Skip to content
Back to announcement

20230704_KDSI_Penyampaian Bukti Iklan_31337085_lamp1.pdf

Other Text extracted KDSI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 1

Page 1
                        Selasa, 4 Juli 2023                                                                                                                                                           M A K R O E K O N O M I 11
                         KLASIFIKASI PENDAPATAN NEGARA                                                                                          INFLASI JUNI 0,14%

             RI Kembali Naik Kelas
  Bisnis, JAKARTA — Indo-            bali sebagai kelas menengah                   menengah bawah.
nesia kembali masuk dalam            atas meskipun ambang batas                       Febrio melanjutkan, berba-
kelompok negara berpenda-            klasifikasi GNI negara ber-                   gai instrumen APBN melalui
patan menengah atas setelah          penghasilan menengah atas                     program PC-PEN 2020-2022
terjebak di posisi negara ber-       dinaikkan.                                    berperan penting dalam mem-
pendapatan menengah bawah              “Kembalinya Indonesia ke                    berikan bantalan kebijakan
sejak 2020 akibat pandemi            kelompok negara berpenda-                     pada masa krisis pandemi
Covid-19.                            patan menengah atas tidak                     serta mempercepat pemulihan
  Bank Dunia dalam rilis yang        terlepas dari efektivitas pe-                 ekonomi nasional.
dipublikasikan pada Sabtu            nanganan pandemi, pelak-                         Di sisi lain, dampak signifi-
(1/7) menyebutkan pendapat-          sanaan Program Penangan-                      kan kebijakan penghiliran SDA
an nasional kotor atau gross         an Covid-19 dan Pemulihan                     telah mendongkrak kinerja
national income (GNI) per            Ekonomi Nasional (PC-PEN),                    ekspor dan memperkuat kese-
kapita Indonesia naik sebe-          serta transformasi ekonomi                    imbangan eksternal Indonesia
sar 9,8 % dari 2021 menjadi          melalui penghiliran sumber                    sehingga Indonesia menjadi
US$4.580 pada 2022. Ambang           daya alam,” ujarnya dalam                     salah satu dari sedikit negara
batas klasifikasi GNI negara         siaran pers, Senin (3/7).                     di dunia yang pulih cepat
berpendapatan menengah atas            Sebelumnya, Indonesia sem-                  dan kuat.
adalah US$4.466 pada 2022,           pat masuk dalam kelompok                         “Pemerintah berkomitmen
naik dari threshold pada 2021        negara berpendapatan me-                      untuk terus menjaga kualitas
yang sebesar US$4.256 per            nengah atas pada 2019 de-                     pemulihan perekonomian. Ini
kapita, mengikuti kenaikan           ngan GNI per kapita sebesar                   ditunjukkan dengan penurunan
inflasi global.                      US$4.070. Akan tetapi, pande-                 tingkat kemiskinan kembali
  Kepala Badan Kebijakan Fis-        mi yang menghentikan ham-                     menjadi satu digit pada 2021                                                                                                                                       Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

kal Kementerian Keuangan             pir seluruh aktivitas ekonomi                 dan konsistensi penurunan ting-                             Pedagang menata dagangannya di salah satu                            sar 0,14% (month-to-month/MtM) yang dipengaruhi
Febrio Kacaribu mengatakan           dunia, menurunkan kembali                     kat pengangguran yang terus                                 pasar di Jakarta, Senin (3/7). Badan Pusat Statistik                 oleh momentum Iduladha 1444 Hijriah.
pemulihan ekonomi yang kuat          posisi Indonesia ke dalam ke-                 mendekati level prapandemi,”                                (BPS) melaporkan inflasi pada Juni 2023 tercatat sebe-
menempatkan Indonesia kem-           lompok negara berpendapatan                   lanjut Febrio. (Sri Mas Sari)

                                                                                          EVALUASI KEBIJAKAN PERPAJAKAN



           REFORMULASI TARIF CUKAI ROKOK DIRACIK
                Bisnis, JAKARTA — Otoritas fiskal menyiapkan skema untuk mengutak-atik struktur tarif cukai hasil tembakau atau rokok, sejalan dengan
                    minimnya efektivitas kebijakan tersebut terhadap prevalensi konsumsi dan penerimaan negara sepanjang tahun berjalan 2023.

                                                                                                                                  Tegar Arief
                                                                                                                            tegar.arief@bisnis.com




       P
                    ada pengujung tahun              Demikian pula dengan ketentuan                           Dia hanya mengatakan peme-                                                                                 implementasi UU HPP,” ujarnya.
                    lalu, pemerintah telah        pada golongan lain, baik sigaret                         rintah terus memantau dinamika                                                                                   Senada, Direktur program Institu-




                                                                                                                                                                                   “
                    menetapkan kenaik-            kretek tangan (SKT) maupun si-                           ekonomi dan korelasinya terhadap                                                                              te For Development of Economics
                    an tarif cukai hasil          garet putih mesin (SPM). Tarif                           daya beli masyarakat dalam kaitan                                                                             and Finance (Indef) Esther Sri Astuti
                    tembakau (CHT) rata-          yang berlaku untuk SKT dan SPM                           optimalisasi penerimaan negara,                                                                               mengatakan ekstensifikasi cukai
                    rata sebesar 10% yang         pada tahun ini berkisar 5%-12%.                          termasuk dari cukai rokok.                                               Secara rata-rata                     segera dieksekusi oleh pemerintah
       berlaku dua tahun, yakni pada
       2023 dan 2024.
                                                  (Lihat infografik)
                                                     Dasar utama utak-atik ini ada-
                                                                                                              “Kami akan terus mencermati
                                                                                                           dinamika ekonomi dan inflasi
                                                                                                                                                                                    tetap naik 10%,                      dengan dua pertimbangan utama,
                                                                                                                                                                                                                         yakni optimalisasi penerimaan dan
         Berpijak pada keputusan tersebut,        lah fenomena migrasi konsumsi                            dalam kaitan pencapaian target                                           tetapi perlu ada                     pengendalian konsumsi.
       sejatinya arah kebijakan tarif cukai
       pada tahun depan telah terbaca.
                                                  ke produk rokok yang masuk
                                                  ke golongan tarif lebih murah
                                                                                                           penerimaan dari cukai rokok,”
                                                                                                           ujarnya kepada Bisnis.
                                                                                                                                                                                    penajaman untuk                         Secara khusus, dia meminta ke-
                                                                                                                                                                                                                         pada pemerintah dan DPR segera
       Akan tetapi, kondisi industri hasil        sehingga berimbas pada tipisnya                             Sesungguhnya, evaluasi strategi                                       skema tarif pada                     merealisasikan skema pengenaan
       tembakau (IHT) dan konsumsi yang
       masih tinggi memaksa otoritas fis-
                                                  setoran negara.
                                                     Selain memberikan efek negatif
                                                                                                           cukai rokok telah disampaikan
                                                                                                           langsung oleh Menteri Keuang-
                                                                                                                                                                                    setiap golongan.                     cukai terhadap minuman berpe-
                                                                                                                                                                                                                         manis dalam kemasan (MBDK)
       kal untuk melakukan improvisasi.           ke penerimaan cukai, kondisi ini                         an Sri Mulyani Indrawati pekan                                                                                karena berisiko meningkatkan
         Sumber Bisnis yang dekat dengan          juga membuktikan bahwa tarif                             lalu. Dasar dari gagasan itu adalah                                                                           obesitas.
       Kementerian Keuangan menje-                tinggi tidak selalu linier dengan                        kurang maksimalnya peran instru-                                                                                 Selain itu, pungutan atas cukai
       laskan, meski telah ditetapkan             berkurangnya prevalensi perokok                          men tarif untuk mengendalikan                                                                                 plastik juga perlu disegerakan.
       kebijakan tarif cukai yang berlaku         dan setoran cukai.                                       konsumsi.                                                                                                     Terlebih, kedua barang kena cu-
       pada 2024, pembahasan ulang                   Apalagi, Kementerian Keuangan,                           Alih-alih menurunkan preva-                                           otoritas cukai untuk mengeksekusi    kai (BKC) itu telah berulang kali
       dengan sejumlah pihak terkait              dalam laporan realisasi Anggaran                         lensi merokok, tarif tinggi justru                                       perluasan sumber penerimaan.         masuk ke dalam target penerimaan
       tetap akan dilakukan, antara lain          Pendapatan dan Belanja Negara                            berimbas buruk pada kas negara.                                            Menurutnya, sudah saatnya pe-      fiskal negara.
       dengan DPR, pelaku industri, serta         (APBN) 2023 Per Mei mencatat                             Musababnya, pergeseran produksi                                          merintah melaksanakan arahan            “Minuman berpemanis ini ba-
       kementerian dan lembaga (K/L)              adanya penurunan penerimaan                              dari yang sebelumnya golongan I                                          omnibus law perpajakan tersebut      nyak diterapkan. Tidak hanya di
       lain yang terlibat dalam ekosistem         cukai rokok hingga mencapai                              ke golongan III secara langsung                                          dengan melakukan ekstensifikasi.     negara-negara Eropa, di Filipina
       produk hasil tembakau.                     12,45% secara bulanan.                                   memangkas setoran ke negara.                                               “Perlu perluasan cukai yang juga   pun sudah diterapkan,” ujarnya.
         Dia menjelaskan, secara rata-rata           Penyebab tergerusnya setoran                             Inilah yang menjadi dilema fis-
       kenaikan tarif CHT memang tetap            cukai rokok adalah kebijakan tarif                       kal dalam kaitan kebijakan cukai
       sebesar 10% pada tahun depan.              yang kurang berimbang. Misalnya,                         rokok yang tengah dikaji oleh
       Namun, pemangku kebijakan te-              untuk SKM golongan I dan II                              Kemenkeu.
       ngah mengutak-atik kenaikan yang           masing-masing naik 11,8% dan                                “Kalau kita lihat, tentu kita juga
       mengacu pada golongan produksi.            11,5%. Kemudian, SKT golongan                            harus hati-hati di dalam menyikapi
         Artinya, akan terjadi perubahan          I dan II masing-masing 5%, se-                           sampai kemudian produksi turun
       kenaikan tarif pada masing-masing          dangkan SKT golongan III 4,3%.                           ke bawah sehingga kebijakan un-
       golongan pada tahun depan diban-           Di luar itu, SPM golongan I naik                         tuk mengendalikan cukai menjadi
       dingkan dengan ketentuan yang              12%, sementara SPM golongan II                           tidak efektif,” kata Menkeu.
       berlaku pada tahun ini.                    di angka 11%.
         “Secara rata-rata tetap naik 10%,           Jika dicermati, tarif terendah ada                    EKSTENSIFIKASI SEGERA
       tetapi perlu ada penajaman untuk           pada golongan III yang memiliki                            Sementara itu, kalangan eko-
       skema tarif pada setiap golongan,”         pangsa pasar produksi 11%. Ta-                           nom memandang pemerintah perlu
       kata sumber Bisnis, Senin (3/7).           rif murah inilah yang kemudian                           menemukan sumber penerimaan
         Dia menambahkan, akan ada                mendorong adanya peralihan go-                           baru apabila industri hasil tem-
       penyesuaian pada setiap golong-            longan rokok.                                            bakau diarahkan tak lagi sebagai
       an. Sebagai contih, cukai sigaret             Direktur Komunikasi dan Bim-                          tumpuan pendapatan cukai.
       kretek mesin (SKM) golongan I              bingan Pengguna Jasa Ditjen Bea                            Direktur Center of Economic
       atau kelas tertinggi yang pada             dan Cukai Kemenkeu Nirwala Dwi                           and Law Studies Bhima Yudhistira,
       tahun ini naik sebesar 11,8%,              Heryanto tidak bersedia membe-                           UU No. 7/2021 tentang Harmoni-
       warsa depan berpeluang untuk               rikan tanggapan soal rencana re-                         sasi Peraturan Perpajakan (HPP)
       dilakukan penyesuaian.                     formulasi tarif cukai.                                   memberikan keleluasaan kepada



SETEL ULANG CUKAI ROKOK
Peracikan ulang tarif cukai rokok disiapkan oleh pemerintah menyusul terjadinya migrasi konsumsi dan produksi
yang berdampak negatif terhadap penerimaan negara.
                                                                       Realisasi Bulanan Cukai Rokok (Rp Triliun)
                             23,2                                                           2022          2023         Pertumbuhan Akumulatif


 10
                                     12,5          12
                                                                     10             10
            0
                                       Tarif Rata-Rata Cukai Rokok (%)
                                                                                                                                                 20,68
                                                                                                                    23,87
                                                                                                            24,74




                                                                                                                                       12,96




                                                                                                                                                                           26,41
                                                                                                                               13,37
                                                                                          17,54
                                                                                                  18,41




                                                                                                                                                           17,11



                                                                                                                                                                                   17,6




2018       2019       2020           2021         2022          2023               2024
                                                                                          4,97%            -0,01%             -0,74%             -5,21%                    -12,45%
Proporsi Pangsa Pasar &
Kenaikan Tarif 2023—2024 (%)                                                              Januari          Februari            Maret              April                       Mei
Golongan   Pangsa Pasar Tarif                                                                             Produksi Hasil                       Sumber: Kementerian Keuangan
                                                                                                                                               BISNIS/ALBIR DAMARA
               Produksi             Realisasi Cukai Rokok                                                 Tembakau
SKM I              38,0 11,8        Januari—Mei                           102,74                          (Miliar Batang)
SKM II             18,0 11,5            % (YoY)         Rp Triliun                            89,95
SKT I               11,0 5,0                        72,49
                                                                                                                            22,69
                                                                                                                            24,32


                                                                                                                                         29,45




SKT II              2,0 5,0         64,65
                                                                                                                                                                             26,18
                                                                                                                                                                             14,64
                                                                                                                                                                   19,52
                                                                                                           15,84




                                                                                                                                         47,16


                                                                                                                                                         19,17
                                                                                                           15,6




SKT III             11,0 4,3
SPM I               2,0 12,0
SPM II               1,0 11,0       20,46           12,13                 41,73               2023        -1,51% 3,61% -19,04% -15,23% -3,70%
SKM Ekspor          2,0     -                                                                             Januari Februari Maret April     Mei
                                    2020            2021                  2022               -12,45
SPM Ekspor         16,0     -                                                                                 2022 2023 Pertumbuhan Akumulatif

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.6 MB
Published4 Jul 2023
Pages1
Characters21,382
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result