syariah?
Jawaban:
Rudy Basyir Ahmad – Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah
- Kinerja Permata Bank Syariah tahun lalu cukup bagus, sangat positif dan tetap menjadi
bagian stratejik dari bisnis Permata Bank secara keseluruhan.
- Terkait rencana spin-off seperti yang kita ketahui, total aset Permata Bank Syariah
masih di kisaran Rp37 triliun, masi banyak ruang untuk kita bertumbuh.
- Saat ini fokus Bank adalah terus memperkuat Permata Bank Syariah itu sendiri,
memperkuat dari sisi struktur neracanya, memperkuat dari sisi diversifikasi bisnis nya
dan memperkuat dari sisi bagaimana kami bisa melayani nasabah kami lebih baik lagi.
- Saat ini kami belum ada pembahasan yang terlalu dalam mengenai spin off dan masih
fokus dalam memperkuat Permata Bank Syariah itu sendiri.
4. Daniel – Investor Individu
Pertanyaan:
- Dari data slide di 20 dan 21 menyebutkan pada FY 2025, NIM Bank Permata tercatat
sebesar 4% atau sedikit menurun 30bps dibandingkan tahun sebelumnya di Rp4,3%.
Disisi lain pendapatan Bunga Bersih juga turun 2% YoY, apakah penyebab utama
tekanan pada NIM ini? Apakah karena meningkatnya biaya dana atau cost of fund atau
karena perubahan komposisi aset atau karena ada kompetisi?
- Bagaimana strategi manajemen untuk mempertahankan NIM di tengah ketidakpastian
suku bunga global dan domestik pada tahun 2026?
Jawaban:
Rudy Basyir Ahmad – Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah
- Sejalan dengan penurunan suku bunga BI dan suku bunga The Fed, dimana BI telah
menurunkan suku bunga dari 6% di Dec’24 ke 4,75% per Dec’25, dan secara normal
akan ada penurunan di suku bunga kredit.
- Dari sisi suku bunga kredit kami juga melihat bahwa re-pricing di sisi suku bunga kredit
akan berjalan sejalan dengan penurunan suku bunga BI.
- Tantangan di tahun 2025 dari sisi cost of fund, kami melihat di sepanjang sembilan
bulan pertama tahun 2025, pergerakan atau penurunan cost of fund sangat lambat,
sehingga industri NIM compression memang nyata, terutama di sisi Permata itu terkait
Halaman 5 dari 19
Page 6
dengan penurunan cost of fund yang lebih lambat dibanding dengan penurunan tingkat
suku bunga kredit yang ada.
- Selain itu, dari sisi struktur kredit tidak ada perubahan dan untuk ke depannya kami
akan tetap menjalankan strategi diversifikasi yang sudah kita jalankan saat ini.
Pertanyaan:
- Manajemen menyatakan di slide 27-29, meskipun NPL gross stabil di 2,1%, rasio NPL
coverage turun dari 375,5% di 2024 menjadi 356,1% di 2025, apakah penurunan ini
mencerminkan ekspektasi dari manajemen bahwa resiko kredit akan membaik atau ada
perubahan di kebijakan pencadangan mengingat pertumbuah kredit ke sektor
manufaktur, konstruksi dan real estate sangat tinggi, bagaimana manajemen
memitigasi resiko konsentrasi di sektor-sektor tersebut di tengah perlambatan ekonomi
global karena perang?
Jawaban:
Rudy Basyir Ahmad – Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah
- Terkait NPL dan NPL coverage ratio yang turun, secara garis besar bahwa memang dari
struktur balance sheet kita sudah jauh lebih baik. Selain itu, dari sisi LAR Bank Permata
sudah turun dari yang sebelumnya di kisaran 7% sekarang sudah di kisaran 6%,
sehingga ketika ada penurunan LAR, jumlah pencadangan yang harus kita built juga
mengalami penurunan, sehingga dari sisi NPL coverage ratio-ya pun tetap mengalami
penurunan.
- Dari sisi rasio, NPL coverage ratio di atas 300% tersebut cukup konservatif, sehingga
kami akan terus memastikan bahwa tingkat pencadangan Bank Permata akan selalu di
tingkat yang mencukupi atau cukup konservatif.
Jawaban:
Joshua Pardede – Chief Economist
- Kami melihat bahwa dampak dari kondisi global memang masih dipenuhi dengan
ketidakpastian terutama ketika kita membuat asumsi atau scenario dimana perang di
Timur Tengah berkepanjangan sehingga tentunya ini akan bisa mendorong tren
kenaikan harga minyak mentah global dan akan berpotensi diikuti oleh kenaikan harga
BBM domestik yang sehingga ini akan berpengaruh juga terhadap tingginya ataupun
peningkatan tren peningkatan inflasi domestik di tahun ini.
- Kami sudah melakukan assessment dan dengan kondisi yang cukup worse seperti
perang yang berkepanjangan di Timur Tengah tersebut maka akan berdampak juga
kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi dan juga akan berimplikasi juga terhadap
perlambatan pertumbuhan kredit perbankan.
Halaman 6 dari 19
Page 7
- Terkait dengan sektor-sektor apa saja, tentunya kami melihat bahwa sebagian besar
sektor akan cukup terpengaruh, namun dengan kondisi global yang dipenuhi dengan
ketidakpastian, kami melihat bahwa sektor-sektor yang masih bergantung kepada pasar
ekspor cenderung akan mengalami dampak yang lebih dalam dibandingkan sektor-
sektor defensif yang memang masih mengandalkan konsumsi domestik.
Jawaban:
Rudy Basyir Ahmad – Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah
- Salah satu priority Bank dalam pertumbuhannya adalah memastikan bahwa
pertumbuhan itu akan selalu ada dan sustainable (berkelanjutan) dan kami akan selalu
menerapkan prinsip manajemen resiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian dan
dimana dari sisi portfolio manajemen pun kita akan selalu mengkaji dampak eksternal
terhadap portfolio kami, hal ini yang akan selalu menjadi continuous action yang akan
dilakukan Bank.
Pertanyaan:
- Manajemen menyebutkan di slide 17 dan 23, pertumbuhan kredit di Bank Permata di
tahun 2025 adalah 5,5% YoY, dengan outlook pertumbuhan ekonomi sekitar 5,12% di
2026 dan pertumbuhan kredit industri diprediksi sekitar 10,2%, Bagaimana strategi
Permata untuk mengakselerasi penyaluran kredit, sektor mana yang akan menjadi fokus
utama, apakah Bank masih tetap mengandalkan segmen korporasi atau mulai
menggenjot sektor consumer dan commercial?
Jawaban:
Rudy Basyir Ahmad – Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah
- Dari sisi segmen, kami akan lakukan di semua segmen, karena dari sisi Permata Bank
sendiri, segmen corporate, commercial, consumer adalah ketiga segmen yang menjadi
segmen priority Bank, tidak akan fokus di salah satu, tapi kami akan terus selalu
mencermati kondisi perekonomian, kondisi geopolitik dan dampaknya terhadap
perbankan dari perekonomian Indonesia.
- Kami juga terus akan mengases di sektor mana atau di segmen mana yang bisa kita
tumbuh secara pruden, secara sustain dan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan Terima Kasih.
Lampiran :
A. Daftar Hadir Peserta Paparan Publik
B. Daftar Hadir Media Konferensi Pers
Halaman 7 dari 19
Page 8
Lampiran A
Daftar Hadir Peserta Paparan Publik
Halaman 8 dari 19
Page 9
Lampiran A.1 - Daftar Hadir Peserta Fisik (Onsite)
Halaman 9 dari 19
Page 10
Halaman 10 dari 19
Page 11
Halaman 11 dari 19
Page 12
Halaman 12 dari 19
Page 13
Halaman 13 dari 19
Page 14
Halaman 14 dari 19
Page 15
Halaman 15 dari 19
Page 16
Halaman 16 dari 19
Page 17
Lampiran A.2 - Daftar Hadir Peserta Elektronik (Online)
No Nama Status
1 William Investor Individu
2 Davin RHB Securities
3 Sourabh Patil JP Morngan Chase
4 Valentinus Brian Johan Mahasiswa ITB
5 Boby Kristanto Chandra Mandiri Sekuritas
6 Daniel Investor Individu
7 Ghiyats Julda Hanifa BNI Sekuritas
8 Triananda Rahman Hadi Permata Bank
9 Steven JP Morgan
10 William Giovanni Investor Individu
11 Andrey Wijaya RHB Securities
12 Christina Sylvi Setiawan Permata Bank
13 Vera Yap BNI Sekuritas
14 Ani Utami Permata Bank
15 Pudji Yulianti Sukri Permata Bank
16 Erni Marsella Siahaan Ciptadana
17 Vla Cusdi Sibarani Mahasiswa Undip
Halaman 17 dari 19
Page 18
Lampiran B
Daftar Hadir Media Konferensi Pers
Halaman 18 dari 19
Page 19
Daftar Hadir Media Konferensi Pers (Fisik)
No Nama Media
1 Diyah Triarsari Jakarta Shimbun
2 Putri Sekararum IDNFinancials
3 Zetta Hannany IDNFinancials
4 Zefanya Aprilia CNBC Indonesia
5 Pramesti Regita Bloomberg Technoz
6 Sri Kusmayanti Radio Pas fm Jakarta
7 Nana Aghitsna Suar.id
8 Lucius Gora Kunjana Pikiran Rakyat
9 Novita Sari MNC Media
10 Rina Suara.com
11 Waluyo Adi SCTV/Indosiar
12 Karunia Putri Katadata
13 Fitriana Novita Sari Validnews
14 Alfitria Tempo
15 Windy Promedia
16 Angga Bratadharma Mediaasuransinews.co.id
17 Dita Hastuti Disway.id
18 Dian Fath REPUBLIKA
19 Nur Aida Nasution Aktual.com
20 Nida Investor Daily
21 Ranto Rajaguguk Marketeers
22 Merlina Aryanti Tirto Adi
23 Anggie Ariesta iNews Media Group
24 Lydia Tesa Kontan
25 Patricia Bisnis Indonesia
26 Niken SWA
27 Muhammad Zacky Suara Merdeka
28 Baim Infobank
29 Sonny Markettrack
30 Harun Rasyid Kabarbursa.com
31 Akhmad Jiharka Emitennews
32 Isna Rifka Kompas.com
33 Taufiq Al Hakim Investortrust.id
Halaman 19 dari 19
Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Permata. Pembicara
p.1
unresolved
org
Bank Permata Perwakilan Manajemen
p.1
unresolved
person
Teams
p.2 ×3
unresolved
org
Bank Syariah
p.5 ×4
unresolved
—
Davin
p.17
unresolved
—
Sourabh Patil
p.17
unresolved
—
Valentinus Brian Johan
p.17
unresolved
—
Boby Kristanto Chandra
p.17
unresolved
—
Daniel
p.17
unresolved
—
Ghiyats Julda Hanifa
p.17
unresolved
—
Triananda Rahman Hadi
p.17
unresolved
—
William Giovanni
p.17
unresolved
—
Andrey Wijaya
p.17
unresolved
—
Christina Sylvi Setiawan
p.17
unresolved
—
Vera Yap
p.17
unresolved
—
Ani Utami
p.17
unresolved
—
Pudji Yulianti Sukri
p.17
unresolved
—
Erni Marsella Siahaan
p.17
unresolved
—
Vla Cusdi Sibarani
p.17
unresolved
—
Diyah Triarsari
p.19
unresolved
—
Putri Sekararum
p.19
unresolved
—
Zetta Hannany
p.19
unresolved
—
Zefanya Aprilia
p.19
unresolved
—
Pramesti Regita
p.19
unresolved
—
Sri Kusmayanti
p.19
unresolved
—
Nana Aghitsna
p.19
unresolved
—
Lucius Gora Kunjana
p.19
unresolved
—
Waluyo Adi
p.19
unresolved
—
Karunia Putri
p.19
unresolved
—
Fitriana Novita Sari
p.19 ×2
unresolved
—
Alfitria
p.19
unresolved
—
Windy
p.19
unresolved
—
Angga Bratadharma
p.19
unresolved
—
Dita Hastuti
p.19
unresolved
—
Dian Fath
p.19
unresolved
—
Nur Aida Nasution
p.19
unresolved
—
Nida
p.19
unresolved
—
Ranto Rajaguguk
p.19
unresolved
—
Merlina Aryanti
p.19
unresolved
—
Anggie Ariesta
p.19
unresolved
—
Lydia Tesa
p.19
unresolved
—
Patricia
p.19
unresolved
—
Niken
p.19
unresolved
person
Muhammad Zacky
p.19
unresolved
—
Baim
p.19
unresolved
—
Sonny
p.19
unresolved
—
Harun Rasyid
p.19
unresolved
person
Akhmad Jiharka
p.19
unresolved
—
Isna Rifka
p.19
unresolved
—
Taufiq Al Hakim
p.19
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.