Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1
Laporan Pelaksanaan Public Expose Live 2026
PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Deskripsi Umum
Publix Expose Jasa Marga 2026
Hari/Tanggal : Rabu, 9 September 2026
Waktu : 11:00 – 12:00 WIB
Tempat : Public Expose Live 2026
Informasi Jadwal Pubex Live 2026 dan pendaftaran peserta di website
https://pubexlive.idx.co.id/
Manajemen Perseroan yang Hadir
1. Rivan A. Purwantono – Direktur Utama
2. Pramitha Wulanjani – Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
3. Ari Respati – Direktur Pengembangan Usaha
4. Reza Febriano – Direktur Bisnis
5. Fitri Wiyanti – Direktur Operasi
Acara Public Expose
1. Sesi Presentasi Public Expose
Registered & Attended: 250 & 215
2. Sesi Konferensi Pers (Press Conference)
Registered & Attended: 26
Sesi Presentasi
Presentasi disampaikan oleh Manajemen Perseroan yang hadir yaitu Rivan A.
Purwantono selaku Direktur Utama, Pramitha Wulanjani selaku Direktur Keuangan dan
Manajemen Risiko, Ari Respati selaku Direktur Pengembangan Usaha, Reza Febriano
selaku Direktur Bisnis, dan Fitri Wiyanti selaku Direktur Operasi dengan moderator Deffid
San Opel dari IDX Channel. Pada kesempatan tersebut dipaparkan tentang
perkembangan terkini PT Jasa Marga (Persero) Tbk (Jasa Marga atau Perseroan).
Halaman 1 dari 13
Page 2
Secara garis besar paparan yang telah disampaikan merupakan profil, pencapaian
kinerja, dan inisiatif strategis dari Perseroan yang telah dilakukan di sepanjang Semester
1 2026 serta target yang direncanakan oleh Jasa Marga hingga akhir tahun ini.
Jasa Marga merupakan BUMN yang bergerak di bidang pengusahaan dan
pengoperasian jalan tol, dengan pengalaman lebih dari 45 tahun dan yang telah tercatat
di Bursa Efek Indonesia sejak 12 November 2007 dengan struktur kepemilikan saham
70% dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dan 30% dimiliki oleh publik. Pada
tahun ini, Jasa Marga memperoleh peringkat kredit idAA/Stable dari Pefindo, yang
mencerminkan fundamental dan profil kredit Perseroan yang kuat.
Jasa Marga memiliki 3 lini bisnis utama yakni toll road concession yang kaitanya dengan
pengusahaan dan kepemilikan konsesi jalan tol, toll road operations untuk menyediakan
layanan pengoperasian dan preservasi jalan tol, dan prospective business untuk
pengembangan bisnis di sekitar jalan tol. Pada toll road concession Jasa Marga memiliki
36 konsesi jalan tol sepanjang 1.736 km yang dikelola baik melalui Perseroan,
subholding company, dan Anak Perusahaan jalan tol. Dalam toll road operations, melalui
PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), Perseroan menyediakan layanan
pengoperasian untuk sekitar 1.565 km jalan tol, baik milik Jasa Marga maupun BUJT
lainnya. Dalam toll road maintenance, melalui PT Jasa Marga Tollroad Maintenance
(JMTM), Perseroan menyediakan layanan preservasi untuk sekitar 1.232 km jalan tol.
Serta yang terakhir pada prospective business, melalui PT Jasa Marga Related Business
(JMRB), Perseroan mengembangkan bisnis rest area dan kawasan pendukung di sekitar
jalan tol. Saat ini market share adalah 42%, yakin 26 TIP dari total 62 TIP di ruas Jasa
Marga. Sedang Perseroan kembangkan juga prototype TIP di KM 88A. Guna terus
meningkatkan konektivitas nasional dan mendorong aktivitas dan pertumbuhan ekonomi
wilayah, Jasa Marga turut mempersiapkan sejumlah ruas jalan tol baru yang akan
segera beroperasi dalam waktu dekat.
Kedepannya, masih terdapat 5 km jalan tol yang akan dioperasikan di akhir 2026, yakni
ruas tol Jogja – Bawen, dan di awal 2027 juga terdapat 62 km jalan tol yang siap
dioperasikan, terdiri dari ruas jalan tol Probolinggo – Banyuwangi, Jogja – Solo, dan
Jogja – Bawen. Penambahan jaringan ini tidak hanya meningkatkan konektivitas
antarwilayah, tetapi juga membuka potensi multiplier effect yang lebih besar terhadap
pertumbuhan ekonomi daerah, sebagaimana terlihat pada salah satu koridor di ruas
Trans Jawa, keberadaan jalan tol turut mendorong aktivitas dan pertumbuhan ekonomi
wilayah melalui kontribusi peningkatan PDB, peningkatan pendapatan masyarakat,
efisiensi mobilitas, serta manfaat fiskal, sekaligus memberikan dampak sosial berupa
penurunan pengangguran terbuka dan kemiskinan selama periode konstruksi. Dengan
portofolio yang terintegrasi dari konsesi, operasi, preservasi hingga bisnis pendukung,
Jasa Marga memiliki posisi yang kuat sebagai pemain utama dalam ekosistem jalan tol
Indonesia.
Jalan tol Jasa Marga tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan mayoritas jalan tol
terletak di pulau Jawa (sekitar 85%) dan sisanya berada di luar Jawa namun tetap
berada dalam daerah strategis. Wilayah operasional Jasa Marga terbagi menjadi tiga
regional yakni, Regional Metropolitan untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya,
Regional Transjawa yang diwakili oleh PT Jasamarga Transjawa Tol untuk wilayah
Transjawa, dan Regional Nusantara untuk daerah seperti Bali, Medan, Balikpapan–
Samarinda, dan Manado–Bitung. Dari 36 konsesi jalan tol yang dimiliki Jasa Marga,
Halaman 2 dari 13
Page 3
masih terdapat 3 jalan tol yang baru beroperasi sebagian dan 4 jalan tol dalam tahap
konstruksi dan pembebasan lahan.
Karakteristik utama dari bisnis jalan tol adalah investasi jangka panjang dengan periode
konsesi bervariasi dari 35 hingga 50 tahun, dengan nilai investasi awal yang cukup
tinggi. Secara detail, siklus bisnis jalan tol dimulai sejak periode konstruksi yang
biasanya memakan waktu selama 2-3 tahun dengan kisaran biaya investasi awal antara
Rp200-400 miliar/km. Setelah periode konstruksi selesai, jalan tol memasuki tahap
operasional. Pada awal fase ini, pendapatan dari lalu lintas masih dalam fase ramp up
period menuju kondisi optimal, sementara kewajiban bunga dan pokok pinjaman sudah
mulai berjalan sehingga arus kas jalan tol negatif. Umumnya, fase ini berlangsung sekitar
5-10 tahun, sehingga diperlukan cash deficiency support dari pemegang saham. Setelah
itu, jalan tol akan masuk ke dalam periode pengembalian modal dimana EBITDA sudah
dapat digunakan untuk memenuhi seluruh kewajibannya pembayaran bunga dan pokok
pinjaman, sehingga jalan tol sudah mencatatkan laba bersih dan dapat memberikan
pengembalian investasi kepada pemegang saham. Tahap terakhir adalah periode
mature, di mana jalan tol telah menghasilkan pendapatan optimal, stabil, dan
menguntungkan, karena kewajiban pokok pinjaman sudah selesai.
Terkait skema pendanaan, semua proyek jalan tol Jasa Marga menggunakan skema
30% penyertaan modal pemegang saham dan 70% pendanaan eksternal, yang dalam
hal ini berasal dari perbankan maupun pasar modal. Perolehan konsesi jalan tol dapat
melalui tiga cara, yakni melalui tender investasi, baik di prakarsai oleh pemerintah
maupun oleh badan usaha, serta melalui proses akuisisi ruas jalan tol eksisting. Hampir
seluruh proyek jalan tol Jasa Marga merupakan Proyek Strategis Nasional yang
diperoleh melalui tender investasi.
Hingga Semester I Tahun 2026, Perseroan berhasil mempertahankan tren pertumbuhan
traffic sebesar 1,70% secara year on year (YoY), di mana konsistensi pertumbuhan
volume kendaraan ini turut menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan
pendapatan usaha Perseroan, sekaligus mencerminkan mobilitas masyarakat yang
tetap terjaga di tengah dinamika kondisi makroekonomi. Realisasi penyesuaian tarif juga
turut mendukung kinerja Perseroan hingga Semester I 2026, yang mana Perseroan telah
mengimplementasikan 4 penyesuaian tarif, yaitu pada ruas tol Ngawi – Kertosono
sebesar 4,08%, ruas tol Semarang – Batang sebesar 29,5%, ruas tol Solo – Ngawi
sebesar 24,98%, serta ruas tol Sedyatmo sebesar 4,19%.
Saat ini, Jasa Marga fokus dalam menyelesaikan 5 proyek jalan tol. Ruas Jakarta
Cikampek II Selatan menjadi satu-satunya proyek milik Perseroan yang berlokasi di
wilayah Jabodetabek. Status progres proyek ruas ini, saat ini sedang dilakukan
pembangunan untuk ruas Setu hingga Sadang. Ruas Jakarta Cikampek II Selatan
menjadi satu-satunya proyek milik Perseroan yang berlokasi di wilayah Jabodetabek.
Status progres proyek ruas ini, saat ini sedang dilakukan pembangunan untuk ruas Setu
hingga Sadang. Untuk Jalan Tol Jogja-Bawen, terdapat ruas Yogyakarta – SS Banyurejo
yang saat ini memasuki tahap penyelesaian direncanakan akan dilaksanakan proses
Provisional Hand Over (PHO) pada akhir September setelah seluruh pekerjaan di
lapangan selesai. Selain itu, juga terdapat ruas SS Ambarawa – JC Bawen yang saat ini
telah memasuki fase tahap Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) dan ditargetkan
beroperasi di akhir tahun ini. Kemudian Jalan Tol Jogja-Solo, terdapat ruas Kartasura-
Prambanan yang telah beroperasi secara komersil, sedangkan tahap konstruksi tengah
Halaman 3 dari 13
Page 4
berlangsung untuk ruas Prambanan - Maguwoharjo, dan Trihanggo – JC Sleman dengan
target pengoperasian secara bertahap di 2027.
Selain bisnis konsesi jalan tol, Jasa Marga juga mengembangkan bisnis prospektif di
sepanjang koridor jalan tol melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Business
(JMRB), antara lain meliputi: bisnis pengoperasian rest area, pengelolaan iklan dan
utilitas di sepanjang jalan tol, dan building management. Selain itu, sebagai pilot project,
JMRB juga tengah mengembangkan Travoy Hub, rest area pengembangan KM 5
Jagorawi yang menyediakan fasilitas retail dan komersil, serta terintegrasi langsung
dengan LRT TMII, Jaklingko, dan Transjakarta yang saat ini dalam tahap uji coba. Saat
ini, Jasa Marga menyediakan 62 rest area yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas
untuk pengguna jalan di sepanjang ruas jalan tol Jasa Marga Group. Seiring dengan
bertambahnya ruas Jalan Tol, penyediaan rest area oleh Jasa Marga juga akan terus
bertambah guna memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan yang telah terbukti
melalui penghargaan yang diterima Jasa Marga Group sebagai pengelola rest area
terbaik secara berurut turut dari tahun 2022-2025. Namun demikian, Jasa Marga tetap
terus berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan dan pengalaman pengguna jalan
khususnya di rest area, melalui standardisasi desain dan fasilitas, serta program
peningkatan kualitas pelayanan untuk memastikan tingkat kualitas yang seragam di
seluruh rest area Jasa Marga. Jasa Marga juga akan melakukan transformasi rest area
pada lokasi-lokasi potensial secara bertahap yang nantinya akan menjadikan rest area
bukan hanya berfungsi sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai destinasi bagi para
pengguna jalan. Tahun 2026 Jasa Marga akan fokus pada transformasi KM 88A
Cipularang, dan selanjutnya akan diikuti dengan transformasi pada Rest Area ruas Jawa
Tengah dan Jawa Barat.
Terdapat sejumlah inovasi berbasis teknologi yang telah Jasa Marga kembangkan untuk
meningkatkan layanan jalan tol yang aman, nyaman dan lancar dengan mengurangi
hambatan di jalan tol dan mempercepat proses perbaikan terhadap layanan jalan tol
yang diterima oleh pengguna jalan tol. Layanan operasional tersebut terbagi ke dalam
tiga layanan utama.
Pertama yaitu layanan lalu lintas, Jasa Marga menghadirkan Jasa Marga Tollroad
Command Center (JMTC) sebagai pusat pengelolaan informasi, komunikasi, dan
kendali lalu lintas, yang didukung oleh Jasa Marga Integrated Digitalmap (JID), sebuah
dashboard pemantauan kondisi lalu lintas dengan parameter kecepatan, Volume to
Capacity ratio, dan MIDAS, hingga proyeksi lalu lintas ke depan. Guna meningkatkan
aspek keselamatan pengguna jalan tol, diterapkan pula sistem Contra Flow, LED Clip,
dan Lane Control Signal. Tak berhenti di situ, Jasa Marga turut bekerja sama dengan
Kepolisian untuk mengintegrasikan sistem Weigh in Motion (WIM) dengan Speed Cam
dan sistem E-TLE guna penindakan pelanggaran pengguna jalan tol, serta dengan
Kementerian Perhubungan untuk integrasi RFID BLUe dalam mendukung manajemen
pendataan angkutan barang.
Selanjutnya, pada layanan transaksi, Jasa Marga menghadirkan Oblique Approach
Booth (OAB) dan Mobile Reader untuk meningkatkan kapasitas transaksi, serta
Automatic Vehicle Classification (AVC) untuk otomatisasi penggolongan kendaraan
yang mampu meningkatkan akurasi transaksi. Kapabilitas ini turut didukung oleh
pengembangan Data Warehouse untuk pemantauan data transaksi di seluruh ruas jalan
tol secara real-time.
Halaman 4 dari 13
Page 5
Sementara itu, pada layanan preservasi, Jasa Marga menggunakan Jasa Marga
Integrated Maintenance Management System (JIMMS), sebuah aplikasi database digital
untuk inventarisasi data dan pemantauan kondisi aset secara real-time, yang dilengkapi
dengan penerapan SMART PJU, yaitu sistem penerangan jalan berbasis sensor dan
perangkat lunak untuk pengelolaan daya listrik yang lebih efisien.
Dalam rangka memitigasi penurunan kualitas layanan jalan tol secara lebih cepat, baik
pada sarana dan prasarana yang digunakan untuk layanan preservasi, lalu lintas dan
informasi, maupun transaksi, Jasa Marga juga mengimplementasikan suatu aplikasi
TROOPS (Tollroad Real-time Operational Oversight Performance System), yaitu
aplikasi untuk memantau, melaporkan, mendata, mengawasi, dan menindaklanjuti
operasional jalan tol secara real-time dan terintegrasi.
Guna menyempurnakan seluruh ekosistem layanan tersebut, Jasa Marga turut
menghadirkan inovasi pada sisi pelanggan melalui Travoy Ecosystem, sebuah aplikasi
yang dirancang untuk menyampaikan informasi lalu lintas secara real-time, dilengkapi
dengan akses CCTV, fasilitas rest area, layanan derek online, resi digital, dan berbagai
fitur lain dalam satu ekosistem terpadu.
Pengalaman pengguna dalam ekosistem ini terbagi ke dalam tiga fase perjalanan yang
saling berkesinambungan. Pada tahap pre-journey, pengguna dapat mengakses
informasi lalu lintas terkini, CCTV real-time, informasi tarif tol, peta jaringan jalan tol, fitur
pencarian rute terbaik, informasi titik rawan kecelakaan atau blackspot, chatbot virtual
assistant, hingga berita terbaru seputar jalan tol. Memasuki tahap journey, aplikasi ini
mendampingi pengguna secara real-time melalui berbagai fitur, mulai dari top up saldo
elektronik langsung dari aplikasi, permintaan layanan derek digital, informasi
ketersediaan SPKLU dan SPBU di rest area, lokasi rest area terdekat, hingga akses
langsung ke Call Center 133. Selanjutnya, pada tahap post-journey, dokumentasi
perjalanan menjadi lebih praktis karena resi transaksi akan tersimpan otomatis dalam
bentuk digital.
Sebagai pelengkap ekosistem layanan pelanggan, Jasa Marga juga mengoperasikan
Call Center 133 yang melayani 24 jam. Rata-rata volume panggilan mencapai 415
panggilan per hari di hari kerja, dan meningkat menjadi 517 panggilan di hari libur. Pada
momen puncak seperti masa Lebaran, volume panggilan bahkan mencapai 2.362
panggilan pada tahun 2026, yang menunjukkan kesiapan sistem Jasa Marga dalam
menghadapi lonjakan kebutuhan pelanggan di masa-masa krusial. Dengan seluruh
kombinasi inovasi tersebut, Jasa Marga berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan
jalan tol yang lebih aman, efisien, dan berbasis data bagi seluruh pengguna jalan tol di
Indonesia.
Dalam rangka mendukung keberlanjutan seluruh inovasi layanan tersebut, Jasa Marga
menyadari bahwa kualitas layanan yang unggul tidak terlepas dari peran talenta-talenta
terbaik di baliknya. Oleh karena itu, guna membangun talenta unggul secara
berkelanjutan, Jasa Marga mengembangkan Talent Development Ecosystem yang
terstruktur.
Ekosistem ini ditopang oleh dua fondasi utama. Pertama, budaya JSMR MOVE, yang
mengarahkan transformasi dari sekadar membangun infrastructure menuju penguatan
infra-culture. Kedua, Human Capital Analytics, yang memastikan setiap program
pengembangan dirancang secara lebih objektif, terukur, dan tepat sasaran. Perjalanan
Halaman 5 dari 13
Page 6
dimulai dari tahap pre-learning, yaitu asesmen serta penyusunan kurikulum berbasis
kompetensi, yang hasilnya menjadi dasar dalam merancang rangkaian pengembangan
mencakup learning program, sertifikasi, beasiswa, experience, hingga exposure. Melalui
perjalanan yang terintegrasi ini, Jasa Marga tidak hanya meningkatkan kompetensi,
tetapi juga memperluas perspektif dan pengalaman talenta guna menciptakan Talent
Excellence — talenta unggul yang mampu mendorong inovasi berkelanjutan,
memperoleh pengakuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan maupun
negeri.
Implementasi ekosistem tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif pengembangan
yang dirancang untuk meningkatkan employee experience sekaligus membangun
kapabilitas masa depan. Jasa Marga menghadirkan pembelajaran yang semakin
fleksibel, tidak hanya melalui pelatihan offline, tetapi juga melalui platform digital JM Click
dan Studio JMLI. Penguatan kompetensi juga dilengkapi dengan sertifikasi profesi agar
kapabilitas karyawan memenuhi standar industri dan memperoleh pengakuan
profesional. Dalam pengembangan pendidikan, Jasa Marga telah memberikan beasiswa
kepada 108 karyawan, baik di dalam maupun luar negeri, serta membangun global
learning culture melalui program immersion dan partisipasi karyawan sebagai pembicara
dalam konferensi internasional. Ke depan, cakupan global ini akan diperkuat melalui
program professional exchange. Selain pengembangan kapabilitas, Jasa Marga turut
memperkuat aspek well-being dengan membentuk Roadster Sportivo (Sport, Art,
Interest, Activity, & Community) yang pada tahun ini telah menambah enam klub baru
untuk terus mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan kebermanfaatan program
secara berkelanjutan. Keseluruhan inisiatif ini merupakan komitmen Jasa Marga untuk
membangun talenta yang lebih relevan, inklusif, dan siap menjawab kebutuhan bisnis
ke depan.
Dari sisi kinerja keuangan, Jasa Marga turut mencatatkan capaian yang positif
sepanjang periode berjalan. Hal ini tercermin dari keberhasilan Jasa Marga mencatatkan
pertumbuhan Pendapatan Usaha di Luar Pendapatan Konstruksi sebesar 7,6%, yang
didorong oleh peningkatan volume lalu lintas, pengoperasian ruas jalan tol Jogja – Solo
seksi Klaten – Prambanan pada Agustus 2025, serta penyesuaian tarif tol yang telah
terimplementasi pada tahun 2025 dan Semester I tahun 2026. Sejalan dengan
pertumbuhan pendapatan tersebut, EBITDA Jasa Marga juga meningkat sebesar 8,1%
secara YoY dengan EBITDA Margin meningkat pada level 67,8%, yang menunjukkan
komitmen Perusahaan dalam mengendalikan peningkatan beban usaha agar tetap lebih
rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan usaha.
Selanjutnya, Perseroan secara konsisten menjaga kinerja pengelolaan rasio keuangan
sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh kreditur, yang menunjukkan bahwa Perseroan
memiliki bisnis yang resilien, sehat, serta memiliki stabilitas kondisi keuangan yang solid.
Terdapat 2 covenant dari kreditur yang dijaga oleh Jasa Marga, yakni Interest Bearing
Debt to Total Equity yang saat ini berada di level 1,23x, jauh di bawah batas maksimum
covenant sebesar 5x, serta Interest Coverage Ratio pada level 3,90x, jauh di atas
covenant minimum 1,1x dan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Manajemen
memastikan kedua rasio ini akan selalu menjadi fokus dan perhatian utama Perseroan
dalam menyeimbangkan antara profitabilitas dan pertumbuhan bisnis yang
berkelanjutan.
Halaman 6 dari 13
Page 7
Guna menjaga kondisi keuangan Perseroan tetap stabil, manajemen juga terus
berkomitmen melalui penetapan target finansial pada 2026, yakni pendapatan jalan tol
yang ditargetkan meningkat 4–6%, EBITDA yang tumbuh 4–6%, EBITDA margin yang
dijaga di level 65–67%, Gearing Ratio yang dijaga berada di kisaran di bawah 1,5x, serta
tingkat Interest Coverage Ratio yang lebih dari 2,5x.
Sebagai bagian dari upaya menjaga momentum kinerja positif dana keberlanjutan bisnis,
Jasa Marga senantiasa mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis guna
pencapaian kinerja berkelanjutan. Salah satu fokus utama Perseroan adalah menjaga
pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam rangka menjamin kenyamanan
pengguna jalan dan memastikan terpenuhinya persyaratan penyesuaian tarif sesuai
ketentuan pemerintah. Di sisi lain, Perseroan terus berupaya mengendalikan biaya
keuangan secara terukur dan konsisten, melalui komunikasi yang aktif dengan pihak
kreditur agar tingkat suku bunga pinjaman di induk maupun anak perusahaan tetap
kompetitif. Perseroan juga secara aktif melakukan refinancing, menjajaki skema
alternatif pendanaan seperti green financing, serta menerbitkan instrumen obligasi
dengan mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) secara bertahap dengan
mempertimbangkan tren penurunan suku bunga.
Selanjutnya, untuk penyelesaian 5 proyek jalan tol, Perseroan mengupayakan
optimalisasi jadwal konstruksi dan pengoperasian jalan tol baru secara bertahap guna
memastikan terjaganya kondisi finansial yang sehat di tengah penyelesaian proyek jalan
tol baru. Perseroan juga terus mendorong transformasi model bisnis melalui
pemanfaatan teknologi, yang diarahkan untuk mengembangkan ekosistem jalan tol
dengan memperluas peran jalan tol dari infrastruktur mobilitas menjadi smart digital
ecosystem yang terintegrasi, menghadirkan berbagai layanan, meningkatkan
pengalaman pengguna, serta menciptakan nilai tambah dan peluang bisnis baru bagi
Perseroan.
Di saat yang sama, Perseroan juga melakukan optimalisasi portofolio bisnisnya dengan
melakukan evaluasi berkala dan memperkuat portofolio jalan tol, baik melalui investasi
di jalan tol greenfield maupun brownfield, serta melakukan penataan struktur portofolio
Jasa Marga Group melalui proses streamlining. Harapannya, penyederhanaan struktur
dan optimalisasi bisnis ini dapat menopang peningkatan kinerja Perseroan ke depan.
Selain kelima hal tersebut, Perseroan juga terus memperkuat aspek tata kelola dengan
berkomitmen menjaga standar tata kelola yang baik melalui mempertahankan predikat
skor GCG "sangat baik", serta memperkuat pengendalian internal melalui penyelesaian
desain dan implementasi ICOFR yang selaras dengan roadmap ICOFR Danantara.
Halaman 7 dari 13
Page 8
Dokumentasi Public Expose Live 2026
Halaman 8 dari 13
Page 9
Sesi Tanya Jawab dalam Public Expose Live 2026
Sesi I: Public Expose Live
1. Bagus Wardono
Apa yang melatarbelakangi Jasa Marga melakukan transformasi di Rest Area
Jalan Tol?
(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)
Secara keseluruhan, saat ini fokus transformasi Jasa Marga adalah menggeser
paradigma dari sekadar penyedia infrastruktur (infra as structure) menjadi
pembangun budaya perjalanan yang berkesan (infra as culture) dengan
menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik.
Transformasi yang dilakukan diantaranya yaitu penguatan layanan preservasi untuk
menjaga kualitas dan keselamatan jalan (protect the journey), peningkatan layanan
rest area sebagai titik destinasi yang mendukung kenyamanan pengguna selama
perjalanan (support the journey), serta penguatan layanan informasi yang
memastikan informasi perjalanan tersedia secara tepat dan mudah diakses (inform
the journey).
Transformasi rest area, baik Travoy Rest maupun rest area yang dikelola oleh mitra
di Jalan Tol Jasa Marga Group, dilatarbelakangi komitmen Jasa Marga untuk terus
meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan di setiap touch points jalan
tol, mulai dari persiapan perjalanan, memasuki ruas jalan tol, hingga keluar dari jalan
tol menuju tujuan akhir.
Saat ini, terdapat 62 rest area di seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga Group baik
yang dikelola oleh Jasa Marga dan pihak mitra. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26
rest area yang dikelola Jasa Marga bertransformasi menjadi Travoy Rest dengan
standar baru secara bertahap sepanjang 2026 hingga 2027.
2. Dhanang Ardhianta
Bagaimana dengan dividend policy Jasa Marga? Apakah Jasa Marga masih
akan tetap membagikan dividen di tahun-tahun mendatang?
(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)
Jasa Marga dikategorikan sebagai perusahaan defensif dengan karakteristik usaha
konsesi yang diharapkan memberikan nilai berkelanjutan dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, Perseroan memahami pentingnya menjaga konsistensi pembayaran
dividen kepada pemegang saham dengan Dividend Payout Ratio (DPR) yang stabil
dan sesuai ekspektasi.
Di dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, Jasa Marga membagikan dividen
kepada pemegang saham sebesar Rp1,1 triliun atau setara dengan 31% dari laba
bersih Perseroan Tahun Buku 2025. Kedepannya, Perseroan berkomitmen untuk
menjaga stabilitas pembagian dividen secara nominal dengan tetap
mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan investasi, dan keberlanjutan
bisnis Perseroan.
Halaman 9 dari 13
Page 10
3. Anggun Putri
Apakah Jasa Marga masih aktif mengikuti tender atau proses pengusahaan
jalan tol baru pada 2026? Tender proyek jalan tol apa yang saat ini diikuti oleh
Jasa Marga?
(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)
Jasa Marga tetap membuka peluang untuk berpartisipasi dalam pengusahaan jalan
tol baru sesuai dengan strategi dan arah pengembangan perusahaan. Namun
demikian, keikutsertaan dalam setiap peluang pengusahaan dilakukan secara
selektif dan melalui proses evaluasi yang komprehensif, dengan mempertimbangkan
antara lain prospek lalu lintas, konektivitas dengan jaringan jalan tol eksisting,
kelayakan investasi, serta kemampuan finansial perusahaan.
Lebih lanjut, dalam hal ekspansi bisnis, sesuai dengan arah strategis yang telah
disampaikan sebelumnya, Jasa Marga juga terbuka untuk peluang investasi pada
sektor brownfield mengingat saat ini tender jalan tol baru memang tidak terlalu
banyak jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Namun yang kami
pastikan, Jasa Marga tidak semata-mata berorientasi pada penambahan ruas baru,
tetapi juga memastikan bahwa setiap peluang investasi yang dipertimbangkan dapat
memberikan nilai tambah dan mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
4. Riza Naufal
Bagaimana peran Jasa Marga dalam proses Streamlining yang saat ini menjadi
fokus Danantara? Apakah ruas-ruas tol milik BUMN Karya akan diambil juga
oleh Jasa Marga?
(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)
Jasa Marga melihat agenda streamlining Danantara sebagai bagian dari upaya
penataan dan optimalisasi portofolio BUMN untuk meningkatkan efektivitas dan
penciptaan nilai. Saat ini, Jasa Marga masih berkoordinasi dengan Pemegang
Saham, Danantara, dan BP BUMN terkait agenda tersebut.
Proses penataan tersebut juga dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip tata
kelola yang baik (GCG), dilakukan berdasarkan kajian yang komprehensif, fair dan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta diharapkan
dapat memberikan value creation bagi Perseroan dan pemangku kepentingan.
5. Kevin Putrawieka
Berapa serapan Capex Jasa Marga sampai dengan Semester I 2026 dan
bagaimana penggunaannya?
(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)
Perseroan mengupayakan optimalisasi jadwal konstruksi dan pengoperasian jalan
tol baru secara bertahap. Adapun untuk capex di 2026 masih berjalan sesuai
rencana, sampai dengan Semester I 2026 serapan capex operasional,
pemeliharaan, dan investasi pembangunan jalan tol terealisasi sebesar Rp4,4 triliun.
Adapun serapan capex hingga akhir tahun sangat bergantung pada kondisi realisasi
Halaman 10 dari 13
Page 11
di lapangan, namun kami estimasikan untuk capex investasi sampai dengan akhir
tahun adalah sekitar Rp12 triliun.
Sesi II : Press Conference
1. Leni Wandira – Kontan
Berapa target pendapatan dan laba Jasa Marga pada 2026? Apakah ada
perubahan target dibandingkan target awal?
(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)
Secara umum kami menargetkan target kinerja yang lebih baik. Dalam menjaga
pertumbuhan kinerja dan mengelola kesehatan finansial tahun 2026, Jasa Marga
konsisten melakukan sejumlah inisiatif strategis. Dari sisi top line, kami
memastikan target tumbuhnya pendapatan usaha dapat tercapai dengan
menjaga pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol sehingga
pelayanan kepada masyarakat tetap optimal sekaligus upaya penyesuaian tarif
jalan tol dapat dilakukan sesuai yang telah direncanakan. Selain itu, Jasa Marga
juga berkomitmen menjaga EBITDA untuk selalu bertumbuh dengan memastikan
alokasi anggaran secara efektif dan efisien untuk menjalankan program kerja
yang tepat guna.
2. Heri – Media Indonesia
Di tengah perkembangan digitalisasi dan AI, bagaimana proses digitalisasi
layanan Jasa Marga pada 2026? Apa inovasi barunya saat ini?
(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)
Bagi Jasa Marga, inovasi bukanlah sebuah pilihan. Inovasi teknologi merupakan
sebuah keharusan untuk terus menghadirkan layanan yang relevan dengan
kebutuhan dan ekspektasi pengguna jalan yang semakin berkembang. Proses
digitalisasi layanan di Jasa Marga saat ini di antaranya dilakukan melalui Jasa
Marga Tollroad Command Center (JMTC) yang berfungsi sebagai pusat kendali
lalu lintas berbasis Intelligent Transportation System (ITS). Di sisi lain kami juga
mengembangkan Aplikasi Travoy yaitu asisten digital perjalanan untuk pengguna
jalan yang memuat CCTV real-time, informasi tarif tol, laporan kecelakaan, resi
digital, hingga layanan derek online. Jasa Marga juga mengembangkan sistem
terpadu Weigh in Motion (WIM), RFID reader, dan Automatic Number Plate
Recognition (ANPR) yang terintegrasi dengan sistem Bukti Lulus Uji Elektronik
(BLUe) Kementerian Perhubungan untuk pengawasan kendaraan angkutan
barang. Dari sisi preservasi, terdapat armada inspeksi Hawkeye untuk identifikasi
dini kondisi perkerasan jalan. Serta dalam pengembangan terbaru saat ini yaitu
TROOPS (Tollroad Real-time Operational Oversight Performance System) yang
merupakan dashboard pelaporan terintegrasi untuk mencatat, memantau, dan
menindaklanjuti kendala operasional secara real-time.
Halaman 11 dari 13
Page 12
3. Vedhit – Marketeers
Apakah Jasa Marga akan mengoperasikan jalan tol baru di tahun 2026 ini?
(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)
Di tahun 2026, Jasa Marga akan mengoperasikan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen
Seksi 6 Ambarawa – Bawen sekitar 4,98 km yang saat ini telah memasuki tahap
Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) dan direncanakan dapat beroperasi pada
November 2026. Selain itu, di awal tahun 2027, akan ada sekitar 62 km jalan tol
yang siap dioperasikan, di antaranya yaitu Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi,
Jogja – Solo dan Jogja – Bawen.
Halaman 12 dari 13
Page 13
Pernyataan Penutup
(Disampaikan oleh Bapak Rivan A. Purwantono)
Sebagai penutup, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan
yang telah diberikan oleh para investor pasar modal kepada Jasa Marga selama ini.
Kepercayaan tersebut merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus
menjaga dan meningkatkan kinerja Perseroan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan yang telah disampaikan sebelumnya, manajemen berkomitmen untuk
terus memperkuat fundamental perusahaan melalui peningkatan efisiensi dan kualitas
pelayanan, penguatan disiplin keuangan, pengendalian belanja modal, serta
transformasi model bisnis dan optimalisasi portofolio Perseroan.
Seluruh langkah tersebut akan tetap didukung oleh tata kelola yang kuat, sekaligus
membuka peluang-peluang baru untuk menciptakan nilai tambah bagi Perseroan. Pada
akhirnya, seluruh upaya ini memiliki satu tujuan, yaitu membangun Perseroan yang
semakin sehat, semakin kuat, dan semakin sustainable.
Kami percaya, pertumbuhan yang berkelanjutan bukan hanya tentang bagaimana
perusahaan berkembang, tetapi juga tentang bagaimana pertumbuhan tersebut mampu
menghasilkan kinerja yang semakin sehat, resilient, dan konsisten dalam jangka
panjang. Karena itu, kami akan terus berupaya menghadirkan manfaat yang semakin
besar bagi masyarakat dan pengguna jalan, sekaligus menciptakan value yang semakin
baik bagi para investor dan pemegang saham.
Karena bagi kami, keberhasilan transformasi bukan sekedar ketika perusahaan mampu
tumbuh, tetapi ketika pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai yang
berkelanjutan dan menjadi fondasi bagi pertumbuhan Jasa Marga di masa depan.
Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan kepada Jasa Marga.
Halaman 13 dari 13
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Rivan A. Purwantono
· Direktur Utama
p.1 ×9
unresolved
—
Ari Respati
· Direktur
p.1
unresolved
org
PT Jasa Marga Tollroad Operator
p.2
unresolved
org
PT Jasa Marga Tollroad Maintenance
p.2
unresolved
org
PT Jasa Marga Related Business
p.2
unresolved
org
PT Jasamarga Related Business
p.4
unresolved
org
Kementerian Perhubungan
p.4 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.