Back to announcement
20260929_ANJT_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_32161643_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review ANJTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 91
Page 1
LAPORAN
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
RENCANA TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI MATERIAL
BERUPA PEMBERIAN PINJAMAN
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Lokasi di:
APL Tower Lantai 28,
Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav. 28, Tanjung Duren,
Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 11470
No. File : 01162/2.0171-00/BS/01/0481/1/IX/2026
Page 2
TOBING PANUTURI DAN REKAN Ruko Maison De WisteriaKantor Pusat:
Collins No. 38,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan
Property and Business Valuation Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13960,
Email: topaz-admin@kjpp-topaz.id
NIU. 2.20.0171 – Kep. Menkeu No. 387/KM.1/2020 kjpptopaz@gmail.com;
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Telp (021) 38866969
Kantor Cabang :
Banjarmasin (PS): Jl. Meranti III, Komp. Madinah No. 23, RT. 036, D.h 15a, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Email: topaz_Banjarmasin@kjpp-topaz.id,
topazbjm.kjpp@gmail.com; Telp (0511) 4247394, Medan (PS): Kompleks Perumahan Villa Malina Indah, Jl. Deli Bunga No. 3, Medan, Sumatera Utara 20132, Email:
topazmdn.kjpp@gmail.com; Telp (061) 8216806, Surabaya (P): Ruko 9M-APT Puncak CBD, Jl. Kramat I, Surabaya, Jawa Timur 60229, Email: surabaya@kjpp-topaz.id;
Telp (031) 99429111, Balikpapan (PS): Jalan Perhubungan Udara No. 6 RT 14, Balikpapan, Kalimantan Timur 76115, Email: kjpptopazbpn@gmail.com; Telp 0858 5252
3005, Jayapura (PS): Perumahan Yapis Entrop, Jalan Beringin I No. 10, Jayapura, Papua 99224, Email: topazjyp.kjpp@gmail.com; Telp (0967) 5782084, Manado (PS):
Jl. Raya Manado -Wori, Perumahan Puri Manado Permai, Ruko NA-5 & 6, Kel. Bengkol, Kec. Mapanget, Kota Manado, Email: kjpptopazmanado@gmail.com; Telp (0431)
3315029
No. File: 01162/2.0171-00/BS/01/0481/1/IX/2026
Jakarta, 23 September 2026
Kepada Yth.
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
APL Tower Lantai 28,
Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav. 28, Tanjung Duren,
Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 11470
Perihal : Rencana Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material berupa Pemberian Pinjaman oleh
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”) kepada PT Adhitya Serayakorita (“ASK”)
Dengan Hormat,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”) ditunjuk oleh PT
Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”), berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran Jasa
Pendapat Kewajaran No. 0610/MK.PB/KJPP-TOPAZ/VI/2026 tanggal 17 Juni 2026, dengan maksud
untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi Afiliasi dan
Material berupa pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK. Pelaporan ini ditujukan untuk
kepentingan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” serta Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.
1. Status Penilai
Penilai adalah partner dari TOPAZ dengan kualifikasi sebagai berikut:
Nama Penilai : Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert).
No. Izin Penilai : B-1.17.00481
No. STTD OJK : KEP-642/KS.13/2026
No. MAPPI : 12-S-03723
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek
Pendapat Kewajaran ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek
Pendapat Kewajaran. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
terkait dengan penugasan ini.
Page 3
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
nilai yang dihasilkan.
2. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi Tugas dan Pengguna laporan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
Alamat : APL Tower Lantai 28,
Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav. 28, Tanjung Duren,
Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 11470
Website : anj-group.com
3. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material berupa pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK. Rencana
Transaksi ini termasuk ke dalam Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material. Tujuan pendapat
kewajaran ini adalah untuk memenuhi Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang
"Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan" dan Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.
4. Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal Pendapat Kewajaran adalah per 30 Juni 2026, yang ditetapkan dengan
mempertimbangkan ketersediaan informasi keuangan dan tujuan penugasan. Laporan
Pendapat Kewajaran ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak Tanggal Pendapat Kewajaran,
yaitu sampai dengan 31 Desember 2026, sesuai dengan ketentuan Pasal 7 Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
5. Data dan Informasi Transaksi
Dalam melakukan penilaian ini, TOPAZ juga menggunakan informasi dari beberapa sumber
informasi yang relevan dan handal tanpa perlu melakukan verifikasi, yaitu :
• Laporan Keuangan Audit ANJT dan ASK tahun 2021 sampai dengan tahun 2025.
• Laporan Keuangan Limited Review ANJT dan ASK per 30 Juni 2026.
• Proyeksi keuangan ANJT dan ASK untuk 5 (lima) tahun ke depan untuk kondisi as-it-is dan
Setelah Rencana Transaksi.
• Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman.
• Data-data Legalitas perusahaan dan perizinan terkait.
• Tinjauan terhadap kondisi fundamental entitas yang dinilai yang menyangkut sejarah
singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
Page 4
6. Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana Pendapat
Kewajaran diperlukan.
Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal Pendapat
Kewajaran atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu
transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran.
Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan
mempengaruhi nilai.
Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima
sebagai fakta dalam konteks penugasan Pendapat Kewajaran tanpa penyelidikan tertentu atau
verifikasi.
7. Objek Rencana Transaksi
Objek rencana transaksi afiliasi dan transaksi material sesuai dengan informasi yang diberikan
oleh Pemberi Tugas adalah pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK.
8. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam laporan ini, kami telah melakukan investigasi dan diskusi melalui online meeting terkait
Rencana Transaksi. Berikut adalah pihak yang menanggapi diskusi terkait pertanyaan yang
kami sampaikan dalam hubungannya dengan Objek Pendapat Kewajaran, yaitu:
Pihak yang Diwawancarai Jabatan Perusahaan
Bapak Hilman Lukito Direktur ANJT
Bapak Christopher Anders Accounting ANJT
9. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan tidak untuk konsumsi publik.
Persetujuan Pendapat Kewajaran harus didapatkan atas setiap publikasi terhadap keseluruhan
atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai
laporan keuangan perusahaan/objek pendapat kewajaran, dan/atau laporan direksi/pimpinan
perusahaan/objek pendapat kewajaran, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau
pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek pendapat kewajaran.
Tanda tangan Penilai Publik dan cap TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan
Pendapat kewajaran yang dihasilkan.
Page 5
10. Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran dilakukan berdasarkan POJK, SPI, dan KEPI
Laporan Pendapat Kewajaran ini akan dilakukan berdasarkan Peraturan OJK Nomor
42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”, Peraturan
OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
Standar Penilaian Indonesia (SPI), dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) Edisi VII-2018 beserta
Edisi Revisinya.
11. Kesimpulan Analisis Kualitatif dan Kuantitatif
A. Analisis Kewajaran Kualitatif
Keuntungan yang akan diperoleh atas Rencana Transaksi ini adalah:
1. ANJT sebagai bagian dari Grup FRL memiliki kepentingan untuk mendukung ASK dalam
memperoleh pendanaan dengan persyaratan dan beban bunga yang lebih ringan jika
dibandingkan penambahan beban keuangan yang ditimbulkan jika ASK mengambil
pinjaman dari pihak ketiga/perbankan. Manajemen juga menyatakan bahwa ASK juga
sudah memiliki kemungkinan yang besar untuk memperoleh pinjaman dari pihak
perbankan.
2. Meningkatkan profitabilitas ANJT, di mana sejalan dengan meningkatnya profitabilitas
ANJT dari pendapatan bunga atas pinjaman ke ASK sebagaimana tercermin dalam
inkremental atau nilai tambah dari proyeksi keuangan ANJT dengan adanya pemberian
pinjaman dan tanpa pemberian pinjaman.
3. Nilai tambah atas Rencana Transaksi diproyeksikan akan meningkatkan total aset atau
terdapat inkremental sebesar Rp680.765 juta di tahun 2031 akan menguatkan
profitabilitas ANJT, di mana selama periode proyeksi tahun 2026 hingga 2031 sebesar
Rp379.667 juta.
Manfaat yang akan diperoleh atas Rencana Transaksi ini adalah:
1. Pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK diharapkan dapat memastikan bahwa ASK
memperoleh pendanaan atau pinjaman yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja
keuangannya. Pinjaman ini merupakan simbiosis yang menguntungkan keduanya yang
berada dalam grup FRL, di mana ASK memperoleh pinjaman dengan proses koordinasi
yang lebih efisien dan ANJT dapat memanfaatkan idle cash-nya.
2. Rencana Transaksi Pinjam Meminjam merupakan kesepakatan kedua belah pihak
dengan pertimbangan bisnis yang memberi keuntungan dan manfaat bagi kedua belah
pihak. Prospek bisnis ASK dinilai memiliki coverage yang baik terhadap kemampuan
membayar utang sehingga dinilai tidak akan mengalami default atau gagal bayar.
B. Analisis Kewajaran Kuantitatif
1. Dampak keuangan atas Rencana Transaksi berdasarkan Proforma Laporan Keuangan
limited review per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan jumlah aset yang didapatkan dari laporan keuangan limited review per
30 Juni 2026 adalah sebesar Rp7.051.872 juta dan terdapat penyesuaian sebesar
Rp4.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma jumlah aset per 30 Juni 2026
Page 6
sebesar Rp11.957.080 juta (Sebelas Triliun Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Miliar
Delapan Puluh Juta Rupiah).
b. Berdasarkan jumlah laba yang didapatkan dari laporan keuangan limited review per
30 Juni 2026 adalah sebesar Rp460.844 juta dan terdapat penyesuaian sebesar
Rp60.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma jumlah laba per 30 Juni 2026
sebesar Rp521.052 juta (Lima Ratus Dua Puluh Satu Miliar Lima Puluh Dua Juta
Rupiah).
c. Berdasarkan laporan keuangan limited review per 30 Juni 2026, kas dan setara kas
pada akhir periode adalah sebesar Rp1.604.370 juta dan terdapat penyesuaian
sebesar Rp2.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma kas dan setara kas
pada akhir periode sebesar Rp4.509.579 juta (Empat Triliun Lima Ratus Sembilan
Miliar Lima Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah).
2. Berdasarkan Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi, Nilai tambah (selisih atas
proyeksi keuangan dengan adanya Rencana Transaksi dengan Proyeksi tanpa adanya
Rencana Transaksi) adalah sebagai berikut:
a. Ringkasan Nilai Tambah dalam Angka:
i. Nilai tambah pada level total aset dengan adanya Rencana Transaksi
mengalami peningkatan pada tahun 2026 hingga 2031, bertambah sebesar
Rp1.777.716 juta.
ii. Nilai tambah pada level laba (rugi) diketahui bahwa laba setelah pajak
dengan adanya Rencana Transaksi pada tahun 2026 hingga 2031, total nilai
tambah sebesar Rp379.667 juta.
iii. Nilai tambah pada level arus kas diketahui kas akhir pada tahun 2026 sampai
dengan 2031 total nilai tambah sebesar Rp1.124.389 juta.
b. Ringkasan Analisis Nilai Tambah dalam Persentase:
i. Nilai tambah pada aset sebesar 4,21% di tahun 2031.
ii. Nilai tambah pada laba setelah pajak sebesar 1,92% di tahun 2031.
iii. Nilai tambah pada kas akhir sebesar 19,28% di tahun 2031.
3. Berdasarkan proyeksi rasio keuangan di atas, ANJT mampu mempertahankan tingkat
profitabilitas yang baik dengan net profit yang stabil. Dari sisi likuiditas, cash ratio dan
current ratio juga menunjukkan tren peningkatan, yang mencerminkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek semakin baik. Sementara itu,
rasio solvabilitas mengalami penurunan, sehingga menunjukkan struktur permodalan
perusahaan yang semakin sehat.
4. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, penurunan pendapatan dan beban keuangan
sebesar 10% dan 20% dari kondisi normal memberi dampak pada rasio inkremental.
Sebaliknya, apabila tingkat bunga pinjaman perbankan semakin mendekati tingkat
bunga pembiayaan dari ANJT sebesar 8,5%, maka selisih rasio inkremental akan
semakin kecil.
5. Berdasarkan draft perjanjian fasilitas pinjaman diketahui bahwa tingkat suku bunga
pinjaman ASK adalah 8,50%, dengan demikian lebih rendah sebesar 0,02%
dibandingkan hasil perhitungan regresi sebesar 8,52%. Berdasarkan POJK
35/POJK.04/2020 pasal 48 huruf b dinyatakan bahwa batas atas dan batas bawah pada
kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% dari nilai pasar atau wajar. Berdasarkan
perhitungan tersebut maka tingkat suku bunga pinjaman masih dalam rentang wajar.
Page 7
12. Kesimpulan Analisis Kualitatif dan Kuantitatif
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data dan informasi yang diperoleh dan
digunakan, penelaahan atas dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan
dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi, ditinjau
dari aspek ekonomi dan keuangan, adalah Wajar.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada ANJT maupun secara eksternal yaitu kondisi
pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-
peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan
Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran
ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan mengenai
kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Page 8
Demikian hasil Pendapat Kewajaran yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar penilaian dan kode etik yang berlaku. Hormat kami, KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN Lidia S.T., M.M., MAPPI (Cert). Partner Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B) No. Izin Penilai : B-1.17.00481 No. STTD OJK : KEP-642/KS.13/2026 No. MAPPI : 12-S-03723
Page 9
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan di bawah
ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar
dan akurat.
2. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dinyatakan di dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan Pendapat
Kewajaran, yang mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang tidak
berpihak dan tidak memiliki benturan kepentingan.
3. TOPAZ tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
objek pendapat kewajaran, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada
pihak pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap objek pendapat kewajaran.
4. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Pendapat kewajaran yang
telah disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas.
5. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan pendapat yang telah ditentukan sebelumnya atau
gambaran yang diinginkan oleh pemberi tugas, besaran opini, pencapaian hasil yang
dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan
secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
6. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan / dilaksanakan oleh
masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan jenis industri yang dinilai.
8. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :
• Identifikasi penugasan dan Pemahaman Latar belakang Rencana Transaksi;
• Pengumpulan data dan wawancara;
• Analisis Data Internal dan Eksternal;
• Analisis Kualitatif dan kuantitatif;
• Penyusunan Laporan.
9. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan objek Pendapat Kewajaran.
10. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
11. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan pendapat kewajaran
yang telah dibuat dengan memenuhi ketentuan kode etik penilai indonesia (KEPI), standar
penilaian indonesia (SPI) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) POJK No.
42/POJK.04/2020 serta POJK No. 17/POJK.04/2020, dan POJK 35/POJK.04/2020.
Jakarta, 23 September 2026
Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert). – Penanggungjawab ...............................
No. Izin Penilai : B-1.17.00481
No. MAPPI : 12-S-03723
No. STTD OJK : KEP-642/KS.13/2026
Page 10
Panuturi L. Tobing, SP., SH., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert) – Quality Control ............................... No. MAPPI : 06-S-01967 No. Register : RMK-2017.00377 Immanuel Taurix Riyadi Tutuko, S.E., M.M. – Penilai ............................... No. MAPPI : 13-T-04400 No. Register : RMK-2020.03265
Page 11
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
DAFTAR ISI
Halaman
SERTIFIKAT PENDAPAT KEWAJARAN
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... i
DAFTAR FIGUR.................................................................................................................... iii
1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Penugasan ............................................................................................. 1
1.2 Status Penilai.................................................................................................................. 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................................... 2
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran................................................... 2
1.5 Tanggal Pendapat Kewajaran ........................................................................................ 2
1.6 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 2
1.7 Tanggung Jawab Penilai ................................................................................................. 2
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)..... 3
1.9 Penugasan Pendapat Kewajaran Profesional ................................................................ 5
1.10 Pernyataan Penilai ......................................................................................................... 5
1.11 Data, Informasi dan Prosedur ........................................................................................ 6
1.12 Ruang Lingkup ................................................................................................................ 7
1.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas ....................................................................................... 7
2 TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI ................................................... 10
2.1 Latar Belakang Rencana Transaksi berupa Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada
ASK ............................................................................................................................... 10
2.2 Dasar Rencana Transaksi ............................................................................................. 11
2.3 Objek Rencana Transaksi ............................................................................................. 11
2.4 Nilai Rencana Transaksi ............................................................................................... 11
2.5 Pertimbangan Bisnis Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada
ASK ............................................................................................................................... 11
2.6 Pihak-Pihak dalam Rencana Transaksi ......................................................................... 12
2.7 Pemaparan Ringkasan Bagian Penting dalam Perjanjian Fasilitas Pinjaman............... 13
2.8 Informasi Inspeksi Lapangan........................................................................................ 15
2.9 Informasi Material Lainnya yang Diungkapkan ........................................................... 17
3 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF .............................................................. 18
3.1 Analisis Kualitatif.......................................................................................................... 18
i
Page 12
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
3.2 Analisis Kuantitatif ....................................................................................................... 33
4 KESIMPULAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI .................................. 59
4.1 Analisis Kewajaran Kualitatif........................................................................................ 59
4.2 Analisis Kewajaran Kuantitatif ..................................................................................... 59
5 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI .................................. 61
6 KUALIFIKASI PENILAI USAHA ................................................................................ 62
LAMPIRAN–LAMPIRAN
✓ Lampiran Keuangan
ii
Page 13
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
DAFTAR FIGUR
Halaman
Figur 1. Unsur Transaksi Material ................................................................................................. 3
Figur 2. Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Grup Perusahaan ............................................. 3
Figur 3. Laporan Keuangan ANJT ................................................................................................... 6
Figur 4. Susunan Pemegang Saham ANJT ................................................................................... 12
Figur 5. Susunan Pemegang Saham ASK ..................................................................................... 13
Figur 6. Pemaparan Ringkasan Bagian Penting dalam Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman ........ 13
Figur 7. Dokumentasi terkait Objek Pendapat Kewajaran .......................................................... 16
Figur 8. Pihak-Pihak yang Diwawancarai ..................................................................................... 16
Figur 9. Struktur Kepemilikan Saham Grup ANJT ........................................................................ 18
Figur 10. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran ..................................................................... 19
Figur 11. Ekspor dan Impor Non-Migas ...................................................................................... 20
Figur 12. Neraca Pembayaran Indonesia .................................................................................... 20
Figur 13. Cadangan Devisa Indonesia.......................................................................................... 21
Figur 14. Inflasi IHK dan Komponen ............................................................................................ 22
Figur 15. Likuiditas Perbankan dan Perekonomian ..................................................................... 22
Figur 16. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ................................................... 23
Figur 17. Suku Bunga Perbankan................................................................................................. 24
Figur 18. Rasio Kredit Bermasalah (NPL) ..................................................................................... 24
Figur 19. Perkembangan Kredit dan DPK .................................................................................... 25
Figur 20. Nilai Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi Digital Banking ........................... 25
Figur 21. Nilai Perkembangan Luas Areal, Produksi, dan Produktivitas Kelapa Sawit Indonesia,
2020–2025........................................................................................................................... 27
Figur 22. Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia Menurut Status Pengusahaan,
2018–2026........................................................................................................................... 28
Figur 23. Provinsi Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia, 2025 .............................................. 28
Figur 24. Kinerja Industri Sawit Indonesia, Triwulan I 2025 dan Triwulan I 2026 ....................... 29
Figur 25. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan ANJT ........................................................................ 33
Figur 26. Pertumbuhan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas ANJT .......................................................... 33
Figur 27. Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) ANJT ................................................................................ 34
Figur 28. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Usaha dan Laba (Rugi) Bersih ANJT ...................... 34
Figur 29. Ikhtisar Laporan Arus Kas ANJT .................................................................................... 35
Figur 30. Arus Kas Bersih Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ANJT .............................. 35
Figur 31. Ikhtisar Rasio Keuangan ANJT ...................................................................................... 36
Figur 32. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan ASK.......................................................................... 37
Figur 33. Pertumbuhan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas ASK ............................................................ 37
Figur 34. Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) ASK .................................................................................. 38
Figur 35. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Usaha dan Laba (Rugi) Bersih ASK ........................ 38
Figur 36. Ikhtisar Laporan Arus Kas ASK ...................................................................................... 39
Figur 37. Arus Kas Bersih Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ASK................................ 39
Figur 38. Ikhtisar Rasio Keuangan ASK ........................................................................................ 40
Figur 39. Ringkasan Proyeksi Laba (Rugi) Tanpa Adanya Rencana Transaksi ............................. 41
Figur 40. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi ..................... 42
Figur 41. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Tanpa Adanya Rencana Transaksi.................................. 42
Figur 42. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi ...................... 43
Figur 43. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Dengan Adanya Rencana Transaksi ............................. 44
iii
Page 14
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Figur 44. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi ................... 44
Figur 45. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Rencana Transaksi ............................... 45
Figur 46. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi ................... 45
Figur 47. Nilai Tambah Posisi Keuangan...................................................................................... 46
Figur 48. Nilai Tambah Laba (Rugi).............................................................................................. 47
Figur 49. Nilai Tambah Arus Kas .................................................................................................. 47
Figur 50. Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Persentase ........................................................ 48
Figur 51. Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Persentase ................................................................ 49
Figur 52. Nilai Tambah Arus Kas dalam Persentase .................................................................... 49
Figur 53. Analisis Sensitivitas....................................................................................................... 50
Figur 54. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi ASK ............................................................................... 51
Figur 55. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Rencana Transaksi ............................... 52
Figur 56. Proforma Laporan Posisi Keuangan ............................................................................. 53
Figur 57. Proforma Laporan Laba (Rugi) ..................................................................................... 54
Figur 58. Proforma Laporan Arus Kas.......................................................................................... 56
Figur 59. Data Tingkat Bunga Pinjaman dan Rasio Keuangan Perusahaan Pembanding ............ 57
Figur 60. Hasil Regresi Perusahaan Pembanding ........................................................................ 58
Figur 61. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga ................................................................................ 58
iv
Page 15
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penugasan
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”) ditunjuk oleh
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”), berdasarkan persetujuan atas Surat
Penawaran Jasa Pendapat Kewajaran No. 0610/MK.PB/KJPP-TOPAZ/VI/2026 tanggal 17
Juni 2026, dengan maksud untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material berupa pemberian pinjaman oleh
ANJT kepada PT Adhitya Serayakorita (“ASK”). Pelaporan ini ditujukan untuk kepentingan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” serta Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.
TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No.387/KM.1/2020 dengan nama Kantor Jasa Penilai
Publik TOPAZ dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa
Keuangan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. S-815/PM.223/2021 dengan Nomor Izin Usaha 2.20.0171. Penilai yang
menandatangani Laporan Pendapat Kewajaran ini telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal dari OJK No : KEP-642/KS.13/2026. Selanjutnya TOPAZ telah
menyusun Laporan Pendapat Kewajaran dengan Laporan No. 01162/2.0171-
00/BS/01/0481/1/IX/2026 tanggal 23 September 2026.
1.2 Status Penilai
Penilai adalah partner dari TOPAZ dengan kualifikasi sebagai berikut:
Nama Penilai : Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert).
No. Izin Penilai : B-1.17.00481
No. STTD OJK : KEP-642/KS.13/2026
No. MAPPI : 12-S-03723
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan
Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi
Tugas, Objek Pendapat Kewajaran ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi
Tugas dan Objek Pendapat Kewajaran. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
oleh nilai yang dihasilkan.
Halaman - 1
Page 16
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Berikut adalah identitas Pemberi Tugas dan Pengguna laporan:
Nama Perusahaan : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
Alamat : APL Tower Lantai 28,
Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav. 28, Tanjung Duren,
Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 11470
Website : anj-group.com
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material berupa pemberian pinjaman oleh ANJT kepada
ASK. Rencana Transaksi ini termasuk ke dalam Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material.
Tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memenuhi Peraturan OJK Nomor
42/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan" dan
Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.
1.5 Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal Pendapat Kewajaran adalah per 30 Juni 2026, yang ditetapkan dengan
mempertimbangkan ketersediaan informasi keuangan dan tujuan penugasan. Laporan
Pendapat Kewajaran ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak Tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu sampai dengan 31 Desember 2026, sesuai dengan ketentuan Pasal 7
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
1.6 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, TOPAZ bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan ANJT
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan ANJT. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Pendapat Kewajaran
ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.
1.7 Tanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan TOPAZ sebagai penilai, TOPAZ menyatakan
bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TOPAZ bertanggung jawab atas Pendapat
Kewajaran yang diterbitkan.
Halaman - 2
Page 17
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
1.8.1 Unsur Transaksi Material atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi manajemen, ANJT berencana akan melakukan pemberian
pinjaman kepada ASK sebesar Rp2.000.000 juta, sedangkan posisi ekuitas ANJT per 30
Juni 2026 adalah sebesar Rp4.259.900 juta, dengan demikian Rencana Transaksi ini
adalah sebesar 46,95% dari nilai buku ekuitas ANJT per 30 Juni 2026. Rincian Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:
Figur 1. Unsur Transaksi Material
Jumlah Ekuitas ANJT
Nilai Rencana Transaksi Persentase
per 30 Juni 2026
Rp2.000.000 juta Rp4.259.900 juta 46,95%
Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar
46,95% dari jumlah ekuitas ANJT per 30 Juni 2026 sehingga termasuk dalam Transaksi
Material karena nilai Rencana Transaksi di atas 20% ekuitas sebagaimana tercantum
dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.
1.8.2 Unsur Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan dalam Rencana Transaksi
Unsur Transaksi Afiliasi
Berdasarkan informasi dan konfirmasi dari manajemen, ANJT memiliki hubungan Afiliasi
dengan ASK berdasarkan hubungan kepemilikan dan pengendalian dalam Struktur Grup
Perusahaan serta hubungan kepengurusan antara ANJT dan ASK per 30 Juni 2026.
Hubungan Afiliasi tersebut diuraikan sebagai berikut:
Figur 2. Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Grup Perusahaan
Halaman - 3
Page 18
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Sumber: Manajemen ANJT
Rencana Transaksi ini merupakan Rencana Transaksi Afiliasi, di mana ANJT dan ASK
memiliki ultimate shareholder yang sama, yaitu First Resources Limited (“FRL”), serta
terdapat kesamaan kepengurusan antara ANJT dan ASK. Berdasarkan hubungan Afiliasi
tersebut, Rencana Transaksi ini berkaitan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan”.
Unsur Benturan Kepentingan Dalam Transaksi
Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020, Benturan Kepentingan merupakan perbedaan
antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis
pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau
Pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka. Sehubungan dengan hal
tersebut, KJPP melakukan analisis atas kepentingan ekonomis ANJT serta kepentingan
ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama
dan Pengendali ANJT dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi.
ANJT dan ASK merupakan pihak yang terafiliasi berdasarkan hubungan kepemilikan dan
pengendalian dalam Struktur Grup Perusahaan, di mana keduanya memiliki ultimate
shareholder yang sama, yaitu First Resources Limited (“FRL”). Selain kesamaan
pengendalian akhir tersebut, terdapat kesamaan kepengurusan antara ANJT dan ASK,
yaitu Issen Herry Tiong yang menjabat sebagai Direktur pada ANJT dan juga sebagai
Direktur pada ASK. Kesamaan pengendalian akhir dan kesamaan kepengurusan tersebut
tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya Benturan Kepentingan.
Dari sisi ANJT, Rencana Transaksi memberikan manfaat ekonomis melalui pemanfaatan
idle cash. Apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan, ANJT diproyeksikan memperoleh
pendapatan bunga sebesar sekitar 3,75% per tahun, sedangkan melalui pemberian
pinjaman kepada ASK, ANJT memperoleh tingkat bunga yang dimulai dari sekitar 8,5%
per tahun. Selain itu, ANJT memiliki hubungan usaha dengan ASK, di mana ANJT
menyuplai sekitar 100% kebutuhan ASK, sehingga kegiatan usaha ASK memiliki
keterkaitan dengan kepentingan ekonomis ANJT.
Dalam melakukan analisis atas kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi dan
anggota Dewan Komisaris ANJT, KJPP mempertimbangkan adanya kesamaan
kepengurusan antara ANJT dan ASK sebagaimana tersebut di atas. Berdasarkan
informasi yang diperoleh dalam penugasan, KJPP tidak memperoleh informasi yang
menunjukkan adanya kepentingan ekonomis pribadi Issen Herry Tiong selaku Direktur
ANJT dan Direktur ASK, maupun anggota Dewan Komisaris ANJT, yang berbeda dengan
kepentingan ekonomis ANJT dan dapat merugikan ANJT sehubungan dengan Rencana
Transaksi.
Selanjutnya, KJPP mempertimbangkan kepentingan ekonomis Pemegang Saham Utama
dan Pengendali ANJT sehubungan dengan kesamaan pengendalian akhir ANJT dan ASK.
Berdasarkan analisis atas manfaat ekonomis Rencana Transaksi bagi ANJT, termasuk
pemanfaatan idle cash dan penerimaan pendapatan bunga, KJPP tidak memperoleh
informasi yang menunjukkan adanya perbedaan kepentingan ekonomis antara ANJT
dengan kepentingan ekonomis pribadi Pemegang Saham Utama atau Pengendali yang
dapat merugikan ANJT sehubungan dengan Rencana Transaksi.
Halaman - 4
Page 19
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Berdasarkan keseluruhan analisis tersebut, KJPP berpendapat bahwa tidak terdapat
perbedaan antara kepentingan ekonomis ANJT dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama atau Pengendali
ANJT yang dapat merugikan ANJT sehubungan dengan Rencana Transaksi. Dengan
demikian, Rencana Transaksi tidak mengandung Benturan Kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020.
1.9 Penugasan Pendapat Kewajaran Profesional
• Dalam menyusun laporan ini, TOPAZ mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh ANJT dan/atau data yang diperoleh dari informasi
yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap
relevan untuk perhitungan dan analisis telah dilakukan dengan benar. TOPAZ tidak
terlibat dan tidak melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan
tersebut.
• Sebagai tambahan, kami tidak terlibat dalam diskusi dengan ANJT sehubungan
dengan Rencana Transaksi tersebut dan kami tidak terlibat dalam komunikasi
ataupun interaksi apapun dalam mencapai konsensus mengenai persyaratan dan
kondisi Rencana Transaksi tersebut.
1.10 Pernyataan Penilai
• Laporan kami disusun berdasarkan permintaan dari ANJT yang dipakai semata-mata
untuk membantu ANJT dalam memberikan gambaran mengenai Rencana Transaksi
yang memerlukan pendapat dari pihak independen, pendapat tertulis yang akan
diserahkan ke OJK d/h Bapepam dan LK dan akan diumumkan kepada masyarakat,
dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya. Karena pihak lain mungkin
bermaksud untuk menggunakan laporan ini untuk tujuan yang lain, perlu ditegaskan
bahwa laporan ini tidak dapat dikutip, direferensikan atau diperlihatkan ke pihak lain
tanpa izin tertulis dari kami terlebih dahulu kecuali diharuskan oleh pengadilan atau
undang-undang yang berlaku.
• ANJT telah membebaskan TOPAZ dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari
kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan ANJT,
anak perusahaan, Objek Pendapat Kewajaran, konsultan atau pihak ketiga, kepada
TOPAZ dalam penyusunan laporan ini.
• TOPAZ ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek komersial dan finansial transaksi, di luar dari aspek
perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan TOPAZ.
• Manajemen ANJT menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
Rencana Transaksi telah diungkapkan seluruhnya kepada TOPAZ dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
• Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan ANJT
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan ANJT. TOPAZ juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
Halaman - 5
Page 20
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
dipengaruhi oleh pendapat kewajaran yang disimpulkan.
• Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian pendapat kewajaran telah
dilakukan dengan benar.
• TOPAZ bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan
pendapat kewajaran yang dihasilkan.
1.11 Data, Informasi dan Prosedur
1.11.1 Data dan Informasi Rencana Transaksi
Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang
disediakan ANJT untuk tujuan penugasan ini yaitu sebagai berikut:
a. Laporan Keuangan ANJT.
Figur 3. Laporan Keuangan ANJT
Tahun Keterangan Nomor dan Tanggal Opini
00050/2.1005/AU.1/01/0854-1/1/III/2022
31-Des-21 Audit Wajar
16 Maret 2022
00086/2.1005/AU.1/01/0854-2/1/III/2023
31-Des-22 Audit Wajar
28 Maret 2023
00054/2.1005/AU.1/01/0854-3/1/II/2024
31-Des-23 Audit Wajar
29 Februari 2024
00064/2.1005/AU.1/01/0854-4/1/III/2025
31-Des-24 Audit Wajar
14 Maret 2025
01551/2.1505/AU.1/01/1609-1/1/VI/2026
31-Des-25 Audit Wajar
04 Juni 2026
R00005/01/EDH/VIII/2026
30-Jun-26 Limited Review Wajar
05 Agustus 2026
b. Proyeksi keuangan ANJT untuk 5 (lima) tahun ke depan untuk kondisi as-it-is dan
Setelah Rencana Transaksi.
c. Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman.
d. Akta Pendirian No. 72 tanggal 16 April 1993, dibuat oleh Tn. Sutjipto, S.H., notaris di
Jakarta. Akta ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. C2-3479.HT.01.01.TH.93 tanggal 21 Mei 1993 dan diumumkan
dalam Berita Negara No. 70 tanggal 31 Agustus 1993, Tambahan No. 4010.
e. Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 38 tanggal 06 November 2025, dibuat oleh
Christina Dwi Utami, S.H., M.HUM., M.KN., notaris di Jakarta. Akta ini telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan No. AHU-
0077341.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 25 November 2025, yang diumumkan dalam
Berita Negara No. 97 tanggal 25 November 2025.
f. Legalitas perusahaan dan perizinan terkait.
g. Tinjauan terhadap kondisi fundamental entitas yang dinilai yang menyangkut sejarah
singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
h. Informasi lainnya yang didapat dari berbagai pencarian di Internet seperti BI, IDX,
dan S&P Capital IQ.
Halaman - 6
Page 21
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
1.11.2 Prosedur yang Dilakukan Manajemen
ANJT dalam hal ini telah melakukan beberapa prosedur atas rencana transaksi afiliasi
dan transaksi material berupa pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK, beberapa
prosedur tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemegang Saham melakukan kajian internal terkait kondisi keuangan ASK, baik
historikal maupun proyeksi keuangan. ASK sendiri telah memperoleh penawaran dari
perbankan untuk memperoleh fasilitas pinjaman, sehingga dari pihak ketiga pun ASK
memiliki kredibilitas yang baik.
2. ASK dan ANJT bersama-sama mempersiapkan perjanjian pinjam meminjam, di mana
ANJT sebagai pemberi pinjaman dan ASK sebagai penerima pinjaman. Kedua belah
pihak sepakat untuk menyetujui ketentuan-ketentuan dalam perjanjian tersebut,
yakni besarnya pinjaman, tingkat bunga, jangka waktu pinjaman, penyelesaian
pembayaran, dan hal-hal lain yang berlaku secara umum.
3. Rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi dan transaksi material. Dengan ini,
ANJT menunjuk KJPP TOPAZ dalam penugasan Pendapat Kewajaran dengan maksud
dan tujuan untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Material sebagai pemenuhan Peraturan OJK, yakni POJK No.
17/POJK.04/2020 terkait Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha serta
POJK No. 42/POJK.04/2020 terkait Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
1.12 Ruang Lingkup
Ruang lingkup penugasan TOPAZ dalam penyusunan laporan ini adalah:
• Melakukan analisis atas pertimbangan bisnis yang digunakan ANJT terkait dengan
Rencana Transaksi terhadap kepentingan pemegang saham.
• Melakukan analisis atas kewajaran dari Nilai Rencana Transaksi dengan hasil Pendapat
Kewajaran atas transaksi yang akan dilakukan.
• Melakukan analisis dampak keuangan dari Rencana Transaksi yang dilaksanakan
melalui analisis kuantitatif dan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi.
1.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah:
• TOPAZ telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses pendapat kewajaran.
• Dalam menyusun laporan ini, TOPAZ mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh ANJT dan/atau data yang diperoleh dari informasi
yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap
relevan.
• Pemberi Tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penugasan pendapat kewajaran telah diungkapkan seluruhnya kepada TOPAZ dan
tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
Halaman - 7
Page 22
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
• TOPAZ menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
serta proforma laporan keuangan yang disampaikan oleh ANJT dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional ANJT.
• TOPAZ bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• TOPAZ telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran
dari pemberi tugas.
• Laporan pendapat kewajaran ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar
Modal dan pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
• Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait
dengan Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
• Dalam penyusunan pendapat kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban ANJT dan semua pihak yang
terlibat dalam Rencana Transaksi serta keakuratan informasi mengenai Rencana
Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen ANJT.
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis
lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan
kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran.
Penyusunan pendapat kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan
mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
• TOPAZ juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat kewajaran ini
sampai dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan pendapat kewajaran ini. TOPAZ tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat TOPAZ
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal surat ini.
Batasan-batasan dalam pelaksanaan penugasan ini adalah:
• TOPAZ tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
melakukan Rencana Transaksi.
• Dalam melaksanakan analisis, TOPAZ mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, keandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada TOPAZ oleh ANJT atau yang tersedia
secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan,
dan TOPAZ tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen
terhadap informasi-informasi tersebut. TOPAZ juga bergantung kepada jaminan dari
manajemen ANJT bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada TOPAZ menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
• Analisis pendapat kewajaran atas aksi korporasi ini dipersiapkan menggunakan data
dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan
informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Halaman - 8
Page 23
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Oleh karenanya, TOPAZ tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas
pendapat kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi
tersebut.
• TOPAZ tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi
ini. Jasa-jasa yang TOPAZ berikan kepada ANJT dalam kaitan dengan Rencana
Transaksi ini hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
TOPAZ tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari aspek
hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
• Pekerjaan TOPAZ yang berkaitan dengan Rencana Transaksi ini tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau
audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan.
Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan
dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan
keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, TOPAZ tidak mempunyai kewenangan
dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk
transaksi-transaksi lainnya di luar aksi korporasi yang ada dan mungkin tersedia
untuk ANJT serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap aksi korporasi
ini.
Halaman - 9
Page 24
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
2 TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1 Latar Belakang Rencana Transaksi berupa Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”) merupakan perusahaan induk yang terlibat, baik
secara langsung maupun melalui anak perusahaannya, dalam produksi dan penjualan
minyak sawit mentah, inti sawit, dan hasil pangan berkelanjutan lainnya serta energi
terbarukan. Pada tahun 2012, ANJT mulai berkonsentrasi pada minyak kelapa sawit seraya
mengembangkan bisnis agribisnis baru yang bersumber dari hasil pangan lainnya. ANJT
memiliki perkebunan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
PT Adhitya Serayakorita (“ASK”) yang tergabung dalam grup First Resources Limited
(“FRL”) merupakan perusahaan produsen minyak nabati dan biodiesel di Indonesia. Saat
ini, ASK memperoleh penawaran dari pihak perbankan untuk melakukan refinancing atas
pinjaman eksisting. Sementara itu, ANJT yang juga tergabung dalam grup FRL, per kuartal
kedua 2026, telah memperoleh komitmen untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan
dengan plafon pinjaman sebesar Rp4.845.000 juta. Adapun pinjaman yang diperoleh ANJT
tersebut digunakan untuk keperluan replanting dan modal kerja perusahaan.
ANJT saat ini memiliki kondisi likuiditas yang baik, di mana jumlah kas dan setara kas per
30 Juni 2026 adalah sebesar Rp1.604.370 juta. ANJT memperkirakan terdapat idle cash
sebesar Rp2.000.000 juta untuk setidaknya 5 (lima) tahun ke depan. FRL sebagai ultimate
shareholder ANJT dan ASK mempertimbangkan agar ANJT dapat memberikan pinjaman
kepada ASK, dengan pertimbangan penggunaan sumber pendanaan dari grup secara
efektif jika dibandingkan dengan pendanaan dari luar grup.
Walaupun saat ini ASK sendiri memiliki kemampuan untuk memperoleh pinjaman dari
pihak ketiga karena memiliki kredibilitas dan kondisi keuangan yang baik, penggunaan
sumber pendanaan internal dari grup diharapkan dapat memberikan manfaat dan nilai
tambah bagi ANJT dan ASK. Hal tersebut karena terdapat sumber pendanaan yang dapat
dimanfaatkan oleh ASK, sementara bagi ANJT, kas tersebut merupakan idle cash yang
tidak dipergunakan.
ANJT berencana memberikan pinjaman kepada pihak terafiliasi yaitu ASK, di mana
keduanya terafiliasi berdasarkan struktur kepemilikan. Keduanya memiliki ultimate
shareholder yang sama yaitu FRL.
Latar belakang utama adanya Rencana Transaksi Pinjam Meminjam adalah kebutuhan
modal kerja ASK dan refinancing atas pinjaman eksisting. Rencana Transaksi Pinjam
Meminjam tersebut dilakukan antara para pihak yang merupakan pihak terafiliasi
berdasarkan struktur kepemilikan, dengan nilai pinjaman sebesar Rp2.000.000 juta, yang
melebihi 20% namun di bawah 50% dari nilai buku ekuitas ANJT per 30 Juni 2026, sehingga
merupakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material.
Dengan ini, ANJT menunjuk KJPP TOPAZ dalam penugasan Pendapat Kewajaran dengan
maksud dan tujuan untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material sebagai pemenuhan Peraturan OJK, yakni POJK No.
17/POJK.04/2020 terkait Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha serta POJK
No. 42/POJK.04/2020 terkait Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Halaman - 10
Page 25
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
2.2 Dasar Rencana Transaksi
Dasar rencana transaksi afiliasi dan transaksi material adalah pemberian pinjaman oleh
ANJT kepada ASK, sebagaimana tercantum dalam Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman.
2.3 Objek Rencana Transaksi
Objek rencana transaksi afiliasi dan transaksi material sesuai dengan informasi yang
diberikan oleh Pemberi Tugas adalah pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK.
2.4 Nilai Rencana Transaksi
Nilai Rencana Transaksi berdasarkan Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman adalah sebesar
Rp2.000.000 juta.
2.5 Pertimbangan Bisnis Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK
Kedua belah pihak, yakni ANJT dan ASK memiliki pertimbangan bisnis untuk menyepakati
Rencana Transaksi berupa Pemberian Pinjaman, pertimbangan tersebut adalah :
1. FRL memiliki penyertaan pada ANJT sebesar 95,92% dan kepemilikan tidak langsung
pada ASK sebesar 95,75%. ANJT dan ASK berada dalam grup yang sama, di mana
ultimate shareholder memiliki peran dalam menyediakan ekosistem simbiosis dan
sinergi yang memberikan manfaat bagi grup secara keseluruhan. Dalam hal ini, ASK
memerlukan pendanaan, sementara ANJT memiliki idle cash.
2. Sebagaimana disampaikan oleh manajemen, ASK merupakan operating company yang
memiliki prospek positif. Secara finansial, ASK merupakan perusahaan yang bergerak
di bidang pengolahan minyak, di mana ANJT merupakan salah satu pemasoknya.
Manajemen menyampaikan bahwa ANJT menyuplai hampir seluruh output CPO
kepada ASK. Dengan pertimbangan tersebut, ANJT secara entitas juga memiliki
kepentingan untuk menjaga agar ASK dapat menjalankan kegiatan operasional
usahanya dengan baik.
3. Berdasarkan analisis dengan menggunakan proyeksi keuangan ANJT, idle cash tersebut
hanya memberikan tingkat imbal hasil sebesar 3,75% per tahun, sementara pinjaman
kepada ASK memberikan tingkat imbal hasil sebesar 8,5%. Hal ini menunjukkan bahwa
terdapat potensi profitabilitas ANJT yang belum maksimal apabila idle cash tersebut
tidak dimanfaatkan secara optimal. Rencana Transaksi ini memberikan keuntungan
dan manfaat bagi ANJT, sebagaimana tercermin dari nilai tambah atas Rencana
Transaksi.
4. Berdasarkan proyeksi keuangan ASK, ASK diproyeksikan memiliki kemampuan
pembayaran yang memadai, dengan tetap memperhatikan risiko tidak tercapainya
proyeksi.
Halaman - 11
Page 26
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
2.6 Pihak-Pihak dalam Rencana Transaksi
2.6.1 PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (”ANJT”) sebagai Pemberi Pinjaman
ANJT didirikan berdasarkan akta No. 72 tanggal 16 April 1993, dibuat oleh Tn. Sutjipto,
S.H., notaris di Jakarta. Akta ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-3479.HT.01.01.TH.93 tanggal 21 Mei 1993
dan diumumkan dalam Berita Negara No. 70 tanggal 31 Agustus 1993, Tambahan No.
4010.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha utama
Perusahaan adalah aktivitas konsultasi manajemen lainnya, perdagangan besar serta
perkebunan buah kelapa sawit dan industri pengolahannya.
Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang Saham ANJT per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Figur 4. Susunan Pemegang Saham ANJT
Persentase
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Total
Kepemilikan
First Resources Limited 3.217.218.477 95,92% 321.721.847.700
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 136.956.523 4,08% 13.695.652.300
Total Saham 3.354.175.000 100,00% 335.417.500.000
Sumber: Laporan Keuangan Limited Review ANJT 30 Juni 2026
Pada tanggal 30 Juni 2026, pengendali pemegang saham ANJT adalah First Resources
Limited dengan kepemilikan saham sebesar 95,92%.
Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ANJT per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tn. Harianto Tanamoeljono
Komisaris Independen : Tn. Sofyan Djalil
Direksi
Direktur Utama : Tn. Suhendro
Direktur : Tn. Isen Henry Tjong
Direktur : Tn. Hilman Lukito
2.6.2 PT Adhitya Serayakorita (“ASK”) sebagai Penerima Pinjaman
ASK didirikan berdasarkan akta No. 89 tanggal 19 Juni 1992, dibuat oleh Maria Anastasia
Halim, S.H., notaris di Batam. Akta pendirian Perusahaan telah mendapat pengesahan
dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
4588.HT.01.01-Th.93 tanggal 12 Juni 1993 dan diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 82 Tambahan Berita Negara No. 4789 tanggal 12 Oktober 1993.
Halaman - 12
Page 27
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan di
antaranya adalah menjalankan usaha dalam bidang industri dan perdagangan besar.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan
usaha melalui usaha pertanian meliputi budidaya tanaman perkebunan, agrobisnis dan
agroindustri. Perusahaan berkedudukan di Jakarta dan melakukan kegiatan usahanya
yang bergerak dalam bidang penyulingan minyak sawit dan inti sawit serta investasi
saham pada perusahaan yang menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit dan
pengolahan minyak sawit.
Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang Saham ASK per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Figur 5. Susunan Pemegang Saham ASK
Persentase
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Total
Kepemilikan
PT Ciliandra Perkasa 184.422 95,75% 184.422.000.000
PT Fangionoperkasa Sejati 8.178 4,25% 8.178.000.000
Total 192.600 100,00% 192.600.000.000
Sumber: Laporan Keuangan ASK per 30 Juni 2026
Pada tanggal 30 Juni 2026, pemegang saham ASK adalah PT Ciliandra Perkasa dengan
kepemilikan saham sebesar 95,75% dan PT Fangionoperkasa Sejati sebesar 4,25%.
Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ASK per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Tn. Bahadurin
Direksi
Direktur Utama : Tn. Triyono Widodo
Direktur : Tn. Suprayogi
Direktur : Tn. Isen Henry Tjong
2.7 Pemaparan Ringkasan Bagian Penting dalam Perjanjian Fasilitas Pinjaman
Berikut adalah ringkasan dari Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman ANJT, yaitu antara lain:
Figur 6. Pemaparan Ringkasan Bagian Penting dalam Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman
PERJANJIAN FASILITAS PINJAMAN
Pada hari ini, … telah dibuat Perjanjian Fasilitas Pinjaman (selanjutnya disebut ”Perjanjian”), oleh dan
antara:
I. PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk (”ANJT”), suatu perseroan terbatas terbuka yang didirikan
berdasarkan hukum di Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Barat dalam hal ini
diwakili oleh Hilman Lukito selaku Direktur, dalam jabatannya tersebut sah mewakili Direksi dan
bertindak untuk dan atas nama ANJT, untuk selanjutnya disebut sebagai “Pemberi Pinjaman”; dan
Halaman - 13
Page 28
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
II. PT ADHITYA SERAYAKORITA (”ASK”), suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
di Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Barat dalam hal ini diwakili oleh Isen Henry
Tjong, dalam jabatannya tersebut sah mewakili Direksi dan bertindak untuk dan atas nama ASK,
untuk selanjutnya disebut sebagai “Penerima Pinjaman”.
Pasal 1
Definisi dan Interpretasi
Mengatur definisi istilah penting dalam perjanjian, termasuk Afiliasi, Bunga, Bunga Keterlambatan,
Dampak Merugikan Material, Fasilitas Pinjaman, Jangka Waktu, Jumlah Terutang, Peristiwa Cidera Janji,
Pinjaman, Tanggal Jatuh Tempo, dan Tanggal Pencairan. Lampiran merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari perjanjian.
Pasal 2
Fasilitas Pinjaman
ANJT menyediakan fasilitas maksimum sebesar Rp2.000.000.000.000 (Dua Triliun Rupiah) yang dapat
dicairkan bertahap. Setiap jumlah pokok pinjaman yang terutang dari waktu ke waktu merupakan bagian
dari Fasilitas Pinjaman dan diperhitungkan dalam menentukan jumlah Fasilitas Pinjaman yang masih
tersedia untuk ditarik oleh Penerima Pinjaman pada Periode Ketersediaan. Jumlah keseluruhan Pinjaman
yang terutang pada setiap waktu tidak boleh melebihi jumlah maksimum Fasilitas Pinjaman.
Pasal 3
Tujuan Penggunaan
Fasilitas Pinjaman digunakan untuk kegiatan operasional dan/atau modal kerja ASK atau tujuan lain yang
disetujui secara tertulis oleh ANJT. ASK bertanggung jawab atas penggunaan dana dan tidak diperkenankan
menggunakan Fasilitas Pinjaman untuk kegiatan yang melanggar hukum, bersifat spekulatif, atau tujuan
material yang berbeda dari yang telah disepakati.
Pasal 4
Persyaratan Pendahuluan
Pencairan setelah tanggal perjanjian mensyaratkan persetujuan korporasi, Laporan Penilai, persetujuan
kreditur jika diperlukan, pemenuhan ketentuan POJK, penandatanganan perjanjian, dan dokumen lain
yang diperlukan. Pada tanggal pencairan tidak boleh terdapat Peristiwa Cidera Janji dan
pernyataan/jaminan material harus tetap benar.
Pasal 5
Penarikan dan Pencairan
ASK dapat mengajukan penarikan fasilitas yang tersedia selama Periode Ketersediaan dengan
pemberitahuan tertulis sekurang-kurangnya 3 Hari Kerja. Permohonan memuat jumlah, tanggal pencairan,
tujuan penggunaan dan rekening bank. ANJT tidak wajib mencairkan jika persyaratan belum terpenuhi atau
batas maksimum terlampaui.
Pasal 6
Jangka Waktu dan Tanggal Jatuh Tempo
Perjanjian berlaku sejak ditandatangani sampai Tanggal Jatuh Tempo 30 Juni 2031 dan dapat tetap berlaku
setelahnya sepanjang masih terdapat jumlah terutang. Perpanjangan dapat diminta ASK secara tertulis dan
hanya berlaku apabila disetujui tertulis ANJT serta memenuhi persyaratan yang diperlukan.
Pasal 7
Pembayaran Kembali
Pokok pinjaman dibayarkan secara bertahap sebesar Rp1.000.000.000.000 (Satu Triliun Rupiah) pada 27
Januari 2031 dan Rp1.000.000.000.000 (Satu Triliun Rupiah) pada 27 Juni 2031. Sisa pokok, bunga dan
jumlah terutang lainnya wajib dilunasi paling lambat pada Tanggal Jatuh Tempo yaitu 30 Juni 2031.
Pasal 8
Bunga
Atas fasilitas pinjaman dikenakan bunga sebesar 8,5% per tahun dari jumlah pinjaman terutang. Bunga
dihitung berdasarkan jumlah pokok pinjaman aktual dan jumlah hari aktual berdasarkan jumlah hari aktual
yang telah berlalu dengan basis perhitungan 360 hari (actual/360), terhitung sejak tanggal pencairan, dan
dibayarkan setiap 21 Desember serta pada Tanggal Jatuh Tempo.
Halaman - 14
Page 29
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Pasal 10
Bunga Keterlambatan
Keterlambatan pembayaran pokok, bunga atau jumlah terutang dikenakan bunga keterlambatan sebesar
tingkat bunga Pasal 8 ditambah 2% per tahun sampai pembayaran dilakukan sepenuhnya.
Pasal 11
Pajak
Masing-masing pihak bertanggung jawab atas kewajiban perpajakannya. Jika ASK wajib
memotong/memungut pajak atas pembayaran kepada ANJT, ASK wajib melakukan pemotongan,
penyetoran dan memberikan bukti pemotongan. Tidak ada gross-up kecuali disepakati lain.
Pasal 15
Kewajiban Informasi dan Kewajiban Positif
ASK wajib menggunakan pinjaman sesuai tujuan, menjalankan usaha sesuai hukum, mempertahankan
perizinan material, menjaga pembukuan, menyampaikan laporan keuangan, memberikan informasi
penggunaan pinjaman, memberitahukan cidera janji atau kejadian material yang memengaruhi
kemampuan pembayaran, serta menyediakan informasi untuk audit, pajak, transfer pricing dan regulasi.
Pasal 16
Pembatasan
Tanpa persetujuan tertulis ANJT, ASK dibatasi untuk memperoleh utang tambahan yang secara material
mengurangi kemampuan pembayaran, memberikan jaminan/bantuan keuangan material tertentu,
mengalihkan aset material di luar usaha normal, melakukan restrukturisasi material yang merugikan
kemampuan pembayaran, mengubah usaha utama secara material, melakukan transaksi afiliasi yang tidak
wajar, atau membayar dividen dalam kondisi tertentu.
Sumber: Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa draft Perjanjian ini telah disusun
berdasarkan kesepakatan yang telah dilakukan oleh pihak yang melakukan perjanjian. Isi
dalam perjanjian ini dinilai telah memiliki kekuatan pembuktian yang sama bagi masing-
masing pihak.
2.8 Informasi Inspeksi Lapangan
Berdasarkan Surat Tugas No. 0863/ST/KJPP-TOPAZ/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026,
kami melaksanakan online meeting dan investigasi lapangan pada:
Hari / Tanggal : Jumat, 21 Agustus 2026
Lokasi : APL Tower Lantai 28,
Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav. 28, Tanjung Duren,
Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 11470
Tim Survei : Lidia, S.T., M.M.
Immanuel Taurix Riyadi Tutuko, S.E., M.M.
Halaman - 15
Page 30
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Figur 7. Dokumentasi terkait Objek Pendapat Kewajaran
Resepsionis Ruang Meeting
Lounge Area 1 Lounge Area 2
Ruang Kerja 1 Ruang Kerja 2
Kami telah melakukan wawancara terhadap beberapa pertanyaan diskusi melalui online
meeting terkait Rencana Transaksi. Berikut adalah pihak yang menanggapi diskusi dan
hasil diskusi terkait Pendapat Kewajaran, yaitu:
Figur 8. Pihak-Pihak yang Diwawancarai
Pihak yang Diwawancarai Jabatan Perusahaan
Bapak Hilman Lukito Direktur ANJT
Bapak Christopher Anders Accounting ANJT
Berdasarkan hasil diskusi diketahui hal-hal sebagai berikut:
1. Berdasarkan informasi manajemen, pertimbangan bisnis ANJT dalam memberikan
pinjaman kepada ASK adalah karena ANJT memiliki idle cash yang berasal dari
fasilitas pinjaman perbankan sebesar Rp4,85 triliun. Dana tersebut juga akan
digunakan untuk mendukung corporate action ANJT, antara lain untuk kegiatan
replanting dan pengadaan bibit baru. Dari sisi ASK, ASK memiliki kewajiban berupa
utang bank, sehingga Grup memanfaatkan idle cash tersebut untuk refinancing atas
utang ASK.
Halaman - 16
Page 31
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
2. Berdasarkan informasi manajemen, fasilitas pinjaman ANJT tersebut belum
seluruhnya ditarik. Sampai dengan saat ini, dana yang telah ditarik sebesar Rp1,39
triliun. Belum seluruhnya dana tersebut dapat dicairkan karena terdapat kendala
terkait dengan jaminan, sehingga proses pencairan dana menjadi tertunda.
3. Sumber pinjaman kepada ASK berasal dari fasilitas pinjaman perbankan yang
diperoleh ANJT, kemudian dana tersebut diberikan kepada ASK karena terdapat idle
cash pada ANJT.
4. Berdasarkan kondisi keuangan ANJT, tingkat likuiditas ANJT tergolong baik dan
terdapat surplus kas dari kegiatan operasional.
5. Berdasarkan informasi manajemen, penentuan tingkat beban bunga atas pinjaman
tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan market-based rate.
6. Pajak atas transaksi tersebut sebesar 15% dan bersifat tidak final. Pajak tersebut
merupakan pembayaran sementara (withholding tax), yang kewajiban
pemotongannya dilakukan oleh pihak yang melakukan pembayaran atas pendapatan
bunga. Tarif pajak badan yang digunakan oleh perusahaan adalah sebesar 22%.
7. Secara inkremental, posisi kas akan berkurang sebesar Rp2 triliun. Pinjaman tersebut
akan dicatat sebagai aset lancar/aset tidak lancar sesuai dengan jangka waktu
pinjaman. Tidak terdapat dampak inkremental terhadap posisi utang.
8. Plafon pinjaman sebesar Rp2 triliun. Dengan posisi ekuitas terakhir sebesar Rp4,2
triliun, nilai pinjaman tersebut masih di bawah 50% dari ekuitas, sehingga transaksi
tersebut tidak memerlukan persetujuan RUPS.
9. Berdasarkan informasi manajemen, tanpa adanya transaksi pinjaman kepada ASK,
ANJT tetap akan memperoleh pencairan atas fasilitas pinjaman perbankan tersebut.
10. Berdasarkan informasi manajemen, apabila rencana transaksi pinjaman kepada ASK
tidak dilakukan, ANJT diproyeksikan tetap memperoleh pendapatan bunga atas idle
cash sebesar Rp2 triliun, dengan tingkat bunga sekitar 3,75%.
11. ASK bergerak di bidang pengelolaan minyak kelapa sawit, di mana ANJT menyuplai
sekitar 100% kebutuhan ASK. Dengan demikian, ASK merupakan pembeli utama
produk ANJT, sehingga ANJT memiliki kepentingan dalam menjaga keberlangsungan
usaha.
12. Dana yang diterima ASK akan digunakan untuk refinancing dan working capital. ASK
memiliki utang perbankan dengan tingkat bunga sekitar 8,5%. (Rekapitulasi tingkat
bunga atas utang perbankan tersebut akan disampaikan oleh manajemen). Terdapat
kemungkinan perubahan tingkat beban bunga atas pinjaman tersebut. Untuk saat
ini, tingkat bunga yang dikenakan dimulai dari 8,5%.
13. Manajemen ANJT memahami prosedur yang telah dilakukan ASK terkait dengan
penerimaan pinjaman perbankan sebelumnya. Dengan demikian, dari sisi
compliance, manajemen ANJT menilai bahwa ASK layak menerima pinjaman
tersebut.
14. Berdasarkan informasi manajemen, fasilitas pinjaman sebesar Rp4,85 triliun tersebut
telah committed dengan pihak perbankan. Manajemen menyampaikan bahwa ke
depannya terdapat rencana corporate action pada ANJT, salah satunya berupa
kegiatan replanting dan pengadaan bibit baru.
2.9 Informasi Material Lainnya yang Diungkapkan
Berdasarkan informasi dari manajemen tidak ada perubahan isi dari draft Perjanjian
Fasilitas Pinjaman yang disampaikan, dengan ini penilai meyakini dan menggunakan draft
Perjanjian Fasilitas Pinjaman untuk analisis objek Rencana Transaksi.
Halaman - 17
Page 32
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
3 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF
3.1 Analisis Kualitatif
3.1.1 Struktur Grup ANJT
Berikut adalah struktur Kepemilikan Saham Grup ANJT:
Figur 9. Struktur Kepemilikan Saham Grup ANJT
Sumber: Manajemen ANJT
Per 30 Juni 2026, pendapatan ANJT sebesar Rp2.345.605 juta dan mencatatkan laba
bersih sebesar Rp460.844 juta. Total aset periode 30 Juni 2026 sebesar Rp7.051.872 juta
mengalami peningkatan sebesar 32,74% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp5.312.396
juta. Total liabilitas periode 30 Juni 2026 sebesar Rp2.791.972 juta mengalami
peningkatan sebesar 84,49% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp1.513.338 juta.
Sementara itu, total ekuitas ANJT periode 30 Juni 2026 sebesar Rp4.259.900 juta
mengalami peningkatan sebesar 12,13% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp3.799.058
juta.
3.1.2 Kinerja Operasional
Kegiatan operasional ANJT terutama bergerak pada bidang agribisnis, khususnya
perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Per 30 Juni 2026, pendapatan Grup sebesar
Rp2.345.605 juta terutama berasal dari penjualan minyak sawit mentah (CPO) sebesar
Rp2.045.519 juta atau 87,2% dari total pendapatan, diikuti penjualan inti sawit sebesar
Rp296.561 juta atau 12,6% dan tandan buah segar (TBS) sebesar Rp3.526 juta atau 0,2%.
Adapun pelanggan utama Grup per 30 Juni 2026 terdiri dari PT Adhitya Serayakorita
dengan kontribusi sebesar Rp1.635.860 juta atau 69,7%, PT Swadaya Mukti Prakarsa
sebesar Rp330.024 juta atau 14,1%, dan PT Ciliandra Perkasa sebesar Rp182.202 juta
atau 7,8% dari total pendapatan. Ketiga pihak tersebut merupakan entitas sepengendali
dengan ANJT, dengan transaksi berupa penjualan CPO dan/atau inti sawit.
Halaman - 18
Page 33
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Prospek Usaha
Prospek usaha ANJT terutama didukung oleh bisnis kelapa sawit sebagai kegiatan usaha
utama Grup. Per 30 Juni 2026, ANJT memiliki area tertanam kelapa sawit seluas sekitar
40.136 hektare, dengan sekitar 70% tanaman berada pada fase muda dan prima, yang
memberikan potensi untuk mendukung produktivitas perkebunan ke depan. Selain itu,
Grup memiliki kapasitas pengolahan sekitar 270 ton TBS per jam, serta seluruh pabrik
kelapa sawit telah memperoleh sertifikasi RSPO dan ISPO.
Prospek tersebut didukung oleh peningkatan kinerja Grup pada semester I 2026, dengan
pendapatan sebesar Rp2.345.605 juta dan laba usaha sebesar Rp618.963 juta, masing-
masing meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan fokus
pada optimalisasi produktivitas perkebunan dan efisiensi operasional, ANJT memiliki
prospek untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja usahanya ke depan.
3.1.3 Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
Ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah tetap tinggi, meskipun sedikit
mereda setelah dilakukannya interim deal antara Amerika Serikat (AS)-Iran tanggal 14
Juni 2026. Perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026 telah menimbulkan
gangguan produksi, distribusi, dan rantai pasok perdagangan antarnegara serta
menurunkan prospek perekonomian global. Sejumlah bank sentral mulai menaikkan
suku bunga kebijakannya untuk merespons kenaikan inflasi tersebut. Suku bunga
kebijakan moneter AS, Fed Funds Rate, saat ini dipertahankan pada level 3,50-3,75%,
dan terdapat kemungkinan akan naik seiring dengan prospek inflasi AS yang lebih tinggi.
Imbal hasil (yield) US Treasury tetap tinggi mencapai 4,49% (tenor 10 tahun) dan 4,18%
(tenor 2 tahun) pada tanggal 17 Juni 2026 didorong oleh defisit fiskal yang membesar.
Indeks dolar AS terhadap negara maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY) tetap kuat.
Akibatnya, preferensi penempatan investor global ke negara Emerging Markets (EMs)
belum kuat dan beralih ke aset aman (safe-haven assets) di negara maju.
Figur 10. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik didukung oleh
permintaan domestik. Konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi sejalan berlanjutnya
realisasi program-program prioritas serta percepatan belanja Pemerintah, terutama
pemberian gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyaluran bantuan sosial
Halaman - 19
Page 34
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Konsumsi rumah tangga terjaga didorong
dampak percepatan konsumsi Pemerintah dan keyakinan konsumen yang tetap baik.
Investasi juga meningkat tecermin pada Purchasing Manager Index (PMI) yang berada
pada zona ekspansi, terutama didukung investasi bangunan terkait proyek Pemerintah.
Sementara dari sisi eksternal, ekspor perlu terus didorong guna memanfaatkan
tingginya harga komoditas dunia, di tengah melambatnya prospek pertumbuhan
ekonomi global.
Figur 11. Ekspor dan Impor Non-Migas
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat sehingga dapat
mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan pada April 2026 turun
menjadi sebesar 0,1 miliar dolar dari surplus pada Maret 2026 sebesar 3,3 miliar dolar
AS. Dari transaksi modal dan finansial, berbagai penguatan respons kebijakan moneter
yang ditempuh Bank Indonesia yang bersinergi dengan kebijakan fiskal untuk
meningkatkan imbal hasil instrumen keuangan domestik dapat mendorong aliran masuk
modal asing pada triwulan II 2026 yang secara neto tercatat sebesar 3,9 miliar dolar AS
(hingga 15 Juni 2026), setelah pada triwulan I 2026 secara neto mencatat aliran modal
keluar sebesar 0,8 miliar dolar AS. Aliran masuk modal asing tersebut terutama
ditopang oleh aliran masuk modal asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan
SBN.
Figur 12. Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Halaman - 20
Page 35
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tetap kuat sebesar 144,9 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan
pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor.
Figur 13. Cadangan Devisa Indonesia
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada 16
Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil bila dibandingkan
dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan
dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat
menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan
ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar NDF baik
di off-shore maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar
sekunder serta inflows pada saham dan SRBI. Selain itu, tambahan pasokan valas dari
korporasi, termasuk dari peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring
penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga
mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah.
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap terjaga di tengah makin meningkatnya
dampak gejolak global terhadap perkembangan harga-harga di dalam negeri. Inflasi IHK
pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi
pada bulan sebelumnya sebesar 2,42% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi
inti yang sedikit meningkat menjadi 2,59% (yoy) namun tetap terkendali didukung
konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga ekspektasi inflasi. Inflasi
kelompok administered prices (AP) naik menjadi sebesar 2,07% (yoy) seiring dengan
penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM)
nonsubsidi, serta avtur sejalan dengan kenaikan harga energi global. Inflasi
kelompok volatile food (VF) juga naik menjadi 6,24% (yoy) dipengaruhi menurunnya
pasokan akibat gangguan produksi karena cuaca dan berakhirnya musim panen raya.
Halaman - 21
Page 36
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Figur 14. Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Kondisi Likuiditas
Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh melalui optimalisasi
Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong
peningkatan kredit/pembiayaan perbankan ke sektor prioritas. Hingga minggu
pertama Juni 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp418,1
triliun dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp355,6 triliun serta interest
rate channel sebesar Rp62,5 triliun. Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan
masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp209,6 triliun, BUSN sebesar
Rp169,9 triliun, BPD sebesar Rp30,8 triliun, dan KCBA sebesar Rp7,8 triliun.
Secara sektoral, KLM telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, mencakup
sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif,
sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi,
Inklusi, dan Berkelanjutan. Bank Indonesia terus memperkuat implementasi
kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain melalui penguatan
kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), KLM, dan Rasio Pendanaan
Luar Negeri Bank (RPLN) untuk terus mendukung penyaluran kredit/pembiayaan
perbankan.
Figur 15. Likuiditas Perbankan dan Perekonomian
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Halaman - 22
Page 37
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Suku Bunga
Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8
12%. Prospek ini didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan
(undisbursed loan), memadainya kapasitas pembiayaan bank, dan DPK yang masih
tumbuh tinggi. Efisiensi suku bunga perbankan juga dapat ditingkatkan. Ke depan, Bank
Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif
antara lain melalui penguatan kebijakan RIM dan KLM untuk terus mendukung
penyaluran kredit perbankan. Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK juga terus
diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan
kredit/pembiayaan perbankan tersebut. Selain itu, pertumbuhan uang beredar akan
terus dikelola sehingga tetap konsisten menjaga stabilitas dan turut mendukung
pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah.
Figur 16. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
lebih lanjut. Kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh sebesar 11,51% (yoy), lebih tinggi
bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 9,98% (yoy).
Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit
investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Mei 2026 masing-masing
tumbuh sebesar 21,95% (yoy), 8,09% (yoy), dan 5,89% (yoy). Pertumbuhan kredit 2026
tetap terjaga pada kisaran 8-12% didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang
belum digunakan (undisbursed loan) sebesar Rp2.576 triliun atau 22,41% dari plafon
kredit yang tersedia, serta memadainya kapasitas pembiayaan bank yang tecermin pada
rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74% dan DPK yang
masih tumbuh tinggi sebesar 13,47% (yoy) pada Mei 2026. Selain itu, perkembangan
suku bunga perbankan juga mendukung prospek kredit, di mana pada Mei 2026 suku
bunga kredit tercatat sebesar 8,72% dan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,26%.
Halaman - 23
Page 38
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Figur 17. Suku Bunga Perbankan
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Ketahanan Sistem Keuangan
Ketahanan perbankan tetap kuat untuk memitigasi risiko dampak dari perang di Timur
Tengah. Perkembangan ini ditandai dengan likuiditas perbankan yang memadai,
kapasitas permodalan yang terjaga pada level tinggi, dan risiko kredit yang terjaga
rendah. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada April
2026 tercatat tinggi sebesar 23,97%, yang tergolong kuat dalam menyerap risiko dan
mendukung pertumbuhan kredit.
Figur 18. Rasio Kredit Bermasalah (NPL)
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap
rendah sebesar 2,17% (bruto) dan 0,84% (neto) pada April 2026. Hasil stress test Bank
Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai
risiko, termasuk dampak rambatan berlanjutnya perang di Timur Tengah, ditopang oleh
kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang tetap terjaga baik. Bank Indonesia
terus memperkuat kebijakan makroprudensial dan sinergi kebijakan bersama KSSK
dalam rangka turut menjaga stabilitas sistem keuangan.
Halaman - 24
Page 39
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Figur 19. Perkembangan Kredit dan DPK
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Sistem Pembayaran
Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan
struktur industri yang sehat. Infrastruktur yang stabil tecermin pada penyelenggaraan
Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar
dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai.
Struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem
pembayaran yang terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital
(EKD) yang meluas. Bank Indonesia terus memperkuat struktur industri sistem
pembayaran, khususnya pada aspek manajemen risiko dan keandalan infrastruktur
teknologi pelaku industri. Hal ini sejalan dengan implementasi Peraturan Bank Indonesia
Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran (PBI PISP). Bank
Indonesia juga akan terus memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik
ritel maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran industri. Bank Indonesia
juga terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas
yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),
termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Figur 20. Nilai Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi Digital Banking
Sumber: Bank Indonesia Juni 2026
Halaman - 25
Page 40
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
3.1.4 Gambaran Umum Industri Perkebunan Kelapa Sawit
Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis dalam
perekonomian global dan Indonesia. Produk utama kelapa sawit berupa Crude Palm Oil
(CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO) digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, antara
lain pangan, oleokimia, kosmetik, serta energi melalui pemanfaatannya sebagai bahan
baku biodiesel.
Secara global, industri kelapa sawit masih didominasi oleh Indonesia dan Malaysia
sebagai negara produsen utama. Berdasarkan data United States Department of
Agriculture (USDA), produksi minyak sawit dunia pada tahun pemasaran 2025/2026
diperkirakan mencapai sekitar 81,36 juta ton, dengan Indonesia dan Malaysia secara
bersama-sama menyumbang lebih dari 80% produksi dunia. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa perkembangan produksi dan kebijakan di kedua negara memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap pasokan dan perdagangan minyak sawit dunia.
Di Indonesia, industri kelapa sawit memiliki peranan penting dalam kegiatan ekonomi
dan pembangunan daerah. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, luas areal
kelapa sawit Indonesia pada tahun 2025 masih berada pada kisaran 16,83 juta hektare,
dengan produksi CPO berdasarkan angka sementara sekitar 46,55 juta ton. Kondisi
tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri kelapa sawit dalam beberapa
tahun terakhir semakin bergantung pada peningkatan produktivitas, peremajaan
tanaman, pengelolaan perkebunan, dan efisiensi rantai pasok, dibandingkan dengan
ekspansi areal.
Di sisi permintaan, peningkatan konsumsi domestik, khususnya melalui implementasi
kebijakan mandatori biodiesel, turut meningkatkan penyerapan CPO di dalam negeri.
Pada tahun 2026, pemerintah mulai menerapkan mandatori B50 sejak 1 Juli 2026,
setelah pelaksanaan B40 pada semester pertama. Total alokasi biodiesel tahun 2026
diperkirakan mencapai sekitar 17,60 juta kiloliter. Kebijakan tersebut menjadi salah satu
faktor yang mendukung peningkatan penyerapan CPO domestik sekaligus memperkuat
peran kelapa sawit dalam ketahanan energi nasional.
Ke depan, industri kelapa sawit diperkirakan tetap memiliki prospek yang strategis
seiring dengan kebutuhan minyak nabati dunia, perkembangan industri hilir, dan
peningkatan pemanfaatan CPO untuk bioenergi. Namun demikian, industri juga
menghadapi sejumlah tantangan, antara lain fluktuasi harga komoditas, kondisi cuaca
dan perubahan iklim, produktivitas tanaman, kebutuhan peremajaan, keterbatasan
ekspansi areal, serta perkembangan regulasi dan standar keberlanjutan di pasar global.
Oleh karena itu, peningkatan produktivitas dan efisiensi, penguatan hilirisasi, serta
penerapan praktik perkebunan yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam
menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia.
Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia
Perkembangan luas areal kelapa sawit Indonesia selama periode 2020–2025
menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2021, yaitu dari
14,59 juta hektare menjadi 16,83 juta hektare. Setelah tahun 2021, luas areal kelapa
Halaman - 26
Page 41
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
sawit nasional cenderung stabil hingga tahun 2025. Kondisi tersebut menunjukkan
bahwa ekspansi areal perkebunan kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir relatif
terbatas.
Di sisi produksi, produksi CPO Indonesia meningkat dari 45,74 juta ton pada tahun 2020
menjadi 47,08 juta ton pada tahun 2023, sebelum mengalami penurunan menjadi 45,44
juta ton pada tahun 2024. Pada tahun 2025, produksi CPO berdasarkan angka sementara
kembali meningkat menjadi 46,55 juta ton. Sementara itu, produktivitas mengalami
penurunan dari 3.814 kg/ha pada tahun 2020 menjadi 3.529 kg/ha pada tahun 2024,
sebelum meningkat menjadi 3.606 kg/ha pada tahun 2025.
Perkembangan luas areal, produksi, dan produktivitas kelapa sawit Indonesia tersebut
dapat dilihat pada figur berikut.
Figur 21. Nilai Perkembangan Luas Areal, Produksi, dan Produktivitas Kelapa Sawit
Indonesia, 2020–2025
Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian
Dengan luas areal yang relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan
produksi kelapa sawit nasional ke depan akan semakin dipengaruhi oleh produktivitas
tanaman. Oleh karena itu, peremajaan tanaman, optimalisasi tanaman menghasilkan,
penerapan praktik budidaya yang baik, serta peningkatan efisiensi pengelolaan
perkebunan menjadi faktor penting dalam menjaga produksi kelapa sawit Indonesia.
Komposisi Luas Areal Kelapa Sawit Menurut Status Pengusahaan
Berdasarkan status pengusahaan, luas areal kelapa sawit Indonesia dalam beberapa
tahun terakhir didominasi oleh Perkebunan Besar Swasta (PBS), diikuti oleh Perkebunan
Rakyat (PR) dan Perkebunan Besar Negara (PBN). Selain itu, statistik perkebunan juga
mencatat areal dalam kategori Luas Akan Dikonfirmasi (LAD).
Perkembangan luas areal kelapa sawit Indonesia berdasarkan status pengusahaan
selama periode 2018–2026 dapat dilihat pada figur berikut.
Halaman - 27
Page 42
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Figur 22. Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia Menurut Status
Pengusahaan, 2018–2026
Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian
Berdasarkan figur tersebut, PBS secara konsisten merupakan kelompok pengusahaan
dengan luas areal terbesar. Pada tahun 2025, luas areal PBS tercatat sekitar 8,40 juta
hektare, diikuti oleh PR sebesar 6,93 juta hektare dan PBN sebesar 0,61 juta hektare.
Sementara itu, areal dalam kategori LAD tercatat sekitar 0,90 juta hektare. Untuk tahun
2026, angka yang ditampilkan merupakan estimasi Ditjenbun.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa PBS dan PR memiliki peranan utama dalam
struktur perkebunan kelapa sawit Indonesia. Dengan demikian, perkembangan
produktivitas dan pengelolaan pada kedua kelompok pengusahaan tersebut menjadi
salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan bahan baku dan produksi kelapa
sawit nasional.
Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia
Produksi kelapa sawit Indonesia masih terkonsentrasi pada sejumlah provinsi utama,
terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal
Perkebunan, pada tahun 2025 produksi CPO nasional tercatat sebesar sekitar 46,55 juta
ton, dengan Provinsi Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara menjadi wilayah
dengan produksi terbesar.
Figur 23. Provinsi Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia, 2025
Produksi CPO
No. Provinsi
(Juta Ton)
1 Riau 9,47
2 Kalimantan Tengah 7,59
3 Sumatera Utara 5,19
4 Kalimantan Barat 4,95
5 Kalimantan Timur 4,29
Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian
Halaman - 28
Page 43
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Konsentrasi produksi pada wilayah Sumatera dan Kalimantan menunjukkan bahwa
kondisi produktivitas tanaman, cuaca, ketersediaan bahan baku, serta infrastruktur
pengolahan dan distribusi di wilayah-wilayah tersebut memiliki pengaruh penting
terhadap produksi kelapa sawit nasional.
Ekspor dan Konsumsi Domestik Kelapa Sawit Indonesia
Ekspor dan konsumsi domestik merupakan dua komponen penting dalam penyerapan
produksi kelapa sawit Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan industri dalam negeri,
termasuk industri pangan, oleokimia, dan biodiesel, produk kelapa sawit Indonesia juga
memiliki peranan penting dalam perdagangan internasional.
Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), pada Triwulan
I 2026 produksi produk sawit berupa CPO dan PKO mencapai 15,55 juta ton, meningkat
18,44% dibandingkan 13,13 juta ton pada periode yang sama tahun 2025. Pada periode
yang sama, konsumsi domestik meningkat dari 6,07 juta ton menjadi 6,52 juta ton,
sedangkan volume ekspor meningkat dari 7,63 juta ton menjadi 8,54 juta ton.
Figur 24. Kinerja Industri Sawit Indonesia, Triwulan I 2025 dan Triwulan I 2026
Sumber: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), 2026
Peningkatan volume ekspor juga diikuti oleh kenaikan nilai ekspor. Pada Triwulan I 2026,
nilai ekspor produk sawit mencapai sekitar Rp162,7 triliun, dibandingkan Rp143,17
triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut antara lain
didukung oleh peningkatan harga rata-rata ekspor pada Januari–Maret 2026 menjadi
sekitar US$1.356 per ton CIF Rotterdam, dibandingkan US$1.230 per ton pada periode
yang sama tahun 2025.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pasar domestik dan pasar ekspor sama-
sama berperan penting dalam penyerapan produk kelapa sawit Indonesia. Peningkatan
konsumsi domestik memberikan dukungan terhadap permintaan CPO, sementara
ekspor menunjukkan bahwa industri kelapa sawit Indonesia masih memiliki akses
terhadap pasar internasional. Namun demikian, perkembangan produksi, konsumsi,
ekspor, dan persediaan tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi
keseimbangan pasokan dan permintaan serta dinamika harga produk sawit.
Halaman - 29
Page 44
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Biodiesel dan Hilirisasi Kelapa Sawit Indonesia
Kebijakan biodiesel merupakan salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan
penyerapan minyak sawit di pasar domestik. Program mandatori biodiesel Indonesia
terus meningkat dari B35 menjadi B40 pada tahun 2025 dan selanjutnya menuju B50
pada tahun 2026. Pada tahun 2026, pemerintah menerapkan skema transisi B40 pada
semester pertama dan B50 mulai Juli 2026, dengan total alokasi biodiesel sepanjang
tahun sekitar 17,60 juta kiloliter (kL).
Implementasi B50 menggunakan campuran 50% biodiesel berbasis CPO dan 50% solar.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan CPO sebagai bahan
baku energi domestik, mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, serta
meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit. Pemerintah memperkirakan
implementasi B50 dapat memberikan nilai tambah sekitar Rp24,68 triliun bagi industri
kelapa sawit dan penghematan devisa hingga sekitar Rp157,28 triliun.
Selain biodiesel, pemerintah terus mendorong hilirisasi industri kelapa sawit melalui
pengembangan berbagai produk turunan, termasuk produk pangan, oleokimia, dan
biofuel. Hilirisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri
serta memperluas penggunaan produk kelapa sawit selain sebagai komoditas ekspor.
Dari perspektif industri, peningkatan mandatori biodiesel dan pengembangan hilirisasi
merupakan faktor pendukung permintaan CPO domestik. Namun, peningkatan
penyerapan CPO untuk kebutuhan energi juga perlu diimbangi dengan ketersediaan
bahan baku untuk kebutuhan pangan dan industri lainnya. Kementerian Pertanian
menyatakan bahwa produksi CPO pada 2026 diarahkan untuk menjaga keseimbangan
antara kebutuhan pangan domestik dan program bioenergi.
Tantangan dan Prospek Industri Kelapa Sawit Indonesia
Industri kelapa sawit Indonesia masih memiliki prospek yang positif, didukung oleh
posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama minyak sawit dunia, pertumbuhan
kebutuhan domestik, peningkatan pemanfaatan CPO untuk biodiesel, serta
pengembangan industri hilir. Dalam jangka menengah, pertumbuhan permintaan
minyak nabati dunia diperkirakan tetap berlanjut, antara lain didorong oleh
pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, serta kebutuhan bahan baku untuk
industri pangan dan energi. OECD-FAO memproyeksikan penggunaan minyak nabati
untuk biodiesel secara global masih meningkat, terutama di Indonesia, Brasil, dan
Amerika Serikat.
Namun demikian, pertumbuhan produksi minyak sawit global diperkirakan semakin
moderat. OECD-FAO memproyeksikan pasokan minyak sawit global tumbuh sekitar
1,4% per tahun dalam periode 2026–2035. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh
keterbatasan ekspansi areal, meningkatnya tuntutan keberlanjutan, serta struktur
tanaman yang semakin tua di Indonesia dan Malaysia. Dengan demikian, peningkatan
produksi ke depan akan semakin bergantung pada peningkatan produktivitas dan
percepatan peremajaan tanaman.
Bagi Indonesia, kebijakan mandatori biodiesel menjadi salah satu faktor yang
mendukung permintaan domestik. Implementasi B50 sejak Juli 2026 berpotensi
Halaman - 30
Page 45
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
meningkatkan penyerapan CPO di dalam negeri. Di sisi lain, kebijakan biofuel juga
menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam keseimbangan antara
kebutuhan CPO untuk energi, pangan, dan industri hilir.
Dari sisi risiko, industri tetap menghadapi fluktuasi harga komoditas, kondisi cuaca dan
perubahan iklim, produktivitas tanaman, biaya input dan tenaga kerja, serta tuntutan
keberlanjutan dan ketertelusuran dari pasar internasional. OECD-FAO juga menilai
bahwa kebijakan biofuel dan perkembangan regulasi keberlanjutan menjadi sumber
ketidakpastian penting bagi pasar minyak nabati dalam jangka menengah.
Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, prospek industri kelapa sawit Indonesia
dalam jangka menengah tetap positif, namun pertumbuhannya diperkirakan cenderung
moderat dan semakin bergantung pada produktivitas, peremajaan tanaman, efisiensi,
serta kemampuan industri memenuhi standar keberlanjutan. Peningkatan permintaan
domestik melalui biodiesel dan pengembangan hilirisasi dapat menjadi penopang
pertumbuhan, sementara keterbatasan ekspansi areal dan tuntutan keberlanjutan
menjadi faktor pembatas.
3.1.5 Prosedur yang Dilakukan Manajemen
ANJT dalam hal ini telah melakukan beberapa prosedur atas rencana transaksi afiliasi
dan transaksi material berupa pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK, beberapa
prosedur tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemegang Saham melakukan kajian internal terkait kondisi keuangan ASK, baik
historikal maupun proyeksi keuangan. ASK sendiri telah memperoleh penawaran dari
perbankan untuk memperoleh fasilitas pinjaman, sehingga dari pihak ketiga pun ASK
memiliki kredibilitas yang baik.
2. ASK dan ANJT bersama-sama mempersiapkan perjanjian pinjam meminjam, di mana
ANJT sebagai pemberi pinjaman dan ASK sebagai penerima pinjaman. Kedua belah
pihak sepakat untuk menyetujui ketentuan-ketentuan dalam perjanjian tersebut,
yakni besarnya pinjaman, tingkat bunga, jangka waktu pinjaman, penyelesaian
pembayaran, dan hal-hal lain yang berlaku secara umum.
3. Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi dan transaksi material. Dengan ini,
ANJT menunjuk KJPP TOPAZ dalam penugasan Pendapat Kewajaran dengan maksud
dan tujuan untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Material sebagai pemenuhan Peraturan OJK, yakni POJK No.
17/POJK.04/2020 terkait Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha serta
POJK No. 42/POJK.04/2020 terkait Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Halaman - 31
Page 46
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
3.1.6 Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi berupa Pemberian Pinjaman oleh
ANJT kepada ASK
Keuntungan atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK
1. ANJT sebagai bagian dari Grup FRL memiliki kepentingan untuk mendukung ASK
dalam memperoleh pendanaan dengan persyaratan dan beban bunga yang lebih
ringan jika dibandingkan penambahan beban keuangan yang ditimbulkan jika ASK
mengambil pinjaman dari pihak ketiga/perbankan. Manajemen juga menyatakan
bahwa ASK juga sudah memiliki kemungkinan yang besar untuk memperoleh
pinjaman dari pihak perbankan.
2. Meningkatkan profitabilitas ANJT, di mana sejalan dengan meningkatnya
profitabilitas ANJT dari pendapatan bunga atas pinjaman ke ASK sebagaimana
tercermin dalam inkremental atau nilai tambah dari proyeksi keuangan ANJT dengan
adanya pemberian pinjaman dan tanpa pemberian pinjaman.
3. Nilai tambah atas Rencana Transaksi diproyeksikan akan meningkatkan total aset
atau terdapat inkremental sebesar Rp680.765 juta di tahun 2031 akan menguatkan
profitabilitas ANJT, di mana selama periode proyeksi tahun 2026 hingga 2031 sebesar
Rp379.667 juta.
Kerugian atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK
Tidak terdapat kerugian atas Transaksi Pinjam Meminjam dan Rencana Penambahan
Pinjaman.
3.1.7 Analisis Manfaat dan Risiko atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman
Manfaat atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK
1. Pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK diharapkan dapat memastikan bahwa
ASK memperoleh pendanaan atau pinjaman yang diperlukan untuk meningkatkan
kinerja keuangannya. Pinjaman ini merupakan simbiosis yang menguntungkan
keduanya yang berada dalam grup FRL, di mana ASK memperoleh pinjaman dengan
proses koordinasi yang lebih efisien dan ANJT dapat memanfaatkan idle cash-nya.
2. Rencana Transaksi Pinjam Meminjam merupakan kesepakatan kedua belah pihak
dengan pertimbangan bisnis yang memberi keuntungan dan manfaat bagi kedua
belah pihak. Prospek bisnis ASK dinilai memiliki coverage yang baik terhadap
kemampuan membayar utang sehingga dinilai tidak akan mengalami default atau
gagal bayar.
Risiko atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK
Risiko atas Rencana Transaksi Pinjam Meminjam ini adalah gagal bayar ASK atas
pinjaman ini. Namun manajemen meyakini hal ini tidak akan terjadi dan akan terdapat
mitigasi dan langkah restrukturisasi atas pinjaman menjadi ekuitas akan dilakukan
terlebih dahulu.
Halaman - 32
Page 47
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
3.2 Analisis Kuantitatif
3.2.1 Kinerja Keuangan ANJT
Tinjauan Laporan Posisi Keuangan ANJT
Figur 25. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan ANJT
(dalam Jutaan Rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025 30 Juni 2026
Keterangan Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Review
Aset Lancar 1.312.831 992.621 922.645 1.043.151 1.659.797 3.299.920
Aset Tidak Lancar 9.639.947 9.120.052 9.382.715 8.576.363 3.652.599 3.751.952
Total Aset 10.952.778 10.112.673 10.305.361 9.619.514 5.312.396 7.051.872
Liabilitas Jangka
818.595 679.169 885.446 828.964 1.376.111 1.324.781
Pendek
Liabilitas Jangka
2.862.941 2.316.070 2.282.099 2.213.796 137.228 1.467.191
Panjang
Total Liabilitas 3.681.536 2.995.239 3.167.545 3.042.760 1.513.338 2.791.972
Total Ekuitas 7.271.242 7.117.434 7.137.816 6.576.754 3.799.058 4.259.900
Total Liabilitas dan
10.952.778 10.112.673 10.305.361 9.619.514 5.312.396 7.051.872
Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan ANJT
Berdasarkan laporan posisi keuangan ANJT, total aset periode 30 Juni 2026 sebesar
Rp7.051.872 juta mengalami peningkatan sebesar 32,74% dibandingkan tahun 2025
sebesar Rp5.312.396 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan
aset lancar pada kas dan setara kas.
Total liabilitas ANJT periode 30 Juni 2026 sebesar Rp2.791.972 juta mengalami
peningkatan sebesar 84,49% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp1.513.338 juta.
Sementara itu, total ekuitas ANJT periode 30 Juni 2026 sebesar Rp4.259.900 juta
mengalami peningkatan sebesar 12,13% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp3.799.058
juta.
Figur 26. Pertumbuhan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas ANJT
12.000.000
Dalam Jutaan Rupiah
10.000.000
8.000.000
6.000.000
4.000.000
2.000.000
0
30 Juni
2021 2022 2023 2024 2025
2026
Total Aset 10.952.778 10.112.673 10.305.361 9.619.514 5.312.396 7.051.872
Total Liabilitas 3.681.536 2.995.239 3.167.545 3.042.760 1.513.338 2.791.972
Total Ekuitas 7.271.242 7.117.434 7.137.816 6.576.754 3.799.058 4.259.900
Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ
Halaman - 33
Page 48
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Tinjauan Laporan Laba (Rugi) ANJT
Figur 27. Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) ANJT
(dalam Jutaan Rupiah)
30 Juni 2026
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan (Year-to-Date)
Audit Audit Audit Audit Audit Limited Review
Pendapatan 4.477.310 4.517.156 3.969.139 3.974.220 3.970.598 2.345.605
Beban Pokok
(2.786.584) (3.613.078) (3.439.519) (3.180.940) (2.569.526) (1.645.804)
Pendapatan
Laba (Rugi) Bruto 1.690.726 904.078 529.621 793.281 1.401.071 699.802
Laba (Rugi) Usaha 1.048.962 659.151 320.856 505.903 832.669 618.963
Laba (Rugi)
979.837 579.110 160.566 341.622 (451.861) 585.206
Sebelum Pajak
Laba (Rugi) Tahun
665.934 355.028 31.914 153.703 (999.943) 460.844
Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan ANJT
Berdasarkan tabel historis laba (rugi) di atas, diketahui pendapatan ANJT per year-to-
date 30 Juni 2026 sebesar Rp2.345.605 juta. Pendapatan pada tahun 2025 sebesar
Rp3.970.598 juta, menurun sebesar 0,09% dibandingkan tahun 2024 sebesar
Rp3.974.220 juta. ANJT mencatatkan laba bersih per year-to-date 30 Juni 2026 sebesar
Rp460.844 juta.
Figur 28. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Usaha dan Laba (Rugi) Bersih ANJT
5.000.000
4.000.000
Dalam Jutaan Rupiah
3.000.000
2.000.000
1.000.000
0
(1.000.000)
(2.000.000)
30 Juni
2021 2022 2023 2024 2025
2026
Pendapatan 4.477.310 4.517.156 3.969.139 3.974.220 3.970.598 2.345.605
Beban Pokok Pendapatan 2.786.584 3.613.078 3.439.519 3.180.940 2.569.526 1.645.804
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 665.934 355.028 31.914 153.703 (999.943) 460.844
Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ
Halaman - 34
Page 49
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Tinjauan Laporan Arus Kas ANJT
Figur 29. Ikhtisar Laporan Arus Kas ANJT
(dalam Jutaan Rupiah)
30 Juni 2026
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan (Year-to-Date)
Audit Audit Audit Audit Audit Limited Review
Arus Kas Aktivitas Operasi 1.439.580 1.006.844 614.982 732.637 515.564 460.425
Arus Kas Aktivitas Investasi (720.500) (556.828) (692.141) (469.299) (182.469) (158.486)
Arus Kas Aktivitas
(530.211) (723.910) (6.215) (208.289) (241.972) 1.049.661
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Kas
188.870 (273.894) (83.374) 55.049 91.122 1.351.601
dan Setara Kas
Kas dan Setara Kas Awal
266.618 455.487 181.593 98.219 153.268 253.319
Tahun
Kas dan Setara Kas Akhir
455.487 181.593 98.219 153.268 253.319 1.604.370
Tahun
Sumber: Laporan Keuangan ANJT
Arus kas bersih dari aktivitas operasi per year-to-date 30 Juni 2026 menunjukkan arus
kas positif sebesar Rp460.425 juta yang berasal dari penerimaan pelanggan,
pembayaran kepada karyawan dan pemasok, penerimaan bunga, penerimaan
pengembalian PPN dan pembayaran pajak penghasilan.
Arus kas bersih dari aktivitas investasi per year-to-date 30 Juni 2026 menunjukkan arus
kas negatif sebesar Rp158.486 juta yang berasal dari penjualan investasi saham,
perolehan aset tetap, perolehan tanaman produktif dan perolehan aset tidak lancar lain-
lain.
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan per year-to-date 30 Juni 2026 menunjukkan
arus kas positif sebesar Rp1.049.661 juta, yang terutama berasal dari penerimaan utang
bank jangka panjang, setelah memperhitungkan pembayaran bunga pinjaman dan
pembayaran utang bank.
Figur 30. Arus Kas Bersih Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ANJT
2.000.000
1.500.000
Dalam Jutaan Rupiah
1.000.000
500.000
0
(500.000)
(1.000.000)
30 Juni
2021 2022 2023 2024 2025
2026
Arus Kas Operasi 1.439.580 1.006.844 614.982 732.637 515.564 460.425
Arus Kas Investasi (720.500) (556.828) (692.141) (469.299) (182.469) (158.486)
Arus Kas Pendanaan (530.211) (723.910) (6.215) (208.289) (241.972) 1.049.661
Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ
Halaman - 35
Page 50
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Tinjauan Rasio Keuangan ANJT
Figur 31. Ikhtisar Rasio Keuangan ANJT
30 Juni 2026
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan (Year-to-Date)
Audit Audit Audit Audit Audit Limited Review
LIQUIDITY
Current Ratio 160,38% 146,15% 104,20% 125,84% 120,62% 249,09%
Cash Ratio 55,64% 26,74% 11,09% 18,49% 18,41% 121,10%
ACTIVITY
Account Receivable
4 2 1 1 42 48
Turnover (days)
SOLVABILITY
Liability to Equity
50,63% 42,08% 44,38% 46,27% 39,83% 65,54%
Ratio
Liability to Assets
33,61% 29,62% 30,74% 31,63% 28,49% 39,59%
Ratio
PROFITABILITY
Net Profit Margin 14,87% 7,86% 0,80% 3,87% -25,18% 19,65%
Rate of Return on
6,08% 3,51% 0,31% 1,60% -18,82% 6,54%
Assets
Rate of Return on
9,16% 4,99% 0,45% 2,34% -26,32% 10,82%
Equity
Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ
Rasio Likuiditas
Current ratio dan cash ratio ANJT per year-to-date 30 Juni 2026 masing-masing tercatat
sebesar 249,09% dan 121,10%.
Rasio Aktivitas
Account receivable turnover ANJT per year-to-date 30 Juni 2026 tercatat selama 48 hari.
Rasio Solvabilitas
Berdasarkan laporan keuangan ANJT per year-to-date 30 Juni 2026 yang tersedia, Total
Liability to Equity Ratio sebesar 65,54% dan Total Liability to Assets Ratio sebesar
39,59%.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh
laba dari kegiatan operasionalnya. Pada periode year-to-date 30 Juni 2026, rasio
profitabilitas ANJT tercatat positif, yang tercermin dari net profit margin sebesar
19,65%, rate of return on assets sebesar 6,54%, dan rate of return on equity sebesar
10,82%. Hal tersebut menunjukkan bahwa ANJT mampu menghasilkan laba dan
mempertahankan kinerja profitabilitasnya pada periode tersebut.
Halaman - 36
Page 51
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
3.2.2 Kinerja Keuangan ASK
Tinjauan Laporan Posisi Keuangan ASK
Figur 32. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan ASK
(dalam Jutaan Rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025 30 Juni 2026
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit In-house
Aset Lancar 1.780.292 3.085.725 2.234.988 2.731.676 6.848.727 7.023.294
Aset Tidak Lancar 4.809.720 4.796.670 6.694.662 9.877.343 11.261.636 12.209.807
Total Aset 6.590.012 7.882.395 8.929.649 12.609.019 18.110.362 19.233.102
Liabilitas Jangka
797.367 1.120.051 1.716.403 3.227.710 6.887.753 6.702.175
Pendek
Liabilitas Jangka
2.254 1.750 3.511 1.000.061 982.118 981.407
Panjang
Total Liabilitas 799.621 1.121.801 1.719.914 4.227.771 7.869.871 7.683.582
Total Ekuitas 5.790.391 6.760.594 7.209.735 8.381.248 10.240.491 11.549.520
Total Liabilitas dan
6.590.012 7.882.395 8.929.649 12.609.019 18.110.362 19.233.102
Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan ASK
Berdasarkan laporan posisi keuangan ASK, total aset periode 30 Juni 2026 sebesar
Rp19.233.102 juta mengalami peningkatan sebesar 6,20% dibandingkan tahun 2025
sebesar Rp18.110.362 juta.
Total liabilitas ASK periode 30 Juni 2026 sebesar Rp7.683.582 juta mengalami penurunan
sebesar 2,37% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp7.869.871 juta. Sementara itu, total
ekuitas ASK periode 30 Juni 2026 sebesar Rp11.549.520 juta mengalami peningkatan
sebesar 12,87% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp10.240.491 juta.
Figur 33. Pertumbuhan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas ASK
25.000.000
20.000.000
Dalam Jutaan Rupiah
15.000.000
10.000.000
5.000.000
0
30 Juni
2021 2022 2023 2024 2025
2026
Total Aset 6.590.012 7.882.395 8.929.649 12.609.019 18.110.362 19.233.102
Total Liabilitas 799.621 1.121.801 1.719.914 4.227.771 7.869.871 7.683.582
Total Ekuitas 5.790.391 6.760.594 7.209.735 8.381.248 10.240.491 11.549.520
Sumber: Laporan Keuangan ASK, diolah oleh TOPAZ
Halaman - 37
Page 52
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Tinjauan Laporan Laba (Rugi) ASK
Figur 34. Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) ASK
(dalam Jutaan Rupiah)
30 Juni 2026
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan (Year-to-Date)
Audit Audit Audit Audit Audit In-house
Pendapatan 10.994.308 10.460.336 8.341.448 9.415.631 19.407.520 12.180.461
Beban Pokok
(8.735.022) (8.907.885) (7.647.639) (8.547.245) (17.597.301) (10.601.560)
Pendapatan
Laba (Rugi) Bruto 2.259.286 1.552.451 693.809 868.385 1.810.219 1.578.902
Laba (Rugi) Usaha 105.804 189.566 (146.284) 289.062 709.182 789.098
Laba (Rugi)
944.710 1.004.947 419.333 1.221.132 2.027.208 1.480.668
Sebelum Pajak
Laba (Rugi) Tahun
921.333 962.458 451.207 1.157.562 1.844.687 1.309.029
Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan ASK
Berdasarkan tabel historis laba (rugi) di atas, diketahui pendapatan ASK per year-to-date
30 Juni 2026 sebesar Rp12.180.461 juta. Pendapatan pada tahun 2025 sebesar
Rp19.407.520 juta, meningkat sebesar 106,12% dibandingkan tahun 2024 sebesar
Rp9.415.631 juta. ASK mencatatkan laba bersih per year-to-date 30 Juni 2026 sebesar
Rp1.309.029 juta.
Figur 35. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Usaha dan Laba (Rugi) Bersih ASK
25.000.000
20.000.000
Dalam Jutaan Rupiah
15.000.000
10.000.000
5.000.000
0
30 Juni
2021 2022 2023 2024 2025
2026
Penjualan 10.994.308 10.460.336 8.341.448 9.415.631 19.407.520 12.180.461
Beban Pokok Penjualan 8.735.022 8.907.885 7.647.639 8.547.245 17.597.301 10.601.560
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 921.333 962.458 451.207 1.157.562 1.844.687 1.309.029
Sumber: Laporan Keuangan ASK, diolah oleh TOPAZ
Halaman - 38
Page 53
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Tinjauan Laporan Arus Kas ASK
Figur 36. Ikhtisar Laporan Arus Kas ASK
(dalam Jutaan Rupiah)
30 Juni 2026
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan (Year-to-Date)
Audit Audit Audit Audit Audit In-house
Arus Kas Aktivitas Operasi (278.448) 173.422 (52.092) 2.397.750 (696.254) (1.498.593)
Arus Kas Aktivitas Investasi 458.383 655.118 (2.100.353) (2.048.180) (278.853) 59.064
Arus Kas Aktivitas
(128) (94) 1.069.845 24.801 2.039.496 885.236
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Kas
(1.521) 89.166 (50.865) 38.375 98.017 280.410
dan Setara Kas
Kas dan Setara Kas Awal
178.286 917.612 (1.133.465) 412.747 1.162.405 (273.882)
Tahun
Kas dan Setara Kas Akhir
266.319 444.605 1.362.217 961.012 1.373.759 2.536.165
Tahun
Sumber: Laporan Keuangan ASK
Arus kas bersih dari aktivitas operasi per year-to-date 30 Juni 2026 menunjukkan arus
kas negatif sebesar Rp1.498.593 juta. Arus kas bersih dari aktivitas investasi per year-to-
date 30 Juni 2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp59.064 juta. Arus kas bersih
dari aktivitas pendanaan per year-to-date 30 Juni 2026 menunjukkan arus kas positif
sebesar Rp885.236 juta.
Figur 37. Arus Kas Bersih Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ASK
3.000.000
2.500.000
2.000.000
Dalam Jutaan Rupiah
1.500.000
1.000.000
500.000
0
(500.000)
(1.000.000)
(1.500.000)
(2.000.000)
(2.500.000)
30 Juni
2021 2022 2023 2024 2025
2026
Arus Kas Operasi (278.448) 173.422 (52.092) 2.397.750 (696.254) (1.498.593)
Arus Kas Investasi 458.383 655.118 (2.100.353) (2.048.180) (278.853) 59.064
Arus Kas Pendanaan (128) (94) 1.069.845 24.801 2.039.496 885.236
Sumber: Laporan Keuangan ASK, diolah oleh TOPAZ
Halaman - 39
Page 54
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Tinjauan Rasio Keuangan ASK
Figur 38. Ikhtisar Rasio Keuangan ASK
30 Juni 2026
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan (Year-to-Date)
Audit Audit Audit Audit Audit In-house
LIQUIDITY
Current Ratio 223,27% 275,50% 130,21% 84,63% 99,43% 104,79%
Cash Ratio 55,76% 121,62% 13,33% 42,56% 36,82% 33,75%
ACTIVITY
Account Receivable
23 37 16 5 20 24
Turnover (days)
SOLVABILITY
Liability to Equity
13,81% 16,59% 23,86% 50,44% 76,85% 66,53%
Ratio
Liability to Assets
12,13% 14,23% 19,26% 33,53% 43,46% 39,95%
Ratio
PROFITABILITY
Net Profit Margin 8,38% 9,20% 5,41% 12,29% 9,51% 10,75%
Rate of Return on
13,98% 12,21% 5,05% 9,18% 10,19% 6,81%
Assets
Rate of Return on
15,91% 14,24% 6,26% 13,81% 18,01% 11,33%
Equity
Sumber: Laporan Keuangan ASK, diolah oleh TOPAZ
Rasio Likuiditas
Current ratio dan cash ratio ASK per year-to-date 30 Juni 2026 masing-masing tercatat
sebesar 104,79% dan 33,75%.
Rasio Aktivitas
Account receivable turnover ASK per year-to-date 30 Juni 2026 tercatat selama 24 hari.
Rasio Solvabilitas
Berdasarkan laporan keuangan ASK per year-to-date 30 Juni 2026 yang tersedia, Total
Liability to Equity Ratio sebesar 66,53% dan Total Liability to Assets Ratio sebesar
39,95%.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh
laba dari kegiatan operasionalnya. Pada periode year-to-date 30 Juni 2026, rasio
profitabilitas ASK tercatat positif, yang tercermin dari net profit margin sebesar 10,75%,
rate of return on assets sebesar 6,81%, dan rate of return on equity sebesar 11,33%. Hal
tersebut menunjukkan bahwa ASK mampu menghasilkan laba dan mempertahankan
kinerja profitabilitasnya pada periode tersebut.
Halaman - 40
Page 55
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
3.2.3 Analisis Proyeksi Keuangan ANJT
A. Analisis Proyeksi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi
Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Tanpa Adanya Rencana Transaksi
Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan tanpa adanya Rencana
Transaksi. Asumsi proyeksi keuangan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Proyeksi tanpa adanya Rencana Transaksi merupakan proyeksi yang disampaikan
ANJT dengan kondisi sebelum melakukan Rencana Transaksi pemberian pinjaman
oleh ANJT kepada ASK.
2. Asumsi tingkat pertumbuhan pendapatan, beban, besarnya capex dan modal
kerja berdasarkan proyeksi yang disampaikan oleh manajemen.
3. Periode proyeksi dimulai dari tahun 2026 sampai dengan 2031.
4. Pajak badan adalah 22% sesuai ketentuan yang berlaku.
Berikut ini merupakan proyeksi laba rugi perusahaan untuk tahun 2026 hingga tahun
2031 tanpa adanya Rencana Transaksi.
Figur 39. Ringkasan Proyeksi Laba (Rugi) Tanpa Adanya Rencana Transaksi
(dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Pendapatan 4.813.274 5.242.354 5.416.212 5.589.844 5.772.148 5.959.214
Beban Pokok
(2.530.328) (2.640.765) (2.682.952) (2.724.884) (2.782.319) (2.828.045)
Pendapatan
Laba (Rugi) Kotor 2.282.946 2.601.589 2.733.260 2.864.960 2.989.830 3.131.168
Beban Operasional (316.342) (331.389) (347.153) (363.668) (380.972) (399.101)
Laba (Rugi) Usaha 1.966.604 2.270.201 2.386.107 2.501.291 2.608.857 2.732.067
Pendapatan (Beban)
(70.307) (156.718) (137.357) (114.197) (86.923) (56.303)
Lain-Lain
Laba (Rugi) Sebelum
1.896.297 2.113.483 2.248.750 2.387.095 2.521.934 2.675.765
Pajak
Pajak Badan (410.826) (452.248) (482.007) (512.443) (542.107) (575.950)
Laba (Rugi) Tahun
1.485.471 1.661.235 1.766.743 1.874.652 1.979.827 2.099.814
Berjalan
Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan ringkasan proyeksi laba (rugi) di atas, diketahui total pendapatan pada
tahun 2026 sebesar Rp4.813.274 juta meningkat setiap tahunnya hingga mencapai
sebesar Rp5.959.214 juta pada tahun 2031. ANJT mencatatkan laba bersih setelah pajak
pada tahun 2026 sebesar Rp1.485.471 juta hingga sebesar Rp2.099.814 juta pada tahun
2031.
Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi
Proyeksi posisi keuangan ANJT yang disajikan merupakan pelaporan keuangan ANJT atas
aset, kewajiban, dan ekuitas. Berikut ini merupakan proyeksi laporan posisi keuangan
perusahaan untuk tahun 2026 hingga 2031 tanpa adanya Rencana Transaksi.
Halaman - 41
Page 56
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Figur 40. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi
(dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Aset Lancar 7.504.007 8.524.711 9.771.843 11.046.127 12.382.993 13.841.120
Aset Tidak Lancar 3.512.979 3.468.034 3.239.159 2.989.630 2.711.428 2.347.415
Total Aset 11.016.986 11.992.746 13.011.002 14.035.757 15.094.421 16.188.536
Liabilitas Jangka
1.384.506 1.393.321 1.402.576 1.412.295 1.422.499 1.433.214
Pendek
Liabilitas Jangka
4.770.428 4.528.178 4.254.128 3.910.578 3.526.828 3.094.028
Panjang
Total Liabilitas 6.154.934 5.921.499 5.656.704 5.322.873 4.949.327 4.527.242
Total Ekuitas 4.862.053 6.071.247 7.354.298 8.712.884 10.145.093 11.661.294
Total Liabilitas
11.016.986 11.992.746 13.011.002 14.035.757 15.094.421 16.188.536
Dan Ekuitas
Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan figur di atas, diketahui total aset pada tahun 2026 sebesar Rp11.016.986
juta hingga sebesar Rp16.188.536 juta pada tahun 2031. Total liabilitas pada tahun 2026
sebesar Rp6.154.934 juta mengalami penurunan setiap tahunnya hingga sebesar
Rp4.527.242 juta pada tahun 2031. Total ekuitas pada tahun 2026 sebesar Rp4.862.053
juta meningkat setiap tahunnya hingga sebesar Rp11.661.294 juta pada tahun 2031.
Ringkasan Proyeksi Arus Kas Tanpa Adanya Rencana Transaksi
Proyeksi arus kas ANJT merupakan pelaporan keuangan ANJT atas arus kas dari aktivitas
operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan perusahaan. Berikut ini
merupakan proyeksi laporan arus kas perusahaan untuk tahun 2026 hingga 2031 tanpa
adanya Rencana Transaksi.
Figur 41. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Tanpa Adanya Rencana Transaksi
(dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Arus Kas Aktivitas
1.824.431 2.100.039 2.200.291 2.299.849 2.393.300 2.498.995
Operasi
Arus Kas Aktivitas
(163.373) (273.199) (105.176) (101.224) (90.088) (22.693)
Investasi
Arus Kas Aktivitas
4.140.417 (851.008) (895.100) (973.812) (1.018.291) (1.072.717)
Pendanaan
Kenaikan
5.801.475 975.832 1.200.016 1.224.813 1.284.921 1.403.585
(Penurunan) Kas
Kas Awal Periode 253.319 6.054.794 7.030.626 8.230.642 9.455.454 10.740.375
Kas Akhir Periode 6.054.794 7.030.626 8.230.642 9.455.454 10.740.375 12.143.960
Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan proyeksi arus kas di atas, diketahui arus kas aktivitas operasi pada tahun
2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp1.824.431 juta hingga sebesar
Rp2.498.995 juta pada tahun 2031. Arus kas investasi pada tahun 2026 menunjukkan
arus kas negatif sebesar minus Rp163.373 juta hingga sebesar minus Rp22.693 juta. Arus
kas pendanaan pada tahun 2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp4.140.417 juta
hingga menjadi sebesar minus Rp1.072.717 juta pada tahun 2031.
Halaman - 42
Page 57
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Analisis Rasio Keuangan tanpa Rencana Transaksi dapat dilihat pada Rasio keuangan
ANJT sebagai berikut:
Figur 42. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
LIQUIDITY
Current Ratio 542,00% 611,83% 696,71% 782,14% 870,51% 965,74%
Cash Ratio 437,33% 504,59% 586,82% 669,51% 755,04% 847,32%
ACTIVITY
Account Receivable
37 35 36 37 37 38
Turnover (days)
SOLVABILITY
Liability to Equity Ratio 126,59% 97,53% 76,92% 61,09% 48,79% 38,82%
Liability to Assets Ratio 55,87% 49,38% 43,48% 37,92% 32,79% 27,97%
PROFITABILITY
Net Profit Margin 30,86% 31,69% 32,62% 33,54% 34,30% 35,24%
Rate of Return on Assets 13,48% 13,85% 13,58% 13,36% 13,12% 12,97%
Rate of Return on Equity 30,55% 27,36% 24,02% 21,52% 19,52% 18,01%
Berdasarkan proyeksi rasio keuangan, ANJT diperkirakan mampu mempertahankan
tingkat profitabilitas yang baik, tercermin dari net profit margin yang tetap kuat hingga
akhir periode proyeksi. Selain itu, likuiditas perusahaan menunjukkan perbaikan yang
ditandai dengan peningkatan cash ratio dan current ratio, sementara rasio solvabilitas
yang menurun mengindikasikan berkurangnya ketergantungan perusahaan terhadap
pendanaan berbasis utang.
B. Analisis Proyeksi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi
Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan dengan adanya Rencana
Transaksi. Adapun asumsi penyusunan proyeksi adalah sebagai berikut:
1. Tingkat bunga deposito adalah 3,75% dengan perhitungan bunga tahun berjalan
dari saldo akhir tahun periode tahun sebelumnya. Pertimbangan ini dikarenakan
tabungan deposito ini merupakan idle cash yang tidak mengganggu kegiatan
operasional ANJT secara grup.
2. Tingkat bunga yang diberikan kepada ASK adalah 8,5% yang merupakan tingkat
bunga yang sama dengan beban keuangan yang diperoleh dari pihak perbankan.
3. Pemberian pinjaman kepada ASK diasumsikan pada akhir Agustus sehingga
pendapatan bunga pada periode berjalan adalah selama 4 bulan.
4. Jangka waktu pinjaman mengacu pada ketentuan dalam Draft Perjanjian Fasilitas
Pinjaman, dengan Tanggal Jatuh Tempo pada 30 Juni 2031.
Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Dengan Adanya Rencana Transaksi
Berikut ini merupakan proyeksi laba rugi ANJT untuk tahun 2026 hingga 2031 dengan
adanya Rencana Transaksi.
Halaman - 43
Page 58
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Figur 43. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Dengan Adanya Rencana Transaksi
(dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Pendapatan 4.813.274 5.242.354 5.416.212 5.589.844 5.772.148 5.959.214
Beban Pokok
(2.530.328) (2.640.765) (2.682.952) (2.724.884) (2.782.319) (2.828.045)
Pendapatan
Laba (Rugi) Kotor 2.282.946 2.601.589 2.733.260 2.864.960 2.989.830 3.131.168
Beban Operasional (316.342) (331.389) (347.153) (363.668) (380.972) (399.101)
Laba (Rugi) Usaha 1.966.604 2.270.201 2.386.107 2.501.291 2.608.857 2.732.067
Pendapatan (Beban)
(51.140) (61.718) (42.357) (19.197) 8.077 (8.803)
Lain-Lain
Laba (Rugi) Sebelum
1.915.464 2.208.483 2.343.750 2.482.095 2.616.934 2.723.265
Pajak
Pajak Badan (413.701) (425.076) (425.076) (425.076) (425.076) (417.951)
Laba (Rugi) Tahun
1.501.763 1.783.406 1.918.674 2.057.018 2.191.858 2.305.313
Berjalan
Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan ringkasan proyeksi laba (rugi) di atas, diketahui total pendapatan pada
tahun 2026 sebesar Rp4.813.274 juta meningkat setiap tahunnya hingga mencapai
sebesar Rp5.959.214 juta pada tahun 2031. ANJT mencatatkan laba bersih setelah pajak
pada tahun 2026 sebesar Rp1.501.763 juta hingga sebesar Rp2.305.313 juta pada tahun
2031.
Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi
Proyeksi posisi keuangan ANJT yang disajikan merupakan pelaporan keuangan ANJT atas
aset, kewajiban dan ekuitas. Berikut ini merupakan proyeksi laporan posisi keuangan
perusahaan untuk tahun 2026 hingga 2031 dengan adanya Rencana Transaksi.
Figur 44. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi
(dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Aset Lancar 5.505.849 6.605.375 7.961.087 9.374.387 10.879.934 14.521.885
Aset Tidak Lancar 5.512.979 5.468.034 5.239.159 4.989.630 4.711.428 2.347.415
Total Aset 11.018.828 12.073.409 13.200.246 14.364.017 15.591.362 16.869.301
Liabilitas Jangka
1.384.506 1.393.321 1.402.576 1.412.295 1.422.499 1.433.214
Pendek
Liabilitas Jangka
4.770.428 4.528.178 4.254.128 3.910.578 3.526.828 3.094.028
Panjang
Total Liabilitas 6.154.934 5.921.499 5.656.704 5.322.873 4.949.327 4.527.242
Total Ekuitas 4.863.894 6.151.911 7.543.542 9.041.145 10.642.035 12.342.059
Total Liabilitas
11.018.828 12.073.409 13.200.246 14.364.017 15.591.362 16.869.301
Dan Ekuitas
Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan figur di atas, diketahui total aset pada tahun 2026 sebesar Rp11.018.828
juta hingga sebesar Rp16.869.301 juta pada tahun 2031. Total liabilitas pada tahun 2026
sebesar Rp6.154.934 juta mengalami penurunan setiap tahunnya hingga sebesar
Rp4.527.242 juta pada tahun 2031. Total ekuitas pada tahun 2026 sebesar Rp4.863.894
juta meningkat setiap tahunnya hingga sebesar Rp12.342.059 juta pada tahun 2031.
Halaman - 44
Page 59
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Ringkasan Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Rencana Transaksi
Proyeksi arus kas ANJT merupakan pelaporan keuangan ANJT atas arus kas dari aktivitas
operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan perusahaan. Berikut ini
merupakan proyeksi laporan arus kas perusahaan untuk tahun 2026 hingga 2031 dengan
adanya Rencana Transaksi.
Figur 45. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Rencana Transaksi
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Arus Kas Aktivitas
1.821.556 2.127.211 2.257.221 2.387.215 2.510.331 2.656.993
Operasi
Arus Kas Aktivitas
(163.373) (273.199) (105.176) (101.224) (90.088) (22.693)
Investasi
Arus Kas Aktivitas
2.145.134 (799.358) (843.450) (922.162) (966.641) 953.108
Pendanaan
Kenaikan
3.803.317 1.054.654 1.308.596 1.363.829 1.453.602 3.587.409
(Penurunan) Kas
Kas Awal Periode 253.319 4.056.636 5.111.289 6.419.886 7.783.714 9.237.317
Kas Akhir Periode 4.056.636 5.111.289 6.419.886 7.783.714 9.237.317 12.824.726
Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan proyeksi arus kas di atas, diketahui arus kas aktivitas operasi pada tahun
2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp1.821.556 juta hingga sebesar
Rp2.656.993 juta pada tahun 2031. Arus kas investasi pada tahun 2026 menunjukkan
arus kas negatif sebesar minus Rp163.373 juta hingga sebesar minus Rp22.693 juta. Arus
kas pendanaan pada tahun 2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp2.145.134 juta
hingga menjadi sebesar Rp953.108 juta pada tahun 2031.
Analisis Rasio Keuangan dengan Rencana Transaksi dapat dilihat pada Rasio keuangan
ANJT sebagai berikut:
Figur 46. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
LIQUIDITY
Current Ratio 397,68% 474,07% 567,60% 663,77% 764,85% 1013,24%
Cash Ratio 293,00% 366,84% 457,72% 551,14% 649,37% 894,82%
ACTIVITY
Account Receivable
37 35 36 37 37 38
Turnover (days)
SOLVABILITY
Liability to Equity Ratio 126,54% 96,25% 74,99% 58,87% 46,51% 36,68%
Liability to Assets Ratio 55,86% 49,05% 42,85% 37,06% 31,74% 26,84%
PROFITABILITY
Net Profit Margin 31,20% 34,02% 35,42% 36,80% 37,97% 38,68%
Rate of Return on Assets 13,63% 14,77% 14,54% 14,32% 14,06% 13,67%
Rate of Return on Equity 30,88% 28,99% 25,43% 22,75% 20,60% 18,68%
Berdasarkan proyeksi rasio keuangan di atas, ANJT mampu mempertahankan tingkat
profitabilitas yang baik dengan net profit yang stabil. Dari sisi likuiditas, cash ratio dan
Halaman - 45
Page 60
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
current ratio juga menunjukkan tren peningkatan, yang mencerminkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek semakin baik. Sementara itu,
rasio solvabilitas mengalami penurunan, sehingga menunjukkan struktur permodalan
perusahaan yang semakin sehat.
3.2.4 Analisis Inkremental
Analisis nilai tambah atau inkremental dilakukan dengan mengurangkan proyeksi
dengan adanya Rencana Transaksi dengan proyeksi tanpa adanya Rencana Transaksi.
Berikut adalah nilai tambah untuk posisi keuangan, laba (rugi) dan arus kas:
Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Angka
Figur 47. Nilai Tambah Posisi Keuangan
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Aset Lancar
Kas dan Bank (1.998.158) (1.919.337) (1.810.756) (1.671.740) (1.503.059) 680.765
Piutang Usaha
Persediaan
Aset Biologis
Aset Lancar Lain-lain
Total Aset Lancar (1.998.158) (1.919.337) (1.810.756) (1.671.740) (1.503.059) 680.765
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap
Piutang Pihak Berelasi 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 -
Aset Tidak Lancar Lain-
lain
Total Aset Tidak Lancar 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 -
Total Aset 1.842 80.663 189.244 328.260 496.941 680.765
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha
Utang Bank Jangka
Pendek
Liabilitas Jangka Pendek
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank Jangka
Panjang
Liabilitas Jangka Panjang
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka Panjang
Total Liabilitas
Halaman - 46
Page 61
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Ekuitas
Modal Saham
Tambahan Modal Disetor
Komponen Ekuitas Lainnya
Laba Ditahan 1.842 80.663 189.244 328.260 496.941 680.765
Total Ekuitas 1.842 80.663 189.244 328.260 496.941 680.765
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.842 80.663 189.244 328.260 496.941 680.765
Sumber: Proyeksi manajemen, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan hasil nilai tambah di atas, total aset dengan adanya Rencana Transaksi
menunjukkan nilai tambah secara kumulatif sebesar Rp1.777.716 juta selama periode
2026 hingga 2031, dengan nilai tambah pada tahun 2031 sebesar Rp680.765 juta.
Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Angka
Figur 48. Nilai Tambah Laba (Rugi)
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Pendapatan - - - - - -
Beban Pokok Pendapatan - - - - - -
Laba (Rugi) Kotor - - - - - -
Beban Operasional - - - - - -
Laba (Rugi) Usaha - - - - - -
Pendapatan (Beban) Lain-Lain 19.167 95.000 95.000 95.000 95.000 47.500
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 19.167 95.000 95.000 95.000 95.000 47.500
Pajak Badan (2.875) (14.250) (14.250) (14.250) (14.250) (7.125)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 16.292 80.750 80.750 80.750 80.750 40.375
Sumber: Proyeksi Manajemen, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan nilai tambah laba (rugi) di atas, diketahui bahwa laba setelah pajak dengan
adanya Rencana Transaksi pada tahun 2026 hingga 2031, nilai tambah secara kumulatif
selama periode proyeksi sebesar Rp379.667 juta.
Nilai Tambah Arus Kas dalam Angka
Figur 49. Nilai Tambah Arus Kas
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Arus Kas Aktivitas
- - - - - -
Operasi
Arus Kas Aktivitas
- - - - - -
Investasi
Arus Kas Aktivitas
4.717 51.650 51.650 51.650 51.650 25.825
Pendanaan
Kenaikan
(2.875) 27.172 56.931 87.366 117.031 157.999
(Penurunan) Kas
Kas Awal Periode (1.998.158) 78.822 108.581 139.016 168.681 2.183.824
Kas Akhir Periode (2.001.033) 105.993 165.511 226.383 285.712 2.341.823
Sumber: Proyeksi Manajemen, diolah oleh TOPAZ
Halaman - 47
Page 62
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Berdasarkan hasil nilai tambah arus kas di atas, diketahui level kas akhir pada tahun 2026
sampai dengan 2031, nilai tambah secara kumulatif selama periode proyeksi sebesar
Rp1.124.389 juta.
Analisis nilai tambah atau inkremental dalam persentase dilakukan dengan
mengurangkan proyeksi dengan adanya Rencana Transaksi dengan proyeksi tanpa
adanya Rencana Transaksi kemudian hasil pengurangan ini dibagi dengan proyeksi
dengan adanya Rencana Transaksi. Berikut adalah nilai tambah yang dinyatakan dalam
persentase untuk posisi keuangan, laba (rugi), dan arus kas.
Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Persentase
Figur 50. Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Persentase
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Aset Lancar
Kas dan Bank -33,00% -27,30% -22,00% -17,68% -13,99% 5,61%
Piutang Usaha - - - - - -
Persediaan - - - - - -
Aset Biologis - - - - - -
Aset Lancar Lain-lain - - - - - -
Total Aset Lancar -26,63% -22,51% -18,53% -15,13% -12,14% 4,92%
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - - - - - -
Piutang Pihak Berelasi - - - - - -
Aset Tidak Lancar Lain-
- - - - - -
lain
Total Aset Tidak Lancar 56,93% 57,67% 61,74% 66,90% 73,76% 0,00%
Total Aset 0,02% 0,67% 1,45% 2,34% 3,29% 4,21%
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha - - - - - -
Utang Bank Jangka
- - - - - -
Pendek
Liabilitas Jangka Pendek
- - - - - -
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka Pendek - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank Jangka
- - - - - -
Panjang
Liabilitas Jangka Panjang
- - - - - -
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Total Liabilitas - - - -
Ekuitas
Modal Saham - - - - - -
Tambahan Modal Disetor - - - - - -
Halaman - 48
Page 63
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Komponen Ekuitas Lainnya - - - - - -
Laba Ditahan 0,05% 1,56% 2,93% 4,20% 5,37% 6,33%
Total Ekuitas 0,04% 1,33% 2,57% 3,77% 4,90% 5,84%
Total Liabilitas dan Ekuitas 0,02% 0,67% 1,45% 2,34% 3,29% 4,21%
Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ
Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Persentase
Figur 51. Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Persentase
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Pendapatan - - - - - -
Beban Pokok Pendapatan - - - - - -
Laba (Rugi) Kotor - - - - - -
Beban Operasional - - - - - -
Laba (Rugi) Usaha - - - - - -
Pendapatan (Beban) Lain-Lain - - - - - -
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 1,01% 4,49% 4,22% 3,98% 3,77% 1,78%
Pajak Badan 0,70% 3,15% 2,96% 2,78% 2,63% 1,24%
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 1,10% 4,86% 4,57% 4,31% 4,08% 1,92%
Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ
Nilai Tambah Arus Kas dalam Persentase
Figur 52. Nilai Tambah Arus Kas dalam Persentase
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Arus Kas Aktivitas
- - - - - -
Operasi
Arus Kas Aktivitas
- - - - - -
Investasi
Arus Kas Aktivitas
0,11% -6,07% -5,77% -5,30% -5,07% -2,41%
Pendanaan
Kenaikan
-0,05% 2,78% 4,74% 7,13% 9,11% 11,26%
(Penurunan) Kas
Kas Awal Periode -788,79% 1,30% 1,54% 1,69% 1,78% 20,33%
Kas Akhir Periode -33,05% 1,51% 2,01% 2,39% 2,66% 19,28%
Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan hasil nilai tambah dalam persentase di atas diketahui bahwa:
1. Aset pada tahun 2031 dengan adanya Rencana Transaksi bertambah 4,21%
dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi.
2. Laba setelah pajak pada tahun 2031 dengan adanya Rencana Transaksi bertambah
sebesar 1,92% dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi.
3. Kas akhir pada tahun 2031 dengan adanya Rencana Transaksi bertambah 19,28%
dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi.
Halaman - 49
Page 64
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
3.2.5 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap proyeksi keuangan ANJT dengan
mempertimbangkan Rencana Transaksi berupa pemberian pinjaman kepada ASK
sebesar Rp2.000.000 juta dengan tingkat bunga sebesar 8,5% per tahun. Tingkat bunga
tersebut dipertimbangkan dengan mengacu pada tingkat bunga pinjaman perbankan
yang menjadi alternatif sumber pendanaan bagi ASK. Selanjutnya, analisis sensitivitas
dilakukan dengan skenario penurunan pendapatan dan beban keuangan masing-masing
sebesar 10% dan 20% dari kondisi normal. Analisis tersebut dilakukan untuk melihat
dampak perubahan pendapatan dan beban keuangan terhadap Net Profit Margin, Cash
Ratio, Current Ratio, dan Debt to Equity Ratio ANJT selama periode proyeksi tahun 2026
sampai tahun 2031.
Berikut adalah analisis sensitivitas terhadap perubahan pendapatan dan beban
keuangan pada proyeksi dengan adanya rencana transaksi:
Figur 53. Analisis Sensitivitas
Normal 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Net Profit Margin 31,20% 34,02% 35,42% 36,80% 37,97% 38,68%
Cash Ratio 2,93 3,67 4,58 5,51 6,49 8,95
Current Ratio 3,98 4,74 5,68 6,64 7,65 10,13
Debt to Equity Ratio 115,37% 87,28% 67,55% 52,56% 41,04% 31,88%
Turun 10% 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Net Profit Margin 31,10% 33,74% 35,16% 36,54% 37,72% 38,56%
Cash Ratio 2,93 3,66 4,56 5,49 6,46 8,91
Current Ratio 3,97 4,73 5,66 6,61 7,62 10,10
Debt to Equity Ratio 115,45% 87,47% 67,76% 52,75% 41,21% 32,01%
Turun 20% 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Net Profit Margin 31,00% 33,47% 34,89% 36,28% 37,47% 38,44%
Cash Ratio 2,93 3,65 4,54 5,46 6,43 8,88
Current Ratio 3,97 4,72 5,64 6,59 7,59 10,06
Debt to Equity Ratio 115,53% 87,66% 67,97% 52,95% 41,39% 32,14%
Sumber: Proyeksi Manajemen, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, penurunan pendapatan dan beban keuangan
sebesar 10% dan 20% dari kondisi normal memberi dampak pada rasio inkremental.
Sebaliknya, apabila tingkat bunga pinjaman perbankan semakin mendekati tingkat
bunga pembiayaan dari ANJT sebesar 8,5%, maka selisih rasio inkremental akan semakin
kecil.
Halaman - 50
Page 65
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
3.2.6 Analisis Kemampuan ASK dalam mengembalikan Pinjaman
A. Asumsi Proyeksi Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen, analisis kemampuan
ASK dalam mengembalikan pinjaman dilakukan dengan mempertimbangkan asumsi-
asumsi terkait dengan pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK sebagai berikut:
1. Tingkat bunga deposito adalah 3,75% dengan perhitungan bunga tahun berjalan
dari saldo akhir tahun periode tahun sebelumnya. Pertimbangan ini dikarenakan
tabungan deposito ini merupakan idle cash yang tidak mengganggu kegiatan
operasional ANJT secara grup.
2. Tingkat bunga yang diberikan kepada ASK adalah 8,5% yang merupakan tingkat
bunga yang sama dengan beban keuangan yang diperoleh dari pihak perbankan.
3. Pemberian pinjaman kepada ASK diasumsikan pada akhir Agustus sehingga
pendapatan bunga pada periode berjalan adalah selama 4 bulan.
4. Jangka waktu pinjaman mengacu pada ketentuan dalam Draft Perjanjian Fasilitas
Pinjaman, dengan Tanggal Jatuh Tempo pada 30 Juni 2031.
Ringkasan Proyeksi Laba Rugi ASK
Berikut merupakan proyeksi laba rugi ASK untuk periode tahun 2026 hingga 2031 yang
diperoleh dari manajemen.
Figur 54. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi ASK
(dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Pendapatan 26.021.492 27.200.825 28.439.125 29.739.340 31.104.566 32.538.053
Beban Pokok
(22.957.616) (24.090.735) (25.280.510) (26.529.773) (27.841.500) (29.218.813)
Pendapatan
Laba (Rugi) Kotor 3.063.876 3.110.091 3.158.616 3.209.567 3.263.066 3.319.240
Beban Operasional (1.110.511) (1.132.721) (1.155.375) (1.178.483) (1.202.053) (1.226.094)
Laba (Rugi) Usaha 1.953.365 1.977.370 2.003.240 2.031.084 2.061.014 2.093.147
Pendapatan (Beban)
23.401 (68.297) (53.559) (29.950) 1.731 106.486
Lain-Lain
Laba (Rugi) Sebelum
1.976.766 1.909.073 1.949.682 2.001.134 2.062.745 2.199.632
Pajak
Pajak Badan (434.889) (419.996) (428.930) (440.250) (453.804) (483.919)
Laba (Rugi) Tahun
1.541.878 1.489.077 1.520.752 1.560.885 1.608.941 1.715.713
Berjalan
Sumber: Proyeksi Manajemen ASK, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan ringkasan proyeksi laba (rugi) di atas, pendapatan ASK diproyeksikan
meningkat dari sebesar Rp26.021.492 juta pada tahun 2026 menjadi sebesar
Rp32.538.053 juta pada tahun 2031. Selain itu, ASK diproyeksikan mencatat laba tahun
berjalan sebesar Rp1.541.878 juta pada tahun 2026 dan meningkat menjadi sebesar
Rp1.715.713 juta pada tahun 2031.
Halaman - 51
Page 66
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Ringkasan Proyeksi Arus Kas ASK
Proyeksi arus kas ASK menggambarkan arus kas yang berasal dari aktivitas operasi,
aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan selama periode proyeksi tahun 2026 hingga
2031. Berikut merupakan ringkasan proyeksi arus kas ASK yang diperoleh dari
manajemen.
Figur 55. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Rencana Transaksi
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Arus Kas Aktivitas
1.784.395 1.828.611 1.850.972 1.873.030 1.895.049 1.902.823
Operasi
Arus Kas Aktivitas
(12.055) (12.296) (12.542) (12.793) (13.049) (13.310)
Investasi
Arus Kas Aktivitas
1.367.403 (771.923) (890.225) (982.265) (1.068.682) (2.599.714)
Pendanaan
Kenaikan
3.139.744 1.044.391 948.205 877.971 813.318 (710.201)
(Penurunan) Kas
Kas Awal Periode 2.536.165 5.675.908 6.720.300 7.668.504 8.546.476 9.359.793
Kas Akhir Periode 5.675.908 6.720.300 7.668.504 8.546.476 9.359.793 8.649.593
Sumber: Proyeksi Manajemen ASK, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan proyeksi arus kas di atas, diketahui arus kas aktivitas operasi pada tahun
2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp1.784.395 juta pada tahun 2026 dan
meningkat menjadi Rp1.902.823 juta pada tahun 2031. Arus kas dari aktivitas investasi
diproyeksikan negatif, masing-masing sebesar Rp12.055 juta pada tahun 2026 hingga
Rp13.310 juta pada tahun 2031. Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan
diproyeksikan sebesar Rp1.367.403 juta pada tahun 2026 dan selanjutnya negatif hingga
mencapai Rp2.599.714 juta pada tahun 2031.
Meskipun demikian, ASK diproyeksikan memiliki saldo kas akhir periode yang positif
selama periode proyeksi, yaitu sebesar Rp5.675.908 juta pada tahun 2026 dan mencapai
Rp9.359.793 juta pada tahun 2030, sebelum menjadi Rp8.649.593 juta pada tahun 2031.
Saldo kas tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam
menganalisis kemampuan ASK untuk memenuhi kewajiban pengembalian pinjaman
kepada ANJT.
3.2.7 Proforma Laporan Keuangan
Proforma laporan keuangan adalah proforma Posisi Keuangan, Laba (Rugi) dan Arus Kas
ANJT dengan adanya Rencana Transaksi yang memberikan gambaran dampak keuangan
atas Rencana Transaksi atas laporan keuangan limited review ANJT per 30 Juni 2026.
Asumsi dalam penyusunan proforma adalah sebagai berikut:
1. ANJT akan memperoleh pinjaman dari perbankan sebesar Rp4.845.000 juta, dan
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan terkait modal kerja dan kegiatan
perusahaan. Tingkat bunga pinjaman adalah 8,5%.
2. ANJT akan memberikan pinjaman kepada pihak berelasi yakni ASK sebesar
Rp2.000.000 juta dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 8,5% per tahun.
Halaman - 52
Page 67
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
3. Dalam penyusunan proforma laporan keuangan, tidak diperhitungkan adanya biaya
tambahan yang material terkait pelaksanaan Rencana Transaksi.
4. Pendapatan bunga pinjaman kepada ASK diasumsikan dikenakan pajak sebesar 15%.
5. Pendapatan bunga per tahun 2026 diasumsikan selama 5 bulan.
6. Jangka waktu pembayaran pinjaman adalah 30 Juni 2031.
Berdasarkan asumsi tersebut, Proforma Laporan Keuangan dilakukan dengan Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:
Proforma Laporan Posisi Keuangan
Figur 56. Proforma Laporan Posisi Keuangan
(dalam Jutaan Rupiah)
30 Juni 2026 30 Juni 2026
Keterangan Penyesuaian
Limited Review Proforma
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.604.370 2.905.208 4.509.579
Piutang usaha
Pihak ketiga 9.906 9.906
Pihak berelasi 620.125 620.125
Persediaan 347.931 347.931
Aset biologis 152.307 152.307
Pajak dibayar dimuka 504.990 504.990
Aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual 32.870 32.870
Aset lancar lainnya 27.420 27.420
Total Aset Lancar 3.299.920 2.905.208 6.205.128
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 3.396.090 3.396.090
Goodwill 78.189 78.189
Piutang plasma 52.383 52.383
Klaim atas pengembalian pajak 199.186 199.186
Aset pajak tangguhan 12.497 12.497
Pinjaman ke Pihak Berelasi 2.000.000 2.000.000
Aset tidak lancar lain-lain 13.607 13.607
Total Aset Tidak Lancar 3.751.952 2.000.000 5.751.952
TOTAL ASET 7.051.872 4.905.208 11.957.080
LIABILITAS & EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 739.455 739.455
Utang usaha 301.292 301.292
Utang pajak 51.489 51.489
Beban akrual 82.836 82.836
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
34.750 34.750
dalam satu tahun
Liabilitas yang secara langsung berhubungan
51.324 51.324
dengan aset dimiliki untuk dijual
Liabilitas jangka pendek lainnya 63.635 63.635
Total Liabilitas Jangka Pendek 1.324.781 1.324.781
Halaman - 53
Page 68
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
30 Juni 2026 30 Juni 2026
Keterangan Penyesuaian
Limited Review Proforma
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang - setelah dikurangi
1.320.500 4.845.000 6.165.500
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas pajak tangguhan 99.098 99.098
Kewajiban imbalan kerja 47.593 47.593
Total Liabilitas Jangka Panjang 1.467.191 4.845.000 6.312.191
TOTAL LIABILITAS 2.791.972 4.845.000 7.636.972
EKUITAS
Modal saham 335.418 335.418
Tambahan modal disetor 1.252.140 1.252.140
Komponen ekuitas lainnya (1.386) (1.386)
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
(493.544) (493.544)
dalam mata uang asing
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 107.355 107.355
Tidak ditentukan penggunaannya 3.051.834 60.208 3.112.042
Ekuitas diatribusikan kepada pemilik entitas
4.251.817 60.208 4.312.025
induk
Kepentingan non-pengendali 8.083 8.083
TOTAL EKUITAS 4.259.900 4.320.108
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 7.051.872 4.905.208 11.957.080
Sumber: Laporan Proforma ANJT per 30 Juni 2026
Berdasarkan jumlah aset yang didapatkan dari laporan keuangan limited review per 30
Juni 2026 adalah sebesar Rp7.051.872 juta dan terdapat penyesuaian sebesar
Rp4.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma jumlah aset per 30 Juni 2026
sebesar Rp11.957.080 juta (Sebelas Triliun Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Miliar
Delapan Puluh Juta Rupiah).
Proforma Laporan Laba (Rugi)
Figur 57. Proforma Laporan Laba (Rugi)
(dalam Jutaan Rupiah)
30 Juni 2026 30 Juni 2026
Keterangan Penyesuaian
Limited Review Proforma
PENDAPATAN DARI KONTRAK PELANGGAN
Minyak sawit mentah 2.045.519 2.045.519
Inti sawit 296.561 296.561
Tandan buah segar (TBS) 3.526 3.526
Minyak inti sawit
Edamame
Tepung sagu
Cangkang sawit
Sertifikat RSPO (palm e-trace)
Lain-lain
Pendapatan konsesi jasa
Total Pendapatan 2.345.605 2.345.605
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Biaya produksi minyak kelapa sawit
Biaya perawatan tanaman menghasilkan (164.148) (164.148)
Halaman - 54
Page 69
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
30 Juni 2026 30 Juni 2026
Keterangan Penyesuaian
Limited Review Proforma
Biaya pengolahan dan biaya tidak langsung (151.756) (151.756)
Biaya panen (98.698) (98.698)
Penyusutan aset tetap (64.359) (64.359)
Penyusutan tanaman menghasilkan (57.554) (57.554)
Pembelian TBS (1.073.636) (1.073.636)
Total biaya produksi minyak kelapa sawit (1.610.151) (1.610.151)
Barang jadi:
Saldo awal periode/tahun Produk kelapa
(293.583) (293.583)
sawit
Pembelian CPO
Edamame
Tepung sagu
Lain-lain
Beban konsesi jasa
Reklasifikasi
Divestasi
Penurunan nilai persediaan
Penyesuaian selisih kurs penjabaran
Saldo akhir periode/tahun Produk kelapa
257.930 257.930
sawit
Total Beban Pokok Pendapatan (1.645.804) (1.645.804)
LABA (RUGI) BRUTO 699.802 699.802
Keuntungan atas perubahan nilai wajar aset
biologis
Pendapatan dividen
Laba (Rugi) Kurs mata uang asing
Beban penjualan (80.080) (80.080)
Beban karyawan
Beban umum & administrasi (11.903) (11.903)
Rugi penurunan nilai aset tetap
Pendapatan operasi lain 18.129 18.129
Beban operasi lain (6.985) (6.985)
LABA (RUGI) USAHA 618.963 618.963
Laba (Rugi) atas pelepasan investasi
6.663 6.663
penyertaan saham
Pendapatan keuangan 70.833 70.833
Biaya keuangan, bersih (40.420) (40.420)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
585.206 70.833 656.040
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN
Beban pajak penghasilan (119.350) (10.625) (129.975)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
PENGHASILAN DARI OPERASI YANG 465.856 60.208 526.064
DILANJUTKAN
OPERASI YANG DIHENTIKAN
Rugi setelah beban pajak penghasilan dari
(5.012) (5.012)
operasi yang dihentikan
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 460.844 60.208 521.052
Sumber: Laporan Proforma ANJT per 30 Juni 2026
Halaman - 55
Page 70
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Berdasarkan jumlah laba yang didapatkan dari laporan keuangan limited review per 30
Juni 2026 adalah sebesar Rp460.844 juta dan terdapat penyesuaian sebesar Rp60.208
juta, sehingga didapatkan hasil proforma jumlah laba per 30 Juni 2026 sebesar
Rp521.052 juta (Lima Ratus Dua Puluh Satu Miliar Lima Puluh Dua Juta Rupiah).
Proforma Laporan Arus Kas
Figur 58. Proforma Laporan Arus Kas
(dalam Jutaan Rupiah)
30 Juni 2026 30 Juni 2026
Keterangan Penyesuaian
Limited Review Proforma
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 2.177.047 2.177.047
Pembayaran kepada pemasok dan karyawan (1.644.612) (1.644.612)
Kas yang dihasilkan dari kegiatan usaha 532.435 532.435
Penerimaan bunga 26.221 60.208 86.430
Penerimaan dari pengembalian pajak
penghasilan
Penerimaan dari pengembalian PPN 28.712 28.712
Pembayaran imbalan kerja & kontribusi ke
dana pensiun
Pembayaran untuk aktivitas operasi lain-lain
Pembayaran pajak penghasilan (126.943) (126.943)
KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS
460.425 60.208 520.633
OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen kas
Penerimaan dari penjualan aset tetap
Penerimaan dari penjualan investasi
42.000 42.000
penyertaan saham dan pada efek ekuitas
Perolehan aset tak berwujud
Perolehan aset tetap (106.092) (106.092)
Perolehan tanaman produktif (68.302) (68.302)
Pengurangan uang muka
Penerimaan dari pelepasan kepemilikan
entitas anak
Perolehan aset tidak lancar lain-lain (26.092) (26.092)
KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS
(158.486) (158.486)
INVESTASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran beban bunga pinjaman (66.641) (66.641)
Pembayaran liabilitas sewa
Pembayaran dividen kas
Pelepasan saham tresuri
Pembayaran biaya perolehan pinjaman
ditangguhkan
Penerimaan utang bank jangka pendek
Pembayaran utang bank jangka pendek (238.947) (238.947)
Halaman - 56
Page 71
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
30 Juni 2026 30 Juni 2026
Keterangan Penyesuaian
Limited Review Proforma
Penerimaan utang bank jangka panjang 1.390.000 4.845.000 6.235.000
Pemberian Loan Receivables (2.000.000) (2.000.000)
Pembayaran utang bank jangka panjang (34.750) (34.750)
KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS
1.049.661 2.845.000 3.894.661
PENDANAAN
KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS & SETARA KAS 1.351.601 2.905.208 4.256.809
PENURUNAN NETO KAS & SETARA KAS DARI
(549) (549)
OPERASI YANG DIHENTIKAN
KAS & SETARA KAS AWAL PERIODE 253.319 253.319
KAS & SETARA KAS AKHIR PERIODE 1.604.370 2.905.208 4.509.579
Sumber: Laporan Proforma ANJT per 30 Juni 2026
Berdasarkan laporan keuangan limited review per 30 Juni 2026, kas dan setara kas pada
akhir periode adalah sebesar Rp1.604.370 juta dan terdapat penyesuaian sebesar
Rp2.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma kas dan setara kas pada akhir
periode sebesar Rp4.509.579 juta (Empat Triliun Lima Ratus Sembilan Miliar Lima Ratus
Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah).
3.2.8 Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Metode yang digunakan dalam menentukan tingkat bunga yaitu dengan melakukan
regresi terhadap 8 (delapan) perusahaan sesuai dengan screening perusahaan terhadap
kesamaan bidang industri, Debt to Equity Ratio (DER), dan Net Income Margin (NIM).
Adapun yang menjadi variabel adalah tingkat bunga per tahun. ASK merupakan acuan
dalam melakukan perbandingan karena sebagai penerima pinjaman dari ANJT. Berikut
adalah data rasio pembanding menggunakan data per 30 Juni 2026.
Figur 59. Data Tingkat Bunga Pinjaman dan Rasio Keuangan Perusahaan Pembanding
Rata-rata
Perusahaan Pembanding DER (%) NIM (%)
Tingkat Bunga
PT Teladan Prima Agro Tbk 7,60% 21,33% 26,87%
PT Eagle High Plantations Tbk 9,00% 153,39% 7,18%
PT FAP Agri Tbk 8,25% 113,77% 19,99%
PT Jaya Agra Wattie Tbk 7,80% 171,51% 7,84%
PT Prime Agri Resources Tbk 7,70% 22,09% 19,87%
PT AEP Pinago Plantations Tbk 8,25% 18,70% 21,97%
PT Tunas Baru Lampung Tbk 8,10% 197,40% 2,79%
PT Cisadane Sawit Raya Tbk 8,38% 46,96% 6,96%
Sumber: S&P Capital IQ diolah oleh TOPAZ
Halaman - 57
Page 72
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
Berikut adalah hasil regresi untuk penentuan tingkat bunga:
Figur 60. Hasil Regresi Perusahaan Pembanding
Deskripsi Coefficients Standard Error
Intercept 0,100174722 0,01589589
X Variable 1 -0,004871951 0,00647509
X Variable 2 -0,004687697 0,00608557
X Variable 3 -0,023564081 0,106795169
X Variable 4 -0,120404882 0,154788624
X Variable 5 0,062929314 0,026850774
Berdasarkan hasil regresi 8 perusahaan pembanding terhadap 5 variabel, diperoleh
besarnya tingkat bunga untuk ASK adalah 8,52%.
Figur 61. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Tingkat Suku Bunga Pinjaman Tingkat Suku Bunga Regresi Selisih
8,50% 8,52% 0,02%
Berdasarkan draft perjanjian fasilitas pinjaman diketahui bahwa tingkat suku bunga
pinjaman ASK adalah 8,50%, dengan demikian lebih rendah sebesar 0,02% dibandingkan
hasil perhitungan regresi sebesar 8,52%. Berdasarkan POJK 35/POJK.04/2020 pasal 48
huruf b dinyatakan bahwa batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh
melebihi 7,5% dari nilai pasar atau wajar. Berdasarkan perhitungan tersebut maka
tingkat suku bunga pinjaman masih dalam rentang wajar.
Halaman - 58
Page 73
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
4 KESIMPULAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
4.1 Analisis Kewajaran Kualitatif
Keuntungan yang akan diperoleh atas Rencana Transaksi ini adalah:
1. ANJT sebagai bagian dari Grup FRL memiliki kepentingan untuk mendukung ASK dalam
memperoleh pendanaan dengan persyaratan dan beban bunga yang lebih ringan jika
dibandingkan penambahan beban keuangan yang ditimbulkan jika ASK mengambil
pinjaman dari pihak ketiga/perbankan. Manajemen juga menyatakan bahwa ASK juga
sudah memiliki kemungkinan yang besar untuk memperoleh pinjaman dari pihak
perbankan.
2. Meningkatkan profitabilitas ANJT, di mana sejalan dengan meningkatnya profitabilitas
ANJT dari pendapatan bunga atas pinjaman ke ASK sebagaimana tercermin dalam
inkremental atau nilai tambah dari proyeksi keuangan ANJT dengan adanya pemberian
pinjaman dan tanpa pemberian pinjaman.
3. Nilai tambah atas Rencana Transaksi diproyeksikan akan meningkatkan total aset atau
terdapat inkremental sebesar Rp680.765 juta di tahun 2031 akan menguatkan
profitabilitas ANJT, di mana selama periode proyeksi tahun 2026 hingga 2031 sebesar
Rp379.667 juta.
Manfaat yang akan diperoleh atas Rencana Transaksi ini adalah:
1. Pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK diharapkan dapat memastikan bahwa ASK
memperoleh pendanaan atau pinjaman yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja
keuangannya. Pinjaman ini merupakan simbiosis yang menguntungkan keduanya yang
berada dalam grup FRL, di mana ASK memperoleh pinjaman dengan proses koordinasi
yang lebih efisien dan ANJT dapat memanfaatkan idle cash-nya.
2. Rencana Transaksi Pinjam Meminjam merupakan kesepakatan kedua belah pihak
dengan pertimbangan bisnis yang memberi keuntungan dan manfaat bagi kedua belah
pihak. Prospek bisnis ASK dinilai memiliki coverage yang baik terhadap kemampuan
membayar utang sehingga dinilai tidak akan mengalami default atau gagal bayar.
4.2 Analisis Kewajaran Kuantitatif
1. Dampak keuangan atas Rencana Transaksi berdasarkan Proforma Laporan Keuangan
limited review per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan jumlah aset yang didapatkan dari laporan keuangan limited
review per 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp7.051.872 juta dan terdapat
penyesuaian sebesar Rp4.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma
jumlah aset per 30 Juni 2026 sebesar Rp11.957.080 juta (Sebelas Triliun
Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Miliar Delapan Puluh Juta Rupiah).
b. Berdasarkan jumlah laba yang didapatkan dari laporan keuangan limited
review per 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp460.844 juta dan terdapat
penyesuaian sebesar Rp60.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma
jumlah laba per 30 Juni 2026 sebesar Rp521.052 juta (Lima Ratus Dua Puluh
Satu Miliar Lima Puluh Dua Juta Rupiah).
c. Berdasarkan laporan keuangan limited review per 30 Juni 2026, kas dan setara
kas pada akhir periode adalah sebesar Rp1.604.370 juta dan terdapat
Halaman - 59
Page 74
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
penyesuaian sebesar Rp2.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma
kas dan setara kas pada akhir periode sebesar Rp4.509.579 juta (Empat Triliun
Lima Ratus Sembilan Miliar Lima Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah).
2. Berdasarkan Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi, Nilai tambah (selisih atas
proyeksi keuangan dengan adanya Rencana Transaksi dengan Proyeksi tanpa adanya
Rencana Transaksi) adalah sebagai berikut:
a. Ringkasan Nilai Tambah dalam Angka:
i. Nilai tambah pada level total aset dengan adanya Rencana Transaksi
mengalami peningkatan pada tahun 2026 hingga 2031, bertambah
sebesar Rp1.777.716 juta.
ii. Nilai tambah pada level laba (rugi) diketahui bahwa laba setelah pajak
dengan adanya Rencana Transaksi pada tahun 2026 hingga 2031, total
nilai tambah sebesar Rp379.667 juta.
iii. Nilai tambah pada level arus kas diketahui kas akhir pada tahun 2026
sampai dengan 2031 total nilai tambah sebesar Rp1.124.389 juta.
b. Ringkasan Analisis Nilai Tambah dalam Persentase:
i. Nilai tambah pada aset sebesar 4,21% di tahun 2031.
ii. Nilai tambah pada laba setelah pajak sebesar 1,92% di tahun 2031.
iii. Nilai tambah pada kas akhir sebesar 19,28% di tahun 2031.
3. Berdasarkan proyeksi rasio keuangan di atas, ANJT mampu mempertahankan tingkat
profitabilitas yang baik dengan net profit yang stabil. Dari sisi likuiditas, cash ratio dan
current ratio juga menunjukkan tren peningkatan, yang mencerminkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek semakin baik. Sementara itu,
rasio solvabilitas mengalami penurunan, sehingga menunjukkan struktur permodalan
perusahaan yang semakin sehat.
4. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, penurunan pendapatan dan beban keuangan
sebesar 10% dan 20% dari kondisi normal memberi dampak pada rasio inkremental.
Sebaliknya, apabila tingkat bunga pinjaman perbankan semakin mendekati tingkat
bunga pembiayaan dari ANJT sebesar 8,5%, maka selisih rasio inkremental akan
semakin kecil.
5. Berdasarkan draft perjanjian fasilitas pinjaman diketahui bahwa tingkat suku bunga
pinjaman ASK adalah 8,50%, dengan demikian lebih rendah sebesar 0,02%
dibandingkan hasil perhitungan regresi sebesar 8,52%. Berdasarkan POJK
35/POJK.04/2020 pasal 48 huruf b dinyatakan bahwa batas atas dan batas bawah
pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% dari nilai pasar atau wajar. Berdasarkan
perhitungan tersebut maka tingkat suku bunga pinjaman masih dalam rentang wajar.
Halaman - 60
Page 75
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
5 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data dan informasi yang diperoleh
dan digunakan, penelaahan atas dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi, ditinjau dari aspek ekonomi dan keuangan, adalah Wajar.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada ANJT maupun secara eksternal yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan
mengenai kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Halaman - 61
Page 76
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)
6 KUALIFIKASI PENILAI USAHA
Penilai Usaha yang menandatangani Laporan Pendapat Kewajaran usaha ini merupakan
Penilai Usaha bersertifikat dengan perizinan sebagai berikut:
No. Izin Penilai : B-1.17.00481
No. STTD OJK : KEP-642/KS.13/2026
No. MAPPI : 12-S-03723
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
Halaman - 62
Page 77
LAMPIRAN KEUANGAN
Page 78
Proyeksi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Balance Sheet
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Assets
Current Assets
Cash 253.319 6.054.794 7.030.626 8.230.642 9.455.454 10.740.375 12.143.960
Trade Receivables 461.473 484.546 508.774 534.212 560.923 588.969 618.418
Inventory 393.233 412.895 433.540 455.217 477.978 501.876 526.970
Bological Assets 152.307 152.307 152.307 152.307 152.307 152.307 152.307
Other Current assets 399.465 399.465 399.465 399.465 399.465 399.465 399.465
Total Current Assets 1.659.797 7.504.007 8.524.711 9.771.843 11.046.127 12.382.993 13.841.120
Non Current Assets
Fixed Assets 3.331.085 3.191.464 3.146.520 2.917.645 2.668.116 2.389.913 2.025.901
Othe Non Current Assets 321.515 321.515 321.515 321.515 321.515 321.515 321.515
Total Non Current Assets 3.652.599 3.512.979 3.468.034 3.239.159 2.989.630 2.711.428 2.347.415
Total Assets 5.312.396 11.016.986 11.992.746 13.011.002 14.035.757 15.094.421 16.188.536
Liabilities and Equity
Short term Liabilities
Trade Payables 167.904 176.300 185.115 194.370 204.089 214.293 225.008
Short term bank loan 978.403 978.403 978.403 978.403 978.403 978.403 978.403
Other short term liabilities 229.803 229.803 229.803 229.803 229.803 229.803 229.803
Total Short term Liabilities 1.376.111 1.384.506 1.393.321 1.402.576 1.412.295 1.422.499 1.433.214
Long term liabilities
Long term bank loan - 4.633.200 4.390.950 4.116.900 3.773.350 3.389.600 2.956.800
other long term liabilities 137.228 137.228 137.228 137.228 137.228 137.228 137.228
Total Long term liabilities 137.228 4.770.428 4.528.178 4.254.128 3.910.578 3.526.828 3.094.028
Total Liabilities 1.513.338 6.154.934 5.921.499 5.656.704 5.322.873 4.949.327 4.527.242
Equity
Paid in Capital 2.120.305 2.120.305 2.120.305 2.120.305 2.120.305 2.120.305 2.120.305
Other Components of Equity (1.221.773) (1.221.773) (1.221.773) (1.221.773) (1.221.773) (1.221.773) (1.221.773)
Retained Earning 2.900.526 3.963.521 5.172.715 6.455.766 7.814.352 9.246.561 10.762.762
Total Equity 3.799.058 4.862.053 6.071.247 7.354.298 8.712.884 10.145.093 11.661.294
Total Liabilities and Equity 5.312.396 11.016.986 11.992.746 13.011.002 14.035.757 15.094.421 16.188.536
Check - - - - - - -
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Income Statement
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Sales 4.813.274 5.242.354 5.416.212 5.589.844 5.772.148 5.959.214
Cost of Sales (2.530.328) (2.640.765) (2.682.952) (2.724.884) (2.782.319) (2.828.045)
Gross Profit 2.282.946 2.601.589 2.733.260 2.864.960 2.989.830 3.131.168
SG&A (316.342) (331.389) (347.153) (363.668) (380.972) (399.101)
Profit from Operations 1.966.604 2.270.201 2.386.107 2.501.291 2.608.857 2.732.067
Interest Expense (161.151) (338.406) (319.044) (295.884) (268.611) (237.990)
Interest Income 90.844 181.688 181.688 181.688 181.688 181.688
Dividend
Other Non-Operating (Expense) / Income
Profit Before Taxation 1.896.297 2.113.483 2.248.750 2.387.095 2.521.934 2.675.765
Tax Expense (410.826) (452.248) (482.007) (512.443) (542.107) (575.950)
Net Profit 1.485.471 1.661.235 1.766.743 1.874.652 1.979.827 2.099.814
Profit for The Year (Fiscal) 1.896.297 2.113.483 2.248.750 2.387.095 2.521.934 2.675.765
Page 79
Proyeksi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Cashflow Statement
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Operating Activity
Cash Inflow
Sales 4.813.274 5.242.354 5.416.212 5.589.844 5.772.148 5.959.214
Cash Flow from Operations 4.813.274 5.242.354 5.416.212 5.589.844 5.772.148 5.959.214
Cash Outflow
Cost of Goods Sold (2.232.947) (2.328.514) (2.355.089) (2.380.628) (2.420.850) (2.448.503)
Cost of Goods Sold (incl D&A) (2.530.328) (2.640.765) (2.682.952) (2.724.884) (2.782.319) (2.828.045)
D&A (297.381) (312.251) (327.863) (344.256) (361.469) (379.542)
Selling Expenses (160.378) (167.626) (175.202) (183.121) (191.397) (200.047)
General and Administrative (150.352) (157.869) (165.763) (174.051) (182.753) (191.891)
General and Administrative (incl D&A) (155.964) (163.762) (171.950) (180.548) (189.575) (199.054)
D&A (5.612) (5.893) (6.188) (6.497) (6.822) (7.163)
Tax Expense (410.826) (452.248) (482.007) (512.443) (542.107) (575.950)
Change in Working Capital
Trade Receivables (23.074) (24.227) (25.439) (26.711) (28.046) (29.448)
Inventory (19.662) (20.645) (21.677) (22.761) (23.899) (25.094)
Trade Payables 8.395 8.815 9.256 9.719 10.204 10.715
Total Cash Outflow (2.988.843) (3.142.315) (3.215.921) (3.289.995) (3.378.848) (3.460.219)
Net Cash from Operating Activities 1.824.431 2.100.039 2.200.291 2.299.849 2.393.300 2.498.995
Investing Activities - CAPEX
From "Palm Oil Plantations" (106.640) (96.120) (85.462) (81.551) (76.375) (21.351)
From "CPO Mills" (37.224) 0 0 0 0 0
From "Building & Infrastructure" (4.534) (4.546) (4.585) (4.575) (3.088) 0
From "Road, bridges and water channel" (1.342) (158.865) (1.342) (1.342) (1.342) (1.342)
From "Farming Equipments and Vehicles" (12.291) (12.322) (12.428) (12.401) (8.369) 0
From "Other Machinery & Installation" (1.342) (1.346) (1.357) (1.354) (914) 0
Total Investing Activities - CAPEX (163.373) (273.199) (105.176) (101.224) (90.088) (22.693)
Net Cash from Investing Activities 1.661.058 1.826.840 2.095.115 2.198.625 2.303.212 2.476.302
Financing Activity
Dividends Paid (422.476) (452.040) (483.693) (516.065) (547.618) (583.614)
Financial Expenses (161.151) (338.406) (319.044) (295.884) (268.611) (237.990)
Financial Income 90.844 181.688 181.688 181.688 181.688 181.688
New Debt Withdrawals 4.845.000 0 0 0 0 0
Debt Repayments (211.800) (242.250) (274.050) (343.550) (383.750) (432.800)
Total Financing Activities 4.140.417 (851.008) (895.100) (973.812) (1.018.291) (1.072.717)
Cash Flow from Financing 5.801.475 975.832 1.200.016 1.224.813 1.284.921 1.403.585
Free Cash Flow 1.661.058 1.826.840 2.095.115 2.198.625 2.303.212 2.476.302
Net Free Cash After Financing 5.801.475 975.832 1.200.016 1.224.813 1.284.921 1.403.585
Cash - Beginning 253.319 6.054.794 7.030.626 8.230.642 9.455.454 10.740.375
Cash - Ending 6.054.794 7.030.626 8.230.642 9.455.454 10.740.375 12.143.960
Page 80
Proyeksi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Balance Sheet
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Assets
Current Assets
Cash 253.319 4.056.636 5.111.289 6.419.886 7.783.714 9.237.317 12.824.726
Trade Receivables 461.473 484.546 508.774 534.212 560.923 588.969 618.418
Inventory 393.233 412.895 433.540 455.217 477.978 501.876 526.970
Bological Assets 152.307 152.307 152.307 152.307 152.307 152.307 152.307
Other Current assets 399.465 399.465 399.465 399.465 399.465 399.465 399.465
Total Current Assets 1.659.797 5.505.849 6.605.375 7.961.087 9.374.387 10.879.934 14.521.885
Non Current Assets
Fixed Assets 3.331.085 3.191.464 3.146.520 2.917.645 2.668.116 2.389.913 2.025.901
Loan to Related Party 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000
Othe Non Current Assets 321.515 321.515 321.515 321.515 321.515 321.515 321.515
Total Non Current Assets 3.652.599 5.512.979 5.468.034 5.239.159 4.989.630 4.711.428 2.347.415
Total Assets 5.312.396 11.018.828 12.073.409 13.200.246 14.364.017 15.591.362 16.869.301
Liabilities and Equity
Short term Liabilities
Trade Payables 167.904 176.300 185.115 194.370 204.089 214.293 225.008
Short term bank loan 978.403 978.403 978.403 978.403 978.403 978.403 978.403
Other short term liabilities 229.803 229.803 229.803 229.803 229.803 229.803 229.803
Total Short term Liabilities 1.376.111 1.384.506 1.393.321 1.402.576 1.412.295 1.422.499 1.433.214
Long term liabilities
Long term bank loan - 4.633.200 4.390.950 4.116.900 3.773.350 3.389.600 2.956.800
other long term liabilities 137.228 137.228 137.228 137.228 137.228 137.228 137.228
Total Long term liabilities 137.228 4.770.428 4.528.178 4.254.128 3.910.578 3.526.828 3.094.028
Total Liabilities 1.513.338 6.154.934 5.921.499 5.656.704 5.322.873 4.949.327 4.527.242
Equity
Paid in Capital 2.120.305 2.120.305 2.120.305 2.120.305 2.120.305 2.120.305 2.120.305
Other Components of Equity (1.221.773) (1.221.773) (1.221.773) (1.221.773) (1.221.773) (1.221.773) (1.221.773)
Retained Earning 2.900.526 3.965.362 5.253.379 6.645.010 8.142.613 9.743.503 11.443.527
Total Equity 3.799.058 4.863.894 6.151.911 7.543.542 9.041.145 10.642.035 12.342.059
Total Liabilities and Equity 5.312.396 11.018.828 12.073.409 13.200.246 14.364.017 15.591.362 16.869.301
Check - - - - - - -
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Income Statement
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Sales 4.813.274 5.242.354 5.416.212 5.589.844 5.772.148 5.959.214
Cost of Sales (2.530.328) (2.640.765) (2.682.952) (2.724.884) (2.782.319) (2.828.045)
Gross Profit 2.282.946 2.601.589 2.733.260 2.864.960 2.989.830 3.131.168
SG&A (316.342) (331.389) (347.153) (363.668) (380.972) (399.101)
Profit from Operations 1.966.604 2.270.201 2.386.107 2.501.291 2.608.857 2.732.067
Interest Expense (161.151) (338.406) (319.044) (295.884) (268.611) (237.990)
Interest Income 110.010 276.688 276.688 276.688 276.688 229.188
Dividend
Other Non-Operating (Expense) / Income
Profit Before Taxation 1.915.464 2.208.483 2.343.750 2.482.095 2.616.934 2.723.265
Tax Expense (413.701) (425.076) (425.076) (425.076) (425.076) (417.951)
Net Profit 1.501.763 1.783.406 1.918.674 2.057.018 2.191.858 2.305.313
Profit for The Year (Fiscal) 1.915.464 2.208.483 2.343.750 2.482.095 2.616.934 2.723.265
Page 81
Proyeksi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Cashflow Statement
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Operating Activity
Cash Inflow
Sales 4.813.274 5.242.354 5.416.212 5.589.844 5.772.148 5.959.214
Cash Flow from Operations 4.813.274 5.242.354 5.416.212 5.589.844 5.772.148 5.959.214
Cash Outflow
Cost of Goods Sold (2.232.947) (2.328.514) (2.355.089) (2.380.628) (2.420.850) (2.448.503)
Cost of Goods Sold (incl D&A) (2.530.328) (2.640.765) (2.682.952) (2.724.884) (2.782.319) (2.828.045)
D&A (297.381) (312.251) (327.863) (344.256) (361.469) (379.542)
Selling Expenses (160.378) (167.626) (175.202) (183.121) (191.397) (200.047)
General and Administrative (150.352) (157.869) (165.763) (174.051) (182.753) (191.891)
General and Administrative (incl D&A) (155.964) (163.762) (171.950) (180.548) (189.575) (199.054)
D&A (5.612) (5.893) (6.188) (6.497) (6.822) (7.163)
Tax Expense (413.701) (425.076) (425.076) (425.076) (425.076) (417.951)
Change in Working Capital
Trade Receivables (23.074) (24.227) (25.439) (26.711) (28.046) (29.448)
Inventory (19.662) (20.645) (21.677) (22.761) (23.899) (25.094)
Trade Payables 8.395 8.815 9.256 9.719 10.204 10.715
Total Cash Outflow (2.991.718) (3.115.143) (3.158.991) (3.202.629) (3.261.817) (3.302.220)
Net Cash from Operating Activities 1.821.556 2.127.211 2.257.221 2.387.215 2.510.331 2.656.993
Investing Activities - CAPEX
From "Palm Oil Plantations" (106.640) (96.120) (85.462) (81.551) (76.375) (21.351)
From "CPO Mills" (37.224) 0 0 0 0 0
From "Building & Infrastructure" (4.534) (4.546) (4.585) (4.575) (3.088) 0
From "Road, bridges and water channel" (1.342) (158.865) (1.342) (1.342) (1.342) (1.342)
From "Farming Equipments and Vehicles" (12.291) (12.322) (12.428) (12.401) (8.369) 0
From "Other Machinery & Installation" (1.342) (1.346) (1.357) (1.354) (914) 0
Total Investing Activities - CAPEX (163.373) (273.199) (105.176) (101.224) (90.088) (22.693)
Net Cash from Investing Activities 1.658.183 1.854.012 2.152.046 2.285.991 2.420.243 2.634.300
Financing Activity
Dividends Paid (436.926) (495.390) (527.043) (559.415) (590.968) (605.289)
Financial Expenses (161.151) (338.406) (319.044) (295.884) (268.611) (237.990)
Financial Income 110.010 276.688 276.688 276.688 276.688 229.188
New Debt Withdrawals 4.845.000 0 0 0 0 0
Debt Repayments (211.800) (242.250) (274.050) (343.550) (383.750) (432.800)
Loan Receivables (2.000.000) 2.000.000
Total Financing Activities 2.145.134 (799.358) (843.450) (922.162) (966.641) 953.108
Cash Flow from Financing 3.803.317 1.054.654 1.308.596 1.363.829 1.453.602 3.587.409
Free Cash Flow 1.658.183 1.854.012 2.152.046 2.285.991 2.420.243 2.634.300
Net Free Cash After Financing 3.803.317 1.054.654 1.308.596 1.363.829 1.453.602 3.587.409
Cash - Beginning 253.319 4.056.636 5.111.289 6.419.886 7.783.714 9.237.317
Cash - Ending 4.056.636 5.111.289 6.419.886 7.783.714 9.237.317 12.824.726
Page 82
Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi Rasio Keuangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031 Current Ratio 542,00% 611,83% 696,71% 782,14% 870,51% 965,74% Cash Ratio 437,33% 504,59% 586,82% 669,51% 755,04% 847,32% Total Liability to Equity Ratio 126,59% 97,53% 76,92% 61,09% 48,79% 38,82% Total Liability to Assets Ratio 55,87% 49,38% 43,48% 37,92% 32,79% 27,97% Net Profit Margin 30,86% 31,69% 32,62% 33,54% 34,30% 35,24% Rate of Return on Assets 13,48% 13,85% 13,58% 13,36% 13,12% 12,97% Rate of Return on Equity 30,55% 27,36% 24,02% 21,52% 19,52% 18,01% Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi Rasio Keuangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031 Current Ratio 397,68% 474,07% 567,60% 663,77% 764,85% 1013,24% Cash Ratio 293,00% 366,84% 457,72% 551,14% 649,37% 894,82% Total Liability to Equity Ratio 126,54% 96,25% 74,99% 58,87% 46,51% 36,68% Total Liability to Assets Ratio 55,86% 49,05% 42,85% 37,06% 31,74% 26,84% Net Profit Margin 31,20% 34,02% 35,42% 36,80% 37,97% 38,68% Rate of Return on Assets 13,63% 14,77% 14,54% 14,32% 14,06% 13,67% Rate of Return on Equity 30,88% 28,99% 25,43% 22,75% 20,60% 18,68%
Page 83
Inkremental Dalam Angka
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Balance Sheet
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Assets
Current Assets
Cash (1.998.158) (1.919.337) (1.810.756) (1.671.740) (1.503.059) 680.765
Trade Receivables - - - - - -
Inventory - - - - - -
Bological Assets - - - - - -
Other Current assets - - - - - -
Total Current Assets (1.998.158) (1.919.337) (1.810.756) (1.671.740) (1.503.059) 680.765
Non Current Assets
Fixed Assets - - - - - -
Loan to Related Party 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 -
Othe Non Current Assets - - - - - -
Total Non Current Assets 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 -
Total Assets 1.842 80.663 189.244 328.260 496.941 680.765
Liabilities and Equity
Short term Liabilities
Trade Payables - - - - - -
Short term bank loan - - - - - -
Other short term liabilities - - - - - -
Total Short term Liabilities - - - - - -
Long term liabilities
Long term bank loan - - - - - -
other long term liabilities - - - - - -
Total Long term liabilities - - - - - -
Total Liabilities - - - - - -
Equity
Paid in Capital - - - - - -
Other Components of Equity - - - - - -
Retained Earning 1.842 80.663 189.244 328.260 496.941 680.765
Total Equity 1.842 80.663 189.244 328.260 496.941 680.765
Total Liabilities and Equity 1.842 80.663 189.244 328.260 496.941 680.765
Check (0) - - (0) (0) (0)
Page 84
Inkremental Dalam Angka
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Income Statement
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Sales - - - - - -
Cost of Sales - - - - - -
Gross Profit - - - - - -
SG&A - - - - - -
Profit from Operations 0 0 0 0 0 0
Interest Expense - - - - - -
Interest Income 19.167 95.000 95.000 95.000 95.000 47.500
Dividend - - - - - -
Other Non-Operating (Expense) / Income
Profit Before Taxation 19.167 95.000 95.000 95.000 95.000 47.500
Tax Expense (2.875) (14.250) (14.250) (14.250) (14.250) (7.125)
Net Profit 16.292 80.750 80.750 80.750 80.750 40.375
Profit for The Year (Fiscal) 19.167 95.000 95.000 95.000 95.000 47.500
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Cashflow Statement
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Operating Activity
Cash Inflow
Sales 0 0 0 0 0 0
Cash Flow from Operations 0 0 0 0 0 0
Cash Outflow
Cost of Goods Sold 0 0 0 0 0 0
Cost of Goods Sold (incl D&A) 0 0 0 0 0 0
D&A 0 0 0 0 0 0
Selling Expenses 0 0 0 0 0 0
General and Administrative 0 0 0 0 0 0
General and Administrative (incl D&A) 0 0 0 0 0 0
D&A 0 0 0 0 0 0
Tax Expense 0 0 0 0 0 0
Change in Working Capital
Trade Receivables 0 0 0 0 0 0
Inventory 0 0 0 0 0 0
Trade Payables 0 0 0 0 0 0
Total Cash Outflow 0 0 0 0 0 0
Net Cash from Operating Activities 0 0 0 0 0 0
Investing Activities - CAPEX
From "Palm Oil Plantations" 0 0 0 0 0 0
From "CPO Mills" 0 0 0 0 0 0
From "Building & Infrastructure" 0 0 0 0 0 0
From "Road, bridges and water channel" 0 0 0 0 0 0
From "Farming Equipments and Vehicles" 0 0 0 0 0 0
From "Other Machinery & Installation" 0 0 0 0 0 0
Total Investing Activities - CAPEX 0 0 0 0 0 0
Net Cash from Investing Activities 0 0 0 0 0 0
Financing Activity
Dividends Paid (14.450) (43.350) (43.350) (43.350) (43.350) (21.675)
Financial Expenses 0 0 0 0 0 0
Financial Income 19.167 95.000 95.000 95.000 95.000 47.500
Debt Repayments 0 0 0 0 0 0
Loan to Related Party (2.000.000)
Total Financing Activities 4.717 51.650 51.650 51.650 51.650 25.825
Cash Flow from Financing 4.717 51.650 51.650 51.650 51.650 25.825
Free Cash Flow 0 0 0 0 0 0
Net Free Cash After Financing (2.875) 27.172 56.931 87.366 117.031 157.999
Cash - Beginning (1.998.158) 78.822 108.581 139.016 168.681 2.183.824
Cash - Ending (2.001.033) 105.993 165.511 226.383 285.712 2.341.823
Page 85
Inkremental Dalam Persentase
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Balance Sheet
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Assets
Current Assets
Cash -33,00% -27,30% -22,00% -17,68% -13,99% 5,61%
Trade Receivables 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Inventory 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Bological Assets 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other Current assets 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Current Assets -26,63% -22,51% -18,53% -15,13% -12,14% 4,92%
Non Current Assets
Fixed Assets 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Loan to Related Party
Othe Non Current Assets 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Non Current Assets 56,93% 57,67% 61,74% 66,90% 73,76% 0,00%
Total Assets 0,02% 0,67% 1,45% 2,34% 3,29% 4,21%
Liabilities and Equity
Short term Liabilities
Trade Payables 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Short term bank loan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other short term liabilities 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Short term Liabilities 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Long term liabilities
Long term bank loan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
other long term liabilities 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Long term liabilities 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Liabilities 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Equity
Paid in Capital 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other Components of Equity 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Retained Earning 0,05% 1,56% 2,93% 4,20% 5,37% 6,33%
Total Equity 0,04% 1,33% 2,57% 3,77% 4,90% 5,84%
Total Liabilities and Equity 0,02% 0,67% 1,45% 2,34% 3,29% 4,21%
Check (0) - - (0) (0) (0)
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Income Statement
%
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Sales 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Cost of Sales 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Gross Profit 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
SG&A 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Profit from Operations 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Interest Expense 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
Interest Income
Dividend
Other Non-Operating (Expense) / Income
Profit Before Taxation 1,01% 4,49% 4,22% 3,98% 3,77% 1,78%
Tax Expense 0,70% 3,15% 2,96% 2,78% 2,63% 1,24%
Net Profit 1,10% 4,86% 4,57% 4,31% 4,08% 1,92%
Profit for The Year (Fiscal) 1,01% 4,49% 4,22% 3,98% 3,77% 1,78%
Page 86
Inkremental Dalam Persentase
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Cashflow Statement
%
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Operating Activity
Cash Inflow
Sales 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Cash Flow from Operations 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Cash Outflow
Cost of Goods Sold 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Cost of Goods Sold (incl D&A) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
D&A 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Selling Expenses 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
General and Administrative 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
General and Administrative (incl D&A) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
D&A 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tax Expense 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Change in Working Capital
Trade Receivables 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Inventory 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Trade Payables 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Cash Outflow 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Net Cash from Operating Activities 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Investing Activities - CAPEX
From "Palm Oil Plantations" 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
From "CPO Mills" 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
From "Building & Infrastructure" 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
From "Road, bridges and water channel" 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
From "Farming Equipments and Vehicles" 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
From "Other Machinery & Installation" 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Investing Activities - CAPEX 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Net Cash from Investing Activities 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Financing Activity
Dividends Paid 8,97% 12,81% 13,59% 14,65% 16,14% 9,11%
Financial Expenses 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Financial Income 21,10% 104,58% 104,58% 104,58% 104,58% 52,29%
Debt Repayments 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Loan to Related Party 100,00%
Total Financing Activities 0,11% -6,07% -5,77% -5,30% -5,07% -2,41%
Cash Flow from Financing 0,08% 5,29% 4,30% 4,22% 4,02% 1,84%
Free Cash Flow 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Net Free Cash After Financing -0,05% 2,78% 4,74% 7,13% 9,11% 11,26%
Cash - Beginning -788,79% 1,30% 1,54% 1,69% 1,78% 20,33%
Cash - Ending -33,05% 1,51% 2,01% 2,39% 2,66% 19,28%
Page 87
Analisis Sensitivitas
Rasio Keuangan
Normal
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Net Profit Margin 31,20% 34,02% 35,42% 36,80% 37,97% 38,68%
Cash Ratio 2,93 3,67 4,58 5,51 6,49 8,95
Current Ratio 3,98 4,74 5,68 6,64 7,65 10,13
Debt to Equity Ratio 115,37% 87,28% 67,55% 52,56% 41,04% 31,88%
Pendapatan dan Beban Keuangan turun 10%
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Net Profit Margin 31,10% 33,74% 35,16% 36,54% 37,72% 38,56%
Cash Ratio 2,93 3,66 4,56 5,49 6,46 8,91
Current Ratio 3,97 4,73 5,66 6,61 7,62 10,10
Debt to Equity Ratio 115,45% 87,47% 67,76% 52,75% 41,21% 32,01%
Pendapatan dan Beban Keuangan turun 20%
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Net Profit Margin 31,00% 33,47% 34,89% 36,28% 37,47% 38,44%
Cash Ratio 2,93 3,65 4,54 5,46 6,43 8,88
Current Ratio 3,97 4,72 5,64 6,59 7,59 10,06
Debt to Equity Ratio 115,53% 87,66% 67,97% 52,95% 41,39% 32,14%
Page 88
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Proforma
Audit Tahun 2021 - 2025 dan Limited Review 30 Juni 2026
(Dalam Jutaan Rupiah)
POSISI KEUANGAN
30 Juni 2026 30 Juni 2026
Keterangan Penyesuaian
Limited Review Proforma
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.604.370 2.905.208 4.509.579
Piutang usaha
Pihak ketiga 9.906 9.906
Pihak berelasi 620.125 620.125
Persediaan 347.931 347.931
Aset biologis 152.307 152.307
Pajak dibayar dimuka 504.990 504.990
Aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual 32.870 32.870
Aset lancar lainnya 27.420 27.420
Total Aset Lancar 3.299.920 2.905.208 6.205.128
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 3.396.090 3.396.090
Goodwill 78.189 78.189
Piutang plasma 52.383 52.383
Klaim atas pengembalian pajak 199.186 199.186
Aset pajak tangguhan 12.497 12.497
Pinjaman ke Pihak Berelasi 2.000.000 2.000.000
Aset tidak lancar lain-lain 13.607 13.607
Total Aset Tidak Lancar 3.751.952 2.000.000 5.751.952
TOTAL ASET 7.051.872 4.905.208 11.957.080
LIABILITAS & EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 739.455 739.455
Utang usaha 301.292 301.292
Utang pajak 51.489 51.489
Beban akrual 82.836 82.836
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam
34.750 34.750
satu tahun
Liabilitas yang secara langsung berhubungan
51.324 51.324
dengan aset dimiliki untuk dijual
Liabilitas jangka pendek lainnya 63.635 63.635
Total Liabilitas Jangka Pendek 1.324.781 1.324.781
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang - setelah dikurangi
1.320.500 4.845.000 6.165.500
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas pajak tangguhan 99.098 99.098
Kewajiban imbalan kerja 47.593 47.593
Total Liabilitas Jangka Panjang 1.467.191 4.845.000 6.312.191
TOTAL LIABILITAS 2.791.972 4.845.000 7.636.972
EKUITAS
Modal saham 335.418 335.418
Tambahan modal disetor 1.252.140 1.252.140
Komponen ekuitas lainnya (1.386) (1.386)
Selisih kurs penjabaran laporang keuangan dalam
(493.544) (493.544)
mata uang asing
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 107.355 107.355
Tidak ditentukan penggunaannya 3.051.834 60.208 3.112.042
Ekuitas diatribusikan kepada pemilik entitas induk 4.251.817 60.208 4.312.025
Kepentingan non-pengndali 8.083 8.083
TOTAL EKUITAS 4.259.900 4.320.108
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 7.051.872 4.905.208 11.957.080
Page 89
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Proforma
Audit Tahun 2021 - 2025 dan Limited Review 30 Juni 2026
(Dalam Jutaan Rupiah)
LABA RUGI
30 Juni 2026 30 Juni 2026
Keterangan Penyesuaian
Limited Review Proforma
PENDAPATAN DARI KONTRAK PELANGGAN
Minyak sawit mentah 2.045.519 2.045.519
Inti sawit 296.561 296.561
Tandan buah segar (TBS) 3.526 3.526
Minyak inti sawit
Edamame
Tepung sagu
Cangkang sawit
Sertifikat RSPO (palm e-trace)
Lain-lain
Pendapatan konsesi jasa
Total Pendapatan 2.345.605 2.345.605
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Biaya produksi minyak kelapa sawit
Biaya perawatan tanaman menghasilkan (164.148) (164.148)
Biaya pengolahan dan biaya tidak langsung (151.756) (151.756)
Biaya panen (98.698) (98.698)
Penyusutan aset tetap (64.359) (64.359)
Penyusutan tanaman menghasilkan (57.554) (57.554)
Pembelian TBS (1.073.636) (1.073.636)
Total biaya produksi minyak kelapa sawit (1.610.151) (1.610.151)
Barang jadi:
Saldo awal periode/tahun Produk kelapa sawit (293.583) (293.583)
Pembelian CPO
Edamame
Tepung sagu
Lain-lain
Beban konsesi jasa
Reklasifikasi
Divestasi
Penurunan nilai persediaan
Penyesuaian selisih kurs penjabaran
Saldo akhir periode/tahun Produk kelapa sawit 257.930 257.930
Total Beban Pokok Pendapatan (1.645.804) (1.645.804)
LABA (RUGI) BRUTO 699.802 699.802
Keuntungan atas peribahan nilai wajar aset biologis
Pendapatan dividen
Laba (Rugi) Kurs mata uang asing
Beban penjualan (80.080) (80.080)
Beban karyawan
Beban umum & administrasi (11.903) (11.903)
Rugi penurunan nilai aset tetap
Pendapatan operasi lain 18.129 18.129
Beban operasi lain (6.985) (6.985)
LABA (RUGI) USAHA 618.963 618.963
Laba (Rugi) atas pelepasan investasi penyertaan
6.663 6.663
saham
Pendapatan keuangan 70.833 70.833
Biaya keuangan, bersih (40.420) (40.420)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN DARI
585.206 70.833 656.040
OPERASI YANG DILANJUTKAN
Beban pajak penghasilan (119.350) (10.625) (129.975)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN PENGHASILAN
465.856 60.208 526.064
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN
OPERASI YANG DIHENTIKAN
Rugi setelah beban pajak penghasilan dari operasi
(5.012) (5.012)
yang dihentikan
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 460.844 60.208 521.052
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Perubahan nilai wajar atas investasi pada efek (2) (2)
ekuitas
Laba atas penjualan investasi pada efek ekuitas
Laba (Rugi) atas pengukuran kembali liabilitas
imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
Total (2) (2)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
Selisih kurs penjabaran laporan keuanga entitas
anak
Total - -
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN, SETELAH
(2) (2)
PAJAK
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF PERIODE
460.842 60.208 521.050
BERJALAN
Page 90
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Proforma
Audit Tahun 2021 - 2025 dan Limited Review 30 Juni 2026
(Dalam Jutaan Rupiah)
ARUS KAS
30 Juni 2026 30 Juni 2026
Keterangan Penyesuaian
Limited Review Proforma
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 2.177.047 2.177.047
Pembayaran kepada pemasok dan karyawan (1.644.612) (1.644.612)
Kas yang dihasilkan dari kegiatan usaha 532.435 532.435
Penerimaan bunga 26.221 60.208 86.430
Penerimaan dari pengembalian pajak penghasilan
Penerimaan dari pengembalian PPN 28.712 28.712
Pembayaran imbalan kerja & kontribusi ke dana pensiun
Pembayaran untuk aktivitas operasi lain-lain
Pembayaran pajak penghasilan (126.943) (126.943)
KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS OPERASI 460.425 60.208 520.633
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen kas
Penerimaan dari penjualan aset tetap
Penerimaan dari penjualan investasi penyertaan
42.000 42.000
saham dan pada efek ekuitas
Perolehan aset tak berwujud
Perolehan aset tetap (106.092) (106.092)
Perolehan tanaman produktif (68.302) (68.302)
Pengurangan uang muka
Penerimaan dari pelepasan kepemilikan entitas anak
Perolehan aset tidak lancar lain-lain (26.092) (26.092)
KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS INVESTASI (158.486) (158.486)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran beban bunga pinjaman (66.641) (66.641)
Pembayaran liabilitas sewa
Pembayaran dividen kas
Pelepasan saham tresuri
Pembayaran biaya perolehan pinjaman ditangguhkan
Penerimaan utang bank jangka pendek
Pembayaran utang bank jangka pendek (238.947) (238.947)
Penerimaan utang bank jangka panjang 1.390.000 4.845.000 6.235.000
Pemberian Loan Receivables (2.000.000) (2.000.000)
Pembayaran utang bank jangka panjang (34.750) (34.750)
KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS PENDANAAN 1.049.661 2.845.000 3.894.661
KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS & SETARA KAS 1.351.601 2.905.208 4.256.809
PENURUNAN NETO KAS & SETARA KAS DARI
(549) (549)
OPERASI YANG DIHENTIKAN
KAS & SETARA KAS AWAL PERIODE 253.319 253.319
KAS & SETARA KAS AKHIR PERIODE 1.604.370 2.905.208 4.509.579
Page 91
Loan Recap
As of 19 Aug 2026
Active Facility
Latest Next Month Payment
PT Bank Facility Rate Remarks
Payment Rate Rate (estimate)
ASK Mandiri Tranche A Indonia 1 Mo + 2,94032% 8,97561% 9,08%
KALE BRI Term Loan Indonia 3 Mo + 3,25% floor rate 6,25% 7,56953% 9,23% Entity Under ANJT
Signed - inactive
Latest Next Month Payment
PT Bank Facility Rate Remarks
Payment Rate Rate (estimate)
ANJA BRI Term Loan Indonia 3 Mo + 3,25% floor rate 6,25% 7,56953% 9,23% Entity Under ANJT
ANJAS BRI Term Loan Indonia 3 Mo + 3,25% floor rate 6,25% 7,56953% 9,23% Entity Under ANJT
SMM BRI Term Loan Indonia 3 Mo + 3,25% floor rate 6,25% 7,56953% 9,23% Entity Under ANJT
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
4399 ms
29 Sep 2026 11:30
missing: transaction_date, object_text
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': 'Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert).',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '25'}