Skip to content
Back to announcement

20260929_ANJT_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_32161643_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review ANJT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 91

Page 1
                         LAPORAN
            PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
              RENCANA TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI MATERIAL
                        BERUPA PEMBERIAN PINJAMAN
                 PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK




                     Lokasi di:
                 APL Tower Lantai 28,
Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav. 28, Tanjung Duren,
       Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 11470




 No. File : 01162/2.0171-00/BS/01/0481/1/IX/2026
Page 2
                       TOBING PANUTURI DAN REKAN Ruko Maison De WisteriaKantor   Pusat:
                                                                         Collins No. 38,
                                          KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                                    Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan
                                           Property and Business Valuation                                           Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13960,
                                                                                                                            Email: topaz-admin@kjpp-topaz.id
                                      NIU. 2.20.0171 – Kep. Menkeu No. 387/KM.1/2020                                                    kjpptopaz@gmail.com;
                                              Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia                                                            Telp (021) 38866969
Kantor Cabang :
Banjarmasin (PS): Jl. Meranti III, Komp. Madinah No. 23, RT. 036, D.h 15a, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Email: topaz_Banjarmasin@kjpp-topaz.id,
topazbjm.kjpp@gmail.com; Telp (0511) 4247394, Medan (PS): Kompleks Perumahan Villa Malina Indah, Jl. Deli Bunga No. 3, Medan, Sumatera Utara 20132, Email:
topazmdn.kjpp@gmail.com; Telp (061) 8216806, Surabaya (P): Ruko 9M-APT Puncak CBD, Jl. Kramat I, Surabaya, Jawa Timur 60229, Email: surabaya@kjpp-topaz.id;
Telp (031) 99429111, Balikpapan (PS): Jalan Perhubungan Udara No. 6 RT 14, Balikpapan, Kalimantan Timur 76115, Email: kjpptopazbpn@gmail.com; Telp 0858 5252
3005, Jayapura (PS): Perumahan Yapis Entrop, Jalan Beringin I No. 10, Jayapura, Papua 99224, Email: topazjyp.kjpp@gmail.com; Telp (0967) 5782084, Manado (PS):
Jl. Raya Manado -Wori, Perumahan Puri Manado Permai, Ruko NA-5 & 6, Kel. Bengkol, Kec. Mapanget, Kota Manado, Email: kjpptopazmanado@gmail.com; Telp (0431)
3315029


                No. File: 01162/2.0171-00/BS/01/0481/1/IX/2026
                Jakarta, 23 September 2026

                Kepada Yth.
                PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
                APL Tower Lantai 28,
                Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav. 28, Tanjung Duren,
                Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 11470

                Perihal       : Rencana Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material berupa Pemberian Pinjaman oleh
                                PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”) kepada PT Adhitya Serayakorita (“ASK”)

                Dengan Hormat,

                KANTOR JASA PENILAI PUBLIK TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”) ditunjuk oleh PT
                Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”), berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran Jasa
                Pendapat Kewajaran No. 0610/MK.PB/KJPP-TOPAZ/VI/2026 tanggal 17 Juni 2026, dengan maksud
                untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi Afiliasi dan
                Material berupa pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK. Pelaporan ini ditujukan untuk
                kepentingan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang
                “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” serta Peraturan OJK Nomor
                17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.


                1.    Status Penilai

                      Penilai adalah partner dari TOPAZ dengan kualifikasi sebagai berikut:

                      Nama Penilai             : Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert).
                      No. Izin Penilai         : B-1.17.00481
                      No. STTD OJK             : KEP-642/KS.13/2026
                      No. MAPPI                : 12-S-03723
                      Klasifikasi Izin         : Penilai Bisnis (B)

                      TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
                      Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

                      Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami bertindak secara independen
                      tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek
                      Pendapat Kewajaran ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek
                      Pendapat Kewajaran. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
                      terkait dengan penugasan ini.
Page 3
     Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
     merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
     nilai yang dihasilkan.


2.   Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

     Pemberi Tugas dan Pengguna laporan ini adalah:

      Nama Perusahaan      :   PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
      Alamat               :   APL Tower Lantai 28,
                               Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav. 28, Tanjung Duren,
                               Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 11470
      Website              :   anj-group.com


3.   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

     Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
     Afiliasi dan Transaksi Material berupa pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK. Rencana
     Transaksi ini termasuk ke dalam Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material. Tujuan pendapat
     kewajaran ini adalah untuk memenuhi Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang
     "Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan" dan Peraturan OJK Nomor
     17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.


4.   Tanggal Pendapat Kewajaran

     Tanggal Pendapat Kewajaran adalah per 30 Juni 2026, yang ditetapkan dengan
     mempertimbangkan ketersediaan informasi keuangan dan tujuan penugasan. Laporan
     Pendapat Kewajaran ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak Tanggal Pendapat Kewajaran,
     yaitu sampai dengan 31 Desember 2026, sesuai dengan ketentuan Pasal 7 Peraturan Otoritas
     Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
     Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


5.   Data dan Informasi Transaksi

     Dalam melakukan penilaian ini, TOPAZ juga menggunakan informasi dari beberapa sumber
     informasi yang relevan dan handal tanpa perlu melakukan verifikasi, yaitu :

      • Laporan Keuangan Audit ANJT dan ASK tahun 2021 sampai dengan tahun 2025.
      • Laporan Keuangan Limited Review ANJT dan ASK per 30 Juni 2026.
      • Proyeksi keuangan ANJT dan ASK untuk 5 (lima) tahun ke depan untuk kondisi as-it-is dan
        Setelah Rencana Transaksi.
      • Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman.
      • Data-data Legalitas perusahaan dan perizinan terkait.
      • Tinjauan terhadap kondisi fundamental entitas yang dinilai yang menyangkut sejarah
        singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
        keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
Page 4
6.   Asumsi dan Asumsi Khusus

     Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
     asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana Pendapat
     Kewajaran diperlukan.

     Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal Pendapat
     Kewajaran atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu
     transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran.

     Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan
     mempengaruhi nilai.

     Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima
     sebagai fakta dalam konteks penugasan Pendapat Kewajaran tanpa penyelidikan tertentu atau
     verifikasi.


7.   Objek Rencana Transaksi

     Objek rencana transaksi afiliasi dan transaksi material sesuai dengan informasi yang diberikan
     oleh Pemberi Tugas adalah pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK.


8.   Tingkat Kedalaman Investigasi

     Dalam laporan ini, kami telah melakukan investigasi dan diskusi melalui online meeting terkait
     Rencana Transaksi. Berikut adalah pihak yang menanggapi diskusi terkait pertanyaan yang
     kami sampaikan dalam hubungannya dengan Objek Pendapat Kewajaran, yaitu:

           Pihak yang Diwawancarai                   Jabatan                      Perusahaan

      Bapak Hilman Lukito                            Direktur                        ANJT

      Bapak Christopher Anders                      Accounting                       ANJT



9.   Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

     Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan tidak untuk konsumsi publik.

     Persetujuan Pendapat Kewajaran harus didapatkan atas setiap publikasi terhadap keseluruhan
     atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai
     laporan keuangan perusahaan/objek pendapat kewajaran, dan/atau laporan direksi/pimpinan
     perusahaan/objek pendapat kewajaran, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau
     pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek pendapat kewajaran.

     Tanda tangan Penilai Publik dan cap TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan
     Pendapat kewajaran yang dihasilkan.
Page 5
10. Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran dilakukan berdasarkan POJK, SPI, dan KEPI

    Laporan Pendapat Kewajaran ini akan dilakukan berdasarkan Peraturan OJK Nomor
    42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”, Peraturan
    OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
    Standar Penilaian Indonesia (SPI), dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) Edisi VII-2018 beserta
    Edisi Revisinya.


11. Kesimpulan Analisis Kualitatif dan Kuantitatif

    A.   Analisis Kewajaran Kualitatif

         Keuntungan yang akan diperoleh atas Rencana Transaksi ini adalah:

         1. ANJT sebagai bagian dari Grup FRL memiliki kepentingan untuk mendukung ASK dalam
            memperoleh pendanaan dengan persyaratan dan beban bunga yang lebih ringan jika
            dibandingkan penambahan beban keuangan yang ditimbulkan jika ASK mengambil
            pinjaman dari pihak ketiga/perbankan. Manajemen juga menyatakan bahwa ASK juga
            sudah memiliki kemungkinan yang besar untuk memperoleh pinjaman dari pihak
            perbankan.
         2. Meningkatkan profitabilitas ANJT, di mana sejalan dengan meningkatnya profitabilitas
            ANJT dari pendapatan bunga atas pinjaman ke ASK sebagaimana tercermin dalam
            inkremental atau nilai tambah dari proyeksi keuangan ANJT dengan adanya pemberian
            pinjaman dan tanpa pemberian pinjaman.
         3. Nilai tambah atas Rencana Transaksi diproyeksikan akan meningkatkan total aset atau
            terdapat inkremental sebesar Rp680.765 juta di tahun 2031 akan menguatkan
            profitabilitas ANJT, di mana selama periode proyeksi tahun 2026 hingga 2031 sebesar
            Rp379.667 juta.

         Manfaat yang akan diperoleh atas Rencana Transaksi ini adalah:

         1. Pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK diharapkan dapat memastikan bahwa ASK
            memperoleh pendanaan atau pinjaman yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja
            keuangannya. Pinjaman ini merupakan simbiosis yang menguntungkan keduanya yang
            berada dalam grup FRL, di mana ASK memperoleh pinjaman dengan proses koordinasi
            yang lebih efisien dan ANJT dapat memanfaatkan idle cash-nya.
         2. Rencana Transaksi Pinjam Meminjam merupakan kesepakatan kedua belah pihak
            dengan pertimbangan bisnis yang memberi keuntungan dan manfaat bagi kedua belah
            pihak. Prospek bisnis ASK dinilai memiliki coverage yang baik terhadap kemampuan
            membayar utang sehingga dinilai tidak akan mengalami default atau gagal bayar.


    B.   Analisis Kewajaran Kuantitatif

         1. Dampak keuangan atas Rencana Transaksi berdasarkan Proforma Laporan Keuangan
            limited review per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
            a. Berdasarkan jumlah aset yang didapatkan dari laporan keuangan limited review per
               30 Juni 2026 adalah sebesar Rp7.051.872 juta dan terdapat penyesuaian sebesar
               Rp4.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma jumlah aset per 30 Juni 2026
Page 6
      sebesar Rp11.957.080 juta (Sebelas Triliun Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Miliar
      Delapan Puluh Juta Rupiah).
   b. Berdasarkan jumlah laba yang didapatkan dari laporan keuangan limited review per
      30 Juni 2026 adalah sebesar Rp460.844 juta dan terdapat penyesuaian sebesar
      Rp60.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma jumlah laba per 30 Juni 2026
      sebesar Rp521.052 juta (Lima Ratus Dua Puluh Satu Miliar Lima Puluh Dua Juta
      Rupiah).
   c. Berdasarkan laporan keuangan limited review per 30 Juni 2026, kas dan setara kas
      pada akhir periode adalah sebesar Rp1.604.370 juta dan terdapat penyesuaian
      sebesar Rp2.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma kas dan setara kas
      pada akhir periode sebesar Rp4.509.579 juta (Empat Triliun Lima Ratus Sembilan
      Miliar Lima Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah).
2. Berdasarkan Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi, Nilai tambah (selisih atas
   proyeksi keuangan dengan adanya Rencana Transaksi dengan Proyeksi tanpa adanya
   Rencana Transaksi) adalah sebagai berikut:
   a. Ringkasan Nilai Tambah dalam Angka:
         i. Nilai tambah pada level total aset dengan adanya Rencana Transaksi
             mengalami peningkatan pada tahun 2026 hingga 2031, bertambah sebesar
             Rp1.777.716 juta.
        ii. Nilai tambah pada level laba (rugi) diketahui bahwa laba setelah pajak
             dengan adanya Rencana Transaksi pada tahun 2026 hingga 2031, total nilai
             tambah sebesar Rp379.667 juta.
       iii. Nilai tambah pada level arus kas diketahui kas akhir pada tahun 2026 sampai
             dengan 2031 total nilai tambah sebesar Rp1.124.389 juta.
   b. Ringkasan Analisis Nilai Tambah dalam Persentase:
         i. Nilai tambah pada aset sebesar 4,21% di tahun 2031.
        ii. Nilai tambah pada laba setelah pajak sebesar 1,92% di tahun 2031.
       iii. Nilai tambah pada kas akhir sebesar 19,28% di tahun 2031.

3. Berdasarkan proyeksi rasio keuangan di atas, ANJT mampu mempertahankan tingkat
   profitabilitas yang baik dengan net profit yang stabil. Dari sisi likuiditas, cash ratio dan
   current ratio juga menunjukkan tren peningkatan, yang mencerminkan kemampuan
   perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek semakin baik. Sementara itu,
   rasio solvabilitas mengalami penurunan, sehingga menunjukkan struktur permodalan
   perusahaan yang semakin sehat.

4. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, penurunan pendapatan dan beban keuangan
   sebesar 10% dan 20% dari kondisi normal memberi dampak pada rasio inkremental.
   Sebaliknya, apabila tingkat bunga pinjaman perbankan semakin mendekati tingkat
   bunga pembiayaan dari ANJT sebesar 8,5%, maka selisih rasio inkremental akan
   semakin kecil.

5. Berdasarkan draft perjanjian fasilitas pinjaman diketahui bahwa tingkat suku bunga
   pinjaman ASK adalah 8,50%, dengan demikian lebih rendah sebesar 0,02%
   dibandingkan hasil perhitungan regresi sebesar 8,52%. Berdasarkan POJK
   35/POJK.04/2020 pasal 48 huruf b dinyatakan bahwa batas atas dan batas bawah pada
   kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% dari nilai pasar atau wajar. Berdasarkan
   perhitungan tersebut maka tingkat suku bunga pinjaman masih dalam rentang wajar.
Page 7
12. Kesimpulan Analisis Kualitatif dan Kuantitatif

    Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data dan informasi yang diperoleh dan
    digunakan, penelaahan atas dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan
    dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi, ditinjau
    dari aspek ekonomi dan keuangan, adalah Wajar.

    Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
    material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
    pada, perubahan kondisi baik secara internal pada ANJT maupun secara eksternal yaitu kondisi
    pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-
    peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan
    Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran
    ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan mengenai
    kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Page 8
Demikian hasil Pendapat Kewajaran yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar
penilaian dan kode etik yang berlaku.




Hormat kami,
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN




Lidia S.T., M.M., MAPPI (Cert).
Partner

Klasifikasi Izin   : Penilai Bisnis (B)
No. Izin Penilai   : B-1.17.00481
No. STTD OJK       : KEP-642/KS.13/2026
No. MAPPI          : 12-S-03723
Page 9
                             PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan di bawah
ini menerangkan bahwa :

1. Pernyataan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar
    dan akurat.
2. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dinyatakan di dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini
    dibatasi oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan Pendapat
    Kewajaran, yang mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang tidak
    berpihak dan tidak memiliki benturan kepentingan.
3. TOPAZ tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
    objek pendapat kewajaran, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada
    pihak pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap objek pendapat kewajaran.
4. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Pendapat kewajaran yang
    telah disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas.
5. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan pendapat yang telah ditentukan sebelumnya atau
    gambaran yang diinginkan oleh pemberi tugas, besaran opini, pencapaian hasil yang
    dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan
    secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
6. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan / dilaksanakan oleh
    masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan jenis industri yang dinilai.
8. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :
        • Identifikasi penugasan dan Pemahaman Latar belakang Rencana Transaksi;
        • Pengumpulan data dan wawancara;
        • Analisis Data Internal dan Eksternal;
        • Analisis Kualitatif dan kuantitatif;
        • Penyusunan Laporan.
9. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan objek Pendapat Kewajaran.
10. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan pendapat kewajaran ini.
11. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan pendapat kewajaran
    yang telah dibuat dengan memenuhi ketentuan kode etik penilai indonesia (KEPI), standar
    penilaian indonesia (SPI) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) POJK No.
    42/POJK.04/2020 serta POJK No. 17/POJK.04/2020, dan POJK 35/POJK.04/2020.

Jakarta, 23 September 2026




 Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert). – Penanggungjawab                         ...............................
 No. Izin Penilai      : B-1.17.00481
 No. MAPPI             : 12-S-03723
 No. STTD OJK          : KEP-642/KS.13/2026
Page 10
Panuturi L. Tobing, SP., SH., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert) – Quality Control   ...............................
No. MAPPI             : 06-S-01967
No. Register          : RMK-2017.00377




Immanuel Taurix Riyadi Tutuko, S.E., M.M. – Penilai                       ...............................
No. MAPPI           : 13-T-04400
No. Register        : RMK-2020.03265
Page 11
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


                                                        DAFTAR ISI

                                                                                                                                     Halaman

SERTIFIKAT PENDAPAT KEWAJARAN
PERNYATAAN PENILAI

DAFTAR ISI ........................................................................................................................... i
DAFTAR FIGUR.................................................................................................................... iii

1            PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1          Latar Belakang Penugasan ............................................................................................. 1
1.2          Status Penilai.................................................................................................................. 1
1.3          Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................................... 2
1.4          Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran................................................... 2
1.5          Tanggal Pendapat Kewajaran ........................................................................................ 2
1.6          Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 2
1.7          Tanggung Jawab Penilai ................................................................................................. 2
1.8          Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)..... 3


1.9          Penugasan Pendapat Kewajaran Profesional ................................................................ 5
1.10         Pernyataan Penilai ......................................................................................................... 5
1.11         Data, Informasi dan Prosedur ........................................................................................ 6


1.12         Ruang Lingkup ................................................................................................................ 7
1.13         Asumsi dan Kondisi Pembatas ....................................................................................... 7

2            TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI ................................................... 10
2.1          Latar Belakang Rencana Transaksi berupa Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada
             ASK ............................................................................................................................... 10
2.2          Dasar Rencana Transaksi ............................................................................................. 11
2.3          Objek Rencana Transaksi ............................................................................................. 11
2.4          Nilai Rencana Transaksi ............................................................................................... 11
2.5          Pertimbangan Bisnis Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada
             ASK ............................................................................................................................... 11
2.6          Pihak-Pihak dalam Rencana Transaksi ......................................................................... 12


2.7          Pemaparan Ringkasan Bagian Penting dalam Perjanjian Fasilitas Pinjaman............... 13
2.8          Informasi Inspeksi Lapangan........................................................................................ 15
2.9          Informasi Material Lainnya yang Diungkapkan ........................................................... 17

3            ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF .............................................................. 18
3.1          Analisis Kualitatif.......................................................................................................... 18




                                                                        i
Page 12
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)




3.2       Analisis Kuantitatif ....................................................................................................... 33




4         KESIMPULAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI .................................. 59
4.1       Analisis Kewajaran Kualitatif........................................................................................ 59
4.2       Analisis Kewajaran Kuantitatif ..................................................................................... 59

5         PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI .................................. 61

6         KUALIFIKASI PENILAI USAHA ................................................................................ 62

LAMPIRAN–LAMPIRAN

      ✓ Lampiran Keuangan




                                                                 ii
Page 13
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


                                                  DAFTAR FIGUR

                                                                                                                               Halaman

Figur 1. Unsur Transaksi Material ................................................................................................. 3
Figur 2. Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Grup Perusahaan ............................................. 3
Figur 3. Laporan Keuangan ANJT ................................................................................................... 6
Figur 4. Susunan Pemegang Saham ANJT ................................................................................... 12
Figur 5. Susunan Pemegang Saham ASK ..................................................................................... 13
Figur 6. Pemaparan Ringkasan Bagian Penting dalam Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman ........ 13
Figur 7. Dokumentasi terkait Objek Pendapat Kewajaran .......................................................... 16
Figur 8. Pihak-Pihak yang Diwawancarai ..................................................................................... 16
Figur 9. Struktur Kepemilikan Saham Grup ANJT ........................................................................ 18
Figur 10. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran ..................................................................... 19
Figur 11. Ekspor dan Impor Non-Migas ...................................................................................... 20
Figur 12. Neraca Pembayaran Indonesia .................................................................................... 20
Figur 13. Cadangan Devisa Indonesia.......................................................................................... 21
Figur 14. Inflasi IHK dan Komponen ............................................................................................ 22
Figur 15. Likuiditas Perbankan dan Perekonomian ..................................................................... 22
Figur 16. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ................................................... 23
Figur 17. Suku Bunga Perbankan................................................................................................. 24
Figur 18. Rasio Kredit Bermasalah (NPL) ..................................................................................... 24
Figur 19. Perkembangan Kredit dan DPK .................................................................................... 25
Figur 20. Nilai Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi Digital Banking ........................... 25
Figur 21. Nilai Perkembangan Luas Areal, Produksi, dan Produktivitas Kelapa Sawit Indonesia,
     2020–2025........................................................................................................................... 27
Figur 22. Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia Menurut Status Pengusahaan,
     2018–2026........................................................................................................................... 28
Figur 23. Provinsi Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia, 2025 .............................................. 28
Figur 24. Kinerja Industri Sawit Indonesia, Triwulan I 2025 dan Triwulan I 2026 ....................... 29
Figur 25. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan ANJT ........................................................................ 33
Figur 26. Pertumbuhan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas ANJT .......................................................... 33
Figur 27. Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) ANJT ................................................................................ 34
Figur 28. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Usaha dan Laba (Rugi) Bersih ANJT ...................... 34
Figur 29. Ikhtisar Laporan Arus Kas ANJT .................................................................................... 35
Figur 30. Arus Kas Bersih Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ANJT .............................. 35
Figur 31. Ikhtisar Rasio Keuangan ANJT ...................................................................................... 36
Figur 32. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan ASK.......................................................................... 37
Figur 33. Pertumbuhan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas ASK ............................................................ 37
Figur 34. Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) ASK .................................................................................. 38
Figur 35. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Usaha dan Laba (Rugi) Bersih ASK ........................ 38
Figur 36. Ikhtisar Laporan Arus Kas ASK ...................................................................................... 39
Figur 37. Arus Kas Bersih Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ASK................................ 39
Figur 38. Ikhtisar Rasio Keuangan ASK ........................................................................................ 40
Figur 39. Ringkasan Proyeksi Laba (Rugi) Tanpa Adanya Rencana Transaksi ............................. 41
Figur 40. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi ..................... 42
Figur 41. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Tanpa Adanya Rencana Transaksi.................................. 42
Figur 42. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi ...................... 43
Figur 43. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Dengan Adanya Rencana Transaksi ............................. 44


                                                                    iii
Page 14
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


Figur 44. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi ................... 44
Figur 45. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Rencana Transaksi ............................... 45
Figur 46. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi ................... 45
Figur 47. Nilai Tambah Posisi Keuangan...................................................................................... 46
Figur 48. Nilai Tambah Laba (Rugi).............................................................................................. 47
Figur 49. Nilai Tambah Arus Kas .................................................................................................. 47
Figur 50. Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Persentase ........................................................ 48
Figur 51. Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Persentase ................................................................ 49
Figur 52. Nilai Tambah Arus Kas dalam Persentase .................................................................... 49
Figur 53. Analisis Sensitivitas....................................................................................................... 50
Figur 54. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi ASK ............................................................................... 51
Figur 55. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Rencana Transaksi ............................... 52
Figur 56. Proforma Laporan Posisi Keuangan ............................................................................. 53
Figur 57. Proforma Laporan Laba (Rugi) ..................................................................................... 54
Figur 58. Proforma Laporan Arus Kas.......................................................................................... 56
Figur 59. Data Tingkat Bunga Pinjaman dan Rasio Keuangan Perusahaan Pembanding ............ 57
Figur 60. Hasil Regresi Perusahaan Pembanding ........................................................................ 58
Figur 61. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga ................................................................................ 58




                                                                   iv
Page 15
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


1     PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Penugasan

       KANTOR JASA PENILAI PUBLIK TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”) ditunjuk oleh
       PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”), berdasarkan persetujuan atas Surat
       Penawaran Jasa Pendapat Kewajaran No. 0610/MK.PB/KJPP-TOPAZ/VI/2026 tanggal 17
       Juni 2026, dengan maksud untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
       atas Rencana Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material berupa pemberian pinjaman oleh
       ANJT kepada PT Adhitya Serayakorita (“ASK”). Pelaporan ini ditujukan untuk kepentingan
       Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang
       “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” serta Peraturan OJK Nomor
       17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

       TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
       Keputusan Menteri Keuangan No.387/KM.1/2020 dengan nama Kantor Jasa Penilai
       Publik TOPAZ dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa
       Keuangan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
       No. S-815/PM.223/2021 dengan Nomor Izin Usaha 2.20.0171. Penilai yang
       menandatangani Laporan Pendapat Kewajaran ini telah terdaftar sebagai Profesi
       Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
       Penunjang Pasar Modal dari OJK No : KEP-642/KS.13/2026. Selanjutnya TOPAZ telah
       menyusun Laporan Pendapat Kewajaran dengan Laporan No. 01162/2.0171-
       00/BS/01/0481/1/IX/2026 tanggal 23 September 2026.


1.2    Status Penilai

       Penilai adalah partner dari TOPAZ dengan kualifikasi sebagai berikut:

       Nama Penilai       : Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert).
       No. Izin Penilai   : B-1.17.00481
       No. STTD OJK       : KEP-642/KS.13/2026
       No. MAPPI          : 12-S-03723
       Klasifikasi Izin   : Penilai Bisnis (B)

       TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan
       Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

       Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami bertindak secara
       independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi
       Tugas, Objek Pendapat Kewajaran ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi
       Tugas dan Objek Pendapat Kewajaran. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun
       keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

       Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
       merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
       oleh nilai yang dihasilkan.




                                                                                   Halaman - 1
Page 16
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


1.3   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Berikut adalah identitas Pemberi Tugas dan Pengguna laporan:

       Nama Perusahaan            :   PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
       Alamat                     :   APL Tower Lantai 28,
                                      Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav. 28, Tanjung Duren,
                                      Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 11470
       Website                    :   anj-group.com


1.4   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

      Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
      Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material berupa pemberian pinjaman oleh ANJT kepada
      ASK. Rencana Transaksi ini termasuk ke dalam Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material.
      Tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memenuhi Peraturan OJK Nomor
      42/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan" dan
      Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
      Kegiatan Usaha”.


1.5   Tanggal Pendapat Kewajaran

      Tanggal Pendapat Kewajaran adalah per 30 Juni 2026, yang ditetapkan dengan
      mempertimbangkan ketersediaan informasi keuangan dan tujuan penugasan. Laporan
      Pendapat Kewajaran ini berlaku selama 6 (enam) bulan sejak Tanggal Pendapat
      Kewajaran, yaitu sampai dengan 31 Desember 2026, sesuai dengan ketentuan Pasal 7
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


1.6   Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, TOPAZ bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan ANJT
      ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan ANJT. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan
      ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Pendapat Kewajaran
      ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
      Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.


1.7   Tanggung Jawab Penilai

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan TOPAZ sebagai penilai, TOPAZ menyatakan
      bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Pendapat
      Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TOPAZ bertanggung jawab atas Pendapat
      Kewajaran yang diterbitkan.



                                                                                     Halaman - 2
Page 17
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)



1.8     Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)

1.8.1    Unsur Transaksi Material atas Rencana Transaksi

         Berdasarkan informasi manajemen, ANJT berencana akan melakukan pemberian
         pinjaman kepada ASK sebesar Rp2.000.000 juta, sedangkan posisi ekuitas ANJT per 30
         Juni 2026 adalah sebesar Rp4.259.900 juta, dengan demikian Rencana Transaksi ini
         adalah sebesar 46,95% dari nilai buku ekuitas ANJT per 30 Juni 2026. Rincian Rencana
         Transaksi adalah sebagai berikut:

         Figur 1. Unsur Transaksi Material
                                                Jumlah Ekuitas ANJT
               Nilai Rencana Transaksi                                       Persentase
                                                  per 30 Juni 2026
                  Rp2.000.000 juta                Rp4.259.900 juta            46,95%


         Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar
         46,95% dari jumlah ekuitas ANJT per 30 Juni 2026 sehingga termasuk dalam Transaksi
         Material karena nilai Rencana Transaksi di atas 20% ekuitas sebagaimana tercantum
         dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
         Kegiatan Usaha”.


1.8.2    Unsur Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan dalam Rencana Transaksi

         Unsur Transaksi Afiliasi

         Berdasarkan informasi dan konfirmasi dari manajemen, ANJT memiliki hubungan Afiliasi
         dengan ASK berdasarkan hubungan kepemilikan dan pengendalian dalam Struktur Grup
         Perusahaan serta hubungan kepengurusan antara ANJT dan ASK per 30 Juni 2026.
         Hubungan Afiliasi tersebut diuraikan sebagai berikut:

         Figur 2. Hubungan Afiliasi Berdasarkan Struktur Grup Perusahaan




                                                                                   Halaman - 3
Page 18
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Sumber: Manajemen ANJT
        Rencana Transaksi ini merupakan Rencana Transaksi Afiliasi, di mana ANJT dan ASK
        memiliki ultimate shareholder yang sama, yaitu First Resources Limited (“FRL”), serta
        terdapat kesamaan kepengurusan antara ANJT dan ASK. Berdasarkan hubungan Afiliasi
        tersebut, Rencana Transaksi ini berkaitan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
        Republik Indonesia (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan
        Transaksi Benturan Kepentingan”.

        Unsur Benturan Kepentingan Dalam Transaksi

        Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020, Benturan Kepentingan merupakan perbedaan
        antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis
        pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau
        Pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka. Sehubungan dengan hal
        tersebut, KJPP melakukan analisis atas kepentingan ekonomis ANJT serta kepentingan
        ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama
        dan Pengendali ANJT dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi.

        ANJT dan ASK merupakan pihak yang terafiliasi berdasarkan hubungan kepemilikan dan
        pengendalian dalam Struktur Grup Perusahaan, di mana keduanya memiliki ultimate
        shareholder yang sama, yaitu First Resources Limited (“FRL”). Selain kesamaan
        pengendalian akhir tersebut, terdapat kesamaan kepengurusan antara ANJT dan ASK,
        yaitu Issen Herry Tiong yang menjabat sebagai Direktur pada ANJT dan juga sebagai
        Direktur pada ASK. Kesamaan pengendalian akhir dan kesamaan kepengurusan tersebut
        tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya Benturan Kepentingan.

        Dari sisi ANJT, Rencana Transaksi memberikan manfaat ekonomis melalui pemanfaatan
        idle cash. Apabila Rencana Transaksi tidak dilakukan, ANJT diproyeksikan memperoleh
        pendapatan bunga sebesar sekitar 3,75% per tahun, sedangkan melalui pemberian
        pinjaman kepada ASK, ANJT memperoleh tingkat bunga yang dimulai dari sekitar 8,5%
        per tahun. Selain itu, ANJT memiliki hubungan usaha dengan ASK, di mana ANJT
        menyuplai sekitar 100% kebutuhan ASK, sehingga kegiatan usaha ASK memiliki
        keterkaitan dengan kepentingan ekonomis ANJT.

        Dalam melakukan analisis atas kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi dan
        anggota Dewan Komisaris ANJT, KJPP mempertimbangkan adanya kesamaan
        kepengurusan antara ANJT dan ASK sebagaimana tersebut di atas. Berdasarkan
        informasi yang diperoleh dalam penugasan, KJPP tidak memperoleh informasi yang
        menunjukkan adanya kepentingan ekonomis pribadi Issen Herry Tiong selaku Direktur
        ANJT dan Direktur ASK, maupun anggota Dewan Komisaris ANJT, yang berbeda dengan
        kepentingan ekonomis ANJT dan dapat merugikan ANJT sehubungan dengan Rencana
        Transaksi.

        Selanjutnya, KJPP mempertimbangkan kepentingan ekonomis Pemegang Saham Utama
        dan Pengendali ANJT sehubungan dengan kesamaan pengendalian akhir ANJT dan ASK.
        Berdasarkan analisis atas manfaat ekonomis Rencana Transaksi bagi ANJT, termasuk
        pemanfaatan idle cash dan penerimaan pendapatan bunga, KJPP tidak memperoleh
        informasi yang menunjukkan adanya perbedaan kepentingan ekonomis antara ANJT
        dengan kepentingan ekonomis pribadi Pemegang Saham Utama atau Pengendali yang
        dapat merugikan ANJT sehubungan dengan Rencana Transaksi.

                                                                                  Halaman - 4
Page 19
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)



          Berdasarkan keseluruhan analisis tersebut, KJPP berpendapat bahwa tidak terdapat
          perbedaan antara kepentingan ekonomis ANJT dengan kepentingan ekonomis pribadi
          anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama atau Pengendali
          ANJT yang dapat merugikan ANJT sehubungan dengan Rencana Transaksi. Dengan
          demikian, Rencana Transaksi tidak mengandung Benturan Kepentingan sebagaimana
          dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020.


1.9   Penugasan Pendapat Kewajaran Profesional

          • Dalam menyusun laporan ini, TOPAZ mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
            informasi yang disediakan oleh ANJT dan/atau data yang diperoleh dari informasi
            yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap
            relevan untuk perhitungan dan analisis telah dilakukan dengan benar. TOPAZ tidak
            terlibat dan tidak melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan
            tersebut.
          • Sebagai tambahan, kami tidak terlibat dalam diskusi dengan ANJT sehubungan
            dengan Rencana Transaksi tersebut dan kami tidak terlibat dalam komunikasi
            ataupun interaksi apapun dalam mencapai konsensus mengenai persyaratan dan
            kondisi Rencana Transaksi tersebut.


1.10 Pernyataan Penilai

      •      Laporan kami disusun berdasarkan permintaan dari ANJT yang dipakai semata-mata
             untuk membantu ANJT dalam memberikan gambaran mengenai Rencana Transaksi
             yang memerlukan pendapat dari pihak independen, pendapat tertulis yang akan
             diserahkan ke OJK d/h Bapepam dan LK dan akan diumumkan kepada masyarakat,
             dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya. Karena pihak lain mungkin
             bermaksud untuk menggunakan laporan ini untuk tujuan yang lain, perlu ditegaskan
             bahwa laporan ini tidak dapat dikutip, direferensikan atau diperlihatkan ke pihak lain
             tanpa izin tertulis dari kami terlebih dahulu kecuali diharuskan oleh pengadilan atau
             undang-undang yang berlaku.
      •      ANJT telah membebaskan TOPAZ dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari
             kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan ANJT,
             anak perusahaan, Objek Pendapat Kewajaran, konsultan atau pihak ketiga, kepada
             TOPAZ dalam penyusunan laporan ini.
      •      TOPAZ ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus
             hanya terbatas pada aspek komersial dan finansial transaksi, di luar dari aspek
             perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan TOPAZ.
      •      Manajemen ANJT menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
             Rencana Transaksi telah diungkapkan seluruhnya kepada TOPAZ dan tidak ada
             pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
      •      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami bertindak secara
             independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan ANJT
             ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan ANJT. TOPAZ juga tidak memiliki
             kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
             pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau


                                                                                       Halaman - 5
Page 20
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


             merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
             dipengaruhi oleh pendapat kewajaran yang disimpulkan.
      •      Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian pendapat kewajaran telah
             dilakukan dengan benar.
      •      TOPAZ bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan
             pendapat kewajaran yang dihasilkan.


1.11 Data, Informasi dan Prosedur

1.11.1 Data dan Informasi Rencana Transaksi

          Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang
          disediakan ANJT untuk tujuan penugasan ini yaitu sebagai berikut:

          a. Laporan Keuangan ANJT.
             Figur 3. Laporan Keuangan ANJT
                 Tahun         Keterangan                Nomor dan Tanggal                 Opini
                                               00050/2.1005/AU.1/01/0854-1/1/III/2022
                31-Des-21        Audit                                                    Wajar
                                                           16 Maret 2022
                                               00086/2.1005/AU.1/01/0854-2/1/III/2023
                31-Des-22        Audit                                                    Wajar
                                                           28 Maret 2023
                                                00054/2.1005/AU.1/01/0854-3/1/II/2024
                31-Des-23        Audit                                                    Wajar
                                                          29 Februari 2024
                                               00064/2.1005/AU.1/01/0854-4/1/III/2025
                31-Des-24        Audit                                                    Wajar
                                                           14 Maret 2025
                                               01551/2.1505/AU.1/01/1609-1/1/VI/2026
                31-Des-25        Audit                                                    Wajar
                                                            04 Juni 2026
                                                      R00005/01/EDH/VIII/2026
                30-Jun-26    Limited Review                                               Wajar
                                                           05 Agustus 2026
          b. Proyeksi keuangan ANJT untuk 5 (lima) tahun ke depan untuk kondisi as-it-is dan
             Setelah Rencana Transaksi.
          c. Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman.
          d. Akta Pendirian No. 72 tanggal 16 April 1993, dibuat oleh Tn. Sutjipto, S.H., notaris di
             Jakarta. Akta ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
             Surat Keputusan No. C2-3479.HT.01.01.TH.93 tanggal 21 Mei 1993 dan diumumkan
             dalam Berita Negara No. 70 tanggal 31 Agustus 1993, Tambahan No. 4010.
          e. Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 38 tanggal 06 November 2025, dibuat oleh
             Christina Dwi Utami, S.H., M.HUM., M.KN., notaris di Jakarta. Akta ini telah disetujui
             oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan No. AHU-
             0077341.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 25 November 2025, yang diumumkan dalam
             Berita Negara No. 97 tanggal 25 November 2025.
          f. Legalitas perusahaan dan perizinan terkait.
          g. Tinjauan terhadap kondisi fundamental entitas yang dinilai yang menyangkut sejarah
             singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
             keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
          h. Informasi lainnya yang didapat dari berbagai pencarian di Internet seperti BI, IDX,
             dan S&P Capital IQ.


                                                                                        Halaman - 6
Page 21
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


1.11.2 Prosedur yang Dilakukan Manajemen

        ANJT dalam hal ini telah melakukan beberapa prosedur atas rencana transaksi afiliasi
        dan transaksi material berupa pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK, beberapa
        prosedur tersebut adalah sebagai berikut:

        1. Pemegang Saham melakukan kajian internal terkait kondisi keuangan ASK, baik
           historikal maupun proyeksi keuangan. ASK sendiri telah memperoleh penawaran dari
           perbankan untuk memperoleh fasilitas pinjaman, sehingga dari pihak ketiga pun ASK
           memiliki kredibilitas yang baik.
        2. ASK dan ANJT bersama-sama mempersiapkan perjanjian pinjam meminjam, di mana
           ANJT sebagai pemberi pinjaman dan ASK sebagai penerima pinjaman. Kedua belah
           pihak sepakat untuk menyetujui ketentuan-ketentuan dalam perjanjian tersebut,
           yakni besarnya pinjaman, tingkat bunga, jangka waktu pinjaman, penyelesaian
           pembayaran, dan hal-hal lain yang berlaku secara umum.
        3. Rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi dan transaksi material. Dengan ini,
           ANJT menunjuk KJPP TOPAZ dalam penugasan Pendapat Kewajaran dengan maksud
           dan tujuan untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi
           dan Transaksi Material sebagai pemenuhan Peraturan OJK, yakni POJK No.
           17/POJK.04/2020 terkait Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha serta
           POJK No. 42/POJK.04/2020 terkait Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
           Kepentingan.


1.12 Ruang Lingkup

      Ruang lingkup penugasan TOPAZ dalam penyusunan laporan ini adalah:
      • Melakukan analisis atas pertimbangan bisnis yang digunakan ANJT terkait dengan
        Rencana Transaksi terhadap kepentingan pemegang saham.
      • Melakukan analisis atas kewajaran dari Nilai Rencana Transaksi dengan hasil Pendapat
        Kewajaran atas transaksi yang akan dilakukan.
      • Melakukan analisis dampak keuangan dari Rencana Transaksi yang dilaksanakan
        melalui analisis kuantitatif dan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi.


1.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas

      Asumsi

      Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah:
      • TOPAZ telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
          proses pendapat kewajaran.
      • Dalam menyusun laporan ini, TOPAZ mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
          informasi yang disediakan oleh ANJT dan/atau data yang diperoleh dari informasi
          yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap
          relevan.
      • Pemberi Tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
          penugasan pendapat kewajaran telah diungkapkan seluruhnya kepada TOPAZ dan
          tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.

                                                                                  Halaman - 7
Page 22
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


      •    TOPAZ menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
           serta proforma laporan keuangan yang disampaikan oleh ANJT dengan
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya
           (fiduciary duty).
      •    Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
           bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional ANJT.
      •    TOPAZ bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      •    TOPAZ telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran
           dari pemberi tugas.
      •    Laporan pendapat kewajaran ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar
           Modal dan pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
      •    Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
           kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait
           dengan Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
      •    Dalam penyusunan pendapat kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
           seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban ANJT dan semua pihak yang
           terlibat dalam Rencana Transaksi serta keakuratan informasi mengenai Rencana
           Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen ANJT.
      •    Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
           sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis
           lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan
           kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran.
           Penyusunan pendapat kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan
           mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
      •    TOPAZ juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat kewajaran ini
           sampai dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun
           yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
           penyusunan pendapat kewajaran ini. TOPAZ tidak bertanggung jawab untuk
           menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat TOPAZ
           karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi
           setelah tanggal surat ini.

      Batasan-batasan dalam pelaksanaan penugasan ini adalah:

      •    TOPAZ tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
           melakukan Rencana Transaksi.
      •    Dalam melaksanakan analisis, TOPAZ mengasumsikan dan bergantung pada
           keakuratan, keandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
           informasi-informasi lain yang diberikan kepada TOPAZ oleh ANJT atau yang tersedia
           secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan,
           dan TOPAZ tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen
           terhadap informasi-informasi tersebut. TOPAZ juga bergantung kepada jaminan dari
           manajemen ANJT bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
           informasi-informasi yang diberikan kepada TOPAZ menjadi tidak lengkap atau
           menyesatkan.
      •    Analisis pendapat kewajaran atas aksi korporasi ini dipersiapkan menggunakan data
           dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan
           informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.


                                                                                  Halaman - 8
Page 23
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


           Oleh karenanya, TOPAZ tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas
           pendapat kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi
           tersebut.
      •    TOPAZ tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi
           ini. Jasa-jasa yang TOPAZ berikan kepada ANJT dalam kaitan dengan Rencana
           Transaksi ini hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana
           Transaksi yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
           TOPAZ tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari aspek
           hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
      •    Pekerjaan TOPAZ yang berkaitan dengan Rencana Transaksi ini tidak merupakan dan
           tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau
           audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan.
           Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan
           dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan
           keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, TOPAZ tidak mempunyai kewenangan
           dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk
           transaksi-transaksi lainnya di luar aksi korporasi yang ada dan mungkin tersedia
           untuk ANJT serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap aksi korporasi
           ini.




                                                                                    Halaman - 9
Page 24
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


2     TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

2.1    Latar Belakang Rencana Transaksi berupa Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK

       PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”) merupakan perusahaan induk yang terlibat, baik
       secara langsung maupun melalui anak perusahaannya, dalam produksi dan penjualan
       minyak sawit mentah, inti sawit, dan hasil pangan berkelanjutan lainnya serta energi
       terbarukan. Pada tahun 2012, ANJT mulai berkonsentrasi pada minyak kelapa sawit seraya
       mengembangkan bisnis agribisnis baru yang bersumber dari hasil pangan lainnya. ANJT
       memiliki perkebunan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

       PT Adhitya Serayakorita (“ASK”) yang tergabung dalam grup First Resources Limited
       (“FRL”) merupakan perusahaan produsen minyak nabati dan biodiesel di Indonesia. Saat
       ini, ASK memperoleh penawaran dari pihak perbankan untuk melakukan refinancing atas
       pinjaman eksisting. Sementara itu, ANJT yang juga tergabung dalam grup FRL, per kuartal
       kedua 2026, telah memperoleh komitmen untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan
       dengan plafon pinjaman sebesar Rp4.845.000 juta. Adapun pinjaman yang diperoleh ANJT
       tersebut digunakan untuk keperluan replanting dan modal kerja perusahaan.

       ANJT saat ini memiliki kondisi likuiditas yang baik, di mana jumlah kas dan setara kas per
       30 Juni 2026 adalah sebesar Rp1.604.370 juta. ANJT memperkirakan terdapat idle cash
       sebesar Rp2.000.000 juta untuk setidaknya 5 (lima) tahun ke depan. FRL sebagai ultimate
       shareholder ANJT dan ASK mempertimbangkan agar ANJT dapat memberikan pinjaman
       kepada ASK, dengan pertimbangan penggunaan sumber pendanaan dari grup secara
       efektif jika dibandingkan dengan pendanaan dari luar grup.

       Walaupun saat ini ASK sendiri memiliki kemampuan untuk memperoleh pinjaman dari
       pihak ketiga karena memiliki kredibilitas dan kondisi keuangan yang baik, penggunaan
       sumber pendanaan internal dari grup diharapkan dapat memberikan manfaat dan nilai
       tambah bagi ANJT dan ASK. Hal tersebut karena terdapat sumber pendanaan yang dapat
       dimanfaatkan oleh ASK, sementara bagi ANJT, kas tersebut merupakan idle cash yang
       tidak dipergunakan.

       ANJT berencana memberikan pinjaman kepada pihak terafiliasi yaitu ASK, di mana
       keduanya terafiliasi berdasarkan struktur kepemilikan. Keduanya memiliki ultimate
       shareholder yang sama yaitu FRL.

       Latar belakang utama adanya Rencana Transaksi Pinjam Meminjam adalah kebutuhan
       modal kerja ASK dan refinancing atas pinjaman eksisting. Rencana Transaksi Pinjam
       Meminjam tersebut dilakukan antara para pihak yang merupakan pihak terafiliasi
       berdasarkan struktur kepemilikan, dengan nilai pinjaman sebesar Rp2.000.000 juta, yang
       melebihi 20% namun di bawah 50% dari nilai buku ekuitas ANJT per 30 Juni 2026, sehingga
       merupakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material.

       Dengan ini, ANJT menunjuk KJPP TOPAZ dalam penugasan Pendapat Kewajaran dengan
       maksud dan tujuan untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
       Afiliasi dan Transaksi Material sebagai pemenuhan Peraturan OJK, yakni POJK No.
       17/POJK.04/2020 terkait Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha serta POJK
       No. 42/POJK.04/2020 terkait Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


                                                                                    Halaman - 10
Page 25
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


2.2   Dasar Rencana Transaksi

      Dasar rencana transaksi afiliasi dan transaksi material adalah pemberian pinjaman oleh
      ANJT kepada ASK, sebagaimana tercantum dalam Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman.


2.3   Objek Rencana Transaksi

      Objek rencana transaksi afiliasi dan transaksi material sesuai dengan informasi yang
      diberikan oleh Pemberi Tugas adalah pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK.


2.4   Nilai Rencana Transaksi

      Nilai Rencana Transaksi berdasarkan Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman adalah sebesar
      Rp2.000.000 juta.


2.5   Pertimbangan Bisnis Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK

      Kedua belah pihak, yakni ANJT dan ASK memiliki pertimbangan bisnis untuk menyepakati
      Rencana Transaksi berupa Pemberian Pinjaman, pertimbangan tersebut adalah :

      1. FRL memiliki penyertaan pada ANJT sebesar 95,92% dan kepemilikan tidak langsung
         pada ASK sebesar 95,75%. ANJT dan ASK berada dalam grup yang sama, di mana
         ultimate shareholder memiliki peran dalam menyediakan ekosistem simbiosis dan
         sinergi yang memberikan manfaat bagi grup secara keseluruhan. Dalam hal ini, ASK
         memerlukan pendanaan, sementara ANJT memiliki idle cash.
      2. Sebagaimana disampaikan oleh manajemen, ASK merupakan operating company yang
         memiliki prospek positif. Secara finansial, ASK merupakan perusahaan yang bergerak
         di bidang pengolahan minyak, di mana ANJT merupakan salah satu pemasoknya.
         Manajemen menyampaikan bahwa ANJT menyuplai hampir seluruh output CPO
         kepada ASK. Dengan pertimbangan tersebut, ANJT secara entitas juga memiliki
         kepentingan untuk menjaga agar ASK dapat menjalankan kegiatan operasional
         usahanya dengan baik.
      3. Berdasarkan analisis dengan menggunakan proyeksi keuangan ANJT, idle cash tersebut
         hanya memberikan tingkat imbal hasil sebesar 3,75% per tahun, sementara pinjaman
         kepada ASK memberikan tingkat imbal hasil sebesar 8,5%. Hal ini menunjukkan bahwa
         terdapat potensi profitabilitas ANJT yang belum maksimal apabila idle cash tersebut
         tidak dimanfaatkan secara optimal. Rencana Transaksi ini memberikan keuntungan
         dan manfaat bagi ANJT, sebagaimana tercermin dari nilai tambah atas Rencana
         Transaksi.
      4. Berdasarkan proyeksi keuangan ASK, ASK diproyeksikan memiliki kemampuan
         pembayaran yang memadai, dengan tetap memperhatikan risiko tidak tercapainya
         proyeksi.




                                                                                Halaman - 11
Page 26
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


2.6     Pihak-Pihak dalam Rencana Transaksi

2.6.1    PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (”ANJT”) sebagai Pemberi Pinjaman

         ANJT didirikan berdasarkan akta No. 72 tanggal 16 April 1993, dibuat oleh Tn. Sutjipto,
         S.H., notaris di Jakarta. Akta ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik
         Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-3479.HT.01.01.TH.93 tanggal 21 Mei 1993
         dan diumumkan dalam Berita Negara No. 70 tanggal 31 Agustus 1993, Tambahan No.
         4010.

         Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha utama
         Perusahaan adalah aktivitas konsultasi manajemen lainnya, perdagangan besar serta
         perkebunan buah kelapa sawit dan industri pengolahannya.

         Susunan Pemegang Saham

         Susunan Pemegang Saham ANJT per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

         Figur 4. Susunan Pemegang Saham ANJT
                                                                       Persentase
                   Nama Pemegang Saham              Jumlah Saham                       Total
                                                                      Kepemilikan
         First Resources Limited                      3.217.218.477        95,92%   321.721.847.700
         Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)        136.956.523         4,08%     13.695.652.300
         Total Saham                                  3.354.175.000      100,00%    335.417.500.000
         Sumber: Laporan Keuangan Limited Review ANJT 30 Juni 2026

         Pada tanggal 30 Juni 2026, pengendali pemegang saham ANJT adalah First Resources
         Limited dengan kepemilikan saham sebesar 95,92%.

         Manajemen dan Sumber Daya Manusia

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ANJT per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                    : Tn. Harianto Tanamoeljono
         Komisaris Independen               : Tn. Sofyan Djalil

         Direksi
         Direktur Utama                     : Tn. Suhendro
         Direktur                           : Tn. Isen Henry Tjong
         Direktur                           : Tn. Hilman Lukito


2.6.2    PT Adhitya Serayakorita (“ASK”) sebagai Penerima Pinjaman

         ASK didirikan berdasarkan akta No. 89 tanggal 19 Juni 1992, dibuat oleh Maria Anastasia
         Halim, S.H., notaris di Batam. Akta pendirian Perusahaan telah mendapat pengesahan
         dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
         4588.HT.01.01-Th.93 tanggal 12 Juni 1993 dan diumumkan dalam Berita Negara
         Republik Indonesia No. 82 Tambahan Berita Negara No. 4789 tanggal 12 Oktober 1993.

                                                                                       Halaman - 12
Page 27
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan di
        antaranya adalah menjalankan usaha dalam bidang industri dan perdagangan besar.
        Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan
        usaha melalui usaha pertanian meliputi budidaya tanaman perkebunan, agrobisnis dan
        agroindustri. Perusahaan berkedudukan di Jakarta dan melakukan kegiatan usahanya
        yang bergerak dalam bidang penyulingan minyak sawit dan inti sawit serta investasi
        saham pada perusahaan yang menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit dan
        pengolahan minyak sawit.

        Susunan Pemegang Saham

        Susunan Pemegang Saham ASK per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

        Figur 5. Susunan Pemegang Saham ASK
                                                                            Persentase
                  Nama Pemegang Saham                   Jumlah Saham                              Total
                                                                           Kepemilikan
        PT Ciliandra Perkasa                                    184.422         95,75%        184.422.000.000
        PT Fangionoperkasa Sejati                                  8.178          4,25%         8.178.000.000
        Total                                                   192.600        100,00%        192.600.000.000
        Sumber: Laporan Keuangan ASK per 30 Juni 2026

        Pada tanggal 30 Juni 2026, pemegang saham ASK adalah PT Ciliandra Perkasa dengan
        kepemilikan saham sebesar 95,75% dan PT Fangionoperkasa Sejati sebesar 4,25%.

        Manajemen dan Sumber Daya Manusia

        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ASK per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris                   : Tn. Bahadurin

        Direksi
        Direktur Utama              : Tn. Triyono Widodo
        Direktur                    : Tn. Suprayogi
        Direktur                    : Tn. Isen Henry Tjong


2.7   Pemaparan Ringkasan Bagian Penting dalam Perjanjian Fasilitas Pinjaman

      Berikut adalah ringkasan dari Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman ANJT, yaitu antara lain:

      Figur 6. Pemaparan Ringkasan Bagian Penting dalam Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman
                                         PERJANJIAN FASILITAS PINJAMAN
       Pada hari ini, … telah dibuat Perjanjian Fasilitas Pinjaman (selanjutnya disebut ”Perjanjian”), oleh dan
       antara:
         I. PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk (”ANJT”), suatu perseroan terbatas terbuka yang didirikan
             berdasarkan hukum di Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Barat dalam hal ini
             diwakili oleh Hilman Lukito selaku Direktur, dalam jabatannya tersebut sah mewakili Direksi dan
             bertindak untuk dan atas nama ANJT, untuk selanjutnya disebut sebagai “Pemberi Pinjaman”; dan




                                                                                                  Halaman - 13
Page 28
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


         II. PT ADHITYA SERAYAKORITA (”ASK”), suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
             di Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Barat dalam hal ini diwakili oleh Isen Henry
             Tjong, dalam jabatannya tersebut sah mewakili Direksi dan bertindak untuk dan atas nama ASK,
             untuk selanjutnya disebut sebagai “Penerima Pinjaman”.

                                                      Pasal 1
                                             Definisi dan Interpretasi
       Mengatur definisi istilah penting dalam perjanjian, termasuk Afiliasi, Bunga, Bunga Keterlambatan,
       Dampak Merugikan Material, Fasilitas Pinjaman, Jangka Waktu, Jumlah Terutang, Peristiwa Cidera Janji,
       Pinjaman, Tanggal Jatuh Tempo, dan Tanggal Pencairan. Lampiran merupakan bagian yang tidak
       terpisahkan dari perjanjian.

                                                         Pasal 2
                                                  Fasilitas Pinjaman
       ANJT menyediakan fasilitas maksimum sebesar Rp2.000.000.000.000 (Dua Triliun Rupiah) yang dapat
       dicairkan bertahap. Setiap jumlah pokok pinjaman yang terutang dari waktu ke waktu merupakan bagian
       dari Fasilitas Pinjaman dan diperhitungkan dalam menentukan jumlah Fasilitas Pinjaman yang masih
       tersedia untuk ditarik oleh Penerima Pinjaman pada Periode Ketersediaan. Jumlah keseluruhan Pinjaman
       yang terutang pada setiap waktu tidak boleh melebihi jumlah maksimum Fasilitas Pinjaman.

                                                          Pasal 3
                                                    Tujuan Penggunaan
       Fasilitas Pinjaman digunakan untuk kegiatan operasional dan/atau modal kerja ASK atau tujuan lain yang
       disetujui secara tertulis oleh ANJT. ASK bertanggung jawab atas penggunaan dana dan tidak diperkenankan
       menggunakan Fasilitas Pinjaman untuk kegiatan yang melanggar hukum, bersifat spekulatif, atau tujuan
       material yang berbeda dari yang telah disepakati.

                                                      Pasal 4
                                             Persyaratan Pendahuluan
       Pencairan setelah tanggal perjanjian mensyaratkan persetujuan korporasi, Laporan Penilai, persetujuan
       kreditur jika diperlukan, pemenuhan ketentuan POJK, penandatanganan perjanjian, dan dokumen lain
       yang diperlukan. Pada tanggal pencairan tidak boleh terdapat Peristiwa Cidera Janji dan
       pernyataan/jaminan material harus tetap benar.

                                                      Pasal 5
                                             Penarikan dan Pencairan
       ASK dapat mengajukan penarikan fasilitas yang tersedia selama Periode Ketersediaan dengan
       pemberitahuan tertulis sekurang-kurangnya 3 Hari Kerja. Permohonan memuat jumlah, tanggal pencairan,
       tujuan penggunaan dan rekening bank. ANJT tidak wajib mencairkan jika persyaratan belum terpenuhi atau
       batas maksimum terlampaui.

                                                         Pasal 6
                                        Jangka Waktu dan Tanggal Jatuh Tempo
       Perjanjian berlaku sejak ditandatangani sampai Tanggal Jatuh Tempo 30 Juni 2031 dan dapat tetap berlaku
       setelahnya sepanjang masih terdapat jumlah terutang. Perpanjangan dapat diminta ASK secara tertulis dan
       hanya berlaku apabila disetujui tertulis ANJT serta memenuhi persyaratan yang diperlukan.

                                                        Pasal 7
                                                  Pembayaran Kembali
       Pokok pinjaman dibayarkan secara bertahap sebesar Rp1.000.000.000.000 (Satu Triliun Rupiah) pada 27
       Januari 2031 dan Rp1.000.000.000.000 (Satu Triliun Rupiah) pada 27 Juni 2031. Sisa pokok, bunga dan
       jumlah terutang lainnya wajib dilunasi paling lambat pada Tanggal Jatuh Tempo yaitu 30 Juni 2031.

                                                       Pasal 8
                                                       Bunga
       Atas fasilitas pinjaman dikenakan bunga sebesar 8,5% per tahun dari jumlah pinjaman terutang. Bunga
       dihitung berdasarkan jumlah pokok pinjaman aktual dan jumlah hari aktual berdasarkan jumlah hari aktual
       yang telah berlalu dengan basis perhitungan 360 hari (actual/360), terhitung sejak tanggal pencairan, dan
       dibayarkan setiap 21 Desember serta pada Tanggal Jatuh Tempo.




                                                                                                   Halaman - 14
Page 29
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


                                                     Pasal 10
                                               Bunga Keterlambatan
       Keterlambatan pembayaran pokok, bunga atau jumlah terutang dikenakan bunga keterlambatan sebesar
       tingkat bunga Pasal 8 ditambah 2% per tahun sampai pembayaran dilakukan sepenuhnya.

                                                  Pasal 11
                                                    Pajak
       Masing-masing pihak bertanggung jawab atas kewajiban perpajakannya. Jika ASK wajib
       memotong/memungut pajak atas pembayaran kepada ANJT, ASK wajib melakukan pemotongan,
       penyetoran dan memberikan bukti pemotongan. Tidak ada gross-up kecuali disepakati lain.

                                                   Pasal 15
                                   Kewajiban Informasi dan Kewajiban Positif
       ASK wajib menggunakan pinjaman sesuai tujuan, menjalankan usaha sesuai hukum, mempertahankan
       perizinan material, menjaga pembukuan, menyampaikan laporan keuangan, memberikan informasi
       penggunaan pinjaman, memberitahukan cidera janji atau kejadian material yang memengaruhi
       kemampuan pembayaran, serta menyediakan informasi untuk audit, pajak, transfer pricing dan regulasi.

                                                      Pasal 16
                                                    Pembatasan
       Tanpa persetujuan tertulis ANJT, ASK dibatasi untuk memperoleh utang tambahan yang secara material
       mengurangi kemampuan pembayaran, memberikan jaminan/bantuan keuangan material tertentu,
       mengalihkan aset material di luar usaha normal, melakukan restrukturisasi material yang merugikan
       kemampuan pembayaran, mengubah usaha utama secara material, melakukan transaksi afiliasi yang tidak
       wajar, atau membayar dividen dalam kondisi tertentu.

      Sumber: Draft Perjanjian Fasilitas Pinjaman

      Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa draft Perjanjian ini telah disusun
      berdasarkan kesepakatan yang telah dilakukan oleh pihak yang melakukan perjanjian. Isi
      dalam perjanjian ini dinilai telah memiliki kekuatan pembuktian yang sama bagi masing-
      masing pihak.


2.8   Informasi Inspeksi Lapangan

      Berdasarkan Surat Tugas No. 0863/ST/KJPP-TOPAZ/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026,
      kami melaksanakan online meeting dan investigasi lapangan pada:

      Hari / Tanggal :         Jumat, 21 Agustus 2026
      Lokasi         :         APL Tower Lantai 28,
                               Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav. 28, Tanjung Duren,
                               Grogol Petamburan, Jakarta Barat, 11470
      Tim Survei        :      Lidia, S.T., M.M.
                               Immanuel Taurix Riyadi Tutuko, S.E., M.M.




                                                                                              Halaman - 15
Page 30
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


      Figur 7. Dokumentasi terkait Objek Pendapat Kewajaran




                       Resepsionis                               Ruang Meeting




                     Lounge Area 1                               Lounge Area 2




                      Ruang Kerja 1                              Ruang Kerja 2

      Kami telah melakukan wawancara terhadap beberapa pertanyaan diskusi melalui online
      meeting terkait Rencana Transaksi. Berikut adalah pihak yang menanggapi diskusi dan
      hasil diskusi terkait Pendapat Kewajaran, yaitu:

      Figur 8. Pihak-Pihak yang Diwawancarai
           Pihak yang Diwawancarai                   Jabatan                     Perusahaan
       Bapak Hilman Lukito                           Direktur                      ANJT
       Bapak Christopher Anders                     Accounting                     ANJT


      Berdasarkan hasil diskusi diketahui hal-hal sebagai berikut:
       1. Berdasarkan informasi manajemen, pertimbangan bisnis ANJT dalam memberikan
          pinjaman kepada ASK adalah karena ANJT memiliki idle cash yang berasal dari
          fasilitas pinjaman perbankan sebesar Rp4,85 triliun. Dana tersebut juga akan
          digunakan untuk mendukung corporate action ANJT, antara lain untuk kegiatan
          replanting dan pengadaan bibit baru. Dari sisi ASK, ASK memiliki kewajiban berupa
          utang bank, sehingga Grup memanfaatkan idle cash tersebut untuk refinancing atas
          utang ASK.


                                                                                     Halaman - 16
Page 31
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


       2. Berdasarkan informasi manajemen, fasilitas pinjaman ANJT tersebut belum
           seluruhnya ditarik. Sampai dengan saat ini, dana yang telah ditarik sebesar Rp1,39
           triliun. Belum seluruhnya dana tersebut dapat dicairkan karena terdapat kendala
           terkait dengan jaminan, sehingga proses pencairan dana menjadi tertunda.
       3. Sumber pinjaman kepada ASK berasal dari fasilitas pinjaman perbankan yang
           diperoleh ANJT, kemudian dana tersebut diberikan kepada ASK karena terdapat idle
           cash pada ANJT.
       4. Berdasarkan kondisi keuangan ANJT, tingkat likuiditas ANJT tergolong baik dan
           terdapat surplus kas dari kegiatan operasional.
       5. Berdasarkan informasi manajemen, penentuan tingkat beban bunga atas pinjaman
           tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan market-based rate.
       6. Pajak atas transaksi tersebut sebesar 15% dan bersifat tidak final. Pajak tersebut
           merupakan pembayaran sementara (withholding tax), yang kewajiban
           pemotongannya dilakukan oleh pihak yang melakukan pembayaran atas pendapatan
           bunga. Tarif pajak badan yang digunakan oleh perusahaan adalah sebesar 22%.
       7. Secara inkremental, posisi kas akan berkurang sebesar Rp2 triliun. Pinjaman tersebut
           akan dicatat sebagai aset lancar/aset tidak lancar sesuai dengan jangka waktu
           pinjaman. Tidak terdapat dampak inkremental terhadap posisi utang.
       8. Plafon pinjaman sebesar Rp2 triliun. Dengan posisi ekuitas terakhir sebesar Rp4,2
           triliun, nilai pinjaman tersebut masih di bawah 50% dari ekuitas, sehingga transaksi
           tersebut tidak memerlukan persetujuan RUPS.
       9. Berdasarkan informasi manajemen, tanpa adanya transaksi pinjaman kepada ASK,
           ANJT tetap akan memperoleh pencairan atas fasilitas pinjaman perbankan tersebut.
       10. Berdasarkan informasi manajemen, apabila rencana transaksi pinjaman kepada ASK
           tidak dilakukan, ANJT diproyeksikan tetap memperoleh pendapatan bunga atas idle
           cash sebesar Rp2 triliun, dengan tingkat bunga sekitar 3,75%.
       11. ASK bergerak di bidang pengelolaan minyak kelapa sawit, di mana ANJT menyuplai
           sekitar 100% kebutuhan ASK. Dengan demikian, ASK merupakan pembeli utama
           produk ANJT, sehingga ANJT memiliki kepentingan dalam menjaga keberlangsungan
           usaha.
       12. Dana yang diterima ASK akan digunakan untuk refinancing dan working capital. ASK
           memiliki utang perbankan dengan tingkat bunga sekitar 8,5%. (Rekapitulasi tingkat
           bunga atas utang perbankan tersebut akan disampaikan oleh manajemen). Terdapat
           kemungkinan perubahan tingkat beban bunga atas pinjaman tersebut. Untuk saat
           ini, tingkat bunga yang dikenakan dimulai dari 8,5%.
       13. Manajemen ANJT memahami prosedur yang telah dilakukan ASK terkait dengan
           penerimaan pinjaman perbankan sebelumnya. Dengan demikian, dari sisi
           compliance, manajemen ANJT menilai bahwa ASK layak menerima pinjaman
           tersebut.
       14. Berdasarkan informasi manajemen, fasilitas pinjaman sebesar Rp4,85 triliun tersebut
           telah committed dengan pihak perbankan. Manajemen menyampaikan bahwa ke
           depannya terdapat rencana corporate action pada ANJT, salah satunya berupa
           kegiatan replanting dan pengadaan bibit baru.


2.9   Informasi Material Lainnya yang Diungkapkan

      Berdasarkan informasi dari manajemen tidak ada perubahan isi dari draft Perjanjian
      Fasilitas Pinjaman yang disampaikan, dengan ini penilai meyakini dan menggunakan draft
      Perjanjian Fasilitas Pinjaman untuk analisis objek Rencana Transaksi.


                                                                                   Halaman - 17
Page 32
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


3     ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF

3.1     Analisis Kualitatif

3.1.1    Struktur Grup ANJT

         Berikut adalah struktur Kepemilikan Saham Grup ANJT:

         Figur 9. Struktur Kepemilikan Saham Grup ANJT




         Sumber: Manajemen ANJT

         Per 30 Juni 2026, pendapatan ANJT sebesar Rp2.345.605 juta dan mencatatkan laba
         bersih sebesar Rp460.844 juta. Total aset periode 30 Juni 2026 sebesar Rp7.051.872 juta
         mengalami peningkatan sebesar 32,74% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp5.312.396
         juta. Total liabilitas periode 30 Juni 2026 sebesar Rp2.791.972 juta mengalami
         peningkatan sebesar 84,49% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp1.513.338 juta.
         Sementara itu, total ekuitas ANJT periode 30 Juni 2026 sebesar Rp4.259.900 juta
         mengalami peningkatan sebesar 12,13% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp3.799.058
         juta.


3.1.2    Kinerja Operasional

         Kegiatan operasional ANJT terutama bergerak pada bidang agribisnis, khususnya
         perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Per 30 Juni 2026, pendapatan Grup sebesar
         Rp2.345.605 juta terutama berasal dari penjualan minyak sawit mentah (CPO) sebesar
         Rp2.045.519 juta atau 87,2% dari total pendapatan, diikuti penjualan inti sawit sebesar
         Rp296.561 juta atau 12,6% dan tandan buah segar (TBS) sebesar Rp3.526 juta atau 0,2%.

         Adapun pelanggan utama Grup per 30 Juni 2026 terdiri dari PT Adhitya Serayakorita
         dengan kontribusi sebesar Rp1.635.860 juta atau 69,7%, PT Swadaya Mukti Prakarsa
         sebesar Rp330.024 juta atau 14,1%, dan PT Ciliandra Perkasa sebesar Rp182.202 juta
         atau 7,8% dari total pendapatan. Ketiga pihak tersebut merupakan entitas sepengendali
         dengan ANJT, dengan transaksi berupa penjualan CPO dan/atau inti sawit.

                                                                                    Halaman - 18
Page 33
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Prospek Usaha

        Prospek usaha ANJT terutama didukung oleh bisnis kelapa sawit sebagai kegiatan usaha
        utama Grup. Per 30 Juni 2026, ANJT memiliki area tertanam kelapa sawit seluas sekitar
        40.136 hektare, dengan sekitar 70% tanaman berada pada fase muda dan prima, yang
        memberikan potensi untuk mendukung produktivitas perkebunan ke depan. Selain itu,
        Grup memiliki kapasitas pengolahan sekitar 270 ton TBS per jam, serta seluruh pabrik
        kelapa sawit telah memperoleh sertifikasi RSPO dan ISPO.

        Prospek tersebut didukung oleh peningkatan kinerja Grup pada semester I 2026, dengan
        pendapatan sebesar Rp2.345.605 juta dan laba usaha sebesar Rp618.963 juta, masing-
        masing meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan fokus
        pada optimalisasi produktivitas perkebunan dan efisiensi operasional, ANJT memiliki
        prospek untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja usahanya ke depan.


3.1.3   Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia

        Ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah tetap tinggi, meskipun sedikit
        mereda setelah dilakukannya interim deal antara Amerika Serikat (AS)-Iran tanggal 14
        Juni 2026. Perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026 telah menimbulkan
        gangguan produksi, distribusi, dan rantai pasok perdagangan antarnegara serta
        menurunkan prospek perekonomian global. Sejumlah bank sentral mulai menaikkan
        suku bunga kebijakannya untuk merespons kenaikan inflasi tersebut. Suku bunga
        kebijakan moneter AS, Fed Funds Rate, saat ini dipertahankan pada level 3,50-3,75%,
        dan terdapat kemungkinan akan naik seiring dengan prospek inflasi AS yang lebih tinggi.
        Imbal hasil (yield) US Treasury tetap tinggi mencapai 4,49% (tenor 10 tahun) dan 4,18%
        (tenor 2 tahun) pada tanggal 17 Juni 2026 didorong oleh defisit fiskal yang membesar.
        Indeks dolar AS terhadap negara maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY) tetap kuat.
        Akibatnya, preferensi penempatan investor global ke negara Emerging Markets (EMs)
        belum kuat dan beralih ke aset aman (safe-haven assets) di negara maju.

        Figur 10. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026

        Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik didukung oleh
        permintaan domestik. Konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi sejalan berlanjutnya
        realisasi program-program prioritas serta percepatan belanja Pemerintah, terutama
        pemberian gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyaluran bantuan sosial

                                                                                   Halaman - 19
Page 34
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Konsumsi rumah tangga terjaga didorong
        dampak percepatan konsumsi Pemerintah dan keyakinan konsumen yang tetap baik.
        Investasi juga meningkat tecermin pada Purchasing Manager Index (PMI) yang berada
        pada zona ekspansi, terutama didukung investasi bangunan terkait proyek Pemerintah.
        Sementara dari sisi eksternal, ekspor perlu terus didorong guna memanfaatkan
        tingginya harga komoditas dunia, di tengah melambatnya prospek pertumbuhan
        ekonomi global.

        Figur 11. Ekspor dan Impor Non-Migas




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

        Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat sehingga dapat
        mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan pada April 2026 turun
        menjadi sebesar 0,1 miliar dolar dari surplus pada Maret 2026 sebesar 3,3 miliar dolar
        AS. Dari transaksi modal dan finansial, berbagai penguatan respons kebijakan moneter
        yang ditempuh Bank Indonesia yang bersinergi dengan kebijakan fiskal untuk
        meningkatkan imbal hasil instrumen keuangan domestik dapat mendorong aliran masuk
        modal asing pada triwulan II 2026 yang secara neto tercatat sebesar 3,9 miliar dolar AS
        (hingga 15 Juni 2026), setelah pada triwulan I 2026 secara neto mencatat aliran modal
        keluar sebesar 0,8 miliar dolar AS. Aliran masuk modal asing tersebut terutama
        ditopang oleh aliran masuk modal asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan
        SBN.

        Figur 12. Neraca Pembayaran Indonesia




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026


                                                                                   Halaman - 20
Page 35
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tetap kuat sebesar 144,9 miliar
        dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan
        pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
        internasional sekitar 3 bulan impor.

        Figur 13. Cadangan Devisa Indonesia




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026

        Nilai Tukar Rupiah

        Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan aliran
        masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada 16
        Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil bila dibandingkan
        dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan
        dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat
        menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan
        ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar NDF baik
        di off-shore maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar
        sekunder serta inflows pada saham dan SRBI. Selain itu, tambahan pasokan valas dari
        korporasi, termasuk dari peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring
        penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga
        mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah.

        Inflasi

        Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap terjaga di tengah makin meningkatnya
        dampak gejolak global terhadap perkembangan harga-harga di dalam negeri. Inflasi IHK
        pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi
        pada bulan sebelumnya sebesar 2,42% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi
        inti yang sedikit meningkat menjadi 2,59% (yoy) namun tetap terkendali didukung
        konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga ekspektasi inflasi. Inflasi
        kelompok administered prices (AP) naik menjadi sebesar 2,07% (yoy) seiring dengan
        penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM)
        nonsubsidi, serta avtur sejalan dengan kenaikan harga energi global. Inflasi
        kelompok volatile food (VF) juga naik menjadi 6,24% (yoy) dipengaruhi menurunnya
        pasokan akibat gangguan produksi karena cuaca dan berakhirnya musim panen raya.


                                                                                  Halaman - 21
Page 36
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Figur 14. Inflasi IHK dan Komponen




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026

        Kondisi Likuiditas

        Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh melalui optimalisasi
        Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong
        peningkatan kredit/pembiayaan perbankan ke sektor prioritas. Hingga minggu
        pertama Juni 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp418,1
        triliun dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp355,6 triliun serta interest
        rate channel sebesar Rp62,5 triliun. Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan
        masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp209,6 triliun, BUSN sebesar
        Rp169,9 triliun, BPD sebesar Rp30,8 triliun, dan KCBA sebesar Rp7,8 triliun.
        Secara sektoral, KLM telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, mencakup
        sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif,
        sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi,
        Inklusi, dan Berkelanjutan. Bank Indonesia terus memperkuat implementasi
        kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain melalui penguatan
        kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), KLM, dan Rasio Pendanaan
        Luar Negeri Bank (RPLN) untuk terus mendukung penyaluran kredit/pembiayaan
        perbankan.

        Figur 15. Likuiditas Perbankan dan Perekonomian




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026



                                                                              Halaman - 22
Page 37
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Suku Bunga

        Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8
        12%. Prospek ini didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan
        (undisbursed loan), memadainya kapasitas pembiayaan bank, dan DPK yang masih
        tumbuh tinggi. Efisiensi suku bunga perbankan juga dapat ditingkatkan. Ke depan, Bank
        Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif
        antara lain melalui penguatan kebijakan RIM dan KLM untuk terus mendukung
        penyaluran kredit perbankan. Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK juga terus
        diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan
        kredit/pembiayaan perbankan tersebut. Selain itu, pertumbuhan uang beredar akan
        terus dikelola sehingga tetap konsisten menjaga stabilitas dan turut mendukung
        pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah.

        Figur 16. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026

        Pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
        lebih lanjut. Kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh sebesar 11,51% (yoy), lebih tinggi
        bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 9,98% (yoy).
        Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan              ini didukung oleh kredit
        investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Mei 2026 masing-masing
        tumbuh sebesar 21,95% (yoy), 8,09% (yoy), dan 5,89% (yoy). Pertumbuhan kredit 2026
        tetap terjaga pada kisaran 8-12% didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang
        belum digunakan (undisbursed loan) sebesar Rp2.576 triliun atau 22,41% dari plafon
        kredit yang tersedia, serta memadainya kapasitas pembiayaan bank yang tecermin pada
        rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74% dan DPK yang
        masih tumbuh tinggi sebesar 13,47% (yoy) pada Mei 2026. Selain itu, perkembangan
        suku bunga perbankan juga mendukung prospek kredit, di mana pada Mei 2026 suku
        bunga kredit tercatat sebesar 8,72% dan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,26%.




                                                                                  Halaman - 23
Page 38
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Figur 17. Suku Bunga Perbankan




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026

        Ketahanan Sistem Keuangan

        Ketahanan perbankan tetap kuat untuk memitigasi risiko dampak dari perang di Timur
        Tengah. Perkembangan ini ditandai dengan likuiditas perbankan yang memadai,
        kapasitas permodalan yang terjaga pada level tinggi, dan risiko kredit yang terjaga
        rendah. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada April
        2026 tercatat tinggi sebesar 23,97%, yang tergolong kuat dalam menyerap risiko dan
        mendukung pertumbuhan kredit.

        Figur 18. Rasio Kredit Bermasalah (NPL)




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026

        Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap
        rendah sebesar 2,17% (bruto) dan 0,84% (neto) pada April 2026. Hasil stress test Bank
        Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai
        risiko, termasuk dampak rambatan berlanjutnya perang di Timur Tengah, ditopang oleh
        kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang tetap terjaga baik. Bank Indonesia
        terus memperkuat kebijakan makroprudensial dan sinergi kebijakan bersama KSSK
        dalam rangka turut menjaga stabilitas sistem keuangan.




                                                                                 Halaman - 24
Page 39
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Figur 19. Perkembangan Kredit dan DPK




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026

        Sistem Pembayaran

        Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan
        struktur industri yang sehat. Infrastruktur yang stabil tecermin pada penyelenggaraan
        Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar
        dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai.
        Struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem
        pembayaran yang terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital
        (EKD) yang meluas. Bank Indonesia terus memperkuat struktur industri sistem
        pembayaran, khususnya pada aspek manajemen risiko dan keandalan infrastruktur
        teknologi pelaku industri. Hal ini sejalan dengan implementasi Peraturan Bank Indonesia
        Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran (PBI PISP). Bank
        Indonesia juga akan terus memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik
        ritel maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran industri. Bank Indonesia
        juga terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas
        yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),
        termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).

        Figur 20. Nilai Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi Digital Banking




        Sumber: Bank Indonesia Juni 2026




                                                                                        Halaman - 25
Page 40
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


3.1.4   Gambaran Umum Industri Perkebunan Kelapa Sawit

        Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia

        Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis dalam
        perekonomian global dan Indonesia. Produk utama kelapa sawit berupa Crude Palm Oil
        (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO) digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, antara
        lain pangan, oleokimia, kosmetik, serta energi melalui pemanfaatannya sebagai bahan
        baku biodiesel.

        Secara global, industri kelapa sawit masih didominasi oleh Indonesia dan Malaysia
        sebagai negara produsen utama. Berdasarkan data United States Department of
        Agriculture (USDA), produksi minyak sawit dunia pada tahun pemasaran 2025/2026
        diperkirakan mencapai sekitar 81,36 juta ton, dengan Indonesia dan Malaysia secara
        bersama-sama menyumbang lebih dari 80% produksi dunia. Kondisi tersebut
        menunjukkan bahwa perkembangan produksi dan kebijakan di kedua negara memiliki
        pengaruh yang signifikan terhadap pasokan dan perdagangan minyak sawit dunia.

        Di Indonesia, industri kelapa sawit memiliki peranan penting dalam kegiatan ekonomi
        dan pembangunan daerah. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, luas areal
        kelapa sawit Indonesia pada tahun 2025 masih berada pada kisaran 16,83 juta hektare,
        dengan produksi CPO berdasarkan angka sementara sekitar 46,55 juta ton. Kondisi
        tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri kelapa sawit dalam beberapa
        tahun terakhir semakin bergantung pada peningkatan produktivitas, peremajaan
        tanaman, pengelolaan perkebunan, dan efisiensi rantai pasok, dibandingkan dengan
        ekspansi areal.

        Di sisi permintaan, peningkatan konsumsi domestik, khususnya melalui implementasi
        kebijakan mandatori biodiesel, turut meningkatkan penyerapan CPO di dalam negeri.
        Pada tahun 2026, pemerintah mulai menerapkan mandatori B50 sejak 1 Juli 2026,
        setelah pelaksanaan B40 pada semester pertama. Total alokasi biodiesel tahun 2026
        diperkirakan mencapai sekitar 17,60 juta kiloliter. Kebijakan tersebut menjadi salah satu
        faktor yang mendukung peningkatan penyerapan CPO domestik sekaligus memperkuat
        peran kelapa sawit dalam ketahanan energi nasional.

        Ke depan, industri kelapa sawit diperkirakan tetap memiliki prospek yang strategis
        seiring dengan kebutuhan minyak nabati dunia, perkembangan industri hilir, dan
        peningkatan pemanfaatan CPO untuk bioenergi. Namun demikian, industri juga
        menghadapi sejumlah tantangan, antara lain fluktuasi harga komoditas, kondisi cuaca
        dan perubahan iklim, produktivitas tanaman, kebutuhan peremajaan, keterbatasan
        ekspansi areal, serta perkembangan regulasi dan standar keberlanjutan di pasar global.
        Oleh karena itu, peningkatan produktivitas dan efisiensi, penguatan hilirisasi, serta
        penerapan praktik perkebunan yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam
        menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia.

        Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia

        Perkembangan luas areal kelapa sawit Indonesia selama periode 2020–2025
        menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2021, yaitu dari
        14,59 juta hektare menjadi 16,83 juta hektare. Setelah tahun 2021, luas areal kelapa

                                                                                    Halaman - 26
Page 41
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        sawit nasional cenderung stabil hingga tahun 2025. Kondisi tersebut menunjukkan
        bahwa ekspansi areal perkebunan kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir relatif
        terbatas.

        Di sisi produksi, produksi CPO Indonesia meningkat dari 45,74 juta ton pada tahun 2020
        menjadi 47,08 juta ton pada tahun 2023, sebelum mengalami penurunan menjadi 45,44
        juta ton pada tahun 2024. Pada tahun 2025, produksi CPO berdasarkan angka sementara
        kembali meningkat menjadi 46,55 juta ton. Sementara itu, produktivitas mengalami
        penurunan dari 3.814 kg/ha pada tahun 2020 menjadi 3.529 kg/ha pada tahun 2024,
        sebelum meningkat menjadi 3.606 kg/ha pada tahun 2025.

        Perkembangan luas areal, produksi, dan produktivitas kelapa sawit Indonesia tersebut
        dapat dilihat pada figur berikut.

        Figur 21. Nilai Perkembangan Luas Areal, Produksi, dan Produktivitas Kelapa Sawit
        Indonesia, 2020–2025




        Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian

        Dengan luas areal yang relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan
        produksi kelapa sawit nasional ke depan akan semakin dipengaruhi oleh produktivitas
        tanaman. Oleh karena itu, peremajaan tanaman, optimalisasi tanaman menghasilkan,
        penerapan praktik budidaya yang baik, serta peningkatan efisiensi pengelolaan
        perkebunan menjadi faktor penting dalam menjaga produksi kelapa sawit Indonesia.

        Komposisi Luas Areal Kelapa Sawit Menurut Status Pengusahaan

        Berdasarkan status pengusahaan, luas areal kelapa sawit Indonesia dalam beberapa
        tahun terakhir didominasi oleh Perkebunan Besar Swasta (PBS), diikuti oleh Perkebunan
        Rakyat (PR) dan Perkebunan Besar Negara (PBN). Selain itu, statistik perkebunan juga
        mencatat areal dalam kategori Luas Akan Dikonfirmasi (LAD).

        Perkembangan luas areal kelapa sawit Indonesia berdasarkan status pengusahaan
        selama periode 2018–2026 dapat dilihat pada figur berikut.




                                                                                  Halaman - 27
Page 42
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Figur 22. Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia Menurut Status
        Pengusahaan, 2018–2026




        Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian

        Berdasarkan figur tersebut, PBS secara konsisten merupakan kelompok pengusahaan
        dengan luas areal terbesar. Pada tahun 2025, luas areal PBS tercatat sekitar 8,40 juta
        hektare, diikuti oleh PR sebesar 6,93 juta hektare dan PBN sebesar 0,61 juta hektare.
        Sementara itu, areal dalam kategori LAD tercatat sekitar 0,90 juta hektare. Untuk tahun
        2026, angka yang ditampilkan merupakan estimasi Ditjenbun.

        Komposisi tersebut menunjukkan bahwa PBS dan PR memiliki peranan utama dalam
        struktur perkebunan kelapa sawit Indonesia. Dengan demikian, perkembangan
        produktivitas dan pengelolaan pada kedua kelompok pengusahaan tersebut menjadi
        salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan bahan baku dan produksi kelapa
        sawit nasional.

        Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia

        Produksi kelapa sawit Indonesia masih terkonsentrasi pada sejumlah provinsi utama,
        terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal
        Perkebunan, pada tahun 2025 produksi CPO nasional tercatat sebesar sekitar 46,55 juta
        ton, dengan Provinsi Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara menjadi wilayah
        dengan produksi terbesar.

                    Figur 23. Provinsi Sentra Produksi Kelapa Sawit Indonesia, 2025
                                                               Produksi CPO
                  No.               Provinsi
                                                                 (Juta Ton)
                       1 Riau                                             9,47
                       2 Kalimantan Tengah                                7,59
                       3 Sumatera Utara                                   5,19
                       4 Kalimantan Barat                                 4,95
                       5 Kalimantan Timur                                 4,29
                   Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian



                                                                                      Halaman - 28
Page 43
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Konsentrasi produksi pada wilayah Sumatera dan Kalimantan menunjukkan bahwa
        kondisi produktivitas tanaman, cuaca, ketersediaan bahan baku, serta infrastruktur
        pengolahan dan distribusi di wilayah-wilayah tersebut memiliki pengaruh penting
        terhadap produksi kelapa sawit nasional.

        Ekspor dan Konsumsi Domestik Kelapa Sawit Indonesia

        Ekspor dan konsumsi domestik merupakan dua komponen penting dalam penyerapan
        produksi kelapa sawit Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan industri dalam negeri,
        termasuk industri pangan, oleokimia, dan biodiesel, produk kelapa sawit Indonesia juga
        memiliki peranan penting dalam perdagangan internasional.

        Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), pada Triwulan
        I 2026 produksi produk sawit berupa CPO dan PKO mencapai 15,55 juta ton, meningkat
        18,44% dibandingkan 13,13 juta ton pada periode yang sama tahun 2025. Pada periode
        yang sama, konsumsi domestik meningkat dari 6,07 juta ton menjadi 6,52 juta ton,
        sedangkan volume ekspor meningkat dari 7,63 juta ton menjadi 8,54 juta ton.

        Figur 24. Kinerja Industri Sawit Indonesia, Triwulan I 2025 dan Triwulan I 2026




        Sumber: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), 2026

        Peningkatan volume ekspor juga diikuti oleh kenaikan nilai ekspor. Pada Triwulan I 2026,
        nilai ekspor produk sawit mencapai sekitar Rp162,7 triliun, dibandingkan Rp143,17
        triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut antara lain
        didukung oleh peningkatan harga rata-rata ekspor pada Januari–Maret 2026 menjadi
        sekitar US$1.356 per ton CIF Rotterdam, dibandingkan US$1.230 per ton pada periode
        yang sama tahun 2025.

        Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pasar domestik dan pasar ekspor sama-
        sama berperan penting dalam penyerapan produk kelapa sawit Indonesia. Peningkatan
        konsumsi domestik memberikan dukungan terhadap permintaan CPO, sementara
        ekspor menunjukkan bahwa industri kelapa sawit Indonesia masih memiliki akses
        terhadap pasar internasional. Namun demikian, perkembangan produksi, konsumsi,
        ekspor, dan persediaan tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi
        keseimbangan pasokan dan permintaan serta dinamika harga produk sawit.


                                                                                    Halaman - 29
Page 44
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Biodiesel dan Hilirisasi Kelapa Sawit Indonesia

        Kebijakan biodiesel merupakan salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan
        penyerapan minyak sawit di pasar domestik. Program mandatori biodiesel Indonesia
        terus meningkat dari B35 menjadi B40 pada tahun 2025 dan selanjutnya menuju B50
        pada tahun 2026. Pada tahun 2026, pemerintah menerapkan skema transisi B40 pada
        semester pertama dan B50 mulai Juli 2026, dengan total alokasi biodiesel sepanjang
        tahun sekitar 17,60 juta kiloliter (kL).

        Implementasi B50 menggunakan campuran 50% biodiesel berbasis CPO dan 50% solar.
        Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan CPO sebagai bahan
        baku energi domestik, mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, serta
        meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit. Pemerintah memperkirakan
        implementasi B50 dapat memberikan nilai tambah sekitar Rp24,68 triliun bagi industri
        kelapa sawit dan penghematan devisa hingga sekitar Rp157,28 triliun.

        Selain biodiesel, pemerintah terus mendorong hilirisasi industri kelapa sawit melalui
        pengembangan berbagai produk turunan, termasuk produk pangan, oleokimia, dan
        biofuel. Hilirisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri
        serta memperluas penggunaan produk kelapa sawit selain sebagai komoditas ekspor.

        Dari perspektif industri, peningkatan mandatori biodiesel dan pengembangan hilirisasi
        merupakan faktor pendukung permintaan CPO domestik. Namun, peningkatan
        penyerapan CPO untuk kebutuhan energi juga perlu diimbangi dengan ketersediaan
        bahan baku untuk kebutuhan pangan dan industri lainnya. Kementerian Pertanian
        menyatakan bahwa produksi CPO pada 2026 diarahkan untuk menjaga keseimbangan
        antara kebutuhan pangan domestik dan program bioenergi.

        Tantangan dan Prospek Industri Kelapa Sawit Indonesia

        Industri kelapa sawit Indonesia masih memiliki prospek yang positif, didukung oleh
        posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama minyak sawit dunia, pertumbuhan
        kebutuhan domestik, peningkatan pemanfaatan CPO untuk biodiesel, serta
        pengembangan industri hilir. Dalam jangka menengah, pertumbuhan permintaan
        minyak nabati dunia diperkirakan tetap berlanjut, antara lain didorong oleh
        pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, serta kebutuhan bahan baku untuk
        industri pangan dan energi. OECD-FAO memproyeksikan penggunaan minyak nabati
        untuk biodiesel secara global masih meningkat, terutama di Indonesia, Brasil, dan
        Amerika Serikat.

        Namun demikian, pertumbuhan produksi minyak sawit global diperkirakan semakin
        moderat. OECD-FAO memproyeksikan pasokan minyak sawit global tumbuh sekitar
        1,4% per tahun dalam periode 2026–2035. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh
        keterbatasan ekspansi areal, meningkatnya tuntutan keberlanjutan, serta struktur
        tanaman yang semakin tua di Indonesia dan Malaysia. Dengan demikian, peningkatan
        produksi ke depan akan semakin bergantung pada peningkatan produktivitas dan
        percepatan peremajaan tanaman.

        Bagi Indonesia, kebijakan mandatori biodiesel menjadi salah satu faktor yang
        mendukung permintaan domestik. Implementasi B50 sejak Juli 2026 berpotensi

                                                                                  Halaman - 30
Page 45
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        meningkatkan penyerapan CPO di dalam negeri. Di sisi lain, kebijakan biofuel juga
        menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam keseimbangan antara
        kebutuhan CPO untuk energi, pangan, dan industri hilir.

        Dari sisi risiko, industri tetap menghadapi fluktuasi harga komoditas, kondisi cuaca dan
        perubahan iklim, produktivitas tanaman, biaya input dan tenaga kerja, serta tuntutan
        keberlanjutan dan ketertelusuran dari pasar internasional. OECD-FAO juga menilai
        bahwa kebijakan biofuel dan perkembangan regulasi keberlanjutan menjadi sumber
        ketidakpastian penting bagi pasar minyak nabati dalam jangka menengah.

        Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, prospek industri kelapa sawit Indonesia
        dalam jangka menengah tetap positif, namun pertumbuhannya diperkirakan cenderung
        moderat dan semakin bergantung pada produktivitas, peremajaan tanaman, efisiensi,
        serta kemampuan industri memenuhi standar keberlanjutan. Peningkatan permintaan
        domestik melalui biodiesel dan pengembangan hilirisasi dapat menjadi penopang
        pertumbuhan, sementara keterbatasan ekspansi areal dan tuntutan keberlanjutan
        menjadi faktor pembatas.


3.1.5   Prosedur yang Dilakukan Manajemen

        ANJT dalam hal ini telah melakukan beberapa prosedur atas rencana transaksi afiliasi
        dan transaksi material berupa pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK, beberapa
        prosedur tersebut adalah sebagai berikut:

        1. Pemegang Saham melakukan kajian internal terkait kondisi keuangan ASK, baik
           historikal maupun proyeksi keuangan. ASK sendiri telah memperoleh penawaran dari
           perbankan untuk memperoleh fasilitas pinjaman, sehingga dari pihak ketiga pun ASK
           memiliki kredibilitas yang baik.
        2. ASK dan ANJT bersama-sama mempersiapkan perjanjian pinjam meminjam, di mana
           ANJT sebagai pemberi pinjaman dan ASK sebagai penerima pinjaman. Kedua belah
           pihak sepakat untuk menyetujui ketentuan-ketentuan dalam perjanjian tersebut,
           yakni besarnya pinjaman, tingkat bunga, jangka waktu pinjaman, penyelesaian
           pembayaran, dan hal-hal lain yang berlaku secara umum.
        3. Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi dan transaksi material. Dengan ini,
           ANJT menunjuk KJPP TOPAZ dalam penugasan Pendapat Kewajaran dengan maksud
           dan tujuan untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi
           dan Transaksi Material sebagai pemenuhan Peraturan OJK, yakni POJK No.
           17/POJK.04/2020 terkait Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha serta
           POJK No. 42/POJK.04/2020 terkait Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
           Kepentingan.




                                                                                   Halaman - 31
Page 46
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


3.1.6   Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi berupa Pemberian Pinjaman oleh
        ANJT kepada ASK

        Keuntungan atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK

        1. ANJT sebagai bagian dari Grup FRL memiliki kepentingan untuk mendukung ASK
           dalam memperoleh pendanaan dengan persyaratan dan beban bunga yang lebih
           ringan jika dibandingkan penambahan beban keuangan yang ditimbulkan jika ASK
           mengambil pinjaman dari pihak ketiga/perbankan. Manajemen juga menyatakan
           bahwa ASK juga sudah memiliki kemungkinan yang besar untuk memperoleh
           pinjaman dari pihak perbankan.
        2. Meningkatkan profitabilitas ANJT, di mana sejalan dengan meningkatnya
           profitabilitas ANJT dari pendapatan bunga atas pinjaman ke ASK sebagaimana
           tercermin dalam inkremental atau nilai tambah dari proyeksi keuangan ANJT dengan
           adanya pemberian pinjaman dan tanpa pemberian pinjaman.
        3. Nilai tambah atas Rencana Transaksi diproyeksikan akan meningkatkan total aset
           atau terdapat inkremental sebesar Rp680.765 juta di tahun 2031 akan menguatkan
           profitabilitas ANJT, di mana selama periode proyeksi tahun 2026 hingga 2031 sebesar
           Rp379.667 juta.

        Kerugian atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK

        Tidak terdapat kerugian atas Transaksi Pinjam Meminjam dan Rencana Penambahan
        Pinjaman.


3.1.7   Analisis Manfaat dan Risiko atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman

        Manfaat atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK

        1. Pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK diharapkan dapat memastikan bahwa
           ASK memperoleh pendanaan atau pinjaman yang diperlukan untuk meningkatkan
           kinerja keuangannya. Pinjaman ini merupakan simbiosis yang menguntungkan
           keduanya yang berada dalam grup FRL, di mana ASK memperoleh pinjaman dengan
           proses koordinasi yang lebih efisien dan ANJT dapat memanfaatkan idle cash-nya.
        2. Rencana Transaksi Pinjam Meminjam merupakan kesepakatan kedua belah pihak
           dengan pertimbangan bisnis yang memberi keuntungan dan manfaat bagi kedua
           belah pihak. Prospek bisnis ASK dinilai memiliki coverage yang baik terhadap
           kemampuan membayar utang sehingga dinilai tidak akan mengalami default atau
           gagal bayar.

        Risiko atas Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ANJT kepada ASK

        Risiko atas Rencana Transaksi Pinjam Meminjam ini adalah gagal bayar ASK atas
        pinjaman ini. Namun manajemen meyakini hal ini tidak akan terjadi dan akan terdapat
        mitigasi dan langkah restrukturisasi atas pinjaman menjadi ekuitas akan dilakukan
        terlebih dahulu.


                                                                                  Halaman - 32
Page 47
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


3.2     Analisis Kuantitatif

3.2.1    Kinerja Keuangan ANJT

         Tinjauan Laporan Posisi Keuangan ANJT

         Figur 25. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan ANJT
                                                                                                            (dalam Jutaan Rupiah)
                                                       2021         2022          2023           2024           2025        30 Juni 2026
                 Keterangan                                                                                                   Limited
                                                       Audit        Audit         Audit          Audit          Audit
                                                                                                                              Review
          Aset Lancar                                 1.312.831      992.621       922.645      1.043.151      1.659.797        3.299.920
          Aset Tidak Lancar                           9.639.947    9.120.052     9.382.715      8.576.363      3.652.599           3.751.952
          Total Aset                                 10.952.778   10.112.673    10.305.361      9.619.514      5.312.396           7.051.872
          Liabilitas Jangka
                                                       818.595       679.169       885.446        828.964      1.376.111           1.324.781
          Pendek
          Liabilitas Jangka
                                                      2.862.941    2.316.070     2.282.099      2.213.796       137.228            1.467.191
          Panjang
          Total Liabilitas                            3.681.536    2.995.239     3.167.545      3.042.760      1.513.338           2.791.972
          Total Ekuitas                               7.271.242    7.117.434     7.137.816      6.576.754      3.799.058           4.259.900
          Total Liabilitas dan
                                                     10.952.778   10.112.673    10.305.361      9.619.514      5.312.396           7.051.872
          Ekuitas
         Sumber: Laporan Keuangan ANJT

         Berdasarkan laporan posisi keuangan ANJT, total aset periode 30 Juni 2026 sebesar
         Rp7.051.872 juta mengalami peningkatan sebesar 32,74% dibandingkan tahun 2025
         sebesar Rp5.312.396 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan
         aset lancar pada kas dan setara kas.

         Total liabilitas ANJT periode 30 Juni 2026 sebesar Rp2.791.972 juta mengalami
         peningkatan sebesar 84,49% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp1.513.338 juta.
         Sementara itu, total ekuitas ANJT periode 30 Juni 2026 sebesar Rp4.259.900 juta
         mengalami peningkatan sebesar 12,13% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp3.799.058
         juta.

         Figur 26. Pertumbuhan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas ANJT
                                   12.000.000
            Dalam Jutaan Rupiah




                                   10.000.000
                                    8.000.000
                                    6.000.000
                                    4.000.000
                                    2.000.000
                                               0
                                                                                                                         30 Juni
                                                       2021         2022         2023          2024          2025
                                                                                                                          2026
                                  Total Aset         10.952.778 10.112.673 10.305.361        9.619.514   5.312.396      7.051.872
                                  Total Liabilitas   3.681.536    2.995.239    3.167.545     3.042.760   1.513.338      2.791.972
                                  Total Ekuitas      7.271.242    7.117.434    7.137.816     6.576.754   3.799.058      4.259.900

         Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ


                                                                                                                        Halaman - 33
Page 48
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Tinjauan Laporan Laba (Rugi) ANJT

        Figur 27. Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) ANJT
                                                                                                                (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                                 30 Juni 2026
                                                  2021           2022              2023             2024            2025
             Keterangan                                                                                                         (Year-to-Date)
                                                  Audit         Audit              Audit            Audit          Audit        Limited Review
         Pendapatan                             4.477.310      4.517.156       3.969.139           3.974.220      3.970.598          2.345.605
         Beban Pokok
                                               (2.786.584)    (3.613.078)    (3.439.519)          (3.180.940)    (2.569.526)        (1.645.804)
         Pendapatan
         Laba (Rugi) Bruto                      1.690.726        904.078           529.621           793.281      1.401.071              699.802
         Laba (Rugi) Usaha                      1.048.962        659.151           320.856           505.903        832.669              618.963
         Laba (Rugi)
                                                  979.837        579.110           160.566           341.622       (451.861)             585.206
         Sebelum Pajak
         Laba (Rugi) Tahun
                                                  665.934        355.028            31.914           153.703       (999.943)             460.844
         Berjalan
        Sumber: Laporan Keuangan ANJT

        Berdasarkan tabel historis laba (rugi) di atas, diketahui pendapatan ANJT per year-to-
        date 30 Juni 2026 sebesar Rp2.345.605 juta. Pendapatan pada tahun 2025 sebesar
        Rp3.970.598 juta, menurun sebesar 0,09% dibandingkan tahun 2024 sebesar
        Rp3.974.220 juta. ANJT mencatatkan laba bersih per year-to-date 30 Juni 2026 sebesar
        Rp460.844 juta.

        Figur 28. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Usaha dan Laba (Rugi) Bersih ANJT
                                              5.000.000

                                              4.000.000
           Dalam Jutaan Rupiah




                                              3.000.000

                                              2.000.000

                                              1.000.000

                                                         0

                                              (1.000.000)

                                              (2.000.000)
                                                                                                                               30 Juni
                                                               2021         2022           2023        2024        2025
                                                                                                                                2026
                                 Pendapatan                  4.477.310 4.517.156 3.969.139 3.974.220 3.970.598 2.345.605
                                 Beban Pokok Pendapatan      2.786.584 3.613.078 3.439.519 3.180.940 2.569.526 1.645.804
                                 Laba (Rugi) Tahun Berjalan 665.934     355.028           31.914      153.703    (999.943)     460.844

        Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ




                                                                                                                             Halaman - 34
Page 49
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Tinjauan Laporan Arus Kas ANJT

        Figur 29. Ikhtisar Laporan Arus Kas ANJT
                                                                                                               (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                                   30 Juni 2026
                                                           2021           2022           2023          2024          2025
                                  Keterangan                                                                                     (Year-to-Date)
                                                           Audit          Audit         Audit          Audit        Audit        Limited Review
         Arus Kas Aktivitas Operasi                      1.439.580      1.006.844       614.982        732.637      515.564              460.425
         Arus Kas Aktivitas Investasi                     (720.500)     (556.828)      (692.141)     (469.299)     (182.469)            (158.486)
         Arus Kas Aktivitas
                                                          (530.211)     (723.910)        (6.215)     (208.289)     (241.972)            1.049.661
         Pendanaan
         Kenaikan (Penurunan) Kas
                                                           188.870      (273.894)       (83.374)        55.049          91.122          1.351.601
         dan Setara Kas
         Kas dan Setara Kas Awal
                                                           266.618        455.487       181.593         98.219      153.268              253.319
         Tahun
         Kas dan Setara Kas Akhir
                                                           455.487        181.593        98.219        153.268      253.319             1.604.370
         Tahun
        Sumber: Laporan Keuangan ANJT

        Arus kas bersih dari aktivitas operasi per year-to-date 30 Juni 2026 menunjukkan arus
        kas positif sebesar Rp460.425 juta yang berasal dari penerimaan pelanggan,
        pembayaran kepada karyawan dan pemasok, penerimaan bunga, penerimaan
        pengembalian PPN dan pembayaran pajak penghasilan.

        Arus kas bersih dari aktivitas investasi per year-to-date 30 Juni 2026 menunjukkan arus
        kas negatif sebesar Rp158.486 juta yang berasal dari penjualan investasi saham,
        perolehan aset tetap, perolehan tanaman produktif dan perolehan aset tidak lancar lain-
        lain.

        Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan per year-to-date 30 Juni 2026 menunjukkan
        arus kas positif sebesar Rp1.049.661 juta, yang terutama berasal dari penerimaan utang
        bank jangka panjang, setelah memperhitungkan pembayaran bunga pinjaman dan
        pembayaran utang bank.

        Figur 30. Arus Kas Bersih Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ANJT
                                         2.000.000

                                         1.500.000
           Dalam Jutaan Rupiah




                                         1.000.000

                                           500.000

                                                    0

                                          (500.000)

                                        (1.000.000)
                                                                                                                             30 Juni
                                                          2021          2022          2023          2024         2025
                                                                                                                              2026
                                 Arus Kas Operasi       1.439.580     1.006.844     614.982        732.637      515.564      460.425
                                 Arus Kas Investasi     (720.500)     (556.828)     (692.141)   (469.299)      (182.469)    (158.486)
                                 Arus Kas Pendanaan (530.211)         (723.910)      (6.215)    (208.289)      (241.972)    1.049.661

        Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ


                                                                                                                            Halaman - 35
Page 50
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Tinjauan Rasio Keuangan ANJT

        Figur 31. Ikhtisar Rasio Keuangan ANJT
                                                                                             30 Juni 2026
                               2021        2022        2023        2024        2025
             Keterangan                                                                    (Year-to-Date)
                               Audit       Audit       Audit       Audit       Audit       Limited Review
         LIQUIDITY
         Current Ratio         160,38%     146,15%     104,20%     125,84%     120,62%           249,09%
         Cash Ratio             55,64%      26,74%      11,09%      18,49%      18,41%           121,10%
         ACTIVITY
         Account Receivable
                                       4           2           1           1          42              48
         Turnover (days)
         SOLVABILITY
         Liability to Equity
                                50,63%      42,08%      44,38%      46,27%      39,83%            65,54%
         Ratio
         Liability to Assets
                                33,61%      29,62%      30,74%      31,63%      28,49%            39,59%
         Ratio
         PROFITABILITY
         Net Profit Margin      14,87%       7,86%       0,80%       3,87%     -25,18%            19,65%
         Rate of Return on
                                 6,08%       3,51%       0,31%       1,60%     -18,82%             6,54%
         Assets
         Rate of Return on
                                 9,16%       4,99%       0,45%       2,34%     -26,32%            10,82%
         Equity
        Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ

        Rasio Likuiditas

        Current ratio dan cash ratio ANJT per year-to-date 30 Juni 2026 masing-masing tercatat
        sebesar 249,09% dan 121,10%.

        Rasio Aktivitas

        Account receivable turnover ANJT per year-to-date 30 Juni 2026 tercatat selama 48 hari.

        Rasio Solvabilitas

        Berdasarkan laporan keuangan ANJT per year-to-date 30 Juni 2026 yang tersedia, Total
        Liability to Equity Ratio sebesar 65,54% dan Total Liability to Assets Ratio sebesar
        39,59%.

        Rasio Profitabilitas

        Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh
        laba dari kegiatan operasionalnya. Pada periode year-to-date 30 Juni 2026, rasio
        profitabilitas ANJT tercatat positif, yang tercermin dari net profit margin sebesar
        19,65%, rate of return on assets sebesar 6,54%, dan rate of return on equity sebesar
        10,82%. Hal tersebut menunjukkan bahwa ANJT mampu menghasilkan laba dan
        mempertahankan kinerja profitabilitasnya pada periode tersebut.




                                                                                           Halaman - 36
Page 51
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


3.2.2   Kinerja Keuangan ASK

        Tinjauan Laporan Posisi Keuangan ASK

        Figur 32. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan ASK
                                                                                                          (dalam Jutaan Rupiah)
                                                     2021         2022          2023            2024          2025        30 Juni 2026
                Keterangan
                                                     Audit        Audit         Audit          Audit          Audit         In-house
         Aset Lancar                                1.780.292    3.085.725     2.234.988      2.731.676      6.848.727       7.023.294
         Aset Tidak Lancar                          4.809.720    4.796.670     6.694.662      9.877.343     11.261.636      12.209.807
         Total Aset                                 6.590.012    7.882.395     8.929.649     12.609.019     18.110.362      19.233.102
         Liabilitas Jangka
                                                      797.367    1.120.051     1.716.403      3.227.710      6.887.753       6.702.175
         Pendek
         Liabilitas Jangka
                                                        2.254        1.750         3.511      1.000.061       982.118            981.407
         Panjang
         Total Liabilitas                             799.621    1.121.801     1.719.914      4.227.771      7.869.871       7.683.582
         Total Ekuitas                              5.790.391    6.760.594     7.209.735      8.381.248     10.240.491      11.549.520
         Total Liabilitas dan
                                                    6.590.012    7.882.395     8.929.649     12.609.019     18.110.362      19.233.102
         Ekuitas
        Sumber: Laporan Keuangan ASK

        Berdasarkan laporan posisi keuangan ASK, total aset periode 30 Juni 2026 sebesar
        Rp19.233.102 juta mengalami peningkatan sebesar 6,20% dibandingkan tahun 2025
        sebesar Rp18.110.362 juta.

        Total liabilitas ASK periode 30 Juni 2026 sebesar Rp7.683.582 juta mengalami penurunan
        sebesar 2,37% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp7.869.871 juta. Sementara itu, total
        ekuitas ASK periode 30 Juni 2026 sebesar Rp11.549.520 juta mengalami peningkatan
        sebesar 12,87% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp10.240.491 juta.

        Figur 33. Pertumbuhan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas ASK
                                  25.000.000

                                  20.000.000
           Dalam Jutaan Rupiah




                                  15.000.000

                                  10.000.000

                                   5.000.000

                                              0
                                                                                                                       30 Juni
                                                      2021        2022         2023          2024          2025
                                                                                                                        2026
                                 Total Aset         6.590.012   7.882.395    8.929.649     12.609.019 18.110.362 19.233.102
                                 Total Liabilitas   799.621     1.121.801    1.719.914     4.227.771   7.869.871      7.683.582
                                 Total Ekuitas      5.790.391   6.760.594    7.209.735     8.381.248   10.240.491 11.549.520

        Sumber: Laporan Keuangan ASK, diolah oleh TOPAZ




                                                                                                                      Halaman - 37
Page 52
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Tinjauan Laporan Laba (Rugi) ASK

        Figur 34. Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) ASK
                                                                                                      (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                          30 Juni 2026
                                       2021           2022               2023             2024            2025
            Keterangan                                                                                                   (Year-to-Date)
                                       Audit          Audit              Audit            Audit           Audit             In-house
         Pendapatan                  10.994.308     10.460.336       8.341.448           9.415.631      19.407.520              12.180.461
         Beban Pokok
                                    (8.735.022)     (8.907.885)    (7.647.639)          (8.547.245)    (17.597.301)        (10.601.560)
         Pendapatan
         Laba (Rugi) Bruto            2.259.286      1.552.451           693.809           868.385       1.810.219               1.578.902
         Laba (Rugi) Usaha             105.804         189.566       (146.284)             289.062         709.182                789.098
         Laba (Rugi)
                                       944.710       1.004.947           419.333         1.221.132       2.027.208               1.480.668
         Sebelum Pajak
         Laba (Rugi) Tahun
                                       921.333         962.458           451.207         1.157.562       1.844.687               1.309.029
         Berjalan
        Sumber: Laporan Keuangan ASK

        Berdasarkan tabel historis laba (rugi) di atas, diketahui pendapatan ASK per year-to-date
        30 Juni 2026 sebesar Rp12.180.461 juta. Pendapatan pada tahun 2025 sebesar
        Rp19.407.520 juta, meningkat sebesar 106,12% dibandingkan tahun 2024 sebesar
        Rp9.415.631 juta. ASK mencatatkan laba bersih per year-to-date 30 Juni 2026 sebesar
        Rp1.309.029 juta.

        Figur 35. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Usaha dan Laba (Rugi) Bersih ASK
                                   25.000.000


                                   20.000.000
             Dalam Jutaan Rupiah




                                   15.000.000


                                   10.000.000


                                    5.000.000


                                              0
                                                                                                                      30 Juni
                                                    2021          2022           2023        2024        2025
                                                                                                                       2026
                       Penjualan                  10.994.308 10.460.336 8.341.448 9.415.631 19.407.520 12.180.461
                       Beban Pokok Penjualan      8.735.022 8.907.885 7.647.639 8.547.245 17.597.301 10.601.560
                       Laba (Rugi) Tahun Berjalan 921.333     962.458        451.207       1.157.562 1.844.687 1.309.029

        Sumber: Laporan Keuangan ASK, diolah oleh TOPAZ




                                                                                                                  Halaman - 38
Page 53
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Tinjauan Laporan Arus Kas ASK

        Figur 36. Ikhtisar Laporan Arus Kas ASK
                                                                                                            (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                                     30 Juni 2026
                                                        2021          2022             2023              2024             2025
                                   Keterangan                                                                                       (Year-to-Date)
                                                        Audit         Audit            Audit             Audit           Audit         In-house
         Arus Kas Aktivitas Operasi                    (278.448)      173.422          (52.092)      2.397.750          (696.254)      (1.498.593)
         Arus Kas Aktivitas Investasi                   458.383       655.118       (2.100.353)     (2.048.180)         (278.853)           59.064
         Arus Kas Aktivitas
                                                           (128)           (94)      1.069.845             24.801       2.039.496          885.236
         Pendanaan
         Kenaikan (Penurunan) Kas
                                                         (1.521)       89.166          (50.865)            38.375         98.017           280.410
         dan Setara Kas
         Kas dan Setara Kas Awal
                                                        178.286       917.612       (1.133.465)          412.747        1.162.405        (273.882)
         Tahun
         Kas dan Setara Kas Akhir
                                                        266.319       444.605        1.362.217           961.012        1.373.759       2.536.165
         Tahun
        Sumber: Laporan Keuangan ASK

        Arus kas bersih dari aktivitas operasi per year-to-date 30 Juni 2026 menunjukkan arus
        kas negatif sebesar Rp1.498.593 juta. Arus kas bersih dari aktivitas investasi per year-to-
        date 30 Juni 2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp59.064 juta. Arus kas bersih
        dari aktivitas pendanaan per year-to-date 30 Juni 2026 menunjukkan arus kas positif
        sebesar Rp885.236 juta.

        Figur 37. Arus Kas Bersih Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ASK
                                        3.000.000
                                        2.500.000
                                        2.000.000
             Dalam Jutaan Rupiah




                                        1.500.000
                                        1.000.000
                                          500.000
                                                0
                                         (500.000)
                                       (1.000.000)
                                       (1.500.000)
                                       (2.000.000)
                                       (2.500.000)
                                                                                                                             30 Juni
                                                       2021         2022           2023           2024           2025
                                                                                                                              2026
                         Arus Kas Operasi            (278.448)     173.422        (52.092)     2.397.750     (696.254) (1.498.593)
                         Arus Kas Investasi          458.383       655.118    (2.100.353) (2.048.180) (278.853)              59.064
                         Arus Kas Pendanaan            (128)        (94)      1.069.845         24.801       2.039.496       885.236

        Sumber: Laporan Keuangan ASK, diolah oleh TOPAZ




                                                                                                                            Halaman - 39
Page 54
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Tinjauan Rasio Keuangan ASK

        Figur 38. Ikhtisar Rasio Keuangan ASK
                                                                                            30 Juni 2026
                                2021        2022         2023         2024        2025
             Keterangan                                                                    (Year-to-Date)
                               Audit        Audit        Audit        Audit       Audit       In-house
         LIQUIDITY
         Current Ratio         223,27%      275,50%      130,21%      84,63%      99,43%         104,79%
         Cash Ratio             55,76%      121,62%       13,33%      42,56%      36,82%          33,75%
         ACTIVITY
         Account Receivable
                                       23           37           16           5       20               24
         Turnover (days)
         SOLVABILITY
         Liability to Equity
                                13,81%       16,59%       23,86%      50,44%      76,85%          66,53%
         Ratio
         Liability to Assets
                                12,13%       14,23%       19,26%      33,53%      43,46%          39,95%
         Ratio
         PROFITABILITY
         Net Profit Margin       8,38%        9,20%        5,41%      12,29%       9,51%          10,75%
         Rate of Return on
                                13,98%       12,21%        5,05%       9,18%      10,19%           6,81%
         Assets
         Rate of Return on
                                15,91%       14,24%        6,26%      13,81%      18,01%          11,33%
         Equity
        Sumber: Laporan Keuangan ASK, diolah oleh TOPAZ

        Rasio Likuiditas

        Current ratio dan cash ratio ASK per year-to-date 30 Juni 2026 masing-masing tercatat
        sebesar 104,79% dan 33,75%.

        Rasio Aktivitas

        Account receivable turnover ASK per year-to-date 30 Juni 2026 tercatat selama 24 hari.

        Rasio Solvabilitas

        Berdasarkan laporan keuangan ASK per year-to-date 30 Juni 2026 yang tersedia, Total
        Liability to Equity Ratio sebesar 66,53% dan Total Liability to Assets Ratio sebesar
        39,95%.

        Rasio Profitabilitas

        Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh
        laba dari kegiatan operasionalnya. Pada periode year-to-date 30 Juni 2026, rasio
        profitabilitas ASK tercatat positif, yang tercermin dari net profit margin sebesar 10,75%,
        rate of return on assets sebesar 6,81%, dan rate of return on equity sebesar 11,33%. Hal
        tersebut menunjukkan bahwa ASK mampu menghasilkan laba dan mempertahankan
        kinerja profitabilitasnya pada periode tersebut.




                                                                                           Halaman - 40
Page 55
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


3.2.3   Analisis Proyeksi Keuangan ANJT

        A. Analisis Proyeksi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi

        Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Tanpa Adanya Rencana Transaksi

        Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan tanpa adanya Rencana
        Transaksi. Asumsi proyeksi keuangan tersebut adalah sebagai berikut:
          1. Proyeksi tanpa adanya Rencana Transaksi merupakan proyeksi yang disampaikan
              ANJT dengan kondisi sebelum melakukan Rencana Transaksi pemberian pinjaman
              oleh ANJT kepada ASK.
          2. Asumsi tingkat pertumbuhan pendapatan, beban, besarnya capex dan modal
              kerja berdasarkan proyeksi yang disampaikan oleh manajemen.
          3. Periode proyeksi dimulai dari tahun 2026 sampai dengan 2031.
          4. Pajak badan adalah 22% sesuai ketentuan yang berlaku.

        Berikut ini merupakan proyeksi laba rugi perusahaan untuk tahun 2026 hingga tahun
        2031 tanpa adanya Rencana Transaksi.

        Figur 39. Ringkasan Proyeksi Laba (Rugi) Tanpa Adanya Rencana Transaksi
                                                                      (dalam Jutaan Rupiah)
             Keterangan           2026          2027          2028          2029          2030          2031
         Pendapatan             4.813.274     5.242.354     5.416.212     5.589.844     5.772.148     5.959.214
         Beban Pokok
                               (2.530.328)   (2.640.765)   (2.682.952)   (2.724.884)   (2.782.319)   (2.828.045)
         Pendapatan
         Laba (Rugi) Kotor      2.282.946     2.601.589     2.733.260     2.864.960     2.989.830     3.131.168
         Beban Operasional      (316.342)     (331.389)     (347.153)     (363.668)     (380.972)     (399.101)
         Laba (Rugi) Usaha      1.966.604     2.270.201     2.386.107     2.501.291     2.608.857     2.732.067
         Pendapatan (Beban)
                                 (70.307)     (156.718)     (137.357)     (114.197)      (86.923)       (56.303)
         Lain-Lain
         Laba (Rugi) Sebelum
                                1.896.297     2.113.483     2.248.750     2.387.095     2.521.934     2.675.765
         Pajak
         Pajak Badan            (410.826)     (452.248)     (482.007)     (512.443)     (542.107)     (575.950)
         Laba (Rugi) Tahun
                                1.485.471     1.661.235     1.766.743     1.874.652     1.979.827     2.099.814
         Berjalan
        Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan ringkasan proyeksi laba (rugi) di atas, diketahui total pendapatan pada
        tahun 2026 sebesar Rp4.813.274 juta meningkat setiap tahunnya hingga mencapai
        sebesar Rp5.959.214 juta pada tahun 2031. ANJT mencatatkan laba bersih setelah pajak
        pada tahun 2026 sebesar Rp1.485.471 juta hingga sebesar Rp2.099.814 juta pada tahun
        2031.

        Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi

        Proyeksi posisi keuangan ANJT yang disajikan merupakan pelaporan keuangan ANJT atas
        aset, kewajiban, dan ekuitas. Berikut ini merupakan proyeksi laporan posisi keuangan
        perusahaan untuk tahun 2026 hingga 2031 tanpa adanya Rencana Transaksi.




                                                                                                 Halaman - 41
Page 56
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Figur 40. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi
                                                                      (dalam Jutaan Rupiah)
            Keterangan          2026         2027         2028         2029         2030          2031
         Aset Lancar           7.504.007    8.524.711    9.771.843   11.046.127   12.382.993    13.841.120
         Aset Tidak Lancar     3.512.979    3.468.034    3.239.159    2.989.630    2.711.428     2.347.415
         Total Aset           11.016.986   11.992.746   13.011.002   14.035.757   15.094.421    16.188.536
         Liabilitas Jangka
                               1.384.506    1.393.321    1.402.576    1.412.295    1.422.499     1.433.214
         Pendek
         Liabilitas Jangka
                               4.770.428    4.528.178    4.254.128    3.910.578    3.526.828     3.094.028
         Panjang
         Total Liabilitas      6.154.934    5.921.499    5.656.704    5.322.873    4.949.327     4.527.242
         Total Ekuitas         4.862.053    6.071.247    7.354.298    8.712.884   10.145.093    11.661.294
         Total Liabilitas
                              11.016.986   11.992.746   13.011.002   14.035.757   15.094.421    16.188.536
         Dan Ekuitas
        Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan figur di atas, diketahui total aset pada tahun 2026 sebesar Rp11.016.986
        juta hingga sebesar Rp16.188.536 juta pada tahun 2031. Total liabilitas pada tahun 2026
        sebesar Rp6.154.934 juta mengalami penurunan setiap tahunnya hingga sebesar
        Rp4.527.242 juta pada tahun 2031. Total ekuitas pada tahun 2026 sebesar Rp4.862.053
        juta meningkat setiap tahunnya hingga sebesar Rp11.661.294 juta pada tahun 2031.

        Ringkasan Proyeksi Arus Kas Tanpa Adanya Rencana Transaksi

        Proyeksi arus kas ANJT merupakan pelaporan keuangan ANJT atas arus kas dari aktivitas
        operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan perusahaan. Berikut ini
        merupakan proyeksi laporan arus kas perusahaan untuk tahun 2026 hingga 2031 tanpa
        adanya Rencana Transaksi.

        Figur 41. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Tanpa Adanya Rencana Transaksi
                                                                      (dalam Jutaan Rupiah)
            Keterangan           2026         2027         2028         2029         2030          2031
         Arus Kas Aktivitas
                               1.824.431    2.100.039    2.200.291    2.299.849    2.393.300     2.498.995
         Operasi
         Arus Kas Aktivitas
                               (163.373)    (273.199)    (105.176)    (101.224)      (90.088)      (22.693)
         Investasi
         Arus Kas Aktivitas
                               4.140.417    (851.008)    (895.100)    (973.812)   (1.018.291)   (1.072.717)
         Pendanaan
         Kenaikan
                               5.801.475      975.832    1.200.016    1.224.813    1.284.921     1.403.585
         (Penurunan) Kas
         Kas Awal Periode        253.319    6.054.794    7.030.626    8.230.642    9.455.454    10.740.375
         Kas Akhir Periode     6.054.794    7.030.626    8.230.642    9.455.454   10.740.375    12.143.960
        Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan proyeksi arus kas di atas, diketahui arus kas aktivitas operasi pada tahun
        2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp1.824.431 juta hingga sebesar
        Rp2.498.995 juta pada tahun 2031. Arus kas investasi pada tahun 2026 menunjukkan
        arus kas negatif sebesar minus Rp163.373 juta hingga sebesar minus Rp22.693 juta. Arus
        kas pendanaan pada tahun 2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp4.140.417 juta
        hingga menjadi sebesar minus Rp1.072.717 juta pada tahun 2031.



                                                                                            Halaman - 42
Page 57
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Analisis Rasio Keuangan tanpa Rencana Transaksi dapat dilihat pada Rasio keuangan
        ANJT sebagai berikut:

        Figur 42. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Adanya Rencana Transaksi
                Keterangan           2026        2027        2028        2029        2030        2031
         LIQUIDITY
         Current Ratio               542,00%     611,83%     696,71%     782,14%     870,51%     965,74%
         Cash Ratio                  437,33%     504,59%     586,82%     669,51%     755,04%     847,32%
         ACTIVITY
         Account Receivable
                                            37          35          36          37          37          38
         Turnover (days)
         SOLVABILITY
         Liability to Equity Ratio   126,59%      97,53%      76,92%      61,09%      48,79%      38,82%
         Liability to Assets Ratio    55,87%      49,38%      43,48%      37,92%      32,79%      27,97%
         PROFITABILITY
         Net Profit Margin            30,86%      31,69%      32,62%      33,54%      34,30%      35,24%
         Rate of Return on Assets     13,48%      13,85%      13,58%      13,36%      13,12%      12,97%
         Rate of Return on Equity     30,55%      27,36%      24,02%      21,52%      19,52%      18,01%


        Berdasarkan proyeksi rasio keuangan, ANJT diperkirakan mampu mempertahankan
        tingkat profitabilitas yang baik, tercermin dari net profit margin yang tetap kuat hingga
        akhir periode proyeksi. Selain itu, likuiditas perusahaan menunjukkan perbaikan yang
        ditandai dengan peningkatan cash ratio dan current ratio, sementara rasio solvabilitas
        yang menurun mengindikasikan berkurangnya ketergantungan perusahaan terhadap
        pendanaan berbasis utang.

        B. Analisis Proyeksi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi

        Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan dengan adanya Rencana
        Transaksi. Adapun asumsi penyusunan proyeksi adalah sebagai berikut:
          1. Tingkat bunga deposito adalah 3,75% dengan perhitungan bunga tahun berjalan
              dari saldo akhir tahun periode tahun sebelumnya. Pertimbangan ini dikarenakan
              tabungan deposito ini merupakan idle cash yang tidak mengganggu kegiatan
              operasional ANJT secara grup.
          2. Tingkat bunga yang diberikan kepada ASK adalah 8,5% yang merupakan tingkat
              bunga yang sama dengan beban keuangan yang diperoleh dari pihak perbankan.
          3. Pemberian pinjaman kepada ASK diasumsikan pada akhir Agustus sehingga
              pendapatan bunga pada periode berjalan adalah selama 4 bulan.
          4. Jangka waktu pinjaman mengacu pada ketentuan dalam Draft Perjanjian Fasilitas
              Pinjaman, dengan Tanggal Jatuh Tempo pada 30 Juni 2031.

        Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Dengan Adanya Rencana Transaksi

        Berikut ini merupakan proyeksi laba rugi ANJT untuk tahun 2026 hingga 2031 dengan
        adanya Rencana Transaksi.



                                                                                             Halaman - 43
Page 58
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Figur 43. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Dengan Adanya Rencana Transaksi
                                                                     (dalam Jutaan Rupiah)
             Keterangan             2026           2027           2028           2029           2030           2031
         Pendapatan               4.813.274       5.242.354      5.416.212     5.589.844      5.772.148      5.959.214
         Beban Pokok
                                 (2.530.328)    (2.640.765)    (2.682.952)    (2.724.884)    (2.782.319)    (2.828.045)
         Pendapatan
         Laba (Rugi) Kotor        2.282.946       2.601.589      2.733.260     2.864.960      2.989.830      3.131.168
         Beban Operasional        (316.342)       (331.389)      (347.153)      (363.668)      (380.972)     (399.101)
         Laba (Rugi) Usaha        1.966.604       2.270.201      2.386.107     2.501.291      2.608.857      2.732.067
         Pendapatan (Beban)
                                   (51.140)        (61.718)       (42.357)       (19.197)         8.077         (8.803)
         Lain-Lain
         Laba (Rugi) Sebelum
                                  1.915.464       2.208.483      2.343.750     2.482.095      2.616.934      2.723.265
         Pajak
         Pajak Badan              (413.701)       (425.076)      (425.076)      (425.076)      (425.076)     (417.951)
         Laba (Rugi) Tahun
                                  1.501.763       1.783.406      1.918.674     2.057.018      2.191.858      2.305.313
         Berjalan
        Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan ringkasan proyeksi laba (rugi) di atas, diketahui total pendapatan pada
        tahun 2026 sebesar Rp4.813.274 juta meningkat setiap tahunnya hingga mencapai
        sebesar Rp5.959.214 juta pada tahun 2031. ANJT mencatatkan laba bersih setelah pajak
        pada tahun 2026 sebesar Rp1.501.763 juta hingga sebesar Rp2.305.313 juta pada tahun
        2031.

        Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi

        Proyeksi posisi keuangan ANJT yang disajikan merupakan pelaporan keuangan ANJT atas
        aset, kewajiban dan ekuitas. Berikut ini merupakan proyeksi laporan posisi keuangan
        perusahaan untuk tahun 2026 hingga 2031 dengan adanya Rencana Transaksi.

        Figur 44. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi
                                                                     (dalam Jutaan Rupiah)
            Keterangan           2026            2027           2028           2029           2030           2031
         Aset Lancar            5.505.849       6.605.375      7.961.087      9.374.387     10.879.934     14.521.885
         Aset Tidak Lancar      5.512.979       5.468.034      5.239.159      4.989.630      4.711.428      2.347.415
         Total Aset            11.018.828      12.073.409     13.200.246     14.364.017     15.591.362     16.869.301
         Liabilitas Jangka
                                1.384.506       1.393.321      1.402.576      1.412.295      1.422.499      1.433.214
         Pendek
         Liabilitas Jangka
                                4.770.428       4.528.178      4.254.128      3.910.578      3.526.828      3.094.028
         Panjang
         Total Liabilitas       6.154.934       5.921.499      5.656.704      5.322.873      4.949.327      4.527.242
         Total Ekuitas          4.863.894       6.151.911      7.543.542      9.041.145     10.642.035     12.342.059
         Total Liabilitas
                               11.018.828      12.073.409     13.200.246     14.364.017     15.591.362     16.869.301
         Dan Ekuitas
        Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan figur di atas, diketahui total aset pada tahun 2026 sebesar Rp11.018.828
        juta hingga sebesar Rp16.869.301 juta pada tahun 2031. Total liabilitas pada tahun 2026
        sebesar Rp6.154.934 juta mengalami penurunan setiap tahunnya hingga sebesar
        Rp4.527.242 juta pada tahun 2031. Total ekuitas pada tahun 2026 sebesar Rp4.863.894
        juta meningkat setiap tahunnya hingga sebesar Rp12.342.059 juta pada tahun 2031.

                                                                                                       Halaman - 44
Page 59
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Ringkasan Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Rencana Transaksi

        Proyeksi arus kas ANJT merupakan pelaporan keuangan ANJT atas arus kas dari aktivitas
        operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan perusahaan. Berikut ini
        merupakan proyeksi laporan arus kas perusahaan untuk tahun 2026 hingga 2031 dengan
        adanya Rencana Transaksi.

        Figur 45. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Rencana Transaksi
                                                                      (dalam jutaan Rupiah)
            Keterangan                2026                2027             2028           2029          2030          2031
         Arus Kas Aktivitas
                                     1.821.556           2.127.211        2.257.221      2.387.215     2.510.331     2.656.993
         Operasi
         Arus Kas Aktivitas
                                     (163.373)           (273.199)        (105.176)      (101.224)      (90.088)      (22.693)
         Investasi
         Arus Kas Aktivitas
                                     2.145.134           (799.358)        (843.450)      (922.162)     (966.641)       953.108
         Pendanaan
         Kenaikan
                                     3.803.317           1.054.654        1.308.596      1.363.829     1.453.602     3.587.409
         (Penurunan) Kas
         Kas Awal Periode             253.319            4.056.636        5.111.289      6.419.886     7.783.714     9.237.317
         Kas Akhir Periode           4.056.636           5.111.289        6.419.886      7.783.714     9.237.317    12.824.726
        Sumber: Proyeksi Manajemen ANJT, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan proyeksi arus kas di atas, diketahui arus kas aktivitas operasi pada tahun
        2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp1.821.556 juta hingga sebesar
        Rp2.656.993 juta pada tahun 2031. Arus kas investasi pada tahun 2026 menunjukkan
        arus kas negatif sebesar minus Rp163.373 juta hingga sebesar minus Rp22.693 juta. Arus
        kas pendanaan pada tahun 2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp2.145.134 juta
        hingga menjadi sebesar Rp953.108 juta pada tahun 2031.

        Analisis Rasio Keuangan dengan Rencana Transaksi dapat dilihat pada Rasio keuangan
        ANJT sebagai berikut:

        Figur 46. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Adanya Rencana Transaksi
                Keterangan                   2026            2027            2028          2029        2030         2031
         LIQUIDITY
         Current Ratio                    397,68%           474,07%         567,60%       663,77%      764,85%     1013,24%
         Cash Ratio                       293,00%           366,84%         457,72%       551,14%      649,37%      894,82%
         ACTIVITY
         Account Receivable
                                                    37               35             36            37          37           38
         Turnover (days)
         SOLVABILITY
         Liability to Equity Ratio        126,54%             96,25%         74,99%        58,87%       46,51%       36,68%
         Liability to Assets Ratio           55,86%           49,05%         42,85%        37,06%       31,74%       26,84%
         PROFITABILITY
         Net Profit Margin                   31,20%           34,02%         35,42%        36,80%       37,97%       38,68%
         Rate of Return on Assets            13,63%           14,77%         14,54%        14,32%       14,06%       13,67%
         Rate of Return on Equity            30,88%           28,99%         25,43%        22,75%       20,60%       18,68%


        Berdasarkan proyeksi rasio keuangan di atas, ANJT mampu mempertahankan tingkat
        profitabilitas yang baik dengan net profit yang stabil. Dari sisi likuiditas, cash ratio dan

                                                                                                               Halaman - 45
Page 60
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        current ratio juga menunjukkan tren peningkatan, yang mencerminkan kemampuan
        perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek semakin baik. Sementara itu,
        rasio solvabilitas mengalami penurunan, sehingga menunjukkan struktur permodalan
        perusahaan yang semakin sehat.


3.2.4   Analisis Inkremental

        Analisis nilai tambah atau inkremental dilakukan dengan mengurangkan proyeksi
        dengan adanya Rencana Transaksi dengan proyeksi tanpa adanya Rencana Transaksi.
        Berikut adalah nilai tambah untuk posisi keuangan, laba (rugi) dan arus kas:

        Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Angka

        Figur 47. Nilai Tambah Posisi Keuangan
                                                                                        (dalam jutaan Rupiah)
                            Uraian               2026          2027          2028           2029          2030        2031
            Aset Lancar
                  Kas dan Bank                (1.998.158)   (1.919.337)   (1.810.756)    (1.671.740)   (1.503.059)   680.765
                  Piutang Usaha
                  Persediaan
                  Aset Biologis
                  Aset Lancar Lain-lain
            Total Aset Lancar                 (1.998.158)   (1.919.337)   (1.810.756)    (1.671.740)   (1.503.059)   680.765


            Aset Tidak Lancar
                  Aset Tetap
                Piutang Pihak Berelasi         2.000.000     2.000.000     2.000.000      2.000.000     2.000.000            -
                Aset Tidak Lancar Lain-
                lain
            Total Aset Tidak Lancar            2.000.000     2.000.000     2.000.000      2.000.000     2.000.000            -
        Total Aset                                 1.842        80.663       189.244        328.260       496.941    680.765


            Liabilitas Jangka Pendek
                Utang Usaha
                Utang Bank Jangka
                Pendek
                Liabilitas Jangka Pendek
                Lain-lain
            Total Liabilitas Jangka Pendek


            Liabilitas Jangka Panjang
                 Utang Bank Jangka
                 Panjang
                 Liabilitas Jangka Panjang
                 Lain-lain
            Total Liabilitas Jangka Panjang
        Total Liabilitas




                                                                                                   Halaman - 46
Page 61
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


                              Uraian             2026          2027            2028               2029          2030           2031
        Ekuitas
            Modal Saham
            Tambahan Modal Disetor
            Komponen Ekuitas Lainnya
            Laba Ditahan                           1.842         80.663        189.244            328.260       496.941       680.765
        Total Ekuitas                              1.842         80.663        189.244            328.260       496.941       680.765
        Total Liabilitas dan Ekuitas               1.842         80.663        189.244            328.260       496.941       680.765
        Sumber: Proyeksi manajemen, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan hasil nilai tambah di atas, total aset dengan adanya Rencana Transaksi
        menunjukkan nilai tambah secara kumulatif sebesar Rp1.777.716 juta selama periode
        2026 hingga 2031, dengan nilai tambah pada tahun 2031 sebesar Rp680.765 juta.

        Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Angka

        Figur 48. Nilai Tambah Laba (Rugi)
                                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                        Uraian                    2026        2027          2028        2029         2030        2031
         Pendapatan                                     -           -            -            -           -           -
         Beban Pokok Pendapatan                         -           -            -            -           -           -
         Laba (Rugi) Kotor                              -           -            -            -           -           -
         Beban Operasional                              -           -            -            -           -           -
         Laba (Rugi) Usaha                              -           -            -            -           -           -
         Pendapatan (Beban) Lain-Lain             19.167       95.000       95.000       95.000      95.000     47.500
         Laba (Rugi) Sebelum Pajak                19.167       95.000       95.000       95.000      95.000     47.500
         Pajak Badan                              (2.875)    (14.250)     (14.250)     (14.250)    (14.250)     (7.125)
         Laba (Rugi) Tahun Berjalan               16.292       80.750       80.750       80.750      80.750     40.375
        Sumber: Proyeksi Manajemen, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan nilai tambah laba (rugi) di atas, diketahui bahwa laba setelah pajak dengan
        adanya Rencana Transaksi pada tahun 2026 hingga 2031, nilai tambah secara kumulatif
        selama periode proyeksi sebesar Rp379.667 juta.

        Nilai Tambah Arus Kas dalam Angka

        Figur 49. Nilai Tambah Arus Kas
                                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
            Keterangan             2026          2027          2028             2029              2030           2031
         Arus Kas Aktivitas
                                             -           -              -                -                  -             -
         Operasi
         Arus Kas Aktivitas
                                             -           -              -                -                  -             -
         Investasi
         Arus Kas Aktivitas
                                        4.717     51.650         51.650             51.650         51.650         25.825
         Pendanaan
         Kenaikan
                                       (2.875)    27.172         56.931             87.366        117.031        157.999
         (Penurunan) Kas
         Kas Awal Periode        (1.998.158)      78.822        108.581            139.016        168.681       2.183.824
         Kas Akhir Periode       (2.001.033)     105.993        165.511            226.383        285.712       2.341.823
        Sumber: Proyeksi Manajemen, diolah oleh TOPAZ


                                                                                                         Halaman - 47
Page 62
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Berdasarkan hasil nilai tambah arus kas di atas, diketahui level kas akhir pada tahun 2026
        sampai dengan 2031, nilai tambah secara kumulatif selama periode proyeksi sebesar
        Rp1.124.389 juta.

        Analisis nilai tambah atau inkremental dalam persentase dilakukan dengan
        mengurangkan proyeksi dengan adanya Rencana Transaksi dengan proyeksi tanpa
        adanya Rencana Transaksi kemudian hasil pengurangan ini dibagi dengan proyeksi
        dengan adanya Rencana Transaksi. Berikut adalah nilai tambah yang dinyatakan dalam
        persentase untuk posisi keuangan, laba (rugi), dan arus kas.

        Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Persentase

        Figur 50. Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Persentase
                            Uraian             2026        2027        2028       2029       2030       2031
            Aset Lancar
                  Kas dan Bank                -33,00%     -27,30%     -22,00%     -17,68%    -13,99%    5,61%
                  Piutang Usaha                       -           -           -          -          -       -
                  Persediaan                          -           -           -          -          -       -
                  Aset Biologis                       -           -           -          -          -       -
                  Aset Lancar Lain-lain               -           -           -          -          -       -
            Total Aset Lancar                 -26,63%     -22,51%     -18,53%     -15,13%    -12,14%    4,92%


            Aset Tidak Lancar
                  Aset Tetap                          -           -           -          -          -       -
                Piutang Pihak Berelasi                -           -           -          -          -       -
                Aset Tidak Lancar Lain-
                                                      -           -           -          -          -       -
                lain
            Total Aset Tidak Lancar           56,93%      57,67%      61,74%      66,90%     73,76%     0,00%
        Total Aset                             0,02%       0,67%       1,45%       2,34%      3,29%     4,21%


            Liabilitas Jangka Pendek
                Utang Usaha                           -           -           -          -          -       -
                Utang Bank Jangka
                                                      -           -           -          -          -       -
                Pendek
                Liabilitas Jangka Pendek
                                                      -           -           -          -          -       -
                Lain-lain
            Total Liabilitas Jangka Pendek                        -           -          -          -       -


            Liabilitas Jangka Panjang
                 Utang Bank Jangka
                                                      -           -           -          -          -       -
                 Panjang
                 Liabilitas Jangka Panjang
                                                      -           -           -          -          -       -
                 Lain-lain
            Total Liabilitas Jangka Panjang                       -           -          -          -       -
        Total Liabilitas                                                      -          -          -       -


        Ekuitas
            Modal Saham                               -           -           -          -          -       -
            Tambahan Modal Disetor                    -           -           -          -          -       -


                                                                                                 Halaman - 48
Page 63
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


                              Uraian            2026           2027        2028           2029            2030         2031
            Komponen Ekuitas Lainnya                   -              -           -                 -              -       -
            Laba Ditahan                        0,05%          1,56%       2,93%             4,20%         5,37%       6,33%
        Total Ekuitas                           0,04%          1,33%       2,57%             3,77%         4,90%       5,84%
        Total Liabilitas dan Ekuitas            0,02%          0,67%       1,45%             2,34%         3,29%       4,21%
        Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ

        Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Persentase

        Figur 51. Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Persentase
                        Uraian                    2026           2027          2028          2029         2030          2031
         Pendapatan                                     -             -             -             -             -            -
         Beban Pokok Pendapatan                         -             -             -             -             -            -
         Laba (Rugi) Kotor                              -             -             -             -             -            -
         Beban Operasional                              -             -             -             -             -            -
         Laba (Rugi) Usaha                              -             -             -             -             -            -
         Pendapatan (Beban) Lain-Lain                   -             -             -             -             -            -
         Laba (Rugi) Sebelum Pajak                 1,01%         4,49%         4,22%         3,98%         3,77%        1,78%
         Pajak Badan                               0,70%         3,15%         2,96%         2,78%         2,63%        1,24%
         Laba (Rugi) Tahun Berjalan                1,10%         4,86%         4,57%         4,31%         4,08%        1,92%
        Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ

        Nilai Tambah Arus Kas dalam Persentase

        Figur 52. Nilai Tambah Arus Kas dalam Persentase
            Keterangan             2026         2027              2028                2029              2030            2031
         Arus Kas Aktivitas
                                            -              -               -                  -                -                 -
         Operasi
         Arus Kas Aktivitas
                                            -              -               -                  -                -                 -
         Investasi
         Arus Kas Aktivitas
                                       0,11%      -6,07%              -5,77%           -5,30%            -5,07%          -2,41%
         Pendanaan
         Kenaikan
                                       -0,05%     2,78%               4,74%             7,13%            9,11%           11,26%
         (Penurunan) Kas
         Kas Awal Periode          -788,79%       1,30%               1,54%             1,69%            1,78%           20,33%
         Kas Akhir Periode          -33,05%       1,51%               2,01%             2,39%            2,66%           19,28%
        Sumber: Laporan Keuangan ANJT, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan hasil nilai tambah dalam persentase di atas diketahui bahwa:
         1. Aset pada tahun 2031 dengan adanya Rencana Transaksi bertambah 4,21%
            dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi.
         2. Laba setelah pajak pada tahun 2031 dengan adanya Rencana Transaksi bertambah
            sebesar 1,92% dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi.
         3. Kas akhir pada tahun 2031 dengan adanya Rencana Transaksi bertambah 19,28%
            dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi.




                                                                                                               Halaman - 49
Page 64
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


3.2.5   Analisis Sensitivitas

        Analisis sensitivitas dilakukan terhadap proyeksi keuangan ANJT dengan
        mempertimbangkan Rencana Transaksi berupa pemberian pinjaman kepada ASK
        sebesar Rp2.000.000 juta dengan tingkat bunga sebesar 8,5% per tahun. Tingkat bunga
        tersebut dipertimbangkan dengan mengacu pada tingkat bunga pinjaman perbankan
        yang menjadi alternatif sumber pendanaan bagi ASK. Selanjutnya, analisis sensitivitas
        dilakukan dengan skenario penurunan pendapatan dan beban keuangan masing-masing
        sebesar 10% dan 20% dari kondisi normal. Analisis tersebut dilakukan untuk melihat
        dampak perubahan pendapatan dan beban keuangan terhadap Net Profit Margin, Cash
        Ratio, Current Ratio, dan Debt to Equity Ratio ANJT selama periode proyeksi tahun 2026
        sampai tahun 2031.

        Berikut adalah analisis sensitivitas terhadap perubahan pendapatan dan beban
        keuangan pada proyeksi dengan adanya rencana transaksi:

        Figur 53. Analisis Sensitivitas
                Normal            2026      2027       2028      2029      2030        2031
         Net Profit Margin        31,20%    34,02%     35,42%    36,80%    37,97%       38,68%
         Cash Ratio                  2,93     3,67        4,58     5,51      6,49         8,95
         Current Ratio               3,98     4,74        5,68     6,64      7,65        10,13
         Debt to Equity Ratio    115,37%    87,28%     67,55%    52,56%    41,04%       31,88%


              Turun 10%           2026      2027       2028      2029      2030        2031
         Net Profit Margin        31,10%    33,74%     35,16%    36,54%    37,72%       38,56%
         Cash Ratio                  2,93     3,66        4,56     5,49      6,46         8,91
         Current Ratio               3,97     4,73        5,66     6,61      7,62        10,10
         Debt to Equity Ratio    115,45%    87,47%     67,76%    52,75%    41,21%       32,01%


              Turun 20%           2026      2027       2028      2029      2030        2031
         Net Profit Margin        31,00%    33,47%     34,89%    36,28%    37,47%       38,44%
         Cash Ratio                  2,93     3,65        4,54     5,46      6,43         8,88
         Current Ratio               3,97     4,72        5,64     6,59      7,59        10,06
         Debt to Equity Ratio    115,53%    87,66%     67,97%    52,95%    41,39%       32,14%
        Sumber: Proyeksi Manajemen, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, penurunan pendapatan dan beban keuangan
        sebesar 10% dan 20% dari kondisi normal memberi dampak pada rasio inkremental.
        Sebaliknya, apabila tingkat bunga pinjaman perbankan semakin mendekati tingkat
        bunga pembiayaan dari ANJT sebesar 8,5%, maka selisih rasio inkremental akan semakin
        kecil.




                                                                                    Halaman - 50
Page 65
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


3.2.6   Analisis Kemampuan ASK dalam mengembalikan Pinjaman

        A. Asumsi Proyeksi Keuangan

        Berdasarkan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen, analisis kemampuan
        ASK dalam mengembalikan pinjaman dilakukan dengan mempertimbangkan asumsi-
        asumsi terkait dengan pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK sebagai berikut:
        1. Tingkat bunga deposito adalah 3,75% dengan perhitungan bunga tahun berjalan
            dari saldo akhir tahun periode tahun sebelumnya. Pertimbangan ini dikarenakan
            tabungan deposito ini merupakan idle cash yang tidak mengganggu kegiatan
            operasional ANJT secara grup.
        2. Tingkat bunga yang diberikan kepada ASK adalah 8,5% yang merupakan tingkat
            bunga yang sama dengan beban keuangan yang diperoleh dari pihak perbankan.
        3. Pemberian pinjaman kepada ASK diasumsikan pada akhir Agustus sehingga
            pendapatan bunga pada periode berjalan adalah selama 4 bulan.
        4. Jangka waktu pinjaman mengacu pada ketentuan dalam Draft Perjanjian Fasilitas
            Pinjaman, dengan Tanggal Jatuh Tempo pada 30 Juni 2031.

        Ringkasan Proyeksi Laba Rugi ASK

        Berikut merupakan proyeksi laba rugi ASK untuk periode tahun 2026 hingga 2031 yang
        diperoleh dari manajemen.

        Figur 54. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi ASK
                                                                                  (dalam Jutaan Rupiah)
             Keterangan           2026           2027           2028           2029           2030           2031
         Pendapatan             26.021.492     27.200.825     28.439.125     29.739.340     31.104.566     32.538.053
         Beban Pokok
                               (22.957.616)   (24.090.735)   (25.280.510)   (26.529.773)   (27.841.500)   (29.218.813)
         Pendapatan
         Laba (Rugi) Kotor       3.063.876      3.110.091      3.158.616      3.209.567      3.263.066      3.319.240
         Beban Operasional      (1.110.511)    (1.132.721)    (1.155.375)    (1.178.483)    (1.202.053)    (1.226.094)
         Laba (Rugi) Usaha       1.953.365      1.977.370      2.003.240      2.031.084      2.061.014      2.093.147
         Pendapatan (Beban)
                                    23.401        (68.297)       (53.559)       (29.950)         1.731        106.486
         Lain-Lain
         Laba (Rugi) Sebelum
                                 1.976.766      1.909.073      1.949.682      2.001.134      2.062.745      2.199.632
         Pajak
         Pajak Badan             (434.889)      (419.996)      (428.930)      (440.250)      (453.804)       (483.919)
         Laba (Rugi) Tahun
                                 1.541.878      1.489.077      1.520.752      1.560.885      1.608.941      1.715.713
         Berjalan
        Sumber: Proyeksi Manajemen ASK, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan ringkasan proyeksi laba (rugi) di atas, pendapatan ASK diproyeksikan
        meningkat dari sebesar Rp26.021.492 juta pada tahun 2026 menjadi sebesar
        Rp32.538.053 juta pada tahun 2031. Selain itu, ASK diproyeksikan mencatat laba tahun
        berjalan sebesar Rp1.541.878 juta pada tahun 2026 dan meningkat menjadi sebesar
        Rp1.715.713 juta pada tahun 2031.




                                                                                              Halaman - 51
Page 66
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Ringkasan Proyeksi Arus Kas ASK

        Proyeksi arus kas ASK menggambarkan arus kas yang berasal dari aktivitas operasi,
        aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan selama periode proyeksi tahun 2026 hingga
        2031. Berikut merupakan ringkasan proyeksi arus kas ASK yang diperoleh dari
        manajemen.

        Figur 55. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Dengan Adanya Rencana Transaksi
                                                                      (dalam jutaan Rupiah)
            Keterangan         2026        2027        2028        2029         2030          2031
         Arus Kas Aktivitas
                              1.784.395   1.828.611   1.850.972   1.873.030    1.895.049     1.902.823
         Operasi
         Arus Kas Aktivitas
                               (12.055)    (12.296)    (12.542)    (12.793)     (13.049)      (13.310)
         Investasi
         Arus Kas Aktivitas
                              1.367.403   (771.923)   (890.225)   (982.265)   (1.068.682)   (2.599.714)
         Pendanaan
         Kenaikan
                              3.139.744   1.044.391    948.205     877.971       813.318     (710.201)
         (Penurunan) Kas
         Kas Awal Periode     2.536.165   5.675.908   6.720.300   7.668.504    8.546.476     9.359.793
         Kas Akhir Periode    5.675.908   6.720.300   7.668.504   8.546.476    9.359.793     8.649.593
        Sumber: Proyeksi Manajemen ASK, diolah oleh TOPAZ

        Berdasarkan proyeksi arus kas di atas, diketahui arus kas aktivitas operasi pada tahun
        2026 menunjukkan arus kas positif sebesar Rp1.784.395 juta pada tahun 2026 dan
        meningkat menjadi Rp1.902.823 juta pada tahun 2031. Arus kas dari aktivitas investasi
        diproyeksikan negatif, masing-masing sebesar Rp12.055 juta pada tahun 2026 hingga
        Rp13.310 juta pada tahun 2031. Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan
        diproyeksikan sebesar Rp1.367.403 juta pada tahun 2026 dan selanjutnya negatif hingga
        mencapai Rp2.599.714 juta pada tahun 2031.

        Meskipun demikian, ASK diproyeksikan memiliki saldo kas akhir periode yang positif
        selama periode proyeksi, yaitu sebesar Rp5.675.908 juta pada tahun 2026 dan mencapai
        Rp9.359.793 juta pada tahun 2030, sebelum menjadi Rp8.649.593 juta pada tahun 2031.
        Saldo kas tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam
        menganalisis kemampuan ASK untuk memenuhi kewajiban pengembalian pinjaman
        kepada ANJT.


3.2.7   Proforma Laporan Keuangan

        Proforma laporan keuangan adalah proforma Posisi Keuangan, Laba (Rugi) dan Arus Kas
        ANJT dengan adanya Rencana Transaksi yang memberikan gambaran dampak keuangan
        atas Rencana Transaksi atas laporan keuangan limited review ANJT per 30 Juni 2026.
        Asumsi dalam penyusunan proforma adalah sebagai berikut:

        1. ANJT akan memperoleh pinjaman dari perbankan sebesar Rp4.845.000 juta, dan
           dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan terkait modal kerja dan kegiatan
           perusahaan. Tingkat bunga pinjaman adalah 8,5%.
        2. ANJT akan memberikan pinjaman kepada pihak berelasi yakni ASK sebesar
           Rp2.000.000 juta dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 8,5% per tahun.


                                                                                       Halaman - 52
Page 67
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        3. Dalam penyusunan proforma laporan keuangan, tidak diperhitungkan adanya biaya
           tambahan yang material terkait pelaksanaan Rencana Transaksi.
        4. Pendapatan bunga pinjaman kepada ASK diasumsikan dikenakan pajak sebesar 15%.
        5. Pendapatan bunga per tahun 2026 diasumsikan selama 5 bulan.
        6. Jangka waktu pembayaran pinjaman adalah 30 Juni 2031.

        Berdasarkan asumsi tersebut, Proforma Laporan Keuangan dilakukan dengan Rencana
        Transaksi adalah sebagai berikut:

        Proforma Laporan Posisi Keuangan

        Figur 56. Proforma Laporan Posisi Keuangan
                                                                               (dalam Jutaan Rupiah)
                                                          30 Juni 2026                 30 Juni 2026
                          Keterangan                                     Penyesuaian
                                                        Limited Review                  Proforma
         ASET
         Aset Lancar
         Kas dan setara kas                                  1.604.370     2.905.208       4.509.579
         Piutang usaha
          Pihak ketiga                                           9.906                        9.906
          Pihak berelasi                                       620.125                      620.125
         Persediaan                                            347.931                      347.931
         Aset biologis                                         152.307                      152.307
         Pajak dibayar dimuka                                  504.990                      504.990
         Aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual           32.870                       32.870
         Aset lancar lainnya                                    27.420                       27.420
         Total Aset Lancar                                   3.299.920     2.905.208      6.205.128

         Aset Tidak Lancar
         Aset tetap                                          3.396.090                    3.396.090
         Goodwill                                               78.189                       78.189
         Piutang plasma                                         52.383                       52.383
         Klaim atas pengembalian pajak                         199.186                      199.186
         Aset pajak tangguhan                                   12.497                       12.497
         Pinjaman ke Pihak Berelasi                                        2.000.000      2.000.000
         Aset tidak lancar lain-lain                            13.607                       13.607
         Total Aset Tidak Lancar                             3.751.952     2.000.000      5.751.952
         TOTAL ASET                                          7.051.872     4.905.208     11.957.080


         LIABILITAS & EKUITAS
         LIABILITAS
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang bank jangka pendek                             739.455                       739.455
         Utang usaha                                          301.292                       301.292
         Utang pajak                                           51.489                        51.489
         Beban akrual                                          82.836                        82.836
         Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
                                                                34.750                        34.750
         dalam satu tahun
         Liabilitas yang secara langsung berhubungan
                                                                51.324                        51.324
         dengan aset dimiliki untuk dijual
         Liabilitas jangka pendek lainnya                       63.635                       63.635
         Total Liabilitas Jangka Pendek                      1.324.781                    1.324.781




                                                                                        Halaman - 53
Page 68
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


                                                            30 Juni 2026                  30 Juni 2026
                          Keterangan                                        Penyesuaian
                                                          Limited Review                   Proforma
          Liabilitas Jangka Panjang
          Utang bank jangka panjang - setelah dikurangi
                                                               1.320.500      4.845.000       6.165.500
         bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
          Liabilitas pajak tangguhan                              99.098                        99.098
          Kewajiban imbalan kerja                                 47.593                        47.593
          Total Liabilitas Jangka Panjang                      1.467.191      4.845.000      6.312.191
          TOTAL LIABILITAS                                     2.791.972      4.845.000      7.636.972
          EKUITAS
          Modal saham                                            335.418                        335.418
          Tambahan modal disetor                               1.252.140                      1.252.140
          Komponen ekuitas lainnya                                (1.386)                        (1.386)
          Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
                                                               (493.544)                      (493.544)
         dalam mata uang asing
          Saldo laba
           Ditentukan penggunaannya                              107.355                        107.355
           Tidak ditentukan penggunaannya                      3.051.834         60.208       3.112.042
          Ekuitas diatribusikan kepada pemilik entitas
                                                               4.251.817         60.208       4.312.025
         induk
          Kepentingan non-pengendali                               8.083                         8.083
          TOTAL EKUITAS                                        4.259.900                     4.320.108
          TOTAL LIABILITAS & EKUITAS                           7.051.872      4.905.208     11.957.080
        Sumber: Laporan Proforma ANJT per 30 Juni 2026

        Berdasarkan jumlah aset yang didapatkan dari laporan keuangan limited review per 30
        Juni 2026 adalah sebesar Rp7.051.872 juta dan terdapat penyesuaian sebesar
        Rp4.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma jumlah aset per 30 Juni 2026
        sebesar Rp11.957.080 juta (Sebelas Triliun Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Miliar
        Delapan Puluh Juta Rupiah).

        Proforma Laporan Laba (Rugi)

        Figur 57. Proforma Laporan Laba (Rugi)
                                                                                  (dalam Jutaan Rupiah)
                                                            30 Juni 2026                  30 Juni 2026
                          Keterangan                                        Penyesuaian
                                                          Limited Review                   Proforma
         PENDAPATAN DARI KONTRAK PELANGGAN
         Minyak sawit mentah                                   2.045.519                      2.045.519
         Inti sawit                                              296.561                        296.561
         Tandan buah segar (TBS)                                   3.526                          3.526
         Minyak inti sawit
         Edamame
         Tepung sagu
         Cangkang sawit
         Sertifikat RSPO (palm e-trace)
         Lain-lain
         Pendapatan konsesi jasa
         Total Pendapatan                                      2.345.605                      2.345.605

         BEBAN POKOK PENDAPATAN
         Biaya produksi minyak kelapa sawit
          Biaya perawatan tanaman menghasilkan                 (164.148)                      (164.148)



                                                                                           Halaman - 54
Page 69
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


                                                        30 Juni 2026                    30 Juni 2026
                          Keterangan                                     Penyesuaian
                                                      Limited Review                     Proforma
          Biaya pengolahan dan biaya tidak langsung          (151.756)                       (151.756)
          Biaya panen                                         (98.698)                        (98.698)
          Penyusutan aset tetap                               (64.359)                        (64.359)
          Penyusutan tanaman menghasilkan                     (57.554)                        (57.554)
          Pembelian TBS                                    (1.073.636)                     (1.073.636)
         Total biaya produksi minyak kelapa sawit         (1.610.151)                     (1.610.151)

          Barang jadi:
           Saldo awal periode/tahun Produk kelapa
                                                            (293.583)                       (293.583)
         sawit
           Pembelian CPO
           Edamame
           Tepung sagu
           Lain-lain
           Beban konsesi jasa
           Reklasifikasi
           Divestasi
           Penurunan nilai persediaan
           Penyesuaian selisih kurs penjabaran
           Saldo akhir periode/tahun Produk kelapa
                                                             257.930                          257.930
         sawit
          Total Beban Pokok Pendapatan                    (1.645.804)                     (1.645.804)

         LABA (RUGI) BRUTO                                   699.802                         699.802

         Keuntungan atas perubahan nilai wajar aset
         biologis
         Pendapatan dividen
         Laba (Rugi) Kurs mata uang asing
         Beban penjualan                                     (80.080)                        (80.080)
         Beban karyawan
         Beban umum & administrasi                           (11.903)                        (11.903)
         Rugi penurunan nilai aset tetap
         Pendapatan operasi lain                              18.129                          18.129
         Beban operasi lain                                   (6.985)                         (6.985)
         LABA (RUGI) USAHA                                   618.963                         618.963

         Laba (Rugi) atas pelepasan investasi
                                                                6.663                           6.663
         penyertaan saham
         Pendapatan keuangan                                                  70.833           70.833
         Biaya keuangan, bersih                              (40.420)                        (40.420)
         LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
                                                             585.206          70.833         656.040
         DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN
         Beban pajak penghasilan                            (119.350)        (10.625)       (129.975)
         LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
         PENGHASILAN DARI OPERASI YANG                       465.856          60.208         526.064
         DILANJUTKAN

         OPERASI YANG DIHENTIKAN
         Rugi setelah beban pajak penghasilan dari
                                                              (5.012)                          (5.012)
         operasi yang dihentikan
         LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                          460.844          60.208         521.052
        Sumber: Laporan Proforma ANJT per 30 Juni 2026


                                                                                         Halaman - 55
Page 70
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Berdasarkan jumlah laba yang didapatkan dari laporan keuangan limited review per 30
        Juni 2026 adalah sebesar Rp460.844 juta dan terdapat penyesuaian sebesar Rp60.208
        juta, sehingga didapatkan hasil proforma jumlah laba per 30 Juni 2026 sebesar
        Rp521.052 juta (Lima Ratus Dua Puluh Satu Miliar Lima Puluh Dua Juta Rupiah).

        Proforma Laporan Arus Kas

        Figur 58. Proforma Laporan Arus Kas
                                                                               (dalam Jutaan Rupiah)
                                                         30 Juni 2026                  30 Juni 2026
                          Keterangan                                     Penyesuaian
                                                        Limited Review                  Proforma
         ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
         Penerimaan kas dari pelanggan                       2.177.047                     2.177.047
         Pembayaran kepada pemasok dan karyawan            (1.644.612)                   (1.644.612)
         Kas yang dihasilkan dari kegiatan usaha              532.435                       532.435
         Penerimaan bunga                                       26.221        60.208          86.430
         Penerimaan dari pengembalian pajak
         penghasilan
         Penerimaan dari pengembalian PPN                       28.712                        28.712
         Pembayaran imbalan kerja & kontribusi ke
         dana pensiun
         Pembayaran untuk aktivitas operasi lain-lain
         Pembayaran pajak penghasilan                        (126.943)                     (126.943)
         KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS
                                                              460.425         60.208        520.633
         OPERASI


         ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
         Penerimaan dividen kas
         Penerimaan dari penjualan aset tetap
         Penerimaan dari penjualan investasi
                                                                42.000                        42.000
         penyertaan saham dan pada efek ekuitas
         Perolehan aset tak berwujud
         Perolehan aset tetap                                (106.092)                     (106.092)
         Perolehan tanaman produktif                          (68.302)                      (68.302)
          Pengurangan uang muka
          Penerimaan dari pelepasan kepemilikan
         entitas anak
          Perolehan aset tidak lancar lain-lain               (26.092)                      (26.092)
          KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS
                                                             (158.486)                     (158.486)
         INVESTASI


         ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
         Pembayaran beban bunga pinjaman                      (66.641)                      (66.641)
         Pembayaran liabilitas sewa
         Pembayaran dividen kas
         Pelepasan saham tresuri
         Pembayaran biaya perolehan pinjaman
         ditangguhkan
         Penerimaan utang bank jangka pendek
         Pembayaran utang bank jangka pendek                 (238.947)                     (238.947)



                                                                                        Halaman - 56
Page 71
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


                                                     30 Juni 2026                        30 Juni 2026
                           Keterangan                                    Penyesuaian
                                                    Limited Review                        Proforma
         Penerimaan utang bank jangka panjang            1.390.000         4.845.000         6.235.000
         Pemberian Loan Receivables                                       (2.000.000)      (2.000.000)
         Pembayaran utang bank jangka panjang             (34.750)                            (34.750)
         KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS
                                                         1.049.661         2.845.000        3.894.661
         PENDANAAN


         KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS & SETARA KAS           1.351.601         2.905.208        4.256.809


         PENURUNAN NETO KAS & SETARA KAS DARI
                                                               (549)                             (549)
         OPERASI YANG DIHENTIKAN


         KAS & SETARA KAS AWAL PERIODE                    253.319                             253.319
         KAS & SETARA KAS AKHIR PERIODE                  1.604.370         2.905.208        4.509.579
        Sumber: Laporan Proforma ANJT per 30 Juni 2026

        Berdasarkan laporan keuangan limited review per 30 Juni 2026, kas dan setara kas pada
        akhir periode adalah sebesar Rp1.604.370 juta dan terdapat penyesuaian sebesar
        Rp2.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma kas dan setara kas pada akhir
        periode sebesar Rp4.509.579 juta (Empat Triliun Lima Ratus Sembilan Miliar Lima Ratus
        Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah).


3.2.8   Analisis Kewajaran Tingkat Bunga

        Metode yang digunakan dalam menentukan tingkat bunga yaitu dengan melakukan
        regresi terhadap 8 (delapan) perusahaan sesuai dengan screening perusahaan terhadap
        kesamaan bidang industri, Debt to Equity Ratio (DER), dan Net Income Margin (NIM).
        Adapun yang menjadi variabel adalah tingkat bunga per tahun. ASK merupakan acuan
        dalam melakukan perbandingan karena sebagai penerima pinjaman dari ANJT. Berikut
        adalah data rasio pembanding menggunakan data per 30 Juni 2026.

        Figur 59. Data Tingkat Bunga Pinjaman dan Rasio Keuangan Perusahaan Pembanding
                                                          Rata-rata
                     Perusahaan Pembanding                                   DER (%)       NIM (%)
                                                       Tingkat Bunga
         PT Teladan Prima Agro Tbk                               7,60%          21,33%         26,87%
         PT Eagle High Plantations Tbk                           9,00%         153,39%          7,18%
         PT FAP Agri Tbk                                         8,25%         113,77%         19,99%
         PT Jaya Agra Wattie Tbk                                 7,80%         171,51%          7,84%
         PT Prime Agri Resources Tbk                             7,70%          22,09%         19,87%
         PT AEP Pinago Plantations Tbk                           8,25%          18,70%         21,97%
         PT Tunas Baru Lampung Tbk                               8,10%         197,40%          2,79%
         PT Cisadane Sawit Raya Tbk                              8,38%          46,96%          6,96%
        Sumber: S&P Capital IQ diolah oleh TOPAZ




                                                                                          Halaman - 57
Page 72
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


        Berikut adalah hasil regresi untuk penentuan tingkat bunga:

        Figur 60. Hasil Regresi Perusahaan Pembanding
                        Deskripsi                Coefficients           Standard Error
         Intercept                                      0,100174722                0,01589589
         X Variable 1                                   -0,004871951               0,00647509
         X Variable 2                                   -0,004687697               0,00608557
         X Variable 3                                   -0,023564081             0,106795169
         X Variable 4                                   -0,120404882             0,154788624
         X Variable 5                                   0,062929314              0,026850774


        Berdasarkan hasil regresi 8 perusahaan pembanding terhadap 5 variabel, diperoleh
        besarnya tingkat bunga untuk ASK adalah 8,52%.

        Figur 61. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
           Tingkat Suku Bunga Pinjaman     Tingkat Suku Bunga Regresi        Selisih
                         8,50%                       8,52%                   0,02%


        Berdasarkan draft perjanjian fasilitas pinjaman diketahui bahwa tingkat suku bunga
        pinjaman ASK adalah 8,50%, dengan demikian lebih rendah sebesar 0,02% dibandingkan
        hasil perhitungan regresi sebesar 8,52%. Berdasarkan POJK 35/POJK.04/2020 pasal 48
        huruf b dinyatakan bahwa batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh
        melebihi 7,5% dari nilai pasar atau wajar. Berdasarkan perhitungan tersebut maka
        tingkat suku bunga pinjaman masih dalam rentang wajar.




                                                                                 Halaman - 58
Page 73
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


4     KESIMPULAN ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

4.1    Analisis Kewajaran Kualitatif

       Keuntungan yang akan diperoleh atas Rencana Transaksi ini adalah:

       1. ANJT sebagai bagian dari Grup FRL memiliki kepentingan untuk mendukung ASK dalam
          memperoleh pendanaan dengan persyaratan dan beban bunga yang lebih ringan jika
          dibandingkan penambahan beban keuangan yang ditimbulkan jika ASK mengambil
          pinjaman dari pihak ketiga/perbankan. Manajemen juga menyatakan bahwa ASK juga
          sudah memiliki kemungkinan yang besar untuk memperoleh pinjaman dari pihak
          perbankan.
       2. Meningkatkan profitabilitas ANJT, di mana sejalan dengan meningkatnya profitabilitas
          ANJT dari pendapatan bunga atas pinjaman ke ASK sebagaimana tercermin dalam
          inkremental atau nilai tambah dari proyeksi keuangan ANJT dengan adanya pemberian
          pinjaman dan tanpa pemberian pinjaman.
       3. Nilai tambah atas Rencana Transaksi diproyeksikan akan meningkatkan total aset atau
          terdapat inkremental sebesar Rp680.765 juta di tahun 2031 akan menguatkan
          profitabilitas ANJT, di mana selama periode proyeksi tahun 2026 hingga 2031 sebesar
          Rp379.667 juta.

       Manfaat yang akan diperoleh atas Rencana Transaksi ini adalah:

       1. Pemberian pinjaman oleh ANJT kepada ASK diharapkan dapat memastikan bahwa ASK
          memperoleh pendanaan atau pinjaman yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja
          keuangannya. Pinjaman ini merupakan simbiosis yang menguntungkan keduanya yang
          berada dalam grup FRL, di mana ASK memperoleh pinjaman dengan proses koordinasi
          yang lebih efisien dan ANJT dapat memanfaatkan idle cash-nya.
       2. Rencana Transaksi Pinjam Meminjam merupakan kesepakatan kedua belah pihak
          dengan pertimbangan bisnis yang memberi keuntungan dan manfaat bagi kedua belah
          pihak. Prospek bisnis ASK dinilai memiliki coverage yang baik terhadap kemampuan
          membayar utang sehingga dinilai tidak akan mengalami default atau gagal bayar.


4.2    Analisis Kewajaran Kuantitatif

       1. Dampak keuangan atas Rencana Transaksi berdasarkan Proforma Laporan Keuangan
          limited review per 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
             a. Berdasarkan jumlah aset yang didapatkan dari laporan keuangan limited
                 review per 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp7.051.872 juta dan terdapat
                 penyesuaian sebesar Rp4.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma
                 jumlah aset per 30 Juni 2026 sebesar Rp11.957.080 juta (Sebelas Triliun
                 Sembilan Ratus Lima Puluh Tujuh Miliar Delapan Puluh Juta Rupiah).
             b. Berdasarkan jumlah laba yang didapatkan dari laporan keuangan limited
                 review per 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp460.844 juta dan terdapat
                 penyesuaian sebesar Rp60.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma
                 jumlah laba per 30 Juni 2026 sebesar Rp521.052 juta (Lima Ratus Dua Puluh
                 Satu Miliar Lima Puluh Dua Juta Rupiah).
             c. Berdasarkan laporan keuangan limited review per 30 Juni 2026, kas dan setara
                 kas pada akhir periode adalah sebesar Rp1.604.370 juta dan terdapat

                                                                                  Halaman - 59
Page 74
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


                penyesuaian sebesar Rp2.905.208 juta, sehingga didapatkan hasil proforma
                kas dan setara kas pada akhir periode sebesar Rp4.509.579 juta (Empat Triliun
                Lima Ratus Sembilan Miliar Lima Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah).
      2. Berdasarkan Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi, Nilai tambah (selisih atas
         proyeksi keuangan dengan adanya Rencana Transaksi dengan Proyeksi tanpa adanya
         Rencana Transaksi) adalah sebagai berikut:
             a. Ringkasan Nilai Tambah dalam Angka:
                    i. Nilai tambah pada level total aset dengan adanya Rencana Transaksi
                       mengalami peningkatan pada tahun 2026 hingga 2031, bertambah
                       sebesar Rp1.777.716 juta.
                   ii. Nilai tambah pada level laba (rugi) diketahui bahwa laba setelah pajak
                       dengan adanya Rencana Transaksi pada tahun 2026 hingga 2031, total
                       nilai tambah sebesar Rp379.667 juta.
                  iii. Nilai tambah pada level arus kas diketahui kas akhir pada tahun 2026
                       sampai dengan 2031 total nilai tambah sebesar Rp1.124.389 juta.
             b. Ringkasan Analisis Nilai Tambah dalam Persentase:
                    i. Nilai tambah pada aset sebesar 4,21% di tahun 2031.
                   ii. Nilai tambah pada laba setelah pajak sebesar 1,92% di tahun 2031.
                  iii. Nilai tambah pada kas akhir sebesar 19,28% di tahun 2031.

      3. Berdasarkan proyeksi rasio keuangan di atas, ANJT mampu mempertahankan tingkat
         profitabilitas yang baik dengan net profit yang stabil. Dari sisi likuiditas, cash ratio dan
         current ratio juga menunjukkan tren peningkatan, yang mencerminkan kemampuan
         perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek semakin baik. Sementara itu,
         rasio solvabilitas mengalami penurunan, sehingga menunjukkan struktur permodalan
         perusahaan yang semakin sehat.

      4. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, penurunan pendapatan dan beban keuangan
         sebesar 10% dan 20% dari kondisi normal memberi dampak pada rasio inkremental.
         Sebaliknya, apabila tingkat bunga pinjaman perbankan semakin mendekati tingkat
         bunga pembiayaan dari ANJT sebesar 8,5%, maka selisih rasio inkremental akan
         semakin kecil.

      5. Berdasarkan draft perjanjian fasilitas pinjaman diketahui bahwa tingkat suku bunga
         pinjaman ASK adalah 8,50%, dengan demikian lebih rendah sebesar 0,02%
         dibandingkan hasil perhitungan regresi sebesar 8,52%. Berdasarkan POJK
         35/POJK.04/2020 pasal 48 huruf b dinyatakan bahwa batas atas dan batas bawah
         pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% dari nilai pasar atau wajar. Berdasarkan
         perhitungan tersebut maka tingkat suku bunga pinjaman masih dalam rentang wajar.




                                                                                        Halaman - 60
Page 75
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


5   PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

    Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data dan informasi yang diperoleh
    dan digunakan, penelaahan atas dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana
    diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana
    Transaksi, ditinjau dari aspek ekonomi dan keuangan, adalah Wajar.

    Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
    material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
    pada, perubahan kondisi baik secara internal pada ANJT maupun secara eksternal yaitu
    kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta
    peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
    Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
    Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan
    mengenai kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.




                                                                               Halaman - 61
Page 76
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (“ANJT”)


6   KUALIFIKASI PENILAI USAHA

    Penilai Usaha yang menandatangani Laporan Pendapat Kewajaran usaha ini merupakan
    Penilai Usaha bersertifikat dengan perizinan sebagai berikut:

      No. Izin Penilai   : B-1.17.00481
      No. STTD OJK       : KEP-642/KS.13/2026
      No. MAPPI          : 12-S-03723
      Klasifikasi Izin   : Penilai Bisnis (B)




                                                                         Halaman - 62
Page 77
LAMPIRAN KEUANGAN
Page 78
Proyeksi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
 PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
 Balance Sheet
 (In Rp'000000, unless otherwise stated)
                                                2025          2026             2027               2028              2029             2030               2031
 Assets
 Current Assets
  Cash                                      253.319      6.054.794        7.030.626          8.230.642         9.455.454       10.740.375      12.143.960
  Trade Receivables                         461.473        484.546          508.774            534.212           560.923          588.969         618.418
  Inventory                                 393.233        412.895          433.540            455.217           477.978          501.876         526.970
  Bological Assets                          152.307        152.307          152.307            152.307           152.307          152.307         152.307
  Other Current assets                      399.465        399.465          399.465            399.465           399.465          399.465         399.465
 Total Current Assets                     1.659.797      7.504.007        8.524.711          9.771.843        11.046.127       12.382.993      13.841.120

 Non Current Assets
  Fixed Assets                            3.331.085      3.191.464        3.146.520          2.917.645         2.668.116        2.389.913       2.025.901
  Othe Non Current Assets                   321.515        321.515          321.515            321.515           321.515          321.515         321.515
 Total Non Current Assets                 3.652.599      3.512.979        3.468.034          3.239.159         2.989.630        2.711.428       2.347.415

 Total Assets                             5.312.396     11.016.986       11.992.746         13.011.002        14.035.757       15.094.421      16.188.536

 Liabilities and Equity
 Short term Liabilities
   Trade Payables                           167.904        176.300          185.115            194.370           204.089          214.293         225.008
   Short term bank loan                     978.403        978.403          978.403            978.403           978.403          978.403         978.403
   Other short term liabilities             229.803        229.803          229.803            229.803           229.803          229.803         229.803
 Total Short term Liabilities             1.376.111      1.384.506        1.393.321          1.402.576         1.412.295        1.422.499       1.433.214

 Long term liabilities
 Long term bank loan                            -        4.633.200        4.390.950          4.116.900         3.773.350        3.389.600       2.956.800
 other long term liabilities                137.228        137.228          137.228            137.228           137.228          137.228         137.228
 Total Long term liabilities                137.228      4.770.428        4.528.178          4.254.128         3.910.578        3.526.828       3.094.028

 Total Liabilities                        1.513.338      6.154.934        5.921.499          5.656.704         5.322.873        4.949.327       4.527.242

 Equity
 Paid in Capital                           2.120.305     2.120.305        2.120.305          2.120.305         2.120.305        2.120.305       2.120.305
 Other Components of Equity               (1.221.773)   (1.221.773)      (1.221.773)        (1.221.773)       (1.221.773)      (1.221.773)     (1.221.773)
 Retained Earning                          2.900.526     3.963.521        5.172.715          6.455.766         7.814.352        9.246.561      10.762.762
 Total Equity                              3.799.058     4.862.053        6.071.247          7.354.298         8.712.884       10.145.093      11.661.294

 Total Liabilities and Equity             5.312.396     11.016.986       11.992.746         13.011.002        14.035.757       15.094.421      16.188.536

 Check                                           -                -             -                  -                 -                   -              -


PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Income Statement
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
                                                           2026              2027               2028             2029             2030           2031


Sales                                                       4.813.274          5.242.354         5.416.212        5.589.844       5.772.148      5.959.214
Cost of Sales                                              (2.530.328)        (2.640.765)       (2.682.952)      (2.724.884)     (2.782.319)    (2.828.045)
Gross Profit                                                2.282.946          2.601.589         2.733.260        2.864.960       2.989.830      3.131.168

SG&A                                                         (316.342)         (331.389)          (347.153)        (363.668)       (380.972)      (399.101)
Profit from Operations                                      1.966.604         2.270.201          2.386.107        2.501.291       2.608.857      2.732.067

Interest Expense                                             (161.151)         (338.406)          (319.044)        (295.884)       (268.611)      (237.990)
Interest Income                                                90.844           181.688            181.688          181.688         181.688        181.688
Dividend
Other Non-Operating (Expense) / Income
Profit Before Taxation                                      1.896.297         2.113.483          2.248.750        2.387.095       2.521.934      2.675.765

Tax Expense                                                  (410.826)         (452.248)          (482.007)        (512.443)       (542.107)      (575.950)
Net Profit                                                  1.485.471         1.661.235          1.766.743        1.874.652       1.979.827      2.099.814
Profit for The Year (Fiscal)                                1.896.297         2.113.483          2.248.750        2.387.095       2.521.934      2.675.765
Page 79
Proyeksi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Cashflow Statement
(In Rp'000000, unless otherwise stated)

                                           2026          2027          2028          2029          2030          2031
Operating Activity
Cash Inflow
 Sales                                     4.813.274     5.242.354     5.416.212     5.589.844      5.772.148     5.959.214
Cash Flow from Operations                  4.813.274     5.242.354     5.416.212     5.589.844      5.772.148     5.959.214

Cash Outflow
Cost of Goods Sold                         (2.232.947)   (2.328.514)   (2.355.089)   (2.380.628)   (2.420.850)   (2.448.503)
Cost of Goods Sold (incl D&A)              (2.530.328)   (2.640.765)   (2.682.952)   (2.724.884)   (2.782.319)   (2.828.045)
D&A                                          (297.381)     (312.251)     (327.863)     (344.256)     (361.469)     (379.542)

Selling Expenses                            (160.378)     (167.626)     (175.202)     (183.121)      (191.397)     (200.047)
General and Administrative                  (150.352)     (157.869)     (165.763)     (174.051)      (182.753)     (191.891)
General and Administrative (incl D&A)       (155.964)     (163.762)     (171.950)     (180.548)      (189.575)     (199.054)
D&A                                           (5.612)       (5.893)       (6.188)       (6.497)        (6.822)       (7.163)

Tax Expense                                 (410.826)     (452.248)     (482.007)     (512.443)      (542.107)     (575.950)
Change in Working Capital
  Trade Receivables                           (23.074)      (24.227)      (25.439)      (26.711)      (28.046)      (29.448)
  Inventory                                   (19.662)      (20.645)      (21.677)      (22.761)      (23.899)      (25.094)
  Trade Payables                                8.395         8.815         9.256         9.719        10.204        10.715

Total Cash Outflow                         (2.988.843)   (3.142.315)   (3.215.921)   (3.289.995)   (3.378.848)   (3.460.219)

Net Cash from Operating Activities         1.824.431     2.100.039     2.200.291     2.299.849      2.393.300     2.498.995

Investing Activities - CAPEX
  From "Palm Oil Plantations"               (106.640)      (96.120)       (85.462)      (81.551)      (76.375)      (21.351)
  From "CPO Mills"                           (37.224)            0              0             0             0             0
  From "Building & Infrastructure"            (4.534)       (4.546)        (4.585)       (4.575)       (3.088)            0
  From "Road, bridges and water channel"      (1.342)     (158.865)        (1.342)       (1.342)       (1.342)       (1.342)
  From "Farming Equipments and Vehicles"     (12.291)      (12.322)       (12.428)      (12.401)       (8.369)            0
  From "Other Machinery & Installation"       (1.342)       (1.346)        (1.357)       (1.354)         (914)            0

Total Investing Activities - CAPEX          (163.373)     (273.199)     (105.176)     (101.224)       (90.088)      (22.693)

Net Cash from Investing Activities         1.661.058     1.826.840     2.095.115     2.198.625      2.303.212     2.476.302

Financing Activity
  Dividends Paid                            (422.476)     (452.040)     (483.693)     (516.065)      (547.618)     (583.614)
  Financial Expenses                        (161.151)     (338.406)     (319.044)     (295.884)      (268.611)     (237.990)
  Financial Income                            90.844       181.688       181.688       181.688        181.688       181.688
  New Debt Withdrawals                     4.845.000             0             0             0              0             0
  Debt Repayments                           (211.800)     (242.250)     (274.050)     (343.550)      (383.750)     (432.800)

Total Financing Activities                 4.140.417      (851.008)     (895.100)     (973.812)    (1.018.291)   (1.072.717)

Cash Flow from Financing                   5.801.475       975.832     1.200.016     1.224.813      1.284.921     1.403.585

Free Cash Flow                             1.661.058     1.826.840     2.095.115     2.198.625      2.303.212     2.476.302
Net Free Cash After Financing              5.801.475       975.832     1.200.016     1.224.813      1.284.921     1.403.585
Cash - Beginning                             253.319     6.054.794     7.030.626     8.230.642      9.455.454    10.740.375

Cash - Ending                              6.054.794     7.030.626     8.230.642     9.455.454     10.740.375    12.143.960
Page 80
Proyeksi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
 PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
 Balance Sheet
 (In Rp'000000, unless otherwise stated)
                                                 2025           2026         2027              2028             2029           2030           2031
 Assets
 Current Assets
  Cash                                       253.319      4.056.636     5.111.289         6.419.886       7.783.714       9.237.317     12.824.726
  Trade Receivables                          461.473        484.546       508.774           534.212         560.923         588.969        618.418
  Inventory                                  393.233        412.895       433.540           455.217         477.978         501.876        526.970
  Bological Assets                           152.307        152.307       152.307           152.307         152.307         152.307        152.307
  Other Current assets                       399.465        399.465       399.465           399.465         399.465         399.465        399.465
 Total Current Assets                      1.659.797      5.505.849     6.605.375         7.961.087       9.374.387      10.879.934     14.521.885

 Non Current Assets
  Fixed Assets                             3.331.085      3.191.464     3.146.520         2.917.645       2.668.116       2.389.913      2.025.901
  Loan to Related Party                                   2.000.000     2.000.000         2.000.000       2.000.000       2.000.000
  Othe Non Current Assets                    321.515        321.515       321.515           321.515         321.515         321.515        321.515
 Total Non Current Assets                  3.652.599      5.512.979     5.468.034         5.239.159       4.989.630       4.711.428      2.347.415

 Total Assets                              5.312.396     11.018.828    12.073.409        13.200.246      14.364.017      15.591.362     16.869.301

 Liabilities and Equity
 Short term Liabilities
   Trade Payables                            167.904        176.300       185.115           194.370         204.089         214.293        225.008
   Short term bank loan                      978.403        978.403       978.403           978.403         978.403         978.403        978.403
   Other short term liabilities              229.803        229.803       229.803           229.803         229.803         229.803        229.803
 Total Short term Liabilities              1.376.111      1.384.506     1.393.321         1.402.576       1.412.295       1.422.499      1.433.214

 Long term liabilities
 Long term bank loan                             -        4.633.200     4.390.950         4.116.900       3.773.350       3.389.600      2.956.800
 other long term liabilities                 137.228        137.228       137.228           137.228         137.228         137.228        137.228
 Total Long term liabilities                 137.228      4.770.428     4.528.178         4.254.128       3.910.578       3.526.828      3.094.028

 Total Liabilities                         1.513.338      6.154.934     5.921.499         5.656.704       5.322.873       4.949.327      4.527.242

 Equity
 Paid in Capital                            2.120.305     2.120.305     2.120.305         2.120.305       2.120.305       2.120.305      2.120.305
 Other Components of Equity                (1.221.773)   (1.221.773)   (1.221.773)       (1.221.773)     (1.221.773)     (1.221.773)    (1.221.773)
 Retained Earning                           2.900.526     3.965.362     5.253.379         6.645.010       8.142.613       9.743.503     11.443.527
 Total Equity                               3.799.058     4.863.894     6.151.911         7.543.542       9.041.145      10.642.035     12.342.059

 Total Liabilities and Equity              5.312.396     11.018.828    12.073.409        13.200.246      14.364.017      15.591.362     16.869.301

 Check                                            -              -            -                 -               -               -              -


PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Income Statement
(In Rp'000000, unless otherwise stated)
                                                               2026               2027           2028            2029           2030           2031


Sales                                                     4.813.274       5.242.354         5.416.212       5.589.844      5.772.148      5.959.214
Cost of Sales                                            (2.530.328)     (2.640.765)       (2.682.952)     (2.724.884)    (2.782.319)    (2.828.045)
Gross Profit                                              2.282.946       2.601.589         2.733.260       2.864.960      2.989.830      3.131.168

SG&A                                                       (316.342)       (331.389)         (347.153)      (363.668)       (380.972)      (399.101)
Profit from Operations                                    1.966.604       2.270.201         2.386.107      2.501.291       2.608.857      2.732.067

Interest Expense                                           (161.151)       (338.406)         (319.044)      (295.884)       (268.611)      (237.990)
Interest Income                                             110.010         276.688           276.688        276.688         276.688        229.188
Dividend
Other Non-Operating (Expense) / Income
Profit Before Taxation                                    1.915.464       2.208.483         2.343.750      2.482.095       2.616.934      2.723.265

Tax Expense                                                (413.701)       (425.076)         (425.076)      (425.076)       (425.076)      (417.951)
Net Profit                                                1.501.763       1.783.406         1.918.674      2.057.018       2.191.858      2.305.313
Profit for The Year (Fiscal)                              1.915.464       2.208.483         2.343.750      2.482.095       2.616.934      2.723.265
Page 81
Proyeksi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
Cashflow Statement
(In Rp'000000, unless otherwise stated)

                                                 2026          2027          2028          2029          2030          2031
Operating Activity
Cash Inflow
 Sales                                     4.813.274     5.242.354     5.416.212     5.589.844     5.772.148      5.959.214
Cash Flow from Operations                  4.813.274     5.242.354     5.416.212     5.589.844     5.772.148      5.959.214

Cash Outflow
Cost of Goods Sold                         (2.232.947)   (2.328.514)   (2.355.089)   (2.380.628)   (2.420.850)   (2.448.503)
Cost of Goods Sold (incl D&A)              (2.530.328)   (2.640.765)   (2.682.952)   (2.724.884)   (2.782.319)   (2.828.045)
D&A                                          (297.381)     (312.251)     (327.863)     (344.256)     (361.469)     (379.542)

Selling Expenses                            (160.378)     (167.626)     (175.202)     (183.121)     (191.397)      (200.047)
General and Administrative                  (150.352)     (157.869)     (165.763)     (174.051)     (182.753)      (191.891)
General and Administrative (incl D&A)       (155.964)     (163.762)     (171.950)     (180.548)     (189.575)      (199.054)
D&A                                           (5.612)       (5.893)       (6.188)       (6.497)       (6.822)        (7.163)

Tax Expense                                 (413.701)     (425.076)     (425.076)     (425.076)     (425.076)      (417.951)
Change in Working Capital
  Trade Receivables                           (23.074)      (24.227)      (25.439)      (26.711)      (28.046)      (29.448)
  Inventory                                   (19.662)      (20.645)      (21.677)      (22.761)      (23.899)      (25.094)
  Trade Payables                                8.395         8.815         9.256         9.719        10.204        10.715

Total Cash Outflow                         (2.991.718)   (3.115.143)   (3.158.991)   (3.202.629)   (3.261.817)   (3.302.220)

Net Cash from Operating Activities         1.821.556     2.127.211     2.257.221     2.387.215     2.510.331      2.656.993

Investing Activities - CAPEX
  From "Palm Oil Plantations"               (106.640)      (96.120)       (85.462)      (81.551)      (76.375)      (21.351)
  From "CPO Mills"                           (37.224)            0              0             0             0             0
  From "Building & Infrastructure"            (4.534)       (4.546)        (4.585)       (4.575)       (3.088)            0
  From "Road, bridges and water channel"      (1.342)     (158.865)        (1.342)       (1.342)       (1.342)       (1.342)
  From "Farming Equipments and Vehicles"     (12.291)      (12.322)       (12.428)      (12.401)       (8.369)            0
  From "Other Machinery & Installation"       (1.342)       (1.346)        (1.357)       (1.354)         (914)            0

Total Investing Activities - CAPEX          (163.373)     (273.199)     (105.176)     (101.224)       (90.088)      (22.693)

Net Cash from Investing Activities         1.658.183     1.854.012     2.152.046     2.285.991     2.420.243      2.634.300

Financing Activity
  Dividends Paid                             (436.926)    (495.390)     (527.043)     (559.415)     (590.968)      (605.289)
  Financial Expenses                         (161.151)    (338.406)     (319.044)     (295.884)     (268.611)      (237.990)
  Financial Income                            110.010      276.688       276.688       276.688       276.688        229.188
  New Debt Withdrawals                      4.845.000            0             0             0             0              0
  Debt Repayments                            (211.800)    (242.250)     (274.050)     (343.550)     (383.750)      (432.800)
  Loan Receivables                         (2.000.000)                                                            2.000.000
Total Financing Activities                  2.145.134     (799.358)     (843.450)     (922.162)     (966.641)       953.108

Cash Flow from Financing                   3.803.317     1.054.654     1.308.596     1.363.829     1.453.602      3.587.409

Free Cash Flow                             1.658.183     1.854.012     2.152.046     2.285.991     2.420.243      2.634.300
Net Free Cash After Financing              3.803.317     1.054.654     1.308.596     1.363.829     1.453.602      3.587.409
Cash - Beginning                             253.319     4.056.636     5.111.289     6.419.886     7.783.714      9.237.317

Cash - Ending                              4.056.636     5.111.289     6.419.886     7.783.714     9.237.317     12.824.726
Page 82
Rasio Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
 Rasio Keuangan                    2026      2027      2028      2029      2030       2031
 Current Ratio                     542,00%   611,83%   696,71%   782,14%   870,51%    965,74%
 Cash Ratio                        437,33%   504,59%   586,82%   669,51%   755,04%    847,32%
 Total Liability to Equity Ratio   126,59%    97,53%    76,92%    61,09%    48,79%     38,82%
 Total Liability to Assets Ratio    55,87%    49,38%    43,48%    37,92%    32,79%     27,97%
 Net Profit Margin                  30,86%    31,69%    32,62%    33,54%    34,30%     35,24%
 Rate of Return on Assets           13,48%    13,85%    13,58%    13,36%    13,12%     12,97%
 Rate of Return on Equity           30,55%    27,36%    24,02%    21,52%    19,52%     18,01%

Rasio Keuangan Dengan Rencana Transaksi
 Rasio Keuangan                    2026      2027      2028      2029      2030       2031
 Current Ratio                     397,68%   474,07%   567,60%   663,77%   764,85%   1013,24%
 Cash Ratio                        293,00%   366,84%   457,72%   551,14%   649,37%    894,82%
 Total Liability to Equity Ratio   126,54%    96,25%    74,99%    58,87%    46,51%     36,68%
 Total Liability to Assets Ratio    55,86%    49,05%    42,85%    37,06%    31,74%     26,84%
 Net Profit Margin                  31,20%    34,02%    35,42%    36,80%    37,97%     38,68%
 Rate of Return on Assets           13,63%    14,77%    14,54%    14,32%    14,06%     13,67%
 Rate of Return on Equity           30,88%    28,99%    25,43%    22,75%    20,60%     18,68%
Page 83
Inkremental Dalam Angka
 PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
 Balance Sheet
 (In Rp'000000, unless otherwise stated)

                                        2026             2027          2028          2029             2030          2031
 Assets
 Current Assets
  Cash                            (1.998.158)      (1.919.337)   (1.810.756)   (1.671.740)      (1.503.059)      680.765
  Trade Receivables                      -                -             -             -                -             -
  Inventory                              -                -             -             -                -             -
  Bological Assets                       -                -             -             -                -             -
  Other Current assets                   -                -             -             -                -             -
 Total Current Assets             (1.998.158)      (1.919.337)   (1.810.756)   (1.671.740)      (1.503.059)      680.765

 Non Current Assets
  Fixed Assets                          -                -             -             -                -              -
  Loan to Related Party           2.000.000        2.000.000     2.000.000     2.000.000        2.000.000            -
  Othe Non Current Assets               -                -             -             -                -              -
 Total Non Current Assets         2.000.000        2.000.000     2.000.000     2.000.000        2.000.000            -

 Total Assets                         1.842           80.663       189.244       328.260          496.941        680.765

 Liabilities and Equity
 Short term Liabilities
   Trade Payables                        -                -             -             -                -             -
   Short term bank loan                  -                -             -             -                -             -
   Other short term liabilities          -                -             -             -                -             -
 Total Short term Liabilities            -                -             -             -                -             -

 Long term liabilities
 Long term bank loan                     -                -             -             -                -             -
 other long term liabilities             -                -             -             -                -             -
 Total Long term liabilities             -                -             -             -                -             -

 Total Liabilities                       -                -             -             -                -             -

 Equity
 Paid in Capital                        -                -             -             -                -              -
 Other Components of Equity             -                -             -             -                -              -
 Retained Earning                     1.842           80.663       189.244       328.260          496.941        680.765
 Total Equity                         1.842           80.663       189.244       328.260          496.941        680.765

 Total Liabilities and Equity         1.842           80.663       189.244       328.260          496.941        680.765

 Check                                       (0)          -             -                 (0)              (0)           (0)
Page 84
Inkremental Dalam Angka
 PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
 Income Statement
 (In Rp'000000, unless otherwise stated)

                                              2026              2027               2028              2029              2030             2031

 Sales                                           -                  -                -                  -                 -                 -
 Cost of Sales                                   -                  -                -                  -                 -                 -

 Gross Profit                                    -                  -                -                  -                 -                 -

 SG&A                                            -                  -                -                  -                 -                -
 Profit from Operations                          0                  0                0                  0                 0                0

 Interest Expense                                -                -                -                   -                 -                -
 Interest Income                            19.167           95.000           95.000              95.000            95.000           47.500
 Dividend                                        -                -                -                   -                 -                -
 Other Non-Operating (Expense) / Income
 Profit Before Taxation                     19.167           95.000           95.000              95.000            95.000           47.500

 Tax Expense                                (2.875)         (14.250)         (14.250)             (14.250)          (14.250)         (7.125)
 Net Profit                                 16.292           80.750           80.750               80.750            80.750          40.375
 Profit for The Year (Fiscal)               19.167           95.000           95.000               95.000            95.000          47.500



 PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
 Cashflow Statement
 (In Rp'000000, unless otherwise stated)

                                                            2026           2027            2028              2029         2030           2031
 Operating Activity
 Cash Inflow
  Sales                                                        0              0              0                 0               0            0
 Cash Flow from Operations                                      0              0              0                 0               0            0

 Cash Outflow
 Cost of Goods Sold                                            0              0              0                 0               0            0
 Cost of Goods Sold (incl D&A)                                 0              0              0                 0               0            0
 D&A                                                           0              0              0                 0               0            0

 Selling Expenses                                              0              0              0                 0               0            0
 General and Administrative                                    0              0              0                 0               0            0
 General and Administrative (incl D&A)                         0              0              0                 0               0            0
 D&A                                                           0              0              0                 0               0            0

 Tax Expense                                                   0              0              0                 0               0            0
 Change in Working Capital
   Trade Receivables                                           0              0              0                 0               0            0
   Inventory                                                   0              0              0                 0               0            0
   Trade Payables                                              0              0              0                 0               0            0

 Total Cash Outflow                                            0              0              0                 0               0            0

 Net Cash from Operating Activities                            0              0               0                0               0            0

 Investing Activities - CAPEX
   From "Palm Oil Plantations"                                 0              0              0                 0               0            0
   From "CPO Mills"                                            0              0              0                 0               0            0
   From "Building & Infrastructure"                            0              0              0                 0               0            0
   From "Road, bridges and water channel"                      0              0              0                 0               0            0
   From "Farming Equipments and Vehicles"                      0              0              0                 0               0            0
   From "Other Machinery & Installation"                       0              0              0                 0               0            0

 Total Investing Activities - CAPEX                            0              0              0                 0               0            0

 Net Cash from Investing Activities                            0              0               0                0               0            0

 Financing Activity
   Dividends Paid                                        (14.450)       (43.350)      (43.350)         (43.350)        (43.350)       (21.675)
   Financial Expenses                                          0              0             0                0               0              0
   Financial Income                                       19.167         95.000        95.000           95.000          95.000         47.500
   Debt Repayments                                             0              0             0                0               0              0
   Loan to Related Party                              (2.000.000)
 Total Financing Activities                                4.717         51.650          51.650        51.650          51.650         25.825

 Cash Flow from Financing                                 4.717          51.650          51.650        51.650          51.650         25.825

 Free Cash Flow                                                0              0            0                0               0               0
 Net Free Cash After Financing                            (2.875)        27.172       56.931           87.366         117.031         157.999
 Cash - Beginning                                     (1.998.158)        78.822      108.581          139.016         168.681       2.183.824

 Cash - Ending                                        (2.001.033)       105.993      165.511          226.383         285.712       2.341.823
Page 85
Inkremental Dalam Persentase
 PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
 Balance Sheet


                                            2026              2027             2028            2029           2030               2031
 Assets
 Current Assets
  Cash                                    -33,00%           -27,30%          -22,00%         -17,68%        -13,99%         5,61%
  Trade Receivables                         0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%         0,00%
  Inventory                                 0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%         0,00%
  Bological Assets                          0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%         0,00%
  Other Current assets                      0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%         0,00%
 Total Current Assets                     -26,63%           -22,51%          -18,53%         -15,13%        -12,14%         4,92%

 Non Current Assets
  Fixed Assets                             0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%
  Loan to Related Party
  Othe Non Current Assets                  0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%
 Total Non Current Assets                 56,93%            57,67%           61,74%          66,90%         73,76%          0,00%

 Total Assets                              0,02%             0,67%            1,45%           2,34%          3,29%          4,21%

 Liabilities and Equity
 Short term Liabilities
   Trade Payables                          0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%
   Short term bank loan                    0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%
   Other short term liabilities            0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%
 Total Short term Liabilities              0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%

 Long term liabilities
 Long term bank loan                       0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%
 other long term liabilities               0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%
 Total Long term liabilities               0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%

 Total Liabilities                         0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%

 Equity
 Paid in Capital                           0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%
 Other Components of Equity                0,00%             0,00%            0,00%           0,00%          0,00%          0,00%
 Retained Earning                          0,05%             1,56%            2,93%           4,20%          5,37%          6,33%
 Total Equity                              0,04%             1,33%            2,57%           3,77%          4,90%          5,84%

 Total Liabilities and Equity              0,02%             0,67%            1,45%           2,34%          3,29%          4,21%

 Check                                        (0)              -                -                (0)               (0)            (0)


 PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
 Income Statement
 %
                                             2026              2027            2028           2029          2030          2031


 Sales                                              0,00%          0,00%            0,00%        0,00%         0,00%         0,00%
 Cost of Sales                                      0,00%          0,00%            0,00%        0,00%         0,00%         0,00%

 Gross Profit                                       0,00%          0,00%            0,00%        0,00%         0,00%         0,00%

 SG&A                                               0,00%          0,00%            0,00%        0,00%         0,00%         0,00%
 Profit from Operations                             0,00%          0,00%            0,00%        0,00%         0,00%         0,00%

 Interest Expense                                   0,0%              0,0%            0,0%           0,0%          0,0%          0,0%
 Interest Income
 Dividend
 Other Non-Operating (Expense) / Income
 Profit Before Taxation                             1,01%          4,49%            4,22%        3,98%         3,77%         1,78%

 Tax Expense                                        0,70%          3,15%            2,96%        2,78%         2,63%         1,24%
 Net Profit                                         1,10%          4,86%            4,57%        4,31%         4,08%         1,92%
 Profit for The Year (Fiscal)                       1,01%          4,49%            4,22%        3,98%         3,77%         1,78%
Page 86
Inkremental Dalam Persentase
 PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA AGRI TBK
 Cashflow Statement
 %

                                            2026       2027       2028       2029       2030       2031
 Operating Activity
 Cash Inflow
  Sales                                       0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
 Cash Flow from Operations                    0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%

 Cash Outflow
 Cost of Goods Sold                           0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
 Cost of Goods Sold (incl D&A)                0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
 D&A                                          0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%

 Selling Expenses                             0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
 General and Administrative                   0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
 General and Administrative (incl D&A)        0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
 D&A                                          0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%

 Tax Expense                                  0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
 Change in Working Capital
   Trade Receivables                          0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
   Inventory                                  0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
   Trade Payables                             0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%

 Total Cash Outflow                           0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%

 Net Cash from Operating Activities           0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%

 Investing Activities - CAPEX
   From "Palm Oil Plantations"                0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
   From "CPO Mills"                           0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
   From "Building & Infrastructure"           0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
   From "Road, bridges and water channel"     0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
   From "Farming Equipments and Vehicles"     0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
   From "Other Machinery & Installation"      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%

 Total Investing Activities - CAPEX           0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%

 Net Cash from Investing Activities           0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%

 Financing Activity
   Dividends Paid                             8,97%     12,81%     13,59%     14,65%     16,14%      9,11%
   Financial Expenses                         0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
   Financial Income                          21,10%    104,58%    104,58%    104,58%    104,58%     52,29%
   Debt Repayments                            0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
   Loan to Related Party                    100,00%
Total Financing Activities                    0,11%      -6,07%     -5,77%     -5,30%     -5,07%     -2,41%

 Cash Flow from Financing                     0,08%      5,29%      4,30%      4,22%      4,02%      1,84%

Free Cash Flow                                 0,00%     0,00%      0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
Net Free Cash After Financing                 -0,05%     2,78%      4,74%      7,13%      9,11%     11,26%
Cash - Beginning                            -788,79%     1,30%      1,54%      1,69%      1,78%     20,33%

 Cash - Ending                               -33,05%     1,51%      2,01%      2,39%      2,66%     19,28%
Page 87
Analisis Sensitivitas
 Rasio Keuangan
 Normal
                            2026        2027      2028     2029     2030     2031
 Net Profit Margin        31,20%      34,02%    35,42%   36,80%   37,97%   38,68%
 Cash Ratio                 2,93        3,67      4,58     5,51     6,49     8,95
 Current Ratio              3,98        4,74      5,68     6,64     7,65    10,13
 Debt to Equity Ratio    115,37%      87,28%    67,55%   52,56%   41,04%   31,88%

 Pendapatan dan Beban Keuangan turun 10%
                             2026        2027     2028     2029     2030     2031
 Net Profit Margin         31,10%      33,74%   35,16%   36,54%   37,72%   38,56%
 Cash Ratio                  2,93        3,66     4,56     5,49     6,46     8,91
 Current Ratio               3,97        4,73     5,66     6,61     7,62    10,10
 Debt to Equity Ratio    115,45%       87,47%   67,76%   52,75%   41,21%   32,01%

 Pendapatan dan Beban Keuangan turun 20%
                             2026        2027     2028     2029     2030     2031
 Net Profit Margin         31,00%      33,47%   34,89%   36,28%   37,47%   38,44%
 Cash Ratio                  2,93        3,65     4,54     5,46     6,43     8,88
 Current Ratio               3,97        4,72     5,64     6,59     7,59    10,06
 Debt to Equity Ratio    115,53%       87,66%   67,97%   52,95%   41,39%   32,14%
Page 88
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Proforma
Audit Tahun 2021 - 2025 dan Limited Review 30 Juni 2026

                       (Dalam Jutaan Rupiah)
POSISI KEUANGAN
                                                       30 Juni 2026                   30 Juni 2026
                    Keterangan                                         Penyesuaian
                                                     Limited Review                    Proforma
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                        1.604.370       2.905.208       4.509.579
Piutang usaha
 Pihak ketiga                                                9.906                           9.906
 Pihak berelasi                                            620.125                         620.125
Persediaan                                                 347.931                         347.931
Aset biologis                                              152.307                         152.307
Pajak dibayar dimuka                                       504.990                         504.990
Aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual                32.870                          32.870
Aset lancar lainnya                                         27.420                          27.420
Total Aset Lancar                                         3.299.920       2.905.208       6.205.128

Aset Tidak Lancar
Aset tetap                                                3.396.090                       3.396.090
Goodwill                                                     78.189                          78.189
Piutang plasma                                               52.383                          52.383
Klaim atas pengembalian pajak                               199.186                         199.186
Aset pajak tangguhan                                         12.497                          12.497
Pinjaman ke Pihak Berelasi                                                2.000.000       2.000.000
Aset tidak lancar lain-lain                                  13.607                          13.607
Total Aset Tidak Lancar                                   3.751.952       2.000.000      5.751.952
TOTAL ASET                                                7.051.872       4.905.208     11.957.080

LIABILITAS & EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
 Utang bank jangka pendek                                  739.455                         739.455
 Utang usaha                                               301.292                         301.292
 Utang pajak                                                51.489                          51.489
 Beban akrual                                               82.836                          82.836
 Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam
                                                             34.750                          34.750
satu tahun
 Liabilitas yang secara langsung berhubungan
                                                             51.324                          51.324
dengan aset dimiliki untuk dijual
 Liabilitas jangka pendek lainnya                            63.635                          63.635
Total Liabilitas Jangka Pendek                            1.324.781                       1.324.781

Liabilitas Jangka Panjang
 Utang bank jangka panjang - setelah dikurangi
                                                          1.320.500       4.845.000       6.165.500
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
 Liabilitas pajak tangguhan                                  99.098                          99.098
 Kewajiban imbalan kerja                                     47.593                          47.593
Total Liabilitas Jangka Panjang                           1.467.191       4.845.000       6.312.191
TOTAL LIABILITAS                                          2.791.972       4.845.000       7.636.972

EKUITAS
Modal saham                                                 335.418                         335.418
Tambahan modal disetor                                    1.252.140                       1.252.140
Komponen ekuitas lainnya                                     (1.386)                         (1.386)
Selisih kurs penjabaran laporang keuangan dalam
                                                           (493.544)                       (493.544)
mata uang asing
Saldo laba
 Ditentukan penggunaannya                                   107.355                         107.355
 Tidak ditentukan penggunaannya                           3.051.834          60.208       3.112.042
Ekuitas diatribusikan kepada pemilik entitas induk        4.251.817          60.208       4.312.025
Kepentingan non-pengndali                                     8.083                           8.083
TOTAL EKUITAS                                             4.259.900                      4.320.108
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS                                7.051.872       4.905.208     11.957.080
Page 89
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Proforma
Audit Tahun 2021 - 2025 dan Limited Review 30 Juni 2026

                        (Dalam Jutaan Rupiah)
LABA RUGI
                                                           30 Juni 2026                       30 Juni 2026
                     Keterangan                                               Penyesuaian
                                                         Limited Review                        Proforma
PENDAPATAN DARI KONTRAK PELANGGAN
Minyak sawit mentah                                           2.045.519                           2.045.519
Inti sawit                                                      296.561                             296.561
Tandan buah segar (TBS)                                           3.526                               3.526
Minyak inti sawit
Edamame
Tepung sagu
Cangkang sawit
Sertifikat RSPO (palm e-trace)
Lain-lain
Pendapatan konsesi jasa
Total Pendapatan                                              2.345.605                           2.345.605

BEBAN POKOK PENDAPATAN
Biaya produksi minyak kelapa sawit
 Biaya perawatan tanaman menghasilkan                          (164.148)                           (164.148)
 Biaya pengolahan dan biaya tidak langsung                     (151.756)                           (151.756)
 Biaya panen                                                    (98.698)                            (98.698)
 Penyusutan aset tetap                                          (64.359)                            (64.359)
 Penyusutan tanaman menghasilkan                                (57.554)                            (57.554)
 Pembelian TBS                                               (1.073.636)                         (1.073.636)
Total biaya produksi minyak kelapa sawit                     (1.610.151)                         (1.610.151)
Barang jadi:
 Saldo awal periode/tahun Produk kelapa sawit                  (293.583)                           (293.583)
 Pembelian CPO
 Edamame
 Tepung sagu
 Lain-lain
 Beban konsesi jasa
 Reklasifikasi
 Divestasi
 Penurunan nilai persediaan
 Penyesuaian selisih kurs penjabaran
 Saldo akhir periode/tahun Produk kelapa sawit                 257.930                             257.930
Total Beban Pokok Pendapatan                                 (1.645.804)                         (1.645.804)

LABA (RUGI) BRUTO                                              699.802                             699.802

Keuntungan atas peribahan nilai wajar aset biologis
Pendapatan dividen
Laba (Rugi) Kurs mata uang asing
Beban penjualan                                                 (80.080)                            (80.080)
Beban karyawan
Beban umum & administrasi                                       (11.903)                            (11.903)
Rugi penurunan nilai aset tetap
Pendapatan operasi lain                                          18.129                              18.129
Beban operasi lain                                               (6.985)                             (6.985)
LABA (RUGI) USAHA                                              618.963                             618.963

 Laba (Rugi) atas pelepasan investasi penyertaan
                                                                  6.663                               6.663
saham
 Pendapatan keuangan                                                                70.833           70.833
 Biaya keuangan, bersih                                         (40.420)                            (40.420)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN DARI
                                                               585.206              70.833         656.040
OPERASI YANG DILANJUTKAN

Beban pajak penghasilan                                        (119.350)           (10.625)        (129.975)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN PENGHASILAN
                                                               465.856              60.208         526.064
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN

OPERASI YANG DIHENTIKAN
 Rugi setelah beban pajak penghasilan dari operasi
                                                                 (5.012)                             (5.012)
yang dihentikan

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                     460.844              60.208         521.052

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
 Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Perubahan nilai wajar atas investasi pada efek                          (2)                                 (2)
ekuitas
 Laba atas penjualan investasi pada efek ekuitas
 Laba (Rugi) atas pengukuran kembali liabilitas
imbalan kerja
 Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
 Total                                                                  (2)                                 (2)

 Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
Selisih kurs penjabaran laporan keuanga entitas
anak
 Total                                                              -                                   -
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN, SETELAH
                                                                        (2)                                 (2)
PAJAK
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF PERIODE
                                                               460.842              60.208         521.050
BERJALAN
Page 90
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA TBK
Proforma
Audit Tahun 2021 - 2025 dan Limited Review 30 Juni 2026

                      (Dalam Jutaan Rupiah)
ARUS KAS
                                                        30 Juni 2026                    30 Juni 2026
                   Keterangan                                           Penyesuaian
                                                      Limited Review                     Proforma
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                              2.177.047                        2.177.047
Pembayaran kepada pemasok dan karyawan                    (1.644.612)                      (1.644.612)
Kas yang dihasilkan dari kegiatan usaha                      532.435                          532.435

Penerimaan bunga                                              26.221          60.208           86.430
Penerimaan dari pengembalian pajak penghasilan
Penerimaan dari pengembalian PPN                              28.712                           28.712
Pembayaran imbalan kerja & kontribusi ke dana pensiun
Pembayaran untuk aktivitas operasi lain-lain
Pembayaran pajak penghasilan                                (126.943)                        (126.943)
KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS OPERASI                   460.425           60.208         520.633

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Penerimaan dividen kas
 Penerimaan dari penjualan aset tetap
 Penerimaan dari penjualan investasi penyertaan
                                                              42.000                           42.000
saham dan pada efek ekuitas
 Perolehan aset tak berwujud
 Perolehan aset tetap                                       (106.092)                        (106.092)
 Perolehan tanaman produktif                                 (68.302)                         (68.302)
 Pengurangan uang muka
 Penerimaan dari pelepasan kepemilikan entitas anak
 Perolehan aset tidak lancar lain-lain                       (26.092)                         (26.092)
KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS INVESTASI                 (158.486)                        (158.486)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran beban bunga pinjaman                              (66.641)                         (66.641)
Pembayaran liabilitas sewa
Pembayaran dividen kas
Pelepasan saham tresuri
Pembayaran biaya perolehan pinjaman ditangguhkan
Penerimaan utang bank jangka pendek
Pembayaran utang bank jangka pendek                         (238.947)                        (238.947)
Penerimaan utang bank jangka panjang                       1.390.000       4.845.000        6.235.000
Pemberian Loan Receivables                                                (2.000.000)      (2.000.000)
Pembayaran utang bank jangka panjang                         (34.750)                         (34.750)
KAS YANG DIPEROLEH DARI AKTIVITAS PENDANAAN                1.049.661       2.845.000        3.894.661

KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS & SETARA KAS                      1.351.601       2.905.208        4.256.809

PENURUNAN NETO KAS & SETARA KAS DARI
                                                                (549)                            (549)
OPERASI YANG DIHENTIKAN

KAS & SETARA KAS AWAL PERIODE                                253.319                          253.319
KAS & SETARA KAS AKHIR PERIODE                             1.604.370       2.905.208        4.509.579
Page 91
Loan Recap
As of 19 Aug 2026

Active Facility
                                                                            Latest    Next Month Payment
  PT       Bank       Facility                   Rate                                                          Remarks
                                                                         Payment Rate   Rate (estimate)
ASK      Mandiri    Tranche A    Indonia 1 Mo + 2,94032%                    8,97561%                9,08%
KALE     BRI        Term Loan    Indonia 3 Mo + 3,25% floor rate 6,25%      7,56953%                9,23% Entity Under ANJT


Signed - inactive
                                                                            Latest    Next Month Payment
  PT       Bank       Facility                   Rate                                                          Remarks
                                                                         Payment Rate   Rate (estimate)
ANJA BRI            Term Loan    Indonia 3 Mo + 3,25% floor rate 6,25%      7,56953%                9,23% Entity Under ANJT
ANJAS BRI           Term Loan    Indonia 3 Mo + 3,25% floor rate 6,25%      7,56953%                9,23% Entity Under ANJT
SMM BRI             Term Loan    Indonia 3 Mo + 3,25% floor rate 6,25%      7,56953%                9,23% Entity Under ANJT

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.41 MB
Published29 Sep 2026
Pages91
Characters286,836
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 4399 ms 29 Sep 2026 11:30

missing: transaction_date, object_text

Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': 'Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert).',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '25'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result