Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 25
Page 1
Nomor Surat 0247/EXT-DIR/SRT/07/2023
Nama Emiten Asuransi Harta Aman Pratama Tbk
Kode Emiten AHAP
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Asuransi Harta Aman Pratama Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara
elektronik. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas Asuransi Harta Aman Pratama Entity name
Tbk
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas AHAP Entity code
Nomor identifikasi entitas AA121 Entity identification number
Industri utama entitas Asuransi / Insurance Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor G. Financials Sector
Subsektor G4. Insurance Subsector
Industri G41. Insurance Industry
Subindustri G412. General Insurance Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah 15,026.00000 presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Tidak / No Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
Page 3
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[6220000] Statement of financial position presented using order of liquidity -
Insurance Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Kas dan setara kas 18,836,280,958 12,997,982,539 Cash and cash equivalents
Piutang premi 90,909,996,026 98,637,749,374 Premium receivables
Piutang reasuransi 76,844,521,222 118,734,669,434 Reinsurance receivables
Piutang lainnya 5,488,748,514 2,213,172,078 Other receivables
Aset reasuransi 506,758,919,251 478,006,031,302 Reinsurance assets
Investasi Investments
Investasi dalam deposito Investments in time
172,892,900,000 135,052,400,000
berjangka deposits
Investasi pada efek dan Investments on securities
reksadana yang diukur and mutual funds at fair
128,786,246 129,257,646
pada nilai wajar melalui value through profit or loss
laba rugi
Investasi pada efek yang Investments on amortized
biaya perolehan 62,013,909,657 62,092,990,881 cost securities
diamortisasi
Penyertaan saham 1,435,264,935 1,378,049,820 Investments in shares
Investasi lainnya 2,912,260,858 2,916,573,599 Other investments
Biaya dibayar dimuka 16,384,745,070 5,176,210,045 Prepaid expenses
Aset pajak tangguhan 4,570,411,799 4,570,411,799 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
8,318,569,393 8,910,690,968
equipment
Aset hak guna 1,122,851,745 1,519,152,372 Right of use assets
Aset lainnya 974,106,197 944,106,196 Other assets
Jumlah aset 969,592,271,871 933,279,448,053 Total assets
Liabilitas, dana tabarru, dan Liabilities, tabarru funds and
ekuitas equity
Liabilitas Liabilities
Utang reasuransi 1,788,188,180 26,814,718,185 Reinsurance payables
Utang komisi 5,052,328,846 6,193,276,736 Commission payables
Utang klaim 4,750,289,784 4,264,053,598 Claim payables
Utang pajak 524,188,381 1,139,817,646 Taxes payable
Beban akrual 4,916,210,246 5,911,759,672 Accrued expenses
Liabilitas kontrak Insurance contract
asuransi liabilities
Liabilitas asuransi atas Insurance liabilities on
premi yang belum unearned premium
266,894,781,931 225,941,770,626
merupakan
pendapatan
Liabilitas asuransi atas Insurance liabilities on
estimasi liabilitas klaim 457,051,547,371 426,682,756,290 estimated claims
liability
Kewajiban imbalan pasca Post-employment benefit
9,499,761,368 10,352,555,122
kerja obligations
Liabilitas lainnya 15,986,411,328 15,911,476,892 Other liabilities
Jumlah liabilitas 766,463,707,435 723,212,184,767 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 245,000,000,000 245,000,000,000 Common stocks
Page 5
Tambahan modal Additional paid-in
78,178,625,152 78,178,625,152
disetor capital
Cadangan perubahan Reserve for changes in
nilai wajar aset fair value of fair value
keuangan nilai wajar 438,104,201 380,889,086 through other
melalui pendapatan comprehensive income
komprehensif lainnya financial assets
Komponen ekuitas Other components of
5,582,898,227 5,582,898,227
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 600,000,000 600,000,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan ( 126,671,063,144 ) ( 119,675,149,179 ) retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
203,128,564,436 210,067,263,286
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 203,128,564,436 210,067,263,286 Total equity
Jumlah liabilitas, dana Total liabilities, tabarru
969,592,271,871 933,279,448,053
tabarru dan ekuitas funds and equity
Page 6
[6312000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by nature - Insurance Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Pendapatan dari premi asuransi Revenue from insurance
365,736,445,510 400,149,963,390
premiums
Premi reasuransi ( 220,320,549,459 ) ( 250,469,989,362 ) Reinsurance premiums
Penurunan (kenaikan) premi Decrease (increase) in unearned
yang belum merupakan ( 23,941,360,020 ) ( 42,928,702,606 ) premiums
pendapatan
Pendapatan komisi 70,328,056,208 73,220,135,934 Commission income
Pendapatan bersih investasi 4,535,464,347 3,893,423,094 Net investment income
Beban klaim ( 203,595,543,108 ) ( 241,479,680,296 ) Claim expenses
Klaim reasuransi 139,956,138,220 182,178,550,933 Reinsurance claims
Kenaikan (penurunan) estimasi Increase (decrease) in estimated
( 19,965,647,089 ) ( 7,574,978,765 )
liabilitas klaim claims liability
Beban komisi ( 49,496,363,469 ) ( 58,185,745,986 ) Commission expenses
Beban underwriting lainnya ( 3,334,150,709 ) 4,172,401,027 Other underwriting expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 66,898,404,396 ) ( 58,646,973,912 )
expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 6,995,913,965 ) 4,328,403,451
pajak penghasilan
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 6,995,913,965 ) 4,328,403,451
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 6,995,913,965 ) 4,328,403,451 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, 57,215,115 ( 48,426,455 ) income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 6,938,698,850 ) 4,279,976,996 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 6,995,913,965 ) 4,328,403,451
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 6,938,698,850 ) 4,279,976,996 attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang ( 1.43 ) 1.47 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 7
[6410000] Statement of changes in equity - Insurance Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
nilai wajar aset Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Komponen transaksi
Saham biasa Tambahan modal disetor keuangan nilai wajar ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
ekuitas lainnya
melalui pendapatan penggunaannya penggunaannya entitas induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in
fair value of fair value
Other components of Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital through other Equity
equity transactions earnings earnings parent entity
comprehensive income
financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 245,000,000,000 78,178,625,152 380,889,086 5,582,898,227 600,000,000 ( 119,675,149,179 ) 210,067,263,286 210,067,263,286 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 245,000,000,000 78,178,625,152 380,889,086 5,582,898,227 600,000,000 ( 119,675,149,179 ) 210,067,263,286 210,067,263,286 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 6,995,913,965 ) ( 6,995,913,965 ) ( 6,995,913,965 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 57,215,115 57,215,115 57,215,115 Other comprehensive income
Posisi ekuitas, akhir periode 245,000,000,000 78,178,625,152 438,104,201 5,582,898,227 600,000,000 ( 126,671,063,144 ) 203,128,564,436 203,128,564,436 Equity position, end of the period
Page 8
[6410000] Statement of changes in equity - Insurance Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
nilai wajar aset Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Komponen transaksi
Saham biasa Tambahan modal disetor keuangan nilai wajar ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
ekuitas lainnya
melalui pendapatan penggunaannya penggunaannya entitas induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in
fair value of fair value
Other components of Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital through other Equity
equity transactions earnings earnings parent entity
comprehensive income
financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 147,000,000,000 79,565,500,000 541,627,671 6,634,858,659 600,000,000 ( 112,205,765,972 ) 122,136,220,358 122,136,220,358 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 147,000,000,000 79,565,500,000 541,627,671 6,634,858,659 600,000,000 ( 112,205,765,972 ) 122,136,220,358 122,136,220,358 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 4,328,403,451 4,328,403,451 4,328,403,451 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 48,426,455 ) ( 48,426,455 ) ( 48,426,455 ) Other comprehensive income
Posisi ekuitas, akhir periode 147,000,000,000 79,565,500,000 493,201,216 6,634,858,659 600,000,000 ( 107,877,362,521 ) 126,416,197,354 126,416,197,354 Equity position, end of the period
Page 9
[6510000] Statement of cash flows, direct method - Insurance Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan premi asuransi Receipts from insurance
362,796,174,026 382,088,178,192
premiums
Penerimaan klaim reasuransi Receipts from reinsurance
181,846,286,431 162,947,119,957
claims
Penerimaan komisi 70,328,056,208 73,220,135,934 Receipts from commission
Pembayaran komisi ( 50,637,311,359 ) ( 71,631,545,676 ) Payments of commission
Pembayaran premi Payments for reinsurance
( 245,347,079,465 ) ( 258,800,541,447 )
reasuransi premiums
Pembayaran klaim dan Payments for insurance
( 203,109,306,921 ) ( 234,792,606,721 )
manfaat asuransi claims and benefits
Pembayaran beban umum Payments for general and
( 62,512,783,799 ) ( 55,582,338,454 )
dan administrasi administrative expense
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
53,364,035,121 ( 2,551,598,215 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Penerimaan hasil investasi Receipts of investment
4,480,778,347 3,940,165,911
income
Penerimaan dari penjualan Proceeds from sales of
98,290,370,700 19,658,953,281
investasi investments
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
822,000,000 28,858,966
aset tetap property and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 220,559,849 ) ( 174,374,580 )
aset tetap property and equipment
Penempatan aset keuangan Placement of financial assets
( 136,104,220,450 ) ( 13,705,099,035 )
biaya perolehan diamortisasi amotized cost investments
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 14,794,105,450 ) ( 4,957,451,438 )
aset non-keuangan lainnya other non-financial assets
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 47,525,736,702 ) 4,791,053,105
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
5,838,298,419 2,239,454,890
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
12,997,982,539 5,516,122,743
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
18,836,280,958 7,755,577,633
akhir periode cash flows, end of the period
Page 10
[6610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Insurance Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Revisi 2013), ?Penyajian Laporan Keuangan?. Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian PSAK revisi ini mengubah pengelompokkan item-item yang disajikan dalam penghasilan komprehensif statements
lain (OCI). Item-item yang akan direklasifikasi ke laba rugi akan disajikan terpisah dari item-item yang
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan
usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas. Dasar
pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost),
kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang
diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas disusun
dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan
keuangan adalah Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Ketika
Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian
kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya maka Perusahaan menyajikan kembali laporan posisi keuangan pada awal periode
komparatif yang disajikan.
Kas dan setara kas Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan Cash and cash equivalents
perusahaan. Kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sehubungan dengan
persyaratan perjanjian pinjaman atau perjanjian lainnya disajikan sebagai ?Kas di Bank dan Deposito
Berjangka yang Dibatasi Penggunaannya? sebagai aset tidak lancar. Kas di bank dan deposito
berjangka yang akan digunakan untuk membayar liabilitas yang akan jatuh tempo dalam 1 (satu)
tahun, disajikan sebagai bagian dari aset lancar.
Aset tetap Perusahaan menerapkan PSAK 16 (Revisi 2011) ?Aset Tetap?. Perusahaan telah memilih metode Fixed assets
saldo menurun (Declining Balance Method) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya.
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika
memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya
inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian
jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi
kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat
terjadinya. Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) untuk
bangunan dan metode saldo menurun ganda (double decline method) untuk peralatan kantor dan
kendaraan bermotor berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
Bangunan 20 Tahun Peralatan kantor 4 dan 8 Tahun Kendaraan bermotor 8 Tahun Tanah dinyatakan
sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan, kecuali dapat dibuktikan bahwa tanah tersebut
mempunyai umur manfaat tertentu. Beban-beban tertentu sehubungan dengan perolehan tanah pada
saat perolehan pertama kali diakui sebagai bagian perolehan tanah. Biaya yang berhubungan dengan
perpanjangan hak-hak kepemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak
atas tanah atau umur ekonomis tanah (jika dapat ditentukan), mana yang lebih pendek. Beban-beban
ini disajikan sebagai bagian dari ?Beban Ditangguhkan? dalam kelompok aset takberwujud pada
Page 11
laporan posisi keuangan. Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya; biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan
dikapitalisasi pada saat terjadinya, dan jika besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan
berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas, dan biaya perolehan aset dapat diukur
secara andal. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaaan atau pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. Pada setiap akhir tahun buku,
nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direview, dan disesuaikan secara prospektif bila
diperlukan.
Utang usaha dan liabilitas lain-lain 1. Utang Klaim Utang klaim adalah utang yang timbul sehubungan dengan adanya persetujuan atas Trade payables and other liabilities
klaim yang diajukan oleh tertanggung yang belum dibayar oleh Perusahaan. Utang klaim diakui dan
dicatat pada saat klaim disetujui untuk dibayar (claim settled). 2. Liabilitas manfaat polis masa depan
Liabilitas manfaat polis masa depan adalah nilai sekarang estimasi manfaat polis masa depan yang
akan dibayar kepada pemegang polis, dikurangi dengan nilai sekarang dari estimasi premi masa depan
yang akan diterima dari pemegang polis dan diakui pada saat pengakuan pendapatan premi, liabilitas
manfaat polis masa depan dinyatakan dalam laporan posisi keuangan berdasarkan perhitungan
aktuaria. Kenaikan (penurunan) liabilitas manfaat polis masa depan diakui sebagai beban
(pendapatan) dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. 3. Liabilitas kontrak asuransi
Liabilitas kontrak asuransi mencakup klaim dalam proses, premi belum merupakan pendapatan dan
liabilitas manfaat polis masa depan. Pada tanggal pelaporan Perusahaan menilai apakah liabilitas
asuransi yang diakui telah mencukupi, dengan menggunakan estimasi kini atas kas masa depan
berdasarkan kontrak asuransi. Jika penilaian tersebut menunjukan bahwa nilai tercatat liabilitas
asuransi dikurangi biaya akuisisi tangguhan terkait tidak mencukup dibandingkan dengan estimasi arus
kas masa depan, maka seluruh kekurangan tersebut diakui dalam laba rugi.
Pengakuan pendapatan dan beban a. Pengakuan Pendapatan Premi Premi dari kontrak asuransi dan reasuransi diakui sebagai Revenue and expense recognition
pendapatan selama periode polis (kontrak) berdasarkan proporsi jumlah proteksi yang diberikan. Premi
dari polis bersama diakui sebesar pangsa premi Perusahaan. Premi reasuransi adalah bagian dari
premi bruto yang menjadi hak reasuradur berdasarkan perjanjian (kontrak) reasuransi. Premi
reasuransi diakui selama periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi diperoleh.
Perusahaan mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi pertanggungan kepada perusahaan
asuransi lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah premi dibayar atau bagian premi atas transaksi
reasuransi prospektif diakui sebagai premi reasuransi selama periode kontrak reasuransi secara
proporsional dengan proteksi yang diberikan. Pembayaran atau liabilitas atas transaksi reasuransi
retrospektif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar liabilitas yang dicatat sehubungan kontrak
reasuransi tersebut. b. biaya akuisisi Biaya akuisisi merupakan beban yang terjadi untuk mendapatkan
premi asuransi, seperti komisi yang dibayarkan kepada pialang asuransi, agen dan entitas asuransi
lain. Biaya akuisisi ini ditangguhkan dan diamortisasi berdasarkan dengan periode berlakunya polis
asuransi, sesuai dengan metode premi yang belum merupakan pendapatan. c. estimasi klaim Estimasi
liabilitas klaim merupakan estimasi jumlah liabilitas yang menjadi tanggungan sehubungan dengan
klaim yang masih dalam proses penyelesaian, termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan.
Perubahan jumlah estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses penelaahan lebih lanjut dan
perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan diakui dalam laba rugi pada
periode terjadinya perubahan. Perusahaan tidak mengakui setiap provisi untuk kemungkinan klaim
masa depan sebagai liabilitas jika klaim tersebut timbul berdasarkan kontrak asuransi yang tidak ada
pada akhir periode pelaporan (seperti provisi katastrofa dan provisi penyetaraan). d. beban klaim
Page 12
Beban klaim meliputi klaim disetujui (settled claim), klaim dalam proses penyelesaian termasuk klaim
yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim. Beban klaim tersebut diakui
sebagai beban pada saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi klaim. Bagian klaim reasuradur diakui
dan dicatat sebagai pengurang beban klaim pada periode yang sama dengan periode pengakuan
beban klaim. Hak subrogasi diakui sebagai pengurang beban klaim pada saat realisasi. Penyajian
beban klaim dalam laba rugi menunjukan jumlah klaim bruto, klaim reasuransi, dan
kenaikan/penurunan estimasi klaim retensi sendiri, klaim reasuransi disajikan sebagai pengurang klaim
bruto. e. komisi Komisi yang diberikan kepada pialang asuransi, dan perusahaan asuransi lain
sehubungan dengan penutupan pertanggungan dicatat sebagai beban komisi, sedangkan komisi yang
diperoleh dari transaksi reasuransi dicatat sebagai pengurangan beban komisi dan diakui dalam laba
rugi pada saat terjadinya. Dalam hal komisi yang diperoleh lebih besar dari jumlah beban komisi, maka
selisih tersebut disajikan sebagai pendapatan komisi neto dalam laba rugi.
Transaksi dengan pihak berelasi Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK Transactions with related parties
7 (Revisi 2010) ?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi? dan PSAK 7 (Penyesuaian 2015)
?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi?. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi
dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan keuangan konsolidasian dan
laporan keuangan tersendiri entitas induk dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara
individual. PSAK ini juga memberikan pengecualian dari persyaratan umum pengungkapan pihak
berelasi atas transaksi dengan pemerintah dan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau
dipengaruhi secara signifikan oleh Pemerintah (entitas berelasi dengan Pemerintah).
Pajak penghasilan Perusahaan menerapkan PSAK 46 (Revisi 2013) Pajak Penghasilan?. Selain itu, Perusahaan juga Income taxes
menerapkan ISAK 20 ?Pajak Penghasilan: Perubahan Dalam Status Pajak Entitas atau Para
Pemegang Saham?. Pengakuan : Jumlah pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya, yang
belum dibayar, diakui sebagai liabilitas. Apabila jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode kini dan
periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terhutang untuk periode-periode tersebut,
maka selisihnya diakui sebagai aset. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak kecuali jika timbul perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari: (1)
pengakuan awal goodwill ; atau (2) pada saat pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang
bukan dari transaksi kombinasi bisnis, dan pada saat transaksi, tidak mempengaruhi laba akuntansi
dan laba kena pajak (rugi pajak). (3) perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada
entitas anak, cabang dan entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam pengaturan bersama, tetapi
hanya sepanjang bahwa entitas mampu mengontrol waktu pembalikan perbedaan dan besar
kemungkinan pembalikan tidak akan terjadi pada perkiraan masa mendatang. Aset pajak tangguhan
diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan, kerugian fiskal dan kredit pajak yang
belum dimanfaatkan sepanjang besar kemungkinan akan ada laba kena pajak akan tersedia dalam
jumlah yang cukup memadai sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut dapat
dimanfaatkan kecuali jika timbul perbedaan temporer dapat dikurangkan yang berasal dari: (1)
pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan dari transaksi
kombinasi bisnis; dan pada saat transaksi, tidak mempengaruhi baik laba akuntansi maupun laba kena
pajak (rugi pajak). (2) perbedaan temporer dapat dikurangkan yang ditimbulkan dari entitas anak,
cabang dan entitas asosiasi, serta bagian partisipasi dalam pengaturan bersama sepanjang dan hanya
sepanjang kemungkinan besar terjadi : 1. perbedaan temporer akan terpulihkan pada masa depan
yang dapat diperkirakan; dan 2. laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang memadai sehingga
perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Pengukuran Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode kini dan
periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diharapkan untuk dibayar (direstitusi) kepada otoritas
perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang
telah secara substantif berlaku pada periode pelaporan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan harus
Page 13
diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau
liabilitas diselesaikan, yaitu dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara
substantif berlaku pada periode pelaporan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak boleh
didiskontokan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan harus ditinjau kembali pada akhir periode
pelaporan. Entitas mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan laba
kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang cukup memadai untuk mengkompensasikan sebagian
atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Pengurangan jumlah tercatat aset pajak tangguhan
dilakukan pembalikan apabila kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya cukup
memadai. Alokasi Untuk transaksi atau peristiwa lainnya yang diakui dalam laba rugi, setiap pengaruh
pajak terkait juga diakui dalam laba rugi. Untuk transaksi atau peristiwa lainnya yang diakui diluar laba
rugi (baik dalam OCI maupun langsung dalam ekuitas), setiap pengaruh pajak terkait juga diakui diluar
laba rugi (baik dalam OCI maupun langsung dalam ekuitas, masing-masing). Demikian juga,
pengakuan asset dan liabilitas pajak tangguhan dalam kombinasi bisnis mempengaruhi jumlah goodwill
yang timbul dari kombinasi bisnis tersebut atau keuntungan dari pembelian dengan diskon. Saling
Hapus Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika, dan hanya jika, memiliki
hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait entitas kena pajak yang sama, atau entitas berniat
untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Imbalan kerja karyawan Perusahaan menerapkan PSAK 24 (Revisi 2014) ?Imbalan Kerja? dan Amendemen 2015 PSAK 24 Employee benefits
?Imbalan Kerja tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja?, termasuk Penyesuaian 2016 PSAK 24.
Selain itu, Perusahaan juga mengadopsi ISAK 15 ?PSAK 24: Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan
Pendanaan Minimum dan Interaksinya? dan amendemen tahunan 2018 PSAK 24: ?Imbalan Kerja
tentang Kurtailmen, atau Progran Penyelesaian dan Penyesuaian?. PSAK ini memperkenalkan
persyaratan untuk sepenuhnya mengakui perubahan dalam liabilitas (aset) imbalan pasti termasuk
pengakuan segera dari biaya imbalan pasti termasuk biaya jasa lalu yang belum menjadi hak (vested),
dan memerlukan pemilahan dari biaya imbalan pasti keseluruhan menjadi komponen-komponen dan
membutuhkan pengakuan pengukuran kembali OCI (menghilangkan pendekatan ?koridor?),
meningkatkan pengungkapan tentang program imbalan pasti, modifikasi akuntansi untuk pesangon,
termasuk membedakan antara imbalan yang diberikan dalam pemberian jasa dan imbalan yang
diberikan dalam pemutusan hubungan kerja, dan mengubah pengakuan dan pengukuran imbalan
pesangon
Laba per saham Perusahaan menerapkan PSAK 56 (Revisi 2011), ?Laba per Saham?. PSAK ini menetapkan prinsip Earnings per share
penentuan dan penyajian laba per saham, sehingga meningkatkan daya banding kinerja antar entitas
berbeda pada periode pelaporan sama dan antar periode pelaporan berbeda untuk entitas yang sama.
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama periode
berjalan setelah dikurangi dengan saham yang diperoleh kembali.
Pelaporan segmen Perusahaan melaporkan informasi segmen yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk Segment reporting
mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana Perusahaan terlibat dan
lingkungan ekonomi dimana Perusahaan beroperasi. Sebuah segmen operasi adalah sebuah
komponen dari Perusahaan yang: a. terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan
dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen
lain dari entitas yang sama); b. hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan
operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut
dan menilai kinerjanya; dan c. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Perusahaan menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), ?Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing?. Foreign currency transactions and balances
Page 14
Standar ini mengatur pengukuran dan penyajian mata uang suatu Perusahaan di mana pengukuran
mata uang harus menggunakan mata uang fungsional sementara penyajian mata uang dapat
menggunakan mata uang selain mata uang fungsional. Dalam menentukan mata uang fungsional,
entitas mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: a. mata uang yang paling mempengaruhi
harga jual untuk barang dan jasa, atau dari suatu negara yang kekuatan persaingan dan
perundang-undangannya sebagian besar menentukan harga jual dari barang dan jasanya; b. mata
uang yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, material dan biaya-biaya lain dari pengadaan
barang atau jasa; c. mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan (antara lain penerbitan
instrumen utang dan ekuitas) dihasilkan; d. mata uang dalam mana penerimaan dari aktivitas operasi
pada umumnya ditahan. Perusahaan menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uang fungsional
dan mata uang pelaporan. Transaksi dalam mata uang asing dicatat kedalam Rupiah dengan
menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs
tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode
tersebut. Laba atau rugi yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Aset hak guna Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna Right of use assets
awalnya diukur pada harga perolehan, yang terdiri dari jumlah awal liabilitas sewa yang disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya
langsung awal yang timbul dan estimasi biaya untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar
atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, dikurangi
insentif sewa yang diterima. Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur aset hak-guna dengan
menggunakan model biaya yang berkaitan aset tetap sesuai PSAK 16. Berdasarkan model biaya, aset
hak-guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau
jika biaya perolehan aset hak-guna mencerminkan bahwa penyewa akan mengeksekusi opsi beli,
Perusahaan mendepresiasi hak-guna sejak tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset
pendasar. Jika tidak, Perusahaan mendepresiasi aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal
yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan Prepaid expenses
metode garis lurus (straight-line method).
Piutang dan utang asuransi Piutang premi meliputi tagihan premi kepada tertanggung/agen/broker sebagai akibat transaksi Insurance receivables and payables
asuransi. Dalam hal Perusahaan memberikan potongan premi kepada tertanggung, maka potongan
tersebut langsung dikurangkan dari piutang preminya. Penyisihan penurunan nilai dibentuk ketika
terdapat bukti-bukti objektif bahwa Perusahaan tidak akan dapat menagih semua piutang sesuai
dengan persyaratan awal piutang. Reorganisasi keuangan debitur atau tunggakan dalam pembayaran
dianggap sebagai indikator bahwa piutang telah turun nilainya. Jumlah penyisihan tersebut adalah
selisih antara nilai tercatat aset dengan estimasi nilai kini dari arus kas masa depan, yang
didiskontokan pada suku bunga efektif awal. Eksposur risiko yang terkait dengan kontrak asuransi
dapat dimitigasi dengan melakukan diversifikasi portofolio kontrak asuransi dan area geografis.
Keberagaman risiko diperbaiki juga melalui pemilihan risiko dengan hati-hati dan implementasi dari
pedoman underwriting serta pengaturan program reasuransi. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi
Page 15
dengan akun penyisihan, dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain. Ketika piutang usaha tidak dapat ditagih, piutang tersebut akan
dihapuskan terhadap akun penyisihan. Penerimaan atas jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan
akan dikreditkan terhadap laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Instrumen keuangan Entitas menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2014), ?Instrumen Keuangan: Penyajian?, PSAK No. 55 Financial instruments
(Revisi 2014), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran? dan PSAK No. 60 (Revisi 2014),
?Instrumen Keuangan: Pengungkapan?, termasuk Penyesuaian 2016 PSAK No. 60. Selain itu, Entitas
juga menerapkan ISAK No. 13, ?Lindung Nilai Investasi Neto Dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri? dan
ISAK No. 26 (2014), ?Penilaian Ulang Derivatif Melekat?. Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK
No. 55 (Revisi 2014) diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
(FVTPL), investasi dimiliki hingga jatuh tempo (HTM), pinjaman yang diberikan dan piutang, atau aset
keuangan tersedia untuk dijual (AFS). Entitas menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada
pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali klasifikasi aset pada
setiap tanggal pelaporan. Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dalam hal investasi
tidak diklasifikasikan sebagai FVTPL, nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan. - Pengakuan dan Pengukuran
Awal Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2014) diklasifikasikan sebagai aset
keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL), investasi dimiliki hingga jatuh tempo
(HTM), pinjaman yang diberikan dan piutang, atau aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS). Entitas
menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan
sesuai, akan dievaluasi kembali klasifikasi aset pada setiap tanggal pelaporan. - Pengukuran Setelah
Pengakuan Awal Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya
sebagai berikut: - Aset keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL pada saat aset keuangan diperoleh
untuk diperdagangan atau ditetapkan pada saat pengakuan awal sebagai FVTPL. Aset keuangan
diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
dalam waktu dekat. Aset derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali aset
derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset keuangan FVTPL termasuk
aset keuangan untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal
sebagai FVTPL disajikan dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan keuntungan atau
kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
termasuk dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan tanpa dikurangi biaya transaksi yang
mungkin terjadi pada saat penjualan atau pelepasan lainnya. - Invetasi yang Dimiliki Hingga Jatuh
Tempo (HTM) Aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh
temponya telah ditetapkan diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo (HTM) ketika
entitas mempunyai maksud positip dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan hingga jatuh tempo.
Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat
investasi tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, maupun melalui proses
amortisasi.
Penerapan standar akuntansi baru Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan Standar Akuntansi Keuangan (?SAK?) dan Adoption of new accounting standards
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) baru dan revisi termasuk pengesahan amandemen
dan penyesuaian tahunan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia yang dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan mempengaruhi laporan keuangan
berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022. SAK dan
ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amandemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku
efektif dalam tahun berjalan adalah sebagai berikut: a. Amendemen PSAK 22 Kombinasi Bisnis
tentang Referensi ke Kerangka Konseptual untuk mengklarifikasi interaksi antara PSAK 22, PSAK 57,
ISAK 30 dan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan. Secara umum Amendemen PSAK 22 ini
Page 16
menambahkan deskripsi terkait ?liabilitas dan liabilitas kontinjensi dalam ruang lingkup PSAK 57 atau
ISAK 30? yang dinyatakan dalam paragraf 21A-21C., mengubah paragraf 23 dengan mengklarifikasi
liabilitas kontinjesi yang diakui pada tanggal akuisisi, menambahkan paragraf 23A terkait definisi aset
kontinjensi dan perlakuan akuntansinya. b. Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan
Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak. Amendemen ini
mengklarifikasi biaya untuk memenuhi suatu kontrak dalam kaitannya dalam menentukan apakah
suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan. Amendemen PSAK 57 mengatur bahwa biaya untuk
memenuhi kontrak terdiri dari biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak. Biaya yang
berhubungan langsung dengan kontrak terdiri dari: ? biaya inkremental untuk memenuhi kontrak
tersebut, dan ? alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak. Amendemen
ini berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2022 dengan penerapan dini diperkenankan. PSAK 73
(Penyesuaian 2020) mengklarifikasi pengukuran oleh penyewa dan pencatatan perubahan masa sewa
terkait ?perbaikan properti sewaan? pada contoh ilustratif 13 (Bagian 1).
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Amendemen PSAK 1 dan 25: Amendemen PSAK 1 mengubah istilah ?signifikan? menjadi ?material? Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif dan memberi penjelasan mengenai kebijakan akuntansi material. Sedangkan Amendemen PSAK 25 effective
memberi definisi baru dari ?estimasi akuntansi? dan penjelasannya. Amendemen tersebut berlaku
efektif pada atau setelah 1 Januari 2023 dan penerapan dini diperkenankan. Amendemen PSAK 1:
Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka
Panjang. Amendemen tersebut mengklarifikasi salah satu kriteria dalam mengklasifikasikan liabilitas
sebagai jangka panjang yaitu mensyaratkan entitas memiliki hak untuk menangguhkan penyelesaian
liabilitas setidaknya selama 12 bulan setelah periode pelaporan. Amendemen tersebut berlaku efektif
pada 1 Januari 2023 dan penerapan dini diperkenankan. Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang
Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan. Amendemen ini berlaku efektif untuk periode pelaporan
tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. PSAK
74: Kontrak Asuransi akan membuat Laporan Keuangan perusahaan asuransi menjadi
?berdayabanding? (comparable) dengan industri-industri lain seperti perbankan dan perusahaan jasa
keuangan lainnya karena PSAK 62: Kontrak Asuransi yang berlaku saat ini masih memungkinkan
pelaporan yang bervariasi di setiap yurisdiksi/negara. Selain itu, PSAK 74 juga mensyaratkan
pemisahan yang jelas antara pendapatan yang dihasilkan dari bisnis asuransi dengan pendapatan dari
kegiatan investasi sehingga seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) dari laporan keuangan,
termasuk pemegang polis maupun investor, mendapatkan informasi yang transparan atas laporan
keuangan perusahaan yang memiliki kontrak asuransi untuk produk perlindungan asuransi dengan fitur
investasi. PSAK 74 ini akan menggantikan PSAK 62 ?Kontrak Asuransi? dan mulai berlaku efektif 1
Januari 2025 dengan penerapan dini diperkenankan. Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi ?
Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71- Informasi Komparatif, berlaku efektif ketika entitas pertama
kali menerapkan PSAK 74.
Page 17
[6611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Insurance Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment plant, and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 1,003,839,000 1,003,839,000 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
dimiliki langsung 10,541,349,300 67,763,029 10,609,112,329 improvement, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
11,584,066,214 152,796,820 11,736,863,034
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
3,192,001,000 ( 822,000,000 ) 2,370,001,000
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 26,321,255,514 220,559,849 ( 822,000,000 ) 25,719,815,363 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
26,321,255,514 220,559,849 ( 822,000,000 ) 25,719,815,363
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
dimiliki langsung 5,773,873,798 236,376,082 6,010,249,880 improvement, directly accumulated depreciation
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
8,897,940,840 487,219,291 9,385,160,131
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
2,738,749,908 69,066,559 ( 801,980,508 ) 2,005,835,959
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 17,410,564,546 792,661,932 ( 801,980,508 ) 17,401,245,970 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
17,410,564,546 792,661,932 ( 801,980,508 ) 17,401,245,970
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
8,910,690,968 8,318,569,393
equipment
Page 18
[6611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Insurance Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 1,003,839,000 1,003,839,000 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
dimiliki langsung 10,541,349,300 10,541,349,300 improvement, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
11,390,517,435 427,751,001 ( 234,202,222 ) 11,584,066,214
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
2,941,879,000 440,072,000 ( 189,950,000 ) 3,192,001,000
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 25,877,584,735 867,823,001 ( 424,152,222 ) 26,321,255,514 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
25,877,584,735 867,823,001 ( 424,152,222 ) 26,321,255,514
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
dimiliki langsung 5,301,686,326 472,187,472 5,773,873,798 improvement, directly accumulated depreciation
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
7,888,941,123 1,239,560,905 ( 230,561,188 ) 8,897,940,840
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
2,862,240,137 66,459,771 ( 189,950,000 ) 2,738,749,908
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 16,052,867,586 1,778,208,148 ( 420,511,188 ) 17,410,564,546 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
16,052,867,586 1,778,208,148 ( 420,511,188 ) 17,410,564,546
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
9,824,717,149 8,910,690,968
equipment
Page 19
[6611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Insurance Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Seluruh Aset termasuk tanah dan bangunan yang dimiliki Perusahaan tidak ada yang disewakan Disclosure of notes for property, plant and
maupun dijaminkan kepada pihak lain, beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada equipment
tanggal-tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp 394,105,630,- dan
Rp 1,778,208,148 Kecuali atas tanah, aset tetap pemilikan langsung telah diasuransikan kepada PT
Asuransi Central Asia untuk kendaraan bermotor sebesar Rp 1,338,220,000 dan PT Asuransi Dayin
Mitra Tbk sebesar Rp 22.860.602.370 untuk tahun 2023 dan PT Asuransi Central Asia (pihak berelasi)
untuk kendaraan bermotor sebesar Rp 1,537,800,000 dan PT Asuransi Dayin Mitra Tbk sebesar Rp
22.661.022.370 untuk tahun 2022
Page 20
[6612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Insurance Industry - Current Year
30 June 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode
Aset hak guna, periode awal Penambahan aset hak guna
akhir
Right of use assets, beginning Right of use assets, end
Addition in right of use assets
period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 3,896,956,117 3,896,956,117 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 3,896,956,117 3,896,956,117 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 2,377,803,745 396,300,627 2,774,104,372 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 2,377,803,745 396,300,627 2,774,104,372 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 1,519,152,372 1,122,851,745 Right of use assets Carrying amount
Page 21
[6612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Insurance Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode
Aset hak guna, periode awal Penambahan aset hak guna
akhir
Right of use assets, beginning Right of use assets, end
Addition in right of use assets
period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 3,896,956,117 3,896,956,117 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 3,896,956,117 3,896,956,117 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 1,585,202,494 792,601,251 2,377,803,745 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 1,585,202,494 792,601,251 2,377,803,745 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 2,311,753,623 1,519,152,372 Right of use assets Carrying amount
Page 22
[6612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Insurance Industry
Page 23
[6710000] Statement of source and distribution of Zakat Fund - Sharia Insurance
Page 24
[6720000] Statement of Changes in Saving Fund
Page 25
[6800000] Statement for use and source of Benevolent Funds
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.