Back to announcement
20230704_SMDR_Informasi Transaksi Afiliasi_31337049_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review SMDRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Laporan No. 00245/2.0118-00/BS/06/0596/1/VI/2023
File No. 072.6/IDR/DO.2/BFO/VI/2023 Jakarta, 23 Juni 2023
Kepada Yth.
Direksi
PT SAMUDERA INDONESIA Tbk
Jalan Letjen S. Parman Blok G Kav 35
Kemanggisan, Kecamatan Palmerah
Jakarta Barat 11480
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal
pada PT Masaji Prayasa Cargo oleh PT Samudera Indonesia Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-43/PM.223/2021 tanggal 22 September 2021 sebagai Penilai Properti/Aset dan
Bisnis di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT
Samudera Indonesia Tbk No. 103.1/IDR/DO.2/Pr-FO/VI/2023 tanggal 14 Juni 2023, IDR telah
melaksanakan Penilaian untuk Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penambahan Setoran Modal
pada PT Masaji Prayasa Cargo oleh PT Samudera Indonesia Tbk seperti yang tertuang dalam laporan
ini.
Latar Belakang
PT Samudera Indonesia Tbk (selanjutnya disebut Pemberi Tugas atau SMDR atau Perseroan atau
Perusahaan) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). SMDR
merupakan pemegang 93,75% saham PT Masaji Prayasa Cargo (selanjutnya disebut MPC) yang
bergerak dalam bidang jasa logistik dan pengurusan transportasi (freight forwarding). SMDR
berencana untuk melakukan penambahan setoran modal pada MPC. Rencana penambahan setoran
modal pada MPC oleh SMDR selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan
pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR atau Penilai atau
Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PM.223/2021 tanggal 22 September 2021 sebagai
Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
i
Page 2
Objek Penilaian Objek Penilaian adalah rencana transaksi penambahan setoran modal tunai pada MPC oleh SMDR. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah SMDR dan MPC, dimana SMDR sebagai pemberi setoran modal dan MPC sebagai penerima setoran modal. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 31 Desember 2022 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Said Amru dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. Asumsi dan Kondisi Pembatas • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. • Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. • Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. • Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan. • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. • Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. • Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir. • Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas. • Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan. Pendekatan dan Metode Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah: a. Melakukan analisis transaksi. b. Melakukan analisis kualitatif atas rencana transaksi. c. Melakukan analisis kuantitatif atas rencana transaksi. d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi. e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Samudera Indonesia Tbk ii
Page 3
Kesimpulan
A. Analisis Transaksi
1. Analisis pengaruh transaksi terhadap keuangan Perseroan
Berdasarkan proforma posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi profitabilitas, likuiditas
dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan, sedangkan berdasarkan proyeksi
posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi profitabilitas dan solvabilitas Perseroan
mengalami peningkatan, namun likuiditas Perseroan mengalami penurunan yang tidak
signifikan.
2. Analisis likuiditas dari transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi
likuiditas Perseroan tidak mengalami perubahan, namun berdasarkan analisis proyeksi posisi
keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami
penurunan.
3. Nilai transaksi
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Para Pemegang Saham PT Masaji Prayasa
Cargo No. 19 tanggal 14 Juni 2023 dibuat dihadapan Jessy Darmawan, S.H.,M.Kn., Notaris di
Jakarta Selatan. SMDR akan melakukan penambahan setoran modal pada MPC sebesar Rp
13.500.000.000,-. SMDR akan memperoleh 13.500 saham baru MPC dengan nilai konversi Rp
1.000.000,- per saham.
4. Materialitas nilai transaksi
Nilai transaksi atas Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 13.500.000.000,- atau setara dengan
USD 858.178,- (Kurs Tengah BI per 30 Desember 2022 USD 1 = Rp 15.731,-) dan ekuitas
Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit KAP Purwantono, Sungkoro &
Surja per 31 Desember 2022 adalah sebesar USD 646.482.645,-, dengan demikian materialitas
nilai transaksi 0,13% dari ekuitas Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
5. Hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, SMDR adalah pemegang 93,75% saham
MPC. Dengan demikian antara SMDR dan MPC terdapat hubungan kepemilikan saham.
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, Bani Maulana Mulia sebagai Direktur Utama
SMDR juga sebagai Komisaris Utama MPC. Dengan demikian antara SMDR dan MPC terdapat
hubungan kepengurusan.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
6. Analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati
Berdasarkan analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati, dapat disimpulkan
bahwa perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati layak dan dapat diandalkan
pelaksanaannya dari transaksi yang dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, dengan pertimbangan tersebut rencana transaksi wajar dilaksanakan.
7. Analisis manfaat dan risiko dari transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Samudera Indonesia Tbk iii
Page 4
• Dengan terlaksananya transaksi, MPC dapat memperbaiki kondisi ekuitas yang negatif agar
menjadi positif sehingga meningkatkan peluang MPC untuk memenangkan tender
pekerjaan yang akan meningkatkan pendapatan Perseroan.
• Dengan terlaksananya transaksi, SMDR dapat meningkatkan kepemilikan sahamnya pada
MPC.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Tidak tercapainya kinerja MPC seperti yang diharapkan, sehingga SMDR dapat mengalami
kerugian atas investasi yang telah dilakukan.
B. Analisis Kualitatif
1. Analisis industri dan lingkungan
Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
dan Pergudangan sebesar 19,87%, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
11,97%, dan Jasa Lainnya sebesar 9,47%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki
peran dominan tumbuh 4,89%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
sebesar 2,25% dan 5,52%.
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2022 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,34%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,85%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 12,40%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,22%; serta Konstruksi sebesar
9,77%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
65,58%.
Pelaku usaha di sektor pelayaran nasional menilai industri pelayaran tetap akan kuat bertahan
di tengah ancaman resesi tahun 2023. Sektor pelayaran diyakini pelaku usaha akan tetap
tumbuh di tahun 2023. Indonesia National ShipOwners Assosiation (INSA), mengatakan, meski
dihantui ketidakpastian, tapi perekonomian domestik yang kuat bisa meredam ancaman itu.
Banyak lembaga memproyeksikan ekonomi nasional masih di jalur pertumbuhan positif di
tahun depan.
Untuk itu, INSA menilai sektor pelayaran nasional tidak akan terlalu terdampak dari sentimen
negatif kondisi ekonomi 2023. Mungkin saja, sambungnya, jika terjadi penurunan kegiatan
ekspor di tahun depan, maka akan berdampak pada kegiatan kapal angkutan ekspor impor
dan kapal feeder.
Secara kumulatif, kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada periode Januari-
September 2022 adalah sebesar US$ 156,18 miliar, naik sebesar 22,23% dibanding periode
yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan impor industri pengolahan non migas
mencapai US$ 135,40 miliar, naik sebesar 21,91% (cumulative to cumulative/c-to-c). Neraca
perdagangan industri pengolahan non migas pada periode Januari-September 2022 adalah
surplus sebesar US$ 20,77 miliar.
Kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada bulan September 2022 mengalami
penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m). Hal yang sama juga terjadi
pada impor industri pengolahan non migas pada bulan September 2022 yang mengalami
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Samudera Indonesia Tbk iv
Page 5
penurunan secara month-to-month. Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada
bulan September 2022 mencatatkan surplus US$ 2,00 miliar.
Nilai ekspor industri pengolahan non migas pada bulan September 2022 tercatat sebesar US$
16,96 miliar, turun sebesar 14,24% dibanding Agustus 2022 (m-to-m) yang mencapai US$
19,78 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan September 2021 (year-on-year), kinerja ekspor
industri pengolahan non migas bulan September 2022 naik sebesar 9,33%.
2. Analisis operasional dan prospek perusahaan
Ditinjau dari analisis horizontal laba rugi penyesuaian tahun 2022, terjadi peningkatan
pendapatan Perseroan sebesar 71,04% dari semula pada tahun 2021 dan laba kotor
mengalami peningkatan 120,19% dan laba bersih mengalami peningkatan sebesar 135,12%.
Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan aset pada tahun 2022
sebesar 39,10%, dan ekuitas Perseroan juga meningkat 69,33%.
Tantangan industri pelayaran masih berat di tengah ancaman resesi global tahun 2023.
Meskipun terjadi pemulihan dari dampak pandemi, ancaman resesi meningkatkan resiko di
bisnis ini karena kebijakan moneter di banyak negara semakin mengetat. Namun, asosiasi
industri pelayaran di Tanah Air optimis ekonomi nasional kuat menghadapi tantangan global.
Sehingga industri pelayanan diperkirakan bisa tumbuh, tetapi perlu berhati-hati. INSA menilai
sektor pelayaran nasional tidak terlalu terdampak dari sentimen negatif kondisi ekonomi
2023. Banyak lembaga memproyeksikan ekonomi nasional masih di jalur pertumbuhan positif
di tahun depan.
Walaupun demikian, melihat kemungkinan penurunan kegiatan ekspor tahun depan tentu
akan berdampak pada kegiatan kapal angkutan ekspor impor dan kapal feeder. Itu sebabnya,
pelaku usaha dihimbau untuk waspada.
BPS mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari–Oktober 2022 mencapai US$244,14
miliar atau naik 30,97% dibanding periode sama tahun 2021. Sementara ekspor nonmigas
mencapai US$230,62 miliar atau naik 30,61%.
Pada sektor angkutan kontainer di domestik masih tumbuh positif mengikuti pertumbuhan
ekonomi nasional tahun depan. Adapun pada sektor curah kering batu bara, akan tumbuh
positif meski tidak secemerlang sebelumnya, seiring dengan kebutuhan batu bara di dalam
negeri, begitu juga dengan kebutuhan ekspor. Kementerian ESDM menyebutkan, kebutuhan
batu bara PT PLN sekitar 161,15 juta ton batu bara pada 2023 mendatang atau meningkat dari
2022 mencapai 130 juta ton.
3. Alasan dilakukannya transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Perseroan dapat memperbaiki kondisi keuangan MPC sebagai entitas anak Perseroan
sehingga MPC dapat meningkatkan kepercayaan customer untuk memenangkan tender
pekerjaan yang dapat meningkatkan pendapatan Perseroan.
4. Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif
Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah dapat melakukan pengembangan
usahanya dibidang industri transportasi dan logistik, sehingga dapat lebih dikenal masyarakat
sebagai perusahaan yang terus berkembang.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif adalah jika tidak tercapainya proyeksi yang
direncanakan, sehingga target yang direncanakan tidak tercapai yang berakibat menurunnya
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Samudera Indonesia Tbk v
Page 6
kinerja Perseroan yang dapat berpengaruh terhadap kredibilitas Perseroan terhadap
stakeholder.
C. Analisis Kuantitatif
1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban Dan Kondisi Keuangan
1.1. Penilaian kinerja historis dan Rasio Keuangan
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, rata-rata pertumbuhan
pendapatan Perseroan dalam tahun 2018 – 2022 sebesar 27,74%. Pada tahun 2018 jumlah
penjualan tercatat USD 482.446 ribu dan menurun -9,03% menjadi USD 438.865 ribu di
tahun 2019 dan terus meningkat sampai tahun 2022 menjadi USD 1.150.960 ribu.
Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, komposisi biaya jasa dan
beban umum dan administrasi dalam tahun 2018 – 2022 cenderung menurun dengan
rata-rata masing-masing sebesar 73,09% dan 7,25%. Rata-rata margin EBITDA, EBIT, EBT,
dan EAT terhadap pendapatan dalam periode tersebut cenderung meningkat yang
tercatat masing-masing sebesar 19,66%, 12,96%, 8,04% dan 7,28%.
Komposisi pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan uang tambang, pendapatan dari
jasa keagenan forwarding dan pelabuhan, pendapatan dari jasa penanganan peralatan
peti kemas dan muatan, pendapatan sewa kapal berbasis waktu serta pendapatan lain-
lain. Selama tahun 2018 – 2022 komposisi pendapatan didominasi oleh pendapatan uang
tambang dengan rata-rata terhadap seluruh pendapatan sebesar 70,37% diikuti oleh
pendapatan dari jasa keagenan forwarding dan pelabuhan sebesar 15,28%, pendapatan
dari jasa penanganan peralatan peti kemas dan muatan sebesar 8,75%, pendapatan sewa
kapal berbasis waktu sebesar 3,44% serta pendapatan lain-lain sebesar 2,16%. Tahun
2021, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan uang tambang sebesar
76,29%, pendapatan dari jasa keagenan forwarding dan pelabuhan sebesar 12,87%,
pendapatan dari jasa penanganan peralatan peti kemas dan muatan sebesar 6,36%,
pendapatan sewa kapal berbasis waktu sebesar 2,20% dan pendapatan lain-lain sebesar
2,28%. Pada tahun 2022, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan uang
tambang sebesar 84,12%, pendapatan dari jasa keagenan forwarding dan pelabuhan
sebesar 8,38%, pendapatan dari jasa penanganan peralatan peti kemas dan muatan
sebesar 4,48%, pendapatan sewa kapal berbasis waktu sebesar 1,60% dan pendapatan
lain-lain sebesar 1,42%.
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2018 – 2022 cenderung meningkat, yang
ditunjukkan oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata
masing-masing 19,66%, 12,96%, 8,04% dan 7,28%, artinya Perseroan rata-rata
memperoleh laba masing-masing USD 0,1966 EBITDA, USD 0,1296 EBIT, USD 0,0804 EBT,
dan USD 0,0728 EAT atas setiap USD 1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun
2022, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 39,82%,
29,61%, 28,88% dan 28,41%.
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek
yang harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas
perusahaan, digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi
likuiditas perusahaan. Pada tahun 2018 – 2022, likuiditas perusahaan terus meningkat
dengan Current Ratio tahun 2022 sebesar 2,04x, artinya Perseroan memiliki USD 2,04 aset
lancar yang dapat digunakan untuk memenuhi setiap USD 1 utang lancarnya.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Samudera Indonesia Tbk vi
Page 7
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya
ketika dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
(DAR). Semakin tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan.
Semakin tinggi solvabilitas perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan
perusahaan. Solvabilitas Perseroan tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif, dengan Debt
to Equity dan Debt to Asset pada tahun 2022 masing-masing adalah 0,78x dan 0,44x.
Artinya, perusahaan memiliki utang USD 0,78 untuk setiap USD 1 ekuitas yang dimilikinya
serta setiap USD 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang sebesar USD 0,44.
1.2. Penilaian arus kas
Tahun 2018, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan tercatat positif sebesar USD 28.548
ribu yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari
pembayaran kepada karyawan dan pemasok. Pada tahun 2019, Perseroan memperoleh
kas dari aktivitas operasi sebesar USD 24.624 ribu yang utamanya berasal dari penerimaan
kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada karyawan dan pemasok. Di tahun
2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar USD 59.580 ribu yang
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran
kepada karyawan dan pemasok. Pada tahun 2021, Perseroan memperoleh kas dari
aktivitas operasi sebesar USD 157.649 ribu utamanya berasal dari penerimaan kas dari
pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada karyawan dan pemasok. Tahun 2022,
Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar USD 459.676 ribu utamanya
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran kepada
karyawan dan pemasok.
Selanjutnya tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar
USD 27.368 ribu utamanya untuk perolehan aset tetap. Pada tahun 2019, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas investasi sebesar USD 3.474 ribu utamanya dari hasil
penjualan aset tetap. Pada tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar USD 9.106 ribu utamanya untuk perolehan aset tetap. Di tahun 2021,
Perseroan memperoleh kas dari aktivitas investasi sebesar USD 9.973 ribu utamanya dari
hasil penjualan aset tetap. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar USD 134.462 ribu utamanya untuk perolehan aset tetap.
Di tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar USD
17.938 ribu yang utamanya untuk pembayaran utang bank jangka panjang. Pada tahun
2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar USD 15.112 ribu
yang utamanya untuk pembayaran utang bank jangka pendek dan jangka panjang. Di
tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar USD 15.343
ribu utamanya untuk pembayaran utang bank jangka panjang. Tahun 2021, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar USD 36.631 ribu utamanya untuk
pembayaran liabilitas sewa aset hak guna. Tahun 2022, Perseroan menggunakan kas
untuk aktivitas pendanaan sebesar USD 141.912 ribu utamanya untuk pembayaran
liabilitas sewa aset hak guna.
Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar USD 55.627 ribu. Di tahun 2019 kas
Perseroan meningkat 23,96% menjadi USD 68.956 ribu yang disebabkan oleh perolehan
kas dari aktivitas operasi dan investasi. Tahun 2020 kas Perseroan mengalami peningkatan
51,10% menjadi USD 104.192 ribu yang utamanya berasal dari aktivitas operasi. Pada
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Samudera Indonesia Tbk vii
Page 8
tahun 2021 kas Perseroan mengalami peningkatan 125,34% menjadi USD 234.790 ribu
yang berasal dari arus kas operasi dan investasi. Pada tahun 2022 kas Perseroan
meningkat 77,60% dari tahun sebelumnya menjadi USD 416.995 ribu yang utamanya
berasal dari arus kas aktivitas operasi.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan
investasi disesuaikan dengan pendanaannya.
1.3. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
transaksi.
Berdasarkan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan
keuangan setelah transaksi dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
1.4. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen.
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 39,50%, 33,76%, 33,24% dan 25,93%. Sedangkan
dengan dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan
EAT/Sales Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 39,48%, 33,75%, 33,23% dan
25,92%. Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan
mengalami penurunan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 492,11% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan
menurun menjadi 491,82%.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 30,22% dan 22,62%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan meningkat menjadi
30,23% dan 22,63%.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
solvabilitas Perseroan mengalami penurunan.
Dengan dan tanpa transaksi proyeksi arus kas Perseroan menunjukkan tidak ada cash
deficiency dan kelangsungan usaha Perseroan selama umur proyeksi terjamin.
2. Analisis Inkremental
2.1. Konstribusi Nilai Tambah
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi
memberikan konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba. Dengan
dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2023 – 2027 terhadap
pendapatan sebesar USD 4.681 ribu dan terhadap laba Perseroan EBITDA, EBIT, EBT dan
EAT masing-masing sebesar USD 655 ribu, USD 655 ribu, USD 655 ribu dan USD 511 ribu.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan dan laba yang
akan menguntungkan Perseroan.
2.2. Biaya dan pendapatan yang relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan
keadaan industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang
Perseroan akan menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Samudera Indonesia Tbk viii
Page 9
diharapkan dapat tercapai. Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai
tambah bagi Perseroan.
2.3. Informasi non keuangan yang relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah Perseroan dapat meningkatkan kepemilikan
sahamnya pada MPC serta dapat menunjang kebutuhan pendanaan MPC dalam
menjalankan kegiatan operasionalnya agar memiliki prospek yang lebih baik serta akan
meningkatkan laba Perseroan secara konsolidasi dimasa depan.
2.4. Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi
dan nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan.
Rencana transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan
akuntabel yang dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak
ada. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana
transaksi adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
D. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham MPC No. 00244/2.0118-00/BS/06/0596/1/VI/2023
tanggal 23 Juni 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai
Pasar 40.000 saham atau 100% saham MPC per 31 Desember 2022 adalah Rp 40.300.000.000,-
atau untuk setiap saham adalah Rp 1.007.500,-.
2. Nilai Transaksi
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Para Pemegang Saham PT Masaji Prayasa
Cargo No. 19 tanggal 14 Juni 2023 dibuat dihadapan Jessy Darmawan, S.H.,M.Kn., Notaris di
Jakarta Selatan. SMDR akan melakukan penambahan setoran modal pada MPC sebesar Rp
13.500.000.000,-. SMDR akan memperoleh 13.500 saham baru MPC dengan nilai konversi Rp
1.000.000,- per saham.
3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Dengan nilai konversi saham MPC sebesar Rp 1.000.000,- per saham dan Nilai Pasar setiap
saham MPC adalah Rp 1.007.500,-, maka nilai transaksi lebih rendah 0,74% dari Nilai Pasarnya
namun masih dalam kisaran wajar. Dengan demikian kami berpendapat bahwa nilai transaksi
adalah wajar.
4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2023 – 2027
terhadap pendapatan sebesar USD 4.681 ribu dan terhadap laba Perseroan EBITDA, EBIT,
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Samudera Indonesia Tbk ix
Page 10
EBT dan EAT masing-masing sebesar USD 655 ribu, USD 655 ribu, USD 655 ribu dan USD
511 ribu.
Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
E. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
1. Analisis Kemampuan Perseroan Untuk Melakukan Rencana Transaksi
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan
oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Samudera Indonesia Tbk x
Page 11
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
3871 ms
12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}