Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 82
Page 1
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan
ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek
harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom ‘Ada’ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan
pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom ‘Keterangan’ ditambahkan cross reference ke
nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda
√) diisi pada kolom ‘Tidak Ada’ dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan.
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi
persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (√) diisi pada kolom ‘N/A’.
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan
(untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Trimitra Prawara Goldland Tbk.
Bidang Usaha Real estat yang dimiliki atau disewa
Jenis penawaran Umum Penawaran Umum Perdana
31 Juni 2023 31 Desember 2022
Nama Kantor Akuntan Publik Tidak Diaudit Kantor Akuntan Publik Rama
Wendra
Nama Partner Tidak Diaudit Rahman Akbar, CPA
Opini Akuntan Tidak Diaudit Wajar Tanpa Pengecualian
Catatan tentang Opini (jika ada)
* disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung Jawab Direksi
√
Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi Akuntan
√
Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”
1
Page 2
Data Keuangan Penting
Periode laporan keuangan 31 Juni 2023 31 Des 2022
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 14.295.934.474 42.519.109.151
Laba (rugi) bruto 5.303.478.913 13.827.195.658
Laba (rugi) usaha 293.068.262 2.152.362.165
EBITDA 2.659.973.376 2.708.572.657
Laba (rugi) bersih periode berjalan 293.068.262 2.152.362.165
Laba (rugi) komprehensif 293.068.262 2.138.412.514
Laba Per saham (dasar) 0,23 1,72
Laporan Posisi keuangan
Jumlah Aset 114.981.181.727 115.428.413.973
Jumlah Aset Lancar 101.688.136.872 101.835.643.546
Jumlah Aset Tidak Lancar 13.293.044.856 13.592.770.427
Jumlah Liabilitas 35.069.833.281 35.810.133.789
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 20.433.091.976 20.465.092.480
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 14.636.741.305 15.345.041.309
Jumlah Ekuitas 79.911.348.446 79.618.280.184
Modal Disetor 62.227.500.000 62.227.500.000
Saldo Laba 17.572.094.126 17.279.025.864
Penghasilan Komprehensif Lain 111.754.320 111.754.320
Rasio Keuangan*
Rasio Lancar (%)
ROA 0,25% 1,86%
ROE 0,37% 2,70%
Ebitda thd pendapatan (%) 18,61% 14,80%
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali
pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik.
Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri
apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan
keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini,
namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
2
Page 3
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode √ Hal 1a – 1b
2 Laporan laba rugi dan penghasilan √ Hal 2
komprehensif lain selama periode
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode √ Hal 3
4 Laporan arus kas selama periode √ Hal 4
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode √
komparatif yang disajikan saat Perusahaan
menerapkan suatu kebijakan akuntansi
secara retrospektif atau membuat penyajian
kembali pos-pos laporan keuangan atau
ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos
dalam laporan keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan
Ketentuan Umum
1. Perusahaan wajib menyajikan catatan atas
laporan keuangan dengan urutan sebagai
berikut:
a. gambaran umum Perusahaan; √ CALK 1a Hal 5 – 6
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan √ CALK 2a Hal 7 – 8
ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang
diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang √ CALK2 Hal 7 – 21
disajikan dalam laporan posisi keuangan,
laporan laba rugi komprehensif, laporan
perubahan ekuitas dan laporan arus kas,
sesuai dengan urutan penyajian laporan dan
penyajian masing-masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain
meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK √
yang tidak disajikan di bagian manapun
dalam laporan keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan di bagian √
manapun dalam laporan keuangan, tetapi
informasi tersebut relevan untuk
memahami laporan keuangan.
2. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk √
nilai atau persentase untuk menjelaskan adanya
bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan
kata “sebagian”.
3. Perusahaan wajib mengungkapkan dalam √
penjelasan masing-masing pos mengenai Aset
yang dijaminkan, nama pihak yang menerima
jaminan, dan alasan dijaminkan.
4. Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib √
diungkapkan jenis dan nilai aset yang
diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi,
dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan
asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib
diungkapkan alasannya.
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:
a. Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √ CALK No. 1a
3
Page 4
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta √ CALK No. 1a
perubahan terakhir, pengesahan dari instansi
yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita
Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar √ CALK No. 1a
Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada
periode pelaporan;
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi √ CALK No. 1a
utama kegiatan usaha;
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara √ CALK No. 1a
komersial. Dalam hal perusahaan melakukan
ekspansi atau perampingan usaha secara
signifikan pada periode laporan yang disajikan,
wajib disebutkan saat dimulainya operasi
komersial dari ekspansi atau perampingan usaha
dan kapasitas produksinya; dan
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk √ CALK No. 1a
terakhir dalam kelompok usaha (ultimate parent
of the group). Dalam hal tidak dapat
diungkapkan, wajib disebutkan alasannya.
7) Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki. √
8) Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan √
pemerintah yang mendasari penyelenggaraan
jalan tol tersebut.
9) o Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
p Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau √
Otoritas yang berwenang.
10) Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank √
devisa (jika ada), serta izin untuk menjalankan
kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada).
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan
Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan
eksploitasi Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:
Nama lokasi;
Nama pemilik izin lokasi; √
Tanggal perolehan izin ekplorasi serta √
tanggal jatuh temponya; √
Persentasi kepemilikan saham
Perseroan pada perusahaan pemilik izin √
lokasi; dan
Jumlah biaya eksplorasi yang telah
dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas √
Bumi per tanggal Laporan Posisi
Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:
Nama lokasi;
Nama pemilik ijin lokasi;
Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta
tanggal jatuh temponya;
4
Page 5
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Persentasi kepemilikan saham
Perseroan pada perusahaan pemilik ijin √
lokasi; √
Jumlah Cadangan Terbukti (P1), √
keterangan tentang pihak yang
melakukan sertifikasi, dan tanggal √
sertifikasi;
Jumlah produksi pada tahun berjalan;
dan √
Akumulasi jumlah produksi sejak awal
kegiatan eksploitasi /pengembangan
oleh Perseroan hingga tanggal laporan
posisi keuangan. √
√
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan; √
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum √
dikelola selama masa sisa manfaat HPH;
dan
c) sisa umur HPH. √
b. Penawaran Umum Efek, yang harus
diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran √
umum, termasuk penawaran Efek yang
diterbitkan di luar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan; √
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi √
jumlah Efek yang diterbitkan (corporate action)
sejak penawaran umum perdana sampai dengan
periode pelaporan terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan
Entitas Bertujuan Khusus (EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang
dikendalikan baik secara langsung maupun tidak √
langsung;
2) Tempat kedudukan; √
3) Jenis usaha; √
4) Tahun beroperasi secara komersial; √
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara
(jika berbeda); √
6) Total Aset; dan √
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan √
entitas anak, apabila entitas induk tidak
memiliki baik langsung maupun tidak
langsung melalui entitas anak, lebih dari 50%
(lima puluh perseratus) hak suara yang sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung √
maupun tidak langsung lebih dari 50% (lima
puluh perseratus) hak suara atau hak suara
potensial atas investee tidak diikuti dengan
pengendalian;
5
Page 6
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) akhir periode pelaporan dari laporan √
keuangan entitas anak apabila laporan
keuangan tersebut digunakan untuk
menyusun laporan keuangan konsolidasian
dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal
laporan keuangan entitas induk, dan alasan
menggunakan tanggal atau periode yang
berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam √
kemampuan entitas anak untuk mentransfer
dana ke entitas induk dalam bentuk dividen
tunai, atau pembayaran kembali pinjaman
atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak √
setiap perubahan bagian kepemilikan entitas
induk pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya Pengendalian atas
ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik
entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas
entitas anak, maka entitas induk harus
mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) √
yang diakui dari hilangnya
Pengendalian, dan porsi dari
keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa
investasi pada entitas anak terdahulu
dengan Nilai Wajar pada tanggal
hilangnya Pengendalian;
(2) jumlah persentase kepemilikan yang √
dilepaskan;
(3) jumlah harga yang diterima; √
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas √
dan Setara Kas;
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas √
anak atau bisnis lainnya dimana
Pengendalian dilepaskan; dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan √
Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya dimana Pengendalian
dilepaskan, yang diikhtisarkan
berdasarkan kategori utamanya.
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite
audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota √ CALK No.1c
direksi, dewan komisaris, dan komite audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √ CALK No.1c
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing √ CALK No.1c
akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan
tetap selama periode yang bersangkutan, secara
konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
6
Page 7
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk √ CALK No.1d
terbit; dan
2) Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi √ CALK No.1d
laporan keuangan.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal
sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK √ CALK No. 2a
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa
laporan keuangan telah disusun dan disajikan
sesuai dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan
keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu √ CALK No. 2a
berdasarkan biaya historis (historical cost), biaya
perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto
(net realizable value), Nilai Wajar (fair value)
atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan
SAK yang berlaku.
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu √ CALK No. 2a
dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas.
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian √ CALK No. 2a
yang digunakan, meliputi:
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas
anak;
b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat
perubahan mata uang fungsional Perusahaan
maupun kegiatan usaha asing yang signifikan;
dan
c) alasanperubahan mata uang penyajian (jika
ada).
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). √ Tidak terdapat perubahan
periode pelaporan
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan
Asumsi Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam √ CALK No.3
ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan atau
bagian lain dari catatan atas laporan keuangan,
pertimbangan yang telah dibuat manajemen
dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
dan memiliki dampak yang paling signifikan
terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi √ CALK No.3
tentang asumsi yang dibuat mengenai masa
depan, dan sumber utama dari estimasi
ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan,
yang memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas √ CALK No.3
sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan
atas laporan keuangan memasukkan rincian atas
7
Page 8
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
sifat dan jumlah tercatat pada akhir periode
pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan
kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan
relevan untuk memahami laporan keuangan.
Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapi tidak
terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan √
Konsolidasian, yang meliputi pos-pos entitas
induk dan entitas anak;
b) dasar dan kapan suatu entitas anak √
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
entitas induk;
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan √
perubahan kepemilikan tanpa kehilangan
Pengendalian atas entitas anak;
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan √
kehilangan Pengendalian atas entitas anak;
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan √
pencatatan dan penyajian kepentingan
nonpengendali; dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi √
material antar entitas yang dikonsolidasi telah
dieliminasi.
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi √
bisnis, termasuk metode yang digunakan
untuk mengukur kepentingan nonpengendali;
b) pengakuan awal untuk goodwill;
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk √
goodwill; dan √
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait
dengan kombinasi bisnis yang ada di √
Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon;
(2) akuisisi secara bertahap; dan
(3) imbalan kontinjensi.
3) Kas dan setara kas;
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan √ CALK No.2c
dalam menentukan komponen kas dan setara
kas.
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal instrumen keuangan √ CALK No.2p
setiap kategori, termasuk perlakuan atas
biaya transaksi;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal √ CALK No.2p
instrumen keuangan setiap kategori;
(3) ketentuan saling hapus dari instrumen √ CALK No.2p
keuangan;
(4) metode yang digunakan untuk √ CALK No.2p
menentukan Nilai Wajar instrumen
keuangan;
CALK No.2q
8
Page 9
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) metode perhitungan yang digunakan √
untuk menentukan penurunan nilai dari
aset keuangan; CALK No.2p
(6) ketentuan penghentian pengakuan √
instrumen keuangan; CALK No.2p
(7) khusus instrumen keuangan derivatif √
dan akuntansi lindung nilai, selain
penjelasan sebagaimana dimaksud
dalam angka (1), angka (2), angka (3),
angka (4), angka (5), dan angka (6),
wajib ditambahkan penjelasan
mengenai;
(a) ketentuan pemenuhan kriteria
akuntansi lindung nilai;
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan √
akuntansi lindung nilai atas
instrumen keuangan derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai
untuk tujuan akuntansi lindung nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi
pada Sukuk;
(2) pengakuan awal Sukuk;
(3) pengukuran setelah pengakuan awal √
Sukuk;
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi.
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal
Sukuk;
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk;
(4) posisi penyajian Sukuk; dan
(5) akad syariah yang digunakan.
5) Khusus Industri Perbankan √
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan
mengenai jumlah giro wajib minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
penyajian Giro pada Bank Indonesia dan
Bank Lain.
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan
Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
penyajian Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
6) Piutang Reverse Repo √
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur
Piutang Reverse Repo, metode pencatatan dan
pengukurannya.
7) Khusus Industri Perbankan √
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki;
9
Page 10
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap
kelompok Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah;dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan
keuangan.
8) Khusus Industri Perbankan √
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit
yang diberikan;
(2) Dasar penyajian atas kredit;
(3) Kebijakan manajemen dan
pelaksanaan pengendalian risiko
portofolio kredit;
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang
dibeli dari BPPN (jika ada); dan
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar √
penyajian atas tagihan/kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar penilaian dan penyajian; √
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi
piutang/pembiayaan yang diberikan
dengan saldo piutang/pembiayaan
yang tidak dapat ditagih; dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan
(kerugian) dari realisasi penjualan
agunan.
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan √
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan
konsumen; dan
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan
menarik kembali aset pembiayaan konsumen
dari konsumennya.
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan √
recourse atau tanpa recourse);
b) Penyajian transaksi anjak piutang; √
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara √
harga pengalihan dan jumlah bersih piutang
dialihkan; dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan √
anjak piutang(ditagihkan kembali ke klien
atau ditanggung oleh perusahaan).
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian √
mengandung suatu sewa;
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan √
sewa pembiayaan atau sewa operasi; dan
c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan
bertindak sebagai lessee dan/atau lessor. √
12) Persediaan : √ CALK No. 2d
10
Page 11
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
yang harus dijelaskan antara lain mengenai
kebijakan akuntansi yang digunakan dan
rumusan biaya yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan √
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain:
kewajiban kepada negara, pemeliharaan
sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke
biaya produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan √
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman
sebagai persediaan, tanaman belum
menghasilkan, atau tanaman telah
menghasilkan;
(2) Dasar penilaian dan pengukuran;
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi
tanaman belum menghasilkan ke
tanaman telah menghasilkan;
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat
tanaman yang disusutkan; dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman.
c) Khusus Industri Peternakan √
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian;
(b) Metode amortisasi (deplesi); dan
(c) Cadangan kematian atau metode
penghapusan langsung, jika ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan
(belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian; dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan
untuk dapat berpindah menjadi
hewan ternak telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap; √ CALK No. 2g
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset √ CALK No. 2g
Tetap;
c) pengelompokan Aset Tetap; √ CALK No. 2g
d) metode penyusutan yang digunakan; √ CALK No. 2g
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset √ CALK No. 2g
Tetap;
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan; √ CALK No. 2g
g) penghentian pengakuan; √ CALK No. 2g
h) nilai residu; dan √ CALK No. 2g
i) pernyataan bahwa manajemen telah √ CALK No. 2g
mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis,
metode penyusutan, dan nilai residu pada
setiap akhir periode pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asosiasi √
11
Page 12
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang
digunakan untuk mencatat investasi pada
asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama √
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang
digunakan untuk mencatat bagian partisipasi
dalam Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dari bentuk kerjasama;
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset
dan liabilitas yang timbul; dan
c) Sistem pembagian hasil, jika ada.
17) Aset Tak Berwujud √
Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset Takberwujud;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset
Takberwujud;
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas,
dan apabila umur manfaat terbatas,
diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan
dan umur manfaatnya;
d) sumber terjadinya Aset Takberwujud;
e) metode amortisasi yang digunakan;
f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud;
dan
g) riset dan pengembangan (jika ada).
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan √
yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi
suatu aset tidak lancar diklasifikasikan
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual; dan
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual.
19) Properti Investasi:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi; √ CALK No. 2f
b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti √ CALK No. 2f
Investasi;
c) metode penyusutan yang digunakan, khusus √ CALK No. 2f
untuk model biaya;
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif √ CALK No. 2f
penyusutan untuk model biaya; dan
e) penghentian pengakuan Properti Investasi. √ CALK No. 2f
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi √
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk
menentukan jumlah tercatat bruto;
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai
(impairment) dan penilaian kembali aset
(revaluasi);
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang
digunakan;
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan
amortisasi yang digunakan; dan
e) Pertanggungan Asuransi.
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan √
12
Page 13
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang
mengindikasikan kemungkinan terjadinya
penurunan nilai; dan
b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan
nilai aset nonkeuangan dan pembalikannya.
22) Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera √
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori
simpanan.
Simpanan dari bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; dan
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang
diterbitkan; dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau
diskonto.
23) Provisi √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan
b) dasar penentuan nilai provisi.
24) Utang Repo √
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur
Utang Repo, metode pencatatan dan
pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi √
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya
PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang
ditangguhkan;
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan;
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk
masing-masing lokasi penambangan;
dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi
penambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan Umum √
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan
Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas
kegiatan eksplorasi yang masih berjalan
dengan penjelasan mengenai jangka waktu
13
Page 14
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kontrak untuk Area of Interest yang
bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas
kegiatan eksplorasi yang sudah menemukan
adanya Cadangan Terbukti dengan
penjelasan bahwa amortisasinya baru akan
dilaksanakan pada saat dimulainya produksi;
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya
pengembangan dan kapitalisasi biaya
pekerjaan konstruksi dan prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang
dipergunakan dengan penjelasan jangka
waktu perijinan penambangan, taksiran umur
ekonomis tambang dan dasar perhitungan
amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan √
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya
PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang
ditangguhkan; dan
c) Metode penyusutan prasarana PLH.
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode pengakuan √ CALK No.2m
pendapatan serta dasar pengukuran
yang digunakan berdasarkan jenis
pendapatan yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan √ CALK No.2m
keagenan, kebijakan pengakuan
pendapatan dan penjualan dari
hubungan keagenan serta beban terkait.
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan √ CALK No.2m
menggunakan metode persentase
penyelesaian
Yang harus dijelaskan antara lain metode
yang diterapkan untuk menentukan tahap
penyelesaian suatu kontrak.
c) Khusus Industri Asuransi √
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan
antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam
perhitungan premi yang belum
merupakan pendapatan;
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi
reasuransi prospektif dan retroaktif;
dan
(c) Penyajian pendapatan premi dalam
laporan laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan
antara lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam
bentuk: klaim yang disetujui, klaim
14
Page 15
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dalam proses penyelesaian, klaim
yang terjadi namun belum
dilaporkan dan beban penyelesaian
klaim; dan
(b) Penyajian beban klaim dalam
laporan laba rugi.
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya
proyek pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek √ CALK No. 2d
pengembangan Real Estat;
(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai √ CALK No. 2d
beban proyek;
(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan √ CALK No. 2d
pada masa mendatang lebih rendah dari
nilai tercatat proyek;
(4) Metode alokasi biaya yang telah √ CALK No. 2d
dikapitalisasi ke setiap unit Real Estat;
(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi √ CALK No. 2d
akibat perubahan mendasar pada
estimasi kini; dan
(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban √ CALK No. 2d
pada saat terjadinya.
28) Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan √
terkait program loyalitas pelanggan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan
saldo dalam mata uang asing;
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul
dari penjabaran aset dan liabilitas moneter;
dan
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk
menjabarkan transaksi dan saldo dalam mata
uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi; √ CALK No. 2j
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam √ CALK No. 2j
Laporan Keuangan; dan
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan √
akuntansi tentang metode penyajian dalam
laporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur √ CALK No. 2n
pajak kini dan pajak tangguhan;
b) ketentuan mengenai saling hapus; √ CALK No. 2n
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak √ CALK No. 2n
tangguhan; dan
d) metode yang digunakan dalam menilai aset √ CALK No. 2n
(liabilitas) pajak tangguhan.
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada √ CALK No. 2o
karyawan;
15
Page 16
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) deskripsi umum mengenai jenis program √ CALK No. 2o
imbalan pascakerja yang diselenggarakan
oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam √ CALK No. 2o
mengakui keuntungan dan kerugian aktuarial;
dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk √ CALK No. 2o
curtailment dan penyelesaian.
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode √
pengakuan dan pengukuran atas pembelian,
penjualan, atau pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan √
akuntansi untuk transaksi pembayaran berbasis
saham yang diselesaikan melalui instrumen
ekuitas dan/atau diselesaikan melalui Kas,
termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi;
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan
Liabilitas; dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil
revaluasi Aset dan Liabilitas.
37) Biaya Pinjaman √
Yang harus dijelaskan antara lain kondisi yang
mengharuskan biaya pinjaman dikapitalisasikan
sebagai bagian dari biaya perolehan aset
kualifikasian.
38) Segmen Operasi √
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang
digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasikan Segmen Operasi.
39) Laba (Rugi) per saham √ CALK No. 2q
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba
(rugi) per saham dilusian.
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
3. Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan
Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak √ CALK No.4
berelasi dan pihak ketiga;
b) rincian jumlah penempatan di bank √ CALK No.4
berdasarkan nama bank serta jenis mata
uang asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual dari √ CALK No.4
Setara Kas selama periode pelaporan;
dan
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang √ CALK No.4
signifikan yang tidak dapat digunakan oleh
16
Page 17
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kelompok usaha disertai pendapat
manajemen.
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas
Yang harus diungkapkan adalah rincian √
jumlah kas berdasarkan jenis mata uang.
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank √
Indonesia berdasarkan jenis mata
uang (nilai dalam mata uang original);
dan
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum √
(GWM) menurut BI dan posisi GWM
bank pada saat periode pelaporan.
c) Giro pada Bank Lain √
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain
berdasarkan jenis mata uang;
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai;
(2) Perubahan penyisihan selama
periode berjalan untuk masing-
masing giro;
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain
berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata-rata per
tahun; dan
(5) Pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan √
Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan
berdasarkan jenis dan mata uang;
(2) Rincian penempatan berdasarkan
yang mengalami penurunan nilai
(impaired) dan tidak mengalami
penurunan nilai (unimpaired);
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per
kelompok);
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai
dan mutasi selama periode berjalan;
(5) Rincian jumlah penempatan
berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(6) Tingkat suku bunga rata-rata per
tahun;
(7) Jumlah dana yang diblokir dan
alasannya;
(8) Jumlah dana yang tidak dapat
dicairkan pada bank bermasalah,
bank beku operasi atau likuidasi
termasuk tingkat kemungkinan
diterimanya kembali dana tersebut
berdasarkan informasi dari otoritas
yang berwenang; dan
17
Page 18
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(9) Pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara √ CALK No. 5
pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah piutang menurut debitur; √ CALK No. 5
c) jumlah piutang menurut mata uang; √ CALK No. 5
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan √ CALK No. 5
kerugian penurunan nilai;
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, √ CALK No. 5
beban cadangan kerugian penurunan nilai
secara individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan √ CALK No. 5
jumlah cadangan atau keyakinan
manajemen atas ketertagihan piutang
apabila tidak dibentuk cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang √ CALK No. 5
menerima jaminan, dan alasan dijaminkan;
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif; dan √
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas
piutang yang ditransfer, meliputi:
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga,
retensi, jatuh tempo, dan ikatan penting √
lain yang diatur dalam perjanjian; dan
(2) jaminan yang diberikan (bila ada). √
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi √
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan
tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis
asuransi; dan
(3) Jumlah piutang premi yang
diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
b) Piutang Koasuransi √
Tambahan pengungkapan mengenaiantara
lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan
(3) Jumlah piutang koasuransi yang
diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
c) Piutang Reasuransi √
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan
reasuradur;
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi
yang disalinghapuskan; dan
(3) Jumlah piutang reasuransi yang
diperkenankan dalam perhitungan
18
Page 19
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
solvabilitas.
d) Piutang Hasil Investasi √
Tambahan pengungkapan mengenai antara
lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada
pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah piutang menurut jenis
investasi;
(3) Jumlah piutang menurut mata uang;
dan
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan
dalam perhitungan solvabilitas.
5) Khusus Industri Pembiayaan √
a) Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis
obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik,
rumah, dan lain-lain);
(2) Rincian umur dari angsuran
pembiyaan konsumen;
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-
bank sehubungan dengan transaksi
kerja
(4) sama pembiayaan bersama,
penunjukan selaku pengelola
piutang, penerusan pinjaman dan
pengambilalihan piutang apabila
perusahaan membagi risiko tidak
tertagihnya piutang tersebut dengan
bank-bank dalam rangka transaksi di
atas;
(5) Pendapatan pembiayaan konsumen
yang belum diakui;
(6) Nilai dan jenis jaminan yang
diserahkan oleh pelanggan atas
piutang pembiayaan konsumen yang
diberikan berdasarkan objek
pembiayaan;
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per
tahun; dan
(8) Piutang pembiayaan konsumen yang
dialihkan dan atau digunakan
sebagai jaminan atas utang.
b) Tagihan Anjak Piutang √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa
recourse dan dengan recourse,
beserta jumlah utang retensi anjak
piutang dan pendapatan anjak
piutang (tanpa recourse) serta
pendapatan anjak piutang tangguhan
(dengan recourse); dan
19
Page 20
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Pengungkapan mengenai tingkat
bunga, jatuh tempo dan jumlah
piutang yang diperoleh serta ikatan
penting yang diatur dalam perjanjian
anjak piutang.
c) Piutang Sewa Pembiayaan √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(2) rekonsiliasi antara investasi sewa
bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada
akhir periode pelaporan. Di samping
itu, lessor mengungkapkan investasi
sewa bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada
akhir periode pelaporan, untuk setiap
periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima
tahun
(c) lebih dari lima tahun
(3) pendapatan keuangan yang belum
diterima;
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang
diakru sebagai manfaat lessor;
(5) akumulasi penyisihan piutang tidak
tertagih atas pembayaran sewa
minimum;
(6) rental kontinjen yang diakui sebagai
pendapatan dalam periode; dan
(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa
lessor yang material.
d) Piutang Sewa Operasi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) jumlah agregat pembayaran sewa
minimum masa depan dalam sewa
operasi yang tidak dapat dibatalkan
untuk setiap periode berikut;
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima
tahun
(c) lebih dari lima tahun
(2) total rental kontinjen yang diakui
sebagai pendapatan pada periode;
dan
(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa
lessor.
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak √
konstruksi; dan
b) Pendapat manajemen akan kemungkinan √
tertagihnya piutang retensi.
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan √
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara
lain tagihan bruto dari setiap kontrak
20
Page 21
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus
dirinci dalam bentuk tabel yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi;
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang terjadi; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
8) Piutang Reverse Repo √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek
yang ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian
dan penjualan kembali Efek;
c) Nama pihak/counterparty;
d) Lokasi Efek jaminan;
e) Tingkat bunga piutang reverse repo;
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika
ada); dan
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai
(jika ada).
9) Agunan Yang Diambil Alih √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih;
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas
agunan yang diambilalih dengan saldo
piutang yang tidak tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-
biaya yang timbul setelah pengambilalihan
agunan tersebut.
10) Piutang Dividen dan Bunga √
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga, dan
denda kepada pihak lain.
11) Piutang Lain-Lain √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jenis dan jumlah piutang;
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan
Nilai (CKPN); dan
c) Pendapat manajemen atas kecukupan
jumlah penyisihan.
12) Aset Keuangan Lainnya √
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset
keuangan lainnya yang bersifat lancar maupun
tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya √
sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara
pihak ketiga dan pihak berelasi.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk √
setiap kelompok dan rincian
investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada setiap √
kelompok aset keuangan berdasarkan
klasifikasi, baik yang disajikan pada
pos pendapatan komprehensif lainnya
maupun yang diakui sebagai laba atau
rugi periode berjalan;
21
Page 22
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) total pendapatan bunga yang dihitung √
menggunakan metode suku bunga
efektif untuk aset keuangan selain
yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk jumlah √
premium dan diskonto yang belum
diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga
jatuh tempo;
(5) peringkat Efek utang berikut nama √
pemeringkat (jika ada).
(6) uraian tentang alasan diambilnya √
keputusan menjual untuk aset
keuangan yang diklasifikasikan dimiliki
hingga jatuh tempo;
(7) jika terdapat reklasifikasi aset
keuangan, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan √
dari setiap kategori;
(b) alasan reklasifikasi; dan √
(c) sisa investasi dalam kelompok √
dimiliki hingga jatuh tempo yang
telah direklasifikasi dalam
kelompok tersedia untuk dijual.
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang √
dijaminkan sebagai agunan untuk
Liabilitas atau liabilitas kontinjensi
serta syarat dan kondisi yang terkait
dengan penjaminan tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas aset √
keuangan (jika ada), termasuk
mutasinya, dipisahkan antara aset
keuangan yang mengalami penurunan
nilai dan aset keuangan yang tidak
mengalami penurunan nilai, serta
dipisahkan antara penurunan nilai yang
dihitung secara kolektif dan individual,
termasuk beban penurunan nilai yang
diakui dalam laba rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan √
(kerugian) yang belum direalisasi atas
investasi yang tersedia untuk dijual
yang direklasifikasi menjadi dimiliki
hingga jatuh tempo.
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara
lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga √ CALK No. 4
dan pihak berelasi;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama √ CALK No. 4
periode pelaporan;
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang √ CALK No. 4
asing; dan
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi √ Tidak terdapt hal lain yang
kualitas pencairan deposito tersebut. mempengaruhi kualitas
pencairan deposito
tersebut.
14) Khusus Investasi pada Sukuk √
22
Page 23
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Tambahan pengungkapan mengenai antara
lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit
dan akad syariah;
b) tujuan model usaha yang digunakan;
c) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika
ada, dan penyebabnya; dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada
biaya perolehan.
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah √
Tambahan pengungkapan mengenai antara
lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek
berdasarkan jenis;
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi
pembayaran bunga;
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
d) Informasi penting lainnya.
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana √
Tambahan pengungkapan mengenai antara
lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai
Aset Bersih; dan
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi,
baik yang disajikan pada pos pendapatan
komprehensif lainnya maupun yang diakui
sebagai laba atau rugi periode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih √
Tambahan pengungkapan mengenaiantara
lain, pihak penerbit, kisaran tingkat bunga, jatuh
tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang
sifat dan asal terjadinya (dari transaksi usaha
atau lainnya).
18) Khusus Industri Asuransi √
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset
yang menjadi dana jaminan.
19) Pinjaman Polis √
Yang harus diungkapkan antaralain rincian
berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata
uang;
b) Tingkat suku bunga.
20) Khusus Industri Perbankan √
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis,
mata uang, sektor ekonomi dan jangka
waktu serta kolektibilitas;
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan
nilai dan mutasi selama periode
berjalan;
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah
kredit yang diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
23
Page 24
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan
sektor dan jumlah cadangan
penghapusan menurut ketentuan Bank
Indonesia;
g) Rasio kredit bermasalah terhadap
jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah
cadangan kerugian penurunan nilai Aset
keuangan yang telah dibentuk terhadap
jumlah minimum cadangankerugian
penurunan nilai Aset keuangan sesuai
ketentuan Bank Indonesia;
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi
berdasarkan jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian bank
atas kredit sindikasi baik selaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasi;
j) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN
berdasarkan periode pembelian, jika
ada;
k) Pendapat manajemen akan ketaatan
bank terhadap Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK) yang
ditetapkan oleh Bank Indonesia;
l) Pendapat manajemen akan kecukupan
jumlah cadangan kerugian penurunan
nilai.
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas
berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh
tempo;
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan
kolektibilitas, jumlah cadangan
penghapusan dan mutasi selama periode
berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas
berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga;
d) Pendapat manajemen akan kecukupan
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai
tagihan akseptasi
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan √ CALK No. 6
jumlah nilai tercatat menurut
klasifikasi yang sesuai bagi
Perusahaan;
(2) jumlah tercatat persediaan yang √ CALK No. 6
dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi
biaya untuk menjual;
(3) jumlah persediaan yang diakui √ CALK No. 6
sebagai beban selama periode
berjalan;
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang √ Tidak terdapat penurunan
diakui sebagai pengurang jumlah nilai yang diakui sebagai
persediaan yang diakui sebagai pengurang jumlah
beban dalam periode berjalan; persediaan
24
Page 25
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari √ Tidak terdapat pemulihan
setiap penurunan nilai yang diakui dari setiap penurunan nilai
sebagai pengurang jumlah yang diakui sebagai
persediaan yang diakui sebagai pengurang jumlah
beban dalam periode berjalan; persediaan
(6) kondisi atau peristiwa penyebab √ Tidak terdapat kondisi
terjadinya pemulihan nilai persediaan atau peristiwa penyebab
yang diturunkan; terjadinya pemulihan nilai
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya
pinjaman untuk persediaan yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian,
maka diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman yang √
dikapitalisasi selama periode
berjalan; dan
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan √
untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak
dikapitalisasi.
(8) persediaan yang dijaminkan, nama √ CALK No. 6
pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan; dan
(9) jenis dan nilai persediaan yang √
diasuransikan, nilai pertanggungan
asuransi, dan risiko yang ditutup
serta pendapat manajemen atas
kecukupan pertanggungan asuransi,
apabila tidak diasuransikan wajib
diungkapkan alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan √
Tambahan pengungkapan nilai tercatat
persediaan menurut klasifikasi yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) Makanan dan minuman;
(2) Perlengkapan; dan
(3) Barang Dagangan.
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat
persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang; √ CALK No. 6
(b) Unit Bangunan; dan √ CALK No. 6
(c) Unit Bangunan dalam √ CALK No. 6
Penyelesaian.
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real √ Tidak terdapat aset real
Estat yang pengikatan jual belinya estat yang pengikatan jual
telah berlaku namun penjualannya belinya telah berlaku
belum diakui, termasuk jumlah utang namun penjualannya
terkait yang akan dialihkan, bila ada. belum diakui
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan; √ CALK No. 6
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs √ Tidak terdapat biaya
yang dikapitalisasi ke tanah untuk bunga dan rugi kurs yang
pengembangan; dan dikapitalisasi
25
Page 26
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Proporsi tanah yang dijadikan √ Tanah untuk
jaminan utang. pengembangan tidak
dijadikan jaminan utang
e) Khusus Industri Media √
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Materi program : lokal, impor (media
televisi);
(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak
(media cetak);
(3) Barang promosi dan barter (media
cetak); dan
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai
dengan industrinya.
f) Khusus Industri Rumah Sakit √
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Obat-obatan;
(2) Perlengkapan medis (disposable);
dan
(3) Persediaan lainnya
g) Khusus Industri Peternakan √
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan
nilai tercatat menurut klasifikasi
tertentu, seperti hewan ternak menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk
Dijual; dan
(b) Hewan Ternak dalam
Pertumbuhan.
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur
Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai √
tercatat menurut klasifikasi hewan
ternak telah menghasilkan dan
hewan ternak belum
menghasilkan;
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir √
hewan ternak tiap kelompok
selama paling tidak 2 tahun
terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas √
hewan ternak telah menghasilkan;
(d) Pendapat manajemen atas √
kecukupan jumlah penyisihan
atau penghapusan persediaan
yang mati atau hilang;
(e) Nilai hewan ternak yang √
diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi dan
risiko yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi untuk wabah √
penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode
penghapusan langsung;
(g) Pendapat manajemen atas √
kecukupan nilai pertanggungan
asuransi; dan
26
Page 27
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(h) Nilai hewan ternak yang √
dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan.
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing- √ CALK No. 12a
masing pajaknya; dan
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak √ Tidak terdapat pengajuan
yang diajukan dan statusnya. restitusi pajak
24) Biaya Dibayar Dimuka
Yang harus diungkapkan antara lain rincian √
menurut jenis dan jumlah.
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan
yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual √
atau kelompok lepasan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, √
atau yang mengarah kepada pelepasan
yang diharapkan, serta cara dan waktu
pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan √
pemulihan penurunan nilai;
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual √
belum dapat direalisasikan dalam satu
tahun, diungkapkan peristiwa atau
keadaan yang dapat memperpanjang
periode penyelesaian penjualan menjadi
lebih dari satu tahun;
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang √
dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk
dijual dan kelompok lepasan disajikan
sesuai dengan SAK yang berlaku; dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau
kelompok lepasan dihentikan
pengklasifikasiannya, diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai
yang lebih rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut
sebelum aset atau kelompok √
lepasan diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual, disesuaikan
dengan penyusutan, amortisasi
atau penilaian kembali yang telah
diakui apabila aset atau kelompok
lepasan tersebut tidak
diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada saat
tanggal keputusan untuk tidak √
menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan yang
mengarah kepada keputusan √
tersebut; dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi
untuk periode tersebut dan periode √
sajian sebelumnya.
27
Page 28
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha √
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan
jumlah piutang;
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan
kerugian penurunan nilai serta penjelasan
terjadinya piutang pihak berelasi tersebut;
c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai,
beban cadangan kerugian penurunan nilai
secara individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan kecukupan
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai;
dan
e) dalam hal piutang berelasi non usaha
disajikan dalam aset lancar, hal tersebut
harus dibuktikan serta diungkapkan
alasannya.
27) Investasi pada Entitas Asosiasi √
Yang harusdiungkapkan antara lain:
a) nama entitas asosiasi;
b) persentase kepemilikan dan penjelasan
adanya pengaruh signifikan, beserta
alasannya;
c) nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi
dalam entitas asosiasi yang kuotasi
harganya tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan entitas
asosiasi termasuk jumlah agregat Aset,
Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan
walaupun Perusahaan memiliki lebih dari
20% (dua puluh perseratus) hak suara
atau hak suara potensial investee secara
langsung atau tidak langsung;
f) akhir periode pelaporan dari laporan
keuangan entitas asosiasi, ketika laporan
keuangan tersebut digunakan dalam
menerapkan metode ekuitas dan tanggal
atau periode yang berbeda dengan
Perusahaan, dan alasan menggunakan
tanggal atau periode yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan
signifikan atas kemampuan entitas asosiasi
untuk mentransfer dana kepada
Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak
diakui dan alasannya, apabila Perusahaan
menghentikan pengakuan bagiannya atas
rugi entitas asosiasi, baik untuk periode
terjadinya kerugian tersebut maupun secara
kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas
asosiasi yang terjadi bersama-sama
dengan investor lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena
investor berkewajiban bersama-sama untuk
semua atau sebagian Liabilitas entitas
asosiasi; dan
28
Page 29
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
k) ringkasan informasi keuangan entitas
asosiasi, secara individual atau dalam
kelompok, yang tidak dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas termasuk
total Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan
laba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi √
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jaminan yang diberikan dan jumlah jaminan
tersebut serta kontrak konstruksi yang
mensyaratkan adanya jaminan tersebut.
29) Khusus Industri Kehutanan √
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupa biaya yang ditangguhkan dalam
pelaksanaan pembangunan HTI, yang disajikan
sebagai berikut:
a) Saldo awal;
b) Penyisihan periode berjalan;
c) Realisasi yang dilakukan selama periode
berjalan; dan
d) Saldo akhir.
30) Khusus Industri Jalan Tol √
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan
harus mengungkapkan hal-hal berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol;
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya;
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama
periode berjalan; dan
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi
dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol.
31) Khusus Industri Perkebunan √
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi
penyusutan menurut jenis tanaman;
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun
dan akhir tahun tanaman untuk setiap
kelompok selama paling sedikit 2 tahun
terakhir;
(3) Status tanah yang digunakan untuk
menanam;
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan
berdasarkan area/lokasi penanaman;
(5) Perbandingan saldo tanaman belum
menghasilkan selama paling sedikit 2
tahun; dan
(6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan
sebagai berikut :
(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya
pinjaman, dan rugi kurs dalam hal
terjadi depresiasi luar biasa
29
Page 30
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
i. Pengurangan tahun berjalan
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke
tanaman telah menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir;
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti
Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang
menjadi milik perusahaan (inti) dan
tanaman yang bukan milik perusahaan
(perkebunan rakyat/perkebunan
plasma); dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin
timbul pada plasma.
32) Khusus Industri Peternakan √
Hewan Ternak Produksi – Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam
pertumbuhan (belum menghasilkan) dan
hewan ternak telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan
ternak tiap kelompok selama paling tidak 2
tahun terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak
telah menghasilkan;
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok
berdasarkan lokasi/area peternakan;
e) Kondisi hewan ternak;
f) Persentase kematian selama tiga tahun
terakhir;
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi dan risiko yang
ditutup;
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah
penyakit, perlu dibuat cadangan kematian
atau metode penghapusan langsung;
i) Nilai cadangan kematian atau metode
penghapusan langsung, jika ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai
cadangan kematian, jika ada; dan
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan
nama pihak yang menerima jaminan.
33) Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah √ CALK No. 9
pengakuan awal yang digunakan,
model Nilai Wajar atau model biaya;
(2) metode dan asumsi signifikan yang √ Properti investasi diukur
diterapkan dalam menentukan Nilai menggunakan model
Wajar dari Properti Investasi; biaya.
(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai √ Properti investasi diukur
Wajar didukung oleh bukti pasar atau menggunakan model
lebih banyak berdasarkan faktor lain biaya.
karena sifat properti tersebut dan
keterbatasan data pasar yang dapat
diperbandingkan;
(4) nama Penilai, tanggal penilaian, √ Properti investasi diukur
dan tanggal laporan penilaian menggunakan model
terakhir; biaya.
30
Page 31
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi
untuk:
(a) penghasilan sewa dari Properti √ CALK No. 24
Investasi;
(b) beban operasi langsung yang √ CALK No. 25
terjadi baik dari Properti Investasi
yang menghasilkan maupun yang
tidak menghasilkan penghasilan
sewa selama periode tersebut;
dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai √ Tidak terdapat penjualan
Wajar yang diakui dalam laba rugi properti investasi dari
atas penjualan Properti Investasi sekelompok aset yang
dari sekelompok aset yang menggunakan model
menggunakan model biaya ke biaya ke kelompok aset
kelompok aset yang yang menggunakan nilai
menggunakan model Nilai Wajar; wajar.
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan √ Tidak terdapat
atas realisasi dari Properti Investasi pembatasan atas realisasi
atau pembayaran penghasilan dan dari Properti Investasi
hasil pelepasan; dan
(7) kewajiban kontraktual untuk √ Tidak terdapat kewajiban
membeli, membangun atau kontraktual
mengembangkan Properti Investasi
atau untuk perbaikan, pemeliharaan
atau peningkatan.
b) Khusus untuk Properti Investasi yang √ Properti Investasi diukur
menggunakan model Nilai Wajar, selain menggunakan model
pengungkapan sebagaimana dimaksud biaya
dalam huruf (a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat
Properti Investasi pada awal dan
akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan
reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian terhadap
Properti Investasi disesuaikan
secara signifikan untuk tujuan
pelaporan keuangan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan
rekonsiliasi antara penilaian tersebut
dan penilaian yang telah disesuaikan
yang dilaporkan dalam laporan
keuangan, dengan menunjukkan
secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan
kewajiban sewa yang telah
ditambahkan kembali; dan
(b) penyesuaian signifikan lain.
c) Khusus untuk Properti Investasi yang
menggunakan model biaya, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) umur manfaat; √ CALK No. 9
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan √ CALK No. 9
akumulasi penyusutan Properti
Investasi pada awal dan akhir
31
Page 32
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan
reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk masing- √ CALK No. 9
masing periode penyajian dan
alokasi beban penyusutan;
(4) jumlah rugi penurunan nilai yang √ Tidak terdapat rugi
diakui, dan jumlah pemulihan rugi penurunan nilai.
penurunan nilai, selama satu periode
sesuai SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari persediaan dan √ CALK No. 9
properti yang digunakan sendiri; dan
(6) Nilai Wajar Properti Investasi. √ CALK No. 9
d) Khusus untuk Properti Investasi dalam √ Tidak terdapat Properti
proses pembangunan dan Investasi dalam proses
pengembangan, Yang harus diungkapkan pembangunan
antara lain:
(1) rincian Properti Investasi dalam
proses pembangunan dan
pengembangan;
(2) persentase jumlah tercatat terhadap
nilai kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian;
(5) jumlah pengeluaran yang diakui
dalam jumlah tercatat Properti
Investasi dalam proses
pembangunan dan pengembangan;
dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya
pinjaman untuk properti investasi
yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang
dikapitalisasi selama periode
berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan
untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak
dikapitalisasi.
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib √ CALK No.10
diungkapkan secara terpisah berdasarkan
kepemilikan aset yaitu aset pemilikan
langsung dan/atau aset sewa pembiayaan;
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan √ CALK No.10
akumulasi penyusutan Aset Tetap pada
awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan,
dan reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing √ CALK No.10
periode penyajian dan alokasi beban
penyusutan;
√
32
Page 33
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang Tidak terdapat penurunan
dijurnal balik yang diakui dalam laba rugi nilai
dan ekuitas (jika ada); √
e) jumlah komitmen kontraktual dalam Tidak terdapat komitmen
perolehan Aset Tetap; √ kontraktual
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Tidak terdapat
Aset Tetap yang mengalami penurunan kompensasi dari pihak
nilai, hilang, atau dihentikan yang ketiga.
dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak
diungkapkan secara terpisah pada laporan
laba rugi komprehensif; √
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada Aset Tetap disajikan
jumlah revaluasian, yang harus menggunakan model
diungkapkan: biaya
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal
Penilaian);
(2) tanggal efektif persetujuan dari
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila
Aset Tetap untuk perhitungan pajak
menggunakan jumlah revaluasian;
(3) nama Penilai dan tanggal laporan
penilaian terakhir;
(4) metode dan asumsi signifikan yang
digunakan dalam mengestimasi Nilai
Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap
seandainya aset tersebut dicatat dengan
model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan
nilai, yang menunjukkan prubahan
selama periode dan pembatasan-
pembatasan distribusi saldo surplus
kepada para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses
pembangunan, yang harus diungkapkan
antara lain: √
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam CALK No.10
pembangunan; √
(2) persentase jumlah tercatat terhadap CALK No.10
nilai kontrak; √
(3) estimasi saat penyelesaian; √ CALK No.10
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika Tidak terdapat hambatan
ada); √ kelanjutan penyelesaian.
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam CALK No.10
jumlah tercatat aset tetap dalam
pembangunan; dan √
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya Tidak terdapat kapitalisasi
pinjaman untuk aset yang memenuhi biaya pinjaman.
kriteria aset kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang
dikapitalisasi selama periode
berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan
untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain: √ Tidak terdapat Aset Tetap
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak yang tidak dipakai
dipakai sementara; √ sementara.
33
Page 34
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset CALK No. 10
Tetap yang telah disusutkan penuh dan
masih digunakan; √
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang Tidak terdapat aset tetap
dihentikan dari penggunaan aktif dan yang dihentikan dari
tidak diklasifikasikan sebagai tersedia penggunaan aktif.
untuk dijual; √
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai CALK No.10
Wajar Aset Tetap apabila berbeda
secara material dari jumlah tercatat;
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, √
keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap Tidak terdapat penjualan
yang dihentikan pengakuannya; Aset Tetap.
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang √
berasal dari hibah, agar diungkapkan Tidak terdapat Aset Tetap
jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal yang berasal dari hibah.
perolehan;
(7) perubahan estimasi masa guna √
dan/atau metode penyusutan menurut Tidak terdapat perubahan
jenis Aset Tetap; estimas masa guna dan
(8) Kondisi atau peristiwa yang √ metode penyusutan.
menyebabkan terjadinya penurunan Tidak terdapat penurunan
nilai atau pemulihan penurunan nilai; nilai.
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan √
jaminan, nama pihak yang menerima CALK No.10
jaminan dan alasan penjaminan; dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang √
diasuransikan, nilai pertanggungan Tidak terdapat Aset Tetap
asuransi, dan risiko yang ditutup, serta yang diasuransikan.
pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak
diasuransikan agar diungkapkan
alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi √
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki
kegiatan hulu minyak dan gas bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti;
operated acreage, unoperated acreage,
sumur dan peralatan serta fasilitas yang
berhubungan, peralatan kantor, kendaraan,
sumur dan peralatan serta fasilitas dalam
pengerjaan;
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan;
(b) Saldo awal untuk masing-masing
lokasi;
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk
masing-masing lokasi penambangan;
dan
(d) Saldo akhir untuk masing-masing
lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi
tersebut mengandung hak tagih kepada
Regulator terkait, perlu penjelasan
kolektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk
tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud
34
Page 35
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis
Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi √ CALK No.11
amortisasi;
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Tak √ CALK No.11
berwujud ke dalam pos laporan laba rugi
komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan
akumulasi amortisasi Aset Tak berwujud √ CALK No.11
pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan,
dan reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya √ Tidak terdapat kapitalisasi
pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria biaya pinjaman.
aset kualifikasian, maka harus
diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang
dikapitalisasi selama periode berjalan;
dan
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk
menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan √ Aset Takberwujud tidak
yang mendukung penentuan dan dinilai dengan umur
penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang manfaat tidak terbatas.
dinilai dengan umur manfaat tidak terbatas;
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa
periode amortisasi dari setiap Aset √
Takberwujud yang material terhadap
laporan keuangan Perusahaan;
g) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui
Hibah Pemerintah dan awalnya diakui pada
Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku,
diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas
aset-aset tersebut; √
(2) jumlah tercatatnya; dan
(3) Aset tersebut diukur setelah √
pengakuan awal dengan model biaya √
atau model revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset
Takberwujud yang kepemilikannya dibatasi √
dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang
menjadi jaminan untuk Liabilitas;
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi
Aset Takberwujud;
j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah √
revaluasian, diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal
Penilaian);
(2) nama Penilai dan tanggal laporan √
penilaian terakhir;
(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang √
direvaluasi;
(4) metode dan asumsi signifikan yang √
digunakan dalam mengestimasi Nilai
Wajar aset; √
35
Page 36
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset
Takberwujud seandainya Aset tersebut √
dicatat dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan
nilai, yang menunjukkan perubahan
selama periode dan pembatasan- √
pembatasan distribusi saldo surplus
kepada para pemegang saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan
Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi √
Lingkungan Hidup
Tangguhan/Penyisihan Liabilitas
Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel
yang memuat penjelasan tentang :
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan pengurangan;
(3) Saldo akhir.
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi √
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) rincian biaya perolehan aset
eksplorasi dan evaluasi per area of
interest yang mencakup saldo awal,
penambahan dan pengurangan, dan
saldo akhir; dan
(2) Jumlah aset, liabilitas, penghasilan
dan beban, arus kas operasi, dan
arus kas investasi yang timbul dari
eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi √
Tangguhan: pengupasan tanah
tambang.
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan
dengan:
(a) Metode pembebanan biaya
pengupasan tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-
Rata Tanah Penutup.
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah
yang Ditangguhkan yang terdiri dari
(1) biaya pengupasan awal, (2) biaya
pengupasan lanjutan dengan
penjelasan mengenai perbedaan
antara rasio aktual tanah menutup
terhadap rasio rata-ratanya;
(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata
Tanah Penutup (bila ada);
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang
Ditangguhkan dimana terjadi
penundaan masa produksi, meliputi
penjelasan :
(a) Alasan terjadinya penundaan;
36
Page 37
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) Amortisasi belum
diperhitungkan karena belum
dimulainya produksi, dan
(c) Jumlah penurunan (write down)
akibat dilakukannya evaluasi
(jika ada), terhadap biaya yang
ditangguhkan tersebut, serta
metode dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai
tersebut.
d) Biaya Pengembangan Tangguhan √
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan
Pengembangan Tangguhan selama
tahun berjalan dengan menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan
pengembangan;
(b) Saldo awal;
(c) Penambahan/pengurangan;
(d) Amortisasi, dan
(e) Saldo akhir.
(2) Biaya pengembangan yang
ditangguhkan atas kegiatan
pengembangan yang masih berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi
penghapusan biaya eksplorasi dan
pengembangan tangguhan yang
menurut penelaahan manajemen tidak
dapat dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan
pengembangan yang ditangguhkan
dimana terjadi penundaan masa
produksi, meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan
karena belum dinilainya produksi;
dan
(c) Jumlah penurunan (write down)
akibat dilakukannya evaluasi bila
ada, terhadap biaya yang
ditangguhkan tersebut, serta
metode dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam menghitung
penurunan nilai tersebut.
(5) Apabila terdapat lebih dari satu
Area of Interest, maka harus
diungkapkan rincian dari Biaya
Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk
tiap-tiap Area of Interest.
b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan √ CALK No. 13
antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah utang usaha menurut mata uang; √ CALK No. 13
dan
37
Page 38
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan √
dengan menunjuk pos-pos yang
berhubungan.
2) Provisi √
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk
provisi jangka pendek dan provisi jangka
panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir
periode;
(2) provisi tambahan dalam periode
bersangkutan;
(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan
pada provisi selama periode
bersangkutan;
(4) jumlah yang dibatalkan selama
periode bersangkutan atas jumlah
yang belum digunakan;
(5) peningkatan selama periode yang
bersangkutan, dalam nilai kini, yang
terjadi karena berlalunya waktu dan
dampak dari setiap perubahan tingkat
diskonto;
(6) uraian mengenai karakteristik
kewajiban dan perkiraan saat
terjadinya arus keluar sumber daya
ekonomi;
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau
jumlah arus keluar sebagaimana
dimaksud dalam angka (6). Dalam hal
diperlukan, Perusahaan
mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa
depan; dan
(8) jumlah estimasi penggantian yang
akan diterima dengan menyebutkan
jumlah Aset yang telah diakui untuk
estimasi penggantian tersebut.
3) Beban akrual √
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan
jumlah dari unsur utama beban yang belum
jatuh tempo.
4) Khusus Industri Perbankan √
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang;
dan
b) Uraian mengenai sifat masing-masing
kewajiban.
5) Utang Repo √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek
yang dijual Perusahaan pada transaksi
repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya
pembelian dan penjualan kembali Efek.
6) Khusus Kontrak Konstruksi √
38
Page 39
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara
lain liabilitas bruto dari setiap kontrak
konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut,
juga harus dirinci dalam bentuk tabel
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi;
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang dialami; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
7) Khusus Industri Perbankan √
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
tiap jenis simpanan yang mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan
jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan
pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per
tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan
untuk sertifikat deposito;
(5) Rincian simpanan bermasalah
berdasarkan statusnya, misalnya
diblokir atau dijaminkan; dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada
pemilik rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang,
dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan
pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per
tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan
untuk sertifikat deposito; dan
(5) Rincian simpanan bermasalah
berdasarkan jenis dan statusnya,
misalnya diblokir atau dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan √
Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program
asuransi;
(2) Rincian berdasarkan jenis
pertanggungan;
(3) Rincian berdasarkan mata uang;
(4) Dasar perhitungan dan asumsi
aktuaris; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan
akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan.
39
Page 40
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Utang Klaim √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim
kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan
tertanggung;
(3) Jumlah utang klaim menurut jenis
asuransi; dan
(4) Jumlah utang menurut mata uang.
c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi;
(2) Jumlah menurut tertanggung;
(3) Jumlah menurut mata uang; dan
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah
terjadi namun belum dilaporkan.
d) Premi yang belum merupakan √
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut program asuransi;
(2) Jumlah menurut jenis
pertanggungan;
(3) Pemisahan antara premi yang belum
merupakan pendapatan kepada
pihak berelasi dan pihak ketiga;
(4) Metode perhitungan yang digunakan;
dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan
akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite) √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim
kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
(4) Jumlah menurut umur utang.
f) Utang Reasuransi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim
kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata uang;
(4) Jumlah menurut umur utang; dan
(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi
yang disaling hapuskan.
g) Utang Komisi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan
asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
(3) Jumlah menurut jenis asuransi.
h) Titipan Premi √
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian menurut jenis asuransi.
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum √
40
Page 41
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Dibagikan
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat
pemegang saham;
(2) Dasar perhitungan; dan
(3) Saldo menurut usia.
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek √
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan
jumlahnya.
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya; dan √ CALK No. 12b
b) informasi mengenai ketetapan pajak. √ Tidak terdapat SKP
11) Khusus Industri Pembiayaan √
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka
anjak piutang dengan recourse; dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi
anjak piutang, dan jatuh tempo serta ikatan
penting lainnya yang diatur dalam perjanjian
anjak piutang.
12) Khusus Kontrak Konstruksi √
Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah
uang muka kontrak yang diterima.
13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka √
Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian
lancar atas liabilitas jangka panjang sesuai
dengan pengungkapan utang bank dan
lembaga keuangan jangka panjang
sebagaimana diatur dalam Checklist ini.
14) Liabilitas Keuangan Lainnya √
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas
keuangan lainnya berlaku untuk
liabilitas keuangan lainnya yang
bersifat jangka pendek dan jangka
panjang;
(2) Perusahaan wajib menge-
lompokkan sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara pihak ketiga dan
pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) nilai tercatat liabilitas keuangan
untuk setiap kategori;
(b) laba atau rugi neto pada setiap
liabilitas keuangan; dan
(c) kejadian penting lainnya antara
lain kepatuhan Perusahaan
dalam memenuhi persyaratan
dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi √
Utang
Yang harus diungkapkan antara lain :
41
Page 42
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok
perubahan persyaratan dan
penyelesaian utang;
(2) Jumlah keuntungan atas
restrukturisasi utang dan dampak
pajak penghasilan yang terkait;
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian
bersih atas pengalihan aset yang
diakui selama periode tersebut; dan
(4) Jumlah utang kontinjen yang
dimasukkan dalam nilai tercatat
utang yang telah direstrukturisasi.
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi √
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jenis dan jumlahnya.
16) Khusus Industri Pertambangan Umum √
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jenis dan jumlahnya.
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok √
lepasan yang dimiliki untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas
terkait aset atau kelompok lepasan yang
dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat
digabung dengan pengungkapan aset tidak
lancar atau kelompok lepasan yang
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan √ CALK No. 31
jumlah utang;
b) jumlah utang menurut mata uang; dan √ CALK No. 31
c) jaminan yang diberikan dengan menunjuk √ CALK No. 31
pos-pos yang berhubungan.
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka
Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama √ CALK No. 17
bank/lembaga keuangan dan jenis mata
uang;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama √ CALK No. 17
periode pelaporan;
c) tanggal jatuh tempo; √ CALK No. 17
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo √ CALK No. 17
dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang √ CALK No. 17
diperoleh, termasuk jumlah dan tujuan
perolehannya;
42
Page 43
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) pembayaran yang dilakukan pada periode √ CALK No. 17
berjalan untuk masing-masing fasilitas
pinjaman;
g) kejadian penting lainnya antara lain √ CALK No. 17
kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default);
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk √ CALK No. 17
pos-pos yang berhubungan;
i) persyaratan lain yang penting, seperti √ CALK No. 17
adanya pembatasan pembagian dividen,
pembatasan rasio tertentu, dan/atau
pembatasan perolehan utang baru; dan
j) pengungkapan informasi sehubungan
dengan liabilitas berbunga jangka panjang
yang akan jatuh tempo dalam jangka
waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal
laporan posisi keuangan tetapi tetap
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka
panjang, antara lain adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan √ CALK No. 17
jumlahnya; dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, √ CALK No. 17
yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh
tempo, dan persyaratan penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap √
kelompok aset dan pemberi sewa (lessor)
pada tanggal laporan posisi keuangan;
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa
minimum di masa depan pada tanggal √
laporan posisi keuangan, dengan nilai
kininya. Selain itu wajib mengungkapkan
total pembayaran sewa minimum di masa
depan pada tanggal laporan posisi
keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap
periode berikut:
(1) sampai dengan satu tahun;
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima)
tahun; dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun.
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui
sebagai beban pada periode tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut
(sublease) masa depan yang diperkirakan √
akan diterima dari kontrak sewa-lanjut
yang tidak dapat dibatalkan (non- √
cancellable sublease) pada tanggal
laporan posisi keuangan;
e) keuntungan atau kerugian yang
ditangguhkan beserta amortisasinya
sehubungan dengan transaksi penjualan √
dan penyewaan kembali (sale and
leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang
material, antara lain:
43
Page 44
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) dasar penentuan utang sewa
kontinjen; √
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang
berkaitan dengan opsi perpanjangan √
atau pembelian dan eskalasi beserta
syarat-syaratnya; dan
(3) pembatasan-pembatasan yang
ditetapkan dalam perjanjian sewa. √
21) Khusus Industri Perbankan √
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata
uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per
tahun;
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek
dan perusahaan pemeringkat;
(5) Jumlah amortisasi pada tahun
berjalan;
(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi
tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tanggal jatuh tempo,
kewajiban yang harus dipenuhi, dan
persyaratan penting lainnya (Debt
Covenance);
(7) Pendapat manajemen tentang
pemenuhan Debt Covenance atas
surat berharga yang diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan
mata uang;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi
tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tingkat bunga, tanggal
jatuh tempo, nilai Aset bank yang
dijaminkan, dan persyaratan penting
lainnya(debt covenance);
(4) Pendapat manajemen terkait
pemenuhan debt covenance;
(5) Apabila bank menerima dana atau
fasilitas pinjaman dari pemerintah
atau pihak lain dengan tingkat
imbalan yang lebih rendah dari
tingkat bunga pasar maka
manajemen mengungkapkan
mengenai fasilitas tersebut dan
dampaknya terhadap laba bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan
Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata
uang, dan kolektibilitas;
44
Page 45
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai
dan mutasi selama periode berjalan;
(4) Ketentuan minimum penyisihan
penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi menurut BI dan posisi
penyisihan penghapusan bank pada
saat periode pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi √
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun
berjalan dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal;
(2) Penyisihan yang dibentuk;
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan
(4) Saldo akhir.
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan
yang sedang berjalan;
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan
PLH dan liabilitas bersyarat lainnya
sebagaimana diatur dalam standar
akuntansi keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen
biaya yang sifatnya material, misalnya
beban penutupan tambang, maka
perusahaan dapat menyajikannya dalam
pos yang terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan Pengurangan;
(3) Saldo akhir.
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis √ CALK No. 19
program.
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari √ CALK No. 19
nilai kini kewajiban imbalan pasti yang
menunjukkan secara terpisah,
pengaruhnya selama periode berjalan
yang dapat diatribusikan ke dalam:
(a) biaya jasa kini;
(b) biaya bunga;
(c) iuran oleh peserta program;
(d) keuntungan dan kerugian
aktuarial;
(e) perubahan kurs mata uang asing
pada program yang diukur dengan
45
Page 46
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mata uang yang berbeda dengan
mata uang penyajian;
(f) imbalan yang dibayarkan;
(g) biaya jasa lalu;
(h) kombinasi bisnis;
(i) curtailment; dan √
(j) penyelesaian.
(3) analisis kewajiban imbalan pasti
terhadap jumlah yang dihasilkan dari
program yang seluruhnya tidak didanai
dan jumlah yang dihasilkan dari
program yang seluruhnya atau √
sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari
Nilai Wajar aset program serta saldo
awal dan akhir dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset
sesuai dengan SAK menunjukkan
secara terpisah, dampak selama
periode yang dapat diatribusikan pada
setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset
program;
(b) keuntungan dan kerugian
aktuarial;
(c) perubahan kurs mata uang
asing pada program yang diukur
dengan mata uang yang berbeda
dengan mata uang penyajian;
(d) iuran oleh pemberi pekerja;
(e) iuran oleh peserta program;
(f) imbalan yang dibayarkan; √
(g) kombinasi bisnis; dan
(h) penyelesaian;
(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban
imbalan pasti sebagaimana dimaksud
dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset
program sebagaimana dimaksud
dalam butir (4) atas Aset dan
Liabilitas yang diakui dalam laporan
posisi keuangan, paling kurang
mengungkapkan:
(a) keuntungan dan kerugian
aktuarial neto yang tidak diakui
dalam laporan posisi keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui
dalam laporan posisi keuangan;
(c) setiap jumlah yang tidak diakui
sebagai Aset, dikarenakan oleh
batasan dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode
pelaporan dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai
Aset sesuai dengan SAK; dan √ CALK No. 19
(e) jumlah lainnya yang diakui dalam
laporan posisi keuangan;
(6) total beban yang diakui di laba rugi
untuk setiap hal-hal berikut dan nama
pos dimana hal tersebut termasuk:
46
Page 47
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) biaya jasa kini;
(b) biaya bunga;
(c) hasil yang diharapkan dari aset
program;
(d) hasil yang diharapkan dari setiap
hak penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan SAK;
(e) keuntungan dan kerugian
aktuarial, jika Perusahaan memilih
metode koridor 10% (sepuluh per
seratus);
(f) biaya jasa lalu;
(g) dampak dari curtailment
terutama terkait dengan √ CALK No. 19
penyelesaiannya; dan
(h) dampak dari batasan dalam SAK;
(7) jumlah total yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain yang
akan diakui segera dalam saldo laba,
meliputi:
(a) keuntungan dan kerugian √ CALK No. 19
aktuarial; dan
(b) dampak dari batasan dalam SAK;
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan
kerugian aktuarial yang diakui pada
pendapatan komprehensif lain, dalam
hal Perusahaan mengakui keuntungan
dan kerugian dalam pendapatan √
komprehensif lain sesuai dengan SAK;
(9) persentase atau jumlah setiap kategori
utama yang merupakan Nilai Wajar
total aset program, untuk setiap
kategori utama dari aset program, yang
mencakup, namun tidak terbatas pada,
instrumen ekuitas, instrumen utang, √
properti, dan seluruh aset lain;
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar
aset program untuk:
(a) setiap kategori instrumen
keuangan milik Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang
digunakan oleh Perusahaan; √
(11) penjelasan atas dasar yang digunakan
untuk menentukan tingkat
pengembalian yang diharapkan atas
Aset secara keseluruhan, termasuk
dampak kategori utama dari aset
program; √
(12) imbal hasil aktual atas aset program,
serta imbal hasil aktual atas setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset; √ CALK No. 19
(13) Asumsi aktuarial utama yang
digunakan sampai pada akhir periode
pelaporan dan diungkapkan dalam
ukuran yang absolut dan tidak hanya
sebagai marjin antara persentase dan
variabel lainnya, termasuk:
(a) tingkat diskonto;
47
Page 48
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) tingkat imbal hasil yang
diharapkan atas setiap aset
program untuk periode yang
disajikan dalam laporan
keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang
diharapkan untuk periode yang
disajikan dalam laporan keuangan
pada setiap hak penggantian yang
diakui sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang
diharapkan (dan perubahan
dalam indeks atau variabel
tertentu lainnya dalam masa
program formal atau konstruktif
sebagai dasar untuk kenaikan
imbalan masa depan);
(e) tingkat tren biaya kesehatan; dan
(f) asumsi material lain yang
digunakan dalam aktuaria; √
(14) dampak kenaikan atau penurunan
satu angka persentase dalam tingkat
tren biaya kesehatan yang
diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat dan
komponen biaya bunga dari biaya
kesehatan pascakerja periodik
neto; dan
(b) akumulasi kewajiban imbalan
pascakerja untuk biaya
kesehatan.
(c) Dalam hal program dioperasikan
dalam lingkungan inflasi yang
tinggi, wajib diungkapkan
dampak persentase kenaikan
atau penurunan tingkat tren biaya
kesehatan yang diasumsikan dari
makna yang serupa dengan satu
angka persentase dalam
lingkungan inflasi yang rendah. √
(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan
periode empat tahun sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti,
Nilai Wajar aset program dan
surplus atau defisit pada program;
dan
(b) penyesuaian yang timbul pada:
(i) liabilitas program dinyatakan
sebagai jumlah atau
persentase dari liabilitas
program pada akhir periode
pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan
sebagai jumlah atau
persentase dari aset program
pada akhir periode
pelaporan; √
48
Page 49
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera
setelah dapat ditentukan secara andal,
dari iuran yang diharapkan akan
dibayar dalam program selama periode
tahunan dimulai setelah periode √
pelaporan;
(17) khusus untuk program imbalan pasti
yang membagi risiko antar entitas
sepengendali, wajib diungkapkan
sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau
kebijakan tertulis untuk
pembebanan biaya imbalan pasti
neto atau bukti bahwa tidak ada
kebijakan seperti itu;
(b) dalam hal Perusahaan mencatat
alokasi biaya imbalan pasti neto
sesuai SAK, maka Perusahaan
mengungkapkan:
(i) informasi yang memungkinkan
pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat
program imbalan pasti dan
dampak keuangan atas
perubahan program selama
periode tersebut;
(ii) pengungkapan gambaran
umum jenis program sesuai
dengan huruf a) butir (1)
mencakup penjelasan praktik
informal yang menimbulkan
kewajiban konstruktif termasuk
dalam pengukuran kewajiban
imbalan pasti; dan
(iii)jika Perusahaan mencatat
iuran yang terutang untuk
periode sesuai SAK informasi
tentang program secara
keseluruhan disyaratkan
sesuai dengan butir (1), butir
(2), butir (3), butir (4), butir
(9), butir (13), butir (14), dan √
butir (16) serta butir ii.
b) Iuran Pasti
Perusahaan yang menyelenggarakan
program iuran pasti harus
mengungkapkan jumlah yang diakui √
sebagai beban untuk program iuran pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang
jenis dan jumlah imbalan kerja jangka √
panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon
pemutusan kontrak kerja; dan
(2) penjelasan mengenai liabilitas
kontinjen (jika ada).
24) Utang Obligasi √
49
Page 50
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan
nilai tercatat dalam rupiah dan mata uang
asing, tanggal jatuh tempo, jadwal
pembayaran bunga, suku bunga, bursa
tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan
penerbitannya;
b) peringkat dan nama Perusahaan
Pemeringkat Efek;
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha
dengan Perusahaan;
e) jaminan serta pembentukan dana untuk
pelunasan utang pokok obligasi dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika
ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam
Kontrak Perwaliamanatan;
g) kejadian penting lainnya antara lain
kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default);
dan
h) persyaratan penting lainnya.
25) Sukuk √
a) Perusahaan wajib mengelompokkan
Sukuk berdasarkan akad syariah yang
digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan
antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama
dalam penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan
skema transaksisyariah yang
digunakan;
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang
mendasari;
(c) nilai nominal;
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk
ijarah);
(e) prinsip pembagian hasil usaha,
dasar bagi hasil, dan besaran
nisbah bagi hasil (untuk Sukuk
mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata cara
pembagian dan/atau pembayaran
imbalan atau bagi hasil;
(g) jangka waktu;
(h) tujuan penerbitannya; dan
(i) persyaratan penting lain;
(2) peringkat dan nama Perusahaan
Pemeringkat Efek;
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan;
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan
usaha dengan Perusahaan;
50
Page 51
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan (jika ada);
(7) pembatasan yang dipersyaratkan
dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain
kepatuhan Emiten atau Perusahaan
Publik dalam memenuhi persyaratan
dan kondisi Sukuk (misalnya
restrukturisasi Sukuk dan kondisi
default).
26) Utang Subordinasi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu,
jenis mata uang, dan kisaran suku bunga
kontraktual selama periode pelaporan
b) tujuan perolehannya;
c) persyaratan terkait dengan pelunasan
utang subordinasi;
d) kejadian penting lainnya antara lain
kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default);
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam
Kontrak Perwaliamanatan; dan
f) persyaratan penting lainnya.
27) Obligasi Konversi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan
nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal
pembayaran bunga, suku bunga, bursa
tempat obligasi konversi dicatatkan, dan
tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan konversi,
antara lain meliputi rasio konversi, harga
pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh
tempo serta persyaratannya, dan penalti;
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi
dikonversikan, dengan memperhatikan
tingkat konversi atau harga pelaksanaan
(exercise price) yang paling
menguntungkan dari sudut pandang
pemegang obligasi konversi;
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan
dan dampak dilusinya;
e) peringkat dan nama Perusahaan
Pemeringkat Efek;
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha
dengan Perusahaan;
h) jaminan serta pembentukan dana untuk
pelunasan utang pokok obligasi dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika
ada);
i) kejadian penting lainnya antara lain
kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default);
51
Page 52
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan
obligasi konversi tanpa melalui penawaran
umum, wajib diungkapkan tujuan
penerbitan dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi;
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan
m) persyaratan penting lainnya
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain: √ CALK No.20
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar
pada awal dan akhir periode;
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan
yang melekat pada setiap jenis
saham, termasuk pembatasan atas
dividen dan pembayaran kembali
atas modal; dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk
penerbitan dengan hak opsi dan
kontrak penjualan saham, termasuk
jumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan √
setiap pos cadangan dalam ekuitas;
c) Susunan pemegang saham dengan √ CALK No.20
mengungkapkan jumlah lembar saham
dan persentase kepemilikan, yaitu:
(1) Pemegang saham yang memiliki 5%
(lima perseratus) atau lebih;
(2) Nama direktur dan komisaris yang
memiliki saham; dan
(3) Pemegang saham lainnya;
d) Dalam hal terjadi perubahan modal √ CALK No.20
saham dalam periode berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan
dengan perubahan modal saham
tersebut, seperti pengesahan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia,
persetujuan dan/atau pemberitahuan
Menteri terkait, dan keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS);
(2) Sumber peningkatan modal saham,
antara lain dari kapitalisasi agio,
saldo laba, penerbitan saham baru
dari Penawaran Umum dengan
dan/atau tanpa Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (right issue dan
private placement), pelaksanaan
waran, serta konversi obligasi; dan
(3) Tujuan perubahan modal saham,
antara lain dalam rangka ekspansi,
penyelesaian pinjaman, atau
pemenuhan kecukupan modal;
e) Dalam hal hanya sebagian saham
Perusahaan yang dicatatkan di Bursa √
Efek, agar disebutkan jumlah saham yang
52
Page 53
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dicatatkan dan yang tidak dicatatkan
pada Bursa Efek.
2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in
Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor; √ CALK No.21
b) Uraian sumber agio saham;
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas
berdasarkan penerbitan Efek ekuitas;
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs
atas modal disetor;
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan
modal disetor lainnya;
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi
dengan entitas sepengendali, antara lain:
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas
atau bisnis yang berkombinasi;
(2) Penjelasan mengenai hubungan
sepengendali dari entitas-entitas yang
bertransaksi dan bahwa hubungan
tersebut tidak bersifat sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi;
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah
diputuskan untuk dijual atau dihentikan
akibat kombinasi bisnis tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang
dialihkan serta jenis dan jumlah
imbalan yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang
dikombinasikan atau dialihkan serta
selisih antara nilai tercatat tersebut
dengan jumlah imbalan yang
diserahkan atau diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan
yang memberikan informasi antara
lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan
keuangan yang telah dilaporkan
sebelumnya untuk periode yang
disajikan kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan
Liabilitas entitas atau bisnis yang
dikombinasikan;
(c) Dampak penyesuaian kebijakan
akuntansi; dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan
keuangan setelah disajikan
kembali.
3) Selisih Transaksi dengan Pihak √
Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan
tanpa hilangnya Pengendalian yang
meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan
persentase kepemilikan;
(2) Nama entitas anak; dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi;
53
Page 54
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan
kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian;
dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas
pelepasan investasi pada saat hilangnya
Pengendalian.
4) Saham Treasuri √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali
saham, pelepasan, atau pengurangan
modal disetor;
b) Tanggal atau periode perolehan serta
jumlah lembar dan nilai saham treasuri
yang diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang
digunakan sebagai pengurangan modal
disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang
dilepaskan kembali serta selisih antara
harga perolehan dengan harga pelepasan
saham treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham
treasuri.
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode √
yang lalu (jika ada);
b) Perubahan saldo laba pada periode √
bersangkutan dan persetujuan RUPS
yang terkait; dan
c) Saldo laba yang ditentukan √
penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap
pos cadangan.
6) Waran √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari
masing-masing waran;
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran;
c) nilai waran yang belum dan tidak
dilaksanakan (kadaluwarsa);
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar
serta dampak dilusinya; dan
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan
penerbitan waran.
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya √ CALK No. 23
Yang harus diungkapkan antara lain
keterangan mengenai perubahan masing-
masing komponen pendapatan komprehensif
lainnya.
8) Kepentingan Nonpengendali √
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
bagian pemegang saham nonpengendali atas
ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak
dapat diatribusikan secara langsung atau tidak
langsung pada entitas induk.
d. Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
54
Page 55
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari √ CALK No. 24
pendapatan yang diakui selama periode,
termasuk pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang;
(2) Penjualan jasa;
(3) Bunga;
(4) Royalti; dan/atau
(5) Dividen;
diungkapkan secara terpisah berdasarkan
pihak berelasi dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa √ CALK No. 24
utama;
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai √ CALK No. 24
penjualan yang melebihi 10% (sepuluh
perseratus) dari pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari √ Tidak terdapat penjualan
pertukaran barang atau jasa yang tercakup ke pihak berelasi
dalam setiap kategori signifikan dari
pendapatan (jika ada), yang diungkapkan
terpisah berdasarkan pihak berelasi dan
pihak ketiga;
e) Khusus untuk kontrak konstruksi, √
diungkapkan antara lain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang
diakui sebagai pendapatan dalam
periode berjalan;
(b) Metode yang digunakan untuk
menentukan pendapatan kontrak
yang diakui dalam periode
berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan untuk
menentukan tahap penyelesaian
kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian
pada tanggal akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi
dan laba/rugi yang diakui sampai
tanggal pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang diterima;
dan
(c) Jumlah retensi;
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada
pemberi kerja, masing-masing sebagai
Aset dan Liabilitas;
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi
hubungan keagenan, diungkapkan secara √
terpisah, antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari
hubungan keagenan;
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh
Perusahaan sebagai agen dari
transaksi keagenan dengan
pendapatan lainnya; dan
(3) Perincian dari komponen pendapatan
neto yang diperoleh Perusahaan
sebagai prinsipal dari transaksi
keagenan, yang antara lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto;
55
Page 56
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) Retur/rabat/diskon terkait; dan
(c) Total pendapatan neto.
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh √
Regulator Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tarif;
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif;
c) Masa berlaku tarif;
d) Besaran tarif; dan
e) Perjanjian lain yang terkait.
3) Khusus Industri pembiayaan √
Rincian jumlah berdasarkan kelompok
produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen;
b) Pendapatan anjak piutang; dan
c) Pendapatan sewa.
4) Khusus Industri Rumah Sakit √
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya,
jasa dokter, rawat inap, rawat jalan dan
penunjang medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi;
b) Subsidi tidak mampu; dan
c) Selisih perhitungan klaim.
5) Khusus Industri Transportasi √
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa
utama antara lain:
a) Rincian pendapatan bersih jasa
transportasi;
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa
penyewaan alat transportasi;
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa
ekspedisi;
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan;
dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai
dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri,
tanker dan pesawat udara) dengan
ketentuan memisahkan atas dasar
kepemilikan armada tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi √
Rincian pendapatan usaha antara lain
pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa
telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi
yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan
pihak lain.
7) Khusus Industri Asuransi: √
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan
jumlah berdasarkan kelompok premi bruto,
premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan)
56
Page 57
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
premi yang belum merupakan pendapatan
untuk setiap jenis asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang
berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol: √
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa
tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain, dan
rincian pendapatan kerjasama operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak
penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol,
maka pendapatan usaha untuk setiap ruas
jalan tol tersebut harus diungkapkan.
9) Khusus Industri Perbankan √
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan
tidak terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah;
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan
untuk provisi dan komisi yang diakui;
c) Efek-efek; dan
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan
Bank lain.
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, √ CALK No. 25
diungkapkan beban pokok produksi yang
dirinci:
(1) Biaya bahan baku;
(2) Biaya tenaga kerja; dan
(3) Biaya overhead
ditambah dan dikurangi saldo awal dan
akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian √ CALK No. 25
yang melebihi 10% (sepuluh perseratus)
dari pendapatan; dan
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban √
pokok berdasarkan pada jasa yang dijual.
11) Khusus Industri Rumah Sakit Beban √
Departementalisasi /Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian
beban departementalisasi:
a) Beban bahan;
b) Beban jasa pelayanan;
c) Beban pegawai;
d) Beban penyusutan sarana medis;
e) Beban pemeliharaan sarana;
f) Beban asuransi;
g) Beban langganan daya dan jasa;
h) Beban depresiasi.
12) Khusus Industri Asuransi: √
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
dan jumlah berdasarkan kelompok klaim
bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan
57
Page 58
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(penurunan) estimasi klaim retensi sendiri
untuk setiap jenis asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa √
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis
klaim dan manfaat, diantaranya : klaim jatuh
tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian.
c) Komisi Neto √
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
dan jumlah berdasarkan kelompok
pendapatan komisi dan beban komisi untuk
setiap jenis asuransi.
d) Hasil Investasi √
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
dan jumlah menurut jenis investasi.
13) Khusus Industri Perhotelan √
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban
departementalisasi;
b) Gaji dan beban pegawai lainnya; dan
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban
departemen lainnya.
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban
berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara
lain:
a) Beban penjualan; √ CALK No. 26
b) Beban distribusi; dan √
c) Beban umum dan administrasi. √ CALK No. 27
15) Khusus Industri Perbankan √
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jumlah beban bunga berdasarkan kelompok
produk/jasa utama.
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jumlah beban beban provisi dan komisi
berdasarkan kelompok produk/jasa utama.
16) Khusus Industri Pembiayaan
BebanKerugian Penurunan Nilai √
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah
beban kerugian penurunan nilai untuk masing-
masing akun Piutang Pembiayaan Konsumen,
Tagihan Anjak Piutang, dan Piutang Sewa
Pembiayaan.
58
Page 59
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain:
a. rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. √ CALK No. 28
b. rincian dan jumlah Beban lainnya. √ CALK No. 28
b. Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
a) beban keuangan yang dihitung √
dengan menggunakan metode suku
bunga efektif;
b) beban keuangan dalam sewa √
pembiayaan yang diakui sesuai
SAK yang berlaku; dan
c) selisih kurs yang berasal dari √
pinjaman dalam mata uang asing
sepanjang selisih kurs tersebut
diperlakukan sebagai penyesuaian
terhadap bunga;
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi √
dari transaksi instrumen keuangan
meliput:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi
atas investasi tersedia untuk dijual;
(b) rugi neto dari instrumen keuangan
yang diakui pada Nilai Wajar
melalui laba rugi; dan
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak
berjangka yang bertujuan untuk
lindung nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas √
Asosiasi dan/atau Ventura Bersama
meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-masing
entitas asosiasi dan/atau Ventura
Bersama yang dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas; dan
(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi
dari operasi yang dihentikan, yang
diungkapkan secara terpisah.
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset √
Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jumlah berdasarkan jenis aset keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan
(penurunan) nilai surat-surat berharga √
dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jumlah berdasarkan jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-
surat Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi √
Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jumlah berdasarkan jenis.
59
Page 60
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
19) Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset √
Tetap maupun Aset Takberwujud;
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas √ CALK No. 23
program manfaat pasti;
c) selisih kurs karena penjabaran laporan √
keuangan;
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan √
tersedia untuk dijual;
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian √
instrumen lindung nilai dalam rangka
lindung nilai arus kas; dan
bagian pendapatan komprehensif lain dari
entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama.
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak
yang terdiri dari:
(1) beban (penghasilan) pajak kini; √ CALK No. 12
(2) penyesuaian yang diakui pada
periode atas pajak kini yang berasal
dari periode lalu;
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak
tangguhan yang berasal dari
perbedaan temporer dan
pembalikannya;
(4) jumlah beban (penghasilan) pajak
tangguhan terkait dengan perubahan
tarif pajak atau penerapan peraturan
perpajakan yang baru;
(5) jumlah manfaat yang berasal dari
rugi pajak yang tidak diakui
sebelumnya atau perbedaan
temporer suatu periode lalu yang
digunakan untuk mengurangi beban
pajak kini dan beban pajak
tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan yang
disebabkan oleh penurunan atau
pembalikan penurunan sebelumnya
atas aset pajak tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) terkait
dengan perubahan kebijakan
akuntansi dan kesalahan yang
diperhitungkan dalam laporan laba
rugi komprehensif, dikarenakan tidak
dapat diperlakukan secara
retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan √
terkait dengan transaksi yang dibebankan
atau dikreditkan langsung ke ekuitas;
c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan √
setiap komponen pendapatan √
komprehensif lain, kecuali untuk bagian
pendapatan komprehensif lain dari entitas
asosiasi dan/atau Ventura Bersama; CALK No. 12
60
Page 61
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) penjelasan hubungan antara beban
(penghasilan) pajak dan laba akuntansi
dalam satu atau kedua bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban
(penghasilan) pajak dan hasil
perkalian laba akuntansi dengan tarif
pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan
tarif pajak yang berlaku; atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif
rata-rata dan tarif pajak yang berlaku,
dengan mengungkapkan dasar √
perhitungan tarif pajak yang berlaku;
e) penjelasan mengenai perubahan tarif
pajak yang berlaku dan perbandingan
dengan tarif pajak yang berlaku pada √
periode akuntansi sebelumnya;
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika
ada) perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan dan rugi pajak belum
dikompensasi yang tidak diakui sebagai
aset pajak tangguhan dalam laporan √
keuangan; √
g) jumlah agregat perbedaan temporer yang
terkait dengan investasi pada entitas anak,
cabang, entitas asosiasi, dan bagian CALK No. 12
partisipasi dalam Ventura Bersama atas
liabilitas pajak tangguhan yang belum
diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban √
pajak kini dengan cara sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut
akuntansi; CALK No. 12
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif √
atau negatif (dirinci); dan
(3) laba kena pajak;
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini CALK No. 12
dengan menerapkan tarif pajak sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan
pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil
rekonsiliasi menjadi dasar dalam √
pengisian SPT Tahunan PPh Badan;
k) setiap jenis perbedaan temporer dan
setiap jenis rugi pajak yang belum
dikompensasi:
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak
tangguhan yang diakui pada laporan
posisi keuangan untuk periode sajian;
dan
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak
tangguhan yang diakui dalam laba
rugi, apabila jumlah tersebut tidak
terlihat dari perubahan jumlah aset
atau liabilitas pajak tangguhan yang
diakui dalam laporan posisi √
keuangan;
l) beban pajak terkait dengan operasi yang
dihentikan:
61
Page 62
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) keuntungan atau kerugian atas
penghentian; dan
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas
operasi yang dihentikan selama
periode, bersama dengan jumlah √
terkait untuk setiap periode sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan
atas dividen kepada pemegang saham
Perusahaan yang diusulkan atau
diumumkan sebelum Laporan Keuangan
Diotorisasi untuk Terbit namun tidak diakui
sebagai Liabilitas dalam laporan √
keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah
pengakuan untuk aset pajak tangguhan
praakuisisi apabila Perusahaan adalah
pihak pengakuisisi dalam suatu kombinasi √
bisnis;
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang
menyebabkan manfaat pajak tangguhan
wajib diakui apabila manfaat pajak
tangguhan yang diperoleh dari kombinasi
bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi √
tetapi diakui setelah tanggal akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan
atau bukti yang mendukung pengakuan
atas aset pajak tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak tangguhan
bergantung pada kondisi laba kena
pajak mendatang lebih besar dari
laba pembalikan perbedaan temporer
kena pajak yang telah ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian pada
periode kini atau periode sebelumnya
yang mengakibatkan diakuinya aset
pajak tangguhan terkait.
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang √ CALK No. 30
dalam penghitungan laba per saham dasar
dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut
terhadap laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada entitas induk untuk
periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut
mencakup dampak individual dari setiap
jenis instrumen yang mempengaruhi laba
per saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa √ CALK No. 30
yang digunakan sebagai penyebut dalam
penghitungan laba per saham dasar dan
dilusian, dan rekonsiliasi penyebut tersebut.
Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak
individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang dapat √
diterbitkan secara kontinjen) yang berpotensi
mendilusi laba per saham dasar di masa
depan, namun tidak dimasukkan dalam
penghitungan laba per saham dilusian
62
Page 63
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
karena instrumen tersebut bersifat antidilutif
untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau √
transaksi instrumen berpotensi saham biasa,
selain yang dihitung sesuai dengan SAK
yang berlaku, yang terjadi setelah periode
pelaporan dan akan secara signifikan
mengubah jumlah saham biasa atau
instrumen berpotensi saham biasa yang
beredar pada akhir periode tersebut
seandainya transaksi dimaksud terjadi
sebelum akhir periode pelaporan; dan
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk √
operasi yang dihentikan.
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau √ CALK No. 31
saldo dengan pihak berelasi, yang
jumlahnya:
(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah) untuk transaksi dengan
orang atau anggota keluarga
terdekat; dan/atau
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima
perseratus) dari modal disetor untuk
transaksi dengan entitas berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan orang √ CALK No. 31
atau anggota keluarga terdekat meliputi
nama, sifat dan hubungan dengan pihak
berelasi serta informasi tentang transaksi
dan saldo dengan pihak dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas √
berelasi meliputi sifat dan hubungan CALK No. 31
dengan pihak-pihak berelasi serta
informasi mengenai transaksi dan saldo,
termasuk komitmen, yang diperlukan
untuk memahami potensi dampak
hubungan tersebut dalam laporan
keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta
persentasenya terhadap total
pendapatan dan beban terkait;
(2) jumlah saldo beserta persentasenya
terhadap total Aset atau Liabilitas,
termasuk komitmen, dan:
(a) persyaratan dan ketentuannya,
termasuk apakah terdapat
jaminan, dan sifat imbalan yang
akan diberikan, untuk
penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang diberikan
atau diterima;
(3) jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang terkait dengan
jumlah saldo piutang usaha dan
√
63
Page 64
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
piutang pihak berelasi non-usaha;
dan
(4) alasan dan dasar pembentukan
cadangan kerugian penurunan nilai,
jika dilakukan pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan
sebagaimana dimaksud dalam huruf a)
dan b) dilakukan secara terpisah untuk
masing-masing kategori berikut:
(1) entitas induk;
(2) entitas dengan pengendalian
bersama atau Pengaruh Signifikan
terhadap entitas;
(3) entitas anak; √
(4) entitas asosiasi;
(5) Ventura Bersama dimana entitas
merupakan venturer;
(6) personil manajemen kunci dari
entitas pelapor atau entitas induknya;
dan
(7) pihak-pihak berelasi lainnya.
e) seluruh kompensasi yang diberikan
kepada masing-masing anggota atau
kelompok direksi, komisaris, pemegang
saham utama yang juga sebagai
karyawan, dan manajemen kunci lainnya
untuk masing-masing kategori berikut:
(1) imbalan kerja jangka pendek;
(2) imbalan pascakerja;
(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya;
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja;
dan √
(5) pembayaran berbasis saham.
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah
:
(1) nama entitas berelasi dengan
pemerintah dan sifat hubungannya
dengan Perusahaan;
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang
secara individual signifikan; dan
(3) untuk transaksi lainnya yang secara
kolektif, tetapi tidak secara individual,
signifikan, indikasi secara kuantitatif
atau kualitatif atas luasnya transaksi
tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing √
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah
mata uang selain mata uang fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing serta
ekuivalennya dalam mata uang
fungsional;
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing;
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan
ekuivalen dalam mata uang
fungsional;
64
Page 65
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam
laba rugi, kecuali untuk selisih kurs
yang timbul pada instrumen keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi; dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam
pendapatan komprehensif lain dan
diakumulasikan dalam komponen
ekuitas yang terpisah, serta
rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada
awal dan akhir periode.
24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan √ Tidak terdapat Aset non
Yang harus diungkapkan antara lain : keuangan yang
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang mengalami penurunan
diakui atau dibalik selama periode tertentu nilai
untuk suatu aset individual, termasuk
goodwill atau suatu unit penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang
mengindikasikan pengakuan atau
pembalikan rugi penurunan nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui
dalam laba rugi selama periode
tersebut dan unsur laporan laba rugi
komprehensif yang didalamnya
tercakup rugi penurunan nilai;
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan
nilai yang diakui dalam laba rugi
selama periode tersebut dan unsur
laporan laba rugi komprehensif yang di
dalamnya tercakup rugi penurunan
nilai yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi
penurunan nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset
revaluasian yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain selama
periode tersebut; dan
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai
atas aset revaluasian yang diakui
dalam pendapatan komprehensif lain
selama periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud
dalam angka (1) dilakukan untuk setiap
kelompok aset.
25) Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan √ Tidak terdapat perubahan
Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan kebijakan akuntansi dan
Periode Lalu kesalahan periode lalu.
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi
akuntansi;
(2) jumlah perubahan estimasi yang
berdampak pada periode berjalan;
dan
(3) perkiraan dampak estimasi pada
periode mendatang. Dalam hal
jumlah dampak pada periode
mendatang tidak praktis, fakta
tersebut harus diungkapkan.
65
Page 66
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan
akuntansi;
(2) alasan penerapan kebijakan
akuntansi baru memberikan informasi
yang andal dan relevan;
(3) jumlah penyesuaian untuk periode
berjalan dan setiap periode lalu
sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan
yang terpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar dan
dilusian;
(4) jumlah penyesuaian yang terkait
dengan periode-periode sebelum
periode yang disajikan. Dalam hal
tidak praktis dilakukan, maka
diungkapkan alasannya; dan
(5) keadaan yang membuat penerapan
retrospektif tidak praktis untuk suatu
periode tertentu atau untuk periode-
periode sebelum periode-periode
tersebut disajikan dan tanggal
dimulainya perubahan kebijakan
akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari kesalahan periode lalu;
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode
sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan;
dan
(b) laba per saham dasar dan
dilusian;
(3) jumlah koreksi pada awal periode
sajian paling awal; dan
(4) keadaan yang membuat penerapan
retrospketif tidak praktis dilakukan
dan penjelasan mengenai cara dan
waktu dilakukannya koreksi apabila
penyajian kembali retrospektif tidak
praktis.
26) Kombinasi Bisnis √
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal
sebagai berikut untuk setiap kombinasi
bisnis yang terjadi selama periode
pelaporan, yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak
yang diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi;
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya
penerbitan Efek utang dan Efek
ekuitas, periode berjalan, dan
akumulasinya untuk masing-masing
kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan ekuitas
berhak suara yang diperoleh;
66
Page 67
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis
dan penjelasan tentang cara pihak
pengakuisisi memperoleh
Pengendalian atas pihak yang
diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor
yang membentuk goodwill yang
diakui;
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi
atas total imbalan yang dialihkan dan
Nilai Wajar tanggal akuisisi untuk
setiap kelompok utama imbalan;
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan
aset indentiifikasi:
(a) jumlah yang diakui pada tanggal
akuisisi;
(b) penjelasan tentang kesepakatan
dan dasar penentuan jumlah
pembayaran; dan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak
didiskonto) atau, jika apabila
kisaran tidak dapat
diestimasikan maka fakta dan
alasan mengapa kisaran
tersebut tidak dapat
diestimasikan. Dalam hal jumlah
maksimum pembayaran tidak
terbatas, maka pihak
pengakuisisi mengungkapkan
fakta tersebut;
(9) Perusahaan harus mengungkapkan
piutang yang diperoleh berdasarkan
kelompok utama piutang, misalnya
pinjaman yang diberikan, sewa
pembiayaan langsung, dan kelompok
piutang lain, yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang;
(b) jumlah piutang bruto kontraktual;
dan
(c) estimasi terbaik pada tanggal
akuisisi atas jumlah arus kas
kontraktual yang diperkirakan
tidak tertagih;
(10) jumlah yang diakui pada tanggal
akuisisi untuk setiap kelompok utama
Aset yang diperoleh dan Liabilitas
yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang
diakui pada Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai karakteristik
kewajiban dan perkiraan saat
arus keluar sumber daya
ekonomi terjadi;
(b) indikasi ketidakpastian saat atau
jumlah arus keluar tersebut.
Dalam hal diperlukan,
Perusahaan harus
mengungkapkan asumsi utama
67
Page 68
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
yang mendasari prakiraan
peristiwa masa depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian
yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang
telah diakui untuk estimasi
penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak
diakui karena Nilai Wajarnya tidak
dapat diukur secara andal, maka
pihak pengakuisisi mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana
dimaksud dalam angka 33 huruf
b) angka (4) terkait perikatan
dan kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak dapat
diukur secara andal;
(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
(a) jumlah keuntungan yang diakui
dan pos dalam laporan laba rugi
komprehensif dimana
keuntungan tersebut diakui; dan
(b) penjelasan tentang alasan
transaksi tersebut menghasilkan
keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak
pengakuisisi memiliki kurang dari
100% (seratus perseratus) dari
kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi pada tanggal akuisisi:
(a) jumlah dari kepentingan
nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi, yang diakui pada
tanggal akuisisi dan dasar
pengukurannya; dan
(b) teknik penilaian dan input model
utama yang digunakan dalam
penentuan nilai tersebut, untuk
setiap kepentingan
nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi yang diukur pada Nilai
Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis
yang dilakukan secara bertahap:
(a) Nilai Wajar pada tanggal
akuisisi atas kepentingan
ekuitas pihak yang diakuisisi
yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi segera sebelum
tanggal akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau
kerugian yang diakui sebagai
hasil dari pengukuran kembali
Nilai Wajar dari kepentingan
ekuitas pada pihak yang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum kombinasi
bisnis dan pos dalam laporan
laba rugi komprehensif untuk
68
Page 69
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mengakui keuntungan atau
kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan laba atau
rugi dari pihak yang diakuisisi
sejak tanggal akuisisi yang
dimasukkan dalam laporan laba
rugi komprehensif pada periode
pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi
dari entitas hasil penggabungan
untuk periode pelaporan
berjalan seolah-olah tanggal
akuisisi untuk semua kombinasi
bisnis yang terjadi selama tahun
berjalan telah diperhitungkan
sejak awal periode pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi
pada periode sekarang dan periode
sebelumnya, Perusahaan yang menjadi
pihak pengakuisisi wajib mengungkapkan
informasi berikut untuk setiap kombinasi
bisnis yang material atau secara kolektif
material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk
kombinasi bisnis belum selesai untuk
Aset, Liabilitas, kepentingan
nonpengendali tertentu atau jenis
imbalan dan jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan kombinasi
bisnis sehingga ditentukan hanya
bersifat penyisihan, maka
diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awal untuk
kombinasi bisnis belum selesai;
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan
ekuitas atau jenis imbalan yang
akuntansi awalnya belum
selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari setiap
penyesuaian periode
pengukuran yang diakui selama
periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah
tanggal akuisisi sampai dengan
Perusahaan mendapatkan, menjual
atau kehilangan hak atas aset
imbalan kontinjensi, atau sampai
dengan Perusahaan menyelesaikan
liabilitas imbalan kontinjensi atau
liabilitas tersebut dibatalkan atau
lewat waktu, maka diungkapkan:
(a) setiap perubahan dalam jumlah
yang diakui, termasuk setiap
perbedaan yang timbul selama
penyelesaian;
(b) setiap perubahan dalam kisaran
hasil (tidak didiskonto) dan
alasan perubahan tersebut; dan
69
Page 70
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(c) teknik penilaian dan input model
utama yang digunakan untuk
mengukur imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui
dalam kombinasi bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat
goodwill pada awal dan akhir periode
pelaporan;
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap
keuntungan atau kerugian yang
diakui pada periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset
teridentifikasi yang diperoleh
atau liabilitas yang diambil-alih
dalam kombinasi bisnis pada
periode pelaporan berjalan atau
periode pelaporan sebelumnya;
dan
(b) ukuran, sifat, atau kejadian
relevan yang diungkapkan
untuk memahami laporan
keuangan Perusahaan hasil
penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan
Bapepam dan LK dalam pelaksanaan
transaksi kombinasi bisnis; dan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal
berikut secara keseluruhan, sehubungan
dengan perolehan atas entitas anak dan
unit bisnis lainnya selama suatu periode:
(1) jumlah harga yang dibayarkan;
(2) bagian dari harga yang merupakan
Kas dan Setara Kas;
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada
entitas anak atau bisnis lainnya
apabila Pengendalian diperoleh; dan
(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas
dan Setara Kas pada entitas anak
atau bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh,
diikhtisarkan berdasarkan kategori
utamanya.
27) Segmen Operasi √
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan oleh
manajemen untuk
mengidentifikasi segmen
dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa yang
menghasilkan pendapatan dari
setiap segmen dilaporkan;
(2) informasi mengenai laba atau rugi
segmen, termasuk pendapatan dan
beban tertentu, aset segmen, dan
liabilitas segmen dari segmen
70
Page 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dilaporkan, serta dasar
pengukurannya;
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan
segmen, ukuran laba atau rugi segmen
dilaporkan, aset segmen, liabilitas
segmen, dan unsur segmen material
lainnya terhadap jumlah yang terkait
dalam laporan keuangan Perusahaan;
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal
untuk setiap produk dan jasa atau
setiap kelompok produk dan jasa yang
serupa.
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan
eksternal yang diatribusikan
kepada:
i. negara domisili Perusahaan;
dan
ii. semua negara asing secara
total dimana Perusahaan
memperoleh pendapatan.
Dalam hal pendapatan dari
suatu negara asing secara
individual jumlahnya material,
pendapatan tersebut
diungkapkan secara terpisah,
termasuk dasar pengatribusian
pendapatannya kepada
negara tersebut secara
individual.
(b) Aset tidak lancar selain instrumen
keuangan, aset pajak yang
ditangguhkan, aset imbalan
pascakerja, dan hak yang terjadi
akibat kontrak asuransi yang
berlokasi di:
i. negara domisili Perusahaan;
dan
ii. semua negara asing secara
total dimana Perusahaan
memiliki aset. Dalam hal aset
dari suatu negara asing secara
individual jumlahnya material,
maka aset tersebut
diungkapkan secara terpisah.
(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi
dengan pelanggan eksternal tunggal
mencapai 10% (sepuluh perseratus)
atau lebih dari pendapatan konsolidasi,
Perusahaan harus mengungkapkan:
(a) fakta;
(b) total pendapatan dari setiap
pelanggan; dan
(c) identitas segmen yang
melaporkan pendapatan tersebut.
28) Operasi yang Dihentikan √
71
Page 72
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang alasan operasi
dihentikan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari
penjualan, atau yang mengarah
kepada pelepasan yang diharapkan,
cara, dan waktu pelepasan dari aset
dan liabilitas operasi yang dihentikan;
dan
(3) pengaruh dari operasi yang
dihentikan terhadap segmen yang
dilaporkan dari aset tidak lancar atau
kelompok lepasan disajikan sesuai
SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas informasi
terkait dengan laba (rugi) operasi yang
dihentikan, antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang
disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban, dan laba
atau rugi sebelum pajak dari
operasi yang dihentikan dan
beban pajak penghasilan yang
terkait; dan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam
pengukuran ke Nilai Wajar
setelah dikurangi biaya untuk
menjual atau pelepasan aset
atau kelompok lepasan yang
terkait dengan operasi yang
dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat
diatribusikan pada aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan dari operasi
yang dihentikan; dan
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang
dilanjutkan dan operasi yang
dihentikan yang dapat diatribusikan
pada pemilik entitas induk.
29) Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat √
a) Perusahaan wajib mengelompokkan
instrumen derivatif sesuai dengan
tujuannya, yaitu untuk lindung nilai atau
tujuan lainnya (non lindung nilai), seperti
untuk tujuan spekulasi;
b) Perusahaan yang memiliki atau
menerbitkan instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak
instrumen derivatif dalam kelompok
klasifikasi lindung nilai dan kelompok non
lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi,
berupa transaksi berjangka dalam
bentuk valuta, bunga, komoditas atau
lain-lain;
(2) pihak lawan transaksi
(counterparties);
72
Page 73
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) tanggal jatuh tempo;
(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai
Wajar pada tanggal laporan posisi
keuangan;
(5) beban atau Pendapatan pada
periode pelaporan;
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang
dilindung nilai; dan
(7) persyaratan penting lainnya.
c) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk
memahami tujuan transaksi derivatif
dan strategi untuk mencapai tujuan
tersebut;
(2) Kebijakan manajemen risiko untuk
setiap klasifikasi lindung nilai,
termasuk penjelasan mengenai Aset
dan/atau Liabilitas dan jenis transaksi
yang dilindung nilai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak
dimaksudkan sebagai suatu lindung
nilai, disebutkan tujuannya.
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan CALK No. 33
Yang harus diungkapkan untuk setiap
kelompok aset keuangan dan liabilitas
keuangan antara lain:
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan √
Liabilitas tersebut dengan cara yang
memungkinkan untuk dapat
diperbandingkan dengan nilai tercatat
dalam laporan posisi keuangan; dan
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan
yang digunakan dalam menentukan Nilai √
Wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan.
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per saham yang √
telah dideklarasikan dan dibayarkan
sebagai distribusi kepada pemilik pada
periode pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk: √
(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya;
c) jumlah dividen dan dividen per saham yang √
diusulkan atau dideklarasikan setelah
periode pelaporan tetapi sebelum tanggal
penyelesaian laporan keuangan dan tidak
diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik
pada akhir periode pelaporan; dan
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak √
diakui.
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi
dengan jumlah liabilitas kontinjensi
lainnya secara terpisah;
b) jumlah agregat dari komitmen modal
terkait dengan bagian partisipasinya
73
Page 74
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dalam Ventura Bersama secara terpisah
dari komitmen lainnya;
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi
dalam Ventura Bersama yang signifikan
dan bagian partisipasi kepemilikan dalam
pengendalian bersama entitas; dan
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam
pengendalian bersama entitas, agar
ditambahkan pengungkapan tambahan
tentang:
(1) metode yang digunakan untuk
mengakui bagian partisipasinya; dan
(2) jumlah agregat setiap aset lancar,
aset tidak lancar, liabilitas jangka
pendek, liabilitas jangka panjang,
penghasilan dan beban yang terkait
dengan bagian partisipasinya dalam
Ventura Bersama.
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan √ CALK No. 32
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan
distribusi, bantuan manajemen
dan teknis, royalti, dan lisensi,
diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait
dalam perjanjian;
ii. periode berlakunya
perikatan;
iii. dasar penentuan
kompensasi dan denda;
iv. jumlah beban atau
pendapatan pada periode
pelaporan; dan
v. pembatasan-pembatasan
lainnya;
(b) kontrak atau perjanjian yang
memerlukan penggunaan dana di
masa yang akan datang, seperti:
pembangunan pabrik, perjanjian
pembelian, ikatan untuk investasi,
diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam
perjanjian;
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. nilai keseluruhan, mata uang,
dan bagian yang telah direalisasi;
dan
iv. sanksi-sanksi;
(2) pemberian jaminan atau garansi,
diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang dijamin dan
yang menerima jaminan, yang
dipisahkan antara pihak berelasi
dan pihak ketiga untuk pihak yang
dijamin;
(b) latar belakang dikeluarkannya
jaminan;
74
Page 75
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(c) periode berlakunya jaminan; dan
(d) nilai jaminan;
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan,
misalnya fasilitas L/C, cerukan bank;
dan
(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah
dan batasan-batasannya.
b) Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang terkait;
(b) jumlah yang diperkarakan;
(c) latar belakang, isi dan status
perkaradan pendapat hukum
(legal opinion); dan
(d) dampak keuangan;
(2) Peraturan Pemerintah yang
berdampak terhadap Perusahaan,
misalnya masalah lingkungan hidup,
diungkapkan uraian singkat tentang
peraturan dan estimasi dampak
keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak
tambahan:
(a) jenis ketetapan atau tagihan
pajak, jenis pajak, tahun pajak
serta jumlah pokok dan denda
atau bunganya; dan
(b) sikap Perusahaan terhadap
ketetapan atau tagihan pajak
(keberatan atau banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang
diungkapkan antara lain:
(a) karakteristik aset atau liabilitas
kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak
keuangannya;
(c) indikasi tentang ketidakpastian
yang terkait dengan jumlah atau
waktu arus keluar sumber daya;
dan
(d) kemungkinan penggantian oleh
pihak ketiga.
34) Khusus Industri Perkebunan √
Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma;
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama;
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan;
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak
dalam kerjasama;
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian
kerjasama; dan
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada.
75
Page 76
35) Manajemen Risiko Keuangan √ CALK No. 33
a) Perusahaan harus mengungkapkan
informasi yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat dan luas risiko yang
timbul dari instrumen keuangan, serta
kebijakan dalam pengelolaan risiko,
termasuk, namun tidak terbatas pada risiko
sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis
umur aset keuangan yang belum jatuh
tempo atau tidak mengalami
penurunan nilai dan yang lewat jatuh
tempo pada akhir periode pelaporan
tetapi tidak mengalami penurunan nilai;
(2) risiko likuiditas, antara lain:
(a) analisis jatuh tempo untuk
liabilitas keuangan derivatif dan
nonderivatif yang menunjukkan
sisa jatuh tempo kontraktual yang
bertujuan untuk pemahaman
terhadap periode arus kas; dan
(b) deskripsi mengenai cara
Perusahaan mengelola risiko
likuiditas;
(3) risiko pasar, antara lain analisis
sensitivitas untuk setiap jenis risiko
pasar dimana entitas terdampak pada
akhir periode pelaporan, yang
menunjukkan dampak perubahan
pada variabel risiko yang relevan pada
tanggal tersebut terhadap laba rugi dan
ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh
Perusahaan.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan
kualitatif dan pengungkapan kuantitatif
untuk setiap jenis risiko yang timbul dari
instrumen keuangan.
36) Khusus Industri Perbankan √
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital
Adequacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio
kecukupan modal pada tanggal
laporan posisi keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan
peraturan Bank Indonesia; dan
(3) Aspek khusus yang mendasari
perhitungan CAR.
b) Posisi Devisa Neto √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa
neto menurut jenis mata uang pada
tanggal laporan posisi keuangan;
(2) Posisi devisa neto maksimum
berdasarkan peraturan Bank
Indonesia;
76
Page 77
(3) Aspek khusus yang mendasari
perhitungan posisi devisa neto.
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas √
Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar
hukum yang melandasi jaminan atas dana
pihak ketiga di bank.
d) Aktivitas Fiduciary √
Yang harus diungkapkan antara lain uraian
masing-masing aktivitas fiduciaryyang
meliputi jasa kustodian, wali amanat,
pengelolaan investasi dan reksadana.
37) Kuasi-Reorganisasi √
Yang harus diungkapkan antara lain uraian
mengenai kegiatan kuasi-reorganisasi yang
meliputi:
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi
dalam laporan posisi keuangan dan jumlah
tersebut disajikan selama tiga tahun
berurutan sejak kuasi-reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan dan
rencana manajemen dan pemegang
saham setelah kuasi-reorganisasi yang
menggambarkan prospek usaha di masa
mendatang;
c) Penyajian laporan posisi keuangan
sebelum, pada saat dan sesudah kuasi-
reorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun
selisih penilaian Aset dan liabilitas sebelum
digunakan untuk mengeliminasi defisit; dan
e) Keterangan tentang tanggal terjadinya
kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba
dalam laporan posisi keuangan untuk
jangka waktu 10 tahun ke depan sejak
kuasi-reorganisasi.
38) Pengelolaan Modal √
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan,
kebijakan, dan proses Perusahaan dalam
mengelola permodalannya, termasuk:
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola
sebagai modal;
(2) sifat persyaratan dan implementasinya
dalam hal Perusahaan diharuskan untuk
memenuhi persyaratan permodalan
yang disyaratkan oleh pihak eksternal;
dan
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya
dalam mengelola permodalannya;
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian
yang dikelola sebagai modal;
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka
b) dari periode sebelumnya;
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap
persyaratan permodalan dari pihak
eksternal (jika ada); dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan
persyaratan permodalan dari pihak
eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan.
77
Page 78
39) Transaksi Nonkas √ CALK No. 34
Yang harus diungkapkan antara lain:
Transaksi pada aktivitas investasi dan
pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak
termasuk dalam laporan arus kas.
Transaksi tersebut antara lain berupa
perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan
saham, dan konversi utang menjadi modal.
40) Pembayaran Berbasis Saham √
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran
berbasis saham baik untuk jangka pendek
ataupun jangka panjang;
b) penjelasan mengenai setiap jenis
perjanjian pembayaran berbasis saham
yang ada pada suatu periode, termasuk
syarat dan ketentuan umum setiap
perjanjian, seperti kondisi vesting, jangka
waktu maksimum atas opsi yang
diberikan, dan metode penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga
eksekusi opsi saham untuk setiap
kelompok opsi saham;
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama
periode, rata-rata tertimbang harga saham
pada tanggal eksekusi atau selama
periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata
tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi
saham yang beredar pada akhir periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan
mengungkapkan paling kurang hal-hal
sebagai berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu
periode, rata-rata tertimbang Nilai
Wajar opsi tersebut pada tanggal
pengukuran dan informasi tentang
bagaimana Nilai Wajar tersebut
diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai
wajar instrumen ekuitas tersebut
pada tanggal pengukuran, dan
informasi tentang pengukuran Nilai
Wajar tersebut untuk instrumen
ekuitas lain yang diberikan selama
suatu periode (yaitu selain opsi
saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis
saham terhadap laba rugi Perusahaan
dalam suatu periode dan terhadap posisi
keuangannya.
78
Page 79
41) Khusus Industri Asuransi: √
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas
Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan;
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas;
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus
dipenuhi;
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai
perusahaan per tanggal pelaporan; dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan
dalam perhitungan solvabilitas.
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program √
Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit
Asuransi Syariah;
b) Jenis Akad Asuransi Syariah;
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan,
Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi
Syariah; dan
d) Zakat.
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis,
jumlah dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi; √
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya; √
c) Rasio keuangan penting; √
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting; √
dan
e) Peristiwa atau keadaan yang √
mempengaruhi kinerja atau kelangsungan
hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan : √
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis
kayu);
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara
seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan iuran
wajib lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang
berhubungan dengan pelaksanaan
penanaman kembali hutan alam (TPTI,
pembinaan dan perlindungan hutan,
penanaman tanah kosong dan usaha
lainnya untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan
pelaksanaan Bina desa hutan dan
biayanya;
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi
anggaran dan penanaman pada periode
berjalan dan akumulasinya; dan
79
Page 80
f) Sehubungan dengan pembangunan
sarana dan prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jalan dan
jembatan serta pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada
periode berjalan dan akumulasinya.
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan CALK No. 35
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima √
informasi setelah periode pelaporan
tentang kondisi yang ada pada akhir
periode pelaporan, maka Perusahaan
memutakhirkan pengungkapan kondisi
tersebut sesuai dengan informasi terkini;
dan
contoh peristiwa setelah periode
pelaporan yang mensyaratkan entitas
untuk menyesuaikan jumlah yang diakui
dalam laporan keuangannya, atau untuk
mengakui peristiwa yang sebelumnya
tidak diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa √
nonpenyesuai yang material setelah
periode pelaporan, maka Perusahaan
mengungkapkan uraian peristiwa,
misalnya:
(1) tanggal terjadinya;
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak keuangan,
atau pernyataan dan alasan bahwa
estimasi tersebut tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi √ CALK No. 2b
Keuangan dan Peraturan yang Terkait
dengan Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan
suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait
dengan aktivitas Perusahaan, yang telah
diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang
harus diungkapkan antara lain:
a) judul SAK dan jenis peraturan baru
tersebut;
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku
efektif atau perubahan kebijakan
akuntansi;
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan
baru tersebut disyaratkan; dan
d) pembahasan mengenai dampak
penerapan awal SAK dan peraturan baru
atas laporan keuangan atau pernyataan
manajemen bahwa dampak tersebut tidak
80
Page 81
dapat diketahui atau diestimasi secara
wajar.
47) Reklasifikasi √
a) Dalam hal Perusahaan mengubah
penyajian atau pengklasifikasian pos-pos
dalam laporan keuangan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan
antara lain:
(1) sifat reklasifikasi;
(2) jumlah masing-masing pos atau
gabungan beberapa pos yang
direklasifikasi; dan
(3) alasan reklasifikasi.
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif
tidak praktis untuk dilakukan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah
tersebut; dan
(2) sifat penyesuaian yang akan
dilakukan jika jumlah tersebut
direklasifikasi.
48) Hibah Pemerintah √
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima,
Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal
sebagai berikut:
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang
diakui dalam laporan keuangan dan indikasi
bentuk lain dari bantuan pemerintah; dan
b) kondisi yang belum terpenuhi dan
kontinjensi lain yang melekat atas bantuan
pemerintah yang telah diakui.
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar √
Akuntansi di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan
yang menyusun laporan keuangan
dengan menggunakan standar akuntansi
selain SAK untuk memenuhi persyaratan
otoritas pasar modal di negara lain atau
dalam rangka penawaran Efek di negara
lain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan
standar akuntansi di negara lain;
(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda
untuk laporan posisi keuangan
beserta penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda
untuk laporan laba rugi
komprehensif beserta
penjelasannya.
81
Page 82
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.