Back to announcement
20230831_ADHI_Informasi Transaksi Afiliasi_31395379_lamp6.pdf
Asset transaction Needs review ADHISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 64
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
FAIRNESS OPINION REPORT
ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN
SEBAGIAN PIUTANG
MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
LOKASI KANTOR PUSAT:
South Building Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18
Jakarta Selatan 12510
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
DAFTAR ISI
Surat Pengantar
Daftar Isi ....................................................................................................................................................... 4
Ringkasan Eksekutif ...................................................................................................................................... 5
Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas ......................................................................................................... 6
Pernyataan Penilai......................................................................................................................................... 8
Bab I PENDAHULUAN
1.1. Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................ 10
1.2. Identitas Pemberi Tugas .................................................................................................... 10
1.3. Tanggal Penilaian (Cut Off Date) ....................................................................................... 10
1.4. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ..................................................... 10
1.5. Objek Analisis Pendapat Kewajaran ................................................................................. 10
1.6. Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait Rencana Transaksi ........ 10
1.7. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................. 11
1.8. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan .......................................................... 11
1.9. Sumber Data dan Informasi .............................................................................................. 11
1.10. Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi ......................................................................... 12
1.11. Pernyataan Independensi Penilai ..................................................................................... 12
1.12. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian ..................................................................... 12
Bab II TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Latar Belakang Transaksi .................................................................................................. 13
2.2. Maksud dan Tujuan Transaksi ........................................................................................... 13
2.3. Objek Analisis Kewajaran .................................................................................................. 13
2.4. Identifikasi Pihak-pihak yang Bertransaksi ........................................................................ 13
2.5. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi .......................................... 20
Bab III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan .......................................................... 22
3.2 Analisis atas Rencana Transaksi ........................................................................................ 22
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................................ 24
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ...................................................................... 33
3.5 Analisis Kewajaran ............................................................................................................ 45
3.6 Kesimpulan ....................................................................................................................... 50
LAMPIRAN
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 4
Page 6
RINGKASAN EKSEKUTIF
PEMBERI TUGAS : PT Adhi Karya (Persero) Tbk
ALAMAT PEMBERI TUGAS : South Building, Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18, Jakarta
Selatan 12510.
BIDANG USAHA : Jasa Konstruksi
INSTRUKSI PENUGASAN : Berdasarkan Surat Persetujuan Penawaran
No. 01020/2.0131-00/ADHI/KJPPSPR/APP-BS/VI/2023
tanggal 06 Juni 2023.
OBJEK ANALISIS : Memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
pembayaran sebagian piutang milik PT Adhi Karya
(Persero) Tbk kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk
(ADCP).
MAKSUD & TUJUAN PENUGASAN : Memenuhi ketentuan peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”) dahulu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (BAPEPAM-LK) terkait dengan
POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan
benturan kepentingan transaksi tertentu.
JENIS PENILAIAN & FORMAT LAPORAN : Laporan Penilaian Terinci (Comprehensive Style)
TANGGAL INSPEKSI & WAWANCARA : 08 Juni 2023
MANAJEMEN
TANGGAL PENILAIAN : 31 Desember 2022
TANGGAL LAPORAN : 21 Juni 2023
METODOLOGI ANALISIS : • Analisis atas Rencana Transaksi
• Analisis kualitatif & kuantitatif atas Rencana Transaksi
• Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi
PENDAPAT ATAS RENCANA TRANSAKSI : Wajar
REVIEWER : Ruli Citrarini, S.E
TENAGA PENILAI & ASISTEN PENILAI : Muhammad Fajar Tarekat, S.H.
Fitya Shabrina, S.E.
Echa Tania Mulyani, S.M.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 5
Page 7
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut:
1. Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
pendapat kewajaran yang dilakukan;
2. Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh Pemberi
Tugas dan pihak ketiga kepada kami dalam rangka pemberian pendapat kewajaran ini adalah sah,
benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen yang
diberikan kepada kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai dengan aslinya
dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan sebenarnya;
3. Bahwa dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh
Pemberi Tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan pemberian pendapat kewajaran ini adalah
benar, akurat, lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta tidak mengalami perubahan
sampai dengan tanggal diberikannya pendapat kewajaran ini;
4. Bahwa semua tanda tangan, materai, coretan dan tanda yang terdapat dalam setiap dokumen yang
diberikan dan/atau diperlihatkan oleh Pemberi Tugas kepada kami adalah benar dan tanda yang
terdapat dalam setiap dokumen foto copy, turunan dan/atau salinan yang diberikan oleh Pemberi
Tugas kepada kami adalah sesuai dengan yang terdapat dalam dokumen aslinya dan tanda tangan,
materai, coretan dan tanda yang terdapat pada dokumen adalah benar adanya;
5. Bahwa instansi Pemerintah dan/atau pihak yang mengeluarkan dan/atau menerbitkan izin,
persetujuan, lisensi dan/atau bukti tanda pendaftaran kepada Pemberi Tugas adalah pejabat dan/atau
pihak yang berwenang untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut dan diwakili oleh orang-(orang)
yang berhak dan mempunyai izin, persetujuan, lisensi, dan/atau bukti tanda pendaftaran yang
bersangkutan;
6. Kecuali dinyatakan secara tegas dalam pendapat kewajaran ini, tidak dapat diasumsikan bahwa kami
berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas objek yang dianalisis;
7. Bahwa semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
Pengadilan) yang berkaitan dengan objek yang dinilai tidak menjadi tanggung jawab kami;
8. Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen – dokumen
pendukung lain yang terbatas;
9. Bahwa biaya penugasan ditentukan berdasarkan hari – orang (man-day) dan bukan ditentukan
berdasarkan hasil yang diberikan dalam Laporan Pendapat Kewajaran;
10. Bahwa Laporan Pendapat Kewajaran ini dianggap sah apabila terdapat cap dan tanda tangan asli dari
pihak kami;
11. Bahwa tanggung jawab kami terbatas kepada pemberi tugas dimaksud dan kami tidak bertanggung
jawab terhadap pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat Kewajaran ini;
12. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran dalam
mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu
suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian
disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 6
Page 8
13. Bahwa telah terjadi kejadian luar biasa tentang pandemi Covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap
ekonomi makro Indonesia dan aspek bisnis seluruh sektor industri, termasuk perusahaan yang
dianalisis, sehingga akan mempengaruhi hasil analisis.
14. Bahwa tanggung jawab material dalam pendapat kewajaran ini adalah sebatas fee yang sudah kami
terima.
15. Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
16. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
Pendapat Kewajaran.
17. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
18. Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
19. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi
keuangan.
20. Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
21. Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran.
22. Kami telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 7
Page 9
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini pada
tanggal penilaian menyatakan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan pendapat kewajaran ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan
kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
perusahaan dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan
hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait.
3. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut
Off Date);
5. Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
7. Kesimpulan Pendapat telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; dan
8. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
9. Biaya profesional tidak berhubungan dengan pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
10. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
11. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri
yang dinilai.
12. Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa
untuk menghasilkan nilai yang subjektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang
terjadi di kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
13. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
• Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian, dan tanggal
penilaian)
• Pengumpulan data dan wawancara
• Analisis data
• Penulisan laporan
14. Penilai telah melakukan analisis terhadap objek transaksi pada tanggal penilaian.
15. Penugasan ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
16. Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam
laporan pendapat kewajaran ini.
17. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan
memenuhi ketentuan KEPI dan SPI Edisi VII-2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia dan Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
35/POJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai
berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:
a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan pendapat kewajaran telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan pendapat kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 8
Page 10
Page 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat Penawaran No. 01020/2.0131-00/ADHI/KJPPSPR/APP-
BS/VI/2023 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP
SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan Rencana Transaksi
penilaian instrumen keuangan berupa sebagian piutang milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk
(“Perseroan”) kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) (selanjutnya disebut “Rencana
Transaksi”).
1.2 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam hal ini adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan : PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Bidang Usaha : Jasa Konstruksi
Alamat Kantor Pusat : South Building Jl. Raya Pasar Minggu Km. 18 Jakarta Selatan 12510
No. Telepon/No. Fax : 021-797 5312 / 021-797 5311
Email : adhi@adhi.co.id
Website : https://adhi.co.id
1.3 Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Analisis Kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2022, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2022.
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran adalah untuk memenuhi ketentuan
peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dahulu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (BAPEPAM-LK) terkait dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan
benturan kepentingan transaksi tertentu.
1.5 Objek Analisis Pendapat Kewajaran
Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah instrumen keuangan berupa sebagian
piutang milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”) kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk.
1.6 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh Manajemen Perseroan terkait dengan Rencana
Transaksi yaitu yaitu untuk membantu ADCP dalam menunjang kegiatan usahanya yaitu
pengembangan properti di sekitar transportasi publik salah satunya yaitu LRT Jabodebek yang akan
segera beroperasi.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 10
Page 12
1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang transaksi
afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material, serta Peraturan No. 35/POJK.04/2020
tertanggal 2 Juli 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
maka dalam penugasan laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan ini, kami
telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian atas Rencana Transaksi
yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Melakukan analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan
b. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan
c. Melakukan analisis dampak keuangan dari Rencana Transaksi Perseroan yang dilaksanakan
melalui analisis kuantitatif
d. Memberikan opini terhadap kewajaran Rencana Transaksi Perseroan
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan
▪ Undang-Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
▪ Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
▪ Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu
▪ Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
▪ Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi
Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik
1.9 Sumber Data dan Informasi
a. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas anak untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
b. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas anak untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
c. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas anak untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
d. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas anak untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 11
Page 13
material.
e. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas anak untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material.
f. Laporan Keuangan Proforma PT Adhi Karya (Persero) Tbk per tanggal 31 Desember 2022.
g. Proyeksi keuangan (business plan) tahun 2023-2027 dengan dan tanpa Rencana Transaksi yang
disusun oleh manajemen Perseroan.
h. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak dan
relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
penilaian.
i. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal Perseroan baik dari media cetak
maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.10 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal – hal
sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi Perseroan
b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi Perseroan
c. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi Perseroan
1.11 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP SPR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan maupun pihak pihak
lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan maupun. KJPP SPR juga tidak memiliki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini
tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang
Kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses
analisis kewajaran ini.
1.12 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
Terdapat surat permohonan ADCP kepada Perseroan untuk dapat melakukan pembayaran
terlebih dahulu atas outstanding penggunaan fasilitas SCF oleh ADCP di Bank BNI yang telah
ditandatangani setelah tanggal penilaian yaitu tanggal 11 Mei 2023 yang mana kesepakatan
telah terjadi sebelum tanggal penilaian. Dalam pemahaman terbaik kami berdasarkan informasi
publik yang tersedia, kami berpendapat tidak ada kejadian penting lainnya setelah tanggal
penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12
Page 14
BAB II
TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
2.1 Latar Belakang Transaksi
Pada awalnya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) yang merupakan anak Perusahaan PT Adhi
Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”) telah menggunakan fasilitas Supply Chain Financing (SCF) yang
dimiliki Perseroan di BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk) untuk keperluan operasional ADCP. Kemudian
ADCP telah mengirimkan surat permohonan kepada Perseroan untuk dapat melakukan pembayaran
terlebih dahulu atas outstanding penggunaan fasilitas SCF oleh ADCP di bank tersebut berdasarkan
dokumen Nomor: 239/ADCP-VI/2023 tanggal 11 Mei 2023.
Dalam hal ini Perseroan sepakat untuk melakukan pembayaran tersebut sebesar Rp199.877.883.244
(seratus sembilan puluh sembilan miliar delapan ratus tujuh puluh tujuh juta delapan ratus delapan
puluh tiga ribu dua ratus empat puluh empat rupiah) yang terdiri dari utang pokok atas SCF senilai
Rp192.560.581.159 (seratus sembilan puluh dua miliar lima ratus enam puluh juta lima ratus delapan
puluh satu ribu seratus lima puluh sembilan rupiah) dan bunga atas TR SCF senilai Rp7.317.302.085
(tujuh miliar tiga ratus tujuh belas juta tiga ratus dua ribu tiga ratus delapan puluh lima rupiah).
2.2 Maksud dan Tujuan Transaksi
Maksud dan tujuan Rencana Transaksi ini yaitu untuk membantu ADCP dalam menunjang kegiatan
usahanya yaitu pengembangan properti di sekitar transportasi publik salah satunya yaitu LRT Jabodebek
yang akan segera beroperasi. Sehingga berdasarkan pertimbangan yang ada, rencana percepatan
pembayaran piutang Perseroan oleh ADCP perlu dilakukan.
2.3 Objek Analisis Kewajaran
Objek analisis kewajaran dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi dalam hal ini yaitu instrumen
keuangan berupa pembayaran sebagian piutang milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”)
kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk.
2.4 Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.4.1 PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”)
a. Riwayat Singkat
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”) pertama kali didirikan berdasarkan Akta Notaris
No. 1 tanggal 1 Juni 1974 dari Kartini Mulyadi, S.H., yang telah diubah dengan akta No. 2
tanggal 3 Desember 1974 dari notaris yang sama. Akta Pendirian ini telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal 17 Januari 1975, dan diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 85 tanggal 24 Oktober 1975, Tambahan No. 600.
Nama Adhi Karya untuk pertama kalinya tercantum dalam Surat Keputusan Menteri
Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja tanggal 11 Maret 1960 di mana Perseroan baru
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 13
Page 15
memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal tersebut. Kemudian berdasarkan
Peraturan Pemerintah (PP) No. 65 tahun 1961 Adhi Karya ditetapkan menjadi
Perusahaan Negara Adhi Karya. Pada tahun itu juga, berdasarkan PP yang sama
Perusahaan Konstruksi bekas milik Belanda yang telah dinasionalisasikan, Associate NV,
dilebur ke dalam Perseroan.
Pada tahun 2021, Perseroan melakukan perubahan terkait susunan pengurus
berdasarkan pada Akta No. 14 tanggal 8 Juni 2021 yang telah mendapat pengesahan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0373028 Tahun 2021.
Data perizinan dan legalitas yang dimiliki oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
• Akta Pendirian No. 1 tanggal 1 Juni 1974 dari Notaris Kartini Mulyadi, S.H., yang telah
diubah dengan akta No. 2 tanggal 3 Desember 1974 dari notaris yang sama.
• Surat Pengesahan Akta Pendirian yang ditetapkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal
17 Januari 1975, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 85
tanggal 24 Oktober 1975, Tambahan No. 600.
• Akta No. 14 tanggal 8 Juni 2021 yang telah mendapat pengesahan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0373028 Tahun 2021.
• Akta No. 24 Tanggal 18 Mei 2022 yang dibuat di hadapan Ashoya Ratam, SH. M.Kn.,
Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan telah mendapatkan pengesahan
dari Menteri Hukum dan HAM melalui Surat Keputusan No. AHU-0035438 tentang
Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas.
• Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha (NIB):
9120403291642 yang diterbitkan di Jakarta dan dicetak secara elektornik oleh Badan
Koordinasi Penanaman Modal tanggal 14 Februari 2019 dengan perubahan ke-174
tanggal 21 Juni 2022.
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.001.610.3-093.000 atas nama PT Adhi Karya
(Persero) Tbk.
• Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak No. PEM-00734/WPJ.19/KP.0403/2012
yang diterbitkan oleh Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak
Wajib Pajak Besar Empat, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan
Republik Indonesia tanggal 20 April 2012.
• Surat Keterangan Terdaftar No. PEM-00170/WPJ.19/KP.0403/2012 yang diterbitkan
oleh Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Empat, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia
tanggal 04 April 2012.
b. Alamat Kantor Perseroan
Perseroan berkantor pusat di South Building Jl. Raya Pasar Minggu Km. 18, Jakarta
Selatan 12510.
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Susunan kepemilikan saham Perseroan dan besarannya per tanggal 31 Desember 2022
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 14
Page 16
berdasarkan catatan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, serta sesuai dengan daftar pemegang saham
yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perusahaan, PT Datindo Entrycom, adalah
sebagai berikut:
Tabel 2.1 Struktur Kepemilikan Saham Perseroan
Jumlah Saham Modal Disetor
No Nama Kepemilikan
(Lembar) (Rp)
Pemerintah
1 5.408.773.792 540.877.379.200 64,33%
Republik Indonesia
2 Masyarakat 2.998.835.187 299.883.518.700 35,67%
TOTAL 8.407.608.979 840.760.897.900 100,00%
d. Susunan Pengurus Perseroan
Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Adhi Karya (Persero)
Tbk sesuai akta dari Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn. No. 23 tanggal 15 Juni 2020 dan
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sesuai
akta dari Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 14 tanggal 8 Juni 2021 yang keduanya
bersumber dari Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas
anak untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021,
susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Dody Usodo Hargosuseno
Komisaris : Cahyo Rahadian Muzhar
Komisaris : Widiarto
Komisaris : Yustinus Prastowo
Komisaris Independen : Abdul Muni
Komisaris Independen : Hironimus Hilapok
Direksi:
Direktur Utama : Entus Asnawi Mukhson
Direktur Operasi 1 : Alloysius Suko Widigdo
Direktur Operasi 2 : Pundjung Setya Brata
Direktur QHSE dan Pengembangan : Vera Kirana
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : A.A.G. Agung Dharmawan
Direktur Human Capital dan Sistem : Agus Karianto
e. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan yang terakhir mengalami perubahan
dan disahkan melalui Akta No. 24 Tanggal 18 Mei 2022, maksud dan tujuan Perseroan
adalah melakukan usaha di bidang Konstruksi; Engineering, Procurement dan
Construction (EPC), Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Perkeretaapian, Usaha
Pariwisata, Investasi dan atau Pengelolaan Usaha Prasarana dan Sarana dasar
Infrastruktur, Perdagangan, Industri, Pengembangan Kawasan dan Real Estate dan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 15
Page 17
Pengembang Properti serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk
menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk
mendapatkan/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan
menerapkan prinsip- prinsip Perseroan Terbatas.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
1. Kegiatan Usaha Konstruksi;
2. Kegiatan Usaha Penyelenggaraan Perkeretaapian;
3. Kegiatan Usaha Pariwisata Bidang Usaha Penyediaan Akomodasi meliputi jenis
usaha: hotel, bumi perkemahan, persinggahan karavan, villa, pondok wisata dan
akomodasi lainnya;
4. Kegiatan Usaha Perencanaan dan Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
meliputi pekerjaan gedung, pekerjaan sipil dan pekerjaan mekanikal dan elektrikal;
5. Kegiatan Usaha Pengukuran, penggambaran, perhitungan dan penetapan biaya
pekerjaan konstruksi yang meliputi pekerjaan sipil, pekerjaan gedung, pekerjaan
mekanikal elektrikal (Quantity Surveying);
6. Kegiatan Usaha Jasa Konsultasi Manajemen, manajemen proyek konstruksi,
rekayasa industri, engineering, dan perencanaan;
7. Kegiatan Usaha Perdagangan;
8. Kegiatan Usaha Industri dan Pabrikasi;
9. Kegiatan Usaha Pengembang;
10. Kegiatan Usaha Penyewaan dan penyediaan jasa dalam bidang peralatan
konstruksi;
11. Kegiatan Usaha Konstruksi khusus;
12. Kegiatan Usaha Instalasi Bangunan Gedung dan Bangunan Sipil;
13. Kegiatan Usaha Penyewaan alat konstruksi atau peralatan
pembongkaran/penghancur bangunan dengan operator;
14. Kegiatan Usaha Pengelolaan Limbah termasuk Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3);
15. Kegiatan Usaha Engineering Procurement dan Construction (EPC);
16. Kegiatan Usaha Investasi.
Perseroan juga dapat melaksanakan kegiatan usaha lainnya, di antaranya:
1. Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau;
2. Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam;
3. Industri produk dari batu bara;
4. Industri Bahan Bakar dari Pemurnian dan Pengilangan Minyak Bumi;
5. Industri Pembuatan Minyak Pelumas;
6. Industri Pengolahan Kembali Minyak Pelumas Bekas;
7. Industri Pengolahan Minyak Pelumas Bekas Menjadi Bahan Bakar;
8. Industri Produk dari Hasil Kilang Minyak Bumi;
9. Industri Briket Batu Bara;
10. Industri Kimia Dasar Organik yang Bersumber dari Minyak Bumi, Gas Alam dan Batu
Bara.
Selain kegiatan usaha utama, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha dalam rangka
optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, yaitu:
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 16
Page 18
1. Elektronik dan telekomunikasi yang menunjang usaha di atas;
2. Building Management;
3. System Development.
f. Pasar Geografis
Pasar geografis Perseroan sudah mencakup seluruh wilayah Indonesia. Berikut rincian
distribusi seluruh pendapatan berdasarkan geografis:
Tabel 2.2 Distribusi Pendapatan Perseroan Berdasarkan Geografis
Rp
No. Pendapatan Usaha Wilayah Geografis
2022 2021
1 Engineering & Konstruksi: 12.346.654.762.262 11.019.389.442.508
Dept. Infra 1 Jakarta 1.890.687.777.744 1.632.685.131.688
Tol Sigli Banda Aceh Aceh 199.887.971.188 1.825.127.658.779
Dept. Infra 2 Jakarta 3.767.158.235.638 2.975.538.564.605
Divisi IV Surabaya - 48.890.914.739
Dept. Gedung Seluruh Indonesia 1.861.010.510.711 2.334.621.838.710
Departemen E&I Seluruh Indonesia 1.155.133.887.958 509.503.135.073
Dept. Perkeretaapian Seluruh Indonesia 2.600.641.888.639 122.567.477.695
APG Seluruh Indonesia 872.134.490.384 1.570.454.721.219
2 Properti & Pelayanan 842.051.325.009 895.693.249.737
APP Seluruh Indonesia 249.363.611.226 332.005.183.313
ACP Jakarta 592.687.713.783 563.688.066.424
3 Manufaktur 775.985.772.635 789.284.394.968
APB Seluruh Indonesia 775.985.772.635 789.284.394.968
4 Investasi & Konsesi 1.120.781.384.704 478.724.145.104
JAA Palembang 592.717.930.057 308.026.773.062
DTP Dumai 176.536.066.976 78.184.298.531
AJR Riau 351.527.387.671 92.513.073.511
Jumlah Sebelum Eliminasi 15.085.473.244.610 13.183.091.232.317
Eliminasi - 1.536.463.016.026 - 1.652.619.519.281
Jumlah Setelah Eliminasi 13.549.010.228.584 11.530.471.713.036
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Proyek-proyek yang dikerjakan Perseroan masih didominasi oleh proyek-proyek
infrastruktur yang berasal dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Saat ini
Perseroan menyasar pasar konstruksi di luar negeri yaitu wilayah Asean atau Asia Tenggara.
Pasar di luar negeri tersebut akan disesuaikan dengan strategi jangka panjang Perseroan.
g. Segmen Pasar Perseroan Serta Hasil yang Telah Dicapai
Segmen usaha Perseroan dibagi menjadi 4 (empat), yaitu Engineering & Konstruksi,
Properti & Pelayanan, Manufaktur, dan Investasi & Konsesi. Pada tahun 2022, pendapatan
usaha dari segmen Engineering & Konstruksi mencapai Rp12,35 Triliun, dimana angka ini
meningkat dari tahun 2021 yakni sebesar Rp11,02 triliun. Sementara itu, pada usaha
properti & Pelayanan, Perseroan mencatat angka pendapatan sebesar Rp842,05 miliar
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 17
Page 19
pada tahun 2022. Angka tersebut mengalami penurunan dari tahun 2021 dengan
pendapatan sebesar Rp895,69 miliar. Selanjutnya, pada dari segmen manufaktur, pada
tahun 2021 Perseroan memperoleh pendapatan sebesar Rp789,28 miliar, sementara
pada 2022 turun menjadi Rp775,99 miliar. Kemudian yang terakhir adalah Investasi &
Konsesi, pendapatan pada tahun 2022 mengalami peningkatan signifikan dari semula sebesar
Rp478,72 miliar meningkat menjadi Rp1,12 triliun.
Selain terus memperbesar pangsa pasar konstruksi Pemerintah, Perseroan terus
berupaya melebarkan sayapnya ke berbagai sektor dan secara selektif menangkap
peluang sektor konstruksi lain, seperti manfaatkan peluang pasar konstruksi sektor
perkeretaapian dalam negeri dan regional, memaksimalkan potensi sektor properti yang
memiliki keunikan pada produk dan layanan. Perseroan juga menyasar peluang pasar
konstruksi yang berbasis sector lingkungan, seiring dengan perhatian yang tinggi
terhadap pencapaian SDGs atau Sustainable Development Goals melalui kegiatan Green
Economy. Ke depannya, Perseroan terus optimis dapat menargetkan adanya
pertumbuhan pendapatan/laba secara periodik.
2.4.2 PT Adhi Commuter Properti Tbk
a. Profil Singkat
PT Adhi Commuter Properti Tbk (“ADCP”) adalah anak usaha Perseroan yang bergerak di
bidang industri pengembangan properti berbasis transportasi massal. ADCP didirikan pada
tahun 2018 berdasarkan Akta Notaris No. 103 tanggal 9 Maret 2018, yang dibuat di
hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah
mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat No. AHU-0018477.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal 6 April 2018. ADCP
memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 23 Mei 2018. Akta Pendirian telah
diumumkan pada Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 17593 pada Berita
Negara Republik Indonesia No. 79 tanggal 2 Oktober 2018 dan Perseroan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0048601.AH.01.11.TAHUN 2018, tanggal 6
April 2018.
Pada saat ini, ADCP telah beberapa kali melakukan perubahan Anggaran Dasar.
Perubahan terakhir telah tercatat dalam Akta No. 207 tanggal 28 Juni 2022 yang dibuat
di hadapan Rosida Rajagukguk Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta
Selatan, yang telah disetujui oleh Menkumham sebagaimana dibuktikan dengan Surat
Keputusan No. AHU-0052084.AH.01.02.TAHUN 2022, tanggal 26 Juli 2022, dan telah
diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar yang telah diterima dan dicatat dalam database Sistem
Administrasi Badan Hukum Menkumham Republik Indonesia sesuai dengan Surat
Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0270353, tanggal 26 Juli 2022.
b. Alamat Korespondensi PT Adhi Commuter Properti Tbk
PT Adhi Commuter Properti Tbk beralamat di Jl. Pengantin Ali No. 88, Ciracas, Jakarta
Timur 13740.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 18
Page 20
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Modal dasar ADCP adalah sebesar Rp4.540.000.000.000 dan sampai dengan 31
Desember 2022 saham mayoritas masih dimiliki oleh Perseroan dan sisanya dimiliki oleh
masyarakat dan Koperasi Jasa Adhi Sejahtera (Kojas), dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 2.3 Struktur Kepemilikan Saham ADCP
Jumlah Saham Modal Disetor
No Nama Kepemilikan
(Lembar) (Rp)
1 PT Adhi Karya (Persero) Tbk 19.999.900.000 1.999.990.000.000 89,9996%
2 Masyarakat 2.222.222.200 222.232.220.000 10,0004%
3 Koperasi Jasa Adhi Sejahtera 100.000 10.000.000 0,0005%
TOTAL 22.222.222.200 222.222.222.000 100%
d. Susunan Pengurus PT Adhi Commuter Properti Tbk
Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT Adhi Commuter Properti Tbk pada
tanggal 31 Desember 2022 sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Pundjung Setya Brata
Komisaris : Tjatur Waskito Putro
Komisaris : A.A Gede Agung Dharmawan
Komisaris Independen : Amrozi Hamidi
Komisaris Independen : Muhammad Isnaini
Direksi:
Direktur Utama : Rizkan Firman
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM : Mochamad Yusuf
Direktur Pemasaran : Indra Syahruzza Nasution
Direktur Pengelolaan Properti : Hanif Setyo Nugroho
Direktur Pengembangan Bisnis : Rozi Sparta
e. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan ADCP adalah
melakukan usaha di bidang properti dan real estate yaitu:
1. Pembangunan perkantoran, apartemen, perumahan, dan lain-lain;
2. Perdagangan yang berhubungan dengan usaha properti dan real estat;
3. Jasa agen properti dan real estat, jasa pengelolaan dan penyewaan gedung, dan lain-
lain.
Kegiatan usaha yang dilakukan oleh ADCP sampai dengan 31 Desember 2022 adalah
pembangunan apartemen, perdagangan yang berhubungan dengan usaha properti dan
real estat, dan manajemen perhotelan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 19
Page 21
f. Pasar Geografis
Dalam melakukan kegiatan usahanya, ADCP mengandalkan wilayah pengembangan di
daerah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok.
g. Segmen Pasar ADCP Serta Hasil yang Telah Dicapai
Segmen usaha Perseroan dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu properti/real estat, hotel, sewa dan
investasi & konsesi. Informasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.4 Segmen Operasi ADCP
2022
Uraian
Properti Real Estat Hotel Sewa Eliminasi TOTAL
Pendapatan Usaha 492.770.366.989 99.762.274.394 155.072.400 - 592.687.713.783
Beban Pokok Pendapatan (363.020.997.038) (76.437.761.366) - - (439.458.758.404)
Laba Kotor 129.749.369.951 23.324.513.028 155.072.400 153.228.955.379
Beban Usaha (33.148.239.266) - - - (33.148.239.266)
Beban Pajak Final (14.332.604.692) - - - (14.332.604.692)
Penghasilan (Beban) Lain-lain -
31.183.054.130 (22.253.837.490) - - 8.929.216.640
Bersih
Laba Sebelum Beban Keuangan 113.451.580.123 1.070.675.538 155.072.400 114.677.328.061
Beban Keuangan (9.657.466.393) - - - (9.657.466.393)
Laba Sebelum Pajak 103.794.113.730 1.070.675.538 155.072.400 105.019.861.668
Pajak Tangguhan - (666.466) - - (666.466)
Pajak Kini - - - - -
Laba Tahun Berjalan 103.794.113.730 1.070.009.072 155.072.400 105.019.195.202
Total Aset 6.497.772.623.807 20.440.080.260 - (197.188.223.189) 6.321.024.480.878
Total Liabilitas Segmen 3.963.736.509.497 19.527.515.458 - (120.236.989.254) 3.863.027.035.701
Sumber: Laporan Keuangan ADCP
2.5 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Berikut adalah perjanjian terkait dengan Rencana Transaksi:
• Draft Perjanjian Pengakuan Utang antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Adhi
Commuter Properti Tbk (ADCP). Di dalam draft perjanjian, Para Pihak menerangkan dan
menyatakan hal-hal sebagai berikut:
a. Bahwa ADCP telah menggunakan fasilitas Supply Chain Financing (SCF) yang dimiliki ADHI di
bank BNI untuk keperluan operasional ADCP;
b. Bahwa ADCP telah mengirimkan surat permohonan kepada ADHI untuk dapat melakukan
pembayaran terlebih dahulu atas outstanding penggunaan fasilitas SCF oleh ADCP di Bank BNI
berdasarkan dokumen Nomor: 239/ADCP-VI/2023 tanggal 11 Mei 2023;
c. Bahwa ADHI telah melakukan pembayaran kepada Bank BNI atas outstanding penggunaan
fasilitas SCF oleh ADCP sebesar Rp199.877.883.244 (seratus sembilan puluh sembilan miliar
delapan ratus tujuh puluh tujuh juta delapan ratus delapan puluh tiga ribu dua ratus empat
puluh empat rupiah) pada tanggal 19 Mei 2023.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 20
Page 22
Berdasarkan keterangan-keterangan tersebut maka Para Pihak telah setuju dan mufakat untuk
dibuat Perjanjian Pengakuan Utang dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai
berikut:
• PASAL 1 - NILAI UTANG
ADCP mengaku sungguh-sungguh dan sebenarnya telah berutang kepada ADHI sejumlah
Rp199.877.883.244 (seratus sembilan puluh sembilan miliar delapan ratus tujuh puluh tujuh
juta delapan ratus delapan puluh tiga ribu dua ratus empat puluh empat rupiah) (selanjutnya
disebut “Nilai Utang”), yang terdiri dari:
a. Utang Pokok Atas SCF senilai Rp192.560.581.159 (seratus sembilan puluh dua miliar lima
ratus enam puluh juta lima ratus delapan puluh satu ribu seratus lima puluh sembilan
rupiah);
b. Bunga Atas SCF senilai Rp7.317.302.085 (tujuh miliar tiga ratus tujuh belas juta tiga ratus
dua ribu tiga ratus delapan puluh lima rupiah.
• PASAL 2 - JANGKA WAKTU PEMBAYARAN UTANG DAN BERAKHIRNYA PERJANJIAN
1. Para Pihak sepakat atas utang ADCP sejumlah Rp199.877.883.244 (seratus sembilan puluh
sembilan miliar delapan ratus tujuh puluh tujuh juta delapan ratus delapan puluh tiga ribu
dua ratus empat puluh empat rupiah), maka ADCP menyatakan berjanji dan oleh karena
itu mengikat diri untuk melunasi seluruh jumlah Nilai utang kepada ADHI apabila ADCP
telah mendapatkan pendanaan baik melalui proses sukuk dan/atau bridging dari Bank
dan/atau lembaga keuangan dan/atau pihak lainnya yang dijadwalkan selambat-lambatnya
pada tanggal 31 Desember 2023.
2. Para Pihak sepakat pembayaran yang dilakukan oleh ADCP kepada ADHI dilakukan dengan
cara transfer ke rekening.
3. Perjanjian ini berakhir apabila ADCP telah melunasi Nilai Utang serta kewajiban lainnya (jika
ada).
• PASAL 3 - JAMINAN
Untuk menjamin pelunasan pembayaran kepada ADHI sebagaimana dimaksud pada Pasal 2,
ADCP akan menjaminkan aset benda tidak bergerak maupun bergerak miliknya yang tidak
sedang dijaminkan kepada pihak lain berupa tanah yang memiliki nilai minimal setara dengan
Nilai Utang.
• PASAL 4 - BIAYA - BIAYA
ADHI akan menagih/meminta reimburse kepada ADCP atas biaya – biaya sehubungan dengan
pemberian pinjaman pembayaran SCF BNI dengan besaran biaya sebesar 9% per tahun.
Presentase tersebut dapat berubah sewaktu – waktu mengikuti fluktuasi yang dikenakan Bank
terhadap ADHI.
• PASAL 5 - LAIN – LAIN
Setiap perubahan dan/atau penambahan pada Perjanjian ini dinyatakan sah berlaku apabila
dibuat secara tertulis dalam suatu aturan tambahan (Addendum) yang ditandatangani oleh
Para Pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 21
Page 23
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan
Dalam menilai kewajaran Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi
c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi
3.2 Analisis atas Rencana Transaksi
3.2.1 Pihak - Pihak yang Melakukan Rencana Transaksi dan Hubungan Keterkaitan Antarpihak
a. Pihak - pihak yang melakukan Rencana Transaksi
Sebagaimana disampaikan pada bab sebelumnya, bahwa pihak-pihak yang melakukan
transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi
Commuter Properti Tbk.
b. Hubungan keterkaitan antara pihak - pihak yang melakukan Rencana Transaksi
Berdasarkan POJK 42 Tahun 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan Pasal 1, disebutkan bahwa afiliasi adalah:
• Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik
secara horizontal maupun vertikal;
• Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut;
• Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota
direksi atau dewan komisaris yang sama;
• Hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung,
mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;
• Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak
langsung, oleh pihak yang sama; atau
• Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 22
Page 24
- Hubungan dari segi kepemilikan saham
Gambar 3.1 Komposisi Kepemilikan Saham
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa PT Adhi Commuter Properti
Tbk (ADCP) merupakan salah satu entitas anak Perseroan (ADHI). Selain itu,
Perseroan merupakan pemegang saham mayoritas di ADCP dengan kepemilikan
sebesar 89,99%, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan afiliasi
antara Perseroan dengan ADCP dari segi kepemilikan saham.
- Hubungan dari segi kepengurusan
Rencana Transaksi melibatkan baik secara langsung maupun tidak langsung pihak-
pihak terafiliasi. Dari segi kepengurusan, Komisaris Utama ADCP menjabat sebagai
Direktur Operasi 2 pada Perseroan per tanggal 31 Desember 2022, kemudian
Komisaris ADCP menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Perseroan.
Tabel 3.1 Hubungan Kepengurusan antara Perseroan dengan PT ADCP
Jabatan di
Nama Anggota
PT Adhi Commuter Jabatan di Perseroan
Dewan Komisaris dan Direksi
Properti Tbk (ADCP)
Dody Usodo Hargosuseno Komisaris Utama
Cahyo Rahadian Muzhar Komisaris
Widiarto Komisaris
Yustinus Prastowo Komisaris
Abdul Muni Komisaris Independen
Hironimus Hilapok Komisaris Independen
Entus Asnawi Mukhson Direktur Utama
Alloysius Suko Widigdo Direktur Operasi 1
Pundjung Setya Brata Komisaris Utama Direktur Operasi 2
Vera Kirana Direktur QHSE dan Pengembangan
A.A Gede Agung Dharmawan Komisaris Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Agus Karianto Direktur Human Capital dan Sistem
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 23
Page 25
Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, Pasal 1 butir 4 yang dimaksud Benturan
Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau Pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka
dimaksud.
Rencana transaksi yang akan dilakukan antara Perseroan dengan PT Adhi Commuter
Properti Tbk merupakan transaksi terafiliasi namun tidak mengandung benturan
kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Memperhatikan definisi Benturan kepentingan di atas (yang merugikan Perseroan)
dan alasan yang telah dikemukakan, maka Rencana Transaksi pembayaran sebagian
piutang milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk
(ADCP) bukan merupakan transaksi benturan kepentingan, karena memberikan solusi
kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-
undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan.
3.2.2 Skema Rencana Transaksi
ADCP akan melakukan pembayaran secara cash kepada Perseroan (ADHI) sebesar
Rp199.877.883.244 (seratus sembilan puluh sembilan miliar delapan ratus tujuh puluh
tujuh juta delapan ratus delapan puluh tiga ribu dua ratus empat puluh empat rupiah).
3.2.3 Analisis Manfaat Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, transaksi ini memiliki manfaat yaitu
membantu ADCP dalam menunjang kegiatan usahanya yaitu pengembangan properti di
sekitar transportasi publik salah satunya yaitu LRT Jabodebek yang akan segera
beroperasi.
3.2.4 Analisis Risiko Rencana Transaksi bagi Perseroan
Risiko yang mungkin muncul sehubungan dengan Rencana Transaksi yaitu adanya
keterlambatan pembayaran atas utang ADCP kepada Perseroan sebesar Rp199.877.883.244
beserta bunganya dari yang direncanakan akan cair pada tahun 2023.
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan Perseroan serta melihat potensi atau
prospek usaha Perusahaan ke depannya.
3.3.1 Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
a. Kondisi Perekonomian Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 24
Page 26
tetap kuat. Pada triwulan IV 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat tetap tinggi yakni
5,01% (yoy), di tengah pertumbuhan ekonomi global yang dalam tren melambat. Dengan
perkembangan tersebut, pertumbuhan Indonesia secara keseluruhan tahun 2022 tercatat
5,31% (yoy), tertinggi sejak 2014 dan jauh meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar
3,70% (yoy). Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap kuat pada kisaran 4,5-
5,3%, didorong oleh peningkatan permintaan domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun
investasi. Prakiraan tersebut sejalan dengan naiknya mobilitas masyarakat pasca penghapusan
kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), membaiknya prospek
bisnis, meningkatnya aliran masuk Penanaman Modal Asing (PMA), serta berlanjutnya
penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN).
Tabel 3.2 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran
dalam persen (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Pertumbuhan ekonomi yang kuat didukung oleh hampir seluruh komponen PDB dari sisi
pengeluaran. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,48% (yoy) sejalan meningkatnya
mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
Natal dan Tahun Baru, serta berlanjutnya penyaluran bantuan sosial. Ekspor tetap tumbuh
tinggi sebesar 14,93% (yoy), didorong oleh permintaan mitra dagang utama yang masih kuat.
Pertumbuhan investasi nonbangunan juga tetap tinggi sejalan dengan kinerja ekspor,
meskipun pertumbuhan investasi secara keseluruhan sedikit tertahan pada 3,33% (yoy) akibat
investasi bangunan yang masih rendah. Sementara itu, konsumsi Pemerintah terkontraksi
4,77% (yoy), namun lebih dipengaruhi oleh penurunan belanja barang untuk Penanganan
Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) seiring dengan kondisi pandemi yang
terus membaik.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 25
Page 27
Tabel 3.3 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha
dalam persen (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat juga tecermin secara Lapangan Usaha dan spasial.
Secara Lapangan Usaha (LU), seluruh LU pada triwulan IV 2022 juga menunjukkan kinerja
positif, terutama ditopang oleh Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta
Informasi dan Komunikasi. LU Transportasi dan Pergudangan serta Penyediaan Akomodasi dan
Makan Minum juga mencatat pertumbuhan yang tinggi didorong oleh berlanjutnya
peningkatan mobilitas masyarakat dan naiknya kunjungan wisatawan mancanegara dan
wisatawan nusantara. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2022 tercatat tetap
kuat di seluruh wilayah Indonesia, meskipun ada sebagian daerah yang melambat.
Pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua),
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 26
Page 28
diikuti Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), Kalimantan, Sumatera, dan Jawa.
Gambar 3.2 Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau Triwulan IV-2022
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian Indonesia secara
spasial selama tahun 2022 dengan kontribusi sebesar 56,48 persen, diikuti Pulau Sumatera
sebesar 22,04 persen, Pulau Kalimantan sebesar 9,23 persen, Pulau Sulawesi sebesar 7,03
persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,72 persen, serta Pulau Maluku dan Papua
sebesar 2,50 persen.
Pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau tercatat kondusif walaupun
dibayangi tekanan global geopolitik karena peningkatan aktivitas masyarakat pada masa
COVID-19. Secara kumulatif pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok Pulau Maluku
dan Papua yang tumbuh sebesar 8,65 persen, diikuti Pulau Sulawesi sebesar 7,05 persen,
Pulau Jawa sebesar 5,31 persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,08 persen, dan Pulau
Kalimantan sebesar 4,94 persen. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Sumatera tumbuh
sebesar 4,69 persen.
b. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2022 tetap kuat menopang
ketahanan eksternal. Transaksi berjalan pada triwulan III 2022 terus menunjukkan kinerja yang
solid ditandai dengan peningkatan surplus sehingga dapat menahan tekanan terhadap NPI
akibat tekanan pada transaksi modal dan finansial sejalan dengan meningkatnya
ketidakpastian pasar keuangan global. Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan III
2022 mencatat defisit USD1,3 miliar, dan posisi cadangan devisa pada akhir September 2022
tercatat sebesar USD130,8 miliar atau setara dengan pembiayaan 5,7 bulan impor dan utang
luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 27
Page 29
Kinerja transaksi berjalan pada triwulan III 2022 semakin solid dengan melanjutkan tren
peningkatan surplus, didukung oleh kinerja ekspor nonmigas yang semakin kuat. Transaksi
berjalan mencatat surplus sebesar USD4,4 miliar (1,396 dari PDB), lebih tinggi dari capaian
triwulan sebelumnya sebesar USD4,0 miliar (1,296 dari PDB). Membaiknya kinerja transaksi
berjalan tersebut bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas seiring
dengan tetap kuatnya permintaan ekspor dari negara mitra dagang dan harga komoditas
global yang masih tinggi, serta berkurangnya defisit neraca perdagangan migas sejalan dengan
penurunan harga minyak dunia. Defisit neraca pendapatan primer juga sedikit lebih rendah
seiring dengan penurunan pembayaran imbal hasil investasi langsung. Di sisi lain, defisit
neraca jasa tercatat lebih tinggi sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan
berlanjutnya pemulihan ekonomi domestik. Surplus neraca pendapatan sekunder juga sedikit
turun sehingga menahan peningkatan surplus transaksi berjalan lebih lanjut.
Kinerja transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2022 ditopang oleh investasi langsung
di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi modal dan finansial
mencatat defisit sebesar USD6, 1 miliar (1,896 dari PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan
defisit USD 1,2 miliar (0,396 dari PDB) pada triwulan II 2022. Investasi asing langsung
membukukan surplus yang tetap tinggi sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek
perbaikan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga. Sementara itu, aliran keluar
neto investasi portofolio meningkat akibat ketidakpastian di pasar keuangan global yang
semakin tinggi dan kebutuhan pembayaran surat utang swasta yang jatuh tempo. Transaksi
investasi lainnya juga mencatat kenaikan defisit disebabkan oleh peningkatan aset swasta,
terutama yang terkait dengan operasional kegiatan usaha.
Gambar 3.3 Perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia (Laporan Neraca Pembayaran Indonesia, Realisasi Triwulan III 2022)
Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat
memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas
perekonomian, serta melanjutkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas
terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 28
Page 30
c. Inflasi
Perkembangan pada Desember 2022 menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)
terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Inflasi IHK pada Desember 2022
tercatat menjadi 0,66% (mtm) sehingga inflasi IHK 2022 menjadi 5,51% (yoy), meningkat
dibandingkan dengan inflasi IHK 2021 sebesar 1,87% (yoy) dan lebih tinggi dari sasaran
3,0+1%, terutama dipengaruhi oleh dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM)
bersubsidi pada September 2022. Berbagai perkembangan bulanan menunjukkan inflasi pasca
kenaikan harga BBM kembali terkendali tercermin pada ekspektasi inflasi dan tekanan inflasi
yang terus menurun dan lebih rendah dari prakiraan awal. Perkembangan inflasi IHK yang
terkendali tidak terlepas dari pengaruh positif dari sinergi kebijakan yang makin erat antara
Pemerintah Pusat dan Daerah, Bank Indonesia, serta berbagai mitra strategis dalam
menurunkan laju inflasi, termasuk mengendalikan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat respon kebijakan guna memastikan terus
berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi inti tetap terjaga dalam
kisaran 3,0±1%. Koordinasi kebijakan juga terus diperkuat. Dalam kaitan ini, koordinasi dalam
Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) terus dilanjutkan melalui
penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai
daerah.
Gambar 3.4 Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Perkembangan Indeks Harga Konsumen Desember 2022
Inflasi IHK pada Desember 2022 terutama dipengaruhi oleh pola musimannya di akhir tahun.
Inflasi inti tercatat sebesar 0,22% (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan
sebelumnya sebesar 0,15% (mtm) terutama disumbang oleh komoditas kontrak rumah.
Kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 2,24% (mtm), lebih tinggi dari bulan
sebelumnya yang tercatat deflasi 0,22% (mtm), sejalan dengan pola musiman akhir tahun.
Kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,73% (mtm), meningkat dari inflasi
bulan sebelumnya sebesar 0,14% (mtm) seiring dengan kenaikan tarif perusahaan air minum,
dan seiring dengan pola musiman peningkatan permintaan angkutan udara pada Natal dan
Tahun Baru, serta inflasi rokok kretek filter.
Tekanan inflasi 2022 yang lebih rendah dari prakiraan awal berdampak positif pada prospek
inflasi 2023 yang diprakirakan kembali ke sasaran 3,0+1%. Inflasi inti 2022 tetap terjaga rendah
sebesar 3,36% (yoy), sejalan dengan lebih rendahnya dampak rambatan dari penyesuaian
harga BBM dan belum kuatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan. Inflasi volatile food 2022
juga terkendali 5,61% (yoy) sebagai hasil sinergi dan koordinasi kebijakan pengendalian inflasi
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 29
Page 31
melalui TPIP-TPID dan GNPIP dalam mendorong ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi,
kestabilan harga, dan komunikasi efektif. Sementara itu, kenaikan inflasi administered prices
juga tidak setinggi yang diperkirakan, menjadi 13,34% (yoy) sejalan dengan penyesuaian harga
BBM dan tarif angkutan yang lebih rendah.
d. Nilai Tukar Rupiah
Sepanjang 2022, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat melemah 9,31 persen.
Pelemahan ini didorong oleh menurunnya pasokan dollar AS di dalam negeri karena adanya
arus modal keluar yang dipicu kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal
Reserve atau The Fed. Dengan kenaikan suku bunga The Fed, investor menilai, menyimpan
uangnya di AS lebih menjanjikan imbal hasil lebih besar dan berisiko lebih rendah ketimbang
di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada perdagangan
terakhir di 2022, yakni Jumat (30/12/2022), ditutup pada level Rp15.592 per dollar AS. Nilai ini
menurun 9,31 persen dibandingkan perdagangan terakhir di 2021, yakni 31 Desember 2021,
yang pada level Rp14.263 per dollar AS.
Kendati demikian, rupiah tak sendirian melemah terhadap dollar AS. Selain itu, pelemahan
nilai tukar rupiah ini lebih rendah dibandingkan mata uang negara lainnya. Sampai dengan 21
Desember 2022, rupiah terdepresiasi 8,56 persen, lebih rendah dibandingkan dengan mata
uang lainnya seperti China yang terdepresiasi 8,96 persen dan India sebesar 10,24 persen.
Pelemahanan nilai tukar rupiah sepanjang 2022 sejalan dengan lebih besarnya dana asing yang
keluar dari Indonesia ketimbang yang masuk ke dalam negeri. Data BI menyebutkan, sejak
awal tahun hingga 29 Desember 2022, dana asing atau nonresiden menjual neto
Rp128,98 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Sementara nonresiden beli neto
sebesar Rp61,02 triliun di pasar saham.
Ketahanan cadangan devisa Indonesia masih dalam posisi cukup untuk menjaga stabilitas.
Sampai dengan akhir November 2022, cadangan devisa Indonesia berada pada posisi 133,99
miliar dollar AS. Nilai ini setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan
pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar tiga bulan impor.
Gambar 3.5 Tren Kurs Bank Indonesia
Sumber: Bank Indonesia, diolah Litbang Kompas
Adapun pada tahun 2023, nilai tukar rupiah diproyeksikan akan berkisar pada Rp15.000
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 30
Page 32
sampai Rp15.200 per dollar AS. Dengan perbaikan sentimen secara global, investor asing
berpotensi lebih banyak masuk ke obligasi Indonesia yang memengaruhi nilai tukar rupiah.
Untuk pengusaha yang menggunakan bahan baku impor, pelemahan rupiah ini bisa ikut
mengerek ongkos usaha karena inflasi impor. Dengan harga yang sama, barang jadi lebih
mahal karena nilai tukar rupiah melemah. Namun, bagi pengusaha berorientasi ekspor dan
menggunakan bahan baku dalam negeri, kenaikan nilai tukar dollar AS ini justru
menguntungkan. Sebab, dengan volume ekspor yang sama, mereka bisa mendapatkan
keuntungan lebih karena kursnya dollar AS sedang tinggi.
Ke depan, kinerja nilai tukar Rupiah masih akan tetap diwarnai dengan tingginya
ketidakpastian global terutama berasal dari dinamika langkah pengetatan moneter global,
khususnya Amerika Serikat. Meski demikian, Pemerintah beserta Bank Indonesia serta
lembaga keuangan lainnya akan berkoordinasi secara intens dalam mengantisipasi risiko
global tersebut agar dapat meminimalisir dampaknya terhadap stabilitas perekonomian
domestik. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai
dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas
makroekonomi.
e. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Desember 2022 memutuskan untuk
menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga
Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps
menjadi 6,25%. Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur tersebut sebagai langkah
lanjutan untuk secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking memastikan terus
berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi inti tetap terjaga dalam
kisaran 3,0±1%.
Di pasar uang, suku bunga Indonesia pada 21 Desember 2022 naik 200 basis poin dibandingkan
akhir Juli 2022 menjadi sebesar 4,80%, sejalan dengan kenaikan BI7DRR dan penguatan
strategi operasi moneter Bank Indonesia. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek meningkat 59
bps, sementara imbal hasil SBN tenor jangka panjang tetap terkendali. Sementara itu,
kenaikan suku bunga perbankan, baik suku bunga dana maupun suku bunga kredit, lebih
terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan pada November 2022 tercatat 3,72% atau meningkat
83 bps dibandingkan dengan level Juli 2022, sementara suku bunga kredit November 2022
tercatat 9,11% atau meningkat 17 bps dibandingkan dengan level Juli 2022. Kenaikan suku
bunga perbankan yang terbatas tersebut dipengaruhi likuiditas yang masih longgar. Ke depan,
Bank Indonesia akan terus mendorong perbankan untuk membentuk suku bunga kredit yang
efisien, akomodatif, dan kompetitif yang dapat mendukung pemulihan ekonomi.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 31
Page 33
Gambar 3.6 Tren Suku Bunga Bank Indonesia
Sumber: Bank Indonesia, diolah Litbang Kompas
3.3.2 Kinerja dan Prospek Usaha Perseroan
Di tahun 2022, Perseroan berhasil mencatatkan jumlah perolehan kontrak sebesar Rp23,73
triliun, meningkat dibandingkan dengan nilai kontrak tahun 2021 sebesar Rp15,16 triliun.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh bertambahnya market opportunity size akibat Program
Pemerintah terkait Ibu Kota Negara.
Kinerja keuangan Perseroan tahun 2022 menunjukkan peningkatan dengan membukukan
pendapatan usaha sebesar Rp13,3 triliun atau naik 15,18% dibandingkan periode yang sama
di tahun 2021 sebesar Rp11,5 triliun. Bottom line Perseroan menunjukkan peningkatan
sebesar 47% menjadi Rp81,2 Miliar di tengah adanya peningkatan harga energi dan komoditas
akibat kondisi global termasuk Perang Rusia-Ukraina. Total liabilitas Perseroan berkurang dari
Rp34,2 triliun di tahun 2021 menjadi Rp31,2 triliun di tahun 2022 atau menurun 9% dibanding
tahun sebelumnya dan Perseroan pun telah berhasil melakukan profiling liabilitas jangka
pendek menjadi jangka Panjang atas obligasi yang dimilikinya.
Perseroan senantiasa berupaya untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah berbagai
tantangan yang ada di sepanjang tahun 2022 melalui strategi-strategi bisnis yang selaras
dengan dinamika yang terjadi di sepanjang tahun 2022. Namun, gangguan rantai pasokan yang
memicu lonjakan harga komoditas, mendorong kenaikan laju inflasi, dan menyebabkan
depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS telah menciptakan volatilitas harga bahan
baku, terutama untuk harga materi kontruksi. Melonjaknya harga material konstruksi yang
terjadi sejak akhir semester pertama tahun 2022 juga menjadi tantangan yang cukup besar
bagi Perseroan. Hal tersebut mengakibatkan Cost of Goods Sold (COGS) Perseroan meningkat
sehingga profitabilitas Perseroan tertekan. Untuk mengatasi hal tersebut Perseroan
melakukan berbagai inisiatif seperti melakukan ekskalasi kepada Asosiasi.
Pada tahun 2023, prospek perekonomian global diprediksi akan mengalami resesi dan
ketidakstabilan di bidang keuangan akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara-
negara maju dengan keuangan terkuat, seperti Eropa, China, hingga Amerika Serikat.
Meskipun demikian ada beberapa negara yang diperkirakan akan lolos dari resesi karena
negara-negara tersebut mulai pulih dan tekanan inflasi mulai melemah. Mayoritas negara
yang diduga lolos dari resesi ini berada di kawasan ASEAN, salah satunya Indonesia.
Selain itu, sebagai wujud dari asas demokrasi, diselenggarakannya pesta politik per lima tahun
yang akan jatuh pada tahun 2024, tentunya secara tidak langsung akan berdampak bagi bisnis
ADHI, terutama proses tender sehingga akan mempengaruhi perolehan kontrak baru. Semakin
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 32
Page 34
dekat dengan waktu pelaksanaan pesta politik, Perseroan diharapkan untuk dapat adaptif
disetiap kondisi yang tidak terduga dari faktor eksternal. Meski demikian, perlambatan
perolehan kontrak baru tidak akan secara langsung berpengaruh pada pendapatan usaha
Perseroan di tahun 2024.
Industri konstruksi infrastruktur di tahun depan diyakini akan tetap prospektif dan masih dapat
menjadi contributor penggerak utama ekonomi dalam negeri tahun depan. Karena ini
merupakan kelanjutan dari proyek infrastruktur telah mulai menggeliat setelah pandemi
COVID-19 yang telah berdampak pada 2 (dua) tahun terakhir. Diyakini bahwa sektor konstruksi
masih akan mendapatkan peluang-peluang proyek baru kendati Pemerintah mulai selektif
pada tahun depan.
Pengembangan proyek Ibukota Negara (IKN) yang akan berjalan di tahun 2023 juga akan
menjadi salah satu prioritas Perseroan. ADHI berupaya untuk meraih porsi yang besar dari
proyek masuk kategori Proyek Strategis Nasional tersebut. Perseroan menaksir pertumbuhan
kontrak baru tahun 2023 lebih tinggi dari perolehan kontrak baru di tahun 2022. Target itu
diperoleh dari proyek pembangunan infrastruktur Jalan Tol, pengelolaan air dan limbah, serta
proyek infrastruktur lainnya dengan sumber dana baik dari Pemerintah, BUMN, maupun
swasta.
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi merupakan analisis penilaian yang dilakukan terhadap
kinerja keuangan Perseroan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja keuangan dan
analisis rasio keuangan Perseroan, serta analisis terhadap proforma laporan keuangan Perseroan.
3.4.1 Analisis Kinerja Keuangan Perseroan
3.4.1.1 Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah laporan posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2018, 31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31 Desember
2021, dan 31 Desember 2022.
Tabel 3.4 Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Perseroan
(dalam Rupiah)
ACTUAL
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
ASET
Aset Lancar 25.386.859.425.078 30.315.155.278.021 30.090.503.386.345 31.600.942.926.217 29.593.503.866.970
Aset Tidak Lancar 4.704.741.548.219 6.200.677.936.528 8.003.385.240.206 8.299.394.908.402 10.392.913.349.684
TOTAL ASET 30.091.600.973.297 36.515.833.214.549 38.093.888.626.551 39.900.337.834.619 39.986.417.216.654
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 18.934.699.447.368 24.562.726.968.328 27.082.649.503.604 31.127.451.942.313 24.618.080.064.517
Liabilitas Jangka Panjang 4.871.629.629.672 5.118.808.566.200 5.436.428.675.589 3.115.178.689.881 6.544.545.688.621
TOTAL LIABILITAS 23.806.329.077.040 29.681.535.534.528 32.519.078.179.193 34.242.630.632.194 31.162.625.753.138
Ekuitas 6.285.271.896.258 6.834.297.680.021 5.574.810.447.358 5.657.707.202.425 8.823.791.463.516
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 30.091.600.973.297 36.515.833.214.549 38.093.888.626.551 39.900.337.834.619 39.986.417.216.654
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan tahun 2018-2022
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 33
Page 35
a. Total Aset
Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 mencapai Rp39,99 triliun, naik
sebesar 0,22% secara year on year (YoY) jika dibandingkan dengan
31 Desember 2021 yang tercatat sebesar Rp39,90 triliun. Kenaikan aset dikontribusi
oleh meningkatnya aset lancar Perseroan.
b. Aset Lancar
Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, yang masuk ke dalam klasifikasi aset lancar
adalah jika dapat diselesaikan dalam waktu kurang atau sama dengan dua belas bulan.
Aset lancar perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 tercatat Rp29,59 triliun atau
turun sebesar 6,35% dibandingkan tahun 2021 yang mencapai Rp31,60 triliun.
c. Aset Tidak Lancar
Pada tahun 2022, aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan jika
dibandingkan periode sebelumnya. Perseroan membukukan aset tidak lancar sebesar
Rp10,39 triliun pada tahun 2022 atau naik sebesar 25,22% dibandingkan tahun 2021
yang tercatat sebesar Rp8,30 triliun.
d. Total Liabilitas
Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Hingga tahun
2022, jumlah liabilitas Perseroan mencapai Rp31,16 triliun atau mengalami penurunan
sebesar 8,99% dibandingkan tahun 2021 yang mencapai angka Rp34,24 triliun.
e. Liabilitas Jangka Pendek
Pada tahun 2022, liabilitas jangka pendek turun sebesar 20,91% dari Rp31,13 triliun
menjadi Rp24,62 triliun.
f. Liabilitas Jangka Panjang
Pada tahun 2022, Liabilitas jangka panjang Perseroan mengalami peningkatan yang
cukup signifikan yaitu sebesar 110,09% dari Rp3,12 triliun menjadi Rp6,54 triliun.
g. Ekuitas
Perseroan membukukan ekuitas pada tahun 2022 sebesar Rp8,82 triliun, di mana
mengalami peningkatan sebesar 55,96% dari tahun 2021 yang tercatat sebesar
Rp5,66 triliun.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 34
Page 36
3.4.1.2 Laporan Laba (Rugi)
Berikut adalah laporan posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2018, 31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31 Desember
2021, dan 31 Desember 2022.
Tabel 3.5 Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan
(dalam Rupiah)
ACTUAL
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
PENDAPATAN USAHA 15.655.499.866.493 15.307.860.220.494 10.827.682.417.205 11.530.471.713.036 13.549.010.228.584
BEBAN POKOK PENDAPATAN (13.148.896.372.495) (12.971.806.607.215) (9.091.968.816.661) (9.774.045.780.098) (11.752.722.145.701)
LABA KOTOR 2.506.603.493.998 2.336.053.613.279 1.735.713.600.544 1.756.425.932.938 1.796.288.082.883
BEBAN USAHA (707.672.316.457) (894.067.305.939) (727.680.741.009) (635.365.187.565) (726.368.253.469)
Penjualan (33.801.207.467) (34.491.276.551) (18.620.371.482) (11.989.462.835) (14.484.002.514)
Umum dan Administrasi (673.871.108.990) (859.576.029.388) (709.060.369.527) (623.375.724.730) (711.884.250.955)
LABA USAHA 1.798.931.177.541 1.441.986.307.340 1.008.032.859.535 1.121.060.745.373 1.069.919.829.414
Penghasilan (Beban) Lain-lain (1.149.427.015.442) (755.494.767.992) (968.297.562.437) (1.021.827.749.836) (886.620.113.148)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 649.504.162.099 686.491.539.347 39.735.297.098 99.232.995.537 183.299.716.266
Pajak Penghasilan (4.474.712.994) (21.443.117.818) (16.032.644.651) (12.733.195.152) (8.089.849.161)
LABA TAHUN BERJALAN 645.029.449.105 665.048.421.529 23.702.652.447 86.499.800.385 175.209.867.105
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan tahun 2018-2022
a. Pendapatan Usaha
Pendapatan usaha Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami penurunan
mulai tahun 2019 hingga 2020 dan meningkat kembali pada tahun 2021 dan 2022.
Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 17,51% sedangkan
penurunan terbesar ada pada tahun 2020 yaitu -29,27%, dengan rata-rata
pertumbuhan hingga tahun 2022 sebesar -1,87%. Berdasarkan laporan keuangan per
31 Desember 2022, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp13,55
triliun, sementara pada tahun sebelumnya pendapatan usaha tercatat Rp11,53 triliun.
b. Beban Pokok Pendapatan
Rata-rata beban pokok pendapatan Perseroan terhadap pendapatan usaha di tahun
yang sama selama tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 adalah sebesar 84,84%.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, tercatat beban pokok
pendapatan Perseroan sebesar Rp11,75 triliun di mana meningkat sebesar 20,24%
dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp9,78 triliun.
c. Laba Kotor
Rata-rata laba kotor Perseroan terhadap pendapatan usaha selama tahun 2018-2022
adalah sebesar 15,16%. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022,
tercatat laba kotor Perseroan adalah sebesar Rp1,80 triliun dimana laba kotor
mengalami peningkatan sebesar 2,27% dibanding tahun 2021 yang memiliki laba kotor
sebesar Rp1,76 triliun.
d. Laba Usaha
Diperoleh dari selisih laba kotor terhadap beban usaha. Pada tahun 2022, Perseroan
mencatatkan laba usaha sebesar Rp1,07 triliun, mengalami penurunan sebesar 4,56%
dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp1,12 triliun.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 35
Page 37
e. Laba Bersih Tahun Berjalan
Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih yang signifikan pada tahun
2022 sebesar 102,56% dari Rp86,50 triliun menjadi Rp175,21 triliun.
3.4.2 Analisis Arus Kas
Tabel 3.6 Ikhtisar Laporan Arus Kas Perseroan
(dalam Rupiah)
LAPORAN ARUS KAS 2018 2019 2020 2021 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI 853.593.583.910 539.161.836.488 1.436.114.329.566 1.516.124.833.702 1.224.436.816.989
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI (1.187.041.268.468) (1.557.856.475.751) (573.256.998.962) (529.348.663.613) (1.329.394.367.215)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN (534.689.469.648) 1.010.667.876.639 (1.754.218.130.185) (198.146.485.392) 1.289.579.832.728
KENAIKAN NETO KAS & SETARA KAS (868.137.154.207) (8.026.762.624) (891.360.799.581) 788.629.684.697 1.184.622.282.502
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 4.131.173.781.445 3.263.036.627.238 3.255.009.864.614 2.363.649.065.033 3.152.278.749.730
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 3.263.036.627.238 3.255.009.864.614 2.363.649.065.033 3.152.278.749.730 4.336.901.032.232
Berikut adalah hal-hal penting dalam arus kas Perseroan berdasarkan data laporan arus
keuangan Perseroan sebagaimana disajikan pada tabel di atas:
a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh Perseroan dari aktivitas operasi per 31 Desember 2022
adalah sebesar Rp1,22 triliun, dimana pada tahun sebelumnya Perseroan membukukan
arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp1,52 triliun.
b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan Perseroan untuk aktivitas investasi per 31 Desember
2022 adalah sebesar negatif Rp1,33 triliun, dimana pada tahun sebelumnya arus kas
yang digunakan Perseroan untuk aktivitas investasi sebesar negatif Rp529,35 miliar.
c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan Perseroan untuk aktivitas pendanaan per 31 Desember
2022 adalah sebesar Rp1,29 triliun, dimana pada tahun sebelumnya arus kas yang
digunakan Perseroan untuk aktivitas pendanaan adalah negatif Rp198,15 miliar.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 36
Page 38
3.4.3 Analisis Proyeksi Keuangan Perseroan
3.4.3.1 Proyeksi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Tabel 3.7 Proyeksi Ikhtisar Laporan Laba Rugi Sebelum Transaksi
(dalam jutaan Rupiah)
PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027
PENDAPATAN USAHA 20.941.563 15.659.586 14.105.661 18.710.723 23.838.457
BEBAN POKOK PENDAPATAN (18.813.915) (13.746.141) (12.179.590) (16.068.285) (20.481.268)
LABA KOTOR 2.127.648 1.913.444 1.926.071 2.642.438 3.357.188
BEBAN USAHA
Umum dan Administrasi (846.619) (945.850) (1.111.559) (1.292.628) (1.469.134)
Penyusutan (139.516) (178.807) (173.218) (198.074) (218.014)
Total Beban Usaha (986.134) (1.124.657) (1.284.777) (1.490.702) (1.687.148)
LABA USAHA 1.141.514 788.787 641.293 1.151.736 1.670.040
Penghasilan (Beban) Lain-lain (395.092) (253.604) (138.524) (205.974) (480.884)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 746.422 535.183 502.769 945.762 1.189.156
Pajak Penghasilan (531.446) (348.968) (299.741) (398.095) (502.702)
LABA TAHUN BERJALAN 214.976 186.215 203.029 547.667 686.455
a. Pendapatan Usaha
Proyeksi pendapatan usaha Perseroan selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027
mengalami peningkatan. Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk/Compounded
annual growth rate (CAGR) dari tahun 2023 hingga tahun 2027 adalah sebesar 3,29%.
b. Beban Pokok Pendapatan
Proyeksi rata-rata beban pokok pendapatan Perseroan terhadap pendapatan usaha di
tahun yang sama selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 adalah sebesar
87,15%.
c. Laba Kotor
Proyeksi rata-rata laba kotor Perseroan terhadap pendapatan usaha di tahun yang
sama selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 adalah sebesar 12,85%.
d. Laba Usaha
Diperoleh dari selisih laba kotor terhadap beban usaha. Proyeksi rata-rata laba usaha
Perseroan terhadap pendapatan usaha di tahun yang sama selama tahun 2023 sampai
dengan tahun 2027 adalah sebesar 5,64%.
e. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Proyeksi laporan keuangan Perseroan mencatatkan peningkatan laba bersih dengan
Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk/Compounded annual growth rate (CAGR)
sebesar 33,68%.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 37
Page 39
Tabel 3.8 Proyeksi Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum Transaksi
(dalam jutaan Rupiah)
PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027
ASET
Aset Lancar 30.965.554 32.534.786 32.147.452 31.088.581 30.629.914
Aset Tidak Lancar 11.068.201 11.459.047 11.257.772 11.151.807 10.553.625
TOTAL ASET 42.033.755 43.993.834 43.405.225 42.240.388 41.183.539
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 22.567.341 25.245.799 22.852.804 19.228.137 15.851.542
Liabilitas Jangka Panjang 10.589.101 9.414.446 10.746.911 12.343.733 12.708.556
TOTAL LIABILITAS 33.156.441 34.660.245 33.599.714 31.571.870 28.560.099
Ekuitas 8.877.314 9.333.589 9.805.511 10.668.518 12.623.440
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 42.033.755 43.993.834 43.405.225 42.240.388 41.183.539
f. Total Aset
Proyeksi rata-rata total aset Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
0,47%.
g. Aset Lancar
Proyeksi rata-rata aset lancar Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
-0,22%.
h. Aset Tidak Lancar
Proyeksi rata-rata aset tidak lancar Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah
sebesar -1,13% karena adanya penyusutan aset tetap.
i. Total Liabilitas
Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Proyeksi
rata-rata total liabilitas Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
-3,52%.
j. Liabilitas Jangka Pendek
Proyeksi rata-rata liabilitas jangka pendek Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027
adalah sebesar -7,76%.
k. Liabilitas Jangka Panjang
Proyeksi rata-rata liabilitas jangka panjang Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027
adalah sebesar 5,22%.
l. Ekuitas
Proyeksi rata-rata ekuitas Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
9,33%
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 38
Page 40
3.4.3.2 Proyeksi Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Pembayaran piutang Perseroan oleh ADCP tidak berpengaruh terhadap proyeksi keuangan
Perseroan atau kondisi setelah Rencana Transaksi. Hal ini disebabkan karena transaksi tersebut
merupakan transaksi internal antara Induk dan Anak Perusahaan dan secara konsolidasi akan
tereliminasi, sehingga dalam hal ini tidak ada perbedaan antara proyeksi sebelum dengan
setelah Rencana Transaksi.
Tabel 3.9 Proyeksi Ikhtisar Laporan Laba Rugi Setelah Transaksi
(dalam jutaan Rupiah)
PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027
PENDAPATAN USAHA 20.941.563 15.659.586 14.105.661 18.710.723 23.838.457
BEBAN POKOK PENDAPATAN (18.813.915) (13.746.141) (12.179.590) (16.068.285) (20.481.268)
LABA KOTOR 2.127.648 1.913.444 1.926.071 2.642.438 3.357.188
BEBAN USAHA
Umum dan Administrasi (846.619) (945.850) (1.111.559) (1.292.628) (1.469.134)
Penyusutan (139.516) (178.807) (173.218) (198.074) (218.014)
Total Beban Usaha (986.134) (1.124.657) (1.284.777) (1.490.702) (1.687.148)
LABA USAHA 1.141.514 788.787 641.293 1.151.736 1.670.040
Penghasilan (Beban) Lain-lain (395.092) (253.604) (138.524) (205.974) (480.884)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 746.422 535.183 502.769 945.762 1.189.156
Pajak Penghasilan (531.446) (348.968) (299.741) (398.095) (502.702)
LABA TAHUN BERJALAN 214.976 186.215 203.029 547.667 686.455
a. Pendapatan Usaha
Proyeksi pendapatan usaha Perseroan selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027
mengalami peningkatan. Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk/Compounded annual
growth rate (CAGR) dari tahun 2023 hingga tahun 2027 adalah sebesar 3,29%.
b. Beban Pokok Pendapatan
Proyeksi rata-rata beban pokok pendapatan Perseroan terhadap pendapatan usaha di
tahun yang sama selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 adalah sebesar 87,15%.
c. Laba Kotor
Proyeksi rata-rata laba kotor Perseroan terhadap pendapatan usaha di tahun yang sama
selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 adalah sebesar 12,85%.
d. Laba Usaha
Diperoleh dari selisih laba kotor terhadap beban usaha. Proyeksi rata-rata laba usaha
Perseroan terhadap pendapatan usaha di tahun yang sama selama tahun 2023 sampai
dengan tahun 2027 adalah sebesar 5,64%.
e. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Proyeksi laporan keuangan Perseroan mencatatkan peningkatan laba bersih dengan
Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk/Compounded annual growth rate (CAGR)
sebesar 33,68%.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 39
Page 41
Tabel 3.10 Proyeksi Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Perseroan Setelah Transaksi
(dalam jutaan Rupiah)
PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027
ASET
Aset Lancar 30.965.554 32.534.786 32.147.452 31.088.581 30.629.914
Aset Tidak Lancar 11.068.201 11.459.047 11.257.772 11.151.807 10.553.625
TOTAL ASET 42.033.755 43.993.834 43.405.225 42.240.388 41.183.539
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 22.567.341 25.245.799 22.852.804 19.228.137 15.851.542
Liabilitas Jangka Panjang 10.589.101 9.414.446 10.746.911 12.343.733 12.708.556
TOTAL LIABILITAS 33.156.441 34.660.245 33.599.714 31.571.870 28.560.099
Ekuitas 8.877.314 9.333.589 9.805.511 10.668.518 12.623.440
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 42.033.755 43.993.834 43.405.225 42.240.388 41.183.539
f. Total Aset
Proyeksi rata-rata total aset Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
0,47%.
g. Aset Lancar
Proyeksi rata-rata aset lancar Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
-0,22%.
h. Aset Tidak Lancar
Proyeksi rata-rata aset tidak lancar Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah
sebesar -1,13% karena adanya penyusutan aset tetap.
i. Total Liabilitas
Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Proyeksi
rata-rata total liabilitas Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
-3,52%.
j. Liabilitas Jangka Pendek
Proyeksi rata-rata liabilitas jangka pendek Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027
adalah sebesar -7,76%.
k. Liabilitas Jangka Panjang
Proyeksi rata-rata liabilitas jangka panjang Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027
adalah sebesar 5,22%.
l. Ekuitas
Proyeksi rata-rata ekuitas Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
9,33%.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 40
Page 42
3.4.4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari posisi
keuangan dan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah
tabel berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan
Perseroan:
Tabel 3.11 Rasio Keuangan Perseroan
ACTUAL
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
LIKUIDITAS
Current Ratio 1,34 1,23 1,11 1,02 1,20
Quick Ratio 1,11 1,04 0,88 0,78 0,92
Cash Ratio 0,17 0,13 0,09 0,10 0,18
AKTIVITAS
Perputaran Piutang Usaha 4,67 3,92 3,63 4,23 4,54
Perputaran Utang Usaha 1,94 1,56 0,75 0,79 1,08
Perputaran Persediaan 3,02 2,71 1,44 1,31 1,68
Perputaran Aset Tetap 8,36 7,06 4,12 4,55 5,67
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset 79,11% 81,28% 85,37% 85,82% 77,93%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas 378,76% 434,30% 583,32% 605,24% 353,17%
PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 16,01% 15,26% 16,03% 15,23% 13,26%
Operating Profit Margin 11,49% 9,42% 9,31% 9,72% 7,90%
Net Profit Margin 4,12% 4,34% 0,22% 0,75% 1,29%
Return On Assets 2,14% 1,82% 0,06% 0,22% 0,44%
Return On Equity 10,26% 9,73% 0,43% 1,53% 1,99%
a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendek.
Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:
- Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan utang lancar. Rasio
ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar perseroan
dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditur. Secara umum semakin tinggi
rasio lancar maka semakin aman perseroan. Rasio lancar Perseroan untuk tahun
2018 hingga tahun 2022 relatif stabil dimana tahun 2022 tercatat sebesar 1,20 kali.
- Rasio Cepat (Quick Ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti
persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 41
Page 43
cepat. Rasio cepat Perseroan untuk tahun 2018 hingga tahun 2022 cenderung
fluktuatif dimana tahun 2021 tercatat sebesar 0,78 kali dan tahun 2022 mengalami
peningkatan yaitu sebesar 0,92 kali.
- Rasio Kas (Cash Ratio)
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan utang lancar. Rasio
kas Perseroan untuk tahun 2018 hingga tahun 2022 cenderung fluktuatif setiap
tahunnya dan hanya mengalami sedikit penurunan pada tahun 2019 dan 2020.
Pada tahun 2022 rasio kas tercatat sebesar 0,18 kali.
b. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas merupakan suatu rasio yang berfungsi untuk mengukur tingkat
efektifitas penggunaan aset perusahaan. Rasio ini sering juga disebut rasio perputaran.
Secara umum semakin tinggi perputaran berarti semakin efektif tingkat penggunaan
aset perusahaan. Adapun beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini adalah:
- Rasio Perputaran Piutang Usaha (Account Receivable Turnover)
Rasio ini untuk mengukur sampai seberapa cepat perusahaan dapat menagih
piutangnya. Semakin sering perputarannya berarti semakin pendek umur piutang.
Berdasarkan tabel rasio perputaran piutang usaha Perseroan di atas, dapat dilihat
bahwa perputaran piutang Perseroan per 31 Desember 2022 mencapai 4,54 kali
mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar
4,23 kali.
- Rasio Perputaran Utang Usaha (Account Payable Turnover)
Rasio ini untuk mengukur tingkat perputaran utang usaha perusahaan kepada
pemasok. Perputaran yang cepat akan lebih menyenangkan pemasok karena umur
utang usaha perusahaan yang pendek. Rasio perputaran utang usaha Perseroan
per 31 Desember 2022 tercatat sebesar 1,08 kali.
- Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Rasio ini menunjukkan tingkat persediaan perusahaan. Perputaran yang tinggi
menunjukkan tingkat persediaan yang ada cukup baik. Rasio perputaran
persediaan Perseroan untuk periode 31 Desember 2022 sebesar 1,68 kali.
- Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover)
Rasio ini digunakan mengukur seberapa produktif dan efisien perusahaan
menggunakan aset tetapnya untuk menghasilkan pendapatan. Semakin tinggi
rasio, maka akan semakin baik karena perusahaan dapat menghasilkan lebih
banyak pendapatan untuk setiap aset tetap yang dimilikinya. Rasio perputaran
aset tetap Perseroan untuk periode 31 Desember 2022 sebesar 5,67 kali.
c. Rasio Solvabilitas (Leverage)
Rasio solvabilitas (Leverage) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Adapun rasio yang termasuk
dalam kategori ini adalah Rasio total utang terhadap total ekuitas (Liabilities to total
equity) dan rasio total utang terhadap total aset (Liabilities to total assets). Rasio total
utang terhadap total ekuitas merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 42
Page 44
total ekuitas atau modal perusahaan. Rasio sama dengan 1 menunjukkan bahwa
jumlah utang sama dengan jumlah ekuitas. Rasio liabilities to total equity Perseroan
untuk periode 31 Desember 2022 sebesar 353,13%, dimana hal ini mengindikasikan
bahwa total utang Perseroan pada periode tersebut lebih besar bila dibandingkan
dengan modal atau ekuitas yang dimiliki. Adapun rasio total utang terhadap total aset
Perusahaan per 31 Desember 2022 mencapai 77,93%.
d. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba. Beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah:
- Rasio laba kotor (gross profit margin ratio)
Rasio ini mengukur tingkat profitabilitas suatu produk atau jasa sebelum dikurangi
oleh beban beban yang lainnya. Rasio laba kotor Perseroan secara rata –rata selama
5 (lima) tahun terakhir dari tahun 2018 hingga tahun 2022 adalah sebesar 15,16%.
- Rasio laba operasi (operating profit margin ratio).
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat laba yang dihasilkan dari aktivitas
operasional perusahaan. Adapun Rata-rata rasio laba operasi Perseroan selama 5
(lima) tahun terakhir adalah sebesar 9,57%. Pada akhir Desember 2022, rasio laba
operasi Perseroan tercatat 7,90%.
- Rasio laba bersih (net profit margin ratio)
Rasio ini mengukur hasil akhir dari seluruh aktivitas perusahaan. Rasio ini juga
menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Rasio
laba bersih Perseroan untuk periode 31 Desember 2022 adalah sebesar 1,29%,
mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat
sebesar 0,75%.
- Rasio laba atas aset (return on assets)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan
dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perseroan untuk periode 31
Desember 2022 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dengan
pencapaian rasio sebesar 0,44%.
- Rasio laba atas ekuitas (return on equity)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau keuntungan
yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Untuk periode 31 Desember
2022, rasio laba atas ekuitas Perseroan mengalami peningkatan dibandingkan
tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1,53% menjadi 1,99%.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 43
Page 45
3.4.5 Analisis terhadap Proforma Laporan Keuangan Perseroan
Berikut adalah laporan keuangan Proforma Perseroan per 31 Desember 2022 sebelum
transaksi dilakukan dan sesudah transaksi dilakukan:
Tabel 3.12 Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2022
(dalam jutaan Rupiah)
Historical Proforma
URAIAN Adjustment
Before Transaction After Transaction
ASET
ASET LANCAR
Kas & Setara Kas 4.336.901 - 4.336.901
Piutang Usaha 2.983.100 2.983.100
Piutang Retensi 1.042.409 1.042.409
Tagihan Bruto Pemberi Kerja 9.895.672 9.895.672
Persediaan 6.988.293 6.988.293
Uang Muka 242.001 242.001
Biaya Dibayar Dimuka 205.076 205.076
Pajak Dibayar Dimuka 157.645 157.645
Aset Lancar Lainnya 3.742.407 3.742.407
JUMLAH ASET LANCAR 29.593.504 - 29.593.504
ASET TIDAK LANCAR
Aset Real Estat 3.235.153 3.235.153
Aset Keuangan dari Kontrak Konsesi - Bersih 1.352.465 1.352.465
Investasi pada Entitas Asosiasi 52.822 52.822
Investasi pada Ventura Bersama 1.710.582 1.710.582
Properti Investasi 1.011.028 1.011.028
Aset Tetap - Bersih 2.073.907 - 2.073.907
Aset Hak Guna - Bersih 31.515 31.515
Investasi Jangka Panjang Lainnya 319.611 319.611
Aset Pajak Tangguhan 4.293 4.293
Aset Tidak Lancar Lainnya 601.537 601.537
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 10.392.913 - 10.392.913
JUMLAH ASET 39.986.417 - 39.986.417
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya 3.919.024 3.919.024
Utang Usaha 10.917.418 10.917.418
Utang Bruto Subkontraktor 4.064.268 4.064.268
Utang Pajak 537.596 537.596
Uang Muka Pemberi Kerja 394.204 394.204
Pendapatan Diterima di Muka 973.188 973.188
Beban Akrual 2.236.754 2.236.754
Utang Retensi 425.776 425.776
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya 483.849 483.849
Surat Utang Jangka Menengah - -
Utang Obligasi 492.984 492.984
Liabilitas Jangka Pendek Lainnya 145.540 145.540
Liabilitas Imbalan Kerja 27.478 27.478
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 24.618.080 - 24.618.080
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Retensi 279.494 279.494
Uang Muka Pemberi Kerja 326.973 326.973
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya 772.533 772.533
Utang Obligasi 4.795.376 4.795.376
Liabilitas Imbalan Kerja 326.055 326.055
Liabilitas Pajak Tangguhan 27.248 27.248
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya 16.867 16.867
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 6.544.546 - 6.544.546
JUMLAH LIABILITAS 31.162.626 - 31.162.626
EKUITAS
Modal Saham 840.761 840.761
Tambahan Modal Disetor 4.755.656 4.755.656
Selisih Transaksi dengan Pihak Non Pengendali 71.329 71.329
Saldo Laba 2.114.788 2.114.788
Surplus Revaluasi Tanah 610.405 610.405
Ekuitas yang dapat diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk 8.392.940 - 8.392.940
Kepentingan Nonpengendali 430.852 430.852
JUMLAH EKUITAS 8.823.791 - 8.823.791
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 39.986.417 - 39.986.417
Sumber: Manajemen
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 44
Page 46
Mengacu pada laporan keuangan proforma, dapat dilihat bahwa Rencana Transaksi atau
pembayaran piutang Perseroan yang akan dilakukan oleh ADCP tidak memiliki dampak
terhadap laporan posisi keuangan per 31 Desember 2022. Hal ini disebabkan karena
transaksi tersebut merupakan transaksi internal antara Induk dan Anak Perusahaan dan
secara konsolidasi akan tereliminasi.
Berikut adalah perbandingan rasio keuangan Perseroan bila Rencana Transaksi tidak
dilakukan dan bila Rencana Transaksi dilakukan:
Tabel 3.13 Perbandingan Rasio Keuangan Sebelum dan Setelah
Rencana Transaksi dilakukan
Historical Proforma
RASIO Selisih
Before Transaction After Transaction
LIKUIDITAS
Current Ratio 1,20 0,00% 1,20
Quick Ratio 0,92 0,00% 0,92
Cash Ratio 0,18 0,00% 0,18
AKTIVITAS
Perputaran Piutang Usaha 4,54 0,00% 4,54
Perputaran Utang Usaha 1,08 0,00% 1,08
Perputaran Persediaan 1,68 0,00% 1,68
Perputaran Aset Tetap 5,67 0,00% 5,67
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset 77,93% 0,00% 77,93%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas 353,17% 0,00% 353,17%
PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 13,26% 0,00% 13,26%
Operating Profit Margin 7,90% 0,00% 7,90%
Net Profit Margin 1,29% 0,00% 1,29%
Return On Assets 0,44% 0,00% 0,44%
Return On Equity 1,99% 0,00% 1,99%
Berdasarkan proforma setelah transaksi, Rencana Transaksi tidak menyebabkan
perubahan pada seluruh rasio.
3.5 Analisis Kewajaran
Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan dilakukan melalui analisis perbandingan
rencana transaksi dan dengan melihat adanya incremental atau nilai tambah yang dapat dihasilkan
oleh Perseroan sehubungan dengan adanya transaksi tersebut.
3.5.1 Analisis Perbandingan Rencana Transaksi
Analisis perbandingan rencana transaksi dilakukan dengan melihat hasil valuasi/penilaian
sebagian piutang Perseroan dengan rencana transaksi. Hasil penilaian yang kami jadikan
perbandingan adalah sebagai berikut:
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 45
Page 47
Tabel 3.14 Resume Hasil Penilaian Piutang oleh KJPP SPR
NILAI NILAI PASAR
PENDEKATAN BOBOT
Rp Rp
Pendekatan Pendapatan (DCF) 187.488.790.437 100% 187.488.790.437
NILAI PASAR Rp 187.488.790.000
Catatan: Tarif bunga yang digunakan dalam perhitungan adalah sebesar 8,29% yaitu berdasarkan KMK (Kredit
Modal Kerja) Rata-Rata Bank Persero per 31 Desember 2022
Sementara rencana transaksi yang telah disepakati oleh para pihak adalah sebesar
Rp199.877.833.244 yang terdiri dari utang pokok atas SCF senilai Rp192.560.581.159 dan
bunga senilai Rp7.317.302.085. Berikut adalah perbandingan rencana transaksi dengan
hasil penilaian sebagian piutang dari objek transaksi:
Tabel 3.15 Perbandingan Rencana Transaksi dengan Hasil Penilaian Sebagian Piutang
Bunga Berdasarkan KMK 31 Desember 2022 (8,29%)
Rencana
Kewajaran : Harga Transaksi
Rencana Transaksi Hasil Penilaian Transaksi
Keterangan Kisaran Berada dalam Kisaran +/-
(Rp) (Rp) terhadap Hasil
7,5% dari Hasil Penilaian
Penilaian
Batas Atas 206.388.257.775 191.989.077.000 107,50% 7,50%
Piutang ADHI 199.877.883.244 191.989.077.000 104,11% 4,11% Wajar
Batas Bawah 177.589.896.225 191.989.077.000 92,50% -7,50%
Bunga Berdasarkan Perjanjian Pengakuan Utang antara ADHI dan ADCP (9%)
Rencana
Kewajaran : Harga Transaksi
Rencana Transaksi Hasil Penilaian Transaksi
Keterangan Kisaran Berada dalam Kisaran +/-
(Rp) (Rp) terhadap Hasil
7,5% dari Hasil Penilaian
Penilaian
Batas Atas 213.542.259.150 198.643.962.000 107,50% 7,50%
Piutang ADHI 199.877.883.244 198.643.962.000 100,62% 0,62% Wajar
Batas Bawah 183.745.664.850 198.643.962.000 92,50% -7,50%
Mengacu pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa besaran rencana transaksi yang telah
disepakati yakni sebesar Rp199.877.833.244, di mana lebih tinggi dibandingkan dengan
hasil penilaian yaitu sebesar Rp191.989.077.000 (Nilai Pasar Objek Transaksi) dan masih
berada dalam batas kisaran 7,5% dari nilai pasar piutang. Perhitungan nilai pasar objek
transaksi menggunakan tarif bunga berdasarkan Kredit Modal Kerja (KMK) Rata-Rata Bank
Persero yaitu sebesar 8,29%.
Kemudian sebagai perbandingan, perhitungan dengan suku bunga berdasarkan draft
perjanjian pengakuan utang antara Perseroan dengan ADCP (9%/tahun) menghasilkan
hasil penilaian sebesar Rp198.643.962.000 (masih berada dalam batas kisaran 7,5% dari
nilai pasar piutang).
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 46
Page 48
3.5.2 Analisis Incremental
Dengan adanya Rencana Transaksi utang piutang antara Perseroan dengan ADCP,
pembayaran piutang yang dijadwalkan selambat-lambatnya dibayarkan tanggal 31
Desember 2023 tersebut akan menciptakan nilai tambah yaitu untuk membantu ADCP
dalam menunjang kegiatan usahanya yaitu pengembangan properti di sekitar transportasi
publik salah satunya yaitu LRT Jabodebek yang akan segera beroperasi.
Adapun kami telah menganalisis dampak rencana transaksi terhadap proyeksi keuangan
Perseroan dengan asumsi yang mengacu pada rencana usaha (business plan) yang dibuat
oleh manajemen Perseroan baik itu ada maupun tanpa adanya rencana transaksi. Berikut
adalah proyeksi neraca atau laporan posisi keuangan Perseroan yang meliputi proyeksi
aset, liabilitas, dan ekuitas untuk periode 5 (lima) tahun ke depan dengan adanya Rencana
Transaksi dan tanpa adanya Rencana Transaksi:
Tabel 3.16 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum Transaksi
(dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi Perseroan
2023 2024 2025 2026 2027
Sebelum Transaksi
ASET 42.033.755 43.993.834 43.405.225 42.240.388 41.183.539
LIABILITAS 33.156.441 34.660.245 33.599.714 31.571.870 28.560.099
EKUITAS 8.877.314 9.333.589 9.805.511 10.668.518 12.623.440
Tabel 3.17 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Setelah Transaksi
(dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi Perseroan
2023 2024 2025 2026 2027
Sebelum Transaksi
ASET 42.033.755 43.993.834 43.405.225 42.240.388 41.183.539
LIABILITAS 33.156.441 34.660.245 33.599.714 31.571.870 28.560.099
EKUITAS 8.877.314 9.333.589 9.805.511 10.668.518 12.623.440
Berdasarkan tabel proyeksi tersebut di atas, dapat dilihat bahwa proyeksi aset, liabilitas,
serta ekuitas Perseroan dari tahun 2023 hingga 2027 tidak mengalami perubahan pada
kondisi setelah transaksi. Rencana Transaksi yaitu pembayaran piutang milik Perseroan
yang akan dilakukan ADCP tidak berpengaruh terhadap proyeksi keuangan Perseroan. Hal
ini disebabkan karena transaksi yang dilakukan merupakan transaksi internal antara Induk
dan Anak Perusahaan dan secara konsolidasi akan tereliminasi.
Sama halnya dengan proyeksi laba (rugi) Perseroan yang meliputi proyeksi pendapatan
usaha, laba usaha, dan laba tahun berjalan untuk periode 5 (lima) tahun ke depan yang
tidak memiliki perbedaan antara proyeksi tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana
Transaksi, dengan rincian sebagai berikut:
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 47
Page 49
Tabel 3.18 Proyeksi Pendapatan & Laba/(Rugi) Perseroan Sebelum Transaksi
(dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi Perseroan
2023 2024 2025 2026 2027
Sebelum Transaksi
PENDAPATAN USAHA 20.941.563 15.659.586 14.105.661 18.710.723 23.838.457
LABA USAHA 1.141.514 788.787 641.293 1.151.736 1.670.040
LABA TAHUN BERJALAN 214.976 186.215 203.029 547.667 686.455
Sumber: manajemen, diolah
Tabel 3.19 Proyeksi Pendapatan & Laba/(Rugi) Perseroan Setelah Transaksi
(dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi Perseroan
2023 2024 2025 2026 2027
Sebelum Transaksi
PENDAPATAN USAHA 20.941.563 15.659.586 14.105.661 18.710.723 23.838.457
LABA USAHA 1.141.514 788.787 641.293 1.151.736 1.670.040
LABA TAHUN BERJALAN 214.976 186.215 203.029 547.667 686.455
Sumber: manajemen, diolah
Selain itu, rasio keuangan Perseroan juga tidak mengalami perubahan setelah adanya
rencana transaksi, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.20 Proyeksi Rasio Perseroan Sebelum Transaksi
Proyeksi Sebelum Transaksi
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027 Rata-rata
LIKUIDITAS
Current Ratio 1,37 1,29 1,41 1,62 1,93 1,52
Quick Ratio 1,03 0,97 1,05 1,21 1,46 1,14
Cash Ratio 0,11 0,11 0,11 0,11 0,21 0,13
AKTIVITAS
Perputaran Piutang Usaha 10,02 7,15 6,50 8,82 11,92 8,88
Perputaran Utang Usaha 1,15 0,81 0,77 1,26 1,73 1,14
Perputaran Persediaan 2,42 1,69 1,51 2,04 2,76 2,09
Perputaran Aset Tetap 6,97 4,86 4,35 5,87 7,94 6,00
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset 78,88% 78,78% 77,41% 74,74% 69,35% 75,83%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas 373,50% 371,35% 342,66% 295,93% 226,25% 321,94%
PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 10,16% 12,22% 13,65% 14,12% 14,08% 12,85%
Operating Profit Margin 5,45% 5,04% 4,55% 6,16% 7,01% 5,64%
Net Profit Margin 1,03% 1,19% 1,44% 2,93% 2,88% 1,89%
Return On Assets 0,51% 0,42% 0,47% 1,30% 1,67% 0,87%
Return On Equity 2,42% 2,00% 2,07% 5,13% 5,44% 3,41%
Sumber: manajemen, diolah
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 48
Page 50
Tabel 3.21 Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan Setelah Transaksi
Proyeksi Sebelum Transaksi
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027 Rata-rata
LIKUIDITAS
Current Ratio 1,37 1,29 1,41 1,62 1,93 1,52
Quick Ratio 1,03 0,97 1,05 1,21 1,46 1,14
Cash Ratio 0,11 0,11 0,11 0,11 0,21 0,13
AKTIVITAS
Perputaran Piutang Usaha 10,02 7,15 6,50 8,82 11,92 8,88
Perputaran Utang Usaha 1,15 0,81 0,77 1,26 1,73 1,14
Perputaran Persediaan 2,42 1,69 1,51 2,04 2,76 2,09
Perputaran Aset Tetap 6,97 4,86 4,35 5,87 7,94 6,00
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset 78,88% 78,78% 77,41% 74,74% 69,35% 75,83%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas 373,50% 371,35% 342,66% 295,93% 226,25% 321,94%
PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 10,16% 12,22% 13,65% 14,12% 14,08% 12,85%
Operating Profit Margin 5,45% 5,04% 4,55% 6,16% 7,01% 5,64%
Net Profit Margin 1,03% 1,19% 1,44% 2,93% 2,88% 1,89%
Return On Assets 0,51% 0,42% 0,47% 1,30% 1,67% 0,87%
Return On Equity 2,42% 2,00% 2,07% 5,13% 5,44% 3,41%
Sumber: manajemen, d
Jika rasio likuiditas lebih dari 1, hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan berada
dalam kesehatan keuangan yang baik. Berdasarkan tabel proyeksi tersebut di atas, dapat
dilihat bahwa baik sebelum maupun sesudah transaksi dilakukan, rata-rata current ratio,
quick ratio dan cash ratio tidak mengalami perubahan dengan rasio secara berturut-turut
yaitu 1,52 kali; 1,14 kali; dan 0,13 kali.
Kondisi baik sebelum maupun sesudah transaksi juga tidak berpengaruh pada rasio
aktivitas Perseroan, di mana rata-rata perputaran piutang usaha, perputaran utang usaha,
perputaran persediaan, dan perputaran aset tetap secara berturut-turut adalah 8,88 kali;
1,14 kali; 2,09 kali; dan 6,00 kali.
Pada rasio solvabilitas tidak terjadi perubahan pada proyeksi setelah Rencana Transaksi.
Rata-rata total liabilitas terhadap total aset dan total liabilitas terhadap total ekuitas
secara berturut-turut adalah 75,83% dan 321,94%.
Sama seperti rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio solvabilitas, rasio profitabilitas
Perseroan baik sebelum transaksi maupun setelah transaksi memiliki rata-rata rasio yang
sama. Adapun rata-rata rasio gross profit margin, operating profit margin, profit margin,
return on assets, dan return on equity secara berturut-turut adalah 12,85%; 5,64%; 1,89%;
0,87%; dan 3,41%.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 49
Page 51
3.6 Kesimpulan
Metode yang digunakan dalam melakukan analisis penyusunan pendapat kewajaran atas Transaksi
adalah dengan melakukan analisis Atas Rencana Transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, serta
analisis kewajaran Rencana Transaksi.
Hasil analisis yang kami lakukan terhadap Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
a) Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini
adalah Perseroan dengan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Rencana transaksi ini
merupakan transaksi yang mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020, karena Perseroan adalah
induk usaha dari ADCP yang juga merupakan pemegang saham mayoritas ADCP, sekaligus
memiliki hubungan dalam segi kepengurusan di mana Komisaris Utama ADCP menjabat
sebagai Direktur Operasi 2 pada Perseroan dan Komisaris ADCP menjabat sebagai Direktur
Keuangan dan Manajemen Risiko Perseroan. Rencana transaksi yang akan dilakukan bukan
merupakan transaksi benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan usaha
bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan
menguntungkan Perseroan.
b) Nilai transaksi adalah sebesar Rp199.877.883.244, sedangkan nilai buku ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2022 adalah sebesar
Rp8.823.791.463.516, dengan demikian Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
17/POJK.04/2020, karena nilai transaksi tidak lebih besar dari 20% ekuitas Perseroan yaitu
hanya sebesar 2,27%.
c) Secara kuantitatif mengacu pada laporan keuangan Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir,
dapat dilihat bahwa pendapatan usaha Perseroan mengalami peningkatan dan penurunan.
Penurunan dimulai pada tahun 2019 hingga 2020 dan meningkat kembali pada tahun 2021 dan
2022. Berdasarkan hasil perhitungan, rata-rata pertumbuhan pendapatan usaha adalah
sebesar -1,87%. Hal tersebut diakibatkan adanya penurunan pendapatan yang cukup signifikan
pada tahun 2020 yaitu sebesar -29,27%. Sementara peningkatan terbesar terjadi pada tahun
2022 yaitu sebesar 17,51%. Pada tahun 2020, laba tahun berjalan sempat mengalami
penurunan yang dratis, namun kembali tumbuh di tahun 2021 dan 2022. Berdasarkan hasil
penilaian yang telah dilakukan sebagaimana tertuang dalam laporan penilaian instrumen
keuangan sebagian piutang dengan laporan No. 00696/2.0131-00/BS/03/0375/I/VII/2023
tanggal 04 Juli 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan didapatkan total
nilai pasar objek transaksi berdasarkan tarif bunga Kredit Modal Kerja (KMK) Rata-rata Bank
Persero per 31 Desember 2022 sebesar 8,29% adalah Rp191.989.077.000, dengan perincian
sebagai berikut:
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 50
Page 52
Rencana
Kewajaran : Harga Transaksi
Rencana Transaksi Hasil Penilaian Transaksi
Keterangan Kisaran Berada dalam Kisaran +/-
(Rp) (Rp) terhadap Hasil
7,5% dari Hasil Penilaian
Penilaian
Batas Atas 206.388.257.775 191.989.077.000 107,50% 7,50%
Piutang ADHI 199.877.883.244 191.989.077.000 104,11% 4,11% Wajar
Batas Bawah 177.589.896.225 191.989.077.000 92,50% -7,50%
Mengacu pada nilai tersebut, dapat diketahui bahwa besaran rencana transaksi yang telah
disepakati sebesar Rp199.877.883.244 lebih tinggi 4,11% dibandingkan dengan hasil penilaian,
dalam hal ini nilai transaksi masih berada dalam batas kisaran 7,5% dari nilai pasar piutang.
d) Adapun dampak keuangan dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan,
mengacu pada analisis inkremental Perseroan, Rencana Transaksi tersebut akan menciptakan
nilai tambah yaitu untuk membantu ADCP dalam menunjang kegiatan usahanya yaitu
pengembangan properti di sekitar transportasi publik salah satunya yaitu LRT Jabodebek yang akan
segera beroperasi.
Dengan demikian, berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
aspek yang terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif maupun kuantitatif
dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan, serta dengan membandingkan besarnya rencana
transaksi dengan hasil penilaian tidak melebihi batas atas ataupun batas bawah 7,5% dari nilai yang
dijadikan acuan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 35/POJK.04/2020, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh
Perseroan adalah Wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk 51
Page 53
LAMPIRAN
52
Page 54
LAMPIRAN-1
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(Dalam Rupiah)
ACTUAL
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
ASET
ASET LANCAR
Kas & Setara Kas 3.263.036.627.238 3.255.009.864.614 2.363.649.065.033 3.152.278.749.730 4.336.901.032.232
Piutang Usaha 3.354.528.145.868 3.904.181.243.440 2.986.514.735.059 2.727.305.597.823 2.983.100.048.141
Piutang Retensi 743.094.487.822 593.345.395.300 572.325.101.473 752.216.111.932 1.042.409.193.869
Tagihan Bruto Pemberi Kerja 11.253.836.161.223 15.022.576.217.223 13.519.804.070.963 12.349.006.633.246 9.895.672.471.946
Persediaan 4.360.890.510.200 4.778.581.868.397 6.321.043.206.659 7.451.040.279.223 6.988.293.371.412
Uang Muka 586.690.084.633 542.744.282.003 437.639.729.204 482.857.256.424 242.000.898.720
Biaya Dibayar Dimuka 251.283.248.569 209.640.119.307 168.134.818.283 251.808.408.784 205.075.579.005
Pajak Dibayar Dimuka 1.342.252.697.488 1.840.880.117.043 1.949.721.032.167 640.006.624.745 157.644.740.084
Aset Lancar Lainnya 231.247.462.037 168.196.170.694 1.771.671.627.504 3.794.423.264.310 3.742.406.531.561
JUMLAH ASET LANCAR 25.386.859.425.078 30.315.155.278.021 30.090.503.386.345 31.600.942.926.217 29.593.503.866.970
ASET TIDAK LANCAR
Aset Real Estat 884.457.636.875 1.863.456.298.010 2.947.323.856.077 2.787.810.837.707 3.235.153.128.820
Aset Keuangan dari Kontrak Konsesi - Bersih - - 169.116.476.745 623.310.781.789 1.352.464.699.549
Investasi pada Entitas Asosiasi - 21.710.922.296 44.844.925.840 75.024.616.272 52.821.591.619
Investasi pada Ventura Bersama 636.887.042.364 832.293.776.201 931.887.531.869 936.814.644.443 1.710.581.980.074
Properti Investasi 902.387.115.527 1.018.362.440.742 912.441.102.649 940.662.000.000 1.011.028.000.000
Aset Tetap - Bersih 1.573.323.727.930 1.836.864.787.309 2.204.377.328.017 2.150.181.675.985 2.073.906.857.572
Aset Hak Guna - Bersih - - 26.072.715.269 16.039.215.455 31.515.339.247
Investasi Jangka Panjang Lainnya 315.653.529.650 292.245.360.000 304.179.761.656 310.661.253.656 319.611.253.656
Aset Pajak Tangguhan 2.590.945.903 2.529.033.085 3.308.577.142 4.393.006.843 4.293.241.022
Aset Tidak Lancar Lainnya 389.441.549.970 333.215.318.885 459.832.964.942 454.496.876.252 601.537.258.125
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 4.704.741.548.219 6.200.677.936.528 8.003.385.240.206 8.299.394.908.402 10.392.913.349.684
JUMLAH ASET 30.091.600.973.297 36.515.833.214.549 38.093.888.626.551 39.900.337.834.619 39.986.417.216.654
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya 3.663.960.621.883 5.058.499.100.000 4.143.899.100.000 3.824.451.074.290 3.919.024.001.538
Utang Usaha 6.783.925.827.211 8.294.031.380.223 12.084.405.911.382 12.415.621.005.210 10.917.418.201.356
Utang Bruto Subkontraktor 5.763.798.979.612 7.885.000.029.432 5.970.517.288.874 5.801.471.352.372 4.064.267.956.283
Utang Pajak 356.743.640.593 346.903.724.027 683.364.082.555 473.670.072.636 537.596.219.040
Uang Muka Pemberi Kerja 841.916.455.395 670.262.987.594 705.379.876.626 425.366.744.634 394.203.751.479
Pendapatan Diterima di Muka 48.238.617.093 71.364.278.908 571.657.520.601 677.527.385.917 973.188.357.272
Beban Akrual 748.102.100.121 1.129.454.655.273 1.624.817.511.833 2.386.576.747.021 2.236.754.214.571
Utang Retensi 401.830.293.229 452.769.230.527 576.664.716.017 355.153.577.369 425.776.284.752
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya - 69.550.000.000 342.908.333.333 166.102.610.000 483.848.555.555
Surat Utang Jangka Menengah - - 200.000.000.000 200.000.000.000 -
Utang Obligasi 249.917.291.657 499.998.682.982 - 4.240.641.856.847 492.984.085.118
Liabilitas Jangka Pendek Lainnya 76.265.620.574 84.892.899.362 165.584.021.614 139.455.953.917 145.540.158.301
Liabilitas Imbalan Kerja - - 13.451.140.769 21.413.562.100 27.478.279.252
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 18.934.699.447.368 24.562.726.968.328 27.082.649.503.604 31.127.451.942.313 24.618.080.064.517
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Retensi 12.249.069.210 9.058.924.533 3.334.404.129 276.771.579.838 279.493.586.672
Uang Muka Pemberi Kerja 24.168.421.302 491.569.264 41.729.596.721 371.004.093.410 326.973.397.487
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya 1.147.398.710.000 872.787.067.569 749.467.454.534 841.200.518.388 772.533.203.695
Utang Obligasi 3.492.178.582.582 4.021.031.576.538 4.309.020.519.565 1.241.014.958.545 4.795.375.711.571
Liabilitas Imbalan Kerja 176.546.656.204 194.779.979.921 301.519.079.298 312.430.169.770 326.055.057.066
Liabilitas Pajak Tangguhan 19.053.390.787 20.605.798.787 27.446.827.591 27.246.938.856 27.247.605.322
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya 34.799.587 53.649.588 3.910.793.751 45.510.431.074 16.867.126.808
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 4.871.629.629.672 5.118.808.566.200 5.436.428.675.589 3.115.178.689.881 6.544.545.688.621
JUMLAH LIABILITAS 23.806.329.077.040 29.681.535.534.528 32.519.078.179.193 34.242.630.632.194 31.162.625.753.138
EKUITAS
Modal Saham 356.084.937.600 356.084.937.600 356.084.937.600 356.084.937.600 840.760.897.900
Tambahan Modal Disetor 2.588.833.884.853 2.588.833.884.853 2.588.833.884.853 2.588.833.884.853 4.755.656.134.234
Selisih Transaksi dengan Pihak Non Pengendali 3.117.842.245 3.117.842.245 3.117.842.245 3.117.842.245 71.328.744.422
Saldo Laba 2.861.896.796.778 3.397.430.406.578 1.989.824.895.076 2.041.377.034.231 2.114.788.477.042
Surplus Revaluasi Tanah 464.551.473.229 464.551.473.229 610.405.303.106 610.405.303.106 610.405.303.106
Ekuitas yang dapat diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk 6.274.484.934.705 6.810.018.544.505 5.548.266.862.880 5.599.819.002.035 8.392.939.556.704
Kepentingan Nonpengendali 10.786.961.553 24.279.135.516 26.543.584.478 57.888.200.390 430.851.906.812
JUMLAH EKUITAS 6.285.271.896.258 6.834.297.680.021 5.574.810.447.358 5.657.707.202.425 8.823.791.463.516
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 30.091.600.973.297 36.515.833.214.549 38.093.888.626.551 39.900.337.834.619 39.986.417.216.654
Page 55
LAMPIRAN-2
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
LAPORAN LABA/RUGI
(Dalam Rupiah)
ACTUAL
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
PENDAPATAN USAHA 15.655.499.866.493 15.307.860.220.494 10.827.682.417.205 11.530.471.713.036 13.549.010.228.584
BEBAN POKOK PENDAPATAN (13.148.896.372.495) (12.971.806.607.215) (9.091.968.816.661) (9.774.045.780.098) (11.752.722.145.701)
LABA KOTOR 2.506.603.493.998 2.336.053.613.279 1.735.713.600.544 1.756.425.932.938 1.796.288.082.883
BEBAN USAHA (707.672.316.457) (894.067.305.939) (727.680.741.009) (635.365.187.565) (726.368.253.469)
Penjualan (33.801.207.467) (34.491.276.551) (18.620.371.482) (11.989.462.835) (14.484.002.514)
Umum dan Administrasi (673.871.108.990) (859.576.029.388) (709.060.369.527) (623.375.724.730) (711.884.250.955)
LABA USAHA 1.798.931.177.541 1.441.986.307.340 1.008.032.859.535 1.121.060.745.373 1.069.919.829.414
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN (1.149.427.015.442) (755.494.767.992) (968.297.562.437) (1.021.827.749.836) (886.620.113.148)
Bagian Laba Ventura Bersama 134.487.458.474 340.163.935.492 156.794.066.638 361.818.790.784 423.398.470.579
Bagian Rugi Entitas Asosiasi - (1.697.247.354) (865.996.456) (6.289.309.568) (11.760.103.989)
Beban Keuangan (523.743.725.994) (563.790.257.762) (794.518.842.962) (864.488.781.253) (806.691.421.118)
Pendapatan (Beban) Lainnya - Bersih (241.897.924.998) (33.087.663.071) (13.101.447.657) (169.021.923.486) (123.501.992.982)
Beban Pajak Final (518.272.822.924) (497.083.535.297) (316.605.342.000) (343.846.526.313) (368.065.065.638)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 649.504.162.099 686.491.539.347 39.735.297.098 99.232.995.537 183.299.716.266
PAJAK PENGHASILAN (4.474.712.994) (21.443.117.818) (16.032.644.651) (12.733.195.152) (8.089.849.161)
Beban Pajak Penghasilan Tidak Final (5.839.588.653) (19.828.797.000) (17.764.248.560) (13.824.339.300) (7.715.710.796)
Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan 1.364.875.659 (1.614.320.818) 1.731.603.909 1.091.144.148 (374.138.365)
LABA TAHUN BERJALAN 645.029.449.105 665.048.421.529 23.702.652.447 86.499.800.385 175.209.867.105
588.206 274.390 294.041 526.359 857.462
Page 56
LAMPIRAN-3
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
LAPORAN PERUBAHAN ARUS KAS
(Dalam Rupiah)
ACTUAL
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 16.216.854.079.210 13.456.979.134.421 12.865.638.770.543 15.342.887.797.515 17.155.432.596.206
Penerimaan Restitusi Pajak 142.468.970.470 169.335.780.335 647.951.599.574 1.310.309.893.422 220.718.666.267
Jumlah Penerimaan 16.359.323.049.680 13.626.314.914.756 13.513.590.370.117 16.653.197.690.937 17.376.151.262.473
Peningkatan Rekening Bank yang Dibatasi Penggunaannya - - (58.852.351.016) (149.350.808.235)
Pembayaran kepada Pemasok dan Beban Lainnya (14.584.281.805.392) (12.027.618.926.353) (11.304.384.321.890) (14.337.492.384.140) (15.168.310.431.687)
Pembayaran kepada Karyawan (403.174.837.454) (562.450.616.618) (444.998.910.198) (396.881.595.766) (465.988.139.924)
Pembayaran Pajak Penghasilan (518.272.822.924) (497.083.535.297) (328.092.808.463) (343.846.526.313) (368.065.065.638)
Jumlah Pengeluaran (15.505.729.465.770) (13.087.153.078.268) (12.077.476.040.551) (15.137.072.857.235) (16.151.714.445.484)
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 853.593.583.910 539.161.836.488 1.436.114.329.566 1.516.124.833.702 1.224.436.816.989
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan Penghasilan Bunga 61.295.219.330 63.671.887.555 45.216.574.146 31.862.030.263 34.539.917.229
Hasil Penjualan Aset Tetap 120.000.000 10.153.535.800 1.975.175.190 997.318.323 24.548.445.074
Penambahan Properti Investasi (337.819.107.246) (121.977.019.984) (12.586.661.907) (348.300.000) (73.559.000.000)
Penambahan Aset Keuangan dari Kontrak Konsesi - - (169.116.476.745) (504.094.372.964) (1.116.507.176.733)
Penerimaan dari Perpindahan Kepemilikan Aset Keuangan - - - 39.821.859.881 378.076.911.169
Penempatan Investasi pada Entitas Asosiasi dan
Jangka Panjang Lainnya - - (35.934.401.656) (45.344.000.000) (679.707.000.000)
Akuisisi Entitas Anak (303.408.169.650) (86.517.357.394) - - -
Penempatan Investasi pada Ventura Bersama (148.075.251.943) (227.086.799.277) (165.817.117.800) (120.641.037.102) (61.849.540.752)
Pengembalian Investasi pada Ventura Bersama - 92.061.226.842 223.017.428.770 425.162.601.987 356.523.070.877
Penambahan Aset Tetap (147.616.264.833) (313.881.611.303) (255.436.540.871) (54.915.566.104) (107.299.901.599)
Penambahan Tanah Belum Dikembangkan (311.537.694.126) (974.280.337.990) (204.574.978.089) (301.849.197.897) (84.160.092.480)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (1.187.041.268.468) (1.557.856.475.751) (573.256.998.962) (529.348.663.613) (1.329.394.367.215)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Utang Bank dan Utang Obligasi 4.956.790.376.037 4.758.752.122.412 3.234.242.338.671 4.214.729.784.966 9.050.892.884.439
Pembayaran Utang Bank dan Utang Obligasi (4.857.538.144.154) (2.789.775.286.726) (4.009.203.618.373) (3.445.750.470.155) (9.544.532.266.288)
Pembayaran Surat Utang Jangka Menengah - - - - (200.000.000.000)
Penerimaan dari Penawaran Umum Terbatas II - - - - 2.665.717.781.650
Pembayaran Biaya Emisi Saham - - - - (14.219.571.969)
Pembayaran Beban Pinjaman (530.803.450.520) (829.477.178.005) (862.829.093.409) (924.089.268.939) (974.548.185.180)
Pembayaran Utang Pembelian Kendaraan (55.187.968) - - - -
Pembayaran Liabilitas Sewa - - (46.747.282.953) (43.066.531.264) (40.937.728.908)
Hasil dari Penawaran Saham Perdana (IPO) Anak Perusahaan - - - - 278.854.918.984
Penyertaan Saham oleh Kepentingan Non Pengendali - - (3.300.000.000) 30.000.000 68.352.000.000
Pembayaran Dividen (103.083.063.043) (128.831.781.042) (66.380.474.121) - -
Kas Neto yang Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Pendanaan (534.689.469.648) 1.010.667.876.639 (1.754.218.130.185) (198.146.485.392) 1.289.579.832.728
KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS (868.137.154.207) (8.026.762.624) (891.360.799.581) 788.629.684.697 1.184.622.282.502
Kas dan Setara Kas Pada Awal Tahun 4.131.173.781.445 3.263.036.627.238 3.255.009.864.614 2.363.649.065.033 3.152.278.749.730
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 3.263.036.627.238 3.255.009.864.614 2.363.649.065.033 3.152.278.749.730 4.336.901.032.232
Page 57
LAMPIRAN-4
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
ANALISIS RASIO
ACTUAL
KETERANGAN 2018 2019 2020 2021 2022
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
LIKUIDITAS
Current Ratio 1,34 1,23 1,11 1,02 1,20
Quick Ratio 1,11 1,04 0,88 0,78 0,92
Cash Ratio 0,17 0,13 0,09 0,10 0,18
AKTIVITAS
Perputaran Piutang Usaha 4,67 3,92 3,63 4,23 4,54
Perputaran Utang Usaha 1,94 1,56 0,75 0,79 1,08
Perputaran Persediaan 3,02 2,71 1,44 1,31 1,68
Perputaran Aset Tetap 8,36 7,06 4,12 4,55 5,67
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset 79,11% 81,28% 85,37% 85,82% 77,93%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas 378,76% 434,30% 583,32% 605,24% 353,17%
PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 16,01% 15,26% 16,03% 15,23% 13,26%
Operating Profit Margin 11,49% 9,42% 9,31% 9,72% 7,90%
Net Profit Margin 4,12% 4,34% 0,22% 0,75% 1,29%
Return On Assets 2,14% 1,82% 0,06% 0,22% 0,44%
Return On Equity 10,26% 9,73% 0,43% 1,53% 1,99%
Page 58
Lampiran - 5
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT
ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROFORMA LAPORAN POSISI KEUANGAN
(Dalam Juta Rupiah)
31-Dec-22
Historical Proforma
URAIAN Adjustment
Before Transaction After Transaction
ASET
ASET LANCAR
Kas & Setara Kas 4.336.901 - 4.336.901
Piutang Usaha 2.983.100 2.983.100
Piutang Retensi 1.042.409 1.042.409
Tagihan Bruto Pemberi Kerja 9.895.672 9.895.672
Persediaan 6.988.293 6.988.293
Uang Muka 242.001 242.001
Biaya Dibayar Dimuka 205.076 205.076
Pajak Dibayar Dimuka 157.645 157.645
Aset Lancar Lainnya 3.742.407 3.742.407
JUMLAH ASET LANCAR 29.593.504 - 29.593.504
ASET TIDAK LANCAR
Aset Real Estat 3.235.153 3.235.153
Aset Keuangan dari Kontrak Konsesi - Bersih 1.352.465 1.352.465
Investasi pada Entitas Asosiasi 52.822 52.822
Investasi pada Ventura Bersama 1.710.582 1.710.582
Properti Investasi 1.011.028 1.011.028
Aset Tetap - Bersih 2.073.907 - 2.073.907
Aset Hak Guna - Bersih 31.515 31.515
Investasi Jangka Panjang Lainnya 319.611 319.611
Aset Pajak Tangguhan 4.293 4.293
Aset Tidak Lancar Lainnya 601.537 601.537
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 10.392.913 - 10.392.913
JUMLAH ASET 39.986.417 - 39.986.417
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya 3.919.024 3.919.024
Utang Usaha 10.917.418 10.917.418
Utang Bruto Subkontraktor 4.064.268 4.064.268
Utang Pajak 537.596 537.596
Uang Muka Pemberi Kerja 394.204 394.204
Pendapatan Diterima di Muka 973.188 973.188
Beban Akrual 2.236.754 2.236.754
Utang Retensi 425.776 425.776
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya 483.849 483.849
Surat Utang Jangka Menengah - -
Utang Obligasi 492.984 492.984
Liabilitas Jangka Pendek Lainnya 145.540 145.540
Liabilitas Imbalan Kerja 27.478 27.478
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 24.618.080 - 24.618.080
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Retensi 279.494 279.494
Uang Muka Pemberi Kerja 326.973 326.973
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya 772.533 772.533
Utang Obligasi 4.795.376 4.795.376
Liabilitas Imbalan Kerja 326.055 326.055
Liabilitas Pajak Tangguhan 27.248 27.248
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya 16.867 16.867
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 6.544.546 - 6.544.546
JUMLAH LIABILITAS 31.162.626 - 31.162.626
EKUITAS
Modal Saham 840.761 840.761
Tambahan Modal Disetor 4.755.656 4.755.656
Selisih Transaksi dengan Pihak Non Pengendali 71.329 71.329
Saldo Laba 2.114.788 2.114.788
Surplus Revaluasi Tanah 610.405 610.405
Ekuitas yang dapat diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk 8.392.940 - 8.392.940
Kepentingan Nonpengendali 430.852 430.852
JUMLAH EKUITAS 8.823.791 - 8.823.791
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 39.986.417 - 39.986.417
Note : Transaksi pembayaran piutang tidak berpengaruh terhadap proforma laporan posisi keuangan pada laporan audited per 31 Desember 2022,
hal ini karena transaksi tersebut merupakan transaksi internal antara Induk dan Anak Perusahaan serta secara konsolidasi akan tereliminasi.
Page 59
Lampiran - 6
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA
(PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROYEKSI INCOME STATEMENT SEBELUM RENCANA TRANSAKSI
(Dalam Juta Rupiah)
PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027
PENDAPATAN USAHA 20.941.563 15.659.586 14.105.661 18.710.723 23.838.457
BEBAN POKOK PENDAPATAN (18.813.915) (13.746.141) (12.179.590) (16.068.285) (20.481.268)
LABA KOTOR 2.127.648 1.913.444 1.926.071 2.642.438 3.357.188
BEBAN USAHA
Umum dan Administrasi (846.619) (945.850) (1.111.559) (1.292.628) (1.469.134)
Penyusutan (139.516) (178.807) (173.218) (198.074) (218.014)
Total Beban Usaha (986.134) (1.124.657) (1.284.777) (1.490.702) (1.687.148)
LABA USAHA 1.141.514 788.787 641.293 1.151.736 1.670.040
Penghasilan (Beban) Lain-lain (395.092) (253.604) (138.524) (205.974) (480.884)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 746.422 535.183 502.769 945.762 1.189.156
Pajak Penghasilan (531.446) (348.968) (299.741) (398.095) (502.702)
LABA TAHUN BERJALAN 214.976 186.215 203.029 547.667 686.455
Page 60
Lampiran - 7
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT
ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROYEKSI POSISI KEUANGAN SEBELUM RENCANA TRANSAKSI
(Dalam Juta Rupiah)
PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
URAIAN
2023 2024 2025 2026 2027
ASET
Aset Lancar
Kas & Setara Kas 2.439.985 2.659.141 2.547.527 2.142.911 3.341.741
Piutang Usaha 2.090.171 2.189.096 2.168.893 2.120.953 1.999.502
Piutang Retensi 992.467 1.039.439 1.029.846 1.007.083 949.415
Tagihan Bruto Pemberi Kerja 9.660.293 10.117.502 10.024.128 9.802.562 9.241.244
Persediaan 7.761.460 8.128.800 8.053.780 7.875.765 7.424.780
Biaya Dibayar Dimuka 1.144.921 1.199.109 1.188.042 1.161.782 1.095.256
Aset Lancar Lainnya 6.876.257 7.201.701 7.135.238 6.977.525 6.577.976
Total Aset Lancar 30.965.554 32.534.786 32.147.452 31.088.581 30.629.914
Aset Tidak Lancar
Investasi pada Ventura Bersama 1.300.968 1.229.545 1.122.677 1.240.731 1.210.080
Properti Investasi 944.479 989.180 980.051 958.389 903.509
Aset Tetap - Bersih 2.698.038 2.825.733 2.799.654 2.737.773 2.581.001
Aset
0 Tidak Lancar Lainnya 6.124.715 6.414.590 6.355.390 6.214.915 5.859.034
Total Aset Tidak Lancar 11.068.201 11.459.047 11.257.772 11.151.807 10.553.625
TOTAL ASET 42.033.755 43.993.834 43.405.225 42.240.388 41.183.539
LIABILITAS & EKUITAS
LIABILITAS : 33.156.441 34.660.245 33.599.714 31.571.870 28.560.099
Utang Usaha 16.323.525 16.896.227 15.835.071 12.770.824 11.862.709
Uang Muka Kontrak 1.588.147 1.643.866 1.540.624 1.242.498 1.154.146
Utang Bank & Obligasi / RK 10.950.250 11.674.962 12.058.007 14.198.702 12.422.312
Liabilitas Lainnya 4.294.519 4.445.190 4.166.012 3.359.847 3.120.933
Liabilitas Jangka Pendek 22.567.341 25.245.799 22.852.804 19.228.137 15.851.542
Liabilitas Jangka Panjang 10.589.101 9.414.446 10.746.911 12.343.733 12.708.556
EKUITAS 8.877.314 9.333.589 9.805.511 10.668.518 12.623.440
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS : 42.033.755 43.993.834 43.405.225 42.240.388 41.183.539
Page 61
Lampiran - 8
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA
(PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROYEKSI INCOME STATEMENT SETELAH RENCANA TRANSAKSI
(Dalam Juta Rupiah)
PROJECTION - AFTER TRANSACTION
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027
PENDAPATAN USAHA 20.941.563 15.659.586 14.105.661 18.710.723 23.838.457
BEBAN POKOK PENDAPATAN (18.813.915) (13.746.141) (12.179.590) (16.068.285) (20.481.268)
LABA KOTOR 2.127.648 1.913.444 1.926.071 2.642.438 3.357.188
BEBAN USAHA
Umum dan Administrasi (846.619) (945.850) (1.111.559) (1.292.628) (1.469.134)
Penyusutan (139.516) (178.807) (173.218) (198.074) (218.014)
Total Beban Usaha (986.134) (1.124.657) (1.284.777) (1.490.702) (1.687.148)
LABA USAHA 1.141.514 788.787 641.293 1.151.736 1.670.040
Penghasilan (Beban) Lain-lain (395.092) (253.604) (138.524) (205.974) (480.884)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 746.422 535.183 502.769 945.762 1.189.156
Pajak Penghasilan (531.446) (348.968) (299.741) (398.095) (502.702)
LABA TAHUN BERJALAN 214.976 186.215 203.029 547.667 686.455
Note: Transaksi pembayaran utang tidak berpengaruh terhadap proyeksi setelah Rencana Transaksi, hal ini karena transaksi tersebut
merupakan transaksi internal antara Induk dan Anak Perusahaan serta secara konsolidasi akan tereliminasi.
Page 62
Lampiran - 9
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI
KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROYEKSI POSISI KEUANGAN SETELAH RENCANA TRANSAKSI
(Dalam Juta Rupiah)
PROJECTION - AFTER TRANSACTION
URAIAN
2023 2024 2025 2026 2027
ASET
Aset Lancar
Kas & Setara Kas 2.439.985 2.659.141 2.547.527 2.142.911 3.341.741
Piutang Usaha 2.090.171 2.189.096 2.168.893 2.120.953 1.999.502
Piutang Retensi 992.467 1.039.439 1.029.846 1.007.083 949.415
Tagihan Bruto Pemberi Kerja 9.660.293 10.117.502 10.024.128 9.802.562 9.241.244
Persediaan 7.761.460 8.128.800 8.053.780 7.875.765 7.424.780
Biaya Dibayar Dimuka 1.144.921 1.199.109 1.188.042 1.161.782 1.095.256
Aset Lancar Lainnya 6.876.257 7.201.701 7.135.238 6.977.525 6.577.976
Total Aset Lancar 30.965.554 32.534.786 32.147.452 31.088.581 30.629.914
Aset Tidak Lancar
Investasi pada Ventura Bersama 1.300.968 1.229.545 1.122.677 1.240.731 1.210.080
Properti Investasi 944.479 989.180 980.051 958.389 903.509
Aset Tetap - Bersih 2.698.038 2.825.733 2.799.654 2.737.773 2.581.001
Aset
0 Tidak Lancar Lainnya 6.124.715 6.414.590 6.355.390 6.214.915 5.859.034
Total Aset Tidak Lancar 11.068.201 11.459.047 11.257.772 11.151.807 10.553.625
TOTAL ASET 42.033.755 43.993.834 43.405.225 42.240.388 41.183.539
LIABILITAS & EKUITAS
LIABILITAS : 33.156.441 34.660.245 33.599.714 31.571.870 28.560.099
Utang Usaha 16.323.525 16.896.227 15.835.071 12.770.824 11.862.709
Uang Muka Kontrak 1.588.147 1.643.866 1.540.624 1.242.498 1.154.146
Utang Bank & Obligasi / RK 10.950.250 11.674.962 12.058.007 14.198.702 12.422.312
Liabilitas Lainnya 4.294.519 4.445.190 4.166.012 3.359.847 3.120.933
Liabilitas Jangka Pendek 22.567.341 25.245.799 22.852.804 19.228.137 15.851.542
Liabilitas Jangka Panjang 10.589.101 9.414.446 10.746.911 12.343.733 12.708.556
EKUITAS 8.877.314 9.333.589 9.805.511 10.668.518 12.623.440
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS : 42.033.755 43.993.834 43.405.225 42.240.388 41.183.539
Note: Transaksi pembayaran utang tidak berpengaruh terhadap proyeksi setelah Rencana Transaksi, hal ini karena transaksi
tersebut merupakan transaksi internal antara Induk dan Anak Perusahaan serta secara konsolidasi akan tereliminasi.
Page 63
LAMPIRAN - 10
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT
ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROYEKSI RASIO SEBELUM & SETELAH RENCANA TRANSAKSI
Proyeksi Rasio Sebelum Transaksi
Proyeksi Sebelum Transaksi
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027 Rata-rata
LIKUIDITAS
Current Ratio 1,37 1,29 1,41 1,62 1,93 1,52
Quick Ratio 1,03 0,97 1,05 1,21 1,46 1,14
Cash Ratio 0,11 0,11 0,11 0,11 0,21 0,13
AKTIVITAS
Perputaran Piutang Usaha 10,02 7,15 6,50 8,82 11,92 8,88
Perputaran Utang Usaha 1,15 0,81 0,77 1,26 1,73 1,14
Perputaran Persediaan 2,42 1,69 1,51 2,04 2,76 2,09
Perputaran Aset Tetap 6,97 4,86 4,35 5,87 7,94 6,00
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset 78,88% 78,78% 77,41% 74,74% 69,35% 75,83%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas 373,50% 371,35% 342,66% 295,93% 226,25% 321,94%
PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 10,16% 12,22% 13,65% 14,12% 14,08% 12,85%
Operating Profit Margin 5,45% 5,04% 4,55% 6,16% 7,01% 5,64%
Net Profit Margin 1,03% 1,19% 1,44% 2,93% 2,88% 1,89%
Return On Assets 0,51% 0,42% 0,47% 1,30% 1,67% 0,87%
Return On Equity 2,42% 2,00% 2,07% 5,13% 5,44% 3,41%
Proyeksi Rasio Setelah Transaksi
Proyeksi Setelah Transaksi
KETERANGAN
2023 2024 2025 2026 2027 Rata-rata
LIKUIDITAS
Current Ratio 1,37 1,29 1,41 1,62 1,93 1,52
Quick Ratio 1,03 0,97 1,05 1,21 1,46 1,14
Cash Ratio 0,11 0,11 0,11 0,11 0,21 0,13
AKTIVITAS
Perputaran Piutang Usaha 10,02 7,15 6,50 8,82 11,92 8,88
Perputaran Utang Usaha 1,15 0,81 0,77 1,26 1,73 1,14
Perputaran Persediaan 2,42 1,69 1,51 2,04 2,76 2,09
Perputaran Aset Tetap 6,97 4,86 4,35 5,87 7,94 6,00
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset 78,88% 78,78% 77,41% 74,74% 69,35% 75,83%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas 373,50% 371,35% 342,66% 295,93% 226,25% 321,94%
PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 10,16% 12,22% 13,65% 14,12% 14,08% 12,85%
Operating Profit Margin 5,45% 5,04% 4,55% 6,16% 7,01% 5,64%
Net Profit Margin 1,03% 1,19% 1,44% 2,93% 2,88% 1,89%
Return On Assets 0,51% 0,42% 0,47% 1,30% 1,67% 0,87%
Return On Equity 2,42% 2,00% 2,07% 5,13% 5,44% 3,41%
Page 64
LAMPIRAN - 11
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA
PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
ANALISIS KEWAJARAN
Bunga Berdasarkan KMK 31 Desember 2022 (8,29%)
Rencana
Kewajaran : Harga Transaksi Berada
Rencana Transaksi Transaksi
Keterangan Hasil Penilaian (Rp) Kisaran dalam Kisaran +/- 7,5% dari Hasil
(Rp) terhadap Hasil
Penilaian
Penilaian
Batas Atas 206.388.257.775 191.989.077.000 107,50% 7,50%
Piutang ADHI 199.877.883.244 191.989.077.000 104,11% 4,11% Wajar
Batas Bawah 177.589.896.225 191.989.077.000 92,50% -7,50%
Bunga Berdasarkan Perjanjian Pengakuan Utang antara ADHI dan ADCP (9%)
Rencana
Kewajaran : Harga Transaksi Berada
Rencana Transaksi Transaksi
Keterangan Hasil Penilaian (Rp) Kisaran dalam Kisaran +/- 7,5% dari Hasil
(Rp) terhadap Hasil
Penilaian
Penilaian
Batas Atas 213.542.259.150 198.643.962.000 107,50% 7,50%
Piutang ADHI 199.877.883.244 198.643.962.000 100,62% 0,62% Wajar
Batas Bawah 183.745.664.850 198.643.962.000 92,50% -7,50%
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
7377 ms
12 Sep 2026 22:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'pada tanggal penilaian.'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'pada tanggal penilaian.',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '199877883244'}