Back to announcement
20261008_ADHI_Laporan Informasi dan Fakta Material_32164934_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review ADHISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 90
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
Atas Rencana Transaksi Divestasi
Untuk Kepentingan
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK
Yang Berlokasi di :
Jalan MT. Haryono, No. 27, Kel. Cawang
Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur,
Provinsi DKI Jakarta 13630
No. File: 00141/2.0055-31/BS/03/0683/0/X/2026
Page 2
No. File : 00141/2.0055-31/BS/03/0683/0/X/2026
Bandung, 07 Oktober 2026
Kepada Yth,
DIREKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Jalan MT. Haryono, No. 27,
Kel. Cawang, Kecamatan Kramat Jati,
Kota Jakarta Timur
Provinsi DKI Jakarta 13630
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Divestasi Saham.
Dengan hormat,
Sehubungan dengan rencana PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“Perseroan”) yaitu melakukan
Divestasi 47,18% Saham PT Jasamarga Jogja Solo kepada PT Sarana Multi Infrastruktur
Tbk (“SMI”) untuk selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi” yang merupakan
Transaksi Material. Perseroan telah menunjuk KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk
selanjutnya disebut sebagai “TnR” sebagai penilai independen untuk memberikan
pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi tersebut di atas, sesuai
dengan kesepakatan yang tertuang dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.26.31.0014,
tanggal 07 Mei 2026, Surat Perintah Kerja (SPK) No. SCM-PBIS-002/2026-SPK-AMD01,
tanggal 08 Mei 2026, atas revisi Surat Perintah Kerja (SPK) No. SCM-PBIS-002/2026-
SPK, tanggal 25 Februari 2026.
Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta analisis
berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara
fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut
terpenuhi.
i
Page 3
LATAR BELAKANG
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan perusahaan
yang bergerak di bidang jasa konstruksi, pembangunan infrastruktur, engineering,
properti, real estate, serta industri manufaktur terkait.
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang selanjutnya disebut “SMI” merupakan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) berbentuk lembaga keuangan non-bank yang berstatus
sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah koordinasi Kementerian Keuangan
Republik Indonesia.
Perseroan memandang perlu untuk melakukan divestasi atas 47,18% kepemilikan
sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo, sebagai bagian dari program penataan dan
streamlining portofolio investasi Perseroan, sejalan dengan arahan pemegang saham
agar Perseroan kembali fokus pada kompetensi intinya sebagai kontraktor. Investasi
jalan tol dinilai tidak sejalan dengan kegiatan usaha utama tersebut, sehingga
pelepasan investasi tersebut memungkinkan Perseroan mengoptimalkan komposisi
portofolio aset dan investasinya. Dana hasil divestasi akan mendukung upaya
restrukturisasi Perseroan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan nilai bagi para
pemegang saham.
Berdasarkan penjelasan di atas, rencana transaksi divestasi atas 47,18% saham PT
Jasamarga Jogja Solo, yang selanjutnya dalam laporan ini disebut dengan “Rencana
Transaksi”.
Sehubungan dengan rencana tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto & Rekan
selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian Opini Kewajaran atas
Rencana Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Surat Penawaran
Nomor: M.FO.26.31.0014, tanggal 07 Mei 2026, Surat Perintah Kerja (SPK) No. SCM-
PBIS-002/2026-SPK-AMD01, tanggal 08 Mei 2026, atas revisi Surat Perintah Kerja
(SPK) No. SCM-PBIS-002/2026-SPK, tanggal 25 Februari 2026 untuk mengetahui
Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal efektif penilaian adalah per 30 Juni 2025, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran dilaksanakan
menggunakan parameter dan laporan limited review per tanggal
30 Juni 2026.
OBYEK RENCANA TRANSAKSI
Objek Rencana Transaksi adalah Transaksi Material Divestasi 47,18% Saham PT
Jasamarga Jogja Solo antara Perseroan dengan SMI sebesar Rp1.765.816.000.000,00
(satu triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar delapan ratus enam belas juta rupiah).
ii
Page 4
TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan SMI bukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang dapat merugikan Perseroan
sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Proforma Perseroan,
sehingga rencana transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020.
TRANSAKSI MATERIAL
Berdasarkan Draft Jual Beli Bersyarat “CSPA” untuk Kepemilikan Saham Minoritas PT
Jasamarga Jogja Solo antara Perseroan dan SMI, harga jual beli atas 47,18% saham
PT Jasamarga Jogja Solo adalah sebesar Rp1.765.816.000.000,00 (satu triliun tujuh
ratus enam puluh lima miliar delapan ratus enam belas juta rupiah). Sementara itu jumlah
ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited interim konsolidasian per 30
Juni 2026 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Djoko, Sidik, dan Indra dengan
nomor laporan 00040/2.0999/LAK-R/03/1482/1/IX/2026 tercatat sebesar
Rp3.287.184.026.527,00. Total nilai rencana Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas
Perseroan adalah 53,71% sehingga lebih dari batas 20% terhadap jumlah ekuitas
Perseroan.
METODE ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis
dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
Transaksi.
iii
Page 5
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi
IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :
1. Perseroan sebagai pihak yang akan melakukan divestasi atau penjualan saham PT
Jasamarga Jogja Solo;
2. SMI sebagai pihak yang akan mengakuisisi atau membeli saham PT Jasamarga
Jogja Solo.
SMI adalah perusahaan tertutup yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan
Perseroan.
HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
1. Analisis Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan SMI bukan termasuk Transaksi Afiliasi, dimana tidak terdapat
hubungan afiliasi antara Perseroan dengan SMI. Namun, rencana transaksi ini
merupakan Transaksi Material sebagaiamana yang diatur pada POJK 17/2020.
Rencana Transaksi penjualan 1.714.808 saham atau setara 47,18% kepemilikan
Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo kepada PT Sarana Multi Infrastruktur
(Persero) dilakukan sebagai bagian dari program penataan dan streamlining
portofolio investasi dan anak usaha Perseroan, sejalan dengan arahan pemegang
saham agar Perseroan kembali fokus pada kompetensi intinya sebagai perusahaan
konstruksi. Perseroan telah melakukan evaluasi atas portofolio investasinya dan
memandang bahwa investasi pada sektor jalan tol tidak sejalan dengan kegiatan
usaha utama Perseroan. Lebih lanjut, sejak dilakukannya adendum Perjanjian
Pemegang Saham pada tahun 2025, pengendalian atas operasional dan
keuangan PT Jasamarga Jogja Solo telah berada sepenuhnya di bawah PT Jasa
Marga (Persero) Tbk, sehingga kepemilikan Perseroan saat ini bersifat sebagai
investasi tanpa pengendalian.
Perseroan memperoleh dana tunai dari hasil pelepasan 1.714.808 saham atau
setara 47,18% kepemilikan Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo dengan nilai
transaksi sebesar Rp1.765.816.000.000. Dana hasil Rencana Transaksi akan
digunakan oleh Perseroan sesuai dengan strategi investasi Perseroan, sehingga
menjadi aset yang lebih produktif dan pada akhirnya meningkatkan nilai investasi
para pemegang saham.
iv
Page 6
Keuntungan rencana transaksi yaitu dengan melepas kepemilikan saham pada PT
Jasamarga Jogja Solo, Perseroan mengurangi eksposur pada investasi jalan tol
yang bersifat padat modal dan memiliki periode pengembalian investasi yang
panjang, sehingga likuiditas dan struktur permodalan Perseroan menjadi lebih kuat.
Kerugian Rencana Transaksi, dengan dilakukannya transaksi, terdapat biaya-
biaya yang muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya
lembaga penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP,
konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
penilaian objek Rencana Transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta
kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
2. Analisis Kualitatif
Pertumbuhan PDB Dunia tahun 2026 sebesar 3,2%. Pertumbuhan tersebut terutama
dipengaruhi oleh dampak lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (“AS”) dan
kerentanan rantai pasok global, meskipun prospek perekonomian AS membaik
didorong investasi sektor teknologi termasuk artificial intelligence (“AI”) dan stimulus
fiskal pengurangan pajak.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% (yoy), dengan pertumbuhan
kumulatif Semester I 2026 mencapai 5,45% (c-to-c). Perkembangan positif ini
ditopang oleh tingginya realisasi konsumsi pemerintah, terjaganya konsumsi rumah
tangga, serta kinerja investasiNilai tukar Rupiah pada 30 Juni 2026 tercatat
sebesar Rp17.899 per dolar AS. Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus
diperkuat melalui intervensi terukur di pasar spot, DNDF, dan pasar sekunder SBN
untuk menjaga stabilitas Rupiah dari tekanan ketidakpastian pasar keuangan
global.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar 145,60
miliar dolar AS. Jumlah tersebut tetap memadai dan berada jauh di atas standar
kecukupan internasional (sekitar 3 bulan impor).
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34% (yoy),
masih terjaga dalam kisaran sasaran Pemerintah dan Bank Indonesia (2,5±1%).
Sementara itu, suku bunga acuan (BI-Rate) disesuaikan menjadi 5,75% guna
merespons dinamika ketidakpastian pasar keuangan global dan menjaga stabilitas
eksternal
Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan (“BI-Rate”) pada penutupan bulan
Desember 2026 di level 5,75%. (Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia dan BPS, diolah)
Dari sisi permintaan, industri konstruksi pada tahun 2026 masih ditopang oleh
pembangunan infrastruktur transportasi, jalan dan jembatan, fasilitas utilitas,
energi, kawasan industri, bangunan komersial, serta perumahan. Selain proyek
pemerintah, permintaan jasa konstruksi juga berasal dari badan usaha milik negara
dan sektor swasta. Diversifikasi sumber permintaan tersebut memberikan peluang
bagi perusahaan konstruksi untuk mengembangkan portofolio proyek, meskipun
tingkat permintaan dapat berbeda antarsegmen dan wilayah.
Memasuki tahun 2026, industri konstruksi di Indonesia tetap memiliki peran strategis
dalam perekonomian nasional seiring dengan berlanjutnya pembangunan
infrastruktur, kawasan industri, fasilitas publik, perumahan, serta berbagai proyek
investasi pemerintah dan swasta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),
sektor konstruksi merupakan lapangan usaha terbesar keempat dalam struktur
v
Page 7
perekonomian Indonesia, dengan kontribusi sebesar 9,83% terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2025. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan
bahwa sektor konstruksi tetap menjadi salah satu sektor utama dalam mendukung
aktivitas ekonomi dan pembangunan nasional.
3. Analisis Kuantitatif
Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
memiliki kinerja yang kurang baik dimana tercermin pada laba rugi Perseroan.
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan mengalami peningkatan
penjualan, laba kotor dan laba usaha, dengan demikian Perseroan melakukan
rencana transaksi adalah wajar.
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total aset Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp17,29 triliun pada tahun
2026 menjadi Rp13,68 triliun pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total aset
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp17,27
triliun pada tahun 2026 menjadi Rp13,85 triliun pada tahun 2030. Tidak
perubahan total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat
pelepasan/divestasi kepemilikan saham. Proyeksi total Liabilitas Perseroan
sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp12,70 triliun pada
tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total
Liabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp12,76 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada tahun 2031.
Terdapat perubahan Total Liabilitas Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi. Proyeksi total Ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp4,59 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp4,47 triliun
pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4,50 triliun pada tahun 2026 menjadi
Rp4,65 triliun pada tahun 2031. Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi
keuangan tersebut di atas, sebelum dan setelah Rencana Transaksi terdapat
perbedaan dari konstribusi nilai tambah.
Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp6,63 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp7,72 triliun pada
tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah Penjualan Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp6,63 triliun pada tahun 2026 menjadi
Rp7,72 triliun pada tahun 2031. Tidak terdapat perubahan pada Penjualan
Perseroan setelah Rencana Transaksi. Proyeksi Laba Bersih Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp2,12 triliun pada tahun
2026 menjadi Rp504,44 miliar pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah
Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp2,12 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp577,33 miliar pada tahun 2031.
Terdapat perubahan pada Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi.
4. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Nilai rencana transaksi 47,18% Saham PT Jasamarga Jogja Solo adalah sebesar
Rp1.765.816.000.000,00 sedangkan Nilai Pasar 47,18% Saham PT Jasamarga
Jogja Solo yaitu Rp1.735.493.178.533.00. Selisih harga rencana transaksi terhadap
Nilai Pasar adalah sebesar 1,75%. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor
vi
Page 8
35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b) “Batas atas dan batas bawah pada kisaran
Nilai, tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan
acuan“. Berdasarkan perbandingan di atas, selisih antara nilai Rencana Transaksi
Divestasi Saham 1,75% diatas dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%.
Sehingga kami berpendapat bahwa secara keseluruhan Rencana Transaksi
ditetapkan adalah WAJAR.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa
rencana transaksi adalah WAJAR.
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.
Hormat kami,
KJPP TOTO SUHARTO dan REKAN
CABANG BANDUNG
Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak, CA, Cli, A-CPA, MAPPI (Cert.)
Rekan/Pimpinan Cabang
No. MAPPI : 19-S-09317
No. Register Penilai : RMK-2019.02918
No. Izin Penilai Publik Properti : P-1.24.00660
No. Izin Penilai Publik Bisnis : B-1.25.00683
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis (PB)
No. STTD Profesi Penunjang OJK : KEP-1351/KS.13/2026
No. Izin Penilai Pertanahan BPN : PP1.0025.26
vii
Page 9
SURAT REPRESENTASI
Page 10
Page 11
PERNYATAAN PENILAI
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :
1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan,
baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam
Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Standar Penilaian Indonesia serta Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII 2018).
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
Transaksi pada Tanggal Penilaian (Cut Off Date) 30 Juni 2026.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi
pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber
yang kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
viii
Page 13
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan
yang mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan
Hasil Kajian ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penilai Publik:
Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., M.M., M.Ec.Dev., Ak., CA,
CLI, ACPA, MAPPI
(Cert.)
…………………………
No. MAPPI : 19-S-09317
No. Izin Penilai Publik Properti : P-1.24.00660
No. Izin Penilai Publik Bisnis : B-1.25.00683
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
2. Reviewer:
Karina Gama Soleha, S.E., M.Ec.Dev. …………………………
No. MAPPI : 21-P-10773
No. Register Penilai : RMK-2021.03732
Kualifikasi Penilai : Bisnis
3. Penilai :
Lolyta Natasha Alda Sadhana, S.M., M.Ec.Dev …………………………
No. MAPPI : 24-P-13143
No. Register Penilai : RMK-2025.05134
Kualifikasi Penilai : Bisnis
4. Asisten Penilai :
Sonia Ulfa Fadila, S.Tr.Bns., Ak …………………………
No. MAPPI : 25-A-13884
Kualifikasi Penilai : Bisnis
ix
Page 14
KUALIFIKASI PENILAI
Page 15
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan
A. Penanggung Jawab
1 Nama Lengkap Ir. Henrianto, S.Pi, S.Ak, MM, M.Ec.Dev, Ak,
CA, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
Pendidikan (2016)
- S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
(2024)
- Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
Universitas Padjajaran (2024)
- Pendidikan Profesi Insinyur (PPI)
Universitas Hasanuddin (2025)
S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
Gadjah Mada (2020)
- S-2 Manajemen UPN Veteran
Yogyakarta (2022)
- S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
Bogor (2020-Sekarang)
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 5
Penilai dan Profesi tahun di bidang penilaian properti dan
Keuangan bisnis serta konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Bersertifikat (S) dan
memperoleh ijin Penilai Publik Properti
(P) dan Bisnis (B) dari Kementerian
Keuangan.
- Memperoleh Ijin Akuntan Berpraktik
(AB) dari Kementerian Keuangan RI.
- Pimpinan Rekan KJA Henrianto dan
Rekan.
- Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
Konsultan Pajak Publik Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai Akuntan
Profesional (Chartered Accountant)
dari Ikatan Akuntan Indonesia
- Memperoleh izin STTD Pasar Modal
dari Otoritas Jasa Keuangan RI
- Memperoleh izin STTD IKNB dari
Otoritas Jasa Keuangan RI
- Memperoleh lisensi sebagai Wakil
Perantara Pedagang Efek dari
Otoritas Jasa Keuangan
- Memperoleh lisensi sebagai Analisis
Efek dari BNSP LSP Pasar Modal
x
Page 16
B. Reviewer
1 Nama Lengkap Karina Gama Soleha, S.E, M.Ec.Dev
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Ekonomi Universitas
Pendidikan Muhammadiyah Yogyakarta
- S-2 Ekonomika Pembangunan
Universitas Gadjah Mada
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 3
Penilai tahun di bidang penilaian bisnis serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Pratama (P)
C. Penilai
1 Nama Lengkap Lolyta Natasha Alda Sadhana, S.M, M.Ec.Dev
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 International Business Management
Pendidikan Universitas Ciputra
- S-2 Ekonomika Pembangunan
Universitas Gadjah Mada
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 1
Penilai tahun di bidang penilaian bisnis serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Pratama (P)
D. Asisten Penilai
1 Nama Lengkap Sonia Ulfa Fadila, S.Tr.Bns, Ak
2 Pendidikan Strata 1 (S-1)
3 Lembaga - D-4 Keuangan Syariah Politeknik
Pendidikan Negeri Bandung
- Pendidikan Profesi Akuntan Universitas
Padjajaran
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 1
Penilai tahun di bidang penilaian bisnis serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Asosiasi (A)
xi
Page 17
DAFTAR ISI
Page 18
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT ..................................................................................................... i - vii
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................. viii - ix
KUALIFIKASI PENILAI ..................................................................................... x - xi
DAFTAR ISI .....................................................................................................xii – xiii
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK ........................................................................ xiv
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... I–1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................... I - 1
1.2 Identitas Status Penilai ............................................................................................... I - 2
1.3 Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan .......................................................... I - 3
1.4 Objek Rencana Transaksi .......................................................................................... I - 3
1.5 Ruang Lingkup ........................................................................................................... I - 3
1.6 Maksud dan Tujuan ................................................................................................... I - 4
1.7 Tanggal Penilaian ...................................................................................................... I - 4
1.8 Independensi Penilai ................................................................................................. I - 4
1.9 Tanggung Jawab Penilai ........................................................................................... I - 4
1.10 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ................................................. I - 5
1.11 Transaksi Material ..................................................................................................... I - 6
1.12 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ............................................ I - 8
1.13 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events).................. I - 8
1.14 Sumber Data .............................................................................................................. I - 8
1.15 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai ................................................. I - 10
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI DIVESTASI SAHAM ... II – 1
2.1. Metode Analisis atas Rencana Transaksi ................................................................. II - 1
2.2. Analisis Rencana Transaksi ...................................................................................... II - 1
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi .............................................. II - 1
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ................................................. II - 3
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi ................................................................ II - 5
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi............................................................... II - 6
2.3.1. Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan ........................................................................... II - 6
2.3.2. Gambaran Perekonomian Dunia dan Indonesia ............................................................... II - 8
2.3.3. Gambaran Umum Industri Konstruksi ................................................................................ II - 14
2.3.4. Analisa Prospek Usaha Perseroan .................................................................................... II - 15
2.3.5. Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi ......................................................................... II - 16
2.3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi ........... II - 17
2.4. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .......................................................... II - 18
2.4.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan .................................................................................... II - 18
2.4.2. Analisis Rasio Keuangan...................................................................................................... II - 21
2.4.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan ................................................................ II - 22
2.4.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan ..................................... II - 26
2.4.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .................. II - 28
2.4.6. Analisis Inkremental .............................................................................................................. II - 32
2.5. Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi....................................................... II - 37
2.5.1. Ringkasan Hasil Penilaian ................................................................................................... II - 37
2.6. Harga Rencana Transaksi ....................................................................................... II - 38
2.6.1. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar....................................... II - 38
2.6.2. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ............................................................... II - 38
2.7. Kesimpulan ............................................................................................................. II - 39
Daftar Isi xii
Page 19
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk Daftar Isi xiii
Page 20
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 21
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Tabel 1.1. Analisa Hubungan Afiliasi Berdasarkan Kesamaan Direksi & Komisaris ................. I - 5
Tabel 1.2. Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai
Ekuitas .............................................................................................................................................. I - 7
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ....................................................................................... II - 2
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan ........................................................................................................ II - 2
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham SMI .................................................................................................. II - 3
Tabel 2.4. Susunan Pengurus SMI ................................................................................................................... II - 3
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan ....................................................................................................................... II - 7
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia.............................................................................. II - 8
Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia................................................................................................................ II - 9
Tabel 2.8. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2020- 2026) ...................................................................... II - 12
Tabel 2.9. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ...................................................... II - 18
Tabel 2.10. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan ........................................................................... II - 19
Tabel 2.11. Rasio Keuangan Perseroan ....................................................................................................... II - 21
Tabel 2.12. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Sebelum Rencana Transaksi (Jutaan Rupiah) .... II - 23
Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Setelah Rencana Transaksi (Jutaan Rupiah) ........ II - 24
Tabel 2.14. Proyeksi Laba Rugi Perseroan Sebelum Rencana Transaksi (Dalam Jutaan Rupiah) .... II - 25
Tabel 2.15. Proyeksi laba (rugi) Perseroan Setelah Transaksi (Dalam Jutaan Rupiah) ..................... II - 26
Tabel 2.16. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ........................................................................ II - 26
Tabel 2.17. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ......................................................................... II - 28
Tabel 2.18. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah) ........................................................................... II - 29
Tabel 2.19. Proforma Laba (Rugi) (Dalam Rupiah) .................................................................................... II - 31
Tabel 2.20. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)........................ II - 32
Tabel 2.21. Nilai Pasar Saham/Ekuitas ........................................................................................................ II - 38
Tabel 2.22. Nilai Rencana Transaksi ............................................................................................................. II - 38
Tabel 2.23. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar.................................... II - 38
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ................................ II - 19
Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ........................................... II - 20
Daftar Tabel Dan Grafik xiv
Page 22
DAFTAR LAMPIRAN
Page 23
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : HISTORICAL POSISI KEUANGAN
Lampiran 2 : HISTORICAL LABA RUGI
Lampiran 3 : HISTORICAL ARUS KAS
Lampiran 4 : RASIO KEUANGAN
Lampiran 5 : PROYEKSI POSISI KEUANGAN (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 6 : PROYEKSI LABA RUGI (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 7 : PROYEKSI RASIO KEUANGAN (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 8 : PROYEKSI POSISI KEUANGAN (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 9 : PROYEKSI LABA RUGI (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 10 : PROYEKSI RASIO KEUANGAN (SEBELUM TRANSAKSI)
Lampiran 11 : INKREMENTAL POSISI KEUANGAN
Lampiran 12 : INKREMENTAL LABA RUGI
Lampiran 13 : PROFORMA POSISI KEUANGAN
Lampiran 14 : PROFORMA LABA RUGI
Daftar Lampiran xv
Page 24
BAB I PENDAHULUAN
Page 25
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, pembangunan
infrastruktur, engineering, properti, real estate, serta industri manufaktur
terkait.
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang selanjutnya disebut “MBR”
merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbentuk lembaga
keuangan non-bank yang berstatus sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di
bawah koordinasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Perseroan memandang perlu untuk melakukan divestasi atas 47,18%
kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo, sebagai bagian dari
program penataan dan streamlining portofolio investasi Perseroan, sejalan
dengan arahan pemegang saham agar Perseroan kembali fokus pada
kompetensi intinya sebagai kontraktor. Investasi jalan tol dinilai tidak sejalan
dengan kegiatan usaha utama tersebut, sehingga pelepasan investasi
tersebut memungkinkan Perseroan mengoptimalkan komposisi portofolio aset
dan investasinya. Dana hasil divestasi akan mendukung upaya restrukturisasi
Perseroan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan nilai bagi para
pemegang saham.
Berdasarkan penjelasan di atas, rencana transaksi divestasi atas 47,18%
saham PT Jasamarga Jogja Solo, yang selanjutnya dalam laporan ini disebut
dengan “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan Draft Perjanjian Jual Beli Bersyarat, bahwa telah disepakati
harga jual beli atas kepemilikan 47,18% saham PT Jasamarga Jogja Solo
adalah sebesar Rp1.765.816.000.000,00.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, bahwa antara Perseroan dan
SMI bukan merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 bahwa Rencana
Transaksi bukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020. Selain itu,
Rencana Transaksi ini merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud
dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi diatas
20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
limited review per 30 Juni 2026 yang telah direview oleh Kantor Akuntan
Publik Djoko, Sidik, & Indra dengan hasil review wajar dalam semua hal yang
material.
Bab I - Pendahuluan 1
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Sehubungan dengan rencana tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto
& Rekan selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian
Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang
tertuang dalam Surat Penawaran Nomor: M.FO.26.31.0014, tanggal 07 Mei
2026, Surat Perintah Kerja (SPK) No. SCM-PBIS-002/2026-SPK-AMD01,
tanggal 08 Mei 2026, atas revisi Surat Perintah Kerja (SPK) No. SCM-PBIS-
002/2026-SPK, tanggal 25 Februari 2026 untuk mengetahui Kewajaran atas
Rencana Transaksi tersebut.
1.2 Identitas Status Penilai
TnR awalnya merupakan PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif
dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007, AKA berubah menjadi
Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan, sebagai bentuk penyesuaian
terhadap Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai
publik di Indonesia berdasarkan Surat Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik
(SIUPKJPP) Nomor 2.09.0055, sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 1009/KM.1/2009 tanggal 28 Juli 2009.
Pelaksana dan penanggung jawab penugasan ini adalah KJPP Toto Suharto
dan Rekan Cabang Bandung yang juga telah mendapatkan izin resmi
sebagai Cabang KJPP dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. 189/MK/SK/2025 tertanggal 25 September 2025.
Penilai yang bertanda tangan dalam laporan ini:
Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak, CA, CLI, MAPPI (Cert.)
- No. MAPPI : 19-S-09317
- No. Register Penilai : RMK-2019.02918
- No. Izin Penilai Publik Properti : P-1.24.00660
- No. Izin Penilai Publik Bisnis : B-1.25.00683
- Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis (P&B)
- No. STTD Profesi Penunjang OJK: KEP-1351/KS.13/2026
- No. Penilai Pertanahan BPN : PP1.0025.26
Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
kapasitasnya sebagai rekan pada Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
& Rekan, yang merupakan penyedia jasa penilaian independen.
Penilai tidak memiliki, maupun berpotensi memiliki, benturan kepentingan
dengan Perseroan sebagai pemberi tugas maupun dengan opini kewajaran.
Dengan demikian, penilai berada dalam posisi yang independen untuk
memberikan opini kewajaran yang objektif dan tidak memihak.
Bab I - Pendahuluan 2
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
1.3 Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:
Nama : PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Bidang Usaha : Jasa Konstruksi, Pembangunan Infrastruktur, Engineering,
Properti, Real Estate, serta Investasi dan Konsesi.
Alamat : Jalan MT. Haryono, No. 27, Kel. Cawang, Kec. Kramat
Jati, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta 13630.
Nomor Telepon : (021) 508 73000
Email : adhi@adhi.co.id
Website : www.adhi.co.id
PT Adhi Karya (Persero) Tbk adalah BUMN konstruksi Indonesia yang berawal
dari perusahaan Belanda yang diambil alih negara pada 1958, resmi
bernama Adhi Karya sejak 1960, berstatus Persero sejak 1971, dan menjadi
konstruksi BUMN pertama yang melantai di BEI pada 2004 dengan kode
saham ADHI; perusahaan ini bergerak di empat lini bisnis utama yaitu
Engineering & Construction, Property & Hospitality, Manufacturing, dan
Investment & Concessions, dengan proyek andalan seperti LRT Jabodebek
serta anak usaha seperti Adhi Persada Properti, Adhi Persada Beton, dan
Adhi Persada Gedung, di mana mayoritas sahamnya (sekitar 64,33%) kini
dipegang oleh PT Danantara Asset Management (Persero) sebagai
representasi negara dan sisanya oleh publik.
1.4 Objek Rencana Transaksi
Objek Rencana Transaksi adalah Transaksi Material Divestasi 47,18% Saham
PT Jasamarga Jogja Solo antara Perseroan dengan SMI sebesar
Rp1.765.816.000.000,00 (satu triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar
delapan ratus enam belas juta rupiah). Berikut objek Rencana Transaksi:
No. Keterangan Jumlah Lembar Persentase
Kepemilikan Saham milik PT Adhi
1. Karya (Persero) Tbk di PT Jasamarga 1.714.808 47,18%
Jogja Solo
1.5 Ruang Lingkup
Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan
untuk kepentingan lain. Pendapat kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk
memberikan rekomendasi persetujuan atau tidak menyetujui Rencana
Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.
Bab I - Pendahuluan 3
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR untuk memberikan Opini
Kewajaran atas Rencana Transaksi yang diharapkan dapat melakukan kajian
secara objektif dan independen.
1.6 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
berlaku, yaitu Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.
35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No.
17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
1.7 Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 30 Juni 2026, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis
kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan
limited review konsolidasian Perseroan per tanggal 30 Juni 2026.
1.8 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan opini kewajaran ini, TnR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
dengan penugasan ini.
1.9 Tanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
penyusunan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TnR
bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran yang diterbitkan.
Bab I - Pendahuluan 4
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
1.10 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
Berdasarkan POJK No 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi Dan
Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”), yang dimaksud dengan
Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka
atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan
Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan
terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota
Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi
antara Perseroan dengan SMI bukan merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020. PT Sarana Multi
Infrastruktur (Perseroan) atau (“SMI”) merupakan perusahaan yang dimiliki
langsung oleh Kementerian Keuangan RI sedangkan Perseroan merupakan
perusahaan dimana pemegang saham pengendalinya adalah PT Danantara
Asset Management (Persero).
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan & SMI serta
informasi yang diperoleh dari manajemen, tidak terdapat hubungan
kepengurusan antara pihak-pihak yang bertransaksi hal tersebut dapat
dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 1.1. Analisa Hubungan Afiliasi Berdasarkan Kesamaan Direksi & Komisaris
PT Sarana Multi
PT Adhi Karya
Infrastruktur
No. Jabatan (Persero) Tbk
(Persero)
“Perseroan”
“SMI”
Dody Usodo Andin
1. Komisaris Utama
Hargosuseno Hadiyanto
Alexander Rubi
2. Komisaris Askolani
Satyoadi
3. Komisaris Amelia Tetriana -
Ancella
4. Komisaris Independen Rustam Sofyan Sirait Anitawati
Hermawan
Erwin Moeslimin Dikdik
5. Komisaris Independen
Singajuru Yustandi
Arief Wibisono
6. Komisaris Independen Elan Suherlan
Lubis
Bab I - Pendahuluan 5
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Moeharmein Zein Reynaldi
7. Direktur Utama
Chaniago Hermansjah
Faaris
8. Direktur Harimawan
Pranawa
9. Direktur Yan Arianto Pradana Murti
10. Direktur Bani Iqbal Sylvi J. Gani
Ki Syahgolang Aradita
11. Direktur
Permata Priyanti
12. Direktur Rozi Sparta -
Sumber: Laporan Keuangan Audited Perseroan dan data SMI
Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi Afiliasi
dimana tidak terdapat hubungan kesamaan pemegang saham dan kesamaan
pengurus antara Perseroan dengan SMI.
Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis
antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota direksi,
anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, yang
dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan
Keuangan Proforma Perseroan, sehingga bukan merupakan Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020.
Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
Keterbukaan Informasi, bilamana Rencana Transaksi tersebut telah
dilaksanakan.
1.11 Transaksi Material
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”) tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah
setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
atas pinjaman dari pihak lain; dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
Bab I - Pendahuluan 6
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan atau melebihi 20% (dua puluh
persen) dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).
Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai berikut:
Tabel 1.2. Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai
Ekuitas
Nilai Ekuitas Perseroan Nilai Rencana Persentase Nilai Transaksi
Rencana Transaksi
(Rp) Transaksi (Rp) Terhadap Ekuitas (%)
47,18% Saham
PT Jasamarga 3.287.184.026.527 1.765.816.000.000 53,71%
Jogja Solo
Berdasarkan Draft Jual Beli Bersyarat “CSPA” untuk Kepemilikan Saham
Minoritas PT Jasamarga Jogja Solo antara Perseroan dan SMI, harga jual
beli atas 47,18% saham PT Jasamarga Jogja Solo adalah sebesar
Rp1.765.816.000.000,00 (satu triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar
delapan ratus enam belas juta rupiah). Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan audited interim konsolidasian per 30 Juni
2026 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Djoko, Sidik, dan Indra
dengan nomor laporan 00040/2.0999/LAK-R/03/1482/1/IX/2026
tercatat sebesar Rp3.287.184.026.527,00. Total nilai rencana Tranksaksi
terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 53,71% sehingga lebih dari batas
20% terhadap jumlah ekuitas Perseroan.
Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas perusahaan terbuka. Setelah
melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini adalah Transaksi Material.
Bab I - Pendahuluan 7
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
1.12 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
penilaian lengkap.
Analisis kewajaran dilakukan melalui analisis kualitatif dan analisis kuantitatif
atas Rencana Transaksi. Dimana analisis atas rencana transaksi dilakukan
dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam hubungan antara pihak-
pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi terdapat penjelasan
manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi.
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri
perdagangan. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
Rencana Tansaksi.
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi
analisis kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
perseroan, analisis proforma laporan keuangan, serta analisis kewajaran
atas nilai Rencana Transaksi.
1.13 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
Events)
Berdasarkan informasi yang kami terima, tidak terdapat kejadian-kejadian
penting setelah tanggal efektif dari tanggal opini kewajaran hingga tanggal
laporan ini diterbitkan.
1.14 Sumber Data
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
Bab I - Pendahuluan 8
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
2. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik Amir
Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam Laporan Nomor
00203/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/III/2021 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Amir
Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam Laporan Nomor
00132/2.1030/AU/03/0181-3/1/III/2022 dengan opini wajar tanpa
modifikasian
4. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik Amir
Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam Laporan Nomor
00083/2.1030/AU.I/03/0501-1/1/11/2023 dengan opini wajar
tanpa modifikasian
5. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Amir
Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam Laporan Nomor
00180/2.1030/AU.1/03/0501-2/III/2024 dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
6. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024, yang diaudit oleh Akuntan Publik Amir
Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam Laporan Nomor
00081/2.1030/AU.1/03.0181-1/1/II/2025 dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
7. Laporan atas Reviu Informasi keuangan Perseroan dan entitas anak untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, yang diaudit oleh
Akuntan Publik Djoko, Sidik, & Indra dalam Laporan Nomor
00040/2.0999/LAK-R/03/1482/1/IX/2026 dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
8. Company profile Perseroan.
9. Laporan tahunan (annual Report) Perseroan tahun 2025.
10. Laporan penilaian 47,18% saham PT Jasamarga Jogja Solo yang
dilakukan oleh KJPP Toto Suharto dan Rekan, dengan laporan No.
00140/2.0055-31/BS/03/0683/0/X/2026, tanggal 05 Oktober
2026.
11. Company profile Perseroan.
12. Proyeksi Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi periode 2026-2031.
13. Legalitas Perseroan.
14. Laporan proforma Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
15. Draft perjanjian jual beli saham bersyarat untuk kepemilikan saham
minoritas PT Jasamarga Jogja Solo.
16. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
Rencana Transaksi.
17. Wawancara dengan manajemen Perseroan.
Bab I - Pendahuluan 9
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
18. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.
1.15 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
beberapa asumsi, antara lain:
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
dari pemberi tugas.
9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga
penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi.
10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
Bab I - Pendahuluan 10
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
di luar ruang lingkup dari penugasan.
16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.
Bab I - Pendahuluan 11
Page 36
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI DIVESTASI SAHAM
Page 37
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
BAB II
KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
DIVESTASI SAHAM
2.1. Metode Analisis atas Rencana Transaksi
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
pihak-pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian
pengikatan dan persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat
dan risiko Rencana Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksiyang meliputi riwayat pihak-pihak
yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan
kerugian Rencana Transaksi.
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma keuangan sebelum dan
sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi.
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:
1. Perseroan sebagai pihak yang akan melakukan divestasi atau penjualan
saham PT Jasamarga Jogja Solo;
2. SMI sebagai pihak yang akan mengakuisisi atau membeli saham PT
Jasamarga Jogja Solo.
Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
dengan Rencana Transaksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 1
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.2.1.1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Struktur Permodalan Perseroan
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada tanggal
30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Saham Nilai Nominal Komposisi
Pemegang Saham
(Lembar) (Rp) (%)
1 Pemerintah Republik Indonesia
- Seri A Dwiwarna Badan Pengaturan
1 100 0,00%
BUMN
- PT Danantara Aset Management
5.408.773.791 540.877.379.100 64,33%
(Persero)
2 Alloysius Suko Widigdo 1.081.800 108.180.000 0,01%
3 Vera Kirana 1.081.800 108.180.000 0,01%
4 Ki Syahgolang Permata 772.200 77.220.000 0,01%
5 Dody Usodo Hargo Suseno 572.700 57.270.000 0,01%
6 Harimawan 337.900 33.790.000 0,00%
7 Publik (kurang dari 5%) 2.994.988.787 299.498.878.700 35,62%
Jumlah Saham Beredar 8.407.608.979 840.760.897.900 100,00%
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan 30 Juni 2026 (diolah)
Susunan Pengurus Perseroan
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan adalah sebagai
berikut:
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Dody Usodo Hargosuseno
Komisaris Alexander Rubi Satyoadi
Komisaris Amelia Tetriana
Komisaris Independen Rustam Sofyan Sirait
Komisaris Independen Erwin Moeslimin Singajuru
Komisaris Independen Elan Suherlan
Komisaris Independen Dody Usodo Hargosuseno
Dewan Direksi
Direktur Utama Moeharmein Zein Chaniago
Direktur Harimawan
Direktur Yan Arianto
Direktur Bani Iqbal
Direktur Ki Syahgolang Permata
Direktur Rozi Sparta
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan 30 Juni 2026 (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 2
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.2.1.2. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
SMI didirikan pada tahun 2009 berdasarkan Akta No. 17 tanggal 26
Februari 2009 dan telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Anggaran Dasar SMI telah
mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir diubah sebagaimana
tercantum dalam Akta No. 16 tanggal 24 Januari 2023.
SMI merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang
pembiayaan infrastruktur, dengan kegiatan usaha meliputi penyediaan
pembiayaan, penyertaan modal, serta jasa pembiayaan untuk proyek-
proyek infrastruktur.
Struktur permodalan dan kepemilikan saham SMI pada tanggal
30 Juni 2026 sebagai berikut:
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham SMI
Jumlah Saham Komposisi Nilai Nominal
Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
-
Pemerintah Republik Indonesia 30.516.600 100,00 30.516.600.000.000
Total 30.516.600 100,00 30.516.600.000.000
Sumber: Laporan Tahunan
Tabel 2.4. Susunan Pengurus SMI
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Andin Hadiyanto
Komisaris Askolani
Komisaris Independen Ancella Anitawati Hermawan
Komisaris Independen Dikdik Yustandi
Komisaris Independen Arief Wibisono Lubis
Dewan Direksi
Direktur Utama Reynaldi Hermansjah
Direktur Faaris Pranawa
Direktur Pradana Murti
Direktur Sylvi J. Gani
Direktur Aradita Priyanti
Sumber: Laporan Tahunan
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Ringkasan Draft Kesepakatan Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) antara
Perseroan dan SMI tentang jual beli saham 47,18% Saham PT Jasamarga
Jogja Solo adalah sebagai berikut:
1. Para pihak dan objek yang bertransaksi adalah PT Adhi Karya (Persero)
Tbk (Penjual) menjual seluruh sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo
kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (Pembeli). Objeknya
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 3
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
1.714.808 saham (47,18%), sedangkan Jasa Marga tetap memegang
52,82%.
2. Harga rencana transaksi sebesar Rp1.765.816.000.000, dibayar tunai
sekaligus ke rekening Penjual di Bank Mandiri pada saat Penyelesaian,
tanpa potongan kecuali diwajibkan hukum. Ini setara sekitar Rp1,03 juta
per saham, atau sekitar 1,03x nilai modal disetor porsi Penjual (hitungan
saya dari Lampiran 1).
3. Penyelesaian paling lambat 30 November 2026, dilaksanakan maksimal
lima Hari Kerja setelah Pemberitahuan Penyelesaian dari Pembeli. Jika
syarat Penjual belum terpenuhi, Pembeli boleh memperpanjang dan
menegosiasikan ulang, tetapi harga tidak boleh naik.
4. Persyaratan pendahuluan Penjual (Lampiran 2):
persetujuan dewan komisaris dan RUPS Penjual;
Surat Dukungan sebagai kontraktor;
konfirmasi Jasa Marga atas tafsir Pasal 10.4(c) Perjanjian Pemegang
Saham, serta pengesampingan hak penawaran terlebih dahulu;
pemberitahuan ke BPJT dan status Amandemen IV PPJT;
persetujuan kreditur sindikasi dan Akad Line, termasuk konfirmasi tidak
ada gagal bayar;
pembaruan perizinan dan izin lingkungan;
pengesahan Peraturan Perusahaan 2026–2028;
dokumen pengadaan tanah dan RTA.
5. Persetujuan dewan komisaris dan RUPS Pembeli, konfirmasi hasil uji tuntas
dapat diterima, dan penandatanganan Perjanjian Jasa Transisi. Pembeli
dapat mengesampingkan persyaratan atas diskresi mutlaknya.
6. Penjual tidak boleh menyetujui perubahan Perjanjian Pemegang Saham
atau "Tindakan Perusahaan Yang Dilarang" tanpa izin Pembeli. Ini
mencakup penerbitan saham, perubahan anggaran dasar, perubahan
Kontrak Material, utang atau capex di atas Rp1,29 triliun, penjaminan
aset, dan restrukturisasi. Penjual juga tidak boleh mengalihkan atau
membebani sahamnya.
7. Pernyataan dan jaminan Penjual mencakup 15 bidang, antara lain
kepemilikan saham bebas pembebanan, perizinan, Kontrak Material, aset,
konstruksi, karyawan, litigasi, laporan keuangan per 31 Maret 2026, dan
pajak. Jaminan Aset Target dan Kegiatan Konstruksi dibatasi pada ruas
yang sudah PHO (Paket 1.1A, 1.1B, 1.2A). Untuk jaminan Kontrak Material,
Aset Target, dan Konstruksi, pengungkapan tidak dapat dipakai Penjual
sebagai pembelaan.
8. Penjual menanggung kerugian langsung dari pelanggaran jaminan dan
kovenan, kelalaiannya sebagai kontraktor pada Kontrak Konstruksi PHO,
denda keterlambatan pembayaran Perusahaan pra-penyelesaian, pajak
pra-penyelesaian, dan kecurangan. Klaim konstruksi baru bisa diajukan
setelah pemulihan lewat kontrak konstruksi ditempuh, masih ada sisa
kerugian, dan ada permintaan setoran dana dari Perusahaan kepada
Pembeli.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 4
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
9. Pasca-penyelesaian, sengketa, dan pengungkapan:
Penjual mengupayakan lima karyawan penugasannya (Lampiran 8)
tetap bekerja di Perusahaan dan mengganti yang keluar dengan
kualifikasi setara.
Hukum Indonesia berlaku; sengketa diselesaikan lewat musyawarah 30
hari, lalu arbitrase BANI di Jakarta dengan tiga arbiter.
Surat Pengungkapan (Lampiran 6) memuat delapan hal, antara lain
izin segmen Purworejo belum ada, biaya sewa Sultan Ground Tahap
2–3 belum teridentifikasi, percepatan Akses Bokoharjo ke 2026, dan
syarat efektif perjanjian dengan PT PII belum terpenuhi.
Berdasarkan Draft CSPA dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi.
A. Manfaat Rencana Transaksi
Manfaat yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
adalah sebagai berikut :
Perseroan memperoleh dana tunai dari hasil pelepasan 1.714.808
saham atau setara 47,18% kepemilikan Perseroan pada PT
Jasamarga Jogja Solo dengan nilai transaksi sebesar
Rp1.765.816.000.000. Dana hasil Rencana Transaksi akan
digunakan oleh Perseroan sesuai dengan strategi investasi Perseroan,
sehingga menjadi aset yang lebih produktif dan pada akhirnya
meningkatkan nilai investasi para pemegang saham.
Rencana Transaksi merupakan bagian dari program penataan dan
streamlining portofolio investasi dan anak usaha Perseroan, sehingga
Perseroan dapat memusatkan sumber daya dan permodalannya
pada kegiatan usaha utama di bidang jasa konstruksi.
Dengan melepas kepemilikan saham pada PT Jasamarga Jogja Solo,
Perseroan mengurangi eksposur pada investasi jalan tol yang
bersifat padat modal dan memiliki periode pengembalian investasi
yang panjang, termasuk potensi kebutuhan tambahan setoran modal
di masa mendatang.
Penerimaan dana hasil Rencana Transaksi akan memperkuat likuiditas
dan struktur permodalan Perseroan, sehingga mendukung upaya
restrukturisasi dan penyehatan keuangan Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 5
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
B. Risiko Rencana Transaksi
Risiko yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
sebagai berikut :
Perseroan memperoleh dana tunai dari hasil pelepasan 1.714.808
saham atau setara 47,18% kepemilikan Perseroan pada PT
Jasamarga Jogja Solo dengan nilai transaksi sebesar
Rp1.765.816.000.000. Dana hasil Rencana Transaksi akan
digunakan oleh Perseroan sesuai dengan strategi investasi Perseroan,
sehingga menjadi aset yang lebih produktif dan pada akhirnya
meningkatkan nilai investasi para pemegang saham.
Rencana Transaksi merupakan bagian dari program penataan dan
streamlining portofolio investasi dan anak usaha Perseroan, sehingga
Perseroan dapat memusatkan sumber daya dan permodalannya
pada kegiatan usaha utama di bidang jasa konstruksi.
Dengan melepas kepemilikan saham pada PT Jasamarga Jogja Solo,
Perseroan mengurangi eksposur pada investasi jalan tol yang
bersifat padat modal dan memiliki periode pengembalian investasi
yang panjang, termasuk potensi kebutuhan tambahan setoran modal
di masa mendatang.
Penerimaan dana hasil Rencana Transaksi akan memperkuat likuiditas
dan struktur permodalan Perseroan, sehingga mendukung upaya
restrukturisasi dan penyehatan keuangan Perseroan.
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1. Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan didirikan pada tanggal 24 Agustus 1994 berdasarkan Akta No.
21, dihadapan Notaris Dra. Selawati Halim, S.H., di Pati dan telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. C2-15.820.HT.01.01Th.1994 tanggal 20 Oktober 1994
serta diumumkan dalam Berita Acara Negara No. 1555, Tanbahan Berita
Negara Republik Indonesia No. 14 tanggal 17 Februari 1995.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan,
terakhir dengan Akta Notaris No. 19 tanggal 20 Mei 2026 dari Liestiani
Wang, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta Selatan, mengenai perubahan Pasal 3
ayat (2) tentang Maksud dan Tujuan Kegiatan Usaha, Pasal 15 ayat (5)
tentang Rapat Direksi dan Pasal 18 ayat (6) tentang Rapat Dewan Komisaris
. Akta ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0038294.AH.01.02.Tahun
2026 tanggal 15 Juni 2026.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 6
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Pihak pengendali terakhir Perusahaan adalah sekelompok individu yang
memiliki pengendalian secara bersama-sama yang terdiri dari anggota
keluarga Soenjoto.
Kegiatan Usaha Perseroan
Saat ini kegiatan utama Perusahaan dan Entitas anak (bersama-sama disebut
sebagai Grup) dalam bidang konstruksi, energi dan industrial, properti, real
estat, investasi infrastruktur, penyelenggaraan prasarana dan sarana
perkeretaapian, jasa pengadaan barang dan hotel.
Legalitas dan Perijinan Perseroan
Data-data legalitas Perseroan yang dapat diinformasikan adalah sebagai
berikut :
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan
No. Keterangan Nomor & Tanggal Yang Mengeluarkan
Akta Pendirian Perseroan
Nomor : 1 Kartini Mulyadi, S.H.,
1. Terbatas PT Adhi Karya
Tanggal 01 Juni 1974 Notaris di Jakarta
(Persero) Tbk
Akta Perubahan Akta Nomor : 2
Kartini Mulyadi, S.H.,
2. Pendirian Perseroan Terbatas Tanggal 3 Desember
Notaris di Jakarta
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 1974
Persetujuan Akta Perubahan
Nomor : No. Y.A.5/5/13 A.n Menteri Hukum dan HAM
3. Pendirian Perseroan Terbatas
Tanggal 17 Januari 1975 Republik Indonesia
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Akta Pernyataan Keputusan
Rapat Umum Pemegang Nomor : 24 Ashoya Ratam, S.H., M.Kn
4.
Saham Kedua PT Adhi Karya Tanggal 18 Mei 2022 Notaris di Jakarta Selatan
(Persero) Tbk
Akta Perubahan Susunan
Nomor : 47 Kartini Mulyadi, S.H.,
5. Pengurus Perusahaan PT Adhi
Tanggal 27 April 2023 Notaris di Jakarta
Karya (Persero) Tbk
Persetujuan Akta Perubahan
Nomor : AHU-AH.01.09- A.n Menteri Hukum dan HAM
6. Pendirian Perseroan Terbatas
0113108 Tahun 2023 Republik Indonesia
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Penerimaan Pemberitahuan Nomor : AHU-AH.01.09-
A.n Menteri Hukum dan HAM
7. Perubahan Data Perseroan PT 0140008
Republik Indonesia
Adhi Karya (Persero) Tbk Tanggal 04 April 2024
Akta Pernyataan Keputusan
Rapat Umum Pemegang Nomor : 08 Ashoya Ratam, S.H., M.Kn
8.
Saham Tahunan PT Adhi Tanggal 03 April 2024 Notaris di Jakarta Selatan
Karya (Persero) Tbk
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 7
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.3.2. Gambaran Perekonomian Dunia dan Indonesia
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
Deskripsi 2022 2023 2024 2025 Juni 2026
PDB Dunia (%) 3,50 3,10 3,30 3,30 3,20
PDB Indonesia (%) 5,31 5,05 5,03 5,04 5,29
Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $) 15.592 15.415 16.157 16.720 17.899
Cadangan Devisa Negara (Rp
137,200 146,400 155,719 156,500 145,60
miliar/US $)
Inflasi (%) 5,51 2,61 1,57 2,92 3,34
BI Rate (Reverse Repo Rate) (%) 5,75 6,00 6,00 4,75 5,75
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia & BPS
Pertumbuhan PDB Dunia tahun 2026 sebesar 3,2%. Pertumbuhan tersebut
terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan tarif resiprokal Amerika
Serikat (“AS”) dan kerentanan rantai pasok global, meskipun prospek
perekonomian AS membaik didorong investasi sektor teknologi termasuk
artificial intelligence (“AI”) dan stimulus fiskal pengurangan pajak.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% (yoy), dengan
pertumbuhan kumulatif Semester I 2026 mencapai 5,45% (c-to-c).
Perkembangan positif ini ditopang oleh tingginya realisasi konsumsi
pemerintah, terjaganya konsumsi rumah tangga, serta kinerja
investasiNilai tukar Rupiah pada 30 Juni 2026 tercatat sebesar
Rp17.899 per dolar AS. Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus
diperkuat melalui intervensi terukur di pasar spot, DNDF, dan pasar
sekunder SBN untuk menjaga stabilitas Rupiah dari tekanan
ketidakpastian pasar keuangan global.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar
145,60 miliar dolar AS. Jumlah tersebut tetap memadai dan berada jauh
di atas standar kecukupan internasional (sekitar 3 bulan impor).
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat sebesar
3,34% (yoy), masih terjaga dalam kisaran sasaran Pemerintah dan Bank
Indonesia (2,5±1%). Sementara itu, suku bunga acuan (BI-Rate)
disesuaikan menjadi 5,75% guna merespons dinamika ketidakpastian
pasar keuangan global dan menjaga stabilitas eksternal
Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan (“BI-Rate”) pada
penutupan bulan Desember 2026 di level 5,75%. (Sumber: Laporan Kebijakan
Moneter Bank Indonesia dan BPS, diolah)
2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global
Pertumbuhan PDB Dunia tahun 2026 sebesar 3,2%. Perekonomian dunia
masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian yang meningkat.
Pertumbuhan ekonomi AS pada 2026 diprakirakan meningkat dipengaruhi
dorongan investasi sektor teknologi termasuk AI dan stimulus pemotongan
pajak. Pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada 2026
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 8
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
diprakirakan melambat akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor
di tengah investasi AI yang juga meningkat. Dari pasar keuangan global,
ruang penurunan Fed Funds Rate berkurang dan disertai masih tingginya yield
UST sejalan defisit fiskal AS yang masih besar. Ketidakpastian pasar
keuangan global juga meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif
resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik.
Perkembangan ini mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS
terhadap mata uang negara maju dan mengakibatkan peningkatan aliran
modal ke emerging market tertahan.
Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: IMF WEO. *Proyeksi Bank Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% (yoy). Pertumbuhan ekonomi
Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar sesuai dengan
kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2026 lebih tinggi
dalam kisaran 4,9 -5,7% ditopang oleh kenaikan permintaan domestik
sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan
stimulus fiskal. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri
Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan
Komunikasi menunjukkan kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi
yang tinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa
dan Kalimantan didorong kenaikan permintaan domestik.
Efektivitas berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu
diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga
kerja. Investasi juga diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya
program prioritas Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam,
sehingga diharapkan makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas
perekonomian. Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui
penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 9
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor
riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya
tahan.
2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha
Ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 terhadap triwulan II-2025 (y-on-y)
tumbuh sebesar 5,28 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh
pertumbuhan pada sebagian besar lapangan usaha. Lapangan usaha yang
mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Lainnya, diikuti oleh
Transportasi dan Pergudangan, serta Informasi dan Komunikasi. Sementara
itu, Industri Pengolahan sebagai salah satu lapangan usaha dengan kontribusi
terbesar terhadap perekonomian Indonesia tetap mencatat pertumbuhan
positif. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi
domestik tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan
ketidakpastian yang masih berlangsung.
Gambar 2. 1 Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y to y) (Persen)
Sumber: BPS Berita Resmi Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
hingga Juni 2026 tidak menunjukkan perubahan. Perekonomian Indonesia
masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,95
persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor sebesar 13,12 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 13,05 persen; Konstruksi sebesar 9,78 persen; serta Pertambangan
dan Penggalian sebesar 8,70 persen. Peranan kelima lapangan usaha
tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,60 persen.
2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran
Ekonomi Indonesia triwulan II-2026 terhadap triwulan II-2025 tumbuh sebesar
5,28 persen (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen
pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PMTB sebesar
6,05 persen; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 5,82 persen; Komponen PK-
RT sebesar 5,05 persen; Komponen PK-P sebesar 4,48 persen; dan Komponen
Ekspor Barang dan Jasa sebesar 3,18 persen. Sementara itu, Komponen
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 10
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB
menurut Pengeluaran) tumbuh sebesar 3,88 persen.
Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (persen)
Sumber: BPS - Berita Resmi Statistik No.18/02/Th. XXIX, 5 Februari 2026
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada
tahun 2025 tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian
Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari
separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,88 persen; diikuti oleh Komponen
PMTB sebesar 28,77 persen; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
22,85 persen; Komponen PK-P sebesar 7,53 persen; Komponen Perubahan
Inventori sebesar 1,85 persen; dan Komponen PK-LNPRT sebesar 1,35 persen.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang
dalam PDB Pengeluaran memiliki peran sebesar 20,54 persen.
2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Pada tahun 2025, Pulau Jawa masih menunjukkan peranan yang kuat dalam
perekonomian Indonesia, dengan kontribusi sebesar 56,93 persen. Posisi
berikutnya ditempati oleh Pulau Sumatera (22,22 persen), Kalimantan (8,12
persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa Tenggara (2,82 persen), serta
Maluku dan Papua (2,69 persen). Ekonomi Indonesia secara spasial selama
tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh kelompok provinsi.
Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c) tertinggi
sebesar 6,23 persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan
Nusa Tenggara (4,87 persen), Pulau Sumatera (4,81 persen), dan Pulau
Kalimantan (4,79 persen). Sementara itu, kelompok provinsi di Pulau Maluku
dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44 persen.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 11
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Gambar 2.1. Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, 2025
Sumber: BPS - Berita Resmi Statistik No.18/02/Th. XXIX, 5 Februari 2026
2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)
Indeks Harga Konsumen (IHK) hingga Juni 2026 tetap terjaga dalam kisaran
sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi IHK Juni 2026 tercatat sebesar 3,34%
(yoy). Inflasi inti tetap terkendali sejalan dengan ekspektasi inflasi yang
terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang memadai, serta
imported inflation yang terjaga melalui kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah
dan konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia. Tekanan inflasi pada akhir
Semester I 2026 terutama didorong oleh kelompok transportasi serta
komoditas pangan (volatile food) seperti beras, cabai merah, dan bawang
merah akibat faktor musiman dan gangguan cuaca di beberapa wilayah
sentra produksi. Sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan
Pemerintah terus diperkuat melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah
(TPIP/TPID) serta penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
(GNPIP).
Tabel 2.8. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2020- 2026)
Bulan 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Januari 2,82 1,55 2,18 5,28 2,57 0.76 2,85
Februari 2,57 1,38 2,06 5,47 2,75 -0,09 2,90
Maret 2,48 1,37 2,64 4,97 3,05 1,03 3,05
April 2,83 1,42 3,47 4,33 3,00 1,95 3,12
Mei 3,32 1,68 3,55 4,00 2,84 1,60 3,18
Juni 3,28 1,33 4,35 3,52 2,51 1,87 3,34
Juli 3,32 1,52 4,94 3,08 2,13 2,37 -
Agustus 3,49 1,59 4,69 3,27 2,12 2,31 -
September 3,39 1,60 5,95 2,28 1,84 2,65 -
Oktober 3,13 1,66 5,71 2,56 1,71 2,86 -
November 3,00 1,75 5,42 2,86 1,55 2,71 -
Desember 2,72 1,87 5,51 2,61 1,57 2,92 -
Sumber: Data Inflasi Bulanan Bank Indonesia, 2026 (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 12
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah
Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas
nilai tukar Rupiah dari dampak peningkatan ketidakpastian pasar keuangan
global. Nilai tukar Rupiah (JISDOR BI) pada 30 Juni 2026 tercatat berada
pada level Rp17.899 per dolar AS. Tekanan terhadap pergerakan nilai tukar
Rupiah selama paruh pertama tahun 2026 terutama dipengaruhi oleh
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, dinamika geopolitik, serta
meluasnya sentimen risk-off yang memicu aliran keluar modal asing (capital
outflow) dari negara berkembang. Pelemahan nilai tukar tersebut
dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian
pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh
perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut
memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank
Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar
NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.
2.3.2.5. Suku Bunga
Kebijakan moneter Bank Indonesia pada 2026 diarahkan untuk memperkuat
stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga inflasi dalam sasaran, serta tetap
mendukung pertumbuhan ekonomi. Setelah mempertahankan BI-Rate sebesar
4,75% pada awal tahun, Bank Indonesia menaikkan BI-Rate secara bertahap
menjadi 5,25% pada Mei 2026 dan 5,75% pada Juni 2026. Selanjutnya, BI-
Rate dipertahankan pada level 5,75% hingga September 2026, dengan suku
bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.
Penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan melalui optimalisasi
intervensi di pasar offshore melalui NDF serta transaksi spot dan DNDF di
pasar domestik, disertai penguatan instrumen moneter yang berorientasi
pasar untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik.
Dalam rangka menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan,
Bank Indonesia tetap menjalankan kebijakan moneter yang mendukung
ekspansi likuiditas melalui optimalisasi berbagai instrumen operasi moneter
dan pembelian SBN di pasar sekunder secara terukur. Posisi instrumen SRBI
tercatat sebesar Rp921,88 triliun pada 18 Mei 2026, dengan kepemilikan
nonresiden sebesar Rp221,59 triliun atau 24,04% dari total outstanding,
sebelum meningkatnya kembali posisi kepemilikan nonresiden menjadi
Rp288,65 triliun atau 27,11% pada 20 Juli 2026. Sejalan dengan sinergi
antara kebijakan moneter dan fiskal, pembelian SBN oleh Bank Indonesia
sepanjang 2026 hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp195,25 triliun, termasuk
pembelian di pasar sekunder sebesar Rp79,59 triliun. Pembelian SBN di
pasar sekunder dilakukan secara terukur dan sesuai mekanisme pasar untuk
menjaga kecukupan likuiditas sekaligus mendukung efektivitas transmisi
kebijakan moneter.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 13
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 tercatat sebesar 12,67%
(yoy), meningkat dari 11,51% pada Mei 2026, sedangkan Dana Pihak Ketiga
(DPK) tumbuh sebesar 10,21% (yoy). Dari sisi suku bunga, suku bunga deposito
1 bulan tercatat sebesar 4,76% pada Juni 2026, sementara suku bunga
kredit berada pada 8,81%. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa
transmisi pelonggaran likuiditas dan kebijakan makroprudensial ke sektor
perbankan terus berlangsung, meskipun efektivitas transmisi suku bunga dan
percepatan penurunan suku bunga kredit tetap perlu diperkuat untuk
mendukung peningkatan intermediasi perbankan dan pertumbuhan ekonomi.
2.3.3. Gambaran Umum Industri Konstruksi
Memasuki tahun 2026, industri konstruksi di Indonesia tetap memiliki peran
strategis dalam perekonomian nasional seiring dengan berlanjutnya
pembangunan infrastruktur, kawasan industri, fasilitas publik, perumahan,
serta berbagai proyek investasi pemerintah dan swasta. Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi merupakan lapangan usaha
terbesar keempat dalam struktur perekonomian Indonesia, dengan kontribusi
sebesar 9,83% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2025.
Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa sektor konstruksi tetap
menjadi salah satu sektor utama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan
pembangunan nasional.
Pada tahun 2026, aktivitas konstruksi terus berjalan seiring dengan kebutuhan
pembangunan dan pengembangan infrastruktur di berbagai wilayah
Indonesia. BPS melalui Indikator Konstruksi Triwulan II-2026 terus memantau
perkembangan sektor melalui Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan
(SKTR), yang mencakup antara lain jumlah pekerja, upah dan balas jasa
pekerja, serta nilai konstruksi yang diselesaikan oleh perusahaan konstruksi
skala menengah dan besar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas
konstruksi tetap menjadi bagian penting dalam mendukung pembentukan
kapasitas ekonomi dan pembangunan fisik nasional.
Dari sisi permintaan, industri konstruksi pada tahun 2026 masih ditopang oleh
pembangunan infrastruktur transportasi, jalan dan jembatan, fasilitas utilitas,
energi, kawasan industri, bangunan komersial, serta perumahan. Selain
proyek pemerintah, permintaan jasa konstruksi juga berasal dari badan
usaha milik negara dan sektor swasta. Diversifikasi sumber permintaan
tersebut memberikan peluang bagi perusahaan konstruksi untuk
mengembangkan portofolio proyek, meskipun tingkat permintaan dapat
berbeda antarsegmen dan wilayah.
Di sisi lain, pelaku industri konstruksi menghadapi tantangan berupa fluktuasi
harga bahan bangunan, biaya tenaga kerja, biaya pembiayaan, serta risiko
keterlambatan pelaksanaan dan pembayaran proyek. Perkembangan harga
bahan bangunan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 14
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
berpengaruh terhadap biaya pelaksanaan proyek dan margin perusahaan.
Data BPS menunjukkan bahwa hingga Agustus 2026, Indeks Harga
Perdagangan Besar (IHPB) kelompok konstruksi Indonesia mencapai 111,43,
meningkat dibandingkan 104,16 pada Januari 2026. Kenaikan tersebut
menunjukkan adanya peningkatan tingkat harga pada kelompok bahan
bangunan/konstruksi sepanjang tahun berjalan.
Selain tekanan biaya, persaingan dalam memperoleh proyek dan tuntutan
terhadap efisiensi pelaksanaan pekerjaan menjadi faktor penting bagi
perusahaan konstruksi pada tahun 2026. Perusahaan dituntut memiliki
kemampuan dalam mengelola biaya, waktu penyelesaian, kualitas
pekerjaan, serta risiko kontrak. Penggunaan teknologi konstruksi, digitalisasi
proses kerja, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta penerapan
prinsip pembangunan berkelanjutan juga semakin relevan dalam
meningkatkan daya saing perusahaan.
2.3.4. Analisa Prospek Usaha Perseroan
Prospek usaha Perseroan didukung oleh komitmen Pemerintah dalam
melanjutkan pembangunan infrastruktur nasional. Dalam APBN 2027, belanja
negara ditetapkan sebesar Rp4.097,2 triliun, meningkat dari Rp3.842,7
triliun pada APBN 2026, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6%.
Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan terhadap bencana menjadi salah
satu program prioritas Pemerintah. Meskipun demikian, pagu indikatif
Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2027 sebesar Rp98,47 triliun masih
berada di bawah kebutuhan yang diusulkan sebesar Rp219,81 triliun. Kondisi
ini mendorong Perseroan untuk memperluas sumber perolehan kontrak, tidak
hanya dari proyek APBN, tetapi juga dari proyek BUMN, swasta, dan skema
Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Dari sisi kinerja operasional, Perseroan mencatatkan perolehan kontrak baru
sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026, meningkat 118,4% dibandingkan
Rp3,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sekitar 92% dari
kontrak baru tersebut berasal dari lini usaha Engineering & Construction, dan
hingga Agustus 2026 Perseroan menangani 117 proyek di sektor
infrastruktur, gedung, perkeretaapian, energi, dan industri. Pada semester I
2026, pendapatan Perseroan turun 18,35% menjadi Rp3,11 triliun. Namun,
profitabilitas membaik: laba bruto naik 22,26% menjadi Rp700,42 miliar dan
laba usaha naik 67,42% menjadi Rp316,17 miliar. Perbaikan ini
mencerminkan peningkatan efisiensi dan selektivitas dalam pelaksanaan
proyek.
Perseroan saat ini menjalankan program transformasi untuk kembali fokus
pada kompetensi intinya sebagai perusahaan konstruksi, sejalan dengan
arahan pemegang saham. Program tersebut meliputi penyederhanaan
struktur entitas usaha serta divestasi bertahap atas sejumlah entitas investasi
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 15
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
hingga tahun 2027, termasuk divestasi 47,18% saham PT Jasamarga Jogja
Solo senilai Rp1,77 triliun. Pada September 2026, Perseroan juga
menandatangani Master Restructuring Agreement dengan para kreditur,
didukung oleh PT Danantara Asset Manajemen (Persero), sehingga program
restrukturisasi memasuki tahap implementasi. Langkah-langkah ini diharapkan
memperkuat likuiditas, memperbaiki struktur permodalan, dan menjaga
keberlanjutan usaha Perseroan.
Perseroan juga menghadapi sejumlah tantangan. Per 30 Juni 2026, total
liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp24,21 triliun, sementara kas dan
setara kas sebesar Rp813,09 miliar dan arus kas operasi masih negatif.
Kemampuan Perseroan mengonversi kontrak baru menjadi arus kas melalui
pelaksanaan, penagihan, dan pembayaran proyek yang tepat waktu
menjadi faktor kunci ke depan. Dengan dukungan program prioritas
infrastruktur Pemerintah, pertumbuhan perolehan kontrak baru, serta
penyelesaian restrukturisasi dan divestasi aset non-inti, Perseroan
memandang prospek usahanya tetap positif dan berkelanjutan.
2.3.5. Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi
Rencana Transaksi penjualan 1.714.808 saham atau setara 47,18%
kepemilikan Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo kepada PT Sarana
Multi Infrastruktur (Persero) dilakukan sebagai bagian dari program
penataan dan streamlining portofolio investasi dan anak usaha Perseroan,
sejalan dengan arahan pemegang saham agar Perseroan kembali fokus
pada kompetensi intinya sebagai perusahaan konstruksi. Perseroan telah
melakukan evaluasi atas portofolio investasinya dan memandang bahwa
investasi pada sektor jalan tol tidak sejalan dengan kegiatan usaha utama
Perseroan. Lebih lanjut, sejak dilakukannya adendum Perjanjian Pemegang
Saham pada tahun 2025, pengendalian atas operasional dan keuangan PT
Jasamarga Jogja Solo telah berada sepenuhnya di bawah PT Jasa Marga
(Persero) Tbk, sehingga kepemilikan Perseroan saat ini bersifat sebagai
investasi tanpa pengendalian.
Selain itu, Rencana Transaksi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
Perseroan melalui pelepasan aset non-inti (non-core asset) dan realisasi nilai
investasi pada sektor jalan tol yang bersifat padat modal serta memiliki
periode pengembalian investasi yang panjang. Dana yang diperoleh dari
Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur
permodalan Perseroan, serta digunakan sesuai dengan strategi investasi
Perseroan untuk mendukung upaya restrukturisasi dan penyehatan keuangan
Perseroan, sehingga menjadi aset yang lebih produktif dan memberikan nilai
tambah yang lebih besar bagi Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 16
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari rangkaian divestasi
bertahap atas sejumlah entitas investasi Perseroan yang tidak sejalan dengan
kegiatan usaha utama. Pemilihan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
sebagai pembeli mempertimbangkan kedudukannya sebagai Badan Usaha
Milik Negara yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur dan
memiliki kapasitas pendanaan jangka panjang, sehingga diharapkan dapat
mendukung keberlanjutan pengelolaan dan pengembangan PT Jasamarga
Jogja Solo sebagai bagian dari ekosistem infrastruktur jalan tol di Indonesia.
Perseroan memastikan bahwa Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan
prinsip kewajaran (arm's length principle), dengan mempertimbangkan hasil
penilaian dari penilai independen dan tetap memperhatikan kepentingan
Perseroan serta seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham publik,
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi afiliasi dan akan dilaksanakan
setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan.
2.3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
Transaksi
Keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
adalah sebagai berikut:
Perseroan memperoleh dana tunai sebesar Rp1.765.816.000.000 dari
Rencana Transaksi penjualan 1.714.808 saham atau setara 47,18%
kepemilikan Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo. Dana dan
keuntungan dari hasil Rencana Transaksi akan digunakan oleh Perseroan
untuk diinvestasikan dan/atau digunakan untuk mendukung kegiatan
usaha utama serta upaya restrukturisasi dan penyehatan keuangan
Perseroan sesuai strategi bisnis Perseroan, yang pada akhirnya akan
meningkatkan nilai investasi para pemegang sahamnya.
Perseroan berpotensi membukukan keuntungan atas pelepasan investasi
apabila nilai transaksi lebih tinggi dibandingkan nilai tercatat investasi
Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo, sehingga dapat berkontribusi
positif terhadap laba Perseroan.
Perseroan dapat memusatkan sumber daya dan permodalannya pada
kegiatan usaha utama di bidang jasa konstruksi, sejalan dengan program
penataan dan streamlining portofolio investasi dan anak usaha Perseroan.
Dengan melepas kepemilikan saham pada PT Jasamarga Jogja Solo,
Perseroan mengurangi eksposur pada investasi jalan tol yang bersifat
padat modal dan memiliki periode pengembalian investasi yang
panjang, sehingga likuiditas dan struktur permodalan Perseroan menjadi
lebih kuat.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 17
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
sebagai berikut:
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya
lembaga penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP,
konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
penilaian objek Rencana Transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai
serta kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
2.4. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Dalam skala historis analisis keuangan akan memberikan gambaran empiris
aktivitas usaha yang tercermin dalam sajian kuantitatif pada laporan
keuangan berupa posisi keuangan dan laporan laba rugi. Data empiris
tersebut menjadikan titik tolak dalam menyusun proyeksi ke depan sebagai
kerangka prediksi atas usaha yang dilakukan, setidak-tidaknya merupakan
petunjuk dan arah dalam menyusun asumsi berbagai proyeksi dalam
perkembangan usaha.
2.4.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan
Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
bersumber dari laporan keuangan audited Perseroan per 31 Desember 2021,
31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024, 31 Desember
2025 dan per 30 Juni 2026 disajikan sebagai berikut:
Tabel 2.9. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025 Juni 2026
Aset Lancar 31.600.943 29.900.163 28.503.648 22.156.251 16.617.870 17.173.947
Aset Tidak Lancar 8.299.395 10.086.255 11.882.482 12.489.341 12.176.070 10.325.471
Total Aset 39.900.338 39.986.417 40.386.130 34.645.592 28.793.940 27.499.418
Liabilitas J. Pendek 31.127.452 24.768.080 25.110.287 20.211.808 19.458.103 17.021.720
Liabilitas J. Panjang 3.115.179 6.394.546 6.417.123 5.459.910 6.038.494 7.190.514
Total Liabilitas 34.242.631 31.162.626 31.527.410 25.671.718 25.496.596 24.212.234
Total Ekuitas 5.657.707 8.823.791 8.858.721 8.973.874 3.297.343 3.287.184
Pendapatan 11.530.472 13.549.010 20.072.993 13.351.717 9.666.050 3.112.465
Beban Pokok
-9.774.046 -11.752.722 -17.750.066 -11.723.660 -8.616.501 -2.412.043
Penjualan
Laba Kotor 1.756.426 1.796.288 2.322.927 1.628.057 1.049.549 700.423
Laba Usaha 1.121.061 1.069.920 1.444.125 702.101 179.487 316.173
Laba Sebelum
99.233 183.300 316.104 -34.492 -5.616.596 -7.116
Pajak
Laba Bersih 86.500 175.210 289.883 -60.096 -5.596.722 -10.159
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 18
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Tabel 2.10. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
Keterangan 2022 2023 2024 2025 CAGR
Aset Lancar -5,38% -4,67% -22,27% -25,00% -14,84%
Aset Tidak Lancar 21,53% 17,81% 5,11% -2,51% 10,06%
Total Aset 0,22% 1,00% -14,21% -16,89% -7,83%
Liabilitas J. Pendek -20,43% 1,38% -19,51% -3,73% -11,08%
Liabilitas J. Panjang 105,27% 0,35% -14,92% 10,60% 17,99%
Total Liabilitas -8,99% 1,17% -18,57% -0,68% -7,11%
Total Ekuitas 55,96% 0,40% 1,30% -63,26% -12,63%
Pendapatan 17,51% 48,15% -33,48% -27,60% -4,31%
Beban Pokok Penjualan 20,24% 51,03% -33,95% -26,50% -3,10%
Laba Kotor 2,27% 29,32% -29,91% -35,53% -12,08%
Laba Usaha -4,56% 34,98% -51,38% -74,44% -36,74%
Laba Sebelum Pajak 84,72% 72,45% -110,91% -16183,76% 0,00%
Laba Bersih 102,55% 65,45% -120,73% -9212,97% 0,00%
2.4.1.1. Analisis Posisi Keuangan
Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
grafik berikut:
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
Total aset Perseroan tahun 2025 tercatat sebesar Rp28,79 triliun, lebih
rendah sebesar 16,89% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar
Rp34,64 triliun. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan kas dan
setara kas, piutang usaha, piutang retensi, tagihan bruto kepada pemberi
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 19
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
kerja, persediaan, uang muka, biaya dibayar di muka, aset lancar
lainnya, aset real estate, investasi pada ventura bersama, properti
investasi, dan aset hak guna. Total aset Perseroan tahun 2021 sampai
dengan 2025 mengalami penurunan setiap tahun, dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 7,83% per tahun. Total aset Perseroan per 30 Juni 2026 tercatat
sebesar Rp27,49 triliun.
Total liabilitas Perseroan tahun 2025 tercatat sebesar Rp25,49 triliun,
lebih rendah 0,68% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp25,67 triliun.
Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan utang usaha, utang pajak,
uang muka pemberi kerja, beban akrual, utang retensi, utang bank, utang
obligasi, utang retensi, dan uang muka pemberi kerja. Total liabilitas
Perseroan tahun 2021 sampai dengan 2025 mengalami penurunan setiap
tahun, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
Growth Rate/CAGR) sebesar 7,11% per tahun. Total liabilitas Perseroan
per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp24,21 triliun.
Total ekuitas Perseroan tahun 2025 tercatat sebesar Rp3,29 triliun lebih
rendah 63,26% dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar
Rp8,97 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan saldo laba
Perseroan. Total ekuitas Perseroan tahun 2021 sampai dengan 2025
mengalami penurunan setiap tahun, dengan laju pertumbuhan majemuk
tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 12,63% per
tahun. Total ekuitas Perseroan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp3,28
triliun.
2.4.1.2. Analisis Laba Rugi
Adapun perkembangan laba (rugi) Perseroan dapat terlihat pada grafik
berikut ini:
Grafik 2.2. Perkembangan Laba (Rugi) Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 20
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Pada tahun 2025, pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp9,66 triliun,
lebih rendah sebesar 27,60% dibandingkan dengan tahun 2024 yang
tercatat sebesar Rp13,35 triliun. Pendapatan Perseroan tahun 2021
sampai dengan tahun 2025 mengalami penurunan setiap tahun, dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 4,31% per tahun. Total pendapatan Perseroan per 30 Juni 2026
tercatat sebesar Rp3,11 triliun.
Laba usaha Perseroan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp179,48 miliar
lebih rendah sebesar 74,44% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat
sebesar Rp702,10 miliar. Peningkatan laba usaha Perseroan disebabkan
oleh peningkatan pendapatan Perseroan. Laba usaha Perseroan tahun
2021 sampai dengan tahun 2025 mengalami penurunan setiap tahunnya,
dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar 36,74% per tahun. Total laba usaha Perseroan per
30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp316,17 miliar.
Pada tahun 2025 Perseroan mencatatkan kerugian yang ditunjukkan dari
riugi bersih sebesar Rp5,59 triliun lebih tinggi 9.212,97% dibandingkan
tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp60,09 miliar. Total rugi Perseroan
per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp10,15 miliar.
2.4.2. Analisis Rasio Keuangan
Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, 31
Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024, 31 Desember
2025 dan 30 Juni 2026 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.11. Rasio Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas 2021 2022 2023 2024 2025 Juni 2026
Rasio Lancar (x) 1,02 1,21 1,14 1,10 0,85 1,01
Rasio Cepat (x) 0,78 0,93 0,90 0,79 0,62 0,73
Rasio Kas (x) 0,10 0,18 0,18 0,11 0,09 0,05
Rasio Aktivitas
Rasio Perputaran Piutang Usaha (Hari) 86 80 122 63 47 242
Rasio Perputaran Persediaan (Hari) 278 217 121 192 196 707
Rasio Perputaran Utang Usaha (Hari) 464 339 168 225 275 1.014
Rasio Leverage
Rasio Liabilitas terhadap Aset (%) 85,82% 77,93% 78,06% 74,10% 88,55% 88,05%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%) 605,24% 353,17% 355,89% 286,07% 773,25% 736,56%
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto (%) 15,23% 13,26% 11,57% 12,19% 10,86% 22,50%
Margin Laba (Rugi) Usaha (%) 9,72% 7,90% 7,19% 5,26% 1,86% 10,16%
Margin Laba (Rugi) Bersih (%) 0,75% 1,29% 1,44% -0,45% -57,90% -0,33%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah
0,22% 0,44% 0,72% -0,17% -19,44% -0,04%
Aset (%)
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah
1,53% 1,99% 3,27% -0,67% -169,73% -0,31%
Ekuitas (%)
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 21
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan per 31 Desember
2025 adalah sebagai berikut:
Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka
pendek (pada saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan per 31
Desember 2025 adalah 0,85 kali, hal ini menunjukkan Perseroan belum
mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek. Quick Ratio
(rasio cepat) Perseroan adalah 0,62 kali per 31 Desember 2025 dan rasio
kas Perseroan adalah 0,09 kali.
Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana
yang tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan
dan laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan per 31
Desember 2025 adalah 47 hari, perputaran persediaan adalah 196 hari
dan rasio perputaran utang usaha adalah 275 hari.
Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek
maupun jangka panjang. Nilai solvabilitas Perseroan dilihat dari Liabilitas
to Total Asset Ratio, yaitu sebesar 88,55% per 31 Desember 2025.
Sementara pada Liabilitas to Equity Ratio Perseroan per 31 Desember
2025 yaitu sebesar 773,25%, maka operasional bisnis lebih banyak
dibiayai oleh pinjaman pihak luar dibanding modal sendiri.
Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu
perusahaan diukur dengan keberhasilan menggunakan asetnya secara
produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan juga dapat
diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah
pajak dengan jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu
Rate of Return on Equity (ROE) per 31 Desember 2025 sebesar -169,73%.
Rate of Return on Asset (ROA) yang membandingkan laba setelah pajak
dengan total aset sebesar -19,44% per 31 Desember 2025. Sedangkan
Net Profit Margin per 31 Desember 2025 sebesar -57,90%. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu memberikan tingkat
pengembalian untuk investor atau pemegang saham.
2.4.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
yang diperoleh dari manajemen Perseroan:
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 22
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.4.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana
Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan untuk periode yang
berakhir pada 2031.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Tabel 2.12. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Sebelum Rencana Transaksi (Jutaan
Rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 8.059.872 6.427.156 6.528.864 6.379.329 6.529.686 4.237.731
Aset Tidak Lancar 9.232.916 9.311.881 9.331.225 9.705.951 9.834.062 9.443.246
Total Aset 17.292.788 15.739.036 15.860.089 16.085.280 16.363.748 13.680.978
Liabilitas J.
5.082.253 5.423.091 5.811.522 5.904.894 6.029.256 5.988.140
Pendek
Liabilitas J.
7.618.499 6.074.994 6.180.751 6.250.538 6.361.535 3.215.441
Panjang
Total Liabilities 12.700.752 11.498.085 11.992.274 12.155.432 12.390.792 9.203.581
Total Ekuitas 4.592.035 4.240.952 3.867.815 3.929.848 3.972.956 4.477.396
Sumber: Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2026 sampai dengan tahun 2031 mengalami penurunan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 13,83% per tahun. Penurunan tersebut
berasal dari kas setara kas, piutang usaha dan tagihan bruto.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2026 sampai
dengan tahun 2031 mengalami penurunan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 18,44% per tahun. Penurunan tersebut berasal dari utang usaha,
utang retensi, utang bruto, utang lainnya, utang bank dan Lembaga keuangan
lainnya.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2026 sampai
dengan tahun 2031 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 6,31% per tahun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya
penurunan akumulasi kerugian Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 23
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.4.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada
2031.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Setelah Rencana Transaksi (Jutaan
Rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 8.044.872 6.284.007 6.388.225 6.241.200 6.394.067 5.150.533
Aset Tidak Lancar 9.232.916 9.311.881 9.331.225 9.705.951 9.834.062 8.705.836
Total Aset 17.277.788 15.595.888 15.719.450 15.947.151 16.228.128 13.856.369
Liabilitas J.
5.331.391 5.420.581 5.809.013 5.902.384 6.026.747 5.988.140
Pendek
Liabilitas J.
7.438.007 5.886.864 5.978.136 6.032.135 6.125.926 3.215.441
Panjang
Total Liabilities 12.769.398 11.307.445 11.787.149 11.934.519 12.152.673 9.203.581
Total Ekuitas 4.508.390 4.288.443 3.932.301 4.012.632 4.075.455 4.652.788
Sumber: Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2026 sampai dengan tahun 2031 mengalami penurunan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 13,61% per tahun. Penurunan tersebut
berasal dari kas setara kas, piutang usaha, tagihan bruto, aset lancar lainnya
dan aset tetap.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2026 sampai
dengan tahun 2031 mengalami penurunan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 18,44% per tahun. Penurunan tersebut berasal dari utang usaha,
utang retensi, utang bruto, utang lainnya, utang bank dan lembaga keuangan
lainnya dan liabilitas imbalan pascakerja.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2026 sampai
dengan tahun 2031 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 7,13% per tahun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya
penurunan akumulasi kerugian Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 24
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.4.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2026-2031.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi.
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
Rencana Transaksi adalah -4,38% per tahun selama masa proyeksi.
4. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 9,67% per tahun
selama masa proyeksi.
5. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 5,05% per tahun
selama masa proyeksi.
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana Transaksi:
Tabel 2.14. Proyeksi Laba Rugi Perseroan Sebelum Rencana Transaksi (Dalam
Jutaan Rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan 6.637.832 6.973.950 5.949.580 5.729.526 5.914.325 7.727.697
Beban Pokok Penjualan -6.116.607 -6.414.569 -5.471.252 -5.261.249 -5.332.303 -7.080.239
Laba Kotor 521.225 559.381 478.328 468.277 582.021 647.458
Laba (Rugi) Usaha -179.299 -125.503 -221.937 -253.001 -168.212 284.796
Laba (Rugi) Sebelum
-248.672 -351.084 -373.136 62.033 43.108 429.561
Pajak
Laba (Rugi) bersih 2.207.820 -351.084 -373.136 62.033 43.108 504.441
Sumber: Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2026-2031.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Rencana Transaksi.
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
Rencana Transaksi adalah -4,38% per tahun selama masa proyeksi.
4. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 9,67% per tahun
selama masa proyeksi.
5. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 5,47% per tahun
selama masa proyeksi.
Berikut ini disajikan proyeksi laba (rugi) Perseroan setelah Rencana Transaksi:
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 25
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Tabel 2.15. Proyeksi laba (rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi (Dalam
Jutaan Rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan 6.637.832 6.973.950 5.949.580 5.729.526 5.914.325 7.727.697
Beban Pokok Penjualan -6.116.607 -6.414.569 -5.471.252 -5.261.249 -5.332.303 -7.080.239
Laba Kotor 521.225 559.381 478.328 468.277 582.021 647.458
Laba (Rugi) Usaha -194.299 -125.503 -221.937 -253.001 -168.212 284.796
Laba (Rugi) Sebelum
-263.672 -340.936 -356.141 80.330 62.824 444.935
Pajak
Laba (Rugi) bersih 2.124.174 -219.947 -356.141 80.330 62.824 577.333
Sumber: Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi laba (rugi) Perseroan di atas, tidak terjadi perubahann
setelah Rencana Transaksi.
2.4.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
periode tertentu.
Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
berikut:
2.4.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa proyeksi
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.16. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Rasio Likuiditas 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Rasio Lancar (x) 1,59 1,19 1,12 1,08 1,08 0,71
Rasio Cepat (x) 1,56 1,16 1,10 1,05 1,06 0,68
Rasio Kas (x) 0,09 (0,25) -0,18 -0,20 -0,12 -0,31
Rasio Aktivitas
Rasio Perputaran Piutang Usaha (Day) 261 255 285 294 262 147
Rasio Perputaran Persediaan (Day) 9 9 10 11 11 8
Rasio Perputaran Utang Usaha (Day) 140 102 118 123 122 84
Rasio Leverage
Rasio Liabilitas terhadap Aset (%) 73,45% 73,05% 75,61% 75,57% 75,72% 67,27%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%) 276,58% 271,12% 310,05% 309,31% 311,88% 205,56%
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 26
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Rasio Likuiditas 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto (%) 7,85% 8,02% 8,04% 8,17% 9,84% 8,38%
Margin Laba (Rugi) Usaha (%) -2,70% -1,80% -3,73% -4,42% -2,84% 3,69%
Margin Laba (Rugi) Bersih (%) 33,26% -5,03% -6,27% 1,08% 0,73% 6,53%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah
12,77% -2,23% -2,35% 0,39% 0,26% 3,69%
Aset (%)
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah
48,08% -8,28% -9,65% 1,58% 1,09% 11,27%
Ekuitas (%)
Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka
pendek (pada saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan selama
masa proyeksi adalah rata-rata 1,13 kali, hal ini menunjukkan Perseroan
mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek. Quick Ratio
(rasio cepat) Perseroan adalah 1,10 kali selama masa proyeksi, hal ini
menunjukkan Perseroan mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa
persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya.
Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana
yang tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan
dan laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan selama masa
proyeksi adalah 250 hari, perputaran persediaan adalah 9 hari dan rasio
perputaran utang usaha adalah 114 hari.
Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek
maupun jangka panjang. Nilai solvabilitas Perseroan dilihat dari Liabilitas
to Total Asset Ratio, yaitu sebesar 73,45% selama masa proyeksi.
Sementara pada Liabilitas to Equity Ratio Perseroan selama masa proyeksi
yaitu sebesar 280,75% yang menunjukkan hutang/kewajiban perusahaan
lebih besar daripada seluruh ekuitas yang dimilikinya, sehingga dalam
kondisi yang tidak diinginkan (misalnya pailit), perusahaan belum mampu
melunasi seluruh hutang/kewajibannya.
Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu
perusahaan diukur dengan keberhasilan menggunakan asetnya secara
produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan juga dapat
diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah
pajak dengan jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu
Rate of Return on Equity (ROE) selama masa proyeksi sebesar 7,35 %. Rate
of Return on Asset (ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak
dengan total aset sebesar 2,09% selama masa proyeksi. Sedangkan rata
– rata Net Profit Margin selama masa proyeksi sebesar 5,05%. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan mampu memaksimalkan modal dan
memberikan tingkat pengembalian yang cukup untuk investor atau
pemegang saham.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 27
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.4.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa proyeksi
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.17. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Rasio Likuiditas 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Rasio Lancar (x) 1,51 1,16 1,10 1,06 1,06 0,86
Rasio Cepat (x) 1,48 1,13 1,07 1,03 1,04 0,83
Rasio Kas (x) 0,08 0,01 0,07 0,04 0,12 0,10
Rasio Aktivitas
Rasio Perputaran Piutang Usaha (Day) 261 255 285 294 262 147
Rasio Perputaran Persediaan (Day) 9 9 10 11 11 8
Rasio Perputaran Utang Usaha (Day) 140 102 118 123 122 84
Rasio Leverage
Rasio Liabilitas terhadap Aset (%) 73,91% 72,50% 74,98% 74,84% 74,89% 66,42%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%) 283,24% 263,67% 299,75% 297,42% 298,19% 197,81%
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto (%) 7,85% 8,02% 8,04% 8,17% 9,84% 8,38%
Margin Laba (Rugi) Usaha (%) -2,93% -1,80% -3,73% -4,42% -2,84% 3,69%
Margin Laba (Rugi) Bersih (%) 32,00% -3,15% -5,99% 1,40% 1,06% 7,47%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah 12,29% -1,41% -2,27% 0,50% 0,39% 4,17%
Aset (%)
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah
47,12% -5,13% -9,06% 2,00% 1,54% 12,41%
Ekuitas (%)
Rasio keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi mengalami
perubahan, hal ini mengindikasikan bahwa Rencana Transaksi tersebut
memberikan dampak finansial yang material terhadap keuangan Perseroan.
2.4.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana
Transaksi
Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi Divestasi Saham yang dipersiapkan oleh manajemen
Perseroan sebagai berikut:
2.4.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan
Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi dengan adanya
Divestasi Saham:
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 28
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Tabel 2.18. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah)
Nilai Buku Sebelum Proforma Setelah
Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi Rencana Transaksi
Proforma
30 Juni 2026 30 Juni 2026
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 813.095.888.019 1.765.816.000.00 2.578.911.888.109
Piutang usaha 2.064.420.405.740 - 2.064.420.405.740
Piutang retensi 1.000.844.192.549 - 1.000.844.192.549
Tagihan bruto kepada pemberi
4.724.177.382.146 - 4.724.177.382.146
pekerja
Persediaan 4.669.536.884.471 - 4.669.536.884.471
Aset tidak lancar yang dimiliki
1.523.433.445.292 (1.523.433.445.2) -
untuk dijual
Uang muka 274.478.747.536 - 274.478.747.536
Persediaan 263.043.234.074 - 263.043.234.074
Pajak lain-lain dibayar dimuka 263.308.253.788 - 263.308.253.788
Aset keuangan dari kontrak
362.568.529.951 - 362.568.529.951
konsesi
Aset lancar lainnya 1.215.040.159.355 - 1.215.040.159.355
Jumlah Aset Lancar 17.173.947.122.921 242.382.554.708 17.416.329.677.629
Aset Tidak Lancar
Aset real estat 3.107.759.971.790 - 3.107.759.971.790
Aset keuangan dari kontrak
1.312.357.433.751 - 1.312.357.433.751
konsesi
Investasi pada entitas asosiasi 663.413.779.934 - 663.413.779.934
Investasi pada ventura bersama 1.142.357.615.185 - 1.142.357.615.185
Properti investasi 1.148.445.000.000 - 1.148.445.000.000
Aset tetap 2.039.311.075.453 - 2.039.311.075.453
Aset hak guna 25.295.629.662 - 25.295.629.662
Investasi jangka panjang lainnya 31.919.416.514 - 31.919.416.514
Aset pajak tangguhan 33.036.197.395 - 33.036.197.395
Aset tidak lancar lainnya 821.574.498.553 - 821.574.498.553
Jumlah Aset Lancar 10.325.470.618.237 - 10.325.470.618.237
TOTAL ASET 27.499.417.741.158 - 27.499.417.741.158
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan Lembaga
1.966.072.247.654 - 1.966.072.247.654
keuangan lainnya
Utang usaha 6.703.582.550.820 - 6.703.582.550.820
Utang bruto subkontraktor 2.327.876.876.005 - 2.327.876.876.005
Utang pajak 705.595.450.152 - 705.595.450.152
Uang muka pemberi kerja 612.458.924.449 - 612.458.924.449
Pendapatan diterima di muka 2.033.192.000.982 - 2.033.192.000.982
Beban aktual 1.756.594.303.896 - 1.756.594.303.896
Utang retensi 533.026.892.296 - 533.026.892.296
Utang Bank Jangka panjang 72.745.647.108 72.745.647.108
Surat utang jangka menengah - - -
Utang obligasi 15.615.346.240 - 15.615.346.240
Liabilitas jangka pendek lainnya 266.587.279.549 - 266.587.279.549
Liabilitas imbalan kerja 28.372.308.224 - 28.372.308.224
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 29
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Nilai Buku Sebelum Proforma Setelah
Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi Rencana Transaksi
Proforma
30 Juni 2026 30 Juni 2026
Jumlah Liabilitas Jangka
17.021.719.827.375 - 17.021.719.827.375
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Utang retensi 183.496.095.050 183.496.095.050
Uang muka pemberi kerja 21.451.883.140 - 21.451.883.140
Utang bank dan Lembaga
2.511.194.895.596 - 2.511.194.895.596
lainnya
Utang ventura bersama 274.961.626.786 - 274.961.626.786
Utang obligasi 3.145.235.497.834 - 3.145.235.497.834
Sukuk ijarah 319.067.958.558 - 319.067.958.558
Liabilitas imbalan kerja 412.621.661.066 - 412.621.661.066
Liabilitas pajak tangguhan 36.278.284.255 - 36.278.284.255
Liabilitas jangka Panjang
7.190.513.887.257 - 7.190.513.887.257
lainnya
Jumlah Liabiitas Jangka
24.212.233.714.632 - 24.212.233.714.632
Panjang
JUMLAH LIABILITAS 24.212.233.714.632 - 24.212.233.714.632
EKUITAS
Modal saham 840.760.897.900 - 840.760.897.900
Tambahan modal disetor 4.755.656.134.234 - 4.755.656.134.234
Selisih kurs karena penjabaran
71.328.744.422 - 71.328.744.422
laporan keuangan valas
Saldo laba: (3.643.557.540.825) 242.382.554.708 (3.643.557.540.825)
Komponen ekuitas lainnya 822.154.104.065 - 822.154.104.065
Kepentingan nonpengendali 440.841.686.731 - 440.841.686.731
TOTAL EKUITAS 3.287.184.026.527 242.382.554.708 3.287.184.026.527
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 27.499.417.741.159 242.382.554.708 27.499.417.741.159
Sumber: Laporan Proforma dari Manajemen
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 30
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian
sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi :
1. Kas dan setara kas naik dari Rp813,1 miliar menjadi Rp2.578,9 miliar,
bertambah Rp1.765,8 miliar dari hasil divestasi.
2. Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual sebesar Rp1.523,4 miliar (nilai
tercatat 47,18% saham JMJ) menjadi nol.
3. Total aset naik dari Rp27.499,4 miliar menjadi Rp27.741,8 miliar, naik
Rp242,4 miliar, yaitu selisih harga jual dengan nilai tercatat. Aset tidak
lancar tetap Rp10.325,5 miliar.
4. Liabilitas tetap Rp24.212,2 miliar, karena proforma belum
mengasumsikan dana dipakai untuk melunasi utang. Rasio lancar hanya
naik dari sekitar 1,01x menjadi 1,02x.
5. Ekuitas menguat dari Rp3.287,2 miliar menjadi Rp3.529,6 miliar (naik
sekitar 7,4%). Defisit saldo laba turun dari Rp3.643,6 miliar menjadi
Rp3.401,2 miliar, dan rasio utang terhadap ekuitas turun dari sekitar
7,37x menjadi 6,86x.
2.4.5.2. Proforma Laporan Laba (Rugi)
Tabel 2.19. Proforma Laba (Rugi) (Dalam Rupiah)
Nilai Buku Sebelum Proforma Setelah
Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi Rencana Transaksi
Proforma
30 Juni 2026 30 Juni 2026
PENDAPATAN 3.112.465.261.366 - 3.112.465.261.366
BEBAN POKOK PENDAPATAN (2.412.042/638.763) - (2.412.042/638.763)
LABA BRUTO 700.422.622.603 - 700.422.622.603
Beban penjualan (6.509.319.306) - (6.509.319.306)
Beban umum dan administrasi (377.740.096.251) - (377.740.096.251)
Rugi atas pelepasan aset tetap -
LABA (RUGI) USAHA 316.173.207.046 - 316.173.207.046
Pendapatan (beban) lain-lain (323.289.132.724) 242.382.554.708 (80.906.578.016)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (7.115.925.678) - (7.115.925.678)
LABA BERSIH (10.159.111.845) 242.382.554.708 (10.159.111.845)
Berdasarkan proforma laba rugi diatas terdapat penyesuaian sebelum
Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi :
1. Kas dan setara kas naik dari Rp813,1 miliar menjadi Rp2.578,9 miliar,
bertambah Rp1.765,8 miliar dari hasil divestasi.
2. Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual sebesar Rp1.523,4 miliar (nilai
tercatat 47,18% saham JMJ) menjadi nol.
3. Total aset naik dari Rp27.499,4 miliar menjadi Rp27.741,8 miliar, naik
Rp242,4 miliar, yaitu selisih harga jual dengan nilai tercatat. Aset tidak
lancar tetap Rp10.325,5 miliar.
4. Liabilitas tetap Rp24.212,2 miliar, karena proforma belum mengasumsikan
dana dipakai untuk melunasi utang. Rasio lancar hanya naik dari sekitar
1,01x menjadi 1,02x.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 31
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
5. Ekuitas menguat dari Rp3.287,2 miliar menjadi Rp3.529,6 miliar (naik
sekitar 7,4%). Defisit saldo laba turun dari Rp3.643,6 miliar menjadi
Rp3.401,2 miliar, dan rasio utang terhadap ekuitas turun dari sekitar
7,37x menjadi 6,86x
2.4.6. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara
lain sebagai berikut:
Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari Rencana
Transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
keuangan Perseroan;
Biaya atau pendapatan yang relevan;
Informasi non-keuangan yang relevan;
Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
Rencana Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
2.4.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan
proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum
dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana
Transaksi.
Tabel 2.20. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Total Aset
Sebelum Rencana
17.292.788 15.739.036 15.860.089 16.085.280 16.363.748 13.680.978
Transaksi
Setelah Rencana
17.277.788 15.595.888 15.719.450 15.947.151 16.228.128 13.856.369
Transaksi
Selisih -15.000 -143.148 -140.639 -138.129 -135.620 175.391
Total Liabilitas
Sebelum Rencana
12.700.752 11.498.085 11.992.274 12.155.432 12.390.792 9.203.581
Transaksi
Setelah Rencana
12.769.398 11.307.445 11.787.149 11.934.519 12.152.673 9.203.581
Transaksi
Selisih 68.646 -190.640 -205.125 -220.913 -238.119 -
Total Ekuitas
Sebelum Rencana
4.592.035 4.240.952 3.867.815 3.929.848 3.972.956 4.477.396
Transaksi
Setelah Rencana
4.508.390 4.288.443 3.932.301 4.012.632 4.075.455 4.652.788
Transaksi
Selisih -83.645 47.491 64.486 82.784 102.499 175.392
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 32
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total aset Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp17,29 triliun pada tahun
2026 menjadi Rp13,68 triliun pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total
aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp17,27 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp13,85 triliun pada tahun 2030.
Tidak perubahan total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat
pelepasan/divestasi kepemilikan saham.
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total Liabilitas Perseroan
sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp12,70 triliun
pada tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada tahun 2031. Selanjutnya,
proyeksi total Liabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp12,76 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada
tahun 2031. Terdapat perubahan Total Liabilitas Perseroan sebelum dan
setelah Rencana Transaksi.
Proyeksi total Ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp4,59 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp4,47 triliun pada
tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4,50 triliun pada tahun 2026
menjadi Rp4,65 triliun pada tahun 2031.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
sebelum dan setelah Rencana Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi
nilai tambah.
Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
dilakukannya Rencana Transaksi.
2026 2027 2028 2029 2030 2031
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan
Sebelum Rencana
6.637.832 6.973.950 5.949.580 5.729.526 5.914.325 7.727.697
Transaksi
Setelah Rencana
6.637.832 6.973.950 5.949.580 5.729.526 5.914.325 7.727.697
Transaksi
Selisih - - - - - -
Beban Pokok
Penjualan
Sebelum Rencana
-6.116.607 -6.414.569 -5.471.252 -5.261.249 -5.332.303 -7.080.239
Transaksi
Setelah Rencana
-6.116.607 -6.414.569 -5.471.252 -5.261.249 -5.332.303 -7.080.239
Transaksi
Selisih - - - - - -
Laba Kotor
Sebelum Rencana
521.225 559.381 478.328 468.277 582.021 647.458
Transaksi
Setelah Rencana
521.225 559.381 478.328 468.277 582.021 647.458
Transaksi
Selisih - - - - - -
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 33
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Laba (Rugi) Usaha
Sebelum Rencana
-179.299 -125.503 -221.937 -253.001 -168.212 284.796
Transaksi
Setelah Rencana
-194.299 -125.503 -221.937 -253.001 -168.212 284.796
Transaksi
Selisih -15.000 - - - - -
Laba (Rugi) Sebelum
Pajak
Sebelum Rencana
-248.672 -351.084 -373.136 62.033 43.108 429.561
Transaksi
Setelah Rencana
-263.672 -340.936 -356.141 80.330 62.824 444.935
Transaksi
Selisih -15.000 10.148 16.995 18.297 19.716 15.374
Laba (Rugi) Bersih
Sebelum Rencana
2.207.820 -351.084 -373.136 62.033 43.108 504.441
Transaksi
Setelah Rencana
2.124.174 -219.947 -356.141 80.330 62.824 577.333
Transaksi
Selisih -83.646 131.137 16.995 18.297 19.716 72.892
Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp6,63 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp7,72 triliun
pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah Penjualan Perseroan setelah
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp6,63 triliun pada tahun
2026 menjadi Rp7,72 triliun pada tahun 2031. Tidak terdapat perubahan
pada Penjualan Perseroan setelah Rencana Transaksi.
Proyeksi Laba Bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp2,12 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp504,44 miliar
pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah Laba Bersih Perseroan setelah
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp2,12 triliun pada tahun
2026 menjadi Rp577,33 miliar pada tahun 2031. Terdapat perubahan pada
Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laba rugi tersebut di atas, sebelum
dan setelah Rencana Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi nilai
tambah karena Rencana Transaksi.
2.4.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap tetapi tidak
terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau kompensasi untuk notaris,
penasehat hukum, sekuritas dan lainnya.
2.4.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
Berdasarkan kegiatan usaha yang telah dipaparkan, Produk dan jasa
yang dihasilkan Perseroan yaitu Engineering dan konstruksi, properti dan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 34
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
hospitality, manufaktur, dan investasi dan konsesi. dengan uraian masing-
masing jenis usaha sebagai berikut:
1. Engineering dan Konstruksi
a) Konstruksi seluruh sektor bangunan gedung;
b) Konstruksi seluruh sektor bangunan sipil (di antaranya kontruksi
jalan, jembatan, jalan dan jembatan kereta api, pelabuhan,
dermaga, bendungan, bagunan pengelolaan air bersih dan
limbah, stasiun, dan lain-lain);
c) Pekerjaan mekanikal serta elektrikal;
d) Pembangunan sarana dan prasarana perkeretaapian;
2. Properti dan Hospitality
Dalam menjalankan bisnis properti, Perseroan mengembangkan
kawasan gedung bertingkat (highrise building), baik untuk komersial,
perkantoran maupun hunian (apartment), dan hotel. Selain itu,
Perseroan turut mengembangkan kawasan hunian yang berkualitas,
landed house, rumah kantor (rukan), rumah toko (ruko) dan pusat
perbelanjaan (mall) baik itu dalam pengembangan lahan maupun
dalam pengembangandesain pemukiman dengan konsep Transit
Oriented Development (TOD), yaitu pengembangan properti yang
terintegrasi dengan stasiun LRT yang saat ini sedang dibangun oleh
Perseroan.
3. Manufaktur
Produk yang dihasilkan Perseroan pada segmen ini adalah beton
pracetak. Adapun proyek-proyek yang telah menggunakan beton
pracetak yang diproduksi Perseroan melalui entitas anak usaha, yaitu
PT Adhi Persada Beton, antara lain Precast Concrete Piles, Precast
Concrete Sheet Pile, Precast Concrete Railways, Precast Concrete
Building, Precast Concrete Bridge, Precast Concrete Marine, Precast
Concrete Drainage, dan Precast Concrete lainnya.
4. Investasi dan Konsesi
Komitmen Perseroan untuk tumbuh secara berkelanjutan salah satunya
diwujudkan melalui pengembangan kegiatan bisnis investasi dan
konsesi. Segmen bisnis ini dijalankan oleh Perseroan dengan skema
Private Project Partnership (PPP) atau Kerja sama Pemerintah dan
Badan Usaha (KPBU) melalui penyertaan modal mandiri dari Perseroan
maupun dengan melakukan pembentukan usaha patungan antara
Perseroan dengan perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan ekuitas.
Sumber : Laporan Tahunan Perseroan (diolah)
Keunggulan Kompetetif
Sebagai salah satu perusahaan konstruksi terbaik di Indonesia, Perseroan
hadir dengan bisnis yang kokoh dan memiliki cakupan pasar luas. Hal
tersebut diwakili oleh empat sektor utama lini bisnis ADHI, yaitu
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 35
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
engineering & construction, property & hospitality, manufacture, serta
investment & concession.
Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki beberapa
kompetitor, diantaranya merupakan kompetitor Perseroan yaitu PT PP
(Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk, PT Brantas Abibraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).
Strategi Usaha
Berikut merupakan strategi usaha yang akan dilakukan Perseroan dalam
meningkatkan kinerja usaha dan bisnis, diantaranya:
1. Fokus pasar dalam negeri Menguatkan posisi perusahaan pada
proyek:
a) Pemerintah Pusat.
b) Pemerintah Derah.
c) Proyek BUMN.
d) Proyek Swasta.
2. Investasi sektor infrastruktur jalan tol Dengan perkiraan sektor
infrastruktur terutama jalan tol masih tumbuh, dapat menjadi potensi
besar dan peluang bagi Perseroan.
3. Pengolahan limbah B3 sebagai pasar baru Laju produksi limbah
dipengaruhi oleh pembangunan sosiqal ekonomi, tingkat industrialisasi,
dan iklim. Semakin besar kemakmuran ekonomi dan tingginya
prosentase penduduk perkotaan, semakin besar jumlah sampah yang
dihasilkan.
4. Bisnis air minum sebagai recurring income Sesuai dengan pemerintah
untuk meningkatkan akses air minum di daerah Indonesia, peluang
realisasi terbesar terdapat pada Kerjasama Pemerintah dengan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 36
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Swasta (KPS) dan peluang Business to Business (B2B) untuk melakukan
pengerjaan konstruksi dan pengolahan air.
5. Memaksimalkan keunggulan dari TOD Kebutuhan infrastruktur daerah
semakin meningkat untuk menunjang perkembangan kawasan.
Pengembangan properti dengan akses transportasi membuat
Perseroan mampu berdiri sendiri sebagai kawasan mandiri.
2.4.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan dalam Menentukan
Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana
Transaksi dan nilai Rencana Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan
persetujuan Komisaris Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Rencana
Transaksi yang dilakukan dengan pihak lain.
Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Jual Beli Bersyarat antara
Perseroan dan SMI.
2.4.6.5. Hal Material Lainnya
Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
dari Rencana Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan,
Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi
Perseroan.
2.5. Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
Analisis kewajaran harga Rencana Transaksi adalah analisis kewajaran suatu
Rencana Transaksi dengan membandingkan Nilai Pasar dengan harga yang
disepakati dalam draft Akta Jual Beli Bersyarat (CSPA).
2.5.1. Ringkasan Hasil Penilaian
Berdasarkan laporan penilaian saham yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto
dan Rekan No. 00140/2.0055-31/BS/03/0683/0/X/2026 tanggal 05
Oktober 2026, Nilai Pasar 47,18% Saham PT Jasamarga Jogja Solo dengan
tanggal penilaian per 30 Juni 2026 yang akan ditransaksikan adalah
sebesar Rp1.735.493.178.533,00 (satu triliun tujuh ratus tiga puluh lima miliar
empat ratus sembilan puluh tiga juta seratus tujuh puluh delapan ribu lima ratus
tiga puluh tiga rupiah).
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 37
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Tabel 2.21. Nilai Pasar Saham/Ekuitas
No. Keterangan Jumlah Lembar Nilai Pasar (Rp)
Obyek :
Penilaian 47,18%
1 Saham PT Jasamarga 1.714.808 1.735.493.178.533
Jogja Solo
Jumlah Keseluruhan 1.735.493.178.533
2.6. Harga Rencana Transaksi
Berdasarkan draft Perjanjian Jual Beli Bersyarat “CSPA”, Perseroan sepakat
menetapkan total nilai rencana transaksi adalah sebesar
Rp1.765.816.000.000,00 (satu triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar
delapan ratus enam belas juta rupiah).
Tabel 2.22. Nilai Rencana Transaksi
No. Keterangan Jumlah Lembar Nilai Transaksi (Rp)
Obyek :
Nilai Rencana
Transaksi 47,18%
1 Saham PT 1.714.808 1.765.816.000.000
Jasamarga Jogja
Solo
Jumlah Keseluruhan 1.765.816.000.000
2.6.1. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar
Nilai rencana transaksi 47,18% Saham PT Jasamarga Jogja Solo adalah
sebesar Rp1.765.816.000.000,00 sedangkan Nilai Pasar 47,18% Saham PT
Jasamarga Jogja Solo yaitu Rp1.735.493.178.533.00. Selisih harga rencana
transaksi terhadap Nilai Pasar adalah sebesar 1,75%.
Tabel 2.23. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar
Nilai Rencana
No. Keterangan Nilai Pasar (Rp)
Transaksi (Rp)
47,18% Saham PT
1 1.735.493.178.533 1.765.816.000.000
Jasamarga Jogja Solo
Inkremental Rencana Transaksi 1,75%
2.6.2. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b)
“Batas atas dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi 7,5%
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 38
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
(tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan“. Berdasarkan
perbandingan di atas, selisih antara nilai Rencana Transaksi Divestasi Saham
1,75% diatas dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%. Sehingga
kami berpendapat bahwa secara keseluruhan Rencana Transaksi ditetapkan
adalah WAJAR.
Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang
maupun di masa yang akan datang, atas pendapat kewajaran. Data faktual
yang diproses disimpan dalam file kami untuk keperluan referensi di
kemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan
terinci, termasuk dokumentasi. Data ini atas permintaan tersedia untuk
diperiksa.
2.7. Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana
Transaksi antara Perseroan dengan SMI bukan termasuk Transaksi Afiliasi,
dimana tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan SMI.
Namun, rencana transaksi ini merupakan Transaksi Material sebagaiamana
yang diatur pada POJK 17/2020.
Rencana Transaksi penjualan 1.714.808 saham atau setara 47,18%
kepemilikan Perseroan pada PT Jasamarga Jogja Solo kepada PT Sarana
Multi Infrastruktur (Persero) dilakukan sebagai bagian dari program
penataan dan streamlining portofolio investasi dan anak usaha Perseroan,
sejalan dengan arahan pemegang saham agar Perseroan kembali fokus
pada kompetensi intinya sebagai perusahaan konstruksi. Perseroan telah
melakukan evaluasi atas portofolio investasinya dan memandang bahwa
investasi pada sektor jalan tol tidak sejalan dengan kegiatan usaha utama
Perseroan. Lebih lanjut, sejak dilakukannya adendum Perjanjian Pemegang
Saham pada tahun 2025, pengendalian atas operasional dan keuangan
PT Jasamarga Jogja Solo telah berada sepenuhnya di bawah PT Jasa
Marga (Persero) Tbk, sehingga kepemilikan Perseroan saat ini bersifat
sebagai investasi tanpa pengendalian.
Perseroan memperoleh dana tunai dari hasil pelepasan 1.714.808 saham
atau setara 47,18% kepemilikan Perseroan pada PT Jasamarga Jogja
Solo dengan nilai transaksi sebesar Rp1.765.816.000.000. Dana hasil
Rencana Transaksi akan digunakan oleh Perseroan sesuai dengan strategi
investasi Perseroan, sehingga menjadi aset yang lebih produktif dan pada
akhirnya meningkatkan nilai investasi para pemegang saham.
Keuntungan rencana transaksi yaitu dengan melepas kepemilikan saham
pada PT Jasamarga Jogja Solo, Perseroan mengurangi eksposur pada
investasi jalan tol yang bersifat padat modal dan memiliki periode
pengembalian investasi yang panjang, sehingga likuiditas dan struktur
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 39
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
permodalan Perseroan menjadi lebih kuat.
Kerugian Rencana Transaksi, dengan dilakukannya transaksi, terdapat
biaya-biaya yang muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak
terbatas pada biaya lembaga penunjang pasar modal seperti biaya
penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya
yang muncul antara lain biaya penilaian objek Rencana Transaksi, biaya-
biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
dapat muncul dikemudian hari.
Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa
Perseroan memiliki kinerja yang kurang baik dimana tercermin pada laba
rugi Perseroan.
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan mengalami
peningkatan penjualan, laba kotor dan laba usaha, dengan demikian
Perseroan melakukan rencana transaksi adalah wajar.
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total aset Perseroan
sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp17,29 triliun
pada tahun 2026 menjadi Rp13,68 triliun pada tahun 2031. Selanjutnya,
proyeksi total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp17,27 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp13,85 triliun
pada tahun 2030. Tidak perubahan total aset Perseroan setelah Rencana
Transaksi akibat pelepasan/divestasi kepemilikan saham. Proyeksi total
Liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp12,70 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada
tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi total Liabilitas Perseroan setelah
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp12,76 triliun pada
tahun 2026 menjadi Rp9,20 triliun pada tahun 2031. Terdapat perubahan
Total Liabilitas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Proyeksi
total Ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp4,59 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp4,47 triliun pada tahun
2031. Selanjutnya, proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4,50 triliun pada tahun 2026
menjadi Rp4,65 triliun pada tahun 2031. Dengan demikian, berdasarkan
proyeksi posisi keuangan tersebut di atas, sebelum dan setelah Rencana
Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi nilai tambah.
Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp6,63 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp7,72
triliun pada tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah Penjualan Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp6,63 triliun
pada tahun 2026 menjadi Rp7,72 triliun pada tahun 2031. Tidak terdapat
perubahan pada Penjualan Perseroan setelah Rencana Transaksi. Proyeksi
Laba Bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp2,12 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp504,44 miliar pada
tahun 2031. Selanjutnya, proyeksi jumlah Laba Bersih Perseroan setelah
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp2,12 triliun pada
tahun 2026 menjadi Rp577,33 miliar pada tahun 2031. Terdapat
perubahan pada Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 40
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Nilai rencana transaksi 47,18% Saham PT Jasamarga Jogja Solo adalah
sebesar Rp1.765.816.000.000,00 sedangkan Nilai Pasar 47,18% Saham
PT Jasamarga Jogja Solo yaitu Rp1.735.493.178.533.00. Selisih harga
rencana transaksi terhadap Nilai Pasar adalah sebesar 1,75%.
Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b)
“Batas atas dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi
7,5% (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan“.
Berdasarkan perbandingan di atas, selisih antara nilai Rencana Transaksi
Divestasi Saham 1,75% diatas dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari
deviasi 7,5%. Sehingga kami berpendapat bahwa secara keseluruhan
Rencana Transaksi ditetapkan adalah WAJAR.
Berdasarkan analisa tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi adalah WAJAR.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Divestasi Saham 41
Page 78
LAMPIRAN
Page 79
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 01 Dinyatakan dalam Rupiah
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2021 2022 2023 2024 2025 Jun 2026
Actual Actual Actual Actual Actual Actual
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3,152,278,749,730 4,336,901,032,232 4,503,731,722,859 2,243,830,554,138 1,710,080,268,414 813,095,888,019
Piutang usaha 2,727,305,597,823 2,983,100,048,141 6,684,361,750,901 2,295,802,533,452 1,236,368,334,017 2,064,420,405,740
Piutang retensi 752,216,111,932 1,042,409,193,869 1,011,263,220,826 1,201,712,430,088 1,053,550,436,806 1,000,844,192,549
Tagihan bruto kepada pemberi kerja 12,349,006,633,246 9,895,672,471,946 8,354,896,974,287 7,819,227,446,699 5,980,426,644,544 4,724,177,382,146
Persediaan 7,451,040,279,223 6,988,293,371,412 5,861,131,248,112 6,151,919,393,153 4,638,538,197,845 4,669,536,884,471
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual - - - - - 1,523,433,445,292
Uang muka 482,857,256,424 529,310,300,376 673,344,490,307 540,084,059,558 277,354,599,070 274,478,747,536
Biaya dibayar dimuka 251,808,408,784 205,075,579,005 247,822,983,775 245,441,161,996 179,768,879,299 263,043,234,074
Pajak dibayar dimuka 640,006,624,745 157,644,740,084 262,717,491,760 161,058,091,133 112,639,490,034 263,308,253,788
Aset keuangan dari kontrak konsesi - 19,349,364,763 256,465,955,789 360,191,414,476 360,210,207,035 362,568,529,951
Aset lancar lainnya 3,794,423,264,310 3,742,406,531,561 647,912,346,923 1,136,983,714,030 1,068,932,920,805 1,215,040,159,355
Jumlah Aset Lancar 31,600,942,926,217 29,900,162,633,389 28,503,648,185,539 22,156,250,798,723 16,617,869,977,869 17,173,947,122,921
Aset Tidak Lancar
Aset real estat 2,787,810,837,707 3,235,153,128,820 4,210,065,887,081 3,905,904,752,042 3,105,798,048,121 3,107,759,971,790
Aset keuangan dari kontrak konsesi 623,310,781,789 1,333,115,334,786 1,290,037,749,491 1,254,872,972,311 1,286,546,341,713 1,312,357,433,751
Investasi pada entitas asosiasi 75,024,616,272 52,821,591,619 48,656,175,750 189,422,484,488 2,238,443,612,447 663,413,779,934
Investasi pada ventura bersama 936,814,644,443 1,710,581,980,074 2,180,023,443,445 2,756,661,604,126 1,223,392,105,661 1,142,357,615,185
Properti investasi 940,662,000,000 1,011,028,000,000 1,273,372,058,160 1,281,109,600,000 1,148,445,000,000 1,148,445,000,000
Aset tetap 2,150,181,675,985 2,073,906,857,572 2,049,076,918,158 2,181,495,312,023 2,084,401,455,873 2,039,311,075,453
Aset hak guna 16,039,215,455 31,515,339,247 30,298,231,012 32,510,191,122 29,595,238,052 25,295,629,662
Investasi jangka panjang lainnya 310,661,253,656 32,301,852,000 73,349,852,000 26,879,852,000 31,919,416,514 31,919,416,514
Aset pajak tangguhan 4,393,006,843 4,293,241,022 4,003,718,352 3,660,559,737 33,036,197,395 33,036,197,395
Aset tidak lancar lainnya 454,496,876,252 601,537,258,125 723,598,260,459 856,823,850,782 994,492,217,568 821,574,498,553
Jumlah Aset Tidak Lancar 8,299,394,908,402 10,086,254,583,265 11,882,482,293,908 12,489,341,178,631 12,176,069,633,344 10,325,470,618,237
TOTAL ASET 39,900,337,834,619 39,986,417,216,654 40,386,130,479,447 34,645,591,977,354 28,793,939,611,213 27,499,417,741,158
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 3,824,451,074,290 4,069,024,001,538 5,363,507,346,390 2,902,764,622,053 3,008,279,400,965 1,966,072,247,654
Utang usaha 12,415,621,005,210 10,917,418,201,356 8,189,811,837,866 7,211,527,475,718 6,483,501,177,128 6,703,582,550,820
Utang bruto subkontraktor 5,801,471,352,372 4,064,267,956,283 4,349,554,780,985 3,167,893,249,435 3,956,282,848,738 2,327,876,876,005
Utang pajak 473,670,072,636 537,596,219,040 1,036,353,482,881 613,271,701,853 563,775,006,157 705,595,450,152
Uang muka pemberi kerja 425,366,744,634 394,203,751,479 852,718,664,525 820,408,824,710 764,758,212,354 612,458,924,449
Pendapatan diterima di muka 677,527,385,917 973,188,357,272 1,177,520,162,610 1,240,300,126,155 1,974,473,526,813 2,033,192,000,982
Beban akrual 2,386,576,747,021 2,236,754,214,571 2,334,471,117,229 1,938,602,344,354 1,755,804,966,061 1,756,594,303,896
Utang retensi 355,153,577,369 425,776,284,752 523,948,627,080 553,141,741,679 539,451,694,619 533,026,892,296
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya jangka
166,102,610,000 483,848,555,555 215,542,759,377 187,257,465,334 87,307,020,108 72,745,647,108
panjang yang jatuh tempo dalam setahun
Surat utang jangka menengah 200,000,000,000 - - - - -
Utang obligasi 4,240,641,856,847 492,984,085,118 955,482,163,187 1,387,460,237,270 15,615,346,240 15,615,346,240
Liabilitas jangka pendek lainnya 139,455,953,917 145,540,158,301 83,897,444,562 161,796,478,984 280,384,274,014 266,587,279,549
Liabilitas imbalan kerja 21,413,562,100 27,478,279,252 27,478,279,253 27,383,711,574 28,469,246,920 28,372,308,224
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 31,127,451,942,313 24,768,080,064,517 25,110,286,665,945 20,211,807,979,119 19,458,102,720,117 17,021,719,827,375
Liabilitas Jangka Panjang
Utang retensi 276,771,579,838 279,493,586,672 249,537,633,370 193,597,260,761 171,075,932,045 183,496,095,050
Uang muka pemberi kerja 371,004,093,410 326,973,397,487 122,362,945,719 45,012,504,534 21,626,079,081 21,451,883,140
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 841,200,518,388 622,533,203,695 949,968,113,240 1,109,979,298,815 1,377,066,763,008 2,511,194,895,596
Utang ventura bersama - - 125,061,192,361 141,748,262,299 232,747,865,013 274,961,626,786
Utang obligasi 1,241,014,958,545 4,795,375,711,571 4,334,751,127,969 3,053,314,426,870 3,143,382,882,796 3,145,235,497,834
Sukuk ijarah - - 234,644,877,676 268,414,235,028 302,183,384,048 319,067,958,558
Liabilitas imbalan kerja 312,430,169,770 326,055,057,066 315,188,885,226 321,566,151,192 412,654,660,008 412,621,661,066
Liabilitas pajak tangguhan 27,246,938,856 27,247,605,322 27,131,354,210 36,458,172,508 36,278,284,255 36,278,284,255
Liabilitas jangka panjang lainnya 45,510,431,074 16,867,126,808 58,477,077,011 289,819,450,027 341,477,902,470 286,205,984,972
Jumlah Liabiitas Jangka Panjang 3,115,178,689,881 6,394,545,688,621 6,417,123,206,782 5,459,909,762,034 6,038,493,752,724 7,190,513,887,257
TOTAL LIABILITAS 34,242,630,632,194 31,162,625,753,138 31,527,409,872,727 25,671,717,741,153 25,496,596,472,841 24,212,233,714,632
EKUITAS
Modal saham 356,084,937,600 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900
Tambahan modal disetor 2,588,833,884,853 4,755,656,134,234 4,755,656,134,234 4,755,656,134,234 4,755,656,134,234 4,755,656,134,234
Selisih transaksi dengan pihak non pengendali 3,117,842,245 71,328,744,422 71,328,744,422 71,328,744,422 71,328,744,422 71,328,744,422
Saldo laba 2,041,377,034,231 2,114,788,477,042 1,987,565,074,921 1,862,421,122,377 (3,624,376,223,213) (3,643,557,540,825)
Komponen ekuitas lainnya 610,405,303,106 610,405,303,106 610,405,303,106 822,154,104,065 822,154,104,065 822,154,104,065
Kepentingan non pengendali entitas anak 57,888,200,390 430,851,906,812 593,004,452,137 621,553,233,203 431,819,480,964 440,841,686,731
TOTAL EKUITAS 5,657,707,202,425 8,823,791,463,516 8,858,720,606,720 8,973,874,236,201 3,297,343,138,372 3,287,184,026,527
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 39,900,337,834,619 39,986,417,216,654 40,386,130,479,447 34,645,591,977,354 28,793,939,611,213 27,499,417,741,159
Page 80
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 02 Dinyatakan dalam Rupiah
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2021 2022 2023 2024 2025 Jun 2026
Actual Actual Actual Actual Actual Actual
PENDAPATAN 11,530,471,713,036 ############## 20,072,993,428,021 13,351,717,203,356 9,666,049,684,419 3,112,465,261,366
BEBAN POKOK PENDAPATAN ############### (11,752,722,145,701) ############### (11,723,660,348,140) (8,616,500,643,084) (2,412,042,638,763)
LABA KOTOR 1,756,425,932,938 1,796,288,082,883 2,322,927,201,526 1,628,056,855,216 1,049,549,041,335 700,422,622,603
BEBAN OPERASI
Beban penjualan (11,989,462,835) (14,484,002,514) (18,077,491,333) (19,491,296,202) (10,694,135,390) (6,509,319,306)
Beban umum dan administrasi (623,375,724,730) (711,884,250,955) (860,725,071,187) (906,464,711,041) (859,367,473,412) (377,740,096,251)
Jumlah Beban Operasi (635,365,187,565) (726,368,253,469) (878,802,562,520) (925,956,007,243) (870,061,608,802) (384,249,415,557)
LABA USAHA 1,121,060,745,373 1,069,919,829,414 1,444,124,639,006 702,100,847,973 179,487,432,533 316,173,207,046
Bagian laba ventura bersama 361,818,790,784 423,398,470,579 487,679,478,713 833,271,083,730 466,537,080,337 188,407,106,216
Bagian laba (rugi) entitas asosiasi (6,289,309,568) (11,760,103,989) (4,165,415,869) 2,369,308,738 (115,281,002,059) (51,596,387,221)
Beban keuangan (864,488,781,253) (806,691,421,118) (809,086,170,264) (837,538,530,294) (865,311,939,948) (349,168,884,484)
Penghasilan (beban) lainnya (169,021,923,486) (123,501,992,982) (281,527,229,709) (428,866,013,343) (5,046,908,388,600) (35,831,476,184)
Beban pajak final (343,846,526,313) (368,065,065,638) (520,921,451,732) (305,828,606,712) (235,119,594,523) (75,099,491,051)
Jumlah Pendapatan (Beban) lain-lain (1,021,827,749,836) (886,620,113,148) (1,128,020,788,861) (736,592,757,881) (5,796,083,844,793) (323,289,132,724)
LABA SEBELUM PAJAK 99,232,995,537 183,299,716,266 316,103,850,145 (34,491,909,908) (5,616,596,412,260) (7,115,925,678)
Pajak kini (13,824,339,300) (7,715,710,796) (26,048,067,768) (25,233,431,778) (9,680,879,063.00) (3,043,186,167.00)
Pajak tangguhan 1,091,144,148 (374,138,365) (173,271,558) (370,913,929) 29,555,525,911.00 -
LABA BERSIH 86,499,800,385 175,209,867,105 289,882,510,819 (60,096,255,615) (5,596,721,765,412) (10,159,111,845)
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 03 Dinyatakan dalam Rupiah
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2021 2022 2023 2024 2025 Jun 2026
Actual Actual Actual Actual Actual Actual
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 15,342,887,797,515 17,155,432,596,206 20,311,224,459,971 19,635,441,513,593 13,348,285,830,961 4,192,322,898,804
Penerimaan restitusi pajak 1,310,309,893,422 220,718,666,267 - 1,644,452,152 - -
Penerimaan dari rekening bank yang dibatasi penggunaannya - - 25,840,278,387 86,722,884,397 162,370,846,878 -
Penempatan ke rekening bank yang dibatasi penggunaannya (58,852,351,016) (149,350,808,235) - (36,807,480,675) (274,230,578,915) -
Pembayaran kepada pemasok dan beban lainnya (14,337,492,384,140) (15,168,310,431,687) (19,138,446,765,927) (17,303,866,816,272) (10,414,116,537,597) (4,607,586,435,445)
Pembayaran kepada karyawan (396,881,595,766) (465,988,139,924) (591,402,388,077) (610,274,307,446) (622,641,231,979) (260,639,560,231)
Pembayaran pajak penghasilan (343,846,526,313) (368,065,065,638) (523,362,860,099) (305,828,606,712) (235,119,594,523) (75,099,491,051)
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi 1,516,124,833,702 1,224,436,816,989 83,852,724,255 1,467,031,639,037 1,964,548,734,825 (751,002,587,923)
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penerimaan penghasilan bunga 31,862,030,263 34,539,917,229 79,229,105,593 60,713,519,205 32,958,538,562 6,297,263,690
Hasil penjualan aset tetap 997,318,323 24,548,445,074 1,625,948,776 6,971,069,353 2,613,211,898 544,474,223
Penempatan kas dan setara kas dibatasi penggunannya - - - (130,000,000,000) - -
Penambahan properti investasi (348,300,000) (73,559,000,000) - - - -
Penambahan aset keuangan dari kontrak konsesi (504,094,372,964) (1,116,507,176,733) (733,516,520,795) (153,562,790,354) - (55,255,909,049)
Penerimaan dari perpindahan kepemilikan aset keuangan 39,821,859,881 378,076,911,169 558,821,688,747 95,245,288,930 (186,962,543,351) -
Penempatan investasi pada entitas asosiasi dan jangka panjang lainnya (45,344,000,000) (679,707,000,000) (41,048,000,000) (91,927,000,000) (861,626,000,000) -
Penempatan investasi pada ventura bersama (120,641,037,102) (61,849,540,752) (413,604,216,385) (531,706,506,934) (127,613,136,982) (71,906,493,433)
Pengembalian investasi pada ventura bersama 425,162,601,987 356,523,070,877 431,842,231,727 802,990,914,596 552,629,855,272 406,122,237,190
Penambahan aset tetap (54,915,566,104) (107,299,901,599) (154,301,503,426) (35,611,872,115) (22,799,470,984) (1,970,100,347)
Penambahan tanah belum dikembangkan (301,849,197,897) (84,160,092,480) (111,395,426,633) (7,945,394,335) (40,653,690,259) -
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi (529,348,663,613) (1,329,394,367,215) (382,346,692,396) 15,167,228,346 (651,453,235,844) 283,831,472,274
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan utang bank dan lembaga keuangan lainnya 4,214,729,784,966 9,050,892,884,439 4,467,552,744,186 4,273,258,008,463 4,312,213,833,795 1,028,649,758,274
Pembayaran utang bank dan lembaga keuangan lainnya (3,445,750,470,155) (9,544,532,266,288) (3,292,165,654,159) (6,292,494,952,380) (4,070,586,904,037) (1,088,893,076,868)
Penerimaan utang obligasi - - - 100,657,897,521 - -
Pembayaran utang obligasi - - - (956,000,000,000) (1,286,200,000,000) -
Penerimaan dari sukuk - - 233,270,000,000 - - -
Pembayaran sukuk ijarah - - - (3,604,600,000) - -
Pembayaran surat utang jangka menengah - (200,000,000,000) - - - -
Penerimaan tambahan setoran modal - 2,665,717,781,650 - - - -
Penerimaan dari penawaran umum terbatas II - (14,219,571,969) - - - -
Pembayaran biaya emisi saham - - - - -
Pembayaran beban pinjaman (924,089,268,939) (974,548,185,180) (1,005,048,210,880) (837,538,530,293) (785,561,100,489) (351,915,995,520)
Pembayaran liabilitas sewa (43,066,531,264) (40,937,728,908) (34,779,220,379) (28,270,859,416) (21,178,613,974) (17,653,950,632)
Hasil dari penawaran saham perdana (IPO) anak perusahaan - 278,854,918,984 - - - -
Penyertaan saham pada entitas anak - - - 1,893,000,000 4,467,000,000 -
Penyertaan saham oleh kepentingan non pengendali 30,000,000 68,352,000,000 96,495,000,000 - - -
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (198,146,485,392) 1,289,579,832,728 465,324,658,768 (3,742,100,036,105) (1,846,845,784,705) (429,813,264,746)
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS 788,629,684,697 1,184,622,282,502 166,830,690,627 (2,259,901,168,722) (533,750,285,724) (896,984,380,395)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2,363,649,065,033 3,152,278,749,730 4,336,901,032,232 4,503,731,722,859 2,243,830,554,138 1,710,080,268,414
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 3,152,278,749,730 4,336,901,032,232 4,503,731,722,859 2,243,830,554,137 1,710,080,268,414 813,095,888,019
Page 81
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 04
RASIO KEUANGAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2021 2022 2023 2024 2025 Jun 2026
Actual Actual Actual Actual Actual Actual
Aset Lancar 31,600,942,926,217 29,900,162,633,389 28,503,648,185,539 22,156,250,798,723 16,617,869,977,869 17,173,947,122,921
Liabilitas Jangka Pendek 31,127,451,942,313 24,768,080,064,517 25,110,286,665,945 20,211,807,979,119 19,458,102,720,117 17,021,719,827,375
Rasio Lancar 1.0 2 1.2 1 1.14 1.10 0 .8 5 1.0 1
Aset Lancar 31,600,942,926,217 29,900,162,633,389 28,503,648,185,539 22,156,250,798,723 16,617,869,977,869 17,173,947,122,921
Persediaan 7,451,040,279,223 6,988,293,371,412 5,861,131,248,112 6,151,919,393,153 4,638,538,197,845 4,669,536,884,471
Liabilitas Jangka Pendek 31,127,451,942,313 24,768,080,064,517 25,110,286,665,945 20,211,807,979,119 19,458,102,720,117 17,021,719,827,375
Rasio Cepat 0 .7 8 0 .9 3 0 .9 0 0 .7 9 0 .6 2 0 .7 3
Kas dan setara kas 3,152,278,749,730 4,336,901,032,232 4,503,731,722,859 2,243,830,554,138 1,710,080,268,414 813,095,888,019
Liabilitas Jangka Pendek 31,127,451,942,313 24,768,080,064,517 25,110,286,665,945 20,211,807,979,119 19,458,102,720,117 17,021,719,827,375
Rasio Kas 0 .10 0 .18 0 .18 0 .11 0 .0 9 0 .0 5
*)Disajikan dalam kali
RASIO LIKUIDITAS
Rasio Lancar 1.0 2 1.2 1 1.14 1.10 0 .8 5 1.0 1
Rasio Cepat 0 .7 8 0 .9 3 0 .9 0 0 .7 9 0 .6 2 0 .7 3
Rasio Kas 0 .10 0 .18 0 .18 0 .11 0 .0 9 0 .0 5
*)Disajikan dalam kali
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2021 2022 2023 2024 2025 2025
Actual Actual Actual Actual Actual Actual
Pendapatan 11,530,471,713,036 13,549,010,228,584 20,072,993,428,021 13,351,717,203,356 9,666,049,684,419 3,112,465,261,366
Piutang Usaha 2,727,305,597,823 2,983,100,048,141 6,684,361,750,901 2,295,802,533,452 1,236,368,334,017 2,064,420,405,740
Rasio Perputaran Piutang Usaha 86 80 12 2 63 47 242
Beban Pokok Pendapatan 9,774,045,780,098 11,752,722,145,701 17,750,066,226,495 11,723,660,348,140 8,616,500,643,084 2,412,042,638,763
Persediaan 7,451,040,279,223 6,988,293,371,412 5,861,131,248,112 6,151,919,393,153 4,638,538,197,845 4,669,536,884,471
Rasio Perputaran Persediaan 278 2 17 12 1 19 2 19 6 707
Beban Pokok Pendapatan 9,774,045,780,098 11,752,722,145,701 17,750,066,226,495 11,723,660,348,140 8,616,500,643,084 2,412,042,638,763
Utang Usaha 12,415,621,005,210 10,917,418,201,356 8,189,811,837,866 7,211,527,475,718 6,483,501,177,128 6,703,582,550,820
Rasio Perputaran Utang Usaha 464 339 16 8 225 275 1,0 14
*)Disajikan dalam hari
RASIO AKTIVITAS
Rasio Perputaran Piutang Usaha 86 80 12 2 63 47 242
Rasio Perputaran Persediaan 278 2 17 12 1 19 2 19 6 707
Rasio Perputaran Utang Usaha 464 339 16 8 225 275 1,0 14
*)Disajikan dalam hari
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2021 2022 2023 2024 2025 2025
Actual Actual Actual Actual Actual Actual
Jumlah Liabilitas 34,242,630,632,194 31,162,625,753,138 31,527,409,872,727 25,671,717,741,153 25,496,596,472,841 24,212,233,714,632
Jumlah Aset 39,900,337,834,619 39,986,417,216,654 40,386,130,479,447 34,645,591,977,354 28,793,939,611,213 27,499,417,741,158
Rasio Liabilitas terhadap Aset 8 5 .8 2 % 7 7 .9 3 % 7 8 .0 6 % 7 4 .10 % 8 8 .5 5 % 8 8 .0 5 %
Jumlah Liabilitas 34,242,630,632,194 31,162,625,753,138 31,527,409,872,727 25,671,717,741,153 25,496,596,472,841 24,212,233,714,632
Jumlah Ekuitas 5,657,707,202,425 8,823,791,463,516 8,858,720,606,720 8,973,874,236,201 3,297,343,138,372 3,287,184,026,527
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 6 0 5 .2 4 % 3 5 3 .17 % 3 5 5 .8 9 % 2 8 6 .0 7 % 7 7 3 .2 5 % 7 3 6 .5 6 %
*)Disajikan dalam persen
RASIO LEVERAGE
Rasio Liabilitas terhadap Aset 85.82% 77.93% 78.06% 74.10% 88.55% 88.05%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 605.24% 353.17% 355.89% 286.07% 773.25% 736.56%
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2021 2022 2023 2024 2025 2025
Actual Actual Actual Actual Actual Actual
Laba Bruto 1,756,425,932,938 1,796,288,082,883 2,322,927,201,526 1,628,056,855,216 1,049,549,041,335 700,422,622,603
Pendapatan 11,530,471,713,036 13,549,010,228,584 20,072,993,428,021 13,351,717,203,356 9,666,049,684,419 3,112,465,261,366
Margin Laba Bruto 15 .2 3 % 13 .2 6 % 11.5 7 % 12 .19 % 10 .8 6 % 2 2 .5 0 %
Laba Usaha 1,121,060,745,373 1,069,919,829,414 1,444,124,639,006 702,100,847,973 179,487,432,533 316,173,207,046
Pendapatan 11,530,471,713,036 13,549,010,228,584 20,072,993,428,021 13,351,717,203,356 9,666,049,684,419 3,112,465,261,366
Margin Laba Usaha 9 .7 2 % 7 .9 0 % 7 .19 % 5 .2 6 % 1.8 6 % 10 .16 %
Laba Bersih 86,499,800,385 175,209,867,105 289,882,510,819 (60,096,255,615) (5,596,721,765,412) (10,159,111,845)
Pendapatan 11,530,471,713,036 13,549,010,228,584 20,072,993,428,021 13,351,717,203,356 9,666,049,684,419 3,112,465,261,366
Margin Laba Bersih 0 .7 5 % 1.2 9 % 1.4 4 % -0 .4 5 % -5 7 .9 0 % -0 .3 3 %
Laba Bersih 86,499,800,385 175,209,867,105 289,882,510,819 (60,096,255,615) (5,596,721,765,412) (10,159,111,845)
Jumlah Aset 39,900,337,834,619 39,986,417,216,654 40,386,130,479,447 34,645,591,977,354 28,793,939,611,213 27,499,417,741,158
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 0 .2 2 % 0 .4 4 % 0 .7 2 % -0 .17 % -19 .4 4 % -0 .0 4 %
Laba Bersih 86,499,800,385 175,209,867,105 289,882,510,819 (60,096,255,615) (5,596,721,765,412) (10,159,111,845)
Jumlah Ekuitas 5,657,707,202,425 8,823,791,463,516 8,858,720,606,720 8,973,874,236,201 3,297,343,138,372 3,287,184,026,527
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 1.5 3 % 1.9 9 % 3 .2 7 % -0 .6 7 % -16 9 .7 3 % -0 .3 1%
RASIO PROFITABILITAS
Margin Laba Bruto 15.23% 13.26% 11.57% 12.19% 10.86% 22.50%
Margin Laba (Rugi) Usaha 9.72% 7.90% 7.19% 5.26% 1.86% 10.16%
Margin Laba (Rugi) Bersih 0.75% 1.29% 1.44% -0.45% -57.90% -0.33%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 0.22% 0.44% 0.72% -0.17% -19.44% -0.04%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 1.53% 1.99% 3.27% -0.67% -169.73% -0.31%
Page 82
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 05 Dinyatakan dalam Rupiah
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 447,706,999,840 (1,329,537,854,331) (1,022,282,802,518) (1,177,503,882,987) (694,432,663,622) (1,867,206,125,429)
Kas yang Dibatasi Penggunaannya 147,574,723,331 151,065,543,743 154,626,430,471 158,254,843,692 161,950,833,216 165,715,815,131
Restru Loan DSA & DSRA 19,918,502,494 31,109,051,271 59,155,709,455 90,444,417,869 112,383,728,785 129,697,294,829
Tagihan Bruto, Piutang Usaha, Uang Muka dan Piutang Retensi CO 4,745,832,258,762 2,752,385,591,813 2,409,368,012,801 2,158,344,654,502 1,926,109,531,436 163,109,531,436
Tagihan Bruto (Proy. Baru) - 1,140,733,333,333 1,077,804,444,444 1,100,776,149,573 1,112,895,938,157 1,303,163,722,391
Piutang Usaha (Proy. Baru) - 440,244,444,444 418,577,777,778 386,728,801,994 396,328,304,172 533,030,981,445
Piutang Retensi (Proy. Baru) - 542,316,666,667 732,775,555,556 963,444,977,564 815,611,366,484 1,111,381,068,339
Persediaan 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028
Pajak & Biaya Dibayar Di Muka 96,573,873,219 96,573,873,219 96,573,873,219 96,573,873,219 96,573,873,219 96,573,873,219
Aset Lancar Lainnya 2,446,789,238,999 2,446,789,238,999 2,446,789,238,999 2,446,789,238,999 2,446,789,238,999 2,446,789,238,999
Jumlah Aset Lancar 8,059,871,648,673 6,427,155,941,187 6,528,864,292,233 6,379,329,126,453 6,529,686,202,874 4,237,731,452,387
Aset Tidak Lancar
Piutang Lain-lain Jangka Panjang 3,148,947,751,382 3,148,947,751,382 3,148,947,751,382 3,148,947,751,382 3,148,947,751,382 3,148,947,751,382
Investasi pada Entitas Asosiasi 663,379,481,813 663,379,481,813 663,379,481,813 663,379,481,813 663,379,481,813 663,379,481,813
Penyertaan Saham pada Entitas Anak 2,091,354,813,242 2,091,354,813,242 2,091,354,813,242 2,091,354,813,242 2,091,354,813,242 2,091,354,813,242
Investasi pada Ventura Bersama 1,118,924,259,627 1,231,859,093,934 1,285,173,599,552 1,672,503,431,229 1,825,375,743,422 2,080,384,559,772
Aset Tetap - Bersih 1,879,659,983,821 1,845,689,627,716 1,811,719,271,611 1,799,115,406,506 1,774,354,008,023 1,128,529,750,495
Aset Tidak Lancar Lainnya 330,649,733,541 330,649,733,541 330,649,733,541 330,649,733,541 330,649,733,541 330,649,733,541
Jumlah Aset Tidak Lancar 9,232,916,023,426 9,311,880,501,628 9,331,224,651,142 9,705,950,617,714 9,834,061,531,422 9,443,246,090,245
TOTAL ASET 17,292,787,672,099 15,739,036,442,815 15,860,088,943,374 16,085,279,744,167 16,363,747,734,296 13,680,977,542,632
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha, Bruto dan Retensi (CO) 2,353,303,307,508 1,268,104,078,375 1,268,104,078,375 1,268,104,078,375 1,268,104,078,375 1,030,906,078,375
Utang Uang Muka (CO) 489,086,102,626 489,086,102,626 489,086,102,626 489,086,102,626 489,086,102,626 489,086,102,626
Utang Usaha, Bruto & Retensi (Proy. Baru) - 524,737,333,333 495,368,640,000 505,213,484,579 509,668,614,904 595,531,170,833
Uang Muka (Proy. Baru) - 613,183,333,333 690,524,444,444 853,958,772,436 1,240,956,508,516 1,321,925,550,411
Utang SCF (CO) 0 0 0 0 0 0
Standstill Interest & Deferred Interest 123,676,176,083 154,307,333,509 200,967,928,807 262,197,835,924 323,427,743,041 63,463,286,305
Utang Pajak 380,947,843,582 161,947,843,582 161,947,843,582 161,947,843,582 161,947,843,582 161,947,843,582
Utang Lainnya 1,336,242,765,129 867,242,765,129 867,242,765,129 867,242,765,129 867,242,765,129 867,242,765,129
Utang Bank & Lembaga Keuangan 398,997,279,030 1,344,482,101,044 1,638,280,554,002 1,497,143,007,746 1,168,822,799,419 1,458,037,433,149
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5,082,253,473,958 5,423,090,890,932 5,811,522,356,966 5,904,893,890,397 6,029,256,455,592 5,988,140,230,409
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank & Lembaga Keuangan 6,888,644,802,270 5,440,139,778,923 5,545,897,262,590 5,615,683,625,531 5,726,681,309,183 2,580,586,792,160
Utang Obligasi - - - - - -
Liabilitas Imbalan Kerja 412,621,661,066 317,621,661,066 317,621,661,066 317,621,661,066 317,621,661,066 317,621,661,066
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya 317,232,445,698 317,232,445,698 317,232,445,698 317,232,445,698 317,232,445,698 317,232,445,698
Jumlah Liabiitas Jangka Panjang 7,618,498,909,034 6,074,993,885,687 6,180,751,369,354 6,250,537,732,295 6,361,535,415,947 3,215,440,898,924
TOTAL LIABILITAS 12,700,752,382,992 11,498,084,776,618 11,992,273,726,320 12,155,431,622,692 12,390,791,871,539 9,203,581,129,334
EKUITAS
Modal Saham 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900
Tambahan Modal Disetor 4,754,766,729,008 4,754,766,729,008 4,754,766,729,008 4,754,766,729,008 4,754,766,729,008 4,754,766,729,008
Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali 3,117,842,245 3,117,842,245 3,117,842,245 3,117,842,245 3,117,842,245 3,117,842,245
Saldo Laba (1,776,844,198,216) (2,127,927,821,126) (2,501,064,270,269) (2,439,031,365,848) (2,395,923,624,566) (1,891,483,074,025)
Komponen Ekuitas Lainnya 770,234,018,170 770,234,018,170 770,234,018,170 770,234,018,170 770,234,018,170 770,234,018,170
TOTAL EKUITAS 4,592,035,289,107 4,240,951,666,197 3,867,815,217,054 3,929,848,121,475 3,972,955,862,757 4,477,396,413,298
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 17,292,787,672,099 15,739,036,442,815 15,860,088,943,374 16,085,279,744,167 16,363,747,734,296 13,680,977,542,632
Page 83
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 06 Dinyatakan dalam Rupiah
PROYEKSI LABA RUGI (SEBELUM TRANSAKSI)
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
PENDAPATAN 6,637,832,091,848 6,973,950,088,320 5,949,579,997,176 5,729,525,982,041 5,914,324,858,791 7,727,697,018,553
BEBAN POKOK PENDAPATAN (6,116,606,764,623) (6,414,568,768,032) (5,471,251,720,752) (5,261,248,681,681) (5,332,303,478,164) (7,080,238,727,910)
LABA KOTOR 521,225,327,225 559,381,320,288 478,328,276,424 468,277,300,360 582,021,380,627 647,458,290,643
BEBAN USAHA
Beban umum dan administrasi (600,416,679,654) (650,913,466,978) (666,295,354,798) (681,966,295,253) (697,935,954,231) (714,200,336,104)
Beban penyusutan dan beban lain-lain (100,107,911,331) (33,970,356,105) (33,970,356,105) (39,311,978,855) (52,297,463,760) 351,538,234,585
Jumlah Beban Usaha (700,524,590,986) (684,883,823,083) (700,265,710,903) (721,278,274,108) (750,233,417,991) (362,662,101,519)
LABA USAHA (179,299,263,760) (125,502,502,795) (221,937,434,479) (253,000,973,748) (168,212,037,364) 284,796,189,124
Bagian laba dari joint operation 326,879,025,396 440,890,749,585 474,325,166,364 908,504,431,270 779,733,079,656 813,964,116,326
Beban keuangan (231,527,461,185) (505,609,708,268) (489,799,308,953) (499,874,346,849) (501,948,789,730) (536,695,261,686)
Beban pajak final (164,724,135,397) (160,862,161,432) (135,724,872,075) (93,596,206,252) (66,464,511,280) (132,504,493,222)
Jumlah Pendapatan (Beban) lain-lain (69,372,571,185) (225,581,120,115) (151,199,014,664) 315,033,878,169 211,319,778,645 144,764,361,418
LABA SEBELUM PAJAK (248,671,834,945) (351,083,622,910) (373,136,449,143) 62,032,904,421 43,107,741,282 429,560,550,542
Pajak badan dan pajak divestasi - - - - - (21,120,000,000)
Lainnya 2,456,492,036,304 - - - - 96,000,000,000
LABA BERSIH 2,207,820,201,359 (351,083,622,910) (373,136,449,143) 62,032,904,421 43,107,741,282 504,440,550,542
Page 84
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 07
RASIO PROYEKSI KEUANGAN (SEBELUM TRANSAKSI)
RASIO LIKUIDITAS
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Aset Lancar 8,059,871,648,673 6,427,155,941,187 6,528,864,292,233 6,379,329,126,453 6,529,686,202,874 4,237,731,452,387
Liabilitas Jangka Pendek 5,082,253,473,958 5,423,090,890,932 5,811,522,356,966 5,904,893,890,397 6,029,256,455,592 5,988,140,230,409
Rasio Lancar 1.5 9 1.19 1.12 1.0 8 1.0 8 0 .7 1
Aset Lancar 8,059,871,648,673 6,427,155,941,187 6,528,864,292,233 6,379,329,126,453 6,529,686,202,874 4,237,731,452,387
Persediaan 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028
Liabilitas Jangka Pendek 5,082,253,473,958 5,423,090,890,932 5,811,522,356,966 5,904,893,890,397 6,029,256,455,592 5,988,140,230,409
Rasio Cepat 1.5 6 1.16 1.10 1.0 5 1.0 6 0 .6 8
Kas dan setara kas 447,706,999,840 - 1,329,537,854,331 - 1,022,282,802,518 - 1,177,503,882,987 - 694,432,663,622 - 1,867,206,125,429
Liabilitas Jangka Pendek 5,082,253,473,958 5,423,090,890,932 5,811,522,356,966 5,904,893,890,397 6,029,256,455,592 5,988,140,230,409
Rasio Kas 0 .0 9 (0 .2 5 ) (0 .18 ) (0 .2 0 ) (0 .12 ) (0 .3 1)
*)Disajikan dalam kali
RASIO LIKUIDITAS
Rasio Lancar 1.5 9 1.19 1.12 1.0 8 1.0 8 0 .7 1
Rasio Cepat 1.5 6 1.16 1.10 1.0 5 1.0 6 0 .6 8
Rasio Kas 0 .0 9 (0 .2 5 ) - 0 .18 - 0 .2 0 - 0 .12 - 0 .3 1
*)Disajikan dalam kali
RASIO AKTIVITAS
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Pendapatan 6,637,832,091,848 6,973,950,088,320 5,949,579,997,176 5,729,525,982,041 5,914,324,858,791 7,727,697,018,553
Piutang Usaha 4,745,832,258,762 4,875,680,036,258 4,638,525,790,579 4,609,294,583,633 4,250,945,140,248 3,110,685,303,611
Rasio Perputaran Piutang Usaha 261 255 285 294 262 14 7
Beban Pokok Pendapatan 6,116,606,764,623 6,414,568,768,032 5,471,251,720,752 5,261,248,681,681 5,332,303,478,164 7,080,238,727,910
Persediaan 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028
Rasio Perputaran Persediaan 9 9 10 11 11 8
Beban Pokok Pendapatan 6,116,606,764,623 6,414,568,768,032 5,471,251,720,752 5,261,248,681,681 5,332,303,478,164 7,080,238,727,910
Utang Usaha 2,353,303,307,508 1,792,841,411,709 1,763,472,718,375 1,773,317,562,954 1,777,772,693,280 1,626,437,249,208
Rasio Perputaran Utang Usaha 14 0 10 2 118 12 3 12 2 84
*)Disajikan dalam hari
RASIO AKTIVITAS
Rasio Perputaran Piutang Usaha 261 255 285 294 262 14 7
Rasio Perputaran Persediaan 9 9 10 11 11 8
Rasio Perputaran Utang Usaha 14 0 10 2 118 12 3 12 2 84
*)Disajikan dalam hari
RASIO LEVERAGE
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Jumlah Liabilitas 12,700,752,382,992 11,498,084,776,618 11,992,273,726,320 12,155,431,622,692 12,390,791,871,539 9,203,581,129,334
Jumlah Aset 17,292,787,672,099 15,739,036,442,815 15,860,088,943,374 16,085,279,744,167 16,363,747,734,296 13,680,977,542,632
Rasio Liabilitas terhadap Aset 7 3 .4 5 % 7 3 .0 5 % 7 5 .6 1% 7 5 .5 7 % 7 5 .7 2 % 6 7 .2 7 %
Jumlah Liabilitas 12,700,752,382,992 11,498,084,776,618 11,992,273,726,320 12,155,431,622,692 12,390,791,871,539 9,203,581,129,334
Jumlah Ekuitas 4,592,035,289,107 4,240,951,666,197 3,867,815,217,054 3,929,848,121,475 3,972,955,862,757 4,477,396,413,298
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 2 7 6 .5 8 % 2 7 1.12 % 3 10 .0 5 % 3 0 9 .3 1% 3 11.8 8 % 2 0 5 .5 6 %
*)Disajikan dalam persen
RASIO LEVERAGE
Rasio Liabilitas terhadap Aset 73.45% 73.05% 75.61% 75.57% 75.72% 67.27%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 276.58% 271.12% 310.05% 309.31% 311.88% 205.56%
RASIO PROFITABILITAS
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Laba Bruto 521,225,327,225 559,381,320,288 478,328,276,424 468,277,300,360 582,021,380,627 647,458,290,643
Pendapatan 6,637,832,091,848 6,973,950,088,320 5,949,579,997,176 5,729,525,982,041 5,914,324,858,791 7,727,697,018,553
Margin Laba Bruto 7 .8 5 % 8 .0 2 % 8 .0 4 % 8 .17 % 9 .8 4 % 8 .3 8 %
Laba Usaha (179,299,263,760) (125,502,502,795) (221,937,434,479) (253,000,973,748) (168,212,037,364) 284,796,189,124
Pendapatan 6,637,832,091,848 6,973,950,088,320 5,949,579,997,176 5,729,525,982,041 5,914,324,858,791 7,727,697,018,553
Margin Laba Usaha -2 .7 0 % -1.8 0 % -3 .7 3 % -4 .4 2 % -2 .8 4 % 3 .6 9 %
Laba Bersih 2,207,820,201,359 - 351,083,622,910 - 373,136,449,143 62,032,904,421 43,107,741,282 504,440,550,542
Pendapatan 6,637,832,091,848 6,973,950,088,320 5,949,579,997,176 5,729,525,982,041 5,914,324,858,791 7,727,697,018,553
Margin Laba Bersih 3 3 .2 6 % -5 .0 3 % -6 .2 7 % 1.0 8 % 0 .7 3 % 6 .5 3 %
Laba Bersih 2,207,820,201,359 - 351,083,622,910 - 373,136,449,143 62,032,904,421 43,107,741,282 504,440,550,542
Jumlah Aset 17,292,787,672,099 15,739,036,442,815 15,860,088,943,374 16,085,279,744,167 16,363,747,734,296 13,680,977,542,632
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 12 .7 7 % -2 .2 3 % -2 .3 5 % 0 .3 9 % 0 .2 6 % 3 .6 9 %
Laba Bersih 2,207,820,201,359 - 351,083,622,910 - 373,136,449,143 62,032,904,421 43,107,741,282 504,440,550,542
Jumlah Ekuitas 4,592,035,289,107 4,240,951,666,197 3,867,815,217,054 3,929,848,121,475 3,972,955,862,757 4,477,396,413,298
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 4 8 .0 8 % -8 .2 8 % -9 .6 5 % 1.5 8 % 1.0 9 % 11.2 7 %
RASIO PROFITABILITAS
Margin Laba Bruto 7.85% 8.02% 8.04% 8.17% 9.84% 8.38%
Margin Laba (Rugi) Usaha -2.70% -1.80% -3.73% -4.42% -2.84% 3.69%
Margin Laba (Rugi) Bersih 33.26% -5.03% -6.27% 1.08% 0.73% 6.53%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 12.77% -2.23% -2.35% 0.39% 0.26% 3.69%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 48.08% -8.28% -9.65% 1.58% 1.09% 11.27%
Page 85
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 08 Dinyatakan dalam Rupiah
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 432,863,864,252 80,076,148,435 390,311,624,068 237,600,374,185 723,181,424,135 597,992,247,794
Kas yang Dibatasi Penggunaannya 147,574,723,331 151,065,543,743 154,626,430,471 158,254,843,692 161,950,833,216 165,715,815,131
Restru Loan DSA & DSRA 19,761,638,082 29,488,119,018 57,064,183,967 88,352,892,381 110,292,203,297 128,442,379,536
Tagihan Bruto, Piutang Usaha, Uang Muka dan Piutang Retensi CO 4,745,832,258,762 2,752,385,591,813 2,409,368,012,801 2,158,344,654,502 1,926,109,531,436 163,109,531,436
Tagihan Bruto (Proy. Baru) - 1,140,733,333,333 1,077,804,444,444 1,100,776,149,573 1,112,895,938,157 1,303,163,722,391
Piutang Usaha (Proy. Baru) - 440,244,444,444 418,577,777,778 386,728,801,994 396,328,304,172 533,030,981,445
Piutang Retensi (Proy. Baru) - 542,316,666,667 732,775,555,556 963,444,977,564 815,611,366,484 1,111,381,068,339
Persediaan 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028
Pajak & Biaya Dibayar Di Muka 96,573,873,219 96,573,873,219 96,573,873,219 96,573,873,219 96,573,873,219 96,573,873,219
Aset Lancar Lainnya 2,446,789,238,999 895,647,414,741 895,647,414,741 895,647,414,741 895,647,414,741 895,647,414,741
Jumlah Aset Lancar 8,044,871,648,673 6,284,007,187,442 6,388,225,369,073 6,241,200,033,879 6,394,066,940,885 5,150,533,086,060
Aset Tidak Lancar
Piutang Lain-lain Jangka Panjang 3,148,947,751,382 3,148,947,751,382 3,148,947,751,382 3,148,947,751,382 3,148,947,751,382 3,148,947,751,382
Investasi pada Entitas Asosiasi 663,379,481,813 663,379,481,813 663,379,481,813 663,379,481,813 663,379,481,813 322,457,203
Penyertaan Saham pada Entitas Anak 2,091,354,813,242 2,091,354,813,242 2,091,354,813,242 2,091,354,813,242 2,091,354,813,242 2,017,001,813,242
Investasi pada Ventura Bersama 1,118,924,259,627 1,231,859,093,934 1,285,173,599,552 1,672,503,431,229 1,825,375,743,422 2,080,384,559,772
Aset Tetap - Bersih 1,879,659,983,821 1,845,689,627,716 1,811,719,271,611 1,799,115,406,506 1,774,354,008,023 1,128,529,750,495
Aset Tidak Lancar Lainnya 330,649,733,541 330,649,733,541 330,649,733,541 330,649,733,541 330,649,733,541 330,649,733,541
Jumlah Aset Tidak Lancar 9,232,916,023,426 9,311,880,501,628 9,331,224,651,142 9,705,950,617,714 9,834,061,531,422 8,705,836,065,635
TOTAL ASET 17,277,787,672,099 15,595,887,689,070 15,719,450,020,215 15,947,150,651,592 16,228,128,472,307 13,856,369,151,695
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha, Bruto dan Retensi (CO) 2,353,303,307,508 1,268,104,078,375 1,268,104,078,375 1,268,104,078,375 1,268,104,078,375 1,030,906,078,375
Utang Uang Muka (CO) 489,086,102,626 489,086,102,626 489,086,102,626 489,086,102,626 489,086,102,626 489,086,102,626
Utang Usaha, Bruto & Retensi (Proy. Baru) - 524,737,333,333 495,368,640,000 505,213,484,579 509,668,614,904 595,531,170,833
Uang Muka (Proy. Baru) - 613,183,333,333 690,524,444,444 853,958,772,436 1,240,956,508,516 1,321,925,550,411
Utang SCF (CO) 0 0 0 0 0 0
Standstill Interest & Deferred Interest 123,676,176,083 154,307,333,509 200,967,928,807 262,197,835,924 323,427,743,041 63,463,286,305
Utang Pajak 380,947,843,582 161,947,843,582 161,947,843,582 161,947,843,582 161,947,843,582 161,947,843,582
Utang Lainnya 1,336,242,765,129 867,242,765,129 867,242,765,129 867,242,765,129 867,242,765,129 867,242,765,129
Utang Bank & Lembaga Keuangan 648,135,095,068 1,341,972,270,459 1,635,770,723,416 1,494,633,177,160 1,166,312,968,833 1,458,037,433,149
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5,331,391,289,996 5,420,581,060,346 5,809,012,526,380 5,902,384,059,811 6,026,746,625,007 5,988,140,230,409
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank & Lembaga Keuangan 6,708,152,688,529 5,252,009,776,421 5,343,281,901,865 5,397,280,966,131 5,491,072,392,568 2,580,586,792,160
Utang Obligasi - - - - - -
Liabilitas Imbalan Kerja 412,621,661,066 317,621,661,066 317,621,661,066 317,621,661,066 317,621,661,066 317,621,661,066
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya 317,232,445,698 317,232,445,698 317,232,445,698 317,232,445,698 317,232,445,698 317,232,445,698
Jumlah Liabiitas Jangka Panjang 7,438,006,795,293 5,886,863,883,185 5,978,136,008,629 6,032,135,072,895 6,125,926,499,332 3,215,440,898,924
TOTAL LIABILITAS 12,769,398,085,289 11,307,444,943,531 11,787,148,535,010 11,934,519,132,706 12,152,673,124,338 9,203,581,129,334
EKUITAS
Modal Saham 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900 840,760,897,900
Tambahan Modal Disetor 4,754,766,729,008 4,754,766,729,008 4,754,766,729,008 4,754,766,729,008 4,754,766,729,008 4,754,766,729,008
Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali 3,117,842,245 3,117,842,245 3,117,842,245 3,117,842,245 3,117,842,245 3,117,842,245
Saldo Laba (1,860,489,900,513) (2,080,436,741,784) (2,436,578,002,118) (2,356,247,968,437) (2,293,424,139,354) (1,716,091,464,962)
Komponen Ekuitas Lainnya 770,234,018,170 770,234,018,170 770,234,018,170 770,234,018,170 770,234,018,170 770,234,018,170
TOTAL EKUITAS 4,508,389,586,810 4,288,442,745,539 3,932,301,485,205 4,012,631,518,886 4,075,455,347,969 4,652,788,022,361
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 17,277,787,672,099 15,595,887,689,070 15,719,450,020,215 15,947,150,651,592 16,228,128,472,307 13,856,369,151,695
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 09 Dinyatakan dalam Rupiah
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
PENDAPATAN 6,637,832,091,848 6,973,950,088,320 5,949,579,997,176 5,729,525,982,041 5,914,324,858,791 7,727,697,018,553
BEBAN POKOK PENDAPATAN (6,116,606,764,623) (6,414,568,768,032) (5,471,251,720,752) (5,261,248,681,681) (5,332,303,478,164) (7,080,238,727,910)
LABA KOTOR 521,225,327,225 559,381,320,288 478,328,276,424 468,277,300,360 582,021,380,627 647,458,290,643
BEBAN USAHA
Beban umum dan administrasi (615,416,679,654) (650,913,466,978) (666,295,354,798) (681,966,295,253) (697,935,954,231) (714,200,336,104)
Beban penyusutan dan beban lain-lain (100,107,911,331) (33,970,356,105) (33,970,356,105) (39,311,978,855) (52,297,463,760) 351,538,234,585
Jumlah Beban Usaha (715,524,590,986) (684,883,823,083) (700,265,710,903) (721,278,274,108) (750,233,417,991) (362,662,101,519)
LABA USAHA (194,299,263,760) (125,502,502,795) (221,937,434,479) (253,000,973,748) (168,212,037,364) 284,796,189,124
Bagian laba dari joint operation 326,879,025,396 440,890,749,585 474,325,166,364 908,504,431,270 779,733,079,656 813,964,116,326
Beban keuangan (231,527,461,185) (495,461,988,922) (472,804,120,144) (481,577,217,589) (482,232,701,929) (521,321,119,755)
Beban pajak final (164,724,135,397) (160,862,161,432) (135,724,872,075) (93,596,206,252) (66,464,511,280) (132,504,493,222)
Jumlah Pendapatan (Beban) lain-lain (69,372,571,185) (215,433,400,769) (134,203,825,855) 333,331,007,429 231,035,866,446 160,138,503,349
LABA SEBELUM PAJAK (263,671,834,945) (340,935,903,564) (356,141,260,334) 80,330,033,681 62,823,829,083 444,934,692,473
Pajak badan dan pajak divestasi - (34,125,120,134) - - - (37,343,020,541)
Lainnya 2,387,846,334,007 155,114,182,426 - - - 169,741,002,461
LABA BERSIH 2,124,174,499,062 (219,946,841,271) (356,141,260,334) 80,330,033,681 62,823,829,083 577,332,674,392
Page 86
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 10
RASIO PROYEKSI KEUANGAN (SETELAH TRANSAKSI)
RASIO LIKUIDITAS
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Aset Lancar 8,044,871,648,673 6,284,007,187,442 6,388,225,369,073 6,241,200,033,879 6,394,066,940,885 5,150,533,086,060
Liabilitas Jangka Pendek 5,331,391,289,996 5,420,581,060,346 5,809,012,526,380 5,902,384,059,811 6,026,746,625,007 5,988,140,230,409
Rasio Lancar 1.5 1 1.16 1.10 1.0 6 1.0 6 0 .8 6
Aset Lancar 8,044,871,648,673 6,284,007,187,442 6,388,225,369,073 6,241,200,033,879 6,394,066,940,885 5,150,533,086,060
Persediaan 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028
Liabilitas Jangka Pendek 5,331,391,289,996 5,420,581,060,346 5,809,012,526,380 5,902,384,059,811 6,026,746,625,007 5,988,140,230,409
Rasio Cepat 1.4 8 1.13 1.0 7 1.0 3 1.0 4 0 .8 3
Kas dan setara kas 432,863,864,252 80,076,148,435 390,311,624,068 237,600,374,185 723,181,424,135 597,992,247,794
Liabilitas Jangka Pendek 5,331,391,289,996 5,420,581,060,346 5,809,012,526,380 5,902,384,059,811 6,026,746,625,007 5,988,140,230,409
Rasio Kas 0 .0 8 0 .0 1 0 .0 7 0 .0 4 0 .12 0 .10
*)Disajikan dalam kali
RASIO LIKUIDITAS
Rasio Lancar 1.5 1 1.16 1.10 1.0 6 1.0 6 0 .8 6
Rasio Cepat 1.4 8 1.13 1.0 7 1.0 3 1.0 4 0 .8 3
Rasio Kas 0 .0 8 0 .0 1 0 .0 7 0 .0 4 0 .12 0 .10
*)Disajikan dalam kali
RASIO AKTIVITAS
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Pendapatan 6,637,832,091,848 6,973,950,088,320 5,949,579,997,176 5,729,525,982,041 5,914,324,858,791 7,727,697,018,553
Piutang Usaha 4,745,832,258,762 4,875,680,036,258 4,638,525,790,579 4,609,294,583,633 4,250,945,140,248 3,110,685,303,611
Rasio Perputaran Piutang Usaha 261 255 285 294 262 14 7
Beban Pokok Pendapatan 6,116,606,764,623 6,414,568,768,032 5,471,251,720,752 5,261,248,681,681 5,332,303,478,164 7,080,238,727,910
Persediaan 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028 155,476,052,028
Rasio Perputaran Persediaan 9 9 10 11 11 8
Beban Pokok Pendapatan 6,116,606,764,623 6,414,568,768,032 5,471,251,720,752 5,261,248,681,681 5,332,303,478,164 7,080,238,727,910
Utang Usaha 2,353,303,307,508 1,792,841,411,709 1,763,472,718,375 1,773,317,562,954 1,777,772,693,280 1,626,437,249,208
Rasio Perputaran Utang Usaha 14 0 10 2 118 12 3 12 2 84
*)Disajikan dalam hari
RASIO AKTIVITAS
Rasio Perputaran Piutang Usaha 261 255 285 294 262 14 7
Rasio Perputaran Persediaan 9 9 10 11 11 8
Rasio Perputaran Utang Usaha 14 0 10 2 118 12 3 12 2 84
*)Disajikan dalam hari
RASIO LEVERAGE
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Jumlah Liabilitas 12,769,398,085,289 11,307,444,943,531 11,787,148,535,010 11,934,519,132,706 12,152,673,124,338 9,203,581,129,334
Jumlah Aset 17,277,787,672,099 15,595,887,689,070 15,719,450,020,215 15,947,150,651,592 16,228,128,472,307 13,856,369,151,695
Rasio Liabilitas terhadap Aset 7 3 .9 1% 7 2 .5 0 % 7 4 .9 8 % 7 4 .8 4 % 7 4 .8 9 % 6 6 .4 2 %
Jumlah Liabilitas 12,769,398,085,289 11,307,444,943,531 11,787,148,535,010 11,934,519,132,706 12,152,673,124,338 9,203,581,129,334
Jumlah Ekuitas 4,508,389,586,810 4,288,442,745,539 3,932,301,485,205 4,012,631,518,886 4,075,455,347,969 4,652,788,022,361
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 2 8 3 .2 4 % 2 6 3 .6 7 % 2 9 9 .7 5 % 2 9 7 .4 2 % 2 9 8 .19 % 19 7 .8 1%
*)Disajikan dalam persen
RASIO LEVERAGE
Rasio Liabilitas terhadap Aset 73.91% 72.50% 74.98% 74.84% 74.89% 66.42%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 283.24% 263.67% 299.75% 297.42% 298.19% 197.81%
RASIO PROFITABILITAS
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Laba Bruto 521,225,327,225 559,381,320,288 478,328,276,424 468,277,300,360 582,021,380,627 647,458,290,643
Pendapatan 6,637,832,091,848 6,973,950,088,320 5,949,579,997,176 5,729,525,982,041 5,914,324,858,791 7,727,697,018,553
Margin Laba Bruto 7 .8 5 % 8 .0 2 % 8 .0 4 % 8 .17 % 9 .8 4 % 8 .3 8 %
Laba Usaha (194,299,263,760) (125,502,502,795) (221,937,434,479) (253,000,973,748) (168,212,037,364) 284,796,189,124
Pendapatan 6,637,832,091,848 6,973,950,088,320 5,949,579,997,176 5,729,525,982,041 5,914,324,858,791 7,727,697,018,553
Margin Laba Usaha -2 .9 3 % -1.8 0 % -3 .7 3 % -4 .4 2 % -2 .8 4 % 3 .6 9 %
Laba Bersih 2,124,174,499,062 - 219,946,841,271 - 356,141,260,334 80,330,033,681 62,823,829,083 577,332,674,392
Pendapatan 6,637,832,091,848 6,973,950,088,320 5,949,579,997,176 5,729,525,982,041 5,914,324,858,791 7,727,697,018,553
Margin Laba Bersih 3 2 .0 0 % -3 .15 % -5 .9 9 % 1.4 0 % 1.0 6 % 7 .4 7 %
Laba Bersih 2,124,174,499,062 - 219,946,841,271 - 356,141,260,334 80,330,033,681 62,823,829,083 577,332,674,392
Jumlah Aset 17,277,787,672,099 15,595,887,689,070 15,719,450,020,215 15,947,150,651,592 16,228,128,472,307 13,856,369,151,695
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 12 .2 9 % -1.4 1% -2 .2 7 % 0 .5 0 % 0 .3 9 % 4 .17 %
Laba Bersih 2,124,174,499,062 - 219,946,841,271 - 356,141,260,334 80,330,033,681 62,823,829,083 577,332,674,392
Jumlah Ekuitas 4,508,389,586,810 4,288,442,745,539 3,932,301,485,205 4,012,631,518,886 4,075,455,347,969 4,652,788,022,361
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 4 7 .12 % -5 .13 % -9 .0 6 % 2 .0 0 % 1.5 4 % 12 .4 1%
RASIO PROFITABILITAS
Margin Laba Bruto 7.85% 8.02% 8.04% 8.17% 9.84% 8.38%
Margin Laba (Rugi) Usaha -2.93% -1.80% -3.73% -4.42% -2.84% 3.69%
Margin Laba (Rugi) Bersih 32.00% -3.15% -5.99% 1.40% 1.06% 7.47%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 12.29% -1.41% -2.27% 0.50% 0.39% 4.17%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 47.12% -5.13% -9.06% 2.00% 1.54% 12.41%
Page 87
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 11 Dinyatakan dalam Rupiah
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas (14,843,135,588) 1,409,614,002,766 1,412,594,426,586 1,415,104,257,172 1,417,614,087,757 2,465,198,373,223
Kas yang Dibatasi Penggunaannya - - - - - -
Restru Loan DSA & DSRA (156,864,412) (1,620,932,253) (2,091,525,488) (2,091,525,488) (2,091,525,488) (1,254,915,293)
Tagihan Bruto, Piutang Usaha, Uang Muka dan Piutang Retensi CO - - - - - -
Tagihan Bruto (Proy. Baru) - - - - - -
Piutang Usaha (Proy. Baru) - - - - - -
Piutang Retensi (Proy. Baru) - - - - - -
Persediaan - - - - - -
Pajak & Biaya Dibayar Di Muka - - - - - -
Aset Lancar Lainnya - (1,551,141,824,258) (1,551,141,824,258) (1,551,141,824,258) (1,551,141,824,258) (1,551,141,824,258)
Jumlah Aset Lancar (15,000,000,000) (143,148,753,745) (140,638,923,160) (138,129,092,574) (135,619,261,989) 912,801,633,673
Aset Tidak Lancar
Piutang Lain-lain Jangka Panjang - - - - - -
Investasi pada Entitas Asosiasi - - - - - (663,057,024,610)
Penyertaan Saham pada Entitas Anak - - - - - (74,353,000,000)
Investasi pada Ventura Bersama - - - - - -
Aset Tetap - Bersih - - - - - -
Aset Tidak Lancar Lainnya - - - - - -
Jumlah Aset Lancar - - - - - (737,410,024,610)
TOTAL ASET (15,000,000,000) (143,148,753,745) (140,638,923,160) (138,129,092,574) (135,619,261,989) 175,391,609,063
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha, Bruto dan Retensi (CO) - - - - - -
Utang Uang Muka (CO) - - - - - -
Utang Usaha, Bruto & Retensi (Proy. Baru) - - - - - -
Uang Muka (Proy. Baru) - - - - - -
Utang SCF (CO) - - - - - -
Standstill Interest & Deferred Interest - - - - - -
Utang Pajak - - - - - -
Utang Lainnya - - - - - -
Utang Bank & Lembaga Keuangan 249,137,816,037 (2,509,830,585) (2,509,830,585) (2,509,830,585) (2,509,830,585) -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 249,137,816,037 (2,509,830,585) (2,509,830,585) (2,509,830,585) (2,509,830,585) -
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank & Lembaga Keuangan (180,492,113,741) (188,130,002,502) (202,615,360,725) (218,402,659,400) (235,608,916,616) -
Utang Obligasi - - - - - -
Liabilitas Imbalan Kerja - - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya - - - - - -
Jumlah Liabiitas Jangka Panjang (180,492,113,741) (188,130,002,502) (202,615,360,725) (218,402,659,400) (235,608,916,616) -
TOTAL LIABILITAS 68,645,702,297 (190,639,833,087) (205,125,191,311) (220,912,489,986) (238,118,747,201) -
EKUITAS
Modal Saham - - - - - -
Tambahan Modal Disetor - - - - - -
Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali - - - - - -
Saldo Laba (83,645,702,297) 47,491,079,342 64,486,268,151 82,783,397,411 102,499,485,212 175,391,609,063
Komponen Ekuitas Lainnya - - - - - -
TOTAL EKUITAS (83,645,702,297) 47,491,079,342 64,486,268,151 82,783,397,411 102,499,485,212 175,391,609,063
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS (15,000,000,000) (143,148,753,745) (140,638,923,160) (138,129,092,574) (135,619,261,989) 175,391,609,063
Page 88
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 12 Dinyatakan dalam Rupiah
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection
PENDAPATAN - - - - - -
BEBAN POKOK PENDAPATAN - - - - - -
LABA KOTOR - - - - - -
BEBAN USAHA
Beban umum dan administrasi (15,000,000,000) - - - - -
Beban penyusutan dan beban lain-lain - - - - - -
Jumlah Beban Usaha (15,000,000,000) - - - - -
LABA USAHA (15,000,000,000) - - - - -
Bagian laba dari joint operation - - - - - -
Beban keuangan - 10,147,719,346 16,995,188,809 18,297,129,260 19,716,087,801 15,374,141,931
Beban pajak final - - - - - -
Jumlah Pendapatan (Beban) lain-lain - 10,147,719,346 16,995,188,809 18,297,129,260 19,716,087,801 15,374,141,931
LABA SEBELUM PAJAK (15,000,000,000) 10,147,719,346 16,995,188,809 18,297,129,260 19,716,087,801 15,374,141,931
Pajak badan dan pajak divestasi - (34,125,120,134) - - - (16,223,020,541)
Lainnya (68,645,702,297) 155,114,182,426 - - - 73,741,002,461
LABA BERSIH (83,645,702,297) 131,136,781,638 16,995,188,809 18,297,129,260 19,716,087,801 72,892,123,851
Page 89
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 13 Dinyatakan dalam Rupiah
PROFORMA POSISI KEUANGAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK Sebelum Rencana Transaksi Penyesuaian Setelah Rencana Transaksi
30 Juni 2026 Proforma 30 Juni 2026
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 813,095,888,019 1,765,816,000,000 2,578,911,888,019
Piutang usaha 2,064,420,405,740 - 2,064,420,405,740
Piutang retensi 1,000,844,192,549 - 1,000,844,192,549
Tagihan bruto kepada pemberi kerja 4,724,177,382,146 - 4,724,177,382,146
Persediaan 4,669,536,884,471 - 4,669,536,884,471
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual 1,523,433,445,292 (1,523,433,445,292) -
Uang muka 274,478,747,536 - 274,478,747,536
Biaya dibayar dimuka 263,043,234,074 - 263,043,234,074
Pajak dibayar dimuka 263,308,253,788 - 263,308,253,788
Aset keuangan dari kontrak konsesi 362,568,529,951 362,568,529,951
Aset lancar lainnya 1,215,040,159,355 - 1,215,040,159,355
Jumlah Aset Lancar 17,173,947,122,921 242,382,554,708 17,416,329,677,629
Aset Tidak Lancar
Aset real estat 3,107,759,971,790 - 3,107,759,971,790
Aset keuangan dari kontrak konsesi 1,312,357,433,751 - 1,312,357,433,751
Investasi pada entitas asosiasi 663,413,779,934 - 663,413,779,934
Investasi pada ventura bersama 1,142,357,615,185 - 1,142,357,615,185
Properti investasi 1,148,445,000,000 - 1,148,445,000,000
Aset tetap 2,039,311,075,453 - 2,039,311,075,453
Aset hak guna 25,295,629,662 - 25,295,629,662
Investasi jangka panjang lainnya 31,919,416,514 - 31,919,416,514
Aset pajak tangguhan 33,036,197,395 - 33,036,197,395
Aset tidak lancar lainnya 821,574,498,553 - 821,574,498,553
Jumlah Aset Lancar 10,325,470,618,237 - 10,325,470,618,237
TOTAL ASET 27,499,417,741,158 242,382,554,708 27,741,800,295,866
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 1,966,072,247,654 - 1,966,072,247,654
Utang usaha 6,703,582,550,820 - 6,703,582,550,820
Utang bruto subkontraktor 2,327,876,876,005 - 2,327,876,876,005
Utang pajak 705,595,450,152 - 705,595,450,152
Uang muka pemberi kerja 612,458,924,449 - 612,458,924,449
Pendapatan diterima di muka 2,033,192,000,982 - 2,033,192,000,982
Beban akrual 1,756,594,303,896 - 1,756,594,303,896
Utang retensi 533,026,892,296 - 533,026,892,296
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya jangka panjang yang jatuh tempo dalam setahun
72,745,647,108 - 72,745,647,108
Surat utang jangka menengah - - -
Utang obligasi 15,615,346,240 - 15,615,346,240
Liabilitas jangka pendek lainnya 266,587,279,549 - 266,587,279,549
Liabilitas imbalan kerja 28,372,308,224 - 28,372,308,224
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 17,021,719,827,375 - 17,021,719,827,375
Liabilitas Jangka Panjang
Utang retensi 183,496,095,050 - 183,496,095,050
Uang muka pemberi kerja 21,451,883,140 - 21,451,883,140
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 2,511,194,895,596 - 2,511,194,895,596
Utang ventura bersama 274,961,626,786 - 274,961,626,786
Utang obligasi 3,145,235,497,834 - 3,145,235,497,834
Sukuk ijarah 319,067,958,558 - 319,067,958,558
Liabilitas imbalan kerja 412,621,661,066 - 412,621,661,066
Liabilitas pajak tangguhan 36,278,284,255 - 36,278,284,255
Liabilitas jangka panjang lainnya 286,205,984,972 - 286,205,984,972
Jumlah Liabiitas Jangka Panjang 7,190,513,887,257 - 7,190,513,887,257
TOTAL LIABILITAS 24,212,233,714,632 - 24,212,233,714,632
EKUITAS
Modal saham 840,760,897,900 - 840,760,897,900
Tambahan modal disetor 4,755,656,134,234 - 4,755,656,134,234
Selisih transaksi dengan pihak non pengendali 71,328,744,422 - 71,328,744,422
Saldo laba (3,643,557,540,825) 242,382,554,708 (3,401,174,986,117)
Komponen ekuitas lainnya 822,154,104,065 - 822,154,104,065
Kepentingan non pengendali entitas anak 440,841,686,731 - 440,841,686,731
TOTAL EKUITAS 3,287,184,026,527 242,382,554,708 3,529,566,581,235
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 27,499,417,741,159 242,382,554,708 27,741,800,295,867
Page 90
PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK
Tanggal Pendapat Kewajaran : 30 Juni 2026
Lampiran - 14 Dinyatakan dalam Rupiah
PROFORMA LABA RUGI
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK Sebelum Rencana Transaksi Penyesuaian Setelah Rencana Transaksi
30 Juni 2026 Proforma 30 Juni 2026
PENDAPATAN 3,112,465,261,366 - 3,112,465,261,366
BEBAN POKOK PENDAPATAN (2,412,042,638,763) - (2,412,042,638,763)
LABA KOTOR 700,422,622,603 - 700,422,622,603
BEBAN USAHA
Beban penjualan (6,509,319,306) - (6,509,319,306)
Beban umum dan administrasi (377,740,096,251) - (377,740,096,251)
Jumlah Beban Usaha (384,249,415,557) - (384,249,415,557)
LABA USAHA 316,173,207,046 - 316,173,207,046
Bagian laba ventura bersama 188,407,106,216 - 188,407,106,216
Bagian laba (rugi) entitas asosiasi (51,596,387,221) 27,974,218,669 (23,622,168,552)
Beban keuangan (349,168,884,484) - (349,168,884,484)
Penghasilan (beban) lainnya (35,831,476,184) 214,408,336,039 178,576,859,855
Beban pajak final (75,099,491,051) - (75,099,491,051)
Jumlah Pendapatan (Beban) lain-lain (323,289,132,724) 242,382,554,708 (80,906,578,016)
LABA SEBELUM PAJAK (7,115,925,678) 242,382,554,708 235,266,629,030
Pajak kini (3,043,186,167) - (3,043,186,167)
Pajak tangguhan - - -
LABA BERSIH (10,159,111,845) 242,382,554,708 232,223,442,863
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
9421 ms
11 Oct 2026 10:11
missing: transaction_date
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dibagi total aset perusahaan'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dibagi total aset perusahaan',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2026-06-30',
'value': None}