Skip to content
Back to announcement

20230831_ADHI_Informasi Transaksi Afiliasi_31395379_lamp6.pdf

Asset transaction Needs review ADHI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 64

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
   FAIRNESS OPINION REPORT
 ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN
          SEBAGIAN PIUTANG
  MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk


             LOKASI KANTOR PUSAT:
   South Building Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18
              Jakarta Selatan 12510
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5
                                                                        DAFTAR ISI

Surat Pengantar
Daftar Isi .......................................................................................................................................................   4
Ringkasan Eksekutif ......................................................................................................................................           5
Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas .........................................................................................................                         6
Pernyataan Penilai.........................................................................................................................................          8

Bab I             PENDAHULUAN
                  1.1. Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................                        10
                  1.2. Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................................                  10
                  1.3. Tanggal Penilaian (Cut Off Date) .......................................................................................                      10
                  1.4. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran .....................................................                                          10
                  1.5. Objek Analisis Pendapat Kewajaran .................................................................................                           10
                  1.6. Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait Rencana Transaksi ........                                                          10
                  1.7. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .................................................................................                            11
                  1.8. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan ..........................................................                                     11
                  1.9. Sumber Data dan Informasi ..............................................................................................                      11
                  1.10. Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi .........................................................................                            12
                  1.11. Pernyataan Independensi Penilai .....................................................................................                        12
                  1.12. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian .....................................................................                             12

Bab II            TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
                  2.1. Latar Belakang Transaksi ..................................................................................................                   13
                  2.2. Maksud dan Tujuan Transaksi ...........................................................................................                       13
                  2.3. Objek Analisis Kewajaran ..................................................................................................                   13
                  2.4. Identifikasi Pihak-pihak yang Bertransaksi ........................................................................                           13
                  2.5. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ..........................................                                         20

Bab III            ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
                   3.1 Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan ..........................................................                                      22
                   3.2 Analisis atas Rencana Transaksi ........................................................................................                      22
                   3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................................                           24
                   3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ......................................................................                            33
                   3.5 Analisis Kewajaran ............................................................................................................               45
                   3.6 Kesimpulan .......................................................................................................................            50

LAMPIRAN




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                                                                            4
Page 6
                                       RINGKASAN EKSEKUTIF


 PEMBERI TUGAS                                  :   PT Adhi Karya (Persero) Tbk

 ALAMAT PEMBERI TUGAS                           :   South Building, Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18, Jakarta
                                                    Selatan 12510.

 BIDANG USAHA                                   :   Jasa Konstruksi

 INSTRUKSI PENUGASAN                            :   Berdasarkan       Surat   Persetujuan    Penawaran
                                                    No.     01020/2.0131-00/ADHI/KJPPSPR/APP-BS/VI/2023
                                                    tanggal 06 Juni 2023.

 OBJEK ANALISIS                                 :   Memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
                                                    pembayaran sebagian piutang milik PT Adhi Karya
                                                    (Persero) Tbk kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk
                                                    (ADCP).

 MAKSUD & TUJUAN PENUGASAN                      :   Memenuhi ketentuan peraturan Otoritas Jasa Keuangan
                                                    (“OJK”) dahulu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
                                                    Keuangan        (BAPEPAM-LK)         terkait    dengan
                                                    POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan
                                                    benturan kepentingan transaksi tertentu.

 JENIS PENILAIAN & FORMAT LAPORAN               :   Laporan Penilaian Terinci (Comprehensive Style)

 TANGGAL INSPEKSI & WAWANCARA                   :   08 Juni 2023
 MANAJEMEN

 TANGGAL PENILAIAN                              :   31 Desember 2022

 TANGGAL LAPORAN                                :   21 Juni 2023

 METODOLOGI ANALISIS                            : •     Analisis atas Rencana Transaksi
                                                  •     Analisis kualitatif & kuantitatif atas Rencana Transaksi
                                                  •     Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi

 PENDAPAT ATAS RENCANA TRANSAKSI                :   Wajar

 REVIEWER                                       :   Ruli Citrarini, S.E

 TENAGA PENILAI & ASISTEN PENILAI               :   Muhammad Fajar Tarekat, S.H.
                                                    Fitya Shabrina, S.E.
                                                    Echa Tania Mulyani, S.M.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                     5
Page 7
                          ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut:

1.     Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
       pendapat kewajaran yang dilakukan;

2.     Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh Pemberi
       Tugas dan pihak ketiga kepada kami dalam rangka pemberian pendapat kewajaran ini adalah sah,
       benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen yang
       diberikan kepada kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai dengan aslinya
       dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan sebenarnya;

3.     Bahwa dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh
       Pemberi Tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan pemberian pendapat kewajaran ini adalah
       benar, akurat, lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta tidak mengalami perubahan
       sampai dengan tanggal diberikannya pendapat kewajaran ini;

4.     Bahwa semua tanda tangan, materai, coretan dan tanda yang terdapat dalam setiap dokumen yang
       diberikan dan/atau diperlihatkan oleh Pemberi Tugas kepada kami adalah benar dan tanda yang
       terdapat dalam setiap dokumen foto copy, turunan dan/atau salinan yang diberikan oleh Pemberi
       Tugas kepada kami adalah sesuai dengan yang terdapat dalam dokumen aslinya dan tanda tangan,
       materai, coretan dan tanda yang terdapat pada dokumen adalah benar adanya;

5.     Bahwa instansi Pemerintah dan/atau pihak yang mengeluarkan dan/atau menerbitkan izin,
       persetujuan, lisensi dan/atau bukti tanda pendaftaran kepada Pemberi Tugas adalah pejabat dan/atau
       pihak yang berwenang untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut dan diwakili oleh orang-(orang)
       yang berhak dan mempunyai izin, persetujuan, lisensi, dan/atau bukti tanda pendaftaran yang
       bersangkutan;

6.     Kecuali dinyatakan secara tegas dalam pendapat kewajaran ini, tidak dapat diasumsikan bahwa kami
       berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas objek yang dianalisis;

7.     Bahwa semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
       Pengadilan) yang berkaitan dengan objek yang dinilai tidak menjadi tanggung jawab kami;

8.     Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
       dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen – dokumen
       pendukung lain yang terbatas;

9.     Bahwa biaya penugasan ditentukan berdasarkan hari – orang (man-day) dan bukan ditentukan
       berdasarkan hasil yang diberikan dalam Laporan Pendapat Kewajaran;

10.    Bahwa Laporan Pendapat Kewajaran ini dianggap sah apabila terdapat cap dan tanda tangan asli dari
       pihak kami;

11.    Bahwa tanggung jawab kami terbatas kepada pemberi tugas dimaksud dan kami tidak bertanggung
       jawab terhadap pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat Kewajaran ini;

12.    Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran dalam
       mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu
       suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian
       disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki;




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk              6
Page 8
13.    Bahwa telah terjadi kejadian luar biasa tentang pandemi Covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap
       ekonomi makro Indonesia dan aspek bisnis seluruh sektor industri, termasuk perusahaan yang
       dianalisis, sehingga akan mempengaruhi hasil analisis.

14.    Bahwa tanggung jawab material dalam pendapat kewajaran ini adalah sebatas fee yang sudah kami
       terima.

15.    Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.

16.    Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
       Pendapat Kewajaran.

17.    Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.

18.    Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
       yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
       manajemen Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

19.    Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi
       keuangan.

20.    Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
       bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

21.    Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran.

22.    Kami telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
       perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk            7
Page 9
                                         PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini pada
tanggal penilaian menyatakan bahwa:

1.    Pernyataan dalam laporan pendapat kewajaran ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan
      kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2.    Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
      perusahaan dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan
      hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait.
3.    Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
4.    Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut
      Off Date);
5.    Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
      Kewajaran.
6.    Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
7.    Kesimpulan Pendapat telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; dan
8.    Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai sumber yang
      diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
9.    Biaya profesional tidak berhubungan dengan pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
10.   Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
      Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
11.   Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri
      yang dinilai.
12.   Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa
      untuk menghasilkan nilai yang subjektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang
      terjadi di kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
13.   Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
      • Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian, dan tanggal
           penilaian)
      • Pengumpulan data dan wawancara
      • Analisis data
      • Penulisan laporan
14.   Penilai telah melakukan analisis terhadap objek transaksi pada tanggal penilaian.
15.   Penugasan ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
16.   Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
      pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam
      laporan pendapat kewajaran ini.
17.   Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan
      memenuhi ketentuan KEPI dan SPI Edisi VII-2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
      Penilaian Indonesia dan Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
      35/POJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai
      berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:
             a.   Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
                  diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
             b.   Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
             c.   Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan pendapat kewajaran telah
                  menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan pendapat kewajaran.

Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                 8
Page 10

          
Page 11
                                                 BAB I
                                             PENDAHULUAN


1.1      Uraian Mengenai Penugasan

         Berdasarkan persetujuan atas surat Penawaran No. 01020/2.0131-00/ADHI/KJPPSPR/APP-
         BS/VI/2023 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP
         SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut
         “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan Rencana Transaksi
         penilaian instrumen keuangan berupa sebagian piutang milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk
         (“Perseroan”) kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) (selanjutnya disebut “Rencana
         Transaksi”).

1.2      Identitas Pemberi Tugas

         Pemberi tugas dalam hal ini adalah sebagai berikut:

         Nama Perusahaan          : PT Adhi Karya (Persero) Tbk
         Bidang Usaha             : Jasa Konstruksi
         Alamat Kantor Pusat      : South Building Jl. Raya Pasar Minggu Km. 18 Jakarta Selatan 12510
         No. Telepon/No. Fax      : 021-797 5312 / 021-797 5311
         Email                    : adhi@adhi.co.id
         Website                  : https://adhi.co.id

1.3      Tanggal Penilaian (Cut Off Date)

         Analisis Kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2022, parameter dan laporan
         keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2022.

1.4      Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

         Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran adalah untuk memenuhi ketentuan
         peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dahulu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
         Keuangan (BAPEPAM-LK) terkait dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan
         benturan kepentingan transaksi tertentu.


1.5      Objek Analisis Pendapat Kewajaran

         Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah instrumen keuangan berupa sebagian
         piutang milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”) kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk.

1.6      Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

         Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh Manajemen Perseroan terkait dengan Rencana
         Transaksi yaitu yaitu untuk membantu ADCP dalam menunjang kegiatan usahanya yaitu
         pengembangan properti di sekitar transportasi publik salah satunya yaitu LRT Jabodebek yang akan
         segera beroperasi.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk              10
Page 12
1.7      Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

         Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang transaksi
         afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
         No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material, serta Peraturan No. 35/POJK.04/2020
         tertanggal 2 Juli 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
         maka dalam penugasan laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan ini, kami
         telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian atas Rencana Transaksi
         yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

         a. Melakukan analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan
         b. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan
         c. Melakukan analisis dampak keuangan dari Rencana Transaksi Perseroan yang dilaksanakan
            melalui analisis kuantitatif
         d. Memberikan opini terhadap kewajaran Rencana Transaksi Perseroan

1.8      Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan

         ▪   Undang-Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
         ▪   Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
         ▪   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
             Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu
         ▪   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
             Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
         ▪   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi
             Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik

1.9      Sumber Data dan Informasi

        a. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas anak untuk tahun-
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan
           pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
           material.

        b. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas anak untuk tahun-
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan
           pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
           material.

        c. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas anak untuk tahun-
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan
           pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
           material.

        d. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas anak untuk tahun-
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 yang telah diaudit oleh Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan
           pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk           11
Page 13
            material.

        e. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas anak untuk tahun-
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 yang telah diaudit oleh Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dengan
           pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
           material.

        f. Laporan Keuangan Proforma PT Adhi Karya (Persero) Tbk per tanggal 31 Desember 2022.

        g. Proyeksi keuangan (business plan) tahun 2023-2027 dengan dan tanpa Rencana Transaksi yang
           disusun oleh manajemen Perseroan.

        h. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak dan
           relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
           penilaian.

        i. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal Perseroan baik dari media cetak
           maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

1.10     Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

         Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
         analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal – hal
         sebagai berikut:
         a. Analisis atas Rencana Transaksi Perseroan
         b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi Perseroan
         c. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi Perseroan

1.11     Pernyataan Independensi Penilai

         Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP SPR bertindak secara independen
         tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan maupun pihak pihak
         lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan maupun. KJPP SPR juga tidak memiliki kepentingan
         ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini
         tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang
         Kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses
         analisis kewajaran ini.

1.12     Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian

         Terdapat surat permohonan ADCP kepada Perseroan untuk dapat melakukan pembayaran
         terlebih dahulu atas outstanding penggunaan fasilitas SCF oleh ADCP di Bank BNI yang telah
         ditandatangani setelah tanggal penilaian yaitu tanggal 11 Mei 2023 yang mana kesepakatan
         telah terjadi sebelum tanggal penilaian. Dalam pemahaman terbaik kami berdasarkan informasi
         publik yang tersedia, kami berpendapat tidak ada kejadian penting lainnya setelah tanggal
         penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil kewajaran.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk        12
Page 14
                                            BAB II
                                TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI


2.1      Latar Belakang Transaksi

         Pada awalnya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) yang merupakan anak Perusahaan PT Adhi
         Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”) telah menggunakan fasilitas Supply Chain Financing (SCF) yang
         dimiliki Perseroan di BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk) untuk keperluan operasional ADCP. Kemudian
         ADCP telah mengirimkan surat permohonan kepada Perseroan untuk dapat melakukan pembayaran
         terlebih dahulu atas outstanding penggunaan fasilitas SCF oleh ADCP di bank tersebut berdasarkan
         dokumen Nomor: 239/ADCP-VI/2023 tanggal 11 Mei 2023.

         Dalam hal ini Perseroan sepakat untuk melakukan pembayaran tersebut sebesar Rp199.877.883.244
         (seratus sembilan puluh sembilan miliar delapan ratus tujuh puluh tujuh juta delapan ratus delapan
         puluh tiga ribu dua ratus empat puluh empat rupiah) yang terdiri dari utang pokok atas SCF senilai
         Rp192.560.581.159 (seratus sembilan puluh dua miliar lima ratus enam puluh juta lima ratus delapan
         puluh satu ribu seratus lima puluh sembilan rupiah) dan bunga atas TR SCF senilai Rp7.317.302.085
         (tujuh miliar tiga ratus tujuh belas juta tiga ratus dua ribu tiga ratus delapan puluh lima rupiah).

2.2      Maksud dan Tujuan Transaksi

         Maksud dan tujuan Rencana Transaksi ini yaitu untuk membantu ADCP dalam menunjang kegiatan
         usahanya yaitu pengembangan properti di sekitar transportasi publik salah satunya yaitu LRT Jabodebek
         yang akan segera beroperasi. Sehingga berdasarkan pertimbangan yang ada, rencana percepatan
         pembayaran piutang Perseroan oleh ADCP perlu dilakukan.

2.3      Objek Analisis Kewajaran

         Objek analisis kewajaran dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi dalam hal ini yaitu instrumen
         keuangan berupa pembayaran sebagian piutang milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”)
         kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk.

2.4      Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi

         2.4.1 PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”)

                a. Riwayat Singkat

                   PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”) pertama kali didirikan berdasarkan Akta Notaris
                   No. 1 tanggal 1 Juni 1974 dari Kartini Mulyadi, S.H., yang telah diubah dengan akta No. 2
                   tanggal 3 Desember 1974 dari notaris yang sama. Akta Pendirian ini telah memperoleh
                   pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
                   Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal 17 Januari 1975, dan diumumkan dalam Berita
                   Negara Republik Indonesia No. 85 tanggal 24 Oktober 1975, Tambahan No. 600.

                   Nama Adhi Karya untuk pertama kalinya tercantum dalam Surat Keputusan Menteri
                   Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja tanggal 11 Maret 1960 di mana Perseroan baru


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                 13
Page 15
                   memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal tersebut. Kemudian berdasarkan
                   Peraturan Pemerintah (PP) No. 65 tahun 1961 Adhi Karya ditetapkan menjadi
                   Perusahaan Negara Adhi Karya. Pada tahun itu juga, berdasarkan PP yang sama
                   Perusahaan Konstruksi bekas milik Belanda yang telah dinasionalisasikan, Associate NV,
                   dilebur ke dalam Perseroan.

                   Pada tahun 2021, Perseroan melakukan perubahan terkait susunan pengurus
                   berdasarkan pada Akta No. 14 tanggal 8 Juni 2021 yang telah mendapat pengesahan dari
                   Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan
                   Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0373028 Tahun 2021.

                   Data perizinan dan legalitas yang dimiliki oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
                   • Akta Pendirian No. 1 tanggal 1 Juni 1974 dari Notaris Kartini Mulyadi, S.H., yang telah
                       diubah dengan akta No. 2 tanggal 3 Desember 1974 dari notaris yang sama.
                   • Surat Pengesahan Akta Pendirian yang ditetapkan oleh Menteri Hukum dan Hak
                       Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal
                       17 Januari 1975, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 85
                       tanggal 24 Oktober 1975, Tambahan No. 600.
                   • Akta No. 14 tanggal 8 Juni 2021 yang telah mendapat pengesahan dari Menteri
                       Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak
                       Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0373028 Tahun 2021.
                   • Akta No. 24 Tanggal 18 Mei 2022 yang dibuat di hadapan Ashoya Ratam, SH. M.Kn.,
                       Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan telah mendapatkan pengesahan
                       dari Menteri Hukum dan HAM melalui Surat Keputusan No. AHU-0035438 tentang
                       Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas.
                   • Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha (NIB):
                       9120403291642 yang diterbitkan di Jakarta dan dicetak secara elektornik oleh Badan
                       Koordinasi Penanaman Modal tanggal 14 Februari 2019 dengan perubahan ke-174
                       tanggal 21 Juni 2022.
                   • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.001.610.3-093.000 atas nama PT Adhi Karya
                       (Persero) Tbk.
                   • Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak No. PEM-00734/WPJ.19/KP.0403/2012
                       yang diterbitkan oleh Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak
                       Wajib Pajak Besar Empat, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan
                       Republik Indonesia tanggal 20 April 2012.
                   • Surat Keterangan Terdaftar No. PEM-00170/WPJ.19/KP.0403/2012 yang diterbitkan
                       oleh Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
                       Besar Empat, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia
                       tanggal 04 April 2012.

                b. Alamat Kantor Perseroan

                   Perseroan berkantor pusat di South Building Jl. Raya Pasar Minggu Km. 18, Jakarta
                   Selatan 12510.

                c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

                   Susunan kepemilikan saham Perseroan dan besarannya per tanggal 31 Desember 2022


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk               14
Page 16
                   berdasarkan catatan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir
                   pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, serta sesuai dengan daftar pemegang saham
                   yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perusahaan, PT Datindo Entrycom, adalah
                   sebagai berikut:

                                        Tabel 2.1 Struktur Kepemilikan Saham Perseroan
                                                         Jumlah Saham          Modal Disetor
                       No             Nama                                                        Kepemilikan
                                                           (Lembar)               (Rp)
                              Pemerintah
                        1                                  5.408.773.792      540.877.379.200          64,33%
                              Republik Indonesia
                        2     Masyarakat                   2.998.835.187      299.883.518.700          35,67%
                                      TOTAL                8.407.608.979      840.760.897.900         100,00%

                d. Susunan Pengurus Perseroan

                   Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Adhi Karya (Persero)
                   Tbk sesuai akta dari Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn. No. 23 tanggal 15 Juni 2020 dan
                   Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sesuai
                   akta dari Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 14 tanggal 8 Juni 2021 yang keduanya
                   bersumber dari Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan entitas
                   anak untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021,
                   susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 adalah
                   sebagai berikut:

                    Dewan Komisaris:
                    Komisaris Utama                                  :   Dody Usodo Hargosuseno
                    Komisaris                                        :   Cahyo Rahadian Muzhar
                    Komisaris                                        :   Widiarto
                    Komisaris                                        :   Yustinus Prastowo
                    Komisaris Independen                             :   Abdul Muni
                    Komisaris Independen                             :   Hironimus Hilapok

                    Direksi:
                    Direktur Utama                                   : Entus Asnawi Mukhson
                    Direktur Operasi 1                               : Alloysius Suko Widigdo
                    Direktur Operasi 2                               : Pundjung Setya Brata
                    Direktur QHSE dan Pengembangan                   : Vera Kirana
                    Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko           : A.A.G. Agung Dharmawan
                    Direktur Human Capital dan Sistem                : Agus Karianto

                e. Kegiatan Usaha

                   Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan yang terakhir mengalami perubahan
                   dan disahkan melalui Akta No. 24 Tanggal 18 Mei 2022, maksud dan tujuan Perseroan
                   adalah melakukan usaha di bidang Konstruksi; Engineering, Procurement dan
                   Construction (EPC), Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Perkeretaapian, Usaha
                   Pariwisata, Investasi dan atau Pengelolaan Usaha Prasarana dan Sarana dasar
                   Infrastruktur, Perdagangan, Industri, Pengembangan Kawasan dan Real Estate dan


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                  15
Page 17
                   Pengembang Properti serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk
                   menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk
                   mendapatkan/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan
                   menerapkan prinsip- prinsip Perseroan Terbatas.

                   Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan
                   kegiatan usaha utama sebagai berikut:
                   1. Kegiatan Usaha Konstruksi;
                   2. Kegiatan Usaha Penyelenggaraan Perkeretaapian;
                   3. Kegiatan Usaha Pariwisata Bidang Usaha Penyediaan Akomodasi meliputi jenis
                        usaha: hotel, bumi perkemahan, persinggahan karavan, villa, pondok wisata dan
                        akomodasi lainnya;
                   4. Kegiatan Usaha Perencanaan dan Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
                        meliputi pekerjaan gedung, pekerjaan sipil dan pekerjaan mekanikal dan elektrikal;
                   5. Kegiatan Usaha Pengukuran, penggambaran, perhitungan dan penetapan biaya
                        pekerjaan konstruksi yang meliputi pekerjaan sipil, pekerjaan gedung, pekerjaan
                        mekanikal elektrikal (Quantity Surveying);
                   6. Kegiatan Usaha Jasa Konsultasi Manajemen, manajemen proyek konstruksi,
                        rekayasa industri, engineering, dan perencanaan;
                   7. Kegiatan Usaha Perdagangan;
                   8. Kegiatan Usaha Industri dan Pabrikasi;
                   9. Kegiatan Usaha Pengembang;
                   10. Kegiatan Usaha Penyewaan dan penyediaan jasa dalam bidang peralatan
                        konstruksi;
                   11. Kegiatan Usaha Konstruksi khusus;
                   12. Kegiatan Usaha Instalasi Bangunan Gedung dan Bangunan Sipil;
                   13. Kegiatan      Usaha      Penyewaan       alat    konstruksi    atau     peralatan
                        pembongkaran/penghancur bangunan dengan operator;
                   14. Kegiatan Usaha Pengelolaan Limbah termasuk Limbah Bahan Berbahaya dan
                        Beracun (B3);
                   15. Kegiatan Usaha Engineering Procurement dan Construction (EPC);
                   16. Kegiatan Usaha Investasi.

                    Perseroan juga dapat melaksanakan kegiatan usaha lainnya, di antaranya:
                    1. Jasa Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Payau;
                    2. Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam;
                    3. Industri produk dari batu bara;
                    4. Industri Bahan Bakar dari Pemurnian dan Pengilangan Minyak Bumi;
                    5. Industri Pembuatan Minyak Pelumas;
                    6. Industri Pengolahan Kembali Minyak Pelumas Bekas;
                    7. Industri Pengolahan Minyak Pelumas Bekas Menjadi Bahan Bakar;
                    8. Industri Produk dari Hasil Kilang Minyak Bumi;
                    9. Industri Briket Batu Bara;
                    10. Industri Kimia Dasar Organik yang Bersumber dari Minyak Bumi, Gas Alam dan Batu
                         Bara.

                    Selain kegiatan usaha utama, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha dalam rangka
                    optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, yaitu:

Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk             16
Page 18
                    1.    Elektronik dan telekomunikasi yang menunjang usaha di atas;
                    2.    Building Management;
                    3.    System Development.

                f. Pasar Geografis

                   Pasar geografis Perseroan sudah mencakup seluruh wilayah Indonesia. Berikut rincian
                   distribusi seluruh pendapatan berdasarkan geografis:

                               Tabel 2.2 Distribusi Pendapatan Perseroan Berdasarkan Geografis
                                                                                             Rp
                    No.     Pendapatan Usaha        Wilayah Geografis
                                                                                 2022                  2021

                     1 Engineering & Konstruksi:                            12.346.654.762.262    11.019.389.442.508
                       Dept. Infra 1                     Jakarta             1.890.687.777.744     1.632.685.131.688
                       Tol Sigli Banda Aceh                Aceh                199.887.971.188     1.825.127.658.779
                       Dept. Infra 2                     Jakarta             3.767.158.235.638     2.975.538.564.605
                       Divisi IV                        Surabaya                           -          48.890.914.739
                       Dept. Gedung                 Seluruh Indonesia        1.861.010.510.711     2.334.621.838.710
                       Departemen E&I               Seluruh Indonesia        1.155.133.887.958       509.503.135.073
                       Dept. Perkeretaapian         Seluruh Indonesia        2.600.641.888.639       122.567.477.695
                       APG                          Seluruh Indonesia          872.134.490.384     1.570.454.721.219


                     2 Properti & Pelayanan                                   842.051.325.009       895.693.249.737
                       APP                          Seluruh Indonesia         249.363.611.226       332.005.183.313
                       ACP                               Jakarta              592.687.713.783       563.688.066.424

                     3 Manufaktur                                             775.985.772.635       789.284.394.968
                       APB                          Seluruh Indonesia         775.985.772.635       789.284.394.968

                     4 Investasi & Konsesi                                   1.120.781.384.704      478.724.145.104
                       JAA                             Palembang               592.717.930.057      308.026.773.062
                       DTP                               Dumai                 176.536.066.976       78.184.298.531
                       AJR                                Riau                 351.527.387.671       92.513.073.511

                    Jumlah Sebelum Eliminasi                                15.085.473.244.610   13.183.091.232.317
                    Eliminasi                                           -    1.536.463.016.026 - 1.652.619.519.281
                    Jumlah Setelah Eliminasi                                13.549.010.228.584   11.530.471.713.036
                   Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

                   Proyek-proyek yang dikerjakan Perseroan masih didominasi oleh proyek-proyek
                   infrastruktur yang berasal dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Saat ini
                   Perseroan menyasar pasar konstruksi di luar negeri yaitu wilayah Asean atau Asia Tenggara.
                   Pasar di luar negeri tersebut akan disesuaikan dengan strategi jangka panjang Perseroan.

                g. Segmen Pasar Perseroan Serta Hasil yang Telah Dicapai

                   Segmen usaha Perseroan dibagi menjadi 4 (empat), yaitu Engineering & Konstruksi,
                   Properti & Pelayanan, Manufaktur, dan Investasi & Konsesi. Pada tahun 2022, pendapatan
                   usaha dari segmen Engineering & Konstruksi mencapai Rp12,35 Triliun, dimana angka ini
                   meningkat dari tahun 2021 yakni sebesar Rp11,02 triliun. Sementara itu, pada usaha
                   properti & Pelayanan, Perseroan mencatat angka pendapatan sebesar Rp842,05 miliar


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                        17
Page 19
                   pada tahun 2022. Angka tersebut mengalami penurunan dari tahun 2021 dengan
                   pendapatan sebesar Rp895,69 miliar. Selanjutnya, pada dari segmen manufaktur, pada
                   tahun 2021 Perseroan memperoleh pendapatan sebesar Rp789,28 miliar, sementara
                   pada 2022 turun menjadi Rp775,99 miliar. Kemudian yang terakhir adalah Investasi &
                   Konsesi, pendapatan pada tahun 2022 mengalami peningkatan signifikan dari semula sebesar
                   Rp478,72 miliar meningkat menjadi Rp1,12 triliun.

                   Selain terus memperbesar pangsa pasar konstruksi Pemerintah, Perseroan terus
                   berupaya melebarkan sayapnya ke berbagai sektor dan secara selektif menangkap
                   peluang sektor konstruksi lain, seperti manfaatkan peluang pasar konstruksi sektor
                   perkeretaapian dalam negeri dan regional, memaksimalkan potensi sektor properti yang
                   memiliki keunikan pada produk dan layanan. Perseroan juga menyasar peluang pasar
                   konstruksi yang berbasis sector lingkungan, seiring dengan perhatian yang tinggi
                   terhadap pencapaian SDGs atau Sustainable Development Goals melalui kegiatan Green
                   Economy. Ke depannya, Perseroan terus optimis dapat menargetkan adanya
                   pertumbuhan pendapatan/laba secara periodik.


         2.4.2 PT Adhi Commuter Properti Tbk

                a. Profil Singkat

                   PT Adhi Commuter Properti Tbk (“ADCP”) adalah anak usaha Perseroan yang bergerak di
                   bidang industri pengembangan properti berbasis transportasi massal. ADCP didirikan pada
                   tahun 2018 berdasarkan Akta Notaris No. 103 tanggal 9 Maret 2018, yang dibuat di
                   hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah
                   mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
                   melalui Surat No. AHU-0018477.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal 6 April 2018. ADCP
                   memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 23 Mei 2018. Akta Pendirian telah
                   diumumkan pada Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 17593 pada Berita
                   Negara Republik Indonesia No. 79 tanggal 2 Oktober 2018 dan Perseroan telah
                   didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0048601.AH.01.11.TAHUN 2018, tanggal 6
                   April 2018.

                   Pada saat ini, ADCP telah beberapa kali melakukan perubahan Anggaran Dasar.
                   Perubahan terakhir telah tercatat dalam Akta No. 207 tanggal 28 Juni 2022 yang dibuat
                   di hadapan Rosida Rajagukguk Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta
                   Selatan, yang telah disetujui oleh Menkumham sebagaimana dibuktikan dengan Surat
                   Keputusan No. AHU-0052084.AH.01.02.TAHUN 2022, tanggal 26 Juli 2022, dan telah
                   diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
                   Perubahan Anggaran Dasar yang telah diterima dan dicatat dalam database Sistem
                   Administrasi Badan Hukum Menkumham Republik Indonesia sesuai dengan Surat
                   Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0270353, tanggal 26 Juli 2022.

                b. Alamat Korespondensi PT Adhi Commuter Properti Tbk

                   PT Adhi Commuter Properti Tbk beralamat di Jl. Pengantin Ali No. 88, Ciracas, Jakarta
                   Timur 13740.



Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk              18
Page 20
                c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

                     Modal dasar ADCP adalah sebesar Rp4.540.000.000.000 dan sampai dengan 31
                     Desember 2022 saham mayoritas masih dimiliki oleh Perseroan dan sisanya dimiliki oleh
                     masyarakat dan Koperasi Jasa Adhi Sejahtera (Kojas), dengan rincian sebagai berikut:

                                           Tabel 2.3 Struktur Kepemilikan Saham ADCP
                                                          Jumlah Saham          Modal Disetor
                No                 Nama                                                            Kepemilikan
                                                            (Lembar)               (Rp)
                 1      PT Adhi Karya (Persero) Tbk       19.999.900.000      1.999.990.000.000       89,9996%

                 2      Masyarakat                         2.222.222.200        222.232.220.000       10,0004%

                 3      Koperasi Jasa Adhi Sejahtera              100.000             10.000.000       0,0005%
                                   TOTAL                  22.222.222.200        222.222.222.000          100%


                d. Susunan Pengurus PT Adhi Commuter Properti Tbk

                     Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT Adhi Commuter Properti Tbk pada
                     tanggal 31 Desember 2022 sebagai berikut:

                     Dewan Komisaris:
                     Komisaris Utama                                      : Pundjung Setya Brata
                     Komisaris                                            : Tjatur Waskito Putro
                     Komisaris                                            : A.A Gede Agung Dharmawan
                     Komisaris Independen                                 : Amrozi Hamidi
                     Komisaris Independen                                 : Muhammad Isnaini

                     Direksi:
                     Direktur Utama                               : Rizkan Firman
                     Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM : Mochamad Yusuf
                     Direktur Pemasaran                           : Indra Syahruzza Nasution
                     Direktur Pengelolaan Properti                : Hanif Setyo Nugroho
                     Direktur Pengembangan Bisnis                 : Rozi Sparta

                e. Kegiatan Usaha

                     Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan ADCP adalah
                     melakukan usaha di bidang properti dan real estate yaitu:
                     1. Pembangunan perkantoran, apartemen, perumahan, dan lain-lain;
                     2. Perdagangan yang berhubungan dengan usaha properti dan real estat;
                     3. Jasa agen properti dan real estat, jasa pengelolaan dan penyewaan gedung, dan lain-
                        lain.

                     Kegiatan usaha yang dilakukan oleh ADCP sampai dengan 31 Desember 2022 adalah
                     pembangunan apartemen, perdagangan yang berhubungan dengan usaha properti dan
                     real estat, dan manajemen perhotelan.


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                  19
Page 21
                   f. Pasar Geografis

                      Dalam melakukan kegiatan usahanya, ADCP mengandalkan wilayah pengembangan di
                      daerah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok.

                   g. Segmen Pasar ADCP Serta Hasil yang Telah Dicapai

                      Segmen usaha Perseroan dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu properti/real estat, hotel, sewa dan
                      investasi & konsesi. Informasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

                                                    Tabel 2.4 Segmen Operasi ADCP
                                                                                      2022
                       Uraian
                                            Properti Real Estat        Hotel            Sewa           Eliminasi           TOTAL
          Pendapatan Usaha                      492.770.366.989     99.762.274.394    155.072.400                  -    592.687.713.783
          Beban Pokok Pendapatan               (363.020.997.038)   (76.437.761.366)             -                  -   (439.458.758.404)
          Laba Kotor                            129.749.369.951     23.324.513.028    155.072.400                       153.228.955.379
          Beban Usaha                          (33.148.239.266)                  -              -                  -    (33.148.239.266)
          Beban Pajak Final                    (14.332.604.692)                  -              -                  -    (14.332.604.692)
          Penghasilan (Beban) Lain-lain -
                                                31.183.054.130     (22.253.837.490)             -                  -      8.929.216.640
          Bersih

          Laba Sebelum Beban Keuangan          113.451.580.123      1.070.675.538     155.072.400                       114.677.328.061

          Beban Keuangan                         (9.657.466.393)                 -              -                  -     (9.657.466.393)

          Laba Sebelum Pajak                   103.794.113.730      1.070.675.538     155.072.400                       105.019.861.668

          Pajak Tangguhan                                     -           (666.466)             -                  -           (666.466)
          Pajak Kini                                          -                  -              -                  -                  -

          Laba Tahun Berjalan                  103.794.113.730      1.070.009.072     155.072.400                       105.019.195.202

          Total Aset                         6.497.772.623.807     20.440.080.260               -   (197.188.223.189) 6.321.024.480.878
          Total Liabilitas Segmen            3.963.736.509.497     19.527.515.458               -   (120.236.989.254) 3.863.027.035.701

         Sumber: Laporan Keuangan ADCP


2.5      Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

         Berikut adalah perjanjian terkait dengan Rencana Transaksi:

         • Draft Perjanjian Pengakuan Utang antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Adhi
              Commuter Properti Tbk (ADCP). Di dalam draft perjanjian, Para Pihak menerangkan dan
              menyatakan hal-hal sebagai berikut:

              a.     Bahwa ADCP telah menggunakan fasilitas Supply Chain Financing (SCF) yang dimiliki ADHI di
                     bank BNI untuk keperluan operasional ADCP;

              b.     Bahwa ADCP telah mengirimkan surat permohonan kepada ADHI untuk dapat melakukan
                     pembayaran terlebih dahulu atas outstanding penggunaan fasilitas SCF oleh ADCP di Bank BNI
                     berdasarkan dokumen Nomor: 239/ADCP-VI/2023 tanggal 11 Mei 2023;

              c.     Bahwa ADHI telah melakukan pembayaran kepada Bank BNI atas outstanding penggunaan
                     fasilitas SCF oleh ADCP sebesar Rp199.877.883.244 (seratus sembilan puluh sembilan miliar
                     delapan ratus tujuh puluh tujuh juta delapan ratus delapan puluh tiga ribu dua ratus empat
                     puluh empat rupiah) pada tanggal 19 Mei 2023.


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                                           20
Page 22
             Berdasarkan keterangan-keterangan tersebut maka Para Pihak telah setuju dan mufakat untuk
             dibuat Perjanjian Pengakuan Utang dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai
             berikut:

              • PASAL 1 - NILAI UTANG
                  ADCP mengaku sungguh-sungguh dan sebenarnya telah berutang kepada ADHI sejumlah
                  Rp199.877.883.244 (seratus sembilan puluh sembilan miliar delapan ratus tujuh puluh tujuh
                  juta delapan ratus delapan puluh tiga ribu dua ratus empat puluh empat rupiah) (selanjutnya
                  disebut “Nilai Utang”), yang terdiri dari:
                  a. Utang Pokok Atas SCF senilai Rp192.560.581.159 (seratus sembilan puluh dua miliar lima
                       ratus enam puluh juta lima ratus delapan puluh satu ribu seratus lima puluh sembilan
                       rupiah);
                  b. Bunga Atas SCF senilai Rp7.317.302.085 (tujuh miliar tiga ratus tujuh belas juta tiga ratus
                       dua ribu tiga ratus delapan puluh lima rupiah.

              • PASAL 2 - JANGKA WAKTU PEMBAYARAN UTANG DAN BERAKHIRNYA PERJANJIAN
                  1. Para Pihak sepakat atas utang ADCP sejumlah Rp199.877.883.244 (seratus sembilan puluh
                     sembilan miliar delapan ratus tujuh puluh tujuh juta delapan ratus delapan puluh tiga ribu
                     dua ratus empat puluh empat rupiah), maka ADCP menyatakan berjanji dan oleh karena
                     itu mengikat diri untuk melunasi seluruh jumlah Nilai utang kepada ADHI apabila ADCP
                     telah mendapatkan pendanaan baik melalui proses sukuk dan/atau bridging dari Bank
                     dan/atau lembaga keuangan dan/atau pihak lainnya yang dijadwalkan selambat-lambatnya
                     pada tanggal 31 Desember 2023.

                  2. Para Pihak sepakat pembayaran yang dilakukan oleh ADCP kepada ADHI dilakukan dengan
                     cara transfer ke rekening.

                  3. Perjanjian ini berakhir apabila ADCP telah melunasi Nilai Utang serta kewajiban lainnya (jika
                     ada).

              • PASAL 3 - JAMINAN
                  Untuk menjamin pelunasan pembayaran kepada ADHI sebagaimana dimaksud pada Pasal 2,
                  ADCP akan menjaminkan aset benda tidak bergerak maupun bergerak miliknya yang tidak
                  sedang dijaminkan kepada pihak lain berupa tanah yang memiliki nilai minimal setara dengan
                  Nilai Utang.

              • PASAL 4 - BIAYA - BIAYA
                  ADHI akan menagih/meminta reimburse kepada ADCP atas biaya – biaya sehubungan dengan
                  pemberian pinjaman pembayaran SCF BNI dengan besaran biaya sebesar 9% per tahun.
                  Presentase tersebut dapat berubah sewaktu – waktu mengikuti fluktuasi yang dikenakan Bank
                  terhadap ADHI.

              • PASAL 5 - LAIN – LAIN
                  Setiap perubahan dan/atau penambahan pada Perjanjian ini dinyatakan sah berlaku apabila
                  dibuat secara tertulis dalam suatu aturan tambahan (Addendum) yang ditandatangani oleh
                  Para Pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian.



Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                     21
Page 23
                                           BAB III
                           ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI



3.1      Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan

         Dalam menilai kewajaran Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:
         a. Analisis atas Rencana Transaksi
         b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi
         c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi

3.2      Analisis atas Rencana Transaksi

         3.2.1    Pihak - Pihak yang Melakukan Rencana Transaksi dan Hubungan Keterkaitan Antarpihak

                  a. Pihak - pihak yang melakukan Rencana Transaksi

                      Sebagaimana disampaikan pada bab sebelumnya, bahwa pihak-pihak yang melakukan
                      transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi
                      Commuter Properti Tbk.

                  b. Hubungan keterkaitan antara pihak - pihak yang melakukan Rencana Transaksi

                      Berdasarkan POJK 42 Tahun 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
                      Kepentingan Pasal 1, disebutkan bahwa afiliasi adalah:

                      • Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik
                        secara horizontal maupun vertikal;

                      • Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut;

                      • Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota
                        direksi atau dewan komisaris yang sama;

                      • Hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung,
                        mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;

                      • Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak
                        langsung, oleh pihak yang sama; atau

                      • Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                22
Page 24
                      -     Hubungan dari segi kepemilikan saham

                                                  Gambar 3.1 Komposisi Kepemilikan Saham




                             Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa PT Adhi Commuter Properti
                             Tbk (ADCP) merupakan salah satu entitas anak Perseroan (ADHI). Selain itu,
                             Perseroan merupakan pemegang saham mayoritas di ADCP dengan kepemilikan
                             sebesar 89,99%, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan afiliasi
                             antara Perseroan dengan ADCP dari segi kepemilikan saham.

                      -     Hubungan dari segi kepengurusan

                            Rencana Transaksi melibatkan baik secara langsung maupun tidak langsung pihak-
                            pihak terafiliasi. Dari segi kepengurusan, Komisaris Utama ADCP menjabat sebagai
                            Direktur Operasi 2 pada Perseroan per tanggal 31 Desember 2022, kemudian
                            Komisaris ADCP menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
                            Perseroan.

                                   Tabel 3.1 Hubungan Kepengurusan antara Perseroan dengan PT ADCP
                                                            Jabatan di
                               Nama Anggota
                                                        PT Adhi Commuter                Jabatan di Perseroan
                          Dewan Komisaris dan Direksi
                                                        Properti Tbk (ADCP)
                          Dody Usodo Hargosuseno                              Komisaris Utama
                          Cahyo Rahadian Muzhar                               Komisaris
                          Widiarto                                            Komisaris
                          Yustinus Prastowo                                   Komisaris
                          Abdul Muni                                          Komisaris Independen
                          Hironimus Hilapok                                   Komisaris Independen
                          Entus Asnawi Mukhson                                Direktur Utama
                          Alloysius Suko Widigdo                              Direktur Operasi 1
                          Pundjung Setya Brata           Komisaris Utama      Direktur Operasi 2
                          Vera Kirana                                         Direktur QHSE dan Pengembangan
                          A.A Gede Agung Dharmawan           Komisaris        Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
                          Agus Karianto                                       Direktur Human Capital dan Sistem




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                             23
Page 25
                      Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
                      Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, Pasal 1 butir 4 yang dimaksud Benturan
                      Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
                      dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota direksi, anggota dewan komisaris,
                      pemegang saham utama, atau Pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka
                      dimaksud.

                      Rencana transaksi yang akan dilakukan antara Perseroan dengan PT Adhi Commuter
                      Properti Tbk merupakan transaksi terafiliasi namun tidak mengandung benturan
                      kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
                      No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

                      Memperhatikan definisi Benturan kepentingan di atas (yang merugikan Perseroan)
                      dan alasan yang telah dikemukakan, maka Rencana Transaksi pembayaran sebagian
                      piutang milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk
                      (ADCP) bukan merupakan transaksi benturan kepentingan, karena memberikan solusi
                      kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-
                      undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan.

         3.2.2    Skema Rencana Transaksi

                  ADCP akan melakukan pembayaran secara cash kepada Perseroan (ADHI) sebesar
                  Rp199.877.883.244 (seratus sembilan puluh sembilan miliar delapan ratus tujuh puluh
                  tujuh juta delapan ratus delapan puluh tiga ribu dua ratus empat puluh empat rupiah).

         3.2.3    Analisis Manfaat Rencana Transaksi

                  Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, transaksi ini memiliki manfaat yaitu
                  membantu ADCP dalam menunjang kegiatan usahanya yaitu pengembangan properti di
                  sekitar transportasi publik salah satunya yaitu LRT Jabodebek yang akan segera
                  beroperasi.

         3.2.4    Analisis Risiko Rencana Transaksi bagi Perseroan

                  Risiko yang mungkin muncul sehubungan dengan Rencana Transaksi yaitu adanya
                  keterlambatan pembayaran atas utang ADCP kepada Perseroan sebesar Rp199.877.883.244
                  beserta bunganya dari yang direncanakan akan cair pada tahun 2023.

3.3      Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

        Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
        tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan Perseroan serta melihat potensi atau
        prospek usaha Perusahaan ke depannya.

         3.3.1    Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia

                  a. Kondisi Perekonomian Indonesia

                  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk               24
Page 26
                  tetap kuat. Pada triwulan IV 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat tetap tinggi yakni
                  5,01% (yoy), di tengah pertumbuhan ekonomi global yang dalam tren melambat. Dengan
                  perkembangan tersebut, pertumbuhan Indonesia secara keseluruhan tahun 2022 tercatat
                  5,31% (yoy), tertinggi sejak 2014 dan jauh meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar
                  3,70% (yoy). Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap kuat pada kisaran 4,5-
                  5,3%, didorong oleh peningkatan permintaan domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun
                  investasi. Prakiraan tersebut sejalan dengan naiknya mobilitas masyarakat pasca penghapusan
                  kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), membaiknya prospek
                  bisnis, meningkatnya aliran masuk Penanaman Modal Asing (PMA), serta berlanjutnya
                  penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN).

                       Tabel 3.2 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran
                                                                                               dalam persen (%)




                  Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


                  Pertumbuhan ekonomi yang kuat didukung oleh hampir seluruh komponen PDB dari sisi
                  pengeluaran. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,48% (yoy) sejalan meningkatnya
                  mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
                  Natal dan Tahun Baru, serta berlanjutnya penyaluran bantuan sosial. Ekspor tetap tumbuh
                  tinggi sebesar 14,93% (yoy), didorong oleh permintaan mitra dagang utama yang masih kuat.
                  Pertumbuhan investasi nonbangunan juga tetap tinggi sejalan dengan kinerja ekspor,
                  meskipun pertumbuhan investasi secara keseluruhan sedikit tertahan pada 3,33% (yoy) akibat
                  investasi bangunan yang masih rendah. Sementara itu, konsumsi Pemerintah terkontraksi
                  4,77% (yoy), namun lebih dipengaruhi oleh penurunan belanja barang untuk Penanganan
                  Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) seiring dengan kondisi pandemi yang
                  terus membaik.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                   25
Page 27
                       Tabel 3.3 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha

                                                                                             dalam persen (%)




                    Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


                  Pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat juga tecermin secara Lapangan Usaha dan spasial.
                  Secara Lapangan Usaha (LU), seluruh LU pada triwulan IV 2022 juga menunjukkan kinerja
                  positif, terutama ditopang oleh Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta
                  Informasi dan Komunikasi. LU Transportasi dan Pergudangan serta Penyediaan Akomodasi dan
                  Makan Minum juga mencatat pertumbuhan yang tinggi didorong oleh berlanjutnya
                  peningkatan mobilitas masyarakat dan naiknya kunjungan wisatawan mancanegara dan
                  wisatawan nusantara. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2022 tercatat tetap
                  kuat di seluruh wilayah Indonesia, meskipun ada sebagian daerah yang melambat.
                  Pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua),


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                 26
Page 28
                  diikuti Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), Kalimantan, Sumatera, dan Jawa.

                        Gambar 3.2 Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau Triwulan IV-2022




                  Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


                  Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian Indonesia secara
                  spasial selama tahun 2022 dengan kontribusi sebesar 56,48 persen, diikuti Pulau Sumatera
                  sebesar 22,04 persen, Pulau Kalimantan sebesar 9,23 persen, Pulau Sulawesi sebesar 7,03
                  persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,72 persen, serta Pulau Maluku dan Papua
                  sebesar 2,50 persen.

                  Pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau tercatat kondusif walaupun
                  dibayangi tekanan global geopolitik karena peningkatan aktivitas masyarakat pada masa
                  COVID-19. Secara kumulatif pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok Pulau Maluku
                  dan Papua yang tumbuh sebesar 8,65 persen, diikuti Pulau Sulawesi sebesar 7,05 persen,
                  Pulau Jawa sebesar 5,31 persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,08 persen, dan Pulau
                  Kalimantan sebesar 4,94 persen. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Sumatera tumbuh
                  sebesar 4,69 persen.

                  b. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

                  Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2022 tetap kuat menopang
                  ketahanan eksternal. Transaksi berjalan pada triwulan III 2022 terus menunjukkan kinerja yang
                  solid ditandai dengan peningkatan surplus sehingga dapat menahan tekanan terhadap NPI
                  akibat tekanan pada transaksi modal dan finansial sejalan dengan meningkatnya
                  ketidakpastian pasar keuangan global. Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan III
                  2022 mencatat defisit USD1,3 miliar, dan posisi cadangan devisa pada akhir September 2022
                  tercatat sebesar USD130,8 miliar atau setara dengan pembiayaan 5,7 bulan impor dan utang
                  luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                  27
Page 29
                  Kinerja transaksi berjalan pada triwulan III 2022 semakin solid dengan melanjutkan tren
                  peningkatan surplus, didukung oleh kinerja ekspor nonmigas yang semakin kuat. Transaksi
                  berjalan mencatat surplus sebesar USD4,4 miliar (1,396 dari PDB), lebih tinggi dari capaian
                  triwulan sebelumnya sebesar USD4,0 miliar (1,296 dari PDB). Membaiknya kinerja transaksi
                  berjalan tersebut bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas seiring
                  dengan tetap kuatnya permintaan ekspor dari negara mitra dagang dan harga komoditas
                  global yang masih tinggi, serta berkurangnya defisit neraca perdagangan migas sejalan dengan
                  penurunan harga minyak dunia. Defisit neraca pendapatan primer juga sedikit lebih rendah
                  seiring dengan penurunan pembayaran imbal hasil investasi langsung. Di sisi lain, defisit
                  neraca jasa tercatat lebih tinggi sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan
                  berlanjutnya pemulihan ekonomi domestik. Surplus neraca pendapatan sekunder juga sedikit
                  turun sehingga menahan peningkatan surplus transaksi berjalan lebih lanjut.

                  Kinerja transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2022 ditopang oleh investasi langsung
                  di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi modal dan finansial
                  mencatat defisit sebesar USD6, 1 miliar (1,896 dari PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan
                  defisit USD 1,2 miliar (0,396 dari PDB) pada triwulan II 2022. Investasi asing langsung
                  membukukan surplus yang tetap tinggi sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek
                  perbaikan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga. Sementara itu, aliran keluar
                  neto investasi portofolio meningkat akibat ketidakpastian di pasar keuangan global yang
                  semakin tinggi dan kebutuhan pembayaran surat utang swasta yang jatuh tempo. Transaksi
                  investasi lainnya juga mencatat kenaikan defisit disebabkan oleh peningkatan aset swasta,
                  terutama yang terkait dengan operasional kegiatan usaha.

                                     Gambar 3.3 Perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia




                  Sumber: Bank Indonesia (Laporan Neraca Pembayaran Indonesia, Realisasi Triwulan III 2022)


                  Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat
                  memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas
                  perekonomian, serta melanjutkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas
                  terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.



Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                    28
Page 30
                  c. Inflasi

                  Perkembangan pada Desember 2022 menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)
                  terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Inflasi IHK pada Desember 2022
                  tercatat menjadi 0,66% (mtm) sehingga inflasi IHK 2022 menjadi 5,51% (yoy), meningkat
                  dibandingkan dengan inflasi IHK 2021 sebesar 1,87% (yoy) dan lebih tinggi dari sasaran
                  3,0+1%, terutama dipengaruhi oleh dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM)
                  bersubsidi pada September 2022. Berbagai perkembangan bulanan menunjukkan inflasi pasca
                  kenaikan harga BBM kembali terkendali tercermin pada ekspektasi inflasi dan tekanan inflasi
                  yang terus menurun dan lebih rendah dari prakiraan awal. Perkembangan inflasi IHK yang
                  terkendali tidak terlepas dari pengaruh positif dari sinergi kebijakan yang makin erat antara
                  Pemerintah Pusat dan Daerah, Bank Indonesia, serta berbagai mitra strategis dalam
                  menurunkan laju inflasi, termasuk mengendalikan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM.
                  Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat respon kebijakan guna memastikan terus
                  berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi inti tetap terjaga dalam
                  kisaran 3,0±1%. Koordinasi kebijakan juga terus diperkuat. Dalam kaitan ini, koordinasi dalam
                  Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) terus dilanjutkan melalui
                  penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai
                  daerah.

                                                Gambar 3.4 Inflasi IHK dan Komponen




                  Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Perkembangan Indeks Harga Konsumen Desember 2022


                  Inflasi IHK pada Desember 2022 terutama dipengaruhi oleh pola musimannya di akhir tahun.
                  Inflasi inti tercatat sebesar 0,22% (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan
                  sebelumnya sebesar 0,15% (mtm) terutama disumbang oleh komoditas kontrak rumah.
                  Kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 2,24% (mtm), lebih tinggi dari bulan
                  sebelumnya yang tercatat deflasi 0,22% (mtm), sejalan dengan pola musiman akhir tahun.
                  Kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,73% (mtm), meningkat dari inflasi
                  bulan sebelumnya sebesar 0,14% (mtm) seiring dengan kenaikan tarif perusahaan air minum,
                  dan seiring dengan pola musiman peningkatan permintaan angkutan udara pada Natal dan
                  Tahun Baru, serta inflasi rokok kretek filter.

                  Tekanan inflasi 2022 yang lebih rendah dari prakiraan awal berdampak positif pada prospek
                  inflasi 2023 yang diprakirakan kembali ke sasaran 3,0+1%. Inflasi inti 2022 tetap terjaga rendah
                  sebesar 3,36% (yoy), sejalan dengan lebih rendahnya dampak rambatan dari penyesuaian
                  harga BBM dan belum kuatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan. Inflasi volatile food 2022
                  juga terkendali 5,61% (yoy) sebagai hasil sinergi dan koordinasi kebijakan pengendalian inflasi


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                     29
Page 31
                  melalui TPIP-TPID dan GNPIP dalam mendorong ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi,
                  kestabilan harga, dan komunikasi efektif. Sementara itu, kenaikan inflasi administered prices
                  juga tidak setinggi yang diperkirakan, menjadi 13,34% (yoy) sejalan dengan penyesuaian harga
                  BBM dan tarif angkutan yang lebih rendah.

                  d. Nilai Tukar Rupiah

                  Sepanjang 2022, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat melemah 9,31 persen.
                  Pelemahan ini didorong oleh menurunnya pasokan dollar AS di dalam negeri karena adanya
                  arus modal keluar yang dipicu kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal
                  Reserve atau The Fed. Dengan kenaikan suku bunga The Fed, investor menilai, menyimpan
                  uangnya di AS lebih menjanjikan imbal hasil lebih besar dan berisiko lebih rendah ketimbang
                  di negara berkembang, termasuk Indonesia.

                  Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada perdagangan
                  terakhir di 2022, yakni Jumat (30/12/2022), ditutup pada level Rp15.592 per dollar AS. Nilai ini
                  menurun 9,31 persen dibandingkan perdagangan terakhir di 2021, yakni 31 Desember 2021,
                  yang pada level Rp14.263 per dollar AS.

                  Kendati demikian, rupiah tak sendirian melemah terhadap dollar AS. Selain itu, pelemahan
                  nilai tukar rupiah ini lebih rendah dibandingkan mata uang negara lainnya. Sampai dengan 21
                  Desember 2022, rupiah terdepresiasi 8,56 persen, lebih rendah dibandingkan dengan mata
                  uang lainnya seperti China yang terdepresiasi 8,96 persen dan India sebesar 10,24 persen.

                  Pelemahanan nilai tukar rupiah sepanjang 2022 sejalan dengan lebih besarnya dana asing yang
                  keluar dari Indonesia ketimbang yang masuk ke dalam negeri. Data BI menyebutkan, sejak
                  awal tahun hingga 29 Desember 2022, dana asing atau nonresiden menjual neto
                  Rp128,98 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Sementara nonresiden beli neto
                  sebesar Rp61,02 triliun di pasar saham.

                  Ketahanan cadangan devisa Indonesia masih dalam posisi cukup untuk menjaga stabilitas.
                  Sampai dengan akhir November 2022, cadangan devisa Indonesia berada pada posisi 133,99
                  miliar dollar AS. Nilai ini setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan
                  pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
                  internasional sekitar tiga bulan impor.

                                                   Gambar 3.5 Tren Kurs Bank Indonesia




                   Sumber: Bank Indonesia, diolah Litbang Kompas


                  Adapun pada tahun 2023, nilai tukar rupiah diproyeksikan akan berkisar pada Rp15.000



Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                     30
Page 32
                  sampai Rp15.200 per dollar AS. Dengan perbaikan sentimen secara global, investor asing
                  berpotensi lebih banyak masuk ke obligasi Indonesia yang memengaruhi nilai tukar rupiah.
                  Untuk pengusaha yang menggunakan bahan baku impor, pelemahan rupiah ini bisa ikut
                  mengerek ongkos usaha karena inflasi impor. Dengan harga yang sama, barang jadi lebih
                  mahal karena nilai tukar rupiah melemah. Namun, bagi pengusaha berorientasi ekspor dan
                  menggunakan bahan baku dalam negeri, kenaikan nilai tukar dollar AS ini justru
                  menguntungkan. Sebab, dengan volume ekspor yang sama, mereka bisa mendapatkan
                  keuntungan lebih karena kursnya dollar AS sedang tinggi.

                  Ke depan, kinerja nilai tukar Rupiah masih akan tetap diwarnai dengan tingginya
                  ketidakpastian global terutama berasal dari dinamika langkah pengetatan moneter global,
                  khususnya Amerika Serikat. Meski demikian, Pemerintah beserta Bank Indonesia serta
                  lembaga keuangan lainnya akan berkoordinasi secara intens dalam mengantisipasi risiko
                  global tersebut agar dapat meminimalisir dampaknya terhadap stabilitas perekonomian
                  domestik. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai
                  dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas
                  makroekonomi.

                  e. Suku Bunga

                  Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Desember 2022 memutuskan untuk
                  menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga
                  Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps
                  menjadi 6,25%. Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur tersebut sebagai langkah
                  lanjutan untuk secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking memastikan terus
                  berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi inti tetap terjaga dalam
                  kisaran 3,0±1%.

                  Di pasar uang, suku bunga Indonesia pada 21 Desember 2022 naik 200 basis poin dibandingkan
                  akhir Juli 2022 menjadi sebesar 4,80%, sejalan dengan kenaikan BI7DRR dan penguatan
                  strategi operasi moneter Bank Indonesia. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek meningkat 59
                  bps, sementara imbal hasil SBN tenor jangka panjang tetap terkendali. Sementara itu,
                  kenaikan suku bunga perbankan, baik suku bunga dana maupun suku bunga kredit, lebih
                  terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan pada November 2022 tercatat 3,72% atau meningkat
                  83 bps dibandingkan dengan level Juli 2022, sementara suku bunga kredit November 2022
                  tercatat 9,11% atau meningkat 17 bps dibandingkan dengan level Juli 2022. Kenaikan suku
                  bunga perbankan yang terbatas tersebut dipengaruhi likuiditas yang masih longgar. Ke depan,
                  Bank Indonesia akan terus mendorong perbankan untuk membentuk suku bunga kredit yang
                  efisien, akomodatif, dan kompetitif yang dapat mendukung pemulihan ekonomi.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                    31
Page 33
                                               Gambar 3.6 Tren Suku Bunga Bank Indonesia




                  Sumber: Bank Indonesia, diolah Litbang Kompas


         3.3.2    Kinerja dan Prospek Usaha Perseroan

                  Di tahun 2022, Perseroan berhasil mencatatkan jumlah perolehan kontrak sebesar Rp23,73
                  triliun, meningkat dibandingkan dengan nilai kontrak tahun 2021 sebesar Rp15,16 triliun.
                  Peningkatan tersebut disebabkan oleh bertambahnya market opportunity size akibat Program
                  Pemerintah terkait Ibu Kota Negara.

                  Kinerja keuangan Perseroan tahun 2022 menunjukkan peningkatan dengan membukukan
                  pendapatan usaha sebesar Rp13,3 triliun atau naik 15,18% dibandingkan periode yang sama
                  di tahun 2021 sebesar Rp11,5 triliun. Bottom line Perseroan menunjukkan peningkatan
                  sebesar 47% menjadi Rp81,2 Miliar di tengah adanya peningkatan harga energi dan komoditas
                  akibat kondisi global termasuk Perang Rusia-Ukraina. Total liabilitas Perseroan berkurang dari
                  Rp34,2 triliun di tahun 2021 menjadi Rp31,2 triliun di tahun 2022 atau menurun 9% dibanding
                  tahun sebelumnya dan Perseroan pun telah berhasil melakukan profiling liabilitas jangka
                  pendek menjadi jangka Panjang atas obligasi yang dimilikinya.

                  Perseroan senantiasa berupaya untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah berbagai
                  tantangan yang ada di sepanjang tahun 2022 melalui strategi-strategi bisnis yang selaras
                  dengan dinamika yang terjadi di sepanjang tahun 2022. Namun, gangguan rantai pasokan yang
                  memicu lonjakan harga komoditas, mendorong kenaikan laju inflasi, dan menyebabkan
                  depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS telah menciptakan volatilitas harga bahan
                  baku, terutama untuk harga materi kontruksi. Melonjaknya harga material konstruksi yang
                  terjadi sejak akhir semester pertama tahun 2022 juga menjadi tantangan yang cukup besar
                  bagi Perseroan. Hal tersebut mengakibatkan Cost of Goods Sold (COGS) Perseroan meningkat
                  sehingga profitabilitas Perseroan tertekan. Untuk mengatasi hal tersebut Perseroan
                  melakukan berbagai inisiatif seperti melakukan ekskalasi kepada Asosiasi.

                  Pada tahun 2023, prospek perekonomian global diprediksi akan mengalami resesi dan
                  ketidakstabilan di bidang keuangan akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara-
                  negara maju dengan keuangan terkuat, seperti Eropa, China, hingga Amerika Serikat.
                  Meskipun demikian ada beberapa negara yang diperkirakan akan lolos dari resesi karena
                  negara-negara tersebut mulai pulih dan tekanan inflasi mulai melemah. Mayoritas negara
                  yang diduga lolos dari resesi ini berada di kawasan ASEAN, salah satunya Indonesia.
                  Selain itu, sebagai wujud dari asas demokrasi, diselenggarakannya pesta politik per lima tahun
                  yang akan jatuh pada tahun 2024, tentunya secara tidak langsung akan berdampak bagi bisnis
                  ADHI, terutama proses tender sehingga akan mempengaruhi perolehan kontrak baru. Semakin


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                   32
Page 34
                         dekat dengan waktu pelaksanaan pesta politik, Perseroan diharapkan untuk dapat adaptif
                         disetiap kondisi yang tidak terduga dari faktor eksternal. Meski demikian, perlambatan
                         perolehan kontrak baru tidak akan secara langsung berpengaruh pada pendapatan usaha
                         Perseroan di tahun 2024.

                         Industri konstruksi infrastruktur di tahun depan diyakini akan tetap prospektif dan masih dapat
                         menjadi contributor penggerak utama ekonomi dalam negeri tahun depan. Karena ini
                         merupakan kelanjutan dari proyek infrastruktur telah mulai menggeliat setelah pandemi
                         COVID-19 yang telah berdampak pada 2 (dua) tahun terakhir. Diyakini bahwa sektor konstruksi
                         masih akan mendapatkan peluang-peluang proyek baru kendati Pemerintah mulai selektif
                         pada tahun depan.

                         Pengembangan proyek Ibukota Negara (IKN) yang akan berjalan di tahun 2023 juga akan
                         menjadi salah satu prioritas Perseroan. ADHI berupaya untuk meraih porsi yang besar dari
                         proyek masuk kategori Proyek Strategis Nasional tersebut. Perseroan menaksir pertumbuhan
                         kontrak baru tahun 2023 lebih tinggi dari perolehan kontrak baru di tahun 2022. Target itu
                         diperoleh dari proyek pembangunan infrastruktur Jalan Tol, pengelolaan air dan limbah, serta
                         proyek infrastruktur lainnya dengan sumber dana baik dari Pemerintah, BUMN, maupun
                         swasta.


3.4         Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

            Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi merupakan analisis penilaian yang dilakukan terhadap
            kinerja keuangan Perseroan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja keuangan dan
            analisis rasio keuangan Perseroan, serta analisis terhadap proforma laporan keuangan Perseroan.

            3.4.1        Analisis Kinerja Keuangan Perseroan

                  3.4.1.1 Laporan Posisi Keuangan
                              Berikut adalah laporan posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada
                              tanggal-tanggal 31 Desember 2018, 31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31 Desember
                              2021, dan 31 Desember 2022.

                                          Tabel 3.4 Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                                                                                                         (dalam Rupiah)
                                                                                ACTUAL
          KETERANGAN                    2018                 2019                 2020                 2021                 2022
                                      Jan-Des              Jan-Des              Jan-Des              Jan-Des              Jan-Des
ASET
 Aset Lancar                      25.386.859.425.078   30.315.155.278.021   30.090.503.386.345   31.600.942.926.217   29.593.503.866.970
 Aset Tidak Lancar                 4.704.741.548.219    6.200.677.936.528    8.003.385.240.206    8.299.394.908.402   10.392.913.349.684
 TOTAL ASET                       30.091.600.973.297   36.515.833.214.549   38.093.888.626.551   39.900.337.834.619   39.986.417.216.654
LIABILITAS
  Liabilitas Jangka Pendek        18.934.699.447.368   24.562.726.968.328   27.082.649.503.604   31.127.451.942.313   24.618.080.064.517
  Liabilitas Jangka Panjang        4.871.629.629.672    5.118.808.566.200    5.436.428.675.589    3.115.178.689.881    6.544.545.688.621
  TOTAL LIABILITAS                23.806.329.077.040   29.681.535.534.528   32.519.078.179.193   34.242.630.632.194   31.162.625.753.138
Ekuitas                            6.285.271.896.258    6.834.297.680.021    5.574.810.447.358    5.657.707.202.425    8.823.791.463.516
 TOTAL LIABILITAS & EKUITAS       30.091.600.973.297   36.515.833.214.549   38.093.888.626.551   39.900.337.834.619   39.986.417.216.654
             Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan tahun 2018-2022




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                                           33
Page 35
                  a. Total Aset
                     Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 mencapai Rp39,99 triliun, naik
                     sebesar 0,22% secara year on year (YoY) jika dibandingkan dengan
                     31 Desember 2021 yang tercatat sebesar Rp39,90 triliun. Kenaikan aset dikontribusi
                     oleh meningkatnya aset lancar Perseroan.

                  b. Aset Lancar
                     Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, yang masuk ke dalam klasifikasi aset lancar
                     adalah jika dapat diselesaikan dalam waktu kurang atau sama dengan dua belas bulan.
                     Aset lancar perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 tercatat Rp29,59 triliun atau
                     turun sebesar 6,35% dibandingkan tahun 2021 yang mencapai Rp31,60 triliun.

                  c. Aset Tidak Lancar
                     Pada tahun 2022, aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan jika
                     dibandingkan periode sebelumnya. Perseroan membukukan aset tidak lancar sebesar
                     Rp10,39 triliun pada tahun 2022 atau naik sebesar 25,22% dibandingkan tahun 2021
                     yang tercatat sebesar Rp8,30 triliun.

                  d. Total Liabilitas
                     Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Hingga tahun
                     2022, jumlah liabilitas Perseroan mencapai Rp31,16 triliun atau mengalami penurunan
                     sebesar 8,99% dibandingkan tahun 2021 yang mencapai angka Rp34,24 triliun.

                  e. Liabilitas Jangka Pendek
                     Pada tahun 2022, liabilitas jangka pendek turun sebesar 20,91% dari Rp31,13 triliun
                     menjadi Rp24,62 triliun.

                  f. Liabilitas Jangka Panjang
                     Pada tahun 2022, Liabilitas jangka panjang Perseroan mengalami peningkatan yang
                     cukup signifikan yaitu sebesar 110,09% dari Rp3,12 triliun menjadi Rp6,54 triliun.

                  g. Ekuitas
                     Perseroan membukukan ekuitas pada tahun 2022 sebesar Rp8,82 triliun, di mana
                     mengalami peningkatan sebesar 55,96% dari tahun 2021 yang tercatat sebesar
                     Rp5,66 triliun.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                    34
Page 36
                3.4.1.2 Laporan Laba (Rugi)
                              Berikut adalah laporan posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada
                              tanggal-tanggal 31 Desember 2018, 31 Desember 2019, 31 Desember 2020, 31 Desember
                              2021, dan 31 Desember 2022.

                                             Tabel 3.5 Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan
                                                                                                                                     (dalam Rupiah)
                                                                                         ACTUAL
              KETERANGAN                      2018                   2019                  2020                   2021                    2022
                                            Jan-Des                Jan-Des               Jan-Des                Jan-Des                 Jan-Des
  PENDAPATAN USAHA                      15.655.499.866.493     15.307.860.220.494    10.827.682.417.205     11.530.471.713.036      13.549.010.228.584
  BEBAN POKOK PENDAPATAN               (13.148.896.372.495)   (12.971.806.607.215)   (9.091.968.816.661)    (9.774.045.780.098)    (11.752.722.145.701)
  LABA KOTOR                            2.506.603.493.998      2.336.053.613.279     1.735.713.600.544      1.756.425.932.938       1.796.288.082.883
  BEBAN USAHA                            (707.672.316.457)      (894.067.305.939)      (727.680.741.009)      (635.365.187.565)      (726.368.253.469)
     Penjualan                             (33.801.207.467)       (34.491.276.551)       (18.620.371.482)       (11.989.462.835)       (14.484.002.514)
     Umum dan Administrasi               (673.871.108.990)      (859.576.029.388)      (709.060.369.527)      (623.375.724.730)      (711.884.250.955)
  LABA USAHA                            1.798.931.177.541      1.441.986.307.340      1.008.032.859.535      1.121.060.745.373      1.069.919.829.414
  Penghasilan (Beban) Lain-lain         (1.149.427.015.442)     (755.494.767.992)      (968.297.562.437)    (1.021.827.749.836)      (886.620.113.148)
  LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN          649.504.162.099        686.491.539.347        39.735.297.098         99.232.995.537         183.299.716.266
  Pajak Penghasilan                         (4.474.712.994)       (21.443.117.818)      (16.032.644.651)       (12.733.195.152)         (8.089.849.161)
  LABA TAHUN BERJALAN                     645.029.449.105        665.048.421.529        23.702.652.447         86.499.800.385         175.209.867.105
 Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan tahun 2018-2022


                         a. Pendapatan Usaha
                            Pendapatan usaha Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami penurunan
                            mulai tahun 2019 hingga 2020 dan meningkat kembali pada tahun 2021 dan 2022.
                            Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 17,51% sedangkan
                            penurunan terbesar ada pada tahun 2020 yaitu -29,27%, dengan rata-rata
                            pertumbuhan hingga tahun 2022 sebesar -1,87%. Berdasarkan laporan keuangan per
                            31 Desember 2022, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp13,55
                            triliun, sementara pada tahun sebelumnya pendapatan usaha tercatat Rp11,53 triliun.

                         b. Beban Pokok Pendapatan
                            Rata-rata beban pokok pendapatan Perseroan terhadap pendapatan usaha di tahun
                            yang sama selama tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 adalah sebesar 84,84%.
                            Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, tercatat beban pokok
                            pendapatan Perseroan sebesar Rp11,75 triliun di mana meningkat sebesar 20,24%
                            dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp9,78 triliun.

                         c. Laba Kotor
                            Rata-rata laba kotor Perseroan terhadap pendapatan usaha selama tahun 2018-2022
                            adalah sebesar 15,16%. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022,
                            tercatat laba kotor Perseroan adalah sebesar Rp1,80 triliun dimana laba kotor
                            mengalami peningkatan sebesar 2,27% dibanding tahun 2021 yang memiliki laba kotor
                            sebesar Rp1,76 triliun.

                         d. Laba Usaha
                            Diperoleh dari selisih laba kotor terhadap beban usaha. Pada tahun 2022, Perseroan
                            mencatatkan laba usaha sebesar Rp1,07 triliun, mengalami penurunan sebesar 4,56%
                            dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp1,12 triliun.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                                                      35
Page 37
                     e. Laba Bersih Tahun Berjalan
                        Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih yang signifikan pada tahun
                        2022 sebesar 102,56% dari Rp86,50 triliun menjadi Rp175,21 triliun.

          3.4.2      Analisis Arus Kas

                                               Tabel 3.6 Ikhtisar Laporan Arus Kas Perseroan
                                                                                                                            (dalam Rupiah)
          LAPORAN ARUS KAS                  2018                2019                  2020                 2021                 2022

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI       853.593.583.910     539.161.836.488     1.436.114.329.566     1.516.124.833.702    1.224.436.816.989
  ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI   (1.187.041.268.468) (1.557.856.475.751)    (573.256.998.962)     (529.348.663.613) (1.329.394.367.215)
  ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN    (534.689.469.648)   1.010.667.876.639    (1.754.218.130.185)    (198.146.485.392)   1.289.579.832.728
  KENAIKAN NETO KAS & SETARA KAS       (868.137.154.207)      (8.026.762.624)    (891.360.799.581)     788.629.684.697     1.184.622.282.502
  KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN       4.131.173.781.445    3.263.036.627.238    3.255.009.864.614     2.363.649.065.033    3.152.278.749.730
  KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN      3.263.036.627.238    3.255.009.864.614    2.363.649.065.033     3.152.278.749.730    4.336.901.032.232



                     Berikut adalah hal-hal penting dalam arus kas Perseroan berdasarkan data laporan arus
                     keuangan Perseroan sebagaimana disajikan pada tabel di atas:

                     a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
                        Arus kas bersih yang diperoleh Perseroan dari aktivitas operasi per 31 Desember 2022
                        adalah sebesar Rp1,22 triliun, dimana pada tahun sebelumnya Perseroan membukukan
                        arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp1,52 triliun.

                     b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
                        Arus kas bersih yang digunakan Perseroan untuk aktivitas investasi per 31 Desember
                        2022 adalah sebesar negatif Rp1,33 triliun, dimana pada tahun sebelumnya arus kas
                        yang digunakan Perseroan untuk aktivitas investasi sebesar negatif Rp529,35 miliar.

                     c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
                         Arus kas bersih yang digunakan Perseroan untuk aktivitas pendanaan per 31 Desember
                         2022 adalah sebesar Rp1,29 triliun, dimana pada tahun sebelumnya arus kas yang
                         digunakan Perseroan untuk aktivitas pendanaan adalah negatif Rp198,15 miliar.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                                              36
Page 38
         3.4.3     Analisis Proyeksi Keuangan Perseroan

                  3.4.3.1 Proyeksi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

                             Tabel 3.7 Proyeksi Ikhtisar Laporan Laba Rugi Sebelum Transaksi
                                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                                    PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
                        KETERANGAN
                                                       2023          2024          2025       2026           2027

         PENDAPATAN USAHA                            20.941.563     15.659.586     14.105.661     18.710.723     23.838.457
         BEBAN POKOK PENDAPATAN                     (18.813.915)   (13.746.141)   (12.179.590)   (16.068.285)   (20.481.268)

         LABA KOTOR                                   2.127.648     1.913.444      1.926.071      2.642.438      3.357.188
         BEBAN USAHA
            Umum dan Administrasi                      (846.619)      (945.850)    (1.111.559)    (1.292.628)    (1.469.134)
            Penyusutan                                 (139.516)      (178.807)      (173.218)      (198.074)      (218.014)
            Total Beban Usaha                          (986.134)    (1.124.657)    (1.284.777)    (1.490.702)    (1.687.148)

         LABA USAHA                                   1.141.514       788.787        641.293      1.151.736      1.670.040

         Penghasilan (Beban) Lain-lain                 (395.092)     (253.604)      (138.524)      (205.974)      (480.884)

         LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN           746.422       535.183        502.769        945.762      1.189.156
         Pajak Penghasilan                             (531.446)     (348.968)      (299.741)      (398.095)      (502.702)
         LABA TAHUN BERJALAN                            214.976       186.215        203.029        547.667        686.455


                   a. Pendapatan Usaha
                      Proyeksi pendapatan usaha Perseroan selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027
                      mengalami peningkatan. Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk/Compounded
                      annual growth rate (CAGR) dari tahun 2023 hingga tahun 2027 adalah sebesar 3,29%.

                  b. Beban Pokok Pendapatan
                     Proyeksi rata-rata beban pokok pendapatan Perseroan terhadap pendapatan usaha di
                     tahun yang sama selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 adalah sebesar
                     87,15%.

                   c. Laba Kotor
                      Proyeksi rata-rata laba kotor Perseroan terhadap pendapatan usaha di tahun yang
                      sama selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 adalah sebesar 12,85%.

                   d. Laba Usaha
                      Diperoleh dari selisih laba kotor terhadap beban usaha. Proyeksi rata-rata laba usaha
                      Perseroan terhadap pendapatan usaha di tahun yang sama selama tahun 2023 sampai
                      dengan tahun 2027 adalah sebesar 5,64%.

                   e. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
                      Proyeksi laporan keuangan Perseroan mencatatkan peningkatan laba bersih dengan
                      Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk/Compounded annual growth rate (CAGR)
                      sebesar 33,68%.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                               37
Page 39
                       Tabel 3.8 Proyeksi Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum Transaksi
                                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                                  PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
                            KETERANGAN
                                                      2023         2024          2025          2026         2027
                   ASET
                     Aset Lancar                   30.965.554    32.534.786   32.147.452     31.088.581   30.629.914
                     Aset Tidak Lancar             11.068.201    11.459.047   11.257.772     11.151.807   10.553.625
                     TOTAL ASET                    42.033.755    43.993.834   43.405.225     42.240.388   41.183.539
                   LIABILITAS
                     Liabilitas Jangka Pendek      22.567.341    25.245.799   22.852.804     19.228.137   15.851.542
                     Liabilitas Jangka Panjang     10.589.101     9.414.446   10.746.911     12.343.733   12.708.556
                     TOTAL LIABILITAS              33.156.441    34.660.245   33.599.714     31.571.870   28.560.099
                   Ekuitas                          8.877.314     9.333.589    9.805.511     10.668.518   12.623.440
                     TOTAL LIABILITAS & EKUITAS    42.033.755    43.993.834   43.405.225     42.240.388   41.183.539


                  f. Total Aset
                     Proyeksi rata-rata total aset Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
                     0,47%.

                  g. Aset Lancar
                     Proyeksi rata-rata aset lancar Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
                     -0,22%.

                  h. Aset Tidak Lancar
                     Proyeksi rata-rata aset tidak lancar Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah
                     sebesar -1,13% karena adanya penyusutan aset tetap.

                  i. Total Liabilitas
                     Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Proyeksi
                     rata-rata total liabilitas Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
                     -3,52%.

                  j. Liabilitas Jangka Pendek
                     Proyeksi rata-rata liabilitas jangka pendek Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027
                     adalah sebesar -7,76%.

                  k. Liabilitas Jangka Panjang
                     Proyeksi rata-rata liabilitas jangka panjang Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027
                     adalah sebesar 5,22%.

                  l. Ekuitas
                     Proyeksi rata-rata ekuitas Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
                     9,33%




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                         38
Page 40
       3.4.3.2 Proyeksi Keuangan Setelah Rencana Transaksi

                Pembayaran piutang Perseroan oleh ADCP tidak berpengaruh terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan atau kondisi setelah Rencana Transaksi. Hal ini disebabkan karena transaksi tersebut
                merupakan transaksi internal antara Induk dan Anak Perusahaan dan secara konsolidasi akan
                tereliminasi, sehingga dalam hal ini tidak ada perbedaan antara proyeksi sebelum dengan
                setelah Rencana Transaksi.

                             Tabel 3.9 Proyeksi Ikhtisar Laporan Laba Rugi Setelah Transaksi

                                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                                                                    PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
                        KETERANGAN
                                                       2023          2024          2025       2026           2027

         PENDAPATAN USAHA                            20.941.563     15.659.586     14.105.661     18.710.723     23.838.457
         BEBAN POKOK PENDAPATAN                     (18.813.915)   (13.746.141)   (12.179.590)   (16.068.285)   (20.481.268)

         LABA KOTOR                                   2.127.648     1.913.444      1.926.071      2.642.438      3.357.188
         BEBAN USAHA
            Umum dan Administrasi                      (846.619)      (945.850)    (1.111.559)    (1.292.628)    (1.469.134)
            Penyusutan                                 (139.516)      (178.807)      (173.218)      (198.074)      (218.014)
            Total Beban Usaha                          (986.134)    (1.124.657)    (1.284.777)    (1.490.702)    (1.687.148)

         LABA USAHA                                   1.141.514       788.787        641.293      1.151.736      1.670.040

         Penghasilan (Beban) Lain-lain                 (395.092)     (253.604)      (138.524)      (205.974)      (480.884)

         LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN           746.422       535.183        502.769        945.762      1.189.156
         Pajak Penghasilan                             (531.446)     (348.968)      (299.741)      (398.095)      (502.702)
         LABA TAHUN BERJALAN                            214.976       186.215        203.029        547.667        686.455


                a. Pendapatan Usaha
                   Proyeksi pendapatan usaha Perseroan selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027
                   mengalami peningkatan. Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk/Compounded annual
                   growth rate (CAGR) dari tahun 2023 hingga tahun 2027 adalah sebesar 3,29%.

                b. Beban Pokok Pendapatan
                   Proyeksi rata-rata beban pokok pendapatan Perseroan terhadap pendapatan usaha di
                   tahun yang sama selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 adalah sebesar 87,15%.

                c. Laba Kotor
                   Proyeksi rata-rata laba kotor Perseroan terhadap pendapatan usaha di tahun yang sama
                   selama tahun 2023 sampai dengan tahun 2027 adalah sebesar 12,85%.

                d. Laba Usaha
                   Diperoleh dari selisih laba kotor terhadap beban usaha. Proyeksi rata-rata laba usaha
                   Perseroan terhadap pendapatan usaha di tahun yang sama selama tahun 2023 sampai
                   dengan tahun 2027 adalah sebesar 5,64%.

                e. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
                   Proyeksi laporan keuangan Perseroan mencatatkan peningkatan laba bersih dengan
                   Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk/Compounded annual growth rate (CAGR)
                   sebesar 33,68%.

Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                               39
Page 41
                     Tabel 3.10 Proyeksi Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Perseroan Setelah Transaksi
                                                                                              (dalam jutaan Rupiah)
                                                                  PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
                            KETERANGAN
                                                      2023         2024          2025          2026         2027
                   ASET
                     Aset Lancar                   30.965.554    32.534.786   32.147.452     31.088.581   30.629.914
                     Aset Tidak Lancar             11.068.201    11.459.047   11.257.772     11.151.807   10.553.625
                     TOTAL ASET                    42.033.755    43.993.834   43.405.225     42.240.388   41.183.539
                   LIABILITAS
                     Liabilitas Jangka Pendek      22.567.341    25.245.799   22.852.804     19.228.137   15.851.542
                     Liabilitas Jangka Panjang     10.589.101     9.414.446   10.746.911     12.343.733   12.708.556
                     TOTAL LIABILITAS              33.156.441    34.660.245   33.599.714     31.571.870   28.560.099
                   Ekuitas                          8.877.314     9.333.589    9.805.511     10.668.518   12.623.440
                     TOTAL LIABILITAS & EKUITAS    42.033.755    43.993.834   43.405.225     42.240.388   41.183.539


                  f. Total Aset
                     Proyeksi rata-rata total aset Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
                     0,47%.

                  g. Aset Lancar
                     Proyeksi rata-rata aset lancar Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
                     -0,22%.

                  h. Aset Tidak Lancar
                     Proyeksi rata-rata aset tidak lancar Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah
                     sebesar -1,13% karena adanya penyusutan aset tetap.

                  i. Total Liabilitas
                     Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Proyeksi
                     rata-rata total liabilitas Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
                     -3,52%.

                  j. Liabilitas Jangka Pendek
                     Proyeksi rata-rata liabilitas jangka pendek Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027
                     adalah sebesar -7,76%.

                  k. Liabilitas Jangka Panjang
                     Proyeksi rata-rata liabilitas jangka panjang Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027
                     adalah sebesar 5,22%.

                  l. Ekuitas
                     Proyeksi rata-rata ekuitas Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2027 adalah sebesar
                     9,33%.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                         40
Page 42
         3.4.4    Analisis Rasio Keuangan Perseroan

                  Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
                  keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari posisi
                  keuangan dan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah
                  tabel berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan
                  Perseroan:

                                                 Tabel 3.11 Rasio Keuangan Perseroan
                                                                                     ACTUAL
                                 KETERANGAN                      2018       2019       2020       2021       2022
                                                               Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
                   LIKUIDITAS
                      Current Ratio                                1,34       1,23       1,11       1,02       1,20
                      Quick Ratio                                  1,11       1,04       0,88       0,78       0,92
                      Cash Ratio                                   0,17       0,13       0,09       0,10       0,18

                   AKTIVITAS
                      Perputaran Piutang Usaha                     4,67       3,92       3,63       4,23       4,54
                      Perputaran Utang Usaha                       1,94       1,56       0,75       0,79       1,08
                      Perputaran Persediaan                        3,02       2,71       1,44       1,31       1,68
                      Perputaran Aset Tetap                        8,36       7,06       4,12       4,55       5,67

                   SOLVABILITAS
                     Total Liabilitas terhadap Total Aset       79,11%     81,28%      85,37%    85,82%     77,93%
                     Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas   378,76%    434,30%     583,32%   605,24%    353,17%

                   PROFITABILITAS
                     Gross Profit Margin                         16,01%     15,26%     16,03%     15,23%     13,26%
                     Operating Profit Margin                     11,49%      9,42%      9,31%      9,72%      7,90%
                     Net Profit Margin                            4,12%      4,34%      0,22%      0,75%      1,29%
                     Return On Assets                             2,14%      1,82%      0,06%      0,22%      0,44%
                     Return On Equity                            10,26%      9,73%      0,43%      1,53%      1,99%



                  a. Rasio Likuiditas
                     Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
                     sejauh mana kemampuan perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendek.
                     Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:

                      -    Rasio Lancar (Current Ratio)
                           Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan utang lancar. Rasio
                           ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar perseroan
                           dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditur. Secara umum semakin tinggi
                           rasio lancar maka semakin aman perseroan. Rasio lancar Perseroan untuk tahun
                           2018 hingga tahun 2022 relatif stabil dimana tahun 2022 tercatat sebesar 1,20 kali.

                      -    Rasio Cepat (Quick Ratio)
                           Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
                           namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
                           menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti
                           persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                       41
Page 43
                          cepat. Rasio cepat Perseroan untuk tahun 2018 hingga tahun 2022 cenderung
                          fluktuatif dimana tahun 2021 tercatat sebesar 0,78 kali dan tahun 2022 mengalami
                          peningkatan yaitu sebesar 0,92 kali.

                      -   Rasio Kas (Cash Ratio)
                          Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan utang lancar. Rasio
                          kas Perseroan untuk tahun 2018 hingga tahun 2022 cenderung fluktuatif setiap
                          tahunnya dan hanya mengalami sedikit penurunan pada tahun 2019 dan 2020.
                          Pada tahun 2022 rasio kas tercatat sebesar 0,18 kali.

                  b. Rasio Aktivitas

                      Rasio aktivitas merupakan suatu rasio yang berfungsi untuk mengukur tingkat
                      efektifitas penggunaan aset perusahaan. Rasio ini sering juga disebut rasio perputaran.
                      Secara umum semakin tinggi perputaran berarti semakin efektif tingkat penggunaan
                      aset perusahaan. Adapun beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini adalah:

                      -   Rasio Perputaran Piutang Usaha (Account Receivable Turnover)
                          Rasio ini untuk mengukur sampai seberapa cepat perusahaan dapat menagih
                          piutangnya. Semakin sering perputarannya berarti semakin pendek umur piutang.
                          Berdasarkan tabel rasio perputaran piutang usaha Perseroan di atas, dapat dilihat
                          bahwa perputaran piutang Perseroan per 31 Desember 2022 mencapai 4,54 kali
                          mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar
                          4,23 kali.

                      -   Rasio Perputaran Utang Usaha (Account Payable Turnover)
                          Rasio ini untuk mengukur tingkat perputaran utang usaha perusahaan kepada
                          pemasok. Perputaran yang cepat akan lebih menyenangkan pemasok karena umur
                          utang usaha perusahaan yang pendek. Rasio perputaran utang usaha Perseroan
                          per 31 Desember 2022 tercatat sebesar 1,08 kali.

                      -   Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
                          Rasio ini menunjukkan tingkat persediaan perusahaan. Perputaran yang tinggi
                          menunjukkan tingkat persediaan yang ada cukup baik. Rasio perputaran
                          persediaan Perseroan untuk periode 31 Desember 2022 sebesar 1,68 kali.

                      -   Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover)
                          Rasio ini digunakan mengukur seberapa produktif dan efisien perusahaan
                          menggunakan aset tetapnya untuk menghasilkan pendapatan. Semakin tinggi
                          rasio, maka akan semakin baik karena perusahaan dapat menghasilkan lebih
                          banyak pendapatan untuk setiap aset tetap yang dimilikinya. Rasio perputaran
                          aset tetap Perseroan untuk periode 31 Desember 2022 sebesar 5,67 kali.

                  c. Rasio Solvabilitas (Leverage)
                     Rasio solvabilitas (Leverage) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
                     kemampuan perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Adapun rasio yang termasuk
                     dalam kategori ini adalah Rasio total utang terhadap total ekuitas (Liabilities to total
                     equity) dan rasio total utang terhadap total aset (Liabilities to total assets). Rasio total
                     utang terhadap total ekuitas merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                    42
Page 44
                      total ekuitas atau modal perusahaan. Rasio sama dengan 1 menunjukkan bahwa
                      jumlah utang sama dengan jumlah ekuitas. Rasio liabilities to total equity Perseroan
                      untuk periode 31 Desember 2022 sebesar 353,13%, dimana hal ini mengindikasikan
                      bahwa total utang Perseroan pada periode tersebut lebih besar bila dibandingkan
                      dengan modal atau ekuitas yang dimiliki. Adapun rasio total utang terhadap total aset
                      Perusahaan per 31 Desember 2022 mencapai 77,93%.

                  d. Rasio Profitabilitas
                     Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
                     menghasilkan laba. Beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah:
                      -   Rasio laba kotor (gross profit margin ratio)
                          Rasio ini mengukur tingkat profitabilitas suatu produk atau jasa sebelum dikurangi
                          oleh beban beban yang lainnya. Rasio laba kotor Perseroan secara rata –rata selama
                          5 (lima) tahun terakhir dari tahun 2018 hingga tahun 2022 adalah sebesar 15,16%.

                      -   Rasio laba operasi (operating profit margin ratio).
                          Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat laba yang dihasilkan dari aktivitas
                          operasional perusahaan. Adapun Rata-rata rasio laba operasi Perseroan selama 5
                          (lima) tahun terakhir adalah sebesar 9,57%. Pada akhir Desember 2022, rasio laba
                          operasi Perseroan tercatat 7,90%.

                      -   Rasio laba bersih (net profit margin ratio)
                          Rasio ini mengukur hasil akhir dari seluruh aktivitas perusahaan. Rasio ini juga
                          menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Rasio
                          laba bersih Perseroan untuk periode 31 Desember 2022 adalah sebesar 1,29%,
                          mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat
                          sebesar 0,75%.

                      -   Rasio laba atas aset (return on assets)
                          Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan
                          dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perseroan untuk periode 31
                          Desember 2022 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dengan
                          pencapaian rasio sebesar 0,44%.

                      -   Rasio laba atas ekuitas (return on equity)
                          Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau keuntungan
                          yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Untuk periode 31 Desember
                          2022, rasio laba atas ekuitas Perseroan mengalami peningkatan dibandingkan
                          tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1,53% menjadi 1,99%.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk               43
Page 45
         3.4.5    Analisis terhadap Proforma Laporan Keuangan Perseroan

                  Berikut adalah laporan keuangan Proforma Perseroan per 31 Desember 2022 sebelum
                  transaksi dilakukan dan sesudah transaksi dilakukan:

                      Tabel 3.12 Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2022
                                                                                                                    (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            Historical                           Proforma
                                                  URAIAN                                                     Adjustment
                                                                                        Before Transaction                    After Transaction
                      ASET
                         ASET LANCAR
                         Kas & Setara Kas                                                        4.336.901                -           4.336.901
                         Piutang Usaha                                                           2.983.100                            2.983.100
                         Piutang Retensi                                                         1.042.409                            1.042.409
                         Tagihan Bruto Pemberi Kerja                                             9.895.672                            9.895.672
                         Persediaan                                                              6.988.293                            6.988.293
                         Uang Muka                                                                 242.001                              242.001
                         Biaya Dibayar Dimuka                                                      205.076                              205.076
                         Pajak Dibayar Dimuka                                                      157.645                              157.645
                         Aset Lancar Lainnya                                                     3.742.407                            3.742.407
                         JUMLAH ASET LANCAR                                                     29.593.504                -          29.593.504

                        ASET TIDAK LANCAR
                        Aset Real Estat                                                          3.235.153                            3.235.153
                        Aset Keuangan dari Kontrak Konsesi - Bersih                              1.352.465                            1.352.465
                        Investasi pada Entitas Asosiasi                                             52.822                               52.822
                        Investasi pada Ventura Bersama                                           1.710.582                            1.710.582
                        Properti Investasi                                                       1.011.028                            1.011.028
                        Aset Tetap - Bersih                                                      2.073.907                -           2.073.907
                        Aset Hak Guna - Bersih                                                      31.515                               31.515
                        Investasi Jangka Panjang Lainnya                                           319.611                              319.611
                        Aset Pajak Tangguhan                                                         4.293                                4.293
                        Aset Tidak Lancar Lainnya                                                  601.537                              601.537
                        JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                10.392.913                -          10.392.913

                      JUMLAH ASET                                                               39.986.417                -          39.986.417

                      LIABILITAS DAN EKUITAS
                         LIABILITAS JANGKA PENDEK
                         Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                                 3.919.024                            3.919.024
                         Utang Usaha                                                            10.917.418                           10.917.418
                         Utang Bruto Subkontraktor                                               4.064.268                            4.064.268
                         Utang Pajak                                                               537.596                              537.596
                         Uang Muka Pemberi Kerja                                                   394.204                              394.204
                         Pendapatan Diterima di Muka                                               973.188                              973.188
                         Beban Akrual                                                            2.236.754                            2.236.754
                         Utang Retensi                                                             425.776                              425.776
                         Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                                   483.849                              483.849
                         Surat Utang Jangka Menengah                                                     -                                    -
                         Utang Obligasi                                                            492.984                              492.984
                         Liabilitas Jangka Pendek Lainnya                                          145.540                              145.540
                         Liabilitas Imbalan Kerja                                                   27.478                               27.478
                         JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                        24.618.080                -          24.618.080
                        LIABILITAS JANGKA PANJANG
                        Utang Retensi                                                              279.494                              279.494
                        Uang Muka Pemberi Kerja                                                    326.973                              326.973
                        Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                                    772.533                              772.533
                        Utang Obligasi                                                           4.795.376                            4.795.376
                        Liabilitas Imbalan Kerja                                                   326.055                              326.055
                        Liabilitas Pajak Tangguhan                                                  27.248                               27.248
                        Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                                           16.867                               16.867
                        JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                         6.544.546                -           6.544.546
                      JUMLAH LIABILITAS                                                         31.162.626                -          31.162.626
                      EKUITAS
                        Modal Saham                                                                840.761                              840.761
                        Tambahan Modal Disetor                                                   4.755.656                            4.755.656
                        Selisih Transaksi dengan Pihak Non Pengendali                               71.329                               71.329
                        Saldo Laba                                                               2.114.788                            2.114.788
                        Surplus Revaluasi Tanah                                                    610.405                              610.405
                        Ekuitas yang dapat diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk            8.392.940                -           8.392.940
                        Kepentingan Nonpengendali                                                  430.852                              430.852
                        JUMLAH EKUITAS                                                           8.823.791                -           8.823.791
                      JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             39.986.417                -          39.986.417
                     Sumber: Manajemen


Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                                                        44
Page 46
                  Mengacu pada laporan keuangan proforma, dapat dilihat bahwa Rencana Transaksi atau
                  pembayaran piutang Perseroan yang akan dilakukan oleh ADCP tidak memiliki dampak
                  terhadap laporan posisi keuangan per 31 Desember 2022. Hal ini disebabkan karena
                  transaksi tersebut merupakan transaksi internal antara Induk dan Anak Perusahaan dan
                  secara konsolidasi akan tereliminasi.

                  Berikut adalah perbandingan rasio keuangan Perseroan bila Rencana Transaksi tidak
                  dilakukan dan bila Rencana Transaksi dilakukan:

                                     Tabel 3.13 Perbandingan Rasio Keuangan Sebelum dan Setelah
                                                     Rencana Transaksi dilakukan

                                                                   Historical                            Proforma
                                     RASIO                                           Selisih
                                                              Before Transaction                     After Transaction

                  LIKUIDITAS
                     Current Ratio                                           1,20            0,00%                 1,20
                     Quick Ratio                                             0,92            0,00%                 0,92
                     Cash Ratio                                              0,18            0,00%                 0,18

                  AKTIVITAS
                    Perputaran Piutang Usaha                                 4,54            0,00%                 4,54
                    Perputaran Utang Usaha                                   1,08            0,00%                 1,08
                    Perputaran Persediaan                                    1,68            0,00%                 1,68
                    Perputaran Aset Tetap                                    5,67            0,00%                 5,67

                  SOLVABILITAS
                    Total Liabilitas terhadap Total Aset                  77,93%             0,00%              77,93%
                    Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas              353,17%             0,00%             353,17%

                  PROFITABILITAS
                    Gross Profit Margin                                   13,26%             0,00%              13,26%
                    Operating Profit Margin                                7,90%             0,00%               7,90%
                    Net Profit Margin                                      1,29%             0,00%               1,29%
                    Return On Assets                                       0,44%             0,00%               0,44%
                    Return On Equity                                       1,99%             0,00%               1,99%



                  Berdasarkan proforma setelah transaksi, Rencana Transaksi tidak menyebabkan
                  perubahan pada seluruh rasio.

3.5      Analisis Kewajaran

         Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan dilakukan melalui analisis perbandingan
         rencana transaksi dan dengan melihat adanya incremental atau nilai tambah yang dapat dihasilkan
         oleh Perseroan sehubungan dengan adanya transaksi tersebut.

         3.5.1    Analisis Perbandingan Rencana Transaksi

                  Analisis perbandingan rencana transaksi dilakukan dengan melihat hasil valuasi/penilaian
                  sebagian piutang Perseroan dengan rencana transaksi. Hasil penilaian yang kami jadikan
                  perbandingan adalah sebagai berikut:




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                           45
Page 47
                                     Tabel 3.14 Resume Hasil Penilaian Piutang oleh KJPP SPR

                                                                       NILAI                                    NILAI PASAR
                                  PENDEKATAN                                                 BOBOT
                                                                        Rp                                          Rp

                   Pendekatan Pendapatan (DCF)                   187.488.790.437             100%               187.488.790.437

                   NILAI PASAR                                                                Rp                187.488.790.000
                  Catatan: Tarif bunga yang digunakan dalam perhitungan adalah sebesar 8,29% yaitu berdasarkan KMK (Kredit
                           Modal Kerja) Rata-Rata Bank Persero per 31 Desember 2022


                  Sementara rencana transaksi yang telah disepakati oleh para pihak adalah sebesar
                  Rp199.877.833.244 yang terdiri dari utang pokok atas SCF senilai Rp192.560.581.159 dan
                  bunga senilai Rp7.317.302.085. Berikut adalah perbandingan rencana transaksi dengan
                  hasil penilaian sebagian piutang dari objek transaksi:

                   Tabel 3.15 Perbandingan Rencana Transaksi dengan Hasil Penilaian Sebagian Piutang

                   Bunga Berdasarkan KMK 31 Desember 2022 (8,29%)
                                                                               Rencana
                                                                                                            Kewajaran : Harga Transaksi
                                     Rencana Transaksi   Hasil Penilaian       Transaksi
                      Keterangan                                                              Kisaran        Berada dalam Kisaran +/-
                                           (Rp)                (Rp)         terhadap Hasil
                                                                                                             7,5% dari Hasil Penilaian
                                                                               Penilaian

                   Batas Atas          206.388.257.775    191.989.077.000          107,50%         7,50%
                   Piutang ADHI        199.877.883.244    191.989.077.000          104,11%         4,11%              Wajar
                   Batas Bawah         177.589.896.225    191.989.077.000           92,50%         -7,50%


                   Bunga Berdasarkan Perjanjian Pengakuan Utang antara ADHI dan ADCP (9%)
                                                                               Rencana
                                                                                                            Kewajaran : Harga Transaksi
                                     Rencana Transaksi   Hasil Penilaian       Transaksi
                      Keterangan                                                              Kisaran        Berada dalam Kisaran +/-
                                           (Rp)                (Rp)         terhadap Hasil
                                                                                                             7,5% dari Hasil Penilaian
                                                                               Penilaian

                   Batas Atas          213.542.259.150    198.643.962.000          107,50%         7,50%
                   Piutang ADHI        199.877.883.244    198.643.962.000          100,62%         0,62%              Wajar
                   Batas Bawah         183.745.664.850    198.643.962.000           92,50%         -7,50%


                  Mengacu pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa besaran rencana transaksi yang telah
                  disepakati yakni sebesar Rp199.877.833.244, di mana lebih tinggi dibandingkan dengan
                  hasil penilaian yaitu sebesar Rp191.989.077.000 (Nilai Pasar Objek Transaksi) dan masih
                  berada dalam batas kisaran 7,5% dari nilai pasar piutang. Perhitungan nilai pasar objek
                  transaksi menggunakan tarif bunga berdasarkan Kredit Modal Kerja (KMK) Rata-Rata Bank
                  Persero yaitu sebesar 8,29%.

                  Kemudian sebagai perbandingan, perhitungan dengan suku bunga berdasarkan draft
                  perjanjian pengakuan utang antara Perseroan dengan ADCP (9%/tahun) menghasilkan
                  hasil penilaian sebesar Rp198.643.962.000 (masih berada dalam batas kisaran 7,5% dari
                  nilai pasar piutang).




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                                           46
Page 48
         3.5.2    Analisis Incremental

                  Dengan adanya Rencana Transaksi utang piutang antara Perseroan dengan ADCP,
                  pembayaran piutang yang dijadwalkan selambat-lambatnya dibayarkan tanggal 31
                  Desember 2023 tersebut akan menciptakan nilai tambah yaitu untuk membantu ADCP
                  dalam menunjang kegiatan usahanya yaitu pengembangan properti di sekitar transportasi
                  publik salah satunya yaitu LRT Jabodebek yang akan segera beroperasi.

                  Adapun kami telah menganalisis dampak rencana transaksi terhadap proyeksi keuangan
                  Perseroan dengan asumsi yang mengacu pada rencana usaha (business plan) yang dibuat
                  oleh manajemen Perseroan baik itu ada maupun tanpa adanya rencana transaksi. Berikut
                  adalah proyeksi neraca atau laporan posisi keuangan Perseroan yang meliputi proyeksi
                  aset, liabilitas, dan ekuitas untuk periode 5 (lima) tahun ke depan dengan adanya Rencana
                  Transaksi dan tanpa adanya Rencana Transaksi:

                         Tabel 3.16 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum Transaksi
                                                                                                   (dalam jutaan Rupiah)
                     Proyeksi Perseroan
                                                 2023          2024           2025            2026           2027
                     Sebelum Transaksi
                   ASET                        42.033.755    43.993.834    43.405.225        42.240.388   41.183.539
                   LIABILITAS                  33.156.441    34.660.245    33.599.714        31.571.870   28.560.099
                   EKUITAS                      8.877.314     9.333.589     9.805.511        10.668.518   12.623.440


                          Tabel 3.17 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Setelah Transaksi
                                                                                                   (dalam jutaan Rupiah)
                     Proyeksi Perseroan
                                                 2023          2024           2025            2026           2027
                     Sebelum Transaksi
                   ASET                        42.033.755    43.993.834    43.405.225        42.240.388   41.183.539
                   LIABILITAS                  33.156.441    34.660.245    33.599.714        31.571.870   28.560.099
                   EKUITAS                      8.877.314     9.333.589     9.805.511        10.668.518   12.623.440


                  Berdasarkan tabel proyeksi tersebut di atas, dapat dilihat bahwa proyeksi aset, liabilitas,
                  serta ekuitas Perseroan dari tahun 2023 hingga 2027 tidak mengalami perubahan pada
                  kondisi setelah transaksi. Rencana Transaksi yaitu pembayaran piutang milik Perseroan
                  yang akan dilakukan ADCP tidak berpengaruh terhadap proyeksi keuangan Perseroan. Hal
                  ini disebabkan karena transaksi yang dilakukan merupakan transaksi internal antara Induk
                  dan Anak Perusahaan dan secara konsolidasi akan tereliminasi.

                  Sama halnya dengan proyeksi laba (rugi) Perseroan yang meliputi proyeksi pendapatan
                  usaha, laba usaha, dan laba tahun berjalan untuk periode 5 (lima) tahun ke depan yang
                  tidak memiliki perbedaan antara proyeksi tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana
                  Transaksi, dengan rincian sebagai berikut:




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                           47
Page 49
                         Tabel 3.18 Proyeksi Pendapatan & Laba/(Rugi) Perseroan Sebelum Transaksi
                                                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                      Proyeksi Perseroan
                                                      2023              2024              2025           2026               2027
                      Sebelum Transaksi
                   PENDAPATAN USAHA                 20.941.563     15.659.586            14.105.661    18.710.723       23.838.457
                   LABA USAHA                        1.141.514        788.787               641.293     1.151.736        1.670.040
                   LABA TAHUN BERJALAN                 214.976        186.215               203.029       547.667          686.455
                  Sumber: manajemen, diolah


                         Tabel 3.19 Proyeksi Pendapatan & Laba/(Rugi) Perseroan Setelah Transaksi
                                                                                                                (dalam jutaan Rupiah)
                      Proyeksi Perseroan
                                                      2023              2024               2025          2026               2027
                      Sebelum Transaksi
                   PENDAPATAN USAHA                 20.941.563     15.659.586            14.105.661    18.710.723       23.838.457
                   LABA USAHA                        1.141.514        788.787               641.293     1.151.736        1.670.040
                   LABA TAHUN BERJALAN                 214.976        186.215               203.029       547.667          686.455
                  Sumber: manajemen, diolah


                  Selain itu, rasio keuangan Perseroan juga tidak mengalami perubahan setelah adanya
                  rencana transaksi, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

                                        Tabel 3.20 Proyeksi Rasio Perseroan Sebelum Transaksi
                                                                                      Proyeksi Sebelum Transaksi
                                 KETERANGAN
                                                                 2023          2024        2025       2026       2027       Rata-rata

                  LIKUIDITAS
                     Current Ratio                                 1,37          1,29         1,41      1,62         1,93          1,52
                     Quick Ratio                                   1,03          0,97         1,05      1,21         1,46          1,14
                     Cash Ratio                                    0,11          0,11         0,11      0,11         0,21          0,13

                  AKTIVITAS
                    Perputaran Piutang Usaha                      10,02          7,15         6,50      8,82        11,92          8,88
                    Perputaran Utang Usaha                         1,15          0,81         0,77      1,26         1,73          1,14
                    Perputaran Persediaan                          2,42          1,69         1,51      2,04         2,76          2,09
                    Perputaran Aset Tetap                          6,97          4,86         4,35      5,87         7,94          6,00

                  SOLVABILITAS
                    Total Liabilitas terhadap Total Aset          78,88%        78,78%      77,41%     74,74%     69,35%       75,83%
                    Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas      373,50%       371,35%     342,66%    295,93%    226,25%      321,94%

                  PROFITABILITAS
                    Gross Profit Margin                           10,16%        12,22%      13,65%     14,12%     14,08%      12,85%
                    Operating Profit Margin                        5,45%         5,04%       4,55%      6,16%      7,01%       5,64%
                    Net Profit Margin                              1,03%         1,19%       1,44%      2,93%      2,88%       1,89%
                    Return On Assets                               0,51%         0,42%       0,47%      1,30%      1,67%       0,87%
                    Return On Equity                               2,42%         2,00%       2,07%      5,13%      5,44%       3,41%

                  Sumber: manajemen, diolah




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                                          48
Page 50
                                 Tabel 3.21 Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan Setelah Transaksi
                                                                               Proyeksi Sebelum Transaksi
                                 KETERANGAN
                                                              2023      2024        2025       2026       2027     Rata-rata

                  LIKUIDITAS
                     Current Ratio                              1,37      1,29        1,41       1,62       1,93       1,52
                     Quick Ratio                                1,03      0,97        1,05       1,21       1,46       1,14
                     Cash Ratio                                 0,11      0,11        0,11       0,11       0,21       0,13

                  AKTIVITAS
                    Perputaran Piutang Usaha                   10,02      7,15        6,50       8,82      11,92       8,88
                    Perputaran Utang Usaha                      1,15      0,81        0,77       1,26       1,73       1,14
                    Perputaran Persediaan                       2,42      1,69        1,51       2,04       2,76       2,09
                    Perputaran Aset Tetap                       6,97      4,86        4,35       5,87       7,94       6,00

                  SOLVABILITAS
                    Total Liabilitas terhadap Total Aset       78,88%    78,78%     77,41%     74,74%     69,35%     75,83%
                    Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas   373,50%   371,35%    342,66%    295,93%    226,25%    321,94%

                  PROFITABILITAS
                    Gross Profit Margin                        10,16%    12,22%     13,65%     14,12%     14,08%     12,85%
                    Operating Profit Margin                     5,45%     5,04%      4,55%      6,16%      7,01%      5,64%
                    Net Profit Margin                           1,03%     1,19%      1,44%      2,93%      2,88%      1,89%
                    Return On Assets                            0,51%     0,42%      0,47%      1,30%      1,67%      0,87%
                    Return On Equity                            2,42%     2,00%      2,07%      5,13%      5,44%      3,41%
                  Sumber: manajemen, d


                  Jika rasio likuiditas lebih dari 1, hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan berada
                  dalam kesehatan keuangan yang baik. Berdasarkan tabel proyeksi tersebut di atas, dapat
                  dilihat bahwa baik sebelum maupun sesudah transaksi dilakukan, rata-rata current ratio,
                  quick ratio dan cash ratio tidak mengalami perubahan dengan rasio secara berturut-turut
                  yaitu 1,52 kali; 1,14 kali; dan 0,13 kali.

                  Kondisi baik sebelum maupun sesudah transaksi juga tidak berpengaruh pada rasio
                  aktivitas Perseroan, di mana rata-rata perputaran piutang usaha, perputaran utang usaha,
                  perputaran persediaan, dan perputaran aset tetap secara berturut-turut adalah 8,88 kali;
                  1,14 kali; 2,09 kali; dan 6,00 kali.

                  Pada rasio solvabilitas tidak terjadi perubahan pada proyeksi setelah Rencana Transaksi.
                  Rata-rata total liabilitas terhadap total aset dan total liabilitas terhadap total ekuitas
                  secara berturut-turut adalah 75,83% dan 321,94%.

                  Sama seperti rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio solvabilitas, rasio profitabilitas
                  Perseroan baik sebelum transaksi maupun setelah transaksi memiliki rata-rata rasio yang
                  sama. Adapun rata-rata rasio gross profit margin, operating profit margin, profit margin,
                  return on assets, dan return on equity secara berturut-turut adalah 12,85%; 5,64%; 1,89%;
                  0,87%; dan 3,41%.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                               49
Page 51
3.6      Kesimpulan

         Metode yang digunakan dalam melakukan analisis penyusunan pendapat kewajaran atas Transaksi
         adalah dengan melakukan analisis Atas Rencana Transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, serta
         analisis kewajaran Rencana Transaksi.

         Hasil analisis yang kami lakukan terhadap Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

         a)   Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini
              adalah Perseroan dengan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Rencana transaksi ini
              merupakan transaksi yang mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan
              dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020, karena Perseroan adalah
              induk usaha dari ADCP yang juga merupakan pemegang saham mayoritas ADCP, sekaligus
              memiliki hubungan dalam segi kepengurusan di mana Komisaris Utama ADCP menjabat
              sebagai Direktur Operasi 2 pada Perseroan dan Komisaris ADCP menjabat sebagai Direktur
              Keuangan dan Manajemen Risiko Perseroan. Rencana transaksi yang akan dilakukan bukan
              merupakan transaksi benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan usaha
              bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan
              menguntungkan Perseroan.

         b) Nilai transaksi adalah sebesar Rp199.877.883.244, sedangkan nilai buku ekuitas Perseroan
            berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2022 adalah sebesar
            Rp8.823.791.463.516, dengan demikian Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan
            transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
            17/POJK.04/2020, karena nilai transaksi tidak lebih besar dari 20% ekuitas Perseroan yaitu
            hanya sebesar 2,27%.

         c)   Secara kuantitatif mengacu pada laporan keuangan Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir,
              dapat dilihat bahwa pendapatan usaha Perseroan mengalami peningkatan dan penurunan.
              Penurunan dimulai pada tahun 2019 hingga 2020 dan meningkat kembali pada tahun 2021 dan
              2022. Berdasarkan hasil perhitungan, rata-rata pertumbuhan pendapatan usaha adalah
              sebesar -1,87%. Hal tersebut diakibatkan adanya penurunan pendapatan yang cukup signifikan
              pada tahun 2020 yaitu sebesar -29,27%. Sementara peningkatan terbesar terjadi pada tahun
              2022 yaitu sebesar 17,51%. Pada tahun 2020, laba tahun berjalan sempat mengalami
              penurunan yang dratis, namun kembali tumbuh di tahun 2021 dan 2022. Berdasarkan hasil
              penilaian yang telah dilakukan sebagaimana tertuang dalam laporan penilaian instrumen
              keuangan sebagian piutang dengan laporan No. 00696/2.0131-00/BS/03/0375/I/VII/2023
              tanggal 04 Juli 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan didapatkan total
              nilai pasar objek transaksi berdasarkan tarif bunga Kredit Modal Kerja (KMK) Rata-rata Bank
              Persero per 31 Desember 2022 sebesar 8,29% adalah Rp191.989.077.000, dengan perincian
              sebagai berikut:




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                     50
Page 52
                                                                       Rencana
                                                                                                Kewajaran : Harga Transaksi
                            Rencana Transaksi    Hasil Penilaian       Transaksi
             Keterangan                                                              Kisaran     Berada dalam Kisaran +/-
                                  (Rp)                 (Rp)         terhadap Hasil
                                                                                                 7,5% dari Hasil Penilaian
                                                                       Penilaian

          Batas Atas           206.388.257.775    191.989.077.000          107,50%      7,50%
          Piutang ADHI         199.877.883.244    191.989.077.000          104,11%      4,11%             Wajar
          Batas Bawah          177.589.896.225    191.989.077.000           92,50%     -7,50%


             Mengacu pada nilai tersebut, dapat diketahui bahwa besaran rencana transaksi yang telah
             disepakati sebesar Rp199.877.883.244 lebih tinggi 4,11% dibandingkan dengan hasil penilaian,
             dalam hal ini nilai transaksi masih berada dalam batas kisaran 7,5% dari nilai pasar piutang.

         d) Adapun dampak keuangan dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan,
            mengacu pada analisis inkremental Perseroan, Rencana Transaksi tersebut akan menciptakan
            nilai tambah yaitu untuk membantu ADCP dalam menunjang kegiatan usahanya yaitu
            pengembangan properti di sekitar transportasi publik salah satunya yaitu LRT Jabodebek yang akan
            segera beroperasi.


         Dengan demikian, berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
         aspek yang terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif maupun kuantitatif
         dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan, serta dengan membandingkan besarnya rencana
         transaksi dengan hasil penilaian tidak melebihi batas atas ataupun batas bawah 7,5% dari nilai yang
         dijadikan acuan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
         No. 35/POJK.04/2020, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh
         Perseroan adalah Wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Penilaian Instrumen Keuangan - PT Adhi Karya (Persero) Tbk                              51
Page 53
LAMPIRAN




           52
Page 54
LAMPIRAN-1
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(Dalam Rupiah)

                                                                                                                   ACTUAL
                                 KETERANGAN                               2018                 2019                 2020                 2021                2022
                                                                        Jan-Des              Jan-Des              Jan-Des              Jan-Des             Jan-Des
ASET
   ASET LANCAR
   Kas & Setara Kas                                                  3.263.036.627.238    3.255.009.864.614    2.363.649.065.033    3.152.278.749.730    4.336.901.032.232
   Piutang Usaha                                                     3.354.528.145.868    3.904.181.243.440    2.986.514.735.059    2.727.305.597.823    2.983.100.048.141
   Piutang Retensi                                                     743.094.487.822      593.345.395.300      572.325.101.473      752.216.111.932    1.042.409.193.869
   Tagihan Bruto Pemberi Kerja                                      11.253.836.161.223   15.022.576.217.223   13.519.804.070.963   12.349.006.633.246    9.895.672.471.946
   Persediaan                                                        4.360.890.510.200    4.778.581.868.397    6.321.043.206.659    7.451.040.279.223    6.988.293.371.412
   Uang Muka                                                           586.690.084.633      542.744.282.003      437.639.729.204      482.857.256.424      242.000.898.720
   Biaya Dibayar Dimuka                                                251.283.248.569      209.640.119.307      168.134.818.283      251.808.408.784      205.075.579.005
   Pajak Dibayar Dimuka                                              1.342.252.697.488    1.840.880.117.043    1.949.721.032.167      640.006.624.745      157.644.740.084
   Aset Lancar Lainnya                                                 231.247.462.037      168.196.170.694    1.771.671.627.504    3.794.423.264.310    3.742.406.531.561
   JUMLAH ASET LANCAR                                               25.386.859.425.078   30.315.155.278.021   30.090.503.386.345   31.600.942.926.217   29.593.503.866.970

   ASET TIDAK LANCAR
   Aset Real Estat                                                     884.457.636.875    1.863.456.298.010    2.947.323.856.077    2.787.810.837.707    3.235.153.128.820
   Aset Keuangan dari Kontrak Konsesi - Bersih                                     -                    -        169.116.476.745      623.310.781.789    1.352.464.699.549
   Investasi pada Entitas Asosiasi                                                 -         21.710.922.296       44.844.925.840       75.024.616.272       52.821.591.619
   Investasi pada Ventura Bersama                                      636.887.042.364      832.293.776.201      931.887.531.869      936.814.644.443    1.710.581.980.074
   Properti Investasi                                                  902.387.115.527    1.018.362.440.742      912.441.102.649      940.662.000.000    1.011.028.000.000
   Aset Tetap - Bersih                                               1.573.323.727.930    1.836.864.787.309    2.204.377.328.017    2.150.181.675.985    2.073.906.857.572
   Aset Hak Guna - Bersih                                                          -                    -         26.072.715.269       16.039.215.455       31.515.339.247
   Investasi Jangka Panjang Lainnya                                    315.653.529.650      292.245.360.000      304.179.761.656      310.661.253.656      319.611.253.656
   Aset Pajak Tangguhan                                                  2.590.945.903        2.529.033.085        3.308.577.142        4.393.006.843        4.293.241.022
   Aset Tidak Lancar Lainnya                                           389.441.549.970      333.215.318.885      459.832.964.942      454.496.876.252      601.537.258.125
   JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                          4.704.741.548.219    6.200.677.936.528    8.003.385.240.206    8.299.394.908.402   10.392.913.349.684
JUMLAH ASET                                                         30.091.600.973.297   36.515.833.214.549   38.093.888.626.551   39.900.337.834.619   39.986.417.216.654

LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                           3.663.960.621.883    5.058.499.100.000    4.143.899.100.000    3.824.451.074.290    3.919.024.001.538
   Utang Usaha                                                       6.783.925.827.211    8.294.031.380.223   12.084.405.911.382   12.415.621.005.210   10.917.418.201.356
   Utang Bruto Subkontraktor                                         5.763.798.979.612    7.885.000.029.432    5.970.517.288.874    5.801.471.352.372    4.064.267.956.283
   Utang Pajak                                                         356.743.640.593      346.903.724.027      683.364.082.555      473.670.072.636      537.596.219.040
   Uang Muka Pemberi Kerja                                             841.916.455.395      670.262.987.594      705.379.876.626      425.366.744.634      394.203.751.479
   Pendapatan Diterima di Muka                                          48.238.617.093       71.364.278.908      571.657.520.601      677.527.385.917      973.188.357.272
   Beban Akrual                                                        748.102.100.121    1.129.454.655.273    1.624.817.511.833    2.386.576.747.021    2.236.754.214.571
   Utang Retensi                                                       401.830.293.229      452.769.230.527      576.664.716.017      355.153.577.369      425.776.284.752
   Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                                         -         69.550.000.000      342.908.333.333      166.102.610.000      483.848.555.555
   Surat Utang Jangka Menengah                                                     -                    -        200.000.000.000      200.000.000.000                  -
   Utang Obligasi                                                      249.917.291.657      499.998.682.982                  -      4.240.641.856.847      492.984.085.118
   Liabilitas Jangka Pendek Lainnya                                     76.265.620.574       84.892.899.362      165.584.021.614      139.455.953.917      145.540.158.301
   Liabilitas Imbalan Kerja                                                        -                    -         13.451.140.769       21.413.562.100       27.478.279.252
   JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                  18.934.699.447.368   24.562.726.968.328   27.082.649.503.604   31.127.451.942.313   24.618.080.064.517

   LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Utang Retensi                                                        12.249.069.210        9.058.924.533        3.334.404.129      276.771.579.838      279.493.586.672
   Uang Muka Pemberi Kerja                                              24.168.421.302          491.569.264       41.729.596.721      371.004.093.410      326.973.397.487
   Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                           1.147.398.710.000      872.787.067.569      749.467.454.534      841.200.518.388      772.533.203.695
   Utang Obligasi                                                    3.492.178.582.582    4.021.031.576.538    4.309.020.519.565    1.241.014.958.545    4.795.375.711.571
   Liabilitas Imbalan Kerja                                            176.546.656.204      194.779.979.921      301.519.079.298      312.430.169.770      326.055.057.066
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                           19.053.390.787       20.605.798.787       27.446.827.591       27.246.938.856       27.247.605.322
   Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                                        34.799.587           53.649.588        3.910.793.751       45.510.431.074       16.867.126.808
   JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                  4.871.629.629.672    5.118.808.566.200    5.436.428.675.589    3.115.178.689.881    6.544.545.688.621
JUMLAH LIABILITAS                                                   23.806.329.077.040   29.681.535.534.528   32.519.078.179.193   34.242.630.632.194   31.162.625.753.138

EKUITAS
   Modal Saham                                                         356.084.937.600      356.084.937.600      356.084.937.600      356.084.937.600      840.760.897.900
   Tambahan Modal Disetor                                            2.588.833.884.853    2.588.833.884.853    2.588.833.884.853    2.588.833.884.853    4.755.656.134.234
   Selisih Transaksi dengan Pihak Non Pengendali                         3.117.842.245        3.117.842.245        3.117.842.245        3.117.842.245       71.328.744.422
   Saldo Laba                                                        2.861.896.796.778    3.397.430.406.578    1.989.824.895.076    2.041.377.034.231    2.114.788.477.042
   Surplus Revaluasi Tanah                                             464.551.473.229      464.551.473.229      610.405.303.106      610.405.303.106      610.405.303.106
   Ekuitas yang dapat diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk     6.274.484.934.705    6.810.018.544.505    5.548.266.862.880    5.599.819.002.035    8.392.939.556.704

   Kepentingan Nonpengendali                                            10.786.961.553       24.279.135.516       26.543.584.478       57.888.200.390      430.851.906.812
   JUMLAH EKUITAS                                                    6.285.271.896.258    6.834.297.680.021    5.574.810.447.358    5.657.707.202.425    8.823.791.463.516
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       30.091.600.973.297   36.515.833.214.549   38.093.888.626.551   39.900.337.834.619   39.986.417.216.654
Page 55
LAMPIRAN-2
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
LAPORAN LABA/RUGI
(Dalam Rupiah)

                                                                                                                      ACTUAL
                               KETERANGAN                                 2018                   2019                  2020                  2021                   2022
                                                                        Jan-Des                Jan-Des               Jan-Des               Jan-Des                Jan-Des
PENDAPATAN USAHA                                                    15.655.499.866.493     15.307.860.220.494    10.827.682.417.205    11.530.471.713.036     13.549.010.228.584
BEBAN POKOK PENDAPATAN                                             (13.148.896.372.495)   (12.971.806.607.215)   (9.091.968.816.661)   (9.774.045.780.098)   (11.752.722.145.701)
LABA KOTOR                                                           2.506.603.493.998      2.336.053.613.279     1.735.713.600.544     1.756.425.932.938      1.796.288.082.883

BEBAN USAHA                                                           (707.672.316.457)     (894.067.305.939)      (727.680.741.009)     (635.365.187.565)     (726.368.253.469)
   Penjualan                                                           (33.801.207.467)      (34.491.276.551)       (18.620.371.482)      (11.989.462.835)      (14.484.002.514)
   Umum dan Administrasi                                              (673.871.108.990)     (859.576.029.388)      (709.060.369.527)     (623.375.724.730)     (711.884.250.955)
LABA USAHA                                                           1.798.931.177.541     1.441.986.307.340      1.008.032.859.535     1.121.060.745.373     1.069.919.829.414

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN                                       (1.149.427.015.442)     (755.494.767.992)      (968.297.562.437)   (1.021.827.749.836)     (886.620.113.148)
   Bagian Laba Ventura Bersama                                         134.487.458.474       340.163.935.492        156.794.066.638       361.818.790.784       423.398.470.579
   Bagian Rugi Entitas Asosiasi                                                    -          (1.697.247.354)          (865.996.456)       (6.289.309.568)      (11.760.103.989)
   Beban Keuangan                                                     (523.743.725.994)     (563.790.257.762)      (794.518.842.962)     (864.488.781.253)     (806.691.421.118)
   Pendapatan (Beban) Lainnya - Bersih                                (241.897.924.998)      (33.087.663.071)       (13.101.447.657)     (169.021.923.486)     (123.501.992.982)
   Beban Pajak Final                                                  (518.272.822.924)     (497.083.535.297)      (316.605.342.000)     (343.846.526.313)     (368.065.065.638)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                   649.504.162.099       686.491.539.347         39.735.297.098        99.232.995.537       183.299.716.266

PAJAK PENGHASILAN                                                       (4.474.712.994)      (21.443.117.818)       (16.032.644.651)      (12.733.195.152)        (8.089.849.161)
   Beban Pajak Penghasilan Tidak Final                                  (5.839.588.653)      (19.828.797.000)       (17.764.248.560)      (13.824.339.300)        (7.715.710.796)
   Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan                                       1.364.875.659        (1.614.320.818)         1.731.603.909         1.091.144.148           (374.138.365)

LABA TAHUN BERJALAN                                                   645.029.449.105        665.048.421.529        23.702.652.447        86.499.800.385        175.209.867.105
                                                                               588.206                274.390               294.041               526.359                857.462
Page 56
LAMPIRAN-3
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
LAPORAN PERUBAHAN ARUS KAS
(Dalam Rupiah)

                                                                                                                         ACTUAL
                              KETERANGAN                                    2018                   2019                   2020                   2021                  2022
                                                                          Jan-Des                Jan-Des                Jan-Des                Jan-Des               Jan-Des
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Penerimaan Kas dari Pelanggan                                      16.216.854.079.210     13.456.979.134.421     12.865.638.770.543     15.342.887.797.515     17.155.432.596.206
  Penerimaan Restitusi Pajak                                            142.468.970.470        169.335.780.335        647.951.599.574      1.310.309.893.422        220.718.666.267
  Jumlah Penerimaan                                                  16.359.323.049.680     13.626.314.914.756     13.513.590.370.117     16.653.197.690.937     17.376.151.262.473

   Peningkatan Rekening Bank yang Dibatasi Penggunaannya                                                    -                      -          (58.852.351.016)      (149.350.808.235)
   Pembayaran kepada Pemasok dan Beban Lainnya                       (14.584.281.805.392)   (12.027.618.926.353)   (11.304.384.321.890)   (14.337.492.384.140)   (15.168.310.431.687)
   Pembayaran kepada Karyawan                                           (403.174.837.454)      (562.450.616.618)      (444.998.910.198)      (396.881.595.766)      (465.988.139.924)
   Pembayaran Pajak Penghasilan                                         (518.272.822.924)      (497.083.535.297)      (328.092.808.463)      (343.846.526.313)      (368.065.065.638)
   Jumlah Pengeluaran                                                (15.505.729.465.770)   (13.087.153.078.268)   (12.077.476.040.551)   (15.137.072.857.235)   (16.151.714.445.484)

Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi                          853.593.583.910        539.161.836.488      1.436.114.329.566      1.516.124.833.702      1.224.436.816.989
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
   Penerimaan Penghasilan Bunga                                          61.295.219.330          63.671.887.555        45.216.574.146         31.862.030.263          34.539.917.229
   Hasil Penjualan Aset Tetap                                               120.000.000          10.153.535.800         1.975.175.190            997.318.323          24.548.445.074
   Penambahan Properti Investasi                                       (337.819.107.246)       (121.977.019.984)      (12.586.661.907)          (348.300.000)        (73.559.000.000)
   Penambahan Aset Keuangan dari Kontrak Konsesi                                    -                       -        (169.116.476.745)      (504.094.372.964)     (1.116.507.176.733)
   Penerimaan dari Perpindahan Kepemilikan Aset Keuangan                            -                       -                     -           39.821.859.881         378.076.911.169
   Penempatan Investasi pada Entitas Asosiasi dan
      Jangka Panjang Lainnya                                                         -                      -         (35.934.401.656)       (45.344.000.000)       (679.707.000.000)
   Akuisisi Entitas Anak                                                (303.408.169.650)       (86.517.357.394)                  -                      -                       -
   Penempatan Investasi pada Ventura Bersama                            (148.075.251.943)      (227.086.799.277)     (165.817.117.800)      (120.641.037.102)        (61.849.540.752)
   Pengembalian Investasi pada Ventura Bersama                                       -           92.061.226.842       223.017.428.770        425.162.601.987         356.523.070.877
   Penambahan Aset Tetap                                                (147.616.264.833)      (313.881.611.303)     (255.436.540.871)       (54.915.566.104)       (107.299.901.599)
   Penambahan Tanah Belum Dikembangkan                                  (311.537.694.126)      (974.280.337.990)     (204.574.978.089)      (301.849.197.897)        (84.160.092.480)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi                     (1.187.041.268.468)    (1.557.856.475.751)     (573.256.998.962)      (529.348.663.613)     (1.329.394.367.215)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
   Penerimaan Utang Bank dan Utang Obligasi                            4.956.790.376.037      4.758.752.122.412      3.234.242.338.671      4.214.729.784.966      9.050.892.884.439
   Pembayaran Utang Bank dan Utang Obligasi                           (4.857.538.144.154)    (2.789.775.286.726)    (4.009.203.618.373)    (3.445.750.470.155)    (9.544.532.266.288)
   Pembayaran Surat Utang Jangka Menengah                                            -                      -                      -                      -         (200.000.000.000)
   Penerimaan dari Penawaran Umum Terbatas II                                        -                      -                      -                      -        2.665.717.781.650
   Pembayaran Biaya Emisi Saham                                                      -                      -                      -                      -          (14.219.571.969)
   Pembayaran Beban Pinjaman                                            (530.803.450.520)      (829.477.178.005)      (862.829.093.409)      (924.089.268.939)      (974.548.185.180)
   Pembayaran Utang Pembelian Kendaraan                                      (55.187.968)                   -                      -                      -                      -
   Pembayaran Liabilitas Sewa                                                        -                      -          (46.747.282.953)       (43.066.531.264)       (40.937.728.908)
   Hasil dari Penawaran Saham Perdana (IPO) Anak Perusahaan                          -                      -                      -                      -          278.854.918.984
   Penyertaan Saham oleh Kepentingan Non Pengendali                                  -                      -           (3.300.000.000)            30.000.000         68.352.000.000
   Pembayaran Dividen                                                   (103.083.063.043)      (128.831.781.042)       (66.380.474.121)                   -                      -
Kas Neto yang Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Pendanaan      (534.689.469.648)     1.010.667.876.639     (1.754.218.130.185)      (198.146.485.392)     1.289.579.832.728

KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS                                       (868.137.154.207)         (8.026.762.624)     (891.360.799.581)       788.629.684.697      1.184.622.282.502
   Kas dan Setara Kas Pada Awal Tahun                                 4.131.173.781.445      3.263.036.627.238      3.255.009.864.614      2.363.649.065.033      3.152.278.749.730
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                        3.263.036.627.238      3.255.009.864.614      2.363.649.065.033      3.152.278.749.730      4.336.901.032.232
Page 57
LAMPIRAN-4
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
ANALISIS RASIO

                                                                                                                 ACTUAL
                             KETERANGAN                                  2018                 2019                2020                2021             2022
                                                                       Jan-Des              Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des          Jan-Des
LIKUIDITAS
   Current Ratio                                                                 1,34                 1,23                1,11                1,02               1,20
   Quick Ratio                                                                   1,11                 1,04                0,88                0,78               0,92
   Cash Ratio                                                                    0,17                 0,13                0,09                0,10               0,18

AKTIVITAS
  Perputaran Piutang Usaha                                                       4,67                 3,92                3,63                4,23               4,54
  Perputaran Utang Usaha                                                         1,94                 1,56                0,75                0,79               1,08
  Perputaran Persediaan                                                          3,02                 2,71                1,44                1,31               1,68
  Perputaran Aset Tetap                                                          8,36                 7,06                4,12                4,55               5,67

SOLVABILITAS
  Total Liabilitas terhadap Total Aset                                        79,11%              81,28%              85,37%               85,82%          77,93%
  Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas                                    378,76%             434,30%             583,32%              605,24%         353,17%

PROFITABILITAS
  Gross Profit Margin                                                         16,01%              15,26%               16,03%              15,23%              13,26%
  Operating Profit Margin                                                     11,49%               9,42%                9,31%               9,72%               7,90%
  Net Profit Margin                                                            4,12%               4,34%                0,22%               0,75%               1,29%
  Return On Assets                                                             2,14%               1,82%                0,06%               0,22%               0,44%
  Return On Equity                                                            10,26%               9,73%                0,43%               1,53%               1,99%
Page 58
Lampiran - 5
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT
ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROFORMA LAPORAN POSISI KEUANGAN
(Dalam Juta Rupiah)
                                                                                                      31-Dec-22
                                                                                 Historical                                 Proforma
                                URAIAN                                                               Adjustment
                                                                            Before Transaction                          After Transaction
ASET
   ASET LANCAR
   Kas & Setara Kas                                                                   4.336.901                    -             4.336.901
   Piutang Usaha                                                                      2.983.100                                  2.983.100
   Piutang Retensi                                                                    1.042.409                                  1.042.409
   Tagihan Bruto Pemberi Kerja                                                        9.895.672                                  9.895.672
   Persediaan                                                                         6.988.293                                  6.988.293
   Uang Muka                                                                            242.001                                    242.001
   Biaya Dibayar Dimuka                                                                 205.076                                    205.076
   Pajak Dibayar Dimuka                                                                 157.645                                    157.645
   Aset Lancar Lainnya                                                                3.742.407                                  3.742.407
   JUMLAH ASET LANCAR                                                                29.593.504                    -            29.593.504

   ASET TIDAK LANCAR
   Aset Real Estat                                                                    3.235.153                                  3.235.153
   Aset Keuangan dari Kontrak Konsesi - Bersih                                        1.352.465                                  1.352.465
   Investasi pada Entitas Asosiasi                                                       52.822                                     52.822
   Investasi pada Ventura Bersama                                                     1.710.582                                  1.710.582
   Properti Investasi                                                                 1.011.028                                  1.011.028
   Aset Tetap - Bersih                                                                2.073.907                    -             2.073.907
   Aset Hak Guna - Bersih                                                                31.515                                     31.515
   Investasi Jangka Panjang Lainnya                                                     319.611                                    319.611
   Aset Pajak Tangguhan                                                                   4.293                                      4.293
   Aset Tidak Lancar Lainnya                                                            601.537                                    601.537
   JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                          10.392.913                    -            10.392.913

JUMLAH ASET                                                                          39.986.417                    -            39.986.417

LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                                            3.919.024                                  3.919.024
   Utang Usaha                                                                       10.917.418                                 10.917.418
   Utang Bruto Subkontraktor                                                          4.064.268                                  4.064.268
   Utang Pajak                                                                          537.596                                    537.596
   Uang Muka Pemberi Kerja                                                              394.204                                    394.204
   Pendapatan Diterima di Muka                                                          973.188                                    973.188
   Beban Akrual                                                                       2.236.754                                  2.236.754
   Utang Retensi                                                                        425.776                                    425.776
   Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                                              483.849                                    483.849
   Surat Utang Jangka Menengah                                                                -                                          -
   Utang Obligasi                                                                       492.984                                    492.984
   Liabilitas Jangka Pendek Lainnya                                                     145.540                                    145.540
   Liabilitas Imbalan Kerja                                                              27.478                                     27.478
   JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                                                   24.618.080                    -            24.618.080
  LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang Retensi                                                                         279.494                                    279.494
  Uang Muka Pemberi Kerja                                                               326.973                                    326.973
  Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                                               772.533                                    772.533
  Utang Obligasi                                                                      4.795.376                                  4.795.376
  Liabilitas Imbalan Kerja                                                              326.055                                    326.055
  Liabilitas Pajak Tangguhan                                                             27.248                                     27.248
  Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                                                      16.867                                     16.867
  JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                    6.544.546                    -             6.544.546
JUMLAH LIABILITAS                                                                    31.162.626                    -            31.162.626
EKUITAS
  Modal Saham                                                                           840.761                                    840.761
  Tambahan Modal Disetor                                                              4.755.656                                  4.755.656
  Selisih Transaksi dengan Pihak Non Pengendali                                          71.329                                     71.329
  Saldo Laba                                                                          2.114.788                                  2.114.788
  Surplus Revaluasi Tanah                                                               610.405                                    610.405
  Ekuitas yang dapat diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk                       8.392.940                    -             8.392.940
  Kepentingan Nonpengendali                                                             430.852                                    430.852
  JUMLAH EKUITAS                                                                      8.823.791                    -             8.823.791
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                        39.986.417                    -            39.986.417



Note : Transaksi pembayaran piutang tidak berpengaruh terhadap proforma laporan posisi keuangan pada laporan audited per 31 Desember 2022,
hal ini karena transaksi tersebut merupakan transaksi internal antara Induk dan Anak Perusahaan serta secara konsolidasi akan tereliminasi.
Page 59
Lampiran - 6
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA
(PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROYEKSI INCOME STATEMENT SEBELUM RENCANA TRANSAKSI
(Dalam Juta Rupiah)

                                                              PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
                 KETERANGAN
                                                2023           2024          2025        2026               2027

PENDAPATAN USAHA                               20.941.563     15.659.586     14.105.661     18.710.723     23.838.457
BEBAN POKOK PENDAPATAN                        (18.813.915)   (13.746.141)   (12.179.590)   (16.068.285)   (20.481.268)

LABA KOTOR                                     2.127.648      1.913.444      1.926.071      2.642.438      3.357.188
BEBAN USAHA
   Umum dan Administrasi                        (846.619)       (945.850)    (1.111.559)    (1.292.628)    (1.469.134)
   Penyusutan                                   (139.516)       (178.807)      (173.218)      (198.074)      (218.014)
   Total Beban Usaha                            (986.134)     (1.124.657)    (1.284.777)    (1.490.702)    (1.687.148)

LABA USAHA                                     1.141.514        788.787        641.293      1.151.736      1.670.040

Penghasilan (Beban) Lain-lain                   (395.092)      (253.604)      (138.524)      (205.974)      (480.884)

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN             746.422        535.183        502.769        945.762      1.189.156

Pajak Penghasilan                               (531.446)      (348.968)      (299.741)      (398.095)      (502.702)

LABA TAHUN BERJALAN                              214.976        186.215        203.029        547.667        686.455
Page 60
Lampiran - 7
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT
ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROYEKSI POSISI KEUANGAN SEBELUM RENCANA TRANSAKSI
(Dalam Juta Rupiah)

                                                    PROJECTION - BEFORE TRANSACTION
                URAIAN
                                       2023         2024         2025          2026        2027
ASET
 Aset Lancar
     Kas & Setara Kas                  2.439.985    2.659.141    2.547.527    2.142.911    3.341.741
     Piutang Usaha                     2.090.171    2.189.096    2.168.893    2.120.953    1.999.502
     Piutang Retensi                     992.467    1.039.439    1.029.846    1.007.083      949.415
     Tagihan Bruto Pemberi Kerja       9.660.293   10.117.502   10.024.128    9.802.562    9.241.244
     Persediaan                        7.761.460    8.128.800    8.053.780    7.875.765    7.424.780
     Biaya Dibayar Dimuka              1.144.921    1.199.109    1.188.042    1.161.782    1.095.256
     Aset Lancar Lainnya               6.876.257    7.201.701    7.135.238    6.977.525    6.577.976
       Total Aset Lancar              30.965.554   32.534.786   32.147.452   31.088.581   30.629.914

  Aset Tidak Lancar
     Investasi pada Ventura Bersama    1.300.968    1.229.545    1.122.677    1.240.731    1.210.080
     Properti Investasi                  944.479      989.180      980.051      958.389      903.509
     Aset Tetap - Bersih               2.698.038    2.825.733    2.799.654    2.737.773    2.581.001
     Aset
     0    Tidak Lancar Lainnya         6.124.715    6.414.590    6.355.390    6.214.915    5.859.034
       Total Aset Tidak Lancar        11.068.201   11.459.047   11.257.772   11.151.807   10.553.625

  TOTAL ASET                          42.033.755   43.993.834   43.405.225   42.240.388   41.183.539

  LIABILITAS & EKUITAS
  LIABILITAS :                        33.156.441   34.660.245   33.599.714   31.571.870   28.560.099
        Utang Usaha                   16.323.525   16.896.227   15.835.071   12.770.824   11.862.709
        Uang Muka Kontrak              1.588.147    1.643.866    1.540.624    1.242.498    1.154.146
        Utang Bank & Obligasi / RK    10.950.250   11.674.962   12.058.007   14.198.702   12.422.312
        Liabilitas Lainnya             4.294.519    4.445.190    4.166.012    3.359.847    3.120.933
      Liabilitas Jangka Pendek        22.567.341   25.245.799   22.852.804   19.228.137   15.851.542
     Liabilitas Jangka Panjang        10.589.101    9.414.446   10.746.911   12.343.733   12.708.556

  EKUITAS                              8.877.314    9.333.589    9.805.511   10.668.518   12.623.440

  TOTAL LIABILITAS & EKUITAS :        42.033.755   43.993.834   43.405.225   42.240.388   41.183.539
Page 61
Lampiran - 8
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA
(PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROYEKSI INCOME STATEMENT SETELAH RENCANA TRANSAKSI
(Dalam Juta Rupiah)

                                                                           PROJECTION - AFTER TRANSACTION
                  KETERANGAN
                                                          2023             2024          2025        2026                     2027

PENDAPATAN USAHA                                        20.941.563       15.659.586       14.105.661       18.710.723       23.838.457
BEBAN POKOK PENDAPATAN                                 (18.813.915)     (13.746.141)     (12.179.590)     (16.068.285)     (20.481.268)

LABA KOTOR                                               2.127.648        1.913.444        1.926.071        2.642.438        3.357.188
BEBAN USAHA
   Umum dan Administrasi                                   (846.619)       (945.850)      (1.111.559)      (1.292.628)      (1.469.134)
   Penyusutan                                              (139.516)       (178.807)        (173.218)        (198.074)        (218.014)
   Total Beban Usaha                                       (986.134)     (1.124.657)      (1.284.777)      (1.490.702)      (1.687.148)

LABA USAHA                                               1.141.514          788.787          641.293        1.151.736        1.670.040

Penghasilan (Beban) Lain-lain                              (395.092)       (253.604)        (138.524)        (205.974)        (480.884)

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                       746.422          535.183          502.769          945.762        1.189.156

Pajak Penghasilan                                          (531.446)       (348.968)        (299.741)        (398.095)        (502.702)

LABA TAHUN BERJALAN                                        214.976          186.215          203.029          547.667          686.455
Note: Transaksi pembayaran utang tidak berpengaruh terhadap proyeksi setelah Rencana Transaksi, hal ini karena transaksi tersebut
merupakan transaksi internal antara Induk dan Anak Perusahaan serta secara konsolidasi akan tereliminasi.
Page 62
Lampiran - 9
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI
KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROYEKSI POSISI KEUANGAN SETELAH RENCANA TRANSAKSI
(Dalam Juta Rupiah)

                                                               PROJECTION - AFTER TRANSACTION
                URAIAN
                                              2023            2024            2025            2026            2027
ASET
 Aset Lancar
     Kas & Setara Kas                        2.439.985       2.659.141        2.547.527       2.142.911       3.341.741
     Piutang Usaha                           2.090.171       2.189.096        2.168.893       2.120.953       1.999.502
     Piutang Retensi                           992.467       1.039.439        1.029.846       1.007.083         949.415
     Tagihan Bruto Pemberi Kerja             9.660.293      10.117.502       10.024.128       9.802.562       9.241.244
     Persediaan                              7.761.460       8.128.800        8.053.780       7.875.765       7.424.780
     Biaya Dibayar Dimuka                    1.144.921       1.199.109        1.188.042       1.161.782       1.095.256
     Aset Lancar Lainnya                     6.876.257       7.201.701        7.135.238       6.977.525       6.577.976
      Total Aset Lancar                     30.965.554      32.534.786       32.147.452      31.088.581      30.629.914

  Aset Tidak Lancar
     Investasi pada Ventura Bersama           1.300.968       1.229.545       1.122.677       1.240.731       1.210.080
     Properti Investasi                         944.479         989.180         980.051         958.389         903.509
     Aset Tetap - Bersih                      2.698.038       2.825.733       2.799.654       2.737.773       2.581.001
     Aset
     0    Tidak Lancar Lainnya                6.124.715       6.414.590       6.355.390       6.214.915       5.859.034
       Total Aset Tidak Lancar              11.068.201      11.459.047       11.257.772      11.151.807      10.553.625

  TOTAL ASET                                42.033.755      43.993.834      43.405.225       42.240.388      41.183.539

  LIABILITAS & EKUITAS
  LIABILITAS :                              33.156.441      34.660.245      33.599.714       31.571.870      28.560.099
       Utang Usaha                          16.323.525      16.896.227      15.835.071       12.770.824      11.862.709
       Uang Muka Kontrak                     1.588.147       1.643.866       1.540.624        1.242.498       1.154.146
       Utang Bank & Obligasi / RK           10.950.250      11.674.962      12.058.007       14.198.702      12.422.312
       Liabilitas Lainnya                    4.294.519       4.445.190       4.166.012        3.359.847       3.120.933
     Liabilitas Jangka Pendek               22.567.341      25.245.799      22.852.804       19.228.137      15.851.542
      Liabilitas Jangka Panjang             10.589.101        9.414.446     10.746.911       12.343.733      12.708.556

  EKUITAS                                    8.877.314        9.333.589       9.805.511      10.668.518      12.623.440

  TOTAL LIABILITAS & EKUITAS :              42.033.755      43.993.834      43.405.225       42.240.388      41.183.539


Note: Transaksi pembayaran utang tidak berpengaruh terhadap proyeksi setelah Rencana Transaksi, hal ini karena transaksi
tersebut merupakan transaksi internal antara Induk dan Anak Perusahaan serta secara konsolidasi akan tereliminasi.
Page 63
LAMPIRAN - 10
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT
ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
PROYEKSI RASIO SEBELUM & SETELAH RENCANA TRANSAKSI
Proyeksi Rasio Sebelum Transaksi

                                                             Proyeksi Sebelum Transaksi
               KETERANGAN
                                            2023      2024        2025       2026       2027       Rata-rata

LIKUIDITAS
   Current Ratio                              1,37      1,29         1,41        1,62       1,93       1,52
   Quick Ratio                                1,03      0,97         1,05        1,21       1,46       1,14
   Cash Ratio                                 0,11      0,11         0,11        0,11       0,21       0,13

AKTIVITAS
  Perputaran Piutang Usaha                   10,02      7,15         6,50        8,82      11,92       8,88
  Perputaran Utang Usaha                      1,15      0,81         0,77        1,26       1,73       1,14
  Perputaran Persediaan                       2,42      1,69         1,51        2,04       2,76       2,09
  Perputaran Aset Tetap                       6,97      4,86         4,35        5,87       7,94       6,00

SOLVABILITAS
  Total Liabilitas terhadap Total Aset       78,88%    78,78%      77,41%     74,74%      69,35%     75,83%
  Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas   373,50%   371,35%     342,66%    295,93%     226,25%    321,94%

PROFITABILITAS
  Gross Profit Margin                        10,16%    12,22%      13,65%      14,12%     14,08%     12,85%
  Operating Profit Margin                     5,45%     5,04%       4,55%       6,16%      7,01%      5,64%
  Net Profit Margin                           1,03%     1,19%       1,44%       2,93%      2,88%      1,89%
  Return On Assets                            0,51%     0,42%       0,47%       1,30%      1,67%      0,87%
  Return On Equity                            2,42%     2,00%       2,07%       5,13%      5,44%      3,41%
Proyeksi Rasio Setelah Transaksi
                                                               Proyeksi Setelah Transaksi
               KETERANGAN
                                            2023      2024         2025        2026       2027     Rata-rata

LIKUIDITAS
   Current Ratio                              1,37      1,29         1,41        1,62       1,93       1,52
   Quick Ratio                                1,03      0,97         1,05        1,21       1,46       1,14
   Cash Ratio                                 0,11      0,11         0,11        0,11       0,21       0,13

AKTIVITAS
  Perputaran Piutang Usaha                   10,02      7,15         6,50        8,82      11,92       8,88
  Perputaran Utang Usaha                      1,15      0,81         0,77        1,26       1,73       1,14
  Perputaran Persediaan                       2,42      1,69         1,51        2,04       2,76       2,09
  Perputaran Aset Tetap                       6,97      4,86         4,35        5,87       7,94       6,00

SOLVABILITAS
  Total Liabilitas terhadap Total Aset       78,88%    78,78%      77,41%     74,74%      69,35%     75,83%
  Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas   373,50%   371,35%     342,66%    295,93%     226,25%    321,94%

PROFITABILITAS
  Gross Profit Margin                        10,16%    12,22%      13,65%      14,12%     14,08%     12,85%
  Operating Profit Margin                     5,45%     5,04%       4,55%       6,16%      7,01%      5,64%
  Net Profit Margin                           1,03%     1,19%       1,44%       2,93%      2,88%      1,89%
  Return On Assets                            0,51%     0,42%       0,47%       1,30%      1,67%      0,87%
  Return On Equity                            2,42%     2,00%       2,07%       5,13%      5,44%      3,41%
Page 64
LAMPIRAN - 11
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
FAIRNESS OPINION ATAS PENILAIAN INSTRUMEN KEUANGAN BERUPA SEBAGIAN PIUTANG MILIK PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk KEPADA
PT ADHI COMMUTER PROPERTI Tbk
ANALISIS KEWAJARAN


Bunga Berdasarkan KMK 31 Desember 2022 (8,29%)
                                                                  Rencana
                                                                                            Kewajaran : Harga Transaksi Berada
                    Rencana Transaksi                             Transaksi
     Keterangan                       Hasil Penilaian   (Rp)                    Kisaran      dalam Kisaran +/- 7,5% dari Hasil
                          (Rp)                                 terhadap Hasil
                                                                                                         Penilaian
                                                                  Penilaian

Batas Atas            206.388.257.775      191.989.077.000            107,50%      7,50%
Piutang ADHI          199.877.883.244      191.989.077.000            104,11%      4,11%                  Wajar
Batas Bawah           177.589.896.225      191.989.077.000             92,50%      -7,50%


Bunga Berdasarkan Perjanjian Pengakuan Utang antara ADHI dan ADCP (9%)
                                                                  Rencana
                                                                                            Kewajaran : Harga Transaksi Berada
                    Rencana Transaksi                             Transaksi
     Keterangan                       Hasil Penilaian   (Rp)                    Kisaran      dalam Kisaran +/- 7,5% dari Hasil
                          (Rp)                                 terhadap Hasil
                                                                                                         Penilaian
                                                                  Penilaian

Batas Atas            213.542.259.150      198.643.962.000            107,50%      7,50%
Piutang ADHI          199.877.883.244      198.643.962.000            100,62%      0,62%                  Wajar
Batas Bawah           183.745.664.850      198.643.962.000             92,50%      -7,50%

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.01 MB
Published31 Aug 2023
Pages64
Characters215,605
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 7377 ms 12 Sep 2026 22:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'pada tanggal penilaian.'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'pada tanggal penilaian.',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '199877883244'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result