Back to announcement
20230704_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31336800_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 47
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TbK
Tanggal Penilaian
31 Desember 2022
Page 2
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
DESMAR, SUSANTO, SALMAN DAN REKAN
PROPERTY VALUATION, BUSINESS VALUATION & ADVISORY
Licence No. 2.17.0142, KMK 420/KM.1/2022, Wilayah Kerja Negara Republik Indonesia
DSS&R
P A R T N E R S
A Valuation Firm
Jakarta, 19 Juni 2023
Kepada Yth.
Direksi
PT. United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi KM 22, Cakung
Jakarta Timur 13910
No. Laporan : 00061/2.0142-00/BS/03/0177/1/VI/2023
Hal : Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS Tbk
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 0003/2.0142-00/PP-B/DSS-01/0177/1/2023
tertanggal 18 Januari 2023, KJPP Desmar, Susanto, Salman dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP
DSSR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan rencana transaksi
pinjaman Perseroan kepada PT Acset Indonusa Tbk (selanjutnya disebut “ACSET”) untuk pembiayaan
modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp325.000.000.000 (tiga ratus dua puluh lima miliar
Rupiah) dengan tingkat suku bunga sebesar JIBOR + 1,5% atau setara dengan 7,70% per tahun
(selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
Perseroan saat ini beroperasi sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat berat, adapun
anak-anak perusahaan Perseroan bergerak dalam beberapa bidang usaha yaitu kontraktor
penambangan, pertambangan, industri konstruksi dan energi. ACSET merupakan salah satu entitas
anak Perseroan yang bergerak di bidang pembangunan dan jasa konstruksi.
Latar belakang dan alasan atas Rencana Transaksi ini adalah sebagai back up fasilitas pembiayaan yang
dapat digunakan ACSET untuk proyek-proyek baru yang akan dilakukan oleh ACSET. Pada tahun 2022,
Laporan Keuangan ACSET mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,04 triliun atau turun sebesar 30,6%
dari tahun sebelumnya yang dibukukan sebesar Rp1,49 triliun. Selain mengalami penurunan
pendapatan, pada tahun 2022 ACSET membukukan kerugian Rp451,6 miliar. Saat ini ACSET tidak
memiliki fasilitas pinjaman pemegang saham dari Perseroan. Fasilitas pinjaman pemegang saham dari
Perseroan sebesar Rp4.000.000.000.000 (empat triliun Rupiah) dengan tingkat suku bunga JIBOR+2,5%
yang sebelumnya dimiliki ACSET sudah habis masa berlakunya sejak 18 Agustus 2022. Dengan adanya
Rencana Transaksi ini, Perseroan berharap dapat memberikan pembiayaan modal kerja kepada ACSET
dengan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif, mengingat saat ini tingkat suku bunga untuk
pembiayaan modal kerja dari perbankan terutama pada Bank Persero berada pada kisaran 8,29% p.a
(per annum), sehingga dengan tingkat suku bunga fasilitas pinjaman pemegang saham ini, ACSET dapat
memenuhi kebutuhan modal kerjanya untuk membiayai proyek konstruksi khususnya di sektor
infrastruktur yang merupakan kontributor utama dalam usahanya dan diharapkan juga dapat
mengurangi beban bunga ACSET sehingga lebih efisien dan efektif ditengah kondisi yang sedang
dihadapi saat ini.
Gedung TRANKA 2nd Floor, Jl. Raya Pasar Minggu Km. 17,5 No. 17, Jakarta 12520, Indonesia
▪ Phone (62 21) 7982579/ 7980085 / 7987062 ▪ Fax (62 21) 7987082
▪ e-mail: info@dssr.co.id
www.dssr.co.id
Kantor Pusat : Jakarta (PB) Kantor Cabang : Surabaya (P) Jambi (PS)
Page 3
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi pinjaman Perseroan kepada ACSET untuk pembiayaan modal kerja dengan jumlah
maksimum sebesar Rp325.000.000.000 (tiga ratus dua puluh lima miliar Rupiah) dengan tingkat suku
bunga sebesar JIBOR + 1,5% atau setara dengan 7,70% per tahun.
Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2022, parameter dan laporan keuangan yang
digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2022.
Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan adalah benar, lengkap, dapat diandalkan
dan tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua
informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan
dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi
dan data yang diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana
Transaksi Perseroan adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis
kuantitatif. Analisis kualitatif berupa analisis terhadap latar belakang, manfaat serta risiko atas
Rencana Transaksi, analisis terhadap pihak-pihak yang melakukan transaksi dan hubungan keterkaitan
antara pihak-pihak yang melakukan transaksi, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek
industri atau bidang usaha yang dijalankan oleh Perseroan. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja
keuangan Perseroan dan ACSET, analisis terhadap laporan keuangan proforma serta analisis
inkremental dengan membandingkan proyeksi keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi
dan proyeksi keuangan Perseroan tanpa adanya Rencana Transaksi.
Rencana Transaksi ini merupakan transaksi yang mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana
diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan, karena dari segi kepemilikan saham, Perseroan merupakan
pemegang 82,17% saham ACSET secara tidak langsung melalui PT Karya Supra Perkasa (selanjutnya
disebut “KSP”), dari segi susunan kepengurusan juga dapat diketahui bahwa terdapat hubungan afiliasi
antara Perseroan dengan ACSET dikarenakan terdapat kesamaan anggota Dewan Komisaris dan Direksi
pada Perseroan dan ACSET. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi material bagi Perseroan
karena nilai Rencana Transaksi yang mencapai Rp325 miliar adalah kurang dari 20% dari jumlah ekuitas
Perseroan yang sebesar Rp89,5 triliun berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan.
Secara kualitatif, dalam hal prospek bisnis Perseroan kedepan, dapat dilihat bahwa dalam jangka
panjang diperkirakan prospek bisnis Perseroan tetap kuat. Badan Energi Internasional (IEA)
memperkirakan konsumsi batubara global akan tetap pada tingkat yang sama dalam beberapa tahun
ke depan, Prospek harga emas diperkirakan kembali cerah pada tahun 2023 setelah harga terus naik
dengan konsisten dari titik terendah US$1.664 per troy ons pada Oktober 2022. Pada sektor industri
kontruksi nasional, meskipun menghadapi tantangan berat sebagai dampak dari perlambatan ekonomi
global, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik pada tahun 2022 menumbuhkan harapan
bahwa pasar konstruksi nasional pada tahun 2023 akan mengalami pertumbuhan meskipun tidak
terlalu besar. Adapun prospek lini usaha Perseroan yang bergerak dalam bidang energi baru
terbarukan disinyalir akan mengalami pertumbuhan, hal ini antara lain terlihat dari adanya persetujuan
Just Energy Transition Partnership (JETP) yang disepakati di perhelatan G20 Bali 2022 yang
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 2
Page 4
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
menargetkan puncak emisi sebesar 290 juta ton CO2e dan target bauran energi baru terbarukan 34%
di 2030. Permintaan pembangkit energi baru terbarukan dari industri juga diprakirakan semakin
meningkat. Sejumlah industri padat energi seperti semen, pemurnian dan pengolahan mineral, dan
pertambangan, serta data center sudah siap meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan.
Rencana Transaksi ini akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi Perseroan dikarenakan rencana
pemberian fasilitas pinjaman kepada ACSET dengan tingkat bunga sebesar JIBOR + 1,5% atau setara
dengan 7,70% per tahun, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tingkat suku bunga deposito pada
bank Persero dengan tenor yang sama yang sebesar 3,64%. Selain itu dengan adanya dukungan
pembiayaan modal kerja dari Perseroan dengan bunga kompetitif, ACSET selaku anak usaha Perseroan
akan mampu menangkap peluang bisnis pada sektor kontruksi yang diproyeksikan masih mengalami
pertumbuhan dengan beban keuangan yang bersaing sehingga hal tersebut akan dapat mengurangi
beban keuangan ACSET yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi yang positif bagi Perseroan.
Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan atas Rencana Transaksi ini, terdapat pula risiko
yang dihadapi oleh Perseroan, risiko tersebut berkaitan dengan risiko ACSET dalam menjalankan
kegiatan usahanya yang dapat mempengaruhi pencapaian target pendapatan dan keuangannya
sehingga berdampak pada kemampuan ACSET untuk membayar kembali fasilitas pinjaman yang telah
diberikan oleh Perseroan.
Secara kuantitatif, mengacu pada laporan keuangan Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir, dapat
dilihat bahwa pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan secara CAGR (Compound Annual Growth
Rate) selama 5 (lima) tahun terakhir tercatat sebesar 9,9%. Pada tahun 2022 pendapatan bersih
Perseroan mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan yaitu sebesar 55,6% sebagai akibat
meningkatnya volume penjualan dan harga penjualan rata-rata batubara. Adapun rata-rata margin
laba bersih yang dihasilkan oleh Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebesar 13,6%, hal ini
menunjukkan bahwa secara finansial kinerja keuangan Perseroan cukup baik. Rencana Transaksi
pinjaman pemegang saham kepada ACSET juga memberikan manfaat dan kontribusi bagi peningkatan
profitabilitas Perseroan, hal ini terlihat dalam incremental analysis yang telah kami lakukan, dimana
untuk rasio profitabilitas, secara rata-rata dapat diketahui bahwa margin laba bersih, ROA, maupun
ROE Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi diproyeksikan sedikit lebih baik dan mengalami
peningkatan bila dibandingkan dengan tanpa adanya Rencana Transaksi. Dari sisi solvabilitas, dengan
adanya Rencana Transaksi, secara rata-rata total komposisi liabilitas / tingkat leverage Perseroan lebih
baik bila dibandingkan dengan tanpa adanya Rencana Transaksi, hal ini terlihat dari rata-rata rasio
solvabilitas yang lebih rendah dengan adanya Rencana Transaksi bila dibandingkan rata-rata rasio
solvabilitas tanpa adanya Rencana Transaksi.
Adapun dampak keuangan secara konsolidasi dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh
Perseroan, mengacu pada laporan keuangan proforma terlihat bahwa rencana transaksi akan
menyebabkan posisi aset lancar Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp325 miliar dari posisi
sebelumnya, dimana penurunan tersebut sebagai akibat adanya pengurangan kas dan setara kas
Perseroan yaitu dari semula sebesar Rp78,9 triliun menjadi Rp78,6 triliun. Pada bagian laba/(rugi)
Perseroan, Rencana Transaksi tidak memiliki dampak pada proforma laba/(rugi) Perseroan.
Dengan demikian, berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek
yang terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif maupun kuantitatif dari
Rencana Transaksi yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang akan
dilakukan oleh Perseroan berupa pemberian fasilitas pinjaman sebesar Rp325 miliar kepada ACSET
dengan tingkat suku bunga sebesar JIBOR + 1,5% atau setara dengan 7,70% per tahun adalah Wajar.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 3
Page 5
DSSruR
e1\!N!:lll
Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan.
Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
K'PP DESMAR, SUSANTO, SAIMAN DAN REKAN
Rekan
A
Jasa
. SUSANTO SALMAN REKAN
NIPP Bisnis 177
MAPPI : 05-5-01864
STTD : PB-421PM.2/2OL8
TAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS TbK
E
Page 6
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR ................................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI............................................................................................................................................... 5
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 6
1.1 Uraian Mengenai Penugasan................................................................................................. 6
1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .................................................................. 6
1.3 Tanggal Penilaian (cut off date) dan Masa Berlaku Laporan ................................................. 6
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran .......................................................... 6
1.5 Objek Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................................... 6
1.6 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen
Terkait Rencana Transaksi ..................................................................................................... 6
1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ..................................................................................... 7
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan ........................... 7
1.9 Sumber Data dan Informasi................................................................................................... 7
1.10 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi .............................................................. 8
1.11 Pernyataan indepedensi Penilai ............................................................................................ 9
BAB II TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI ................................................................................ 10
2.1 Latar Belakang Rencana Transaksi ...................................................................................... 10
2.2 Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi .............................................................................. 10
2.3 Objek Rencana Transaksi ..................................................................................................... 10
2.4 Bentuk Transaksi ................................................................................................................. 10
2.5 Identifikasi Pihak-pihak yang Bertransaksi .......................................................................... 11
2.6 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ............................................ 18
BAB III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ................................................................... 21
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ............................................................ 21
3.2 Analisis atas Rencana Transaksi. ......................................................................................... 21
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................................... 23
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ........................................................................ 33
3.5 Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi ........................................................................ 40
3.6 Kesimpulan .......................................................................................................................... 42
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
PERNYATAAN PENILAI
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 5
Page 7
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 0003/2.0142-00/PP-B/DSS-01/0177/1/2023
tertanggal 18 Januari 2023, KJPP Desmar, Susanto, Salman dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP
DSSR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan rencana transaksi
pinjaman Perseroan kepada PT Acset Indonusa Tbk (selanjutnya disebut “ACSET”) untuk
pembiayaan modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp325.000.000.000 (tiga ratus dua
puluh lima miliar Rupiah) dengan tingkat suku bunga sebesar JIBOR + 1,5% atau setara dengan
7,70% per tahun (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah sebagai berikut :
Nama Perseroan : PT United Tractors Tbk
Bidang Usaha : Kegiatan usaha utama Perseroan adalah bergerak di bidang penjualan dan
penyewaan alat berat beserta pelayanan purna jual.
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Cakung, Jakarta Timur 13910 Indonesia.
Nomor Telepon : (021) 24579999
Nomor Fax : (021) 460-0657, 460-0677, 460-0655
Contact Person : Bpk. Ramandhika
Email : ramandhika@unitedtractors.com
Website : www.unitedtractors.com
1.3 Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan
Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2022, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2022. Masa berlaku laporan
pendapat kewajaran ini adalah sampai dengan tanggal 30 Juni 2023.
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Pendapat kewajaran ini diberikan dalam rangka memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
tanggal 2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
1.5 Objek Analisis Pendapat Kewajaran
Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran terkait
dengan Rencana Transaksi.
1.6 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh Manajemen Perseroan terkait dengan Rencana
Transaksi antara lain adalah sebagai berikut :
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 6
Page 8
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Manajemen memilih untuk melakukan transaksi dengan ACSET, dikarenakan ACSET
merupakan pihak terafiliasi jadi secara bisnis dapat menguntungkan grup dan pemegang
saham Perseroan.
Dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi ini akan dipergunakan oleh ACSET untuk
membiayai modal kerja, khususnya pelaksanaan proyek-proyek baru yang akan dilakukan oleh
ACSET dan bukan untuk tujuan lain.
Perseroan melihat bahwa Rencana Transaksi ini bertujuan untuk memberikan pembiayaan
modal kerja ACSET yang lebih kompetitif, sehingga diharapkan dapat mengurangi beban
keuangan ACSET ditengah kondisi yang sedang dihadapi saat ini.
1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Benturan Kepentingan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35 /POJK.04/2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, maka dalam penugasan
laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur penilaian atas Rencana Transaksi yang mencakup hal hal sebagai
berikut:
a. Melakukan analisis atas Rencana Transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis atas kewajaran nilai transaksi
d. Melakukan analisis dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap
kepentingan pemegang saham.
e. Memberikan opini terhadap kewajaran Rencana Transaksi.
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi
atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 tanggal 21 April 2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan.
1.9 Sumber Data dan Informasi
a. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan angka perbandingan 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
b. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2021 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dengan angka perbandingan 31 Desember 2020
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 7
Page 9
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bahwa
laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
c. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2020 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dengan angka perbandingan 31 Desember 2019
yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bahwa
laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
d. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2019 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dengan angka perbandingan 31 Desember 2018
yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bahwa
laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
e. Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET pada tanggal 31 Desember 2022 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan angka perbandingan 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
f. Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET pada tanggal 31 Desember 2021 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dengan angka perbandingan 31 Desember 2020 yang
telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
g. Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET pada tanggal 31 Desember 2020 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dengan angka perbandingan 31 Desember 2019 yang
telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
h. Laporan Keuangan Konsolidasian ACSET pada tanggal 31 Desember 2019 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dengan angka perbandingan 31 Desember 2018 yang
telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
i. Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan entitas anak sebelum dan
setelah pelaksanaan Rencana Transaksi.
j. Draft Keterbukaan Informasi (KI) yang perlu diketahui Publik sehubungan dengan Rencana
Transaksi Perseroan.
k. Draft Final Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dengan ACSET.
l. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak dan
relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
penilaian.
m. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal Perseroan baik dari media cetak
maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.10 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal–hal
sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi Perseroan.
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi Perseroan.
c. Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi Perseroan.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 8
Page 10
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
1.11 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP DSSR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan maupun ACSET
ataupun pihak-pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan maupun ACSET. KJPP DSSR juga
tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang Kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang
dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 9
Page 11
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
BAB II
TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1 Latar Belakang Rencana Transaksi
ACSET merupakan salah satu perusahaan konsruksi yang bergerak di bidang pembangunan dan
jasa konstruksi. Alasan dilakukannya transaksi ini adalah sebagai back up fasilitas pembiayaan
yang dapat digunakan ACSET untuk proyek-proyek baru yang akan dilakukan oleh ACSET.
Pada tahun 2022, Laporan Keuangan ACSET mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,04 triliun atau
turun sebesar 30,6% dari tahun sebelumnya yang dibukukan sebesar Rp1,49 triliun. Selain
mengalami penurunan pendapatan, pada tahun 2022 ACSET membukukan kerugian Rp451,6
miliar.
Saat ini ACSET tidak memiliki fasilitas pinjaman pemegang saham dari Perseroan. Fasilitas
pinjaman pemegang saham dari Perseroan sebesar Rp4.000.000.000.000 (empat triliun Rupiah)
dengan tingkat suku bunga JIBOR+2,5% yang sebelumnya dimiliki ACSET sudah habis masa
berlakunya sejak 18 Agustus 2022.
2.2 Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi
Rencana penurunan tingkat suku bunga pinjaman pemegang saham ini bertujuan untuk
memberikan pembiayaan modal kerja ACSET yang lebih kompetitif, sehingga diharapkan dapat
mengurangi beban keuangan ACSET ditengah kondisi yang sedang dihadapi saat ini.
2.3 Objek Rencana Transaksi
Objek transaksi dalam hal ini adalah rencana pemberian fasilitas pinjaman pemegang saham
Perseroan kepada ACSET berupa pembiayaan modal kerja dengan jumlah fasilitas pokok pinjaman
sebesar Rp325.000.000.000 (tiga ratus dua puluh lima miliar Rupiah) dengan tingkat suku bunga
sebesar JIBOR + 1,5% atau setara dengan 7,70% per tahun.
2.4 Bentuk Transaksi
a. Unsur Transaksi Material dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan Draft Perjanjian Pinjaman tentang Fasilitas Pinjaman antara Perseroan dengan
ACSET, besaran fasilitas pinjaman pemegang saham dari Perseroan adalah sebesar
Rp325.000.000.000 (tiga ratus dua puluh lima miliar Rupiah). Adapun nilai fasilitas pinjaman
terhadap ekuitas Perseroan per 31 Desember 2022 berdasarkan Laporan Keuangan
Konsolidasian Perseroan yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Unsur Transaksi Material
Nilai Jumlah Ekuitas
Rencana Transaksi (%)
Rencana Transaksi Perseroan
Pinjaman 325.000.000.000 89.513.825.000.000 0,36%
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 10
Page 12
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Mengacu pada tabel diatas, diketahui bahwa ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp89,5 triliun
dan Rencana Transaksi adalah sebesar Rp325 miliar, dengan perhitungan tersebut, Rencana
Transaksi ini tidak memenuhi unsur transaksi material karena total nilai Rencana Transaksi
dibandingkan dengan nilai ekuitas Perseroan kurang dari 20,00% sebagaimana dimaksud
dalam (butir 1 pasal 3) POJK 17 Tahun 2020, sehingga Rencana Transaksi tersebut bukan
merupakan transaksi material.
b. Unsur Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan dalam Rencana Transaksi
Rencana Transaksi melibatkan beberapa pihak yang menunjukkan hubungan afiliasi baik dari
segi kepemilikan saham maupun dari segi kesamaan manajemen, sedangkan secara
kepentingan ekonomis dari masing-masing pihak maupun pihak afiliasi lain secara ekonomis
tidak terdapat benturan kepentingan antara Perseroan dan ACSET. Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama menyatakan bahwa
Rencana Transaksi tidak mengandung Transaksi Benturan Kepentingan.
2.5 Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi
a. PT United Tractors Tbk (“Perseroan”)
Riwayat Singkat
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, dihadapan Djojo Muljadi, S.H.. Akta
Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973. Anggaran Dasar Perseroan telah
mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan Anggaran Dasar terakhir terkait
dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana
dituangkan dalam Akta No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria,
S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat pemberitahuan penerimaan
pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU- 0028206.AH.01.02.
tahun 2022.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan dikendalikan oleh
induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia.
Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd.,
perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah anak perusahaan
dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda.
Domisili Perseroan
Kantor pusat Perseroan berlokasi di Jakarta, Indonesia, dengan kantor-kantor pendukung
tersebar di berbagai provinsi dan kota di Indonesia. Saat ini, Perseroan memiliki 20 kantor
cabang, 32 site supports, 6 kantor perwakilan dan 54 support point serta berbagai titik layanan
lainnya. Kantor pusat Perseroan beralamat di Jalan Raya Bekasi Km. 22, Cakung, Jakarta –
13910 Indonesia.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 11
Page 13
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Susunan kepemilikan saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 berdasarkan laporan
yang diberikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan PT Raya Saham Registra adalah
sebagai berikut:
Tabel 2. Struktur Kepemilikan Saham Perseroan
Jumlah Lembar Jumlah Nominal
Pemegang saham (%)
Saham (Rp. Juta)
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 554.829 59,50%
Masyarakat dan lainnya (< 5%) 1.412.491.778 353.090 37,86%
Saham treasuri 98.326.000 24.582 2,64%
Jumlah 3.730.135.136 932.534 100,00%
* Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham UNTR tidak mengalami
perubahan
Susunan Pengurus Perseroan
Pada tanggal 31 Desember 2022, susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit
Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Direksi:
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Iman Nurwahyu
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Edhie Sarwono
Komite Audit :
Ketua : Paulus Bambang Widjanarko
Anggota : Arietta Adrianti
Anggota : Purnama Setiawan
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 12
Page 14
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2022, terdapat
kejadian penting yang diketahui maupun yang patut diketahui setelah tanggal penilaian
sampai dengan tanggal laporan dikeluarkan yang tidak mempengaruhi hasil penilaian yaitu:
Per 12 April 2023, berdasarkan Akta No. 51 tanggal 12 April 2023 dari Notaris Jose Dima Satria
S.H., M.Kn., terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menjadi
sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Direksi:
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“Mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna
jual; penambangan dan kontraktor penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan, dan
pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi; pembangkit
listrik; dan industri perikanan.
Produk dan Jasa yang Ditawarkan Perseroan
Perseroan merupakan anak usaha dari PT Astra International Tbk (Astra), salah satu grup usaha
terbesar dan terkemuka di Indonesia dengan jaringan layanan menjangkau berbagai industri
dan sektor. Saat ini Perseroan telah berkembang menjadi salah satu pemain utama di sektor
dan industri dalam negeri, melalui enam pilar bisnis yang dimilikinya. Berikut adalah enam
pilar bisnis Perseroan:
1. Mesin Konstruksi
Pilar mesin konstruksi menawarkan penjualan alat berat dan alat transportasi beserta
suku cadang, attachment dan jasa terkait lainnya. Produk-produk yang ditawarkan adalah
dari merek terpercaya, yaitu Komatsu, UD Trucks, Scania, Bomag dan Tadano.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 13
Page 15
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
2. Kontraktor Penambangan
Perseroan menjalankan usaha kontraktor penambangan melalui PT Pamapersada
Nusantara (PAMA). PAMA merupakan kontraktor spesialis yang menyediakan jasa
penambangan komprehensif kepada pemilik tambang, sehingga dapat membantu
mereka memproduksi batubara guna memenuhi permintaan dalam dan luar negeri.
3. Pertambangan Batubara
Di sektor pertambangan, Perseroan terus memperluas portofolio usahanya. Sejak tahun
2017 Perseroan melalui PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) mengusahakan tambang
batubara kokas (coking coal) di Kalimantan Tengah. SMM diperkirakan memiliki cadangan
batubara sebanyak 63 juta ton.
4. Pertambangan Emas
Di akhir tahun 2018, Perseroan melalui anak usaha PT Danusa Tambang Nusantara (DTN)
mengakuisi 95% kepemilikan atas PT Agincourt Resources (PTAR), perusahaan yang
bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral emas di Sumatra
Utara. Perseroan menjalankan pilar bisnis pertambangan emas melalui PTAR. PTAR
mengoperasikan tambang emas Martabe yang berlokasi di provinsi Sumatra Utara.
5. Industri Konstruksi
Segmen usaha industri konstruksi dijalankan melalui PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) yang
diakuisisi oleh Perseroan pada tahun 2015. ACSET yang telah berdiri sejak 1995, memiliki
rekam jejak serta kompetensi tinggi dalam jasa konstruksi dan fondasi untuk pekerjaan
bangunan, sipil dan maritim. Proyek-proyek penting ACSET antara lain pusat perbelanjaan
dan perhotelan Pacific Place, Thamrin Nine, Gandaria City, Kota Kasablanka, West Vista
Jakarta, Alila Seminyak, dan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II sepanjang 36,4 kilometer.
6. Energi
Sejak tahun 2017, Perseroan melalui anak perusahaan PT Bhumi Jati Power (BJP)
membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jepara, Jawa
Tengah. BJP membangun dua unit baru pembangkit listrik tenaga uap Tanjung Jati B (unit
5 & 6) menggunakan teknologi ultrasupercritical yang efisien dan ramah lingkungan
(kapasitas pembangkit 2x1.000 MW).
Pasar Geografis
Perseroan memiliki jaringan luas yang terdiri dari 20 kantor cabang, 32 site support, serta 6
kantor perwakilan dan 54 support point yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
Kondisi Operasional Perseroan Serta Hasil yang Telah Dicapai
Per 31 Desember 2022, Perseroan membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar
Rp123,6 triliun, meningkat 55,6% dibandingkan Rp79,5 triliun di tahun 2021. Sejalan dengan
peningkatan pendapatan bersih, laba bersih Perseroan naik 116,8% menjadi Rp22,9 triliun,
dari Rp10,6 triliun. Penjualan alat berat segmen mesin konstruksi mencatat peningkatan
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 14
Page 16
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
volume penjualan Komatsu sebesar 86% menjadi 5.753 unit dari 3.088 unit. Penjualan suku
cadang dan jasa pemeliharaan meningkat 33% menjadi Rp10,4 triliun. Keseluruhan, segmen
mesin konstruksi membukukan pendapatan sebesar Rp36,5 triliun atau meningkat 60% year
on year.
Segmen kontraktor penambangan membukukan pendapatan bersih 42,7% lebih tinggi
menjadi Rp47,4 triliun, dengan produksi batubara 116 juta ton dan 954 juta bcm pemindahan
lapisan penutup, segmen pertambangan batubara mencatat peningkatan volume penjualan
batubara sebesar 9,9 juta ton, dengan pendapatan yang meningkat 127% menjadi Rp31,1
triliun didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata. Segmen pertambangan emas
membukukan pendapatan Rp7,7 triliun, turun 7,9%, dengan volume penjualan emas mencapai
286 ribu ounces. Segmen industri konstruksi membukukan pendapatan Rp949 miliar, turun
34,9%. Segmen energi membukukan pendapatan sebesar Rp34,0 miliar.
Kontraktor penambangan memberikan kontribusi sebesar 38% terhadap pendapatan bersih
konsolidasian Perseroan, diikuti oleh mesin konstruksi sebesar 30%, 25% dari pertambangan
batubara, 6% dari pertambangan emas, 1% dari industri konstruksi, dan kurang dari 1% dari
energi.
b. PT Acset Indonusa (“ACSET”)
Riwayat Singkat
ACSET didirikan berdasarkan Akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H., No. 2 tanggal 10
Januari 1995, Notaris di Bekasi. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-3460.HT.01.01.TH.95 tanggal 22 Maret
1995 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 22
September 1995, Tambahan Berita Negara No. 7928.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan penyusunan kembali Pasal 3 anggaran dasar Perseroan
perihal Maksud dan Tujuan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2020,
sehingga Pasal 3 anggaran dasar Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 75
tanggal 6 April 2022 oleh Jose Dima Satria S.H., M.Kn., notaris di Jakarta Selatan. Perubahan
ini telah mendapatkan persetujuan sebagaimana dinyatakan dalam Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat No. AHU-0032172.AH.01.02.
Tahun 2022 tanggal 11 Mei 2022.
ACSET memulai aktivitas usaha komersialnya sejak tahun 1995. Pada tanggal 31 Desember
2022, ACSET memiliki 369 karyawan tetap (tidak diaudit). Entitas induk langsung ACSET adalah
PT Karya Supra Perkasa, yang merupakan entitas anak PT United Tractors Tbk, keduanya
didirikan dan berdomisili di Indonesia. Entitas induk utama adalah PT United Tractors Tbk.
Domisili ACSET
ACSET berdomisili di ACSET Building Jl. Majapahit No. 26, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta
10160 Indonesia.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 15
Page 17
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Komposisi pemegang saham ACSET per tanggal 31 Desember 2022, adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Struktur Kepemilikan Saham ACSET
Jumlah Lembar Jumlah Nominal
Pemegang saham (%)
Saham (Rp. Juta)
PT Karya Supra Perkasa 10.415.808.885 1.041.581 82,17%
Masyarakat (< 5%) 2.259.351.115 225.935 17,83%
Jumlah 12.675.160.000 1.267.516 100.00%
Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham ACSET tidak mengalami
perubahan
Susunan Pengurus ACSET
Pada tanggal 31 Desember 2022 susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit
Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Frans Kesuma
Komisaris : Iwan Hadiantoro
Komisaris : Tan Tiam Seng Ronnie
Komisaris Independen : Buntoro Muljono
Komisaris Independen : Wiltarsa Halim
Direksi
Presiden Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Hilarius Arwandhi
Direktur : David Widjaja
Direktur : Soeharsono Tjatur Nugroho
Direktur Independen : Djoko Prabowo
Komite Audit
Ketua : Buntoro Muljono
Anggota : Wiltarsa Halim
Anggota : Handy Effendy Halim
Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan Direksi dan Dewan
Komisaris ACSET tidak mengalami perubahan.
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar ACSET, maksud dan tujuan ACSET` ialah berusaha dalam
bidang jasa pelaksana konstruksi. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, ACSET
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 16
Page 18
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
menjalankan kegiatan usaha termasuk namun tidak terbatas pada konstruksi gedung,
konstruksi jalan raya, pemasangan pondasi dan tiang pancang dan lain-lain.
Produk dan Jasa yang Ditawarkan ACSET
Berikut adalah uraian mengenai beberapa produk dan jasa yang ditawarkan oleh ACSET
melalui bisnis usaha yang dimilikinya:
Spesialis di Bidang Fondasi
ACSET memiliki spesialisasi dalam pengerjaan fondasi dan dinding diafragma. ACSET
mampu mengerjakan fondasi berdiameter besar (hingga 2.1 m), deep bored piles (100 m),
dan dinding diafragma. ACSET juga telah mengembangkan pelayanan pengerjaan fondasi
hingga meliputi pengerjaan ground engineering dan soil improvement untuk
merestrukturasi kondisi tanah yang kurang baik.
Spesialis di Bidang Pembongkaran
ACSET telah mengembangkan usaha pada bisnis pembongkaran sistematis (controlled-
demolition) untuk gedung tingkat tinggi di lokasi distrik bisnis yang padat. Hal ini dapat
meningkatkan nilai aset properti yang dimiliki pelanggan.
Konstruksi Bangunan
ACSET telah memposisikan diri sebagai kontraktor untuk berbagai proyek bangunan
gedung berkualitas premium.
Konstruksi Sipil
ACSET telah memperluas kemampuan bisnis di ranah konstruksi sipil serta mendapatkan
berbagai proyek terkait pengerjaan infrastruktur dan pembangkit listrik.
Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP)
ACSET telah mengembangkan pelayanan jasa konstruksi secara menyeluruh untuk
memberikan pelayanan yang terpadu. Beberapa pengembangan jasa konstruksi yang
diimplementasikan oleh ACSET meliputi jasa Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing (MEP).
Jasa Penunjang Konstruksi
ACSET menyediakan jasa penunjang konstruksi yang meliputi sistem formwork, concrete
pumping, serta penyewaan passenger hoist dan tower crane.
Perdagangan
ACSET menyediakan peralatan proyek konstruksi dalam bentuk penjualan alat berat,
meliputi stationery concrete pump, mobile concrete pump, passenger hoist, drilling rig,
crawler crane, dan tower crane. Dalam memenuhi aspek layanan purna jual, ACSET juga
menyediakan jasa perawatan terhadap peralatan-peralatan tersebut.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 17
Page 19
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Pasar Geografis
Dalam melakukan kegiatan usahanya, ACSET mengandalkan jaringan pemasaran yang tersebar
di seluruh wilayah di Indonesia.
Kondisi Operasional ACSET serta Hasil yang Telah Dicapai
Segmen operasi ACSET dikelompokkan berdasarkan aktivitas usaha yang dikerjakan, antara
lain segmen konstruksi, jasa penunjang konstruksi dan perdagangan. Segmen jasa konstruksi
memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp912,9 miliar pada tahun 2022. Hasil ini mengalami
penurunan sebesar 30,2% dari Rp1,3 triliun di tahun 2021. Segmen jasa penunjang konstruksi
mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp80,6 miliar, menurun 52,7% atau setara dengan
Rp89,8 miliar apabila dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp170,4 miliar. Adapun Pendapatan
dari segmen perdagangan di tahun 2022 tercatat mengalami peningkatan cukup signifikan
sebesar 168,5% dari Rp16,1 miliar di tahun 2021 menjadi Rp 43,3 miliar di tahun 2022. Pada
tahun 2022 pendapatan bersih ACSET 65% diperoleh dari transaksi dengan pihak ketiga dan
35% dari transaksi dengan pihak berelasi.
2.6 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Berikut adalah beberapa poin penting perjanjian serta persyaratan yang telah disepakati terkait
dengan Perjanjian Pinjaman antara Perseroan selaku Pemberi Pinjaman (selanjutnya disebut
“Kreditur”) dan ACSET selaku Penerima Pinjaman (selanjutnya disebut sebagai “Debitur”)
1. Pinjaman
a. Kreditur memberikan atau akan memberikan Pinjaman yang dapat ditarik oleh Debitur
dengan syarat: (i) Debitur telah memperoleh persetujuan sesuai dengan Anggaran Dasar
Debitur, (ii) Debitur telah menyampaikan sebelumnya Pemberitahuan Penarikan sesuai
dengan syarat dan ketentuan Perjanjian ini, dan (iii) Debitur memenuhi segala ketentuan
peraturan yang berlaku terkait transaksi ini.
b. Penarikan atas Pinjaman hanya dapat dilakukan selama Periode Ketersediaan Dana dan
sepanjang fasilitas pokok Pinjaman masih tersedia. Periode Ketersediaan Dana dapat
diperpanjang sesuai kesepakatan Para Pihak.
c. Debitur boleh meminjam kembali sebagian atau seluruh Pinjaman yang telah dibayarkan
atau dibayarkan kembali secara dipercepat selama Periode Ketersediaan Dana.
d. Bunga akan dibayarkan oleh Debitur kepada Kreditur pada Tingkat Suku Bunga yang
dihitung dan dibayarkan sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Lampiran 1
Perjanjian ini.
2. Jangka Waktu Dan Pembayaran
a. Debitur harus membayar Pinjaman kepada Kreditur berdasarkan kondisi arus kas Debitur,
sebagaimana tergambarkan dari laporan arus kas Debitur. Kreditur dapat dan berhak untuk
menentukan Tanggal Pembayaran berdasarkan laporan arus kas Debitur dan/atau
pertimbangan Kreditur sendiri, Tanggal Pembayaran mana akan diberitahukan secara
tertulis 5 (lima) Hari Kerja sebelumnya kepada Debitur.
b. Dengan tetap memperhatikan ketentuan di atas, Kreditur berhak mendapatkan
pembayaran dengan segera dengan jangka waktu sesuai dengan diskresi atau ketetapan
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 18
Page 20
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Kreditur atas Pinjaman dan atas bunga yang terutang dari Debitur pada saat terjadinya
Keadaan Tidak Mampu Membayar.
c. Debitur berhak untuk melakukan pembayaran dipercepat atas seluruh atau sebagian dari
Pinjaman pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran bunga Pinjaman dengan
menyampaikan pemberitahuan tertulis 5 (lima) hari sebelumnya kepada Kreditur atas
maksudnya tersebut. Untuk setiap pemberitahuan pembayaran dipercepat yang telah
diberikan tidak dapat ditarik kembali dan Debitur wajib untuk melakukan pembayaran
dipercepat sesuai dengan pemberitahuan.
d. Seluruh pembayaran kepada Kreditur berdasarkan Perjanjian ini tidak dapat dilakukan set-
off, disanggah atau dikurangi namun tetap memperhatikan ketentuan peraturan
perundang-undangan di bidang perpajakan sehubungan dengan pajak penghasilan
(withholding tax) atas bunga berdasarkan Perjanjian ini.
e. Dengan tetap memperhatikan seluruh ketentuan Perjanjian ini, Debitur dapat mengajukan
permintaan perpanjangan Periode Ketersediaan Dana dan Kreditur akan melakukan
peninjauan kembali atas permohonan tersebut.
f. Meskipun Perjanjian telah berakhir sesuai dengan Pasal 3.1, Debitur tetap berkewajiban
melakukan segala pemenuhan kewajiban dalam Perjanjian ini yang belum terpenuhi.
3. Penghitungan Dan Bukti Utang
a. Kreditur harus menyimpan catatan pembukuan yang membuktikan jumlah uang yang
terutang oleh Debitur berdasarkan Perjanjian ini sesuai dengan cara-cara yang biasa
dilakukan oleh Kreditur.
b. Dalam setiap upaya hukum atau proses peradilan yang timbul atau sehubungan dengan
Perjanjian ini, setiap informasi yang tercantum dalam catatan pembukuan yang disimpan
sesuai dengan ketentuan Pasal 4.1 dan catatan pembukuan Kreditur akan menjadi bukti
yang utama yang tidak dapat disanggah kebenarannya atas keberadaan dan jumlah dari
kewajiban Debitur.
4. Pajak
Seluruh Pajak yang dapat dibayarkan sehubungan dengan pembayaran yang dilakukan oleh
Debitur berdasarkan Perjanjian ini harus ditanggung oleh Kreditur. Jika Debitur secara hukum
diwajibkan untuk melalukan setiap pemotongan atau pemungutan Pajak terhadap setiap
jumlah yang akan dibayarkan oleh Debitur berdasarkan Perjanjian ini, Debitur harus secara
patut dan tepat waktu melakukan pemotongan atau pemungutan tersebut, membayarkan
jumlah terkait kepada otoritas pajak terkait, dan menyediakan bukti pembayaran tersebut
kepada Kreditur. Jumlah keseluruhan yang akan dibayarkan oleh Debitur kepada Kreditur
harus dikurangi sebesar pemotongan atau pemungutan tersebut.
5. Ketidak Berlakuan Sebagian
Apabila pada setiap waktu suatu ketentuan dari Perjanjian ini menjadi tidak sah, tidak berlaku
atau tidak dapat dilaksanakan dalam hal apapun sesuai dengan hukum yang berlaku ataupun
kebijakan dari pemerintah atau otoritas tertentu, maka ketentuan tersebut sepanjang
diharuskan oleh hukum, dipisahkan dari Perjanjian ini dan menjadi tidak berlaku sepanjang
dimungkinkan dan ketentuan lainnya dari Perjanjian ini tidak akan terpengaruh dan tetap
berlaku.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 19
Page 21
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
6. Pemberitahuan
Setiap pemberitahuan berdasarkan Perjanjian ini wajib dibuat secara tertulis (termasuk
perintah atau permohonan). Setiap pemberitahuan yang diberikan oleh salah satu pihak akan
dianggap telah diberikan secara benar apabila dikirimkan melalui pos tercatat ke alamat
kantor yang tercatat atau apabila dikirimkan melalui faksimili ke nomor yang tertera pada
Lampiran 1 (sebagaimana diubah dengan pemberitahuan tertulis dari waktu ke waktu).
7. Pengalihan
Kreditur dapat mengalihkan sebagian atau seluruh hak-haknya berdasarkan Perjanjian dengan
ketentuan bahwa penerima pengalihan tersebut wajib tunduk pada seluruh syarat dan
ketentuan dalam Perjanjian ini.
8. Pelaksanaan Hak
Setiap pihak dapat melaksanakan haknya atau kewenangannya secara terpisah atau
bersamaan dengan hak dan kewenangan lainnya. Pelaksanaan seluruh atau sebagian hak atau
kewenangan oleh suatu pihak tidak akan menghalangi pelaksanaan lebih lanjut dari hak atau
kewenangan lainnya. Kegagalan atau keterlambatan suatu pihak untuk melaksanakan atau
menunda melaksanakan hak atau kewenenangannya tidak menghalangi pihak lainnya untuk
melaksanakan hak atau kewenangan lainnya.
9. Hukum Dan Yurisdiksi
Perjanjian ini diatur dan ditafsirkan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia dan Para
Pihak sepakat dan setuju untuk tunduk pada yuridiksi hukum negara Republik Indonesia.
Tidak ada perubahan atas Perjanjian ini (atau dokumen apapun yang merujuk pada Perjanjian
ini) akan berlaku kecuali dituangkan secara tertulis (yang mana, untuk tujuan ini, tidak
termasuk pada surat elektronik) dan ditandatangani oleh atau atas nama masing-masing dari
Para Pihak.
10.Penyelesaian Perselisihan
a. Para Pihak sepakat apabila terjadi perselisihan sehubungan dengan adanya Perjanjian
Pinjaman ini, Para Pihak akan menyelesaikan secara musyawarah selama jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender.
b. Apabila musyawarah tidak mencapai kata mufakat, Para Pihak sepakat untuk memilih
Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 20
Page 22
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, Kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal–hal
sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi.
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi.
c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi.
3.2 Analisis atas Rencana Transaksi
a. Pihak-pihak yang melakukan transaksi dan hubungan keterkaitan antar pihak.
Pihak-pihak yang melakukan transaksi
Sebagaimana disampaikan pada bab sebelumnya, bahwa pihak-pihak yang melakukan
transaksi dalam rencana transaksi pemberian fasilitas pinjaman ini adalah Perseroan selaku
pihak pemberi pinjaman dan ACSET selaku pihak penerima pinjaman.
Hubungan keterkaitan antara pihak-pihak yang melakukan transaksi
Hubungan dari segi kepemilikan saham
Grafik 1. Hubungan kepemilikan saham Perseroan dan ACSET
Berdasarkan diagram komposisi pemegang saham Perseroan dan ACSET di atas dapat
diketahui bahwa Perseroan merupakan induk dari PT Karya Supra Perkasa dan ACSET.
Perseroan memiliki 100% saham pada PT Karya Supra Perkasa dan secara tidak langsung
memiliki 82,17% saham ACSET, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan afiliasi
antara Perseroan dan ACSET dari segi kepemilikan saham, dimana Perseroan memiliki saham
ACSET secara tidak langsung melalui PT Karya Supra Perkasa.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 21
Page 23
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Hubungan dari segi kepengurusan
Berdasarkan data susunan pengurus Perseroan sebagaimana tercantum dalam Bab II bagian
2.4 huruf (a) mengenai Susunan Pengurus Perseroan, dan data susunan pengurus ACSET
sebagaimana tercantum dalam Bab II bagian 2.4 huruf (b) mengenai Susunan Pengurus ACSET,
maka berikut kami sajikan tabel kesamaan hubungan kepengurusan antara Perseroan dengan
ACSET:
Tabel 4. Hubungan kepengurusan antara Perseroan dan ACSET
Jabatan
No. Nama Pengurus
Perseroan ACSET
1. Franciscus Xaverius Laksana Kesuma Presiden Direktur Presiden Komisaris
2. Idot Supriadi Direktur Presiden Direktur
3. Iwan Hadiantoro Direktur Komisaris
Berdasarkan tabel hubungan kepengurusan antara Perseroan dan ACSET sebagaimana
tersebut di atas dapat diketahui bahwa terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan
ACSET dari segi kepengurusan, dikarenakan terdapat kesamaan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi pada Perseroan dan ACSET.
b. Skema Rencana Transaksi pinjaman modal kerja oleh Perseroan
Perseroan akan memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp325 miliar kepada ACSET dengan
tingkat suku bunga sebesar JIBOR + 1,5% atau sebesar 7,70% per tahun dan selanjutnya dana
tersebut secara khusus akan digunakan sebagai modal kerja guna mendukung kegiatan
operasional ACSET.
Grafik 2. Skema Rencana Transaksi
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 22
Page 24
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
c. Analisis manfaat Rencana Transaksi bagi Perseroan
Pemberian pinjaman kepada ACSET akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi
Perseroan dikarenakan rencana Pemberian pinjaman kepada ACSET dengan tingkat bunga
sebesar 7,70% lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tingkat suku bunga deposito Bank
Persero dengan tenor 1 bulan yang sebesar 3,64%. Selain itu dengan adanya dukungan
pembiayaan modal kerja dari Perseroan dengan bunga kompetitif, ACSET selaku anak usaha
Perseroan akan mampu menangkap peluang bisnis pada sektor kontruksi yang diproyeksikan
masih akan melanjutkan momentum pertumbuhan dengan beban keuangan yang bersaing.
Hal tersebut akan meningkatkan pertumbuhan kinerja keuangan ACSET yang pada akhirnya
akan memberikan kontribusi yang positif bagi Perseroan.
d. Analisis risiko Rencana Transaksi bagi Perseroan
Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin muncul sehubungan dengan Rencana Transaksi
Perseroan :
Risiko kondisi perekonomian nasional
Perkembangan permintaan akan jasa kontruksi sedikit banyak dipengaruhi oleh kondisi
perekonomian nasional. Kondisi perekonomian nasional yang stabil dan cenderung menuju
ke arah perbaikan akan berdampak pada aspek kondusif pada dunia usaha. Kemajuan suatu
perusahaan akibat dari semakin membaiknya kondisi perekonomian nasional akan semakin
meningkatkan permintaan di sektor industri kontruksi sejalan dengan kebutuhan akan
pembangunan proyek – proyek infrastruktur. Sebaliknya, kondisi perekonomian yang tidak
stabil cenderung ke arah merosotnya kondisi perekonomian nasional akan berdampak
pada kemunduran dalam dunia usaha.
Risiko tidak tercapainya target pendapatan serta keuangan ACSET
Risiko ini berkaitan dengan supply demand terhadap jasa konstruksi yang ditawarkan oleh
ACSET. Persaingan pada sektor industri kontruksi yang kompetitif dan harga material
konstruksi yang masih belum stabil dan fluktuatif dimana hal ini akan berdampak pada
kemampuan ACSET untuk membayar kembali pinjaman kepada Perseroan.
Risiko kegagalan pembayaran
Risiko ini berkaitan dengan adanya kemungkinan kegagalan pembayaran dari pemilik
proyek atas pemberian jasa konstruksi oleh ACSET yang diakibatkan oleh ketidakmampuan
pemilik proyek membayar jasa konstruksi ataupun wanprestasi yang dilakukan oleh ACSET
sendiri.
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan Perseroan serta melihat potensi
atau prospek usaha Perseroan kedepannya.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 23
Page 25
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Global
Pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari prakiraan sebelumnya. Hal ini
disebabkan oleh fragmentasi politik dan ekonomi yang belum usai serta pengetatan kebijakan
moneter yang agresif di negara maju. Koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang cukup
besar dan disertai dengan meningkatnya risiko potensi resesi terjadi di Amerika Serikat (AS)
dan Eropa. Penghapusan Kebijakan Nol-Covid (Zero Covid Policy) di Cina diprakirakan akan
menahan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Secara keseluruhan, Bank Indonesia
menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3% dari prakiraan
sebelumnya sebesar 2,6%. Tekanan inflasi global terindikasi mulai berkurang sejalan dengan
melambatnya pertumbuhan ekonomi global, meskipun tetap di level tinggi seiring dengan
masih tingginya harga energi dan pangan, berlanjutnya gangguan rantai pasokan, dan masih
ketatnya pasar tenaga kerja terutama di AS dan Eropa. Sejalan dengan tekanan inflasi yang
melandai, pengetatan kebijakan moneter di negara maju mendekati titik puncaknya dengan
suku bunga diprakirakan masih akan tetap tinggi di sepanjang 2023.
Tabel 5. Pertumbuhan PDB Dunia
Ketidakpastian pasar keuangan global juga mulai mereda sehingga berdampak pada
meningkatnya aliran modal global ke negara berkembang. Tekanan pelemahan nilai tukar
negara berkembang juga berkurang.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berlanjut didorong oleh permintaan domestik
yang semakin kuat. Pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan bias ke atas dalam kisaran 4,5-
5,3% didorong oleh kuatnya kinerja ekspor serta membaiknya konsumsi rumah tangga dan
investasi non-bangunan. Pada 2023, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berlanjut, meskipun
sedikit melambat ke titik tengah kisaran 4,5-5,3%, sejalan dengan menurunnya prospek
pertumbuhan ekonomi global. Konsumsi rumah tangga diprakirakan akan tumbuh lebih tinggi
sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pasca penghapusan kebijakan
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Investasi juga diprakirakan akan
membaik didorong oleh membaiknya prospek bisnis, meningkatnya aliran masuk Penanaman
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 24
Page 26
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Modal Asing (PMA), serta berlanjutnya penyelesaian Program Strategis Nasional (PSN). Ekspor
diprakirakan tumbuh lebih rendah akibat melambatnya ekonomi global, meskipun akan
termoderasi dengan permintaan dari Cina.
Tabel 6. Pertumbuhan PDB Sisi Pengeluaran
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan mencatat surplus dan mendukung
ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Pada tahun 2022, surplus transaksi berjalan
diprakirakan dalam kisaran 0,4%-1,2% dari PDB dan melebihi defisit transaksi modal dan
finansial akibat ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir
Desember 2022 tetap tinggi, yakni 137,2 miliar dolar AS, setara pembiayaan 6,0 bulan impor
atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor (Grafik 3). Pada tahun 2023, NPI
diprakirakan tetap baik dengan transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran surplus 0,4%
sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial
diprakirakan mencatat surplus didukung oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk
Penanaman Modal Asing (PMA) dan investasi portofolio (Grafik 4), sejalan dengan persepsi
positif investor terhadap prospek ekonomi nasional. Hal ini terindikasi dari aliran modal asing
yang masuk kembali ke pasar keuangan domestik memasuki awal tahun 2023. Hingga 17
Januari 2023, investasi portofolio mencatat net inflows sebesar 4,6 miliar dolar AS.
Grafik 3. Cadangan Devisa Grafik 4. Aliran Modal Asing
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 25
Page 27
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Inflasi
Inflasi menurun lebih cepat dari yang diprakirakan. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada
akhir 2022 tercatat sebesar 5,51% (yoy) (Grafik 5), jauh lebih rendah dari prakiraan sesuai
dengan Consensus Forecast 6,5% (yoy) pasca penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
bersubsidi pada September 2022. Demikian pula inflasi inti tercatat rendah pada akhir 2022
yaitu sebesar 3,36% (yoy) jauh lebih rendah dari prakiraan Bank Indonesia sebesar 4,61%
(yoy). Penurunan inflasi IHK dan inti tersebut sebagai hasil koordinasi yang sangat erat antara
Pemerintah dan Bank Indonesia melalui respons kebijakan moneter Bank Indonesia yang front
loaded, pre-emptive, dan forward looking, didukung dengan pengendalian inflasi bahan
pangan bergejolak (volatile food) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
(GNPIP).
Grafik 5. Inflasi IHK dan Komponen Grafik 6. Ekspektasi Inflasi
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0±1% pada
semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3,0±1%
pada semester II 2023. Bank Indonesia akan terus memperkuat respons kebijakan moneter,
serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah guna memastikan penurunan dan terkendalinya
inflasi tersebut.
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah menguat sehingga mendukung stabilitas perekonomian. Rupiah pada awal
2023 mengalami apresiasi, dimana sampai 18 Januari 2023 menguat 3,18% secara point to
point dan 1,20% secara rerata dibandingkan dengan level Desember 2022. Penguatan Rupiah
tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan apresiasi mata uang sejumlah negara
berkembang lainnya, seperti Filipina (2,08% ytd), Malaysia (2,04% ytd), dan India (1,83% ytd)
(Grafik 7). Penguatan tersebut didorong oleh aliran masuk modal asing ke pasar keuangan
domestik sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi domestik yang
tetap baik dengan stabilitas yang terjaga, imbal hasil aset keuangan domestik yang tetap
menarik, dan ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit mereda (Grafik 8). Ke depan,
Bank Indonesia memprakirakan Rupiah terus menguat sejalan prospek ekonomi yang semakin
baik dan karenanya akan mendorong penurunan inflasi lebih lanjut. Kebijakan stabilisasi nilai
tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) diperkuat dengan
operasi moneter valas, termasuk implementasi instrumen berupa term deposit (TD) valas dari
Devisa Hasil Ekspor (DHE) sesuai mekanisme pasar.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 26
Page 28
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Grafik 7. Rupiah Vs Negara Kawasan Grafik 8. Aliran Modal ke negara berkembang
Suku Bunga
Suku bunga perbankan mengalami kenaikan, namun masih kondusif untuk mendukung
pemulihan ekonomi. Di pasar uang, suku bunga IndONIA pada 18 Januari 2023 naik 222 bps
dibandingkan dengan level akhir sebelum kenaikan BI7DRR di bulan Juli 2022 menjadi sebesar
5,02%, sejalan dengan kenaikan BI7DRR dan penguatan strategi operasi moneter Bank
Indonesia. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek meningkat 55 bps, sedangkan imbal hasil SBN
tenor jangka panjang tetap terkendali. Suku bunga deposito 1 bulan pada Desember 2022
tercatat 3,97% atau meningkat 108 bps dibandingkan dengan level Juli 2022, sementara suku
bunga kredit Desember 2022 tercatat 9,15% atau meningkat 21 bps dibandingkan dengan level
Juli 2022. Kenaikan suku bunga perbankan yang terbatas tersebut dipengaruhi oleh masih
longgarnya likuiditas perbankan, termasuk karena dukungan kebijakan Bank Indonesia yang
memberikan insentif Makroprudensial berupa pengurangan GWM bagi bank yang
menyalurkan kredit kepada sektor prioritas dan inklusif (Grafik 10). Bank Indonesia akan terus
mendorong perbankan untuk membentuk suku bunga kredit yang efisien, akomodatif, dan
kompetitif yang dapat mendukung pemulihan ekonomi.
Grafik 9. Suku Bunga Kebijakan BI dan indoNIA Grafik 10. Suku bunga perbankan
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 27
Page 29
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
b. Tinjauan Industri
Industri Batubara
Harga batubara terus meningkat sepanjang tahun 2022. Sejak awal tahun, harga batubara
berfluktuasi namun trennya terus menguat melanjutkan tren positif sejak tahun 2021. Pada
Januari 2022, harga batubara Newcastle berada di level US$223 per ton dan pada Desember
2022 berada di level US$402 per ton. Artinya, terjadi kenaikan sebesar 81% sejak Januari 2022
dan 367% jika dibandingkan dengan harga pada Januari 2021 sebesar US$86 per ton. Kenaikan
harga paling tajam terjadi beberapa hari setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Saat itu harga batubara yang masih di level US$239 per ton, lalu melonjak ke US$440 per ton
pada 2 Maret 2022. Harga sempat terkoreksi kembali sebesar US$253 per ton pada 29 Maret
2022. Setelah itu, harga batubara kembali naik hingga mencapai level tertinggi US$458 per ton
pada 5 September 2022.
Sebagai produsen batubara terbesar ketiga Dunia setelah Cina dan India serta eksportir nomor
satu dunia, Indonesia mendapat windfall profit dari kenaikan harga batu bara dunia.
Berdasarkan laporan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), peningkatan
permintaan terjadi dari pasar tradisional dan non-tradisional di tengah tensi geopolitik yang
masih tinggi hingga akhir tahun 2022. Pembeli tradisional dengan porsi konsumsi besar seperti
India dan Cina membeli batu bara dengan persentase yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Mengacu pada data Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM), realisasi produksi batu bara Indonesia tahun 2022 sebesar 685 juta ton
atau 103% dari target sebesar 663 juta ton dan naik 12% dari realisasi produksi tahun 2021.
Sedangkan realisasi penjualan ekspor sebesar 313 juta ton atau 63% dari target sebesar 497
juta ton. Adapun realisasi DMO (Domestic Market Obligation) sebesar 129 juta ton dari total
kebutuhan domestik sebesar 231 juta ton.
Industri Konstruksi
Setelah melalui masa pandemi selama dua tahun, pelaku usaha konstruksi berharap tahun
2022 menjadi momentum meningkatnya peluang bagi pasar konstruksi. Nilai konstruksi untuk
proyek gedung diprediksi akan mencapai Rp157 triliun pada 2022, didorong oleh pertumbuhan
sector perumahan dan industri. Sektor lainnya seperti hotel, retail, dan perkantoran, sudah
mulai menunjukkan pertumbuhan positif sejak paruh kedua tahun 2021. Hal ini
menumbuhkan optimisme pasar konstruksi.
Infrastruktur masih menjadi tulang punggung dan salah satu pendorong utama pasar
konstruksi. Nilai konstruksi infrastruktur pada tahun 2022 diperkirakan mencapai Rp107
triliun. Pemerintah semakin mengandalkan sektor swasta untuk mengambil bagian dalam
pengembangan, pembiayaan, dan pengelolaan proyek infrastruktur besar.
Sampai akhir tahun 2022 nilai konstruksi nasional mencapai Rp315 triliun. Nilai tersebut
melampaui nilai konstruksi tahun 2019 atau sebelum pandemi sebesar Rp279 triliun. Namun
secara keseluruhan, perkembangan pasar industri konstruksi belum begitu baik. Industri
konstruksi harus menghadapi berbagai tantangan berat sebagai dampak pertumbuhan
ekonomi global yang rendah. Kenaikan harga bahan baku dan BBM, inflasi yang tinggi,
kenaikan suku bunga, serta melambatnya pertumbuhan ekonomi yang menahan pendapatan
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 28
Page 30
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
riil dan daya beli, membuat aktivitas konstruksi melambat. Hal ini mendorong sejumlah proyek
konstruksi termasuk pengembang properti untuk menjadwal ulang proyek mereka.
Menurut laporan BPS, lapangan usaha konstruksi terkontraksi pada triwulan I 2022 sebesar -
1,24% dan tertekan lebih dalam lagi pada triwulan II 2022 sebesar -6,05%. Kontraksi itu
terutama disebabkan realisasi pengadaan semen yang mengalami penurunan. Bidang usaha
konstruksi baru mencatat pertumbuhan positif pada triwulan III 2022 sebesar 4,72% karena
adanya peningkatan kegiatan infrastruktur yang didukung oleh kenaikan impor bahan baku
konstruksi seperti semen dan kaca. Selain itu, realisasi fisik aktivitas konstruksi juga lebih baik
dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan peningkatan indeks nilai konstruksi.
Industri Emas
Tahun 2022 menjadi momentum yang baik bagi komoditas emas. Diawali dengan harga
US$1.816 per troy ons pada Januari 2022, harga emas terus menunjukkan tren menguat.
Puncaknya terjadi pada Maret 2022 di mana harga emas menyentuh US$1.948 per troy ons
setelah invasi Rusia ke Ukraina. Konflik Rusia-Ukraina membuat harga komoditas melonjak dan
mendorong investor beralih ke investasi emas untuk mengamankan aset investasi mereka.
Menutup tahun 2022, harga emas semakin tinggi sebagai imbas dari pelemahan imbal hasil
surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun setelah mencapai level puncak selama enam
minggu. Harapan pasar bahwa The Fed akan memperlambat kenaikan suku bunga acuan dan
pelonggaran kebijakan Zero-COVID Cina serta kekhawatiran akan resesi global kembali
memberikan sentimen positif yang mendukung pemulihan harga emas mendekati US$1.800
per troy ons pada akhir tahun 2022. Permintaan fisik untuk emas mengalami peningkatan
tetapi secara historis tetap lemah. Permintaan perhiasan dari Cina sedikit meningkat dalam
beberapa bulan terakhir menyusul pelonggaran pembatasan terkait pandemi, sementara
impor di India meningkat menjelang kenaikan bea masuk dari 7,5% menjadi 12,5%. Sejumlah
bank sentral juga terus meningkatkan cadangan emas.
Industri Energi
Indonesia telah berperan aktif dalam upaya mitigasi emisi global untuk mengantisipasi
perubahan iklim dengan mencanangkan target mencapai net zero emission pada tahun 2060
atau lebih cepat. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah menetapkan ekonomi
hijau sebagai strategi utama transformasi ekonomi jangka menengah dan panjang. Komitmen
Indonesia tersebut ditunjukkan dengan memberikan perhatian penuh pada pengembangan
energi baru terbarukan.
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 yang dikeluarkan oleh
Kementerian ESDM, hingga 2030 pemerintah memproyeksikan penambahan kapasitas
pembangkit listrik sebesar 40.600 megawatt (MW). Dari total penambahan tersebut, sebesar
20.900 MW atau 51,6% merupakan pembangkit listrik energi baru terbarukan. Sisanya sebesar
19.700 MW atau 48,4% merupakan pembangkit listrik batu bara, gas dan bahan bakar minyak
(BBM). RUPTL 2021-2030 adalah salah satu bukti konkret atas komitmen pemerintah dalam
transisi menuju energi hijau dimana porsi pengembangan energi baru terbarukan lebih besar
dari energi fosil.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 29
Page 31
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Pemerintah menargetkan pada 2060 seluruh pembangkit listrik di Indonesia sudah berasal dari
energi baru terbarukan. Secara bertahap, Kementerian ESDM akan mendorong penggunaan
PLTS Atap, menghentikan pembangkit listrik berbasis batu bara, dan mengkonversi
penggunaan bahan bakar diesel ke gas. Pembangunan pembangkit listrik energi baru
terbarukan terus berjalan dengan target kapasitas 20,92 GW. Sebagian besar atau 74% masih
dalam perencanaan, 15,7% dalam tahap konstruksi, dan 1,8% sudah beroperasi.
Pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan tersebar di wilayah Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi, Maluku Papua dan Nusa Tenggara, serta Jawa Madura Bali.
Namun sejumlah pengamat menilai, laju pertumbuhan kapasitas energi baru terbarukan
masih berjalan lambat. Pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia belum on track
dengan target 23% bauran energi baru terbarukan di tahun 2025 yang tertuang dalam
Kebijakan Energi Nasional/Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014. Untuk mencapai
target, kapasitas pembangkit energi baru terbarukan minimal harus mencapai 24.000 MW
atau sekitar 2-3 GW penambahan kapasitas setiap tahunnya.
Mengutip laporan Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2023 yang dirilis Institute for
Essential Services Reform (IESR), dari pengukuran kesiapan bertransisi (transition readiness
framework) memperlihatkan bahwa kesiapan Indonesia untuk transisi energi masih rendah.
Porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi primer Indonesia pada tahun 2022 justru
menurun dari 11,5% pada 2021 menjadi 10,4%. Hal ini terjadi karena porsi batubara meningkat
menjadi 43%. Target 23% energi baru terbarukan pada 2025 akan sulit diraih jika pemerintah
tak memperkuat komitmen politik terhadap pengembangan energi baru terbarukan.
c. Prospek Usaha Perseroan dan ACSET
Bank Dunia dalam laporan World Bank Global Economic Prospects pada Januari 2023
memproyeksikan pertumbuhan global akan melambat menjadi 1,7% pada tahun 2023. Laju
pertumbuhan ini akan menjadi yang terlemah dalam hampir tiga dekade, setelah ancaman
resesi global yang disebabkan oleh pandemi pada tahun 2020 dan krisis keuangan global pada
tahun 2009. Prakiraan ini sebagian besar mencerminkan kekhawatiran atas kebijakan
pengetatan moneter yang lebih agresif, memburuknya kondisi pasar keuangan global, dan
menurunnya kepercayaan investor.
Di sisi lain, ekonomi Cina akan segera membaik pada tahun 2023 sebagai dampak dari
penghapusan kebijakan Zero-COVID dan upaya Pemerintah Cina untuk menyelamatkan sektor
properti yang nyaris runtuh. Pemulihan Cina akan mendorong ekonomi kawasan Asia dan
negara pengekspor komoditas menjadi lebih stabil mengingat Cina adalah pengimpor
komoditas yang dominan.
Ketegangan geopolitik akan terus menjadi risiko terbesar bagi ekonomi global. Di saat perang
Rusia- Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, friksi AS dan Cina atas Taiwan,
dan meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea, kemungkinan akan membuat investor
tetap menahan diri. Solusi untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina tetap sulit ditemukan. Hal
ini berarti tidak ada solusi bagi efek lanjutan dari konflik ini pada pasokan global komoditas
energi dan bahan pangan.
Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan tahunannya pada Desember 2022
memperkirakan konsumsi batubara global akan tetap pada tingkat yang sama dalam beberapa
tahun ke depan jika tidak ada upaya masyarakat dunia yang lebih kuat untuk beralih ke
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 30
Page 32
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
ekonomi rendah karbon. Harga gas yang tinggi dan gangguan pasokan energi Dunia pada tahun
2022 menjadi penyebab sejumlah negara beralih ke batubara yang relatif lebih murah.
Menurut IEA, pembangkit listrik berbahan bakar batubara global akan mencapai rekor baru
sekitar 10,3 terawatt-jam (TWH) di tahun 2023. Akibatnya, penggunaan batubara global akan
meningkat sebesar 1,2%, atau mencapai lebih dari 8 miliar ton dalam satu tahun untuk
pertama kalinya. Peningkatan permintaan batu bara terbesar diperkirakan terjadi di India
sebesar 7%, diikuti oleh Uni Eropa sebesar 6% dan Cina sebesar 0,4%. Permintaan batu bara
Eropa meningkat karena lebih banyak peralihan dari gas ke batu bara karena harga gas yang
tinggi dan pasokan gas Rusia masih terbatas.
Prospek harga emas diperkirakan kembali cerah pada tahun 2023 setelah harga terus naik
dengan konsisten dari titik terendah US$1.664 per troy ons pada Oktober 2022. Harga emas
diprediksi akan terus meningkat, tetapi pergerakannya akan berfluktuasi dipengaruhi oleh
berbagai sentimen seperti tekanan inflasi, kebijakan suku bunga acuan, hingga respons pasar
keuangan terhadap ancaman resesi global. Seiring dengan berkembangnya kondisi global,
diperkirakan investor akan mengalihkan asetnya ke emas sebagai instrumen paling diminati.
Bank sentral di banyak negara pun mulai meningkatkan jumlah cadangan emas. Permintaan
pasar akan emas didorong oleh tingginya inflasi global yang diiringi oleh berkurangnya
kesempatan kerja. Stagflasi akan memacu investor membeli emas dalam jumlah besar. Selain
itu, kebijakan yang dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia untuk menerbitkan bank
emas atau bullion bank juga turut memacu terjadinya booming emas.
Industri Konstruksi nasional masih menghadapi tantangan berat sebagai dampak dari
perlambatan ekonomi global. Tingkat inflasi yang tinggi, kenaikan suku bunga, hingga kenaikan
bahan baku diperkirakan akan menahan aktivitas konstruksi. Meskipun demikian,
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik pada tahun 2022 menumbuhkan harapan bahwa
pasar konstruksi nasional pada tahun 2023 akan mengalami pertumbuhan meskipun tidak
terlalu besar. Konstruksi nasional yang mencakup sektor bangunan dan sipil diperkirakan
mencapai nilai Rp333,0 triliun pada tahun 2023, meningkat 5,8% dari tahun 2022 sebesar
Rp314,8 triliun dengan komposisi 52,7% sector bangunan dan 47,3% sektor sipil. Sektor
bangunan diperkirakan mencapai nilai Rp175,5 triliun dengan proyek residensial dan industrial
sebagai kontributor terbesar terhadap total nilai konstruksi bangunan masing-masing sebesar
31,28% dan 25,02%. Sedangkan proyek komersial (ritel dan perkantoran) diyakini akan
tumbuh di tahun 2023.
Proyek residensial seperti rumah tapak akan tumbuh dominan diikuti oleh apartemen yang
pembangunannya sebagian besar merupakan kolaborasi pelaku konstruksi nasional dengan
pengembang properti asing. Sementara proyek industrial diharapkan akan tumbuh didukung
dengan kebijakan pemerintah menaikkan target investasi dari Rp1.200 triliun pada 2022
menjadi Rp1.400 triliun. Pemerintah juga mendorong pengembangan kawasan industri baru
di wilayah-wilayah yang sudah terkoneksi oleh jalan-jalan tol baru, sehingga menarik investor
asing sehingga menciptakan wilayah pertumbuhan baru. Hal ini membuat para pengembang
berlomba membangun kawasan industri.
Sektor sipil diperkirakan mencapai nilai Rp157,5 triliun pada tahun 2023. Proyek-proyek
infrastruktur dan transportasi akan menjadi penopang terbesar dengan nilai Rp136,26 triliun.
Proyek tersebut termasuk infrastruktur utama seperti jalan, jembatan, bendungan,
pelabuhan, pekerjaan sipil, dan pembangkit listrik. Sedangkan untuk sektor sipil lainnya yakni
proyek utilitas, diprediksi akan meraih nilai konstruksi sebesar Rp21,19 triliun.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 31
Page 33
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Ada sejumlah sentimen positif yang dapat mempengaruhi prospek pertumbuhan energi baru
terbarukan di tahun 2023. Komitmen pemerintah untuk meningkatkan energi baru terbarukan
semakin kuat untuk mengejar target 23% di tahun 2025. Hal ini antara lain terlihat dari adanya
persetujuan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang disepakati di perhelatan G20 Bali
2022 yang menargetkan puncak emisi sebesar 290 juta ton CO2e dan target bauran energi
baru terbarukan 34% di 2030. Pencapaian target 23% juga akan dikejar melalui optimalisasi
pengoperasian pembangkit energi baru terbarukan yang sudah terjadwal di RUPTL PLN dan di
luar PLN, serta pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN).
Permintaan pembangkit energi baru terbarukan dari industri juga semakin meningkat.
Sejumlah industri padat energi seperti semen, pemurnian dan pengolahan mineral, dan
pertambangan, serta data center sudah siap meningkatkan penggunaan energi baru
terbarukan. Selain pemanfaatan PLTS Atap, pembangunan PLTS ground mounted, dan PLTS
Terapung menjadi solusi cepat bagi sejumlah industri. Sejumlah industri nasional telah
mencanangkan upaya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui pemanfaatan energi
baru terbarukan dan efisiensi energi. Komitmen ini terlihat pada Indonesia Net Zero Summit
2022 pada November 2022. Industri yang menggunakan boiler dengan bahan bakar batubara
atau gas berpeluang mensubstitusinya dengan biomassa atau sumber energi baru terbarukan
lainnya untuk menghasilkan green heat. Konversi ini akan meningkatkan penggunaan energi
baru terbarukan non-listrik.
d. Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan
Berikut adalah analisis dampak leverage Perseroan terkait pinjaman yang akan diberikan:
Tabel 7. Rasio Leverage Keuangan Perseroan
Rasio Leverage 2023 2024 2025 2026 2027
Rasio Liabilitas Terhadap Aset 32,5% 29,5% 27,0% 23,9% 22,8%
Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas 48,2% 41,8% 36,9% 31,4% 29,5%
Sumber : Manajemen
Mengacu pada tabel rasio diatas dapat dilihat bahwa rasio leverage Perseroan mengalami
perbaikan di masa yang akan datang, dimana pada akhir masa proyeksi, rasio liabilitas
terhadap aset maupun rasio liabilitas terhadap ekuitas semakin membaik dengan pencapaian
rasio di akhir masa proyeksi masing-masing sebesar 22,8% dan 29,5% dibandingkan rasio
leverage Perseroan per 31 Desember 2022 yang tercatat masing-masing sebesar 36,3% dan
56,9%.
e. Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan
Analisis dampak likuiditas dilakukan untuk melihat likuiditas keuangan Perseroan di masa yang
akan datang. Likuiditas Perseroan dalam masa proyeksi dapat dilihat dari rasio lancar, rasio
cepat, dan rasio kas sebagai berikut:
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 32
Page 34
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Tabel 8. Proyeksi Likuiditas Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas 2023 2024 2025 2026 2027
Rasio lancar 1,8 2,0 2,2 2,6 2,8
Rasio cepat 1,4 1,5 1,7 1,9 2,2
Rasio kas 0,6 0,7 0,8 1,0 1,1
Sumber : Manajemen
Berdasarkan tabel proyeksi rasio likuiditas tersebut, dapat dilihat bahwa Rencana Transaksi ini
tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap posisi likuiditas Perseroan, likuiditas
Perseroan diproyeksikan tetap mengalami peningkatan dimana posisi rasio lancar, rasio cepat,
dan rasio kas Perseroan sepanjang periode proyeksi secara rata-rata masing-masing adalah
sebesar 2,3x, 1,7x, dan 0,8x, mengalami perbaikan dibandingkan dengan pencapaian historis
Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir, dimana rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas
Perseroan masing-masing tercatat sebesar 1,7x, 1,4 x, dan 0,7x.
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kuantitatif atas rencana transaksi merupakan analisis penilaian yang dilakukan terhadap
kinerja keuangan perusahaan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja keuangan
serta analisis rasio keuangan Perseroan, cash management analysis, incremental analysis, serta
analisis terhadap proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan.
a. Analisis Kinerja Keuangan Perseroan
Tabel 9. Kinerja Keuangan Perseroan (Rp. Miliar)
Laporan Posisi Keuangan 2018 2019 2020 2021 2022
Aset Lancar 55.652 50.827 44.196 60.604 78.930
Aset Tidak Lancar 60.629 60.886 55.605 51.957 61.548
Total Aset 116.281 111.713 99.801 112.561 140.478
Liabilitas Jangka Pendek 48.786 32.586 20.944 30.489 42.037
Liabilitas Jangka Panjang 10.445 18.018 15.710 10.249 8.927
Total Liabilitas 59.230 50.603 36.654 40.739 50.964
Ekuitas 57.051 61.110 63.147 71.823 89.514
Source : Laporan Keuangan Audit Perseroan 2018 - 2022
Total Aset
Jumlah aset Perseroan per 31 Desember 2022 sebesar Rp140,5 triliun, mengalami peningkatan
sebesar 24,8% dari Rp112,6 triliun pada periode yang sama tahun 2021. Peningkatan jumlah
aset terutama disebabkan adanya peningkatan pada aset lancar sebesar Rp18,3 triliun dan
peningkatan aset tidak lancar sebesar Rp9,6 triliun dibandingkan dengan periode yang sama
pada tahun sebelumnya.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 33
Page 35
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Aset lancar
Aset lancar Perseroan tercatat sebesar Rp78,9 triliun hingga akhir tahun 2022, naik 30,2%
dibandingkan Rp60,6 triliun pada tahun 2021. Peningkatan terbesar terjadi pada akun piutang
usaha - pihak ketiga sebesar Rp5,5 triliun atau 47,1% dan pada akun persediaan yang
mengalami peningkatan sebesar Rp5,9 triliun atau sebesar 62,8% dibandingkan dengan posisi
piutang dan persediaan pada tahun sebelumnya.
Aset Tidak Lancar
Aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 18,5%, dari sebelumnya tercatat sebesar Rp
51,9 triliun menjadi Rp61,5 triliun pada akhir tahun 2022. Peningkatan aset tidak lancar
terbesar terjadi pada aset tetap yang mengalami peningkatan hingga Rp3,2 triliun atau 15,7%
dari tahun sebelumnya serta peningkatan yang terjadi pada investasi pada entitas asosiasi dan
ventura yang mengalami kenaikan hingga 104,4% atau Rp2,6 triliun dibandingkan dengan
tahun sebelumnya.
Total Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada akhir tahun 2022 tercatat sebesar Rp50,9 triliun naik 25,1%
dibandingkan Rp40,7 triliun tahun 2021. Secara komposisi, liabilitas Perseroan didominasi oleh
liabilitas jangka pendek sebesar Rp42,0 triliun atau 82,5% dari jumlah liabilitas, sedangkan
liabilitas jangka panjang sebesar Rp8,9 triliun atau 17,5% dari jumlah liabilitas.
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas jangka pendek Perseroan tercatat mengalami peningkatan sebesar 37,9% dari Rp
30,5 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp42,0 triliun pada akhir tahun 2022. Peningkatan
liabilitas jangka pendek terutama disebabkan oleh peningkatan utang usaha sebesar Rp10,3
triliun atau 72,0% dari Rp14,3 triliun pada 2021 menjadi Rp 24,6 triliun.
Liabilitas jangka Panjang
Berbanding terbalik dengan peningkatan liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang
Perseroan justru tercatat mengalami penurunan 12,9% dari Rp10,2 triliun pada tahun 2021
menjadi Rp8,9 triliun di akhir tahun 2022. Penurunan liabilitas jangka panjang terutama
disebabkan oleh penurunan saldo pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp2,5 triliun.
Ekuitas
Ekuitas Perseroan pada akhir tahun 2022 tercatat sebesar Rp89,5 triliun, naik 24,6% dari Rp
71,8 triliun pada tahun 2021. Peningkatan ekuitas disebabkan oleh penambahan saldo laba
belum dicadangkan sebesar Rp14,6 triliun menjadi Rp 71,1 triliun dari Rp 56,5 triliun pada
tahun 2021 serta adanya peningkatan akibat selisih kurs dari penjabaran laporan keuangan
sebesar Rp3,2 triliun.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 34
Page 36
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Tabel 10. Laporan Laba Rugi Perseroan (Rp. Miliar)
Laporan Laba/Rugi 2018 2019 2020 2021 2022
Pendapatan Bersih 84.625 84.430 60.347 79.461 123.607
Beban Pokok Pendapatan 63.515 63.200 47.357 59.796 88.849
Laba Bruto 21.110 21.231 12.989 19.665 34.759
Laba Usaha 16.770 16.605 8.294 14.876 29.133
Laba Bersih 11.498 11.135 5.632 10.608 22.994
Source : Laporan Keuangan Audit Perseroan 2018 - 2022
Pendapatan Bersih
Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp123,6 triliun, naik 55,6% dari Rp79,5
triliun pada tahun 2021. Kenaikan pendapatan bersih disebabkan adanya peningkatan kinerja
pada sebagian segmen usaha Perseroan. Segmen usaha kontraktor penambangan
memberikan kontribusi sebesar Rp47,4 triliun, naik 42,7% dari Rp 33,2 triliun pada tahun 2021.
Segmen usaha mesin konstruksi sebesar Rp36,5 triliun, naik 60,2% dari Rp22,8 triliun, segmen
usaha pertambangan batubara sebesar Rp31,1 triliun, naik 127,0% dari Rp13,7 triliun, segmen
usaha pertambangan emas sebesar Rp7,6 triliun, turun 7,9% dari Rp8,3 triliun dan segmen
usaha industri konstruksi sebesar Rp 949,1 miliar turun 34,9% dari Rp1,5 triliun pada tahun
sebelumnya. Secara persentase, kontribusi terbesar segmen usaha terhadap pendapatan
bersih Perseroan adalah bersumber dari segmen usaha kontraktor penambangan dengan nilai
kontribusi sebesar 38,3% dari pendapatan bersih Perseroan pada tahun 2022.
Beban Pokok Pendapatan
Seiring dengan meningkatnya pendapatan bersih Perseroan, hingga akhir tahun 2022 jumlah
beban pokok pendapatan Perseroan mengalami peningkatan sebesar 48,6% dari Rp59,8 triliun
menjadi Rp88,8 triliun pada tahun 2022.
Laba Kotor
Meningkatnya pendapatan operasional Perseroan sepanjang tahun 2022 yang diikuti dengan
meningkatnya beban pokok pendapatan, mengakibatkan laba kotor Perseroan juga tercatat
mengalami peningkatan sebesar 76,8% yoy menjadi Rp34,7 triliun dari tahun 2021 yang
tercatat sebesar Rp19,6 triliun.
Laba Usaha
Laba usaha diperoleh dari selisih laba kotor terhadap beban usaha. Pada tahun 2022,
Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp29,1 triliun, naik sebesar 95,8% dibanding tahun
2021 yang tercatat sebesar Rp14,9 triliun.
Laba Bersih
Laba bersih tahun berjalan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp22,9 triliun, naik 116,8% dari
Rp10,6 triliun pada tahun 2021. Laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik
entitas induk sebesar Rp21,0 triliun, naik 104,3% dari Rp10,3 triliun pada tahun 2021.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 35
Page 37
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Tabel 11. Laporan Arus Kas Perseroan (Rp. Miliar)
Laporan Laba/Rugi 2018 2019 2020 2021 2022
Arus Kas dari Aktivitas Operasi 18.960 9.436 18.557 23.285 32.892
Arus Kas dari Aktivitas Investasi (27.731) (9.758) (2.594) (3.159) (10.401)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan 1.121 (831) (7.834) (7.420) (18.653)
Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih (7.650) (1.152) 8.129 12.706 3.837
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 20.831 13.438 12.091 20.499 33.322
Dampak Selisih Kurs 257 (195) 279 117 1.123
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 13.438 12.091 20.499 33.322 38.282
Source : Laporan Keuangan Audit Perseroan 2018 - 2022
Berikut adalah hal-hal penting dalam arus kas Perseroan berdasarkan data laporan arus
keuangan Perseroan sebagaimana disajikan pada tabel diatas:
• Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada akhir tahun 2022 sebesar Rp 32,9
triliun, naik Rp 9,6 triliun dari posisi saldo akhir tahun 2021 sebesar Rp23,3 triliun. Arus kas
masuk diperoleh dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp118,5 triliun, penerimaan
bunga sebesar Rp822,4 miliar, penerimaan dari kelebihan pembayaran pajak lain-lain
sebesar Rp288 miliar dan penerimaan dari kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan
sebesar Rp522,8 miliar. Sedangkan arus kas keluar meliputi pembayaran kepada pemasok
dan lain-lain sebesar Rp70,6 triliun, pembayaran kepada karyawan sebesar Rp9,3 triliun,
pembayaran biaya keuangan sebesar Rp723,6 miliar dan pembayaran pajak penghasilan
badan sebesar Rp6,6 triliun.
• Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada akhir tahun 2022 sebesar
Rp10,4 triliun, naik Rp7,2 triliun dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp3,2 triliun. Arus kas
masuk dari aktivitas investasi berasal dari penerimaan atas penjualan aset tetap sebesar
Rp341,1 miliar, penerimaan dari pinjaman kepada pihak berelasi Rp931,6 miliar,
penerimaan dari pinjaman kepada pihak ketiga Rp426,5 miliar, penarikan kas dan deposito
pada bank yang dibatasi penggunaannya Rp316,6 miliar dan penerimaan dividen Rp123,7
miliar. Sedangkan arus kas keluar yang signifikan adalah perolehan aset tetap sebesar Rp7,8
triliun dan penambahan pinjaman kepada pihak berelasi sebesar Rp1,3 triliun.
• Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18,6 triliun,
terutama digunakan untuk pembayaran pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang
sebesar Rp8,3 triliun, pembayaran pokok liabilitas sewa sebesar Rp961,9 miliar,
pembayaran uuntuk pembelian saham treasuri sebesar Rp3,2 triliun, dan pembayaran
dividen sebesar Rp7,2 triliun. Sebaliknya. Perseroan memperoleh pinjaman bank jangka
pendek sebesar Rp888 miliar dan penambahan modal dari kepentingan non-pengendali
sebesar Rp17,6 miliar.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 36
Page 38
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
b. Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Rasio-Rasio
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari posisi
keuangan dan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah grafik
berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perseroan.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah :
1. Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan utang lancar. Rasio ini
bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar suatu perusahaan
dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditur. Secara umum semakin tinggi rasio
lancar maka semakin aman suatu perusahaan. Rata-rata rasio lancar Perseroan selama 5
(lima) tahun terakhir adalah sebesar 1,7 kali. Hingga akhir Desember 2022 rasio lancar
Perseroan mencapai sebesar 1,9 kali.
2. Rasio Cepat (quick ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun
sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh aset
lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap
kurang lancar dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rata-rata rasio cepat Perseroan
selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebesar 1,4 kali. Hingga akhir Desember 2022 rasio
cepat Perseroan mencapai sebesar 1,5 kali.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 37
Page 39
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
3. Rasio Kas (cash ratio)
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar. Rasio kas
Perseroan berkisar antara 0,3 hingga 1,1 kali.
Rasio Solvabilitas (leverage)
Rasio solvabilitas (leverage) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu
perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Adapun rasio yang termasuk dalam kategori ini
adalah rasio total utang terhadap total ekuitas (liabilities to total equity) dan rasio utang
terhadap total aset. Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total
ekuitas atau modal suatu perusahaan dan total aset perusahaan. Rasio satu menunjukkan
jumlah utang sama dengan jumlah ekuitas ataupun aset. Rasio liabilities to total equity dan
rasio liabilities to total asset Perseroan untuk periode 31 Desember 2022 masing-masing
sebesar 56,9% dan 36,3%. Adapun rata-rata rasio liabilities to total equity dan rasio liabilities
to total asset Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir masing-masing adalah sebesar 71,7%
dan 41,1%.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba. Beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah :
1. Rasio marjin laba kotor (gross profit margin ratio)
Rasio ini mengukur tingkat profitabilitas suatu produk atau jasa sebelum dikurangi oleh
beban beban yang lainnya. Rasio marjin laba kotor Perseroan secara rata-rata selama 5
(lima) tahun terakhir adalah sebesar 24,9%. Hingga akhir Desember 2022 rasio laba kotor
mencapai 28,1%.
2. Rasio marjin laba operasi (operating profit margin ratio).
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat laba yang dihasilkan dari aktivitas operasional
suatu perusahaan. Rasio marjin laba usaha atau laba operasi Perseroan hingga akhir
Desember 2022 adalah sebesar 23,6% dengan rata-rata rasio laba operasi Perseroan
selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebesar 19,1%.
3. Rasio marjin laba bersih (net profit margin ratio)
Rasio ini mengukur hasil akhir dari seluruh aktivitas suatu perusahaan. Rasio ini juga
menggambarkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Rasio
marjin laba bersih Perseroan untuk periode 31 Desember 2022 adalah sebesar 18,6%
mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 13,4%.
Secara rata-rata rasio laba bersih Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebesar
13,6%.
4. Rasio laba atas aset (return on asset)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan dapat
menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perseroan untuk periode 31 Desember 2022
mencapai 16,4%, sedangkan rata-rata rasio laba atas aset selama 5 (lima) tahun terakhir
tercatat lebih tinggi yakni 10,3%.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 38
Page 40
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
5. Rasio laba atas ekuitas (return on equity)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau keuntungan yang
diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat rasio laba atas ekuitas
Perseroan untuk periode 31 Desember 2022 adalah sebesar 25,7% dimana hal ini lebih
tinggi dibanding periode sebelumnya yang tercatat sebesar 14,8%. Adapun rata-rata rasio
laba atas ekuitas Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebesar 17,6%.
c. Analisis terhadap Proforma Laporan Keuangan setelah Rencana Transaksi Dilakukan
Berikut adalah laporan keuangan Proforma Perseroan sebelum dan sesudah rencana transaksi
per 31 Desember 2022:
Tabel 12. Proforma Laporan Posisi keuangan Perseroan (Rp miliar)
Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan Transaksi
31 Desember 2022 31 Desember 2022
Aset Lancar 78.930 (325) 78.605
Aset Tidak Lancar 61.548 - 61.548
Total Aset 140.478 (325) 140.153
Liabilitas Jangka Pendek 42.037 (325) 41.712
Liabilitas Jangka Panjang 8.927 - 8.927
Total Liabilitas 50.964 (325) 50.639
Ekuitas 89.514 - 89.514
Tabel 13. Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan (Rp miliar)
Audited Proforma
Laporan Laba/Rugi Transaksi
31 Desember 2022 31 Desember 2022
Pendapatan usaha 123.607 - 123.607
Beban pokok pendapatan 88.849 - 88.849
Laba bruto 34.759 - 34.759
Laba usaha 29.133 - 29.133
Laba Bersih 22.994 - 22.994
Mengacu pada laporan keuangan proforma diatas dapat dilihat bahwa Rencana Transaksi yang
akan dilakukan oleh Perseroan akan menyebabkan posisi aset lancar Perseroan akan
mengalami penurunan sebesar Rp325 miliar dari posisi sebelumnya (berdasarkan Laporan
Keuangan Konsolidasian Periode 31 Desember 2022 yang telah diaudit), yaitu dari semula
sebesar Rp78,9 triliun menjadi Rp78,6 triliun, dimana penurunan tersebut sebagai akibat
adanya pengurangan kas dan setara kas Perseroan. Adapun pada bagian laba/(rugi) Perseroan,
Rencana Transaksi tidak memiliki dampak pada proforma laba/(rugi) Perseroan.
d. Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi
Kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban perlu dukungan kemampuan pengelolaan kas.
Adapun posisi kas Perseroan tanpa dan dengan adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 39
Page 41
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Tabel 14. Cash Management (Rp miliar)
Proyeksi Kas 2023 2024 2025 2026 2027
Kas tanpa Rencana Transaksi 23.518 24.340 27.350 31.145 37.308
Kas dengan Rencana Transaksi 23.438 24.142 27.076 30.882 37.046
Sumber : Manajemen
Berdasarkan data proyeksi di atas, diketahui bahwa pergerakan kas pada periode proyeksi
dengan adanya Rencana Transaksi menunjukkan penurunan dibandingkan dengan pergerakan
kas pada periode proyeksi tanpa adanya Rencana Transaksi, namun tidak terlalu signifikan
dimana penurunan kas secara rata-rata sebesar 0,7%.
Financial Covenant
Dalam Draft Perjanjian Pinjaman tentang Fasilitas Pinjaman antara Perseroan dengan ACSET,
tidak terdapat financial covenant yang diatur.
3.5 Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi
Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan dilakukan melalui analisis perbandingan
tarif bunga dari instrumen investasi keuangan yang lain serta dengan melihat adanya incremental
atau nilai tambah yang dapat dihasilkan oleh Perseroan sehubungan dengan adanya transaksi
tersebut.
a. Analisis Perbandingan Tarif Bunga
Analisis perbandingan tarif bunga dilakukan dengan membandingkan tingkat suku bunga
pinjaman yang diberikan dengan tarif bunga simpanan deposito yang berlaku di pasar
khususnya pada Bank Persero. Hal ini berdasarkan pada analisis dimana subtansi pinjaman
merupakan subsitusi investasi Perseroan kepada entitas anak dalam rangka untuk membantu
anak perusahaan dalam menjalankan operasionalnya. Berikut grafik perbandingan tarif bunga
pinjaman dengan tarif bunga simpanan deposito pada Bank Persero per 31 Desember 2022 :
Tabel 15. Perbandingan Tarif Suku Bunga
Tingkat Suku Bunga (%/tahun)
Jangka Waktu
Deposito Rupiah Kredit Modal Kerja Rencana Transaksi
1 bulan 3,64%
3 bulan 3,78%
6 bulan 4,11%
12 bulan 4,71%
24 bulan 5,65%
Rata-rata 4,38% 8,29% 7,70%
Sumber : Bank Indonesia
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 40
Page 42
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Berdasarkan tabel tersebut diatas. maka dapat diketahui bahwa tingkat suku bunga atas
fasilitas pinjaman pemegang saham yang diberikan oleh Perseroan kepada ACSET yakni JIBOR
+ 1,5% atau ekuivalen dengan 7,70% lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat suku bunga
deposito 1 bulan yang tersedia di pasar yakni 3,64% sehingga hal ini dapat memberikan
keuntungan bagi Perseroan, selain itu dari sisi pembiayaan modal kerja ACSET, dapat dilihat
bahwa tingkat suku bunga atas fasilitas pinjaman pemegang saham yang diberikan oleh
Perseroan kepada ACSET lebih rendah bila dibandingkan dengan tingkat suku bunga kredit
modal kerja jika ACSET melakukan pinjaman ke pihak ketiga dalam hal ini perbankan yaitu
sebesar 8,29% sehingga hal ini dapat menghemat beban keuangan ACSET yang pada akhirnya
juga dapat memberikan keuntungan bagi Perseroan selaku induk perusahaan.
b. Analisis Nilai Tambah
Analisis Nilai Tambah atau (Incremental Analysis) dilakukan dengan membandingkan antara
proyeksi rasio keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi dengan proyeksi rasio
keuangan Perseroan tanpa adanya Rencana Transaksi. Asumsi proyeksi keuangan baik dengan
adanya Rencana Transaksi maupun tanpa adanya Rencana Transaksi yang digunakan dalam
hal ini mengacu pada rencana usaha (business plan) yang dibuat oleh manajemen Perseroan.
Berikut adalah proyeksi rasio keuangan Perseroan yang meliputi rasio likuiditas, rasio
profitabilitas, serta rasio solvabilitas untuk periode 5 (lima) tahun kedepan dengan adanya
Rencana Transaksi dan tanpa adanya Rencana Transaksi :
Tabel 16. Proyeksi rasio keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi
Rata-
Rasio Keuangan 2023 2024 2025 2026 2027
rata
Rasio Likuiditas (x)
Rasio Lancar 1,8 2,0 2,2 2,6 2,8 2,3
Rasio Cepat 1,4 1,5 1,7 1,9 2,2 1,7
Rasio Kas 0,6 0,7 0,8 1,0 1,1 0,8
Rasio Profitabilitas (%)
Margin Laba Kotor 24,02% 22,32% 23,29% 23,73% 23,79% 23,43%
Margin Laba Usaha 19,07% 17,28% 18,24% 18,63% 18,66% 18,38%
Margin Laba Bersih 13,77% 12,85% 13,45% 13,78% 13,76% 13,52%
ROA 11,10% 10,00% 10,20% 10,22% 9,84% 10,27%
ROE 16,46% 14,18% 13,96% 13,43% 12,75% 14,16%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio Liabilitas Terhadap Aset 32,53% 29,46% 26,95% 23,91% 22,76% 27,12%
Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas 48,22% 41,76% 36,89% 31,42% 29,47% 37,55%
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 41
Page 43
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
Tabel 17. Proyeksi rasio keuangan Perseroan tanpa adanya Rencana Transaksi
Rata-
Rasio Keuangan 2023 2024 2025 2026 2027
rata
Rasio Likuiditas (x)
Rasio Lancar 1,8 2,0 2,2 2,6 2,9 2,3
Rasio Cepat 1,4 1,5 1,7 1,9 2,2 1,7
Rasio Kas 0,6 0,7 0,8 1,0 1,1 0,8
Rasio Profitabilitas (%)
Margin Laba Kotor 24,02% 22,32% 23,29% 23,73% 23,79% 23,43%
Margin Laba Usaha 19,07% 17,28% 18,24% 18,63% 18,66% 18,38%
Margin Laba Bersih 13,76% 12,84% 13,42% 13,77% 13,76% 13,51%
ROA 11,09% 9,98% 10,16% 10,20% 9,83% 10,25%
ROE 16,45% 14,17% 13,94% 13,43% 12,75% 14,15%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio Liabilitas Terhadap Aset 32,57% 29,56% 27,10% 24,06% 22,91% 27,24%
Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas 48,31% 41,96% 37,18% 31,69% 29,71% 37,77%
Berdasarkan tabel proyeksi rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa dari sisi likuiditas,
kondisi likuiditas Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi maupun tanpa adanya Rencana
Transaksi diproyeksikan tidak mengalami perubahan yang berarti. Dari sisi solvabilitas, dengan
adanya Rencana Transaksi, secara rata-rata total komposisi liabilitas / tingkat leverage
Perseroan lebih baik bila dibandingkan dengan tanpa adanya Rencana Transaksi, hal ini terlihat
dari rata-rata rasio solvabilitas yang lebih rendah dengan adanya Rencana Transaksi bila
dibandingkan rata-rata rasio solvabilitas tanpa adanya Rencana Transaksi. Untuk rasio
profitabilitas, secara rata-rata dapat diketahui bahwa margin laba bersih, ROA, maupun ROE
Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi diproyeksikan sedikit lebih baik dan mengalami
peningkatan bila dibandingkan dengan tanpa adanya Rencana Transaksi.
3.6 Kesimpulan
Secara kualitatif, dalam hal prospek bisnis Perseroan kedepan, dapat dilihat bahwa dalam jangka
panjang diperkirakan prospek bisnis Perseroan tetap kuat. Badan Energi Internasional (IEA)
memperkirakan konsumsi batu bara global akan tetap pada tingkat yang sama dalam beberapa
tahun ke depan, Prospek harga emas diperkirakan kembali cerah pada tahun 2023 setelah harga
terus naik dengan konsisten dari titik terendah US$1.664 per troy ons pada Oktober 2022. Pada
sektor industri kontruksi nasional, meskipun menghadapi tantangan berat sebagai dampak dari
perlambatan ekonomi global, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik pada tahun
2022 menumbuhkan harapan bahwa pasar konstruksi nasional pada tahun 2023 akan mengalami
pertumbuhan meskipun tidak terlalu besar. Adapun prospek lini usaha Perseroan yang bergerak
dalam bidang energi baru terbarukan disinyalir akan mengalami pertumbuhan, hal ini antara lain
terlihat dari adanya persetujuan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang disepakati di
perhelatan G20 Bali 2022 yang menargetkan puncak emisi sebesar 290 juta ton CO2e dan target
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 42
Page 44
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
bauran energi baru terbarukan 34% di 2030. Permintaan pembangkit energi baru terbarukan dari
industri juga semakin meningkat. Sejumlah industri padat energi seperti semen, pemurnian dan
pengolahan mineral, dan pertambangan, serta data center sudah siap meningkatkan penggunaan
energi baru terbarukan. Rencana Transaksi ini akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi
Perseroan dikarenakan rencana Pemberian fasilitas pinjaman kepada ACSET dengan tingkat
bunga sebesar JIBOR + 1,5% atau setara dengan 7,70% per tahun, lebih tinggi dibandingkan
dengan rata-rata tingkat suku bunga deposito pada bank Persero dengan tenor yang sama yang
sebesar 3,64%. Selain itu dengan adanya dukungan pembiayaan modal kerja dari Perseroan
dengan bunga kompetitif, ACSET selaku anak usaha Perseroan akan mampu menangkap peluang
bisnis pada sektor kontruksi yang diproyeksikan masih mengalami pertumbuhan dengan beban
keuangan yang bersaing sehingga hal tersebut akan dapat mengurangi beban keuangan ACSET
yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi yang positif bagi Perseroan. Disamping manfaat
yang akan diperoleh Perseroan atas Rencana Transaksi ini, terdapat pula risiko yang dihadapi oleh
Perseroan. Risiko tersebut berkaitan dengan risiko ACSET dalam menjalankan kegiatan usahanya
yang dapat mempengaruhi pencapaian target pendapatan dan keuangannya sehingga
berdampak pada kemampuan ACSET untuk membayar kembali fasilitas pinjaman yang telah
diberikan oleh Perseroan.
Secara kuantitatif, mengacu pada laporan keuangan Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir,
dapat dilihat bahwa pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan secara CAGR (Compound Annual
Growth Rate) selama 5 (lima) tahun terakhir tercatat sebesar 9,9%. Pada tahun 2022 pendapatan
bersih Perseroan mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan yaitu sebesar 55,6% sebagai
akibat meningkatnya volume penjualan dan harga penjualan rata-rata batubara. Adapun rata-rata
margin laba bersih yang dihasilkan oleh Perseroan selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebesar
13,6%, hal ini menunjukkan bahwa secara finansial kinerja keuangan Perseroan cukup baik.
Rencana Transaksi pinjaman pemegang saham kepada ACSET juga memberikan manfaat dan
kontribusi bagi peningkatan profitabilitas Perseroan, hal ini terlihat dalam incremental analysis
yang telah kami lakukan, dimana untuk rasio profitabilitas, secara rata-rata dapat diketahui
bahwa margin laba bersih, ROA, maupun ROE Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi
diproyeksikan sedikit lebih baik dan mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tanpa
adanya Rencana Transaksi. Dari sisi solvabilitas, dengan adanya Rencana Transaksi, secara rata-
rata total komposisi liabilitas / tingkat leverage Perseroan lebih baik bila dibandingkan dengan
tanpa adanya Rencana Transaksi, hal ini terlihat dari rata-rata rasio solvabilitas yang lebih rendah
dengan adanya Rencana Transaksi bila dibandingkan rata-rata rasio solvabilitas tanpa adanya
Rencana Transaksi.
Adapun dampak keuangan secara konsolidasi dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh
Perseroan, mengacu pada laporan keuangan proforma terlihat bahwa rencana transaksi akan
menyebabkan posisi aset lancar Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp325 miliar dari posisi
sebelumnya, dimana penurunan tersebut sebagai akibat adanya pengurangan kas dan setara kas
Perseroan yaitu dari semula sebesar Rp78,9 triliun menjadi Rp78,6 triliun. Pada bagian laba/(rugi)
Perseroan, Rencana Transaksi tidak memiliki dampak pada proforma laba/(rugi) Perseroan.
Dengan demikian, berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
aspek yang terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif maupun kuantitatif
dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
yang akan dilakukan oleh Perseroan berupa pemberian fasilitas pinjaman sebesar Rp325 miliar
kepada ACSET dengan tingkat suku bunga sebesar JIBOR + 1,5% atau setara dengan 7,70% per
tahun adalah Wajar.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 43
Page 45
DSS&R
P A R T N E
A Valuation Firm
R S
`
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non disclaimer opinion.
2. Semua data, pernyataan beserta Informasi yang kami terima dari manajemen dan data atau
informasi yang tersedia untuk publik khususnya mengenai data ekonomi dan industri, dianggap
benar dan diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
3. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
pendapat kewajaran.
4. Laporan pendapat kewajaran ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan atau kepentingan lain
diluar kepentingan Pasar Modal.
5. Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
keandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang
diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya
adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. KJPP DSSR juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-
fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
6. Kami mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat kewajaran ini sampai dengan
tanggal terjadinya rencana aksi korporasi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat
kewajaran ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
7. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan Objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
8. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi Objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
tanggung jawab kami.
9. Laporan Pendapat Kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai
dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini
semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
10. Nilai dicantumkan dalam satuan mata uang Rupiah dan/atau ekuivalennya atas permintaan
pemberi tugas.
11. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Desmar,
Susanto, Salman dan Rekan.
12. Laporan Pendapat Kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan penilaian. Semua materi yang
terdapat dalam laporan hasil penilaian ini baik secara keseluruhan atau sebagian termasuk
didalamnya menyangkut referensi, opini nilai, nama dan afiliasi professional dari penilai dilarang
untuk dipublikasikan tanpa persetujuan tertulis dari Penilai.
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS Tbk 44
Page 46
DS$*R.-
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai lndependen, kami yang bertanda
tangan di bawah inimenerangkan bahwa :
L. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai dengan
pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
3. Perkiraan nilaiyang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesionaltelah disajikan sebagai
kesimpulan nilai.
4. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
5. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
6. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi Objek
penilaian.
7. Penilai tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
Objek penilaian yang dinilai.
8. lmbalan jasa Penilaitidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah dibuat
dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian lndonesia (SPl), Kode Etik Penilai tndonesia
(KEPI), serta Peraturan OJK Nomor 35 /POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal.
10. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.
Penilai Tanda TSngan
Penanggung Jawab:
Desmar Dam Sitompul, S.E., M.M., Mappi(Cert)
lzin Penilai Bisnis No. : 8-1..09.00177
MAPPI No. : 05-5-0L864
STTD No. : STTD.PB-42/PM.212O78
Pemeriksa;
Abdun Nasir, S.E.
No.
MAPPI : 16-1-06676
RMK : RMK-2017.O1532
Penilai:
Septian Eka Saputra, S.E.
MAPPI No. : 17-P-07905
RMK : RMK-2021.03805
Penilai:
Rola Saut Parulian, S.E.
No.
MAPPI : 20-P-10551
RMK : RMK-2022.O4278
TAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT UNITED TRACTORS TbK
E
Page 47
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
12147 ms
12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'SHARES',
'description': 'dalam hal ini adalah rencana pemberian fasilitas '
'pinjaman pemegang saham'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam hal ini adalah rencana pemberian fasilitas pinjaman '
'pemegang saham',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}