Skip to content
Back to announcement

20230731_KARW_Penyampaian Bukti Iklan_31355953_lamp1.pdf

Other Text extracted KARW

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 2

Page 1
8      SENIN, 31 JULI 2023                                                             MEGAPOLITAN


    Cerah berawan         Cerah berawan         Cerah berawan          Cerah berawan          Cerah berawan             Cerah berawan            Cerah berawan           Berawan                 Cerah berawan           Cerah berawan
    Cerah berawan         Cerah berawan         Cerah berawan          Cerah berawan          Cerah berawan             Cerah berawan            Cerah berawan           Cerah berawan           Cerah berawan           Cerah berawan
    Cerah berawan         Cerah berawan         Cerah berawan          Cerah berawan          Cerah berawan             Cerah berawan            Cerah berawan           Berawan                 Cerah berawan           Cerah berawan




                                                                      JAKARTA SELATAN



                                                                   Kabel Semrawut
                                                                                                                                                                         untuk merapikan kabel optik       mengalami nahas pada 5
                                                                                                                                                                         di udara yang sudah tidak         Januari 2023 hingga tidak bisa
                                                                                                                                                                         terpakai," kata dia.              bicara kini sudah menjalani
                                                                                                                                                                           Penjabat Gubernur DKI           perawatan di rumah. Maha-
                                                                                                                                                                         Heru Budi Hartono meminta         siswa Universitas Brawijaya,


                                                                   Tanggung Jawab Pemda                                                                                  jajarannya merapikan kabel
                                                                                                                                                                         serat optik yang semrawut
                                                                                                                                                                         (berantakan) di jalanan Ibu
                                                                                                                                                                         Kota agar peristiwa terjerat
                                                                                                                                                                                                           Malang, Jawa Timur, itu
                                                                                                                                                                                                           belum sepenuhnya pulih.
                                                                                                                                                                                                             Ayah Sultan, Fatih,
                                                                                                                                                                                                           49, mengatakan anaknya


                                                                   I
                                                                       NSIDEN kabel optik sem-        Terkait persoalan itu,            marga) perlu melakukan           kabel serat optik seperti         harus terus dipantau agar
                                                                       rawut yang menimbul-         Nirwono juga mendesak DPRD          pengawasan ekstra dalam          dialami Sultan Rif'at Alfatih,    kondisinya tidak memburuk
                                                                       kan korban luka sedianya     DKI untuk mempercepat               pemindahan proyek tersebut.      20, di Jakarta Selatan, tidak     lagi. Ia mengaku saat ini
                                                                   menjadi momentum Pemerin-        pengesahan revisi Perda             Pasalnya, beberapa kabel         terulang. "Saya minta serat       biaya pengobatan masih
                                                                   tah Provinsi DKI Jakarta untuk   Nomor 8 Tahun 1999 tentang          optik yang belum dipindahkan     optik, galian kabel, harus        ditanggung keluarga. "Masih
                                                                   mempercepat pemindahan sa-       Jaringan Utilitas. Hal itu untuk    atau masih ada di udara kerap    rapi. Saya minta dinas terkait    harus dijaga supaya air liur,
                                                                   rana jaringan utilitas terpadu   mempercepat pelaksanan              menjuntai dan mengganggu         tanggung jawabnya seperti         khususnya, tidak sampai
                                                                   (SJUT) ke bawah tanah.           pemindahan.                         pengguna jalan. "Perlu adanya    apa," tukas Heru, Jumat (28/7).   masuk ke paru-paru," terang
                                                                     Pemprov DKI harus berani         Ketua Fraksi Partai Ge-           kerja sama yang lebih luas dan     Heru pun meminta agar           dia, kemarin.
                                                                   bertanggung jawab terkait        rindra DPRD DKI Nurhasan            terarah antara pemprov dan       warga melapor apabila               Keluarga korban juga
                                                                   keamanan dan keselamatan         menjelaskan penertiban kabel        vendor perihal ini, khususnya    menemui kabel yang                menunggu respons dari
                                                                   warga. "Dalam kasus warga        optik dengan ditanam sudah          pengawasan berkala terhadap      berantakan. "Saya lihat sudah     perusahaan kabel optik
                                                    MI/MOH IRFAN
                                                                   terjerat kabel, pemda            sesuai dengan peraturan             hasil kerja vendor."             diperbaiki. Kalau ada yang        tersebut untuk bertanggung
KEBAKARAN DI KAPUK MUARA: Warga kembali untuk                      (pemerintah daerah) tidak        daerah terkait SJUT. "Sesuai          Nurhasan mengharapkan          belum, kasih tahu saja biar       jawab. Menurut Fatih,
melihat rumah mereka yang terbakar di kawasan Kapuk Muara,         boleh lepas tangan atau          perda SJUT, rencana semua           Dinas Bina Marga DKI bisa        dinas pelayanan terpadu satu      pihaknya akan melaporkan
Penjaringan, Jakarta Utara, kemarin. Kebakaran yang bermula        menyalahkan perusahaan           kabel optik di udara akan           lebih cepat melakukan            pintu (PTSP) yang memanggil       kasus itu ke Polda Metro
dari permukiman padat penduduk tersebut merambat ke                kontraktor kabel utilitas        ditertibkan dan ditanam di          pemindahan kabel yang            dinas bina marga."                Jaya dengan tuduhan
gudang di kawasan itu. Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta         tersebut," kata pengamat         bawah," ujarnya.                    tidak digunakan atau akan                                          kelalaian yang mengancam
mengerahkan lebih dari 70 mobil damkar untuk melawan amukan        tata kota Nirwono Yoga saat        Namun, terang dia, Pemprov        dipindahkan ke dalam tanah.      Dana pribadi                      keselamatan nyawa pengguna
api selama lebih dari 7 jam.                                       dihubungi, kemarin.              DKI (dalam hal ini dinas bina       "Harus ditingkatkan lagi           Sultan Rif'at Alfatih yang      jalan. (Far/Ant/J-2)


                                                                                                                                                                                                                 KABUPATEN
                                                                                                                                                                                                                 BOGOR

                                                                                                                                                                                                            Ignatius
                                                                                                                                                                                                            Curhat
                                                                                                                                                                                                            Ketakutan
                                                                                                                                                                                                            Hadapi
                                                                                                                                                                                                            Senior
                                                                                                                                                                                                            BRIPDA Ignatius Dwi Frisco
                                                                                                                                                                                                            Sirage diduga dibunuh lan-
                                                                                                                                                                                                            taran menolak menenggak
                                                                                                                                                                                                            minuman beralkohol dari
                                                                                                                                                                                                            seniornya. Informasi itu di-
                                                                                                                                                                                                            sampaikan keluarga Ignatius
                                                                                                                                                                                                            kepada pihak kuasa hukum-
                                                                                                                                                                                                            nya.
                                                                                                                                                                                                               "Seniornya itu sering
                                                                                                                                                                                                            memaksa Bripda Ignatius
                                                                                                                                                                                                            untuk minum minuman
                                                                                                                                                                                                            keras dan sering dicekokkin.
                                                                                                                                                                                                            Padahal almarhum tidak
                                                                                                                                                                                                            suka dan tidak minum
                                                                                                                                                                                                            minuman beralkohol. Kami
                                                                                                                                                                                                            menduga almarhum sering
                                                                                                                                                                                                            menolak perintah seniornya
                                                                                                                                                                                                            dan seniornya jengkel dan
                                                                                                                                                                                                            marah," kata Jajang, kuasa
                                                                                                                                                                                                            hukum keluarga Bripda
                                                                                                                                                                                                            Ignatius, kemarin.
                                                                                                                                                                                                               Berdasarkan keterangan
                                                                                                                                                                                                            pihak keluarga, terang dia,
                                                                                                                                                                                                            senior yang kerap men-
                                                                                                                                                                                                            cekoki alkohol ialah Bripka
                                                                                                                                                                                                            IG. Bukan hanya itu, korban
                                                                                                                                                                                                            juga sempat bercerita kepada
                                                                                                                                                                                                            kekasihnya terkait adanya
                                                                                                                                                                                                            perlakuan dari seniornya.
                                                                                                                                                                                                               Anggota Densus 88 Antiteror
                                                                                                                                                                                                            Polri itu mengaku ketakutan
                                                                                                                                                                                                            setiap kali ada kegiatan
                                                                                                                                                                                                            bersama para seniornya
                                                                                                                                                                                                            itu. "Bripda Ignatius sering
                                                                                                                                                                                                            curhat ke pacarnya bahwa
                                                                                                                                                                                                            sudah enggak kuat lagi dan
                                                                                                                                                                                                            ketakutan dengan perilaku
                                                                                                                                                                                                            seniornya. Almarhum sering
                                                                                                                                                                                                            berpesan minta doa kalau ada
                                                                                                                                                                                                            kegiatan pertemuan dengan
                                                                                                                                                                                                            seniornya," tambah Jajang.
                                                                                                                                                                                                               Atas dasar itu, menurut
                                                                                                                                                                                                            Jajang, diduga terdapat
                                                                                                                                                                                                            unsur tindak pidana pem-
                                                                                                                                                                                                            bunuhan berencana sesuai
                                                                                                                                                                                                            dengan Pasal 340 KUHP. Pihak
                                                                                                                                                                                                            keluarga Bripda Ignatius pun
                                                                                                                                                                                                            akan melaporkan kasus itu
                                                                                                                                                                                                            ke Bareskrim Polri. "Semua
                                                                                                                                                                                                            bukti akan kami serahkan dan
                                                                                                                                                                                                            paparkan nanti," kata dia.
                                                                                                                                                                                                               Polri telah menetapkan
                                                                                                                                                                                                            dua tersangka atas tewas-
                                                                                                                                                                                                            nya Bripda Ignatius di Rusun
                                                                                                                                                                                                            Polri Cikeas, Gunung Putri,
                                                                                                                                                                                                            Kabupaten Bogor, Minggu
                                                                                                                                                                                                            (23/7) dini hari. Tersangka
                                                                                                                                                                                                            dalam insiden berdarah itu
                                                                                                                                                                                                            ialah Bripka IG dan Bripda IMS.
                                                                                                                                                                                                               Wakil Koordinator Kon-
                                                                                                                                                                                                            tras Andi Rezaldy mendesak
                                                                                                                                                                                                            Korps Bhayangkara agar
                                                                                                                                                                                                            membentuk tim khusus
                                                                                                                                                                                                            untuk menangani kasus
                                                                                                                                                                                                            yang menewaskan Bripda
                                                                                                                                                                                                            Ignatius. Ia menilai ada
                                                                                                                                                                                                            banyak kejanggalan yang
                                                                                                                                                                                                            harus diselidiki lebih lanjut.
                                                                                                                                                                                                            "Jadi, ada informasi yang
                                                                                                                                                                                                            terkesan ditutup-tutupi
                                                                                                                                                                                                            di awal," tandasnya. (Ndf/
                                                                                                                                                                                                            Teo/J-2)
Page 2

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.54 MB
Published31 Jul 2023
Pages2
Characters26,517
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result