Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 70
Page 1
Nomor Surat 049/L-AKR-CS/2023
Nama Emiten PT AKR Corporindo Tbk.
Kode Emiten AKRA
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT. JAKARTA TERMINAL JAKARTA 2010 AKTIF 1.284.583 JUTAAN IDR 51.0
TANK TANGKI
TERMINAL PENYIMPAN
AN
2 PT. AKR SEA PELAYARAN JAKARTA 2013 AKTIF 561.169 JUTAAN IDR 99.99
TRANSPORT DOMESTIK
3 PT. BERKAH DISTRIBUSI SURABAYA 0 BELUM 23.689 JUTAAN IDR 65.0
BUANA DAN AKTIF
ENERGI PENGANGKU
TAN
4 PT. AKR PERDAGANG JAKARTA 2013 AKTIF 49.389 JUTAAN IDR 99.99
NIAGA AN KIMIA
INDONESIA DASAR
DAN
ENTITAS
ANAK
5 PT. AKR JASA JAKARTA 2013 AKTIF 153.456 JUTAAN IDR 99.9
TRANSPORT LOGISTIK
ASI
INDONESIA
6 PT. PERDAGANG JAKARTA 2018 AKTIF 1.262.956 JUTAAN IDR 99.99
ANUGERAH AN,
KRIDA PERUSAHAA
RETAILINDO N HOLDING
7 PT. USAHA JASA SURABAYA 2000 AKTIF 10.871.987 JUTAAN IDR 99.99
ERA LOGISTIK
PRATAMA
NUSANTARA
DAN
ENTITAS
ANAK
8 PT. JASA JAKARTA 1982 AKTIF 401.369 JUTAAN IDR 99.99
ANDAHANES LOGISTIK
A ABADI DAN
ENTITAS
ANAK
9 PT. ARJUNA PABRIKAN SURABAYA 1976 AKTIF 474.684 JUTAAN IDR 99.96
UTAMA KIMIA BAHAN
PEREKAT
10 PT. PERDAGANG JAKARTA 2011 AKTIF 86.695 JUTAAN IDR 99.99
ANUGRAH AN DAN
KARYA RAYA PERTAMBAN
GAN
BATUBARA
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT AKR Corporindo Tbk. yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. PT
AKR Corporindo Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT AKR Corporindo Tbk. Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas AKRA Entity code
Nomor identifikasi entitas AA211 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor A. Energy Sector
Subsektor A1. Oil, Gas & Coal Subsector
Industri A11. Oil & Gas Industry
Subindustri A112. Oil & Gas Storage & Subindustry
Distribution
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham dan Obligasi / Stock and Type of listed securities
Bond
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Utama / Main
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Ribuan / In Thousand statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Page 3
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
4,574,454,670 4,337,980,751
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
6,132,601,419 5,971,408,972
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
42,980 50,432
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
23,141,225 43,751,956
ketiga parties
Piutang lainnya pihak Other receivables
233,869 5,201,624
berelasi related parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 3,435,699,285 5,220,576,308 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
105,614,286 72,021,850
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
65,979,665 64,676,117
lainnya advances
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
61,219,531 108,106,576
lancar
Aset non-keuangan lancar Other current non-financial
43,889,463 17,519,665
lainnya assets
Jumlah aset lancar 14,442,876,393 15,841,294,251 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Piutang tidak lancar Other non-current
lainnya receivables
Piutang tidak lancar Other non-current
lainnya pihak ketiga 260,157,432 494,583,828 receivables third
parties
Investasi pada ventura Investments in joint
bersama dan entitas ventures and associates
asosiasi
Investasi pada entitas Investments in
428,082,142 417,300,271
asosiasi associates
Uang muka tidak lancar Non-current advances
Uang muka tidak Other non-current
50,012,143 42,968,020
lancar lainnya advances
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar assets
Aset keuangan tidak Other non-current
116,584,336 132,387,490
lancar lainnya financial assets
Aset pajak tangguhan 190,290,929 205,213,107 Deferred tax assets
Persediaan tidak lancar Non-current inventories
Persediaan tidak Non-current
2,580,738,448 2,587,396,616
lancar lainnya inventories
Properti investasi 1,816,567,520 1,816,567,520 Investment properties
Aset tetap Property, plant, and
4,940,399,241 4,996,696,832
equipment
Page 5
Aset hak guna 574,813,001 586,193,133 Right of use assets
Klaim atas pengembalian Non-current claims for tax
14,967,302 43,598,633
pajak tidak lancar refund
Aset tidak lancar Other non-current
14,290,510 23,408,335
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 10,986,903,004 11,346,313,785 Total non-current assets
Jumlah aset 25,429,779,397 27,187,608,036 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
10,000,000 1,573,705
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
5,748,684,535 9,239,323,818
ketiga third parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
46,962,386 72,571,876
ketiga third parties
Utang dividen 1,164,102 986,227 Dividends payable
Beban akrual jangka Current accrued
646,129,491 623,931,872
pendek expenses
Liabilitas imbalan Short-term
pasca kerja jangka 114,052,696 195,016,227 post-employment
pendek benefit obligations
Utang pajak 326,456,564 350,461,872 Taxes payable
Kontrak liabilitas Current contract
180,434,946 226,516,877
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 1,011,379,217 554,639,521
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of finance lease
tempo dalam satu 30,031,756 15,469,598 liabilities
tahun atas liabilitas
sewa pembiayaan
Jumlah liabilitas Total current
8,115,295,693 11,280,491,593
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
16,675,042 11,395,226
tangguhan
Kontrak liabilitas Non-current contract
78,668,895 78,668,895
jangka panjang liabilities
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 3,358,363,655 2,101,263,279 loans
bank
Liabilitas jangka Long-term finance
panjang atas lease liabilities
Page 6
liabilitas sewa 301,227,089 306,865,471
pembiayaan
Liabilitas jangka Long-term bonds
panjang atas utang 36,791,865 36,751,679 payable
obligasi
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 166,917,821 144,724,214 post-employment
panjang benefit obligations
Liabilitas keuangan Other non-current
54,107,938 54,107,938
jangka panjang lainnya financial liabilities
Liabilitas Other non-current
non-keuangan jangka 17,388,510 18,528,966 non-financial liabilities
panjang
Jumlah liabilitas Total non-current
4,030,140,815 2,752,305,668
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 12,145,436,508 14,032,797,261 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 401,469,492 401,469,492 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
1,287,163,057 1,287,163,057
disetor capital
Saham treasuri ( 118,071,864 ) ( 118,071,864 ) Treasury stocks
Cadangan selisih kurs Reserve of exchange
penjabaran 217,055,222 235,378,128 differences on
translation
Komponen ekuitas Other components of
69,000,217 69,001,149
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 3,718,000 3,518,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 9,124,911,018 9,090,404,725 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
10,985,245,142 10,968,862,687
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
2,299,097,747 2,185,948,088
non-pengendali
Jumlah ekuitas 13,284,342,889 13,154,810,775 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
25,429,779,397 27,187,608,036
ekuitas
Page 7
[1321000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented before tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
19,854,711,809 22,109,453,438
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 18,045,014,183 ) ( 20,491,280,880 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 1,809,697,626 1,618,172,558 Total gross profit
Beban penjualan ( 39,725,988 ) ( 38,001,748 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 412,910,507 ) ( 377,409,529 )
expenses
Pendapatan keuangan 41,777,731 9,659,955 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 33,939,377 ) ( 31,235,011 ) Interest and finance costs
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
( 28,805,736 ) ( 19,243,748 )
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Bagian atas laba (rugi) entitas Share of profit (loss) of
asosiasi yang dicatat dengan 10,781,871 5,216,559 associates accounted for using
menggunakan metode ekuitas equity method
Pendapatan lainnya 21,607,121 7,100,529 Other income
Beban lainnya ( 1,596,987 ) ( 1,688,457 ) Other expenses
Keuntungan (kerugian) lainnya 5,285,624 3,151,628 Other gains (losses)
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
1,372,171,378 1,175,722,736
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 280,213,955 ) ( 248,311,966 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
1,091,957,423 927,410,770
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 1,091,957,423 927,410,770 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, sebelum pajak before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
sebelum pajak loss, before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban ( 12,010,280 ) 372,247 remeasurement of defined
manfaat pasti, sebelum benefit obligation, before
pajak tax
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan ( 12,010,280 ) 372,247 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, sebelum pajak loss, before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
sebelum pajak loss, before tax
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on
selisih kurs penjabaran, ( 40,999,283 ) 38,373,703 exchange differences on
sebelum pajak translation, before tax
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
( 40,999,283 ) 38,373,703
Page 8
yang akan direklasifikasi that may be reclassified
ke laba rugi, sebelum to profit or loss, before
pajak tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 53,009,563 ) 38,745,950 income, before tax
sebelum pajak
Pajak atas pendapatan Tax on other comprehensive
2,642,262 ( 81,894 )
komprehensif lainnya income
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, setelah ( 50,367,301 ) 38,664,056 income, after tax
pajak
Jumlah laba rugi komprehensif 1,041,590,122 966,074,826 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
1,030,932,791 955,461,820
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan 61,024,632 ( 28,051,050 ) non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 1,003,241,867 976,434,336 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke 38,348,255 ( 10,359,510 ) attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 52.23 48.41 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 9
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Cadangan selisih kurs Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor Saham treasuri ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
penjabaran ekuitas lainnya non-pengendali
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Reserve of exchange Other components of Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Non-controlling interests Equity
differences on translation equity transactions earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 401,469,492 1,287,163,057 ( 118,071,864 ) 235,378,128 69,001,149 3,518,000 9,090,404,725 10,968,862,687 2,185,948,088 13,154,810,775 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 401,469,492 1,287,163,057 ( 118,071,864 ) 235,378,128 69,001,149 3,518,000 9,090,404,725 10,968,862,687 2,185,948,088 13,154,810,775 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 1,030,932,791 1,030,932,791 61,024,632 1,091,957,423 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 18,322,906 ) ( 9,368,018 ) ( 27,690,924 ) ( 22,676,377 ) ( 50,367,301 ) Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 200,000 ( 200,000 ) 0 Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 986,858,480 ) ( 986,858,480 ) ( 986,858,480 ) Distributions of cash dividends
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi dengan Increase (decrease) in equity through transactions with
( 932 ) ( 932 ) 932 0
pemilik ekuitas owner's equity
Setoran modal dari kepentingan non-pengendali 74,800,472 74,800,472 Stock subscription from non-controlling interests
Posisi ekuitas, akhir periode 401,469,492 1,287,163,057 ( 118,071,864 ) 217,055,222 69,000,217 3,718,000 9,124,911,018 10,985,245,142 2,299,097,747 13,284,342,889 Equity position, end of the period
Page 10
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Cadangan selisih kurs Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor Saham treasuri ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
penjabaran ekuitas lainnya non-pengendali
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Reserve of exchange Other components of Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Non-controlling interests Equity
differences on translation equity transactions earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 401,469,492 1,287,163,057 ( 118,071,864 ) 187,195,083 69,001,583 3,318,000 7,515,040,978 9,345,116,329 1,953,848,784 11,298,965,113 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 401,469,492 1,287,163,057 ( 118,071,864 ) 187,195,083 69,001,583 3,318,000 7,515,040,978 9,345,116,329 1,953,848,784 11,298,965,113 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 955,461,820 955,461,820 ( 28,051,050 ) 927,410,770 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 20,682,163 290,353 20,972,516 17,691,540 38,664,056 Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 200,000 ( 200,000 ) Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 335,531,883 ) ( 335,531,883 ) ( 335,531,883 ) Distributions of cash dividends
Setoran modal dari kepentingan non-pengendali 62,043,081 62,043,081 Stock subscription from non-controlling interests
Posisi ekuitas, akhir periode 401,469,492 1,287,163,057 ( 118,071,864 ) 207,877,246 69,001,583 3,518,000 8,135,061,268 9,986,018,782 2,005,532,355 11,991,551,137 Equity position, end of the period
Page 11
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
21,888,041,177 21,191,005,626
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 21,263,513,972 ) ( 19,188,103,806 ) goods and services
jasa
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
624,527,205 2,002,901,820
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
43,474,487 10,351,967
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 30,574,510 ) ( 35,310,990 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 752,599,190 ) ( 568,976,238 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 147,076,318 ) ( 161,706,245 ) from operating activities
operasi
Arus kas sebelum Net cash flows received
perubahan dalam aset dan from (used in) operating
liabilitas yang diperoleh ( 262,248,326 ) 1,247,260,314 activities before changes in
dari (digunakan untuk) assets and liabilities
aktivitas operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 262,248,326 ) 1,247,260,314
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
5,615,303 4,738,677
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 181,169,256 ) ( 108,804,606 )
aset tetap property, plant and equipment
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 175,553,953 ) ( 104,065,929 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 2,057,412,338 1,217,938,042 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 313,193,215 ) ( 1,171,646,865 ) Payments of bank loans
Pembayaran liabilitas sewa Payments of finance lease
( 21,956,053 ) ( 21,231,202 )
pembiayaan liabilities
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 986,858,480 ) ( 335,531,883 )
aktivitas pendanaan activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas 74,800,472 62,043,081 from financing activities
pendanaan
Page 12
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari 810,205,062 ( 248,428,827 ) received from (used in)
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
372,402,783 894,765,558
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
4,337,980,751 2,600,492,407
awal periode flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada Effect of exchange rate changes
( 135,928,864 ) 72,666,972
kas dan setara kas on cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
4,574,454,670 3,567,924,937
akhir periode cash flows, end of the period
Page 13
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Keuangan di Indonesia (?SAK?), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) statements
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan
Ketua OJK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK. Kebijakan ini
telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian,
adalah dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan biaya historis,
kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam
kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan
menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi
dan pendanaan. Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp), yang juga merupakan mata uang fungsional
Perusahaan. Entitas Anak di dalam Kelompok Usaha menetapkan mata uang fungsionalnya sendiri
dan transaksi-transaksi di dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata uang
fungsional tersebut.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas anak. Principles of consolidation
Kendali diperoleh bila Kelompok Usaha terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut
melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan
hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini: i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat
ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee, ii)
Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan iii) Kemampuan
untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Bila
Kelompok Usaha tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee,
Kelompok Usaha mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi
apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee, termasuk: i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik
hak suara lainnya dari investee, ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan iii) Hak suara
dan hak suara potensial yang dimiliki Kelompok Usaha. Kelompok Usaha menilai kembali apakah
mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap
satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai
sejak Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir pada saat Kelompok
Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas
anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak
tanggal Kelompok Usaha memperoleh kendali sampai tanggal Kelompok usaha tidak lagi
mengendalikan entitas anak tersebut. Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan
komprehensif lain (?OCI?) diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan
nonpengendali (?KNP?), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang
perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan
Page 14
kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan
arus kas atas transaksi antar anggota Kelompok Usaha dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu
entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas
dan komponen lain dari ekuitas terkait, dan selisihnya diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang
tersisa diakui pada nilai wajar.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan terdiri dari kas, bank dan deposito jangka pendek Cash and cash equivalents
dengan jangka waktu jatuh tempo antara 3 (tiga) bulan atau kurang pada saat penempatan dan tidak
dibatasi penggunaannya, dan mana yang memiliki risiko tidak signifikan dari perubahan nilai.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Untuk piutang usaha, Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam Trade and other receivables
menghitung KKE. Oleh karena itu, Kelompok Usaha tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit,
tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umur pada setiap tanggal
pelaporan. Kelompok Usaha telah menyusun matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
historisnya, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik bagi debitur dan
lingkungan ekonomi. Kelompok Usaha menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran
kontraktual telah lewat 90 hari. Namun, dalam kasus tertentu, Kelompok Usaha juga dapat
mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal
menunjukkan bahwa Kelompok Usaha tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutang
secara penuh sebelum memperhitungkan setiap perbaikan risiko-kredit yang dimiliki oleh Kelompok
Usaha. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas
kontraktual.
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya Inventories
perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method), kecuali untuk
persediaan bahan bakar minyak (BBM) yang menggunakan metode first-in, first-out (FIFO). Penyisihan
atas persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, jika ada, dibentuk untuk mengurangi nilai
tercatat persediaan menjadi nilai realisasi neto. Nilai realisasi neto adalah estimasi nilai jual dalam
transaksi usaha normal dikurangi dengan estimasi biaya untuk penyelesaian dan biaya untuk menjual
produk yang bersangkutan. Nilai persediaan terdiri dari seluruh nilai pembelian dan biaya terkait untuk
memproses sampai dengan persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap digunakan atau
dijual.
Properti investasi Pada awalnya, properti investasi diukur pada biaya perolehan, termasuk biaya transaksi. Setelah Investment property
pengakuan awal, properti investasi dinyatakan sebesar nilai wajar, yang mencerminkan kondisi pasar
pada tanggal laporan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti
investasi dicatat dalam laba rugi pada periode terjadinya, termasuk efek pajak yang terkait. Nilai wajar
ditentukan berdasarkan penilaian tahunan yang dilakukan oleh penilai independen eksternal
terakreditasi dengan menerapkan model penilaian yang direkomendasikan oleh International Valuation
Standards Committee. Properti investasi dihentikan pengakuannya baik saat dilepas atau ketika tidak
digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan
dari pelepasannya. Selisih antara hasil neto pelepasan dan nilai tercatat aset diakui dalam laba rugi
pada periode terjadinya penghentian pengakuan. Pengalihan dilakukan ke (atau dari) properti investasi
hanya jika terdapat perubahan penggunaan. Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang
digunakan sendiri, biaya yang dianggap untuk akuntansi selanjutnya adalah nilai wajar pada tanggal
Page 15
perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan sendiri menjadi properti investasi, Kelompok
Usaha memperhitungkan properti tersebut sesuai dengan kebijakan yang tercantum dalam aset tetap
sampai dengan tanggal perubahan yang digunakan.
Aset tetap Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan Fixed assets
nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika
memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya
inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (?carrying amount?) aset tetap sebagai suatu penggantian
jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi
kriteria pengakuan diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya. Penyusutan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap. Tanah
atau hak atas tanah, termasuk biaya pengurusan legal hak yang timbul pada awal perolehan hak atas
tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi. Biaya-biaya yang terjadi
sehubungan dengan pembaharuan atau perpanjangan hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
selama periode hak atas tanah atau taksiran masa manfaat ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated
recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut,
yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai. Jumlah tercatat aset tetap
dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat
dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. Jumlah
tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya. Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode
penyusutan di-reviu, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Aset dalam
penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap
yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi suatu aset Impairment of non-financial assets
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan
penurunan nilai aset (yaitu aset tidak berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset tidak
berwujud yang belum dapat digunakan atau goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis)
diperlukan, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian
penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui sebagai laba rugi sesuai dengan
kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya. Kerugian penurunan
nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset dibalik hanya jika terdapat perubahan
asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang
telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam
laba rugi.
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui Trade payables and other liabilities
laba rugi dan liabilitas keuangan lainnya. Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas liabilitas
keuangan pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar dan,
Page 16
dalam hal pinjaman dan hutang, ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi hutang usaha dan hutang lain-lain, akrual dan liabilitas
sewa. Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya. Semua liabilitas keuangan
Kelompok Usaha diklasifikasikan sebagai pinjaman dan hutang. Setelah pengakuan awal, pinjaman
dan utang yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode SBE. Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi ketika liabilitas
keuangan dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE. Biaya
perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premi atas akuisisi dan
biaya atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai
biaya keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Liabilitas
keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kedaluwarsa
Pengakuan pendapatan dan beban Penjualan diakui ketika Kelompok Usaha memenuhi kewajiban pelaksanaan (performance obligation) Revenue and expense recognition
dengan mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan
memperoleh pengendalian atas barang atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan (performance
obligation) dapat dipenuhi pada suatu waktu tertentu atau dari waktu ke waktu. Jumlah pendapatan
yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan (performance obligation)
yang dipenuhi. Kelompok Usaha secara umum menyimpulkan bahwa mereka adalah prinsipal dalam
pengaturan pendapatannya. Manajemen menetapkan metode estimasi untuk memastikan
dimasukkannya imbalan variabel tersebut hanya sedemikian agar tidak terjadi pembalikan yang
signifikan atas pendapatan kumulatif yang diakui ketika ketidakpastian terkait dengan pertimbangan
variabel tersebut diselesaikan kedepannya. Sedangkan pengakuan dilakukan ketika dokumen
pendukung telah diterima dari pelanggan atau saat kemungkinan besar penyesuaian harga akan
diberikan. Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
penghasilan atau beban bunga dicatat dengan menggunakan metode suku bunga efektif, yaitu suku
bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa yang
akan datang selama perkiraan umur dari instrument keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode
yang lebih singkat, untuk nilai tercatat neto dari aset atau liabilitas keuangan. Beban diakui pada saat
terjadinya atau sesuai dengan masa manfaatnya.
Penjabaran mata uang asing Pembukuan Perusahaan dan Entitas Anak, kecuali JTT, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Foreign currency translation
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang selain Rupiah dicatat dengan kurs yang
berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang selain Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi tahun yang
bersangkutan. Pembukuan Entitas JTT (Catatan 1b) diselenggarakan dalam Dolar Amerika Serikat
(Dolar AS), yang mana merupakan mata uang fungsional entitas tersebut. Untuk tujuan penyajian
laporan keuangan konsolidasian, akun-akun Entitas Anak tersebut dijabarkan ke dalam Rupiah dengan
menggunakan mekanisme berikut: ? Aset dan liabilitas dijabarkan dengan menggunakan kurs pada
tanggal pelaporan; ? Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata periode
berjalan; ? Akun ekuitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis; dan ? Selisih kurs yang terjadi
disajikan pada akun ?Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan? di ekuitas. Kurs konversi
Dolar AS yang digunakan, mengacu pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada
tanggal-tanggal pelaporan
Transaksi dengan pihak berelasi Kelompok Usaha memiliki transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam Transactions with related parties
PSAK No. 7, ?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi?. Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang
terkait dengan Perusahaan yang menyiapkan laporan keuangannya, yaitu: (a) Orang atau anggota
Page 17
keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika orang tersebut: i) Memiliki pengendalian
atau pengendalian bersama atas Perusahaan; ii) Memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau
iii) Personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas induk Perusahaan. (b) Suatu entitas berelasi
dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut: i) Entitas adalah anggota dari Kelompok
Usaha (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain); ii)
Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama yang merupakan anggota Kelompok Usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya); iii) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang diidentifikasi dalam
huruf (a); iv) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas); v) Entitas, atau anggota dari
Kelompok Usaha dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari Kelompok Usaha tersebut,
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Perusahaan atau kepada entitas induk dari
Perusahaan. Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
Pajak penghasilan Kelompok Usaha menerapkan ISAK No. 34 - Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan. Income taxes
ISAK ini membahas akuntansi untuk pajak penghasilan ketika perlakuan pajak melibatkan
ketidakpastian yang mempengaruhi penerapan PSAK No. 46: Pajak Penghasilan. ISAK ini tidak
berlaku untuk pajak atau retribusi di luar ruang lingkup PSAK No. 46, juga tidak secara khusus
mencakup persyaratan yang berkaitan dengan bunga dan denda yang terkait dengan perlakuan pajak
yang tidak pasti. Penafsiran secara khusus membahas hal-hal berikut: ? Apakah suatu entitas
mempertimbangkan perlakuan pajak yang tidak pasti secara terpisah ? Asumsi yang dibuat entitas
tentang pemeriksaan perlakuan pajak oleh otoritas perpajakan ? Bagaimana entitas menentukan laba
kena pajak (rugi pajak), dasar pengenaan pajak, rugi pajak yang belum digunakan, kredit pajak yang
belum digunakan dan tarif pajak. Kelompok Usaha menentukan apakah akan mempertimbangkan
masing-masing perlakuan pajak yang tidak pasti secara terpisah atau bersama-sama dengan satu atau
lebih perlakuan pajak tidak pasti lainnya dan menggunakan pendekatan yang lebih baik dalam
memprediksi penyelesaian ketidakpastian tersebut. Kelompok Usaha menerapkan penilaian signifikan
dalam mengidentifikasi ketidakpastian atas perlakuan pajak penghasilan. Setelah adopsi Interpretasi,
Kelompok Usaha mempertimbangkan apakah Kelompok Usaha memiliki posisi pajak yang tidak pasti.
Pengajuan pajak Perusahaan dan entitas anak di berbagai yurisdiksi termasuk otoritas perpajakan
dapat menentang perlakuan pajak tersebut. Kelompok Usaha menentukan, berdasarkan pada
kepatuhan perpajakannya bahwa besar kemungkinan perlakuan pajaknya (termasuk yang untuk
entitas anak) akan diterima oleh otoritas perpajakan.
Pinjaman Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan Borrowings
aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya
diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman terdiri dari biaya bunga dan biaya keuangan
lain yang ditanggung oleh Kelompok Usaha sehubungan dengan peminjaman dana. Biaya keuangan
lainnya termasuk selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih
kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga. Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai
pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat digunakan sesuai dengan
maksudnya, dan pengeluaran untuk aset kualifikasian dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi
biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansi seluruh aktivitas yang diperlukan
untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya.
Provisi Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat Provisions
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal
Page 18
mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan
disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk
menyelesaikan liabilitas kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan. Provisi untuk biaya
pembongkaran aset diestimasi berdasarkan beberapa asumsi dan disajikan pada nilai wajar sesuai
dengan tingkat diskonto yang berlaku.
Imbalan kerja karyawan Perusahaan dan Entitas Anaknya di Indonesia memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk Employee benefits
karyawan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku serta, peraturan Perusahaan
(Catatan 29). Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 24, ?Imbalan Pasca Kerja? dan perhitungan imbalan pasca
kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul
diakui sebagai Penghasilan Komprehensif Lain dan disajikan pada bagian ekuitas. Biaya jasa lalu
dibebankan langsung pada laba rugi. Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di laporan
posisi keuangan konsolidasian merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti. Pada bulan April 2022,
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (?DSAK IAI?) menerbitkan siaran pers
atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang
diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits. Siaran pers tersebut menyampaikan informasi bahwa pola
fakta umum dari program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia
saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS Intepretation
Committee (?IFRIC?) Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service IAS 19. Kelompok
usaha telah menerapkan siaran pers tersebut dan dengan demikian merubah kebijakan akuntansi
terkait atribusi imbalan kerja pada periode jasa dari kebijakan yang diterapkan sebelumnya pada
laporan keuangan konsolidasian kelompok usaha pada tanggal 31 Desember 2021 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut. Pada tahun-tahun sebelumnya, Kelompok Usaha
mengatribusikan imbalan berdasarkan formula imbalan program imbalan pasti berdasarkan masa kerja
sejak tanggal pekerja memberikan jasa hingga usia pensiun. Mulai 1 Januari 2022, berdasarkan siaran
pers, Kelompok Usaha telah mengubah kebijakan akuntansinya untuk mengatribusikan imbalan
berdasarkan program tersebut, yaitu dari tanggal ketika jasa pekerja pertama kali menghasilkan
imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa pekerja selanjutnya tidak akan
menghasilkan jumlah imbalan yang material dibawah program tersebut. Namun, perubahan tersebut
tidak berdampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian dan telah dibebankan pada
periode berjalan.
Laba per saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang diatribusikan kepada Earnings per share
pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada periode yang
bersangkutan. Laba per saham dilusian, jika ada, dihitung setelah melakukan penyesuaian yang
diperlukan terhadap jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada periode yang bersangkutan
dengan mempertimbangkan faktor dilusi yang relevan, jika ada, seperti dari opsi saham.
Dividen Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 28 April 2023, Dividends
para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1.480.287.720
atau Rp75 (dalam Rupiah penuh) per saham dari laba tahun 2022 yang diatribusikan kepada pemilik
entitas induk. Sebagian dividen ini adalah dividen interim yang telah dibayarkan pada tanggal 16
Agustus 2022 sebesar Rp493.429.240 atau Rp25 (dalam Rupiah penuh) per saham. Dividen final
sebesar Rp986.858.480 atau Rp50 per saham (dalam Rupiah penuh) telah dibayarkan pada tanggal
24 Mei 2023. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan disebutkan di atas, para pemegang
saham juga menyetujui pencadangan umum sebesar Rp200.000 dari laba tahun 2022. Dalam Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 28 April 2022, para pemegang
Page 19
saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp572.377.918 atau Rp29 (dalam
Rupiah penuh) per saham dari laba tahun 2021 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Sebagian dividen ini adalah dividen interim yang telah dibayarkan pada tanggal 19 Agustus 2021
sebesar Rp236.846.035 atau Rp12 (dalam Rupiah penuh) per saham. Dividen final sebesar
Rp335.531.883 atau Rp17 per saham (dalam Rupiah penuh) telah dibayarkan pada tanggal 24 Mei
2022 (nilai dividen per saham setelah pemecahan nilai nominal saham). Dalam Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan disebutkan di atas, para pemegang saham juga menyetujui pencadangan
umum sebesar Rp200.000 dari laba tahun 2021.
Pelaporan segmen Untuk tujuan manajemen, Kelompok Usaha dibagi menjadi empat (4) segmen operasi utama Segment reporting
berdasarkan produk dan jasa yang dikelola secara independen oleh masing-masing pengelola segmen
yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen
melaporkan secara langsung kepada manajemen yang secara teratur mengkaji laba segmen sebagai
dasar untuk mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen dan untuk menilai kinerja
segmen. Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen terdapat dalam Catatan 33, termasuk
faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran
informasi segmen. Aset dan liabilitas yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih
dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan
aset tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.
Penerapan standar akutansi baru Kelompok Usaha menerapkan pertama kali seluruh standar baru dan/atau yang direvisi yang berlaku The implementation of new statements of
efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023, termasuk standar yang direvisi accounting standards
berikut ini yang mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha: (Amendemen PSAK
16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan). Amandemen ini tidak
memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang diproduksi saat membawa
aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat beroperasi sesuai dengan
intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari
penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam laba rugi.
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif untuk aset tetap yang tersedia untuk digunakan
pada atau setelah awal dari periode sajian paling awal dimana entitas pertama kali menerapkan
amandemen tersebut. Amandemen tersebut diperkirakan tidak akan berdampak material terhadap
pelaporan keuangan Kelompok Usaha. Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan -
Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Amandemen ini menentukan
persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dan
menjelaskan: - hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan, - hak untuk
menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan, - klasifikasi tersebut tidak
dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan hanya untuk menangguhkan liabilitas, dan -
hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka
syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada klasifikasinya.
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif. Amandemen tersebut diekspektasikan tidak akan
berdampak material terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. Amandemen PSAK 1: Penyajian
laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi. Amandemen ini memberikan panduan
dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas dalam pengungkapan
kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan
pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk
mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan
kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas
Page 20
menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan
akuntansi. Amandemen ini berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 dengan penerapan
dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk
menentukan dampaknya terhadap pengungkapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Amandemen
PSAK No. 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan - Definisi Estimasi
Akuntansi Amandemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi
perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi
kesalahan. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik
pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi. Amandemen tersebut berlaku efektif
pada tanggal 1 Januari 2023 dan berlaku untuk perubahan kebijakan akuntansi dan perubahan
estimasi akuntansi yang terjadi pada atau setelah awal periode tersebut. Penerapan dini
diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk
menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. Amandemen PSAK No. 46:
Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal.
Amandemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang
Timbul dari Transaksi Tunggal. Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun
liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk
mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.
Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai
dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan
Kelompok Usaha.
Penentuan nilai wajar Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku Determination of fair value
pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. Pengukuran nilai wajar dari suatu aset
non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik
dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya
kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan
terbaiknya. Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data
yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan yang dapat
diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan yang tidak dapat diamati
(unobservable). Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan
keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan paling
rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut: i) Level 1
- Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat
diakses entitas pada tanggal pengukuran. ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat
masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat
diamati (observable) baik secara langsung atau tidak langsung. iii) Level 3 - Teknik penilaian yang
menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara langsung atau tidak langsung. Untuk aset
dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha
menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Pembukuan Perusahaan dan Entitas Anak, kecuali JTT, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Foreign currency transactions and balances
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang selain Rupiah dicatat dengan kurs yang
berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
Page 21
uang selain Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi tahun yang
bersangkutan. Pembukuan Entitas JTT (Catatan 1b) diselenggarakan dalam Dolar Amerika Serikat
(Dolar AS), yang mana merupakan mata uang fungsional entitas tersebut. Untuk tujuan penyajian
laporan keuangan konsolidasian, akun-akun Entitas Anak tersebut dijabarkan ke dalam Rupiah dengan
menggunakan mekanisme berikut: ? Aset dan liabilitas dijabarkan dengan menggunakan kurs pada
tanggal pelaporan; ? Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata periode
berjalan; ? Akun ekuitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis; dan ? Selisih kurs yang terjadi
disajikan pada akun ?Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan? di ekuitas. Kurs konversi
Dolar AS yang digunakan, mengacu pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada
tanggal-tanggal pelaporan
Aset hak guna Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset Right of use assets
hak-guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang
disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan
untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar sesuai
kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima. Aset
hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa. Aset
hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa. Jika sewa
mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau jika
biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Kelompok Usaha akan mengeksekusi opsi beli, maka
Kelompok Usaha menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset
pendasar. Jika tidak, maka Kelompok Usaha menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan
hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Properti investasi Pada awalnya, properti investasi diukur pada biaya perolehan, termasuk biaya transaksi. Setelah Investment properties
pengakuan awal, properti investasi dinyatakan sebesar nilai wajar, yang mencerminkan kondisi pasar
pada tanggal laporan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti
investasi dicatat dalam laba rugi pada periode terjadinya, termasuk efek pajak yang terkait. Nilai wajar
ditentukan berdasarkan penilaian tahunan yang dilakukan oleh penilai independen eksternal
terakreditasi dengan menerapkan model penilaian yang direkomendasikan oleh International Valuation
Standards Committee. Properti investasi dihentikan pengakuannya baik saat dilepas atau ketika tidak
digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan
dari pelepasannya. Selisih antara hasil neto pelepasan dan nilai tercatat aset diakui dalam laba rugi
pada periode terjadinya penghentian pengakuan. Pengalihan dilakukan ke (atau dari) properti investasi
hanya jika terdapat perubahan penggunaan. Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang
digunakan sendiri, biaya yang dianggap untuk akuntansi selanjutnya adalah nilai wajar pada tanggal
perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan sendiri menjadi properti investasi, Kelompok
Usaha memperhitungkan properti tersebut sesuai dengan kebijakan yang tercantum dalam aset tetap
sampai dengan tanggal perubahan yang digunakan.
Investasi pada entitas asosiasi Pada awalnya, properti investasi diukur pada biaya perolehan, termasuk biaya transaksi. Setelah Investment in associates
pengakuan awal, properti investasi dinyatakan sebesar nilai wajar, yang mencerminkan kondisi pasar
pada tanggal laporan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti
investasi dicatat dalam laba rugi pada periode terjadinya, termasuk efek pajak yang terkait. Nilai wajar
ditentukan berdasarkan penilaian tahunan yang dilakukan oleh penilai independen eksternal
Page 22
terakreditasi dengan menerapkan model penilaian yang direkomendasikan oleh International Valuation
Standards Committee. Properti investasi dihentikan pengakuannya baik saat dilepas atau ketika tidak
digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan
dari pelepasannya. Selisih antara hasil neto pelepasan dan nilai tercatat aset diakui dalam laba rugi
pada periode terjadinya penghentian pengakuan. Pengalihan dilakukan ke (atau dari) properti investasi
hanya jika terdapat perubahan penggunaan. Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang
digunakan sendiri, biaya yang dianggap untuk akuntansi selanjutnya adalah nilai wajar pada tanggal
perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan sendiri menjadi properti investasi, Kelompok
Usaha memperhitungkan properti tersebut sesuai dengan kebijakan yang tercantum dalam aset tetap
sampai dengan tanggal perubahan yang digunakan.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan Prepaid expenses
metode garis lurus.
Saham treasuri Instrumen ekuitas sendiri yang diperoleh kembali (saham treasuri) diakui pada harga perolehan Treasury stock
kembali dan dikurangi dari ekuitas. Tidak ada laba rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan,
penjualan kembali, penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas Kelompok Usaha. Selisih antara
jumlah tercatat dan penerimaan, bila diterbitkan kembali, diakui sebagai bagian dari tambahan modal
disetor pada ekuitas
Modal saham Perusahaan memberikan opsi saham kepada Dewan Direksi, Komisaris selain komisaris independen Share capital
dan karyawan kunci dalam Program Management Stock Option Plan (MSOP). Jumlah biaya
kompensasi saham dihitung pada tanggal diberikannya opsi saham dengan menggunakan nilai wajar
dari opsi saham tersebut dan diakui pada akun ?Gaji, Upah dan Kesejahteraan Karyawan? selama
periode opsi saham berdasarkan program hak bertingkat (graded vesting scheme). Akumulasi biaya
kompensasi saham diakui pada akun ?Opsi Saham? dan disajikan sebagai bagian dari akun
Tambahan Modal Disetor pada bagian Ekuitas. Nilai wajar dari opsi saham ditentukan berdasarkan
hasil penilaian aktuaria independen dengan menggunakan metode Black-Scholes.
Biaya emisi efek ekuitas Biaya emisi saham disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor dan tidak disusutkan. Biaya Stock issuance cost
emisi obligasi disajikan neto terhadap hutang obligasi dan diamortisasi selama masa obligasi
menggunakan metode suku bunga efektif (lihat Catatan 2t terkait dengan kebijakan akuntansi untuk
liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi).
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.i.Aset Keuangan Aset keuangan diklasifikasikan, pada
pengakuan awal, yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui
Pendapatan Komprehensif Lain (?OCI?), dan nilai wajar melalui laba rugi.Klasifikasi aset keuangan
pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model
bisnis Kelompok Usaha untuk mengelolanya. Dengan pengecualian piutang usaha yang tidak
mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Kelompok Usaha telah
menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Kelompok Usaha pada awalnya mengukur aset keuangan pada
nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya
Page 23
transaksi. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Kelompok Usaha telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur pada harga transaksi yang ditentukan berdasarkan PSAK No. 72. Lihat kebijakan akuntansi pada Catatan 2r untuk kebijakan terkait pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI, aset keuangan harus menghasilkan arus kas yang Semata-mata Pembayaran Pokok dan Bunga (?SPPI?) dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai tes SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen.Model bisnis Kelompok Usaha untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Kelompok Usaha mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh regulasi atau konvensi di pasar (perdagangan reguler) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Kelompok Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.Kelompok Usaha memiliki kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset lancar lainnya yang seluruhnya diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Kelompok Usaha tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI atau nilai wajar melalui laba rugi.Pengukuran setelah pengakuan awalKelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut ini terpenuhi:i)Aset keuangan tersebut dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka memperoleh arus kas kontraktual, danii)Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang SPPI dari jumlah pokok terutang.Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan suku bunga efektif (?SBE?) dan diuji penurunan nilainya. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset keuangan dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.Penghentian pengakuan Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi apabila:i)Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; ii)Kelompok Usaha telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan terhadap pihak ketiga melalui suatu kesepakatan ?penyerahan? dan (a) Kelompok Usaha secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Kelompok Usaha secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.Apabila Kelompok Usaha telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau mengadakan kesepakatan penyerahan dan tidak mengalihkan maupun memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan tersebut dan juga tidak mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut, maka suatu aset keuangan baru diakui oleh Kelompok Usaha sebesar keterlibatannya yang berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Dalam hal itu, Kelompok Usaha juga mengakui liabilitas terkait. Aset alihan beserta liabilitas terkait diukur dengan dasar yang merefleksikan hak dan kewajiban yang dimiliki Kelompok Usaha.Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset alihan diukur sebesar jumlah yang lebih rendah antara jumlah aset alihan dan jumlah maksimal imbalan yang mungkin harus dibayar kembali oleh Kelompok Usaha.Penurunan nilai aset keuanganKelompok Usaha mengakui penyisihan untuk Kerugian Kredit Ekspektasian (?KKE?) untuk seluruh instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. KKE didasarkan pada selisih antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diperkirakan akan diterima Kelompok Usaha, didiskontokan dengan SBE awal. Arus kas ekspektasian akan mencakup arus kas dari penjualan agunan atau perbaikan
Page 24
risiko-kredit lain yang merupakan bagian dari persyaratan kontraktual.KKE diakui dalam dua tahap.
Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal,
KKE dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi
dalam 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko
kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit yang
diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu gagal bayar (KKE sepanjang umur).Untuk
piutang usaha, Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung
KKE. Oleh karena itu, Kelompok Usaha tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, tetapi
mengakui penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umur pada setiap tanggal pelaporan.
Kelompok Usaha telah menyusun matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya,
disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik bagi debitur dan lingkungan
ekonomi.Kelompok Usaha menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual
telah lewat 90 hari. Namun, dalam kasus tertentu, Kelompok Usaha juga dapat mempertimbangkan
aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa
Kelompok Usaha tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum
memperhitungkan setiap perbaikan risiko-kredit yang dimiliki oleh Kelompok Usaha. Aset keuangan
dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.ii.Liabilitas
keuanganPengakuan dan pengukuran awalLiabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan liabilitas keuangan lainnya. Kelompok
Usaha menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan
pada awalnya diukur pada nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, ditambah biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung.Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha
dan utang lain-lain, akrual dan liabilitas sewa. Pengukuran setelah pengakuan awalPengukuran
liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya. Semua liabilitas keuangan Kelompok Usaha
diklasifikasikan sebagai pinjaman dan utang.Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang yang
dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode
SBE.Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi ketika liabilitas keuangan dihentikan
pengakuannya serta melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE.Biaya perolehan
diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premi atas akuisisi dan biaya atau
biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari EIR. Amortisasi EIR dicatat sebagai biaya
keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.Liabilitas
keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kedaluwarsa.ii.Saling hapus instrumen keuanganAset keuangan dan liabilitas
keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan ketika
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui
tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Penerapan standar akuntansi baru Kelompok Usaha menerapkan pertama kali seluruh standar baru dan/atau yang direvisi yang berlaku Adoption of new accounting standards
efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023, termasuk standar yang direvisi
berikut ini yang mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha: (Amendemen PSAK
16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan). Amandemen ini tidak
memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang diproduksi saat membawa
aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat beroperasi sesuai dengan
intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari
penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam laba rugi.
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif untuk aset tetap yang tersedia untuk digunakan
Page 25
pada atau setelah awal dari periode sajian paling awal dimana entitas pertama kali menerapkan
amandemen tersebut. Amandemen tersebut diperkirakan tidak akan berdampak material terhadap
pelaporan keuangan Kelompok Usaha. Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan -
Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Amandemen ini menentukan
persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dan
menjelaskan: - hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan, - hak untuk
menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan, - klasifikasi tersebut tidak
dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan hanya untuk menangguhkan liabilitas, dan -
hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka
syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada klasifikasinya.
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif. Amandemen tersebut diekspektasikan tidak akan
berdampak material terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. Amandemen PSAK 1: Penyajian
laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi. Amandemen ini memberikan panduan
dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas dalam pengungkapan
kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan
pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk
mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan
kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas
menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan
akuntansi. Amandemen ini berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 dengan penerapan
dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk
menentukan dampaknya terhadap pengungkapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Amandemen
PSAK No. 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan - Definisi Estimasi
Akuntansi Amandemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi
perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi
kesalahan. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik
pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi. Amandemen tersebut berlaku efektif
pada tanggal 1 Januari 2023 dan berlaku untuk perubahan kebijakan akuntansi dan perubahan
estimasi akuntansi yang terjadi pada atau setelah awal periode tersebut. Penerapan dini
diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk
menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. Amandemen PSAK No. 46:
Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal.
Amandemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang
Timbul dari Transaksi Tunggal. Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun
liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk
mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.
Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai
dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan
Kelompok Usaha.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Berlaku efektif 1 Januari 2023Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif DiintensikanAmandemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan effective
item yang diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset
dapat beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya,
entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item
tersebut, dalam laba rugi. Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang
Page 26
dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif untuk aset tetap yang tersedia untuk digunakan pada atau setelah awal dari periode sajian paling awal dimana entitas pertama kali menerapkan amandemen tersebut.Amandemen tersebut diperkirakan tidak akan berdampak material terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha.Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan - Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka PanjangAmandemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dan menjelaskan:?hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan,?hak untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan,?klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan hanya untuk menangguhkan liabilitas, dan?hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada klasifikasinya.Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif. Amandemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi. Amandemen tersebut berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2023 dan berlaku untuk perubahan kebijakan akuntansi dan perubahan estimasi akuntansi yang terjadi pada atau setelah awal periode tersebut. Penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha.Amandemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa. Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha.Berlaku efektif 1 Januari 2024 Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan KovenanAmendemen ini mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifilasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar.Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 dengan penerapan dini diperkenankan. Entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) tentang klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang pada periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25. Jika entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) pada periode yang lebih awal setelah terbitnya amandemen PSAK 1 (Desember 2022) tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan, maka entitas juga menerapkan amandemen PSAK 1 (Desember 2022) pada periode tersebut. Jika entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) untuk periode sebelumnya, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. Amandemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balikAmandemen PSAK 73 Sewa menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna yang dipertahankan. Amandemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan.Amandemen tersebut diekspektasikan tidak akan berdampak material terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha.Amandemen ini memberikan panduan dan contoh untuk
Page 27
membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan - Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Amandemen ini berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pengungkapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha.Amandemen PSAK No. 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan - Definisi Estimasi Akuntansi
Page 28
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Penjabaran laporan
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Reklasifikasi aset Aset tetap, akhir
keuangan aset
periode tetap tetap tetap periode
tetap
Translation
Property, plant, and Reclassifications of Property, plant, and
Addition in property, Disposals in property, adjustment in
equipment, beginning property, plant, and equipment, end
plant, and equipment plant, and equipment property, plant, and
period equipment period
equipment
Nilai perolehan, Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying amount,
642,500,941 75,138 3,715,196 646,291,275
kotor langsung gross
Bangunan dan Building and
fasilitasnya, dimiliki leasehold
4,732,612,449 51,520,729 13,509,652 ( 81,848,207 ) 4,715,794,623
langsung improvement, directly
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 735,621,055 14,521,255 ( 2,556,545 ) 8,130,218 ( 13,835,953 ) 741,880,030 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
725,703,076 415,030 ( 315,335 ) 4,348,312 730,151,083
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 161,636,629 4,261,676 ( 860,467 ) 488,332 ( 668,678 ) 164,857,492 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
380,619,672 9,736,657 ( 7,400,007 ) 15,138,922 ( 9,359 ) 398,085,885
dimiliki langsung owned
Kapal, dimiliki Vessels, directly
627,412,317 97,520 627,509,837
langsung owned
Dimiliki langsung 8,006,106,139 80,628,005 ( 11,132,354 ) 45,330,632 ( 96,362,197 ) 8,024,570,225 Directly owned
Bangunan, aset hak Building, right of use
93,842,433 198,510 ( 46,881,000 ) 47,159,943
guna assets
Aset hak guna 93,842,433 198,510 ( 46,881,000 ) 47,159,943 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
574,373,879 1,586,372 ( 4,892,400 ) 7,197,550 578,265,401
penyelesaian construction
Lainnya, dalam Others, assets under
298,620,838 105,644,355 ( 52,572,847 ) ( 1,399,741 ) 350,292,605
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
872,994,717 107,230,727 ( 4,892,400 ) ( 45,375,297 ) ( 1,399,741 ) 928,558,006
penyelesaian construction
Page 29
Aset tetap 8,972,943,289 188,057,242 ( 62,905,754 ) ( 44,665 ) ( 97,761,938 ) 9,000,288,174 Property, plant, and
equipment
Akumulasi Bangunan dan Building and Carrying amount,
depresiasi fasilitasnya, dimiliki leasehold accumulated
2,088,358,374 94,484,645 ( 42,431,217 ) 2,140,411,802
langsung improvement, directly depreciation
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 289,140,512 25,700,314 ( 2,522,606 ) ( 3,843,509 ) 308,474,711 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
519,033,309 17,839,047 ( 246,299 ) 536,626,057
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 102,975,807 5,573,474 ( 860,467 ) ( 405,313 ) 107,283,501 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
257,704,798 9,162,763 ( 7,290,219 ) ( 7,626 ) 259,569,716
dimiliki langsung owned
Kapal, dimiliki Vessels, directly
163,848,590 12,951,672 176,800,262
langsung owned
Dimiliki langsung 3,421,061,390 165,711,915 ( 10,919,591 ) ( 46,687,665 ) 3,529,166,049 Directly owned
Bangunan, aset hak Building, right of use
93,100,421 7,506,354 ( 46,881,000 ) 53,725,775
guna assets
Aset hak guna 93,100,421 7,506,354 ( 46,881,000 ) 53,725,775 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
462,084,646 19,687,947 ( 4,775,484 ) 476,997,109
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
462,084,646 19,687,947 ( 4,775,484 ) 476,997,109
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
3,976,246,457 192,906,216 ( 62,576,075 ) ( 46,687,665 ) 4,059,888,933
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
4,996,696,832 4,940,399,241
equipment
Page 30
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Reklasifikasi aset Penjabaran laporan Aset tetap, akhir
periode tetap tetap tetap keuangan aset tetap periode
Translation
Property, plant, and Disposals in Reclassifications of Property, plant, and
Addition in property, adjustment in
equipment, beginning property, plant, and property, plant, and equipment, end
plant, and equipment property, plant, and
period equipment equipment period
equipment
Nilai perolehan, Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying amount,
632,880,498 9,620,443 642,500,941
kotor langsung gross
Bangunan dan Building and
fasilitasnya, dimiliki leasehold
4,433,193,226 50,738,617 ( 2,189,865 ) 81,317,770 169,552,701 4,732,612,449
langsung improvement, directly
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 672,919,304 25,764,575 ( 4,290,877 ) 12,645,858 28,582,195 735,621,055 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
759,946,046 281,423 ( 39,330,181 ) 4,805,788 725,703,076
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 157,413,221 4,545,022 ( 2,892,119 ) 1,217,855 1,352,650 161,636,629 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
378,774,103 7,667,321 ( 27,300,480 ) 21,393,872 84,856 380,619,672
dimiliki langsung owned
Kapal, dimiliki Vessels, directly
626,289,150 1,123,167 627,412,317
langsung owned
Dimiliki langsung 7,661,415,548 99,740,568 ( 76,003,522 ) 121,381,143 199,572,402 8,006,106,139 Directly owned
Bangunan, aset hak Building, right of use
94,210,048 44,256 ( 577,587 ) 165,716 93,842,433
guna assets
Aset hak guna 94,210,048 44,256 ( 577,587 ) 165,716 93,842,433 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
573,216,788 687,881 ( 7,568,665 ) 8,037,875 574,373,879
penyelesaian construction
Lainnya, dalam Others, assets under
233,130,582 192,050,891 ( 129,117,397 ) 2,556,762 298,620,838
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
806,347,370 192,738,772 ( 7,568,665 ) ( 121,079,522 ) 2,556,762 872,994,717
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
Page 31
8,561,972,966 292,523,596 ( 84,149,774 ) 467,337 202,129,164 8,972,943,289 equipment
Akumulasi Bangunan dan Building and Carrying amount,
depresiasi fasilitasnya, dimiliki leasehold accumulated
1,810,426,954 193,531,863 ( 464,820 ) 84,864,377 2,088,358,374
langsung improvement, directly depreciation
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 223,898,997 62,495,903 ( 4,194,374 ) 6,939,986 289,140,512 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
529,818,821 27,760,104 ( 38,545,616 ) 519,033,309
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 92,689,382 12,452,698 ( 2,890,397 ) 724,124 102,975,807 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
266,858,369 16,113,293 ( 25,337,009 ) 70,145 257,704,798
dimiliki langsung owned
Kapal, dimiliki Vessels, directly
137,953,819 25,894,771 163,848,590
langsung owned
Dimiliki langsung 3,061,646,342 338,248,632 ( 71,432,216 ) 92,598,632 3,421,061,390 Directly owned
Bangunan, aset hak Building, right of use
93,007,007 663,465 ( 570,051 ) 93,100,421
guna assets
Aset hak guna 93,007,007 663,465 ( 570,051 ) 93,100,421 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
428,938,394 39,550,385 ( 6,404,133 ) 462,084,646
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
428,938,394 39,550,385 ( 6,404,133 ) 462,084,646
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
3,583,591,743 378,462,482 ( 78,406,400 ) 92,598,632 3,976,246,457
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
4,978,381,223 4,996,696,832
equipment
Page 32
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Sekitar 3,74% pada tanggal 30 Juni 2023 (31?sember 2022: 3,77%) dari keseluruhan luas tanah Disclosure of notes for property, plant and
Perusahaan masih belum atas nama Perusahaan. Perusahaan belum melakukan proses balik nama equipment
menjadi nama Perusahaan sampai dengan tanggal-tanggal pelaporan. Hak Guna Bangunan (HGB)
akan berakhir pada berbagai tanggal sampai dengan 2050. Seluruh HGB dapat diperpanjang dan
Perusahaan yakin tidak akan mengalami kesulitan dalam perpanjangan HGB tersebut. Manajemen
berkeyakinan bahwa nilai tercatat aset tetap tidak melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali
(recoverable amount) dari aset tetap pada tanggal-tanggal pelaporan. Biaya penyusutan dibebankan
sebagai Beban pokok penjualan dan Pendapatan untuk tahun 2022 165.166.795 dan 2023 sebesar
172.864.605 untuk Beban usaha 2022 sebesar 19.128.189 dan 2023 sebesar 20.041.611. Laba yang
dikreditkan pada laba rugi 2022 sebesar 3.151.628 dan 2023 sebesar 5.285.624.Aset tetap kecuali hak
atas tanah, telah diasuransikan kepada pihak ketiga terhadap risiko kerugian akibat kebakaran,
pencurian dan risiko lainnya berdasarkan paket polis dengan nilai pertanggungan pada tanggal-tanggal
pelaporan sebagaimana yang dijelaskan di bawah ini. Manajemen berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan timbulnya kerugian akibat risiko tersebut.
Pada tanggal 30 Juni 2023, aset dalam penyelesaian terutama merupakan berbagai konstruksi seperti
fasilitas pengolahan air limbah, gedung kantor, fasilitas terminal, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Umum (SPBU), yang persentase penyelesaiannya berkisar dari 25% - 90% (31 Desember 2022: 5% -
95%). Pembangunan fasilitas-fasilitas di atas diharapkan selesai dalam waktu sekitar 1-2 tahun.
Manajemen tidak mengharapkan akan adanya kesulitan dalam penyelesaian pembangunan pada
waktu yang ditargetkan.Tidak terdapat biaya pinjaman yang dikapitalisasi oleh Kelompok Usaha untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022. Kelompok Usaha memiliki
aset tangki penyimpanan yang digunakan untuk sewa operasi sebesar Rp248.647.641 pada tanggal
30 Juni 2023 (31 Desember 2022: Rp254.400.762).Aset tetap yang digunakan sebagai jaminan atas
pinjaman yang diperoleh Kelompok Usaha pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 (Catatan
18 dan 34) adalah sebagai berikut: EPN - melalui entitas anak PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera -
tanah dan bangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTMG) beserta bangunan infrastruktur,
mesin-mesin dan peralatan yang melekat di atasnya yang terletak di Gresik, Jawa Timur, melalui
fasilitas Al Ijarah Muntahiyah Bi Al Tamlik(BTdan aset yang dibiayai melalui fasilitas Musyarakah
Mutanaqishah (dari PT Bank Permata Tbk. (Permata). TT - bangunan dan fasilitas tangki terminal
dijadikan jaminan terhadap fasilitas kredit dari Permata. ST - 2 unit kapal yang dibiayai oleh fasilitas
pinjaman jangka panjang dari PT Bank Central Asia Tbk. (BCA).ndahanesa - melalui entitas anak TNU
- tangki penyimpanan dan peralatan pendukungnya yang berlokasi di Pelabuhan Tanjung Perak,
Surabaya yang dibiayai oleh fasilitas pinjaman jangka panjang dari BCA.Pada tanggal 30 Juni 2023,
nilai perolehan aset yang sudah disusutkan penuh adalah sejumlah Rp1.201.732.990 (31 Desember
2022: Rp1.142.851.600). Aset-aset ini masih digunakan untuk menunjang operasional Kelompok
Usaha. Pada tanggal 30 Juni 2023, nilai tercatat aset yang sementara tidak dipakai dalam operasi
adalah sebesar Rp7.099.929 (31 Desember 2022: Rp12.971.342).
Page 33
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Penambahan aset hak Aset hak guna, periode
Revaluasi aset hak guna
awal guna akhir
Right of use assets, Addition in right of use Revaluation of right of use Right of use assets, end
beginning period assets assets period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount, gross
13,451,664 13,451,664
assets
Lainnya, aset hak guna 721,229,297 22,181,052 ( 5,955,920 ) 737,454,429 Others, right of use assets
Aset hak guna 734,680,961 22,181,052 ( 5,955,920 ) 750,906,093 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount,
7,713,930 744,488 8,458,418
assets accumulated depreciation
Lainnya, aset hak guna 140,773,898 26,860,776 167,634,674 Others, right of use assets
Aset hak guna 148,487,828 27,605,264 176,093,092 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 586,193,133 574,813,001 Right of use assets Carrying amount
Page 34
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Penambahan aset hak Aset hak guna, periode
Revaluasi aset hak guna
awal guna akhir
Right of use assets, Addition in right of use Revaluation of right of use Right of use assets, end
beginning period assets assets period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount, gross
9,955,880 3,495,784 13,451,664
assets
Lainnya, aset hak guna 650,356,072 60,568,589 10,304,636 721,229,297 Others, right of use assets
Aset hak guna 660,311,952 64,064,373 10,304,636 734,680,961 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount,
5,715,675 1,998,255 7,713,930
assets accumulated depreciation
Lainnya, aset hak guna 85,958,719 54,815,179 140,773,898 Others, right of use assets
Aset hak guna 91,674,394 56,813,434 148,487,828 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 568,637,558 586,193,133 Right of use assets Carrying amount
Page 35
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Kelompok Usaha telah mengakui beban yang berkaitan dengan sewa jangka pendek untuk periode Disclosure of notes for right of use assets
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp4.039.235 (2022: Rp4.089.575) dan
dicatat sebagai beban umum dan administrasi (Catatan 26). Berdasarkan penilaian manajemen
Kelompok Usaha, tidak ada kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 30 Juni 2023.
Page 36
[1616000] Notes to the financial statements - Revenue By Parties - General
Industry
Catatan untuk pendapatan berdasarkan Notes for revenue by parties
pihak
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak berelasi 1 PT AKR Land Related party 1
209,972 106,068
Development
Pihak berelasi 2 PT Berlian Manyar Related party 2
527,668 380,293
Sejahtera
Pihak berelasi 737,640 486,361 Related parties
Pihak ketiga lainnya Lainnya 19,853,974,169 22,108,967,077 Other third parties
Pihak ketiga 19,853,974,169 22,108,967,077 Third parties
Tipe pihak 19,854,711,809 22,109,453,438 Type of parties
Page 37
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Page 38
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari jasa 1 Jasa Logistik 442,622,314 373,968,390 Service revenue 1
Pendapatan dari jasa 2 Sewa 142,013,622 126,195,038 Service revenue 2
Pendapatan dari jasa 584,635,936 500,163,428 Service revenue
Pendapatan dari produk Bahan Bakar Product revenue 1
14,996,912,161 16,861,777,545
1 Minyak
Pendapatan dari produk Product revenue 2
Kimia Dasar 3,480,134,539 4,253,452,635
2
Pendapatan dari produk Product revenue 3
Adhesive 272,189,180 429,067,032
3
Pendapatan dari produk Tanah Kawasan Product revenue 4
520,839,993 64,992,798
4 Industri
Pendapatan dari Product revenue
19,270,075,873 21,609,290,010
produk
Tipe pendapatan 19,854,711,809 22,109,453,438 Type of revenue
Page 39
[1618000] Notes to the financial statements - Revenue By Source - General
Industry
Catatan untuk sumber pendapatan Notes for revenue by source
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari Bahan Bakar Domestic revenue 1
14,996,912,161 16,861,777,545
domestik 1 Minyak
Pendapatan dari Domestic revenue 2
Kimia Dasar 3,480,134,539 4,253,452,635
domestik 2
Pendapatan dari Domestic revenue 3
Adhesive 272,189,180 429,067,032
domestik 3
Pendapatan dari Tanah Kawasan Domestic revenue 4
520,839,993 64,992,798
domestik 4 Industri
Pendapatan dari Domestic revenue 5
Jasa Logistik 442,622,314 373,968,390
domestik 5
Pendapatan dari Domestic revenue 6
Sewa 142,013,622 126,195,038
domestik 6
Pendapatan domestik 19,854,711,809 22,109,453,438 Domestic revenue
Sumber pendapatan 19,854,711,809 22,109,453,438 Source of revenue
Page 40
[1619000] Notes to the financial statements - Revenue With Value More Than 10% - General Industry
Page 41
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 4,037,796,174 4,221,058,516 IDR Third party
USD 2,183,722,201 1,840,536,480 USD
Mata uang 6,221,518,375 ( 88,916,956 ) 6,132,601,419 6,061,594,996 ( 90,186,024 ) 5,971,408,972 Currency
Pihak berelasi IDR 42,980 50,432 IDR Related party
Mata uang 42,980 (0) 42,980 50,432 (0) 50,432 Currency
Page 42
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 5,702,348,061 5,621,151,107 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 236,880,610 258,743,682 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 15,515,635 22,436,674 31 - 60 days
Lebih dari 60 hari 266,817,049 159,313,965 More than 60 days
Umur 519,213,294 440,494,321 Aging
Jatuh tempo Umur 6,221,561,355 ( 88,916,956 ) 6,132,644,399 6,061,645,428 ( 90,186,024 ) 5,971,459,404 Aging Due status
Page 43
[1620300] Notes to the financial statements - Trade receivables, by list of counterparty - General Industry
Rincian piutang usaha berdasarkan rincian pihak Trade receivables by list of counterparty
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Nama pihak,
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Counterparty Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
name, trade impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables receivables
Pihak ketiga Pihak lainnya Lain-Lain 6,221,518,375 6,061,594,996 Others, counterparty Third party
Rincian pihak List of
6,221,518,375 ( 88,916,956 ) 6,132,601,419 6,061,594,996 ( 90,186,024 ) 5,971,408,972
counterparty
Pihak berelasi Pihak lainnya Lain-Lain 42,980 50,432 Others, counterparty Related party
Rincian pihak List of
42,980 (0) 42,980 50,432 (0) 50,432
counterparty
Page 44
[1620400] Notes to the financial statements - Trade receivables, by domestic or international - General Industry
Piutang usaha berdasarkan domestik atau international Trade receivables by domestic or international
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan Penyisihan penurunan
Piutang usaha, kotor Piutang usaha Piutang usaha, kotor Piutang usaha
nilai piutang usaha nilai piutang usaha
Allowance for impairment Allowance for impairment
Trade receivables, gross Trade receivables Trade receivables, gross Trade receivables
of trade receivables of trade receivables
Domestik 6,221,561,355 6,061,645,428 Domestic
Total piutang usaha Total trade receivables by
berdasarkan domestik atau 6,221,561,355 ( 88,916,956 ) 6,132,644,399 6,061,645,428 ( 90,186,024 ) 5,971,459,404 domestic or international
international
Page 45
[1620500] Notes to the financial statements - Trade receivable, movement of
allowance for impairment of Trade receivables - General Industry
Pergerakan penurunan nilai piutang Movement of allowance for
usaha impairment of trade receivables
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, awal periode 90,186,024 352,807,893 trade receivables, beginning
period
Penambahan penyisihan Addition of allowance for
0 105,000,000
penurunan nilai piutang usaha impairment of trade receivables
Pengurangan mutasi penurunan Reduction of movement of
nilai piutang usaha (0) ( 0 ) allowance for impairment of trade
receivables
Dihapusbukukannya cadangan Written off of movement of
penurunan nilai piutang usaha ( 1,269,068 ) ( 367,621,869 ) allowance for impairment of trade
receivables
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, akhir periode 88,916,956 90,186,024 trade receivables, ending
period
Page 46
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Piutang usaha JTT sebesar Rp17.037.115 pada tanggal 30 Juni 2023 (31 Desember 2022: Disclosure of notes for trade receivables
Rp32.660.996) dijadikan jaminan terhadap pinjaman yang diperoleh JTT dari PT Bank Permata Tbk.
Sehubungan dengan sewa operasi Kelompok Usaha, dimana Kelompok Usaha sebagai pemberi sewa,
berikut adalah jumlah agregat penerimaan masa depan untuk setiap periode dalam sewa operasi yang
tidak dapat dibatalkan: di dalam 1 Tahun per 30 Jun 2023 senilai 20.479.310 dan 31 Des 2022 senilai
33.450.141 dan dalam 1-5 Tahun per 30 Jun 2023 senilai 89.369.137 dan 31 Des 2022 senilai
94.949.502.
Page 47
[1621000a] Notes to the financial statements - Notes Payable - General Industry
Page 48
[1621100] Notes to the financial statements - Notes Payable Interest Information - General Industry
Page 49
[1621110] Disclosure of Notes to the financial statements - Notes Payable - General Industry
Page 50
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Persediaan Tanah Dalam Land under development
2,162,117,529 2,169,233,066
Pengembangan inventory
Aset real estat kotor Real estate assets,
2,162,117,529 2,169,233,066
gross
Aset real estat 2,162,117,529 2,169,233,066 Real estate assets
Barang jadi 1,113,261,563 2,829,902,902 Finished goods
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
119,759,025 185,099,814
pembantu
Suku cadang 37,296,821 33,015,373 Spareparts
Perlengkapan 3,264,347 3,325,153 Supplies
Lainnya 2,162,117,529 2,169,233,066 Other inventories
Persediaan, kotor 3,435,699,285 5,220,576,308 Inventories, gross
Persediaan 3,435,699,285 5,220,576,308 Inventories
Persediaan lancar 3,435,699,285 5,220,576,308 Current inventories
Persediaan tidak lancar Non-current inventories
2,580,738,448 2,587,396,616
lainnya
Page 51
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Persediaan yang dibebankan ke beban pokok penjualan dan pendapatan adalah sebesar Disclosure of notes for inventories
Rp16.781.350.926 pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 (2022:
Rp19.411.093.983). Manajemen berpendapat bahwa tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai
persedian pada tanggal-tanggal pelaporan. Persediaan telah diasuransikan kepada pihak ketiga
terhadap risiko kerugian akibat kebakaran, pencurian dan risiko lainnya berdasarkan paket polis
dengan nilai pertanggungan pada tanggal-tanggal pelaporan sebagaimana yang dijelaskan dalam
Dolar AS terdapat 101.699.371 di Juni 2023 dan 245.155.525 di Desember 2022 sedangkan dalam
Rupiah terdapat 183.335.305 di Juni 2023 dan 186.530.305 di Desember 2022. Nilai asuransi tersebut
mencakup asuransi untuk persediaan milik Kelompok Usaha serta persediaan milik pelanggan
Perusahaan yang berada di bawah tanggung jawab Perusahaan. Manajemen Perusahaan
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan timbulnya
kerugian akibat risiko tersebut.
Page 52
[1634000a] Notes to the financial statements - Bonds Payable - General Industry
30 June 2023
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai
Nama obligasi Mata uang Total obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
dalam mata uang asing
Bonds payable, amount in Total bonds payable, Due date for bonds
Bond name Currency Interest rate Interest rate type
foreign currency gross payable
Nama obligasi 1 Seri C - 2017 IDR 37,000,000 37,000,000 7 Juli 2024 0.09 Bunga Tetap Bond name 1
Nama obligasi 37,000,000 Bond name
31 December 2022
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai
Nama obligasi Mata uang Total obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
dalam mata uang asing
Bonds payable, amount in Total bonds payable, Due date for bonds
Bond name Currency Interest rate Interest rate type
foreign currency gross payable
Nama obligasi 1 Seri C - 2017 IDR 37,000,000 37,000,000 7 Juli 2024 0.09 Bunga Tetap Bond name 1
Nama obligasi 37,000,000 Bond name
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
30 June 2023 31 December 2022
Total obligasi, kotor 37,000,000 37,000,000 Total bonds payable, gross
Biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi ( 208,135 ) ( 248,321 ) Unamortized bond issuance cost
Total utang obligasi, bersih 36,791,865 36,751,679 Total bonds payable, net
Liabilitas jangka panjang atas utang obligasi 36,791,865 36,751,679 Long-term bonds payable
Page 53
[1634100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bonds Payable - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang obligasi Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan yang diaktakan oleh Aryanti Artisanti, S.H., M.Kn., dalam Disclosure of notes for bonds payable
Akta No. 83 tanggal 30 Maret 2017, juncto Addendum I No. 79 tanggal 24 Mei 2017 dan Addendum II
No. 25 tanggal 12 Juni 2017 oleh notaris yang sama, PT Bank Mega Tbk. (sebagai pihak independen)
telah ditunjuk sebagai Wali Amanat dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I AKR
Corporindo Tahap 1 Tahun 2017. Obligasi Berkelanjutan I AKR Corporindo Tahap 1 Tahun 2017 ini
diterbitkan tanpa warkat berjangka waktu paling lama 7 (tujuh) tahun dengan syarat-syarat dan
ketentuan-ketentuan Obligasi. Tujuan dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan I AKR Corporindo Tahap
1 Tahun 2017, dipergunakan seluruhnya oleh Perusahaan untuk modal kerja segmen distribusi dan
perdagangan dalam rangka pembelian bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia dasar. Pada
tanggal 7 Juli 2020, Perusahaan telah melakukan pembayaran Obligasi Berkelanjutan I AKR
Corporindo Tahap 1 Tahun 2017 Seri A sebesar Rp895.000.000, dimana Rp750.000.000 dilunasi
dengan fasilitas pinjaman jangka panjang dari bank (Catatan 18), dan sisa sebesar Rp145.000.000
dilunasi dengan kas internal dari operasi. Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui
Surat No. 125/L-AKR-CS/2020 tanggal 24 Juni 2020 ke OJK dan BEI. Pemeringkatan dari PEFINDO
berlaku dari 8 Maret 2023 sampai dengan 1 Maret 2024 yaitu idAA (double A) dengan Outlook Stabil
untuk Perusahaan dan Obligasi Berkelanjutan I AKR Corporindo Tahun 2017 Tahap 1 Seri B dan Seri
C. Seandainya hasil pemeringkatan Obligasi turun di bawah single A, Perusahaan diharuskan untuk
membentuk cadangan dana pelunasan sebesar 10% dari jumlah pokok obligasi. Atas hal tersebut,
Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui Surat No. 010/L-AKR-CS/2023 tanggal 14
Maret 2023 ke OJK dan BEI. Berdasarkan persyaratan dan kondisi dalam Perjanjian Perwaliamanatan,
Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat, tidak diperkenankan untuk menjual aset tetap
Kelompok Usaha melebihi 50% dari jumlah konsolidasian, melakukan merger dengan sejumlah
pengecualian, mengubah aktivitas usahanya, mengurangi modal dan memberikan pinjaman kepada
pihak ketiga lainnya dengan sejumlah pengecualian. Berdasarkan persyaratan dan kondisi dalam
Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan diharuskan untuk mematuhi sejumlah persyaratan rasio
keuangan, yaitu rasio hutang terhadap ekuitas (DER) tidak lebih dari 2,5x, EBITDA terhadap beban
bunga tidak kurang dari 2,25x dan rasio aset yang tidak dijaminkan terhadap pinjaman tanpa jaminan
tidak kurang dari 1x. Obligasi ini juga mengandung cross default terhadap pinjaman lainnya dengan
jumlah melebihi 30% dari jumlah ekuitas pada tanggal tersebut. Perusahaan tidak melakukan
Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan 2017 untuk tahap selanjutnya karena tingkat likuiditas dan
rasio permodalan Perusahaan masih terjaga dengan baik. Perusahaan telah melakukan Keterbukaan
Informasi melalui Surat No. 053/L-AKR-CS/2019 tanggal 18 September 2019 ke OJK dan BEI. Pada
tanggal 7 Juli 2022, Perusahaan telah melakukan pembayaran Obligasi Berkelanjutan I AKR
Corporindo Tahap 1 Tahun 2017 Seri B sebesar Rp68.000.000 dilunasi dengan kas internal dari hasil
operasi. Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui Surat No. 059/L-AKR-CS/2022
tanggal 12 Juli 2022 ke OJK dan BEI. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen
berpendapat bahwa Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan terkait sebagaimana diharuskan
dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
Page 54
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 2,414,241,641 1,902,995,864 IDR Third party
USD 3,334,365,624 7,336,148,183 USD
Mata uang lainnya 77,270 179,771 Other currency
Mata uang 5,748,684,535 9,239,323,818 Currency
Page 55
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 5,733,818,188 9,202,420,934 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 14,866,347 36,902,884 1 - 30 days Overdue
Umur 14,866,347 36,902,884 Aging
Jatuh tempo Umur 5,748,684,535 9,239,323,818 Aging Due status
Page 56
[1640300] Notes to the financial statements - Trade Payable, by list of counterparty - General Industry
Rincian utang usaha berdasarkan rincian pihak Trade payables by list of counterparty
31 December
30 June 2023
2022
Nama pihak, utang usaha Utang usaha Utang usaha
Counterparty name, trade
Trade payables Trade payables
payables
Pihak ketiga Pihak lainnya Lain-Lain 5,748,684,535 9,239,323,818 Others, counterparty Third party
Rincian pihak 5,748,684,535 9,239,323,818 List of counterparty
Page 57
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Hutang usaha tidak dijamin dan tidak dikenakan bunga. Disclosure of notes for trade payables
Page 58
[1644000a] Notes to the financial statements - Sukuk - General Industry
Page 59
[1644100] Disclosure of Notes to the financial statements - Sukuk - General Industry
Page 60
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Material 16,935,909,759 19,707,332,646 Material usage
Pengangkutan dan bongkar muat 229,316,722 233,106,470 Freight and handling costs
Upah, tenaga kerja langsung 12,898,263 13,121,414 Wages and direct labor
Depresiasi 94,803,476 87,217,787 Depreciation
Jumlah biaya produksi 17,272,928,220 20,040,778,317 Total production cost
Harga pokok produksi 17,272,928,220 20,040,778,317 Cost of goods manufactured
Barang jadi awal 13,506,298 9,685,404 Beginning finish goods inventory
Barang jadi akhir 11,454,057 16,822,376 Ending finish goods inventory
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
770,033,722 457,639,535
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
18,045,014,183 20,491,280,880
pendapatan
Page 61
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Page 62
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in Bank loan, amount in
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
foreign currency foreign currency
Bank Central Asia Tbk IDR 1,041,255,841 1,041,255,841 1,191,472,936 1,191,472,936 IDR Bank Central Asia Tbk
Mata uang 1,041,255,841 1,191,472,936 Currency
Bank Mandiri (Persero) IDR 271,607,488 271,607,488 362,143,317 362,143,317 IDR Bank Mandiri (Persero)
Tbk Mata uang 271,607,488 362,143,317 Currency Tbk
Bank Negara Indonesia IDR 1,990,020,238 1,990,020,238 IDR Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk Mata uang 1,990,020,238 Currency (Persero) Tbk
Bank Permata Tbk IDR 118,328,772 118,328,772 119,309,629 119,309,629 IDR Bank Permata Tbk
USD 14,424,128 216,736,940 15,994,754 251,613,468 USD
Mata uang 335,065,712 370,923,097 Currency
Bank lokal lainnya IDR 731,793,593 731,793,593 731,363,450 731,363,450 IDR Other local banks
Mata uang 731,793,593 731,363,450 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 4,369,742,872 2,655,902,800 Currency Creditor bank name
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 4,369,742,872 2,655,902,800 Total bank loans, gross
Total utang bank, bersih 4,369,742,872 2,655,902,800 Total bank loan, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
1,011,379,217 554,639,521
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 3,358,363,655 2,101,263,279 Long-term bank loans
Page 63
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Pada tanggal 27 November 2019, Perusahaan mendapatkan fasilitas baru Installment Loan 4 dari BCA Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang sebesar Rp1.250.000.000 yang digunakan untuk membiayai kembali hutang obligasi. Fasilitas ini terdiri
dari: i) Tranche A dengan jumlah Rp500.000.000 yang digunakan untuk membiayai kembali Obligasi I
Tahun 2012 Seri B. Periode ketersediaan dari fasilitas ini sampai dengan Desember 2019 dan telah
ditarik sepenuhnya. ii) Tranche B dengan jumlah Rp750.000.000 yang digunakan untuk membiayai
kembali Obligasi Berkelanjutan I AKR Corporindo Tahap 1 Tahun 2017 Seri A. Periode ketersediaan
dari fasilitas ini sampai dengan Juli 2020 dan telah ditarik sepenuhnya. Fasilitas ini berjangka waktu 5
tahun sejak penarikan pertama setiap Tranche (tidak ada masa tenggang). Pokok pinjaman dan bunga
terhutang secara kuartalan. Perjanjian ini juga mengandung sejumlah rasio keuangan yang serupa
dengan fasilitas-fasilitas lainnya yang diberikan oleh BCA kepada Perusahaan. Perusahaan telah
melakukan pembayaran pinjaman sebesar Rp112.500.000 pada periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2023 (2022: Rp68.750.000). Pada tanggal 2 Desember 2019, Perusahaan
mendapatkan Fasilitas Term Loan dari Mandiri sebesar Rp600.000.000 yang digunakan untuk
membiayai kembali Obligasi I AKR Corporindo Tahun 2012 Seri B, kebutuhan kegiatan usaha terkait
investasi, dan general corporate purposes terkait fasilitas biaya keuangan. Periode ketersediaan dari
fasilitas ini adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal penandatanganan. Pada tanggal 26 Maret 2020,
Perusahaan telah menarik seluruh fasilitas pinjaman tersebut. Fasilitas awal tersebut berjangka waktu
5 tahun sejak tanggal awal Perjanjian Kredit atau 31 Desember 2024. Pokok pinjaman harus dilunasi
secara tiga-bulanan dimulai bulan Maret 2020. Perjanjian ini mengandung sejumlah persyaratan yang
serupa dengan fasilitas-fasilitas lainnya yang diberikan oleh Mandiri kepada Perusahaan. Perusahaan
telah melakukan pembayaran pinjaman sebesar Rp90.535.829 pada periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 (2022: Rp60.357.219). Perusahaan telah menandatangani fasilitas
kredit dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada tanggal 27 Juni 2023. Fasilitas tersebut
digunakan untuk pengembalian sebagian utang Pemegang Saham dan take over atas fasilitas
pinjaman yang diperoleh dari PT. Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Total fasilitas pinjaman yang
diterima sejumlah Rp2.500 miliar. Fasilitas ini dikenakan biaya bunga sebesar JIBOR ditambah dengan
margin tertentu dan memiliki tenor 7 tahun untuk fasilitas yang digunakan untuk pengembalian utang
Pemegang Saham dan paling lama sampai dengan tanggal 10 Desember 2027 untuk fasilitas
pinjaman yang digunakan untuk take over fasilitas pinjaman dari IIF. Fasilitas kredit ini mensyaratkan
Perusahaan untuk memberikan jaminan/anggunan kepada Bank dan mewajibkan Perusahaan untuk
memelihara rasio keuangan sebagai berikut: a. Rasio lancar minimal sebesar 1,1x; b. Gearing ratio
maksimum sebesar 3x; c. Debt Service Coverage Ratio minimal 1x. Pada tanggal 30 Juni 2023,
Perusahaan telah melakukan penarikan sebesar Rp2.000 miliar dan Perusahaan telah memenuhi
seluruh ketentuan yang dipersyaratkan dalam perjanjian. Pada tanggal 11 Desember 2020, BKMS
menandatangani fasilitas pinjaman dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Jumlah
maksimum fasilitas kredit adalah sebesar Rp500.000.000. Perjanjian ini dikenakan bunga sebesar
JIBOR ditambah margin yang berlaku sesuai dengan Perjanjian secara kuartalan. Fasilitas ini akan
dibayar dengan 4 kali angsuran dengan rincian sebagai berikut: - Angsuran pertama senilai
Rp250.000.000 pada tahun keempat sejak ditandatanganinya perjanjian. - Angsuran kedua senilai
Rp80.000.000 pada tahun kelima sejak ditandatanganinya perjanjian. - Angsuran ketiga senilai
Page 64
Rp80.000.000 pada tahun keenam sejak ditandatanganinya perjanjian. - Angsuran keempat senilai Rp90.000.000 pada tahun ketujuh sejak ditandatanganinya perjanjian. Pinjaman ini dijamin dengan beberapa jaminan sesuai dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Jaminan hak tanggungan tingkat pertama atas tanah yang telah dikembangkan dan belum dikembangkan terkait dengan proyek milik BKMS, yang nilai objek tanah sebagai bagian dari jaminan IIF paling sedikit 150% (seratus lima puluh persen) dari total fasilitas atau dari total yang terhutang pinjaman (jika relevan). 2. Jaminan fidusia atas piutang yang terkait dengan penjualan tanah pada Tahap I & II, dengan rasio jaminan minimum 100% dari jumlah fasilitas. 3. Jaminan gadai atas Rekening Penampungan, beserta dengan surat kuasa yang tidak dapat ditarik kembali untuk mengelola Rekening Penampungan. 4. Surat kesanggupan dari pemegang saham yang berlaku efektif selama tenor fasilitas, dimana pemegang saham tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali, termasuk namun tidak terbatas pada Surat kesanggupan dari pemegang saham yang berlaku efektif selama tenor fasilitas. Lebih lanjut, BKMS diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan yaitu rasio lancar minimum sebesar 1,1x, dimana pinjaman pemegang saham tidak diperhitungkan dalam menghitung rasio lancar, Rasio Kecukupan Laba untuk pembayaran hutang (DSCR) minimum 1x dan Rasio Pinjaman terhadap Ekuitas (DER) maksimum 3x. Pada tanggal 30 Juni 2023, BKMS telah menarik seluruh fasilitas pinjaman tersebut. Tidak ada pokok hutang yang jatuh tempo pada periode pelaporan. Pada tanggal 30 Desember 2015, BJTI (pemegang saham 40% dari BKMS) telah memberikan pinjaman pemegang saham kepada BKMS sebesar Rp80.000.000 untuk pengembangan fasilitas kawasan industri yang terintegrasi dengan Pelabuhan (proyek JIIPE). Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar JIBOR ditambah 4,5%, terhutang setiap bulan. Pada tanggal 30 Maret 2016, BKMS dan BJTI telah memperpanjang periode pinjaman di atas dan memperoleh tambahan fasilitas sebesar Rp40.000.000. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar JIBOR ditambah 4,5%, terhutang setiap bulan. Pada tanggal 26 Februari 2020, BJTI (pemegang saham 40% dari BKMS) telah memberikan fasilitas pinjaman berupa Bantuan Likuiditas Sementara kepada BKMS sebesar Rp200.000.000 untuk melakukan pengembangan dan pembelian lahan di kawasan industri. Fasilitas ini akan jatuh tempo 5 (lima) tahun setelah tanggal penarikan. Pada tanggal 30 Juni 2023, BKMS telah menarik sebesar Rp150.000.000. Saldo terutang termasuk fasilitas jangka pendek yang telah diperpanjang sampai Juni 2024. Pada tanggal 15 Juli 2022, BKMS dan BJTI telah memperpanjang periode pinjaman di atas sampai dengan tanggal 30 Juni 2024. Tidak ada pokok hutang yang jatuh tempo pada periode pelaporan. BKMS telah menandatangani beberapa fasilitas pembiayaan Syariah atau Islamic dengan Permata melalui model MMQ (?Musyarakah Mutanaqishah?) pada tanggal 25 Agustus 2022. Fasilitas tersebut digunakan untuk pembiayaan proyek dan pembiayaan kembali aset/fasilitas tertentu seperti instalasi pengolahan air limbah, fasilitas air bersih, gedung perkantoran dan lainnya. Total fasilitas sejumlah Rp749,1 miliar dan akan dijamin dengan aset yang dibiayai. Fasilitas ini dikenakan biaya bunga JIBOR ditambah margin tertentu dan memiliki tenor selama 5 tahun. Fasilitas tersebut terdiri dari beberapa sub-tranches - MMQ1, MMQ2 dan MMQ3 dimana masing-masing fasilitas memiliki limit masing-masing sebesar Rp192,6 miliar, Rp75 miliar dan Rp481,5 miliar, dan proyek yang ditargetkan. Fasilitas pembiayaan ini mensyaratkan BKMS untuk memberikan jaminan/agunan kepada bank dan memenuhi persyaratan rasio keuangan tertentu sebagai berikut: a. Rasio lancar minimal sebesar 1,5x; b. Gearing ratio maksimum sebesar 3x; c. Debt Service Coverage Ratio minimal sebesar 1,5x. Pada tanggal 30 Juni 2023, BKMS telah melakukan penarikan sebesar Rp134.459.570, dan BKMS telah memenuhi seluruh batasan yang dipersyaratkan dalam perjanjian. BKMS telah melakukan pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp9.842.551 pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023. Pada tanggal 30 Oktober 2018, JTT menandatangani perjanjian pinjaman dengan Permata, dimana Permata setuju untuk memberikan dua fasilitas kredit kepada JTT. Fasilitas yang tersedia adalah sebagai berikut: i) Fasilitas Term Loan 1 (?Fasilitas TL 1?) yang bersifat committed sebesar US$21.500.000. Fasilitas ini digunakan untuk
Page 65
pembiayaan kembali fasilitas pinjaman sebelumnya untuk pembangunan tangki penyimpanan produk-produk cair dan bangunan kantor Tahap I, dan fasilitas ini telah digunakan seluruhnya. ii) Fasilitas Term Loan 2 (?Fasilitas TL 2?) yang bersifat committed sebesar US$28.000.000. Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan investasi pembangunan tangki penyimpanan produk-produk cair Tahap IIA. Penarikan pertama dilakukan pada Maret 2019 dan fasilitas ini tersedia sampai dengan September 2020. Jatuh tempo pembayaran pokok pinjaman terakhir adalah di bulan Januari 2027. Pada tanggal 15 Desember 2021, Permata setuju untuk memberikan tambahan fasilitas pinjaman berulang (revolving) kepada JTT sebesar US$1.500.000. Tujuan dari fasilitas ini adalah untuk modal kerja. Pada tanggal 2 Desember 2022, fasilitas pinjaman berulang (revolving) telah diperpanjang sampai 7 Oktober 2025 dengan tingkat bunga pasar per tahun. Fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan yang berlaku untuk masing-masing Fasilitas yang merupakan penjumlahan suku bunga dasar dengan margin yang berlaku sesuai dengan Perjanjian dan bunga terhutang secara kuartalan. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan hak pakai atas bangunan kantor di Tanjung Priok, fasilitas tangki terminal, seluruh saham disetor JTT, rekening bank, piutang, dan hasil klaim asuransi. Perjanjian ini mengandung sejumlah pembatasan dan persyaratan, termasuk pemenuhan rasio keuangan tertentu yaitu Gearing Ratio maksimum 1,25x, Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum 1x, Debt to EBITDA maksimum 3x untuk tahun 2020 dan selanjutnya. JTT telah melakukan pembayaran pokok pinjaman sebesar US$1.575.000 pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 (2022: US$2.729.256). Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 13 dan 14, serta Akta Addendum No. 12 tanggal 8 Maret 2019, JTT dan Vopak Indonesia B.V., selaku Para Pemegang Saham JTT menandatangani Perjanjian Pemberian Gadai Saham dengan Permata, atas seluruh saham yang dimilikinya dan dikendalikan oleh pemegang saham JTT. Adapun pemberian gadai saham kepada Permata tersebut terkait pemberian fasilitas perbankan yang telah diberikan oleh Permata kepada JTT, yang digunakan untuk menunjang kegiatan usaha JTT guna meningkatkan kapasitas/membangun tangki dan fasilitas penunjang lainnya. Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui Surat No. 007/L-AKR-CS/2019 tanggal 12 Maret 2019 ke OJK dan BEI. Pada tanggal 27 Oktober 2017, TNU memperoleh pinjaman Kredit Investasi dari BCA dengan maksimum pinjaman sejumlah Rp250.000.000. Tujuan fasilitas ini adalah untuk membiayai pembangunan tangki penyimpanan Tahap I di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Fasilitas ini berjangka waktu 8 tahun (termasuk grace period 18 bulan sejak penarikan pertama atau selambat-lambatnya pada tanggal 31 Januari 2019). Pada bulan Mei 2020, BCA memberikan grace period angsuran pokok 9 bulan terhitung sejak angsuran bulan Mei 2020 sampai dengan Januari 2021 dan penambahan tenor selama 9 bulan. Pada tanggal 25 Januari 2021, BCA lebih lanjut memberikan perpanjangan grace period angsuran pokok selama 12 bulan terhitung sejak angsuran bulan Februari 2021 sampai dengan Februari 2022 dan penambahan tenor fasilitas kredit investasi selama 12 bulan. Fasilitas ini dijamin dengan seluruh aset yang dibiayai oleh fasilitas ini mencakup 13 unit tangki penyimpanan. Fasilitas ini juga mengharuskan pemenuhan sejumlah persyaratan, antara lain, (i) Perusahaan mempertahankan kepemilikannya paling sedikit sebesar 50,1% atas TNU, baik secara langsung ataupun tidak langsung serta (ii) pemenuhan sejumlah rasio keuangan, yaitu Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum 1,2x, Debt to Equity Ratio (DER) maksimum 2,5x, Current Ratio (CR) minimum 1x. Pemenuhan rasio keuangan untuk DSCR mulai 31 Desember 2018. TNU telah melakukan pembayaran pinjaman sebesar Rp15.972.221 pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 (2022: Rp5.324.074). Pada tanggal 8 Februari 2018, AST memperoleh pinjaman Kredit Investasi dari BCA dengan maksimum pinjaman sejumlah Rp220.000.000. Tujuan fasilitas ini adalah untuk pembelian 2 unit kapal (oil tanker dan chemical tanker). Fasilitas ini berjangka waktu 6 tahun (termasuk masa tenggang 12 bulan) sejak penarikan pertama. Pinjaman ini dijamin dengan aset yang dibiayai oleh fasilitas Kredit Investasi BCA. Pokok pinjaman harus dilunasi secara
Page 66
bulanan mulai bulan Juni 2019 sampai dengan Mei 2024. BCA mensyaratkan AST untuk mempertahankan rasio lancar minimum sebesar 1x, rasio EBITDA terhadap angsuran pokok dan bunga minimum sebesar 1,25x dan rasio hutang terhadap ekuitas (DER) maksimum sebesar 2x. AST telah melakukan pembayaran pinjaman masing-masing sebesar Rp22.000.000 pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 (2022: Rp40.000.000). Semua fasilitas kredit yang dijelaskan di atas dikenakan tingkat suku bunga tahunan di bulan 30 Juni 2023 untuk Dollar AS 6,33%-7,24% dan Rupiah 6,50%-11,11% sedangkan untuk tahun 2022 Dollar AS 2,37%-6,33% sedangkan Rupah 3,98%-8,25%. Semua fasilitas kredit yang dijelaskan di atas dikenakan tingkat suku bunga tahunan sebagai berikut:
Page 67
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 June 2023
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam mata Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
uang asing jangka panjang panjang
Bank loan, amount in foreign Due date for long-term bank Interest rate long-term bank
currency loan loan
Bank Central Asia Tbk IDR 1,041,255,841 1 - 5 Tahun 8,53%-8,94% IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 271,607,488 1 - 5 Tahun 8,53%-8,93% IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Negara Indonesia IDR IDR Bank Negara Indonesia
1,990,020,238
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank Permata Tbk IDR 118,328,772 1 - 5 Tahun 6,86%-9,92% IDR Bank Permata Tbk
USD 14,424,128 1 - 5 Tahun 6,33%-7,24% USD
Bank lokal lainnya IDR 731,793,593 IDR Other local banks
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam mata Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
uang asing jangka panjang panjang
Bank loan, amount in foreign Due date for long-term bank Interest rate long-term bank
currency loan loan
Bank Central Asia Tbk IDR 1,191,472,936 1 - 5 Tahun 3,98%-8,25% IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 362,143,317 1 - 5 Tahun 3,98%-8,25% IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Permata Tbk IDR 119,309,629 1 - 5 Tahun 3,98%-8,25% IDR Bank Permata Tbk
USD 15,994,754 1 - 5 Tahun 2,37%-6,33% USD
Bank lokal lainnya IDR 731,363,450 IDR Other local banks
Page 68
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam mata pendek, nilai dalam
pendek pendek
uang asing mata uang asing
Short-term bank loan,
Short-term bank loan,
Short term bank loans amount in foreign Short term bank loans
amount in foreign currency
currency
Bank Permata Tbk IDR 10,000,000 10,000,000 IDR Bank Permata Tbk
Mata uang 10,000,000 Currency
Bank asing lainnya USD 100,038 1,573,705 USD Other foreign banks
Mata uang 1,573,705 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 10,000,000 1,573,705 Currency Creditor bank name
Page 69
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Pada tanggal 14 Juli 2022, AKI menandatangani perjanjian pinjaman dengan Permata, dimana Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek Permata setuju untuk menyediakan dua fasilitas kredit kepada AKI. Fasilitas tersebut digunakan untuk
pembelian produk bahan kimia dan transaksi lindung nilai (hedging). Fasilitas ini tersedia untuk jangka
waktu sampai dengan tanggal 7 Oktober 2023. Fasilitas yang tersedia adalah sebagai berikut: i)
Uncommitted Omnibus Revolving Loan sebesar US$5.000.000 meliputi Revolving Loan dan
LC/SKBDN; ii) Fasilitas hedging FX sebesar US$500.000 dengan Loan Equivalent Risk (LER) Spot
transaction maksimal US$25.000.000. Aruki memiliki fasilitas pinjaman dari PT Bank Mizuho Indonesia
dengan total limit US$2.000.000 yang mencakup (i) fasilitas pinjaman berulang tanpa komitmen, (ii)
fasilitas surat kredit berdokumen berulang dan (iii) fasilitas forex line. Fasilitas ini telah diperpanjang
sampai dengan tanggal 9 September 2023. Perjanjian pinjaman mengharuskan pemenuhan beberapa
persyaratan oleh Aruki, antara lain, untuk mempertahankan sejumlah rasio keuangan, tidak mengubah
komposisi pemegang saham dan tidak menjaminkan atau menjual sahamnya. Fasilitas kredit yang
dijelaskan di atas dikenakan tingkat suku bunga tahunan di Rupiah sebesar 8,50% - 8,80% Juni 2023
dan dalam Dollar AS 6,92% Desember 2022. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022,
manajemen berpendapat bahwa Kelompok Usaha telah memenuhi semua persyaratan terkait
sebagaimana diharuskan dalam semua perjanjian kredit di atas.
Page 70
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
31 December 2022
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek, Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
nilai dalam mata uang asing jangka pendek pendek
Short-term bank loan, amount Due date for short-term bank Interest rate short-term bank
in foreign currency loan loan
Bank Permata Tbk IDR 10,000,000 Dalam 1 Tahun 8,50%-8,80% IDR Bank Permata Tbk
Bank asing lainnya USD 100,038 6,92% USD Other foreign banks
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.