Skip to content
Back to announcement

20260922_TPIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32150254_lamp2.pdf

Other Text extracted TPIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
                                                                              SIARAN PERS

        Dari Back Office ke Strategic Business Partner, CASS Dukung
                      Transformasi Chandra Asri Group


Jakarta, 22 September 2026 – Seiring dengan ekspansi bisnis dan semakin terintegrasi
operasional perusahaan, fungsi shared services kini berkembang dari sekadar penyedia layanan
administrasi menjadi mitra strategis yang mendukung pertumbuhan dan penciptaan nilai bagi
bisnis. Tren ini juga terlihat dalam pengembangan model shared services global, yang semakin
mengandalkan teknologi, artificial intelligence (AI), standardisasi proses, serta pengukuran
kinerja berbasis hasil bisnis.

Perubahan tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam sesi Exclusive Seminar
“Launchpad To Success” yang diselenggarakan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri
Group) yang membahas mengenai "Unlocking Opportunities in a Changing Business
Landscape". Dalam sesi tersebut, Mark Teoh, Deloitte Southeast Asia Human Capital
Portfolio Leader, membahas evolusi shared services serta bagaimana organisasi dapat
memanfaatkan teknologi dan kapabilitas internal untuk meningkatkan nilai yang diberikan kepada
bisnis.

“Shared services tidak lagi hanya tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih
efisien. Perannya berkembang menjadi platform untuk membangun kapabilitas perusahaan,
memanfaatkan teknologi, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi bisnis,” ujar Mark Teoh.

Menurut Deloitte, perubahan model shared services tercermin dalam perubahan cara organisasi
membangun kapabilitas internal, mengintegrasikan AI ke dalam service delivery dan mengadopsi
pengukuran berbasis business outcomes. Dalam survei Deloitte terhadap lebih dari 500 eksekutif
bisnis dan teknologi global, 70% organisasi menyatakan telah membawa kembali pekerjaan yang
sebelumnya di-outsourcing dalam lima tahun terakhir untuk memperkuat kapabilitas internal,
meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kontrol. Sementara itu, 92% responden telah
berencana mengintegrasikan AI ke dalam service delivery, dan adopsi model berbasis outcome
meningkat menjadi 67%.

Perubahan ini menjadi semakin relevan bagi Chandra Asri Group yang terus mengembangkan
portofolio di sektor energi & kimia, integrasi infrastruktur, dan solusi mobilitas, sekaligus
memperluas aktivitasnya di kawasan. Pertumbuhan tersebut membutuhkan fondasi operasional
yang mampu mengikuti skala dan kompleksitas bisnis, didukung oleh proses yang terintegrasi,
standar yang konsisten, serta kapabilitas yang scalable.

Sebagai entitas yang menaungi fungsi pendukung Chandra Asri Group, PT Chandra Asri
Sentral Solusi (CASS) berperan sebagai platform yang mengintegrasikan dan
mengonsolidasikan proses di seluruh Grup. Saat ini, layanan CASS mencakup Finance, Human
Resources, Procurement, dan Customer Operations, yang mendukung berbagai kebutuhan
Page 2
operasional Grup mulai dari pemrosesan transaksi dan pelaporan keuangan, pengelolaan
sumber daya manusia, pengadaan barang dan jasa, hingga proses terkait pelanggan.

Dalam Seminar tersebut, Presiden Direktur CASS, Lenny Woen, mengatakan, “CASS
dibangun untuk mendukung Chandra Asri Group dalam menghadapi skala dan kompleksitas
bisnis yang terus berkembang. Peran kami bukan hanya memastikan proses berjalan efisien dan
konsisten, tetapi juga membangun kapabilitas yang memungkinkan bisnis bergerak lebih cepat,
memanfaatkan teknologi dan fokus pada penciptaan nilai. Karena itu, kami akan terus
memperkuat CASS, dari sekadar penyedia layanan menjadi mitra strategis bagi bisnis.

Transformasi CASS dilakukan melalui tiga fokus utama, yaitu standardisasi proses, pemanfaatan
teknologi, otomasi dan analytics, serta pengembangan kapabilitas Artificial Intelligence (AI).
CASS terus mendorong otomasi dan analytics untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas
layanan, sekaligus mengembangkan pemanfaatan AI untuk mendukung cara kerja yang lebih
cepat, terintegrasi, dan berbasis data.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan CASS untuk membangun kapabilitas yang dapat
digunakan secara lebih luas di lingkungan Grup. Dengan standardisasi proses dan teknologi,
layanan dapat dikembangkan secara scalable seiring dengan bertambahnya entitas dan
kebutuhan bisnis, tanpa harus membangun kapabilitas yang sama secara terpisah di masing-
masing entitas.

Sejalan dengan ekspansi Chandra Asri Group di kawasan, CASS juga mulai memperluas
dukungannya di luar Indonesia. CASS saat ini telah mendukung Aster di Singapura, memperluas
cakupan layanan shared services Grup sekaligus membangun pengalaman dalam mendukung
bisnis dengan kebutuhan dan karakteristik operasional yang berbeda.

Ke depan, CASS akan terus memperluas cakupan layanan dan kapabilitasnya, termasuk rencana
integrasi fungsi Information Technology (IT) pada 2027. Pengembangan tersebut diharapkan
semakin memperkuat konektivitas antara bisnis, teknologi, data, dan sumber daya manusia di
seluruh Grup.

“Pertumbuhan Chandra Asri Group membutuhkan organisasi yang tidak hanya besar, tetapi juga
semakin terintegrasi dan agile. CASS akan terus membangun kapabilitas yang memungkinkan
Grup memperoleh manfaat dari skala, standardisasi, teknologi, sekaligus memberikan fleksibilitas
bagi masing-masing bisnis untuk berkembang sesuai dengan kebutuhannya,” lanjut Lenny.

Dengan transformasi tersebut, CASS diarahkan untuk menjadi trusted strategic partner bagi
Chandra Asri Group, menyediakan layanan yang terintegrasi, terstandardisasi, dan scalable
sekaligus menjadi enabler bagi pertumbuhan bisnis, peningkatan operational excellence dan
ekspansi Grup di tingkat regional.



                                              ***
Page 3
Tentang Chandra Asri Group
Chandra Asri Group adalah perusahaan industri terkemuka di Asia Tenggara yang menjalankan bisnisnya
melalui tiga pilar strategis, yaitu Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, dan Solusi Mobilitas. Didirikan
di Indonesia pada 1992, Chandra Asri Group telah membangun rekam jejak yang kuat sebagai Mitra
Pertumbuhan yang andal bagi pelanggan dan pemangku kepentingan, dengan bisnis dan aset strategis di
Indonesia dan Singapura, serta membangun kehadiran ke Malaysia. Portofolio aset Grup mencakup
operasional Energi & Kimia terintegrasi, termasuk naphtha cracker di Cilegon dengan kapasitas produksi
ethylene sebesar 0,9 juta metrik ton per tahun, kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari
dan naphtha cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta sekitar 2,5 juta metrik
ton aset kimia hilir di Pulau Jurong. Chandra Asri Group juga memperluas portofolio kimianya dengan
mengembangkan fasilitas chlor-alkali dan ethylene dichloride berskala dunia di Cilegon. Pilar Infrastruktur
Terintegrasi mencakup empat bidang utama, yaitu Daya, Air, Kepelabuhanan dan Penyimpanan, serta
Logistik, yang menyediakan layanan penting untuk mendukung kegiatan industri dan konektivitas regional.
Sejalan dengan perkembangan portofolionya, Solusi Mobilitas memperluas jangkauan Grup lebih dekat
dengan konsumen melalui ~60 SPBU ritel Esso. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.chandra-
asri.com.


Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Chandra Asri Group
Chrysanthi Tarigan
Head of Corporate Communications
Telp: 021-530 7950
Email: corporate.comm@capcx.com

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.26 MB
Published22 Sep 2026
Pages3
Characters7,329
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

possible org Chandra Asri Pacific Tbk p.1 ×2
unresolved org PT Chandra Asri Sentral Solusi p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result