Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
Page 2
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit Tanggal 30 Juni 2023 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 3
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 30 Juni 2023
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Halaman
Daftar Isi
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit ............................................................. 1
Laporan Laba Rugi Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………….………….. 2
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim tidak diaudit …………………………………………… 3
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………………………. 4
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit …………………………………… 5 - 49
***************************
Page 4
Page 5
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Catatan
(Tidak diaudit) (Diaudit)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2, 4, 26 31,898,556,933 267,209,720,278
Dana yang dibatasi
penggunaannya - 40,000,000,000
Piutang usaha
Pihak ketiga, bersih 2, 5, 26 583,286,580,788 344,715,352,244
Pihak berelasi 24 5,598,956,330 7,401,450,105
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 2, 6 142,516,817,211 8,504,275,347
Pihak berelasi 24 167,275,102,384 145,270,612,188
Persediaan 2, 7 2,384,590,626,864 2,515,305,043,174
Pajak dibayar di muka 2, 16 30,377,883,720 34,893,655,046
Biaya dibayar di muka 2 3,854,473,750 7,119,769,484
Uang muka pembelian 8 1,133,275,351,980 1,071,335,459,967
Jumlah Aset Lancar 4,482,674,349,960 4,441,755,337,833
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian 8 36,209,521,862 34,738,883,363
Aset pajak tangguhan 2 18,091,705,000 18,091,705,000
Aset biologis 2, 10 14,695,343,927 14,557,846,542
Taksiran tagihan pajak 2 63,673,509,388 48,929,308,218
Properti investasi 2, 11 237,719,939,700 237,719,939,700
Investasi 2 44,138,740,252 44,138,740,252
Aset tetap - bersih 2, 11 1,982,193,128,794 2,002,881,849,097
Aset hak guna usaha 2, 15 71,525,224,913 88,431,900,344
Aset lain-lain - bersih 2, 12 28,193,380,219 25,099,756,405
Jumlah Aset Tidak Lancar 2,496,440,494,055 2,514,589,928,921
JUMLAH ASET 6,979,114,844,015 6,956,345,266,754
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
1
Page 6
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Catatan
(Tidak diaudit) (Diaudit)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank 2, 13 1,519,840,724,213 1,536,030,897,378
Utang usaha
Pihak ketiga 2, 14, 25 76,076,670,586 86,964,658,029
Pihak berelasi 2, 24 1,682,644,674 8,000,000
Utang lain-lain
Pihak ketiga 2 267,153,197 3,464,080,461
Pihak berelasi 2, 24 - 1,687,432,939
Beban akrual 2 32,570,410,703 26,096,129,333
Utang pajak 2, 16 21,861,695,599 17,678,905,818
Liabilitas kontrak 2, 17 - 11,408,984,377
Utang jangka panjang
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank 2, 13 115,820,323,709 119,378,375,343
Utang sewa pembiayaan 2 18,811,731,966 23,415,760,234
Jumlah Liabilitas
1,786,931,354,647 1,826,133,223,912
Jangka Pendek
LIABILITAS
JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun :
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank 2, 13 389,373,370,503 419,583,600,084
Utang sewa pembiayaan 2 16,308,745,468 18,177,703,289
Utang obligasi 2, 18 655,422,599,157 654,464,137,403
Utang sukuk mudharabah 2, 18 206,530,000,000 206,530,000,000
Liabilitas pajak tangguhan 2 44,433,956,482 40,528,333,941
Liabilitas imbalan kerja 2 36,221,899,477 30,144,678,737
Laba yang ditangguhkan atas transaksi
penjualan dan penyewaan kembali 2 - 176,188,124
Jumlah Liabilitas Jangka
1,348,290,571,087 1,369,604,641,578
Panjang
JUMLAH LIABILITAS 3,135,221,925,734 3,195,737,865,490
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim yang
tidak diaudit terlampir merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
yang tidak diaudit ini secara keseluruhan.
1a
Page 7
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Catatan
(Tidak diaudit) (Diaudit)
EKUITAS
Ekuitas yang dapat
didistribusikan kepada
pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal
Rp 100 per saham pada periode
30 Juni 2023 dan Tahun 2022 2, 19 643,750,000,000 643,750,000,000
Tambahan modal disetor 2, 19 314,164,475,737 314,164,475,737
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan 141,425,224,187 141,425,224,187
Selisih transaksi nilai
ekuitas dengan pihak
non-pengendali 6,372,300,984 6,372,300,984
Proforma modal yang timbul dari
transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali - -
Saham treasury (89,957,290,800) (49,643,362,000)
Selisih transaksi nilai – Obligasi wajib konversi 86,001,000,000
Penghasilan komprehensif lain 869,875,871,555 871,889,033,255
Saldo laba
Belum ditentukan
penggunaannya 1,070,618,868,029 1,029,733,872,012
Ditentukan penggunaannya 792,735,214,664 792,735,214,664
Sub-jumlah 3,834,985,664,356 3,750,426,758,839
Kepentingan non-pengendali 2, 20 8,907,253,925 10,180,642,425
JUMLAH EKUITAS 3,843,892,918,281 3,760,607,401,264
JUMLAH LIABILITAS DAN
6,979,114,844,015 6,956,345,266,754
EKUITAS
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
1b
Page 8
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Catatan (Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
PENJUALAN BERSIH 2, 21 1,274,234,177,155 3,135,630,836,509
BEBAN POKOK PENJUALAN 2, 22 884,401,570,076 2,022,756,123,619
LABA BRUTO 389,832,607,079 1,112,874,712,890
Beban penjualan 2, 23 126,673,782,702 542,683,053,401
Beban umum dan administrasi 2, 23 76,458,691,092 97,099,377,268
Jumlah Beban Operasional 203,132,473,794 639,782,430,669
Pendapatan Operasional 186,700,133,285 473,092,282,221
Pendapatan (Beban) Lain - Lain
Beban bunga 2 (114,889,789,899) (110,938,071,984)
Beban administrasi bank 2 (7,275,840,109) (3,608,170,455)
Penghasilan bunga 3,353,745,495 1,723,669,105
Penghasilan sewa 176,000,000 43,018,019
Lain - lain bersih 2 25,761,088,171 9,767,020,033
Laba (rugi) pelepasan aset tetap 2 (3,674,326) (516,819,915)
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 2 (11,953,180,279) 20,890,338,294
Jumlah pendapatan (beban) Lain - Lain (104,831,650,947) (82,639,016,903)
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK 81,868,482,338 390,453,265,318
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
Kini 2 (39,572,413,980) (90,357,456,200)
Tangguhan (3,905,622,541) -
Jumlah beban pajak - bersih (43,478,036,521) (90,357,456,200)
Laba Sebelum Efek
Penyesuaian Proforma 38,390,445,817 300,095,809,118
Efek Penyesuaian Proforma - -
Laba Tahun Berjalan 38,390,445,817 300,095,809,118
Laba tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 39,663,834,317 299,892,358,129
Kepentingan non-pengendali (1,273,388,500) 203,450,989
LABA TAHUN BERJALAN 38,390,445,817 300,095,809,118
PENGHASILAN (KERUGIAN) KOMPREHENSIF LAIN
- -
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN/PERIODE BERJALAN 38,390,445,817 300,095,809,118
LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN YANG 6.25 47.13
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS
INDUK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
2
Page 9
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Aset Keuangan
Catatan Yang Diukur Kepentingan
Proforma Pada Nilai Wajar Akumulasi atas non-
modal dari Selisih nilai Melalui keuntungan pengendali/
akuisisi transaksi - Penghasilan (kerugian) Surplus Ditentukan Non-
Tambahan Modal entitas Obligasi wajib Komponen Komprehensif liabilitas Revaluasi Aset Belum ditentukan penggunaannya/ controlling Jumlah ekuitas/
Modal saham Saham Treasury Disetor sepengendali konversi ekuitas lainnya Lain imbalan kerja Tetap penggunaannya/ Appropriated Total interests Total equity
Saldo Awal - 1
18
Januari 2023 643,750,000,000 (49,643,362,000) 314,164,475,737 - - 147,797,525,171 6,683,557,766 35,212,945,688 829,992,529,801 1,029,733,872,012 792,735,214,664 3,750,426,758,839 10,180,642,425 3,760,607,401,264
Laba tahun berjalan
- - - - - - - - - 39,663,834,317 - 39,663,834,317 (1,273,388,500) 38,390,445,817
Dividen
- - - - - - - - - (792,000,000) - (792,000,000) - (792,000,000)
Obligasi wajib
konversi - - - - 86,001,000,000 - - - - - - 86,001,000,000 - 86,001,000,000
Efek Penyesuaian
Proforma - - - - - - - - - - - - - -
Saham Treasury
- (40,313,928,800) - - - - - - - - - (40,313,928,800) - (40,313,928,800)
Surplus revaluasi
aset tetap - - - - - - - - (2,013,161,700) 2,013,161,700 - - - -
Saldo 30 Juni 2023
643,750,000,000 (89,957,290,800) 314,164,475,737 - 86,001,000,000 147,797,525,171 6,683,557,766 35,212,945,688 827,979,368,101 1,070,618,868,029 792,735,214,664 3,834,985,664,356 8,907,253,925 3,843,892,918,281
Catatan Aset Keuangan
nnn Yang Diukur Kepentingan
Proforma Pada Nilai Wajar Akumulasi atas non-
modal dari Selisih nilai Melalui keuntungan pengendali/
akuisisi transaksi - Penghasilan (kerugian) Surplus Ditentukan Non-
Tambahan Modal entitas Obligasi wajib Komponen Komprehensif liabilitas Revaluasi Aset Belum ditentukan penggunaannya/ controlling Jumlah ekuitas/
Modal saham Saham Treasury Disetor sepengendali konversi ekuitas lainnya Lain imbalan kerja Tetap penggunaannya/ Appropriated Total interests Total equity
Saldo Awal - 1
18
Januari 2022 636,250,000,000 - 299,314,475,737 - - 147,797,525,171 2,014,489,779 30,786,631,583 851,790,673,688 1,365,509,997,477 298,467,152,229 3,631,930,945,664 10,606,808,304 3,642,537,753,968
Laba tahun berjalan
- - - - - - - - - 299,892,358,129 - 299,892,358,129 203,450,989 300,095,809,118
Dividen
- - - - - - - - - - - - - -
Efek Penyesuaian
Proforma - - - - - - - - - - - - - -
Saham Treasury
- (49,643,362,000) - - - - - - - - - (49,643,362,000) - (49,643,362,000)
Surplus revaluasi
aset tetap - - - - - - - - - - - - - -
Saldo 30 Juni 2022
636,250,000,000 (49,643,362,000) 299,314,475,737 - - 147,797,525,171 2,014,489,779 30,786,631,583 851,790,673,688 1,665,402,355,606 298,467,152,229 3,882,179,941,793 10,810,259,293 3,892,990,201,086
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
3
Page 10
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Untuk periode enam bulan yang berakhir
Pada tanggal 30 Juni 2023
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 1,025,824,728,610 3,002,800,028,318
Pembayaran kas kepada
pemasok, direksi, karyawan dan beban operasional
lain-lain (1,139,303,355,599) (2,688,741,475,597)
Kas yang diperoleh dari
(digunakan untuk) operasi (113,478,626,989) 314,058,552,721
Penghasilan keuangan 3,353,745,495 1,723,669,105
Beban keuangan (80,055,283,342) (119,929,038,992)
Pembayaran pajak (49,775,622,766) (160,327,397,823)
Penerimaan pajak - 8,684,545,223
Lain-lain - bersih 26,719,361,800 9,451,829,958
Kas bersih yang diperoleh
dari (digunakan untuk)
aktivitas operasi (213,236,425,802) 53,662,160,192
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
INVESTASI
Perolehan aset tetap (11,620,329,436) (30,386,225,952)
Perolehan aset hak guna (322,272) (10,826,898,784)
Perolehan aset lain-lain (4,649,318,269) (3,895,754,833)
Pembayaran uang muka
pembelian aset tetap (4,923,006,469) (7,075,407,347)
Hasil pelepasan aset tetap 10,251,628,748 15,814,137,340
Kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi (10,941,347,698) (36,370,149,576)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penambahan utang bank dan LKBB jangka panjang 50,000,000,000 98,000,000,000
Pembayaran utang bank dan dan LKBB jangka panjang (83,763,177,106) (55,469,161,996)
Penambahan utang bank dan LKBB jangka pendek 2,355,701,849,312 2,455,635,394,582
Pembayaran utang bank dan LKBB jangka pendek (2,669,715,394,508) (2,788,618,817,324)
Penambahan obligasi jangka panjang - 250,000,000,000
Pembayaran obligasi jangka pendek - (42,180,000,000)
Pembayaran sukuk mudharabah jangka pendek - (52,500,000,000)
Penambahan sukuk mudharabah jangka panjang - 109,030,000,000
Pembayaran dividen (792,000,000) -
Pembayaran utang sewa (15,769,025,840) (15,899,102,010)
Pembayaran beban keuangan (obligasi dan sukuk) (30,339,766,667) (7,084,553,399)
Penerimaan dari lease-back - 11,563,663,784
Saham treasury (40,313,928,800) (49,643,362,000)
Selisih nilai transaksi – Obligasi wajib konversi 86,001,000,000 -
Pencairan (penempatan) untuk dana dibatasi pengunaannya 40,000,000,000 -
Kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan (308,990,443,609) (87,165,938,363)
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
4
Page 11
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Untuk periode enam bulan yang berakhir
Pada tanggal 30 Juni 2023
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS, SETARA
KAS DAN CERUKAN (533,168,217,109) (69,873,927,747)
DAMPAK BERSIH
PERUBAHAN NILAI
TUKAR ATAS KAS
DAN SETARA KAS (1,147,782,484) (3,955,417,640)
KAS, SETARA KAS DAN
CERUKAN AWAL TAHUN 226,407,484,051 90,083,912,069
KAS, SETARA KAS DAN
CERUKAN AKHIR TAHUN (307,908,515,542) 16,254,566,682
Kas, setara kas dan cerukan terdiri dari:
Kas dan setara kas 31,898,556,933 52,526,068,997
Cerukan (339,807,072,475) (36,271,502,315)
JUMLAH (307,908,515,542) 16,254,566,682
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
4a
Page 12
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
1. UMUM
Approved by:
a. Pendirian Perusahaan
PT Integra Indocabinet, Tbk (“Perusahaan” atau “ITG”) didirikan berdasarkan akta notaris Soetjipto, S.H., No. 147
tanggal 19 Mei 1989. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C2-320.HT.01.01.th’90 tanggal 20 Januari 1990.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris Dyah
Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 20 Juli 2022 menyetujui perubahan pasal 3 mengenai maksud dan
tujuan Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-0055698.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 8 Agustus 2022.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam
bidang industry dan perdagangan besar.
Perusahaan berkedudukan di Sidoarjo dan saat ini bergerak dalam bidang produksi mebel berbahan dasar kayu
dan produk kayu lainnya. Perusahaan mulai melakukan kegiatan operasinya pada tahun 1989.
PT Integra Indo Lestari (IIL) adalah entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-307/D.04/2017, tanggal 14 Juni 2017, Pernyataan Pendaftaran
Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Perdana telah dinyatakan efektif. Pada tanggal 21 Juni 2017,
Perusahaan mencatatkan 1.250.000.000 lembar sahamnya dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
nominal Rp 100 per saham di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 260 per saham.
c. Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan
Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-52/D.04/2021, tanggal 8 April 2021, Perusahaan memperoleh
pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi dan
Sukuk Mudharabah dengan total penawaran umum masing-masing sebesar Rp 700.000.000.000 dan Rp
300.000.000.000.
Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap I masing masing
sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000 pada tanggal 15 April 2021.
Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap II masing masing
sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000 pada tanggal 28 Maret 2022.
d. Entitas Anak
Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
Persentase Jumlah aset sebelum
Kepemilikan eliminasi (dalam jutaan rupiah)
Aktivitas Tahun
Bisnis Pendirian 30 Juni 2023
Entitas Anak Domisili
30 Juni, 2023 31 Des, 2022 30 Juni, 2023 31 Des, 2022
____________ _____________ ______
Entitas Anak Langsung
PT Narkata Rimba (NKT) Kalimantan Timur a 1978 99.00% 99.00% 57,156 137,440
PT Belayan River Timber (BRT) Kalimantan Timur a 1972 99.32% 99.32% 318,978 312,740
PT Intertrend Utama (ITR) Sidoarjo b 1993 99.79% 99.79% 2,199,078 2,014,717
PT Interkraft (ITK) Sidoarjo b 2002 99.53% 99.53% 1,129,719 1,089,642
PT Intera Indonesia (INT) Sidoarjo b 2012 99.89% 99.89% 1,175,437 1,024,301
PT Inter Kayu Mandiri (IKM) Sidoarjo c 2015 80.00% 80.00% 16,594 16,598
Entitas Anak Tidak Langsung
Melalui PT Intertrend Utama (ITR)
PT Superalam Mas (SAM) Tulungagung d 2006 100.00% 100.00% 14,715 14,579
Melalui PT Belayan River Timber (BRT)
PT Kandelia Alam (KAN) Kalimantan Barat e 2001 80.00% 80.00% 16,777 11,287
PT Borneo Forestama Lestari Kalimantan Timur e 2021 100.00% 100.00% 5,034 11,413
(BFL)
PT Borneo Wana Utama (BWU) Kalimantan TImur e 2021 100.00% 100.00% 25,434 31,628
Aktivitas Bisnis Entitas Anak / Subsidiaries’s Business Activity
a. Industri Hak Pengelolaan Hutan/ Forest Concession Right Industry
b. Industri Mebel/ Furniture Industry
c. Perusahaan Induk/ Holding Company
d. Perkebunan/ Plantation
e. Belum beroperasi secara komersial/ Not yet in commercial operation
5
Page 13
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
1. UMUM (Lanjutan)
Approved by:
d. Entitas Anak (Lanjutan)
Perubahan dalam entitas anak selama periodeberjalan adalah sebagai berikut:
PT Kandelia Alam
Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 10 tanggal 21 Juni 2021, para pemegang saham
KAN menyetujui pengalihan 1.200 lembar saham dengan nominal Rp 1.000.000 per saham milik Fairuz Mulia
dengan harga Rp 4.500.000.000 kepada BRT. Persentase kepemilikan BRT adalah sebesar 30%.
Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 11 tanggal 21 Juni 2021, para pemegang saham
KAN menyetujui pengalihan 1.000 lembar saham dengan nominal Rp 1.000.000 per saham milik Djaya Iskandar
dengan harga Rp 3.750.000.000 kepada BRT. Persentase kepemilikan BRT adalah sebesar 55%.
Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 12 tanggal 21 Juni 2021, para pemegang saham
KAN menyetujui pengalihan 1.000 lembar saham dengan nominal Rp 1.000.000 per saham milik Sumitro dengan
harga Rp 3.750.000.000 kepada BRT. Persentase kepemilikan BRT adalah sebesar 80%.
PT Borneo Forestama Lestari
Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 14 tanggal 17 Desember 2021, BRT dan NKT
memiliki penyertaan saham masing-masing sebesar 49.500 dan 500 lembar saham dengan nilai nominal Rp
100.000 per lembar saham pada BFL. Persentase kepemilikan BRT dan NKT masing-masing sebesar 99% dan
1%.
PT Borneo Wana Utama
Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 13 tanggal 17 Desember 2021, BRT dan NKT
memiliki penyertaan saham masing-masing sebesar 49.500 dan 500 lembar saham dengan nilai nominal Rp
100.000 per lembar saham pada BWU. Persentase kepemilikan BRT dan NKT masing-masing sebesar 99% dan
1%.
e. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama (Independen) : Bing Hartono Poernomosidi
Komisaris : Stephanie Kane Ilham
Direksi
Direktur Utama : Halim Rusli
Direktur : Widjaja Karli
: Syany Tjandra
Direktur Independen : Wang Sutrisno
Perusahaan dan Entitas Anaknya (bersama-sama disebut “Kelompok Usaha”) memiliki 2.174 dan 2.060 orang
karyawan tetap masing-masing pada tanggal 31 Juni 2023 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2022.
f. Tanggal Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada 28
Juli 2023
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan
Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
6
Page 14
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas
konsolidasian, dan dasar pengukuran dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk akun tertentu
yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan
dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas mencakup kas, bank dan deposito yang jatuh tempo dalam waktu
tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan setelah dikurangi cerukan.
Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah (“Rp”), yang
merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.
c. Standar Akuntansi Keuangan Baru Beserta Revisi
Standar akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (“DSAK”), untuk laporan
keuangan konsolidasian tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Kelompok Usaha telah menerapkan standar
yang dipandang relevan dengan pelaporan keuangan.
Berlaku efektif 1 Januari 2022:
Amandemen PSAK No. 22: “Kombinasi bisnis tentang referensi ke kerangka konseptual”;
Amandemen PSAK No. 57: “Provisi, liabilitas kontinjensi, dan aset kontinjensi tentang kontrak
memberatkan - Biaya memenuhi kontrak”;
Penyesuaian tahunan PSAK No. 71: “Instrumen keuangan”; dan
Penyesuaian tahunan PSAK No. 73: “Sewa”.
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan substansial terhadap kebijakan
akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak yang material terhadap laporan keuangan konsolidasian di
tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anaknya.
Pengendalian didapat ketika Kelompok Usaha terekspos, atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui
kekuasaannya atas investee.
Secara khusus, Kelompok Usaha mengendalikan investee jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha memiliki seluruh
hal berikut ini:
kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee;
eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil
investor.
Ketika Kelompok Usaha memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Kelompok Usaha dapat mempertimbangkan
semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara yang lain;
hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
hak suara dan hak potensial Kelompok Usaha.
Kelompok Usaha menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Kelompok Usaha memiliki pengendalian atas entitas anak dan
berhenti ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, pendapatan dan
beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian sampai
dengan tanggal Kelompok Usaha menghentikan pengendalian atas entitas anak.
7
Page 15
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
entitas induk Kelompok Usaha dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hasil di KNP mempunyai
saldo defisit.
Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya sesuai
dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban dan arus kas
berkaitan dengan transaksi antar anggota Kelompok Usaha akan dieliminasi secara penuh dalam proses
konsolidasi.
Seluruh akun dan transaksi antar perusahaan yang material, termasuk keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi, jika ada, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi Kelompok Usaha sebagai
satu kesatuan usaha.
Laporan keuangan entitas anak disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan.
Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika
Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka:
menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak;
menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran yang dicatat di ekuitas, bila ada;
mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi;
mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Kelompok Usaha
akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.
Rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP
mempunyai saldo defisit.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak dapat diatribusikan
secara langsung maupun tidak langsung kepada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laba atau rugi
dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas (dalam hal ini transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya
sebagai pemilik).
e. Kombinasi Bisnis dan Goodwill
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada
nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada
pihak yangdiakuisisi.
Untuk setiap kombinasi bisnis, Kelompok Usaha memilih apakah mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik
pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang
diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam bebanadministrasi.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Kelompok Usaha mengklasifikasikan dan menentukan aset
keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual,
kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yangada pada tanggal akuisisi.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat
dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut lebih rendah dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi,
selisih tersebut diakui pada laba rugi sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya
manajemen melakukan penilaian atas identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang
diambil alih.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk
tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi
dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Kelompok Usaha yang diharapkan akan bermanfaat
dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan
atas UPK tersebut.
8
Page 16
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
f. Akuntansi Penggabungan Usaha
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 38 (2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. PSAK ini mengatur
perlakuan akuntansi untuk kombinasi bisnis entitas sepengendali dan diterapkan untuk kombinasi bisnis
sepengendali yang memenuhi persyaratan dalam PSAK No. 22, “Kombinasi Bisnis”, baik untuk entitas penerima
ataupun entitas yang melepas bisnis.
Akuisisi atau pengalihan saham antara entitas sepengendali dicatat sesuai dengan PSAK No. 38 (2012),
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. Dalam PSAK No. 38 (2012), pengalihan aset, kewajiban, saham dan
instrumen kepemilikan lainnya dari entitas sepengendali tidak menghasilkan laba atau rugi bagi Perusahaan atau
entitas individual dalam kelompok yang sama.
Karena transaksi restrukturisasi entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi pemilikan
atas aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, maka aset maupun liabilitas
yang dialihkan harus dicatat sebesar nilai buku sebagai penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan
kepemilikan (pooling-of-interests).
Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, komponen laporan keuangan untuk periode di mana terjadi
restrukturisasi dan untuk periode lain yang disajikan untuk tujuan perbandingan, disajikan sedemikian rupa seolah-
olah restrukturisasi telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
Selisih antara nilai tercatat investasi pada tanggal efektif dan harga pengalihan diakui sebagai bagian dari akun
“Tambahan Modal Disetor” pada ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
g. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Kelompok Usaha mengungkapkan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam
laporan keuangan konsolidasian.
Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Kelompok Usaha jika mereka:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Kelompok Usaha;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas Kelompok Usaha; atau
(iii) merupakan personil manajemen kunci Kelompok Usaha atau entitas induk dari Perusahaan.
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha jika:
(a) langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan, atau
dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan, Kelompok Usaha; (ii) memiliki
kepentingan dalam Kelompok Usaha yang memberikan pengaruh signifikan atas Kelompok Usaha; atau (iii)
memiliki pengendalian bersama atas Kelompok Usaha;
(b) suatu pihak adalah entitas asosiasi Kelompok Usaha;
(c) suatu pihak adalah ventura bersama di mana Kelompok Usaha sebagai venturer;
(d) suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Kelompok Usaha;
(e) suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d);
(f) suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau di
mana hak suara signifikan dimiliki oleh, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir
(d) atau (e); atau
(g) suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari Kelompok Usaha atau entitas
yang terkait dengan Kelompok Usaha.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, di mana persyaratan
tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian yang relevan.
9
Page 17
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
h. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Kelompok Usaha mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan
(c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan Kelompok Usaha terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dan penyertaan saham diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Kelompok Usaha tidak
memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Kelompok Usaha menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis
Kelompok Usaha dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan
(“SPPI”).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Kelompok Usaha menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk
mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal
dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi
premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang
dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan dan memperhatikan
faktor-faktor yang relevan seperti mata uang di mana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku
bunga ditetapkan.
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas
dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas
kontraktual yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga atas saldo SPPI. Dalam kasus seperti itu, aset
keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).
Penilaian model bisnis
Kelompok Usaha menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana
Kelompok Usaha mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.
Model bisnis Kelompok Usaha tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio
secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti:
Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan
dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset
yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian
Kelompok Usaha.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan
skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang
berbeda dari yang awal diharapkan, Kelompok Usaha tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang
tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan
kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran
pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai
wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan suku bunga efektif.
10
Page 18
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
h. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Aset Keuangan (Lanjutan)
Penilaian model bisnis (Lanjutan)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (a) aset keuangan dikelola dalam model
bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan
dan (b) persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah
pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, di mana keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan
komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan
kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi,
keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi
dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
Penghasilan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan diakui sebagai “Pendapatan keuangan”. Ketika
penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan
diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian sebagai “Kerugian penurunan nilai”.
Metode Suku Bunga Efektif (“SBE”)
SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan
metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang
secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain
yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan
premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan
periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan FVTPL.
Penurunan nilai aset keuangan
Kelompok Usaha mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (“KKE”) untuk semua instrumen utang yang
tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. KKE didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang
jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Kelompok Usaha,
didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari
penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan
kontraktual.
KKE dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang signifikan
sejak pengakuan awal, KKE disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang
mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan
risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit yang
diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu default (KKE seumur hidup).
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam
menghitung KKE. Oleh karena itu, Kelompok Usaha tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui
penyisihan kerugian berdasarkan KKE seumur hidup pada setiap tanggal pelaporan. Kelompok Usaha telah
menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-
faktor perkiraan masa depan yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
Kelompok Usaha menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari.
Namun, dalam kasus tertentu, Kelompok Usaha juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal
bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Kelompok Usaha tidak mungkin menerima
jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki
oleh Kelompok Usaha. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus
kas kontraktual.
Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau
liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan
mereka pada saat pengakuan awal.
11
Page 19
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
h. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
Pengakuan dan pengukuran awal (Lanjutan)
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang bank dan lembaga keuangan bukan bank, utang usaha,
utang lain-lain, beban akrual dan liabilitas sewa diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya diamortisasi. Kelompok Usaha tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi.
Pengukuran selanjutnya
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode SBE.
Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian
liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan
pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan
komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban
keuangan” dalam laba rugi.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan
atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas
persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara
substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan
liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing
liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
Biaya Perolehan Diamortisasi dari Instrumen Keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode SBE dikurangi cadangan atas penurunan nilai
dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau
diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan fee yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari SBE.
Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus
atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan
secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Hirarki Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayarkan untuk
mentransfer suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai
wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual suatu aset atau mentransfer liabilitas terjadi. Jika tidak
terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Kelompok Usaha
harus memiliki akses ke pasar utama.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya.
Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data
untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
12
Page 20
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
h. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Hirarki Nilai Wajar (Lanjutan)
Semua aset dan liabilitas di mana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian
dapat dikategorikan pada tingkat hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
Tingkat 1: Nilai wajar diukur berdasarkan pada harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset
atau liabilitas sejenis;
Tingkat 2: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi di mana seluruh input yang mempunyai efek
yang signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung;
Tingkat 3: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi di mana seluruh input yang mempunyai efek
yang signifikan atas nilai wajar tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha
menentukan apakah terjadi transfer antara Tingkat di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori
(berdasarkan input tingkat terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan
sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan tingkat hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.
i. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank serta deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang
pada saat ditempatkan dan yang tidak dijadikan sebagai jaminan dan dibatasi dalam penggunaannya.
Bank yang dijaminkan atau dibatasi penggunaannya disajikan sebagai bagian dari “Dana yang dibatasi
penggunaannya.”
j. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan
biaya-biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut, serta membawanya ke lokasi dan
kondisinya yang sekarang. Barang jadi dan barang dalam proses meliputi alokasi beban pabrikasi tetap dan
variabel, sebagai tambahan atas bahan baku dan tenaga kerja langsung.
Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran
biaya untuk menyelesaikan dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Penyisihan atas persediaan usang atau penurunan nilai persediaan, jika ada, ditetapkan berdasarkan penelaahan
kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan.
k. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
l. Penyertaan Saham
Investasi Kelompok Usaha pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode ekuitas. Entitas asosiasi
adalah suatu entitas di mana Kelompok Usaha mempunyai pengaruh signifikan. Sesuai dengan metode ekuitas,
nilai perolehan investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Kelompok Usaha atas laba atau rugi neto, dan
penerimaan dividen dari investee sejak tanggal perolehan.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian Kelompok Usaha atas
hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi,
Kelompok Usaha mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika relevan dalam
laporan perubahan ekuitas konsolidasian.
Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Kelompok Usaha
dengan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan Kelompok Usaha dalam entitas
asosiasi.
Kelompok Usaha menentukan apakah diperlukan untuk mengakui rugi penurunan nilai atas investasi Kelompok
Usaha dalam investasi pada entitas asosiasi. Kelompok Usaha menentukan apakah terdapat bukti yang objektif
yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Kelompok
Usaha menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara nilai terpulihkan atas investasi pada entitas
asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
13
Page 21
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
l. Penyertaan Saham (Lanjutan)
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Kelompok Usaha.
Investasi saham pada entitas di mana Kelompok Usaha tidak memiliki pengaruh yang signifikan dicatat sesuai
dengan PSAK No. 71.
Kelompok Usaha menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti menjadi
investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
a. Jika investasi menjadi entitas anak, dan
b. Jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Perusahaan mengukur sisa
kepentingan tersebut pada nilai wajar.
Ketika Kelompok Usaha menghentikan penggunaan metode ekuitas, Kelompok Usaha mencatat seluruh jumlah
yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi tersebut
menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee telah melepaskan secara
langsung aset dan liabilitas terkait.
m. Aset Biologis
Aset biologis diukur pada pengakuan awal dan pada akhir periode berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual kecuali ketika nilai wajar tidak dapat diukur dengan andal. Kelompok Usaha mengukur Hutan Tanaman
Industri (HTI) pada nilai perolehan karena manajemen yakin parameter yang digunakan pada pengukuran nilai
wajar tidak dapat diandalkan.
Aset biologis merupakan biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan pengembangan HTI dalam daur pertama,
kecuali beban umum dan administrasi yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut, dikapitalisasi dan
ditangguhkan pembebanannya sampai saat HTI yang bersangkutan menghasilkan/siap ditebang, serta disajikan
pada akun “Aset biologis” di laporan keuangan konsolidasian.
n. Aset Tetap
Tanah dan bangunan disajikan sebesar nilai revaluasi, dikurangi akumulasi penyusutan untuk bangunan.
Revaluasi akan dilakukan dengan keteraturan yang cukup regular untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak
berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode
pelaporan.
Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu aset tetap yang direvaluasi. Jika aset tetap
mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif, maka revaluasi secara tahunan perlu dilakukan.
Revaluasi secara tahunan tidak perlu dilakukan apabila perubahan nilai wajar tidak signifikan, sehingga revaluasi
setiap tiga atau lima tahun sekali dianggap cukup.
Surplus revaluasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus
revaluasi aset tetap. Namun, kenaikan tersebut diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset
yang sama akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laba rugi.
Defisit revaluasi diakui dalam laba rugi. Namun penurunan nilai tersebut diakui dalam surplus revaluasi aset tetap
sepanjang tidak melebihi saldo surplus revaluasi untuk aset tersebut.
Surplus/defisit revaluasi aset tetap yang dipindahkan secara berkala setiap periode ke saldo laba adalah sebesar
perbedaan antara jumlah penyusutan berdasarkan nilai revaluasian aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan
biaya perolehan aset tersebut. Selanjutnya, akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasian dieliminasi terhadap
jumlah tercatat bruto dari aset dan jumlah tercatat neto setelah eliminasi disajikan kembali sebesar jumlah
revaluasian dari aset tersebut. Pada saat penghentian aset, surplus/defisit revaluasi untuk aset tetap yang dijual
dipindahkan ke saldo laba.
Aset tetap, kecuali tanah dan bangunan, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan aset tetap meliputi: (a) harga pembelian, (b) biaya-biaya yang
dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya sekarang, dan (c) estimasi
awal biaya pembongkaran dan pemindahan dan restorasi lokasi aset (jika ada). Setiap bagian dari aset tetap
dengan biaya perolehan yang signifikan terhadap jumlah biaya perolehan aset, disusutkan secara terpisah.
Pada saat pembaharuan dan perbaikan yang signifikan dilakukan, biaya tersebut diakui ke dalam nilai tercatat
(carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan
dan pemeliharaan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dibebankan langsung pada operasi berjalan.
Penyusutan dimulai saat aset tetap tersedia untuk digunakan dan dihitung dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan taksiran masa manfaat aset sebagai berikut:
14
Page 22
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
n. Aset Tetap (Lanjutan)
Penyusutan dimulai saat aset tetap tersedia untuk digunakan dan dihitung dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan taksiran masa manfaat aset sebagai berikut: (Lanjutan)
Tahun
Bangunan 10-25
Sarana dan prasarana 10
Instalasi listrik 8-20
Mesin dan peralatan 4-16
Alat-alat berat 8
Kendaraan dan inventaris 4-8
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah oleh
manajemen, dan jika perlu disesuaikan secara prospektif. Perubahan dalam umur masa manfaat aset yang
diharapkan dan nilai sisa menjadi pertimbangan untuk modifikasi periode depresiasi dan jumlah terdepresiasi yang
diperlukan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”),
dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada
akun “Aset tetap” dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan perpanjangan atau pembaharuan
hak-hak tersebut di atas diakui sebagai aset yang ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau
umur manfaat ekonomis tanah, periode mana yang lebih pendek.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap.
Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang
bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan nilai tercatat dari aset)
dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam
tahun/periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.
o. Properti Investasi
Properti investasi Kelompok Usaha terdiri dari tanah yang dikuasai Kelompok Usaha untuk menghasilkan sewa
atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan
barang atau jasa atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Properti investasi – tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi penurunan nilai,
jika ada, dan tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada
pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti
investasi.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak
digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada
saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam tahun terjadinya
penghentian atau pelepasan tersebut.
Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan
atau pengembangan.
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.
Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Kelompok Usaha menggunakan
metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan Kelompok Usaha menjadi
properti investasi, Kelompok Usaha mencatat properti investasi tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap
sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya.
p. Biaya Ditangguhkan atas Hak Pengusahaan Hutan
Biaya/iuran yang terjadi untuk memperoleh “Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK)”, seperti biaya
Hak Pengusahaan Hutan (“HPH”), analisis mengenai dampak lingkungan, foto udara dan rencana karya
pengusahaan hutan, ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat masing- masing IUPHHK tersebut
dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu IUPHHK.
15
Page 23
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
q. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung pada perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian
yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya
dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban
pada periode terjadinya.
Biaya pinjaman dapat meliputi beban bunga, beban keuangan dalam sewa dan selisih kurs yang berasal dari
pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya
bunga yang ditanggung Kelompok Usaha sehubungan dengan pinjaman dana.
Beban bunga yang dikapitalisasi dihitung menggunakan biaya pinjaman rata-rata tertimbang Kelompok Usaha
setelah penyesuaian pinjaman yang terkait dengan pembangunan spesifik. Ketika pinjaman telah dikaitkan dengan
pembangunan spesifik, beban bunga yang dikapitalisasi adalah sebesar beban bunga kotor yang terjadi dikurangi
dengan pendapatan atas investasi sementara yang dilakukan. Beban bunga dikapitalisasi dari awal pekerjaan
pembangunan sampai dengan tanggal penyelesaian, ketika pekerjaan pembangunan telah selesai secara
subtansial.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat
digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset tersebut dan biaya pinjamannya telah terjadi.
Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan
untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya.
Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan sementara jika aktivitas pembangunan terganggu untuk waktu yang
berkelanjutan. Beban bunga juga dikapitalisasi ke dalam biaya perolehan dari properti yang diperoleh secara
spesifik untuk pembangunan, tetapi hanya atas aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan properti sedang
dalam penyelesaian.
r. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi suatu aset non-keuangan
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut untuk menentukan kerugian penurunan nilai (jika ada). Jika tidak mungkin
mengestimasi jumlah terpulihkan dari aset non- keuangan secara individual, Kelompok Usaha akan mengestimasi
jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas aset (“UPK”).
Estimasi jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
dengan nilai pakai dari aset atau UPK tersebut. Ketika jumlah terpulihkan suatu aset non-keuangan (“UPK”) di
bawah nilai tercatatnya, maka nilai tercatat aset (“UPK”) diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan
kerugian penurunan nilai yang timbul diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
s. Sewa
Pada tanggal permulaan suatu kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak
untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan
dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan suatu aset
identifikasian, Kelompok Usaha menilai apakah:
a) Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian - ini dapat ditentukan secara eksplisit atau implisit dan
secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substansial seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat
dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset tersebuttidak teridentifikasi;
b) Kelompok Usaha memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
c) Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan asset identifikasian. Kelompok Usaha memiliki
hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk tujuan
apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang bagaimana dan untuk
tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya, Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengarahkan
penggunaan aset tersebut jika:
Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
Kelompok Usaha mendesain aset dengan cara menetapkan untuk sebelumnya bagaimana dan tujuan apa
aset akan digunakan.
Pada tanggal permulaan atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa,
Kelompok Usaha mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga
tersendiri relatif dari komponen sewa danharga tersendiri agregat dari komponen non-sewa.
16
Page 24
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
s. Sewa (Lanjutan)
Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak guna
diukur pada biaya perolehan, di mana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal
yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar
atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif
sewa yang diterima.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang
lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan
dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga
pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap, termasuk
pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan sebagai beban keuangan dan pengurangan liabilitas sehingga
menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa.
Sewa jangka-pendek dan sewa aset bernilai-rendah
Kelompok Usaha menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka pendeknya (yaitu,
sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal permulaan dan tidak memiliki opsi
pembelian). Kelompok Usaha juga menerapkan pengecualian pengakuan sewa aset bernilai rendah untuk sewa
yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset pendasar bernilai
rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Transaksi jual dan sewa-balik
Jika transaksi jual dan sewa-balik dicatat sebagai penjualan dan sewa pembiayaan, maka penjual-penyewa:
mencatat sewa-balik dengan cara yang sama seperti mencatat sewa pembiayaan lainnya yang terjadi pada
tanggalpenerapan awal; dan
lanjut mengamortisasi setiap keuntungan penjualan selama masa sewa.
t. Perpajakan
Pajak Kini
Aset atau liabilitas pajak penghasilan kini yang berasal dari periode berjalan dan periode sebelumnya dicatat
sebesar jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan dari atau dibayarkan kepada Kantor Pajak yang besarnya
ditentukan berdasarkan tarif pajak dan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara substantif telah berlaku.
Beban pajak kini dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang bersangkutan. Pengaruh
pajak untuk suatu tahun dialokasikan pada operasi tahun berjalan, kecuali untuk pengaruh pajak dari transaksi
yang langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang
diambil Kelompok Usaha sehubungan dengan situasi di mana interpretasi diperlukan untuk peraturan perpajakan
yang terkait dan menetapkan provisi jika diperlukan.
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui sebagai
pendapatan atau beban dalam operasi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya.
Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
memenuhi kriteria pengakuan aset.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak
aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui untuk
semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat
kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang
dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi.
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan direviu pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi
terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset
pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi.
17
Page 25
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
t. Perpajakan (Lanjutan)
Pajak Tangguhan (Lanjutan)
Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak diakui
sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang
akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
Pajak tangguhan yang terkait dengan pos-pos yang diakui di luar laba rugi diakui di luar laba rugi. Pos pajak
tangguhan diakui terkait dengan transaksi yang mendasarinya baik dalam penghasilan komprehensif lain atau
langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan
entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali:
i) PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan sesuai dengan peraturan
perpajakan, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
item beban-beban yang diterapkan; dan
ii) piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari
piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
u. Imbalan Kerja
Kelompok Usaha mengakui liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja
No. 11 tahun 2020, Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021, dan PSAK No. 24, “Imbalan Kerja”.
Berdasarkan Undang-Undang dan peraturan tersebut, Kelompok Usaha diharuskan untuk membayar uang
pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak kepada karyawan apabila persyaratan yang
ditentukan tersebut terpenuhi.
Beban pensiun Kelompok Usaha ditentukan melalui perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode projected-
unit-credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji.
Pengukuran kembali terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan posisi keuangan
konsolidasian dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan
komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi periode berikutnya.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika
biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja.
Kelompok Usaha mengakui perubahan berikut pada liabilitas imbalan kerja pada akun "Beban Umum dan
Administrasi" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
i. Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian (kurtailmen)
tidak rutin, dan;
ii. Beban atau penghasilan bunga neto.
v. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
analisa sebagai berikut:
Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat
estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan
dibayarkan selama periode kontrak;
18
Page 26
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
v. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
analisa sebagai berikut: (Lanjutan)
Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, hargajual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkanditambah marjin;
Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
Kelompok Usaha mengakui pendapatan atas kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu hanya jika
entitas dapat mengukur kemajuan secara wajar terhadap penyelesaian penuh atas kewajiban pelaksanaan. Dalam
beberapa keadaan, Kelompok Usaha mungkin tidak dapat mengukur hasil kewajiban pelaksanaan secara wajar,
tetapi Kelompok Usaha memperkirakan untuk memulihkan biaya yang terjadi dalam memenuhi kewajiban
pelaksanaan.
Dalam keadaan tersebut, Kelompok Usaha mengakui pendapatan hanya sejumlah biaya yang terjadi sampai waktu
tertentu di mana Kelompok Usaha dapat mengukur hasil kewajiban pelaksanaan secara wajar.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basic)
Penghasilan/Beban Bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan atau biaya bunga
dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama umur yang diharapkan dari instrumen
keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, terhadap nilai tercatat neto dari aset keuangan
atau liabilitas keuangan.
w. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah yang berlaku pada
saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode/tahun yang bersangkutan. Laba atau rugi kurs yang timbul
dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Kurs yang digunakan adalah sebagai berikut:
Mata uang 30 Juni 2023 31 Desember 2022
US$ 1 15,026 15,731
EUR 1 16,374 16,713
RMB 1 2,077 2,257
Transaksi dalam mata uang asing lainnya (jika ada) dianggap tidak signifikan.
x. Informasi Segmen
Segmen adalah komponen dari Kelompok Usaha yang dapat dibedakan yang terlibat dalam penyediaan produk-
produk tertentu (segmen usaha), atau dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen
geografis), yang memiliki risiko dan manfaat yang berbeda dari segmen lainnya.
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan
operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai
kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat didistribusikan secara
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen
tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Kelompok Usaha dieliminasi sebagai bagian dari
proses konsolidasi.
y. Laba per Saham Dasar
Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun/periode berjalan yang dapat didistribusikan
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun/periode yang
bersangkutan.
19
Page 27
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Approved by:
y. Laba per Saham Dasar (Lanjutan)
Apabila jumlah saham biasa yang beredar meningkat tanpa disertai peningkatan sumber daya, maka jumlah
saham biasa yang beredar sebelum peristiwa tersebut disesuaikan dengan perubahan proporsional atas jumlah
saham beredar seolah-olah peristiwa tersebut terjadi pada permulaan dari periode sajian paling awal.
z. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya emisi yang terjadi sehubungan dengan penerbitan saham Perusahaan dikurangkan langsung dari
“Tambahan Modal Disetor” yang diperoleh dari penawaran efek tersebut.
aa. Provisi
Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) jika,
sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus
keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara
andal.
Seluruh provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang
paling kini. Jika kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, maka provisi dibatalkan.
ab. Kontinjensi
Kewajiban kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian kecuali jika kemungkinan pengeluaran sumber daya yang memiliki manfaat
ekonomi sangat kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila ada kemungkinan pemasukan manfaat ekonomi.
ac. Saham Treasuri
Saham treasuri diakui dengan menggunakan metode nilai nominal dan dikurangi dari ekuitas. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan tidak
diakui dalam laba rugi. Selisih antara jumlah tercatat dan penerimaan dari penjualan saham treasuri di masa yang
akan datang, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.
ad. Peristiwa setelah Periode Laporan Keuangan
Peristiwa setelah akhir periode laporan yang memberikan informasi tambahan terkait posisi Kelompok Usaha
pada periode laporan keuangan (adjusting events) diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa
setelah periode laporan keuangan yang bukan merupakan adjusting events telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian apabila material.
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha mensyaratkan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang
dilaporkan, serta pengungkapan liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Namun, ketidakpastian estimasi
dan asumsi ini dapat menyebabkan penyesuaian material atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang berdampak pada
masa mendatang.
a. Pertimbangan
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan
ekonomi primer di mana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi
pendapatan dan beban pokok penjualan serta beban langsung terkait Kelompok Usaha.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi.
20
Page 28
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. by:
Approved PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (Lanjutan)
a. Pertimbangan (Lanjutan)
Rugi Penurunan Nilai Piutang
Kelompok Usaha menghitung Kerugian Kredit Ekspektasian (KKE) piutang usaha dan piutang lain-lain. Tingkat
provisi adalah berdasarkan hari jatuh tempo atas kelompok segmen pelanggan yang mempunyai karakteristik risiko
kredit yang serupa.
Kelompok Usaha menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi forward-looking. Sebagai
contoh, jika prakiraan atas kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama periode/tahun depan, yang dapat
menyebabkan meningkatnya jumlah gagal bayar, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
pelaporan, tingkat gagal bayar historis diperbaharui dan perubahan estimasi forward-looking dianalisis.
Penilaian atas korelasi antara tingkat gagal bayar historis yang diobservasi, prakiraan atas kondisi ekonomi dan
KKE merupakan estimasi yang signifikan. Jumlah KKE paling dipengaruhi oleh perubahan keadaan dan prakiraan
kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Kelompok Usaha dan prakiraan kondisi ekonomi juga
mungkin tidak menggambarkan gagal bayar aktual pelanggan di masa yang akan datang.
Tagihan dan Keberatan atas Hasil Pemeriksaan Pajak
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini, manajemen mempertimbangkan apakah jumlah tercatat
dalam akun di atas dapat dipulihkan dan direstitusi oleh Kantor Pajak. Lebih lanjut, manajemen
mempertimbangkan liabilitas yang mungkin timbul dari hasil pemeriksaan pajak yang masih diajukan keberatannya.
Revaluasi Tanah dan Bangunan
Kelompok Usaha mengukur tanah dan bangunan pada jumlah revaluasian dengan perubahan pada nilai wajar
diakui dalam Penghasilan Komprehensif Lain (“OCI”). Kelompok Usaha melibatkan penilai independen dalam
menentukan nilai wajar tanah dan bangunan pada tanggal 31 Desember 2018. Nilai wajar tanah dan bangunan
ditentukan berdasarkan bukti pasar dengan menggunakan harga yang dapat dibandingkan dan disesuaikan
terhadap faktor-faktor pasar spesifik seperti sifat, lokasi dan kondisi aset tersebut.
Sewa
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan
sewa yang diklasifikasikan sebagai 'sewa operasi'. Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai
apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika
kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu
untuk dipertukarkan dengan imbalan.
b. Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki
risiko signifikan mengakibatkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
perubahan pasar atau situasi di luar kendali Kelompok Usaha. Perubahan-perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi terkait pada saat terjadinya.
Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan
Ketika nilai wajar aset dan liabilitas keuangan dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tidak dapat
diperoleh dari pasar yang aktif, maka nilai wajarnya ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian termasuk
model discounted cash flow. Masukan untuk model tersebut dapat diambil dari pasar yang dapat diobservasi, tetapi
apabila hal ini tidak dimungkinkan, sebuah tingkat pertimbangan disyaratkan dalam menetapkan nilai wajar.
Pertimbangan tersebut mencakup penggunaan masukan seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas.
Perubahan dalam asumsi mengenai faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar dari instrumen
keuangan yang dilaporkan.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh
aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat
diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur
pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha langsung
diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi
secara material liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih
21
Page 29
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
3. by:
Approved PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (Lanjutan)
b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai 25 tahun. Ini
adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya.
Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan
nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Realisasi dari Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya
bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan
oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat
penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan.
Namun tidak terdapat kepastian bahwa Kelompok Usaha dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang cukup
untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau keseluruhan dari aset pajak tangguhan tersebut.
Ketidakpastian Liabilitas Perpajakan
Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada
saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan oleh, atau negosiasi dengan, otoritas perpajakan.
Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu
dari penghasilan kena pajak di masa depan.
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha
menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang
harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”.
Kelompok Usaha membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan
jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.
Taksiran Nilai Realisasi Neto Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang
tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi
biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan
jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha
normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan
terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau UPK melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada
ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa
atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan
pelepasan aset.
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Arus kas masa depan yang
diproyeksikan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum ada perikatannya atau investasi signifikan di
masa depan yang akan meningkatkan kinerja dari UPK yang diuji.
Nilai terpulihkan paling sensitif terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus kas yang didiskontokan
seperti halnya dengan arus kas masuk masa depan yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan
untuk tujuan ekstrapolasi.
22
Page 30
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
4. KAS DAN SETARA KAS
Approved by:
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
KAS 4,531,275,156 886,999,842
BANK
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia Tbk 1,549,405,898 3,536,684,138
PT Bank Central Asia Tbk 7,948,541,470 1,357,478,738
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 11,424,264 50,008,980,272
PT Bank ICBC 10,559,417 23,054,230
PT Bank Syariah Indonesia 5,011,261 5,241,261
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur 6,415,466 6,591,617
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk 2,889,397 180,001,819,541
PT Bank QNB Indonesia Tbk - 19,249,124
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk 49,332,058 60,725,634
Dollar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia Tbk 9,931,071,822 14,715,414,820
PT Bank Central Asia Tbk 3,769,859,767 365,563,900
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 33,357,720 5,977,780
PT Bank ICBC 45,479,344 66,244,657
PT Bank QNB Indonesia Tbk - 44,732,829
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk 2,176,772,293 90,803,895
SETARA KAS - DEPOSITO BERJANGKA
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia Tbk - 16,014,158,000
SETARA KAS - DEPOSITO BERJANGKA
Dollar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia Tbk 1,827,161,600 -
JUMLAH KAS DAN SETARA KAS 31,898,556,933 267,209,720,278
Deposito berjangka memperoleh tingkat bunga sebesar 2% per tahun masing-masing pada tahun 2023 dan 2022.
Pada tanggal 31 Desember 2022, terdapat rekening yang digunakan sebagai jaminan dan dibatasi penggunaannya
pada PT Bank Central Asia Tbk milik Perusahaan sebesar Rp 40.000.000.000 yang dicatat sebagai bagian dari “Dana
yang dibatasi penggunaannya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
5. PIUTANG USAHA – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
a. Berdasarkan pelanggan
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak berelasi
PT Integra Indo Lestari 1,262,308 -
PT Integriya Dekorindo 5,256,569,419 7,000,227,215
PT Alam Mentari Sejahtera 341,124,603 401,222,890
Sub Jumlah 5,598,956,330 7,401,450,105
23
Page 31
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
5. PIUTANG USAHA – BERSIH (Lanjutan)
Approved by:
Akun ini terdiri dari: (Lanjutan)
a. Berdasarkan pelanggan (Lanjutan)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Cadangan kerugian
penurunan nilai - -
Pihak berelasi - bersih 5,598,956,330 7,401,450,105
Ekspor 558,482,493,571 313,486,390,756
Lokal 30,297,078,796 36,490,223,667
Sub Jumlah 588,779,572,367 349,976,614,423
Cadangan kerugian
penurunan nilai (5,492,991,579) (5,261,262,179)
Pihak ketiga - bersih 583,286,580,788 344,715,352,244
Jumlah - Bersih 588,885,537,118 352,116,802,349
b. Berdasarkan mata uang
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Rupiah 32,398,267,659 40,560,662,355
Dollar Amerika Serikat 556,487,269,459 311,556,139,994
Sub Jumlah 588,885,537,118 352,116,802,349
c. Berdasarkan umur
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
1 - 30 hari 498,979,731,618 267,962,272,988
31 - 60 hari 23,456,581,667 14,780,064,727
61 – 90 hari 26,450,267,505 13,436,453,434
> 90 hari 39,998,956,328 55,938,011,200
Sub Jumlah 588,885,537,118 352,116,802,349
Pada tanggal 31 Desember 2022, piutang usaha sebesar Rp 658.063.000.000 dan US$ 3.125.000 dijadikan jaminan
utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang usaha masing-masing pelanggan pada akhir periode
pelaporan, manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha di atas cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian atas nilai piutang tersebut.
24
Page 32
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
Approved by:
Piutang lain-lain terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak berelasi
PT Alam Mentari Sejahtera 1,010,000 1,010,000
PT Integriya Dekorindo 167,274,092,384 145,269,602,188
Sub Jumlah 167,275,102,384 145,270,612,188
Pihak ketiga
Lain-lain 25,661,054,571 8,504,275,347
PT Sukamara Ekosistem Sejahtera 18,587,580,000 -
Carbon Resources Alliance ApS 98,268,182,640 -
Sub Jumlah 142,516,817,211 8,504,275,347
Jumlah 309,791,919,595 153,774,887,535
Pada tahun 2018, BRT, entitas anak, mengadakan perjanjian pinjaman untuk keperluan operasional kepada PT
Tawotu. Piutang tersebut telah dilunasi pada tahun 2022.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang lain-lain pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa
tidak ada penurunan nilai piutang.
7. PERSEDIAAN – BERSIH
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Manufaktur
Bahan baku dan pembantu 1,264,172,372,322 1,339,414,591,785
Barang dalam proses 447,723,984,938 453,947,094,750
Barang jadi 604,363,247,886 665,045,715,891
Barang dalam perjalanan 9,144,249,282 -
Kehutanan
Bahan baku dan pembantu 62,707,799,244 61,401,043,578
Sparepart 3,953,432,117 4,256,188,709
Sub-Jumlah 2,392,065,085,789 2,524,064,634,713
Cadangan Penurunan Nilai (7,474,458,925) (8,759,591,539)
Jumlah 2,384,590,626,864 2,515,305,043,174
Pada tanggal 31 Desember 2022, persediaan tertentu telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya
dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 2.269.043.332.001, di mana menurut pendapat manajemen
nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2022, persediaan sebesar Rp 2.087.558.000.000 dan US$ 1.000.000 digunakan sebagai
jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.
Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan pada akhir periode pelaporan,
manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan di atas cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas nilai persediaan tersebut.
25
Page 33
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
8. UANG MUKA PEMBELIAN
Approved by:
Akun ini terdiri dari uang muka pembelian atas:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Aset tetap 36,209,521,862 34,738,883,363
Persediaan 1,085,549,633,435 958,329,748,775
Lain-lain 47,725,718,545 113,005,711,192
Jumlah 1,169,484,873,842 1,106,074,343,330
Disajikan dalam laporan
posisi keuangan
konsolidasian sebagai:
Aset lancar 1,133,275,351,980 1,071,335,459,967
Aset tidak lancar 36,209,521,862 34,738,883,363
Jumlah 1,169,484,873,842 1,106,074,343,330
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha memiliki uang muka pembelian aset tetap – tanah
yang berlokasi di Lingkar Timur, Sidoarjo seluas ± 3.045 m2 dengan nilai sebesar Rp 7.209.051.562.
9. PENYERTAAN SAHAM
Penyertaan saham terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 44,138,740,252 44,138,740,252
Jumlah 44,138,740,252 44,138,740,252
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain terdiri dari:
Kenaikan atas
Persentase perubahan nilai
Biaya perolehan Nilai wajar
kepemilikan wajar
30 Juni 2023 dan 2022
PT Integriya Dekorindo (ITD) 18,49% 15,990,782,486 (15,990,782,486) -
Melalui PT Inter Kayu Mandiri
PT WoodOne Integra Indonesia (WII) 25% 16,560,000,000 22,674,340,252 39,234,340,252
PT Teknologi Optimal Prima (TOP) 8,92% 3,004,400,000 - 3,004,400,000
PT Interkreasi Kerta Aji (IKA) 19% 1,900,000,000 - 1,900,000,000
Jumlah/Total 37,455,182,486 6,683,557,766 44,138,740,252
Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 18 November 2022, para pemegang saham
ITD menyetujui peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh dari Rp 178.344.235.000 menjadi Rp
208.074.235.000 yang disetor oleh PT Integra Indo Lestari sehingga persentase kepemilikan Perusahaan menjadi
18,49%.
26
Page 34
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
10. ASET BIOLOGIS
Approved by:
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Saldo Awal 14,557,846,542 14,285,061,717
Penambahan 137,497,385 272,784,825
Saldo Akhir 14,695,343,927 14,557,846,542
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset biologis dapat dipulihkan seluruhnya, sehingga tidak diperlukan
penyisihan penurunan nilai atas aset biologis tersebut.
11. ASET TETAP – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai tercatat
Pemilikan langsung
Tanah 1,147,563,793,818 - - - 1,147,563,793,818
Bangunan 647,579,887,011 - - 1,774,999,999 649,354,887,010
Sarana prasarana 124,090,357,523 - - - 124,090,357,523
Instalasi listrik 52,715,665,158 - - - 52,715,665,158
Mesin dan peralatan 422,255,542,201 35,869,404,864 9,023,944,517 - 449,101,002,548
Alat-alat berat 189,703,260,247 - - - 189,703,260,247
Kendaraan 90,926,778,176 2,867,000,000 3,946,574,937 - 89,847,203,239
Inventaris 28,953,921,931 837,847,209 - - 29,791,769,140
Sub-jumlah 2,703,789,206,065 39,574,252,073 12,970,519,454 1,774,999,999 2,732,167,938,683
Aset dalam
penyelesaian 16,397,695,408 5,626,706,913 (1,774,999,999) 20,249,402,322
Aset tetap dalam
rangka bangun,
kelola dan alih 3,203,625,580 - - - 3,203,625,580
Jumlah 2,723,390,527,053 45,200,958,986 12,970,519,454 - 2,755,620,966,585
Akumulasi
penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan 177,515,721,453 22,881,417,743 - - 200,397,139,196
Sarana prasarana 52,589,887,004 5,944,346,414 - - 58,534,233,418
Instalasi listrik 31,002,782,490 2,016,843,118 - - 33,019,625,608
Mesin dan peralatan 179,490,437,395 18,509,899,931 1,091,511,306 - 196,908,826,020
Alat-alat berat 186,189,938,400 937,264,202 - - 187,127,202,602
Kendaraan 69,145,550,058 3,819,334,516 1,623,705,074 - 71,341,179,500
Inventaris 23,618,065,615 1,204,907,733 - - 24,822,973,348
Sub-jumlah 719,552,382,415 55,314,013,657 2,715,216,380 - 772,151,179,692
Aset tetap dalam
rangka bangun,
kelola dan alih 956,295,541 320,362,558 - - 1,276,658,099
Jumlah 720,508,677,956 55,634,376,215 2,715,216,380 - 773,427,837,791
Nilai Buku 2,002,881,849,097 1,982,193,128,794
27
Page 35
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
11. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
Akun ini terdiri dari: (Lanjutan)
Approved by:
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai tercatat
Pemilikan langsung
Tanah 1,122,447,043,813 5,540,000,000 - 19,576,750,005 1,147,563,793,818
Bangunan 613,211,222,086 29,600,000 - 34,339,064,925 647,579,887,011
Sarana Prasarana 89,895,006,796 22,845,015,105 - 11,350,335,622 124,090,357,523
Instalasi Listrik 48,765,697,865 2,339,636,364 - 1,610,330,929 52,715,665,158
Mesin & Peralatan 400,274,118,548 51,373,932,088 38,170,849,055 8,778,340,620 422,255,542,201
Alat-alat Berat 189,703,260,247 - - - 189,703,260,247
Kendaraan 93,384,825,045 6,613,214,186 9,071,261,055 - 90,926,778,176
Inventaris 26,288,036,609 2,764,287,658 98,402,336 - 28,953,921,931
Sub-jumlah 2,583,969,211,009 91,505,685,401 47,340,512,446 75,654,822,101 2,703,789,206,065
Aset dalam
penyelesaian 301,725,826,743 28,046,630,466 237,719,939,700 (75,654,822,101) 16,397,695,408
Aset tetap dalam
rangka bangun,
kelola dan alih 3,203,625,580 - - - 3,203,625,580
Jumlah 2,888,898,663,332 119,552,315,867 285,060,452,146 - 2,723,390,527,053
Akumulasi
penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan 132,408,780,866 45,106,940,587 - - 177,515,721,453
Sarana Prasarana 42,795,320,542 9,794,566,462 - - 52,589,887,004
Instalasi Listrik 27,014,269,070 3,988,513,420 - - 31,002,782,490
Mesin & Peralatan 163,988,570,383 26,683,197,067 11,181,330,055 - 179,490,437,395
Alat-alat Berat 181,454,484,990 4,735,453,410 - - 186,189,938,400
Kendaraan 67,025,661,525 7,273,786,015 5,153,897,482 - 69,145,550,058
Inventaris 21,443,937,464 2,271,257,487 97,129,336 - 23,618,065,615
Sub-jumlah 636,131,024,840 99,853,714,448 16,432,356,873 - 719,552,382,415
Aset tetap dalam
rangka bangun,
kelola dan alih 783,423,997 172,871,544 - - 956,295,541
Jumlah 636,914,448,837 100,026,585,992 16,432,356,873 - 720,508,677,956
Nilai Buku 2,251,984,214,495 2,002,881,849,097
Pada periode Juni 2023 dan 2022, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset dalam penyelesaian masing-
masing sebesar Rp 1.774.999.999 dan Rp 75.654.822.101.
Pada periode Juni 2023 dan 2022, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset hak-guna dengan biaya
perolehan masing-masing sebesar Rp 30.354.916.580 dan Rp 22.292.620.744 dan akumulasi penyusutan masing-
masing sebesar Rp 7.590.146.064 dan Rp 5.273.088.324.
Pada periode Juni 2023 dan 2022, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian masing-
masing sebesar Rp 3.225.712.970 dan Rp 22.265.005.418.
Pada tahun 2022, terdapat reklasifikasi aset dalam penyelesaian ke properti investasi sebesar Rp 237.719.939.700.
Nilai wajar tanah dan bangunan ditentukan dengan menggunakan metode pendekatan pasar dan biaya. Hal ini berarti
penilaian yang dilakukan oleh penilai didasarkan pada harga pasar aktif, yang disesuaikan secara signifikan untuk
perbedaan pada sifat, lokasi dan kondisi dari tanah dan bangunan yang dinilai. Nilai wajar tanah dan bangunan
didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan dan KJPP Hari Utomo & Rekan, penilai
independen yang terdaftar pada OJK dalam laporannya masing-masing tanggal 16 November 2018 dan 28 Desember
2018.
Pada tanggal 31 Desember 2022, aset tetap tertentu telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya
dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 1.265.631.650.564, di mana menurut pendapat manajemen
nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.
28
Page 36
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
11. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
Approved by:
Pada tanggal 31 Desember 2022, aset tetap berupa tanah, bangunan dan mesin dan peralatan sebesar Rp
2.222.403.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi
dan sukuk mudharabah.
Kelompok Usaha memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (“HGB”) dengan jangka waktu 20-30 tahun.
Pada tanggal 30 Juni 2023, HGB Kelompok Usaha masih memiliki sisa jangka waktu 4-29 tahun. Manajemen
berpendapat bahwa jangka waktu HGB tersebut dapat diperbaharui/ diperpanjang saat jatuh tempo.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2023.
Beban penyusutan yang dibebankan ke operasi sebagai bagian dari berikut ini:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Beban Pokok Penjualan 44,437,967,377 87,542,064,852
Beban Administrasi dan
Umum 3,606,262,774 7,211,432,816
Jumlah 48,044,230,151 94,753,497,668
Aset tetap dalam penyelesaian terdiri dari:
30 Juni 2023
Perkiraan % Nilai Tahun Perkiraan
Penyelesaian Tercatat Penyelesaian
Bangunan, Sarana dan
Prasarana 75% 10,800,476,928 Desember 2023
Mesin dan Peralatan 83% 9,448,925,394 Oktober 2023
Jumlah 20,249,402,322
31 Desember 2022
Perkiraan % Nilai Tahun Perkiraan
Penyelesaian Tercatat Penyelesaian
Bangunan, Sarana dan
Prasarana 82% 7,600,530,294 Juli 2023
Mesin dan Peralatan 75% 8,797,165,114 Agustus 2023
Jumlah 16,397,695,408
Properti Investasi
Properti investasi merupakan tanah yang belum digunakan oleh Kelompok Usaha yang berlokasi di Wedoroklurak,
Sidoarjo.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai properti investasi pada tanggal 30 Juni 2023.
29
Page 37
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
12. ASET LAIN-LAIN – BERSIH
Approved by:
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Biaya ditangguhkan atas hak
pengusahaan hutan, bersih 15,275,462,862 12,921,991,652
Biaya emisi ditangguhkan
atas utang sukuk 813,407,357 1,114,754,753
Lain-lain 12,104,510,000 11,063,010,000
Jumlah 28,193,380,219 25,099,756,405
Kelompok Usaha memiliki hak pengelolaan hutan (“HPH”) dengan jangka waktu 43-53 tahun. Pada tanggal 30 Juni
2023, HPH Kelompok Usaha masih memiliki sisa jangka waktu 28-31 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka
waktu HPH tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pihak ketiga
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit modal kerja
plafon tranche B 103,600,000,000 365,000,000,000
RC terbatas tranche B 203,678,000,000 200,380,000,000
Kredit modal kerja
plafon - 90,000,000,000
RC terbatas 15,000 -
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Kredit modal kerja
revolving - 50,000,000,000
PT Bank Maspion
Indonesia Tbk
Demand loan 25,000,000,000 25,000,000,000
Rekening koran 224,629,043 192,269,030
PT Bank Central Asia Tbk
Time loan revolving - 40,000,000,000
Rekening koran 304,699,081,831 663,735,603
PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
Rekening koran - 11,589,116
Sub-jumlah 637,201,725,874 771,247,593,749
Entitas Anak
Pihak ketiga
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit modal kerja
plafon tranche B 45,800,507,830 170,000,000,000
Kredit modal kerja plafon 75,000,000,000 75,000,000,000
30
Page 38
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
Approved by:
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Entitas Anak
Pihak ketiga
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Letter of credit
(US$ 1.833.044 pada
tahun 2022) - 28,835,613,591
RC terbatas tranche B 161,000,000,000 57,722,616,573
RC terbatas 14,980,316,888 80,670,169
Revolving loan - -
PT Bank Maspion
Indonesia Tbk
Demand loan 310,000,000,000 150,000,000,000
Fixed loan 85,000,000,000 65,000,000,000
Rekening koran 28,899,704,424 38,957,149,949
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Kredit modal kerja
revolving 96,200,000,000 -
PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
Omnibus trade finance - 115,344,260,818
PT Bank Central Asia Tbk
Fasilitas kredit ekspor 30,000,000,000 30,000,000,000
Kredit multi 25,000,000,000 25,000,000,000
Rekening koran 5,983,657,177 977,492,529
PT Bank ICBC Indonesia
Pre-export financing
non-LC (US$ 317.770
pada tahun 2023 dan
US$ 500.000
pada tahun 2022) 4,774,812,020 7,865,500,000
Sub-jumlah 882,638,998,339 764,783,303,629
Jumlah 1,519,840,724,213 1,536,030,897,378
Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas, kredit
modal kerja plafon, RC terbatas tranche B, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan treasury
line (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT) dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 20 miliar, Rp 90
miliar, Rp 230 miliar, Rp 380 miliar, US$ 6 juta dan US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8% per tahun
pada tahun 2022. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2023 dan dijamin dengan aset tetap
tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan dan ITR.
Kelompok Usaha wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 100%.
Rasio debt to equity maksimum 2,5x.
31
Page 39
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
Approved by:
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 22 November 2022, Perusahaan dan ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas
kredit modal kerja revolving, pre export financing, non cash loan dan treasury line dengan batas maksimum
masing-masing sebesar Rp 100 miliar, US$ 10 juta, US$ 3 juta dan US$ 5 juta. Fasilitas ini dibebani bunga
sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2022 dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 November 2023. Fasilitas ini
dijamin dengan aset tetap tertentu milik Perusahaan, piutang dan persediaan milik NKT, BRT, ITK dan INT serta
corporate guarantee dari NKT, BRT, ITK dan INT. Pada tanggal 31 Desember 2022, fasilitas kredit hanya
digunakan oleh Perusahaan saja.
Kelompok Usaha wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
Rasio lancar minimum 1x.
Debt/EBITDA maksimum 4,5x.
EBITDA to interest ratio minimum 1,25x.
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pada tanggal 12 Maret 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan demand
loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar dan Rp 25 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023,
Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan demand loan dengan batas
maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar dan Rp 35 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per
tahun pada tahun 2023 dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 November 2023. Fasilitas ini dijamin dengan
persediaan milik INT, ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik Kelompok Usaha serta corporate guarantee dari
Perusahaan.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 8 Januari 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan
batas maksimum sebesar Rp 30 miliar. Pada tanggal 27 Desember 2022, Perusahaan memperoleh tambahan
fasilitas kredit berupa fasilitas time loan revolving dengan batas maksimum sebesar Rp 40 miliar. Fasilitas ini
dibebani bunga sebesar 0,6% per tahun untuk fasilitas kredit time loan revolving dan 9,25% per tahun untuk
fasilitas rekening koran pada tahun 2023. Fasilitas ini akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 13 Juli 2023
dan 29 Desember 2023.
Fasilitas ini dijamin dengan rekening giro milik Perusahaan, persediaan dan aset tetap tertentu milik Perusahaan,
ITR, INT, IIL dan sebagian direksi Perusahaan.
Perusahaan terikat dengan beberapa batasan,antara lain:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
Rasio debt to equity maximum 1x.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 5 Agustus 2019, Perusahaan dan entitas anaknya, ITR dan ITK, memperoleh fasilitas kredit berupa
rekening koran (hanya untuk Perusahaan), demand loan dan omnibus trade finance dengan batas maksimum
masing-masing sebesar Rp 20 miliar, Rp 70 miliar dan US$ 7,5 juta (tersedia dalam mata uang Rupiah dan US$).
Pada tanggal 28 Desember 2020, terjadi perubahan batas maksimum fasilitas omnibus trade finance menjadi Rp
137.750.000.000 (tersedia dalam mata uang Rupiah dan US$). Pada tanggal 29 November 2021, terjadi
perubahan batas maksimum fasilitas omnibus trade finance menjadi Rp 116.450.000.000 (tersedia dalam mata
uang Rupiah dan US$).
Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,75%-9,5% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Rupiah dan 4,25%-
5,75% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika Serikat pada tahun 2022. Fasilitas ini akan jatuh
tempo pada tanggal 28 Agustus 2023 dan dijamin dengan aset tetap tertentu milik Kelompok Usaha. Fasilitas ini
telah dilunasi pada 1 Februari 2023.
Kelompok Usaha wajib menjaga ketentuan ataurasio keuangan sebagai berikut:
Debt/EBITDA maksimum 3,5x.
Inventory turnover maksimum 500 hari.
Trade receivables turnover maksimum120 hari.
Rasio debt service coverage minimal 1,25x.
32
Page 40
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
Approved by:
a. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
Entitas anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas,
RC terbatas tranche B, kredit modal kerja plafon dan kredit modal kerja plafon tranche B dengan batas maksimum
masing-masing sebesar Rp 15 miliar,Rp 85 miliar, Rp 75 miliar dan Rp 170 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga
sebesar 8% per tahun pada tahun 2022. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 6 September 2023.
Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas yang diterima oleh
Perusahaan.
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pada tanggal 5 November 2020, INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran,
fixed loan dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 30
miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, INT memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas demand loan dan
fixed loan dengan batas maksimum masing-masing menjadi sebesar Rp 110 miliar dan Rp 50 miliar.
Pada tanggal 5 November 2020, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran,
fixed loan dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 30
miliar. Pada tanggal 12 November 2021, ITR merubah batas maksimum fasilitas rekening koran dan demand loan
masing-masing menjadi sebesar Rp 25 miliar dan Rp 120 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR memperoleh
tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas demand loan dengan batas maksimum menjadi sebesar Rp 170 miliar.
Pada tanggal 3 Februari 2021, ITK, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan
fixed loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, ITK
memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas demand loan dengan batas maksimum sebesar Rp 30 miliar.
Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun 2023. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal
13 November 2023.
Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT, ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik Kelompok Usaha serta
corporate guarantee dari Perusahaan.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 12 April 2019, INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, time
loan revolving dan kredit ekspor dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 15 miliar dan
Rp 30 miliar. Pada tanggal 8 Januari 2021, INT memperoleh tambahan batas maksimum fasilitas rekening koran
menjadi Rp 25 miliar dan fasilitas time loan revolving dialihkan menjadi fasilitas kredit multi sebesar Rp 25 miliar.
Pada bulan Agustus 2020, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas letter of credit usance dengan batas maksimum
sebesar US$ 1.000.000. Pada tanggal 12 Juli 2021, ITR memperoleh tambahan batas maksimum menjadi US$
3.500.000.
Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2023 dan dibebani bunga sebesar 9,25% per tahun pada tahun
2023.
Fasilitas ini dijamin dengan fasilitas yang diterima oleh Perusahaan.
PT Bank ICBC Indonesia
Pada tahun 2020, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit pre-export financing non-LC dengan batas
maksimum sebesar US$ 1.500.000. Pada tanggal 24 September 2021, ITR memperoleh penurunan batas
maksimum fasilitas menjadi US$ 1.000.000. Pada tanggal 20 September 2022, ITR memperoleh penurunan batas
maksimum menjadi US$ 500.000. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 6,25% per tahun pada tahun 2022 dan akan
jatuh tempo pada tanggal 26 September 2023. Fasilitas ini dijamin dengan piutang usaha dan persediaan tertentu
milik ITR dan jaminan pribadi dari Halim Rusli dan Widjaja Karli. Di samping itu, ITR diwajibkan memelihara rasio
debt to equity maksimum 3x.
33
Page 41
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
Approved by:
b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pihak ketiga
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit investasi
refinancing 246,093,750,000 265,781,250,000
Skema PEN 55,000,000,000 70,500,000,000
PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
Kredit angsuran
berjangka - 4,544,444,444
PT BCA Finance 490,798,964 669,057,292
Sub-jumlah 301,584,548,964 341,494,751,736
Entitas Anak
Pihak ketiga
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
Kredit investasi
refinancing 148,420,000,000 160,300,000,000
PT Bank Maspion
Indonesia Tbk
Fixed loan anuitas 47,235,292,661 -
PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
Kredit angsuran
berjangka - 24,644,981,833
PT Bank Central Asia Tbk
Fasilitas kredit investasi 6,708,333,330 10,708,333,330
PT BCA Finance 1,138,332,665 1,617,563,230
PT Clipan Finance Indonesia Tbk 107,186,592 196,345,298
Sub-jumlah 203,609,145,248 197,467,223,691
Jumlah 505,193,694,212 538,961,975,427
Bagian Jatuh Tempo dalam
waktu satu tahun (115,820,323,709) (119,378,375,343)
Bagian Jangka Panjang 389,373,370,503 419,583,600,084
Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi refinancing dan kredit skema
PEN dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 315 miliar dan Rp 100 miliar. Fasilitas ini dibebani
bunga sebesar 8% per tahun pada tahun 2022. Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan masing-masing
sampai dengan September 2029 dan November 2024. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio
keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2022 sebesar Rp 66.875.000.000.
34
Page 42
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
Approved by:
b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 5 Agustus 2019, Perusahaan, ITK, dan ITR memperoleh fasilitas kredit berupa kredit angsuran
berjangka dengan batas maksimum sebesar Rp 100 miliar. Pada tanggal 26 Desember 2019, batas maksimum
fasilitas diturunkan menjadi sebesar Rp 60 miliar. Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan
Desember 2025 dengan masa tenggang 6 bulan. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 9,25%-9,5% per tahun pada
tahun 2022. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka
pendek. Fasilitas ini telah dilunasi pada 1 Februari 2023.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2022 sebesar Rp 13.333.333.334.
PT BCA Finance
Pada tahun 2018-2021, Perusahaan mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan yang terutang dalam
angsuran bulanan sampai dengan 2021-2025. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 3,75%-5,99% per tahun pada
tahun 2022.
Pembayaran pokok pinjaman pada periode tahun 2022 sebesar Rp 342.636.175.
Entitas anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit investasi refinancing dengan batas
maksimum sebesar Rp 190 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8% per tahun pada tahun 2022. Fasilitas ini
terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan September 2029. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan
atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2022 sebesar Rp 23.760.000.000.
PT Bank Maspion Indonesia Tbk
Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR, entitas anak memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas fixed loan anuitas
dengan batas maksimum sebesar Rp 50 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun pada tahun
2023. Fasilitas ini untuk jangka waktu selama 60 bulan. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan yang sama
dengan fasilitas jangka pendek.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 12 April 2019, INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit investasi dengan batas maksimum
sebesar Rp 40 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 10,25% per tahun pada tahun 2022 dan terutang dalam
angsuran bulanan sampai dengan April 2024. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan dan aset tetap tertentu milik
INT dan corporate guarantee dari Perusahaan.
Entitas anak terikat dengan beberapa batasan,antara lain:
Rasio lancar minimum 1x.
Rasio debt to equity maksimum 1x.
Rasio debt service coverage minimum 1,25x.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2022 adalah sebesar Rp 8.000.000.000.
PT BCA Finance
Pada tahun 2018-2022, ITR, ITK, BRT dan INT, entitas anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan
dengan angsuran bulanan hingga tahun 2025. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 3%-7,49% per tahun pada
tahun 2022.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2022 sebesar Rp 989.442.022.
PT Clipan Finance Indonesia Tbk
Pada tahun 2022, ITR, entitas anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan dengan angsuran
bulanan hingga tahun 2024. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,68% per tahun pada tahun 2022.
Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2022 adalah sebesar Rp 158.841.968.
35
Page 43
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
Approved by:
b. Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)
Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman
Pada tanggal 30 Juni 2023, Kelompok Usaha telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman tersebut di
atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait atau memperoleh surat pernyataan pelepasan tuntutan
(waiver) sebagaimana diperlukan.
14. UTANG USAHA
a. Akun ini terdiri dari utang kepada pemasok sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak ketiga
Impor 10,650,930,445 7,377,082,705
Lokal 65,425,740,141 79,587,575,324
Jumlah 76,076,670,586 86,964,658,029
Pihak berelasi
PT Integra Indo Lestari 13,866,185 -
PT Integriya Dekorindo 1,668,778,489 8,000,000
Jumlah 77,759,315,260 86,972,658,029
b. Berdasarkan mata uang
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Rupiah 67,108,384,815 79,595,575,324
Dollar Amerika Serikat 9,584,465,136 7,180,386,905
Euro 400,531,446 -
RMB 665,933,863 196,695,800
Sub Jumlah 77,759,315,260 86,972,658,029
c. Berdasarkan umur
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
1 - 30 hari 76,023,417,208 82,924,183,731
31 - 60 hari 562,199,327 2,193,101,492
61 – 90 hari 232,552,474 583,878,840
> 90 hari 941,146,251 1,271,493,966
Sub Jumlah 77,759,315,260 86,972,658,029
Utang usaha merupakan utang tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga.
36
Page 44
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
15. ASET HAK GUNA – BERSIH
Approved by:
30 Juni 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklas Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Sewa pembiayaan
Kendaraan 13,090,469,213 657,424,054 - (2,780,000,000) 10,967,893,267
Alat-alat berat - - - - -
Mesin dan peralatan 91,785,070,850 8,633,833,860 - (27,574,916,580) 72,843,988,130
Sewa bangunan - - - - -
Jumlah 104,875,540,063 9,291,257,914 - (30,354,916,580) 83,811,881,397
Akumulasi Penyusutan
Sewa pembiayaan
Kendaraan 2,750,991,176 776,290,912 - (767,291,628) 2,759,990,460
Alat-alat berat - - - - -
Mesin dan peralatan 13,692,648,543 2,656,871,917 - (6,822,854,436) 9,526,666,024
Sewa bangunan - - - - -
Jumlah 16,443,639,719 3,433,162,829 - (7,590,146,064) 12,286,656,484
Nilai Buku 88,431,900,344 71,525,224,913
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklas Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Sewa pembiayaan
Kendaraan 12,570,469,213 3,378,500,000 - (2,858,500,000) 13,090,469,213
Alat-alat berat - - - - -
Mesin dan peralatan 94,728,818,435 16,490,373,159 - (19,434,120,744) 91,785,070,850
Sewa bangunan - - - - -
Jumlah 107,299,287,648 19,868,873,159 - (22,292,620,744) 104,875,540,063
Akumulasi Penyusutan
Sewa pembiayaan
Kendaraan 2,083,018,350 1,877,550,951 - (1,209,578,125) 2,750,991,176
Alat-alat berat - - - - -
Mesin dan peralatan 11,365,360,392 6,390,798,350 - (4,063,510,199) 13,692,648,543
Sewa bangunan - - - - -
Jumlah 13,448,378,742 8,268,349,301 - (5,273,088,324) 16,443,639,719
Nilai Buku 93,850,908,906 88,431,900,344
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 30 Juni 2023.
37
Page 45
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
16. PERPAJAKAN
Approved by:
a. Pajak dibayar dimuka:
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 12,445,421,845 30,030,410,970
Pasal 23 - 144,617
Entitas anak
Pajak Pertambahan Nilai 17,932,461,875 4,863,099,459
Jumlah 30,377,883,720 34,893,655,046
b. Utang pajak terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Perusahaan
Pajak penghasilan (PPh):
Pasal 4 (2) 49,627,450 7,698,192
Pasal 21 233,216,969 293,261,949
Pasal 22 6,337,137 5,406,731
Pasal 23 60,497,512 90,907,684
Pasal 25 1,235,713,422 1,224,040,705
Pasal 29
Tahun 2023 15,447,609,793 -
Tahun 2022 - 6,102,494,035
Sub-jumlah 17,033,002,283 7,723,809,296
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Entitas Anak
Pajak Pertambahan Nilai 1,346,297,146 1,489,420,271
Surat Ketetapan Pajak
Kurang Bayar 6,000 456,342,505
Pajak penghasilan (PPh):
Pasal 4 (2) 180,222,913 151,705,302
Pasal 15 2,173,500 9,756,835
Pasal 21 206,983,626 250,149,062
Pasal 22 91,743,724 16,895,839
Pasal 23 386,899,903 150,664,113
Pasal 25 2,614,366,504 6,552,454,056
Pasal 29
Tahun 2022 - 877,708,539
Sub-jumlah 4,828,693,316 9,955,096,522
Jumlah 21,861,695,599 17,678,905,818
38
Page 46
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Approved by:
c. Lain-lain
Pada tahun 2022, Kelompok Usaha memperoleh surat ketetapan pajak sebagai berikut :
2022
Surat Ketetapan Tanggal Surat Ketetapan
Entitas Jenis Pajak Periode Jumlah
Pajak Pajak
Perusahaan Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Desember 2020 13,431,248,692 April 2022
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai April, Juli-Oktober, Desember 2021 52,323,501,682 Januari-Februari, Juni 2022
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Januari-Oktober 2022 55,213,785,205 Maret, Mei-Desember 2022
Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Juni 2021 10,556,000 Juni 2022
Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Januari, April 2020 10,233,800 Mei 2022
PT Intertrend Utama Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Juni-Oktober, Desember 2021 129,374,481,484 Januari-Februari, Mei, Juli 2022
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Januari-Oktober 2022 110,986,242,265 Maret-Desember 2022
PT Interkraft Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai September, Desember 2021 5,247,658,906 Maret, Juni 2022
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Februari-September 2022 20,334,298,301 Januari-Maret 2021
Juli-Agustus, Oktober, Desember April, Juni, Agustus-September,
PT Intera Indonesia Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai 2021 21,745,559,751 November-Desember 2022
April-Agustus, Oktober-
Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai Januari-September 2022 33,677,919,487 November 2022
PT Narkata Rimba Lebih Bayar Pajak Penghasilan Pasal 29 2020 2,657,140,200 Maret 2022
Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 23 2020 61,947,865 Maret 2022
PT Belayan River
Timber Lebih Bayar Pajak Penghasilan Pasal 29 2021 849,283,407 Mei 2022
Lebih Bayar Pajak Penghasilan Pasal 29 2020 5,875,805,536 Januari 2022
Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai September, Desember 2020 586,333,618 Januari 2022
Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 15 Mei, Desember 2020 7,189,939 Januari 2022
Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 22 Februari-April 2020 36,672,281 Januari 2022
Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 23 Februari, Desember 2020 156,333,332 Januari 2022
Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) Desember 2020 2,671,454 Januari 2022
17. LIABILITAS KONTRAK
Akun ini terdiri dari uang muka yang diterima dari pelanggan:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Pihak berelasi
PT Integriya Dekorindo - 38,650,146
Pihak ketiga
Ekspor - 8,982,959,537
Lokal - 2,387,374,694
Jumlah - 11,408,984,377
18. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH
a. Utang obligasi terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Nilai nominal 657,820,000,000 657,820,000,000
Dikurangi biaya emisi obligasi
ditangguhkan yang belum diamortisasi (2,397,400,843) (3,355,862,597)
Jumlah 655,422,599,157 654,464,137,403
Bagian jatuh tempo dalam
waktu satu tahun - -
Bagian jangka panjang 655,422,599,157 654,464,137,403
39
Page 47
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
18. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)
Approved by:
b. Sukuk mudharabah terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Nilai nominal 206,530,000,000 206,530,000,000
Bagian jatuh tempo
dalam waktu satu tahun - -
Jumlah 206,530,000,000 206,530,000,000
“Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”)
Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet
Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.
Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan
penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada
masyarakat adalah sebagai berikut:
- Seri A sebesar Rp 197.470.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga
(3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
- Seri B sebesar Rp 52.530.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan per tiga
(3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.
Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
- Seri A sebesar Rp 83.800.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
- Seri B sebesar Rp 25.230.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9,75% per tahun yang
dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.
Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA
(Single A) untuk Obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
kekayaan Perusahaan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan
ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi,
sebagai modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
“Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”)
Pada tanggal 15 April 2021, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet
Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000.
Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan
penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada
masyarakat adalah sebagai berikut:
- Seri A sebesar Rp 42.180.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
- Seri B sebesar Rp 407.820.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibagikan per
tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
40
Page 48
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
18. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)
Approved by:
b. Sukuk mudharabah terdiri dari: (Lanjutan)
“Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) (Lanjutan)
Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut: (Lanjutan)
- Seri A sebesar Rp 52.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
per tiga (3) bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
- Seri B sebesar Rp 97.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 10,25% per tahun yang
dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA-
(Single A Minus) untuk Obligasi dan idA-(sy) (Single A Minus Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas dijamin dengan Hak Guna Bangunan milik ITK, piutang usaha dan
persediaan tertentu milik Perusahaan.
Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi,
untuk melakukan pelunasan utang entitas anak, ITK dan INT, pada Indonesia Eximbank dan sisanya dipergunakan
sebagai modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk.
Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang diterbitkan Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak
Perusahaan (negative covenants) antara lain untuk tidak melakukan hal-hal tertentu tanpa persetujuan tertulis Wali
Amanat sebagaimana diatur dalam Perjanjian Wali Amanat, antara lain:
- Melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain yang akan menyebabkan bubarnya
Perusahaan atau yang akan mempunya dampak negatif yang material.
- Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan.
- Menjaminkan dan/atau membebani dengan caraapapun aset Kelompok Usaha.
- Mengalihkan aset tetap yang jumlahnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan.
- Mengubah bidang usaha utama.
- Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaranutang.
- Mengeluarkan obligasi, sukuk atau efek-efek lainnya melalui Pasar Modal yang dijamin secara khusus.
Di samping itu, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara beberapa rasio keuangan sebagai berikut:
- EBITDA terhadap jumlah beban bunga minimal 1,25x.
- Rasio debt to equity maksimum 3x.
Pada tanggal pelaporan, Perusahaan telah memenuhi seluruhnya persyaratan rasio-rasio keuangan yang ditentukan
pada perjanjian penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah.
Saldo beban bunga terutang tahun 2022 sebesar Rp 12.005.833.333 yang dicatat sebagai bagian dari “Beban akrual”
pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
19. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR
a. Modal Saham
Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022 berdasarkan catatan yang dibuat PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit)
Jumlah Saham Persentase Jumlah
Pemegang Saham Ditempatkan dan Kepemilikan (Rp)
Disetor Penuh
PT Integra Indo Lestari 4,573,835,000 71.05% 457,383,500,000
Komisaris
Stephanie Kane Ilham 10,000,000 0,16% 1,000,000,000
Direksi
Halim Rusli 25,000,000 0.39% 2,500,000,000
Widjaja Karli 20,000,000 0.31% 2,000,000,000
41
Page 49
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
19. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)
a.
Approved by: Modal Saham (Lanjutan)
Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022 berdasarkan catatan yang dibuat PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek adalah sebagai
berikut: (Lanjutan)
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit)
Jumlah Saham Persentase Jumlah
Pemegang Saham Ditempatkan dan Kepemilikan (Rp)
Disetor Penuh
Direksi
Sjany Tjandra 10,000,000 0.16% 1,000,000,000
Wang Sutrisno 10,000,000 0.16% 1,000,000,000
Masyarakat 1,615,121,900 25.08% 161,512,190,000
6,263,956,900 97,31% 626,395,690,000
Saham treasuri 173,543,100 2,69% 17,354,310,000
Jumlah 6,437,500,000 100% 643,750,000,000
31 Desember 2022 (Diaudit)
Jumlah Saham Persentase Jumlah
Pemegang saham Ditempatkan dan Kepemilikan (Rp)
Disetor Penuh
PT Integra Indo Lestari 4,573,835,000 71.05% 457,383,500,000
Komisaris
Stephanie Kane Ilham 10,000,000 0,15% 1,000,000,000
Direksi
Halim Rusli 25,000,000 0.39% 2,500,000,000
Widjaja Karli 20,000,000 0.31% 2,000,000,000
Sjany Tjandra 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Wang Sutrisno 10,000,000 0.15% 1,000,000,000
Masyarakat 1,713,515,800 26.63% 171,351,580,000
6,362,350,800 98,83% 636,235,080,000
Saham treasuri 75,149,200 1,17% 7,514,920,000
Jumlah 6,437,500,000 100% 643,750,000,000
Perusahaan menerbitkan program MESOP pada tanggal 12 Agustus 2022 sejumlah 75,000,000 lembar saham
dengan harga pelaksanaan Rp 298 per saham. Pada tanggal 15 Agustus 2022 jumlah saham tersebut efektif
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. MESOP tersebut menghasilkan tambahan modal disetor di atas nilai nominal
sebesar Rp 14.850.000.000.
Perubahan peningkatan modal ditempatkan dan disetor berdasarkan program MESOP ini dicatat di Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0007286 tanggal16 Januari 2023 sehingga modal saham
meningkat dari Rp 636.250.000.000 menjadi Rp 643.750.000.000.
Berdasarkan akta notaris Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPS”) No. 2 tanggal 15 Juli 2022
dari notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., para pemegang saham telah menyetujui penggunaan alokasi laba
bersih tahun 2021 sebagai berikut:
- Membagikan 7,66% dividen tunai sebesar Rp 40.867.780.204 atau Rp 6,5 per saham.
- Sejumlah Rp 494.268.062.435 ditetapkan sebagai dana cadangan sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan.
- Sisa laba bersih akan digunakan untuk keperluan modal kerja Perusahaan dan disajikan sebagai saldo laba
yang belum ditentukan penggunaannya.
42
Page 50
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
19. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)
Approved by:
a. Modal Saham (Lanjutan)
Pada tanggal 25 Maret 2022, Perusahaan melalui surat No. 055/WOOD/03/2022 mengajukan permohonan
persetujuan pembelian kembali saham Perusahaan (saham treasuri) kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
sebanyak-banyaknya sebesar Rp 100.000.000.000. Pembelian kembali tersebut dilakukan dalam jangka waktu 3
bulan, dari tanggal 25 Maret 2022 hingga 24 Juni 2022 dan dilakukan dalam beberapa kali transaksi.
Pada tahun 2022, total saham yang dibeli adalah sebanyak 75.149.200 lembar (nilai nominal Rp 100 per lembar)
dengan nilai sebesar Rp 49.643.362.000. Pada tanggal 31 Desember 2022, total saham treasuri 75.149.200
lembar dengan nilai Rp 49.643.362.000.
Pembentukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya
Dalam rangka memenuhi Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang mengharuskan
perusahaan-perusahaan secara bertahap mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal yang ditempatkan
sebagai cadangan dana umum, para pemegang saham menyetujui pencadangan sebagian dari saldo laba
Perusahaan sebagai cadangan dana umum sebesar Rp 494.268.062.435 pada tahun 2022 yang diputuskan dalam
RUPS pada tanggal 15 Juli 2022.
b. Tambahan modal disetor
Rincian akun tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Tambahan modal disetor 236,412,562,853 236,412,562,853
di atas nilai nominal
Biaya emisi saham (6,142,500,000) (6,142,500,000)
Selisih transaksi kombinasi
bisnis antar entitas
sepengendali 82,846,704,551 82,846,704,551
Pengampunan pajak 1,047,708,333 1,047,708,333
Jumlah 314,164,475,737 314,164,475,737
Saldo tambahan modal disetor di atas nilai nominal berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari Penawaran
Umum Perdana Saham tahun 2017 atas 1.250.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai
nominalnya dan MESOP.
c. Kombinasi bisnis entitas sepengendali
Pada tahun 2012, Perusahaan melakukan transaksi penyertaan saham pada BRT, ITR dan ITK, entitas anak. Pada
tahun 2020, ITR, entitas anak, melakukan transaksi penyertaan saham pada SAM. Pada tahun 2021, Perusahaan
melakukan pelepasan penyertaan saham pada ITD
Transaksi tersebut di atas dilakukan antara entitas sepengendali dalam rangka kombinasi bisnis sehingga
diperlakukan dengan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2012) mengenai
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Selisih neto nilai transaksi kombinasi bisnis dengan entitas sepengendali yang dicatat sebagai “Tambahan modal
disetor” sehubungan dengan transaksi penyertaan saham di entitas anak, dengan rincian sebagai berikut:
Aset bersih
Tahun akuisisi Harga jual Selisih
yang diperoleh
Entitas anak
ITD 2021 (123,300,000,000) (61,702,637,678) 61,597,362,322
SAM 2020 6,750,000,000 3,953,644,773 (2,796,355,227)
BRT 2012 13,125,600,000 27,736,469,667 14,610,869,667
ITR 2012 7,524,000,000 9,096,469,925 1,572,469,925
ITK 2012 4,653,000,000 12,515,357,864 7,862,357,864
Jumlah (91,247,400,000) (8,400,695,449) 82,846,704,551
43
Page 51
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
20. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Approved by:
Tabel berikut ini menjelaskan komponen dari hak pemegang saham non-pengendali entitas anak pada tanggal 30 Juni
2023 dan 2022 sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
PT Inter Kayu Mandiri 3,318,985,380 3,318,985,380
PT Interkraft 2,747,685,288 2,738,280,090
PT Intertrend Utama 2,389,274,103 2,362,365,865
PT Belayan River Timber (3,403,532,690) (1,918,980,122)
PT Intera Indonesia 795,286,596 747,435,968
PT Narkata Rimba 1,410,461,611 1,283,461,607
PT Kandelia Alam 1,649,093,637 1,649,093,637
Jumlah 8,907,253,925 10,180,642,425
21. PENJUALAN BERSIH
Rincian penjualan bersih konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Ekspor
Manufaktur
Building component 546,214,527,718 2,150,872,816,550
Set up 204,512,118,126 451,193,267,002
Knock down 465,377,882,967 401,571,613,344
Lokal
Manufaktur
Building component 12,631,015,944 31,743,525,146
Set up 10,293,518,999 10,756,431,824
Knock down 9,679,341,234 6,106,824,431
Kehutanan 25,525,772,167 83,386,358,212
Jumlah 1,274,234,177,155 3,135,630,836,509
Rincian pelanggan yang memiliki transaksi penjualan lebih dari 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Persentase Persentase
Jumlah terhadap jumlah Jumlah terhadap jumlah
penjualan bersih penjualan bersih
Hampton Lumber Sales - - 662,874,664,726 21.14%
Costco Wholesale
Corporation - - 328,827,922,299 10.49%
Target Store 271,540,621,366 21,31% - -
44
Page 52
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
22. BEBAN POKOK PENJUALAN
Approved by:
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak Diaudit)
Manufaktur dan Kehutanan
Pemakaian bahan baku 433,447,015,440 1,289,242,048,569
Upah buruh langsung 110,999,272,641 225,727,059,869
Beban pabrikasi 207,578,736,394 325,047,995,599
Jumlah beban produksi 752,025,024,475 1,840,017,104,037
Barang dalam proses
Awal tahun 453,947,094,750 516,015,807,630
Akhir tahun (447,723,984,938) (451,053,765,103)
Jumlah beban pokok produksi 758,248,134,287 1,904,979,146,564
Persediaan barang jadi
Awal tahun 665,045,715,891 482,765,473,214
Pembelian barang jadi 65,470,967,784 106,336,045,189
Akhir tahun (604,363,247,886) (471,324,541,348)
Sub-jumlah 884,401,570,076 2,022,756,123,619
Sub-jumlah 884,401,570,076 2,022,756,123,619
Jumlah beban pokok penjualan 884,401,570,076 2,022,756,123,619
23. BEBAN PENJUALAN DAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban penjualan dan umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Beban penjualan
Kurir dan ekspor 19,123,607,570 372,259,201,855
Gaji dan tunjangan 2,974,024,322 2,595,827,191
Ongkos angkut 4,067,885,640 7,338,695,740
Perjalanan Dinas 813,378,315 499,405,388
Riset dan Pengembangan 1,800,940,348 2,643,485,186
Promosi 1,012,420,000 2,227,251,253
Komisi 35,108,964,251 60,273,009,564
Lain-lain (masing-
masing dibawah Rp 2 miliar) 61,772,562,256 94,846,177,224
Jumlah 126,673,782,702 542,683,053,401
45
Page 53
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
23. BEBAN PENJUALAN DAN UMUM DAN ADMINISTRASI (Lanjutan)
Approved by:
Rincian beban penjualan dan umum dan administrasi adalah sebagai berikut: (Lanjutan)
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Beban umum dan administrasi
Gaji dan tunjangan 26,548,183,151 40,972,420,943
Pajak 1,011,396,458 2,666,712,631
Imbalan Kerja 6,077,220,740 5,997,420,495
Penyusutan 3,606,262,774 3,413,380,525
Asuransi 2,746,880,607 3,490,850,266
Jamuan dan sumbangan 12,754,641,967 12,926,196,224
Keperluan kantor 1,847,161,837 4,473,810,091
Sewa 1,995,853,789 1,068,658,077
Jasa profesional 14,849,462,521 13,793,727,073
Perbaikan dan pemeliharaan 555,096,277 1,621,192,810
Perjalanan dinas 607,667,551 1,200,520,276
Transportasi 1,016,654,361 1,515,231,821
Penyisihan penurunan nilai
piutang usaha 231,659,901 -
Iuran dan perijinan 122,874,999 42,967,512
Lain-lain (masing-
masing dibawah Rp 2 miliar) 2,487,674,159 3,916,288,524
Jumlah 76,458,691,092 97,099,377,268
24. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak
berelasi.
Transaksi-transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan
tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
a. Sifat hubungan dan transaksi
Pihak-pihak berelasi Hubungan Jenis transaksi
PT Integra Indo Lestari (IIL) Induk Perusahaan Jasa professional dan beban bunga
PT Alam Mentari Sejahtera (AMS) Perusahaan Afiliasi Penjualan
PT Integriya Dekorindo (ITD) Entitas Asosiasi Penjualan dan Pembelian
b. Transaksi
Penjualan bersih ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah penjualan bersih):
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Penjualan Bersih - ITD 2,914,167,140 8,426,914,942
Penjualan Bersih - AMS 1,274,051,550 1,518,409,630
Penjualan Bersih - IIL 2,580,226 -
Jumlah 4,190,798,916 9,945,324,572
Persentase terhadap
penjualan 0.33% 0.32%
46
Page 54
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
24. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
Approved by:
b. Transaksi ( Lanjutan)
Pembelian ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap beban pokok penjualan):
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Pembelian - ITD 4,391,304,980 -
Sewa Bangunan - IIL 3,594,059,406 -
Jumlah 7,985,364,386 -
Persentase terhadap
penjualan 0.90% 0.00%
Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban umum dan administrasi):
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Jasa manajemen IIL 9,392,402,358 9,606,690,313
Persentase terhadap
beban umum dan
administrasi 12.28% 9.89%
IIL memberikan jasa manajemen di bidang akuntansi, keuangan, pajak, sumber daya manusia dan dukungan jasa
teknologi informasi kepada Perusahaan, ITR, ITK, NKT, BRT dan INT.
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Pendapatan sewa - IIL 15,000,000 12,000,000
Pendapatan sewa - AMS 6,000,000 -
Jumlah 21,000,000 12,000,000
Persentase terhadap
pendapatan sewa 12% 28%
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Pendapatan bunga - ITD 3,118,286,274 530,196,081
Persentase terhadap
pendapatan bunga 93% 31%
47
Page 55
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
24. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
c.
Approved by: Saldo
Aset (sebagai persentase terhadap jumlah aset):
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Piutang usaha 5,598,956,330 7,401,450,105
Piutang lain-lain 167,275,102,384 145,270,612,188
Uang muka pembelian - 2,140,657,928
Jumlah 172,874,058,714 154,812,720,221
Persentase terhadap
aset 2.48% 2.23%
Liabilitas (sebagai persentase terhadap jumlah liabilitas):
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(Tidak diaudit) (Diaudit)
Utang usaha 1,682,644,674 8,000,000
Utang lain-lain
Jangka pendek - 1,687,432,939
Jangka panjang - -
Liabilitas kontrak - 38,650,146
Jumlah 1,682,644,674 1,734,083,085
Persentase terhadap
liabilitas 0.05% 0.05%
25. LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN
Perhitungan laba per saham dasar dan dilusian adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit)
Laba tahun berjalan yang
39,663,834,317 299,892,358,129
diatribusikan ke entitas induk
Jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar 6,349,850,800 6,362,500,000
Laba per saham dasar dan dilusian 6,25 47,13
48
Page 56
FINAL DRAFT
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA Date:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2023
dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
26. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Approved by:
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing sebagai berikut:
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) 31 Desember 2022 (Diaudit)
Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah
ASET
Kas dan setara kas US$ 1,183,529 17,783,702,547 US$ 1,989,886 31,302,895,881
Piutang usaha US$ 37,034,957 556,487,269,459 US$ 19,805,234 311,556,139,994
Jumlah 574,270,972,006 342,859,035,875
LIABILITAS
Utang bank dan lembaga
keuangan bukan bank US$ 317,770 4,774,812,020 US$ 2,333,044 36,701,113,591
Utang usaha US$ 637,859 9,584,465,136 US$ 456,448 7,180,386,905
EUR 24,462 400,531,446 EUR - -
RMB 320,668 665,933,863 RMB 87,145 196,695,800
Jumlah 15,425,742,465 44,078,196,296
Aset - bersih 558,845,229,541 298,780,839,579
Aset dan liabilitas moneter di atas dijabarkan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada periode 30 Juni 2023
dan Tahun 2022.
27. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN
Pada tanggal 17 Juli 2023, Perseroan menjual seluruh saham yang dimiliki dalam PT Narkata Rimba yang merupakan
entitas anak Perseroan sebanyak 440.550 saham kepada PT Belayan River Timber yang merupakan entitas anak
perusahaan yang 99.32% dimiliki oleh Perseroan. Nilai transaksi dari penjualan saham tersebut adalah sebesar Rp
56.830.950.000
Pada bulan Juni-Juli 2023, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai
untuk masa April-Mei 2023 sebesar Rp 8.710.504.455. Pengembalian lebih bayar atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
masa April 2023 telah diterima oleh Perusahaan pada tanggal 11 Juli 2023.
Pada bulan Juni 2023, ITR, entitas anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai
untuk masa April 2023 sebesar Rp 2.482.247.478. Pengembalian telah diterima oleh entitas anak pada tanggal 3 Juli
2023.
Pada bulan Juni 2023, ITK, entitas anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai
untuk masa April 2023 sebesar Rp 902.409.435. Pengembalian telah diterima oleh entitas anak pada tanggal 11 Juli
2023.
Pada bulan Juni 2023, INT, entitas anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai
untuk masa April 2023 sebesar Rp 898.344.308. Pengembalian telah diterima oleh entitas anak pada tanggal 11 Juli
2023.
49
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.