Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
Nomor Surat 465/SMMF-DIR/VII/2023
Nama Emiten PT Sinar Mas Multifinance
Kode Emiten SMMF
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Asuransi Asuransi Jakarta 2023 2023 995.605 JUTAAN IDR 6860.0
Sinarmas
Insurtech
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Sinar Mas Multifinance yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. PT
Sinar Mas Multifinance bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Sinar Mas Multifinance Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas SMMF Entity code
Nomor identifikasi entitas AA275 Entity identification number
Industri utama entitas Pembiayaan / Financing Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor G. Financials Sector
Subsektor G2. Financing Service Subsector
Industri G21. Consumer Financing Industry
Subindustri G211. Consumer Financing Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Obligasi / Bond Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Jutaan / In Million statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[8220000] Statement of financial position presented using order of liquidity -
Financing Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Kas dan setara kas 416,208 291,160 Cash and cash equivalents
Aset keuangan yang diukur Financial assets at fair value
pada nilai wajar melalui laba 457,787 1,241,434 through profit or loss
rugi
Piutang asuransi 141,681 78,023 Insurance receivables
Piutang murabahah Murabahah receivables
Piutang murabahah pihak Murabahah receivables
17,186 14,005
ketiga third parties
Piutang ijarah Ijarah receivables
Piutang ijarah pihak ketiga Ijarah receivables third
1,575 1,673
parties
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
1,827,786 1,770,197
konsumen pihak ketiga receivables third parties
Investasi sewa Lease investments
Investasi sewa Lease investment in
121,881 147,233
pembiayaan finance leases
Tagihan anjak piutang Factoring receivables
Tagihan anjak piutang Factoring receivables third
1,666,750 1,665,662
pihak ketiga parties
Piutang lainnya 48,594 90,765 Other receivables
Aset pajak tangguhan 58,184 58,184 Deferred tax assets
Aset reasuransi 100,784 46,921 Reinsurance assets
Properti investasi 52,607 54,657 Investment properties
Aset ijarah 65,433 74,317 Ijarah assets
Aset sewa operasi 910 1,344 Operating lease assets
Aset tetap Property, plant, and
763,740 783,071
equipment
Aset hak guna 3,081 3,997 Right of use assets
Agunan yang diambil alih 292,179 262,990 Foreclosed assets
Aset lainnya 190,408 66,992 Other assets
Jumlah aset 6,226,774 6,652,625 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas segera Obligations due
1,940,656 2,586,871
immediately
Utang asuransi 82,138 72,054 Insurance payables
Utang pemegang saham 6,250 313,557 Due to stockholders
Liabilitas kontrak asuransi Insurance contract
385,093 327,811
liabilities
Kewajiban imbalan pasca Post-employment benefit
22,611 22,911
kerja obligations
Beban akrual 56,810 50,439 Accrued expenses
Utang pajak 4,909 3,286 Taxes payable
Liabilitas lainnya 67,778 45,847 Other liabilities
Jumlah liabilitas 4,894,467 5,326,732 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
Page 5
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 1,190,000 1,190,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
76,447 76,447
disetor capital
Uang muka setoran Advances in capital
360,000
modal stock
Komponen ekuitas Other components of
2,343 703
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan retained earnings
penggunaanya
Cadangan General and
24,000 24,000
umum dan wajib legal reserves
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan ( 481,021 ) ( 124,209 ) retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
1,171,769 1,166,941
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
160,538 158,952
non-pengendali
Jumlah ekuitas 1,332,307 1,325,893 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
6,226,774 6,652,625
ekuitas
Page 6
[8312000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by nature - Financing Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Pendapatan Income
Pendapatan dari murabahah Income from murabahah and
1,437 752
dan istishna istishna
Pendapatan dari ijarah 11,015 7,357 Income from ijarah
Pendapatan dari Financing income
pembiayaan
Pendapatan dari Income from consumer
320,450 291,536
pembiayaan konsumen financing
Pendapatan dari sewa Income from finance lease
18,613 8,036
pembiayaan
Pendapatan dari anjak Income from factoring
69,876 90,614
piutang
Pendapatan dari sewa Income from operating lease
244 179
operasi
Pendapatan asuransi Insurance income
Pendapatan dari premi Income from insurance
577,089 352,244
asuransi premiums
Pendapatan administrasi 98,694 93,532 Administration income
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
0 1,204
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Pendapatan lainnya 130,120 38,557 Other income
Beban Expenses
Beban bunga dan keuangan ( 257,218 ) ( 281,444 ) Interest and finance costs
Beban asuransi Insurance expenses
Beban underwriting Other underwriting
( 451,243 ) ( 273,198 )
lainnya expenses
Pembentukan penyisihan Provision for impairment
( 183,126 ) ( 80,341 )
kerugian penurunan nilai losses
Beban gaji dan tunjangan Salary and employee benefit
( 146,890 ) ( 135,779 )
karyawan (expenses)
Beban umum dan General and administrative
( 108,457 ) ( 56,705 )
administrasi expenses
Beban penyusutan properti Depreciation of investment
investasi, aset sewa, aset property, lease assets,
tetap, aset yang diambil alih ( 26,604 ) ( 27,381 ) property and equipment,
dan aset ijarah foreclosed assets and ijarah
assets
Beban lainnya ( 22,586 ) ( 11,190 ) Other expenses
Kerugian lainnya ( 355,990 ) ( 260,022 ) Other losses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 324,576 ) ( 242,049 )
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak 0 1,905 Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 324,576 ) ( 240,144 )
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 324,576 ) ( 240,144 ) Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
Page 7
setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban 0 2,408 remeasurement of defined
manfaat pasti, setelah benefit obligation, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan 0 2,408 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Keuntungan (kerugian) Unrealised gains (losses)
yang belum direalisasi on changes in fair value
atas perubahan nilai wajar through other
2,390 ( 4,709 )
aset keuangan melalui comprehensive income
penghasilan komprehensif financial assets, after tax
lain, setelah pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan direklasifikasi 2,390 ( 4,709 ) that may be reclassified
ke laba rugi, setelah to profit or loss, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, 2,390 ( 2,301 ) income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 322,186 ) ( 242,445 ) Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 356,812 ) ( 255,338 )
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan 32,236 15,194 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 355,172 ) ( 256,229 ) attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke 32,986 13,784 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang ( 299,842 ) ( 214,570 ) share from continuing
dilanjutkan operations
Page 8
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah
Selisih transaksi ekuitas Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Uang muka setoran Komponen transaksi ditentukan Kepentingan
Saham biasa dengan pihak ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor modal ekuitas lainnya penggunaannya-cadangan non-pengendali
non-pengendali penggunaannya entitas induk
umum dan wajib
Difference in value of Appropriated retained
Advances in capital Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital equity transactions with earnings-general and legal Non-controlling interests Equity
stock equity transactions earnings parent entity
non-controlling interests reserves
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 1,190,000 76,447 ( 927 ) 1,630 24,000 ( 124,209 ) 1,166,941 158,952 1,325,893 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 1,190,000 76,447 ( 927 ) 1,630 24,000 ( 124,209 ) 1,166,941 158,952 1,325,893 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 0 0 0 0 0 ( 356,812 ) ( 356,812 ) 32,236 ( 324,576 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 0 0 0 1,640 0 0 1,640 750 2,390 Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Allocation for general reserves
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi dengan Increase (decrease) in equity through transactions with
0 0 0 0 0 0 0 ( 31,400 ) ( 31,400 )
pemilik ekuitas owner's equity
Transaksi ekuitas lainnya 360,000 360,000 360,000 Other equity transactions
Posisi ekuitas, akhir periode 1,190,000 76,447 360,000 ( 927 ) 3,270 24,000 ( 481,021 ) 1,171,769 160,538 1,332,307 Equity position, end of the period
Page 9
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah
Selisih transaksi ekuitas Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Komponen transaksi ditentukan Kepentingan
Saham biasa dengan pihak ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor ekuitas lainnya penggunaannya-cadangan non-pengendali
non-pengendali penggunaannya entitas induk
umum dan wajib
Difference in value of Appropriated retained
Additional paid-in Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks equity transactions with earnings-general and legal Non-controlling interests Equity
capital equity transactions earnings parent entity
non-controlling interests reserves
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 1,190,000 76,447 ( 927 ) ( 18 ) 22,000 162,408 1,449,910 112,768 1,562,678 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 1,190,000 76,447 ( 927 ) ( 18 ) 22,000 162,408 1,449,910 112,768 1,562,678 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 0 0 0 0 0 ( 255,338 ) ( 255,338 ) 15,194 ( 240,144 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 0 0 0 ( 3,240 ) 0 2,349 ( 891 ) ( 1,410 ) ( 2,301 ) Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 0 0 0 0 2,000 ( 2,000 ) 0 0 0 Allocation for general reserves
Posisi ekuitas, akhir periode 1,190,000 76,447 ( 927 ) ( 3,258 ) 24,000 ( 92,581 ) 1,193,681 126,552 1,320,233 Equity position, end of the period
Page 10
[8510000] Statement of cash flows, direct method - Financing Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari sewa Receipts from finance
40,936 11,809
pembiayaan leases
Penerimaan dari Receipts from consumer
2,066,898 2,170,411
pembiayaan konsumen financing
Penerimaan dari anjak Receipts from factoring
1,228,211 55,254
piutang
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran untuk sewa Payments for finance
(0) (0)
pembiayaan leases
Pembayaran untuk Payments for consumer
( 2,017,507 ) ( 1,860,225 )
pembiayaan konsumen financing
Pembayaran untuk anjak Payments for factoring
( 1,113,370 ) ( 558,861 )
piutang
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
205,168 ( 181,612 )
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
13,626 ( 2,634 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas 62,285 ( 244,823 ) from operating activities
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
281,079 ( 429,069 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
603 625
aset tetap property and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 3,737 ) ( 9,250 )
aset tetap property and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
(0) ( 1,754,722 )
aset non-keuangan lainnya other non-financial assets
Penerimaan dari pelepasan Proceeds from sales of
kepentingan di entitas anak interests in subsidiaries
367,283 1,744,362
tanpa hilangnya pengendalian without loss of control from
dari kegiatan investasi investing activities
Penerimaan dividen dari Dividends received from
137 73
aktivitas investasi investing activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
364,286 ( 18,912 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 2,962,287 3,153,794 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 3,867,597 ) ( 2,740,510 ) Payments of bank loans
Penerimaan surat berharga Proceeds from debt securities
Page 11
utang 1,000,000 559,200
Pembayaran surat berharga Payments of debt securities
( 567,700 ) ( 483,000 )
utang
Pembayaran pinjaman Payments of other borrowings
( 307,307 ) ( 155,693 )
lainnya
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 100,000 ) (0)
aktivitas pendanaan activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas 360,000 from financing activities
pendanaan
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 520,317 ) 333,791
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
125,048 ( 114,190 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
291,160 456,155
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
416,208 341,965
akhir periode cash flows, end of the period
Page 12
[8610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Financing Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Keuangan di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar statements
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI, dan
Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang ?Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik?. Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya
perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana
diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian
ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas. Laporan arus kas konsolidasian disusun
dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi,
investasi, dan pendanaan. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2023 adalah konsisten dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun
yang berakhir 31 Desember 2022. ASI, entitas anak yang bergerak di bidang asuransi belum
menerapkan PSAK No. 71 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mata uang yang digunakan dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rupiah) yang
juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Prinsip-prinsip konsolidasi Grup menerapkan PSAK No. 65, ?Laporan Keuangan Konsolidasian?. Laporan keuangan Principles of consolidation
konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas (termasuk entitas terstruktur)
yang dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup
memiliki seluruh hal berikut ini: ? kekuasaan atas investee; ? eksposur atau hak atas imbal hasil
variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan ? kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya
atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Grup. Pengkonsolidasian entitas anak dimulai
pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir pada saat Grup kehilangan
pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi
atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal
Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan,
beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam Grup
dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian. Laba rugi dan setiap komponen
penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk dan kepentingan
nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit. KNP disajikan
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada
laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada Pemilik
Entitas Induk. Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat
sebagai transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas
nilai tercatat aset bersih entitas anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari
pelepasan kepada KNP juga dicatat di ekuitas.
Kas dan setara kas Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan Cash and cash equivalents
sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3)
Page 13
bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi
pencairannya.
Aset tetap Grup menerapkan PSAK No. 16, ?Aset Tetap?. Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan Fixed assets
biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan
biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan awal aset tetap
meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan
biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan. Beban-beban yang timbul setelah aset
tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi pada saat
terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa
datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka
beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap. Penyusutan aset
tetap kendaraan, peralatan kantor dan perlengkapan kantor dihitung berdasarkan metode saldo
menurun berganda, sedangkan penyusutan bangunan dan prasarana dihitung berdasarkan garis lurus
selama masa manfaat aset tetap. Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan
nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat
tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada
saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui
dalam laba rugi pada tahun terjadinya penghentian pengakuan. Nilai residu, umur manfaat, serta
metode penyusutan dan amortisasi ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila
hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah Impairment of non-financial assets
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup mengacu pada
perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada
perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian (?KKE?). Dalam melakukan penilaian, Grup juga
membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode
pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal
dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha
pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas
kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan
sejak pengukuran awal, maka Grup akan mengukur cadangan kerugian untuk aset keuangan tersebut
sejumlah KKE 12 bulan. Jika risiko kredit atas aset keuangan meningkat secara signifikan, maka
pengukuran cadangan kerugian untuk aset keuangan tersebut menggunakan KKE sepanjang umurnya
(lifetime). Grup menggunakan pendekatan umum dalam mengukur penurunan nilai (Tahap 1, Tahap 2
dan Tahap 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan atas aset
keuangan sejak awal atau fasilitas tersebut gagal bayar pada tanggal pelaporan.
Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam laba rugi menggunakan metode suku bunga efektif. Revenue and expense recognition
Biaya transaksi yang terjadi dan dapat diatribusikan secara langsung terhadap perolehan atau
penerbitan instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diamortisasi
sepanjang umur instrumen keuangan menggunakan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai
bagian dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi terkait aset keuangan, dan sebagai bagian dari
beban bunga untuk biaya transaksi terkait liabilitas keuangan. Pendapatan pembiayaan multiguna
Page 14
yang belum diakui merupakan perbedaan antara jumlah angsuran yang akan diterima dan jumlah
pokok dari pembiayaan. Pendapatan pembiayaan multiguna yang belum diakui diamortisasi dan diakui
sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu perjanjian dengan menggunakan tingkat
pengembalian berkala yang efektif dari piutang pembiayaan multiguna. Pelunasan sebelum masa
pembiayaan multiguna berakhir dianggap sebagai pembatalan perjanjian pembiayaan multiguna dan
keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam laba rugi peroide berjalan. Grup tidak mengakui
pendapatan bunga dari piutang pembiayaan multiguna yang telah menunggak pembayaran lebih dari
90 hari. Pendapatan bunga tersebut diakui pada saat pendapatan tersebut telah diterima. Pendapatan
administrasi yang pertama kali terjadi sehubungan dengan transaksi pembiayaan multiguna dan
pembiayaan modal kerja diakui pada saat terjadinya. Penghasilan dividen diakui bila hak pemegang
saham untuk menerima pembayaran ditetapkan. Pendapatan dan beban lainnya diakui pada saat
terjadinya atau sesuai dengan masa manfaatnya (accrual basis).
Penjabaran mata uang asing Grup menerapkan PSAK No. 10, ?Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing?. Mata Uang Fungsional Foreign currency translation
dan Pelaporan Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur
menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang
fungsional). Transaksi dan Saldo Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang
fungsional menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang
timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia yaitu masing-masing sebesar Rp 15.026 dan Rp
15.731 per US$ 1.
Transaksi dengan pihak berelasi Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi Transactions with related parties
berdasarkan PSAK No. 7 ?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi?. Semua transaksi signifikan dengan
pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pajak penghasilan Grup menerapkan PSAK No. 46, ?Pajak Penghasilan?. Pajak Kini Pajak kini ditentukan berdasarkan Income taxes
laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena
pajak yang timbul dari perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah
tercatatnya pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer
yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan
direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan
besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan
menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan,
berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku
pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan
hanya jika, terdapat hak yang dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini
terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang
sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
Imbalan kerja karyawan Grup menerapkan PSAK No. 24, ?Imbalan Kerja?. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Imbalan Employee benefits
kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi
keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam
laba rugi. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan
Page 15
imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja
dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected
Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan
program imbalan pasti diakui dalam laba rugi. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang yang diakui
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian mencerminkan nilai kini kewajiban imbalan pasti setelah
dikurangi dengan nilai wajar aset program. Aset (surplus) imbalan kerja jangka panjang yang timbul
dari perhitungan tersebut diakui sebesar nilai kini pengembalian kas serta pengurangan iuran masa
depan dari program tersebut.
Laba per saham Grup menerapkan PSAK No. 56, ?Laba Per Saham?. Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan Earnings per share
membagi laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata
tertimbang dari saham yang beredar selama tahun bersangkutan.
Pelaporan segmen Grup menerapkan PSAK No. 5, Segmen Operasi. Segmen operasi disusun sesuai dengan kebijakan Segment reporting
akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Segmen
operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara berkala
dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam
segmen dan penilaian kinerja Grup.
Penerapan standar akutansi baru Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Diterapkan pada tahun 2022 Penerapan The implementation of new statements of
standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2022, relevan bagi Grup accounting standards
namun tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak berdampak
material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan: - Amandemen PSAK No.
22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual - Amandemen PSAK No. 57: Provisi,
Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak yang Memberatkan - Biaya Pemenuhan
Kontrak - Amandemen PSAK No. 71: Instrumen Keuangan - Penyesuaian Tahunan PSAK No. 73:
Sewa Terkait siaran pers DSAK IAI mengenai ?Atribusi Imbalan pada Periode Jasa? pada April 2022,
Grup telah mengubah kebijakan atas atribusi imbalan pensiun pada periode jasa sesuai dengan
ketentuan pada PSAK 24 untuk pola fakta umum dari program pensiun berdasarkan PP35/2021.
Dampak dari perubahan perhitungan sebesar Rp 6.933 tidak material terhadap Grup, sehingga
dampak atas perubahan dibukukan pada laporan keuangan tahun berjalan. Telah diterbitkan namun
belum berlaku efektif Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan, yang berlaku
efektif sejak tanggal: 1 Januari 2023 - Amandemen PSAK No. 1: ?Penyajian Laporan Keuangan?
tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi yang Mengubah Istilah ?Signifikan? menjadi ?Material?
dan Memberi Penjelasan mengenai Kebijakan Akuntansi Material. - Amendemen PSAK No. 16: Aset
Tetap: Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan. - Amendemen PSAK No. 25: Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi. - Amendemen
PSAK No. 46: Pajak Penghasilan: Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari
Transaksi Tunggal. - Amandemen PSAK No. 107: ?Akuntansi Ijarah? 1 Januari 2024 - Amandemen
PSAK No. 1: ?Penyajian Laporan Keuangan? terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan. -
Amendemen PSAK No. 73: ?Sewa? terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik. 1
Januari 2025 - PSAK 74: ?Kontrak Asuransi? - Amendemen PSAK No. 74: ?Kontrak Asuransi? terkait
Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK No. 71 - Informasi Komparatif. Sampai dengan tanggal
Page 16
penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang mungkin timbul
dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amandemen PSAK tersebut
pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.
Kombinasi bisnis Grup menerapkan PSAK No. 38, ?Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali?. Transaksi kombinasi bisnis Business combination
entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi
entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan
kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut diakui pada jumlah tercatat
berdasarkan metode penyatuan kepemilikan. Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah
tercatat dari setiap kombinasi bisnis entitas sepengendali disajikan dalam akun tambahan modal
disetor pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Entitas yang melepas
bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara imbalan yang diterima
dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas dalam akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Penentuan nilai wajar Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan Determination of fair value
liabilitas akan terjadi: ? di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau; ? jika tidak terdapat
pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Grup harus
memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran. Nilai
wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya. Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan
kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam
penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya. Ketika Grup menggunakan
teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan
dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Seluruh aset dan liabilitas yang
mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai
wajar sebagai berikut: ? Level 1 ? harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau
liabilitas yang identik; ? Level 2 ? teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung; ? Level 3 ?
teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
dapat diobservasi. Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan
keuangan konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki
dengan menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada Foreign currency transactions and balances
tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan
dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui
dalam laba rugi.
Investasi jangka pendek Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga (3) bulan pada saat penempatan namun Short-term investment
dijaminkan, atau dibatasi pencairannya, dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga (3)
bulan pada saat penempatan disajikan sebagai ?Investasi jangka pendek?.
Page 17
Aset hak guna Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa Right of use assets
yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Properti investasi Grup menerapkan PSAK No. 13, ?Properti Investasi?. Properti investasi, kecuali tanah, diukur sebesar Investment properties
biaya perolehan, termasuk biaya transaksi, setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan
kerugian penurunan nilai, jika ada. Jumlah tercatat termasuk biaya penggantian untuk bagian tertentu
dari properti investasi yang telah ada pada saat beban terjadi, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan
tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari properti investasi. Properti investasi tanah tidak disusutkan
dan dinyatakan pada biaya perolehan. Properti investasi dihentikan pengakuannya (dikeluarkan dari
laporan posisi keuangan) pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan
lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan
pada saat pelepasannya. keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan
properti investasi diakui dalam laba rugi dalam periode terjadinya penghentian atau pelepasan
tersebut. Properti investasi berupa bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
(straight line method) dengan persentase penyusutan sebesar 5% per tahun. Transfer ke properti
investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan, yang ditunjukkan dengan
berakhirnya pemakaian oleh pemilik, atau dimulainya sewa operasi ke pihak lain. Transfer dari properti
investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan, yang ditunjukkan dengan
dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan Prepaid expenses
metode garis lurus.
Piutang pembiayaan konsumen Pembiayaan multiguna adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan Consumer financing receivables
konsumen dengan pembayaran secara angsuran.
Instrumen keuangan Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset Financial instruments
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan aset keuangan
yang diukur nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu: ? Model bisnis Grup
dalam mengelola aset keuangan; dan ? Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan. Pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan Grup terdiri dari aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. 1.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi Aset keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang
bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan b.
Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata
dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan pada biaya perolehan
Page 18
diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok,
ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan m?tode suku bunga efektif yang
dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan
kerugian penurunan nilai. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 kategori ini meliputi kas
dan setara kas, investasi (deposito berjangka dan obligasi), piutang pembiayaan multiguna, piutang
pembiayaan modal kerja, piutang sewa pembiayaan, piutang lain-lain, dan aset lain-lain berupa
simpanan jaminan. 2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi
berikut terpenuhi: a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi
dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan b. Persyaratan kontraktual
dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok
dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan berupa surat berharga utang yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai, dengan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi diakui
dalam penghasilan komprehensif lain, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau
direklasifikasi, dimana pada saat itu akumulasi keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke laba rugi.
Keuntungan atau kerugian penurunan nilai dan selisih kurs dan bunga yang dihitung menggunakan
metode suku bunga efektif diakui dalam laba rugi. Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar,
dengan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
Saat aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi keuntungan atau
kerugian direklasifikasi ke saldo laba. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup
mengklasifikasikan investasi (saham dan obligasi) dalam katergori ini. 3. Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset
keuangan tersebut diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain. Derivatif juga diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai
wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi. Bunga yang diperoleh dicatat
sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan
lain-lain sesuai dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh
pembayaran atas dividen tersebut telah ditetapkan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022, Grup mengklasifikasikan investasi (saham, reksadana dan obligasi) dalam katergori ini.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi Events after reporting period
mengenai posisi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian
(peristiwa penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian.
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian
(peristiwa non-penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
Penerapan standar akuntansi baru Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Diterapkan pada tahun 2022 Penerapan Adoption of new accounting standards
standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2022, relevan bagi Grup
namun tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak berdampak
material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan: - Amandemen PSAK No.
22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual - Amandemen PSAK No. 57: Provisi,
Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak yang Memberatkan - Biaya Pemenuhan
Kontrak - Amandemen PSAK No. 71: Instrumen Keuangan - Penyesuaian Tahunan PSAK No. 73:
Page 19
Sewa Terkait siaran pers DSAK IAI mengenai ?Atribusi Imbalan pada Periode Jasa? pada April 2022,
Grup telah mengubah kebijakan atas atribusi imbalan pensiun pada periode jasa sesuai dengan
ketentuan pada PSAK 24 untuk pola fakta umum dari program pensiun berdasarkan PP35/2021.
Dampak dari perubahan perhitungan sebesar Rp 6.933 tidak material terhadap Grup, sehingga
dampak atas perubahan dibukukan pada laporan keuangan tahun berjalan. Telah diterbitkan namun
belum berlaku efektif Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan, yang berlaku
efektif sejak tanggal: 1 Januari 2023 - Amandemen PSAK No. 1: ?Penyajian Laporan Keuangan?
tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi yang Mengubah Istilah ?Signifikan? menjadi ?Material?
dan Memberi Penjelasan mengenai Kebijakan Akuntansi Material. - Amendemen PSAK No. 16: Aset
Tetap: Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan. - Amendemen PSAK No. 25: Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi. - Amendemen
PSAK No. 46: Pajak Penghasilan: Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari
Transaksi Tunggal. - Amandemen PSAK No. 107: ?Akuntansi Ijarah? 1 Januari 2024 - Amandemen
PSAK No. 1: ?Penyajian Laporan Keuangan? terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan. -
Amendemen PSAK No. 73: ?Sewa? terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik. 1
Januari 2025 - PSAK 74: ?Kontrak Asuransi? - Amendemen PSAK No. 74: ?Kontrak Asuransi? terkait
Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK No. 71 - Informasi Komparatif. Sampai dengan tanggal
penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang mungkin timbul
dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amandemen PSAK tersebut
pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan, yang berlaku efektif sejak tanggal: 1 Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif Januari 2023 - Amandemen PSAK No. 1: ?Penyajian Laporan Keuangan? tentang Pengungkapan effective
Kebijakan Akuntansi yang Mengubah Istilah ?Signifikan? menjadi ?Material? dan Memberi Penjelasan
mengenai Kebijakan Akuntansi Material. - Amendemen PSAK No. 16: Aset Tetap: Hasil sebelum
Penggunaan yang Diintensikan. - Amendemen PSAK No. 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan
Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi. - Amendemen PSAK No. 46: Pajak
Penghasilan: Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal. -
Amandemen PSAK No. 107: ?Akuntansi Ijarah? 1 Januari 2024 - Amandemen PSAK No. 1:
?Penyajian Laporan Keuangan? terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan. - Amendemen
PSAK No. 73: ?Sewa? terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik. 1 Januari 2025 -
PSAK 74: ?Kontrak Asuransi? - Amendemen PSAK No. 74: ?Kontrak Asuransi? terkait Penerapan
Awal PSAK No. 74 dan PSAK No. 71 - Informasi Komparatif. Sampai dengan tanggal penerbitan
laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari
penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amandemen PSAK tersebut pada
laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.
Page 20
[8611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financing Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Aset tetap, akhir
Reklasifikasi aset tetap
periode tetap tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of Property, plant, and
Addition in property, Disposals in property,
equipment, beginning property, plant, and equipment, end
plant, and equipment plant, and equipment
period equipment period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 390,328 390,328 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 710,997 2,034 ( 1,671 ) 711,360 improvement, directly
langsung owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 279,702 1,135 ( 945 ) 279,892 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
33,515 520 ( 862 ) 599 33,772
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 9,573 ( 5,216 ) 4,357 Others, directly owned
Dimiliki langsung 1,424,115 3,689 ( 8,694 ) 599 1,419,709 Directly owned
Aset hak guna 0 0 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
5,294 267 5,561
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
5,294 267 5,561
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
1,429,409 3,956 ( 8,694 ) 599 1,425,270
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 336,589 21,953 ( 1,678 ) 356,864 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 275,985 1,095 ( 907 ) 276,173 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
24,896 66 ( 533 ) 302 24,731
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 8,868 ( 5,106 ) 3,762 Others, directly owned
Dimiliki langsung 646,338 23,114 ( 8,224 ) 302 661,530 Directly owned
Aset hak guna 0 0 Right of use assets
Page 21
Aset tetap 646,338 23,114 ( 8,224 ) 302 661,530 Property, plant, and
equipment
Page 22
[8611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financing Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Aset tetap, akhir
Reklasifikasi aset tetap
periode tetap tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of Property, plant, and
Addition in property, Disposals in property,
equipment, beginning property, plant, and equipment, end
plant, and equipment plant, and equipment
period equipment period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 386,218 121 3,989 390,328 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 706,967 3,135 895 710,997 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 0 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment, directly
0
langsung owned
Alat pengangkutan, Transportation
dimiliki langsung 0 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 277,570 2,689 ( 557 ) 279,702 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
32,136 4,740 ( 3,361 ) 33,515
dimiliki langsung owned
Pesawat, dimiliki Aircraft, directly owned
0
langsung
Kapal, dimiliki langsung 0 Vessels, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 9,809 961 ( 1,197 ) 9,573 Others, directly owned
Dimiliki langsung 1,412,700 11,646 ( 5,115 ) 4,884 1,424,115 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use
0
assets
Alat pengangkutan, aset Transportation
hak guna 0 equipment, right of use
assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of
0
use assets
Bangunan, aset hak guna Building, right of use
Page 23
0 assets
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, aset hak guna 0 equipment, rights of use
assets
Kendaraan bermotor, aset Motor vehicle, rights of
0
hak guna use assets
Pesawat, aset hak guna Aircraft, right of use
0
assets
Kapal, aset hak guna Vessels, right of use
0
assets
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
0
assets
Aset hak guna 0 0 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
9,801 555 ( 178 ) ( 4,884 ) 5,294
penyelesaian construction
Mesin dan alat berat, Machinery and heavy
dalam penyelesaian 0 equipment, assets under
construction
Lainnya, dalam Others, assets under
0
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
9,801 555 ( 178 ) ( 4,884 ) 5,294
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
1,422,501 12,201 ( 5,293 ) 0 1,429,409
equipment
Akumulasi depresiasi Tanah, dimiliki langsung 0 Land, directly owned Carrying amount,
Bangunan dan Building and leasehold accumulated
fasilitasnya, dimiliki 295,832 40,757 336,589 improvement, directly depreciation
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 0 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment, directly
0
langsung owned
Alat pengangkutan, Transportation
dimiliki langsung 0 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 271,786 4,748 ( 549 ) 275,985 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
25,388 2,412 ( 2,904 ) 24,896
dimiliki langsung owned
Pesawat, dimiliki Aircraft, directly owned
Page 24
langsung 0
Kapal, dimiliki langsung 0 Vessels, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 9,191 874 ( 1,197 ) 8,868 Others, directly owned
Dimiliki langsung 602,197 48,791 ( 4,650 ) 646,338 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use
0
assets
Alat pengangkutan, aset Transportation
hak guna 0 equipment, right of use
assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of
0
use assets
Bangunan, aset hak guna Building, right of use
0
assets
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, aset hak guna 0 equipment, rights of use
assets
Kendaraan bermotor, aset Motor vehicle, rights of
0
hak guna use assets
Pesawat, aset hak guna Aircraft, right of use
0
assets
Kapal, aset hak guna Vessels, right of use
0
assets
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
0
assets
Aset hak guna 0 0 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
0
penyelesaian construction
Mesin dan alat berat, Machinery and heavy
dalam penyelesaian 0 equipment, assets under
construction
Lainnya, dalam Others, assets under
0
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
0 0
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
602,197 48,791 ( 4,650 ) 646,338
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
820,304 783,071
equipment
Page 25
[8611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Grup menerapkan PSAK No. 16, ?Aset Tetap?. Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan Disclosure of notes for property, plant and
biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan equipment
dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan
biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan awal aset tetap
meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan
biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan. Beban-beban yang timbul setelah aset
tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi pada saat
terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa
datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka
beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap. Penyusutan aset
tetap kendaraan, peralatan kantor dan perlengkapan kantor dihitung berdasarkan metode saldo
menurun berganda, sedangkan penyusutan bangunan dan prasarana dihitung berdasarkan garis lurus
selama masa manfaat aset tetap. Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan
nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat
tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada
saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui
dalam laba rugi pada tahun terjadinya penghentian pengakuan. Nilai residu, umur manfaat, serta
metode penyusutan dan amortisasi ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila
hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
Page 26
[8612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financing Industry - Current Year
30 June 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Aset hak guna, periode
Penambahan aset hak guna
awal akhir
Right of use assets, Right of use assets, end
Addition in right of use assets
beginning period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 6,325 379 6,704 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 6,325 379 6,704 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 2,328 1,295 3,623 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 2,328 1,295 3,623 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 3,997 3,081 Right of use assets Carrying amount
Page 27
[8612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financing Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Aset hak guna, periode
awal guna guna akhir
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Right of use assets,
beginning period assets assets end period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 3,331 6,170 ( 3,176 ) 6,325 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 3,331 6,170 ( 3,176 ) 6,325 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 1,478 2,990 ( 2,140 ) 2,328 Building, right of use assets Carrying amount,
Aset hak guna 1,478 2,990 ( 2,140 ) 2,328 Right of use assets accumulated depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 1,853 3,997 Right of use assets Carrying amount
Page 28
[8612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa Disclosure of notes for right of use assets
yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Page 29
[8621000a] Notes to the financial statements - Notes Payable - Financing Industry
Page 30
[8621100] Notes to the financial statements - Notes Payable Interest Information - Financing Industry
Page 31
[8621110] Disclosure of Notes to the financial statements - Notes Payable - Financing Industry
Page 32
[8634000a] Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financing Industry
30 June 2023
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Nama obligasi Mata uang Total obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
Bond name Currency Total bonds payable, gross Due date for bonds payable Interest rate Interest rate type
Nama obligasi 1 Obligasi Berkelanjutan I Bond name 1
Sinar Mas Multifinance
IDR 220,000 11 Juli 2023 0.1025 flat
Tahap I Tahun 2018
Seri C
Nama obligasi 2 Obligasi Berkelanjutan Bond name 2
II Sinar Mas
IDR 501,000 17 Juli 2025 0.115 flat
Multifinance Tahap I
Tahun 2020 Seri B
Nama obligasi 3 Obligasi Berkelanjutan Bond name 3
II Sinar Mas
IDR 333,500 11 Februari 2024 0.105 flat
Multifinance Tahap II
Tahun 2021 Seri B
Nama obligasi 4 Obligasi Berkelanjutan Bond name 4
II Sinar Mas
IDR 51,000 11 Februari 2026 0.115 flat
Multifinance Tahap II
Tahun 2021 Seri C
Nama obligasi 5 Obligasi Berkelanjutan Bond name 5
II Sinar Mas
IDR 232,500 8 Februari 2025 0.09 flat
Multifinance Tahap III
Tahun 2022 Seri B
Nama obligasi 6 Obligasi Berkelanjutan Bond name 6
II Sinar Mas
IDR 9,000 8 Februari 2027 0.105 flat
Multifinance Tahap III
Tahun 2022 Seri C
Nama obligasi 7 Obligasi Berkelanjutan Bond name 7
III Sinar Mas
IDR 42,700 17 Februari 2024 0.075 flat
Multifinance Tahap I
Tahun 2023 Seri A
Nama obligasi 8 Obligasi Berkelanjutan Bond name 8
III Sinar Mas
IDR 851,850 7 Februari 2026 0.1025 flat
Multifinance Tahap I
Tahun 2023 Seri B
Nama obligasi 9 Obligasi Berkelanjutan Bond name 9
Page 33
III Sinar Mas IDR 105,450 7 Februari 2028 0.1075 flat
Multifinance Tahap I
Tahun 2023 Seri C
Nama obligasi 2,347,000 Bond name
31 December 2022
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Nama obligasi Mata uang Total obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
Bond name Currency Total bonds payable, gross Due date for bonds payable Interest rate Interest rate type
Nama obligasi 1 Obligasi Berkelanjutan I Bond name 1
Sinar Mas Multifinance
IDR 220,000 11 Juli 2023 0.1025 flat
Tahap I Tahun 2018
Seri C
Nama obligasi 2 Obligasi Berkelanjutan I Bond name 2
Sinar Mas Multifinance
IDR 250,000 12 Februari 2023 0.105 flat
Tahap IV Tahun 2020
Seri B
Nama obligasi 3 Obligasi Berkelanjutan Bond name 3
II Sinar Mas
IDR 501,000 17 Juli 2025 0.115 flat
Multifinance Tahap I
Tahun 2020 Seri B
Nama obligasi 4 Obligasi Berkelanjutan Bond name 4
II Sinar Mas
IDR 333,500 11 Februari 2024 0.105 flat
Multifinance Tahap II
Tahun 2021 Seri B
Nama obligasi 5 Obligasi Berkelanjutan Bond name 5
II Sinar Mas
IDR 51,000 11 Februari 2026 0.115 flat
Multifinance Tahap II
Tahun 2021 Seri C
Nama obligasi 6 Obligasi Berkelanjutan Bond name 6
II Sinar Mas
IDR 317,700 18 Februari 2023 0.0775 flat
Multifinance Tahap III
Tahun 2022 Seri A
Nama obligasi 7 Obligasi Berkelanjutan Bond name 7
II Sinar Mas
IDR 232,500 8 Februari 2025 0.09 flat
Multifinance Tahap III
Tahun 2022 Seri B
Nama obligasi 8 Obligasi Berkelanjutan Bond name 8
II Sinar Mas
Multifinance Tahap III IDR 9,000 8 Februari 2027 0.105 flat
Page 34
Tahun 2022 Seri C
Nama obligasi 1,914,700 Bond name
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
30 June 2023 31 December 2022
Total obligasi, kotor 2,347,000 1,914,700 Total bonds payable, gross
Biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi ( 18,778 ) ( 10,744 ) Unamortized bond issuance cost
Total utang obligasi, bersih 2,328,222 1,903,956 Total bonds payable, net
Page 35
[8634100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang obligasi a. Pada tanggal 29 Juni 2018, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala Eksekutif Disclosure of notes for bonds payable
Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No. S-95/D.04/2018 untuk
melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan I Obligasi Sinar Mas Multifinance Tahun 2018 dengan
jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp 2.000.000. PT KB Bank Bukopin Tbk bertindak sebagai
wali amanat. Obligasi ini dijamin dengan piutang Perusahaan berupa piutang pembiayaan multiguna
(Catatan 6) dan piutang pembiayaan modal kerja (Catatan 7). Penarikan Tahap I Tahun 2018 sebesar
Rp 400.000 yang diterbitkan dalam 3 seri dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Obligasi Seri A sebesar
Rp 100.000 pada tanggal 11 Juli 2018 dan jatuh tempo 21 Juli 2019 dengan tingkat bunga tetap
sebesar 8% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada
tanggal 21 Juli 2019. 2. Obligasi Seri B sebesar Rp 80.000 pada tanggal 11 Juli 2018 dan jatuh tempo
11 Juli 2021 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan. Obligasi Seri B ini telah dilunasi pada tanggal 9 Juli 2021. 3. Obligasi Seri C sebesar Rp
220.000 pada tanggal 11 Juli 2018 dan jatuh tempo 11 Juli 2023 dengan tingkat bunga tetap sebesar
10,25% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Pada tanggal 5 Maret 2019, sesuai dengan
Akta No. 16 dari Leolin Jayayanti, SH., M.Kn, notaris di Jakarta, Perusahaan menerbitkan Obligasi
Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance Tahap II Tahun 2019. Penarikan Tahap II Tahun 2019 sebesar
Rp 400.000 yang diterbitkan dalam 2 seri dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Obligasi Seri A sebesar
Rp 265.000 pada tanggal 10 April 2019 dan jatuh tempo 20 April 2020 dengan tingkat bunga tetap
sebesar 10% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada
tanggal 17 April 2020. 2. Obligasi Seri B sebesar Rp 135.000 pada tanggal 10 April 2019 dan jatuh
tempo 10 April 2022 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11% per tahun yang dibayarkan setiap 3
(tiga) bulan. Obligasi Seri B ini telah dilunasi pada tanggal 8 April 2022. Pada tanggal 11 Juli 2019,
sesuai dengan Akta No. 35 dari Leolin Jayayanti, SH., M.Kn, notaris di Jakarta, Perusahaan
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance Tahap III Tahun 2019. Penarikan Tahap
III Tahun 2019 sebesar Rp 800.000 yang diterbitkan dalam 2 seri dengan ketentuan sebagai berikut: 1.
Obligasi Seri A sebesar Rp 261.000 pada tanggal 2 Agustus 2019 dan jatuh tempo 12 Agustus 2020
dengan tingkat bunga tetap sebesar 10% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri
A ini telah dilunasi pada tanggal 11 Agustus 2020. 2. Obligasi Seri B sebesar Rp 539.000 pada tanggal
2 Agustus 2019 dan jatuh tempo 2 Agustus 2022 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11% per tahun
yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri B ini telah dilunasi pada tanggal 1 Agustus 2022.
Pada tanggal 13 Januari 2020, sesuai dengan Akta No. 13 dari Leolin Jayayanti, SH., M.Kn, notaris di
Jakarta, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multifinance Tahap IV Tahun
2020. Penarikan Tahap IV Tahun 2020 sebesar Rp 400.000 yang diterbitkan dalam 2 seri dengan
ketentuan sebagai berikut: 1. Obligasi Seri A sebesar Rp 150.000 pada tanggal 12 Februari 2020 dan
jatuh tempo 22 Februari 2021 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,50% per tahun yang dibayarkan
setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 19 Februari 2021. 2. Obligasi Seri B
sebesar Rp 250.000 pada tanggal 12 Februari 2020 dan jatuh tempo 12 Februari 2023 dengan tingkat
bunga tetap sebesar 10,50% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri B ini telah
dilunasi pada tanggal 10 Februari 2023. b. Pada tanggal 13 Juli 2020, Perusahaan memperoleh
Pernyataan Efektif dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Page 36
melalui suratnya No. S-189/D.04/2020 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi Sinar Mas Multifinance Tahun 2020 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp 2.000.000. PT KB Bank Bukopin Tbk bertindak sebagai wali amanat. Obligasi ini dijamin dengan piutang Perusahaan berupa piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6) dan piutang pembiayaan modal kerja (Catatan 7). Penarikan Tahap I Tahun 2020 sebesar Rp 708.300 yang diterbitkan dalam 2 seri dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Obligasi Seri A sebesar Rp 207.300 pada tanggal 17 Juli 2020 dan jatuh tempo 27 Juli 2021 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 26 Juli 2021. 2. Obligasi Seri B sebesar Rp 501.000 pada tanggal 17 Juli 2020 dan jatuh tempo 17 Juli 2025 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,50% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Penarikan Tahap II Tahun 2021 sebesar Rp 732.500 yang diterbitkan dalam 3 seri dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Obligasi Seri A sebesar Rp 348.000 pada tanggal 11 Februari 2021 dan jatuh tempo 21 Februari 2022 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 18 Februari 2022. 2. Obligasi Seri B sebesar Rp 333.500 pada tanggal 11 Februari 2021 dan jatuh tempo 11 Februari 2024 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,50% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. 3. Obligasi Seri C sebesar Rp 51.000 pada tanggal 11 Februari 2021 dan jatuh tempo 11 Februari 2026 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,50% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Penarikan Tahap III Tahun 2022 sebesar Rp 559.200 yang diterbitkan dalam 3 seri dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Obligasi Seri A sebesar Rp 317.700 pada tanggal 8 Februari 2022 dan jatuh tempo 18 Februari 2023 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,75% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi Seri A ini telah dilunasi pada tanggal 17 Februari 2023. 2. Obligasi Seri B sebesar Rp 232.500 pada tanggal 8 Februari 2022 dan jatuh tempo 8 Februari 2025 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,00% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. 3. Obligasi Seri C sebesar Rp 9.000 pada tanggal 8 Februari 2022 dan jatuh tempo 8 Februari 2027 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,50% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. c. Pada tanggal 31 Januari 2023, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No. S-35/D.04/2023 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan III Obligasi Sinar Mas Multifinance Tahun 2023 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp 2.000.000. PT KB Bank Bukopin Tbk bertindak sebagai wali amanat. Obligasi ini dijamin dengan piutang Perusahaan berupa piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6) dan piutang pembiayaan modal kerja (Catatan 7). Penarikan Tahap I Tahun 2023 sebesar Rp 1.000.000 yang diterbitkan dalam 3 seri dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Obligasi Seri A sebesar Rp 42.700 pada tanggal 7 Feb 2023 dan jatuh tempo 17 Juli 2026 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,50% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. 2. Obligasi Seri B sebesar Rp 851.850 pada tanggal 7 Feb 2023 dan jatuh tempo 7 Feb 2026 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. 3. Obligasi Seri C sebesar Rp 105.450 pada tanggal 7 Feb 2023 dan jatuh tempo 7 Feb 2028 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,75% per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Seluruh obligasi Perusahaan dijual pada nilai nominal dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dana yang diperoleh dari utang obligasi Perusahaan digunakan untuk modal kerja, investasi dan multiguna. Perusahaan tidak menyelenggarakan pencadangan dana untuk seluruh utang obligasi Perusahaan. Seluruh utang obligasi Perusahaan dijamin dengan piutang pembiayaan. Namun jika hasil pemeringkatan lebih rendah dari A- (single A minus), maka Perusahaan wajib menyisihkan dana yang sama nilainya dengan bunga untuk satu periode (triwulan) yang ditempatkan dalam bentuk deposito pada bank yang ditentukan oleh Wali Amanat dan Perusahaan paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender setelah keluarnya hasil pemeringkatan tersebut dan deposito tersebut diblokir oleh Wali Amanat. Berdasarkan surat PT Fitch Ratings Indonesia No. 031/DIR/RATLTR/III/2022 tanggal 1 Maret 2022, Obligasi Berkelanjutan I Sinar
Page 37
Mas Multifinance Perusahaan memperoleh peringkat [Idn] BBB+ (BBB plus). Berdasarkan surat PT Kredit Rating Indonesia No. RC-001/KRI-DIR/XI/2022 tanggal 7 November 2022, Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multifinance Perusahaan memperoleh peringkat irA+ (Single A plus). Utang obligasi Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan dari pemegang obligasi, antara lain melakukan penggabungan atau peleburan atau pengambilalihan perusahaan lain, mengubah kegiatan usaha, melakukan pembayaran kepada pemegang saham Perusahaan jika Perusahaan lalai dalam melakukan pembayaran jumlah terutang, memberikan pinjaman kepada pihak berelasi atau pihak ketiga kecuali dilakukan sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan OJK No. 29/POJK.05/2014, mengalihkan/ menjaminkan harta Perusahaan, mengurangi modal dasar dan/atau modal ditempatkan/ disetor, melakukan pengeluaran obligasi atau instrumen lain yang sejenis. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut: ? Rasio lancar minimal 1 kali ? Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 10 kali (1.000%); Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian utang obligasi. Perusahaan dapat membeli kembali atau menjual Obligasi baik seluruhnya maupun sebagian, di pasar terbuka. Pembelian kembali dapat dilakukan setiap saat setelah 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan sebagaimana disebutkan dalam Prospektus.
Page 38
[8644000a] Notes to the financial statements - Sukuk - Financing Industry
31 December 2022
Catatan untuk sukuk Notes for sukuk
Total sukuk, kotor
Total sukuk, gross
Nama sukuk 0 Sukuk name
Page 39
[8644100] Disclosure of Notes to the financial statements - Sukuk - Financing Industry
Page 40
[8694000a] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity - Financing Industry
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of liquidity
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank berdasarkan Utang bank berdasarkan
tingkat likuiditas, nilai Total utang bank, kotor tingkat likuiditas, nilai Total utang bank, kotor
dalam mata uang asing dalam mata uang asing
Bank loans by order Bank loans by order
liquidity, amount in foreign Total bank loans, gross liquidity, amount in foreign Total bank loans, gross
currency currency
Bank Central Asia Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Central Asia Tbk
Bank Rakyat Indonesia Mata uang Currency Bank Rakyat Indonesia
0 0
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank Mandiri (Persero) Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Syariah Indonesia Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Syariah Indonesia Tbk
Bank Negara Indonesia IDR 332,973 223,011 IDR Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk Mata uang 332,973 223,011 Currency (Persero) Tbk
Bank Jago Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Jago Tbk
Bank Permata Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Permata Tbk
Bank Mega Tbk IDR 519,166 870,833 IDR Bank Mega Tbk
Mata uang 519,166 870,833 Currency
Bank Mayapada IDR 0 41,667 IDR Bank Mayapada
Internasional Tbk Mata uang 0 41,667 Currency Internasional Tbk
Bank Danamon Indonesia IDR 251,778 301,778 IDR Bank Danamon Indonesia
Tbk Mata uang 251,778 301,778 Currency Tbk
Bank BTPN Syariah Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank BTPN Syariah Tbk
Bank Maybank Indonesia Mata uang Currency Bank Maybank Indonesia
0 0
Tbk Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 377,778 511,111 IDR Bank Pan Indonesia Tbk
Mata uang 377,778 511,111 Currency
Bank Cimb Niaga Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Cimb Niaga Tbk
Bank Rakyat Indonesia Mata uang Currency Bank Rakyat Indonesia
0 0
Agroniaga Tbk Agroniaga Tbk
Bank Btpn Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Btpn Tbk
Bank Tabungan Negara Mata uang Currency Bank Tabungan Negara
0 0
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Page 41
Bank OCBC Nisp Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank OCBC Nisp Tbk
Bank KB Bukopin Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank KB Bukopin Tbk
Bank Pembangunan Daerah Mata uang Currency Bank Pembangunan Daerah
0 0
Jawa Barat dan Banten Tbk Jawa Barat dan Banten Tbk
Pinjaman sindikasi Mata uang 0 0 Currency Syndicated bank loans
Bank asing lainnya Mata uang 0 0 Currency Other foreign banks
Bank lokal lainnya IDR 470,030 649,400 IDR Other local banks
Mata uang 470,030 649,400 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 1,951,725 2,597,800 Currency Creditor bank name
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of liquidity
30 June 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 1,951,725 2,597,800 Total bank loans, gross
Biaya penerbitan utang bank yang belum diamortisasi ( 11,069 ) ( 10,929 ) Unamortized bank loan issuance cost
Total utang bank, bersih 1,940,656 2,586,871 Total bank loan, net
Page 42
[8694100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank a. PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut: Disclosure of notes for bank loans by order of
berdasarkan tingkat likuiditas 1. Pada tanggal 9 Maret 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dalam bentuk liquidity
Demand Loan dari Bank Mega, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 125.000 dan bersifat
revolving. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan. Pada tahun 2018, fasilitas ini ditingkatkan
menjadi Rp 526.000 dan pada tahun 2019, fasilitas ini ditingkatkan lagi menjadi Rp 800.000. Pada
tahun 2022, fasilitas ini diturunkan menjadi Rp 200.000 dan akan jatuh tempo tanggal 9 Maret 2024 2.
Pada tanggal 25 Juli 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap dengan jumlah
maksimum fasilitas sebesar Rp 300.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 25 Juli 2023. 3. Pada
tanggal 29 Desember 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap II dengan jumlah
maksimum fasilitas sebesar Rp 250.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 29 Maret 2024. 4. Pada
tanggal 9 Maret 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap III dengan jumlah maksimum
fasilitas sebesar Rp 400.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 9 Desember 2024. 5. Pada tanggal
14 April 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap IV dengan jumlah maksimum fasilitas
sebesar Rp 600.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 14 Januari 2026. Fasilitas ini dijamin
dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6), serta jaminan perusahaan dari SMMA. Pinjaman
Perusahaan dari Bank Mega mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa
persetujuan tertulis dari Bank Mega antara lain untuk melakukan atau menyebabkan dilakukannya
penarikan modal disetor, mengubah anggaran dasar Perusahaan, melakukan perubahan bidang atau
jenis kegiatan usahanya, mengajukan permohonan kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran
utang, memberikan pinjaman kepada pihak lain, memperoleh pinjaman, mengikatkan diri sebagai
penjamin utang, menyebabkan beralihnya saham Perusahaan kepada pihak lain, mengalihkan aset
kecuali dalam rangka kegiatan usaha, melakukan pembayaran utang pemegang saham, dan
melakukan pembayaran dipercepat atas suatu utang atau pembayaran kewajiban lainnya yang belum
jatuh tempo. Di samping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
? Rasio lancar minimal 1 kali (100%); ? Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 10 kali (1.000%); ?
Rasio NPL dengan saldo tunggakan diatas 90 hari tidak melebihi 3% dari jumlah pembiayaan yang
disalurkan Perusahaan. b. PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) Fasilitas kredit yang diterima
Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Fasilitas Pinjaman Tetap III dengan jumlah maksimum fasilitas
sebesar Rp 500.000 dan bersifat Non revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 3 bulan
dengan jatuh tempo sampai dengan 18 September 2022. Fasilitas ini telah dilunasi pada tanggal 4 Juli
2022. 2. Fasilitas Pinjaman Tetap IV dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 400.000 dan
bersifat Non revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 3 bulan dengan jatuh tempo sampai
dengan 30 Juni 2024. 3. Fasilitas Money Market dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp
1.000.000 dan bersifat revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 3 bulan. Fasilitas ini telah
diperpanjang beberapa kali dengan jatuh tempo terakhir 30 Juni 2022. Pada tahun 2020, fasilitas ini
diturunkan menjadi Rp 800.000, kemudian pada tahun 2021, fasilitas ini diturunkan lagi menjadi Rp
400.000. Fasilitas ini tidak diperpanjang lagi. 4. Fasilitas Pinjaman Tetap V dengan jumlah maksimum
fasilitas sebesar Rp 400.000 dan bersifat Non revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 3
bulan dengan jatuh tempo sampai dengan 27 September 2025. Fasilitas kredit dari Bank Panin dijamin
dengan piutang pembiayaan multiguna dan piutang pembiayaan modal kerja (Catatan 6 dan 7) serta
Page 43
jaminan perusahaan dari SMMA. Pinjaman Perusahaan dari Bank Panin mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Panin antara lain untuk menerima pinjaman kredit baru dari bank lain atau pihak ketiga atau menerbitkan surat berharga yang dapat menyebabkan dilanggarnya rasio keuangan pada financial covenant, memberikan pinjaman atau kredit kepada pihak yang memiliki hubungan afiliasi (kecuali karyawan Perusahaan), menjadi penjamin, mengubah anggaran dasar Perusahaan, memindahtangankan barang-barang yang dipergunakan sebagai jaminan, mengeluarkan saham-saham baru dan menjual saham-saham yang telah ada, melakukan merger, memperbolehkan pemegang saham untuk menarik modalnya dan menggadaikan saham Perusahaan. Di samping pembatasan di atas, Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut: ? Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 7,5 kali. ? Rasio NPL dengan saldo tunggakan diatas 60 hari tidak melebihi 5%. c. PT Bank Sahabat Sampoerna Tbk (Bank Sampoerna) Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 18 Juni 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari Bank Sampoerna, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 100.000 dan bersifat Nonrevolving. Fasilitas ini digunakan untuk penyaluran pembiayaan kepada end user untuk kendaraan roda dua. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan 12 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 18 Juni 2026. 2. Pada tanggal 18 Juni 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Pinjaman Rekening Koran dari Bank Sampoerna, dengan jumlah fasilitas sebesar Rp 150.000 yang digunakan untuk untuk membiayaan modal kerja anjak piutang. Fasilitas ini telah diperpanjang dan akan jatuh tempo tanggal 18 Juni 2024. 3. Pada tanggal 25 Agsutus 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 150.000 dan bersifat revolving. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan dengan jatuh tempo terakhir sampai dengan 29 Agustus 2023. Pada tanggal 22 Juni 2023 perusahaan memperoleh penambahan fasilitas sebesar Rp 150.000 dan bersifat revolving sehingga total fasilitas menjadi Rp. 300.000. Fasilitas ini memiliki jatuh tempo terakhir sampai dengan 29 Agustus 2024. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6), piutang sewa pembiayaan (Catatan 8), serta jaminan perusahaan dari SMMA. Pinjaman Perusahaan dari Bank Sampoerna mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Sampoerna antara lain untuk mengubah status hukum Perusahaan, akuisisi, melikuidasi, meleburkan, mengeluarkan saham-saham baru dan menjual saham-saham yang telah ada, memindahtangankan sebagian besar aset, mengikatkan diri sebagai penjamin dengan nilai lebih besar dari 50% total aset, mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan pembayaran utang, mengakibatkan terjadinya pengeluaran modal dengan nilai lebih besar dari 50% dari total aset, membuat perjanjian yang bersifat material yang menguntukan anggota Direksi, Komisaris, atau Pemegang Saham, laba bersih dalam kondisi surplus. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut: ? Gearing ratio maksimal 8x; ? Saldo tunggakan 90 hari (NPL) maksimum 3% dan tunggakan diatas 30 hari maksimum 6% Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman. d. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari BNI dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 350.000 dan bersifat revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 12 bulan. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir diperpanjang sampai dengan 25 April 2023. Fasilitas kredit dari BNI ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna untuk kredit kendaraan bermotor (Catatan 6), serta jaminan perusahaan dari SMMA (Catatan 42). Pinjaman dari BNI mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari BNI antara lain menyerahkan jaminan yang telah dijaminkan kepada BNI kepada pihak lain, pembatasan penjaminan jaminan, melakukan interfinancing antar perusahaan dalam grup usaha Perusahaan, melakukan merger, akuisisi, dan investasi baru yang tidak berkaitan dengan core bisnis saat ini. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut: ? Rasio
Page 44
lancar minimal 1 kali (100%); ? Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 10x (1.000%); ? Rasio NPL dengan saldo tunggakan diatas 90 hari tidak melebihi 3% dari jumlah pembiayaan yang disalurkan Perusahaan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman, kecuali untuk pemenuhan rasio kemampuan pembayaran utang pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Perusahaan tidak mendapatkan waiver dari BNI terkait tidak dipenuhinya rasio tersebut. Disamping itu, Perusahaan juga tidak pernah menerima surat dari BNI yang menyatakan Perusahaan wanprestasi. e. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk yang pada tahun 2019 telah bergabung dengan PT Bank Danamon Tbk, sebagai berikut: 1. Pada tanggal 15 Juni 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 100.000 dan bersifat revolving. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan dan telah diperpanjang beberapa kali dengan jatuh tempo terakhir sampai dengan 15 Juni 2023. Dan diperpanjang sementara sampai 15 Juli 2023. 2. Pada tanggal 11 November 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (KAB) untuk kredit modal kerja (khusus pembiayaan konsumen) dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 300.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu penarikan maksimal 12 bulan sejak penandatanganan perjanjain kredit. Fasilitas ini memiliki jatuh tempo hingga 11 November 2025. 3. Pada tanggal 11 November 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas transaksi valuta asing dengan Pre Settlement Exposure Line (PSE Line) untuk tujuan forward, cross currency swap and interest rate swap (plain vanilla) transactions / Hedging dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar USD 1.500.000. Fasilitas ini memiliki jatuh tempo hingga 15 Juni 2023, Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, fasilitas ini tidak digunakan. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6), asset tetap (Catatan 14) dan jaminan perusahaan dari SMMA (Catatan 42). Pinjaman dari Bank Danamon mencakup hal-hal dan ketentuan yang tidak boleh dilakukan Perusahaan, kecuali Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank Danamon dalam waktu paling lambat 14 hari kerja setelah terjadinya salah satu kejadian antara lain memperoleh kredit dari pihak ketiga, menjaminkan/menjual/ memindahtangankan harta kekayaan selain yang terkait dengan usaha Perusahaan kepada pihak ketiga, menjual saham-sahamnya kepada pihak ketiga, mengadakan deversifikasi usahanya atau mengubah maksud dan tujuan Perusahaan, merger atau konsolidasi dengan perusahaan lain, mengubah anggaran dasar, membayar dividen atau kewajiban lainnya kepada para pendiri Perusahaan, dan memberikan jaminan perusahaan. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut: ? Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 10 kali (1.000%); ? Rasio NPL tidak melebihi 5% untuk saldo tunggakan diatas 90 hari. ? Borrowing (on+off)/NSA maksimum 100. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman, kecuali untuk pemenuhan rasio borrowing (on+off) / NSA pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Perusahaan tidak mendapatkan waiver dari Bank Danamon terkait tidak dipenuhinya rasio tersebut. Disamping itu, Perusahaan juga tidak pernah menerima surat dari Bank Danamon tersebut yang menyatakan Perusahaan wanprestasi. f. PT Bank JTrust Indonesia Tbk Pada tanggal 05 Januari 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Eksekuting Multifinance dari PT Bank Jtrust Indonesia, Tbk dengan jumlah maksimum fasilitas ini sebesar Rp 100.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 36 bulan serta batas waktu penarikan 6 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 05 Juli 2026. g. PT Bank Neo Commerce Tbk (Bank Neo) Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 24 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Pinjaman Reguler dari Bank Neo, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 200.000 dan bersifat Executing Revolving. Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan modal kerja anjak piutang. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 12 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 24 Juni 2023.
Page 45
Dan diperpanjang sementara sampai 22 Agustus 2023 2. Pada Pada tanggal 24 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Pinjaman Angsuran dari Bank Neo, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000 dan bersifat Executing Non Revolving. Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan modal kerja konsumen dan sewa guna usaha. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 36 bulan Serta batas waktu penarikan 3 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 24 September 2025. Fasilitas kredit dari Bank Neo dijamin dengan piutang pembiayaan modal kerja (Catatan 7) dan jaminan perusahaan dari SMMA. Pinjaman Perusahaan dari Bank Neo mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Neo antara lain untuk mengubah status hukum Perusahaan, akuisisi, melikuidasi, meleburkan, mengeluarkan saham-saham baru dan menjual saham-saham yang telah ada, memindahtangankan sebagian besar aset, mengikatkan diri sebagai penjamin dengan nilai lebih besar dari 50% total aset, mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan pembayaran utang, mengakibatkan terjadinya pengeluaran modal dengan nilai lebih besar dari 50% dari total aset, membuat perjanjian yang bersifat material yang Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman, kecuali untuk pemenuhan rasio total piutang pembiayaan dan investasi terhadap total aset. Perusahaan tidak mendapatkan waiver dari Bank Neo tersebut terkait tidak dipenuhinya rasio tersebut. Disamping itu, Perusahaan juga tidak pernah menerima surat dari Bank Neo tersebut yang menyatakan Perusahaan wanprestasi. h. PT Bank Capital Tbk (Bank Capital) Pada tanggal 22 Juni 2015, jumlah maksimum fasilitas ini ditingkatkan menjadi sebesar Rp 200.000. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali dengan perpanjangan terakhir sampai dengan 16 Desember 2023. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna dan aset tetap (Catatan 6 dan 15). Pinjaman Perusahaan dari Bank Capital mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Capital antara lain untuk melakukan merger, akuisisi, konsolidasi, mengalihkan harta kekayaan Perusahaan, mengubah susunan pemegang saham mayoritas, membagikan dividen, melakukan transaksi yang merugikan Perusahaan, mengubah status hukum Perusahaan, mengalihkan kepada pihak lain kewajiban Perusahaan i. PT Bank Mayapada International Tbk (Bank Mayapada) Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 21 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran (PTA) Line dari Bank Mayapada, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000 dan bersifat Executing. Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal usaha pembiayaan. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 36 bulan serta batas waktu penarikan 6 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 23 Juni 2025. 2. Pada tanggal 21 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Tetap On Demand (PTX-OD) dari Bank Mayapada, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000. Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal usaha pembiayaan. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 12 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 21 Juni 2023. (Saat ini masih dalam proses perpanjangan). Pada tanggal 30 Juni 2023, fasilitas ini tidak digunakan. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6). Pinjaman Perusahaan dari Bank Mayapada mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mayapada antara lain untuk melakukan merger, akuisisi dan penjualan/ pemindahtanganan/melepaskan hak atas harta kekayaan Perusahaan, melakukan perubahan terhadap susunan manajemen serta perubahan kepemilikan saham, melakukan pembagian dividen tunai, mengikat diri sebagai penjamin/ penanggung terhadap pihak lain dan/atau menjamin harta kekayaan, memperoleh kredit dalam bentuk apapun dari pihak lain, melakukan perluasan atau penyempitan usaha yang dapat mempengaruhi pengembalian jumlah utang, mengajukan permohonan kepailitan, serta mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan/atau kewajiban Perusahaan berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan berupa saldo NPL dengan tunggakan 90 hari maksimum 5%; Pada tanggal 30 Juni 2023, rasio NPL (saldo tunggakan 90 hari) adalah sebesar
Page 46
2,12%. Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman. j. PT Bank Sinarmas Tbk (Bank Sinarmas) Pada tanggal 22 April 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Pinjaman Rekening Koran dari Bank Sinarmas, pihak berelasi (Catatan 42), dengan jumlah fasilitas sebesar Rp 90.000. Pada tanggal 13 Oktober 2020, fasilitas ini diturunkan menjadi Rp 10.000. Pada tanggal 25 Januari 2022, fasilitas ini diturunkan menjadi Rp 2.000. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali dengan jatuh tempo terakhir pada tanggal 22 April 2024. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, fasilitas ini tidak digunakan. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap (Catatan 15). Pinjaman yang diperoleh Perusahaan dari Bank Sinarmas mencakup persyaratan yang membatasi Perusahaan untuk mengubah anggaran dasar dan susunan pengurus tanpa pemberitahuan tertulis kepada Bank Sinarmas. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman dengan tepat waktu. Beban bunga yang diakui pada laba rugi untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp 114.060 dan Rp 284.005. menguntungkan anggota Direksi, Komisaris, atau Pemegang Saham. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut: ? Gearing ratio maksimal 8x; ? Saldo tunggakan 90 hari (NPL) maksimum 3%; ? Total modal terhadap total aset minimal 15%; ? Total piutang pembiayaan dan investasi terhadap total aset minimal 80%. Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman, kecuali untuk pemenuhan rasio total piutang pembiayaan dan investasi terhadap total aset. Perusahaan tidak mendapatkan waiver dari Bank Neo tersebut terkait tidak dipenuhinya rasio tersebut. Disamping itu, Perusahaan juga tidak pernah menerima surat dari Bank Neo tersebut yang menyatakan Perusahaan wanprestasi. h. PT Bank Capital Tbk (Bank Capital) Pada tanggal 22 Juni 2015, jumlah maksimum fasilitas ini ditingkatkan menjadi sebesar Rp 200.000. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali dengan perpanjangan terakhir sampai dengan 16 Desember 2023. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna dan aset tetap (Catatan 6 dan 15). Pinjaman Perusahaan dari Bank Capital mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Capital antara lain untuk melakukan merger, akuisisi, konsolidasi, mengalihkan harta kekayaan Perusahaan, mengubah susunan pemegang saham mayoritas, membagikan dividen, melakukan transaksi yang merugikan Perusahaan, mengubah status hukum Perusahaan, mengalihkan kepada pihak lain kewajiban Perusahaan i. PT Bank Mayapada International Tbk (Bank Mayapada) Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 21 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran (PTA) Line dari Bank Mayapada, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000 dan bersifat Executing. Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal usaha pembiayaan. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 36 bulan serta batas waktu penarikan 6 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 23 Juni 2025. 2. Pada tanggal 21 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Tetap On Demand (PTX-OD) dari Bank Mayapada, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000. Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal usaha pembiayaan. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 12 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 21 Juni 2023. (Saat ini masih dalam proses perpanjangan). Pada tanggal 30 Juni 2023, fasilitas ini tidak digunakan. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6). Pinjaman Perusahaan dari Bank Mayapada mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mayapada antara lain untuk melakukan merger, akuisisi dan penjualan/ pemindahtanganan/melepaskan hak atas harta kekayaan Perusahaan, melakukan perubahan terhadap susunan manajemen serta perubahan kepemilikan saham, melakukan pembagian dividen tunai, mengikat diri sebagai penjamin/ penanggung terhadap pihak lain dan/atau menjamin harta kekayaan, memperoleh kredit dalam bentuk apapun dari pihak lain, melakukan perluasan atau penyempitan usaha yang dapat mempengaruhi pengembalian
Page 47
jumlah utang, mengajukan permohonan kepailitan, serta mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan/atau kewajiban Perusahaan berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan berupa saldo NPL dengan tunggakan 90 hari maksimum 5%; Pada tanggal 30 Juni 2023, rasio NPL (saldo tunggakan 90 hari) adalah sebesar 2,12%. Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman. j. PT Bank Sinarmas Tbk (Bank Sinarmas) Pada tanggal 22 April 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Pinjaman Rekening Koran dari Bank Sinarmas, pihak berelasi (Catatan 42), dengan jumlah fasilitas sebesar Rp 90.000. Pada tanggal 13 Oktober 2020, fasilitas ini diturunkan menjadi Rp 10.000. Pada tanggal 25 Januari 2022, fasilitas ini diturunkan menjadi Rp 2.000. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali dengan jatuh tempo terakhir pada tanggal 22 April 2024. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, fasilitas ini tidak digunakan. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap (Catatan 15). Pinjaman yang diperoleh Perusahaan dari Bank Sinarmas mencakup persyaratan yang membatasi Perusahaan untuk mengubah anggaran dasar dan susunan pengurus tanpa pemberitahuan tertulis kepada Bank Sinarmas. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman dengan tepat waktu. Beban bunga yang diakui pada laba rugi untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp 114.060 dan Rp 284.005.
Page 48
[8695000] Notes to the financial statements - Borrowings, by creditor, by currency - Financing Industry
Catatan pinjaman Notes for borrowings
30 June 2023 31 December 2022
Pinjaman dalam mata Pinjaman dalam mata
Total pinjaman Total pinjaman
uang asing uang asing
Borrowings in foreign Borrowings in foreign
Total borrowings Total borrowings
currency currency
Bank Central Asia Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Central Asia Tbk
Bank Rakyat Indonesia Mata uang Currency Bank Rakyat Indonesia
0 0
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank Mandiri (Persero) Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Syariah Indonesia Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Syariah Indonesia Tbk
Bank Negara Indonesia IDR 332,973 223,011 IDR Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk Mata uang 332,973 223,011 Currency (Persero) Tbk
Bank Jago Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Jago Tbk
Bank Permata Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Permata Tbk
Bank Mega Tbk IDR 519,166 870,833 IDR Bank Mega Tbk
Mata uang 519,166 870,833 Currency
Bank Mayapada IDR 0 41,667 IDR Bank Mayapada
Internasional Tbk Mata uang 0 41,667 Currency Internasional Tbk
Bank Danamon Indonesia IDR 251,778 301,778 IDR Bank Danamon Indonesia
Tbk Mata uang 251,778 301,778 Currency Tbk
Bank BTPN Syariah Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank BTPN Syariah Tbk
Bank Maybank Indonesia Mata uang Currency Bank Maybank Indonesia
0 0
Tbk Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 377,778 511,111 IDR Bank Pan Indonesia Tbk
Mata uang 377,778 511,111 Currency
Bank Cimb Niaga Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Cimb Niaga Tbk
Bank Rakyat Indonesia Mata uang Currency Bank Rakyat Indonesia
0 0
Agroniaga Tbk Agroniaga Tbk
Bank Btpn Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Btpn Tbk
Bank Tabungan Negara Mata uang Currency Bank Tabungan Negara
0 0
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank OCBC Nisp Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank OCBC Nisp Tbk
Page 49
Bank KB Bukopin Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank KB Bukopin Tbk
Bank Pembangunan Daerah Mata uang Currency Bank Pembangunan Daerah
0 0
Jawa Barat dan Banten Tbk Jawa Barat dan Banten Tbk
Pinjaman sindikasi Mata uang 0 0 Currency Syndicated bank loans
Bank asing lainnya Mata uang 0 0 Currency Other foreign banks
Bank lokal lainnya IDR 470,030 649,400 IDR Other local banks
Mata uang 470,030 649,400 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 1,951,725 2,597,800 Currency Creditor bank name
Page 50
[8695100] Disclosure of Notes to the financial statements - Borrowings - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pinjaman a. PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut: Disclosure of notes for borrowings
1. Pada tanggal 9 Maret 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dalam bentuk
Demand Loan dari Bank Mega, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 125.000 dan bersifat
revolving. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan. Pada tahun 2018, fasilitas ini ditingkatkan
menjadi Rp 526.000 dan pada tahun 2019, fasilitas ini ditingkatkan lagi menjadi Rp 800.000. Pada
tahun 2022, fasilitas ini diturunkan menjadi Rp 200.000 dan akan jatuh tempo tanggal 9 Maret 2024 2.
Pada tanggal 25 Juli 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap dengan jumlah
maksimum fasilitas sebesar Rp 300.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 25 Juli 2023. 3. Pada
tanggal 29 Desember 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap II dengan jumlah
maksimum fasilitas sebesar Rp 250.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 29 Maret 2024. 4. Pada
tanggal 9 Maret 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap III dengan jumlah maksimum
fasilitas sebesar Rp 400.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 9 Desember 2024. 5. Pada tanggal
14 April 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap IV dengan jumlah maksimum fasilitas
sebesar Rp 600.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 14 Januari 2026. Fasilitas ini dijamin
dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6), serta jaminan perusahaan dari SMMA. Pinjaman
Perusahaan dari Bank Mega mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa
persetujuan tertulis dari Bank Mega antara lain untuk melakukan atau menyebabkan dilakukannya
penarikan modal disetor, mengubah anggaran dasar Perusahaan, melakukan perubahan bidang atau
jenis kegiatan usahanya, mengajukan permohonan kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran
utang, memberikan pinjaman kepada pihak lain, memperoleh pinjaman, mengikatkan diri sebagai
penjamin utang, menyebabkan beralihnya saham Perusahaan kepada pihak lain, mengalihkan aset
kecuali dalam rangka kegiatan usaha, melakukan pembayaran utang pemegang saham, dan
melakukan pembayaran dipercepat atas suatu utang atau pembayaran kewajiban lainnya yang belum
jatuh tempo. Di samping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
? Rasio lancar minimal 1 kali (100%); ? Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 10 kali (1.000%); ?
Rasio NPL dengan saldo tunggakan diatas 90 hari tidak melebihi 3% dari jumlah pembiayaan yang
disalurkan Perusahaan. b. PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) Fasilitas kredit yang diterima
Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Fasilitas Pinjaman Tetap III dengan jumlah maksimum fasilitas
sebesar Rp 500.000 dan bersifat Non revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 3 bulan
dengan jatuh tempo sampai dengan 18 September 2022. Fasilitas ini telah dilunasi pada tanggal 4 Juli
2022. 2. Fasilitas Pinjaman Tetap IV dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 400.000 dan
bersifat Non revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 3 bulan dengan jatuh tempo sampai
dengan 30 Juni 2024. 3. Fasilitas Money Market dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp
1.000.000 dan bersifat revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 3 bulan. Fasilitas ini telah
diperpanjang beberapa kali dengan jatuh tempo terakhir 30 Juni 2022. Pada tahun 2020, fasilitas ini
diturunkan menjadi Rp 800.000, kemudian pada tahun 2021, fasilitas ini diturunkan lagi menjadi Rp
400.000. Fasilitas ini tidak diperpanjang lagi. 4. Fasilitas Pinjaman Tetap V dengan jumlah maksimum
fasilitas sebesar Rp 400.000 dan bersifat Non revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 3
bulan dengan jatuh tempo sampai dengan 27 September 2025. Fasilitas kredit dari Bank Panin dijamin
dengan piutang pembiayaan multiguna dan piutang pembiayaan modal kerja (Catatan 6 dan 7) serta
Page 51
jaminan perusahaan dari SMMA. Pinjaman Perusahaan dari Bank Panin mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Panin antara lain untuk menerima pinjaman kredit baru dari bank lain atau pihak ketiga atau menerbitkan surat berharga yang dapat menyebabkan dilanggarnya rasio keuangan pada financial covenant, memberikan pinjaman atau kredit kepada pihak yang memiliki hubungan afiliasi (kecuali karyawan Perusahaan), menjadi penjamin, mengubah anggaran dasar Perusahaan, memindahtangankan barang-barang yang dipergunakan sebagai jaminan, mengeluarkan saham-saham baru dan menjual saham-saham yang telah ada, melakukan merger, memperbolehkan pemegang saham untuk menarik modalnya dan menggadaikan saham Perusahaan. Di samping pembatasan di atas, Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut: ? Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 7,5 kali. ? Rasio NPL dengan saldo tunggakan diatas 60 hari tidak melebihi 5%. c. PT Bank Sahabat Sampoerna Tbk (Bank Sampoerna) Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 18 Juni 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari Bank Sampoerna, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 100.000 dan bersifat Nonrevolving. Fasilitas ini digunakan untuk penyaluran pembiayaan kepada end user untuk kendaraan roda dua. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan 12 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 18 Juni 2026. 2. Pada tanggal 18 Juni 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Pinjaman Rekening Koran dari Bank Sampoerna, dengan jumlah fasilitas sebesar Rp 150.000 yang digunakan untuk untuk membiayaan modal kerja anjak piutang. Fasilitas ini telah diperpanjang dan akan jatuh tempo tanggal 18 Juni 2024. 3. Pada tanggal 25 Agsutus 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 150.000 dan bersifat revolving. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan dengan jatuh tempo terakhir sampai dengan 29 Agustus 2023. Pada tanggal 22 Juni 2023 perusahaan memperoleh penambahan fasilitas sebesar Rp 150.000 dan bersifat revolving sehingga total fasilitas menjadi Rp. 300.000. Fasilitas ini memiliki jatuh tempo terakhir sampai dengan 29 Agustus 2024. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6), piutang sewa pembiayaan (Catatan 8), serta jaminan perusahaan dari SMMA. Pinjaman Perusahaan dari Bank Sampoerna mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Sampoerna antara lain untuk mengubah status hukum Perusahaan, akuisisi, melikuidasi, meleburkan, mengeluarkan saham-saham baru dan menjual saham-saham yang telah ada, memindahtangankan sebagian besar aset, mengikatkan diri sebagai penjamin dengan nilai lebih besar dari 50% total aset, mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan pembayaran utang, mengakibatkan terjadinya pengeluaran modal dengan nilai lebih besar dari 50% dari total aset, membuat perjanjian yang bersifat material yang menguntukan anggota Direksi, Komisaris, atau Pemegang Saham, laba bersih dalam kondisi surplus. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut: ? Gearing ratio maksimal 8x; ? Saldo tunggakan 90 hari (NPL) maksimum 3% dan tunggakan diatas 30 hari maksimum 6% Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman. d. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari BNI dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 350.000 dan bersifat revolving. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah 12 bulan. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir diperpanjang sampai dengan 25 April 2023. Fasilitas kredit dari BNI ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna untuk kredit kendaraan bermotor (Catatan 6), serta jaminan perusahaan dari SMMA (Catatan 42). Pinjaman dari BNI mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari BNI antara lain menyerahkan jaminan yang telah dijaminkan kepada BNI kepada pihak lain, pembatasan penjaminan jaminan, melakukan interfinancing antar perusahaan dalam grup usaha Perusahaan, melakukan merger, akuisisi, dan investasi baru yang tidak berkaitan dengan core bisnis saat ini. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut: ? Rasio
Page 52
lancar minimal 1 kali (100%); ? Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 10x (1.000%); ? Rasio NPL dengan saldo tunggakan diatas 90 hari tidak melebihi 3% dari jumlah pembiayaan yang disalurkan Perusahaan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman, kecuali untuk pemenuhan rasio kemampuan pembayaran utang pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Perusahaan tidak mendapatkan waiver dari BNI terkait tidak dipenuhinya rasio tersebut. Disamping itu, Perusahaan juga tidak pernah menerima surat dari BNI yang menyatakan Perusahaan wanprestasi. e. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk yang pada tahun 2019 telah bergabung dengan PT Bank Danamon Tbk, sebagai berikut: 1. Pada tanggal 15 Juni 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 100.000 dan bersifat revolving. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan dan telah diperpanjang beberapa kali dengan jatuh tempo terakhir sampai dengan 15 Juni 2023. Dan diperpanjang sementara sampai 15 Juli 2023. 2. Pada tanggal 11 November 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (KAB) untuk kredit modal kerja (khusus pembiayaan konsumen) dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 300.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu penarikan maksimal 12 bulan sejak penandatanganan perjanjain kredit. Fasilitas ini memiliki jatuh tempo hingga 11 November 2025. 3. Pada tanggal 11 November 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas transaksi valuta asing dengan Pre Settlement Exposure Line (PSE Line) untuk tujuan forward, cross currency swap and interest rate swap (plain vanilla) transactions / Hedging dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar USD 1.500.000. Fasilitas ini memiliki jatuh tempo hingga 15 Juni 2023, Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, fasilitas ini tidak digunakan. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6), asset tetap (Catatan 14) dan jaminan perusahaan dari SMMA (Catatan 42). Pinjaman dari Bank Danamon mencakup hal-hal dan ketentuan yang tidak boleh dilakukan Perusahaan, kecuali Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank Danamon dalam waktu paling lambat 14 hari kerja setelah terjadinya salah satu kejadian antara lain memperoleh kredit dari pihak ketiga, menjaminkan/menjual/ memindahtangankan harta kekayaan selain yang terkait dengan usaha Perusahaan kepada pihak ketiga, menjual saham-sahamnya kepada pihak ketiga, mengadakan deversifikasi usahanya atau mengubah maksud dan tujuan Perusahaan, merger atau konsolidasi dengan perusahaan lain, mengubah anggaran dasar, membayar dividen atau kewajiban lainnya kepada para pendiri Perusahaan, dan memberikan jaminan perusahaan. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut: ? Rasio utang terhadap ekuitas maksimal 10 kali (1.000%); ? Rasio NPL tidak melebihi 5% untuk saldo tunggakan diatas 90 hari. ? Borrowing (on+off)/NSA maksimum 100. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman, kecuali untuk pemenuhan rasio borrowing (on+off) / NSA pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Perusahaan tidak mendapatkan waiver dari Bank Danamon terkait tidak dipenuhinya rasio tersebut. Disamping itu, Perusahaan juga tidak pernah menerima surat dari Bank Danamon tersebut yang menyatakan Perusahaan wanprestasi. f. PT Bank JTrust Indonesia Tbk Pada tanggal 05 Januari 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Eksekuting Multifinance dari PT Bank Jtrust Indonesia, Tbk dengan jumlah maksimum fasilitas ini sebesar Rp 100.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 36 bulan serta batas waktu penarikan 6 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 05 Juli 2026. g. PT Bank Neo Commerce Tbk (Bank Neo) Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 24 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Pinjaman Reguler dari Bank Neo, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 200.000 dan bersifat Executing Revolving. Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan modal kerja anjak piutang. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 12 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 24 Juni 2023.
Page 53
Dan diperpanjang sementara sampai 22 Agustus 2023 2. Pada Pada tanggal 24 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Pinjaman Angsuran dari Bank Neo, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000 dan bersifat Executing Non Revolving. Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan modal kerja konsumen dan sewa guna usaha. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 36 bulan Serta batas waktu penarikan 3 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 24 September 2025. Fasilitas kredit dari Bank Neo dijamin dengan piutang pembiayaan modal kerja (Catatan 7) dan jaminan perusahaan dari SMMA. Pinjaman Perusahaan dari Bank Neo mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Neo antara lain untuk mengubah status hukum Perusahaan, akuisisi, melikuidasi, meleburkan, mengeluarkan saham-saham baru dan menjual saham-saham yang telah ada, memindahtangankan sebagian besar aset, mengikatkan diri sebagai penjamin dengan nilai lebih besar dari 50% total aset, mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan pembayaran utang, mengakibatkan terjadinya pengeluaran modal dengan nilai lebih besar dari 50% dari total aset, membuat perjanjian yang bersifat material yang Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman, kecuali untuk pemenuhan rasio total piutang pembiayaan dan investasi terhadap total aset. Perusahaan tidak mendapatkan waiver dari Bank Neo tersebut terkait tidak dipenuhinya rasio tersebut. Disamping itu, Perusahaan juga tidak pernah menerima surat dari Bank Neo tersebut yang menyatakan Perusahaan wanprestasi. h. PT Bank Capital Tbk (Bank Capital) Pada tanggal 22 Juni 2015, jumlah maksimum fasilitas ini ditingkatkan menjadi sebesar Rp 200.000. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali dengan perpanjangan terakhir sampai dengan 16 Desember 2023. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna dan aset tetap (Catatan 6 dan 15). Pinjaman Perusahaan dari Bank Capital mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Capital antara lain untuk melakukan merger, akuisisi, konsolidasi, mengalihkan harta kekayaan Perusahaan, mengubah susunan pemegang saham mayoritas, membagikan dividen, melakukan transaksi yang merugikan Perusahaan, mengubah status hukum Perusahaan, mengalihkan kepada pihak lain kewajiban Perusahaan i. PT Bank Mayapada International Tbk (Bank Mayapada) Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 21 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran (PTA) Line dari Bank Mayapada, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000 dan bersifat Executing. Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal usaha pembiayaan. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 36 bulan serta batas waktu penarikan 6 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 23 Juni 2025. 2. Pada tanggal 21 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Tetap On Demand (PTX-OD) dari Bank Mayapada, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000. Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal usaha pembiayaan. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 12 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 21 Juni 2023. (Saat ini masih dalam proses perpanjangan). Pada tanggal 30 Juni 2023, fasilitas ini tidak digunakan. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6). Pinjaman Perusahaan dari Bank Mayapada mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mayapada antara lain untuk melakukan merger, akuisisi dan penjualan/ pemindahtanganan/melepaskan hak atas harta kekayaan Perusahaan, melakukan perubahan terhadap susunan manajemen serta perubahan kepemilikan saham, melakukan pembagian dividen tunai, mengikat diri sebagai penjamin/ penanggung terhadap pihak lain dan/atau menjamin harta kekayaan, memperoleh kredit dalam bentuk apapun dari pihak lain, melakukan perluasan atau penyempitan usaha yang dapat mempengaruhi pengembalian jumlah utang, mengajukan permohonan kepailitan, serta mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan/atau kewajiban Perusahaan berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan berupa saldo NPL dengan tunggakan 90 hari maksimum 5%; Pada tanggal 30 Juni 2023, rasio NPL (saldo tunggakan 90 hari) adalah sebesar
Page 54
2,12%. Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman. j. PT Bank Sinarmas Tbk (Bank Sinarmas) Pada tanggal 22 April 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Pinjaman Rekening Koran dari Bank Sinarmas, pihak berelasi (Catatan 42), dengan jumlah fasilitas sebesar Rp 90.000. Pada tanggal 13 Oktober 2020, fasilitas ini diturunkan menjadi Rp 10.000. Pada tanggal 25 Januari 2022, fasilitas ini diturunkan menjadi Rp 2.000. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali dengan jatuh tempo terakhir pada tanggal 22 April 2024. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, fasilitas ini tidak digunakan. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap (Catatan 15). Pinjaman yang diperoleh Perusahaan dari Bank Sinarmas mencakup persyaratan yang membatasi Perusahaan untuk mengubah anggaran dasar dan susunan pengurus tanpa pemberitahuan tertulis kepada Bank Sinarmas. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman dengan tepat waktu. Beban bunga yang diakui pada laba rugi untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp 114.060 dan Rp 284.005. menguntungkan anggota Direksi, Komisaris, atau Pemegang Saham. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut: ? Gearing ratio maksimal 8x; ? Saldo tunggakan 90 hari (NPL) maksimum 3%; ? Total modal terhadap total aset minimal 15%; ? Total piutang pembiayaan dan investasi terhadap total aset minimal 80%. Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman, kecuali untuk pemenuhan rasio total piutang pembiayaan dan investasi terhadap total aset. Perusahaan tidak mendapatkan waiver dari Bank Neo tersebut terkait tidak dipenuhinya rasio tersebut. Disamping itu, Perusahaan juga tidak pernah menerima surat dari Bank Neo tersebut yang menyatakan Perusahaan wanprestasi. h. PT Bank Capital Tbk (Bank Capital) Pada tanggal 22 Juni 2015, jumlah maksimum fasilitas ini ditingkatkan menjadi sebesar Rp 200.000. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali dengan perpanjangan terakhir sampai dengan 16 Desember 2023. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna dan aset tetap (Catatan 6 dan 15). Pinjaman Perusahaan dari Bank Capital mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Capital antara lain untuk melakukan merger, akuisisi, konsolidasi, mengalihkan harta kekayaan Perusahaan, mengubah susunan pemegang saham mayoritas, membagikan dividen, melakukan transaksi yang merugikan Perusahaan, mengubah status hukum Perusahaan, mengalihkan kepada pihak lain kewajiban Perusahaan i. PT Bank Mayapada International Tbk (Bank Mayapada) Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Pada tanggal 21 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran (PTA) Line dari Bank Mayapada, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000 dan bersifat Executing. Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal usaha pembiayaan. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 36 bulan serta batas waktu penarikan 6 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 23 Juni 2025. 2. Pada tanggal 21 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Tetap On Demand (PTX-OD) dari Bank Mayapada, dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000. Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal usaha pembiayaan. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pencairan maksimal 12 bulan dan akan jatuh tempo tanggal 21 Juni 2023. (Saat ini masih dalam proses perpanjangan). Pada tanggal 30 Juni 2023, fasilitas ini tidak digunakan. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan multiguna (Catatan 6). Pinjaman Perusahaan dari Bank Mayapada mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mayapada antara lain untuk melakukan merger, akuisisi dan penjualan/ pemindahtanganan/melepaskan hak atas harta kekayaan Perusahaan, melakukan perubahan terhadap susunan manajemen serta perubahan kepemilikan saham, melakukan pembagian dividen tunai, mengikat diri sebagai penjamin/ penanggung terhadap pihak lain dan/atau menjamin harta kekayaan, memperoleh kredit dalam bentuk apapun dari pihak lain, melakukan perluasan atau penyempitan usaha yang dapat mempengaruhi pengembalian
Page 55
jumlah utang, mengajukan permohonan kepailitan, serta mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan/atau kewajiban Perusahaan berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan berupa saldo NPL dengan tunggakan 90 hari maksimum 5%; Pada tanggal 30 Juni 2023, rasio NPL (saldo tunggakan 90 hari) adalah sebesar 2,12%. Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman. j. PT Bank Sinarmas Tbk (Bank Sinarmas) Pada tanggal 22 April 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Pinjaman Rekening Koran dari Bank Sinarmas, pihak berelasi (Catatan 42), dengan jumlah fasilitas sebesar Rp 90.000. Pada tanggal 13 Oktober 2020, fasilitas ini diturunkan menjadi Rp 10.000. Pada tanggal 25 Januari 2022, fasilitas ini diturunkan menjadi Rp 2.000. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali dengan jatuh tempo terakhir pada tanggal 22 April 2024. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, fasilitas ini tidak digunakan. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap (Catatan 15). Pinjaman yang diperoleh Perusahaan dari Bank Sinarmas mencakup persyaratan yang membatasi Perusahaan untuk mengubah anggaran dasar dan susunan pengurus tanpa pemberitahuan tertulis kepada Bank Sinarmas. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman dengan tepat waktu. Beban bunga yang diakui pada laba rugi untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp 114.060 dan Rp 284.005.
Page 56
[8697000] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity Interest Information - Financing Industry
30 June 2023
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of
liquidity
Jatuh tempo utang bank Bunga Jenis bunga
Due date for bank loan Interest rate Interest rate type
Bank Negara Indonesia IDR IDR Bank Negara Indonesia
25 April 2023 0.1021 flat
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank Mega Tbk IDR 14 Januari 2026 0.11 flat IDR Bank Mega Tbk
Bank Danamon Indonesia Tbk IDR 11 November 2025 0.1017 flat IDR Bank Danamon Indonesia Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 27 September 2025 0.1 flat IDR Bank Pan Indonesia Tbk
Bank lokal lainnya IDR 5 Juli 2026 0.09 flat IDR Other local banks
31 December 2022
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of
liquidity
Jatuh tempo utang bank Bunga Jenis bunga
Due date for bank loan Interest rate Interest rate type
Bank Negara Indonesia IDR IDR Bank Negara Indonesia
25 April 2023 0.105 flat
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank Mega Tbk IDR 14 Januari 2026 0.11 flat IDR Bank Mega Tbk
Bank Mayapada Internasional IDR IDR Bank Mayapada Internasional
23 Juni 2025 0.1266 flat
Tbk Tbk
Bank Danamon Indonesia Tbk IDR 11 November 2025 0.925 flat IDR Bank Danamon Indonesia Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 27 September 2025 0.1 flat IDR Bank Pan Indonesia Tbk
Bank lokal lainnya IDR 24 September 2025 0.09 flat IDR Other local banks
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 6
LKTT SMMF 2023.pdf
done
instance.zip
done
FinancialStatement-2023-II-SMMF.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done