Skip to content
Back to announcement

20261008_ADHI_Laporan Informasi dan Fakta Material_32164934_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review ADHI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 90

Page 1
  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
    Atas Rencana Transaksi Divestasi
           Untuk Kepentingan
      PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK
             Yang Berlokasi di :
    Jalan MT. Haryono, No. 27, Kel. Cawang
   Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur,
          Provinsi DKI Jakarta 13630
No. File: 00141/2.0055-31/BS/03/0683/0/X/2026
Page 2
No. File : 00141/2.0055-31/BS/03/0683/0/X/2026

Bandung, 07 Oktober 2026


Kepada Yth,
DIREKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Jalan MT. Haryono, No. 27,
Kel. Cawang, Kecamatan Kramat Jati,
Kota Jakarta Timur
Provinsi DKI Jakarta 13630

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Divestasi Saham.

Dengan hormat,

Sehubungan dengan rencana PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”) yaitu melakukan
Divestasi 47,18% Saham PT Jasamarga Jogja Solo kepada PT Sarana Multi Infrastruktur
Tbk (“SMI”) untuk selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi” yang merupakan
Transaksi Material. Perseroan telah menunjuk KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk
selanjutnya disebut sebagai “TnR” sebagai penilai independen untuk memberikan
pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi tersebut di atas, sesuai
dengan kesepakatan yang tertuang dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.26.31.0014,
tanggal 07 Mei 2026, Surat Perintah Kerja (SPK) No. SCM-PBIS-002/2026-SPK-AMD01,
tanggal 08 Mei 2026, atas revisi Surat Perintah Kerja (SPK) No. SCM-PBIS-002/2026-
SPK, tanggal 25 Februari 2026.

Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta analisis
berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara
fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut
terpenuhi.




                                         i
Page 3
LATAR BELAKANG
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan perusahaan
yang bergerak di bidang jasa konstruksi, pembangunan infrastruktur, engineering,
properti, real estate, serta industri manufaktur terkait.
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang selanjutnya disebut “SMI” merupakan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) berbentuk lembaga keuangan non-bank yang berstatus
sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah koordinasi Kementerian Keuangan
Republik Indonesia.
Perseroan memandang perlu untuk melakukan divestasi atas 47,18% kepemilikan
sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo, sebagai bagian dari program penataan dan
streamlining portofolio investasi Perseroan, sejalan dengan arahan pemegang saham
agar Perseroan kembali fokus pada kompetensi intinya sebagai kontraktor. Investasi
jalan tol dinilai tidak sejalan dengan kegiatan usaha utama tersebut, sehingga
pelepasan investasi tersebut memungkinkan Perseroan mengoptimalkan komposisi
portofolio aset dan investasinya. Dana hasil divestasi akan mendukung upaya
restrukturisasi Perseroan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan nilai bagi para
pemegang saham.

Berdasarkan penjelasan di atas, rencana transaksi divestasi atas 47,18% saham PT
Jasamarga Jogja Solo, yang selanjutnya dalam laporan ini disebut dengan “Rencana
Transaksi”.
Sehubungan dengan rencana tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto & Rekan
selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian Opini Kewajaran atas
Rencana Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Surat Penawaran
Nomor: M.FO.26.31.0014, tanggal 07 Mei 2026, Surat Perintah Kerja (SPK) No. SCM-
PBIS-002/2026-SPK-AMD01, tanggal 08 Mei 2026, atas revisi Surat Perintah Kerja
(SPK) No. SCM-PBIS-002/2026-SPK, tanggal 25 Februari 2026 untuk mengetahui
Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.


TANGGAL PENILAIAN

Tanggal efektif penilaian adalah per 30 Juni 2025, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran dilaksanakan
menggunakan      parameter     dan     laporan     limited   review   per     tanggal
30 Juni 2026.


OBYEK RENCANA TRANSAKSI

Objek Rencana Transaksi adalah Transaksi Material Divestasi 47,18% Saham PT
Jasamarga Jogja Solo antara Perseroan dengan SMI sebesar Rp1.765.816.000.000,00
(satu triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar delapan ratus enam belas juta rupiah).




                                          ii
Page 4
TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN

Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan SMI bukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.

Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang dapat merugikan Perseroan
sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Proforma Perseroan,
sehingga rencana transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020.


TRANSAKSI MATERIAL

Berdasarkan Draft Jual Beli Bersyarat “CSPA” untuk Kepemilikan Saham Minoritas PT
Jasamarga Jogja Solo antara Perseroan dan SMI, harga jual beli atas 47,18% saham
PT Jasamarga Jogja Solo adalah sebesar Rp1.765.816.000.000,00 (satu triliun tujuh
ratus enam puluh lima miliar delapan ratus enam belas juta rupiah). Sementara itu jumlah
ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited interim konsolidasian per 30
Juni 2026 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Djoko, Sidik, dan Indra dengan
nomor laporan 00040/2.0999/LAK-R/03/1482/1/IX/2026 tercatat sebesar
Rp3.287.184.026.527,00. Total nilai rencana Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas
Perseroan adalah 53,71% sehingga lebih dari batas 20% terhadap jumlah ekuitas
Perseroan.


METODE ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis
dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
   pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
   persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
   Transaksi.
                                          iii
Page 5
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
   terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
   analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
   Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
   historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
   analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
   tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi


IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI

Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :

1. Perseroan sebagai pihak yang akan melakukan divestasi atau penjualan saham PT
   Jasamarga Jogja Solo;
2.    SMI sebagai pihak yang akan mengakuisisi atau membeli saham PT Jasamarga
      Jogja Solo.
SMI adalah perusahaan tertutup yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan
Perseroan.


HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

1. Analisis Rencana Transaksi
       Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
        Perseroan dengan SMI bukan termasuk Transaksi Afiliasi, dimana tidak terdapat
        hubungan afiliasi antara Perseroan dengan SMI. Namun, rencana transaksi ini
        merupakan Transaksi Material sebagaiamana yang diatur pada POJK 17/2020.
      Rencana Transaksi penjualan 1.714.808 saham atau setara 47,18% kepemilikan
        Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo kepada PT Sarana Multi Infrastruktur
        (Persero) dilakukan sebagai bagian dari program penataan dan streamlining
        portofolio investasi dan anak usaha Perseroan, sejalan dengan arahan pemegang
        saham agar Perseroan kembali fokus pada kompetensi intinya sebagai perusahaan
        konstruksi. Perseroan telah melakukan evaluasi atas portofolio investasinya dan
        memandang bahwa investasi pada sektor jalan tol tidak sejalan dengan kegiatan
        usaha utama Perseroan. Lebih lanjut, sejak dilakukannya adendum Perjanjian
        Pemegang Saham pada tahun 2025, pengendalian atas operasional dan
        keuangan PT Jasamarga Jogja Solo telah berada sepenuhnya di bawah PT Jasa
        Marga (Persero) Tbk, sehingga kepemilikan Perseroan saat ini bersifat sebagai
        investasi tanpa pengendalian.
       Perseroan memperoleh dana tunai dari hasil pelepasan 1.714.808 saham atau
        setara 47,18% kepemilikan Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo dengan nilai
        transaksi sebesar Rp1.765.816.000.000. Dana hasil Rencana Transaksi akan
        digunakan oleh Perseroan sesuai dengan strategi investasi Perseroan, sehingga
        menjadi aset yang lebih produktif dan pada akhirnya meningkatkan nilai investasi
        para pemegang saham.
                                            iv
Page 6
   Keuntungan rencana transaksi yaitu dengan melepas kepemilikan saham pada PT
     Jasamarga Jogja Solo, Perseroan mengurangi eksposur pada investasi jalan tol
     yang bersifat padat modal dan memiliki periode pengembalian investasi yang
     panjang, sehingga likuiditas dan struktur permodalan Perseroan menjadi lebih kuat.
    Kerugian Rencana Transaksi, dengan dilakukannya transaksi, terdapat biaya-
     biaya yang muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya
     lembaga penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP,
     konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
     penilaian objek Rencana Transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta
     kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.

2. Analisis Kualitatif

   Pertumbuhan PDB Dunia tahun 2026 sebesar 3,2%. Pertumbuhan tersebut terutama
    dipengaruhi oleh dampak lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (“AS”) dan
    kerentanan rantai pasok global, meskipun prospek perekonomian AS membaik
    didorong investasi sektor teknologi termasuk artificial intelligence (“AI”) dan stimulus
    fiskal pengurangan pajak.
   Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% (yoy), dengan pertumbuhan
    kumulatif Semester I 2026 mencapai 5,45% (c-to-c). Perkembangan positif ini
    ditopang oleh tingginya realisasi konsumsi pemerintah, terjaganya konsumsi rumah
    tangga, serta kinerja investasiNilai tukar Rupiah pada 30 Juni 2026 tercatat
    sebesar Rp17.899 per dolar AS. Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus
    diperkuat melalui intervensi terukur di pasar spot, DNDF, dan pasar sekunder SBN
    untuk menjaga stabilitas Rupiah dari tekanan ketidakpastian pasar keuangan
    global.
   Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar 145,60
    miliar dolar AS. Jumlah tersebut tetap memadai dan berada jauh di atas standar
    kecukupan internasional (sekitar 3 bulan impor).
   Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34% (yoy),
    masih terjaga dalam kisaran sasaran Pemerintah dan Bank Indonesia (2,5±1%).
    Sementara itu, suku bunga acuan (BI-Rate) disesuaikan menjadi 5,75% guna
    merespons dinamika ketidakpastian pasar keuangan global dan menjaga stabilitas
    eksternal
   Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan (“BI-Rate”) pada penutupan bulan
    Desember 2026 di level 5,75%. (Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia dan BPS, diolah)
   Dari sisi permintaan, industri konstruksi pada tahun 2026 masih ditopang oleh
    pembangunan infrastruktur transportasi, jalan dan jembatan, fasilitas utilitas,
    energi, kawasan industri, bangunan komersial, serta perumahan. Selain proyek
    pemerintah, permintaan jasa konstruksi juga berasal dari badan usaha milik negara
    dan sektor swasta. Diversifikasi sumber permintaan tersebut memberikan peluang
    bagi perusahaan konstruksi untuk mengembangkan portofolio proyek, meskipun
    tingkat permintaan dapat berbeda antarsegmen dan wilayah.
   Memasuki tahun 2026, industri konstruksi di Indonesia tetap memiliki peran strategis
    dalam perekonomian nasional seiring dengan berlanjutnya pembangunan
    infrastruktur, kawasan industri, fasilitas publik, perumahan, serta berbagai proyek
    investasi pemerintah dan swasta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),
    sektor konstruksi merupakan lapangan usaha terbesar keempat dalam struktur

                                                v
Page 7
     perekonomian Indonesia, dengan kontribusi sebesar 9,83% terhadap Produk
     Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2025. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan
     bahwa sektor konstruksi tetap menjadi salah satu sektor utama dalam mendukung
     aktivitas ekonomi dan pembangunan nasional.

3. Analisis Kuantitatif

    Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
     memiliki kinerja yang kurang baik dimana tercermin pada laba rugi Perseroan.
    Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan mengalami peningkatan
     penjualan, laba kotor dan laba usaha, dengan demikian Perseroan melakukan
     rencana transaksi adalah wajar.
    Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total aset Perseroan sebelum
     Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp17,29 triliun pada tahun
     2026 menjadi Rp13,68 triliun pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total aset
     Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp17,27
     triliun pada tahun 2026 menjadi Rp13,85 triliun pada tahun 2030. Tidak
     perubahan total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat
     pelepasan/divestasi kepemilikan saham. Proyeksi total Liabilitas Perseroan
     sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp12,70 triliun pada
     tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total
     Liabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
     Rp12,76 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada tahun 2031.
     Terdapat perubahan Total Liabilitas Perseroan sebelum dan setelah Rencana
     Transaksi. Proyeksi total Ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
     masing adalah sebesar Rp4,59 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp4,47 triliun
     pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana
     Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4,50 triliun pada tahun 2026 menjadi
     Rp4,65 triliun pada tahun 2031. Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi
     keuangan tersebut di atas, sebelum dan setelah Rencana Transaksi terdapat
     perbedaan dari konstribusi nilai tambah.
    Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
     adalah sebesar Rp6,63 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp7,72 triliun pada
     tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah Penjualan Perseroan setelah Rencana
     Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp6,63 triliun pada tahun 2026 menjadi
     Rp7,72 triliun pada tahun 2031. Tidak terdapat perubahan pada Penjualan
     Perseroan setelah Rencana Transaksi. Proyeksi Laba Bersih Perseroan sebelum
     Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp2,12 triliun pada tahun
     2026 menjadi Rp504,44 miliar pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah
     Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
     Rp2,12 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp577,33 miliar pada tahun 2031.
     Terdapat perubahan pada Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi.

4. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

  Nilai rencana transaksi 47,18% Saham PT Jasamarga Jogja Solo adalah sebesar
  Rp1.765.816.000.000,00 sedangkan Nilai Pasar 47,18% Saham PT Jasamarga
  Jogja Solo yaitu Rp1.735.493.178.533.00. Selisih harga rencana transaksi terhadap
  Nilai Pasar adalah sebesar 1,75%. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor
                                       vi
Page 8
   35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b) “Batas atas dan batas bawah pada kisaran
   Nilai, tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan
   acuan“. Berdasarkan perbandingan di atas, selisih antara nilai Rencana Transaksi
   Divestasi Saham 1,75% diatas dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%.
   Sehingga kami berpendapat bahwa secara keseluruhan Rencana Transaksi
   ditetapkan adalah WAJAR.


KESIMPULAN

Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa
rencana transaksi adalah WAJAR.


PENUTUP

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.

Hormat kami,
KJPP TOTO SUHARTO dan REKAN
CABANG BANDUNG




Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak, CA, Cli, A-CPA, MAPPI (Cert.)
Rekan/Pimpinan Cabang
No. MAPPI                        : 19-S-09317
No. Register Penilai             : RMK-2019.02918
No. Izin Penilai Publik Properti : P-1.24.00660
No. Izin Penilai Publik Bisnis   : B-1.25.00683
Klasifikasi Bidang Jasa          : Penilaian Properti & Bisnis (PB)
No. STTD Profesi Penunjang OJK : KEP-1351/KS.13/2026
No. Izin Penilai Pertanahan BPN : PP1.0025.26




                                                       vii
Page 9
SURAT REPRESENTASI
Page 10

          
Page 11
PERNYATAAN PENILAI
Page 12
                            PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :

1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan,
   baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam
   Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
   independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
   pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
   Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Standar Penilaian Indonesia serta Kode Etik
   Penilai Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII 2018).
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
   kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
   Transaksi pada Tanggal Penilaian (Cut Off Date) 30 Juni 2026.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
   Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
   Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
   disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi
   pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
    profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
    analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
    kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
    yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
    dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.




                                       viii
Page 13
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan
yang mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan
Hasil Kajian ini.

No.            Nama                                        Tanda Tangan
1. Penilai Publik:

  Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., M.M., M.Ec.Dev., Ak., CA,
  CLI, ACPA, MAPPI
  (Cert.)
                                                           …………………………
  No. MAPPI : 19-S-09317
  No. Izin Penilai Publik Properti : P-1.24.00660
  No. Izin Penilai Publik Bisnis : B-1.25.00683
  Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis


2. Reviewer:

  Karina Gama Soleha, S.E., M.Ec.Dev.                      …………………………
  No. MAPPI : 21-P-10773
  No. Register Penilai : RMK-2021.03732
  Kualifikasi Penilai : Bisnis


3. Penilai :

  Lolyta Natasha Alda Sadhana, S.M., M.Ec.Dev              …………………………
  No. MAPPI : 24-P-13143
  No. Register Penilai : RMK-2025.05134
  Kualifikasi Penilai : Bisnis

4. Asisten Penilai :

  Sonia Ulfa Fadila, S.Tr.Bns., Ak                         …………………………
  No. MAPPI : 25-A-13884
  Kualifikasi Penilai : Bisnis




                                             ix
Page 14
KUALIFIKASI PENILAI
Page 15
                 KUALIFIKASI TIM PENILAI
    Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan

A. Penanggung Jawab
 1   Nama Lengkap         Ir. Henrianto, S.Pi, S.Ak, MM, M.Ec.Dev, Ak,
                          CA, MAPPI (Cert.)
2   Pendidikan            Strata 2 (S-2)
3   Lembaga                   - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
    Pendidikan                   (2016)
                              - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
                                 (2024)
                              - Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
                                 Universitas Padjajaran (2024)
                              - Pendidikan Profesi Insinyur (PPI)
                                 Universitas     Hasanuddin      (2025)
                                 S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                 Gadjah Mada (2020)
                              - S-2 Manajemen UPN Veteran
                                 Yogyakarta (2022)
                              - S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
                                 Bogor (2020-Sekarang)
4   Pengalaman Kerja          - Memiliki pengalaman lebih dari 5
    Penilai dan Profesi          tahun di bidang penilaian properti dan
    Keuangan                     bisnis serta konsultan
                              - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                 sebagai penilai Bersertifikat (S) dan
                                 memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                                 (P) dan Bisnis (B) dari Kementerian
                                 Keuangan.
                              - Memperoleh Ijin Akuntan Berpraktik
                                 (AB) dari Kementerian Keuangan RI.
                              - Pimpinan Rekan KJA Henrianto dan
                                 Rekan.
                              - Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
                                 Konsultan Pajak Publik Indonesia
                              - Memperoleh lisensi sebagai Akuntan
                                 Profesional (Chartered Accountant)
                                 dari Ikatan Akuntan Indonesia
                              - Memperoleh izin STTD Pasar Modal
                                 dari Otoritas Jasa Keuangan RI
                              - Memperoleh izin STTD IKNB dari
                                 Otoritas Jasa Keuangan RI
                              - Memperoleh lisensi sebagai Wakil
                                 Perantara Pedagang Efek dari
                                 Otoritas Jasa Keuangan
                              - Memperoleh lisensi sebagai Analisis
                                 Efek dari BNSP LSP Pasar Modal

                              x
Page 16
B. Reviewer
 1   Nama Lengkap       Karina Gama Soleha, S.E, M.Ec.Dev
 2   Pendidikan         Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga                - S-1          Ekonomi        Universitas
     Pendidikan                Muhammadiyah Yogyakarta
                            - S-2       Ekonomika     Pembangunan
                               Universitas Gadjah Mada
4    Pengalaman Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 3
     Penilai                   tahun di bidang penilaian bisnis serta
                               konsultan
                            - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                               sebagai penilai Pratama (P)



C. Penilai
 1   Nama Lengkap       Lolyta Natasha Alda Sadhana, S.M, M.Ec.Dev
 2   Pendidikan         Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga                - S-1 International Business Management
     Pendidikan                Universitas Ciputra
                            - S-2       Ekonomika       Pembangunan
                               Universitas Gadjah Mada
4    Pengalaman Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 1
     Penilai                   tahun di bidang penilaian bisnis serta
                               konsultan
                            - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                               sebagai penilai Pratama (P)




D. Asisten Penilai
 1   Nama Lengkap       Sonia Ulfa Fadila, S.Tr.Bns, Ak
 2   Pendidikan         Strata 1 (S-1)
 3   Lembaga                - D-4 Keuangan Syariah Politeknik
     Pendidikan                Negeri Bandung
                            - Pendidikan Profesi Akuntan Universitas
                               Padjajaran
4    Pengalaman Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 1
     Penilai                   tahun di bidang penilaian bisnis serta
                               konsultan
                            - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                               sebagai penilai Asosiasi (A)




                            xi
Page 17
DAFTAR ISI
Page 18
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                                                                DAFTAR ISI
SERTIFIKAT ..................................................................................................... i - vii
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................. viii - ix
KUALIFIKASI PENILAI ..................................................................................... x - xi
DAFTAR ISI .....................................................................................................xii – xiii
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK ........................................................................                      xiv
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................                xv

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................                                            I–1
   1.1         Latar Belakang ........................................................................................................... I - 1
   1.2         Identitas Status Penilai ............................................................................................... I - 2
   1.3         Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan .......................................................... I - 3
   1.4         Objek Rencana Transaksi .......................................................................................... I - 3
   1.5         Ruang Lingkup ........................................................................................................... I - 3
   1.6         Maksud dan Tujuan ................................................................................................... I - 4
   1.7         Tanggal Penilaian ...................................................................................................... I - 4
   1.8         Independensi Penilai ................................................................................................. I - 4
   1.9         Tanggung Jawab Penilai ........................................................................................... I - 4
   1.10        Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ................................................. I - 5
   1.11        Transaksi Material ..................................................................................................... I - 6
   1.12        Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ............................................ I - 8
   1.13        Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events).................. I - 8
   1.14        Sumber Data .............................................................................................................. I - 8
   1.15        Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai ................................................. I - 10

BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI DIVESTASI SAHAM ...                                                                                  II – 1
   2.1.    Metode Analisis atas Rencana Transaksi ................................................................. II - 1
   2.2.    Analisis Rencana Transaksi ...................................................................................... II - 1
      2.2.1.  Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi .............................................. II - 1
      2.2.2.  Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ................................................. II - 3
      2.2.3.  Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi ................................................................ II - 5
   2.3.    Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi............................................................... II - 6
      2.3.1.  Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan ........................................................................... II - 6
      2.3.2.  Gambaran Perekonomian Dunia dan Indonesia ............................................................... II - 8
      2.3.3.  Gambaran Umum Industri Konstruksi ................................................................................ II - 14
      2.3.4.  Analisa Prospek Usaha Perseroan .................................................................................... II - 15
      2.3.5.  Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi ......................................................................... II - 16
      2.3.6.  Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi ........... II - 17
   2.4.    Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .......................................................... II - 18
      2.4.1.  Analisis Kinerja Historis Perseroan .................................................................................... II - 18
      2.4.2.  Analisis Rasio Keuangan...................................................................................................... II - 21
      2.4.3.  Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan ................................................................ II - 22
      2.4.4.  Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan ..................................... II - 26
      2.4.5.  Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .................. II - 28
      2.4.6.  Analisis Inkremental .............................................................................................................. II - 32
   2.5.    Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi....................................................... II - 37
      2.5.1.  Ringkasan Hasil Penilaian ................................................................................................... II - 37
   2.6.    Harga Rencana Transaksi ....................................................................................... II - 38
      2.6.1.  Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar....................................... II - 38
      2.6.2.  Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ............................................................... II - 38
   2.7.    Kesimpulan ............................................................................................................. II - 39


Daftar Isi                                                                                                                                           xii
Page 19
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk




Daftar Isi                                                 xiii
Page 20
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 21
   Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                                             DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Tabel 1.1.    Analisa Hubungan Afiliasi Berdasarkan Kesamaan Direksi & Komisaris ................. I - 5
Tabel 1.2.    Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai
              Ekuitas .............................................................................................................................................. I - 7


Tabel 2.1.    Susunan Pemegang Saham Perseroan ....................................................................................... II - 2
Tabel 2.2.    Susunan Pengurus Perseroan ........................................................................................................ II - 2
Tabel 2.3.    Susunan Pemegang Saham SMI .................................................................................................. II - 3
Tabel 2.4.    Susunan Pengurus SMI ................................................................................................................... II - 3
Tabel 2.5.    Legalitas Perseroan ....................................................................................................................... II - 7
Tabel 2.6.    Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia.............................................................................. II - 8
Tabel 2.7.    Pertumbuhan PDB Dunia................................................................................................................ II - 9
Tabel 2.8.    Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2020- 2026) ...................................................................... II - 12
Tabel 2.9.    Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ...................................................... II - 18
Tabel 2.10.   Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan ........................................................................... II - 19
Tabel 2.11.   Rasio Keuangan Perseroan ....................................................................................................... II - 21
Tabel 2.12.   Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Sebelum Rencana Transaksi (Jutaan Rupiah) .... II - 23
Tabel 2.13.   Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Setelah Rencana Transaksi (Jutaan Rupiah) ........ II - 24
Tabel 2.14.   Proyeksi Laba Rugi Perseroan Sebelum Rencana Transaksi (Dalam Jutaan Rupiah) .... II - 25
Tabel 2.15.   Proyeksi laba (rugi) Perseroan Setelah Transaksi (Dalam Jutaan Rupiah) ..................... II - 26
Tabel 2.16.   Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ........................................................................ II - 26
Tabel 2.17.   Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ......................................................................... II - 28
Tabel 2.18.   Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah) ........................................................................... II - 29
Tabel 2.19.   Proforma Laba (Rugi) (Dalam Rupiah) .................................................................................... II - 31
Tabel 2.20.   Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)........................ II - 32
Tabel 2.21.   Nilai Pasar Saham/Ekuitas ........................................................................................................ II - 38
Tabel 2.22.   Nilai Rencana Transaksi ............................................................................................................. II - 38
Tabel 2.23.   Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar.................................... II - 38

Grafik 2.1.   Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ................................ II - 19
Grafik 2.2.   Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ........................................... II - 20




   Daftar Tabel Dan Grafik                                                                                                                                       xiv
Page 22
DAFTAR LAMPIRAN
Page 23
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                               DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1    : HISTORICAL POSISI KEUANGAN
Lampiran 2    : HISTORICAL LABA RUGI
Lampiran 3    : HISTORICAL ARUS KAS
Lampiran 4    : RASIO KEUANGAN
Lampiran 5    : PROYEKSI POSISI KEUANGAN (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 6    : PROYEKSI LABA RUGI (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 7    : PROYEKSI RASIO KEUANGAN (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 8    : PROYEKSI POSISI KEUANGAN (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 9    : PROYEKSI LABA RUGI (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 10   : PROYEKSI RASIO KEUANGAN (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 11   : INKREMENTAL POSISI KEUANGAN
Lampiran 12   : INKREMENTAL LABA RUGI
Lampiran 13   : PROFORMA POSISI KEUANGAN
Lampiran 14   : PROFORMA LABA RUGI




Daftar Lampiran                                                xv
Page 24
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 25
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                                      BAB I
                                  PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
          PT Adhi Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
          perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, pembangunan
          infrastruktur, engineering, properti, real estate, serta industri manufaktur
          terkait.

          PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang selanjutnya disebut “MBR”
          merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbentuk lembaga
          keuangan non-bank yang berstatus sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di
          bawah koordinasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

          Perseroan memandang perlu untuk melakukan divestasi atas 47,18%
          kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo, sebagai bagian dari
          program penataan dan streamlining portofolio investasi Perseroan, sejalan
          dengan arahan pemegang saham agar Perseroan kembali fokus pada
          kompetensi intinya sebagai kontraktor. Investasi jalan tol dinilai tidak sejalan
          dengan kegiatan usaha utama tersebut, sehingga pelepasan investasi
          tersebut memungkinkan Perseroan mengoptimalkan komposisi portofolio aset
          dan investasinya. Dana hasil divestasi akan mendukung upaya restrukturisasi
          Perseroan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan nilai bagi para
          pemegang saham.

          Berdasarkan penjelasan di atas, rencana transaksi divestasi atas 47,18%
          saham PT Jasamarga Jogja Solo, yang selanjutnya dalam laporan ini disebut
          dengan “Rencana Transaksi”.

          Berdasarkan Draft Perjanjian Jual Beli Bersyarat, bahwa telah disepakati
          harga jual beli atas kepemilikan 47,18% saham PT Jasamarga Jogja Solo
          adalah sebesar Rp1.765.816.000.000,00.

          Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, bahwa antara Perseroan dan
          SMI bukan merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan
          Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 bahwa Rencana
          Transaksi bukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
          Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020. Selain itu,
          Rencana Transaksi ini merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud
          dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi diatas
          20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
          limited review per 30 Juni 2026 yang telah direview oleh Kantor Akuntan
          Publik Djoko, Sidik, & Indra dengan hasil review wajar dalam semua hal yang
          material.


Bab I - Pendahuluan                                                                     1
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Sehubungan dengan rencana tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto
          & Rekan selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian
          Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang
          tertuang dalam Surat Penawaran Nomor: M.FO.26.31.0014, tanggal 07 Mei
          2026, Surat Perintah Kerja (SPK) No. SCM-PBIS-002/2026-SPK-AMD01,
          tanggal 08 Mei 2026, atas revisi Surat Perintah Kerja (SPK) No. SCM-PBIS-
          002/2026-SPK, tanggal 25 Februari 2026 untuk mengetahui Kewajaran atas
          Rencana Transaksi tersebut.


1.2       Identitas Status Penilai
          TnR awalnya merupakan PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif
          dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007, AKA berubah menjadi
          Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan, sebagai bentuk penyesuaian
          terhadap Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai
          publik di Indonesia berdasarkan Surat Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik
          (SIUPKJPP) Nomor 2.09.0055, sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik
          Indonesia Nomor 1009/KM.1/2009 tanggal 28 Juli 2009.

          Pelaksana dan penanggung jawab penugasan ini adalah KJPP Toto Suharto
          dan Rekan Cabang Bandung yang juga telah mendapatkan izin resmi
          sebagai Cabang KJPP dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam
          Surat Keputusan No. 189/MK/SK/2025 tertanggal 25 September 2025.
          Penilai yang bertanda tangan dalam laporan ini:

           Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak, CA, CLI, MAPPI (Cert.)
             - No. MAPPI                         : 19-S-09317
             - No. Register Penilai              : RMK-2019.02918
             - No. Izin Penilai Publik Properti : P-1.24.00660
             - No. Izin Penilai Publik Bisnis    : B-1.25.00683
             - Klasifikasi Bidang Jasa           : Penilaian Properti & Bisnis (P&B)
             - No. STTD Profesi Penunjang OJK: KEP-1351/KS.13/2026
             - No. Penilai Pertanahan BPN        : PP1.0025.26

          Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
          kapasitasnya sebagai rekan pada Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
          & Rekan, yang merupakan penyedia jasa penilaian independen.

          Penilai tidak memiliki, maupun berpotensi memiliki, benturan kepentingan
          dengan Perseroan sebagai pemberi tugas maupun dengan opini kewajaran.
          Dengan demikian, penilai berada dalam posisi yang independen untuk
          memberikan opini kewajaran yang objektif dan tidak memihak.




Bab I - Pendahuluan                                                                2
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


1.3       Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan
          Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:

          Nama               : PT Adhi Karya (Persero) Tbk
          Bidang Usaha       : Jasa Konstruksi, Pembangunan Infrastruktur, Engineering,
                               Properti, Real Estate, serta Investasi dan Konsesi.
          Alamat             : Jalan MT. Haryono, No. 27, Kel. Cawang, Kec. Kramat
                               Jati, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta 13630.
          Nomor Telepon      : (021) 508 73000
          Email              : adhi@adhi.co.id
          Website            : www.adhi.co.id

          PT Adhi Karya (Persero) Tbk adalah BUMN konstruksi Indonesia yang berawal
          dari perusahaan Belanda yang diambil alih negara pada 1958, resmi
          bernama Adhi Karya sejak 1960, berstatus Persero sejak 1971, dan menjadi
          konstruksi BUMN pertama yang melantai di BEI pada 2004 dengan kode
          saham ADHI; perusahaan ini bergerak di empat lini bisnis utama yaitu
          Engineering & Construction, Property & Hospitality, Manufacturing, dan
          Investment & Concessions, dengan proyek andalan seperti LRT Jabodebek
          serta anak usaha seperti Adhi Persada Properti, Adhi Persada Beton, dan
          Adhi Persada Gedung, di mana mayoritas sahamnya (sekitar 64,33%) kini
          dipegang oleh PT Danantara Asset Management (Persero) sebagai
          representasi negara dan sisanya oleh publik.


1.4       Objek Rencana Transaksi
          Objek Rencana Transaksi adalah Transaksi Material Divestasi 47,18% Saham
          PT Jasamarga Jogja Solo antara Perseroan dengan SMI sebesar
          Rp1.765.816.000.000,00 (satu triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar
          delapan ratus enam belas juta rupiah). Berikut objek Rencana Transaksi:

           No.               Keterangan                    Jumlah Lembar    Persentase
                 Kepemilikan Saham milik PT Adhi
            1.   Karya (Persero) Tbk di PT Jasamarga         1.714.808       47,18%
                 Jogja Solo


1.5       Ruang Lingkup
          Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
          Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan
          untuk kepentingan lain. Pendapat kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk
          memberikan rekomendasi persetujuan atau tidak menyetujui Rencana
          Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.


Bab I - Pendahuluan                                                                   3
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR untuk memberikan Opini
          Kewajaran atas Rencana Transaksi yang diharapkan dapat melakukan kajian
          secara objektif dan independen.


1.6       Maksud dan Tujuan
          Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
          memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
          Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
          berlaku, yaitu Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang
          Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
          ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.
          35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No.
          17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
          ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).


1.7       Tanggal Penilaian
          Tanggal efektif penilaian adalah per 30 Juni 2026, dimana batas tersebut
          diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis
          kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan
          limited review konsolidasian Perseroan per tanggal 30 Juni 2026.


1.8       Independensi Penilai
          Dalam mempersiapkan laporan opini kewajaran ini, TnR bertindak secara
          independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
          dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
          TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
          dengan penugasan ini.


1.9       Tanggung Jawab Penilai
          Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
          menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
          penyusunan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TnR
          bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran yang diterbitkan.




Bab I - Pendahuluan                                                               4
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


1.10      Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
          Berdasarkan POJK No 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi Dan
          Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”), yang dimaksud dengan
          Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
          oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
          perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan
          Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
          aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
          perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka
          atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
          saham utama, atau pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan
          Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan
          terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota
          Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
          merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

          Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi
          antara Perseroan dengan SMI bukan merupakan Transaksi Afiliasi
          sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020. PT Sarana Multi
          Infrastruktur (Perseroan) atau (“SMI”) merupakan perusahaan yang dimiliki
          langsung oleh Kementerian Keuangan RI sedangkan Perseroan merupakan
          perusahaan dimana pemegang saham pengendalinya adalah PT Danantara
          Asset Management (Persero).

          Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan & SMI serta
          informasi yang diperoleh dari manajemen, tidak terdapat hubungan
          kepengurusan antara pihak-pihak yang bertransaksi hal tersebut dapat
          dilihat pada tabel sebagai berikut:

          Tabel 1.1. Analisa Hubungan Afiliasi Berdasarkan Kesamaan Direksi & Komisaris
                                                                      PT Sarana Multi
                                                   PT Adhi Karya
                                                                        Infrastruktur
            No.            Jabatan                  (Persero) Tbk
                                                                          (Persero)
                                                     “Perseroan”
                                                                            “SMI”
                                               Dody Usodo              Andin
           1.     Komisaris Utama
                                               Hargosuseno             Hadiyanto
                                               Alexander Rubi
           2.     Komisaris                                            Askolani
                                               Satyoadi
           3.     Komisaris                    Amelia Tetriana         -
                                                                       Ancella
           4.     Komisaris Independen         Rustam Sofyan Sirait    Anitawati
                                                                       Hermawan
                                               Erwin Moeslimin         Dikdik
           5.     Komisaris Independen
                                               Singajuru               Yustandi
                                                                       Arief Wibisono
           6.     Komisaris Independen         Elan Suherlan
                                                                       Lubis

Bab I - Pendahuluan                                                                   5
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                                                 Moeharmein Zein    Reynaldi
           7.     Direktur Utama
                                                 Chaniago           Hermansjah
                                                                    Faaris
           8.     Direktur                       Harimawan
                                                                    Pranawa
           9.     Direktur                       Yan Arianto        Pradana Murti
           10.    Direktur                       Bani Iqbal         Sylvi J. Gani
                                                 Ki Syahgolang      Aradita
           11.    Direktur
                                                 Permata            Priyanti
           12.    Direktur                       Rozi Sparta        -
         Sumber: Laporan Keuangan Audited Perseroan dan data SMI

          Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi Afiliasi
          dimana tidak terdapat hubungan kesamaan pemegang saham dan kesamaan
          pengurus antara Perseroan dengan SMI.

          Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis
          antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota direksi,
          anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, yang
          dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan
          Keuangan Proforma Perseroan, sehingga bukan merupakan Transaksi
          Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020.

          Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
          Keterbukaan Informasi, bilamana Rencana Transaksi tersebut telah
          dilaksanakan.


1.11      Transaksi Material
          Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”) tentang
          Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah
          setiap:

          a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
             tertentu;
          b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
             operasi;
          c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
          d. Sewa menyewa aset;
          e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
          f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
             atas pinjaman dari pihak lain; dan
          g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

          Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
          transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
          tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan

Bab I - Pendahuluan                                                                 6
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
          Material apabila nilai transaksi sama dengan atau melebihi 20% (dua puluh
          persen) dari ekuitas Perusahaan Terbuka.

          Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
          operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:

          a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
             ekuitas perusahaan terbuka;
          b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
          c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
          d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).

          Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
          transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai berikut:

         Tabel 1.2.    Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai
                       Ekuitas
                                Nilai Ekuitas Perseroan    Nilai Rencana      Persentase Nilai Transaksi
            Rencana Transaksi
                                          (Rp)             Transaksi (Rp)       Terhadap Ekuitas (%)
           47,18% Saham
           PT Jasamarga            3.287.184.026.527      1.765.816.000.000            53,71%
           Jogja Solo

          Berdasarkan Draft Jual Beli Bersyarat “CSPA” untuk Kepemilikan Saham
          Minoritas PT Jasamarga Jogja Solo antara Perseroan dan SMI, harga jual
          beli atas 47,18% saham PT Jasamarga Jogja Solo adalah sebesar
          Rp1.765.816.000.000,00 (satu triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar
          delapan ratus enam belas juta rupiah). Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan
          berdasarkan laporan keuangan audited interim konsolidasian per 30 Juni
          2026 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Djoko, Sidik, dan Indra
          dengan nomor laporan 00040/2.0999/LAK-R/03/1482/1/IX/2026
          tercatat sebesar Rp3.287.184.026.527,00. Total nilai rencana Tranksaksi
          terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 53,71% sehingga lebih dari batas
          20% terhadap jumlah ekuitas Perseroan.

          Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
          dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas perusahaan terbuka. Setelah
          melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
          17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
          Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini adalah Transaksi Material.




Bab I - Pendahuluan                                                                                    7
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


1.12      Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
          SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
          oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
          penilaian lengkap.

          Analisis kewajaran dilakukan melalui analisis kualitatif dan analisis kuantitatif
          atas Rencana Transaksi. Dimana analisis atas rencana transaksi dilakukan
          dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam hubungan antara pihak-
          pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi terdapat penjelasan
          manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi.

          Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
          lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
          dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri
          perdagangan. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
          mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
          Rencana Tansaksi.

          Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi
          analisis kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
          maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
          keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
          perseroan, analisis proforma laporan keuangan, serta analisis kewajaran
          atas nilai Rencana Transaksi.


1.13      Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
          Events)
          Berdasarkan informasi yang kami terima, tidak terdapat kejadian-kejadian
          penting setelah tanggal efektif dari tanggal opini kewajaran hingga tanggal
          laporan ini diterbitkan.


1.14      Sumber Data
          Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran
          atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
          mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:




Bab I - Pendahuluan                                                                      8
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
          2. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik Amir
              Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam Laporan Nomor
              00203/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/III/2021 dengan opini wajar
              tanpa modifikasian.
          3. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Amir
              Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam Laporan Nomor
              00132/2.1030/AU/03/0181-3/1/III/2022 dengan opini wajar tanpa
              modifikasian
          4. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik Amir
              Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam Laporan Nomor
              00083/2.1030/AU.I/03/0501-1/1/11/2023 dengan opini wajar
              tanpa modifikasian
          5. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Amir
              Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam Laporan Nomor
              00180/2.1030/AU.1/03/0501-2/III/2024 dengan opini wajar tanpa
              modifikasian.
          6. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2024, yang diaudit oleh Akuntan Publik Amir
              Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam Laporan Nomor
              00081/2.1030/AU.1/03.0181-1/1/II/2025 dengan opini wajar tanpa
              modifikasian.
          7. Laporan atas Reviu Informasi keuangan Perseroan dan entitas anak untuk
              tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, yang diaudit oleh
              Akuntan Publik Djoko, Sidik, & Indra dalam Laporan Nomor
              00040/2.0999/LAK-R/03/1482/1/IX/2026 dengan opini wajar tanpa
              modifikasian.
          8. Company profile Perseroan.
          9. Laporan tahunan (annual Report) Perseroan tahun 2025.
          10. Laporan penilaian 47,18% saham PT Jasamarga Jogja Solo yang
              dilakukan oleh KJPP Toto Suharto dan Rekan, dengan laporan No.
              00140/2.0055-31/BS/03/0683/0/X/2026, tanggal 05 Oktober
              2026.
          11. Company profile Perseroan.
          12. Proyeksi Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi periode 2026-2031.
          13. Legalitas Perseroan.
          14. Laporan proforma Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
          15. Draft perjanjian jual beli saham bersyarat untuk kepemilikan saham
              minoritas PT Jasamarga Jogja Solo.
          16. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
              Rencana Transaksi.
          17. Wawancara dengan manajemen Perseroan.



Bab I - Pendahuluan                                                              9
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          18. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
              kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
              hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.15      Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
          Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
          beberapa asumsi, antara lain:

          1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
          2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
              digunakan dalam proses penilaian.
          3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
              yang dapat dipercaya keakuratannya.
          4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
              mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
              manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
          5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
              kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
          6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
              publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
              mempengaruhi operasional perusahaan.
          7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
              Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
          8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
              dari pemberi tugas.
          9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga
              penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan
              apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi.
          10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
              ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
              Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
          11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
              sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
              kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
              pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
          13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
              dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
              dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
          14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
              sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
              ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
              Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
              Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.


Bab I - Pendahuluan                                                               10
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
              depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
              terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
              di luar ruang lingkup dari penugasan.
          16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
              pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
              kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
              bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
          17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
              stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.




Bab I - Pendahuluan                                                              11
Page 36
            BAB II
KAJIAN KEWAJARAN RENCANA
 TRANSAKSI DIVESTASI SAHAM
Page 37
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                             BAB II
              KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
                        DIVESTASI SAHAM

2.1.      Metode Analisis atas Rencana Transaksi
          Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
          melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

          1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
             pihak-pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian
             pengikatan dan persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat
             dan risiko Rencana Transaksi.
          2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksiyang meliputi riwayat pihak-pihak
             yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
             prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan
             kerugian Rencana Transaksi.
          3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
             keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan
             sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum
             dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma keuangan sebelum dan
             sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
          4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi.


2.2.      Analisis Rencana Transaksi
2.2.1.    Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi

          Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:

          1. Perseroan sebagai pihak yang akan melakukan divestasi atau penjualan
              saham PT Jasamarga Jogja Solo;
          2. SMI sebagai pihak yang akan mengakuisisi atau membeli saham PT
              Jasamarga Jogja Solo.
          Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
          dengan Rencana Transaksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                    1
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.2.1.1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk

          Struktur Permodalan Perseroan

          Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada tanggal
          30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

          Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                     Jumlah Saham        Nilai Nominal      Komposisi
                       Pemegang Saham
                                                       (Lembar)               (Rp)            (%)

           1  Pemerintah Republik Indonesia
              - Seri A Dwiwarna Badan Pengaturan
                                                                    1               100        0,00%
              BUMN
              - PT Danantara Aset Management
                                                      5.408.773.791     540.877.379.100       64,33%
              (Persero)
           2 Alloysius Suko Widigdo                       1.081.800         108.180.000        0,01%
           3 Vera Kirana                                  1.081.800         108.180.000        0,01%
           4 Ki Syahgolang Permata                          772.200          77.220.000        0,01%
           5 Dody Usodo Hargo Suseno                        572.700          57.270.000        0,01%
           6 Harimawan                                      337.900          33.790.000        0,00%
           7 Publik (kurang dari 5%)                  2.994.988.787     299.498.878.700       35,62%
           Jumlah Saham Beredar                       8.407.608.979     840.760.897.900      100,00%
          Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan 30 Juni 2026 (diolah)

          Susunan Pengurus Perseroan

          Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan adalah sebagai
          berikut:
          Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
                            Jabatan                                          Nama
           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                                 Dody Usodo Hargosuseno
           Komisaris                                       Alexander Rubi Satyoadi
           Komisaris                                       Amelia Tetriana
           Komisaris Independen                            Rustam Sofyan Sirait
           Komisaris Independen                            Erwin Moeslimin Singajuru
           Komisaris Independen                            Elan Suherlan
           Komisaris Independen                            Dody Usodo Hargosuseno
           Dewan Direksi
           Direktur Utama                                   Moeharmein Zein Chaniago
           Direktur                                         Harimawan
           Direktur                                         Yan Arianto
           Direktur                                         Bani Iqbal
           Direktur                                         Ki Syahgolang Permata
           Direktur                                         Rozi Sparta
          Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan 30 Juni 2026 (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                    2
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.2.1.2. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)

          SMI didirikan pada tahun 2009 berdasarkan Akta No. 17 tanggal 26
          Februari 2009 dan telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Anggaran Dasar SMI telah
          mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir diubah sebagaimana
          tercantum dalam Akta No. 16 tanggal 24 Januari 2023.

          SMI merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang
          pembiayaan infrastruktur, dengan kegiatan usaha meliputi penyediaan
          pembiayaan, penyertaan modal, serta jasa pembiayaan untuk proyek-
          proyek infrastruktur.

          Struktur permodalan dan kepemilikan                 saham    SMI    pada         tanggal
          30 Juni 2026 sebagai berikut:

          Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham SMI
                                              Jumlah Saham    Komposisi       Nilai Nominal
                     Pemegang Saham
                                                (Lembar)        (%)                (Rp)
               -
              Pemerintah Republik Indonesia      30.516.600      100,00    30.516.600.000.000
                          Total                  30.516.600      100,00    30.516.600.000.000
          Sumber: Laporan Tahunan

          Tabel 2.4. Susunan Pengurus SMI
                                  Jabatan                                 Nama
           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                                    Andin Hadiyanto
           Komisaris                                          Askolani
           Komisaris Independen                               Ancella Anitawati Hermawan
           Komisaris Independen                               Dikdik Yustandi
           Komisaris Independen                               Arief Wibisono Lubis

           Dewan Direksi
           Direktur Utama                                     Reynaldi Hermansjah
           Direktur                                           Faaris Pranawa
           Direktur                                           Pradana Murti
           Direktur                                           Sylvi J. Gani
           Direktur                                           Aradita Priyanti
          Sumber: Laporan Tahunan



2.2.2.    Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi

          Ringkasan Draft Kesepakatan Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) antara
          Perseroan dan SMI tentang jual beli saham 47,18% Saham PT Jasamarga
          Jogja Solo adalah sebagai berikut:

         1. Para pihak dan objek yang bertransaksi adalah PT Adhi Karya (Persero)
            Tbk (Penjual) menjual seluruh sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo
            kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (Pembeli). Objeknya

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                            3
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


            1.714.808 saham (47,18%), sedangkan Jasa Marga tetap memegang
            52,82%.
         2. Harga rencana transaksi sebesar Rp1.765.816.000.000, dibayar tunai
            sekaligus ke rekening Penjual di Bank Mandiri pada saat Penyelesaian,
            tanpa potongan kecuali diwajibkan hukum. Ini setara sekitar Rp1,03 juta
            per saham, atau sekitar 1,03x nilai modal disetor porsi Penjual (hitungan
            saya dari Lampiran 1).
         3. Penyelesaian paling lambat 30 November 2026, dilaksanakan maksimal
            lima Hari Kerja setelah Pemberitahuan Penyelesaian dari Pembeli. Jika
            syarat Penjual belum terpenuhi, Pembeli boleh memperpanjang dan
            menegosiasikan ulang, tetapi harga tidak boleh naik.
         4. Persyaratan pendahuluan Penjual (Lampiran 2):
              persetujuan dewan komisaris dan RUPS Penjual;
              Surat Dukungan sebagai kontraktor;
              konfirmasi Jasa Marga atas tafsir Pasal 10.4(c) Perjanjian Pemegang
                Saham, serta pengesampingan hak penawaran terlebih dahulu;
              pemberitahuan ke BPJT dan status Amandemen IV PPJT;
              persetujuan kreditur sindikasi dan Akad Line, termasuk konfirmasi tidak
                ada gagal bayar;
              pembaruan perizinan dan izin lingkungan;
              pengesahan Peraturan Perusahaan 2026–2028;
              dokumen pengadaan tanah dan RTA.
         5. Persetujuan dewan komisaris dan RUPS Pembeli, konfirmasi hasil uji tuntas
            dapat diterima, dan penandatanganan Perjanjian Jasa Transisi. Pembeli
            dapat mengesampingkan persyaratan atas diskresi mutlaknya.
         6. Penjual tidak boleh menyetujui perubahan Perjanjian Pemegang Saham
            atau "Tindakan Perusahaan Yang Dilarang" tanpa izin Pembeli. Ini
            mencakup penerbitan saham, perubahan anggaran dasar, perubahan
            Kontrak Material, utang atau capex di atas Rp1,29 triliun, penjaminan
            aset, dan restrukturisasi. Penjual juga tidak boleh mengalihkan atau
            membebani sahamnya.
         7. Pernyataan dan jaminan Penjual mencakup 15 bidang, antara lain
            kepemilikan saham bebas pembebanan, perizinan, Kontrak Material, aset,
            konstruksi, karyawan, litigasi, laporan keuangan per 31 Maret 2026, dan
            pajak. Jaminan Aset Target dan Kegiatan Konstruksi dibatasi pada ruas
            yang sudah PHO (Paket 1.1A, 1.1B, 1.2A). Untuk jaminan Kontrak Material,
            Aset Target, dan Konstruksi, pengungkapan tidak dapat dipakai Penjual
            sebagai pembelaan.
         8. Penjual menanggung kerugian langsung dari pelanggaran jaminan dan
            kovenan, kelalaiannya sebagai kontraktor pada Kontrak Konstruksi PHO,
            denda keterlambatan pembayaran Perusahaan pra-penyelesaian, pajak
            pra-penyelesaian, dan kecurangan. Klaim konstruksi baru bisa diajukan
            setelah pemulihan lewat kontrak konstruksi ditempuh, masih ada sisa
            kerugian, dan ada permintaan setoran dana dari Perusahaan kepada
            Pembeli.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                4
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


         9. Pasca-penyelesaian, sengketa, dan pengungkapan:
             Penjual mengupayakan lima karyawan penugasannya (Lampiran 8)
                tetap bekerja di Perusahaan dan mengganti yang keluar dengan
                kualifikasi setara.
             Hukum Indonesia berlaku; sengketa diselesaikan lewat musyawarah 30
                hari, lalu arbitrase BANI di Jakarta dengan tiga arbiter.
             Surat Pengungkapan (Lampiran 6) memuat delapan hal, antara lain
                izin segmen Purworejo belum ada, biaya sewa Sultan Ground Tahap
                2–3 belum teridentifikasi, percepatan Akses Bokoharjo ke 2026, dan
                syarat efektif perjanjian dengan PT PII belum terpenuhi.

          Berdasarkan Draft CSPA dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
          khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
          syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.


2.2.3.    Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

          Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
          yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
          Transaksi.

          A. Manfaat Rencana Transaksi

              Manfaat yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
              adalah sebagai berikut :
               Perseroan memperoleh dana tunai dari hasil pelepasan 1.714.808
                 saham atau setara 47,18% kepemilikan Perseroan pada PT
                 Jasamarga Jogja Solo dengan nilai transaksi sebesar
                 Rp1.765.816.000.000. Dana hasil Rencana Transaksi akan
                 digunakan oleh Perseroan sesuai dengan strategi investasi Perseroan,
                 sehingga menjadi aset yang lebih produktif dan pada akhirnya
                 meningkatkan nilai investasi para pemegang saham.
               Rencana Transaksi merupakan bagian dari program penataan dan
                 streamlining portofolio investasi dan anak usaha Perseroan, sehingga
                 Perseroan dapat memusatkan sumber daya dan permodalannya
                 pada kegiatan usaha utama di bidang jasa konstruksi.
               Dengan melepas kepemilikan saham pada PT Jasamarga Jogja Solo,
                 Perseroan mengurangi eksposur pada investasi jalan tol yang
                 bersifat padat modal dan memiliki periode pengembalian investasi
                 yang panjang, termasuk potensi kebutuhan tambahan setoran modal
                 di masa mendatang.
               Penerimaan dana hasil Rencana Transaksi akan memperkuat likuiditas
                 dan struktur permodalan Perseroan, sehingga mendukung upaya
                 restrukturisasi dan penyehatan keuangan Perseroan.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham               5
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          B. Risiko Rencana Transaksi

              Risiko yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
              sebagai berikut :
                Perseroan memperoleh dana tunai dari hasil pelepasan 1.714.808
                   saham atau setara 47,18% kepemilikan Perseroan pada PT
                   Jasamarga Jogja Solo dengan nilai transaksi sebesar
                   Rp1.765.816.000.000. Dana hasil Rencana Transaksi akan
                   digunakan oleh Perseroan sesuai dengan strategi investasi Perseroan,
                   sehingga menjadi aset yang lebih produktif dan pada akhirnya
                   meningkatkan nilai investasi para pemegang saham.
                Rencana Transaksi merupakan bagian dari program penataan dan
                   streamlining portofolio investasi dan anak usaha Perseroan, sehingga
                   Perseroan dapat memusatkan sumber daya dan permodalannya
                   pada kegiatan usaha utama di bidang jasa konstruksi.
                Dengan melepas kepemilikan saham pada PT Jasamarga Jogja Solo,
                   Perseroan mengurangi eksposur pada investasi jalan tol yang
                   bersifat padat modal dan memiliki periode pengembalian investasi
                   yang panjang, termasuk potensi kebutuhan tambahan setoran modal
                   di masa mendatang.
                Penerimaan dana hasil Rencana Transaksi akan memperkuat likuiditas
                   dan struktur permodalan Perseroan, sehingga mendukung upaya
                   restrukturisasi dan penyehatan keuangan Perseroan.


2.3.      Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1.    Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan

          Perseroan didirikan pada tanggal 24 Agustus 1994 berdasarkan Akta No.
          21, dihadapan Notaris Dra. Selawati Halim, S.H., di Pati dan telah
          memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
          Surat Keputusan No. C2-15.820.HT.01.01Th.1994 tanggal 20 Oktober 1994
          serta diumumkan dalam Berita Acara Negara No. 1555, Tanbahan Berita
          Negara Republik Indonesia No. 14 tanggal 17 Februari 1995.

          Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan,
          terakhir dengan Akta Notaris No. 19 tanggal 20 Mei 2026 dari Liestiani
          Wang, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta Selatan, mengenai perubahan Pasal 3
          ayat (2) tentang Maksud dan Tujuan Kegiatan Usaha, Pasal 15 ayat (5)
          tentang Rapat Direksi dan Pasal 18 ayat (6) tentang Rapat Dewan Komisaris
          . Akta ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0038294.AH.01.02.Tahun
          2026 tanggal 15 Juni 2026.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                 6
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Pihak pengendali terakhir Perusahaan adalah sekelompok individu yang
          memiliki pengendalian secara bersama-sama yang terdiri dari anggota
          keluarga Soenjoto.

          Kegiatan Usaha Perseroan

          Saat ini kegiatan utama Perusahaan dan Entitas anak (bersama-sama disebut
          sebagai Grup) dalam bidang konstruksi, energi dan industrial, properti, real
          estat, investasi infrastruktur, penyelenggaraan prasarana dan sarana
          perkeretaapian, jasa pengadaan barang dan hotel.

          Legalitas dan Perijinan Perseroan

          Data-data legalitas Perseroan yang dapat diinformasikan adalah sebagai
          berikut :

          Tabel 2.5.      Legalitas Perseroan
           No.           Keterangan             Nomor & Tanggal            Yang Mengeluarkan
                 Akta Pendirian Perseroan
                                                     Nomor : 1             Kartini Mulyadi, S.H.,
            1.   Terbatas PT Adhi Karya
                                                Tanggal 01 Juni 1974        Notaris di Jakarta
                 (Persero) Tbk
                 Akta      Perubahan     Akta        Nomor : 2
                                                                           Kartini Mulyadi, S.H.,
            2.   Pendirian Perseroan Terbatas    Tanggal 3 Desember
                                                                            Notaris di Jakarta
                 PT Adhi Karya (Persero) Tbk            1974
                 Persetujuan Akta Perubahan
                                              Nomor : No. Y.A.5/5/13    A.n Menteri Hukum dan HAM
            3.   Pendirian Perseroan Terbatas
                                              Tanggal 17 Januari 1975        Republik Indonesia
                 PT Adhi Karya (Persero) Tbk
                 Akta Pernyataan Keputusan
                 Rapat Umum Pemegang                 Nomor : 24         Ashoya Ratam, S.H., M.Kn
            4.
                 Saham Kedua PT Adhi Karya Tanggal 18 Mei 2022          Notaris di Jakarta Selatan
                 (Persero) Tbk
                 Akta Perubahan Susunan
                                                     Nomor : 47            Kartini Mulyadi, S.H.,
            5.   Pengurus Perusahaan PT Adhi
                                               Tanggal 27 April 2023        Notaris di Jakarta
                 Karya (Persero) Tbk
                 Persetujuan Akta Perubahan
                                               Nomor : AHU-AH.01.09-    A.n Menteri Hukum dan HAM
            6.   Pendirian Perseroan Terbatas
                                                0113108 Tahun 2023           Republik Indonesia
                 PT Adhi Karya (Persero) Tbk
                 Penerimaan Pemberitahuan Nomor : AHU-AH.01.09-
                                                                        A.n Menteri Hukum dan HAM
            7.   Perubahan Data Perseroan PT          0140008
                                                                             Republik Indonesia
                 Adhi Karya (Persero) Tbk      Tanggal 04 April 2024
                 Akta Pernyataan Keputusan
                 Rapat Umum Pemegang                 Nomor : 08         Ashoya Ratam, S.H., M.Kn
            8.
                 Saham Tahunan PT Adhi Tanggal 03 April 2024            Notaris di Jakarta Selatan
                 Karya (Persero) Tbk




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                 7
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.3.2.    Gambaran Perekonomian Dunia dan Indonesia
          Tabel 2.6.       Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                         Deskripsi                        2022      2023      2024      2025    Juni 2026
           PDB Dunia (%)                                   3,50      3,10      3,30      3,30     3,20
           PDB Indonesia (%)                               5,31      5,05      5,03      5,04     5,29
           Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)                  15.592    15.415    16.157    16.720    17.899
           Cadangan Devisa Negara (Rp
                                                    137,200       146,400   155,719   156,500    145,60
           miliar/US $)
           Inflasi (%)                                     5,51      2,61      1,57      2,92     3,34
           BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)                 5,75      6,00      6,00      4,75     5,75

          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia & BPS

            Pertumbuhan PDB Dunia tahun 2026 sebesar 3,2%. Pertumbuhan tersebut
             terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan tarif resiprokal Amerika
             Serikat (“AS”) dan kerentanan rantai pasok global, meskipun prospek
             perekonomian AS membaik didorong investasi sektor teknologi termasuk
             artificial intelligence (“AI”) dan stimulus fiskal pengurangan pajak.
            Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% (yoy), dengan
             pertumbuhan kumulatif Semester I 2026 mencapai 5,45% (c-to-c).
             Perkembangan positif ini ditopang oleh tingginya realisasi konsumsi
             pemerintah, terjaganya konsumsi rumah tangga, serta kinerja
             investasiNilai tukar Rupiah pada 30 Juni 2026 tercatat sebesar
             Rp17.899 per dolar AS. Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus
             diperkuat melalui intervensi terukur di pasar spot, DNDF, dan pasar
             sekunder SBN untuk menjaga stabilitas Rupiah dari tekanan
             ketidakpastian pasar keuangan global.
            Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar
             145,60 miliar dolar AS. Jumlah tersebut tetap memadai dan berada jauh
             di atas standar kecukupan internasional (sekitar 3 bulan impor).
            Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat sebesar
             3,34% (yoy), masih terjaga dalam kisaran sasaran Pemerintah dan Bank
             Indonesia (2,5±1%). Sementara itu, suku bunga acuan (BI-Rate)
             disesuaikan menjadi 5,75% guna merespons dinamika ketidakpastian
             pasar keuangan global dan menjaga stabilitas eksternal
            Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan (“BI-Rate”) pada
             penutupan bulan Desember 2026 di level 5,75%. (Sumber: Laporan Kebijakan
               Moneter Bank Indonesia dan BPS, diolah)


2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global

          Pertumbuhan PDB Dunia tahun 2026 sebesar 3,2%. Perekonomian dunia
          masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian yang meningkat.
          Pertumbuhan ekonomi AS pada 2026 diprakirakan meningkat dipengaruhi
          dorongan investasi sektor teknologi termasuk AI dan stimulus pemotongan
          pajak. Pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada 2026

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                        8
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          diprakirakan melambat akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor
          di tengah investasi AI yang juga meningkat. Dari pasar keuangan global,
          ruang penurunan Fed Funds Rate berkurang dan disertai masih tingginya yield
          UST sejalan defisit fiskal AS yang masih besar. Ketidakpastian pasar
          keuangan global juga meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif
          resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik.
          Perkembangan ini mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS
          terhadap mata uang negara maju dan mengakibatkan peningkatan aliran
          modal ke emerging market tertahan.

              Pertumbuhan PDB Dunia




          Sumber: IMF WEO. *Proyeksi Bank Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Domestik

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% (yoy). Pertumbuhan ekonomi
          Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar sesuai dengan
          kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2026 lebih tinggi
          dalam kisaran 4,9 -5,7% ditopang oleh kenaikan permintaan domestik
          sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan
          stimulus fiskal. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri
          Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan
          Komunikasi menunjukkan kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi
          yang tinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa
          dan Kalimantan didorong kenaikan permintaan domestik.

          Efektivitas berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu
          diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga
          kerja. Investasi juga diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya
          program prioritas Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam,
          sehingga diharapkan makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas
          perekonomian. Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui
          penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                  9
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor
          riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya
          tahan.

2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha

          Ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 terhadap triwulan II-2025 (y-on-y)
          tumbuh sebesar 5,28 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh
          pertumbuhan pada sebagian besar lapangan usaha. Lapangan usaha yang
          mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Lainnya, diikuti oleh
          Transportasi dan Pergudangan, serta Informasi dan Komunikasi. Sementara
          itu, Industri Pengolahan sebagai salah satu lapangan usaha dengan kontribusi
          terbesar terhadap perekonomian Indonesia tetap mencatat pertumbuhan
          positif. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi
          domestik tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan
          ketidakpastian yang masih berlangsung.
          Gambar 2. 1        Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y to y) (Persen)




          Sumber: BPS Berita Resmi Statistik

          Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
          hingga Juni 2026 tidak menunjukkan perubahan. Perekonomian Indonesia
          masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,95
          persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
          Sepeda Motor sebesar 13,12 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
          sebesar 13,05 persen; Konstruksi sebesar 9,78 persen; serta Pertambangan
          dan Penggalian sebesar 8,70 persen. Peranan kelima lapangan usaha
          tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,60 persen.

2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran

          Ekonomi Indonesia triwulan II-2026 terhadap triwulan II-2025 tumbuh sebesar
          5,28 persen (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen
          pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PMTB sebesar
          6,05 persen; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 5,82 persen; Komponen PK-
          RT sebesar 5,05 persen; Komponen PK-P sebesar 4,48 persen; dan Komponen
          Ekspor Barang dan Jasa sebesar 3,18 persen. Sementara itu, Komponen


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                     10
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB
          menurut Pengeluaran) tumbuh sebesar 3,88 persen.

                         Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (persen)




          Sumber: BPS - Berita Resmi Statistik No.18/02/Th. XXIX, 5 Februari 2026

          Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada
          tahun 2025 tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian
          Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari
          separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,88 persen; diikuti oleh Komponen
          PMTB sebesar 28,77 persen; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
          22,85 persen; Komponen PK-P sebesar 7,53 persen; Komponen Perubahan
          Inventori sebesar 1,85 persen; dan Komponen PK-LNPRT sebesar 1,35 persen.
          Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang
          dalam PDB Pengeluaran memiliki peran sebesar 20,54 persen.

2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

          Pada tahun 2025, Pulau Jawa masih menunjukkan peranan yang kuat dalam
          perekonomian Indonesia, dengan kontribusi sebesar 56,93 persen. Posisi
          berikutnya ditempati oleh Pulau Sumatera (22,22 persen), Kalimantan (8,12
          persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa Tenggara (2,82 persen), serta
          Maluku dan Papua (2,69 persen). Ekonomi Indonesia secara spasial selama
          tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh kelompok provinsi.
          Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c) tertinggi
          sebesar 6,23 persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan
          Nusa Tenggara (4,87 persen), Pulau Sumatera (4,81 persen), dan Pulau
          Kalimantan (4,79 persen). Sementara itu, kelompok provinsi di Pulau Maluku
          dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44 persen.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                 11
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Gambar 2.1. Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, 2025




          Sumber: BPS - Berita Resmi Statistik No.18/02/Th. XXIX, 5 Februari 2026

2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)

          Indeks Harga Konsumen (IHK) hingga Juni 2026 tetap terjaga dalam kisaran
          sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi IHK Juni 2026 tercatat sebesar 3,34%
          (yoy). Inflasi inti tetap terkendali sejalan dengan ekspektasi inflasi yang
          terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang memadai, serta
          imported inflation yang terjaga melalui kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah
          dan konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia. Tekanan inflasi pada akhir
          Semester I 2026 terutama didorong oleh kelompok transportasi serta
          komoditas pangan (volatile food) seperti beras, cabai merah, dan bawang
          merah akibat faktor musiman dan gangguan cuaca di beberapa wilayah
          sentra produksi. Sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan
          Pemerintah terus diperkuat melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah
          (TPIP/TPID) serta penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
          (GNPIP).

          Tabel 2.8.     Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2020- 2026)

           Bulan          2020         2021       2022        2023        2024      2025    2026
           Januari         2,82       1,55         2,18        5,28       2,57       0.76    2,85
           Februari        2,57       1,38         2,06        5,47       2,75      -0,09    2,90
           Maret           2,48       1,37         2,64        4,97       3,05       1,03    3,05
           April           2,83       1,42         3,47        4,33       3,00       1,95    3,12
           Mei             3,32       1,68         3,55        4,00       2,84       1,60    3,18
           Juni            3,28       1,33         4,35        3,52       2,51       1,87    3,34
           Juli            3,32       1,52         4,94        3,08       2,13       2,37    -
           Agustus         3,49       1,59         4,69        3,27       2,12       2,31    -
           September       3,39       1,60         5,95        2,28       1,84       2,65    -
           Oktober         3,13       1,66         5,71        2,56       1,71       2,86    -
           November        3,00       1,75         5,42        2,86       1,55       2,71    -
           Desember        2,72       1,87         5,51        2,61       1,57       2,92    -

           Sumber: Data Inflasi Bulanan Bank Indonesia, 2026 (diolah)


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                            12
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah

          Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas
          nilai tukar Rupiah dari dampak peningkatan ketidakpastian pasar keuangan
          global. Nilai tukar Rupiah (JISDOR BI) pada 30 Juni 2026 tercatat berada
          pada level Rp17.899 per dolar AS. Tekanan terhadap pergerakan nilai tukar
          Rupiah selama paruh pertama tahun 2026 terutama dipengaruhi oleh
          tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, dinamika geopolitik, serta
          meluasnya sentimen risk-off yang memicu aliran keluar modal asing (capital
          outflow) dari negara berkembang. Pelemahan nilai tukar tersebut
          dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian
          pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh
          perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut
          memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank
          Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar
          NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
          kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
          dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.

2.3.2.5. Suku Bunga

          Kebijakan moneter Bank Indonesia pada 2026 diarahkan untuk memperkuat
          stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga inflasi dalam sasaran, serta tetap
          mendukung pertumbuhan ekonomi. Setelah mempertahankan BI-Rate sebesar
          4,75% pada awal tahun, Bank Indonesia menaikkan BI-Rate secara bertahap
          menjadi 5,25% pada Mei 2026 dan 5,75% pada Juni 2026. Selanjutnya, BI-
          Rate dipertahankan pada level 5,75% hingga September 2026, dengan suku
          bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.
          Penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan melalui optimalisasi
          intervensi di pasar offshore melalui NDF serta transaksi spot dan DNDF di
          pasar domestik, disertai penguatan instrumen moneter yang berorientasi
          pasar untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik.

          Dalam rangka menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan,
          Bank Indonesia tetap menjalankan kebijakan moneter yang mendukung
          ekspansi likuiditas melalui optimalisasi berbagai instrumen operasi moneter
          dan pembelian SBN di pasar sekunder secara terukur. Posisi instrumen SRBI
          tercatat sebesar Rp921,88 triliun pada 18 Mei 2026, dengan kepemilikan
          nonresiden sebesar Rp221,59 triliun atau 24,04% dari total outstanding,
          sebelum meningkatnya kembali posisi kepemilikan nonresiden menjadi
          Rp288,65 triliun atau 27,11% pada 20 Juli 2026. Sejalan dengan sinergi
          antara kebijakan moneter dan fiskal, pembelian SBN oleh Bank Indonesia
          sepanjang 2026 hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp195,25 triliun, termasuk
          pembelian di pasar sekunder sebesar Rp79,59 triliun. Pembelian SBN di
          pasar sekunder dilakukan secara terukur dan sesuai mekanisme pasar untuk
          menjaga kecukupan likuiditas sekaligus mendukung efektivitas transmisi
          kebijakan moneter.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                 13
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 tercatat sebesar 12,67%
          (yoy), meningkat dari 11,51% pada Mei 2026, sedangkan Dana Pihak Ketiga
          (DPK) tumbuh sebesar 10,21% (yoy). Dari sisi suku bunga, suku bunga deposito
          1 bulan tercatat sebesar 4,76% pada Juni 2026, sementara suku bunga
          kredit berada pada 8,81%. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa
          transmisi pelonggaran likuiditas dan kebijakan makroprudensial ke sektor
          perbankan terus berlangsung, meskipun efektivitas transmisi suku bunga dan
          percepatan penurunan suku bunga kredit tetap perlu diperkuat untuk
          mendukung peningkatan intermediasi perbankan dan pertumbuhan ekonomi.


2.3.3.    Gambaran Umum Industri Konstruksi

          Memasuki tahun 2026, industri konstruksi di Indonesia tetap memiliki peran
          strategis dalam perekonomian nasional seiring dengan berlanjutnya
          pembangunan infrastruktur, kawasan industri, fasilitas publik, perumahan,
          serta berbagai proyek investasi pemerintah dan swasta. Berdasarkan data
          Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi merupakan lapangan usaha
          terbesar keempat dalam struktur perekonomian Indonesia, dengan kontribusi
          sebesar 9,83% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2025.
          Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa sektor konstruksi tetap
          menjadi salah satu sektor utama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan
          pembangunan nasional.

          Pada tahun 2026, aktivitas konstruksi terus berjalan seiring dengan kebutuhan
          pembangunan dan pengembangan infrastruktur di berbagai wilayah
          Indonesia. BPS melalui Indikator Konstruksi Triwulan II-2026 terus memantau
          perkembangan sektor melalui Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan
          (SKTR), yang mencakup antara lain jumlah pekerja, upah dan balas jasa
          pekerja, serta nilai konstruksi yang diselesaikan oleh perusahaan konstruksi
          skala menengah dan besar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas
          konstruksi tetap menjadi bagian penting dalam mendukung pembentukan
          kapasitas ekonomi dan pembangunan fisik nasional.

          Dari sisi permintaan, industri konstruksi pada tahun 2026 masih ditopang oleh
          pembangunan infrastruktur transportasi, jalan dan jembatan, fasilitas utilitas,
          energi, kawasan industri, bangunan komersial, serta perumahan. Selain
          proyek pemerintah, permintaan jasa konstruksi juga berasal dari badan
          usaha milik negara dan sektor swasta. Diversifikasi sumber permintaan
          tersebut memberikan peluang bagi perusahaan konstruksi untuk
          mengembangkan portofolio proyek, meskipun tingkat permintaan dapat
          berbeda antarsegmen dan wilayah.

          Di sisi lain, pelaku industri konstruksi menghadapi tantangan berupa fluktuasi
          harga bahan bangunan, biaya tenaga kerja, biaya pembiayaan, serta risiko
          keterlambatan pelaksanaan dan pembayaran proyek. Perkembangan harga
          bahan bangunan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                  14
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          berpengaruh terhadap biaya pelaksanaan proyek dan margin perusahaan.
          Data BPS menunjukkan bahwa hingga Agustus 2026, Indeks Harga
          Perdagangan Besar (IHPB) kelompok konstruksi Indonesia mencapai 111,43,
          meningkat dibandingkan 104,16 pada Januari 2026. Kenaikan tersebut
          menunjukkan adanya peningkatan tingkat harga pada kelompok bahan
          bangunan/konstruksi sepanjang tahun berjalan.

          Selain tekanan biaya, persaingan dalam memperoleh proyek dan tuntutan
          terhadap efisiensi pelaksanaan pekerjaan menjadi faktor penting bagi
          perusahaan konstruksi pada tahun 2026. Perusahaan dituntut memiliki
          kemampuan dalam mengelola biaya, waktu penyelesaian, kualitas
          pekerjaan, serta risiko kontrak. Penggunaan teknologi konstruksi, digitalisasi
          proses kerja, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta penerapan
          prinsip pembangunan berkelanjutan juga semakin relevan dalam
          meningkatkan daya saing perusahaan.


2.3.4.    Analisa Prospek Usaha Perseroan

          Prospek usaha Perseroan didukung oleh komitmen Pemerintah dalam
          melanjutkan pembangunan infrastruktur nasional. Dalam APBN 2027, belanja
          negara ditetapkan sebesar Rp4.097,2 triliun, meningkat dari Rp3.842,7
          triliun pada APBN 2026, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6%.
          Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan terhadap bencana menjadi salah
          satu program prioritas Pemerintah. Meskipun demikian, pagu indikatif
          Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2027 sebesar Rp98,47 triliun masih
          berada di bawah kebutuhan yang diusulkan sebesar Rp219,81 triliun. Kondisi
          ini mendorong Perseroan untuk memperluas sumber perolehan kontrak, tidak
          hanya dari proyek APBN, tetapi juga dari proyek BUMN, swasta, dan skema
          Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

          Dari sisi kinerja operasional, Perseroan mencatatkan perolehan kontrak baru
          sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026, meningkat 118,4% dibandingkan
          Rp3,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sekitar 92% dari
          kontrak baru tersebut berasal dari lini usaha Engineering & Construction, dan
          hingga Agustus 2026 Perseroan menangani 117 proyek di sektor
          infrastruktur, gedung, perkeretaapian, energi, dan industri. Pada semester I
          2026, pendapatan Perseroan turun 18,35% menjadi Rp3,11 triliun. Namun,
          profitabilitas membaik: laba bruto naik 22,26% menjadi Rp700,42 miliar dan
          laba usaha naik 67,42% menjadi Rp316,17 miliar. Perbaikan ini
          mencerminkan peningkatan efisiensi dan selektivitas dalam pelaksanaan
          proyek.

          Perseroan saat ini menjalankan program transformasi untuk kembali fokus
          pada kompetensi intinya sebagai perusahaan konstruksi, sejalan dengan
          arahan pemegang saham. Program tersebut meliputi penyederhanaan
          struktur entitas usaha serta divestasi bertahap atas sejumlah entitas investasi

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                  15
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          hingga tahun 2027, termasuk divestasi 47,18% saham PT Jasamarga Jogja
          Solo senilai Rp1,77 triliun. Pada September 2026, Perseroan juga
          menandatangani Master Restructuring Agreement dengan para kreditur,
          didukung oleh PT Danantara Asset Manajemen (Persero), sehingga program
          restrukturisasi memasuki tahap implementasi. Langkah-langkah ini diharapkan
          memperkuat likuiditas, memperbaiki struktur permodalan, dan menjaga
          keberlanjutan usaha Perseroan.

          Perseroan juga menghadapi sejumlah tantangan. Per 30 Juni 2026, total
          liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp24,21 triliun, sementara kas dan
          setara kas sebesar Rp813,09 miliar dan arus kas operasi masih negatif.
          Kemampuan Perseroan mengonversi kontrak baru menjadi arus kas melalui
          pelaksanaan, penagihan, dan pembayaran proyek yang tepat waktu
          menjadi faktor kunci ke depan. Dengan dukungan program prioritas
          infrastruktur Pemerintah, pertumbuhan perolehan kontrak baru, serta
          penyelesaian restrukturisasi dan divestasi aset non-inti, Perseroan
          memandang prospek usahanya tetap positif dan berkelanjutan.


2.3.5.    Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

          Rencana Transaksi penjualan 1.714.808 saham atau setara 47,18%
          kepemilikan Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo kepada PT Sarana
          Multi Infrastruktur (Persero) dilakukan sebagai bagian dari program
          penataan dan streamlining portofolio investasi dan anak usaha Perseroan,
          sejalan dengan arahan pemegang saham agar Perseroan kembali fokus
          pada kompetensi intinya sebagai perusahaan konstruksi. Perseroan telah
          melakukan evaluasi atas portofolio investasinya dan memandang bahwa
          investasi pada sektor jalan tol tidak sejalan dengan kegiatan usaha utama
          Perseroan. Lebih lanjut, sejak dilakukannya adendum Perjanjian Pemegang
          Saham pada tahun 2025, pengendalian atas operasional dan keuangan PT
          Jasamarga Jogja Solo telah berada sepenuhnya di bawah PT Jasa Marga
          (Persero) Tbk, sehingga kepemilikan Perseroan saat ini bersifat sebagai
          investasi tanpa pengendalian.

          Selain itu, Rencana Transaksi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
          Perseroan melalui pelepasan aset non-inti (non-core asset) dan realisasi nilai
          investasi pada sektor jalan tol yang bersifat padat modal serta memiliki
          periode pengembalian investasi yang panjang. Dana yang diperoleh dari
          Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur
          permodalan Perseroan, serta digunakan sesuai dengan strategi investasi
          Perseroan untuk mendukung upaya restrukturisasi dan penyehatan keuangan
          Perseroan, sehingga menjadi aset yang lebih produktif dan memberikan nilai
          tambah yang lebih besar bagi Perseroan.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                 16
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari rangkaian divestasi
          bertahap atas sejumlah entitas investasi Perseroan yang tidak sejalan dengan
          kegiatan usaha utama. Pemilihan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
          sebagai pembeli mempertimbangkan kedudukannya sebagai Badan Usaha
          Milik Negara yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur dan
          memiliki kapasitas pendanaan jangka panjang, sehingga diharapkan dapat
          mendukung keberlanjutan pengelolaan dan pengembangan PT Jasamarga
          Jogja Solo sebagai bagian dari ekosistem infrastruktur jalan tol di Indonesia.

          Perseroan memastikan bahwa Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan
          prinsip kewajaran (arm's length principle), dengan mempertimbangkan hasil
          penilaian dari penilai independen dan tetap memperhatikan kepentingan
          Perseroan serta seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham publik,
          sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi afiliasi dan akan dilaksanakan
          setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan.


2.3.6.    Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
          Transaksi

          Keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
          adalah sebagai berikut:
           Perseroan memperoleh dana tunai sebesar Rp1.765.816.000.000 dari
            Rencana Transaksi penjualan 1.714.808 saham atau setara 47,18%
            kepemilikan Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo. Dana dan
            keuntungan dari hasil Rencana Transaksi akan digunakan oleh Perseroan
            untuk diinvestasikan dan/atau digunakan untuk mendukung kegiatan
            usaha utama serta upaya restrukturisasi dan penyehatan keuangan
            Perseroan sesuai strategi bisnis Perseroan, yang pada akhirnya akan
            meningkatkan nilai investasi para pemegang sahamnya.
           Perseroan berpotensi membukukan keuntungan atas pelepasan investasi
            apabila nilai transaksi lebih tinggi dibandingkan nilai tercatat investasi
            Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo, sehingga dapat berkontribusi
            positif terhadap laba Perseroan.
           Perseroan dapat memusatkan sumber daya dan permodalannya pada
            kegiatan usaha utama di bidang jasa konstruksi, sejalan dengan program
            penataan dan streamlining portofolio investasi dan anak usaha Perseroan.
           Dengan melepas kepemilikan saham pada PT Jasamarga Jogja Solo,
            Perseroan mengurangi eksposur pada investasi jalan tol yang bersifat
            padat modal dan memiliki periode pengembalian investasi yang
            panjang, sehingga likuiditas dan struktur permodalan Perseroan menjadi
            lebih kuat.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                 17
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
          sebagai berikut:
           Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
            muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya
            lembaga penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP,
            konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
            penilaian objek Rencana Transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai
            serta kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.


2.4.      Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
          Dalam skala historis analisis keuangan akan memberikan gambaran empiris
          aktivitas usaha yang tercermin dalam sajian kuantitatif pada laporan
          keuangan berupa posisi keuangan dan laporan laba rugi. Data empiris
          tersebut menjadikan titik tolak dalam menyusun proyeksi ke depan sebagai
          kerangka prediksi atas usaha yang dilakukan, setidak-tidaknya merupakan
          petunjuk dan arah dalam menyusun asumsi berbagai proyeksi dalam
          perkembangan usaha.


2.4.1.    Analisis Kinerja Historis Perseroan

          Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
          rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
          beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
          bersumber dari laporan keuangan audited Perseroan per 31 Desember 2021,
          31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024, 31 Desember
          2025 dan per 30 Juni 2026 disajikan sebagai berikut:

          Tabel 2.9. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
               Keterangan          2021          2022          2023          2024         2025        Juni 2026

          Aset Lancar             31.600.943   29.900.163    28.503.648    22.156.251    16.617.870   17.173.947
          Aset Tidak Lancar        8.299.395   10.086.255    11.882.482    12.489.341    12.176.070   10.325.471
          Total Aset              39.900.338   39.986.417    40.386.130    34.645.592    28.793.940   27.499.418
          Liabilitas J. Pendek    31.127.452   24.768.080    25.110.287    20.211.808    19.458.103   17.021.720
          Liabilitas J. Panjang    3.115.179    6.394.546     6.417.123     5.459.910     6.038.494    7.190.514
          Total Liabilitas        34.242.631   31.162.626    31.527.410    25.671.718    25.496.596   24.212.234
          Total Ekuitas            5.657.707    8.823.791     8.858.721     8.973.874     3.297.343    3.287.184
          Pendapatan              11.530.472   13.549.010    20.072.993    13.351.717     9.666.050    3.112.465
          Beban Pokok
                                  -9.774.046   -11.752.722   -17.750.066   -11.723.660   -8.616.501   -2.412.043
          Penjualan
          Laba Kotor               1.756.426    1.796.288     2.322.927     1.628.057     1.049.549      700.423
          Laba Usaha               1.121.061    1.069.920     1.444.125       702.101      179.487       316.173
          Laba Sebelum
                                     99.233       183.300       316.104       -34.492    -5.616.596       -7.116
          Pajak
          Laba Bersih                86.500       175.210       289.883       -60.096    -5.596.722      -10.159



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                      18
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Tabel 2.10. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
                    Keterangan         2022             2023     2024        2025       CAGR

          Aset Lancar                 -5,38%        -4,67%      -22,27%     -25,00%     -14,84%
          Aset Tidak Lancar           21,53%        17,81%       5,11%       -2,51%     10,06%
          Total Aset                   0,22%            1,00%   -14,21%     -16,89%     -7,83%
          Liabilitas J. Pendek        -20,43%           1,38%   -19,51%      -3,73%     -11,08%
          Liabilitas J. Panjang       105,27%           0,35%   -14,92%     10,60%      17,99%
          Total Liabilitas            -8,99%            1,17%   -18,57%      -0,68%     -7,11%
          Total Ekuitas               55,96%            0,40%    1,30%      -63,26%     -12,63%
          Pendapatan                  17,51%        48,15%      -33,48%     -27,60%     -4,31%
          Beban Pokok Penjualan       20,24%        51,03%      -33,95%     -26,50%     -3,10%
          Laba Kotor                   2,27%        29,32%      -29,91%     -35,53%     -12,08%
          Laba Usaha                  -4,56%        34,98%      -51,38%     -74,44%     -36,74%
          Laba Sebelum Pajak          84,72%        72,45%      -110,91%   -16183,76%   0,00%
          Laba Bersih                 102,55%       65,45%      -120,73%   -9212,97%    0,00%


2.4.1.1. Analisis Posisi Keuangan

          Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
          grafik berikut:

          Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)




          Sumber: Laporan Keuangan Perseroan (diolah)

           Total aset Perseroan tahun 2025 tercatat sebesar Rp28,79 triliun, lebih
            rendah sebesar 16,89% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar
            Rp34,64 triliun. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan kas dan
            setara kas, piutang usaha, piutang retensi, tagihan bruto kepada pemberi


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                             19
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


            kerja, persediaan, uang muka, biaya dibayar di muka, aset lancar
            lainnya, aset real estate, investasi pada ventura bersama, properti
            investasi, dan aset hak guna. Total aset Perseroan tahun 2021 sampai
            dengan 2025 mengalami penurunan setiap tahun, dengan laju
            pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
            sebesar 7,83% per tahun. Total aset Perseroan per 30 Juni 2026 tercatat
            sebesar Rp27,49 triliun.
           Total liabilitas Perseroan tahun 2025 tercatat sebesar Rp25,49 triliun,
            lebih rendah 0,68% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp25,67 triliun.
            Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan utang usaha, utang pajak,
            uang muka pemberi kerja, beban akrual, utang retensi, utang bank, utang
            obligasi, utang retensi, dan uang muka pemberi kerja. Total liabilitas
            Perseroan tahun 2021 sampai dengan 2025 mengalami penurunan setiap
            tahun, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
            Growth Rate/CAGR) sebesar 7,11% per tahun. Total liabilitas Perseroan
            per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp24,21 triliun.
           Total ekuitas Perseroan tahun 2025 tercatat sebesar Rp3,29 triliun lebih
            rendah 63,26% dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar
            Rp8,97 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan saldo laba
            Perseroan. Total ekuitas Perseroan tahun 2021 sampai dengan 2025
            mengalami penurunan setiap tahun, dengan laju pertumbuhan majemuk
            tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 12,63% per
            tahun. Total ekuitas Perseroan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp3,28
            triliun.

2.4.1.2. Analisis Laba Rugi

          Adapun perkembangan laba (rugi) Perseroan dapat terlihat pada grafik
          berikut ini:

          Grafik 2.2. Perkembangan Laba (Rugi) Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)




          Sumber: Laporan Keuangan Perseroan (diolah)


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham             20
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


           Pada tahun 2025, pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp9,66 triliun,
            lebih rendah sebesar 27,60% dibandingkan dengan tahun 2024 yang
            tercatat sebesar Rp13,35 triliun. Pendapatan Perseroan tahun 2021
            sampai dengan tahun 2025 mengalami penurunan setiap tahun, dengan
            laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
            sebesar 4,31% per tahun. Total pendapatan Perseroan per 30 Juni 2026
            tercatat sebesar Rp3,11 triliun.
           Laba usaha Perseroan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp179,48 miliar
            lebih rendah sebesar 74,44% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat
            sebesar Rp702,10 miliar. Peningkatan laba usaha Perseroan disebabkan
            oleh peningkatan pendapatan Perseroan. Laba usaha Perseroan tahun
            2021 sampai dengan tahun 2025 mengalami penurunan setiap tahunnya,
            dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
            Rate/CAGR) sebesar 36,74% per tahun. Total laba usaha Perseroan per
            30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp316,17 miliar.
           Pada tahun 2025 Perseroan mencatatkan kerugian yang ditunjukkan dari
            riugi bersih sebesar Rp5,59 triliun lebih tinggi 9.212,97% dibandingkan
            tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp60,09 miliar. Total rugi Perseroan
            per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp10,15 miliar.


2.4.2.    Analisis Rasio Keuangan

          Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, 31
          Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024, 31 Desember
          2025 dan 30 Juni 2026 dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.11. Rasio Keuangan Perseroan
          Rasio Likuiditas                         2021    2022    2023     2024     2025      Juni 2026
          Rasio Lancar (x)                         1,02     1,21   1,14     1,10      0,85       1,01
          Rasio Cepat (x)                          0,78     0,93   0,90     0,79      0,62       0,73
          Rasio Kas (x)                            0,10     0,18   0,18     0,11      0,09       0,05
          Rasio Aktivitas
          Rasio Perputaran Piutang Usaha (Hari)    86        80    122      63        47         242
          Rasio Perputaran Persediaan (Hari)       278      217    121      192       196        707
          Rasio Perputaran Utang Usaha (Hari)      464      339    168      225       275       1.014
          Rasio Leverage
          Rasio Liabilitas terhadap Aset (%)      85,82% 77,93% 78,06% 74,10%       88,55%      88,05%
          Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%)   605,24% 353,17% 355,89% 286,07%   773,25%    736,56%
          Rasio Profitabilitas
          Margin Laba Bruto (%)                   15,23%   13,26% 11,57%   12,19%   10,86%     22,50%
          Margin Laba (Rugi) Usaha (%)            9,72%    7,90%   7,19%   5,26%     1,86%     10,16%
          Margin Laba (Rugi) Bersih (%)           0,75%    1,29%   1,44%   -0,45%   -57,90%    -0,33%
          Rasio Pengembalian terhadap Jumlah
                                                  0,22%    0,44%   0,72%   -0,17%   -19,44%     -0,04%
          Aset (%)
          Rasio Pengembalian terhadap Jumlah
                                                  1,53%    1,99%   3,27%   -0,67%   -169,73%    -0,31%
          Ekuitas (%)
          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                 21
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan per 31 Desember
          2025 adalah sebagai berikut:

           Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
            memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
            kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka
            pendek (pada saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan per 31
            Desember 2025 adalah 0,85 kali, hal ini menunjukkan Perseroan belum
            mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek. Quick Ratio
            (rasio cepat) Perseroan adalah 0,62 kali per 31 Desember 2025 dan rasio
            kas Perseroan adalah 0,09 kali.
           Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana
            yang tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
            Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan
            dan laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan per 31
            Desember 2025 adalah 47 hari, perputaran persediaan adalah 196 hari
            dan rasio perputaran utang usaha adalah 275 hari.
           Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu
            perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek
            maupun jangka panjang. Nilai solvabilitas Perseroan dilihat dari Liabilitas
            to Total Asset Ratio, yaitu sebesar 88,55% per 31 Desember 2025.
            Sementara pada Liabilitas to Equity Ratio Perseroan per 31 Desember
            2025 yaitu sebesar 773,25%, maka operasional bisnis lebih banyak
            dibiayai oleh pinjaman pihak luar dibanding modal sendiri.
           Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu
            perusahaan diukur dengan keberhasilan menggunakan asetnya secara
            produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan juga dapat
            diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah
            pajak dengan jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu
            Rate of Return on Equity (ROE) per 31 Desember 2025 sebesar -169,73%.
            Rate of Return on Asset (ROA) yang membandingkan laba setelah pajak
            dengan total aset sebesar -19,44% per 31 Desember 2025. Sedangkan
            Net Profit Margin per 31 Desember 2025 sebesar -57,90%. Hal ini
            menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu memberikan tingkat
            pengembalian untuk investor atau pemegang saham.


2.4.3.    Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan

          Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
          yang diperoleh dari manajemen Perseroan:




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                22
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.4.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan untuk periode yang
            berakhir pada 2031.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
            normalisasi.
          Tabel 2.12. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Sebelum Rencana Transaksi (Jutaan
                               Rupiah)
                                         2026        2027         2028         2029         2030         2031
               Keterangan
                                     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
           Aset Lancar              8.059.872    6.427.156    6.528.864    6.379.329    6.529.686    4.237.731
           Aset Tidak Lancar        9.232.916    9.311.881    9.331.225    9.705.951    9.834.062    9.443.246

           Total Aset              17.292.788   15.739.036   15.860.089   16.085.280   16.363.748   13.680.978
           Liabilitas J.
                                    5.082.253    5.423.091    5.811.522    5.904.894    6.029.256    5.988.140
           Pendek
           Liabilitas J.
                                    7.618.499    6.074.994    6.180.751    6.250.538    6.361.535    3.215.441
           Panjang
           Total Liabilities       12.700.752   11.498.085   11.992.274   12.155.432   12.390.792    9.203.581

           Total Ekuitas            4.592.035    4.240.952    3.867.815    3.929.848    3.972.956    4.477.396
          Sumber: Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2026 sampai dengan tahun 2031 mengalami penurunan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 13,83% per tahun. Penurunan tersebut
          berasal dari kas setara kas, piutang usaha dan tagihan bruto.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2026 sampai
          dengan tahun 2031 mengalami penurunan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 18,44% per tahun. Penurunan tersebut berasal dari utang usaha,
          utang retensi, utang bruto, utang lainnya, utang bank dan Lembaga keuangan
          lainnya.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2026 sampai
          dengan tahun 2031 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 6,31% per tahun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya
          penurunan akumulasi kerugian Perseroan.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                        23
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.4.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
          Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada
             2031.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
             normalisasi.

          Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Setelah Rencana Transaksi (Jutaan
                      Rupiah)
                                    2026         2027         2028         2029         2030         2031
               Keterangan
                                 Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
           Aset Lancar          8.044.872    6.284.007    6.388.225    6.241.200    6.394.067    5.150.533

           Aset Tidak Lancar    9.232.916    9.311.881    9.331.225    9.705.951    9.834.062    8.705.836

           Total Aset          17.277.788   15.595.888   15.719.450   15.947.151   16.228.128   13.856.369
           Liabilitas J.
                                5.331.391    5.420.581    5.809.013    5.902.384    6.026.747    5.988.140
           Pendek
           Liabilitas J.
                                7.438.007    5.886.864    5.978.136    6.032.135    6.125.926    3.215.441
           Panjang
           Total Liabilities   12.769.398   11.307.445   11.787.149   11.934.519   12.152.673    9.203.581

           Total Ekuitas        4.508.390    4.288.443    3.932.301    4.012.632    4.075.455    4.652.788
          Sumber: Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2026 sampai dengan tahun 2031 mengalami penurunan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 13,61% per tahun. Penurunan tersebut
          berasal dari kas setara kas, piutang usaha, tagihan bruto, aset lancar lainnya
          dan aset tetap.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2026 sampai
          dengan tahun 2031 mengalami penurunan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 18,44% per tahun. Penurunan tersebut berasal dari utang usaha,
          utang retensi, utang bruto, utang lainnya, utang bank dan lembaga keuangan
          lainnya dan liabilitas imbalan pascakerja.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2026 sampai
          dengan tahun 2031 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 7,13% per tahun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya
          penurunan akumulasi kerugian Perseroan.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                    24
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.4.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:

          1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
             Perseroan untuk periode 2026-2031.
          2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi.
          3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
             Rencana Transaksi adalah -4,38% per tahun selama masa proyeksi.
          4. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 9,67% per tahun
             selama masa proyeksi.
          5. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 5,05% per tahun
             selama masa proyeksi.

          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana Transaksi:

          Tabel 2.14. Proyeksi Laba Rugi Perseroan Sebelum Rencana Transaksi (Dalam
                      Jutaan Rupiah)
                                        2026          2027         2028         2029         2030         2031
                 Keterangan
                                     Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
           Pendapatan              6.637.832     6.973.950    5.949.580    5.729.526    5.914.325    7.727.697
           Beban Pokok Penjualan   -6.116.607    -6.414.569   -5.471.252   -5.261.249   -5.332.303   -7.080.239

           Laba Kotor                521.225       559.381      478.328      468.277      582.021      647.458

           Laba (Rugi) Usaha        -179.299      -125.503     -221.937     -253.001     -168.212      284.796
           Laba (Rugi) Sebelum
                                    -248.672      -351.084     -373.136       62.033       43.108      429.561
           Pajak
           Laba (Rugi) bersih      2.207.820      -351.084     -373.136       62.033       43.108      504.441
          Sumber: Manajemen Perseroan (diolah)

2.4.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:

            1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
               Perseroan untuk periode 2026-2031.
            2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Rencana Transaksi.
            3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
               Rencana Transaksi adalah -4,38% per tahun selama masa proyeksi.
            4. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 9,67% per tahun
               selama masa proyeksi.
            5. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 5,47% per tahun
               selama masa proyeksi.

          Berikut ini disajikan proyeksi laba (rugi) Perseroan setelah Rencana Transaksi:




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                       25
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Tabel 2.15. Proyeksi laba (rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi (Dalam
                      Jutaan Rupiah)
                                               2026           2027             2028           2029          2030            2031
                 Keterangan
                                          Proyeksi       Proyeksi           Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi
           Pendapatan                   6.637.832       6.973.950          5.949.580      5.729.526    5.914.325    7.727.697

           Beban Pokok Penjualan       -6.116.607      -6.414.569       -5.471.252       -5.261.249    -5.332.303   -7.080.239

           Laba Kotor                     521.225        559.381            478.328        468.277       582.021      647.458

           Laba (Rugi) Usaha             -194.299        -125.503          -221.937       -253.001      -168.212      284.796
           Laba (Rugi) Sebelum
                                         -263.672        -340.936          -356.141         80.330        62.824      444.935
           Pajak
           Laba (Rugi) bersih           2.124.174        -219.947          -356.141         80.330        62.824      577.333
          Sumber: Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi laba (rugi) Perseroan di atas, tidak terjadi perubahann
          setelah Rencana Transaksi.


2.4.4.    Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan

          Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
          analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
          berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
          laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
          periode tertentu.

          Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
          Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
          berikut:

2.4.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa proyeksi
          dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.16. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
          Rasio Likuiditas                             2026          2027         2028         2029        2030       2031
          Rasio Lancar (x)                             1,59          1,19         1,12         1,08        1,08       0,71
          Rasio Cepat (x)                              1,56          1,16         1,10         1,05        1,06       0,68
          Rasio Kas (x)                                0,09          (0,25)       -0,18        -0,20       -0,12      -0,31
          Rasio Aktivitas
          Rasio Perputaran Piutang Usaha (Day)         261           255          285           294         262       147
          Rasio Perputaran Persediaan (Day)             9              9           10           11          11          8
          Rasio Perputaran Utang Usaha (Day)           140           102          118           123         122        84
          Rasio Leverage
          Rasio Liabilitas terhadap Aset (%)          73,45%     73,05%          75,61%       75,57%      75,72%    67,27%
          Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%)       276,58% 271,12% 310,05% 309,31% 311,88% 205,56%




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                                        26
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Rasio Likuiditas                      2026    2027     2028     2029     2030      2031
          Rasio Profitabilitas
          Margin Laba Bruto (%)                7,85%    8,02%    8,04%    8,17%    9,84%    8,38%
          Margin Laba (Rugi) Usaha (%)         -2,70%   -1,80%   -3,73%   -4,42%   -2,84%   3,69%
          Margin Laba (Rugi) Bersih (%)        33,26%   -5,03%   -6,27%   1,08%    0,73%    6,53%
          Rasio Pengembalian terhadap Jumlah
                                               12,77%   -2,23%   -2,35%   0,39%    0,26%    3,69%
          Aset (%)
          Rasio Pengembalian terhadap Jumlah
                                               48,08%   -8,28%   -9,65%   1,58%    1,09%    11,27%
          Ekuitas (%)


           Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
            memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
            kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka
            pendek (pada saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan selama
            masa proyeksi adalah rata-rata 1,13 kali, hal ini menunjukkan Perseroan
            mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek. Quick Ratio
            (rasio cepat) Perseroan adalah 1,10 kali selama masa proyeksi, hal ini
            menunjukkan Perseroan mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa
            persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya.
           Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana
            yang tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
            Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan
            dan laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan selama masa
            proyeksi adalah 250 hari, perputaran persediaan adalah 9 hari dan rasio
            perputaran utang usaha adalah 114 hari.
           Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu
            perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek
            maupun jangka panjang. Nilai solvabilitas Perseroan dilihat dari Liabilitas
            to Total Asset Ratio, yaitu sebesar 73,45% selama masa proyeksi.
            Sementara pada Liabilitas to Equity Ratio Perseroan selama masa proyeksi
            yaitu sebesar 280,75% yang menunjukkan hutang/kewajiban perusahaan
            lebih besar daripada seluruh ekuitas yang dimilikinya, sehingga dalam
            kondisi yang tidak diinginkan (misalnya pailit), perusahaan belum mampu
            melunasi seluruh hutang/kewajibannya.
           Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu
            perusahaan diukur dengan keberhasilan menggunakan asetnya secara
            produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan juga dapat
            diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah
            pajak dengan jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu
            Rate of Return on Equity (ROE) selama masa proyeksi sebesar 7,35 %. Rate
            of Return on Asset (ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak
            dengan total aset sebesar 2,09% selama masa proyeksi. Sedangkan rata
            – rata Net Profit Margin selama masa proyeksi sebesar 5,05%. Hal ini
            menunjukkan bahwa perusahaan mampu memaksimalkan modal dan
            memberikan tingkat pengembalian yang cukup untuk investor atau
            pemegang saham.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                            27
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.4.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa proyeksi
          dapat dilihat pada tabel berikut:
          Tabel 2.17. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
          Rasio Likuiditas                         2026      2027      2028      2029      2030      2031
          Rasio Lancar (x)                         1,51      1,16      1,10      1,06      1,06      0,86
          Rasio Cepat (x)                          1,48      1,13      1,07      1,03      1,04      0,83
          Rasio Kas (x)                            0,08      0,01      0,07      0,04      0,12      0,10
          Rasio Aktivitas
          Rasio Perputaran Piutang Usaha (Day)     261       255        285      294       262        147
          Rasio Perputaran Persediaan (Day)         9         9         10        11        11         8
          Rasio Perputaran Utang Usaha (Day)       140       102        118      123       122        84
          Rasio Leverage
          Rasio Liabilitas terhadap Aset (%)      73,91%    72,50%    74,98%    74,84%    74,89%    66,42%
          Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%)   283,24%   263,67%   299,75%   297,42%   298,19%   197,81%
          Rasio Profitabilitas
          Margin Laba Bruto (%)                   7,85%     8,02%     8,04%     8,17%     9,84%      8,38%
          Margin Laba (Rugi) Usaha (%)            -2,93%    -1,80%    -3,73%    -4,42%    -2,84%     3,69%
          Margin Laba (Rugi) Bersih (%)           32,00%    -3,15%    -5,99%    1,40%     1,06%      7,47%
          Rasio Pengembalian terhadap Jumlah      12,29%    -1,41%    -2,27%    0,50%     0,39%      4,17%
          Aset (%)
          Rasio Pengembalian terhadap Jumlah
                                                  47,12%    -5,13%    -9,06%    2,00%     1,54%     12,41%
          Ekuitas (%)


          Rasio keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami
          perubahan, hal ini mengindikasikan bahwa Rencana Transaksi tersebut
          memberikan dampak finansial yang material terhadap keuangan Perseroan.


2.4.5.    Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana
          Transaksi

          Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
          Rencana Transaksi Divestasi Saham yang dipersiapkan oleh manajemen
          Perseroan sebagai berikut:

2.4.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan

          Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi dengan adanya
          Divestasi Saham:




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                       28
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Tabel 2.18. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah)
                                                   Nilai Buku Sebelum                        Proforma Setelah
                                                                           Penyesuian
                         KETERANGAN                Rencana Transaksi                        Rencana Transaksi
                                                                            Proforma
                                                   30 Juni 2026                                30 Juni 2026
           ASET
           Aset Lancar
               Kas dan bank                         813.095.888.019    1.765.816.000.00    2.578.911.888.109
               Piutang usaha                      2.064.420.405.740                   -    2.064.420.405.740
               Piutang retensi                    1.000.844.192.549                   -    1.000.844.192.549
                Tagihan bruto kepada pemberi
                                                  4.724.177.382.146                    -   4.724.177.382.146
                pekerja
               Persediaan                         4.669.536.884.471                    -   4.669.536.884.471
                Aset tidak lancar yang dimiliki
                                                  1.523.433.445.292    (1.523.433.445.2)                   -
                untuk dijual
               Uang muka                            274.478.747.536                    -    274.478.747.536
               Persediaan                           263.043.234.074                    -    263.043.234.074
               Pajak lain-lain dibayar dimuka       263.308.253.788                    -    263.308.253.788
                Aset keuangan dari kontrak
                                                    362.568.529.951                    -    362.568.529.951
                konsesi
               Aset lancar lainnya                 1.215.040.159.355                 - 1.215.040.159.355
                Jumlah Aset Lancar                 17.173.947.122.921   242.382.554.708 17.416.329.677.629

           Aset Tidak Lancar
               Aset real estat                    3.107.759.971.790                    -   3.107.759.971.790
                Aset keuangan dari kontrak
                                                  1.312.357.433.751                    -   1.312.357.433.751
                konsesi
               Investasi pada entitas asosiasi       663.413.779.934                   -    663.413.779.934
               Investasi pada ventura bersama      1.142.357.615.185                   - 1.142.357.615.185
               Properti investasi                  1.148.445.000.000                   - 1.148.445.000.000
               Aset tetap                          2.039.311.075.453                   - 2.039.311.075.453
               Aset hak guna                          25.295.629.662                   -     25.295.629.662
               Investasi jangka panjang lainnya       31.919.416.514                   -     31.919.416.514
               Aset pajak tangguhan                   33.036.197.395                   -     33.036.197.395
               Aset tidak lancar lainnya             821.574.498.553                   -    821.574.498.553
                Jumlah Aset Lancar                 10.325.470.618.237                   - 10.325.470.618.237

           TOTAL ASET                              27.499.417.741.158                   - 27.499.417.741.158

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Liabilitas Jangka Pendek
                Utang bank dan Lembaga
                                                  1.966.072.247.654                    -   1.966.072.247.654
                keuangan lainnya
               Utang usaha                        6.703.582.550.820                    -   6.703.582.550.820
               Utang bruto subkontraktor          2.327.876.876.005                    -   2.327.876.876.005
               Utang pajak                          705.595.450.152                    -     705.595.450.152
               Uang muka pemberi kerja              612.458.924.449                    -     612.458.924.449
               Pendapatan diterima di muka        2.033.192.000.982                    -   2.033.192.000.982
               Beban aktual                       1.756.594.303.896                    -   1.756.594.303.896
               Utang retensi                        533.026.892.296                    -     533.026.892.296
               Utang Bank Jangka panjang             72.745.647.108                           72.745.647.108
                Surat utang jangka menengah                       -                    -                   -
                Utang obligasi                       15.615.346.240                    -      15.615.346.240
               Liabilitas jangka pendek lainnya     266.587.279.549                    -     266.587.279.549
               Liabilitas imbalan kerja              28.372.308.224                    -      28.372.308.224



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                       29
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                                                 Nilai Buku Sebelum                        Proforma Setelah
                                                                         Penyesuian
                       KETERANGAN                Rencana Transaksi                        Rencana Transaksi
                                                                          Proforma
                                                 30 Juni 2026                                30 Juni 2026
                Jumlah Liabilitas Jangka
                                                 17.021.719.827.375                   - 17.021.719.827.375
                Pendek

           Liabilitas Jangka Panjang
               Utang retensi                     183.496.095.050                         183.496.095.050
               Uang muka pemberi kerja             21.451.883.140                    -     21.451.883.140
                Utang bank dan Lembaga
                                                 2.511.194.895.596                   -   2.511.194.895.596
                lainnya
               Utang ventura bersama               274.961.626.786                   -     274.961.626.786
               Utang obligasi                    3.145.235.497.834                   -   3.145.235.497.834
               Sukuk ijarah                       319.067.958.558                    -    319.067.958.558
               Liabilitas imbalan kerja           412.621.661.066                    -    412.621.661.066
               Liabilitas pajak tangguhan           36.278.284.255                   -     36.278.284.255
               Liabilitas jangka Panjang
                                                  7.190.513.887.257                   -   7.190.513.887.257
                lainnya
                Jumlah Liabiitas Jangka
                                                 24.212.233.714.632                   - 24.212.233.714.632
                Panjang

           JUMLAH LIABILITAS                     24.212.233.714.632                   - 24.212.233.714.632

           EKUITAS
               Modal saham                         840.760.897.900                   -     840.760.897.900
               Tambahan modal disetor            4.755.656.134.234                   -   4.755.656.134.234
               Selisih kurs karena penjabaran
                                                     71.328.744.422                   -     71.328.744.422
                laporan keuangan valas
               Saldo laba:                      (3.643.557.540.825)   242.382.554.708 (3.643.557.540.825)
               Komponen ekuitas lainnya             822.154.104.065                 -    822.154.104.065
               Kepentingan nonpengendali            440.841.686.731                 -    440.841.686.731
                TOTAL EKUITAS                      3.287.184.026.527   242.382.554.708 3.287.184.026.527

           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS         27.499.417.741.159    242.382.554.708 27.499.417.741.159
          Sumber: Laporan Proforma dari Manajemen




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                     30
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian
          sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi :

          1. Kas dan setara kas naik dari Rp813,1 miliar menjadi Rp2.578,9 miliar,
             bertambah Rp1.765,8 miliar dari hasil divestasi.
          2. Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual sebesar Rp1.523,4 miliar (nilai
             tercatat 47,18% saham JMJ) menjadi nol.
          3. Total aset naik dari Rp27.499,4 miliar menjadi Rp27.741,8 miliar, naik
             Rp242,4 miliar, yaitu selisih harga jual dengan nilai tercatat. Aset tidak
             lancar tetap Rp10.325,5 miliar.
          4. Liabilitas tetap Rp24.212,2 miliar, karena proforma belum
             mengasumsikan dana dipakai untuk melunasi utang. Rasio lancar hanya
             naik dari sekitar 1,01x menjadi 1,02x.
          5. Ekuitas menguat dari Rp3.287,2 miliar menjadi Rp3.529,6 miliar (naik
             sekitar 7,4%). Defisit saldo laba turun dari Rp3.643,6 miliar menjadi
             Rp3.401,2 miliar, dan rasio utang terhadap ekuitas turun dari sekitar
             7,37x menjadi 6,86x.

2.4.5.2. Proforma Laporan Laba (Rugi)

          Tabel 2.19. Proforma Laba (Rugi) (Dalam Rupiah)
                                             Nilai Buku Sebelum                       Proforma Setelah
                                                                    Penyesuian
                   KETERANGAN                Rencana Transaksi                       Rencana Transaksi
                                                                     Proforma
                                                30 Juni 2026                            30 Juni 2026
           PENDAPATAN                         3.112.465.261.366                  -     3.112.465.261.366
           BEBAN POKOK PENDAPATAN           (2.412.042/638.763)                  -   (2.412.042/638.763)
           LABA BRUTO                           700.422.622.603                  -       700.422.622.603
           Beban penjualan                       (6.509.319.306)                 -        (6.509.319.306)
           Beban umum dan administrasi        (377.740.096.251)                  -     (377.740.096.251)
           Rugi atas pelepasan aset tetap                                        -
           LABA (RUGI) USAHA                   316.173.207.046                   -       316.173.207.046
           Pendapatan (beban) lain-lain      (323.289.132.724)     242.382.554.708      (80.906.578.016)
           LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK            (7.115.925.678)                  -        (7.115.925.678)
           LABA BERSIH                         (10.159.111.845)    242.382.554.708      (10.159.111.845)


          Berdasarkan proforma laba rugi diatas terdapat penyesuaian sebelum
          Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi :

          1. Kas dan setara kas naik dari Rp813,1 miliar menjadi Rp2.578,9 miliar,
             bertambah Rp1.765,8 miliar dari hasil divestasi.
          2. Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual sebesar Rp1.523,4 miliar (nilai
             tercatat 47,18% saham JMJ) menjadi nol.
          3. Total aset naik dari Rp27.499,4 miliar menjadi Rp27.741,8 miliar, naik
             Rp242,4 miliar, yaitu selisih harga jual dengan nilai tercatat. Aset tidak
             lancar tetap Rp10.325,5 miliar.
          4. Liabilitas tetap Rp24.212,2 miliar, karena proforma belum mengasumsikan
             dana dipakai untuk melunasi utang. Rasio lancar hanya naik dari sekitar
             1,01x menjadi 1,02x.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                 31
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          5. Ekuitas menguat dari Rp3.287,2 miliar menjadi Rp3.529,6 miliar (naik
             sekitar 7,4%). Defisit saldo laba turun dari Rp3.643,6 miliar menjadi
             Rp3.401,2 miliar, dan rasio utang terhadap ekuitas turun dari sekitar
             7,37x menjadi 6,86x


2.4.6.    Analisis Inkremental

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
          melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara
          lain sebagai berikut:
           Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari Rencana
             Transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
             keuangan Perseroan;
           Biaya atau pendapatan yang relevan;
           Informasi non-keuangan yang relevan;
           Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
             Rencana Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

2.4.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
          melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan
          proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum
          dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana
          Transaksi.

          Tabel 2.20. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                   2026         2027           2028         2029         2030         2031
               Keterangan
                                Proyeksi     Proyeksi       Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
           Total Aset
           Sebelum Rencana
                              17.292.788   15.739.036     15.860.089   16.085.280   16.363.748   13.680.978
           Transaksi
           Setelah Rencana
                              17.277.788   15.595.888     15.719.450   15.947.151   16.228.128   13.856.369
           Transaksi
           Selisih               -15.000    -143.148        -140.639    -138.129     -135.620      175.391

           Total Liabilitas
           Sebelum Rencana
                              12.700.752   11.498.085     11.992.274   12.155.432   12.390.792    9.203.581
           Transaksi
           Setelah Rencana
                              12.769.398   11.307.445     11.787.149   11.934.519   12.152.673    9.203.581
           Transaksi
           Selisih               68.646     -190.640        -205.125    -220.913     -238.119             -
           Total Ekuitas
           Sebelum Rencana
                               4.592.035    4.240.952      3.867.815    3.929.848    3.972.956    4.477.396
           Transaksi
           Setelah Rencana
                               4.508.390    4.288.443      3.932.301    4.012.632    4.075.455    4.652.788
           Transaksi
           Selisih               -83.645      47.491         64.486       82.784      102.499      175.392
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                     32
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total aset Perseroan sebelum
          Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp17,29 triliun pada tahun
          2026 menjadi Rp13,68 triliun pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total
          aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
          Rp17,27 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp13,85 triliun pada tahun 2030.
          Tidak perubahan total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat
          pelepasan/divestasi kepemilikan saham.

          Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total Liabilitas Perseroan
          sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp12,70 triliun
          pada tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada tahun 2031. Selanjutnya,
          proyeksi total Liabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp12,76 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada
          tahun 2031. Terdapat perubahan Total Liabilitas Perseroan sebelum dan
          setelah Rencana Transaksi.

          Proyeksi total Ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp4,59 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp4,47 triliun pada
          tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana
          Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4,50 triliun pada tahun 2026
          menjadi Rp4,65 triliun pada tahun 2031.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
          sebelum dan setelah Rencana Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi
          nilai tambah.

          Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
          laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
          dilakukannya Rencana Transaksi.

                                   2026         2027         2028         2029         2030         2031
                 Keterangan
                                Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
           Pendapatan
           Sebelum Rencana
                               6.637.832   6.973.950    5.949.580    5.729.526    5.914.325    7.727.697
           Transaksi
           Setelah Rencana
                               6.637.832   6.973.950    5.949.580    5.729.526    5.914.325    7.727.697
           Transaksi
           Selisih                     -            -            -            -            -            -
           Beban Pokok
           Penjualan
           Sebelum Rencana
                              -6.116.607   -6.414.569   -5.471.252   -5.261.249   -5.332.303   -7.080.239
           Transaksi
           Setelah Rencana
                              -6.116.607   -6.414.569   -5.471.252   -5.261.249   -5.332.303   -7.080.239
           Transaksi
           Selisih                     -            -            -            -            -            -
           Laba Kotor
           Sebelum Rencana
                                521.225      559.381      478.328      468.277      582.021      647.458
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                521.225      559.381      478.328      468.277      582.021      647.458
           Transaksi
           Selisih                     -            -            -            -            -            -



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                                   33
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


           Laba (Rugi) Usaha
           Sebelum Rencana
                                 -179.299    -125.503   -221.937   -253.001   -168.212   284.796
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                 -194.299    -125.503   -221.937   -253.001   -168.212   284.796
           Transaksi
           Selisih                 -15.000          -          -          -          -         -
           Laba (Rugi) Sebelum
           Pajak
           Sebelum Rencana
                                 -248.672    -351.084   -373.136    62.033     43.108    429.561
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                 -263.672    -340.936   -356.141    80.330     62.824    444.935
           Transaksi
           Selisih                 -15.000    10.148     16.995     18.297     19.716     15.374

           Laba (Rugi) Bersih
           Sebelum Rencana
                                 2.207.820   -351.084   -373.136    62.033     43.108    504.441
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                 2.124.174   -219.947   -356.141    80.330     62.824    577.333
           Transaksi
           Selisih                 -83.646   131.137     16.995     18.297     19.716     72.892


          Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
          masing adalah sebesar Rp6,63 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp7,72 triliun
          pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah Penjualan Perseroan setelah
          Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp6,63 triliun pada tahun
          2026 menjadi Rp7,72 triliun pada tahun 2031. Tidak terdapat perubahan
          pada Penjualan Perseroan setelah Rencana Transaksi.

          Proyeksi Laba Bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp2,12 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp504,44 miliar
          pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah Laba Bersih Perseroan setelah
          Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp2,12 triliun pada tahun
          2026 menjadi Rp577,33 miliar pada tahun 2031. Terdapat perubahan pada
          Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laba rugi tersebut di atas, sebelum
          dan setelah Rencana Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi nilai
          tambah karena Rencana Transaksi.

2.4.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan

          Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
          dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap tetapi tidak
          terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau kompensasi untuk notaris,
          penasehat hukum, sekuritas dan lainnya.

2.4.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan

           Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
            Berdasarkan kegiatan usaha yang telah dipaparkan, Produk dan jasa
            yang dihasilkan Perseroan yaitu Engineering dan konstruksi, properti dan



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                          34
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


             hospitality, manufaktur, dan investasi dan konsesi. dengan uraian masing-
             masing jenis usaha sebagai berikut:

             1. Engineering dan Konstruksi
                a) Konstruksi seluruh sektor bangunan gedung;
                b) Konstruksi seluruh sektor bangunan sipil (di antaranya kontruksi
                   jalan, jembatan, jalan dan jembatan kereta api, pelabuhan,
                   dermaga, bendungan, bagunan pengelolaan air bersih dan
                   limbah, stasiun, dan lain-lain);
                c) Pekerjaan mekanikal serta elektrikal;
                d) Pembangunan sarana dan prasarana perkeretaapian;

             2. Properti dan Hospitality
                Dalam menjalankan bisnis properti, Perseroan mengembangkan
                kawasan gedung bertingkat (highrise building), baik untuk komersial,
                perkantoran maupun hunian (apartment), dan hotel. Selain itu,
                Perseroan turut mengembangkan kawasan hunian yang berkualitas,
                landed house, rumah kantor (rukan), rumah toko (ruko) dan pusat
                perbelanjaan (mall) baik itu dalam pengembangan lahan maupun
                dalam pengembangandesain pemukiman dengan konsep Transit
                Oriented Development (TOD), yaitu pengembangan properti yang
                terintegrasi dengan stasiun LRT yang saat ini sedang dibangun oleh
                Perseroan.

             3. Manufaktur
                Produk yang dihasilkan Perseroan pada segmen ini adalah beton
                pracetak. Adapun proyek-proyek yang telah menggunakan beton
                pracetak yang diproduksi Perseroan melalui entitas anak usaha, yaitu
                PT Adhi Persada Beton, antara lain Precast Concrete Piles, Precast
                Concrete Sheet Pile, Precast Concrete Railways, Precast Concrete
                Building, Precast Concrete Bridge, Precast Concrete Marine, Precast
                Concrete Drainage, dan Precast Concrete lainnya.

             4. Investasi dan Konsesi
                Komitmen Perseroan untuk tumbuh secara berkelanjutan salah satunya
                diwujudkan melalui pengembangan kegiatan bisnis investasi dan
                konsesi. Segmen bisnis ini dijalankan oleh Perseroan dengan skema
                Private Project Partnership (PPP) atau Kerja sama Pemerintah dan
                Badan Usaha (KPBU) melalui penyertaan modal mandiri dari Perseroan
                maupun dengan melakukan pembentukan usaha patungan antara
                Perseroan dengan perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan ekuitas.
             Sumber : Laporan Tahunan Perseroan (diolah)

           Keunggulan Kompetetif
            Sebagai salah satu perusahaan konstruksi terbaik di Indonesia, Perseroan
            hadir dengan bisnis yang kokoh dan memiliki cakupan pasar luas. Hal
            tersebut diwakili oleh empat sektor utama lini bisnis ADHI, yaitu


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                  35
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


             engineering & construction, property & hospitality, manufacture, serta
             investment & concession.




           Pesaing Usaha
            Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki beberapa
            kompetitor, diantaranya merupakan kompetitor Perseroan yaitu PT PP
            (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero)
            Tbk, PT Brantas Abibraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).

           Strategi Usaha
            Berikut merupakan strategi usaha yang akan dilakukan Perseroan dalam
            meningkatkan kinerja usaha dan bisnis, diantaranya:
            1. Fokus pasar dalam negeri Menguatkan posisi perusahaan pada
               proyek:
               a) Pemerintah Pusat.
               b) Pemerintah Derah.
               c) Proyek BUMN.
               d) Proyek Swasta.
            2. Investasi sektor infrastruktur jalan tol Dengan perkiraan sektor
               infrastruktur terutama jalan tol masih tumbuh, dapat menjadi potensi
               besar dan peluang bagi Perseroan.
            3. Pengolahan limbah B3 sebagai pasar baru Laju produksi limbah
               dipengaruhi oleh pembangunan sosiqal ekonomi, tingkat industrialisasi,
               dan iklim. Semakin besar kemakmuran ekonomi dan tingginya
               prosentase penduduk perkotaan, semakin besar jumlah sampah yang
               dihasilkan.
            4. Bisnis air minum sebagai recurring income Sesuai dengan pemerintah
               untuk meningkatkan akses air minum di daerah Indonesia, peluang
               realisasi terbesar terdapat pada Kerjasama Pemerintah dengan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham              36
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                Swasta (KPS) dan peluang Business to Business (B2B) untuk melakukan
                pengerjaan konstruksi dan pengolahan air.
             5. Memaksimalkan keunggulan dari TOD Kebutuhan infrastruktur daerah
                semakin meningkat untuk menunjang perkembangan kawasan.
                Pengembangan properti dengan akses transportasi membuat
                Perseroan mampu berdiri sendiri sebagai kawasan mandiri.

2.4.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan dalam Menentukan
         Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain

          Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana
          Transaksi dan nilai Rencana Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan
          persetujuan Komisaris Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Rencana
          Transaksi yang dilakukan dengan pihak lain.

          Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Jual Beli Bersyarat antara
          Perseroan dan SMI.

2.4.6.5. Hal Material Lainnya

          Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
          dari Rencana Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan,
          Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi
          Perseroan.


2.5.      Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
          Analisis kewajaran harga Rencana Transaksi adalah analisis kewajaran suatu
          Rencana Transaksi dengan membandingkan Nilai Pasar dengan harga yang
          disepakati dalam draft Akta Jual Beli Bersyarat (CSPA).


2.5.1.    Ringkasan Hasil Penilaian

          Berdasarkan laporan penilaian saham yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto
          dan Rekan No. 00140/2.0055-31/BS/03/0683/0/X/2026 tanggal 05
          Oktober 2026, Nilai Pasar 47,18% Saham PT Jasamarga Jogja Solo dengan
          tanggal penilaian per 30 Juni 2026 yang akan ditransaksikan adalah
          sebesar Rp1.735.493.178.533,00 (satu triliun tujuh ratus tiga puluh lima miliar
          empat ratus sembilan puluh tiga juta seratus tujuh puluh delapan ribu lima ratus
          tiga puluh tiga rupiah).




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                   37
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Tabel 2.21. Nilai Pasar Saham/Ekuitas
               No.           Keterangan        Jumlah Lembar           Nilai Pasar (Rp)
           Obyek :
                         Penilaian 47,18%
                       1 Saham PT Jasamarga      1.714.808                   1.735.493.178.533
                         Jogja Solo
           Jumlah Keseluruhan                                                1.735.493.178.533



2.6.      Harga Rencana Transaksi
          Berdasarkan draft Perjanjian Jual Beli Bersyarat “CSPA”, Perseroan sepakat
          menetapkan      total    nilai    rencana    transaksi   adalah    sebesar
          Rp1.765.816.000.000,00 (satu triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar
          delapan ratus enam belas juta rupiah).

          Tabel 2.22. Nilai Rencana Transaksi
                 No.            Keterangan       Jumlah Lembar         Nilai Transaksi (Rp)
           Obyek :
                            Nilai Rencana
                            Transaksi 47,18%
                         1 Saham PT                 1.714.808                1.765.816.000.000
                            Jasamarga Jogja
                            Solo
           Jumlah Keseluruhan                                                1.765.816.000.000



2.6.1.    Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar

          Nilai rencana transaksi 47,18% Saham PT Jasamarga Jogja Solo adalah
          sebesar Rp1.765.816.000.000,00 sedangkan Nilai Pasar 47,18% Saham PT
          Jasamarga Jogja Solo yaitu Rp1.735.493.178.533.00. Selisih harga rencana
          transaksi terhadap Nilai Pasar adalah sebesar 1,75%.

          Tabel 2.23. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar
                                                                      Nilai Rencana
           No.           Keterangan             Nilai Pasar (Rp)
                                                                      Transaksi (Rp)
                 47,18% Saham PT
           1                                  1.735.493.178.533 1.765.816.000.000
                 Jasamarga Jogja Solo
             Inkremental Rencana Transaksi                     1,75%




2.6.2.    Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi

          Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b)
          “Batas atas dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi 7,5%


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham                          38
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan“. Berdasarkan
          perbandingan di atas, selisih antara nilai Rencana Transaksi Divestasi Saham
          1,75% diatas dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%. Sehingga
          kami berpendapat bahwa secara keseluruhan Rencana Transaksi ditetapkan
          adalah WAJAR.

          Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang
          maupun di masa yang akan datang, atas pendapat kewajaran. Data faktual
          yang diproses disimpan dalam file kami untuk keperluan referensi di
          kemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan
          terinci, termasuk dokumentasi. Data ini atas permintaan tersedia untuk
          diperiksa.


2.7.      Kesimpulan
          Dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
           Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana
            Transaksi antara Perseroan dengan SMI bukan termasuk Transaksi Afiliasi,
            dimana tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan SMI.
            Namun, rencana transaksi ini merupakan Transaksi Material sebagaiamana
            yang diatur pada POJK 17/2020.
           Rencana Transaksi penjualan 1.714.808 saham atau setara 47,18%
            kepemilikan Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo kepada PT Sarana
            Multi Infrastruktur (Persero) dilakukan sebagai bagian dari program
            penataan dan streamlining portofolio investasi dan anak usaha Perseroan,
            sejalan dengan arahan pemegang saham agar Perseroan kembali fokus
            pada kompetensi intinya sebagai perusahaan konstruksi. Perseroan telah
            melakukan evaluasi atas portofolio investasinya dan memandang bahwa
            investasi pada sektor jalan tol tidak sejalan dengan kegiatan usaha utama
            Perseroan. Lebih lanjut, sejak dilakukannya adendum Perjanjian Pemegang
            Saham pada tahun 2025, pengendalian atas operasional dan keuangan
            PT Jasamarga Jogja Solo telah berada sepenuhnya di bawah PT Jasa
            Marga (Persero) Tbk, sehingga kepemilikan Perseroan saat ini bersifat
            sebagai investasi tanpa pengendalian.
           Perseroan memperoleh dana tunai dari hasil pelepasan 1.714.808 saham
            atau setara 47,18% kepemilikan Perseroan pada PT Jasamarga Jogja
            Solo dengan nilai transaksi sebesar Rp1.765.816.000.000. Dana hasil
            Rencana Transaksi akan digunakan oleh Perseroan sesuai dengan strategi
            investasi Perseroan, sehingga menjadi aset yang lebih produktif dan pada
            akhirnya meningkatkan nilai investasi para pemegang saham.
           Keuntungan rencana transaksi yaitu dengan melepas kepemilikan saham
            pada PT Jasamarga Jogja Solo, Perseroan mengurangi eksposur pada
            investasi jalan tol yang bersifat padat modal dan memiliki periode
            pengembalian investasi yang panjang, sehingga likuiditas dan struktur


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham               39
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


            permodalan Perseroan menjadi lebih kuat.
           Kerugian Rencana Transaksi, dengan dilakukannya transaksi, terdapat
            biaya-biaya yang muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak
            terbatas pada biaya lembaga penunjang pasar modal seperti biaya
            penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya
            yang muncul antara lain biaya penilaian objek Rencana Transaksi, biaya-
            biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
            dapat muncul dikemudian hari.
           Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa
            Perseroan memiliki kinerja yang kurang baik dimana tercermin pada laba
            rugi Perseroan.
           Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan mengalami
            peningkatan penjualan, laba kotor dan laba usaha, dengan demikian
            Perseroan melakukan rencana transaksi adalah wajar.
           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total aset Perseroan
            sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp17,29 triliun
            pada tahun 2026 menjadi Rp13,68 triliun pada tahun 2031. Selanjutnya,
            proyeksi total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
            adalah sebesar Rp17,27 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp13,85 triliun
            pada tahun 2030. Tidak perubahan total aset Perseroan setelah Rencana
            Transaksi akibat pelepasan/divestasi kepemilikan saham. Proyeksi total
            Liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
            sebesar Rp12,70 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada
            tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total Liabilitas Perseroan setelah
            Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp12,76 triliun pada
            tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada tahun 2031. Terdapat perubahan
            Total Liabilitas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Proyeksi
            total Ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
            sebesar Rp4,59 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp4,47 triliun pada tahun
            2031. Selanjutnya, proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana
            Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4,50 triliun pada tahun 2026
            menjadi Rp4,65 triliun pada tahun 2031. Dengan demikian, berdasarkan
            proyeksi posisi keuangan tersebut di atas, sebelum dan setelah Rencana
            Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi nilai tambah.
           Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
            masing adalah sebesar Rp6,63 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp7,72
            triliun pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah Penjualan Perseroan
            setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp6,63 triliun
            pada tahun 2026 menjadi Rp7,72 triliun pada tahun 2031. Tidak terdapat
            perubahan pada Penjualan Perseroan setelah Rencana Transaksi. Proyeksi
            Laba Bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
            sebesar Rp2,12 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp504,44 miliar pada
            tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah Laba Bersih Perseroan setelah
            Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp2,12 triliun pada
            tahun 2026 menjadi Rp577,33 miliar pada tahun 2031. Terdapat
            perubahan pada Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham               40
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


             Nilai rencana transaksi 47,18% Saham PT Jasamarga Jogja Solo adalah
              sebesar Rp1.765.816.000.000,00 sedangkan Nilai Pasar 47,18% Saham
              PT Jasamarga Jogja Solo yaitu Rp1.735.493.178.533.00. Selisih harga
              rencana transaksi terhadap Nilai Pasar adalah sebesar 1,75%.
              Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b)
              “Batas atas dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi
              7,5% (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan“.
              Berdasarkan perbandingan di atas, selisih antara nilai Rencana Transaksi
              Divestasi Saham 1,75% diatas dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari
              deviasi 7,5%. Sehingga kami berpendapat bahwa secara keseluruhan
              Rencana Transaksi ditetapkan adalah WAJAR.

          Berdasarkan analisa tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
          Transaksi adalah WAJAR.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham               41
Page 78
LAMPIRAN
Page 79
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 01                                                                                                                                                      Dinyatakan dalam Rupiah

 PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK               2021                   2022                   2023                   2024                  2025                  Jun 2026
                                                            Actual                 Actual                 Actual                 Actual                Actual                  Actual

ASET
Aset Lancar
  Kas dan setara kas                                    3,152,278,749,730     4,336,901,032,232      4,503,731,722,859      2,243,830,554,138     1,710,080,268,414         813,095,888,019
  Piutang usaha                                         2,727,305,597,823     2,983,100,048,141      6,684,361,750,901      2,295,802,533,452     1,236,368,334,017       2,064,420,405,740
  Piutang retensi                                         752,216,111,932     1,042,409,193,869      1,011,263,220,826      1,201,712,430,088     1,053,550,436,806       1,000,844,192,549
  Tagihan bruto kepada pemberi kerja                   12,349,006,633,246     9,895,672,471,946      8,354,896,974,287      7,819,227,446,699     5,980,426,644,544       4,724,177,382,146
  Persediaan                                            7,451,040,279,223     6,988,293,371,412      5,861,131,248,112      6,151,919,393,153     4,638,538,197,845       4,669,536,884,471
  Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual                        -                     -                      -                      -                     -         1,523,433,445,292
  Uang muka                                               482,857,256,424       529,310,300,376        673,344,490,307        540,084,059,558       277,354,599,070         274,478,747,536
  Biaya dibayar dimuka                                    251,808,408,784       205,075,579,005        247,822,983,775        245,441,161,996       179,768,879,299         263,043,234,074
  Pajak dibayar dimuka                                    640,006,624,745       157,644,740,084        262,717,491,760        161,058,091,133       112,639,490,034         263,308,253,788
  Aset keuangan dari kontrak konsesi                                  -          19,349,364,763        256,465,955,789        360,191,414,476       360,210,207,035         362,568,529,951
  Aset lancar lainnya                                   3,794,423,264,310     3,742,406,531,561        647,912,346,923      1,136,983,714,030     1,068,932,920,805       1,215,040,159,355
     Jumlah Aset Lancar                                31,600,942,926,217    29,900,162,633,389     28,503,648,185,539     22,156,250,798,723    16,617,869,977,869       17,173,947,122,921

Aset Tidak Lancar
  Aset real estat                                       2,787,810,837,707      3,235,153,128,820      4,210,065,887,081     3,905,904,752,042     3,105,798,048,121       3,107,759,971,790
  Aset keuangan dari kontrak konsesi                      623,310,781,789      1,333,115,334,786      1,290,037,749,491     1,254,872,972,311     1,286,546,341,713       1,312,357,433,751
  Investasi pada entitas asosiasi                          75,024,616,272         52,821,591,619         48,656,175,750       189,422,484,488     2,238,443,612,447         663,413,779,934
  Investasi pada ventura bersama                          936,814,644,443      1,710,581,980,074      2,180,023,443,445     2,756,661,604,126     1,223,392,105,661       1,142,357,615,185
  Properti investasi                                      940,662,000,000      1,011,028,000,000      1,273,372,058,160     1,281,109,600,000     1,148,445,000,000       1,148,445,000,000
  Aset tetap                                            2,150,181,675,985      2,073,906,857,572      2,049,076,918,158     2,181,495,312,023     2,084,401,455,873       2,039,311,075,453
  Aset hak guna                                            16,039,215,455         31,515,339,247         30,298,231,012        32,510,191,122        29,595,238,052          25,295,629,662
  Investasi jangka panjang lainnya                        310,661,253,656         32,301,852,000         73,349,852,000        26,879,852,000        31,919,416,514          31,919,416,514
  Aset pajak tangguhan                                      4,393,006,843          4,293,241,022          4,003,718,352         3,660,559,737        33,036,197,395          33,036,197,395
  Aset tidak lancar lainnya                               454,496,876,252        601,537,258,125        723,598,260,459       856,823,850,782       994,492,217,568         821,574,498,553
     Jumlah Aset Tidak Lancar                          8,299,394,908,402     10,086,254,583,265     11,882,482,293,908      12,489,341,178,631   12,176,069,633,344      10,325,470,618,237

                          TOTAL ASET                   39,900,337,834,619    39,986,417,216,654     40,386,130,479,447     34,645,591,977,354     28,793,939,611,213     27,499,417,741,158


LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang bank dan lembaga keuangan lainnya              3,824,451,074,290     4,069,024,001,538      5,363,507,346,390      2,902,764,622,053     3,008,279,400,965       1,966,072,247,654
   Utang usaha                                         12,415,621,005,210    10,917,418,201,356      8,189,811,837,866      7,211,527,475,718     6,483,501,177,128       6,703,582,550,820
   Utang bruto subkontraktor                            5,801,471,352,372     4,064,267,956,283      4,349,554,780,985      3,167,893,249,435     3,956,282,848,738       2,327,876,876,005
   Utang pajak                                            473,670,072,636       537,596,219,040      1,036,353,482,881        613,271,701,853       563,775,006,157         705,595,450,152
   Uang muka pemberi kerja                                425,366,744,634       394,203,751,479        852,718,664,525        820,408,824,710       764,758,212,354         612,458,924,449
   Pendapatan diterima di muka                            677,527,385,917       973,188,357,272      1,177,520,162,610      1,240,300,126,155     1,974,473,526,813       2,033,192,000,982
   Beban akrual                                         2,386,576,747,021     2,236,754,214,571      2,334,471,117,229      1,938,602,344,354     1,755,804,966,061       1,756,594,303,896
   Utang retensi                                          355,153,577,369       425,776,284,752        523,948,627,080        553,141,741,679       539,451,694,619         533,026,892,296
      Utang bank dan lembaga keuangan lainnya jangka
                                                         166,102,610,000        483,848,555,555       215,542,759,377        187,257,465,334         87,307,020,108         72,745,647,108
      panjang yang jatuh tempo dalam setahun
   Surat utang jangka menengah                            200,000,000,000                   -                      -                      -                     -                       -
   Utang obligasi                                       4,240,641,856,847       492,984,085,118        955,482,163,187      1,387,460,237,270        15,615,346,240         15,615,346,240
   Liabilitas jangka pendek lainnya                       139,455,953,917       145,540,158,301         83,897,444,562        161,796,478,984       280,384,274,014        266,587,279,549
   Liabilitas imbalan kerja                                21,413,562,100        27,478,279,252         27,478,279,253         27,383,711,574        28,469,246,920         28,372,308,224
     Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                    31,127,451,942,313   24,768,080,064,517     25,110,286,665,945      20,211,807,979,119    19,458,102,720,117     17,021,719,827,375

Liabilitas Jangka Panjang
   Utang retensi                                          276,771,579,838       279,493,586,672        249,537,633,370        193,597,260,761       171,075,932,045         183,496,095,050
   Uang muka pemberi kerja                                371,004,093,410       326,973,397,487        122,362,945,719         45,012,504,534        21,626,079,081          21,451,883,140
   Utang bank dan lembaga keuangan lainnya                841,200,518,388       622,533,203,695        949,968,113,240      1,109,979,298,815     1,377,066,763,008       2,511,194,895,596
   Utang ventura bersama                                              -                     -          125,061,192,361        141,748,262,299       232,747,865,013         274,961,626,786
   Utang obligasi                                       1,241,014,958,545     4,795,375,711,571      4,334,751,127,969      3,053,314,426,870     3,143,382,882,796       3,145,235,497,834
   Sukuk ijarah                                                       -                     -          234,644,877,676        268,414,235,028       302,183,384,048         319,067,958,558
   Liabilitas imbalan kerja                               312,430,169,770       326,055,057,066        315,188,885,226        321,566,151,192       412,654,660,008         412,621,661,066
   Liabilitas pajak tangguhan                              27,246,938,856        27,247,605,322         27,131,354,210         36,458,172,508        36,278,284,255          36,278,284,255
   Liabilitas jangka panjang lainnya                       45,510,431,074        16,867,126,808         58,477,077,011        289,819,450,027       341,477,902,470         286,205,984,972
     Jumlah Liabiitas Jangka Panjang                     3,115,178,689,881    6,394,545,688,621      6,417,123,206,782     5,459,909,762,034     6,038,493,752,724        7,190,513,887,257

                        TOTAL LIABILITAS               34,242,630,632,194     31,162,625,753,138    31,527,409,872,727      25,671,717,741,153   25,496,596,472,841      24,212,233,714,632

EKUITAS
  Modal saham                                             356,084,937,600       840,760,897,900        840,760,897,900        840,760,897,900        840,760,897,900        840,760,897,900
  Tambahan modal disetor                                2,588,833,884,853     4,755,656,134,234      4,755,656,134,234      4,755,656,134,234      4,755,656,134,234      4,755,656,134,234
  Selisih transaksi dengan pihak non pengendali             3,117,842,245        71,328,744,422         71,328,744,422         71,328,744,422         71,328,744,422         71,328,744,422
  Saldo laba                                            2,041,377,034,231     2,114,788,477,042      1,987,565,074,921      1,862,421,122,377     (3,624,376,223,213)    (3,643,557,540,825)
  Komponen ekuitas lainnya                                610,405,303,106       610,405,303,106        610,405,303,106        822,154,104,065        822,154,104,065        822,154,104,065
  Kepentingan non pengendali entitas anak                  57,888,200,390       430,851,906,812        593,004,452,137        621,553,233,203        431,819,480,964        440,841,686,731
                         TOTAL EKUITAS                 5,657,707,202,425      8,823,791,463,516     8,858,720,606,720       8,973,874,236,201     3,297,343,138,372      3,287,184,026,527


                TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS           39,900,337,834,619    39,986,417,216,654     40,386,130,479,447     34,645,591,977,354     28,793,939,611,213     27,499,417,741,159
Page 80
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 02                                                                                                                                                                                     Dinyatakan dalam Rupiah

PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK                        2021                        2022                     2023                       2024                         2025                        Jun 2026
                                                                    Actual                      Actual                   Actual                     Actual                       Actual                        Actual

PENDAPATAN                                                    11,530,471,713,036        ##############           20,072,993,428,021        13,351,717,203,356              9,666,049,684,419               3,112,465,261,366

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                        ############### (11,752,722,145,701)                 ###############         (11,723,660,348,140)           (8,616,500,643,084)             (2,412,042,638,763)

LABA KOTOR                                                    1,756,425,932,938        1,796,288,082,883           2,322,927,201,526        1,628,056,855,216                  1,049,549,041,335           700,422,622,603

BEBAN OPERASI
  Beban penjualan                                                (11,989,462,835)          (14,484,002,514)            (18,077,491,333)        (19,491,296,202)                 (10,694,135,390)              (6,509,319,306)
  Beban umum dan administrasi                                  (623,375,724,730)         (711,884,250,955)           (860,725,071,187)       (906,464,711,041)                 (859,367,473,412)           (377,740,096,251)
     Jumlah Beban Operasi                                      (635,365,187,565)        (726,368,253,469)           (878,802,562,520)       (925,956,007,243)                  (870,061,608,802)           (384,249,415,557)

LABA USAHA                                                     1,121,060,745,373           1,069,919,829,414       1,444,124,639,006         702,100,847,973                    179,487,432,533              316,173,207,046

  Bagian laba ventura bersama                                    361,818,790,784            423,398,470,579           487,679,478,713         833,271,083,730                 466,537,080,337               188,407,106,216
  Bagian laba (rugi) entitas asosiasi                              (6,289,309,568)           (11,760,103,989)           (4,165,415,869)         2,369,308,738                (115,281,002,059)               (51,596,387,221)
  Beban keuangan                                                (864,488,781,253)          (806,691,421,118)         (809,086,170,264)       (837,538,530,294)               (865,311,939,948)             (349,168,884,484)
  Penghasilan (beban) lainnya                                   (169,021,923,486)          (123,501,992,982)         (281,527,229,709)       (428,866,013,343)             (5,046,908,388,600)               (35,831,476,184)
  Beban pajak final                                             (343,846,526,313)          (368,065,065,638)         (520,921,451,732)       (305,828,606,712)               (235,119,594,523)               (75,099,491,051)
   Jumlah Pendapatan (Beban) lain-lain                        (1,021,827,749,836)           (886,620,113,148)      (1,128,020,788,861)       (736,592,757,881)            (5,796,083,844,793)              (323,289,132,724)

LABA SEBELUM PAJAK                                               99,232,995,537             183,299,716,266           316,103,850,145         (34,491,909,908)             (5,616,596,412,260)                 (7,115,925,678)

  Pajak kini                                                     (13,824,339,300)            (7,715,710,796)          (26,048,067,768)        (25,233,431,778)                 (9,680,879,063.00)          (3,043,186,167.00)
  Pajak tangguhan                                                  1,091,144,148               (374,138,365)             (173,271,558)           (370,913,929)                29,555,525,911.00                          -

LABA BERSIH                                                      86,499,800,385             175,209,867,105          289,882,510,819          (60,096,255,615)             (5,596,721,765,412)                 (10,159,111,845)




PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 03                                                                                                                                                                                      Dinyatakan dalam Rupiah

       PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK                               2021                    2022                    2023                       2024                      2025                    Jun 2026
                                                                                  Actual                  Actual                  Actual                     Actual                    Actual                    Actual

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
  Penerimaan kas dari pelanggan                                            15,342,887,797,515       17,155,432,596,206      20,311,224,459,971       19,635,441,513,593          13,348,285,830,961         4,192,322,898,804
  Penerimaan restitusi pajak                                                1,310,309,893,422          220,718,666,267                     -               1,644,452,152                         -                         -
  Penerimaan dari rekening bank yang dibatasi penggunaannya                                 -                      -            25,840,278,387            86,722,884,397             162,370,846,878                       -
  Penempatan ke rekening bank yang dibatasi penggunaannya                       (58,852,351,016)      (149,350,808,235)                    -             (36,807,480,675)           (274,230,578,915)                      -
  Pembayaran kepada pemasok dan beban lainnya                             (14,337,492,384,140)     (15,168,310,431,687)    (19,138,446,765,927)     (17,303,866,816,272)        (10,414,116,537,597)       (4,607,586,435,445)
  Pembayaran kepada karyawan                                                  (396,881,595,766)       (465,988,139,924)       (591,402,388,077)        (610,274,307,446)            (622,641,231,979)        (260,639,560,231)
  Pembayaran pajak penghasilan                                                (343,846,526,313)       (368,065,065,638)       (523,362,860,099)        (305,828,606,712)            (235,119,594,523)          (75,099,491,051)
    Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi                                   1,516,124,833,702       1,224,436,816,989         83,852,724,255         1,467,031,639,037           1,964,548,734,825          (751,002,587,923)

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
  Penerimaan penghasilan bunga                                                  31,862,030,263           34,539,917,229          79,229,105,593           60,713,519,205              32,958,538,562             6,297,263,690
  Hasil penjualan aset tetap                                                       997,318,323           24,548,445,074           1,625,948,776             6,971,069,353              2,613,211,898               544,474,223
  Penempatan kas dan setara kas dibatasi penggunannya                                      -                        -                       -          (130,000,000,000)                         -                         -
  Penambahan properti investasi                                                   (348,300,000)         (73,559,000,000)                    -                         -                          -                         -
  Penambahan aset keuangan dari kontrak konsesi                              (504,094,372,964)      (1,116,507,176,733)       (733,516,520,795)        (153,562,790,354)                         -            (55,255,909,049)
  Penerimaan dari perpindahan kepemilikan aset keuangan                         39,821,859,881         378,076,911,169         558,821,688,747            95,245,288,930           (186,962,543,351)                       -
  Penempatan investasi pada entitas asosiasi dan jangka panjang lainnya        (45,344,000,000)       (679,707,000,000)         (41,048,000,000)         (91,927,000,000)          (861,626,000,000)                       -
  Penempatan investasi pada ventura bersama                                  (120,641,037,102)          (61,849,540,752)      (413,604,216,385)        (531,706,506,934)           (127,613,136,982)          (71,906,493,433)
  Pengembalian investasi pada ventura bersama                                 425,162,601,987          356,523,070,877         431,842,231,727          802,990,914,596             552,629,855,272          406,122,237,190
  Penambahan aset tetap                                                        (54,915,566,104)       (107,299,901,599)       (154,301,503,426)          (35,611,872,115)            (22,799,470,984)           (1,970,100,347)
  Penambahan tanah belum dikembangkan                                        (301,849,197,897)          (84,160,092,480)      (111,395,426,633)            (7,945,394,335)           (40,653,690,259)                      -
     Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi                                (529,348,663,613)      (1,329,394,367,215)      (382,346,692,396)            15,167,228,346           (651,453,235,844)         283,831,472,274

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
  Penerimaan utang bank dan lembaga keuangan lainnya                        4,214,729,784,966        9,050,892,884,439       4,467,552,744,186         4,273,258,008,463           4,312,213,833,795        1,028,649,758,274
  Pembayaran utang bank dan lembaga keuangan lainnya                       (3,445,750,470,155)      (9,544,532,266,288)     (3,292,165,654,159)       (6,292,494,952,380)         (4,070,586,904,037)      (1,088,893,076,868)
  Penerimaan utang obligasi                                                                -                        -                       -            100,657,897,521                          -                        -
  Pembayaran utang obligasi                                                                -                        -                       -           (956,000,000,000)         (1,286,200,000,000)                      -
  Penerimaan dari sukuk                                                                    -                        -          233,270,000,000                         -                          -                        -
  Pembayaran sukuk ijarah                                                                  -                        -                       -               (3,604,600,000)                       -                        -
  Pembayaran surat utang jangka menengah                                                   -          (200,000,000,000)                     -                          -                          -                        -
  Penerimaan tambahan setoran modal                                                        -         2,665,717,781,650                      -                          -                          -                        -
  Penerimaan dari penawaran umum terbatas II                                               -            (14,219,571,969)                    -                          -                          -                        -
  Pembayaran biaya emisi saham                                                             -                                                -                          -                          -                        -
  Pembayaran beban pinjaman                                                  (924,089,268,939)        (974,548,185,180)     (1,005,048,210,880)         (837,538,530,293)           (785,561,100,489)        (351,915,995,520)
  Pembayaran liabilitas sewa                                                   (43,066,531,264)         (40,937,728,908)        (34,779,220,379)          (28,270,859,416)            (21,178,613,974)         (17,653,950,632)
  Hasil dari penawaran saham perdana (IPO) anak perusahaan                                 -           278,854,918,984                      -                          -                          -                        -
  Penyertaan saham pada entitas anak                                                       -                        -                       -                1,893,000,000              4,467,000,000                      -
  Penyertaan saham oleh kepentingan non pengendali                                  30,000,000           68,352,000,000          96,495,000,000                        -                          -                        -
     Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                                (198,146,485,392)      1,289,579,832,728         465,324,658,768         (3,742,100,036,105)        (1,846,845,784,705)         (429,813,264,746)

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                                      788,629,684,697         1,184,622,282,502        166,830,690,627         (2,259,901,168,722)         (533,750,285,724)        (896,984,380,395)

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                              2,363,649,065,033        3,152,278,749,730       4,336,901,032,232         4,503,731,722,859          2,243,830,554,138          1,710,080,268,414

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                             3,152,278,749,730        4,336,901,032,232       4,503,731,722,859         2,243,830,554,137           1,710,080,268,414          813,095,888,019
Page 81
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 04
                                                                              RASIO KEUANGAN


 PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2021                     2022                     2023                     2024                      2025                   Jun 2026
                                                     Actual                   Actual                   Actual                   Actual                    Actual                   Actual
 Aset Lancar                                    31,600,942,926,217       29,900,162,633,389       28,503,648,185,539       22,156,250,798,723       16,617,869,977,869        17,173,947,122,921
 Liabilitas Jangka Pendek                       31,127,451,942,313       24,768,080,064,517       25,110,286,665,945       20,211,807,979,119       19,458,102,720,117        17,021,719,827,375
 Rasio Lancar                                                 1.0 2                     1.2 1                    1.14                     1.10                    0 .8 5                     1.0 1
 Aset Lancar                                    31,600,942,926,217       29,900,162,633,389       28,503,648,185,539       22,156,250,798,723       16,617,869,977,869        17,173,947,122,921
 Persediaan                                      7,451,040,279,223        6,988,293,371,412        5,861,131,248,112        6,151,919,393,153        4,638,538,197,845         4,669,536,884,471
 Liabilitas Jangka Pendek                       31,127,451,942,313       24,768,080,064,517       25,110,286,665,945       20,211,807,979,119       19,458,102,720,117        17,021,719,827,375
 Rasio Cepat                                                  0 .7 8                   0 .9 3                   0 .9 0                   0 .7 9                   0 .6 2                    0 .7 3
 Kas dan setara kas                              3,152,278,749,730        4,336,901,032,232        4,503,731,722,859        2,243,830,554,138        1,710,080,268,414           813,095,888,019
 Liabilitas Jangka Pendek                       31,127,451,942,313       24,768,080,064,517       25,110,286,665,945       20,211,807,979,119       19,458,102,720,117        17,021,719,827,375
 Rasio Kas                                                    0 .10                    0 .18                    0 .18                     0 .11                   0 .0 9                    0 .0 5
 *)Disajikan dalam kali

 RASIO LIKUIDITAS
 Rasio Lancar                                                  1.0 2                     1.2 1                    1.14                     1.10                     0 .8 5                    1.0 1
 Rasio Cepat                                                   0 .7 8                   0 .9 3                   0 .9 0                   0 .7 9                    0 .6 2                   0 .7 3
 Rasio Kas                                                     0 .10                    0 .18                    0 .18                     0 .11                    0 .0 9                   0 .0 5
 *)Disajikan dalam kali



 PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2021                     2022                     2023                     2024                      2025                     2025
                                                     Actual                   Actual                   Actual                   Actual                    Actual                   Actual
 Pendapatan                                     11,530,471,713,036       13,549,010,228,584       20,072,993,428,021       13,351,717,203,356        9,666,049,684,419         3,112,465,261,366
 Piutang Usaha                                   2,727,305,597,823        2,983,100,048,141        6,684,361,750,901        2,295,802,533,452        1,236,368,334,017         2,064,420,405,740
 Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 86                       80                      12 2                      63                       47                      242
 Beban Pokok Pendapatan                          9,774,045,780,098       11,752,722,145,701       17,750,066,226,495       11,723,660,348,140        8,616,500,643,084         2,412,042,638,763
 Persediaan                                      7,451,040,279,223        6,988,293,371,412        5,861,131,248,112        6,151,919,393,153        4,638,538,197,845         4,669,536,884,471
 Rasio Perputaran Persediaan                                  278                       2 17                      12 1                    19 2                     19 6                     707
 Beban Pokok Pendapatan                          9,774,045,780,098       11,752,722,145,701       17,750,066,226,495       11,723,660,348,140        8,616,500,643,084         2,412,042,638,763
 Utang Usaha                                    12,415,621,005,210       10,917,418,201,356        8,189,811,837,866        7,211,527,475,718        6,483,501,177,128         6,703,582,550,820
 Rasio Perputaran Utang Usaha                                 464                      339                       16 8                    225                      275                      1,0 14
 *)Disajikan dalam hari

 RASIO AKTIVITAS
 Rasio Perputaran Piutang Usaha                                  86                       80                       12 2                     63                        47                      242
 Rasio Perputaran Persediaan                                    278                      2 17                       12 1                   19 2                      19 6                     707
 Rasio Perputaran Utang Usaha                                   464                      339                       16 8                    225                       275                     1,0 14
 *)Disajikan dalam hari



 PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2021                     2022                     2023                     2024                      2025                     2025
                                                     Actual                   Actual                   Actual                   Actual                    Actual                   Actual
 Jumlah Liabilitas                              34,242,630,632,194       31,162,625,753,138       31,527,409,872,727       25,671,717,741,153       25,496,596,472,841        24,212,233,714,632
 Jumlah Aset                                    39,900,337,834,619       39,986,417,216,654       40,386,130,479,447       34,645,591,977,354       28,793,939,611,213        27,499,417,741,158
 Rasio Liabilitas terhadap Aset                             8 5 .8 2 %               7 7 .9 3 %               7 8 .0 6 %               7 4 .10 %                8 8 .5 5 %                8 8 .0 5 %
 Jumlah Liabilitas                              34,242,630,632,194       31,162,625,753,138       31,527,409,872,727       25,671,717,741,153       25,496,596,472,841        24,212,233,714,632
 Jumlah Ekuitas                                  5,657,707,202,425        8,823,791,463,516        8,858,720,606,720        8,973,874,236,201        3,297,343,138,372         3,287,184,026,527
 Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                        6 0 5 .2 4 %              3 5 3 .17 %             3 5 5 .8 9 %             2 8 6 .0 7 %             7 7 3 .2 5 %              7 3 6 .5 6 %
 *)Disajikan dalam persen

 RASIO LEVERAGE
 Rasio Liabilitas terhadap Aset                              85.82%                   77.93%                   78.06%                   74.10%                   88.55%                    88.05%
 Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          605.24%                  353.17%                  355.89%                  286.07%                  773.25%                   736.56%



 PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2021                     2022                     2023                     2024                      2025                     2025
                                                     Actual                   Actual                   Actual                   Actual                    Actual                   Actual
 Laba Bruto                                      1,756,425,932,938        1,796,288,082,883        2,322,927,201,526        1,628,056,855,216         1,049,549,041,335          700,422,622,603
 Pendapatan                                     11,530,471,713,036       13,549,010,228,584       20,072,993,428,021       13,351,717,203,356         9,666,049,684,419        3,112,465,261,366
 Margin Laba Bruto                                          15 .2 3 %                13 .2 6 %                11.5 7 %                   12 .19 %                 10 .8 6 %               2 2 .5 0 %
 Laba Usaha                                      1,121,060,745,373        1,069,919,829,414        1,444,124,639,006          702,100,847,973           179,487,432,533          316,173,207,046
 Pendapatan                                     11,530,471,713,036       13,549,010,228,584       20,072,993,428,021       13,351,717,203,356         9,666,049,684,419        3,112,465,261,366
 Margin Laba Usaha                                           9 .7 2 %                 7 .9 0 %                 7 .19 %                   5 .2 6 %                  1.8 6 %                  10 .16 %
 Laba Bersih                                        86,499,800,385          175,209,867,105          289,882,510,819           (60,096,255,615)      (5,596,721,765,412)          (10,159,111,845)
 Pendapatan                                     11,530,471,713,036       13,549,010,228,584       20,072,993,428,021       13,351,717,203,356         9,666,049,684,419        3,112,465,261,366
 Margin Laba Bersih                                          0 .7 5 %                 1.2 9 %                  1.4 4 %                  -0 .4 5 %               -5 7 .9 0 %                -0 .3 3 %
 Laba Bersih                                        86,499,800,385          175,209,867,105          289,882,510,819           (60,096,255,615)      (5,596,721,765,412)          (10,159,111,845)
 Jumlah Aset                                    39,900,337,834,619       39,986,417,216,654       40,386,130,479,447       34,645,591,977,354       28,793,939,611,213        27,499,417,741,158
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     0 .2 2 %                 0 .4 4 %                 0 .7 2 %                  -0 .17 %                -19 .4 4 %                -0 .0 4 %
 Laba Bersih                                        86,499,800,385          175,209,867,105          289,882,510,819           (60,096,255,615)      (5,596,721,765,412)          (10,159,111,845)
 Jumlah Ekuitas                                  5,657,707,202,425        8,823,791,463,516        8,858,720,606,720        8,973,874,236,201         3,297,343,138,372        3,287,184,026,527
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  1.5 3 %                  1.9 9 %                  3 .2 7 %                 -0 .6 7 %              -16 9 .7 3 %                 -0 .3 1%

 RASIO PROFITABILITAS
 Margin Laba Bruto                                            15.23%                   13.26%                   11.57%                   12.19%                   10.86%                    22.50%
 Margin Laba (Rugi) Usaha                                      9.72%                    7.90%                    7.19%                    5.26%                    1.86%                    10.16%
 Margin Laba (Rugi) Bersih                                     0.75%                    1.29%                    1.44%                   -0.45%                  -57.90%                    -0.33%
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                       0.22%                    0.44%                    0.72%                   -0.17%                  -19.44%                    -0.04%
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                    1.53%                    1.99%                    3.27%                   -0.67%                 -169.73%                    -0.31%
Page 82
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 05                                                                                                                                                                      Dinyatakan dalam Rupiah

       PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK                       2026                    2027                   2028                   2029                   2030                   2031
                                                                        Projection              Projection             Projection             Projection             Projection             Projection

ASET
Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                                   447,706,999,840      (1,329,537,854,331)    (1,022,282,802,518)    (1,177,503,882,987)      (694,432,663,622)     (1,867,206,125,429)
  Kas yang Dibatasi Penggunaannya                                      147,574,723,331         151,065,543,743        154,626,430,471        158,254,843,692        161,950,833,216         165,715,815,131
  Restru Loan DSA & DSRA                                                19,918,502,494          31,109,051,271         59,155,709,455         90,444,417,869        112,383,728,785         129,697,294,829
  Tagihan Bruto, Piutang Usaha, Uang Muka dan Piutang Retensi CO     4,745,832,258,762       2,752,385,591,813      2,409,368,012,801      2,158,344,654,502      1,926,109,531,436         163,109,531,436
  Tagihan Bruto (Proy. Baru)                                                       -         1,140,733,333,333      1,077,804,444,444      1,100,776,149,573      1,112,895,938,157       1,303,163,722,391
  Piutang Usaha (Proy. Baru)                                                       -           440,244,444,444        418,577,777,778        386,728,801,994        396,328,304,172         533,030,981,445
  Piutang Retensi (Proy. Baru)                                                     -           542,316,666,667        732,775,555,556        963,444,977,564        815,611,366,484       1,111,381,068,339
  Persediaan                                                           155,476,052,028         155,476,052,028        155,476,052,028        155,476,052,028        155,476,052,028         155,476,052,028
  Pajak & Biaya Dibayar Di Muka                                         96,573,873,219          96,573,873,219         96,573,873,219         96,573,873,219         96,573,873,219          96,573,873,219
  Aset Lancar Lainnya                                                2,446,789,238,999       2,446,789,238,999      2,446,789,238,999      2,446,789,238,999      2,446,789,238,999       2,446,789,238,999
    Jumlah Aset Lancar                                               8,059,871,648,673        6,427,155,941,187    6,528,864,292,233      6,379,329,126,453      6,529,686,202,874       4,237,731,452,387

Aset Tidak Lancar
  Piutang Lain-lain Jangka Panjang                                   3,148,947,751,382      3,148,947,751,382       3,148,947,751,382      3,148,947,751,382      3,148,947,751,382      3,148,947,751,382
  Investasi pada Entitas Asosiasi                                      663,379,481,813        663,379,481,813         663,379,481,813        663,379,481,813        663,379,481,813        663,379,481,813
  Penyertaan Saham pada Entitas Anak                                 2,091,354,813,242      2,091,354,813,242       2,091,354,813,242      2,091,354,813,242      2,091,354,813,242      2,091,354,813,242
  Investasi pada Ventura Bersama                                     1,118,924,259,627      1,231,859,093,934       1,285,173,599,552      1,672,503,431,229      1,825,375,743,422      2,080,384,559,772
  Aset Tetap - Bersih                                                1,879,659,983,821      1,845,689,627,716       1,811,719,271,611      1,799,115,406,506      1,774,354,008,023      1,128,529,750,495
  Aset Tidak Lancar Lainnya                                            330,649,733,541        330,649,733,541         330,649,733,541        330,649,733,541        330,649,733,541        330,649,733,541
    Jumlah Aset Tidak Lancar                                         9,232,916,023,426       9,311,880,501,628       9,331,224,651,142     9,705,950,617,714      9,834,061,531,422     9,443,246,090,245

                              TOTAL ASET                            17,292,787,672,099      15,739,036,442,815     15,860,088,943,374     16,085,279,744,167     16,363,747,734,296     13,680,977,542,632


LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang Usaha, Bruto dan Retensi (CO)                               2,353,303,307,508       1,268,104,078,375      1,268,104,078,375      1,268,104,078,375      1,268,104,078,375      1,030,906,078,375
   Utang Uang Muka (CO)                                                489,086,102,626         489,086,102,626        489,086,102,626        489,086,102,626        489,086,102,626        489,086,102,626
   Utang Usaha, Bruto & Retensi (Proy. Baru)                                       -           524,737,333,333        495,368,640,000        505,213,484,579        509,668,614,904        595,531,170,833
   Uang Muka (Proy. Baru)                                                          -           613,183,333,333        690,524,444,444        853,958,772,436      1,240,956,508,516      1,321,925,550,411
   Utang SCF (CO)                                                                    0                       0                      0                      0                      0                      0
   Standstill Interest & Deferred Interest                             123,676,176,083         154,307,333,509        200,967,928,807        262,197,835,924        323,427,743,041         63,463,286,305
   Utang Pajak                                                         380,947,843,582         161,947,843,582        161,947,843,582        161,947,843,582        161,947,843,582        161,947,843,582
   Utang Lainnya                                                     1,336,242,765,129         867,242,765,129        867,242,765,129        867,242,765,129        867,242,765,129        867,242,765,129
   Utang Bank & Lembaga Keuangan                                       398,997,279,030       1,344,482,101,044      1,638,280,554,002      1,497,143,007,746      1,168,822,799,419      1,458,037,433,149
    Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 5,082,253,473,958       5,423,090,890,932       5,811,522,356,966     5,904,893,890,397      6,029,256,455,592       5,988,140,230,409

Liabilitas Jangka Panjang
   Utang Bank & Lembaga Keuangan                                     6,888,644,802,270       5,440,139,778,923      5,545,897,262,590      5,615,683,625,531      5,726,681,309,183      2,580,586,792,160
   Utang Obligasi                                                                  -                       -                      -                      -                      -                      -
   Liabilitas Imbalan Kerja                                            412,621,661,066         317,621,661,066        317,621,661,066        317,621,661,066        317,621,661,066        317,621,661,066
   Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                                   317,232,445,698         317,232,445,698        317,232,445,698        317,232,445,698        317,232,445,698        317,232,445,698
    Jumlah Liabiitas Jangka Panjang                                  7,618,498,909,034      6,074,993,885,687       6,180,751,369,354     6,250,537,732,295       6,361,535,415,947      3,215,440,898,924

                           TOTAL LIABILITAS                         12,700,752,382,992      11,498,084,776,618     11,992,273,726,320     12,155,431,622,692      12,390,791,871,539     9,203,581,129,334

EKUITAS
  Modal Saham                                                           840,760,897,900        840,760,897,900        840,760,897,900        840,760,897,900        840,760,897,900         840,760,897,900
  Tambahan Modal Disetor                                              4,754,766,729,008      4,754,766,729,008      4,754,766,729,008      4,754,766,729,008      4,754,766,729,008       4,754,766,729,008
  Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali                            3,117,842,245          3,117,842,245          3,117,842,245          3,117,842,245          3,117,842,245           3,117,842,245
  Saldo Laba                                                         (1,776,844,198,216)    (2,127,927,821,126)    (2,501,064,270,269)    (2,439,031,365,848)    (2,395,923,624,566)     (1,891,483,074,025)
  Komponen Ekuitas Lainnya                                              770,234,018,170        770,234,018,170        770,234,018,170        770,234,018,170        770,234,018,170         770,234,018,170
                            TOTAL EKUITAS                            4,592,035,289,107       4,240,951,666,197      3,867,815,217,054      3,929,848,121,475     3,972,955,862,757       4,477,396,413,298

                    TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                    17,292,787,672,099      15,739,036,442,815     15,860,088,943,374     16,085,279,744,167     16,363,747,734,296     13,680,977,542,632
Page 83
    PENDAPAT KEWAJARAN
    PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
    Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

    Lampiran - 06                                                                                                                                               Dinyatakan dalam Rupiah
                                                                                             PROYEKSI LABA RUGI (SEBELUM TRANSAKSI)
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2026                   2027                    2028                 2029                     2030                    2031
                                                  Projection             Projection              Projection           Projection               Projection              Projection

    PENDAPATAN                                  6,637,832,091,848     6,973,950,088,320       5,949,579,997,176      5,729,525,982,041       5,914,324,858,791       7,727,697,018,553

    BEBAN POKOK PENDAPATAN                      (6,116,606,764,623)   (6,414,568,768,032)     (5,471,251,720,752)    (5,261,248,681,681)    (5,332,303,478,164)     (7,080,238,727,910)

    LABA KOTOR                                   521,225,327,225        559,381,320,288        478,328,276,424        468,277,300,360         582,021,380,627         647,458,290,643

    BEBAN USAHA
      Beban umum dan administrasi                (600,416,679,654)      (650,913,466,978)      (666,295,354,798)      (681,966,295,253)       (697,935,954,231)       (714,200,336,104)
      Beban penyusutan dan beban lain-lain       (100,107,911,331)       (33,970,356,105)        (33,970,356,105)       (39,311,978,855)        (52,297,463,760)       351,538,234,585
        Jumlah Beban Usaha                      (700,524,590,986)      (684,883,823,083)       (700,265,710,903)      (721,278,274,108)       (750,233,417,991)        (362,662,101,519)

    LABA USAHA                                   (179,299,263,760)     (125,502,502,795)       (221,937,434,479)     (253,000,973,748)        (168,212,037,364)        284,796,189,124

      Bagian laba dari joint operation            326,879,025,396       440,890,749,585         474,325,166,364        908,504,431,270        779,733,079,656          813,964,116,326
      Beban keuangan                             (231,527,461,185)     (505,609,708,268)       (489,799,308,953)      (499,874,346,849)      (501,948,789,730)        (536,695,261,686)
      Beban pajak final                          (164,724,135,397)     (160,862,161,432)       (135,724,872,075)        (93,596,206,252)       (66,464,511,280)       (132,504,493,222)
       Jumlah Pendapatan (Beban) lain-lain         (69,372,571,185)      (225,581,120,115)       (151,199,014,664)     315,033,878,169         211,319,778,645          144,764,361,418

    LABA SEBELUM PAJAK                           (248,671,834,945)      (351,083,622,910)       (373,136,449,143)      62,032,904,421           43,107,741,282        429,560,550,542

      Pajak badan dan pajak divestasi                         -                      -                       -                      -                      -           (21,120,000,000)
      Lainnya                                   2,456,492,036,304                    -                       -                      -                      -            96,000,000,000

    LABA BERSIH                                 2,207,820,201,359       (351,083,622,910)       (373,136,449,143)      62,032,904,421           43,107,741,282        504,440,550,542
Page 84
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 07
                                                           RASIO PROYEKSI KEUANGAN (SEBELUM TRANSAKSI)

                                                                                                                            RASIO LIKUIDITAS
            PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2026                     2027                         2028                  2029                          2030                      2031
                                                              Projection               Projection                   Projection            Projection                    Projection                Projection
 Aset Lancar                                                8,059,871,648,673        6,427,155,941,187            6,528,864,292,233         6,379,329,126,453         6,529,686,202,874         4,237,731,452,387
 Liabilitas Jangka Pendek                                   5,082,253,473,958        5,423,090,890,932            5,811,522,356,966         5,904,893,890,397         6,029,256,455,592         5,988,140,230,409
 Rasio Lancar                                                            1.5 9                     1.19                         1.12                     1.0 8                     1.0 8                     0 .7 1
 Aset Lancar                                                8,059,871,648,673        6,427,155,941,187            6,528,864,292,233         6,379,329,126,453         6,529,686,202,874         4,237,731,452,387
 Persediaan                                                   155,476,052,028          155,476,052,028              155,476,052,028           155,476,052,028           155,476,052,028           155,476,052,028
 Liabilitas Jangka Pendek                                   5,082,253,473,958        5,423,090,890,932            5,811,522,356,966         5,904,893,890,397         6,029,256,455,592         5,988,140,230,409
 Rasio Cepat                                                             1.5 6                     1.16                         1.10                     1.0 5                     1.0 6                     0 .6 8
 Kas dan setara kas                                           447,706,999,840 -      1,329,537,854,331 -          1,022,282,802,518 -       1,177,503,882,987 -         694,432,663,622 -       1,867,206,125,429
 Liabilitas Jangka Pendek                                   5,082,253,473,958        5,423,090,890,932            5,811,522,356,966         5,904,893,890,397         6,029,256,455,592         5,988,140,230,409
 Rasio Kas                                                               0 .0 9                  (0 .2 5 )                    (0 .18 )                  (0 .2 0 )                 (0 .12 )                  (0 .3 1)
 *)Disajikan dalam kali

 RASIO LIKUIDITAS
 Rasio Lancar                                                              1.5 9                     1.19                        1.12                     1.0 8                      1.0 8                     0 .7 1
 Rasio Cepat                                                               1.5 6                     1.16                        1.10                     1.0 5                      1.0 6                     0 .6 8
 Rasio Kas                                                                 0 .0 9                  (0 .2 5 ) -                   0 .18 -                  0 .2 0 -                   0 .12 -                   0 .3 1
 *)Disajikan dalam kali

                                                                                                                            RASIO AKTIVITAS
            PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2026                     2027                         2028                 2029                           2030                      2031
                                                              Projection               Projection                   Projection           Projection                     Projection                Projection
 Pendapatan                                                 6,637,832,091,848        6,973,950,088,320            5,949,579,997,176         5,729,525,982,041         5,914,324,858,791         7,727,697,018,553
 Piutang Usaha                                              4,745,832,258,762        4,875,680,036,258            4,638,525,790,579         4,609,294,583,633         4,250,945,140,248         3,110,685,303,611
 Rasio Perputaran Piutang Usaha                                           261                     255                          285                       294                       262                        14 7
 Beban Pokok Pendapatan                                     6,116,606,764,623        6,414,568,768,032            5,471,251,720,752         5,261,248,681,681         5,332,303,478,164         7,080,238,727,910
 Persediaan                                                   155,476,052,028          155,476,052,028              155,476,052,028           155,476,052,028           155,476,052,028           155,476,052,028
 Rasio Perputaran Persediaan                                                 9                        9                           10                        11                        11                         8
 Beban Pokok Pendapatan                                     6,116,606,764,623        6,414,568,768,032            5,471,251,720,752         5,261,248,681,681         5,332,303,478,164         7,080,238,727,910
 Utang Usaha                                                2,353,303,307,508        1,792,841,411,709            1,763,472,718,375         1,773,317,562,954         1,777,772,693,280         1,626,437,249,208
 Rasio Perputaran Utang Usaha                                             14 0                     10 2                          118                      12 3                      12 2                       84
 *)Disajikan dalam hari

 RASIO AKTIVITAS
 Rasio Perputaran Piutang Usaha                                             261                     255                          285                       294                       262                        14 7
 Rasio Perputaran Persediaan                                                   9                       9                           10                        11                        11                          8
 Rasio Perputaran Utang Usaha                                               14 0                    10 2                          118                      12 3                      12 2                        84
 *)Disajikan dalam hari

                                                                                                                            RASIO LEVERAGE
            PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2026                     2027                         2028                2029                            2030                      2031
                                                              Projection               Projection                   Projection          Projection                      Projection                Projection
 Jumlah Liabilitas                                         12,700,752,382,992       11,498,084,776,618           11,992,273,726,320        12,155,431,622,692        12,390,791,871,539         9,203,581,129,334
 Jumlah Aset                                               17,292,787,672,099       15,739,036,442,815           15,860,088,943,374        16,085,279,744,167        16,363,747,734,296        13,680,977,542,632
 Rasio Liabilitas terhadap Aset                                        7 3 .4 5 %               7 3 .0 5 %                    7 5 .6 1%                7 5 .5 7 %                7 5 .7 2 %                6 7 .2 7 %
 Jumlah Liabilitas                                         12,700,752,382,992       11,498,084,776,618           11,992,273,726,320        12,155,431,622,692        12,390,791,871,539         9,203,581,129,334
 Jumlah Ekuitas                                             4,592,035,289,107        4,240,951,666,197            3,867,815,217,054         3,929,848,121,475         3,972,955,862,757         4,477,396,413,298
 Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                                   2 7 6 .5 8 %              2 7 1.12 %                   3 10 .0 5 %               3 0 9 .3 1%               3 11.8 8 %               2 0 5 .5 6 %
 *)Disajikan dalam persen

 RASIO LEVERAGE
 Rasio Liabilitas terhadap Aset                                         73.45%                   73.05%                       75.61%                    75.57%                    75.72%                    67.27%
 Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                                     276.58%                  271.12%                      310.05%                   309.31%                   311.88%                   205.56%

                                                                                                                         RASIO PROFITABILITAS
            PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2026                     2027                         2028                 2029                           2030                      2031
                                                              Projection               Projection                   Projection          Projection                      Projection                Projection
 Laba Bruto                                                   521,225,327,225          559,381,320,288              478,328,276,424           468,277,300,360           582,021,380,627           647,458,290,643
 Pendapatan                                                 6,637,832,091,848        6,973,950,088,320            5,949,579,997,176         5,729,525,982,041         5,914,324,858,791         7,727,697,018,553
 Margin Laba Bruto                                                       7 .8 5 %                8 .0 2 %                     8 .0 4 %                  8 .17 %                   9 .8 4 %                  8 .3 8 %
 Laba Usaha                                                  (179,299,263,760)        (125,502,502,795)            (221,937,434,479)         (253,000,973,748)         (168,212,037,364)          284,796,189,124
 Pendapatan                                                 6,637,832,091,848        6,973,950,088,320            5,949,579,997,176         5,729,525,982,041         5,914,324,858,791         7,727,697,018,553
 Margin Laba Usaha                                                     -2 .7 0 %                 -1.8 0 %                    -3 .7 3 %                 -4 .4 2 %                 -2 .8 4 %                  3 .6 9 %
 Laba Bersih                                                2,207,820,201,359 -        351,083,622,910 -            373,136,449,143            62,032,904,421            43,107,741,282           504,440,550,542
 Pendapatan                                                 6,637,832,091,848        6,973,950,088,320            5,949,579,997,176         5,729,525,982,041         5,914,324,858,791         7,727,697,018,553
 Margin Laba Bersih                                                    3 3 .2 6 %               -5 .0 3 %                    -6 .2 7 %                  1.0 8 %                   0 .7 3 %                  6 .5 3 %
 Laba Bersih                                                2,207,820,201,359 -        351,083,622,910 -            373,136,449,143            62,032,904,421            43,107,741,282           504,440,550,542
 Jumlah Aset                                               17,292,787,672,099       15,739,036,442,815           15,860,088,943,374        16,085,279,744,167        16,363,747,734,296        13,680,977,542,632
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                               12 .7 7 %                -2 .2 3 %                    -2 .3 5 %                  0 .3 9 %                  0 .2 6 %                  3 .6 9 %
 Laba Bersih                                                2,207,820,201,359 -        351,083,622,910 -            373,136,449,143            62,032,904,421            43,107,741,282           504,440,550,542
 Jumlah Ekuitas                                             4,592,035,289,107        4,240,951,666,197            3,867,815,217,054         3,929,848,121,475         3,972,955,862,757         4,477,396,413,298
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                            4 8 .0 8 %               -8 .2 8 %                    -9 .6 5 %                  1.5 8 %                   1.0 9 %                  11.2 7 %

 RASIO PROFITABILITAS
 Margin Laba Bruto                                                       7.85%                     8.02%                        8.04%                     8.17%                     9.84%                    8.38%
 Margin Laba (Rugi) Usaha                                               -2.70%                    -1.80%                       -3.73%                    -4.42%                    -2.84%                    3.69%
 Margin Laba (Rugi) Bersih                                              33.26%                    -5.03%                       -6.27%                     1.08%                     0.73%                    6.53%
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                                12.77%                    -2.23%                       -2.35%                     0.39%                     0.26%                    3.69%
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                             48.08%                    -8.28%                       -9.65%                     1.58%                     1.09%                   11.27%
Page 85
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 08                                                                                                                                                                                  Dinyatakan dalam Rupiah

       PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK                        2026                      2027                    2028                     2029                    2030                      2031
                                                                         Projection                Projection              Projection               Projection              Projection                Projection

ASET
Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                                     432,863,864,252            80,076,148,435         390,311,624,068         237,600,374,185          723,181,424,135           597,992,247,794
  Kas yang Dibatasi Penggunaannya                                        147,574,723,331           151,065,543,743         154,626,430,471         158,254,843,692          161,950,833,216           165,715,815,131
  Restru Loan DSA & DSRA                                                  19,761,638,082            29,488,119,018          57,064,183,967          88,352,892,381          110,292,203,297           128,442,379,536
  Tagihan Bruto, Piutang Usaha, Uang Muka dan Piutang Retensi CO       4,745,832,258,762         2,752,385,591,813       2,409,368,012,801       2,158,344,654,502        1,926,109,531,436           163,109,531,436
  Tagihan Bruto (Proy. Baru)                                                         -           1,140,733,333,333       1,077,804,444,444       1,100,776,149,573        1,112,895,938,157         1,303,163,722,391
  Piutang Usaha (Proy. Baru)                                                         -             440,244,444,444         418,577,777,778         386,728,801,994          396,328,304,172           533,030,981,445
  Piutang Retensi (Proy. Baru)                                                       -             542,316,666,667         732,775,555,556         963,444,977,564          815,611,366,484         1,111,381,068,339
  Persediaan                                                             155,476,052,028           155,476,052,028         155,476,052,028         155,476,052,028          155,476,052,028           155,476,052,028
  Pajak & Biaya Dibayar Di Muka                                           96,573,873,219            96,573,873,219          96,573,873,219          96,573,873,219           96,573,873,219            96,573,873,219
  Aset Lancar Lainnya                                                  2,446,789,238,999           895,647,414,741         895,647,414,741         895,647,414,741          895,647,414,741           895,647,414,741
    Jumlah Aset Lancar                                                 8,044,871,648,673         6,284,007,187,442      6,388,225,369,073        6,241,200,033,879       6,394,066,940,885          5,150,533,086,060

Aset Tidak Lancar
  Piutang Lain-lain Jangka Panjang                                     3,148,947,751,382         3,148,947,751,382       3,148,947,751,382        3,148,947,751,382       3,148,947,751,382         3,148,947,751,382
  Investasi pada Entitas Asosiasi                                        663,379,481,813           663,379,481,813         663,379,481,813          663,379,481,813         663,379,481,813               322,457,203
  Penyertaan Saham pada Entitas Anak                                   2,091,354,813,242         2,091,354,813,242       2,091,354,813,242        2,091,354,813,242       2,091,354,813,242         2,017,001,813,242
  Investasi pada Ventura Bersama                                       1,118,924,259,627         1,231,859,093,934       1,285,173,599,552        1,672,503,431,229       1,825,375,743,422         2,080,384,559,772
  Aset Tetap - Bersih                                                  1,879,659,983,821         1,845,689,627,716       1,811,719,271,611        1,799,115,406,506       1,774,354,008,023         1,128,529,750,495
  Aset Tidak Lancar Lainnya                                              330,649,733,541           330,649,733,541         330,649,733,541          330,649,733,541         330,649,733,541           330,649,733,541
    Jumlah Aset Tidak Lancar                                           9,232,916,023,426          9,311,880,501,628       9,331,224,651,142       9,705,950,617,714       9,834,061,531,422        8,705,836,065,635

                              TOTAL ASET                             17,277,787,672,099         15,595,887,689,070       15,719,450,020,215      15,947,150,651,592      16,228,128,472,307         13,856,369,151,695


LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang Usaha, Bruto dan Retensi (CO)                                 2,353,303,307,508         1,268,104,078,375       1,268,104,078,375        1,268,104,078,375       1,268,104,078,375         1,030,906,078,375
   Utang Uang Muka (CO)                                                  489,086,102,626           489,086,102,626         489,086,102,626          489,086,102,626         489,086,102,626           489,086,102,626
   Utang Usaha, Bruto & Retensi (Proy. Baru)                                         -             524,737,333,333         495,368,640,000          505,213,484,579         509,668,614,904           595,531,170,833
   Uang Muka (Proy. Baru)                                                            -             613,183,333,333         690,524,444,444          853,958,772,436       1,240,956,508,516         1,321,925,550,411
   Utang SCF (CO)                                                                      0                         0                       0                        0                       0                         0
   Standstill Interest & Deferred Interest                               123,676,176,083           154,307,333,509         200,967,928,807          262,197,835,924         323,427,743,041            63,463,286,305
   Utang Pajak                                                           380,947,843,582           161,947,843,582         161,947,843,582          161,947,843,582         161,947,843,582           161,947,843,582
   Utang Lainnya                                                       1,336,242,765,129           867,242,765,129         867,242,765,129          867,242,765,129         867,242,765,129           867,242,765,129
   Utang Bank & Lembaga Keuangan                                         648,135,095,068         1,341,972,270,459       1,635,770,723,416        1,494,633,177,160       1,166,312,968,833         1,458,037,433,149
    Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    5,331,391,289,996         5,420,581,060,346       5,809,012,526,380        5,902,384,059,811      6,026,746,625,007          5,988,140,230,409

Liabilitas Jangka Panjang
   Utang Bank & Lembaga Keuangan                                       6,708,152,688,529         5,252,009,776,421       5,343,281,901,865       5,397,280,966,131        5,491,072,392,568         2,580,586,792,160
   Utang Obligasi                                                                    -                         -                       -                       -                        -                         -
   Liabilitas Imbalan Kerja                                              412,621,661,066           317,621,661,066         317,621,661,066         317,621,661,066          317,621,661,066           317,621,661,066
   Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                                     317,232,445,698           317,232,445,698         317,232,445,698         317,232,445,698          317,232,445,698           317,232,445,698
    Jumlah Liabiitas Jangka Panjang                                   7,438,006,795,293          5,886,863,883,185       5,978,136,008,629       6,032,135,072,895        6,125,926,499,332         3,215,440,898,924

                           TOTAL LIABILITAS                          12,769,398,085,289          11,307,444,943,531      11,787,148,535,010       11,934,519,132,706      12,152,673,124,338        9,203,581,129,334

EKUITAS
  Modal Saham                                                             840,760,897,900          840,760,897,900          840,760,897,900         840,760,897,900         840,760,897,900            840,760,897,900
  Tambahan Modal Disetor                                                4,754,766,729,008        4,754,766,729,008        4,754,766,729,008       4,754,766,729,008       4,754,766,729,008          4,754,766,729,008
  Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali                              3,117,842,245            3,117,842,245            3,117,842,245           3,117,842,245           3,117,842,245              3,117,842,245
  Saldo Laba                                                           (1,860,489,900,513)      (2,080,436,741,784)      (2,436,578,002,118)     (2,356,247,968,437)     (2,293,424,139,354)        (1,716,091,464,962)
  Komponen Ekuitas Lainnya                                                770,234,018,170          770,234,018,170          770,234,018,170         770,234,018,170         770,234,018,170            770,234,018,170
                            TOTAL EKUITAS                              4,508,389,586,810        4,288,442,745,539        3,932,301,485,205         4,012,631,518,886     4,075,455,347,969          4,652,788,022,361

                    TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                     17,277,787,672,099         15,595,887,689,070       15,719,450,020,215      15,947,150,651,592      16,228,128,472,307         13,856,369,151,695




PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 09                                                                                                                                                                                Dinyatakan dalam Rupiah

  PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK                           2026                      2027                     2028                    2029                     2030                       2031
                                                                       Projection                Projection               Projection              Projection               Projection                 Projection

PENDAPATAN                                                          6,637,832,091,848         6,973,950,088,320        5,949,579,997,176        5,729,525,982,041        5,914,324,858,791        7,727,697,018,553

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                              (6,116,606,764,623)       (6,414,568,768,032)      (5,471,251,720,752)      (5,261,248,681,681)     (5,332,303,478,164)       (7,080,238,727,910)

LABA KOTOR                                                           521,225,327,225            559,381,320,288         478,328,276,424          468,277,300,360          582,021,380,627           647,458,290,643

BEBAN USAHA
  Beban umum dan administrasi                                        (615,416,679,654)          (650,913,466,978)       (666,295,354,798)        (681,966,295,253)        (697,935,954,231)         (714,200,336,104)
  Beban penyusutan dan beban lain-lain                               (100,107,911,331)            (33,970,356,105)        (33,970,356,105)         (39,311,978,855)        (52,297,463,760)          351,538,234,585
       Jumlah Beban Usaha                                            (715,524,590,986)         (684,883,823,083)        (700,265,710,903)        (721,278,274,108)        (750,233,417,991)          (362,662,101,519)

LABA USAHA                                                           (194,299,263,760)         (125,502,502,795)        (221,937,434,479)       (253,000,973,748)         (168,212,037,364)          284,796,189,124

  Bagian laba dari joint operation                                    326,879,025,396           440,890,749,585           474,325,166,364        908,504,431,270          779,733,079,656            813,964,116,326
  Beban keuangan                                                     (231,527,461,185)         (495,461,988,922)         (472,804,120,144)      (481,577,217,589)        (482,232,701,929)          (521,321,119,755)
  Beban pajak final                                                  (164,724,135,397)         (160,862,161,432)         (135,724,872,075)        (93,596,206,252)        (66,464,511,280)          (132,504,493,222)
   Jumlah Pendapatan (Beban) lain-lain                                 (69,372,571,185)        (215,433,400,769)        (134,203,825,855)        333,331,007,429          231,035,866,446            160,138,503,349

LABA SEBELUM PAJAK                                                   (263,671,834,945)         (340,935,903,564)        (356,141,260,334)         80,330,033,681           62,823,829,083           444,934,692,473

  Pajak badan dan pajak divestasi                                                 -             (34,125,120,134)                       -                        -                       -            (37,343,020,541)
  Lainnya                                                           2,387,846,334,007           155,114,182,426                        -                        -                       -           169,741,002,461

LABA BERSIH                                                         2,124,174,499,062           (219,946,841,271)       (356,141,260,334)         80,330,033,681           62,823,829,083           577,332,674,392
Page 86
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 10
                                                        RASIO PROYEKSI KEUANGAN (SETELAH TRANSAKSI)

                                                                                                           RASIO LIKUIDITAS
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2026                     2027                     2028                2029                          2030                     2031
                                                  Projection               Projection               Projection          Projection                    Projection               Projection
 Aset Lancar                                    8,044,871,648,673        6,284,007,187,442        6,388,225,369,073        6,241,200,033,879        6,394,066,940,885        5,150,533,086,060
 Liabilitas Jangka Pendek                       5,331,391,289,996        5,420,581,060,346        5,809,012,526,380        5,902,384,059,811        6,026,746,625,007        5,988,140,230,409
 Rasio Lancar                                                 1.5 1                    1.16                     1.10                    1.0 6                    1.0 6                    0 .8 6
 Aset Lancar                                    8,044,871,648,673        6,284,007,187,442        6,388,225,369,073        6,241,200,033,879        6,394,066,940,885        5,150,533,086,060
 Persediaan                                       155,476,052,028          155,476,052,028          155,476,052,028          155,476,052,028          155,476,052,028          155,476,052,028
 Liabilitas Jangka Pendek                       5,331,391,289,996        5,420,581,060,346        5,809,012,526,380        5,902,384,059,811        6,026,746,625,007        5,988,140,230,409
 Rasio Cepat                                                 1.4 8                     1.13                    1.0 7                    1.0 3                    1.0 4                    0 .8 3
 Kas dan setara kas                               432,863,864,252           80,076,148,435          390,311,624,068          237,600,374,185          723,181,424,135          597,992,247,794
 Liabilitas Jangka Pendek                       5,331,391,289,996        5,420,581,060,346        5,809,012,526,380        5,902,384,059,811        6,026,746,625,007        5,988,140,230,409
 Rasio Kas                                                   0 .0 8                   0 .0 1                   0 .0 7                   0 .0 4                   0 .12                    0 .10
 *)Disajikan dalam kali

 RASIO LIKUIDITAS
 Rasio Lancar                                                  1.5 1                    1.16                     1.10                    1.0 6                     1.0 6                   0 .8 6
 Rasio Cepat                                                  1.4 8                     1.13                    1.0 7                    1.0 3                     1.0 4                   0 .8 3
 Rasio Kas                                                    0 .0 8                    0 .0 1                  0 .0 7                   0 .0 4                    0 .12                   0 .10
 *)Disajikan dalam kali

                                                                                                            RASIO AKTIVITAS
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2026                     2027                     2028                 2029                         2030                     2031
                                                  Projection               Projection               Projection           Projection                   Projection               Projection
 Pendapatan                                     6,637,832,091,848        6,973,950,088,320        5,949,579,997,176        5,729,525,982,041        5,914,324,858,791        7,727,697,018,553
 Piutang Usaha                                  4,745,832,258,762        4,875,680,036,258        4,638,525,790,579        4,609,294,583,633        4,250,945,140,248        3,110,685,303,611
 Rasio Perputaran Piutang Usaha                               261                     255                      285                      294                      262                       14 7
 Beban Pokok Pendapatan                         6,116,606,764,623        6,414,568,768,032        5,471,251,720,752        5,261,248,681,681        5,332,303,478,164        7,080,238,727,910
 Persediaan                                       155,476,052,028          155,476,052,028          155,476,052,028          155,476,052,028          155,476,052,028          155,476,052,028
 Rasio Perputaran Persediaan                                     9                        9                       10                       11                       11                        8
 Beban Pokok Pendapatan                         6,116,606,764,623        6,414,568,768,032        5,471,251,720,752        5,261,248,681,681        5,332,303,478,164        7,080,238,727,910
 Utang Usaha                                    2,353,303,307,508        1,792,841,411,709        1,763,472,718,375        1,773,317,562,954        1,777,772,693,280        1,626,437,249,208
 Rasio Perputaran Utang Usaha                                 14 0                     10 2                      118                     12 3                     12 2                      84
 *)Disajikan dalam hari

 RASIO AKTIVITAS
 Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 261                     255                      285                      294                      262                       14 7
 Rasio Perputaran Persediaan                                       9                       9                       10                       11                       11                         8
 Rasio Perputaran Utang Usaha                                   14 0                    10 2                      118                     12 3                     12 2                       84
 *)Disajikan dalam hari

                                                                                                           RASIO LEVERAGE
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2026                     2027                     2028               2029                           2030                     2031
                                                  Projection               Projection               Projection         Projection                     Projection               Projection
 Jumlah Liabilitas                             12,769,398,085,289       11,307,444,943,531       11,787,148,535,010       11,934,519,132,706       12,152,673,124,338        9,203,581,129,334
 Jumlah Aset                                   17,277,787,672,099       15,595,887,689,070       15,719,450,020,215       15,947,150,651,592       16,228,128,472,307       13,856,369,151,695
 Rasio Liabilitas terhadap Aset                            7 3 .9 1%                7 2 .5 0 %               7 4 .9 8 %               7 4 .8 4 %               7 4 .8 9 %               6 6 .4 2 %
 Jumlah Liabilitas                             12,769,398,085,289       11,307,444,943,531       11,787,148,535,010       11,934,519,132,706       12,152,673,124,338        9,203,581,129,334
 Jumlah Ekuitas                                 4,508,389,586,810        4,288,442,745,539        3,932,301,485,205        4,012,631,518,886        4,075,455,347,969        4,652,788,022,361
 Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                       2 8 3 .2 4 %             2 6 3 .6 7 %             2 9 9 .7 5 %             2 9 7 .4 2 %              2 9 8 .19 %              19 7 .8 1%
 *)Disajikan dalam persen

 RASIO LEVERAGE
 Rasio Liabilitas terhadap Aset                             73.91%                   72.50%                   74.98%                   74.84%                   74.89%                   66.42%
 Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                         283.24%                  263.67%                  299.75%                  297.42%                  298.19%                  197.81%

                                                                                                        RASIO PROFITABILITAS
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK        2026                     2027                     2028               2029                           2030                     2031
                                                  Projection               Projection               Projection         Projection                     Projection               Projection
 Laba Bruto                                       521,225,327,225        559,381,320,288       478,328,276,424               468,277,300,360          582,021,380,627          647,458,290,643
 Pendapatan                                     6,637,832,091,848      6,973,950,088,320     5,949,579,997,176             5,729,525,982,041        5,914,324,858,791        7,727,697,018,553
 Margin Laba Bruto                                           7 .8 5 %              8 .0 2 %              8 .0 4 %                      8 .17 %                  9 .8 4 %                 8 .3 8 %
 Laba Usaha                                      (194,299,263,760)      (125,502,502,795)     (221,937,434,479)             (253,000,973,748)        (168,212,037,364)         284,796,189,124
 Pendapatan                                     6,637,832,091,848      6,973,950,088,320     5,949,579,997,176             5,729,525,982,041        5,914,324,858,791        7,727,697,018,553
 Margin Laba Usaha                                         -2 .9 3 %              -1.8 0 %              -3 .7 3 %                     -4 .4 2 %                -2 .8 4 %                 3 .6 9 %
 Laba Bersih                                    2,124,174,499,062 -      219,946,841,271 -     356,141,260,334                80,330,033,681           62,823,829,083          577,332,674,392
 Pendapatan                                     6,637,832,091,848      6,973,950,088,320     5,949,579,997,176             5,729,525,982,041        5,914,324,858,791        7,727,697,018,553
 Margin Laba Bersih                                        3 2 .0 0 %             -3 .15 %              -5 .9 9 %                      1.4 0 %                  1.0 6 %                  7 .4 7 %
 Laba Bersih                                    2,124,174,499,062 -      219,946,841,271 -     356,141,260,334                80,330,033,681           62,823,829,083          577,332,674,392
 Jumlah Aset                                   17,277,787,672,099     15,595,887,689,070    15,719,450,020,215            15,947,150,651,592       16,228,128,472,307       13,856,369,151,695
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                   12 .2 9 %               -1.4 1%              -2 .2 7 %                      0 .5 0 %                 0 .3 9 %                 4 .17 %
 Laba Bersih                                    2,124,174,499,062 -      219,946,841,271 -     356,141,260,334                80,330,033,681           62,823,829,083          577,332,674,392
 Jumlah Ekuitas                                 4,508,389,586,810      4,288,442,745,539     3,932,301,485,205             4,012,631,518,886        4,075,455,347,969        4,652,788,022,361
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                4 7 .12 %              -5 .13 %              -9 .0 6 %                      2 .0 0 %                 1.5 4 %                 12 .4 1%

 RASIO PROFITABILITAS
 Margin Laba Bruto                                           7.85%                     8.02%                    8.04%                    8.17%                    9.84%                   8.38%
 Margin Laba (Rugi) Usaha                                   -2.93%                    -1.80%                   -3.73%                   -4.42%                   -2.84%                   3.69%
 Margin Laba (Rugi) Bersih                                  32.00%                    -3.15%                   -5.99%                    1.40%                    1.06%                   7.47%
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                    12.29%                    -1.41%                   -2.27%                    0.50%                    0.39%                   4.17%
 Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                 47.12%                    -5.13%                   -9.06%                    2.00%                    1.54%                  12.41%
Page 87
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 11                                                                                                                                                            Dinyatakan dalam Rupiah

       PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK                      2026                 2027                 2028                  2029                 2030                  2031
                                                                       Projection           Projection           Projection            Projection           Projection            Projection

ASET
Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                                 (14,843,135,588) 1,409,614,002,766    1,412,594,426,586   1,415,104,257,172   1,417,614,087,757   2,465,198,373,223
  Kas yang Dibatasi Penggunaannya                                                -                    -                   -                   -                   -                   -
  Restru Loan DSA & DSRA                                                (156,864,412)      (1,620,932,253)     (2,091,525,488)     (2,091,525,488)     (2,091,525,488)     (1,254,915,293)
  Tagihan Bruto, Piutang Usaha, Uang Muka dan Piutang Retensi CO                 -                    -                   -                   -                   -                   -
  Tagihan Bruto (Proy. Baru)                                                     -                    -                   -                   -                   -                   -
  Piutang Usaha (Proy. Baru)                                                     -                    -                   -                   -                   -                   -
  Piutang Retensi (Proy. Baru)                                                   -                    -                   -                   -                   -                   -
  Persediaan                                                                     -                    -                   -                   -                   -                   -
  Pajak & Biaya Dibayar Di Muka                                                  -                    -                   -                   -                   -                   -
  Aset Lancar Lainnya                                                            -    (1,551,141,824,258) (1,551,141,824,258) (1,551,141,824,258) (1,551,141,824,258) (1,551,141,824,258)
    Jumlah Aset Lancar                                              (15,000,000,000)    (143,148,753,745)   (140,638,923,160)   (138,129,092,574)    (135,619,261,989)   912,801,633,673

Aset Tidak Lancar
  Piutang Lain-lain Jangka Panjang                                                 -                    -                    -                     -                    -                    -
  Investasi pada Entitas Asosiasi                                                  -                    -                    -                     -                    -      (663,057,024,610)
  Penyertaan Saham pada Entitas Anak                                               -                    -                    -                     -                    -        (74,353,000,000)
  Investasi pada Ventura Bersama                                                   -                    -                    -                     -                    -                    -
  Aset Tetap - Bersih                                                              -                    -                    -                     -                    -                    -
  Aset Tidak Lancar Lainnya                                                        -                    -                    -                     -                    -                    -
    Jumlah Aset Lancar                                                              -                    -                    -                     -                    -     (737,410,024,610)

                              TOTAL ASET                            (15,000,000,000)     (143,148,753,745)    (140,638,923,160)     (138,129,092,574)     (135,619,261,989)     175,391,609,063


LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang Usaha, Bruto dan Retensi (CO)                                          -                     -                     -                     -                    -                      -
   Utang Uang Muka (CO)                                                         -                     -                     -                     -                    -                      -
   Utang Usaha, Bruto & Retensi (Proy. Baru)                                    -                     -                     -                     -                    -                      -
   Uang Muka (Proy. Baru)                                                       -                     -                     -                     -                    -                      -
   Utang SCF (CO)                                                               -                     -                     -                     -                    -                      -
   Standstill Interest & Deferred Interest                                      -                     -                     -                     -                    -                      -
   Utang Pajak                                                                  -                     -                     -                     -                    -                      -
   Utang Lainnya                                                                -                     -                     -                     -                    -                      -
   Utang Bank & Lembaga Keuangan                                   249,137,816,037         (2,509,830,585)       (2,509,830,585)       (2,509,830,585)      (2,509,830,585)                   -
    Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 249,137,816,037       (2,509,830,585)       (2,509,830,585)       (2,509,830,585)      (2,509,830,585)                     -

Liabilitas Jangka Panjang
   Utang Bank & Lembaga Keuangan                                   (180,492,113,741)     (188,130,002,502)    (202,615,360,725)     (218,402,659,400)     (235,608,916,616)                   -
   Utang Obligasi                                                                -                    -                    -                     -                     -                      -
   Liabilitas Imbalan Kerja                                                      -                    -                    -                     -                     -                      -
   Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                                             -                    -                    -                     -                     -                      -
    Jumlah Liabiitas Jangka Panjang                                  (180,492,113,741)   (188,130,002,502)    (202,615,360,725)     (218,402,659,400)     (235,608,916,616)                    -

                           TOTAL LIABILITAS                         68,645,702,297       (190,639,833,087)      (205,125,191,311)   (220,912,489,986)     (238,118,747,201)                    -

EKUITAS
  Modal Saham                                                                    -                   -                    -                     -                     -                     -
  Tambahan Modal Disetor                                                         -                   -                    -                     -                     -                     -
  Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali                                   -                   -                    -                     -                     -                     -
  Saldo Laba                                                         (83,645,702,297)     47,491,079,342       64,486,268,151        82,783,397,411       102,499,485,212       175,391,609,063
  Komponen Ekuitas Lainnya                                                       -                   -                    -                     -                     -                     -
                            TOTAL EKUITAS                           (83,645,702,297)      47,491,079,342        64,486,268,151        82,783,397,411      102,499,485,212       175,391,609,063

                    TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                    (15,000,000,000)     (143,148,753,745)    (140,638,923,160)     (138,129,092,574)     (135,619,261,989)     175,391,609,063
Page 88
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 12                                                                                                                        Dinyatakan dalam Rupiah

PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK       2026                2027                2028             2029              2030              2031
                                                 Projection          Projection          Projection       Projection        Projection        Projection

PENDAPATAN                                                    -                   -                   -                -                 -                 -

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                        -                   -                   -                -                 -                 -

LABA KOTOR                                                    -                   -                   -                -                 -                 -

BEBAN USAHA
  Beban umum dan administrasi                   (15,000,000,000)                 -                   -                -                 -                 -
  Beban penyusutan dan beban lain-lain                      -                    -                   -                -                 -                 -
    Jumlah Beban Usaha                         (15,000,000,000)                   -                   -                -                 -                 -

LABA USAHA                                     (15,000,000,000)                   -                   -                -                 -                 -

  Bagian laba dari joint operation                           -                  -                  -                 -                -                  -
  Beban keuangan                                             -      10,147,719,346      16,995,188,809    18,297,129,260   19,716,087,801    15,374,141,931
  Beban pajak final                                          -                  -                  -                 -                -                  -
   Jumlah Pendapatan (Beban) lain-lain                        -      10,147,719,346     16,995,188,809    18,297,129,260    19,716,087,801     15,374,141,931

LABA SEBELUM PAJAK                             (15,000,000,000)      10,147,719,346     16,995,188,809    18,297,129,260    19,716,087,801    15,374,141,931

  Pajak badan dan pajak divestasi                          -        (34,125,120,134)                 -                -                 -   (16,223,020,541)
  Lainnya                                      (68,645,702,297)    155,114,182,426                   -                -                 -    73,741,002,461

LABA BERSIH                                    (83,645,702,297)     131,136,781,638     16,995,188,809    18,297,129,260    19,716,087,801   72,892,123,851
Page 89
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 13                                                                                                                 Dinyatakan dalam Rupiah
                                                                                             PROFORMA POSISI KEUANGAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK              Sebelum Rencana Transaksi                 Penyesuaian             Setelah Rencana Transaksi
                                                                30 Juni 2026                         Proforma                     30 Juni 2026

ASET
Aset Lancar
  Kas dan setara kas                                                  813,095,888,019                 1,765,816,000,000             2,578,911,888,019
  Piutang usaha                                                     2,064,420,405,740                               -               2,064,420,405,740
  Piutang retensi                                                   1,000,844,192,549                               -               1,000,844,192,549
  Tagihan bruto kepada pemberi kerja                                4,724,177,382,146                               -               4,724,177,382,146
  Persediaan                                                        4,669,536,884,471                               -               4,669,536,884,471
  Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual                      1,523,433,445,292                (1,523,433,445,292)                          -
  Uang muka                                                           274,478,747,536                               -                 274,478,747,536
  Biaya dibayar dimuka                                                263,043,234,074                               -                 263,043,234,074
  Pajak dibayar dimuka                                                263,308,253,788                               -                 263,308,253,788
  Aset keuangan dari kontrak konsesi                                  362,568,529,951                                                 362,568,529,951
  Aset lancar lainnya                                               1,215,040,159,355                             -                 1,215,040,159,355
     Jumlah Aset Lancar                                             17,173,947,122,921                242,382,554,708              17,416,329,677,629

Aset Tidak Lancar
  Aset real estat                                                   3,107,759,971,790                              -                3,107,759,971,790
  Aset keuangan dari kontrak konsesi                                1,312,357,433,751                              -                1,312,357,433,751
  Investasi pada entitas asosiasi                                     663,413,779,934                              -                  663,413,779,934
  Investasi pada ventura bersama                                    1,142,357,615,185                              -                1,142,357,615,185
  Properti investasi                                                1,148,445,000,000                              -                1,148,445,000,000
  Aset tetap                                                        2,039,311,075,453                              -                2,039,311,075,453
  Aset hak guna                                                        25,295,629,662                              -                   25,295,629,662
  Investasi jangka panjang lainnya                                     31,919,416,514                              -                   31,919,416,514
  Aset pajak tangguhan                                                 33,036,197,395                              -                   33,036,197,395
  Aset tidak lancar lainnya                                           821,574,498,553                              -                  821,574,498,553
     Jumlah Aset Lancar                                            10,325,470,618,237                               -              10,325,470,618,237

                          TOTAL ASET                                27,499,417,741,158                242,382,554,708              27,741,800,295,866


LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang bank dan lembaga keuangan lainnya                           1,966,072,247,654                             -                 1,966,072,247,654
   Utang usaha                                                       6,703,582,550,820                             -                 6,703,582,550,820
   Utang bruto subkontraktor                                         2,327,876,876,005                             -                 2,327,876,876,005
   Utang pajak                                                         705,595,450,152                             -                   705,595,450,152
   Uang muka pemberi kerja                                             612,458,924,449                             -                   612,458,924,449
   Pendapatan diterima di muka                                       2,033,192,000,982                             -                 2,033,192,000,982
   Beban akrual                                                      1,756,594,303,896                             -                 1,756,594,303,896
   Utang retensi                                                       533,026,892,296                             -                   533,026,892,296
   Utang bank dan lembaga keuangan lainnya jangka panjang yang jatuh tempo  dalam setahun
                                                                         72,745,647,108                             -                    72,745,647,108
   Surat utang jangka menengah                                                      -                              -                               -
   Utang obligasi                                                       15,615,346,240                             -                    15,615,346,240
   Liabilitas jangka pendek lainnya                                    266,587,279,549                             -                   266,587,279,549
   Liabilitas imbalan kerja                                             28,372,308,224                             -                    28,372,308,224
     Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                17,021,719,827,375                              -               17,021,719,827,375

Liabilitas Jangka Panjang
   Utang retensi                                                      183,496,095,050                              -                  183,496,095,050
   Uang muka pemberi kerja                                             21,451,883,140                              -                   21,451,883,140
   Utang bank dan lembaga keuangan lainnya                          2,511,194,895,596                              -                2,511,194,895,596
   Utang ventura bersama                                              274,961,626,786                              -                  274,961,626,786
   Utang obligasi                                                   3,145,235,497,834                              -                3,145,235,497,834
   Sukuk ijarah                                                       319,067,958,558                              -                  319,067,958,558
   Liabilitas imbalan kerja                                           412,621,661,066                              -                  412,621,661,066
   Liabilitas pajak tangguhan                                          36,278,284,255                              -                   36,278,284,255
   Liabilitas jangka panjang lainnya                                  286,205,984,972                              -                  286,205,984,972
     Jumlah Liabiitas Jangka Panjang                                7,190,513,887,257                               -               7,190,513,887,257

                       TOTAL LIABILITAS                            24,212,233,714,632                               -              24,212,233,714,632

EKUITAS
  Modal saham                                                          840,760,897,900                            -                    840,760,897,900
  Tambahan modal disetor                                             4,755,656,134,234                            -                  4,755,656,134,234
  Selisih transaksi dengan pihak non pengendali                         71,328,744,422                            -                     71,328,744,422
  Saldo laba                                                        (3,643,557,540,825)               242,382,554,708               (3,401,174,986,117)
  Komponen ekuitas lainnya                                             822,154,104,065                            -                    822,154,104,065
  Kepentingan non pengendali entitas anak                              440,841,686,731                            -                    440,841,686,731
                        TOTAL EKUITAS                               3,287,184,026,527                 242,382,554,708               3,529,566,581,235

                TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        27,499,417,741,159                242,382,554,708              27,741,800,295,867
Page 90
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026

Lampiran - 14                                                                                             Dinyatakan dalam Rupiah
                                                                               PROFORMA LABA RUGI
 PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK   Sebelum Rencana Transaksi          Penyesuaian          Setelah Rencana Transaksi
                                                      30 Juni 2026                  Proforma                  30 Juni 2026

PENDAPATAN                                               3,112,465,261,366                        -              3,112,465,261,366

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                 (2,412,042,638,763)                        -            (2,412,042,638,763)

LABA KOTOR                                               700,422,622,603                          -              700,422,622,603

BEBAN USAHA
  Beban penjualan                                           (6,509,319,306)                      -                  (6,509,319,306)
  Beban umum dan administrasi                            (377,740,096,251)                       -               (377,740,096,251)
    Jumlah Beban Usaha                                   (384,249,415,557)                        -              (384,249,415,557)

LABA USAHA                                                316,173,207,046                         -               316,173,207,046

  Bagian laba ventura bersama                             188,407,106,216                        -                188,407,106,216
  Bagian laba (rugi) entitas asosiasi                      (51,596,387,221)           27,974,218,669               (23,622,168,552)
  Beban keuangan                                         (349,168,884,484)                       -               (349,168,884,484)
  Penghasilan (beban) lainnya                              (35,831,476,184)          214,408,336,039              178,576,859,855
  Beban pajak final                                        (75,099,491,051)                      -                 (75,099,491,051)
   Jumlah Pendapatan (Beban) lain-lain                   (323,289,132,724)           242,382,554,708              (80,906,578,016)

LABA SEBELUM PAJAK                                          (7,115,925,678)          242,382,554,708             235,266,629,030

  Pajak kini                                               (3,043,186,167)                       -                 (3,043,186,167)
  Pajak tangguhan                                                     -                          -                            -

LABA BERSIH                                                 (10,159,111,845)         242,382,554,708             232,223,442,863

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.67 MB
Published8 Oct 2026
Pages90
Characters308,502
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 9421 ms 11 Oct 2026 10:11

missing: transaction_date

Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset perusahaan'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset perusahaan',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2026-06-30',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result