Back to announcement
20260930_SEMA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32162297_lamp1.pdf
Other Text extracted SEMASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
KETERBUKAAN INFORMASI
TANGGAPAN PERSEROAN ATAS
PERMINTAAN PENJELASAN BURSA
Nomor : SI-344/KI-Corsec/09/2026
Lampiran : 1 (satu) berkas data pembanding publik (6 halaman)
Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat PT Semacom Integrated Tbk (“Perseroan”) nomor SI-342/KI-
CORSEC/09/2026 tanggal 28 September 2026 perihal Laporan Keterbukaan Informasi atas Perolehan
Kontrak Penting, serta merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian
Informasi, Perseroan menyampaikan tanggapan dan penjelasan sebagai berikut:
1. Pihak Pemberi Kerja, Profil Singkat, dan Hubungan dengan Perseroan
Perseroan memperoleh kontrak terkait proyek Data Center CGK5 dan CGK7 berdasarkan hubungan
kerja sama komersial dengan pihak pemberi kerja. Kepercayaan tersebut diberikan kepada Perseroan
sebagai pemasok panel PTU (Power Train Unit) dan SKID. merupakan perkembangan penting dalam
penguatan portofolio usaha Perseroan pada segmen infrastruktur data center.
Bagi Perseroan, pekerjaan ini merupakan proyek berskala sangat besar dan bernilai sangat material,
serta memiliki arti strategis bagi pengembangan usaha dalam jangka menengah dan jangka panjang.
Oleh sebab itu, keberhasilan pelaksanaan proyek tidak hanya diukur dari penyelesaian pasokan, tetapi
juga dari kemampuan Perseroan memenuhi seluruh komitmen kontraktual dan menjaga kepercayaan
yang diberikan oleh pemberi kerja.
Kepatuhan terhadap kontrak, termasuk kewajiban menjaga kerahasiaan, merupakan prioritas utama
Perseroan untuk melindungi kelangsungan pelaksanaan proyek, hubungan bisnis, dan kepentingan
pemegang saham. Besarnya arti proyek ini bagi Perseroan menuntut kehati-hatian yang tinggi dalam
penyampaian informasi teknis maupun komersial.
Identitas dan rincian profil pemberi kerja, struktur proyek, serta informasi teknis dan komersial
tertentu termasuk informasi yang bersifat private and confidential sebagaimana diatur dalam Non-
Disclosure Agreement (“NDA”) dan/atau ketentuan kerahasiaan kontraktual. Rincian tersebut tidak
dicantumkan dalam tanggapan publik ini. Perseroan memohon koordinasi dengan Bursa mengenai
penanganan informasi yang memerlukan perlindungan kerahasiaan, tanpa mengurangi kewajiban
pengungkapan berdasarkan peraturan yang berlaku.
Berdasarkan informasi yang dimiliki Perseroan, hubungan dengan pihak pemberi kerja merupakan
hubungan komersial dalam rangka pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kontrak dan tidak terdapat
hubungan afiliasi dalam transaksi dimaksud.
Perseroan menghormati kewenangan Bursa dan regulator untuk memperoleh penjelasan serta
dokumen pendukung. Pengaturan kerahasiaan tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan
kewajiban keterbukaan informasi atau membatasi pelaksanaan kewenangan tersebut.
Page 2
2. Gambaran Proyek Data Center CGK5 dan CGK7, Ruang Lingkup Pekerjaan, dan Jangka Waktu Pelaksanaan a. Gambaran proyek dan batas ruang lingkup Perseroan Proyek Data Center CGK5 dan CGK7 merupakan pembangunan dan/atau pengembangan fasilitas data center yang membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan dengan keandalan tinggi. Perseroan berperan sebagai pemasok PTU (Power Train Unit) dan SKID. PTU merupakan sistem integrasi yang menggabungkan berbagai komponen kelistrikan seperti panel listrik, sistem pendingin hingga proteksi kebakaran ke dalam satu unit atau kontainer prefabrikasi yang siap pakai. Sedangkan SKID merupakan unit atau rangka dasar yang biasanya berbahan baja yang mengintegrasikan berbagai komponen infrastruktur penting sistem kelistrikan seperti panel switchboard dan lain sebagainya dalam satu modul terpadu sebelum dikirim ke lokasi proyek. Untuk menghindari perbedaan penafsiran, lingkup Perseroan bukan penyediaan seluruh sistem kelistrikan proyek. Penugasan Perseroan dibatasi oleh ruang lingkup panel listrik (PTU & SKID) dan kewajiban terkait yang secara khusus disepakati dalam kontrak. Nilai pengembangan fasilitas secara keseluruhan maupun nilai seluruh pekerjaan kelistrikan tidak dapat dipersamakan dengan nilai pekerjaan Perseroan. b. Jangka waktu pelaksanaan Pelaksanaan mengikuti jadwal, tahapan, dan target penyelesaian sebagaimana ditetapkan dalam kontrak. Rincian waktu pengiriman, pengujian, penerimaan pekerjaan, serta ketentuan komersial terkait tidak dicantumkan di sini. Perseroan menempatkan pemenuhan jadwal dan mutu pekerjaan sebagai prioritas serta siap memberikan penjelasan lebih rinci kepada Bursa dan regulator melalui mekanisme yang sesuai. 3. Dasar Pengategorian sebagai “Kontrak Penting” dan Signifikansinya terhadap Perseroan Perseroan mengategorikan perolehan kontrak ini sebagai Kontrak Penting dengan mempertimbangkan nilai yang sangat material bagi Perseroan, besarnya skala pekerjaan, tuntutan pelaksanaan, dan relevansinya terhadap strategi pengembangan usaha. Penilaian tersebut didasarkan pada hak dan kewajiban dalam kontrak Perseroan, bukan pada perkiraan nilai keseluruhan pembangunan data center. Kontrak ini memperkuat portofolio pesanan dan diharapkan memberikan tambahan kontribusi pendapatan selama periode pelaksanaan. Secara strategis, keberhasilan pelaksanaannya berpotensi memperkuat rekam jejak Perseroan sebagai pemasok panel listrik bagi fasilitas data center dan menjadi referensi untuk pengembangan pekerjaan sejenis. Manajemen optimistis bahwa pelaksanaan kontrak ini dapat menjadi pijakan penting untuk memperluas bisnis, memperkuat daya saing teknis, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Peluang pekerjaan berikutnya tetap harus diperoleh melalui kualitas, ketepatan pelaksanaan, dan proses komersial yang berlaku; peluang tersebut bukan kepastian kontrak tambahan. Realisasi pendapatan, laba, dan arus kas tetap mengikuti kemajuan pekerjaan, penerimaan hasil pekerjaan, biaya pengadaan dan pelaksanaan, kebutuhan modal kerja, serta kebijakan akuntansi yang berlaku. Perseroan menempatkan pengendalian mutu, pengendalian biaya, dan pengelolaan modal kerja sebagai bagian penting dari pelaksanaan proyek. Besarnya nilai kontrak tidak dengan sendirinya menjamin besaran laba bersih.
Page 3
4. Informasi atau Fakta Material Lainnya a. Perlindungan informasi dan pemenuhan kewajiban keterbukaan Perseroan berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat, relevan, dan tidak menyesatkan kepada pemegang saham dan investor. Pada saat yang sama, Perseroan harus melindungi informasi kontraktual yang bersifat rahasia agar pelaksanaan proyek yang sangat penting ini dapat berjalan dengan baik dan hubungan komersial tetap terjaga. Karena itu, tanggapan publik ini tidak memuat identitas rinci pemberi kerja, nilai kontrak dan perinciannya, skema pembayaran, struktur biaya, proyeksi internal, maupun rincian teknis dan jadwal yang bersifat rahasia. Penanganan informasi tersebut tetap tunduk pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan Peraturan Bursa; NDA tidak diposisikan sebagai pengecualian otomatis atas kewajiban pengungkapan informasi material. b. Pemantauan dan penyampaian perkembangan material Perseroan akan memantau perkembangan pelaksanaan serta dampaknya terhadap operasional dan kondisi keuangan. Setiap perkembangan, perubahan, atau fakta material yang wajib diungkapkan akan disampaikan kepada Bursa, regulator, dan publik sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian tanggapan ini disampaikan. Perseroan optimistis terhadap peluang pengembangan usaha dari kontrak ini, dengan tetap mengedepankan disiplin pelaksanaan, kepatuhan kontrak, tata kelola yang baik, dan keterbukaan informasi. Atas perhatian dan kerja sama Bursa, Perseroan mengucapkan terima kasih. Bogor, 30 September 2026 Hormat kami, PT Semacom Integrated Tbk Rudi Hartono Intan Direktur Utama
Page 4
LAMPIRAN DATA PEMBANDING PUBLIK INDUSTRI DATA CENTER Bagian dari tanggapan Perseroan | Acuan informasi: 30 September 2026 Batas penggunaan: lampiran menyajikan fasilitas pembanding, tolok ukur industri, dan perhitungan ilustratif. Tidak ada kapasitas atau nilai investasi aktual CGK5/CGK7, nilai kontrak Perseroan, maupun proyeksi keuangan internal yang diungkapkan dalam lampiran ini. A. Kapasitas fasilitas data center lain di Indonesia Tabel A1. Kapasitas per fasilitas, bukan agregat rencana pengembangan Fasilitas pembanding Lokasi umum Kapasitas daya TI Dasar publik DCI E2 Surabaya 9 MW Rilis operator [1] STT Jakarta 1 Bekasi 18 MW Halaman fasilitas [2] DCI JK6 Cibitung 36 MW Rilis operator [3] NTT Jakarta 3 Bekasi 45,6 MW Specifications – Power [4] Grafik 1. Kapasitas daya TI pada empat fasilitas pembanding Sumber: publikasi resmi DCI Indonesia, ST Telemedia Global Data Centres, dan NTT. [1–4] Fasilitas dipilih untuk menggambarkan skala daya pada bangunan data center, bukan sebagai proyek yang identik secara desain atau komersial. Kapasitas yang diumumkan operator tidak serta-merta menunjukkan besarnya penggunaan aktual, keterisian pelanggan, atau penyelesaian seluruh tahap pembangunan. NTT mencantumkan 45 MW pada ringkasan dan 45,6 MW pada bagian Specifications – Power. Tabel dan grafik secara konsisten menggunakan angka spesifikasi 45,6 MW. [4]
Page 5
B. Tolok ukur biaya konstruksi per MW Tabel Regional Construction Cost Index dalam publikasi Cushman & Wakefield tanggal 1 April 2026 menyediakan kategori low, mid, dan high untuk bangunan dengan spesifikasi menengah. Data Indonesia digunakan sebagai dasar perhitungan ilustratif; negara lain hanya konteks regional. [5] Tabel B1. Biaya konstruksi data center (US$ juta per MW) Negara Low Mid High Indonesia 6,6 8,3 11,2 Thailand 7,0 8,8 10,5 Malaysia 6,9 9,6 12,0 Singapura 12,0 14,4 17,9 Grafik 2. Nilai tengah dan rentang biaya konstruksi per MW Sumber: Cushman & Wakefield, tabel Regional Construction Cost Index. Low/mid/high adalah kategori sumber, bukan interval keyakinan statistik. [5] Cara membaca pembanding Tolok ukur per MW membantu menggambarkan besarnya kebutuhan pembangunan fasilitas, tetapi tidak menggantikan perhitungan berdasarkan desain dan daftar kuantitas pekerjaan. Perbedaan lokasi, tingkat redundansi, kepadatan perangkat, pendinginan, pengadaan, serta waktu pelaksanaan dapat mengubah biaya aktual. Angka biaya per MW bukan harga LV Switchgear. Tidak terdapat dasar untuk menyimpulkan bahwa nilai pekerjaan Perseroan merupakan persentase tertentu dari biaya pembangunan fasilitas. Model menggunakan data pada tabel negara, bukan menyamakan angka tertinggi dalam judul atau ringkasan rilis dengan biaya rata-rata. Tidak ada penyesuaian biaya spesifik CGK5 atau CGK7.
Page 6
C. Ilustrasi biaya pembangunan fasilitas hipotetis
Contoh berikut hanya mengalikan input kapasitas dengan tolok ukur Indonesia pada Tabel B1. Seluruh
kapasitas adalah pilihan ilustrasi, bukan kapasitas proyek Perseroan. Kurs translasi menggunakan JISDOR
Bank Indonesia 30 September 2026, Rp17.877 per US$. [5–6]
Tabel C1. Hasil perkalian ilustratif, bukan RAB atau nilai kontrak
Low Mid High Low Mid High
Contoh daya TI
US$ juta US$ juta US$ juta Rp triliun Rp triliun Rp triliun
10 MW 66 83 112 1,18 1,48 2,00
20 MW 132 166 224 2,36 2,97 4,00
30 MW 198 249 336 3,54 4,45 6,01
50 MW 330 415 560 5,90 7,42 10,01
Grafik 3. Sensitivitas biaya terhadap contoh kapasitas fasilitas
Perhitungan: kapasitas (MW) × biaya (US$ juta/MW). Konversi ke Rp triliun: hasil US$ juta × 17.877 ÷ 1.000.000. Angka
dibulatkan. [5–6]
Batas interpretasi
Perhitungan tidak memasukkan estimasi terpisah untuk pembelian server/GPU dan tidak menyesuaikan
lahan, biaya pemilik, utilitas, pajak, atau pendanaan suatu proyek tertentu. Karena ruang lingkup
komponen tersebut belum disetarakan, hasilnya tidak dipresentasikan sebagai seluruh biaya investasi
fasilitas berikut perangkat komputasi.
Contoh 50 MW: Rp5,90–10,01 triliun; nilai tengah Rp7,42 triliun. Ini merupakan ilustrasi biaya
konstruksi industri dan sama sekali bukan pernyataan nilai CGK5/CGK7, kontrak Perseroan,
pendapatan, laba, atau valuasi Perseroan.
Page 7
D. Memahami kapasitas daya dan kemampuan komputasi MW pada lampiran mengukur daya teknologi informasi, bukan kecepatan pemrosesan, kapasitas penyimpanan, atau jumlah pengguna. Kemampuan komputasi bergantung pada jenis perangkat dan beban kerja. Ilustrasi berikut hanya menunjukkan pembagian anggaran daya; tidak menjelaskan perangkat aktual proyek Perseroan. Tabel D1. Rack ekuivalen secara daya; setiap baris adalah alternatif Asumsi daya/rack Contoh 10 MW Contoh 30 MW Contoh 50 MW 10 kW 1.000 3.000 5.000 20 kW 500 1.500 2.500 50 kW 200 600 1.000 100 kW 100 300 500 Grafik 4. Pengaruh asumsi densitas pada contoh fasilitas 30 MW Rumus: jumlah rack ekuivalen = MW × 1.000 ÷ kW per rack. Hasil bukan jumlah rack fisik yang telah dirancang atau terpasang. Ilustrasi perangkat untuk beban kerja AI Sebagai satuan pembanding, NVIDIA DGX H100/H200 memiliki delapan GPU per sistem dan daya maksimum sistem 10,2 kW. Dengan asumsi ilustratif 80% daya TI untuk sistem tersebut dan 20% untuk perangkat TI lain, diperoleh: [9] Tabel D2. Ilustrasi anggaran daya perangkat, bukan perkiraan pemasangan Contoh daya TI Sistem ekuivalen GPU ekuivalen 10 MW 784 6.272 30 MW 2.352 18.816 50 MW 3.921 31.368 Sistem = pembulatan ke bawah (MW × 1.000 × 80% ÷ 10,2); GPU = sistem × 8. Asumsi 80:20 bukan data kontrak atau desain. Pendinginan fasilitas berada di luar anggaran daya TI. Hasil tidak membuktikan kemampuan FLOPS tertentu dan bukan janji kapasitas pemrosesan.
Page 8
E. Posisi kelistrikan dan peran khusus LV Switchgear Sebagai konteks terpisah, Turner & Townsend mempublikasikan pembagian indikatif biaya konstruksi fasilitas di Amerika Serikat. Bagian kelistrikan mencakup berbagai pekerjaan dan peralatan, bukan hanya LV Switchgear. [7] Tabel E1. Komposisi biaya pembanding AS; bukan komposisi proyek Perseroan Komponen biaya Pendinginan udara Pendinginan cair Kelistrikan, termasuk peralatan 54% 48% Mekanikal, termasuk peralatan 22% 33% Bangunan dan arsitektural 14% 9% Biaya umum dan fee kontraktor 10% 10% Total 100% 100% Grafik 5. Porsi komponen kelistrikan dalam biaya konstruksi pembanding AS Sumber: Turner & Townsend, Data Centre Construction Cost Index 2025–2026, bagian Cost Trends. [7] Porsi kelistrikan 48–54% tidak boleh digunakan sebagai porsi kontrak Semacom. Ruang lingkup Perseroan mengacu pada butir 2 surat utama, yaitu panel listrik (PTU & SKID), bukan penyediaan seluruh sistem kelistrikan proyek. Pembanding ini menunjukkan pentingnya infrastruktur daya dalam pembangunan data center. Nilai dan dampak pekerjaan Perseroan tetap ditentukan oleh kontraknya sendiri. Basis biaya Turner & Townsend mengecualikan antara lain lahan, pekerjaan utilitas, perangkat TI aktif, serta jasa profesional; basis tersebut tidak disamakan begitu saja dengan total investasi operator atau tolok ukur sumber lain. [8]
Page 9
F. Sumber publik dan catatan penggunaan Seluruh sumber berikut diakses pada 30 September 2026. Nomor dalam naskah, tabel, dan keterangan grafik merujuk pada daftar ini. Data operator merupakan informasi fasilitas pembanding; tidak menyatakan hubungan operator tersebut dengan kontrak Perseroan. [1] DCI Indonesia. “DCI Indonesia Inaugurates E2 Surabaya, Expanding Its Platform to Eastern Indonesia”, rilis 9 April 2026; kapasitas TI E2 9 MW. Sumber resmi [2] ST Telemedia Global Data Centres. Halaman “Jakarta”, entri STT Jakarta 1; IT load 18 MW. Sumber resmi [3] DCI Indonesia. “DCI Indonesia Launches AI-Ready JK6 with 36 MW Capacity”, halaman bertanggal 21 April 2026; peresmian yang diberitakan 3 Juni 2025. Sumber resmi [4] NTT. “Jakarta 3 Data Center”, bagian Specifications – Power; critical IT load 45,6 MW. Sumber resmi [5] Cushman & Wakefield. “Asia Pacific’s Data Centre Market Faces Structural Cost Shift Amid Rising AI Requirements”, 1 April 2026; tabel Regional Construction Cost Index. Sumber resmi [6] Bank Indonesia. Tabel JISDOR, tanggal 30 September 2026; Rp17.877 per US$. Kurs digunakan hanya untuk translasi ilustrasi. Sumber resmi [7] Turner & Townsend. Data Centre Construction Cost Index 2025–2026, “Data centre cost trends”; pembagian biaya konstruksi udara/cair pada pembanding AS. Sumber resmi [8] Turner & Townsend. Data Centre Construction Cost Index 2025–2026, “Methodology”; cakupan dan pengecualian model biaya. Sumber resmi [9] NVIDIA. DGX H100/H200 User Guide, “Introduction”, bagian Component Description dan Power Specifications; delapan GPU dan daya maksimum 10,2 kW per sistem. Sumber resmi [10] Otoritas Jasa Keuangan. POJK 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik, khususnya Pasal 2 dan Pasal 6 huruf h. Sumber resmi Pemisahan fakta, ilustrasi, dan informasi Perseroan Uraian mengenai ruang lingkup dan arti kontrak merupakan keterangan Perseroan. Data pembanding berasal dari sumber publik di atas. Perhitungan biaya, rack, dan GPU merupakan olahan ilustratif dengan asumsi yang dituliskan secara terbuka, bukan penilaian independen proyek atau proyeksi keuangan Perseroan. Tidak ada data nilai kontrak, pelanggan, margin, atau pendanaan internal yang digunakan sebagai input tabel dan grafik publik.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.