Back to announcement
Laporan Keuangan AHAP TW II 2023 (unaudited).pdf
Financial statement Text extracted AHAPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 69
Page 1
P.T. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk. LAPORAN KEUANGAN UNTUK MASA ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2023 DAN 2022 (UNAUDITED)
Page 2
Page 3
P.T. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI 1
LAPORAN KEUANGAN - Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 serta
untuk masa tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
Laporan Posisi Keuangan 2-3
Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain 4
Laporan Perubahan Ekuitas 5
Laporan Arus Kas 6
Catatan Atas Laporan Keuangan 7
Halaman 1
Page 4
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
PER 30 JUNI 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 JUNI 2023 31 DESEMBER 2022
ASET
KAS DAN BANK 3e,3v,4,28&34 18.836.280.958 12.997.982.539
PIUTANG PREMI - Setelah Dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar masing-masing
Rp 394.644.348,- dan Rp 614.645.615,- untuk
Tahun 2023 dan 2022 3f,4c,5,28&34 90.909.996.026 98.637.749.374
PIUTANG REASURANSI - Setelah Dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar masing-masing
Rp 5.568.874.010,- dan Rp 3.991.157.539,- untuk
Tahun 2023 dan 2022 3f,6,28&34 76.844.521.222 118.734.669.434
PIUTANG LAIN-LAIN 3v&7 5.488.748.514 2.213.172.078
UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA 3g 16.384.745.069 5.176.210.045
INVESTASI
Deposito berjangka 3v,8,28&29 172.892.900.000 135.052.400.000
Reksadana:
Tersedia Untuk Dijual 128.786.246 129.257.646
Saham:
Tersedia Untuk Dijual 1.435.264.935 1.378.049.820
Obligasi:
Yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo 62.013.909.657 62.092.990.881
Investasi lainnya:
Penyertaan Pada Menara Proteksi 4.000.000 4.000.000
Penyertaan Pada Perusahaan Asuransi Resiko Khusus 2.908.259.629 2.908.259.629
Lain - lain 1.229 4.313.970
JUMLAH INVESTASI 239.383.121.697 201.569.271.946
ASET REASURANSI 3l,9,34 506.758.919.251 478.006.031.302
ASET TETAP - Setelah dikurangi akumulasi
penyusutan masing - masing sebesar
Rp. 17.401.245.970,- dan Rp 17.410.564.546,- untuk
Tahun 2023 dan 2022 3h,10&34 8.318.569.393 8.910.690.968
ASET HAK GUNA 1.122.851.745 1.519.152.372
ASET PAJAK TANGGUHAN 15 4.570.411.799 4.570.411.799
ASET LAIN-LAIN 11 974.106.196 944.106.196
JUMLAH ASET 969.592.271.871 933.279.448.053
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan Halaman 2
Page 5
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
PER 30 JUNI 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 JUNI 2023 31 DESEMBER 2022
LIABILITAS & EKUITAS
LIABILITAS
Utang Klaim - pihak ketiga 3j,12&28 4.750.289.784 4.264.053.598
Utang Reasuransi - pihak ketiga 3v,13&28 1.788.188.180 26.814.718.185
Utang Komisi 3v,14&28 5.052.328.846 6.193.276.736
Utang Lain-lain 3v&19 3.856.422.537 8.425.279.896
Utang Pajak 3u&15 524.188.381 1.139.817.646
Biaya Masih Harus Dibayar 3v&16 4.916.210.246 5.911.759.672
Pendapatan dan Premi Diterima di Muka 3q&17 10.837.732.301 5.778.465.058
Liabilitas Kontrak Asuransi 3p,18&29 723.946.329.302 652.624.526.916
Liabilitas Imbalan Kerja 3k 9.499.761.368 10.352.555.122
Liabilitas Sewa 1.292.256.489 1.707.731.938
JUMLAH LIABILITAS 766.463.707.435 723.212.184.767
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 50 per saham
Modal Dasar - 6.000.000.000 saham Tahun 2020 dan 2019
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
4.900.000.000 saham. 20 245.000.000.000 245.000.000.000
Laba yang belum direalisasi atas efek tersedia -
untuk dijual 438.104.201 380.889.086
Tambahan Modal Disetor 21 78.178.625.152 78.178.625.152
Pendapatan Komprehensif Lain 5.582.898.227 5.582.898.227
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 600.000.000 600.000.000
Belum Ditentukan Penggunaanya (126.671.063.144) (119.675.149.179)
JUMLAH EKUITAS 203.128.564.436 210.067.263.286
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 969.592.271.871 933.279.448.053
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan Halaman 3
Page 6
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 JUNI 2023 30 JUNI 2022
PENDAPATAN UNDERWRITING 3r,22&29
Premi Bruto 365.736.445.510 400.149.963.390
Premi Reasuransi (220.320.549.459) (250.469.989.362)
Penurunan (Kenaikan) Premi yang Belum
Merupakan Pendapatan (23.941.360.020) (42.928.702.606)
Jumlah Pendapatan Premi - Neto 121.474.536.031 106.751.271.423
BEBAN UNDERWRITING
Beban Klaim 3m,23&29
Klaim Bruto 203.595.543.108 241.479.680.296
Klaim Reasuransi (139.956.138.220) (182.178.550.933)
Kenaikan (Penurunan) Estimasi Klaim Retensi
Sendiri 19.965.647.089 7.574.978.765
Jumlah Beban Klaim 83.605.051.976 66.876.108.127
Beban Komisi - Neto 3n&24 (20.831.692.738) (15.034.389.948)
Beban Underwriting Lainnya 3x (915.882.388) (2.085.487.950)
Jumlah Beban Underwriting 61.857.476.850 49.756.230.229
HASIL UNDERWRITING 59.617.059.181 56.995.041.194
HASIL INVESTASI 3s,25&29 4.535.464.347 3.893.423.094
BEBAN USAHA 3t,26&29 (66.898.404.396) (58.646.973.912)
LABA (RUGI) USAHA (2.745.880.868) 2.241.490.376
Pendapatan Usaha Lainnya - Neto 27&29 (4.250.033.097) 2.086.913.076
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (6.995.913.965) 4.328.403.451
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 3u&29 - -
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN (6.995.913.965) 4.328.403.451
Penghasilan Komprehensif Lain :
Akan direklasifikasi ke laba rugi
Laba(Rugi) yang Belum Direalisasi atas Efek
Tersedia Untuk Dijual 57.215.115 (48.426.455)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (6.938.698.850) 4.279.976.996
LABA (RUGI) NETO PER SAHAM DASAR 31 (1,43) 1,47
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan Halaman 4
Page 7
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rugi Belum
Direalisasi atas Surplus Pendapatan Saldo Laba
Modal Komprehensif
Tambahan Efek Tersedia Revaluasi Ditentukan Belum Ditentukan
Lainnya
Saham
Modal Disetor untuk Dijual Aset Tetap Penggunaannya Penggunaannya Jumlah
Catatan
SALDO PADA 31 DESEMBER 2021 147.000.000.000 79.565.500.000 541.627.671 - 6.634.858.659 600.000.000 (112.205.765.972) 122.136.220.358
RUGI NETO TAHUN BERJALAN - - - - - - 4.328.403.451 4.328.403.451
Penghasilan Komprehensif Lain :
Tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - - - - - - - -
Akan direklasifikasi ke laba rugi
Laba yang belum direalisasi atas efek
Tersedia untuk dijual - - (48.426.455) - - - - (48.426.455)
SALDO PADA 30 JUNI 2022 147.000.000.000 79.565.500.000 493.201.216 - 6.634.858.659 600.000.000 (107.877.362.521) 126.416.197.354
SALDO PADA 31 DESEMBER 2022 245.000.000.000 78.178.625.152 380.889.086 - 5.582.898.227 600.000.000 (119.675.149.179) 210.067.263.286
LABA NETO TAHUN BERJALAN - - - - - - (6.995.913.965) (6.995.913.965)
Penawaran Umum Terbatas IV - - - - - - - -
Penghasilan Komprehensif Lain :
Tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - - - - - - - -
Akan direklasifikasi ke laba rugi
Laba yang belum direalisasi atas efek
Tersedia untuk dijual - - 57.215.115 - - - - 57.215.115
SALDO PADA 30 JUNI 2023 245.000.000.000 78.178.625.152 438.104.201 - 5.582.898.227 600.000.000 (126.671.063.144) 203.128.564.436
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan Halaman 5
Page 8
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023 DAN 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 JUNI 2023 30 JUNI 2022
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan premi 362.796.174.026 382.088.178.192
Penerimaan klaim dan potongan reasuransi 252.174.342.639 236.167.255.891
Pembayaran premi asuransi (245.347.079.465) (258.800.541.447)
Pembayaran klaim (203.109.306.921) (234.792.606.721)
Pembayaran potongan premi kepada tertanggung dan
potongan premi atas premi diterima dimuka (50.637.311.359) (71.631.545.676)
Pembayaran beban usaha (62.512.783.799) (55.582.338.454)
Penerimaan (pembayaran) pajak penghasilan badan - -
Lain-lain - -
Kas Neto Dipergunakan Untuk Aktivitas Operasi 53.364.035.120 (2.551.598.215)
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Hasil investasi 4.480.778.347 3.940.165.911
Perolehan aset tetap pemilikan langsung (220.559.849) (174.374.580)
Hasil penjualan aset tetap pemilikan langsung 822.000.000 28.858.966
Peningkatan Aset lain-lain (16.138.034.493) (4.957.451.438)
Penurunan Aset lain-lain 1.343.929.043
Penurunan Investasi 98.290.370.700 19.658.953.281
Peningkatan Investasi (136.104.220.449) (13.705.099.035)
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Investasi (47.525.736.702) 4.791.053.105
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan - -
Penawaran Umum Terbatas IV - -
Pinjaman Subordinasi - -
- -
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan - -
KENAIKAAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK 5.838.298.419 2.239.454.891
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 12.997.982.539 5.516.122.743
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 18.836.280.958 7.755.577.633
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan Halaman 6
Page 9
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
1. Gambaran Umum Perusahaan
a. Pendirian Perusahaan
PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (Perusahaan) d/h PT Asuransi
Harapan Aman Pratama didirikan pada tanggal 28 Mei 1982
berdasarkan Akta Notaris Trisnawati Mulia, SH No. 76 yang telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. C2-1325.HT.01.01.Th.82 tangga1 21 September 1982.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Rahayu Ningsih, S.H No.
1 tanggal 7 September 2022 mengenai peningkatan modal dan
disetor Perusahaan melalui Penambahan Modal dengan Hak memesan
Efek Terlebih Dahulu IV (PMHMETD IV).
Perubahan ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU-
0181488.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 13 September 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup
kegiatan Perusahaan adalah melakukan usaha dibidang asuransi
umum konvensional.
Perusahaan berkantor pusat di Wisma 46 Lantai 33, Kota BNI, Jl.
Jend Sudirman Kav 1, Jakarta dan memiliki jaringan operasi
sebanyak 3(tiga) kantor cabang dan 7 (tujuh) kantor pemasaran.
Perusahaan mulai beroperasi komersial sebagai perusahaan
asuransi kerugian sejak tahun 1983 berdasarkan Surat Ijin Usaha
dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 633/MD/1983 tanggal
11 Pebruari 1983.
Entitas induk Perseroan adalah PT. Asuransi Central Asia yang
memegang saham 62,58% dari modal disetor dan ditempatkan penuh.
Adapun pemegang saham PT Asuransi Central Asia terdiri dari :
1. PT. Asian International Investindo yang memegang saham 32%
dari modal disetor dan ditempatkan penuh.
2. PT. Lintas Sejahtera Langgeng yang memegang saham 18,93% dari
modal disetor dan ditempatkan penuh.
3. Dan perorangan yang memegang saham 49,07% dari modal disetor
dan ditempatkan penuh.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 30 Juli 1990, Perusahaan memperoleh pernyataan
efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. SI-
128/SHM/ MK.10/1990 untuk melakukan penawaran umum saham kepada
masyarakat melalui Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya
sebanyak 1.000.000 saham.
Halaman 7
Page 10
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
1. Gambaran Umum Perusahaan (lanjutan)
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan (lanjutan)
Berdasarkan RUPS tanggal 16 Juni 1992, para pemegang saham
menyetujui pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi
agio saham dengan rasio setiap pemilik 2 (dua) saham lama akan
mendapat 1 (satu) saham bonus. Pencatatan saham bonus dilakukan
di Bursa Efek pada tanggal 1 Maret 1993 dan bersamaan dengan itu
dilakukan pencatatan saham pendiri (company listing) sehingga
seluruh saham tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
Surabaya berjumlah 6.000.000 saham.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 30 Juni 1997
ditetapkan pemecahan saham (stock split) atas nilai nominal
saham dari Rp1.000,- (seribu Rupiah) per saham menjadi Rp500,-
(lima ratus Rupiah) per saham sehingga seluruh saham Perusahaan
menjadi sebanyak 12.000.000 saham. Namun stock split tersebut
baru efektif dilaksanakan pada tanggal 4 September 2000.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal
21 Mei 2003. Perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen
saham kepada seluruh pemegang saham secara proporsional sesuai
dengan jumlah saham yang dimilikinya dan tercatat dalam Daftar
Pemegang Saham di mana jumlah saham yang akan dikeluarkan adalah
sebanyak 2.000.000 saham dengan perbandingan setiap pemegang 6
saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham akan
mendapatkan 1 dividen saham. Sehubungan dengen pembagian dividen
saham, maka modal ditempatkan dan disetor Perusahaan meningkat
sebesar Rp1.000.000.000,- (satu miliar Rupiah) atau 2.000.000
saham sehingga jumlah modal ditempatkan dan disetor Perusahaan
meningkat sebesar Rp1.000.000.000,- (satu miliar Rupiah) atau
2.000.000 saham sehingga jumlah modal ditempatkan dan disetor
Perusahaan menjadi sebesar Rp7.000.000.000,- (tujuh miliar
Rupiah) atau 14.000.000 saham.
Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal
21 Mei 2003 telah disetujui untuk melakukan pemecahan saham
(stock split) atas nilai nominal saham dari Rp500,- (lima ratus
Rupiah) per saham menjadi Rp50,- (lima puluh Rupiah) per saham
sehingga jumlah keseluruhan saham Perusahaan menjadi sebanyak
140.000.000 saham.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa tanggal 1 Juli 2004, para pemegang saham telah
menyetujui pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi
agio saham sampai dengan tahun buku 2003 sebesar
Rp6.000.000.000,- (enam miliar Rupiah) yang akan dikonversi
menjadi saham dimana pemilik 7 saham lama dengan nilai nominal
Rp50,- (lima puluh Rupiah) akan memperoleh 6 saham bonus. Jumlah
saham yang dikeluarkan sehubungan dengan pembagian saham bonus
adalah sejumlah 120.000.000 saham. Modal ditempatkan dan disetor
perseroan akan meningkat dari 140.000.000 saham atau seluruhnya
sebesar Rp7.000.000.000,- (tujuh miliar Rupiah) menjadi
260.000.000 saham atau seluruhnya sebesar Rp13.000.000.000,-
Halaman 8
Page 11
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
1) Gambaran Umum Perusahaan (lanjutan)
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan (lanjutan)
(tiga belas miliar Rupiah). Selain itu, dalam Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan tanggal 24 Mei 2004, para pemegang saham
setuju dengan pembagian dividen tunai sebesar Rp20,- (dua puluh
Rupiah) setiap saham, yang akan dibayarkan atas 140.000.000
saham atau seluruhnya sebesar Rp2.800.000.000,- (dua miliar
delapan ratus juta Rupiah).
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa yang telah diaktakan dengan akta No. 47 dari Notaris
Fathiah Helmi, SH Tanggal 25 Juni 2007, para pemegang saham
telah menyetujui pembagian saham bonus yang berasal dari:
a. Kapitalisasi Agio Saham sampai dengan tahun buku 2006 sebesar
Rp250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta Rupiah) yang akan
dikonversi menjadi saham, dimana pemilik 52 saham lama
memperoleh 1 saham bonus dengan nilai nominal Rp50,- (lima
puluh Rupiah) setiap saham.
b. Kapitalisasi Selisih Penilaian Kembali Aset Tetap perseroan
sebesar Rp2.250.000.000,- (dua miliar dua ratus lima puluh
juta Rupiah) berdasarkan surat keputusan Direktorat Jendral
Pajak No.394/WPJ.07/ BD.04/2004 Tanggal 23-12-2004 akan
dikonversi menjadi saham, dimana pemilik 52 saham lama
memperoleh 9 saham bonus dengan nilai nominal Rp50,- (lima
puluh Rupiah) setiap saham.
Setelah pembagian saham bonus maka modal ditempatkan dan modal
disetor Perseroan meningkat dari 260.000.000 saham menjadi
310.000.000 lembar saham atau seluruhnya sebesar
Rp15.500.000.000,- (lima belas miliar lima ratus juta Rupiah).
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa yang telah diaktakan dengan akta No. 13 dari Notaris
Fathiah Helmi, SH Tanggal 18 Nopember 2008, para pemegang saham
telah menyetujui Peningkatan Modal ditempatkan dan disetor
Perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas I (“PUT I”) dengan
menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sebanyak
190.000.000 saham biasa atas nama baru dengan nilai nominal
Rp50,- (lima puluh Rupiah) per saham yang ditawarkan dengan
harga penawaran Rp80,- (delapan puluh Rupiah) setiap sahamnya.
Setiap pemegang 31 (tiga puluh satu) saham lama mempunyai 19
(sembilan belas) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak
membeli 1 (satu) saham baru yang berasal dari portepel
Perusahaan.
Berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Dalam Rangka
Penawaran Umum Terbatas I No. 64 tanggal 23 Juni 2009 yang
dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, akta
mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya
Nomor: No. AHU-59718.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 8 Desember
2009, dan telah terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0081644.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 8 Desember 2009, serta
telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran
Halaman 9
Page 12
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
1. Gambaran Umum Perusahaan (lanjutan)
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan (lanjutan)
Perusahaan Kota Madya Jakarta Pusat pada tanggal 23 September
2013 di bawah No. 09.05.1.65.05054, serta telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia 80 tanggal 5 Oktober 2010 dan
Tambahan Berita Negara Republik Indonesia 25007, dimana para
pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal dasar serta
modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan yang merupakan
realisasi hasil Penawaran Umum Terbatas I Perseroan sehingga
merubah Pasal 4 ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan.
Setelah pelaksanaan PUT I maka modal ditempatkan dan disetor
perseroan meningkat dari 310.000.000 lembar saham menjadi
500.000.000 lembar saham atau seluruhnya sebesar
Rp25.000.000.000,- (dua puluh lima miliar Rupiah).
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa yang telah diaktakan dengan akta No. 64 dari Notaris
Fathiah Helmi, SH Tanggal 15 Juni 2015, para pemegang saham
telah menyetujui Peningkatan Modal ditempatkan dan disetor
Perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas II (“PUT II”) dengan
menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sebanyak
340.000.000 saham biasa atas nama baru dengan nilai nominal Rp
50,- (lima puluh Rupiah) per saham yang ditawarkan dengan harga
penawaran Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah) setiap sahamnya.
Setiap pemegang 25 (dua puluh lima) saham lama mempunyai 17
(tujuh belas) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak membeli
1 (satu) saham baru yang berasal dari portepel Perseroan.
Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Dalam Rangka Penawaran
Umum Terbatas II No. 64 tanggal 15 Juni 2015 yang dibuat di
hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya Nomor: No. AHU-
0939222.AH.01.02. Tahun 2015 tanggal 10 Juli 2015, dan telah
terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU-3532261.AH.01.11.Tahun
2015 tanggal 10 Juli 2015.
Setelah pelaksanaan PUT II maka modal ditempatkan dan disetor
perseroan meningkat dari 500.000.000 lembar saham menjadi
840.000.000 lembar saham atau seluruhnya sebesar
Rp42.000.000.000,- (empat puluh dua miliar Rupiah).
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang
telah diaktakan dengan Akta
No. 60 dari Notaris Fathiah Helmi, SH tanggal 13 Juni 2017, para
pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan keuntungan tahun
buku 2016 dimana:
1. Sebesar Rp840.000.000,- dibagikan sebagai deviden tunai;
2. Sebesar Rp30.000.000,- disisihkan sebagai dana cadangan;
3. Sisanya sebesar Rp7.327.080.610,- dimasukkan sebagai saldo
laba.
Halaman 10
Page 13
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
2. Gambaran Umum Perusahaan (lanjutan)
b.Penawaran Umum Efek Perusahaan (lanjutan)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa yang telah diaktakan dengan akta No. 92 dari Notaris
Fathiah Helmi, SH Tanggal 25 April 2018, para pemegang saham
telah menyetujui Peningkatan Modal ditempatkan dan disetor
Perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas III (“PUT III”) dengan
menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sebanyak
2.100.000.000 saham biasa atas nama baru dengan nilai nominal Rp
50,- (lima Puluh rupiah) per saham yang ditawarkan dengan harga
penawaran Rp 70,- (tujuh puluh rupiah) setiap sahamnya. Setiap
pemegang 2 (dua) saham lama mempunyai 5 (lima) HMETD dimana
setiap 1 (satu) HMETD berhak membeli 1 (satu) saham baru yang
berasal dari portepel Perseroan.
Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa nomor 14 tanggal
14 Agustus 2018 yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi SH,
maka modal ditempatkan dan disetor perusahaan setelah
pelaksanaan PUT III meningkat dari 840.000.000 lembar saham
menjadi 2.940.000.000 lembar saham atau seluruhnya sebesar
Rp147.000.000.000,- (Seratus Empat Puluh Tujuh Miliar Rupiah).
Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris
PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk No. 1 tanggal 7 September
2022 yang dibuat di hadapan Notaris Rahayu Ningsih, SH, Notaris
di Jakarta, maka modal ditempatkan dan disetor Perusahaan
setelah pelaksanaan PUT IV meningkat dari 2.940.000.000 lembar
saham menjadi 4.900.000.000 lembar saham atau seluruhnya sebesar
Rp245.000.000.000,- (dua ratus empat puluh lima miliar Rupiah).
c.Direksi, Dewan Komisaris, Karyawan dan Komite Audit
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang
telah diaktakan dengan Akta No. 18 dari Notaris Rahayu Ningsih,
SH tanggal 30 Agustus 2019, susunan Dewan Komisaris Perusahaan
adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tuan Adhi Indrawan
Komisaris Independen : Tuan Budi Santoso Tanuwibawa
Komisaris Independen : Tuan Pramono Margono
Komisaris Independen : Tuan Bambang Heryanto
Halaman 11
Page 14
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
1. Gambaran Umum Perusahaan (lanjutan)
c. Direksi, Dewan Komisaris, Karyawan dan Komite Audit (Lanjutan)
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang
telah diaktakan dengan Akta No. 08 dari Notaris Rahayu Ningsih,
SH tanggal 28 September 2020, susunan Dewan Direksi Perusahaan
adalah sebagai berikut :
Direksi
Direktur Utama : Tuan Roy S. Wiradharma
Direktur : Ibu Treesje Halim
Direktur : Ibu Dwi Wahyuni
Direktur : Ibu Rinawati
Direktur : Tuan Alamsyah
Direktur : Tuan Sutjianta
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang
telah diaktakan dengan Akta No. 20 dari Notaris Rahayu Ningsih,
SH tanggal 7 Juni 2023, susunan Komisaris dan Dewan Direksi
Perusahaan adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tuan Adhi Indrawan
Komisaris Independen : Tuan Pramono Margono
Komisaris Independen : Tuan Adie Poernomo Widjaya
Direksi
Direktur Utama : Tuan Yulianto Piettojo
Direktur : Tuan Josef Gunawan Setyo
Direktur : Tuan Indradi Prasodjo
Direktur : Ibu Treesje Halim
Direktur : Tuan Sutjianta
Berdasarkan surat Keputusan Direksi No. 006/HGI-DIR/XII/05
tanggal 2 Desember 2005, Perusahaan telah menunjuk Sekretaris
Perusahaan, selanjutnya dengan diterbitkannya peraturan Otoritas
Jasa Keuangan
No. 35/POJK-4/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris
Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik (Selanjutnya disebut
POJK 35) dengan memperhatikan persyaratan dalam Pasal 9 ayat (1)
POJK No. 35 tentang persyaratan Sekretaris Perusahaan, dengan
Surat Keputusan Direksi No. 201/HGI-DIR/V/2015 tanggal
13 Mei 2015 telah mengukuhkan kembali penunjukan Sekretaris
Perusahaan adalah sebagai berikut :
Sekretaris Perusahaan : Tuan Sutjianta
Pembentukan Komite Audit mengacu pada POJK No. 55/POJK.04/2015
tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan Komite Audit,
Perusahaan telah membentuk Komite Audit berdasarkan Surat
Keputusan Dewan Komisaris No. 005/AHAP-DK/X/2019 tanggal 31
Oktober 2019 tentang Pengangkatan Komite Audit, yang telah
dirubah melalui Addendum 01 tanggal 12 Juni 2023 sebagai
berikut:
Halaman 12
Page 15
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
1. Gambaran Umum Perusahaan (lanjutan)
c. Direksi, Dewan Komisaris, Karyawan dan Komite Audit (Lanjutan)
Komite Audit
Ketua : Tuan Pramono Margono
Anggota : Tuan Sentot Margianto
Anggota : Tuan Moch Mabror
Berdasarkan surat Keputusan Direksi No. 0005/INT-DRU/SKD/09/2022
tanggal 9 September 2022, Perseroan telah menunjuk Kepala Unit
Audit Internal Perseroan sebagai berikut :
Kepala Audit Internal : Ibu Nina Prana Nurneva CH
Personel manajemen kunci terdiri dari Komisaris, Direksi, dan Kepala
Divisi, Jumlah karyawan Per 30 Juni 2023 adalah lebih kurang 240 Karyawan
dan per 31 Desember 2022 lebih kurang 238 karyawan.
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI
a. Standar (SAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(ISAK) yang Diterbitkan dan Berlaku Efektif Dalam Tahun
Berjalan (pada atau setelah 1 Januari 2022)
Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan standar
akuntansi keuangan (“SAK”) dan interpretasi standar
akuntansi keuangan (“ISAK”) baru dan revisi termasuk
pengesahan amandemen dan penyesuaian tahunan yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia yang dianggap relevan dengan kegiatan
operasinya dan mempengaruhi laporan keuangan berlaku
efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2022.
SAK dan ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amandemen
dan penyesuaian tahunan yang berlaku efektif dalam tahun
berjalan adalah sebagai berikut:
- Amendemen PSAK 22 Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke
Kerangka Konseptual untuk mengklarifikasi interaksi antara
PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30 dan Kerangka Konseptual Pelaporan
Keuangan. Secara umum Amendemen PSAK 22 ini menambahkan
deskripsi terkait “liabilitas dan liabilitas kontinjensi
dalam ruang lingkup PSAK 57 atau ISAK 30” yang dinyatakan
dalam paragraf 21A-21C., mengubah paragraf 23 dengan
mengklarifikasi liabilitas kontinjesi yang diakui pada
tanggal akuisisi, menambahkan paragraf 23A terkait definisi
aset kontinjensi dan perlakuan akuntansinya.
Halaman 13
Page 16
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
2) PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI
(LANJUTAN)
a. Standar (SAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(ISAK) yang Diterbitkan dan Berlaku Efektif Dalam Tahun
Berjalan (pada atau setelah 1 Januari 2022) (Lanjutan)
- Amendemen PSAK 57, Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan
Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya
Memenuhi Kontrak. Amendemen ini mengklarifikasi biaya untuk
memenuhi suatu kontrak dalam kaitannya dalam menentukan
apakah suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan.
Amendemen PSAK 57 mengatur bahwa biaya untuk memenuhi
kontrak terdiri dari biaya yang berhubungan langsung dengan
kontrak. Biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak
terdiri dari:
biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan
alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk
memenuhi kontrak.
- PSAK 73 (Penyesuaian 2020) mengklarifikasi pengukuran
oleh penyewa dan pencatatan perubahan masa sewa terkait
“perbaikan properti sewaan” pada contoh ilustratif 13
(Bagian 1).
b. Standar (SAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(ISAK) yang Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif Dalam
Tahun Berjalan.
- Amendemen PSAK 1 dan 25: Amendemen PSAK 1 mengubah
istilah “signifikan” menjadi “material” dan memberi
penjelasan mengenai kebijakan akuntansi material. Sedangkan
Amendemen PSAK 25 memberi definisi baru dari “estimasi
akuntansi” dan penjelasannya. Amendemen tersebut berlaku
efektif pada atau setelah 1 Januari 2023 dan penerapan dini
diperkenankan.
- Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang
Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka
Panjang. Amendemen tersebut mengklarifikasi salah satu
kriteria dalam mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka
panjang yaitu mensyaratkan entitas memiliki hak untuk
menangguhkan penyelesaian liabilitas setidaknya selama 12
bulan setelah periode pelaporan. Amendemen tersebut berlaku
efektif pada 1 Januari 2023 dan penerapan dini
diperkenankan.
- Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum
Penggunaan yang Diintensikan. Amendemen ini berlaku efektif
untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan.
Halaman 14
Page 17
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI
(LANJUTAN)
b. Standar (SAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(ISAK) yang Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif Dalam
Tahun Berjalan (Lanjutan)
- PSAK 74: Kontrak Asuransi akan membuat Laporan Keuangan
perusahaan asuransi menjadi “berdayabanding” (comparable)
dengan industri-industri lain seperti perbankan dan
perusahaan jasa keuangan lainnya karena PSAK 62: Kontrak
Asuransi yang berlaku saat ini masih memungkinkan pelaporan
yang bervariasi di setiap yurisdiksi/negara. Selain itu,
PSAK 74 juga mensyaratkan pemisahan yang jelas antara
pendapatan yang dihasilkan dari bisnis asuransi dengan
pendapatan dari kegiatan investasi sehingga seluruh
stakeholders (pemangku kepentingan) dari laporan keuangan,
termasuk pemegang polis maupun investor, mendapatkan
informasi yang transparan atas laporan keuangan perusahaan
yang memiliki kontrak asuransi untuk produk perlindungan
asuransi dengan fitur investasi. PSAK 74 ini akan
menggantikan PSAK 62 “Kontrak Asuransi” dan mulai berlaku
efektif 1 Januari 2025 dengan penerapan dini diperkenankan.
- Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi – Penerapan Awal
PSAK 74 dan PSAK 71- Informasi Komparatif, berlaku efektif
ketika entitas pertama kali menerapkan PSAK 74.
Beberapa dari SAK dan ISAK termasuk amandemen dan
penyesuaian tahunan yang berlaku dalam tahun berjalan dan
relevan dengan kegiatan Perusahaan telah diterapkan
sebagaimana dijelaskan dalam “Ikhtisar Kebijakan Akuntansi
yang Penting”
Beberapa SAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan
kegiatan Perusahaan atau mungkin akan mempengaruhi kebijakan
akuntansinya dimasa depan sedang dievaluasi oleh manajemen
potensi dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-
standar ini terhadap laporan keuangan.
Halaman 15
Page 18
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam
penyajian laporan keuangan kecuali bagi penerapan beberapa SAK
dan ISAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal
1 Januari 2022 yaitu sebagai berikut:
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK, yang
mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia,
termasuk standar baru dan yang direvisi amandemen dan
penyesuaian, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari
2020, serta Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawasan Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (sekarang menjadi Otoritas Jasa
Keuangan atau OJK) No. Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012
yaitu Peraturan No.VIII.G.7 tentang Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik
yang berlaku untuk laporan keuangan yang berakhir pada atau
setelah tanggal 31 Desember 2012.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Revisi
2013), “Penyajian Laporan Keuangan”. PSAK revisi ini
mengubah pengelompokkan item-item yang disajikan dalam
penghasilan komprehensif lain (OCI). Item-item yang akan
direklasifikasi ke laba rugi akan disajikan terpisah dari
item-item yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan
usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas yang
menggunakan dasar kas.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini
adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali
untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain
sebagaimana yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam
masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung
(direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan
adalah Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional
Perusahaan.
Halaman 16
Page 19
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (Lanjutan)
Ketika Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi
secara restrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos
laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi
pos-pos dalam laporan keuangannya maka Perusahaan
menyajikan kembali laporan posisi keuangan pada awal
periode komparatif yang disajikan.
c. Transaksi Dengan Pihak-pihak Berelasi
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi
sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 7 (Revisi 2010)
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi” dan PSAK 7 (Penyesuaian
2015) “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
PSAK ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan
saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan
keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri
entitas induk dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan
secara individual.
PSAK ini juga memberikan pengecualian dari persyaratan umum
pengungkapan pihak berelasi atas transaksi dengan
pemerintah dan entitas yang dikendalikan, dikendalikan
bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh Pemerintah
(entitas berelasi dengan Pemerintah).
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait
dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (entitas
pelapor).
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi
dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas
entitas pelapor
memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor;
atau
personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas
induk entitas pelapor.
b. Suatu entitas mempunyai relasi dengan entitas pelapor
jika entitas jika memenuhi salah satu hal berikut:
entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari
kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait
dengan entitas lain).
satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura
bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu
kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya).
Halaman 17
Page 20
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
c. Transaksi Dengan Pihak-pihak Berelasi (Lanjutan)
kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari
pihak ketiga yang sama.
suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas
ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
dari entitas ketiga.
entitas tersebut adalah suatu program imbalan paska
kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas
pelapor atau entitas lain yang terkait dengan entitas
pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, maka entitas
sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama
oleh orang yang diidentifikasikan dalam huruf (a).
orang yang didentifikasikan dalam huruf (a.i) memiliki
pengaruh signifikan atas entitas atau personil
manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari
entitas).
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang
disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan
tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang
dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-
pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak
dengan persyaratan dan kondisi sebagaimana yang dilakukan
dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan pihak-
pihak berelasi, telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan yang relevan.
d. Pelaporan Segmen
Perusahaan melaporkan informasi segmen yang memungkinkan
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan
dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas
terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi.
Sebuah segmen operasi adalah sebuah komponen dari entitas
yang:
a. terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh
pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan
beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama);
b. hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh
pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen
tersebut dan menilai kinerjanya; dan
Halaman 18
Page 21
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
d. Pelaporan Segmen (Lanjutan)
c. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Perusahaan melakukan segmentasi pelaporan berdasarkan
informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil keputusan
operasional dalam mengevaluasi kinerja segmen dan menentukan
alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmentasi berdasarkan
aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di
dalam entitas.
e. Kas dan Bank
Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan
untuk membiayai kegiatan perusahaan.
Kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya sehubungan dengan persyaratan perjanjian
pinjaman atau perjanjian lainnya disajikan sebagai “Kas di
Bank dan Deposito Berjangka yang Dibatasi Penggunaannya”
sebagai aset tidak lancar.
Kas di bank dan deposito berjangka yang akan digunakan untuk
membayar liabilitas yang akan jatuh tempo dalam 1 (satu)
tahun, disajikan sebagai bagian dari aset lancar.
f. Piutang Premi dan Piutang Reasuransi
Piutang premi meliputi tagihan premi kepada
tertanggung/agen/broker sebagai akibat transaksi asuransi.
Dalam hal Perusahaan memberikan potongan premi kepada
tertanggung, maka potongan tersebut langsung dikurangkan
dari piutang preminya.
Penyisihan penurunan nilai dibentuk ketika terdapat bukti-
bukti objektif bahwa Perusahaan tidak akan dapat menagih
semua piutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
Reorganisasi keuangan debitur atau tunggakan dalam
pembayaran dianggap sebagai indikator bahwa piutang telah
turun nilainya. Jumlah penyisihan tersebut adalah selisih
antara nilai tercatat aset dengan estimasi nilai kini dari
arus kas masa depan, yang didiskontokan pada suku bunga
efektif awal.
Halaman 19
Page 22
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
f. Piutang Premi dan Piutang Reasuransi (Lanjutan)
Rugi penurunan nilai tersebut juga dihitung mengikuti metode
yang sama yang digunakan untuk aset keuangan yang dijelaskan
pada Catatan 3r.
Eksposur risiko yang terkait dengan kontrak asuransi dapat
dimitigasi dengan melakukan diversifikasi portofolio kontrak
asuransi dan area geografis. Keberagaman risiko diperbaiki
juga melalui pemilihan risiko dengan hati-hati dan
implementasi dari pedoman underwriting serta pengaturan
program reasuransi.
Nilai tercatat aset tersebut dikurangi dengan akun
penyisihan, dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Ketika
piutang usaha tidak dapat ditagih, piutang tersebut akan
dihapuskan terhadap akun penyisihan. Penerimaan atas jumlah
yang sebelumnya telah dihapuskan akan dikreditkan terhadap
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
g. Biaya dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat
masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method).
h. Aset Tetap
Perusahaan menerapkan PSAK 16 (Revisi 2011) “Aset Tetap”.
Perusahaan telah memilih metode saldo menurun (Declining
Balance Method) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset
tetapnya.
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya
perolehan termasuk biaya penggantian aset tetap saat biaya
tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan.
Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan,
biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying
amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi
kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan
yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat
terjadinya.
Halaman 20
Page 23
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
h. Aset Tetap (Lanjutan)
Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method) untuk bangunan dan metode saldo
menurun ganda (double decline method) untuk peralatan kantor
dan kendaraan bermotor berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aset tetap sebagai berikut:
Bangunan 20 Tahun
Peralatan kantor 4 dan 8 Tahun
Kendaraan bermotor 8 Tahun
Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak
disusutkan, kecuali dapat dibuktikan bahwa tanah tersebut
mempunyai umur manfaat tertentu. Beban-beban tertentu
sehubungan dengan perolehan tanah pada saat perolehan
pertama kali diakui sebagai bagian perolehan tanah.
Biaya yang berhubungan dengan perpanjangan hak-hak
kepemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang
umur hukum hak atas tanah atau umur ekonomis tanah (jika
dapat ditentukan), mana yang lebih pendek. Beban-beban ini
disajikan sebagai bagian dari “Beban Ditangguhkan” dalam
kelompok aset takberwujud pada laporan posisi keuangan .
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat
terjadinya; biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan
dikapitalisasi pada saat terjadinya, dan jika besar
kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan berkenaan dengan
aset tersebut akan mengalir ke entitas, dan biaya perolehan
aset dapat diukur secara andal.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat
dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan
yang diharapkan dari penggunaaan atau pelepasannya. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian aset (dihitung
sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun aset
tersebut dihentikan pengakuannya.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan
metode penyusutan direview, dan disesuaikan secara
prospektif bila diperlukan.
Halaman 21
Page 24
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
i. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Perusahaan menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), “Pengaruh
Perubahan Kurs Valuta Asing”.
Standar ini mengatur pengukuran dan penyajian mata uang
suatu Perusahaan di mana pengukuran mata uang harus
menggunakan mata uang fungsional sementara penyajian mata
uang dapat menggunakan mata uang selain mata uang
fungsional.
Dalam menentukan mata uang fungsional, entitas
mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
a. mata uang yang paling mempengaruhi harga jual untuk barang
dan jasa, atau dari suatu negara yang kekuatan persaingan
dan perundang-undangannya sebagian besar menentukan harga
jual dari barang dan jasanya;
b. mata uang yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja,
material dan biaya-biaya lain dari pengadaan barang atau
jasa;
c. mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan (antara
lain penerbitan instrumen utang dan ekuitas) dihasilkan;
d. mata uang dalam mana penerimaan dari aktivitas operasi
pada umumnya ditahan.
Perusahaan menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uang
fungsional dan mata uang pelaporan.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat kedalam Rupiah
dengan menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi. Pada
tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah dengan
menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia
pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode
tersebut. Laba atau rugi yang timbul dikreditkan atau
dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Halaman 22
Page 25
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
i. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (Lanjutan)
Kurs yang digunakan adalah kurs tengah yang diumumkan oleh
Bank Indonesia, sebagai berikut :
Mata Uang 30 Juni 2023 30 Juni 2022
Euro Rp 16.374 Rp 15.610
Amerika Dollar Rp 15.026 Rp 14.848
Singapore Dollar Rp 11.102 Rp 10.685
Australia Dollar Rp 10.030 Rp 10.209
Ringgit Malaysia Rp 3.213 Rp 3.374
Yuan Cina Rp 2.077 Rp 2.216
Yen Jepang Rp 105 Rp 109
j. Utang Klaim
Utang klaim adalah utang yang timbul sehubungan dengan
adanya persetujuan atas klaim yang diajukan oleh
tertanggung yang belum dibayar oleh Perusahaan. Utang klaim
diakui dan dicatat pada saat klaim disetujui untuk dibayar
(claim settled).
k. Penyisihan Imbalan Kerja
Perusahaan menerapkan PSAK 24 (Revisi 2014) “Imbalan Kerja”
dan Amandemen 2015 PSAK 24 “Imbalan Kerja tentang Program
Imbalan Pasti: Iuran Pekerja”, termasuk Penyesuaian 2016
PSAK 24. Selain itu, Perusahaan juga mengadopsi ISAK 15
"PSAK 24: Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan
Minimum dan Interaksinya".
PSAK ini memperkenalkan persyaratan untuk sepenuhnya
mengakui perubahan dalam liabilitas (aset) imbalan pasti
termasuk pengakuan segera dari biaya imbalan pasti termasuk
biaya jasa lalu yang belum menjadi hak (vested), dan
memerlukan pemilahan dari biaya imbalan pasti keseluruhan
menjadi komponen-komponen dan membutuhkan pengakuan
pengukuran kembali OCI (menghilangkan pendekatan
“koridor”), meningkatkan pengungkapan tentang program
imbalan pasti, modifikasi akuntansi untuk pesangon,
termasuk membedakan antara imbalan yang diberikan dalam
pemberian jasa dan imbalan yang diberikan dalam pemutusan
hubungan kerja, dan mengubah pengakuan dan pengukuran
imbalan pesangon.
Amandemen 2015 PSAK 24 menyederhanakan akuntansi untuk
kontribusi iuran dari pekerja atau pihak ketiga yang tidak
bergantung pada jumlah tahun jasa, misalnya iuran pekerja
yang dihitung berdasarkan persentase tetap dari gaji.
Halaman 23
Page 26
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
k. Penyisihan Imbalan Kerja (Lanjutan)
Amendemen 2018 PSAK 24 memberikan panduan yang lebih jelas
bagi entitas dalam mengakui biaya jasa lalu, penyelesaian
keuntungan dan kerugian, biaya jasa kini dan bunga bersih
setelah amendemen, kurtailmen, atau program penyelesaian
karena semuanya tersebut menggunakan asumsi aktuaria terbaru
(sebelumnya digunakan asumsi aktuaria pada awal periode
pelaporan tahunan).
Perusahaan mengadopsi program imbalan pasti yang tidak
didanai dan mencatat imbalan kerja untuk memenuhi imbalan di
bawah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan dan Undang-Undang
No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Pengakuan
Beban imbalan kerja untuk pekerja harus diakui pada
periode dimana imbalan diperoleh oleh pekerja, daripada
ketika dibayar atau terutang.
Komponen biaya imbalan pasti diakui sebagai berikut:
a. biaya jasa diatribusikan ke periode sekarang dan masa
lalu diakui dalam laporan laba rugi;
b. bunga neto pada liabilitas atau aset imbalan pasti
ditentukan dengan menggunakan tingkat diskonto pada awal
periode diakui dalam laporan laba rugi;
c. pengukuran kembali dari liabilitas atau aset imbalan
pasti terdiri dari:
keuntungan dan kerugian aktuarial;
imbal balik aset program;
setiap perubahan dalam dampak batas atas aset, tidak
termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas
liabilitas (aset) imbalan pasti neto.
diakui di OCI (tidak direklasifikasi ke laba rugi pada
periode berikutnya).
Pengukuran
Pengukuran liabilitas (aset) imbalan pasti bersih
mensyaratkan penerapan metode penilaian aktuaria, atribusi
imbalan untuk periode jasa, dan penggunaan asumsi aktuaria.
Nilai wajar aset program dikurangi dari nilai kini
liabilitas imbalan pasti dalam menentukan defisit bersih
atau surplus.
Halaman 24
Page 27
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
k. Penyisihan Imbalan Kerja (Lanjutan)
Pengukuran
Nilai kini liabilitas imbalan pasti entitas dan biaya jasa
terkait ditentukan dengan menggunakan metode “Projected
Unit Credit”, yang menganggap setiap periode jasa akan
menghasilkan satu unit tambahan dari imbalan dan mengukur
setiap unit secara terpisah untuk menghasilkan liabilitas
akhir. Hal ini mensyaratkan entitas untuk mengatribusikan
imbalan pada periode kini (untuk menentukan biaya jasa
kini) dan periode kini dan periode lalu (untuk menentukan
nilai kini liabilitas imbalan pasti). Imbalan tersebut
diatribusikan sepanjang periode jasa menggunakan formula
imbalan yang dimiliki program, kecuali jasa pekerja di
tahun tahun akhir akan meningkat secara material
dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dalam hal ini
menggunakan dasar metode garis lurus.
Biaya jasa lalu adalah perubahan liabilitas imbalan pasti
atas jasa pekerja pada periode-periode lalu, yang timbul
sebagai akibat dari perubahan pengaturan program dalam
periode kini (yaitu memperkenalkan perubahan program atau
mengubah imbalan yang akan dibayar, atau kurtailmen yang
secara signifikan mengurangi jumlah pekerja yang
disertakan).
Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada awal tanggal
ketika perubahan program atau kurtailmen terjadi dan
tanggal ketika entitas mengakui setiap pesangon, atau biaya
terkait restrukturisasi dalam PSAK 57 "Provisi, Liabilitas
Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi".
Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian program imbalan
pasti diakui pada saat penyelesaian terjadi.
Sebelum biaya jasa lalu ditentukan, atau keuntungan atau
kerugian pada penyelesaian diakui, liabilitas imbalan pasti
atau aset disyaratkan untuk diukur kembali, namun entitas
tidak disyaratkan untuk membedakan antara biaya jasa lalu
yang dihasilkan dari kurtailmen dan keuntungan dan kerugian
pada penyelesaian di mana transaksi ini terjadi bersama-
sama.
l. Kontrak Asuransi
Kontrak asuransi adalah kontrak dimana penanggung menerima
risiko asuransi yang signifikan dari tertanggung. Risiko
asuransi yang signifikan didefinisikan sebagai kemungkinan
membayar manfaat yang signifikan kepada tertanggung apabila
suatu kejadian yang diasuransikan terjadi dibandingkan
dengan manfaat minimum yang akan dibayarkan apabila risiko
yang diasuransikan tidak terjadi.
Halaman 25
Page 28
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
l. Kontrak Asuransi(Lanjutan)
a. Pengakuan Pendapatan Premi
Premi dari kontrak asuransi dan reasuransi diakui sebagai
pendapatan selama periode polis (kontrak) berdasarkan
proporsi jumlah proteksi yang diberikan. Premi dari polis
bersama diakui sebesar pangsa premi Perusahaan.
Premi reasuransi adalah bagian dari premi bruto yang
menjadi hak reasuradur berdasarkan perjanjian (kontrak)
reasuransi. Premi reasuransi diakui selama periode
kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi
diperoleh.
Perusahaan mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi
pertanggungan kepada perusahaan asuransi lain dan
perusahaan reasuransi. Jumlah premi dibayar atau bagian
premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai
premi reasuransi selama periode kontrak reasuransi secara
proporsional dengan proteksi yang diberikan. Pembayaran
atau liabilitas atas transaksi reasuransi retrospektif
diakui sebagai piutang reasuransi sebesar liabilitas yang
dicatat sehubungan kontrak reasuransi tersebut.
Premi belum merupakan pendapatan dari kontrak asuransi
jangka pendek ditentukan untuk masing-masing jenis
pertanggungan dihitung berdasarkan premi neto sesuai
dengan proporsi jumlah hari sampai dengan polis berakhir
(proporsional harian).
Kenaikan atau penurunan premi yang belum merupakan
pendapatan adalah selisih antara saldo premi yang belum
merupakan pendapatan tahun berjalan dan tahun lalu.
Premi dari kontrak asuransi dan reasuransi jangka pendek
diakui sebagai pendapatan sesuai periode polis (kontrak)
berdasarkan proporsi jumlah proteksi yang diberikan.
Premi dari polis bersama diakui sebesar pangsa premi
Perusahaan. Premi hak reasuransi diakui sebagai premi
asuransi selama periode kontrak reasuransi secara
proporsional dengan proteksi yang diperoleh.
Porsi reasuransi aset atas premi belum merupakan
pendapatan diukur berdasarkan kontrak reasuransi terkait
konsisten dengan metode pengukuran premi belum merupakan
pendapatan.
Pernyajian pendapatan premi neto dalam laporan laba rugi
menunjukan jumlah premi bruto, premi reasuransi, dan
kenaikan/(penurunan) premi belum merupakan pendapatan,
premi reasuransi disajikan sebagai pengurang premi bruto.
Halaman 26
Page 29
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
l. Kontrak Asuransi(Lanjutan)
a. Pengakuan Pendapatan Premi (Lanjutan)
Premi yang belum merupakan pendapatan dihitung
berdasarkan premi neto sesuai dengan proporsi jumlah hari
yang belum dijalani sampai dengan polis berakhir.
b. Aset Reasuransi
Aset reasuransi adalah hak kontraktual neto cendant dalam
suatu kontrak reasuransi. Nilai aset reasuransi atas
liabilitas manfaat polis masa depan , premi yang belum
merupakan pendapatan, dan estimasi liabilitas klaim
diestimasi secara konsisten dengan pendekatan yang
digunakan dalam menentukan masing-masing liabilitas
manfaat polis masa depan, premi yang belum merupakan
pendapatan dan estimasi liabilitas klaim, berdasarkan
syarat dan ketentuan dari kontrak reasuransi.
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, manajemen
perusahaan menelaah apakah aset reasuransi telah
mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai aset
reasuransi terjadi jika, dan hanya jika terdapat bukti
obyektif yang menyebabkan cedant tidak menerima seluruh
jumlah yang sesuai dengan persyaratan kontrak dan
dampaknya dapatnya diukur secara andal. Penurunan nilai
diakui dalam laba rugi.
Aset reasuransi termasuk saldo yang diharapkan dibayarkan
oleh perusahaan reasuransi untuk ceded estimasi klaim
reasuransi, dan ceded premi yang belum merupakan
pendapatan. Jumlah manfaat yang ditanggung oleh
reasuradur diperkirakan secara konsisten dengan
liabilitas yang terkait dengan polis reasuransi.
Perusahaan menyajikan aset reasuransi secara terpisah
sebagai aset premi yang belum merupakan pendapatan dan
estimasi liabilitas klaim. Sebelumnya liabilitas asuransi
yang mencakup premi yang belum merupakan pendapatan dan
estimasi klaim dicatat secara bersih setelah porsi aset
reasuransi (porsi sendiri).
Jika aset reasuransi mengalami penurunan nilai.
Perusahaan mengurangi nilai tercatat dan mengakui
kerugian penurunan nilai tersebut dalam laporan laba
rugi. Aset reasuransi mengalami penurunan nilai jika ada
bukti obyektif, sebagai akibat dari suatu peristiwa yang
terjadi setelah pengakuan awal aset reasuransi, bahwa
Perusahaan tidak dapat menerima seluruh jumlah karena
dibawah syarat-syarat kontrak, dan dampak pada jumlah
yang akan diterima dari reasuradur dapat diukur secara
andal.
Halaman 27
Page 30
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
l. Kontrak Asuransi (Lanjutan)
c. Biaya Akuisi
Biaya akuisisi merupakan beban yang terjadi untuk
mendapatkan premi asuransi, seperti komisi yang
dibayarkan kepada pialang asuransi, agen dan entitas
asuransi lain. Biaya akuisisi ini ditangguhkan dan
diamortisasi berdasarkan dengan periode berlakunya polis
asuransi, sesuai dengan metode premi yang belum merupakan
pendapatan.
d. Estimasi Klaim
Estimasi liabilitas klaim merupakan estimasi jumlah
liabilitas yang menjadi tanggungan sehubungan dengan
klaim yang masih dalam proses penyelesaian, termasuk
klaim yang terjadi namun belum dilaporkan. Perubahan
jumlah estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses
penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah
estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan diakui dalam
laba rugi pada periode terjadinya perubahan. Perusahaan
tidak mengakui setiap provisi untuk kemungkinan klaim
masa depan sebagai liabilitas jika klaim tersebut timbul
berdasarkan kontrak asuransi yang tidak ada pada akhir
periode pelaporan (seperti provisi katastrofa dan provisi
penyetaraan).
Pada akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah
liabilitas asuransi yang diakui telah mencukupi dengan
menggunakan estimasi kini atas arus kas masa depan
terkait dengan kontrak asuransi. Jika nilai tercatat
liabilitas asuransi setelah dikurangi dengan biaya
akuisisi tangguhan terkait tidak mencukupi dibandingkan
dengan estimasi arus kas masa depan, maka seluruh
kekurangan tersebut diakui dalam laba rugi periode
berjalan.
m. Beban Klaim
Beban klaim meliputi klaim disetujui (settled claim), klaim
dalam proses penyelesaian termasuk klaim yang terjadi namun
belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim. Beban klaim
tersebut diakui sebagai beban pada saat timbulnya kewajiban
untuk memenuhi klaim. Bagian klaim reasuradur diakui dan
dicatat sebagai pengurang beban klaim pada periode yang
sama dengan periode pengakuan beban klaim. Hak subrogasi
diakui sebagai pengurang beban klaim pada saat realisasi.
Halaman 28
Page 31
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
m. Beban Klaim (Lanjutan)
Jumlah klaim dalam proses penyelesaian (estimasi klaim
retensi sendiri) dihitung berdasarkan estimasi kerugian
retensi sendiri dari klaim yang sudah terjadi namun belum
dilaporkan. Perubahan dalam estimasi klaim retensi sendiri
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada tahun
terjadinya perubahan. Kenaikan (penurunan) estimasi klaim
retensi sendiri adalah selisih antara klaim retensi sendiri
tahun berjalan dengan tahun lalu.
Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi menunjukan
jumlah klaim bruto, klaim reasuransi, dan
kenaikan/penurunan estimasi klaim retensi sendiri, klaim
reasuransi disajikan sebagai pengurang klaim bruto.
Cadangan atas estimasi klaim bruto dibuat berdasarkan
taksiran beban klaim yang akan dibayar sesuai dengan
klaimyang diterima Perusahaan sampai dengan tanggal
laporan. Pemulihan klaim dari reasuradur untuk cadangan
atas estimasi klaim bruto dicatat sebagai estimasi klaim
bruto dicatat sebagai estimasi klaim reasuransi pada aset
reasuransi.
Perubahan jumlah estimasi klaim, sebagai akibat proses
penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah
estimasi klaim yang dibayarkan, diakui dalam laporan laba
rugi pada periode terjadinya perubahan.
n. Komisi
Komisi yang diberikan kepada pialang asuransi, dan
perusahaan asuransi lain sehubungan dengan penutupan
pertanggungan dicatat sebagai beban komisi, sedangkan
komisi yang diperoleh dari transaksi reasuransi dicatat
sebagai pengurangan beban komisi dan diakui dalam laporan
laba rugi komprehensif komisi yang diperoleh lebih besar
dari jumlah beban komisi, maka selisih tersebut disajikan
sebagai pendapatan komisi neto dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
o. Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan
Liabilitas manfaat polis masa depan adalah nilai sekarang
estimasi manfaat polis masa depan yang akan dibayar kepada
pemegang polis, dikurangi dengan nilai sekarang dari
estimasi premi masa depan yang akan diterima dari pemegang
polis dan diakui pada saat pengakuan pendapatan premi,
liabilitas manfaat polis masa depan dinyatakan dalam
laporan posisi keuangan berdasarkan perhitungan aktuaria.
Kenaikan (penurunan) liabilitas manfaat polis masa depan
diakui sebagai beban (pendapatan) dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
Halaman 29
Page 32
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
p. Liabilitas Kontrak Asuransi
Liabilitas kontrak asuransi mencakup klaim dalam proses,
premi belum merupakan pendapatan dan liabilitas manfaat
polis masa depan. Pada tanggal pelaporan Perusahaan menilai
apakah liabilitas asuransi yang diakui telah mencukupi,
dengan menggunakan estimasi kini atas kas masa depan
berdasarkan kontrak asuransi. Jika penilaian tersebut
menunjukan bahwa nilai tercatat liabilitas asuransi
dikurangi biaya akuisisi tangguhan terkait tidak mencukup
dibandingkan dengan estimasi arus kas masa depan, maka
seluruh kekurangan tersebut diakui dalam laba rugi.
q. Premi Belum Merupakan Pendapatan
Premi belum merupakan pendapatan adalah bagian dari premi
yang belum diakui sebagai pendapatan karena masa
pertanggungannya masih berjalan pada akhir periode
akuntansi, dan disajikan dalam jumlah bruto. Porsi
reasuransi atas premi belum merupakan pandapatan disajikan
sebagai bagian dari aset reasuransi.
Premi yang belum merupakan pendapatan diakui selama periode
risiko dengan menggunakan metode harian.
r. Pengakuan Pendapatan Premi
Premi diperlakukan dan diakui sebagai pendapatan selama
jangka waktu periode pertanggungan asuransi.
Premi dari polis bersama (coinsurance) diakui sebesar
proporsi premi Perusahaan.
Perusahaan mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi
pertanggungan yang diperoleh kepada perusahaan asuransi
lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah premi dibayar atau
bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui
sebagai premi reasuransi sesuai periode kontrak reasuransi
secara proporsional dengan proteksi yang diberikan.
Pembayaran atau kewajiban atas transaksi reasuransi
retrospektif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar
liabilitas yang dibukukan sehubungan kontrak reasuransi
tersebut.
Porsi reasuransi atas premi belum merupakan pendapatan
ditentukan secara konsisten dengan pendekatan yang
digunakan dalam menentukan premi yang belum merupakan
pendapatan, berdasarkan syarat dan ketentuan dari kontrak
reasuransi tersebut.
Halaman 30
Page 33
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
s. Hasil Investasi
Hasil investasi dari bunga deposito berjangka dan obligasi
diakui dengan menggunakan metode suku bunga yang berlaku.
Penghasilan dividen diakui pada saat surat pemberitahuan
pembagian dividen diterima. Keuntungan atau kerugian
penjualan efek diakui pada saat terjadinya transaksi.
Selisih kurs mata uang asing yang berkaitan dengan
investasi disajikan sebagai bagian dari hasil
investasi.Pengakuan Pendapatan Premi
t. Beban Usaha
Beban usaha dan beban lain-lain diakui sesuai manfaatnya
pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).
u. Pajak Penghasilan
Perusahaan telah menetapkan PSAK No. 46 (Revisi 2013),
"Pajak Penghasilan". Selain itu, Perusahaan juga
menerapkan ISAK 20 “Pajak Penghasilan: Perubahan Dalam
Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham”.
Pengakuan
Jumlah pajak kini untuk periode kini dan periode
sebelumnya, yang belum dibayar, diakui sebagai liabilitas.
Apabila jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode kini
dan periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang
terhutang untuk periode-periode tersebut, maka selisihnya
diakui sebagai aset.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak kecuali jika timbul perbedaan temporer
kena pajak yang berasal dari:
(1) pengakuan awal goodwill ; atau
(2) pada saat pengakuan awal aset atau liabilitas dalam
transaksi yang bukan dari transaksi kombinasi bisnis,
dan pada saat transaksi, tidak mempengaruhi laba
akuntansi dan laba kena pajak (rugi pajak).
(3) perbedaan temporer kena pajak terkait dengan
investasi pada entitas anak, cabang dan entitas
asosiasi, dan bagian partisipasi dalam pengaturan
bersama, tetapi hanya sepanjang bahwa entitas mampu
mengontrol waktu pembalikan perbedaan dan besar
kemungkinan pembalikan tidak akan terjadi pada perkiraan
masa mendatang.
Halaman 31
Page 34
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
u. Pajak Penghasilan (Lanjutan)
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer
dapat dikurangkan, kerugian fiskal dan kredit pajak yang
belum dimanfaatkan sepanjang besar kemungkinan akan ada laba
kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang cukup memadai
sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut dapat
dimanfaatkan kecuali jika timbul perbedaan temporer dapat
dikurangkan yang berasal dari:
(1) pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas
dalam transaksi yang bukan dari transaksi kombinasi
bisnis; dan pada saat transaksi, tidak mempengaruhi baik
laba akuntansi maupun laba kena pajak (rugi pajak).
(2) perbedaan temporer dapat dikurangkan yang
ditimbulkan dari entitas anak, cabang dan entitas
asosiasi, serta bagian partisipasi dalam pengaturan
bersama sepanjang dan hanya sepanjang kemungkinan besar
terjadi :
1. perbedaan temporer akan terpulihkan pada masa
depan yang dapat diperkirakan; dan
2. laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang
memadai sehingga perbedaan temporer dapat
dimanfaatkan.
Pengukuran
Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode kini dan periode
sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diharapkan untuk
dibayar (direstitusi) kepada otoritas perpajakan, yang
dihitung menggunakan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang
telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada
periode pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan harus diukur dengan
menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada
saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, yaitu
dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku
atau secara substantif berlaku pada periode pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak boleh
didiskontokan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan harus ditinjau kembali
pada akhir periode pelaporan. Entitas mengurangi jumlah
tercatat aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan laba
kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang cukup
memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset
pajak tangguhan tersebut. Pengurangan jumlah tercatat aset
pajak tangguhan dilakukan pembalikan apabila kemungkinan
besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya cukup memadai.
Halaman 32
Page 35
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
u. Pajak Penghasilan (Lanjutan)
Alokasi
Untuk transaksi atau peristiwa lainnya yang diakui dalam
laba rugi, setiap pengaruh pajak terkait juga diakui dalam
laba rugi. Untuk transaksi atau peristiwa lainnya yang
diakui diluar laba rugi (baik dalam OCI maupun langsung
dalam ekuitas), setiap pengaruh pajak terkait juga diakui
diluar laba rugi (baik dalam OCI maupun langsung dalam
ekuitas, masing-masing). Demikian juga, pengakuan asset dan
liabilitas pajak tangguhan dalam kombinasi bisnis
mempengaruhi jumlah goodwill yang timbul dari kombinasi
bisnis tersebut atau keuntungan dari pembelian dengan
diskon.
Saling Hapus
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling
hapus jika, dan hanya jika, memiliki hak secara hukum untuk
saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini,
atau aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan
terkait entitas kena pajak yang sama, atau entitas berniat
untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan
dasar neto.
v. Instrumen Keuangan
1. aset keuangan
Perusahaan menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2014), “Instrumen
Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 55 (Revisi 2014), “Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK No. 60 (Revisi
2014), “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, termasuk
Penyesuaian 2016 PSAK No. 60. Selain itu, Entitas juga
menerapkan ISAK No. 13, “Lindung Nilai Investasi Neto Dalam
Kegiatan Usaha Luar Negeri” dan ISAK No. 26 (2014),
“Penilaian Ulang Derivatif Melekat”.
Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2014)
diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi (FVTPL), investasi dimiliki hingga
jatuh tempo (HTM), pinjaman yang diberikan dan piutang, atau
asset keuangan tersedia untuk dijual (AFS). Entitas
menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan
awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi
kembali klasifikasi aset pada setiap tanggal pelaporan.
Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dalam
hal investasi tidak diklasifikasikan sebagai FVTPL, nilai
wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset
keuangan.
Halaman 33
Page 36
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
v. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Pengakuan dan pengukuran awal
Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi
2014) diklasifikasikan sebagai asset keuangan pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL), investasi
dimiliki hingga jatuh tempo (HTM), pinjaman yang
diberikan dan piutang, atau aset keuangan tersedia untuk
dijual (AFS). Entitas menentukan klasifikasi aset
keuangan tersebut pada pengakuan awal dan, jika
diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali
klasifikasi aset pada setiap tanggal pelaporan.
Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar,
dalam hal investasi tidak diklasifikasikan sebagai
FVTPL, nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau
penerbitan aset keuangan.
Pengukuran setelah Pengakuan awal
i. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL pada saat
aset keuangan diperoleh untuk diperdagangan atau
ditetapkan pada saat pengakuan awal sebagai FVTPL. Aset
keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok
diperdagangkan jika diperoleh untuk tujuan dijual atau
dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif juga
diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali
aset derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen
lindung nilai efektif.
Aset keuangan FVTPL termasuk aset keuangan untuk
diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada
saat pengakuan awal sebagai FVTPL disajikan dalam
laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan
keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain termasuk dividen atau bunga yang
diperoleh dari aset keuangan tanpa dikurangi biaya
transaksi yang mungkin terjadi pada saat penjualan atau
pelepasan lainnya
Halaman 34
Page 37
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
v. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
ii. Invetasi yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (HTM)
Aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau
telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan
diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh
tempo (HTM) ketika entitas mempunyai maksud positip dan
kemampuan untuk memiliki aset keuangan hingga jatuh
tempo.
Perusahaan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR)
untuk estimasi penerimaan kas di masa datang yang
didiskontokan selama perkiraan umur dari aset keuangan
ke nilai tercatat bersih dari aset keuangan.
Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain pada saat investasi
tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami
penurunan nilai, maupun melalui proses amortisasi.
iii. Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan
non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah
ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan dalam kelompok ini
diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan EIR.
Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain pada saat pinjaman
yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau
mengalami penurunan nilai, maupun melalui proses
amortisasi.
iv. Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual (AFS)
Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non-derivatif
yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang
tidak diklasifikasikan ke dalam tiga kategori
sebelumnya. Aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai
aset tidak lancar kecuali aset keuangan tersebut
ditujukan untuk dilepaskan dalam waktu dua belas bulan
dari tanggal laporan posisi keuangan.
Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur pada
nilai wajar tanpa dikurangi biaya transaksi yang mungkin
terjadi saat penjualan atau pelepasan lain, dengan
keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui
sebagai OCI dalam komponen ekuitas sampai investasi
tersebut dihentikan pengakuannya.
Halaman 35
Page 38
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
v. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Pada saat pengukuran awal, laba atau rugi kumulatif yang
sebelumnya diakui dalam komponen ekuitas sampai
pengakuannya aset keuangan tersebut dihentikan atau
sampai ditetapkan ada penurunan nilainya dan pada saat
yang sama keuntungan atau kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui ke laporan
laba rugi dan penghasilam komprehensif konsolidasian
sebagai penyesuaian reklasifikasi.
2. Liabilitas keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diakui pada posisi keuangan ketika
entitas menjadi pihak dalam provisi kontrak instrumen.
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK No.55
(Revisi 2014) diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL),
liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
(hutang lain-lain dan derivatif yang ditentukan sebagai
instrumen lindung nilai efektif, mana yang sesuai).
Entitas menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan
pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar
dan dalam hal liabilitas keuangan tidak diklasifikasikan
sebagai FVTPL, nilai wajar ditambah biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung dengan penerbitan
liabilitas keuangan tersebut.
Pengukuran setelah Pengakuan awal
Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal
tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
i. Liabilitas Keuangan pada Nilai Wajar Melalui Laba
Rugi (FVTPL)
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok
diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif juga
diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali
mereka ditetapkan sebagai derivative liabilitas
instrumen lindung nilai efektif. Keuntungan atau
kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk
diperdagangkan diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Halaman 36
Page 39
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
v. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
2. Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
Liabilitas keuangan yang ditetapkan sebagai liabilitas
keuangan FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk
diperdagangkan dan ditetapkan pada saat pengakuan awal
sebagai FVTPL disajikan dalam laporan posisi keuangan
pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari
perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
ii. Liabilitas Keuangan pada Biaya Perolehan
Diamortisasi
Setelah pengakuan awal, selanjutnya liabilitas keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode EIR.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan
metode EIR dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai
dan pembiayaan atau pengurangan pokok. Perhitungan
tersebut memperhitungkan premium atau diskonto pada saat
akuisisi dan mencakup biaya transaksi dan biaya yang
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga
efektif.
Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain pada saat liabilitas
tersebut dihentikan pengakuannya maupun melalui proses
amortisasi.
3. Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan
nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui dan terdapat niat untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan
aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
4. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan
metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan
atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai
yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut
mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat
perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga
efektif.
Halaman 37
Page 40
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
v. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
5. Penurunan nilai dari aset keuangan
Perusahaan menilai pada setiap tanggal laporan posisi
keuangan apakah ada bukti obyektif bahwa aset keuangan
atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui
penggunaan akun penyisihan. Jumlah kerugian tersebut
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Jika, dalam periode berikutnya, jumlah penurunan nilai
berkurang dan penurunan tersebut dapat dikaitkan secara
obyektif dengan sebuah peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai tersebut diakui, kerugian penurunan
nilai sebelumnya diakui dibalik. Setiap pembalikan
berikutnya penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain pada tanggal
pembalikan.
6. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan
Aset keuangan
Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari
aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan
serupa) dihentikan pengakuannya pada saat (1) hak untuk
menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah
berakhir, atau (2) Perusahaan telah mentransfer hak
mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang
diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada
pihak ketiga dalam “pass-through arrangement”.
(a) Perusahaan telah secara substansial mentransfer
seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b)
Perusahaan secara substansial tidak mentransfer atau
tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu aset,
namun telah mentransfer kendali atas tersebut.
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat
liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau
kadaluwarsa. Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada
digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda
secara substantial, atau modifikasi secara substansial
persyaratan dari suatu liabilitas yang saat ini ada,
pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai
penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan
liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat
Halaman 38
Page 41
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
v. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
6. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan
masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
w. Laba Bersih per Saham Dasar dan Dilusian
Perusahaan menerapkan PSAK 56 (Revisi 2011), “Laba per
Saham”. PSAK ini menetapkan prinsip penentuan dan penyajian
laba per saham, sehingga meningkatkan daya banding kinerja
antar entitas berbeda pada periode pelaporan sama dan antar
periode pelaporan berbeda untuk entitas yang sama.
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor
penuh selama periode berjalan setelah dikurangi dengan
saham yang diperoleh kembali.
Saham biasa dapat diterbitkan atau jumlah saham biasa dapat
berkurang, tanpa disertai perubahan pada arus kas atau aset
lain atau pada liabilitas. Perubahan tersebut dapat
berbentuk dividen saham, saham bonus, pemecahan saham atau
penggabungan saham. Untuk perhitungan laba per saham,
perubahan tersebut dianggap seolah-olah sudah terjadi pada
awal tahun laporan keuangan yang disajikan.
x. Sewa
Entitas sebagai Penyewa
Pada insepsi kontrak, Entitas menilai apakah kontrak adalah,
atau mengandung, sewa. Suatu kontrak adalah atau mengandung
sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian selama
suatu jangka waktu waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian, Entitas
harus menilai apakah:
- Entitas memiliki hak untuk mendapatkan secara
substansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset
identifikasian selama periode penggunaan; dan
Halaman 39
Page 42
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
x. Sewa (Lanjutan)
- Entitas memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan asset
identifikasian. Entitas memiliki hak ini ketika Entitas
memiliki hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk
mengubah cara dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan
sebelumnya:
1. Entitas memiliki hak untuk mengoperasikan aset
identifikasian;
2. Entitas telah mendesain aset identifikasian dengan cara
yang telah ditentukan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
apa aset itu akan digunakan.
Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi
komponen sewa, Entitas mengalokasikan imbalan dalam kontrak
untuk setiap komponen sewa atas dasar harga tersendiri
relative dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
Akan tetapi, untuk sewa perbaikan di mana Entitas adalah
penyewa, Entitas telah memilih untuk tidak memisahkan
komponen nonsewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa
sebagai komponen sewa tunggal.
Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak-guna dan
liabilitas sewa. Aset hak-guna awalnya diukur pada harga
perolehan, yang terdiri dari jumlah awal liabilitas sewa
yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada
atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya langsung awal
yang timbul dan estimasi biaya untuk membongkar dan
memindahkan aset pendasar atau merestorasi aset pendasar ke
kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa,
dikurangi insentif sewa yang diterima.
Setelah tanggal permulaan, Entitas mengukur aset hak-guna
dengan menggunakan model biaya yang berkaitan aset tetap
sesuai PSAK 16.
Berdasarkan model biaya, aset hak-guna diukur pada biaya
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset
pendasar kepada Entitas pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna mencerminkan bahwa penyewa akan
mengeksekusi opsi beli, Entitas mendepresiasi hak-guna sejak
tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar.
Jika tidak, Entitas mendepresiasi aset hak-guna dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai kini dari
pembayaran sewa yang terutang selama masa sewa,
didiskontokan pada suku bunga implisit dalam sewa jika hal
itu dapat segera ditentukan. Jika suku bunga implisit
tersebut tidak dapat segera ditentukan, Entitas menggunakan
suku bunga pinjaman incremental.
Halaman 40
Page 43
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
x. Sewa (Lanjutan)
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas
sewa terdiri dari:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-
substansi dikurangi piutang insentif sewa;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks
atau suku bunga, awalnya diukur menggunakan indeks atau suku
bunga pada tanggal permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh Entitas
dalam jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli yang cukup pasti Entitas akan
mengeksekusi; dan
- pembayaran penalti untuk penghentian sewa lebih awal
kecuali Entitas cukup pasti untuk tidak menghentikan kontrak
lebih awal
Pembayaran sewa variabel yang tidak termasuk dalam
pengukuran liabilitas sewa diakui dalam laporan laba rugi
pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang memicu
terjadinya pembayaran, kecuali biaya tersebut dimasukkan
dalam nilai tercatat aset lain menurut Pernyataan lain
Liabilitas sewa selanjutnya diukur kembali untuk
mencerminkan perubahan dalam:
- masa sewa (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
- penilaian opsi beli (menggunakan tingkat diskonto yang
direvisi);
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan
nilai residual (menggunakan tingkat diskonto yang tidak
berubah); atau
- pembayaran sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan
indeks atau suku bunga yang digunakan untuk menentukan
pembayaran tersebut (menggunakan tingkat diskonto yang tidak
berubah).
Sewa jangka pendek dan aset pendasar bernilai rendah
Entitas telah memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan
liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang memiliki
jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang. Entitas mengakui
pembayaran sewa terkait dengan sewa tersebut sebagai beban
dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Entitas belum menentukan ambang batas aset bernilai rendah,
oleh karena itu Entitas tidak menggunakan pengecualian ini
dan menerapkan PSAK 73 sebagaimana mestinya
Modifikasi Sewa
Modifikasi sewa juga dapat meminta pengukuran kembali
liabilitas sewa kecuali jika diperlakukan sebagai sewa
terpisah.
Halaman 41
Page 44
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
x. Sewa (Lanjutan)
Penyewa mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika
keduanya:
- modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan
menambahkan hak untuk menggunakan satu atau lebih aset
pendasar; dan
- imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan
harga tersendiri untuk peningkatan ruang lingkup dan
penyesuaian yang tepat terhadap harga tersendiri tersebut
untuk mencerminkan kondisi kontrak tertentu.
Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa
terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa, penyewa:
- mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan dalam
kontrak modifikasian;
- menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
- mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan
pembayaran sewa yang direvisi menggunakan tingkat diskonto
revisian atas dasar sisa masa sewa dan sisa pembayaran sewa
dengan penyesuaian yang sesuai dengan aset hak-guna. Tingkat
diskonto revisian ditentukan sebagai suku bunga pinjaman
inkremental penyewa pada tanggal efektif modifikasi;
- menurunkan nilai tercatat aset hak-guna untuk
mencerminkan penghentian parsial atau penuh dari sewa untuk
modifikasi sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Penyewa
mengakui dalam laba rugi setiap keuntungan atau kerugian
yang terkait dengan penghentian parsial atau penuh sewa
tersebut; dan
- membuat penyesuaian terkait dengan aset hak-guna untuk
semua modifikasi sewa lainnya.
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen Perusahaan
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban,
aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas
kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian
mengenai pertimbangan, estimasi dan asumsi tersebut dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi
ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki
risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap
nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya
diungkapkan dibawah ini.
Halaman 42
Page 45
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang
tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan
situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah
akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan.
Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh
manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
a. Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas
Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas
tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK
No. 55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset
keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan
kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada
Catatan 3r dan Catatan 35.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh
manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: (lanjutan)
b. Menentukan Nilai Wajar dan Perhitungan Amortisasi Biaya
Perolehan dari Instrumen Keuangan
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu
pada nilai wajar dan pada biaya perolehan yang
diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi
akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran
nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan
amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti
obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah nilai wajar atau
amortisasi dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan
metodologi penilaian atau asumsi yang berbeda. Perubahan
tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi
Perusahaan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 35.
c. Menentukan Jumlah Terpulihkan dari Aset Keuangan
Perusahaan mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa
pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi liabilitas
keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan menggunakan
pertimbangan berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia,
termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu dan
Halaman 43
Page 46
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan
berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia
dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat
penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang
guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat
diterima oleh Perusahaan. Penyisihan spesifik ini
dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi
yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan
nilai piutang. Nilai tercatat bersih dari piutang premi
Perusahaan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
masing-masing sebesar Rp 90.909.996.026 dan Rp
98.637.749.374. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 5.
d. Menentukan Jumlah Terpulihkan dari Aset Non-Keuangan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan
diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia,
termasuk namun tidak terbatas pada, kondisi fisik
persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk
penjualan.
Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan
informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
Jumlah pemulihan atas aset tetap didasarkan pada estimasi
dan asumsi khususnya mengenai prospek pasar dan arus kas
terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup
perkiraan mengenai pendapatan masa depan. Setiap perubahan
dalam asumsi-asumsi ini mungkin memiliki dampak material
terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa
mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang
sudah dibukukan.
e. Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset
Tetap
Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap
berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan dan
didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku
pasar. Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah
berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktek
industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk
aset yang setara.
Halaman 44
Page 47
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Estimasi masa manfaat ditelaah minimal setiap akhir tahun
pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dari
estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan
fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum
atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset serta
perkembangan teknologi.
Namun demikian, adalah mungkin, hasil di masa depan dari
operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-
perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan
faktor-faktor yang disebutkan di atas, dan karenanya biaya
penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis
aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur
yang secara umum diharapkan dalam industri dimana
Perusahaan menjalankan bisnisnya. Nilai tercatat bersih
atas aset tetap Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022 masinng-masing sebesar Rp 8.318.569.393 dan
Rp 8.910.690.968. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 10 untuk aset tetap Pertimbangan, estimasi dan
asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka
penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki
pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan.
e. Menentukan Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi
atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan
mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak
penghasilan badan.
Dalam situasi tertentu, Perusahaan tidak dapat menentukan
secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada saat ini
atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi
dengan otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait
dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks
serta jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa
depan. Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait
dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Perusahaan
menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan
dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai
dengan PSAK No. 57 (Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas
Kontijensi dan Aset Kontijensi”. Perusahaan membuat
Halaman 45
Page 48
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
analisis untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak
penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk
manfaat pajak yang belum diakui harus diakui. (Lanjutan)
f. Estimasi Beban Pensiun dan Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas dan beban pensiun dan imbalan kerja
Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah
tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat
diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran
diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan
tingkat kematian.
Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut
adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil
aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang
ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material
liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan
beban imbalan kerja neto.
Nilai tercatat atas estimasi liabilitas pasca-kerja
Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
adalah masing-masing sebesar Rp 9.499.761.368 dan Rp
10.352.555.122. Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut
ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan
akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling
signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
g. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Pinjaman yang Diberikan
dan Piutang
Cadangan kerugian penurunan nilai pinjaman yang diberikan
dan piutang dipelihara pada jumlah yang menurut manajemen
adalah memadai untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya
aset keuangan. Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan
secara spesifik menelaah apakah telah terdapat bukti
obyektif bahwa suatu aset keuangan telah mengalami penurunan
nilai (tidak tertagih).
Cadangan yang dibentuk adalah berdasarkan pengalaman
penagihan masa lalu dan faktor-faktor lainnya yang mungkin
mempengaruhi kolektibilitas, antara lain kemungkinan
kesulitan likuiditas atau kesulitan keuangan
yang signifikan yang dialami oleh pelanggan atau penundaan
pembayaran yang signifikan.
Halaman 46
Page 49
PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2023 DAN 2022
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka saat dan
besaran jumlah yang dapat ditagih diestimasi berdasarkan
pengalaman kerugian masa lalu. Cadangan kerugian penurunan
nilai dibentuk atas akun-akun yang diidentifikasi secara
spesifik telah mengalami penurunan nilai. Akun pinjaman yang
diberikan dan piutang dihapusbukukan berdasarkan keputusan
manajemen bahwa aset keuangan tersebut tidak dapat ditagih
atau direalisasi meskipun segala cara dan tindakan telah
dilaksanakan. Suatu evaluasi atas piutang, yang bertujuan
untuk mengidentifikasi jumlah cadangan yang harus dibentuk,
dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Oleh karena itu,
besaran jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang
tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada
pertimbangan dan estimasi yang digunakan.
h. Aset Reasuransi
Aset yang timbul dari kontrak reasuransi juga dihitung
dengan menggunakan metode yang sama dengan liabilitas
kontrak asuransi. Pemulihan aset ini dinilai secara periodik
untuk memastikan bahwa nilainya mencerminkan jumlah
terpulihkan, dengan mempertimbangkan faktor risiko kredit
dari reasuradur. Penurunan nilai diakui ketika terdapat
bukti objektif bahwa Perusahaan mungkin tidak dapat menerima
jumlah yang terutang dan jumlah itu dapat diukur secara
andal.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh
manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
i. Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Jumlah klaim dalam proses penyelesaian (estimasi klaim
retensi sendiri) ditentukan berdasarkan estimasi kerugian
yang menjadi retensi sendiri dari klaim yang masih dalam
proses penyelesaian pada tanggal pelaporan, termasuk klaim
yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. Estimasi dibentuk
berdasarkan fakta-fakta berpotensi terjadinya klaim yang
tersedia pada saat cadangan ditetapkan. Perubahan dalam
estimasi klaim retensi sendiri diakui dalam laporan laba
rugi periode terjadinya perubahan.
Halaman 47
Page 50
4 KAS DAN BANK
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kas 22.000.000 24.000.000
Bank
Pihak Ketiga
PT Bank Central Asia Tbk
Dalam Rupiah 1.303.308.544 6.747.330.000
Dalam USD 110.011,17 Tahun 2023 dan USD269.282,87 Tahun 2022 1.653.027.840 4.236.089.455
PT Bank Ina Perdana Tbk
Dalam Rupiah 9.369.417.064 1.221.244.512
Dalam USD 11.615,72 Tahun 2023 dan USD 11.584,2 Tahun 2022 174.537.809 182.231.050
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Dalam Rupiah 363.952.370 404.227.971
Dalam USD 55.313,36 Tahun 2023 dan USD 5.424,76 Tahun 2022 831.144.511 85.336.900
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) 2.132.914 2.282.914
PT Bank Shinhan 11.627.320 11.941.995
PT Bank CIMB Niaga Tbk 83.297.742 83.297.742
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 5.019.864.844 -
PT Bank Mestika Dharma, Tbk 1.970.000 -
Jumlah Kas dan Bank 18.836.280.958 12.997.982.539
5 PIUTANG PREMI
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Akun ini terdiri dari :
Pihak Ketiga
Dalam Rupiah 65.059.695.091 69.085.062.670
Dalam Mata Uang Asing
USD 1.692.465,52 Tahun 2023 dan USD1.905.285,77 Tahun 2022 25.430.986.964 29.972.050.448
JPY 65.314,32 Tahun 2023 dan JPY66.258,13 Tahun 2022 6.852.778 7.789.968
EUR 26.090,22 Tahun 2023 dan EUR 7.055,61 Tahun 2022 427.197.349 117.917.799
SGD 27.236,23 Tahun 2023 dan SGD1.917,41 Tahun 2022 302.376.898 22.355.237
MYR 0 Tahun 2023 dan MYR-72,71 Tahun 2022 - (258.574)
CNY 36.937,34 Tahun 2023 dan CNY20.631,36 Tahun 2022 76.708.143 46.567.455
AUD 82,07 Tahun 2023 dan AUD 82,07 Tahun 2022 823.151 868.356
THB 0 Tahun 2023 dan THB 91,59 Tahun 2022 - 41.630
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (394.644.348) (614.645.615)
Jumlah 90.909.996.026 98.637.749.374
Rincian piutang premi berdasarkan jenis asuransi sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kebakaran 24.986.634.061 29.233.954.732
Kendaraan Bermotor 15.204.847.993 19.692.302.661
Pengangkutan 12.676.646.161 17.362.601.439
Kesehatan 2.600.809 396.749.849
Aneka 38.433.911.349 32.566.786.308
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (394.644.348) (614.645.615)
Jumlah 90.909.996.026 98.637.749.374
Halaman 41
Page 51
5 PIUTANG PREMI (LANJUTAN)
Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo Awal Tahun 614.645.615 850.278.388
Perubahan Selama Periode Berjalan :
Penambahan Cadangan - 39.195.133
Pengurangan Cadangan (220.001.267) (274.827.906)
Saldo Akhir Tahun 394.644.348 614.645.615
Ringkasan umur piutang premi adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
1 - 60 Hari 89.671.003.747 99.145.367.120
Lebih dari 60 Hari 1.238.992.279 (507.617.746)
Jumlah 90.909.996.026 98.637.749.374
Piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan Solvabilitas adalah piutang premi yang jatuh tempo 1-60 hari yaitu:
Piutang Premi Yang Diperkenankan Dalam Perhitungan Solvabilitas 89.671.003.747 99.145.367.120
Piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan Solvabilitas adalah piutang premi yang jatuh tempo 1-60 hari yaitu sebesar Rp89.671.003.747 dan
Rp99.145.367.120 untuk masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah penyisihan piutang tak tertagih yang telah dibukukan adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat
tidak tertagihnya piutang premi
6 PIUTANG REASURANSI
Piutang reasuransi merupakan piutang yang timbul dari transaksi reasuransi sehubungan dengan hak penerimaan komisi, premi asuransi dan klaim asuransi kepada
reasuradur
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Simas Reinsurance Brokers 19.535.338.827 9.566.132.742
Willis Reinsurance Brokers Indonesia 18.355.862.724 43.890.715.126
PT IBU Reinsurance Broker Utama 15.351.101.554 13.182.835.167
PT Reasuransi Nasional Indonesia 14.557.361.750 36.356.405.133
PT Reasuransi Indonesia Utama 2.794.776.535 1.358.902.005
PT IBS Reinsurance Brokers 1.613.934.751 2.699.862.384
PT Reasuransi Nusantara Makmur - 3.322.264.206
Lain-lain 10.205.019.091 12.348.710.210
Cadangan kerugian penurunan nilai (5.568.874.010) (3.991.157.539)
Jumlah 76.844.521.222 118.734.669.434
Rincian Dalam Mata Uang Asing : 30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Dalam Rupiah 31.328.580.033 43.489.533.700
USD 3.392.071,94 tahun 2023 dan USD 5.000.095 tahun 2022 50.969.273.025 78.656.501.656
EUR 86,68tahun 2023 dan EUR 10.806 tahun 2022 1.419.285 180.600.691
SGD 10.279,48 tahun 2023 dan SGD 34.239 tahun 2022 114.122.890 399.190.926
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (5.568.874.010) (3.991.157.539)
Jumlah 76.844.521.222 118.734.669.434
Ringkasan umur piutang reasuransi adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
1 - 60 Hari 29.652.895.207 98.318.340.813
Lebih dari 60 Hari 47.191.626.016 20.416.328.621
Jumlah 76.844.521.222 118.734.669.434
Halaman 42
Page 52
6 PIUTANG REASURANSI (LANJUTAN)
Piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan Solvabilitas adalah piutang premi yang jatuh tempo 1-60 hari, yaitu :
Piutang Reasuransi Yang Diperkenankan Dalam Perhitungan Solvabilitas 29.652.895.207 98.318.340.813
Piutang reasuransi yang di perkenankan dalam perhitungan Solvabilitas adalah piutang reasuransi yang jatuh tempo 1-60 hari yaitu sebesar Rp 29.652.895.207 dan
Rp 98.318.340.813 untuk masing-masing 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
7 PIUTANG LAIN-LAIN
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga :
Barang klaim dan selisih tagihan klaim 685.818.848 1.192.099.430
Piutang bunga obligasi 555.071.918 555.071.918
Piutang bunga deposito 86.950.769 32.264.769
Pinjaman karyawan 67.380.000 70.000.000
Piutang ASO - 10.040.165
Lain-lain 4.093.526.979 353.695.796
Jumlah Pihak Ketiga 5.488.748.514 2.213.172.078
Pada 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 Perusahaan tidak menetapkan penyisihan atas piutang lain-lain karena berdasarkan hasil penelaahan manajemen,
piutang tersebut dapat tertagih seluruhnya
8 INVESTASI
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
a Deposito Berjangka
Deposito Wajib
Pihak Ketiga
Dalam Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 10.000.000.000 14.000.000.000
PT Sahabat Sampoerna Tbk 5.000.000.000 5.000.000.000
PT Bank Pan Indonesia Tbk 5.000.000.000 5.000.000.000
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - 2.000.000.000
Jumlah Deposito Wajib 20.000.000.000 26.000.000.000
Deposito Biasa
Pihak Ketiga
Dalam Rupiah
PT Bank Mayapada International Tbk 32.500.000.000 12.500.000.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 20.500.000.000 21.160.000.000
PT Bank Shinhan 20.100.000.000 20.100.000.000
PT Bank Pan Indonesia 20.000.000.000 20.000.000.000
PT Bank Victoria International Tbk 18.000.000.000 10.000.000.000
PT Bank Sahabat Sampoerna 17.000.000.000 17.000.000.000
PT Bank Tabungan Negara Syariah - 2.000.000.000
Jumlah Deposito Biasa 128.100.000.000 102.760.000.000
Dalam US Dollar
PT Bank Central Asia Tbk
(USD 1.650.000 untuk tahun 2023 dan USD 400,000 untuk tahun 2022) 24.792.900.000 6.292.400.000
Sub Jumlah 24.792.900.000 6.292.400.000
Jumlah 172.892.900.000 135.052.400.000
Tidak ada hal - hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito
Halaman 43
Page 53
8 INVESTASI (Lanjutan)
b Reksa Dana yang Tersedia untuk Dijual
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Reksa Dana Net Dana Flexi 100.000.000 100.000.000
Peningkatan (Penurunan) Nilai Aset Bersih 28.786.246 29.257.646
128.786.246 129.257.646
c Saham Yang Tersedia Untuk Dijual (Rupiah)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) 622.050.000 633.215.000
PT Delta Dunia Makmur Tbk 370.188.000 309.168.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 177.397.500 161.538.000
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) 109.200.000 111.300.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 603.900 608.850
PT Timah (Persero) Tbk (TINS) 80.535 106.470
Lain-lain 155.745.000 162.113.500
Nilai Pasar 1.435.264.935 1.378.049.820
d Obligasi yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (Rupiah)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
ORI th 2005 seri fr0065 5.000.000.000 5.000.000.000
ORI th 2005 seri fr0072 50.000.000.000 50.000.000.000
ORI th 2005 seri fr0073 5.000.000.000 5.000.000.000
Diskonto yang belum diamortisasi 2.013.909.657 2.092.990.881
Nilai Bersih Obligasi 62.013.909.657 62.092.990.881
e Lain-Lain
Pihak Ketiga
Penyertaan Pada PT Menara Proteksi Sebesar 0,1% 4.000.000 4.000.000
Penyertaan Pada Perusahaan Asuransi Risiko Khusus Sebesar 0,13% 2.908.259.629 2.908.259.629
Lainnya 1.229 4.313.970
Jumlah Lain-Lain 2.912.260.858 2.916.573.599
Jumlah Investasi 239.383.121.697 201.569.271.946
Lembaga Pemeringkat yang menilai obligasi perusahaan adalah PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
Tingkat bunga per tahun atas investasi adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Deposito 1,00% - 5,75% 2,25% - 5,5%
Obligasi 6,63% - 8,75% 6,63% - 8,75%
Deposito Wajib merupakan dana jaminan dalam bentuk deposito berjangka atas nama Menteri Keuangan RI QQ Perusahaan. Sebagaimana diatur dalam POJK
No.71/POJK.05/2016 tentang kesehatan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi.
Halaman 44
Page 54
9 ASET REASURANSI
Rincian sebagai berikut :
a Premi Belum Merupakan Pendapatan bagian reasuransi
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kebakaran 65.594.033.887 55.925.838.788
Kendaraan bermotor 270.396.568 1.606.345.591
Pengangkutan 6.089.804.709 6.594.863.138
Kesehatan 1.473.872.470 3.927.451.211
Aneka 39.031.371.321 27.393.328.946
112.459.478.955 95.447.827.674
b Estimasi klaim reasuransi
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kebakaran 291.275.636.912 285.166.847.045
Kendaraan bermotor 788.654 4.259.662
Pengangkutan 20.670.690.606 20.303.485.949
Kesehatan 1.429.000.057 8.783.749.663
Aneka 80.923.324.067 68.299.861.309
394.299.440.296 382.558.203.628
Total Aset Reasuransi 506.758.919.251 478.006.031.302
10 ASET TETAP
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan dan Penilaian kembali
Tanah 1.003.839.000 - - 1.003.839.000
Bangunan 10.541.349.300 67.763.029 - 10.609.112.329
Kendaraan Bermotor 3.192.001.000 - 822.000.000 2.370.001.000
Peralatan kantor 11.584.066.214 152.796.820 - 11.736.863.034
Jumlah 26.321.255.514 220.559.849 822.000.000 25.719.815.363
Akumulasi Penyusutan :
Bangunan 5.773.873.798 236.376.082 - 6.010.249.880
Kendaraan Bermotor 2.738.749.908 69.066.559 801.980.508 2.005.835.959
Peralatan kantor 8.897.940.840 487.219.291 - 9.385.160.131
Jumlah 17.410.564.546 792.661.932 801.980.508 17.401.245.970
Jumlah Tercatat 8.910.690.968 8.318.569.393
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan dan Penilaian kembali
Tanah 1.003.839.000 - - 1.003.839.000
Bangunan 10.541.349.300 - - 10.541.349.300
Kendaraan Bermotor 2.941.879.000 440.072.000 189.950.000 3.192.001.000
Peralatan kantor 11.390.517.435 427.751.001 234.202.222 11.584.066.214
Jumlah 25.877.584.735 867.823.001 424.152.222 26.321.255.514
Akumulasi Penyusutan :
Bangunan 5.301.686.326 472.187.472 - 5.773.873.798
Kendaraan Bermotor 2.862.240.137 66.459.771 189.950.000 2.738.749.908
Peralatan Kantor 7.888.941.123 1.239.560.905 230.561.188 8.897.940.840
Jumlah 16.052.867.586 1.778.208.148 420.511.188 17.410.564.546
Jumlah Tercatat 9.824.717.149 8.910.690.968
Halaman 45
Page 55
10 ASET TETAP (Lanjutan)
Seluruh Aset termasuk tanah dan bangunan yang dimiliki Perusahaan tidak ada yang disewakan maupun dijaminkan kepada pihak lain, beban penyusutan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp 394,105,630 dan Rp 1,778,208,148.
Kecuali atas tanah, aset tetap pemilikan langsung telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia untuk kendaraan bermotor sebesar Rp 1,338,220,000 dan
PT Asuransi Dayin Mitra Tbk sebesar Rp 22.860.602.370 untuk tahun 2023 dan PT Asuransi Central Asia (pihak berelasi) untuk kendaraan bermotor sebesar Rp
1,537,800,000 dan PT Asuransi Dayin Mitra Tbk sebesar Rp 22.661.022.370 untuk tahun 2022
Rincian penjualan aset tetap pemilikan langsung adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Biaya Perolehan 822.000.000 424.152.222
Akumulasi Penyusutan (801.980.508) (420.511.188)
Jumlah Tercatat 20.019.492 3.641.034
Nilai Penjualan 352.930.000 131.717.932
Laba Penjualan Aset Tetap 332.910.508 135.358.966
11 ASET LAIN-LAIN
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jaminan :
Pihak Ketiga
Sewa 740.006.195 740.006.195
Jaminan Telepon 68.000.000 68.000.000
Aset Hak Guna 1.122.851.745 1.519.152.372
Lain Lain 166.100.001 136.100.001
Jumlah 2.096.957.941 2.463.258.568
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Premi Reasuransi 28.882.257 730.980.017
Sewa Gedung Kantor 1.227.875.040 1.227.803.578
Pajak Dibayar Dimuka 1.286.575 -
Dana escrow TPA Admedika 149.150.937 949.516.562
Biaya TPA (Third Parties Administration ) - 331.087.222
Uang Muka 52.348.209 199.611.000
Lain-lain 14.925.202.051 1.737.211.666
Jumlah 16.384.745.069 5.176.210.045
Perusahaan tidak menetapkan penyisihan penghapusan aset lain-lain, karena berdasarkan hasil penelaahan, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa aset lain-
lain tersebut dapat direalisir dan sebagian dari aset lain-lain tersebut telah dan akan amortisasi sesuai dengan masa manfaatnya
Komponen terbesar dari aset lain-lain adalah beban dibayar di muka sebagai beban pada periode terjadinya karena memberikan manfaat bagi periode-periode
selanjutnya Oleh karena itu aset lain-lain jenis ini diamortisasi selama periode yang memberikan manfaatnya
Kenaikan nilai arus kas dari aset lain – lain karena ada penambahan aset lain – lain berupa sewa dan uang jaminan
12 UTANG KLAIM
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Kendaraan Bermotor 1.519.817.054 2.129.120.370
Kebakaran 734.457.190 246.143.446
Kesehatan 9.828.870 659.639.713
Pengangkutan 996.758.298 439.778.597
Aneka 1.489.428.373 789.371.472
Jumlah 4.750.289.784 4.264.053.598
Halaman 46
Page 56
12 UTANG KLAIM (LANJUTAN)
Rincian Utang klaim bedasarkan mata uang sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Dalam Rupiah 4.486.132.554 4.264.053.598,00
USD 17.580,01 Tahun 2023 dan USD 0 Tahun 2022 264.157.230 -
Jumlah 4.750.289.784 4.264.053.598
13 UTANG REASURANSI
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
PT Marsh Reinsurance Broker Indonesia 92.697.115.975 -
IBS Reinsurance Brokers 1.137.623.790 -
PT Reasuransi Maipark Indonesia 1.173.809.281 -
PT Reasuransi Indonesia Utama (55.744.578) 13.353.179.916
PT Tugu Reasuransi Indonesia - 11.788.701.343
Lain-lain (93.164.616.288) 1.672.836.926
Jumlah 1.788.188.180 26.814.718.185
Pada tahun 2023 dan 2022 Perseroan tidak melakukan saling hapus-bukukan antara Piutang Reasuransi dan Utang Reasuransi mencakup seluruh jenis asuransi
14 UTANG KOMISI
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kendaraan Bermotor 2.864.331.743 2.933.831.585
Kebakaran 750.525.358 847.178.921
Rekayasa 452.442.974 768.733.252
Pengangkutan 270.380.373 1.323.414.977
Aneka 714.648.399 320.118.001
Jumlah 5.052.328.846 6.193.276.736
Rincian dalam mata uang asing :
Dalam Rupiah 4.920.020.247 5.942.389.098
USD 14.006,01 Tahun 2023 dan USD 15,587 Tahun 2022 124.578.731 245.204.446
JPY 7.330,05 Tahun 2023 dan JPY 2,490 Tahun 2022 128.965 292.766
EUR 269,9 Tahun 2023 dan EUR 269 Tahun 2022 3.889.117 4.489.180
SGD 0 Tahun 2023 dan SGD 6 Tahun 2022 - 66.224
CNY 405,03 Tahun 2023 dan CNY 370 tahun 2022 3.711.787 835.022
Jumlah 5.052.328.846 6.193.276.736
Halaman 47
Page 57
15 PERPAJAKAN
Utang Pajak
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pajak Penghasilan Pasal 23 330.124.049 264.516.686
Pajak Penghasilan Pasal 29 - 266.264.214
Pajak Pertambahan Nilai 94.413.185 104.677.877
Pajak Penghasilan Pasal 21 98.500.639 490.069.797
Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 1.145.675 14.261.680
Pajak Penghasilan Pasal 26 4.832 27.392
Jumlah 524.188.381 1.139.817.646
Rekonsiliasi antara laba sebelum Manfaat/(Beban) pajak penghasilan dengan Manfaat/(Beban) penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Laba sebelum Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan - -7.050.649.823
Beda Waktu :
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Premi Tak Tertagih - 1.319.586.977
Imbalan Pasca Kerja - 242.090.795
Cadangan Klaim (IBNR) - 633.855.181
Kenaikan (penurunan) UPR - (160.090.370)
Jumlah Beda Waktu - 2.035.442.583
Utang Pajak
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Beda Tetap :
Promosi - 385.120.704
Beban penanganan survey - 7.107.203.337
Beban entertainment - 1.131.109.646
Kontes keagenan - 3.323.320.650
Bunga inkremental hak guna sewa - 206.869.266
Penyusutan aset tetap yang tidak diakui fiskal - 792.601.248
Bunga obligasi - (4.550.417.175)
Bunga deposito dan jasa giro - (3.485.118.149)
Transportasi - 3.641.294.971
Lain lain - 22.354.148
Jumlah Beda Tetap - 8.574.338.646
Manfaat/(Beban) Penghasilan Kena Pajak
Dasar Pengenaan Pajak - 3.559.131.406
Dibulatkan - 3.559.131.000
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan Kini
25% x 0 -
22% x 7,281,697,000 783.008.820
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan Kini - 783.008.820
Pajak Dibayar di Muka :
Pajak Penghasilan Pasal 25 - (516.744.606)
Manfaat/(Beban) Utang Pajak Penghasilan Pasal 29 - 266.264.214
Halaman 48
Page 58
15 PERPAJAKAN (Lanjutan)
Perusahaan akan menyelesaikan seluruh kewajiban perpajakan lainnya, jika ada, pada saat jatuh tempo Hasil perhitungan rekonsiliasi laba kena pajak perusahaan
telah sesuai dengan SPT Tahunan Badan yang telah dilaporkan kepada kantor pelayanan pajak
Perhitungan Manfaat/(Beban) pajak penghasilan tangguhan dan saldo Aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai 1.319.586.977 1.319.586.977
Imbalan Pasca Kerja 242.090.795 242.090.795
Cadangan Klaim (IBNR) 633.855.181 633.855.181
Kenaikan (penurunan) UPR (160.090.370) (160.090.370)
Jumlah 2.035.442.583 2.035.442.583
Dibulatkan 2.035.442.000 2.035.442.000
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan Tangguhan (pengaruh beda
waktu pada tarif pajak maksimun 22%) 577.303.290 577.303.290
Aset Pajak Tangguhan, Saldo Awal Tahun 3.993.108.509 3.993.108.509
Aset Pajak Tangguhan, Saldo Akhir Tahun 4.570.411.799 4.570.411.799
Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat dipulihkan nilainya
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan
16 BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Biaya reward agen 2.929.102.177 3.257.724.972
Biaya Jasa Professional 1.267.070.013 528.249.000
Biaya perangkat lunak 294.671.327 603.920.105
Biaya member service fee - TPA 290.181.126 -
Biaya Lain - Lain 135.185.602 1.521.865.595
Jumlah 4.916.210.246 5.911.759.672
17 PENDAPATAN DAN PREMI DITERIMA DIMUKA
Merupakan premi yang diterima dimuka atas pertanggungan yang lebih dari satu tahun setelah diperhitungkan dengan Potongan Premi
Rincian mutasi premi diterima di muka sebagai berikut :
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Posisi 30 Juni 2023 5.778.465.058 5.059.267.243 - 10.837.732.301
Posisi 31 Desember 2022 6.461.726.045 - 683.260.987 5.778.465.058
18 LIABILITAS KONTRAK ASURANSI
Liabilitas kontrak asuransi berdasarkan jenis pertanggungan sebagai berikut :
a Premi Belum Merupakan Pendapatan Kotor
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Kebakaran 105.553.562.025 84.494.270.054
Kendaraan bermotor 66.752.228.548 62.228.401.738
Pengangkutan 7.280.967.878 7.256.584.712
Kesehatan 3.816.478.071 7.609.784.150
Aneka 83.491.545.408 64.352.729.972
266.894.781.931 225.941.770.626
Halaman 49
Page 59
18 LIABILITAS KONTRAK ASURANSI (LANJUTAN)
b Estimasi Klaim Kotor
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Kebakaran 312.071.424.067 297.417.753.759
Kendaraan bermotor 18.960.653.068 13.138.006.035
Pengangkutan 23.882.126.053 22.621.262.864
Kesehatan 2.538.329.074 13.512.501.313
Aneka 99.599.015.110 79.993.232.319
457.051.547.371 426.682.756.290
Total Liabilitas Kontrak Asuransi 723.946.329.302 652.624.526.916
19 UTANG LAIN-LAIN
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Utang Dividen 125.991.100 125.991.100
Deposit ASO 4.238.962.212 8.299.288.796
Liabilitas Hak Guna Usaha 1.292.256.489 1.707.731.938
Utang Lain - Lain (508.530.774) 0
Jumlah 5.148.679.026 10.133.011.834
20 MODAL SAHAM
Susunan pemegang dan pemilikan saham perusahaan sebagai berikut :
30 Juni 2023
Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Persentase
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Jumlah
PT Asuransi Central Asia 3.066.343.009 62,58% 153.317.150.450
Sendra Gunawan, MSME 627.362.866 12,80% 31.368.143.300
Masyarakat (kurang dari 5%) 1.206.294.125 24,62% 60.314.706.250
Jumlah 4.900.000.000 100,00% 245.000.000.000
31 Desember 2022
Ditempatkan dan Disetor Penuh
Jumlah Persentase
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Jumlah
PT Asuransi Central Asia 3.066.343.009 62,58% 153.317.150.450
Sendra Gunawan, MSME 627.362.866 12,80% 31.368.143.300
Masyarakat (kurang dari 5%) 1.206.294.125 24,62% 60.314.706.250
Jumlah 4.900.000.000 100,00% 245.000.000.000
Direktur dan Komisaris tidak memiliki saham perusahaan
Halaman 50
Page 60
21 TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini merupakan selisih lebih harga penjualan saham atau harga pasar saham pada saat pembagian dividen saham di atas nilai nominal saham (agio saham)
Rincian sebagai berikut :
Jumlah Saham Agio per Saham Jumlah
Penjualan Saham pada tahun 1990 1.000.000 3.250 3.250.000.000
Pembagian Saham Bonus pada tahun 1993 2.000.000 1.000 (2.000.000.000)
Pembagian Dividen Saham pada tahun 2003 2.000.000 2.500 5.000.000.000
Pembagian Saham Bonus pada tahun 2004 120.000.000 50 (6.000.000.000)
Pembagian Saham Bonus pada tahun 2007 5.000.000 50 (250.000.000)
Penawaran Umum Terbatas I pada tahun 2008 190.000.000 30 5.700.000.000
Biaya Emisi Penawaran Umum Terbatas I 2008 -360.000.000
Penawaran Umum Terbatas II pada tahun 2015 340.000.000 100 34.000.000.000
Biaya Emisi Penawaran Umum Terbatas II 2015 -750.000.000
Penawaran Umum Terbatas III pada tahun 2017 2.100.000.000 20 42.000.000.000
Biaya Emisi Penawaran Umum Terbatas III 2017 -1.024.500.000
Penawaran Umum Terbatas IV pada tahun 2022 1.960.000.000 0 0
Biaya Emisi Penawaran Umum Terbatas IV 2022 -1.386.874.848
Jumlah 78.178.625.152
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang telah diaktakan dengan akta No. 6 dari Notaris Rahayu Ningsih, S.H.,
tanggal 14 April 2022, para pemegang saham telah menyetujui Peningkatan Modal ditempatkan dan disetor Perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas IV (“PUT
IV”) dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sebanyak 1.960.000.000 saham biasa atas nama baru dengan nilai nominal Rp 50,- (lima
Puluh rupiah) per saham. Setiap pemegang 3 (tiga) saham lama mempunyai 2(dua) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak membeli 1 (satu) saham baru
yang berasal dari portepel Perseroan.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang telah diaktakan dengan akta No 92 dari Notaris Fathiah Helmi, SH
Tanggal 25 April 2018, para pemegang saham telah menyetujui Peningkatan Modal ditempatkan dan disetor Perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas III (“PUT
III”) dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sebanyak 2100000000 saham biasa atas nama baru dengan nilai nominal Rp 50,- (lima
Puluh rupiah) per saham yang ditawarkan dengan harga penawaran Rp 70,- (tujuh puluh rupiah) setiap sahamnya Setiap pemegang 2 (dua) saham lama
mempunyai 5 (lima) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak membeli 1 (satu) saham baru yang berasal dari portepel Perseroan
Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No 62 dari Notaris Fathiah Helmi, SH
tanggal 15 Juni 2015, para pemegang saham telah menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas II ("PUT
II") sejumlah 340000000 saham dengan harga penawaran Rp 150,- setiap sahamnya
Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No 13 dari Notaris Fathiah Helmi, SH
tanggal 18 Nopember 2008, para pemegang saham telah menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas I
("PUT I") sejumlah 190000000 saham dengan harga penawaran Rp80,- setiap sahamnya
22 PENDAPATAN PREMI
Rinciannya sebagai berikut :
30 Juni 2023
Penurunan
(kenaikan)
premi yang
Belum merupakan
Premi Bruto Premi Reasuransi pendapatan Pendapatan Premi
Kebakaran 157.823.570.579 (129.033.194.935) (11.391.096.872) 17.399.278.772
Kendaraan Bermotor 75.398.172.441 (2.284.681.293) (5.859.775.832) 67.253.715.316
Pengangkutan 25.844.137.299 (22.093.359.311) (529.441.595) 3.221.336.393
Kesehatan 9.579.600.265 (3.387.675.841) 1.339.727.341 7.531.651.765
Aneka 97.090.964.925 (63.521.638.079) (7.500.773.061) 26.068.553.784
Jumlah 365.736.445.510 (220.320.549.459) (23.941.360.020) 121.474.536.031
-
30 Juni 2022
Penurunan
(kenaikan)
premi yang
Belum merupakan
Premi Bruto Premi Reasuransi pendapatan Pendapatan Premi
Kebakaran 157.395.383.805 (143.058.658.278) (8.011.557.032) 6.325.168.494
Kendaraan Bermotor 68.373.481.930 (1.607.967.449) (10.103.191.677) 56.662.322.804
Pengangkutan 21.686.459.737 (16.476.081.219) (612.769.003) 4.597.609.515
Kesehatan 70.669.221.783 (43.978.763.072) (11.430.874.289) 15.259.584.422
Aneka 82.025.416.135 (45.348.519.343) (12.770.310.604) 23.906.586.188
Jumlah 400.149.963.390 (250.469.989.362) (42.928.702.606) 106.751.271.423
Halaman 51
Page 61
23 BEBAN KLAIM
Rinciannya sebagai berikut :
30 Juni 2023
Kenaikan
(penurunan)
Estimasi Klaim
Klaim Bruto Klaim Reasuransi Retensi Sendiri Beban Klaim
Kebakaran 84.238.064.273 (77.671.606.957) 9.379.655.860 15.946.113.176
Kendaraan Bermotor 33.748.725.420 (125.916.894) 5.826.118.040 39.448.926.566
Pengangkutan 12.679.524.970 (10.899.427.211) 925.569.649 2.705.667.409
Kesehatan 23.945.070.357 (14.663.844.157) (3.619.422.634) 5.661.803.567
Aneka 48.984.158.087 (36.595.343.001) 7.453.726.172 19.842.541.259
Jumlah 203.595.543.108 (139.956.138.220) 19.965.647.089 83.605.051.976
30 Juni 2022
Kenaikan
(penurunan)
Estimasi Klaim
Klaim Bruto Klaim Reasuransi Retensi Sendiri Beban Klaim
Kebakaran 92.660.194.102 (85.264.961.749) 498.593.390 7.893.825.742
Kendaraan Bermotor 22.939.531.796 (397.953.780) 4.397.386.092 26.938.964.108
Pengangkutan 30.299.483.477 (28.776.197.490) 463.145.789 1.986.431.776
Kesehatan 60.459.195.861 (40.045.189.373) 103.871.283 20.517.877.771
Aneka 35.121.275.060 (27.694.248.541) 2.111.982.211 9.539.008.730
Jumlah 241.479.680.296 (182.178.550.933) 7.574.978.765 66.876.108.127
24 BEBAN KOMISI NETTO
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023
Komisi
Reasuransi Komisi Bayar Beban Komisi
Diterima Netto
Kebakaran 42.259.458.792 17.472.874.381 (24.786.584.411)
Kendaraan Bermotor 208.869.771 9.939.555.582 9.730.685.811
Pengangkutan 6.986.038.841 4.819.585.615 (2.166.453.226)
Kesehatan 931.610.855 1.184.384.684 252.773.829
Aneka 19.942.077.949 16.079.963.207 (3.862.114.742)
Jumlah 70.328.056.208 49.496.363.469 (20.831.692.738)
30 Juni 2022
Komisi
Reasuransi Komisi Bayar Beban Komisi
Diterima Netto
Kebakaran 42.428.293.024 20.927.164.811 21.501.128.214
Kendaraan Bermotor 221.491.035 9.633.869.220 (9.412.378.185)
Pengangkutan 4.863.063.552 5.059.432.082 (196.368.530)
Kesehatan 12.095.262.405 8.878.085.777 3.217.176.628
Aneka 13.612.025.918 13.687.194.097 (75.168.179)
Jumlah 73.220.135.934 58.185.745.986 15.034.389.948
Halaman 52
Page 62
25 HASIL INVESTASI
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Bunga Deposito Biasa 2.195.368.103 1.489.009.181
Bunga Deposito Wajib 17.182.337 63.810.464
Bunga Obligasi 2.311.450.544 2.330.090.865
Pendapatan Reksadana (471.400) 3.941.560
Deviden 11.934.762 6.571.023
Jumlah 4.535.464.347 3.893.423.094
26 BEBAN USAHA
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Beban Pemasaran
Beban Promosi 83.859.049 111.423.255
Entertainment & Representasi 505.175.196 448.372.807
Agent Contest 1.829.500.002 1.628.862.486
Biaya Penanganan Survey 1.884.133.695 2.789.752.953
Lain - Lain 18.352.319 35.927.351
Beban Umum
Beban Pegawai 34.376.152.641 28.809.739.543
Beban Perjalanan Dinas 148.135.313 38.784.630
Beban Pendidikan dan Latihan 228.494.038 190.483.890
Beban Konsultan 2.452.131.585 3.119.300.371
Beban Iuran Keanggotaan 178.289.651 110.394.026
Beban Penghapusan Piutang 1.586.263.516 363.958.540
Beban Penelitian dan Pengembangan 8.874.310.671 7.224.144.848
Beban Umum Lain 40.145.230 39.991.408
Beban Administrasi
Beban Perkantoran 2.216.475.645 2.261.606.713
Beban Penyusutan Aktiva Sewa Guna Usaha 470.808.416 509.069.563
Beban Penyusutan Aktiva Tetap 792.661.932 841.607.356
Beban Amortisasi Aktiva Tak Berwujud - 585.541.519
Beban Kantor 417.112.262 554.824.077
Beban Komunikasi 1.150.767.627 1.076.346.379
Beban Transportasi dan Kendaraan 8.342.051.189 7.454.528.171
Beban Komputer 1.303.584.420 452.314.026
Jumlah 66.898.404.396 58.646.973.912
27 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN - LAIN
Rincian sebagai berikut :
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Laba Penjualan Aset Tetap 332.910.508 28.858.966
Jasa Giro 144.522.025 129.145.814
Laba (Rugi) Selisih Kurs (3.783.103.945) 1.981.360.322
Pendapatan Lain- lain (944.361.686) (52.452.026)
Jumlah (4.250.033.097) 2.086.913.076
Halaman 53
Page 63
28 SALDO ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING
Aset dan Liabilitas Perusahaan dalam mata uang asing adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
ASET
Investasi
Dalam USD 1.650.000 400.000
Kas dan Bank
Dalam USD 176.940 286.292
Piutang premi
Dalam USD 1.692.466 1.905.286
Dalam JPY 65.314 66.258
Dalam EUR 26.090 7.056
Dalam SGD 27.236 1.917
Dalam MYR - (73)
Dalam CNY 36.937 20.631
Dalam AUD 82 82
Dalam THB - 92
Piutang Reasuransi
Dalam USD 3.392.072 5.000.095
Dalam SGD 10.279 34.239
Dalam EUR 87 10.806
Jumlah Aset 7.077.504 7.732.681
LIABILITAS
Utang klaim
Dalam USD 17.580 -
Utang reasuransi
Dalam USD (501.361) (2.318.233)
Dalam JPY (49.181) (98.746)
Dalam EUR (25.603) (30.227)
Dalam SGD 235.432 (11.520)
Dalam MYR 15 15
Dalam CNY (57.102) (18.097)
Dalam AUD (7) (8)
Dalam GBP 0 -
Dalam HKD 1 6
Dalam CHF 0 -
Dalam THB (104) -
Utang Komisi
Dalam USD (8.291) (15.587)
Dalam JPY (1.229) (2.490)
Dalam EUR (238) (269)
Dalam SGD - (6)
Dalam CNY (1.787) (370)
Jumlah Liabilitas (391.876) (2.495.531)
Jumlah Aset Bersih 6.685.628 5.237.150
Halaman 54
Page 64
28 SALDO ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING (LANJUTAN)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah Rupiah
ASET
Investasi
Dalam USD 24.792.900.000 6.292.400.000
Kas dan Bank
Dalam USD 2.658.704.203 4.503.656.778
Piutang premi
Dalam USD 25.430.986.964 29.972.050.448
Dalam JPY 6.852.778 7.789.968
Dalam EUR 427.197.349 117.917.799
Dalam SGD 302.376.898 22.355.237
Dalam MYR - (258.575)
Dalam CNY 76.708.143 46.567.455
Dalam GBP - -
Dalam HKD - -
Dalam AUD 823.151 868.356
Dalam THB - 41.630
Dalam CHF - -
Piutang Reasuransi
Dalam USD 50.969.273.025 78.656.501.656
Dalam SGD 114.122.890 399.190.926
Dalam EUR 1.419.285 180.600.691
Dalam BND - -
Jumlah Aset 104.781.364.686 120.199.682.370
LIABILITAS
Utang klaim
Dalam USD 264.157.230 -
Utang reasuransi
Dalam USD (7.533.449.332) (36.468.119.705)
Dalam JPY (5.160.031) (11.609.523)
Dalam EUR (419.226.828) (505.168.990)
Dalam SGD 2.613.765.273 (134.306.772)
Dalam MYR 46.976 51.992
Dalam CNY (118.584.980) (40.846.266)
Dalam AUD (70.911) (88.243)
Dalam GBP 383 379
Dalam HKD 2.015 11.203
Dalam CHF 459 509
Dalam THB (44.460) -
Utang Komisi
Dalam USD (124.578.731) (245.204.446)
Dalam JPY (128.965) (292.766)
Dalam EUR (3.889.117) (4.489.180)
Dalam SGD - (66.224)
Dalam CNY (3.711.787) (835.022)
Jumlah Liabilitas (5.330.872.805) (37.410.963.051)
Jumlah Aset Bersih 99.450.491.881 82.788.719.319
Halaman 55
Page 65
29 INFORMASI SEGMEN USAHA
Manajemen perusahaan menetapkan penggolongan segmen berdasarkan usaha dan geografis Segmen usaha berdasarkan lini bisnisnya atas asuransi kebakaran,
kendaraan bermotor, pengangkutan, dan aneka Sedangkan segmen geografis berdasarkan wilayah geografis Informasi segmen usaha dan segmen geografis
perusahaan untuk periode dua belas bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut :
a Informasi Segmen Usaha
30 Juni 2023
Kendaraan
Kebakaran Bermotor Pengangkutan Aneka Jumlah
Pendapatan Premi 17.399.278.772 67.253.715.316 3.221.336.393 33.600.205.550 121.474.536.031
Beban Underwriting 8.840.471.236 (49.179.612.378) (539.214.183) (20.979.121.525) (61.857.476.850)
Hasil Underwriting 26.239.750.008 18.074.102.938 2.682.122.210 12.621.084.025 59.617.059.181
Hasil yang tidak dapat dialokasikan
Hasil Investasi 4.535.464.347
Beban Usaha 66.898.404.396
Laba (Rugi) Usaha (2.745.880.868)
Penghasilan lain-lain Bersih (4.250.033.097)
Pajak Penghasilan -
Laba bersih (6.995.913.965)
Aset dan Liabilitas
Aset yang tidak dapat dialokasikan 969.592.271.871
Liabilitas
Liabilitas Kontrak Asuransi 723.946.329.302
Liabilitas yang tidak dapat dialokasikan 42.517.378.133
Jumlah Liabilitas 766.463.707.435
Pelaporan Segmen Lainnya
Penyusutan 792.661.932
31 Desember 2022
Kendaraan
Kebakaran Pengangkutan Aneka Jumlah
Bermotor
Pendapatan Premi 12.192.326.894 126.153.184.696 9.023.698.652 88.778.325.950 236.147.536.193
Beban Underwriting 16.241.711.449 (77.829.739.523) (3.844.132.214) (66.150.657.848) (131.582.818.137)
Hasil Underwriting 28.434.038.343 48.323.445.172 5.179.566.439 22.627.668.102 104.564.718.056
Hasil yang tidak dapat dialokasikan
Hasil Investasi 7.874.764.655
Beban Usaha (126.068.876.565)
Laba (Rugi) Usaha (13.629.393.854)
Penghasilan lain-lain Bersih 6.578.744.031
Pajak Penghasilan (418.733.384)
Laba bersih (7.469.383.207)
Aset dan Liabilitas
Aset yang tidak dapat dialokasikan 933.279.448.053
Liabilitas
Liabilitas Kontrak Asuransi 652.624.526.916
Liabilitas yang tidak dapat dialokasikan 70.587.657.851
Jumlah Liabilitas 723.212.184.767
Pelaporan Segmen Lainnya
Penyusutan 1.778.208.148
Halaman 56
Page 66
29 INFORMASI SEGMEN USAHA (Lanjutan)
b Informasi Segmen Geografis
30 Juni 2023
Kantor
Jakarta Surabaya Bandung Pemasaran Lainnya Jumlah
Pendapatan Premi 84.478.643.506 8.366.782.699 3.964.696.304 24.664.413.522 121.474.536.031
Beban Underwriting (35.179.223.271) (5.089.992.604) (1.860.320.151) (19.727.940.825) (61.857.476.850)
Hasil Underwriting 49.299.420.235 3.276.790.095 2.104.376.153 4.936.472.697 59.617.059.181
31 Desember 2022
Kantor
Jakarta Surabaya Bandung Pemasaran Lainnya Jumlah
Pendapatan Premi 152.063.099.350 15.101.561.278 7.278.289.413 61.704.586.152 236.147.536.193
Beban Underwriting (67.619.571.104) (12.044.545.372) (2.640.365.796) (49.278.335.864) (131.582.818.137)
Hasil Underwriting 84.443.528.246 3.057.015.906 4.637.923.616 12.426.250.287 104.564.718.056
30 KONTRAK REASURANSI
Dalam rangka manajemen risiko atas pertanggungan asuransi, perusahaan mengadakan kontrak reasuransi dengan beberapa perusahaan asuransi dan reasuransi
sebagai berikut:
a Proportional Treaties
Porsi Reasuransi Tahun 2023
Nama Kebakaran Pengangkutan Rekayasa Aneka
% % % %
PT. Marsh Reinsurance Brokers Indonesia (Guy Carpenter) 100,00 100,00 100,00 100,00
Jumlah 100 100 100 100
Porsi Reasuransi Tahun 2022
Nama Kebakaran Pengangkutan Rekayasa Aneka
% % % %
PT. Marsh Reinsurance Brokers Indonesia (Guy Carpenter) 100,00 100,00 100,00 100,00
Jumlah 100 100 100 100
b Non Proportional Treaties
Untuk melindungi akumulasi klaim risiko sendiri, Perusahaan menyelenggarakan proteksi reasuransi berupa non-proporsional Treaties (excess of loss ) antara lain
terhadap pertangggungan (property ), kendaraan bermotor (motor vehicles ), pengangkutan (marine cargo ) dan Whole account Yang seluruhnya direasuransikan
kepada Hannover Re, GIC Re, Indonesia Re, Nasional Re, Maskapai Re, Tugu Re, Nusantara Re, Asuransi Sinarmas Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
Halaman 57
Page 67
31 LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham 4.900.000.000 4.900.000.000
Laba Bersih yang Digunakan dalam Penghitungan
Laba (rugi) Bersih per Saham (6.995.913.965) (7.469.383.207)
Laba Bersih per Saham (1,43) (1,52)
32 MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Manajemen telah mendokumentasikan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan Kebijakan yang ditetapkan merupakan strategi bisnis secara menyeluruh
dan filosofi manajemen risiko Keseluruhan strategi manajemen risiko ditujukan untuk meminimalkan pengaruh ketidakpastian yang dihadapi dalam pasar terhadap
kinerja keuangan
Perusahaan beroperasi di dalam negeri dan menghadapi berbagai risiko keuangan, termasuk likuiditas, harga pasar, kredit, dan operasional Manajemen risiko
keuangan Perusahaan difokuskan untuk menghadapi ketidakpastian pasar uang dan meminimalisasi potensi kerugian yang bersumber dari klaim nasabah yang
akan berdampak pada kinerja keuangan Perusahaan
Risiko operasional
Risiko operasional merupakan risiko yang dapat berdampak dan berpengaruh luas terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan Secara umum, risiko operasional
merupakan risiko yang disebabkan karena kekurangan dan kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem ataupun permasalahan-permasalahan
yang berdampak pada operasi Perseroan
Risiko operasional yang dapat berdampak besar bagi Perusahaan adalah ketidakcermatan dalam melakukan pertanggungan ulang (reasuransi) sehingga pada saat
terjadi klaim pihak reasuradur tidak dapat memenuhi komitmennya yang mengakibatkan Perusahaan harus menanggung keseluruhan klaim
Untuk meminimalkan dampak dari risiko operasional Perusahaan telah melakukan langkah-langkah identifikasi risiko-risiko yang ada dan selanjutnya melakukan
pengukuran atas risiko-risiko tersebut Dari hasil identifikasi tersebut Perusahaan melakukan langkah-langkah pengendalian dan pengawasan yang ketat Khusus
untuk risiko yang bersumber dari permasalahan reasuransi perusahaan melakukannya dengan berhati-hati dalam memilih reasuradur dan melakukan pengawas
internal yang baik terhadap proses reasuransi
Risiko pasar
Risiko pasar merupakan risiko yang terutama disebabkan karena perubahan tingkat bunga, nilai tukar mata uang Rupiah, harga komoditas dan harga modal atau
pinjaman, yang dapat membawa risiko bagi Perseroan Dalam perencanaan usaha Perseroan, risiko pasar yang memiliki dampak langsung kepada Perseroan
adalah dalam hal pengelolaan tingkat bunga dan nilai tukar
Risiko tingkat bunga adalah risiko arus kas di masa datang atas instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar Nilai wajar risiko suku
bunga adalah risiko nilai wajar instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar Perusahaan dihadapkan pada berbagai risiko terkait
dengan fluktuasi suku bunga pasar Perusahaan memonitor perubahan suku bunga pasar untuk memastikan suku bunga Perusahaan sesuai dengan pasar
Risiko nilai tukar mata uang asing yang terutama timbul dari aset dan kewajiban moneter yang diakui dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional
entitas yang bersangkutan Untuk mengelola risiko tersebut, Perseroan secara konsisten mengalokasikan dananya di deposito bank sesuai dengan komitmen mata
uang asing Selain itu, Perseroan melakukan pengawasan terhadap dampak pergerakan nilai tukar untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Perseroan
Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari mitra pendiri dan atau rekanan yang gagal memenuhi kewajiban
kontraktual mereka Risiko kredit merupakan risiko utama karena Perseroan bergerak dalam bidang pertanggungan risiko bagi para tertanggung yang ingin
mengasuransikan risikonya Secara langsung, Perseroan menghadapi risiko seandainya konsumen tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam membayar premi
sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara konsumen dengan Perseroan sehingga Perseroan tidak dapat mengelola dana premi tersebut
Risiko kredit merupakan risiko yang tidak dapat dihindari, namun dapat dikelola hingga pada batasan yang dapat diterima Perseroan telah memiliki kebijakan dalam
menghadapi risiko ini Dimulai dari proses awal penerimaan polis yang selektif dan ditangani dengan prinsip kehati-hatian, yang mana setiap aplikasi yang masuk
akan melalui proses survey dan analisa untuk kemudian disetujui
Tidak terdapat konsentrasi risiko kredit karena Perseroan memiliki banyak pelanggan tanpa adanya pelanggan individu yang signifikan
Halaman 58
Page 68
32 MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai Wajar Instrumen Keuangan yang tidak di perdagangkan dipasar keuangan aktif ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian Teknik penilaian tersebut
meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak - pihak yang berkeinginan dan memahami (arm's-leght market transactions),
referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya
Pemenuhan Kesehatan keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi
Bahwa pemenuhan kewajiban Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi untuk menyampaikan laporan perhitungan tingkat solvabilitas triwulanan, tahunan
dan pengumuman laporan keuangan serta laporan perhitungan tingkat solvabilitas bulanan bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi dalam program
penyehatan kepada Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana dimaksud dalam POJK Nomor 71/POJK.05/2016 dan SEOJK Nomor 24/SEOJK.05/2017 tentang
Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, harus dilakukan sesuai dengan bentuk dan susunan laporan serta pengumuman laporan
keuangan
Rincian rasio - rasio yang menjadi indikator kesehatan keuangan perusahaan yang dipersyaratkan oleh peraturan dibidang perasuransian adalah :
Jenis Rasio Batas Minimum Rasio 30 Juni 2023
a Rasio Likuiditas 150% 129%
b Rasio Kecukupan Investasi 100% 119%
c Rasio Solvabilitas 120% 181%
Risiko Tingkat Bunga
Mengacu pada PSAK 50 Paragraf 63 informasi mengenai risiko tingkat bunga, termasuk :
- Tanggal Penilaian ulang (Repricing) atau tanggal jatuh tempo kontraktual, mana yang lebih dahulu; dan
- Tingkat bunga efektif, jika tersedia
Mengindikasikan aset keuangan dan liabilitas keuangan mana yang :
- Terekspos risiko tingkat bunga atas nilai wajar,
- Terekspos risiko tingkat bunga atas arus kas, dan
- Tidak secara langsung terekspos terhadap risiko tingkat bunga
Pengungkapan tersebut tidak berlaku bagi instrumen keuangan seperti investasi dalam instrumen ekuitas dan instrumen derivatif yang tingkat bunga efektifnya tidak
dapat ditentukan
Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi instrumen keuangan seperti investasi dalam instrumen ekuitas dan instrumen derivatif yang tingkat bunga efektifnya tidak
dapat ditentukan
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana untuk memenuhi kewajibannya terkait dengan instrumen
keuangan Risiko likuiditas mungkin timbul akibat ketidakmampuan Perusahaan untuk menjual aset keuangan secara cepat dengan harga yang mendekati nilai
wajarnya
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana untuk memenuhi Kebutuhan likuiditas Perusahaan secara
khusus timbul dari kebutuhan untuk menyediakan kas yang cukup untuk membayar kewajiban kepada para nasabah atas klaim yang terjadi Dalam mengelola risiko
likuiditas, Perusahaan memantau dan menjaga tingkat likuiditas yang memadai untuk membiayai operasionalnya dan menginvestasikan dari sebagian besar asetnya
dalam pasar aktif dan dapat dicairkan setiap saat
Efek yang dimiliki Perusahaan dapat dicairkan setiap saat dan sebagian besar terdaftar di Bursa Efek Indonesia Selain itu Perusahaan secara rutin mengevaluasi
koreksi arus kas dan arus kas aktual serta mencocokkan profil jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan
33 KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA
Tidak terdapat kejadian-kejadian setelah tanggal neraca yang memerlukan penyesuaian terhadap laporan keuangan Perusahaan
Halaman 59
Page 69
34 BATAS TINGKAT SOLVABILITAS
Tingkat solvabilitas Perusahaan adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
a Kekayaan yang diperkenankan untuk perhitungan
Tingkat Solvabilitas :
Investasi 245.774.210.812 203.173.967.096
Kas dan Bank 18.836.280.958 12.997.982.539
Piutang Premi 89.671.003.747 99.145.367.120
Piutang Reasuransi 29.652.895.207 98.318.340.813
Aset Reasuransi 506.758.919.251 478.006.031.302
Bunga yang masih harus diterima 642.022.687 587.336.687
Aset Tetap 5.602.701.449 5.771.314.502
Aset Lain 1.122.851.745 1.519.152.372
Jumlah Kekayaan Yang Diperkenankan 898.060.885.856 899.519.492.432
Jumlah Liabilitas (766.463.707.431) (723.212.184.771)
Jumlah Tingkat Solvabilitas 131.597.178.425 176.307.307.661
Batas Tingkat Solvabilitas Minimum 72.642.826.874 61.466.546.135
Selisih Lebih Tingkat Solvabilitas atas Tingkat
Solvabilitas Minimum 58.954.351.551 114.840.761.526
Rasio pencapaian solvabilitas 181% 287%
b Rasio keuangan
Likuiditas (Perimbangan Aset lancar dengan Liabilitas Lancar) 129% 135%
Investasi terhadap cadangan teknis dan utang klaim 119% 121%
Hasil Investasi terhadap pendapatan premi neto 3% 3%
Beban Klaim,beban usaha dan komisi terhadap pendapatan premi neto 91% 102%
35 SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Terdapat transaksi afiliasi dengan pemegang saham pengendali (PT Asuransi Central Asia) berupa penutupan asuransi kendaraan bermotor yang merupakan aset
perseroan namun jumlah transaksi tidak material dan menggunakan tarif sesuai ketentuan OJK.
Halaman 60
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.