Skip to content
Back to announcement

20261005_CASH_Laporan Informasi dan Fakta Material_32163210_lamp2.pdf

Other Text extracted CASH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 77

Page 1
                   Kantor Jasa Penilai Publik
                                                                                                                 The Manhattan Square
                   FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                  Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                   Property, Business Valuation & Advisory                                            Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                   Licence No. 2.22.0176                                                              E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                   KMK 460/KM.1/2022                                                                    Website: www.fdipartners.co.id
                   Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia                                                              Phone (62 21) 27875910




Jakarta, 23 September 2026

Kepada Yth.
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
ATRIA SUDIRMAN Lantai 23
Jl. Jendral Sudirman No Kav 33 A
Jakarta Pusat 10220

No. Laporan     : FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Hal             : Revisi Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha berupa
                  Penyesuaian dan Penambahan Kegiatan Usaha PT Cashlez Worldwide
                  Indonesia Tbk


Dengan hormat,

REVISI LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PT CASHLEZ WORLDWIDE INDONESIA TBK

Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 004/FDI.JKT/PB-FS/VII/2026 tertanggal 15
Juli 2026, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
“Kami”) mendapat penugasan dari PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (selanjutnya disebut
“CWI” atau “Perseroan”) untuk menyusun Studi Kelayakan atas perubahan kegiatan usaha,
yang terdiri dari 6 (enam) kegiatan usaha yang mengalami penyesuaian, yaitu Penyediaan
Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI
66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), dan Aktivitas
Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan
Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591) dan Perdagangan
Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523); serta 3 (tiga) kegiatan usaha yang merupakan
penambahan kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan
Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi
(KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan
Dana Pensiun (KBLI 66199), selanjutnya disebut (“Objek Studi Kelayakan”).

Sebelumnya kami telah menerbitkan Laporan Studi Kelayakan penambahan Kegiatan Usaha
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk, No. FDI.JKT/0016/LAP/B/SK/VIII/2026 tanggal 31 Agustus
2026. Selanjutnya sesuai dengan Surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor: S-262/PM.211/2026
tanggal 16 September 2026, perihal Permintaan Klarifikasi atas Rencana Penyesuaian dan
Penambahan Kegiatan Usaha PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk., maka kami menerbitkan
kembali revisi Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha berupa Penyesuaian dan
Penambahan        Kegiatan    Usaha    PT    Cashlez   Worldwide     Indonesia     Tbk,  No.
FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026 tanggal 23 September 2026. Perubahan-perubahan tersebut
meliputi penambahan pengungkapan informasi atas kejadian penting setelah tanggal
penilaian analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan model
manajemen, dan analisis kelayakan keuangan namun tidak merubah kesimpulan dan opini
laporan.

                                                Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
         Gedung Palma Tower, Lt.18, Jl. Kartini II-S, Kav.06, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310
                        E-Mail: admnbranchjkt@fdipartners.co; Website: www.fdipartners.co.id
                                                      Phone (62 21) 75930291
                                 KMK 582/KM.1/2024, Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia

                              Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
                              (Bisnis(Bisnis)
Page 2
Objek Studi Kelayakan

Objek Studi Kelayakan adalah perubahan kegiatan usaha berupa penyesuaian KBLI dan
penambahan kegiatan usaha pada Perseroan, dengan rincian sebagai berikut:

 1. Penyesuaian KBLI
    Penyesuaian KBLI merupakan penyesuaian kode dan/atau klasifikasi kegiatan usaha
    Perseroan berdasarkan KBLI 2025, termasuk penyesuaian atas kegiatan usaha yang telah
    tercantum sebelumnya. Adapun rincian penyesuaian KBLI disajikan pada tabel berikut:

          No            Kode KBLI
                                                            Kegiatan Usaha
                     Lama       Baru
            1.                                 Perdagangan Besar Peralatan
                    47414         46523
                                               Telekomunikasi
            2.                                 Perdagangan Besar Mesin Kantor dan
                    47793         46591        Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan
                                               Perlengkapannya
            3.                                 Penerbitan Perangkat Lunak (Software)
                    58200         58290
                                               lainnya
            4.      66411         66141        Penyedia Jasa Pembayaran
            5.                                 Penyelenggaraan Penunjang Sistem
                    66413         66143
                                               Pembayaran
            6.                                 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
                    62012         62199
                                               YTDL

 2. Penambahan KBLI
    Penambahan KBLI merupakan penambahan kegiatan usaha baru yang sebelumnya
    belum tercantum dalam kegiatan usaha Perseroan berdasarkan KBLI 2025. Adapun
    rincian penambahan KBLI disajikan pada tabel berikut:

        No          KBLI                            Kegiatan Usaha
        1.         95101        Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/ Peralatan
                                Komunikasi
         2.        66199        Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL,
                                Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun
         3.        77394        Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan
                                Peralatan Kantor

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana penambahan/
perubahan kegiatan usaha KBLI perusahaan, diperuntukan dalam rangka memenuhi Otoritas
Jasa Keuangan (“OJK’) terkait dengan peraturan perusahaan public (terbuka), yaitu
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan perubahan Kegiatan Usaha.

Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35”), SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian Dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”) . Kode Etik Penilaian Indonesia
dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018). Dalam melakukan




Halaman 2                                                   FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 3
Studi Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.

Laporan studi kelayakan hanya dapat digunakan sesuai dengan maksud dan tujuan
sebagaimana yang tercantum dalam proposal dan telah disetujui, kecuali diluar maksud dan
tujuan yang tertulis, maka diperlukan surat persetujuan dari penilai.

Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal Studi Kelayakan dalam penugasan ini adalah 30 Juni 2026.

Ruang Lingkup dan Metodologi Analisis Studi Kelayakan

Berdasarkan (“POJK 35”) dan (‘’SEOJK 17’’), analisis Studi Kelayakan dilakukan melalui analisis
yang mencakup hal–hal sebagai berikut:

 a.   Analisis Kelayakan Pasar
 b.   Analisis Kelayakan Teknis
 c.   Analisis Kelayakan Pola Bisnis
 d.   Analisis Model Manajemen
 e.   Analisis Kelayakan Keuangan

Analisis Kelayakan Pasar

Industri sistem pembayaran Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya
aktivitas ekonomi dan transaksi digital. Berdasarkan Bank Indonesia, volume transaksi
pembayaran digital pada Mei 2026 mencapai 5,22 miliar transaksi atau tumbuh 28,14% secara
tahunan, dengan transaksi QRIS tumbuh 95,10%. Sejalan dengan perkembangan tersebut,
berdasarkan e-Conomy SEA 2025 yang diterbitkan Google, Temasek, dan Bain & Company,
nilai GMV ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$99 miliar pada 2025 dan
diproyeksikan meningkat menjadi sekitar US$180 miliar pada 2030. Pertumbuhan aktivitas
pembayaran digital juga tercermin dari nilai transaksi belanja menggunakan uang elektronik
yang mencapai sekitar Rp320,43 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 54,37% secara tahunan,
serta jumlah pengguna QRIS yang mencapai sekitar 62 juta dan merchant QRIS sekitar 44 juta.

Selain kondisi pasar sistem pembayaran secara umum, potensi pasar untuk masing-masing
kegiatan usaha baru Perseroan dijelaskan sebagai berikut:

 •    KBLI 77394 – Penyewaan EDC
      Berdasarkan data ASPI, jumlah mesin EDC mencapai sekitar 2,3 juta unit pada Triwulan II
      2026 dan mendukung aktivitas transaksi pada sekitar 1,5 juta merchant. Data tersebut
      menunjukkan penggunaan EDC sebagai salah satu infrastruktur pendukung transaksi
      pembayaran secara fisik. Kondisi tersebut memberikan indikasi adanya kebutuhan atas
      ketersediaan perangkat EDC dan menjadi salah satu faktor yang mendukung
      pengembangan kegiatan usaha penyewaan EDC Perseroan.

 •    KBLI 95101 – Pemeliharaan Perangkat
      Berdasarkan data ASPI, jumlah mesin EDC meningkat dari sekitar 1,8 juta unit pada
      Triwulan I 2023 menjadi sekitar 2,3 juta unit pada Triwulan II 2026. Peningkatan jumlah




Halaman 3                                                    FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 4
     perangkat tersebut menunjukkan adanya basis perangkat yang digunakan dalam
     aktivitas pembayaran dan memerlukan pemeliharaan serta perbaikan untuk menjaga
     ketersediaan dan keandalannya. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang
     mendukung pengembangan kegiatan usaha pemeliharaan perangkat Perseroan.

 •   KBLI 66199 – Cash Advance
     Berdasarkan data OJK, pembiayaan Pindar kepada UMKM mencapai Rp35,12 triliun
     hingga Juni 2026 atau tumbuh sebesar 23,25% secara tahunan. Perkembangan tersebut
     menunjukkan adanya aktivitas penyaluran pembiayaan kepada UMKM. Kondisi tersebut
     menjadi salah satu faktor yang mendukung potensi pasar kegiatan Cash Advance
     Perseroan berupa pembiayaan kepada merchant, dengan pendapatan Perseroan
     berupa komisi dari nilai pembiayaan yang disalurkan.

Industri payment gateway di Indonesia mencakup berbagai penyedia layanan, antara lain
Xendit, Midtrans, DOKU, Faspay, Finnet Indonesia, Artajasa Pembayaran Elektronis, NICEPAY,
OY! Indonesia, iPaymu, dan Jalin Pembayaran Nusantara.

Perseroan menyediakan solusi pembayaran online maupun offline untuk kebutuhan korporasi
dan UMKM, dengan layanan yang disalurkan melalui supplier, partner, dan end
user/merchant. Dalam mendukung kegiatan usahanya, Penyusunan strategi pemasaran
Perseroan dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui tahapan analisis, perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi. Proses penyusunan strategi diawali dengan analisis kondisi internal
dan eksternal Perseroan, termasuk kinerja pemasaran sebelumnya, tren industri, kondisi
kompetitif, serta kebutuhan dan perilaku target pasar. Hasil analisis tersebut digunakan
sebagai dasar dalam penetapan arah strategi pemasaran yang mendukung pencapaian
sasaran bisnis Perseroan.

Dengan mempertimbangkan potensi pasar dan kondisi perekonomian Indonesia yang terus
berkembang, rencana penyesuaian 6 (enam) kegiatan usaha, yaitu Penyediaan Jasa
Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143),
Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), Aktivitas Pemrograman
Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri
Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591), serta Perdagangan Besar
Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), dan penambahan 3 (tiga) kegiatan usaha baru, yaitu
Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan
Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa
Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI 66199), tersebut dinilai layak
untuk diimplementasikan dari sisi pasar.

Analisis Kelayakan Teknis

Dalam menjalankan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak
melakukan penambahan tenaga kerja, tetapi menggunakan tenaga kerja yang dimiliki.
Penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha ini memerlukan dukungan sarana,
prasarana, peralatan, dan teknologi untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan,
khususnya perangkat lunak, peralatan teknologi informasi, serta inventaris kantor.
Ketersediaan sarana, prasarana, peralatan, dan teknologi tersebut diperlukan untuk
mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan operasional Perseroan, termasuk dalam
menunjang proses penyelenggaraan layanan, pengelolaan kegiatan operasional, serta




Halaman 4                                                   FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 5
pelaksanaan fungsi pendukung lainnya. Adapun proses layanan yang dilakukan Perseroan
dapat terlihat dalam gambar berikut:




Sumber : Manajemen Perseroan

Dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia serta ketersediaan sarana,
prasarana, peralatan, dan teknologi yang mendukung kegiatan operasional Perseroan,
rencana penyesuaian 6 (enam) kegiatan usaha, yaitu Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI
66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat
Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI
62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan
Perlengkapannya (KBLI 46591), serta Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI
46523), dan penambahan 3 (tiga) kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna
Usaha Mesin dan Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan
Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan
Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI 66199), dinilai layak untuk
diimplementasikan dari sisi teknis.

Analisis Kelayakan Pola Bisnis

Keunggulan kompetitif Perseroan antara lain telah memperoleh izin dari Bank Indonesia
sebagai penyedia payment gateway, memiliki pengalaman sejak 2015, serta memiliki basis
lebih dari 25.000 merchant. Keunggulan tersebut dapat mendukung pengembangan
kegiatan usaha baru melalui pemanfaatan hubungan usaha dan ekosistem merchant yang



Halaman 5                                               FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 6
telah terbentuk. Adapun karakteristik yang membedakan pola pengembangan kegiatan
usaha baru Perseroan dengan penyedia jasa sejenis antara lain:

 •   KBLI 77394 – Penyewaan EDC: layanan penyewaan EDC dikembangkan terintegrasi
     dengan layanan pembayaran Perseroan, sehingga dapat ditawarkan kepada merchant
     yang telah memiliki hubungan usaha dengan Perseroan.
 •   KBLI 95101 – Pemeliharaan Perangkat: layanan pemeliharaan perangkat dikembangkan
     sebagai bagian yang mendukung kegiatan pembayaran Perseroan, sehingga
     kebutuhan pemeliharaan dapat diintegrasikan dengan penggunaan perangkat oleh
     merchant.
 •   KBLI 66199 – Cash Advance: layanan Cash Advance dikembangkan dengan
     memanfaatkan basis merchant dan hubungan usaha yang telah terbentuk melalui
     layanan pembayaran, sehingga dapat ditawarkan kepada merchant dalam ekosistem
     Perseroan.

Kemampuan pesaing untuk meniru produk tergolong sulit karena Perseroan memiliki
diferensiasi melalui penyediaan solusi terpadu berupa perangkat EDC dan software
pendukung. Sedangkan kompetitor lain banyak yang menyediakan perangkat EDC tanpa
software pendukung, sehingga pengguna dapat memerlukan lebih dari satu partner/vendor
untuk memenuhi kebutuhan perangkat dan software.

Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai (value creation) didukung oleh integrasi
produk, layanan, dan teknologi dalam ekosistem pembayaran. Melalui penyesuaian dan
penambahan kegiatan usaha, Perseroan dapat memperluas layanan yang meliputi
penyediaan jasa pembayaran, penunjang sistem pembayaran, penerbitan dan
pengembangan perangkat lunak, perdagangan dan penyewaan perangkat, serta reparasi
dan pemeliharaan perangkat.

Dengan mempertimbangkan kesiapan dan kemampuan Perseroan dalam menjalankan serta
mengintegrasikan kegiatan usaha, rencana penyesuaian 6 (enam) kegiatan usaha, yaitu
Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem
Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290),
Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor
dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591), serta
Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), dan penambahan 3 (tiga)
kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor
(KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta
Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI
66199), dinilai layak untuk diimplementasikan dari sisi pola bisnis.

Analisis Model Manajemen

Dalam menjalankan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak
melakukan penambahan tenaga kerja tetapi menggunakan tenaga kerja yang dimiliki, untuk
penambahan kegiatan usaha baru tersebut, karyawan yang dibutuhkan tidak memerlukan
kualifikasi dan kompetensi secara khusus, namun Perseroan mengadakan program pelatihan
teknis reparasi dan pemeliharaan perangkat, pelatihan tata kelola pertukaran data serta
proses eksekusi penyaluran dana sesuai ketentuan lembaga pemberi dana berizin untuk
kegiatan penunjang jasa keuangan, dan pelatihan administrasi penyewaan peralatan, baik




Halaman 6                                                FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 7
melalui program pelatihan internal (in-house training) maupun pelatihan yang
diselenggarakan bekerja sama dengan vendor/prinsipal terkait, sesuai dengan kebutuhan
kegiatan usaha. Pelaksanaan kegiatan usaha tersebut tidak memerlukan sertifikasi khusus
yang bersifat wajib.

Terkait dengan kekayaan intelektual saat ini Perseroan telah memiliki sertifikat merek atas logo,
serta hak cipta atas beberapa program komputer, antara lain: Cashlez POS, Cashlez
Merchant Portal, Cashlez Android Line Adapter (CARLA), Cashlez Payment System, Cashlez
Link, Cashlez MPOS, dan Cashlez Payment Orchestrator.

Risiko-risiko yang berpotensi terjadi dalam pelaksanaan perubahan dan penyesuaian KBLI,
antara lain adalah Risiko Ketidaksesuaian KBLI pada Dokumen Legal, Sistem, dan Pelaporan
Regulator, Risiko Kesalahan Klasifikasi Aktivitas Usaha, Risiko Inkonsistensi Data Antar Sistem,
Risiko Ketidaksesuaian Proses Onboarding dan Klasifikasi Merchant, Risiko Kepatuhan Akibat
Penambahan KBLI Baru, Risiko Human Error dalam Pembaruan KBLI, dan Risiko Kurangnya
Sosialisasi atas Perubahan KBLI. Selain risiko administratif tersebut, Perseroan juga menghadapi
risiko usaha yang spesifik pada masing-masing kegiatan usaha baru, yaitu Risiko Aset pada
kegiatan usaha KBLI 77394 berupa kerusakan, kehilangan, atau tidak dikembalikannya
perangkat EDC oleh merchant serta risiko penurunan nilai ekonomis dan keusangan teknologi
perangkat, Risiko Layanan Purna Jual pada kegiatan usaha KBLI 95101 berupa keterlambatan
reparasi pemeliharaan perangkat, serta risiko terkait pemenuhan klaim garansi, dan Risiko
Kredit pada kegiatan usaha KBLI 66199 yang pada prinsipnya ditanggung oleh lembaga
pemberi dana yang berizin, sedangkan Perseroan dapat menghadapi risiko tidak langsung
yang berkaitan dengan keberlanjutan kerja sama, reputasi, serta aspek hukum dan
kepatuhan dalam pelaksanaan kegiatan usaha tersebut.

Dalam menjalankan setiap bidang usaha Perseroan memiliki kapasitas manajemen yang
memiliki kompetensi dan berpengalaman sesuai bidangnya (key person). Sistem organisasi
dan Manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya suatu
perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga dapat membentuk
perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur organisasi dan
Manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu dan
terarah.

Dengan mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja, pengelolaan kekayaan intelektual,
manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, serta kesesuaian struktur
organisasi dan manajemen Perseroan, rencana penyesuaian 6 (enam) kegiatan usaha, yaitu
Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem
Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290),
Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor
dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591), serta
Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), dan penambahan 3 (tiga)
kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor
(KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta
Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI
66199), dinilai layak untuk diimplementasikan dari sisi model manajemen.




Halaman 7                                                     FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 8
Analisis Kelayakan Keuangan

Dalam rencana perubahan kegiatan usaha, Perseroan akan melakukan penyesuaian dan
penambahan kegiatan usaha yang mencakup Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141),
Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat Lunak
(Software) Lainnya (KBLI 58290), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199),
Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan
Perlengkapannya (KBLI 46591), Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523),
Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan
Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa
Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI 66199). Rencana
perubahan kegiatan usaha tersebut membutuhkan biaya investasi sebesar Rp34.518.304.021

Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis kelayakan finansial rencana penyesuaian
dan penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah pendekatan berbasis pendapatan
yang mengacu pada Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
Dan Payback Period. Untuk menghitung faktor-faktor tersebut diatas digunakan Tingkat
Diskonto (Cost of Equity) sebesar 10,40%. Hasil penghitungan atas rencana perubahan
penambahan Kegiatan Usaha dapat dikatakan layak dengan rincian sebagai berikut: Dalam
melakukan analisis kelayakan keuangan digunakan analisis Present Value (“NPV”), Internal
Rate of Return (“IRR”), Profitability Index (“PI”), dan Payback Period dengan hasil sebagai
berikut:

  Tabel 1. NPV, IRR, PI, Payback period
          Keterangan              Indikator                  Satuan                Hasil Analisa

  Net Present Value               NPV > 0                       Rp                           86.496.379.884

  IRR                             IRR > DR                      %                                    26,61%

  Profitability Index              PI > 1                       X                                       1,25

  Payback Period                   Tahun                                                                 7,0



Selanjutnya, dilakukan analisis sensitivitas terhadap perubahan asumsi pendapatan dan
beban pokok pendapatan dengan hasil sebagai berikut:

                                            Kondisi Normal                  Perubahan Kondisi
                Keterangan
                                                 0%                    1%                       2%
  Pendapatan Turun dan HPP Naik
    Net Present Value                          86.496.379.884         14.882.359.994       (63.561.578.668)
    IRR                                               26,61%                 12,26%                  -15,08%
    Profitability Index                                  1,25                 (7,64)                 (22,80)

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa kelayakan keuangan Perseroan sensitif
terhadap perubahan penurunan asumsi pendapatan dan peningkatan beban pokok
pendapatan.

Adapun mitigasi, berdasarkan keterangan Manajemen, Perseroan melakukan mitigasi atas
kondisi defisit ekuitas dan rugi berkelanjutan melalui penguatan struktur permodalan. Sebagai
bagian dari upaya penguatan permodalan, pada Juli 2026 Perseroan telah melaksanakan




Halaman 8                                                             FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 9
PMHMETD dengan dana yang diperoleh sebesar Rp237.209 juta. Melalui dana tersebut
Perseroan menargetkan perluasan jaringan merchant secara terukur dan berkelanjutan,
memperdalam kemitraan strategis melalui skema cross-selling dan/atau referral Merchant,
serta terus mengembangkan ekosistem Payment Gateway untuk memacu peningkatan
pendapatan MDR. Perseroan juga mempertahankan kedisiplinan dalam pengendalian
beban operasional melalui strategi efisiensi yang terukur.

Asumsi – Asumsi dan Kondisi Pembatas

1.  Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2.  Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam
    proses Studi Kelayakan.
3. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan
    keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data
    yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami
    anggap relevan.
4. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran
    proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
    (fiduciary duty).
5. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
7. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi
    Kelayakan dari Pemberi Tugas.
8. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan
    telah disusun sesuai dengan POJK 35 dan SEOJK 17, Kode Etik Penilaian Indonesia dan
    Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018).
10. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
    secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di luar
    dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
11. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
    dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak
    dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab
    jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
12. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga
    pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan
    relevansi antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).

Kesimpulan

Dengan mempertimbangkan analisis Studi Kelayakan yang dilakukan meliputi analisis
Kelayakan Pasar, analisis Kelayakan Teknis, analisis Kelayakan Pola Bisnis, analisis Kelayakan
Model Manajemen dan analisis Keuangan serta semua asumsi-asumsi dapat terpenuhi, maka
kami berpendapat bahwa rencana Perseroan dalam rangka Perubahan kegiatan usaha
berupa 6 (enam) kegiatan usaha yang mengalami penyesuaian, yaitu Penyediaan Jasa
Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143),
Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), dan Aktivitas Pemrograman
Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri
Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591) dan Perdagangan Besar



Halaman 9                                                   FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 10
Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523); serta 3 (tiga) kegiatan usaha yang merupakan
penambahan kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan
Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi
(KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan
Dana Pensiun (KBLI 66199) adalah LAYAK.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini,
kami bertindak sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun,
baik saat ini maupun di masa datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas transaksi
yang dilakukan.

Demikian laporan Studi Kelayakan ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan
yang telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan Cabang Jakarta Selatan
Pemimpin Cabang




J.Ferdinand H.Pardede, MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00089
MAPPI No.               : 01-S-01490
SKTT OJK                : KEP-1290/KS.13/2026
RMK                     : RMK-2017.00081




Halaman 10                                               FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 11
                                                                    DAFTAR ISI



SURAT PENGANTAR ................................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................................................ 11
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 13
    1.1         Uraian Mengenai Penugasan ......................................................................................... 13
    1.2         Status Penilai ...................................................................................................................... 13
    1.3         Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ....................................................... 14
    1.4         Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ....................................................... 14
    1.5         Tanggal Studi Kelayakan ................................................................................................. 14
    1.6         Objek Studi Kelayakan ..................................................................................................... 14
    1.7         Maksud dan Tujuan .......................................................................................................... 15
    1.8         Data, Informasi, dan Prosedur yang digunakan .......................................................... 15
    1.9         PIhak-pihak Yang diwawancara .................................................................................... 17
    1.10        Metodologi Analisis Studi Kelayakan .............................................................................. 17
    1.11        Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 17
    1.12        Asumsi dan Kondisi Pembatas ........................................................................................ 18
    1.13        Pedoman dan Standar Penilaian ................................................................................... 18
    1.14        Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................. 18
BAB II ANALISIS PERSEROAN .............................................................................................................. 20
    2.1         Gambaran Umum Perseroan .......................................................................................... 20
    2.2         Informasi Keuangan Perseroan ....................................................................................... 21
    2.3         Informasi Perpajakan Perseroan ..................................................................................... 26
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR ................................................................................................ 27
    3.1         Kondisi Pasar ...................................................................................................................... 27
    3.2         Persaingan Pasar .............................................................................................................. 34
    3.3         Strategi Pemasaran .......................................................................................................... 35
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................... 38
    4.1         Kapasitas ............................................................................................................................ 38
    4.2         Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia ...................................................... 38
    4.3         Proses Produksi / Layanan Jasa ...................................................................................... 40
BAB V ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ....................................................................................... 41
    5.1         Keunggulan Kompetitif .................................................................................................... 41
    5.2         Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk .................................................................. 42
    5.3         Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ......................................................................... 42
BAB VI ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ...................................................................... 44
    6.1         Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................. 44



Halaman 11                                                                                         FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 12
   6.2         Manajemen Kekayaan Intelektual (intellectual property) .......................................... 44
   6.3         Manajemen Risiko ............................................................................................................. 44
   6.4         Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen ..................................................................... 47
   6.5         Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen ......................................................... 48
BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 49
   7.1         Proyeksi Keuangan Perseroan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha .................. 49
   7.2         Biaya Pendirian (Start Up Cost) ....................................................................................... 50
   7.3         Modal Kerja ....................................................................................................................... 50
   7.4         Sumber Pembiayaan ....................................................................................................... 51
   7.5         Biaya Operasional ............................................................................................................ 51
   7.6         Penyesuaian Proyeksi Keuangan Setelah Penyesuaian dan Penambahan KBLI ..... 51
   7.7         Asumsi Proyeksi Keuangan Setelah Penyesuaian dan Penambahan KBLI ............... 52
   7.8         Analisis Titik Impas (Break Even Analysis) ....................................................................... 68
   7.9         Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) ..................................................................... 68
   7.10        Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment) ..................................... 70
   7.11        Analisis Sensitivitas ............................................................................................................. 71
   7.12        Proyeksi Keuangan Perseroan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha .................... 71
   7.13        Rasio Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha 73
   7.14        Mitigasi Risiko atas Kondisi Ekuitas Negatif dan Rugi Berkelanjutan ........................... 73
BAB VIII KESIMPULAN ......................................................................................................................... 74
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ..................................................................................... 75
PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................................................... 76




Halaman 12                                                                                     FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 13
                                           BAB I
                                       PENDAHULUAN



1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 004/FDI.JKT/PB-FS/VII/2026
      tertanggal 15 Juli 2026, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut
      “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Cashlez Worldwide Indonesia
      Tbk (selanjutnya disebut “CWI” atau “Perseroan”) untuk menyusun Studi Kelayakan atas
      perubahan kegiatan usaha, yang terdiri dari 6 (enam) kegiatan usaha yang mengalami
      penyesuaian, yaitu Penyediaan Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan
      Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI 66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software)
      Lainnya (KBLI 58290), dan Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199),
      Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan
      Perlengkapannya (KBLI 46591) dan Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI
      46523); serta 3 (tiga) kegiatan usaha yang merupakan penambahan kegiatan usaha
      baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Kantor (KBLI 77394),
      Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi (KBLI 95101), serta Aktivitas
      Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun (KBLI
      66199), selanjutnya disebut (“Obyek Studi Kelayakan”).

1.2   Status Penilai

      Studi kelayakan ini dilakukan KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) Cabang
      Jakarta Selatan, selaku Penilai Independen untuk memberikan Kajian Indikasi Nilai yang
      objektif dan tidak memihak, sesuai KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan Kajian
      Indikasi Nilai atas objek Kajian Indikasi Nilai yang dimaksud. KJPP Ferdinand, Danar,
      Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang Izin Usaha
      No. 582/KM.1/2024 tanggal 19 September 2024 dari Menteri Keuangan Republik
      Indonesia dan mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:

      •   Pemimpin Cabang, Ferdinand Pardede, adalah seorang Penilai Publik untuk
          klasifikasi penilaian bisnis dengan izin No. B-1.09.00089 dari Menteri Keuangan
          Republik Indonesia, dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat
          Tanda Terdaftar Penunjang Penilai Publik Sektor Jasa Keuangan Nomor
          KEP1290/KS.13/2026. Beliau adalah anggota dari Masyarakat Profesi Penilai
          Indonesia
      •   Penugasan penilaian ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material
          atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian
          dan/ atau pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional
          dan tidak memihak.
      •   Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu
          kesatuan tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung
          jawab laporan penilaian ini.




Halaman 13                                                  FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 14
1.3   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      -    Nama Pemberi Tugas        : PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
      -    Alamat                    : ATRIA SUDIRMAN Lantai 23 Jl. Jendral Sudirman
                                       No Kav 33 A Jakarta Pusat 10220
      -    Bidang Usaha              : Jasa Finansial Teknologi
      -    No. Telepon/Fax           : 021-5745856
      -    Alamat Email              : procurement@cashup.id
      -    Penanggung Jawab          : Karina

1.4   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.

1.5   Tanggal Studi Kelayakan

      Studi Kelayakan diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2026.

1.6   Objek Studi Kelayakan

          Objek Studi Kelayakan adalah perubahan kegiatan usaha berupa penyesuaian KBLI
          dan penambahan kegiatan usaha pada Perseroan, dengan rincian sebagai berikut:

          Penyesuaian KBLI
          Penyesuaian KBLI merupakan penyesuaian kode dan/atau klasifikasi kegiatan usaha
          Perseroan berdasarkan KBLI 2025, termasuk penyesuaian atas kegiatan usaha yang
          telah tercantum sebelumnya. Adapun rincian penyesuaian KBLI disajikan pada tabel
          berikut:

            No      Kode KBLI
                                                    Kegiatan Usaha
                  Lama     Baru
             1.   47414   46523    Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi
             2.                    Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri
                  47793   46591
                                   Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya
             3.   58200   58290    Penerbitan Perangkat Lunak (Software) lainnya
             4.   66411   66141    Penyedia Jasa Pembayaran
             5.   66413   66143    Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran
             6.   62012   62199    Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL

          Penambahan KBLI
          Penambahan KBLI merupakan penambahan kegiatan usaha baru yang sebelumnya
          belum tercantum dalam kegiatan usaha Perseroan berdasarkan KBLI 2025. Adapun
          rincian penambahan KBLI disajikan pada tabel berikut:

            No     KBLI                           Kegiatan Usaha
            1.    95101    Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/ Peralatan Komunikasi
                           Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali
            2.    66199
                           Asuransi dan Dana Pensiun
                           Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan
            3.    77394
                           Kantor




Halaman 14                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 15
1.7   Maksud dan Tujuan

      Maksud dan tujuan laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana penambahan/
      perubahan kegiatan usaha KBLI perusahaan, diperuntukan dalam rangka memenuhi
      Otoritas Jasa Keuangan (“OJK’) terkait dengan peraturan perusahaan public (terbuka),
      yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020
      tentang Transaksi Material dan perubahan Kegiatan Usaha.

      Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
      Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”) . Kode Etik
      Penilaian Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi
      VII.2018). Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

      Laporan studi kelayakan hanya dapat digunakan sesuai dengan maksud dan tujuan
      sebagaimana yang tercantum dalam proposal dan telah disetujui, kecuali diluar
      maksud dan tujuan yang tertulis, maka diperlukan surat persetujuan dari penilai.

1.8   Data, Informasi, dan Prosedur yang digunakan
      Data dan Informasi yang kami gunakan dalam proses studi kelayakan usaha
      Perusahaan adalah sebagai berikut:
      • Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
         tanggal 30 Juni 2026 berdasarkan Laporan Limited Review No. PHHARP- AL/203/HS/
         DN /2026 yang telah dilakukan oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno,
         Palilingan & Rekan sebagai pihak independen dan ditandatangani pada tanggal 27
         Agustus 2026 o l e h H e r i S e t i a n t o , S . E . , C P A , dengan kesimpulan bahwa tidak
         terdapat hal-hal yang menjadi perhatian KAP yang menyebabkan laporan
         keuangan tersebut tidak menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
         sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, serta Laporan Keuangan
         Stand Alone Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026
      • Laporan Keuangan Stand Alone Perseroan untuk periode yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2025 dengan No. 016.ADT25/AU.1/05/1929-3/1/VI/2026 yang
         telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
         d a n t el ah di t an d a t a n ga ni pa d a ta ng g a l 2 9 J u ni 2 0 2 6 o l e h H eri
         S e t i a n t o , S .E . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
         menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      • Laporan Keuangan Reissue Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir
         pada tanggal 31 Desember 2025 dengan No. 01815/2.1133/AU.1/05/1929-
         3/1/VI/2026 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno,
         Palilingan & Rekan da n t e l a h d i t an d a ta n ga n i p a da t a n gg al 1 6 F e b r u a ri
         2 0 2 6 o l e h H e ri S e t i a n t o , S . E ., C P A , dengan pendapat bahwa laporan
         keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      • Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2025 dengan No. 00110/2.1133/AU.1/05/1929-3/1/II/2026 yang
         telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
         d a n t e l a h d i ta n d a ta n g an i pa d a t an g ga l 1 6 F e b r u a ri 2 0 2 6 o l e h H e ri




Halaman 15                                                            FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 16
         S e t i a n t o , S .E . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
         menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     •   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2024 dengan No. 00726/2.1133/AU.1/05/1929-2/1/III/2025 yang
         telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
         d a n t e l a h d i t an d a t a n g a ni p a da ta n gg a l 2 7 M ar e t 2 02 5 o l e h H e ri
         S e t i a n t o , S .E . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
         menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     •   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2023 dengan No. 00608/2.1133/AU.1/05/1929-1/1/III/2024 yang
         telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
         d a n t e l a h d i t an d a t a n g a ni p a da ta n gg a l 2 8 M ar e t 2 02 4 o l e h H e ri
         S e t i a n t o , S .E . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
         menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     •   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2022 dengan No. 00566/2.1133/AU.1/05/0121-1/1/III/2023 yang
         telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
         d a n t el a h d i ta n da ta n g an i p a da t a ng g al 3 0 M a r e t 2 0 2 3 o l e h A k h y a di
         W a d i s o n o , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
         menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     •   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2021 dengan No. 00615/2.1133/AU.1/05/1601-2/1/III/2022 yang
         telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
         d a n t el ah di t an d a t a n g an i p a da ta n g ga l 2 8 M a r e t 20 2 2 o le h J o s ef
         S u r o n o , S . E . , M . A k . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
         menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     •   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2020 dengan No. 00339/2.1133/AU.1/05/1601-1/1/III/2021 yang
         telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan
         d a n t el ah di t an d a t a n g an i p a da ta n g ga l 1 8 M a r e t 20 2 1 o le h J o s ef
         S u r o n o , S . E . , M . A k . , C P A , dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
         menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
     •   Data Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual berupa merek atas logo, serta hak cipta atas
         beberapa program komputer, antara lain: Cashlez POS, Cashlez Merchant Portal,
         Cashlez Android Line Adapter (CARLA), Cashlez Payment System, Cashlez Link,
         Cashlez MPOS, dan Cashlez Payment Orchestrator.
     •   Rencana Bisnis Plan, berupa rencana anggaran pembelian alat dan proyeksi
         pendapatan tahun 2026-2030
     •   Data legalitas Perseroan antara lain akta pendirian, akta perubahan terakhir, Nomor
         Induk Berusaha (NIB), Pokok Wajib Pajak (NPWP), Izin Penyelenggaraan Jasa Sistem
         Pembayaran Pasca Pemberlakuan Peraturan Bank Indonesia No.22/23/PBI/2020
         Tentang Sistem Pembayaran.
     •   Data makro ekonomi berupa Proyeksi inflasi dan GDP Indonesia bersumber dari
         International Monetary Fund (IMF).
     •   Data makro industri berasal dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, e-Conomy
         SEA 2025 (Google, Temasek, Bain & Company), Asosiasi Sistem Pembayaran
         Indonesia, dan databoks.katadata.co.id.
     •   Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat
         disetujui untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada



Halaman 16                                                           FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 17
        tingkat Nasional maupun Internasional, antara lain dari Data Pemerintah Kota dan
        Informasi dari media massa elektronik.
      • Draft Keterbukaan Informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan
      • Surat Pernyataan Manajemen No. 352/SK/CSC-CWI/VIII/2026 terkait Penugasan Studi
        Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha berupa Penyesuaian dan Penambahan
        Kegiatan Usaha PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk.

1.9   PIhak-pihak Yang diwawancara

      Pihak-pihak yang diwawancara dalam penyusunan studi kelayakan adalah :
       Nama     : Dicky Bastian Putra
      Jabatan : Head of Litigation & Compliance
      E-mail    : dicky.bastian@cashup.id

1.10 Metodologi Analisis Studi Kelayakan

      Metodologi analisis studi kelayakan meliputi sebagai berikut :

      a. Melakukan analisis Kelayakan Pasar, meliputi kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
         kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar;
         pesaing usaha; dan strategi pemasaran.
      b. Melakukan analisis Kelayakan Teknik, meliputi kapasitas; ketersediaan dan kualitas
         sumber daya, termasuk bahan baku mentah, pekerja, dan ahli profesional; dan
         proses produksi.
      c. Melakukan analisis Kelayakan Pola Bisnis, meliputi keunggulan kompetitif karena
         keunikan dari pola bisnis; kemampuan pesaing untuk meniru produk; dan
         kemampuan untuk menciptakan nilai.
      d. Melakukan analisis Kelayakan Model Manajemen, meliputi ketersediaan tenaga
         kerja; manajemen kekayaan intelektual (intellectual property); manajemen risiko;
         kapasitas dan kemampuan manajemen; dan kesesuaian struktur organisasi dan
         manajemen.
      e. Melakukan analisis Kelayakan Keuangan, meliputi biaya pendirian (start up costs);
         modal kerja; sumber pembiayaan; biaya operasional; biaya bahan baku mentah;
         proyeksi laporan keuangan; analisis titik impas; analisis profitabilitas; tingkat imbal
         balik investasi dan analisis inkremental.
      f. Kami telah melakukan investigasi terhadap Objek Studi Kelayakan yang meliputi:
         − Objek Studi Kelayakan sesuai dengan lingkup penugasan;
         − Tanggal Penilaian sesuai dengan Laporan keuangan yang telah di audit;

1.11 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan
      Perseroan, ataupun pihak-pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP FDI&R
      tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
      ini. Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
      atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak
      dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan
      ini.



Halaman 17                                                    FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 18
1.12 Asumsi dan Kondisi Pembatas

     Asumsi dan kondisi pembatas studi kelayakan diuraikan sebagai berikut :

      a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan
         dalam proses Studi Kelayakan.
      c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan
         keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau
         data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi
         lainnya yang kami anggap relevan.
      d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan
         kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
         kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
      e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
      f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
      g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi
         Kelayakan dari Pemberi Tugas.
      h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
      i. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi
         Kelayakan telah disusun sesuai dengan POJK 35 SEOJK 17, Kode Etik Penilaian
         Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi
         VII.2018).
      j. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab
         kami secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek
         penugasan, di luar dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada
         di luar lingkup penugasan.
      k. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas,
         sesuai dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi
         Kelayakan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami
         tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
      l. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian,
         sehingga pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam
         menentukan relevansi antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan
         hasil laporan).

1.13 Pedoman dan Standar Penilaian

     Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada POJK 17 dan Peraturan
     Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
     tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), SE
     OJK NO.17/SEOJK.04/2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia
     Edisi Vll-2018 (KEPI-SPI VII.2018).

1.14 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

     Dari tanggal penilaian (cut off date) per 30 Juni 2026 hingga laporan studi kelayakan
     ini diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian, berupa :




Halaman 18                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 19
     1. Pengunduran diri Bapak Oktavianus selaku Direktur berdasarkan Surat No.
        312/SK/CSC-CWI/VII/2026 tanggal 3 Agustus 2026, yang berlaku efektif sesuai
        keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Tahun 2026.
     2. Pada tanggal 23 Juli 2026 Perseroan melaksanakan PMHMETD I dan sebagian
        perolehan dana atas pelaksanaan PMHMETD I digunakan untuk membiayai
        penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha Perseroan sebagiamana
        tercermin dalam proyeksi keuangan Perseroan sebelum dan setelah penyesuain
        dan penambahan kegiatan usaha yang digunakan dalam studi kelayakan.
     3. Perubahan jumlah saham Perseroan setelah pelaksanaan Penawaran Umum
        Terbatas I berdasarkan Akta No. 5 tanggal 3 Agustus 2026, yang telah disetujui
        berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia No. AHU-AH.01.03-0230206 tanggal 12 Agustus 2026.




Halaman 19                                             FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 20
                                               BAB II
                                        ANALISIS PERSEROAN

2.1   Gambaran Umum Perseroan

      Perseroan adalah salah satu penyedia jasa pembayaran yang mengalami
      pertumbuhan dinamis di Indonesia. Perseroan terus mengalami perkembangan yang
      signifikan sejak resmi didirikan tahun 2015 dengan nama PT Cashlez Worldwide Indonesia
      berdasarkan Akta No. 1 Tanggal 12 Januari 2015 yang diterbitkan oleh Notaris Novita
      Puspitarini, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang telah memperoleh
      status badan hukum dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
      sebagaimana ditegaskan dalam Surat Keputusan Nomor AHU0001712.AH.01.01. Tahun
      2015 dan terdaftar dalam Daftar Perseroan Nomor AHU- 0004087.AH.01.11. Tahun 2015
      tanggal 15 Januari 2015.

      o     Perijinan

      Perseroan telah melengkapi dokumen perizinan dan persetujuan yang diperlukan serta
      telah melakukan pendaftaran dan pelaporan yang harus dilakukan oleh Perseroan di
      dalam melakukan kegiatan usahanya di Indonesia, adapun dokumen tersebut antara
      lain adalah sebagai berikut:
      4. Akta Pendirian Perseroan No. 1 tanggal 12 Januari 2015 dari Notaris Novita
          Puspitarini, S.H.
      5. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
          Keputusan No. AHU-0001712.AH.01.01.TAHUN 2015 tanggal 15 Januari 2015 serta
          telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 16 tanggal 24
          Februari 2015, Tambahan No. 2519.
      6. Akta Notaris No. 217 tanggal 28 Mei 2025 dari Jimmy Tanal S.H, M.Kn.
      7. Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
          0038959.ah.01.02 Tahun 2025 tanggal 16 Juni 2025 tentang Persetujuan Perubahan
          Anggaran Dasar PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
      8. Nomor Induk Berusaha (NIB), No. 9120601112415 tanggal 21 Januari 2019 dikeluarkan
          oleh Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
      9. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), No0732727177036000, dikeluarkan oleh Kantor
          Pelayanan Pajak Madya Dua Jakarta Barat
      10. Izin Penyelenggaraan Jasa Sistem Pembayaran Pasca Pemberlakuan Peraturan
          Bank Indonesia No.22/23/PBI/2020 Tentang Sistem Pembayaran.

      o     Susunan Manajemen Perseroan

      Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir
      pada tanggal 30 Juni 2026 yang telah dilakukan Limited Review oleh KAP, susunan
      pengurus Perseroan yang terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai
      berikut:

      Tabel 2.1 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
                              Jabatan                                     Nama
          DEWAN KOMISARIS:
          Presiden Komisaris                        Surya Aseanto Putra
          Komisaris Independen                      Niniek S Rahardja




Halaman 20                                                     FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 21
                               Jabatan                                                 Nama
          DIREKSI:
          Presiden Direktur                                   Willy Chandry
          Direktur                                            Oktavianus


      o     Kegiatan Usaha Perseroan

      Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, Perusahaan bergerak dalam
      bidang aktivitas pemrograman, konsultasi komputer, jasa informasi, penunjang jasa
      keuangan, asuransi, penjaminan, dan dana pensiun, aktivitas penerbitan, dan
      perdagangan eceran, bukan mobil dan motor, penyelenggara penunjang sistem
      pembayaran, penerbitan piranti lunak, perdagangan eceran mesin lainnya dan
      perlengkapannya.

      o     Susunan Pemegang Saham

      Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian
      Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 yang telah melalui
      Limited Review oleh KAP adalah sebagai berikut:

      Tabel 2.2 Susunan Pemegang Saham Perseroan
            Nama Pemegang Saham          Modal Ditempatkan dan               Lembar Saham                Persentase
                                              Disetor (Rp)                                              Kepemilikan
          Andri Wijono Sutiono                      5.804.977.368                   483.748.114                33,80%
          Hasim Sutiono                             5.777.648.796                   481.470.733                33,64%
          Sandra Angelia                            1.325.604.000                   110.467.000                 7,72%
          PT Fortuna Wijaya Global                  1.101.651.600                    91.804.300                 6,41%
          Masyarakat                                3.163.624.440                   263.635.370                18,42%
          Jumlah                                   17.173.506.204                 1.431.125.517                100,0%


2.2   Informasi Keuangan Perseroan

      Berikut adalah ikhtisar laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 30 Juni 2026, dengan
      periode 30 Juni 2026 berdasarkan hasil Limited Review oleh KAP:

      Analisis Laporan Posisi Keuangan Perseroan

      Tabel 2.3 Historis Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            2025
                                         2021       2022          2023          2024                      30 juni 2026
                    Uraian                                                                (Reissue)
          Aset lancar                     86.702     48.903         60.880       53.705     117.836           105.613
          Aset tidak lancar               68.286    176.585       168.962       179.926        91.312          87.261
          Total Aset                     154.988    225.487       229.842       233.631       209.148         192.875
          Liabilitas jangka pendek        48.151     38.128         72.653       56.443       116.634         105.573
          Liabilitas jangka panjang        1.693      2.811          2.290       56.058        92.963         124.912
          Total Liabilitas                49.844     40.939         74.943      112.501       209.597         230.485
          Ekuitas                        105.144    184.548       154.899       121.130         (450)        (37.611)
      Sumber: Laporan keuangan Perseroan




Halaman 21                                                               FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 22
     Total Aset
     Total Aset Perseroan secara tren mengalami fluktuasi. Secara CAGR (2020-2025), total
     aset Perseroan tercatat mengalami peningkatan. Per 31 Desember 2025, total aset
     Perseroan tercatat sebesar Rp209.148 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar
     Rp192.875 juta, atau menurun sebesar 7,78%.

     Aset Lancar
     Aset Lancar terdiri dari kas dan setara kas, investasi jangka pendek, aset keuangan
     lancar lainnya, piutang usaha, piutang lainnya, persediaan, biaya dibayar dimuka,
     uang muka, pajak dibayar dimuka, pekerjaan dalam pelaksanaan dan aset lancar
     lainnya. Aset lancar Perseroan secara CAGR (2020-2025) tercatat mengalami
     peningkatan. Per 31 Desember 2025, aset lancar Perseroan tercatat sebesar Rp117.836
     juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp105.613 juta, atau menurun sebesar 10,37%.

     Aset Tidak Lancar
     Aset tidak lancar Perseroan terdiri dari piutang lain-lain, investasi pada entitas asosiasi,
     biaya dibayar dimuka, aset pajak tangguhan, aset tetap, goodwill, aset takberwujud
     selain goodwill, dan aset tidak lancar lainnya. Aset tidak lancar Perseroan secara CAGR
     (2020-2025) tercatat meningkat. Per 31 Desember 2025, aset tidak lancar Perseroan
     tercatat sebesar Rp91.312 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp87.261 juta, atau
     menurun sebesar 4,43%.

     Total Liabilitas
     Total Liabilitas Perseroan mengalami kenaikan dan penurunan setiap tahunnya. Secara
     CAGR (2020-2025), total liabilitas Perseroan tercatat meningkat. Per 31 Desember 2025,
     total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp209.597 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat
     sebesar Rp230.485 juta, atau meningkat sebesar 9,97%.

     Liabilitas Jangka Pendek
     Liabilitas jangka pendek Perseroan terdiri dari pinjaman jangka pendek, utang usaha,
     utang lainnya, uang muka pelanggan, liabilitas keuangan jangka pendek, beban
     akrual jangka pendek, utang pajak, dan liabilitas sewa. Liabilitas jangka pendek
     Perseroan secara CAGR (2020-2025) tercatat meningkat. Per 31 Desember 2025, liabilitas
     jangka pendek Perseroan tercatat sebesar Rp116.634 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat
     sebesar Rp105.573 juta, atau menurun sebesar 9,49%.

     Liabilitas Jangka Panjang
     Liabilitas jangka panjang Perseroan terdiri dari liabilitas sewa, utang lain-lain, liabilitas
     jangka panjang atas utang pembiayaan konsumen, kewajiban imbalan pasca kerja
     jangka panjang dan liabilitas pajak tangguhan. Liabilitas jangka panjang Perseroan
     secara CAGR (2020-2025) tercatat meningkat. Per 31 Desember 2025, liabilitas jangka
     panjang Perseroan tercatat sebesar Rp92.963 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar
     Rp124.912 juta, atau meningkat sebesar 34,36%.

     Ekuitas
     Total Ekuitas Perseroan mengalami kenaikan dan penurunan setiap tahunnya. Secara
     CAGR (2020-2025), total Ekuitas Perseroan tercatat mengalami penurunan. Per 31
     Desember 2025, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar (Rp450) juta dan per 30 Juni




Halaman 22                                                    FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 23
     2026 tercatat sebesar (Rp37.611) juta, atau menurun sebesar 8.258,00% akibat
     meningkatnya saldo rugi Perseroan

     Analisis Historis Laba Rugi Perseroan

     Tabel 2.4 Historis Laba Rugi Konsolidasi Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                  2025
                               2021      2022          2023          2024                    30 juni 2026
              Uraian                                                            (Reissue)
      Pendapatan               140.851   128.980        194.879      138.344       110.186        84.683
      Beban Pokok
                             (103.965)   (99.095)      (178.748)    (119.335)     (78.918)       (65.564)
      Pendapatan
      Laba Bruto                36.886       29.885      16.132       19.009       31.268         19.119
      Beban Penjualan          (1.537)       (1.725)     (2.584)      (1.915)      (1.650)          (799)
      Beban Umum
      Administrasi            (46.467)   (38.689)       (48.774)     (52.712)     (53.333)       (33.384)
      Laba/Rugi Sebelum
      Pajak                    (8.623)       (9.248)    (37.989)     (43.031)     (43.744)      (24.534)
      Laba/Rugi Tahun
      Berjalan                 (8.682)       (9.809)    (30.425)     (34.802)     (56.645)      (37.781)
     Sumber: Laporan keuangan Perseroan

     Pendapatan
     Pendapatan Usaha Perseroan berasal dari penjualan perangkat, Fee Merchant
     Discount Rate, jasa instalasi dan sewa perangkat. Pendapatan Perseroan selama 5
     tahun terakhir (2021-2025) mengalami fluktuasi kenaikan dan penurunan setiap tahun.
     Secara CAGR (2021-2025), pendapatan Perseroan mengalami penurunan sebesar
     4,79%. Per 31 Desember 2025, pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp110.186 juta
     dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp84.683 juta.

     Beban Pokok Pendapatan
     Beban Pokok Pendapatan Perseroan mengalami kenaikan dan penurunan secara
     fluktuatif. Secara CAGR (2021-2025), Beban Pokok Pendapatan Perseroan mengalami
     penurunan sebesar 5,36%. Per 31 Desember 2025, Beban Pokok Pendapatan Perseroan
     tercatat sebesar Rp78.918 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp65.564 juta.

     Beban Umum Dan Administrasi
     Beban Umum dan Administrasi Perseroan terdiri dari gaji dan tunjangan, kantor,
     penyusutan, biaya profesional, imbalan pasca kerja, BPJS JHT dan pensiun,
     pemeliharaan, amortisasi, asuransi, dan beban lain-lain. Total Beban Umum dan
     Administrasi Perseroan secara CAGR (2021-2025) mengalami peningkatan sebesar
     2,79%. Per 31 Desember 2025, Beban Umum dan Administrasi Perseroan tercatat sebesar
     Rp53.333 juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp33.384 juta.

     Laba/(Rugi) Bersih
     Laba/(Rugi) Bersih Perseroan selama 5 tahun terakhir (2021-2025) mengalami kerugian
     setiap tahunnya. Secara CAGR (2021-2025), total kerugian Perseroan mengalami
     peningkatan sebesar 45,52%. Per 31 Desember 2025, Laba/(Rugi) Bersih Perseroan
     tercatat sebesar (Rp56.645) juta dan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar (Rp37.781) juta.




Halaman 23                                                         FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 24
     Analisis Historis Arus Kas Perseroan

     Tabel 2.5 Historis Arus Kas Konsolidasi Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                          2025        30 juni
                   Uraian                 2021       2022       2023        2024
                                                                                        (Reissue)      2026

      Arus Kas Aktivitas Operasi
                                          (37.772)   (4.419)   (13.513)    (27.219)        29.816      (63.421)

      Arus Kas Aktivitas Investasi
                                            9.949    (9.326)    (2.178)     (6.540)        (4.499)      (2.828)

      Arus Kas Aktivitas Pendanaan
                                           (1.645)    9.802     18.590      35.501         29.620       18.441
      Kenaikan bersih kas dan
      setara kas                          (29.467)   (3.943)     2.900       1.741         54.938     (47.808)
      Kas dan setara kas awal
      tahun                                43.431    13.464      9.520      12.420         14.161       69.099
      Kas dan Setara Kas Akhir
      Tahun                                13.964     9.520     12.420      14.161         69.099       21.291
    Sumber: Laporan keuangan Perseroan

     Analisis Arus Kas

     Berikut adalah arus kas Perseroan berdasarkan data historis laporan keuangan
     Perseroan:
     ▪ Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasional Perusahaan per 30 Juni adalah
        sebesar negatif Rp 63.421 juta
     ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perusahaan per 30 Juni
        adalah sebesar negatif Rp 2.828 juta
     ▪ Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan per 30 Juni adalah sebesar
        Rp18.441 juta
     ▪ Sampai dengan per 30 Juni 2026 total kas dan setara kas Perusahaan tercatat
        sebesar Rp21.291 juta

     Analisa Rasio Keuangan Perseroan

     Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
     keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari
     laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
     keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan
     dalam analisis rasio keuangan Perusahaan

     Tabel 2.6 Rasio Keuangan Perseroan
                                                                                           30 Juni
      Keterangan                   2021    2022      2023       2024          2025                     Average
                                                                                            2026
      Liquidity (%)
      Rasio Lancar              180,06%   128,26%    83,80%     95,15%        101,03%       100,04%       117,66%
      Rasio Cepat               156,10%    99,87%    72,12%     84,20%         86,62%        91,14%        99,78%
      Rasio Kas                  29,96%    24,97%    21,15%     30,18%         61,64%        22,93%        33,58%
      Solvability (%)
      Rasio utang
                                 32,16%    18,16%    32,61%     48,15%        100,21%       119,50%        46,26%
      terhadap asset
      Rasio Utang
                                 47,40%    22,18%    48,38%     92,88%     -46626,68%      -612,82%     -9283,17%
      Terhadap ekuitas
      Profitability (%)




Halaman 24                                                                FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 25
                                                                             30 Juni
      Keterangan         2021     2022     2023      2024         2025                  Average
                                                                              2026
      ROA                -5,60%   -4,35%   -13,24%   -14,90%       -27,08%    -19,59%     -13,03%
      ROE                -8,26%   -5,31%   -19,64%   -28,73%     12601,09%   100,45%     2507,83%
     Sumber: Laporan keuangan Perseroan, diolah konsultan

     Analisis Rasio Keuangan

     Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
     Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
     sejauh mana kemampuan Perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
     Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:

      1. Rasio Lancar
         Rasio lancar Perusahaan menunjukkan rata-rata selama periode 2021–2025 sebesar
         117,66% dan per 30 Juni 2026 sebesar 100,04%.
      2. Rasio Cepat
         Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
         beberapa pos seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan
         dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat Perusahaan menunjukkan rata-rata
         selama periode 2021–2025 sebesar 99,78% dan per 30 Juni 2026 sebesar 91,14%.
      3. Rasio Kas
         Rasio kas merupakan rasio yang mengukur kemampuan Perusahaan dalam
         melunasi kewajiban jangka pendek menggunakan kas dan setara kas. Rasio kas
         Perusahaan menunjukkan rata-rata selama periode 2021–2025 sebesar 33,58% dan
         per 30 Juni 2026 sebesar 22,93%.

     Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
     Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perusahaan dalam
     menghasilkan laba. Beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini antara lain
     adalah:

      1. Rasio Laba Atas Aset (ROA)
         Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan
         dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perusahaan rata-rata selama
         periode 2021–2025 sebesar negatif 13,03% dan per 30 Juni 2026 sebesar negatif
         19,59%.
      2. Rasio Laba Atas Ekuitas (ROE)
         Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau
         keuntungan yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat
         rasio laba atas ekuitas rata-rata selama periode 2021–2025 sebesar 2.507,83% dan
         per 30 Juni 2026 sebesar 100,45%, yang dipengaruhi oleh posisi ekuitas Perusahaan.

     Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)
     Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
     Perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk
     dalam kategori ini :




Halaman 25                                                     FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 26
       1. Rasio Total Liabilitas terhadap Total Aset
          Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
          Perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan secara
          rata-rata selama periode 2021–2025 tercatat sebesar 46,26% dan per 30 Juni 2026
          sebesar 119,50%.

       2. Rasio Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas
          Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas atau
          modal Perusahaan. Berdasarkan tabel rasio keuangan Perusahaan di atas, dapat
          dilihat bahwa secara rata-rata selama periode 2021–2025 rasio liabilitas terhadap
          ekuitas Perusahaan tercatat sebesar negatif 9.283,17% dan per 30 Juni 2026 sebesar
          negatif 612,82%, yang dipengaruhi oleh posisi ekuitas Perusahaan.

2.3   Informasi Perpajakan Perseroan
      Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan periode 30 Juni 2026 yang
      telah dilakukan Limited Review oleh KAP, Perseroan memiliki pajak dibayar dimuka
      sebesar Rp1.131 juta dan utang pajak sebesar Rp623 juta.




Halaman 26                                                  FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 27
                                         BAB III
                               ANALISIS KELAYAKAN PASAR

3.1   Kondisi Pasar

      Industri sistem pembayaran Indonesia terus mengalami perkembangan seiring dengan
      meningkatnya aktivitas transaksi digital dan penggunaan instrumen pembayaran
      elektronik. Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2026, Bank Indonesia mencatat
      bahwa pada Mei 2026 volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar
      transaksi, atau tumbuh sebesar 28,14% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut antara
      lain tercermin dari transaksi melalui mobile yang tumbuh sebesar 26,16%, transaksi
      melalui internet sebesar 15,51%, serta transaksi QRIS sebesar 95,10% secara tahunan.
      Perkembangan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas pembayaran digital di
      Indonesia yang didukung oleh semakin luasnya penggunaan berbagai kanal
      pembayaran.

      Sejalan dengan perkembangan tersebut, infrastruktur sistem pembayaran juga
      menunjukkan pertumbuhan. Pada Mei 2026, volume transaksi melalui BI-FAST mencapai
      518 juta transaksi, meningkat sebesar 31,63% secara tahunan, dengan nilai transaksi
      sebesar Rp1.265 triliun. Bank Indonesia juga terus melakukan penguatan terhadap
      struktur industri dan infrastruktur sistem pembayaran, termasuk melalui peningkatan
      interkoneksi, manajemen risiko, serta keandalan dan ketahanan infrastruktur.
      Perkembangan tersebut mencerminkan adanya peningkatan aktivitas pada ekosistem
      sistem pembayaran digital dan mendukung keberadaan layanan penyedia jasa
      pembayaran, termasuk payment gateway, dalam memfasilitasi kebutuhan transaksi
      digital masyarakat dan pelaku usaha.

      Gambar 3.1 Volume Transaksi Uang Elektronik dan Kartu Kredit




      Sumber: Bank Indonesia


      Gambar 3.2 Volume Transaksi Digital Banking




      Sumber: Bank Indonesia




Halaman 27                                                FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 28
     Gambar 3.3 Volume Transaksi QRIS , BI-FAST, dan BI-RTGS




      Sumber: Bank Indonesia


     Pangsa Pasar

     E-commerce masih menjadi sektor dengan pangsa pasar terbesar dalam ekonomi
     digital Indonesia. Pada tahun 2025, sektor ini menyumbang sekitar 72% dari total nilai
     ekonomi digital sebesar USD 90 miliar, diikuti oleh transportasi dan layanan pesan antar
     makanan (10%), perjalanan online (10%), dan media digital (6%). Tingginya pangsa
     pasar e-commerce sejalan dengan perilaku masyarakat, di mana 58,0% pengguna
     internet melakukan pembelian produk atau layanan secara online setiap minggu,
     sementara 34,4% membeli bahan makanan melalui toko online. Hal ini menunjukkan
     bahwa aktivitas belanja daring menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi
     digital Indonesia.

     Grafik 3.1      Pertumbuhan Volume Transaksi Sistem Pembayaran Indonesia (2025)




         Sumber: Bank Indonesia


     Berdasarkan grafik diatas, sistem pembayaran digital terus mengalami pertumbuhan
     yang signifikan. QRIS mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 139,9% jauh
     melampaui metode pembayaran lainnya. Tingginya pertumbuhan ini menunjukkan
     bahwa Masyarakat semakin memilih pembayaran menggunakan QRIS karena lebih
     praktis, cepat, dan mudah digunakan diberbagai jenis usaha, mulai dari UMKM hingga
     perusahaan besar.




Halaman 28                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 29
     Selain QRIS, pembayaran digital juga mengalami pertumbuhan sebesar 39,2%. Hal ini
     menunjukkan bahwa penggunaan layanan pembayaran elektronik, seperti dompet
     digital dan mobile banking, semakin meningkat seiring dengan berkembangnya
     aktivitas transaksi secara online maupun secara offline. Masyarakat semakin terbiasa
     menggunakan metode pembayaran non-tunai karena dinilai lebih efisien dan aman.

     Sementara itu, transaksi melalui BI-RTGS dan BI-FAST juga menunjukkan pertumbuhan
     yang cukup tinggi, masing-masing sebesar 31,0% dan 30,4%. Peningkatan ini
     menunjukkan bahwa layanan transfer dana yang disediakan Bank Indonesia semakin
     banyak dimanfaatkan oleh Masyarakat maupun pelaku usaha karena menawarkan
     proses transaksi yang lebih cepat, aman, dan efisien.

     Di sisi lain, penggunaan uang tunai (UYD) masih mengalami pertumbuhan sebesar
     12,9%, namun angkanya jauh lebih rendah dibandingkan dengan sistem pembayaran
     digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa uang tunai masih digunakan dalam kegiatan
     ekonomi, tetapi perannya mulai berkurang seiring meningkatnya penggunaan metode
     pembayaran digital.

     Secara keseluruhan data tersebut menunjukkan bahwa tren sistem pembayaran di
     Indonesia terus bergeser dari pembayaran tunai menuju pembayaran digital. Pesatnya
     pertumbuhan QRIS, pembayaran digital, BI-FAST, dan BI-RTGS mencerminkan semakin
     tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembauaran elektronik.
     Perkembangan ini juga menjadi peluang bagi penyedia layanan pembayaran,
     termasuk payment gateway, untuk terus meningkatkan kualitas layanan, keamanan
     transaksi, dan inovasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

     Kesinambungan (Sustainability)

     Perseroan berkomitmen untuk menjalankan kegiatan usaha yang berkelanjutan
     dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan tata kelola yang baik dalam
     setiap aktivitas operasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan
     layanan pembayaran digital yang aman, andal, dan inovatif guna mendukung
     pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan
     tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja bisnis, tetapi juga pada pemberian
     manfaat jangka panjang bagi pelanggan, mitra usaha, masyarakat, dan lingkungan.

     Meningkatnya penggunaan sistem pembayaran digital, terutama QRIS yang tumbuh
     139,9%, pada tahun 2025 menunjukkan bahwa transformasi digital disektor pembayaran
     terus berkembang. Sejalan dengan kondisi tersebut, Perseroan berkomitmen untuk terus
     menghadirkan layanan pembayaran yang aman, inovatif, dan berkelanjutan guna
     mendukung pertumbuhan ekonomi digital serta memperluas akses Masyarakat
     terhadap layanan keuangan digital.

     Potensi Pasar

     Ekonomi digital Indonesia menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. Nilai Gross
     Merchandise Value (GMV) meningkat dari sekitar US$80 miliar pada 2023 menjadi US$99
     miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai sekitar US$180 miliar pada 2030.
     Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas pada berbagai sektor



Halaman 29                                               FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 30
     ekonomi digital, termasuk e-commerce, transportasi dan makanan, perjalanan daring,
     serta media online, yang mencerminkan besarnya potensi pasar digital Indonesia di
     masa mendatang, sebagaimana ditunjukkan pada grafik berikut.

     Grafik 3.2       Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.




               Sumber: e-Conomy SEA 2025(Google, Temasek, Bain & Company)


     Momentum pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tidak hanya terjadi pada sektor e-
     commerce, tetapi juga meluas ke berbagai sektor lainnya. E-commerce tetap menjadi
     kontributor terbesar dengan GMV yang meningkat dari US$59 miliar pada 2023 menjadi
     US$71 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$140 miliar pada 2030.
     Sementara itu, sektor transportasi dan makanan meningkat dari US$8 miliar pada 2023
     menjadi US$10 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$16 miliar pada 2030.

     Sektor perjalanan daring (online travel) juga menunjukkan pertumbuhan dari US$7 miliar
     pada 2023 menjadi US$9 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$17 miliar
     pada 2030. Adapun sektor media online meningkat dari US$7 miliar pada 2023 menjadi
     US$9 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$15 miliar pada 2030.
     Pertumbuhan pada berbagai sektor tersebut menunjukkan bahwa perkembangan
     ekonomi digital Indonesia semakin terdiversifikasi dan tidak hanya bergantung pada
     sektor e-commerce.

     Sasaran

     Sasaran kegiatan usaha Perseroan mencakup perusahaan dan pelaku usaha yang
     membutuhkan solusi pembayaran digital untuk mendukung aktivitas transaksi.
     Perseroan menargetkan berbagai segmen pelaku usaha, termasuk e-commerce,
     perbankan, fintech, penyedia jasa pembayaran, serta usaha mikro, kecil, dan
     menengah (UMKM). Sejalan dengan perkembangan transaksi digital dan penggunaan
     instrumen pembayaran elektronik di Indonesia, Perseroan memiliki peluang untuk
     memperluas jangkauan pasar dan menjalin kerja sama dengan berbagai pelaku usaha.
     Adapun beberapa pihak yang menjadi target konsumen potensial Perseroan antara
     lain Gucci, Bank Syariah Indonesia, Navya, X11, Rockfish, Mega Baja, Infusion Bali, Wijaya
     Motor, Gramedia, Baku Sayang, BPR Lestari, Rahayu Grosir, Orang Tua Group, Herbalife,
     Tiki Kusumanegara, Seahorse, Clinic Elhana Aesthetic Centre, SM (Sinar Madju), Pulle, Lot
     9, dan TiGi.




Halaman 30                                                       FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 31
     Potensi Nilai Pasar

     Berdasarkan laporan e-Conomy SEA yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain &
     Company, layanan keuangan digital di Indonesia memiliki potensi pasar yang terus
     meningkat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pada berbagai sektor, seperti pembayaran
     online, pinjaman online, investasi online, dan asuransi online. Tren tersebut menunjukkan
     bahwa adopsi layanan keuangan digital akan terus berkembang seiring meningkatnya
     penggunaan transaksi non-tunai, investasi digital, layanan pembiayaan, dan produk
     asuransi berbasis digital di Indonesia.

     Grafik 3.3     Layanan Keuangan Digital Indonesia




     Sumber: e-Conomy SEA 2025 (Google, Temasek, Bain & Company)

     Berdasarkan grafik di atas, Sektor Jasa Keuangan Digital kini muncul sebagai salah satu
     pilar utama ekonomi digital Indonesia. Terlepas dari tantangan makroekonomi, sektor ini
     terus menunjukkan pertumbuhan mengesankan dengan dua digit tinggi, sekaligus
     menjadi sektor pembayaran digital terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia
     Tenggara, yang diproyeksikan akan melonjak hingga US$538 miliar dalam Gross
     Transaction Value (GTV) pada 2025.

     Momentum pesat ini membuka peluang strategis yang jelas meskipun Indonesia
     memimpin dari sisi kecepatan pertumbuhan, nilai buku pinjaman secara absolut masih
     berada di bawah negara tetangga seperti Malaysia (US$14 miliar) dan Thailand (US$17
     miliar). Untuk menutup kesenjangan ini, platform dapat mengarahkan strategi mereka
     ke pembiayaan modal kerja bagi usaha mikro dan kecil (micro-SME), dengan
     menghadirkan akses keuangan langsung bagi mitra pedagang dan pengemudi di titik
     kebutuhan. Fokus ini juga mulai terlihat di tingkat regional, di mana bank virtual baru di
     Thailand dan Malaysia telah mengumumkan rencana untuk memprioritaskan segmen
     yang sama.




Halaman 31                                                  FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 32
     Grafik 3.4   Nilai Transaksi Belanja Uang Elektronik di Indonesia per Kuartal (2022-2026)




              Sumber: databoks.katadata.co.id

     Menurut data Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang dikutip oleh Databoks
     Katadata, nilai transaksi belanja menggunakan uang elektronik di Indonesia mencapai
     sekitar Rp320,43 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 54,37% secara tahunan (year-on-
     year/yoy) dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar Rp207,57 triliun. Nilai tersebut juga
     meningkat 7,58% secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) dibandingkan kuartal IV
     2025 yang mencapai Rp297,85 triliun. Sejalan dengan peningkatan nilai transaksi,
     volume transaksi belanja menggunakan uang elektronik selama Januari–Maret 2026
     mencapai 6,21 miliar transaksi, atau tumbuh 56,07% secara tahunan.

     Pertumbuhan tersebut didorong oleh pesatnya perkembangan e-commerce serta
     semakin luasnya penggunaan QRIS dengan sumber dana uang elektronik. Pada kuartal
     I 2026, transaksi belanja menjadi jenis transaksi uang elektronik dengan porsi terbesar,
     yaitu 65,59% dari total transaksi, diikuti oleh transaksi top up sebesar 19,96% dan transfer
     antar-uang elektronik sebesar 13,98%. Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya
     penggunaan uang elektronik dalam aktivitas pembayaran digital di Indonesia.

     Grafik 3.5   Jumlah Konsumen Pengguna QRIS di Indonesia per Kuartal (2022-2026)




          Sumber: databoks.katadata.co.id



Halaman 32                                                    FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 33
     Jumlah pengguna QRIS di Indonesia pada akhir kuartal I 2026 mencapai sekitar 62 juta
     pengguna, meningkat 9,63% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan kuartal
     I 2025 yang sebanyak 56 juta pengguna dan tumbuh 3,64% secara kuartalan (quarter-
     to-quarter/qtq) dibandingkan kuartal IV 2025 yang sekitar 60 juta pengguna. Sementara
     itu, jumlah pedagang (merchant) pengguna QRIS mencapai 44 juta pada akhir kuartal
     I 2026, meningkat 15,49% secara tahunan dan 2,94% secara kuartalan. Selama kuartal I
     2026, rata-rata volume transaksi QRIS mencapai 39,27–48,12 transaksi per merchant per
     bulan, dengan rata-rata nominal transaksi sebesar Rp3,53 juta–Rp4,61 juta per merchant
     per bulan. Menurut ASPI, rata-rata volume dan nominal transaksi tersebut masih memiliki
     peluang yang besar untuk ditingkatkan seiring dengan semakin luasnya penggunaan
     QRIS sebagai metode pembayaran digital di Indonesia

     Potensi dan Prospek Kegiatan Usaha Baru

     KBLI 77394

     Grafik 3.6   Infrastruktur Alat Pembayaran Menggunakan Kartu Periode 2023–Q2 2026




              Sumber : Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia

     Berdasarkan data Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mengenai ketersediaan
     infrastruktur Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) periode 2023 hingga
     Triwulan II 2026, mesin Electronic Data Capture (EDC) merupakan salah satu infrastruktur
     yang digunakan dalam mendukung aktivitas pembayaran secara fisik, dengan porsi
     lebih dari 58%. Pada Triwulan II 2026, jumlah EDC tercatat sekitar 2,3 juta unit yang
     mendukung aktivitas transaksi pada sekitar 1,5 juta merchant. Perkembangan tersebut
     menunjukkan bahwa EDC masih menjadi bagian dari infrastruktur pendukung aktivitas
     pembayaran secara fisik di Indonesia.

     Kondisi tersebut memberikan indikasi adanya kebutuhan terhadap ketersediaan
     perangkat EDC sejalan dengan aktivitas transaksi pembayaran yang menggunakan
     perangkat tersebut. Hal ini mendukung prospek pengembangan kegiatan usaha
     Perseroan pada KBLI 77394 berupa Penyewaan EDC, khususnya dalam menyediakan
     perangkat EDC melalui skema penyewaan bagi merchant dan pihak lain yang
     membutuhkan perangkat tersebut.




Halaman 33                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 34
      KBLI 95101 (Pemeliharaan Perangkat)

      Potensi pasar KBLI 95101 didukung oleh meningkatnya jumlah perangkat EDC yang
      beroperasi. Berdasarkan data ASPI, jumlah mesin EDC meningkat dari sekitar 1,8 juta unit
      pada Triwulan I 2023 menjadi 2,3 juta unit pada Triwulan II 2026. Peningkatan jumlah
      perangkat tersebut menunjukkan adanya basis perangkat yang perlu dijaga
      ketersediaan dan keandalannya melalui kegiatan pemeliharaan dan perbaikan secara
      berkala.

      KBLI 66199 (Cash Advance)

      Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan yang disalurkan industri
      Pinjaman Daring (Pindar) kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai
      Rp35,12 triliun sampai dengan Juni 2026, atau tumbuh sebesar 23,25% secara year-on-
      year, dengan nilai tersebut mencakup 33,41% dari total pembiayaan industri Pindar
      sebesar Rp105,14 triliun pada periode yang sama. Data tersebut menggambarkan
      perkembangan penyaluran pembiayaan kepada UMKM melalui industri Pindar sampai
      dengan Juni 2026. Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan usaha KBLI 66199 berupa Cash
      Advance merupakan kegiatan pembiayaan kepada merchant, dengan pendapatan
      yang diperoleh Perseroan berupa komisi dari nilai pembiayaan yang disalurkan.

3.2   Persaingan Pasar

      Beberapa penyedia Payment gateway yang beroperasi di Indonesia diantaranya
      adalah sebagai berikut:

      1. Xendit: Menyediakan layanan payment gateway, virtual account, penerimaan
          pembayaran melalui kartu dan e-wallet, serta layanan payouts berbasis API.
      2. Midtrans: Menyediakan layanan payment gateway, payment link, pembayaran
          melalui kartu, transfer bank, QRIS, serta pembayaran melalui jaringan ritel.
      3. DOKU: Menyediakan layanan pembayaran digital yang mencakup payment
          gateway, e-wallet, remittance, serta solusi pembayaran bagi merchant.
      4. Faspay: Menyediakan layanan payment gateway, billing, QRIS, cash out, serta
          berbagai solusi pembayaran bagi pelaku usaha.
      5. Finnet Indonesia: Menyediakan layanan agregasi pembayaran, platform
          pembayaran elektronik, serta berbagai solusi pembayaran digital bagi
          perusahaan.
      6. Artajasa Pembayaran Elektronis: Menyediakan infrastruktur pembayaran, layanan
          switching, pembayaran tagihan, serta konektivitas QRIS.
      7. NICEPAY: Menyediakan layanan payment gateway dengan berbagai metode
          pembayaran, antara lain virtual account, kartu, direct debit, gerai ritel, dan e-
          wallet.
      8. OY! Indonesia: Menyediakan layanan penerimaan dan pengiriman dana, expense
          management, dan cash management melalui platform berbasis API.
      9. iPaymu: Menyediakan layanan agregasi merchant dan penerimaan pembayaran
          domestik maupun internasional melalui platform payment gateway.
      10. Jalin Pembayaran Nusantara: Menyediakan konektivitas pembayaran, layanan
          switching, interkonektivitas QRIS, serta layanan transaksi digital bagi institusi dan
          perusahaan.



Halaman 34                                                   FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 35
        Meskipun menghadapi persaingan dari berbagai penyedia layanan pembayaran
        digital, Perseroan memiliki keunggulan kompetitif melalui penyediaan solusi
        pembayaran yang dapat digunakan secara online maupun offline, didukung oleh
        teknologi yang adaptif dan jaringan kemitraan yang luas. Selain menyasar segmen
        korporasi, Perseroan juga berfokus pada pengembangan segmen UMKM melalui solusi
        pembayaran yang mudah diimplementasikan, aman, dan kompetitif. Keunggulan
        tersebut memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperluas basis merchant dan
        pangsa pasar seiring dengan meningkatnya kebutuhan terhadap transaksi digital di
        Indonesia.

3.3     Strategi Pemasaran

        Penyusunan strategi pemasaran Perseroan dilakukan secara sistematis dan terstruktur
        melalui tahapan analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses penyusunan
        strategi diawali dengan analisis kondisi internal dan eksternal Perseroan, termasuk kinerja
        pemasaran sebelumnya, tren industri, kondisi kompetitif, serta kebutuhan dan perilaku
        target pasar. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar dalam penetapan arah
        strategi pemasaran yang mendukung pencapaian sasaran bisnis Perseroan.

3.3.1 Produk

        Beberapa produk yang ditawarkan oleh Perseroan adalah sebagai berikut :


                    Produk / Layanan Existing                           Keterangan

                                                          Perseroan menyediakan rangkaian solusi
                                                          pembayaran non-tunai yang mencakup
                                                          aplikasi   penerimaan      pembayaran,
                                                          perangkat      pembayaran     elektronik,
                                                          aplikasi kasir, serta layanan keuangan
                                                          dasar.

         Produk / Layanan Baru                                          Keterangan
                                                          Dalam rangka penambahan kegiatan
                                                          usaha     baru, Perseroan    akan
                                                          menyediakan layanan pembiayaan
                                                          modal usaha bagi merchant melalui
                                                          skema Cash Advance, serta layanan
                                                          penyewaan EDC dan pemeliharaan
                                                          perangkat.
      Sumber: Manajemen Perseroan


3.3.2 Strategi Promosi / Pemasaran
      Dalam menyusun strategi pemasaran, Perseroan menggunakan parameter utama
      sebagai berikut:

         A. Segmentasi Pasar
            Ditetapkan Perseroan berdasarkan karakteristik pengguna layanan pembayaran
            digital yang memiliki kebutuhan akan sistem transaksi yang aman, andal, dan
            terintegrasi. Segmen utama Perseroan mencakup Merchant dengan usaha mikro,




Halaman 35                                                      FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 36
           kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan solusi pembayaran non-tunai
           yang mudah diimplementasikan, Merchant dengan skala menengah dan besar
           yang memerlukan stabilitas sistem, volume transaksi tinggi, dukungan integrasi yang
           lebih kompleks, serta mitra bisnis dan institusi seperti bank, lembaga keuangan, dan
           penyedia teknologi yang membutuhkan layanan payment gateway sebagai
           bagian dari ekosistem pembayaran mereka. Segmentasi ini mempertimbangkan
           faktor skala usaha, jenis industri, wilayah operasional, serta kebutuhan dan perilaku
           transaksi, sehingga memungkinkan Perseroan menyusun pendekatan pemasaran
           yang relevan dan tepat sasaran.

       B. Value Proposition
          Dirumuskan sebagai komitmen Perseroan dalam menyediakan solusi pembayaran
          digital yang aman, patuh terhadap regulasi, dan mudah digunakan bagi Merchant
          serta mitra bisnis. Nilai utama yang ditawarkan Perseroan mencakup keandalan
          sistem transaksi, perlindungan dan keamanan data sesuai standar industri,
          kemudahan integrasi dengan berbagai metode pembayaran, serta dukungan
          layanan yang berkelanjutan. Sebagai Perseroan yang bergerak pada bidang
          payment gateway, Perseroan menempatkan kepatuhan terhadap ketentuan
          hukum, regulasi yang berlaku, serta perlindungan terhadap kepentingan dan
          kepercayaan pengguna sebagai fondasi utama dalam menjalankan kegiatan
          usaha. Oleh karena itu, prinsip-prinsip tersebut wajib diimplementasikan dan
          tercermin secara konsisten dalam seluruh komunikasi dan aktivitas pemasaran
          Perseroan guna memastikan pengelolaan risiko kepatuhan, risiko hukum, serta risiko
          reputasi tetap berada dalam batas yang dapat diterima oleh Perseroan.

       C. Tujuan Kampanye Perseroan
          Untuk mendukung pencapaian sasaran bisnis Perseroan melalui pendekatan
          komunikasi yang terencana dan terukur. Tujuan utama kampanye pemasaran
          meliputi peningkatan kesadaran merek (brand awareness) sebagai penyedia
          layanan pembayaran digital yang terpercaya, akuisisi Merchant baru sesuai
          dengan segmen prioritas, edukasi pasar mengenai produk dan fitur layanan
          Perseroan, serta penguatan hubungan jangka panjang dengan Merchant dan
          mitra yang telah ada. Setiap kampanye dirancang dengan tujuan yang jelas dan
          indikator keberhasilan yang terukur guna memastikan kontribusinya terhadap
          pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Perusahaan.

3.3.3 Proses Distribusi

      Proses Distribusi / penggunaan jasa atas layanan jasa Perseroan dengan proses sebagai
      berikut:




      Sumber : Manajemen Perseroan



Halaman 36                                                    FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 37
     •   Konsumen/ pelanggan (Consumer) memutuskan untuk membeli suatu produk di
         Merchant (bisa toko fisik atau toko online), kemudian melakukan pembayaran
         dengan kartu kredit/kartu debit.
     •   Perseroan sebagai Payment Gateway akan meneruskan informasi transaksi tersebut
         ke prosesor pembayaran bank (Acquirer Bank).
     •   Prosesor pembayaran bank meneruskan informasi transaksi tersebut ke bank
         penerbit kartu (Issuer) melalui asosiasi prinsipal kartu (Switch), misalnya Visa,
         Mastercard, CUP, AMEX & GP.
     •   Tahap selanjutnya, bank penerbit kartu akan memproses permintaan informasi
         transaksi ini dan mengirimkan balasan konfirmasi apakah transaksi tersebut berhasil
         atau gagal ke prosesor pembayaran bank.
     •   Prosesor pembayaran bank akan mengirimkan konfirmasi apakah transaksi tersebut
         berhasil atau gagal itu ke Merchant yang kemudian akan diteruskan ke
         konsumen/pelanggan apakah transaksi tersebut berhasil atau gagal melalui
         Perseroan.




Halaman 37                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 38
                                            BAB IV
                                  ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS

4.1    Kapasitas

       Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna, perusahaan secara
       proaktif mengukur kapasitas produksi berdasarkan jumlah pengguna aktif yang
       menggunakan aplikasi. Metode ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola
       sumber daya secara lebih efisien dan memastikan bahwa setiap pengguna
       mendapatkan pengalaman yang optimal. Data pengguna diintegrasikan ke dalam
       analisis beban kerja sistem, sehingga memungkinkan perusahaan memprediksi
       kebutuhan kapasitas secara real-time.

       Untuk menjaga kinerja aplikasi tetap stabil, kapasitas server secara dinamis disesuaikan
       dengan jumlah pengguna yang terhubung. Dengan demikian, perusahaan dapat
       menyeimbangkan antara efisiensi biaya dan performa layanan, tanpa mengurangi
       kualitas pengalaman pelanggan.

4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia

       Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Indonesia selama tahun 2024–2029
       menunjukkan tren peningkatan secara umum. Berdasarkan tingkat pendidikan, semakin
       tinggi jenjang pendidikan, semakin besar tingkat partisipasinya, di mana lulusan
       universitas memiliki TPAK tertinggi di atas 85%, sementara lulusan SMP berada di kisaran
       57%–58%. Dari sisi provinsi, Jawa Timur diprediksi menjadi wilayah dengan TPAK tertinggi
       mencapai 75,42% pada 2029, sedangkan Banten paling rendah meskipun tetap
       mengalami kenaikan hingga 66,92%. Jika dilihat dari jenis kelamin, laki-laki memiliki TPAK
       jauh lebih tinggi dibanding perempuan, dengan rata-rata di atas 84%, sementara
       perempuan meningkat dari 55,02% menjadi 58,51% dalam lima tahun

       Tabel 4.1   Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Tingkat
                   Pendidikan (%), Tahun 2024-2029




      Source: Kementerian Ketenagakerjaan RI




Halaman 38                                                    FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 39
     Tabel 4.2   Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Jenis
                 Kelamin (%), Tahun 2024-2029




     Source: Kementerian Ketenagakerjaan RI

     Tabel 4.3   Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Provinsi
                 (%), Tahun 2024-2029
                                                       Tahun
          Provinsi
                          2024       2025       2026           2027     2028      2029

      Banten              64,89      65,29        65,69         66,09    66,50      66,92
      Jakarta             65,78      66,45        67,14         67,84    68,56      69,31
      Jawa Barat          66,98      67,46        67,96         68,50    69,06      69,65
      Jawa Tengah         72,14      72,45        72,79         73,17    73,58      74,02
      Jawa Timur          73,08      73,50        73,94         74,40    74,90      75,42
     Source: Kementerian Ketenagakerjaan RI

     Dalam menjalankan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak
     melakukan penambahan tenaga kerja, tetapi menggunakan tenaga kerja yang
     dimiliki, namun kemungkinan penambahan pegawai akan disesuaikan dengan
     kebutuhan di masa depan.

     Penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha ini memerlukan dukungan sarana,
     prasarana, peralatan, dan teknologi untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan,
     khususnya perangkat lunak, peralatan teknologi informasi, serta inventaris kantor.
     Ketersediaan sarana, prasarana, peralatan, dan teknologi tersebut diperlukan untuk
     mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan operasional Perseroan, termasuk dalam
     menunjang proses penyelenggaraan layanan, pengelolaan kegiatan operasional, serta
     pelaksanaan fungsi pendukung lainnya.




Halaman 39                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 40
4.3   Proses Produksi / Layanan Jasa

      Proses layanan jasa Perseroan adalah sebagai berikut:




         Source: Manajemen Perseroan

         Dalam menjalankan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, proses
         layanan jasa Perseroan diawali dengan pengadaan perangkat dan teknologi dari
         supplier sesuai dengan kebutuhan kegiatan usaha Perseroan, antara lain mesin POS
         Android, Electronic Data Capture (EDC), dan perangkat berbasis Internet of Things
         (IoT).

         Perangkat yang diperoleh dari supplier selanjutnya digunakan dan diintegrasikan
         dengan aplikasi, sistem, dan layanan yang dikembangkan dan/atau disediakan
         oleh Perseroan. Produk dan layanan tersebut meliputi perangkat lunak pembayaran
         (Soft POS), pengembangan software, layanan payment gateway, layanan
         penunjang sistem pembayaran, penjualan EDC, penjualan SIM Card, penyewaan
         EDC, layanan pemeliharaan perangkat, serta layanan cashAdvance.

         Selanjutnya, produk dan layanan tersebut disediakan kepada merchant sebagai
         pengguna produk dan layanan Perseroan sesuai dengan kebutuhan kegiatan
         usahanya. Atas produk dan layanan yang disediakan, Perseroan memperoleh
         pendapatan sesuai dengan masing-masing kegiatan usaha yang dijalankan.




Halaman 40                                                FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 41
                                           BAB V
                              ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS



5.1   Keunggulan Kompetitif

      Keunggulan kompetitif Perseroan dalam kegiatan usaha yaitu :
      • Perseroan telah memperoleh izin dari Bank Indonesia sebagai Penyedia Jasa
         Pembayaran (PJP) untuk kegiatan payment gateway, sehingga dapat mendukung
         pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan.
      • Perseroan telah berdiri sejak tahun 2015 dan memiliki lebih dari 25.000 merchant
         yang tersebar di wilayah Jakarta, Bandung, dan Bali, serta memiliki pengalaman
         dalam menyediakan solusi pembayaran berbasis teknologi.
      • Perseroan memiliki hubungan kerja sama dengan berbagai pihak dalam ekosistem
         pembayaran, termasuk lembaga keuangan, perbankan, dan penyedia layanan
         pembayaran digital, yang mendukung pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan.
      • Perseroan didukung oleh pengalaman dan kemampuan dalam mengembangkan
         serta menyediakan produk dan layanan berbasis teknologi sesuai dengan
         kebutuhan merchant.
      • Perseroan mengutamakan pelayanan kepada merchant (service-oriented),
         sehingga penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha dapat mendukung
         pemenuhan kebutuhan merchant secara lebih luas.

      Keunggulan tersebut dapat mendukung pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan,
      secara lebih spesifik keunggulan kompetitif Perseroan dari keunikan pola bisnis untuk
      masing-masing kegiatan usaha baru jika dibandingkan dengan kompetitor yang
      memiliki kegiatan usaha sejenis, sebagai berikut:

      •   Sewa Perangkat EDC (KBLI 77394)
          Perseroan mengembangkan layanan sewa perangkat EDC dengan memanfaatkan
          basis merchant yang telah dimiliki dan kegiatan pembayaran yang telah berjalan.
          Dibandingkan dengan kompetitor yang menawarkan layanan sewa perangkat EDC,
          Perseroan memiliki pola bisnis yang mengintegrasikan layanan sewa perangkat
          dengan layanan pembayaran yang telah tersedia bagi merchant. Dengan
          demikian, layanan sewa EDC dapat dikembangkan kepada merchant yang telah
          memiliki hubungan usaha dengan Perseroan.

      •   Pemeliharaan Perangkat (KBLI 95101)
          Kegiatan pemeliharaan perangkat merupakan kegiatan yang mendukung
          penggunaan perangkat dalam kegiatan pembayaran Perseroan. Dengan
          pengalaman dalam penggunaan dan pengelolaan perangkat serta hubungan
          dengan merchant, Perseroan dapat mengintegrasikan layanan pemeliharaan
          dengan kebutuhan operasional merchant. Karakteristik tersebut menjadi pembeda
          dibandingkan penyedia jasa pemeliharaan yang menawarkan jasa perbaikan atau
          pemeliharaan perangkat secara terpisah.

      •   Cash Advance (KBLI 66199)
          Pengembangan layanan Cash Advance Perseroan didukung oleh basis merchant
          dan hubungan yang telah terbentuk melalui kegiatan usaha pembayaran. Hal




Halaman 41                                                FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 42
        tersebut menjadi pembeda dalam pola pengembangan usaha Perseroan karena
        layanan baru dapat ditawarkan kepada merchant kepada merchant yang telah
        memiliki hubungan usaha dengan Perseroan, sesuai dengan kebutuhan dan
        ketentuan yang berlaku.

5.2   Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk

      Dalam rangka penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, kemampuan pesaing
      untuk meniru produk dan layanan Perseroan relatif tinggi, mengingat kegiatan usaha
      yang akan dijalankan, antara lain penyediaan jasa pembayaran, penunjang sistem
      pembayaran, penerbitan perangkat lunak, pemrograman komputer, perdagangan
      dan penyewaan perangkat, serta jasa reparasi dan pemeliharaan, dapat
      dikembangkan oleh pelaku usaha lain yang memiliki dukungan teknologi, sumber daya,
      dan perizinan yang sesuai. Perseroan memiliki diferensiasi melalui penyediaan solusi
      terpadu berupa perangkat EDC dan software pendukung. Kepemilikan izin PJP 2
      mendukung Perseroan dalam menyediakan solusi tersebut sesuai dengan ruang lingkup
      perizinan yang dimiliki.

      Di sisi lain, sebagian kompetitor menyediakan perangkat EDC tanpa software
      pendukung, sehingga pengguna dapat memerlukan lebih dari satu partner/vendor
      untuk memenuhi kebutuhan perangkat dan software. Perseroan juga didukung oleh
      jaringan kemitraan hingga tingkat kabupaten yang dapat mendukung pemasaran dan
      penyediaan layanan kepada pelanggan. Dengan adanya penyesuaian dan
      penambahan kegiatan usaha, Perseroan dapat memperluas cakupan produk dan
      layanan yang ditawarkan serta memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih
      terintegrasi.

5.3   Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

      Perseroan merupakan perusahaan payment gateway yang telah memperoleh izin dari
      Bank Indonesia untuk menjalankan kegiatan usahanya serta berkomitmen untuk
      menyediakan layanan pembayaran yang andal, aman, dan mudah digunakan.
      Komitmen tersebut tercermin dalam visi Perseroan untuk menjadi Perusahaan
      Pembayaran Terkemuka di Indonesia, dengan misi menyediakan solusi terbaik di
      bidangnya, teknologi yang relevan, layanan dan dukungan yang dapat diandalkan,
      serta produk yang aman dan mudah digunakan. Dalam menjalankan kegiatan
      usahanya, Perseroan juga menerapkan nilai-nilai perusahaan yang meliputi Focus on
      Customer, Responsive, Open Minded, Nurturing, dan Teamwork sebagai landasan
      dalam pengembangan kegiatan usaha dan pelayanan kepada pelanggan.

      Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai (value creation) didukung oleh
      integrasi produk, layanan, dan teknologi dalam ekosistem pembayaran. Melalui
      penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan dapat memperluas
      layanan yang meliputi penyediaan jasa pembayaran, penunjang sistem pembayaran,
      penerbitan dan pengembangan perangkat lunak, perdagangan dan penyewaan
      perangkat, serta reparasi dan pemeliharaan perangkat. Keterkaitan antar-kegiatan
      tersebut memberikan nilai tambah melalui tersedianya solusi yang lebih terintegrasi bagi
      pelanggan, mulai dari penyediaan perangkat dan sistem, layanan pembayaran,
      hingga dukungan pemeliharaan.



Halaman 42                                                  FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 43
     Selain itu, pengembangan kegiatan usaha dapat mengoptimalkan pemanfaatan
     sumber daya, infrastruktur, teknologi, dan ekosistem pelanggan yang telah dimiliki
     Perseroan. Integrasi tersebut dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam
     memenuhi kebutuhan pembayaran dan teknologi melalui layanan yang saling
     menunjang, sekaligus memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperluas cakupan
     pasar dan mendiversifikasi sumber pendapatan. Dengan demikian, nilai tambah
     Perseroan tercermin dari kemampuan untuk menyediakan layanan yang lebih
     terintegrasi, meningkatkan pemanfaatan ekosistem usaha yang telah tersedia, serta
     memperluas peluang pengembangan kegiatan usaha.




Halaman 43                                             FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 44
                                         BAB VI
                         ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

6.1   Ketersediaan Tenaga Kerja

      Berdasarkan informasi manajemen, dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha
      KBLI 95101, KBLI 66199 dan KBLI 77394 Perseroan tidak melakukan penambahan tenaga
      kerja pada saat ini, tetapi menggunakan tenaga kerja yang telah dimiliki dengan
      kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan usaha. Dalam menjalankan
      penambahan kegiatan usaha baru tersebut, Karyawan yang dibutuhkan tidak
      memerlukan kualifikasi dan kompetensi secara khusus, namun Perseroan mengadakan
      program pelatihan teknis reparasi dan pemeliharaan perangkat, pelatihan tata kelola
      pertukaran data serta proses eksekusi penyaluran dana sesuai ketentuan lembaga
      pemberi dana berizin untuk kegiatan penunjang jasa keuangan, dan pelatihan
      administrasi penyewaan peralatan, baik melalui program pelatihan internal (in-house
      training) maupun pelatihan yang diselenggarakan bekerja sama dengan
      vendor/prinsipal terkait, sesuai dengan kebutuhan kegiatan usaha. Pelaksanaan
      kegiatan usaha tersebut tidak memerlukan sertifikasi khusus yang bersifat wajib. Adapun
      Rincian tenaga kerja saat ini:




6.2   Manajemen Kekayaan Intelektual (intellectual property)

      Kekayaan intelektual yang dimiliki Perseroan yaitu sertifikat merek atas logo, serta hak
      cipta atas beberapa program komputer, antara lain: Cashlez POS, Cashlez Merchant
      Portal, Cashlez Android Line Adapter (CARLA), Cashlez Payment System, Cashlez Link,
      Cashlez MPOS, dan Cashlez Payment Orchestrator.

6.3   Manajemen Risiko

      Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari potensi risiko
      yang bisa terjadi, sehingga Perseroan perlu melakukan manajemen risiko dengan
      melakukan mitigasi risiko sebagai berikut:




Halaman 44                                                  FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 45
6.3.1 Ketidaksesuaian KBLI pada Dokumen Legal, Sistem, adan Pelaporan Regulator

     Risiko ketidaksesuaian KBLI dapat timbul apabila pembaruan KBLI tidak diikuti dengan
     penyesuaian pada dokumen legal, perizinan, sistem, dan pelaporan kepada regulator.
     Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan pembaruan KBLI secara
     menyeluruh pada dokumen dan sistem yang terdampak serta menyusun rencana
     implementasi dan penetapan penanggung jawab (PIC).

6.3.2 Kesalahan Klasifikasi Aktivitas Usaha

     Risiko kesalahan klasifikasi aktivitas usaha dapat terjadi apabila KBLI yang digunakan
     tidak sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Untuk memitigasi risiko tersebut,
     Perseroan melakukan penelaahan terhadap kesesuaian KBLI melalui koordinasi antara
     fungsi Business, Legal, dan Compliance sebelum dilakukan penetapan.

6.3.3 Inkonsistensi Data Antar Sistem

     Risiko inkonsistensi data dapat terjadi apabila pembaruan KBLI tidak diterapkan secara
     seragam pada seluruh sistem. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan
     sinkronisasi master data, validasi, dan pengujian atas perubahan yang dilakukan
     sebelum implementasi.

6.3.4 Ketidaksesuaian Proses Onboarding dan Klasifikasi Merchant

     Risiko ketidaksesuaian proses onboarding dan klasifikasi merchant dapat terjadi apabila
     klasifikasi merchant tidak mencerminkan kegiatan usaha yang sebenarnya. Untuk
     memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan verifikasi terhadap profil usaha dan
     dokumen pendukung serta memastikan proses onboarding mengacu pada aktivitas
     usaha aktual.

6.3.5 Risiko Kepatuhan Akibat Penambahan KBLI Baru

     Risiko kepatuhan dapat timbul apabila penambahan KBLI belum diikuti dengan
     penyesuaian terhadap perizinan, kebijakan, dan prosedur yang berlaku. Untuk
     memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan penyesuaian izin usaha, SOP, serta
     melakukan sosialisasi dan evaluasi terhadap dampak perubahan KBLI sebelum
     implementasi.

6.3.6 Risiko Human Error dalam Pembaruan KBLI

     Kegiatan usaha Perseroan sangat bergantung pada mitra mitra yang bekerjasama.
     Perseroan selalu berupaya untuk melakukan kunjungan berkala ke setiap mitra mitra
     Perseroan sehubungan dengan edukasi dan juga untuk mendapatkan feedback terkait
     dengan produk produk Perseroan. Kegagalan Perseroan dalam melakukan kunjungan
     berkala ke mitra mitra dapat menyebabkan menurunnya Tingkat kepercayaan mitra
     kepada pihak Perseroan, sehingga mitra dapat menghentikan kerjasama dengan
     group yang dapat mempengaruhi kinerja pendapatan Perseroan.




Halaman 45                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 46
6.3.7 Kurangnya Sosialisasi atas Perubahan KBLI

      Risiko human error dapat terjadi dalam proses pembaruan dan pengelolaan data KBLI.
      Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menerapkan mekanisme maker-checker
      serta proses review dan cross-check sebelum data digunakan atau diimplementasikan.

6.3.8 Risiko Aset – KBLI 77394

      Risiko aset timbul dari kepemilikan perangkat EDC yang disewakan kepada merchant,
      antara lain risiko kerusakan, kehilangan, atau tidak dikembalikannya perangkat oleh
      merchant penyewa, serta risiko penurunan nilai ekonomis dan keusangan teknologi
      perangkat. Perseroan memitigasi risiko tersebut melalui mekanisme yang diatur dalam
      Formulir Registrasi Merchant, antara lain: (i) kewajiban merchant membayar biaya ganti
      rugi dengan nilai tetap per jenis perangkat apabila terjadi kerusakan, kehilangan, atau
      kecacatan perangkat; (ii) hak Perseroan untuk melakukan penilaian ulang atas kondisi
      dan nilai perangkat yang dikembalikan oleh merchant; (iii) pembatasan penempatan
      perangkat hanya pada lokasi/alamat merchant yang terdaftar pada Perseroan; dan
      (iv) pembebanan biaya pengiriman kepada merchant.

6.3.9 Risiko Layanan Purna Jual – KBLI 95101

      Risiko layanan purna jual timbul dari kewajiban Perseroan menjaga kualitas dan
      ketersediaan layanan pemeliharaan perangkat, termasuk risiko keterlambatan
      penanganan teknis yang dapat mengganggu kegiatan operasional merchant, serta
      risiko tanggung jawab hukum atas kerusakan perangkat yang timbul selama proses
      pemeliharaan. Perseroan memitigasi risiko tersebut melalui mekanisme yang diatur
      dalam Formulir Registrasi Merchant, antara lain: (i) penetapan Service Level Agreement
      pengecekan perangkat selama 7 (tujuh) hari kerja sejak perangkat diterima; (ii)
      pembatasan cakupan klaim garansi hanya untuk kerusakan software dan/atau cacat
      pabrikasi, dengan syarat kelengkapan dan keutuhan segel perangkat serta maksimal 1
      (satu) kali klaim; dan (iii) ketentuan bahwa hasil pengecekan oleh Perseroan bersifat
      final dan membebaskan Perseroan dari tanggung jawab dan kerugian lebih lanjut.

6.3.10 Risiko Kredit – KBLI 66199

      Risiko kredit dalam kegiatan penyaluran dana kepada merchant pada prinsipnya
      melekat pada dan ditanggung oleh lembaga pemberi dana berizin, yaitu bank,
      perusahaan pembiayaan, dan/atau penyelenggara layanan pendanaan bersama
      berbasis teknologi informasi, selaku pihak yang melakukan penilaian kelayakan dan
      menanggung risiko gagal bayar. Perseroan tidak bertindak sebagai pemberi dana dan
      tidak menanggung risiko kredit secara langsung. Namun demikian, Perseroan tetap
      dapat menghadapi risiko tidak langsung berupa: (i) risiko operasional dan reputasi
      apabila terjadi tingkat gagal bayar yang signifikan dalam ekosistem merchant
      Perseroan, yang dapat memengaruhi keberlanjutan kerjasama dengan lembaga
      pemberi dana dan pendapatan Perseroan dari kerja sama tersebut; serta (ii) risiko
      hukum dan kepatuhan terkait akurasi dan keamanan data transaksi merchant yang
      disampaikan kepada lembaga pemberi dana untuk keperluan penilaian kelayakan.




Halaman 46                                                  FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 47
6.4   Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen

      Untuk menjalankan setiap bidang usaha yang digeluti perseroan, para pengurus
      perusahaan telah menunjuk beberapa orang profesional yang memiliki kompetensi dan
      berpengalaman sesuai bidangnya (key person):

      1.   Surya Aseanto Putra, Presiden Komisaris

           Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Jakarta dengan latar belakang
           Pendidikan program Akselerasi Pemimpin, Universitas Globis, Jepang dan Sarjana
           Bisnis, American University of Paris, Prancis, Beliau memiliki Riwayat karir yaitu :
           • Presiden Komisaris PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
           • Komisaris Utama PT Gambino Artisan Prima
           • Direktur Utama PT Kuda Pacu Indonesia
           • Direktur Utama PT Falvo Rasa Prima
           • Direktur PT Transwepp International

      2.   Niniek S Rahardja, Komisaris Independen

           Warga Negara Indonesia dengan latar belakang Pendidikan Bachelor of Business
           Administration – BBA, Marketing/International Business University of Ottawa, Beliau
           memiliki Riwayat karir yaitu:
           • Komisaris Independen PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
           • CEO PT Mitra Transaksi Indonesia (YOKKE)
           • Division Head of Transaction Banking and Partnership Development Solution PT
              Bank Central Asia Tbk (BCA)
           • Kepala Subdivisi Acquiring Business and Branches PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

      3.   Willy Chandry, Presiden Direktur

           Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Jakarta dengan latar belakang
           Pendidikan S1 Teknik Industri Universitas Bina Nusantara, beliau memiliki Riwayat karir
           yaitu:

           • Presiden Direktur PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
           • Chief Marketing Officer PT Mitra Transaksi Indonesia
           • Digital Banking Business & Ecosystem Dept Head PT Bank KB Bukopin Tbk
           • VP Head of Digibank Acquisition PT Bank DBS Indonesia
           • VP Head Acquiring & Commercial Card PT Maybank Indonesia Tbk
           • VP Sales Direktur PT Aksi Visitama
           • Business Development Leader Merchant Sales & Solutions PT Visa Worldwide
             Indonesia
           • AVP National Acquairing Head PT Bank Maybank Indonesia Tbk

      4.   Oktavianus, Direktur

           Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Jakarta dengan latar belakang
           Magister Manajemen Bisnis dari Institut Teknologi Bandung dan Sarjana Ilmu
           Komputer dari Universitas Bina Nusantara, beliau memiliki Riwayat karir yaitu:




Halaman 47                                                     FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 48
          • Direktur PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk
          • Group Head of IT Strategy & Architecture PT Mitra Transaksi Indonesia (Yokke)
          • Head of Enterprise Payment PT Midtrans (GoTo Financial)

      Dengan struktur perusahaan sebagai berikut :




      Sumber : Manajemen Perseroan

6.5   Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen

      Sistem organisasi dan Manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung
      terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga
      dapat membentuk perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur
      organisasi dan Manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi
      kerja yang terpadu dan terarah.

      Pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan yang mengalami penyesuaian dan
      penambahan berada pada departemen Business dibawah tanggung jawab Head of
      Business.




Halaman 48                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 49
                                                  BAB VII
                                      ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN

7.1   Proyeksi Keuangan Perseroan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha

      Proyeksi keuangan Perseroan sebelum penambahan kegiatan usaha mengacu pada
      proyeksi yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunannya,
      manajemen mempertimbangkan perolehan dana dari pelaksanaan PMHMETD I serta
      adanya perolehan penambahan acquirer baru yaitu CIMB, BRI, BTN dan juga BRI terkait
      Soundbox sebagai salah satu dasar dalam memproyeksikan pendapatan Perseroan.
      Proyeksi dimulai pada Juli 2026 dengan mempertimbangkan kinerja keuangan
      Perseroan berdasarkan LK Audit 30 Juni 2026.

      Tabel 7.1 Proyeksi Keuangan Perseroan Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
             (dalam Jutaan Rupiah)

                                            Juli - Des      Des            Des         Des         Des
                    Laba Rugi
                                              2026          2027          2028        2029        2030
       Pendapatan                              118.863       236.675       323.353     442.018      604.506
       Beban Pokok Pendapatan                  (99.755)    (199.175)     (272.508)   (372.924)    (510.434)
       Laba Kotor                                 19.108      37.501        50.845       69.094      94.072
       Laba / Rugi Sebelum Pajak                 (9.879)    (13.060)      (10.092)      (4.156)       5.984
       Laba / Rugi Bersih                        (9.879)    (13.060)      (10.092)      (4.156)       5.984

                                              Des          Des            Des         Des         Des
                Posisi Keuangan
                                             2026          2027           2028        2029        2030
       Aset Lancar                            158.675       158.589        169.958    188.665      218.578
       Aset Tidak Lancar                       81.397        78.183         75.222     72.795       71.466
       Total Aset                             240.072       236.772       245.180     261.461      290.044
       Liabilitas Jangka Pendek                31.469        41.229         59.728     80.164      102.764
       Liabilitas Jangka Panjang               26.106        26.106         26.106     26.106       26.106
       Total Liabilitas                        57.575        67.335         85.834    106.271      128.870
       Total Ekuitas                          182.497       169.437       159.346     155.190      161.174

                                            Juli - Des     Des            Des         Des         Des
                    Arus Kas
                                              2026         2027           2028        2029        2030
       Arus Kas dari Aktivitas Operasi             9.565          227       11.675     19.010       30.215
       Arus Kas dari Aktivitas Investasi               -            -            -          -            -
       Arus Kas dari Aktivitas
                                               120.834              -            -            -           -
       Pendanaan
       Kenaikan / Penurunan Kas                130.399          227        11.675      19.010       30.215
       Saldo Awal                               16.503      146.903       147.130     158.805      177.815
       Saldo Akhir                             146.903      147.130       158.805     177.815      208.030
      Sumber : Manajemen Perseroan


      Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, pendapatan diproyeksikan meningkat
      dari Rp118.863 juta pada Juli – Desember 2026 menjadi Rp604.506 juta pada tahun
      2030. Sejalan dengan perkembangan pendapatan tersebut, laba kotor diproyeksikan
      meningkat dari Rp19.108 juta pada Juli – Desember 2026 menjadi Rp94.072 juta pada
      tahun 2030. Adapun dari sisi laba bersih, Perseroan diproyeksikan masih mencatatkan
      rugi bersih sebesar Rp9.879 juta pada Juli – Desember 2026. Rugi bersih tersebut
      diproyeksikan berkurang secara bertahap menjadi Rp4.156 juta pada tahun 2029 .
      Kemudian pada tahun 2030 Perseroan diproyeksikan membukukan laba bersih
      sebesar Rp5.984 juta.




Halaman 49                                                              FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 50
      Total aset Perseroan diproyeksikan sebesar Rp240.072 juta pada tahun 2026 dan
      meningkat hingga mencapai Rp290.044 juta pada tahun 2030. Sementara itu, total
      liabilitas Perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp57.575 juta pada tahun 2026
      menjadi Rp128.870 juta pada tahun 2030. Sejalan dengan perkembangan tersebut,
      ekuitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp182.497 juta pada tahun 2026 dan menjadi
      Rp161.174 juta pada tahun 2030.

      Arus kas operasional Perseroan tercatat sebesar Rp9.565 juta pada Juli – Desember
      2026 dan menjadi positif sebesar Rp30.215 juta pada tahun 2030. Sementara itu, tidak
      terdapat arus kas dari aktivitas investasi pada Juli – Desember 2026 dan tahun-tahun
      berikutnya. Arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat positif sebesar Rp 130.399 juta
      pada Juli – Desember 2026 dan tidak terdapat tambahan arus kas pendanaan pada
      tahun-tahun berikutnya.

      Secara keseluruhan, sebelum penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha,
      kondisi keuangan Perseroan menunjukkan peningkatan pendapatan dan laba kotor,
      perbaikan kinerja laba bersih hingga mulai membukukan laba pada tahun 2030, serta
      perbaikan arus kas operasional dari negatif menjadi positif selama periode proyeksi.

7.2   Biaya Pendirian (Start Up Cost)

      Dalam rangka pelaksanaan penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha, Perseroan
      membutuhkan biaya investasi untuk perangkat lunak, peralatan teknologi informasi,
      renovasi bangunan sewa, dan inventaris kantor sebesar Rp34.518.304.021, biaya
      investasi tersebut akan dibiayai melalui dana yang diperoleh dari pelaksanaan
      PMHMETD, dengan rincian masing-masing KBLI sebagai berikut:

                    Deskripsi                          Unit                         Investasi
       KBLI Penyesuaian                                Rp                                   34.192.190.500
       KBLI 77394                                      Rp                                      300.477.028
       KBLI 95101                                      Rp                                       22.864.183
       KBLI 66199                                      Rp                                        2.772.310
       Total Investasi                                 Rp                                   34.518.304.021
      Sumber : Manajemen Perseroan

7.3   Modal Kerja

      Proyeksi modal kerja atas rencana perubahan kegiatan usaha selama masa proyeksi
      adalah sebagai berikut:

      Tabel 7.2 Modal Kerja
             Uraian        Satuan    Juli – Des 2026             2027             2028             2029
       Piutang Usaha        Rp.      19.564.754.543       19.749.800.651      26.902.214.762   36.686.546.281
       Persediaan           Rp.      2.182.252.427        2.204.240.111       3.009.981.040    4.112.722.508
       Utang Usaha          Rp.      35.461.601.937       35.818.901.806      48.912.191.900   66.831.740.748


             Uraian        Satuan          2030                  2031             2032             2033
       Piutang Usaha        Rp.      50.075.872.228       51.362.509.775      52.684.314.257   54.042.450.526
       Persediaan           Rp.         5.622.213.058         5.765.757.240    5.913.121.478    6.064.422.651
       Utang Usaha          Rp.      91.360.962.195       93.693.555.145      96.088.224.011   98.546.868.072




Halaman 50                                                              FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 51
      Selama periode proyeksi, modal kerja menunjukkan tren peningkatan, yang
      mencerminkan perubahan posisi aset lancar dan liabilitas jangka pendek dalam
      mendukung kegiatan operasional Perseroan.

7.4   Sumber Pembiayaan

      Berdasarkan keterangan Manajemen Perseroan, biaya investasi untuk pelaksanaan
      rencana penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha akan dibiayai melalui dana
      yang diperoleh dari pelaksanaan PMHMETD.

7.5   Biaya Operasional

      Biaya operasional atas rencana penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha terdiri
      dari beban pokok penjualan dan biaya/beban lain. Proyeksi biaya operasional atas
      rencana penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha untuk periode Juli 2026
      hingga Desember 2033 adalah sebagai berikut:

      Tabel 7.3 Biaya Operasional
              Uraian       Satuan   Juli – Des 2026        2027              2028              2029
       Beban Pokok
                            Rp.     100.383.611.638   201.136.910.141   274.660.769.902   375.285.928.817
       Pendapatan
       Biaya/Beban Lain     Rp.      28.760.982.479    58.430.252.064    66.605.503.424    77.193.080.953


              Uraian       Satuan        2030              2031              2032              2033
       Beban Pokok
                            Rp.     513.026.941.555   526.125.348.124   539.572.334.831   553.378.566.868
       Pendapatan
       Biaya/Beban Lain     Rp.      91.002.375.369    91.892.268.608    93.079.858.825    95.349.731.102


      Harga pokok pendapatan diproyeksikan meningkat dari Rp100.383.611.638 pada
      periode Juli–Desember 2026 menjadi Rp533.378.566.868 pada tahun 2033, sejalan
      dengan proyeksi pendapatan Perseroan. Sementara itu, biaya/beban lain
      diproyeksikan meningkat dari Rp28.760.982.479 menjadi Rp95.349.731.102.

7.6   Penyesuaian Proyeksi Keuangan Setelah Penyesuaian dan Penambahan KBLI

      Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan didasarkan pada proyeksi
      keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Atas asumsi yang dibuat oleh
      manajemen Perseroan, Penilai melakukan penyesuaian terhadap beberapa asumsi,
      yaitu pos pendapatan lain-lain dan beban lain-lain yang bersifat non-recurring tidak
      diproyeksikan, biaya umum dan administrasi serta biaya penjualan diproyeksikan
      dengan mempertimbangkan tingkat inflasi, depresiasi dan amortisasi mengikuti
      persentase penyusutan dan amortisasi berdasarkan laporan keuangan Perseroan, aset
      lainnya yang merupakan jaminan asuransi kesehatan karyawan diproyeksikan
      berdasarkan rata-rata historis porsi asuransi karyawan terhadap beban umum dan
      administrasi, serta uang muka yang merupakan pembayaran di muka terkait
      persediaan diproyeksikan berdasarkan rata-rata historis porsi uang muka terhadap
      persediaan.




Halaman 51                                                        FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 52
7.7   Asumsi Proyeksi Keuangan Setelah Penyesuaian dan Penambahan KBLI

      Asumsi Umum, meliputi:
      • Jumlah hari dalam satu tahun adalah 365 hari, sedangkan untuk periode Juli–
         Desember 2026 diperhitungkan sebanyak 184 hari.
      • Asumsi GDP mengacu pada proyeksi IMF.
      • Asumsi inflasi mengacu pada proyeksi IMF.
      • Tarif pajak badan mengacu pada ketentuan perpajakan yang berlaku.

      Tabel 7.4 Asumsi Umum
                     Uraian       Satuan    Juli – Des 2026   2027     2028      2029
       ASUMSI UMUM
       Jumlah hari                  hari                184      365      365       365
       GDP                           %               4,95%     5,07%     5,17%     5,19%
       Inflasi                       %               2,99%     2,58%     2,52%     2,52%
       Pajak Badan                   %              22,00%    22,00%    22,00%    22,00%


                     Uraian       Satuan         2030         2031     2032      2033
       ASUMSI UMUM
       Jumlah hari                  hari                365      365      365       365
       GDP                           %               5,22%     5,23%     5,23%     5,22%
       Inflasi                       %               2,52%     2,52%     2,52%     2,52%
       Pajak Badan                   %              22,00%    22,00%    22,00%    22,00%


      Asumsi Pendapatan
      Asumsi pendapatan untuk masing-masing kegiatan usaha disusun berdasarkan business
      plan yang disiapkan oleh Manajemen Perseroan, dengan rincian sebagai berikut:

      1. KBLI 58290 – Software Pembayaran (SoftPos)
         Nilai transaksi layanan Software Pembayaran (SoftPOS) diproyeksikan sebesar
         Rp900.000.000 per tahun selama periode proyeksi, dengan tarif layanan sebesar
         1,41%.

      2. KBLI 62199 – Pengembangan Software
         Nilai transaksi layanan Pengembangan Software diproyeksikan sebesar
         Rp81.006.016 pada periode Juli–Desember 2026 dan mengalami pertumbuhan
         sebesar 1% per tahun selama periode proyeksi.

      3. KBLI 66141 – Layanan Payment Gateway (Cashlez)
         Nilai transaksi pembayaran terdiri dari Card, QRIS, Virtual Account (VA), Buy Now Pay
         Later (BNPL), Prepaid, dan Online. Tarif layanan diproyeksikan sebesar 1,41% untuk
         Card, 0,66% untuk QRIS, Rp3.500 per transaksi untuk Virtual Account (VA), 1,25% untuk
         Buy Now Pay Later (BNPL), 0,50% untuk Prepaid, dan 1,62% untuk Online selama
         periode proyeksi.

      4. KBLI 66143 – Jasa Layanan Lainnya (Cash Move)
         Jumlah transaksi jasa layanan lainnya (Cash Move) sebanyak 3.610 pada periode
         Juli–Desember 2026 dan meningkat menjadi 10.268 pada 2033, dengan tarif 1.200
         per transaksi.




Halaman 52                                                    FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 53
     5. KBLI 46591 – Penjualan EDC
        Jumlah perangkat EDC yang dijual diproyeksikan sebanyak 60 unit pada periode
        Juli–Desember 2026 dan 10 unit per tahun pada periode 2027–2033, dengan harga
        jual sebesar Rp2.750.000 per unit.

     6. KBLI 46523 – Penjualan SIM Card
        Jumlah SIM Card yang dijual diproyeksikan sebanyak 13.247 unit pada periode Juli–
        Desember 2026 dan meningkat menjadi 16.489 unit pada tahun 2033, dengan harga
        jual sebesar Rp12.000 per unit.

     7. KBLI 77394 – Sewa EDC
        Jumlah perangkat EDC yang disewakan diproyeksikan sebanyak 4.642 unit pada
        periode Juli–Desember 2026 dan meningkat menjadi 26.918 unit pada tahun 2033,
        dengan tarif sewa sebesar Rp225.000 per unit.

     8. KBLI 95101 – Layanan Pemeliharaan Perangkat
        pengguna layanan pemeliharaan perangkat diproyeksikan sebanyak 13.247
        pengguna pada periode Juli–Desember 2026 dan meningkat menjadi 16.489
        pengguna pada tahun 2033, dengan tarif layanan sebesar Rp6.000 per pengguna.

     9. KBLI 66199 – Layanan Pembiayaan Merchant
        Nilai pembiayaan merchant diproyeksikan sebesar Rp768.000.000 pada periode
        Juli–Desember 2026 dan Rp1.540.200.000 per tahun pada periode 2027–2033,
        dengan komisi sebesar 1,25% selama periode proyeksi.

     Tabel 7.5 Asumsi Pendapatan
                                                                                          Proyeksi
                         Uraian            Satuan
                                                        Juli – Des 2026         2027                   2028                 2029

       ASUMSI PENDAPATAN



       KBLI 58290 - Software Pembayaran
       (SoftPos)

       Nilai Transaksi Layanan SoftPOS    Rp/ Tahun        900.000.000          900.000.000            900.000.000          900.000.000

       Tarif                                 %                   1,41%                 1,41%                  1,41%                1,41%



       KBLI 62199 - Pengembangan
       Software
       Nilai Transaksi                    Rp/Bulan          81.006.016           81.816.076             82.634.237           83.460.579

       Growth                                %                   0,00%                 1,00%                  1,00%                1,00%



       KBLI 66141 - Layanan Payment
       Gateway
       Total Nilai Transaksi Pembayaran
       (TPV)
               Card                          Rp       8.066.422.203.261   16.882.577.952.463   22.222.686.901.237     30.445.081.054.695

               QRIS                          Rp        653.215.647.213     1.400.750.594.904    1.392.725.510.585      1.846.682.884.682

               VA                         Transaksi                709                 1.798                  1.285                1.331

               BNPL                          Rp            454.962.643         2.624.406.808          2.360.335.445        2.360.335.445

               Prepaid                       Rp             86.876.762          172.512.960           5.428.953.072      14.115.277.987

               Online                        Rp         18.124.278.672       44.708.521.411          29.604.955.851      29.604.955.851



       Biaya Transaksi

               Card                          %                   1,41%                 1,41%                  1,41%                1,41%




Halaman 53                                                                        FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 54
                                                                                                 Proyeksi
                         Uraian               Satuan
                                                             Juli – Des 2026          2027                   2028                  2029

               QRIS                              %                    0,66%                   0,66%                  0,66%                 0,66%

               VA                                Rp                    3.500                  3.500                  3.500                 3.500

               BNPL                              %                    1,25%                   1,25%                  1,25%                 1,25%

               Prepaid                           %                    0,50%                   0,50%                  0,50%                 0,50%

               Online                            %                    1,62%                   1,62%                  1,62%                 1,62%



       KBLI 66143 - Jasa Layanan Lainnya
       (Cash Move)
                                             Transaksi /
       Jumlah Transaksi                                                3.610                  9.673                  9.770                 9.867
                                                tahun
                                                 Rp/
       Tarif                                                           1.200                  1.200                  1.200                 1.200
                                              Transaksi



       KBLI 46591 - EDC Sell (Sold Device)

       Jumlah Terjual                           Unit                      60                    10                     10                    10

       Harga Jual                             Rp/ Unit            2.750.000             2.750.000              2.750.000             2.750.000



       KBLI 46523 - SIM card

       Jumlah Terjual                           Unit                 13.247                  15.533                 15.688                15.845

       Harga Jual                             Rp/ Unit               12.000                  12.000                 12.000                12.000



       KBLI 77394 (New) - EDC Rent

       Jumlah Tersewa                           Unit                   4.642                  7.597                  8.357                 9.193

       Tarif                                  Rp/ Unit              225.000               225.000                225.000               225.000



       KBLI 95101 (New) - Pemeliharaan
       Perangkat
       Pengguna layanan                         User                 13.247                  15.533                 15.688                15.845

       Tarif                                 Rp/ User                  6.000                  6.000                  6.000                 6.000



       KBLI 66199 (New) - Pembiayaan
       Merchant (Cash Advance)
                                               Rp /
       Nilai Pembiayaan                                         768.000.000         1.540.200.000           1.540.200.000        1.540.200.000
                                              periode
       Komisi                                    %                    1,25%                   1,25%                  1,25%                 1,25%



                                                                                                 Proyeksi
                         Uraian               Satuan
                                                                  2030                 2031                   2032                  2033

       ASUMSI PENDAPATAN



       KBLI 58290 - Software Pembayaran
       (SoftPos)
       Nilai Transaksi Layanan SoftPOS       Rp/ Tahun           900.000.000           900.000.000            900.000.000           900.000.000

       Tarif                                     %                       1,41%                1,41%                  1,41%                  1,41%



       KBLI 62199 - Pengembangan
       Software
       Nilai Transaksi                       Rp/Bulan
                                                                  84.295.185            85.138.137             85.989.518            86.849.413
       Growth                                    %                       1,00%                1,00%                  1,00%                  1,00%



       KBLI 66141 - Layanan Payment
       Gateway
       Total Nilai Transaksi Pembayaran
       (TPV)
               Card                              Rp
                                                           41.709.761.044.933    42.759.595.730.433    43.835.854.754.968     44.939.203.219.151
               QRIS                              Rp
                                                            2.448.607.173.962     2.510.238.616.531     2.573.421.322.509      2.638.194.337.196
               VA                            Transaksi
                                                                         1.380                 1.414                  1.450                 1.486




Halaman 54                                                                              FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 55
                                                                                         Proyeksi
                         Uraian               Satuan
                                                              2030             2031                   2032              2033

               BNPL                              Rp
                                                            2.360.335.445     2.419.745.089          2.480.650.073     2.543.088.035
               Prepaid                           Rp
                                                           36.699.722.767    37.623.454.789         38.570.437.146    39.541.255.049
               Online                            Rp
                                                           29.604.955.851    30.350.112.590         31.114.024.924    31.897.164.931



       Biaya Transaksi

               Card                              %                   1,41%            1,41%                  1,41%             1,41%

               QRIS                              %                   0,66%            0,66%                  0,66%             0,66%

               VA                                Rp                  3.500             3.500                  3.500             3.500

               BNPL                              %                   1,25%            1,25%                  1,25%             1,25%

               Prepaid                           %                   0,50%            0,50%                  0,50%             0,50%

               Online                            %                   1,62%            1,62%                  1,62%             1,62%



       KBLI 66143 - Jasa Layanan Lainnya
       (Cash Move)
                                             Transaksi /
       Jumlah Transaksi
                                                tahun                9.966            10.066                 10.166            10.268
                                                 Rp/
       Tarif                                                         1.200             1.200                  1.200             1.200
                                              Transaksi



       KBLI 46591 - EDC Sell (Sold Device)

       Jumlah Terjual                           Unit                   60                10                     10                10

       Harga Jual                             Rp/ Unit          2.750.000         2.750.000              2.750.000         2.750.000



       KBLI 46523 - SIM card

       Jumlah Terjual                           Unit
                                                                  16.004              16.164                 16.325            16.489
       Harga Jual                             Rp/ Unit            12.000              12.000                 12.000            12.000



       KBLI 77394 (New) - EDC Rent

       Jumlah Tersewa                           Unit
                                                                  20.224              22.246                 24.471            26.918
       Tarif                                  Rp/ Unit           225.000           225.000                225.000           225.000



       KBLI 95101 (New) - Pemeliharaan
       Perangkat
       Pengguna layanan                         User
                                                                  16.004              16.164                 16.325            16.489
       Tarif                                 Rp/ User                6.000             6.000                  6.000             6.000



       KBLI 66199 (New) - Pembiayaan
       Merchant (Cash Advance)
                                               Rp /
       Nilai Pembiayaan
                                              periode       1.540.200.000     1.540.200.000          1.540.200.000     1.540.200.000
       Komisi                                    %                   1,25%            1,25%                  1,25%             1,25%



     Asumsi Asumsi Biaya
     • Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Software Pembayaran
        (SoftPOS) sebesar 1,20% dari pendapatan selama masa proyeksi.
     • Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Pengembangan Software
        sebesar 0,10% dari pendapatan selama masa proyeksi.
     • Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Payment Gateway terdiri
        dari biaya Card sebesar 1,20%, QRIS sebesar 0,38%, Virtual Account (VA) sebesar
        Rp2.500 per transaksi, Buy Now Pay Later (BNPL) sebesar 1,06%, Prepaid sebesar
        0,17%, dan Online sebesar 1,17% selama masa proyeksi.
     • Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Jasa Layanan Lainnya
        (Cash Move) sebesar Rp100 per transaksi selama masa proyeksi.




Halaman 55                                                                      FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 56
     •       Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya EDC Sell sebesar
             Rp2.500.000 per unit selama masa proyeksi.
     •       Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya SIM Card sebesar Rp6.500
             per unit selama masa proyeksi.
     •       Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya EDC Rent sebesar
             Rp125.000 per unit selama masa proyeksi.
     •       Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Layanan Pemeliharaan
             Perangkat sebesar Rp3.000 per pengguna selama masa proyeksi.
     •       Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, biaya Layanan Pembiayaan
             Merchant (Cash Advance) sebesar 1,06% dari pendapatan selama masa proyeksi.

     Tabel 7.6 Asumsi-Asumsi Biaya
                                                                                                 Proyeksi
                             Uraian                      Satuan
                                                                    Juli - Des 2026       2027               2028             2029

         ASUMSI BIAYA POKOK



         Cost Software Pembayaran (SoftPost)            % Revenue            1,20%            1,20%              1,20%            1,20%
         Cost Pengembangan Software                     % Revenue            0,10%            0,10%              0,10%            0,10%
         Cost Payment Gateway
          Card                                          % Revenue            1,20%            1,20%              1,20%            1,20%
           QRIS                                         % Revenue            0,38%            0,38%              0,38%            0,38%
           VA                                           % Revenue            2.500            2.500              2.500            2.500
           BNPL                                         % Revenue            1,06%            1,06%              1,06%            1,06%
           Prepaid                                      % Revenue            0,17%            0,17%              0,17%            0,17%
           Online                                       % Revenue            1,17%            1,17%              1,17%            1,17%
         Jasa Layanan Lainnya (Cash Move)                  Rp                   100              100                100              100
         Cost EDC Sell                                     Rp            2.500.000         2.500.000          2.500.000        2.500.000
         Cost SIM Card                                     Rp                6.500             6.500              6.500            6.500
         Cost EDC Rent                                     Rp              125.000           125.000            125.000          125.000
         Cost Layanan Pemeliharaan Perangkat               Rp                3.000            3.000               3.000           3.000
         Cost Layanan Pembiayaan Merchant (Cash
                                                        % Revenue            1,06%            1,06%              1,06%            1,06%
         Advance)



         ASUMSI BIAYA/BEBAN LAIN



         Biaya Umum dan Administrasi (Exc Depresiasi)
                                                                    23.930.876.393    50.484.902.397   59.857.564.658     71.262.902.407
         Biaya Penjualan
                                                                      120.950.691       248.137.599         254.383.222     260.786.048
         Depresiasi dan Amortisasi
                                                                     4.709.155.395     7.697.212.068    6.493.555.544      5.669.392.498



                                                                                                 Proyeksi
                             Uraian                      Satuan
                                                                         2030             2031               2032             2033

         ASUMSI BIAYA POKOK



         Cost Software Pembayaran (SoftPost)            % Revenue            1,20%            1,20%              1,20%            1,20%
         Cost Pengembangan Software                     % Revenue            0,10%            0,10%              0,10%            0,10%
         Cost Payment Gateway
          Card                                          % Revenue            1,20%            1,20%              1,20%            1,20%
           QRIS                                         % Revenue            0,38%            0,38%              0,38%            0,38%
           VA                                           % Revenue            2.500            2.500              2.500            2.500
           BNPL                                         % Revenue            1,06%            1,06%              1,06%            1,06%
           Prepaid                                      % Revenue            0,17%            0,17%              0,17%            0,17%
           Online                                       % Revenue            1,17%            1,17%              1,17%            1,17%
         Jasa Layanan Lainnya (Cash Move)                  Rp                   100              100                100              100
         Cost EDC Sell                                     Rp            2.500.000         2.500.000          2.500.000        2.500.000
         Cost SIM Card                                     Rp                6.500             6.500              6.500            6.500
         Cost EDC Rent                                     Rp              125.000           125.000            125.000          125.000
         Cost Layanan Pemeliharaan Perangkat               Rp                3.000            3.000               3.000           3.000
         Cost Layanan Pembiayaan Merchant (Cash
                                                        % Revenue            1,06%            1,06%              1,06%            1,06%
         Advance)




Halaman 56                                                                            FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 57
                                                                                                               Proyeksi
                           Uraian                            Satuan
                                                                                 2030                  2031                2032                2033

      ASUMSI BIAYA/BEBAN LAIN



      Biaya Umum dan Administrasi (Exc Depresiasi)
                                                                             85.540.382.838        87.693.434.274    89.900.678.015     92.163.478.081
      Biaya Penjualan
                                                                               267.350.033           274.079.233          280.977.807      288.050.019
      Depresiasi dan Amortisasi
                                                                              5.194.642.498         3.924.755.100     2.898.203.003      2.898.203.003



     Asumsi Working Capital
     Asumsi yang digunakan dalam perhitungan days working capital turnover sebagai
     berikut:
     • Perputaran piutang 30 hari selama masa proyeksi
     • Perputaran persediaan 4 hari selama masa proyeksi
     • Perputaran utang usaha sebesar 65 hari selama masa proyeksi

     Tabel 7.7 Asumsi Working Capital
                Uraian               Satuan          Juli – Des 2026            2027                          2028                      2029
      Piutang Usaha                    Hari                       30                          30                          30                      30
      Persediaan                       Hari                           4                        4                           4                          4
      Utang Usaha                      Hari                       65                          65                          65                      65



                Uraian               Satuan               2030                  2031                          2032                      2033
      Piutang Usaha                    Hari                       30                          30                          30                      30
      Persediaan                       Hari                           4                        4                           4                          4
      Utang Usaha                      Hari                       65                          65                          65                      65



     Asumsi Utang lain-lain
     Berdasarkan business plan yang disusun oleh Manajemen Perseroan, utang lain-lain
     jangka pendek merupakan kewajiban atas bunga dan denda, sedangkan utang lain-
     lain jangka panjang merupakan pokok utang.

     Tabel 7.8 Asumsi Utang lain-lain
                                                                                                      Proyeksi
                        Uraian                   Satuan
                                                                 Juli – Des 2026                   2027                   2028            2029
      ASUMSI UTANG LAIN LAIN


      Utang lain-lain (Short Term)

        Saldo Awal
                                                                   23.398.865.771
        Penambahan

        Pembayaran
                                                                  (23.398.865.771)
        Saldo Akhir                                                                -


      Utang lain-lain (Long Term)
        Saldo Awal                                   Rp           116.375.000.000
        Penambahan                                   Rp                            -
        Pembayaran                                   Rp          (116.375.000.000)
        Saldo akhir                                  Rp                            -
        Bunga                                        Rp                2.514.958.188




Halaman 57                                                                                     FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 58
                                                                      Proyeksi
                      Uraian         Satuan
                                                   2030            2031               2032           2033
      ASUMSI UTANG LAIN LAIN


      Utang lain-lain (Short Term)

        Saldo Awal

        Penambahan
        Pembayaran
        Saldo Akhir


      Utang lain-lain (Long Term)
        Saldo Awal                    Rp
        Penambahan                    Rp
        Pembayaran                    Rp
        Saldo akhir                   Rp
        Bunga                         Rp



     Asumsi Aset Lainnya
     Aset Lainnya merupakan aset terkait jaminan asuransi karyawan yang diklasifikasikan
     sebagai aset lancar dan aset tidak lancar. Proyeksi aset lainnya dilakukan dengan
     menggunakan rata-rata historis porsi Asuransi Karyawan terhadap Beban Umum dan
     Administrasi.

                                                                       Proyeksi
                      Uraian         Satuan
                                              Juli - Des 2026      2027               2028            2029
      ASET LANCAR LAINNYA
      Aset lainnya lancar             Rp          310.960.968     656.007.489      777.797.100     925.999.565
      Aset tidak lancar lainnya       Rp          131.357.781     277.114.161      328.561.174     391.165.645


                                                                       Proyeksi
                      Uraian         Satuan
                                                   2030            2031               2032            2033
      ASET LANCAR LAINNYA
      Aset lainnya lancar             Rp         1.111.523.031   1.139.500.066    1.168.181.283   1.197.584.406
      Aset tidak lancar lainnya       Rp          469.535.451     481.353.658      493.469.330     505.889.953



     Asumsi Uang Muka
     Uang Muka merupakan pembayaran di muka yang terkait dengan Persediaan

                                                                       Proyeksi
                      Uraian         Satuan
                                              Juli - Des 2026      2027               2028            2029
      UANG MUKA
      Saldo awal                      Rp            29.430.000     47.644.778       66.043.081       91.166.726
      Penambahan                      Rp            18.214.778     18.398.304       25.123.645       34.327.984
      Saldo Akhir                     Rp            47.644.778     66.043.081       91.166.726     125.494.710


                                                                       Proyeksi
                      Uraian         Satuan
                                              Juli - Des 2026      2027               2028            2029
      UANG MUKA
      Saldo awal                      Rp          125.494.710     172.422.077      220.547.575     269.903.090
      Penambahan                      Rp            46.927.367     48.125.498       49.355.515       50.618.392
      Saldo Akhir                     Rp          172.422.077     220.547.575      269.903.090     320.521.482




Halaman 58                                                        FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 59
7.7.1 Proyeksi Laba Rugi

     Proyeksi laba rugi atas rencana penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha
     Perseroan disajikan pada tabel berikut.

     Tabel 7.9 Proyeksi Laporan Laba Rugi dari kegiatan usaha
                   Uraian             Satuan   Juli – Des 2026        2027              2028              2029

      Pendapatan


      KBLI 58290
        Software Pembayaran (Soft
                                       Rp.          12.654.164        12.654.164        12.654.164        12.654.164
      Post)
      KBLI 62199
        Pengembangan Software          Rp.         486.036.096       981.792.913       991.610.842     1.001.526.951
      KBLI 66141
        Layanan Payment Gateway
                                       Rp.     118.036.492.184   235.538.055.366   322.204.492.883   440.858.277.806
      (Cashlez)
      KBLI 66143
       Jasa Layanan Lainnya (Cash
                                       Rp.           4.332.077        11.607.402        11.723.476        11.840.710
      Move)
      KBLI 46591
        Penjualan EDC                  Rp.         165.000.000        27.500.000        27.500.000        27.500.000
      KBLI 46523
        Penjualan SIM Card             Rp.         158.967.085       186.396.596       188.260.562       190.143.167
      KBLI 77394
        Sewa EDC                       Rp.       1.044.558.571     3.418.708.856     3.760.579.741     4.136.637.716
      KBLI 95101
        Layanan Pemeliharaan
                                       Rp.          79.483.542        93.198.298        94.130.281        95.071.584
      Perangkat
      KBLI 66199
       Layanan Pembiayaan
                                       Rp.           9.637.477        19.327.660        19.327.660        19.327.660
      Merchant (Cash Advance)


      Total Pendapatan                         119.997.161.196   240.289.241.254   327.310.279.609   446.352.979.757


      Beban Pokok Pendapatan
           Cost Software Pembayaran
                                       Rp.          10.800.000        10.800.000        10.800.000        10.800.000
      (SoftPost)
           Cost Pengembangan
                                       Rp.             486.036          981.793           991.611          1.001.527
      Software
          Cost Payment Gateway         Rp.      99.507.687.482   199.036.034.293   272.368.470.652   372.783.198.389
         Cost Jasa Layanan Lainnya
                                       Rp.             361.006          967.283           976.956           986.726
      (Cash Move)
          Cost EDC Sell                Rp.         150.000.000        25.000.000        25.000.000        25.000.000
          Cost SIM Card                Rp.          86.107.171       100.964.823       101.974.471       102.994.216
          Cost EDC Rent                Rp.         580.310.317     1.899.282.698     2.089.210.967     2.298.132.064
          Cost Layanan Pemeliharaan
                                       Rp.          39.741.771        46.599.149        47.065.140        47.535.792
      Perangkat
          Cost Layanan Pembiayaan
                                       Rp.           8.117.854        16.280.103        16.280.103        16.280.103
      Merchant (Cash Advance)
      Total Beban Pokok Pendapatan             100.383.611.638   201.136.910.141   274.660.769.902   375.285.928.817



      Laba Usaha                       Rp.      19.613.549.558    39.152.331.112    52.649.509.707    71.067.050.941



      Biaya/Beban Lain
          Biaya Administrasi Umum      Rp.      23.930.876.393    50.484.902.397    59.857.564.658    71.262.902.407
          Biaya Penjualan              Rp.         120.950.691       248.137.599       254.383.222       260.786.048
          Depresiasi dan Amortisasi    Rp.       4.709.155.395     7.697.212.068     6.493.555.544     5.669.392.498
      Total Biaya / Beban Lain                  28.760.982.479    58.430.252.064    66.605.503.424    77.193.080.953




Halaman 59                                                              FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 60
                    Uraian            Satuan   Juli – Des 2026            2027               2028               2029


      Beban Keuangan
          Beban Bunga                  Rp.       2.514.958.188                      -                  -                 -
      Total Beban Keuangan             Rp.       2.514.958.188                      -                  -                 -



      Laba sebelum Pajak               Rp.     (11.662.391.109)      (19.277.920.951)   (13.955.993.717)   (6.126.030.013)


      Pajak                            Rp.                       -                  -                  -                 -


      Laba Bersih                      Rp.     (11.662.391.109)      (19.277.920.951)   (13.955.993.717)   (6.126.030.013)


                    Uraian            Satuan        2030                  2031               2032               2033

      Pendapatan


      KBLI 58290
        Software Pembayaran (Soft
                                       Rp.          12.654.164            12.654.164         12.654.164         12.654.164
      Post)
      KBLI 62199
        Pengembangan Software          Rp.       1.011.542.220         1.021.657.643      1.031.874.219      1.042.192.961
      KBLI 66141
        Layanan Payment Gateway
                                       Rp.     603.335.093.899       618.521.038.212    634.089.212.744    650.049.238.229
      (Cashlez)
      KBLI 66143
       Jasa Layanan Lainnya (Cash
                                       Rp.          11.959.117            12.078.709         12.199.496         12.321.491
      Move)
      KBLI 46591
        Penjualan EDC                  Rp.          27.500.000            27.500.000         27.500.000         27.500.000
      KBLI 46523
        Penjualan SIM Card             Rp.         192.044.599           193.965.045        195.904.695        197.863.742
      KBLI 77394
        Sewa EDC                       Rp.       4.550.301.487         5.005.331.636      5.505.864.799      6.056.451.279
      KBLI 95101
        Layanan Pemeliharaan
                                       Rp.          96.022.299            96.982.522         97.952.348         98.931.871
      Perangkat
      KBLI 66199
       Layanan Pembiayaan
                                       Rp.          19.327.660            19.327.660         19.327.660         19.327.660
      Merchant (Cash Advance)


      Total Pendapatan                         609.256.445.445       624.910.535.590    640.992.490.125    657.516.481.397


      Beban Pokok Pendapatan
           Cost Software Pembayaran
                                       Rp.          10.800.000            10.800.000         10.800.000         10.800.000
      (SoftPost)
           Cost Pengembangan
                                       Rp.           1.011.542             1.021.658          1.031.874          1.042.193
      Software
          Cost Payment Gateway         Rp.     510.292.872.738       523.136.944.345    536.304.301.234    549.803.080.497
         Cost Jasa Layanan Lainnya
                                       Rp.             996.593             1.006.559          1.016.625          1.026.791
      (Cash Move)
          Cost EDC Sell                Rp.          25.000.000            25.000.000         25.000.000         25.000.000
          Cost SIM Card                Rp.         104.024.158           105.064.399        106.115.043        107.176.194
          Cost EDC Rent                Rp.       2.527.945.271         2.780.739.798      3.058.813.777      3.364.695.155
          Cost Layanan Pemeliharaan
                                       Rp.          48.011.150            48.491.261         48.976.174         49.465.936
      Perangkat
          Cost Layanan Pembiayaan
                                       Rp.          16.280.103            16.280.103         16.280.103         16.280.103
      Merchant (Cash Advance)
      Total Beban Pokok Pendapatan             513.026.941.555       526.125.348.124    539.572.334.831    553.378.566.868



      Laba Usaha                       Rp.      96.229.503.890        98.785.187.466    101.420.155.293    104.137.914.529




Halaman 60                                                                   FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 61
                    Uraian             Satuan       2030                  2031                  2032                  2033


      Biaya/Beban Lain
          Biaya Administrasi Umum        Rp.    85.540.382.838        87.693.434.274        89.900.678.015        92.163.478.081
          Biaya Penjualan                Rp.       267.350.033           274.079.233           280.977.807           288.050.019
          Depresiasi dan Amortisasi      Rp.     5.194.642.498         3.924.755.100         2.898.203.003         2.898.203.003
      Total Biaya / Beban Lain                  91.002.375.369        91.892.268.608        93.079.858.825        95.349.731.102


      Beban Keuangan
          Beban Bunga                    Rp.                  -                     -                     -                     -
      Total Beban Keuangan               Rp.                  -                     -                     -                     -



      Laba sebelum Pajak                 Rp.     5.227.128.521         6.892.918.858         8.340.296.468         8.788.183.426


      Pajak                              Rp.                  -                     -                     -       (1.766.629.364)


      Laba Bersih                        Rp.     5.227.128.521         6.892.918.858         8.340.296.468         7.021.554.063
     Sumber : kertas kerja KJPP

     Berdasarkan tabel di atas, pendapatan Perseroan diproyeksikan meningkat dari
     Rp119.997.161.196 pada periode Juli–Desember 2026 menjadi Rp657.516.481.397 pada
     tahun 2033, sejalan dengan peningkatan pendapatan dari kegiatan usaha yang
     diproyeksikan. Laba usaha juga diproyeksikan meningkat dari Rp19.613.549.558 pada
     periode Juli–Desember 2026 menjadi Rp104.137.914.529 pada tahun 2033. Perseroan
     diproyeksikan membukukan rugi bersih sebesar Rp11.662.391.109 pada periode Juli–
     Desember 2026, kemudian pada tahun 2030 Perseroan mulai mencatat laba bersih
     sebesar Rp5.227.128.521 meningkat menjadi Rp7.021.554.063 pada tahun 2033.

7.7.2 Proyeksi Arus Kas

     Berdasarkan asumsi-asumsi yang digunakan dalam proyeksi keuangan, arus kas
     Perseroan adalah sesuai dengan tabel berikut ini.

     Tabel 7.10              Proyeksi Laporan Arus Kas dari kegiatan usaha
                    Uraian             Satuan   Juli – Des 2026            2027                  2028                  2029
      Arus Kas Dari Kegiatan
      Operasional
          Laba Bersih                   Rp.     (11.662.391.109)      (19.277.920.951)      (13.955.993.717)      (6.126.030.013)
          Depresiasi dan Amortisasi     Rp.       4.709.155.395         7.697.212.068         6.493.555.544        5.669.392.498
      Total Kas Masuk sebelum
                                        Rp.     (6.953.235.714)       (11.580.708.883)      (7.462.438.173)        (456.637.515)
      Working Capital


      Perubahan Modal Kerja
          Piutang usaha pihak ketiga    Rp.      (9.474.821.437)         (185.046.108)       (7.152.414.111)      (9.784.331.519)
          Piutang lainnya pihak
                                        Rp.                       -                     -                     -                 -
      ketiga
          Persediaan lancar lainnya     Rp.      (1.846.863.576)          (21.987.684)        (805.740.929)       (1.102.741.468)
          Biaya dibayar dimuka
                                        Rp.                       -                     -                     -                 -
      lancar
          Uang muka lancar lainnya      Rp.         196.299.222           (18.398.304)          (25.123.645)        (34.327.984)
          Pajak dibayar dimuka
                                        Rp.                       -                     -                     -                 -
      lancar
          Aset lancar lainnya           Rp.          43.130.359          (345.046.521)        (121.789.611)        (148.202.465)
          Aset tidak lancar lainnya     Rp.         739.422.019          (145.756.380)          (51.447.013)        (62.604.471)
          Utang usaha pihak ketiga      Rp.      21.348.129.556           357.299.869        13.093.290.094       17.919.548.848




Halaman 61                                                                   FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 62
                       Uraian           Satuan    Juli – Des 2026            2027              2028              2029
          Uang muka pelanggan
                                         Rp.                        -                  -                 -                -
      jangka pendek pihak ketiga
          Liabilitas keuangan jangka
                                         Rp.                        -                  -                 -                -
      pendek lainnya
          Beban akrual jangka
                                         Rp.                        -                  -                 -                -
      pendek
          Biaya Masih harus dibayar      Rp.                        -                  -                 -                -
          Utang pajak                    Rp.                        -                  -                 -                -
          Liabilitas sewa                Rp.                        -                  -                 -                -
      Total Perubahaan Modal Kerja       Rp.       11.005.296.144         (358.935.129)     4.936.774.785     6.787.340.942


      Total Arus Kas Dari Kegiatan
                                         Rp.        4.052.060.431       (11.939.644.012)   (2.525.663.389)    6.330.703.427
      Operasional


      Arus Kas Kegiatan Investasi
      Investasi pada entitas asosiasi    Rp.                        -                  -                 -                -
      Investasi pada entitas anak        Rp.                        -                  -                 -                -
      Initial Outlay                     Rp.      (34.518.304.021)                     -                 -                -
      Capex                                                                            -
      Total Arus Kas Dari Kegiatan
                                         Rp.     (34.518.304.021)                      -                 -                -
      Investasi


      Arus Kas Kegiatan Pendanaan
      Utang Lain Lain - Jangka
                                         Rp.      (23.398.865.771)                     -                 -                -
      Pendek
      Utang Lain Lain - Jangka
                                         Rp.     (116.375.000.000)                     -                 -                -
      Panjang
      Penambahan dari Right Issue        Rp.      237.209.054.362
      Total Arus Kas Dari Kegiatan
                                         Rp.       97.435.188.591                      -                 -                -
      Pendanaan


      Arus Kas Bersih                    Rp.       66.968.945.000       (11.939.644.012)   (2.525.663.389)    6.330.703.427
      Kas Awal                           Rp.       16.503.467.848        83.472.412.848    71.532.768.837    69.007.105.448
      Saldo Akhir Kas                    Rp.       83.472.412.848        71.532.768.837    69.007.105.448    75.337.808.875


                       Uraian           Satuan         2030                  2031              2032               2033
      Arus Kas Dari Kegiatan
      Operasional
          Laba Bersih                    Rp.        5.227.128.521         6.892.918.858     8.340.296.468      7.021.554.063
          Depresiasi dan Amortisasi      Rp.        5.194.642.498         3.924.755.100     2.898.203.003      2.898.203.003
      Total Kas Masuk sebelum
                                         Rp.       10.421.771.019        10.817.673.959    11.238.499.471     9.919.757.065
      Working Capital


      Perubahan Modal Kerja
          Piutang usaha pihak ketiga     Rp.      (13.389.325.947)       (1.286.637.546)   (1.321.804.482)   (1.358.136.269)
          Piutang lainnya pihak
                                         Rp.                        -                  -                 -                    -
      ketiga
          Persediaan lancar lainnya      Rp.       (1.509.490.551)         (143.544.182)    (147.364.238)      (151.301.173)
          Biaya dibayar dimuka
                                         Rp.                        -                  -                 -                    -
      lancar
          Uang muka lancar lainnya       Rp.          (46.927.367)          (48.125.498)      (49.355.515)      (50.618.392)
          Pajak dibayar dimuka
                                         Rp.                        -                  -                 -                    -
      lancar
          Aset lancar lainnya            Rp.         (185.523.466)          (27.977.035)      (28.681.217)      (29.403.123)
          Aset tidak lancar lainnya      Rp.          (78.369.806)          (11.818.207)      (12.115.672)      (12.420.623)
          Utang usaha pihak ketiga       Rp.       24.529.221.447         2.332.592.951     2.394.668.866      2.458.644.061
          Uang muka pelanggan
                                         Rp.                        -                  -                 -                    -
      jangka pendek pihak ketiga
          Liabilitas keuangan jangka
                                         Rp.                        -                  -                 -                    -
      pendek lainnya
          Beban akrual jangka
                                         Rp.                        -                  -                 -                    -
      pendek




Halaman 62                                                                     FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 63
                          Uraian              Satuan         2030                      2031                 2032                 2033
             Biaya Masih harus dibayar          Rp.                           -                    -                    -                    -
             Utang pajak                        Rp.                           -                    -                    -                    -
             Liabilitas sewa                    Rp.                           -                    -                    -                    -
         Total Perubahaan Modal Kerja           Rp.       9.319.584.310              814.490.483          835.347.742          856.764.481


         Total Arus Kas Dari Kegiatan
                                                Rp.      19.741.355.329            11.632.164.441       12.073.847.213       10.776.521.547
         Operasional


         Arus Kas Kegiatan Investasi
         Investasi pada entitas asosiasi        Rp.                           -                    -                    -                    -
         Investasi pada entitas anak            Rp.                           -                    -                    -                    -
         Initial Outlay                         Rp.                           -                    -                    -                    -
         Capex
         Total Arus Kas Dari Kegiatan
                                                Rp.                           -                    -                    -                    -
         Investasi


         Arus Kas Kegiatan Pendanaan
         Utang Lain Lain - Jangka
                                                Rp.                           -                    -                    -                    -
         Pendek
         Utang Lain Lain - Jangka
                                                Rp.                           -                    -                    -                    -
         Panjang
         Penambahan dari Right Issue            Rp.
         Total Arus Kas Dari Kegiatan
                                                Rp.                           -                    -                    -                    -
         Pendanaan


         Arus Kas Bersih                        Rp.      19.741.355.329            11.632.164.441       12.073.847.213       10.776.521.547
         Kas Awal                               Rp.      75.337.808.875            95.079.164.204      106.711.328.646      118.785.175.859
         Saldo Akhir Kas                        Rp.      95.079.164.204           106.711.328.646      118.785.175.859      129.561.697.405
     Sumber : kertas kerja KJPP

     •       Arus kas dari kegiatan operasional diproyeksikan sebesar Rp4.052.060.431 pada
             periode Juli–Desember 2026 dan menjadi positif Rp10.776.521.547 pada tahun 2033.
     •       Arus kas dari kegiatan investasi diproyeksikan sebesar negatif Rp34.518.304.021 pada
             periode Juli–Desember 2026 dan tidak terdapat arus kas investasi pada tahun 2030.
     •       Arus kas dari kegiatan pendanaan diproyeksikan sebesar Rp97.435.188.591 pada
             periode Juli–Desember 2026 dan tidak terdapat arus kas pendanaan pada tahun
             2030.
     •       Saldo akhir kas diproyeksikan sebesar Rp83.472.412.848 pada periode Juli–Desember
             2026 dan mencapai Rp129.561.697.405 pada tahun 2033

7.7.3 Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan

     Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dibuat
     adalah sesuai tabel berikut:

     Tabel 7.11                      Proyeksi Laporan Posisi Keuangan dari kegiatan usaha
                            Uraian             Satuan   Juli - Des 2026              2027                 2028                 2029

           Aset

           Aset Lancar

               Kas dan Bank                     Rp.      83.472.412.848           71.532.768.837       69.007.105.448       75.337.808.875

               Piutang usaha pihak ketiga       Rp.      19.564.754.543           19.749.800.651       26.902.214.762       36.686.546.281

               Piutang lainnya pihak ketiga     Rp.                       -                    -                    -                    -

               Persediaan lancar lainnya        Rp.       2.182.252.427            2.204.240.111        3.009.981.040        4.112.722.508

               Biaya dibayar dimuka lancar      Rp.         689.491.078              689.491.078          689.491.078          689.491.078




Halaman 63                                                                               FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 64
                          Uraian           Satuan    Juli - Des 2026             2027                2028                2029

           Uang muka lancar lainnya         Rp.           47.644.778             66.043.081          91.166.726         125.494.710

           Pajak dibayar dimuka lancar      Rp.          313.484.173            313.484.173         313.484.173         313.484.173
           Aset lancar lainnya              Rp.          310.960.968            656.007.489         777.797.100         925.999.565

       Total Aset Lancar                    Rp.      106.581.000.815         95.211.835.420     100.791.240.328     118.191.547.190



       Investasi pada entitas asosiasi      Rp.        1.317.628.500          1.317.628.500       1.317.628.500       1.317.628.500

       Investasi pada entitas anak          Rp.       51.000.000.000         51.000.000.000      51.000.000.000      51.000.000.000

       Biaya dibayar dimuka tidak lancar    Rp.                        -                   -                   -                   -
       Aset pajak tangguhan                 Rp.        1.186.905.304          1.186.905.304       1.186.905.304       1.186.905.304

       Aset tetap                           Rp.       30.487.205.428         25.582.589.128      21.852.558.080      18.946.690.077

         Kepemilikan langsung               Rp.       22.084.559.815         17.179.943.515      13.449.912.467      10.544.044.464
         Aset hak-guna                      Rp.        8.402.645.613          8.402.645.613       8.402.645.613       8.402.645.613

       Goodwill                             Rp.                        -                   -                   -                   -

       Aset takberwujud selain goodwill     Rp.       23.832.541.211         21.039.945.443      18.276.420.948      15.512.896.452
       Aset tidak lancar lainnya            Rp.          131.357.781            277.114.161         328.561.174         391.165.645

       Total Aset Tidak Lancar              Rp.      107.955.638.224        100.404.182.536      93.962.074.005      88.355.285.978



       Total Aset                           Rp.      214.536.639.038        195.616.017.956     194.753.314.333     206.546.833.168



       Liabilitas

       Liabilitas Lancar

       Utang bank jangka pendek             Rp.                        -                   -                   -                   -

       Utang usaha pihak ketiga             Rp.       35.461.601.937         35.818.901.806      48.912.191.900      66.831.740.748
       Utang Lain Lain                      Rp.                        -                   -                   -                   -
       Uang muka pelanggan jangka
                                            Rp.          715.693.348            715.693.348         715.693.348         715.693.348
       pendek pihak ketiga
       Liabilitas keuangan jangka
                                            Rp.                        -                   -                   -                   -
       pendek lainnya
       Beban akrual jangka pendek           Rp.                        -                   -                   -                   -

       Biaya Masih harus dibayar            Rp.        1.939.262.928          1.939.262.928       1.939.262.928       1.939.262.928

       Utang pajak                          Rp.          246.452.214            246.452.214         246.452.214         246.452.214
       Liabilitas sewa                      Rp.        1.979.842.960          1.979.842.960       1.979.842.960       1.979.842.960

       Total Liabilitas Lancar              Rp.       40.342.853.387         40.700.153.256      53.793.443.350      71.712.992.198



       Liabilitas Tidak Lancar

       Liabilitas sewa                      Rp.        6.563.814.264          6.563.814.264       6.563.814.264       6.563.814.264

       Utang Lain Lain                      Rp.                        -                   -                   -                   -
       Kewajiban imbalan pasca kerja
                                            Rp.        1.282.376.834          1.282.376.834       1.282.376.834       1.282.376.834
       jangka panjang
       Total Liabilitas Tidak Lancar        Rp.        7.846.191.098          7.846.191.098       7.846.191.098       7.846.191.098

       Total Liabilitas                     Rp.       48.189.044.485         48.546.344.354      61.639.634.448      79.559.183.296



       Ekuitas

       Saham biasa                          Rp.       29.133.626.592         29.133.626.592      29.133.626.592      29.133.626.592

       Tambahan modal disetor               Rp.      362.221.420.904        362.221.420.904     362.221.420.904     362.221.420.904
       Cadangan revaluasi                   Rp.          332.947.393            332.947.393         332.947.393         332.947.393
       Cadangan pengukuran kembali
                                            Rp.        1.927.706.415          1.927.706.415       1.927.706.415       1.927.706.415
       program imbalan pasti
       Saldo laba yang belum
                                            Rp.     (215.605.715.642)      (227.268.106.751)   (246.546.027.702)   (260.502.021.419)
       ditentukan penggunaannya
       Saldo laba Tahun berjalan            Rp.      (11.662.391.109)       (19.277.920.951)    (13.955.993.717)     (6.126.030.013)

       Total Ekuitas                        Rp.      166.347.594.553        147.069.673.602     133.113.679.885     126.987.649.872

       Total Liabilitas Dan Ekuitas         Rp.      214.536.639.038        195.616.017.956     194.753.314.333     206.546.833.168




Halaman 64                                                                          FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 65
                          Uraian           Satuan      2030              2031              2032              2033

       Aset

       Aset Lancar

           Kas dan Bank                     Rp.      95.079.164.204   106.711.328.646   118.785.175.859   129.561.697.405

           Piutang usaha pihak ketiga       Rp.      50.075.872.228    51.362.509.775    52.684.314.257    54.042.450.526

           Piutang lainnya pihak ketiga     Rp.                   -                 -                 -                 -

           Persediaan lancar lainnya        Rp.       5.622.213.058     5.765.757.240     5.913.121.478     6.064.422.651

           Biaya dibayar dimuka lancar      Rp.         689.491.078       689.491.078       689.491.078       689.491.078

           Uang muka lancar lainnya         Rp.         172.422.077       220.547.575       269.903.090       320.521.482

           Pajak dibayar dimuka lancar      Rp.         313.484.173       313.484.173       313.484.173       313.484.173

           Aset lancar lainnya              Rp.       1.111.523.031     1.139.500.066     1.168.181.283     1.197.584.406

       Total Aset Lancar                    Rp.     153.064.169.850   166.202.618.552   179.823.671.217   192.189.651.720



       Investasi pada entitas asosiasi      Rp.       1.317.628.500     1.317.628.500     1.317.628.500     1.317.628.500

       Investasi pada entitas anak          Rp.      51.000.000.000    51.000.000.000    51.000.000.000    51.000.000.000

       Biaya dibayar dimuka tidak lancar    Rp.                   -                 -                 -                 -

       Aset pajak tangguhan                 Rp.       1.186.905.304     1.186.905.304     1.186.905.304     1.186.905.304

       Aset tetap                           Rp.      16.515.572.074    14.559.204.072    12.602.836.069    10.646.468.066

         Kepemilikan langsung               Rp.       8.112.926.461     6.156.558.459     4.200.190.456     2.243.822.453

         Aset hak-guna                      Rp.       8.402.645.613     8.402.645.613     8.402.645.613     8.402.645.613

       Goodwill                             Rp.                   -                 -                 -                 -

       Aset takberwujud selain goodwill     Rp.      12.749.371.957    10.780.984.859     9.839.149.859     8.897.314.859

       Aset tidak lancar lainnya            Rp.         469.535.451       481.353.658       493.469.330       505.889.953

       Total Aset Tidak Lancar              Rp.      83.239.013.286    79.326.076.393    76.439.989.062    73.554.206.682



       Total Aset                           Rp.     236.303.183.136   245.528.694.944   256.263.660.278   265.743.858.402



       Liabilitas

       Liabilitas Lancar

       Utang bank jangka pendek             Rp.                   -                 -                 -                 -

       Utang usaha pihak ketiga             Rp.      91.360.962.195    93.693.555.145    96.088.224.011    98.546.868.072

       Utang Lain Lain                      Rp.                   -                 -                 -                 -
       Uang muka pelanggan jangka
                                            Rp.         715.693.348       715.693.348       715.693.348       715.693.348
       pendek pihak ketiga
       Liabilitas keuangan jangka
                                            Rp.                   -                 -                 -                 -
       pendek lainnya
       Beban akrual jangka pendek           Rp.                   -                 -                 -                 -

       Biaya Masih harus dibayar            Rp.       1.939.262.928     1.939.262.928     1.939.262.928     1.939.262.928

       Utang pajak                          Rp.         246.452.214       246.452.214       246.452.214       246.452.214

       Liabilitas sewa                      Rp.       1.979.842.960     1.979.842.960     1.979.842.960     1.979.842.960

       Total Liabilitas Lancar              Rp.      96.242.213.645    98.574.806.595   100.969.475.461   103.428.119.522



       Liabilitas Tidak Lancar

       Liabilitas sewa                      Rp.       6.563.814.264     6.563.814.264     6.563.814.264     6.563.814.264

       Utang Lain Lain                      Rp.                   -                 -                 -                 -
       Kewajiban imbalan pasca kerja
                                            Rp.       1.282.376.834     1.282.376.834     1.282.376.834     1.282.376.834
       jangka panjang
       Total Liabilitas Tidak Lancar        Rp.       7.846.191.098     7.846.191.098     7.846.191.098     7.846.191.098

       Total Liabilitas                     Rp.     104.088.404.743   106.420.997.693   108.815.666.559   111.274.310.620



       Ekuitas

       Saham biasa                          Rp.      29.133.626.592    29.133.626.592    29.133.626.592    29.133.626.592

       Tambahan modal disetor               Rp.     362.221.420.904   362.221.420.904   362.221.420.904   362.221.420.904

       Cadangan revaluasi                   Rp.         332.947.393       332.947.393       332.947.393       332.947.393
       Cadangan pengukuran kembali
                                            Rp.       1.927.706.415     1.927.706.415     1.927.706.415     1.927.706.415
       program imbalan pasti




Halaman 65                                                                   FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 66
                        Uraian         Satuan        2030                2031                2032                2033
        Saldo laba yang belum
                                        Rp.     (266.628.051.432)   (261.400.922.911)   (254.508.004.053)   (246.167.707.585)
        ditentukan penggunaannya
        Saldo laba Tahun berjalan       Rp.        5.227.128.521       6.892.918.858       8.340.296.468       7.021.554.063

        Total Ekuitas                   Rp.      132.214.778.393     139.107.697.251     147.447.993.719     154.469.547.782

        Total Liabilitas Dan Ekuitas    Rp.      236.303.183.136     245.528.694.944     256.263.660.278     265.743.858.402

     Sumber : kertas kerja KJPP

     Berdasarkan tabel di atas, total aset Perseroan diproyeksikan sebesar Rp214.536.639.038
     pada periode Juli–Desember 2026 dan meningkat menjadi Rp265.743.858.402 pada
     tahun 2033. Peningkatan tersebut terutama berasal dari pertumbuhan aset lancar,
     khususnya kas, piutang usaha, dan persediaan lancar lainnya. Di sisi lain, total liabilitas
     diproyeksikan sebesar Rp48.189.044.485 pada periode Juli–Desember 2026 dan
     meningkat menjadi Rp111.274.310.620 pada tahun 2033. Sementara itu, total ekuitas
     diproyeksikan sebesar Rp166.347.594.553 pada periode Juli–Desember 2026 dan
     meningkat menjadi Rp154.469.547.782 pada tahun 2033. Dibandingkan dengan posisi
     aktual per 30 Juni 2026 yang mencatat defisit ekuitas sebesar Rp37,61 miliar,
     peningkatan posisi ekuitas pada periode proyeksi terutama disebabkan oleh adanya
     penambahan modal melalui aksi korporasi berupa pelaksanaan PMHMETD yang
     meningkatkan saldo ekuitas Perseroan. Secara keseluruhan, posisi keuangan Perseroan
     menunjukkan peningkatan aset dan perbaikan posisi ekuitas selama periode proyeksi.

7.7.4 Tingkat Diskonto

     Tingkat diskonto yang kami gunakan adalah biaya modal untuk ekuitas (cost of
     equity). Biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital
     Asset Pricing Model (“CAPM”), dengan formula sebagai berikut:

     Ke = Rf + ß (Rm-Rf) – CDS Ke = Rf + ß Rp – CDS

     Rf (risk free rate) merupakan tingkat imbal hasil atas instrumen investasi yang
     dianggap tidak memiliki risiko gagal bayar. Dalam studi kelayakan ini, suku bunga
     bebas risiko yang kami gunakan adalah Indeks Surat Utang Negara dengan
     jangka waktu 30 tahun dimana penggunaan risk free rate didasari atas suku
     bunga bebas risiko sesuai dengan mata uang yang disajikan dalam laporan
     keuangan objek studi kelayakan, dan mencerminkan asumsi kelangsungan
     jangka waktu kegiatan usaha objek studi kelayakan.

     Rp (risk premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
     tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Premi risiko pasar (Rm-Rf)
     ditentukan dengan menggunakan rujukan dari Damodaran dengan data diperbarui
     Januari 2026 sebesar 6,69%.

     CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang
     dikeluarkan pemerintah dengan menggunakan rujukan dari Damodaran dengan
     data diperbarui Januari 2026.

     ß (Beta), merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
     pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh
     S&P 500 atau IHSG). Beta diperoleh dari unlevered beta yang mengacu kepada beta
     Damodaran dengan data diperbarui 1 Januari 2026 dari Jasa Keuangan (Non-Bank



Halaman 66                                                                   FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 67
     dan Asuransi) sebesar 0,37 yang kemudian di re-levered kembali untuk menghasilkan
     levered beta dengan formula sebagai berikut:

     ßL       = ßU x (1+ (1-t) x DER)

     Dimana :
     ßL               : Beta Levered
     ßU               : Beta Unlevered
     DER              : Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio)
     T                : Pajak

     DER mengacu kepada DER Damodaran dengan data diperbarui Januari 2026 Jasa
     Keuangan (Non-Bank dan Asuransi) sebesar 116,64%.

     Berdasarkan formula perhitungan beta di atas maka beta yang digunakan sebagai
     berikut:

     Tabel 13. Beta
                    Deskripsi                             Keterangan
      ßU (didapat dari Damodaran)                                      0,37
      DER (Damodaran)                                             116,64%
      T (Pajak)                                                        22%
      ßL = 0,37*(1+(1-22% )*116,64%)                                  0,71

     Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
     diperoleh biaya modal untuk ekuitas sebagai berikut:

     Tabel 14. CAPM
                 Deskripsi                                            Keterangan
      Rf                                           7,26% IPBA per 30 Juni 2026 (30 Tahun)
      ß                                             0,71 Dari perhitungan beta
      Rp                                           6,69% Damodaran dengan data
      CDS                                          1,62% diperbaharui Januari 2026
      Spesifik Risk                                  0%
      Ke = Rf + (ß x Rp ) – CDS                  10,40%

     Biaya modal ekuitas (Ke) pada tabel diatas sebesar 10,40% digunakan sebagai
     tingkat diskonto dalam Analisa kelayakan keuangan

     Penentuan Nilai Terminal
     Penentuan nilai terminal diasumsikan bahwa bisnis yang dijalankan akan terus berjalan
     melampaui periode proyeksi eksplisit. Sehingga, didalam perhitungan analisa kelayakan
     proyeksi keuangan dengan nilai terminal.




Halaman 67                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 68
7.8    Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)

       Dalam melakukan analisis titik impas akan menggunakan perhitungan break even
       point (“BEP”) dimana BEP adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba
       dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika
       jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba
       kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. Nilai BEP dalam
       rupiah mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. BEP
       dalam satuan Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:

                                           Total Biaya Tetap
         BEP =
                                  (Penjualan - Total Biaya Variabel) / Penjualan



      Berikut adalah analisis titik impas atas rencana perubahan kegiatan usaha selama
      periode proyeksi:

      Tabel 7.12        Break Even Point (dalam Rupiah)
                     Uraian              Juli – Des 2026        2027              2028               2029
       Pendapatan                       119.997.161.196    240.289.241.254   327.310.279.609    446.352.979.757
       Biaya Tetap                       28.760.982.479     58.430.252.064    66.605.503.424     77.193.080.953
       Biaya Variabel                   100.383.611.638    201.136.910.141   274.660.769.902    375.285.928.817
       Break Event Point                175.961.839.061    358.603.448.013   414.071.585.292    484.828.922.041


                     Uraian                   2030              2031              2032               2033
       Pendapatan                       609.256.445.445    624.910.535.590   640.992.490.125    657.516.481.397
       Biaya Tetap                       91.002.375.369     91.892.268.608    93.079.858.825     95.349.731.102
       Biaya Variabel                   513.026.941.555    526.125.348.124   539.572.334.831    553.378.566.868
       Break Event Point                576.162.003.369    581.306.249.097   588.280.409.513    602.028.761.382
       Sumber : kertas kerja KJPP


      Berdasarkan tabel diatas rata-rata titik impas adalah sebesar Rp472.655.402.221
      selama periode proyeksi.

7.9    Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)

      Dalam melakukan analisis profitabilitas / Overall Profitability, digunakan Profitability
      Index (“PI”), dimana PI dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih
      yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk
      proyek tersebut. PI dapat diformulasikan sebagai berikut:


                              Jumlah nilai kini arus kas masuk

                   PI =
                              Jumlah nilai kini arus kas keluar

      Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut adalah                  layak.       Berikut      adalah
      perhitungan PI atas rencana perubahan kegiatan usaha:


Halaman 68                                                               FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 69
    Tabel 7.13             Profitability Index (dalam Rupiah)
                      Uraian                                  Juli - Des 2026        2027                2028                   2029

     Cash inflow

     Net Income                                              (11.662.391.109)   (19.277.920.951)    (13.955.993.717)        (6.126.030.013)

     Interest*(1-Tax)                                           1.961.667.386                   -                   -                     -

     Depreciation and Amortization                              4.709.155.395     7.697.212.068       6.493.555.544          5.669.392.498

     Total                                                    (4.991.568.327)   (11.580.708.883)    (7.462.438.173)          (456.637.515)


     Cash outflow

     Change in net working capital                             11.005.296.144      (358.935.129)      4.936.774.785          6.787.340.942

     Capex                                                                                      -                   -                     -

     Initial Outlay                    (34.518.304.021)

     Total                             (34.518.304.021)        11.005.296.144     (358.935.129)       4.936.774.785          6.787.340.942


     Net Free Cash Flow                (34.518.304.021)         6.013.727.817   (11.939.644.012)    (2.525.663.389)          6.330.703.427




     Terminal Value

     Total Net Free Cash Flow          (34.518.304.021)         6.013.727.817   (11.939.644.012)    (2.525.663.389)          6.330.703.427



     n                                                 0,0                0,5                 1,5                 2,5                   3,5

     Discount factor                            10,40%                 10,40%              10,40%            10,40%                 10,40%

                                                      1,00               0,95                0,86                0,78                  0,71

     Present Value                     (34.518.304.021)         5.723.389.367   (10.292.478.099)    (1.972.073.472)          4.477.325.204


                Uraian                  2030                    2031                2032                  2033                  Perpetuity

     Cash inflow

     Net Income                       5.227.128.521           6.892.918.858       8.340.296.468         7.021.554.063            7.031.516.517

     Interest*(1-Tax)                             -                       -                    -                        -                       -
     Depreciation and
     Amortization                     5.194.642.498           3.924.755.100       2.898.203.003         2.898.203.003            2.972.925.922

     Total                           10.421.771.019          10.817.673.959      11.238.499.471         9.919.757.065           10.004.442.439


     Cash outflow
     Change in net working
     capital                          9.319.584.310            814.490.483          835.347.742          856.764.481             8.124.801.373

     Capex                                        -                       -                    -                        -      (2.972.925.922)

     Initial Outlay

     Total                            9.319.584.310            814.490.483         835.347.742           856.764.481             5.151.875.452


     Net Free Cash Flow              19.741.355.329          11.632.164.441      12.073.847.213       10.776.521.547            15.156.317.890




     Perpetuity                                                                                                                193.696.671.126

     Total Net Free Cash Flow        19.741.355.329          11.632.164.441      12.073.847.213       10.776.521.547          193.696.671.126



     n                                          4,5                     5,5                  6,5                   7,5                        7,5

     Discount factor                        10,40%                  10,40%              10,40%                  10,40%                  10,40%

                                               0,64                    0,58                 0,53                  0,48                       0,48

     Present Value                   12.646.276.864           6.749.402.095       6.345.553.260         5.130.048.468           92.207.240.217
     Sumber : kertas kerja KJPP




Halaman 69                                                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 70
             Analisa Kelayakan          Satuan           Nilai
     Profitability Index                   x                 1,25
     Payback Period                     Tahun                 7,0


    Berdasarkan tabel diatas PI yang dihasilkan sebesar 1,25 atau lebih besar dari pada 1
    dan Payback Period selama 7 tahun.

7.10 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)

    Dalam mengukur tingkat imbal balik investasi digunakan perhitungan Net Present
    Value (“NPV”) dan Internal Rate of Return (“IRR”). Jika nilai NPV positif dan IRR memiliki
    nilai lebih besar dari tingkat diskonto maka investasi tersebut adalah layak. Berikut
    adalah perhitungan NPV dan IRR atas rencana perubahan kegiatan usaha:
    Tabel 7.14 NPV dan IRR (dalam Rupiah)

                      Uraian                                  Juli - Des 2026          2027                2028                   2029

     Cash inflow

     Net Income                                              (11.662.391.109)     (19.277.920.951)    (13.955.993.717)        (6.126.030.013)

     Interest*(1-Tax)                                             1.961.667.386                   -                   -                     -

     Depreciation and Amortization                                4.709.155.395     7.697.212.068       6.493.555.544          5.669.392.498

     Total                                                    (4.991.568.327)     (11.580.708.883)    (7.462.438.173)          (456.637.515)



     Cash outflow

     Change in net working capital                               11.005.296.144      (358.935.129)      4.936.774.785          6.787.340.942

     Capex                                                                                        -                   -                     -

     Initial Outlay                    (34.518.304.021)

     Total                             (34.518.304.021)        11.005.296.144       (358.935.129)       4.936.774.785          6.787.340.942


     Net Free Cash Flow                (34.518.304.021)          6.013.727.817    (11.939.644.012)    (2.525.663.389)          6.330.703.427




     Terminal Value

     Total Net Free Cash Flow          (34.518.304.021)          6.013.727.817    (11.939.644.012)    (2.525.663.389)          6.330.703.427



     n                                                 0,0                  0,5                 1,5                 2,5                   3,5

     Discount factor                             10,40%                 10,40%               10,40%            10,40%                 10,40%

                                                      1,00                 0,95                0,86                0,78                  0,71

     Present Value                     (34.518.304.021)          5.723.389.367    (10.292.478.099)    (1.972.073.472)          4.477.325.204


                Uraian                  2030                     2031                 2032                  2033                  Perpetuity

     Cash inflow


     Net Income                       5.227.128.521           6.892.918.858         8.340.296.468         7.021.554.063            7.031.516.517

     Interest*(1-Tax)                             -                        -                     -                        -                     -
     Depreciation and
     Amortization                     5.194.642.498           3.924.755.100         2.898.203.003         2.898.203.003            2.972.925.922

     Total                           10.421.771.019          10.817.673.959        11.238.499.471         9.919.757.065           10.004.442.439



     Cash outflow
     Change in net working
     capital                          9.319.584.310              814.490.483          835.347.742          856.764.481             8.124.801.373

     Capex                                        -                        -                     -                        -      (2.972.925.922)




Halaman 70                                                                                   FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 71
                   Uraian              2030                   2031                  2032                  2033              Perpetuity

     Initial Outlay

     Total                           9.319.584.310           814.490.483            835.347.742          856.764.481         5.151.875.452


     Net Free Cash Flow             19.741.355.329         11.632.164.441        12.073.847.213        10.776.521.547       15.156.317.890




     Perpetuity                                                                                                            193.696.671.126

     Total Net Free Cash Flow       19.741.355.329         11.632.164.441        12.073.847.213        10.776.521.547      193.696.671.126



     n                                             4,5                  5,5                   6,5                 7,5                     7,5

     Discount factor                       10,40%                  10,40%                10,40%                10,40%                10,40%

                                                  0,64                 0,58                  0,53                0,48                    0,48

     Present Value                  12.646.276.864          6.749.402.095          6.345.553.260        5.130.048.468       92.207.240.217
      Sumber : kertas kerja KJPP


             Analisa Kelayakan          Satuan                 Nilai
     Net Present Value                    Rp.            86.496.379.884
     IRR                                      %                 26,61%


    Berdasarkan tabel diatas NPV yang dihasilkan sebesar Rp86.496.379.884 atau lebih
    besar daripada 0, dan IRR yang dihasilkan sebesar 26,61% atau lebih besar daripada
    tingkat diskonto sebesar 10,40%.

7.11 Analisis Sensitivitas

                                                         Kondisi Normal                             Perubahan Kondisi
                       Keterangan
                                                              0%                              1%                           2%
     Pendapatan Turun dan HPP Naik
         Net Present Value                                  86.496.379.884                 14.882.359.994               (63.561.578.668)
         IRR                                                           26,61%                        12,26%                     -15,08%
         Profitability Index                                              1,25                        (7,64)                     (22,80)

    Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa kelayakan keuangan Perseroan sensitif
    terhadap perubahan penurunan asumsi pendapatan dan peningkatan beban pokok
    pendapatan.

7.12 Proyeksi Keuangan Perseroan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

Tabel 7.15 Proyeksi Keuangan Perseroan Setelah Penyesuaian dan Penambahan Kegiatan
          Usaha (dalam Rupiah)
                   Keterangan         Juli-Des 2026             2027                  2028                2029                2030
         Pendapatan                  119.997.161.196       240.289.241.254       327.310.279.609     446.352.979.757     609.256.445.445

         Laba (Rugi) bersih         (11.662.391.109)       (19.277.920.951)      (13.955.993.717)     (6.126.030.013)      5.227.128.521


         Aset                        214.536.639.038       195.616.017.956       194.753.314.333     206.546.833.168     236.303.183.136

         Liabilitas                   48.189.044.485        48.546.344.354        61.639.634.448      79.559.183.296     104.088.404.743

         Ekuitas                     166.347.594.553       147.069.673.602       133.113.679.885     126.987.649.872     132.214.778.393




Halaman 71                                                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 72
                Keterangan          Juli-Des 2026             2027               2028               2029               2030
      Arus Kas dari Kegiatan
                                     4.052.060.431       (11.939.644.012)    (2.525.663.389)     6.330.703.427    19.741.355.329
      Operasional
      Arus Kas dari Kegiatan
                                   (34.518.304.021)                     -                  -                 -                  -
      Investasi
      Arus Kas dari Kegiatan
                                    97.435.188.591                      -                  -                 -                  -
      Pendanaan


Tabel 7.16 Dampak Penambahan Kegiatan Usaha Pada Proyeksi Keuangan Perseroan
          (dalam Rupiah)

                  Uraian           Juli - Des 2026            2027               2028               2029               2030

      Total Aset (before)          240.072.205.181       236.772.186.060    245.180.077.279    261.460.571.608    290.044.010.499

      Total Aset (after)           214.536.639.038       195.616.017.956    194.753.314.333    206.546.833.168    236.303.183.136

      Selisih                      (25.535.566.142)      (41.156.168.104)   (50.426.762.946)   (54.913.738.440)   (53.740.827.363)


      Total Liabilitas (before)     57.574.927.843        67.334.897.739     85.834.375.200    106.270.816.006    128.870.127.081

      Total Liabilitas (after)      48.189.044.485        48.546.344.354     61.639.634.448     79.559.183.296    104.088.404.743

      Selisih                       (9.385.883.357)      (18.788.553.384)   (24.194.740.752)   (26.711.632.709)   (24.781.722.338)


      Total Ekuitas (before)       182.497.277.332       169.437.288.315    159.345.702.073    155.189.755.597    161.173.883.412

      Total Ekuitas (after)        166.347.594.553       147.069.673.602    133.113.679.885    126.987.649.872    132.214.778.393

      Selisih                      (16.149.682.779)      (22.367.614.714)   (26.232.022.189)   (28.202.105.725)   (28.959.105.020)


      Pendapatan (before)          118.863.481.605       236.675.247.480    323.352.655.377    442.017.520.383    604.505.527.359

      Pendapatan (after)           119.997.161.196       240.289.241.254    327.310.279.609    446.352.979.757    609.256.445.445

      Selisih                        1.133.679.591         3.613.993.774      3.957.624.232      4.335.459.374      4.750.918.086


      Laba Bersih (before)          (9.879.305.491)      (13.059.989.017)   (10.091.586.242)    (4.155.946.477)     5.984.127.816

      Laba Bersih (after)          (11.662.391.109)      (19.277.920.951)   (13.955.993.717)    (6.126.030.013)     5.227.128.521

      Selisih                       (1.783.085.618)       (6.217.931.935)    (3.864.407.475)    (1.970.083.536)     (756.999.295)

      Operating Cashflow
      (before)                       9.565.118.866           227.019.464     11.675.220.542     19.009.970.401     30.214.794.328
      Operating Cashflow
      (after)                        4.052.060.431       (11.939.644.012)    (2.525.663.389)     6.330.703.427     19.741.355.329

      Selisih                       (5.513.058.435)      (12.166.663.476)   (14.200.883.930)   (12.679.266.974)   (10.473.438.999)

      Investing Cashflow
      (before)                                       -                  -                  -                  -                     -

      Investing Cashflow (after)   (34.518.304.021)                     -                  -                  -                     -

      Selisih                      (34.518.304.021)                     -                  -                  -                     -

      Financing Cashflow
      (before)                     120.834.054.362                      -                  -                  -                     -
      Financing Cashflow
      (after)                       97.435.188.591                      -                  -                  -                     -

      Selisih                      (23.398.865.771)                     -                  -                  -                     -


    Tabel di atas menggambarkan dampak penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha
    terhadap proyeksi keuangan Perseroan selama periode Juli–Desember 2026 sampai
    dengan tahun 2030. Penyesuaian dan penambahan kegiatan usaha diproyeksikan
    memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Perseroan, namun



Halaman 72                                                                          FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 73
     peningkatan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada Laba Bersih, antara lain
     dipengaruhi oleh tambahan Aset Tetap dan Aset Takberwujud yang berdampak pada
     peningkatan beban depresiasi dan amortisasi selama periode proyeksi. Dari sisi neraca,
     Total Aset diproyeksikan lebih rendah terutama akibat penurunan Kas dan Bank sebagai
     dampak dari kebutuhan investasi dan operasional Perseroan. Dari sisi arus kas,
     penambahan kegiatan usaha memerlukan tambahan investasi yang tercermin pada
     Investing Cashflow pada Juli–Desember 2026.

7.13 Rasio Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

Tabel 7.17 Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan

          Keterangan      Satuan      2026        2027        2028         2029      2030
 Sebelum
 Profit Margin              %          -8,31%      -5,52%       -3,12%      -0,94%     0,99%
 Return On Assets           %          -4,12%      -5,52%       -4,12%      -1,59%     2,06%
 Return On Equity           %          -5,41%      -7,71%       -6,33%      -2,68%     3,71%
 Setelah
 Profit Margin              %          -9,72%      -8,02%       -4,26%      -1,37%     0,86%
 Return On Assets           %          -5,44%      -9,85%       -7,17%      -2,97%     2,21%
 Return On Equity           %          -7,01%     -13,11%      -10,48%      -4,82%     3,95%


Berdasarkan tabel di atas, rasio profitabilitas Perseroan diproyeksikan menunjukkan
perkembangan selama periode proyeksi. Profit Margin diproyeksikan mencapai 0,86% pada
tahun 2030, sedangkan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing
diproyeksikan mencapai 2,21% dan 3,95%. Hal tersebut mencerminkan bahwa Perseroan
diproyeksikan membukukan laba bersih serta tingkat pengembalian yang positif atas aset dan
ekuitas pada tahun 2030.

7.14 Mitigasi Risiko atas Kondisi Ekuitas Negatif dan Rugi Berkelanjutan

Berdasarkan informasi manajemen, Perseroan melakukan mitigasi atas kondisi defisit ekuitas
dan rugi berkelanjutan melalui penguatan struktur permodalan. Sebagai bagian dari upaya
penguatan permodalan, pada Juli 2026 Perseroan telah melaksanakan PMHMETD dengan
dana yang diperoleh sebesar Rp237.209 juta.

Melalui dana tersebut menargetkan perluasan jaringan merchant secara terukur dan
berkelanjutan. Ekspansi ini diarahkan pada sektor-sektor industri yang potensial. Perseroan
akan memperdalam kemitraan strategis melalui skema cross-selling dan/atau referral
Merchant dengan berbagai lembaga perbankan maupun institusi keuangan non bank. Untuk
memacu peningkatan pendapatan MDR maka Perseroan akan terus mengembangkan
ekosistem Payment Gateway agar memfasilitasi merchant dalam memproses berbagai
instrumen pembayaran digital.

Perseroan mempertahankan kedisiplinan dalam pengendalian beban operasional melalui
strategi efisiensi yang terukur, yang terbukti telah memberikan dampak positif terhadap
perbaikan laba bruto Perseroan. Perseroan masih dapat terus beroperasi dengan dukungan
penuh dari pemegang saham dan rencana yang disebut diatas dapat meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan. Perseroan memiliki keyakinan bahwa kelangsungan usaha dapat
dipertahankan.




Halaman 73                                                  FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 74
                                           BAB VIII
                                         KESIMPULAN



   Dengan mempertimbangkan analisis Studi Kelayakan yang dilakukan meliputi analisis
   Kelayakan Pasar, analisis Kelayakan Teknis, analisis Kelayakan Pola Bisnis, analisis Kelayakan
   Model Manajemen dan analisis Keuangan serta semua asumsi-asumsi dapat terpenuhi,
   maka kami berpendapat bahwa rencana Perseroan dalam rangka Perubahan kegiatan
   usaha berupa 6 (enam) kegiatan usaha yang mengalami penyesuaian, yaitu Penyediaan
   Jasa Pembayaran (KBLI 66141), Penyelenggaraan Penunjang Sistem Pembayaran (KBLI
   66143), Penerbitan Perangkat Lunak (Software) Lainnya (KBLI 58290), dan Aktivitas
   Pemrograman Komputer Lainnya YTDL (KBLI 62199), Perdagangan Besar Mesin Kantor dan
   Industri Pengolahan, Suku Cadang, dan Perlengkapannya (KBLI 46591) dan Perdagangan
   Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523); serta 3 (tiga) kegiatan usaha yang merupakan
   penambahan kegiatan usaha baru, yaitu Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan
   Peralatan Kantor (KBLI 77394), Reparasi dan Pemeliharaan Komputer/Peralatan Komunikasi
   (KBLI 95101), serta Aktivitas Penunjang Jasa Keuangan Lainnya YTDL, Kecuali Asuransi dan
   Dana Pensiun (KBLI 66199) adalah LAYAK.




Halaman 74                                                   FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 75
                         ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



 a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
 b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam
    proses Studi Kelayakan.
 c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan
    keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data
    yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami
    anggap relevan.
 d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran
    proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
    (fiduciary duty).
 e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
 f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
 g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi
    Kelayakan dari Pemberi Tugas.
 h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
 i. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan
    telah disusun sesuai dengan POJK 35 dan SEOJK 17, Kode Etik Penilaian Indonesia dan
    Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018).
 j. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
    secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di luar
    dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
 k. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
    dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak
    dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab
    jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
 l. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga
    pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan
    relevansi antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).




Halaman 75                                                 FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 76
                                    PERNYATAAN PENILAI



Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang
bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa :

1.    Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
      dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2.    Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3.    Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang,
      maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek
      Penilaian.
4.    Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5.    Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode
      Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK No.35/POJK.04/2020, tentang Pedoman Penilaian
      dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6.    Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
      diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7.    Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek
      penilaian.
8.    Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9.    Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat
      dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana
      yang dinyatakan dalam laporan Penilaian ini.
10.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
      Penilaian.
11.   Kami bertanggung jawab atas laporan Penilaian yang telah kami susun berdasarkan
      data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat
      serta lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data,
      dokumen dan informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal
      sehingga menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
12.   Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal penilaian
      (cut off date)
13.   Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
      laporan penilaian.
14.   Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
      sebagai kesimpulan nilai.
15.   Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
      diungkapkan.
16.   Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.




Halaman 76                                                  FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026
Page 77
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber
    yang telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.



                             Penilai                             Tanda Tangan

    Penanggung Jawab:
    J. Ferdinand H. Pardede, MAPPI (Cert)
    Izin Penilai Bisnis : B-1.09.00089
    MAPPI No.           : 01-S-01490
    SKTT OJK            : KEP-1290/KS.13/2026
    RMK                  : RMK-2017.00081

    Pemeriksa :
    Yesi Marina
    MAPPI No. : 12-T-03415
    RMK        : RMK-2017.01530

    Penilai:
    E.Fitri Zakiyah
    MAPPI No. : 17-T-07815
    RMK           : RMK-2020.03192

    Asisten Penilai:
    Marshanda Kasavina Putri, S.E.
    MAPPI No. : 24-A-12455




Halaman 77                                              FDI.JKT/0017/LAP/B/SK/IX/2026

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.49 MB
Published5 Oct 2026
Pages77
Characters241,170
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result