Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 62
Page 1
PT SURYAMAS DUTAMAKMUR Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 JUNI 2023 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
Page 2
Page 3
PT SURYAMAS DUTAMAKMUR Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
ASET
ASET LANCAR
2e,2f,2q,4,2
Kas dan setara kas 7,29 322.602.766.001 313.283.850.490
Piutang usaha - neto - pihak ketiga 2e,5,23,29 16.764.592.040 23.603.320.974
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2e,29 3.651.111.984 3.370.553.478
Persediaan 2g 2.199.918.127 2.310.482.239
2h,2m,6,7,
Aset real estat 8,13 808.308.105.399 792.668.329.162
Uang muka dan beban dibayar di muka 2i,2j 5.174.251.701 4.056.967.816
Pajak dibayar di muka 2r,11 16.671.866.582 16.568.117.435
Aset lancar lainnya 2e,29 887.371.999 993.420.289
TOTAL ASET LANCAR 1.176.259.983.833 1.156.855.041.883
ASET TIDAK LANCAR
2h,2m,6,7,
Aset real estat 8,13 1.955.537.615.225 1.928.627.308.295
2k,2m,7,13,
Aset tetap - neto 14,21,23 250.002.200.895 253.410.149.718
Properti investasi - neto 2l,2m,8,23 49.579.781.222 78.735.918.394
Aset pajak tangguhan 2r,11 4.276.266.924 4.276.266.924
Aset tidak lancar lainnya 2e 224.999.999 1.373.785.622
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 2.259.620.864.265 2.266.423.428.953
TOTAL ASET 3.435.880.848.099 3.423.278.470.836
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan
-1-
Page 4
PT SURYAMAS DUTAMAKMUR Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga 2e,9,29 8.911.921.720 12.415.865.413
Utang lain-lain
- pihak ketiga 2e,10,29 22.152.510.313 26.570.332.493
Utang pajak 2r,11 3.866.903.648 6.533.003.002
Beban akrual 2e 8.537.514.632 7.943.371.222
Uang muka pelanggan 2p,12 277.678.309.242 285.357.221.222
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun :
Utang bank 2e,6,7,13,29 48.004.223.113 32.516.516.194
Utang lembaga keuangan 2e,7,14,29 - 24.456.826
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 369.151.382.669 371.360.766.372
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun :
Utang bank 2e,6,7,13,29 23.119.843.156 31.800.000.000
Jaminan keanggotaan golf 15 9.257.952.531 9.882.358.676
Liabilitas imbalan kerja karyawan 2o,16,23 41.690.195.171 41.690.195.168
Pendapatan bunga ditangguhkan 2s,15 1.613.583.158 2.020.263.525
Penyisihan penggantian peralatan dan perlengkapan hotel 2t 5.814.201.469 7.220.108.693
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 81.495.775.485 92.612.926.062
TOTAL LIABILITAS 450.647.158.154 463.973.692.434
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
Modal saham - nilai nominal Rp 318 per saham
Modal dasar - 6.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh - 4.772.138.237 saham 17 1.517.539.959.366 1.517.539.959.366
Tambahan modal disetor 18 2.248.288.685 2.248.288.685
Uang muka pemesanan saham 3.979.097.469 3.979.097.469
Saldo laba 567.855.008.982 537.421.757.575
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 2.091.622.354.502 2.061.189.103.095
Kepentingan Nonpengendali 2d,19 893.611.335.443 898.115.675.307
TOTAL EKUITAS 2.985.233.689.945 2.959.304.778.402
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.435.880.848.099 3.423.278.470.836
0
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan
-2-
Page 5
PT SURYAMAS DUTAMAKMUR Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2023 2022
Catatan (enam bulan) (enam bulan)
PENJUALAN 2p,20 203.536.647.135 313.884.817.370
BEBAN POKOK PENJUALAN 2p,7,21 (94.233.492.413) (115.631.058.734)
LABA KOTOR 109.303.154.722 198.253.758.636
Beban penjualan 2p,22 (20.142.147.621) (22.494.917.503)
2p,5,7,8,
Beban umum dan administrasi 23 (67.240.417.977) (64.552.254.609)
Beban keuangan (3.043.380.905) (2.330.812.718)
Beban pajak final 2r (3.568.204.988) (6.268.579.840)
Lain-lain - bersih 10.619.908.312 (1.084.043.850)
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 25.928.911.543 101.523.150.116
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Kini 2r,11 - (579.048.492)
Tangguhan - -
LABA PERIODE BERJALAN 25.928.911.543 100.944.101.624
PENGHASILAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi pada periode
berikutnya :
Imbalan kerja 2o,16 - -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF 25.928.911.543 100.944.101.624
Total Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 30.433.251.407 83.423.151.599
Kepentingan Nonpengendali 2d (4.504.339.864) 17.520.950.025
Total 25.928.911.543 100.944.101.624
Total Laba Komprehensif yang Dapat Diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 30.433.251.407 83.423.151.599
Kepentingan Nonpengendali 2d (4.504.339.864) 17.520.950.025
Total 25.928.911.543 100.944.101.624
Laba Bersih per Saham yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 6,36 17,44
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan
-3-
Page 6
PT SURYAMAS DUTAMAKMUR Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Tambahan Uang Muka
Modal Pemesahan Kepentingan
Modal Saham Disetor Saham Saldo Laba Jumlah Nonpengendali Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2022 1.517.539.959.366 2.248.288.685 3.979.097.469 374.401.413.018 1.898.168.758.538 881.347.707.143 2.779.516.465.681
Total laba (rugi) periode berjalan - - - 83.423.151.599 83.423.151.599 17.520.950.025 100.944.101.624
Saldo per 30 Juni 2022 1.517.539.959.366 2.248.288.685 3.979.097.469 457.824.564.617 1.981.591.910.137 898.868.657.168 2.880.460.567.305
Saldo per 1 Januari 2023 1.517.539.959.366 2.248.288.685 3.979.097.469 537.421.757.575 2.061.189.103.095 898.115.675.307 2.959.304.778.402
Total laba (rugi) periode berjalan - - - 30.433.251.407 30.433.251.407 (4.504.339.864) 25.928.911.543
Saldo per 30 Maret 2023 1.517.539.959.366 2.248.288.685 3.979.097.469 567.855.008.982 2.091.622.354.502 893.611.335.443 2.985.233.689.945
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
-4-
Page 7
PT SURYAMAS DUTAMAKMUR Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2023 2022
(enam bulan) (enam bulan)
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 231.380.758.795 288.447.255.317
Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, dan lainnya (213.283.888.851) (236.311.837.008)
Pembayaran pajak penghasilan dan tagihan pajak (6.389.945.935) (14.022.975.761)
Penerimaan bunga 7.921.727.699 1.644.818.235
Pembayaran beban keuangan (1.853.538.296) (2.136.686.288)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 17.775.113.413 37.620.574.496
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (2.686.747.262) (1.053.236.483)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (2.686.747.262) (1.053.236.483)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (Pembayaran) utang bank (5.769.450.640) 4.580.688.272
Pembayaran utang lembaga keuangan - (132.851.686)
Arus Kas Bersih yang Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan (5.769.450.640) 4.447.836.586
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 9.318.915.510 41.015.174.599
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 313.283.850.490 234.212.374.279
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 322.602.766.000 275.227.548.878
54.922.283.105
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan
-5-
Page 8
PT SURYAMAS DUTAMAKMUR Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2023 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Suryamas Dutamakmur Tbk (Entitas Induk) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 322,
tanggal 21 September 1989 dari Benny Kristianto, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian
tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. C2-5896.HT.01.01.Th.90, tanggal 9 Oktober 1990, serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 98, tanggal 7 Desember 1990, Tambahan No.
4968.
Anggaran Dasar Entitas Induk telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 5, tanggal 4 Januari 2023 dari Arry Supratno, S.H., Notaris di
Jakarta, mengenai perubahan Anggaran Dasar Terkait Kepengurusan Perseroan dan
perubahan Anggaran Dasar dengan menyesuaikan Pasal 3 Tentang Maksud dan Tujuan
Serta Kegiatan Usaha.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan usaha Entitas Induk meliputi
bidang perdagangan umum, real estat dan bangunan pada umumnya, antara lain
sebagai developer, pemborong, perencana, penyelenggara pelaksana pembuatan gedung,
rumah, jalan, jembatan, landasan dan instalatir. Entitas Induk mulai beroperasi komersial
pada tahun 1993.
Entitas Induk saat ini berusaha di bidang real estat berupa penjualan tanah serta tanah dan
rumah tinggal, pengoperasian lapangan golf, country club, hotel dan fasilitas resort lainnya di
daerah Rancamaya, Bogor, Jawa Barat.
Entitas Induk berdomisili di Rancamaya, Bogor, Jawa Barat. Kantor pusat Entitas Induk
beralamat di Sudirman Plaza Business Complex, Plaza Marein Lantai 16, Jalan Jenderal
Sudirman Kavling 76-78, Jakarta.
Entitas Induk langsung dan utama atas Entitas Induk adalah Top Global Limited, yang
didirikan dan berdomisili di Singapura.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Entitas Induk pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Ramelan
Komisaris : Wing Indrasmoro
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Henny Kusuma Hendrawan
Direktur : Ratna Juwanita Haliman
Aprina Supriani
Henry Zen Halim
Manajemen kunci adalah direksi dan dewan komisaris Entitas Induk. Ruang lingkup Direktur
Utama mencakup bidang hukum, sumber daya manusia, pemasaran dan operasional, dan
ruang lingkup Direktur Keuangan (Independen) mencakup bidang keuangan dan akuntansi.
- 6 -
Page 9
Susunan komite audit Entitas Induk pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua : Ramelan
Anggota : Amin Anwar
Anggota : Soegi Harto
Pada tanggal 30 Juni 2023, Sekretaris Entitas Induk dan entitas anaknya (“Group”) adalah
Ratna Juwanita Haliman.
Pada tanggal 30 Juni 2023, Kepala Internal Audit Grup adalah Ramelan.
Jumlah karyawan tetap Entitas Induk dan Entitas Anak adalah 282 orang pada 30 Juni 2023
dan 331 orang pada 31 Desember 2022 (tidak diaudit).
b. Penawaran saham umum Entitas Induk dan aksi korporasi lainnya
Pada tanggal 18 September 1995, Entitas Induk telah memperoleh Surat Pemberitahuan
Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
(BAPEPAM) No. S-1190/PM/1995 untuk melaksanakan penawaran umum saham kepada
masyarakat sebanyak 80.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham, dengan
harga penawaran sebesar Rp850 per saham. Entitas Induk telah mencatatkan seluruh
sahamnya (Entity listing) pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES)
pada tanggal 12 Oktober 1995.
Pada tanggal 29 Nopember 1996, Entitas Induk memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
BAPEPAM dengan suratnya No. S-1947/PM/1996 untuk melakukan Penawaran Umum
Terbatas Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 451.925.000 saham dengan
harga penawaran sebesar nilai nominal Rp500 per saham. Saham-saham tersebut
dicatatkan pada BEJ dan BES pada tanggal 19 Desember 1996.
Pada tanggal 21 Mei 1997, Entitas Induk memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
BAPEPAM dengan suratnya No. S-1009/PM/1997 untuk melakukan penawaran obligasi
kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp300.000.000 pada tingkat bunga tetap
atau tetap dan mengambang. Obligasi tersebut telah dicatatkan pada BES pada tanggal 11
Juni 1997.
Pada tanggal 30 November 2007, BES bergabung ke BEJ dan selanjutnya BEJ berganti
nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mulai menjalankan fungsi bursa efek pada
tanggal 1 Desember 2007. Selanjutnya dengan hal tersebut, saham Entitas Induk tercatat di
BEI sejak tanggal 1 Desember 2007.
Berdasarkan notulen Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 27 Oktober 2011, yang telah
diaktakan dengan Akta Notaris Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi, S.H., No. 90,
tanggal 27 Oktober 2011, Notaris di Jakarta, pemegang saham Entitas Induk telah
menyetujui pelaksanaan kuasi reorganisasi Entitas Induk dan entitas anaknya. Berkaitan
dengan pelaksanaan kuasi reorganisasi tersebut, para pemegang saham Entitas Induk
menyetujui perubahan Anggaran Dasar sebagai berikut:
- Penurunan nilai nominal saham Entitas Induk dari sebesar Rp500 untuk 1 saham menjadi
sebesar Rp318 untuk 1 saham.
- Penurunan modal dasar dari Rp2.350.000.000.000 menjadi Rp1.494.600.000.000.
Penurunan modal dasar tidak mengubah jumlah lembar saham modal dasar yaitu
sebanyak 4.700.000.000. Penurunan terjadi karena penurunan nilai nominal saham.
- Penurunan modal ditempatkan dan disetor penuh Entitas Induk dari Rp2.003.391.915.500
menjadi Rp1.274.157.258.258 Penurunan tersebut terjadi karena modal ditempatkan dan
disetor sebesar Rp729.234.657.242 telah digunakan untuk mengeliminasi saldo defisit
- 7 -
Page 10
dalam rangka kuasi reorganisasi. Penurunan ini tidak mempengaruhi jumlah lembar saham
yaitu tetap sebanyak 4.006.783.831 saham.
Akta tersebut telah disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-64305.A.H.01.02.Tahun 2011, tanggal
28 Desember 2011 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 6594,
tanggal 19 Februari 2013, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.15.
Berdasarkan Akta Notaris Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi, S.H., Notaris di
Jakarta, No. 127, tanggal 28 Juni 2013, Entitas Induk meningkatkan modal dasar dari
Rp1.494.600.000.000 yang terbagi atas 4.700.000.000 lembar saham menjadi
Rp1.908.000.000.000 yang terbagi atas 6.000.000.000 lembar saham.
Akta tersebut telah disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-47984.AH.01.02.Tahun 2013, tanggal
12 September 2013 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 121307,
tanggal 27 September 2013, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 78.
Berdasarkan Akta Notaris Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi, S.H., Notaris di
Jakarta, No. 113, tanggal 30 September 2013, yang telah diterima dan dicatat dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
tanggal 4 Desember 2013, No. AHU-AH.01.10-52322.Tahun 2013, Entitas Induk
meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp1.274.157.258.258 yang terbagi
atas 4.006.783.831 lembar saham menjadi Rp1.517.539.959.366 yang terbagi atas
4.772.138.237 lembar saham.
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh berasal dari pelaksanaan konversi
medium term note Tranche B kepada Far East Holding Ltd sebesar Rp243.382.701.108.
Konversi dilakukan dengan menerbitkan 765.354.406 lembar saham baru dengan nilai
nominal Rp318 per lembar saham.
Pada tanggal 30 Juni 2023, seluruh saham Entitas Induk sejumlah 4.772.138.237 saham
telah dicatatkan pada BEI.
c. Struktur Grup
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, struktur Grup adalah sebagai berikut :
Mulai Persentase Total aset
Bidang
Entitas Anak Domisili Beroperasi Kepemilikan efektif (Sebelum Eliminasi)
bisnis
Komersial 2023 2022 2023 2022
Investasi
PT Centranusa Majupermai
Jakarta 1997 dan real 100,00% 100,00% 811.653.479.063 816.491.840.703
(CNMP) (1)
estat
Real
PT Tajur Surya Abadi (TSA) (1) Jakarta 2012 67,00% 67,00% 294.898.917.775 289.953.331.503
estat
Belum
PT Inti Sarana Papan (ISP) (1) Jakarta Real estat 100,00% 100,00% 18.238.724.173 18.284.896.453
beroperasi
PT Saptakreasi Indah (SKI) (1) Jakarta 1994 Hotel 100,00% 100,00% 9.067.326.840 9.070.527.950
PT Multiraya Sinarindo (MS) (1) Jakarta 2004 Real estat 100,00% 100,00% 2.055.465.438 2.189.434.634
PT Rancamaya Asri Golf and Belum
Jakarta Golf 100,00% 100,00% 1.723.291 2.189.531
Country (RAGC) (1) beroperasi
PT Permainusa Megacitra (PM) Belum
Jakarta Hotel 100,00% 100,00% 7.974.311 8.274.311
(1) beroperasi
Belum
PT Puri Surya Abadi (PSA) (2) Jakarta Real estat 67,00% 67,00% 28.441.978.939 28.818.191.965
beroperasi
PT Dwigunatama Rintisprima
Jakarta 1994 Real estat 50,00% 50,00% 1.725.263.803.096 1.714.480.593.354
(DRP) (3)
PT Dwikarya Langgengsukses
Jakarta 2009 Real estat 50,00% 50,00% 508.442.764.330 521.249.040.618
(DLS) (4)
PT Kharisma Buana Mandiri
Jakarta 2011 Jasa 50,00% 50,00% 4.154.989.339 4.487.148.712
(KBM) (5)
PT Rancamaya Indah Hotel Belum
Jakarta Hotel 100,00% 100,00% 25.683.428 26.149.669
(RIH) (6) beroperasi
- 8 -
Page 11
*Entitas anak yang dimiliki
secara langsung oleh
1. Entitas Induk
2. TSA
3. CNMP
4. DRP
5. DLS
6. SKI
PT Centranusa Majupermai (CNMP)
Berdasarkan Akta Nurlisa Uke Desy, S.H., M.kn., No. 46 tanggal 31 Desember 2015, Entitas
Induk menempatkan investasi pada CNMP sebesar Rp704.875.000.000 atau 98,95% dari
saham yang dikeluarkan oleh CNMP.
Berdasarkan Akta Notaris Nurlisa Uke Desy S.H., M.Kn., No. 214, tanggal 19 Desember
2017, Entitas Induk menambah penempatan investasi ke CNMP, entitas anak, sebesar
Rp4.060.000.000, sehingga kepemilikan Entitas Induk pada CNMP adalah sebesar 98,95%
dari saham yang dikeluarkan oleh CNMP atau sebesar Rp708.935.000.000.
CNMP adalah entitas induk dari DRP, developer proyek “Harvest City”, yang berlokasi di
Cibubur.
PT Tajur Surya Abadi (TSA)
Berdasarkan Akta Notaris Soeleman Odang, S.H., No. 7, tanggal 24 Juli 2015, Entitas
Induk menempatkan investasi sebesar Rp43.550.000.000 ke TSA, entitas anak, atau
sebesar 67% dari saham yang dikeluarkan oleh TSA.
Berdasarkan Akta Notaris Lanawaty Darmadi, S.H., M.M., M.kn., No. 16, tanggal 9 Desember
2016, Entitas Induk menambah penempatan investasi ke TSA, entitas anak, sebesar
Rp10.050.000.000 dengan persentase kepemilikan yang sama, sehingga kepemilikan Entitas
Induk pada TSA adalah sebesar 67% dari saham yang dikeluarkan oleh TSA atau sebesar
Rp53.600.000.000.
TSA adalah entitas yang bergerak dalam bidang pembangunan rumah. Saat ini, TSA
memiliki proyek perumahan “Royal Tajur” dan memiliki proyek apartement “Royal Height”
yang berlokasi di Tajur, Bogor, dimana di lokasi ini akan berdiri sekitar 796 rumah dan 159
unit apartemen.
PT Inti Sarana Papan (ISP)
Berdasarkan Akta Notaris Nanny Wiana Setiawan, S.H., No. 10, tanggal 8 Agustus 2008,
Entitas Induk menempatkan investasi sebesar Rp18.350.000.000 ke ISP, entitas anak, atau
sebesar 99,99% dari saham yang dikeluarkan oleh ISP.
Berdasarkan Akta Notaris Lanawaty Darmadi S.H., M.M, M.Kn., No. 21, tanggal 26
November 2018, Entitas Induk menarik investasi ke ISP, entitas anak sebesar
Rp500.000.000, sehingga kepemilikan Entitas Induk pada ISP sebesar 99,99% dari saham
yang dikeluarkan oleh ISP atau sebesar Rp17.850.000.000.
ISP adalah entitas yang bergerak dalam bidang pembangunan real estat di Rancamaya,
Jawa Barat. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023, ISP belum memulai kegiatan operasi
komersialnya.
PT Saptakreasi Indah (SKI)
Berdasarkan Akta Notaris Nanny Wiana Setiawan, S.H., No. 6, tanggal 8 Agustus 2008,
Entitas Induk menempatkan investasi sebesar Rp8.356.000.000 ke SKI, entitas anak, atau
sebesar 99,99% dari saham yang dikeluarkan oleh SKI.
- 9 -
Page 12
SKI adalah entitas induk dari RIH. SKI direncanakan bergerak dalam bidang pembangunan
hotel. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023, SKI belum memulai kegiatan operasi
komersialnya.
PT Multiraya Sinarindo (MS)
Berdasarkan Akta Notaris Soeleman Odang, S.H., No. 5, tanggal 27 Agustus 2015, Entitas
Induk menempatkan investasi sebesar Rp18.989.000.000 ke MS, entitas anak, atau sebesar
99,94% dari saham yang dikeluarkan oleh MS.
Berdasarkan Akta Notaris Nurlisa Uke Desi, S.H., M.Kn, No. 124, tanggal 22 September
2016, Entitas Induk menambah penempatan investasi ke MS, entitas anak, sebesar
Rp12.500.000.000 dengan persentase kepemilikan yang sama, sehingga kepemilikan Entitas
Induk pada MS adalah sebesar 99,97% dari saham yang dikeluarkan oleh MS atau sebesar
Rp31.489.000.000.
Berdasarkan Akta Notaris Lanawaty Darmadi S.H, M.M, M.Kn, No. 12, tanggal 21 Agustus
2018, Entitas Induk menarik investasi ke MS, entitas anak, sebesar Rp18.515.000.000,
sehingga kepemilikan Entitas Induk pada MS adalah sebesar 99,92% dari saham yang
dikeluarkan oleh MS atau sebesar Rp12.974.000.000.
MS adalah entitas yang bergerak dalam bidang pembangunan real estat di Cibubur, Jawa
Barat. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023, MS sudah tidak beroperasi secara komersial.
Saat ini, MS sedang dalam proses pencarian tanah yang belum dikembangkan.
PT Rancamaya Asri Golf and Country (RAGC)
Berdasarkan Akta Notaris Nanny Wiana Setiawan, S.H., No. 19, tanggal 11 Agustus 2008,
Entitas Induk menempatkan investasi sebesar Rp249.000.000 ke RIH, entitas anak, atau
sebesar 99,60% dari saham yang dikeluarkan oleh RAGC.
RAGC adalah entitas yang direncanakan bergerak dalam bidang perencana, penyelenggara
dan pelaksana pembuatan lapangan golf di Rancamaya, Jawa Barat. Sampai dengan
tanggal 30 Juni 2023, RAGC belum memulai kegiatan operasi komersialnya.
PT Permainusa Megacitra (PM)
Berdasarkan Akta Notaris Soeleman Odang, S.H., No. 47, tanggal 26 Juni 2012, Entitas
Induk melakukan divestasi sebesar Rp1.099.000.000 ke PM, entitas anak, atau sebesar
99,91% dari saham yang dikeluarkan oleh PM.
PM adalah entitas yang direncanakan bergerak dalam bidang pembangunan real estat.
Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023, PM belum memulai operasi komersialnya.
PT Puri Surya Abadi (PSA)
Berdasarkan Akta Notaris Soeleman Odang, S.H., No. 2, tanggal 14 Agustus 2015, Entitas
Induk menempatkan investasi sebesar Rp11.000.000 ke PSA, entitas anak, atau sebesar
0,04% dari saham yang dikeluarkan oleh PSA.
PSA adalah entitas yang bergerak dalam bidang pembangunan rumah. Saat ini, PSA sedang
dalam tahap pengembangan, dan memiliki tanah untuk pengembangan dengan luas
78.016m2. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023, PSA belum memulai kegiatan operasi
komersialnya.
- 10 -
Page 13
PT Dwigunatama Rintisprima (DRP)
Berdasarkan Akta Nurlisa Uke Desy, S.H., M.kn., No. 47 tanggal 31 Desember 2015, CNMP
menempatkan investasi pada DRP sebesar Rp654.618.000.000 atau 50% dari saham yang
dikeluarkan oleh DRP.
Berdasarkan Akta Notaris Nurlisa Uke Desi, S.H., M.Kn, No. 353, tanggal 29 Desember
2017, CNMP menambah penempatan investasi ke DRP, entitas anak, sebesar
Rp5.000.000.000 dengan persentase kepemilikan yang sama, sehingga kepemilikan CNMP
pada DRP adalah sebesar 50% dari saham yang dikeluarkan oleh DRP atau sebesar
Rp659.618.000.000.
DRP adalah entitas yang bergerak dalam bidang pembangunan real estat. Saat ini, DRP
memiliki proyek perumahaan “Harvest City”, yang terdiri dari 20 Cluster dengan estimasi
rumah yang dibangun sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 sebanyak 6.810 unit perumahan.
Proyek DRP berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.
PT Dwikarya Langgengsukses (DLS)
Berdasarkan Akta Nurlisa Uke Desy, S.H., No. 44 tanggal 31 Desember 2015, DRP
menempatkan investasi pada DLS sebesar Rp499.000.000 atau 99,99% dari saham yang
dikeluarkan oleh DLS.
Berdasarkan Akta Notaris Nurlisa Uke Desy, S.H., M.kn., No. 255, tanggal
27 Desember 2016, DRP menambah penempatan investasi ke DLS, entitas anak, sebesar
Rp10.000.000.000 dengan persentase kepemilikan yang sama, sehingga kepemilikan DRP
pada DLS adalah sebesar 99,99% dari saham yang dikeluarkan oleh DLS atau sebesar
Rp509.999.000.000.
Berdasarkan Akta Notaris Nurlisa Uke Desy, S.H., M.kn., No. 215, tanggal
19 Desember 2017, DRP menambah penempatan investasi ke DLS, entitas anak, sebesar
Rp5.000.000.000 dengan persentase kepemilikan yang sama, sehingga kepemilikan DRP
pada DLS adalah sebesar 99,99% dari saham yang dikeluarkan oleh DLS atau sebesar
Rp514.999.000.000.
Berdasarkan Akta Notaris No. 283 dari Nurlisa Uke Desy, S.H., M.kn., tanggal 21 Desember
2018, Entitas Induk mengkonversi piutang dari DLS, dengan menambah penempatan
investasi ke DLS sebesar Rp4.500.000.000 sehingga kepemilikan DRP pada DLS adalah
sebesar 99,99% dari saham yang dikeluarkan oleh DLS atau sebesar Rp519.499.000.000.
Berdasarkan Akta Notaris No. 382 Nurlisa dari Uke Desy, S.H., M.kn., tanggal 23 Desember
2019, DLS mengkonversi utang kepada DRP menjadi modal saham sebesar
Rp7.000.00.000, sehingga kepemilkan DRP pada DLS adalah sebesar 99,99% dari saham
yang dikeluarkan oleh DLS atau sebesar Rp526.499.000.000.
DLS adalah entitas yang bergerak dalam bidang pembangunan real estat. Saat ini, DLS
memiliki proyek perumahan “Harvest City”, yang terdiri dari 7 Cluster dengan estimasi rumah
yang dibangun sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 sebanyak 1.909 unit perumahan.
Proyek DLS berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat.
PT Kharisma Buana Mandiri (KBM)
Berdasarkan Akta Soeleman Odang, S.H., No. 7 tanggal 23 Juli 2010, DLS menempatkan
investasi pada KBM sebesar Rp1.249.000.000 atau 99,99% dari saham yang dikeluarkan
oleh KBM.
Berdasarkan Akta Notaris Nurlisa Uke Desy, S.H., M.kn., No. 45, tanggal 31 Desember 2015,
DLS menambah penempatan investasi ke KBM, entitas anak, sebesar Rp13.750.000.000
dengan persentase kepemilikan yang sama, sehingga kepemilikan DLS pada KBM adalah
sebesar 99,99% dari saham yang dikeluarkan oleh KBM atau sebesar Rp14.999.000.000.
- 11 -
Page 14
Berdasarkan Akta Notaris No. 1 dari Diana Roselina S.H., M.kn., tanggal 29 Desember 2021,
DLS menambah penempatan investasi ke KBM, sebesar Rp1.700.000.000, sehingga
kepemilikan DLS pada KBM adalah sebesar 99,99% dari saham yang dikeluarkan oleh KBM
atau sebesar Rp16.699.000.000.
KBM adalah entitas yang bergerak dalam bidang pengoperasian Water Joy Waterpark di
Harvest City.
PT Rancamaya Indah Hotel (RIH)
Berdasarkan Akta Notaris Nanny Wiana Setiawan, S.H., No. 15, tanggal 8 Agustus 2008, SKI
menempatkan investasi sebesar Rp245.000.000 ke RIH, entitas anak, atau sebesar 98% dari
saham yang dikeluarkan oleh RIH.
RIH adalah entitas yang direncanakan bergerak dalam bidang pembangunan real estat di
Rancamaya, Jawa Barat. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023, RIH belum memulai
kegiatan operasi komersialnya.
d. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Entitas Induk bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan
konsolidasian ini, yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan oleh manajemen
Entitas Induk pada tanggal 27 Juli 2023.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian PT Suryamas Dutamakmur Tbk dan Entitas Anaknya
disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK), yang mencakup
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK-IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di
bawah pengawasannya.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021,
kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam
catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah
direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2022.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun
berdasarkan dasar akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa
akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Grup.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Grup, karena sifat
dan jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara
terpisah.
- 12 -
Page 15
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga
mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan
kebijakan akuntansi Grup. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan
yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan
terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
b. Amendemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/ penyesuaian PSAK
yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2022. Penerapan atas PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas
kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang
dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.
- PSAK 73 (Amendemen), “Sewa”: Konsensi sewa terkait Covid-19 setelah 30 Juni 2021
Amendemen tersebut memperpanjang kebijakan praktis konsesi sewa terkait
Covid-19 dimana segala bentuk pengurangan pembayaran sewa hanya memengaruhi
pembayaran sewa pada atau sebelum tanggal 30 Juni 2022.
- PSAK 22 (Amendemen), “Kombinasi Bisnis”: Referensi ke Kerangka Konseptual
Amendemen PSAK 22 ini mengklarifikasi interaksi antara PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30
dan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan tanpa mengubah persyaratan akuntansi
untuk kombinasi bisnis.
• PSAK 57 (Amendemen), “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”: Kontrak
Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak
Amendemen ini mengklarifikasi biaya untuk memenuhi suatu kontrak dalam kaitannya
dalam menentukan apakah suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan.
Amendemen PSAK 57 mengatur bahwa biaya untuk memenuhi kontrak terdiri dari biaya
yang berhubungan langsung dengan kontrak. Biaya yang berhubungan langsung dengan
kontrak terdiri dari biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut (misalnya tenaga
kerja langsung atau material) dan alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk
memenuhi kontrak (misalnya alokasi biaya penyusutan atas aset tetap yang digunakan
dalam memenuhi kontrak tersebut).
• PSAK 71 (Penyesuaian Tahunan 2020), “Instrumen Keuangan”
PSAK 71 (Penyesuaian 2020) mengklarifikasi fee (imbalan) yang diakui oleh peminjam
terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan. Dalam menentukan fee (imbalan)
yang dibayarkan setelah dikurangi fee (imbalan) yang diterima, peminjam hanya
memasukkan fee (imbalan) yang dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi
pinjaman, termasuk fee (imbalan) yang dibayar atau diterima baik peminjam atau
pemberi pinjaman atas nama pihak lain.
• PSAK 73 (Penyesuaian Tahunan 2020), “Sewa”
PSAK 73 (Penyesuaian Tahunan 2020) menghilangkan dari contoh ilustrasi penggantian
biaya properti sewaan dari pesewa untuk mengatasi potensi kebingungan terkait
perlakuan insentif sewa yang mungkin timbul karena bagaimana insentif sewa
diilustrasikan dalam contoh tersebut.
- 13 -
Page 16
c. Standar dan Amendemen Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar, interpretasi dan
amendemen-amendemen atas PSAK yang relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun
belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah sebagai berikut:
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023
• PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Klasifikasi Liabilitas sebagai
Jangka Pendek atau Jangka Panjang
Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan” mengklarifikasi bahwa kewajiban
diklasifikasikan sebagai lancar atau tidak lancar, berdasarkan pada hak yang ada pada
akhir periode pelaporan. Klasifikasi tidak terpengaruh oleh ekspektasi entitas atau
peristiwa setelah tanggal pelaporan (misalnya penerimaan waiver atau pelanggaran
perjanjian). Amendemen tersebut juga mengklarifikasi apa yang dimaksud PSAK 1
perihal 'penyelesaian' liabilitas.
Amendemen tersebut dapat memengaruhi klasifikasi liabilitas, terutama untuk entitas
yang sebelumnya mempertimbangkan intensi manajemen untuk menentukan klasifikasi
dan untuk beberapa liabilitas yang dapat dikonversi menjadi ekuitas.
• PSAK 16 (Amendemen), “Aset Tetap”: Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan
Amendemen tersebut melarang entitas untuk mengurangi biaya perolehan aset tetap dari
penerimaan dari penjualan yang dihasilkan oleh aset tetap sebelum penggunaan yang
diintensikan. Penerimaan atas penjualan memenuhi definisi pendapatan dan oleh karena
itu harus diakui dalam laba rugi.
• PSAK 25 (Amendemen), “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
Kesalahan”: Definisi Estimasi Akuntansi
Amendemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi
perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan
koreksi kesalahan. Amendemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas
menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi.
• PSAK 1 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi
Amendemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan
pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amendemen
tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan
akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan
kebijakan akuntansi 'signifikan entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan
kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana
entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang
pengungkapan kebijakan akuntansi.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan
standar, amendemen dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian
tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen.
d. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
berdasarkan klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
- 14 -
Page 17
ii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas
kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu
liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan sebagi jangka pendek bila::
i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12
bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
e. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan konsolidasian Entitas Induk dan
entitas-entitas yang dikendalikan secara langsung ataupun tidak langsung oleh Entitas Induk.
Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan
Entitas Induk. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan
konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Grup, kecuali dinyatakan lain.
Entitas-entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Entitas
Induk memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Entitas Induk kehilangan
pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika perusahaan memiliki secara langsung atau
tidak langsung melalui entitas-entitas anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas.
Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal
berikut ini:
a. Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada memberikan kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan investee).
b. Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee.
c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
jumlah imbal hasil investor.
Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan
semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas
investee tersebut:
a. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara yang lain.
b. Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain.
c. Hak suara dan hak suara potensial Grup.
Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak
dan berhenti ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas,
penghasilan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode
termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari
tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan
pengendalian atas entitas anak.
Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada
pemegang saham entitas induk Grup dan pada kepentingan nonpengendali (“KNP”),
walaupun hasil di KNP mempunyai saldo defisit.
- 15 -
Page 18
Transaksi antar perusahaan, saldo dan keuntungan serta kerugian yang belum direalisasi
dari transaksi antar Grup dieliminasi. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban
dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Grup juga akan dieliminasi secara
penuh dalam proses konsolidasi. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan
keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya sesuai dengan kebijakan akuntansi
Grup.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian merupakan
transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi
atas nilai tercatat aset neto Entitas Anak dicatat pada ekuitas. Keuntungan atau kerugian
pelepasan kepentingan nonpengendali juga dicatat pada ekuitas.
Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai
transaksi ekuitas. Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
a. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila
ada;
d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai
laba rugi; dan
g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui
sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi
persyaratan jika Grup akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari entitas anak yang tidak
dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Entitas Induk, yang
masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari
bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk.
f. Instrumen Keuangan
Grup mengklasifikasikan instrument keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas
keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan
pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
Klasifikasi
i. Aset Keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i)
biaya perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), dan (iii). nilai wajar
melalui PKL (“FVTOCI”)
Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu
meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang.
Grup mengklasifikasikan instrumen utang pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
- 16 -
Page 19
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu
meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI, aset
keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari
jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai solely payment of principal and interest
(SPPI) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup
mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah
arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau
keduanya.
Pada saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
menyajikan instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai
asset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan sebagai diukur pada niali wajar melalui laba
rugi.
Saat pengakuan awal Grup dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk
mengukur aset yang memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi
atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba rugi,
apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi
pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”.
Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset
lancar lainnya yang diklasifikasikan sebagai aset yang diukur dengan biaya diamortisasi,
serta aset tidak lancar lainnya yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur pada
FVTOCI.
ii. Liabilitas Keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas
keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”) atau (ii) liabilitas keuangan
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain,
liabilitas imbalan kerja jangka pendek, beban akrual, utang bank jangka panjang, dan utang
lembaga keuangan yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan diukur pada FVTPL.
Pengakuan dan Pengukuran
i. Aset Keuangan
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan
atau saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur
aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada
FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga transaksi
seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun
waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian
- 17 -
Page 20
yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk
membeli atau menjual aset tersebut.
Pengukuran aset keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
• Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Grup.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal
diukur menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan merupakan subjek
penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan
pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Perhitungan tersebut
mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya
transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga
efektif.
• Aset keuangan diukur FVTOCI dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian
kumulatif (instrumen utang)
Untuk instrumen utang yang diukur pada FVTOCI, pendapatan bunga, keuntungan
atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan
dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada Penghasilan
Komprehensif Lain (PKL). Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya,
keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam PKL
direklasifikasi ke laba rugi.
• Aset keuangan diukur pada FVTOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan
kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrument ekuitas)
Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan
untuk menyajikan dalam FVTOCI perubahan nilai wajar investasi dalam instrumen
ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 71 dan yang bukan merupakan
instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan pada level
instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak
direklasifikasikan ke laba rugi. Dividen diakui sebagai penghasilan lainnya pada laba
rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali dividen
secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi, di mana keuntungan
tersebut dicatat dalam penghasilan komprehensif lainnya. Instrumen ekuitas yang
diukur pada FVTOCI tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai.
ii. Liabilitas Keuangan
Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut,
yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual
mengharuskan Grup untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang
instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas
atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.
Seluruh liabilitas keuangan Grup diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan pada biaya
perolehan diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai
FVTPL. Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian hingga liabilitas
dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan metode suku bunga
efektif. Biaya perolehan dimortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau
premi pada perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga
- 18 -
Page 21
efektif. Amortisasi metode suku bunga efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan
laba rugi. Kategori ini umumnya berlaku untuk pinjaman berbunga dan pinjaman lainnya.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya
perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya
bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara
tepat mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan
bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan
umur liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk
memperoleh nilai tercatat bersih pada saat pengakuan awal.
Saling Hapus atas Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan
liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan
dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
bersamaan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk seluruh
instrumen utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan
pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus
kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif
awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan
agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari
persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak
mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan
kerugian dilakukan sejumlah ECL 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan
yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur
ECL).
Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan
pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Grup tidak
menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian
berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup membentuk
matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan
perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan
lingkungan ekonomi.
Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak
lebih dari 1 tahun. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk
memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah
sepenuhnya dilakukan penyisihan.
.
- 19 -
Page 22
Penghentian Pengakuan
i. Aset keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
b. Grup mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa
penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan
dan (i) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah
mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Grup telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass through arrangement), dan secara
substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset
keuangan, maupun mentransfer pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh
keterlibatan berkelanjutan Grup terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer
diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari
pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas terkait
diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Grup.
Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih
antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset baru
yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus ditanggung; dan (ii) setiap
keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung dalam penghasilan
komprehensif lain harus diakui pada laporan laba rugi.
ii. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang
sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau
modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan
liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui
sebagai laba rugi.
g. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian terdiri atas kas di tangan,
kas di bank, dan deposito jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau
kurang pada saat penempatan yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dalam jumlah
yang dapat ditentukan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi untuk digunakan,
dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan.
- 20 -
Page 23
h. Persediaan
Persediaan diakui sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi
dengan estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan
penjualan.
Akun ini terutama terdiri dari pakaian golf, tas golf dan sepatu golf.
i. Aset Real Estat
Aset real estat yang meliputi tanah dan bangunan yang siap dijual, bangunan yang sedang
dikonstruksi, tanah yang sedang dikembangkan dan tanah yang belum dikembangkan
dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah.
Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya praperolehan dan
perolehan tanah ditambah biaya pinjaman (beban bunga dan selisih kurs) yang berkenaan
dengan perolehan tanah, dan akan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada
saat pematangan tanah dimulai.
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang
belum dikembangkan ditambah dengan biaya langsung maupun tidak langsung yang dapat
diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat, termasuk biaya pinjaman (beban
bunga dan selisih kurs). Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke tanah dan
bangunan yang siap dijual bila tanah tersebut siap dijual dengan menggunakan metode luas
areal.
Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan sebagai jalan dan prasarana
atau area yang tidak dijual lainnya, dialokasi ke proyek berdasarkan luas area yang dapat
dijual.
Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya konstruksi dan akan
dipindahkan ke aset bangunan pada saat selesai dibangun dan siap dijual dengan
menggunakan metode identifikasi khusus. Akun ini akan dipindahkan menjadi tanah dan
bangunan siap dijual pada saat selesai dikonstruksi.
Kapitalisasi biaya pinjaman (beban bunga dan selisih kurs) berkenaan dengan pinjaman
yang diterima untuk perolehan dan pengembangan aset real estat akan dihentikan pada saat
aset tersebut secara substansial siap untuk digunakan sesuai tujuannya atau apabila
kegiatan konstruksi bangunan tertunda cukup lama.
j. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Grup jika orang
tersebut:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
(iii) personil manajemen kunci Grup atau entitas induk Grup.
b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) entitas dan Grup adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas
lainnya).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
- 21 -
Page 24
(iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga.
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
Grup atau entitas yang terkait dengan Grup.
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf a).
(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a) i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(viii) entitas atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada
entitas induk dari Grup.
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan
kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada
laporan keuangan konsolidasian.
k. Beban dibayar di muka
Beban dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing Beban dengan
menggunakan metode garis lurus.
l. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi
penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya
tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang
signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai
suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan
pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada
saat terjadinya.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
Tahun
Lapangan golf 14 - 20
Bangunan dan club house 15 – 20
Kendaraan 4
Perabotan dan peralatan kantor 4–8
Peralatan golf dan country club 4-8
Perabotan dan peralatan hotel 4
Tanah dinyatakan berdasarkan harga perolehan dan tidak disusutkan. Biaya pengurusan
legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas
tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau
umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
Setelah penerapan PSAK 73, Grup menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing
jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah
tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi
ekonomik yang mendasarinya.
Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada
Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan
perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”.
Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan
PSAK 16 “Aset tetap”.
- 22 -
Page 25
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak
ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Laba atau rugi
yang timbul dari penghentian pengakuan aset diakui dalam laba rugi pada tahun aset
tersebut dihentikan pengakuannya.
Biaya konstruksi aset tetap dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian. Penyusutan aset
dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan, yaitu pada saat aset tersebut berada
pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan
dan maksud manajemen. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan.
Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode penyusutan direview dan disesuaikan, setiap
akhir tahun, bila diperlukan.
m. Properti Investasi
Properti yang dimiliki untuk disewakan dalam jangka panjang atau untuk kenaikan harga atau
keduanya, dan yang tidak ditempati oleh perusahaan-perusahaan di Grup konsolidasian
diklasifikasikan sebagai properti investasi. Properti investasi juga mencakup properti yang
sedang dikonstruksi atau dikembangkan untuk digunakan sebagai properti investasi di masa
depan.
Properti investasi awalnya diukur berdasarkan biayanya, termasuk biaya transaksi yang
terkait dan biaya pinjaman yang berlaku.
Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika ada, kecuali tanah yang tidak disusutkan.
Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada
saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian
penggunaan properti investasi.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama umur manfaat
ekonomis properti investasi selama 20 tahun.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti
investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat
ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi
yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasian dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.
Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan
yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke
pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti
investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.
Untuk transfer dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Grup menggunakan
metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan sendiri
oleh Grup menjadi properti investasi, Grup mencatat properti tersebut sesuai dengan
kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya.
n. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian
penurunan nilai aset diperlukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya untuk menjual dengan
nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian
besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar
- 23 -
Page 26
daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai
tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari
operasi yang dilanjutkan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian sebagai rugi penurunan nilai.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai
kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian
pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika
tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh
penilaian berganda atau indikasi nilai wajar yang tersedia.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi
bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain
goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud
ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain
goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah
diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Setelah
pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar
yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
o. Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif), sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat. Ketika Group
mengharapkan sebagian atau seluruh provisi diganti, maka penggantian tersebut diakui
sebagai aset yang terpisah tetapi hanya pada saat timbul keyakinan pengantian pasti
diterima. Beban yang terkait dengan provisi disajikan secara neto setelah dikurangi jumlah
yang diakui sebagai penggantiannya.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi terbaik yang paling kini. Jika kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, maka
provisi dibatalkan.
Penyisihan penggantian peralatan dan perlengkapan dibentuk berdasarkan persentase dari
pendapatan jasa pelayanan. Pembelian dan penggantian pada tahun bersangkutan
dibebankan ke penyisihan tersebut.
p. Sewa
Sebagai lessee
Grup menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup
mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan
sewa di mana Perusahaan merupakan penyewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang
didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa yang
aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa tersebut, Grup mengakui pembayaran
sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis
lainnya lebih merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
- 24 -
Page 27
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum
dibayarkan pada tanggal permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit
dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat ditentukan, Grup menggunakan suku bunga
pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
• pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai
insentif sewa;
• pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang
pada awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal
permulaan;
• jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai
residual;
• harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut;
dan
• pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan
penyewa mengeksekusi opsi untuk menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk mereflesikan
bunga atas liabilitas sewa (menggunakan metode suku bunga efektif) dan dengan
mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga
periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Grup mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan penyesuaian terkait terhadap aset
hak-guna) jika:
• terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas
eksekusi opsi pembelian, di mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan
pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian;
• terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau
perubahan perkiraan pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana
liabilitas sewa diukur Kembali dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian
menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah karena
perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan);
atau
• kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah,
dimana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian
menggunakan tingkat diskonto revisian.
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang
dilakukan pada saat atau sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna
selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan
nilai.
Jika Grup dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa,
merestorasi tempat di mana aset berada atau merestorasi asset pendasar ke kondisi yang
disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 57. Biaya
tersebut diperhitungkan dalam asset hak guna terkait, kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk
memproduksi persediaan.
Grup menerapkan PSAK 48 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan
nilai dan mencatat kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan
dalam kebijakan asset penurunan nilai.
- 25 -
Page 28
Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan
dalam pengukuran liabilitas sewa dan asset hak-guna. Pembayaran terkait diakui sebagai
beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran tersebut
terjadi dan dicatat dalam pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Sebagai cara praktis, PSAK 73 mengijinkan penyewa untuk memisahkan komponen
nonsewa, dan mencatat masing-masing komponen sewa dan komponen nonsewa sebagai
kesepakatan sewa tunggal. Grup tidak menggunakan cara praktis ini. Untuk kontrak yang
memiliki komponen sewa dan satu atau lebih sewa tambahan atau komponen non sewa,
Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke setiap komponen sewa dengan dasar harga
jual relatif berdiri sendiri dari komponen sewa dan jumlah agregat masing-masing dari
komponen non sewa.
Penerapan PSAK 73 tidak berdampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk
periode keuangan sekarang atau sebelumnya.
Sebagai lessor
Grup melakukan perjanjian sewa sebagai pesewa sehubungan dengan beberapa properti
investasinya.
Sewa di mana Grup sebagai pesewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa
operasi. Ketika persyaratan sewa secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan ke penyewa, kontrak tersebut diklasifikasikan sebagai sewa
pembiayaan. Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Ketika Grup adalah pesewa-antara, Grup mencatat sewa utama dan subsewa sebagai dua
kontrak yang terpisah. Subsewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa
operasi dengan mengacu pada aset hak-guna yang timbul dari sewa utama.
Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang
relevan. Biaya langsung awal yang terjadi dalam menegosiasikan dan mengatur sewa
operasi ditambahkan ke jumlah tercatat asset sewa dan diakui secara garis lurus selama
masa sewa.
Dalam sewa pembiayaan, jumlah terutang oleh penyewa diakui sebagai piutang sebesar
jumlah yang sama dengan investasi sewa neto Grup. Pengakuan penghasilan sewa
pembiayaan dialokasikan pada periode akuntansi yang mencerminkan suatu tingkat
pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih pesewa.
Ketika suatu kontrak mencakup komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan PSAK 72
untuk mengalokasikan imbalan berdasarkan kontrak bagi setiap komponen.
q. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua
belas bulan setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan
jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana
semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada laba rugi.
Manfaat imbalan pasti
Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang
Ketenagakerjaan No. 13, 2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UU Ketenagakerjaan”) pada tahun
2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) yang menerapkan
pengaturan pasal 81 dan Pasal 185(b) Undang-undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja pada
tahun 2021. Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup
- 26 -
Page 29
ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode
projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program
dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak
batas atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga),
yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan
atau dikreditkan kepenghasilan komprehensif lain periode terjadinya untuk mencerminkan
nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan
komprehensif lain tercermin segera dalam saldo laba dan tidak akan direklasifikasi ke laba
rugi.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen
terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset
imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
•Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
kurtailmen dan penyelesaian)
• Beban atau pendapatan bunga neto
• Pengukuran kembali
Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan
dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
r. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat pengendalian atas barang atau
jasa diakui dialihkan kepada pelanggan dalam jumlah yang mencerminkan imbalan yang
diperkirakan menjadi hak Grup dalam pertukaran dengan barang dan jasa tersebut.
Grup telah menetapkan secara umum bahwa Grup merupakan prinsipal dalam kontrak
pendapatannya karena Grup biasanya mengendalikan barang atau jasa sebelum
mengalihkan mereka kepada pelanggan.
Liabilitas kontrak terkait dengan pendapatan diterima dimuka (atau disebut juga dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai “Uang Muka Pelanggan”). Ini adalah
kewajiban untuk mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan yang Grup telah menerima
pertimbangan (atau sejumlah pertimbangan jatuh tempo) dari pelanggan. Liabilitas kontrak
diakui sebagai pendapatan ketika Grup berkinerja di bawah kontrak (cth. Mentransfer kendali
atas barang atau jasa terkait ke pelanggan).
Grup mengakui pendapatan dari beberapa sumber utama berikut:
• Penjualan tanah dan rumah tinggal
• Pendapatan keanggotaan golf, operasi golf country club dan estat manajemen
• Pendapatan dari operasi hotel
Penjualan tanah dan rumah tinggal
Grup membangun dan menjual properti, seperti rumah, ruko, dan bangunan sejenis lainnya
beserta tanah di atas bangunan yang bersangkutan didirikan oleh penjual, berdasarkan
kontrak jangka panjang dengan pelanggan. Kontrak tersebut disepakati sebelum
pembangunan properti dimulai. Berdasarkan syarat kontrak, Grup dibatasi secara kontraktual
untuk untuk mengalihkan properti kepada pelanggan lain dan memiliki hak yang dapat
dipaksakan untuk pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan. Grup
mengekspektasi bahwa pengendalian akan dialihkan sepanjang waktu. Dengan demikian,
pendapatan terkait akan diakui sepanjang waktu hingga seluruh kewajiban pelaksanaan telah
terpenuhi.
- 27 -
Page 30
Grup berhak menagih pelanggan atas pembangunan properti berdasarkan pencapaian
serangkaian titik pelaksanaan. Pada saat suatu titik pelaksanaan tercapai, pelanggan akan
dikirimkan laporan penyelesaian pekerjaan yang terkait dan tagihan untuk pembayaran titik
pelaksanaan terkait. Grup akan terlebih dahulu mengakui aset kontrak untuk setiap
pekerjaan yang dilaksanakan. Setiap jumlah yang sebelumnya diakui sebagai aset kontrak
direklasifikasi ke piutang usaha pada saat ditagihkan ke pelanggan. Jika pembayaran
pekerjaan melebihi pendapatan yang diakui pada tanggal tersebut berdasarkan metode input
berdasarkan biaya, Grup akan mengakui liabilitas kontrak atas perbedaan tersebut.
Grup juga menjual tanah yang pendirian bangunannya akan dilaksanakan oleh pembeli
tanpa keterlibatan penjual (retail land), di mana penjualan tersebut pada umumnya
merupakan satu-satunya kewajiban pelaksanaan yang akan terpenuhi pada waktu tertentu
pada saat pengendalian dialihkan. Untuk pertukaran tanpa syarat, pada umumnya waktu
tertentu ini adalah pada saat hak legal dialihkan kepada pelanggan. Untuk pertukaran
dengan syarat, waktu tertentu ini adalah pada saat seluruh kondisi yang signifikan telah
terpenuhi.
Dalam menentukan harga transaksi, Grup menyesuaikan jumlah imbalan yang dijanjikan
terhadap dampak nilai waktu uang jika waktu pembayaran yang disepakati oleh para pihak
dalam kontrak memberikan pelanggan atau Grup manfaat signifikan berupa pendanaan atas
pengalihan barang atau jasa kepada pelanggan, dan dengan demikian mengandung
komponen pendanaan signifikan.
Berdasarkan panduan praktis dalam PSAK 72 untuk komponen pendanaan signifikan, Grup
tidak perlu menyesuaikan jumlah imbalan yang dijanjikan terhadap dampak komponen
pendanaan signifikan jika Grup memperkirakan, pada insepsi kontrak, bahwa periode antara
ketika Grup mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dan ketika
pelanggan membayar barang atau jasa tersebut dalam setahun atau kurang dari setahun.
Pendapatan keanggotaan golf, operasi golf country club dan estat manajemen
Fee keanggotaan golf dikenakan oleh Grup ketika pelanggan menandatangani formulir
pendaftaran anggota. Fee ini disyaratkan untuk dilakukan pada awal insepsi kontrak, namun
tidak menghasilkan pengalihan jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Fee tersebut
merupakan pembayaran uang muka atas jasa masa depan dan, oleh karena itu, akan diakui
sebagai pendapatan ketika jasa masa depan tersebut diberikan, yaitu selama masa
keanggotaan golf berlaku.
Jasa terkait golf country club dan manajemen estat merupakan kewajiban pelaksanaan yang
dipenuhi pada waktu tertentu. Pendapatan operasi golf country club diakui ketika pelanggan
telah menyelesaikan permainan yang dipesan. Pendapatan manajemen estat diakui ketika
jasa telah diberikan kepada pelanggan.
Pendapatan dari operasi hotel
Jasa operasional hotel pada umumnya merupakan kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi
pada waktu tertentu, dan pendapatan terkait diakui pada saat barang dan jasa telah
diserahkan. Pendapatan dari perjamuan dan acara khusus lainnya diakui pada saat acara
berlangsung. Pendapatan sewa pada properti hotel diakui secara garis lurus selama masa
sewa. Pendapatan dari makanan dan minuman diakui pada saat disajikan. Pendapatan
lainnya dari transportasi, laundry, valet, dan layanan hotel yang terkait lainnya diakui pada
saat jasa diberikan.
Pendapatan bunga
Pendapatan bunga yang timbul dari setara kas yang dimiliki oleh Grup diakui pada saat
terjadinya.
- 28 -
Page 31
Pendapatan sewa
Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat dengan metode garis lurus selama
masa sewa dan diakui dalam pendapatan sesuai dengan sifat operasinya.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).
s. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Grup diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi dalam mata uang
asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada
akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke
dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal tersebut. Laba atau rugi dari selisih kurs mata uang asing dan penjabaran aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang Rupiah diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian periode berjalan, kecuali untuk laba atau rugi pertukaran
yang timbul dari penjabaran laporan keuangan operasi asing ke mata uang penyajian Grup,
yang diakui langsung dalam penghasilan komprehensif lainnya.
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan ke mata uang Rupiah adalah Rp 15.026 pada
tanggal 30 Juni 2023 dan Rp 15.240 pada 31 Desember 2022.
t. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian kecuali untuk transaksi yang berhubungan
dengan transaksi diakui langsung ke ekuitas, dalam hal ini diakui sebagai penghasilan
komprehensif lainnya. Beban pajak final diakui dalam laporan laba rugi, dan dinyatakan
sebagai beban pajak final.
Pajak Kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal
pelaporan laporan keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun
berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang
berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan
jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian
dari beban pajak kini dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Grup menyajikan bunga/ pinalti, jika ada, dalam bagian dari “lain-lain bersih”.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
Grup mengajukan keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas
pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
perpajakan Grup.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan
antara dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan
pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer
kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa
jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi
perbedaan temporer dan rugi fiskal.
- 29 -
Page 32
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan
mengurangi jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam
jumlah yang memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan.
Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan
dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan
aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada
periode saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-
undang pajak yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan
keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan
temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan atau
dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat
dipaksakan secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini,
atau aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena
pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto.
Pajak final
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenai pajak yang
bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun
atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.71/2008 tanggal 4 November 2008, efektif tanggal
1 Januari 2009, penghasilan dari penjualan atau pengalihan tanah dan bangunan untuk
pengembang real estate dikenai pajak final.
Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan
final tidak diakui sebagai aset atau kewajiban pajak tangguhan.
Beban pajak kini sehubungan dengan penghasilan yang menjadi subyek pajak final diakui
proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada tahun berjalan.
Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang
dibebankan sebagai beban pajak penghasilan final pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian diakui sebagai pajak dibayar di muka atau utang pajak.
u. Jaminan Keanggotaan Golf dan Pendapatan Bunga Ditangguhkan
Akun ini merupakan refundable deposit - uang jaminan keanggotaan golf yang akan
dikembalikan kepada anggota setelah 30 tahun.
Grup menghitung biaya perolehan diamortisasi atas jaminan keanggotan golf dan selisih atas
nilai tercatat dan biaya perolehan diamortisasi diakui sebagai pendapatan bunga yang
ditangguhkan yang diamortisasi dengan metode suku bunga efektif.
v. Laba Per Saham
Jumlah laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham
biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
w. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup
yang secara regular direview oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka
mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
- 30 -
Page 33
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain
dari entitas yang sama);
b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional
untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut
dan menilai kinerjanya; dan
c. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi
sumber daya dan penillaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat
diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan
dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan
transaksi antar perusahaan dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
x. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual
aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa
pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku
pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat
diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat
diamati (unobservable).
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset
atau liabilitas tersebut diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan level
input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
i) Tingkat 1: Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas
yang identik;
ii) Tingkat 2: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
iii) Tingkat 3: Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan
keuangan konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara
tingkat hirarki nilai wajar dengan cara menilai kembali pengkategorian tingkat nilai wajar
(berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran) pada
setiap akhir periode pelaporan.
- 31 -
Page 34
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan
dan pengungkapan yang terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi
dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada
aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat keputusan
berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian:
Kelangsungan Usaha
Manajemen Grup telah melakukan penilaian terhadap kemampuan Grup untuk mempertahankan
kelangsungan usaha dan menilai keyakinan bahwa Grup memiliki sumber daya untuk
melanjutkan bisnis di masa mendatang. Selain itu, manajemen menilai tidak adanya
ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan terhadap kemampuan Grup
untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan
konsolidasian dilanjutkan untuk disusun atas basis kelangsungan usaha.
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71 (mulai 1 Januari
2020) dan PSAK 55 (sebelum 1 Januari 2020) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan
liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti yang diungkapkan pada
Catatan 2f.
Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI dan uji model bisnis.
Grup menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset
keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup
penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset
dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana hal ini
dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Grup memantau aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan
apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki.
Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Grup atas apakah model bisnis di mana
aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi
perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan prospektif terhadap
klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang
disajikan.
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas
beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi penjualan dan beban
pokok penjualan yang diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional
Grup adalah Rupiah.
Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan
Grup menyimpulkan bahwa pendapatan atas jasa yang diberikan harus diakui sepanjang waktu
karena pelanggan secara bersamaan menerima dan menikmati manfaat yang diberikan oleh
Grup. Fakta bahwa entitas lain tidak perlu untuk melakukan kembali jasa yang telah diberikan
- 32 -
Page 35
Grup saat ini menunjukkan bahwa pelanggan secara bersamaan menerima dan menikmati
manfaat dari pelaksanaan Grup saat melaksanakannya.
Properti Investasi dan Properti Digunakan Sendiri
Grup menentukan apakah sebuah properti memenuhi syarat sebagai properti investasi. Dalam
menentukan penilaiannya Grup mempertimbangkan apakah properti menghasilkan arus kas yang
sebagian besar tidak bergantung pada aset lain yang dimiliki oleh Grup. Properti yang digunakan
sendiri menghasilkan arus kas yang dapat diatribusikan tidak hanya ke properti, tetapi juga ke
aset lain yang digunakan dalam proses produksi atau persediaan.
Pengendalian atas DRP, DLS, dan KBM
Catatan 1 menjelaskan bahwa DRP, DLS, dan KBM adalah Entitas Anak dari Grup meskipun
Grup memiliki kepemilikan hanya 50% dan hanya 50% hak suara di DRP, DLS, dan KBM. Grup
telah memiliki 50% kepemilikannya sejak Desember 2015 dan sisa kepemilikan 50% dimiliki oleh
dua pemegang saham yang tidak terkait dengan Grup.
Direksi Entitas Induk menilai apakah Grup memiliki pengendalian atas DRP, DLS, dan KBM
berdasarkan kemampuan Grup untuk mengarahkan aktivitas yang relevan dari DRP, DLS, dan
KBM secara sepihak. Dalam membuat pertimbangannya, direksi menganggap ukuran absolut
kepemilikan Grup pada DRP, DLS, dan KBM dan ukuran relatif dan penyebaran kepemilikan
saham yang dimiliki oleh pemegang saham lainnya. Setelah penilaian, direksi menyimpulkan
bahwa Grup memiliki hak suara yang cukup dominan untuk mengarahkan aktivitas yang relevan
dari DRP, DLS, dan KBM dan karenanya Grup memiliki pengendalian atas DRP, DLS, dan KBM.
Menentukan Masa Sewa Kontrak dengan Opsi Pembaruan dan Penghentian - Grup sebagai
Penyewa
Grup menentukan bahwa masa sewa sebagai masa sewa yang tidak dapat dibatalkan,
bersamaan dengan periode yang tercakup dalam opsi perpanjangan sewa, jika dieksekusi secara
wajar dan pasti, atau periode yang tercakup dalam opsi penghentian sewa, jika tidak dieksekusi
secara wajar dan pasti.
Grup menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah wajar dan pasti untuk
mengeksekusi opsi untuk pembaruan atau penghentian sewa atau tidak. Untuk kontrak sewa
dengan opsi perpanjangan dan penghentian, manajemen perlu mengestimasi masa sewa yang
memerlukan pertimbangan semua fakta dan keadaan yang menimbulkan insentif ekonomi untuk
mengeksekusi opsi perpanjangan dan tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk setiap
perubahan yang diharapkan dalam fakta dan keadaan dari tanggal permulaan hingga tanggal
pengekesekusian opsi tersebut. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian)
hanya dimasukkan dalam persyaratan sewa jika Perusahaan cukup yakin untuk mengeksekusi
opsi perpanjangan dan tidak mengeksekusi opsi penghentian. Jika terdapat peristiwa signifikan
atau perubahan keadaan yang signifikan yang mempengaruhi penilaian ini dan masih dalam
kendali penyewa, maka penilaian diatas akan ditelaah kembali.
Komitmen Sewa Operasi - Grup Sebagai Lessor
Grup telah mengadakan perjanjian sewa properti komersial dalam portofolio properti investasi.
Grup telah menentukan, berdasarkan evaluasi dari persyaratan dan kondisi perjanjian, bahwa
Grup mempertahankan semua risiko dan manfaat signifikan dari kepemilikan properti ini dan
mengakui kontrak tersebut sebagai sewa operasi.
Estimasi dan asumsi
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi
dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan
- 33 -
Page 36
pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait
pada saat terjadinya.
Provisi Ekspektasi Kerugian Kredit Piutang Usaha dan Kontrak Aset
Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha dan kontrak aset.
Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo.
Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat default yang diamati secara historis Grup. Grup
akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan
informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk
domestic bruto) diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan
peningkatan jumlah default di sektor manufaktur, maka tingkat default historis disesuaikan. Pada
setiap tanggal pelaporan, tingkat default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan
dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisa.
Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi,
dan ECL adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi
ekonomi mungkin tidak mewakili default aktual pelanggan di masa depan. Nilai tercatat piutang
usaha sebelum penyisihan ECL diungkapkan pada Catatan 5.
Penilaian Instrumen Keuangan
Grup memiliki aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang membutuhkan
penggunaan estimasi akuntansi. Meskipun komponen signifikan dari pengukuran nilai wajar
ditentukan dengan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai
wajar akan berbeda jika Grup menggunakan metode penilaian yang berbeda. Setiap perubahan
nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan ini akan berdampak langsung pada laba rugi Grup.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan dijelaskan pada Catatan 29.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Properti Investasi
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset
tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun, dan masa manfaat ekonomis properti investasi selama
20 tahun. Masa manfaat setiap aset tetap dan properti investasi Grup ditentukan berdasarkan
periode kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan
evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu
secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena
keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian
aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi
secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan
karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dan properti investasi dapat mempengaruhi jumlah beban
penyusutan dan amortisasi yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
Nilai tercatat aset tetap dan properti investasi diungkapkan masing-masing dalam Catatan 7 and
8.
Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) melebihi nilai
terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai
pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari
perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau
harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan
dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang
didiskontokan. Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan
- 34 -
Page 37
tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum dilakukan oleh Grup atau investasi signifikan
di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset dari UPK yang diuji. Nilai terpulihkan
paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam model arus kas yang
didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang diharapkan dan
tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
Manajemen percaya bahwa tidak ada indikasi potensi penurunan nilai asset nonkeuangan pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Imbalan Kerja
Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung
pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-
jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji
tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan
tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui segera
pada laporan posisi keuangan konsolidasian dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui
penghasilan komprehensif lainnya dalam periode terjadinya. Sementara Grup berkeyakinan
bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau
perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material
liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan
lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 16.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
dalam kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Penjelasan
lebih lanjut telah diungkapkan dalam Catatan 11.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer sepanjang besar
kemungkinannya bahwa perbedaan temporer tersebut dapat direalisasikan. Estimasi signifikan
oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat
diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
perencanaan pajak masa depan. Penjelasan lebih lanjut telah diungkapkan dalam Catatan 11.
Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan
situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang
dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk
penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang
mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
Manajemen percaya bahwa tidak ada indikasi potensi penurunan nilai pasar dan keusangan
persediaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Nilai tercatat persediaan masing-masing adalah sebesar Rp2.199.918.127 dan
Rp2.310.482.239 pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Estimasi dari Nilai Realisasi Neto untuk Aset Real Estat
Aset real estat dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto (NRV), mana yang
lebih rendah. NRV untuk aset real estat dinilai dengan mengacu pada kondisi pasar dan harga
yang ada pada tanggal pelaporan dan ditentukan oleh Grup, berdasarkan pada transaksi yang
sebanding yang diidentifikasi oleh Grup untuk properti di pasar geografis yang sama yang
melayani segmen real estat yang sama. NRV sehubungan dengan aset real estat dalam
- 35 -
Page 38
pengembangan dinilai dengan mengacu pada harga pasar pada tanggal pelaporan untuk
properti lengkap yang serupa, dikurangi biaya perkiraan untuk menyelesaikan pengembangan
dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan, dengan mempertimbangkan
nilai waktu dari uang, jika material. Nilai tercatat aset real estat diungkapkan pada Catatan 6.
Pengukuran dari progres saat pendapatan diakui sepanjang waktu
Untuk kontrak-kontrak yang melibatkan penjualan properti dalam pengembangan yang
memenuhi kriteria pengakuan pendapatan dari waktu ke waktu, kinerja Grup diukur
menggunakan metode input, dengan mengacu pada input menuju pemenuhan kewajiban kinerja
relatif terhadap total input yang diharapkan untuk memenuhi kinerja kewajiban, yaitu,
penyelesaian properti. Grup umumnya menggunakan metode biaya yang dikeluarkan sebagai
ukuran kemajuan untuk kontraknya karena ini paling menggambarkan kinerja Grup. Di bawah
metode ini mengukur kemajuan, tingkat kemajuan menuju penyelesaian diukur berdasarkan
rasio biaya yang dikeluarkan sampai saat ini terhadap total biaya yang diperkirakan pada
penyelesaian kewajiban kinerja. Ketika biaya timbul, tetapi tidak berkontribusi pada kemajuan
dalam memenuhi kewajiban kinerja (seperti jumlah tak terduga dari bahan yang terbuang,
tenaga kerja atau sumber daya lainnya), Grup tidak termasuk efek dari biaya tersebut. Selain itu,
Grup menyesuaikan metode input untuk setiap biaya yang timbul yang tidak sebanding dengan
kemajuan Grup dalam memenuhi kewajiban kinerja.
4. KAS DAN SETARA KAS
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Kas 612.091.535 658.038.036
Bank :
Pihak Ketiga
Rupiah:
PT Bank Central Asia Tbk 7.904.955.191 8.683.943.047
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 1.125.996.298 654.312.517
PT Bank Mega Tbk 2.639.940.305 5.930.717.876
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 154.643.057 234.340.561
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 166.757.628 1.051.760.137
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.029.797.075 3.079.906.006
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 372.326.501 908.870.591
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan
84.224.511 559.620.453
Banten Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 3.122.720.422 168.999.176
PT Bank Pan Indonesia Tbk 3.193.757.286 1.889.350.161
PT Bank Permata Tbk 308.394.400 323.140.498
PT Bank DKI 5.053.066 5.233.066
PT Bank Negara Indonesia Tbk 179.454.899 92.457.518
PT Bank Ina Perdana Tbk 374.554.546 797.189.303
PT Bank Mayapada International Tbk 8.004.827 351.179.989
PT Bank OCBC NISP 71.632.555 156.622.374
PT Bank ICBC 841.312.147 474.173.383
PT Bank Sinarmas Tbk - -
PT Bank Nationalnobu Tbk 400.193.600 197.185.715
PT Bank Sinarmas Syariah 219.985.780 40.704.191
PT Bank Capital Indonesia Tbk - 5.197.314
PT Bank BSI 1.427.462 -
PT Bank J Trust Indonesia Tbk 265.320.203 17.079.811
Dollar Amerika Serikat (USD):
PT Bank Mega Tbk 59.509.074 32.671.085
- 36 -
Page 39
PT Bank Ina Perdana Tbk 19.122.082 13.722.309
PT Bank ICBC 37.176.649 -
Sub-total 22.586.259.566 25.668.377.087
Deposito berjangka :
Pihak Ketiga
Rupiah:
PT CIMB Niaga Tbk 5.235.195.363 6.064.885.363
PT Bank Pan Indonesia Tbk 13.908.685.000 44.143.004.961
PT Bank UOB Indonesia 1.469.032.003 1.980.382.003
PT Bank Permata Tbk 42.060.151.736 33.963.037.472
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 6.178.471.940 7.050.387.221
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 44.160.000 75.640.000
PT Bank Central Asia Tbk 10.298.780.081 -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 16.495.000 16.995.000
PT Bank OCBC NISP Tbk 5.011.693.636 5.474.868.636
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 48.652.352.778 10.286.500.000
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - 99.650.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 740.250.000 -
PT Bank Ina Perdana Tbk 54.669.253.380 96.000.000.000
PT Bank Mayapada International Tbk 38.773.179.946 -
PT Bank ICBC Indonesia 8.247.615.021 17.599.140.136
PT Bank Sinarmas Syariah 20.000.000.000 21.000.000.000
PT Bank Nationalnobu Tbk 4.461.576.514 -
PT Bank J Trust Indonesia Tbk 20.000.000.000 20.000.000.000
Dollar Amerika Serikat (USD):
PT Bank Ina Perdana Tbk 7.637.000.000 6.292.400.000
PT Bank Mega Tbk 4.542.300.000 3.043.200.000
PT Bank ICBC Indonesia 7.458.222.500 -
Sub-total 299.404.414.898 273.090.090.792
Total 322.602.765.999 313.283.850.490
Tingkat bunga deposito berjangka per tahun :
Rupiah 4,50-6,15% 2,25-5,25%
Dollar Amerika Serikat 3,00-3,75% 3,00-6,25%
5. PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha berdasarkan jenis piutang adalah sebagai berikut :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Penjualan tanah dan bangunan 10.343.737.561 17.870.728.222
Estat manajemen 3.713.092.940 2.928.441.455
Hotel 3.570.894.744 4.051.297.529
Pengoperasian lapangan golf dan country club 428.663.948 748.717.600
Lain-lain - -
Total 18.056.389.193 25.599.184.806
Penyisihan penurunan nilai piutang (1.291.797.153) (1.995.863.832)
Total 16.764.592.040 23.603.320.974
- 37 -
Page 40
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh piutang usaha Grup merupakan
piutang dari pihak ketiga dan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen Grup berpendapat bahwa penyisihan
penurunan nilai cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang
usaha di kemudian hari.
6. ASET REAL ESTAT
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Aset Lancar
Tanah dan bangunan siap dijual
Rancamaya fase II 344.297.679.398 338.274.006.551
Rancamaya Commercial Centre 73.412.831.686 70.248.188.899
Royal Tajur 25.844.333.705 42.479.185.408
Rancamaya fase I 44.226.626.155 44.016.915.595
Harvest City 24.802.931.742 24.646.104.324
Juniper Forest 17.821.900.140 17.290.555.967
Rumah tinggal dan ruko 5.829.762.235 4.890.110.339
Rivella 30.910.002 30.910.002
Sub-total 536.266.975.063 541.875.977.085
Bangunan yang sedang dikonstruksi :
Harvest City 34.304.007.094 27.642.064.479
Rancamaya fase I dan II 24.586.626.566 19.234.814.065
Royal Tajur 7.474.854.000 7.797.060.907
Sub-total 66.365.487.660 54.673.939.451
Tanah yang sedang dikembangkan :
Rancamaya fase III 82.349.212.852 81.250.176.146
Harvest City 75.237.680.210 76.238.503.333
Royal Tajur 48.088.749.614 38.629.733.147
Sub-total 205.675.642.676 196.118.412.626
Total 808.308.105.399 792.668.329.162
Aset Tidak Lancar
Tanah yang belum dikembangkan
Bekasi 1.527.923.073.007 1.510.132.729.602
Rancamaya 269.696.149.748 269.399.837.904
Bogor 157.918.392.471 149.094.740.789
Total 1.955.537.615.225 1.928.627.308.295
- 38 -
Page 41
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, luas area tanah yang siap dijual dan sedang
dikembangkan adalah sebagai berikut :
2023 2022
(dalam hektar) (dalam hektar)
Tanah siap dijual
Rancamaya fase II 18,02 18,30
Rancamaya Commercial Centre 7,34 7,34
Harvest City 3,04 3,15
Rancamaya fase I 2,41 2,47
Royal Tajur 1,91 1,92
Total Tanah siap dijual 32,72 33,18
Tanah yang sedang dikembangkan
Harvest City 17,62 17,98
Rancamaya fase III 4,02 5,24
Royal Tajur 1,03 1,13
Total Tanah yang sedang dikembangkan 22,67 24,35
Tanah di daerah Bekasi dan Bogor, Jawa Barat, merupakan tanah yang telah dibebaskan dan
dimiliki oleh CNMP dan Entitas Anaknya, dengan luas kotor seluas 623,57 hektar. CNMP dan
Entitas Anaknya telah memperoleh Hak Guna Bangunan atas tanah yang telah dibebaskan
seluas 568,01 hektar dengan jangka waktu 30 tahun, yang akan jatuh tempo antara tahun 2029
dan 2031.
Tanah di daerah Rancamaya, Jawa Barat, merupakan tanah yang telah dibebaskan dan dimiliki
oleh Entitas Induk dan ISP, yang akan dikembangkan untuk proyek real estat dengan total
pembebasan seluas kurang lebih 461,15 hektar.
Tanah Royal Tajur yang belum dikembangkan di daerah Bogor, Jawa Barat, merupakan tanah
yang telah dibebaskan dan dimiliki oleh TSA, entitas anak, yang akan dikembangkan untuk
proyek real estate dengan total pembebasan seluas kurang lebih 45,53 hektar.
74.083m2 dan 48.824m² tanah dan bangunan yang ada dan yang akan dibangun di Harvest City
di atas tanah milik Grup, dijadikan jaminan atas utang bank yang diperoleh DRP dari PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Bank Pan Indonesia (Catatan 13).
Tanah SHGB No. 111, 92, 103, 110, 73, 21, 22, 49, 53, 11690, 11691, 11692, 11689, 105, dan
104, milik DRP, dijadikan jaminan atas utang bank yang diperoleh DRP dari PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (Catatan 13).
Tanah SHGB No. 10907, 10905, 11236, 10886, dan 10887 milik DRP, dijadikan jaminan atas
utang bank yang diperoleh DRP dari PT Maybank Indonesia Tbk (Catatan 13).
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, manajemen berkeyakinan bahwa nilai tercatat aset real
estat tidak melebihi nilai realisasi neto, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai aset tersebut.
- 39 -
Page 42
7. ASET TETAP- NETO
Rincian aset tetap Grup adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Tanah 155.709.215.494 - - (92.000.000) 155.617.215.494
Lapangan golf 42.163.724.000 - - (12.943.224.000) 29.220.500.000
Club house 26.243.466.067 47.000.000 - (7.481.976.164) 18.808.489.903
Bangunan 141.885.178.036 468.423.424 - 2.200.198.393 144.553.799.853
Kendaraan 22.671.479.213 434.150.000 - (1.768.415.929) 21.337.213.284
Perabot dan peralatan kantor 27.708.586.793 400.528.802 - (11.032.691.106) 17.076.424.490
Peralatan golf dan country club 26.373.462.875 253.328.857 694.644.545 (3.337.840.687) 22.594.306.500
Perabot dan peralatan hotel 27.587.000.498 343.597.351 - 1.053.471.808 28.984.069.657
Aset dalam penyelesaian 543.490.000 83.896.757 - - 627.386.757
Total 470.885.602.976 2.030.925.191 694.644.545 (33.402.477.684) 438.819.405.938
Akumulasi Penyusutan:
Lapangan golf 42.163.724.000 - - (12.943.223.995) 29.220.500.005
Club house 23.357.156.817 83.130.777 - (5.971.654.843) 17.468.632.750
Bangunan 56.492.099.317 3.766.241.941 - (215.726.559) 60.042.614.699
Kendaraan 22.591.593.533 250.769.017 - (2.241.614.956) 20.600.747.594
Perabot dan peralatan kantor 26.801.593.949 397.233.446 - (11.196.738.858) 16.002.088.537
Peralatan golf dan country club 22.916.774.915 724.687.861 694.644.545 (5.495.076.821) 17.451.741.410
Perabot dan peralatan hotel 23.152.510.727 216.811.308 - 4.661.558.013 28.030.880.047
Total 217.475.453.258 5.438.874.349 694.644.545 (33.402.478.020) 188.817.205.043
Nilai Buku 253.410.149.718 250.002.200.895
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Tanah 155.709.215.494 - - - 155.709.215.494
Lapangan golf 42.163.724.000 - - - 42.163.724.000
Club house 26.243.466.067 - - - 26.243.466.067
Bangunan 141.792.678.036 92.500.000 - - 141.885.178.036
Kendaraan 22.599.646.220 159.377.175 87.544.182 - 22.671.479.213
Perabot dan peralatan kantor 26.790.767.326 917.819.467 - - 27.708.586.793
Peralatan golf dan country club 26.342.634.275 30.828.600 - - 26.373.462.875
Perabot dan peralatan hotel 27.111.912.194 475.088.304 - - 27.587.000.498
Aset dalam penyelesaian 258.550.000 297.240.000 12.300.000 - 543.490.000
Total 469.012.593.612 1.972.853.546 99.844.182 - 470.885.602.976
Akumulasi Penyusutan:
Lapangan golf 42.163.724.000 - - - 42.163.724.000
Club house 23.357.156.817 - - - 23.357.156.817
Bangunan 48.847.976.207 7.644.123.110 - - 56.492.099.317
Kendaraan 21.784.195.076 894.942.639 87.544.182 - 22.591.593.533
Perabot dan peralatan kantor 25.648.126.806 1.153.467.143 - - 26.801.593.949
Peralatan golf dan country club 21.296.020.307 1.620.754.608 - - 22.916.774.915
Perabot dan peralatan hotel 22.741.049.508 411.461.219 - - 23.152.510.727
Total 205.838.248.721 11.724.748.719 87.544.182 - 217.475.453.258
Nilai Buku 263.174.344.891 253.410.149.718
- 40 -
Page 43
Beban penyusutan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022 dibebankan dan dialokasikan sebagai berikut :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Beban pokok penjualan (Catatan 21) 3.878.936.877 5.266.243.308
Beban umum dan administrasi (Catatan 23) 1.559.937.472 6.458.505.411
Total 5.438.874.349 11.724.748.719
Pada tanggal 31 Desember 2022, mayoritas aset dalam penyelesaian merupakan pembangunan
dan renovasi kantor estate, yang diestimasi akan selesai pada bulan Juni 2023.
Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di proyek Rancamaya dengan hak legal berupa
Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20 sampai 30 tahun yang akan jatuh tempo antara
tahun 2020 sampai 2029. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan
hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan
yang memadai.
Bangunan, club house, dan kendaraan diasuransikan untuk risiko kerusakan, kehilangan, kebakaran,
dan bencana alam, dimana semua dalam Rupiah, sebagai berikut:
Jumlah pertanggungan
30 Juni 31 Desember
Mata Uang 2023 2022
PT Asuransi Sinarmas Rp 584.397.734.193 584.397.734.193
PT Avrist Rp 3.534.610.000 3.534.610.000
PT Kalibesar Raya
Rp 673.720.000 673.720.000
Utama
PT BCA Insurance Rp - -
Total asuransi 588.606.064.193 588.606.064.193
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
pada tanggal 31 Desember 2022, harga perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh tetapi
masih digunakan sebesar Rp114.492.553.953.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, kendaraan digunakan sebagai jaminan atas
utang pembiayaan konsumen yang diperoleh Grup.
Berdasarkan hasil penelaahan, manajemen Grup berpendapat tidak ada situasi atau keadaan yang
mengindikasikan terjadinya penurunan nilai atas aset tetap, pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022.
- 41 -
Page 44
8. PROPERTI INVESTASI
Rincian properti investasi Grup adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga Perolehan
Tanah 58.754.807.567 - - (28.385.933.731) 30.368.873.836
Bangunan 26.703.893.215 375.245.000 365.685.800 - 26.713.452.415
Aset dalam
375.244.999 - - -375.244.999 -
penyelesaian
Subtotal 85.833.945.781 375.245.000 - (28.761.178.730) 57.082.326.251
Akumulasi
Penyusutan
Bangunan 7.098.027.387 770.203.440 - - 7.502.545.027
Nilai Buku 78.735.918.394 49.579.781.224
31 Desember 2022
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga Perolehan
Tanah 57.774.782.806 - - 980.024.761 58.754.807.567
Bangunan 23.777.208.000 2.926.685.215 - - 26.703.893.215
Aset dalam
373.705.999 1.539.000 - 375.244.999
penyelesaian
Subtotal 81.925.696.805 2.928.224.215 - 980.024.761 85.833.945.781
Akumulasi
Penyusutan
Bangunan 5.746.072.759 1.351.954.628 - - 7.098.027.387
Nilai Buku 76.179.624.046 78.735.918.394
Penyusutan yang dibebankan ke beban umum dan administrasi adalah sebesar
Rp770.203.440 pada tanggal 30 Juni 2023 dan Rp1.351.954.628 pada 31 Desember 2022
(Catatan 23).
Properti investasi berupa tanah terdiri dari Saung Apung, Water Joy, Hobbit Hills, Indomaret, dan
Gokart berlokasi di Harvest City milik DRP, DLS, dan KBM.
Properti investasi berupa bangunan untuk rumah dan rumah toko yang berlokasi di Rancamaya
milik Entitas Induk, bangunan untuk pasar tradisional dan Foodcourt Sakura berlokasi di proyek
Harvest City milik DRP dan bangunan untuk Festival Oriental, Harvest Walk, Narma
Supermarket, KFC, dan Harvest Box berlokasi di proyek Harvest City milik DLS.
Berdasarkan hasil penelaahan, manajemen Grup berpendapat tidak ada situasi atau keadaan
yang mengindikasikan terjadinya penurunan nilai atas properti investasi, pada tanggal 30 Juni
2023 dan 2022.
- 42 -
Page 45
9. UTANG USAHA
Akun ini merupakan liabilitas atas pekerjaan konstruksi perumahan dan pembelian bahan baku
sebesar Rp2.680.851.320 dan Rp12.415.865.413 pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, semua utang usaha Grup merupakan utang
dari pihak ketiga dan dalam mata uang Rupiah.
10. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Akta jual beli (AJB) 1.850.206.248 3.061.796.097
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
1.526.872.809 921.260.775
(BPHTB)
Lain-lain 18.775.431.256 22.587.275.621
Total 22.152.510.313 26.570.332.493
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, semua utang lain-lain Grup merupakan utang dari pihak
ketiga dan dalam mata uang Rupiah.
11. PERPAJAKAN
Pajak dibayar di muka
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Entitas Induk
Pajak Penghasilan Final 6.671.723.593 6.464.696.490
Surat Tagihan Pajak 6.080.808.668 6.080.808.668
Pajak Penghasilan Pasal 23 35.065.471 -
Pajak Penghasilan Pasal 25 447.028.432 -
Entitas Anak
Pajak Penghasilan Final 3.436.222.094 3.199.084.352
Pajak Pertambahan Nilai 246.523.484 823.527.925
Pajak Penghasilan Pasal 23 1.018.323 -
Jumlah 16.918.390.066 16.568.117.435
Utang pajak
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Entitas Induk
Pajak Penghasilan
Pasal 21 652.850.678 1.673.030.195
Pasal 23 18.136.652 16.642.691
Pasal 25 75.395.613 75.395.613
Pasal 26 (719.931) -
Pasal 29 68.920 26.746.315
Final 208.041.683 67.663.697
Pajak Pertambahan Nilai 470.285.504 2.761.121.983
- 43 -
Page 46
Pajak Pembangunan I 667.175.388 945.847.310
Subtotal 2.091.234.507 5.566.447.804
Entitas Anak
Pajak Penghasilan
Pasal 23 35.627.184 22.486.524
Pasal 21 23.675.781 146.939.227
Pasal 29 - 97.433.802
Final 375.083.659 205.104.154
Pajak Pertambahan Nilai 1.341.282.517 494.591.491
Subtotal 1.775.669.141 966.555.198
Total 3.866.903.648 6.533.003.002
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan sesuai laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan penghasilan kena pajak Entitas Induk
untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 30 Juni 2022 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 30 Juni
2023 2022
Laba sebelum beban pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian 33.903.851.260 94.712.653.770
Laba sebelum beban pajak penghasilan
Entitas Anak (1.520.073.099) (7.468.711.225)
Laba sebelum beban pajak penghasilan
Entitas Induk 32.383.778.162 87.243.942.545
Beda temporer
Penyusutan aset tetap (1.173.919.151) (1.464.005.774)
Penyisihan penurunan nilai piutang - -
Penyisihan penggantian peralatan dan
223.679.260 220.060.404
perlengkapan hotel
Subtotal beda temporer (950.239.891) (1.243.945.370)
Beda tetap
Beban pajak (STP) 39.870.831 6.248.194.685
Pajak penghasilan pasal 21 1.906.730.453 1.722.334.889
Jamuan dan sumbangan 1.166.040.434 555.745.531
Jasa giro & bunga deposito (6.561.033.278) (1.951.913.814)
Laba atas pendapatan final (22.914.107.800) (66.524.956.681)
Pendapatan bunga atas penerapan PSAK 55 182.765.015 128.248.866
Rent Income (650.522.075) (950.102.711)
Biaya Bunga Leasing (24.456.826) 6.944.832
Biaya Bunga Bank - -
Kegiatan Home/Lot Owners 1.009.900 1.902.510
Bagian rugi (laba) anak perusahaan 4.200.287.985 (17.851.768.340)
Lain-lain (5.472.584.739) (4.752.588.338)
Subtotal beda tetap (28.126.000.100) (83.367.958.571)
Penghasilan kena pajak - Entitas Induk 3.307.538.171 2.632.038.604
727.658.398 579.048.493
Beban pajak kini- Entitas Induk
Dikurangi pajak penghasilan dibayar dimuka (479.084.830) (371.025.341)
Utang pajak penghasilan 248.573.568 208.023.152
- 44 -
Page 47
Perhitungan utang pajak penghasilan badan non-final Grup adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Beban pajak kini - Entitas Induk 727.658.398 948.328.928
Beban pajak kini - Entitas Anak - 98.969.662
Jumlah beban pajak kini 727.658.398 1.047.298.590
Dikurangi pajak penghasilan dibayar dimuka 479.084.830 923.118.473
Utang pajak penghasilan 248.573.568 124.180.117
Klasifikasi beban (manfaat) pajak menurut jenis pajaknya adalah :
30 Juni 30 Juni
2023 2022
Entitas Induk
Kini 727.658.398 579.048.493
Tangguhan - -
Entitas Anak
Kini - -
Jumlah 727.658.398 579.048.493
Pajak tangguhan
Rincian manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan berdasarkan unsur beda temporer sebagai
berikut :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Penyusutan aset tetap (1.173.919.151) (643.169.976)
Penyisihan penurunan nilai piutang - (39.569.734)
Penyisihan penggantian peralatan dan perlengkapan
223.679.260 105.421.747
hotel
Jumlah (950.239.891) (577.317.963)
Rincian dari aset pajak tangguhan Grup pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Penyusutan aset tetap 1.795.009.756 1.729.682.182
Penyisihan penggantian peralatan dan perlengkapan
1.067.587.189 1.951.652.480
hotel
Penyisihan penurunan nilai piutang 241.154.242 594.932.262
Jumlah 3.103.751.187 4.276.266.924
- 45 -
Page 48
12. UANG MUKA PELANGGAN
Akun ini merupakan uang yang diterima dari pelanggan untuk pendapatan :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Penjualan tanah dan rumah tinggal 262.290.168.620 270.560.255.497
Keanggotaan golf – iuran bulanan 4.596.288.303 6.151.111.325
Lain-lain 10.791.852.318 8.645.854.400
Total 277.678.309.242 285.357.221.222
Uang muka penjualan tanah dan rumah tinggal merupakan uang muka penjualan tanah dan
bangunan unit perumahan, rumah toko, dan kios yang belum memenuhi kriteria pengakuan
pendapatan.
Uang muka diterima lainnya merupakan penerimaan dari calon pembeli yang masih dapat
dibatalkan sewaktu-waktu; jaminan pembangunan atau perbaikan rumah yang akan
dikembalikan setelah pembangunan atau perbaikan rumah telah selesai.
13. UTANG BANK
Jangka pendek
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)
Berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Kredit (SP2K) No 35 /S/CMBD/CBD2/III/2022
tanggal 31 Maret 2022, bahwa Bank BTN Komite Kredit telah memberikan persetujuan
pemberian kredit.
DRP memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja - Pinajaman Rekening Koran (KMK-PRK) dari
Bank BTN dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp50.000.000.000. Pinjaman ini dikenai
bunga sebesar 9,00% per tahun dengan jangka waktu 12 bulan sejak penandatanganan
Perjanjian Kredit. Tujuan pinjaman ini adalah Modal Kerja Operasional proyek Perumahan
Harvest City yang berlokasi di Mekarsari, Muktijaya, Cikarageman, dan Ragemanunggal,
Kecamatan Setu dan Cileungsi, Kabupaten Bekasi Bogor.
Jaminan yang digunakan Entitas Induk adalah SHGB No 49 dan 51 seluas 74.083m2 berlokasi
di Ragemanunggal, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Catatan 6).
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo terhutang atas fasilitas ini sebesar Rp
23.119.843.156 dan Rp30.418.590.227.
Jangka panjang
Rincian utang bank jangka panjang yang diperoleh Grup terdiri atas :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin) 29.300.000.000 29.300.000.000
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) 9.583.333.333 2.500.000.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) 9.120.889.780 2.097.925.967
Total 48.004.223.113 33.897.925.967
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) 9.120.889.780 2.097.925.967
Total bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 9.120.889.780 2.097.925.967
- 46 -
Page 49
Bagian jangka panjang
PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin) 29.300.000.000 29.300.000.000
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) 9.583.333.333 2.500.000.000
Total bagian jangka panjang 38.883.333.332,88 31.800.000.000
PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin)
Berdasarkan Akta Notaris No. 10 dari Hasnah, S.H., tanggal 22 Maret 2022 DRP memperoleh
Fasilitas Pinjaman Tetap Modal Langsung (PTM-L) dari Bank Panin dengan jumlah maksimum
pinjaman sebesar Rp29.300.000.000. Pinjaman ini dikenai bunga sebesar 6,00% per tahun
dengan jangka waktu 23 Maret 2025.
Jaminan yang digunakan DRP adalah sebagai berikut (Catatan 6):
Sebidang tanah Hak Guna Bangunan No 01555/Ragemanunggal, yang terletak di
Ragemanunggal, Setu, Bekasi, Provinsi Jawa Barat, seluas 48.824m², sebagaimana diuraikan
dalam Surat Ukur tanggal 8 Oktober 2020, No 00582/Ragemanunggal/2020, dengan No
Identifikasi Bidang Tanah (NIB) 10.05.18.09.06265.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2023, saldo terhutang atas fasilitas ini sebesar
Rp29.300.000.000.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank)
Berdasarkan Surat Surat Penawaran Kredit (PRK dan PB) No No.S.2022.222/MBI/DirCFS
tanggal 4 November 2022, DRP memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi dari
Maybank dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp10.000.000.000. Pinjaman ini dikenai
bunga sebesar 8,50% per tahun dengan jangka waktu 1 tahun PRK dan 3 tahun PB sejak
penandatanganan Perjanjian Kredit. Tujuan pinjaman ini adalah untuk modal kerja dibidang
konstruksi pembangunan Harvest City, Cileungsi, Bogor.
Jaminan yang digunakan DRP adalah sebagai berikut (Catatan 6):
1) Tanah dan Bangunan Ruko SHGB No 10907 APHT Rp2.806.250.000;
2) Tanah dan Bangunan Ruko SHGB No 10905 APHT Rp1.986.250.000;
3) Tanah dan Bangunan Ruko SHGB No 11236 APHT Rp1.801.250.000;
4) Tanah dan Bangunan Ruko SHGB No 10886 APHT Rp1.775.000.000;
5) Tanah dan Bangunan Ruko SHGB No 10887 APHT Rp2.391.250.000.
Atas fasilitas tersebut, DRP wajib memenuhi rasio sebagai berikut:
1) Debt to EBITDA maksimum adalah 3,75x;
2) DER maksimum adalah 2,5x.
Atas fasilitas tersebut, DRP wajib untuk memberikan seluruh keterangan baik lisan maupun
tertulis dalam betunk dokumen-dokumen, surat-surat atau dalam bentuk lainnya mengenai
keadaan keuangan DRP atau penjamin pada waktu dan dalam bentuk yang diminta oleh
Maybank.
Pada tanggal 31 Desember 2022, DRP telah memenuhi semua persyaratan yang diwajibkan
oleh Maybank.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2023, saldo terhutang atas fasilitas ini sebesar
Rp2.500.000.000 dan Rp9.583.333.333.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berdasarkan perjanjian No. CM2.BKS/SPPK.DRP-057/2019 tanggal 27 Agustus 2019, DRP
memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi dari Mandiri dengan jumlah maksimum
pinjaman sebesar Rp64.000.000.000. Pinjaman ini dikenai bunga sebesar 9,75% per tahun
- 47 -
Page 50
dengan jangka waktu 60 bulan sejak penandatanganan Perjanjian Kredit. Tujuan pinjaman ini
adalah untuk tambahan modal kerja konstruksi pembangunan rumah di Cluster SH&SI di
kawasan Harvest City, Cileungsi, Bogor.
Jaminan yang digunakan DRP adalah sebagai berikut (Catatan 6):
- Tanah yang sedang dikembangkan, tanah dan bangunan siap dijual dan bangunan yang
sedang dikonstruksi pada lokasi cluster SH dan SI yang akan diikat secara Fidusia
sebesar Rp90.000.000.000
- Piutang yang akan diikat secara Fidusia sebesar Rp100.000.000, jika ada
- SHGB No. 111/Cipenjo tanggal 30 Agustus 2001, berlaku sampai dengan tanggal 30
Agustus 2031 atas nama DLS
- SHGB No. 92/Cipenjo tanggal 30 Agustus 2001, berlaku sampai dengan tanggal 29
Agustus 2031 atas nama DLS
- SHGB No. 103/Cipenjo tanggal 30 Agustus 2001, berlaku sampai dengan tanggal 29
Agustus 2031 atas nama DLS
- SHGB No. 110/Cipenjo tanggal 30 Agustus 2001, berlaku sampai dengan tanggal 29
Agustus 2031 atas nama DLS
- SHGB No. 73/Cipenjo tanggal 30 Agustus 2001, berlaku sampai dengan tanggal 29
Agustus 2031 atas nama DLS
- SHGB No. 21/Cipenjo tanggal 11 September 1991, berlaku sampai dengan tanggal 10
September 2029 atas nama DLS
- SHGB No. 22/Cipenjo tanggal 11 September 1991, berlaku sampai dengan tanggal 10
September 2029 atas nama DLS
- SHGB No. 49/Cipenjo tanggal 30 Agustus 2001, berlaku sampai dengan tanggal 29
Agustus 2031 atas nama DLS
- SHGB No. 53/Cipenjo tanggal 30 Agustus 2001, berlaku sampai dengan tanggal 29
Agustus 2031 atas nama DLS
- SHGB No. 11690/Cipenjo tanggal 27 September 2016, berlaku sampai dengan tanggal 29
Agustus 2031 atas nama DLS
- SHGB No. 11691/Cipenjo tanggal 27 September 2016, berlaku sampai dengan tanggal 10
September 2029 atas nama DLS
- SHGB No. 11692/Cipenjo tanggal 27 September 2016, berlaku sampai dengan tanggal 10
September 2029 atas nama DLS
- SHGB No. 11689/Cipenjo tanggal 27 September 2016, berlaku sampai dengan tanggal 29
Agustus 2031 atas nama DLS
- SHGB No. 105/Cipenjo tanggal 30 Agustus 2001, berlaku sampai dengan tanggal 29
Agustus 2031 atas nama DLS
- SHGB No. 104/Cipenjo tanggal 30 Agustus 2001, berlaku sampai dengan tanggal 29
Agustus 2031 atas nama DLS
Seluruh agunan akan diikat Hak Tanggungan pertama senilai total Rp99.484.000.000.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo terhutang atas fasilitas ini sebesar Rp-
dan Rp-.
DRP juga memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja infrastruktur dari Mandiri dengan jumlah
maksimum pinjaman sebesar Rp26.000.000.000. Pinjaman ini dikenai bunga sebesar 9,75% per
tahun dengan jangka waktu 60 bulan sejak penandatanganan Perjanjian Kredit, termasuk masa
penarikan selama 12 bulan. Tujuan pinjaman ini adalah untuk pembiayaan infrastruktur
(prasarana dan listrik) perumahan di cluster SH&SI di kawasan Harvest City.
Atas fasilitas tersebut, DRP wajib melakukan hal-hal berikut:
- Menyampaikan laporan kegiatan usaha/ proyek
- Menyampaikan laporan keuangan in-house setiap triwulan
- Menyerahkan copy AJB, atas rumah yang sudah diserah terimakan setiap bulannya
- Menjaga outstanding fasilitas kredit tercover oleh aset real estat lancar
- Menyisihkan dana (sinking fund) minimal sebesar 42 juta dari setiap unit rumah yang
terjual pada availability period KMK infrastruktur untuk pembayaran kewajiban KMK
infrastruktur
- Menyewakan aset perusahaan yang menjadi agunan di Mandiri kepada pihak ketiga
- 48 -
Page 51
Atas fasilitas tersebut, DRP tanpa persetujuan dari Mandiri, dilarang melakukan hal-hal berikut:
- Mengubah susunan kepemilikan saham.
- Memperoleh fasilitas kredit dari pihak lain.
- Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan DRP,
kecuali harta yang tidak dijaminkan ke Mandiri
- Menjadikan tanah dan bangunan SH&SI sebagai agunan atas fasilitas kredit atas nama
DRP
- Membagikan dividen, kecuali besarnya tidak melebihi 50% dari laba berjalan dan current
ratio setelah pembagian dividen minimal sebesar 100%
- Menyewakan aset perusahaan yang menjadi agunan di Mandiri kepada pihak ketiga
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo terhutang atas fasilitas ini sebesar
Rp9.583.333.333 dan Rp2.097.925.967.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Pada tanggal 20 Desember 2013, DRP memperoleh fasilitas Kredit Konstruksi - Pinjaman
Rekening Koran (KYG-PRK) baru dari BTN untuk pembangunan proyek “Harvest City” dengan
jumlah kredit maksimum sebesar Rp112.000.000.000. Pinjaman ini dikenai bunga sebesar 12%
per tahun dan akan jatuh tempo dalam jangka waktu 3 tahun sejak tanggal penandatanganan
perjanjian kredit.
Berdasarkan Akta Notaris Maria Andriani Kidarsa, S.H. pada tanggal 29 Juli 2016, DRP dan
BTN setuju untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo pinjaman ini menjadi tanggal 27 Juli
2017.
Berdasarkan persetujuan No. 576/S/Bks.Ut/CSM/ X/2016, DRP dan BTN setuju untuk
memperpanjang tanggal jatuh tempo pinjaman ini menjadi tanggal 20 Desember 2018.
Berdasarkan Akta Notaris Maria Andriani Kidarsa, S.H., No. 24 tangggal 19 Desember 2018,
DRP dan BTN setuju untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo pinjaman ini menjadi tanggal
20 Desember 2022 dan dikenakan bunga sebesar 12,5% per tahun.
Berdasarkan perjanjian kredit Swadaya No. 07/00016/PK/12/2020, DRP dan BTN setuju untuk
memperpanjang tanggal jatuh tempo pinjaman ini menjadi tanggal 20 Desember 2022 dan
dikenakan bunga sebesar 12,5% per tahun.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo terhutang atas fasilitas ini sebesar
Rp33.722.841.609 dan -.
14. UTANG LEMBAGA KEUANGAN
Grup memperoleh utang pembiayaan dari beberapa perusahaan jasa keuangan sehubungan
dengan pembelian kendaraan operasi.
Utang pembiayaan ini akan jatuh tempo dalam berbagai tanggal di tahun di 2019 - 2022, dan
Grup dikenai bunga berkisar antara 3,50%-5,85% per tahun.
30 Juni 31 Desember
2023 2022
PT BCA Finance - -
PT Maybank Indonesia Finance - 24.456.832
Total - 24.456.832
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
PT BCA Finance - -
PT Maybank Indonesia Finance - 24.456.832
Total - 24.456.832
- 49 -
Page 52
Beberapa kendaraan milik Grup dijadikan sebagai jaminan atas utang pembiayaan konsumen
yang diperoleh oleh Grup (Catatan 7).
15. JAMINAN KEANGGOTAAN GOLF
Akun ini merupakan refundable deposit - uang jaminan keanggotaan golf yang akan dikembalikan
kepada anggota setelah 30 tahun. Pada tanggal jatuh tempo, anggota dapat menukar jaminan
tersebut dengan paket-paket golf yang telah disediakan. Grup menghitung biaya perolehan
diamortisasi atas jaminan keanggotaan golf dan selisih atas nilai tercatat dan biaya perolehan
diamortisasi diakui sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan yang diamortisasi dengan
metode suku bunga efektif.
16. IMBALAN KERJA KARYAWAN
Grup kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 35
Tahun 2021 (PP 35/2021) yang menerapkan pengaturan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang (Perppu) No. 2/2022 tentang Cipta Kerja pada tahun 2022 dan Undang-undang
No. 11/2020 tentang Cipta Kerja pada tahun 2021). Imbalan tersebut tidak didanai. Tabel berikut
menyajikan komponen dari beban imbalan neto yang diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan jumlah yang diakui dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian untuk liabilitas imbalan kerja yang dihitung oleh KKA Arya Bagiastra,
aktuaris independen, berdasarkan laporannya masing-masing tertanggal 10 Februari 2023 dan
28 Januari 2022 untuk perhitungan liabilitas imbalan kerja tanggal 31 Desember 2022 dan 2021.
Perhitungan aktuaris menggunakan metode “Projected Unit Credit” dengan asumsi-asumsi
sebagai berikut:
Tingkat diskonto 7,01-7,33%
Kenaikan gaji masa depan 5%
Tingkat mortalitas TMI IV-2019
Tingkat cacat 10% dari tingkat kematian
Umur pensiun 55 tahun
Rekonsiliasi jumlah liabilitas imbalan kerja karyawan terhadap posisi keuangan konsolidasian
adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Saldo awal 41.690.195.168 53.580.455.294
Beban tahun berjalan - (11.898.891.010)
Keuntungan aktuarial yang diakui - 8.630.884
Saldo akhir 41.690.195.168 41.690.195.168
Pada tanggal 30 Juni 2023, Grup tidak menghitung imbalan kerja karena akan dihitung dan diakui
pada akhir tahun setelah dihitung oleh aktuaris independen.
Manajemen Grup telah mereviu asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi tersebut
sudah memadai. Manajemen berkeyakinan bahwa liabilitas imbalan kerja tersebut telah memadai
untuk menutupi liabilitas imbalan kerja Grup.
- 50 -
Page 53
17. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham dan jumlah kepemilikannya pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022 berdasarkan catatan administrasi yang dikelola oleh PT Sinartama Gunita, Biro
Administrasi Efek adalah sebagai berikut :
Saham
Persentase
Pemegang Saham ditempatkan/ Jumlah
kepemilikan
disetor penuh
Top Global Limited 4.246.921.595 89,00% 1.350.521.067.210
JPMC NA RE – Lotus
363.841.493 7,62% 115.701.594.774
Global Investments LTD
Masyarakat (masing-masing
161.375.149 3,38% 51.317.297.382
dibawah 5%)
Jumlah 4.772.138.237 100,00% 1.517.539.959.366
18. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Terdiri atas :
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Saldo kuasi atas reorganisasi 2.248.288.685 2.248.288.685
Jumlah 2.248.288.685 2.248.288.685
Pada tanggal 30 April 2011, Entitas Induk telah melaksanakan kuasi reorganisasi untuk
melakukan eliminasi atas saldo defisit. Pada saat pelaksanaan kuasi reorganisasi, saldo akun ini
adalah sebesar Rp 28.974.121.631. Entitas Induk telah menggunakan nilai akun ini sebesar
Rp26.725.832.946, untuk mengeliminasi saldo defisit, sehingga saldo akun ini pada tanggal
31 Desember 2011 adalah sebesar Rp2.248.288.685.
19. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Perhitungan kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak yang dikonsolidasi pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Saldo awal 898.115.675.307 881.347.707.143
Bagian kepentingan nonpengendali
atas laba bersih tahun berjalan (4.504.339.864) 16.767.968.164
Saldo akhir 893.611.335.443 898.115.675.307
Rincian kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak yang dikonsolidasikan adalah
sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2023 2022
PT Dwigunatama Rintisprima 818.718.451.114 823.573.952.872
PT Tajur Surya Abadi 74.892.884.678 74.541.722.434
Total 893.611.335.791 898.115.675.307
- 51 -
Page 54
20. PENJUALAN
Akun ini terdiri dari :
2023 2022
(enam bulan) (enam bulan)
Penjualan tanah dan rumah tinggal 133.022.307.853 245.814.277.747
Pendapatan operasi golf, country club, hotel
dan estat manajemen 59.090.855.582 56.978.619.631
Pendapatan keanggotaan golf 9.187.965.415 9.061.763.456
Pendapatan tiket dan sewa ruang 2.235.518.285 2.030.156.536
Total 203.536.647.135 313.884.817.370
21. BEBAN POKOK PENJUALAN
Akun ini terdiri dari :
2023 2022
(enam bulan) (enam bulan)
Beban tanah dan rumah tinggal 35.687.675.150 68.503.539.240
Beban operasi golf, country club,
dan estat manajemen 54.666.880.386 43.191.989.329
Penyusutan aset tetap (Catatan 7) 3.878.936.877 3.935.530.165
94.233.492.413 115.631.058.734
22. BEBAN PENJUALAN
Akun ini terdiri dari :
2023 2022
(enam bulan) (enam bulan)
Iklan, promosi, even, dan pameran 18.334.258.376 19.768.885.717
Komisi 1.360.718.618 2.017.225.143
Lain-lain 447.170.627 708.806.643
Total 20.142.147.621 22.494.917.503
23. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari :
2023 2022
(enam bulan) (enam bulan)
Gaji, upah dan tunjangan 47.513.259.985 50.403.370.561
Penyusutan aset tetap (Catatan 7) 1.559.937.472 2.140.971.442
Sewa 2.201.441.413 1.626.457.921
Perjamuan dan sumbangan 3.748.011.677 1.576.942.114
Perjalanan dinas dan transportasi 2.087.301.479 1.311.610.962
Pemeliharaan, perbaikan dan keamanan 1.272.144.913 1.140.207.777
Jasa konsultan 3.971.486.866 1.236.907.014
Listrik, air dan telepon 785.617.289 717.134.721
Penyisihan penurunan nilai piutang usaha(Catatan 5) - -
- 52 -
Page 55
Penyusutan properti investasi (Catatan 8) 770.203.440 622.621.582
Perlengkapan kantor 424.423.212 502.983.024
Pendidikan, latihan, seragam dan rekrutmen 375.492.860 189.601.098
Asuransi 375.683.700 722.840.474
Iuran 305.839.778 424.783.548
Perijinan 347.666.360 208.182.135
Lain-lain 1.501.907.533 1.727.640.236
Total 67.240.417.977 64.552.254.609
24. LABA PER SAHAM
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk penghitungan laba per saham dasar:
2023 2022
(enam bulan) (enam bulan)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan yang dapat
30.433.251.407 83.423.151.599
diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk
Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar 4.784.651.121 4.784.651.121
Laba (rugi) per saham dasar (Rupiah penuh) 6,36 17,44
- 53 -
Page 56
25. INFORMASI SEGMEN USAHA
Informasi segmen usaha Grup adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023
Real estat Golf dan Estate Hotel Investasi
dan properti country club manajemen dan lainnya Eliminasi Konsolidasi
Penjualan 136.125.473.497 26.533.285.684 11.015.981.439 29.820.997.423 40.909.092 - 203.536.647.135
Beban pokok penjualan (57.333.646.437) (12.521.582.706) (7.489.370.275) (16.844.382.647) - (44.510.348) (94.233.492.413)
Laba (rugi) kotor 78.791.827.060 14.011.702.978 3.526.611.164 12.976.614.776 40.909.092 (44.510.348) 109.303.154.722
Beban penjualan (19.047.969.857) (798.105.566) - (296.072.198) - - (20.142.147.621)
Beban umum dan administrasi (42.486.464.030) (8.220.315.628) (5.105.665.478) (11.328.255.868) (111.691.469) 11.974.496 (67.240.417.977)
Beban keuangan (3.043.380.905) - - - - - (3.043.380.905)
Beban pajak final (3.541.592.767) (3.044.647) (19.476.667) - (4.090.908) - (3.568.204.988)
Lain-lain - bersih 9.150.115.026 (461.461.856) 1.177.323.853 752.082.239 1.849.049 - 10.619.908.311
Bagian laba bersih Entitas Anak (4.200.287.985) - - - - 4.200.287.985 -
Laba (rugi) sebelum manfaat
(beban) pajak 15.622.246.543 4.528.775.282 (421.207.128) 2.104.368.949 (73.024.236) 4.167.752.133 25.928.911.543
Manfaat (beban) pajak - - - - - -
-
Kepentingan nonpengendali 4.832.326.938 - - - (327.987.074) 4.504.339.864
-
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan 20.454.573.481 4.528.775.282 (421.207.128) 2.104.368.949 (73.024.236) 3.839.765.059 30.433.251.407
Aset dan liabilitas
Aset segmen 3.431.509.081.351 190.121.316.047 11.305.079.906 134.255.891.480 20.529.458.483 (352.064.979.168) 3.435.655.848.099
Investasi pada entitas anak 993.206.763.999 - - - 8.846.861.820 (1.001.828.625.819) 225.000.001
Jumlah aset 4.424.715.845.350 190.121.316.047 11.305.079.906 134.255.891.480 29.376.320.303 (1.353.893.604.987) 3.435.880.848.099
Liabilitas segmen 404.792.244.221 154.656.873.846 83.377.446.300 174.980.948.217 372.213.585 (367.532.566.932) 450.647.159.236
- 54 -
Page 57
30 Juni 2022
Real estat Golf dan Estate Hotel Investasi
dan properti country club manajemen dan lainnya Eliminasi Konsolidasi
Penjualan 248.219.927.557 26.248.890.571 10.034.564.730 29.338.675.420 42.759.092 - 313.884.817.370
Beban pokok penjualan (81.422.914.848) (11.810.726.152) (7.133.041.902) (15.220.091.238) - (44.284.594) (115.631.058.734)
Laba (rugi) kotor 166.797.012.709 14.438.164.419 2.901.522.828 14.118.584.182 42.759.092 (44.284.594) 198.253.758.636
Beban penjualan (19.590.925.381) (2.638.693.673) - (265.298.449) - - (22.494.917.503)
Beban umum dan administrasi (41.908.663.553) (7.865.731.614) (4.444.108.979) (10.275.973.278) (69.751.681) 11.974.496 (64.552.254.609)
Beban keuangan (2.329.492.718) - - (1.320.000) - - (2.330.812.718)
Beban pajak final (6.245.438.932) (2.650.000) (16.400.000) - (4.090.908) (579.048.493) (6.847.628.333)
Lain-lain - bersih (642.232.847) (970.195.809) 380.696.651 123.493.240 24.194.915 - (1.084.043.850)
Bagian laba bersih Entitas Anak 17.851.768.340 - - - - (17.851.768.340) -
Laba (rugi) sebelum manfaat
(beban) pajak 113.932.027.618 2.960.893.323 (1.178.289.500) 3.699.485.695 (6.888.582) (18.463.126.931) 100.944.101.623
Manfaat (beban) pajak - - - - - - -
Kepentingan nonpengendali (17.230.791.126) - - - - (290.158.899) (17.520.950.025)
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan 96.701.236.492 2.960.893.323 (1.178.289.500) 3.699.485.695 (6.888.582) (18.753.285.830) 83.423.151.598
Aset dan liabilitas
Aset segmen 3.334.393.764.264 167.393.378.343 5.950.310.405 110.792.560.314 20.744.352.073 (295.518.566.767) 3.343.755.798.632
Investasi pada entitas anak 1.000.614.751.775 - - - 8.846.861.820 (1.009.236.613.595) 225.000.000
Jumlah aset 4.335.008.516.039 167.393.378.343 5.950.310.405 110.792.560.314 29.591.213.893 (1.304.755.180.363) 3.343.980.798.632
Liabilitas segmen 416.204.670.032 133.450.378.438 72.844.883.351 150.923.916.921 524.051.027 (310.427.667.475) 463.520.232.294
- 55 -
Page 58
26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
Sifat Hubungan
PT Asuransi Sinarmas merupakan entitas yang dimiliki secara tidak langsung oleh keluarga
dekat Direksi dan Komisaris Entitas Induk dan Entitas Anak.
Transaksi Dengan Pihak-pihak Yang Berelasi
Entitas Induk dan Entitas Anak mengasuransikan bangunan, club house dan kendaraan kepada
PT Asuransi Sinarmas (lihat Catatan 7).
27. ASET MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup memiliki asset dalam mata uang asing
sebesar Rp19.753.330.305 (USD1.314.610) dan Rp29.399.073.205 (USD1.929.073).
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Dalam aktivitas usahanya sehari-hari, Grup dihadapkan pada berbagai risiko. Risiko utama yang
dihadapi Grup yang timbul dari instrumen keuangan adalah risiko kredit, risiko pasar (yaitu
tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing), dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari
manajemen risiko Grup adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko
ini dan mengelola posisi risiko sesuai dengan kebijakan dan risk appetite Grup. Grup secara rutin
menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di
pasar, produk dan praktek pasar terbaik.
Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi, yang dibantu oleh Komite Manajemen
Risiko Keuangan (Komite MRK). Komite MRK terdiri atas Finance Controller dan Manajer
Operasional yang mewakili setiap entitas anak, dan dipimpin oleh Direktur Keuangan. Direksi
bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta
kebijakan pada area tertentu seperti risiko kredit, risiko mata uang asing, risiko suku bunga,dan
risiko likuiditas.
Grup menggunakan berbagai metode untuk mengukur risiko yang dihadapinya. Metode ini
meliputi analisis sensitivitas untuk risiko tingkat suku bunga, nilai tukar dan risiko harga lainnya,
analisis umur piutang untuk risiko kredit.
Sementara itu, Komite MRK bertugas membantu Dewan Direksi dalam melaksanakan tanggung
jawabnya untuk memastikan bahwa manajemen risiko telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip
yang telah ditetapkan.
Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak ketiga tidak akan memenuhi liabilitasnya berdasarkan
instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Grup
dihadapkan pada risiko kredit dari kegiatan operasi dan dari aktivitas pendanaan, termasuk
deposito pada bank, transaksi valuta asing dan instrument keuangan lainnya.
Tabel berikut ini menggambarkan rincian eksposur kredit Grup pada nilai tercatat (tanpa
memperhitungkan agunan atau pendukung kredit lainnya), yang dikategorikan berdasarkan
operasi utama.
- 56 -
Page 59
30 Juni 2023
Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo Telah jatuh tempo
atau tidak tetapi dan
mengalami belum mengalami mengalami
Jumlah
penurunan nilai penurunan nilai penurunan nilai
Kas dan setara kas 271.898.904.990 - - 271.898.904.990
Piutang usaha 11.568.070.430 5.196.521.610 - 16.764.592.040
Piutang lain-lain 3.651.111.984 - - 3.651.111.984
Aset lancar lainnya 16.671.866.582 - - 16.671.866.582
Total 303.789.953.986 5.196.521.610 - 308.986.475.596
31 Desember 2022
Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo Telah jatuh tempo
atau tidak tetapi dan
mengalami belum mengalami mengalami
Jumlah
penurunan nilai penurunan nilai penurunan nilai
Kas dan setara kas 312.625.812.454 - - 312.625.812.454
Piutang usaha 18.694.343.728 4.908.977.246 1.995.863.832 25.599.184.806
Piutang lain-lain 3.370.553.478 - - 3.370.553.478
Aset lancar lainnya 993.420.289 - - 993.420.289
Total 335.684.129.949 4.908.977.246 1.995.863.832 342.588.971.027
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup telah menerapkan pendekatan yang
disederhanakan dalam PSAK 71 untuk mengukur cadangan kerugian ECL sepanjang umur. Grup
menentukan kerugian kredit ekspektasian atas pos-pos ini dengan menggunakan matriks provisi,
yang diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis berdasarkan status jatuh tempo
debitur, disesuaikan untuk mencerminkan kondisi saat ini dan estimasi kondisi ekonomik masa
depan. Oleh karena itu, profil risiko kredit dari aset tersebut disajikan berdasarkan status
tunggakannya dalam matriks provisi.
Grup melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel. Grup
memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan secara kredit
harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan jumlah piutang dipantau secara terus
menerus untuk mengurangi risiko penurunan nilai piutang.
Risiko kredit juga timbul dari simpanan-simpanan di bank dan institusi keuangan. Untuk
memitigasi risiko kredit, Perusahaan menempatkan kas pada institusi keuangan yang terpercaya.
Risiko pasar
Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Grup dipengaruhi oleh risiko pasar,
terutama risiko tingkat suku bunga.
Risiko tingkat suku bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu
instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko
perubahan suku bunga pasar berhubungan dengan pinjaman jangka pendek dan panjang dari
Grup yang dikenai suku bunga mengambang.
Grup didanai dengan utang bank yang dikenai bunga. Oleh karena itu, eksposur Grup tertentu
terhadap risiko pasar untuk perubahan tingkat suku bunga terutama sehubungan dengan
liabilitas dengan bunga. Kebijakan Grup adalah mendapatkan tingkat suku bunga yang paling
menguntungkan tanpa meningkatkan ekposur terhadap mata uang asing, yaitu dengan
mengendalikan beban bunga dengan membuat kombinasi antara utang usaha, pinjaman jangka
panjang dengan tingkat suku bunga tetap dan mengambang.
- 57 -
Page 60
Tabel berikut adalah nilai tercatat, berdasarkan jatuh temponya, atas liabilitas keuangan Grup
yang terkait risiko suku bunga:
30 Juni 2023
Rata-rata Jatuh tempo
Jatuh tempo
suku bunga dalam satu Jumlah
diatas 2 tahun
mengambang tahun
Liabilitas
Utang bank jangka
6,00%-9,75% 9.120.889.780 38.883.333.333 48.004.223.113
panjang
Utang lembaga keuangan 3,5% - 5,85% - - -
31 Desember 2022
Rata-rata Jatuh tempo
Jatuh tempo
suku bunga dalam satu Jumlah
diatas 2 tahun
mengambang tahun
Liabilitas
Utang bank jangka
6,00%-9,75% 2.097.925.967 31.800.000.000 33.897.925.967
panjang
Utang lembaga keuangan 3,5% - 5,85% 24.456.826 - 24.456.826
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko ketika Grup tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo.
Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk (cash-in) dan
kas keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan
pembayaran liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan
liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari penjualan
kepada pelanggan.
Tabel di bawah merupakan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak terdiskonto pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 :
30 Juni 2023
Kurang dari 3 Antara 3 bulan 1 tahun sampai 2 tahun sampai
Jumlah
bulan dan 1 tahun 2 tahun 5 tahun
Utang bank jangka
- - - - -
pendek
Utang usaha 8.911.921.720 - - - 8.911.921.720
Utang lain-lain 22.152.510.313 - - - 22.152.510.313
Beban akrual 8.537.514.632 - - - 8.537.514.632
Utang bank jangka
- 9.120.889.780 38.883.333.333 - 48.004.223.113
panjang
Utang lembaga keuangan - - - - -
Total liabilitas keuangan 39.601.946.665 9.120.889.780 38.883.333.333 - 87.606.169.778
31 Desember 2022
Kurang dari 3 Antara 3 bulan 1 tahun sampai 2 tahun sampai
Jumlah
bulan dan 1 tahun 2 tahun 5 tahun
Utang bank jangka
30.418.590.227 - - - 30.418.590.227
pendek
Utang usaha - 12.415.865.413 - - 12.415.865.413
Utang lain-lain - 26.570.332.493 - - 26.570.332.493
Beban akrual - 7.758.700.997 - - 7.758.700.997
Utang bank jangka
- 2.097.925.967 - 31.800.000.000 33.897.925.967
panjang
Utang lembaga keuangan 24.456.826 - - - 24.456.826
Total liabilitas keuangan 30.627.717.278 48.842.824.870 - 31.800.000.000 111.085.871.923
- 58 -
Page 61
Manajemen permodalan
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit
yang tinggi dan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan
bagi pemegang saham.
Manajemen Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup
dapat memilih menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham. Tidak ada
perubahan yang dibuat dalam tujuan, kebijakan, atau proses selama periode yang disajikan.
Kebijakan Grup adalah untuk menjaga rasio modal yang sehat dalam rangka untuk
mengamankan pembiayaan pada biaya yang wajar.
Tabel di bawah ini merangkum jumlah modal yang dipertimbangkan oleh Grup pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Modal saham 1.517.539.959.366 1.517.539.959.366
Tambahan modal disetor 2.248.288.685 2.248.288.685
Saldo laba 567.855.008.982 537.421.757.575
Total 2.087.643.257.033 2.057.210.005.626
Sebagaimana praktik yang berlaku umum, Grup mengevaluasi struktur permodalan melalui rasio
utang terhadap modal (gearing ratio) yang dihitung melalui pembagian antara utang bersih
dengan modal. Utang bersih adalah jumlah liabilitas sebagaimana disajikan di dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian dikurangi dengan jumlah kas dan setara kas, sedangkan modal
meliputi seluruh komponen ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, perhitungan rasio adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2023 2022
Total liabilitas 450.647.158.154 463.973.744.222
Dikurangi kas dan setara kas 271.898.904.990 313.283.850.490
Liabilitas bersih 178.748.253.164 150.689.893.732
Total ekuitas 2.985.233.689.945 2.959.304.726.614
Rasio liabilitas terhadap modal 0,06 0,05
- 59 -
Page 62
29. INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel di bawah ini adalah perbandingan nilai tercatat dan nilai wajar dari instrumen keuangan
Grup yang dicatat di laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022:
Nilai tercatat Nilai wajar
30 Juni 31 Desember 30 Juni 31 Desember
2023 2022 2023 2022
Aset Keuangan
Pinjaman yang diberikan dan
piutang:
Kas dan setara kas 271.898.904.990 313.283.850.490 271.898.904.990 313.283.850.490
Piutang usaha 16.764.592.040 23.603.320.974 16.764.592.040 23.603.320.974
Piutang lain-lain 3.651.111.984 3.370.553.478 3.651.111.984 3.370.553.478
Aset lancar lainnya 887.371.999 993.420.289 887.371.999 993.420.289
Aset tidak lancar lainnya 224.999.999 1.373.785.622 224.999.999 1.373.785.622
Total Aset Keuangan 293.201.981.013 342.624.930.853 293.201.981.013 342.624.930.853
Liabilitas Keuangan
Utang bank jangka pendek - 30.418.590.227 - 30.418.590.227
Utang usaha 8.911.921.720 12.415.865.413 8.911.921.720 12.415.865.413
Utang lain-lain 22.152.510.313 26.570.332.493 22.152.510.313 26.570.332.493
Beban masih harus dibayar 8.537.514.632 7.943.371.222 8.537.514.632 7.943.371.222
Utang bank jangka panjang 48.004.223.113 33.897.925.967 48.004.223.113 33.897.925.967
Utang lembaga keuangan - 24.456.826 - 24.456.826
Total Liabilitas Keuangan 87.606.169.778 111.270.542.148 87.606.169.778 111.270.542.148
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar masing-
masing kelompok dari instrumen keuangan Grup:
1. Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, asset lancar lainnya, utang usaha,
utang lain-lain dan beban masih harus dibayar mendekati nilai tercatatnya karena bersifat
jangka pendek.
2. Nilai tercatat dari liabilitas keuangan berupa utang bank jangka pendek, utang bank jangka
panjang, utang lembaga keuangan, dan utang obligasi mendekati nilai wajarnya karena
suku bunga mengambang dari instrumen keuangan ini tergantung penyesuaian oleh pihak
bank.
3. Aset tidak lancar lainnya dicatat sebesar biaya historis karena nilai wajarnya tidak dapat
diukur secara handal.
- 60 -
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 7
inlineXBRL.zip
done
FCS-702.pdf
done
FCS-703.pdf
done
instance.zip
done
FinancialStatement-2023-II-SMDM.xlsx
done