Back to announcement
20260915_SMIL_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32148701_lamp1.pdf
Other Text extracted SMILSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 20
Page 1
Bekasi, 14 September 2026
No : 044/CORSEC/SMIL/IX/2026
Kepada Yth :
Direksi PT Bursa Efek Indonesia
PT. Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Perihal : Surat Pengantar Tanggapan Bursa No. S-11526/BEI.PLP/09-2026.
Sehubungan dengan surat Bursa Efek Indonesia No. S-11287/BEI.PP2/09-2026 pada tangal 3
September 2026, Perseroan melampirkan tanggapan penjelasan dan jawaban.
Demikian Perseroan sampaikan, kami mengucapkan terima kasih
Hormat kami,
PT Sarana Mitra Luas Tbk
Hadi Suhermin
Direktur Utama
Tembusan :
1. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 – PT Bursa Efek Indonesia
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 2
PENJELASAN TERKAIT LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2026
1. Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 5 tentang Piutang Usaha, saldo
Piutang Usaha Pihak Ketiga per 30 Juni 2026 sebesar Rp135,93 miliar atau meningkat sebesar
Rp16,92 miliar (14,23%) dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp119,00 miliar.
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan saldo piutang usaha pihak ketiga pada semester I 2026.
Jawaban:
Peningkatan saldo piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp16,92 miliar (14,23%) pada semester
I 2026 terutama disebabkan oleh pertumbuhan volume pendapatan sewa dan penjualan forklift
Perseroan.
b. Kesesuaian peningkatan piutang usaha dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan
Perseroan pada periode berjalan.
Jawaban:
Pertumbuhan piutang usaha (14,23%) berada di bawah pertumbuhan pendapatan neto
Perseroan pada periode yang sama (19,31%, dari Rp210,25 miliar menjadi Rp250,83 miliar).
Dengan demikian, peningkatan piutang usaha secara proporsional masih wajar dan konsisten
arah dengan pertumbuhan pendapatan, bahkan menunjukkan perbaikan efisiensi penagihan
relatif terhadap skala bisnis.
c. Tingkat kolektibilitas piutang usaha dimaksud dan dasar keyakinan manajemen atas
kebertertagihannya.
Jawaban:
Berdasarkan umur piutang usaha, komposisi piutang per 30 Juni 2026 didominasi oleh piutang
yang belum jatuh tempo (35,7%) dan lewat jatuh tempo 1-30 hari (18,2%), sementara porsi
piutang lewat jatuh tempo di atas 60 hari sebesar Rp39,05 miliar (27,3% dari saldo bruto).
Keyakinan manajemen atas ketertagihan piutang didasarkan pada rekam jejak historis
penagihan dan konsentrasi pelanggan pada perusahaan-perusahaan besar dan established
(mayoritas grup industri pulp dan kertas skala nasional).
d. Agar disampaikan realisasi penerimaan piutang setelah tanggal 30 Juni 2026 beserta nilai
penerimaan dan persentasenya terhadap saldo piutang terkait.
Jawaban:
Realisasi penerimaan piutang usaha setelah tanggal 30 Juni 2026 yaitu sebesar Rp
62.750.276.128 atau sebesar 46,16% dari nilai piutang usaha per 30 Juni 2026.
e. Rincian Aging schedule untuk piutang lewat 60 hari, termasuk rincian pelanggan utama, nilai
piutang masing-masing, dan jangka waktu keterlambatannya.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 3
f. Langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk menjaga kualitas piutang dan memitigasi
risiko kredit pelanggan.
Jawaban:
Langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk menjaga kualitas piutang antara lain: (i)
kebijakan Perseroan hanya melakukan transaksi sewa dan penjualan dengan pihak ketiga yang
telah dikenal dan memiliki rekam jejak kredit yang baik (creditworthy); (ii) penilaian risiko
kredit secara berkelompok (grouping) berdasarkan karakteristik risiko pelanggan yang serupa;
(iii) penjaminan sebagian piutang usaha sebagai agunan fasilitas kredit dari PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk, yang turut mendorong disiplin pemantauan kolektibilitas; dan (iv)
per Juli 2025 Perseroan memperoleh fasilitas Demand Loan (Supply Chain Financing) dari PT
Bank Sinarmas Tbk yang ditujukan untuk pembiayaan invoice kepada vendor/pemasok grup
PT APP Purinusa Ekapersada (grup usaha pulp dan kertas yang menjadi pelanggan utama
Perseroan), yang turut membantu mempercepat siklus kas pada rantai pasok pelanggan utama.
g. Dasar pertimbangan manajemen dalam menentukan penyisihan kerugian kredit ekspektasian
(ECL) atas piutang usaha dimaksud.
Jawaban:
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (CKPN/ECL) atas piutang usaha ditentukan
Perseroan secara kolektif berdasarkan pengelompokan pelanggan dengan karakteristik risiko
yang serupa dan pengalaman kerugian historis, mencerminkan ekspektasi kerugian kredit
sepanjang umur piutang (lifetime expected credit losses) sesuai dengan PSAK 71.
2. Berdasarkan CALK nomor 8 tentang Persediaan, saldo Persediaan per 30 Juni 2026 sebesar
Rp105,91 miliar atau meningkat sebesar Rp19,28 miliar (22,26%) dibandingkan posisi per 31
Desember 2025 sebesar Rp86,63 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan saldo persediaan pada semester I 2026.
Jawaban:
Peningkatan saldo persediaan sebesar Rp19,28 miliar (22,26%) pada semester I 2026 terutama
disebabkan oleh penambahan stok forklift untuk dijual, dari Rp79,08 miliar (31 Desember
2025) menjadi Rp99,41 miliar (30 Juni 2026), sejalan dengan penguatan lini usaha penjualan
forklift yang tumbuh signifikan (naik sekitar 423% pada tahun 2025 dibandingkan 2024, dan
Rp11,50 miliar pada semester I 2026 dibandingkan Rp6,81 miliar pada semester I 2025).
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 4
b. Kesesuaian peningkatan persediaan dengan kebutuhan operasional dan strategi ekspansi usaha
Perseroan.
Jawaban:
Peningkatan persediaan konsisten dengan kebutuhan operasional dan strategi ekspansi usaha
Perseroan, khususnya untuk mendukung: (i) pertumbuhan penjualan forklift sebagai lini usaha
kedua Perseroan; (ii) rencana ekspansi ke usaha sewa alat berat untuk sektor pertambangan
yang dimulai pada akhir tahun 2025; dan (iii) target jangka panjang Perseroan agar 85%
pendapatan berasal dari sewa forklift elektrik dalam 5 tahun ke depan, yang memerlukan
penambahan stok unit forklift elektrik.
c. Rincian komposisi persediaan per 30 Juni 2026.
Jawaban:
Rincian komposisi persediaan per 30 Juni 2026 yaitu forklift untuk dijual Rp99.412.643.730
(93,9%) dan suku cadang Rp6.500.867.379 (6,1%), dengan jumlah keseluruhan
Rp105.913.511.109.
d. Tingkat perputaran persediaan (inventory turnover) dibandingkan periode sebelumnya.
Jawaban:
Beban pokok pendapatan yang berasal dari pemakaian forklift dan suku cadang tercatat
sebesar Rp9,55 miliar pada semester I 2026, menurun dibandingkan Rp14,81 miliar pada
semester I 2025, meskipun saldo akhir persediaan meningkat. Hal ini mencerminkan bahwa
peningkatan saldo persediaan untuk penambahan stok untuk mengantisipasi permintaan pada
semester II 2026 (termasuk musim penjualan/pengiriman unit elektrik). Sebagai perbandingan
tahunan, total beban pokok forklift dan suku cadang sebesar Rp41,06 miliar (2025)
dibandingkan Rp22,29 miliar (2024) terhadap rata-rata saldo persediaan Rp92,87 miliar,
menghasilkan tingkat perputaran tahunan sekitar 0,44 kali.
e. Persediaan yang mengalami penurunan nilai, usang, atau slow moving.
Jawaban:
Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat persediaan forklift maupun suku cadang
yang mengalami indikasi penurunan nilai, keusangan, atau pergerakan lambat (slow moving)
secara material per 30 Juni 2026. Forklift yang tersedia untuk dijual merupakan unit baru
dengan permintaan pasar yang aktif, khususnya untuk unit forklift elektrik.
f. Kebijakan Perseroan dalam melakukan penelaahan atas nilai realisasi neto persediaan.
Jawaban:
Kebijakan Perseroan menyatakan persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara
biaya perolehan dan nilai realisasi neto (net realizable value), dengan biaya perolehan
ditentukan menggunakan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method). Penelaahan
nilai realisasi neto dilakukan berdasarkan kajian kondisi individual persediaan (harga jual
estimasian dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan penjualan), dan dilakukan secara berkala
oleh manajemen.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 5
g. Dasar pertimbangan manajemen tidak membentuk cadangan penurunan nilai persediaan.
Jawaban:
Manajemen tidak membentuk cadangan penurunan nilai persediaan karena hasil penelaahan
menunjukkan nilai tercatat persediaan (baik forklift untuk dijual maupun suku cadang) belum
melampaui nilai realisasi netonya, mengingat kondisi unit yang baru/layak jual serta
permintaan pasar yang masih terjaga untuk seluruh kategori persediaan Perseroan.
3. Berdasarkan CALK nomor 11 tentang Uang Muka Pembelian Aset Tetap, saldo Uang Muka
Pembelian Aset Tetap per 30 Juni 2026 sebesar Rp98,93 miliar atau meningkat sebesar Rp60,13
miliar (154,95%) dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp38,81 miliar. Atas hal
tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan saldo uang muka pembelian aset tetap yang signifikan pada
semester I 2026.
Jawaban:
Peningkatan signifikan saldo uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp60,13 miliar
(154,95%) pada semester I 2026 merupakan kelanjutan dari program penambahan armada
forklift Perseroan yang telah dimulai sejak akhir tahun 2025 (saldo naik dari Rp78,4 juta pada
31 Desember 2024 menjadi Rp38,81 miliar pada 31 Desember 2025), didorong oleh kebutuhan
ekspansi kapasitas sewa serta pergeseran strategi jangka panjang Perseroan menuju armada
forklift elektrik.
b. Rincian pihak pemasok yang membentuk saldo material beserta nilai masing-masing saldo.
Jawaban:
Seluruh saldo uang muka pembelian aset tetap per 30 Juni 2026 sebesar Rp98.930.290.552
(100%) merupakan uang muka kepada pemasok tunggal, yaitu Heli Southeast Asia Co., Ltd.,
selaku prinsipal/dealer forklift bagi Perseroan (sertifikat dealer berlaku sampai dengan 31
Desember 2026).
c. Jenis aset, jumlah unit, dan nilai transaksi yang mendasari pembayaran uang muka tersebut.
Jawaban:
Rincian uang muka tersebut yaitu sebagai berikut:
Jenis aset: Forklift
Jumlah unit: 606 Unit
Nilai transaksi: CNY 40.065.054
d. Keterkaitan peningkatan saldo uang muka pembelian aset tetap dengan rencana ekspansi
armada forklift Perseroan.
Jawaban:
Peningkatan saldo uang muka pembelian aset tetap berkaitan langsung dengan rencana
ekspansi armada forklift Perseroan, khususnya penambahan unit forklift elektrik. Hal ini juga
selaras dengan pengalokasian sisa dana hasil penerbitan Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun
2024 (Rp300 miliar) yang secara eksplisit dialokasikan untuk "keperluan belanja modal kerja
Perusahaan yaitu pembelian forklift elektrik, baterai lithium dan charger baterai lithium", serta
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 6
target jangka panjang Perseroan agar 85% pendapatan berasal dari sewa forklift elektrik dalam 5
tahun ke depan.
e. Tingkat realisasi pengadaan aset sampai dengan tanggal penyampaian penjelasan ini.
Jawaban:
Tingkat realisasi pengadaan aset sampai dengan tanggal penyampaian penjelasan ini yaitu
sebesar Rp 61.348.672.392 atau sebesar 62% dari total uang muka pembelian aset tetap per 30
Juni 2026
f. Estimasi penyelesaian transaksi dan waktu aset mulai beroperasi.
Jawaban:
Estimasi penyelesaian transaksi dan waktu aset mulai beroperasi yaitu pada bulan Oktober
2026
g. Dampak penambahan aset dimaksud terhadap proyeksi pendapatan dan kinerja Perseroan.
Jawaban:
Penambahan aset forklift dari uang muka diproyeksikan mendukung pencapaian target
pendapatan Perseroan sebesar Rp600 miliar dan target laba bersih sebesar Rp120 miliar pada
tahun 2026, melalui penambahan kapasitas armada sewa, khususnya forklift elektrik yang
memiliki potensi permintaan yang terus bertumbuh sejalan tren keberlanjutan di kalangan
pelanggan industri.
h. Agar Perseroan melampirkan kontrak atau dokumen pembelian yang mendasari saldo material
tersebut.
Jawaban:
Berikut kami lampirkan kontrak dan dokumen pembelian yang mendasari saldo tersebut.
4. Berdasarkan CALK nomor 5 tentang Deposito Berjangka, saldo Deposito Berjangka per 30
Juni 2026 sebesar Rp65,50 miliar dan relatif tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi per
31 Desember 2025. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Tujuan penempatan dana Perseroan pada deposito berjangka tersebut.
Jawaban:
Penempatan dana pada deposito berjangka bertujuan untuk manajemen likuiditas dan sebagai
instrumen penjaminan (agunan) atas fasilitas kredit perbankan Perseroan.
b. Jangka waktu dan tingkat bunga deposito berjangka dimaksud.
Jawaban:
Deposito ditempatkan pada PT Bank Pan Indonesia Tbk sebesar Rp60 miliar dan PT Bank
Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp5,5 miliar, dengan tingkat bunga berkisar 4,25%-6,25%
per tahun dengan jangka waktu masing-masing 3 bulan dan 12 bulan.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 7
c. Pembatasan penggunaan dana atas deposito berjangka tersebut.
Jawaban:
Deposito berjangka pada PT Bank Danamon Indonesia Tbk digunakan sebagai
jaminan/agunan atas fasilitas kredit yang diperoleh Perseroan dari bank tersebut
(menggantikan agunan sertifikat tanah berdasarkan adendum perjanjian kredit tanggal 20
November 2024). Sedangkan untuk deposito pada PT Bank Pan Indonesia Tbk tidak memiliki
pembatasan penggunaan.
d. Pertimbangan manajemen mempertahankan saldo deposito berjangka di tengah kebutuhan
pendanaan ekspansi usaha Perseroan.
Jawaban:
Manajemen mempertahankan saldo deposito berjangka terutama karena sebagian bersifat
mengikat sebagai agunan fasilitas kredit yang masih berjalan (sehingga tidak dapat dicairkan
tanpa negosiasi ulang dengan bank terkait), sementara kebutuhan pendanaan ekspansi usaha
telah dipenuhXi melalui kombinasi arus kas operasi, penerbitan Obligasi I Sarana Mitra Luas
Tahun 2024 (Rp300 miliar), fasilitas pinjaman bank jangka pendek, dan pembiayaan
konsumen, sehingga pencairan deposito bukan merupakan sumber pendanaan yang
diprioritaskan.
e. Rencana penggunaan dana deposito berjangka sampai dengan akhir tahun buku 2026.
Jawaban:
Rencana penggunaan dana deposito berjangka sampai dengan akhir tahun buku 2026 yaitu
untuk penambahan modal kerja dan operasional perseroan.
5. Berdasarkan CALK nomor 9 tentang Aset Lancar Lainnya, saldo Aset Lancar Lainnya per 30 Juni
2026 sebesar Rp9,65 miliar atau menurun sebesar Rp10,66 miliar (52,49%) dibandingkan posisi
per 31 Desember 2025 sebesar Rp20,31 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Nature saldo aset lancar lainnya per 30 Juni 2026.
Jawaban:
Saldo Aset Lancar Lainnya per 30 Juni 2026 seluruhnya merupakan investasi pada reksa dana
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL), terdiri dari Reksa Dana Panin Dana
Pendapatan Berkala sebesar Rp9.651.693.955 dan Reksa Dana Panin Dana Liquid sebesar
Rp450.946, dengan jumlah keseluruhan Rp9.652.144.901.
b. Faktor penyebab menurunnya saldo aset lancar lainnya selama semester I 2026.
Jawaban:
Penurunan saldo sebesar Rp10,66 miliar (52,49%) pada semester I 2026 disebabkan oleh
pencairan (redemption) investasi reksa dana Panin Dana Pendapatan Berkala sebesar
Rp9,9987 miliar, ditambah kerugian nilai wajar (belum direalisasi) sebesar Rp661,56 juta yang
diakui dalam penghasilan usaha lain-lain neto.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 8
c. Realisasi penggunaan atau penyelesaian saldo aset lancar lainnya yang mengalami penurunan
tersebut.
Jawaban:
Dana hasil pencairan reksa dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja
Perseroan, termasuk sebagai bagian dari pendanaan uang muka pembelian aset tetap (forklift),
sehingga mengurangi ketergantungan pada pendanaan eksternal tambahan untuk mendukung
ekspansi armada.
d. Dampak penurunan saldo aset lancar lainnya terhadap aktivitas operasional Perseroan.
Jawaban:
Penurunan saldo aset lancar lainnya tidak berdampak negatif terhadap aktivitas operasional
Perseroan, karena instrumen ini bersifat investasi surplus kas (bukan aset operasional) dan
tidak ada aset dalam akun ini yang dijaminkan sebagai agunan.
6. Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian, total aset Perseroan per 30 Juni 2026
sebesar Rp1,198 triliun atau meningkat sebesar Rp42,17 miliar (3,65%) dibandingkan posisi per
31 Desember 2025 sebesar Rp1,156 triliun. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Faktor penyebab meningkatnya aset Perseroan pada semester I 2026.
Jawaban:
Peningkatan total aset Perseroan sebesar Rp42,17 miliar (3,65%) pada semester I 2026
terutama didorong oleh kenaikan pada akun-akun aset tidak lancar terkait ekspansi armada
forklift, yaitu uang muka pembelian aset tetap (+Rp60,13 miliar) dan aset tetap neto (+Rp27,06
miliar), serta kenaikan persediaan (+Rp19,28 miliar) dan piutang usaha (+Rp16,92 miliar),
yang sebagian diimbangi oleh penurunan saldo kas dan bank (-Rp68,75 miliar, dari Rp76,73
miliar menjadi Rp7,98 miliar) serta penurunan aset keuangan lancar lainnya (-Rp10,66 miliar).
b. Kesesuaian peningkatan aset tersebut dengan strategi dan rencana bisnis Perseroan.
Jawaban:
Peningkatan aset ini konsisten dengan strategi dan rencana bisnis Perseroan untuk tahun 2026,
yaitu ekspansi kapasitas armada forklift (termasuk forklift elektrik), penguatan lini penjualan
forklift, serta perluasan ke usaha sewa alat berat sektor pertambangan, sebagaimana
diungkapkan dalam Laporan Tahunan 2025 dan target pendapatan Rp600 miliar tahun 2026.
c. Kontribusi masing-masing akun material terhadap peningkatan aset Perseroan.
Jawaban:
Kontribusi masing-masing akun material terhadap kenaikan aset (neto): uang muka pembelian
aset tetap +Rp60,13 miliar (kontributor terbesar), aset tetap neto +Rp27,06 miliar, persediaan
+Rp19,28 miliar, piutang usaha +Rp16,92 miliar; dikurangi penurunan kas dan bank -Rp68,75
miliar dan aset keuangan lancar lainnya -Rp10,66 miliar, dengan komponen lain relatif stabil,
menghasilkan kenaikan neto Rp42,17 miliar.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 9
d. Proyeksi utilisasi dan manfaat ekonomis atas penambahan aset yang dilakukan Perseroan.
Jawaban:
Penambahan aset (khususnya armada forklift dan uang muka pembeliannya) diproyeksikan
memberikan manfaat ekonomis berupa peningkatan kapasitas sewa dan penjualan forklift yang
mendukung pencapaian target pendapatan Rp600 miliar dan target laba bersih Rp120 miliar
pada tahun 2026, sejalan dengan strategi jangka panjang diversifikasi ke forklift elektrik dan
sewa alat berat pertambangan.
7. Berdasarkan CALK nomor 18 tentang Pendapatan, Perseroan membukukan pendapatan sebesar
Rp250,83 miliar per 30 Juni 2026 atau meningkat sebesar Rp40,58 miliar (19,31%) dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp210,25 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Faktor penyebab meningkatnya pendapatan Perseroan pada semester I 2026.
Jawaban:
Peningkatan pendapatan Perseroan sebesar Rp40,58 miliar (19,31%) pada semester I 2026
disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan sewa forklift neto (dari Rp203,44 miliar menjadi
Rp239,34 miliar, kontribusi +Rp35,89 miliar atau 88,4% dari total kenaikan) serta
pertumbuhan pendapatan penjualan forklift (dari Rp6,81 miliar menjadi Rp11,50 miliar,
kontribusi +Rp4,69 miliar atau 11,6% dari total kenaikan), didukung oleh penambahan
kapasitas armada melalui capex forklift sebesar Rp52,25 miliar pada semester I 2026.
b. Kontribusi masing-masing segmen usaha terhadap peningkatan pendapatan dimaksud.
Jawaban:
Kontribusi segmen usaha terhadap total pendapatan semester I 2026: segmen sewa forklift
Rp239,34 miliar (95,4% dari total pendapatan) dan segmen penjualan forklift Rp11,50 miliar
(4,6%). Segmen sewa memberikan kontribusi dominan terhadap kenaikan pendapatan (88,4%
dari total kenaikan), sementara segmen penjualan forklift bertumbuh dengan laju yang jauh
lebih tinggi secara persentase (+68,8% dibandingkan +17,6% pada segmen sewa).
c. Pelanggan atau kelompok pelanggan utama yang memberikan kontribusi material terhadap
pendapatan Perseroan.
Jawaban:
Pelanggan utama yang memberikan kontribusi material (di atas 10% dari pendapatan neto)
adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, dengan kontribusi Rp56,03 miliar atau 22,34% dari
pendapatan neto semester I 2026 (dibandingkan 21,93% pada semester I 2025). Selain itu, PT
Oki Pulp & Paper Mills dan PT Pindo Deli Pulp And Paper Mills tercatat sebagai pelanggan
dengan saldo piutang terbesar berikutnya, seluruhnya merupakan bagian dari grup usaha pulp
dan kertas nasional (grup PT APP Purinusa Ekapersada), mencerminkan konsentrasi
pelanggan pada sektor manufaktur pulp dan kertas.
d. Tingkat utilisasi armada forklift Perseroan per 30 Juni 2026 dibandingkan periode yang sama
tahun sebelumnya.
Jawaban:
Tingkat utilisasi armada forklift Perseroan per 30 Juni 2026 dibandingkan periode yang sama
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 10
tahun sebelumnya yaitu sebesar 70%
e. Prospek keberlanjutan pertumbuhan pendapatan pada semester II 2026.
Jawaban:
Prospek keberlanjutan pertumbuhan pendapatan pada semester II 2026 didukung oleh: (i)
target pendapatan penuh tahun 2026 sebesar Rp600 miliar yang telah ditetapkan
(mengimplikasikan kebutuhan pendapatan semester II sekitar Rp349 miliar, konsisten dengan
pola musiman historis Perseroan); (ii) realisasi bertahap penambahan armada dari uang muka
pembelian aset tetap yang saat ini masih dalam proses pengiriman; (iii) ekspansi ke usaha sewa
alat berat sektor pertambangan yang dimulai akhir 2025; dan (iv) pertumbuhan berkelanjutan
penjualan forklift merek HELI.
Lain-lain
8. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Jawaban:
Sampai dengan tanggal surat ini, tidak terdapat informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya
yang bersifat material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup
Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik, selain hal-hal yang telah diungkapkan dalam
Laporan Keuangan, Laporan Tahunan, dan keterbukaan informasi Perseroan yang telah
disampaikan sebelumnya
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 11
(Terkait tanggapan atas pertanyaan dan dokumen di bawah ini agar dapat disampaikan melalui
Form E074 – Surat Menyurat Emiten dengan Bursa)
Terkait Realisasi Proyeksi Laporan Keuangan per 31 Desember 2025
Pada saat penawaran umum perdana saham Perseroan, Perseroan memperkirakan pertumbuhan usaha
Perseroan dibandingkan dengan realisasi dalam Laporan Keuangan per 31 Desember 2025 sebagai
berikut:
PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL)
C141. Construction Machinery & Heavy Vehicles 31-Dec-25 31-Dec-25 (%)
Ikthisar Laporan Keuangan
Aset lancar 374.464.644.598,00 54,43
Aset tidak lancar 687.951.162.120,48 %
Total Aset 781.329.974.172,00 77,60
Liabilitas lancar 100.968.756.629,00 81,20%
Liabilitas tidak lancar 124.349.213.515,95 7561,70
Total Liabilitas 318.416.757.972,00 %
Saldo laba ditahan 4.210.916.861,45 326,22%
Total Ekuitas 419.385.514.601,00 90,23%
Pendapatan 409.278.809.028,00 68,48
Laba kotor 5917.5629.569.288,99 %
Laba usaha 10 65,71
Laba sebelum pajak 39.051.827.715,5 %
Laba tahun/periode berjalan 9 55,12
Arus kas neto dari aktivitas operasi 18 231.884. 7
Arus kas neto dari aktivitas investasi - - 336.885.672.331,20 9,92%
Arus kas neto dari aktivitas pendanaan - 240.601. 9
Perubahan Neto di Kas dan Setara Kas - 135.600. 5,54%
9. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp409,28 miliar pada tahun 2025 namun Perseroan
memproyeksikan sebesar Rp597,63 miliar atau realisasinya hanya sekitar 68,48% dari target. Atas
hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Faktor penyebab realisasi pendapatan tahun 2025 tidak mencapai proyeksi yang telah
disampaikan pada saat proses penawaran umum.
Jawaban:
Realisasi pendapatan 2025 sebesar Rp409,28 miliar tetap mencatatkan pertumbuhan 11,9%
dibandingkan 2024 (Rp365,93 miliar) dan bahkan melampaui target Rencana Kerja dan
Anggaran Perusahaan (RKAP) internal tahun 2025 sebesar Rp400 miliar (realisasi 102,32%),
namun berada signifikan di bawah proyeksi jangka panjang yang disampaikan pada
Prospektus IPO (Rp597,63 miliar). Penyebab utama adalah skala ekspansi kapasitas armada
yang terealisasi lebih moderat dibandingkan asumsi awal Prospektus IPO, sejalan dengan tidak
terealisasinya asumsi penambahan modal (ekuitas) melalui exercise waran serta tantangan
makroekonomi 2025 seperti ketegangan dagang global, pelemahan mata uang rupiah yang
meningkatkan biaya impor unit forklift, dan ketidakpastian kebijakan domestik.
b. Segmen usaha, produk, atau kegiatan operasional yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap deviasi antara proyeksi dan realisasi pendapatan tahun 2025.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 12
Jawaban:
Segmen sewa forklift (94,4% dari total pendapatan 2025) menjadi kontributor terbesar deviasi
absolut, karena laju penambahan armada tidak secepat skenario dalam Prospektus IPO.
Segmen penjualan forklift, meski tumbuh pesat (+423% dibandingkan 2024), masih
berkontribusi relatif kecil (6,5% dari total pendapatan) sehingga belum mampu menutup
kesenjangan skala pendapatan secara keseluruhan.
c. Asumsi utama yang digunakan dalam penyusunan proyeksi pendapatan pada saat proses
penawaran umum dan faktor yang menyebabkan asumsi tersebut tidak terealisasi.
Jawaban:
Asumsi utama yang digunakan dalam penyusunan proyeksi pendapatan pada saat proses
penawaran umum antara lain:
- Pelanggan dan kontrak
- Ekspansi usaha
- Harga jual rata-rata
Faktor yang menyebabkan asumsi tersebut tidak terealisasi yaitu
- Pelemahan mata uang rupiah yang meningkatkan biaya impor unit forklift
- Ketegangan dagang global
- Ketidakpastian kebijakan domestik
d. Langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk meningkatkan pertumbuhan
pendapatan pada periode mendatang.
Jawaban:
Langkah-langkah yang telah dilakukan Perseroan untuk meningkatkan pertumbuhan
pendapatan antara lain: diversifikasi usaha melalui penjualan forklift merek HELI (tumbuh
423-500% YoY), ekspansi ke usaha sewa alat berat untuk sektor pertambangan (dimulai akhir
2025), pendanaan ekspansi armada melalui penerbitan obligasi korporasi (Rp300 miliar, 2024)
dan fasilitas perbankan tambahan (OCBC NISP, 2025), serta penetapan target pendapatan
Rp600 miliar untuk tahun 2026 (+46,6% dari realisasi 2025). Ke depan, Perseroan akan terus
memperkuat lini penjualan forklift elektrik sejalan dengan target jangka panjang 85%
pendapatan dari sewa forklift elektrik dalam 5 tahun.
10. Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp66,03 miliar pada tahun 2025 namun
Perseroan memproyeksikan sebesar Rp141,29 miliar atau realisasinya hanya mencapai 46,73%
dari target. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Faktor utama yang menyebabkan deviasi antara proyeksi laba tahun berjalan dan realisasi
tahun 2025.
Jawaban:
Deviasi utama antara proyeksi dan realisasi laba tahun berjalan 2025 disebabkan oleh: (i) skala
pendapatan yang lebih moderat dibandingkan proyeksi (68,48% dari target); dan (ii) kenaikan
tajam beban keuangan Perseroan akibat penerbitan Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024
(Rp300 miliar) yang kemungkinan tidak diasumsikan dalam skala yang sama pada Prospektus
IPO.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 13
b. Akun laporan laba rugi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap selisih antara laba yang
diproyeksikan dan realisasi laba tahun berjalan.
Jawaban:
Akun yang memberikan kontribusi terbesar terhadap selisih laba adalah Beban Keuangan,
yang meningkat dari Rp9,60 miliar (2024) menjadi Rp32,79 miliar (2025) atau naik 241,5%,
terutama terdiri dari beban bunga obligasi sebesar Rp24,18 miliar dan beban penjaminan
(guarantee fee) obligasi sebesar Rp4,5 miliar. Beban Umum dan Administrasi juga meningkat
18,9% (dari Rp40,30 miliar menjadi Rp47,91 miliar).
c. Faktor penyebab laba usaha dan laba sebelum pajak masing-masing hanya mencapai 55,12%
dan 45,30% dari proyeksi.
Jawaban:
Laba usaha hanya mencapai 55,12% dari proyeksi karena skala pendapatan yang lebih rendah
dari asumsi (68,48%) dikombinasikan dengan pertumbuhan Beban Umum dan Administrasi
(+18,9%) yang melampaui laju pertumbuhan pendapatan (+11,9%), sehingga marjin usaha
(operating leverage) tidak dapat mengimbangi kesenjangan skala pendapatan. Laba sebelum
pajak semakin tertekan menjadi 45,30% dari proyeksi akibat tambahan beban keuangan
(Beban Keuangan naik 241,5%) yang jauh melampaui asumsi awal.
d. Mengingat realisasi pendapatan mencapai 68,48% dari proyeksi, agar dijelaskan faktor
penyebab laba tahun berjalan hanya mencapai 46,73% dari target yang telah ditetapkan.
Jawaban:
Meskipun realisasi pendapatan mencapai 68,48% dari proyeksi, realisasi laba tahun berjalan
hanya mencapai 46,73% dikarenakan: (i) skala pendapatan yang lebih rendah dari asumsi awal
(menyisakan lebih sedikit basis untuk menyerap biaya tetap seperti depresiasi armada), dan
(ii) beban keuangan yang justru meningkat signifikan melebihi skala yang mungkin
diasumsikan pada saat Prospektus IPO, sebagai konsekuensi dari perubahan struktur
pendanaan Perseroan dari yang semula (berdasarkan indikasi proyeksi) mengasumsikan
penambahan modal (ekuitas) menjadi penerbitan obligasi (utang) sebagai sumber pendanaan
ekspansi utama.
e. Akun beban yang mengalami peningkatan atau kontribusi terbesar sehingga mempengaruhi
pencapaian laba Perseroan.
Jawaban:
Beban yang mengalami peningkatan signifikan dan mempengaruhi pencapaian laba: Beban
Keuangan (+Rp23,19 miliar atau +241,5%, terutama bunga dan penjaminan obligasi), Beban
Umum dan Administrasi (+Rp7,61 miliar atau +18,9%), dan Beban Pokok Pendapatan
(+Rp24,64 miliar atau +10,8%, terutama biaya operasional forklift seperti bahan bakar, suku
cadang, dan transportasi).
f. Dampak pencapaian laba yang lebih rendah dari proyeksi terhadap kondisi keuangan dan
kemampuan Perseroan dalam melakukan ekspansi usaha.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 14
Jawaban:
Pencapaian laba yang lebih rendah dari proyeksi tercermin pada penurunan marjin laba bersih
dari 22,03% (2024) menjadi 16,13% (2025) dan penurunan rasio lancar (current ratio) dari
5,56x menjadi 3,71x, serta kenaikan rasio net gearing dari 0,20x menjadi 0,47x. Meskipun
demikian, kemampuan Perseroan untuk melakukan ekspansi usaha tidak terhambat secara
material, terbukti dari tetap terealisasinya penambahan aset tetap sebesar Rp237,2 miliar pada
2025 (didanai kombinasi kas operasi, obligasi, dan pembiayaan konsumen) serta pemenuhan
seluruh rasio keuangan (financial covenant) yang dipersyaratkan dalam perjanjian obligasi dan
fasilitas bank.
g. Upaya yang akan dilakukan Perseroan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
profitabilitas pada periode mendatang.
Jawaban:
Upaya yang akan dilakukan Perseroan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
profitabilitas antara lain: optimalisasi struktur pendanaan (termasuk kemungkinan refinancing
dengan biaya bunga lebih rendah), peningkatan skala pendapatan untuk menyerap beban tetap
secara lebih optimal (economies of scale), disiplin pengendalian Beban Umum dan
Administrasi, serta pergeseran bertahap ke segmen bermarjin lebih tinggi (penjualan forklift
elektrik dan sewa alat berat pertambangan).
h. Target waktu (timeline) yang ditetapkan Perseroan untuk meningkatkan pencapaian laba
hingga mendekati asumsi yang telah disampaikan sebelumnya.
Jawaban:
Perseroan menargetkan pertumbuhan laba tahun berjalan menjadi Rp120 miliar pada tahun
2026 (naik 82% dari realisasi 2025), sebagai langkah bertahap menuju pemulihan kinerja
mendekati asumsi proyeksi awal. Target waktu (timeline) yang lebih rinci untuk periode
setelah 2026 akan ditetapkan Direksi sebagai bagian dari rencana bisnis jangka menengah
Perseroan.
11. Total aset Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,16 triliun, lebih rendah dibandingkan
proyeksi sebesar Rp1,69 triliun atau hanya mencapai 68,20% dari target. Atas hal tersebut, agar
dijelaskan:
a. Faktor penyebab realisasi total aset berada di bawah proyeksi.
Jawaban:
Realisasi total aset yang berada di bawah proyeksi terutama disebabkan oleh laju
ekspansi/investasi yang lebih moderat dibandingkan skenario Prospektus IPO, sejalan dengan
tidak terealisasinya asumsi exercise waran. Sebagai indikasi, realisasi aset lancar (54,43% dari
proyeksi) tertinggal lebih jauh dibandingkan aset tidak lancar (77,60% dari proyeksi), yang
mengindikasikan Prospektus IPO kemungkinan turut mengasumsikan saldo kas/likuiditas
hasil penambahan modal melalui waran yang tidak terealisasi, di samping skala investasi aset
tetap yang juga lebih moderat.
b. Akun aset yang memberikan kontribusi terbesar terhadap selisih antara realisasi dan proyeksi
total aset.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 15
Jawaban:
Akun yang memberikan kontribusi terbesar terhadap selisih realisasi dan proyeksi total aset
adalah kombinasi kas dan setara kas serta aset tidak lancar (aset tetap/armada forklift),
mengingat realisasi belanja modal aset tetap 2025 (penambahan Rp237,2 miliar) didanai
secara lebih konservatif (kas operasi, obligasi, pembiayaan konsumen) dibandingkan skala
pendanaan yang tampak diasumsikan dalam proyeksi awal.
c. Realisasi investasi, pengembangan usaha, dan penggunaan dana yang menjadi dasar dalam
penyusunan proyeksi pada saat penawaran umum.
Jawaban:
Realisasi investasi/belanja modal tahun 2025 terwujud dalam penambahan aset tetap sebesar
Rp237,2 miliar (terutama forklift senilai Rp150,97 miliar), didanai melalui kas yang
dibayarkan (Rp203,9 miliar), utang pembelian aset tetap (Rp5,34 miliar), dan pembiayaan
konsumen (Rp27,9 miliar) menggunakan pendanaan campuran baik dari kas operasi,
penerbitan obligasi dan penambahan modal melalui IPO, berbeda dengan dasar penyusunan
proyeksi awal yang diindikasikan mengasumsikan penambahan modal ekuitas melalui IPO
dan exercise waran sebagai sumber pendanaan utama.
d. Rencana perubahan terkait ekspansi, investasi, atau pengembangan usaha dibandingkan
dengan yang direncanakan pada saat penawaran umum.
Jawaban:
Sebagai perkembangan lanjutan dari rencana awal, Perseroan telah memperluas strategi
ekspansinya, diantaranya yaitu penguatan penjualan forklift merek HELI, ekspansi ke usaha
sewa alat berat sektor pertambangan, serta kelanjutan program penambahan forklift elektrik .
Strategi yang responsif terhadap kondisi pasar terkini, dengan pendanaan yang lebih
mengandalkan instrumen utang dibandingkan penambahan modal ekuitas (mengingat Waran
Seri I yang berpotensi mendanai ekspansi sebagian besar tidak dilaksanakan.
e. Keterkaitan antara tidak tercapainya target pendapatan dan laba dengan realisasi total aset yang
berada di bawah proyeksi.
Jawaban:
Tidak tercapainya target pendapatan dan laba berkaitan erat dengan realisasi total aset yang di
bawah proyeksi yaitu basis pendapatan dan laba yang lebih rendah menghasilkan retensi laba
dan arus kas operasi yang juga lebih rendah dari asumsi awal untuk mendanai ekspansi aset,
sehingga pendapatan, laba, dan aset saling terkait sebagai konsekuensi dari tidak terealisasinya
pendanaan melalui Waran Seri I yang tampak diasumsikan dalam proyeksi awal.
f. Dampak kondisi tersebut terhadap rencana pertumbuhan usaha Perseroan ke depan.
Jawaban:
Meskipun realisasi aset berada di bawah proyeksi awal, Perseroan tetap mempertahankan
ambisi pertumbuhan melalui target pendapatan Rp600 miliar dan laba bersih Rp120 miliar
tahun 2026, dengan pendekatan pendanaan ekspansi yang lebih terukur (memadukan kas
internal dan pendanaan eksternal secara proporsional) untuk menjaga kesehatan struktur
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 16
permodalan jangka panjang.
12. Total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp736,41 miliar, lebih rendah
dibandingkan proyeksi sebesar Rp1,57 triliun atau hanya mencapai 47,02% dari target. Atas hal
tersebut, agar dijelaskan:
a. Faktor penyebab realisasi total ekuitas berbeda secara material dibandingkan proyeksi.
Jawaban:
Realisasi total ekuitas yang jauh di bawah proyeksi (47,02%) terutama disebabkan oleh tidak
terealisasinya pendanaan ekuitas tambahan melalui exercise waran yang tampak mendasari
proyeksi awal. Secara konkret, Waran Seri I yang berpotensi menghasilkan dana hingga
Rp1,225 triliun hanya terlaksana sebesar Rp834,2 juta (1.668.469 lembar x Rp500) sepanjang
tahun 2025, jauh dari potensi maksimalnya. Akibatnya, pertumbuhan ekuitas Perseroan
sepenuhnya bergantung pada akumulasi laba ditahan organik, yang turut tertekan oleh capaian
laba tahun berjalan yang di bawah target. Pembelian kembali saham (treasury stock) senilai
Rp19,92 miliar pada tahun 2025 turut mengurangi saldo ekuitas.
b. Dampak kondisi tersebut terhadap kemampuan pendanaan, struktur permodalan, dan rencana
pengembangan usaha Perseroan.
Jawaban:
Dampak kondisi tersebut yaitu Perseroan lebih mengandalkan pendanaan utang (obligasi dan
fasilitas perbankan) untuk mendanai ekspansi usaha, tercermin dari kenaikan rasio net gearing
dari 0,20x (2024) menjadi 0,47x (2025). Peningkatan proporsi utang ini turut berkontribusi
pada kenaikan beban keuangan yang menekan profitabilitas, meskipun rasio-rasio keuangan
(financial covenant) yang dipersyaratkan kreditur tetap terpenuhi seluruhnya.
c. Strategi Perseroan dalam memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan ekuitas pada
periode mendatang.
Jawaban:
Strategi Perseroan dalam memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan ekuitas ke
depan yaitu dengan cara meningkatan laba melalui perbaikan profitabilitas, pengelolaan
kebijakan dividen secara hati-hati mempertimbangkan kebutuhan capex, serta menjaga net
gearing ratio pada tingkat yang mendukung fleksibilitas pendanaan jangka panjang.
Kemungkinan aksi korporasi tambahan akan dikaji Direksi sesuai kebutuhan dan kondisi pasar
modal.
d. Target permodalan dan ekuitas Perseroan dalam jangka menengah beserta langkah-langkah
yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut.
Jawaban:
Perseroan menargetkan pertumbuhan ekuitas secara berkelanjutan melalui peningkatan kinerja
usaha dan akumulasi laba ditahan, dengan tetap memperhatikan kebijakan pembagian dividen
dan kebutuhan pendanaan Perseroan.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 17
Untuk mencapai target tersebut, Perseroan akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
- meningkatkan kinerja operasional dan profitabilitas secara berkelanjutan guna memperkuat
kemampuan pembentukan modal internal
- mengoptimalkan pengelolaan arus kas dan modal kerja untuk menjaga likuiditas serta
efisiensi penggunaan dana
- mempertahankan struktur permodalan yang sehat dengan mengelola tingkat utang dan ekuitas
secara prudent
- menggunakan sumber pendanaan eksternal secara selektif sesuai dengan kebutuhan dan
kapasitas keuangan Perseroan
- meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas untuk mendukung peningkatan laba serta
pertumbuhan ekuitas
- mengevaluasi secara berkala kebutuhan modal untuk mendukung rencana ekspansi dan
investasi Perseroan
- melakukan aksi korporasi atau alternatif pendanaan lainnya apabila diperlukan, dengan
mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan Perseroan, serta kepentingan pemegang saham.
Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap target permodalan dan ekuitas
tersebut dengan mempertimbangkan perkembangan usaha, kondisi industri, kondisi pasar
keuangan, serta perubahan lingkungan ekonomi. Dengan demikian, struktur permodalan
diharapkan tetap berada pada tingkat yang sehat dan mampu memberikan fleksibilitas bagi
Perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang.
e. Target waktu (timeline) yang ditetapkan Perseroan untuk meningkatkan realisasi ekuitas
hingga lebih mendekati proyeksi yang disampaikan pada saat penawaran umum.
Jawaban:
Perseroan menargetkan peningkatan realisasi ekuitas secara bertahap agar dapat lebih
mendekati proyeksi yang telah disampaikan pada saat Penawaran Umum. Upaya tersebut akan
dilakukan dalam jangka menengah dengan mempertimbangkan perkembangan kinerja
operasional, tingkat profitabilitas, kondisi industri, serta kondisi ekonomi dan pasar yang dapat
memengaruhi pencapaian target Perseroan. Perseroan berharap dapat meningkatkan ekuitas
secara berkelanjutan dan secara bertahap memperkecil kesenjangan antara realisasi ekuitas
dan proyeksi yang telah disampaikan pada saat Penawaran Umum. Pencapaian target tersebut
akan dievaluasi secara berkala dan disesuaikan dengan kondisi serta perkembangan usaha
Perseroan.
13. Sehubungan dengan evaluasi pencapaian proyeksi keuangan tahun ketiga pasca Perseroan Tercatat
di Bursa, agar dijelaskan:
a. Evaluasi Perseroan atas pencapaian proyeksi keuangan tahun 2025 yang disampaikan pada
saat penawaran umum.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 18
Jawaban:
Perseroan mengakui bahwa capaian kinerja keuangan tahun 2025 berada di bawah proyeksi
yang disampaikan pada saat penawaran umum, khususnya pada aspek profitabilitas (46,73%)
dan skala neraca (total aset 68,20%, total ekuitas 47,02%), meskipun pendapatan tumbuh
positif dan bahkan melampaui target internal (102,32%).
b. Evaluasi Perseroan atas metodologi dan asumsi penyusunan proyeksi keuangan berdasarkan
realisasi kinerja tahun 2025.
Jawaban:
Perseroan telah melakukan evaluasi atas metodologi dan asumsi proyeksi keuangan dengan
membandingkannya terhadap realisasi kinerja tahun 2025. Secara umum, metodologi yang
digunakan masih relevan, namun beberapa asumsi telah disesuaikan dengan
mempertimbangkan realisasi pendapatan, beban operasional, kebutuhan modal kerja, kondisi
usaha, serta prospek bisnis Perseroan agar proyeksi lebih realistis, prudent, dan sesuai dengan
kondisi aktual
c. Apakah target usaha dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi IPO masih
relevan dengan kondisi usaha Perseroan saat ini? Jika tidak, agar dijelaskan perubahan yang
dimaksud.
Jawaban:
Target usaha dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan IPO secara
umum masih relevan dengan kondisi usaha Perseroan saat ini. Namun, Perseroan melakukan
penyesuaian terhadap beberapa asumsi dengan mempertimbangkan realisasi kinerja tahun
2025, perkembangan kondisi usaha, serta prospek pasar, sehingga target dan proyeksi tetap
realistis dan prudent.
d. Agar disampaikan target pendapatan, laba tahun berjalan, total aset, dan total ekuitas Perseroan
untuk tahun 2026 beserta dasar pertimbangannya.
Jawaban:
Target perseroan untuk tahun 2026 adalah pendapatan sebesar Rp 500 Miliar, laba tahun
berjalan sebesar Rp 120miliar , total aset sebesar Rp 1,250 T dan total ekuitas sebesar Rp 928
Miliar. Target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan realisasi kinerja tahun 2025,
tren pertumbuhan usaha, kondisi pasar, kebutuhan modal kerja, serta rencana dan prospek
usaha Perseroan pada tahun 2026.
e. Target pencapaian kinerja secara bertahap (milestone) yang ditetapkan Perseroan untuk tahun
2026 dan 2027 dalam rangka memperbaiki deviasi antara proyeksi dan realisasi yang terjadi
pada tahun 2025.
Jawaban:
Perseroan menetapkan milestone secara bertahap dengan fokus pada peningkatan pendapatan,
optimalisasi utilisasi aset, pengendalian biaya operasional, serta peningkatan efisiensi untuk
memperbaiki deviasi antara proyeksi dan realisasi tahun 2025. Pada tahun 2026, Perseroan
menargetkan pendapatan sebesar kurang lebih Rp391,9miliar dan laba sebelum pajak sebesar
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 19
Rp114,2 miliar. Selanjutnya, pada tahun 2027 pendapatan ditargetkan meningkat menjadi
kurang lebih Rp411,6 miliar dan laba sebelum pajak sebesar Rp124,2 miliar.
f. Target waktu (timeline) yang ditetapkan manajemen untuk mencapai realisasi pendapatan,
laba tahun berjalan, total aset, dan total ekuitas yang mendekati asumsi yang digunakan dalam
penyusunan proyeksi padaa saat penawaran umum.
Jawaban:
Manajemen menetapkan tahun 2026 sebagai tahap pemulihan dan penguatan kinerja,
sedangkan tahun 2027 sebagai tahap peningkatan kinerja menuju pencapaian target yang lebih
mendekati asumsi proyeksi pada saat Penawaran Umum. Pencapaian tersebut dilakukan secara
bertahap melalui peningkatan pendapatan, optimalisasi aset, pengendalian biaya, dan
penguatan struktur permodalan sehingga realisasi pendapatan, laba tahun berjalan, total aset,
dan total ekuitas dapat semakin mendekati asumsi proyeksi.
g. Indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI) yang digunakan Perseroan untuk
memantau pelaksanaan rencana perbaikan kinerja tersebut.
Jawaban:
Perseroan menetapkan dan memantau sejumlah Indikator Kinerja Utama (Key Performance
Indicators/KPI) yang relevan, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala. KPI tersebut
digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai tingkat pencapaian target perbaikan kinerja serta
efektivitas langkah-langkah yang telah ditetapkan.
KPI yang digunakan antara lain mencakup aspek keuangan, operasional, produktivitas,
efisiensi biaya, kualitas layanan/produk, penyelesaian tindak lanjut perbaikan, serta
pencapaian target strategis Perseroan.
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Page 20
Office / Workshop:
Jl. Gemalapik – Pasir Sari
Cikarang Selatan – Bekasi
Telp. (021) 8990-2188, 9826-0168
(021) 8911-7453, 8911-7466
Fax. (021) 8990 2189, 8911 7439
Names mentioned 16 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Heli Southeast Asia Co., Ltd.
p.5
unresolved
org
Reksa Dana Panin Dana Pendapatan Berkala
p.7
unresolved
org
Reksa Dana Panin Dana Liquid
p.7
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.9
unresolved
org
Paper Tbk
p.9
unresolved
org
PT Oki Pulp
p.9
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.