Skip to content
Back to announcement

20230808_FOLK_Informasi Transaksi Afiliasi_31359414_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review FOLK

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 79

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
        RENCANA TRANSAKSI
               PINJAMAN
   PT MULTI GARAM UTAMA TBK
         KEPADA ENTITAS ANAK
      PT AMAZARA INDONESIA
             MUDAKARYA

No. 00032/2.0113-03/BS/05/0340/1/VIII/2023
         Tanggal : 3 Agustus 2023
                Atas Revisi
No. 00029/2.0113-03/BS/05/0340/1/VI/2023
           Tanggal : 20 Juni 2023




                                             1
Page 2
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
        RENCANA TRANSAKSI
               PINJAMAN
   PT MULTI GARAM UTAMA TBK
         KEPADA ENTITAS ANAK
      PT AMAZARA INDONESIA
             MUDAKARYA

No. 00032/2.0113-03/BS/05/0340/1/VIII/2023
         Tanggal : 3 Agustus 2023
                Atas Revisi
No. 00029/2.0113-03/BS/05/0340/1/VI/2023
           Tanggal : 20 Juni 2023
Page 3
No. 00032/2.0113-03/BS/05/0340/1/VIII/2023                           Bekasi, 3 Agustus 2023


Kepada :
PT MULTI GARAM UTAMA TBK
Prosperity Tower 17-F
District 8, SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Kavling 52-53
Kel. Senayan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta, 12190


Perihal: Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjaman PT Multi Garam
           Utama Tbk kepada Entitas Anak yaitu PT Amazara Indonesia Mudakarya


Dengan hormat,


KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah memiliki
perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik No. 2.12.0113 dan
Surat lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan
Republik lndonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas
Jasa    Keuangan   (OJK)   dengan   Surat   Tanda    Terdaftar   (STTD)   No. STTD.PB-08/PJ-
1/PM.02/2023.


Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja No. 0052/SPK/MSE-01/ES/VII/2023, tanggal 25 Juli
2023, Kami telah melaksanakan Penilaian untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi Pinjaman PT Multi Garam Utama Tbk (selanjutnya disebut “FOLK”)
kepada Entitas Anak yaitu PT Amazara Indonesia Mudakarya (selanjutnya disebut “AIM”)
seperti yang tertuang dalam laporan ini.


Latar Belakang


FOLK berencana melakukan transaksi Pinjaman kepada Entitas Anak yaitu AIM. AIM
merupakan pihak yang terafiliasi dengan FOLK dari sisi kepemilikan saham maupun sisi
manajemen kepengurusan.


Nilai   Rencana    Transaksi   Pinjaman     antara   FOLK   dengan    AIM    adalah   sebesar
Rp6.271.900.000,- (Enam Miliar Dua Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Sembilan Ratus Ribu
rupiah). Nilai dari Rencana Transaksi tersebut adalah 8,97% terhadap jumlah ekuitas FOLK
yang sebesar Rp69.956.136.000,- (Enam Puluh Sembilan Miliar Sembilan Ratus Lima
Puluh Enam Juta Seratus Tiga Puluh Enam Ribu Rupiah) berdasarkan Laporan keuangan
Audit FOLK per 31 Desember 2022.


Rencana Transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi
sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia

                                                                                              i
Page 4
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
          Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut “Peraturan No. 42/POJK.04/2020”) karena
          transaksi dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki afiliasi dengan FOLK dari sisi
          kepemilikan saham maupun sisi manajemen kepengurusan. Rencana Transaksi tidak
          memenuhi ketentuan terkait transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam
          Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20
          April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut
          “Peraturan No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai rencana transaksi di bawah 20% dari
          ekuitas FOLK per 31 Desember 2022.


          Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


          Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dengan
          Laporan No. 00032/2.0113-03/BS/05/0340/1/VIII/2023, tanggal 3 Agustus 2023 atas
          revisi No. 00029/2.0113-03/BS/05/0340/1/VI/2023, tanggal 20 Juni 2023.


          Tanggal Penilaian


          Tanggal Penilaian dalam laporan Pendapat Kewajaran ini adalah per 31 Maret 2023.


          Objek Penilaian


          Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Rencana Transaksi Pinjaman FOLK
          kepada Entitas Anak yaitu AIM.


          Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran


          Maksud dan tujuan dari laporan penilaian ini adalah pemberian Pendapat Kewajaran atas
          Rencana    Transaksi       Pinjaman   FOLK     kepada   Entitas   Anak   yaitu   AIM   sebesar
          Rp6.271.900.000,- (Enam Miliar Dua Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Sembilan Ratus Ribu
          rupiah).


          Pendekatan dan Metode


          Pendekatan dan Metode dalam penyusunan laporan Pendapat Kewajaran ini, diantaranya
          adalah:
          a.   Analisis transaksi;
          b.   Analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas rencana transaksi;
          c.   Analisis atas kewajaran nilai transaksi;
          d.   Analisis atas faktor lain yang relevan.




                                                                                                      ii
Page 5
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          Asumsi dan Kondisi Pembatas


          Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini
          adalah:
          •   Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
          •   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
              Pendapat Kewajaran.
          •   Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
              informasi yang disediakan oleh atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia
              untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.
          •   Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi serta
              Proforma Laporan Keuangan yang disampaikan oleh dengan mencerminkan kewajaran
              proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
          •   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
              keuangan yang telah disesuaikan.
          •   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
              rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional FOLK.
          •   Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan yang
              dihasilkan.
          •   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum obyek Pendapat Kewajaran dari
              pemberi tugas.


          Kesimpulan

          A. Analisis Transaksi


              Pihak yang terlibat Transaksi antara lain:


                    1. PT Multi Garam Utama Tbk


                      FOLK didirikan berdasarkan Akta No. 6, tanggal 10 April 2019, dibuat di hadapan
                      Tri Theresa Tarigan, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, yang telah
                      disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasar
                      kan Keputusan No.AHU-0019154.AH.01.01.Tahun 2019, tanggal 11 April 2019,
                      didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0059848.AH.01.11.Tahun 2019,
                      tanggal 11 April 2019, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
                      No. 075, tanggal 20 September 2022, Tambahan No. 032247.


                    2. PT Amazara Indonesia Mudakarya


                      AIM didirikan berdasarkan Akta Notaris A. Yossi Aribowo, S.T., S.H., M.Kn.,
                      No. 263, tanggal 28 Agustus 2018 Notaris di Daerah Istimewa Yogyakarta. Akta
                      Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
                      Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0041473.AH.01.01.Tahun 2018,


                                                                                                   iii
Page 6
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                      tanggal 1 September 2018. Sampai dengan tanggal penilaian, FOLK merupakan
                      salah satu pemegang saham AIM dengan kepemilikan sebanyak 51,07%.


             Secara garis besar, berikut adalah informasi mengenai Rencana Transaksi Pinjaman FOLK
             kepada Entitas Anak yaitu AIM berdasarkan keterangan manajemen FOLK:


              Pemberi Pinjaman           :   FOLK
                                         :   Danny Sutradewa yang mewakili dan selaku Direktur
                                             Utama FOLK
              Penerima Pinjaman          :   AIM
                                         :   Uma Hapsari yang mewakili dan selaku Direktur AIM
              Perjanjian                 :   Pinjam Meminjam No. MGI/UP/II-2023/001
              Tanggal Perjanjian         :   17 Februari 2023
              Nilai                      :   Rp6.271.900.000,-
              Penerimaan Pinjaman        :   Selambat-lambatnya tanggal 31 Juli 2023 (tanggal
                                             IPO)
              Pencairan Pinjaman         :   30 hari kerja setelah pemberi pinjaman menerima
                                             keseluruhan dana dari IPO
              Jatuh Tempo                :   36 Bulan sejak tanggal pencarian pinjaman.
              Bunga                      :   6,5% per tahun
              Jaminan                    :   Para pihak sepakat pemberian pokok pinjaman oleh
                                             Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman ini
                                             tidak dijamin dengan jaminan khusus.


             Dengan terdapatnya hubungan afiliasi keterlibatan pihak-pihak dengan FOLK, maka
             Rencana Transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi
             sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
             No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
             Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut “Peraturan No. 42/POJK.04/2020”).


             Berdasarkan Laporan keuangan Audit FOLK per 31 Desember 2022, total ekuitas FOLK
             adalah sebesar Rp69.956.136.000,- (Enam Puluh Sembilan Miliar Sembilan Ratus Lima
             Puluh Enam Juta Seratus Tiga Puluh Enam Ribu Rupiah). Berdasarkan informasi dari
             manajemen      FOLK,   diketahui   bahwa   nilai   Rencana   Transaksi   adalah   sebesar
             Rp6.271.900.000,- (Enam Miliar Dua Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Sembilan Ratus Ribu
             rupiah). Dengan demikian, persentase nilai transaksi terhadap ekuitas adalah sebesar
             8,97%.


             Berdasarkan Peraturan No. 17/POJK.04/2020, suatu transaksi dikategorikan sebagai
             transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas
             Perusahaan Terbuka.




                                                                                                    iv
Page 7
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




             Dengan demikian, Rencana Transaksi bukan termasuk transaksi material sesuai dengan
             Peraturan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
             Usaha Utama.


             Risiko terkait dengan adanya Transaksi adalah risiko gagal bayar (default) yang
             disebabkan kegagalan untuk melakukan pembayaran sisa pokok utang dan bunga pada
             waktu yang telah ditetapkan.


             Manfaat dari adanya Transaksi tersebut, AIM memperoleh tambahan modal kerja atau
             Operational Expense (Opex) untuk kelangsungan usahanya.

          B. Analisis Kualitatif


             FOLK didirikan berdasarkan AKta No. 6, tanggal 10 April 2019, dibuat di hadapan Tri
             Theresa Tarigan, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, yang telah disahkan oleh
             Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. A
             HU-0019154.AH.01.01.Tahun 2019, tanggal 11 April 2019, didaftarkan dalam Daftar
             Perseroan No. AHU-0059848.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 11 April 2019, dan
             diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 075, tanggal 20 September
             2022, Tambahan No.032247.


             Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
             Akta Notaris Tri Theresa Tarigan, S.H., M.Kn., No. 15, tanggal 28 November 2022 tentang
             Perubahan struktur kepemilikan modal, perubahan modal dasar dan tambahan modal
             ditempatkan. Perubahan ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
             Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0086920.AH.01.02
             Tahun 2022, tanggal 30 November 2022.


             Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan Pasal 3, kegiatan utama Perusahaan adalah
             dalam bidang aktivitas holding, aktivitas kantor pusat, aktivitas konsultasi manajemen
             lainnya, aktivitas konsultasi bisnis dan broker bisnis, penyediaan sumber daya manusia
             dan manajemen fungsi sumber daya manusia, jasa pendidikan manajemen dan
             perbankan, pendidikan bimbingan belajar dan konseling siswa.


             Kantor Perusahaan berdomisili di Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD, Jalan Jenderal
             Sudirman Kav. 52-53, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


             PT Garam Ventura Indonesia merupakan entitas induk terakhir Perusahaan.


             Alasan Transaksi adalah Transaksi ini sinergis dengan rencana bisnis FOLK dalam
             pengembangan usaha di sektor omnichannel retail.




                                                                                                   v
Page 8
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




             Latar belakang Transaksi adalah untuk menjaga kelangsungan usaha dan kepercayaan
             pelanggan yang besar dan terus berkembang.


          C. Analisis Kuantitatif


             Kami melakukan analisa inkremental atas Rencana Transaksi Pinjaman FOLK kepada
             Entitas Anak yaitu AIM. Berdasarkan hasil analisis inkremental, Rencana Transaksi ini
             dapat memberikan nilai tambah sebagai berikut:
              • Pada pendapatan sebesar Rp4,61 miliar di tahun 2023 hingga mencapai Rp65,23
                 miliar pada tahun 2028;
              • Pada laba setelah pajak sebesar Rp843,93 juta di tahun 2023 hingga mencapai
                 Rp17,38 miliar pada tahun 2028;
              • Pada aset sebesar Rp7,23 miliar pada tahun 2023 hingga mencapai Rp49,01 miliar
                 pada tahun 2028;
              • Pada liabilitas sebesar Rp6,39 miliar pada tahun 2023 sedangkan pada tahun 2028
                 mencapai Rp1,68 miliar;
              • Pada ekuitas sebesar Rp883,93 juta pada tahun 2023 hingga mencapai Rp47,33
                 miliar pada tahun 2028; dan
              • Pada kas dan setara kas akhir sebesar Rp5,93 miliar di tahun 2023 hingga mencapai
                 Rp17,38 miliar pada tahun 2028.


             Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa dengan dilakukannya transaksi
             didapat kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:
              • Net Present Value ( NPV ) > 0 --> Layak
                 NPV       yang   dihasilkan     menunjukkan       angka    yang   positif   yaitu   sebesar
                 Rp65.071.000.000,-.
              • Profitability Index ( PI ) > 1 --> Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 2,20769 yang berarti lebih besar dari 1.
              • Break Event Point ( BEP )
                BEP yang dihasilkan sebesar Rp34.876.000.000,- atau 35,53% dari penjualan.

             Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
             sebesar   Rp65,07      miliar,    jika   terjadi   perubahan   terhadap   pendapatan,   dimana
             pendapatan turun sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             negatif Rp14,03 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana
             struktur biaya naik sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp28,78 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount rate, dimana
             discount rate naik sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp59,51 miliar.


             Berdasarkan grafik sensitivitas terlihat bahwa kelayakan AIM dengan dilakukannya
             transaksi lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan.




                                                                                                          vi
Page 9
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          D. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi


             Rencana Transaksi Pinjaman dari FOLK kepada AIM dilakukan untuk memberikan
             dukungan pembiayaan modal kerja kepada entitas anak untuk menjaga kelangsungan
             usaha dan agar mampu memaksimalkan peluang bisnis. Dimana hal tersebut sinergis
             dengan rencana bisnis FOLK dalam pengembangan usaha di sektor omnichannel retail.


             Pinjaman dari FOLK kepada AIM tidak dijamin dengan jaminan khusus, namun jika
             debitur dalam keadaan tidak mampu membayar maka debitur akan melakukan suatu
             kesepakatan    atau   pengalihan,    moratorium    (penundaan   pembayaran    hutang),
             reorganisasi atau kesepakatan lainnya. Jaminan juga diperoleh secara langsung maupun
             tidak langsung karena kedudukan FOLK sebagai induk perusahaan. Sebagai induk
             perusahaan, FOLK dapat mengendalikan pelunasan pinjaman pada saat jatuh tempo
             sehingga mengurangi risiko tidak tertagih.


             Berdasarkan hasil analisis inkremental, Rencana Transaksi Pinjaman dapat memberikan
             nilai tambah pada pendapatan sebesar Rp4,61 miliar di tahun 2023 hingga mencapai
             Rp65,23 miliar pada tahun 2028, pada laba setelah pajak sebesar Rp843,93 juta di
             tahun 2023 hingga mencapai Rp17,38 miliar pada tahun 2028, pada aset sebesar
             Rp7,23 miliar pada tahun 2023 hingga mencapai Rp49,01 miliar pada tahun 2028, pada
             liabilitas sebesar Rp6,39 miliar pada tahun 2023 sedangkan pada tahun 2028 mencapai
             Rp1,68 miliar, pada ekuitas sebesar Rp883,93 juta pada tahun 2023 hingga mencapai
             Rp47,33 miliar pada tahun 2028; dan kas dan setara kas akhir sebesar Rp5,93 miliar di
             tahun 2023 hingga mencapai Rp30,54 miliar pada tahun 2028.


             Berdasarkan hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa dengan dilakukannya transaksi
             adalah layak yang ditunjukkan dengan NPV positif Rp65.071.000.000,-, PI sebesar
             2,20769, dan BEP sebesar Rp34.876.000.000,- atau 35,53% dari penjualan. Dengan
             indikator tersebut, rencana transaksi layak dilaksanakan.


          E. Analisis Faktor-faktor Lain yang Relevan


             Seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum setelah dikurangi biaya-biaya yang
             berhubungan dengan Penawaran Umum ini akan digunakan:
             1. Sekitar 22,76% (dua puluh dua koma tujuh enam persen) akan dilakukan untuk
                 penyetoran modal kepada PT Finfolk Media Nusantara (“FMN”).
             2. Sekitar 19,00% (sembilan belas koma nol nol persen) akan digunakan Perseroan
                 untuk pembayaran jasa kontraktor dengan rincian sebagai berikut: renovasi terhadap
                 Gedung kantor, pembuatan studio, tempat workshop, meeting hall dan juga
                 pembelian peralatan perlengkapan di dalamnya.
             3. Sekitar 17,50% (tujuh belas koma lima nol persen) akan digunakan Perseroan untuk
                 pembelian saham PT Untung Selalu Sukses (USS).




                                                                                                vii
Page 10
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




             4. Sekitar 12,38% (dua belas koma tiga delapan persen) akan dipinjamkan kepada
                 PT Drsoap Global Indonesia (DGI). Pinjaman ini akan berupa pinjaman pemegang
                 saham ("shareholder's loan”).
             5. Sekitar 11,90% (sebelas koma sembilan nol persen) akan dipinjamkan kepada
                 PT Amazara Indonesia Mudakarya (AIM). Pinjaman ini akan berupa pinjaman
                 pemegang saham ("shareholder's loan”).
             6. Sekitar 6,54% (enam koma lima empat persen) akan dipinjamkan kepada PT Syca
                 Kreasi Indonesia (SKI). Pinjaman ini akan berupa pinjaman pemegang saham
                 ("shareholder's loan”).
             7. Sekitar 5,10% (lima koma satu nol persen) akan digunakan Perseroan untuk
                 pembelian software dengan rincian sebagai berikut jasa Enterprise Resource Planning
                 (ERP)     dan   jasa   Customer   Relationship   Management    (CRM)    dimana    akan
                 mengintegrasikan seluruh sumber daya Perseroan dan Entitas Anak. Selain itu akan
                 digunakan Perseroan untuk mengembangkan aplikasi (Folk Superapps).
             8. Sekitar 4,82% (empat koma delapan dua persen) akan digunakan Perseroan untuk
                 modal kerja Perseroan yaitu untuk pembayaran jasa Outsourcing dengan rincian
                 sebagai berikut marketing & sales agent, customer service, administration support,
                 jasa kebersihan dan keamanan.


             Dana yang akan digunakan dalam Rencana Transaksi pinjaman dari FOLK kepada AIM
             merupakan dana yang akan diperoleh FOLK dari Penawaran Umum. Dimana sekitar
             11,90% dari dana yang akan diperoleh FOLK dari Penawaran Umum akan dipinjamkan
             kepada AIM yang selanjutnya akan digunakan untuk:
              • Sekitar 10,71% digunakan untuk kebutuhan pembelian persediaan produk; dan
              • Sekitar 1,19% digunakan untuk biaya pemasaran seperti iklan, promosi dan kegiatan
                 branding lainnya.

          Pendapat Mengenai Kewajaran Transaksi


          Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas
          Rencana Transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor lain yang
          relevan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pinjaman FOLK kepada Entitas
          Anak yaitu AIM adalah Wajar.




                                                                                                     viii
Page 11
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
          material terhadap Pinjaman kepada Entitas Anak yaitu AIM. Perubahan tersebut termasuk,
          namun tidak terbatas pada perubahan kondisi, baik secara internal maupun secara eksternal
          yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan
          serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah
          tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan
          Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka
          kesimpulan mengenai kewajaran Rencana Transaksi Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak
          yaitu AIM ini mungkin berbeda.

          Hormat kami,
          KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




          Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
          Rekan
          MAPPI                 : No. 09-S-02341
          Izin Penilai          : No. B-1.12.00340
          Klasifikasi Izin      : Penilaian bisnis
          Register              : No. RMK-2017.00303
          STTD OJK              : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
          STTD IKNB             : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                                 ix
Page 12
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                           PERNYATAAN PENILAI


           Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
           tangan di bawah ini menyatakan bahwa :

           1.   Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara
                independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan FOLK, dan pihak-
                pihak yang terkait dengan rencana transaksi. Kami juga tidak mempunyai
                kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
                Laporan Pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
                atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
                tidak dipengaruhi oleh pendapat yang dihasilkan dari proses analisis pendapat
                kewajaran ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum
                pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0052/SPK/MSE-01/ES/VII/2023, tanggal 25
                Juli 2023;
           2.   Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah
                dilakukan dengan benar;
           3.   Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan
                Pendapat kewajaran;
           4.   Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada
                tanggal Pendapat Kewajaran;
           5.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
                Pendapat Kewajaran;
           6.   Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
                pembatas;
           7.   Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari
                berbagai sumber yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
           8.   Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
                Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, POJK
                No. 17/POJK.04/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Standar
                Penilaian Indonesia 2018 ("SPI 2018") yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
                Penilai Indonesia ("MAPPI");
           9.   Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
                dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah;
           10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
                bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.




                                                                                                 x
Page 13
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
          penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
          penilaian yang baik.


          Bekasi, 3 Agustus 2023
          No.    Nama                                                       Tugas        Tanda Tangan




           1.    Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)                Penanggung      (....................)
                                                                            Jawab
                 MAPPI              : No. 09-S-02341
                 Izin Penilai       : No. B-1.12.00340
                 Klasifikasi Izin   : Penilaian bisnis
                 Register           : No. RMK-2017.00303
                 STTD OJK           : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
                 STTD IKNB          : No.173/NB.122/STTD-P/2019



           2.    Meilindra Indriani, S.Si                                  Reviewer      (....................)
                 MAPPI              : No. 14-T-05006
                 Register           : No. RMK-2017.01002



           3.    Toyib Efendi, S.E., M.Ec.Dev                             Staf Penilai    (...................)
                 MAPPI              : No. 09-P-02398
                 Register           : No. RMK-2021.03694



           4.    Muhammad Rizal Hidayat, S.Pt                          Tenaga Inspeksi    (...................)
                 MAPPI              : No. 13-A-04453




                                                                                                xi
Page 14
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                                                  DAFTAR ISI

          SURAT PERNYATAAN ........................................................................................................ i
          PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................... x
          DAFTAR ISI .................................................................................................................. xii
          DAFTAR TABEL ............................................................................................................ xiv
          DAFTAR GAMBAR .........................................................................................................xv
          1         PENDAHULUAN................................................................................................... 1
          1.1       Latar Belakang ................................................................................................... 1
          1.2       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ............................................................... 2
          1.3       Tanggal Penilaian ............................................................................................... 2
          1.4       Identitas Pemberi Tugas ..................................................................................... 2
          1.5       Objek Penilaian .................................................................................................. 3
          1.6       Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ........................................... 3
          1.7       Benturan Kepentingan Atas Transaksi yang Akan Dilakukan ............................... 3
          1.8       Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan ................................................... 3
          1.9       Ruang Lingkup Penilaian .................................................................................... 4
          1.10      Pendekatan dan Metode ..................................................................................... 5
          1.11      Asumsi dan Kondisi Pembatas ............................................................................ 5
          1.12      Kejadian Setelah Tanggal Penilaian..................................................................... 6
          2         ANALISIS TRANSAKSI .......................................................................................... 8
          2.1       Analisis Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ............... 8
          2.2       Hubungan Pihak yang Akan Melakukan Transaksi .............................................. 8
          2.3       Materialitas Nilai Transaksi ................................................................................ 9
          2.4       Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi ............................ 10
          2.5       Risiko dan Manfaat Transaksi Atas Transaksi yang Akan Dilakukan .................. 11
          3         ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS RENCANA TRANSAKSI
                     ....................................................................................................................... 12
          4         ANALISIS KUALITATIF ....................................................................................... 13
          4.1       Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha ................................................... 13
          4.2       Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana ....................................................... 14
          4.3       Analisis Industri dan Bisnis .............................................................................. 16
          4.3.1     Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia .................................................................. 16
          4.3.2     Kondisi Industri ............................................................................................... 18
          4.4       Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan .................................................. 21
          4.5       Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi .................................................. 22
          4.6       Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ............................................ 23
          4.7       Analisis Dampak leverage pada Keuangan ........................................................ 23
          4.8       Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan ................................... 24
          5         ANALISIS KUANTITATIF ..................................................................................... 26
          5.1       Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
                    Perusahaan ...................................................................................................... 26


                                                                                                                                             xii
Page 15
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          5.1.1   Penilaian Kinerja Historis.................................................................................. 26
          5.1.2   Penilaian Atas Proyeksi Keuangan .................................................................... 37
          5.1.3   Analisis Rasio Keuangan .................................................................................. 42
          5.1.4   Analisis Keuangan Sebelum Transaksi dan Setelah Transaksi Dilakukan ........... 46
          5.1.5   Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Rencana Transaksi .... 47
          5.1.6   Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi ...... 49
          5.1.7   Analisis Tingkat Suku Bunga ............................................................................ 49
          5.2     Analisis Inkremental ........................................................................................ 49
          5.2.1   Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ................. 49
          5.2.2   Biaya atau Pendapatan yang Relevan ................................................................ 54
          5.2.3   Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................. 54
          5.3     Analisis Sensitivitas .......................................................................................... 55
          6       ANALISIS ATAS JAMINAN................................................................................... 57
          7       ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ..................................................... 58
          8       ANALISIS FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG RELEVAN .............................................. 59
          9       PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI ................................................. 60
          10      KUALIFIKASI PENILAI USAHA ............................................................................. 61
          11      KESIMPULAN .................................................................................................... 62




                                                                                                                                  xiii
Page 16
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                                          DAFTAR TABEL

          Tabel 1 Susunan Pemegang Saham AIM ............................................................... 9
          Tabel 2 Nilai Transaksi Material ......................................................................... 10
          Tabel 3 Perhitungan Analisis Kelayakan Transaksi (Rp.Juta) ............................... 12
          Tabel 4 Susunan Pemegang Saham FOLK ........................................................... 14
          Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran .. 16
          Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
                   ............................................................................................................... 17
          Tabel 7 Proyeksi DAR dan DER ........................................................................... 23
          Tabel 8 Perbandingan DER dan DAR dengan Perusahaan Publik pada Industri
                  Sejenis .................................................................................................... 24
          Tabel 9 Current Ratio dan Quick Ratio ............................................................... 25
          Tabel 10 Proyeksi Current Ratio dan Quick Ratio ............................................... 25
          Tabel 11 Kinerja Posisi Keuangan (Aset) FOLK (Rp.000) ..................................... 26
          Tabel 12 Kinerja Posisi Keuangan (Liabilitas dan Ekuitas) FOLK (Rp.000) ............ 28
          Tabel 13 Kinerja Laba (Rugi) FOLK (Rp.000) ....................................................... 30
          Tabel 14 Rasio Keuangan .................................................................................. 34
          Tabel 15 Arus Kas FOLK (Rp.000) ...................................................................... 36
          Tabel 16 Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta) ............. 38
          Tabel 17 Proyeksi Laba Rugi Dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta) ....................... 40
          Tabel 18 Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta) ......................... 41
          Tabel 19 Rasio Keuangan .................................................................................. 43
          Tabel 20 Proforma Posisi Keuangan AIM (Rp.Juta) .............................................. 46
          Tabel 21 Proyeksi Arus Kas AIM dengan Adanya Transaksi Terkait Dengan
                  Kemampuan Melunasi Utang (Rp.Juta) ..................................................... 48
          Tabel 22 Inkremental Posisi Keuangan (Rp.Juta) ................................................. 50
          Tabel 23 Inkremental Laba Rugi (Rp.Juta) .......................................................... 51
          Tabel 24 Inkremental Arus Kas (Rp.Juta) ............................................................ 52
          Tabel 25 Analisis Sensitivitas ............................................................................. 55




                                                                                                                                 xiv
Page 17
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                                         DAFTAR GAMBAR

          Gambar 1 Grafik Inflasi IHK dan Komponen .................................................................. 17
          Gambar 2 Peta Inflasi Daerah (%, yoy) ........................................................................... 18
          Gambar 3 Nilai dan Pertumbuhan PDB Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki
                         (2010-2021) ............................................................................................... 19
          Gambar 4 Analisis Sensitivitas ...................................................................................... 55




                                                                                                                                   xv
Page 18
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          1      PENDAHULUAN


          1.1    Latar Belakang


                 PT Multi Garam Utama Tbk (selanjutnya “FOLK”) didirikan di Jakarta berdasarkan
                 Akta Notaris Tri Theresa Tarigan, S.H., M.Kn., No. 6, tanggal 10 April 2019. Akta
                 Pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
                 Asasi     Manusia   Republik   Indonesia   dengan   Surat   Keputusan   No. AHU-
                 0019154.AH.01.01 Tahun 2019, tanggal 11 April 2019.


                 Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
                 dengan Akta Notaris Tri Theresa Tarigan, S.H., M.Kn., No. 15, tanggal 28
                 November 2022 tentang Perubahan struktur kepemilikan modal, perubahan modal
                 dasar dan tambahan modal ditempatkan. Perubahan ini telah mendapatkan
                 pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
                 dengan Surat Keputusan No. AHU-0086920.AH.01.02 Tahun 2022, tanggal 30
                 November 2022.


                 FOLK berencana melakukan transaksi Pinjaman Utang kepada Entitas Anak yaitu
                 AIM sebesar Rp6.271.900.000,-. (Enam Miliar Dua Ratus Tujuh Puluh Satu Juta
                 Sembilan Ratus Ribu rupiah).


                 Nilai dari Rencana Transaksi tersebut adalah 8,97% terhadap jumlah ekuitas FOLK
                 yang sebesar Rp69.956.136.000,- (Enam Puluh Sembilan Miliar Sembilan Ratus
                 Lima Puluh Enam Juta Seratus Tiga Puluh Enam Ribu Rupiah) berdasarkan Laporan
                 keuangan Audit FOLK per 31 Desember 2022.


                 Rencana Transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi
                 afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
                 Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang
                 Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut
                 “Peraturan No. 42/POJK.04/2020”) karena transaksi dilakukan oleh pihak-pihak
                 yang memiliki afiliasi dengan FOLK dari sisi kepemilikan saham maupun sisi
                 manajemen kepengurusan. Rencana Transaksi tidak memenuhi ketentuan terkait
                 transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
                 Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020
                 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut
                 “Peraturan No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai rencana transaksi di bawah 20%
                 dari ekuitas FOLK per 31 Desember 2022.




                                                                                                1
Page 19
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          1.2    Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


                 KJPP Syarif, Endang & Rekan telah ditunjuk oleh FOLK dengan Surat Perjanjian
                 Kerja No. 0052/SPK/MSE-01/ES/VII/2023, tanggal 25 Juli 2023, dengan maksud
                 untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pinjaman PT Multi
                 Garam Utama Tbk kepada Entitas Anak PT Amazara Indonesia Mudakarya.


                 KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah
                 memiliki perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik
                 No. 2.12.0113 dan Surat lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan
                 oleh Menteri Keuangan Republik lndonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi
                 Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda
                 Terdaftar (STTD) No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023.


                 Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dengan
                 Laporan No. 00032/2.0113-03/BS/05/0340/1/VIII/2023, tanggal 3 Agustus 2023
                 atas revisi No. 00029/2.0113-03/BS/05/0340/1/VI/2023, tanggal 20 Juni 2023.
                 Kami menyatakan bahwa membatalkan laporan penilaian sebelumnya. Hal yang
                 menjadi objek revisi diantaranya adalah sebagai berikut:


                 1.   Perubahan tanggal penilaian dari 31 Desember 2022 menjadi 31 Maret 2023;
                 2.   Penyesuaian Laporan terkait perubahan pada Laporan keuangan Audit per 31
                      Desember 2022.


          1.3    Tanggal Penilaian


                 Tanggal Penilaian dalam laporan Pendapat Kewajaran ini adalah per 31 Maret
                 2023.


          1.4    Identitas Pemberi Tugas


                 Pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:


                 Nama Perusahaan           : PT Multi Garam Utama Tbk
                 Bidang Usaha              : Aktivitas holding, aktivitas kantor pusat, aktivitas
                                             konsultasi manajemen lainnya, aktivitas konsultasi
                                             bisnis dan broker bisnis, penyediaan sumber daya
                                             manusia dan manajemen fungsi sumber daya
                                             manusia, jasa pendidikan manajemen dan perbankan,
                                             pendidikan bimbingan belajar dan konseling siswa.
                 Alamat                    : District 8, SCBD, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 52-
                                             53, Kel. Senayan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta
                                             Selatan, Provinsi DKI Jakarta



                                                                                                     2
Page 20
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 Telepon                    : (021) 50123124
                 Email                      : corporatesecretary@folkgroup.co
                 Situs                      : folkgroup.co


          1.5    Objek Penilaian


                 Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Rencana Transaksi
                 Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak yaitu AIM.


          1.6    Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran


                 Maksud dan tujuan dari laporan penilaian ini adalah pemberian Pendapat
                 Kewajaran   atas      Pinjaman   FOLK   kepada   Entitas   Anak   yaitu    AIM     sebesar
                 Rp6.271.900.000,-. (Enam Miliar Dua Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Sembilan Ratus
                 Ribu rupiah).


                 Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada
                 Peraturan       OJK      No. 35/POJK.04/2020        dan      Surat        Edaran      OJK
                 No. 17/SEOJK.004/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
                 Penilaian Usaha di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020, Kode Etik Penilai
                 Indonesia ("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia 2018 ("SPI 2018") yang
                 ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI").


          1.7    Benturan Kepentingan Atas Transaksi yang Akan Dilakukan


                 Rencana Transaksi melibatkan pihak yang secara kepentingan ekonomis dari
                 masing-masing pihak diketahui tidak ada benturan kepentingan atas Rencana
                 Transaksi yang akan dilakukan.


          1.8    Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan


                 Untuk dapat memberikan pendapat atas Kewajaran Rencana Transaksi, sebagai
                 Penilai Independen kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu atau
                 melaksanakan akan prosedur atas hal-hal sebagai berikut:
                 1.   Laporan Keuangan Konsolidasian FOLK dan entitas anak tanggal 31 Desember
                      2022 dan untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2021 dan
                      2020 No. 00773/3.0357/AU.1/05/1625-3/1/VII/2023, tanggal 17 Juli 2023
                      yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Doly Fajar Damanik, CPA dari Kantor
                      Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dengan opini wajar dalam
                      semua hal yang material;
                 2.   Laporan Keuangan Konsolidasian FOLK dan entitas anak tanggal 31 Maret
                      2023 (Tidak Audit);
                 3.   Proyeksi Keuangan FOLK dengan dan tanpa transaksi;


                                                                                                         3
Page 21
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 4.   Proforma Keuangan FOLK tanggal 31 Maret 2023;
                 5.   Akta dan Legalitas Umum FOLK;
                 6.   Surat Pernyataan Manajemen atas Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
                      Indonesia No. 031a/Srt-MGU/VIII/2023, tanggal 1 Agustus 2023, dinyatakan
                      bahwa Rencana Transaksi mengandung unsur transaksi afiliasi dan tidak
                      terdapat benturan kepentingan;
                 7.   Surat    Pernyataan    Manajemen      atas    Transaksi   Material   No.     031b/Srt-
                      MGU/VIII/2023,      tanggal    1   Agustus    2023,    dinyatakan    bahwa    Rencana
                      Transaksi tidak termasuk pada transaksi material;
                 8.   Diskusi dengan manajemen FOLK yaitu Bapak Danny Sutradewa sebagai
                      Direktur Utama FOLK dan Komisaris AIM;
                 9.   Surat Pernyataan Manajemen atas kebenaran data dan informasi yang
                      diberikan No. 031c/Srt-MGU/VIII/2023, tanggal 1 Agustus 2023.


                 Prosedur yang Digunakan


                 Laporan dan fakta yang terkandung dalam Laporan adalah berdasarkan informasi
                 dan representasi yang disediakan oleh manajemen dan dikompilasi oleh Penilai.
                 Informasi yang terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam
                 semua hal yang material, tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya,
                 yang mana jika dihilangkan dapat membuat Laporan ini dan informasi atau
                 pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan.


                 Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
                 diperoleh dari data riset dari domain publik. Dalam penyusunan laporan ini, telah
                 dilakukan prosedur sebagai berikut: (i) FOLK telah diberikan kesempatan untuk
                 meminta dan me-review, dan telah menerima semua informasi yang diperlukan
                 untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi
                 di dalamnya (ii) FOLK tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang
                 memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan
                 Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
                 Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan
                 Laporan ini, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi
                 yang terkandung adalah benar setelah tanggal Laporan ini. Prosedur lain yang
                 dilakukan Penilai adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen Transaksi,
                 Laporan      Keuangan,     dan   tiap   bagian    dari   Rencana   Transaksi    dalam   hal
                 kewajarannya.


          1.9    Ruang Lingkup Penilaian


                 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang
                 diberikan oleh Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan
                 dilakukan adalah wajar atau tidak wajar. Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa



                                                                                                          4
Page 22
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
                 Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah dilakukan
                 analisis atas:
                 a. Nilai dari objek yang ditransaksikan;
                 b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
                      pemegang saham;
                 c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait
                      dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
                      pemegangsaham.


                 Nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan No. 17/POJK.04/2020
                 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.


                 Sehubungan dengan peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan Penilai
                 untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang
                 lingkup pendapat kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari
                 Rencana Transaksi tersebut.


          1.10   Pendekatan dan Metode


                 Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan
                 adalah:
                 a.   Analisis transaksi;
                 b.   Analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas rencana transaksi;
                 c.   Analisis atas kewajaran nilai transaksi;
                 d.   Analisis atas faktor lain yang relevan.


          1.11   Asumsi dan Kondisi Pembatas


                 Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
                 Kewajaran ini adalah:


                 •    Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
                 •    Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                      dalam Pendapat Kewajaran.
                 •    Dalam   menyusun      laporan   ini,   penilai   mengandalkan    keakuratan   dan
                      kelengkapan informasi yang disediakan oleh FOLK atau data yang diperoleh
                      dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
                      penelitian yang kami anggap relevan.
                 •    Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana
                      Transaksi serta Proforma Laporan Keuangan yang disampaikan oleh FOLK
                      dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan
                      pencapaiannya (fiduciary duty).



                                                                                                     5
Page 23
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 •     Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
                       keuangan yang telah disesuaikan.
                 •     Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                       bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional FOLK.
                 •     Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan
                       yang dihasilkan.
                 •     Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum obyek Pendapat
                       Kewajaran dari pemberi tugas.


          1.12   Kejadian Setelah Tanggal Penilaian


                 Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjaman FOLK kepada
                 Entitas Anak yaitu AIM, terdapat kejadian penting yang patut diketahui setelah
                 Tanggal Penilaian sampai dengan Tanggal Laporan Penilaian. Kejadian-kejadian
                 tersebut adalah:
                 1. Perubahan manajemen AIM merujuk pada Akta No.2 tanggal 2 Agustus 2023
                     oleh Notaris Tri Theresa Tarigan, SH., M. Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang,
                     sehingga manajemen AIM menjadi sebagai berikut:
                     Dewan Direksi:
                     Direktur Utama            : Danny Sutradewa
                     Direktur Kreatif          : Uma Hapsari
                     Dewan Komisaris:
                     Komisaris                 : Christina Buti Pama


                     Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
                     Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.093- 0147296,
                     tanggal 2 Agustus 2023.


                 2. Addendum I perjanjian pinjam meminjam tanggal 2 Agustus 2023 yang
                     memuat informasi transaksi berikut:


                     Pemberi Pinjaman          :   FOLK
                                               :   Andika Sutoro Putra yang mewakili dan selaku
                                                   Wakil Direktur Utama FOLK
                     Penerima Pinjaman         :   AIM
                                               :   Danny Sutradewa yang mewakili dan selaku
                                                   Direktur AIM
                     Tanggal                   :   2 Agustus 2023
                     Nilai                     :   Rp6.271.900.000,-
                     Penerimaan Pinjaman       :   Selambat-lambatnya tanggal 3 Agustus 2023
                                                   (tanggal IPO)
                     Pencairan Pinjaman        :   30     hari   kerja   setelah   pemberi   pinjaman
                                                   menerima keseluruhan dana dari IPO



                                                                                                    6
Page 24
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                    Jatuh Tempo   :   36 Bulan sejak tanggal pencarian pinjaman
                    Bunga         :   6,5% per tahun
                    Jaminan       :   Para pihak sepakat pemberian pokok pinjaman
                                      oleh   Pemberi   Pinjaman   kepada   Penerima
                                      Pinjaman ini tidak dijamin dengan jaminan
                                      khusus




                                                                                  7
Page 25
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          2      ANALISIS TRANSAKSI


          2.1    Analisis Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan


                 Berdasarkan analisis terhadap Laporan posisi keuangan sebelum transaksi dan
                 posisi keuangan setelah transaksi pinjaman FOLK kepada entitas anak yaitu AIM,
                 mengakibatkan AIM mengalami peningkatan pada pendapatan sebesar Rp4,61
                 miliar di tahun 2023 hingga mencapai Rp65,23 miliar pada tahun 2028, pada laba
                 setelah pajak sebesar Rp843,93 juta di tahun 2023 hingga mencapai Rp17,38
                 miliar pada tahun 2028, pada aset sebesar Rp7,23 miliar pada tahun 2023 hingga
                 mencapai Rp49,01 miliar pada tahun 2028, pada liabilitas sebesar Rp6,39 miliar
                 pada tahun 2023 sedangkan pada tahun 2028 mencapai Rp1,68 miliar, pada
                 ekuitas sebesar Rp883,93 juta pada tahun 2023 hingga mencapai Rp47,33 miliar
                 pada tahun 2028; dan kas dan setara kas akhir sebesar Rp5,93 miliar di tahun
                 2023 hingga mencapai Rp30,54 miliar pada tahun 2028.


          2.2    Hubungan Pihak yang Akan Melakukan Transaksi


                 PT Amazara Indonesia Mudakarya (”AIM”) didirikan berdasarkan Akta Notaris
                 A. Yossi Aribowo, S.T., S.H., M.Kn., No. 263, tanggal 28 Agustus 2018 Notaris di
                 Daerah Istimewa Yogyakarta. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri
                 Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
                 No. AHU-0041473.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 September 2018.


                 Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
                 dengan Akta Notaris No. 14, tanggal 21 Maret 2023 yang dibuat di hadapan Tri
                 Theresa Tarigan, S.H., M.H, M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, mengenai
                 penegasan atas peningkatan modal Perusahaan. Akta tersebut telah disetujui oleh
                 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
                 Keputusan No. AHU-AH.01.03-0045014, tanggal 24 Maret 2023.


                 Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup usaha Perusahaan
                 adalah     bidang   industri   pengolahan,   perdagangan,   pengangkutan,   dan
                 pergudangan dan informasi dan komunikasi. Kantor Perusahaan terletak di
                 Jl. HOS. Cokroaminoto No. 47, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.


                 Sampai dengan tanggal penilaian, kepemilikan saham AIM terinci pada tabel
                 berikut:




                                                                                               8
Page 26
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                          Tabel 1 Susunan Pemegang Saham AIM
                                                 Seri    Jumlah Lembar       Persentase      Jumlah
                    Nama Pemegang Saham
                                                Saham        Saham         Kepemilikan        (Rp.)
                  Uma Hapsari                        A               345         48,94%     17.250.000
                  PT Multi Garam Utama Tbk           A               155         21,99%      7.750.000
                  PT Multi Garam Utama Tbk           B                89         12,62%    999.999.995
                  PT Multi Garam Utama Tbk           C                79         11,21%    999.999.993
                  PT Multi Garam Utama Tbk           D                37          5,25%    999.999.999
                             Jumlah                                  705        100,00%   3.024.999.987
                 Sumber: Manajemen AIM


                 Susunan kepemilikan saham AIM sampai dengan tanggal penilaian adalah sebagai
                 berikut:


                 Dewan Komisaris
                 Komisaris                       :       Monica Tanty Octaviany


                 Direksi
                 Direktur Utama                  :       Pamela
                 Direktur                        :       Jeffrey Kurniawan


                 Hubungan antara FOLK dengan AIM dalam Rencana Transaksi adalah sebagai
                 berikut:


                 • FOLK sebagai pihak pemberi pinjaman dan AIM sebagai pihak penerima
                    pinjaman memiliki hubungan afiliasi karena kepemilikan 51,06% saham AIM
                    dimiliki oleh FOLK;
                 • Ibu Uma Hapsari yang merupakan Komisaris FOLK dan pemilik 3,78% saham
                    FOLK juga merupakan Direktur Utama AIM;
                 • Bapak Danny Sutradewa yang merupakan Direktur Utama FOLK juga merupakan
                    Komisaris AIM.


                 Dengan terdapatnya hubungan afiliasi keterlibatan pihak-pihak dengan FOLK,
                 maka Rencana Transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang
                 transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
                 Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020
                 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (selanjutnya
                 disebut “Peraturan No. 42/POJK.04/2020”).


          2.3    Materialitas Nilai Transaksi


                 Nilai Rencana Transaksi yang akan dilakukan merupakan transaksi material
                 dengan gambaran sebagai berikut:


                                                                                                      9
Page 27
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                             Tabel 2 Nilai Transaksi Material
                                                          Ekuitas              Nilai Rencana
                                                                                                 Persentase
                                Uraian               31 Desember 2022           Transaksi
                                                                                                    (%)
                                                          (Rp.000)               (Rp.000)
                  Rencana Transaksi Pinjaman
                  FOLK kepada Entitas Anak                      69.956.136         6.271.900       8,97
                  yaitu AIM


                 Berdasarkan Laporan keuangan Audit FOLK per 31 Desember 2022, total ekuitas
                 FOLK adalah sebesar Rp69.956.136.000,-. Berdasarkan informasi dari manajemen
                 FOLK, diketahui bahwa nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp6.271.900.000,-
                 Dengan demikian, persentase nilai transaksi terhadap ekuitas adalah sebesar
                 8,97%.


                 Berdasarkan Peraturan No. 17/POJK.04/2020, suatu transaksi dikategorikan
                 sebagai transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari
                 ekuitas Perusahaan Terbuka.


                 Dengan demikian, Rencana Transaksi bukan termasuk transaksi material sesuai
                 dengan       Peraturan   No. 17/POJK.04/2020        tentang     Transaksi     Material   dan
                 Perubahan Kegiatan Usaha Utama.


          2.4    Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi


                 Berdasarkan informasi dari manajemen, terdapat perjanjian yang dilakukan
                 sehubungan dengan Rencana Transaksi Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak yaitu
                 AIM.


                 Secara garis besar, berikut adalah informasi mengenai Rencana Transaksi
                 Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak yaitu AIM berdasarkan keterangan manajemen
                 FOLK:


                 Pemberi Pinjaman              :   FOLK
                                               :   Danny Sutradewa yang mewakili dan selaku Direktur
                                                   Utama FOLK
                 Penerima Pinjaman             :   AIM
                                               :   Uma Hapsari yang mewakili dan selaku Direktur AIM
                 Perjanjian                    :   Perjanjian      Pinjam      Meminjam        No. MGI/UP/II-
                                                   2023/001
                 Tanggal                       :   17 Februari 2023
                 Nilai                         :   Rp6.271.900.000,-
                 Penerimaan Pinjaman           :   Selambat-lambatnya tanggal 31 Juli 2023 (tanggal
                                                   IPO)



                                                                                                          10
Page 28
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 Pencairan Pinjaman        :   30 hari kerja setelah pemberi pinjaman menerima
                                               keseluruhan dana dari IPO
                 Jatuh Tempo               :   36 Bulan sejak tanggal pencarian pinjaman
                 Bunga                     :   6,5% per tahun
                 Jaminan                   :   Para pihak sepakat pemberian pokok pinjaman oleh
                                               Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman ini
                                               tidak dijamin dengan jaminan khusus


          2.5    Risiko dan Manfaat Transaksi Atas Transaksi yang Akan Dilakukan


                 Risiko terkait dengan adanya Transaksi adalah risiko gagal bayar (default) yang
                 disebabkan kegagalan untuk melakukan pembayaran sisa pokok utang dan bunga
                 pada waktu yang telah ditetapkan.


                 Manfaat dari adanya Transaksi tersebut, AIM memperoleh tambahan modal kerja
                 atau Operational Expense (Opex) untuk kelangsungan usahanya.




                                                                                             11
Page 29
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          3      ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS RENCANA TRANSAKSI


                 Berikut ini disampaikan perhitungan terkait dengan analisis transaksi yang akan
                 dilakukan.


                                 Tabel 3 Perhitungan Analisis Kelayakan Transaksi (Rp.Juta)

                               Ke te ra nga n                  TOTAL       2023       2024     2025      2026      2027      2028
                                                                            0,75      1,75     2,75      3,75      4,75       5,75



                 EBI TDA                                        187.485      9.185    18.389   26.659    35.886    43.827     53.539

                 CASH OUT FLOW
                   - Tax                                        (41.112)    (1.936)   (3.937) (5.878) (7.909) (9.657)        (11.795)
                   - Interest ( i x T )                               -          -         -        -        -        -            -
                   - Investment Outlays - Eksisting                (369)      (369)        -        -        -        -            -
                 + / - Working Capital                          (39.592)    (7.332)   (4.982) (6.176) (7.217) (6.289)         (7.594)
                 TOTAL                                          (81.072)    (9.637)   (8.919) (12.055) (15.126) (15.946)     (19.389)

                 NET CASH FLOW                                  106.412       (452) 9.470      14.604    20.760    27.881     34.149
                 Discount Factor                      12,26%                0,9169 0,8168      0,7277    0,6482    0,5774     0,5144
                 DISCOUNTED CASH FLOW                            65.071       (414) 7.735      10.627    13.457    16.099     17.566

                 P ROCEED                                                     (452)   9.018    23.622    44.382    72.263    106.412

                 PRESENT VALUE KAS MASUK                        118.951      8.423 15.021      19.398    23.262    25.307     27.540
                 PRESENT VALUE KAS KELUAR                       (53.880)    (8.837) (7.286)    (8.772)   (9.805)   (9.208)    (9.974)

                 NET PRESENT VALUE                                 NPV       65.071
                 PROFITABILITY INDEX                                 PI    2,20769
                 BREAK EVEN POINT                                  BEP
                     Penjualan                                              34.588 65.371       89.241 117.133 141.439       170.787
                     Variable Cost                                          18.772 35.479       48.434 63.572 76.764          92.692
                     Fixed Cost                                              6.760 11.656       14.160 17.687 20.861          24.563
                 BEP                                                        14.784 25.490       30.966 38.679 45.620          53.718
                 BEP Rata-rata (Rp.Juta)                         34.876    42,74% 38,99%       34,70% 33,02% 32,25%          31,45%
                 BEP Rata-rata ( % )                             35,53%


                 Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa dengan dilakukannya
                 transaksi didapat kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:
                 • Net Present Value ( NPV ) > 0 --> Layak
                    NPV      yang      dihasilkan     menunjukkan          angka       yang      positif        yaitu     sebesar
                    Rp65.071.000.000,-.
                 • Profitability Index ( PI ) > 1 --> Layak
                   PI yang diperoleh adalah sebesar 2,20769 yang berarti lebih besar dari 1.
                 • Break Event Point ( BEP )
                   BEP yang dihasilkan sebesar Rp34.876.000.000,- atau 35,53% dari penjualan.




                                                                                                                                12
Page 30
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          4      ANALISIS KUALITATIF


          4.1    Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

                 PT Multi Garam Utama Tbk (“FOLK”) didirikan berdasarkan Akta No. 6, tanggal 10
                 April 2019, dibuat di hadapan Tri Theresa Tarigan, S.H., M.Kn., Notaris di
                 Kabupaten Tangerang yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
                 Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-0019154.AH.01.01.
                 Tahun 2019, tanggal 11 April 2019, didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
                 0059848.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 11 April 2019, dan diumumkan dalam
                 Berita Negara Republik Indonesia No. 075, tanggal 20 September 2022, Tambahan
                 No. 032247.

                 Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
                 dengan Akta Notaris Tri Theresa Tarigan, S.H., M.Kn., No. 15, tanggal 28
                 November 2022 tentang Perubahan struktur kepemilikan modal, perubahan modal
                 dasar dan tambahan modal ditempatkan. Perubahan ini telah mendapatkan
                 pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
                 dengan Surat Keputusan No. AHU-0086920.AH.01.02 Tahun 2022, tanggal 30
                 November 2022.


                 Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan Pasal 3, kegiatan utama Perusahaan
                 adalah dalam bidang aktivitas holding, aktivitas kantor pusat, aktivitas konsultasi
                 manajemen lainnya, aktivitas konsultasi bisnis dan broker bisnis, penyediaan
                 sumber daya manusia dan manajemen fungsi sumber daya manusia, jasa
                 pendidikan manajemen dan perbankan, pendidikan bimbingan belajar dan
                 konseling siswa.


                 Kantor Perusahaan berdomisili di Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD, Jalan
                 Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru,
                 Jakarta Selatan.


                 PT Garam Ventura Indonesia merupakan entitas induk terakhir Perusahaan.


                 Susunan Pemegang Saham


                 Susunan Pemegang Saham FOLK per 31 Maret 2023 adalah sebagai berikut:




                                                                                                 13
Page 31
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                         Tabel 4 Susunan Pemegang Saham FOLK
                                                          Jumlah Lembar        Persentase          Jumlah
                           Nama Pemegang Saham
                                                               Saham          Kepemilikan          (Rp.000)
                  PT Sumber Garam Pratam                       5.150.000             54,12%         36.565.000
                  PT Garam Ventura Indonesia                   2.330.000             24,49%         16.543.000
                  Uma Hapsari                                    360.000              3,78%          2.556.000
                  Ricky Subagjo                                  260.000              2,73%          1.846.000
                  Stefanie Santoso                               260.000              2,73%          1.846.000
                  Kalin Velicia                                  250.000              2,63%          1.775.000
                  Monica Tanty Oktaviany                         230.000              2,42%          1.633.000
                  Pamela                                         230.000              2,42%          1.633.000
                  Mandy                                          190.000              2,00%          1.349.000
                  PT Samudra Garam Ventura                       121.842              1,28%            865.078
                  Ricky Sukono                                      73.105            0,77%            519.046
                  Lawrence Kurnia Satyanagara                       60.921            0,64%            432.539
                                   Jumlah                      9.515.868          100,00%           67.562.663
                 Sumber: Laporan Keuangan Audited FOLK per 31 Desember 2022


                 Susunan Komisaris dan Direksi


                 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi FOLK per 31 Maret 2023 adalah sebagai
                 berikut:


                 Dewan Komisaris
                 Komisaris Utama                         : Chandra
                 Komisaris                               : Eunike Christiani Santoso
                 Komisaris                               : Pamela
                 Komisaris                               : Stefanie Santoso
                 Komisaris                               : Uma Hapsari


                 Dewan Direksi
                 Direktur Utama                          : Danny Sutradewa
                 Direktur                                : Andika Sutoro Putra
                 Direktur                                : Bryan Purwa Hartono
                 Direktur                                : Mandy


          4.2    Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana


                 PT Rute Enampuluhenam Indonesia (“REI”)


                 Berdasarkan      perjanjian   tanggal   10   November       2022,    Perusahaan     dan      REI
                 mengadakan perjanjian pemberian pinjaman, dengan ketentuan sebagai berikut:




                                                                                                              14
Page 32
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 a) Kewajiban REI kepada Perusahaan sebesar Rp 500.000.000.
                 b) Jangka waktu pinjaman adalah 12 (dua belas) bulan dimulai pada tanggal 10
                      November 2022 sampai dengan 10 November 2023.


                 PT Garam Ventura Indonesia (“GVI”)
                 Pada tanggal 27 Juli 2022, FOLK dan GVI (pihak berelasi yang memiliki kesamaan
                 pemilik) mengadakan perjanjian pinjaman. Dalam perjanjian tersebut disepakati
                 bahwa:
                 a)    FOLK memiliki piutang sebesar Rp4.501.179.000,-.
                 b)    Jangka waktu pinjaman berakhir pada tanggal 1 Agustus 2024.
                 c)    Bunga 6% per tahun.


                 PT Sukses Sejahtera Selamanya (“SSS”)
                 Pada tanggal 9 November 2020, FOLK dan SSS (pihak berelasi yang memiliki
                 kesamaan pemilik) mengadakan perjanjian pinjaman. Dalam perjanjian tersebut
                 disepakati bahwa:
                 a)    FOLK memiliki piutang sebesar Rp180.000.000,-.
                 b)    Jangka waktu pinjaman berakhir pada tanggal 10 Februari 2021.
                 c)    Bunga 1% per bulan dari jumlah total pinjaman yang dicairkan dan belum
                       dilunaskan oleh SSS.


                 Pada tanggal 28 Oktober 2021, FOLK dan SSS (pihak berelasi yang memiliki
                 kesamaan pemilik) mengadakan perjanjian pinjaman. Dalam perjanjian tersebut
                 disepakati bahwa:
                 a)    FOLK memiliki piutang sebesar Rp120.000.000,-.
                 b)    Jangka waktu pinjaman berakhir pada tanggal 28 April 2022.
                 c)    Bunga 1,5% per bulan dari jumlah total pinjaman yang dicairkan dan belum
                       dilunaskan oleh SSS.


                 Pada tanggal 15 Desember 2021, FOLK dan SSS (pihak berelasi yang memiliki
                 kesamaan pemilik) mengadakan perjanjian pinjaman. Dalam perjanjian tersebut
                 disepakati bahwa:
                 a)    FOLK memiliki piutang sebesar Rp120.000.000,-.
                 b)    Jangka waktu pinjaman berakhir pada tanggal 15 Juni 2022.
                 c)    Bunga 1,5% per bulan dari jumlah total pinjaman yang dicairkan dan belum
                       dilunaskan oleh SSS.


                 Pada tanggal 24 Januari 2022, FOLK dan SSS (pihak berelasi yang memiliki
                 kesamaan pemilik) mengadakan perjanjian pinjaman. Dalam perjanjian tersebut
                 disepakati bahwa:
                 a)    FOLK memiliki piutang sebesar Rp200.000.000,-.
                 b)    Jangka waktu pinjaman berakhir pada tanggal 24 Juli 2022.




                                                                                            15
Page 33
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                  c)    Bunga 1,5% per bulan dari jumlah total pinjaman yang dicairkan dan belum
                        dilunaskan oleh SSS.


                  Berdasarkan addendum I, tanggal 25 Juli 2022 bahwa jangka waktu pelunasan
                  diperpanjang sampai tanggal 25 Juli 2023. Pada tanggal 30 November 2022, 31
                  Desember 2021 dan 2020, saldo piutang SSS yang dimiliki oleh FOLK masing-
                  masing sebesar Rp580.000.000,-, Rp431.800.000,-, dan Rp190.000.000,-.

          4.3     Analisis Industri dan Bisnis

          4.3.1   Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia


                  Pertumbuhan Ekonomi

                  Perbaikan ekonomi domestik terus berlanjut. Kinerja ekonomi Indonesia terus
                  menguat pada triwulan III 2022 dengan tumbuh 5,72% (yoy), lebih tinggi dari
                  prakiraan dan capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,45% (yoy), ditopang oleh
                  berlanjutnya perbaikan permintaan domestik dan tetap tingginya kinerja ekspor.


                       Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




                  Sumber: Bank Indonesia

                  Perbaikan ekonomi nasional juga tercermin pada peningkatan pertumbuhan
                  mayoritas Lapangan Usaha (LU), terutama Industri Pengolahan, Transportasi dan
                  Pergudangan, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara spasial, perbaikan
                  ekonomi ditopang oleh pertumbuhan yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia,
                  dengan      pertumbuhan      tertinggi   tercatat   di   wilayah    Sulawesi-Maluku-Papua
                  (Sulampua), diikuti Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), Jawa, Kalimantan, dan
                  Sumatera. Berbagai indikator bulan Oktober 2022 dan hasil survei Bank Indonesia
                  terakhir,   seperti   keyakinan    konsumen,        penjualan      eceran,   dan   Purchasing
                  Managers' Index (PMI) Manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya proses
                  pemulihan ekonomi domestik. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor diprakirakan
                  tetap kuat, khususnya batu bara, CPO, besi dan baja, serta ekspor jasa, seiring
                  dengan permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat didukung


                                                                                                            16
Page 34
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 kebijakan Pemerintah. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi
                 2022 diprakirakan tetap bisa ke atas dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada
                 4,5 - 5,3%. Pertumbuhan ekonomi pada 2023 diprakirakan tetap tinggi didorong
                 oleh permintaan domestik serta kinerja ekspor yang tetap positif di tengah risiko
                 lebih dalamnya perlambatan perekonomian global.

                  Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




                 Sumber: Bank Indonesia

                 Inflasi

                 Inflasi IHK pada Oktober 2022 tercatat sebesar 5,71% (yoy), masih di atas sasaran
                 3,0±1%, meskipun lebih rendah dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya
                 sebesar 5,95% (yoy).

                                    Gambar 1 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                 Sumber: Bank Indonesia


                                                                                               17
Page 35
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                  Inflasi kelompok volatile food turun menjadi 7,19% (yoy) dan perlu penguatan
                  sinergi dan koordinasi kebijakan yang erat melalui TPIP-TPID dan GNPIP untuk
                  penurunan lebih lanjut. Inflasi administered prices tercatat sebesar 13,28% (yoy)
                  dan perlu penguatan koordinasi untuk memitigasi dampak lanjutan dari
                  penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan agar lebih rendah. Sementara itu,
                  inflasi inti tercatat sebesar 3,31% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sejalan
                  dengan dampak rambatan dari penyesuaian harga BBM dan meningkatnya
                  ekspektasi inflasi. Consensus Forecast bulan November 2022 menunjukkan
                  ekspektasi inflasi pada akhir 2022 masih tinggi yaitu 5,9%(yoy) meskipun lebih
                  rendah dari bulan sebelumnya 6,7%(yoy). Dengan perkembangan tersebut, Bank
                  Indonesia akan memperkuat respons kebijakan moneter untuk menurunkan
                  ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan
                  kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023.


                                         Gambar 2 Peta Inflasi Daerah (%, yoy)




                  Sumber: Bank Indonesia

          4.3.2   Kondisi Industri


                  Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki berhasil tumbuh pada 2021 setelah
                  sempat terpuruk di tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19. Badan Pusat
                  Statistik (BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) industri kulit, barang dari
                  kulit, dan alas kaki atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp42,51 triliun
                  pada 2021. Nilai tersebut porsinya sebesar 1,44% dari industri pengolahan
                  nonmigas nasional.




                                                                                                    18
Page 36
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 Jika diukur menurut PDB atas dasar harga konstan (ADHK) industri ini tumbuh
                 7,75% menjadi Rp28,17 triliun pada 2021, dibanding tahun sebelumnya yang
                 mengalami kontraksi sedalam 8,76% seperti terlihat pada grafik.


                   Gambar 3 Nilai dan Pertumbuhan PDB Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas
                                                 Kaki (2010-2021)




                 Sumber: BPS


                 Pertumbuhan sektor industri ini terjadi seiring dengan perekonomian domestik
                 dan global yang mulai bergeliat lagi pada tahun lalu. Hal tersebut selaras dengan
                 menyempitnya kontraksi dari komponen konsumsi masyarakat untuk kebutuhan
                 pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya menjadi 0,06% pada 2021, setelah
                 mengalami kontraksi di tahun sebelumnya sedalam 4,21%.


                 Penanaman modal dalam negeri (PMDN) ke industri kulit, barang dari kulit, dan
                 alas kaki tercatat tumbuh 77,41% secara tahunan menjadi US$700,4 juta pada
                 2021. Penanaman modal asing (PMA) ke industri tersebut juga melonjak 126,87%
                 menjadi US$485,5 juta. Demikian pula nilai ekspor industri kulit, barang dari kulit,
                 dan alas kaki tumbuh 30,97% menjadi US$7,1 miliar pada 2021, dibanding tahun
                 sebelumnya yang berjumlah US$5,42 miliar.


                 Produksi Industri Alas Kaki Indonesia menempati posisi 4 Dunia


                 Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal akan industrinya, terdapat
                 berbagai jenis industri seperti makanan, minuman, dan fashion. Dengan
                 banyaknya pelaku industri dan terus berkembangnya zaman, semakin banyak


                                                                                                  19
Page 37
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 perkembangan yang terjadi di dunia industri, salah satunya industri fashion
                 contohnya alas kaki. Dengan semakin berkembangnya zaman, alas kaki semakin
                 berkembang juga jenisnya, dan yang tadinya hanya sebagai pelindung kaki,
                 sekarang bahkan tidak sedikit yang memiliki alas kaki sebagai koleksi.


                 Industri alas kaki indonesia sudah mencapai pasar global, dengan beragamnya
                 jenis yang berkualitas dan inovatif. Bahkan pada tahun 2018 Indonesia
                 mencatatkan jumlah produksi sebanyak 1,41 miliar pasang sepatu dan telah
                 berkontribusi sebanyak 4,6 persen dari total produksi sepatu dunia. Dengan
                 pencapaian tersebut indonesia menempati posisi ke-4 sebagai produsen alas kaki
                 dunia setelah China, India, dan Vietnam. Selain memproduksi alas kaki dalam
                 jumlah besar, Indonesia juga menjadi negara konsumen sepatu terbesar ke-4
                 dengan konsumsi 886 juta pasang alas kaki.


                 Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin mengungkapkan
                 bahwa tahun 2019 jumlah industri alas kaki Indonesia tercatat ada 18.867 unit
                 usaha yang meliputi sebanyak 18.091 unit usaha merupakan usaha skala kecil,
                 kemudian 441 unit usaha skala menengah, dan 155 unit usaha skala besar. Dan
                 dari belasan ribu unit usaha tersebut, telah menyerap tenaga kerja sebanyak
                 795.000 orang. Dari hal tersebut bisa dilihat bahwa industri alas kaki menjadi
                 salah satu industri yang bisa dibanggakan di Indonesia karena perkembangannya
                 yang sangat pesat dan memiliki peluang bisnis secara global yang sangat baik.


                 Keadaan Industri Alas Kaki Indonesia Kala Pandemi


                 Industri alas kaki Indonesia di kala pandemi ini sempat mengalami penurunan.
                 Tercatat pada triwulan pertama 2020, kinerja ekspor alas kaki Indonesia
                 mengalami kenaikan 15% dibandingkan tahun 2019. Namun akibat adanya
                 pandemi Covid-19 sejak bulan Maret 2020, produksi alas kaki Tanah Air anjlok
                 hingga 70%. Karena adanya pandemi ini misalnya pada awal covid-19 pembeli
                 domestik cenderung menahan pemesanan ketika kasus covid-19 diumumkan,
                 padahal saat itu pabrik-pabrik sedang menyiapkan produksi untuk mengantisipasi
                 permintaan ramadhan dan lebaran yang biasanya mengalami lonjakan.


                 Industri Alas Kaki Indonesia Saat Ini


                 Tetapi keadaan industri alas kaki Indonesia pada tahun 2021 diketahui sudah
                 mulai menggeliat naik. Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia
                 (Aprisindo) meyakini bahwa kinerja positif ekspor alas kaki akan berlanjut. Masa
                 pemulihan ekonomi yang berlangsung tahun 2021 ini menjadi faktor utama. Selain
                 itu kemenperin mencoba meningkatkan industri alas kaki supaya lebih bersaing
                 salah satunya dengan menggelar ajang Indonesia Footwear Creative Competition
                 yang dilaksanakan pada bulan April kemarin. Ajang ini diharapkan dapat menggali



                                                                                                 20
Page 38
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 potensi dan kreativitas generasi muda agar mampu menangkap peluang dan terus
                 menciptakan karya-karya terbaik khususnya di bidang alas kaki.


                 Industri kulit, barang jadi kulit dan alas kaki tumbuh positif sebesar 13,12% pada
                 triwulan II tahun 2022. Kinerja gemilang ini masuk dalam tiga besar di sektor
                 industri pengolahan karena didorong tingginya permintaan ekspor serta daya tarik
                 investasi yang semakin baik dan pengalihan order dari beberapa brand global ke
                 Indonesia.


                 Utilisasi industri kulit, barang jadi kulit dan alas kaki juga mengalami kenaikan
                 sebesar 84,49% pada bulan Juli 2022 apabila dibandingkan dengan utilisasi
                 sebelum pandemi sekitar 80,18%,” kata Menteri Perindustrian.


                 Nilai ekspor kulit, barang jadi kulit dan alas kaki sampai dengan Juni tahun 2022
                 mencapai USD4,62 miliar atau naik 41,26% dibandingkan periode sama pada
                 tahun sebelumnya sebesar USD3,26 miliar. Dari nilai tersebut, distribusi ekspor
                 berupa alas kaki sebesar 86%, barang jadi kulit 13%, dan kulit samak 1%.


                 Bahkan, di tengah dinamika global dan dampak pandemi Covid-19, sektor industri
                 terus menunjukkan geliatnya melalui perkembangan positif dari Purchasing
                 Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia. PMI manufaktur Indonesia sebesar
                 51,7 poin pada Agustus 2022, naik dibandingkan bulan Juli sebesar 51,3 poin. Hal
                 ini menunjukan bahwa industri manufaktur nasional masih berada pada level
                 ekspansif, sehingga Indonesia optimis dalam menilai prospek ekonomi ke depan
                 di sektor industri manufaktur.


                 Guna menjaga industri alas kaki, kulit dan barang jadi kulit pada level ekspansif,
                 pemerintah melakukan berbagai program strategis, diantaranya melalui program
                 substitusi impor 35% tahun 2022, dengan tujuan mendorong peningkatan utilisasi
                 industri existing sekaligus peningkatan investasi di Indonesia, baik investasi baru
                 maupun perluasan.


                 Berikutnya, implementasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri
                 (P3DN), percepatan transformasi menuju industri 4.0 dengan memanfaatkan
                 beberapa teknologi kunci seperti Artificial Intelligence dan internet of things (IoT),
                 serta peningkatan kemampuan SDM industri.


          4.4    Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan


                 AIM adalah perusahaan sepatu berbasis Direct to Consumer (“D2C”) popular yang
                 menjual sepatu dengan harga terjangkau, nyaman dan stylish. Produknya adalah
                 salah satu sepatu terlaris di berbagai platform e-commerce dengan brand
                 utamanya yaitu Amazara.


                                                                                                    21
Page 39
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 Prospek usaha FOLK sangat menjanjikan mengingat potensi pertumbuhan di
                 sektor omnichannel retail yang semakin besar. Sebagai perusahaan holding multi-
                 sektor, FOLK memiliki potensi untuk terus berkembang dan mencapai kesuksesan
                 di masa depan.


                 Di sektor omnichannel retail, FOLK memiliki keunggulan dalam ketiga brand
                 utamanya, yaitu Amazara, dr Soap, dan SYCA. Masing-masing brand memiliki ciri
                 khas dan pasar yang berbeda-beda, sehingga dapat menjangkau konsumen dari
                 berbagai lapisan masyarakat. FOLK terus berinovasi dalam mengembangkan
                 produk-produk    terbarunya   dan    memperluas     jangkauan   pasar   dengan
                 memanfaatkan teknologi dan e-commerce.


                 Dalam menghadapi persaingan, FOLK telah menyiapkan strategi yang kuat dan
                 berinovasi untuk terus bersaing di pasar. FOLK terus meningkatkan efisiensi
                 produksi dengan mencari beberapa alternatif manufaktur OEM dan manajemen
                 persediaan untuk memperoleh keuntungan yang lebih tinggi. FOLK juga terus
                 meningkatkan kualitas produk dan pelayanan untuk mempertahankan loyalitas
                 konsumen.


                 Posisi FOLK di sektor omnichannel retail semakin kuat dengan munculnya tren
                 konsumen yang semakin sadar akan kualitas dan harga produk. FOLK memiliki
                 potensi untuk menjadi pemain kunci di sektor tersebut dengan meningkatkan
                 kualitas produk dan pelayanan serta memperluas jangkauan pasar melalui
                 teknologi dan e-commerce.


                 FOLK mengoperasikan bisnis omnichannel retail melalui tiga brand utama, yaitu
                 Amazara (AIM), dr Soap (DGI), dan SYCA (SKI). Meskipun bisnis Perusahaan relatif
                 baru di Indonesia, namun FOLK telah memperoleh kepercayaan pelanggan yang
                 besar dan terus berkembang.


                 Dalam segmen omnichannel retail, FOLK mengalami peningkatan yang signifikan
                 pada musim liburan dan perayaan, seperti Natal, Imlek, dan Lebaran, di mana
                 permintaan terhadap produk konsumen meningkat. Selain itu, FOLK juga mencatat
                 peningkatan penjualan selama akhir pekan dan hari-hari libur. Namun, FOLK terus
                 berinovasi dengan menghadirkan promo-promo menarik sepanjang tahun untuk
                 mempertahankan minat pelanggan.


          4.5    Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi


                 ➢   Alasan dilakukannya Rencana Transaksi pinjaman dana dari FOLK kepada AIM
                     adalah dalam rangka untuk memberikan dukungan pembiayaan modal kerja
                     kepada entitas anak untuk menjaga kelangsungan usaha dan agar mampu


                                                                                              22
Page 40
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                        memaksimalkan peluang bisnis. Dimana hal tersebut sinergis dengan rencana
                        bisnis FOLK dalam pengembangan usaha di sektor omnichannel retail.
                 ➢      Latar belakang Transaksi adalah untuk menjaga kelangsungan usaha dan
                        kepercayaan pelanggan yang besar dan terus berkembang.


          4.6    Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif


                 Keuntungan yang bersifat kualitatif adalah Pemberian Pinjaman dari FOLK akan
                 digunakan      untuk    memenuhi     kebutuhan   operasional     termasuk    kewajiban-
                 kewajiban AIM.


                 Kerugian yang bersifat kualitatif adalah jika kinerja AIM tidak sesuai dengan yang
                 ditargetkan dalam proyeksi keuangan tentunya akan berpengaruh terhadap
                 perspektif stakeholder AIM.


          4.7    Analisis Dampak leverage pada Keuangan


                 Analisis dampak leverage pada keuangan AIM dilakukan dengan menggunakan
                 rasio solvabilitas yaitu Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER).
                 Selama tahun 2019 sampai dengan 31 Maret 2023, rata-rata DAR AIM adalah
                 sebesar 42,65%, dengan DAR pada 31 Maret 2023 sebesar 18,75%, yang artinya
                 bahwa utang AIM dapat dipenuhi oleh aset AIM. Sementara itu, rata-rata DER
                 adalah sebesar 210,95% yang artinya bahwa utang AIM belum dapat dipenuhi oleh
                 ekuitas.


                 Analisis Dampak leverage AIM di masa yang akan datang terkait dengan Rencana
                 Transaksi Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak yaitu AIM dari hasil proyeksi DAR
                 dan DER adalah sebagai berikut:


                                                Tabel 7 Proyeksi DAR dan DER
                                                                                                     Rata-
                            Keterangan         2023      2024     2025    2026      2027     2028
                                                                                                      rata
                  DER                          67,94%   35,20%    8,31%   6,22%     4,89%    4,06%   21,10%
                  DAR                          40,45%   26,03%    7,67%   5,85%     4,66%    3,91%   14,76%


                 Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, DAR dan DER lebih
                 rendah bila dibandingkan dengan kondisi historisnya.

                 Analisis dampak leverage juga dapat dilakukan dengan membandingkan DAR dan
                 DER dengan perusahaan pada industri produk alas kaki (footware).




                                                                                                        23
Page 41
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                       Tabel 8 Perbandingan DER dan DAR dengan Perusahaan Publik pada Industri
                                                              Sejenis
                                                                                  KING      HWA        361
                              BATA.                PAF.    ASICS.    TOHO.
                     Uraian            BIMA. JK                                  MAKER.    SEUNG.    DEGREES.      AIM
                                JK                 BK       JPY         JPY
                                                                                  HK        KS         HK
                      DER     80,13%   577,52%    55,44%   138,22%      39,98%    31,76%   159,55%    48,88%      210,95%
                      DAR     40,56%    97,10%    34,62%    57,77%      28,54%    24,08%    60,75%    31,75%       42,65%


                 Dari tabel di atas, rata-rata DER AIM adalah sebesar 210,95% dan DAR sebesar
                 42,65%. Sedangkan untuk perusahaan terbuka pada industri produk alas kaki
                 (footware) rata-rata DER dan DAR selama tahun 2018 sampai dengan 31 Maret
                 2023 adalah sebagai berikut:
                 •      PT Sepatu Bata Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 80,13% dan DAR sebesar
                        40,56%;
                 •      PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar
                        577,52% dan DAR sebesar 97,10%;
                 •      Pan Asia Footwear PCL, diperoleh rata-rata DER sebesar 55,44% dan DAR
                        sebesar 34,62%;
                 •      Asics Corp JPY, diperoleh rata-rata DER sebesar 138,22% dan DAR sebesar
                        57,77%;
                 •      Toho Lamac Co Ltd, diperoleh rata-rata DER sebesar 39,98% dan DAR sebesar
                        28,54%;
                 •      Kingmaker Footwear Holdings Ltd, diperoleh rata-rata DER sebesar 31,76%
                        dan DAR sebesar 24,08%;
                 •      Hwaseung Enterprise CO. LTD, diperoleh rata-rata DER sebesar 159,55% dan
                        DAR sebesar 60,75%;
                 •      361 Degrees International Ltd, diperoleh rata-rata DER sebesar 48,88% dan
                        DAR sebesar 31,75%;


                 Berdasarkan rasio di atas, posisi DAR AIM cenderung berada di antara kisaran DAR
                 perusahaan pembanding yang bergerak pada industri produk alas kaki (footware),
                 sedangkan posisi DER FOLK cenderung lebih tinggi dibandingkan perusahaan pada
                 industri produk alas kaki (footware).


          4.8    Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan


                 Berikut adalah kinerja likuiditas Keuangan AIM secara historis yang tercermin pada
                 Current Ratio dan Quick Ratio:




                                                                                                             24
Page 42
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                            Tabel 9 Current Ratio dan Quick Ratio
                                                       2023
                            Keterangan                                2022       2021      2020        2019      Rata-rata
                                                       Maret
                  Current Ratio                    505,86%       391,32%        219,04%   230,43%    102,37%    289,80%
                  Quick Ratio                      139,35%        77,95%         27,29%    64,26%      10,40%     63,85%


                 Analisis Dampak Likuiditas Keuangan AIM di masa yang akan datang terkait
                 dengan Rencana Transaksi Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak yaitu AIM dari hasil
                 proyeksi Current Ratio dan Quick Ratio adalah sebagai berikut:


                                    Tabel 10 Proyeksi Current Ratio dan Quick Ratio
                    Keterangan      2023        2024           2025            2026       2027        2028      Rata-rata

                  Current Ratio   786,49%     1113,10%    1333,15%           1757,77%   2224,30%    2669,38%    1647,37%
                  Quick Ratio     411,44%      667,43%        823,81%        1194,77%   1626,14%    2038,28%    1126,98%


                 Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, Current Ratio dan
                 Quick Ratio lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi historisnya, sehingga
                 kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek akan semakin
                 besar.




                                                                                                                      25
Page 43
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          5          ANALISIS KUANTITATIF


          5.1        Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
                     Perusahaan


          5.1.1      Penilaian Kinerja Historis

                     Berdasarkan data Laporan Keuangan yang kami peroleh, kondisi keuangan FOLK
                     adalah sebagai berikut:

                     Kinerja Posisi Keuangan


                     Kinerja Posisi Keuangan FOLK selama per 31 Desember 2019 sampai dengan per
                     31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:


                                          Tabel 11 Kinerja Posisi Keuangan (Aset) FOLK (Rp.000)
                                                  31 Mar 2023      2022          2021          2020              2019
                     KETERANGAN
                                                   Unaudted       Audited       Audited       Audited        Audited


              ASET
              Aset Lancar
              Kas dan Bank                         15.919.089     10.165.731     2.961.384     8.530.891     5.230.326
              Piutang usaha - Pihak ketiga          4.166.941      4.819.141     1.237.136      610.407           32.000
              Piutang usaha lain-lain
              > Pihak berelasi                        547.984        682.500      431.800       190.000                 -
              > Pihak ketiga                        9.393.537      3.298.399    10.094.771     7.302.408     3.012.624
              Persediaan                            8.245.303      6.144.383     4.954.085     1.331.739          14.809
              Pajak dibayar di muka                   237.733        152.592       21.037        72.822            1.002
              Uang muka                             4.368.066      4.179.845     1.587.280     2.925.832     2.158.500
              Beban dibayar di muka                   746.305        111.419      144.224        61.939            2.693
              Investasi lain-lain jangka pendek               -    8.961.809     5.992.488     5.497.826                -
              Uang jaminan                                    -       61.029              -             -               -
              Total Aset Lancar                    43.624.958     38.576.849    27.424.206    26.523.864    10.451.954


              Aset Tidak Lancar
              Aset pajak tangguhan - neto              94.807         94.807         5.212              -               -
              Aset Tetap
              Biaya Perolehan
              Kepemilikan Langsung                  2.537.657      2.421.559     1.095.035      368.691           38.202
              Aset hak-guna                         2.445.952      2.445.952      717.139       220.000                 -
              Total biaya perolehan                 4.983.609      4.867.512     1.812.174      588.691      4.983.609


              Akumulasi penyusutan
              Kepemilikan Langsung                   (957.531)     (695.969)     (293.768)      (59.189)    (1.735.463)
              Aset hak-guna                          (777.933)     (838.729)     (399.160)      (82.500)                -
              Jumlah akumulasi penyusutan          (1.735.463)    (1.534.698)    (692.927)     (141.689)    (1.735.463)
              Nilai Buku                            3.248.145      3.332.814     1.119.246      447.003      3.248.145
              Aset Tak berwujud                        99.468        106.550      144.993       128.393                 -




                                                                                                            26
Page 44
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                                31 Mar 2023      2022         2021          2020            2019
                   KETERANGAN
                                                 Unaudted       Audited      Audited      Audited       Audited
            Piutang lain-lain
            > Pihak berelasi                                -    4.501.113   20.239.954   17.515.454    1.679.924
            Investasi pada entitas - Asosiasi        10.000       997.423     2.211.134    2.361.935    1.011.069
            Investasi lain-lain jangka
            panjang                              26.780.353     25.662.737   18.036.022    9.562.219    2.840.135
            Goodwill                              2.763.491      2.763.491
            Uang Jaminan                             72.729        21.700       73.729        20.000               -
            Total Aset Tidak Lancar              33.068.992     37.480.635   41.830.291   30.035.005    5.563.838


            TOTAL ASET                           76.693.950     76.057.484   69.254.497   56.558.869   16.015.792
           Sumber: Laporan Keuangan FOLK


                  Aset


                  Total aset FOLK dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
                  Maret 2023 adalah sebesar Rp76,69 miliar dimana terdapat peningkatan total aset
                  sebesar Rp636,47 juta atau sebesar 0,84% bila dibandingkan dengan saldo total
                  aset FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
                  2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan persediaan pada aset
                  lancar sebesar Rp8,25 miliar.


                  Total aset FOLK dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
                  Desember 2022 adalah sebesar Rp76,06 miliar dimana terdapat peningkatan total
                  aset sebesar Rp6,80 miliar atau sebesar 9,82% bila dibandingkan dengan saldo
                  total aset FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                  Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah kas dan
                  bank pada aset lancar sebesar Rp7,20 miliar.


                  Total Aset FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                  Desember 2021 adalah sebesar Rp69,25 miliar dimana terdapat kenaikan total
                  aset sebesar Rp12,70 miliar atau sebesar 22,45% bila dibandingkan dengan total
                  aset FOLK dan Entitas Anak untuk periode sebelumnya yang berakhir pada tanggal
                  31 Desember 2020. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan investasi
                  lain-lain jangka panjang pada aset tidak lancar sebesar Rp8,47 miliar.


                  Total Aset FOLK dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
                  Desember 2020 adalah sebesar Rp56,56 miliar dimana terdapat peningkatan total
                  aset sebesar Rp40,54 miliar atau sebesar 253,14% bila dibandingkan dengan total
                  aset FOLK dan Entitas Anak untuk periode sebelumnya yang berakhir pada tanggal
                  31 Desember 2019. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan piutang
                  lain-lain pihak berelasi pada aset tidak lancar sebesar Rp15,84 miliar.




                                                                                                       27
Page 45
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                 Tabel 12 Kinerja Posisi Keuangan (Liabilitas dan Ekuitas) FOLK (Rp.000)
                                                    31 Mar 2023       2022          2021          2020            2019
                      KETERANGAN
                                                     Unaudited       Audited       Audited       Audited        Audited


         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
         Utang Usaha                                   1.818.642        733.200     1.341.212      161.173                -
         Utang Lain-lain                                 528.109        264.121       82.749        69.450         15.131
         Utang pihak berelasi                             86.402        181.788    13.324.424     4.093.450       194.788
         Beban Akrual                                    103.506        293.848      151.276        75.369         16.938
         Utang Pajak                                     633.497        588.611       97.852        13.029         23.443
         Pendapatan diterima di muka                      25.575        114.500       80.125          1.194               -
         Bagian liabilitas sewa yang jatuh tempo
         dalam waktu satu tahun                          292.962        292.962       96.962               -              -
         Total Liabilitas Jangka Pendek                3.488.949      2.469.030    15.174.600     4.413.666       250.299


         LIABILITAS JANGKA PANJANG
         Liabilitas sewa setelah dikurangi bagian
         jatuh tempo dalam waktu satu tahun              741.975        741.975              -             -              -
         Liabilitas imbalan kerja                        238.898        238.898      209.899        73.654                -
         Total Liabilitas Jangka Panjang                 980.873        980.873      209.899        73.654                0
         TOTAL LIABILITAS                              4.469.822      3.449.903    15.384.499     4.487.319       250.299


         EKUITAS
         Modal saham                                  67.562.663     67.562.663    51.672.000    51.672.000     12.542.000
         Uang moka setoran modal                                 -             -             -             -     4.000.000
         Tambahan modal disetor                         (990.000)     (990.000)     (990.000)     (990.000)      (990.000)
         Selisih transaksi dengan pihak non
         pengendali                                   (2.109.075)    (2.109.075)             -             -              -
         Penghasilan komprehensif lain                    21.524         31.541       21.524               -              -
         Saldo laba                                    6.773.636      5.969.545       92.044        85.513         96.078
         Total Ekuitas yg dapat diatribusikan kpd
         pemilik entitas induk                        71.258.748     70.464.674    50.795.568    50.767.513     15.648.078


         Kepentingan non pengendali                      965.379      2.142.906     3.074.430     1.304.036       117.415


         Total Ekuitas                                72.224.128     72.607.580    53.869.997    52.071.549     15.765.493


         TOTAL LIABILITAS AND EKUITAS                 76.693.950     76.057.484    69.254.497    56.558.869     16.015.792
        Sumber: Laporan Keuangan FOLK


                   Liabilitas


                   Total Liabilitas FOLK dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada tanggal
                   31 Maret 2023 adalah sebesar Rp4,47 miliar dimana terdapat peningkatan total
                   liabilitas sebesar Rp1,02 miliar bila dibandingkan dengan total liabilitas FOLK dan
                   Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.




                                                                                                           28
Page 46
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan utang usaha pada liabilitas
                 jangka pendek sebesar Rp1,09 miliar.


                 Total Liabilitas FOLK dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada tanggal
                 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp3,45 miliar dimana terdapat penurunan total
                 liabilitas sebesar Rp11,93 miliar bila dibandingkan dengan total liabilitas FOLK
                 dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
                 Penurunan ini terutama disebabkan oleh utang pihak berelasi pada liabilitas
                 jangka pendek sebesar Rp13,14 miliar.


                 Total Liabilitas FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2021 adalah sebesar Rp15,38 miliar dimana terdapat peningkatan total
                 liabilitas sebesar Rp10,90 miliar bila dibandingkan dengan saldo liabilitas FOLK
                 dan Entitas Anak untuk periode sebelumnya yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2020. Peningkatan ini terutama disebabkan meningkatnya utang pihak
                 berelasi pada liabilitas jangka pendek sebesar Rp9,23 miliar.


                 Total Liabilitas FOLK dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada tanggal
                 31 Desember 2020 adalah sebesar adalah sebesar Rp4,49 miliar dimana terdapat
                 peningkatan total liabilitas sebesar Rp4,24 miliar bila dibandingkan dengan total
                 liabilitas FOLK dan Entitas Anak untuk periode sebelumnya yang berakhir pada
                 tanggal 31 Desember 2019. Peningkatan ini terutama disebabkan meningkatnya
                 utang pihak berelasi pada liabilitas jangka pendek sebesar Rp3,90 miliar.


                 Ekuitas


                 Total Ekuitas FOLK dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
                 Maret 2023 adalah sebesar Rp72,22 miliar dimana terdapat penurunan total
                 ekuitas sebesar Rp383,45 juta dibandingkan dengan saldo ekuitas FOLK dan
                 Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
                 Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya kepentingan non pengendali dari
                 tahun sebelumnya sebesar Rp1,18 miliar.


                 Total Ekuitas FOLK dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2022 adalah sebesar Rp69,96 miliar dimana terdapat peningkatan total
                 ekuitas sebesar Rp16,09 miliar bila dibandingkan dengan saldo ekuitas FOLK dan
                 Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
                 Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya modal disetor dari tahun
                 sebelumnya sebesar Rp15,89 miliar.




                                                                                               29
Page 47
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                   Total Ekuitas FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                   Desember 2021 adalah sebesar Rp53,87 miliar dimana terdapat kenaikan total
                   ekuitas sebesar Rp1,80 miliar bila dibandingkan dengan saldo ekuitas FOLK dan
                   Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
                   Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kepentingan non pengendali dari
                   tahun sebelumnya sebesar Rp1,77 miliar.


                   Total Ekuitas FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                   Desember 2020 adalah sebesar Rp52,07 miliar dimana terdapat kenaikan total
                   ekuitas sebesar Rp36,31 miliar bila dibandingkan dengan saldo ekuitas FOLK dan
                   Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
                   Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya modal disetor dari tahun
                   sebelumnya sebesar Rp39,13 miliar.


                   Kinerja Laba (Rugi)


                   Kinerja Laba (Rugi) FOLK selama per 31 Desember 2019 sampai dengan per 31
                   Desember 2022 adalah sebagai berikut:


                                             Tabel 13 Kinerja Laba (Rugi) FOLK (Rp.000)
                                                  31 Mar 2023         2022           2021           2020         2019
                        KETERANGAN
                                                   Unaudited         Audited        Audited       Audited       Audited


           PENDAPATAN                               7.525.202       40.237.613     23.800.668     6.459.455     1.186.857


           HARGA POKOK PENJUALAN                   (2.906.560)     (16.314.180)   (11.300.008)   (2.353.778)    (621.448)


           LABA (RUGI) BRUTO                        4.618.642       23.923.433     12.500.660     4.105.677      565.409


           BEBAN USAHA                             (5.133.536)     (18.751.567)   (12.546.329)   (3.879.036)    (565.183)


           PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN               151.641        3.959.242      1.033.421       719.693       59.480


           LABA (RUGI) USAHA                         (514.894)       5.171.866        (45.668)      226.641          225
           Penghasilan keuangan                       187.368          294.467        295.134       595.000      127.049
           Biaya Keuangan                             (50.895)         (96.128)       (23.110)      (19.733)      (3.782)


           LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN            (378.421)       5.370.205        226.356       801.908      123.493


           MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN                   -     (168.866)        (46.085)              -             -
           Pajak kini                                          -     (266.490)        (63.436)              -             -
           Pajak tangguhan                                     -        97.624         17.351               -             -


           LABA NETO PERIODE / TAHUN BERJALAN        (378.421)       5.201.339        180.271       801.908      123.493


           PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF




                                                                                                                30
Page 48
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                                      31 Mar 2023       2022          2021         2020           2019
                       KETERANGAN
                                                       Unaudited       Audited       Audited      Audited        Audited
           LAINNYA
           Pos yang tidak akan direklasifikasi ke
           laba rugi
           Pengukuran kembali program imbalan
           pasti                                                   -     36.501        157.531              -              -
           Pajak penghasilan terkait                               -     (8.030)       (12.139)             -              -


           PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN -
           NETO SETELAH PAJAK                                      -     28.471        145.393              -              -


           TOTAL LABA KOMPREHENSIF
           PERIODE/TAHUN BERJALAN                       (378.421)      5.229.810       325.664     801.908        123.493


           LABA NETO PERIODE / TAHUN BERJALAN
           YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
           Pemilik entitas induk                       (1.700.441)     5.056.659         6.530     (10.565)        96.078
           Kepentingan non pengendali                   1.322.020       144.681        173.741     812.473         27.415
           TOTAL                                        (378.421)      5.201.339       180.271     801.908        123.493
          Sumber: Laporan Keuangan FOLK


                   Pendapatan


                   Pendapatan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                   Maret 2023 adalah sebesar Rp7,53 miliar atau setara dengan 18,70% dari
                   pendapatan per 31 Desember 2022.


                   Pendapatan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                   Desember 2022 adalah sebesar Rp40,24 miliar dimana terdapat peningkatan
                   Pendapatan sebesar Rp16,43 miliar atau sebesar 69,06% bila dibandingkan
                   dengan Pendapatan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
                   tanggal 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya
                   peningkatan penjualan barang sebesar Rp10,72 miliar.


                   Pendapatan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                   Desember 2021 adalah sebesar Rp23,80 miliar dimana terdapat peningkatan
                   Pendapatan sebesar Rp17,34 miliar atau sebesar 268,46% bila dibandingkan
                   dengan Pendapatan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
                   tanggal     31      Desember     2020.   Peningkatan     ini    terutama    disebabkan       oleh
                   peningkatan pendapatan penjualan barang sebesar Rp16,26 miliar.


                   Pendapatan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                   Desember 2020 adalah sebesar Rp6,46 miliar dimana terdapat kenaikan
                   Pendapatan sebesar Rp1,19 miliar atau sebesar 444,25% bila dibandingkan




                                                                                                                 31
Page 49
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 dengan Pendapatan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
                 tanggal 31 Desember 2019. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya
                 peningkatan pendapatan penjualan barang Rp5,37 miliar.


                 Laba Kotor


                 Beban Pokok Penjualan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
                 tanggal 31 Maret 2023 adalah sebesar Rp2,91 miliar atau setara dengan 17,82%
                 dari beban pokok penjualan per 31 Desember 2022. Sehingga pada 31 Maret
                 2023, laba kotor FOLK dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp4,62 miliar atau
                 19,31% dari tahun sebelumnya.


                 Beban Pokok Penjualan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
                 tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp16,31 miliar dimana terdapat
                 kenaikan sebesar Rp5,01 miliar atau sebesar 44,37% bila dibandingkan dengan
                 Beban Pokok Penjualan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
                 tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya kenaikan
                 persediaan awal barang dagangan sebesar Rp2,66 miliar. Sehingga pada 31
                 Desember 2022, laba kotor FOLK dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp23,92 miliar
                 atau meningkat sebesar Rp11,42 miliar atau meningkat sebesar 49,46% dari tahun
                 sebelumnya.


                 Beban Pokok Penjualan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
                 tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp11,30 miliar dimana terdapat
                 peningkatan sebesar Rp8,95 miliar atau sebesar 380,08% bila dibandingkan
                 dengan Beban Pokok Penjualan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir
                 pada tanggal 31 Desember 2020. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
                 kenaikan pembelian barang dagangan sebesar Rp8,72 miliar. Sehingga pada 31
                 Desember 2021, laba kotor FOLK dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp12,50 miliar
                 atau meningkat sebesar Rp8,39 miliar atau meningkat sebesar 204,47% dari tahun
                 sebelumnya.


                 Beban Pokok Penjualan FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada
                 tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp2,35 miliar dimana terdapat
                 peningkatan beban pokok penjualan sebesar Rp1,73 miliar atau sebesar 278,76%
                 bila dibandingkan dengan beban pokok penjualan FOLK dan Entitas Anak untuk
                 tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019. Peningkatan ini disebabkan
                 oleh adanya kenaikan pembelian barang dagangan Rp3,33 miliar. Sehingga pada
                 31 Desember 2020, laba kotor FOLK dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp4,11
                 miliar atau meningkat sebesar Rp3,54 miliar atau meningkat sebesar 626,14% dari
                 tahun sebelumnya.




                                                                                             32
Page 50
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 Laba Usaha


                 Beban Usaha FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Maret 2023 adalah sebesar Rp5,13 miliar atau setara dengan 27,38% dari
                 pendapatan per 31 Desember 2022. Sehingga pada 31 Maret 2023, tercatat rugi
                 usaha FOLK dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp514,89 juta atau negatif 9,96%
                 dari tahun sebelumnya.


                 Beban usaha FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2022 adalah sebesar Rp18,75 miliar dimana terdapat kenaikan sebesar
                 Rp6,21 miliar atau sebesar 49,46% bila dibandingkan dengan Beban usaha FOLK
                 dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
                 Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya operasional dan perlengkapan
                 kantor pada biaya umum dan administrasi sebesar Rp7,41 miliar. Sehingga pada
                 31 Desember 2022, laba usaha FOLK dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp5,17
                 miliar atau meningkat sebesar Rp5,22 miliar.


                 Beban usaha FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2021 adalah sebesar Rp12,55 miliar dimana terdapat peningkatan
                 sebesar Rp8,67 miliar atau sebesar 223,44% bila dibandingkan dengan Beban
                 usaha FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2020. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan gaji dan
                 tunjangan karyawan sebesar Rp3,64 miliar. Sehingga pada 31 Desember 2021,
                 rugi usaha FOLK dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp45,67 juta miliar atau
                 menurun sebesar 272,31 juta.


                 Beban usaha FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2020 adalah sebesar Rp3,88 miliar dimana terdapat peningkatan Beban
                 usaha sebesar Rp3,54 miliar atau sebesar 586,33% bila dibandingkan dengan
                 Beban usaha FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2019. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya kenaikan gaji dan
                 tunjangan karyawan sebesar Rp1,15 miliar. Sehingga pada 31 Desember 2020,
                 laba usaha FOLK dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp226,64 juta atau meningkat
                 sebesar Rp226,42 juta.


                 Laba (Rugi) Tahun Berjalan


                 Rugi bersih FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Maret 2023 adalah sebesar Rp378,42 juta atau tercatat sebesar negatif 7,28% dari
                 tahun sebelumnya.




                                                                                              33
Page 51
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 Laba bersih FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2022 adalah sebesar Rp5,20 miliar meningkat sebesar Rp5,02 miliar
                 atau 2785,29% dari tahun sebelumnya.


                 Laba bersih FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2021 adalah sebesar Rp180,27 juta menurun sebesar Rp621,64 juta
                 atau 77,52% dari tahun sebelumnya.


                 Laba bersih FOLK dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
                 Desember 2020 adalah sebesar Rp801,91 juta meningkat sebesar Rp678,42 juta
                 atau 549,36% dari tahun sebelumnya.


                 Rasio Keuangan

                 Berdasarkan atas kinerja keuangan FOLK dan Entitas Anak per 31 Desember 2019
                 sampai dengan per 31 Desember 2022, diperoleh hasil analisis rasio sebagai
                 berikut:

                                                          Tabel 14 Rasio Keuangan
                                                           31 Mar
                            KETERANGAN                               2022      2021        2020        2019       Average
                                                            2023


                  LIQUIDITY (%)
                  Current Ratio                            1250,38   1562,43   180,72      600,95      4175,79     1554,05
                  Quick Ratio                               575,70    606,91    27,67      207,11      2102,42      703,96
                  Working Capital to Total Assets Ratio      52,33     47,47    17,69       39,09        63,70       44,06
                  ACTIVITY
                  Total Assets Turnover (X)                   0,39      0,53        0,34     0,11         0,07        0,29
                  Inventory Turnover (X)                      1,41      2,66        2,28     1,77        41,96       10,02
                  Average Day's Inventory (Day)               259       137         160       207             9     154,31
                  Account Receivable Turnover (X)             7,22      8,35    19,24       10,58        37,09       16,50
                  Average Collection Period (Day)              51        44           19          34       10        31,51
                  Working Capital Turnover (X)                0,75      1,11        1,94     0,29         0,12        0,84
                  SOLVABILITY (%)
                  Total Debt to Equity Ratio                  6,27      4,90    30,29        8,84         1,60       10,38
                  Total Debt to Asset Ratio                   5,83      4,54    22,21        7,93         1,56        8,42
                  Long Term Debt to Equity Ratio              1,38      1,39        0,41     0,15         0,00        0,67
                  RENTABILITY (%)
                  Gross Profit Margin                        61,38     59,46    52,52       63,56        47,64       56,91
                  Operating Profit Margin                    -6,84     12,85    -0,19        3,51         0,02        1,87
                  Net Profit Margin                          -5,03     12,93        0,76    12,41        10,41        6,29
                  Rate of Return on Investment               -1,97      6,84        0,26     1,42         0,77        1,46
                  Rate of Return on Equity                   -2,12      7,38        0,35     1,58         0,79        1,60




                                                                                                           34
Page 52
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 Rasio Likuiditas
                 Rasio     likuiditas   menunjukkan    rata-rata   Current     Ratio   sebesar    1554,05%.
                 Sedangkan untuk quick ratio memiliki rata-rata sebesar 703,96%. Semakin besar
                 perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar maka artinya semakin tinggi pula
                 kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban lancarnya.


                 Rasio Aktivitas
                 Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan
                 aset-aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
                 perputaran aset adalah sebanyak 0,29 kali per tahunnya. Rasio ini mengukur
                 aktivitas aset dan kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan melalui
                 asetnya. Sementara itu, Rata-rata perputaran piutang Perseroan adalah sebanyak
                 16,50 kali per tahun atau setiap 31,51 hari. Rasio ini untuk mengukur berapa kali
                 piutang dapat diubah oleh perusahaan menjadi kas.


                 Rasio Solvabilitas
                 Rasio Solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
                 pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
                 jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah Debt to Equity Rasio (DER)
                 menunjukkan        besarnya   porsi   utang   terhadap      ekuitas   dalam     pembiayaan
                 perusahaan sedangkan Debt to Asset Rasio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
                 terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan
                 rata-rata DER sebesar 10,38%. Sementara itu rata-rata DAR adalah sebesar 8,42%.


                 Rasio Rentabilitas
                 Rasio Rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
                 menghasilkan sebuah laba. Rata-rata Gross Profit Margin sebesar 56,91%. Gross
                 Profit Margin merupakan perbandingan laba kotor dengan besarnya tingkat
                 pendapatan. Sementara itu rata-rata Net Profit Margin sebesar 6,29%. Net profit
                 margin merupakan rasio yang membandingkan antara laba bersih yang dihasilkan
                 perusahaan dari pendapatan bersih.


                 Arus Kas


                 Arus kas FOLK selama per 31 Desember 2019 sampai dengan per 31 Desember
                 2022 adalah sebagai berikut:




                                                                                                        35
Page 53
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                                        Tabel 15 Arus Kas FOLK (Rp.000)
                           KETERANGAN                         2022           2021           2020          2019


                  ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
                  Penerimaan dari pelanggan                  36.689.983     23.252.869      5.882.242     1.154.857
                  Pembayaran kepada pemasok                 (20.826.102)   (12.403.763)    (6.426.867)    (621.448)
                  Pembayaran kepada karyawan                 (9.863.915)    (5.213.187)    (1.575.824)    (423.706)
                  Pembayaran kepada pihak ketiga
                                                             (5.014.492)    (1.037.570)    (2.871.813)   (3.848.472)
                      lainnya
                  Penerimaan dari penghasilan
                                                                294.467        295.134        595.000       127.049
                      keuangan
                  Pembayaran biaya keuangan                     (96.128)       (23.109)       (19.733)       (3.782)
                  Pembayaran pajak penghasilan                (112.686)        (30.022)             -             -
                  Kas Neto Diperoleh (Digunakan
                                                              1.071.127      4.840.352     (4.416.995)   (3.615.502)
                      untuk) Aktivitas Operasi


                  ARUS KAS DARI AKTIVITAS
                      INVESTASI
                  Penerimaan piutang lain-lain pihak
                                                             16.140.391        792.000              -             -
                      berelasi
                  Pembayaran piutang lain-lain
                                                              (149.750)     (3.758.300)   (16.025.531)   (3.012.624)
                      pihak berelasi
                  Penerimaan hasil penjualan
                                                              1.500.000              -              -             -
                      investasi pada entitas asosiasi
                  Akuisisi pada entitas anak                 (5.033.734)    (3.250.000)    (1.750.000)   (1.000.000)
                  Peningkatan investasi pada entitas
                                                              (150.000)        (12.750)    (1.350.000)   (1.000.000)
                      asosiasi
                  Peningkatan investasi lain-lain           (19.687.747)   (29.448.952)   (13.646.942)   (2.840.135)
                  Penerimaan hasil penjualan
                                                             12.966.717     16.765.013      1.438.467             -
                      investasi lain-lain
                  Dividen dari investasi pada entitas
                                                                      -              -        120.000             -
                      asosiasi
                  Perolehan aset tetap                       (1.646.525)      (350.342)       (13.078)      (38.202)
                  Perolehan aset takberwujud                    (16.844)       (52.500)       (84.020)            -
                  Kas Neto Diperoleh (Digunakan
                                                              3.922.508    (19.315.831)   (31.311.103)   (7.890.960)
                      untuk) Aktivitas Investasi


                  ARUS KAS DARI AKTIVITAS
                      PENDANAAN
                  Penerimaan dari setoran modal              15.890.663              -     35.130.000    12.542.000
                  Penerimaan utang pihak berelasi               166.101     12.860.051      3.898.662       194.788
                  Pembayaran utang pihak berelasi           (13.311.236)    (3.629.077)
                  Uang muka setoran modal                             -              -              -     4.000.000
                  Pembayaran liabilitas sewa                  (534.816)       (325.000)             -             -
                  Kas Neto Diperoleh (Digunakan
                      untuk) dari Aktivitas                   2.210.711      8.905.974     39.028.662    16.736.788
                      Pendanaan




                                                                                                           36
Page 54
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                           KETERANGAN                  2022         2021         2020          2019
                   Peningkatan (Penurunan) Neto Kas
                                                       7.204.346   (5.569.506)    3.300.563    5.230.326
                       dan Setara Kas


                   Kas dan setara kas awal tahun       2.961.385    8.530.891     5.230.326           -


                   KAS DAN SETARA KAS AKHIR
                                                      10.165.731    2.961.385     8.530.891    5.230.326
                       TAHUN
                  Sumber: Laporan Keuangan FOLK


                  Pada 31 Desember 2022, kas bersih yang diperoleh untuk aktivitas operasi
                  sebesar Rp1,07 miliar, dan kas bersih yang diperoleh untuk aktivitas investasi
                  sebesar Rp3,92 miliar serta kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
                  sebesar Rp2,21 miliar sehingga terjadi kenaikan kas sebesar Rp7,20 miliar.


                  Pada tahun 2021, kas bersih yang diperoleh untuk aktivitas operasi sebesar
                  Rp4,84 miliar, dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar
                  Rp19,32 miliar serta kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar
                  Rp8,91 miliar sehingga terjadi penurunan kas sebesar Rp5,57 miliar.


                  Pada tahun 2020, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar
                  Rp4,42 miliar, dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar
                  Rp31,31 miliar serta kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar
                  Rp39,03 miliar sehingga terjadi kenaikan kas sebesar Rp3,30 miliar.


                  Pada tahun 2019, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar
                  Rp3,62 miliar, dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar
                  Rp7,89 miliar serta kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar
                  Rp16,74 miliar sehingga terjadi kenaikan kas sebesar Rp5,23 miliar.

          5.1.2   Penilaian Atas Proyeksi Keuangan


                  Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari
                  manajemen. Kami tidak melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan tersebut.
                  Berdasarkan penilaian kami, proyeksi keuangan tersebut telah mencerminkan
                  kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya. Asumsi-asumsi
                  dasar utama penyusunan proyeksi dijelaskan sebagai berikut:
                  • Proyeksi keuangan disajikan mulai 1 April 2023 sampai dengan 31 Desember
                     2028;
                  • Proyeksi penjualan diproyeksikan meningkat dari sisi volume penjualan
                     maupun dari sisi kenaikan harga jual. Asumsi discount produk sebesar 24,11%;
                  • Beban pokok penjualan diasumsikan sebesar 30,16% dari total penjualan;




                                                                                               37
Page 55
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 • Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 19,54% dari penjualan pada
                    tahun 2023; 17,83% dari penjualan pada tahun 2024; 15,87% dari penjualan
                    pada tahun 2025; 15,10% dari penjualan pada tahun 2026; 14,75% dari
                    penjualan pada tahun 2027; dan 14,38% dari penjualan pada tahun 2028;
                 • Pendapatan lain-lain diasumsikan sebesar Rp71,76 juta di tahun 2025; sebesar
                    Rp75,35 juta di tahun 2026; sebesar Rp79,12 juta di tahun 2027; dan sebesar
                    Rp83,07 juta di tahun 2028;
                 • Beban lain-lain diasumsikan sebesar Rp342,58 juta di tahun 2023 dan sebesar
                    Rp339,33 juta di tahun 2024;
                 • Pajak badan diasumsikan sebesar 22,00% dari pendapatan sebelum pajak.

                 Proyeksi Posisi Keuangan

                 Proyeksi laba rugi AIM selama tahun 2023 sampai dengan 2028 adalah sebagai
                 berikut:

                       Tabel 16 Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta)
                              Keterangan          2023       2024     2025     2026      2027        2028


                  ASSETS
                  Current Assets
                     Cash and cash equivalents     8.555     17.712   26.150   47.031    75.044     109.339
                     Trade receivables             3.163      4.484    6.121    8.034     9.701      11.714
                     Other receivables               85         85       85       85        85          85
                     Due from related parties            -       -         -       -            -           -
                     Inventories                   9.913     14.052   19.183   25.179    30.404      36.713
                     Advance payment                615        615      615      615       615         615
                     Prepayment                      16         16       16       16        16          16
                     Prepaid taxes                   54         54       54       54        54          54
                     Other Investment                    -       -         -       -            -           -
                     Other Current financial
                       aset                              -       -         -       -            -           -
                     Total Current Assets         22.400     37.016   52.223   81.012   115.917     158.534

                  Non Current Assets
                     Deferred tax assets                 3       3        3        3            3           3
                     Fixed assets                   141          -         -       -            -           -
                     Intangible assets               55         43       31       19            7           -
                     Investment in shares                -       -         -       -            -           -
                     other Investment                    -       -         -       -            -           -
                     Refundable deposits                 -       -         -       -            -           -
                     Other Assets                    22         22       22       22        22          22
                     Total Non Current Assets       221         67       55       43        32          25




                                                                                                       38
Page 56
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                            Keterangan             2023       2024     2025     2026      2027        2028

                  TOTAL ASSETS                     22.621     37.084   52.278   81.055   115.948     158.559

                  LIABILITIES AND EQUITY
                  Current Liabilities
                     Trade payables                 1.143      1.621    2.212    2.904     3.507       4.234
                     Other payables                  119        119      119      119       119         119
                     Due to related parties          937        937      937      937       937         937
                     Accrued expenses                226        226      226      226       226         226
                     Taxes payable                   423        423      423      423       423         423
                     Unearned revenue                     -       -         -       -            -           -
                     Advances from customer               -       -         -       -            -           -
                     lease liability                      -       -         -       -            -           -
                     Total Current Liabilities      2.848      3.325    3.917    4.609     5.211       5.939


                  Non Current Liabilities
                     Employee benefits liability      31         57       92      136       190         253
                     Finance Lease                        -       -         -       -            -           -
                     Intercompany Loan              6.272      6.272        -       -            -           -
                     Total Non Current
                       Liabilities                  6.303      6.329      92      136       190         253

                     Total Liabilities              9.151      9.654    4.009    4.745     5.401       6.192

                  Equity
                     Share capital                  3.025      3.025    3.025    3.025     3.025       3.025
                     Additional paid-in capital           -       -         -       -            -           -
                     Retained earnings              1.294     10.445   24.404   45.245    73.285     107.522
                     Other comprehensive
                       income                             -       -         -       -            -           -
                     Profit (loss) for the year     9.151     13.959   20.840   28.041    34.237      41.820
                     Total Equity                  13.470     27.429   48.270   76.310   110.547     152.367


                  TOTAL LIABILITIES AND
                    EQUITY                         22.621     37.084   52.278   81.055   115.948     158.559


                 Selama periode proyeksi 2023-2028, jumlah aset AIM diproyeksikan akan terus
                 mengalami peningkatan yaitu dari sebesar Rp22,62 miliar pada tahun 2023
                 menjadi sebesar Rp158,56 miliar pada tahun 2028. Peningkatan terutama sisi aset
                 lancar pada akun kas dan setara kas.

                 Pada sisi liabilitas, selama periode proyeksi 2023-2028, jumlah liabilitas
                 diperkirakan akan mengalami penurunan yaitu dari sebesar Rp9,15 miliar pada
                 tahun 2023 menjadi sebesar Rp6,19 miliar pada tahun 2028. Perkembangan
                 liabilitas tersebut didominasi oleh adanya pinjaman FOLK kepada AIM pada tahun




                                                                                                        39
Page 57
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 2023 dan 2024 di sisi liabilitas jangka panjang sedangkan perkembangan yang
                 signifikan juga terjadi selama proyeksi keuangan di akun utang usaha pada
                 liabilitas jangka pendek.

                 Pada sisi ekuitas, selama periode 2023-2028, AIM diproyeksikan akan mengalami
                 peningkatan jumlah ekuitas. Pada tahun 2023, ekuitas AIM diperkirakan adalah
                 sebesar Rp13,47 miliar menjadi sebesar Rp152,37 miliar pada tahun 2028.
                 Peningkatan pada sisi ekuitas tersebut terutama terjadi pada akun laba ditahan.

                 Proyeksi Laba Rugi

                 Proyeksi laba rugi AIM selama tahun 2023 sampai dengan 2028 adalah sebagai
                 berikut:

                             Tabel 17 Proyeksi Laba Rugi Dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta)
                             Keterangan             2023        2024        2025        2026        2027            2028


                  REVENUE                           46.117      65.371      89.241     117.133     141.439      170.787
                  Discount                         (11.119)    (15.761)    (21.516)    (28.241)    (34.101)     (41.176)
                  Growth / Year
                  COST OF REVENUE                  (13.911)    (19.718)    (26.918)    (35.331)    (42.663)     (51.516)
                  % To Sales
                  GROSS PROFIT                      21.088      29.892      40.807      53.561      64.675          78.095
                  Gross Profit Margin              100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%      100,00%
                  OPERATIONAL EXPENSES
                    Marketing expenses              (2.536)     (3.269)     (3.570)     (4.685)     (5.658)         (6.831)
                    Salaries and allowances         (2.530)     (3.678)     (5.131)     (6.532)     (7.876)         (9.401)
                    Employee benefit expenses          (46)        (64)        (87)       (112)       (133)          (158)
                    Professional fee expenses         (238)       (332)       (446)       (577)       (686)          (816)
                    Utility, adm, rent and other
                     expenses                       (2.058)     (2.161)     (2.226)     (2.293)     (2.361)         (2.432)
                    Repair and maintenances            (48)        (68)        (91)       (118)       (140)          (166)
                    Depreciation expenses             (161)       (141)            -           -           -               -
                    Amortization expenses              (12)        (12)        (12)        (12)        (12)             (7)
                    Management fee                         -           -           -           -           -               -
                    Tax expenses                    (1.384)     (1.932)     (2.598)     (3.358)     (3.994)         (4.751)
                    Other Operational Expenses             -           -           -           -           -               -
                  Operational Expenses              (9.013)    (11.656)    (14.160)    (17.687)    (20.861)     (24.563)


                  OPERATING PROFIT - EBIT           12.074      18.236      26.647      35.874      43.815          53.532
                  Operating Profit Margin
                  OTHER INCOME (EXPENSES)
                    Other Income/Expenses (net)       (343)       (339)         72          75          79              83
                    Finance income                         -           -           -           -           -               -




                                                                                                               40
Page 58
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                 Keterangan                   2023          2024            2025         2026            2027            2028

                        Finance charges                               -              -              -           -               -               -
                  TOTAL                                            (343)     (339)                 72         75             79             83

                  EARNING BEFORE TAX                          11.732       17.897           26.719       35.949          43.894          53.615

                         Taxes                                (2.581)      (3.937)         (5.878)       (7.909)         (9.657)     (11.795)

                  EARNING AFTER TAX                            9.151       13.959           20.840       28.041          34.237          41.820


                 Pendapatan AIM setelah diskon pada tahun 2023 diperkirakan sebesar Rp35,00
                 miliar      hingga        tercatat      sebesar     Rp129,61        miliar        di   tahun       2028.       AIM
                 memproyeksikan perkembangan laba kotor yaitu sebesar Rp21,09 miliar pada
                 tahun 2023 menjadi sebesar Rp78,10 miliar pada tahun 2028. Sedangkan laba
                 bersih mencatatkan perkembangan dari sebesar Rp9,15 miliar di tahun 2023
                 menjadi sebesar Rp41,82 miliar di tahun 2028.

                 Proyeksi Arus Kas

                 Proyeksi arus kas AIM selama tahun 2023 sampai dengan 2028 adalah sebagai
                 berikut:

                                 Tabel 18 Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Transaksi (Rp.Juta)
                                 Keterangan                        2023    2024          2025       2026      2027          2028


                   I.     CASH FLOW FROM OPERATING
                            ACTIVITIES
                          EBITDA                               12.247      18.389        26.659     35.886    43.827        53.539
                          (-) Tax                              (2.581)     (3.937)       (5.878)    (7.909)   (9.657)      (11.795)
                          Other Income/Expenses                    (343)    (339)            72         75          79              83
                          Other receivables                            -        -             -          -           -               -
                          Due from related parties                     -        -             -          -           -               -
                          Advance payment                              -        -             -          -           -               -
                          Prepayment                                   -        -             -          -           -               -
                          Prepaid taxes                                -        -             -          -           -               -
                          Other Investment                             -        -             -          -           -               -
                          Other Current financial aset                 -        -             -          -           -               -
                          Deferred tax assets                          -        -             -          -           -               -
                          Investment in shares                         -        -             -          -           -               -
                          Refundable deposits                          -        -             -          -           -               -
                          Other payables                               -        -             -          -           -               -
                          Due to related parties                       -        -             -          -           -               -
                          Accrued expenses                             -        -             -          -           -               -
                          Taxes payable                                -        -             -          -           -               -
                          Unearned revenue                             -        -             -          -           -               -
                          Advances from customer                       -        -             -          -           -               -




                                                                                                                                    41
Page 59
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                               Keterangan                     2023      2024      2025      2026      2027       2028

                          Current portion of lease liablity        -         -         -         -         -            -
                          Employee benefits liability             18        26        35        45        53         63
                          Current portion of lease liablity    9.342    14.138    20.887    28.097    34.302     41.890

                          Changes in Working Capital          (7.332)   (4.982)   (6.176)   (7.217)   (6.289)    (7.594)

                          NET CASH FLOW FROM
                            OPERATING ACTIVITIES               2.010     9.156    14.711    20.880    28.013     34.296

                   II.    CASH FLOW FROM INVESTING
                            ACTIVITIES
                          Fixed Assets                             -         -         -         -         -            -
                          NET CASH FLOW FROM
                            INVESTING ACTIVITIES                   -         -         -         -         -            -

                   III.   CASH FLOW FROM FINANCING
                            ACTIVITIES
                          Equity Injection                         -         -         -         -         -            -
                          Debt - Addition                          -         -         -         -         -            -
                          Debt - Repayment                         -         -         -         -         -            -
                          Intercompany Loan - Addition         6.272         -         -         -         -            -
                          Intercompany Loan - Repayment            -         -    (6.272)        -         -            -
                          NET CASH FLOW FROM
                            FINANCING ACTIVITIES               6.272         -    (6.272)        -         -            -

                   IV.    NET CASH FLOW FOR THE PERIOD         8.282     9.156     8.439    20.880    28.013     34.296

                   V.     CASH FLOW AT BEGINNING OF
                            PERIOD                               274     8.555    17.712    26.150    47.031     75.044

                   VI.    CASH FLOW AT END OF PERIOD           8.555    17.712    26.150    47.031    75.044    109.339


                  Kenaikan bersih kas dan setara kas pada tahun 2023 sebesar Rp8,28 miliar dan
                  menjadi sebesar Rp34,30 miliar di tahun 2028.

          5.1.3   Analisis Rasio Keuangan

                  Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan, diperoleh hasil analisis
                  rasio atas proyeksi tersebut sebagai berikut:




                                                                                                                     42
Page 60
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                                       Tabel 19 Rasio Keuangan
                           Keterangan                  2023        2024        2025        2026        2027        2028       Rata-rata


           I.     RATIO LIKUIDITAS
                  Dengan
                  Current Ratio                       786,49%     1113,10%    1333,15%    1757,77%    2224,30%    2669,38%    1647,37%
                  Quick (Acid Test) Ratio             411,44%      667,43%     823,81%    1194,77%    1626,14%    2038,28%    1126,98%
                  Working Capital to Total
                  Assets Ratio                         86,43%       90,85%      92,40%      94,26%      95,48%      96,24%      92,61%
                  Tanpa
                  Current Ratio                       554,67%      888,41%    1260,06%    1656,55%    2077,62%    2532,47%    1494,96%
                  Quick (Acid Test) Ratio             199,99%      479,75%     804,10%    1161,95%    1553,93%    1989,44%    1031,53%
                  Working Capital to Total
                  Assets Ratio                         80,80%       88,52%      91,95%      93,90%      95,15%      96,03%      91,06%
                  Dengan-Tanpa
                  Current Ratio                       231,82%      224,69%      73,08%     101,22%     146,68%     136,91%     152,40%
                  Quick (Acid Test) Ratio             211,45%      187,68%      19,71%      32,81%      72,21%      48,84%      95,45%
                  Working Capital to Total
                  Assets Ratio                          5,64%        2,33%       0,46%       0,36%       0,33%       0,21%       1,55%


           II.    RATIO LEVERAGE
                  Dengan
                  Total Debt to Equity Ratio   DER     67,94%       35,20%       8,31%       6,22%       4,89%       4,06%      21,10%
                  Total Debt to Total Assets
                  Ratio                        DAR     40,45%       26,03%       7,67%       5,85%       4,66%       3,91%      14,76%
                  Tanpa
                  Total Debt to Equity Ratio   DER     21,89%       12,89%       8,82%       6,62%       5,24%       4,29%       9,96%
                  Total Debt to Total Assets
                  Ratio                        DAR     17,96%       11,41%       8,11%       6,21%       4,98%       4,12%       8,80%
                  Dengan-Tanpa
                  Total Debt to Equity Ratio   DER     46,05%       22,31%      -0,52%      -0,40%      -0,36%      -0,23%      11,14%
                  Total Debt to Total Assets
                  Ratio                        DAR     22,49%       14,62%      -0,44%      -0,35%      -0,32%      -0,21%       5,96%


           III.   RATIO AKTIVITAS
                  Dengan
                  Total Assets Turnover        Kali      2,04         1,76        1,71        1,45        1,22        1,08         1,54
                  Receivables Turnover         Kali     14,58        14,58       14,58       14,58       14,58       14,58       14,58
                  Collection Period            Hari        25           25         25          25          25          25           25
                  Working Capital Turnover     Kali      2,36         1,94        1,85        1,53        1,28        1,12         1,68
                  Tanpa
                  Total Assets Turnover        Kali      2,70         2,00        1,60        1,33        1,13        0,96         1,62
                  Receivables Turnover         Kali     14,58        14,58       14,58       14,58       14,58       14,58       14,58
                  Collection Period            Hari        25           25         25          25          25          25           25
                  Working Capital Turnover     Kali      3,34         2,26        1,74        1,42        1,19        1,00         1,82
                  Dengan-Tanpa
                  Total Assets Turnover        Kali     (0,66)       (0,24)       0,11        0,12        0,09        0,11       -0,08
                  Receivables Turnover         Kali           -           -           -           -           -           -           -
                  Collection Period            Hari           -           -           -           -           -           -           -
                                                                                                                                      -
                  Working Capital Turnover     Kali     (0,98)       (0,32)       0,11        0,12        0,09        0,12         0,14




                                                                                                                     43
Page 61
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                          Keterangan          2023      2024      2025      2026        2027     2028     Rata-rata


           IV.   RATIO KEUANGAN
                 Dengan
                 Gross Profit Margin          45,73%    45,73%    45,73%    45,73%      45,73%   45,73%     45,73%
                 Operating Profit Margin      26,18%    27,90%    29,86%    30,63%      30,98%   31,34%     29,48%
                 Net Profit Margin            19,84%    21,35%    23,35%    23,94%      24,21%   24,49%     22,86%
                 Return On Investment,
                 ROI                          40,45%    37,64%    39,86%    34,59%      29,53%   26,37%     34,74%
                 Return On Equity, ROE        67,94%    50,89%    43,18%    36,75%      30,97%   27,45%     42,86%
                 Tanpa
                 Gross Profit Margin          45,69%    45,69%    45,69%    45,69%      45,69%   45,69%     45,69%
                 Operating Profit Margin      25,50%    26,92%    28,66%    29,25%      29,51%   29,61%     28,24%
                 Net Profit Margin            20,01%    21,09%    22,44%    22,89%      23,08%   23,15%     22,11%
                 Return On Investment,
                 ROI                          53,98%    42,21%    35,81%    30,43%      26,05%   22,31%     35,13%
                 Return On Equity, ROE        65,79%    47,65%    38,97%    32,44%      27,42%   23,27%     39,26%
                 Dengan-Tanpa
                 Gross Profit Margin           0,03%     0,03%     0,03%     0,03%       0,03%    0,03%      0,03%
                 Operating Profit Margin       0,68%     0,98%     1,20%     1,37%       1,47%    1,74%      1,24%
                 Net Profit Margin            -0,17%     0,26%     0,92%     1,05%       1,13%    1,33%      0,75%
                 Return On Investment,
                 ROI                         -13,52%    -4,57%     4,05%     4,17%       3,47%    4,06%     -0,39%
                 Return On Equity, ROE         2,14%     3,24%     4,20%     4,31%       3,55%    4,18%      3,60%



                   Rasio likuiditas
                   Rasio ini untuk mengetahui sampai seberapa jauh perusahaan dapat melunasi
                   liabilitas jangka pendeknya, semakin besar rasio yang diperoleh semakin lancar
                   pembayaran liabilitas jangka pendeknya.


                   Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
                   proyeksi, current ratio menunjukkan rata-rata sebesar 1647,37% dan quick ratio
                   menunjukkan rata-rata sebesar 1126,98%.


                   Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
                   proyeksi, current ratio menunjukkan rata-rata 1494,96% dan quick ratio
                   menunjukkan rata-rata sebesar 1031,53%.


                   Rasio leverage
                   Rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kegiatan operasi dibiayai oleh
                   modal pinjaman, semakin kecil rasio ini semakin bagus atau lancar.


                   Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
                   proyeksi total debt to equity ratio (DER) menunjukkan trend menurun dengan
                   rata-rata sebesar 21,10%, hal ini berarti setiap Rp1,- modal sendiri digunakan
                   untuk menjamin Rp0,21 hutang. Total debt to total asset ratio (DAR) menunjukkan




                                                                                                  44
Page 62
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 trend menurun dengan rata-rata sebesar 14,76%, hal ini berarti setiap Rp1,- aset
                 digunakan untuk menjaminan Rp0,15 hutang.


                 Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
                 proyeksi total debt to equity ratio (DER) menunjukkan trend menurun dengan
                 rata-rata sebesar 9,96%, hal ini berarti setiap Rp1,- modal sendiri digunakan
                 untuk menjamin Rp0,10 hutang. Total debt to total asset ratio (DAR) menunjukkan
                 trend menurun dengan rata-rata sebesar 8,80%, hal ini berarti setiap Rp1,- aset
                 digunakan untuk menjaminan Rp0,09 hutang.


                 Rasio Aktivitas
                 Rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktivitas perusahaan
                 dalam menggunakan dana-dananya secara efektif dan efisien.


                 Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
                 proyeksi rata-rata perputaran aset adalah sebanyak 1,54              kali per tahunnya.
                 Sementara itu, Rata-rata perputaran piutang adalah sebanyak 14,58 kali per tahun
                 atau setiap 25 hari.


                 Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
                 proyeksi rata-rata perputaran aset adalah sebanyak 1,62 kali per tahunnya.
                 Sementara itu, Rata-rata perputaran piutang adalah sebanyak 14,58 kali per tahun
                 atau setiap 25 hari.


                 Perputaran       aset   mengukur    aktivitas   aset   dan   kemampuan      perusahaan
                 menghasilkan penjualan melalui asetnya. Sementara itu, perputaran piutang untuk
                 mengukur berapa kali piutang dapat diubah oleh perusahaan menjadi kas.


                 Rasio Keuangan
                 Rasio     ini   bertujuan   untuk   kemampuan      yang   dimiliki   perusahaan   untuk
                 menghasilkan sebuah laba.


                 Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
                 proyeksi, rata-rata Gross Profit Margin adalah sebesar 45,73%. Sementara itu
                 rata-rata Net Profit Margin adalah sebesar 22,86%.


                 Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
                 proyeksi, rata-rata Gross Profit Margin adalah sebesar 45,69%. Sementara itu
                 rata-rata Net Profit Margin adalah sebesar 28,24%.




                                                                                                     45
Page 63
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                  Gross Profit Margin merupakan perbandingan laba kotor dengan besarnya tingkat
                  penjualan. Sementara itu, Net profit margin merupakan rasio yang
                  membandingkan antara laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari pendapatan
                  bersih.

          5.1.4   Analisis Keuangan Sebelum Transaksi dan Setelah Transaksi Dilakukan

                  Berikut ini adalah posisi keuangan sebelum transaksi dan proforma posisi
                  keuangan setelah transaksi dilakukan:

                                       Tabel 20 Proforma Posisi Keuangan AIM (Rp.Juta)
                                    Uraian                    Historis        Penyesuaian       Proforma

                   ASET
                   ASET LANCAR
                   Cash and cash equivalents                       1.160             6.272          7.432
                   Trade receivables                                 894                    -         894
                   Other receivables                                 344                              344
                   Due from related parties                               1                 -              1
                   Inventories                                     4.308                    -       4.308
                   Advance payment                                   670                    -         670
                   Prepayment                                            27                 -          27
                   Prepaid taxes                                         53                 -          53
                   Other Investment                                       -                 -              -
                   Other Current financial aset                           -                 -              -
                   Jumlah Aset Lancar                              7.458             6.272         13.730

                   ASET TIDAK LANCAR
                   Deferred tax assets                                    1                 -              1
                   Fixed assets                                      345                    -         345
                   Intangible assets                                     65                 -          65
                   Investment in shares                                   -                 -              -
                   other Investment                                       -                 -
                   Refundable deposits                                    -                 -              -
                   Other Assets                                          22                 -          22
                   Jumlah Aset Tidak Lancar                          432                    -         432

                   JUMLAH ASET                                     7.890             6.272         14.162


                   LIABILITAS DAN EKUITAS

                   LIABILITAS JANGKA PENDEK
                   Trade payables                                    254                    -         254
                   Other payables                                    142                    -         142
                   Due to related parties                            530                    -         530
                   Accrued expenses                                      61                 -          61




                                                                                                           46
Page 64
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                     Uraian                Historis        Penyesuaian       Proforma

                   Taxes payable                                  400                    -         400
                   Loan to shareholder                                86                            86
                   Unearned revenue                                    -                 -              -
                   Advances from customer                              -                 -              -
                   lease liability                                     -                 -              -
                                                                                         -
                   Jumlah Liabilitas Jangka Pendek              1.474                    -       1.474

                   LIABILITAS JANGKA PANJANG
                   Employee benefits liability                         5                 -              5
                   Finance Lease                                       -                 -              -
                   Intercompany Loan                                              6.272          6.272
                   Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    5                 -       6.277

                   JUMLAH LIABILITAS                            1.480                    -       7.752

                   EKUITAS
                   Share capital                                3.025                            3.025
                   Additional paid-in capital                          -                                -
                   Retained earnings                            1.394                            1.394
                   Other comprehensive income                          -                                -
                   Profit (loss) for the year                   1.991                            1.991
                   Non-Controlling Interest                            0                                0
                   Jumlah Ekuitas                               6.411                    -       6.411

                   JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                7.890                    -      14.162


                  Penyesuaian yang terjadi pada transaksi ini adalah
                  a.   Penyesuaian kas dan setara kas merupakan penyesuaian atas penerimaan
                       utang pada akun bank dari FOLK sebesar Rp6.271.900.000,-.
                  b.   Penyesuaian utang pihak Berelasi sebesar Rp6.271.900.000,- merupakan
                       penyesuaian atas penerimaan utang jangka panjang dari FOLK.


          5.1.5   Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Rencana Transaksi

                  Berikut adalah proyeksi arus kas AIM dengan adanya Transaksi:




                                                                                                        47
Page 65
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                         Tabel 21 Proyeksi Arus Kas AIM dengan Adanya Transaksi Terkait Dengan
                                                Kemampuan Melunasi Utang (Rp.Juta)
                              Keterangan                     2023      2024      2025      2026      2027       2028


                         CASH FLOW FROM OPERATING
                   I.    ACTIVITIES
                         EBITDA                              12.247    18.389    26.659    35.886    43.827     53.539
                         (-) Tax                             (2.581)   (3.937)   (5.878)   (7.909)   (9.657)   (11.795)
                         Other Income/Expenses                (343)     (339)        72        75        79         83
                         Other receivables                        -         -         -         -         -            -
                         Due from related parties                 -         -         -         -         -            -
                         Advance payment                          -         -         -         -         -            -
                         Prepayment                               -         -         -         -         -            -
                         Prepaid taxes                            -         -         -         -         -            -
                         Other Investment                         -         -         -         -         -            -
                         Other Current financial aset             -         -         -         -         -            -
                         Deferred tax assets                      -         -         -         -         -            -
                         Investment in shares                     -         -         -         -         -            -
                         Refundable deposits                      -         -         -         -         -            -
                         Other payables                           -         -         -         -         -            -
                         Due to related parties                   -         -         -         -         -            -
                         Accrued expenses                         -         -         -         -         -            -
                         Taxes payable                            -         -         -         -         -            -
                         Unearned revenue                         -         -         -         -         -            -
                         Advances from customer                   -         -         -         -         -            -
                         Current portion of lease liablity        -         -         -         -         -            -
                         Employee benefits liability             18        26        35        45        53         63
                         Current portion of lease liablity    9.342    14.138    20.887    28.097    34.302     41.890

                         Changes in Working Capital          (7.332)   (4.982)   (6.176)   (7.217)   (6.289)    (7.594)

                         NET CASH FLOW FROM
                         OPERATING ACTIVITIES                 2.010     9.156    14.711    20.880    28.013     34.296

                         CASH FLOW FROM INVESTING
                   II.   ACTIVITIES
                         Fixed Assets                             -         -         -         -         -            -
                         NET CASH FLOW FROM
                         INVESTING ACTIVITIES                     -         -         -         -         -            -

                         CASH FLOW FROM FINANCING
                  III.   ACTIVITIES
                         Equity Injection                         -         -         -         -         -            -
                         Debt - Addition                          -         -         -         -         -            -
                         Debt - Repayment                         -         -         -         -         -            -
                         Intercompany Loan - Addition         6.272         -         -         -         -            -
                         Intercompany Loan - Repayment            -         -    (6.272)        -         -            -
                         NET CASH FLOW FROM
                         FINANCING ACTIVITIES                 6.272         -    (6.272)        -         -            -

                  IV.    NET CASH FLOW FOR THE PERIOD         8.282     9.156     8.439    20.880    28.013     34.296




                                                                                                                    48
Page 66
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                             Keterangan                  2023    2024       2025     2026     2027      2028


                         CASH FLOW AT BEGINNING OF
                   V.    PERIOD                            274    8.555     17.712   26.150   47.031    75.044

                   VI.   CASH FLOW AT END OF PERIOD      8.555   17.712     26.150   47.031   75.044   109.339


                  Berdasarkan analisis terhadap arus kas yang tersedia dengan adanya transaksi,
                  total kas pada akhir periode tahun 2023-2028 diproyeksikan akan tetap positif.
                  Selama periode proyeksi, kas bersih yang diperoleh AIM telah cukup untuk
                  melunasi pembayaran utang sehubungan dengan transaksi.


          5.1.6   Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi


                  Berdasarkan     analisis   Cash     Management,    dari    Rencana     Transaksi     sebesar
                  Rp6.271.900.000,-, AIM berencana untuk melakukan pembayaran pinjaman
                  tersebut sejumlah melalui penerimaan kas dari pelanggan atas penjualan produk
                  footware yang dijalankannya.

                  Perlu kami jelaskan bahwa pada transaksi ini tidak ada financial covenant
                  sehubungan dengan rencana transaksi ini.


          5.1.7   Analisis Tingkat Suku Bunga

                  Rencana transaksi ini merupakan rencana pinjaman dengan tingkat bunga sebesar
                  6,5% yang tidak memerlukan jaminan/collateral dari debitur yang biasanya
                  jumlahnya lebih besar dari nilai yang dipinjamkan. Sehingga kami tidak
                  menemukan data pasar atas tingkat suku bunga yang sebanding untuk menjadi
                  acuan kewajaran atas tingkat suku bunga pinjaman yang diberikan oleh FOLK.

          5.2     Analisis Inkremental

          5.2.1   Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan


                  Analisis inkremental dari Rencana Transaksi Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak
                  yaitu AIM dilakukan dengan membandingkan proyeksi tanpa dilakukannya
                  transaksi dan proyeksi dengan dilakukannya transaksi.


                  Inkremental Posisi Keuangan


                  Inkremental posisi keuangan adalah sebagai berikut:




                                                                                                           49
Page 67
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                            Tabel 22 Inkremental Posisi Keuangan (Rp.Juta)

                            Keterangan                2023     2024    2025      2026        2027       2028


                  ASSETS
                  Current Assets
                    Cash and cash equivalents          5.932   6.783    3.450     9.000      18.192     30.542
                    Trade receivables                   316      747    1.412     2.348       3.134      4.474
                    Other receivables                      -       -        -           -           -          -
                    Due from related parties               -       -        -           -           -          -
                    Inventories                         982    2.328    4.410     7.339       9.800     13.997
                    Advance payment                        -       -        -           -           -          -
                    Prepayment                             -       -        -           -           -          -
                    Prepaid taxes                          -       -        -           -           -          -
                    Other Investment                       -       -        -           -           -          -
                    Other Current financial aset           -       -        -           -           -          -
                    Total Current Assets               7.231   9.858    9.271   18.687       31.126     49.012

                  Non Current Assets
                    Deferred tax assets                    -       -        -           -           -          -
                    Fixed assets                           -       -        -           -           -          -
                    Intangible assets                      -       -        -           -           -          -
                    Investment in shares                   -       -        -           -           -          -
                    other Investment                       -       -        -           -           -          -
                    Refundable deposits                    -       -        -           -           -          -
                    Other Assets                           -       -        -           -           -          -
                    Total Non Current Assets               -       -        -           -           -          -


                  TOTAL ASSETS                         7.231   9.858    9.271   18.687       31.126     49.012

                  LIABILITIES AND EQUITY
                  Current Liabilities
                    Trade payables                      113      269     509       846        1.130      1.614
                    Other payables                         -       -        -           -           -          -
                    Due to related parties                 -       -        -           -           -          -
                    Accrued expenses                       -       -        -           -           -          -
                    Taxes payable                          -       -        -           -           -          -
                    Unearned revenue                       -       -        -           -           -          -
                    Advances from customer                 -       -        -           -           -          -
                    lease liability                        -       -        -           -           -          -
                    Total Current Liabilities           113      269     509       846        1.130      1.614

                  Non Current Liabilities
                    Employee benefits liability            2       6      14        27          44           69
                    Finance Lease                          -       -        -           -           -          -
                    Intercompany Loan                  6.272   6.272        -           -           -          -




                                                                                                        50
Page 68
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                               Keterangan                 2023         2024        2025          2026           2027         2028

                    Total Non Current Liabilities          6.274       6.278         14             27               44             69

                    Total Liabilities                      6.387       6.547        523            874           1.175         1.683

                  Equity
                    Share capital                              -           -          -                 -               -               -
                    Additional paid-in capital                 -           -          -                 -               -               -
                    Retained earnings                          -        844        3.311          8.749         17.814       29.951
                    Other comprehensive income                 -           -          -                 -               -               -
                    Profit (loss) for the year              844        2.467       5.437          9.065         12.138       17.378
                    Total Equity                            844        3.311       8.749         17.814         29.951       47.329


                  TOTAL LIABILITIES AND EQUITY             7.231       9.858       9.271         18.687         31.126       49.012


                 Dari tabel di atas diperkirakan nilai tambah atas aset sebesar Rp7,23 miliar pada
                 tahun 2023 hingga mencapai Rp49,01 miliar pada tahun 2028.

                 Dari sisi liabilitas, diperkirakan nilai tambah sebesar Rp6,39 miliar pada tahun
                 2023 sedangkan pada tahun 2028 mencapai Rp1,68 miliar.

                 Pada ekuitas sebesar Rp883,93 juta pada tahun 2023 hingga mencapai Rp47,33
                 miliar pada tahun 2028.

                 Inkremental Laba Rugi


                 Inkremental laba rugi AIM adalah sebagai berikut:


                                                   Tabel 23 Inkremental Laba Rugi (Rp.Juta)
                             Keterangan                     2023        2024         2025          2026          2027        2028


                  REVENUE                                    4.613      10.890      20.588        34.232         45.692      65.226
                  Discount                                  (1.112)     (2.625)     (4.964)       (8.253)       (11.016)    (15.726)
                  Growth / Year
                  COST OF REVENUE                           (1.378)     (3.267)     (6.188)      (10.299)       (13.751)    (19.640)
                  % To Sales
                  GROSS PROFIT                               2.123       4.997       9.437        15.680         20.925      29.860
                  Gross Profit Margin                      100,00%     100,00%     100,00%       100,00%        100,00%     100,00%
                  OPERATIONAL EXPENSES
                    Marketing expenses                       (254)       (544)        (824)       (1.369)        (1.828)     (2.609)
                    Salaries and allowances                  (208)       (483)        (899)       (1.472)        (1.936)     (2.722)
                    Employee benefit expenses                    (5)       (11)           (20)       (33)           (43)        (60)
                    Professional fee expenses                  (24)        (55)       (103)         (169)          (222)       (312)
                    Utility, adm, rent and other
                  expenses                                         -           -            -               -           -           -




                                                                                                                              51
Page 69
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                                 Keterangan                 2023           2024           2025           2026           2027       2028

                        Repair and maintenances                (5)            (11)           (21)           (34)           (45)       (64)
                        Depreciation expenses                      -              -              -              -              -          -
                        Amortization expenses                      -              -              -              -              -          -
                        Management fee                             -              -              -              -              -          -
                        Tax expenses                         (138)          (322)          (599)          (981)         (1.290)    (1.814)
                        Other Operational Expenses                 -              -              -              -              -          -
                  Operational Expenses                       (633)         (1.426)        (2.466)        (4.059)        (5.363)    (7.581)


                  OPERATING PROFIT - EBIT                    1.490          3.571          6.971         11.622         15.561     22.279
                  Operating Profit Margin
                  OTHER INCOME (EXPENSES)
                        Other Income/Expenses (net)          (408)          (408)                -              -              -          -
                        Finance income                             -              -              -              -              -          -
                        Finance charges                            -              -              -              -              -          -
                  TOTAL                                      (408)          (408)                -              -              -          -

                  EARNING BEFORE TAX                         1.082          3.163          6.971         11.622         15.561     22.279

                         Taxes                               (238)          (696)         (1.534)        (2.557)        (3.423)    (4.901)

                  EARNING AFTER TAX                           844           2.467          5.437          9.065         12.138     17.378


                 Dari tabel di atas diketahui nilai tambah pada pendapatan sebesar Rp4,61 miliar di
                 tahun 2023 hingga mencapai Rp65,23 miliar pada tahun 2028.


                 Pada laba setelah pajak sebesar Rp843,93 juta di tahun 2023 hingga mencapai
                 Rp17,38 miliar pada tahun 2028.


                 Inkremental Arus Kas


                 Inkremental arus kas AIM adalah sebagai berikut:


                                                Tabel 24 Inkremental Arus Kas (Rp.Juta)
                                 Keterangan                  2023           2024           2025           2026           2027       2028


                   I.      CASH FLOW FROM
                             OPERATING ACTIVITIES
                           EBITDA                             1.490          3.571         6.971         11.622         15.561     22.279
                           (-) Tax                            (238)          (696)        (1.534)        (2.557)        (3.423)    (4.901)
                           Other Income/Expenses              (408)          (408)                   -              -          -          -
                           Other receivables                           -              -              -              -          -          -
                           Due from related parties                    -              -              -              -          -          -
                           Advance payment                             -              -              -              -          -          -
                           Prepayment                                  -              -              -              -          -          -
                           Prepaid taxes                               -              -              -              -          -          -




                                                                                                                                    52
Page 70
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                             Keterangan                 2023      2024      2025      2026       2027      2028

                         Other Investment                    -         -         -           -        -          -
                         Other Current financial aset        -         -         -           -        -          -
                         Deferred tax assets                 -         -         -           -        -          -
                         Investment in shares                -         -         -           -        -          -
                         Refundable deposits                 -         -         -           -        -          -
                         Other payables                      -         -         -           -        -          -
                         Due to related parties              -         -         -           -        -          -
                         Accrued expenses                    -         -         -           -        -          -
                         Taxes payable                       -         -         -           -        -          -
                         Unearned revenue                    -         -         -           -        -          -
                         Advances from customer              -         -         -           -        -          -
                         Current portion of lease
                           liablity                          -         -         -           -        -          -
                         Employee benefits liability         2         4         8        13         17         24
                         Current portion of lease
                           liablity                        846     2.472     5.445     9.078     12.155    17.402

                         Changes in Working Capital     (1.185)   (1.621)   (2.507)   (3.528)    (2.963)   (5.053)

                         NET CASH FLOW FROM
                           OPERATING ACTIVITIES          (339)       850     2.939     5.550      9.192    12.349

                  II.    CASH FLOW FROM INVESTING
                           ACTIVITIES
                         Fixed Assets                        -         -         -           -        -          -
                         NET CASH FLOW FROM
                           INVESTING ACTIVITIES              -         -         -           -        -          -

                  III.   CASH FLOW FROM
                           FINANCING ACTIVITIES
                         Equity Injection                    -         -         -           -        -          -
                         Debt - Addition                     -         -         -           -        -          -
                         Debt - Repayment                    -         -         -           -        -          -
                         Intercompany Loan -
                           Addition                      6.272         -         -           -        -          -
                         Intercompany Loan -
                           Repayment                         -         -    (6.272)          -        -          -
                         NET CASH FLOW FROM
                           FINANCING ACTIVITIES          6.272         -    (6.272)          -        -          -

                  IV.    NET CASH FLOW FOR THE
                           PERIOD                        5.932       850    (3.333)    5.550      9.192    12.349

                  V.     CASH FLOW AT BEGINNING
                           OF PERIOD                         -     5.932     6.783     3.450      9.000    18.192




                                                                                                           53
Page 71
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                            Keterangan                 2023     2024    2025       2026      2027     2028

                   VI.   CASH FLOW AT END OF
                           PERIOD                      5.932    6.783   3.450      9.000    18.192   30.542


                  Dari tabel di atas diperoleh nilai tambah kas dan setara kas akhir sebesar Rp5,93
                  miliar di tahun 2023 hingga mencapai Rp30,54 miliar pada tahun 2028.

                  Analisis Kelayakan

                  Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa dengan dilakukannya
                  transaksi didapat kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:
                  • Net Present Value ( NPV ) > 0 --> Layak
                     NPV    yang    dihasilkan   menunjukkan    angka   yang    positif   yaitu   sebesar
                     Rp65.071.000.000,-.
                  • Payback Period ( PP )
                     PP akan diperoleh dalam waktu 9 bulan.
                  • Break Event Point ( BEP )
                     BEP yang dihasilkan sebesar Rp34.876.000.000,- atau 35,53% dari penjualan.

                  Sementara itu, tanpa dilakukannya transaksi didapat kriteria kelayakan dengan
                  variabel-variabel sebagai berikut:
                  • Net Present Value ( NPV ) > 0 --> Layak
                     NPV    yang    dihasilkan   menunjukkan    angka   yang    positif   yaitu   sebesar
                     Rp46.913.000.000,-.
                  • Profitability Index ( PI ) > 1 --> Layak
                    PI yang diperoleh adalah sebesar 2,33862 yang berarti lebih besar dari 1.
                  • Break Event Point ( BEP )
                    BEP yang dihasilkan sebesar Rp27.107.000.000,- atau 38,19% dari penjualan.

          5.2.2   Biaya atau Pendapatan yang Relevan


                  Transaksi    yang    dilakukan   menimbulan    biaya-biaya     sehubungan       dengan
                  pelaksanaan transaksi Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak yaitu AIM yang
                  termasuk tetapi tidak terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau kompensasi
                  untuk underwriter, konsultan hukum, auditor, dan biaya terkait lainnya.

          5.2.3   Informasi Non Keuangan yang Relevan


                  Tidak terdaftar Informasi non keuangan yang relevan terkait Rencana Transaksi
                  Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak yaitu AIM.




                                                                                                      54
Page 72
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          5.3    Analisis Sensitivitas


                 Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan penjualan, kenaikan
                 struktur biaya, kenaikan biaya investasi dan kenaikan discount rate yang
                 berpengaruh terhadap kelayakan AIM dengan dilakukannya transaksi yang
                 digambarkan dengan tabel dan grafik sensitivitas sebagai berikut:


                                                           Tabel 25 Analisis Sensitivitas
                                                                    KONDISI                       PERUBAHAN KONDISI
                                Ke te ra nga n
                                                                    NORMAL         5,00%         10,00%         15,00%         20,00%

                   1. PENDAPATAN TURUN
                         Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta          65.071        45.296         25.521          5.746        -14.030
                         Internal Rate of Return (IRR)                2149,85%       339,76%         128,43%         34,91%             n/a
                         Return On Investment (ROI)                      34,74%        34,74%         34,74%         34,74%         34,74%
                         Profitability Index (PI)                      2,20769       1,84067         1,47365        1,10664       0,73962
                         Payback Period (PP)                          0 Th 9 Bln    1 Th 1 Bln    1 Th 11 Bln    3 Th 11 Bln     5 Th 9 Bln
                         BEP a. Dalam Rp.Juta                             34.876        34.876         34.876         34.876         34.876
                                 b. Dalam % Terhadap Pendapatan          35,53%        35,53%         35,53%         35,53%         35,53%


                   2. STRUKTUR BIAYA NAIK
                         Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta          65.071        55.997         46.924         37.851         28.777
                         Internal Rate of Return (IRR)                2149,85%        657,88%       348,76%        215,11%         139,46%
                         Return On Investment (ROI)                      34,74%        34,74%         34,74%         34,74%         34,74%
                         Profitability Index (PI)                      2,20769        2,03929       1,87089        1,70250         1,53410
                         Payback Period (PP)                          0 Th 9 Bln   0 Th 10 Bln     1 Th 1 Bln     1 Th 4 Bln    1 Th 10 Bln
                         BEP a. Dalam Rp.Juta                             34.876        34.876         34.876         34.876         34.876
                                 b. Dalam % Terhadap Pendapatan          35,53%        35,53%         35,53%         35,53%         35,53%


                   3. DISCOUNT RATE NAIK
                          Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.Juta         65.071        63.617         62.206         60.838         59.509
                          Internal Rate of Return (IRR)               2149,85%      2149,85%       2149,85%       2149,85%       2149,85%
                          Return On Investment (ROI)                     34,74%        34,74%         34,74%         34,74%         34,74%
                          Profitability Index (PI)                     2,20769       2,20249        2,19729        2,19211        2,18693
                          Payback Period (PP)                         0 Th 9 Bln    0 Th 9 Bln     0 Th 9 Bln     0 Th 9 Bln     0 Th 9 Bln
                          BEP a. Dalam Rp.Juta                            34.876        34.876         34.876         34.876         34.876
                                  b. Dalam % Terhadap Pendapatan         35,53%        35,53%         35,53%         35,53%         35,53%




                                                           Gambar 4 Analisis Sensitivitas




                 Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
                 sebesar Rp65,07 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
                 pendapatan turun sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah
                 sebesar negatif Rp14,03 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya,
                 dimana struktur biaya naik sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan




                                                                                                                                        55
Page 73
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




                 adalah sebesar Rp28,78 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap
                 discount rate, dimana discount rate naik sampai dengan 20,00% maka NPV yang
                 dihasilkan adalah sebesar Rp59,51 miliar.


                 Berdasarkan grafik sensitivitas terlihat bahwa kelayakan AIM dengan dilakukannya
                 transaksi lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan.




                                                                                              56
Page 74
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          6      ANALISIS ATAS JAMINAN


                 Perlu kami jelaskan bahwa pada transaksi ini tidak terdapat jaminan atas FOLK
                 kepada Entitas Anak yaitu AIM. Para pihak sepakat pemberian pokok pinjaman
                 oleh Pemberi Pinjaman dan Penerima Pinjaman ini tidak dijamin dengan jaminan
                 khusus.




                                                                                           57
Page 75
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          7      ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

                 Analisis yang dilakukan dalam menyusun pendapat kewajaran atas Rencana
                 Transaksi adalah dengan melakukan beberapa analisis transaksi, analisis kualitatif,
                 analisis kuantitatif, analisis kelayakan Rencana Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak
                 yaitu AIM dan analisis atas jaminan. Berikut ini adalah analisis Kewajaran Rencana
                 Transaksi:

                 a. Rencana    Transaksi    Pinjaman     dari   FOLK      kepada    AIM    dilakukan    untuk
                     memberikan dukungan pembiayaan modal kerja kepada entitas anak untuk
                     menjaga kelangsungan usaha dan agar mampu memaksimalkan peluang
                     bisnis. Dimana hal tersebut sinergis dengan rencana bisnis FOLK dalam
                     pengembangan usaha di sektor omnichannel retail.

                 b. Pinjaman dari FOLK kepada AIM tidak dijamin dengan jaminan khusus, namun
                     jika debitur dalam keadaan tidak mampu membayar maka debitur akan
                     melakukan suatu kesepakatan atau pengalihan, moratorium (penundaan
                     pembayaran hutang), reorganisasi atau kesepakatan lainnya. Jaminan juga
                     diperoleh secara langsung maupun tidak langsung karena kedudukan FOLK
                     sebagai   induk   perusahaan.       Sebagai     induk    perusahaan,      FOLK     dapat
                     mengendalikan     pelunasan   pinjaman        pada    saat    jatuh   tempo   sehingga
                     mengurangi risiko tidak tertagih.

                 c. Berdasarkan hasil analisis inkremental, Rencana Transaksi Pinjaman dapat
                     memberikan nilai tambah pada pendapatan sebesar Rp4,61 miliar di tahun
                     2023 hingga mencapai Rp65,23 miliar pada tahun 2028, pada laba setelah
                     pajak sebesar Rp843,93 juta di tahun 2023 hingga mencapai Rp17,38 miliar
                     pada tahun 2028, pada aset sebesar Rp7,23 miliar pada tahun 2023 hingga
                     mencapai Rp49,01 miliar pada tahun 2028, pada liabilitas sebesar Rp6,39
                     miliar pada tahun 2023 sedangkan pada tahun 2028 mencapai Rp1,68 miliar,
                     pada ekuitas sebesar Rp883,93 juta pada tahun 2023 hingga mencapai
                     Rp47,33 miliar pada tahun 2028; dan kas dan setara kas akhir sebesar Rp5,93
                     miliar di tahun 2023 hingga mencapai Rp30,54 miliar pada tahun 2028.

                 d. Berdasarkan     hasil   analisis     kelayakan     menunjukkan         bahwa       dengan
                     dilakukannya transaksi adalah layak yang ditunjukkan dengan IRR sebesar
                     2149,85%, NPV positif Rp65.071.000.000,-, PI sebesar 2,20769, PP dalam
                     waktu 9 bulan dan BEP sebesar Rp34.876.000.000,- atau 35,53% dari
                     penjualan. Dengan indikator tersebut, rencana transaksi layak dilaksanakan.




                                                                                                          58
Page 76
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          8      ANALISIS FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG RELEVAN


                 Seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum setelah dikurangi biaya-biaya
                 yang berhubungan dengan Penawaran Umum ini akan digunakan:
                 1. Sekitar 22,76% (dua puluh dua koma tujuh enam persen) akan dilakukan untuk
                      penyetoran modal kepada PT Finfolk Media Nusantara (“FMN”).
                 2. Sekitar 19,00% (sembilan belas koma nol nol persen) akan digunakan Perseroan
                      untuk pembayaran jasa kontraktor dengan rincian sebagai berikut: renovasi
                      terhadap Gedung kantor, pembuatan studio, tempat workshop, meeting hall
                      dan juga pembelian peralatan perlengkapan didalamnya.
                 3. Sekitar 17,50% (tujuh belas koma lima nol persen) akan digunakan Perseroan
                      untuk pembelian saham PT Untung Selalu Sukses (USS).
                 4. Sekitar 12,38% (dua belas koma tiga delapan persen) akan dipinjamkan kepada
                      PT Drsoap Global Indonesia (DGI). Pinjaman ini akan berupa pinjaman
                      pemegang saham ("shareholder's loan”).
                 5. Sekitar 11,90% (sebelas koma sembilan nol persen) akan dipinjamkan kepada
                      PT Amazara Indonesia Mudakarya (AIM). Pinjaman ini akan berupa pinjaman
                      pemegang saham ("shareholder's loan”).
                 6. Sekitar 6,54% (enam koma lima empat persen) akan dipinjamkan kepada
                      PT Syca Kreasi Indonesia (SKI). Pinjaman ini akan berupa pinjaman pemegang
                      saham ("shareholder's loan”).
                 7. Sekitar 5,10% (lima koma satu nol persen) akan digunakan Perseroan untuk
                      pembelian software dengan rincian sebagai berikut jasa Enterprise Resource
                      Planning (ERP) dan jasa Customer Relationship Management (CRM) dimana akan
                      mengintegrasikan seluruh sumber daya Perseroan dan Entitas Anak. Selain itu
                      akan digunakan Perseroan untuk mengembangkan aplikasi (Folk Superapps).
                 8. Sekitar 4,82% (empat koma delapan dua persen) akan digunakan Perseroan
                      untuk modal kerja Perseroan yaitu untuk pembayaran jasa Outsourcing dengan
                      rincian   sebagai   berikut   marketing   &   sales   agent,   customer   service,
                      administration support, jasa kebersihan dan keamanan.

                 Dana yang akan digunakan dalam Rencana Transaksi pinjaman dari FOLK kepada
                 AIM merupakan dana yang akan diperoleh FOLK dari Penawaran Umum. Dimana
                 sekitar 11,90% dari dana yang akan diperoleh FOLK dari Penawaran Umum akan
                 dipinjamkan kepada AIM yang selanjutnya akan digunakan untuk:
                  •    Sekitar 10,71% digunakan untuk kebutuhan pembelian persediaan produk;
                       dan
                  •    Sekitar 1,19% digunakan untuk biaya pemasaran seperti iklan, promosi dan
                       kegiatan branding lainnya.




                                                                                                     59
Page 77
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          9      PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI

                 Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis
                 kuantitatif atas Rencana Transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan
                 analisis faktor lain yang relevan, maka kami berpendapat bahwa Rencana
                 Transaksi Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak yaitu AIM yang akan dilakukan FOLK
                 adalah Wajar.

                 Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
                 memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut
                 termasuk, namun tidak terbatas pada perubahan kondisi, baik secara internal
                 maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
                 bisnis,   perdagangan   dan   keuangan   serta   peraturan-peraturan   pemerintah
                 Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat
                 Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran
                 ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan
                 mengenai kewajaran Rencana Transaksi Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak yaitu
                 AIM ini mungkin berbeda.




                                                                                               60
Page 78
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          10     KUALIFIKASI PENILAI USAHA

                 Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
                 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal 28
                 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
                 dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.

                 Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
                 Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:

                 MAPPI                 : No. 09-S-02341
                 Izin Penilai Publik   : No. B-1.12.00340
                 Klasifikasi izin      : Penilaian bisnis
                 Register              : No. RMK-2017.00303
                 STTD OJK              : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
                 STTD IKNB             : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                             61
Page 79
Pendapat Kewajaran
PT Multi Garam Utama Tbk




          11     KESIMPULAN

                 Atas dasar analisis yang kami lakukan terhadap Kewajaran Rencana Transaksi yang
                 meliputi analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas Rencana
                 Transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor lain yang relevan,
                 maka kami berpendapat bahwa Pinjaman FOLK kepada Entitas Anak yaitu AIM adalah
                 Wajar.




                                                                                                       62

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.67 MB
Published8 Aug 2023
Pages79
Characters225,614
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 8148 ms 12 Sep 2026 22:06
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '10'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result